Skip to main content

Tokoh Edisi 192 | Tokoh

Page 1

24

Sudut Pandang

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Di era teknologi komunikasi yang pesat saat ini, kegiatan nongkrong juga menjadi sebuah kegiatan untuk berbagi konten media hiburan (video & musik) dan termasuk aplikasi games yang dimiliki seseorang. Hal ini dapat dilihat, bagi pengusaha tempat nongkrong (warung kopi, cafe, restauran, dll) dengan menyediakan hotspot wifi gratis bagi pengunjung, sehingga suasana nongkrong menjadi lebih seru dan betah lama-lama di tempat tersebut.

N

ongkrong atau kongkow atau lebih dikenal lagi di kalangan anak muda dengan istilah hang out, merupakan salah satu bentuk gaya hidup dalam kehidupan masyarakat yang cukup populer beberapa tahun belakangan ini. Nongkrong atau hang out bisa diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan anak muda ataupun orang dewasa dengan cara berkumpul bersama teman-teman yang memiliki persamaan tertentu disaat waktu luang. Kegiatan nongkrong adalah bagian dari kebutuhan manusia yaitu bahwa manusia hidup perlu berinteraksi dan memerlukan orang lain untuk kemudian menjadi eksis bersama

Nongkrong untuk Aktualisasi Diri orang lain,” ujar psikolog Made Widiantara, S.Psi. M.Psi Jika dilihat dari hirarki kebutuhan menurut Abraham Maslow, interaksi manusia dengan manusia lainnya adalah bagian dari psylogical needs yang terdiri dari belonging and love needs (kebutuhan akan hubungan dan persahabatan) dan esteem needs (kebutuhan akan penghargaan diri dan prestige). Kemudian pada konsep kebutuhan yang lebih tinggi lagi menjadikan manusia butuh rasa aktualisasi diri, sebagai bentuk eksistensi pada lingkungannya. Kegiatan nongkrong dimaknai sebagai sebuah kegiatan yang merupakan bentuk dari eksistensi seseorang untuk menunjukkan diri dalam konteks aktualisasi diri. “Pada zaman dahulu, kegiatan nongkrong dilakukan di warungwarung kecil atau bahkan di poskamling dengan maksud untuk bersosialisasi dan bertukar informasi mengenai apa saja yang perlu dikomunikasikan secara santai dan informal. Tetapi seiring perkembangan zaman, pada saat ini kegiatan nongkrong menjadi lebih komplek, dimana tidak saja untuk bertukar informasi dan bersosialisasi bersama orang lain,

Made Widiantara, S.Psi. M.Psi

tetapi juga menjadi ajang gengsi. Pada zaman modern sekarang ini, status sosial ekonomi manusia menjadi sangat penting, sehingga kemudian seseorang menganggap bahwa kegiatan nongkrong sebagai gaya hidup dan sebagai aktivitas untuk aktualisasi diri dengan menunjukkan status sosial ekonomi yang dimiliki. Sebagai contoh seseorang yang merasa memiliki status sosial ekonomi menengah keatas akan mencari tempattempat nongkrong yang sesuai

dengan level mereka, misalnya di cafe, restoran atau tempat yang populer dan mahal. Bahkan, ada sekelompok masyarakat tertentu seperti kaum hedonis (kelompok masyarakat penikmat hidup) juga menjadikan nongkrong sebagai gaya hidup rutinitas dan bahkan dilakukannya setiap waktu,” jelas dosen Poltek Negeri Bali ini. Nongkrong yang dilakukan dengan maksud dan niat positif yaitu sebagai kegiatan melepas lelah dan kebosanan untuk santai dan bersenda gurau bersama keluarga dan teman-teman akrab, pastinya nongkrong akan menjadi sangat bermakna. Jika dilihat dari setting waktu dan tempat, kegiatan nongkrong bisa menjadi sebuah alasan untuk mencari inspirasi. Kegiatan ‘nongkrong yang dilakukan bersama teman-teman yang memang senang bergaul dan berinteraksi secara intens akan menciptakan interaksi komunikasi yang lebih santai, spontan dan menyenangkan. Dalam suasana menyenangkan, santai dan spontan saat nongkrong, bisa mendatangkan inspirasi yang mungkin tidak akan muncul saat kita dalam keadaan serius,

tegang dan terpaksa melakukan sesuatu. Sebagai contoh, banyak deal-deal kegiatan bisnis yang terjadi setelah dua orang atau lebih melakukan kegiatan nongkrong bareng. Beberapa kiat agar kegiatan nongkrong menjadi sebuah kegiatan yang menarik, bermakna, dan baik adalah dengan cara memperhitungkan waktu dan tempat yang sesuai. Maksudnya, adalah nongkrong di waktu yang memang waktunya santai dan luang, seperti sore hari selepas bekerja, atau di malam hari sekalian untuk makan malam bersama keluarga dan teman-teman. Selain itu, kiat memilih tempat nongkrong yang sesuai dan baik, yaitu tempat nongkrong yang representatif untuk bisa berinteraksi dengan santai dan menyenangkan. “Satu lagi yang menjadi pertimbangan kalau anda memilih tempat nongkrong yaitu selalu sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda, jangan sampai kegiatan nongkrong yang bertujuan untuk santai malah merepotkan karena menguras isi kantong,” tegas Widiantara. –Ngurah Budi

Bisnis kuliner menjadi salah satu yang paling banyak dipilih artis dalam ‘memberdayakan’ penghasilannya dari dunia entertainment. Apalagi mereka tahu karier di dunia entertainment tidak bisa dijadikan gantungan masa tua. Karenanya mereka tak mau menyia-nyiakan hasil kerja kerasnya di dunia hiburan begitu saja namun menginvestasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan bisa bertahan lama. Sejumlah artis mengaku memilih bisnis resto dari hobinya ngumpul dengan teman. Salah satunya adalah Iis Dahlia yang bersama Yuni Shara mendirikan

resto ‘My Pancake’ tujuh tahun lalu. Sebelumnya, Yuni Shara dan beberapa sahabat sering nongkrong di resto. Sambil ceritacerita juga makan. Gara-gara sering nongkrong itulah kemudian muncul ide membangun resto sendiri, sehingga akhirnya lahirlah ‘My Pancake’ di kawasan Jakarta Selatan, tujuh tahun lalu. Resto yang kini telah memiliki sejumlah cabang ini, kini menjadi tempat favorit Iis dan kawan-kawannya jika hendak kumpul-kumpul. “Tempat nongkrong favoritku ya di ‘My Pancake’,” kata Iis Dahlia sembari tertawa. “Dulu itu, kalau waktu sama-sama luang, aku, Yunet (Yuni Shara) dan beberapa teman kerap ketemuan. Biasa

“Gue tuh hobi nongkrong, gue juga suka banget sama food&beverage. Nah gue juga suka masak. Jadi pas rasanya untuk mem­ bangun bisnis kuliner,” Vidi Aldiano

ngobrol-ngobrol. Kebanyakan nongkrong di resto, ngobrol sambil menikmati kuliner,” ungkap Iis. Dari sering bertemu dan nongkrong itulah kemudian muncul ide untuk berbisnis kuliner. “Kita ingin bangun resto sendiri. Jadi selain bisa dipakai untuk tempat nongkrong, ketemuan teman, arisan, juga bisa mendatangkan penghasilan. Daripada nongkrong di tempat orang, kan, kenapa nggak kita nongkrong di tempat sendiri. Begitu cerita awalnya. Terus kepikiran lagi, ini (bisnis) kan bagus. Selain menyanyi dan aktivitas entertainment lainnya, kan siapa tahu bisnis ini juga bisa membantu,” tutur Iis bercerita tentang tempat nongkrong favoritnya. Sementara Vidi Aldiano, pelantun tembang ‘Membiasakan Cinta’, mengaku membangun bisnis kuliner bukan hanya karena hobi nongkrong tapi lebih dari itu dia memang sangat suka dunia kuliner. Kemanapun dia pergi, pasti dia menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di tempat tersebut. Ditambah lagi, kata Vidi, saat dia kuliah S2 di Inggris, bukan hanya berkesempatan menikmati kuliner di sana tapi juga ia harus memasak sendiri makanannya. “Gue tuh hobi nongkrong, gue juga suka banget sama food&beverage. Nah gue juga suka masak. Jadi pas rasanya untuk membangun

bisnis kuliner,” kata penyanyi bernama lengkap Oxavia Aldiano, ini. Resto Vidi berada di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, telah berusia setahun dan menurutnya perkembangannya bangus sekali. Tadinya, kata penyanyi yang dipercaya mantan Presiden SBY membawakan lagu ciptaannya berjudul ‘Jiwaku Terang di Malam Itu’, ia menargetkan yang datang ke restonya adalah anak muda yang mau nongkrong sembari berburu kuliner. Tapi ternyata yang datang bukan hanya anak muda, tapi juga golongan di luar itu. Restonya juga dipakai bukan hanya buat nongkrong tapi juga meeting-meeting kantor dan acara-acara keluarga. “Hehehe ya seneng aja kan ramai. Biasanya banyak yang meeting kantor siang, sore. Nanti kalau malam baru lah anak muda nongkrong,” kata Vidi yang menyeting restonya bergaya vintage New York era 1970-an. –Diana Runtu

Iis Dahlia

Nongkrong Berbuah Bisnis

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


2

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

GORO-GORO Kabar santer akan diberlakukannya hukuman “kebiri” menggetarkan. “Tetapi Putu Wijaya apakah bagi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak yang diancam itu, dikebiri cukup menakutkan?” tanya Bu Amat. “Apa maksud Ibu dengan menakutkan?” “Ya, apa hukuman itu bisa membuat efek jera, tidak berani dilakukan lagi oleh siapa pun?” Amat meneruskan pertanyaan itu kepada beberapa tetangga. Semua mengatakan, paling tidak ancaman hukuman itu, akan membuat calon pelaku berpikir 2 kali sebelum berbuat. “Jadi setuju!” Semua tegas menjawab: setuju. “Tapi, kan sudah ada contoh, pengedar narkoba diancam hukuman mati dan Presiden tak sudi memberi grasi, tapi kok masih ada juga yang

berani melakukannya? Hukuman mati kan jauh lebih berat dari kebiri?” Semua terkejut. “Tak ada jaminan, hukuman berat akan membatalkan orang berbuat jahat. Bahkan mungkin saja hukuman berat itu, justru bisa memicu niat jahat untuk nekat. Namanya juga niat jahat. Yang mengendalikannya pasti setan!” “Kalau begitu, Pak Amat tidak setuju hukuman kebiri?” Amat ketawa. “Ini bukan soal setuju atau tidak. Kita kan wajib mempertimbangkan apakah yang dilakukan negara itu akan efektif atau tidak?” “Jadi Pak Amat menganggap hukuman kebiri tidak akan efektif?” tanya Pak Made tiba-tiba menyerang. Amat ketawa lagi. “Ini bukan soal efektif atau tidak. Pak Made. Ini soal apa setiap kali kita tersandung sedikit, lalu bikin undangundang. Lama-lama kita diborgol oleh undang-undang yang kita bikin sendiri. Bukan begitu caranya menye-

Ekspresso

kebiri

lesaikan persoalan. Tapi . . . “ “Tapi bagaimana?” Amat ketawa lagi. “Tapi kita harus selidiki dengan teliti secara mendasar, apa sebenarnya yang memicu kejahatan seksual terhadap anak-anak itu jadi marak seperti sekarang?” “Menurut Pak Amat sebabnya apa?” Amat ketawa lagi. “Jangan menurut saya, tapi menurut hasil penyelidikan oleh para ahli yang berwenang dengan segala pertimbangan buruk baiknya. Jangan hanya karena terdorong emosi yang mungkin saja bisa kita sesali di belakang hari!” Para tetangga terdiam. Bukan karena menyimak, tapi keki. Besoknya langsung tersebar kabar burung, Amat pro kejahatan seksual terhadap anak. “Bahkan ada yang menuduh, jangan-jangan dulu, Bapak waktu muda, pernah terlibat kejahatan keji itu! Betul?!!”damprat Bu Amat yang

sangat malu disindir-sindir tetangga. Amat terkejut. Ia sampai bersumpah-sumpah ikut mengutuk kejahatan keji itu. “Kenapa jadi diputar balik, jadi bapak dikatakan pro?! Itu lucu! Masyarakat kita memang belum dewasa! Apa-apa disikapi emosional tanpa dipikir dulu akibatnya. Mengapa tidak diriset dulu secara mendalam, apa sebetulnya yang salah? Media sosial, seperti internet, video, film yang tidak terkontrol? Pembangunan moral lewat agama tidak berjalan semestinya? Atau cetak biru pendidikan kita yang salah, karena hanya mau mencetak manusia cerdas yang kompetitif dengan mengenyampingkan humaniora sepeeti pelajaran budi-pekerti? Bapak jadi kepingin tertawa!”

Bu Amat membentak. “Apa? Ingin tertawa?” “Habis, bagaimana tidak tertawa, kalau masyarakat tidak kritis, gampang amat didorong ke sana-ke mari, begitu!?” “Jadi Bapak tertawa di depan mereka?” “Terus-terang, ya! Supaya mereka kritis sedikit! Coba lihat apa yang terjadi pada anjing-anjing yang dikebiri. Semua anjing yang dikebiri pasti galaknya tidak ketulungan! Itu anjing Pak Made sendiri, yang dikebiri itu, dulu kan tiap hari gigit orang. Untung saja ada yang bunuh, kalau tidak, kita pasti sudah ikut jadi korbannya!!” Bu Amat tertegun. “Bagus! Kalau begitu, saya akan bilang ke tetangga sekarang untuk klarifikasi, menurut Bapak, bukan dikebiri, hukuman yang tepat terhadap kejahatan seksual pada anak, tapi hukuman mati?”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

sosio-emosional anak, meningkatkan kreativitas dan imajinasi, dan mengasah ketajaman penginderaan anak. Mungkin para ibu sudah cukup banyak menerima informasi ini. Tapi tahukan Anda bahwa sebetulnya bermain tidak hanya perlu dilakukan oleh anak-anak saja. Semua tingkatan usia perlu aktivitas bermain. Bagi remaja, terutama yang berusia belasan tahun bermain memiliki manfaat yang mirip seperti manfaat yang didapat oleh anak-anak. Remaja perlu aktivitas fisik yang cukup untuk menunjang proses pertumbuhan yang terus meningkat. Bermain juga memperbanyak relasi sosial remaja, meningkatkan kreativitas dan kognitif, serta menyalurkan emosi. Kesempatan bermain yang cukup didapatkan oleh anak-anak dan remaja membawa dampak yang signifikan bahkan sampai usia dewasa maupun lanjut. Anak dan remaja yang cukup dan “puas” bermain tidak akan mencaricari kegiatan bermain secara berlebihan ketika memasuki jenjang kehidupan berumahtangga/ perkawinan. Yang dimaksud berlebih disini adalah mengabaikan tugas sebagai pekerja, kepala rumah tangga atau ibu rumah tangga bahkan tugas sebagai orangtua demi memuaskan ke-

Ni Made Ari Wilani, S.Psi., M.Psi., Psikolog

butuhan bermain yang sempat tertunda. Saya berikan contoh seorang ayah yang lebih senang menekuni hobinya dan banyak menghabiskan waktunya di luar untuk hobi daripada berada dekat dengan keluarga dan bermain dengan anak-anak. Mengapa itu sampai terjadi? Karena sang ayah semasa kecil dan remaja banyak dituntut untuk mencapai prestasi tanpa diberi banyak kesempatan untuk bermain sehingga mencari kesenangannya dengan aktivitas bermain (dalam berbagai jenis kegiatan) di usia dewasa. Contoh lainnya, seorang ayah yang sewaktu kecil sedikit bermain akan kesulitan untuk bermain

2 Tahun Komunitas Anak Bangsa

23

Fokus Bangun SDM Cerdas dan Selamatkan Anak Bangsa

Agar Anak Hebat kita harus terlibat. Anak jangan dijadikan kon­ sumsi publik. Demi turut me­ nyelamatkan anak sebagai aset bangsa, lahirlah Komunitas Anak Bangsa (KAB) pada 23 Juli 2014, tepat di hari Anak Nasional. Menurut Penasihat KAB, Dr. A.A.A Ngurah Tini Rusmini Gorda., S.H., M.M., M.H., KAB dibentuk un­ tuk ikut menyelamatkan anak se­ bagai aset bangsa dengan konsep ramah keluarga. Bahwa, keluarga

menjadi tempat tinggal yang aman, tenang, nyaman dan menyenang­ kan bagi anak dan seluruh anggota keluarga. Dikatakannya, dengan motto kerja cerdas kerja ikhlas dan kerja tuntas, berbagai hal sudah dilak­ sanakan KAB. Mulai dari Bedah Perpustakaan, UKS, Kantin Sehat hingga pengumpulan koin Rp 1.000 per hari. Disam­ ping itu, lanjut Eliane Rukmiharti Indiati, Ketua KAB, mereka juga memberikan beasiswa bagi siswa/i kurang mampu serta mengadakan sosial keagamaan. Bahkan, kata Tini Gorda

Deklarasi BANNI 23 Juli 2016

cikal bakal Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) dari KAB, sebab dalam roadshow di kabupaten/kota ternyata ke­ sejahteraan unsur paling domi­

nan dalam urusan kekerasan. Berikutnya juga ada lang­ kah cerdas KAB yang mem­ boyong konsep perlindungan anak ke hadapan Komisi VIII

DPR RI dan ke Kemen PPPA. Dengan semua program dan lang­ kahnya KAB selama dua tahun terakhir, rupanya sudah men­ garah pada Three Ends. Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Akhiri ketidak adilan akses ekonomi bagi perempuan. Selanjutnya, KAB siap men­ jadi partner pemerintah untuk program Three Ends yang di­ launching di Makasar 2016. Ini juga sebagai wujud dari Partisi­ pasi Publik untuk Kesejahtreraan Perempuan dan Anak (Puspa) 2016 yang deklarasinya di Yogya (30/5) s.d (1/6) yang lalu. - ard

Susunan kepengurusan Komunitas Anak Bangsa Penasihat : Dr. A.A.A Ngurah Tini Rusmini Gorda., S.H., M.M., M.H Ketua : Eliane Rukmiharti Indiati Sekretaris : Mukminatin. SH Bendahara : Auguslinar Simamora Bid. Pendidikan, Hukum dan Ekonomi Ketua : A.A Rai Kartini.S.Sos. M.Si. Cht Anggota : Dra. A.A Rai Tirtawati, M.Si Lintang Nurpuspita, AAA Agung Candra Dewi dan IA Putri Ulan Arsanti

Keluarga “Happy” karena Bermain Bermain merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan tanpa memikirkan hasil akhir yang didapat. Pernyataan itu dituliskan oleh Elizabeth Hurlock yang merupakan salah satu ahli dalam psikologi perkembangan. Manfaat bermain bagi anak sangatlah banyak. Untuk perkembangan fisik, bermain dapat menguatkan otot tubuh anak dan menyalurkan energi yang berlebihan. Jadi buat para Ibu yang ingin mendapatkan kesempatan tidur malam yang lebih panjang, izinkanlah anak-anak maupun bayi Anda untuk puas bermain dan menghabiskan energi mereka yang besar di siang hari. Ibu tidak perlu khawatir anak-anak “terlalu lelah”. Anak-anak adalah mahluk yang pintar, bahkan bayi pun demikian. Anak-anak kalau sudah lelah bermain akan datang sendiri pada orangtuanya, dan saat itulah orangtua perlu menawarkan makanan dan minuman. Ini bisa jadi kesempatan mengurangi komentar “anak saya susah makannya”. Selain untuk melatih fisik, bermain juga punya manfaat untuk perkembangan motorik. Misal untuk keterampilan motorik halus, sebelum anak belajar menulis, anak perlu kesempatan bermain corat-coret dengan pensil atau alat tulis lain. Bermain juga bermanfaat untuk perkembangan

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

dengan anak-anaknya. Itu terjadi karena daya imajinasi dan kreativitas bermain yang kurang. Bagaimana dengan kita kaum perempuan yang nantinya jadi ibu? Bermain sama pentingnya bagi laki-laki dan perempuan. Seorang ibu yang semasa kecil jarang dapat kesempatan bermain, cenderung lebih tegang dan sulit rileks dalam menghadapi tuntutan dan tugas rumah tangga. Sebagian ibu yang saya kenal kurang mampu bersenang-senang untuk mengimbangi stres yang dialami ketika mengerjakan urusan rumah tangga. Oleh karena itu, kepada para orangtua mari kita berikan kesempatan bermain yang cukup untuk anak agar anak merasa “puas bermain” dan jadi semakin gembira. Sehingga diharapkan mereka tumbuh jadi generasi yang puas bermain di usia muda dan tetap tahu cara bermain di usia

dewasa. Ada hal menarik yang sempat saya renungkan. Untuk sebagian ayah, bermain yang dipilih adalah jenis olahraga. Sebagian ayah yang lebih muda memilih bermain game sebagai bentuk kegiatan bermain selain olahraga. Lalu bagaimana dengan kita para perempuan yang menjadi ibu? Aktivitas bermain seperti apa yang kita pilih? Sebagian ibu mengatakan olahraga adalah jawabannya. Sebagian lagi mengatakan terlibat bermain dengan anak-anak. Sebagian lain melakukan window shopping (online atau langsung) dan belanja sebagai aktivitas yang membawa kesenangan. Lalu bagi para ibu yang tidak melakukan hal-hal itu? Sudahkah Anda punya aktivitas yang buat hepi? Andalah yang menjawabnya.

Beraudiensi Hasil dari Disertasi tentang Korban Pedofilia ke Kementrian PPPA 23 Januari 2014

Foto Bersama Kementrian PPPA usai Audiensi Januari 2014

Presentasi konsep tentang UU Perlindungan Anak di Komisi VIII DPR RI tanggal 13 Mei 2014

Tim Komisi VIII DPR RI bersama AB usai penyerahan Konsep Mei 2014

Bid. Sosial Kerohanian Ketua : Dra. I.A Oka Sasih Anggota : Ir. Putu Ayu Pramadew, Ni Nyoman Redini. S.E., Soemiati

Bid. Humas dan Kerjasama Ketua : Desak Ketut Sulistri Anggota : A.A Mira Krishna Dewi, Yustin Martin, Hazanah Adriyas, Hj. Gusti Zuhar Zaitun

Narasumber seminar hukum kekerasan anak pada program kerja KKN Undiknas 23 Juli 2016

KAB memprakarsai pembentukan Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) 23 Februari 2015

Penyerahan bantuan bedah perpustakaan, bedah kantin sehat, dan bedah UKS di SDN 3 Batuan Gianyar 6 April 2016

Ni Made Ari Wilani, S.Psi., M.Psi., Psikolog Staf Pengajar Psikologi FK Udayana

Ulang tahun ke-2 Anak Bangsa 23 JULI 2016

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Narasumber “Sebagai Orang Tua Hebat” 11 JULI 2016

Foto bersama KAB dalam Program Kerja “Sarapan Penuh Cinta” 11 JULI 2016

Foto bersama Gubernur, AB dan Mahasiswa Undiknas usai deklarasi BANNI 23 Juli 2016

Presentasi Konsep Kebijakan Perlindungan Anak ke Kemen PPPA 15 Juli 2016

Menyerahkan Konsep Kebijakan Perlindungan Anak kepada Kemen PPPA

Memberi “Sarapan Penuh Cinta” kepada siswa saat MPLS di Perdiknas 11 JULI 2016

Komunitas Anak Bangsa (KAB)


22

Sosialita

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Pemberantasan korupsi yang terus digaungkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ternyata tidak membuat takut sebagian bawahannya. Padahal Gubernur yang terkenal galak itu, sudah bolak-balik mewanti-wanti namun tetap saja ada yang mencobacoba. Maka tak heran hampir tiap hari ada-ada saja berita ‘heboh’ muncul dari Balaikota. Di antaranya terungkapnya kasus-kasus korupsi.

Heboh Makam “Fiktif” di Jakarta

M

Pembongkaran makam fiktif

yang memang dalam beberapa waktu terakhir kinerjanya disoroti Ahok, dicopot dari jabatannya dan diganti Djafar Muchlisin. Tidak hanya sekadar memecat sang kepala dinas, Ahok juga memerintahkan untuk menelusuri laporan-laporan yang diterimanya itu. Hasilnya, kehebohan kembali terjadi setelah Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman yang baru, Djafar Muchlisin, benar-benar menemukan ‘makam bodong’ alias makam yang tidak ada jenazahnya di areal pemakaman Karet Bivak. Dari temuan tersebut akhirnya beruntun ditemukan ‘makammakam bodong’ lainnya. Lagi-lagi Gubernur Ahok marah besar. “Orang mati aja mau dikadalin,” kata Ahok geram. “Banyak kuburan bohong di Jakarta, ada nisan tapi tidak ada jenazahnya,” ucapnya. Ahok mengaku pihaknya kesulitan mengawasi praktik makam fiktif lantaran banyak yang terlibat. “Kalau semuanya maling susah mengawasi makam fiktif ini. Kalau kepala dinasnya enggak berani, ya susah juga,” kata Ahok. ANEKA MODUS MAKAM FIKTIF Menurut Kadis Pertamanan dan Pemakaman, Djafar Muchlisin, dari

penelusuran pihaknya ada sekitar 230 makam fiktif, 32 di antaranya sudah dibongkar. “Kami akan tertibkan semuanya,” tegas Djafar yang menargetkan akan membereskan permasalahan makam fiktif ini dalam tempo tiga bulan. Meski sudah ratusan ‘makam abal-abal’ ditemukan, namun kata Djafar, pihaknya masih terus melakukan penelusuran karena dia menduga jumlahnya kemungkinan bertambah lantaran praktik ini sudah berlangsung lama. “Ada indikasi keterlibatan dari bawahan sampai atasan di dinas ini. Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Djafar sembari mengancam bukan hanya akan menindak secara administratif oknum yang terlibat tapi juga bakal memidanakannya. Modus pembuatan makam fiktif ini bermacam-macam, namun intinya adalah lahan-lahan makam ini dipesan oleh seseorang yang masih hidup. Bahkan untuk mengkamuflase sebagian dari ‘makammakam abal-abal’ itu tampak seperti makam lainnya yang memiliki batu niasan bahkan dimarmer. Tapi jika diperhatian terdapat sejumlah kejanggalan yang tampak pada batu nisan, misalnya, tidak adanya info waktu kematian, dll. Ini terlihat dari salah satu makam yang dibongkar di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Di nisan makam tersebut tertulis Ibu Sumarti, lahir di Kutoarjo, Jawa

Djafar Muchlisin

Tengah, dan wafat di Yogyakarta. Di nisan tidak tertulis tanggal lahir, maupun wafat sebagaimana umumnya. Setelah dicek, ternyata berdasarkan data TPU Karet Bivak, makam tersebut bukan milik Sumarti. Dari pengecekan itu juga diketahui kalau pemilik makam itu ternyata masih hidup. Hal ini jelas menyalahi ketentuan, karena berdasarkan Perda No 3 Tahun 2007 pasal 37 disebutkan, pemesanan makam hanya diperuntukkan bagi jenazah atau kerangka. Pemesanan tidak diperbolehkan untuk persediaan bagi orang yang belum meninggal atau masih hidup. Dari penyelidikan pihak dinas pada pemilik lahan makam itu terung-

“Kalau semuanya maling susah mengawasi makam fiktif ini. Kalau kepala dinasnya enggak berani, ya susah juga,” Basuki Tjahaja Purnama

Sampai usia berapa kita akan bekerja? Apakah kita akan bekerja sampai tua? Solusinya adalah berinvestasi mulai sekarang, dan biarkan uang yang bekerja untuk kita. Made Robert, konseptor Mesari Land pun meluncurkan Villa Mesari (kini Atta Mesari Villas) yang kini sudah beroperasi. “Para investor pun sudah langsung bisa menginap,” ujar Marketing Atta Mesari Villas, Luh Putu Surya Dewi. ade Robert didampingi Direktur Marketing Mesari Land M a d e Ay u D e w i menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat yang belum bergabung, masih ada k e s empatan b e r gabung d i Villa Mesari. “Masih a d a 65 lot lagi yang

Y

ang sekarang sedang heboh—setelah kasus Sumber Waras--adalah kasus dugaan korupsi pembelian lahan di kawasan Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Kasus ini membuat Ahok marah luar biasa. Tanah seluas 4,6 hektare yang dibeli Pemda DKI Jakarta itu yang sedianya untuk rumah susun, ternyata adalah aset Pemda DKI Jakarta sendiri, milik Dinas Kelautaan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta. Artinya, Pemda DKI membeli tanahnya sendiri. Tak tanggungtanggung, nilainya mencapai sekitar Rp 648 miliar. Uang sebesar itu dibayarkan kepada Toeti Niziar Soekarno, pemilik sertifikat atas tanah aset Pemda DKI itu. Entah bagaimana hingga terjadi lahan Pemda disertifikati oleh warga, itu yang kini tengah diungkap kepolisian. Adanya dugaan korupsi pembelian lahan tersebut terkuak berkat laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan belum lama ini. Walhasil, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Ika Lestari Aji pun dicopot dari jabatannya. Kasus ini pun tengah ditangani oleh Bareskrim Polri. Tapi tak hanya kasus itu yang bikin masyarakat Jakarta gelenggeleng kepala. Betapa tidak, di tengah memanasnya situasi politik terkait Pilkada DKI Jakarta, termasuk terkuaknya berbagai kasus korupsi di lingkungan Pemda DKI Jakarta, tahu-tahu mencuat temuan ratusan makam fiktif di sejumlah pekuburan di Jakarta Isu makam fiktif ini sebenarnya sudah mencuat sejak tahun lalu seiring dengan kasus-kasus pungli pemakaman. Namun isu itu sempat mereda seiring bermunculan isu-isu lain yang lebih ‘hot’. Juni lalu, Gubernur Ahok kembali melontarkan isu makam fiktif ini. Dia menyebut menerima banyak laporan terkait makam fiktif. Buntutnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Diah Kurniati

Edisi 912/ 1 - 7 juli 2016

kap kalau makam tersebut adalah makam kadaluarsa atau makam yang izinnya tidak diperpanjang oleh ahli waris sebelumnya. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, dengan mengalihkan izin lahan kuburan itu pada pihak lain. Setidaknya, sejak tahun 2010 atau enam tahun lalu, makam atas nama Ibu Sumarti itu, beralih pemilik. Menurut staf Dinas Pertamanan dan Pemakamam, kasus yang semacam itu cukup banyak dan yang terlibat bukan hanya oknum dinas pemakaman tapi juga juru rawat makam. Modus lain yang ditemukan adalah, lahan yang tadinya jalan di areal pemakaman dijual oleh oknum dan dijadikan makam fiktif. Konon, harga makam fiktif ini bervariasi tergantung lokasinya. “Saya ditargetkan tiga bulan untuk membereskan masalah ini. Sampai sekarang penelusuran masih dilakukan,” ucap Djafar sembari menambahkan harga makam fiktif itu berkisar antara Rp 3-7 juta-an. Menurut Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, otak dari penjualan makam fiktif ini harus diungkap. Karena itu harap Djarot, masyarakat yang tahu permasalahan itu diminta juga membantu memberi informasi ke Pemda. Di sisi lain, ia juga mengimbau agar para pelaku yang dulu pernah ‘bermain’ dengan bisnis ini agar membantu memberi info. “Ayo, kalau ada yang pernah bermain di situ tapi sudah tobat, ‘merapat’ ke kita nanti akan dilindungi,” ujar Djarot. Selain imbauan itu, mantan Walikota Blitar itu juga mengatakan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman harus menginventarisir data seluruh makam di Jakarta, juga menghubungi para ahli waris, khususnya yang di­ curigai fiktif. -Diana Runtu

Made Robert dan Ni Made AyuDewi

Luh Putu Surya Dewi

Hanya Rp 15 Juta Bisa Punya Villa Mesari di Ubud Bali ✓ Langsung bisa menginap ✓ Sudah beroperasi dan running ✓ Hari ini bergabung, tahun depan dapat hasil

kami tawarkan untuk masyarakat Bali. Harga hanya Rp 15 juta per lot. Dan kesempatan ini sangat terbatas,” ujar Made Ayu. Ia menyampaikan keuntungan jika bergabung saat ini, investor mendapatkan surat lot, langsung bisa menginap, voucher langsung bisa digunakan atau dijual sebagai pengembalian uang, mendapatkan kartu nama dengan jabatan owner villa, mendapatkan hasil mulai tahun depan, dll., dan nyaris tidak ada risiko karena Villa Mesari sudah beroperasi. Sejak dulu Bali dikenal sebagai pariwisata dunia yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Sehingga, bisnis villa ini sangat potensial dan menguntungkan, serta

Villa Mesari

nyaris tanpa risiko karena kini Villa Mesari sudah beroperasi dan sudah ada tamu yang menginap. Villa Mesari yang terletak di daerah wisata eksotik Ubud, tepatnya di JalanSuweta, Banjar Bentuyung, Ubud ini menyuguhkan pemandangan latar belakang bukit dan pepohonan hijau di Ubud, serta menawarkan akomodasi dengan atap alang-alang dan akses Wi-Fi gratis. Villa iniberjarak 1,5 km dari pasar seni Ubud. Managemen Villa Operator dari Villa Mesari

kini pun telah gencar melakukan promosi baik secara offline maupun online. Ke depan tingkat hunian dari Villa Mesari akan terus mengalami peningkatan. Apalagi, ratusan owner juga ikut mempromosikan dan mendoakan Villa Mesari. Made Ayu menegaskan lagi, hanya dengan Rp 15 juta dan bergabung di Villa Mesari, masyarakat sudah bisa mewujudkan impian untuk menjadi investor (owner villa). Dan masyarakat Bali khususnya,

​Kedua villa ini terletak di lokasi yang strategis dengan tingkat kunjungan wisata yang cukup tinggi. Bali dan Lombok menjadi dua daerah wisata di Indonesia yang banyak menyedot wisatawan. “Jadi, sangat tepat jika kita berinvestasi di sini,” ujar Made Robert, pebisnis sukses, owner sekaligus pendiri PT Mesari Land dan BosLand yang telah sukses mensejajarkan masyarakat lokal dengan investor asing serta mengembalikan peran orang Bali untuk menjadi “tuan” di tanahnya sendiri ini. Benefit memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah : Garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun yaitu tahun ke -1 & ke 2 (transaksi tunai), Garansi Penghasilan setelah villa

beroperasi 9 % pada tahun ke -3 dan pada tahun ke-4 dan pada tahun ke-5 fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-5 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa , Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Gratis menginap 3 malam setiap tahun selamanya, Sertifikat hak milik (SHM), Berhadian langsung tanpa diundi liburan ke Singapura, Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektare hutan jabon, umroh/tirta yatra/liburan ke luar negeri).

Miliki Puri Kelusa Ubud Hanya Rp 240 juta dan Atta Selong Lombok Hanya Rp 120 juta (SHM) Made Ayu menyampaikan, BosLand juga memiliki produk unitan, yakni PURI KELUSA VILLAS & RESORT, Ubud-Bali dengan harga mulai Rp 240 juta (Sertifikat Hak Milik) dan ATTA SELONG VILLAS, di Selong Belanak Lombok mulai Rp 120 juta (Sertifikat Hak Milik). “Jadi,

3

semeton Bali yang ingin berinvestasi dengan mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan harganya juga masih terjangkau bisa investasi di Puri Kelusa Villas & Resort, Ubud atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Komisaris Utama BOS Land, Made Ayu Dewi.

sekaligus bisa tetap menjaga tanah kelahirannya. “Semua mimpi menjadi nyata dengan bergabung di Villa Mesari,” imbuh Surya Dewi. Karena itu, Made Robert mengingatkan bagi masyarakat yang ingin bergabung harus segera mengambil tindakan nyata. Karena kesempatan sangat terbatas. Silahkan hubungi Kantor Pemasaran di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar. Telepon : 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. Benefit memiliki Atta Selong Lombok : Garansi penghasilan selama pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun yaitu pada tahun ke -1 dan tahun ke-2 (transaksi tunai), Garansi penghasilan setelah villa beroperasi 9 % per tahun yaitu pada tahun ke -3 dan tahun ke -4 % dan pada tahun ke-5 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-5 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Gratis menginap 3 malam setiap tahun selamanya , Sertifikat Hak Milik (SHM), Berhadiah langsung tanpa diundu liburan ke Lombok (transaksi tunai), Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas), 2 Hektare hutan jabon, Umroh/ Liburan/Tirtayatra.

Hanya Rp 12 Juta Bisa Jadi Pemilik Villa

Atta Selong

Puri Kelusa

Selain itu, BOS Land juga memiliki villatel dengan konsep keroyokan, yakni Atta Labeji Villas yang berlokasi di Desa Kenderan, UbudBali. Hanya dengan Rp 12 juta, kita sudah bisa menjadi owner villa dengan banyak benefit. Kini calon investor juga diberikan kemudahan untuk kepemilikan villatel dengan ditawarkannya program “Yuk Nabung Lot”. Hanya dengan menyisihkan uang mulai Rp 1 juta tiap bulannya,

mereka sudah bisa memiliki villa di Ubud. J​ adi tunggu apalagi?? Unit Terbatas!!! Bagi yang belum bergabung, ayo bersama-sama sukses di investasi villatel ini. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id ,Email:cs@bosland.id, bos.land99@gmail.com

Atta Labeji Villas


4

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Inspirasi

Ayu Nikki Asvikarani

N

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

21

Musik Menyentuh Hati Rekor Baru Mars MTQ Nasional Jago main musik dan piawai di dunia IT ­merupakan kombinasi yang luar biasa. Apalagi punya cita-cita menjadi guru musik. “Lewat karya kita bisa dikenal dan dikenang,” merupakan moto dari perempuan bernama lengkap Ayu Nikki Asvikarani ini.

ikki, sapaan akrabnya ketika ditanya lebih suka musik atau IT, mengaku perbandingannya 60:40. Ia lebih cenderung ke musik karena musik itu lebih bisa menyentuh hati. sedangkan IT ia sukai karena senang mempelajarinya. “Nikki main musik dari kecil, dari kelas 4 SD. Awalnya saya pengen banget belajar main piano, tapi orangtua waktu itu bilang belajar gitar aja. Akhirnya Nikki belajar gitar. Kelas 1 SMP senang lihat orang-orang main orkestra di TV, jadi pengen belajar biola. Akhirnya ngerayu mama biar diizinkan belajar biola. Pertama kali belajar di Bali Violin School sekitar 1 tahun terus berhenti karena kecelakaan sepeda motor. Tangan kanan luka, jadinya main biola rehat dulu beberapa bulan. Setelah SMA main biola dilanjutkan lagi karena saya ikut teater dan sering pentas musikalisasi puisi,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 22 Agustus 1996 ini. Ia menuturkan memilih musik karena dengan musik bisa mengubah dunia. Musik memiliki sesuatu yang bisa menyentuh hati manusia. Tentang pilihannya terhadap biola, alumnus SMA Negeri 1 Kuta ini merasa sejak awal men-

Mandalika

dengar suara biola sudah merasa ini musik yang membuatnya tersentuh. Kini Nikki tak hanya memainkan biola untuk dirinya sendiri. Ia juga menjadi guru biola untuk anak-anak. Ada kepuasan ketika ia bisa mengajarkan biola kepada anak-anak. Mengenai pilihan di dunia IT, mahasiswi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana ini mengatakan tak sengaja. “Awalnya Nikki pengen kuliah masuk perfilman atau broadcasting TV, cuma gak diizinin sama orangtua karena mereka pengen anaknya masuk Kedokteran atau Ekonomi. Nikki tetap ingin ke kesenian, tetap gak dibolehin. Dari kecil Nikki cukup banyak pengalaman di lomba matematika sama logika jadi pas SMA. Guru juga nyuruh ikut Olimpiade Informatika dan menang. Akhirnya nego sama orangtua buat masuk IT aja, dan jadilah mahasiswa Ilmu Komputer,” kata

Juara I Seleksi OSN Informatika Kab. Badung 2013, Finalis ITCC Udayana 2013, Juara III Kontemporer Dies Natalis Udayana 2014, Juara Esai Terbaik LKMM FMIPA 2015, dan prestasi terbarunya bersama tim sebagai Winner of Rocket Pitching Next Developer 2016. Dari semua yang sudah diraihnya, Nikki memiliki berbagai pengalaman, antara lain ketika menjadi ilustrator Teater Teras untuk drama “Ayahku Pulang” di Yogyakarta. Saat itu ia dan teman-temannya ikut festival teater remaja nusantara. Mereka ditekankan membuat cerita jadi lebih hidup sehingga jadi tantangan tersendiri. Ia juga bisa main musik dimana-mana dan punya murid-murid yang lucu-lucu. Ada kepuasan ketika melihat semangat anak-anak Bali untuk main musik. Saat memainkan lagu ‘Tinggikan’ di Jegeg Bagus Udayana juga menjadi salah satu pengalaman yang mengesankannya. “Pengalaman paling berkesan di IT waktu Rocket Pitching Next Developer, itu pitching paling berkesan karena kami jadi team paling muda trus harus pitching di depan juri yang keren-keren banget,” ujar Nikki yang bersama timnya membuat aplikasi Tuntun.

Untuk inspirasi, baik di bidang musik maupun IT, Nikki mengaku menemukan dari halhal sederhana di sekitarnya. “Inspirasi musik bisa datang darimana saja, trus bisa melukiskan suasana hati. Kalau inspirasi IT harus dibangun sama tim, kita harus punya visi yang sama, trus banyak diskusi juga sama teman-teman,” ungkap staff pengajar Violin Ruben Music School Jimbaran ini. Nikki juga menceritakan dirinya harus pintar-pintar mengatur waktu. “Atur waktu ini lumayan susah juga sebenernya. Nikki harus bangun lebih pagi sekitar pukul 4 pagi buat ngerjain tugas kampus, soalnya pulang kuliah langsung kerja. Kalau hobi itu soal prioritas aja, karena Nikki tetap memprioritaskan untuk ngembangin hobi jadi ada aja sela-sela waktu buat latihan,” tegasnya. Mengenai suka dukanya, Nikki mengatakan sukanya bisa kenal banyak orang, karena lebih lama di dunia musik daripada IT. Ia kenal orang-orang di dunia musik, bisa punya kesempatan mengiringi artis, kenal EO, film maker, dll. Senang bisa punya banyak banget pengalaman baru, bisa ke tempat-tempat bagus cuma karena main musik.

Suasana semarak benarbenar mewarnai berbagai tempat di Kota Mataram (NTB) yang menjadi tuan rumah Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI, yang berlangsung 27 Juli – 6 Agustus 2016. Kemeriahan menyambut penyelenggaraan MTQN 2016 di Mataram bahkan sudah terasa sepekan terakhir, terutama di Masjid Islamic Center (IC) yang menjadi venue utama MTQN. Keseriusan Pemerintah Provinsi NTB menyukseskan kegiatan ini lebih karena setelah 43 tahun lalu Bumi Gora juga sukses menjadi tuan rumah MTQN pada 1973.

M

Nikki

Dukanya capek, kadang-kadang kurang waktu buat bisa sekadar jalan-jalan sama teman kampus. Kadang pas kerjaan datang barengan, ia suka pusing sendiri. “Dukungan keluarga, terutama mama selalu dukung Nikki selama yang dilakuin jelas dan positif. Dukungan temen-temen juga sangat Nikki apresiasi karena kalau tidak ada temanteman Nikki gak bisa jadi kayak sekarang, mereka sering bantuin kalau Nikki gak bisa ada di dua tempat sekaligus,” ungkapnya. Nikki juga memiliki impian yang belum tercapai. “Untuk di bidang music, Nikki pengen main di Istana Merdeka, bisa gabung sama Gita Bahana Nusantara main saat 17 Agustus di Istana. Untuk bidang IT, gak muluk-muluk cuma pengen startup Nikki bisa tetap kompak timnya dan sukses di langkahlangkah berikutnya,” ujar Nikki sembari tersenyum. Kepada generasi muda, ia berharap agar jangan berhenti berkarya dan lakukan apapun sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan. “Sekarang kita mau belajar udah gampang banget, ilmu bisa datang darimana saja, jadi udah kewajiban kita buat memajukan Indonesia,” tegas Nikki. –Ngurah Budi

enyambut dan memeriahkan MTQ Nasional XXVI, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kota Mataram sebagai tuan rumah juga berhasil mencatat dua rekor MURI dalam waktu satu hari. Rekor MURI diberikan atas pemecahan rekor jumlah peserta terbanyak menyanyikan lagu Mars MTQ secara serempak dan Rekor MURI pada acara Gema Salakar Barzanji dengan peserta lebih dari 10 ribu orang terdiri dari 4000 kelompok Barzanji di seluruh Kota Mataram, dan enam ribu dari para pelajar se-Mataram. Gema pembacaan syair Barzanji yang dipenuhi dengan lafadz-lafadz Ghuluw dan pujian-pujian pada Rasulullah Muhammad SAW. Peserta pembacaan syair Barzanji yang merupakan kitab Al Barzanji ini mengandung sejarah dan perjalanan hidup Rasulullah itu, dua ribu lebih banyak dibanding yang pernah berlangsung Bengkulu. “Kita mendoakan agar sukses penyelenggaraan dan prestasi kafilah tuan ru-

Pawai Taaruf MTQN 2016 yang berlangsung di Mataram NTB

mah NTB,” kata Sekretaris Daerah Pemprov NTB, Rosiady Sayuti. Pada tanggal 28 Juli 2016 lalu, dari Lapangan Sangkareang, Kota Mataram menggugah semangat menyukseskan Musyabaqoh Tilatil Quran (MTQ) Nasional XXVI lewat suara tidak kurang dari 93.000 pelajar tingkat SD/SMP dan SMA se-Kota Mataram yang secara bersama-sama menyanyikan Mars Musyabaqoh Tilawatil Quran. Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi NTB bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram untuk menyambut MTQ Nasional XXVI tahun 2016 di Mataram Nusa Tenggara Barat ini berhasil mencatat Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai peserta terbanyak menyanyikan lagu secara bersama-sama setelah sebelumnya pada tahun 2011 dipecahkan oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan jumlah peserta sebanyak 87.000 orang. “Hari ini, dengan bangga Museum Rekor Indonesia telah menyaksikan kegiatan anak-anak sekalian untuk menyanyi bersama Mars MTQ Nasional. Lebih dari itu, dari verifikasi yang dilakukan oleh Tim MURI, bahwa tidak kurang dari 93.000 siswa se-Kota Mataram menyanyikan Mars MTQ secara bersama-sama. Oleh karena itu, MURI mencatatnya sebagai rekor baru,” kata Tim Verifikasi Muri. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.,M.Si., mewakili Pemerintah Provinsi NTB dan H. Ajyar Abduh, Walikota Mataram yang mewakili Kota Mataram menerima penghargaan MURI tersebut. Wakil Gubernur NTB mengatakan bahwa penghargaan tersebut

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, saat menerima Piagam Rekor MURI

merupakan salah satu pembuktian kepada masyarakat Indonesia, bahkan dunia bahwa Pemerintah Provinsi NTB dan Kota Mataram mampu melaksanakan kegiatan yang berkala besar. “Kita buktikan kepada Indonesia, bahkan dunia bahwa NTB dan Kota Mataram mampu menyelenggarakan MTQ Nasional, sekaligus tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI),” ungkapnya. MENDAMAIKAN BUMI Selain itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin yang sekaligus Ketua Umum Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-26, menyampaikan pentingnya melestarikan tradisi pembacaan syair Barzanji. “Para orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang tradisi tersebut,” kata Wagub usai menerima piagam rekor MURI. . Menurutnya, dua acara yang meraih rekor MURI makin menyemarakkan MTQ Nasional tahun ini. NTB pernah sukses menjadi pelenyelenggara MTQ Nasional di pada 1973, dan ia optimistis penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini akan menuai sukses serupa. “43 tahun lalu NTB pernah menjadi tuan rumah MTQ. Saat itu penyelenggaraannya sukses maka sekarang ini, Insya Allah akan lebih sukses lagi,” katanya. Sebelum memecahkan dua Rekor MURI ini, Provinsi NTB juga menyelenggarakan kegiatan Semaan/khataman Alquran yang diikuti oleh 1.000 penghapal Al Qur’an yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Melengkapi rangka-

93.000 siswa memecahkan Rekor Muri serempak menyanyikan lagu Mars MTQ di Mataram dalam menyambut MTQN 2016

ian kegiatan MTQ Nasional XXVI di Mataram NTB, diselenggarakan Muktamar III IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qori-Qoriah dan Hafidz-Hafidzah) Indonesia, pada tanggal 27 Juli 2016. “Membaca Al Quran dapat mendamaikan bumi. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat memberikan kekuatan positif bagi individu secara biologis maupun psikis. Untuk itu, semakin sering qori-qoriah membaca Al-Quran, akan semakin banyak memberi sumbangan untuk membangun sumber daya manusia,” ungkap Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka kegiatan ini. Dengan tema “Membangun dan Mengembangkan Moral Bangsa Yang Beradab”, muktamar di Mataram kali ini diikuti oleh peserta dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan untuk merajut silaturrahim qori -qoriah seluruh Indonesia. Ketua

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh saat menerima Piagam Rekor MURI

Umum Ipqah Indonesia Prof. Dr. Said Aqil Husein mengungkapkan, Ipqah merupakan organisasi yang menghimpun para pencinta AlQuran. “Organisasi ini merupakan organisasi mendengar dan membaca Al-Quran. Ukhuwah Islamiyah sangat penting dan memberi makna yang luar biasa bagi para qori dan hafidzh. Itulah salah satu latar belakang muktamar ini diselenggarakan, untuk mempererat silaturrahim qori-qoriah dan hafidz hafidzah, “ katanya. “Orang yang selalu dekat dengan Al-Qur’an dan selalu membacanya, maka dia akan memiliki hati yang bersih, jauh dari sifat benci, jauh dari prasangka dan perbuatanperbuatan buruk lainnya,” kata Majdi yang juga seorang ulama ini. Sehari sebelum acara pembukaan resmi MTQ Nasional tanggal 30 Juli 2016 oleh Presiden Jokowi, Kota Mataram meriah dengan Pawai Taaruf yang diikuti oleh seluruh kafilah dari setiap provinsi se-Indonesia yang mengirimkan kendaraan dengan ciri khas masing-masing daerah. Koordinator Pawai Taaruf, Lalu Dirjaharta yang juga Kepala Pol. PP Provinsi NTB mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai media membangun silaturahim serta menjaga kearifan lokal dengan semangat Al-Quran. “Pawai Taaruf adalah ajang perkenalan, persahabatan dan media silaturahmi antar sesama manusia,” kata ungkapnya. Selain pawai kendaraan hias perwakilan kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia dan kabupaten/kota se-NTB, pawai ini dimeriahkan sekitar 3.000 peserta yang berjalan kaki. -Naniek I. Taufan


20

Nine

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Mengalir tanpa Paksaan

Benar kata pepatah, “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Itulah yang tampak dari Ayu (16) dan Karishma Maharani (15), yang mewarisi minat, bakat dan aktivitas ibu mereka. Lahir dari pasangan Muhammad Amin (43) dan Prima Damayanti (43), Karishma telah menunjukkan minat dan bakatnya secara alami terhadap Bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar. Minat dan bakat itu sesungguhnya tidak banyak didorong oleh ibundanya Prima Damayanti yang merupakan salah seorang guru dan instruktur nasional Bahasa Inggris di Nusa Tenggara Barat.

M

inat tersebut, menurut Prima, mengalir saja seperti air karena Karishma tidak tampak menggebu-gebu untuk memperdalam Bahasa Inggris. Namun dari minat alami itulah yang seungguhnya kemudian mendorongnya memiliki kemampuan dalam bercerita dalam Bahasa Inggris (story telling). Inilah yang membuat siswa kelas dua SMPN 1 Bolo ini akhirnya keluar sebagai Juara I dalam lomba bercerita Bahasa Inggris yang mewakili Kabupaten Bima dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan berlangsung minggu pertama di bulan Agustus 2016 mendatang. Sebagai ibu, Prima mengamati dan melihat kecenderungan Karishma terhadap Bahasa Inggris, ia kemudian menyarankan (tidak memaksa) agar anaknya itu memperdalam Bahasa Inggris dengan mengambil kursus di luar jam sekolah. Prima seharusnya bisa mengajar sendiri anaknya untuk memperdalam Bahasa Inggris, namun itu tidak ia lakukan melainkan sengaja menyarankan untuk kursus di tempat lain demi memberikan keleluasaan terhadap Karishma dalam menemukan dan menumbuhkan sendiri minatnya secara alami. “Kalau dengan saya ibunya tentu potensi yang ada dalam dirinya tidak akan tumbuh alami karena jelas akan ada hubungan emosi yang kuat yang bisa sewaktu-waktu membuatnya manja sehingga potensinya tidak bisa berkembang alami. Namun jika ia mengikuti kursus, tentu saja di sana ada tanggung jawab yang berbeda yang mengikutinya,” kata Prima. Sebagai ibu, Prima hanya perlu terus memberinya motivasi agar minatnya

itu semakin kuat. Prima membiarkan anaknya menemukan sendiri minat dan bakatnya dengan caranya sendiri. Saat berada di rumah Karishma senang mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris yang kemudian membuatnya tertarik untuk memahami liri-lirik lagu tersebut. “Dari sana dia belajar begitu saja,” kata Prima. Melihat kecenderung dan minat tersebut, akhirnya tiap ada lagu baru yang rilis, Prima selalu menawarkan pada anaknya itu untuk mendengarkannya. “Dia sangat lekas dalam menghafal lagu-lagu baru tersebut,” ujar Prima yang kerap sambil berinteraksi dalam keseharian ber-

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Sri Mulyani

5

Pulang demi Indonesia

Welcome back Sri Mulyani! Itu lah kata-kata yang paling banyak diucapkan masyarakat maupun para tokoh menyambut masuknya kembali wanita ini dalam pemerintahan. Presiden Joko Widodo berhasil ‘membawa pulang’ salah satu putri terbaik bangsa untuk mengabdi pada negeri sendiri.

tanya kepada Karishma tentang apa yang disampaikan dalam lagu-lagu baru tersebut. Banyak mendengar membuat Karishma memiliki kelebihan dalam ucapan yang untuk ukuran anak usia SMP sudah tepat. “Untuk anak usia SMP pengucapannya sudah relatif tepat,” ungkap Prima. Tampaknya di sinilah letak keunggulan Karishma saat bercerita dalam Bahasa Inggris. Ia juga cukup percaya diri ketika tampil dalam lomba-lomba. MENEBAR VIRUS Minat dan kecenderungan seorang ibu juga menurun pada Ayu, putri semata wayang dari Nyayu Ernawati, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram yang juga aktivis anak. Dalam berbagai kesempatan, Nyayu dan Ayu seperti dua orang yang sahabat. Ibu dan anak ini selalu kompak, pun dalam beraktivitas. Seperti halnya Prima, Nyayu juga tidak pernah memaksa anaknya untuk mengikuti apa yang telah dilakoninya selama ini. Namun Nyayu menebar “virus” aktivis kepada anaknya itu. Tidak mudah memang bagi Ayu pertama kali menerima sang bunda banyak sibuk menghabiskan waktu bersama anak-

Inspirasi

“S

aya merasa terhormat diminta kembali. Saya siap bekerjasama dengan menteri lainnya di sisa masa jabatan kabinet ini,” ucap Sri Mulyani yang dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Rabu (27/7) pekan lalu. Lewat akun linkedin miliknya, mantan Managing Director and Chief Operating Bank Duniajuga mengungkapkan dirinya merasa terhormat bisa melayani Presiden dan Indonesia dengan melanjutkan program reformasi yang tengah berlangsung. Sebagai Menkeu, katanya, ia bisa mendedikasikan diri dalam usaha untuk mempercepat agenda pembangunan Indonesia. Sehari sebelum pelantikan-

anak lain yang tidak beruntung. “Dulu saat usianya masih kecil dan belum mengerti, Ayu kerap ngambek karena saya memiliki “banyak anak lain”, anak-anak yang kurang beruntung,” ujar Nyayu. Tetapi seiring bertambahnya usianya Ayu, ia menjadi lebih mengerti dan di bawah sadarnya, ia juga akhirnya mengikuti kebiasaan ibundanya terjun dan bekerja bersama memberikan kepedulian bagi anak lewat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Dewan Anak Kota Mataram. Bagaimana tidak, bahkan sejak dalam kandungan, Ayu telah ikut bersama bundanya dalam berbagai aktivitas kegiatan sosial. Untuk menjaga kualitas kebersamaan dengan anaknya itu, Nyayu mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, salah satunya berdiskusi bersama. “Semua kami diskusikan, karenanya apapun tentang Ayu, saya tahu, begitu pula Ayu tahu semua hal tentang saya,” ungkapnya. Bagi Nyayu, tidak ada artinya setiap detik bersama namun yang satu asyik menonton sinetron yang satunya lagi tidak berhenti bermain HP. Karena itulah, sebagai seorang ibu, Nyayu membangun komunikasi yang baik dengan buah hatinya itu. Karena baginya yang terpenting dalam keluarga itu adalah komunikasi. “Dengan banyak berkomunikasi kita akan tahu tentang perkembangan anak, terutama di masa banyaknya terjadi kekerasan terhadap anak saat ini,” katanya.

Aktivitasnya sebagai aktivis juga rupanya secara tidak langsung telah mengajarkan anaknya untuk belajar mandiri. Ayu yang kini duduk di bangku kelas dua SMAN 5 Mataram ini, menurut Nyayu sudah jarang meminta uang jajan padanya karena Ayu kerap diminta untuk mempromosikan barang via online. “Dari sanalah Ayu dapat penghasilan, meski tidak besar tetapi ada,” kata Nyayu. Bagi Nyayu, ini bukan soal nilai, melainkan ada sebuah proses yang tengah dijalani anak gadisnya untuk belajar mandiri. Nyayu dan Prima samasama memiliki kecenderungan membiarkan minat dan bakat putri mereka mengalir tanpa harus dipaksa. Karena bagi keduanya, tidak ada pencapaian yang berkualitas yang berasal dari situasi penuh paksaan hanya untuk melihat anak tampil menjadi juara dalam semua hal. Sebuah prestasi haruslah dicapai dengan kebahagiaan. “Jika kelak ia mencapai prestasi, maka itu dicapai dengan kebahagiaan, kenyamanan dan atas potensi diri yang dikembangkan dengan cara yang baik,” ungkap Prima. Begitu juga halnya bagi Nyayu yang menganggap bahwa sebuah pencapaian prestasi kelak akan diikuti dengan kematangan diri seseorang dengan cara yang wajar jika itu dikembangkan dengan cinta dan kasih sayang. “Biarkan anak-anak mengembangkan diri mereka dengan cinta dan kasih sayang,” ungkap Nyayu. -Naniek I. Taufan

dar Lampung 26 Agustus 1962, sangat membantu memahami masalah dengan objektif dan akurat, yang menghasilkan pemikiran, solusi kebijakan yang kredibel yang sangat bermanfaat pada saat ia mengemban tugas sebagai pejabat negara. Di Bank Dunia, kata Ani, ia menjabat sebagai Managing Director and Chief Operating Officer. “Di Bank Dunia kami memiliki dua tujuan. Pertama, mengentaskan kemiskinan ekstrem di negara-negara berkembang. Kedua, memastikan meratanya kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Menurutnya, pengetahuan dan pengalamannya di Universitas Indonesia maupun sebagai mantan

Sri Mulyani menjelang pelantikan

nya sebagai Menkeu, Sri Mulyani berkesempatan memberi kuliah umum di almamaternya, Universitas Indonesia, Depok, Selasa (26/7). “Saya senang dapat kembali ke kampus, ke almamater saya. Di sinilah saya mulai belajar ilmu ekonomi, sebuah disiplin ilmu yang telah membekali saya dengan pengetahuan teknis tentang berbagai masalah pembangunan dan ekonomi. Di Universitas Indonesia jugalah idealisme dan pemikiran saya mengenai hal-hal politik mulai tumbuh dan berkembang,” ujar Ani dalam mengawali ceramah bertema ‘Yang Muda Yang Beraksi: Peranan Pemuda dalam Mensukseskan Pembangunan Berkelanjutan yang Indklusif’, di Auditorium Djokosoetono, Fakultas Hukum UI. Menurutnya, selama belajar, mengajar dan melakukan penelitian di UI, ia melihat dan terlibat dengan proses transisi Indonesia menuju demokrasi dan menerapkan desentralisasi dan otonomi daerah. “Saya juga melihat bagaimana Indonesia menangani krisis eskonomi 1997/1998,” ucapnya. Pengetahuan teknis yang dipelajarinya, tutur wanita kelahiran Ban-

Menteri Keuangan, sangat releval dalam memahami masalah pembangunan negara-negara berkembang. “Setiap saya bertemu dan membahas masalah pembangunan negaranegara klien Word Bank, dan mengevaluasi opsi-opsi kebijakan dalam konteks politik yang mereka miliki, saya selalu teringat kembang akan berbagai hal yang telah saya pelajari di sini,” Ani yang dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asiapada 2006 oleh Emerging Markets. GENERASI MUDA KUNCI KEBERHASILAN NEGERI INI Di Washington DC, lanjut ibu tiga anak ini, ia sering menerima kunjungan kelompok pelajar dan mahasiswa Indonesia yang memiliki keingintahuan yang begitu tinggi. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah, ‘Apa yang dapat dilakukan kaum muda Indonesia agar bisa meraih kesuksesan di dalam negeri maupun arena global?’ Pertanyaan ini, kata Ani, sangat penting. Karena kini anak muda merupakan sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia, yakni, 65 juta orang lebih. Di tangan generasi

Sri Mulyani saat berceramah di UI

muda inilah terletak kunci keberhasilan negeri ini. Pada saat yang sama, lanjutnya, tantangan lingkungan semakin sulit. “Kami mengkhawatirkan rapuhnya pertumbuhan ekonomi dunia yang sering disertai gejolak. Pada bulan Juni, kami merevisi proyeksi pertumbuhan dunia ke 2,4%, turun dari proyeksi pada bulan Januari yang sebesar 2,9%,” papar Ani yang pernah disebut sebagai salah satu dari 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Majalah Forbes. Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok dan perubahan struktur ekonomi Tiongkok sangat berpengaruh di seluruh dunia. “Saya baru kembali dari Argentina minggu lalu, dimana melemahnya ekspor ke Tiongkok telah melemahkan ekonomi di Argentina yang memiliki 35% ekspor ke Tiongkok,” papar Ani yang menjadi Menteri Keuangan di masa Presiden SBY, namun mengundurkan diri lantaran situasi politik yang saat itu kurang kondusif terkait persoalan bailout Bank Century. Kondisi yang sama, katanya, juga dialami oleh negara-negara lain seperti di Amerika Latin, Afrika, Asia Tengah, Asia Tenggara termasuk Indonesia. “Tiongkok menerima 11% barang ekspor Indonesia,”

tambahnya. Jadi jelas Ani lagi, saat ini negara-negara berkembang yang selama dua dekade terakhir menjadi mesin pertumbuhan dunia, menghadapi tantangan berat, ibarat badai yang datang bersamaan secara sempurna atau perfect storm. “Melemahnya ekonomi dan perdagangan dunia, perlambatan dan perubahan struktural ekonomi Tiongkok, rendahnya harga-harga komoditas, menurunnya aliran modal ke negara berkembang, meluasnya konflik dan serangan terorisme, serta perubahan iklim global,” papar Ani menjelaskan tentang maksud dari ungkapan ‘perfect storm’. TUNJUKKAN EMPATI KITA Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dan dapat menjadi pelaku global yang disegani. Namun, ucapnya, potensi ini harus diwujudkan menjadi kinerja dan prestasi. Untuk itu diperlukan generasi muda yang percaya diri, dengan visi luas dan ambisi dan kreativitas yang kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan guna menciptakan kemakmuran, kemajuan peradaban dan keadilan sosial. Menurut Sri Mulyani untuk melangkah maju bersama untuk masa depan lebih baik antara lain yang harus dilakukan adalah, menjadi bagian dunia yang berperan aktif. Hal kedua yang direkomendasikannya adalah, jangan melupakan mereka yang tertinggal. “Salah satu kekhawatiran terbesar saya adalah meningkatnya ketimpangan di antara masyarakat.

Sri Mulyani melayani permintaan selfie mahasiswa usai ceramah di UI

Ketimpangan yang sangat tajam bisa menghambat potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia. Masalahnya, ketimpangan di Indonesia banyak ditentukan oleh hal-hal yang diluar kendali penderita,” katanya. Misalnya, sepertiga dari ketimpangan di Indonesia disebabkan oleh empat faktor pada saat seseorang lahir: provinsi di mana mereka lahir, apakah tempat lahir itu desa atau kota, apakah kepala rumah tangga perempuan, dan tingkat pendidikan orangtua. Dengan kata lain, kata Ani, kesenjangan pendapatan bukan sekadar dampak dari ketimpangan semata tetapi akibat adanya ketimpangan peluang. “Anak-anak Indonesia yang lahir dengan ketimpangan tersebut akan sulit mengatasi ketimpangan di masa depannya. Ketidakadilan ini harus diatasi segera,” katanya. Dalam kesempatan itu ia mengajak generasi muda untuk selalu melakukan yang terbaik dan berikan yang terbaik bagi orang lain. “Tuntutlah ilmu dan kuasai kemampuan teknis yang terbaik. Jangan pernah berhenti belajar. Carilah ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk kita sendiri namun juga bagi tim anda. Mundah untuk mencapai sukses sendiri. Lebih sulit untuk membangun sukses bersama dan membangun institusi,” paparnya. Juga, tambahnya, tetaplah melatih dan mengembangkan pemikiran kritis dengan melakukan analisa yang jernih. Mampu membedakan antara fakta dan bukti di satu sisi dengan bias dan subjektivitas di sisi lain. Hal ini, katanya, akan mendorong pengambilan keputusan dan tindakan yang bijak dan bertanggung jawab. Dan tidak kalah penting, tegasnya, tunjukkan empati kita. “Perhatikan dan jaga perasaan, harga diri dan pikiran orang-orang yang berinteraksi dengan kita, terutama mereka yang tidak sepaham dan sehaluan. Ini penting pada saat kita memiliki misi untuk melakukan perubahan guna mencapai perbaikan”. Kepemimpinan yang inklusif dan berlandaskan empati dan integritas yang bersih, katanya, akan menghasilkan proses perubahan yang baik dan hasil yang lebih langgeng. -Diana Runtu


6

Woman on Top

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Yang Penting bisa Berfoto Saat ini ada tren di kota-kota besar, semakin marak munculnya tempattempat nongkrong dengan konsep yang menarik. Hal ini memudahkan setiap orang untuk memenuhi salah satu kebutuhan orang dalam menjalin interakasi dan berkumpul di suatu tempat.

L

antas tempat nongkrong atau kongkow seperti apa yang menjadi pilihan dua desainer berikut ini. Bagi seorang Rhea Cempaka, tempat yang didatanginya, mestik punya konsep dengan sua-

Ratih Dwi Permata

sana yang apik dan asyik untuk fotoan. Sebab, biasanya setalah makan dan ngobrol, Rhea dan para sahabatnya selalu sempat membuat dokumentasi untuk kemudian di pajang di medsos. Selain itu, katanya tempat nongkrong tersebut juga punya harga yang pas, ada wifi itu pasti, pelayanan atau servisnya menyenangkan. Yang penting lainnya juga adalah sajian hidangannya.

Menunya boleh saja tidak besar porsinya tapi masakannya mesti fushion food. Menurut Rhea ada beberapa tempat yang suka di datanginya di kawasan Renon dan Kuta. Dikatakannya, sebaiknya setiap tempat nongkrong memiliki tempat selfie, mengingat kebutuhan selfie semakin banyak. Seperti Alila Seminyak misalnya, kata Rhea menyebut salah satu lokasi yang disukainya. Tempatnya bagus, suasana oke , pelayannya ramah selalu siap dan bersedia dimintain tolong termasuk motret meski sampai berkali-kal, ujarnya tertawa. Selanjutnya Rhe mengatakan selain menikmati kebersamaan, jika suasana di lokasi nongkrong mendukung, bisa juga memunculkan ide kreatif untuk sebuah desain, Seperti saat dirinya berada di Alila Seminyak, suasana pantainya berhasil membersitkan ide untuk mengangkat tema warna biru yang kemudian digunakannya untuk fashion show di ajang Himpi Fashion Week di Beachwalk, Kuta. Begitu pula dengan desainer muda Ratih Dwi Permata yang biasa disapa DP ini, mengkau

menyukai beberapa tempat nongkrong. Kalau tempat makan, katanya ia suka NOOK di Umalas, dengan pemandangan sawahnya. Bagi lulusan S1 Desain Mode dan Busana IKJ ini, tempat nongkrong dengan pemdangan alam di sekitarnya mampu membikin suasana hatinya adem. Seperti yang di NOOK, selain situasi lingklungannnya ia juga cocok dengan situasi kantong yang terjangkau, situasi hidangan makanan serta situasi fasilitasnya. Namun pada kesemptan lain ia juga suka menikmati kopi di Mangsi, Renon. Katanya, di sana tempatnya nyaman, luas, pencahayaannya cukup memadai buat menggambar asyik dan wifinya juga oke. Saat ini yang namanya wifi adalah kebutuhan paling penting, sebelum pilihan lainnya, cetus DP. -Sri Ardhini

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Event International Prepcom UN Habitat III yang diselenggarakan di kota Surabaya mem­ bawa berkah tersendi­ ri bagi sebagian warga sekitar, salah satunya adalah para perajin batik Alam Pesisir (Alsier) atau biasa dikenal dengan ba­ tik Wonorejo. Melalui Festival Mangrove ini ramai dikunjungi baik dari Delegasi Pre­p ­ com3, wisatawan dan masyarakat sekitar.

“ Sudah level berapa sekarang??? Di daerah mana ya ada banyak pokemon nya?? Begadang sampai jam berapa kemarin buru pokemon?....” Itulah pertanyaan-pertanyaan yang sering saya dengar satu bulan terakhir ini… Haaaa… ayoooo… pembaca setia ada yang senyum senyum tentunya… ( termasuk golongan pemburu pokemon juga tentunya ya.. hehehehe). Terlepas dari positif dan negatifnya permainan itu, saya akan membuat suatu perumpamaan dalam dunia service/ layanan tentang keseruan layanan ala pokemon. Saya masih ingat ketika memberikan motivasi & training di beberapa perusahaan, dan salah satunya di industri kerajinan perak dan emas yang diklaim terbesar di Asia Tenggara. Di mana karyawannya mencapai lebih dari 400 orang. Manajemen perusahaan itu menginginkan yang dijual dan dikenal bukan hanya sebuah produk, tetapi dengan persaingan produk yang begitu ketat saat ini, harus ada sisi yang lebih ditonjolkan lagi, yaitu Layanan. Dalam beberapa buku terbaru tetang layanan yang saya baca, dan dari pengalaman lebih dari 27 (dua puluh tujuh ) tahun mengabdi di perbankan, hubungan antara pelayan dan pelanggan itu bisa kita urutkan seperti tangga. (Agni S Mayang Sari : Hearty Service ) Mari kita uraikan dengan contoh satu persatu. “Bu Wayan, kalau boleh saya tahu,.. kenapa Ibu memilih menjadi pelanggan di perusahaan ini”.. Itu pertanyaan saya kepada salah satu pelanggan yang saya temui untuk saya jadikan sample ( contoh secara acak ). Jawab Ibu

Wayan… “Ya.. saya lihat dan dengar promosinya gencar. Jadi saya ingin tahu, seperti apa barangnya dan layanannya. Yaaa.. sekedar ikut-ikut teman saja.”… Naaahh kalau kita sudah mendengar seperti itu jawaban dari seorang pelanggan, kita taruh dia sebagai pelanggan dengan tangga yang paling bawah, yaitu ” to know”. Atau kita artikan dengan pelanggan yang hanya sekadar tahu tentang wujud atau sosok kita, tentang produk yang kita layani. Dan, itu hanya sekadar ikutikutan saja. Pernah suatu saat staf saya di kantor (bank) minta izin karena diundang oleh pelanggannya (nasabah) untuk menghadiri pesta pernikahan dari anaknya. Dan di sana staf saya dikenalkan dengan tamu yang datang saat itu dan tentu juga dengan keluarga lain yang kebetulan bertemu di pesta. Kalau kita masukkan dalam tangga hubungan dengan pelanggan, saya bisa katakan pelanggan itu sudah ada pada tangga yang lebih tinggi dari cerita sebelumnya di atas. Dan saya namakan sekarang tangga ini adalah “To live”. Dimana dapat kita artikan adalah pelanggan yang mulai senang dengan keberadaan kita sebagai pelayan dan sudah menceritakan tentang kita ke lingkungannya. Juga sama sekali tidak terganggu dengan telepon atau kehadiran kita. Ini tangga hubungan yang kedua. “Waaahh lipstiknya baru ya… ? “ pertanyaan saya ketika pagi-pagi melihat staf saya memakai lipstik dengan warna yang lain dari biasanya..(Saya termasuk orang yang sangat perhatian dengan penampilan para staf di kantor ).. Kemudian dijawab oleh staf saya.. “Ya baru Bu.. diberi oleh-oleh dari Bu Ade, sepulang beliaunya jalan-jalan ke Eropa”… hmmmmm… Kalau contoh cerita seperti ini

L

ilik salah satu perajin batik mengaku senang karena batik mereka laris diborong tamu dari luar negeri. “Dalam satu hari ini ada sekitar 10 lembar kain sudah terjual,padahal untuk hari biasa kita mampu menjual 10 kain dalam waktu satu bulan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan event seperti ini sangat berpengaruh terhadap omzet penjualannya. “Bersyukur, cuman agak sedikit

kecewa karena kunjungan ke Mangrove cuman sebentar. Andai kata waktunya agak lama mungkin batik saya akan lebih banyak terjual” Tambahnya sedikit dengan nada menyesal. Disisi lain, wakil ketua UMKM kecamatan Rungkut, Mulyono mengungkapkan bahwa dirinya agak kecewa karena ia beserta rekannya berencana untuk menunjukkan proses melukis batik kepada para Delegasi Prepcom3, namun oleh para

Rhea Cempaka

bahkan lupa dalam keadaan yang bahaya, tetap saja berburu Pokemon.. heheheheh… tentunya tidak se ekstrim itu ya…!!!! (ambil dari segi positifnya). Layanan ala Pokemon dalam tangga hubungan pelayan dengan nasabah adalah tangga yang paling tinggi dari empat (4 ) tangga hubungan yaitu, to know (sekedar ingin tahu), to live (sudah merasa nyaman), to love (sudah memberi referensi) dan yang tertinggi to be legacy (yang dicari/ menciptakan memoriable). Para pembaca Dhani’s Art In service,… Ingat … dalam bekerja seperti dalam sebuah buku dengan judul “Kubik Leadership” yang saya baca, Hasil Usaha Manusia terbagi menjadi dua. Yaitu hasil usaha yang tampak dan hasil usaha yang tidak tampak, (kita sebut dengan POTENSI). Saat kita bekerja hasil yang tampak adalah gaji, bonus, insentif, uang lembur dan sebagainya. Yang dapat kita nikmati setiap minggu/bulan. Sedangkan hasil usaha yang tidak tampak yang merupakan suatu potensi adalah… HUBUNGAN yang baik, Kepercayaan, Loyalitas para pelanggan kita terhadap sosok kita yang tentunya berdampak kepada perusahaan kita bekerja. Dan itu jauh lebih berarti karena akan membawa kita ke masa depan yang lebih baik dari value yang kita ciptakan kepada pelanggan. Jadi… ayo.. Mari kita ciptakan layanan yang selalu dicari orang seperti layaknya orang berburu Pokemon. Dan… hasilnya akan kembali pada kita yang berdampak tentunya kepada perusahaan dimana kita bekerja. Ingin lebih lengkap lagi uraian dan penjelasannya? Silahkan kontak manajemen kami dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP, Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Semua Ada Risikonya Yosefine Nandy

Salam Senyum,

Kenalkan Batik Wonorejo pada Turis Asing

Delegasi hanya dihampiri saja. “Sebenarnya harapan saya, para delegasi yang datang tidak hanya sekedar lewat saja, namun saya inginnya ada interaktif, melukis bersama nantikan hasilnya bisa dibawa pulang ke negaranya sebagai buah tangan” ujar Mul pekan lalu disela-sela kegiatan Festival. Walaupun demikian pihaknya memaklumi karena para delegasi terburu-buru mengejar waktu untuk pertemuan selanjutnya. “Kami menyadari mungkin karena waktu mereka mepet jadi terkesan buru-buru,” ungkapnya dengan nada legowo. -Yenny Noer R

Layanan ala “POKEMON” saya kembali menghubungkan dengan tangga hubungan antara pelanggan dan pelayan. Dan saya artikan dengan “To Love”. Dimana kita sebagai pelayan sudah mendapat tempat dihati pelanggan.Bahkan dia sudah memberikan referensi ke keluarga, kerabat dan lingkungannya tentang keberadaan kita. Pelanggan seperti ini sangat memudahkan kita dalam mencari pelanggan baru tanpa harus bersusah payah kemana-mana. Ini mulai membuktikan bahwa pelayan bisa menjadikan ujung tombak dari sebuah marketing/penjualan. Cerita lain ketika sebuah perusahaan membuat survei tentang layanan yang diberikan kepada pelanggannya. Seorang pelayan yang memang keliatan paling peduli, paling ramah dan paling sigap penuh antusias mendapat nilai paling tinggi. Dan luar biasanya lagi dia ternyata memberikan “memoriable “ yang sangat melekat kepada para pelanggan. Bahkan para pelanggan tersebut seperti dalam istilahnya “bedol desa” terhadap pelayan itu. Artinya ketika pelayan itu pindah ke tempat lain, maka secara langsung para pelanggan akan mengikutinya. Dan juga para pelanggan tersebut sudah membela “berdarah-darah” jika ada orang lain yang berusaha menjatuhkan atau membuat kesan yang negatif terhadap sosok orang tersebut. Ini saya artikan dalan hubungan dengan pelanggan adalah “TO BE LEGACY”. Sebuah tangga hubungan yang paling tinggi . Di mana si pelayan sudah menjadi idola pelanggan, dicari kemana-mana seperti judul tulisan saya menjadi pelayan ala “POKEMON”.. Naaaahhh.. terjawab sudah ya sekarang.. Layanan seperti apa Pokemon itu? Jadikanlah kita sebagai pelayan sampai menciptakan memoriable… memberikan kesan yang indah... sehingga kemana pun kita akan dicari oleh pelanggan kita. Bahkan sangat ekstrim jika kita umpamakan dengan Game Pokemon, yaitu sampai di jalan, begadang, nabrak-nabrak,

19

Memiliki wajah cantik nan ramah. Itulah kesan dari sosok wanita multitalenta Yosefeni Nandy. Meski masih muda, wanita yang pernah menekuni dunia catwalk ini selalu semangat untuk menca­ pai keinginannya. Tentunya, dengan kerja keras penuh semangat dan royalitas tinggi merupakan sikap yang harus ditanamkan dalam benaknya. Perempuan kelahiran Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) ini berani menerima tantangan yang berat sekalipun. Yakni, dengan menjadi public relation (PR) hotel bintang lima ini merupakan tantangan tersendiri. “Saya tahu jabatan PR sangat berat. Seorang PR itu harus bisa menggapai relasi, memperluas komunikasi hingga royal terhadap klien. Ini pekerjaan yang enjoy,” kata Yosefine. Bakat Yosefine, berangkat dari dunia model. Tetapi, tidak menyurutkan niat­ nya menjalin komunikasi yang luas dibidangnya saat ini. PR dimata Yosefine, adalah membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukung­ an, dan kerjasama antara organisasi dan publik, klien dengan saling menguntungakan antar kedua be­ lah pihak. “Motivasi itulah yang terus saya kembang­ kan dalam industri perhotelan,” kata Yosefine yang kini tercatat sebagai Marketing Comunucation JW Mariott Hotel Surabaya ini. Karena berhubungan langsung dengan masyarakat maupun klien pengunjung. Dimana fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap pub­

lik atau tamu mengidentifikasikan kebijaksanaankebijaksanaan dan prosedur-prosedur seorang individu atau sebuah organisasi berdasarkan ke­ pentingan publik maupun klien, dan menjalankan pengertian dan pelayanan yang klien atau tamu perlukan. Dengan didasari komunikasi, psikologi, sosial dan marketing, untuk membentuk agar perusa­ haan atau lembaga, nama dan manajemen­ nya menjadi disukai dan dapat dipercaya oleh publiknya.”Bila dijabarkan tentu berat dan harus dimiliki seorang ahlinya. Namun, itu tantangan bagi saya untuk tetap menjalin komunikasi yang luas dengan beragam antargolongan,” ujar Yosefine, mantan duta wisata Balikpapan Kaltim periode 2005-2009 ini. Begitu di dalam perhotelan, harus mampu membawa citra hotel ini dengan baik terhadap para klien dan tamu dengan service yang prima agar mereka senang. Sesuai dengan pelayanan yang tamu butuhkan. Mulai meeting room, ka­ mar hotel yang memadai sesuai dengan standar internasional yang dimiliki. Yosefine mengaku JW Marriot memiliki kamar hotel kelas high class Presidential Suite, Carment Suite hingga Deluxe Suite untuk kelas standarnya. Ia punya prinsip, memberikan apa yang dibutuhkan ini senantiasa berfokus pada pemberian pelayanan terbaik untuk para customer-nya. Ini terbukti de­ ngan adanya berbagai bonus penambahan benefit yang diberikan untuk para customer dan fasilitas hotel kelas bintang lima internasional. “Semua pekerjaan memiliki risiko, tapi semua itu dijalani dengan ikhlas dan tekun. Aku meyakini akan bisa mudah melewatinya, meski saya sendiri baru 5 tahun bergelut di industri hotel ini yang merupakan tantangan tersendiri bagiku untuk dapat meraih sukses di bidang PR ini,” pungkas Yosefine. -Antonius Andika


18

Life

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Menjamurnya tempat-tempat nong­krong belakangan ini di Singaraja tentu menimbulkan per­s aingan. Ada yang memiliki kelebihan dari segi menu yang ditawarkan, keunikan rasa, harga yang terjangkau, hingga tempat dan konsep unik yang ditawarkan. Semakin banyak keunikan dan kelebihan yang dimiliki akan berbanding lurus dengan jumlah pengun­jung yang dapat ditargetkan.

Kantin Tepi Bukit

Harga Sesuai Kantong

Gema Musabaqoh Tilawatil Qur’an, sinar Kalamulloh. Cinta kami pada Allah dan rasulnya tak terbendung lagi. Sekian lama kami menunggu datangnya pancaran illahi baldatun toyyibatun warobbun gofur cita-cita kita. Sambut Musabaqoh Tilawatil Qur’an Pancaran Ilahi. Empat puluh tiga tahun kami menunggu kini engkau datang. Gemah ripah negeri ini damai sejahtera selalu baldatun toyyibatun warobbun gofur Nusa Tenggara Barat. Gema Musabaqoh Tilawatil Qur’an sinar kalamullooh. Cinta kami pada Allah dan Rosulnya semakin tak terkira. Sekian lama kami menunggu datangnya pancaran Illahi, baldatun toyyibatun warobbun gofur nusatara jaya. Sambut Musabaqoh Tilawatil Qur’an Wahyu Kalamulloh Nusa Tenggara Barat Menyambut Bahagia Penuh Suka Cita. Gemah ripah negeri ini damai sejahtera selalu baldatun toyyibatun warobbun gofur cita-cita kita….. cita-cita kita……

I

S

alah satu tempat yang saat ini ramai menjadi perbincangan adalah Kantin Tepi Bukit. Sesuai dengan namanya tempat ini memang tempat makan yang sangat sederhana dengan berbagai menu yang biasa disediakan oleh sebuah kantin. Akan tetapi letaknya yang berada di bukit, membuat tempat ini sangat indah. Kantin ini dibangun di atas bukit yang letaknya cukup tinggi sehingga dataran yang berada dibawahnya akan terpampang secara nyata. Kanti ini terletak di Desa selat, Singaraja. Warung ini marak diperbincangkan sekitar bulan November tahun 2015 lalu. Waktu tempuh untuk menuju temapat ini hanya 20 menitan dari pusat kota Singaraja. Jalan berkelok dan tikungan tajam

Story

akan menghiasi perjalan dari awal memasuki desa, maka dari itu bagi Anda yang pertama kali ke tempat tersebut disarankan untuk tidak datang pada malam hari. Minimnya penerangan dan melewati jalan sepi tentu akan memberi sensasi tersendiri bagi kalian yang datang sendiri. Kantin Tepi Bukit biasanya dibuka menjelang sore, sebab lebih asik karena pengunjung akan melihat matahari terbenam. Salah seorang pengunjung, Eka

Santika mengatakan mengetahui tempat tersebut dari postingan yang diunggah oleh temannya di media sosial. Selain itu, tempatnya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya membuat Eka sering berkunjung ke Kantin Tepi Bukit. “Yang membuat saya datang lagi, karena tempatnya yang indah, pemandangan bagus,” ujarnya. ia menambahkan jika dalam keadaan yang penat, datang ke tempat tersebut dapat meringankan dan merilekan pikiran. Selain da-

pat melihat pemandangan, harga yang sesuai dengan kantong juga merupakan salah satu alasan ia menyukai tempat ini. Sementara itu dikatakan pengelola Tepi Bukit atau Kantin Tepi Bukit Komang Wiriasa di konfirmasi mengatakan Tepi Bukit ini digagasnya dari dua tahun lalu, dirinya melihat potensi wisata di lokasi Tepi Bukit ini. Meskipun banyak beranggapan lokasi itu sebelumnya terkenal seram dan menakutkan karena berada di

tengah hutan Desa Selat akan tetapi dirinya beranggapan lain bahwa Tepi Bukit itu nantinya bisa menarik wisatawan berkunjung. Dikatakanya saat ini pengelolaannya masih dalam tahap penataan tempat agar lebih aman dan nyaman serta menarik minat pengunjung. Selain itu pihaknya sudah mengajukan usulan di pihak desa agar nantinya lokasi Tepi Bukit tersebut bisa memberikan kontribusi ke Desa sebagai Obyek Wisata.-Wiwin

Tak Fanatik dengan Aliran Musik Band asal Buleleng yang satu ini memang terbilang sangat baru, akan tetapi kecintaanya terhadap musik sudah dimiliki oleh masing-masing personil sejak lama. Berkecimpung dalam dunia musik memang sudah lama dilakukan oleh masing-masing personil, akan tetapi baru membentuk sebuah band ketika melihat perkembangan musik dan band-band yang ada di Singaraja. Terbentuknya band ini sebagai wadah untuk menyalurkan inspirasi dalam sebuah

lagu. D’Gata sendiri merupakan sebuah nama yang diambil dari singkatan yaitu, D’ adalah Dencarik sebagai nama derah asal para personilnya, G’ merupakan Gusti (vokal sekaligus gitar), A’ merupakan Agus (lead gitar), T’ merupakan Tangkas (bassis), dan A’ terakhir Agus Kusuma (drummer). Sebelum memiliki formasi seperti saat ini, band ini sempat bergonta-ganti personil dan penambahan personil juga. Hal ini disebabkan oleh kesibukan masing-

masing personil dan perbedaan visi di dalamnya. Maka dari itu, saat ini menghargai pendapat orang lain sangat diutamakan dalam sebuah band. Apalagi dalam penciptaan lagu, mereka menambahkan tidak pernah memaksakan kehendak agar lagu yang diciptakan dapat digunakan. “Jika lagu yang ditulis sudah selesai, kami bicarakan dengan yang lain dan satu hal jangan egois dalam berpendapat,” papar sang vokalis. Mengusung genre pop alternative, saat ini D’Gata hampir menyelesaikan album perdananya. “Di album pertama ada 9 lagu, namun yang sudah direkam sudah 5 mudah-mudahan segera bisa diselesaikan,” ujar Gusti sang vokalis. Dalam berkarya, mereka mengutamakan pembuatan lagu jika lagu sudah kelar maka proses perekaman dapat difokuskan. penggunaan bahasa Bali dalam lagu-lagu yang diciptakan merupakan bentuk dari pelestarian bahasa itu sendiri. “Sebagai orang Bali tentunya kalau menggunakan bahasa Bali itu lebih fasih dibandingkan bahasa Indonesia,” imbuh Gusti. Selain tema cinta, D’Gata juga menyisipkan lagu-lagu yang mengambil tema

sosial, di antaranya Tetep Bersyukur. Menurut mereka dalam kehidupan terkadang orang-orang tidak bisa menikmati apa yang dimiliki karena tidak bisa mensyukuri. “Namanya usaha kadang hasilnya banyak kadang juga tidak, cenik gede tetep bersyukur,” ujar Gusti. Bagi D’Gata mereka tidak pernah fanatic dengan genre musik yang diusung. Meskipun beraliran pon alternative mereka tanpa ragu juga membuat lagu yang bergenre reggae maupun rock alternative. “Buat kami yang mendengarkan musik kan bukan yang suka genre pop saja tetapi juga ada bermacam-macam genre. Jadi kami ingin memenuhi semua keinginan pendengar,” tambah Agus Kusuma. Ditanya soal tawaran manggung, pihaknya mengakui jika saat ini masih sangat minim pengalaman manggung. Hal ini dikarenakan tawaran manggung yang datang belum diterima sebab mereka ingin memfokuskan dulu merampungkan album perdananya. “Kami belum menerima, kalau semua sudah rampung kami akan usahakan untuk mengisi tawaran manggung dari manapun,” tandasnya. -Wiwin

ni adalah syair lagu berjudul Sambut MTQN 2016 yang merupakan produksi karya kru Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat. Syair lagu ini ditulis oleh H. Wirajaya Kusuma, Kabag. Pemberitaan dan Informasi Komunikasi dan Tarmidzi Kasubag Pengolahan Data Bagian Pemberitaan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, kemudian dinyanyikan oleh staf Humas yang juga seorang vokali band, Lalu Edi Setiawan. Lalu Edi Setiawan yang tergabung dalam E’ed and Friends mengaransemen lagu ini dalam versi band kekinian. Sebelum single ini lahir, Humas dan Edi sempat mengeluarkan aransemen ulang lagu Mars MTQ dalam versi band kekinian. Setelah puluhan tahun Mars MTQ yang akrab di telinga masyarakat itu diperdengarkan dalam versi aslinya, tahun ini “di dapur” Humas dan

Sudut Pandang

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Aransemen Lagu Kekinian

Protokol Setda Prov. tuan rumah MTQ NTB, lagu tersebut nasional setelah 43 tampil dengan nuantahun lalu juga persa baru, renyah dan nah sukses sebagai akrab menyapa semua tuan rumah dalam kalangan. Dengan voeven yang sama, tacal Edi yang lembut, hun 1973. “HaraMars MTQ dalam pan besar sebagai versi band kekinian tuan rumah, semoga menjadi begitu dekat MTQN membawa di hati dan mudah dikeberkahan bagi terima terutama pada NTB yang beriman, lingkungan anak-anak berbudaya dan bermuda. Lagu ini sendaya saing,” ungkap gaja dibuat untuk meWirajaya. nyosialisasikan sekaliBiro Humas dan gus menyemarakkan Protokol Setda. Prov. MTQN 2016. NTB menjadi salah Sebagai vokalis, satu tempat yang palEdi cukup berpen- Kabag. Pemberitaan Komunikasi dan Informasi Biro Humas dan Protokol ing sibuk tiap kali galaman dalam hal ini. Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma (berdiri), Lalu Edi Setiawan (tengah) dan NTB menjadi tuan Bersama grup band Kasubag. Pengolahan data Bagian Pemberitaan Biro Humas dan Protokol, rumah kegiatanVirtual yang pernah Talmidzi (kiri), merilis single religi Sambut MTQN 26. kegiatan berskala dibentuknya tahun 2005 nasional. Di bawah sampai terhenti tahun 2010 akibat kes- diri melahirkan karya untuk mendu- komando Kepala Biro Humas dan Proibukan masing-masing personilnya, ia kung dan menyukseskan pelaksanaan tokol Setda. Prov. NTB, 87 personil biro sempat dikenal ketika melahirkan dua MTQN 2016. Biro Humas dan Pro- yang terbagi dalam bagian pemberitaan album Pop Sasak berjudul, Mase Beru tokol ini rupanya tidak ingin ketinggalan dan infirmasi komunikasi, bagian dokudan Sasak Model Pop. Dua album ini untuk ambil bagian tidak hanya pada mentasi dan perpustakaan serta bagian berisi lagu-lagu pop berbahasa Sasak. tugas-tugas pokoknya melainkan juga protokol ini bekerja siang dan malam, Edi juga pernah mendapat keper- melahirkan single yang kemudian turut khususnya pada hari-hari menjelang cayaan untuk mengaransemen dua lagu menyemarakkan pelaksanaan MTQN pelaksanaan kegiatan. karya ulama kharismatik Lombok, Tuan 2016 yang berlangsung di Mataram Nusa Sehari menjelang pembukaan MTQ Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Tenggara Barat. Nasional 2016, hingga lewat tengah malam, Abdul Madjid atau yang dikenal dengan Wirajaya Kusuma mengungkapkan ruangan Humas masih padat dengan berMaulana Syaikh. Lagu berjudul Pacu bahwa lahirnya single ini diharapkan bagai aktivitas. Mereka inilah sosok-sosok Gamak dan Salut Jahid aslinya bernu- dapat memberikan kesan dan ansa kasidah kemudian dirilis dalam kenangan baik bagi peserta versi akustik band di tahun 2015. Karena maupun bagi NTB sebagai tuan penga­laman itulah membuat Edi dengan rumah, karena lagu ini akan mudah dapat menyelesaikan single Sam- bergema sepanjang kegiatan but MTQN 2016 dengan relatif cepat. MTQN berlangsung. Dari lagu Di tengah kesibukan yang terus ini tergambar rasa gembira dan memuncak sebagai panitia MTQN 2016, suka cita dalam menyambut personil Humas masih menyempatkan kembali suksesnya NTB sebagai

Sesuaikan dengan Kepentingan dan “Budget” Singaraja sebagai kota pendidikan yang memitersebut, baik itu pada saat seorang diri, maupun pada liki daya tarik yang luar biasa, baik bagi masyarakat saat kongkow bersama teman. Selain itu pula memilih Buleleng maupun orang luar buleleng untuk melantempat tongkrongan harus disesuaikan dengan budget jutkan pendidikan anak-anaknya dikota ini. Maka serta kepentingan dari tongkrongan itu. “Jika hanya jangan heran jika dikota ini akan untuk melepas penat bersama teman, menjamur tempat-tempat yang tongkrongan yang biasa pun gak masalah, dijadikan lokasi untuk hangout ucap wanita yang menjadi juara 2 lomba sebagai tongkrong bagi anak Dharma Wacana Festival Nasional Bhagamuda, rekan kerja atau pasanvad Gita Tahun 2014 di Denpasar. Namun, gan sekalipun, dari yang murah menjamurnya tempat-tempat tongkronmeriah sampai pada taraf yang gan yang merogoh kocek cukup dalam berkelas. Hal tersebutlah yang baginya sah-sah saja. Bagi Eka sendiri hal disampaikan Luh Eka M. Juliantersebut hanya dilakukan sesekali waktu ingsih P. SE, SPd.H, MPd,H yang saja, mengingat kalau hanya untuk melepas merupakan dosen luar biasa di penat tidak harus mahal, karena jika terus Sekolah Tinggi Agama Hindu mengikuti keinginan, keinginan seseorang Negeri (STAHN) Mpu Kuturan tidak akan pernah habis-habisnya. “Sesekali Singaraja. waktu kita bisa mencoba untuk nongkrong di tempat yang berbuget tinggi, lanjutnya. Jadi Gadis yang lahir 26 tahun tetap harus ada self control sehingga semua yang lalu tepatnya di Praya 22 kebutuhan dapat terpenuhi. Juli 1990 ini mengatakan salah satu tempat tongkrongan favorMenurut dosen yang akan segera itnya yaitu Pantai Penimbangan menyelesaikan kuliah Doktor Pendidikan (PP). Pantai Penimbangan Agama Hindu di Pasca Sarjana Universitas merupakan salah satu temHindu Indonesia Denpasar ini, selain kepat yang sudah dikenal oleh nyamanan menjadikan PP sebagai tempat masyarakat di Buleleng karena favorit karena aneka menu dan harga yang Luh Eka M. Julianingsih P. tempatnya yang nyaman dan ditawarkan. Menurutnya, menu yang berasik untuk melepaskan penat. Menurutnya PP meruvariatif sangat memengaruhi keinginan pengunjung sebab pakan tempat yang bagus untuk memperoleh inspirasi ada banyak pilihan dari menu anak-anak hingga dewasa. terkait dengan disertasi (S3) yang sedang dikerjakan. Jarak rumah dengan tongkrongan di Pantai penimbangan, Ibaratkan kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga tidak mempengaruhinya keinginannya untuk sering menpulau terlampaui. Jadi sekalian melepaskan penat, saya gunjungi tempat ini. juga sering nongkrong disekitar sini untuk melihat Alasan lain ia menyukai tempat ini adalah pengunbagaimana para kaula muda menghabiskan waktu jungnya yang tidak pernah sepi. Tempat yang bukannya mereka di PP (Pantai Penimbangan) terkait dengan setiap sore ini selalu dibanjiri pengunjung baik anak muda urusan disertasi (S3) yang tengah saya kerjakan Ujar hingga dewasa. Apalagi fanorama yang ditawarkan begitu Eka sapaan akrabnya. memikat, pantai dan sunsetnya. Ketika waktu senggang Ketika memilih tempat nongkrong, anak dari maupun stress melanda, Eka sering menghabiskan waktu pasangan Dr. Drs I Nyoman Murba Widana, M.Ag untuk duduk-duduk di pinggir pantai Penimbangan pada dan Dra. Ni Komang Astuti ini mengatakan sangat saat sore hari sembari menikmati suasana pantai dan memerhatikan kenyamanan saat berada ditempat sunsetnya, tandasnya.-Wiwin

7

di balik layar suksesnya kegiatan-kegiatan Nasional di Provinsi NTB. Dalam kepanitiaan MTQN 2016, biro ini menangani publikasi dan dokumentasi serta undangan juga mengkoordinir insan pers yang melakukan peliputan selama kegiatan berlangsung. Demi kelancaran pekerjaan ratusan wartawan yang melakukan peliputan, Biro Humas bekerja sama dengan Kementrian Agama RI dan Kementrian Kominfo RI serta dibantu Dinas Kominfo NTB, membuat sebuah Media Center yang representatif dengan fasilitas yang lengkap. Kerja wartawan diupayakan untuk difasilitasi dengan semaksimal mungkin. “Ada sebuah media center yang permanen, ada laptop dan 16 komputer yang bisa dipergunakan oleh para wartawan serta jaringan internet. Selain itu ada juga ruang konfrensi pers dan ruang kerja bagi wartawan yang membutuhkan,” ungkap Wirajaya yang ditemui di sela-sela kesibukan persiapan MTQN. Keberadaan media center (MC) ini untuk yang pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan MTQN. Selain untuk mendukung kerja wartawan, media center juga dibuat untuk mengoptimalkan perangkat teknologi digital guna memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi. “Seluruh infomasi terkait dengan penyelenggaraan MTQN dapat diperoleh di MC, seperti jadwal agenda, buku panduan, dan video-streaming dari seluruh venue,” ungkapnya. Selama berlangsungnya MTQN 2016, MC akan beroperasi setiap hari dari jam 09.00 21.00. -Naniek I. Taufan


8

Bunda & Ananda

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Jangan Melupakan Kewajiban

Pokemon Go adalah games yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik dunia. Games yang memiliki fitur berbeda ini mampu menarik dan membuat orang penasaran untuk mencobanya. Banyak digemari sebab games ini memadukan antara sosial media dan dunia nyata. Semakin berkembang dan canggihnya suatu teknologi tentu berdampak baik dan buruk bagi kehidupan.

B

ermain games ini menggunakan GPS dan posisi selalu berubah-ubah untuk mendapatkan hasil games/ score. Masalahnya ketika pemain Pokemon Go ini berada di ruang publik seperti jalanan, trotoar dan ruang publik lainnya yang bisa memicu terjadinya crash antara pemain dan pengguna ruang publik tersebut. Anak-anak pun banyak yang memainkannya. Selain itu, dari dampak negatif lain yang ditimbulkan adalah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh pemain yang terlalu fokus dengan game tersebut. Salah seorang penggiat film pendek dari Buleleng tepatnya desa Banyuning, menyikapi kemunculan game Pokemon Go tersebut dengan bijak. Sebuah

Sudut Pandang

film pendek yang berdurasi sekitar 4 menit menyita ratusan ribu pengguna media sosial. Film yang berjudul “Pokemon Request” tersebut digarap dengan sangat apik oleh Taksu North Bali. Film tersebut menceritakan Pan Klepon yang diperankan Komang Darwin Setiabudi sangat menggilai permainan Pokemon Go sehingga lupa dengan kewajiban dan tugas-tugasnya sebagai seorang ayah dan suami. Menurut sang sutradara, Gede Pasek Sriada pesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut adalah menekankan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan kewajiban hanya karena sebuah game. “Perkembangan teknologi boleh kita ikuti tapi jangan sampai kita dikendalikan oleh teknologi,” ujar pria kelahiran 1 Oktober 1980 tersebut. Beberapa adegan dalam film

Nongkrong saat Gathering

Walau sibuk bekerja, para chef atau insan kuliner juga suka nongkrong. Tujuannya, selain melepaskan penat, juga berbagi dengan sesama chef. Seperti apa? Kadek Yuniantara, executive chef Santika Siligita Nusa Dua, mengatakan, tempat biasa nongkrong di Echo Beach, daerah Canggu. “Di sana banyak terdapat area yang cantik untuk kita bisa diskusi maupun hanya sekadar rileks. Ada banyak tempat atau kafe di daerah sana. Kalau saya senang duduk di pinggir pantai. Sambil minum kopi, ujarnya. Biasanya, ia nongkrong saat pulang kerja maupun di hari libur. “Biasanya sih bersama teman teman sesama chef, kata chef Kadek. Sementara, bagi chef Nyoman Maleachi, suka nongkrong malam minggu di Lime Bar at Primera Hotel Seminyak, dekat dengan Santa Fe Bar and Restaurant. Kalau di sana ada BBQ dinner, terus ada shisa yang harganya cukup terjangkau dan tempatnya asyik untuk nongkrong, kata lelaki yang akrab disapa chef Male. Ia menambahkan, pengunjung bisa memilih tempat duduk di sofa atau long table, yang pasti ada live music, sekalian bisa nyanyi bareng vokalisnya. Harga makanannya juga terjangkau dan bisa makan sepuasanya, ujarnya. Chef Randy Soetanto lain lagi. Chef yang bekerja di restoran biasanya jarang nongkrong. Pulang kerja biasanya capek, maklum kerja minimal 12 jam. Kadang waktunya bisa full time, apalagi suka ada dadakan reservasi ke restoran. Tuntutan chef stanby lebih besar. Maka dari itu, jarang nongkrong, kata chef Warung Pulau Kelapa, Ubud ini. Namun, kata dia, kadang pernah juga nongkrong. Hal itu dilakukan, saat acara kumpul para chef di gathering. Kalau ada waktu nongkrong saya suka ke warung Bloem Kedonganan Kuta, yang doyan minum asyik di sana, makanan juga enak, ucapnya. Sebenarnya, kata dia, tujuan nongkrong untuk melepaskan penat dan kumpul-kumpul dengan para chef. -Wirati Astiti

Suasana nongkrong para chef

Griya

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Pilihan Beda untuk Lampu Taman

Beragam bentuk lampu bisa kita temui di pasaran. Demikian halnya dengan lampu taman. Banyak pilihan bentuk dan bahan yang bisa menjadi pertimbangan konsumen. Salah satunya lampu taman berbahan beton yang dilapisi campuran semen putih dan mil (bubuk kapur untuk filler).

L

Syuting film “Pokemon Request”

pendek tersebut mengambil latar di beberapa tempat yang merupakan tempat umum dan tempat khusus. “Kami diawal juga mengambil gambar di depan Tugu Singa Ambara Raja. Di sana sebagai ikon Kota Singaraja, diceritakan banyak anak muda mencari-cari pokemon. Kemudian shooting kami lanjutkan pengambilan adegan hingga mengejar pokemon ke tengah Radio Singaraja 92.0 FM. Pemeran utama Mang Ajik, tibatiba masuk ke tengah studio sewaktu dua orang penyiar sedang siaran mengenai boomingnya Pokemon Go,” papar Pasek yang menyukai dunia fotografi tersebut.

Film pendek Pokemon Request yang sudah dipublish pekan lalu diharapkan mampu memberi motivasi masyarakat. Karya dihasilkan nantinya akan berisi pesan-pesan positif di bagian akhirnya film pendek. Hal itu karena, banyak masyarakat atau kalangan pegawai melupakan tugas atau pekerjaannya demi bermain Pokemon Go di ponsel android. “Ada pesan dan makna positif akan diselipkan dalam film pendek yang kita buat. Ya intinya kalau bermain Pokemon GO, tidak malah melupakan tugas utama kita sehari-hari,” imbuhnya. Terkait dengan pelarangan terhadap permainan pokemon di instansi-instansi pemerintah,

pihaknya menyatakan persetujuannya. “Apabila hal tersebut sudah menganggu stabilitas keamanan negara dan kepentingan umum ya harus dilarang,” imbuh Pasek. Ia menilai game yang hanya bersifat hiburan ini jangan sampai merusak atau bahkan mengangu ketertiban umum. Prestasi karya film pendek ditorehkan sutradara Gede Pasek Sriada sudah cukup dikenal di Buleleng. Salah satu karya dengan judul ‘Mengikis Keraguan’ mampu menorehkan prestasi tiga nominasi di dalam lomba film pendek Polres Klungkung 2016. Tiga nominasi antara lain, The Best Film, The Best Director dan The Best Favorit. -Wiwin

Mendongeng Lima Menit

PERSAHABATAN KERA DAN KURA-KURA

Waktu itu musim kemarau panjang. Hewan-hewan di hutan kehausan dan kelaparan. Banyak gajah, menjangan, landak, dan berjenisjenis burung mati. Untunglah Kera dan Kura-kura masih bertahan. Namun Made Taro pada suatu waktu, kedua hewan yang bersahabat itu mengeluh juga. “Kalau begini terus kita akan mati,” kata Kera. “Turun gunung, yuk! Kudengar di kebun Kaki Tembuak, di seberang sungai ada pohon pisang sedang berbuah.” “Aku ‘kan tidak bisa memanjat. Bagaimana aku mendapatkan pisang?” jawab Kura-kura. “Kerjasama saja! Aku memanjat, kamu yang menyeberangkan! Kemudian buah pisang itu kita bagi dua!” Mereka sepakat. Kura-kura lalu berenang mengangkut Kera yang duduk di atas punggungnya. Sesampai di seberang, Kera berlari tergopoh-gopoh menuju pohon pisang. Kura-kura merangkak terseok-seok mengejarnya. “Jatuhkan sebiji, Kera!” seru Kura-kura setelah tiba di pohon pisang. “Pluk!” Kura-kura segera menyergap buah pisang itu. Namun ia kecewa, karena kulit belaka.

“Jatuhkan yang ada isinya, Kera!” pintanya lagi. “Pluk! Pluk! Pluk!” Kura-kura menyergap ketiga pisang itu. Namun lagi-lagi kulit belaka. Kura-kura sadar bahwa ia diperolok-olok sahabatnya sendiri. “Kera pengkhianat!” teriaknya dalam hati. “Apa gunanya mendongakkan kepala di bawah pohon?” Ia pun meninggalkan tempat itu menuju pondok Kaki Tembuak. Kemudian bersembunyi di balik seonggok batu. Sesaat kemudian Kera datang. Ia memanggilmanggil dan mencari-cari sahabatnya. Jalannya terhuyung-huyung karena menahan perut kenyang. Setiba di pondok, ia duduk beristirahat di atas onggokan batu tempat Kura-kura bersembunyi. Tiba-tiba terdengar nyanyian sayup-sayup. “Kera serakah berkhianat, perut bengkang makan pisang. Tug kiok nong!” Nyanyian itu makin keras dan berulang-ulang. Kera tersinggung dan marah-marah. Ia mencari ke sana-ke mari asal suara itu. Namun suara itu makin mengejek dan makin mendekat. Akhirnya ia mencurigai perutnya sendiri. “Awas! Sekali lagi kamu mengejekku, ini upahnya!” katanya sambil mengambil sebongkah batu. Nyanyian itu berulang lagi. Tug kiok, nong! Kemarahan Kera memuncak. “Plak!” Ia memukul perutnya keras-keras. “Aduh, aduh…!” Kera mengerang kesakitan, lalu pingsan. “Maaf, Kera!” kata Kura-kura yang tiba-tiba muncul dari persembunyiannya. “Yang bernyanyi itu bukan perutmu yang kenyang dan bengkang, tetapi perutku yang lapar.” (Bali)

ampu-lampu cantik ini bisa ditemui di Karunia Dewata Pot di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Padanggalak, Denpasar. Sekilas, tampilan lampu-lampu taman ini mirip dengan batu Yogya putih. Demikian juga dengan

pot dan dudukan pot. Proses pembuatan kerajinan tersebut menggunakan cor-coran dengan rangka besi yang dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah cetakan dasar jadi, baru kemudian dilapisi dengan campuran semen putih dan mil. Kemudian, untuk mendapatkan

tekstur-tekstur tertentu pada bidang kap lampu, pot, maupun dudukan pot dikerjakan sangat sederhana. Untuk aksen titik-titik pada daun misalnya, dibuat dengan cara memukul-mukulkan beberapa paku yang tertancap dalam sebuah alat pukul (seperti palu). Perlakuan ini terkesan melukai bidang objek, yang akhirnya memberikan hasil tekstur berlubang-lubang pada bidang datar pot. Demikian juga dengan tekstur garis-garis, dikerjakan dengan memukul-mukulkan alat (seperti cangkul kecil) ke bidang objek. Hasilnya bisa dilihat sendiri, artistik. – Inten Indrawati

17


16

Dara

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

“Be Toke Toke”

Harga Menengah ke Bawah

“Rasa” Menengah ke Atas

Kehadiran wahana rekreasi merupakan salah satu upaya untuk memberikan kesempatan bagi orang-orang berwisata. Biasanya wahana rekreasi yang memiliki berbagai macam permainan identik dengan harga yang mahal. Namun, konsep yang diusung Keramas Park agak berbeda.

Harga tiket masuk Rp 29 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak sudah termasuk loker dan kesempatan berenang sepuasnya. Mau menguji adrenalin? Ada wahana flying fox, paint ball, dan ATV. “Harga mulai 75 ribu sudah termasuk asuran­si,” jelas Astawa yang sudah lama berkecimpung di dunia pariwisata ini. Ananda, seorang pengunjung mengaku puas dengan ATV yang ia jajal. “Trekknya menantang. Ada tikungan tajam dan tanjakan lalu turunan. Benar-benar menguji adrenalin,” ujarnya. Astawa menambahkan, pengunjung tak hanya dari Gianyar. Wahama yang diresmikan 13 Juni 2015 ini sudah dikunjungi warga Denpasar, Badung, Klungkung, Karangasem,

MUSIK pop Bali tidak lepas dari ide-ide kreatif pencintanya. Seolah tak habis ide untuk berkreativitas, karya-karya dan pen­ datang baru terus berdatangan menyemarakkan belantika musik pop Bali. Ke­hadiran banyaknya pendatang baru menandakan jika lagu pop Bali semakin men­dapat tempat di hati masyarakat khususnya pencinta lagu pop Bali. Agus Yoga Ketut Astawa

dan Buleleng. Mereka ada yang perora­ngan hingga grup. “Kami juga menyiap­kan paket outbond, pernikahan, dan ulang tahun,” ujarnya mengenai layanan aktivitas di areal seluas 2 hektare ini. -Ngurah Budi

Wahana ATV yang benar-benar menguji adrenalin

L

okasi Keramas Park di Banjar Maspait, Desa Keramas, Gianyar cukup unik karena berada di lembah. “Dulu tempat ini arena motocross. Lokasinya juga sering dijadikan tempat nonton bareng. Setelah melalui kajian yang matang, muncullah ide untuk membuat wahana rekreasi,” ujar Ketut Astawa, operational manager Keramas Park.

Edukasi

Ia menuturkan dari anak-anak hingga dewasa bisa menikmati fasilitas di wahana rekreasi ini. “Kami ingin menghadirkan wahana rekreasi yang harganya menengah ke bawah tetapi rasanya menengah ke bawah,” imbuh Astawa tentang konsep yang diusung owner Keramas Park, Budi Gautama dan Nyoman Ngurah Rai. Bagi anak-anak bisa bermain di kolam yang memiliki seluncuran.

Mereka juga bisa bermain sepakbola di lapangan mini. Paket khusus anak-anak juga ada, mulai dari mengenal lingkungan, menanam pohon, menonton film tentang lingkungan. Mereka juga bisa bermain trampolin dan panjang dinding. Untuk wisatawan luar Bali atau luar negeri yang ingin mengenal budaya, diajak untuk mejejahitan dan membuat jaja Bali.

Franchise KUMON

Komitmen untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Anak

Metode KUMON adalah metode belajar perseorangan. Level awal untuk setiap siswa KUMON ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah, tanpa kesalahan. Lembar kerjanya telah didesain sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soalnya. Jika siswa terus belajar dengan kemampuannya sendiri, ia akan mengejar bahan pelajaran yang setara dengan tingkatan kelasnya dan bahkan maju melampauinya. Metode KUMON adalah metode pendidikan yang unik, yang tidak menyamaratakan kemampuan masing-masing siswa. Berdasarkan bimbingan perseorangan dan belajar pada tingkatan yang tepat, KUMON ingin mengembangkan kemampuan setiap anak dan memaksimalkan potensinya. Dengan menggali potensi setiap individu, KUMON mendorong anak-anak untuk menjadi yang terbaik dengan kemampuan sendiri.

Kami di KUMON percaya bahwa sangatlah penting bagi anak-anak untuk mengembangkan life skills yang memungkinkan mereka untuk hidup dengan sikap yang positif tentang masa depan. Setelah

mengamati lebih dari sepuluh ribu anak, kami sangat yakin bahwa life skills memungkinkan anak-anak untuk hidup dengan bahagia dan menjalani hidupnya secara optimal dengan impian dan targetnya, bersedia menghadapi tantangan dan mau mencoba hal-hal yang baru dengan bersemangat. Bersama-sama dengan Pembimbing dan Asisten di kelas, KUMON mendukung semua anakanak di dunia dalam mencapai target dan impiannya. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan kepada masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tahu lebih banyak mengenai franchise KUMON, daftarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS! Persyaratan utama adalah wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, menyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-1314-5367; 0878-6099-5895.

A

dalah Agus Yoga Acala yang kerap dipanggil Gus Yoga, salah satu pendatang baru yang turut meramaikan dunia musik pop Bali. Nama Agus Yoga Acala sendiri merupakan perpaduan dari nama anak dan orang tua. Penyanyi pop Bali kelahiran Desa Duda Timur, Kecamatan Selat Karangasem itu hadir dengan single perdananya “Be Toke Toke”. Mengusung tema lagu yang ceria, riang dan bernuansa kocak, diharapkan singlenya ini nanti bisa merebut perhatian penggemar lagu pop Bali. Penggarapan single perdana ini sebenarnya sudah rampung 1,5 tahun yang lalu, namun sempat tertunda. Sedangkan klipnya di-launching 5 bulan lalu, tepatnya Februari 2016. “Meskipun sempat tertunda karena sesuatu hal, senang rasanya akhirnya saya bisa mengeluarkan single perdana saya. Mudah-mudahan melalui single ini merupakan awal yang baik untuk karier menyanyi saya ke depannya,” harap alumnus Teknik Mesin Politeknik ini. Ditanya soal kenapa “Be Toke Toke”, Gus Yoga menyebutkan karena be toke-toke itu unik. Hidupnya di laut namun keberadaannya sangat langka. “Kedengarannya unik dan menggelitik, itulah alasananya mengapa saya memilih judul lagu “Be Toke Toke”. Semoga saja keunikannya ini mampu menghibur dan menggelitik telinga sehingga “Be Toke Toke” bisa merebut hati penggemar lagu pop Bali,” harap pemilik zodiac Pisces ini. Pencipta dan aransemen musik ‘Be

S

E

Toke Toke langsung digarap oleh pencipta lagu yang tak asing lagi di dunia musik Bali, Dek Artha bersama Gus Nok dan diproduksi Harta Pro . “Lagu ini diciptakan dan diaransemen langsung oleh Bli Dek Artha dibantu Bli Gus Nok, hasil produksi Harta Pro,” tandas suami dari Ni Made Yudhi Aryanti ini Awal mula terjun ke dunia musik, Gus Yoga menyebutkan bermula dari keisengannya ngumpul dan nyanyi bareng temantemannya di Owner Skud Intertainment. “Awalnya untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh di kerjaan, saya iseng-iseng ngum­pul dan nyanyi bersama di Owner Skud Intertaiment, eh lama-lama jadi keasyikan sampai jadi hobi,” akunya. Keberhasilannya sekarang, menurut Gus Yoga, semuanya tidak terlepas dari dorongan dan dukungan semua pihak, baik sahabat, teman, keluarga serta bimbingan dari penyanyi senior Bayu

X DU

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

9

Single Perdana Agus Yoga yang Unik dan Menggelitik Kasta Warsa (Bayu KW). “Orang yang paling berperan mendorong saya menjadi penyanyi di samping bimbingan dari Bayu KW, juga dorongan dari sahabat saya Ketut Seplang (Ketut Skud), owner dari Skud Intertaiment. Tak lepas juga dukungan dari istri,” jelas Agus. Untuk rencana ke depannya, Agus Yoga akan merilis album duo bersama penembang lagu “Legu Gembrong” Bayu Nirwana. “Mudah-mudahan berjalan lancar. Untuk saat ini proses albumnya sudah jalan hampir 80 persen,” ucap pemilik nama lengkap I Ketut Agus Adi Dananjaya ini. Memasuki awal karier yang baru, tentunya Agus Yoga memerlukan dukungan dari masyarakat pencinta dan penggemar musik pop Bali. Tak lepas pula support dari teman-temannya yang bergabung dalam komunitas The Big Family Be Toke Toke. Keberadaan komunitas ini pun dilibatkan dalam pembuatan video klip lagu “Be Toke Toke”. Video klip bagi seorang penyanyi , menurut penyanyi usia 34 tahun ini, sangatlah penting untuk mendukung dan memprmudah promosi lagu. Mengingat sekarang ini hampir semua orang melek akan medsos. Mengenai tim kreatif klipnya, didirector oleh Yasa Sega, dan didukung oleh I Wayan Bagiantara (Bentir), Wayan Sukadana (Apel), Made Sukarya (Joblar), Wayan Darta (Pekak Gaul), Ketut Lanang, putu Suadnyana (Leong), dan Putu Arjana (Gus Kejil), dan juga pendukung dari ko-

Agus Yoga bersama komunitas The Big Family Be Toke Toke

munitas The Big Family Be Toke Toke. namanya pergaulan bebas, narkoba, Mengusung tema yang riang dan kocak dan seks bebas sehingga terhindar dari klip “Be Toke Toke” diharapkan dapat penyakit yang mematikan seperti HIV/ menghibur masyarakat Bali. Kekocakan AIDS,” harap Agus Yoga. klipnya bisa disaksikan di You Tube. UnMelalui lagu pop Bali Agus juga tuk saat ini “Be Toke Toke” juga sudah ingin melestarikan budaya dan bahasa diperdengarkan di radio-radio. Bahkan Bali. Karena banyak anak-anak sekarang di beberapa siaran radio sudah mampu yang tak mengerti bahasa Bali. “Meski bersaing sepuluh besar pada tangga lagu hanya lewat tembang yang bisa saya pop Bali dan di beberapa radio bisa sumbangkan untuk Bali, saya berharap menembus tangga lagu pertama. Selain Bali terutama bahasanya tetap ajeg dan itu penggarapan klipnya Be Toko Toke lestari,” ujar penyanyi yang gemar tra­ didukung model Devi dan Ratni. veling juga wiraswasta ini. “Be Toke Toke sendiri mengisahkan Untuk musik pop Bali sendiri, Agus tentang seseorang yang memiliki hobi Yoga berharap ide-ide dan karya-karya memancing namun tanpa mendapatkan musik putra Bali yang kreatif tak pernah hasil. Rasa lapar membuatnya mampir di habis. Terus berkarya dan berkarya unsebuah tempat makan yang menyediakan tuk melahirkan sebuah karya agung dari menu ikan segar yang langsung dipilih dari seni suara. Menurut ayah dari Tri Utama akuarium. Akhirnya pilihan jatuh pada be Yogeswara ini, daripada menyia-nyiakan toke toke. Kebanyakan mengkonsumsi be masa muda dengan melakukan hal-hal toke toke membuatnya keracunan. yang negatif lebih baik menghasilkan Di balik penampilan kisah kasatmata suatu karya yang bermanfaat. “Ayo kita di klipnya, pencipta dan penyanyi lagu ciptakan sebuah karya indah. Melalui “Be Toke Toke” ini ingin menyelipkan lagu kita juga bisa melestarian dan meng­ satu pesan moral pada masyarakat ajegkan Bali,” ajaknya. -ning Bali terutama para remaja. Menurut Agus lagu ini merupakan sindiran bagi kehidupan remaja yang senang keluyuran, hura-hura sampai terjerumus dalam pergaulan bebas yang membuat remaja “keracunan” narkoba ataupun virus HIV/AIDS. Dalam kesempatan ini, Agus Yoga sangat berharap single perdananya ini bisa menjadi inspirasi bagi para muda-mudi untuk menjauhi hal-hal negatif dan fokus untuk meraih masa depan. Apalagi pergaulan remaja saat ini sangat kebablasan dan seakan jauh dari pengawasan orang tua. “Saya sangat prihatin de­ ngan pergaulan remaja saat ini. Semoga saja lewat lagu ini bisa menyadarkan para remaja agar menjauhi yang Ketut Seplang (Ketut Skud), Agus Yoga, dan Bayu KW

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

dr. Oka Negara, FIAS

SELALU BASAH DAN BANYAK “Dok, katanya ada produk yang bisa membuat vagina menjadi lebih kering dan kesat, terus terang aku sedang kepikiran untuk beli, karena setiap kali aku berhubungan seksual selalu basah dan banyak. Tetapi ini teman aku malah bilang kalau dirinya seringkali tidak bisa basah saat berhubungan seksual dan terasa nyeri jika dipaksakan. Sebenarnya bagusan yang mana, Dok?” (Yani, 32 thn). Banyak yang masih keliru dan berkeinginan vagina tetap kering dan tidak basah saat berhubungan seksual. Akhirnya termakan mitos, beramai-ramai membeli produk-produk yang menjanjikan hal yang salah, misalnya ada janji yang disebutkan membuat vagina tidak becek, tetap kering dan kesat. Padahal justru saat berhubungan seksual memang sudah seharusnya keluar cairan pelumas atau lubrikasi alami sebagai syarat fisiologis hubungan seksual akan berjalan lancar, dinikmati sehingga mencapai orgasme dan kenikmatan seksual yang maksimal. Jika lubrikasi tidak terjadi berarti seorang perempuan belum siap melakukan hubungan seksual dan bila tetap dipaksakan akan menimbulkan gesekan kasar

yang rentan lecet dan perlukaan di selaput mukosa vagina. Tentu saja ini akan menjadi nyeri. Saat seorang perempuan belum siap melakukan hubungan seksual, walaupun kondisi fisik dan keadaan hormonal tubuhnya baik, lubrikasi bisa saja tidak terjadi. Ini contohnya bisa terjadi dalam hubungan seksual pertama kali atau saat dipaksa melakukan hubungan seksual. Karena tidak siap, maka tidak terjadi relaksasi dan lubrikasi. Pelumasan tidak terjadi dan akhirnya hubungan seksual tidak akan menyenangkan dan terasa nyeri. Jadi memaksimalkan lubrikasi ini satu-satunya jalan adalah dengan melakukan “foreplay” atau pemanasan yang lebih lama, lebih dinikmati sehingga rangsangan seksual yang diterima lebih maksimal yang selanjutnya meng­a kibatkan aliran darah ke dinding vagina semakin maksimal dan jumlah rembesan cairan lembabnya juga banyak. Tetapi jika kondisi fisik tidak sedang fit dan kondisi hormonal sudah menurun karena penyakit tertentu atau memasuki menopause memang proses lubrikasi ini bisa tidak terjadi lagi. Perempuan menopause akan kesulitan mengalami lubrikasi akibat penurunan hormon seks dan reproduksi. Penurunan hormon ini akan mempen-

garuhi mood, menurunkan dorongan seksual dan bangkitan seksual yang akhirnya tidak lagi mengalami relaksasi dan tidak terjadi lubrikasi. Dalam situasi seperti ini bisa dibantu dengan lubrikan buatan atau malah dengan terapi hormonal untuk sekaligus membantu mood dan gairah seksual. Sekarang banyak lubrikan buatan yang dijual di pasaran. Selama menggunakannya tanpa menggunakan bahan tambahan yang kotor, tidak ada masalah. Jika memang sudah saatnya memerlukan, pastikan memilih lubrikan buatan yang berbahan dasar air, karena lebih mudah kering dan menguap pasca hubungan seksual. Merek yang beredar cukup banyak. Silakan bisa dipastikan saat membelinya di apotik. Hindari pelumas dengan bahan dasar minyak karena bisa mengakibatkan infeksi vagina. Karena bila lubrikasi tidak terjadi, tetapi hubungan seksual tetap dipaksakan, bisa mengakibatnya nyeri dan ketidaknyamanan seksual. Dan apa efek selanjutnya dari nyeri ini, bisa terjadi frigiditas (lenyapnya keinginan seksual), dyspareunia (nyeri yang sangat mengganggu setiap kali berhubungan seksual), vaginismus (kontraksi kuat dari otot vagina sehingga vagina selalu tidak bisa membuka saat berhubungan seksual) dan yang paling parah adalah aversi seksual (penolakan kuat untuk hubungan seksual).


10

Kreasi

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Kemeriahan “KMB Food Truck Festival 2016”

Ajang “KMB Food Truck Festival 2016” dibuka Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga, Jumat (29/7) di lapangan parkir Taman Kota Lumintang, Denpasar. Menkop didampingi Wali Kota Denpasar IB Rai Dhar­ mawijaya Mantra dan PImpinan KMB Satria Naradha juga berkesempatan untuk meninjau stand food truck.

S

ebelumnya, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara di­ dampingi Satria Nar­ adha, Danrem 163/Wirasatya Kol. Inf. Nyoman Cantiasa, Ketua Kadin Bali AA Alit Wira ­Putra mengikuti yoga bersama dan pelepasan burung merpati. Yoga melibatkan masyarakat umum dan siswa yang ada di seki­ tar lapangan Lumintang, seperti SMP 10 Denpasar, SMP dan SMA Dharma Praja. Yoga dipimpin instruktur dari Yoga Seger Oger dilanjutkan dengan atraksi pencak silat dari SMP 10 Denpasar. Usai yoga, para undangan dan pengunjung menikmati makanan dan minuman yang disajikan 25 stand food truck. Mereka juga dihibur Gek Istri dan Nadia dari SMP 10 Denpasar, Tampil juga tiga penyanyi Bali, Henny Shanti, Nita Pramesti, dan Dewa Sugama.

Style

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

15

Fashion Meets Culture

Salah satu kegiatan Himpunan Pengusaha Muda ­Indonesia (HIPMI) Bali membangkitkan­ industri ­fashion di Bali adalah menggelar “HIPMI ­Fashion Week,” lengkap dengan Fashion “Design ­Competition” bagi desainer pemula.

M

“Semoga acara seperti ini se­ring diadakan. Bisa meramai­ kan suasana,” ujar Nita. Hal se­ rupa diungkapkan Dewa Sugama. “Saya senang bisa tampil di acara ‘KMB Food Truck Festival 2016’. Musisi bisa dekat dengan masyarakat ya melalui event langsung,” ujar musisi yang juga dosen FH Unud ini. “KMB Food Truck Festival 2016” dimeriahkan dengan parade band indie, line dance, lomba sang­ gul, lomba fashion show, lomba karaoke lagu pop Bali, senam aerobik, cooking class, lomba mewarnai, lomba modern dance, dan lomba foto selfie/wefie. Pengunjung selain menikmati kuliner dan hiburan, juga menda­ pat kesempatan memenang un­ dian doorprize. Hadiah yang disediakan antara lain sepeda motor, tiket pesawat DenpasarBangkok, dan berbagai hadiah lainnya. -Ngurah Budi

Suasana Food Truck Festival

enurut Tri Darm­ aja, salah seorang juri lomba, ia sangat senang melihat betapa atusiasnya peserta. Mereka bukan hanya dari Bali tapi juga wilayah Indonesia. Bahkan banyak kejutan terjadi ketika ide kreatif pada sket men­ jadi busana dan dikenakan para model di atas catwalk. Begitu juga yang dikat­ kan juri lainnya, Bintang Mira, untuk ukuran pemu­ la, para desainer ini punya harapan. Tinggal diasah dan harus rajin ikut fashion show, kemudiamnmasuk kelingkun­ gan bisnis Sementara Pemilik Bharga­

wa Photo, Angga yang sempat motret saat pagelaran menyebut desain mer­ eka tergolong keren dan unik. Apalagi di sana ada perpaduan modern dan etnik lokal sesuai tema acaranya “When Fashion Meets Culture” . Berikit beberapa rancangan para filas lomba Fashion Design Competition dalam kegiatan HIPMI Fashion Week tahun ini. Me­ reka ini yang berhasil masuk naominasi pe­ nilaian juri baik dari sisi kreativitas, teknik pembuatan, daya pakai, daya jual serta penampil­ an busananya. – Sri Ardhini

Yoga bersama Seger Oger

Bule pun hadir di Food Truck Festival

Undangan menikmati hidangan yang disajikan di Food Truck Festival

Penampilan band indie

Stan pendukung Food Truck Festival

Stand Kelompok Media Bali Post

Foto oleh : Angga Bhargawa


14

Ketiksa keadaan cuaca dingin dan kelembabannya kurang seperti sekarang ini sangat mudah menjadikan kulit kering dan pecah-pecah, bersisik bahkan mudah keriput.

M

Jelita

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

enurut dr. Kadek Tr i s n a d e w i , M.Biomed (AAM), dari In­ divara Aesthetic Denpasar untuk menjaga keindahan dan kesegaran kulit, adalah dengan menerap­ kan pola hidup sehat. Seperti, menghindari stress, cukup istira­ hat, minum air putih dalam jumlah yang cukup dan menerapkan pola makan yang sehat. Kemudian rajin melakukan perawatan seperti facial minimal sebulan sekali, menggunakan pelembab atau produk perawatan kulit sesuai masalah dan jenis ku­ litnya. Lebih baik lagi untuk kulit jika kita melakukan perawatan dengan rutin menggunakan sunblock atau sunscreen serta tidak lupa rajin membersihkan wajah sebelum tidur. Sedangklan , bagi mereka yang sulit menerapkan pola makan sehat, dapat memn­ gonsumsi suplemen. Bicara cuaca yang mendung, dokter Kadek mengatakan yang namanya tabir surya, sunblock tetap digunakan. Hal ini, karena dalam kondisi mendung sinar ultraviolet tetap bisa menembus awan, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit sehinga tetap berbahaya bagi kulit Sementara untuk pengunaan hand body lotion untuk membantu menjaga kelembaban kulit, untuk pengolesannya sebaiknya dilaku­ kan setelah mandi, supaya lotion menempel pada kulit yang bersih. Disamping itu, setelah mandi kulit mudah menyerap air sehingga pengolesan lotion yang sifatnya melapisi akan mempertahankan kadar air yang diserap kulit seh­ ingga tidak terjadi penguapan. Namun kata dokter Kadek, jika dalam keadaan tertentu ketika kita tidak memungkinkan untuk mandi, dan kulit sangat

Lotion yang Tepat Jaga Kelembaban Kulit

kering, tetap lakukan pengolesan hand and body lotion atau pelem­ bab supaya kulit tidak semakin kering Selanjutnya jika musim dingin berlangsungnya lama, kita bisa melakukan beberpa hal untuk mencegah efek negatif akibat kekeringan kulit, yakni: l Minum air putih minimal 8 gelas sehari (gelas 200 ml) l Gunakan pelembab yang tepat secara rutin pada pagi dan malam hari, paling baik setelah mandi atau setelah membersihkan kulit wajah/badan. l Perbanyak makan buah dan sayuran segar sehingga kulit men­ jadi sehat dan lebih lembab.

Tips Memilih Hand and Body Lotion 1. Ketahui dahulu jenis kulit Anda. Jika beberapa jam setelah

mandi kulit terlihat berminyak (dapat di tes dengan men­ empelkan tisu ker­ tas minyak di atas kulit) maka jenis kulit Anda bermin­ yak tapi jika terlihat kering, kusam dan agak bersisik, maka Anda berjenis kulit kering. 2. Untuk ku­ lit berminyak, meskipun sepin­ tas terlihat basah, bukan berarti tidak memerlukan pelembab. Kulit jenis ini tetap me­ merlukan pelem­ bab yang ringan yang bebas dari kandungan min­ yak. 3. Pemilik kulit normal, juga tetap memerlukan perawatan, agar kulit terjaga kesegaran dan kesehatannya. Oleskan pelembab ringan se­ cara rutin setiap harinya 4. Bagi jenis kulit kering, gunakan lotion/body cream yang kaya akan pelembab. Selan­ jutnya untuk mengatasi udara dingin, gunakan pelembab yang mengandung gliserin, alpha hydroxy acid, dan sebagian lanolin. Saat temperatur mulai hangat, gantilah dengan pelembab ringan yang co­ cok untuk musim panas. 5. Jika kulit Anda ter­ bakar karena sengatan si­ nar matahari, pilih produk yang mengandung atau berbahan utama lidah buaya, sebab aloe vera d a p a t m e m b a n t u m e­ nenangkan kulit dan me­ lembabkannya. 6. Hindari produk yang mengandung pewarna buatan

dan bisa merusak. Beberapa bahan di dalam lotion juga bisa menyebabkan alergi jika tidak cocok, jadi lakukan tes pada kulit sebelum dipakai menye­ luruh. 7. Untuk kulit yang sangat kering, bisa memilih body butter yang lebih kuat dalam melem­ babkan kulit 8. Pilih pelembab yang wanginya sesuai selera, supaya nyaman dan membuat rileks , bukan malah membuat kepala menjadi pusing. Lotion dengan aroma mawar atau kayu manis dapat melem­ babkan kulit sem­ bari menawarkan keharuman khas­ nya. 9. Produk herbal alami lebih aman dan tidak mem­

berikan efek samping apapun. Walaupun hasilnya lebih lama tapi lebih aman dan terjamin. 10. Selalu lakukan test ke­ cocokan pada kulit. Caranya dengan mengoles sedikit saja dibagian kulit yang tidak ter­ lalu berisiko, seperti sikut. Jika terjadi iritasi, rasa ga­ tal, kulit memerah dan hal tidak wajar lain, berarti kulit Anda tidak cocok. – Sri Ardhini

dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM)

Bugar

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

11

Sayangi Paru-paru Anda Bagaimana Cara Paru Normal Bekerja?

Rongga dada manusia memiliki dua buah paru, yang masing-masing berada di sisi kanan dan kiri. Setiap paru terdiri dari bagian-bagian yang disebut lobus. Paru manusia sangatlah lembut dan dilindungi oleh tulang rusuk, otot dan selaput paru. FUngsi utama paru adalah membawa oksigen (O2) ke dalam tubuh dan menge­ luarkan karbondioksida (CO2). Oksigen adalah udara yang menyediakan energi bagi tubuh kita, sedangkan karbondioksida merupakan produk limbah tubuh. sistem pernapasan memiliki beberapa cara untuk melindungi diri dari iritasi. Dimulai dari hidung yang bertindak sebagai penyaring ketika bernafas untuk mencegah partikel besar polutan untuk masuk ke dalam paru. Jika ada partikel yang masuk ke dalam paru, partikel tersebut akan tersangkut di lapisan lendir. Sampai kepada paru yang melindungi diri adalah cara batuk. Batuk bisa terjadi dalam keadaan biasa, tetapi juga merupakan se­ suatu yang tidak normal yang terjadi akibat iritasi pada saluran bronki. Demikian juga ketika paru merupakan iritasi, saluran napas mengecil waktu paru mencoba mengeluarkan penyebab iritasi dan udara akan semakin sulit melewati saluran yang telah mengecil. Apa saja penyakit-penyakit paru yang lebih sering? Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Mycrobacterium tuber­ culosis. TB Paru biasanya akan menyerang paru, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa bagian tubuh lain juga bisa terinfeksi. TB Paru aktif dapat menyerang siapa saja, terutama orang yang mempunyai kesehatan dan imunitas yang lemah akan lebih mudah terkena TB Paru. TB PAru aktif juga dapat ditularkan kepada orang lain melalui udara saat batuk. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Menggambarkan sebuah kondisi dimana paru sulit untuk mengosongkan udara yang ada di dalamnya. Kesu­ litan ini dapat mengakibatkan kesulitan bernapas (napas yang pendek) atau merasa kelelahan. PPOK merupakann sebutan yang bisa digunakan untuk penyakit Bronkitis kronik, emfisema, atau kombinasi dari penyakit-penyakit tersebut. PPOK merupakan kondisi yang berbeda dari asma, tetapi sulit untuk membedakan antara PPOK dan asma kronik. Bronkitis Kronik adalah pembengkakan dan iritasi saluran napas (Bronki dan Bronkioli) yang terus menerus dan mengakibatkan peningkatan produksi lendir. Mer­ okok merupakan salah satu hal utama yang menyebabkan bronkitis kronik yang diikuti oleh infeksi bakteri atau virus dan polusi. Asma adalah kondisi pembengkakan kronik pada saluran napas. Saluran napas ini sangatlah sensitif ter­ hadap beberapa stimulan seperti infkesi, udara yang dingin, debu, polutan, stress, dan lainnya. Saat saluran napas anda bereaksi terhadap stimulan-stimulan ter­­

s­ebut, saluran napas tersebut akan mengecil dan paru akan mendapatkan lebih sedikit udara. Hal ini dapat menyebabkan napas berbunyi, batuk, sesak dada dam kesulitan bernapas, terutama saat pagi hari dan malam. Pembengkakan ini dapat menghasilkan obstruksi pada saluran napas, sama seperti pada kasus PPOK. Beberapa orang yang terkena PPOK dapat juga menderita asma. Penyakit Paru Kerja adalah paparan jangka pan­ jang dan berulang terhadap iritasi di tempat kerja yang dapat menyebabkan penyakit paru yang berkelanjutan meskipun setelah paru tidak terkena iritasi tersebut. Beberapa pekerjaan, oleh karena lokasi tempat kerja, jenis pekerjaan, dan lingkungan, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menyebabkan penyakit paru kerja. Batuk Kronik adalah batuk yang tak kunjung reda (pergi) selama lebih dari 6 bulan. Batuk kronik bukanlah sebuah penyakit, tetapi merupakan akibat dari penyakitpenyakit lain seperti asma, rinitis alergi, masalah sinus, dan refluks esofagus isi perut (gangguan pencernaan). Kapan saya harus memeriksa paru-paru saya? - Anda merokok selama 12 bulan terkahir - Anda mengalami kesulitan bernafas ketika naik tangga - Anda merasa nyeri saat bernafas - Anda merasa tidak mendapatkan cukup udara saat bernapas - Anda berusia lebih dari 20 tahun - Anda tidak bisa berolah raga sebaik dulu - Anda mempunyai batuk yang tak kunjung reda - Anda batuk berdahak atau berlendir - Anda pernah melakukan pengobatan untuk paru-paru anda - Anda khawatir dengan kesehatan paru-paru anda.

Tes apa saja yang bisa dilakukan untuk memeriksa pernapasan saya? Bronkoskopi adalah prosedur yang dapat membantu dokter untuk melihat saluran napas anda dengan meng­ gunakan sebuah alat tipis yang disebut bronchoscope. Saat pemeriksaan bronkoskopi, dokter akan memeriksa tenggorokan, laring, trakea, dan saluran napas bawah anda. Bronkoskopi bisa dilakukan untuk mendiagnosa masalah pada saluran napas, paru, atau kelenjar getah bening di dada, juga untuk melakukan pengobatan pada masalah seperti kemasukan benda asing atau pertumbuh­ an pada saluran napas. Tes Spirometri (Tes Faal Paru) adalah tes yang paling sering disarankan untuk orang yang mempunyai gangguann pernapasan dan biasa tes ini dilakukan untuk melihat apakah seseorang terkena penyakit paru ob­ struktif atau restriktif. Spirometri adalh tes untuk melihat seberapa baik anda dapt bernapas dan dapat membantu dalam mendiagnosis beberapa penyakit paru. Tes ini sangatlah mudah dan biasanya memakan waktu kurang dari 10 menit. Anda hanya perlu menarik napas yang dalam dan menghembuskan napas anda dengan sekuatkuatnya ke sebuah alat yang bernama spirometer yang akan mengukur jumlah udara yang measuk dan keluar dari paru dan seberapa baik aliran udara tersbut. Foto Ronsen Dada adalah pengambilan ronsen rongga dada. Foto ronsen ini tidak hanya menunjukkan organ paru, tetapi juga organ jantung dan beberapa pem­ buluh darah utama di dada. Ronsen dada juga berguna untuk kondisi lain seperti pneumonia atau tumor paru. Akan tetapi, ronsen dada juga dapat terlihat normal pada pasien-pasien dengan kasus-kasus paru yang lebih ringan atau tumor yang sangat kecil. – Sumber: Outpatient Department Siloam Hospitals Bali


12

Kuliner

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

“KMB Food Truck Festival 2016”

13

Tinggal hari ini saja, “Food Truck Festival 2016” digelar. Bagi yang belum datang, silakan ajak keluarga dan teman-teman Anda beramai-ramai datang ke Taman kota Denpasar. Aneka makanan dan minuman tersedia di sana. Anda penasaran dengan menu apa saja yang tersedia, yuk kita intip beberapa foto berikut ini.

B

agi yang suka sosis bisa coba sosis besar ala Xtreme Flambe Station. Biasa mangkal di Lingkar Gatot Subroto Denpasar. Mau terang bulan mini, kue cubit, dan es kacang merah, cobalah Food Truck Cipta Rasa, yang biasanya manggal di areal Dalung. Bali Kopi Warung 63 Veteran/ Shankara, tak mau ketinggalan. Ada roti canai yang special enak. Mau coba burger betutu dan burger babi kecap coba datang ke Ncik Made. Ayam goreng renyah dan krispi ada di Mega Fried

Chicken, yang biasa mangkal di Dalung. Ada juga, Big Guwik street kitchen. Menu camilan siomay, rujak, salad ada di Warwadewa College. Cat Milk biasa mangkal di Sidakarya menyajikan susu, kebab, roti canai. Burger ayam, hotdog, kentang, sosis bakar ada di Food Truck milik Kumara Widia yang biasa berjualan di Kul Kul Bali. Mau ayam bakar dengan sambal pedas ada di Sambal Nyonyor yang biasa mangkal di Jalan Sudirman. Bali Fresh Milk menyajkan sosis, yogurt, bakso panggang, dan sushi. Biasanya mangkal di Lipo Mal, Kuta. Mau jajanan Bali ada di

Klepon Tanah Lot. Qiu-qiu Café special menyajikan roti bakar, kentang goreng, jamur krispi, sosis bakar, biasa mangkal di Jalan Pulai Singkep. Chiko Republic, 100% chicken, biasa mangkal di Jalan Nangka Utara, menyajikan home cooked chicken. Ayam goreng dengan saus istimewa. Dapur Ngeritik, menyajikan ayam goreng krispi dan nasi sela. Pondok sate yang biasa berjualan di Kul Kul Bali, menyajikan aneka sate, mulai dar sate kakul, kelinci, dan sate ayam. Mau bakso pedas, datanglah ke Bakso Koeber yang biasa mangkal di Lumintang. –Wirati Astiti

i kmat

Aneka Mie & Spaghetti

Ni Hanya di...

Stand-stand Food Truck Festival

Bebek Bacem Jawa Tengah

Cafe Mie Santai

DISKON 10%

Ciri Khas Taiwan

Setiap pembelanjaan 100 ribu ke atas

Berlaku mulai tanggal 1 s.d. 7 Agustus 2016

Tumis Ayam Kacang Mede

rapa Nikmati bebe !!! Menu Baru

Sarwan Lemon Squash 17K

Taiwanese Noodle Specials 25K

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Soka Telor Asin

Stand-stand Food Truck Festival

Murah Meriah & Bersih

Es Campur Santai

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

Bahan: 500 gr 1 sdm 3 siung 1 buah 2 ruas 15 gr 1 sdm 3 sdm ½ sdt 100 ml 1 sdm

: fille ayam atau dada : air jeruk nipis : bawang putih, cincang halus : bawang bombai sedang, iris tipis : jari jahe memarkan : paprika merah potong kasar : saus tiram : kecap manis : lada bubuk : air : tepung maizena, larutkan

50 ml : air 100 gr : kacang mede, goreng belah dua 1 batang : daun bawang, iris halus Minyak, gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: Lumuri daging ayam dengan air jeruk nipis, diamkan sesaat, bilas dengan air lalu potong dadu. Tumis irisan bawang putih, bawang bombai, jahe, sampai harum, masukkan irisam ayam dan irisan paprika, aduk lalu tambahkan saus tiram dan kecap manis, garam, gula, kaldu bubuk

dan lada bubuk. Tuang air, adukaduk hingga matang lalu kentalkan dengan larutan tepung maizena, masukkan kacang mede goreng, aduk-aduk rata masak sampai mengental. Siap disajikan.

Bahan: 1 ekor : bebek, potong-potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 400 ml : air kelapa 2 lembar : daun salam 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari jahe, memarkan 50 ml : air Garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya

Bumbu yang dihaluskan: 9 buah bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sdt ketumbar sangrai, 100 gr gula merah. Cara membuat: Rendam daging bebek dengam air jeruk nipis dan garam, lalu masak daging bebek dengan air kelapa, bumbu halus, daun salam, serai, jahe sampai matang dan empuk, lalu goreng bebek sampai kecokelatan, angkat. Sajikan.


12

Kuliner

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

“KMB Food Truck Festival 2016”

13

Tinggal hari ini saja, “Food Truck Festival 2016” digelar. Bagi yang belum datang, silakan ajak keluarga dan teman-teman Anda beramai-ramai datang ke Taman kota Denpasar. Aneka makanan dan minuman tersedia di sana. Anda penasaran dengan menu apa saja yang tersedia, yuk kita intip beberapa foto berikut ini.

B

agi yang suka sosis bisa coba sosis besar ala Xtreme Flambe Station. Biasa mangkal di Lingkar Gatot Subroto Denpasar. Mau terang bulan mini, kue cubit, dan es kacang merah, cobalah Food Truck Cipta Rasa, yang biasanya manggal di areal Dalung. Bali Kopi Warung 63 Veteran/ Shankara, tak mau ketinggalan. Ada roti canai yang special enak. Mau coba burger betutu dan burger babi kecap coba datang ke Ncik Made. Ayam goreng renyah dan krispi ada di Mega Fried

Chicken, yang biasa mangkal di Dalung. Ada juga, Big Guwik street kitchen. Menu camilan siomay, rujak, salad ada di Warwadewa College. Cat Milk biasa mangkal di Sidakarya menyajikan susu, kebab, roti canai. Burger ayam, hotdog, kentang, sosis bakar ada di Food Truck milik Kumara Widia yang biasa berjualan di Kul Kul Bali. Mau ayam bakar dengan sambal pedas ada di Sambal Nyonyor yang biasa mangkal di Jalan Sudirman. Bali Fresh Milk menyajkan sosis, yogurt, bakso panggang, dan sushi. Biasanya mangkal di Lipo Mal, Kuta. Mau jajanan Bali ada di

Klepon Tanah Lot. Qiu-qiu Café special menyajikan roti bakar, kentang goreng, jamur krispi, sosis bakar, biasa mangkal di Jalan Pulai Singkep. Chiko Republic, 100% chicken, biasa mangkal di Jalan Nangka Utara, menyajikan home cooked chicken. Ayam goreng dengan saus istimewa. Dapur Ngeritik, menyajikan ayam goreng krispi dan nasi sela. Pondok sate yang biasa berjualan di Kul Kul Bali, menyajikan aneka sate, mulai dar sate kakul, kelinci, dan sate ayam. Mau bakso pedas, datanglah ke Bakso Koeber yang biasa mangkal di Lumintang. –Wirati Astiti

i kmat

Aneka Mie & Spaghetti

Ni Hanya di...

Stand-stand Food Truck Festival

Bebek Bacem Jawa Tengah

Cafe Mie Santai

DISKON 10%

Ciri Khas Taiwan

Setiap pembelanjaan 100 ribu ke atas

Berlaku mulai tanggal 1 s.d. 7 Agustus 2016

Tumis Ayam Kacang Mede

rapa Nikmati bebe !!! Menu Baru

Sarwan Lemon Squash 17K

Taiwanese Noodle Specials 25K

Jln. Raya Sesetan No. 188 Pesanggaran. Tlp: (0361) 725544 Buka pukul 08.00 s.d 22.00 Wita

ti

a Nikm

Chinese Food

Hanya di...

& Aneka Es Taiwan

Cafe Santai

Soka Telor Asin

Stand-stand Food Truck Festival

Murah Meriah & Bersih

Es Campur Santai

Jln. Raya Sesetan No. 293 Denpasar. Tlp. (0361) 8950526, 0811399214, 0811388698

Bahan: 500 gr 1 sdm 3 siung 1 buah 2 ruas 15 gr 1 sdm 3 sdm ½ sdt 100 ml 1 sdm

: fille ayam atau dada : air jeruk nipis : bawang putih, cincang halus : bawang bombai sedang, iris tipis : jari jahe memarkan : paprika merah potong kasar : saus tiram : kecap manis : lada bubuk : air : tepung maizena, larutkan

50 ml : air 100 gr : kacang mede, goreng belah dua 1 batang : daun bawang, iris halus Minyak, gula, garam, kaldu bubuk secukupnya Cara Membuat: Lumuri daging ayam dengan air jeruk nipis, diamkan sesaat, bilas dengan air lalu potong dadu. Tumis irisan bawang putih, bawang bombai, jahe, sampai harum, masukkan irisam ayam dan irisan paprika, aduk lalu tambahkan saus tiram dan kecap manis, garam, gula, kaldu bubuk

dan lada bubuk. Tuang air, adukaduk hingga matang lalu kentalkan dengan larutan tepung maizena, masukkan kacang mede goreng, aduk-aduk rata masak sampai mengental. Siap disajikan.

Bahan: 1 ekor : bebek, potong-potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 400 ml : air kelapa 2 lembar : daun salam 2 ruas : jari lengkuas, memarkan 2 batang : serai, memarkan 2 ruas : jari jahe, memarkan 50 ml : air Garam, kaldu bubuk, minyak secukupnya

Bumbu yang dihaluskan: 9 buah bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sdt ketumbar sangrai, 100 gr gula merah. Cara membuat: Rendam daging bebek dengam air jeruk nipis dan garam, lalu masak daging bebek dengan air kelapa, bumbu halus, daun salam, serai, jahe sampai matang dan empuk, lalu goreng bebek sampai kecokelatan, angkat. Sajikan.


14

Ketiksa keadaan cuaca dingin dan kelembabannya kurang seperti sekarang ini sangat mudah menjadikan kulit kering dan pecah-pecah, bersisik bahkan mudah keriput.

M

Jelita

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

enurut dr. Kadek Tr i s n a d e w i , M.Biomed (AAM), dari In­ divara Aesthetic Denpasar untuk menjaga keindahan dan kesegaran kulit, adalah dengan menerap­ kan pola hidup sehat. Seperti, menghindari stress, cukup istira­ hat, minum air putih dalam jumlah yang cukup dan menerapkan pola makan yang sehat. Kemudian rajin melakukan perawatan seperti facial minimal sebulan sekali, menggunakan pelembab atau produk perawatan kulit sesuai masalah dan jenis ku­ litnya. Lebih baik lagi untuk kulit jika kita melakukan perawatan dengan rutin menggunakan sunblock atau sunscreen serta tidak lupa rajin membersihkan wajah sebelum tidur. Sedangklan , bagi mereka yang sulit menerapkan pola makan sehat, dapat memn­ gonsumsi suplemen. Bicara cuaca yang mendung, dokter Kadek mengatakan yang namanya tabir surya, sunblock tetap digunakan. Hal ini, karena dalam kondisi mendung sinar ultraviolet tetap bisa menembus awan, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit sehinga tetap berbahaya bagi kulit Sementara untuk pengunaan hand body lotion untuk membantu menjaga kelembaban kulit, untuk pengolesannya sebaiknya dilaku­ kan setelah mandi, supaya lotion menempel pada kulit yang bersih. Disamping itu, setelah mandi kulit mudah menyerap air sehingga pengolesan lotion yang sifatnya melapisi akan mempertahankan kadar air yang diserap kulit seh­ ingga tidak terjadi penguapan. Namun kata dokter Kadek, jika dalam keadaan tertentu ketika kita tidak memungkinkan untuk mandi, dan kulit sangat

Lotion yang Tepat Jaga Kelembaban Kulit

kering, tetap lakukan pengolesan hand and body lotion atau pelem­ bab supaya kulit tidak semakin kering Selanjutnya jika musim dingin berlangsungnya lama, kita bisa melakukan beberpa hal untuk mencegah efek negatif akibat kekeringan kulit, yakni: l Minum air putih minimal 8 gelas sehari (gelas 200 ml) l Gunakan pelembab yang tepat secara rutin pada pagi dan malam hari, paling baik setelah mandi atau setelah membersihkan kulit wajah/badan. l Perbanyak makan buah dan sayuran segar sehingga kulit men­ jadi sehat dan lebih lembab.

Tips Memilih Hand and Body Lotion 1. Ketahui dahulu jenis kulit Anda. Jika beberapa jam setelah

mandi kulit terlihat berminyak (dapat di tes dengan men­ empelkan tisu ker­ tas minyak di atas kulit) maka jenis kulit Anda bermin­ yak tapi jika terlihat kering, kusam dan agak bersisik, maka Anda berjenis kulit kering. 2. Untuk ku­ lit berminyak, meskipun sepin­ tas terlihat basah, bukan berarti tidak memerlukan pelembab. Kulit jenis ini tetap me­ merlukan pelem­ bab yang ringan yang bebas dari kandungan min­ yak. 3. Pemilik kulit normal, juga tetap memerlukan perawatan, agar kulit terjaga kesegaran dan kesehatannya. Oleskan pelembab ringan se­ cara rutin setiap harinya 4. Bagi jenis kulit kering, gunakan lotion/body cream yang kaya akan pelembab. Selan­ jutnya untuk mengatasi udara dingin, gunakan pelembab yang mengandung gliserin, alpha hydroxy acid, dan sebagian lanolin. Saat temperatur mulai hangat, gantilah dengan pelembab ringan yang co­ cok untuk musim panas. 5. Jika kulit Anda ter­ bakar karena sengatan si­ nar matahari, pilih produk yang mengandung atau berbahan utama lidah buaya, sebab aloe vera d a p a t m e m b a n t u m e­ nenangkan kulit dan me­ lembabkannya. 6. Hindari produk yang mengandung pewarna buatan

dan bisa merusak. Beberapa bahan di dalam lotion juga bisa menyebabkan alergi jika tidak cocok, jadi lakukan tes pada kulit sebelum dipakai menye­ luruh. 7. Untuk kulit yang sangat kering, bisa memilih body butter yang lebih kuat dalam melem­ babkan kulit 8. Pilih pelembab yang wanginya sesuai selera, supaya nyaman dan membuat rileks , bukan malah membuat kepala menjadi pusing. Lotion dengan aroma mawar atau kayu manis dapat melem­ babkan kulit sem­ bari menawarkan keharuman khas­ nya. 9. Produk herbal alami lebih aman dan tidak mem­

berikan efek samping apapun. Walaupun hasilnya lebih lama tapi lebih aman dan terjamin. 10. Selalu lakukan test ke­ cocokan pada kulit. Caranya dengan mengoles sedikit saja dibagian kulit yang tidak ter­ lalu berisiko, seperti sikut. Jika terjadi iritasi, rasa ga­ tal, kulit memerah dan hal tidak wajar lain, berarti kulit Anda tidak cocok. – Sri Ardhini

dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM)

Bugar

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

11

Sayangi Paru-paru Anda Bagaimana Cara Paru Normal Bekerja?

Rongga dada manusia memiliki dua buah paru, yang masing-masing berada di sisi kanan dan kiri. Setiap paru terdiri dari bagian-bagian yang disebut lobus. Paru manusia sangatlah lembut dan dilindungi oleh tulang rusuk, otot dan selaput paru. FUngsi utama paru adalah membawa oksigen (O2) ke dalam tubuh dan menge­ luarkan karbondioksida (CO2). Oksigen adalah udara yang menyediakan energi bagi tubuh kita, sedangkan karbondioksida merupakan produk limbah tubuh. sistem pernapasan memiliki beberapa cara untuk melindungi diri dari iritasi. Dimulai dari hidung yang bertindak sebagai penyaring ketika bernafas untuk mencegah partikel besar polutan untuk masuk ke dalam paru. Jika ada partikel yang masuk ke dalam paru, partikel tersebut akan tersangkut di lapisan lendir. Sampai kepada paru yang melindungi diri adalah cara batuk. Batuk bisa terjadi dalam keadaan biasa, tetapi juga merupakan se­ suatu yang tidak normal yang terjadi akibat iritasi pada saluran bronki. Demikian juga ketika paru merupakan iritasi, saluran napas mengecil waktu paru mencoba mengeluarkan penyebab iritasi dan udara akan semakin sulit melewati saluran yang telah mengecil. Apa saja penyakit-penyakit paru yang lebih sering? Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Mycrobacterium tuber­ culosis. TB Paru biasanya akan menyerang paru, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa bagian tubuh lain juga bisa terinfeksi. TB Paru aktif dapat menyerang siapa saja, terutama orang yang mempunyai kesehatan dan imunitas yang lemah akan lebih mudah terkena TB Paru. TB PAru aktif juga dapat ditularkan kepada orang lain melalui udara saat batuk. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Menggambarkan sebuah kondisi dimana paru sulit untuk mengosongkan udara yang ada di dalamnya. Kesu­ litan ini dapat mengakibatkan kesulitan bernapas (napas yang pendek) atau merasa kelelahan. PPOK merupakann sebutan yang bisa digunakan untuk penyakit Bronkitis kronik, emfisema, atau kombinasi dari penyakit-penyakit tersebut. PPOK merupakan kondisi yang berbeda dari asma, tetapi sulit untuk membedakan antara PPOK dan asma kronik. Bronkitis Kronik adalah pembengkakan dan iritasi saluran napas (Bronki dan Bronkioli) yang terus menerus dan mengakibatkan peningkatan produksi lendir. Mer­ okok merupakan salah satu hal utama yang menyebabkan bronkitis kronik yang diikuti oleh infeksi bakteri atau virus dan polusi. Asma adalah kondisi pembengkakan kronik pada saluran napas. Saluran napas ini sangatlah sensitif ter­ hadap beberapa stimulan seperti infkesi, udara yang dingin, debu, polutan, stress, dan lainnya. Saat saluran napas anda bereaksi terhadap stimulan-stimulan ter­­

s­ebut, saluran napas tersebut akan mengecil dan paru akan mendapatkan lebih sedikit udara. Hal ini dapat menyebabkan napas berbunyi, batuk, sesak dada dam kesulitan bernapas, terutama saat pagi hari dan malam. Pembengkakan ini dapat menghasilkan obstruksi pada saluran napas, sama seperti pada kasus PPOK. Beberapa orang yang terkena PPOK dapat juga menderita asma. Penyakit Paru Kerja adalah paparan jangka pan­ jang dan berulang terhadap iritasi di tempat kerja yang dapat menyebabkan penyakit paru yang berkelanjutan meskipun setelah paru tidak terkena iritasi tersebut. Beberapa pekerjaan, oleh karena lokasi tempat kerja, jenis pekerjaan, dan lingkungan, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menyebabkan penyakit paru kerja. Batuk Kronik adalah batuk yang tak kunjung reda (pergi) selama lebih dari 6 bulan. Batuk kronik bukanlah sebuah penyakit, tetapi merupakan akibat dari penyakitpenyakit lain seperti asma, rinitis alergi, masalah sinus, dan refluks esofagus isi perut (gangguan pencernaan). Kapan saya harus memeriksa paru-paru saya? - Anda merokok selama 12 bulan terkahir - Anda mengalami kesulitan bernafas ketika naik tangga - Anda merasa nyeri saat bernafas - Anda merasa tidak mendapatkan cukup udara saat bernapas - Anda berusia lebih dari 20 tahun - Anda tidak bisa berolah raga sebaik dulu - Anda mempunyai batuk yang tak kunjung reda - Anda batuk berdahak atau berlendir - Anda pernah melakukan pengobatan untuk paru-paru anda - Anda khawatir dengan kesehatan paru-paru anda.

Tes apa saja yang bisa dilakukan untuk memeriksa pernapasan saya? Bronkoskopi adalah prosedur yang dapat membantu dokter untuk melihat saluran napas anda dengan meng­ gunakan sebuah alat tipis yang disebut bronchoscope. Saat pemeriksaan bronkoskopi, dokter akan memeriksa tenggorokan, laring, trakea, dan saluran napas bawah anda. Bronkoskopi bisa dilakukan untuk mendiagnosa masalah pada saluran napas, paru, atau kelenjar getah bening di dada, juga untuk melakukan pengobatan pada masalah seperti kemasukan benda asing atau pertumbuh­ an pada saluran napas. Tes Spirometri (Tes Faal Paru) adalah tes yang paling sering disarankan untuk orang yang mempunyai gangguann pernapasan dan biasa tes ini dilakukan untuk melihat apakah seseorang terkena penyakit paru ob­ struktif atau restriktif. Spirometri adalh tes untuk melihat seberapa baik anda dapt bernapas dan dapat membantu dalam mendiagnosis beberapa penyakit paru. Tes ini sangatlah mudah dan biasanya memakan waktu kurang dari 10 menit. Anda hanya perlu menarik napas yang dalam dan menghembuskan napas anda dengan sekuatkuatnya ke sebuah alat yang bernama spirometer yang akan mengukur jumlah udara yang measuk dan keluar dari paru dan seberapa baik aliran udara tersbut. Foto Ronsen Dada adalah pengambilan ronsen rongga dada. Foto ronsen ini tidak hanya menunjukkan organ paru, tetapi juga organ jantung dan beberapa pem­ buluh darah utama di dada. Ronsen dada juga berguna untuk kondisi lain seperti pneumonia atau tumor paru. Akan tetapi, ronsen dada juga dapat terlihat normal pada pasien-pasien dengan kasus-kasus paru yang lebih ringan atau tumor yang sangat kecil. – Sumber: Outpatient Department Siloam Hospitals Bali


10

Kreasi

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Kemeriahan “KMB Food Truck Festival 2016”

Ajang “KMB Food Truck Festival 2016” dibuka Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga, Jumat (29/7) di lapangan parkir Taman Kota Lumintang, Denpasar. Menkop didampingi Wali Kota Denpasar IB Rai Dhar­ mawijaya Mantra dan PImpinan KMB Satria Naradha juga berkesempatan untuk meninjau stand food truck.

S

ebelumnya, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara di­ dampingi Satria Nar­ adha, Danrem 163/Wirasatya Kol. Inf. Nyoman Cantiasa, Ketua Kadin Bali AA Alit Wira ­Putra mengikuti yoga bersama dan pelepasan burung merpati. Yoga melibatkan masyarakat umum dan siswa yang ada di seki­ tar lapangan Lumintang, seperti SMP 10 Denpasar, SMP dan SMA Dharma Praja. Yoga dipimpin instruktur dari Yoga Seger Oger dilanjutkan dengan atraksi pencak silat dari SMP 10 Denpasar. Usai yoga, para undangan dan pengunjung menikmati makanan dan minuman yang disajikan 25 stand food truck. Mereka juga dihibur Gek Istri dan Nadia dari SMP 10 Denpasar, Tampil juga tiga penyanyi Bali, Henny Shanti, Nita Pramesti, dan Dewa Sugama.

Style

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

15

Fashion Meets Culture

Salah satu kegiatan Himpunan Pengusaha Muda ­Indonesia (HIPMI) Bali membangkitkan­ industri ­fashion di Bali adalah menggelar “HIPMI ­Fashion Week,” lengkap dengan Fashion “Design ­Competition” bagi desainer pemula.

M

“Semoga acara seperti ini se­ring diadakan. Bisa meramai­ kan suasana,” ujar Nita. Hal se­ rupa diungkapkan Dewa Sugama. “Saya senang bisa tampil di acara ‘KMB Food Truck Festival 2016’. Musisi bisa dekat dengan masyarakat ya melalui event langsung,” ujar musisi yang juga dosen FH Unud ini. “KMB Food Truck Festival 2016” dimeriahkan dengan parade band indie, line dance, lomba sang­ gul, lomba fashion show, lomba karaoke lagu pop Bali, senam aerobik, cooking class, lomba mewarnai, lomba modern dance, dan lomba foto selfie/wefie. Pengunjung selain menikmati kuliner dan hiburan, juga menda­ pat kesempatan memenang un­ dian doorprize. Hadiah yang disediakan antara lain sepeda motor, tiket pesawat DenpasarBangkok, dan berbagai hadiah lainnya. -Ngurah Budi

Suasana Food Truck Festival

enurut Tri Darm­ aja, salah seorang juri lomba, ia sangat senang melihat betapa atusiasnya peserta. Mereka bukan hanya dari Bali tapi juga wilayah Indonesia. Bahkan banyak kejutan terjadi ketika ide kreatif pada sket men­ jadi busana dan dikenakan para model di atas catwalk. Begitu juga yang dikat­ kan juri lainnya, Bintang Mira, untuk ukuran pemu­ la, para desainer ini punya harapan. Tinggal diasah dan harus rajin ikut fashion show, kemudiamnmasuk kelingkun­ gan bisnis Sementara Pemilik Bharga­

wa Photo, Angga yang sempat motret saat pagelaran menyebut desain mer­ eka tergolong keren dan unik. Apalagi di sana ada perpaduan modern dan etnik lokal sesuai tema acaranya “When Fashion Meets Culture” . Berikit beberapa rancangan para filas lomba Fashion Design Competition dalam kegiatan HIPMI Fashion Week tahun ini. Me­ reka ini yang berhasil masuk naominasi pe­ nilaian juri baik dari sisi kreativitas, teknik pembuatan, daya pakai, daya jual serta penampil­ an busananya. – Sri Ardhini

Yoga bersama Seger Oger

Bule pun hadir di Food Truck Festival

Undangan menikmati hidangan yang disajikan di Food Truck Festival

Penampilan band indie

Stan pendukung Food Truck Festival

Stand Kelompok Media Bali Post

Foto oleh : Angga Bhargawa


16

Dara

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

“Be Toke Toke”

Harga Menengah ke Bawah

“Rasa” Menengah ke Atas

Kehadiran wahana rekreasi merupakan salah satu upaya untuk memberikan kesempatan bagi orang-orang berwisata. Biasanya wahana rekreasi yang memiliki berbagai macam permainan identik dengan harga yang mahal. Namun, konsep yang diusung Keramas Park agak berbeda.

Harga tiket masuk Rp 29 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak sudah termasuk loker dan kesempatan berenang sepuasnya. Mau menguji adrenalin? Ada wahana flying fox, paint ball, dan ATV. “Harga mulai 75 ribu sudah termasuk asuran­si,” jelas Astawa yang sudah lama berkecimpung di dunia pariwisata ini. Ananda, seorang pengunjung mengaku puas dengan ATV yang ia jajal. “Trekknya menantang. Ada tikungan tajam dan tanjakan lalu turunan. Benar-benar menguji adrenalin,” ujarnya. Astawa menambahkan, pengunjung tak hanya dari Gianyar. Wahama yang diresmikan 13 Juni 2015 ini sudah dikunjungi warga Denpasar, Badung, Klungkung, Karangasem,

MUSIK pop Bali tidak lepas dari ide-ide kreatif pencintanya. Seolah tak habis ide untuk berkreativitas, karya-karya dan pen­ datang baru terus berdatangan menyemarakkan belantika musik pop Bali. Ke­hadiran banyaknya pendatang baru menandakan jika lagu pop Bali semakin men­dapat tempat di hati masyarakat khususnya pencinta lagu pop Bali. Agus Yoga Ketut Astawa

dan Buleleng. Mereka ada yang perora­ngan hingga grup. “Kami juga menyiap­kan paket outbond, pernikahan, dan ulang tahun,” ujarnya mengenai layanan aktivitas di areal seluas 2 hektare ini. -Ngurah Budi

Wahana ATV yang benar-benar menguji adrenalin

L

okasi Keramas Park di Banjar Maspait, Desa Keramas, Gianyar cukup unik karena berada di lembah. “Dulu tempat ini arena motocross. Lokasinya juga sering dijadikan tempat nonton bareng. Setelah melalui kajian yang matang, muncullah ide untuk membuat wahana rekreasi,” ujar Ketut Astawa, operational manager Keramas Park.

Edukasi

Ia menuturkan dari anak-anak hingga dewasa bisa menikmati fasilitas di wahana rekreasi ini. “Kami ingin menghadirkan wahana rekreasi yang harganya menengah ke bawah tetapi rasanya menengah ke bawah,” imbuh Astawa tentang konsep yang diusung owner Keramas Park, Budi Gautama dan Nyoman Ngurah Rai. Bagi anak-anak bisa bermain di kolam yang memiliki seluncuran.

Mereka juga bisa bermain sepakbola di lapangan mini. Paket khusus anak-anak juga ada, mulai dari mengenal lingkungan, menanam pohon, menonton film tentang lingkungan. Mereka juga bisa bermain trampolin dan panjang dinding. Untuk wisatawan luar Bali atau luar negeri yang ingin mengenal budaya, diajak untuk mejejahitan dan membuat jaja Bali.

Franchise KUMON

Komitmen untuk Perkembangan dan Pertumbuhan Anak

Metode KUMON adalah metode belajar perseorangan. Level awal untuk setiap siswa KUMON ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah, tanpa kesalahan. Lembar kerjanya telah didesain sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soalnya. Jika siswa terus belajar dengan kemampuannya sendiri, ia akan mengejar bahan pelajaran yang setara dengan tingkatan kelasnya dan bahkan maju melampauinya. Metode KUMON adalah metode pendidikan yang unik, yang tidak menyamaratakan kemampuan masing-masing siswa. Berdasarkan bimbingan perseorangan dan belajar pada tingkatan yang tepat, KUMON ingin mengembangkan kemampuan setiap anak dan memaksimalkan potensinya. Dengan menggali potensi setiap individu, KUMON mendorong anak-anak untuk menjadi yang terbaik dengan kemampuan sendiri.

Kami di KUMON percaya bahwa sangatlah penting bagi anak-anak untuk mengembangkan life skills yang memungkinkan mereka untuk hidup dengan sikap yang positif tentang masa depan. Setelah

mengamati lebih dari sepuluh ribu anak, kami sangat yakin bahwa life skills memungkinkan anak-anak untuk hidup dengan bahagia dan menjalani hidupnya secara optimal dengan impian dan targetnya, bersedia menghadapi tantangan dan mau mencoba hal-hal yang baru dengan bersemangat. Bersama-sama dengan Pembimbing dan Asisten di kelas, KUMON mendukung semua anakanak di dunia dalam mencapai target dan impiannya. Saat ini PT KIE Indonesia memberikan kesempatan kepada masyarakat Bali untuk dapat memiliki Kelas KUMON sekaligus menjadi Pembimbing KUMON. Ingin tahu lebih banyak mengenai franchise KUMON, daftarkan diri Anda sekarang juga, GRATIS! Persyaratan utama adalah wanita usia maksimal 45 tahun dengan pendidikan minimal D3 semua jurusan, menyukai pendidikan dan anakanak. Untuk Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi (0361) 232121; 0815-1314-5367; 0878-6099-5895.

A

dalah Agus Yoga Acala yang kerap dipanggil Gus Yoga, salah satu pendatang baru yang turut meramaikan dunia musik pop Bali. Nama Agus Yoga Acala sendiri merupakan perpaduan dari nama anak dan orang tua. Penyanyi pop Bali kelahiran Desa Duda Timur, Kecamatan Selat Karangasem itu hadir dengan single perdananya “Be Toke Toke”. Mengusung tema lagu yang ceria, riang dan bernuansa kocak, diharapkan singlenya ini nanti bisa merebut perhatian penggemar lagu pop Bali. Penggarapan single perdana ini sebenarnya sudah rampung 1,5 tahun yang lalu, namun sempat tertunda. Sedangkan klipnya di-launching 5 bulan lalu, tepatnya Februari 2016. “Meskipun sempat tertunda karena sesuatu hal, senang rasanya akhirnya saya bisa mengeluarkan single perdana saya. Mudah-mudahan melalui single ini merupakan awal yang baik untuk karier menyanyi saya ke depannya,” harap alumnus Teknik Mesin Politeknik ini. Ditanya soal kenapa “Be Toke Toke”, Gus Yoga menyebutkan karena be toke-toke itu unik. Hidupnya di laut namun keberadaannya sangat langka. “Kedengarannya unik dan menggelitik, itulah alasananya mengapa saya memilih judul lagu “Be Toke Toke”. Semoga saja keunikannya ini mampu menghibur dan menggelitik telinga sehingga “Be Toke Toke” bisa merebut hati penggemar lagu pop Bali,” harap pemilik zodiac Pisces ini. Pencipta dan aransemen musik ‘Be

S

E

Toke Toke langsung digarap oleh pencipta lagu yang tak asing lagi di dunia musik Bali, Dek Artha bersama Gus Nok dan diproduksi Harta Pro . “Lagu ini diciptakan dan diaransemen langsung oleh Bli Dek Artha dibantu Bli Gus Nok, hasil produksi Harta Pro,” tandas suami dari Ni Made Yudhi Aryanti ini Awal mula terjun ke dunia musik, Gus Yoga menyebutkan bermula dari keisengannya ngumpul dan nyanyi bareng temantemannya di Owner Skud Intertainment. “Awalnya untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh di kerjaan, saya iseng-iseng ngum­pul dan nyanyi bersama di Owner Skud Intertaiment, eh lama-lama jadi keasyikan sampai jadi hobi,” akunya. Keberhasilannya sekarang, menurut Gus Yoga, semuanya tidak terlepas dari dorongan dan dukungan semua pihak, baik sahabat, teman, keluarga serta bimbingan dari penyanyi senior Bayu

X DU

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

9

Single Perdana Agus Yoga yang Unik dan Menggelitik Kasta Warsa (Bayu KW). “Orang yang paling berperan mendorong saya menjadi penyanyi di samping bimbingan dari Bayu KW, juga dorongan dari sahabat saya Ketut Seplang (Ketut Skud), owner dari Skud Intertaiment. Tak lepas juga dukungan dari istri,” jelas Agus. Untuk rencana ke depannya, Agus Yoga akan merilis album duo bersama penembang lagu “Legu Gembrong” Bayu Nirwana. “Mudah-mudahan berjalan lancar. Untuk saat ini proses albumnya sudah jalan hampir 80 persen,” ucap pemilik nama lengkap I Ketut Agus Adi Dananjaya ini. Memasuki awal karier yang baru, tentunya Agus Yoga memerlukan dukungan dari masyarakat pencinta dan penggemar musik pop Bali. Tak lepas pula support dari teman-temannya yang bergabung dalam komunitas The Big Family Be Toke Toke. Keberadaan komunitas ini pun dilibatkan dalam pembuatan video klip lagu “Be Toke Toke”. Video klip bagi seorang penyanyi , menurut penyanyi usia 34 tahun ini, sangatlah penting untuk mendukung dan memprmudah promosi lagu. Mengingat sekarang ini hampir semua orang melek akan medsos. Mengenai tim kreatif klipnya, didirector oleh Yasa Sega, dan didukung oleh I Wayan Bagiantara (Bentir), Wayan Sukadana (Apel), Made Sukarya (Joblar), Wayan Darta (Pekak Gaul), Ketut Lanang, putu Suadnyana (Leong), dan Putu Arjana (Gus Kejil), dan juga pendukung dari ko-

Agus Yoga bersama komunitas The Big Family Be Toke Toke

munitas The Big Family Be Toke Toke. namanya pergaulan bebas, narkoba, Mengusung tema yang riang dan kocak dan seks bebas sehingga terhindar dari klip “Be Toke Toke” diharapkan dapat penyakit yang mematikan seperti HIV/ menghibur masyarakat Bali. Kekocakan AIDS,” harap Agus Yoga. klipnya bisa disaksikan di You Tube. UnMelalui lagu pop Bali Agus juga tuk saat ini “Be Toke Toke” juga sudah ingin melestarikan budaya dan bahasa diperdengarkan di radio-radio. Bahkan Bali. Karena banyak anak-anak sekarang di beberapa siaran radio sudah mampu yang tak mengerti bahasa Bali. “Meski bersaing sepuluh besar pada tangga lagu hanya lewat tembang yang bisa saya pop Bali dan di beberapa radio bisa sumbangkan untuk Bali, saya berharap menembus tangga lagu pertama. Selain Bali terutama bahasanya tetap ajeg dan itu penggarapan klipnya Be Toko Toke lestari,” ujar penyanyi yang gemar tra­ didukung model Devi dan Ratni. veling juga wiraswasta ini. “Be Toke Toke sendiri mengisahkan Untuk musik pop Bali sendiri, Agus tentang seseorang yang memiliki hobi Yoga berharap ide-ide dan karya-karya memancing namun tanpa mendapatkan musik putra Bali yang kreatif tak pernah hasil. Rasa lapar membuatnya mampir di habis. Terus berkarya dan berkarya unsebuah tempat makan yang menyediakan tuk melahirkan sebuah karya agung dari menu ikan segar yang langsung dipilih dari seni suara. Menurut ayah dari Tri Utama akuarium. Akhirnya pilihan jatuh pada be Yogeswara ini, daripada menyia-nyiakan toke toke. Kebanyakan mengkonsumsi be masa muda dengan melakukan hal-hal toke toke membuatnya keracunan. yang negatif lebih baik menghasilkan Di balik penampilan kisah kasatmata suatu karya yang bermanfaat. “Ayo kita di klipnya, pencipta dan penyanyi lagu ciptakan sebuah karya indah. Melalui “Be Toke Toke” ini ingin menyelipkan lagu kita juga bisa melestarian dan meng­ satu pesan moral pada masyarakat ajegkan Bali,” ajaknya. -ning Bali terutama para remaja. Menurut Agus lagu ini merupakan sindiran bagi kehidupan remaja yang senang keluyuran, hura-hura sampai terjerumus dalam pergaulan bebas yang membuat remaja “keracunan” narkoba ataupun virus HIV/AIDS. Dalam kesempatan ini, Agus Yoga sangat berharap single perdananya ini bisa menjadi inspirasi bagi para muda-mudi untuk menjauhi hal-hal negatif dan fokus untuk meraih masa depan. Apalagi pergaulan remaja saat ini sangat kebablasan dan seakan jauh dari pengawasan orang tua. “Saya sangat prihatin de­ ngan pergaulan remaja saat ini. Semoga saja lewat lagu ini bisa menyadarkan para remaja agar menjauhi yang Ketut Seplang (Ketut Skud), Agus Yoga, dan Bayu KW

Kirim surat Anda ke Redaksi ­Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksi@tokoh.co.id. Rubrik ini ­diasuh ­Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ­Denpasar.

dr. Oka Negara, FIAS

SELALU BASAH DAN BANYAK “Dok, katanya ada produk yang bisa membuat vagina menjadi lebih kering dan kesat, terus terang aku sedang kepikiran untuk beli, karena setiap kali aku berhubungan seksual selalu basah dan banyak. Tetapi ini teman aku malah bilang kalau dirinya seringkali tidak bisa basah saat berhubungan seksual dan terasa nyeri jika dipaksakan. Sebenarnya bagusan yang mana, Dok?” (Yani, 32 thn). Banyak yang masih keliru dan berkeinginan vagina tetap kering dan tidak basah saat berhubungan seksual. Akhirnya termakan mitos, beramai-ramai membeli produk-produk yang menjanjikan hal yang salah, misalnya ada janji yang disebutkan membuat vagina tidak becek, tetap kering dan kesat. Padahal justru saat berhubungan seksual memang sudah seharusnya keluar cairan pelumas atau lubrikasi alami sebagai syarat fisiologis hubungan seksual akan berjalan lancar, dinikmati sehingga mencapai orgasme dan kenikmatan seksual yang maksimal. Jika lubrikasi tidak terjadi berarti seorang perempuan belum siap melakukan hubungan seksual dan bila tetap dipaksakan akan menimbulkan gesekan kasar

yang rentan lecet dan perlukaan di selaput mukosa vagina. Tentu saja ini akan menjadi nyeri. Saat seorang perempuan belum siap melakukan hubungan seksual, walaupun kondisi fisik dan keadaan hormonal tubuhnya baik, lubrikasi bisa saja tidak terjadi. Ini contohnya bisa terjadi dalam hubungan seksual pertama kali atau saat dipaksa melakukan hubungan seksual. Karena tidak siap, maka tidak terjadi relaksasi dan lubrikasi. Pelumasan tidak terjadi dan akhirnya hubungan seksual tidak akan menyenangkan dan terasa nyeri. Jadi memaksimalkan lubrikasi ini satu-satunya jalan adalah dengan melakukan “foreplay” atau pemanasan yang lebih lama, lebih dinikmati sehingga rangsangan seksual yang diterima lebih maksimal yang selanjutnya meng­a kibatkan aliran darah ke dinding vagina semakin maksimal dan jumlah rembesan cairan lembabnya juga banyak. Tetapi jika kondisi fisik tidak sedang fit dan kondisi hormonal sudah menurun karena penyakit tertentu atau memasuki menopause memang proses lubrikasi ini bisa tidak terjadi lagi. Perempuan menopause akan kesulitan mengalami lubrikasi akibat penurunan hormon seks dan reproduksi. Penurunan hormon ini akan mempen-

garuhi mood, menurunkan dorongan seksual dan bangkitan seksual yang akhirnya tidak lagi mengalami relaksasi dan tidak terjadi lubrikasi. Dalam situasi seperti ini bisa dibantu dengan lubrikan buatan atau malah dengan terapi hormonal untuk sekaligus membantu mood dan gairah seksual. Sekarang banyak lubrikan buatan yang dijual di pasaran. Selama menggunakannya tanpa menggunakan bahan tambahan yang kotor, tidak ada masalah. Jika memang sudah saatnya memerlukan, pastikan memilih lubrikan buatan yang berbahan dasar air, karena lebih mudah kering dan menguap pasca hubungan seksual. Merek yang beredar cukup banyak. Silakan bisa dipastikan saat membelinya di apotik. Hindari pelumas dengan bahan dasar minyak karena bisa mengakibatkan infeksi vagina. Karena bila lubrikasi tidak terjadi, tetapi hubungan seksual tetap dipaksakan, bisa mengakibatnya nyeri dan ketidaknyamanan seksual. Dan apa efek selanjutnya dari nyeri ini, bisa terjadi frigiditas (lenyapnya keinginan seksual), dyspareunia (nyeri yang sangat mengganggu setiap kali berhubungan seksual), vaginismus (kontraksi kuat dari otot vagina sehingga vagina selalu tidak bisa membuka saat berhubungan seksual) dan yang paling parah adalah aversi seksual (penolakan kuat untuk hubungan seksual).


8

Bunda & Ananda

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Jangan Melupakan Kewajiban

Pokemon Go adalah games yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik dunia. Games yang memiliki fitur berbeda ini mampu menarik dan membuat orang penasaran untuk mencobanya. Banyak digemari sebab games ini memadukan antara sosial media dan dunia nyata. Semakin berkembang dan canggihnya suatu teknologi tentu berdampak baik dan buruk bagi kehidupan.

B

ermain games ini menggunakan GPS dan posisi selalu berubah-ubah untuk mendapatkan hasil games/ score. Masalahnya ketika pemain Pokemon Go ini berada di ruang publik seperti jalanan, trotoar dan ruang publik lainnya yang bisa memicu terjadinya crash antara pemain dan pengguna ruang publik tersebut. Anak-anak pun banyak yang memainkannya. Selain itu, dari dampak negatif lain yang ditimbulkan adalah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh pemain yang terlalu fokus dengan game tersebut. Salah seorang penggiat film pendek dari Buleleng tepatnya desa Banyuning, menyikapi kemunculan game Pokemon Go tersebut dengan bijak. Sebuah

Sudut Pandang

film pendek yang berdurasi sekitar 4 menit menyita ratusan ribu pengguna media sosial. Film yang berjudul “Pokemon Request” tersebut digarap dengan sangat apik oleh Taksu North Bali. Film tersebut menceritakan Pan Klepon yang diperankan Komang Darwin Setiabudi sangat menggilai permainan Pokemon Go sehingga lupa dengan kewajiban dan tugas-tugasnya sebagai seorang ayah dan suami. Menurut sang sutradara, Gede Pasek Sriada pesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut adalah menekankan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan kewajiban hanya karena sebuah game. “Perkembangan teknologi boleh kita ikuti tapi jangan sampai kita dikendalikan oleh teknologi,” ujar pria kelahiran 1 Oktober 1980 tersebut. Beberapa adegan dalam film

Nongkrong saat Gathering

Walau sibuk bekerja, para chef atau insan kuliner juga suka nongkrong. Tujuannya, selain melepaskan penat, juga berbagi dengan sesama chef. Seperti apa? Kadek Yuniantara, executive chef Santika Siligita Nusa Dua, mengatakan, tempat biasa nongkrong di Echo Beach, daerah Canggu. “Di sana banyak terdapat area yang cantik untuk kita bisa diskusi maupun hanya sekadar rileks. Ada banyak tempat atau kafe di daerah sana. Kalau saya senang duduk di pinggir pantai. Sambil minum kopi, ujarnya. Biasanya, ia nongkrong saat pulang kerja maupun di hari libur. “Biasanya sih bersama teman teman sesama chef, kata chef Kadek. Sementara, bagi chef Nyoman Maleachi, suka nongkrong malam minggu di Lime Bar at Primera Hotel Seminyak, dekat dengan Santa Fe Bar and Restaurant. Kalau di sana ada BBQ dinner, terus ada shisa yang harganya cukup terjangkau dan tempatnya asyik untuk nongkrong, kata lelaki yang akrab disapa chef Male. Ia menambahkan, pengunjung bisa memilih tempat duduk di sofa atau long table, yang pasti ada live music, sekalian bisa nyanyi bareng vokalisnya. Harga makanannya juga terjangkau dan bisa makan sepuasanya, ujarnya. Chef Randy Soetanto lain lagi. Chef yang bekerja di restoran biasanya jarang nongkrong. Pulang kerja biasanya capek, maklum kerja minimal 12 jam. Kadang waktunya bisa full time, apalagi suka ada dadakan reservasi ke restoran. Tuntutan chef stanby lebih besar. Maka dari itu, jarang nongkrong, kata chef Warung Pulau Kelapa, Ubud ini. Namun, kata dia, kadang pernah juga nongkrong. Hal itu dilakukan, saat acara kumpul para chef di gathering. Kalau ada waktu nongkrong saya suka ke warung Bloem Kedonganan Kuta, yang doyan minum asyik di sana, makanan juga enak, ucapnya. Sebenarnya, kata dia, tujuan nongkrong untuk melepaskan penat dan kumpul-kumpul dengan para chef. -Wirati Astiti

Suasana nongkrong para chef

Griya

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Pilihan Beda untuk Lampu Taman

Beragam bentuk lampu bisa kita temui di pasaran. Demikian halnya dengan lampu taman. Banyak pilihan bentuk dan bahan yang bisa menjadi pertimbangan konsumen. Salah satunya lampu taman berbahan beton yang dilapisi campuran semen putih dan mil (bubuk kapur untuk filler).

L

Syuting film “Pokemon Request”

pendek tersebut mengambil latar di beberapa tempat yang merupakan tempat umum dan tempat khusus. “Kami diawal juga mengambil gambar di depan Tugu Singa Ambara Raja. Di sana sebagai ikon Kota Singaraja, diceritakan banyak anak muda mencari-cari pokemon. Kemudian shooting kami lanjutkan pengambilan adegan hingga mengejar pokemon ke tengah Radio Singaraja 92.0 FM. Pemeran utama Mang Ajik, tibatiba masuk ke tengah studio sewaktu dua orang penyiar sedang siaran mengenai boomingnya Pokemon Go,” papar Pasek yang menyukai dunia fotografi tersebut.

Film pendek Pokemon Request yang sudah dipublish pekan lalu diharapkan mampu memberi motivasi masyarakat. Karya dihasilkan nantinya akan berisi pesan-pesan positif di bagian akhirnya film pendek. Hal itu karena, banyak masyarakat atau kalangan pegawai melupakan tugas atau pekerjaannya demi bermain Pokemon Go di ponsel android. “Ada pesan dan makna positif akan diselipkan dalam film pendek yang kita buat. Ya intinya kalau bermain Pokemon GO, tidak malah melupakan tugas utama kita sehari-hari,” imbuhnya. Terkait dengan pelarangan terhadap permainan pokemon di instansi-instansi pemerintah,

pihaknya menyatakan persetujuannya. “Apabila hal tersebut sudah menganggu stabilitas keamanan negara dan kepentingan umum ya harus dilarang,” imbuh Pasek. Ia menilai game yang hanya bersifat hiburan ini jangan sampai merusak atau bahkan mengangu ketertiban umum. Prestasi karya film pendek ditorehkan sutradara Gede Pasek Sriada sudah cukup dikenal di Buleleng. Salah satu karya dengan judul ‘Mengikis Keraguan’ mampu menorehkan prestasi tiga nominasi di dalam lomba film pendek Polres Klungkung 2016. Tiga nominasi antara lain, The Best Film, The Best Director dan The Best Favorit. -Wiwin

Mendongeng Lima Menit

PERSAHABATAN KERA DAN KURA-KURA

Waktu itu musim kemarau panjang. Hewan-hewan di hutan kehausan dan kelaparan. Banyak gajah, menjangan, landak, dan berjenisjenis burung mati. Untunglah Kera dan Kura-kura masih bertahan. Namun Made Taro pada suatu waktu, kedua hewan yang bersahabat itu mengeluh juga. “Kalau begini terus kita akan mati,” kata Kera. “Turun gunung, yuk! Kudengar di kebun Kaki Tembuak, di seberang sungai ada pohon pisang sedang berbuah.” “Aku ‘kan tidak bisa memanjat. Bagaimana aku mendapatkan pisang?” jawab Kura-kura. “Kerjasama saja! Aku memanjat, kamu yang menyeberangkan! Kemudian buah pisang itu kita bagi dua!” Mereka sepakat. Kura-kura lalu berenang mengangkut Kera yang duduk di atas punggungnya. Sesampai di seberang, Kera berlari tergopoh-gopoh menuju pohon pisang. Kura-kura merangkak terseok-seok mengejarnya. “Jatuhkan sebiji, Kera!” seru Kura-kura setelah tiba di pohon pisang. “Pluk!” Kura-kura segera menyergap buah pisang itu. Namun ia kecewa, karena kulit belaka.

“Jatuhkan yang ada isinya, Kera!” pintanya lagi. “Pluk! Pluk! Pluk!” Kura-kura menyergap ketiga pisang itu. Namun lagi-lagi kulit belaka. Kura-kura sadar bahwa ia diperolok-olok sahabatnya sendiri. “Kera pengkhianat!” teriaknya dalam hati. “Apa gunanya mendongakkan kepala di bawah pohon?” Ia pun meninggalkan tempat itu menuju pondok Kaki Tembuak. Kemudian bersembunyi di balik seonggok batu. Sesaat kemudian Kera datang. Ia memanggilmanggil dan mencari-cari sahabatnya. Jalannya terhuyung-huyung karena menahan perut kenyang. Setiba di pondok, ia duduk beristirahat di atas onggokan batu tempat Kura-kura bersembunyi. Tiba-tiba terdengar nyanyian sayup-sayup. “Kera serakah berkhianat, perut bengkang makan pisang. Tug kiok nong!” Nyanyian itu makin keras dan berulang-ulang. Kera tersinggung dan marah-marah. Ia mencari ke sana-ke mari asal suara itu. Namun suara itu makin mengejek dan makin mendekat. Akhirnya ia mencurigai perutnya sendiri. “Awas! Sekali lagi kamu mengejekku, ini upahnya!” katanya sambil mengambil sebongkah batu. Nyanyian itu berulang lagi. Tug kiok, nong! Kemarahan Kera memuncak. “Plak!” Ia memukul perutnya keras-keras. “Aduh, aduh…!” Kera mengerang kesakitan, lalu pingsan. “Maaf, Kera!” kata Kura-kura yang tiba-tiba muncul dari persembunyiannya. “Yang bernyanyi itu bukan perutmu yang kenyang dan bengkang, tetapi perutku yang lapar.” (Bali)

ampu-lampu cantik ini bisa ditemui di Karunia Dewata Pot di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Padanggalak, Denpasar. Sekilas, tampilan lampu-lampu taman ini mirip dengan batu Yogya putih. Demikian juga dengan

pot dan dudukan pot. Proses pembuatan kerajinan tersebut menggunakan cor-coran dengan rangka besi yang dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah cetakan dasar jadi, baru kemudian dilapisi dengan campuran semen putih dan mil. Kemudian, untuk mendapatkan

tekstur-tekstur tertentu pada bidang kap lampu, pot, maupun dudukan pot dikerjakan sangat sederhana. Untuk aksen titik-titik pada daun misalnya, dibuat dengan cara memukul-mukulkan beberapa paku yang tertancap dalam sebuah alat pukul (seperti palu). Perlakuan ini terkesan melukai bidang objek, yang akhirnya memberikan hasil tekstur berlubang-lubang pada bidang datar pot. Demikian juga dengan tekstur garis-garis, dikerjakan dengan memukul-mukulkan alat (seperti cangkul kecil) ke bidang objek. Hasilnya bisa dilihat sendiri, artistik. – Inten Indrawati

17


18

Life

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Menjamurnya tempat-tempat nong­krong belakangan ini di Singaraja tentu menimbulkan per­s aingan. Ada yang memiliki kelebihan dari segi menu yang ditawarkan, keunikan rasa, harga yang terjangkau, hingga tempat dan konsep unik yang ditawarkan. Semakin banyak keunikan dan kelebihan yang dimiliki akan berbanding lurus dengan jumlah pengun­jung yang dapat ditargetkan.

Kantin Tepi Bukit

Harga Sesuai Kantong

Gema Musabaqoh Tilawatil Qur’an, sinar Kalamulloh. Cinta kami pada Allah dan rasulnya tak terbendung lagi. Sekian lama kami menunggu datangnya pancaran illahi baldatun toyyibatun warobbun gofur cita-cita kita. Sambut Musabaqoh Tilawatil Qur’an Pancaran Ilahi. Empat puluh tiga tahun kami menunggu kini engkau datang. Gemah ripah negeri ini damai sejahtera selalu baldatun toyyibatun warobbun gofur Nusa Tenggara Barat. Gema Musabaqoh Tilawatil Qur’an sinar kalamullooh. Cinta kami pada Allah dan Rosulnya semakin tak terkira. Sekian lama kami menunggu datangnya pancaran Illahi, baldatun toyyibatun warobbun gofur nusatara jaya. Sambut Musabaqoh Tilawatil Qur’an Wahyu Kalamulloh Nusa Tenggara Barat Menyambut Bahagia Penuh Suka Cita. Gemah ripah negeri ini damai sejahtera selalu baldatun toyyibatun warobbun gofur cita-cita kita….. cita-cita kita……

I

S

alah satu tempat yang saat ini ramai menjadi perbincangan adalah Kantin Tepi Bukit. Sesuai dengan namanya tempat ini memang tempat makan yang sangat sederhana dengan berbagai menu yang biasa disediakan oleh sebuah kantin. Akan tetapi letaknya yang berada di bukit, membuat tempat ini sangat indah. Kantin ini dibangun di atas bukit yang letaknya cukup tinggi sehingga dataran yang berada dibawahnya akan terpampang secara nyata. Kanti ini terletak di Desa selat, Singaraja. Warung ini marak diperbincangkan sekitar bulan November tahun 2015 lalu. Waktu tempuh untuk menuju temapat ini hanya 20 menitan dari pusat kota Singaraja. Jalan berkelok dan tikungan tajam

Story

akan menghiasi perjalan dari awal memasuki desa, maka dari itu bagi Anda yang pertama kali ke tempat tersebut disarankan untuk tidak datang pada malam hari. Minimnya penerangan dan melewati jalan sepi tentu akan memberi sensasi tersendiri bagi kalian yang datang sendiri. Kantin Tepi Bukit biasanya dibuka menjelang sore, sebab lebih asik karena pengunjung akan melihat matahari terbenam. Salah seorang pengunjung, Eka

Santika mengatakan mengetahui tempat tersebut dari postingan yang diunggah oleh temannya di media sosial. Selain itu, tempatnya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya membuat Eka sering berkunjung ke Kantin Tepi Bukit. “Yang membuat saya datang lagi, karena tempatnya yang indah, pemandangan bagus,” ujarnya. ia menambahkan jika dalam keadaan yang penat, datang ke tempat tersebut dapat meringankan dan merilekan pikiran. Selain da-

pat melihat pemandangan, harga yang sesuai dengan kantong juga merupakan salah satu alasan ia menyukai tempat ini. Sementara itu dikatakan pengelola Tepi Bukit atau Kantin Tepi Bukit Komang Wiriasa di konfirmasi mengatakan Tepi Bukit ini digagasnya dari dua tahun lalu, dirinya melihat potensi wisata di lokasi Tepi Bukit ini. Meskipun banyak beranggapan lokasi itu sebelumnya terkenal seram dan menakutkan karena berada di

tengah hutan Desa Selat akan tetapi dirinya beranggapan lain bahwa Tepi Bukit itu nantinya bisa menarik wisatawan berkunjung. Dikatakanya saat ini pengelolaannya masih dalam tahap penataan tempat agar lebih aman dan nyaman serta menarik minat pengunjung. Selain itu pihaknya sudah mengajukan usulan di pihak desa agar nantinya lokasi Tepi Bukit tersebut bisa memberikan kontribusi ke Desa sebagai Obyek Wisata.-Wiwin

Tak Fanatik dengan Aliran Musik Band asal Buleleng yang satu ini memang terbilang sangat baru, akan tetapi kecintaanya terhadap musik sudah dimiliki oleh masing-masing personil sejak lama. Berkecimpung dalam dunia musik memang sudah lama dilakukan oleh masing-masing personil, akan tetapi baru membentuk sebuah band ketika melihat perkembangan musik dan band-band yang ada di Singaraja. Terbentuknya band ini sebagai wadah untuk menyalurkan inspirasi dalam sebuah

lagu. D’Gata sendiri merupakan sebuah nama yang diambil dari singkatan yaitu, D’ adalah Dencarik sebagai nama derah asal para personilnya, G’ merupakan Gusti (vokal sekaligus gitar), A’ merupakan Agus (lead gitar), T’ merupakan Tangkas (bassis), dan A’ terakhir Agus Kusuma (drummer). Sebelum memiliki formasi seperti saat ini, band ini sempat bergonta-ganti personil dan penambahan personil juga. Hal ini disebabkan oleh kesibukan masing-

masing personil dan perbedaan visi di dalamnya. Maka dari itu, saat ini menghargai pendapat orang lain sangat diutamakan dalam sebuah band. Apalagi dalam penciptaan lagu, mereka menambahkan tidak pernah memaksakan kehendak agar lagu yang diciptakan dapat digunakan. “Jika lagu yang ditulis sudah selesai, kami bicarakan dengan yang lain dan satu hal jangan egois dalam berpendapat,” papar sang vokalis. Mengusung genre pop alternative, saat ini D’Gata hampir menyelesaikan album perdananya. “Di album pertama ada 9 lagu, namun yang sudah direkam sudah 5 mudah-mudahan segera bisa diselesaikan,” ujar Gusti sang vokalis. Dalam berkarya, mereka mengutamakan pembuatan lagu jika lagu sudah kelar maka proses perekaman dapat difokuskan. penggunaan bahasa Bali dalam lagu-lagu yang diciptakan merupakan bentuk dari pelestarian bahasa itu sendiri. “Sebagai orang Bali tentunya kalau menggunakan bahasa Bali itu lebih fasih dibandingkan bahasa Indonesia,” imbuh Gusti. Selain tema cinta, D’Gata juga menyisipkan lagu-lagu yang mengambil tema

sosial, di antaranya Tetep Bersyukur. Menurut mereka dalam kehidupan terkadang orang-orang tidak bisa menikmati apa yang dimiliki karena tidak bisa mensyukuri. “Namanya usaha kadang hasilnya banyak kadang juga tidak, cenik gede tetep bersyukur,” ujar Gusti. Bagi D’Gata mereka tidak pernah fanatic dengan genre musik yang diusung. Meskipun beraliran pon alternative mereka tanpa ragu juga membuat lagu yang bergenre reggae maupun rock alternative. “Buat kami yang mendengarkan musik kan bukan yang suka genre pop saja tetapi juga ada bermacam-macam genre. Jadi kami ingin memenuhi semua keinginan pendengar,” tambah Agus Kusuma. Ditanya soal tawaran manggung, pihaknya mengakui jika saat ini masih sangat minim pengalaman manggung. Hal ini dikarenakan tawaran manggung yang datang belum diterima sebab mereka ingin memfokuskan dulu merampungkan album perdananya. “Kami belum menerima, kalau semua sudah rampung kami akan usahakan untuk mengisi tawaran manggung dari manapun,” tandasnya. -Wiwin

ni adalah syair lagu berjudul Sambut MTQN 2016 yang merupakan produksi karya kru Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat. Syair lagu ini ditulis oleh H. Wirajaya Kusuma, Kabag. Pemberitaan dan Informasi Komunikasi dan Tarmidzi Kasubag Pengolahan Data Bagian Pemberitaan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, kemudian dinyanyikan oleh staf Humas yang juga seorang vokali band, Lalu Edi Setiawan. Lalu Edi Setiawan yang tergabung dalam E’ed and Friends mengaransemen lagu ini dalam versi band kekinian. Sebelum single ini lahir, Humas dan Edi sempat mengeluarkan aransemen ulang lagu Mars MTQ dalam versi band kekinian. Setelah puluhan tahun Mars MTQ yang akrab di telinga masyarakat itu diperdengarkan dalam versi aslinya, tahun ini “di dapur” Humas dan

Sudut Pandang

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Aransemen Lagu Kekinian

Protokol Setda Prov. tuan rumah MTQ NTB, lagu tersebut nasional setelah 43 tampil dengan nuantahun lalu juga persa baru, renyah dan nah sukses sebagai akrab menyapa semua tuan rumah dalam kalangan. Dengan voeven yang sama, tacal Edi yang lembut, hun 1973. “HaraMars MTQ dalam pan besar sebagai versi band kekinian tuan rumah, semoga menjadi begitu dekat MTQN membawa di hati dan mudah dikeberkahan bagi terima terutama pada NTB yang beriman, lingkungan anak-anak berbudaya dan bermuda. Lagu ini sendaya saing,” ungkap gaja dibuat untuk meWirajaya. nyosialisasikan sekaliBiro Humas dan gus menyemarakkan Protokol Setda. Prov. MTQN 2016. NTB menjadi salah Sebagai vokalis, satu tempat yang palEdi cukup berpen- Kabag. Pemberitaan Komunikasi dan Informasi Biro Humas dan Protokol ing sibuk tiap kali galaman dalam hal ini. Setda NTB, H. Wirajaya Kusuma (berdiri), Lalu Edi Setiawan (tengah) dan NTB menjadi tuan Bersama grup band Kasubag. Pengolahan data Bagian Pemberitaan Biro Humas dan Protokol, rumah kegiatanVirtual yang pernah Talmidzi (kiri), merilis single religi Sambut MTQN 26. kegiatan berskala dibentuknya tahun 2005 nasional. Di bawah sampai terhenti tahun 2010 akibat kes- diri melahirkan karya untuk mendu- komando Kepala Biro Humas dan Proibukan masing-masing personilnya, ia kung dan menyukseskan pelaksanaan tokol Setda. Prov. NTB, 87 personil biro sempat dikenal ketika melahirkan dua MTQN 2016. Biro Humas dan Pro- yang terbagi dalam bagian pemberitaan album Pop Sasak berjudul, Mase Beru tokol ini rupanya tidak ingin ketinggalan dan infirmasi komunikasi, bagian dokudan Sasak Model Pop. Dua album ini untuk ambil bagian tidak hanya pada mentasi dan perpustakaan serta bagian berisi lagu-lagu pop berbahasa Sasak. tugas-tugas pokoknya melainkan juga protokol ini bekerja siang dan malam, Edi juga pernah mendapat keper- melahirkan single yang kemudian turut khususnya pada hari-hari menjelang cayaan untuk mengaransemen dua lagu menyemarakkan pelaksanaan MTQN pelaksanaan kegiatan. karya ulama kharismatik Lombok, Tuan 2016 yang berlangsung di Mataram Nusa Sehari menjelang pembukaan MTQ Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Tenggara Barat. Nasional 2016, hingga lewat tengah malam, Abdul Madjid atau yang dikenal dengan Wirajaya Kusuma mengungkapkan ruangan Humas masih padat dengan berMaulana Syaikh. Lagu berjudul Pacu bahwa lahirnya single ini diharapkan bagai aktivitas. Mereka inilah sosok-sosok Gamak dan Salut Jahid aslinya bernu- dapat memberikan kesan dan ansa kasidah kemudian dirilis dalam kenangan baik bagi peserta versi akustik band di tahun 2015. Karena maupun bagi NTB sebagai tuan penga­laman itulah membuat Edi dengan rumah, karena lagu ini akan mudah dapat menyelesaikan single Sam- bergema sepanjang kegiatan but MTQN 2016 dengan relatif cepat. MTQN berlangsung. Dari lagu Di tengah kesibukan yang terus ini tergambar rasa gembira dan memuncak sebagai panitia MTQN 2016, suka cita dalam menyambut personil Humas masih menyempatkan kembali suksesnya NTB sebagai

Sesuaikan dengan Kepentingan dan “Budget” Singaraja sebagai kota pendidikan yang memitersebut, baik itu pada saat seorang diri, maupun pada liki daya tarik yang luar biasa, baik bagi masyarakat saat kongkow bersama teman. Selain itu pula memilih Buleleng maupun orang luar buleleng untuk melantempat tongkrongan harus disesuaikan dengan budget jutkan pendidikan anak-anaknya dikota ini. Maka serta kepentingan dari tongkrongan itu. “Jika hanya jangan heran jika dikota ini akan untuk melepas penat bersama teman, menjamur tempat-tempat yang tongkrongan yang biasa pun gak masalah, dijadikan lokasi untuk hangout ucap wanita yang menjadi juara 2 lomba sebagai tongkrong bagi anak Dharma Wacana Festival Nasional Bhagamuda, rekan kerja atau pasanvad Gita Tahun 2014 di Denpasar. Namun, gan sekalipun, dari yang murah menjamurnya tempat-tempat tongkronmeriah sampai pada taraf yang gan yang merogoh kocek cukup dalam berkelas. Hal tersebutlah yang baginya sah-sah saja. Bagi Eka sendiri hal disampaikan Luh Eka M. Juliantersebut hanya dilakukan sesekali waktu ingsih P. SE, SPd.H, MPd,H yang saja, mengingat kalau hanya untuk melepas merupakan dosen luar biasa di penat tidak harus mahal, karena jika terus Sekolah Tinggi Agama Hindu mengikuti keinginan, keinginan seseorang Negeri (STAHN) Mpu Kuturan tidak akan pernah habis-habisnya. “Sesekali Singaraja. waktu kita bisa mencoba untuk nongkrong di tempat yang berbuget tinggi, lanjutnya. Jadi Gadis yang lahir 26 tahun tetap harus ada self control sehingga semua yang lalu tepatnya di Praya 22 kebutuhan dapat terpenuhi. Juli 1990 ini mengatakan salah satu tempat tongkrongan favorMenurut dosen yang akan segera itnya yaitu Pantai Penimbangan menyelesaikan kuliah Doktor Pendidikan (PP). Pantai Penimbangan Agama Hindu di Pasca Sarjana Universitas merupakan salah satu temHindu Indonesia Denpasar ini, selain kepat yang sudah dikenal oleh nyamanan menjadikan PP sebagai tempat masyarakat di Buleleng karena favorit karena aneka menu dan harga yang Luh Eka M. Julianingsih P. tempatnya yang nyaman dan ditawarkan. Menurutnya, menu yang berasik untuk melepaskan penat. Menurutnya PP meruvariatif sangat memengaruhi keinginan pengunjung sebab pakan tempat yang bagus untuk memperoleh inspirasi ada banyak pilihan dari menu anak-anak hingga dewasa. terkait dengan disertasi (S3) yang sedang dikerjakan. Jarak rumah dengan tongkrongan di Pantai penimbangan, Ibaratkan kata pepatah, sekali mendayung, dua tiga tidak mempengaruhinya keinginannya untuk sering menpulau terlampaui. Jadi sekalian melepaskan penat, saya gunjungi tempat ini. juga sering nongkrong disekitar sini untuk melihat Alasan lain ia menyukai tempat ini adalah pengunbagaimana para kaula muda menghabiskan waktu jungnya yang tidak pernah sepi. Tempat yang bukannya mereka di PP (Pantai Penimbangan) terkait dengan setiap sore ini selalu dibanjiri pengunjung baik anak muda urusan disertasi (S3) yang tengah saya kerjakan Ujar hingga dewasa. Apalagi fanorama yang ditawarkan begitu Eka sapaan akrabnya. memikat, pantai dan sunsetnya. Ketika waktu senggang Ketika memilih tempat nongkrong, anak dari maupun stress melanda, Eka sering menghabiskan waktu pasangan Dr. Drs I Nyoman Murba Widana, M.Ag untuk duduk-duduk di pinggir pantai Penimbangan pada dan Dra. Ni Komang Astuti ini mengatakan sangat saat sore hari sembari menikmati suasana pantai dan memerhatikan kenyamanan saat berada ditempat sunsetnya, tandasnya.-Wiwin

7

di balik layar suksesnya kegiatan-kegiatan Nasional di Provinsi NTB. Dalam kepanitiaan MTQN 2016, biro ini menangani publikasi dan dokumentasi serta undangan juga mengkoordinir insan pers yang melakukan peliputan selama kegiatan berlangsung. Demi kelancaran pekerjaan ratusan wartawan yang melakukan peliputan, Biro Humas bekerja sama dengan Kementrian Agama RI dan Kementrian Kominfo RI serta dibantu Dinas Kominfo NTB, membuat sebuah Media Center yang representatif dengan fasilitas yang lengkap. Kerja wartawan diupayakan untuk difasilitasi dengan semaksimal mungkin. “Ada sebuah media center yang permanen, ada laptop dan 16 komputer yang bisa dipergunakan oleh para wartawan serta jaringan internet. Selain itu ada juga ruang konfrensi pers dan ruang kerja bagi wartawan yang membutuhkan,” ungkap Wirajaya yang ditemui di sela-sela kesibukan persiapan MTQN. Keberadaan media center (MC) ini untuk yang pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan MTQN. Selain untuk mendukung kerja wartawan, media center juga dibuat untuk mengoptimalkan perangkat teknologi digital guna memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi. “Seluruh infomasi terkait dengan penyelenggaraan MTQN dapat diperoleh di MC, seperti jadwal agenda, buku panduan, dan video-streaming dari seluruh venue,” ungkapnya. Selama berlangsungnya MTQN 2016, MC akan beroperasi setiap hari dari jam 09.00 21.00. -Naniek I. Taufan


6

Woman on Top

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Yang Penting bisa Berfoto Saat ini ada tren di kota-kota besar, semakin marak munculnya tempattempat nongkrong dengan konsep yang menarik. Hal ini memudahkan setiap orang untuk memenuhi salah satu kebutuhan orang dalam menjalin interakasi dan berkumpul di suatu tempat.

L

antas tempat nongkrong atau kongkow seperti apa yang menjadi pilihan dua desainer berikut ini. Bagi seorang Rhea Cempaka, tempat yang didatanginya, mestik punya konsep dengan sua-

Ratih Dwi Permata

sana yang apik dan asyik untuk fotoan. Sebab, biasanya setalah makan dan ngobrol, Rhea dan para sahabatnya selalu sempat membuat dokumentasi untuk kemudian di pajang di medsos. Selain itu, katanya tempat nongkrong tersebut juga punya harga yang pas, ada wifi itu pasti, pelayanan atau servisnya menyenangkan. Yang penting lainnya juga adalah sajian hidangannya.

Menunya boleh saja tidak besar porsinya tapi masakannya mesti fushion food. Menurut Rhea ada beberapa tempat yang suka di datanginya di kawasan Renon dan Kuta. Dikatakannya, sebaiknya setiap tempat nongkrong memiliki tempat selfie, mengingat kebutuhan selfie semakin banyak. Seperti Alila Seminyak misalnya, kata Rhea menyebut salah satu lokasi yang disukainya. Tempatnya bagus, suasana oke , pelayannya ramah selalu siap dan bersedia dimintain tolong termasuk motret meski sampai berkali-kal, ujarnya tertawa. Selanjutnya Rhe mengatakan selain menikmati kebersamaan, jika suasana di lokasi nongkrong mendukung, bisa juga memunculkan ide kreatif untuk sebuah desain, Seperti saat dirinya berada di Alila Seminyak, suasana pantainya berhasil membersitkan ide untuk mengangkat tema warna biru yang kemudian digunakannya untuk fashion show di ajang Himpi Fashion Week di Beachwalk, Kuta. Begitu pula dengan desainer muda Ratih Dwi Permata yang biasa disapa DP ini, mengkau

menyukai beberapa tempat nongkrong. Kalau tempat makan, katanya ia suka NOOK di Umalas, dengan pemandangan sawahnya. Bagi lulusan S1 Desain Mode dan Busana IKJ ini, tempat nongkrong dengan pemdangan alam di sekitarnya mampu membikin suasana hatinya adem. Seperti yang di NOOK, selain situasi lingklungannnya ia juga cocok dengan situasi kantong yang terjangkau, situasi hidangan makanan serta situasi fasilitasnya. Namun pada kesemptan lain ia juga suka menikmati kopi di Mangsi, Renon. Katanya, di sana tempatnya nyaman, luas, pencahayaannya cukup memadai buat menggambar asyik dan wifinya juga oke. Saat ini yang namanya wifi adalah kebutuhan paling penting, sebelum pilihan lainnya, cetus DP. -Sri Ardhini

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Event International Prepcom UN Habitat III yang diselenggarakan di kota Surabaya mem­ bawa berkah tersendi­ ri bagi sebagian warga sekitar, salah satunya adalah para perajin batik Alam Pesisir (Alsier) atau biasa dikenal dengan ba­ tik Wonorejo. Melalui Festival Mangrove ini ramai dikunjungi baik dari Delegasi Pre­p ­ com3, wisatawan dan masyarakat sekitar.

“ Sudah level berapa sekarang??? Di daerah mana ya ada banyak pokemon nya?? Begadang sampai jam berapa kemarin buru pokemon?....” Itulah pertanyaan-pertanyaan yang sering saya dengar satu bulan terakhir ini… Haaaa… ayoooo… pembaca setia ada yang senyum senyum tentunya… ( termasuk golongan pemburu pokemon juga tentunya ya.. hehehehe). Terlepas dari positif dan negatifnya permainan itu, saya akan membuat suatu perumpamaan dalam dunia service/ layanan tentang keseruan layanan ala pokemon. Saya masih ingat ketika memberikan motivasi & training di beberapa perusahaan, dan salah satunya di industri kerajinan perak dan emas yang diklaim terbesar di Asia Tenggara. Di mana karyawannya mencapai lebih dari 400 orang. Manajemen perusahaan itu menginginkan yang dijual dan dikenal bukan hanya sebuah produk, tetapi dengan persaingan produk yang begitu ketat saat ini, harus ada sisi yang lebih ditonjolkan lagi, yaitu Layanan. Dalam beberapa buku terbaru tetang layanan yang saya baca, dan dari pengalaman lebih dari 27 (dua puluh tujuh ) tahun mengabdi di perbankan, hubungan antara pelayan dan pelanggan itu bisa kita urutkan seperti tangga. (Agni S Mayang Sari : Hearty Service ) Mari kita uraikan dengan contoh satu persatu. “Bu Wayan, kalau boleh saya tahu,.. kenapa Ibu memilih menjadi pelanggan di perusahaan ini”.. Itu pertanyaan saya kepada salah satu pelanggan yang saya temui untuk saya jadikan sample ( contoh secara acak ). Jawab Ibu

Wayan… “Ya.. saya lihat dan dengar promosinya gencar. Jadi saya ingin tahu, seperti apa barangnya dan layanannya. Yaaa.. sekedar ikut-ikut teman saja.”… Naaahh kalau kita sudah mendengar seperti itu jawaban dari seorang pelanggan, kita taruh dia sebagai pelanggan dengan tangga yang paling bawah, yaitu ” to know”. Atau kita artikan dengan pelanggan yang hanya sekadar tahu tentang wujud atau sosok kita, tentang produk yang kita layani. Dan, itu hanya sekadar ikutikutan saja. Pernah suatu saat staf saya di kantor (bank) minta izin karena diundang oleh pelanggannya (nasabah) untuk menghadiri pesta pernikahan dari anaknya. Dan di sana staf saya dikenalkan dengan tamu yang datang saat itu dan tentu juga dengan keluarga lain yang kebetulan bertemu di pesta. Kalau kita masukkan dalam tangga hubungan dengan pelanggan, saya bisa katakan pelanggan itu sudah ada pada tangga yang lebih tinggi dari cerita sebelumnya di atas. Dan saya namakan sekarang tangga ini adalah “To live”. Dimana dapat kita artikan adalah pelanggan yang mulai senang dengan keberadaan kita sebagai pelayan dan sudah menceritakan tentang kita ke lingkungannya. Juga sama sekali tidak terganggu dengan telepon atau kehadiran kita. Ini tangga hubungan yang kedua. “Waaahh lipstiknya baru ya… ? “ pertanyaan saya ketika pagi-pagi melihat staf saya memakai lipstik dengan warna yang lain dari biasanya..(Saya termasuk orang yang sangat perhatian dengan penampilan para staf di kantor ).. Kemudian dijawab oleh staf saya.. “Ya baru Bu.. diberi oleh-oleh dari Bu Ade, sepulang beliaunya jalan-jalan ke Eropa”… hmmmmm… Kalau contoh cerita seperti ini

L

ilik salah satu perajin batik mengaku senang karena batik mereka laris diborong tamu dari luar negeri. “Dalam satu hari ini ada sekitar 10 lembar kain sudah terjual,padahal untuk hari biasa kita mampu menjual 10 kain dalam waktu satu bulan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan event seperti ini sangat berpengaruh terhadap omzet penjualannya. “Bersyukur, cuman agak sedikit

kecewa karena kunjungan ke Mangrove cuman sebentar. Andai kata waktunya agak lama mungkin batik saya akan lebih banyak terjual” Tambahnya sedikit dengan nada menyesal. Disisi lain, wakil ketua UMKM kecamatan Rungkut, Mulyono mengungkapkan bahwa dirinya agak kecewa karena ia beserta rekannya berencana untuk menunjukkan proses melukis batik kepada para Delegasi Prepcom3, namun oleh para

Rhea Cempaka

bahkan lupa dalam keadaan yang bahaya, tetap saja berburu Pokemon.. heheheheh… tentunya tidak se ekstrim itu ya…!!!! (ambil dari segi positifnya). Layanan ala Pokemon dalam tangga hubungan pelayan dengan nasabah adalah tangga yang paling tinggi dari empat (4 ) tangga hubungan yaitu, to know (sekedar ingin tahu), to live (sudah merasa nyaman), to love (sudah memberi referensi) dan yang tertinggi to be legacy (yang dicari/ menciptakan memoriable). Para pembaca Dhani’s Art In service,… Ingat … dalam bekerja seperti dalam sebuah buku dengan judul “Kubik Leadership” yang saya baca, Hasil Usaha Manusia terbagi menjadi dua. Yaitu hasil usaha yang tampak dan hasil usaha yang tidak tampak, (kita sebut dengan POTENSI). Saat kita bekerja hasil yang tampak adalah gaji, bonus, insentif, uang lembur dan sebagainya. Yang dapat kita nikmati setiap minggu/bulan. Sedangkan hasil usaha yang tidak tampak yang merupakan suatu potensi adalah… HUBUNGAN yang baik, Kepercayaan, Loyalitas para pelanggan kita terhadap sosok kita yang tentunya berdampak kepada perusahaan kita bekerja. Dan itu jauh lebih berarti karena akan membawa kita ke masa depan yang lebih baik dari value yang kita ciptakan kepada pelanggan. Jadi… ayo.. Mari kita ciptakan layanan yang selalu dicari orang seperti layaknya orang berburu Pokemon. Dan… hasilnya akan kembali pada kita yang berdampak tentunya kepada perusahaan dimana kita bekerja. Ingin lebih lengkap lagi uraian dan penjelasannya? Silahkan kontak manajemen kami dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP, Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani srisumahardani3sp@gmail.com

Semua Ada Risikonya Yosefine Nandy

Salam Senyum,

Kenalkan Batik Wonorejo pada Turis Asing

Delegasi hanya dihampiri saja. “Sebenarnya harapan saya, para delegasi yang datang tidak hanya sekedar lewat saja, namun saya inginnya ada interaktif, melukis bersama nantikan hasilnya bisa dibawa pulang ke negaranya sebagai buah tangan” ujar Mul pekan lalu disela-sela kegiatan Festival. Walaupun demikian pihaknya memaklumi karena para delegasi terburu-buru mengejar waktu untuk pertemuan selanjutnya. “Kami menyadari mungkin karena waktu mereka mepet jadi terkesan buru-buru,” ungkapnya dengan nada legowo. -Yenny Noer R

Layanan ala “POKEMON” saya kembali menghubungkan dengan tangga hubungan antara pelanggan dan pelayan. Dan saya artikan dengan “To Love”. Dimana kita sebagai pelayan sudah mendapat tempat dihati pelanggan.Bahkan dia sudah memberikan referensi ke keluarga, kerabat dan lingkungannya tentang keberadaan kita. Pelanggan seperti ini sangat memudahkan kita dalam mencari pelanggan baru tanpa harus bersusah payah kemana-mana. Ini mulai membuktikan bahwa pelayan bisa menjadikan ujung tombak dari sebuah marketing/penjualan. Cerita lain ketika sebuah perusahaan membuat survei tentang layanan yang diberikan kepada pelanggannya. Seorang pelayan yang memang keliatan paling peduli, paling ramah dan paling sigap penuh antusias mendapat nilai paling tinggi. Dan luar biasanya lagi dia ternyata memberikan “memoriable “ yang sangat melekat kepada para pelanggan. Bahkan para pelanggan tersebut seperti dalam istilahnya “bedol desa” terhadap pelayan itu. Artinya ketika pelayan itu pindah ke tempat lain, maka secara langsung para pelanggan akan mengikutinya. Dan juga para pelanggan tersebut sudah membela “berdarah-darah” jika ada orang lain yang berusaha menjatuhkan atau membuat kesan yang negatif terhadap sosok orang tersebut. Ini saya artikan dalan hubungan dengan pelanggan adalah “TO BE LEGACY”. Sebuah tangga hubungan yang paling tinggi . Di mana si pelayan sudah menjadi idola pelanggan, dicari kemana-mana seperti judul tulisan saya menjadi pelayan ala “POKEMON”.. Naaaahhh.. terjawab sudah ya sekarang.. Layanan seperti apa Pokemon itu? Jadikanlah kita sebagai pelayan sampai menciptakan memoriable… memberikan kesan yang indah... sehingga kemana pun kita akan dicari oleh pelanggan kita. Bahkan sangat ekstrim jika kita umpamakan dengan Game Pokemon, yaitu sampai di jalan, begadang, nabrak-nabrak,

19

Memiliki wajah cantik nan ramah. Itulah kesan dari sosok wanita multitalenta Yosefeni Nandy. Meski masih muda, wanita yang pernah menekuni dunia catwalk ini selalu semangat untuk menca­ pai keinginannya. Tentunya, dengan kerja keras penuh semangat dan royalitas tinggi merupakan sikap yang harus ditanamkan dalam benaknya. Perempuan kelahiran Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) ini berani menerima tantangan yang berat sekalipun. Yakni, dengan menjadi public relation (PR) hotel bintang lima ini merupakan tantangan tersendiri. “Saya tahu jabatan PR sangat berat. Seorang PR itu harus bisa menggapai relasi, memperluas komunikasi hingga royal terhadap klien. Ini pekerjaan yang enjoy,” kata Yosefine. Bakat Yosefine, berangkat dari dunia model. Tetapi, tidak menyurutkan niat­ nya menjalin komunikasi yang luas dibidangnya saat ini. PR dimata Yosefine, adalah membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukung­ an, dan kerjasama antara organisasi dan publik, klien dengan saling menguntungakan antar kedua be­ lah pihak. “Motivasi itulah yang terus saya kembang­ kan dalam industri perhotelan,” kata Yosefine yang kini tercatat sebagai Marketing Comunucation JW Mariott Hotel Surabaya ini. Karena berhubungan langsung dengan masyarakat maupun klien pengunjung. Dimana fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap pub­

lik atau tamu mengidentifikasikan kebijaksanaankebijaksanaan dan prosedur-prosedur seorang individu atau sebuah organisasi berdasarkan ke­ pentingan publik maupun klien, dan menjalankan pengertian dan pelayanan yang klien atau tamu perlukan. Dengan didasari komunikasi, psikologi, sosial dan marketing, untuk membentuk agar perusa­ haan atau lembaga, nama dan manajemen­ nya menjadi disukai dan dapat dipercaya oleh publiknya.”Bila dijabarkan tentu berat dan harus dimiliki seorang ahlinya. Namun, itu tantangan bagi saya untuk tetap menjalin komunikasi yang luas dengan beragam antargolongan,” ujar Yosefine, mantan duta wisata Balikpapan Kaltim periode 2005-2009 ini. Begitu di dalam perhotelan, harus mampu membawa citra hotel ini dengan baik terhadap para klien dan tamu dengan service yang prima agar mereka senang. Sesuai dengan pelayanan yang tamu butuhkan. Mulai meeting room, ka­ mar hotel yang memadai sesuai dengan standar internasional yang dimiliki. Yosefine mengaku JW Marriot memiliki kamar hotel kelas high class Presidential Suite, Carment Suite hingga Deluxe Suite untuk kelas standarnya. Ia punya prinsip, memberikan apa yang dibutuhkan ini senantiasa berfokus pada pemberian pelayanan terbaik untuk para customer-nya. Ini terbukti de­ ngan adanya berbagai bonus penambahan benefit yang diberikan untuk para customer dan fasilitas hotel kelas bintang lima internasional. “Semua pekerjaan memiliki risiko, tapi semua itu dijalani dengan ikhlas dan tekun. Aku meyakini akan bisa mudah melewatinya, meski saya sendiri baru 5 tahun bergelut di industri hotel ini yang merupakan tantangan tersendiri bagiku untuk dapat meraih sukses di bidang PR ini,” pungkas Yosefine. -Antonius Andika


20

Nine

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Mengalir tanpa Paksaan

Benar kata pepatah, “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Itulah yang tampak dari Ayu (16) dan Karishma Maharani (15), yang mewarisi minat, bakat dan aktivitas ibu mereka. Lahir dari pasangan Muhammad Amin (43) dan Prima Damayanti (43), Karishma telah menunjukkan minat dan bakatnya secara alami terhadap Bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar. Minat dan bakat itu sesungguhnya tidak banyak didorong oleh ibundanya Prima Damayanti yang merupakan salah seorang guru dan instruktur nasional Bahasa Inggris di Nusa Tenggara Barat.

M

inat tersebut, menurut Prima, mengalir saja seperti air karena Karishma tidak tampak menggebu-gebu untuk memperdalam Bahasa Inggris. Namun dari minat alami itulah yang seungguhnya kemudian mendorongnya memiliki kemampuan dalam bercerita dalam Bahasa Inggris (story telling). Inilah yang membuat siswa kelas dua SMPN 1 Bolo ini akhirnya keluar sebagai Juara I dalam lomba bercerita Bahasa Inggris yang mewakili Kabupaten Bima dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan berlangsung minggu pertama di bulan Agustus 2016 mendatang. Sebagai ibu, Prima mengamati dan melihat kecenderungan Karishma terhadap Bahasa Inggris, ia kemudian menyarankan (tidak memaksa) agar anaknya itu memperdalam Bahasa Inggris dengan mengambil kursus di luar jam sekolah. Prima seharusnya bisa mengajar sendiri anaknya untuk memperdalam Bahasa Inggris, namun itu tidak ia lakukan melainkan sengaja menyarankan untuk kursus di tempat lain demi memberikan keleluasaan terhadap Karishma dalam menemukan dan menumbuhkan sendiri minatnya secara alami. “Kalau dengan saya ibunya tentu potensi yang ada dalam dirinya tidak akan tumbuh alami karena jelas akan ada hubungan emosi yang kuat yang bisa sewaktu-waktu membuatnya manja sehingga potensinya tidak bisa berkembang alami. Namun jika ia mengikuti kursus, tentu saja di sana ada tanggung jawab yang berbeda yang mengikutinya,” kata Prima. Sebagai ibu, Prima hanya perlu terus memberinya motivasi agar minatnya

itu semakin kuat. Prima membiarkan anaknya menemukan sendiri minat dan bakatnya dengan caranya sendiri. Saat berada di rumah Karishma senang mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris yang kemudian membuatnya tertarik untuk memahami liri-lirik lagu tersebut. “Dari sana dia belajar begitu saja,” kata Prima. Melihat kecenderung dan minat tersebut, akhirnya tiap ada lagu baru yang rilis, Prima selalu menawarkan pada anaknya itu untuk mendengarkannya. “Dia sangat lekas dalam menghafal lagu-lagu baru tersebut,” ujar Prima yang kerap sambil berinteraksi dalam keseharian ber-

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Sri Mulyani

5

Pulang demi Indonesia

Welcome back Sri Mulyani! Itu lah kata-kata yang paling banyak diucapkan masyarakat maupun para tokoh menyambut masuknya kembali wanita ini dalam pemerintahan. Presiden Joko Widodo berhasil ‘membawa pulang’ salah satu putri terbaik bangsa untuk mengabdi pada negeri sendiri.

tanya kepada Karishma tentang apa yang disampaikan dalam lagu-lagu baru tersebut. Banyak mendengar membuat Karishma memiliki kelebihan dalam ucapan yang untuk ukuran anak usia SMP sudah tepat. “Untuk anak usia SMP pengucapannya sudah relatif tepat,” ungkap Prima. Tampaknya di sinilah letak keunggulan Karishma saat bercerita dalam Bahasa Inggris. Ia juga cukup percaya diri ketika tampil dalam lomba-lomba. MENEBAR VIRUS Minat dan kecenderungan seorang ibu juga menurun pada Ayu, putri semata wayang dari Nyayu Ernawati, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram yang juga aktivis anak. Dalam berbagai kesempatan, Nyayu dan Ayu seperti dua orang yang sahabat. Ibu dan anak ini selalu kompak, pun dalam beraktivitas. Seperti halnya Prima, Nyayu juga tidak pernah memaksa anaknya untuk mengikuti apa yang telah dilakoninya selama ini. Namun Nyayu menebar “virus” aktivis kepada anaknya itu. Tidak mudah memang bagi Ayu pertama kali menerima sang bunda banyak sibuk menghabiskan waktu bersama anak-

Inspirasi

“S

aya merasa terhormat diminta kembali. Saya siap bekerjasama dengan menteri lainnya di sisa masa jabatan kabinet ini,” ucap Sri Mulyani yang dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Rabu (27/7) pekan lalu. Lewat akun linkedin miliknya, mantan Managing Director and Chief Operating Bank Duniajuga mengungkapkan dirinya merasa terhormat bisa melayani Presiden dan Indonesia dengan melanjutkan program reformasi yang tengah berlangsung. Sebagai Menkeu, katanya, ia bisa mendedikasikan diri dalam usaha untuk mempercepat agenda pembangunan Indonesia. Sehari sebelum pelantikan-

anak lain yang tidak beruntung. “Dulu saat usianya masih kecil dan belum mengerti, Ayu kerap ngambek karena saya memiliki “banyak anak lain”, anak-anak yang kurang beruntung,” ujar Nyayu. Tetapi seiring bertambahnya usianya Ayu, ia menjadi lebih mengerti dan di bawah sadarnya, ia juga akhirnya mengikuti kebiasaan ibundanya terjun dan bekerja bersama memberikan kepedulian bagi anak lewat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Dewan Anak Kota Mataram. Bagaimana tidak, bahkan sejak dalam kandungan, Ayu telah ikut bersama bundanya dalam berbagai aktivitas kegiatan sosial. Untuk menjaga kualitas kebersamaan dengan anaknya itu, Nyayu mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, salah satunya berdiskusi bersama. “Semua kami diskusikan, karenanya apapun tentang Ayu, saya tahu, begitu pula Ayu tahu semua hal tentang saya,” ungkapnya. Bagi Nyayu, tidak ada artinya setiap detik bersama namun yang satu asyik menonton sinetron yang satunya lagi tidak berhenti bermain HP. Karena itulah, sebagai seorang ibu, Nyayu membangun komunikasi yang baik dengan buah hatinya itu. Karena baginya yang terpenting dalam keluarga itu adalah komunikasi. “Dengan banyak berkomunikasi kita akan tahu tentang perkembangan anak, terutama di masa banyaknya terjadi kekerasan terhadap anak saat ini,” katanya.

Aktivitasnya sebagai aktivis juga rupanya secara tidak langsung telah mengajarkan anaknya untuk belajar mandiri. Ayu yang kini duduk di bangku kelas dua SMAN 5 Mataram ini, menurut Nyayu sudah jarang meminta uang jajan padanya karena Ayu kerap diminta untuk mempromosikan barang via online. “Dari sanalah Ayu dapat penghasilan, meski tidak besar tetapi ada,” kata Nyayu. Bagi Nyayu, ini bukan soal nilai, melainkan ada sebuah proses yang tengah dijalani anak gadisnya untuk belajar mandiri. Nyayu dan Prima samasama memiliki kecenderungan membiarkan minat dan bakat putri mereka mengalir tanpa harus dipaksa. Karena bagi keduanya, tidak ada pencapaian yang berkualitas yang berasal dari situasi penuh paksaan hanya untuk melihat anak tampil menjadi juara dalam semua hal. Sebuah prestasi haruslah dicapai dengan kebahagiaan. “Jika kelak ia mencapai prestasi, maka itu dicapai dengan kebahagiaan, kenyamanan dan atas potensi diri yang dikembangkan dengan cara yang baik,” ungkap Prima. Begitu juga halnya bagi Nyayu yang menganggap bahwa sebuah pencapaian prestasi kelak akan diikuti dengan kematangan diri seseorang dengan cara yang wajar jika itu dikembangkan dengan cinta dan kasih sayang. “Biarkan anak-anak mengembangkan diri mereka dengan cinta dan kasih sayang,” ungkap Nyayu. -Naniek I. Taufan

dar Lampung 26 Agustus 1962, sangat membantu memahami masalah dengan objektif dan akurat, yang menghasilkan pemikiran, solusi kebijakan yang kredibel yang sangat bermanfaat pada saat ia mengemban tugas sebagai pejabat negara. Di Bank Dunia, kata Ani, ia menjabat sebagai Managing Director and Chief Operating Officer. “Di Bank Dunia kami memiliki dua tujuan. Pertama, mengentaskan kemiskinan ekstrem di negara-negara berkembang. Kedua, memastikan meratanya kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Menurutnya, pengetahuan dan pengalamannya di Universitas Indonesia maupun sebagai mantan

Sri Mulyani menjelang pelantikan

nya sebagai Menkeu, Sri Mulyani berkesempatan memberi kuliah umum di almamaternya, Universitas Indonesia, Depok, Selasa (26/7). “Saya senang dapat kembali ke kampus, ke almamater saya. Di sinilah saya mulai belajar ilmu ekonomi, sebuah disiplin ilmu yang telah membekali saya dengan pengetahuan teknis tentang berbagai masalah pembangunan dan ekonomi. Di Universitas Indonesia jugalah idealisme dan pemikiran saya mengenai hal-hal politik mulai tumbuh dan berkembang,” ujar Ani dalam mengawali ceramah bertema ‘Yang Muda Yang Beraksi: Peranan Pemuda dalam Mensukseskan Pembangunan Berkelanjutan yang Indklusif’, di Auditorium Djokosoetono, Fakultas Hukum UI. Menurutnya, selama belajar, mengajar dan melakukan penelitian di UI, ia melihat dan terlibat dengan proses transisi Indonesia menuju demokrasi dan menerapkan desentralisasi dan otonomi daerah. “Saya juga melihat bagaimana Indonesia menangani krisis eskonomi 1997/1998,” ucapnya. Pengetahuan teknis yang dipelajarinya, tutur wanita kelahiran Ban-

Menteri Keuangan, sangat releval dalam memahami masalah pembangunan negara-negara berkembang. “Setiap saya bertemu dan membahas masalah pembangunan negaranegara klien Word Bank, dan mengevaluasi opsi-opsi kebijakan dalam konteks politik yang mereka miliki, saya selalu teringat kembang akan berbagai hal yang telah saya pelajari di sini,” Ani yang dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asiapada 2006 oleh Emerging Markets. GENERASI MUDA KUNCI KEBERHASILAN NEGERI INI Di Washington DC, lanjut ibu tiga anak ini, ia sering menerima kunjungan kelompok pelajar dan mahasiswa Indonesia yang memiliki keingintahuan yang begitu tinggi. Salah satu pertanyaan yang sering diajukan adalah, ‘Apa yang dapat dilakukan kaum muda Indonesia agar bisa meraih kesuksesan di dalam negeri maupun arena global?’ Pertanyaan ini, kata Ani, sangat penting. Karena kini anak muda merupakan sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia, yakni, 65 juta orang lebih. Di tangan generasi

Sri Mulyani saat berceramah di UI

muda inilah terletak kunci keberhasilan negeri ini. Pada saat yang sama, lanjutnya, tantangan lingkungan semakin sulit. “Kami mengkhawatirkan rapuhnya pertumbuhan ekonomi dunia yang sering disertai gejolak. Pada bulan Juni, kami merevisi proyeksi pertumbuhan dunia ke 2,4%, turun dari proyeksi pada bulan Januari yang sebesar 2,9%,” papar Ani yang pernah disebut sebagai salah satu dari 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Majalah Forbes. Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok dan perubahan struktur ekonomi Tiongkok sangat berpengaruh di seluruh dunia. “Saya baru kembali dari Argentina minggu lalu, dimana melemahnya ekspor ke Tiongkok telah melemahkan ekonomi di Argentina yang memiliki 35% ekspor ke Tiongkok,” papar Ani yang menjadi Menteri Keuangan di masa Presiden SBY, namun mengundurkan diri lantaran situasi politik yang saat itu kurang kondusif terkait persoalan bailout Bank Century. Kondisi yang sama, katanya, juga dialami oleh negara-negara lain seperti di Amerika Latin, Afrika, Asia Tengah, Asia Tenggara termasuk Indonesia. “Tiongkok menerima 11% barang ekspor Indonesia,”

tambahnya. Jadi jelas Ani lagi, saat ini negara-negara berkembang yang selama dua dekade terakhir menjadi mesin pertumbuhan dunia, menghadapi tantangan berat, ibarat badai yang datang bersamaan secara sempurna atau perfect storm. “Melemahnya ekonomi dan perdagangan dunia, perlambatan dan perubahan struktural ekonomi Tiongkok, rendahnya harga-harga komoditas, menurunnya aliran modal ke negara berkembang, meluasnya konflik dan serangan terorisme, serta perubahan iklim global,” papar Ani menjelaskan tentang maksud dari ungkapan ‘perfect storm’. TUNJUKKAN EMPATI KITA Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dan dapat menjadi pelaku global yang disegani. Namun, ucapnya, potensi ini harus diwujudkan menjadi kinerja dan prestasi. Untuk itu diperlukan generasi muda yang percaya diri, dengan visi luas dan ambisi dan kreativitas yang kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan guna menciptakan kemakmuran, kemajuan peradaban dan keadilan sosial. Menurut Sri Mulyani untuk melangkah maju bersama untuk masa depan lebih baik antara lain yang harus dilakukan adalah, menjadi bagian dunia yang berperan aktif. Hal kedua yang direkomendasikannya adalah, jangan melupakan mereka yang tertinggal. “Salah satu kekhawatiran terbesar saya adalah meningkatnya ketimpangan di antara masyarakat.

Sri Mulyani melayani permintaan selfie mahasiswa usai ceramah di UI

Ketimpangan yang sangat tajam bisa menghambat potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia. Masalahnya, ketimpangan di Indonesia banyak ditentukan oleh hal-hal yang diluar kendali penderita,” katanya. Misalnya, sepertiga dari ketimpangan di Indonesia disebabkan oleh empat faktor pada saat seseorang lahir: provinsi di mana mereka lahir, apakah tempat lahir itu desa atau kota, apakah kepala rumah tangga perempuan, dan tingkat pendidikan orangtua. Dengan kata lain, kata Ani, kesenjangan pendapatan bukan sekadar dampak dari ketimpangan semata tetapi akibat adanya ketimpangan peluang. “Anak-anak Indonesia yang lahir dengan ketimpangan tersebut akan sulit mengatasi ketimpangan di masa depannya. Ketidakadilan ini harus diatasi segera,” katanya. Dalam kesempatan itu ia mengajak generasi muda untuk selalu melakukan yang terbaik dan berikan yang terbaik bagi orang lain. “Tuntutlah ilmu dan kuasai kemampuan teknis yang terbaik. Jangan pernah berhenti belajar. Carilah ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk kita sendiri namun juga bagi tim anda. Mundah untuk mencapai sukses sendiri. Lebih sulit untuk membangun sukses bersama dan membangun institusi,” paparnya. Juga, tambahnya, tetaplah melatih dan mengembangkan pemikiran kritis dengan melakukan analisa yang jernih. Mampu membedakan antara fakta dan bukti di satu sisi dengan bias dan subjektivitas di sisi lain. Hal ini, katanya, akan mendorong pengambilan keputusan dan tindakan yang bijak dan bertanggung jawab. Dan tidak kalah penting, tegasnya, tunjukkan empati kita. “Perhatikan dan jaga perasaan, harga diri dan pikiran orang-orang yang berinteraksi dengan kita, terutama mereka yang tidak sepaham dan sehaluan. Ini penting pada saat kita memiliki misi untuk melakukan perubahan guna mencapai perbaikan”. Kepemimpinan yang inklusif dan berlandaskan empati dan integritas yang bersih, katanya, akan menghasilkan proses perubahan yang baik dan hasil yang lebih langgeng. -Diana Runtu


4

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Inspirasi

Ayu Nikki Asvikarani

N

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

21

Musik Menyentuh Hati Rekor Baru Mars MTQ Nasional Jago main musik dan piawai di dunia IT ­merupakan kombinasi yang luar biasa. Apalagi punya cita-cita menjadi guru musik. “Lewat karya kita bisa dikenal dan dikenang,” merupakan moto dari perempuan bernama lengkap Ayu Nikki Asvikarani ini.

ikki, sapaan akrabnya ketika ditanya lebih suka musik atau IT, mengaku perbandingannya 60:40. Ia lebih cenderung ke musik karena musik itu lebih bisa menyentuh hati. sedangkan IT ia sukai karena senang mempelajarinya. “Nikki main musik dari kecil, dari kelas 4 SD. Awalnya saya pengen banget belajar main piano, tapi orangtua waktu itu bilang belajar gitar aja. Akhirnya Nikki belajar gitar. Kelas 1 SMP senang lihat orang-orang main orkestra di TV, jadi pengen belajar biola. Akhirnya ngerayu mama biar diizinkan belajar biola. Pertama kali belajar di Bali Violin School sekitar 1 tahun terus berhenti karena kecelakaan sepeda motor. Tangan kanan luka, jadinya main biola rehat dulu beberapa bulan. Setelah SMA main biola dilanjutkan lagi karena saya ikut teater dan sering pentas musikalisasi puisi,” ujar perempuan kelahiran Denpasar, 22 Agustus 1996 ini. Ia menuturkan memilih musik karena dengan musik bisa mengubah dunia. Musik memiliki sesuatu yang bisa menyentuh hati manusia. Tentang pilihannya terhadap biola, alumnus SMA Negeri 1 Kuta ini merasa sejak awal men-

Mandalika

dengar suara biola sudah merasa ini musik yang membuatnya tersentuh. Kini Nikki tak hanya memainkan biola untuk dirinya sendiri. Ia juga menjadi guru biola untuk anak-anak. Ada kepuasan ketika ia bisa mengajarkan biola kepada anak-anak. Mengenai pilihan di dunia IT, mahasiswi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana ini mengatakan tak sengaja. “Awalnya Nikki pengen kuliah masuk perfilman atau broadcasting TV, cuma gak diizinin sama orangtua karena mereka pengen anaknya masuk Kedokteran atau Ekonomi. Nikki tetap ingin ke kesenian, tetap gak dibolehin. Dari kecil Nikki cukup banyak pengalaman di lomba matematika sama logika jadi pas SMA. Guru juga nyuruh ikut Olimpiade Informatika dan menang. Akhirnya nego sama orangtua buat masuk IT aja, dan jadilah mahasiswa Ilmu Komputer,” kata

Juara I Seleksi OSN Informatika Kab. Badung 2013, Finalis ITCC Udayana 2013, Juara III Kontemporer Dies Natalis Udayana 2014, Juara Esai Terbaik LKMM FMIPA 2015, dan prestasi terbarunya bersama tim sebagai Winner of Rocket Pitching Next Developer 2016. Dari semua yang sudah diraihnya, Nikki memiliki berbagai pengalaman, antara lain ketika menjadi ilustrator Teater Teras untuk drama “Ayahku Pulang” di Yogyakarta. Saat itu ia dan teman-temannya ikut festival teater remaja nusantara. Mereka ditekankan membuat cerita jadi lebih hidup sehingga jadi tantangan tersendiri. Ia juga bisa main musik dimana-mana dan punya murid-murid yang lucu-lucu. Ada kepuasan ketika melihat semangat anak-anak Bali untuk main musik. Saat memainkan lagu ‘Tinggikan’ di Jegeg Bagus Udayana juga menjadi salah satu pengalaman yang mengesankannya. “Pengalaman paling berkesan di IT waktu Rocket Pitching Next Developer, itu pitching paling berkesan karena kami jadi team paling muda trus harus pitching di depan juri yang keren-keren banget,” ujar Nikki yang bersama timnya membuat aplikasi Tuntun.

Untuk inspirasi, baik di bidang musik maupun IT, Nikki mengaku menemukan dari halhal sederhana di sekitarnya. “Inspirasi musik bisa datang darimana saja, trus bisa melukiskan suasana hati. Kalau inspirasi IT harus dibangun sama tim, kita harus punya visi yang sama, trus banyak diskusi juga sama teman-teman,” ungkap staff pengajar Violin Ruben Music School Jimbaran ini. Nikki juga menceritakan dirinya harus pintar-pintar mengatur waktu. “Atur waktu ini lumayan susah juga sebenernya. Nikki harus bangun lebih pagi sekitar pukul 4 pagi buat ngerjain tugas kampus, soalnya pulang kuliah langsung kerja. Kalau hobi itu soal prioritas aja, karena Nikki tetap memprioritaskan untuk ngembangin hobi jadi ada aja sela-sela waktu buat latihan,” tegasnya. Mengenai suka dukanya, Nikki mengatakan sukanya bisa kenal banyak orang, karena lebih lama di dunia musik daripada IT. Ia kenal orang-orang di dunia musik, bisa punya kesempatan mengiringi artis, kenal EO, film maker, dll. Senang bisa punya banyak banget pengalaman baru, bisa ke tempat-tempat bagus cuma karena main musik.

Suasana semarak benarbenar mewarnai berbagai tempat di Kota Mataram (NTB) yang menjadi tuan rumah Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI, yang berlangsung 27 Juli – 6 Agustus 2016. Kemeriahan menyambut penyelenggaraan MTQN 2016 di Mataram bahkan sudah terasa sepekan terakhir, terutama di Masjid Islamic Center (IC) yang menjadi venue utama MTQN. Keseriusan Pemerintah Provinsi NTB menyukseskan kegiatan ini lebih karena setelah 43 tahun lalu Bumi Gora juga sukses menjadi tuan rumah MTQN pada 1973.

M

Nikki

Dukanya capek, kadang-kadang kurang waktu buat bisa sekadar jalan-jalan sama teman kampus. Kadang pas kerjaan datang barengan, ia suka pusing sendiri. “Dukungan keluarga, terutama mama selalu dukung Nikki selama yang dilakuin jelas dan positif. Dukungan temen-temen juga sangat Nikki apresiasi karena kalau tidak ada temanteman Nikki gak bisa jadi kayak sekarang, mereka sering bantuin kalau Nikki gak bisa ada di dua tempat sekaligus,” ungkapnya. Nikki juga memiliki impian yang belum tercapai. “Untuk di bidang music, Nikki pengen main di Istana Merdeka, bisa gabung sama Gita Bahana Nusantara main saat 17 Agustus di Istana. Untuk bidang IT, gak muluk-muluk cuma pengen startup Nikki bisa tetap kompak timnya dan sukses di langkahlangkah berikutnya,” ujar Nikki sembari tersenyum. Kepada generasi muda, ia berharap agar jangan berhenti berkarya dan lakukan apapun sebagai bentuk rasa syukur pada Tuhan. “Sekarang kita mau belajar udah gampang banget, ilmu bisa datang darimana saja, jadi udah kewajiban kita buat memajukan Indonesia,” tegas Nikki. –Ngurah Budi

enyambut dan memeriahkan MTQ Nasional XXVI, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kota Mataram sebagai tuan rumah juga berhasil mencatat dua rekor MURI dalam waktu satu hari. Rekor MURI diberikan atas pemecahan rekor jumlah peserta terbanyak menyanyikan lagu Mars MTQ secara serempak dan Rekor MURI pada acara Gema Salakar Barzanji dengan peserta lebih dari 10 ribu orang terdiri dari 4000 kelompok Barzanji di seluruh Kota Mataram, dan enam ribu dari para pelajar se-Mataram. Gema pembacaan syair Barzanji yang dipenuhi dengan lafadz-lafadz Ghuluw dan pujian-pujian pada Rasulullah Muhammad SAW. Peserta pembacaan syair Barzanji yang merupakan kitab Al Barzanji ini mengandung sejarah dan perjalanan hidup Rasulullah itu, dua ribu lebih banyak dibanding yang pernah berlangsung Bengkulu. “Kita mendoakan agar sukses penyelenggaraan dan prestasi kafilah tuan ru-

Pawai Taaruf MTQN 2016 yang berlangsung di Mataram NTB

mah NTB,” kata Sekretaris Daerah Pemprov NTB, Rosiady Sayuti. Pada tanggal 28 Juli 2016 lalu, dari Lapangan Sangkareang, Kota Mataram menggugah semangat menyukseskan Musyabaqoh Tilatil Quran (MTQ) Nasional XXVI lewat suara tidak kurang dari 93.000 pelajar tingkat SD/SMP dan SMA se-Kota Mataram yang secara bersama-sama menyanyikan Mars Musyabaqoh Tilawatil Quran. Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi NTB bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram untuk menyambut MTQ Nasional XXVI tahun 2016 di Mataram Nusa Tenggara Barat ini berhasil mencatat Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai peserta terbanyak menyanyikan lagu secara bersama-sama setelah sebelumnya pada tahun 2011 dipecahkan oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan jumlah peserta sebanyak 87.000 orang. “Hari ini, dengan bangga Museum Rekor Indonesia telah menyaksikan kegiatan anak-anak sekalian untuk menyanyi bersama Mars MTQ Nasional. Lebih dari itu, dari verifikasi yang dilakukan oleh Tim MURI, bahwa tidak kurang dari 93.000 siswa se-Kota Mataram menyanyikan Mars MTQ secara bersama-sama. Oleh karena itu, MURI mencatatnya sebagai rekor baru,” kata Tim Verifikasi Muri. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.,M.Si., mewakili Pemerintah Provinsi NTB dan H. Ajyar Abduh, Walikota Mataram yang mewakili Kota Mataram menerima penghargaan MURI tersebut. Wakil Gubernur NTB mengatakan bahwa penghargaan tersebut

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, saat menerima Piagam Rekor MURI

merupakan salah satu pembuktian kepada masyarakat Indonesia, bahkan dunia bahwa Pemerintah Provinsi NTB dan Kota Mataram mampu melaksanakan kegiatan yang berkala besar. “Kita buktikan kepada Indonesia, bahkan dunia bahwa NTB dan Kota Mataram mampu menyelenggarakan MTQ Nasional, sekaligus tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI),” ungkapnya. MENDAMAIKAN BUMI Selain itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin yang sekaligus Ketua Umum Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-26, menyampaikan pentingnya melestarikan tradisi pembacaan syair Barzanji. “Para orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang tradisi tersebut,” kata Wagub usai menerima piagam rekor MURI. . Menurutnya, dua acara yang meraih rekor MURI makin menyemarakkan MTQ Nasional tahun ini. NTB pernah sukses menjadi pelenyelenggara MTQ Nasional di pada 1973, dan ia optimistis penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini akan menuai sukses serupa. “43 tahun lalu NTB pernah menjadi tuan rumah MTQ. Saat itu penyelenggaraannya sukses maka sekarang ini, Insya Allah akan lebih sukses lagi,” katanya. Sebelum memecahkan dua Rekor MURI ini, Provinsi NTB juga menyelenggarakan kegiatan Semaan/khataman Alquran yang diikuti oleh 1.000 penghapal Al Qur’an yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Melengkapi rangka-

93.000 siswa memecahkan Rekor Muri serempak menyanyikan lagu Mars MTQ di Mataram dalam menyambut MTQN 2016

ian kegiatan MTQ Nasional XXVI di Mataram NTB, diselenggarakan Muktamar III IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qori-Qoriah dan Hafidz-Hafidzah) Indonesia, pada tanggal 27 Juli 2016. “Membaca Al Quran dapat mendamaikan bumi. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat memberikan kekuatan positif bagi individu secara biologis maupun psikis. Untuk itu, semakin sering qori-qoriah membaca Al-Quran, akan semakin banyak memberi sumbangan untuk membangun sumber daya manusia,” ungkap Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka kegiatan ini. Dengan tema “Membangun dan Mengembangkan Moral Bangsa Yang Beradab”, muktamar di Mataram kali ini diikuti oleh peserta dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan untuk merajut silaturrahim qori -qoriah seluruh Indonesia. Ketua

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh saat menerima Piagam Rekor MURI

Umum Ipqah Indonesia Prof. Dr. Said Aqil Husein mengungkapkan, Ipqah merupakan organisasi yang menghimpun para pencinta AlQuran. “Organisasi ini merupakan organisasi mendengar dan membaca Al-Quran. Ukhuwah Islamiyah sangat penting dan memberi makna yang luar biasa bagi para qori dan hafidzh. Itulah salah satu latar belakang muktamar ini diselenggarakan, untuk mempererat silaturrahim qori-qoriah dan hafidz hafidzah, “ katanya. “Orang yang selalu dekat dengan Al-Qur’an dan selalu membacanya, maka dia akan memiliki hati yang bersih, jauh dari sifat benci, jauh dari prasangka dan perbuatanperbuatan buruk lainnya,” kata Majdi yang juga seorang ulama ini. Sehari sebelum acara pembukaan resmi MTQ Nasional tanggal 30 Juli 2016 oleh Presiden Jokowi, Kota Mataram meriah dengan Pawai Taaruf yang diikuti oleh seluruh kafilah dari setiap provinsi se-Indonesia yang mengirimkan kendaraan dengan ciri khas masing-masing daerah. Koordinator Pawai Taaruf, Lalu Dirjaharta yang juga Kepala Pol. PP Provinsi NTB mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai media membangun silaturahim serta menjaga kearifan lokal dengan semangat Al-Quran. “Pawai Taaruf adalah ajang perkenalan, persahabatan dan media silaturahmi antar sesama manusia,” kata ungkapnya. Selain pawai kendaraan hias perwakilan kafilah dari seluruh provinsi di Indonesia dan kabupaten/kota se-NTB, pawai ini dimeriahkan sekitar 3.000 peserta yang berjalan kaki. -Naniek I. Taufan


22

Sosialita

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Pemberantasan korupsi yang terus digaungkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ternyata tidak membuat takut sebagian bawahannya. Padahal Gubernur yang terkenal galak itu, sudah bolak-balik mewanti-wanti namun tetap saja ada yang mencobacoba. Maka tak heran hampir tiap hari ada-ada saja berita ‘heboh’ muncul dari Balaikota. Di antaranya terungkapnya kasus-kasus korupsi.

Heboh Makam “Fiktif” di Jakarta

M

Pembongkaran makam fiktif

yang memang dalam beberapa waktu terakhir kinerjanya disoroti Ahok, dicopot dari jabatannya dan diganti Djafar Muchlisin. Tidak hanya sekadar memecat sang kepala dinas, Ahok juga memerintahkan untuk menelusuri laporan-laporan yang diterimanya itu. Hasilnya, kehebohan kembali terjadi setelah Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman yang baru, Djafar Muchlisin, benar-benar menemukan ‘makam bodong’ alias makam yang tidak ada jenazahnya di areal pemakaman Karet Bivak. Dari temuan tersebut akhirnya beruntun ditemukan ‘makammakam bodong’ lainnya. Lagi-lagi Gubernur Ahok marah besar. “Orang mati aja mau dikadalin,” kata Ahok geram. “Banyak kuburan bohong di Jakarta, ada nisan tapi tidak ada jenazahnya,” ucapnya. Ahok mengaku pihaknya kesulitan mengawasi praktik makam fiktif lantaran banyak yang terlibat. “Kalau semuanya maling susah mengawasi makam fiktif ini. Kalau kepala dinasnya enggak berani, ya susah juga,” kata Ahok. ANEKA MODUS MAKAM FIKTIF Menurut Kadis Pertamanan dan Pemakaman, Djafar Muchlisin, dari

penelusuran pihaknya ada sekitar 230 makam fiktif, 32 di antaranya sudah dibongkar. “Kami akan tertibkan semuanya,” tegas Djafar yang menargetkan akan membereskan permasalahan makam fiktif ini dalam tempo tiga bulan. Meski sudah ratusan ‘makam abal-abal’ ditemukan, namun kata Djafar, pihaknya masih terus melakukan penelusuran karena dia menduga jumlahnya kemungkinan bertambah lantaran praktik ini sudah berlangsung lama. “Ada indikasi keterlibatan dari bawahan sampai atasan di dinas ini. Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun,” ujar Djafar sembari mengancam bukan hanya akan menindak secara administratif oknum yang terlibat tapi juga bakal memidanakannya. Modus pembuatan makam fiktif ini bermacam-macam, namun intinya adalah lahan-lahan makam ini dipesan oleh seseorang yang masih hidup. Bahkan untuk mengkamuflase sebagian dari ‘makammakam abal-abal’ itu tampak seperti makam lainnya yang memiliki batu niasan bahkan dimarmer. Tapi jika diperhatian terdapat sejumlah kejanggalan yang tampak pada batu nisan, misalnya, tidak adanya info waktu kematian, dll. Ini terlihat dari salah satu makam yang dibongkar di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Di nisan makam tersebut tertulis Ibu Sumarti, lahir di Kutoarjo, Jawa

Djafar Muchlisin

Tengah, dan wafat di Yogyakarta. Di nisan tidak tertulis tanggal lahir, maupun wafat sebagaimana umumnya. Setelah dicek, ternyata berdasarkan data TPU Karet Bivak, makam tersebut bukan milik Sumarti. Dari pengecekan itu juga diketahui kalau pemilik makam itu ternyata masih hidup. Hal ini jelas menyalahi ketentuan, karena berdasarkan Perda No 3 Tahun 2007 pasal 37 disebutkan, pemesanan makam hanya diperuntukkan bagi jenazah atau kerangka. Pemesanan tidak diperbolehkan untuk persediaan bagi orang yang belum meninggal atau masih hidup. Dari penyelidikan pihak dinas pada pemilik lahan makam itu terung-

“Kalau semuanya maling susah mengawasi makam fiktif ini. Kalau kepala dinasnya enggak berani, ya susah juga,” Basuki Tjahaja Purnama

Sampai usia berapa kita akan bekerja? Apakah kita akan bekerja sampai tua? Solusinya adalah berinvestasi mulai sekarang, dan biarkan uang yang bekerja untuk kita. Made Robert, konseptor Mesari Land pun meluncurkan Villa Mesari (kini Atta Mesari Villas) yang kini sudah beroperasi. “Para investor pun sudah langsung bisa menginap,” ujar Marketing Atta Mesari Villas, Luh Putu Surya Dewi. ade Robert didampingi Direktur Marketing Mesari Land M a d e Ay u D e w i menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat yang belum bergabung, masih ada k e s empatan b e r gabung d i Villa Mesari. “Masih a d a 65 lot lagi yang

Y

ang sekarang sedang heboh—setelah kasus Sumber Waras--adalah kasus dugaan korupsi pembelian lahan di kawasan Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Kasus ini membuat Ahok marah luar biasa. Tanah seluas 4,6 hektare yang dibeli Pemda DKI Jakarta itu yang sedianya untuk rumah susun, ternyata adalah aset Pemda DKI Jakarta sendiri, milik Dinas Kelautaan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta. Artinya, Pemda DKI membeli tanahnya sendiri. Tak tanggungtanggung, nilainya mencapai sekitar Rp 648 miliar. Uang sebesar itu dibayarkan kepada Toeti Niziar Soekarno, pemilik sertifikat atas tanah aset Pemda DKI itu. Entah bagaimana hingga terjadi lahan Pemda disertifikati oleh warga, itu yang kini tengah diungkap kepolisian. Adanya dugaan korupsi pembelian lahan tersebut terkuak berkat laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan belum lama ini. Walhasil, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Ika Lestari Aji pun dicopot dari jabatannya. Kasus ini pun tengah ditangani oleh Bareskrim Polri. Tapi tak hanya kasus itu yang bikin masyarakat Jakarta gelenggeleng kepala. Betapa tidak, di tengah memanasnya situasi politik terkait Pilkada DKI Jakarta, termasuk terkuaknya berbagai kasus korupsi di lingkungan Pemda DKI Jakarta, tahu-tahu mencuat temuan ratusan makam fiktif di sejumlah pekuburan di Jakarta Isu makam fiktif ini sebenarnya sudah mencuat sejak tahun lalu seiring dengan kasus-kasus pungli pemakaman. Namun isu itu sempat mereda seiring bermunculan isu-isu lain yang lebih ‘hot’. Juni lalu, Gubernur Ahok kembali melontarkan isu makam fiktif ini. Dia menyebut menerima banyak laporan terkait makam fiktif. Buntutnya, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Diah Kurniati

Edisi 912/ 1 - 7 juli 2016

kap kalau makam tersebut adalah makam kadaluarsa atau makam yang izinnya tidak diperpanjang oleh ahli waris sebelumnya. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, dengan mengalihkan izin lahan kuburan itu pada pihak lain. Setidaknya, sejak tahun 2010 atau enam tahun lalu, makam atas nama Ibu Sumarti itu, beralih pemilik. Menurut staf Dinas Pertamanan dan Pemakamam, kasus yang semacam itu cukup banyak dan yang terlibat bukan hanya oknum dinas pemakaman tapi juga juru rawat makam. Modus lain yang ditemukan adalah, lahan yang tadinya jalan di areal pemakaman dijual oleh oknum dan dijadikan makam fiktif. Konon, harga makam fiktif ini bervariasi tergantung lokasinya. “Saya ditargetkan tiga bulan untuk membereskan masalah ini. Sampai sekarang penelusuran masih dilakukan,” ucap Djafar sembari menambahkan harga makam fiktif itu berkisar antara Rp 3-7 juta-an. Menurut Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, otak dari penjualan makam fiktif ini harus diungkap. Karena itu harap Djarot, masyarakat yang tahu permasalahan itu diminta juga membantu memberi informasi ke Pemda. Di sisi lain, ia juga mengimbau agar para pelaku yang dulu pernah ‘bermain’ dengan bisnis ini agar membantu memberi info. “Ayo, kalau ada yang pernah bermain di situ tapi sudah tobat, ‘merapat’ ke kita nanti akan dilindungi,” ujar Djarot. Selain imbauan itu, mantan Walikota Blitar itu juga mengatakan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman harus menginventarisir data seluruh makam di Jakarta, juga menghubungi para ahli waris, khususnya yang di­ curigai fiktif. -Diana Runtu

Made Robert dan Ni Made AyuDewi

Luh Putu Surya Dewi

Hanya Rp 15 Juta Bisa Punya Villa Mesari di Ubud Bali ✓ Langsung bisa menginap ✓ Sudah beroperasi dan running ✓ Hari ini bergabung, tahun depan dapat hasil

kami tawarkan untuk masyarakat Bali. Harga hanya Rp 15 juta per lot. Dan kesempatan ini sangat terbatas,” ujar Made Ayu. Ia menyampaikan keuntungan jika bergabung saat ini, investor mendapatkan surat lot, langsung bisa menginap, voucher langsung bisa digunakan atau dijual sebagai pengembalian uang, mendapatkan kartu nama dengan jabatan owner villa, mendapatkan hasil mulai tahun depan, dll., dan nyaris tidak ada risiko karena Villa Mesari sudah beroperasi. Sejak dulu Bali dikenal sebagai pariwisata dunia yang banyak dikunjungi turis mancanegara. Sehingga, bisnis villa ini sangat potensial dan menguntungkan, serta

Villa Mesari

nyaris tanpa risiko karena kini Villa Mesari sudah beroperasi dan sudah ada tamu yang menginap. Villa Mesari yang terletak di daerah wisata eksotik Ubud, tepatnya di JalanSuweta, Banjar Bentuyung, Ubud ini menyuguhkan pemandangan latar belakang bukit dan pepohonan hijau di Ubud, serta menawarkan akomodasi dengan atap alang-alang dan akses Wi-Fi gratis. Villa iniberjarak 1,5 km dari pasar seni Ubud. Managemen Villa Operator dari Villa Mesari

kini pun telah gencar melakukan promosi baik secara offline maupun online. Ke depan tingkat hunian dari Villa Mesari akan terus mengalami peningkatan. Apalagi, ratusan owner juga ikut mempromosikan dan mendoakan Villa Mesari. Made Ayu menegaskan lagi, hanya dengan Rp 15 juta dan bergabung di Villa Mesari, masyarakat sudah bisa mewujudkan impian untuk menjadi investor (owner villa). Dan masyarakat Bali khususnya,

​Kedua villa ini terletak di lokasi yang strategis dengan tingkat kunjungan wisata yang cukup tinggi. Bali dan Lombok menjadi dua daerah wisata di Indonesia yang banyak menyedot wisatawan. “Jadi, sangat tepat jika kita berinvestasi di sini,” ujar Made Robert, pebisnis sukses, owner sekaligus pendiri PT Mesari Land dan BosLand yang telah sukses mensejajarkan masyarakat lokal dengan investor asing serta mengembalikan peran orang Bali untuk menjadi “tuan” di tanahnya sendiri ini. Benefit memiliki Puri Kelusa Villas & Resort adalah : Garansi penghasilan selama masa pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun yaitu tahun ke -1 & ke 2 (transaksi tunai), Garansi Penghasilan setelah villa

beroperasi 9 % pada tahun ke -3 dan pada tahun ke-4 dan pada tahun ke-5 fluktuatif mengikuti untung bersih dari Puri Kelusa Villas & Resort), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-5 sebesar 70% untuk investor (pemilik villa) & 30% untuk operator villa , Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (full furnished), Free maintenance & service charge, Gratis menginap 3 malam setiap tahun selamanya, Sertifikat hak milik (SHM), Berhadian langsung tanpa diundi liburan ke Singapura, Grand Prize diundi saat grand opening Puri Kelusa Villas & Resort (2 hektare hutan jabon, umroh/tirta yatra/liburan ke luar negeri).

Miliki Puri Kelusa Ubud Hanya Rp 240 juta dan Atta Selong Lombok Hanya Rp 120 juta (SHM) Made Ayu menyampaikan, BosLand juga memiliki produk unitan, yakni PURI KELUSA VILLAS & RESORT, Ubud-Bali dengan harga mulai Rp 240 juta (Sertifikat Hak Milik) dan ATTA SELONG VILLAS, di Selong Belanak Lombok mulai Rp 120 juta (Sertifikat Hak Milik). “Jadi,

3

semeton Bali yang ingin berinvestasi dengan mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan harganya juga masih terjangkau bisa investasi di Puri Kelusa Villas & Resort, Ubud atau di Atta Selong Villas, Lombok,” jelas Komisaris Utama BOS Land, Made Ayu Dewi.

sekaligus bisa tetap menjaga tanah kelahirannya. “Semua mimpi menjadi nyata dengan bergabung di Villa Mesari,” imbuh Surya Dewi. Karena itu, Made Robert mengingatkan bagi masyarakat yang ingin bergabung harus segera mengambil tindakan nyata. Karena kesempatan sangat terbatas. Silahkan hubungi Kantor Pemasaran di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar. Telepon : 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. Benefit memiliki Atta Selong Lombok : Garansi penghasilan selama pembangunan 0,5% per bulan selama 2 tahun yaitu pada tahun ke -1 dan tahun ke-2 (transaksi tunai), Garansi penghasilan setelah villa beroperasi 9 % per tahun yaitu pada tahun ke -3 dan tahun ke -4 % dan pada tahun ke-5 dan seterusnya fluktuatif mengikuti untung bersih dari Atta Selong Villas), Bagi hasil dari untung bersih mulai akhir tahun ke-5 sebesar 70% investor pemilik villa & 30% operator, Garansi beli kembali 130% pada tahun ke-5 (transaksi tunai), Perabotan lengkap di villa (fully furnished), Free maintenance & service charge, Gratis menginap 3 malam setiap tahun selamanya , Sertifikat Hak Milik (SHM), Berhadiah langsung tanpa diundu liburan ke Lombok (transaksi tunai), Grand Prize (diundi saat grand opening Atta Selong Villas), 2 Hektare hutan jabon, Umroh/ Liburan/Tirtayatra.

Hanya Rp 12 Juta Bisa Jadi Pemilik Villa

Atta Selong

Puri Kelusa

Selain itu, BOS Land juga memiliki villatel dengan konsep keroyokan, yakni Atta Labeji Villas yang berlokasi di Desa Kenderan, UbudBali. Hanya dengan Rp 12 juta, kita sudah bisa menjadi owner villa dengan banyak benefit. Kini calon investor juga diberikan kemudahan untuk kepemilikan villatel dengan ditawarkannya program “Yuk Nabung Lot”. Hanya dengan menyisihkan uang mulai Rp 1 juta tiap bulannya,

mereka sudah bisa memiliki villa di Ubud. J​ adi tunggu apalagi?? Unit Terbatas!!! Bagi yang belum bergabung, ayo bersama-sama sukses di investasi villatel ini. Untuk informasi lebih jelas, silakan datang langsung ke Kantor BOS Land di Jalan Tukad Pakerisan No. 79 Panjer, Denpasar, tlp. 0361-4723 260, 082 247 365 888, 087 861 999 658. www.bosland.id ,Email:cs@bosland.id, bos.land99@gmail.com

Atta Labeji Villas


2

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

GORO-GORO Kabar santer akan diberlakukannya hukuman “kebiri” menggetarkan. “Tetapi Putu Wijaya apakah bagi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak yang diancam itu, dikebiri cukup menakutkan?” tanya Bu Amat. “Apa maksud Ibu dengan menakutkan?” “Ya, apa hukuman itu bisa membuat efek jera, tidak berani dilakukan lagi oleh siapa pun?” Amat meneruskan pertanyaan itu kepada beberapa tetangga. Semua mengatakan, paling tidak ancaman hukuman itu, akan membuat calon pelaku berpikir 2 kali sebelum berbuat. “Jadi setuju!” Semua tegas menjawab: setuju. “Tapi, kan sudah ada contoh, pengedar narkoba diancam hukuman mati dan Presiden tak sudi memberi grasi, tapi kok masih ada juga yang

berani melakukannya? Hukuman mati kan jauh lebih berat dari kebiri?” Semua terkejut. “Tak ada jaminan, hukuman berat akan membatalkan orang berbuat jahat. Bahkan mungkin saja hukuman berat itu, justru bisa memicu niat jahat untuk nekat. Namanya juga niat jahat. Yang mengendalikannya pasti setan!” “Kalau begitu, Pak Amat tidak setuju hukuman kebiri?” Amat ketawa. “Ini bukan soal setuju atau tidak. Kita kan wajib mempertimbangkan apakah yang dilakukan negara itu akan efektif atau tidak?” “Jadi Pak Amat menganggap hukuman kebiri tidak akan efektif?” tanya Pak Made tiba-tiba menyerang. Amat ketawa lagi. “Ini bukan soal efektif atau tidak. Pak Made. Ini soal apa setiap kali kita tersandung sedikit, lalu bikin undangundang. Lama-lama kita diborgol oleh undang-undang yang kita bikin sendiri. Bukan begitu caranya menye-

Ekspresso

kebiri

lesaikan persoalan. Tapi . . . “ “Tapi bagaimana?” Amat ketawa lagi. “Tapi kita harus selidiki dengan teliti secara mendasar, apa sebenarnya yang memicu kejahatan seksual terhadap anak-anak itu jadi marak seperti sekarang?” “Menurut Pak Amat sebabnya apa?” Amat ketawa lagi. “Jangan menurut saya, tapi menurut hasil penyelidikan oleh para ahli yang berwenang dengan segala pertimbangan buruk baiknya. Jangan hanya karena terdorong emosi yang mungkin saja bisa kita sesali di belakang hari!” Para tetangga terdiam. Bukan karena menyimak, tapi keki. Besoknya langsung tersebar kabar burung, Amat pro kejahatan seksual terhadap anak. “Bahkan ada yang menuduh, jangan-jangan dulu, Bapak waktu muda, pernah terlibat kejahatan keji itu! Betul?!!”damprat Bu Amat yang

sangat malu disindir-sindir tetangga. Amat terkejut. Ia sampai bersumpah-sumpah ikut mengutuk kejahatan keji itu. “Kenapa jadi diputar balik, jadi bapak dikatakan pro?! Itu lucu! Masyarakat kita memang belum dewasa! Apa-apa disikapi emosional tanpa dipikir dulu akibatnya. Mengapa tidak diriset dulu secara mendalam, apa sebetulnya yang salah? Media sosial, seperti internet, video, film yang tidak terkontrol? Pembangunan moral lewat agama tidak berjalan semestinya? Atau cetak biru pendidikan kita yang salah, karena hanya mau mencetak manusia cerdas yang kompetitif dengan mengenyampingkan humaniora sepeeti pelajaran budi-pekerti? Bapak jadi kepingin tertawa!”

Bu Amat membentak. “Apa? Ingin tertawa?” “Habis, bagaimana tidak tertawa, kalau masyarakat tidak kritis, gampang amat didorong ke sana-ke mari, begitu!?” “Jadi Bapak tertawa di depan mereka?” “Terus-terang, ya! Supaya mereka kritis sedikit! Coba lihat apa yang terjadi pada anjing-anjing yang dikebiri. Semua anjing yang dikebiri pasti galaknya tidak ketulungan! Itu anjing Pak Made sendiri, yang dikebiri itu, dulu kan tiap hari gigit orang. Untung saja ada yang bunuh, kalau tidak, kita pasti sudah ikut jadi korbannya!!” Bu Amat tertegun. “Bagus! Kalau begitu, saya akan bilang ke tetangga sekarang untuk klarifikasi, menurut Bapak, bukan dikebiri, hukuman yang tepat terhadap kejahatan seksual pada anak, tapi hukuman mati?”

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

sosio-emosional anak, meningkatkan kreativitas dan imajinasi, dan mengasah ketajaman penginderaan anak. Mungkin para ibu sudah cukup banyak menerima informasi ini. Tapi tahukan Anda bahwa sebetulnya bermain tidak hanya perlu dilakukan oleh anak-anak saja. Semua tingkatan usia perlu aktivitas bermain. Bagi remaja, terutama yang berusia belasan tahun bermain memiliki manfaat yang mirip seperti manfaat yang didapat oleh anak-anak. Remaja perlu aktivitas fisik yang cukup untuk menunjang proses pertumbuhan yang terus meningkat. Bermain juga memperbanyak relasi sosial remaja, meningkatkan kreativitas dan kognitif, serta menyalurkan emosi. Kesempatan bermain yang cukup didapatkan oleh anak-anak dan remaja membawa dampak yang signifikan bahkan sampai usia dewasa maupun lanjut. Anak dan remaja yang cukup dan “puas” bermain tidak akan mencaricari kegiatan bermain secara berlebihan ketika memasuki jenjang kehidupan berumahtangga/ perkawinan. Yang dimaksud berlebih disini adalah mengabaikan tugas sebagai pekerja, kepala rumah tangga atau ibu rumah tangga bahkan tugas sebagai orangtua demi memuaskan ke-

Ni Made Ari Wilani, S.Psi., M.Psi., Psikolog

butuhan bermain yang sempat tertunda. Saya berikan contoh seorang ayah yang lebih senang menekuni hobinya dan banyak menghabiskan waktunya di luar untuk hobi daripada berada dekat dengan keluarga dan bermain dengan anak-anak. Mengapa itu sampai terjadi? Karena sang ayah semasa kecil dan remaja banyak dituntut untuk mencapai prestasi tanpa diberi banyak kesempatan untuk bermain sehingga mencari kesenangannya dengan aktivitas bermain (dalam berbagai jenis kegiatan) di usia dewasa. Contoh lainnya, seorang ayah yang sewaktu kecil sedikit bermain akan kesulitan untuk bermain

2 Tahun Komunitas Anak Bangsa

23

Fokus Bangun SDM Cerdas dan Selamatkan Anak Bangsa

Agar Anak Hebat kita harus terlibat. Anak jangan dijadikan kon­ sumsi publik. Demi turut me­ nyelamatkan anak sebagai aset bangsa, lahirlah Komunitas Anak Bangsa (KAB) pada 23 Juli 2014, tepat di hari Anak Nasional. Menurut Penasihat KAB, Dr. A.A.A Ngurah Tini Rusmini Gorda., S.H., M.M., M.H., KAB dibentuk un­ tuk ikut menyelamatkan anak se­ bagai aset bangsa dengan konsep ramah keluarga. Bahwa, keluarga

menjadi tempat tinggal yang aman, tenang, nyaman dan menyenang­ kan bagi anak dan seluruh anggota keluarga. Dikatakannya, dengan motto kerja cerdas kerja ikhlas dan kerja tuntas, berbagai hal sudah dilak­ sanakan KAB. Mulai dari Bedah Perpustakaan, UKS, Kantin Sehat hingga pengumpulan koin Rp 1.000 per hari. Disam­ ping itu, lanjut Eliane Rukmiharti Indiati, Ketua KAB, mereka juga memberikan beasiswa bagi siswa/i kurang mampu serta mengadakan sosial keagamaan. Bahkan, kata Tini Gorda

Deklarasi BANNI 23 Juli 2016

cikal bakal Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) dari KAB, sebab dalam roadshow di kabupaten/kota ternyata ke­ sejahteraan unsur paling domi­

nan dalam urusan kekerasan. Berikutnya juga ada lang­ kah cerdas KAB yang mem­ boyong konsep perlindungan anak ke hadapan Komisi VIII

DPR RI dan ke Kemen PPPA. Dengan semua program dan lang­ kahnya KAB selama dua tahun terakhir, rupanya sudah men­ garah pada Three Ends. Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Akhiri ketidak adilan akses ekonomi bagi perempuan. Selanjutnya, KAB siap men­ jadi partner pemerintah untuk program Three Ends yang di­ launching di Makasar 2016. Ini juga sebagai wujud dari Partisi­ pasi Publik untuk Kesejahtreraan Perempuan dan Anak (Puspa) 2016 yang deklarasinya di Yogya (30/5) s.d (1/6) yang lalu. - ard

Susunan kepengurusan Komunitas Anak Bangsa Penasihat : Dr. A.A.A Ngurah Tini Rusmini Gorda., S.H., M.M., M.H Ketua : Eliane Rukmiharti Indiati Sekretaris : Mukminatin. SH Bendahara : Auguslinar Simamora Bid. Pendidikan, Hukum dan Ekonomi Ketua : A.A Rai Kartini.S.Sos. M.Si. Cht Anggota : Dra. A.A Rai Tirtawati, M.Si Lintang Nurpuspita, AAA Agung Candra Dewi dan IA Putri Ulan Arsanti

Keluarga “Happy” karena Bermain Bermain merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan tanpa memikirkan hasil akhir yang didapat. Pernyataan itu dituliskan oleh Elizabeth Hurlock yang merupakan salah satu ahli dalam psikologi perkembangan. Manfaat bermain bagi anak sangatlah banyak. Untuk perkembangan fisik, bermain dapat menguatkan otot tubuh anak dan menyalurkan energi yang berlebihan. Jadi buat para Ibu yang ingin mendapatkan kesempatan tidur malam yang lebih panjang, izinkanlah anak-anak maupun bayi Anda untuk puas bermain dan menghabiskan energi mereka yang besar di siang hari. Ibu tidak perlu khawatir anak-anak “terlalu lelah”. Anak-anak adalah mahluk yang pintar, bahkan bayi pun demikian. Anak-anak kalau sudah lelah bermain akan datang sendiri pada orangtuanya, dan saat itulah orangtua perlu menawarkan makanan dan minuman. Ini bisa jadi kesempatan mengurangi komentar “anak saya susah makannya”. Selain untuk melatih fisik, bermain juga punya manfaat untuk perkembangan motorik. Misal untuk keterampilan motorik halus, sebelum anak belajar menulis, anak perlu kesempatan bermain corat-coret dengan pensil atau alat tulis lain. Bermain juga bermanfaat untuk perkembangan

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

dengan anak-anaknya. Itu terjadi karena daya imajinasi dan kreativitas bermain yang kurang. Bagaimana dengan kita kaum perempuan yang nantinya jadi ibu? Bermain sama pentingnya bagi laki-laki dan perempuan. Seorang ibu yang semasa kecil jarang dapat kesempatan bermain, cenderung lebih tegang dan sulit rileks dalam menghadapi tuntutan dan tugas rumah tangga. Sebagian ibu yang saya kenal kurang mampu bersenang-senang untuk mengimbangi stres yang dialami ketika mengerjakan urusan rumah tangga. Oleh karena itu, kepada para orangtua mari kita berikan kesempatan bermain yang cukup untuk anak agar anak merasa “puas bermain” dan jadi semakin gembira. Sehingga diharapkan mereka tumbuh jadi generasi yang puas bermain di usia muda dan tetap tahu cara bermain di usia

dewasa. Ada hal menarik yang sempat saya renungkan. Untuk sebagian ayah, bermain yang dipilih adalah jenis olahraga. Sebagian ayah yang lebih muda memilih bermain game sebagai bentuk kegiatan bermain selain olahraga. Lalu bagaimana dengan kita para perempuan yang menjadi ibu? Aktivitas bermain seperti apa yang kita pilih? Sebagian ibu mengatakan olahraga adalah jawabannya. Sebagian lagi mengatakan terlibat bermain dengan anak-anak. Sebagian lain melakukan window shopping (online atau langsung) dan belanja sebagai aktivitas yang membawa kesenangan. Lalu bagi para ibu yang tidak melakukan hal-hal itu? Sudahkah Anda punya aktivitas yang buat hepi? Andalah yang menjawabnya.

Beraudiensi Hasil dari Disertasi tentang Korban Pedofilia ke Kementrian PPPA 23 Januari 2014

Foto Bersama Kementrian PPPA usai Audiensi Januari 2014

Presentasi konsep tentang UU Perlindungan Anak di Komisi VIII DPR RI tanggal 13 Mei 2014

Tim Komisi VIII DPR RI bersama AB usai penyerahan Konsep Mei 2014

Bid. Sosial Kerohanian Ketua : Dra. I.A Oka Sasih Anggota : Ir. Putu Ayu Pramadew, Ni Nyoman Redini. S.E., Soemiati

Bid. Humas dan Kerjasama Ketua : Desak Ketut Sulistri Anggota : A.A Mira Krishna Dewi, Yustin Martin, Hazanah Adriyas, Hj. Gusti Zuhar Zaitun

Narasumber seminar hukum kekerasan anak pada program kerja KKN Undiknas 23 Juli 2016

KAB memprakarsai pembentukan Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) 23 Februari 2015

Penyerahan bantuan bedah perpustakaan, bedah kantin sehat, dan bedah UKS di SDN 3 Batuan Gianyar 6 April 2016

Ni Made Ari Wilani, S.Psi., M.Psi., Psikolog Staf Pengajar Psikologi FK Udayana

Ulang tahun ke-2 Anak Bangsa 23 JULI 2016

Kata Hati Rubrik ini khusus untuk wanita yang ingin menuangkan ide/pemikiran/ gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter (1,5 halaman A4; spasi 1,5; times new roman 12). Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@tokoh.co.id, redaksitokoh@yahoo.com. Tulisan yang dimuat mendapatkan bingkisan dari Telkomsel. Telkomsel sebagai satu-satunya operator paling Indonesia selalu berkomitmen untuk membangun dan memajukan Indonesia. #UntukIndonesia

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Se­k retariat: Ayu ­A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­m erah ­B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­ ­F aksi­m ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id. Website: www.tokoh.co.id. Bank: BRI Cabang ­G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Narasumber “Sebagai Orang Tua Hebat” 11 JULI 2016

Foto bersama KAB dalam Program Kerja “Sarapan Penuh Cinta” 11 JULI 2016

Foto bersama Gubernur, AB dan Mahasiswa Undiknas usai deklarasi BANNI 23 Juli 2016

Presentasi Konsep Kebijakan Perlindungan Anak ke Kemen PPPA 15 Juli 2016

Menyerahkan Konsep Kebijakan Perlindungan Anak kepada Kemen PPPA

Memberi “Sarapan Penuh Cinta” kepada siswa saat MPLS di Perdiknas 11 JULI 2016

Komunitas Anak Bangsa (KAB)


24

Sudut Pandang

Edisi 912/ 1 - 7 agustus 2016

Di era teknologi komunikasi yang pesat saat ini, kegiatan nongkrong juga menjadi sebuah kegiatan untuk berbagi konten media hiburan (video & musik) dan termasuk aplikasi games yang dimiliki seseorang. Hal ini dapat dilihat, bagi pengusaha tempat nongkrong (warung kopi, cafe, restauran, dll) dengan menyediakan hotspot wifi gratis bagi pengunjung, sehingga suasana nongkrong menjadi lebih seru dan betah lama-lama di tempat tersebut.

N

ongkrong atau kongkow atau lebih dikenal lagi di kalangan anak muda dengan istilah hang out, merupakan salah satu bentuk gaya hidup dalam kehidupan masyarakat yang cukup populer beberapa tahun belakangan ini. Nongkrong atau hang out bisa diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan anak muda ataupun orang dewasa dengan cara berkumpul bersama teman-teman yang memiliki persamaan tertentu disaat waktu luang. Kegiatan nongkrong adalah bagian dari kebutuhan manusia yaitu bahwa manusia hidup perlu berinteraksi dan memerlukan orang lain untuk kemudian menjadi eksis bersama

Nongkrong untuk Aktualisasi Diri orang lain,” ujar psikolog Made Widiantara, S.Psi. M.Psi Jika dilihat dari hirarki kebutuhan menurut Abraham Maslow, interaksi manusia dengan manusia lainnya adalah bagian dari psylogical needs yang terdiri dari belonging and love needs (kebutuhan akan hubungan dan persahabatan) dan esteem needs (kebutuhan akan penghargaan diri dan prestige). Kemudian pada konsep kebutuhan yang lebih tinggi lagi menjadikan manusia butuh rasa aktualisasi diri, sebagai bentuk eksistensi pada lingkungannya. Kegiatan nongkrong dimaknai sebagai sebuah kegiatan yang merupakan bentuk dari eksistensi seseorang untuk menunjukkan diri dalam konteks aktualisasi diri. “Pada zaman dahulu, kegiatan nongkrong dilakukan di warungwarung kecil atau bahkan di poskamling dengan maksud untuk bersosialisasi dan bertukar informasi mengenai apa saja yang perlu dikomunikasikan secara santai dan informal. Tetapi seiring perkembangan zaman, pada saat ini kegiatan nongkrong menjadi lebih komplek, dimana tidak saja untuk bertukar informasi dan bersosialisasi bersama orang lain,

Made Widiantara, S.Psi. M.Psi

tetapi juga menjadi ajang gengsi. Pada zaman modern sekarang ini, status sosial ekonomi manusia menjadi sangat penting, sehingga kemudian seseorang menganggap bahwa kegiatan nongkrong sebagai gaya hidup dan sebagai aktivitas untuk aktualisasi diri dengan menunjukkan status sosial ekonomi yang dimiliki. Sebagai contoh seseorang yang merasa memiliki status sosial ekonomi menengah keatas akan mencari tempattempat nongkrong yang sesuai

dengan level mereka, misalnya di cafe, restoran atau tempat yang populer dan mahal. Bahkan, ada sekelompok masyarakat tertentu seperti kaum hedonis (kelompok masyarakat penikmat hidup) juga menjadikan nongkrong sebagai gaya hidup rutinitas dan bahkan dilakukannya setiap waktu,” jelas dosen Poltek Negeri Bali ini. Nongkrong yang dilakukan dengan maksud dan niat positif yaitu sebagai kegiatan melepas lelah dan kebosanan untuk santai dan bersenda gurau bersama keluarga dan teman-teman akrab, pastinya nongkrong akan menjadi sangat bermakna. Jika dilihat dari setting waktu dan tempat, kegiatan nongkrong bisa menjadi sebuah alasan untuk mencari inspirasi. Kegiatan ‘nongkrong yang dilakukan bersama teman-teman yang memang senang bergaul dan berinteraksi secara intens akan menciptakan interaksi komunikasi yang lebih santai, spontan dan menyenangkan. Dalam suasana menyenangkan, santai dan spontan saat nongkrong, bisa mendatangkan inspirasi yang mungkin tidak akan muncul saat kita dalam keadaan serius,

tegang dan terpaksa melakukan sesuatu. Sebagai contoh, banyak deal-deal kegiatan bisnis yang terjadi setelah dua orang atau lebih melakukan kegiatan nongkrong bareng. Beberapa kiat agar kegiatan nongkrong menjadi sebuah kegiatan yang menarik, bermakna, dan baik adalah dengan cara memperhitungkan waktu dan tempat yang sesuai. Maksudnya, adalah nongkrong di waktu yang memang waktunya santai dan luang, seperti sore hari selepas bekerja, atau di malam hari sekalian untuk makan malam bersama keluarga dan teman-teman. Selain itu, kiat memilih tempat nongkrong yang sesuai dan baik, yaitu tempat nongkrong yang representatif untuk bisa berinteraksi dengan santai dan menyenangkan. “Satu lagi yang menjadi pertimbangan kalau anda memilih tempat nongkrong yaitu selalu sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda, jangan sampai kegiatan nongkrong yang bertujuan untuk santai malah merepotkan karena menguras isi kantong,” tegas Widiantara. –Ngurah Budi

Bisnis kuliner menjadi salah satu yang paling banyak dipilih artis dalam ‘memberdayakan’ penghasilannya dari dunia entertainment. Apalagi mereka tahu karier di dunia entertainment tidak bisa dijadikan gantungan masa tua. Karenanya mereka tak mau menyia-nyiakan hasil kerja kerasnya di dunia hiburan begitu saja namun menginvestasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat dan bisa bertahan lama. Sejumlah artis mengaku memilih bisnis resto dari hobinya ngumpul dengan teman. Salah satunya adalah Iis Dahlia yang bersama Yuni Shara mendirikan

resto ‘My Pancake’ tujuh tahun lalu. Sebelumnya, Yuni Shara dan beberapa sahabat sering nongkrong di resto. Sambil ceritacerita juga makan. Gara-gara sering nongkrong itulah kemudian muncul ide membangun resto sendiri, sehingga akhirnya lahirlah ‘My Pancake’ di kawasan Jakarta Selatan, tujuh tahun lalu. Resto yang kini telah memiliki sejumlah cabang ini, kini menjadi tempat favorit Iis dan kawan-kawannya jika hendak kumpul-kumpul. “Tempat nongkrong favoritku ya di ‘My Pancake’,” kata Iis Dahlia sembari tertawa. “Dulu itu, kalau waktu sama-sama luang, aku, Yunet (Yuni Shara) dan beberapa teman kerap ketemuan. Biasa

“Gue tuh hobi nongkrong, gue juga suka banget sama food&beverage. Nah gue juga suka masak. Jadi pas rasanya untuk mem­ bangun bisnis kuliner,” Vidi Aldiano

ngobrol-ngobrol. Kebanyakan nongkrong di resto, ngobrol sambil menikmati kuliner,” ungkap Iis. Dari sering bertemu dan nongkrong itulah kemudian muncul ide untuk berbisnis kuliner. “Kita ingin bangun resto sendiri. Jadi selain bisa dipakai untuk tempat nongkrong, ketemuan teman, arisan, juga bisa mendatangkan penghasilan. Daripada nongkrong di tempat orang, kan, kenapa nggak kita nongkrong di tempat sendiri. Begitu cerita awalnya. Terus kepikiran lagi, ini (bisnis) kan bagus. Selain menyanyi dan aktivitas entertainment lainnya, kan siapa tahu bisnis ini juga bisa membantu,” tutur Iis bercerita tentang tempat nongkrong favoritnya. Sementara Vidi Aldiano, pelantun tembang ‘Membiasakan Cinta’, mengaku membangun bisnis kuliner bukan hanya karena hobi nongkrong tapi lebih dari itu dia memang sangat suka dunia kuliner. Kemanapun dia pergi, pasti dia menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di tempat tersebut. Ditambah lagi, kata Vidi, saat dia kuliah S2 di Inggris, bukan hanya berkesempatan menikmati kuliner di sana tapi juga ia harus memasak sendiri makanannya. “Gue tuh hobi nongkrong, gue juga suka banget sama food&beverage. Nah gue juga suka masak. Jadi pas rasanya untuk membangun

bisnis kuliner,” kata penyanyi bernama lengkap Oxavia Aldiano, ini. Resto Vidi berada di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, telah berusia setahun dan menurutnya perkembangannya bangus sekali. Tadinya, kata penyanyi yang dipercaya mantan Presiden SBY membawakan lagu ciptaannya berjudul ‘Jiwaku Terang di Malam Itu’, ia menargetkan yang datang ke restonya adalah anak muda yang mau nongkrong sembari berburu kuliner. Tapi ternyata yang datang bukan hanya anak muda, tapi juga golongan di luar itu. Restonya juga dipakai bukan hanya buat nongkrong tapi juga meeting-meeting kantor dan acara-acara keluarga. “Hehehe ya seneng aja kan ramai. Biasanya banyak yang meeting kantor siang, sore. Nanti kalau malam baru lah anak muda nongkrong,” kata Vidi yang menyeting restonya bergaya vintage New York era 1970-an. –Diana Runtu

Iis Dahlia

Nongkrong Berbuah Bisnis

redaksi@tokoh.co.id, iklan@tokoh.co.id

mingguantokoh

@mingguantokoh

mingguantokoh

www.tokoh.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook