Skip to main content

Tokoh Edisi 806 | Tokoh

Page 1

What’s Up

24

21 - 27 Juli 2014

Membentuk Karakter Positif Siswa Pemandangan umum yang kita li­ hat setiap memasuki tahun ajaran baru adalah pelaksana­ an Masa Orientasi Siswa (MOS) yang diselenggarakan oleh sebagian besar lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMA pada umumnya. Tujuan dari kegiatan MOS ini adalah untuk memperkenalkan kepada siswa baru, ling­kungan sekolah dan berbagai pera­ turan yang ada di setiap sekolah.

D

ahulu MOS dike­ nal sebagai masa perploncoan bagi siswa baru. Ban­ yak kekerasan fisik yang di­ lakukan untuk melatih mental para siswa baru. Hal ini bukan­ lah tindakan yang mendidik, dan seringkali menimbulkan kecemasan bagi siswa baru maupun orangtua mereka. Saat ini sudah banyak sekolah mengisi kegiatan MOS dengan hal yang menarik dan positif, di antaranya diperkenalkannya SOUL (Spirit of Universal Life) kepada anak-anak siswa SD, SMP dan SMA sebagai salah satu cara untuk membentuk karakter anak sejak dini. Beberapa kegiatan SOUL for Kids and Teenagers pada kegiat­

Bunda Arsaningsih bersama anak-anak SMP Giri Pendawa, Rendang, Karangasem

an MOS kali ini di antaranya diseleng­g arakan di SMK Giri Pendawa Rendang, Karangas­ em, dengan peserta 200 siswa, dan di SMP PGRI 3 Denpasar yang diikuti 443 peserta. Se­ luruh kegiatan ini dibimbing langsung oleh narasumber/ Founder Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Bunda Arsa­ningsih. Da­ lam materi SOUL yang dibawa­ kan selama kurang lebih dua jam tersebut, point utamanya adalah menekankan pentingnya menanamkan kesadaran positif sehingga mampu mengubah pola pikir menjadi positif agar membentuk remaja yang sehat, cerdas, ceria, dan penuh cinta. Seseorang disebut sehat apabila memiliki keselarasan antara tubuh fisik dan tubuh energinya, sehingga dapat be­ raktifitas de­n gan baik. Tubuh fisik menjadi sehat apabila sese­ orang melakukan pola makan yang baik, olahraga yang tera­ tur dan istirahat yang cukup. Kecerdasan anak tergantung dari aliran energi yang meng­alir ke otak ­(oksigenasi otak). Jiwa yang sehat didapat melalui rasa aman, penerimaan, kebahagiaan penuh cinta dan kedamaian. Setiap orang pasti memiliki masalah, termasuk juga para remaja. Masalah yang dihadapi remaja biasanya seputar tentang hubung­an dengan orangtua yang kurang harmonis, masalah de­ ngan pacar, masalah ke­sehatan,

MOS SMK Giri Pendawa, Rendang, Karangasem

masalah keuangan, dan masalah spiritual. Ketika masalah mun­ cul, ini akan menghambat pros­ es belajar dan proses kehidupan lainnya. Dengan mengikuti workshop singkat SOUL, beberapa masalah tersebut secara energi dapat terselesaikan, kualitas

MOS SMP PGRI 3 Denpasar

hidup menjadi le­b ih baik, anakanak mampu memenuhi dirinya de­n gan cinta kasih, mampu menata pikiran, perasaan dan emosinya dengan lebih baik sehingga menjadi lebih tenang, lebih damai, serta mampu men­ gelola stres yang dihadapi di luar

sekolah, sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih baik dan lebih berkualitas. Dalam pembelajaran ini, para siswa diajak untuk memahami bagaimana energi yang meradia­ si berawal dari pikiran, perkata­ an dan perbuatan. Pengukuran de­ngan energi dapat dibuktikan, yang membuat mereka dengan cepat memahami bahwa apapun yang mereka pikirkan akan ter­ adiasi, sehingga mereka mampu menjaga pikiran tetap positif. Bunda Arsaningsih juga mem­ berikan pembelajaran tentang keterhubungan dengan Tuhan. Dengan pemahaman yang benar dapat mengakses energi Tuhan untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Selain pem­belajaran energi, anak-anak juga diajarkan untuk mengenal, memahami dan melakukan senam kecerdasan Thoppu­ karanam. Senam ini bermanfaat untuk meningkatkan kecer­ dasan anak, karena pada teknik ­e xercise yang dilakukan mampu menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Selain memberikan oksige­ nasi untuk energi yang lebih baik ke otak, senam ini juga ber­ fungsi untuk melancarkan sirku­ lasi energi ke seluruh tubuh. Senam ini pernah diujicobakan kepada anak penderita autisme. Anak tersebut yang awalnya tidak mampu ber­k onsentrasi akhir­nya malah justru bisa ber­ prestasi. Pihak Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) siap untuk melaku­ kan pelayanan semacam ini se­ bagai bentuk kepedulian dalam rangka mengembalikan nilai-nilai budi pekerti masyarakat yang selama ini terus-menerus terg­ erus oleh arus globalisasi. Bagi yang berminat mengikuti workshop SOUL secara pribadi dapat mengikuti acara ini setiap bulan secara rutin di kantor Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) di Klinik Anugerah lt.2, Jln. Gunung Sanghyang No. 118 D Denpasar, tlp. (0361) 7463858. –ten


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

21 - 27 juli 2014

GORO-GORO

Menyambut Kemenangan

Bulan puasa akan segera berakhir. Umat Muslim bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Persiapan jelang perayaan hari kemenangan sudah dilakukan. Ada yang mempersiapkan mudik, ada yang mempersiapkan aneka hidangan, hingga menyiapkan uang hari raya untuk keluarga. Semua ini merupakan bagian dari suka cita menyambut hari kemenangan. Kemenangan yang diraih merupakan kemenangan batin. Setelah menguasai hawa nafsu selama bulan puasa, saatnya untuk menyambut suasana baru. Untaian kata maaf lahir-batin akan bersahutan sebagai tanda manusia punya kelemahan dan bisa melakukan kesalahan. Berikutnya, mari menyambut hari yang baru dengan semangat baru untuk masa depan yang lebih baik. Menyambut kemenangan tidak hanya dirasakan umat Islam. Rakyat Indonesia pun bersiap menyambut kemenangan. Rakyat Indonesia akan memiliki pemimpin baru, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil penghitungan suara sebelum Lebaran. Yang menang jangan takabur, yang kalah jangan ngawur. Semua harus kembali bergandengan tangan untuk membawa Indonesia menjadi lebih hebat. Kemenangan ini milik rakyat karena suara-suara yang terkumpul adalah suara rakyat.

Minggu ini juga ada Hari Anak Nasional yang diperingati tiap 23 Juli. Anak-anak merupakan generasi penerus kejayaan bangsa Indonesia. Dengan memberikan yang terbaik untuk anak-anak, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang terbaik juga. Salam untuk anak-anak Indonesia. Salam untuk rakyat Indonesia.

Mohon informasi nomor telepon drg. Gemini Sari yang dimuat Tokoh edisi 805. Dewa Suganda, (081337370xxx) drg. Gemini Sari: 08123983276 Mohon informasinya untuk alamat dan nomor kontak dokter spesialis gizi klinik (Sp.GK) yang pernah dimuat pada Mingguan Tokoh. Gede Baloma dr. I Wayan Gede Sutadarma, M. Gizi: 082144071268 / 08886161164

R a l at

Terjadi kekeliruan dalam ­penulisan caption foto di rubrik Sudut Pandang Tokoh edisi 805, tertulis Desi Putrisari, seharusnya Winda Pardana Putri. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih Winda Pardana Putri

Tas Tertinggal, Uang Selamat Ini mungkin sebuah kejadian yang belum pernah atau sudah Anda alami sebelumnya. Bagi saya, ini merupakan suatu pengalaman yang menggelikan sekaligus mengharukan, akibat kelalaian dan bisa jadi kepikunan saya sendiri. Saat itu, seusai pulang dari kerja, saya mampir dulu membeli sup buah dan jus untuk anak-anak dan suami di Moena Fresh cabang Diponegoro. Dengan santai, saya menaruh tas yang sedari tadi saya gandeng di bawah kursi. Setelah selesai dibungkus, saya kemudian berlalu pulang. Seperti biasa saya melakukan aktivitas sehari-hari di rumah lalu berangkat mengajar di sebuah bimbel. Hingga pukul 20.00, saya masih belum menyadari akan keberadaan tas saya tadi. Sesampainya di rumah, tiba-tiba saya teringat data-data penting yang harus saya selesaikan serta beberapa pembayaran yang harus saya lakukan besok. Alangkah terkejutnya saya, ternyata semua itu ada di dalam tas gandeng saya tadi. Yang membuat saya bertambah shock, ternyata uang kantor Rp 6 juta rupiah yang kebetulan saya taruh dalam sebuah amplop berada jadi satu dengan dokumen itu. Kebetulan saat itu, dompet serta HP saya taruh di dalam tas kecil selempang yang gampang saya bawa kemana mana. Jadi, tas satunya saya lupakan begitu saja. OMG!!! Dalam kebingungan itu, sambil menangis saya menceritakan hal

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tersebut kepda suami. Entahlah, saya tidak bisa berpikir jernih saat itu. Perasaan bersalah dan sakit hati berkecamuk di dalam dada. Suami lalu menyuruh saya untuk tenang, diam dan merenung sambil memejamkan mata, tak lupa saya berdoa dan mengatur napas. Saya berusaha mengingat kembali, kemana saja tempat yang sudah saya lalui. Tibatiba saya teringat Moena Fresh dan itu sangat menguatkan saya. Dengan sabar, suami mengantar saya menuju kesana, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30. Saya terus berdoa di dalam hati agar toko jangan tutup dulu. Benar saja, sampai disana, para pegawai sudah meringkas barang karena toko akan segera tutup. Saya berlari menuju kasir dan menanyakan apakah ada tas gandeng yang tertinggal disana. Dengan sigap mereka menunjukkan tas saya yang tergantung rapi di samping kasir. “Tadi kami menemukan di bawah kursi, kami sudah berpikir pasti ibu yang punya,” kata salah satu pegawai dengan begitu ramahnya. “Silahkan ibu periksa dulu, tas ibu aman disini,” lanjut mereka.

Seketika air mata saya berlinang. Dokumen serta uang masih utuh di dalam tas. Ida Sang Hyang Widhi, terima kasih, ucap saya terus di dalam hati. Saya lalu memberikan hadiah kepada mereka, tapi dengan halus mereka menolaknya. “Sudahlah bu, ini tugas kami,” ucap mereka sambil tersenyum. Saya terus memaksa tapi mereka tetap menolak. “Terima kasih ya, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian,” ujar saya sebelum meninggalkan toko. Mereka membalas dengan senyuman. Hari itu memang benar-benar melelahkan sekaligus mengharukan. Saya masih beruntung karena dokumen penting dan uang yang bukan milik saya tidak jadi hilang. Hari itu juga saya bisa melihat ketulusan dan kebaikan yang tidak dapat saya lupakan. Kepada suami yang mengajarkan saya betapa pentingnya meditasi sejenak untuk memecahkan masalah saya dan kepada para pegawai Moena Fresh Diponegoro yang baik hati dan tak lupa kepada Tuhan, saya mengucapkan rasa terima kasih. Tri Andayani

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Putu Wijaya

menang

Kedua capres, Prabowo dan Jokowi merayakan kemenangannya, begitu selesai pencoblosan. Para lembaga “penghitung cepat” agaknya sudah mengirim angin surga hasil pantauan mereka. Presiden sampai turun tangan. Kedua capres dipanggil dan diminta menahan diri. Karena hura-hura kemenangan, bila nanti ternyata berlawanan dengan hasil KPU, bisa berkobar kekecewaan. Buntutnya payah. “Cepat atau lambat, pasti akan ada yang kalah, ada yang menang,” kata Pak Made. “Seri pun akan dikejar, sampai jelas pemenang dan pecundangnya. Seperti. Adu penalti Belanda lawan Argentina di semifinal Bola Dunia. Ya kan Pak Amat?” “Betul sekali. Dan, siapa pun pemenangnya, dia adalah presiden kita bersama. Tugasnya mengurus kesejahteraan kita semua, bukan hanya mengurus kepentingan para pemilihnya!” Pak Made tertegun. “Wah itu yang susah, Pak Amat. Bagaimana pun kalau mau terus terang, jujur saja, manusia pasti mendahulukan kepentingannya sendiri. Bohong kalau bilang tidak!” “Itu manusia biasa, umumnya begitu Pak Made. Watak kita, rakyat jelata, memang mau untung sendiri. Tapi pemimpin tidak boleh begitu. Presiden itu abdi rakyat, bukan diabdi rakyat, seperti raja! Beliau harus mengurus yang memilih dan yang tak memilihnya!” Pak Made kembali tertegun. “Tertegun? Kenapa?” tanya Bu Amat ketika Amat menceritakan kejadian itu. “Ya, tertegun mungkin karena tidak terpikir sebelumnya. Kata orang pinter, jadi pemimpin itu pamit mati. Artinya begitu dia berubah status dari orang biasa menjadi pemimpin, dia seakan-akan mati bagi keluarga dan lingkungannya, karena sejak saat itu, dia sudah jadi milik bersama. Dia harus memprioritaskan kepentingan bersama, walau pun mungkin bertentangan dengan kepentingan pribadinya, atau kelompoknya!” Bu Amat tertegun. “Kalau tidak mau begitu, jangan jadi pemimpin. Karena itu, kalau memilih, harus hati-hati melihat, apakah yang kita pilih itu akan sanggup pamit mati?!” Bu Amat kembali tertegun. Amat jadi kesal. “Kok bengong? Dengerin Bapak, tidak?” Bui Amat mengangguk. Lalu bertanya. “Jadi kalau menang tidak dapat apa-apa?” Amat tersenyum. “Ya pasta dapat! Tapi yang didapat hanya tanggungjawab.” “Yang memilih juga tidak dapat?” Amat ketawa. “Ya pasti dapat! Yang kalah dan yang menang samasama dapat presiden bersama.” Bu Amat sekali lagi tertegun. “Kalau begitu apa gunanya menang?” “Makanya, kenapa mesti bertengkar!”

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

21 - 27 juli 2014

23

Poleng Tjok Abi Tjokorda Gede Abinanda ­Sukawati yang lebih dikenal dengan nama Tjok Abi, belum lama ini mempersembahkan fashion show yang bertajuk “Wastra Bebali Poleng” di ­Gedung Natya Mandala Institut Seni­ Indonesia (ISI) Denpasar.

Salah satu tahap pemeliharaan tanaman kopi adalah mewiwil, yakni memotong cabang-cabang yang tidak diperlukan untuk menghilangkan unsur hara yang masuk ke tanam­ an. Proses ini dilakukan untuk pematangan buah sehingga menghasilkan buah kopi yang bernas (berkualitas bentuk, dan berat). Seperti yang dilakukan petani kopi di Banjar Bon, Desa Belok, Petang, Badung, yang rencananya mewakili Badung dalam Lomba Kelompok Tani Perkebunan Berprestasi Tingkat I Bali. –Sepi

D

Desain karya Tjok Abi

Mewiwil Tanaman Kopi

Tjok Abi dan para model

alam pagelaran yang dilangsungkan sebagai karya ujian akhir penciptaan seni Pascasarjana ISI Denpasar tersebut, hadir Ny. Ayu Pastika, Ny. Selly D. Mantra, para desainer serta pejabat struktural di lingkungan ISI Denpasar. Ujian yang dilaksanakan berbeda dengan ujian lainnya, sebab karya ciptanya mesti

dipertanggungjawabkan ke publik sekaligus memberi ruang publik untuk memberikan nilai dan

masukan. Fashion show yang dibawakan 24 orang model ini dihadirkan dalam tiga segmen yaitu, tradisi, kontemporer, dan etnik modern. Hadir pula mendukung acara penari Gung De Rama, penyanyi Ocha dan penyair Oka Rusmini. Tjok Abi, yang juga tercatat sebagai salah seorang pengajar pada program studi Desain Fashion mengatakan

Wastra Bebali Poleng diangkat menjadi sumber ide penciptaan busana pesta. Sebelum inti acara telah pula dijabarkan dengan lugas perihal konsep “poleng” yang dipilihnya. Sementara Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiharta, S.SKar., M.Hum, yang juga bertindak sebagai penguji malam itu, menyatakan kehadiran para undangan dari berbagai kalangan ketika itu juga merupakan sarana promosi memperkenalkan program studi yang baru saja berdiri, yakni Desain Fashion. – Sri Ardhini

Star Cafe Renon Diresmikan Resto Pertama dengan Sentuhan Layanan Entertainment

Iwan Setiawan Bila Anda belum menemukan resto/ kafe yang mampu memenuhi hasrat kuliner dengan sentuhan layanan entertainment, pastikan datang ke Star Cafe

Renon. Di resto yang baru diresmikan pada Jumat (11/7), Anda tidak saja akan dimanjakan dengan suguhan menumenu pilihan dan favorit, tetapi Anda juga akan dibuai oleh sajian live music yang membuat Anda semakin betah dan puas. Resto yang terletak di lokasi premium Renon, Denpasar tepatnya di Jln. Cok Agung Tresna ini menawarkan berbagai menu spesial untuk santap siang dan malam dengan harga masih dalam ‘koridor’ sangat terjangkau. Seperti yang disampaikan Executive Manager Star Cafe Iwan Setiawan, Star Cafe merupakan resto untuk semua kalangan masyarakat. “Dengan konsep berbeda, resto ini diharapkan dapat memenuhi hasrat masyarakat Denpasar yang ingin menikmati aneka hidangan dengan suguhan live music seperti karaoke dan DJ performance. Konsep resto met metro yakni kafe modern yang sesuai dengan gaya anak muda masa kini,” jelas Iwan Setiawan di sela acara peresmian Star Cafe. Iwan menambahkan, konsep perpaduan resto dan entertainment ini belum

ditemukan di kawasan Kota Denpasar. Ini merupakan terobosan cerdas dari owner Star Cafe untuk memenuhi hasrat kuliner masyarakat Denpasar. Kami menyediakan tempat nongkrong bagi kawula muda, keluarga maupun acara-acara party. Kami siap memberikan layanan sesuai yang diinginkan masyarakat. Silakan datang dan kunjungi resto kami. Layanan kami bakal memuaskan Anda,” janji Iwan Setiawan. RESTO PERTAMA Konsep dan nuansa berbeda ini diyakini Iwan Setiawan akan menjadi daya tarik bagi pengunjung terlebih selama ini belum ada restoran yang menyuguhkan live music sekaligus. “Pengunjung hanya ditawarkan menu-menu hidangan saja tanpa ada sentuhan entertainment-nya. Star Cafe adalah resto pertama di kawasan perkantoran Renon yang menawarkan kepuasan kuliner dan hiburan musik sekaligus,” papar Iwan Setiawan lagi. Star Cafe menawarkan menu-menu kolaborasi masakan western (barat) dan nasional (Indonesia) dengan harga terjangkau. Harga mulai Rp 16.000 – Rp 25.000. Star Cafe juga menyediakan kapasitas untuk standing party hingga 120 orang. Kami berharap kehadiran Star Cafe melengkapi hasrat dan selera kuliner masyarakat Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya,” harap Iwan Setiawan.

SEBAGAI LIFESTYLE Sementara itu owner Star Cafe Ir. AAM Sukadhana Wendha mengatakan, resto dengan konsep perpaduan kuliner dan entertainment merupakan sebuah lifestyle di era kekinian. Kehadiran sebuah resto merupakan kebutuhan hidup di bidang pangan terkait kemajuan ekonomi masyarakat. “Kemajuan ekonomi masyarakat telah memberi/membuka peluang usaha bagi teman-teman pengusaha. Ini merupakan pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis kuliner,” papar pengusaha yang dinobatkan sebagai ‘One of The Leading Entrepreneur in Bali’ versi Majalah Property & Bank edisi 064 tahun 2010 ini. Ketertarikan Ir. AAM Sukadhana Wendha yang disapa dengan Gung Indra terhadap dunia kuliner sudah lama dirasakan. Itusebabnya, selain menekuni bisnis utamanya di bidang property, Dirut PT Kusemas Group ini menekuni bisnis kuliner. Menurutnya, bisnis ini di Denpasar cukup menjanjikan apalagi wisata kuliner saat ini berkembang pesat. “Ini sebuah tantangan bagi saya,” ujar pengusaha lulusan Ohio University, Canada yang memiliki banyak perusahaan seperti property, SPBU, kelapa sawit, perbankan selain bisnis kuliner (restoran). Tak heran jika Majalah Property & Bank mengukuhkan pria ramah ini sebagai pengusaha lokal paling ekspansif di Bali. –ari


Metropolitan

22

Beda Keperluan Beda Antrian Hampir tiga pekan terakhir ini lapangan Monas, Jakarta Pusat, ramai dikunjungi masyarakat yang datang sejak pagi. Mereka datang bukan untuk berolahraga tapi untuk menukar uang receh untuk keperluan peraya­an Idul Fitri. Maklum sejak 1 Juli lalu, Bank Indonesia (BI) mengoperasikan posko penukaran uang bersama sejumlah bank.

A

nimo masyarakat menukar uang baru memang meningkat menjelang Lebaran. Apalagi adanya tradisi bagi-bagi uang khususnya kepada anakanak dan mereka yang usianya lebih muda saat silaturahmi Lebaran. Orang menyebutnya tradisi ‘uang raya’. Tradisi ini hampir serupa dengan bagi-bagi angpao pada masyarakat Tionghoa yang meraya­kan Tahun Baru Cina. Animo masyarakat yang tinggi itu juga yang mendorong BI

memperbanyak tempat-tempat penukaran uang baru. Di Jakarta, misalnya, posko penukaran uang dipusatkan di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat. Namun begitu, BI juga mengoperasi mobil-mobil penukaran uang keliling serta be­ kerja sama dengan kantor-kantor Pegadaian yang jumlahnya sekitar 50 titik. Dengan begitu warga Jakarta yang lokasinya jauh dari Monas bisa menukar uang di lokasi-lokasi terdekat, baik itu mobil keliling maupun Pegadaian. Meski banyak lokasi penukaran

Sosialita

21 - 27 juli 2014

21 - 27 Juli 2014

I Gusti Ayu Oka Suryawardani

Doktor Pariwisata Perdana di Unud Dengan judul disertasi “Tourism Leakage from the Accommodation in Bali”, Senin (7/7), di hadapan promotor dan dewan penguji di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, promovenda Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., berhasil mempertahankan disertasinya pada Ujian Terbuka Promosi Doktor perdana pada Program Doktor (S3) Pariwisata, Pascasarjana Universitas Udayana.

Tumpukan uang untuk layanan penukaran

uang dibuka, namun tetap saja tempat penukaran uang di Monas menjadi tempat favorit. Selain

Sasar Pembeli “Mepet”

Layanan penukaran uang di Monas

Gencarnya BI dan sejumlah bank membuka tempat-tempat penukaran uang agaknya cukup berpengaruh pada bisnis uang receh yang biasanya beroperasi di terminal-terminal bus dan tempat ramai lainnya. Keuntungan mereka menurun drastis. Padahal sebelumnya, dari bisnis penukaran uang receh tersebut mereka dapat mendulang keuntungan yang lumayan banyak. Bahkan di masa jayanya, mereka bisa untung jutaan rupiah. Masyarakat memang sangat membutuhkan uang receh baik untuk bagi-bagi ‘uang raya‘ maupun perjalanan mudik. “Masih untung tapi tidak seberapa dibanding dulu. Sekarang hanya bisa untung Rp 300 ribu sehari, itupun tidak menentu. Biasanya paling ramai beberapa hari menjelang Lebaran. Makin mendekati Lebaran, keuntungan makin meningkat karena makin banyak yang perlu uang receh. Orang-orang yang mau mudik tukar uang receh supaya bisa bagi-bagi uang di kampung. Tapi sekarang agak lesu,” ucap Nata, pedagang uang receh yang biasanya mangkal di Terminal Pulo Gadung. Nata sudah sepuluh tahun berbisnis jasa penukaran uang receh. Dulu, di awal memulai bisnis ini, modal Nata hanya Rp 5 juta, itupun ‘titip’ modal pada temannya. “Saya awalnya ikut teman (titip modal) namun ketika saya lihat keuntungannya bagus sekali, saya pun buka jasa sendiri. Sekarang modal sudah lumayan besar, namun keuntungan tidak seperti dulu lagi,” ucap Nata yang modalnya untuk bisnis musiman ini hingga puluhan juta rupiah. “Saya juga ikut pengantri seperti yang lain,” tambah Nata yang mengaku hanya mengambil keuntungan Rp 5 ribu-Rp 10 ribu tiap penukaran senilai Rp 100 ribu. Rahayu yang biasa mangkal di kawasan Kota Tua, juga mengaku hal serupa. Menurutnya, bisnis jasa penukaran uang miliknya juga tidak semoncer beberapa tahun lalu, di mana dia pernah menjual rupiah dalam sehari hingga Rp 3 juta lebih. “Sekarang pun tetap untung tapi tidak besar,” ucap wanita bertubuh subur ini. Ia menduga, turunnya keuntungan karena banyak bank mengoperasikan mobil penukaran uang keliling. Biasanya, banyak pembeli datang beberapa hari menjelang Lebaran, saat bank-bank sudah libur. “Kalau pembeli datang saat “mepet” biasanya saya tarik keuntungan antara Rp 7500-10 ribu per Rp100 ribu. Ya bisa nego-lah,” katanya. Dulu, Rahayu memulai bisnisnya dengan meminjam dari agen uang yang mengambil keuntungan 10% dari keuntungan yang didapatnya. Lama-kelamaan ia merasa keuntungan agen terlalu besar, sementara penjualan tak menentu. Akhirnya ia mengupayakan dengan modal sendiri, dan itu bergulir hingga sekarang. Sekarang, tambahnya, ia lebih suka menukar uang di bank, meski harus mengantri lama. Alasannya, selain gratis juga uang baru yang didapat dijamin asli. Orang yang menjalankan bisnis tahunan seperti Nata dan Rahayu, agaknya cukup banyak yang memanfaatkan jasa penukaran uang di Monas. Karena di sana ada belasan bank yang juga membuka pelayanan yang sama sehingga memudahkan mereka bolak-balik mengantri dari bank satu ke bank lainnya. Hal ini karena setiap tempat penukaran uang baru hanya memperbolehkan maksimal Rp 3,7 juta sekali tukar. –Diana Runtu

Monas letaknya stra­tegis, juga di sana banyak bank yang melayani menukaran uang. Setidaknya ada 13 bank yang ikut terlibat. Sehingga, kalaupun mengantri tak perlu terlalu lama. Seperti yang diakui Rustini yang sejak pagi sudah tiba di Monas. Ibu satu anak ini, sengaja datang pagi-pagi sekali sebelum loket dibuka agar bisa mendapat giliran pertama. Namun ternyata bukan hanya Rustini yang datang paling pagi, banyak warga juga melakukan hal yang sama. Wal­ hasil, ketika ia tiba di Monas, sudah banyak warga datang, dan Rustini pun akhirnya mengantri juga. “Maksud saya datang pagi-pagi sekali supaya bisa cepat tukar uang karena saya harus ngantor. Tapi ternyata banyak juga yang datang pagi hari,” ungkap Rustini yang menukar uangnya Rp 2 juta dengan pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu untuk dipakai sendiri dan bagi-bagi uang di kampungnya. Layanan penukaran uang di Monas memang tidak berlangsung lama. Setiap harinya hanya berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00. Jumlah uang yang ditukar pun dibatasi hanya Rp 3,7 juta per-transaksi. Layanan yang dibuka hingga 25 Juli ini, juga dapat dilakukan secara non-cash alias via ATM karena disediakan

mesin EDC atau ATM. Adanya orang yang sama mengantri berkali-kali sebenarnya juga terpantau oleh petugas bank yang ada di lapangan. Namun karena memang tidak ada peraturan yang melarang sehingga hal itu dibiarkan saja. Pejabat BI yang melakukan peninjauan ke Monas (16/7) juga mengakui adanya bisnis penukaran uang. “Ada mekanisme pasar yang berlaku di sini, yakni, pemberi jasa penukaran dan konsumen yang mencarinya. Jadi yang berlaku adalah mekanisme pasar,” kata Deputi Gubernur BI Ronald Waas. Tapi, sampai sekarang tidak aturan baku yang melarang kegiatan tersebut. Namun begitu diimbau kepada masyarakat , untuk melakukan penukaran uang di tempat-tempat resmi guna menjamin keaslian dari uang baru yang didapat. Lambok A. Siahaan, Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI yang juga hadir dalam peninjauan di Monas, menjelaskan, pihaknya melakukan perbaikan mekanisme penukaran uang. Misalnya, dilakukan pemisahan mereka yang menukar uang untuk keperluan pribadi dan keperluan lainnya. “Jadi antrian mereka berbeda,” katanya. “Selain itu, di lapangan juga ada petugas yang memantau pergerakan nasabah,” jelasnya.

Mobil keliling penukaran uang

–Diana Runtu

P

Saat ujian promosi doktor di Pascasarjana Unud

erempuan kelahiran Solo, 4 November yang merupakan mahasiswa program Doktor Double Degree Indonesia Perancis (DDIP) antara Universitas Udayana (Indonesia) dengan Université Sorbonne Paris-1 (Perancis) tersebut mampu menjawab dengan lugas dan tegas semua pertanyaan yang diajukan delapan dewan penguji. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt. dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor pariwisata pertama di Unud dengan predikat pujian (cumlaude). Suasana bahagia dan bangga pun terlihat di keluarga promovenda dan Program Pascasarjana Unud, karena ini merupakan karyasiswa pertama yang menyelesaikan pendidikan di Program Studi Doktor (S3) Pariwisata Universitas Udayana. Hal ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Program Pascasarjana Unud, tetapi juga untuk Universitas Udayana, karena bidang pariwisata merupakan salah satu bidang unggulan di Universitas Udayana. Di depan dewan penguji, istri Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) Kebudayaan dan Kepariwisataan Unud Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., PhD. dan ibunda Anak Agung Putu Agung Raditya Wedananta, S.Ked., mengatakan pariwisata merupakan andalan per­ekonomian Bali, namun dampak ekonomi pariwisata belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Bali. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya kebocoran pariwisata (tourism

leakage) karena tidak seluruh uang yang dikeluarkan wisatawan tersebut berada dan berputar dalam perekonomian Bali (Indonesia). Sebagian dari uang ter­ sebut “lari” ke luar negeri. Pendapatan dari pariwisata yang keluar tersebut antara lain digunakan untuk membiayai produk impor, tenaga kerja asing, biaya manajemen chain hotels, transfer keuntungan hotel kepada pemilik asing dan sebagainya. Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt. mengatakan kebocoran pariwisata di Bali terbilang cukup tinggi, khususnya pada hotel bintang 4 dan 5 berjaringan internasional (chain hotels). Pemaparan hasil penelitiannya berdasarkan analisa mikro, kebocoran pariwisata Bali tertinggi bersumber dari hotel bintang 4 dan 5 berjaringan internasional (chain hotels) sebanyak 51,0%, dan kebocoran terendah terdapat pada hotel non-bintang (8,8 %), dengan rata-rata kebocoran sebesar 18,8% dari pendapatan hotel. Sedangkan berdasarkan analisis makro dengan menggunakan Social Accounting Matrix (SAM), kebocoran tertinggi terjadi pada hotel bintang 4 dan 5 berjaringan internasional (chain hotels) mencapai 55,3 %, dan terendah pada hotel non-bintang sebesar 2,0%, dengan rata-rata kebocoran mencapai 19,5% dari pendapatan hotel. Kebocoran tersebut mesti diminimalisasi dengan mengurangi penggunaan produk impor dan tenaga kerja asing melalui peningkatan kualitas produk serta peningkatan mutu SDM lokal. Termasuk memberikan prioritas

Saat berlibur bersama keluarga di London

kepada masyarakat Bali untuk berpartisipasi dalam investasi akomodasi pariwisata, serta mengatur investasi asing dengan lebih ketat dalam sektor akomodasi sehingga manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dinikmati lebih besar bagi masyarakat. Putri pasangan I Gusti Made Tantra dan Raden Ayu Sri Lestari yang akrab disapa Bu Dani ini menyelesaikan program master (S2) di Australia, tepatnya di Graduate School of Management, Faculty of Economic Business and Law, the University of Queensland, Brisbane, dengan fokus penelitian pada pemasaran internasional. Sedang­ kan dalam penelitian disertasinya ini, dosen Program Studi Agribisnis Unud ini menggunakan pendekatan sistem ­dengan mengintegrasikan analisa kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif untuk meng­ hitung besarnya kebocoran pariwisata Bali dari sektor akomodasi pada level mikro (industri pariwisata) dan level makro (Provinsi Bali). Dalam analisis makro, perhitungan dilakukan berdasarkan Social Accounting Matrix (SAM) yang datanya diperoleh dari Biro Pusat Statistik Provinsi Bali. Analisa kualitatif dilakukan untuk menganalisis persepsi wisatawan asing dalam memilih produk lokal dan produk impor menggunakan program John’s Macintosh Project (JMP). Sedangkan dalam merancang strategi minimalisasi kebocoran pariwisata Bali digunakan program Interpretative Structural Modeling (ISM) berdasarkan pendapat dan pandangan

Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., bersama keluarga seusai ujian promosi doktor

3 dari para ahli di bidang pariwisata. Hasil analisa ISM menunjukkan bahwa pihak-pihak yang memegang peranan penting dalam hal ini adalah pemerintah daerah (Provinsi Bali, kabupaten/kota), organisasi masyarakat, pemimpin/ tokoh masyarakat, dan pemerintah pusat. “Pemberdayaan masyarakat dapat dicapai secara optimal apabila didukung oleh keterlibatan pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya. Hasil penelitiannya juga menunjuk­ kan bahwa wisatawan asing secara signifikan memilih produk lokal dibandingkan dengan produk impor saat berwisata ke Bali. Karena itu, peningkatan pemanfaatan produk lokal untuk konsumsi wisatawan dapat dilakukan melalui peranan manajer hotel dengan mengoptimalkan penyajian hidangan lokal. Selain itu, ketersediaan produk lokal sebagai produk substitusi juga sa­ngat diperlukan untuk menggantikan produk impor. Misalnya, Bali sudah memiliki beberapa produk minuman beralkohol yang diproduksi lokal, seper­ti “Hatten Wine”, “Indigo Wine”, “Balimoon” dan lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai produk substitusi untuk wine dan minuman beralkohol impor. Agar dapat bersaing dengan produk minuman impor, pengembangan produk substitusi sangat diperlukan untuk memenuhi permintaan pasar baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Peranan pemerintah sangat penting dalam memasilitasi pengembangan dan melakukan pengawasan terhadap produk subsitusi untuk memenuhi pasar wisatawan tersebut. KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Kebijakan perdagangan internasional oleh pemerintah Indonesia dalam melakukan proteksi atau perlindungan terhadap produk lokal sangat penting melalui pemberian subsidi kepada petani, peternak, nelayan maupun pengrajin untuk meningkatkan kualitas, kuantitas maupun kontinuitas produk sehingga dapat bersaing dengan produk impor. Subsidi juga diberikan pada pekerja lokal untuk meningkatkan kualitas­nya melalui pelatihan dan pendidikan yang lebih baik. Bu Dani mengatakan bahwa kebijakan perlindungan terhadap produk lokal ini sesuai dengan kebijakan World Trade Organisation (WTO) yang dikenal dengan “Bali Package”. Dalam paket Bali itu disebutkan bahwa para anggota WTO diizinkan untuk memberikan subsidi dan menurunkan pajak impor dengan tujuan meningkatkan ekspor bagi negara-negara sedang berkembang. Dalam kaitannya dengan penurunan pajak impor, pemilik dan direktur Denpasar Children Centre (DCC) ini mengatakan bahwa di satu sisi penurunan pajak impor memang bermanfaat meningkatkan ekspor. Jika dilihat dari posisi negara sedang berkembang yang kalah bersaing dengan negara maju dalam hal kualitas dan kontinuitas produk, kebijakan ini justru akan mengancam posisi negara sedang

berkembang seperti Indonesia. Karena, dengan diturunkannya pajak impor, peluang impor dari negara lain menjadi semakin besar. Menyadari kelemahan negara sedang berkembang seperti Indonesia, peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia sangat penting agar dapat bersaing dengan produk impor dan tenaga kerja asing. Tantangan lebih besar lagi akan dihadapi negara sedang berkembang dengan diterapkannya perdagangan bebas, karena masingmasing negara akan bersaing secara bebas di pasar internasional. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa sudah selayaknya kualitas sumber daya lokal harus ditingkatkan agar dapat ber­saing dalam kancah bisnis internasional, terutama Bali yang mengandalkan pariwisata dalam perolehan devisanya. Sebelumnya, Bu Dani sebagai karya­siswa angkatan ke-2 pada Program Studi Doktor (S3) Pariwisata Unud ini, sudah menyampaikan disertasinya pada ujian tertutup, 9 Januari 2014. Namun, ujian terbuka promosi doktor tidak bisa langsung dilaksanakan karena ia harus kembali ke Perancis melanjutkan studi Double Degree di Universite Sorbonne Paris-1. Keberhasilan perempuan yang fasih berbahasa Inggris dan Perancis ini tak lepas dari dukungan suami dan putra tercinta serta tekad meningkatkan kualitas diri dan menjadi yang terbaik. Hari-hari selama mengikuti pendidikan di Paris diisinya juga dengan belajar bahasa Perancis di Institute Catholigue de Paris. Pengelolaan destinasi wisata di Paris juga menjadi fokus perhatiannya. Bu Dani mengatakan bahwa pemerintah Perancis memberikan perhatian penuh terhadap pengelolaan pariwisatanya. Pelestarian budaya dan bangunan bersejarah yang didukung sistem transportasi yang memadai serta pemerataan pengembangan daya tarik wisata menjadikan Paris sebagai destinasi wisata dunia yang sangat terkenal, sehingga kepariwisataan Perancis tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, namun juga pelestarian budaya dan alam serta memberikan kepuasan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Perancis. Pemerintah Perancis juga memberikan perhatian terhadap penggunaan brand berdasarkan konsep Country of Origin dan Geographical of Origin dalam mengembangkan produk lokalnya, seperti “Wine Bordeaux”, “Britani Crepe” yang menjadikan produk tersebut diminati wisatawan yang berkunjung ke Paris. Selain berhasil mengetengahkan penelitian yang menarik, Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt. tercatat sebagai karyasiswa pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Program Studi Doktor (S3) Pariwisata Unud dengan masa studi kurang dari tiga tahun. Harapannya, dari hasil penelitian disertasinya dapat menjadi acuan bagi stakeholders di bidang pariwisata untuk meminimumkan kebocoran dari akomodasi pariwisata di Bali. –ard


4

Inspirasi

21 - 27 juli 2014

Atiqah Hasiholan

Puasa Sibuk Syuting

Bulan puasa tampaknya tidak menjadi halangan bagi Atiqah Hasiholan untuk tetap sibuk seperti biasanya. Alih-alih menurunkan aktivitasnya, istri aktor Rio Dewanto ini malah sibuk syuting. “Iya, sibuk sekali. Harusnya, alangkah baiknya, kita mengisi bulan suci dengan banyak beribadah. Walau beribadah itu bukan hanya saat Ramadan, namun saat Ramadan, alangkah baiknya kalau kita mengisinya ­dengan banyak ibadah. Aku juga kepingin banyak ibadah tapi sepertinya ­belum terkejar, tuh,” ujar Atiqah disela-sela acara berbuka puasa bersama.

S

aat ini Atiqah memang sedang menjalani syuting film terbarunya yang berjudul ‘3 Nafas Likas’. Film yang diangkat dari kisah nyata kehidupan Likas, istri Letjen Djamin Ginting, pahlawan kemerdekaan yang juga mantan Duta Besar Kanada ini, diambil dari tiga latar belakang situasi berbeda, yakni, masa perang kemerdekaan, pergolakan revolusi hingga saat ini. Tokoh Likas sendiri sampai sekarang tetap sehat dan telah berusia 90 tahun. Untuk tampil sempurna, Atiqah bukan hanya melakukan riset tapi juga secara khusus mempelajari logat Karo. Maklum, meskipun berdarah Batak, namun logat asal Atiqah yang dari Toba, berbeda dengan Karo yang berlogat Melayu. Di luar itu, proses syutingnya pun lumayan berat karena ia harus berbulan-bulan di lokasi-lokasi pedalaman di Sumatera Utara. Terakhir ia akan menjalani syuting di Ottawa, Kanada, selama beberapa hari. Atiqah mengaku sangat senang mendapatkan peran yang dianggapnya cukup menantang itu. Bagaimana caranya menghidupkan peran ini, menjadi tantangan tersendiri baginya. “Likas tokoh

yang luar biasa, memiliki karakter kuat. Dia tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupannya. Aku suka banget dengan tokoh ini. Dia menjadi inspirasi buat aku,” ujar pemeran film Java Heat ini, dengan semangat. Artis yang mengasah kemampuan aktingnya lewat penampilan di panggung teater ini, merambah ke layar lebar ketika mendapat tawaran tampil dalam film “Berbagi Suami” pada tahun 2006. Setelah itu, tawaran bermain film pun membanjirinya. Tahun 2009, boleh dibilang sebagai awal tahun ‘rezeki’ bagi Atiqah

lantaran begitu banyak tawaran bermain film. Kalau sebelumnya setiap tahun ia hanya tampil dalam satu film, maka sejak 2009 hingga sekarang, rata-rata dalam setahun ia main di tiga film. “Sangat sibuk, memang,” ucapnya. Tahun ini saja, wanita kelahiran Januari 1982 ini, setidaknya sudah mendapat tiga film yakni; Me & You Vs The World yang telah tayang di bioskop, “3 Nafas Likas” yang sedang dalam proses syuting, serta film yang sudah menunggunya yakni, “Bulan di Atas Kuburan”. Film ini pernah dirilis tahun 1973 dan kala itu mendapat penghargaan pada Festival Film Indonesia tahun 1975. “Dulu film ini disutradarai oleh Asrul Sani,” tambahnya. Memiliki kesibukan tinggi, lalu bagaimana membagi waktu agar bisa bersama suami selama Ramadan? Ternyata “setali tiga uang”, suaminya, Rio Dewanto, pun tak kurang sibuknya. Selain syuting film, Rio juga tengah menekuni

bisnis barunya yakni, clothing line bertajuk Hunted. Tak heran kalau pasangan suami-istri yang belum setahun menikah ini, menjadi jarang bertemu akhir-akhir ini. Pasalnya jadwal mereka yang tak sesuai. “Iya kami sama-sama sibuk,” ujar Atiqah yang pada puasa pertama menyempatkan diri ke Bandung agar bisa sahur bersama suami tercinta. Disinggung tentang momongan yang sampai sekarang belum didapatnya, Atiqah mengaku baik dia maupun suaminya, memang sudah sangat ingin memiFoto: Kapanlagi.com liki momongan. Namun mereka tidak menjalani Atiqah Hasiholan program khusus untuk itu. “Siapa sih yang tidak ingin punya pasti akan cantik,” tuturnya. Menjadi cantik dan tampil anak. Aku ingin sekali. Tidak ada program khusus, ya, sedikasihnya segar, lanjutnya, tidak harus densaja,” kata Atiqah yang sempat gan perawatan yang berlebihan. “Yang aku jalani biasa-biasa saja. keguguran pada tahun lalu. Sempat diduga ia keguguran Minum air putih yang cukup,” karena terlalu capai, namun pen- tambahnya. Jujur saja, lanjutnya, saat puajelasan berbeda diterima Atiqah dari dokter. “Bukan itu. Dulu sa, wajah kita lusuh karena lemas. keguguran bukan karena faktor Tapi hal itu dapat diatasi. “Untuk kecapekan. Kata dokter, karena kecantikan, aku mempercayakan pembuahannya nggak sempurna,” kepada produk-produk kecantijelas Atiqah yang kini menjadi kan yang mengoptimalkan bukan lebih berhati-hati dalam menjaga hanya kecantikan kulit dan rambut tapi juga kesehatan,” ujar mantan kesehatannya. bintang iklan sabun mandi ini. -Diana Runtu KIAT TETAP SEHAT Ngomongngomong soal kecantikan, ternyata Atiqah punya kiat khusus agar tetap tampil cantik dan segar di bulan puasa. Menurut putri seniman kondang Ratna Sarumpaet ini, cara yang diterapkannya tergolong sederhana bahkan biasa saja, namun manjur khasiatnya. Yakni, minum air putih yang cukup dan menjaga asupan nutrisi. “Kedengarannya sederhana, tapi buat aku, hal tersebut sungguh baik dan bermanfaat. Jadi kecantikan itu bagi aku, asalkan kita sehat dan segar, Atiqah Hasiholan dan suaminya Rio Dewanto

Mandalika

21 - 27 juli 2014

Festival Enjoy Museum

21

Kuatkan Karakter Islam Dalam dua tahun terakhir, Museum ­Negeri Nusa Tenggara Barat, meriah dengan berbagai kegiatan. Institusi dan gedung yang menyimpan berbagai benda sejarah peradab­an manusia, khususnya peradaban Nusa Tenggara Barat yang biasanya sepi ini, kini “sumringah” dengan berbagai aktivitas yang memacu kreativitas anak muda NTB. Hal inilah yang juga kini terlihat di sana. ­Menyambut bulan suci Ramadan kali ini, Museum Negeri NTB menyelenggarakan Festival Enjoy Museum yang digelar dari tanggal 14-22 Juli 2014.

Drs. L. M. Faozal

B

erbagai kegiatan dilaksanakan seperti Pameran Napak Tilas Peradaban Islam di Nusa Tenggara Barat, Parade dan Lomba Kaligrafi, Sarasehan yang mengangkat tema “Islam dan budaya Masyarakat NTB”, dan Bazar Ramadan. Menurut Drs. L. M. Faozal, Kepala Museun Negeri NTB, berbagai kegiatan ini diselenggarakan selain untuk menyambut Ramadan juga untuk mengingatkan kembali bahwa hampir semua orang asli NTB, pada dasarnya lahir sebagai seorang muslim dan mengikuti seluruh rangkaian ritual daur hidupnya sebagai seorang muslim pula. “Ritual-ritual dalam

daur hidup itu selama ini mewarnai masyarakat NTB yang lahir dengan keislaman. Maka, karakter keislaman tersebut haruslah kuat. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan semacam ini menjadi penting untuk dilakukan,” ungkap Faozal, tentang alasan mengapa berbagai kegiatan khususnya pameran napak tilas islam dan lomba kaligrafi diselenggarakan di bulan suci ini. Karena itulah, di sudut-sudut gedung, di halaman hingga di taman-taman Museum Negeri NTB, terlihat setidaknya 50 siswa yang berasal dari berbagai sekolah menengah atas di Mataram, asyik membuat kaligrafi dalam lomba yang dileselenggarakan museum ini. Begitu juga dengan pameran napak tilas perjalanan peradaban Islam di NTB yang menampilkan koleksi museum berupa benda peninggalan sejarah Islam di NTB, seperti Alquran tulisan tangan, naskah Khutbah Hari Raya, wayang sasak sebagai media syiar di Lombok masa lampau. Terdapat pula alat-alat musik tradisional bernapas Islam, seperti rebana serta informasi tentang warisan budaya dan peradaban Islam di NTB seperti Masjid Bayan beleq, Masjid Gunung pujut, makam selaparang dan upacara u’a pua di Bima, yang kesemuanya menujukkan peristiwa sejarah masuknya Islam di Lombok dan Sumbawa. Peran aktif museum dalam

Benda-benda bersejarah yang dipamerkan dalam Pameran Napak Tilas Peradaban Islam di Nusa Tenggara Barat

Kaligrafi hasil karya pelukis kaligrafi NTB yang dipamerkan di Museum Negeri NTB sekaligus akan dilelang untuk amal

membangun kebudayaan dan karakter keislaman bisa dilakukan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Apalagi, Pulau Lombok yang dikenal dengan Pulau Seribu Masjid. “Slogan ini memperlihatkan bahwa masyarakat Pulau Lombok hidup dalam karakter islam yang taat. Jadi jangan sampai hal ini hanya menjadi slogan mati yang tidak nyata. Pameran dan lomba kaligrafi diniatkan pula untuk membentuk dan membangun karakter islam yang semakin kuat bagi para siswa dan masyarakat NTB umumnya,” ujarnya. --Naniek I. Taufan

Kegiatan Lomba Kaligrafi pada Festival Ramadhan di Museun Negeri NTB

Buka Bersama Gubernur

Media Kawal Pembangunan NTB Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. yang terjadi antarpendukung. Kedewasaan kedua Zainul Majdi menggelar acara buka bersama dentim Pilpres dan seluruh pendukungnya di NTB gan seluruh pimpinan dan wartawan media cetak, menjadikan kegiatan politik ini berjalan dengan elektronik dan televisi di Nusa Tenggara Barat. baik,” katanya. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Tengah Lebih utama lagi pers yang yang menjadi Kediaman Resmi Gubernur NTB ini memberi pengontrol demokrasi dapat menciptakan kondisi makna tersendiri bagi Gubernur sebagai ajang masyarakat yang kondusif. “Komitmen kami peapresiasi bagi insan pers di NTB. merintah daerah untuk tetap menjaga kebebasan Ia mengungkapkan bahwa peran media sangatpers di NTB. Tolong dikawal dalam hubungan lah penting dalam mengawal pembangunan NTB. yang baik dalam komitmen kebersamaan,” un“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi gkapnya. semua media yang telah turut mengawal pemBuka bersama Gubernur NTB dengan para bangunan di daerah ini, termasuk di kabupaten Pimpinan Redaksi dan wartawan ini menjadi maupun kota di Nusa Tenggara Barat,” katanya. bagian dari kegiatan Ramadan pimpinan daerah Sebagai seorang ulama yang juga Dai kondang ini. Sebelumnya, Gubernur telah melaksanakan di daerah ini, Gubernur juga mengingat bahwa salSafari Ramadan ke Lombok dan Sumbawa. Dalam ing memberi nasihat dalam kebaikan itu yang harus Safari Ramadan ini, Gubernur mengimbau supaya ditingkatkan. “Orang yang suka padamu akan sermsyarakat tetap menjalankan ibadah dengan tening menasihatimu. Ia tidak akan selalu setuju jika ang, menghindari diri dari berbicara yg tidak baik hal itu tidak baik bagimu. Orang yang tidak pernah dan memperbanyak “bicara” dengan Allah, dengan menasihatimu, maka ia bukanlah sahabat bagimu,” melakukan ibadah. “Jika masyarakat ingin maju ungkapnya. Hal ini disampaikannya menanggapi kuncinya kompak, hindari konflik-konflik yang berbagai kritik yang dilontarkan media selama dapat memecah belah masyarakat. Membangun kepemimpinannya sebagai Gubernur NTB yang NTB harus dilakukan secara bersama-sama, berkini menjalani periode ke-2, tahun 2013-2018. satu dalam kekompakan dan perbanyaklah ibadah,” “Kritikan itu menunjukkan persahabatan satu katanya saat melakukan Safari Ramadan di Lombok sama lain berada dalam koridor yang benar, saling Timur, beberapa waktu lalu. -Naniek I. Taufan mencintai dalam kebajikan,” katanya. Ia bangga bahwa pers di NTB selama ini tidak sampai memicu disharmonisasi dan tidak menciptakan suasana yang dapat memicu letupan-letupan yang bisa mengganggu proses pembangunan. Menurutnya, di NTB semua berjalan baik, salah satunya agenda politik yang berlangsung dalam dua tahun berturut-turut mulai dari pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif hingga pemilihan presiden yang prosesnya tengah berjalan ini. “Semua Tausiyah Gubernur saat sfari ramadhan ke Masjid Jami’yyatul Qudsiyyah Desa Pringgasela LOTIM berjalan baik, tidak ada benturan keras


Nine

20

21 - 27 juli 2014

Tukang Pijat Beraset Ratusan Juta Seorang bayi mungil tersenyum ceria di pangkuan sang nenek yang mencandainya dengan mainan warna-warni. Bayi ini hidupnya beruntung memiliki pakaian dan tempat tinggal yang layak serta mainan yang beragam. Senyum nenek Lasmi padanya mengirim aura bahagia setelah ia melalui perjalanan hidup yang berat, pada lebih dari separuh hidupnya.

K

eriput di wajah Lasmi yang kini berusia 74 tahun itu, menggurat kisah-kisah kerasnya perjalanan hidup yang sudah dilaluinya. Perjalanan hidup yang mengajarkan nilai-nilai perjuangan yang tak kenal lelah, hingga akhirnya ia berhasil menemukan ruang-ruang untuk berkarya demi kelangsungan hidupnya. Dan pada titik tertinggi, perempuan ini akhirnya berhasil menjadi seorang tukang pijat yang laris dengan penghasilan bulanan melebihi pegawai dan karyawan kantoran. Masa kecil Lasmi yang berasal dari Banyuwangi Jawa Timur ini, menjalani hidup yang serba kekurangan. Kondisi ekonomi yang di bawah standar inilah yang membuatnya akhirnya meninggalkan kampung halaman untuk mencari jalan “keluar” dari hidup yang serba kekurangan itu. Ia lalu pergi dari kampung halamannya pada tahun 1971 dan memilih Bali sebagai tempat untuk mencari peruntungan. Dalam perjalanannya itu, Lasmi menemukan banyak keajaiban. “Orang-orang banyak yang menolong saya ketika melakukan perjalanan tanpa uang dan tidak tahu ke mana tujuan saya sebenarnya di Bali,” katanya. Di Denpasar ia sempat berjualan pakaian dan sempat menjadi juru masak pekerja bangunan ketika hotel-hotel mulai dibangun. Hingga akhirnya ia “terdampar” di Bayan Lombok. “Saya ikut saat pembangunan ge-

Lasmi bersama salah seorang buyutnya

dung SMUK di Cakranegara dan rumah AURI di Bayan Lombok Utara,” ungkap perempuan yang di Lombok akhirnya menjadi kepala juru masak hotel ini. Keahlian memasak ini ia peroleh ketika sebelumnya pernah bekerja di beberapa rumah warga asing. “Saat kerja di hotel inilah saya bisa menabung,” ujarnya. Sejak itu, kehidupan ekonomi Lasmi mulai membaik. Perempuan ini berhasil membeli enam lokasi tanah di Sumatera juga sebuah rumah. Untuk ukuran dirinya yang berasal dari keluarga yang jauh dari kata berkecukupan, dengan perjalanan hidup yang sempat luntang-lantung tak punya arah, pencapaian Lasmi terbilang luar biasa. “Saya bersyukur Allah telah membuka jalan untuk saya,”

Bersama cucu dan dua buyutnya

kenangnya. Usaha Lasmi untuk bekerja keras, tanpa mengenal rasa malu, juga tidak mengenal rasa takut. Ia mau bekerja apa saja yang penting halal, membuat ia akhirnya menemukan pekerjaan yang membawanya pada kesejahteraan. Menjadi seorang tukang pijat. Berawal dari memijat seseorang di Denpasar dengan bayaran Rp 3.000 saat bekerja di Bali kala itu, ia tidak sadar bahwa itulah profesi terakhir yang membuat kehidupan ekonominya “meroket”. Keahlian memijat itu baru ia sadari setelah di Lombok dengan tidak sengaja ia diminta memijat dan pasiennya merasa puas. “Awalnya saya tidak tahu sama sekali cara memijat, cuma karena diminta, ya.. saya pijat

dan Alhamdulillah yang dipijat senang,” kata Lasmi yang ibunya juga seorang tukang pijat tradisional. Dari sanalah ia mulai terus mempelajari cara memijat. Kebetulan kepuasan pasien-pasien sebelumnya yang kebanyakan pejabat, dikisahkan dari mulut ke mulut. “Upah pijat pertama saya di Lombok tahun 2000 Rp 5.000,” ungkapnya. Kian hari pelanggannya semakin banyak. Ia memijat politisi, pejabat, istriistri pejabat hingga pengusaha yang membayarnya cukup tinggi. “Saya sendiri tidak pernah menentukan tarif sekali pijat, semua dari keikhlasan pasien,” katanya. Karena banyak pasien yang membutuhkan jasanya, ia pun menjadi tukang pijat “panggilan” lewat handphone dan ke sana-ke mari berkendara sepeda motor. Ini pencapaian hidup yang tidak pernah dibayangkan. Dengan ini, Lasmi membuktikan bahwa apa pun pekerjaannya, jika dilakoni dengan sungguhsungguh dan usaha yang keras, Allah selalu memberi jalan dan kemudahan. Jasa pijat Lasmi kini bertarif Rp 75.000 – Rp 150.000 dengan penghasilan sebulan sekitar Rp 6 juta. “Saat masih kuat di sekitar tahun 2008-2009, saya bisa memijat 8 orang sehari dan pernah mengantongi bayaran Rp 9 juta sebulan,” katanya. Kala itu jam kerjanya mulai pagi hingga jam 9 malam. Sungguh nilai yang fantastis untuk seorang perempuan yang pekerjaannya selama ini dipandang tak memiliki nilai ekonomi yang memadai. Penghasilan Rp 6-9 juta sebulan itu mampu mengalahkan “rekor” penghasilan pegawai negeri golongan VI juga pegawai swasta. Dengan penghasilan inilah ia mampu naik haji, membeli tanah kebun karet, membeli beberapa rumah, sempat memiliki mobil, berganti-ganti sepeda motor sebagai sarana untuk bekerja hingga

Inspirasi

21 - 27 juli 2014

Dr. Dadang Hermawan

Ingin Banggakan Alumni Selain untuk menambah ilmu dan wawasan, melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral bagi Dadang Hermawan dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi alumni STIKOM Bali. Selama ini, ia getol memberi kesempatan kepada stafnya untuk menimba ilmu.

K

Lasmi

menyekolahkan cucu-cucunya. Kini, di saat usianya telah sepuh, semangat memijatnya terus menyala. “Selama saya masih kuat, saya masih tetap akan bekerja,” ungkapnya tegas. Ia tidak berniat meninggalkan profesinya ini, karena seluruh asetnya yang jika diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah itu, ia dapatkan dari bekerja sebagai tukang pijat. Saat ini, ia hanya kuat memijat dari pagi hingga jam 6 sore dengan penghasilan Rp 4-6 juta. Dan, setelah melanglang buana mencari kesempatan hidup yang lebih baik, kini ia memutuskan Lombok sebagai tempat tinggal terakhirnya. “Saya ingin tinggal di Lombok saja, karena Allah memberikan saya rezeki yang baik di sini,” ungkapnya seraya bercerita bahwa dalam bulan ini rencananya ia akan ke Sumatera untuk menjual seluruh asetnya untuk tabungan masa tua. Ia ingin menikmati kehidupan bersama dua orang anaknya dengan enam cucu dan tujuh buyut dengan tetap bekerja selama ia masih sanggup bekerja. Lasmi menjadi perempuan mandiri termasuk mandiri ekonomi tanpa ber­ gantung pada siapa pun, juga tak pernah sekali pun tergantung pada suaminya. -Naniek I Taufan

Lasmi di depan salah satu rumah yang dibelinya dari bekerja sebagai tukang pijat

5

etika Ketua STIKOM Bali ini mendapatkan informasi bahwa Universitas Udayana (Unud) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang membuka program S-3, kesempatan ini tak disia-siakan. Ia pun tertarik ambil bagian menjadi salah satu mahasiswa pro­gram tersebut. Setelah menye­lesaikan pendidik­a n selama ­3 ,5 tahun, ­tanggal ­­9 Juni 2014, Dadang Hermawan resmi menyandang gelar doktor dengan judul disertasi “Citra Perguru­ an Tinggi dan Biaya Pendidik­ an, Efeknya terhadap Kepuasan dan Kepercayaan ­Mahasiswa”. Apa kiat sukses, satu-satunya pimpinan sekolah tinggi di bidang teknologi informasi yang bergelar doktor ini? “Awalnya memang dorongan keluarga terutama istri terus memotivasi saya. Apalagi, para pengurus Yayasan Widya Dharma Santhi juga sangat mendukung, terutama Ketua Yayasan Drs. I B Darmadiaksa, M.Si. yang memotivasi saya, untuk segera melanjutkan pendidikan. Setelah saya rembugkan, akhirnya saya ambil keputusan untuk mengambil jenjang doktor ini. Saya pikir ini juga akan menambah nilai plus bagi alumni STIKOM Bali. Di ijazah mereka ada tertulis nama pimpin­ an STIKOM Bali yang sudah doktor,” ujar Dadang Hermawan sembari tertawa, saat ditemui di STIKOM Bali, Rabu (16/6). Ia mengatakan, keinginannya terus mengembangkan diri de­ngan melanjutkan pendidikan, juga ia harapkan dapat memacu putraputrinya untuk terus bel­ajar. Walaupun sempat ada tantang­ an dan kendala, namun Dadang

Dr. Dadang Hermawan bersama istri dan keempat anaknya

Hermawan, tak patah semangat. Seperti semangatnya yang pantang menyerah dalam memimpin STIKOM Bali sehingga menjadi sekolah tinggi dalam bidang teknologi informasi terdepan saat ini di Bali. Dalam perjalanannya, ternyata kerja sama Universitas Brawijaya dan Unud merupakan kerja sama yang pertama dan terakhir. Setelah setahun berjalan, kerja sama ini berakhir karena Unud sudah mendapatkan izin untuk mandiri. Untungnya, kelas tatap muka sudah selesai dilakukan di Bali sehingga hanya perlu waktu untuk bimbingan disertasi. Dadang waktu itu berpikir, bim­ bingan disertasi mungkin perlu waktu empat atau lima kali ke Malang. Ternyata, ia bolak-balik Bali-Malang hampir 50 kali. Ia menuturkan, memang diperlukan kesabaran yang ekstra karena dari tiga dosen promo-

tor dan lima dosen penguji tak semuanya dapat ditemui dalam waktu yang bersamaan. “Mungkin kendalanya hanya di waktu. Misal­ nya dosen yang satu bisa bertemu, dosen yang lain masih sibuk mengajar atau bimbingan. Artinya, besoknya harus ke kampus lagi. Menunggu bisa bertemu mungkin membutuhkan waktu yang lama 4 sampai 5 hari atau waktu sebulan. Tetapi, kadang bimbingannya malah hanya 4-5 menit. Kadang, kalau disebut dosennya masih bimbingan dengan mahasiswa lain, saya tidak berani meninggalkan tempat karena kalau sampai nanti saya tak ada, dosennya bisa pergi. Kadang sampai menahan lapar,” tutur suami Lilis Yuningsih, S.H., M.Kom ini tentang tantangan dalam bimbingan disertasinya. Namun, ia mengakui secara umum dosen di Universitas Brawijaya sangat koperatif dan tidak mem-

Dr. Dadang Hermawan (tengah berjas dan berkacamata) berfoto bersama keluarga, para penguji, dan para petinggi Yayasan Widya Dharma Shanti beberapa saat setelah ujian doktor selesai

persulit mahasiswa. Menurut Dadang, ketika ada urusan kampus S T I KO M B a l i yang memang penting dan men­ Dr. Dadang Hermawan desak memer­ lukan diri­nya, ia bisa saja segera dosen S-2 hampir 90%, dan balik ke Bali. “Tantangan ini sisanya 10 % sedang menunggu menjadikan motivasi saya untuk kelulusan S-2 mereka. segera menyelesaikan program Menurut Dadang, inilah kelebidoktor ini,” ucap ayahanda Nidya han STIKOM Bali dari segi sumber Liesdiarini H, S.Psi, Mega Devia daya manusia. “STIKOM sudah Inbaliani, M. Rizal NS, ST. ­(sedang terdepan di Bali, tapi harus terus kuliah S-2 di ITB), dan Iqbal ditingkatkan. Kami terus memAriesta Dy (mahasiswa STIKOM bina kerja sama terutama dengan Bali) ini. dunia industri termasuk dunia Dari disertasi “Citra Perguru­ pers. STIKOM Bali ­meng­adakan an Tinggi dan Biaya Pendidikan, anjangsana ke BUMN dan BUMD Efeknya terhadap Kepuasan dan untuk mencari masuk­a n, apa Kepercayaan Mahasiswa”, ia kekurangan alumni dan menmendapatkan kesimpulan. Secara jadikan mereka lebih dekat karumum kepercayaan mahasiswa ena mereka sebagai user dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di alumni STIKOM Bali. Selain itu, Bali terhadap PTS sangat rendah. kami akan terus meningkatkan Hal ini disebabkan banyak faktor. sarana dan prasarana. Salah saMulai dari fasilitas yang kurang, tunya, membangun kampus baru kualitas dosen, termasuk minim- yang keenam di Jimbaran,” ucap nya kerja sama PTS dengan dunia ­Dadang. usaha dan industri. Disamping itu, Saat ini STIKOM Bali telah di sisi lain ternyata perhatian pe- memiliki lima kampus yakni ­kampus merintah sangat kurang terhadap I di Renon, kampus II di Tukad PTS. Contohnya, di Bali ada 60 Citarum, kampus III di Jalan Pandu, PTS dan 5 PTN. Namun, kata kampus IV di Jalan Teuku Umar Dadang, perhatian pemerintah Barat, kampus V di Jalan Kebo Iwa. terhadap PTS hampir dibilang Rencananya kampus VI Jimbaran tidak ada kecuali dosen yang akan diresmikan tahun depan. ditempatkan di PTS. STIKOM Grup memiliki 21 Jika dilihat dari anggaran unit lembaga pendidikan dan APBN, juga belum ada perhatian bisnis yang ikut mendukung pempemerintah baik itu pemerintah biayaan STIKOM Bali, begitu provinsi dan kabupaten/kota. juga sebaliknya. Salah satunya, Dana APBN untuk anggaran PTN SMK TI Bali/Indonesia Global. yang berjumlah sekitar 100 ham- Saat ini ­sudah berdiri SMK TI pir Rp 60 triliun. Sementara, ang- Bali/Indonesia Global Denpasar, garan PTN hanya Rp 200 ­miliar Karangasem, Singaraja, Ponorogo, untuk 3.300 PTS. Itu pun, kata dan Mataram. Rencana ke depan, Dadang, harus direbut dengan akan dikembangkan SMK TI Bali/­ kompetisi. “Slogan pemerintah Indonesia Global ke semua wilayah yang menyebutkan tidak ada diko- di Indonesia. Tujuannya, agar tomi PTN dan PTS, sangat jauh nanti lulusan SMK TI Bali/­Indonesia dari harapan,” ucap lelaki usia 51 Global di seluruh Indonesia ini tahun ini dengan tegas. melanjutkan ke STIKOM Bali. Dari disertasi itu, ia memBerdasarkan penelitian yang berikan saran, PTS harus terus telah dilakukan di STIKOM Bali, dari memperbaiki diri dalam berbagai 6.200 mahasiswa, sebanyak 73% bidang, pemerintah juga diharap- berasal dari Bali, dan sisa­nya 27% kan, meningkatkan perhatian ke- berasal dari luar Bali. “Harap­an pada PTS. “Saya sangat berharap, saya, STIKOM Bali pasarnya tidak kepada pemerintahan yang baru hanya Bali, tapi juga di luar Bali dan semoga memberi perubahan,” luar negeri. Harapan ini sudah kami kata Dadang. rintis dengan dibukanya program Untuk STIKOM Bali sendiri, dua degree, bekerja sama dengan kata Dadang, biaya operasional beberapa kampus di luar negeri. selain dari swadaya mahasiswa, Rencana ke depan, STIKOM Bali STIKOM Bali memiliki banyak akan berubah menjadi institut. Dabidang usaha, di antaranya per- lam bayangan saya, namanya ­Institut bankan, software house, inkubator Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali. bisnis, sehingga dapat membantu Semua sedang disiapkan, sarana biaya operasional STIKOM Bali. dan prasarana, termasuk sumber Saat ini, STIKOM Bali sudah daya manusia. Semoga dua atau tiga memiliki dosen pengajar yang tahun ke depan dapat diwujudkan,” bergelar doktor empat orang, ujarnya. –Wirati Astiti


Woman on Top

6

dr. AAAA Candrawati

Bangkitkan Rasa Malu Menjadi Kepala Puskesmas yang sudah mendapatkan prestasi juara II Puskesmas Terbaik Provinsi Bali, tentu menjadi tantangan bagi dr. AAAA Candrawati. Namun, hal itu juga menjadi kebanggaannya karena ketika awal menjabat tahun 2009 di Puskesmas yang berlokasi di Sanur ter­ sebut, semua dalam kondisi baik. Namun, mempertahankan prestasi yang sudah ada, tentu bukanlah hal mudah. Bagaimana kiat dokter teladan tahun 2006 ini, mengelola Puskesmas II Denpasar Selatan yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001-2008 ini?

“S

aat pertamakali menjadi Kepala Puskesmas cu­ kup berat bagi saya. Sebelumya saya PNS mur­ ni belum ada pengalaman dan pengetahuan manajemen, apalagi tentang ISO. Apalagi tahun 2008 se­belum saya menjabat, Puskes­ mas ini sudah mendapatkan pres­ tasi, Juara II Puskesmas Terbaik Provinsi Bali. Semuanya mulai dari yang baru. Maret saya menjabat, Juni Puskesmas sudah siap-siap untuk sertifikasi ISO. Memang diperlukan loyalitas baik dari diri sendiri dan staf di Puskesmas ini. Disinilah kepemimpinan saya diuji,” ujarnya. Perempuan yang akrab disapa dr. Candra ini menuturkan, saat ser­ tifikasi ISO, jam kerja juga dituntut lebih banyak. “Biasanya bisa pulang

kantor pukul 14.00, sekarang bisa sampai sore. Bukan hanya saya, tapi beberapa staf yang ikut bertang­ gungjawab terhadap program juga turut serta. Bahkan, kadang sampai pukul 23.00. Karena semua layanan di Puskesmas diaudit. Yang dinilai, tidak hanya kesiapan saat diaudit, tapi bagaimana mampu memper­ tahankan konsistensi secara terus menerus. Karena pada dasarnya, kunci keberhasilan suatu program adalah tetap baik dan lancar secara terus menerus,” kata dr. Candra. Dalam memimpin Puskesmas, banyak kiat dan inovasi yang dilaku­ kan dr. Candra. Salah satunya, ra­ pat pertemuan rutin, sebulan sekali untuk mendapatkan informasi dari Diskes, lintas sektor, termasuk disiplin kerja karyawan, inovasi, dan program baru. Selain itu, juga digagas, lokakarya lintas program

yang dilakukan dua hari. Hari pertama, program pokok wajib Puskemas seperti layanan KB, gizi, pengobatan, promosi kesehatan, sanitasi, dan pencegahan penyakit menular. Hari kedua membahas 9 program pengembangan dian­ taranya lansia dan UKS. Selain itu, dr. Candra juga melakukan evaluasi kendali mutu. Hal yang sangat menarik diki­ sahkan dokter Candra dalam me­ nilai disiplin kerja, salah satunya, kedatangan staf karyawan pada pagi hari. “Jam kerja Puskesmas mulai pukul 07.30 sampai 14.00. Disediakan absen sidik jari sehingga orang lain tidak bisa membantukan absen. Kalau sampai terlambat uang jasa pelayanan dipotong. Kemudian hasil penilaian disiplin kerja ini diumum­kan saat evaluasi agar timbul rasa malu dalam diri

dr. AAAA Candrawati

mereka yang terlambat. Alasan terlambat bangun bukanlah alasan tepat sebagai seorang karyawan,” ucapnya. STAR OF THE YEAR Ia juga menerapkan sistem pendekatan kekeluargaan dalam setiap masalah yang ada terutama masalah interen SDM di puskesmas. “Saya tidak pernah menegur staf di depan karyawan lain apalagi di depan pasien. Saya panggil ke ruan­ gan ajak bicara. Saya tanya kenapa seperti ini,” kata dr. Candra tentang kiatnya dalam menjalin komunikasi di antara 48 staf puskesmas yang dipimpinnya. Bukan saja yang melakukan pelanggaran kedisiplinan yang diperhatikan, yang berprestasi juga dinilai. “Saya inginnya ke de­ pan membuat pemilihan Star on the Year pada staf sehingga memacu diri untuk meningkatkan kinerja diri masing-masing,” kata dokter yang sempat bertugas di Puskesmas I Denpasar Timur ini. Saat ini, kata dr. Candra, pe­ nilaian masih sebatas pada kelom­

pok. “Ada 6 kelompok yang dibentuk, sesuai nama hari, seper­ ti kelompok Senin, Selasa dan seterus­nya. Kelompok ini bertugas sebagai petugas piket, mengawasi disiplin kerja, mebanten, mengawasi tata tertib, termasuk siapa staf yang keluar tanpa izin, termasuk mera­ wat kebun,” ujarnya. Selain lomba antar kelompok, juga digagas lomba antar unit ruang­ an, untuk menilai kebersihan. Tim penilai memberikan kriteria Rapi, Resik, dan Ringkas, yang dinilai tiap tiga bulan. “Salah satu yang dinilai, staf tidak boleh makan di ruangan, ada tempat khusus untuk makan sehingga ruang kerja tidak kotor dan dicari semut. Cleaning service tugasnya juga terbantu,” kata dr. Candra. Untuk menjalin silaturahmi, setiap akhir tahun, digelar acara peraya­an antara staf termasuk staf yang sudah pensiun dan pindah. Mereka diun­ dang kembali untuk bersama-sama merayakan tahun baru. Dalam kepimpinan dr. Candra, Puskesmas II Denpasar Selatan terus mendapatkan prestasi. Tahun 2010 mendapatkan piala Citra Pelayanan Prima, Tahun 2012 penghargaan The Best Implementation ISO 90012008, dan tahun 2013 Puskesmas Berprestasi Tingkat Nasional. Menurutnya, semua prestasi memang tidak mudah diraih, tapi perlu pengelolaan yang baik secara terus menerus. Hal ini bukan hanya tugasnya semata, tapi semua staf Puskesmas harus bersama-sama terus meningkatkan kualitas pe­ layanan mereka. Ia selalu memo­ tivasi stafnya untuk terus mening­ katkan kualitas diri, baik dalam pelatihan maupun ketrampilan sesuai unit layanan mereka. -Wirati Astiti

Sudut Pandang

21 - 27 juli 2014

21 - 27 juli 2014

19

“Me Time”

Saatnya Memanjakan Diri Mengisi waktu senggang dengan ke­ giatan yang yang berkaitan dengan diri sendiri menjadi dambaan tiap orang. Kegiatan ini bisa dikatakan sebagai “me time”. Beda orang beda pula pilihan aktivitasnya.

S

ebagai istri Bupati Badung, Ny. Ratna Agung memiliki sea­ brek aktivitas. Selain mendampingi suami dalam acara kedinasan, ia juga terlibat dalam berbagi kegiatan sosial sebagai ketua TP PKK Kabupaten Ba­ dung, Ketua Yayasan Kanker Indo­ nesia, Penasihat Dharma Wanita Persatuan, dan juga urusan adat di masyarakat. Kesibukannya be­ raktivitas, tentu sangat menyita waktunya. “Memang seharusnya, kita memiliki waktu khusus untuk diri kita sendiri, di luar aktivitas kerja. Mungkin ada yang suka ke salon merawat diri pada harihari tertentu. Tapi saya memang jarang menyediakan waktu khusus untuk merawat diri ke salon.

Urusan dandan sehari-hari, saya lakukan di rumah. Walaupun ada acara besar, saya tetap berdandan di rumah. Mungkin saya pang­ gil tukang salon untuk menata sanggul saja. Selebihnya, ya saya lakukan sendiri,” tuturnya sem­ bari tertawa. Ia mengakui, di tengah ak­ tivitasnya yang padat, memang dibutuhkan stamina yang prima. Apalagi usianya sudah menginjak 61 tahun. “Saya ini sudah ter­ masuk lansia, usia sudah 61 tahun. Saya bersyukur kondisi kesehatan saya sehat walafiat. Saya tak pu­ nya resep khusus untuk menjaga kesehatan, hanya enjoy menikmati apapun,” ucapnya. Sangat unik kisah yang dilon­ tarkan Ny. Ratna Agung. Tiap pagi, ia tak pernah sarapan.

Bahkan, saat menemani suami A.A. Gde Agung, dirinya hanya melayani suaminya. Sementara, dia sendiri tak sarapan. “Kadang bapak sering bilang, ayo sarapan dulu sebelum beraktivitas. Tapi saya memang tak biasa sarapan, apalagi mengonsumsi suplemen. Belum pernah mengonsumsi suplemen untuk menjaga kebuga­ ran. Paling makan yang sehat dan

teratur,” imbuhnya. Menurut Ny. Ratna Agung, kebiasaannya itu mungkin disebabkan kar­ ena ia sudah terbiasa tak suka ribet dalam segala hal, termasuk urusan yang menyita perhatian dan perasaan. “Saya lebih suka menikmati dan menjalani seperti air mengalir. Tak usah terlalu dipikirkan, apalagi ada yang sampai mengganjal di hati. Ini bisa jadi penyakit. Saya enjoy saja melakoni apa­p un, termasuk pekerjaan. Yang penting kuncinya, harus dilakukan dengan sepe­ nuh hati dan ke­ikhlasan,” ujarnya tentang kiat se­ hatnya. Sesibuk apapun tugas adat di Puri, Ny Ratna Agung tetap memantau apapun kegiatan PKK. “Saya walaupun sibuk urusan adat di puri, harus tetap memberikan dukungan kepada ibu-ibu PKK. Seperti waktu ini ada lomba, ber­ barengan ada upacara di Puri, ya saya harus tetap menyempatkan diri memberi dukungan kepada mereka,” kata Ny. Ratna Agung.

Namun, bagi Ny. Ratna Agung, menyenangkan diri sendiri tak harus pergi merawat diri ke salon. Ia punya kiat tersendiri. “Biasanya saya mengundang pe­ main organ ke rumah. Saya dan bapak bernyanyi bersama untuk menghibur diri dari kepenatan urusan dinas. Selain itu, kalau memang waktu saya benar-benar kosong, saya manfaatkan men­ gantar cucu-cucu berenang atau pergi ke mal. Kegiatan itu sudah membuat saya fresh,” ujarnya. Ia menambahkan, kalau me­ mang kondisinya terlalu amat sangat capek, ia memanggil tu­ kang pijat ke rumah. Hal itu pun dilakoni tak terjadwal. “Tak ada jadwal rutin untuk pijat. Kalau sangat capek dan letih, baru me­ manggil tukang pijat,” katanya. Menurutnya, kunci mengelola waktu untuk diri sendiri adalah jangan jadikan semua aktivitas beban sehingga kita sampai ha­ rus menyediakan waktu ekstra. “Nikmati saja semua peran. Kalau saya sangat menikmati keber­ samaan dengan cucu. Itu yang membuat saya terus bahagia dan awet muda,” ujarnya sembari tersenyum. –Wirati Astiti

Sensasi sebelum Beraktivitas Helga Rif

Memanjakan diri sendiri atau yang biasa disebut me time menjadi aktivitas yang seringkali terlewatkan di tengah kesibukan masyarakat perkotaan. Padahal di tengah rasa jenuh akibat rutinitas sehari-hari seseorang memerlukan momen untuk merelaksasi tubuh serta pikiran. “Me time” bisa dinikmati kapan pun dan dimana saja. “Me time atau bahasa keren yang artinya waktu untuk diri sendiri, sekarang bukan hanya sekadar trend, namun diper­ lukan seseorang untuk me­ nyeimbangkan urusan kerja, rumah tangga dan waktunya untuk diri sendiri. Namun, da­

lam memanfaatkan waktu untuk me time setiap orang tentu tidak sama,” ungkap Helga Rif, salah seorang pengajar modeling di sebuah sekolah kepribadian di Denpasar ini. Menarik memang ketika me­ nelisik bagaimana seseorang memanipulasi waktunya untuk bisa menyisipkan me time diselasela kesibukannya. Begitu juga dengan Helga, yang sekaligus menekuni beberapa aktivitas mula dari model, penulis novel, penembak dan tentunya sebagai ibu rumah tangga. Sebagai seorang ibu, istri Made Ngurah Bagus Saka Pu­ tra ini, jadwal utamanya adalah mengurus dua jagoannya, Arkana dan Arkananta dengan segala keperluan­n ya. “Kalau urusan anak dan domestik jadwalnya bisa lebih padat dari artis sin­ etron yang kejar tayang,” ka­ tanya ber­seloroh. Sebab, Helga mesti bisa menjadi “smart mom”,

untuk bisa menyeimbangkan semua urusan pribadinya. Membuka pagi, Helga ber­ sama sang suami Gus Saka biasa menikmati roti tawar dan se­ cangkir kopi panas. Baginya aroma dan rasanya yang khas memang membangkitkan sensasi sebelum ia mulai beraktivitas. Selanjutnya, ia akan sibuk me­ nyiapkan sarapan untuk kedua jagoannya dan mengantarkan mereka ke sekolah. “Setelah anak-anak beres barulah saya dan suami sarapan,” katanya sambil mengatakan setelah itu ia akan melanjutkan dengan kegiatan lainnya. “Saya masih sempat membaca koran pagi meski cuma sebentar. Sian­ gnya biasanya saya juga berupaya menemani anak-anak makan siang sebelum akhirnya mengan­ tar mereka les,”ujarnya. Sebagai salah seorang model papan atas Bali, Helga yang juga pengajar modeling ini seringkali

diminta tampil di catwalk mau­ pun untuk pemotretan di Bali tapi juga di luar Bali. Selain itu jadwalnya masih bertambah ketika ia diminta khusus menjadi juri lomba fashion dan tentu saja membantu sang suami yang me­ mang memiliki usaha EO. Begitu juga sebagai atlet me­ nembak di Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia) Kota Den­ pasar ia memiliki jadwal rutin latihan menembak setiap Selasa, Kamis dan Sabtu. Belum lagi dirinya tercatat pula sebagai pen­ gurus Perbakin Denpasar. Selanjutnya sebagai seorang penulis, yang sudah menerbitkan 4 novel, Helga pun perlu waktu rutin untuk menulis setiap hari di rumah. Apalagi ia memang tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas menulis. Helga mengaku juga memerlukannya, dengan cara­ nya sendiri ia mampu mengatur waktunya. Baginya memanfaatkan wak­

tu untuk menulis wajib di­ lakukan. Untuk ini ia memilih pada malam hari sekitar pukul 19.00-21.00, ia seringkali sendiri keluar mencari tempat yang nyaman, dan sambil ngopi ia memanfaatkan waktunya untuk melanjutkan menulis. Helga mengaku, menulis sambil ngopi ini menjadi waktu bagi dirinya sendiri untuk bisa melakukan hal yang disukai. “Gaya me time saya cukup berada di sebuah tempat yang santai , biasanya saya pilih di seputaran Renon, Sanur atau Denpasar, sederhana, bukan… hahaha,” selorohnya kembali. Namun, bagi Helga, ses­ ungguhnya me time atau me­ manjakan diri katanya adalah bagaimana ia bisa menikmati rutinitasnya menjadi saat-saat yang menyenangkan. “Enjoy my life ajalah”, katanya sambil mem­ perisapkan diri untuk mengikuti olahraga pilates, yang dilakoninya 2 kali seminggu. –Sri Ardhini


Kreasi

18

21 - 27 juli 2014

Menggendong seorang bayi berusia delapan bulan, Magdalena (40), ditemani seorang anak gadis dan seorang lagi anaknya yang masih kecil, perempuan itu berjalan menyusuri teriknya matahari di Cakranegara Mataram. Sesekali ia beristirahat dari kelelahan karena sejak subuh ia mempersiapkan perjalanan ke Mataram tersebut dari Lombok Timur.

Bagi masyarakat Bali, kisah Cupak-Gerantang mungkin tidak asing lagi. Ini adalah do­ngeng tentang dua bersaudara yang berbeda peri­ ngai. Cupak digambarkan sebagai kakak yang malas bekerja, suka makan, dan licik. Sebalik­nya, Gerantang digambarkan sebagai adik yang rajin bekerja dan sifatnya kebalikan dari sang kakak. Kisah Cupak-Gerantang ini dipindah­kan ke teknologi digital yang kreatif oleh I Wayan Satya Dharmawan.

P

kan perintah kakaknya. Urusan makan juga demikian. Cupak sering mengambil jatah makan adikknya, tetapi Gerantang tak pernah mempermasalahkan. Ada peran protagonis yang dimainkan Gerantang dan peran antagonis yang dimainkan Cupak. Dua tokoh pembanding inilah yang diharapkan bisa memberikan gambaran bagaimana orang baik dan bagaimana orang licik. Suatu ketika, ada pemberi­ tahuan bahwa Putri Raja Kediri diculik raksana Benaru. Si Cupak dengan congkaknya mengatakan bisa mengalahkan Benaru. Tetapi, saat bertemu Benaru di dalam

sebuah gua, ia meminta Geran­ tang yang turun untuk melawan Benaru. Setelah Benaru berhasil dikalahkan, si Cupak pergi terlebih dahulu ke kerajaan dan mengaku ialah yang menyelamatkan sang

T

putri. Padahal ia berlaku culas dengan meninggalkan Gerantang dalam gua. Gerantang berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke kerajaan untuk bertemu sang putri. Cupak yang ketahuan ber­ bohong akhirnya pergi mening­ galkan kerajaan. “Dari kisah ini, saya masuk­ kan permainan ketika Gerantang memanah Benaru. Setelah Benaru mati, barulah cerita dilanjutkan. Permainan lainnya ketika Ger­ antang mencoba memanjat tulang-tulang yang disusun menjadi tangga, ia diserang Cupak dengan batu. Geran­ tang harus menghindari batu sambil mengumpulkan poin. Ada tiga nyawa Gerantang. Kalau kena batu tiga kali, permainan selesai. Kalau bisa menghindari batu, harus men­ gumpulkan poin sebanyakbanyaknya,” ujar alumnus Stikom Bali ini. Aplikasi yang dibuat Wawan ini pengantarnya menggunakan bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan ba­ hasa Inggris. Untuk pengisi suara, ia menggunakan ba­ hasa Indonesia. Hasil kary­ anya ini pun menjadi salah satu dari lima skripsi terbaik di Stikom Bali. Wawan ingin kreasinya ini menjadi bahan pelajaran seka­ ligus permainan untuk anakanak. “Ibaratnya belajar sambil

bermain bersama Cupak-Ger­ antang. Pelajarannya dapat, khususnya cerita atau satua Bali, pesan moral tersampaikan, per­ mainan juga dapat,” ujar kakak Ni Kadek Dharma Yunita dan I Nyoman Sudharma Yasa ini. Wawan yang hobi ber­olahraga dan mengutak-atik komputer ini berharap bisa terus berkarya di dunia edukasi digital. Ia ingin membuat game edukasi yang berbasis budaya lokal Bali.

Story

7

Berjalan tanpa Tujuan

Belajar sambil Bermain dengan “Cupak-Gerantang”

ria yang akrab disapa Wawan ini awalnya mengikuti pelatihan corona simulator yang diadakan Disperindag dan Bamboomedia. Salah satu tugas dari pelatihan di tahun 2013 itu adalah membuat aplikasi yang bertema budaya. Dari pelatihan itu, Wawan mengombinasikan dengan skripsi yang akan dikerjakan. “Saya ingin sesuatu yang belum pernah diang­ kat di dunia digital. Selain itu, ada pesan moral yang ingin saya sam­ paikan,” ungkap remaja kelahiran Klungkung, 22 Juni 1992 ini. Wawan pun mulai mencari kisah-kisah tradisional yang sesuai dengan harapannya. Setelah melakukan pen­ elusuran di dunia maya dan membaca buku-buku don­ geng, ia tertarik dengan ki­ sah Cupak-Gerantang. “Ada sesuatu yang istimewa dari kisah ini. Cupak-Gerantang menunjukkan dua karakter manusia yang berbeda. Ada yang baik dan ada yang licik. Ada juga konflik dalam ke­ hidupan mereka. Dibalik se­ mua itu, ada nilai moral yang sesuai dengan apa yang mau saya buat,” jelas putra sulung pasangan I Wayan DharmaNi Komang Wahyuni ini. Dari beberapa versi kisah Cupak-Gerantang, Wawan menemukan yang paling komplit. Kisahnya berawal dari kehidupan dua bersaudara ini. Cupak selalu memberikan porsi pekerjaannya kepada Gerantang dengan berbagai alasan. Sebagai adik, Gerantang mau saja melaku­

Life

21 - 27 juli 2014

Putu Sudiarta, Direktur Bam­ boomedia menambahkan karya Wawan ini akan dikembangkan lagi agar siap untuk di-publish di Apple Store dan Play Store. “Ada beberapa perbaikan yang kami lakukan sebelum di-publish. Wawan banyak dibantu devel­ oper senior dalam penyem­ purnaan game ini. Kalau untuk skripsi, dia harus menggunakan suara sendiri karena itu tugas akhirnya. Untuk pengembangan berikutnya, kami menggunakan penutur yang suaranya lebih sesuai. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kami menggu­ nakan penutur berbahasa Bali agar nyambung dengan kisah lokal ini. Tetapi, ada terjemahan dalam bentuk tulisan berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Paling lambat akhir Juli 2014 ini, “Cupak-Gerantang The Game” ini sudah bisa diunduh di gadget berbasis IOS dan android,” jelasnya.-Ngurah Budi

ekadnya sudah bulat untuk datang ke Ma­ taram mencari sese­ orang yang dianggapnya bisa men­ jadi tempat untuk menuangkan keluh kesahnya dan menumpahkan segala beban di hatinya atas per­ jalanan hidupnya yang penuh duka. Atas segala kekerasan terutama psikis yang dialaminya, atas segala pengkhianatan pada dirinya yang di­ lakukan suaminya yang suka kawin cerai hingga akhirnya lumpuh tak berdaya. Magdalenalah yang kini harus menanggung kehidupan lakilaki yang lebih kerap menyakitinya itu ketimbang membahagiakannya. Beban hidup lainnya adalah atas segala situasi himpitan ekonomi dan atas segala kekhawatirannya pada kelanjutan pendidikan anakanaknya. Usai salat Subuh di hari itu, Magdalena telah membangunk­ an anak-anaknya untuk melaku­ kan perjalanan ke Mataram ke sebuah alamat sama sekali belum diketahui­nya. Berbekal pinjaman uang sekadarnya dari tetangga ke­ marin sore, ia pun melangkahkan kakinya untuk bisa tiba di Mataram. Uang itu hanya cukup untuk satu kali perjalanan Lombok TimurMataram, bersama ketiga dari enam orang anaknya tersebut. Ia sudah tidak mampu lagi berpikir untuk mendapatkan uang guna mem­bayar angkot pulangnya nanti. Ia juga tidak lagi mampu berpikir di mana ia akan berteduh jika alamat itu tidak ia dapatkan. Yang ada dalam pikirannya adalah tiba di Mataram dengan segera dan menemukan orang yang dicari­ nya dengan membawa sebungkus cerita tentang kisah hidupnya. Pukul tujuh pagi hari, ia telah meninggalkan pintu rumah seder­ hananya, menggendong bayi dan menggandeng dua anaknya menuju tempat pemberhentian angkot atau yang biasa dikenal transportasi engkel (transportasi antar desa atau menuju kota menggunakan minibus L 300), lusuh khas ang­ kutan desa. Penumpangnya bukan hanya orang melainkan barangbarang dagangan yang dibawa dari Lombok Timur menuju pasar Mandalika di Bertais Mataram. Berdesakan ia duduk berempat dengan anak-anaknya dalam dua bangku. Panas dan aroma tak sedap dihirupnya saat berdesakan dengan para penumpang lain. Perjalanannya ke Mataram ini, berawal dari sebuah perpustakaan desa di mana ia tinggal. Suatu hari yang kelam, setelah berbagai per­ istiwa memilukan hatinya, berbagai

tekanan dalam dirinya ia berjalan tanpa tujuan. Ke sana ke mari ia menelusuri kampungnya itu tanpa tahu harus ke mana. Dari segala tekanan yang dialaminya, ia tidak tahu lagi harus berteduh ke mana. Hari itu yang ia tahu hanyalah berteduh dari terik panas ma­ tahari ketika menemukan sebuah pohon yang rindang. Di bawah kesejukan pohon itulah, ia dapat sejenak, duduk dan memejamkan mata, menikmati segala sakit yang menyesakkan dadanya. Perjalanannya hari itu belum berakhir. Kakinya terus melangkah ke arah yang tidak diketahuinya. Ingin pulang ke rumah, ia bingung karena sepanjang hari ia tidak memasak apa-apa. Beras pun tak punya apalagi lauk pauknya. Anakanaknya tentu saja menantinya. Ia tahu itu. Namun apa daya, tiada lagi sanggup ia menyaksikan anakanaknya yang sabar menghadapi situasi sulit itu. Kesaba­ ran dan rasa menerima dari anak-anaknya itulah yang membuat ia begitu terpukul melihatnya. Ah….sejumput senyum pahit mengembang di bibirnya yang kelu. Rasanya hari itu, ia ingin mengakhiri per­ jalanannya pada ujung yang memberikan ia harapan untuk keenam anaknya. Satu hal yang paling diinginkannya, agar anak-anaknya bisa bersekolah setinggi mungkin. Namun, saat ini, itu hanyalah mimpi baginya. Dadanya sesak menahan tangis. Sem­ bari terus berjalan, ia pun terus berpikir apa yang dapat dilakukan untuk anak-anaknya ini. BIASA PUASA Hari itu ia tidak menemukan jawaban­ nya. Segala cara sudah ia coba untuk bekerja menghasilkan penda­ patan yang halal. “Saya datang dari satu kantor ke kantor lain untuk mendapatkan korankoran dan kertas-kertas bekas untuk dijualnya hingga menjadi tu­ kang cuci dan tukang se­t rika di kampung, tidak juga bisa meno­ long agar anak-anak saya dapat makan yang layak,” ujarnya sedih.

Semuanya tidak bisa menyelesaikan persoalan ekonomi minimal untuk kebutuhan sehari-hari. Mendapat­ kan pekerjaan sebagai tukang cuci dan setrika guna mendapatkan bayaran Rp 10.000 tiap kali bek­ erja, bukanlah persoalan mudah. Hanya sesekali ia menda­ patkan pekerjaan itu dan itu pun karena orang di kampungnya menaruh iba padanya. Kondisi kampungnya yang tidak banyak orang berada, juga membuat peker­ jaan ini tidak tiap saat didapatka­nya. Meski dalam himpi­ tan yang terasa me­ nyesakkan itu, ia tetap bertekad untuk bek­ erja dan menghasilkan uang untuk keluarganya dengan cara yang halal. Banting tulang ia sendiri mencari uang bagi keluarganya, karena suaminya kini tengah sakit-sakitan dan sudah tidak mampu lagi bekerja karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Jadilah ia tumpuan keluarganya. Tiap hari ia harus memutar otaknya untuk setidaknya dapat memberi makan anak-anak dan suaminya. “Tidak jarang kami puasa,” ungkapnya. Di pelupuk matanya tampak basah oleh air

mata getirnya. Bahkan ketika bu­ lan puasa tiba, tidak jarang pula mereka melewati waktu puasa yang lebih panjang dari semestinya. Ia berusaha untuk tidak menge­ luh dengan situasi itu, melihat anak-anaknya pun mendukungnya

dengan menerima keadaan itu. Tidak memaksa ia untuk bisa mendapatkan penghasilan yang lebih dari kemampuannya. Apa yang ada itulah yang dimakannya. Ia sungguh tidak tega menerima kenyataan anak-anaknya hidup serba kekurangan. Di antara kegelisahan dan kecemasan akan masa depan ke­ enam anaknya itu, ia kerap berjalan tanpa arah. Seperti hari itu ia tidak

tahu lagi harus mencari nafkah ke mana. Sampai siang hari ia hanya menghabiskan waktunya hanya untuk berjalan. Hingga akhirnya ia berdiri di depan sebuah per­ pustakaan desa tempatnya berasal. Langkahnya terhenti dan ia masuk untuk berteduh sekaligus membaca. Ia memang suka mem­ baca. Satu persatu buku dipilih untuk dibacanya. Dari sanalah ia membaca profil penulisnya yang lahir dan bekerja di NTB. Ia pun berpikir untuk mendatang­ inya dan meminta bantuan. Itulah kisah perjalanannya di siang bolong yang terik itu. Tiba di Mataram, ia langsung menuju alamat kantor si penulis. “Sayang­ nya penulis itu sudah pindah dan tidak ada yang tahu no­ mor kontaknya,” ujarnya. Musnah harapan Magdalena yang datang ke Mataram dengan anak gadis dan bayinya itu. Ia duduk di depan pusat perbelanjaan berharap belas kasih seseorang yang bisa memberikan­ nya ongkos pulang sebelum senja tiba. Beruntung, beberapa saat kemudian ia mendapatkan ongkos pulang dan biaya makan untuk tiga hari ke depan dari seseorang yang iba padanya. -Naniek I. Taufan


Bunda & Ananda

8

21 - 27 juli 2014

Empat Tahap Melatih Kemandirian Anak

Setiap orangtua, pasti punya harapan, melihat tumbuh kembang buah hati mereka sesuai dengan usianya. Agar berkembang sesuai dengan usia anak, orangtua perlu mengetahui bagaimana perkembangan itu terjadi dan tahapan-tahapan seperti apa yang akan mereka alami. “Sebab anak-anak bukanlah orang dewasa dengan ukuran mini, melainkan anak-anak belum memiliki informasi yang komplit di dalam kognitif-nya,” ujar Ida Ayu Maharatni, S.Psi., M.Si. percaya yang dibentuk oleh bayi tersebut berdasarkan kesungguhan dan kualitas orangtua bayi tersebut. Apabila bayi telah berhasil membangun rasa percaya terhadap orang tua, dia akan merasa nyaman dan terlindungi di dalam kehidupannya. Akan tetapi, jika emosi orangtua tidak stabil dan terganggu, dapat menyebabkan bayi tersebut merasa tidak nyaman dan tidak percaya pada lingkungan sekitar. Kegagalan mengembangkan rasa percaya menyebabkan bayi akan merasa takut dan yakin bahwa lingkungan tidak akan Latih anak untuk melakukan sesuatu sendiri memberikan kenyamanan baginya. Sehwner and Trainer ingga, bayi tersebut akan selalu Yayasan Crista- curiga pada orang lain. galli yang bergPada usia anak 1-3 tahun erak di bidang atau sering disebut sebagai pengembangan soft skill, seperti fase anal, anak cenderung akpersonality development, com- tif dalam segala hal, sehingga munication, service excellent, orangtua dianjurkan untuk tidak leadership ini mengatakan, dari terlalu membatasi ruang gerak seorang bayi mungil, orangtua serta kemandirian anak. Namun, sudah dapat mengambil peran tidak pula terlalu memberikan untuk melatih kemandiriannya kebebasan melakukan apapun dengan cara memberikan kasih yang dia mau. “Pembatasan sayang yang berlimpah. Tahap ruang gerak pada anak dapat ini berlangsung pada masa oral, menyebabkan anak akan mupada usia 0-1 tahun atau 1,5 dah menyerah dan tidak dapat tahun (infancy). melakukan segala sesuatu tanpa Bayi pada usia 0-1 tahun bantuan orang lain. Begitu pun sepenuhnya bergantung pada sebaliknya, jika anak terlalu orang lain, perkembangan rasa diberi kebebasan mereka akan

O

Keingintahuan anak tentang apa yang dilihatnya

cenderung bertindak sesuai yang dia inginkan tanpa memperhatikan baik buruk tindakan tersebut,” ujar The Best Manager di Centro Departement Store tahun 2008 ini. Orangtua dalam mendidik anak pada usia ini harus seimbang antara pemberian kebebasan dan pembatasan ruang gerak anak. Orangtua boleh mengarahkan tetapi tidak boleh mengharuskan, sebaliknya orangtua juga

Ida Ayu Maharatni, S.Psi., M.Si.

kontrol diri dan harga diri. Berbeda dengan anak usia 4-5 tahun. Anak-anak pada usia ini mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menimbulkan rasa ingin tahu terhadap segala hal yang dilihatnya. Mereka

Interaksi anak dengan lingkungan

tidak boleh terintimidasi oleh anak. Contoh sederhana, mulai latih si kecil membuat keputusan untuk diri sendiri seperti pilihan pakaian yang akan dia kenakan saat bermain, mainan yang akan dia gunakan dengan teman-teman, hingga merapikan kembali mainan di tempat semula. Si kecil akan merasa dihargai dengan pilihan dan latihan mengambil keputusan. Karena dengan cara itulah anak akan bisa mengembangkan sikap

mencoba mengambil banyak inisiatif dari rasa ingin tahu yang mereka alami. Akan tetapi bila anak-anak pada masa ini mendapatkan pola asuh yang salah, mereka cenderung merasa bersalah dan akhirnya hanya berdiam diri. Sikap berdiam diri yang mereka lakukan bertujuan untuk menghindari suatu kesalahan-kesalahan dalam sikap maupun perbuatan. Dalam hal ini, pola asuh orangtua yang tepat sangat

diperlukan agar anak di usia ini mampu menjadi anak yang percaya diri serta mandiri. Tahap berikutnya adalah tahap laten usia 6-12 tahun (school age). Di tingkat ini anak mulai keluar dari lingkungan keluarga ke lingkungan sekolah sehingga semua aspek memiliki peran. Misal, orangtua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya. Pada usia ini anak dituntut untuk dapat merasakan bagaimana rasanya berhasil melalui tuntutan tersebut. Anak dapat mengembangkan sikap rajin, jika anak tidak dapat meraih sukses karena mereka merasa tidak mampu (infieoritas), anak dapat mengembangkan sikap rendah diri. Karena itu, peranan orangtua maupun guru sangat penting untuk memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak. Pada usia ini, usaha yang sangat baik adalah dengan mengembangkan kedua karakteristik yang ada. Dengan begitu ada nilai positif yang dapat dipetik dan dikembangkan dalam diri setiap pribadi yakni kompetensi. Orangtua dapat melatih kemampuan anak dengan mengenalkan ekstrakurikuler yang diminati, organisasi sekolah agar mampu berhadapan dengan orang lain dari berbagai latar belakang. “Ketika fase-fase tersebut dapat diatasi, si anak memiliki bekal dan kemandirian yang cukup untuk masuk ke masa remaja yang sangat labil. Bonusnya adalah anak tidak mudah terbawa arus, memiliki nilai dalam diri yang kuat, mampu berempati dan tentu saja siap berkompetisi,” tegasnya. –Inten Indrawati

Orangtua bisa mengenalkan ekskul yang diminati anak

Griya

21 - 27 juli 2014

17

Meja Palimanan Cantik Saat ini, kayu masih menjadi idola sebagai material bangunan. Namun, beberapa tahun terakhir batu alam pun tak kalah pamornya. Bisa dibilang saat ini batu alam cukup mendominasi pasar, selain kayu.

T

ak hanya bangunan etnik yang memakai batu alam, arsitektur bergaya minimalis modern pun banyak memasukkan unsur batu alam sebagai aksen bangunan. Selain sebagai pelapis dinding dan tiang, batu alam juga digunakan sebagai material pelapis lantai baik untuk di ruang dalam maupun di ruang luar, termasuk lantai dan dinding kolam renang. Aplikasi batu alam mampu memberikan kesan natural pada bangunan. JENIS BATU ALAM Di Indonesia ada banyak jenis batu alam. Di Bali khususnya, beberapa jenis batu alam yang tersedia di antaranya paras taro dan paras krobokan. Jenis batu alam lain yang dipasok dari beberapa daerah di luar Bali, seperti batu candi/lahar, palimanan putih, palimanan kuning (serat jati), bobos serat jati,batu doreng/ paras loreng Yogya, breksi alur,

breksi batik, paras putih, bali green, dan batu hijau Sukabumi. “Batu hijau Sukabumi ini biasanya dipakai untuk di kolam renang,” ujar Aryanto, pemilik Rja Stone di Jalan IB Mantra Denpasar. Suplayer segala macam jenis batu alam ini mengatakan masyarakat Bali lebih banyak memanfaatkan batu candi khususnya untuk bangunan-bangunan suci dan tembok penyengker. Batu candi terbentuk dari pendinginan lava yang keluar saat gunung meletus. Memiliki pori-pori yang besar, dan berwarna gelap. Meski batu candi tergolong batu yang keras, tapi masih bisa diukir, sifat batu ini sangat mudah menyerap air. Warnanya yang hitam memberikan kesan lebih kokoh. Batu-batu alam ini pun kini banyak dikreasikan menjadi bentuk-bentuk lain seperti, washtafel, lampion, list dinding. “Bentuknya bisa variatif, tergantung permint-

Meja-kursi dari batu palimanan serat jati

Aryanto

aan dan kreasi kita. Batu alam juga bisa dipakai meja-kursi, tapi hanya batu palimanan yang bagus. Batu bobos, walaupun memiliki serat jati, hasilnya tak bagus,” ucap pria asal Yogyakarta ini. Batu Palimanan termasuk jenis batuan pasir atau sandstone

yang terbentuk dari butiranbutiran pasir melalui proses sementasi butiran pasir yang kurang kuat bahkan ada yang sangat lemah. Umumnya berwarna terang (putih, krem) dan banyak yang memiliki serat. Meski demikian, batu palimanan memiliki tingkat kekerasan yang cukup

tinggi dibandingkan dengan batu sandstone lainnya seperti batu paras Yogya atau batu paras Bali. Tekstur permukaannya rata-rata halus dan sedang. Tingkat homogenitasnya ada yang sedang sampai ada yang tinggi. MEJA PALIMANAN Umumnya, furnitur meja dan kursi terbuat dari kayu, rotan, bambu, besi, dan bahan lainnya. Namun kini, batu alam pun bisa dibuat meja-kursi. Aryanto menggunakan batu palimanan kuning serat jati untuk membuat furnitur tersebut. Hasil akhirnya sangat bagus, karena tekstur serat jatinya makin muncul.Finishing cukup dengan memberikan pelapisan (coating) yang tepat untuk mencegah pertumbuhan lumut dan jamur yang dapat menyebabkan kerusakan bata batu alam. Lumut mudah tumbuh diatas permukaan batu yang langsung terkena sinar matahari, sedangkan jamur tumbuh di atas permukaan batu yang tidak terkena sinar matahari/ lembab. Menurut Aryanto, produk meja-kursi palimanan ini belum ia pasarkan. Sepintas, tampilannya seperti material marmer atau kayu jati. “Saya masih mencari waktu dan tempat yang tepat untuk memajangnya,” ujarnya. Namun, ia sudah memiliki beberapa stok dan bahan baku dalam jumlah besar. Satu set meja-

kursi, dengan meja berdiameter 80 cm, ketebalan 10 cm dan empat kursi palimanan serat jati ini ia tawarkan seharga Rp 12

juta. “Bahannya batu palimanan gelondongan, bukan tempelan, makanya beratnya lumayan,” ucapnya. –Inten Indrawati

Beberapa jenis batu alam


Edukasi

16

Formasi Melingkar Diskusi Lancar Sejak tahun ajaran baru 2013/2014, formasi duduk di kelas untuk anak-anak sekolah dasar dibuat berkelompok (melingkar). Itu pun berlanjut sampai tahun ajaran baru 2014/2015. Namun, tak semua SD menerapkan formasi kelompok tersebut. “Di Bali hanya 74 SD yang ditunjuk sebagai pilot project, salah satunya sekolah kami,” ungkap Kepala Sekolah SD Saraswati 1 Denpasar, Ngakan Made Astagina, S.Pd.

H

al ini dikatakannya merupakan instruksi dari pusat. Tahun lalu, beberapa guru kelas 1 dan kelas 4, serta kepala sekolah mengikuti pelatihan kurikulum ter­ sebut. Tahun ini giliran guru kelas 2 dan kelas 5. “Nantinya ini diharapkan dapat diterapkan serentak. Di sekolah kami, jika kebetulan guru yang bersangkutan sudah mengikuti pelatihan ini, otomatis diterapkan pada kelas yang diajarnya,” ujar Astagina. Menurut pengamatannya, formasi duduk berkelompok ini lebih optimal diterapkan di kelas 4 dibandingkan dengan di kelas 1. Karena, di kelas 1, keberanian anak, kemampuan anak untuk menelaah serta kemampuan berdiskusinya masih kurang. “Di kelas 1, penerapan formasi ini kurang optimal, karena anak masih banyak perlu pengarahan, bimbingan, dan masih ketergantungan dengan gurunya. Di kelas 1, semua masih

berpusat pada guru. Anak-anak masih dalam posisi kebingungan, masih tahap pengenalan,” jelasnya. Walaupun sebenarnya, tujuan formasi kelompok tersebut bagus, yakni agar ada tenggang rasa dan komunikasi antarsiswa lebih intens terutama dalam berdiskusi dengan kelompoknya. Formasi ini pun ditekankan Astagina, sesungguhnya mengarahkan anak sebagai pusat pembelajaran, dalam artian anak yang lebih aktif mencari tahu sesuatu. Harapan pemerintah dalam hal ini, dengan berdiskusi, anak dapat me­nemukan sendiri jawaban dalam proses pembelajaran. Kelemahannya, dengan formasi duduk melingkar ini, tentunya ada anak yang harus duduk membelakangi guru sehingga kemungkinan posisi duduk dan tubuh mereka tak nyaman dalam berlangsungnya proses belajar. Namun, sejauh ini Astagina mengaku belum ada anak atau orangtua murid yang mengeluh sakit atau keberatan dengan formasi duduk tersebut, karena sebelumnya hal ini sudah disosialisasikan kepada

Ngakan Made Astagina, S.Pd.

orangtua murid. Kondisi formasi melingkar tersebut disiasati oleh sekolah ini dengan me-rolling posisi duduk siswa setiap minggu. “Mereka jadinya tidak bosan harus menghadap ke tembok terus, ke jendela terus, atau ke papan terus,” ujar wali kelas 5, Yayuk Rahayu. Ia yang sempat “mencicipi” mengajar anak dalam formasi biasa dan formasi melingkar mengatakan pada formasi biasa (memanjang), interaksi antarsiswa kurang. Paling banter mereka berinteraksi dengan teman sebangku atau teman di bangu depan dan belakangnya. “Dalam formasi kelompok ini, anak-anak diajarkan untuk berani mengeluarkan pendapat pribadi. Karena dalam pela-

21 - 27 juli 2014 jaran, ada tugas pribadi dan ada tugas kelompok. Dalam tugas pribadi itu, mau tak mau tiap anak harus mengeluarkan pendapat,” jelasnya. BELAJAR JADI PEMIMPIN Salah seorang siswa kelas 5, AA Istri Dwi Saramitadewi menuturkan mulai duduk dengan formasi kelompok itu sejak kelas 4. “Lebih enak duduk berkelompok karena bisa diskusi,” ungkap Gung Dwi, sapaan akrabnya. Dulu saat duduk dengan formasi biasa (berjejer), meskipun ada kerja kelompok, ia mengaku jarang berdiskusi. Posisi duduk membelakangi guru baginya tak masalah, karena ketika guru menerangkan materi, anak diminta menghadap ke depan dulu. Ketika diberikan soal, baru anak kembali ke posisinya masing-masing untuk berdiskusi dengan kelompoknya. Pada formasi melingkar ini, satu kelompok terdiri dari tujuh sampai delapan anak. Tentunya dengan anggota yang lebih banyak, pendapat pun lebih beragam. Perbedaan itu kemudian dimusyawarahkan bersama untuk mendapatkan satu kesepakatan. Selain belajar berani mengeluarkan pendapat, Gung Dwi yang saat ini dipercaya sebagai ketua kelompok Cut Nyak Din secara otomatis belajar sebagai seorang pemimpin. Belajar menerima pendapat teman pria dan wanitanya. “Saya merasa harus lebih bisa bicara untuk

S

ini suhunya terasa panas. Panas terik siang hari serasa membakar kulit dan keringat bercucuran membasahi tubuh. Inilah suasana siang hari yang dirasakan pengunjung, terutama bagi yang pertama kali berkunjung ke Kota Pontianak Kalimantan Barat. “Panas sekali dan seperti angin tak ada yang berhembus,” ungkap Rohidah, salah seorang wisatawan asal Jawa Timur yang berkunjung ke Pontianak. Namun, di samping suhunya yang terasa panas, Pontianak adalah kota yang istimewa, karena di sanalah letak titik lintang nol derajat yang membelah bumi secara horizontal. Belahan bumi yang ada di Pontianak itu adalah yang biasa disebut Garis Khatulistiwa. Garis yang membentang membagi bumi menjadi dua belahan yakni belahan utara dan belahan selatan. Kota Pontianak berada persis di tengah-tengah garis tersebut. Karena itulah, sebuah tugu yang bernilai sejarah dan ilmu pengetahuan dibangun di sana sebagai monumen penanda titik nol bumi. Tugu ini dikenal dengan nama Tugu Khatulistiwa atau Monument Equator. Terasa sangat fantastis jika berdiri di

Di titik nol tugu khatulistiwa, telur berbentuk oval dapat berdiri tegak memperlihatkan keseimbangan yang matang.

tugu ini. Karena hanya dalam beberapa detik atau menit, kita bisa berpindah dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi selatan atau sebaliknya. Keunikan-keunikan dan fenomena alam dapat dirasakan di sini. Kasnawi terlihat sibuk mengambil bakul berisi telur, untuk membuktikan salah satu dari keunikan tempat tersebut. Di titik nol ini sebuah telur dapat berdiri dengan tegak dalam posisi meninggi dengan sangat seimbang. Secara perlahan ia meletakkan telur dalam posisi oval berdiri. Pelan dan hati-hati hingga akhirnya telur itu tegak berdiri. Menurutnya siapa pun bisa melakukan hal seperti yang dilakukannya itu, karena ini bukan keahlian melainkan memang karena pengaruh posisi tempat ini. “Ini salah satu keunikan titik nol, keseimbangan benda bahkan yang bundar pun bisa berdiri dengan baik,” ungkap Kasnawi. Keunikan lain dari tempat ini adalah terjadi fenomena alam yang unik dan menakjubkan akan terjadi di sekitar Tugu Khatulistiwa antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, antara pukul 11.30-11.48, yakni saat terjadinya titik kulminasi matahari. Pada dua waktu inilah gerak semu matahari terjadi. Ini biasa disebut waktu kulminasi atau ekinoks matahari, hari ketika matahari berada tepat di wilayah khatulistiwa. Fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda yang ada di permukaan bumi, termasuk bayang­ an tugu ini sendiri. “Saat ini terjadi, ketika matahari tepat berada di kepala, bayangan tidak tampak sama sekali alias menghilang,” ungkap Kasnawi.

Mimpi Jadi Duta Besar Gung Dwi

menengahi perbedaan pendapat dan lebih bertanggungjawab,” ujar peraih juara I sejak kelas 1 hingga kelas 4 ini Bahkan, ia pun sempat mengamati salah seorang tamannya di kelompok lain yang dulunya tidak berani bicara, kini sudah berani mewakili kelompoknya membacakan hasil diskusi dengan lancar. “Dampak formasi duduk ini kembali kepada masing-masing siswa. Jika dia mampu memanfaatkannya de­ ngan baik, akan banyak hal positif yang didapat seperti berani mengeluarkan pendapat dan kemampuan berorga­ nisasi, selain satu sama lainnya akan makin akrab,” tandas Astagina. –Inten Indrawati

Formasi duduk berkelompok membuat interaksi antarsiswa lebih intens

Saat fenomena ini terjadi, tugu khatulistiwa ramai dikunjungi untuk menyaksikan sekaligus merasakan fenomena alam ini. Peristiwa kulminasi ini hanya terjadi di lima negara, yaitu di Indonesia, Equador, Peru, Columbia, dan Brazil. “Namun dari semua negara yang mengalami peristiwa alam tersebut, hanya satu yang benar-benar dilintasi oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak,“ kata Kasnawi, yang sudah dibekali dengan begitu banyak pengetahuan tentang tugu ini. KUBAH PELINDUNG Tugu Khatulistiwa hanya berjarak tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak, arah Mempawah. Berdasarkan informasi yang terpampang di dalam gedung planetarium sederhana di mana tugu khatulistiwa berada, bangunan tugu terdiri dari empat buah tonggak kayu belian atau kayu ulin (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 m dengan ketinggian tonggak bagian depan setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter. Tugu ini telah mengalami perubahan sebanyak empat kali yaitu sejak dibangun 31 Maret 1928 oleh tim ekspedisi geografi internasional yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah. Pada tahun 1930 tugu ini disempurnakan, sehingga berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah. Sedangkan pada tahun 1938 tugu ini dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek Silaban. Pada tahun 1990, Tugu Khatulistiwa kembali direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi

9

Ida Bagus Yorky Brahmantya

Telur pun Berdiri Tegak ebuah sertifikat unik menjadi milik pengunjung Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Baru. Tiap kali ada pengunjung yang datang ke sana, Kasnawi, salah seorang petugas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pontianak segera mencetak sertifikat tersebut untuk diberikan pada pengunjung. Sertifikat ini diberikan secara gratis. Di sertifikat itu bertuliskan Piagam Perlintasan Khatulistiwa (Certificate of Equator Crossing) dari Wali Kota Pontianak, yang menyatakan bahwa si penerima sertifikat telah melintasi Khatulistiwa di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia, di atas garis 109o20’00” Bujur Timur, pada hari dan tanggal serta jam kunjungannya. “Ini sebagai penanda bahwa pengunjung sudah pernah melintas di garis khatulistiwa dari belahan bumi yang satu ke belahan bumi lainnya,” kata Kasnawi yang sudah 14 tahun bekerja di sana. Dan di belakang sertifikat ini tertulis kronologi pembangunan Tugu Khatulistiwa dalam dua bahasa. Posisi lintasan garis khatulistiwa inilah yang rupanya membuat kota

Dara

21 - 27 juli 2014

Kasnawi

tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. “Saat ini ada dua tugu dalam kubah pelindung ini. Tugu khatulistiwa yang terlihat dari jauh adalah duplikatnya. Sedangkan tugu aslinya ada dalam gedung berbentuk kubah ini,” ujar Kasnawi. Kubah ini sengaja dibuat untuk melindungi tugu aslinya. Sedangkan duplikatnya sengaja dibuat persis sama, tinggi menjulang agar dapat terlihat dari segala arah. “Terdapat simbol berupa anak panah menunjukkan arah utara-selatan (lintang 0 derajat). Simbol plat lingkaran bertuliskan AVENAAR (bahasa Belanda, yang artinya Khatulistiwa) menunjukkan belahan garis khatulistiwa atau batas utara dan selatan. Sedangkan plat di bawah arah panah tertulis 109o20’00” OLVGR menunjukkan, garis khatulistiwa di kota Pontianak bertepatan dengan 109o garis bujur timur 20 menit 00 detik GMT,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan

Bermodalkan postur tubuh yang sangat ideal dengan tinggi badan 182 cm, ditunjang kecerdasaan otaknya, Ida Bagus Yorky Brahmantya terpilih sebagai Juara I Teruna Bagus SMAN 5 Denpasar.

S

aat diselenggarakannya pemilihan Teruna Bagus Teruni Jegeg (TBTJ) di sekolahnya belum lama ini, ia tidak hanya terlihat tampil penuh percaya diri tapi juga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya dengan baik dan cerdas. Gus Yorky sapaan akrabnya, menuturkan persiapannya ketika mengikuti TBTJ. “Saya menyiapkan mental dan tentunya mening­ katkan pengetahuan dengan membaca buku tentang pengetahuan pariwisata. Saat lomba, ada juga deg-degan sedikit, tapi begitu tampil di atas panggung justru bisa tenang,” kisahnya. Gus Yorky yang juga piawai bermain suling dan gitar ini juga termasuk dalam tim debat dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Menariknya , untuk tim debat bahasa Inggris, ia mengaku belajar bahasa Inggris hanya di sekolah, tidak pernah ikut les. Ia beberapa kali ikut berpartisipasi dalam lomba debat SMA se-kota Denpasar. Salah satunya, ESF (Equilibrium Science Fair) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Event ESF ini dikatakannya yang paling

berkesan. “Karena saat itu kebetulan musim hujan, jadilah tim kami berdebat di tengah gemuruh hujan dan petir,” ujarnya tertawa. Situasi ini memberi kesan tersendiri dan membuatnya berbeda dari lomba-lomba lain yang pernah diikuti timnya. Suasana saat itu semakin seru, karena untuk mencapai ruang lomba dan aula tempat berkumpul Gus Yorky dan tim harus naik turun tangga yang tentunya menghabiskan tenaga. “Tetapi, tim kami tetap semangat,” ucapnya. Gus Yorky mengatakan mulai suka debat sejak pertama ditunjuk para senior English Club di SMAN 5 Denpasar mewakili sekolah dalam lomba. “Saya belajar debat hanya dengan diajari langsung oleh para senior di English Club di sekolah,” kenangnya. Kegitan lain yang pernah diikuti anak kedua dari Ida Bagus Juniantha dan I Gusti Ayu Putu Wiratningsih ini

adalah news reading. Saat masih duduk di bangku SMP, ia sering mengikuti lomba di SMAN 4, tapi sayang belum berhasil mendapatkan juara. Namun, Gus Yorky adalah orang yang tak cepat berputus asa. ia lalu mencoba lagi ikut berpartisipasi dalam lomba SAC (Smanela Academic Competition) di SMAN5, sekolahnya sekarang. Dan syukur, ia berhasil menyabet Juara 3. Pria kelahiran Denpasar,16 Oktober 1998 yang hobi bermain komputer ini memang mempunyai ketertarikan lebih terhadap bahasa Inggris. Karena itu pun, ia lantas memilih ekskul English Guiding. “Di sini saya diajarkan untuk bisa berinteraksi secara langsung dengan para turis. Saya dapat saling bertukar pikiran de­ ngan mereka, dan saya juga senang bisa menjadi orang yang dipercaya dalam interaksi dua bahasa,” ungkapnya. Dari seabrek kesibukan yang digeluti Gus Yorky, ia tetap memberikan porsi untuk belajar di rumah minimal dua jam. Dan, ia lebih memilih belajar mulai jam 19.00 hingg 21.00. Selama ini, kedua orangtua Gus Yorky selalu memberikan dukung­ an penuh dalam setiap kegiatan yang diikutinya. Senantiasa me­ ngarahkan sekaligus memperingati dan yang pasti selalu mendoakan setiap langkahnya. “Saya juga bahagia sebab teman-teman baik juga mendukung dengan selalu menyemangati. Begitu pula dari teman-teman sekolah , semua ikut mendukung jika saya terpilih untuk sebuah kegiatan yang mewakili sekolah,” paparnya. Berbeda dari remaja kebanyakan, cita-cita Gus Yorky justru ingin menjadi duta besar. Cita-cita ini ditegaskannya benar-benar keinginan sendiri. “Saya berkeinginan dan memendam mimpi, suatu saat nanti saya bisa menjadi bagian penting suatu negara,” ujarnya dengan mimik serius. Untuk meraih cita-citamnya itu, Gus Yorky selalu mengikuti berbagai berita terkini. Ia juga bersemangat mempelajari dan mengamati jalannya peta politik di Indonesia melalui berita-berita di media. Ia mengimbanginya dengan memperdalam ilmu bahasa Inggris, meski hanya dari pelajaran di sekolah dan sampai saat ini belum mengikuiti les di luar sekolah. “Saya rajin mencoba menerapkannya dalam kehidupan dan percakapan

Ida Bagus Yorky Brahmantya

Biodata Nama lengkap Ida Bagus Yorky Brahmantya Panggilan Gus Yorky Kelahiran Denpasar, 16 Oktober 1998 Orangtua Ida Bagus Juniantha dan I Gusti Ayu Putu Wiratningsih Alamat Perumahan Kampial Indah A.75-Nusa Dua Hobi bermain komputer Cita-cita Duta Besar Bintang Libra Warna kesukaan Hitam Makanan kesukaan : Nasi goreng Pelajaran kesukaan PKN, IPA Idola Felix Arvid Ulf Kjellberg Motto hidup “Tidak ada yang tidak mungkin” / “nothing is impossible” sehari-hari dengan teman-teman. Kendalanya, ketika lawan bicara masih tidak mengerti apa yang kita katakan, kadang susah menjelaskan,” ujarnya. Dari pengalamannya itu, ia menyimpulkan tak ada yang tak mungkin. Karena itu pula, ia terus mengisi diri dan mengikuti berbagai kegiatan positif. Terkait belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, ia mengaku mempelajari dari apa yang dipelajari di sekolah saja, ditambah praktik berkomunikasi langsung dengan tamu-tamu dari luar negeri yang

berkunjung ke sekolahnya. Gus Yorky dengan mereka yang tegabung dalam eks­kul English Guiding ini biasanya bertugas memandu tamu-tamu luar negeri yang berkunjung ke sekolah. Misalnya, mereka mengajak para tamu melihat alat saringan air kotor menjadi air bersih, atau melihat hasil bakarti (bahan bakar nabati) yang ada dilaboratorium kimia, juga sedikit menjelaskan tentang lingkungan sekolah, yang tentunya disampaikan dalam bahasa Inggris. -Radinia


10

Bugar

21 - 27 juli 2014

Mengenal Mioma Uteri dibawa lapisan endometrium. Mio­ ma jenis ini sering menutupi rongga atau ruang rahim. Gejala paling ser­ ing mioma ini adalah memanjangnya haid dan banyaknya volume haid. 3. Mioma subserosa. Mioma ini tum­ buh di dinding luar uterus. Keluhan pada umumnya nyeri atau teraba benjolan di perut.

dr. Made Surya Kumara, Sp.OG

Mioma uteri atau disebut juga sebagai fibroid atau uterine leiomyoma merupakan tumor jinak kandungan yang paling umum pada wanita. Mioma berkembang dari otot polos dari uterus. Mioma tumbuh pada wanita usia reproduktif dan menyebabkan beberapa gejala seperti perdarahan dari kemaluan di luar siklus haid dan nyeri perut bawah. Biasanya mioma juga dapat menyebabkan gangguan fer­ tilitas atau gangguan kehamilan seperti sulit hamil. Mioma muncul pada 12 – 25% wanita usia reproduksi dan akan mengecil atau tidak berkembang bila wanita sudah mengalami menopause. Teori penyebab mioma uteri ber­ dasarkan teori Meyer dan de Snoo. Mioma uteri tumbuh seperti umbi atau bawang, berlapis-lapis dan mempunyai kapsul yang mudah dilepaskan. Dengan adanya riwayat genetik dan rangsangan hormon estrogen dan progesteron, mioma dapat tumbuh pada beberapa lokasi di uterus. Berdasarkan lokasinya, mioma da­ pat dibagi menjadi: 1. Mioma intramural. Lokasi mioma berada di otot dinding uterus. 2. Mioma submukosa. Lokasi mioma

bertambah besar. Penggunaan kon­ trasepsi progesteron-only malah men­ gurangi angka kejadian mioma uteri pada wanita. 4. Makanan. Makanan seperti daging atau ham dapat meningkatkan risiko mioma uteri sebanyak 1.3x lebih tinggi. Sedangkan makanan sayur-sayuran dan buah-buahan menu­ runkan risiko terjadinya mioma uteri. Kafein juga dikatakan bukan merupakan faktor risiko terjadinya mioma uteri. Konsumsi alkohol tam­ paknya meningkatkan berkembangnya mioma uteri. 5. Merokok. Merokok dikatakan menurunkan angka ke­ jadian mioma tanpa mekanisme yang jelas.

Gejala Klinis Umumnya, gejala mioma uteri adalah: - Perdarahan dari ke­ maluan, haid meman­ jang dan lama - Nyeri perut bagian bawah - Gangguan reproduksi seperti sulit hamil - Menyebabkan abortus Gambar 1. Lokasi Mioma Uteri atau prematuritas, kelainan letak ja­ nin, kontraksi uterus yang tidak kuat Faktor Risiko pada pasien pasca melahirkan 1. Riwayat menstruasi Usia menarche atau pertama kali Diagnosis dapat haid dibawah usia 10 tahun Diagnosis mioma uteri ditegakkan memiliki risiko terkena mioma. Hal ini karena terpapar hormon estrogen berdasarkan dari keluhan, pemerik­ saan fisik, dan pemeriksaan penunjang & progesteron lebih dini. seperti ultrasonografi atau USG. Pada pemeriksaan fisik, dijumpai uterus atau 2. Paritas atau jumlah memiliki anak Bila seorang wanita memiliki lebih rahim yang membesar. Selain itu juga dari 1 kehamilan lebih dari 20 minggu, harus kita singkirkan kemungkinan umumnya risiko terkena mioma uteri penyakit seperti kista ovarium, kanker serviks, atau tumor dalam saluran akan berkurang. cerna. Ultrasonografi transvaginal atau 3. Kontrasepsi hormonal Penggunaan kontrasepsi oral dosis USG melalui kemaluan memiliki tingkat rendah tidak menyebabkan mioma akurasi yang tinggi, sekitar 95-100%

dalam menegakkan mioma uteri pada ukuran yang tidak terlalu besar. Pemer­ iksaan lain seperti histeroskopi, MRI, CT-scan merupakan alat penunjang lain yang dapat dilakukan sesuai indikasi. Pengobatan Pengobatan mioma tergantung dari tipe dan derajat keparahan gejala, ukuran mioma uterus, lokasi mioma uterus, usia pasien dan jum­ lah anak. Bila pasien tidak memiliki keluhan dan ukuran mioma kecil, sebaiknya tidak diterapi. Umumnya mioma akan mengecil bila pasien telah menopause. Bagi pasien yang ingin memper­ tahankan kandungan dalam upaya untuk memperoleh keturunan, da­ pat dilakukan suatu tindakan yang disebut miomektomi. Tindakan ini hanya mengangkat mioma saja tanpa mengangkat kandungan atau uterusnya. Terapi hormonal seperti hormonal kontrasepsi kombinasi umumnya diberikan untuk mengatur perdara­ han per vaginam yang abnormal. Namun efikasinya dalam penan­ ganan mioma uterus masih kurang begitu baik. Hingga kini pemberian pil kontrasepsi kombinasi estrogenprogesteron masih diperdebatkan dalam pengobatan mioma uteri. Pembedahan miomektomi diper­ lukan bila pasien masih dalam usia reproduktif. Artinya pasien masih ingin mempertahankan kandungan­ nya. Pasangan suami istri masih ingin memiliki keturunan atau pada pasien yang belum mempunyai anak. Pengangkatan uterus atau rahim dilakukan pada wanita dengan perd­ arahan dari kemaluan terus menerus yang dapat menyebabkan anemia atau kurang darah sehingga pasien memerlukan transfusi. Juga dilakukan pada pasien yang telah cukup memi­ liki keturunan. dr. Made Surya Kumara, Sp.OG / Spesialis Kebidanan & Kandungan Klinik Maternity, Rumah Sakit Siloam Bali HP 081533333532

Style

21 - 27 juli 2014

Kreasi “Lelaku Jiwa” Bahan endek berwarna coklat tanah de­ ngan motif kontemporer menjadi pilihannya. Produk original dari Pertenunan Sekar Jepun Bali ini, sengaja diciptakan demi kreasi­-kreasi menarik dari Dhevinta Tito, yang meng­ usung tema “Lelaku Jiwa”.

M

otif dan warna pilih­ an yang dihadirkan pada kain tradisi­ onal Bali ini, disebutkan sebagai perlambang kehidupan di dunia. Mengalir dan mengikuti ritme alam, menjadi jiwa setiap potong dari deretan busana ready to wear ini. Seperti alam yang tidak per­ nah berhenti berkarya dan ber­ gerak di kehidupan ini, demikian pula desain-desain milik Devintha Tito. Dengan cutting bergaya

of shoulder dress, one shoulder, maka mini hingga long dress ini pun selalu tampil etnik, modern dan dinamis. Menariknya juga, selain ba­ han endek, aksen kain katun, tile serta hiasan manik-manik, bebatuan dan mutiara, se­ lalu hadir sebagai detil yang menjadi ciri khasnya. Apalagi pengerjaan aksen yang hand made ini, menjadikan lebih unik ketika diletakkan pada lengan, belahan dada, pinggang mau­

Dhevinta Tito

pun di bagian belakang serta tak ketinggalan untuk aksesori rambut. – Sri Ardhini

15


14

Jelita

21 - 27 juli 2014

Pilih Produk Kecantikan Sesuai Usia Bagi perempuan, wajah adalah salah satu bagian tubuh terpenting. Wajah bersih, segar dan bersinar merupakan dambaan semua orang. Untuk ini diperlukan perawatan yang tepat dan benar.

N

amun, di masyarakat masih banyak dari mereka yang menggunakan produk perawatan wajah yang tidak cocok dan mengalami berbagai macam gejala yang ditimbulkan setelah memakai produk tersebut. Misalnya ada yang salah memilih kemudian timbul jerawat yang banyak sekali dari wajah mereka, ada pula yang mengalami kulit rusak akibat salah memilih produk perawatan wajah. “Sebaiknya kita harus memperhatikan kandungan yang ada di dalam setiap produk. Pemakaian bahan kimia yang berbahaya bisa membuat wajah terkena iritasi. Hal seperti ini juga harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua dalam memilih produk perawatan wajah, selain disesuikan pula dengan jenis kulit kita,” ujar AA Sagung Mas Lestari S.H. pemilik Toko Kosmetik Kencana, di kawasan Jalan Ratna, Denpasar ini . Dikatakannya, produk yang banyak dipakai masyarakat dalam waktu lama, biasanya akan menentukan kualitas produk. Kecerdasan kita dalam memilih produk perawatan wajah turut menentukan penampilan kita. Gung

Mas, begitu ia biasa disapa menyarankan untuk wajah kita semua, minimal pagi dan sebelum tidur merupakan program wajib bagi untuk membersihkan wajah. Sekarang katanya, banyak sekali produk - produk pembersih wajah yang dijual di pasaran, tentu pemilihan produk tersebut harus seselektif mungkin, jangan sampai memilih produk yang justru merusak wajah . “mungkin sebelumnya bagi yang pemula atau masih mencari produk yang cocok, dapat berkonsultasi dahulu dengan saya,” kata Gung Mas yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia kecantikan ini. Gung Mas menyatakan penting, sebelum memilih pembersih wajah yang tepat, lebih baik mengetahui jenis kulit wajah terlebih dahulu. Setiap perempuan memiliki jenis kulit yang berbeda. “Ingat 80% orang Indonesia diwarisi kulit yang terkadang berkombinasi antara kering, normal dan berminyak. Kita harus mengetahui bagian kulit manakah yang berminyak dan bagian kulit manakah yang normal. Cukup beruntung juga jika ternyata kulit semuanya memiliki tipe yang sama sehingga lebih mudah dalam urusan

perawatan nantinya,” paparnya Kulit normal adalah kulit yang kadar air dan minyaknya seimbang. Memiliki pori-pori yang kecil dan jika di sentuh terasa halus. Kulit kering, sedikit terlihat kering. Kulit berminyak atau sensitif, umumnya agak rentan terhadap beberapa faktor internal, maupun eksternal, seperti lingkungan yang ekstrim Setelah mengetahui jenis-jenis kulit wajah, maka kita akan lebih mudah memilih jenis pembersih yang cocok. Jika salah memilih, dapat merusak wajah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah faktor iklim tempat tinggal, seperti di Bali misalnya tergolong panas. Pembersihan yang baik, lanjut Gung Mas akan membantu dalam mendapatkan kulit yang bersih dan sehat. Kulit yang bersih dan sehat akan membuat penampilan kita segar. “Karenanya, bersihkan kulitmu dengan teratur, terutama sehabis beraktivitas,”tegasnya. Untuk standar perawatan akan lebih baik jika melakukan 5P, yakni pembersihan, penyegaran, pelalaran atau pengangkatan kulit mati, pemijatan, dan pemupukkan. Ia pun menjelaskan, tahap pembersihan diawali dengan membersihkan kelopak mata hingga bibir. Penyegaran dilakukan dengan ditepuk-tepuk agar pori-pori tidak terbuka dan menetralkan kulit. Selanjutnya, pelalaran, menggunakan peeling yang di seluruh wajah, kecuali kantong mata dan bibir. Fungsinya untuk meremajakan kulit. Untuk pemijatan, dilakukan dengan krim khusus pemijatan ke seluruh wajah, untuk memperlancar peredaran darah pada wajah. Yang terakhir, pemupukan dengan penambahan masker yang dibiarkan sampai

“Kulit yang bersih dan sehat akan membuat pe­ nampilan kita segar karena­ nya, bersihkan kulitmu de­ ngan teratur, terutama se­ habis beraktivitas”

kering, lalu bersihkan dengan waslap atau spons basah. ”Perawatan 1 sampai 4 bisa dilakukan setiap hari. Sedangkan untuk tahap 5, yaitu pemakaian masker, sebaiknya digunakan seminggu sekali,” lanjutnya. Setelah dengan telaten Gung Mas menginformasikan untuk mengenal jenis kulit, agar tak salah dalam memilih produk untuk perawatannya, Gung Mas melanjutkan berbagi pengetahuan tentang bagaimana memilih kosmetik yang tepat sesuai dengan usia. Diakuinya sebagai perempuan Indonesia kita diwarisi kulit yang sangat indah namun memiliki kombinasi kulit yang berbeda. Umumnya kulit orang Indonesia akan cenderung berminyak pada area dahi dan hidung. Kita semua pasti pasti pernah melihat iklan di TV yang menawarkan berbagai macam krim anti-aging. Nah, hati-hati sebelum memilih. Sebab jika tidak cocok dengan jenis kulit, maka malah akan semakin mengkusamkan warna kulit. Pahami terlebih dahulu krim anti-aging tersebut untuk jenis kulit yang seperti apa dan jika anda bingung bisa bertanya pada saya atau ahlinya. Krim ini juga tidak disarankan bagi yang masih muda. Secara umur terkait pemakaian produk, semua memiliki pilihan tersendiri. Misalnya untuk anak-anak umumnya sampai dibawah 13 tahun, dan kulitnya masih normal. Remaja, usia 13-19 tahun, biasanya cenderung berminyak-berjerawat, di bagian hidung, pipi, dagu, dada, dan punggung. Dewasa muda, usia 20-30 tahun, ada yang berkulit normal berminyak-berjerawat atau bernoda hitam. Sedangkan kelompok dewasa usia 30-40 tahun, bisa kering, bernoda hitam, terjadi penuaan, kulit mulai terlihat garis-garis penuaan, terutama di daerah sudut mata, hidung, sekitar bibir, dan dahi. Berikutnya awal lansia , usia 40-50 tahun, kemungkinan keringbernoda hitam. Dan kelompok usia diatas 50 tahun, sudah disertai penuaan kulit. “Semuanya memerlukan perawatan dengan pilihan produk yang sesuai dengan usinya, ”kata Gung Mas sambil melanjutkan informasinya.. Secara umum kulit perlu dilembapkan, demi mencegah kekeringan dengan menggunakan moisturizer dan body lotion. Untuk kulit ekstra kering dapat memakai body cream atau body butter. Diteruskan dengan melindungi , dari sinar matahari, dengan mengaplikasikan sunscreen sebagai alas foundation. Berlanjut dengan membuang kulit mati dan kotoran di permukaan dengan melakukan scrubbing. – Sri Ardhini

Mitos

21 - 27 juli 2014

Dingin Sebabkan Kulit Kering

D

i musim dingin ini, kulit cenderung lebih kering. Apalagi sering beraktivitas di ruang ber-AC. Apakah ini sekadar mitos atau memang karena kulit kita yang termasuk jenis kulit kering? Berikut penjelasan dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes. Mitos: Cuaca dingin menyebabkan kulit kering Fakta: Cuaca, baik itu cuaca dingin maupun cuaca panas akan mempunyai pengaruh terhadap kondisi kulit kita. Kulit merupakan organ imunologi terluar dari sistem imunologi yang ada di tubuh kita. Kulit

akan bereaksi terhadap pajananpajanan yang datang dari lingkungan di sekitar kita. Cuaca yang dingin akan memicu metabolisme tubuh menjadi meningkat untuk menghasilkan panas badan sehingga suhu tubuh akan tetap stabil dan setiap organ dapat bekerja secara optimal. Akibat panas tubuh yang muncul akan meningkatkan penguapan di kulit. Apabila kulit tidak dilindungi dengan pelembab alami/ barier lipid, kulit atau pun buatan emollient/moisturizer) yang memadai dalam waktu lama akan menyebabkan kulit menjadi m a k i n k e ring walaupun selain faktor cuaca juga banyak faktor yang bisa memicu kekeringan kulit. Seperti jenis kulit yang memang secara genetik sudah kering, pemakaian sabun yang salah ataupun penggunaan kosmetik/ pemilihan perawatan yang tidak tepat. Mitos: Berada dalam ruangan ber-AC cen­ derung membuat kulit kering Fakta: Benar. Hal ini disebabkan karena suhu ruangan ber-AC biasanya diatur

lagi bisa dengan teman atau mantan pasangan sendiri. Tentu saja banyak hal yang perlu diperhatikan bila Anda berniat untuk menjalin relasi seksual dengan orang asing atau orang yang baru Anda kenal. One night stand seperti­ nya sebuah fenomena seksual yang makin banyak

Cinta Semalam

“Dok, aku ini seorang yang pernah menikah dan punya beberapa sahabat yang senasib dengan aku. Ada seorang sahabatku mencoba terus memperkenalkan aku dengan kebiasaan barunya melakukan berapa kali One Night Stand, itu dok, yang cinta semalam, tentu saja dengan orang yang baru dikenal saat dia hanging out di klab malam. Kok bisa ya dok? Apa ini tidak berisiko? Tolong dijelaskan ya dok, sekalian tips nya supaya saya bisa ngasi tahu balik ke sahabat saya ini” (Rhei, 23) Ini berarti tentang cinta semalam, atau sempat disebut di pertanyaan dengan “one night stand” atau aktivitas seksual serba kilat yang dilakukan dari sebuah perjumpaan yang singkat, dan yang paling sering adalah dengan orang yang baru dikenal atau orang yang masih asing, walau sebagian

dibicara­kan. Bukan hanya dibicarakan, malah juga dilakukan, mengingat banyaknya kesempatan dan peluang serta pergeseran normatif tentang sebuah relasi, yang membuatnya tidak lagi menjadi sebuah ketabuan buat dilakukan pada sekelompok orang. Ini tentu saja merupakan sebuah relasi seksual

terlalu rendah, sehingga mekanismenya akan sama seperti kita berada dalam cuaca yang dingin. Dalam ruangan ber-AC yang dingin, apalagi melakukan aktivitas pekerjaan, ada banyak faktor yang menyebabkan kulit cenderung menjadi kering seperti: suhu dingin akan memicu metabolisme dan meningkatkan penguapan tubuh; aktivitas juga akan menghasilkan kalori dan panas tubuh, sehingga akan meningkatkan penguapan; dan yang sering tanpa disadari, pada suhu dingin atau sejuk secara psikis kita tidak merasa haus karena tidak berkeringat dan akhirnya kita akan lebih sedikit minum dibandingkan berada pada suhu panas dan cenderung berkeringat. Hal ini akan menyebabkan kekeringan kulit. Mitos: Air panas bisa membuat kulit kering Fakta: Air panas, bila terpajan agak lama di kulit, misalnya berendam di kolam air hangat akan mempunyai efek melebarkan pori-pori kulit sehingga penguapan dari dalam kulit akan meningkat yang berakibat kulit menjadi lebih kering. Tetapi bila hanya sebentar, tubuh masih mempunyai upaya kompensasi sehingga tidak secara langsung menyebabkan kulit kering. Bila kulit terkena pajanan air panas yang cukup lama hal ini juga akan bisa merusak lapisan ceramid/ lipid yang berfungsi sebagai pelindung pada kulit sehingga evaporasi kulit akan meningkat yang berdampak kulit menjadi kering. Mitos: Minum banyak air putih cukup untuk mengatasi kulit kering Fakta: Dengan minum air putih kita dapat mengurangi tingkat kekeringan kulit. Tetapi hal ini tergantung dari tingkat kekeringan kulit yang terlebih dahulu harus dilihat penyebabnya. Bila penyebabnya hanya karena proses penguapan di kulit yang meningkat tanpa penyebab lainnya, dengan minum air putih kira-kira

yang unik, menantang, sekaligus mengundang banyak risiko, mulai dari risiko sosial hingga risiko medis karena tergolong perilaku seksual berisiko penularan infeksi menular seksual. Karenanya memang kalaupun ini dilakukan tentu saja harus dengan pertimbangan yang lebih cerdas, mengingat sekali lagi gaya seperti ini mengundang banyak risiko. Kalau Anda tidak siap dengan risikonya, sebaiknya jangan pernah berpikir buat melakukannya. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu disimak baik-baik, dipertimbangkan matang-matang, untuk bisa diberikan saran buat teman atau siapapun yang melakukan one night stand. Ask Your Self To The Mirror. Ibarat bertanya pada cermin, cobalah tanyakan pada diri sendiri apakah membina relasi seksual sesaat dengan orang yang baru dikenal akan membuat diri nyaman, apakah sudah tahu risiko penyakit dan risiko sosial yang akan dihadapi, karena Anda akan terjun bebas mengarungi banyak risiko, termasuk infeksi menular seksual dan HIV AIDS. Bila belum paham, sebaiknya jangan. Don`t Judge The Book by Its Cover. Hati-hati, jangan terjebak dengan tampilan yang terkesan bersih dan terawat. Tidak ada garansi sama sekali bahwa yang di luar terlihat bersih, akan selalu

sejumlah penguapan yang terjadi, akan membantu mengembalikan kelembaban kulit dan sudah tentu bersamaan dengan itu harus diatasi penyebab sebenarnya. Misalnya, kalau karena over exercise di dalam ruangan yang terlalu dingin, di samping minum air putih yang cukup, juga harus di kurangi excersise-nya. Dan, bila akibat berendam di air panas yang lama, setelah keluar dari berendam perlu sesegera mungkin tubuh dikeringkan dengan handuk dan langsung dioleskan emollient atau pelembab yang akan berguna. Di samping menjaga kelembaban, juga sebagai penghalang menguapnya cairan tubuh secara berlebih. Mitos: Kulit kering bisa membuat kulit lebih sensitif Fakta: Kekeringan kulit memang berpengaruh besar terhadap sensitivitas kulit. Hal ini disebabkan pada kulit kering, lapisan barier

11 pelindung kulit jauh lebih tipis dan bahkan menjadi rusak sehingga akan rentan terhadap pajanan-pajanan dari lingkungan sekitarnya ataupun bahan-bahan yang kontak dengan kulit. Kulit yang kering juga sering menimbulkan sensasi gatal yang akan menyebabkan kita menggarukgaruk dan menimbulkan mikrolesi/ luka-luka yang sangat kecil yang berpotensi masuknya kuman-kuman/ bakteri sehingga kulit kering lebih mudah jatuh ke dalam masalahmasalah kulit seperti infeksi ataupun peradangan. Mitos: Kulit kering bisa membuat kulit terlihat lebih tua Fakta: Kulit kering mempunyai tekstur yang kaku karena lapisan pelindung/lipidnya tipis, elastisitas dan kekenyalan kulit berkurang. Pada kulit kering akan lebih cepat timbul garis-garis kerutan, yang tentunya hal ini tentu akan menimbulkan tampilan yang lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Di samping itu kulit kering akan tampak kusam karena tidak ditopang oleh produksi kelenjarkelenjar minyak yang memadai yang akan menambah tua tampilan kulit tersebut. –Inten Indrawati

Tips menjaga kulit tetap sehat/ tidak kering: lKenali terlebih dahulu tipe/jenis kulit, sehingga kita mengetahui jenis perawatan yang cocok untuk tipe/jenis kulit kita, dan tidak salah memilih bahan/metode perawatan kulit. lHindari pemicu-pemicu terjadinya kulit kering seperti, rendaman air panas yang terlalu sering, luluran scrub tubuh dengan bahan-bahan eksfoliat/pengelupasan ataupun bleaching yang berlebihan. Cukup se­ bulan dua kali. Juga, hindari pemakaian kosmetik yang sembarangan tanpa memperhitungkan tipe kulit sehingga bisa merusak barier kulit kita yang berakibat kulit kuring, begitu juga pemilihan sabun kulit harus disesuaikan dengan tipe/jenis kulit kita. lJika kulit cenderung kering, perlu dicegah atau dirawat sehingga kembali menjadi normal dengan menggunakan pelembab kulit. Gunakan pelembab sesegera mungkin setelah mandi atau setelah membersihkan kulit sehingga mempunyai manfaat yang optimal yaitu melembabkan dan juga melindungi penguapan berlebih pada kulit lKonsumsi makanan atau buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi seperti tomat, anggur, manggis dan sayur-sayuran hijau yang segar. Dan, minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan tubuh. lHindari merokok dan minuman beralkohol, karena ini akan mempercepat kerusakan kolagen dan jaringan elastin kulit yang memicu premature aging atau penuaan dini pada kulit.

juga “clean inside”. Semua bukan tentang wajah, tetapi tentang perilaku. Siapa saja bisa membawa kuman dan virus yang menular dari hubungan seksual. Always Fasten Your Seat Belt! Mengendarai mobil saja perlu mengencangkan sabuk pengaman dengan benar. Demikian juga, menjalankan hubungan seksual sesaat dan kilat dengan orang yang baru harusnya butuh proteksi yang maksimal. Harus gunakan selalu kondom dengan cara yang benar. Jangan salah menyimpan, jangan salah menggunakan dan lihat masa kedaluwarsanya sebelum digunakan. No Drugs and Alcohol. Bukan cuma sekali dua kali terjadi. Justru banyak pelaku one night stand melakukannya dalam pengaruh alkohol atau obat-obat terlarang. Saat Anda teler karena mabuk minuman beralkohol atau saat fly karena inex, sesungguhnya Anda tengah mengundang segala macam risiko dari hubungan seksual yang dilakukan, karena sudah pasti Anda akan lupa buat menggunakan kondom sebagai proteksi. So, cobalah lebih cerdas. Don`t Take It To Much. Dengan mengambil gaya relasi seksual seperti ini, berkali-kali dan terus-terusan tentu saja akan membuat Anda berada pada lingkaran perilaku seksual yang tidak sehat. Anda adalah orang paling tertular

HIV, gonore, sifilis, herpes kelamin dan lainnya. Cobalah tidak melakukannya sering-sering. Jangan juga terlena, justru saat Anda fokus ke aktivitas seksual, bisa jadi partner Anda seorang klepto-oportunis. Dompet, gadget dan perhiasan pun bisa melayang. Something Wrong Happened, Go To Your Doctor! Tiba-tiba buang air kecil terasa panas dan nyeri setelah lewat beberapa hari sesudah melakukan hubungan seksual? Jangan diabaikan. Anda harus ke dokter untuk konsultasi. Jadi bila dirasa ada yang salah atau ada keluhan, misalnya buang air kecil terasa nyeri, ada luka di kelamin, atau ada keputihan tidak sedap, jangan coba-coba mengabaikan atau mengobati sendiri. And Finally, Why Don`t You Stop? Terdengar lucu, tetapi ini perlu buat pegangan. Jadi tidak ada salahnya untuk tidak sekadar membabi buta melakukan one night stand, tetapi kalau ini sudah jadi gaya hidup, kenapa tidak mencoba bermain hati? Jika ternyata bertemu dengan orang asing yang sehati, senasib dan terasa pas, sebaiknya dilanjutkan menjadi sebuah relasi yang lebih serius. Berhentilah di sini, buat kembali membina hubungan serius yang sehat, karena dengan menjadi serius dan setia dengan satu pasangan, kehidupan seksual akan menjadi lebih sehat.


12

Oleh-oleh Abon Lele

U

Kuliner

21 - 27 juli 2014

Abon lele

saha home industry ini pun, berawal dari keisengan. “Awalnya, saya memiliki kolam ikan lele. Para pemilik warung makan hanya mau membeli ikan lele yang kecil dan sesuai dengan ukuran yang mereka mau. Sisa ikan lele yang tidak terbeli masih banyak. Saya bingung mau diapakan. Akhirnya, terbersit keinginan untuk mengolah ikan lele menjadi abon. Awalnya juga hanya iseng coba-coba,” ujarnya yang memulai usaha ini setahun lalu. Ika mencoba mencari resep abon di internet. Setelah mendapatkan resep yang pas, ia coba membuat dan menghidangkan untuk lauk-pauk keluarganya. Namun, rasanya disebut kurang pas. Ika akhirnya, kembali mencoba berinovasi. “Saya coba buat bumbu sendiri dengan bumbu khas Bali. Itu terbersit karena saya ingin membuat olahan abon lele ini menjadi makanan oleh-oleh khas Bali. Ketika saya coba, dan sajikan kepada keluarga, mereka mengatakan enak dan gurih,” tuturnya. Dari pujian keluarganya itu, akhirnya, Ika terus mencoba berinovasi agar abon lele yang dihasilkan sempurna, yakni kering dan rasanya pas. Dari berbagai percobaan, Ika akhirnya menemukan jalan keluar. Ia membeli satu alat untuk meniriskan abon

Anda tentu mengenal ikan lele. Biasanya, ikan lele disajikan dalam bentuk sajian makanan ­pecel lele yang banyak kita temui di warung kaki lima. Kali ini ada yang spesial dari olahan ikan lele, yakni abon lele. Olahan siap saji ini kreasi Ni Wayan Ika Widyastuti, salah seorang perawat ICU RS Sanglah.

lele agar menjadi lebih kering. Ikan lele terkenal akan tulangnya yang banyak. Untuk itu, Ika menyiasatinya, dengan menyortir kembali dengan tangan. “Setelah saya pakai presto pun, tetap tulangnya masih terasa. Jadi saya sortir lagi dengan tangan, agar tulangnya benar-benar tidak ada,” ucap perempuan asal Tabanan ini. Satu hari Ika mampu mengolah 10 kilo gram lele. Dari 10 kilogram fillet lele, ia mendapatkan 8 kilo gram abon. Membuat abon lele, kata Ika, tidak terlalu sulit. Pertama, ikan lele dicari dagingnya, kemudian diberi bumbu, digoreng, dan ditiriskan. Saat ini, Ika dibantu adik sepupunya dalam pembuatan abon lele di rumahnya. Ika mengerjakan usaha abon lele ini saat ia libur bekerja. “Kalau saya libur baru saya buat. Pas saya kerja, saya pasarkan. Saat ini, saya jual di koperasi RS Sanglah dan teman-teman. Sambutannya lumayan,” kata Ika. Ia menawarkan tiga rasa untuk abon lelenya, gurih, manis, dan pedas. Rasa paling favorit adalah abon lele pedas. Satu bungkus abon, ia jual Rp 20.000, dengan berat 100 gram. Kemasannya juga dibuat sangat menarik, sangat cocok untuk oleholeh atau bekal saat bepergian. Abonnya ini tahan sampai batas waktu enam bulan. Saat ini, Ika sedang melengkapi syarat administrasi, agar bisa membawa produknya ke beberapa toko oleh-oleh di Bali. Ia ingin abon lele ini dapat menjadi oleh-oleh khas dari Bali, bagi siapa saja yang berkunjung ke Bali. “Saya juga sedang merintis toko online untuk ke depannya,” kata Ika. Selain abon, Ika mencoba berkreasi membuat nugget dari ikan lele. Namun menurutnya, hasilnya belum sempurna, masih dalam pengujiannya. “Yang jelas, dari ikan lele sebenarnya dapat diolah menjadi aneka menu menarik, seperti abon, kerupuk, bakso, dan nugget. Mungkin ke depan, saya tertarik untuk mencoba kreasi yang lain,” kata Ika.

Tips Membuat fillet ikan lele: - Potong bagian tenggorokan tanpa harus sampai terputus kepalanya, belah perutnya mulai dari tenggorokan menuju bagian anus - Buang seluruh isi perut dan bersihkan rongga perut - Potong kepala mulai dari belakang sirip insang sampai ke tulang belakang pada kedua sisinya. - Patahkan kepala dengan menekan pada ujung meja dan gunakan pisau untuk menyempurnakan potongan. - Buang sirip perut: Sayat sepanjang sirip punggung (sampai pisau menyentuh tulang rusuk) menuju arah ekor sampai pada ujung tulang rusuk. - Setelah sampai ke ujung tulang rusuk, tusukkan pisau sampai tembus dan sayatkan ke arah ekor. - Pegang daging yang telah tersayat pada punggung dan sayatkan pisau mengikuti tulang rusuk menuju ke arah perut. Biasanya membutuhkan beberapa kali gerakkan sayatan untuk memotong daging dari bagian rusuk. - Balikkan ikan pada sisi sebelahnya. Sayat sepanjang garis sirip punggung dimulai dari bagian ekor menuju ke kepala. - Tusukkan pisau sampai tembus pada ujung tulang rusuk dan gerakkan pisau ke arah belakang menuju bagian ekor. - Pegang daging sayatan pada bagian punggung dan sayat sisa daging pada bagian tulang rusuk menuju ke arah perut, buang dinding perut.

Sate Susu Ramadan

Saat bulan Ramadan ada sajian spesial yang dijual di Pasar Kaget Kampung Jawa. Namanya, sate susu. Namanya memang unik, karena sate ini memang berbahan baku kantung susu sapi. Sate susu, memiliki kekhasan karena hanya disajikan saat bulan Ramadan. Salah seorang penjual sate susu, Bu Riman menuturkan, selama bulan Ramadan, ia memBu Riman sedang memanggang sate susu buat 300 sampai 500 tusuk tiap harinya. Pembeli bukan hanya warga muslim Kampung Jawa, tapi banyak pembeli datang dari luar Kampung Jawa. Mereka tertarik membeli sate susu, karena hanya ada di bulan Ramadan. Sehari-hari, Bu Riman penjual daging sapi di Pasar Badung. Saat bulan Ramadan, ia menjual aneka sate seperti sate sapi, sate usus, dan sate susu di depan jalan tikungan Kartini menuju Maruti di wilayah Kampung Jawa. Bumbu sate susu ini sangat khas, karena terdiri dari dua bumbu. Bumbu pedas yang terdiri dari bawang merah, tomat, dan cabai, serta bumbu santan kental kuning seperti bubur. Setelah sate dipanggang, cara menyajikannya, sate dimasukkan ke dalam bumbu pedas, kemudian ditata di piring dan disampingnya diisi bumbu santan kental. Menurut Dewi, salah seorang warga Kota Denpasar yang tertarik mencoba sate susu ini, rasanya agak unik, tidak seperti sate kambing atau sapi. Tekstur daging juga lebih kenyal. Walaupun baru pertama kali mencoba, dia mengaku sangat enak, dan bisa menghabiskan 10 tusuk dengan bumbu pedas yang banyak. Menurut Bu Riman, sate susu ini memang enaknya dimakan dengan bumbu yang pedas.

Sate Susu

Bahan: 1/2 kg : kantong susu sapi 300 ml : santan 1000 ml : air untuk merebus 3 lembar : daun jeruk 3 sdm : minyak goreng untuk menumis tusuk sate Bumbu 7 buah 5 siung 5 biji 4 biji 2 cm 2 cm 1 sdt 1 sdt 1 sdm

yang dihaluskan: : bawang merah : bawang putih : cabai merah : cabai rawit : kunyit : jahe : ketumbar : garam : gula pasir

Cara membuat sate susu: - Rebus kantong susu sapi

-

-

- -

ke dalam 1 liter air. Rebus hingga daging kantong susu sapi empuk, kira-kira direbus sampai 3 jam. Setelah itu tiriskan dan potong-potong ukuran 2 x 2 cm. Sisihkan Panaskan minyak goreng, tumis semua bumbu yang telah dihaluskan hingga harum lalu tambahkan daun jeruk. Setelah bumbu matang lalu masukkan santan dan didihkan. Masukkan potongan daging kantong susu sapi ke dalam santan dan aduk-aduk hingga bumbu meresap ke dalam kantong susu sapi dan santan agak mengering. Angkat dan dinginkan sebentar Tusuk 4-5 potong daging kantong susu sapi dengan tusukan sate Panggang sate hingga matang. –Wirati Astiti

21 - 27 juli 2014

13

Gurihnya Kerak Telur Betawi Kerak telur adalah makanan khas Betawi yang cita rasanya nikmat dan bisa dinikmati siapa saja, karena bahan utamanya telur dan beras ketan. Dalam ajang Pesta Kesenian Bali yang baru saja lalu, kuliner tradisional asli daerah Jakarta (Betawi) ini juga turut berpartisipasi. Namun sayang, keberadaannya tak banyak diketahui pengunjung karena tempatnya tidak bergabung dengan stan kuliner lainnya. Menurut Nanda, penjual kerak telur, ini adalah kali pertamanya ia menjual kerak telur di Bali. “Saya ingin mencoba memperkenalkan makanan khas Betawi di Bali. Ini baru pertamakali jualan. Ke depannya, saya belum ada rencana membuka tempat dagangan khusus. Sementara, saya ikut jualan di tempat-tempat pameran seperti ini saja dulu,” ujarnya. Pria asal Yogyakarta ini mengaku mendapat ilmu membuat kerak telur dari temannya yang asli Betawi. Ia mengatakan selama sebulan berjualan di PKB, memang belum banyak pengunjung

Kerak telur

yang membeli. Kalau pun ada yang membeli, hanya ingin mencoba karena penasaran. Seperti peng­ akuan salah seorang pengunjung yang saat itu tengah menunggui anak-anaknya bermain rumah bola. Kebetulan tempat berjualan kerak telur itu ada di dekat areal bermain tersebut. “Hmm…enak juga. Gurih kayak entip,” ujar ibu itu sembari kembali mencomot kerak telur yang masih hangat dari dalam bungkusan kertas. Cita rasa kerak telur yang dijual seharga Rp 15 ribu itu memang sangat khas, nikmat dan gurih. Bumbu rempahnya sangat terasa. Di lidah masyarakat Bali, mungkin awal mencicipi rasanya aneh, tetapi jika dicoba terus akan ketagihan. Cita rasa ini tentunya juga karena pengaruh dari proses pemasakan

yang menggunakan tungku yang berfungsi sebagai kompor. Bila dicermati, proses membuat kerak telur cukup mudah. Bahan-bahannya pun sederhana dengan item yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Jika penasaran, Anda tak perlu susahsusah memburu kerak telur di tempat-tempat pameran di Bali,

Nanda sedang memasak kerak telur

apalagi khusus mendatangi ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang memang diramaikan dengan keberadaan pedagang ini. Anda bisa

Kerak Telur Betawi Bahan: 1 sendok : 1 sdt : 1 sdt : 1 sdt : 1 sdt : 1 sdm : 1 sdm :

sayur beras ketan bumbu racik bumbu rempah lada garam serundeng bawang goreng

Cara Membuat: - Panaskan air dalam pengg-

orengan/wajan. Masukkan beras ketan hingga semua terendam air. Untuk mempercepat proses, rebusan ditutup kurang lebih 3 menit sambil diaduk-aduk hingga beras ketan matang. - B u k a t u t u p n y a , m a s u k kan bumbu racik, bumbu rempah, lada, dan garam. Aduk samapai rata

mencoba membuatnya sendiri di rumah dengan resep yang dipakai Nanda. Selamat mencoba. –Inten Indrawati

- Masukkan serundeng, aduk - Masukkan telur, campurkan dan aduk sampai rata. Ratakan di sisi penggorengan mebentuk lingkarang berdiameter kurang lebih 20 cm, dan masak lagi sampai harum - Balik penggorengan kerak telur sampai terjilat api dan permukaan atas kerak telur terbakar sampai harum. - Sajikan hangat-hangat. -Inten Indrawati

Banana Ice Cream Goreng

Tim Kakap Sarwan Bahan: 1 ekor 2 ruas 1 batang 2 buah

: kakap besar, bersihkan : jari jahe, potong korek api : bawang pre, iris orek api : cabe merah, buang

1 sdm 1 sdm 2 sdm 50 ml

isinya, iris korek api : bawang putih goreng : saos tiram : saos raja rasa : air

Cara membuat: - Siapkan panic pengukus dan pinggan antipanas - Masukkan semua bahan ke dalam pinggan, lalu ku-

Tom Yam Sea Food

Bahan: - Roti tawar - Es krim - Pisang, dipanggang kus sampai matang dan berbau - Susu kental manis harum - Telur - Kakap tim siap disajikan di piring - Kacang almond saji - Minyak untuk menggoreng - Taburkan bawang putih goreng di atasnya. Cara membuat: - Roti tawar di-rol - Masukkan es krim dan pisang, bulatkan, lalu bungkus bulatan tersebut dengan aluminum foil, masukkan ke dalam freezer hingga beku. - Campur susu dalam kocokan telur - Celupkan bulatan roti tawar

beku ke dalam kocokan telor lalu bolak-balik dalam tepung roti - Goreng dengan minyak panas sampai matang kecokelatan, lalu tiriskan - Garnis dengan kacang juga susu kental manis - Siap dihidangkan

Bahan: 200 gr : 150 gr : 150 gr : 200 gr : 100 gr : 2 liter : 3 batang : 3 cm : 6 lembar : 2 ½ sdt : 2 sdt :

Cara membuat: - Didihkan air kaldu udang bersama serai, lengkuas dan daun jeruk - Masukkan udang, cumi, kakap, kerang dan jamur, taburkan garam, gula dan penyedap rasa - Masak dengan api kecil - Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum, tambahkan kecap ikan, aduk merata, lalu angkat dan masukkan ke dalam rebusan - Aduk rebusan merata, masak hingga matang - Masukkan cabai rawit, cabai hijau, belimbing wuluh, air jeruk nipis dan daun ketumbar, masak sebentar, lalu angkat - Siap disajikan.

udang ukuran sedang, kupas dan sisakan ekornya cumi, potong bulat daging kakap, potong dadu kerang hijau, bersihkan jamur merang segar, belah dua air kaldu udang (hasil rebusan kulit dan kepala udang), saring serai, iris halus lengkuas, iris halus daun jeruk garam gula pasir

Penyedap rasa (jika disuka) 5 sdm kecap ikan 9 buah : cabai rawit merah, iris bulat 7 buah : cabai hijau besar, iris bulat 3 buah : belimbing wuluh, potong-potong kecil 3 butir : jeruk nipis, ambil airnya 2 batang : daun ketumbar, cincang halus Bumbu 6 buah 8 siung 1 sdt 7 butir 1 sdt

yang dihaluskan: : cabai merah : bawang putih : terasi, bakar : kemiri, sangrai : garam


12

Oleh-oleh Abon Lele

U

Kuliner

21 - 27 juli 2014

Abon lele

saha home industry ini pun, berawal dari keisengan. “Awalnya, saya memiliki kolam ikan lele. Para pemilik warung makan hanya mau membeli ikan lele yang kecil dan sesuai dengan ukuran yang mereka mau. Sisa ikan lele yang tidak terbeli masih banyak. Saya bingung mau diapakan. Akhirnya, terbersit keinginan untuk mengolah ikan lele menjadi abon. Awalnya juga hanya iseng coba-coba,” ujarnya yang memulai usaha ini setahun lalu. Ika mencoba mencari resep abon di internet. Setelah mendapatkan resep yang pas, ia coba membuat dan menghidangkan untuk lauk-pauk keluarganya. Namun, rasanya disebut kurang pas. Ika akhirnya, kembali mencoba berinovasi. “Saya coba buat bumbu sendiri dengan bumbu khas Bali. Itu terbersit karena saya ingin membuat olahan abon lele ini menjadi makanan oleh-oleh khas Bali. Ketika saya coba, dan sajikan kepada keluarga, mereka mengatakan enak dan gurih,” tuturnya. Dari pujian keluarganya itu, akhirnya, Ika terus mencoba berinovasi agar abon lele yang dihasilkan sempurna, yakni kering dan rasanya pas. Dari berbagai percobaan, Ika akhirnya menemukan jalan keluar. Ia membeli satu alat untuk meniriskan abon

Anda tentu mengenal ikan lele. Biasanya, ikan lele disajikan dalam bentuk sajian makanan ­pecel lele yang banyak kita temui di warung kaki lima. Kali ini ada yang spesial dari olahan ikan lele, yakni abon lele. Olahan siap saji ini kreasi Ni Wayan Ika Widyastuti, salah seorang perawat ICU RS Sanglah.

lele agar menjadi lebih kering. Ikan lele terkenal akan tulangnya yang banyak. Untuk itu, Ika menyiasatinya, dengan menyortir kembali dengan tangan. “Setelah saya pakai presto pun, tetap tulangnya masih terasa. Jadi saya sortir lagi dengan tangan, agar tulangnya benar-benar tidak ada,” ucap perempuan asal Tabanan ini. Satu hari Ika mampu mengolah 10 kilo gram lele. Dari 10 kilogram fillet lele, ia mendapatkan 8 kilo gram abon. Membuat abon lele, kata Ika, tidak terlalu sulit. Pertama, ikan lele dicari dagingnya, kemudian diberi bumbu, digoreng, dan ditiriskan. Saat ini, Ika dibantu adik sepupunya dalam pembuatan abon lele di rumahnya. Ika mengerjakan usaha abon lele ini saat ia libur bekerja. “Kalau saya libur baru saya buat. Pas saya kerja, saya pasarkan. Saat ini, saya jual di koperasi RS Sanglah dan teman-teman. Sambutannya lumayan,” kata Ika. Ia menawarkan tiga rasa untuk abon lelenya, gurih, manis, dan pedas. Rasa paling favorit adalah abon lele pedas. Satu bungkus abon, ia jual Rp 20.000, dengan berat 100 gram. Kemasannya juga dibuat sangat menarik, sangat cocok untuk oleholeh atau bekal saat bepergian. Abonnya ini tahan sampai batas waktu enam bulan. Saat ini, Ika sedang melengkapi syarat administrasi, agar bisa membawa produknya ke beberapa toko oleh-oleh di Bali. Ia ingin abon lele ini dapat menjadi oleh-oleh khas dari Bali, bagi siapa saja yang berkunjung ke Bali. “Saya juga sedang merintis toko online untuk ke depannya,” kata Ika. Selain abon, Ika mencoba berkreasi membuat nugget dari ikan lele. Namun menurutnya, hasilnya belum sempurna, masih dalam pengujiannya. “Yang jelas, dari ikan lele sebenarnya dapat diolah menjadi aneka menu menarik, seperti abon, kerupuk, bakso, dan nugget. Mungkin ke depan, saya tertarik untuk mencoba kreasi yang lain,” kata Ika.

Tips Membuat fillet ikan lele: - Potong bagian tenggorokan tanpa harus sampai terputus kepalanya, belah perutnya mulai dari tenggorokan menuju bagian anus - Buang seluruh isi perut dan bersihkan rongga perut - Potong kepala mulai dari belakang sirip insang sampai ke tulang belakang pada kedua sisinya. - Patahkan kepala dengan menekan pada ujung meja dan gunakan pisau untuk menyempurnakan potongan. - Buang sirip perut: Sayat sepanjang sirip punggung (sampai pisau menyentuh tulang rusuk) menuju arah ekor sampai pada ujung tulang rusuk. - Setelah sampai ke ujung tulang rusuk, tusukkan pisau sampai tembus dan sayatkan ke arah ekor. - Pegang daging yang telah tersayat pada punggung dan sayatkan pisau mengikuti tulang rusuk menuju ke arah perut. Biasanya membutuhkan beberapa kali gerakkan sayatan untuk memotong daging dari bagian rusuk. - Balikkan ikan pada sisi sebelahnya. Sayat sepanjang garis sirip punggung dimulai dari bagian ekor menuju ke kepala. - Tusukkan pisau sampai tembus pada ujung tulang rusuk dan gerakkan pisau ke arah belakang menuju bagian ekor. - Pegang daging sayatan pada bagian punggung dan sayat sisa daging pada bagian tulang rusuk menuju ke arah perut, buang dinding perut.

Sate Susu Ramadan

Saat bulan Ramadan ada sajian spesial yang dijual di Pasar Kaget Kampung Jawa. Namanya, sate susu. Namanya memang unik, karena sate ini memang berbahan baku kantung susu sapi. Sate susu, memiliki kekhasan karena hanya disajikan saat bulan Ramadan. Salah seorang penjual sate susu, Bu Riman menuturkan, selama bulan Ramadan, ia memBu Riman sedang memanggang sate susu buat 300 sampai 500 tusuk tiap harinya. Pembeli bukan hanya warga muslim Kampung Jawa, tapi banyak pembeli datang dari luar Kampung Jawa. Mereka tertarik membeli sate susu, karena hanya ada di bulan Ramadan. Sehari-hari, Bu Riman penjual daging sapi di Pasar Badung. Saat bulan Ramadan, ia menjual aneka sate seperti sate sapi, sate usus, dan sate susu di depan jalan tikungan Kartini menuju Maruti di wilayah Kampung Jawa. Bumbu sate susu ini sangat khas, karena terdiri dari dua bumbu. Bumbu pedas yang terdiri dari bawang merah, tomat, dan cabai, serta bumbu santan kental kuning seperti bubur. Setelah sate dipanggang, cara menyajikannya, sate dimasukkan ke dalam bumbu pedas, kemudian ditata di piring dan disampingnya diisi bumbu santan kental. Menurut Dewi, salah seorang warga Kota Denpasar yang tertarik mencoba sate susu ini, rasanya agak unik, tidak seperti sate kambing atau sapi. Tekstur daging juga lebih kenyal. Walaupun baru pertama kali mencoba, dia mengaku sangat enak, dan bisa menghabiskan 10 tusuk dengan bumbu pedas yang banyak. Menurut Bu Riman, sate susu ini memang enaknya dimakan dengan bumbu yang pedas.

Sate Susu

Bahan: 1/2 kg : kantong susu sapi 300 ml : santan 1000 ml : air untuk merebus 3 lembar : daun jeruk 3 sdm : minyak goreng untuk menumis tusuk sate Bumbu 7 buah 5 siung 5 biji 4 biji 2 cm 2 cm 1 sdt 1 sdt 1 sdm

yang dihaluskan: : bawang merah : bawang putih : cabai merah : cabai rawit : kunyit : jahe : ketumbar : garam : gula pasir

Cara membuat sate susu: - Rebus kantong susu sapi

-

-

- -

ke dalam 1 liter air. Rebus hingga daging kantong susu sapi empuk, kira-kira direbus sampai 3 jam. Setelah itu tiriskan dan potong-potong ukuran 2 x 2 cm. Sisihkan Panaskan minyak goreng, tumis semua bumbu yang telah dihaluskan hingga harum lalu tambahkan daun jeruk. Setelah bumbu matang lalu masukkan santan dan didihkan. Masukkan potongan daging kantong susu sapi ke dalam santan dan aduk-aduk hingga bumbu meresap ke dalam kantong susu sapi dan santan agak mengering. Angkat dan dinginkan sebentar Tusuk 4-5 potong daging kantong susu sapi dengan tusukan sate Panggang sate hingga matang. –Wirati Astiti

21 - 27 juli 2014

13

Gurihnya Kerak Telur Betawi Kerak telur adalah makanan khas Betawi yang cita rasanya nikmat dan bisa dinikmati siapa saja, karena bahan utamanya telur dan beras ketan. Dalam ajang Pesta Kesenian Bali yang baru saja lalu, kuliner tradisional asli daerah Jakarta (Betawi) ini juga turut berpartisipasi. Namun sayang, keberadaannya tak banyak diketahui pengunjung karena tempatnya tidak bergabung dengan stan kuliner lainnya. Menurut Nanda, penjual kerak telur, ini adalah kali pertamanya ia menjual kerak telur di Bali. “Saya ingin mencoba memperkenalkan makanan khas Betawi di Bali. Ini baru pertamakali jualan. Ke depannya, saya belum ada rencana membuka tempat dagangan khusus. Sementara, saya ikut jualan di tempat-tempat pameran seperti ini saja dulu,” ujarnya. Pria asal Yogyakarta ini mengaku mendapat ilmu membuat kerak telur dari temannya yang asli Betawi. Ia mengatakan selama sebulan berjualan di PKB, memang belum banyak pengunjung

Kerak telur

yang membeli. Kalau pun ada yang membeli, hanya ingin mencoba karena penasaran. Seperti peng­ akuan salah seorang pengunjung yang saat itu tengah menunggui anak-anaknya bermain rumah bola. Kebetulan tempat berjualan kerak telur itu ada di dekat areal bermain tersebut. “Hmm…enak juga. Gurih kayak entip,” ujar ibu itu sembari kembali mencomot kerak telur yang masih hangat dari dalam bungkusan kertas. Cita rasa kerak telur yang dijual seharga Rp 15 ribu itu memang sangat khas, nikmat dan gurih. Bumbu rempahnya sangat terasa. Di lidah masyarakat Bali, mungkin awal mencicipi rasanya aneh, tetapi jika dicoba terus akan ketagihan. Cita rasa ini tentunya juga karena pengaruh dari proses pemasakan

yang menggunakan tungku yang berfungsi sebagai kompor. Bila dicermati, proses membuat kerak telur cukup mudah. Bahan-bahannya pun sederhana dengan item yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Jika penasaran, Anda tak perlu susahsusah memburu kerak telur di tempat-tempat pameran di Bali,

Nanda sedang memasak kerak telur

apalagi khusus mendatangi ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang memang diramaikan dengan keberadaan pedagang ini. Anda bisa

Kerak Telur Betawi Bahan: 1 sendok : 1 sdt : 1 sdt : 1 sdt : 1 sdt : 1 sdm : 1 sdm :

sayur beras ketan bumbu racik bumbu rempah lada garam serundeng bawang goreng

Cara Membuat: - Panaskan air dalam pengg-

orengan/wajan. Masukkan beras ketan hingga semua terendam air. Untuk mempercepat proses, rebusan ditutup kurang lebih 3 menit sambil diaduk-aduk hingga beras ketan matang. - B u k a t u t u p n y a , m a s u k kan bumbu racik, bumbu rempah, lada, dan garam. Aduk samapai rata

mencoba membuatnya sendiri di rumah dengan resep yang dipakai Nanda. Selamat mencoba. –Inten Indrawati

- Masukkan serundeng, aduk - Masukkan telur, campurkan dan aduk sampai rata. Ratakan di sisi penggorengan mebentuk lingkarang berdiameter kurang lebih 20 cm, dan masak lagi sampai harum - Balik penggorengan kerak telur sampai terjilat api dan permukaan atas kerak telur terbakar sampai harum. - Sajikan hangat-hangat. -Inten Indrawati

Banana Ice Cream Goreng

Tim Kakap Sarwan Bahan: 1 ekor 2 ruas 1 batang 2 buah

: kakap besar, bersihkan : jari jahe, potong korek api : bawang pre, iris orek api : cabe merah, buang

1 sdm 1 sdm 2 sdm 50 ml

isinya, iris korek api : bawang putih goreng : saos tiram : saos raja rasa : air

Cara membuat: - Siapkan panic pengukus dan pinggan antipanas - Masukkan semua bahan ke dalam pinggan, lalu ku-

Tom Yam Sea Food

Bahan: - Roti tawar - Es krim - Pisang, dipanggang kus sampai matang dan berbau - Susu kental manis harum - Telur - Kakap tim siap disajikan di piring - Kacang almond saji - Minyak untuk menggoreng - Taburkan bawang putih goreng di atasnya. Cara membuat: - Roti tawar di-rol - Masukkan es krim dan pisang, bulatkan, lalu bungkus bulatan tersebut dengan aluminum foil, masukkan ke dalam freezer hingga beku. - Campur susu dalam kocokan telur - Celupkan bulatan roti tawar

beku ke dalam kocokan telor lalu bolak-balik dalam tepung roti - Goreng dengan minyak panas sampai matang kecokelatan, lalu tiriskan - Garnis dengan kacang juga susu kental manis - Siap dihidangkan

Bahan: 200 gr : 150 gr : 150 gr : 200 gr : 100 gr : 2 liter : 3 batang : 3 cm : 6 lembar : 2 ½ sdt : 2 sdt :

Cara membuat: - Didihkan air kaldu udang bersama serai, lengkuas dan daun jeruk - Masukkan udang, cumi, kakap, kerang dan jamur, taburkan garam, gula dan penyedap rasa - Masak dengan api kecil - Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum, tambahkan kecap ikan, aduk merata, lalu angkat dan masukkan ke dalam rebusan - Aduk rebusan merata, masak hingga matang - Masukkan cabai rawit, cabai hijau, belimbing wuluh, air jeruk nipis dan daun ketumbar, masak sebentar, lalu angkat - Siap disajikan.

udang ukuran sedang, kupas dan sisakan ekornya cumi, potong bulat daging kakap, potong dadu kerang hijau, bersihkan jamur merang segar, belah dua air kaldu udang (hasil rebusan kulit dan kepala udang), saring serai, iris halus lengkuas, iris halus daun jeruk garam gula pasir

Penyedap rasa (jika disuka) 5 sdm kecap ikan 9 buah : cabai rawit merah, iris bulat 7 buah : cabai hijau besar, iris bulat 3 buah : belimbing wuluh, potong-potong kecil 3 butir : jeruk nipis, ambil airnya 2 batang : daun ketumbar, cincang halus Bumbu 6 buah 8 siung 1 sdt 7 butir 1 sdt

yang dihaluskan: : cabai merah : bawang putih : terasi, bakar : kemiri, sangrai : garam


14

Jelita

21 - 27 juli 2014

Pilih Produk Kecantikan Sesuai Usia Bagi perempuan, wajah adalah salah satu bagian tubuh terpenting. Wajah bersih, segar dan bersinar merupakan dambaan semua orang. Untuk ini diperlukan perawatan yang tepat dan benar.

N

amun, di masyarakat masih banyak dari mereka yang menggunakan produk perawatan wajah yang tidak cocok dan mengalami berbagai macam gejala yang ditimbulkan setelah memakai produk tersebut. Misalnya ada yang salah memilih kemudian timbul jerawat yang banyak sekali dari wajah mereka, ada pula yang mengalami kulit rusak akibat salah memilih produk perawatan wajah. “Sebaiknya kita harus memperhatikan kandungan yang ada di dalam setiap produk. Pemakaian bahan kimia yang berbahaya bisa membuat wajah terkena iritasi. Hal seperti ini juga harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua dalam memilih produk perawatan wajah, selain disesuikan pula dengan jenis kulit kita,” ujar AA Sagung Mas Lestari S.H. pemilik Toko Kosmetik Kencana, di kawasan Jalan Ratna, Denpasar ini . Dikatakannya, produk yang banyak dipakai masyarakat dalam waktu lama, biasanya akan menentukan kualitas produk. Kecerdasan kita dalam memilih produk perawatan wajah turut menentukan penampilan kita. Gung

Mas, begitu ia biasa disapa menyarankan untuk wajah kita semua, minimal pagi dan sebelum tidur merupakan program wajib bagi untuk membersihkan wajah. Sekarang katanya, banyak sekali produk - produk pembersih wajah yang dijual di pasaran, tentu pemilihan produk tersebut harus seselektif mungkin, jangan sampai memilih produk yang justru merusak wajah . “mungkin sebelumnya bagi yang pemula atau masih mencari produk yang cocok, dapat berkonsultasi dahulu dengan saya,” kata Gung Mas yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia kecantikan ini. Gung Mas menyatakan penting, sebelum memilih pembersih wajah yang tepat, lebih baik mengetahui jenis kulit wajah terlebih dahulu. Setiap perempuan memiliki jenis kulit yang berbeda. “Ingat 80% orang Indonesia diwarisi kulit yang terkadang berkombinasi antara kering, normal dan berminyak. Kita harus mengetahui bagian kulit manakah yang berminyak dan bagian kulit manakah yang normal. Cukup beruntung juga jika ternyata kulit semuanya memiliki tipe yang sama sehingga lebih mudah dalam urusan

perawatan nantinya,” paparnya Kulit normal adalah kulit yang kadar air dan minyaknya seimbang. Memiliki pori-pori yang kecil dan jika di sentuh terasa halus. Kulit kering, sedikit terlihat kering. Kulit berminyak atau sensitif, umumnya agak rentan terhadap beberapa faktor internal, maupun eksternal, seperti lingkungan yang ekstrim Setelah mengetahui jenis-jenis kulit wajah, maka kita akan lebih mudah memilih jenis pembersih yang cocok. Jika salah memilih, dapat merusak wajah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah faktor iklim tempat tinggal, seperti di Bali misalnya tergolong panas. Pembersihan yang baik, lanjut Gung Mas akan membantu dalam mendapatkan kulit yang bersih dan sehat. Kulit yang bersih dan sehat akan membuat penampilan kita segar. “Karenanya, bersihkan kulitmu dengan teratur, terutama sehabis beraktivitas,”tegasnya. Untuk standar perawatan akan lebih baik jika melakukan 5P, yakni pembersihan, penyegaran, pelalaran atau pengangkatan kulit mati, pemijatan, dan pemupukkan. Ia pun menjelaskan, tahap pembersihan diawali dengan membersihkan kelopak mata hingga bibir. Penyegaran dilakukan dengan ditepuk-tepuk agar pori-pori tidak terbuka dan menetralkan kulit. Selanjutnya, pelalaran, menggunakan peeling yang di seluruh wajah, kecuali kantong mata dan bibir. Fungsinya untuk meremajakan kulit. Untuk pemijatan, dilakukan dengan krim khusus pemijatan ke seluruh wajah, untuk memperlancar peredaran darah pada wajah. Yang terakhir, pemupukan dengan penambahan masker yang dibiarkan sampai

“Kulit yang bersih dan sehat akan membuat pe­ nampilan kita segar karena­ nya, bersihkan kulitmu de­ ngan teratur, terutama se­ habis beraktivitas”

kering, lalu bersihkan dengan waslap atau spons basah. ”Perawatan 1 sampai 4 bisa dilakukan setiap hari. Sedangkan untuk tahap 5, yaitu pemakaian masker, sebaiknya digunakan seminggu sekali,” lanjutnya. Setelah dengan telaten Gung Mas menginformasikan untuk mengenal jenis kulit, agar tak salah dalam memilih produk untuk perawatannya, Gung Mas melanjutkan berbagi pengetahuan tentang bagaimana memilih kosmetik yang tepat sesuai dengan usia. Diakuinya sebagai perempuan Indonesia kita diwarisi kulit yang sangat indah namun memiliki kombinasi kulit yang berbeda. Umumnya kulit orang Indonesia akan cenderung berminyak pada area dahi dan hidung. Kita semua pasti pasti pernah melihat iklan di TV yang menawarkan berbagai macam krim anti-aging. Nah, hati-hati sebelum memilih. Sebab jika tidak cocok dengan jenis kulit, maka malah akan semakin mengkusamkan warna kulit. Pahami terlebih dahulu krim anti-aging tersebut untuk jenis kulit yang seperti apa dan jika anda bingung bisa bertanya pada saya atau ahlinya. Krim ini juga tidak disarankan bagi yang masih muda. Secara umur terkait pemakaian produk, semua memiliki pilihan tersendiri. Misalnya untuk anak-anak umumnya sampai dibawah 13 tahun, dan kulitnya masih normal. Remaja, usia 13-19 tahun, biasanya cenderung berminyak-berjerawat, di bagian hidung, pipi, dagu, dada, dan punggung. Dewasa muda, usia 20-30 tahun, ada yang berkulit normal berminyak-berjerawat atau bernoda hitam. Sedangkan kelompok dewasa usia 30-40 tahun, bisa kering, bernoda hitam, terjadi penuaan, kulit mulai terlihat garis-garis penuaan, terutama di daerah sudut mata, hidung, sekitar bibir, dan dahi. Berikutnya awal lansia , usia 40-50 tahun, kemungkinan keringbernoda hitam. Dan kelompok usia diatas 50 tahun, sudah disertai penuaan kulit. “Semuanya memerlukan perawatan dengan pilihan produk yang sesuai dengan usinya, ”kata Gung Mas sambil melanjutkan informasinya.. Secara umum kulit perlu dilembapkan, demi mencegah kekeringan dengan menggunakan moisturizer dan body lotion. Untuk kulit ekstra kering dapat memakai body cream atau body butter. Diteruskan dengan melindungi , dari sinar matahari, dengan mengaplikasikan sunscreen sebagai alas foundation. Berlanjut dengan membuang kulit mati dan kotoran di permukaan dengan melakukan scrubbing. – Sri Ardhini

Mitos

21 - 27 juli 2014

Dingin Sebabkan Kulit Kering

D

i musim dingin ini, kulit cenderung lebih kering. Apalagi sering beraktivitas di ruang ber-AC. Apakah ini sekadar mitos atau memang karena kulit kita yang termasuk jenis kulit kering? Berikut penjelasan dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp.KK, M.Kes. Mitos: Cuaca dingin menyebabkan kulit kering Fakta: Cuaca, baik itu cuaca dingin maupun cuaca panas akan mempunyai pengaruh terhadap kondisi kulit kita. Kulit merupakan organ imunologi terluar dari sistem imunologi yang ada di tubuh kita. Kulit

akan bereaksi terhadap pajananpajanan yang datang dari lingkungan di sekitar kita. Cuaca yang dingin akan memicu metabolisme tubuh menjadi meningkat untuk menghasilkan panas badan sehingga suhu tubuh akan tetap stabil dan setiap organ dapat bekerja secara optimal. Akibat panas tubuh yang muncul akan meningkatkan penguapan di kulit. Apabila kulit tidak dilindungi dengan pelembab alami/ barier lipid, kulit atau pun buatan emollient/moisturizer) yang memadai dalam waktu lama akan menyebabkan kulit menjadi m a k i n k e ring walaupun selain faktor cuaca juga banyak faktor yang bisa memicu kekeringan kulit. Seperti jenis kulit yang memang secara genetik sudah kering, pemakaian sabun yang salah ataupun penggunaan kosmetik/ pemilihan perawatan yang tidak tepat. Mitos: Berada dalam ruangan ber-AC cen­ derung membuat kulit kering Fakta: Benar. Hal ini disebabkan karena suhu ruangan ber-AC biasanya diatur

lagi bisa dengan teman atau mantan pasangan sendiri. Tentu saja banyak hal yang perlu diperhatikan bila Anda berniat untuk menjalin relasi seksual dengan orang asing atau orang yang baru Anda kenal. One night stand seperti­ nya sebuah fenomena seksual yang makin banyak

Cinta Semalam

“Dok, aku ini seorang yang pernah menikah dan punya beberapa sahabat yang senasib dengan aku. Ada seorang sahabatku mencoba terus memperkenalkan aku dengan kebiasaan barunya melakukan berapa kali One Night Stand, itu dok, yang cinta semalam, tentu saja dengan orang yang baru dikenal saat dia hanging out di klab malam. Kok bisa ya dok? Apa ini tidak berisiko? Tolong dijelaskan ya dok, sekalian tips nya supaya saya bisa ngasi tahu balik ke sahabat saya ini” (Rhei, 23) Ini berarti tentang cinta semalam, atau sempat disebut di pertanyaan dengan “one night stand” atau aktivitas seksual serba kilat yang dilakukan dari sebuah perjumpaan yang singkat, dan yang paling sering adalah dengan orang yang baru dikenal atau orang yang masih asing, walau sebagian

dibicara­kan. Bukan hanya dibicarakan, malah juga dilakukan, mengingat banyaknya kesempatan dan peluang serta pergeseran normatif tentang sebuah relasi, yang membuatnya tidak lagi menjadi sebuah ketabuan buat dilakukan pada sekelompok orang. Ini tentu saja merupakan sebuah relasi seksual

terlalu rendah, sehingga mekanismenya akan sama seperti kita berada dalam cuaca yang dingin. Dalam ruangan ber-AC yang dingin, apalagi melakukan aktivitas pekerjaan, ada banyak faktor yang menyebabkan kulit cenderung menjadi kering seperti: suhu dingin akan memicu metabolisme dan meningkatkan penguapan tubuh; aktivitas juga akan menghasilkan kalori dan panas tubuh, sehingga akan meningkatkan penguapan; dan yang sering tanpa disadari, pada suhu dingin atau sejuk secara psikis kita tidak merasa haus karena tidak berkeringat dan akhirnya kita akan lebih sedikit minum dibandingkan berada pada suhu panas dan cenderung berkeringat. Hal ini akan menyebabkan kekeringan kulit. Mitos: Air panas bisa membuat kulit kering Fakta: Air panas, bila terpajan agak lama di kulit, misalnya berendam di kolam air hangat akan mempunyai efek melebarkan pori-pori kulit sehingga penguapan dari dalam kulit akan meningkat yang berakibat kulit menjadi lebih kering. Tetapi bila hanya sebentar, tubuh masih mempunyai upaya kompensasi sehingga tidak secara langsung menyebabkan kulit kering. Bila kulit terkena pajanan air panas yang cukup lama hal ini juga akan bisa merusak lapisan ceramid/ lipid yang berfungsi sebagai pelindung pada kulit sehingga evaporasi kulit akan meningkat yang berdampak kulit menjadi kering. Mitos: Minum banyak air putih cukup untuk mengatasi kulit kering Fakta: Dengan minum air putih kita dapat mengurangi tingkat kekeringan kulit. Tetapi hal ini tergantung dari tingkat kekeringan kulit yang terlebih dahulu harus dilihat penyebabnya. Bila penyebabnya hanya karena proses penguapan di kulit yang meningkat tanpa penyebab lainnya, dengan minum air putih kira-kira

yang unik, menantang, sekaligus mengundang banyak risiko, mulai dari risiko sosial hingga risiko medis karena tergolong perilaku seksual berisiko penularan infeksi menular seksual. Karenanya memang kalaupun ini dilakukan tentu saja harus dengan pertimbangan yang lebih cerdas, mengingat sekali lagi gaya seperti ini mengundang banyak risiko. Kalau Anda tidak siap dengan risikonya, sebaiknya jangan pernah berpikir buat melakukannya. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu disimak baik-baik, dipertimbangkan matang-matang, untuk bisa diberikan saran buat teman atau siapapun yang melakukan one night stand. Ask Your Self To The Mirror. Ibarat bertanya pada cermin, cobalah tanyakan pada diri sendiri apakah membina relasi seksual sesaat dengan orang yang baru dikenal akan membuat diri nyaman, apakah sudah tahu risiko penyakit dan risiko sosial yang akan dihadapi, karena Anda akan terjun bebas mengarungi banyak risiko, termasuk infeksi menular seksual dan HIV AIDS. Bila belum paham, sebaiknya jangan. Don`t Judge The Book by Its Cover. Hati-hati, jangan terjebak dengan tampilan yang terkesan bersih dan terawat. Tidak ada garansi sama sekali bahwa yang di luar terlihat bersih, akan selalu

sejumlah penguapan yang terjadi, akan membantu mengembalikan kelembaban kulit dan sudah tentu bersamaan dengan itu harus diatasi penyebab sebenarnya. Misalnya, kalau karena over exercise di dalam ruangan yang terlalu dingin, di samping minum air putih yang cukup, juga harus di kurangi excersise-nya. Dan, bila akibat berendam di air panas yang lama, setelah keluar dari berendam perlu sesegera mungkin tubuh dikeringkan dengan handuk dan langsung dioleskan emollient atau pelembab yang akan berguna. Di samping menjaga kelembaban, juga sebagai penghalang menguapnya cairan tubuh secara berlebih. Mitos: Kulit kering bisa membuat kulit lebih sensitif Fakta: Kekeringan kulit memang berpengaruh besar terhadap sensitivitas kulit. Hal ini disebabkan pada kulit kering, lapisan barier

11 pelindung kulit jauh lebih tipis dan bahkan menjadi rusak sehingga akan rentan terhadap pajanan-pajanan dari lingkungan sekitarnya ataupun bahan-bahan yang kontak dengan kulit. Kulit yang kering juga sering menimbulkan sensasi gatal yang akan menyebabkan kita menggarukgaruk dan menimbulkan mikrolesi/ luka-luka yang sangat kecil yang berpotensi masuknya kuman-kuman/ bakteri sehingga kulit kering lebih mudah jatuh ke dalam masalahmasalah kulit seperti infeksi ataupun peradangan. Mitos: Kulit kering bisa membuat kulit terlihat lebih tua Fakta: Kulit kering mempunyai tekstur yang kaku karena lapisan pelindung/lipidnya tipis, elastisitas dan kekenyalan kulit berkurang. Pada kulit kering akan lebih cepat timbul garis-garis kerutan, yang tentunya hal ini tentu akan menimbulkan tampilan yang lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Di samping itu kulit kering akan tampak kusam karena tidak ditopang oleh produksi kelenjarkelenjar minyak yang memadai yang akan menambah tua tampilan kulit tersebut. –Inten Indrawati

Tips menjaga kulit tetap sehat/ tidak kering: lKenali terlebih dahulu tipe/jenis kulit, sehingga kita mengetahui jenis perawatan yang cocok untuk tipe/jenis kulit kita, dan tidak salah memilih bahan/metode perawatan kulit. lHindari pemicu-pemicu terjadinya kulit kering seperti, rendaman air panas yang terlalu sering, luluran scrub tubuh dengan bahan-bahan eksfoliat/pengelupasan ataupun bleaching yang berlebihan. Cukup se­ bulan dua kali. Juga, hindari pemakaian kosmetik yang sembarangan tanpa memperhitungkan tipe kulit sehingga bisa merusak barier kulit kita yang berakibat kulit kuring, begitu juga pemilihan sabun kulit harus disesuaikan dengan tipe/jenis kulit kita. lJika kulit cenderung kering, perlu dicegah atau dirawat sehingga kembali menjadi normal dengan menggunakan pelembab kulit. Gunakan pelembab sesegera mungkin setelah mandi atau setelah membersihkan kulit sehingga mempunyai manfaat yang optimal yaitu melembabkan dan juga melindungi penguapan berlebih pada kulit lKonsumsi makanan atau buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi seperti tomat, anggur, manggis dan sayur-sayuran hijau yang segar. Dan, minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan tubuh. lHindari merokok dan minuman beralkohol, karena ini akan mempercepat kerusakan kolagen dan jaringan elastin kulit yang memicu premature aging atau penuaan dini pada kulit.

juga “clean inside”. Semua bukan tentang wajah, tetapi tentang perilaku. Siapa saja bisa membawa kuman dan virus yang menular dari hubungan seksual. Always Fasten Your Seat Belt! Mengendarai mobil saja perlu mengencangkan sabuk pengaman dengan benar. Demikian juga, menjalankan hubungan seksual sesaat dan kilat dengan orang yang baru harusnya butuh proteksi yang maksimal. Harus gunakan selalu kondom dengan cara yang benar. Jangan salah menyimpan, jangan salah menggunakan dan lihat masa kedaluwarsanya sebelum digunakan. No Drugs and Alcohol. Bukan cuma sekali dua kali terjadi. Justru banyak pelaku one night stand melakukannya dalam pengaruh alkohol atau obat-obat terlarang. Saat Anda teler karena mabuk minuman beralkohol atau saat fly karena inex, sesungguhnya Anda tengah mengundang segala macam risiko dari hubungan seksual yang dilakukan, karena sudah pasti Anda akan lupa buat menggunakan kondom sebagai proteksi. So, cobalah lebih cerdas. Don`t Take It To Much. Dengan mengambil gaya relasi seksual seperti ini, berkali-kali dan terus-terusan tentu saja akan membuat Anda berada pada lingkaran perilaku seksual yang tidak sehat. Anda adalah orang paling tertular

HIV, gonore, sifilis, herpes kelamin dan lainnya. Cobalah tidak melakukannya sering-sering. Jangan juga terlena, justru saat Anda fokus ke aktivitas seksual, bisa jadi partner Anda seorang klepto-oportunis. Dompet, gadget dan perhiasan pun bisa melayang. Something Wrong Happened, Go To Your Doctor! Tiba-tiba buang air kecil terasa panas dan nyeri setelah lewat beberapa hari sesudah melakukan hubungan seksual? Jangan diabaikan. Anda harus ke dokter untuk konsultasi. Jadi bila dirasa ada yang salah atau ada keluhan, misalnya buang air kecil terasa nyeri, ada luka di kelamin, atau ada keputihan tidak sedap, jangan coba-coba mengabaikan atau mengobati sendiri. And Finally, Why Don`t You Stop? Terdengar lucu, tetapi ini perlu buat pegangan. Jadi tidak ada salahnya untuk tidak sekadar membabi buta melakukan one night stand, tetapi kalau ini sudah jadi gaya hidup, kenapa tidak mencoba bermain hati? Jika ternyata bertemu dengan orang asing yang sehati, senasib dan terasa pas, sebaiknya dilanjutkan menjadi sebuah relasi yang lebih serius. Berhentilah di sini, buat kembali membina hubungan serius yang sehat, karena dengan menjadi serius dan setia dengan satu pasangan, kehidupan seksual akan menjadi lebih sehat.


10

Bugar

21 - 27 juli 2014

Mengenal Mioma Uteri dibawa lapisan endometrium. Mio­ ma jenis ini sering menutupi rongga atau ruang rahim. Gejala paling ser­ ing mioma ini adalah memanjangnya haid dan banyaknya volume haid. 3. Mioma subserosa. Mioma ini tum­ buh di dinding luar uterus. Keluhan pada umumnya nyeri atau teraba benjolan di perut.

dr. Made Surya Kumara, Sp.OG

Mioma uteri atau disebut juga sebagai fibroid atau uterine leiomyoma merupakan tumor jinak kandungan yang paling umum pada wanita. Mioma berkembang dari otot polos dari uterus. Mioma tumbuh pada wanita usia reproduktif dan menyebabkan beberapa gejala seperti perdarahan dari kemaluan di luar siklus haid dan nyeri perut bawah. Biasanya mioma juga dapat menyebabkan gangguan fer­ tilitas atau gangguan kehamilan seperti sulit hamil. Mioma muncul pada 12 – 25% wanita usia reproduksi dan akan mengecil atau tidak berkembang bila wanita sudah mengalami menopause. Teori penyebab mioma uteri ber­ dasarkan teori Meyer dan de Snoo. Mioma uteri tumbuh seperti umbi atau bawang, berlapis-lapis dan mempunyai kapsul yang mudah dilepaskan. Dengan adanya riwayat genetik dan rangsangan hormon estrogen dan progesteron, mioma dapat tumbuh pada beberapa lokasi di uterus. Berdasarkan lokasinya, mioma da­ pat dibagi menjadi: 1. Mioma intramural. Lokasi mioma berada di otot dinding uterus. 2. Mioma submukosa. Lokasi mioma

bertambah besar. Penggunaan kon­ trasepsi progesteron-only malah men­ gurangi angka kejadian mioma uteri pada wanita. 4. Makanan. Makanan seperti daging atau ham dapat meningkatkan risiko mioma uteri sebanyak 1.3x lebih tinggi. Sedangkan makanan sayur-sayuran dan buah-buahan menu­ runkan risiko terjadinya mioma uteri. Kafein juga dikatakan bukan merupakan faktor risiko terjadinya mioma uteri. Konsumsi alkohol tam­ paknya meningkatkan berkembangnya mioma uteri. 5. Merokok. Merokok dikatakan menurunkan angka ke­ jadian mioma tanpa mekanisme yang jelas.

Gejala Klinis Umumnya, gejala mioma uteri adalah: - Perdarahan dari ke­ maluan, haid meman­ jang dan lama - Nyeri perut bagian bawah - Gangguan reproduksi seperti sulit hamil - Menyebabkan abortus Gambar 1. Lokasi Mioma Uteri atau prematuritas, kelainan letak ja­ nin, kontraksi uterus yang tidak kuat Faktor Risiko pada pasien pasca melahirkan 1. Riwayat menstruasi Usia menarche atau pertama kali Diagnosis dapat haid dibawah usia 10 tahun Diagnosis mioma uteri ditegakkan memiliki risiko terkena mioma. Hal ini karena terpapar hormon estrogen berdasarkan dari keluhan, pemerik­ saan fisik, dan pemeriksaan penunjang & progesteron lebih dini. seperti ultrasonografi atau USG. Pada pemeriksaan fisik, dijumpai uterus atau 2. Paritas atau jumlah memiliki anak Bila seorang wanita memiliki lebih rahim yang membesar. Selain itu juga dari 1 kehamilan lebih dari 20 minggu, harus kita singkirkan kemungkinan umumnya risiko terkena mioma uteri penyakit seperti kista ovarium, kanker serviks, atau tumor dalam saluran akan berkurang. cerna. Ultrasonografi transvaginal atau 3. Kontrasepsi hormonal Penggunaan kontrasepsi oral dosis USG melalui kemaluan memiliki tingkat rendah tidak menyebabkan mioma akurasi yang tinggi, sekitar 95-100%

dalam menegakkan mioma uteri pada ukuran yang tidak terlalu besar. Pemer­ iksaan lain seperti histeroskopi, MRI, CT-scan merupakan alat penunjang lain yang dapat dilakukan sesuai indikasi. Pengobatan Pengobatan mioma tergantung dari tipe dan derajat keparahan gejala, ukuran mioma uterus, lokasi mioma uterus, usia pasien dan jum­ lah anak. Bila pasien tidak memiliki keluhan dan ukuran mioma kecil, sebaiknya tidak diterapi. Umumnya mioma akan mengecil bila pasien telah menopause. Bagi pasien yang ingin memper­ tahankan kandungan dalam upaya untuk memperoleh keturunan, da­ pat dilakukan suatu tindakan yang disebut miomektomi. Tindakan ini hanya mengangkat mioma saja tanpa mengangkat kandungan atau uterusnya. Terapi hormonal seperti hormonal kontrasepsi kombinasi umumnya diberikan untuk mengatur perdara­ han per vaginam yang abnormal. Namun efikasinya dalam penan­ ganan mioma uterus masih kurang begitu baik. Hingga kini pemberian pil kontrasepsi kombinasi estrogenprogesteron masih diperdebatkan dalam pengobatan mioma uteri. Pembedahan miomektomi diper­ lukan bila pasien masih dalam usia reproduktif. Artinya pasien masih ingin mempertahankan kandungan­ nya. Pasangan suami istri masih ingin memiliki keturunan atau pada pasien yang belum mempunyai anak. Pengangkatan uterus atau rahim dilakukan pada wanita dengan perd­ arahan dari kemaluan terus menerus yang dapat menyebabkan anemia atau kurang darah sehingga pasien memerlukan transfusi. Juga dilakukan pada pasien yang telah cukup memi­ liki keturunan. dr. Made Surya Kumara, Sp.OG / Spesialis Kebidanan & Kandungan Klinik Maternity, Rumah Sakit Siloam Bali HP 081533333532

Style

21 - 27 juli 2014

Kreasi “Lelaku Jiwa” Bahan endek berwarna coklat tanah de­ ngan motif kontemporer menjadi pilihannya. Produk original dari Pertenunan Sekar Jepun Bali ini, sengaja diciptakan demi kreasi­-kreasi menarik dari Dhevinta Tito, yang meng­ usung tema “Lelaku Jiwa”.

M

otif dan warna pilih­ an yang dihadirkan pada kain tradisi­ onal Bali ini, disebutkan sebagai perlambang kehidupan di dunia. Mengalir dan mengikuti ritme alam, menjadi jiwa setiap potong dari deretan busana ready to wear ini. Seperti alam yang tidak per­ nah berhenti berkarya dan ber­ gerak di kehidupan ini, demikian pula desain-desain milik Devintha Tito. Dengan cutting bergaya

of shoulder dress, one shoulder, maka mini hingga long dress ini pun selalu tampil etnik, modern dan dinamis. Menariknya juga, selain ba­ han endek, aksen kain katun, tile serta hiasan manik-manik, bebatuan dan mutiara, se­ lalu hadir sebagai detil yang menjadi ciri khasnya. Apalagi pengerjaan aksen yang hand made ini, menjadikan lebih unik ketika diletakkan pada lengan, belahan dada, pinggang mau­

Dhevinta Tito

pun di bagian belakang serta tak ketinggalan untuk aksesori rambut. – Sri Ardhini

15


Edukasi

16

Formasi Melingkar Diskusi Lancar Sejak tahun ajaran baru 2013/2014, formasi duduk di kelas untuk anak-anak sekolah dasar dibuat berkelompok (melingkar). Itu pun berlanjut sampai tahun ajaran baru 2014/2015. Namun, tak semua SD menerapkan formasi kelompok tersebut. “Di Bali hanya 74 SD yang ditunjuk sebagai pilot project, salah satunya sekolah kami,” ungkap Kepala Sekolah SD Saraswati 1 Denpasar, Ngakan Made Astagina, S.Pd.

H

al ini dikatakannya merupakan instruksi dari pusat. Tahun lalu, beberapa guru kelas 1 dan kelas 4, serta kepala sekolah mengikuti pelatihan kurikulum ter­ sebut. Tahun ini giliran guru kelas 2 dan kelas 5. “Nantinya ini diharapkan dapat diterapkan serentak. Di sekolah kami, jika kebetulan guru yang bersangkutan sudah mengikuti pelatihan ini, otomatis diterapkan pada kelas yang diajarnya,” ujar Astagina. Menurut pengamatannya, formasi duduk berkelompok ini lebih optimal diterapkan di kelas 4 dibandingkan dengan di kelas 1. Karena, di kelas 1, keberanian anak, kemampuan anak untuk menelaah serta kemampuan berdiskusinya masih kurang. “Di kelas 1, penerapan formasi ini kurang optimal, karena anak masih banyak perlu pengarahan, bimbingan, dan masih ketergantungan dengan gurunya. Di kelas 1, semua masih

berpusat pada guru. Anak-anak masih dalam posisi kebingungan, masih tahap pengenalan,” jelasnya. Walaupun sebenarnya, tujuan formasi kelompok tersebut bagus, yakni agar ada tenggang rasa dan komunikasi antarsiswa lebih intens terutama dalam berdiskusi dengan kelompoknya. Formasi ini pun ditekankan Astagina, sesungguhnya mengarahkan anak sebagai pusat pembelajaran, dalam artian anak yang lebih aktif mencari tahu sesuatu. Harapan pemerintah dalam hal ini, dengan berdiskusi, anak dapat me­nemukan sendiri jawaban dalam proses pembelajaran. Kelemahannya, dengan formasi duduk melingkar ini, tentunya ada anak yang harus duduk membelakangi guru sehingga kemungkinan posisi duduk dan tubuh mereka tak nyaman dalam berlangsungnya proses belajar. Namun, sejauh ini Astagina mengaku belum ada anak atau orangtua murid yang mengeluh sakit atau keberatan dengan formasi duduk tersebut, karena sebelumnya hal ini sudah disosialisasikan kepada

Ngakan Made Astagina, S.Pd.

orangtua murid. Kondisi formasi melingkar tersebut disiasati oleh sekolah ini dengan me-rolling posisi duduk siswa setiap minggu. “Mereka jadinya tidak bosan harus menghadap ke tembok terus, ke jendela terus, atau ke papan terus,” ujar wali kelas 5, Yayuk Rahayu. Ia yang sempat “mencicipi” mengajar anak dalam formasi biasa dan formasi melingkar mengatakan pada formasi biasa (memanjang), interaksi antarsiswa kurang. Paling banter mereka berinteraksi dengan teman sebangku atau teman di bangu depan dan belakangnya. “Dalam formasi kelompok ini, anak-anak diajarkan untuk berani mengeluarkan pendapat pribadi. Karena dalam pela-

21 - 27 juli 2014 jaran, ada tugas pribadi dan ada tugas kelompok. Dalam tugas pribadi itu, mau tak mau tiap anak harus mengeluarkan pendapat,” jelasnya. BELAJAR JADI PEMIMPIN Salah seorang siswa kelas 5, AA Istri Dwi Saramitadewi menuturkan mulai duduk dengan formasi kelompok itu sejak kelas 4. “Lebih enak duduk berkelompok karena bisa diskusi,” ungkap Gung Dwi, sapaan akrabnya. Dulu saat duduk dengan formasi biasa (berjejer), meskipun ada kerja kelompok, ia mengaku jarang berdiskusi. Posisi duduk membelakangi guru baginya tak masalah, karena ketika guru menerangkan materi, anak diminta menghadap ke depan dulu. Ketika diberikan soal, baru anak kembali ke posisinya masing-masing untuk berdiskusi dengan kelompoknya. Pada formasi melingkar ini, satu kelompok terdiri dari tujuh sampai delapan anak. Tentunya dengan anggota yang lebih banyak, pendapat pun lebih beragam. Perbedaan itu kemudian dimusyawarahkan bersama untuk mendapatkan satu kesepakatan. Selain belajar berani mengeluarkan pendapat, Gung Dwi yang saat ini dipercaya sebagai ketua kelompok Cut Nyak Din secara otomatis belajar sebagai seorang pemimpin. Belajar menerima pendapat teman pria dan wanitanya. “Saya merasa harus lebih bisa bicara untuk

S

ini suhunya terasa panas. Panas terik siang hari serasa membakar kulit dan keringat bercucuran membasahi tubuh. Inilah suasana siang hari yang dirasakan pengunjung, terutama bagi yang pertama kali berkunjung ke Kota Pontianak Kalimantan Barat. “Panas sekali dan seperti angin tak ada yang berhembus,” ungkap Rohidah, salah seorang wisatawan asal Jawa Timur yang berkunjung ke Pontianak. Namun, di samping suhunya yang terasa panas, Pontianak adalah kota yang istimewa, karena di sanalah letak titik lintang nol derajat yang membelah bumi secara horizontal. Belahan bumi yang ada di Pontianak itu adalah yang biasa disebut Garis Khatulistiwa. Garis yang membentang membagi bumi menjadi dua belahan yakni belahan utara dan belahan selatan. Kota Pontianak berada persis di tengah-tengah garis tersebut. Karena itulah, sebuah tugu yang bernilai sejarah dan ilmu pengetahuan dibangun di sana sebagai monumen penanda titik nol bumi. Tugu ini dikenal dengan nama Tugu Khatulistiwa atau Monument Equator. Terasa sangat fantastis jika berdiri di

Di titik nol tugu khatulistiwa, telur berbentuk oval dapat berdiri tegak memperlihatkan keseimbangan yang matang.

tugu ini. Karena hanya dalam beberapa detik atau menit, kita bisa berpindah dari belahan bumi bagian utara ke belahan bumi selatan atau sebaliknya. Keunikan-keunikan dan fenomena alam dapat dirasakan di sini. Kasnawi terlihat sibuk mengambil bakul berisi telur, untuk membuktikan salah satu dari keunikan tempat tersebut. Di titik nol ini sebuah telur dapat berdiri dengan tegak dalam posisi meninggi dengan sangat seimbang. Secara perlahan ia meletakkan telur dalam posisi oval berdiri. Pelan dan hati-hati hingga akhirnya telur itu tegak berdiri. Menurutnya siapa pun bisa melakukan hal seperti yang dilakukannya itu, karena ini bukan keahlian melainkan memang karena pengaruh posisi tempat ini. “Ini salah satu keunikan titik nol, keseimbangan benda bahkan yang bundar pun bisa berdiri dengan baik,” ungkap Kasnawi. Keunikan lain dari tempat ini adalah terjadi fenomena alam yang unik dan menakjubkan akan terjadi di sekitar Tugu Khatulistiwa antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, antara pukul 11.30-11.48, yakni saat terjadinya titik kulminasi matahari. Pada dua waktu inilah gerak semu matahari terjadi. Ini biasa disebut waktu kulminasi atau ekinoks matahari, hari ketika matahari berada tepat di wilayah khatulistiwa. Fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda yang ada di permukaan bumi, termasuk bayang­ an tugu ini sendiri. “Saat ini terjadi, ketika matahari tepat berada di kepala, bayangan tidak tampak sama sekali alias menghilang,” ungkap Kasnawi.

Mimpi Jadi Duta Besar Gung Dwi

menengahi perbedaan pendapat dan lebih bertanggungjawab,” ujar peraih juara I sejak kelas 1 hingga kelas 4 ini Bahkan, ia pun sempat mengamati salah seorang tamannya di kelompok lain yang dulunya tidak berani bicara, kini sudah berani mewakili kelompoknya membacakan hasil diskusi dengan lancar. “Dampak formasi duduk ini kembali kepada masing-masing siswa. Jika dia mampu memanfaatkannya de­ ngan baik, akan banyak hal positif yang didapat seperti berani mengeluarkan pendapat dan kemampuan berorga­ nisasi, selain satu sama lainnya akan makin akrab,” tandas Astagina. –Inten Indrawati

Formasi duduk berkelompok membuat interaksi antarsiswa lebih intens

Saat fenomena ini terjadi, tugu khatulistiwa ramai dikunjungi untuk menyaksikan sekaligus merasakan fenomena alam ini. Peristiwa kulminasi ini hanya terjadi di lima negara, yaitu di Indonesia, Equador, Peru, Columbia, dan Brazil. “Namun dari semua negara yang mengalami peristiwa alam tersebut, hanya satu yang benar-benar dilintasi oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak,“ kata Kasnawi, yang sudah dibekali dengan begitu banyak pengetahuan tentang tugu ini. KUBAH PELINDUNG Tugu Khatulistiwa hanya berjarak tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak, arah Mempawah. Berdasarkan informasi yang terpampang di dalam gedung planetarium sederhana di mana tugu khatulistiwa berada, bangunan tugu terdiri dari empat buah tonggak kayu belian atau kayu ulin (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 m dengan ketinggian tonggak bagian depan setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter. Tugu ini telah mengalami perubahan sebanyak empat kali yaitu sejak dibangun 31 Maret 1928 oleh tim ekspedisi geografi internasional yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah. Pada tahun 1930 tugu ini disempurnakan, sehingga berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah. Sedangkan pada tahun 1938 tugu ini dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek Silaban. Pada tahun 1990, Tugu Khatulistiwa kembali direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi

9

Ida Bagus Yorky Brahmantya

Telur pun Berdiri Tegak ebuah sertifikat unik menjadi milik pengunjung Tugu Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Baru. Tiap kali ada pengunjung yang datang ke sana, Kasnawi, salah seorang petugas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pontianak segera mencetak sertifikat tersebut untuk diberikan pada pengunjung. Sertifikat ini diberikan secara gratis. Di sertifikat itu bertuliskan Piagam Perlintasan Khatulistiwa (Certificate of Equator Crossing) dari Wali Kota Pontianak, yang menyatakan bahwa si penerima sertifikat telah melintasi Khatulistiwa di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia, di atas garis 109o20’00” Bujur Timur, pada hari dan tanggal serta jam kunjungannya. “Ini sebagai penanda bahwa pengunjung sudah pernah melintas di garis khatulistiwa dari belahan bumi yang satu ke belahan bumi lainnya,” kata Kasnawi yang sudah 14 tahun bekerja di sana. Dan di belakang sertifikat ini tertulis kronologi pembangunan Tugu Khatulistiwa dalam dua bahasa. Posisi lintasan garis khatulistiwa inilah yang rupanya membuat kota

Dara

21 - 27 juli 2014

Kasnawi

tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. “Saat ini ada dua tugu dalam kubah pelindung ini. Tugu khatulistiwa yang terlihat dari jauh adalah duplikatnya. Sedangkan tugu aslinya ada dalam gedung berbentuk kubah ini,” ujar Kasnawi. Kubah ini sengaja dibuat untuk melindungi tugu aslinya. Sedangkan duplikatnya sengaja dibuat persis sama, tinggi menjulang agar dapat terlihat dari segala arah. “Terdapat simbol berupa anak panah menunjukkan arah utara-selatan (lintang 0 derajat). Simbol plat lingkaran bertuliskan AVENAAR (bahasa Belanda, yang artinya Khatulistiwa) menunjukkan belahan garis khatulistiwa atau batas utara dan selatan. Sedangkan plat di bawah arah panah tertulis 109o20’00” OLVGR menunjukkan, garis khatulistiwa di kota Pontianak bertepatan dengan 109o garis bujur timur 20 menit 00 detik GMT,” ungkapnya. –Naniek I. Taufan

Bermodalkan postur tubuh yang sangat ideal dengan tinggi badan 182 cm, ditunjang kecerdasaan otaknya, Ida Bagus Yorky Brahmantya terpilih sebagai Juara I Teruna Bagus SMAN 5 Denpasar.

S

aat diselenggarakannya pemilihan Teruna Bagus Teruni Jegeg (TBTJ) di sekolahnya belum lama ini, ia tidak hanya terlihat tampil penuh percaya diri tapi juga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepadanya dengan baik dan cerdas. Gus Yorky sapaan akrabnya, menuturkan persiapannya ketika mengikuti TBTJ. “Saya menyiapkan mental dan tentunya mening­ katkan pengetahuan dengan membaca buku tentang pengetahuan pariwisata. Saat lomba, ada juga deg-degan sedikit, tapi begitu tampil di atas panggung justru bisa tenang,” kisahnya. Gus Yorky yang juga piawai bermain suling dan gitar ini juga termasuk dalam tim debat dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Menariknya , untuk tim debat bahasa Inggris, ia mengaku belajar bahasa Inggris hanya di sekolah, tidak pernah ikut les. Ia beberapa kali ikut berpartisipasi dalam lomba debat SMA se-kota Denpasar. Salah satunya, ESF (Equilibrium Science Fair) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Event ESF ini dikatakannya yang paling

berkesan. “Karena saat itu kebetulan musim hujan, jadilah tim kami berdebat di tengah gemuruh hujan dan petir,” ujarnya tertawa. Situasi ini memberi kesan tersendiri dan membuatnya berbeda dari lomba-lomba lain yang pernah diikuti timnya. Suasana saat itu semakin seru, karena untuk mencapai ruang lomba dan aula tempat berkumpul Gus Yorky dan tim harus naik turun tangga yang tentunya menghabiskan tenaga. “Tetapi, tim kami tetap semangat,” ucapnya. Gus Yorky mengatakan mulai suka debat sejak pertama ditunjuk para senior English Club di SMAN 5 Denpasar mewakili sekolah dalam lomba. “Saya belajar debat hanya dengan diajari langsung oleh para senior di English Club di sekolah,” kenangnya. Kegitan lain yang pernah diikuti anak kedua dari Ida Bagus Juniantha dan I Gusti Ayu Putu Wiratningsih ini

adalah news reading. Saat masih duduk di bangku SMP, ia sering mengikuti lomba di SMAN 4, tapi sayang belum berhasil mendapatkan juara. Namun, Gus Yorky adalah orang yang tak cepat berputus asa. ia lalu mencoba lagi ikut berpartisipasi dalam lomba SAC (Smanela Academic Competition) di SMAN5, sekolahnya sekarang. Dan syukur, ia berhasil menyabet Juara 3. Pria kelahiran Denpasar,16 Oktober 1998 yang hobi bermain komputer ini memang mempunyai ketertarikan lebih terhadap bahasa Inggris. Karena itu pun, ia lantas memilih ekskul English Guiding. “Di sini saya diajarkan untuk bisa berinteraksi secara langsung dengan para turis. Saya dapat saling bertukar pikiran de­ ngan mereka, dan saya juga senang bisa menjadi orang yang dipercaya dalam interaksi dua bahasa,” ungkapnya. Dari seabrek kesibukan yang digeluti Gus Yorky, ia tetap memberikan porsi untuk belajar di rumah minimal dua jam. Dan, ia lebih memilih belajar mulai jam 19.00 hingg 21.00. Selama ini, kedua orangtua Gus Yorky selalu memberikan dukung­ an penuh dalam setiap kegiatan yang diikutinya. Senantiasa me­ ngarahkan sekaligus memperingati dan yang pasti selalu mendoakan setiap langkahnya. “Saya juga bahagia sebab teman-teman baik juga mendukung dengan selalu menyemangati. Begitu pula dari teman-teman sekolah , semua ikut mendukung jika saya terpilih untuk sebuah kegiatan yang mewakili sekolah,” paparnya. Berbeda dari remaja kebanyakan, cita-cita Gus Yorky justru ingin menjadi duta besar. Cita-cita ini ditegaskannya benar-benar keinginan sendiri. “Saya berkeinginan dan memendam mimpi, suatu saat nanti saya bisa menjadi bagian penting suatu negara,” ujarnya dengan mimik serius. Untuk meraih cita-citamnya itu, Gus Yorky selalu mengikuti berbagai berita terkini. Ia juga bersemangat mempelajari dan mengamati jalannya peta politik di Indonesia melalui berita-berita di media. Ia mengimbanginya dengan memperdalam ilmu bahasa Inggris, meski hanya dari pelajaran di sekolah dan sampai saat ini belum mengikuiti les di luar sekolah. “Saya rajin mencoba menerapkannya dalam kehidupan dan percakapan

Ida Bagus Yorky Brahmantya

Biodata Nama lengkap Ida Bagus Yorky Brahmantya Panggilan Gus Yorky Kelahiran Denpasar, 16 Oktober 1998 Orangtua Ida Bagus Juniantha dan I Gusti Ayu Putu Wiratningsih Alamat Perumahan Kampial Indah A.75-Nusa Dua Hobi bermain komputer Cita-cita Duta Besar Bintang Libra Warna kesukaan Hitam Makanan kesukaan : Nasi goreng Pelajaran kesukaan PKN, IPA Idola Felix Arvid Ulf Kjellberg Motto hidup “Tidak ada yang tidak mungkin” / “nothing is impossible” sehari-hari dengan teman-teman. Kendalanya, ketika lawan bicara masih tidak mengerti apa yang kita katakan, kadang susah menjelaskan,” ujarnya. Dari pengalamannya itu, ia menyimpulkan tak ada yang tak mungkin. Karena itu pula, ia terus mengisi diri dan mengikuti berbagai kegiatan positif. Terkait belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, ia mengaku mempelajari dari apa yang dipelajari di sekolah saja, ditambah praktik berkomunikasi langsung dengan tamu-tamu dari luar negeri yang

berkunjung ke sekolahnya. Gus Yorky dengan mereka yang tegabung dalam eks­kul English Guiding ini biasanya bertugas memandu tamu-tamu luar negeri yang berkunjung ke sekolah. Misalnya, mereka mengajak para tamu melihat alat saringan air kotor menjadi air bersih, atau melihat hasil bakarti (bahan bakar nabati) yang ada dilaboratorium kimia, juga sedikit menjelaskan tentang lingkungan sekolah, yang tentunya disampaikan dalam bahasa Inggris. -Radinia


Bunda & Ananda

8

21 - 27 juli 2014

Empat Tahap Melatih Kemandirian Anak

Setiap orangtua, pasti punya harapan, melihat tumbuh kembang buah hati mereka sesuai dengan usianya. Agar berkembang sesuai dengan usia anak, orangtua perlu mengetahui bagaimana perkembangan itu terjadi dan tahapan-tahapan seperti apa yang akan mereka alami. “Sebab anak-anak bukanlah orang dewasa dengan ukuran mini, melainkan anak-anak belum memiliki informasi yang komplit di dalam kognitif-nya,” ujar Ida Ayu Maharatni, S.Psi., M.Si. percaya yang dibentuk oleh bayi tersebut berdasarkan kesungguhan dan kualitas orangtua bayi tersebut. Apabila bayi telah berhasil membangun rasa percaya terhadap orang tua, dia akan merasa nyaman dan terlindungi di dalam kehidupannya. Akan tetapi, jika emosi orangtua tidak stabil dan terganggu, dapat menyebabkan bayi tersebut merasa tidak nyaman dan tidak percaya pada lingkungan sekitar. Kegagalan mengembangkan rasa percaya menyebabkan bayi akan merasa takut dan yakin bahwa lingkungan tidak akan Latih anak untuk melakukan sesuatu sendiri memberikan kenyamanan baginya. Sehwner and Trainer ingga, bayi tersebut akan selalu Yayasan Crista- curiga pada orang lain. galli yang bergPada usia anak 1-3 tahun erak di bidang atau sering disebut sebagai pengembangan soft skill, seperti fase anal, anak cenderung akpersonality development, com- tif dalam segala hal, sehingga munication, service excellent, orangtua dianjurkan untuk tidak leadership ini mengatakan, dari terlalu membatasi ruang gerak seorang bayi mungil, orangtua serta kemandirian anak. Namun, sudah dapat mengambil peran tidak pula terlalu memberikan untuk melatih kemandiriannya kebebasan melakukan apapun dengan cara memberikan kasih yang dia mau. “Pembatasan sayang yang berlimpah. Tahap ruang gerak pada anak dapat ini berlangsung pada masa oral, menyebabkan anak akan mupada usia 0-1 tahun atau 1,5 dah menyerah dan tidak dapat tahun (infancy). melakukan segala sesuatu tanpa Bayi pada usia 0-1 tahun bantuan orang lain. Begitu pun sepenuhnya bergantung pada sebaliknya, jika anak terlalu orang lain, perkembangan rasa diberi kebebasan mereka akan

O

Keingintahuan anak tentang apa yang dilihatnya

cenderung bertindak sesuai yang dia inginkan tanpa memperhatikan baik buruk tindakan tersebut,” ujar The Best Manager di Centro Departement Store tahun 2008 ini. Orangtua dalam mendidik anak pada usia ini harus seimbang antara pemberian kebebasan dan pembatasan ruang gerak anak. Orangtua boleh mengarahkan tetapi tidak boleh mengharuskan, sebaliknya orangtua juga

Ida Ayu Maharatni, S.Psi., M.Si.

kontrol diri dan harga diri. Berbeda dengan anak usia 4-5 tahun. Anak-anak pada usia ini mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menimbulkan rasa ingin tahu terhadap segala hal yang dilihatnya. Mereka

Interaksi anak dengan lingkungan

tidak boleh terintimidasi oleh anak. Contoh sederhana, mulai latih si kecil membuat keputusan untuk diri sendiri seperti pilihan pakaian yang akan dia kenakan saat bermain, mainan yang akan dia gunakan dengan teman-teman, hingga merapikan kembali mainan di tempat semula. Si kecil akan merasa dihargai dengan pilihan dan latihan mengambil keputusan. Karena dengan cara itulah anak akan bisa mengembangkan sikap

mencoba mengambil banyak inisiatif dari rasa ingin tahu yang mereka alami. Akan tetapi bila anak-anak pada masa ini mendapatkan pola asuh yang salah, mereka cenderung merasa bersalah dan akhirnya hanya berdiam diri. Sikap berdiam diri yang mereka lakukan bertujuan untuk menghindari suatu kesalahan-kesalahan dalam sikap maupun perbuatan. Dalam hal ini, pola asuh orangtua yang tepat sangat

diperlukan agar anak di usia ini mampu menjadi anak yang percaya diri serta mandiri. Tahap berikutnya adalah tahap laten usia 6-12 tahun (school age). Di tingkat ini anak mulai keluar dari lingkungan keluarga ke lingkungan sekolah sehingga semua aspek memiliki peran. Misal, orangtua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya. Pada usia ini anak dituntut untuk dapat merasakan bagaimana rasanya berhasil melalui tuntutan tersebut. Anak dapat mengembangkan sikap rajin, jika anak tidak dapat meraih sukses karena mereka merasa tidak mampu (infieoritas), anak dapat mengembangkan sikap rendah diri. Karena itu, peranan orangtua maupun guru sangat penting untuk memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anak. Pada usia ini, usaha yang sangat baik adalah dengan mengembangkan kedua karakteristik yang ada. Dengan begitu ada nilai positif yang dapat dipetik dan dikembangkan dalam diri setiap pribadi yakni kompetensi. Orangtua dapat melatih kemampuan anak dengan mengenalkan ekstrakurikuler yang diminati, organisasi sekolah agar mampu berhadapan dengan orang lain dari berbagai latar belakang. “Ketika fase-fase tersebut dapat diatasi, si anak memiliki bekal dan kemandirian yang cukup untuk masuk ke masa remaja yang sangat labil. Bonusnya adalah anak tidak mudah terbawa arus, memiliki nilai dalam diri yang kuat, mampu berempati dan tentu saja siap berkompetisi,” tegasnya. –Inten Indrawati

Orangtua bisa mengenalkan ekskul yang diminati anak

Griya

21 - 27 juli 2014

17

Meja Palimanan Cantik Saat ini, kayu masih menjadi idola sebagai material bangunan. Namun, beberapa tahun terakhir batu alam pun tak kalah pamornya. Bisa dibilang saat ini batu alam cukup mendominasi pasar, selain kayu.

T

ak hanya bangunan etnik yang memakai batu alam, arsitektur bergaya minimalis modern pun banyak memasukkan unsur batu alam sebagai aksen bangunan. Selain sebagai pelapis dinding dan tiang, batu alam juga digunakan sebagai material pelapis lantai baik untuk di ruang dalam maupun di ruang luar, termasuk lantai dan dinding kolam renang. Aplikasi batu alam mampu memberikan kesan natural pada bangunan. JENIS BATU ALAM Di Indonesia ada banyak jenis batu alam. Di Bali khususnya, beberapa jenis batu alam yang tersedia di antaranya paras taro dan paras krobokan. Jenis batu alam lain yang dipasok dari beberapa daerah di luar Bali, seperti batu candi/lahar, palimanan putih, palimanan kuning (serat jati), bobos serat jati,batu doreng/ paras loreng Yogya, breksi alur,

breksi batik, paras putih, bali green, dan batu hijau Sukabumi. “Batu hijau Sukabumi ini biasanya dipakai untuk di kolam renang,” ujar Aryanto, pemilik Rja Stone di Jalan IB Mantra Denpasar. Suplayer segala macam jenis batu alam ini mengatakan masyarakat Bali lebih banyak memanfaatkan batu candi khususnya untuk bangunan-bangunan suci dan tembok penyengker. Batu candi terbentuk dari pendinginan lava yang keluar saat gunung meletus. Memiliki pori-pori yang besar, dan berwarna gelap. Meski batu candi tergolong batu yang keras, tapi masih bisa diukir, sifat batu ini sangat mudah menyerap air. Warnanya yang hitam memberikan kesan lebih kokoh. Batu-batu alam ini pun kini banyak dikreasikan menjadi bentuk-bentuk lain seperti, washtafel, lampion, list dinding. “Bentuknya bisa variatif, tergantung permint-

Meja-kursi dari batu palimanan serat jati

Aryanto

aan dan kreasi kita. Batu alam juga bisa dipakai meja-kursi, tapi hanya batu palimanan yang bagus. Batu bobos, walaupun memiliki serat jati, hasilnya tak bagus,” ucap pria asal Yogyakarta ini. Batu Palimanan termasuk jenis batuan pasir atau sandstone

yang terbentuk dari butiranbutiran pasir melalui proses sementasi butiran pasir yang kurang kuat bahkan ada yang sangat lemah. Umumnya berwarna terang (putih, krem) dan banyak yang memiliki serat. Meski demikian, batu palimanan memiliki tingkat kekerasan yang cukup

tinggi dibandingkan dengan batu sandstone lainnya seperti batu paras Yogya atau batu paras Bali. Tekstur permukaannya rata-rata halus dan sedang. Tingkat homogenitasnya ada yang sedang sampai ada yang tinggi. MEJA PALIMANAN Umumnya, furnitur meja dan kursi terbuat dari kayu, rotan, bambu, besi, dan bahan lainnya. Namun kini, batu alam pun bisa dibuat meja-kursi. Aryanto menggunakan batu palimanan kuning serat jati untuk membuat furnitur tersebut. Hasil akhirnya sangat bagus, karena tekstur serat jatinya makin muncul.Finishing cukup dengan memberikan pelapisan (coating) yang tepat untuk mencegah pertumbuhan lumut dan jamur yang dapat menyebabkan kerusakan bata batu alam. Lumut mudah tumbuh diatas permukaan batu yang langsung terkena sinar matahari, sedangkan jamur tumbuh di atas permukaan batu yang tidak terkena sinar matahari/ lembab. Menurut Aryanto, produk meja-kursi palimanan ini belum ia pasarkan. Sepintas, tampilannya seperti material marmer atau kayu jati. “Saya masih mencari waktu dan tempat yang tepat untuk memajangnya,” ujarnya. Namun, ia sudah memiliki beberapa stok dan bahan baku dalam jumlah besar. Satu set meja-

kursi, dengan meja berdiameter 80 cm, ketebalan 10 cm dan empat kursi palimanan serat jati ini ia tawarkan seharga Rp 12

juta. “Bahannya batu palimanan gelondongan, bukan tempelan, makanya beratnya lumayan,” ucapnya. –Inten Indrawati

Beberapa jenis batu alam


Kreasi

18

21 - 27 juli 2014

Menggendong seorang bayi berusia delapan bulan, Magdalena (40), ditemani seorang anak gadis dan seorang lagi anaknya yang masih kecil, perempuan itu berjalan menyusuri teriknya matahari di Cakranegara Mataram. Sesekali ia beristirahat dari kelelahan karena sejak subuh ia mempersiapkan perjalanan ke Mataram tersebut dari Lombok Timur.

Bagi masyarakat Bali, kisah Cupak-Gerantang mungkin tidak asing lagi. Ini adalah do­ngeng tentang dua bersaudara yang berbeda peri­ ngai. Cupak digambarkan sebagai kakak yang malas bekerja, suka makan, dan licik. Sebalik­nya, Gerantang digambarkan sebagai adik yang rajin bekerja dan sifatnya kebalikan dari sang kakak. Kisah Cupak-Gerantang ini dipindah­kan ke teknologi digital yang kreatif oleh I Wayan Satya Dharmawan.

P

kan perintah kakaknya. Urusan makan juga demikian. Cupak sering mengambil jatah makan adikknya, tetapi Gerantang tak pernah mempermasalahkan. Ada peran protagonis yang dimainkan Gerantang dan peran antagonis yang dimainkan Cupak. Dua tokoh pembanding inilah yang diharapkan bisa memberikan gambaran bagaimana orang baik dan bagaimana orang licik. Suatu ketika, ada pemberi­ tahuan bahwa Putri Raja Kediri diculik raksana Benaru. Si Cupak dengan congkaknya mengatakan bisa mengalahkan Benaru. Tetapi, saat bertemu Benaru di dalam

sebuah gua, ia meminta Geran­ tang yang turun untuk melawan Benaru. Setelah Benaru berhasil dikalahkan, si Cupak pergi terlebih dahulu ke kerajaan dan mengaku ialah yang menyelamatkan sang

T

putri. Padahal ia berlaku culas dengan meninggalkan Gerantang dalam gua. Gerantang berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke kerajaan untuk bertemu sang putri. Cupak yang ketahuan ber­ bohong akhirnya pergi mening­ galkan kerajaan. “Dari kisah ini, saya masuk­ kan permainan ketika Gerantang memanah Benaru. Setelah Benaru mati, barulah cerita dilanjutkan. Permainan lainnya ketika Ger­ antang mencoba memanjat tulang-tulang yang disusun menjadi tangga, ia diserang Cupak dengan batu. Geran­ tang harus menghindari batu sambil mengumpulkan poin. Ada tiga nyawa Gerantang. Kalau kena batu tiga kali, permainan selesai. Kalau bisa menghindari batu, harus men­ gumpulkan poin sebanyakbanyaknya,” ujar alumnus Stikom Bali ini. Aplikasi yang dibuat Wawan ini pengantarnya menggunakan bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan ba­ hasa Inggris. Untuk pengisi suara, ia menggunakan ba­ hasa Indonesia. Hasil kary­ anya ini pun menjadi salah satu dari lima skripsi terbaik di Stikom Bali. Wawan ingin kreasinya ini menjadi bahan pelajaran seka­ ligus permainan untuk anakanak. “Ibaratnya belajar sambil

bermain bersama Cupak-Ger­ antang. Pelajarannya dapat, khususnya cerita atau satua Bali, pesan moral tersampaikan, per­ mainan juga dapat,” ujar kakak Ni Kadek Dharma Yunita dan I Nyoman Sudharma Yasa ini. Wawan yang hobi ber­olahraga dan mengutak-atik komputer ini berharap bisa terus berkarya di dunia edukasi digital. Ia ingin membuat game edukasi yang berbasis budaya lokal Bali.

Story

7

Berjalan tanpa Tujuan

Belajar sambil Bermain dengan “Cupak-Gerantang”

ria yang akrab disapa Wawan ini awalnya mengikuti pelatihan corona simulator yang diadakan Disperindag dan Bamboomedia. Salah satu tugas dari pelatihan di tahun 2013 itu adalah membuat aplikasi yang bertema budaya. Dari pelatihan itu, Wawan mengombinasikan dengan skripsi yang akan dikerjakan. “Saya ingin sesuatu yang belum pernah diang­ kat di dunia digital. Selain itu, ada pesan moral yang ingin saya sam­ paikan,” ungkap remaja kelahiran Klungkung, 22 Juni 1992 ini. Wawan pun mulai mencari kisah-kisah tradisional yang sesuai dengan harapannya. Setelah melakukan pen­ elusuran di dunia maya dan membaca buku-buku don­ geng, ia tertarik dengan ki­ sah Cupak-Gerantang. “Ada sesuatu yang istimewa dari kisah ini. Cupak-Gerantang menunjukkan dua karakter manusia yang berbeda. Ada yang baik dan ada yang licik. Ada juga konflik dalam ke­ hidupan mereka. Dibalik se­ mua itu, ada nilai moral yang sesuai dengan apa yang mau saya buat,” jelas putra sulung pasangan I Wayan DharmaNi Komang Wahyuni ini. Dari beberapa versi kisah Cupak-Gerantang, Wawan menemukan yang paling komplit. Kisahnya berawal dari kehidupan dua bersaudara ini. Cupak selalu memberikan porsi pekerjaannya kepada Gerantang dengan berbagai alasan. Sebagai adik, Gerantang mau saja melaku­

Life

21 - 27 juli 2014

Putu Sudiarta, Direktur Bam­ boomedia menambahkan karya Wawan ini akan dikembangkan lagi agar siap untuk di-publish di Apple Store dan Play Store. “Ada beberapa perbaikan yang kami lakukan sebelum di-publish. Wawan banyak dibantu devel­ oper senior dalam penyem­ purnaan game ini. Kalau untuk skripsi, dia harus menggunakan suara sendiri karena itu tugas akhirnya. Untuk pengembangan berikutnya, kami menggunakan penutur yang suaranya lebih sesuai. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kami menggu­ nakan penutur berbahasa Bali agar nyambung dengan kisah lokal ini. Tetapi, ada terjemahan dalam bentuk tulisan berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Paling lambat akhir Juli 2014 ini, “Cupak-Gerantang The Game” ini sudah bisa diunduh di gadget berbasis IOS dan android,” jelasnya.-Ngurah Budi

ekadnya sudah bulat untuk datang ke Ma­ taram mencari sese­ orang yang dianggapnya bisa men­ jadi tempat untuk menuangkan keluh kesahnya dan menumpahkan segala beban di hatinya atas per­ jalanan hidupnya yang penuh duka. Atas segala kekerasan terutama psikis yang dialaminya, atas segala pengkhianatan pada dirinya yang di­ lakukan suaminya yang suka kawin cerai hingga akhirnya lumpuh tak berdaya. Magdalenalah yang kini harus menanggung kehidupan lakilaki yang lebih kerap menyakitinya itu ketimbang membahagiakannya. Beban hidup lainnya adalah atas segala situasi himpitan ekonomi dan atas segala kekhawatirannya pada kelanjutan pendidikan anakanaknya. Usai salat Subuh di hari itu, Magdalena telah membangunk­ an anak-anaknya untuk melaku­ kan perjalanan ke Mataram ke sebuah alamat sama sekali belum diketahui­nya. Berbekal pinjaman uang sekadarnya dari tetangga ke­ marin sore, ia pun melangkahkan kakinya untuk bisa tiba di Mataram. Uang itu hanya cukup untuk satu kali perjalanan Lombok TimurMataram, bersama ketiga dari enam orang anaknya tersebut. Ia sudah tidak mampu lagi berpikir untuk mendapatkan uang guna mem­bayar angkot pulangnya nanti. Ia juga tidak lagi mampu berpikir di mana ia akan berteduh jika alamat itu tidak ia dapatkan. Yang ada dalam pikirannya adalah tiba di Mataram dengan segera dan menemukan orang yang dicari­ nya dengan membawa sebungkus cerita tentang kisah hidupnya. Pukul tujuh pagi hari, ia telah meninggalkan pintu rumah seder­ hananya, menggendong bayi dan menggandeng dua anaknya menuju tempat pemberhentian angkot atau yang biasa dikenal transportasi engkel (transportasi antar desa atau menuju kota menggunakan minibus L 300), lusuh khas ang­ kutan desa. Penumpangnya bukan hanya orang melainkan barangbarang dagangan yang dibawa dari Lombok Timur menuju pasar Mandalika di Bertais Mataram. Berdesakan ia duduk berempat dengan anak-anaknya dalam dua bangku. Panas dan aroma tak sedap dihirupnya saat berdesakan dengan para penumpang lain. Perjalanannya ke Mataram ini, berawal dari sebuah perpustakaan desa di mana ia tinggal. Suatu hari yang kelam, setelah berbagai per­ istiwa memilukan hatinya, berbagai

tekanan dalam dirinya ia berjalan tanpa tujuan. Ke sana ke mari ia menelusuri kampungnya itu tanpa tahu harus ke mana. Dari segala tekanan yang dialaminya, ia tidak tahu lagi harus berteduh ke mana. Hari itu yang ia tahu hanyalah berteduh dari terik panas ma­ tahari ketika menemukan sebuah pohon yang rindang. Di bawah kesejukan pohon itulah, ia dapat sejenak, duduk dan memejamkan mata, menikmati segala sakit yang menyesakkan dadanya. Perjalanannya hari itu belum berakhir. Kakinya terus melangkah ke arah yang tidak diketahuinya. Ingin pulang ke rumah, ia bingung karena sepanjang hari ia tidak memasak apa-apa. Beras pun tak punya apalagi lauk pauknya. Anakanaknya tentu saja menantinya. Ia tahu itu. Namun apa daya, tiada lagi sanggup ia menyaksikan anakanaknya yang sabar menghadapi situasi sulit itu. Kesaba­ ran dan rasa menerima dari anak-anaknya itulah yang membuat ia begitu terpukul melihatnya. Ah….sejumput senyum pahit mengembang di bibirnya yang kelu. Rasanya hari itu, ia ingin mengakhiri per­ jalanannya pada ujung yang memberikan ia harapan untuk keenam anaknya. Satu hal yang paling diinginkannya, agar anak-anaknya bisa bersekolah setinggi mungkin. Namun, saat ini, itu hanyalah mimpi baginya. Dadanya sesak menahan tangis. Sem­ bari terus berjalan, ia pun terus berpikir apa yang dapat dilakukan untuk anak-anaknya ini. BIASA PUASA Hari itu ia tidak menemukan jawaban­ nya. Segala cara sudah ia coba untuk bekerja menghasilkan penda­ patan yang halal. “Saya datang dari satu kantor ke kantor lain untuk mendapatkan korankoran dan kertas-kertas bekas untuk dijualnya hingga menjadi tu­ kang cuci dan tukang se­t rika di kampung, tidak juga bisa meno­ long agar anak-anak saya dapat makan yang layak,” ujarnya sedih.

Semuanya tidak bisa menyelesaikan persoalan ekonomi minimal untuk kebutuhan sehari-hari. Mendapat­ kan pekerjaan sebagai tukang cuci dan setrika guna mendapatkan bayaran Rp 10.000 tiap kali bek­ erja, bukanlah persoalan mudah. Hanya sesekali ia menda­ patkan pekerjaan itu dan itu pun karena orang di kampungnya menaruh iba padanya. Kondisi kampungnya yang tidak banyak orang berada, juga membuat peker­ jaan ini tidak tiap saat didapatka­nya. Meski dalam himpi­ tan yang terasa me­ nyesakkan itu, ia tetap bertekad untuk bek­ erja dan menghasilkan uang untuk keluarganya dengan cara yang halal. Banting tulang ia sendiri mencari uang bagi keluarganya, karena suaminya kini tengah sakit-sakitan dan sudah tidak mampu lagi bekerja karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Jadilah ia tumpuan keluarganya. Tiap hari ia harus memutar otaknya untuk setidaknya dapat memberi makan anak-anak dan suaminya. “Tidak jarang kami puasa,” ungkapnya. Di pelupuk matanya tampak basah oleh air

mata getirnya. Bahkan ketika bu­ lan puasa tiba, tidak jarang pula mereka melewati waktu puasa yang lebih panjang dari semestinya. Ia berusaha untuk tidak menge­ luh dengan situasi itu, melihat anak-anaknya pun mendukungnya

dengan menerima keadaan itu. Tidak memaksa ia untuk bisa mendapatkan penghasilan yang lebih dari kemampuannya. Apa yang ada itulah yang dimakannya. Ia sungguh tidak tega menerima kenyataan anak-anaknya hidup serba kekurangan. Di antara kegelisahan dan kecemasan akan masa depan ke­ enam anaknya itu, ia kerap berjalan tanpa arah. Seperti hari itu ia tidak

tahu lagi harus mencari nafkah ke mana. Sampai siang hari ia hanya menghabiskan waktunya hanya untuk berjalan. Hingga akhirnya ia berdiri di depan sebuah per­ pustakaan desa tempatnya berasal. Langkahnya terhenti dan ia masuk untuk berteduh sekaligus membaca. Ia memang suka mem­ baca. Satu persatu buku dipilih untuk dibacanya. Dari sanalah ia membaca profil penulisnya yang lahir dan bekerja di NTB. Ia pun berpikir untuk mendatang­ inya dan meminta bantuan. Itulah kisah perjalanannya di siang bolong yang terik itu. Tiba di Mataram, ia langsung menuju alamat kantor si penulis. “Sayang­ nya penulis itu sudah pindah dan tidak ada yang tahu no­ mor kontaknya,” ujarnya. Musnah harapan Magdalena yang datang ke Mataram dengan anak gadis dan bayinya itu. Ia duduk di depan pusat perbelanjaan berharap belas kasih seseorang yang bisa memberikan­ nya ongkos pulang sebelum senja tiba. Beruntung, beberapa saat kemudian ia mendapatkan ongkos pulang dan biaya makan untuk tiga hari ke depan dari seseorang yang iba padanya. -Naniek I. Taufan


Woman on Top

6

dr. AAAA Candrawati

Bangkitkan Rasa Malu Menjadi Kepala Puskesmas yang sudah mendapatkan prestasi juara II Puskesmas Terbaik Provinsi Bali, tentu menjadi tantangan bagi dr. AAAA Candrawati. Namun, hal itu juga menjadi kebanggaannya karena ketika awal menjabat tahun 2009 di Puskesmas yang berlokasi di Sanur ter­ sebut, semua dalam kondisi baik. Namun, mempertahankan prestasi yang sudah ada, tentu bukanlah hal mudah. Bagaimana kiat dokter teladan tahun 2006 ini, mengelola Puskesmas II Denpasar Selatan yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001-2008 ini?

“S

aat pertamakali menjadi Kepala Puskesmas cu­ kup berat bagi saya. Sebelumya saya PNS mur­ ni belum ada pengalaman dan pengetahuan manajemen, apalagi tentang ISO. Apalagi tahun 2008 se­belum saya menjabat, Puskes­ mas ini sudah mendapatkan pres­ tasi, Juara II Puskesmas Terbaik Provinsi Bali. Semuanya mulai dari yang baru. Maret saya menjabat, Juni Puskesmas sudah siap-siap untuk sertifikasi ISO. Memang diperlukan loyalitas baik dari diri sendiri dan staf di Puskesmas ini. Disinilah kepemimpinan saya diuji,” ujarnya. Perempuan yang akrab disapa dr. Candra ini menuturkan, saat ser­ tifikasi ISO, jam kerja juga dituntut lebih banyak. “Biasanya bisa pulang

kantor pukul 14.00, sekarang bisa sampai sore. Bukan hanya saya, tapi beberapa staf yang ikut bertang­ gungjawab terhadap program juga turut serta. Bahkan, kadang sampai pukul 23.00. Karena semua layanan di Puskesmas diaudit. Yang dinilai, tidak hanya kesiapan saat diaudit, tapi bagaimana mampu memper­ tahankan konsistensi secara terus menerus. Karena pada dasarnya, kunci keberhasilan suatu program adalah tetap baik dan lancar secara terus menerus,” kata dr. Candra. Dalam memimpin Puskesmas, banyak kiat dan inovasi yang dilaku­ kan dr. Candra. Salah satunya, ra­ pat pertemuan rutin, sebulan sekali untuk mendapatkan informasi dari Diskes, lintas sektor, termasuk disiplin kerja karyawan, inovasi, dan program baru. Selain itu, juga digagas, lokakarya lintas program

yang dilakukan dua hari. Hari pertama, program pokok wajib Puskemas seperti layanan KB, gizi, pengobatan, promosi kesehatan, sanitasi, dan pencegahan penyakit menular. Hari kedua membahas 9 program pengembangan dian­ taranya lansia dan UKS. Selain itu, dr. Candra juga melakukan evaluasi kendali mutu. Hal yang sangat menarik diki­ sahkan dokter Candra dalam me­ nilai disiplin kerja, salah satunya, kedatangan staf karyawan pada pagi hari. “Jam kerja Puskesmas mulai pukul 07.30 sampai 14.00. Disediakan absen sidik jari sehingga orang lain tidak bisa membantukan absen. Kalau sampai terlambat uang jasa pelayanan dipotong. Kemudian hasil penilaian disiplin kerja ini diumum­kan saat evaluasi agar timbul rasa malu dalam diri

dr. AAAA Candrawati

mereka yang terlambat. Alasan terlambat bangun bukanlah alasan tepat sebagai seorang karyawan,” ucapnya. STAR OF THE YEAR Ia juga menerapkan sistem pendekatan kekeluargaan dalam setiap masalah yang ada terutama masalah interen SDM di puskesmas. “Saya tidak pernah menegur staf di depan karyawan lain apalagi di depan pasien. Saya panggil ke ruan­ gan ajak bicara. Saya tanya kenapa seperti ini,” kata dr. Candra tentang kiatnya dalam menjalin komunikasi di antara 48 staf puskesmas yang dipimpinnya. Bukan saja yang melakukan pelanggaran kedisiplinan yang diperhatikan, yang berprestasi juga dinilai. “Saya inginnya ke de­ pan membuat pemilihan Star on the Year pada staf sehingga memacu diri untuk meningkatkan kinerja diri masing-masing,” kata dokter yang sempat bertugas di Puskesmas I Denpasar Timur ini. Saat ini, kata dr. Candra, pe­ nilaian masih sebatas pada kelom­

pok. “Ada 6 kelompok yang dibentuk, sesuai nama hari, seper­ ti kelompok Senin, Selasa dan seterus­nya. Kelompok ini bertugas sebagai petugas piket, mengawasi disiplin kerja, mebanten, mengawasi tata tertib, termasuk siapa staf yang keluar tanpa izin, termasuk mera­ wat kebun,” ujarnya. Selain lomba antar kelompok, juga digagas lomba antar unit ruang­ an, untuk menilai kebersihan. Tim penilai memberikan kriteria Rapi, Resik, dan Ringkas, yang dinilai tiap tiga bulan. “Salah satu yang dinilai, staf tidak boleh makan di ruangan, ada tempat khusus untuk makan sehingga ruang kerja tidak kotor dan dicari semut. Cleaning service tugasnya juga terbantu,” kata dr. Candra. Untuk menjalin silaturahmi, setiap akhir tahun, digelar acara peraya­an antara staf termasuk staf yang sudah pensiun dan pindah. Mereka diun­ dang kembali untuk bersama-sama merayakan tahun baru. Dalam kepimpinan dr. Candra, Puskesmas II Denpasar Selatan terus mendapatkan prestasi. Tahun 2010 mendapatkan piala Citra Pelayanan Prima, Tahun 2012 penghargaan The Best Implementation ISO 90012008, dan tahun 2013 Puskesmas Berprestasi Tingkat Nasional. Menurutnya, semua prestasi memang tidak mudah diraih, tapi perlu pengelolaan yang baik secara terus menerus. Hal ini bukan hanya tugasnya semata, tapi semua staf Puskesmas harus bersama-sama terus meningkatkan kualitas pe­ layanan mereka. Ia selalu memo­ tivasi stafnya untuk terus mening­ katkan kualitas diri, baik dalam pelatihan maupun ketrampilan sesuai unit layanan mereka. -Wirati Astiti

Sudut Pandang

21 - 27 juli 2014

21 - 27 juli 2014

19

“Me Time”

Saatnya Memanjakan Diri Mengisi waktu senggang dengan ke­ giatan yang yang berkaitan dengan diri sendiri menjadi dambaan tiap orang. Kegiatan ini bisa dikatakan sebagai “me time”. Beda orang beda pula pilihan aktivitasnya.

S

ebagai istri Bupati Badung, Ny. Ratna Agung memiliki sea­ brek aktivitas. Selain mendampingi suami dalam acara kedinasan, ia juga terlibat dalam berbagi kegiatan sosial sebagai ketua TP PKK Kabupaten Ba­ dung, Ketua Yayasan Kanker Indo­ nesia, Penasihat Dharma Wanita Persatuan, dan juga urusan adat di masyarakat. Kesibukannya be­ raktivitas, tentu sangat menyita waktunya. “Memang seharusnya, kita memiliki waktu khusus untuk diri kita sendiri, di luar aktivitas kerja. Mungkin ada yang suka ke salon merawat diri pada harihari tertentu. Tapi saya memang jarang menyediakan waktu khusus untuk merawat diri ke salon.

Urusan dandan sehari-hari, saya lakukan di rumah. Walaupun ada acara besar, saya tetap berdandan di rumah. Mungkin saya pang­ gil tukang salon untuk menata sanggul saja. Selebihnya, ya saya lakukan sendiri,” tuturnya sem­ bari tertawa. Ia mengakui, di tengah ak­ tivitasnya yang padat, memang dibutuhkan stamina yang prima. Apalagi usianya sudah menginjak 61 tahun. “Saya ini sudah ter­ masuk lansia, usia sudah 61 tahun. Saya bersyukur kondisi kesehatan saya sehat walafiat. Saya tak pu­ nya resep khusus untuk menjaga kesehatan, hanya enjoy menikmati apapun,” ucapnya. Sangat unik kisah yang dilon­ tarkan Ny. Ratna Agung. Tiap pagi, ia tak pernah sarapan.

Bahkan, saat menemani suami A.A. Gde Agung, dirinya hanya melayani suaminya. Sementara, dia sendiri tak sarapan. “Kadang bapak sering bilang, ayo sarapan dulu sebelum beraktivitas. Tapi saya memang tak biasa sarapan, apalagi mengonsumsi suplemen. Belum pernah mengonsumsi suplemen untuk menjaga kebuga­ ran. Paling makan yang sehat dan

teratur,” imbuhnya. Menurut Ny. Ratna Agung, kebiasaannya itu mungkin disebabkan kar­ ena ia sudah terbiasa tak suka ribet dalam segala hal, termasuk urusan yang menyita perhatian dan perasaan. “Saya lebih suka menikmati dan menjalani seperti air mengalir. Tak usah terlalu dipikirkan, apalagi ada yang sampai mengganjal di hati. Ini bisa jadi penyakit. Saya enjoy saja melakoni apa­p un, termasuk pekerjaan. Yang penting kuncinya, harus dilakukan dengan sepe­ nuh hati dan ke­ikhlasan,” ujarnya tentang kiat se­ hatnya. Sesibuk apapun tugas adat di Puri, Ny Ratna Agung tetap memantau apapun kegiatan PKK. “Saya walaupun sibuk urusan adat di puri, harus tetap memberikan dukungan kepada ibu-ibu PKK. Seperti waktu ini ada lomba, ber­ barengan ada upacara di Puri, ya saya harus tetap menyempatkan diri memberi dukungan kepada mereka,” kata Ny. Ratna Agung.

Namun, bagi Ny. Ratna Agung, menyenangkan diri sendiri tak harus pergi merawat diri ke salon. Ia punya kiat tersendiri. “Biasanya saya mengundang pe­ main organ ke rumah. Saya dan bapak bernyanyi bersama untuk menghibur diri dari kepenatan urusan dinas. Selain itu, kalau memang waktu saya benar-benar kosong, saya manfaatkan men­ gantar cucu-cucu berenang atau pergi ke mal. Kegiatan itu sudah membuat saya fresh,” ujarnya. Ia menambahkan, kalau me­ mang kondisinya terlalu amat sangat capek, ia memanggil tu­ kang pijat ke rumah. Hal itu pun dilakoni tak terjadwal. “Tak ada jadwal rutin untuk pijat. Kalau sangat capek dan letih, baru me­ manggil tukang pijat,” katanya. Menurutnya, kunci mengelola waktu untuk diri sendiri adalah jangan jadikan semua aktivitas beban sehingga kita sampai ha­ rus menyediakan waktu ekstra. “Nikmati saja semua peran. Kalau saya sangat menikmati keber­ samaan dengan cucu. Itu yang membuat saya terus bahagia dan awet muda,” ujarnya sembari tersenyum. –Wirati Astiti

Sensasi sebelum Beraktivitas Helga Rif

Memanjakan diri sendiri atau yang biasa disebut me time menjadi aktivitas yang seringkali terlewatkan di tengah kesibukan masyarakat perkotaan. Padahal di tengah rasa jenuh akibat rutinitas sehari-hari seseorang memerlukan momen untuk merelaksasi tubuh serta pikiran. “Me time” bisa dinikmati kapan pun dan dimana saja. “Me time atau bahasa keren yang artinya waktu untuk diri sendiri, sekarang bukan hanya sekadar trend, namun diper­ lukan seseorang untuk me­ nyeimbangkan urusan kerja, rumah tangga dan waktunya untuk diri sendiri. Namun, da­

lam memanfaatkan waktu untuk me time setiap orang tentu tidak sama,” ungkap Helga Rif, salah seorang pengajar modeling di sebuah sekolah kepribadian di Denpasar ini. Menarik memang ketika me­ nelisik bagaimana seseorang memanipulasi waktunya untuk bisa menyisipkan me time diselasela kesibukannya. Begitu juga dengan Helga, yang sekaligus menekuni beberapa aktivitas mula dari model, penulis novel, penembak dan tentunya sebagai ibu rumah tangga. Sebagai seorang ibu, istri Made Ngurah Bagus Saka Pu­ tra ini, jadwal utamanya adalah mengurus dua jagoannya, Arkana dan Arkananta dengan segala keperluan­n ya. “Kalau urusan anak dan domestik jadwalnya bisa lebih padat dari artis sin­ etron yang kejar tayang,” ka­ tanya ber­seloroh. Sebab, Helga mesti bisa menjadi “smart mom”,

untuk bisa menyeimbangkan semua urusan pribadinya. Membuka pagi, Helga ber­ sama sang suami Gus Saka biasa menikmati roti tawar dan se­ cangkir kopi panas. Baginya aroma dan rasanya yang khas memang membangkitkan sensasi sebelum ia mulai beraktivitas. Selanjutnya, ia akan sibuk me­ nyiapkan sarapan untuk kedua jagoannya dan mengantarkan mereka ke sekolah. “Setelah anak-anak beres barulah saya dan suami sarapan,” katanya sambil mengatakan setelah itu ia akan melanjutkan dengan kegiatan lainnya. “Saya masih sempat membaca koran pagi meski cuma sebentar. Sian­ gnya biasanya saya juga berupaya menemani anak-anak makan siang sebelum akhirnya mengan­ tar mereka les,”ujarnya. Sebagai salah seorang model papan atas Bali, Helga yang juga pengajar modeling ini seringkali

diminta tampil di catwalk mau­ pun untuk pemotretan di Bali tapi juga di luar Bali. Selain itu jadwalnya masih bertambah ketika ia diminta khusus menjadi juri lomba fashion dan tentu saja membantu sang suami yang me­ mang memiliki usaha EO. Begitu juga sebagai atlet me­ nembak di Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia) Kota Den­ pasar ia memiliki jadwal rutin latihan menembak setiap Selasa, Kamis dan Sabtu. Belum lagi dirinya tercatat pula sebagai pen­ gurus Perbakin Denpasar. Selanjutnya sebagai seorang penulis, yang sudah menerbitkan 4 novel, Helga pun perlu waktu rutin untuk menulis setiap hari di rumah. Apalagi ia memang tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas menulis. Helga mengaku juga memerlukannya, dengan cara­ nya sendiri ia mampu mengatur waktunya. Baginya memanfaatkan wak­

tu untuk menulis wajib di­ lakukan. Untuk ini ia memilih pada malam hari sekitar pukul 19.00-21.00, ia seringkali sendiri keluar mencari tempat yang nyaman, dan sambil ngopi ia memanfaatkan waktunya untuk melanjutkan menulis. Helga mengaku, menulis sambil ngopi ini menjadi waktu bagi dirinya sendiri untuk bisa melakukan hal yang disukai. “Gaya me time saya cukup berada di sebuah tempat yang santai , biasanya saya pilih di seputaran Renon, Sanur atau Denpasar, sederhana, bukan… hahaha,” selorohnya kembali. Namun, bagi Helga, ses­ ungguhnya me time atau me­ manjakan diri katanya adalah bagaimana ia bisa menikmati rutinitasnya menjadi saat-saat yang menyenangkan. “Enjoy my life ajalah”, katanya sambil mem­ perisapkan diri untuk mengikuti olahraga pilates, yang dilakoninya 2 kali seminggu. –Sri Ardhini


Nine

20

21 - 27 juli 2014

Tukang Pijat Beraset Ratusan Juta Seorang bayi mungil tersenyum ceria di pangkuan sang nenek yang mencandainya dengan mainan warna-warni. Bayi ini hidupnya beruntung memiliki pakaian dan tempat tinggal yang layak serta mainan yang beragam. Senyum nenek Lasmi padanya mengirim aura bahagia setelah ia melalui perjalanan hidup yang berat, pada lebih dari separuh hidupnya.

K

eriput di wajah Lasmi yang kini berusia 74 tahun itu, menggurat kisah-kisah kerasnya perjalanan hidup yang sudah dilaluinya. Perjalanan hidup yang mengajarkan nilai-nilai perjuangan yang tak kenal lelah, hingga akhirnya ia berhasil menemukan ruang-ruang untuk berkarya demi kelangsungan hidupnya. Dan pada titik tertinggi, perempuan ini akhirnya berhasil menjadi seorang tukang pijat yang laris dengan penghasilan bulanan melebihi pegawai dan karyawan kantoran. Masa kecil Lasmi yang berasal dari Banyuwangi Jawa Timur ini, menjalani hidup yang serba kekurangan. Kondisi ekonomi yang di bawah standar inilah yang membuatnya akhirnya meninggalkan kampung halaman untuk mencari jalan “keluar” dari hidup yang serba kekurangan itu. Ia lalu pergi dari kampung halamannya pada tahun 1971 dan memilih Bali sebagai tempat untuk mencari peruntungan. Dalam perjalanannya itu, Lasmi menemukan banyak keajaiban. “Orang-orang banyak yang menolong saya ketika melakukan perjalanan tanpa uang dan tidak tahu ke mana tujuan saya sebenarnya di Bali,” katanya. Di Denpasar ia sempat berjualan pakaian dan sempat menjadi juru masak pekerja bangunan ketika hotel-hotel mulai dibangun. Hingga akhirnya ia “terdampar” di Bayan Lombok. “Saya ikut saat pembangunan ge-

Lasmi bersama salah seorang buyutnya

dung SMUK di Cakranegara dan rumah AURI di Bayan Lombok Utara,” ungkap perempuan yang di Lombok akhirnya menjadi kepala juru masak hotel ini. Keahlian memasak ini ia peroleh ketika sebelumnya pernah bekerja di beberapa rumah warga asing. “Saat kerja di hotel inilah saya bisa menabung,” ujarnya. Sejak itu, kehidupan ekonomi Lasmi mulai membaik. Perempuan ini berhasil membeli enam lokasi tanah di Sumatera juga sebuah rumah. Untuk ukuran dirinya yang berasal dari keluarga yang jauh dari kata berkecukupan, dengan perjalanan hidup yang sempat luntang-lantung tak punya arah, pencapaian Lasmi terbilang luar biasa. “Saya bersyukur Allah telah membuka jalan untuk saya,”

Bersama cucu dan dua buyutnya

kenangnya. Usaha Lasmi untuk bekerja keras, tanpa mengenal rasa malu, juga tidak mengenal rasa takut. Ia mau bekerja apa saja yang penting halal, membuat ia akhirnya menemukan pekerjaan yang membawanya pada kesejahteraan. Menjadi seorang tukang pijat. Berawal dari memijat seseorang di Denpasar dengan bayaran Rp 3.000 saat bekerja di Bali kala itu, ia tidak sadar bahwa itulah profesi terakhir yang membuat kehidupan ekonominya “meroket”. Keahlian memijat itu baru ia sadari setelah di Lombok dengan tidak sengaja ia diminta memijat dan pasiennya merasa puas. “Awalnya saya tidak tahu sama sekali cara memijat, cuma karena diminta, ya.. saya pijat

dan Alhamdulillah yang dipijat senang,” kata Lasmi yang ibunya juga seorang tukang pijat tradisional. Dari sanalah ia mulai terus mempelajari cara memijat. Kebetulan kepuasan pasien-pasien sebelumnya yang kebanyakan pejabat, dikisahkan dari mulut ke mulut. “Upah pijat pertama saya di Lombok tahun 2000 Rp 5.000,” ungkapnya. Kian hari pelanggannya semakin banyak. Ia memijat politisi, pejabat, istriistri pejabat hingga pengusaha yang membayarnya cukup tinggi. “Saya sendiri tidak pernah menentukan tarif sekali pijat, semua dari keikhlasan pasien,” katanya. Karena banyak pasien yang membutuhkan jasanya, ia pun menjadi tukang pijat “panggilan” lewat handphone dan ke sana-ke mari berkendara sepeda motor. Ini pencapaian hidup yang tidak pernah dibayangkan. Dengan ini, Lasmi membuktikan bahwa apa pun pekerjaannya, jika dilakoni dengan sungguhsungguh dan usaha yang keras, Allah selalu memberi jalan dan kemudahan. Jasa pijat Lasmi kini bertarif Rp 75.000 – Rp 150.000 dengan penghasilan sebulan sekitar Rp 6 juta. “Saat masih kuat di sekitar tahun 2008-2009, saya bisa memijat 8 orang sehari dan pernah mengantongi bayaran Rp 9 juta sebulan,” katanya. Kala itu jam kerjanya mulai pagi hingga jam 9 malam. Sungguh nilai yang fantastis untuk seorang perempuan yang pekerjaannya selama ini dipandang tak memiliki nilai ekonomi yang memadai. Penghasilan Rp 6-9 juta sebulan itu mampu mengalahkan “rekor” penghasilan pegawai negeri golongan VI juga pegawai swasta. Dengan penghasilan inilah ia mampu naik haji, membeli tanah kebun karet, membeli beberapa rumah, sempat memiliki mobil, berganti-ganti sepeda motor sebagai sarana untuk bekerja hingga

Inspirasi

21 - 27 juli 2014

Dr. Dadang Hermawan

Ingin Banggakan Alumni Selain untuk menambah ilmu dan wawasan, melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral bagi Dadang Hermawan dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi alumni STIKOM Bali. Selama ini, ia getol memberi kesempatan kepada stafnya untuk menimba ilmu.

K

Lasmi

menyekolahkan cucu-cucunya. Kini, di saat usianya telah sepuh, semangat memijatnya terus menyala. “Selama saya masih kuat, saya masih tetap akan bekerja,” ungkapnya tegas. Ia tidak berniat meninggalkan profesinya ini, karena seluruh asetnya yang jika diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah itu, ia dapatkan dari bekerja sebagai tukang pijat. Saat ini, ia hanya kuat memijat dari pagi hingga jam 6 sore dengan penghasilan Rp 4-6 juta. Dan, setelah melanglang buana mencari kesempatan hidup yang lebih baik, kini ia memutuskan Lombok sebagai tempat tinggal terakhirnya. “Saya ingin tinggal di Lombok saja, karena Allah memberikan saya rezeki yang baik di sini,” ungkapnya seraya bercerita bahwa dalam bulan ini rencananya ia akan ke Sumatera untuk menjual seluruh asetnya untuk tabungan masa tua. Ia ingin menikmati kehidupan bersama dua orang anaknya dengan enam cucu dan tujuh buyut dengan tetap bekerja selama ia masih sanggup bekerja. Lasmi menjadi perempuan mandiri termasuk mandiri ekonomi tanpa ber­ gantung pada siapa pun, juga tak pernah sekali pun tergantung pada suaminya. -Naniek I Taufan

Lasmi di depan salah satu rumah yang dibelinya dari bekerja sebagai tukang pijat

5

etika Ketua STIKOM Bali ini mendapatkan informasi bahwa Universitas Udayana (Unud) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang membuka program S-3, kesempatan ini tak disia-siakan. Ia pun tertarik ambil bagian menjadi salah satu mahasiswa pro­gram tersebut. Setelah menye­lesaikan pendidik­a n selama ­3 ,5 tahun, ­tanggal ­­9 Juni 2014, Dadang Hermawan resmi menyandang gelar doktor dengan judul disertasi “Citra Perguru­ an Tinggi dan Biaya Pendidik­ an, Efeknya terhadap Kepuasan dan Kepercayaan ­Mahasiswa”. Apa kiat sukses, satu-satunya pimpinan sekolah tinggi di bidang teknologi informasi yang bergelar doktor ini? “Awalnya memang dorongan keluarga terutama istri terus memotivasi saya. Apalagi, para pengurus Yayasan Widya Dharma Santhi juga sangat mendukung, terutama Ketua Yayasan Drs. I B Darmadiaksa, M.Si. yang memotivasi saya, untuk segera melanjutkan pendidikan. Setelah saya rembugkan, akhirnya saya ambil keputusan untuk mengambil jenjang doktor ini. Saya pikir ini juga akan menambah nilai plus bagi alumni STIKOM Bali. Di ijazah mereka ada tertulis nama pimpin­ an STIKOM Bali yang sudah doktor,” ujar Dadang Hermawan sembari tertawa, saat ditemui di STIKOM Bali, Rabu (16/6). Ia mengatakan, keinginannya terus mengembangkan diri de­ngan melanjutkan pendidikan, juga ia harapkan dapat memacu putraputrinya untuk terus bel­ajar. Walaupun sempat ada tantang­ an dan kendala, namun Dadang

Dr. Dadang Hermawan bersama istri dan keempat anaknya

Hermawan, tak patah semangat. Seperti semangatnya yang pantang menyerah dalam memimpin STIKOM Bali sehingga menjadi sekolah tinggi dalam bidang teknologi informasi terdepan saat ini di Bali. Dalam perjalanannya, ternyata kerja sama Universitas Brawijaya dan Unud merupakan kerja sama yang pertama dan terakhir. Setelah setahun berjalan, kerja sama ini berakhir karena Unud sudah mendapatkan izin untuk mandiri. Untungnya, kelas tatap muka sudah selesai dilakukan di Bali sehingga hanya perlu waktu untuk bimbingan disertasi. Dadang waktu itu berpikir, bim­ bingan disertasi mungkin perlu waktu empat atau lima kali ke Malang. Ternyata, ia bolak-balik Bali-Malang hampir 50 kali. Ia menuturkan, memang diperlukan kesabaran yang ekstra karena dari tiga dosen promo-

tor dan lima dosen penguji tak semuanya dapat ditemui dalam waktu yang bersamaan. “Mungkin kendalanya hanya di waktu. Misal­ nya dosen yang satu bisa bertemu, dosen yang lain masih sibuk mengajar atau bimbingan. Artinya, besoknya harus ke kampus lagi. Menunggu bisa bertemu mungkin membutuhkan waktu yang lama 4 sampai 5 hari atau waktu sebulan. Tetapi, kadang bimbingannya malah hanya 4-5 menit. Kadang, kalau disebut dosennya masih bimbingan dengan mahasiswa lain, saya tidak berani meninggalkan tempat karena kalau sampai nanti saya tak ada, dosennya bisa pergi. Kadang sampai menahan lapar,” tutur suami Lilis Yuningsih, S.H., M.Kom ini tentang tantangan dalam bimbingan disertasinya. Namun, ia mengakui secara umum dosen di Universitas Brawijaya sangat koperatif dan tidak mem-

Dr. Dadang Hermawan (tengah berjas dan berkacamata) berfoto bersama keluarga, para penguji, dan para petinggi Yayasan Widya Dharma Shanti beberapa saat setelah ujian doktor selesai

persulit mahasiswa. Menurut Dadang, ketika ada urusan kampus S T I KO M B a l i yang memang penting dan men­ Dr. Dadang Hermawan desak memer­ lukan diri­nya, ia bisa saja segera dosen S-2 hampir 90%, dan balik ke Bali. “Tantangan ini sisanya 10 % sedang menunggu menjadikan motivasi saya untuk kelulusan S-2 mereka. segera menyelesaikan program Menurut Dadang, inilah kelebidoktor ini,” ucap ayahanda Nidya han STIKOM Bali dari segi sumber Liesdiarini H, S.Psi, Mega Devia daya manusia. “STIKOM sudah Inbaliani, M. Rizal NS, ST. ­(sedang terdepan di Bali, tapi harus terus kuliah S-2 di ITB), dan Iqbal ditingkatkan. Kami terus memAriesta Dy (mahasiswa STIKOM bina kerja sama terutama dengan Bali) ini. dunia industri termasuk dunia Dari disertasi “Citra Perguru­ pers. STIKOM Bali ­meng­adakan an Tinggi dan Biaya Pendidikan, anjangsana ke BUMN dan BUMD Efeknya terhadap Kepuasan dan untuk mencari masuk­a n, apa Kepercayaan Mahasiswa”, ia kekurangan alumni dan menmendapatkan kesimpulan. Secara jadikan mereka lebih dekat karumum kepercayaan mahasiswa ena mereka sebagai user dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di alumni STIKOM Bali. Selain itu, Bali terhadap PTS sangat rendah. kami akan terus meningkatkan Hal ini disebabkan banyak faktor. sarana dan prasarana. Salah saMulai dari fasilitas yang kurang, tunya, membangun kampus baru kualitas dosen, termasuk minim- yang keenam di Jimbaran,” ucap nya kerja sama PTS dengan dunia ­Dadang. usaha dan industri. Disamping itu, Saat ini STIKOM Bali telah di sisi lain ternyata perhatian pe- memiliki lima kampus yakni ­kampus merintah sangat kurang terhadap I di Renon, kampus II di Tukad PTS. Contohnya, di Bali ada 60 Citarum, kampus III di Jalan Pandu, PTS dan 5 PTN. Namun, kata kampus IV di Jalan Teuku Umar Dadang, perhatian pemerintah Barat, kampus V di Jalan Kebo Iwa. terhadap PTS hampir dibilang Rencananya kampus VI Jimbaran tidak ada kecuali dosen yang akan diresmikan tahun depan. ditempatkan di PTS. STIKOM Grup memiliki 21 Jika dilihat dari anggaran unit lembaga pendidikan dan APBN, juga belum ada perhatian bisnis yang ikut mendukung pempemerintah baik itu pemerintah biayaan STIKOM Bali, begitu provinsi dan kabupaten/kota. juga sebaliknya. Salah satunya, Dana APBN untuk anggaran PTN SMK TI Bali/Indonesia Global. yang berjumlah sekitar 100 ham- Saat ini ­sudah berdiri SMK TI pir Rp 60 triliun. Sementara, ang- Bali/Indonesia Global Denpasar, garan PTN hanya Rp 200 ­miliar Karangasem, Singaraja, Ponorogo, untuk 3.300 PTS. Itu pun, kata dan Mataram. Rencana ke depan, Dadang, harus direbut dengan akan dikembangkan SMK TI Bali/­ kompetisi. “Slogan pemerintah Indonesia Global ke semua wilayah yang menyebutkan tidak ada diko- di Indonesia. Tujuannya, agar tomi PTN dan PTS, sangat jauh nanti lulusan SMK TI Bali/­Indonesia dari harapan,” ucap lelaki usia 51 Global di seluruh Indonesia ini tahun ini dengan tegas. melanjutkan ke STIKOM Bali. Dari disertasi itu, ia memBerdasarkan penelitian yang berikan saran, PTS harus terus telah dilakukan di STIKOM Bali, dari memperbaiki diri dalam berbagai 6.200 mahasiswa, sebanyak 73% bidang, pemerintah juga diharap- berasal dari Bali, dan sisa­nya 27% kan, meningkatkan perhatian ke- berasal dari luar Bali. “Harap­an pada PTS. “Saya sangat berharap, saya, STIKOM Bali pasarnya tidak kepada pemerintahan yang baru hanya Bali, tapi juga di luar Bali dan semoga memberi perubahan,” luar negeri. Harapan ini sudah kami kata Dadang. rintis dengan dibukanya program Untuk STIKOM Bali sendiri, dua degree, bekerja sama dengan kata Dadang, biaya operasional beberapa kampus di luar negeri. selain dari swadaya mahasiswa, Rencana ke depan, STIKOM Bali STIKOM Bali memiliki banyak akan berubah menjadi institut. Dabidang usaha, di antaranya per- lam bayangan saya, namanya ­Institut bankan, software house, inkubator Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali. bisnis, sehingga dapat membantu Semua sedang disiapkan, sarana biaya operasional STIKOM Bali. dan prasarana, termasuk sumber Saat ini, STIKOM Bali sudah daya manusia. Semoga dua atau tiga memiliki dosen pengajar yang tahun ke depan dapat diwujudkan,” bergelar doktor empat orang, ujarnya. –Wirati Astiti


4

Inspirasi

21 - 27 juli 2014

Atiqah Hasiholan

Puasa Sibuk Syuting

Bulan puasa tampaknya tidak menjadi halangan bagi Atiqah Hasiholan untuk tetap sibuk seperti biasanya. Alih-alih menurunkan aktivitasnya, istri aktor Rio Dewanto ini malah sibuk syuting. “Iya, sibuk sekali. Harusnya, alangkah baiknya, kita mengisi bulan suci dengan banyak beribadah. Walau beribadah itu bukan hanya saat Ramadan, namun saat Ramadan, alangkah baiknya kalau kita mengisinya ­dengan banyak ibadah. Aku juga kepingin banyak ibadah tapi sepertinya ­belum terkejar, tuh,” ujar Atiqah disela-sela acara berbuka puasa bersama.

S

aat ini Atiqah memang sedang menjalani syuting film terbarunya yang berjudul ‘3 Nafas Likas’. Film yang diangkat dari kisah nyata kehidupan Likas, istri Letjen Djamin Ginting, pahlawan kemerdekaan yang juga mantan Duta Besar Kanada ini, diambil dari tiga latar belakang situasi berbeda, yakni, masa perang kemerdekaan, pergolakan revolusi hingga saat ini. Tokoh Likas sendiri sampai sekarang tetap sehat dan telah berusia 90 tahun. Untuk tampil sempurna, Atiqah bukan hanya melakukan riset tapi juga secara khusus mempelajari logat Karo. Maklum, meskipun berdarah Batak, namun logat asal Atiqah yang dari Toba, berbeda dengan Karo yang berlogat Melayu. Di luar itu, proses syutingnya pun lumayan berat karena ia harus berbulan-bulan di lokasi-lokasi pedalaman di Sumatera Utara. Terakhir ia akan menjalani syuting di Ottawa, Kanada, selama beberapa hari. Atiqah mengaku sangat senang mendapatkan peran yang dianggapnya cukup menantang itu. Bagaimana caranya menghidupkan peran ini, menjadi tantangan tersendiri baginya. “Likas tokoh

yang luar biasa, memiliki karakter kuat. Dia tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupannya. Aku suka banget dengan tokoh ini. Dia menjadi inspirasi buat aku,” ujar pemeran film Java Heat ini, dengan semangat. Artis yang mengasah kemampuan aktingnya lewat penampilan di panggung teater ini, merambah ke layar lebar ketika mendapat tawaran tampil dalam film “Berbagi Suami” pada tahun 2006. Setelah itu, tawaran bermain film pun membanjirinya. Tahun 2009, boleh dibilang sebagai awal tahun ‘rezeki’ bagi Atiqah

lantaran begitu banyak tawaran bermain film. Kalau sebelumnya setiap tahun ia hanya tampil dalam satu film, maka sejak 2009 hingga sekarang, rata-rata dalam setahun ia main di tiga film. “Sangat sibuk, memang,” ucapnya. Tahun ini saja, wanita kelahiran Januari 1982 ini, setidaknya sudah mendapat tiga film yakni; Me & You Vs The World yang telah tayang di bioskop, “3 Nafas Likas” yang sedang dalam proses syuting, serta film yang sudah menunggunya yakni, “Bulan di Atas Kuburan”. Film ini pernah dirilis tahun 1973 dan kala itu mendapat penghargaan pada Festival Film Indonesia tahun 1975. “Dulu film ini disutradarai oleh Asrul Sani,” tambahnya. Memiliki kesibukan tinggi, lalu bagaimana membagi waktu agar bisa bersama suami selama Ramadan? Ternyata “setali tiga uang”, suaminya, Rio Dewanto, pun tak kurang sibuknya. Selain syuting film, Rio juga tengah menekuni

bisnis barunya yakni, clothing line bertajuk Hunted. Tak heran kalau pasangan suami-istri yang belum setahun menikah ini, menjadi jarang bertemu akhir-akhir ini. Pasalnya jadwal mereka yang tak sesuai. “Iya kami sama-sama sibuk,” ujar Atiqah yang pada puasa pertama menyempatkan diri ke Bandung agar bisa sahur bersama suami tercinta. Disinggung tentang momongan yang sampai sekarang belum didapatnya, Atiqah mengaku baik dia maupun suaminya, memang sudah sangat ingin memiFoto: Kapanlagi.com liki momongan. Namun mereka tidak menjalani Atiqah Hasiholan program khusus untuk itu. “Siapa sih yang tidak ingin punya pasti akan cantik,” tuturnya. Menjadi cantik dan tampil anak. Aku ingin sekali. Tidak ada program khusus, ya, sedikasihnya segar, lanjutnya, tidak harus densaja,” kata Atiqah yang sempat gan perawatan yang berlebihan. “Yang aku jalani biasa-biasa saja. keguguran pada tahun lalu. Sempat diduga ia keguguran Minum air putih yang cukup,” karena terlalu capai, namun pen- tambahnya. Jujur saja, lanjutnya, saat puajelasan berbeda diterima Atiqah dari dokter. “Bukan itu. Dulu sa, wajah kita lusuh karena lemas. keguguran bukan karena faktor Tapi hal itu dapat diatasi. “Untuk kecapekan. Kata dokter, karena kecantikan, aku mempercayakan pembuahannya nggak sempurna,” kepada produk-produk kecantijelas Atiqah yang kini menjadi kan yang mengoptimalkan bukan lebih berhati-hati dalam menjaga hanya kecantikan kulit dan rambut tapi juga kesehatan,” ujar mantan kesehatannya. bintang iklan sabun mandi ini. -Diana Runtu KIAT TETAP SEHAT Ngomongngomong soal kecantikan, ternyata Atiqah punya kiat khusus agar tetap tampil cantik dan segar di bulan puasa. Menurut putri seniman kondang Ratna Sarumpaet ini, cara yang diterapkannya tergolong sederhana bahkan biasa saja, namun manjur khasiatnya. Yakni, minum air putih yang cukup dan menjaga asupan nutrisi. “Kedengarannya sederhana, tapi buat aku, hal tersebut sungguh baik dan bermanfaat. Jadi kecantikan itu bagi aku, asalkan kita sehat dan segar, Atiqah Hasiholan dan suaminya Rio Dewanto

Mandalika

21 - 27 juli 2014

Festival Enjoy Museum

21

Kuatkan Karakter Islam Dalam dua tahun terakhir, Museum ­Negeri Nusa Tenggara Barat, meriah dengan berbagai kegiatan. Institusi dan gedung yang menyimpan berbagai benda sejarah peradab­an manusia, khususnya peradaban Nusa Tenggara Barat yang biasanya sepi ini, kini “sumringah” dengan berbagai aktivitas yang memacu kreativitas anak muda NTB. Hal inilah yang juga kini terlihat di sana. ­Menyambut bulan suci Ramadan kali ini, Museum Negeri NTB menyelenggarakan Festival Enjoy Museum yang digelar dari tanggal 14-22 Juli 2014.

Drs. L. M. Faozal

B

erbagai kegiatan dilaksanakan seperti Pameran Napak Tilas Peradaban Islam di Nusa Tenggara Barat, Parade dan Lomba Kaligrafi, Sarasehan yang mengangkat tema “Islam dan budaya Masyarakat NTB”, dan Bazar Ramadan. Menurut Drs. L. M. Faozal, Kepala Museun Negeri NTB, berbagai kegiatan ini diselenggarakan selain untuk menyambut Ramadan juga untuk mengingatkan kembali bahwa hampir semua orang asli NTB, pada dasarnya lahir sebagai seorang muslim dan mengikuti seluruh rangkaian ritual daur hidupnya sebagai seorang muslim pula. “Ritual-ritual dalam

daur hidup itu selama ini mewarnai masyarakat NTB yang lahir dengan keislaman. Maka, karakter keislaman tersebut haruslah kuat. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan semacam ini menjadi penting untuk dilakukan,” ungkap Faozal, tentang alasan mengapa berbagai kegiatan khususnya pameran napak tilas islam dan lomba kaligrafi diselenggarakan di bulan suci ini. Karena itulah, di sudut-sudut gedung, di halaman hingga di taman-taman Museum Negeri NTB, terlihat setidaknya 50 siswa yang berasal dari berbagai sekolah menengah atas di Mataram, asyik membuat kaligrafi dalam lomba yang dileselenggarakan museum ini. Begitu juga dengan pameran napak tilas perjalanan peradaban Islam di NTB yang menampilkan koleksi museum berupa benda peninggalan sejarah Islam di NTB, seperti Alquran tulisan tangan, naskah Khutbah Hari Raya, wayang sasak sebagai media syiar di Lombok masa lampau. Terdapat pula alat-alat musik tradisional bernapas Islam, seperti rebana serta informasi tentang warisan budaya dan peradaban Islam di NTB seperti Masjid Bayan beleq, Masjid Gunung pujut, makam selaparang dan upacara u’a pua di Bima, yang kesemuanya menujukkan peristiwa sejarah masuknya Islam di Lombok dan Sumbawa. Peran aktif museum dalam

Benda-benda bersejarah yang dipamerkan dalam Pameran Napak Tilas Peradaban Islam di Nusa Tenggara Barat

Kaligrafi hasil karya pelukis kaligrafi NTB yang dipamerkan di Museum Negeri NTB sekaligus akan dilelang untuk amal

membangun kebudayaan dan karakter keislaman bisa dilakukan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Apalagi, Pulau Lombok yang dikenal dengan Pulau Seribu Masjid. “Slogan ini memperlihatkan bahwa masyarakat Pulau Lombok hidup dalam karakter islam yang taat. Jadi jangan sampai hal ini hanya menjadi slogan mati yang tidak nyata. Pameran dan lomba kaligrafi diniatkan pula untuk membentuk dan membangun karakter islam yang semakin kuat bagi para siswa dan masyarakat NTB umumnya,” ujarnya. --Naniek I. Taufan

Kegiatan Lomba Kaligrafi pada Festival Ramadhan di Museun Negeri NTB

Buka Bersama Gubernur

Media Kawal Pembangunan NTB Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. yang terjadi antarpendukung. Kedewasaan kedua Zainul Majdi menggelar acara buka bersama dentim Pilpres dan seluruh pendukungnya di NTB gan seluruh pimpinan dan wartawan media cetak, menjadikan kegiatan politik ini berjalan dengan elektronik dan televisi di Nusa Tenggara Barat. baik,” katanya. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Tengah Lebih utama lagi pers yang yang menjadi Kediaman Resmi Gubernur NTB ini memberi pengontrol demokrasi dapat menciptakan kondisi makna tersendiri bagi Gubernur sebagai ajang masyarakat yang kondusif. “Komitmen kami peapresiasi bagi insan pers di NTB. merintah daerah untuk tetap menjaga kebebasan Ia mengungkapkan bahwa peran media sangatpers di NTB. Tolong dikawal dalam hubungan lah penting dalam mengawal pembangunan NTB. yang baik dalam komitmen kebersamaan,” un“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi gkapnya. semua media yang telah turut mengawal pemBuka bersama Gubernur NTB dengan para bangunan di daerah ini, termasuk di kabupaten Pimpinan Redaksi dan wartawan ini menjadi maupun kota di Nusa Tenggara Barat,” katanya. bagian dari kegiatan Ramadan pimpinan daerah Sebagai seorang ulama yang juga Dai kondang ini. Sebelumnya, Gubernur telah melaksanakan di daerah ini, Gubernur juga mengingat bahwa salSafari Ramadan ke Lombok dan Sumbawa. Dalam ing memberi nasihat dalam kebaikan itu yang harus Safari Ramadan ini, Gubernur mengimbau supaya ditingkatkan. “Orang yang suka padamu akan sermsyarakat tetap menjalankan ibadah dengan tening menasihatimu. Ia tidak akan selalu setuju jika ang, menghindari diri dari berbicara yg tidak baik hal itu tidak baik bagimu. Orang yang tidak pernah dan memperbanyak “bicara” dengan Allah, dengan menasihatimu, maka ia bukanlah sahabat bagimu,” melakukan ibadah. “Jika masyarakat ingin maju ungkapnya. Hal ini disampaikannya menanggapi kuncinya kompak, hindari konflik-konflik yang berbagai kritik yang dilontarkan media selama dapat memecah belah masyarakat. Membangun kepemimpinannya sebagai Gubernur NTB yang NTB harus dilakukan secara bersama-sama, berkini menjalani periode ke-2, tahun 2013-2018. satu dalam kekompakan dan perbanyaklah ibadah,” “Kritikan itu menunjukkan persahabatan satu katanya saat melakukan Safari Ramadan di Lombok sama lain berada dalam koridor yang benar, saling Timur, beberapa waktu lalu. -Naniek I. Taufan mencintai dalam kebajikan,” katanya. Ia bangga bahwa pers di NTB selama ini tidak sampai memicu disharmonisasi dan tidak menciptakan suasana yang dapat memicu letupan-letupan yang bisa mengganggu proses pembangunan. Menurutnya, di NTB semua berjalan baik, salah satunya agenda politik yang berlangsung dalam dua tahun berturut-turut mulai dari pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif hingga pemilihan presiden yang prosesnya tengah berjalan ini. “Semua Tausiyah Gubernur saat sfari ramadhan ke Masjid Jami’yyatul Qudsiyyah Desa Pringgasela LOTIM berjalan baik, tidak ada benturan keras


Metropolitan

22

Beda Keperluan Beda Antrian Hampir tiga pekan terakhir ini lapangan Monas, Jakarta Pusat, ramai dikunjungi masyarakat yang datang sejak pagi. Mereka datang bukan untuk berolahraga tapi untuk menukar uang receh untuk keperluan peraya­an Idul Fitri. Maklum sejak 1 Juli lalu, Bank Indonesia (BI) mengoperasikan posko penukaran uang bersama sejumlah bank.

A

nimo masyarakat menukar uang baru memang meningkat menjelang Lebaran. Apalagi adanya tradisi bagi-bagi uang khususnya kepada anakanak dan mereka yang usianya lebih muda saat silaturahmi Lebaran. Orang menyebutnya tradisi ‘uang raya’. Tradisi ini hampir serupa dengan bagi-bagi angpao pada masyarakat Tionghoa yang meraya­kan Tahun Baru Cina. Animo masyarakat yang tinggi itu juga yang mendorong BI

memperbanyak tempat-tempat penukaran uang baru. Di Jakarta, misalnya, posko penukaran uang dipusatkan di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat. Namun begitu, BI juga mengoperasi mobil-mobil penukaran uang keliling serta be­ kerja sama dengan kantor-kantor Pegadaian yang jumlahnya sekitar 50 titik. Dengan begitu warga Jakarta yang lokasinya jauh dari Monas bisa menukar uang di lokasi-lokasi terdekat, baik itu mobil keliling maupun Pegadaian. Meski banyak lokasi penukaran

Sosialita

21 - 27 juli 2014

21 - 27 Juli 2014

I Gusti Ayu Oka Suryawardani

Doktor Pariwisata Perdana di Unud Dengan judul disertasi “Tourism Leakage from the Accommodation in Bali”, Senin (7/7), di hadapan promotor dan dewan penguji di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, promovenda Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., berhasil mempertahankan disertasinya pada Ujian Terbuka Promosi Doktor perdana pada Program Doktor (S3) Pariwisata, Pascasarjana Universitas Udayana.

Tumpukan uang untuk layanan penukaran

uang dibuka, namun tetap saja tempat penukaran uang di Monas menjadi tempat favorit. Selain

Sasar Pembeli “Mepet”

Layanan penukaran uang di Monas

Gencarnya BI dan sejumlah bank membuka tempat-tempat penukaran uang agaknya cukup berpengaruh pada bisnis uang receh yang biasanya beroperasi di terminal-terminal bus dan tempat ramai lainnya. Keuntungan mereka menurun drastis. Padahal sebelumnya, dari bisnis penukaran uang receh tersebut mereka dapat mendulang keuntungan yang lumayan banyak. Bahkan di masa jayanya, mereka bisa untung jutaan rupiah. Masyarakat memang sangat membutuhkan uang receh baik untuk bagi-bagi ‘uang raya‘ maupun perjalanan mudik. “Masih untung tapi tidak seberapa dibanding dulu. Sekarang hanya bisa untung Rp 300 ribu sehari, itupun tidak menentu. Biasanya paling ramai beberapa hari menjelang Lebaran. Makin mendekati Lebaran, keuntungan makin meningkat karena makin banyak yang perlu uang receh. Orang-orang yang mau mudik tukar uang receh supaya bisa bagi-bagi uang di kampung. Tapi sekarang agak lesu,” ucap Nata, pedagang uang receh yang biasanya mangkal di Terminal Pulo Gadung. Nata sudah sepuluh tahun berbisnis jasa penukaran uang receh. Dulu, di awal memulai bisnis ini, modal Nata hanya Rp 5 juta, itupun ‘titip’ modal pada temannya. “Saya awalnya ikut teman (titip modal) namun ketika saya lihat keuntungannya bagus sekali, saya pun buka jasa sendiri. Sekarang modal sudah lumayan besar, namun keuntungan tidak seperti dulu lagi,” ucap Nata yang modalnya untuk bisnis musiman ini hingga puluhan juta rupiah. “Saya juga ikut pengantri seperti yang lain,” tambah Nata yang mengaku hanya mengambil keuntungan Rp 5 ribu-Rp 10 ribu tiap penukaran senilai Rp 100 ribu. Rahayu yang biasa mangkal di kawasan Kota Tua, juga mengaku hal serupa. Menurutnya, bisnis jasa penukaran uang miliknya juga tidak semoncer beberapa tahun lalu, di mana dia pernah menjual rupiah dalam sehari hingga Rp 3 juta lebih. “Sekarang pun tetap untung tapi tidak besar,” ucap wanita bertubuh subur ini. Ia menduga, turunnya keuntungan karena banyak bank mengoperasikan mobil penukaran uang keliling. Biasanya, banyak pembeli datang beberapa hari menjelang Lebaran, saat bank-bank sudah libur. “Kalau pembeli datang saat “mepet” biasanya saya tarik keuntungan antara Rp 7500-10 ribu per Rp100 ribu. Ya bisa nego-lah,” katanya. Dulu, Rahayu memulai bisnisnya dengan meminjam dari agen uang yang mengambil keuntungan 10% dari keuntungan yang didapatnya. Lama-kelamaan ia merasa keuntungan agen terlalu besar, sementara penjualan tak menentu. Akhirnya ia mengupayakan dengan modal sendiri, dan itu bergulir hingga sekarang. Sekarang, tambahnya, ia lebih suka menukar uang di bank, meski harus mengantri lama. Alasannya, selain gratis juga uang baru yang didapat dijamin asli. Orang yang menjalankan bisnis tahunan seperti Nata dan Rahayu, agaknya cukup banyak yang memanfaatkan jasa penukaran uang di Monas. Karena di sana ada belasan bank yang juga membuka pelayanan yang sama sehingga memudahkan mereka bolak-balik mengantri dari bank satu ke bank lainnya. Hal ini karena setiap tempat penukaran uang baru hanya memperbolehkan maksimal Rp 3,7 juta sekali tukar. –Diana Runtu

Monas letaknya stra­tegis, juga di sana banyak bank yang melayani menukaran uang. Setidaknya ada 13 bank yang ikut terlibat. Sehingga, kalaupun mengantri tak perlu terlalu lama. Seperti yang diakui Rustini yang sejak pagi sudah tiba di Monas. Ibu satu anak ini, sengaja datang pagi-pagi sekali sebelum loket dibuka agar bisa mendapat giliran pertama. Namun ternyata bukan hanya Rustini yang datang paling pagi, banyak warga juga melakukan hal yang sama. Wal­ hasil, ketika ia tiba di Monas, sudah banyak warga datang, dan Rustini pun akhirnya mengantri juga. “Maksud saya datang pagi-pagi sekali supaya bisa cepat tukar uang karena saya harus ngantor. Tapi ternyata banyak juga yang datang pagi hari,” ungkap Rustini yang menukar uangnya Rp 2 juta dengan pecahan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu untuk dipakai sendiri dan bagi-bagi uang di kampungnya. Layanan penukaran uang di Monas memang tidak berlangsung lama. Setiap harinya hanya berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00. Jumlah uang yang ditukar pun dibatasi hanya Rp 3,7 juta per-transaksi. Layanan yang dibuka hingga 25 Juli ini, juga dapat dilakukan secara non-cash alias via ATM karena disediakan

mesin EDC atau ATM. Adanya orang yang sama mengantri berkali-kali sebenarnya juga terpantau oleh petugas bank yang ada di lapangan. Namun karena memang tidak ada peraturan yang melarang sehingga hal itu dibiarkan saja. Pejabat BI yang melakukan peninjauan ke Monas (16/7) juga mengakui adanya bisnis penukaran uang. “Ada mekanisme pasar yang berlaku di sini, yakni, pemberi jasa penukaran dan konsumen yang mencarinya. Jadi yang berlaku adalah mekanisme pasar,” kata Deputi Gubernur BI Ronald Waas. Tapi, sampai sekarang tidak aturan baku yang melarang kegiatan tersebut. Namun begitu diimbau kepada masyarakat , untuk melakukan penukaran uang di tempat-tempat resmi guna menjamin keaslian dari uang baru yang didapat. Lambok A. Siahaan, Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI yang juga hadir dalam peninjauan di Monas, menjelaskan, pihaknya melakukan perbaikan mekanisme penukaran uang. Misalnya, dilakukan pemisahan mereka yang menukar uang untuk keperluan pribadi dan keperluan lainnya. “Jadi antrian mereka berbeda,” katanya. “Selain itu, di lapangan juga ada petugas yang memantau pergerakan nasabah,” jelasnya.

Mobil keliling penukaran uang

–Diana Runtu

P

Saat ujian promosi doktor di Pascasarjana Unud

erempuan kelahiran Solo, 4 November yang merupakan mahasiswa program Doktor Double Degree Indonesia Perancis (DDIP) antara Universitas Udayana (Indonesia) dengan Université Sorbonne Paris-1 (Perancis) tersebut mampu menjawab dengan lugas dan tegas semua pertanyaan yang diajukan delapan dewan penguji. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt. dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor pariwisata pertama di Unud dengan predikat pujian (cumlaude). Suasana bahagia dan bangga pun terlihat di keluarga promovenda dan Program Pascasarjana Unud, karena ini merupakan karyasiswa pertama yang menyelesaikan pendidikan di Program Studi Doktor (S3) Pariwisata Universitas Udayana. Hal ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Program Pascasarjana Unud, tetapi juga untuk Universitas Udayana, karena bidang pariwisata merupakan salah satu bidang unggulan di Universitas Udayana. Di depan dewan penguji, istri Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) Kebudayaan dan Kepariwisataan Unud Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., PhD. dan ibunda Anak Agung Putu Agung Raditya Wedananta, S.Ked., mengatakan pariwisata merupakan andalan per­ekonomian Bali, namun dampak ekonomi pariwisata belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Bali. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya kebocoran pariwisata (tourism

leakage) karena tidak seluruh uang yang dikeluarkan wisatawan tersebut berada dan berputar dalam perekonomian Bali (Indonesia). Sebagian dari uang ter­ sebut “lari” ke luar negeri. Pendapatan dari pariwisata yang keluar tersebut antara lain digunakan untuk membiayai produk impor, tenaga kerja asing, biaya manajemen chain hotels, transfer keuntungan hotel kepada pemilik asing dan sebagainya. Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt. mengatakan kebocoran pariwisata di Bali terbilang cukup tinggi, khususnya pada hotel bintang 4 dan 5 berjaringan internasional (chain hotels). Pemaparan hasil penelitiannya berdasarkan analisa mikro, kebocoran pariwisata Bali tertinggi bersumber dari hotel bintang 4 dan 5 berjaringan internasional (chain hotels) sebanyak 51,0%, dan kebocoran terendah terdapat pada hotel non-bintang (8,8 %), dengan rata-rata kebocoran sebesar 18,8% dari pendapatan hotel. Sedangkan berdasarkan analisis makro dengan menggunakan Social Accounting Matrix (SAM), kebocoran tertinggi terjadi pada hotel bintang 4 dan 5 berjaringan internasional (chain hotels) mencapai 55,3 %, dan terendah pada hotel non-bintang sebesar 2,0%, dengan rata-rata kebocoran mencapai 19,5% dari pendapatan hotel. Kebocoran tersebut mesti diminimalisasi dengan mengurangi penggunaan produk impor dan tenaga kerja asing melalui peningkatan kualitas produk serta peningkatan mutu SDM lokal. Termasuk memberikan prioritas

Saat berlibur bersama keluarga di London

kepada masyarakat Bali untuk berpartisipasi dalam investasi akomodasi pariwisata, serta mengatur investasi asing dengan lebih ketat dalam sektor akomodasi sehingga manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dinikmati lebih besar bagi masyarakat. Putri pasangan I Gusti Made Tantra dan Raden Ayu Sri Lestari yang akrab disapa Bu Dani ini menyelesaikan program master (S2) di Australia, tepatnya di Graduate School of Management, Faculty of Economic Business and Law, the University of Queensland, Brisbane, dengan fokus penelitian pada pemasaran internasional. Sedang­ kan dalam penelitian disertasinya ini, dosen Program Studi Agribisnis Unud ini menggunakan pendekatan sistem ­dengan mengintegrasikan analisa kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif untuk meng­ hitung besarnya kebocoran pariwisata Bali dari sektor akomodasi pada level mikro (industri pariwisata) dan level makro (Provinsi Bali). Dalam analisis makro, perhitungan dilakukan berdasarkan Social Accounting Matrix (SAM) yang datanya diperoleh dari Biro Pusat Statistik Provinsi Bali. Analisa kualitatif dilakukan untuk menganalisis persepsi wisatawan asing dalam memilih produk lokal dan produk impor menggunakan program John’s Macintosh Project (JMP). Sedangkan dalam merancang strategi minimalisasi kebocoran pariwisata Bali digunakan program Interpretative Structural Modeling (ISM) berdasarkan pendapat dan pandangan

Dr. Ir. IGA Oka Suryawardani, M.Mgt., bersama keluarga seusai ujian promosi doktor

3 dari para ahli di bidang pariwisata. Hasil analisa ISM menunjukkan bahwa pihak-pihak yang memegang peranan penting dalam hal ini adalah pemerintah daerah (Provinsi Bali, kabupaten/kota), organisasi masyarakat, pemimpin/ tokoh masyarakat, dan pemerintah pusat. “Pemberdayaan masyarakat dapat dicapai secara optimal apabila didukung oleh keterlibatan pemerintah baik pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya. Hasil penelitiannya juga menunjuk­ kan bahwa wisatawan asing secara signifikan memilih produk lokal dibandingkan dengan produk impor saat berwisata ke Bali. Karena itu, peningkatan pemanfaatan produk lokal untuk konsumsi wisatawan dapat dilakukan melalui peranan manajer hotel dengan mengoptimalkan penyajian hidangan lokal. Selain itu, ketersediaan produk lokal sebagai produk substitusi juga sa­ngat diperlukan untuk menggantikan produk impor. Misalnya, Bali sudah memiliki beberapa produk minuman beralkohol yang diproduksi lokal, seper­ti “Hatten Wine”, “Indigo Wine”, “Balimoon” dan lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai produk substitusi untuk wine dan minuman beralkohol impor. Agar dapat bersaing dengan produk minuman impor, pengembangan produk substitusi sangat diperlukan untuk memenuhi permintaan pasar baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Peranan pemerintah sangat penting dalam memasilitasi pengembangan dan melakukan pengawasan terhadap produk subsitusi untuk memenuhi pasar wisatawan tersebut. KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Kebijakan perdagangan internasional oleh pemerintah Indonesia dalam melakukan proteksi atau perlindungan terhadap produk lokal sangat penting melalui pemberian subsidi kepada petani, peternak, nelayan maupun pengrajin untuk meningkatkan kualitas, kuantitas maupun kontinuitas produk sehingga dapat bersaing dengan produk impor. Subsidi juga diberikan pada pekerja lokal untuk meningkatkan kualitas­nya melalui pelatihan dan pendidikan yang lebih baik. Bu Dani mengatakan bahwa kebijakan perlindungan terhadap produk lokal ini sesuai dengan kebijakan World Trade Organisation (WTO) yang dikenal dengan “Bali Package”. Dalam paket Bali itu disebutkan bahwa para anggota WTO diizinkan untuk memberikan subsidi dan menurunkan pajak impor dengan tujuan meningkatkan ekspor bagi negara-negara sedang berkembang. Dalam kaitannya dengan penurunan pajak impor, pemilik dan direktur Denpasar Children Centre (DCC) ini mengatakan bahwa di satu sisi penurunan pajak impor memang bermanfaat meningkatkan ekspor. Jika dilihat dari posisi negara sedang berkembang yang kalah bersaing dengan negara maju dalam hal kualitas dan kontinuitas produk, kebijakan ini justru akan mengancam posisi negara sedang

berkembang seperti Indonesia. Karena, dengan diturunkannya pajak impor, peluang impor dari negara lain menjadi semakin besar. Menyadari kelemahan negara sedang berkembang seperti Indonesia, peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia sangat penting agar dapat bersaing dengan produk impor dan tenaga kerja asing. Tantangan lebih besar lagi akan dihadapi negara sedang berkembang dengan diterapkannya perdagangan bebas, karena masingmasing negara akan bersaing secara bebas di pasar internasional. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa sudah selayaknya kualitas sumber daya lokal harus ditingkatkan agar dapat ber­saing dalam kancah bisnis internasional, terutama Bali yang mengandalkan pariwisata dalam perolehan devisanya. Sebelumnya, Bu Dani sebagai karya­siswa angkatan ke-2 pada Program Studi Doktor (S3) Pariwisata Unud ini, sudah menyampaikan disertasinya pada ujian tertutup, 9 Januari 2014. Namun, ujian terbuka promosi doktor tidak bisa langsung dilaksanakan karena ia harus kembali ke Perancis melanjutkan studi Double Degree di Universite Sorbonne Paris-1. Keberhasilan perempuan yang fasih berbahasa Inggris dan Perancis ini tak lepas dari dukungan suami dan putra tercinta serta tekad meningkatkan kualitas diri dan menjadi yang terbaik. Hari-hari selama mengikuti pendidikan di Paris diisinya juga dengan belajar bahasa Perancis di Institute Catholigue de Paris. Pengelolaan destinasi wisata di Paris juga menjadi fokus perhatiannya. Bu Dani mengatakan bahwa pemerintah Perancis memberikan perhatian penuh terhadap pengelolaan pariwisatanya. Pelestarian budaya dan bangunan bersejarah yang didukung sistem transportasi yang memadai serta pemerataan pengembangan daya tarik wisata menjadikan Paris sebagai destinasi wisata dunia yang sangat terkenal, sehingga kepariwisataan Perancis tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, namun juga pelestarian budaya dan alam serta memberikan kepuasan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Perancis. Pemerintah Perancis juga memberikan perhatian terhadap penggunaan brand berdasarkan konsep Country of Origin dan Geographical of Origin dalam mengembangkan produk lokalnya, seperti “Wine Bordeaux”, “Britani Crepe” yang menjadikan produk tersebut diminati wisatawan yang berkunjung ke Paris. Selain berhasil mengetengahkan penelitian yang menarik, Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt. tercatat sebagai karyasiswa pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Program Studi Doktor (S3) Pariwisata Unud dengan masa studi kurang dari tiga tahun. Harapannya, dari hasil penelitian disertasinya dapat menjadi acuan bagi stakeholders di bidang pariwisata untuk meminimumkan kebocoran dari akomodasi pariwisata di Bali. –ard


2

Ekspresso DAri daPUr Redaksi

21 - 27 juli 2014

GORO-GORO

Menyambut Kemenangan

Bulan puasa akan segera berakhir. Umat Muslim bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Persiapan jelang perayaan hari kemenangan sudah dilakukan. Ada yang mempersiapkan mudik, ada yang mempersiapkan aneka hidangan, hingga menyiapkan uang hari raya untuk keluarga. Semua ini merupakan bagian dari suka cita menyambut hari kemenangan. Kemenangan yang diraih merupakan kemenangan batin. Setelah menguasai hawa nafsu selama bulan puasa, saatnya untuk menyambut suasana baru. Untaian kata maaf lahir-batin akan bersahutan sebagai tanda manusia punya kelemahan dan bisa melakukan kesalahan. Berikutnya, mari menyambut hari yang baru dengan semangat baru untuk masa depan yang lebih baik. Menyambut kemenangan tidak hanya dirasakan umat Islam. Rakyat Indonesia pun bersiap menyambut kemenangan. Rakyat Indonesia akan memiliki pemimpin baru, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil penghitungan suara sebelum Lebaran. Yang menang jangan takabur, yang kalah jangan ngawur. Semua harus kembali bergandengan tangan untuk membawa Indonesia menjadi lebih hebat. Kemenangan ini milik rakyat karena suara-suara yang terkumpul adalah suara rakyat.

Minggu ini juga ada Hari Anak Nasional yang diperingati tiap 23 Juli. Anak-anak merupakan generasi penerus kejayaan bangsa Indonesia. Dengan memberikan yang terbaik untuk anak-anak, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang terbaik juga. Salam untuk anak-anak Indonesia. Salam untuk rakyat Indonesia.

Mohon informasi nomor telepon drg. Gemini Sari yang dimuat Tokoh edisi 805. Dewa Suganda, (081337370xxx) drg. Gemini Sari: 08123983276 Mohon informasinya untuk alamat dan nomor kontak dokter spesialis gizi klinik (Sp.GK) yang pernah dimuat pada Mingguan Tokoh. Gede Baloma dr. I Wayan Gede Sutadarma, M. Gizi: 082144071268 / 08886161164

R a l at

Terjadi kekeliruan dalam ­penulisan caption foto di rubrik Sudut Pandang Tokoh edisi 805, tertulis Desi Putrisari, seharusnya Winda Pardana Putri. Redaksi mohon maaf atas kekeliruan ini. Terima kasih Winda Pardana Putri

Tas Tertinggal, Uang Selamat Ini mungkin sebuah kejadian yang belum pernah atau sudah Anda alami sebelumnya. Bagi saya, ini merupakan suatu pengalaman yang menggelikan sekaligus mengharukan, akibat kelalaian dan bisa jadi kepikunan saya sendiri. Saat itu, seusai pulang dari kerja, saya mampir dulu membeli sup buah dan jus untuk anak-anak dan suami di Moena Fresh cabang Diponegoro. Dengan santai, saya menaruh tas yang sedari tadi saya gandeng di bawah kursi. Setelah selesai dibungkus, saya kemudian berlalu pulang. Seperti biasa saya melakukan aktivitas sehari-hari di rumah lalu berangkat mengajar di sebuah bimbel. Hingga pukul 20.00, saya masih belum menyadari akan keberadaan tas saya tadi. Sesampainya di rumah, tiba-tiba saya teringat data-data penting yang harus saya selesaikan serta beberapa pembayaran yang harus saya lakukan besok. Alangkah terkejutnya saya, ternyata semua itu ada di dalam tas gandeng saya tadi. Yang membuat saya bertambah shock, ternyata uang kantor Rp 6 juta rupiah yang kebetulan saya taruh dalam sebuah amplop berada jadi satu dengan dokumen itu. Kebetulan saat itu, dompet serta HP saya taruh di dalam tas kecil selempang yang gampang saya bawa kemana mana. Jadi, tas satunya saya lupakan begitu saja. OMG!!! Dalam kebingungan itu, sambil menangis saya menceritakan hal

mingguan berita wanita Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

tersebut kepda suami. Entahlah, saya tidak bisa berpikir jernih saat itu. Perasaan bersalah dan sakit hati berkecamuk di dalam dada. Suami lalu menyuruh saya untuk tenang, diam dan merenung sambil memejamkan mata, tak lupa saya berdoa dan mengatur napas. Saya berusaha mengingat kembali, kemana saja tempat yang sudah saya lalui. Tibatiba saya teringat Moena Fresh dan itu sangat menguatkan saya. Dengan sabar, suami mengantar saya menuju kesana, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30. Saya terus berdoa di dalam hati agar toko jangan tutup dulu. Benar saja, sampai disana, para pegawai sudah meringkas barang karena toko akan segera tutup. Saya berlari menuju kasir dan menanyakan apakah ada tas gandeng yang tertinggal disana. Dengan sigap mereka menunjukkan tas saya yang tergantung rapi di samping kasir. “Tadi kami menemukan di bawah kursi, kami sudah berpikir pasti ibu yang punya,” kata salah satu pegawai dengan begitu ramahnya. “Silahkan ibu periksa dulu, tas ibu aman disini,” lanjut mereka.

Seketika air mata saya berlinang. Dokumen serta uang masih utuh di dalam tas. Ida Sang Hyang Widhi, terima kasih, ucap saya terus di dalam hati. Saya lalu memberikan hadiah kepada mereka, tapi dengan halus mereka menolaknya. “Sudahlah bu, ini tugas kami,” ucap mereka sambil tersenyum. Saya terus memaksa tapi mereka tetap menolak. “Terima kasih ya, semoga Tuhan membalas kebaikan kalian,” ujar saya sebelum meninggalkan toko. Mereka membalas dengan senyuman. Hari itu memang benar-benar melelahkan sekaligus mengharukan. Saya masih beruntung karena dokumen penting dan uang yang bukan milik saya tidak jadi hilang. Hari itu juga saya bisa melihat ketulusan dan kebaikan yang tidak dapat saya lupakan. Kepada suami yang mengajarkan saya betapa pentingnya meditasi sejenak untuk memecahkan masalah saya dan kepada para pegawai Moena Fresh Diponegoro yang baik hati dan tak lupa kepada Tuhan, saya mengucapkan rasa terima kasih. Tri Andayani

Bagi pembaca yang memiliki kisah unik, seru, menyebalkan, atau mengasyikkan dan ingin berbagi dengan pembaca ­lainnya, silakan kirim kisah Anda ke redaksi@tokoh.co.id. ­Panjang naskah maksimal 3.000 karakter. Sertakan juga nama dan no kontak Anda. Naskah yang muat di rubrik “OMG” akan mendapat bingkisan Tokoh. Info lebih lanjut, silakan hubungi Redaksi Mingguan Tokoh (0361) 425373

Putu Wijaya

menang

Kedua capres, Prabowo dan Jokowi merayakan kemenangannya, begitu selesai pencoblosan. Para lembaga “penghitung cepat” agaknya sudah mengirim angin surga hasil pantauan mereka. Presiden sampai turun tangan. Kedua capres dipanggil dan diminta menahan diri. Karena hura-hura kemenangan, bila nanti ternyata berlawanan dengan hasil KPU, bisa berkobar kekecewaan. Buntutnya payah. “Cepat atau lambat, pasti akan ada yang kalah, ada yang menang,” kata Pak Made. “Seri pun akan dikejar, sampai jelas pemenang dan pecundangnya. Seperti. Adu penalti Belanda lawan Argentina di semifinal Bola Dunia. Ya kan Pak Amat?” “Betul sekali. Dan, siapa pun pemenangnya, dia adalah presiden kita bersama. Tugasnya mengurus kesejahteraan kita semua, bukan hanya mengurus kepentingan para pemilihnya!” Pak Made tertegun. “Wah itu yang susah, Pak Amat. Bagaimana pun kalau mau terus terang, jujur saja, manusia pasti mendahulukan kepentingannya sendiri. Bohong kalau bilang tidak!” “Itu manusia biasa, umumnya begitu Pak Made. Watak kita, rakyat jelata, memang mau untung sendiri. Tapi pemimpin tidak boleh begitu. Presiden itu abdi rakyat, bukan diabdi rakyat, seperti raja! Beliau harus mengurus yang memilih dan yang tak memilihnya!” Pak Made kembali tertegun. “Tertegun? Kenapa?” tanya Bu Amat ketika Amat menceritakan kejadian itu. “Ya, tertegun mungkin karena tidak terpikir sebelumnya. Kata orang pinter, jadi pemimpin itu pamit mati. Artinya begitu dia berubah status dari orang biasa menjadi pemimpin, dia seakan-akan mati bagi keluarga dan lingkungannya, karena sejak saat itu, dia sudah jadi milik bersama. Dia harus memprioritaskan kepentingan bersama, walau pun mungkin bertentangan dengan kepentingan pribadinya, atau kelompoknya!” Bu Amat tertegun. “Kalau tidak mau begitu, jangan jadi pemimpin. Karena itu, kalau memilih, harus hati-hati melihat, apakah yang kita pilih itu akan sanggup pamit mati?!” Bu Amat kembali tertegun. Amat jadi kesal. “Kok bengong? Dengerin Bapak, tidak?” Bui Amat mengangguk. Lalu bertanya. “Jadi kalau menang tidak dapat apa-apa?” Amat tersenyum. “Ya pasta dapat! Tapi yang didapat hanya tanggungjawab.” “Yang memilih juga tidak dapat?” Amat ketawa. “Ya pasti dapat! Yang kalah dan yang menang samasama dapat presiden bersama.” Bu Amat sekali lagi tertegun. “Kalau begitu apa gunanya menang?” “Makanya, kenapa mesti bertengkar!”

Pemimpin Perusahaan: IDK Suwantara. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri A r d h i n i , W i r a t i A s t i t i , S a g u n g I n t e n . J a k a r t a : D i a n a Ru n t u . N T B : N a n i e k D w i S u r a h m i . D e s a i n G r a f i s : I D N A l i t Budi­a rtha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­D enpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­F aksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BCA Cabang ­Pal­m erah Barat Jakarta. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 229.3006644 Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Mozaik

21 - 27 juli 2014

23

Poleng Tjok Abi Tjokorda Gede Abinanda ­Sukawati yang lebih dikenal dengan nama Tjok Abi, belum lama ini mempersembahkan fashion show yang bertajuk “Wastra Bebali Poleng” di ­Gedung Natya Mandala Institut Seni­ Indonesia (ISI) Denpasar.

Salah satu tahap pemeliharaan tanaman kopi adalah mewiwil, yakni memotong cabang-cabang yang tidak diperlukan untuk menghilangkan unsur hara yang masuk ke tanam­ an. Proses ini dilakukan untuk pematangan buah sehingga menghasilkan buah kopi yang bernas (berkualitas bentuk, dan berat). Seperti yang dilakukan petani kopi di Banjar Bon, Desa Belok, Petang, Badung, yang rencananya mewakili Badung dalam Lomba Kelompok Tani Perkebunan Berprestasi Tingkat I Bali. –Sepi

D

Desain karya Tjok Abi

Mewiwil Tanaman Kopi

Tjok Abi dan para model

alam pagelaran yang dilangsungkan sebagai karya ujian akhir penciptaan seni Pascasarjana ISI Denpasar tersebut, hadir Ny. Ayu Pastika, Ny. Selly D. Mantra, para desainer serta pejabat struktural di lingkungan ISI Denpasar. Ujian yang dilaksanakan berbeda dengan ujian lainnya, sebab karya ciptanya mesti

dipertanggungjawabkan ke publik sekaligus memberi ruang publik untuk memberikan nilai dan

masukan. Fashion show yang dibawakan 24 orang model ini dihadirkan dalam tiga segmen yaitu, tradisi, kontemporer, dan etnik modern. Hadir pula mendukung acara penari Gung De Rama, penyanyi Ocha dan penyair Oka Rusmini. Tjok Abi, yang juga tercatat sebagai salah seorang pengajar pada program studi Desain Fashion mengatakan

Wastra Bebali Poleng diangkat menjadi sumber ide penciptaan busana pesta. Sebelum inti acara telah pula dijabarkan dengan lugas perihal konsep “poleng” yang dipilihnya. Sementara Rektor ISI Denpasar, Dr. I Gede Arya Sugiharta, S.SKar., M.Hum, yang juga bertindak sebagai penguji malam itu, menyatakan kehadiran para undangan dari berbagai kalangan ketika itu juga merupakan sarana promosi memperkenalkan program studi yang baru saja berdiri, yakni Desain Fashion. – Sri Ardhini

Star Cafe Renon Diresmikan Resto Pertama dengan Sentuhan Layanan Entertainment

Iwan Setiawan Bila Anda belum menemukan resto/ kafe yang mampu memenuhi hasrat kuliner dengan sentuhan layanan entertainment, pastikan datang ke Star Cafe

Renon. Di resto yang baru diresmikan pada Jumat (11/7), Anda tidak saja akan dimanjakan dengan suguhan menumenu pilihan dan favorit, tetapi Anda juga akan dibuai oleh sajian live music yang membuat Anda semakin betah dan puas. Resto yang terletak di lokasi premium Renon, Denpasar tepatnya di Jln. Cok Agung Tresna ini menawarkan berbagai menu spesial untuk santap siang dan malam dengan harga masih dalam ‘koridor’ sangat terjangkau. Seperti yang disampaikan Executive Manager Star Cafe Iwan Setiawan, Star Cafe merupakan resto untuk semua kalangan masyarakat. “Dengan konsep berbeda, resto ini diharapkan dapat memenuhi hasrat masyarakat Denpasar yang ingin menikmati aneka hidangan dengan suguhan live music seperti karaoke dan DJ performance. Konsep resto met metro yakni kafe modern yang sesuai dengan gaya anak muda masa kini,” jelas Iwan Setiawan di sela acara peresmian Star Cafe. Iwan menambahkan, konsep perpaduan resto dan entertainment ini belum

ditemukan di kawasan Kota Denpasar. Ini merupakan terobosan cerdas dari owner Star Cafe untuk memenuhi hasrat kuliner masyarakat Denpasar. Kami menyediakan tempat nongkrong bagi kawula muda, keluarga maupun acara-acara party. Kami siap memberikan layanan sesuai yang diinginkan masyarakat. Silakan datang dan kunjungi resto kami. Layanan kami bakal memuaskan Anda,” janji Iwan Setiawan. RESTO PERTAMA Konsep dan nuansa berbeda ini diyakini Iwan Setiawan akan menjadi daya tarik bagi pengunjung terlebih selama ini belum ada restoran yang menyuguhkan live music sekaligus. “Pengunjung hanya ditawarkan menu-menu hidangan saja tanpa ada sentuhan entertainment-nya. Star Cafe adalah resto pertama di kawasan perkantoran Renon yang menawarkan kepuasan kuliner dan hiburan musik sekaligus,” papar Iwan Setiawan lagi. Star Cafe menawarkan menu-menu kolaborasi masakan western (barat) dan nasional (Indonesia) dengan harga terjangkau. Harga mulai Rp 16.000 – Rp 25.000. Star Cafe juga menyediakan kapasitas untuk standing party hingga 120 orang. Kami berharap kehadiran Star Cafe melengkapi hasrat dan selera kuliner masyarakat Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya,” harap Iwan Setiawan.

SEBAGAI LIFESTYLE Sementara itu owner Star Cafe Ir. AAM Sukadhana Wendha mengatakan, resto dengan konsep perpaduan kuliner dan entertainment merupakan sebuah lifestyle di era kekinian. Kehadiran sebuah resto merupakan kebutuhan hidup di bidang pangan terkait kemajuan ekonomi masyarakat. “Kemajuan ekonomi masyarakat telah memberi/membuka peluang usaha bagi teman-teman pengusaha. Ini merupakan pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis kuliner,” papar pengusaha yang dinobatkan sebagai ‘One of The Leading Entrepreneur in Bali’ versi Majalah Property & Bank edisi 064 tahun 2010 ini. Ketertarikan Ir. AAM Sukadhana Wendha yang disapa dengan Gung Indra terhadap dunia kuliner sudah lama dirasakan. Itusebabnya, selain menekuni bisnis utamanya di bidang property, Dirut PT Kusemas Group ini menekuni bisnis kuliner. Menurutnya, bisnis ini di Denpasar cukup menjanjikan apalagi wisata kuliner saat ini berkembang pesat. “Ini sebuah tantangan bagi saya,” ujar pengusaha lulusan Ohio University, Canada yang memiliki banyak perusahaan seperti property, SPBU, kelapa sawit, perbankan selain bisnis kuliner (restoran). Tak heran jika Majalah Property & Bank mengukuhkan pria ramah ini sebagai pengusaha lokal paling ekspansif di Bali. –ari


What’s Up

24

21 - 27 Juli 2014

Membentuk Karakter Positif Siswa Pemandangan umum yang kita li­ hat setiap memasuki tahun ajaran baru adalah pelaksana­ an Masa Orientasi Siswa (MOS) yang diselenggarakan oleh sebagian besar lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMA pada umumnya. Tujuan dari kegiatan MOS ini adalah untuk memperkenalkan kepada siswa baru, ling­kungan sekolah dan berbagai pera­ turan yang ada di setiap sekolah.

D

ahulu MOS dike­ nal sebagai masa perploncoan bagi siswa baru. Ban­ yak kekerasan fisik yang di­ lakukan untuk melatih mental para siswa baru. Hal ini bukan­ lah tindakan yang mendidik, dan seringkali menimbulkan kecemasan bagi siswa baru maupun orangtua mereka. Saat ini sudah banyak sekolah mengisi kegiatan MOS dengan hal yang menarik dan positif, di antaranya diperkenalkannya SOUL (Spirit of Universal Life) kepada anak-anak siswa SD, SMP dan SMA sebagai salah satu cara untuk membentuk karakter anak sejak dini. Beberapa kegiatan SOUL for Kids and Teenagers pada kegiat­

Bunda Arsaningsih bersama anak-anak SMP Giri Pendawa, Rendang, Karangasem

an MOS kali ini di antaranya diseleng­g arakan di SMK Giri Pendawa Rendang, Karangas­ em, dengan peserta 200 siswa, dan di SMP PGRI 3 Denpasar yang diikuti 443 peserta. Se­ luruh kegiatan ini dibimbing langsung oleh narasumber/ Founder Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Bunda Arsa­ningsih. Da­ lam materi SOUL yang dibawa­ kan selama kurang lebih dua jam tersebut, point utamanya adalah menekankan pentingnya menanamkan kesadaran positif sehingga mampu mengubah pola pikir menjadi positif agar membentuk remaja yang sehat, cerdas, ceria, dan penuh cinta. Seseorang disebut sehat apabila memiliki keselarasan antara tubuh fisik dan tubuh energinya, sehingga dapat be­ raktifitas de­n gan baik. Tubuh fisik menjadi sehat apabila sese­ orang melakukan pola makan yang baik, olahraga yang tera­ tur dan istirahat yang cukup. Kecerdasan anak tergantung dari aliran energi yang meng­alir ke otak ­(oksigenasi otak). Jiwa yang sehat didapat melalui rasa aman, penerimaan, kebahagiaan penuh cinta dan kedamaian. Setiap orang pasti memiliki masalah, termasuk juga para remaja. Masalah yang dihadapi remaja biasanya seputar tentang hubung­an dengan orangtua yang kurang harmonis, masalah de­ ngan pacar, masalah ke­sehatan,

MOS SMK Giri Pendawa, Rendang, Karangasem

masalah keuangan, dan masalah spiritual. Ketika masalah mun­ cul, ini akan menghambat pros­ es belajar dan proses kehidupan lainnya. Dengan mengikuti workshop singkat SOUL, beberapa masalah tersebut secara energi dapat terselesaikan, kualitas

MOS SMP PGRI 3 Denpasar

hidup menjadi le­b ih baik, anakanak mampu memenuhi dirinya de­n gan cinta kasih, mampu menata pikiran, perasaan dan emosinya dengan lebih baik sehingga menjadi lebih tenang, lebih damai, serta mampu men­ gelola stres yang dihadapi di luar

sekolah, sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih baik dan lebih berkualitas. Dalam pembelajaran ini, para siswa diajak untuk memahami bagaimana energi yang meradia­ si berawal dari pikiran, perkata­ an dan perbuatan. Pengukuran de­ngan energi dapat dibuktikan, yang membuat mereka dengan cepat memahami bahwa apapun yang mereka pikirkan akan ter­ adiasi, sehingga mereka mampu menjaga pikiran tetap positif. Bunda Arsaningsih juga mem­ berikan pembelajaran tentang keterhubungan dengan Tuhan. Dengan pemahaman yang benar dapat mengakses energi Tuhan untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Selain pem­belajaran energi, anak-anak juga diajarkan untuk mengenal, memahami dan melakukan senam kecerdasan Thoppu­ karanam. Senam ini bermanfaat untuk meningkatkan kecer­ dasan anak, karena pada teknik ­e xercise yang dilakukan mampu menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Selain memberikan oksige­ nasi untuk energi yang lebih baik ke otak, senam ini juga ber­ fungsi untuk melancarkan sirku­ lasi energi ke seluruh tubuh. Senam ini pernah diujicobakan kepada anak penderita autisme. Anak tersebut yang awalnya tidak mampu ber­k onsentrasi akhir­nya malah justru bisa ber­ prestasi. Pihak Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) siap untuk melaku­ kan pelayanan semacam ini se­ bagai bentuk kepedulian dalam rangka mengembalikan nilai-nilai budi pekerti masyarakat yang selama ini terus-menerus terg­ erus oleh arus globalisasi. Bagi yang berminat mengikuti workshop SOUL secara pribadi dapat mengikuti acara ini setiap bulan secara rutin di kantor Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) di Klinik Anugerah lt.2, Jln. Gunung Sanghyang No. 118 D Denpasar, tlp. (0361) 7463858. –ten


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook