Skip to main content

tokoh-edisi-1011-tahun-xx-16-juli-2018

Page 1

Komunitas

24

Edisi 1011/ 16 juli - 5 Agustus 2018

Tiap Anak Punya Keistimewaan Ni Made Sinarsari, awalnya tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk membuat sanggar belajar. Ia hanya memberi kesempatan anak-anak tetangga datang ke rumahnya sekaligus tempat praktiknya sebagai bidan untuk belajar.

Bahasa Inggris, Minggu III Bahasa Jepang, Minggu IV kreativitas. Untuk keterampilan ada beberapa kegiatan seperti, yoga, menari Bali, membuat puisi, pantun, menggambar, membuat kerajinan, melipat kertas, mem-

Sejak ada kegiatan belajar bersama anak-anak, ia bisa melihat bahwa perlu pendekatan khusus untuk menghadapi anakanak yang bermasalah. Misalnya, anak yang hiperaktif diberi tugas membantu ibu guru. Anak yang

“A

da beberapa anak yang datang belajar mengerjakan PR di sela-sela saya praktik sore di rumah. Saat tak ada pasien saya mengajari mereka,” ujar Sinarsari yang juga bertugas di Puskesmas I Denpasar Utara. Lama-kelamaan anak yang datang makin banyak sehingga ruang tunggu untuk pasien tidak mencukupi. Akhirnya, dia menyulap kebun herbalnya menjadi tempat anakanak belajar agar lebih representatif. “Waktu itu tahun 2008. Saya belum memberi nama komunitas kegiatan belajar anak-anak tersebut. Apa sih arti sebuah nama. Yang penting anak-anak bisa belajar dengan baik. Itu awalnya,” kata Sinar. Ia juga sempat bertemu kelian, lurah, dan polisi yang bertugas di wilayah tempat tinggalnya, untuk menyampaikan kondisi anakanak yang makin banyak datang belajar. “Dari pertemuan itu, mereka semua mendukung saya, dan memberikan saya motivasi untuk terus melanjutkan kegiatan sosial tersebut. Akhirnya berlanjut sampai sekarang,” ungkapnya. Dari beberapa teman yang juga guru, ia mendapatkan banyak sekali saran. Akhirnya, ia putuskan untuk memberikan nama Sanggar Gembira Belajar. “Sanggar ini murni sebagai bentuk kepedulian sosial saya dan keluarga. Ada 5 guru termasuk saya dan beberapa

Sinar sedang mengajar anak-anak

relawan ikut bergabung. Ini gratis tidak dipungut bayaran,” kata Sinar. Awalnya, hanya anak-anak tetangga sekitar rumahnya di Betengsari, Jalan Padma, Tonja yang datang. Makin lama malah ada beberapa anak pasien yang juga turut belajar. Ia tetapkan hari belajar tiap Hari Sabtu dan Minggu pukul 17.00 sampai 18.30. Untuk pelajaran, ia memakai sistem tema dan fokus ke bahasa. Minggu I Bahasa Bali, Minggu II

buat kartu, menulis halus, dll. Biasanya, kegiatan keterampilan, ia padupadankan dengan hari besar agar nyambung, seperti Hari Ibu membuat kartu ucapan untuk Ibu atau membuat puisi, Hari Nyepi membuat ogoh-ogoh, dll. Jumlah anak-anak yang belajar sekitar 25 sampai 30 orang. Untuk memudahkan, kelas dia bagi dua, untuk PAUD dan SD. Menurut Sinar, saat liburan banyak anak pulang kampung, sehingga anakanak yang belajar lebih sedikit.

Kegiatan Sanggar Gembira Belajar

yang pendiam dan tidak percaya diri diberi tugas memimpin doa ke depan. Anak yang susah makan, mendapat tugas memberi persembahan kepada guru. Anak yang punya gangguan konsentrasi, namanya selalu dipanggil oleh teman-temannya bergantian. SELIPKAN PARENTING “Bukan saja anak-anak yang belajar, saya juga belajar banyak dari anak-anak. Saya belajar memahami dari sisi anak. Mengapa

mereka punya masalah. Apapun kekurangan anak, ternyata mereka punya kelebihan lain. Itulah yang harus ditonjolkan,” ujar Sinar. Setelah beberapa tahun sanggar yang ia didirikan berjalan, sudah banyak hasil yang terlihat. Banyak anak sukses keluar dari masalah mereka. Anak yang tidak percaya diri mulai menjadi pemberani. Anak yang tidak suka membuat PR mulai menjadi rajin belajar. Malah ada anak yang sudah tamat SMP mulai ikut berbagi dengan adik-adiknya di sanggar. Intinya, kita harus menunjukkan belajar adalah sesuatu yang mengembirakan bagi anak-anak. Disamping itu, dalam setiap materi, ia selalu selipkan parenting. “Saat bertemu para orangtua, saya tanamkan kepada mereka bahwasanya penting melihat dari sisi anak. Ada anak pintar di bahasa, tapi dipaksa orangtua suka matematika. Apapun kondisinya, anak memiliki satu keistimewaan. Itulah yang harus diarahkan orangtua,” imbuh Sinar. Ia menegaskan, walaupun sanggar belajarnya gratis bukan berarti tidak profesional. Ia tetap memakai SOP dalam mengajar sehingga memberikan hasil yang maksimal kepada anak. Selain belajar pelajaran, anakanak juga mendapatkan edukasi kesehatan seperti prilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan, ada juga pemberian vitamin A, obat cacing, dan imunisasi JE. Saat HUT, digelar berbagai lomba kreativitas. Sinar berharap, dari kegiatan sosial yang ia lakoni, bisa membantu banyak anak. Ia bersyukur jika sanggar belajarnya, dapat memberi manfaat kepada orang lain. (Wirati Astiti)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Espresso

2

GORO-GORO Ijah yang men­­ cekik dan hampir me­ nikam Bu Amat dilarikan ke rumah sakit. SetPutu Wijaya elah mendapat perawatan yang cepat, tepat, tuntas, dia ditahan di kantor polisi. Tangannya yang tertembak dibebat. Dia hanya pingsan karena kaget. Tapi mentalnya sudah hancur. Mukanya pucat-pasi. Nampak sangat ketakutan. “Aku bukan teroris,” katanya yang membuat polisi justru tambah yakin, “Aku cuma sakit hati dikutuk banyak mulut! Sejak lahir mulutku cuma satu! Darimana ceritanya ike bisa dapat mulut banyak?! Ijah bukan Rahwana yang kepalanya sepuluh, tentu saja mulutnya juga sepuluh. Ike ini Kumbakarna, meskipun tu-

buhku seperti smack down tapi jiwaku selembut benang sarang laba-laba. Ditonjok sedikit ike patah! Apalagi kalau dituduh teroris. Ijah hanya mau bikin perempuan gaek-jelek-brengsek itu menjerit ketakutan, dan berlutut memcium kakiku, di depan teman-teman seperjuanganku di pasar yang sudah terpaksa dipaksa menyaksikan aku. Jadi orang yang jatuh merek. Apa artinya karier, kalau kita dikatagorikan banyak mulut?! Penghinaan itu hanya bisa ditebus dengan meminum seteguk darah segar yang langsung keluar dari jantungnya. Ike mual! Mual tahu! Hueeeeeeeekkk!” Tetapi anehnya begitu berhadapan dengan Amat, Ijah kontan berlutut. Minta maaf atas kekhilafannya. Ia minta ampun dan mengaku sudah keblinger. “Pikiranku kacau karena dililit utang, Pak Amat. Aku jadi gelap mata, teler, tak sadar apa yang ku-

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

SNIPER 5

lakukan. Tubuhku kemasukan roh jahat. Untung Pak Polisi pintar, aku terus dikuntit. Dan waktu sampai ke puncak, aku lihat seperti ada monster mau masuk rumah, maka demi keselamatan Bu Amat dan Pak Amat, aku tikam. Pak Polisi menembak untung meleset hanya kena tangan. Aku jatuh karena kaget sampai pingsan.” Ijah selanjutnya menangis histeris. Amat yang sebenarnya hanya ingin tahu, apa alasan Ijah menyakiti istrinya, cepat-cepat pulang. Ia cenderung percaya bencong yang mengaku asli putra daerah sebuah kota kecil di Jateng itu, sedang main sandiwara. “Petugas mengatakan, ada bukti sangat meyakinkan dia itu teroris yang hendak mengacau peringatan Hari Proklamasi,” kata Amat menceritakan pertemuannya dengan Ijah. Bu Amat sebenarnya yang mendesak Amat menemui Ijah. Ia sangat penasaran ingin tahu,

mengapa Ijah tega berbuat keji kepadanya. “Untung polisi punya penembak jitu. Kalau tidak?” kata Amat. “Tapi untung jitu, Pak, kalau meleset sedikit saja, bagaimana?” Bu Amat lama tercenung. Meskipun ia sama sekali tidak terluka, tapi peristiwa itu mengganggu batinnya. Mengapa orang bisa mendadak brutal pada teman? Mesti ada alasannya. “Masa, Ibu kan hanya kelepasan ngomong, bilang, jangan banyak mulut, terus kok dia mau membunuh?” “Si Ijah itu bencong. Pak! Bencong memang emosinya tak bisa ditahan, kalau sudah meluap edan, sulit dikendalikan!” Amat menggeleng. “Tapi kita tidak bisa dipaksa memaafkan kejahatan untuk mendukung alasan-alasan pribadi yang mungkin saja sandiwara!” “Orang mabok, sakit jiwa,

dalam tekanan batin tidak bisa disamakan dengan orang normal, Pak.” “Bapak kira bukan itu, Bu.” “Terus apa?” “Jangan-jangan .... “ “Jangan-jangan, apa?” Amat menarik napas panjang. “Jangan-jangan?” “Jangan-jangan ini tembakan jitu rahasia jarak jauh,” “Apa?” “Ancaman tanpa diumumkan. Bahwa sudah ada peningkatan pengamanan yang lebih canggih untuk mencegah adanya kejahatan di ruang publik. CCTV masih dirasa belum cukup, harus ditambah. Sekalian memanfaatkan perangkat perang di masa damai, agar tak mubazir! Maka sekarang ada penembak jitu di mana-mana untuk melindungi rakyat!” “Oh begitu?” “Coba ingat, waktu Ijah tertembak, mana darahnya? Kok tidak berdarah?”

“Sweet Dragonfly” (3) Salam Unique... Menyambung dari tulisan kami sebelumnya yang membahas tentang filosofi yang terkandung dalam sebuah ikon perusahaan. Itu menjadi ciri khas yang membedakan dari perusahaan lain tentu akan membuat kuat dari brand perusahaan itu sendiri. Begitu juga seperti tulisan kami sebelumnya yang membahas bagaimana sebuah industri perak yang menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Bali yaitu UC Silver. Seperti digambarkan Nyoman Eriawan, sebagai pemilik serta founder dari perusahaan tersebut bahwa sebagai salah satu industri perak yang saat ini sudah mendunia, telah membuat sebuah ikon

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dari salah satu satwa dan menjadikan cirri khas di perusahaan ini, yaitu capung, yang terkenal dengan sebutan “sweet dragonfly”. Filosofi yang pertama yang terkandung pada “sweet dragonfly” adalah “equality and balance in life”. Bagaimana kita menemukan keseimbangan dalam kehidupan. Filosofi yang kedua, “trust and learn the truth”. Yang bermakna bagaimana sebuah kepercayaan akan muncul secara alami jika kita belajar tentang kebenaran yang cerdas. Dua dari filosofi tersebut sudah kami bahas pada tulisan tulisan kami sebelumnya di kolom ini. Kita lanjutkan membahas filosofi ketiga yaitu, “the power of

inner strength”. Dalam filosofi yang ketiga ini terkandung makna bahwa kekuatan bukan hanya datang dari kekuatan fisik semata. Tetapi bisa juga datang dari dalam, seperti kekuatan pikiran yang membuat mampu bertahan untuk hidup. Kalau kita cermati, pahatan unik dan indah dari sayap capung, meskipun terlihat tipis dan rapuh, kedua sayap memiliki kekuatan yang luar biasa ketika mereka mengepakkan sayap. Memiliki kekuatan semacam ini membuat capung dapat melakukan perjalanan dengan jarak jauh. Unsur tradisional Bali dan modern menggabungkan teknik filigri kontemporer dengan teknik jawan granulasi yang telah dikenal selama

berabad abad, melengkapi desain capung ini dengan sempurna. Perhiasan yang dibuat dengan teknik filigri adalah perhiasan yang biasanya seratus persen dibuat dengan memanfaatkan ketrampilan tangan. Untuk menghasilkan satu saja perhiasan filigri diperlukan banyak waktu, ketelitian, dan konsentrasi yang tinggi dari si pembuat. Kombinasi antara kekuatan makna dan kekuatan tak terbatas jelas diilustrasikan dalam setiap detail desain. Ini bukan hanya pekerjaan sebuah pikiran, namun terkombinasi dengan keahlian dalam mewujudkan dalam bentuk benda yang unik dan bermakna. (Bersambung) Apa saja yang akan kami tulis untuk kolom ini selanjutnya. Nanti-

kan tulisan kami setiap dua minggu sekali, kami akan hadir di kolom ‘I AM UNIQUE’ yang membagi informasi secara detail tentang UC Silver. Bagaimana cara memilih kualitas perhiasan, bagaimana keunikan dari desain yang tercipta, sampai ke filosofi dari masing masing karya yang terbentuk. Kalau ingin melihat langsung gallery dan workshop UC Silver silakan kunjungi kami di Jalan Raya Batubulan Gg Candrametu nomor 1 Batu Bulan Gianyar 80582. No telp (0361) 461511. Atau kunjungi website kami di www.uc-silver.com I am Unique I am Happy… UC Silver Bali info@ucsilverbali.com

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung ­Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­ Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­­Faksi­mile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

23


22

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Sosialita

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018 Untuk memulai menjadi pemimpin, modal utamanya adalah kemauan untuk mau berbuat agar masyarakat di lingkungannya bisa menjadi lebih baik. Penegasan itu disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam “Workshop Kaderi­ sasi PDI Perjuangan Meme­ nangkan Hati Rakyat”, pekan lalu. Ada 12 bupati/wakil bupati dari PDI Perjuangan berbagi tips sukses menjadi pemimpin, salah satunya Bupati Eka Wiryastuti.

I

a sendiri berbagi pengalaman untuk menjadi seorang yang mampu dan sukses mengubah masyarakat di lingkungannya melalui karier politik yang dijalan­ inya. Menurut Bupati Eka, semua profesi ada tujuannya, begitu juga dalam berpolitik. “Dengan berpolitik kita bisa memegang kebijakan untuk mengangkat derajat umat. Berpolitik juga bisa membantu orang banyak. Dengan politik saya bisa membuat kebijakan dan keputusan dengan berdampak langsung kepada rakyat,” ujar bupati dua periode ini. Menurutnya, jangan anggap perempuan itu display yang menarik untuk dilihat, kalau sudah bosan terus ditinggalkan. Jadilah kader perem­ puan yang mempunyai kecerdasan bahwa kita mampu dan bisa. Ia menambahkan, ke­i nginan

3

Eka Wiryastuti

Perempuan Harus Mampu Jadi Pemimpin perempuan untuk menjadi pe­ mim­pin harus disertai modal untuk memimpin. Oleh karena itu, berbagai organisasi harus ditekuni untuk me­ nempa ke­terampilan kepemimpinan. Ia juga mengingatkan, kepemimpinan haruslah bersumber dari hati. “Kalau sudah pakai hati, apapun program yang kita lahirkan untuk rakyat pasti bagus. Jangan berpolitik itu hanya merebut kekuasaan,” ujarnya meng­ ingatkan. Untuk memakai hati, harus dekat dengan alam, dekat dengan keya­ kinan, dekat dengan Tuhan karena bahasa hati adalah bahasa Tuhan. Menurutnya, politik adalah amanah dan jembatan, untuk kita bisa mem­ buat perubahan yang lebih baik kepada umat. Eka menilai, perempuan dan lakilaki sama. Ukuran otaknya juga sama. “Ibarat guru, kalau kita tidak pintar, bagaimana bisa menjadi contoh. Kita dulu yang harus cerdas agar bisa mencerdaskan orang lain. Menjadi politisi harus cerdas dan membumi dan memang mau ngayah, artinya berbuat dulu tanpa meminta hasil,” ujar perempuan yang baru saja mendapatkan penghargaan “Women Powerful Award” Ia menilai, semua pemimpin lahir dari zona tidak nya­

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berbagi pengalaman dalam acara Womens Talking & Awarding Indonesian Women Leaders

Menurutnya, ada satu kebanggaan jika partai bisa men­cetak kadernya menjadi pemimpin yang bagus dan berkualitas. 21 ANAK ASUH Di tengah kesibukannya sebagai Bupati, Eka Wiryastuti juga selalu ingin berbagi. Salah satunya dengan menjadi orangtua asuh. Saat ini, ia memiliki 21 anak asuh. Menjadi satu kebanggaan, karena satu dari anak asuhnya Ida Ayu Kade Dwi Uthary, siswi SMKN 1 Tabanan meraih nilai tertinggi UN tingkat Provinsi Bali. “Bagi saya, anak-anak itu punya masa depan. Kebetulan saya punya rezeki lebih, kenapa tidak saya ban­ tu. Saya bangga Dayu bisa meraih UN tertinggi di Bali. Anaknya unik, polos dan lugu tapi orangnya mau belajar. Saya sudah anggap seperti anak sendiri,” kata Eka. Dari 21 anak asuhnya, 19 anak asuhanya adalah anak yatim piatu. Ia usahakan, setahun minimal ada enam kali pertemuan de­ngannya. Ia Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menerima penghargaan berharap, semua anak asuh­ “Women Powerful Award” nya akan punya masa depan man. Ibarat permata, di dalam yang baik dan menjadi anak lumpur bagaimana dia bisa ke­ tangguh yang bersyukur arti luar dan bersinar dan menyinari hidup dan bisa berjuang dan semua. “Itu semua ada pros­ berguna untuk masyarakat. esnya, termasuk saya juga ber­ “Sering saya tekankan ke­ tatih-tatih. Apapun saya jadikan pada anak-anak asuh saya, contoh, termasuk masalah sosial jangan pernah berpikir tidak jadi contoh, yang baik bisa ditiru beruntung. Banyak orang dan dibuat jadi lebih baik lagi,” yang punya orangtua, tidak kata Eka Wiryas­tuti di hadapan merasa punya orangtua. jus­ para peserta workshop yang se­ tru kalian tidak punya orang­ bagian besar caleg perempuan tua, harus lebih dewasa dan PDI Perjua­ngan itu. Ia merasa lebih tangguh,” ujar Eka. sangat bangga jika bisa meng­ Saat ini, 21 anak asuh­ gandeng banyak perempuan di nya itu, tinggal bersama legislatif. keluarga dekatnya masingMasa kepemimpinan Eka masing. Suatu saat nanti, ia Wiryastuti akan berakhir tahun punya impian, bisa memiliki 2021. Ke depan, ia ingin sekali satu panti asuhan sehingga bisa ikut serta membesarkan bisa menampung anak-anak Eka Wiryastuti bersama anak asuhnya Ida Ayu nama PDI Perjuangan mem­ yang tidak punya orangtua. Kade Dwi Uthary, siswi SMKN 1 Tabanan meraih bantu Ketua Umum Megawati. (ast)

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berbagi bersama anak asuhnya

nilai tertinggi UN tingkat Provinsi Bali.


4

Inspirasi

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

K

Ajang Miss Universe 2018 tidak lama lagi. Sonia Fergina Citra, Putri Indonesia 2018 yang akan bertarung di kontes kecantikan internasional itu terus melakukan persiapan agar nantinya bisa tampil dengan baik di event tersebut. “Aku terus melakukan persiapan di antaranya persiapan mental. Aku juga dapat macam-macam pembekalan, seperti catwalk, public speaking, dll. Jadi aku sekarang ini banyak belajar untuk berbagai hal,” ungkap Sonia di sela-sela acara peresmian Taman Sari Royal Heritage Spa sebagai Destinasi Wisata, pekan lalu.

T

sainya dengan baik. Apalagi para pesaing yang akan berlaga di event itu adalah peserta-peserta terbaik yang telah memenangkan kompetisi di negara masing-masing. “Aku masih terus belajar juga memperbaiki hal-hal yang masih kurang pada diri aku. Aku akan berusaha sebaik dan semaksimal mungkin di ajang itu,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, Indonesia secara rutin mengirim wakilnya untuk mengikuti ajang Miss Universe sejak tahun 1993. Hingga sekarang tercatat Indonesia telah 18 kali mengirim wakilnya, sempat vakum tahun 1997-1999 karena masalah politik dan perekonomian. Dalam hal prestasi, meski belum menjadi juara, namun hasil yang dicapai para putri Indonesia lumayan bagus. Setidaknya dalam empat tahun terakhir berhasil masuk semifinal atau babak 16 besar serta meraih sejumPelepasan Tukik (Anak Penyu Sisik) di pantai Tanjung Kelayang

21

Haruskah kita menjadi seperti Filipina dalam memerangi narkoba. Di Filipina Presiden Rodrigo Duterte menerapkan kebijakan keras terkait narkoba, tembak mati. Karena menurutnya penyebaran narkoba tidak bisa dilawan dengan cara cara biasa tapi harus extra ordinary.

Miss Universe

lah penghargaan di antaranya adalah Best National Costume dan Best Phoenix Smile. Namun tahun 2017 hasilnya kurang menggembirakan karena Indonesia yang kala itu diwakili oleh Bunga Jelitha Ibrani gagal masuk 16 besar. Sonia berharap pada ajang mendatang dirinya bisa mencapai hasil yang baik. Ketika ditanya targetnya, Sonia tidak menyebut target tertentu. Ia hanya berjanji akan tampil sebaik mungkin. “Kalau ditanya beban, aku merasa nggak terbeban ya. Aku hanya mau berusaha memberi yang terbaik. Target, maunya setinggitingginya. Cuma kan ngga bisa bilang target harus segini. Yang utamanya adalah berusaha semaksimal dan sebaik-baiknya.” “Menurut aku dia (Bunga) adalah perempuan yang sangat menginspirasi, sangat luar biasa juga sabar. Cuma memang, kan ekspektasi teman-teman di Indonesia pengennya kita ada nama lah di sana. Dan aku akan berusaha keras makanya sekarang aku banyak belajar,” ungkap Sonia yang jago taekwondo. Meski lemah dalam hal public speaking, namun sesungguhnya dirinya bukan lah orang baru dalam dunia modeling maupun kompetisi. Lenggak-lenggok di catwalk sebenarnya sudah piawai dilakukannya karena dia adalah seorang model. Kontes kecantikan juga kerap diikutinya mulai dari tingkat daerah, nasional hingga internasional. “Iya aku dulu sempat ikut modeling. Di daerah kan sering ada kontes-kontes, aku ikut juga tingkat nasional. Tahun 2010 aku ikut peagent(Putri Pariwisata Indonesia) dan masuk 10 besar. Dari 10 besar itu aku akhirnya terpilih untuk ikut ajang peagent internasional (Miss

Metropolitan

Rehabilitasi Seumur Hidup

Sonia Fergina Citra Bersiap untuk Ajang

idak seperti sebelumnya, empat bulan menyandang gelar Putri Indonesia, banyak perubahan terlihat pada penampilan wanita cantik ini. Bukan hanya tubuhnya yang terlihat lebih langsing tapi juga kemampuan public speaking-nya. Kalau sebelumnya, dia terkesan kaku dan grogi berbicara di depan umum maka kali ini dia menjadi lebih luwes dan lancar dalam mengungkapkan pemikirannya. Public speaking, itu memang menjadi masalah bagi Sonia pada awalnya. Itu sebabnya dia sangat serius belajar dan melatihnya. Hasilnya cukup baik. Gadis kelahiran Tanjung Pandan 1992 ini masih terus melatihnya karena di ajang Miss Universe 2018 mendatang, kemampuan public speakingnya akan benar-benar diuji. Menurutnya, semua hal yang tengah dipelajarinya saat ini adalah sebuah tantangan dan dia sangat bersemangat untuk bisa mengua-

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

S o n ia F e rg in a C itra Oriental Tourism 2012) di Cina,” ungkap Sonia yang dalam ajang Miss Oriental Tourism 2012 berhasil masuk 10 besar dari 50 peserta. Dengan bekal pengalamannya yang pernah bertarung di ajang peagent internasional membuatnya lebih percaya diri, apalagi sekarang ini dia memiliki kesempatan untuk memperbaiki hal-hal yang kurang darinya. Sebelum ini (Putri Indonesia) sebenarnya dia tidak ingin lagi terjun ke arena peagent.Pasalnya, dia ingin berkonsentrasi sebagai wanita karier. Namun godaan datang ketika ada tawaran untuk ikut Putri Indonesia. “Aku kan sudah bekerja sebagai Digital Marketing Executive. Aku kerja di belakang layar, online-online. Setelah kuliah aku menanggung biaya hidup sendiri, itu sebabnya aku nggak mau ikut. Tapi setelah pikir-pikir, apalagi ingat impian aku semasih kecil ingin ikut Putri Indonesia, akhirnya aku putuskan ikut mewakili Bangka-Belitung. Karena ini adalah kesempatan terakhir, batas usia maksimal peserta kan 25 tahun. Nanti sudah tidak bisa ikut lagi,” tutur Sonia yang mengaku aslinya dirinya adalah seorang yang pendiam. SATU KELUARGA EMPAT AGAMA Ada hal menarik yang diungkap Sonia tentang keluarganya. Menurut Sonia salah satu keunikan keluarganya adalah keberagaman agama dalam satu keluarga. “Jadi bisa dibilang dalam satu rumah, orangtua, juga kakak-kakak agamanya berlainan. Ada empat agama di keluarga kami.

Ayah aku agamanya Kong Hu Cu, mama beragama Khatolik, kakakkakak aku ada yang muslim dan Kong Hu Cu, sedang aku beragama Khatolik,” kata bungsu dari enam bersaudara ini. Meski berbeda agama, lanjutnya, kerukunan dan keharmonisan keluarga berjalan dengan baik. Hal itu, ujarnya, karena toleransi yang tinggi dari masing-masing anggota keluarga. “Kalau orang bilang, apakah mungkin dalam satu keluarga bisa begitu (agama berbeda) dan harmonis? Ya bisa saja, buktinya ya keluarga aku itu. Jadi aku pikir hal tersebut bisa tercipta karena toleransi. Menurut aku hal semacam ini, nilai-nilai, itu bisa ditanamkan. Jadi sebenarnya agama bukan masalahnya tapi cara pandangnya,” tegas Duta Kanker Servics itu. Buat aku, lanjutnya, keberagaman agama dalam keluarga adalah sebuah anugerah. “Kami bisa saling mendukung satu sama lain. Perbedaan bukan sebuah penghalang untuk hidup rukun tetapi pemersatu dan membuat kami sebagai keluarga lebih kompak dan mengerti akan pentingnya toleransi,” jelas Sonia panjang-lebar. Peran orangtua, tambahnya, sangatlah penting dalam mendidik anak-anaknya. Orangtuanya, kata Sonia, orang terbuka yang membebaskan pilihan hidup anakanaknya. Mereka juga mengajarkan kemandirian. Oleh sebab itu aku bisa tinggal sendiri. Padahal kan aku anak bungsu yang umumnya (anak bungsu) tinggal dekat dengan orangtua,” tuturnya. (Diana Runtu)

enyataannya, kebijakan itu tidak hanya tertuju para bandar dan pengedar jalanan tapi juga nyasar ke para pecandu yang sejatinya adalah korban. Bahkan konon, orang yang tak terlibat narkoba pun ikut jadi sasaran. Haruskah kebijakan super keras itu juga diterapkan di Indonesia? Sungguh ngeri membayangkannya. Jumlah pengguna narkoba menurut data BNN yang dilansir beberapa waktu lalu, hingga akhir 2015 telah mencapai 5,9 juta orang. Sebanyak 600-1,2 juta di antaranya berada di Jakarta. Indonesia juga—kini--bukan lagi tempat transit, tapi sudah menjadi daerah target pemasaran jaringan narkoba internasional. Aparat sebenarnya cukup gencar melakukan penindakan, termasuk mengungkap berbagai

Bimbim, personil Slank mengatakan perputaran uang besar pada bandar. Efeknya luar biasa. Karena itu, semua harus waspada dan tetap ‘sober’ (sadar), jangan kembali ‘jatuh’ lagi ke narkoba. Gerakan antinarkoba ini tidak boleh kendur. Bimbim yakin, jika gerakan antinarkoba terus digelorakan, maka ibarat bola salju yang menggelinding akan semakin besar dan berpengaruh. Inti ucapan Bimbim adalah memelihara semangat menyuarakan anti narkoba. “Kita harus menjaga agar semangat gerakan anti-drugs movement terus bergelora. Karena kadang kalau sudah setahun, kendor lagi kalau tidak ada yang mengingatkan. Tapi kalau kita terus ingetin, push terus, ajak berhenti (narkoba), saya yakin ini akan seperti bola salju yang terus menggelinding se-

Narkoba selundupan

kasus di antaranya masalah penyelundupan narkoba. Di tahun ini saja sekurangnya dua ton narkoba, termasuk penyelundupan satu ton sabu dari Cina di perairan Batam, Kepulauan Riau, berhasil dibongkar. Para pelaku dijebloskan ke penjara. Namun sepertinya para bandar, pengedar tidak takut. Para pengguna narkoba yang terlanjur kecanduan pun seolah tak jera dengan gencarnya penindakan aparat. Sebagai contoh Reza Bukan, komedian yang tengah naik daun, akhir Juni lalu ia ditangkap aparat karena mengonsumsi sabu. Reza mengaku menggunakan sabu sejak 2014 guna menghilangkan stres dan membantunya semangat bekerja.

mangatnya semakin besar,” ungkap Bimbim dalam acara Memperingati Hari Anti Narkoba Internasional di Markas Slank, Jl Potlot III Duren III, Jakarta Selatan, pekan lalu. Acara tersebut dihadiri berbagai kalangan termasuk dari BNN, masyarakat juga perwakilan panti-panti rehabilitasi narkoba di Jabotabek termasuk panti yang merehab para slanker yang terjerumus narkoba, dll. “Kami juga mengundang mereka yang baru sembuh (dari narkoba) juga para keluarga yang memiliki anak pecandu narkoba, sekaligus memberi mereka support agar berani keluar dari narkoba. Di sini kita bisa saling sharing dengan harapan bisa saling membantu,” tambahnya.

Acara peringatan Anti Narkoba Internasional di Markas Slank

PERJUANGAN SLANK RAIH KESEMBUHAN Dalam kesempatan itu para personil Slank juga menceritakan pengalamannya ketika masih memakai benda haram itu dan akhirnya berhasil sembuh. Bunda Iffet, ibu Bimbim yang juga manajer Slank juga angkat bicara tentang pengalamannya mendampingi personil Slank untuk lepas dari pengaruh narkoba. Grup Band Slank yang dalam kiprahnya di blantika musik Indonesia yang dalam puncak popularitasnya pernah menyandang predikat grup dengan bayaran termahal yakni Rp 500 juta per show, mulai amburadul ketika sebagian besar personilnya terjerumus narkoba. Enam tahun mereka terlena dan tak sanggup keluar dari jerat benda haram itu. Dulu mereka beranggapan bahwa dengan narkoba mereka menjadi lebih kreatif. “Ternyata anggapan itu tidak betul. Justru sebaliknya, tanpa menggunakan narkoba karya-karya kita lebih bagus. Saat bikin album pertama sampai ketiga, kami belum memakai narkoba. Terbukti, album itu paling bagus. Jadi tanpa narkoba kami bisa menghasilkan karyakarya bagus,” kata Bimbim yang mengaku dirinya dan personil lainnya berhenti pakai narkoba bukan karena takut ditinggal penggemar

melainkan karena sikap dan tindakan mereka menular dan banyak diikuti para penggemarnya. Bunda Iffet, merasa semakin khawatir dengan perkembangan anaknya juga teman-temannya. Untuk mengetahui sejauh mana mereka terpengaruh pada narkoba, Bunda Iffet pun masuk ke dalam manajemen Slank. Itu terjadi tahun 1996. Dari sana Bunda Iffet tahu kalau Bimbim maupun teman-temannya sangat parah. Dalam sebuah kesempatan Kaka, vokalis Slank menyebut, Bunda Iffet adalah ibu yang luar biasa. “Bunda Iffet adalah orangtua yang ‘ajaib’. Biasanya, pada masa itu, kalau anak terjerat narkoba, pasti sudah ditendang ke luar rumah atau malah tidak diakui anak oleh orangtuanya. Tapi Bunda berbeda. Beliau justru masuk ke dalam manajemen Slank, ingin tahu sedalam apa anak-anak memakai narkoba,” ujar Kaka. Begitu Bunda tahu anakanak ternyata parah, Bunda pun mendekatinya pelan-pelan. Mem-

bujuk, tidak memaksa. Akhirnya semua mau berobat pada tahun 2000-an. Proses penyembuhan, menurut personil Slank cukup berat. Hanya mereka yang memiliki tekad kuat yang bisa berhasil menjalaninya. Syukurnya, Bunda Iffet sangat sabar dan telaten mendampingi mereka sampai akhirnya para personil Slank bersih dari narkoba. “Dulu, saya pernah menunggu anak-anak yang masih pake (narkoba) padahal harus segera show. Saya nunggu dua jam di depan kamar hotel mereka,” kata Bunda Iffet suatu ketika. Menurut Ivan, salah satu personil Slank, meski sudah belasan tahun tidak lagi memakai narkoba, meski sudah bersih dari barang haram itu, namun mereka tetap masih rehabilitasi. “Sekali orang terjerat narkoba rehabilitasinya seumur hidup. Orang yang terkena narkoba tidak mungkin kembali normal 100 persen,” ujar bassis Slank itu. (Diana Runtu)

Reza Bukan ditangkap aparat


Bumi Gora

20 Indonesia menduduki urutan kelima dalam hal anak dengan kondisi stunting menurut Badan Kesehatan Dunia. Nusa Tenggara Barat termasuk memiliki anak-anak dengan kondisi stunting, suatu kondisi dimana anak mengala­ mi masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak se­suai dengan kebutuhan gizi, sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat (kerdil).

T

idak itu saja, stunting yang dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun ini, dapat ber­ pengaruh pada perkembangan otak anak yang tidak maksimal yang dapat pula berpengaruh pada perkembangan mentalnya. UNICEF mengungkap bahwa stun­ ting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, de­ngan tinggi di bawah minus (stunt­ ing sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak menurut WHO. Karena itulah Bank Dunia membuat program untuk penanganan stunting

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Maksimalkan Fungsi Desa Tangani Stunting stunting di Indonesia, pemerintah pusat dan daerah harus meningkatkan berba­ gai program pengembangan kesehatan masyarakat sejak usia dini bahkan dari dalam kandungan. “Stunting (kerdil) bukan hanya akan berdampak pada pertumbuhan badan saja, tetapi juga bisa saja berdampak pada lahirnya generasi yang otaknya juga kerdil,” ungkapnya. Kasus stunting dengan gejala anak berbadan lebih pendek dari anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/ kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya dan pertumbuhan tulang tertunda, yang dinilainya bisa membahayakan masa depan bangsa ini, haruslah ditangani dengan serius dengan melibatkan kerjasama semua pihak, mulai dari tingkat pemerintah pusat sampai pada tingkat desa/ke­ lurahan. “Ke depan, pemerintah harus memaksimalkan fungsi desa/kelurahan dalam penanganan kasus stunting, kare­ na kasus ini memang ada di Indonesia. Untuk itu, peningkatan anggaran dana

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Belajar dari “Gudug Basur dan Bawi Srenggi” Penampilan Sekaa Ngelawang “Rare Kumara”, Banjar Anggabaya, Penatih, Denpasar Timur yang merupakan duta Kota Denpasar tampil memukau ratusan pengunjung PKB di areal Taman Budaya, Selasa (10/7).

Kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla ke NTB terkait stunting

pingi Wapres RI ini, Desa Dakung merupakan salah satu dari 1.193 Desa/Kelurahan di NTB yang dijadi­ kan lokasi percontohan program dari Word Bank untuk pengentasan kasus kurang gizi (stunting). Ia mengungkap bahwa, pendapatan, pendidikan dan kesehatan merupakan tiga indikator untuk menilai kemajuan suatu daerah. Dari ketiga indikator tersebut ia mera­ sakan selama hampir sepuluh tahun memimpin NTB, peningkatan keseha­ tan merupakan upaya paling sulit untuk

Wapres RI bersama Presiden Bank Dunia dan Menteri Kesehatan RI saat mengunjungi Desa Bakung Lombok Tengah

di Indonesia, salah satunya termasuk di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa ini minggu lalu dikunjungi oleh Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim untuk melihat langsung progres pro­ gram penanganan stunting yang dimulai sejak Januari-Juni 2018 di desa yang terdapat 67 kasus stunting dan telah berhasil tertangani sebanyak 15 kasus hingga saat ini. Didampingi pula oleh Menkeu Sri Mulyani, Menkes Nila Moeluk, MenPUPR dan MenPDT, Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Provinsi Nusa Tenggara Barat langsung ke desa ini. Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengatakan, untuk menangani kasus

desa (ADD) yang diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur seperti penyediaan air bersih, pembangunan akses jalan dan penyediaan fasilitas sanitasi yang baik untuk generasi sehat harus dimaksimalkan,” katanya. Dan demi mewujudkan hal terse­ but, ia berharap adanya sinkronisasi pusat dan daerah, untuk melahirkan program masyarakat yang bergerak di­ namis dalam meningkatkan gizi melalui gerakan masyarakat yang didukung oleh program Word Bank. “intinya adalah menggerakkan masyarakat dan untuk menggerakan masyarakat itu kita harus memberikan petunjuk. Namun kunci yang terpenting adalah masyarakat bergerak untuk memperbaiki nasibnya sendiri,” ujarnya. Menurut Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang juga mendam­

Bunda Ananda

dilakukan bila dibandingkan dengan pendidikan dan pendapatan. “Saya harap program Word Bank untuk penanganan kasus stunting di NTB ini dapat berjalan sustain­ able, dengan demikian akan dapat meng­h adirkan kemaslahatan bagi masyarakat di NTB,” harapnya. Kegiatan Wapres RI dan Presiden Bank Dunia beserta menteri terkait ini dilanjutkan dengan meninjau lang­ sung Poskesdes, Polindes, PUD dan penerima manfaat Program Keluar­

ga Harapan (PKH) di Desa Dakung, Lombok Tengah. Dari hasil tinjauan lapangan tersebut, wapres optimis program penanganan kasus stunting di Indonesia khususnya di NTB berjalan dengan baik. Ia menjamin program ini akan terus berjalan secara berkesi­ nambungan. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan bahwa program stunting ini merupakan program ter­ baik di dunia, karena berkaitan dengan perbaikan kualitas generasi muda suatu bangsa. (Naniek I. Taufan-hms)

I Made Gede Kariyasa, S.Sn., M.Sn.

P

arade ngelawang yang dikemas dalam bentuk dolanan anak ini mampu membius ratusan pasang mata untuk tidak beranjak hingga acara pementasan selesai. Pembina Sekaa Rare Kumara, I

Made Gede Kariyasa, S.Sn., M.Sn. mengatakan konsep ngelawang ini adalah penyomia bhuta yang disimbolkan dengan barong me­ mutar ke kiri. Lakon yang diangkat adalah Garapan ini mengisahkan rusaknya tanaman para petani yang disebabkan oleh Bawi Srenggi dan ne­ layan pun juga menga­ lami kerusakan pada kapalnya. Sehingga baik petani maupun ne­ layan bersinergi untuk menangkap pelakunya. Saat ingin menghajar Bawi Srenggi, sang pemangku pun me­ nengahi keduanya dan memberi solusi untuk melakukan upacara Nangluk Merana. Seketika keadaan pun mulai kembali seperti biasanya dan Bawi Srenggi menjadi tenang di habitat asal­ nya. (Inten Indrawati)

5


Woman on Top Rai Sariani

6

M

elalui pikiran kreatif dan tangan trampilnya, Bu Rai begitu panggilan dari Bendahara Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Bali ini, telah menghasilkan sekitar 100 item produk Spa. Bu Rai yang punya pengalaman bekerja di sebuah spa internasional memacu semangat dan motivasinya untuk bisa mandiri. Akhirnya ia berhasil mengolah bahan alami lokal ini menjadi produk asli Bali yang sukses merambah pasar mancanegara. Kini melalui bendera Gaya Warna Spa Supplier-nya ia makin berkibar. Dengan kualitas yang terjaga serta izin resmi pengelua­ ran produk dari BPOM, terbukti produknya diakui pelanggan, bukan hanya di kawasan lokal Bali namun juga negara luar. Meski Gaya Warna sudah menangani keperluan produk spa hotel bintang 5 dan mengekspor, yang namanya kendala tak dapat dihindari. Jika dipaparkan, menurut Bu Rai cukup banyak , namun itulah persaingan yang harus dihadapi. Anggota IWAPI Badung

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

TTS No. 018

Bahagia Ketika Berbagi bagai inovasi dari pikirannya, Bu Rai juga tengah membimbing dua orang anak muda mencari ilmu padanya dan ingin memiliki usaha seperti dirinya. Rupanyan selama ini, ia juga dikenal sangat terbuka untuk berbagi ilmu. Bahkan, ia mengaku sangat senang jika ada anak muda yang datang padanya dan benar-benar mau belajar. “Apalagi jika disertai dengan se-

Iniesta di Spanyol, dan masih banyak lagi. Mereka memang bintang, bahkan dengan predikat pemain bola dengan bayaran yang sangat tinggi. Tapi kembali lagi, bisakah seorang bintang memastikan bagi timnya yang beranggotakan 11 orang untuk menjadi pemenang? Dalam dunia layanan kita sering memberikan arahan kepada para pelaku layanan agar mereka mempunyai pondasi yang kuat dalam melayani. Salah satunya dengan pemahaman filosofi melayani dengan sepenuh hati dan jiwanya. Di setiap seminar yang saya bawakan, filosofi ini selalu menjadi topik yang menarik. Diantara tiga filosofi yang saya paparkan, filosofi yang berkaitan dengan tim sepak bola tersebut “Kita adalah organ vital dari sebuah tubuh (perusahaan)”. Pemahaman terhadap filosofi ini adalah bagaimana dalam memajukan layanan di sebuah perusahaan atau instansi tidak da­pat dilakukan dengan cara individu. Bahkan dapat diumpamakan seperti orang yang sedang mati suri atau koma. Organ jantungnya masih berdetak, tetapi semua

TTS tokoh 018

segala sesuatunya, agar peserta­ nya tidak kecewa. Termasuk tempat, materi dan bahan yang mudah diperoleh, sehingga usai mengikuti pelatihan mereka bisa membuatnya di rumah.. “Meski­pun nanti mulai menjualnya melalui on line, jangan pernah kesam­pingkan yang namanya kualitas. Hal ini harus selalu dijaga,” tegasnya. (Sri Ardhini)

namun security kurang bersahabat. Jadi kesan yang ditinggalkan oleh para pelanggannya akan memberikan nilai negatif terhadap layanan perusahaan tersebut. Jadi dalam layanan dengan filosofi “kita adalah organ vital dari sebuah tubuh (perusahaan)”, bisa diibaratkan seperti pemain bintang dalam sebuah tim sepak bola. Tidak bisa mengandalkan hanya satu bintang yang bergerak untuk menjadi pemenang dalam layanan, tetapi kata ‘kita’ menunjukkan semua orang yang ada di dalamnya (perusahaan) harus terlibat untuk sebuah kemenangan dalam layanan. Begitu juga dengan serunya piala dunia sepak bola. Team manakah pemenangnya? Sudahkah para pelaku layanan diperusahaan kita diberikan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘SERVE WITH LOVE’ atau buku saya dengan judul ‘SERVICE A LA CARTE’. Ingin mengetahui, memahami dan meng­ aplikasikan layanan ini di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani www.srisumahardani.com srisumahardani3sp@gmail.com

KETENTUAN MENJAWAB Jawaban ditulis di ­kertas dan masukkan dalam amplop atau di­tulis di kartu pos. Tempelkan gun­tingan kupon TTS No 018 serta identitas lengkap (nama, alamat, no HP). Kirim ke Redaksi Tokoh, Gedung Pers Bali K. Nadha lantai III, Jln. Kebo Iwa no 63 A Denpasar, pa­ ling lambat Jumat 27 Juli 2018. Pemenang diumumkan Minggu 19 Agustus 2018. Tersedia dua hadiah voucer belanja senilai @Rp 100.000 dari Cellular World untuk dua orang pemenang. Pemenang agar ­mengambil hadiah ke Kantor Redaksi Tokoh setiap hari kerja de­ ngan membawa iden­ titas diri (KTP/SIM)

TTS No. 016

“BOLA” ‘Salam Senyum’ Demam bola yang memperebutkan siapakah atau tepatnya tim negara manakah yag terkuat untuk menjadi juara di Piala Dunia kali ini, sedang berlangsung ketika saya mengetik tulisan ini. Walaupun tidak penggemar bola atau kerennya bola maniak, saya tetap mengikuti baik berita ataupun pertan­ dingan yang disiarkan secara langsung oleh sebuah televisi swasta. Selain juga karena ikut-ikutan keluarga terutama yang laki-laki sangat gemar menonton perhelatan dunia tersebut. Sebagai pembicara, penulis, bahkan praktisi dari sebuah layanan, saya sering terinspirasi dari kejadian sehari-hari. Dan, pesta bola kali ini adalah salah satu inspirasi saya menulis tentang layanan. Ketika seorang bintang lapangan tidak dapat memenangkan timnya untuk menjadi jawara, biasanya yang paling kena umpatan, bully-an, dan sebagainya adalah mereka yang dianggap bintang. Cristiano Ronaldo di Portugal, Lionel Messi di ­Argentina, Mezut Ozil di Jerman, Andres

19

MENURUN: 2. DUKUN 3. NENEK MOYANG 4. JURU MASAK 6. PERBAIKAN 8. EMBUNG 12. GADUH 13. UANG 15. PANTAS 16. HORMAT 19. RIWAYAT HIDUP 21. JALUR YANG DILALUI

mangat dan jiwa wirausaha yang tinggi. Saya akan memberikan apa yang ingin diketahui atau dipelajarinya. Terlebih sebagai orang yang beragama, kami memang diajarkan untuk ikhlas berbagi,” katanya tersenyum. Terkait cukup banyaknya permintaan agar Gaya Warna menga­ dakan ‘work shop produk spa’ ia mengatakan tengah menyiapkan

organ tubuh yang lain dianggap mati. Seperti mata, kaki, tangan, dan organ yang lainnya. Dalam sebuah perusahaan, ketika yang melayani dengan baik itu hanya individu, contohnya hanya customer service, hanya manager, hanya satpam, hanya kasir/ teller, atau individu dan bagian lainnya saja yang baik melayani, maka inilah sebenar­ nya sama dengan istilah perusahaan tersebut sedang mati suri dalam layanan. Ini tentu menandakan perusahaan ini belum mempunyai service culture. Dimana semua karyawan semestinya bergerak yang sama ketika melayani customer-nya. Ketika saya bertandang ke sebuah layanan publik sering saya temukan contoh peristiwa seperti hal tersebut. Seorang customer service yang cantik, dengan seragam yang sangat indah dan elegan menyapa saya. Melihat hal ini tentunya mereka sudah diajarkan standar layanan yang benar. Namun, ketika saya harus berhadapan dengan bagian yang lain, semua standar layanan yang diberikan oleh customer service-nya berbanding terbalik dengan bagian back office-nya. Sama seperti kita ke rumah makan, pelayan yang melayani kita ramah, tapi sayang bagian dapurnya sangat lama menyajikan. Atau, kita pergi ke sebuah rumah sakit, front liner ramah, namun perawat atau dokternya judes. Bisa juga kita ke sebuah hotel, front office ramah

Rileks

MENDATAR: 1. NEGERI KANGGURU 5. LUCU 6. KECIL 7. SPESIES 9. UMUM 10. MAYAT HIDUP 11. KAKAK LAKI-LAKI 13. TIBA 14. GELANGGANG 17. UDARA YANG BERGERAK 18. UTUSAN 19. HARDIK 20. HADIAH 22. KODOK 23. LOMBOK 24. MEMAR

Terus menggali sumber alami yang disediakan alam semesta. Kemudian menggarapnya menjadikannya berbagai produk kosmetik original Bali telah dilakukan sejak 17 tahun silam. Itulah Ni Made Rai Sariani, pemilik CV Gaya Warna Spa Supplier yang saat ini menghasilkan produk yang bukan hanya bernilai tinggi tapi juga memiliki manfaat bagi banyak orang. ini tetap berkarya, berinovasi sesui trend dan perkembangan teknologi juga senantiasa fokus menjaga kualitas dan pelayanan. Ia kerap mendapat pesanan untuk menyiapkan perlengkapan lainnya untuk keperluan interior sebuah spa. Disamping semakin banyak pula pelangganya yang memesan produk untuk wedding gift. Sembari berkutat dengan ber-

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

MENDATAR: 3. REFLEKSI 7. SURYA 9. GUDEG 11. SWADAYA 13. TATAP 14. KERABAT 16. LORONG 19. ARTIS 22. HABITAT 25. DESTINASI 26. BAGASI 27. CAMBUK 28. RUNTUH MENURUN: 1. KESAL 2. WINDU 4. FAUNA 5. RANTING 6. UMPAMA 8. NETRAL 10. TEMPO 12. ITALIA 15. BASIS 17. NIKOTIN 18. PRIBUMI 20. LALAI 21. TELADAN 23. PELOPOR 24. DIAM

Pemenang TTS No. 016 I Nyoman Suryabadi

Br. Tuka, Perean Tengah, Baturiti Tabanan

I Ketut Suartana

Br. Balangan, Desa Kuwum, Mengwi Badung

Kupon TTS tokoh No. 018

Seks di Kolam Renang Tanya: “Dok, ini suami saya belakangan terus-terusan merayu saya untuk mau melakukan hubungan seks di kolam renang. Katanya sih untuk variasi saja, ingin merasakan sensasi di dalam air. Saya masih menolaknya, karena belum tahu risikonya. Sebenarnya, amankah ini?” (Ayu,24) Jawab: Di tempat praktek sering ditemukan pasangan suamiistri mengeluhkan hubungan seksual yang membosankan hanya gara-gara dilakukan de­ ngan cara konvensional dan itu-itu saja. Karenanya mencoba hal yang mendebarkan dengan mencoba melakukan hubu­ ngan seksual di kolam renang akan menjadi sebuah tantangan baru yang menggairahkan demi mendapatkan kepuasan seksual yang maksimal. Tentu saja semua harus disepakati bersama dan tanpa ada satu pihak pun yang terpaksa. Air secara psikis dianggap membawa kesegaran. Setiap

aliran dan guyuran air yang mener­ pa tubuh akan dirasakan membawa kesegaran dan ketenangan. Hubungan seksual dalam kolam renang akan menjadi aman jika air yang digunakan adalah air bersih dan tidak mengandung kuman serius. Di samping itu karena kelamin perlu dibersihkan setiap hari, maka air pun akan bermanfaat banyak untuk kebersihan penis dan vagina. Cukup dengan air bersih saja, penis lebih mudah dibersihkan. Sedangkan vagina tentu saja perlu cara yang benar untuk membersih­ kannya, terlebih di saat buang air kecil, atau buang air besar, jangan sampai justru malah ada kotoran dari dubur yang masuk ke liang vagina misalnya.

Ada yang merasa takut dengan masuknya air kolam ke vagina. Sesungguhnya perlu diketahui bahwa vagina itu tidak benarbenar steril. Banyak makhluk sangat kecil atau mikroorganisme yang hidup di dalamnya, berkompetisi dan bersinergi menciptakan sebuah keseimbangan alamiah. Tetapi, memang semua ada batasnya, jika kuman yang masuk jumlahnya berlebihan karena air yang digunakan tidak bersih, atau vagina kemasukan bahan-bahan yang berbahaya yang bersifat merusak dinding vagina, tentu saja akhirnya vagina bisa lecet, luka, meradang atau terkena infeksi. Tetapi, selama pasangan tidak mengidap infeksi menular seksual, baik yang disebakan oleh virus, bakteri, hingga jamur, sesungguhnya penetrasi tidak ada bedanya antara di air maupun di tempat kering. Lalu, adakah manfaat berhubungan seksual di dalam air? Manfaatnya lebih ke psikis. Ini bisa dilakukan bila hubungan seksual sudah mendatangkan

rasa bosan dan aktivitas harian juga sering mendatangkan ketega­ ngan, baik di pekerjaan, pergaulan sosial, termasuk di hubungan dengan pasangan. Kebugaran bisa didapatkan kembali dengan menyingkirkan gangguan psikis melalui relaksasi. Dengan melakukan hubungan seksual di kolam renang, yang menjadi target adalah melakukan variasi seksual, melenyapkan kebosanan dan membuang ketegangan. Air kolam renang bisa membawa sensasi relaksasi yang menyegarkan pikiran sekaligus badan, apalagi bisa dilakukan dengan pasangan sambil melakukan pijatan mesra bergantian untuk mengendorkan ketagangan otot dan memperlancar peredaran darah. Sebagai tujuan akhir dari semua tentu saja adalah pencapaian kepuasan seksual yang maksimal. Saat orgasme maksimal terjadi, maka otak akan melepaskan oksitosin dan endorfin, yang membuat rasa nikmat, lega sekaligus rileks yang amat sangat. Berhubungan seksual di me-

dia air juga bisa memunculkan ba­nyak kreativitas lainnya terutama dalam posisi dan saat foreplay atau pemanasan, tetapi, hati-hati tenggelam jika tidak pandai berenang dan melakukannya di kolam yang agak dalam. Satu lagi, hati-hati dilihat dan bahkan direkam orang jika melakukannya di kolam renang di tempat terbuka yang bisa diakses publik. Pandai-pandailah memilih tempat dan situasi. Jadi, hubungan seksual di kolam renang sebenarnya juga merupakan upaya variasi seksual. Variasi seksual itu kuncinya adalah disukai, disetujui bersama, tanpa paksaan dan tidak mengundang bahaya. Variasi seksual yang unik, menegangkan dan belum pernah dilakukan, sering kali sangat ditunggu dan bisa membakar hasrat dan dorongan seksual menjadi lebih menggelora. Silakan saja dilakukan, asal jangan menggunakan alat-alat bantu seksual yang berbahaya, atau di tempat yang berbahaya.


Buleleng

18

Twin Lake Festival

Festival Danau Kembar atau yang lebih dikenal dengan Twin Lake Festival (TLF) kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten ­Buleleng. Gelaran yang merupakan ajang kelima ini diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 4 hingga 7 Juli 2018.

Ajak Masyarakat Peduli Danau

B

erbeda dari tahun sebelumnya, panggung utama TLF mengambil tempat di pelataran Danau Buyan. Hal ini dikarenankan permukaan air danau yang meningkat. Sementara itu berbagai kegiatan juga digelar di pelataran danau Tamblingan. TLF tahun 2018 ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Kementrian Pariwisata bersama dengan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana serta pejabat lainnya lingkup Pemkab Buleleng dengan ditandai pelepasan burung di Pelataran Danau Buyan. Ditemui usai pembukaan, Bupati Agus Suradnyana menjelaskan lewat TLF ini Pemkab Buleleng mengajak masyarakat dan stakeholder lainnya untuk lebih peduli dengan Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Sudah terbukti, kepedulian masyarakat terhadap dua danau ini sudah makin meningkat. Penataan Danau Buyan pun sudah didesain oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) yang berwenang untuk penataan danau.

“Melalui TLF yang sudah diselenggarakan sebanyak lima kali untuk meningkatkan kepedulian terhadap Danau Buyan,” jelasnya. Mengambil tema Back to Nature, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan jika Danau Buyan ditata dengan baik, maka akan menjadi daya tarik wisata yang tidak kalah dengan danau lainnya. “Hanya perlu mengatur tata ruang dan zona-zonanya. Mana tanah milik pribadi dan mana tanah milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk ruang terbuka di sekitar Danau Buyan ini. Yang jelas tahun depan kita sudah memiliki perencanaan yang komprehensif menyangkut pemanfaatan, pelestarian dan revitalisasi Danau Buyan,” ungkap Agus Suradnyana. DAYUNG PEDAU SINGA Selama empat hari digelar, TLF menghadirkan berbagai kegiatan yang menghibur dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Salah satu kegiatan khas TLF adalah lomba Dayung Pedau Singa.

Mengambil tempat di Danau Buyan, Lomba Pedau Singa diikuti oleh 33 tim yang terdiri dari 31 tim dari SKPD lingkup Pemkab Buleleng, dan 2 tim dari organisasi nelayan dan kepemudaan. Lomba ini digelar Kamis (5/7). Lomba pedau tahun ini dimenangkan oleh kelompok nelayan

Sp.OG seusai membuka secara resmi lomba Pedau Singa mengatakan, sangat menyambut baik kegiatan lomba pedau singa ini. Menurutnya lomba ini bisa menciptakan semangat, kerjasama, dan kekompakan di dalam tim yang bisa memberikan efek di dalam kinerjanya nanti. Selain itu, Wabup Sutjidra juga mengatakan lomba ini cukup membanggakan karena hanya Buleleng yang memiliki lomba dayung pedau singa di Bali. “Harapan saya dengan adanya lomba dayung pedau singa ini kita bisa tularkan nilai-nilai semangat juang kebersamaan, persatuan, dan rasa kepedulian yang tinggi kepada generasi muda sebagai penerus tongkat estafet penjaga kelestarian alam khususnya danau Buyan dan Tamblingan,” harapnya. (Wiwin Meliana)

Hari Kita Semua, de­ ngan pesan kunci cinta keluarga cinta terencana menjadi tema besar Hari Keluarga Nasional XXV. Keluarga menjadi pilar utama bukan hanya bagi negara tetapi juga bagi kualitas generasi sebagai modal penting dalam membangun negeri ini.

M

emperkuat karakter yang dimulai dari keluarga-keluarga akan berdampak memperkuat karakter bangsa. Sebagai komunitas terkecil dari suatu bangsa, keluarga adalah tonggak pertama dalam lingkaran kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, lahirnya keluarga yang berkarakter menjadi sangat penting bagi sebuah bangsa. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang berangkat dari kebersamaan, cinta dan kasih sayang. Karena itu, peringatan Hari Keluarga Nasional dengan tema Hari Kita Semua ini, bisa menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta dan sayang dalam keluarga. Berbagai cara dilakukan keluarga baik orang tua terhadap anak atau sebaliknya dalam

Edukasi

Agama sebagai Benteng Utama mewujudkan rasa cinta dan kasih sayangnya tersebut, salah satunya dalam hal spiritual. Ir. Husnanidiyati Nurdin, Kepala Dispora Nusa Tenggara Barat, Juni 2018 lalu dengan bangga mendampingi putri keduanya Nursandrina Hendra Karamina menjalani ujian kompetensi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Sepeninggal suaminya Agus Pamudji Hendrataharja yang berpulang tahun tahun 2001, Eni, begitu kerap ia disapa, mengetatkan ikat pinggang berjuang melewati masamasa sulit untuk mengantar kedua buah hatinya yang kala itu masih kecil demi menuju panggung sukses. Hal utama yang dilakukannya adalah semakin mendekatkan keluarga mereka pada sang pencipta. Lebih mendekatkan lagi kedua anaknya, Evanur Hendrasari dan Nursandrina Hendra Karamina dengan agama menjadi

Pembukaan Twin Lake Festival yang ditandai dengan pelepasan burung di Pelataran danau Buyan, Rabu 4 Juli 2018

Dukung Program Pemerintah Perangi Narkoba dengan Rehabilitasi kami memang baru berdiri, akan tetapi program serta anggotanya merupakan orang-orang lama yang sebagian besar bekerja di instansi pemerintah yaitu BNN Provinsi Bali,” jelasnya. Ia menambahkan sebagai yayasan sosial, sumber pendanaan didukung oleh Made Dharmayasa selaku ketua yayasan. Pihaknya juga tengah berjuang agar instansi pemerintah juga turut mendukung program-program dari yayasan. Selama ini, mereka tidak memungkiri melakukan subsidi silang bagi para pecandu narkoba yang ingin melakukan rehabilitasi. Yayasan Bali Samsara juga didukung dengan tempat yang aman dan fasilitas yang memadai seperti kolam renang, air panas, dan ruangan ber-AC untuk memberikan kenyamanan kepada pecandu yang menjalani rehab. Selain didukung fasilitas, pihaknya juga menjalankan program untuk proses pemulihan dengan program TC (Therapeutic

Sari Sedana sebagai juara pertama, Pemuda Buyan sebagai juara kedua, Dinas Lingkungan Hidup sebagai juara ketiga, Dinas Perikanan sebagai juara keempat, Dinas PUPR sebagai juara kelima dan BPBD sebagai juara keenam. Ketua Panitia Ir. Made Arnika menjelaskan, lomba pedau ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata alam di kawasan Danau Buyan dan Tamblingan. Selain itu, perlombaan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan untuk turut menjaga kelestarian alam danau Buyan dan Tamblingan. “Kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan untuk menambahkan kegiatan wahana danau untuk menunjang pariwisata,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

benteng utamanya dalam membangun keluarga kecilnya. Salat, mengaji dan belajar itu prioritas yang dibangun Eni dalam keluarganya. Sebagai orangtua tunggal, ia tidak ingin anak-anaknya gagal karena alasan ia tidak mampu “bekerja sendiri”. Eni bekerja keras membuktikan menjadi orangtua tunggal bukan penghalang untuk menjadikan anak-anak sukses. Karena itu selain lebih mendekatkan agama terhadap anak-anaknya, Eni sendiri memulai hal itu dari dirinya sendiri. Mereka bertiga bekerja sama melewati masamasa sulit setelah kepergian sang kepala keluarga. Saling membantu dan mendukung satu sama lain dengan berpegang pada agama itu yang menjadi fokus mereka.

DATANGKAN GURU NGAJI Eni menemukan formulaformula baru dalam menyikapi keadaan bahkan dengan detil Eni mengajarkan dan melatih anak-anak perempuannya ini untuk menjadi imam. “Setiap Ramadan mereka saya latih menjadi imam dan memimpin doa. Saya cari doa-doa yang umum lalu saya ketik dan berikan kepada mereka untuk dihafalkan,” begitu kiatnya. Ini diperlukannya untuk melindungi anak-anaknya dari situasi yang tidak menguntungkan menjadi situasi yang berkah bagi kedua putrinya. Selain Eni, ada pula Baiq Nelly Kusumawati, yang mendidik anak-anaknya yang duduk di SMA untuk dekat dengan Al

7

Quran. Bagi Nelly, kuncinya dalam memperkuat keluarga cuma satu, yakni agama. Ia sangat konsen mendekatkan anak-anaknya pada pendidikan agama ini. Kedua puteranya Qio dan Kelnov sejak pendidikan awal play grup hingga SMP ia sekolahkan pada sekolah Islam. Ia rajin mendorong anak-anaknya untuk terus bersemangat menghafal Al Quran. Nelly bahkan mendatangkan guru ngaji untuk kedua puteranya untuk belajar menghafal Al Quran. “Alhamdulillan anakanak saya bisa masuk SMA pakai jalur prestasi bagian hafalan Al Quran,” kata Nelly yang kini menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kota Mataram. (Naniek I. Taufan)

Mendongeng Lima Menit

DUA KAMBING DI SATU JEMBATAN

Yayasan Bali Samsara

Rehabilitasi merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di masyarakat. Masyarakat diminta untuk tidak takut melaporkan diri sebagai pengguna narkoba dan siap menjalani rehabilitasi. Sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dalam penanganan dan pemulihan terhadap pecandu narkoba telah berdiri di Bali sejak 27 Mei 2016. Yayasan yang didedikasikan untuk para pecandu narkoba ini bernama Bali Reborn. Karena alasan perizinan, yayasan ini diresmikan kembali tahun 2017 dengan nama Bali Samsara. Yayasan yang beralamat di Jalan Raya Pemogan, Banjar Dukuh Tangkas No.206 Denpasar Selatan ini telah merehabilitasi puluhan pecandu narkoba dari seluruh Bali. Canny Lay, salah satu konselor bidang adiksi mengatakan yayasan ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. “Yayasan

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Community) yang lebih menekankan bagaimana mengubah dan mengajarkan bagaimana cara berprilaku, berpenampilan dan beretika bagi para pecandu dan program 12 langkah yang merupakan program pemulihan untuk orang-orang yang memiliki masalah dengan penyakit adiksinya atau perilaku bermasalah apapun yang membuat hidupnya menjadi tidak terkendali, sehingga memerlukan dukungan-dukungan dari orang lain untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Ketua Yayasan Bali Samsara, Made Dharmayasa menambahkan, saat ini pihaknya telah menerima 59 orang pecandu dari seluruh Bali. Ini tidak menutup kemungkinan bagi pecandu yang ada di seluruh Indonesia untuk ikut dalam yayasan Bali Samsara. “Awalnya kami bergerak hanya di Bali, tetapi karena sekarang di Indonesia sudah darurat narkoba jadi kami juga ingin meluaskan jaringan,” ungkapnya.

Untuk masa rehabilitasi, pihaknya memiliki standar tiga bulan untuk masing-masing pecandu. Akan tetapi masa rehab kembali kepada intensitas dan kuantitas pengguna sehingga mereka akan dilepas jika benar-benar dirasa sudah pulih. “Kalau tiga bulan itu mereka belum sembuh, maka kami punya perawatan lanjut, ada rawat jalan tetapi masih dalam monitoring kami,” jelasnya. Selain fokus pada penyembuhan, pihaknya juga membekali para pecandu dengan ketrampilan vokasional den-

gan tujuan untuk memproduktifkan kembali setelah dinyatakan bebas dari narkoba. “Kami ada beberapa usaha, kami ajarkan mereka menjadi barista, meroasting kopi sehingga jika mereka mau kami akan langsung menerima mereka bekerja,” ungkap pria yang akrab disapa Belgi ini. Untuk para pecandu narkoba dan ingin melakukan rehab bisa langsung menghubungi Canny di nomor HP 087761017158 atau Program Manager a.n Noldy di nomor HP 081239176078. -win

Made Dharmayasa (Belgi) bersama para Konselor Bali Samsara

Ir. Husnanidiyati Nurdin bersama kedua putrinya dan cucunya serta ayahandanya

Seekor kambing di sebelah barat sungai ingin merumput ke sebelah timur sungai. Ia menyeberang melalui sebuah jembatan sempit. Di tengah jembatan ia berpapasan dengan seekor kambing yang Made Taro berasal dari timur sungai. Kambing timur sungai itu ingin merumput ke sebelah barat sungai. “Minggir kau!” kata kambing barat sungai. “Ini jalanku! Aku ingin merumput di seberang”. “Minggir kau!” balas kambing timur sungai. Ini jalanku! Aku ingin merumput di seberang”. Kedua kambing itu bersikukuh. Mereka mengadu kekuatan. Saling serang, saling banting. Akhirnya kedua kambing itu jatuh ke sungai. Buk! Buk! Mereka takut tenggelam, lalu berenang ke pinggir sungai. Mereka kembali ke rumah masing-masing dengan perut lapar. Keesokan harinya kedua kambing itu ingin merumput ke seberang sungai. Lagi-lagi mereka berpapasan di tengah jembatan. “Minggir kau!” kata kambing sebelah timur sungai. “Ini jalanku! Aku ingin merumput di seberang.”

“Minggir kau!” jawab kambing sebelah barat jembatan. Ini jalanku!” Aku ingin merumput di seberang.” Kedua kambing itu bersikukuh. Mereka adu kekuatan. Saling serang, saling banting. Akhirnya kedua kambing itu jatuh ke sungai. Buk! Buk! Mereka takut tenggelam, lalu berenang ke pinggir sungai. Mereka kembali ke rumah masing-masing dengan perut lapar. Keesokan harinya lagi, kedua kambing itu berpapasan di tengah jembatan. “Lewatlah terlebih dahulu, Kawan!” kata kambing sebelah barat sungai, sambil menempelkan tubuhnya ke sisi jembatan. “Terimakasih, Kawan!” jawab kambing sebelah timur sungai setelah lewat dengan mulus. Ia menoleh dan tersenyum. “Terimakasih juga, Kawan!” jawab kambing sebelah barat sungai. Ia menoleh dan tersenyum. Kedua kambing itu merumput sepuas-puasnya. Setelah kenyang, lalu kembali pulang ke rumah masing-masing. Di tengah jembatan mereka berpapasan lagi. Kedua kambing itu dahulu-mendahului menempelkan tubuhnya ke sisi jembatan. Kedua kambing itu lewat dengan mulus saling mengucapkan terimakasih. “Indah benar perdamaian itu!” bisik hati kedua kambing itu setelah beristirahat di rumah masingmasing. Kemudian mereka tertidur lelap. (Rusia)


8

Dara

Edisi 1011/ 16 juli - 5 AGUSTUS 2018

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Masa-masa sekolah dimulai. Masuk ke kelas baru, bertemu dengan teman dan guru yang baru, tak tertinggal pengalaman yang baru. “Are you ready?” Sudah siapkah masuk sekolah kembali? Hal apa saja yang sudah ananda siapkan? Buku? Baju? Sepatu? Tas? atau bahkan cita-cita? Sebagian dari kita pasti pernah menanyakannya pada ananda bukan? Lalu, cita-cita apa yang ananda impikan?

Gebyar Duta Endek di PKB dan Aksi Endek Lovers

Busana lelunakan, merupakan salah satu busana yang digunakan dalam upacara ngaben/ pelebon di Kota Denpasar, sebagai rangkai­ an upacara pitra yadnya. Duta Endek Kota Denpasar de­ngan bangga mengenakan busana lelunakan yang makin populer ini pada Parade Pem­bukaan PKB ke-40 pada Sabtu (23/6).

D

uta Endek Kota Denpasar yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Denpasar sejak tahun 2012 ini, hadir mewakil Kota Denpasar pada Parade Pembukaan PKB ke-40 Tahun 2018. Ada 24 orang Duta Endek tampil mengenakan busana lelunakan, rancangan A.A Ngurah Mayun, dengan make up and hair do serta aksesoris juga dirancang khusus tanpa menghilangkan kesan warisan leluhur. Ciri khas lelunakan terlihat pula pada lilitan selendang warna kuning kombinasi hijau, tiga kali putaran di kepala perempuan,sebagai simbol Pradaksina dan Prasawya. Lilitan bagian belakang ber­bentuk segitiga adalah simbol ‘Tri Loka’. Selain itu mereka juga mengenakan tapih prada, kain endek, sabuk blibet kuning emas dan selendang lilit endek merah muda dilengkapi bunga pucuk, subeng dan gelang mas. Peserta pria menggunakan destar prada merah dengan bunga pucuk mas, serta selendang tenun kain bali kuning, kamen merah prada dan saput endek dengan lis pinggiran prada. PAMERAN PERAJIN Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si, di dampingi Kabid Perdagangan IGA Laxmy Saraswaty , S.S. M.Hum, 62 perajin UMKM/IKM Kota Denpasar, ikut dalam ajang PKB ke-40 tahun

2018 yang berlangsung pada (23/6 s.d. 21/7) di Art Centre Denpasar. Mereka terdiri dari perajin fashion 30 orang, perajin herbal 9 orang dan perajin perak, sandal, pande dan yang lainnya sebanyak 23 orang. Untuk pameran di ‘Stand Dekransada Kota Denpasar, yang mengusung tema “Bangga Menggunakan Produk Lokal Kota Denpasar” yang diikuti oleh 4 perajin yaitu: Basudewa (fashion dan aksesoris endek), Marya Sculpture (kerajinan kayu dan patung), Aysea Baby (pakaian anak-anak dan asksesoris), dan Laksmi Gopala (kerajinan dupa dan aromaterapi). AKSI ENDEK LOVERS Endek Lovers adalah ide brilian dari Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D.Mantra yang digagas sejak tahun 2017. Inovasi yang menjadi program kerja Duta Endek Kota Denpasar setiap tahunnya ini bukan hanya untuk melestarikan penggunaan kain endek di kalangan remaja tapi juga menumbuhkan rasa cinta dan bangga mengenakannya. Ajang Endek Lovers ke-2 tahun ini sukses dilaksanakan pada 29-30 Juni 2018, mengisi liburan sekolah kalangan remaja dan anak-anak, dengan tema “Endek is Remarkable” Kegiatan diisi berbagai lomba seperti fotografi yang diikuti 30 peserta, lomba pidato 20 peserta, lomba mewarnai 20 peserta, dan fashion show yang diikuti 80 peserta. Seluruh kegiatan yang merupakan penjabaran ‘Peningkatan Inovasi Produk Lokal’ ini diselenggarakan di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. -ard

C

Juara Fashion Show Endek Lovers 2018 “Endek Vibes For Style” Kategori A (Seragam Sekolah) Juara 1: Devi Wianta Sari (SD Saraswati 5 Denpasar) Juara 2: Gusti Ayu Surya Dharma Dewi (SDN 19 Pemecutan) Juara 3: Ida Ayu Sintia Devi Cahya Dwinanda

ita-cita adalah segala sesuatu yang kita inginkan, dalam tulisan ini cita-cita akan dimaknai sebagai harapan ananda yang bisa berkaitan dengan masa depannya yaitu pekerjaan. Pada masa anak-anak, cita-cita biasanya dapat berubah-ubah di kemudian hari. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara umum faktor tersebut adalah 1) stimulasi, 2) lingkungan, dan 3) perkembangan teknologi. Ketika ananda memiliki cita-cita tertentu, stimulasi dari orangtua memiliki peranan terhadap cita-cita ananda tersebut. Stimulasi atau dorongan dari orangtua dapat berupa pengenalan cita-cita dan informasi yang disampaikan pada ananda. Sebagai contoh cita-cita ananda ingin menjadi pilot, tentunya ananda sebelumnya telah memiliki informasi terkait dengan profesi sebagai pilot. Jika dikaitkan dengan stimulasi, bisa jadi informasi profesi menjadi pilot diperoleh dari ayah dan bunda. Misalnya profesi orangtua ananda adalah pilot, sering mencari bersama dan menceritakan tentang profesi pilot, atau membelikan mainan-maian yang berkaitan dengan penerbangan.

Mozaik “Cita-citaku mau Jadi.....”

Faktor kedua adalah lingkungan, cita-cita ananda dapat muncul karena lingkungannya di luar keluarga. Misalnya saja ananda bercita-cita menjadi petani karena sebelumnya ia melihat petani saat berwisata dan merasakan pengalaman positif dari bertani. Selain itu seperti saat ananda ingin menjadi politisi, karena ada proses pemaknaan dari lingkungan bahwa ia memiliki harapan untuk dapat menjadikan bangsa dan negara­nya lebih baik lagi. Contoh lainnya adalah ananda yang ingin menjadi make up artist atau perias, karena duku­ ngan dari teman-temannya yang melihat ananda memiliki bakat yang luar biasa merias. Faktor ketiga adalah perkembangan teknologi. Tidak dimungkiri lagi perkembangan teknologi yang makin pesat membawa dampak terhadap pilihan cita-cita ananda. Hal ini dapat kita lihat beberapa tahun yang lalu pada masa ayah dan bunda cita-cita yang diharapkan adalah menjadi dokter, insinyur, atau guru. Sedangkan pada saat ini cukup banyak ananda yang memiliki keinginan untuk menjadi blogger atau video blogger dengan membuat dan membagikan konten-konten tematik yang menarik. Profesi-profesi lainnya yang berhubungan dengan teknologi juga makin menarik hati ananda, seperti programmer, web designer, bahkan profesi-profesi yang berkaitan dengan

Kategori D (Pakaian Kantor) Juara 1: Kadek Eti Putrika (FEB Udayana) Juara 2: Luh Ade Geina Anastya (BATC) Juara 3: Devidson Imanuel Eman (Universitas Pendidikan Nasional)

Juara Lomba Pidato Endek Lovers 2018 “Endek Is Our Product Of Culture” Kategori SMA Juara 1: Nicole Angel Luin (SMAN 2 Denpasar) Juara 2: Ni Putu Maetha Maharani (SMAN 3 Denpasar) Juara 3: Ni Made Mona Siska (SMK Dwijendra Denpasar)

Juara Mewarnai Endek Lovers 2018 “Kebudayaan Masyarakat Perdesaan di Bali” Kategori TK Juara 1: Ni Ketut Devasya Vittada Juara 2: Ela Juara 3: Larashati Kategori SD Juara 1: Putu Savira Juara 2: Gede Putra Waisnawa Juara 3: Intan W. Candra

Juara Photography Endek Lovers 2018 “Who Use Endek” Juara I : Darma Yoga Juara II: Didiek Ada Juara III: Mecinasri

ananda. Kalaupun ayah dan bunda memiliki pilihan cita-cita bagi ananda, komunikasikan dan berikan pemahaman bagi ananda tentang harapan itu. Se­suaikan dengan karakteristik usia ananda, hal ini akan berkaitan dengan cara penyampaian harapan orangtua pada ananda. Jika usia ananda sudah dianggap cukup, ajaklah ananda untuk berdiskusi sehingga mendapat titik temu yang disepakati. Tidak lupa untuk hargai cita-cita ananda dan potensinya untuk membangun rasa percaya diri dan keyakinannya. Sebagai orangtua, hal apa yang dapat ayahbunda lakukan? Ada baiknya kita mengenali hal apa yang melatarbelakangi pemilihan cita-cita ananda. Ayah dan bunda juga dapat diskusi bersama ananda tentang cita-citanya. Misalnya dengan mengumpulkan informasi dari situs terpercaya, membahas persiapan yang diperlukan, juga hal positif dan konsekuensi dari cita-cita ananda. Hal lainnya yang dapat ayah dan bunda lakukan adalah mendukung dan memotivasi ananda untuk meraih cita-citanya. Latih ananda untuk berfokus pada proses bukan hanya hasil. Dalam proses meraih cita-citanya tidak selamanya perjalanan ananda akan mulus. Apresiasi segala usaha yang telah dilakukan ananda. Di sinilah peran ayah dan bunda untuk memberikan semangat dan pemahaman agar ananda tetap berusaha mengapai impiannya. Made Padma Dewi Bajirani Psikolog

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Teknik Pernapasan Yoga untuk Menjaga Stamina

Kategori B (Kaos Polo) Juara 1: Putu Calysta (JB School) Juara 2: A.A.Ngurah Surya Dharma Prayoga (SMP Dwijendra Denpasar) Juara 3: Ida Ayu Putu Yascitayati (SMPN 1 Petang) Kategori C (Evening Gown) Juara 1: Ni Made Ayu Cantika Ratih (SMAN 4 Denpasar) Juara 2: Nyoman Satya Nawanita (SMA Dwijendra Denpasar) Juara 3: I Kadek Surya Saputra (SMA Dwijendra Denpasar)

dunia startup dan sosial media. Lalu, apakah ananda harus memiliki cita-cita? Cita-cita yang seperti apa yang baik untuk ananda? Pada dasarnya semua cita-cita ananda adalah harapan yang baik. Dengan adanya cita-cita, ananda akan selangkah terbantu untuk mengenali keinginannya, potensi yang dimiliki, proses yang harus dihadapi untuk mencapai cita-cita dan belajar bertanggung jawab. Ketika ananda memiliki cita-cita, ananda mulai mengenali hal yang menjadi harapannya serta potensi apa yang telah dan belum dimiliki. Selanjutnya, ananda akan lebih fokus untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk dapat meraih cita-cita. Seperti halnya mencari informasi mendalam tentang tokoh-tokoh ternama yang memiliki profesi serupa, mempersiapkan pendidikan/jurusan yang akan ditempuh, usaha, biaya, persiapan diri, dan gambaran di masa yang akan datang. Proses tersebut membantu ananda terlebih untuk usia remaja mengukur kemampuan diri dan berlatih mengambil keputusan dengan kosekuensi yang ada. Apakah itu cita-cita ananda atau cita-cita ayah dan bunda? Mungkin ayah dan bunda pernah mengalaminya, ketika ananda memiliki cita-cita yang berbeda dari harapan ayah bunda. Setiap orangtua pasti mengharapkan yang terbaik bagi

17

Lanjutan Gerakan 12 Asana Surya Arkayam

Bunda Dian

GAMBAR 1 Langkah pertama lihat gambar 1, yaitu sikap gunung dengan mendorong badan ke belakang. Konsentrasi napas ada di perut, kemudian arahkan dalam visualisasi rasakan cahaya matahari masuk ke perut kemudian hembuskan napas, rasakan cahayanya menyebar ke seluruh tubuh.

3 GAMBAR 3 Langkahkan kaki kanan, ke depan lalu konsentrasikan cahaya surya ke tulang- tulang dan lakukan pernapasan 3 kali putaran.

6A

1

5 4

GAMBAR 2 Melangkahkan kaki kiri kedepan diantara 2 tangan dengan sikap tersebut diatas arahkan cahaya surya ke kening dan rasakan cahaya surya menyebar ke semua indra lalu buang napas sebarkan cahaya keseluruh tubuh. Lakukan 3kali putaran napas. Model Bidan Mila dan Sri Danu Markandeya Yoga Indonesia

2

GAMBAR 4 Melalui konsentrasi dalam pikiran, rasakan cahaya surya menuju ke tenggorokan. Selanjutnya rasakan cahaya surya menyebar ke seluruh tubuh dan lalukan dengan 3 kali penarikan dan hembusan napas. Lakukan 3 kali putaran. Semua sikap tersebut diatas hendaknya lakukan denga mata terpejam.

GAMBAR 6 A Kembali ambil sikap duduk bersila. Kemudian, tutup hidung kanan serta konsentrasikan cahaya masuk ke tulang punggung mulai perlahan menarik napas dan buang napas. Lakukan dalam 7 kali putaran.

GAMBAR 5 Kedua tangan di depan dada, dalam sikap pranamasana. Konsentrasi napas di daerah dada, dalam batin rasakan cahaya surya masuk ke dada dan mulai menarik napas serta buang napas. Lakukan 3 kali putaran.

GAMBAR 6 B Sekarang ganti posisi tangan, yakni 6B menutup lubang hidung kiri, jari tengah menyentuh kening. Berikutnya lanjutkan dengan konsentrasi napas ke tulang punggung dengan membayangkan cahaya surya Selamat berlatih dengan senyum menyentuh tulang punggung. Semoga bermanfaat Lakukan teknik pernapasan tersebut Yoga is our life dalam 7 kali putaran. Namaste


Griya

16

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Kreasi

9

dalam

Makan Yes, Selfie Ok Selain sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga dikenal s­ ebagai salah satu surganya kuliner enak dan murah. Mulai dari ­makanan khas Jogja hingga menu western. Tempat-­tempat makan ini pun berlomba-lomba menyajikan konsep restorannya lengkap dengan spot selfie yang keren.

S

alah satu tempat makan yang bisa Anda coba adalah Waroeng Kebon Prambanan yang berlokasi di Jalan Candi Sewu, Ngangkruk Baru (utara pintu utama parkir Candi Prambanan). Tempat ini menawarkan suasana kebun dengan view sawah. Jika berkunjung malam hari, lampu-lampu cantik memberikan aksen menarik yang menjadi spot foto selfie. Anda bisa duduk lesehan sembari memandangi hijaunya sawah atau duduk santai di gazebogazebo kecil. Bisa juga memilih duduk di bar atau duduk dengan view kolam juga kebun. “Tempatnya asyik buat nongkrong makan bersama keluarga dan asyik juga buat foto-foto. Makan yes, selfie oke,” ucap Bapak Suparta yang berkunjung ke warung tersebut bersama keluarganya di Prambanan.

Untuk urusan menu, ditawarkan menu lokal, semilokal dan menu interlokal dengan harga

terjangkau yang bisa dinikmati mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Setelah berwisata ke Candi Prambanan, sepertinya Waroeng Kebon ini menjadi tempat yang pas untuk melepas lelah sembari menikmati kuliner dengan suasana kebun bersama keluarga tercinta Anda. (Inten Indrawati)

Ken Dedes digambarkan sebagai wanita jelita yang memendam rahasia sebuah keris pendendam. Dalam Pararaton, kitab riwayat raja-raja Jawa, Ken Dedes disebutkan pada awalnya dijadikan permaisuri secara paksa oleh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel.

T

etapi, seorang pemuda ambisius, Ken Arok, membunuh Tunggul Ametung, memproklamirkan diri sebagai raja Tumapel dengan menggaet Ken Dedes sebagai pendampingnya. Keberadaan keris berlumur darah yang digunakan Ken Arok untuk merebut kekuasaan itu, hanya diketahui oleh Ken Dedes. Kisah keris besutan Empu Gandring atas pesanan Ken Arok dan kekerasan perebutan tahta yang dirahasiakan Ken Dedes tersebut, telah dituturkan dalam sebuah seni pertunjukan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40, Jumat 29 Juni lalu. Adalah sanggar seni Nrityagrha Siwanataraja Sukawati-Bali mengisahkannya dalam sebuat tajuk “Api Dendam Keris Sakti”. Bertempat di Wantilan, Art Center, Taman Budaya Bali, kelompok pegiat seni yang bermarkas di Banjar Babakan, ­S ukawati, Gianyar itu, menggulirkan garapannya selama satu setengah jam, di hadapan para penonton yang penuh sesak yang menyimak dengan antusias. Judul garapan anut dengan ­acuan tema PKB tahun ini yaitu Teja Dharmaning Kauripan: Api Spirit Penciptaan. Bah- kan bukan hanya dari pilihan judulnya saja yang mengena, namun juga dari konsep estetik genre ke­

seniannya yang mengimplementasikan gemuruh penciptaan. Demikian pula pengolahan ceritanya, membersitkan kontekstualisasi responsif terhadap situasi kekini­ an khususnya menyangkut isu-isu sosial politik kebangsaan. “Cipta seni, selain harus taat pada wajah keindahannya, tetapi di dalamnya sudah semestinya menyampaikan pesan moral yang kontekstual menyangkut kehidupan masyarakat dalam lingkup universal dan lingkungan sekitar,” ujar Bagus Natya, Ketua Nrityagrha Siwanata­ raja yang juga dalam garapan itu bertindak selaku narator.

Sudut utama garap­a n seni per­ t u n j u k a n “A p i ­Dendam Keris Sakti” mencerita­k an tentang sebilah keris menoreh tanah Jawa dan melukai bumi Nusantara. Keris magis yang menggeram dendam kesumat itu tiada lain adalah buah karya Empu Gandring. Dalam raga keris itu merasuk jampi-jampi bertuah asupan para dedemit dan anugrah para dewa. Berawal dari birahi Ken Arok yang kepincut dengan sang jelita Ken Dedes, permaisuri Tunggul Ametung. Untuk memiliki Ken Dedes, Ken Arok mempersiapkan sebuah keris sakti yang di­ rahasiakan tujuan pembuatannya. Di tangan Ken Arok, keris ciptaan Empu Gandring berlumur darah menggurat sejarah Indonesia dalam episode-episode kekerasan demi ambisi meraih tahta, harta, dan nafsu akan gemulai wanita. Kisah keris pembunuh itu di­ bingkai dalam bentuk seni pertunjukan baru yang disebut rinarasila. Menurut Larasari yang bertindak selaku artistic director, rinarasila akronim dari tari narasi lagu, menjadi perpaduan tiga elemen utama genre seni pentas, diciptakan tahun 2017 oleh Nrityagrha Siwanataraja Sukawati. Sema­ngat kreatif rinarasila adalah menguak berbagai kemungkinan estetik dan artistik yang dirajut dari seni tari, sastra narasi, serta untaian lagu (seni vokal dan gamelan). “Melalui

rinarasila, kami ingin menawarkan kesegaran berkesenian dan dengan menggunakan narasi berbahasa Indonesia bertujuan menjalin komunikasi dengan penonton yang lebih luas,” ungkap Larasari, dara yang kini sedang mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Diawali dengan sebuah prolog mengisahkan riwayat kelahiran Ken Arok. Ditengah panggung, enam penari berolah tubuh, bergelut pelan dengan tangan-tangan yang mengacung naik turun merebut bayi yang merengek melengking. Visualisasi yang hening ini digarisbawahi dengan lantunan lagu berselang se­ ling oleh narator, dua vokalis waita, dan 30 orang penabuh. ”Alkisah di dusun Pangkur, lahirlah si cabang bayi, dibuang sang ibu pada tengah malam, pada pagi hari dipungut oleh bromocorah, dibesarkan jadi maling, perampok dan penjudi,” demikian pembuka seni pentas rinarasila itu menyapa penonton. Sebagai semburan api penciptaan, pada klimaks seni pentas ini dicuatkan sebuah penafsiran terhadap keris yang dipakai Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dan menghabisi Kebo Ijo. Keris itu diberi tafsir hidup ke dalam amarah Ken Dedes. Begitu dipegang oleh Ken Dedes, para dedemit yang merasuk dalam keris buatan Empu Gandring mengerang mengobarkan dendam dan meng­ umbar kutuk yang di­dramatisir dengan tembang berkarakter marah. “Aku keris gandring sakti dan bertuah, pencabut nyawa

sejati, diriku bersimbah darah, buru tumbal bunuh mati, menoreh sejarah, nafsu kuasa buta nurani,” hardik Ken Dedes galak pada Ken Arok yang gelagapan. Pesan moral yang kontekstual sataristik disambut tepuk tangan penonton ketika Ken Arok dinasihati oleh gurunya, Pendeta Loh Gawe. Setelah Loh Gawe mengatakan siapapun yang berhasil memperistri Ken Dedes akan menjadi raja, wajah Ken Arok berbinar. “Bagaimana Ken Arok apakah kau ingin jadi raja? Dari binar matamu, kau berambisi jadi pemimpin. Tapi kalau kau nanti jadi pemimpin, jadilah pemimpin yang arif, jujur, dan bersih. Hindari perbuatan tercela, jangan kau sampai mengkorupsi uang rakyat”, ujar Loh Gawe. Sentilan lain dihadirkan juga oleh keris yang murka dalam tubuh Ken Dedes. “Aku, keris ciptaaan Empu Gandring, berjanji tak akan pernah henti menebar api kekerasan dalam perebutan kepemimpinan bangsamu yang nanti disebut Nusantara. Jika Nusantara ingin maju dan digjaya di masa depan, semailah kerukunan dalam persatuan dan kesatuan berbangsa yang berkeadaban. Namun apa­bila bangsamu tak mensyukuri akan sejuk dan damainya persatuan dan kesatuan itu, lihat dan buktikan, jin setan yang merasuki ragaku akan terus bergetayangan merenggut mangsa, mengoyak-ngoyak, meluluhlantakkan Nusantara hingga musnah dari muka bumi!” (Kadek Suartaya)


10

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Style

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

15

Menari Itu Harus Jujur Sebanyak 15 peserta BBM dari beberapa provinsi di Indonesia menampilkan karya “Pelangi Nusantara”, Jumat (13/7). Karya tersebut merupakan kolaborasi budaya dari masing-masing daerah asal peserta, yakni Bone-Sulawesi Selatan, Ketapang-Kalimantan Barat, Surakarta-Jawa Tengah, Payak Kumbuh-Sumatera Barat, Maluku Tenggara-Maluku, Pringsewu-Lampung, Jakarta, Palembang-Sumatera Selatan, Deli Serdang-Sumatera Utara, Bojonegoro-Jawa Timur, Duri-Riau, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Subulussalam- Aceh, PinrangSulawesi Selatan, yang dipentaskan di Sanggar Tari “Warini”. Ini merupakan bagian dari kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) Ni Ketut Arini yang berlangsung mulai 2 s.d. 15 Juli 2018.

S

iapa yang tak kenal dengan “Ni Ketut Arini”. Nama besar maestro Tari Klasik Bali ini tak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan seni tari Indonesia. Perannya sangat signifikan dalam melestarikan sekaligus mempromosikan Tari Bali ke dunia internasional. Karena itu pula, beberapa penghargaan diraihnya. Salah satunya sebagai Tokoh Pelestari Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Debut Arini sebagai penari profesional sekaligus koreografer tak cukup sampai disitu. Perempuan kelahiran 76 tahun silam ini merasa memiliki tanggung jawab moral agar seni tari Bali dapat terus diturunkan kepada generasi muda. Di tahun 1973, Arini pun mendirikan sanggar tari Bali “Warini”. Baginya, mengajarkan tarian bali kepada generasi muda bukan sekadar

Mengingat dirinya tinggal di daerah tropis, maka pi­ lihan karyanya pun condong ke ‘cocktail resort’. Meng­ u­sung tema The Unknown, Asti Kaleta lebih ba­nyak merancang busana dengan garis cukup berani yakni edgy nan sensual, sebagaimana persembahannya pada even “Bali Fashion Trend 2019” di TS Suites, Seminyak belum lama ini. Foto bersama, Maestro Ni Ketut Arini (tengah baju putih), Perwakilan Balai Pelestarian Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dan semua peserta program BBM Ni Ketut Arini, pada acara pementasan penutupan program 13 Juli 2018

penguasaan teknik semata, namun juga bagaimana menanamkan nilai-nilai kecintaan generasi muda terhadap seni adi luhung. Dan, untuk kedua kalinya, Ni Ketut Arini menjadi salah satu dari 20 Maestro terpilih dalam Program “Belajar Bersama Maestro” (BBM). Salah seorang peserta BBM. Kamila, siswi kelas 3 SMK 57 asal Jakarta ini menuturkan, selama belajar bersama sang maestro banyak hal yang didapatkannya. “Ninik (sebutan nenek dalam bahas Bali) itu sabar banget ngajarinnya, tenang. Ninik selalu bilang, kamu bisa, tidak boleh cemas. Menari itu harus jujur dan ikhlas. Basic tari dari daerah asal tinggalin dulu, kosongkan pikiran dulu, baru bisa tari Bali,” ujar Kamila mengutip ucapan Arini. Kamila juga mengatakan cara pengajaran Arini asyik. “Yang bikin cepat nangkap itu, Ninik ngajarin narinya sambil berdendang..agem kanan agem kiri.. Jadi narinya enjoy, tidak terdesak. Ninik selalu mengingatkan kami untuk mengajari murid nanti harus jujur dan ikhlas,” imbuh Kamila. Ia mengatakan, teknik pengajaran Arini ini akan diadop-

BBM “Mencuri Spirit Sang Maestro” Belajar Bersama Maestro (BBM) merupakan program dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian Pembinaan Tenaga Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. BBM yang sudah terlaksana sejak tahun 2014 ini dikatakan Kasubdit Seni Rupa Direktorat Kesenian Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Susiyanti ini, untuk mengisi masa liburan sekolah anak-anak di tingkat SMA/sederajat dengan kegiatan positif. Tujuan kegiatan BBM ini untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki karakter, integritas, dan toleransi antar sesama melalui pembelajaran kesenian. Dengan kegiatan BBM ini diharapkan peserta bisa mendapatkan pengalaman dan menggali potensi-potensi dari maestro yang konsisten sampai

saat ini menggeluti bidang yang sama dan dibesarkan dari bidang tersebut. “Di kegiatan BBM ini, para peserta bisa mencuri spirit maestro yang tak pernah lelah dan putus asa melakoni bidangnya masing-masing,” ucap Susiyanti. Bahwa, seseorang jika mau berhasil harus konsisten, juga dilakukan dengan kejujuran, ketekunan, menjaga kualitas yang ditekuni, termasuk manajeman dan jejaring. Program BBM tahun 2018 yang diikuti 300 peserta dari 3.000 pendaftar dari seluruh provinsi se-Indonesia ini menyebar di beberapa kota di Indonesia. Setelah melewati penyeleksian yang ketat, para peserta berkesempatan belajar pada 20 maestro di bidang seni tari, seni media, seni rupa, seni teater, dan seni musik. –ten

sinya jika kelak ia menjadi guru tari. Kamila mengaku dari awal perjalanannya ke Bali sudah berkesan. Ia masih tak percaya bahwa dirinya “berani” terbang sendiri ke Bali untuk belajar. Ia yang menguasai tari Betawi ini merasa tertantang dan ingin membuktikan sendiri kata-kata orang bahwa tari Betawi hampir sama dengan tari Bali yang karakternya keras. Kamila pun bertekad sepulangnya nanti harus bisa tari Bali dan membuat bangga orangtuanya. Hal senada disampaikan Muhammad Fuady Ikhsan (Sumatera Barat). Peserta laki satu-satunya yang juara tari ini me­ngatakan menari itu merupakan kreativitas yang harus dimunculkan. Karena itu, menurutnya tak masalah gerakan itu bagus atau jelek yang penting kita berekspresi dan bisa menciptakan hal/gerakan baru. Fufu-panggilan akrabnya mengatakan termotivasi ikut BBM agar bisa banyak mengenal teman dari berbagai provinsi, bisa mengenal budaya mereka sekaligus mengenalkan budaya daerah sendiri (Minang) kepada orang banyak. Selama belajar bersama maestro Ketut Arini, banyak hal yang didapatnya. “Ninik sangat ulet, baik, dan cara mengajarnya asyik tidak monoton.. putar kanan, sledet, satu dua tiga (sambil didendangkan), pembawaannya asyik tidak garing,” ucapnya.

M

enurut Anggota IFC Denpasar ini, warna hitam serta material sedikit tembus pandang memang tengah populer tahun ini. Sedangkan, koleksinya yang dominan menggunakan silk, ciffon, brukat/lace dan tulle ini diperuntuk-

kan bagi mereka yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan berani tanpa mengenal batasan usia. (Sri Ardhini)

Pementasan karya “Pelangi Nusantara” saat penutupan program BBM

Selain itu, ia juga banyak mendapatkan wawasan tetang kehidupan dan budaya di Bali yang berjalan beriringan. “Ninik menunjukkan bahwa kita boleh modern tapi tak boleh meninggalkan kebudayaan kita,” ucapnya lagi. Sepulangnya Nanti, Fufu akan segera menghadap Kepala Sekolah untuk bisa sharing pengalaman kepada teman-temannya. Bahwa di program BBM ini mereka bisa mengenal ras, suku, agama dari berbagi provinsi, bisa menggali ilmu dari para maestro dan kehidupannya, teknik mengajarnya. “Mereka banyak memberi ilmu. Sosok Arini mengajarkan bahwa, kita harus ikhlas, sabar, dan rendah

Belajar olah tubuh Pantai Sanur

hati,” tandasnya. Beberapa pakar, guru/dosen yang diundang untuk mengajar dan berbagi bersama peserta BBM Ketut Arini, yakni Drs. I Wayan Madra Aryasa, MA yang memberikan pengenalan budaya, I Dewa Putu Berata (penciptaan musik kreatif), Gede Radiana S.Sn., M.Sn. (karakter tari), Nyoman Suryawan (penulisan), Ketut Sutapa, S.Sn., M.Sn. (olah Tubuh), dan SOUL (Spirit Of Universal Life) - Bunda Arsaningsih yang memberikan Pendidikan Karakter. Dalam mengajar peserta BBM ini, Arini juga dibantu asistennya, Made Sukarda, S.Sn. dan Gusti Ketut Sri Susanti, S.Sn. –ten

Asti Kaleta


Jelita

14

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

“Sulap” Kuku Panjang dengan Nail Extension

J

Kebanyakan masalah kuku, sulit untuk di­­ panjangkan karena mudah rapuh, sehingga baru sedikit tumbuh, kuku telah patah. Padahal, ba­nyak wanita yang menginginkan memiliki kuku panjang yang berkilau sehingga jari-jemari terlihat lebih lentik.

ika segala cara telah dicoba, mulai dari perawatan dengan bahan alami sampai menutrisi kuku dengan vitamin, tapi kuku tetap rapuh dan sulit dipanjangkan, mungkin Anda bisa melakukan cara lain. Terdapat sebuah teknik dalam memanjangkan kuku yakni nail extension atau sambung kuku. Teguh, Manager Operasional Zo Hair Nail Studio di Mall Level 21 Denpasar mencoba berbagi tips untuk pembaca tokoh. Teknik nail extension menggunakan serbuk akrilik (acrylic powder) dan cairan khusus. Bubuk tersebut dicampur

Mozaik

dengan cairan, yang kemudian dibentuk di atas permukaan kuku. Setelah kering, akrilik mengeras dan bentuknya menjadi seperti kuku asli. Memulai perawatan, terapis membersihkan kuku dengan nail remover (bila menggunakan kuteks), lalu kuku dan kutikula digunting. Setelah itu, kuku harus dikikir di seluruh bagian, karena bila masih halus, akrilik akan sulit menempel. Kuku lalu dipasang penyangga. Penyangga tersebut yang akan menghubungkan akrilik dengan kuku asli. Penyangga yang berbentuk seperti kertas alumu-

nium itu juga berfungsi sebagai ukuran seberapa panjang kuku yang diinginkan. Setelah penyangga terpasang, pemulasan bubuk akrilik yang ditambah dengan cairan khusus dimulai. Ketika dipulaskan pada

permukaan kuku, bubuk akrilik berubah menjadi gel. Terapis secara perlahan memulaskan akrilik pada seluruh kuku dan penyangga. Setelah seluruh kuku-kuku jari dipulas akrilik. Kuku akan didiamkan beberapa saat, kemudian

penyangga dilepas kuku menjadi lebih panjang. Untuk menyempurnakan bentuk, kuku akrilik dikikir dan dibentuk sesuai keinginan (oval atau kotak). Bagian terakhir adalah kuku dipercantik dengan pulasan cat kuku atau nail gel.

Alami dengan Nail Gel Saat ini hal yang sedang menjadi tren dalam dunia kecantikan adalah nail gel, yakni manicure dengan menggunakan nail gel colour yang menjanjikan

banyak keuntungan. Cepat kering dan bertahan hingga tiga minggu tanpa menggumpal. “Nail gel merupakan suatu terobosan baru dalam dunia manicure dan pedicure. Kuku Anda akan dicat dengan menggunakan cat kuku yang terbuat dari gel. Setelah itu, di jari-jari tangan yang sudah dicat tersebut akan disinari UV untuk menghasilkan warna mengkilap yang tahan lama. Proses penyinarannya pun hanya memakan waktu 30 detik,” ujarnya. Putri, salah seorang yang sangat menyukai nail gel. Ia menilai, cat kuku dengan nail gel akan membuat kuku menjadi lebih cantik, bersih, dan awet. Untuk kuku tangan, ia lebih memilih warna putih karena terlihat alami. Sementara untuk kaki, ia lebih cocok warna merah menyala.

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Tahukah Anda apa sebenarnya yang paling diperlukan seorang anak? Saya sering mengajukan pertanyaan ini kepada peserta seminar parenting. Jawabannya cukup beragam. Demikian diungkapkan Evi Wirayanti, S.Psi., Psikolog, C.Ht.

M

enurut pendiri Ya y a s a n K a l y anamitta Bali dan pendiri sekolah PAUD Vidya Karuna ini, yang paling diperlukan anak, ada yang menjawab kasih sayang, makanan, dan kebutuhan pokok untuk bisa bertahan hidup, perhatian, waktu yang berkualitas, mainan dan hadiah, fasilitas yang nyaman bagi anak dll. “Semua jawaban itu tidak ada yang salah. Orangtua menjawab tentu berdasarkan dari pengalaman hidupnya sebagaia ank maupun sebagai orangtua. Namun, ada jawa-

tangki cintanya kosong. “Saya yakin Anda pasti pernah melihat tangki air terisi penuh, kemudian digunakan mandi, memasak, menyiram, apa yang terjadi? Air di dalam tangki akan berkurang, hingga ketika air sudah mencapai di satu batas akhir, otomatis mesin penarik air akan menyala dan menarik air untuk mengisi tangki air kembali dan seketika mesin itu bekerja biasanya mengeluarkan suara yang cukup keras. Demikian juga tangki cinta anak,” jelas perempuan yang akrab disapa Evi ini. Sifat tangki cinta sangat unik. Pertama tangki cinta anak harus diisi setiap hari orangtuanya. Kedua, tangki cinta ini bisa bocor ketika anak ditegur, diejek teman, dan penyimpangan perilaku adalah indikasi isi tangki sudah mencapai batas kritis minimal. Ketika, tangki cinta bisa Anak-anak dengan semangat cinta

(Wirati Astiti)

akhir Juli, saya akan ajak 300 penari inti untuk sembahyang di Pura Beji Pingit Tanah Lot untuk mohon doa restu,” kata Bupati Eka. Ke depan, beberapa festival terus digelar yakni Festival Jati­ luwih (September) dan Festival Yeh Gangga (Oktober). Ia mengatakan, tujuan dari festival-festival ini adalah untuk menarik minat wisatawan datang ke Bali dan Tabanan khususnya, termasuk para investor untuk melihat potensi Tabanan. “Kegiat­ an festival ini merupakan wujud nyata komitmen dalam melestari­ kan budaya tradisional Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya. Dalam setiap festival, selalu

Tari Rejang Renteng

disajikan kuliner khas Tabanan dan pameran UMKM yang di­ harapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan.

Parade gebogan

Di samping peningkatan kun­ jungan wisata, festival juga digelar sebagai ajang rasa syukur rakyat bahwa di karuniai alam yang luar biasa di Tabanan dan sekaligus menghibur rakyat itu sendiri. Menggeliat di bidang pari­ wisata, Bupati Eka, mendapatkan kepercayaan lagi presentasi di Ja­ karta 17 Juli, untuk penilaian desa pariwisata terbaik se-Indonesia dan dilanjutkan pada 19 Juli, ia pre­ sentasi pelayanan publik terbaik untuk transportasi TranSerasi. Menurutnya, prestasi yang terus diraihnya ia syukuri. Intinya, ia hanya berbuat dengan maksimal tanpa memperhitungkan akan mendapatkan penghargaan. “Peng­ hargaan itu adalah bonus. Yang penting saya bisa berbuat yang ter­ baik untuk masyarakat Tabanan,” kata Bupati Eka. -ast/bns

11

Penuhi “Tangki Cinta”

Festival Ulun Danu, Tanah Lot, Jati Luwih, dan Yeh Gangga

rajinan tangan dan kuliner khas Tabanan. Setelah sukses dengan Ulun Danu Beratan Art ­Festival 2018, Pemkab ­Tabanan akan menggelar Festival ­Tanah Lot 18 Agustus mendatang. Festival ini akan menjadi sangat spektakuler karena akan menampilkan 1800 siswi SMA untuk me­ narikan tarian Rejang Ratu Segara. Tarian masal ini akan ditarikan tepat pukul 18.18. Rencananya Ketua Umum PDI Perjuangan Mega­ wati Soekarnoputri akan hadir ­bersama Sri ­Sultan Hamengku­bowono X. Bupati Eka mengatakan, tujuan dari tarian Rejang Ratu Segara ini adalah un­ Saat pembukaan Ulun Danu Beratan Art Festival tuk mendamaikan alam 2018 Bupati Eka Wiryastuti bersama Deputi semesta di Nusantara. “Apa Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian yang leteh atau kotor akan Pariwisata Prof. I Gde Pitana dilenyapkan dan menda­ Ulun Danu Beratan Art Festival tangkan aura positif. Apalagi, tahun 2018, sukses mendatangkan ribuan 2019 adalah pilpres, semoga dapat pengunjung. Festival dengan tema menuntun pemimpin Indonesia “Danu Kertih, Menyatukan Beragam yang baru membuat kebijakan yang Adat Budaya Nusantara” ini meli­ membumi karena Ratu Segara ada­ lah lambang ibu pertiwi dan cinta batkan 2500 seniman. Berbagai macam kesenian tra­ kasih,” jelasnya. Untuk penarinya, ada SOP yang disional ditampilkan pada Ulun Danu Beratan Art Festival, seperti harus dijaga yakni, tarian ini hanya tari Rejang Renteng, tari Bungan digelar di pantai, penarinya tidak Sandat Serasi dan Parade Gebogan. lagi haid, dan sebelum menari me­ Selain itu, digelar juga pameran reka harus memohon restu ke Ratu hasil pertanian, perikanan, ke­ Segara terlebih dahulu. “Kira-kira

Bugar

ban yang paling tepat. Jawabannya rasa aman,” kata Evi Wirayanti. Konsultan dan hipnoterapis ini menegaskan, rasa aman yang dimaksud, bukannya si anak harus dijaga 24 jam oleh babysitter atau kamera CCTV , namun, rasa aman karena anak merasa dicintai orangtuanya. “Anak yang merasa dicintaii orangtuanya akan terlihat jelas, biasanya mereka adalah anak yang ceria, percaya diri, patuh pada orangtua, berani eksplorasi dunia sekitarnya, rasa ingin tahu yang tinggi, dan peduli lingkungan,” ujarnya. Bagaimana bila anak merasa tidak aman? Jawabannya adalah muncul rasa cemas. Indikasi kecemasan ada banyak dan mudah terlihat, biasanya munmcul perilaku suka marah, emosi labil dan mudah meledak, suka memukul, suka melawan, perilaku agresif secara tindakan maupun ucapan, rewel, cengeng, mogok dll. Menurutnya, yang menyebabkan anak merasa tidak aman karena

diisi penuh dan meluap keluar. “Jadi ketika anak Anda mulai berulah, adalah indikasi tangki cintanya mulai di ambang kritis minimal. Seringkali orangtua kurang memahami anak, ketika anak mulai rewel dan berulah, reaksi pertama orangtua adalah memarahi anak,” kata Evi. Ini bagaikan lingkaran penderitaan. Ketika anak merasa ditolak dan mereka akan berulah untuk mendapatkan perhatian, orangtua merasa terganggu, dan yang diperoleh anak adalah kemarahan oangtua dan orangtua juga menolak memberikan perhatian dan cinta. Anak merasa semakin ditolak dan semakin berulah dan orangtua semakin marah dan semakin menolak memberi perhatian pada anak. Biasanya, ketika orangtua sudah tidak tahan, mereka akan menemui guru, psikolog, terapi anak, untuk menyelesaikan perilaku anakya yang sudah tidak bisa mereka atasi. Ia mengatakan, ada cara mudah untuk mengubah perilaku menyimpang anak, yaitu dengan mengisi

penuh tangki cintanya setiap hari. “Hal lain perlu Anda ketahui tentang bahasa cinta anak Anda,” imbuhnya. Di Buku Lima Bahasa Kasih karya Garry Chapman seorang anak menerima cinta melalui 5 cara: 1. Waktu yang berkualitas. Waktu berkualitas artinya waktu dimana kita benar-benar ada dan memperhatikan anak dengan sepenuh hati. Luangkan 15 menit saja dalam satu hari untuk menemani anak Anda. Anda tidak mengerjakan hal lain, Anda tidak memikirkan hal lain, Anda benar-benar ada untuk buah hati Anda. Lakukan hal ini secara rutin, dan amati perubahan pada buah hati Anda. 2.Kata-kata positif atau pujian dan dukungan. Jika hasil kerja Anda dipuji dengan tulus oleh orang lain, bagaimana perasaan Anda? Tentu merasa senang. Demikian juga anak-anak. Mereka memerlukan pujian yang tulus dan dukungan dari orangtua mereka. Pujian yang tulus dan spesifik membuat anak cenderung mengulangi perilaku positif yang dipuji tersebut. Misalnya, Wah hebat, hari ini Budi makan dengan rapi dan bersih. Atau Papa tahu kamu sudah berusaha mengerjakan tugas ini, kamu luar biasa, Nak. 3. Sentuhan fisik. Anak sangat memerlukan sentuhan fisik baik itu berupa elusan

di kepala, ciuman sayang, belaian sayang, pelukan erat. Seorang terapis keluarga, Virginia Satir mengatakan, setiap hari kita memerlukan 4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk hidup sehat, dan 12 pelukan untuk bertumbuh, awet muda, dan bahagia. 4. Pelayanan. Yang dimaksud pelayanan adalah kita membantu anak melakukan sesuatu. Bukan berarti kita menjadi pelayan yang harus

Evi Wirayanti, S.Psi.

mengerjakan semuanya untuk anak. Kita membantu anak melakukan sesuatu yang belum bisa dilakukannya secara mandiri. Misalnya, saat anak belajar kita membuatkan minuman segar untuknya. Pelayanan ini tentu dalam batas kewajaran dan bukan untuk membuat anak manja atau malas melakukan segala sesuatu secara mandiri. 5. Pemberian hadiah. Pemberian hadiah bukan berarti memberikan hadiah yang mahal, membelikan mainan atau apapun yang diminta anak. Pemberian hadiah bisa berupa membuatkan makanan kesukaan anak, memberikan benda-benda kecil dan sederhana dan diberikan secara tulus. Kita semua memiliki kelima bahasa cinta ini, namun, perbedaannya adalah mana yang dominan pada diri kita. Untuk mengenali bahasa cinta anak yang paling dominan adalah dengan memperhatikan apa yang anak ucapkan saat ia mengungkapkan perasaan sayang ke orang disekelilingnya. Perhatikan apa yang paling sering dikeluhkan anak. Ketika Anda mengenali bahasa cinta anak Anda, akan semakin mudah anda memenuhi tangki cintanya dan membuat ia merasa dicintai orangtuanya. Orang dewasa mampu mengisi tangki cintanya sendiri dengan banyak teknik, sedangkan anak-anak belum mampu mengisi tangki cinta anak setiap hari. (Wirati Astiti)


Kuliner

12

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Udang Bakar Madu

Manjakan Pecinta Mi Selain nasi, makanan yang cukup populer dan digemari masyarakat Indonesia adalah mi. Makanan yang terbuat dari berbagai macam jenis tepung ini juga dapat diolah sebagai bahan makanan utama, seperti mi goreng ataupun kuah yang dapat dipadukan dengan racikan bumbu-bumbu yang tepat, sehingga dapat memanjakan lidah para pecinta mi.

Bahan: 750 gram : udang ukuran besar. 2 sdm : madu. 1 sdt : lada bubuk. 4 siung : bawang putih cincang halus. 1 sdm : air jeruk nipis. 2 sdm : kecap manis. 2 sdm : air. Margarin buat olesan. Garam, kaldu bubuk secukupnya Tusuk sate secukupnya.

R

estaurant Jempiring di Aston Denpasar Hotel & Convention Center menyajikan kreasi olahan makanan yang terbuat dari mi untuk memanjakan pecinta mi. Ada “Mi Ayam Carcio”, mi kuah yang diolah dengan ayam berbumbu madu, saus tiram, bawang putih, dan potongan sayur sawi, serta dilengkapi dengan wonton goreng. “Bagi pecinta mi krispi dengan potongan jamur dan seafood, ada Tamie Goreng Seafood sedangkan bagi penikmat makanan dengan olahan bebek yang dimasak dengan aneka rempah Tiongkok, Kwetiau Pecking Duck adalah pilihan yang tepat,” ungkap Executive Chef Komang Aryana disela-sela peluncuran Chef’s Delights Promotion. Untuk melengkapi hidangan tersebut, Pastry Chef Komang Suarsih menyediakan Es Krim Mochi. Makanan penutup ini terbuat dari mochi yang diisi dengan 3 pilihan

Mi Donat yang Lezat kami tinggal menggoreng. Ada mi donat orginal dan ada yang berisi topping keju dan abon,” ujar perempuan asal Banyuwangi ini. Harga satu mi donat mulai dari Rp 8 ribu untuk yang original hingga Rp 12 ribu untuk topping abon. Ia juga menyiapkan mi donat vegetarian yang berbahan dasar mi vegetarian. Konsumen yang menikmati mi donat yang lezat ini kadang punya cara unik untuk melahap makanannya. Ada yang memotong dengan sendok dan garpu Salah satu makanan yang sedang viral adalah mi donat. Mi yang dibentuk menjadi donat ini banyak diincar konsumen. Apa saja varian rasa yang ditawarkan penjual mi donat? “Awalnya anak saya yang bilang mi donat sedang viral. Karena punya bahan mi dan tepung, kami pun berkreasi. Ternyata hasilnya lumayan. Kami pun membuat lebih banyak dan menjual,” ungkap Budi Purwani, penjual mi donat di Kedai Ketan Singapur, Denpasar.

Perempuan yang akrab disapa Bu Budi ini menuturkan cara pembuatan mi donat memang memerlukan proses lebih lama dibanding memasak mi biasa. Mi instan yang dipakai terlebih dahulu direbus. Dua bungkus mi instan bisa dibuat menjadi tiga mi donat. Mi yang sudah direbus dibalur dengan tepung kemudian dibentuk seperti donat lalu dikukus. Mi donat yang sudah matang ini disimpan di freezer. “Begitu ada pesanan,

13

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

es krim, seperti coklat, vanila, atau stroberi yang dipastikan akan menjadi makanan penyempurna setelah mencicipi berbagai macam makanan olahan mi. Berbagai pilihan minuman hasil kreasi dari Bartender Widu Martina yang dipastikan dapat menyegarkan di berbagai suasana. Ada Taipei, minuman dingin yang berbahan dasar milo, susu segar, es krim vanila, dan hazelnut

ini tepat bagi pecinta minuman kekinian. Chiayi, pilihan tepat bagi pecinta teh olahan, karena berbahan dasar teh camomile, sirup leci, rumput laut, soda, dan potongan buah segar seperti semangka, pepaya, dan melon yang dibentuk bulat kecil menyerupai kelereng. Yilan yang berbahan dasar lidah buaya, jus sirsak, dan sirup mint ini tepat bagi pecinta minuman sehat. (Ngurah Budi)

serta ada yang memotong dengan tangan kemudian menarik sampai minya putus. “Anak-akan muda yang sering nongkrong malah buat tantangan, siapa yang minya paling panjang dia yang menang,” imbuh Berry, suami Bu Budi. Selain menjual mi donat, Kedai Ketan Singapur ini juga menjual aneka makan yang viral, seperti es goreng, es kepal Milo, ketan duren, pisang keju, dan jamur krispi. “Nama Singapur ini punya arti spesial, singgah neng warung e mbak Pur,” ujar Berry sembari tersenyum. (Ngurah Budi)

dalam tumisan bumbu, aduk rata. - Lalu tusuk udang dengan tusuk sate, atur sesuai selera lalu bakar atau oven.

Cara Membuat: - Cuci bersih udang sampai bersih. - Lalu siapkan tempat, campur air jeruk nipis dan air lalu masukkan dalam wadah. - Campur udang dengan air jeruk nipis dan air, aduk rata, diamkan selama 10 menit. - Panaskan sebagian margarin lalu masukkan irisan bawang putih dan bahan-bahan lainlainya kecuali udang.

Bahan: 5 butir : telur asin, ambil kuningnya. 500 gram : nasi putih. Bumbu ayam bumbu kecap: 2 sdm : margarin. 3 buah : cabai merah cincang. 7 buah : bawang merah cincang. 3 siung : bawang putih cincang. 300 gram: ayam kampung matang suwir suwir. 2 batang : serai ambil putih cincang kasar. 5 buah : cabai rawit cincang halus. 2 ruas jari: jahe memarkan. 3 lbr : daun salam. 4 porsi : nasi siap pakai. 2 lbr : daun jeruk. 150 ml : air. ¼ sdt : lada bubuk. 7 sdm : kecap manis. Daun singkong rebus iris-iris. Daun pisang secukupnya. Garam kaldu bubuk secukupnya. Tusuk lidi secukupnya.

Chef Sarwan

Cara Membuat: - Panaskan margarin hingga panas lalu masukkah semua bahan kecuali nasi yang tidak dimasukan, aduk hingga rata dan matang dan bumbu meresep dan air menyusut, kering, matikan dan angkat - Ambil daun pisang, tata nasi, daun singkong dan ayam bumbu kecap dan potongan telor asin lalu bungkus menurut selera. - Lalu bakar bungkusan nasi dalam oven atu teplon atau bara api sampai matang, sajikan.

Kue Kering Kurma Bahan : 50 gram : margarin. 100 gram: mentega 50 gram : tepung gula. 50 gram : gula palem. 1 sdt : vanila bubuk. 1 butir : kuning telur. 25 gram : susu bubuk full crem. 100 : keju parut kasar. 100 gram : kurma potong. 25 gram : tepung maizena. 200 gram : tepung protein rendah atau sedang. 200 gram : coklat putih lelehkan.

Aneka mi donat

- Aduk semua bahan bumbu sampai matang. - Angkat, biarkan dingin lalu masukkan udang yang udah direndam air dan air jerul nipis

Nasi Bakar Telur Asin

100 gram : dark chocolatate clasik lelehkan. Cara Membuat: - Kocok margarin dan mentega, tepung, gula, gula palem dan vanila bubuk hingga semua bahan tercampur rata, lalu masukkan telor, aduk rata. - Masukkan parutan keju dan kurma, aduk rata, masukan perlahan tepung terigu, susu dan maizena dalam adonan, aduk menggunakan sendok

kayu dan lakukan hingga tercampur rata, l - Bentuk menurut selera, masukkan dalam oven dengan suhu 1600C hingga matang lalu bisa dicelupkan dalam coklat leleh, biarkan sampai kering. - Siap disajikan.

Garang Asam Pedas Ikan

Bahan: 750 gram: ikan gabus potong menurut selera. 6 buah : blimbing wuluh potong serong. 2 batang : serai memarkan. 700 ml : air. 1 sdm : bawang putih goreng. 2 lbr : daun jeruk. 3 lbr : daun salam. 2 ruas jari : lengkuwas . 2 ruas jari : jahe memarkan. Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya. Bumbu Cincang: 9 buah : bawang merah. 3 siung : bawang putih. 2 ruas jari : jahe. 2 buah : cabai merah besar. 10 buah : cabe rawit.

Cara Membuat: - Lumuri potongan ikan gabus dengan air jeruk dan sedikit garam, remas-remas sebentar, diamkan selama 10 menit lalu cuci bersih, tiriskan. - Tumis cincangan bumbu sampai harum, masuk-

kan serai, daun jeruk, daun salam, lengkuwas aduk hingga harum lalu masukkan potongan ikan gabus dan air, biarkan mendidih, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk rata, masak dengan api sedang, biarkan mendidih dan matang. - Sajikan dengan taburan bawang putih goreng.


Kuliner

12

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Udang Bakar Madu

Manjakan Pecinta Mi Selain nasi, makanan yang cukup populer dan digemari masyarakat Indonesia adalah mi. Makanan yang terbuat dari berbagai macam jenis tepung ini juga dapat diolah sebagai bahan makanan utama, seperti mi goreng ataupun kuah yang dapat dipadukan dengan racikan bumbu-bumbu yang tepat, sehingga dapat memanjakan lidah para pecinta mi.

Bahan: 750 gram : udang ukuran besar. 2 sdm : madu. 1 sdt : lada bubuk. 4 siung : bawang putih cincang halus. 1 sdm : air jeruk nipis. 2 sdm : kecap manis. 2 sdm : air. Margarin buat olesan. Garam, kaldu bubuk secukupnya Tusuk sate secukupnya.

R

estaurant Jempiring di Aston Denpasar Hotel & Convention Center menyajikan kreasi olahan makanan yang terbuat dari mi untuk memanjakan pecinta mi. Ada “Mi Ayam Carcio”, mi kuah yang diolah dengan ayam berbumbu madu, saus tiram, bawang putih, dan potongan sayur sawi, serta dilengkapi dengan wonton goreng. “Bagi pecinta mi krispi dengan potongan jamur dan seafood, ada Tamie Goreng Seafood sedangkan bagi penikmat makanan dengan olahan bebek yang dimasak dengan aneka rempah Tiongkok, Kwetiau Pecking Duck adalah pilihan yang tepat,” ungkap Executive Chef Komang Aryana disela-sela peluncuran Chef’s Delights Promotion. Untuk melengkapi hidangan tersebut, Pastry Chef Komang Suarsih menyediakan Es Krim Mochi. Makanan penutup ini terbuat dari mochi yang diisi dengan 3 pilihan

Mi Donat yang Lezat kami tinggal menggoreng. Ada mi donat orginal dan ada yang berisi topping keju dan abon,” ujar perempuan asal Banyuwangi ini. Harga satu mi donat mulai dari Rp 8 ribu untuk yang original hingga Rp 12 ribu untuk topping abon. Ia juga menyiapkan mi donat vegetarian yang berbahan dasar mi vegetarian. Konsumen yang menikmati mi donat yang lezat ini kadang punya cara unik untuk melahap makanannya. Ada yang memotong dengan sendok dan garpu Salah satu makanan yang sedang viral adalah mi donat. Mi yang dibentuk menjadi donat ini banyak diincar konsumen. Apa saja varian rasa yang ditawarkan penjual mi donat? “Awalnya anak saya yang bilang mi donat sedang viral. Karena punya bahan mi dan tepung, kami pun berkreasi. Ternyata hasilnya lumayan. Kami pun membuat lebih banyak dan menjual,” ungkap Budi Purwani, penjual mi donat di Kedai Ketan Singapur, Denpasar.

Perempuan yang akrab disapa Bu Budi ini menuturkan cara pembuatan mi donat memang memerlukan proses lebih lama dibanding memasak mi biasa. Mi instan yang dipakai terlebih dahulu direbus. Dua bungkus mi instan bisa dibuat menjadi tiga mi donat. Mi yang sudah direbus dibalur dengan tepung kemudian dibentuk seperti donat lalu dikukus. Mi donat yang sudah matang ini disimpan di freezer. “Begitu ada pesanan,

13

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

es krim, seperti coklat, vanila, atau stroberi yang dipastikan akan menjadi makanan penyempurna setelah mencicipi berbagai macam makanan olahan mi. Berbagai pilihan minuman hasil kreasi dari Bartender Widu Martina yang dipastikan dapat menyegarkan di berbagai suasana. Ada Taipei, minuman dingin yang berbahan dasar milo, susu segar, es krim vanila, dan hazelnut

ini tepat bagi pecinta minuman kekinian. Chiayi, pilihan tepat bagi pecinta teh olahan, karena berbahan dasar teh camomile, sirup leci, rumput laut, soda, dan potongan buah segar seperti semangka, pepaya, dan melon yang dibentuk bulat kecil menyerupai kelereng. Yilan yang berbahan dasar lidah buaya, jus sirsak, dan sirup mint ini tepat bagi pecinta minuman sehat. (Ngurah Budi)

serta ada yang memotong dengan tangan kemudian menarik sampai minya putus. “Anak-akan muda yang sering nongkrong malah buat tantangan, siapa yang minya paling panjang dia yang menang,” imbuh Berry, suami Bu Budi. Selain menjual mi donat, Kedai Ketan Singapur ini juga menjual aneka makan yang viral, seperti es goreng, es kepal Milo, ketan duren, pisang keju, dan jamur krispi. “Nama Singapur ini punya arti spesial, singgah neng warung e mbak Pur,” ujar Berry sembari tersenyum. (Ngurah Budi)

dalam tumisan bumbu, aduk rata. - Lalu tusuk udang dengan tusuk sate, atur sesuai selera lalu bakar atau oven.

Cara Membuat: - Cuci bersih udang sampai bersih. - Lalu siapkan tempat, campur air jeruk nipis dan air lalu masukkan dalam wadah. - Campur udang dengan air jeruk nipis dan air, aduk rata, diamkan selama 10 menit. - Panaskan sebagian margarin lalu masukkan irisan bawang putih dan bahan-bahan lainlainya kecuali udang.

Bahan: 5 butir : telur asin, ambil kuningnya. 500 gram : nasi putih. Bumbu ayam bumbu kecap: 2 sdm : margarin. 3 buah : cabai merah cincang. 7 buah : bawang merah cincang. 3 siung : bawang putih cincang. 300 gram: ayam kampung matang suwir suwir. 2 batang : serai ambil putih cincang kasar. 5 buah : cabai rawit cincang halus. 2 ruas jari: jahe memarkan. 3 lbr : daun salam. 4 porsi : nasi siap pakai. 2 lbr : daun jeruk. 150 ml : air. ¼ sdt : lada bubuk. 7 sdm : kecap manis. Daun singkong rebus iris-iris. Daun pisang secukupnya. Garam kaldu bubuk secukupnya. Tusuk lidi secukupnya.

Chef Sarwan

Cara Membuat: - Panaskan margarin hingga panas lalu masukkah semua bahan kecuali nasi yang tidak dimasukan, aduk hingga rata dan matang dan bumbu meresep dan air menyusut, kering, matikan dan angkat - Ambil daun pisang, tata nasi, daun singkong dan ayam bumbu kecap dan potongan telor asin lalu bungkus menurut selera. - Lalu bakar bungkusan nasi dalam oven atu teplon atau bara api sampai matang, sajikan.

Kue Kering Kurma Bahan : 50 gram : margarin. 100 gram: mentega 50 gram : tepung gula. 50 gram : gula palem. 1 sdt : vanila bubuk. 1 butir : kuning telur. 25 gram : susu bubuk full crem. 100 : keju parut kasar. 100 gram : kurma potong. 25 gram : tepung maizena. 200 gram : tepung protein rendah atau sedang. 200 gram : coklat putih lelehkan.

Aneka mi donat

- Aduk semua bahan bumbu sampai matang. - Angkat, biarkan dingin lalu masukkan udang yang udah direndam air dan air jerul nipis

Nasi Bakar Telur Asin

100 gram : dark chocolatate clasik lelehkan. Cara Membuat: - Kocok margarin dan mentega, tepung, gula, gula palem dan vanila bubuk hingga semua bahan tercampur rata, lalu masukkan telor, aduk rata. - Masukkan parutan keju dan kurma, aduk rata, masukan perlahan tepung terigu, susu dan maizena dalam adonan, aduk menggunakan sendok

kayu dan lakukan hingga tercampur rata, l - Bentuk menurut selera, masukkan dalam oven dengan suhu 1600C hingga matang lalu bisa dicelupkan dalam coklat leleh, biarkan sampai kering. - Siap disajikan.

Garang Asam Pedas Ikan

Bahan: 750 gram: ikan gabus potong menurut selera. 6 buah : blimbing wuluh potong serong. 2 batang : serai memarkan. 700 ml : air. 1 sdm : bawang putih goreng. 2 lbr : daun jeruk. 3 lbr : daun salam. 2 ruas jari : lengkuwas . 2 ruas jari : jahe memarkan. Gula, garam, kaldu bubuk dan minyak secukupnya. Bumbu Cincang: 9 buah : bawang merah. 3 siung : bawang putih. 2 ruas jari : jahe. 2 buah : cabai merah besar. 10 buah : cabe rawit.

Cara Membuat: - Lumuri potongan ikan gabus dengan air jeruk dan sedikit garam, remas-remas sebentar, diamkan selama 10 menit lalu cuci bersih, tiriskan. - Tumis cincangan bumbu sampai harum, masuk-

kan serai, daun jeruk, daun salam, lengkuwas aduk hingga harum lalu masukkan potongan ikan gabus dan air, biarkan mendidih, tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, aduk rata, masak dengan api sedang, biarkan mendidih dan matang. - Sajikan dengan taburan bawang putih goreng.


Jelita

14

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

“Sulap” Kuku Panjang dengan Nail Extension

J

Kebanyakan masalah kuku, sulit untuk di­­ panjangkan karena mudah rapuh, sehingga baru sedikit tumbuh, kuku telah patah. Padahal, ba­nyak wanita yang menginginkan memiliki kuku panjang yang berkilau sehingga jari-jemari terlihat lebih lentik.

ika segala cara telah dicoba, mulai dari perawatan dengan bahan alami sampai menutrisi kuku dengan vitamin, tapi kuku tetap rapuh dan sulit dipanjangkan, mungkin Anda bisa melakukan cara lain. Terdapat sebuah teknik dalam memanjangkan kuku yakni nail extension atau sambung kuku. Teguh, Manager Operasional Zo Hair Nail Studio di Mall Level 21 Denpasar mencoba berbagi tips untuk pembaca tokoh. Teknik nail extension menggunakan serbuk akrilik (acrylic powder) dan cairan khusus. Bubuk tersebut dicampur

Mozaik

dengan cairan, yang kemudian dibentuk di atas permukaan kuku. Setelah kering, akrilik mengeras dan bentuknya menjadi seperti kuku asli. Memulai perawatan, terapis membersihkan kuku dengan nail remover (bila menggunakan kuteks), lalu kuku dan kutikula digunting. Setelah itu, kuku harus dikikir di seluruh bagian, karena bila masih halus, akrilik akan sulit menempel. Kuku lalu dipasang penyangga. Penyangga tersebut yang akan menghubungkan akrilik dengan kuku asli. Penyangga yang berbentuk seperti kertas alumu-

nium itu juga berfungsi sebagai ukuran seberapa panjang kuku yang diinginkan. Setelah penyangga terpasang, pemulasan bubuk akrilik yang ditambah dengan cairan khusus dimulai. Ketika dipulaskan pada

permukaan kuku, bubuk akrilik berubah menjadi gel. Terapis secara perlahan memulaskan akrilik pada seluruh kuku dan penyangga. Setelah seluruh kuku-kuku jari dipulas akrilik. Kuku akan didiamkan beberapa saat, kemudian

penyangga dilepas kuku menjadi lebih panjang. Untuk menyempurnakan bentuk, kuku akrilik dikikir dan dibentuk sesuai keinginan (oval atau kotak). Bagian terakhir adalah kuku dipercantik dengan pulasan cat kuku atau nail gel.

Alami dengan Nail Gel Saat ini hal yang sedang menjadi tren dalam dunia kecantikan adalah nail gel, yakni manicure dengan menggunakan nail gel colour yang menjanjikan

banyak keuntungan. Cepat kering dan bertahan hingga tiga minggu tanpa menggumpal. “Nail gel merupakan suatu terobosan baru dalam dunia manicure dan pedicure. Kuku Anda akan dicat dengan menggunakan cat kuku yang terbuat dari gel. Setelah itu, di jari-jari tangan yang sudah dicat tersebut akan disinari UV untuk menghasilkan warna mengkilap yang tahan lama. Proses penyinarannya pun hanya memakan waktu 30 detik,” ujarnya. Putri, salah seorang yang sangat menyukai nail gel. Ia menilai, cat kuku dengan nail gel akan membuat kuku menjadi lebih cantik, bersih, dan awet. Untuk kuku tangan, ia lebih memilih warna putih karena terlihat alami. Sementara untuk kaki, ia lebih cocok warna merah menyala.

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Tahukah Anda apa sebenarnya yang paling diperlukan seorang anak? Saya sering mengajukan pertanyaan ini kepada peserta seminar parenting. Jawabannya cukup beragam. Demikian diungkapkan Evi Wirayanti, S.Psi., Psikolog, C.Ht.

M

enurut pendiri Ya y a s a n K a l y anamitta Bali dan pendiri sekolah PAUD Vidya Karuna ini, yang paling diperlukan anak, ada yang menjawab kasih sayang, makanan, dan kebutuhan pokok untuk bisa bertahan hidup, perhatian, waktu yang berkualitas, mainan dan hadiah, fasilitas yang nyaman bagi anak dll. “Semua jawaban itu tidak ada yang salah. Orangtua menjawab tentu berdasarkan dari pengalaman hidupnya sebagaia ank maupun sebagai orangtua. Namun, ada jawa-

tangki cintanya kosong. “Saya yakin Anda pasti pernah melihat tangki air terisi penuh, kemudian digunakan mandi, memasak, menyiram, apa yang terjadi? Air di dalam tangki akan berkurang, hingga ketika air sudah mencapai di satu batas akhir, otomatis mesin penarik air akan menyala dan menarik air untuk mengisi tangki air kembali dan seketika mesin itu bekerja biasanya mengeluarkan suara yang cukup keras. Demikian juga tangki cinta anak,” jelas perempuan yang akrab disapa Evi ini. Sifat tangki cinta sangat unik. Pertama tangki cinta anak harus diisi setiap hari orangtuanya. Kedua, tangki cinta ini bisa bocor ketika anak ditegur, diejek teman, dan penyimpangan perilaku adalah indikasi isi tangki sudah mencapai batas kritis minimal. Ketika, tangki cinta bisa Anak-anak dengan semangat cinta

(Wirati Astiti)

akhir Juli, saya akan ajak 300 penari inti untuk sembahyang di Pura Beji Pingit Tanah Lot untuk mohon doa restu,” kata Bupati Eka. Ke depan, beberapa festival terus digelar yakni Festival Jati­ luwih (September) dan Festival Yeh Gangga (Oktober). Ia mengatakan, tujuan dari festival-festival ini adalah untuk menarik minat wisatawan datang ke Bali dan Tabanan khususnya, termasuk para investor untuk melihat potensi Tabanan. “Kegiat­ an festival ini merupakan wujud nyata komitmen dalam melestari­ kan budaya tradisional Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya. Dalam setiap festival, selalu

Tari Rejang Renteng

disajikan kuliner khas Tabanan dan pameran UMKM yang di­ harapkan dapat meningkatkan daya tarik wisatawan.

Parade gebogan

Di samping peningkatan kun­ jungan wisata, festival juga digelar sebagai ajang rasa syukur rakyat bahwa di karuniai alam yang luar biasa di Tabanan dan sekaligus menghibur rakyat itu sendiri. Menggeliat di bidang pari­ wisata, Bupati Eka, mendapatkan kepercayaan lagi presentasi di Ja­ karta 17 Juli, untuk penilaian desa pariwisata terbaik se-Indonesia dan dilanjutkan pada 19 Juli, ia pre­ sentasi pelayanan publik terbaik untuk transportasi TranSerasi. Menurutnya, prestasi yang terus diraihnya ia syukuri. Intinya, ia hanya berbuat dengan maksimal tanpa memperhitungkan akan mendapatkan penghargaan. “Peng­ hargaan itu adalah bonus. Yang penting saya bisa berbuat yang ter­ baik untuk masyarakat Tabanan,” kata Bupati Eka. -ast/bns

11

Penuhi “Tangki Cinta”

Festival Ulun Danu, Tanah Lot, Jati Luwih, dan Yeh Gangga

rajinan tangan dan kuliner khas Tabanan. Setelah sukses dengan Ulun Danu Beratan Art ­Festival 2018, Pemkab ­Tabanan akan menggelar Festival ­Tanah Lot 18 Agustus mendatang. Festival ini akan menjadi sangat spektakuler karena akan menampilkan 1800 siswi SMA untuk me­ narikan tarian Rejang Ratu Segara. Tarian masal ini akan ditarikan tepat pukul 18.18. Rencananya Ketua Umum PDI Perjuangan Mega­ wati Soekarnoputri akan hadir ­bersama Sri ­Sultan Hamengku­bowono X. Bupati Eka mengatakan, tujuan dari tarian Rejang Ratu Segara ini adalah un­ Saat pembukaan Ulun Danu Beratan Art Festival tuk mendamaikan alam 2018 Bupati Eka Wiryastuti bersama Deputi semesta di Nusantara. “Apa Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian yang leteh atau kotor akan Pariwisata Prof. I Gde Pitana dilenyapkan dan menda­ Ulun Danu Beratan Art Festival tangkan aura positif. Apalagi, tahun 2018, sukses mendatangkan ribuan 2019 adalah pilpres, semoga dapat pengunjung. Festival dengan tema menuntun pemimpin Indonesia “Danu Kertih, Menyatukan Beragam yang baru membuat kebijakan yang Adat Budaya Nusantara” ini meli­ membumi karena Ratu Segara ada­ lah lambang ibu pertiwi dan cinta batkan 2500 seniman. Berbagai macam kesenian tra­ kasih,” jelasnya. Untuk penarinya, ada SOP yang disional ditampilkan pada Ulun Danu Beratan Art Festival, seperti harus dijaga yakni, tarian ini hanya tari Rejang Renteng, tari Bungan digelar di pantai, penarinya tidak Sandat Serasi dan Parade Gebogan. lagi haid, dan sebelum menari me­ Selain itu, digelar juga pameran reka harus memohon restu ke Ratu hasil pertanian, perikanan, ke­ Segara terlebih dahulu. “Kira-kira

Bugar

ban yang paling tepat. Jawabannya rasa aman,” kata Evi Wirayanti. Konsultan dan hipnoterapis ini menegaskan, rasa aman yang dimaksud, bukannya si anak harus dijaga 24 jam oleh babysitter atau kamera CCTV , namun, rasa aman karena anak merasa dicintai orangtuanya. “Anak yang merasa dicintaii orangtuanya akan terlihat jelas, biasanya mereka adalah anak yang ceria, percaya diri, patuh pada orangtua, berani eksplorasi dunia sekitarnya, rasa ingin tahu yang tinggi, dan peduli lingkungan,” ujarnya. Bagaimana bila anak merasa tidak aman? Jawabannya adalah muncul rasa cemas. Indikasi kecemasan ada banyak dan mudah terlihat, biasanya munmcul perilaku suka marah, emosi labil dan mudah meledak, suka memukul, suka melawan, perilaku agresif secara tindakan maupun ucapan, rewel, cengeng, mogok dll. Menurutnya, yang menyebabkan anak merasa tidak aman karena

diisi penuh dan meluap keluar. “Jadi ketika anak Anda mulai berulah, adalah indikasi tangki cintanya mulai di ambang kritis minimal. Seringkali orangtua kurang memahami anak, ketika anak mulai rewel dan berulah, reaksi pertama orangtua adalah memarahi anak,” kata Evi. Ini bagaikan lingkaran penderitaan. Ketika anak merasa ditolak dan mereka akan berulah untuk mendapatkan perhatian, orangtua merasa terganggu, dan yang diperoleh anak adalah kemarahan oangtua dan orangtua juga menolak memberikan perhatian dan cinta. Anak merasa semakin ditolak dan semakin berulah dan orangtua semakin marah dan semakin menolak memberi perhatian pada anak. Biasanya, ketika orangtua sudah tidak tahan, mereka akan menemui guru, psikolog, terapi anak, untuk menyelesaikan perilaku anakya yang sudah tidak bisa mereka atasi. Ia mengatakan, ada cara mudah untuk mengubah perilaku menyimpang anak, yaitu dengan mengisi

penuh tangki cintanya setiap hari. “Hal lain perlu Anda ketahui tentang bahasa cinta anak Anda,” imbuhnya. Di Buku Lima Bahasa Kasih karya Garry Chapman seorang anak menerima cinta melalui 5 cara: 1. Waktu yang berkualitas. Waktu berkualitas artinya waktu dimana kita benar-benar ada dan memperhatikan anak dengan sepenuh hati. Luangkan 15 menit saja dalam satu hari untuk menemani anak Anda. Anda tidak mengerjakan hal lain, Anda tidak memikirkan hal lain, Anda benar-benar ada untuk buah hati Anda. Lakukan hal ini secara rutin, dan amati perubahan pada buah hati Anda. 2.Kata-kata positif atau pujian dan dukungan. Jika hasil kerja Anda dipuji dengan tulus oleh orang lain, bagaimana perasaan Anda? Tentu merasa senang. Demikian juga anak-anak. Mereka memerlukan pujian yang tulus dan dukungan dari orangtua mereka. Pujian yang tulus dan spesifik membuat anak cenderung mengulangi perilaku positif yang dipuji tersebut. Misalnya, Wah hebat, hari ini Budi makan dengan rapi dan bersih. Atau Papa tahu kamu sudah berusaha mengerjakan tugas ini, kamu luar biasa, Nak. 3. Sentuhan fisik. Anak sangat memerlukan sentuhan fisik baik itu berupa elusan

di kepala, ciuman sayang, belaian sayang, pelukan erat. Seorang terapis keluarga, Virginia Satir mengatakan, setiap hari kita memerlukan 4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk hidup sehat, dan 12 pelukan untuk bertumbuh, awet muda, dan bahagia. 4. Pelayanan. Yang dimaksud pelayanan adalah kita membantu anak melakukan sesuatu. Bukan berarti kita menjadi pelayan yang harus

Evi Wirayanti, S.Psi.

mengerjakan semuanya untuk anak. Kita membantu anak melakukan sesuatu yang belum bisa dilakukannya secara mandiri. Misalnya, saat anak belajar kita membuatkan minuman segar untuknya. Pelayanan ini tentu dalam batas kewajaran dan bukan untuk membuat anak manja atau malas melakukan segala sesuatu secara mandiri. 5. Pemberian hadiah. Pemberian hadiah bukan berarti memberikan hadiah yang mahal, membelikan mainan atau apapun yang diminta anak. Pemberian hadiah bisa berupa membuatkan makanan kesukaan anak, memberikan benda-benda kecil dan sederhana dan diberikan secara tulus. Kita semua memiliki kelima bahasa cinta ini, namun, perbedaannya adalah mana yang dominan pada diri kita. Untuk mengenali bahasa cinta anak yang paling dominan adalah dengan memperhatikan apa yang anak ucapkan saat ia mengungkapkan perasaan sayang ke orang disekelilingnya. Perhatikan apa yang paling sering dikeluhkan anak. Ketika Anda mengenali bahasa cinta anak Anda, akan semakin mudah anda memenuhi tangki cintanya dan membuat ia merasa dicintai orangtuanya. Orang dewasa mampu mengisi tangki cintanya sendiri dengan banyak teknik, sedangkan anak-anak belum mampu mengisi tangki cinta anak setiap hari. (Wirati Astiti)


10

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Style

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

15

Menari Itu Harus Jujur Sebanyak 15 peserta BBM dari beberapa provinsi di Indonesia menampilkan karya “Pelangi Nusantara”, Jumat (13/7). Karya tersebut merupakan kolaborasi budaya dari masing-masing daerah asal peserta, yakni Bone-Sulawesi Selatan, Ketapang-Kalimantan Barat, Surakarta-Jawa Tengah, Payak Kumbuh-Sumatera Barat, Maluku Tenggara-Maluku, Pringsewu-Lampung, Jakarta, Palembang-Sumatera Selatan, Deli Serdang-Sumatera Utara, Bojonegoro-Jawa Timur, Duri-Riau, Wakatobi-Sulawesi Tenggara, Subulussalam- Aceh, PinrangSulawesi Selatan, yang dipentaskan di Sanggar Tari “Warini”. Ini merupakan bagian dari kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) Ni Ketut Arini yang berlangsung mulai 2 s.d. 15 Juli 2018.

S

iapa yang tak kenal dengan “Ni Ketut Arini”. Nama besar maestro Tari Klasik Bali ini tak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan seni tari Indonesia. Perannya sangat signifikan dalam melestarikan sekaligus mempromosikan Tari Bali ke dunia internasional. Karena itu pula, beberapa penghargaan diraihnya. Salah satunya sebagai Tokoh Pelestari Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Debut Arini sebagai penari profesional sekaligus koreografer tak cukup sampai disitu. Perempuan kelahiran 76 tahun silam ini merasa memiliki tanggung jawab moral agar seni tari Bali dapat terus diturunkan kepada generasi muda. Di tahun 1973, Arini pun mendirikan sanggar tari Bali “Warini”. Baginya, mengajarkan tarian bali kepada generasi muda bukan sekadar

Mengingat dirinya tinggal di daerah tropis, maka pi­ lihan karyanya pun condong ke ‘cocktail resort’. Meng­ u­sung tema The Unknown, Asti Kaleta lebih ba­nyak merancang busana dengan garis cukup berani yakni edgy nan sensual, sebagaimana persembahannya pada even “Bali Fashion Trend 2019” di TS Suites, Seminyak belum lama ini. Foto bersama, Maestro Ni Ketut Arini (tengah baju putih), Perwakilan Balai Pelestarian Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dan semua peserta program BBM Ni Ketut Arini, pada acara pementasan penutupan program 13 Juli 2018

penguasaan teknik semata, namun juga bagaimana menanamkan nilai-nilai kecintaan generasi muda terhadap seni adi luhung. Dan, untuk kedua kalinya, Ni Ketut Arini menjadi salah satu dari 20 Maestro terpilih dalam Program “Belajar Bersama Maestro” (BBM). Salah seorang peserta BBM. Kamila, siswi kelas 3 SMK 57 asal Jakarta ini menuturkan, selama belajar bersama sang maestro banyak hal yang didapatkannya. “Ninik (sebutan nenek dalam bahas Bali) itu sabar banget ngajarinnya, tenang. Ninik selalu bilang, kamu bisa, tidak boleh cemas. Menari itu harus jujur dan ikhlas. Basic tari dari daerah asal tinggalin dulu, kosongkan pikiran dulu, baru bisa tari Bali,” ujar Kamila mengutip ucapan Arini. Kamila juga mengatakan cara pengajaran Arini asyik. “Yang bikin cepat nangkap itu, Ninik ngajarin narinya sambil berdendang..agem kanan agem kiri.. Jadi narinya enjoy, tidak terdesak. Ninik selalu mengingatkan kami untuk mengajari murid nanti harus jujur dan ikhlas,” imbuh Kamila. Ia mengatakan, teknik pengajaran Arini ini akan diadop-

BBM “Mencuri Spirit Sang Maestro” Belajar Bersama Maestro (BBM) merupakan program dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian Pembinaan Tenaga Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. BBM yang sudah terlaksana sejak tahun 2014 ini dikatakan Kasubdit Seni Rupa Direktorat Kesenian Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Susiyanti ini, untuk mengisi masa liburan sekolah anak-anak di tingkat SMA/sederajat dengan kegiatan positif. Tujuan kegiatan BBM ini untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki karakter, integritas, dan toleransi antar sesama melalui pembelajaran kesenian. Dengan kegiatan BBM ini diharapkan peserta bisa mendapatkan pengalaman dan menggali potensi-potensi dari maestro yang konsisten sampai

saat ini menggeluti bidang yang sama dan dibesarkan dari bidang tersebut. “Di kegiatan BBM ini, para peserta bisa mencuri spirit maestro yang tak pernah lelah dan putus asa melakoni bidangnya masing-masing,” ucap Susiyanti. Bahwa, seseorang jika mau berhasil harus konsisten, juga dilakukan dengan kejujuran, ketekunan, menjaga kualitas yang ditekuni, termasuk manajeman dan jejaring. Program BBM tahun 2018 yang diikuti 300 peserta dari 3.000 pendaftar dari seluruh provinsi se-Indonesia ini menyebar di beberapa kota di Indonesia. Setelah melewati penyeleksian yang ketat, para peserta berkesempatan belajar pada 20 maestro di bidang seni tari, seni media, seni rupa, seni teater, dan seni musik. –ten

sinya jika kelak ia menjadi guru tari. Kamila mengaku dari awal perjalanannya ke Bali sudah berkesan. Ia masih tak percaya bahwa dirinya “berani” terbang sendiri ke Bali untuk belajar. Ia yang menguasai tari Betawi ini merasa tertantang dan ingin membuktikan sendiri kata-kata orang bahwa tari Betawi hampir sama dengan tari Bali yang karakternya keras. Kamila pun bertekad sepulangnya nanti harus bisa tari Bali dan membuat bangga orangtuanya. Hal senada disampaikan Muhammad Fuady Ikhsan (Sumatera Barat). Peserta laki satu-satunya yang juara tari ini me­ngatakan menari itu merupakan kreativitas yang harus dimunculkan. Karena itu, menurutnya tak masalah gerakan itu bagus atau jelek yang penting kita berekspresi dan bisa menciptakan hal/gerakan baru. Fufu-panggilan akrabnya mengatakan termotivasi ikut BBM agar bisa banyak mengenal teman dari berbagai provinsi, bisa mengenal budaya mereka sekaligus mengenalkan budaya daerah sendiri (Minang) kepada orang banyak. Selama belajar bersama maestro Ketut Arini, banyak hal yang didapatnya. “Ninik sangat ulet, baik, dan cara mengajarnya asyik tidak monoton.. putar kanan, sledet, satu dua tiga (sambil didendangkan), pembawaannya asyik tidak garing,” ucapnya.

M

enurut Anggota IFC Denpasar ini, warna hitam serta material sedikit tembus pandang memang tengah populer tahun ini. Sedangkan, koleksinya yang dominan menggunakan silk, ciffon, brukat/lace dan tulle ini diperuntuk-

kan bagi mereka yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan berani tanpa mengenal batasan usia. (Sri Ardhini)

Pementasan karya “Pelangi Nusantara” saat penutupan program BBM

Selain itu, ia juga banyak mendapatkan wawasan tetang kehidupan dan budaya di Bali yang berjalan beriringan. “Ninik menunjukkan bahwa kita boleh modern tapi tak boleh meninggalkan kebudayaan kita,” ucapnya lagi. Sepulangnya Nanti, Fufu akan segera menghadap Kepala Sekolah untuk bisa sharing pengalaman kepada teman-temannya. Bahwa di program BBM ini mereka bisa mengenal ras, suku, agama dari berbagi provinsi, bisa menggali ilmu dari para maestro dan kehidupannya, teknik mengajarnya. “Mereka banyak memberi ilmu. Sosok Arini mengajarkan bahwa, kita harus ikhlas, sabar, dan rendah

Belajar olah tubuh Pantai Sanur

hati,” tandasnya. Beberapa pakar, guru/dosen yang diundang untuk mengajar dan berbagi bersama peserta BBM Ketut Arini, yakni Drs. I Wayan Madra Aryasa, MA yang memberikan pengenalan budaya, I Dewa Putu Berata (penciptaan musik kreatif), Gede Radiana S.Sn., M.Sn. (karakter tari), Nyoman Suryawan (penulisan), Ketut Sutapa, S.Sn., M.Sn. (olah Tubuh), dan SOUL (Spirit Of Universal Life) - Bunda Arsaningsih yang memberikan Pendidikan Karakter. Dalam mengajar peserta BBM ini, Arini juga dibantu asistennya, Made Sukarda, S.Sn. dan Gusti Ketut Sri Susanti, S.Sn. –ten

Asti Kaleta


Griya

16

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Kreasi

9

dalam

Makan Yes, Selfie Ok Selain sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga dikenal s­ ebagai salah satu surganya kuliner enak dan murah. Mulai dari ­makanan khas Jogja hingga menu western. Tempat-­tempat makan ini pun berlomba-lomba menyajikan konsep restorannya lengkap dengan spot selfie yang keren.

S

alah satu tempat makan yang bisa Anda coba adalah Waroeng Kebon Prambanan yang berlokasi di Jalan Candi Sewu, Ngangkruk Baru (utara pintu utama parkir Candi Prambanan). Tempat ini menawarkan suasana kebun dengan view sawah. Jika berkunjung malam hari, lampu-lampu cantik memberikan aksen menarik yang menjadi spot foto selfie. Anda bisa duduk lesehan sembari memandangi hijaunya sawah atau duduk santai di gazebogazebo kecil. Bisa juga memilih duduk di bar atau duduk dengan view kolam juga kebun. “Tempatnya asyik buat nongkrong makan bersama keluarga dan asyik juga buat foto-foto. Makan yes, selfie oke,” ucap Bapak Suparta yang berkunjung ke warung tersebut bersama keluarganya di Prambanan.

Untuk urusan menu, ditawarkan menu lokal, semilokal dan menu interlokal dengan harga

terjangkau yang bisa dinikmati mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Setelah berwisata ke Candi Prambanan, sepertinya Waroeng Kebon ini menjadi tempat yang pas untuk melepas lelah sembari menikmati kuliner dengan suasana kebun bersama keluarga tercinta Anda. (Inten Indrawati)

Ken Dedes digambarkan sebagai wanita jelita yang memendam rahasia sebuah keris pendendam. Dalam Pararaton, kitab riwayat raja-raja Jawa, Ken Dedes disebutkan pada awalnya dijadikan permaisuri secara paksa oleh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel.

T

etapi, seorang pemuda ambisius, Ken Arok, membunuh Tunggul Ametung, memproklamirkan diri sebagai raja Tumapel dengan menggaet Ken Dedes sebagai pendampingnya. Keberadaan keris berlumur darah yang digunakan Ken Arok untuk merebut kekuasaan itu, hanya diketahui oleh Ken Dedes. Kisah keris besutan Empu Gandring atas pesanan Ken Arok dan kekerasan perebutan tahta yang dirahasiakan Ken Dedes tersebut, telah dituturkan dalam sebuah seni pertunjukan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40, Jumat 29 Juni lalu. Adalah sanggar seni Nrityagrha Siwanataraja Sukawati-Bali mengisahkannya dalam sebuat tajuk “Api Dendam Keris Sakti”. Bertempat di Wantilan, Art Center, Taman Budaya Bali, kelompok pegiat seni yang bermarkas di Banjar Babakan, ­S ukawati, Gianyar itu, menggulirkan garapannya selama satu setengah jam, di hadapan para penonton yang penuh sesak yang menyimak dengan antusias. Judul garapan anut dengan ­acuan tema PKB tahun ini yaitu Teja Dharmaning Kauripan: Api Spirit Penciptaan. Bah- kan bukan hanya dari pilihan judulnya saja yang mengena, namun juga dari konsep estetik genre ke­

seniannya yang mengimplementasikan gemuruh penciptaan. Demikian pula pengolahan ceritanya, membersitkan kontekstualisasi responsif terhadap situasi kekini­ an khususnya menyangkut isu-isu sosial politik kebangsaan. “Cipta seni, selain harus taat pada wajah keindahannya, tetapi di dalamnya sudah semestinya menyampaikan pesan moral yang kontekstual menyangkut kehidupan masyarakat dalam lingkup universal dan lingkungan sekitar,” ujar Bagus Natya, Ketua Nrityagrha Siwanata­ raja yang juga dalam garapan itu bertindak selaku narator.

Sudut utama garap­a n seni per­ t u n j u k a n “A p i ­Dendam Keris Sakti” mencerita­k an tentang sebilah keris menoreh tanah Jawa dan melukai bumi Nusantara. Keris magis yang menggeram dendam kesumat itu tiada lain adalah buah karya Empu Gandring. Dalam raga keris itu merasuk jampi-jampi bertuah asupan para dedemit dan anugrah para dewa. Berawal dari birahi Ken Arok yang kepincut dengan sang jelita Ken Dedes, permaisuri Tunggul Ametung. Untuk memiliki Ken Dedes, Ken Arok mempersiapkan sebuah keris sakti yang di­ rahasiakan tujuan pembuatannya. Di tangan Ken Arok, keris ciptaan Empu Gandring berlumur darah menggurat sejarah Indonesia dalam episode-episode kekerasan demi ambisi meraih tahta, harta, dan nafsu akan gemulai wanita. Kisah keris pembunuh itu di­ bingkai dalam bentuk seni pertunjukan baru yang disebut rinarasila. Menurut Larasari yang bertindak selaku artistic director, rinarasila akronim dari tari narasi lagu, menjadi perpaduan tiga elemen utama genre seni pentas, diciptakan tahun 2017 oleh Nrityagrha Siwanataraja Sukawati. Sema­ngat kreatif rinarasila adalah menguak berbagai kemungkinan estetik dan artistik yang dirajut dari seni tari, sastra narasi, serta untaian lagu (seni vokal dan gamelan). “Melalui

rinarasila, kami ingin menawarkan kesegaran berkesenian dan dengan menggunakan narasi berbahasa Indonesia bertujuan menjalin komunikasi dengan penonton yang lebih luas,” ungkap Larasari, dara yang kini sedang mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Diawali dengan sebuah prolog mengisahkan riwayat kelahiran Ken Arok. Ditengah panggung, enam penari berolah tubuh, bergelut pelan dengan tangan-tangan yang mengacung naik turun merebut bayi yang merengek melengking. Visualisasi yang hening ini digarisbawahi dengan lantunan lagu berselang se­ ling oleh narator, dua vokalis waita, dan 30 orang penabuh. ”Alkisah di dusun Pangkur, lahirlah si cabang bayi, dibuang sang ibu pada tengah malam, pada pagi hari dipungut oleh bromocorah, dibesarkan jadi maling, perampok dan penjudi,” demikian pembuka seni pentas rinarasila itu menyapa penonton. Sebagai semburan api penciptaan, pada klimaks seni pentas ini dicuatkan sebuah penafsiran terhadap keris yang dipakai Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dan menghabisi Kebo Ijo. Keris itu diberi tafsir hidup ke dalam amarah Ken Dedes. Begitu dipegang oleh Ken Dedes, para dedemit yang merasuk dalam keris buatan Empu Gandring mengerang mengobarkan dendam dan meng­ umbar kutuk yang di­dramatisir dengan tembang berkarakter marah. “Aku keris gandring sakti dan bertuah, pencabut nyawa

sejati, diriku bersimbah darah, buru tumbal bunuh mati, menoreh sejarah, nafsu kuasa buta nurani,” hardik Ken Dedes galak pada Ken Arok yang gelagapan. Pesan moral yang kontekstual sataristik disambut tepuk tangan penonton ketika Ken Arok dinasihati oleh gurunya, Pendeta Loh Gawe. Setelah Loh Gawe mengatakan siapapun yang berhasil memperistri Ken Dedes akan menjadi raja, wajah Ken Arok berbinar. “Bagaimana Ken Arok apakah kau ingin jadi raja? Dari binar matamu, kau berambisi jadi pemimpin. Tapi kalau kau nanti jadi pemimpin, jadilah pemimpin yang arif, jujur, dan bersih. Hindari perbuatan tercela, jangan kau sampai mengkorupsi uang rakyat”, ujar Loh Gawe. Sentilan lain dihadirkan juga oleh keris yang murka dalam tubuh Ken Dedes. “Aku, keris ciptaaan Empu Gandring, berjanji tak akan pernah henti menebar api kekerasan dalam perebutan kepemimpinan bangsamu yang nanti disebut Nusantara. Jika Nusantara ingin maju dan digjaya di masa depan, semailah kerukunan dalam persatuan dan kesatuan berbangsa yang berkeadaban. Namun apa­bila bangsamu tak mensyukuri akan sejuk dan damainya persatuan dan kesatuan itu, lihat dan buktikan, jin setan yang merasuki ragaku akan terus bergetayangan merenggut mangsa, mengoyak-ngoyak, meluluhlantakkan Nusantara hingga musnah dari muka bumi!” (Kadek Suartaya)


8

Dara

Edisi 1011/ 16 juli - 5 AGUSTUS 2018

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Masa-masa sekolah dimulai. Masuk ke kelas baru, bertemu dengan teman dan guru yang baru, tak tertinggal pengalaman yang baru. “Are you ready?” Sudah siapkah masuk sekolah kembali? Hal apa saja yang sudah ananda siapkan? Buku? Baju? Sepatu? Tas? atau bahkan cita-cita? Sebagian dari kita pasti pernah menanyakannya pada ananda bukan? Lalu, cita-cita apa yang ananda impikan?

Gebyar Duta Endek di PKB dan Aksi Endek Lovers

Busana lelunakan, merupakan salah satu busana yang digunakan dalam upacara ngaben/ pelebon di Kota Denpasar, sebagai rangkai­ an upacara pitra yadnya. Duta Endek Kota Denpasar de­ngan bangga mengenakan busana lelunakan yang makin populer ini pada Parade Pem­bukaan PKB ke-40 pada Sabtu (23/6).

D

uta Endek Kota Denpasar yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Denpasar sejak tahun 2012 ini, hadir mewakil Kota Denpasar pada Parade Pembukaan PKB ke-40 Tahun 2018. Ada 24 orang Duta Endek tampil mengenakan busana lelunakan, rancangan A.A Ngurah Mayun, dengan make up and hair do serta aksesoris juga dirancang khusus tanpa menghilangkan kesan warisan leluhur. Ciri khas lelunakan terlihat pula pada lilitan selendang warna kuning kombinasi hijau, tiga kali putaran di kepala perempuan,sebagai simbol Pradaksina dan Prasawya. Lilitan bagian belakang ber­bentuk segitiga adalah simbol ‘Tri Loka’. Selain itu mereka juga mengenakan tapih prada, kain endek, sabuk blibet kuning emas dan selendang lilit endek merah muda dilengkapi bunga pucuk, subeng dan gelang mas. Peserta pria menggunakan destar prada merah dengan bunga pucuk mas, serta selendang tenun kain bali kuning, kamen merah prada dan saput endek dengan lis pinggiran prada. PAMERAN PERAJIN Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si, di dampingi Kabid Perdagangan IGA Laxmy Saraswaty , S.S. M.Hum, 62 perajin UMKM/IKM Kota Denpasar, ikut dalam ajang PKB ke-40 tahun

2018 yang berlangsung pada (23/6 s.d. 21/7) di Art Centre Denpasar. Mereka terdiri dari perajin fashion 30 orang, perajin herbal 9 orang dan perajin perak, sandal, pande dan yang lainnya sebanyak 23 orang. Untuk pameran di ‘Stand Dekransada Kota Denpasar, yang mengusung tema “Bangga Menggunakan Produk Lokal Kota Denpasar” yang diikuti oleh 4 perajin yaitu: Basudewa (fashion dan aksesoris endek), Marya Sculpture (kerajinan kayu dan patung), Aysea Baby (pakaian anak-anak dan asksesoris), dan Laksmi Gopala (kerajinan dupa dan aromaterapi). AKSI ENDEK LOVERS Endek Lovers adalah ide brilian dari Ketua Dekranasda Kota Denpasar, IA Selly D.Mantra yang digagas sejak tahun 2017. Inovasi yang menjadi program kerja Duta Endek Kota Denpasar setiap tahunnya ini bukan hanya untuk melestarikan penggunaan kain endek di kalangan remaja tapi juga menumbuhkan rasa cinta dan bangga mengenakannya. Ajang Endek Lovers ke-2 tahun ini sukses dilaksanakan pada 29-30 Juni 2018, mengisi liburan sekolah kalangan remaja dan anak-anak, dengan tema “Endek is Remarkable” Kegiatan diisi berbagai lomba seperti fotografi yang diikuti 30 peserta, lomba pidato 20 peserta, lomba mewarnai 20 peserta, dan fashion show yang diikuti 80 peserta. Seluruh kegiatan yang merupakan penjabaran ‘Peningkatan Inovasi Produk Lokal’ ini diselenggarakan di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar. -ard

C

Juara Fashion Show Endek Lovers 2018 “Endek Vibes For Style” Kategori A (Seragam Sekolah) Juara 1: Devi Wianta Sari (SD Saraswati 5 Denpasar) Juara 2: Gusti Ayu Surya Dharma Dewi (SDN 19 Pemecutan) Juara 3: Ida Ayu Sintia Devi Cahya Dwinanda

ita-cita adalah segala sesuatu yang kita inginkan, dalam tulisan ini cita-cita akan dimaknai sebagai harapan ananda yang bisa berkaitan dengan masa depannya yaitu pekerjaan. Pada masa anak-anak, cita-cita biasanya dapat berubah-ubah di kemudian hari. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara umum faktor tersebut adalah 1) stimulasi, 2) lingkungan, dan 3) perkembangan teknologi. Ketika ananda memiliki cita-cita tertentu, stimulasi dari orangtua memiliki peranan terhadap cita-cita ananda tersebut. Stimulasi atau dorongan dari orangtua dapat berupa pengenalan cita-cita dan informasi yang disampaikan pada ananda. Sebagai contoh cita-cita ananda ingin menjadi pilot, tentunya ananda sebelumnya telah memiliki informasi terkait dengan profesi sebagai pilot. Jika dikaitkan dengan stimulasi, bisa jadi informasi profesi menjadi pilot diperoleh dari ayah dan bunda. Misalnya profesi orangtua ananda adalah pilot, sering mencari bersama dan menceritakan tentang profesi pilot, atau membelikan mainan-maian yang berkaitan dengan penerbangan.

Mozaik “Cita-citaku mau Jadi.....”

Faktor kedua adalah lingkungan, cita-cita ananda dapat muncul karena lingkungannya di luar keluarga. Misalnya saja ananda bercita-cita menjadi petani karena sebelumnya ia melihat petani saat berwisata dan merasakan pengalaman positif dari bertani. Selain itu seperti saat ananda ingin menjadi politisi, karena ada proses pemaknaan dari lingkungan bahwa ia memiliki harapan untuk dapat menjadikan bangsa dan negara­nya lebih baik lagi. Contoh lainnya adalah ananda yang ingin menjadi make up artist atau perias, karena duku­ ngan dari teman-temannya yang melihat ananda memiliki bakat yang luar biasa merias. Faktor ketiga adalah perkembangan teknologi. Tidak dimungkiri lagi perkembangan teknologi yang makin pesat membawa dampak terhadap pilihan cita-cita ananda. Hal ini dapat kita lihat beberapa tahun yang lalu pada masa ayah dan bunda cita-cita yang diharapkan adalah menjadi dokter, insinyur, atau guru. Sedangkan pada saat ini cukup banyak ananda yang memiliki keinginan untuk menjadi blogger atau video blogger dengan membuat dan membagikan konten-konten tematik yang menarik. Profesi-profesi lainnya yang berhubungan dengan teknologi juga makin menarik hati ananda, seperti programmer, web designer, bahkan profesi-profesi yang berkaitan dengan

Kategori D (Pakaian Kantor) Juara 1: Kadek Eti Putrika (FEB Udayana) Juara 2: Luh Ade Geina Anastya (BATC) Juara 3: Devidson Imanuel Eman (Universitas Pendidikan Nasional)

Juara Lomba Pidato Endek Lovers 2018 “Endek Is Our Product Of Culture” Kategori SMA Juara 1: Nicole Angel Luin (SMAN 2 Denpasar) Juara 2: Ni Putu Maetha Maharani (SMAN 3 Denpasar) Juara 3: Ni Made Mona Siska (SMK Dwijendra Denpasar)

Juara Mewarnai Endek Lovers 2018 “Kebudayaan Masyarakat Perdesaan di Bali” Kategori TK Juara 1: Ni Ketut Devasya Vittada Juara 2: Ela Juara 3: Larashati Kategori SD Juara 1: Putu Savira Juara 2: Gede Putra Waisnawa Juara 3: Intan W. Candra

Juara Photography Endek Lovers 2018 “Who Use Endek” Juara I : Darma Yoga Juara II: Didiek Ada Juara III: Mecinasri

ananda. Kalaupun ayah dan bunda memiliki pilihan cita-cita bagi ananda, komunikasikan dan berikan pemahaman bagi ananda tentang harapan itu. Se­suaikan dengan karakteristik usia ananda, hal ini akan berkaitan dengan cara penyampaian harapan orangtua pada ananda. Jika usia ananda sudah dianggap cukup, ajaklah ananda untuk berdiskusi sehingga mendapat titik temu yang disepakati. Tidak lupa untuk hargai cita-cita ananda dan potensinya untuk membangun rasa percaya diri dan keyakinannya. Sebagai orangtua, hal apa yang dapat ayahbunda lakukan? Ada baiknya kita mengenali hal apa yang melatarbelakangi pemilihan cita-cita ananda. Ayah dan bunda juga dapat diskusi bersama ananda tentang cita-citanya. Misalnya dengan mengumpulkan informasi dari situs terpercaya, membahas persiapan yang diperlukan, juga hal positif dan konsekuensi dari cita-cita ananda. Hal lainnya yang dapat ayah dan bunda lakukan adalah mendukung dan memotivasi ananda untuk meraih cita-citanya. Latih ananda untuk berfokus pada proses bukan hanya hasil. Dalam proses meraih cita-citanya tidak selamanya perjalanan ananda akan mulus. Apresiasi segala usaha yang telah dilakukan ananda. Di sinilah peran ayah dan bunda untuk memberikan semangat dan pemahaman agar ananda tetap berusaha mengapai impiannya. Made Padma Dewi Bajirani Psikolog

Kata Hati: Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.

Teknik Pernapasan Yoga untuk Menjaga Stamina

Kategori B (Kaos Polo) Juara 1: Putu Calysta (JB School) Juara 2: A.A.Ngurah Surya Dharma Prayoga (SMP Dwijendra Denpasar) Juara 3: Ida Ayu Putu Yascitayati (SMPN 1 Petang) Kategori C (Evening Gown) Juara 1: Ni Made Ayu Cantika Ratih (SMAN 4 Denpasar) Juara 2: Nyoman Satya Nawanita (SMA Dwijendra Denpasar) Juara 3: I Kadek Surya Saputra (SMA Dwijendra Denpasar)

dunia startup dan sosial media. Lalu, apakah ananda harus memiliki cita-cita? Cita-cita yang seperti apa yang baik untuk ananda? Pada dasarnya semua cita-cita ananda adalah harapan yang baik. Dengan adanya cita-cita, ananda akan selangkah terbantu untuk mengenali keinginannya, potensi yang dimiliki, proses yang harus dihadapi untuk mencapai cita-cita dan belajar bertanggung jawab. Ketika ananda memiliki cita-cita, ananda mulai mengenali hal yang menjadi harapannya serta potensi apa yang telah dan belum dimiliki. Selanjutnya, ananda akan lebih fokus untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk dapat meraih cita-cita. Seperti halnya mencari informasi mendalam tentang tokoh-tokoh ternama yang memiliki profesi serupa, mempersiapkan pendidikan/jurusan yang akan ditempuh, usaha, biaya, persiapan diri, dan gambaran di masa yang akan datang. Proses tersebut membantu ananda terlebih untuk usia remaja mengukur kemampuan diri dan berlatih mengambil keputusan dengan kosekuensi yang ada. Apakah itu cita-cita ananda atau cita-cita ayah dan bunda? Mungkin ayah dan bunda pernah mengalaminya, ketika ananda memiliki cita-cita yang berbeda dari harapan ayah bunda. Setiap orangtua pasti mengharapkan yang terbaik bagi

17

Lanjutan Gerakan 12 Asana Surya Arkayam

Bunda Dian

GAMBAR 1 Langkah pertama lihat gambar 1, yaitu sikap gunung dengan mendorong badan ke belakang. Konsentrasi napas ada di perut, kemudian arahkan dalam visualisasi rasakan cahaya matahari masuk ke perut kemudian hembuskan napas, rasakan cahayanya menyebar ke seluruh tubuh.

3 GAMBAR 3 Langkahkan kaki kanan, ke depan lalu konsentrasikan cahaya surya ke tulang- tulang dan lakukan pernapasan 3 kali putaran.

6A

1

5 4

GAMBAR 2 Melangkahkan kaki kiri kedepan diantara 2 tangan dengan sikap tersebut diatas arahkan cahaya surya ke kening dan rasakan cahaya surya menyebar ke semua indra lalu buang napas sebarkan cahaya keseluruh tubuh. Lakukan 3kali putaran napas. Model Bidan Mila dan Sri Danu Markandeya Yoga Indonesia

2

GAMBAR 4 Melalui konsentrasi dalam pikiran, rasakan cahaya surya menuju ke tenggorokan. Selanjutnya rasakan cahaya surya menyebar ke seluruh tubuh dan lalukan dengan 3 kali penarikan dan hembusan napas. Lakukan 3 kali putaran. Semua sikap tersebut diatas hendaknya lakukan denga mata terpejam.

GAMBAR 6 A Kembali ambil sikap duduk bersila. Kemudian, tutup hidung kanan serta konsentrasikan cahaya masuk ke tulang punggung mulai perlahan menarik napas dan buang napas. Lakukan dalam 7 kali putaran.

GAMBAR 5 Kedua tangan di depan dada, dalam sikap pranamasana. Konsentrasi napas di daerah dada, dalam batin rasakan cahaya surya masuk ke dada dan mulai menarik napas serta buang napas. Lakukan 3 kali putaran.

GAMBAR 6 B Sekarang ganti posisi tangan, yakni 6B menutup lubang hidung kiri, jari tengah menyentuh kening. Berikutnya lanjutkan dengan konsentrasi napas ke tulang punggung dengan membayangkan cahaya surya Selamat berlatih dengan senyum menyentuh tulang punggung. Semoga bermanfaat Lakukan teknik pernapasan tersebut Yoga is our life dalam 7 kali putaran. Namaste


Buleleng

18

Twin Lake Festival

Festival Danau Kembar atau yang lebih dikenal dengan Twin Lake Festival (TLF) kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten ­Buleleng. Gelaran yang merupakan ajang kelima ini diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 4 hingga 7 Juli 2018.

Ajak Masyarakat Peduli Danau

B

erbeda dari tahun sebelumnya, panggung utama TLF mengambil tempat di pelataran Danau Buyan. Hal ini dikarenankan permukaan air danau yang meningkat. Sementara itu berbagai kegiatan juga digelar di pelataran danau Tamblingan. TLF tahun 2018 ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Kementrian Pariwisata bersama dengan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana serta pejabat lainnya lingkup Pemkab Buleleng dengan ditandai pelepasan burung di Pelataran Danau Buyan. Ditemui usai pembukaan, Bupati Agus Suradnyana menjelaskan lewat TLF ini Pemkab Buleleng mengajak masyarakat dan stakeholder lainnya untuk lebih peduli dengan Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Sudah terbukti, kepedulian masyarakat terhadap dua danau ini sudah makin meningkat. Penataan Danau Buyan pun sudah didesain oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) yang berwenang untuk penataan danau.

“Melalui TLF yang sudah diselenggarakan sebanyak lima kali untuk meningkatkan kepedulian terhadap Danau Buyan,” jelasnya. Mengambil tema Back to Nature, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan jika Danau Buyan ditata dengan baik, maka akan menjadi daya tarik wisata yang tidak kalah dengan danau lainnya. “Hanya perlu mengatur tata ruang dan zona-zonanya. Mana tanah milik pribadi dan mana tanah milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk ruang terbuka di sekitar Danau Buyan ini. Yang jelas tahun depan kita sudah memiliki perencanaan yang komprehensif menyangkut pemanfaatan, pelestarian dan revitalisasi Danau Buyan,” ungkap Agus Suradnyana. DAYUNG PEDAU SINGA Selama empat hari digelar, TLF menghadirkan berbagai kegiatan yang menghibur dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Salah satu kegiatan khas TLF adalah lomba Dayung Pedau Singa.

Mengambil tempat di Danau Buyan, Lomba Pedau Singa diikuti oleh 33 tim yang terdiri dari 31 tim dari SKPD lingkup Pemkab Buleleng, dan 2 tim dari organisasi nelayan dan kepemudaan. Lomba ini digelar Kamis (5/7). Lomba pedau tahun ini dimenangkan oleh kelompok nelayan

Sp.OG seusai membuka secara resmi lomba Pedau Singa mengatakan, sangat menyambut baik kegiatan lomba pedau singa ini. Menurutnya lomba ini bisa menciptakan semangat, kerjasama, dan kekompakan di dalam tim yang bisa memberikan efek di dalam kinerjanya nanti. Selain itu, Wabup Sutjidra juga mengatakan lomba ini cukup membanggakan karena hanya Buleleng yang memiliki lomba dayung pedau singa di Bali. “Harapan saya dengan adanya lomba dayung pedau singa ini kita bisa tularkan nilai-nilai semangat juang kebersamaan, persatuan, dan rasa kepedulian yang tinggi kepada generasi muda sebagai penerus tongkat estafet penjaga kelestarian alam khususnya danau Buyan dan Tamblingan,” harapnya. (Wiwin Meliana)

Hari Kita Semua, de­ ngan pesan kunci cinta keluarga cinta terencana menjadi tema besar Hari Keluarga Nasional XXV. Keluarga menjadi pilar utama bukan hanya bagi negara tetapi juga bagi kualitas generasi sebagai modal penting dalam membangun negeri ini.

M

emperkuat karakter yang dimulai dari keluarga-keluarga akan berdampak memperkuat karakter bangsa. Sebagai komunitas terkecil dari suatu bangsa, keluarga adalah tonggak pertama dalam lingkaran kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, lahirnya keluarga yang berkarakter menjadi sangat penting bagi sebuah bangsa. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang berangkat dari kebersamaan, cinta dan kasih sayang. Karena itu, peringatan Hari Keluarga Nasional dengan tema Hari Kita Semua ini, bisa menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta dan sayang dalam keluarga. Berbagai cara dilakukan keluarga baik orang tua terhadap anak atau sebaliknya dalam

Edukasi

Agama sebagai Benteng Utama mewujudkan rasa cinta dan kasih sayangnya tersebut, salah satunya dalam hal spiritual. Ir. Husnanidiyati Nurdin, Kepala Dispora Nusa Tenggara Barat, Juni 2018 lalu dengan bangga mendampingi putri keduanya Nursandrina Hendra Karamina menjalani ujian kompetensi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Sepeninggal suaminya Agus Pamudji Hendrataharja yang berpulang tahun tahun 2001, Eni, begitu kerap ia disapa, mengetatkan ikat pinggang berjuang melewati masamasa sulit untuk mengantar kedua buah hatinya yang kala itu masih kecil demi menuju panggung sukses. Hal utama yang dilakukannya adalah semakin mendekatkan keluarga mereka pada sang pencipta. Lebih mendekatkan lagi kedua anaknya, Evanur Hendrasari dan Nursandrina Hendra Karamina dengan agama menjadi

Pembukaan Twin Lake Festival yang ditandai dengan pelepasan burung di Pelataran danau Buyan, Rabu 4 Juli 2018

Dukung Program Pemerintah Perangi Narkoba dengan Rehabilitasi kami memang baru berdiri, akan tetapi program serta anggotanya merupakan orang-orang lama yang sebagian besar bekerja di instansi pemerintah yaitu BNN Provinsi Bali,” jelasnya. Ia menambahkan sebagai yayasan sosial, sumber pendanaan didukung oleh Made Dharmayasa selaku ketua yayasan. Pihaknya juga tengah berjuang agar instansi pemerintah juga turut mendukung program-program dari yayasan. Selama ini, mereka tidak memungkiri melakukan subsidi silang bagi para pecandu narkoba yang ingin melakukan rehabilitasi. Yayasan Bali Samsara juga didukung dengan tempat yang aman dan fasilitas yang memadai seperti kolam renang, air panas, dan ruangan ber-AC untuk memberikan kenyamanan kepada pecandu yang menjalani rehab. Selain didukung fasilitas, pihaknya juga menjalankan program untuk proses pemulihan dengan program TC (Therapeutic

Sari Sedana sebagai juara pertama, Pemuda Buyan sebagai juara kedua, Dinas Lingkungan Hidup sebagai juara ketiga, Dinas Perikanan sebagai juara keempat, Dinas PUPR sebagai juara kelima dan BPBD sebagai juara keenam. Ketua Panitia Ir. Made Arnika menjelaskan, lomba pedau ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisata alam di kawasan Danau Buyan dan Tamblingan. Selain itu, perlombaan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan untuk turut menjaga kelestarian alam danau Buyan dan Tamblingan. “Kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan untuk menambahkan kegiatan wahana danau untuk menunjang pariwisata,” ungkapnya. Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

benteng utamanya dalam membangun keluarga kecilnya. Salat, mengaji dan belajar itu prioritas yang dibangun Eni dalam keluarganya. Sebagai orangtua tunggal, ia tidak ingin anak-anaknya gagal karena alasan ia tidak mampu “bekerja sendiri”. Eni bekerja keras membuktikan menjadi orangtua tunggal bukan penghalang untuk menjadikan anak-anak sukses. Karena itu selain lebih mendekatkan agama terhadap anak-anaknya, Eni sendiri memulai hal itu dari dirinya sendiri. Mereka bertiga bekerja sama melewati masamasa sulit setelah kepergian sang kepala keluarga. Saling membantu dan mendukung satu sama lain dengan berpegang pada agama itu yang menjadi fokus mereka.

DATANGKAN GURU NGAJI Eni menemukan formulaformula baru dalam menyikapi keadaan bahkan dengan detil Eni mengajarkan dan melatih anak-anak perempuannya ini untuk menjadi imam. “Setiap Ramadan mereka saya latih menjadi imam dan memimpin doa. Saya cari doa-doa yang umum lalu saya ketik dan berikan kepada mereka untuk dihafalkan,” begitu kiatnya. Ini diperlukannya untuk melindungi anak-anaknya dari situasi yang tidak menguntungkan menjadi situasi yang berkah bagi kedua putrinya. Selain Eni, ada pula Baiq Nelly Kusumawati, yang mendidik anak-anaknya yang duduk di SMA untuk dekat dengan Al

7

Quran. Bagi Nelly, kuncinya dalam memperkuat keluarga cuma satu, yakni agama. Ia sangat konsen mendekatkan anak-anaknya pada pendidikan agama ini. Kedua puteranya Qio dan Kelnov sejak pendidikan awal play grup hingga SMP ia sekolahkan pada sekolah Islam. Ia rajin mendorong anak-anaknya untuk terus bersemangat menghafal Al Quran. Nelly bahkan mendatangkan guru ngaji untuk kedua puteranya untuk belajar menghafal Al Quran. “Alhamdulillan anakanak saya bisa masuk SMA pakai jalur prestasi bagian hafalan Al Quran,” kata Nelly yang kini menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kota Mataram. (Naniek I. Taufan)

Mendongeng Lima Menit

DUA KAMBING DI SATU JEMBATAN

Yayasan Bali Samsara

Rehabilitasi merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di masyarakat. Masyarakat diminta untuk tidak takut melaporkan diri sebagai pengguna narkoba dan siap menjalani rehabilitasi. Sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dalam penanganan dan pemulihan terhadap pecandu narkoba telah berdiri di Bali sejak 27 Mei 2016. Yayasan yang didedikasikan untuk para pecandu narkoba ini bernama Bali Reborn. Karena alasan perizinan, yayasan ini diresmikan kembali tahun 2017 dengan nama Bali Samsara. Yayasan yang beralamat di Jalan Raya Pemogan, Banjar Dukuh Tangkas No.206 Denpasar Selatan ini telah merehabilitasi puluhan pecandu narkoba dari seluruh Bali. Canny Lay, salah satu konselor bidang adiksi mengatakan yayasan ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. “Yayasan

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

Community) yang lebih menekankan bagaimana mengubah dan mengajarkan bagaimana cara berprilaku, berpenampilan dan beretika bagi para pecandu dan program 12 langkah yang merupakan program pemulihan untuk orang-orang yang memiliki masalah dengan penyakit adiksinya atau perilaku bermasalah apapun yang membuat hidupnya menjadi tidak terkendali, sehingga memerlukan dukungan-dukungan dari orang lain untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Ketua Yayasan Bali Samsara, Made Dharmayasa menambahkan, saat ini pihaknya telah menerima 59 orang pecandu dari seluruh Bali. Ini tidak menutup kemungkinan bagi pecandu yang ada di seluruh Indonesia untuk ikut dalam yayasan Bali Samsara. “Awalnya kami bergerak hanya di Bali, tetapi karena sekarang di Indonesia sudah darurat narkoba jadi kami juga ingin meluaskan jaringan,” ungkapnya.

Untuk masa rehabilitasi, pihaknya memiliki standar tiga bulan untuk masing-masing pecandu. Akan tetapi masa rehab kembali kepada intensitas dan kuantitas pengguna sehingga mereka akan dilepas jika benar-benar dirasa sudah pulih. “Kalau tiga bulan itu mereka belum sembuh, maka kami punya perawatan lanjut, ada rawat jalan tetapi masih dalam monitoring kami,” jelasnya. Selain fokus pada penyembuhan, pihaknya juga membekali para pecandu dengan ketrampilan vokasional den-

gan tujuan untuk memproduktifkan kembali setelah dinyatakan bebas dari narkoba. “Kami ada beberapa usaha, kami ajarkan mereka menjadi barista, meroasting kopi sehingga jika mereka mau kami akan langsung menerima mereka bekerja,” ungkap pria yang akrab disapa Belgi ini. Untuk para pecandu narkoba dan ingin melakukan rehab bisa langsung menghubungi Canny di nomor HP 087761017158 atau Program Manager a.n Noldy di nomor HP 081239176078. -win

Made Dharmayasa (Belgi) bersama para Konselor Bali Samsara

Ir. Husnanidiyati Nurdin bersama kedua putrinya dan cucunya serta ayahandanya

Seekor kambing di sebelah barat sungai ingin merumput ke sebelah timur sungai. Ia menyeberang melalui sebuah jembatan sempit. Di tengah jembatan ia berpapasan dengan seekor kambing yang Made Taro berasal dari timur sungai. Kambing timur sungai itu ingin merumput ke sebelah barat sungai. “Minggir kau!” kata kambing barat sungai. “Ini jalanku! Aku ingin merumput di seberang”. “Minggir kau!” balas kambing timur sungai. Ini jalanku! Aku ingin merumput di seberang”. Kedua kambing itu bersikukuh. Mereka mengadu kekuatan. Saling serang, saling banting. Akhirnya kedua kambing itu jatuh ke sungai. Buk! Buk! Mereka takut tenggelam, lalu berenang ke pinggir sungai. Mereka kembali ke rumah masing-masing dengan perut lapar. Keesokan harinya kedua kambing itu ingin merumput ke seberang sungai. Lagi-lagi mereka berpapasan di tengah jembatan. “Minggir kau!” kata kambing sebelah timur sungai. “Ini jalanku! Aku ingin merumput di seberang.”

“Minggir kau!” jawab kambing sebelah barat jembatan. Ini jalanku!” Aku ingin merumput di seberang.” Kedua kambing itu bersikukuh. Mereka adu kekuatan. Saling serang, saling banting. Akhirnya kedua kambing itu jatuh ke sungai. Buk! Buk! Mereka takut tenggelam, lalu berenang ke pinggir sungai. Mereka kembali ke rumah masing-masing dengan perut lapar. Keesokan harinya lagi, kedua kambing itu berpapasan di tengah jembatan. “Lewatlah terlebih dahulu, Kawan!” kata kambing sebelah barat sungai, sambil menempelkan tubuhnya ke sisi jembatan. “Terimakasih, Kawan!” jawab kambing sebelah timur sungai setelah lewat dengan mulus. Ia menoleh dan tersenyum. “Terimakasih juga, Kawan!” jawab kambing sebelah barat sungai. Ia menoleh dan tersenyum. Kedua kambing itu merumput sepuas-puasnya. Setelah kenyang, lalu kembali pulang ke rumah masing-masing. Di tengah jembatan mereka berpapasan lagi. Kedua kambing itu dahulu-mendahului menempelkan tubuhnya ke sisi jembatan. Kedua kambing itu lewat dengan mulus saling mengucapkan terimakasih. “Indah benar perdamaian itu!” bisik hati kedua kambing itu setelah beristirahat di rumah masingmasing. Kemudian mereka tertidur lelap. (Rusia)


Woman on Top Rai Sariani

6

M

elalui pikiran kreatif dan tangan trampilnya, Bu Rai begitu panggilan dari Bendahara Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Bali ini, telah menghasilkan sekitar 100 item produk Spa. Bu Rai yang punya pengalaman bekerja di sebuah spa internasional memacu semangat dan motivasinya untuk bisa mandiri. Akhirnya ia berhasil mengolah bahan alami lokal ini menjadi produk asli Bali yang sukses merambah pasar mancanegara. Kini melalui bendera Gaya Warna Spa Supplier-nya ia makin berkibar. Dengan kualitas yang terjaga serta izin resmi pengelua­ ran produk dari BPOM, terbukti produknya diakui pelanggan, bukan hanya di kawasan lokal Bali namun juga negara luar. Meski Gaya Warna sudah menangani keperluan produk spa hotel bintang 5 dan mengekspor, yang namanya kendala tak dapat dihindari. Jika dipaparkan, menurut Bu Rai cukup banyak , namun itulah persaingan yang harus dihadapi. Anggota IWAPI Badung

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

TTS No. 018

Bahagia Ketika Berbagi bagai inovasi dari pikirannya, Bu Rai juga tengah membimbing dua orang anak muda mencari ilmu padanya dan ingin memiliki usaha seperti dirinya. Rupanyan selama ini, ia juga dikenal sangat terbuka untuk berbagi ilmu. Bahkan, ia mengaku sangat senang jika ada anak muda yang datang padanya dan benar-benar mau belajar. “Apalagi jika disertai dengan se-

Iniesta di Spanyol, dan masih banyak lagi. Mereka memang bintang, bahkan dengan predikat pemain bola dengan bayaran yang sangat tinggi. Tapi kembali lagi, bisakah seorang bintang memastikan bagi timnya yang beranggotakan 11 orang untuk menjadi pemenang? Dalam dunia layanan kita sering memberikan arahan kepada para pelaku layanan agar mereka mempunyai pondasi yang kuat dalam melayani. Salah satunya dengan pemahaman filosofi melayani dengan sepenuh hati dan jiwanya. Di setiap seminar yang saya bawakan, filosofi ini selalu menjadi topik yang menarik. Diantara tiga filosofi yang saya paparkan, filosofi yang berkaitan dengan tim sepak bola tersebut “Kita adalah organ vital dari sebuah tubuh (perusahaan)”. Pemahaman terhadap filosofi ini adalah bagaimana dalam memajukan layanan di sebuah perusahaan atau instansi tidak da­pat dilakukan dengan cara individu. Bahkan dapat diumpamakan seperti orang yang sedang mati suri atau koma. Organ jantungnya masih berdetak, tetapi semua

TTS tokoh 018

segala sesuatunya, agar peserta­ nya tidak kecewa. Termasuk tempat, materi dan bahan yang mudah diperoleh, sehingga usai mengikuti pelatihan mereka bisa membuatnya di rumah.. “Meski­pun nanti mulai menjualnya melalui on line, jangan pernah kesam­pingkan yang namanya kualitas. Hal ini harus selalu dijaga,” tegasnya. (Sri Ardhini)

namun security kurang bersahabat. Jadi kesan yang ditinggalkan oleh para pelanggannya akan memberikan nilai negatif terhadap layanan perusahaan tersebut. Jadi dalam layanan dengan filosofi “kita adalah organ vital dari sebuah tubuh (perusahaan)”, bisa diibaratkan seperti pemain bintang dalam sebuah tim sepak bola. Tidak bisa mengandalkan hanya satu bintang yang bergerak untuk menjadi pemenang dalam layanan, tetapi kata ‘kita’ menunjukkan semua orang yang ada di dalamnya (perusahaan) harus terlibat untuk sebuah kemenangan dalam layanan. Begitu juga dengan serunya piala dunia sepak bola. Team manakah pemenangnya? Sudahkah para pelaku layanan diperusahaan kita diberikan hal tersebut di atas? Materi ini juga terdapat dalam pelatihan dengan Sri Sumahardani Academy dengan judul ‘SERVE WITH LOVE’ atau buku saya dengan judul ‘SERVICE A LA CARTE’. Ingin mengetahui, memahami dan meng­ aplikasikan layanan ini di perusahaan/ instansi Bapak/Ibu? Silakan hubungi kami dan kami siap untuk membantu. Salam 3SP Salam Senyum Sang Penyihir Sri Sumahardani www.srisumahardani.com srisumahardani3sp@gmail.com

KETENTUAN MENJAWAB Jawaban ditulis di ­kertas dan masukkan dalam amplop atau di­tulis di kartu pos. Tempelkan gun­tingan kupon TTS No 018 serta identitas lengkap (nama, alamat, no HP). Kirim ke Redaksi Tokoh, Gedung Pers Bali K. Nadha lantai III, Jln. Kebo Iwa no 63 A Denpasar, pa­ ling lambat Jumat 27 Juli 2018. Pemenang diumumkan Minggu 19 Agustus 2018. Tersedia dua hadiah voucer belanja senilai @Rp 100.000 dari Cellular World untuk dua orang pemenang. Pemenang agar ­mengambil hadiah ke Kantor Redaksi Tokoh setiap hari kerja de­ ngan membawa iden­ titas diri (KTP/SIM)

TTS No. 016

“BOLA” ‘Salam Senyum’ Demam bola yang memperebutkan siapakah atau tepatnya tim negara manakah yag terkuat untuk menjadi juara di Piala Dunia kali ini, sedang berlangsung ketika saya mengetik tulisan ini. Walaupun tidak penggemar bola atau kerennya bola maniak, saya tetap mengikuti baik berita ataupun pertan­ dingan yang disiarkan secara langsung oleh sebuah televisi swasta. Selain juga karena ikut-ikutan keluarga terutama yang laki-laki sangat gemar menonton perhelatan dunia tersebut. Sebagai pembicara, penulis, bahkan praktisi dari sebuah layanan, saya sering terinspirasi dari kejadian sehari-hari. Dan, pesta bola kali ini adalah salah satu inspirasi saya menulis tentang layanan. Ketika seorang bintang lapangan tidak dapat memenangkan timnya untuk menjadi jawara, biasanya yang paling kena umpatan, bully-an, dan sebagainya adalah mereka yang dianggap bintang. Cristiano Ronaldo di Portugal, Lionel Messi di ­Argentina, Mezut Ozil di Jerman, Andres

19

MENURUN: 2. DUKUN 3. NENEK MOYANG 4. JURU MASAK 6. PERBAIKAN 8. EMBUNG 12. GADUH 13. UANG 15. PANTAS 16. HORMAT 19. RIWAYAT HIDUP 21. JALUR YANG DILALUI

mangat dan jiwa wirausaha yang tinggi. Saya akan memberikan apa yang ingin diketahui atau dipelajarinya. Terlebih sebagai orang yang beragama, kami memang diajarkan untuk ikhlas berbagi,” katanya tersenyum. Terkait cukup banyaknya permintaan agar Gaya Warna menga­ dakan ‘work shop produk spa’ ia mengatakan tengah menyiapkan

organ tubuh yang lain dianggap mati. Seperti mata, kaki, tangan, dan organ yang lainnya. Dalam sebuah perusahaan, ketika yang melayani dengan baik itu hanya individu, contohnya hanya customer service, hanya manager, hanya satpam, hanya kasir/ teller, atau individu dan bagian lainnya saja yang baik melayani, maka inilah sebenar­ nya sama dengan istilah perusahaan tersebut sedang mati suri dalam layanan. Ini tentu menandakan perusahaan ini belum mempunyai service culture. Dimana semua karyawan semestinya bergerak yang sama ketika melayani customer-nya. Ketika saya bertandang ke sebuah layanan publik sering saya temukan contoh peristiwa seperti hal tersebut. Seorang customer service yang cantik, dengan seragam yang sangat indah dan elegan menyapa saya. Melihat hal ini tentunya mereka sudah diajarkan standar layanan yang benar. Namun, ketika saya harus berhadapan dengan bagian yang lain, semua standar layanan yang diberikan oleh customer service-nya berbanding terbalik dengan bagian back office-nya. Sama seperti kita ke rumah makan, pelayan yang melayani kita ramah, tapi sayang bagian dapurnya sangat lama menyajikan. Atau, kita pergi ke sebuah rumah sakit, front liner ramah, namun perawat atau dokternya judes. Bisa juga kita ke sebuah hotel, front office ramah

Rileks

MENDATAR: 1. NEGERI KANGGURU 5. LUCU 6. KECIL 7. SPESIES 9. UMUM 10. MAYAT HIDUP 11. KAKAK LAKI-LAKI 13. TIBA 14. GELANGGANG 17. UDARA YANG BERGERAK 18. UTUSAN 19. HARDIK 20. HADIAH 22. KODOK 23. LOMBOK 24. MEMAR

Terus menggali sumber alami yang disediakan alam semesta. Kemudian menggarapnya menjadikannya berbagai produk kosmetik original Bali telah dilakukan sejak 17 tahun silam. Itulah Ni Made Rai Sariani, pemilik CV Gaya Warna Spa Supplier yang saat ini menghasilkan produk yang bukan hanya bernilai tinggi tapi juga memiliki manfaat bagi banyak orang. ini tetap berkarya, berinovasi sesui trend dan perkembangan teknologi juga senantiasa fokus menjaga kualitas dan pelayanan. Ia kerap mendapat pesanan untuk menyiapkan perlengkapan lainnya untuk keperluan interior sebuah spa. Disamping semakin banyak pula pelangganya yang memesan produk untuk wedding gift. Sembari berkutat dengan ber-

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

MENDATAR: 3. REFLEKSI 7. SURYA 9. GUDEG 11. SWADAYA 13. TATAP 14. KERABAT 16. LORONG 19. ARTIS 22. HABITAT 25. DESTINASI 26. BAGASI 27. CAMBUK 28. RUNTUH MENURUN: 1. KESAL 2. WINDU 4. FAUNA 5. RANTING 6. UMPAMA 8. NETRAL 10. TEMPO 12. ITALIA 15. BASIS 17. NIKOTIN 18. PRIBUMI 20. LALAI 21. TELADAN 23. PELOPOR 24. DIAM

Pemenang TTS No. 016 I Nyoman Suryabadi

Br. Tuka, Perean Tengah, Baturiti Tabanan

I Ketut Suartana

Br. Balangan, Desa Kuwum, Mengwi Badung

Kupon TTS tokoh No. 018

Seks di Kolam Renang Tanya: “Dok, ini suami saya belakangan terus-terusan merayu saya untuk mau melakukan hubungan seks di kolam renang. Katanya sih untuk variasi saja, ingin merasakan sensasi di dalam air. Saya masih menolaknya, karena belum tahu risikonya. Sebenarnya, amankah ini?” (Ayu,24) Jawab: Di tempat praktek sering ditemukan pasangan suamiistri mengeluhkan hubungan seksual yang membosankan hanya gara-gara dilakukan de­ ngan cara konvensional dan itu-itu saja. Karenanya mencoba hal yang mendebarkan dengan mencoba melakukan hubu­ ngan seksual di kolam renang akan menjadi sebuah tantangan baru yang menggairahkan demi mendapatkan kepuasan seksual yang maksimal. Tentu saja semua harus disepakati bersama dan tanpa ada satu pihak pun yang terpaksa. Air secara psikis dianggap membawa kesegaran. Setiap

aliran dan guyuran air yang mener­ pa tubuh akan dirasakan membawa kesegaran dan ketenangan. Hubungan seksual dalam kolam renang akan menjadi aman jika air yang digunakan adalah air bersih dan tidak mengandung kuman serius. Di samping itu karena kelamin perlu dibersihkan setiap hari, maka air pun akan bermanfaat banyak untuk kebersihan penis dan vagina. Cukup dengan air bersih saja, penis lebih mudah dibersihkan. Sedangkan vagina tentu saja perlu cara yang benar untuk membersih­ kannya, terlebih di saat buang air kecil, atau buang air besar, jangan sampai justru malah ada kotoran dari dubur yang masuk ke liang vagina misalnya.

Ada yang merasa takut dengan masuknya air kolam ke vagina. Sesungguhnya perlu diketahui bahwa vagina itu tidak benarbenar steril. Banyak makhluk sangat kecil atau mikroorganisme yang hidup di dalamnya, berkompetisi dan bersinergi menciptakan sebuah keseimbangan alamiah. Tetapi, memang semua ada batasnya, jika kuman yang masuk jumlahnya berlebihan karena air yang digunakan tidak bersih, atau vagina kemasukan bahan-bahan yang berbahaya yang bersifat merusak dinding vagina, tentu saja akhirnya vagina bisa lecet, luka, meradang atau terkena infeksi. Tetapi, selama pasangan tidak mengidap infeksi menular seksual, baik yang disebakan oleh virus, bakteri, hingga jamur, sesungguhnya penetrasi tidak ada bedanya antara di air maupun di tempat kering. Lalu, adakah manfaat berhubungan seksual di dalam air? Manfaatnya lebih ke psikis. Ini bisa dilakukan bila hubungan seksual sudah mendatangkan

rasa bosan dan aktivitas harian juga sering mendatangkan ketega­ ngan, baik di pekerjaan, pergaulan sosial, termasuk di hubungan dengan pasangan. Kebugaran bisa didapatkan kembali dengan menyingkirkan gangguan psikis melalui relaksasi. Dengan melakukan hubungan seksual di kolam renang, yang menjadi target adalah melakukan variasi seksual, melenyapkan kebosanan dan membuang ketegangan. Air kolam renang bisa membawa sensasi relaksasi yang menyegarkan pikiran sekaligus badan, apalagi bisa dilakukan dengan pasangan sambil melakukan pijatan mesra bergantian untuk mengendorkan ketagangan otot dan memperlancar peredaran darah. Sebagai tujuan akhir dari semua tentu saja adalah pencapaian kepuasan seksual yang maksimal. Saat orgasme maksimal terjadi, maka otak akan melepaskan oksitosin dan endorfin, yang membuat rasa nikmat, lega sekaligus rileks yang amat sangat. Berhubungan seksual di me-

dia air juga bisa memunculkan ba­nyak kreativitas lainnya terutama dalam posisi dan saat foreplay atau pemanasan, tetapi, hati-hati tenggelam jika tidak pandai berenang dan melakukannya di kolam yang agak dalam. Satu lagi, hati-hati dilihat dan bahkan direkam orang jika melakukannya di kolam renang di tempat terbuka yang bisa diakses publik. Pandai-pandailah memilih tempat dan situasi. Jadi, hubungan seksual di kolam renang sebenarnya juga merupakan upaya variasi seksual. Variasi seksual itu kuncinya adalah disukai, disetujui bersama, tanpa paksaan dan tidak mengundang bahaya. Variasi seksual yang unik, menegangkan dan belum pernah dilakukan, sering kali sangat ditunggu dan bisa membakar hasrat dan dorongan seksual menjadi lebih menggelora. Silakan saja dilakukan, asal jangan menggunakan alat-alat bantu seksual yang berbahaya, atau di tempat yang berbahaya.


4

Inspirasi

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

K

Ajang Miss Universe 2018 tidak lama lagi. Sonia Fergina Citra, Putri Indonesia 2018 yang akan bertarung di kontes kecantikan internasional itu terus melakukan persiapan agar nantinya bisa tampil dengan baik di event tersebut. “Aku terus melakukan persiapan di antaranya persiapan mental. Aku juga dapat macam-macam pembekalan, seperti catwalk, public speaking, dll. Jadi aku sekarang ini banyak belajar untuk berbagai hal,” ungkap Sonia di sela-sela acara peresmian Taman Sari Royal Heritage Spa sebagai Destinasi Wisata, pekan lalu.

T

sainya dengan baik. Apalagi para pesaing yang akan berlaga di event itu adalah peserta-peserta terbaik yang telah memenangkan kompetisi di negara masing-masing. “Aku masih terus belajar juga memperbaiki hal-hal yang masih kurang pada diri aku. Aku akan berusaha sebaik dan semaksimal mungkin di ajang itu,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, Indonesia secara rutin mengirim wakilnya untuk mengikuti ajang Miss Universe sejak tahun 1993. Hingga sekarang tercatat Indonesia telah 18 kali mengirim wakilnya, sempat vakum tahun 1997-1999 karena masalah politik dan perekonomian. Dalam hal prestasi, meski belum menjadi juara, namun hasil yang dicapai para putri Indonesia lumayan bagus. Setidaknya dalam empat tahun terakhir berhasil masuk semifinal atau babak 16 besar serta meraih sejumPelepasan Tukik (Anak Penyu Sisik) di pantai Tanjung Kelayang

21

Haruskah kita menjadi seperti Filipina dalam memerangi narkoba. Di Filipina Presiden Rodrigo Duterte menerapkan kebijakan keras terkait narkoba, tembak mati. Karena menurutnya penyebaran narkoba tidak bisa dilawan dengan cara cara biasa tapi harus extra ordinary.

Miss Universe

lah penghargaan di antaranya adalah Best National Costume dan Best Phoenix Smile. Namun tahun 2017 hasilnya kurang menggembirakan karena Indonesia yang kala itu diwakili oleh Bunga Jelitha Ibrani gagal masuk 16 besar. Sonia berharap pada ajang mendatang dirinya bisa mencapai hasil yang baik. Ketika ditanya targetnya, Sonia tidak menyebut target tertentu. Ia hanya berjanji akan tampil sebaik mungkin. “Kalau ditanya beban, aku merasa nggak terbeban ya. Aku hanya mau berusaha memberi yang terbaik. Target, maunya setinggitingginya. Cuma kan ngga bisa bilang target harus segini. Yang utamanya adalah berusaha semaksimal dan sebaik-baiknya.” “Menurut aku dia (Bunga) adalah perempuan yang sangat menginspirasi, sangat luar biasa juga sabar. Cuma memang, kan ekspektasi teman-teman di Indonesia pengennya kita ada nama lah di sana. Dan aku akan berusaha keras makanya sekarang aku banyak belajar,” ungkap Sonia yang jago taekwondo. Meski lemah dalam hal public speaking, namun sesungguhnya dirinya bukan lah orang baru dalam dunia modeling maupun kompetisi. Lenggak-lenggok di catwalk sebenarnya sudah piawai dilakukannya karena dia adalah seorang model. Kontes kecantikan juga kerap diikutinya mulai dari tingkat daerah, nasional hingga internasional. “Iya aku dulu sempat ikut modeling. Di daerah kan sering ada kontes-kontes, aku ikut juga tingkat nasional. Tahun 2010 aku ikut peagent(Putri Pariwisata Indonesia) dan masuk 10 besar. Dari 10 besar itu aku akhirnya terpilih untuk ikut ajang peagent internasional (Miss

Metropolitan

Rehabilitasi Seumur Hidup

Sonia Fergina Citra Bersiap untuk Ajang

idak seperti sebelumnya, empat bulan menyandang gelar Putri Indonesia, banyak perubahan terlihat pada penampilan wanita cantik ini. Bukan hanya tubuhnya yang terlihat lebih langsing tapi juga kemampuan public speaking-nya. Kalau sebelumnya, dia terkesan kaku dan grogi berbicara di depan umum maka kali ini dia menjadi lebih luwes dan lancar dalam mengungkapkan pemikirannya. Public speaking, itu memang menjadi masalah bagi Sonia pada awalnya. Itu sebabnya dia sangat serius belajar dan melatihnya. Hasilnya cukup baik. Gadis kelahiran Tanjung Pandan 1992 ini masih terus melatihnya karena di ajang Miss Universe 2018 mendatang, kemampuan public speakingnya akan benar-benar diuji. Menurutnya, semua hal yang tengah dipelajarinya saat ini adalah sebuah tantangan dan dia sangat bersemangat untuk bisa mengua-

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

S o n ia F e rg in a C itra Oriental Tourism 2012) di Cina,” ungkap Sonia yang dalam ajang Miss Oriental Tourism 2012 berhasil masuk 10 besar dari 50 peserta. Dengan bekal pengalamannya yang pernah bertarung di ajang peagent internasional membuatnya lebih percaya diri, apalagi sekarang ini dia memiliki kesempatan untuk memperbaiki hal-hal yang kurang darinya. Sebelum ini (Putri Indonesia) sebenarnya dia tidak ingin lagi terjun ke arena peagent.Pasalnya, dia ingin berkonsentrasi sebagai wanita karier. Namun godaan datang ketika ada tawaran untuk ikut Putri Indonesia. “Aku kan sudah bekerja sebagai Digital Marketing Executive. Aku kerja di belakang layar, online-online. Setelah kuliah aku menanggung biaya hidup sendiri, itu sebabnya aku nggak mau ikut. Tapi setelah pikir-pikir, apalagi ingat impian aku semasih kecil ingin ikut Putri Indonesia, akhirnya aku putuskan ikut mewakili Bangka-Belitung. Karena ini adalah kesempatan terakhir, batas usia maksimal peserta kan 25 tahun. Nanti sudah tidak bisa ikut lagi,” tutur Sonia yang mengaku aslinya dirinya adalah seorang yang pendiam. SATU KELUARGA EMPAT AGAMA Ada hal menarik yang diungkap Sonia tentang keluarganya. Menurut Sonia salah satu keunikan keluarganya adalah keberagaman agama dalam satu keluarga. “Jadi bisa dibilang dalam satu rumah, orangtua, juga kakak-kakak agamanya berlainan. Ada empat agama di keluarga kami.

Ayah aku agamanya Kong Hu Cu, mama beragama Khatolik, kakakkakak aku ada yang muslim dan Kong Hu Cu, sedang aku beragama Khatolik,” kata bungsu dari enam bersaudara ini. Meski berbeda agama, lanjutnya, kerukunan dan keharmonisan keluarga berjalan dengan baik. Hal itu, ujarnya, karena toleransi yang tinggi dari masing-masing anggota keluarga. “Kalau orang bilang, apakah mungkin dalam satu keluarga bisa begitu (agama berbeda) dan harmonis? Ya bisa saja, buktinya ya keluarga aku itu. Jadi aku pikir hal tersebut bisa tercipta karena toleransi. Menurut aku hal semacam ini, nilai-nilai, itu bisa ditanamkan. Jadi sebenarnya agama bukan masalahnya tapi cara pandangnya,” tegas Duta Kanker Servics itu. Buat aku, lanjutnya, keberagaman agama dalam keluarga adalah sebuah anugerah. “Kami bisa saling mendukung satu sama lain. Perbedaan bukan sebuah penghalang untuk hidup rukun tetapi pemersatu dan membuat kami sebagai keluarga lebih kompak dan mengerti akan pentingnya toleransi,” jelas Sonia panjang-lebar. Peran orangtua, tambahnya, sangatlah penting dalam mendidik anak-anaknya. Orangtuanya, kata Sonia, orang terbuka yang membebaskan pilihan hidup anakanaknya. Mereka juga mengajarkan kemandirian. Oleh sebab itu aku bisa tinggal sendiri. Padahal kan aku anak bungsu yang umumnya (anak bungsu) tinggal dekat dengan orangtua,” tuturnya. (Diana Runtu)

enyataannya, kebijakan itu tidak hanya tertuju para bandar dan pengedar jalanan tapi juga nyasar ke para pecandu yang sejatinya adalah korban. Bahkan konon, orang yang tak terlibat narkoba pun ikut jadi sasaran. Haruskah kebijakan super keras itu juga diterapkan di Indonesia? Sungguh ngeri membayangkannya. Jumlah pengguna narkoba menurut data BNN yang dilansir beberapa waktu lalu, hingga akhir 2015 telah mencapai 5,9 juta orang. Sebanyak 600-1,2 juta di antaranya berada di Jakarta. Indonesia juga—kini--bukan lagi tempat transit, tapi sudah menjadi daerah target pemasaran jaringan narkoba internasional. Aparat sebenarnya cukup gencar melakukan penindakan, termasuk mengungkap berbagai

Bimbim, personil Slank mengatakan perputaran uang besar pada bandar. Efeknya luar biasa. Karena itu, semua harus waspada dan tetap ‘sober’ (sadar), jangan kembali ‘jatuh’ lagi ke narkoba. Gerakan antinarkoba ini tidak boleh kendur. Bimbim yakin, jika gerakan antinarkoba terus digelorakan, maka ibarat bola salju yang menggelinding akan semakin besar dan berpengaruh. Inti ucapan Bimbim adalah memelihara semangat menyuarakan anti narkoba. “Kita harus menjaga agar semangat gerakan anti-drugs movement terus bergelora. Karena kadang kalau sudah setahun, kendor lagi kalau tidak ada yang mengingatkan. Tapi kalau kita terus ingetin, push terus, ajak berhenti (narkoba), saya yakin ini akan seperti bola salju yang terus menggelinding se-

Narkoba selundupan

kasus di antaranya masalah penyelundupan narkoba. Di tahun ini saja sekurangnya dua ton narkoba, termasuk penyelundupan satu ton sabu dari Cina di perairan Batam, Kepulauan Riau, berhasil dibongkar. Para pelaku dijebloskan ke penjara. Namun sepertinya para bandar, pengedar tidak takut. Para pengguna narkoba yang terlanjur kecanduan pun seolah tak jera dengan gencarnya penindakan aparat. Sebagai contoh Reza Bukan, komedian yang tengah naik daun, akhir Juni lalu ia ditangkap aparat karena mengonsumsi sabu. Reza mengaku menggunakan sabu sejak 2014 guna menghilangkan stres dan membantunya semangat bekerja.

mangatnya semakin besar,” ungkap Bimbim dalam acara Memperingati Hari Anti Narkoba Internasional di Markas Slank, Jl Potlot III Duren III, Jakarta Selatan, pekan lalu. Acara tersebut dihadiri berbagai kalangan termasuk dari BNN, masyarakat juga perwakilan panti-panti rehabilitasi narkoba di Jabotabek termasuk panti yang merehab para slanker yang terjerumus narkoba, dll. “Kami juga mengundang mereka yang baru sembuh (dari narkoba) juga para keluarga yang memiliki anak pecandu narkoba, sekaligus memberi mereka support agar berani keluar dari narkoba. Di sini kita bisa saling sharing dengan harapan bisa saling membantu,” tambahnya.

Acara peringatan Anti Narkoba Internasional di Markas Slank

PERJUANGAN SLANK RAIH KESEMBUHAN Dalam kesempatan itu para personil Slank juga menceritakan pengalamannya ketika masih memakai benda haram itu dan akhirnya berhasil sembuh. Bunda Iffet, ibu Bimbim yang juga manajer Slank juga angkat bicara tentang pengalamannya mendampingi personil Slank untuk lepas dari pengaruh narkoba. Grup Band Slank yang dalam kiprahnya di blantika musik Indonesia yang dalam puncak popularitasnya pernah menyandang predikat grup dengan bayaran termahal yakni Rp 500 juta per show, mulai amburadul ketika sebagian besar personilnya terjerumus narkoba. Enam tahun mereka terlena dan tak sanggup keluar dari jerat benda haram itu. Dulu mereka beranggapan bahwa dengan narkoba mereka menjadi lebih kreatif. “Ternyata anggapan itu tidak betul. Justru sebaliknya, tanpa menggunakan narkoba karya-karya kita lebih bagus. Saat bikin album pertama sampai ketiga, kami belum memakai narkoba. Terbukti, album itu paling bagus. Jadi tanpa narkoba kami bisa menghasilkan karyakarya bagus,” kata Bimbim yang mengaku dirinya dan personil lainnya berhenti pakai narkoba bukan karena takut ditinggal penggemar

melainkan karena sikap dan tindakan mereka menular dan banyak diikuti para penggemarnya. Bunda Iffet, merasa semakin khawatir dengan perkembangan anaknya juga teman-temannya. Untuk mengetahui sejauh mana mereka terpengaruh pada narkoba, Bunda Iffet pun masuk ke dalam manajemen Slank. Itu terjadi tahun 1996. Dari sana Bunda Iffet tahu kalau Bimbim maupun teman-temannya sangat parah. Dalam sebuah kesempatan Kaka, vokalis Slank menyebut, Bunda Iffet adalah ibu yang luar biasa. “Bunda Iffet adalah orangtua yang ‘ajaib’. Biasanya, pada masa itu, kalau anak terjerat narkoba, pasti sudah ditendang ke luar rumah atau malah tidak diakui anak oleh orangtuanya. Tapi Bunda berbeda. Beliau justru masuk ke dalam manajemen Slank, ingin tahu sedalam apa anak-anak memakai narkoba,” ujar Kaka. Begitu Bunda tahu anakanak ternyata parah, Bunda pun mendekatinya pelan-pelan. Mem-

bujuk, tidak memaksa. Akhirnya semua mau berobat pada tahun 2000-an. Proses penyembuhan, menurut personil Slank cukup berat. Hanya mereka yang memiliki tekad kuat yang bisa berhasil menjalaninya. Syukurnya, Bunda Iffet sangat sabar dan telaten mendampingi mereka sampai akhirnya para personil Slank bersih dari narkoba. “Dulu, saya pernah menunggu anak-anak yang masih pake (narkoba) padahal harus segera show. Saya nunggu dua jam di depan kamar hotel mereka,” kata Bunda Iffet suatu ketika. Menurut Ivan, salah satu personil Slank, meski sudah belasan tahun tidak lagi memakai narkoba, meski sudah bersih dari barang haram itu, namun mereka tetap masih rehabilitasi. “Sekali orang terjerat narkoba rehabilitasinya seumur hidup. Orang yang terkena narkoba tidak mungkin kembali normal 100 persen,” ujar bassis Slank itu. (Diana Runtu)

Reza Bukan ditangkap aparat


22

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018

Sosialita

Edisi 1011/ 16 juli - 5 agustus 2018 Untuk memulai menjadi pemimpin, modal utamanya adalah kemauan untuk mau berbuat agar masyarakat di lingkungannya bisa menjadi lebih baik. Penegasan itu disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam “Workshop Kaderi­ sasi PDI Perjuangan Meme­ nangkan Hati Rakyat”, pekan lalu. Ada 12 bupati/wakil bupati dari PDI Perjuangan berbagi tips sukses menjadi pemimpin, salah satunya Bupati Eka Wiryastuti.

I

a sendiri berbagi pengalaman untuk menjadi seorang yang mampu dan sukses mengubah masyarakat di lingkungannya melalui karier politik yang dijalan­ inya. Menurut Bupati Eka, semua profesi ada tujuannya, begitu juga dalam berpolitik. “Dengan berpolitik kita bisa memegang kebijakan untuk mengangkat derajat umat. Berpolitik juga bisa membantu orang banyak. Dengan politik saya bisa membuat kebijakan dan keputusan dengan berdampak langsung kepada rakyat,” ujar bupati dua periode ini. Menurutnya, jangan anggap perempuan itu display yang menarik untuk dilihat, kalau sudah bosan terus ditinggalkan. Jadilah kader perem­ puan yang mempunyai kecerdasan bahwa kita mampu dan bisa. Ia menambahkan, ke­i nginan

3

Eka Wiryastuti

Perempuan Harus Mampu Jadi Pemimpin perempuan untuk menjadi pe­ mim­pin harus disertai modal untuk memimpin. Oleh karena itu, berbagai organisasi harus ditekuni untuk me­ nempa ke­terampilan kepemimpinan. Ia juga mengingatkan, kepemimpinan haruslah bersumber dari hati. “Kalau sudah pakai hati, apapun program yang kita lahirkan untuk rakyat pasti bagus. Jangan berpolitik itu hanya merebut kekuasaan,” ujarnya meng­ ingatkan. Untuk memakai hati, harus dekat dengan alam, dekat dengan keya­ kinan, dekat dengan Tuhan karena bahasa hati adalah bahasa Tuhan. Menurutnya, politik adalah amanah dan jembatan, untuk kita bisa mem­ buat perubahan yang lebih baik kepada umat. Eka menilai, perempuan dan lakilaki sama. Ukuran otaknya juga sama. “Ibarat guru, kalau kita tidak pintar, bagaimana bisa menjadi contoh. Kita dulu yang harus cerdas agar bisa mencerdaskan orang lain. Menjadi politisi harus cerdas dan membumi dan memang mau ngayah, artinya berbuat dulu tanpa meminta hasil,” ujar perempuan yang baru saja mendapatkan penghargaan “Women Powerful Award” Ia menilai, semua pemimpin lahir dari zona tidak nya­

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berbagi pengalaman dalam acara Womens Talking & Awarding Indonesian Women Leaders

Menurutnya, ada satu kebanggaan jika partai bisa men­cetak kadernya menjadi pemimpin yang bagus dan berkualitas. 21 ANAK ASUH Di tengah kesibukannya sebagai Bupati, Eka Wiryastuti juga selalu ingin berbagi. Salah satunya dengan menjadi orangtua asuh. Saat ini, ia memiliki 21 anak asuh. Menjadi satu kebanggaan, karena satu dari anak asuhnya Ida Ayu Kade Dwi Uthary, siswi SMKN 1 Tabanan meraih nilai tertinggi UN tingkat Provinsi Bali. “Bagi saya, anak-anak itu punya masa depan. Kebetulan saya punya rezeki lebih, kenapa tidak saya ban­ tu. Saya bangga Dayu bisa meraih UN tertinggi di Bali. Anaknya unik, polos dan lugu tapi orangnya mau belajar. Saya sudah anggap seperti anak sendiri,” kata Eka. Dari 21 anak asuhnya, 19 anak asuhanya adalah anak yatim piatu. Ia usahakan, setahun minimal ada enam kali pertemuan de­ngannya. Ia Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat menerima penghargaan berharap, semua anak asuh­ “Women Powerful Award” nya akan punya masa depan man. Ibarat permata, di dalam yang baik dan menjadi anak lumpur bagaimana dia bisa ke­ tangguh yang bersyukur arti luar dan bersinar dan menyinari hidup dan bisa berjuang dan semua. “Itu semua ada pros­ berguna untuk masyarakat. esnya, termasuk saya juga ber­ “Sering saya tekankan ke­ tatih-tatih. Apapun saya jadikan pada anak-anak asuh saya, contoh, termasuk masalah sosial jangan pernah berpikir tidak jadi contoh, yang baik bisa ditiru beruntung. Banyak orang dan dibuat jadi lebih baik lagi,” yang punya orangtua, tidak kata Eka Wiryas­tuti di hadapan merasa punya orangtua. jus­ para peserta workshop yang se­ tru kalian tidak punya orang­ bagian besar caleg perempuan tua, harus lebih dewasa dan PDI Perjua­ngan itu. Ia merasa lebih tangguh,” ujar Eka. sangat bangga jika bisa meng­ Saat ini, 21 anak asuh­ gandeng banyak perempuan di nya itu, tinggal bersama legislatif. keluarga dekatnya masingMasa kepemimpinan Eka masing. Suatu saat nanti, ia Wiryastuti akan berakhir tahun punya impian, bisa memiliki 2021. Ke depan, ia ingin sekali satu panti asuhan sehingga bisa ikut serta membesarkan bisa menampung anak-anak Eka Wiryastuti bersama anak asuhnya Ida Ayu nama PDI Perjuangan mem­ yang tidak punya orangtua. Kade Dwi Uthary, siswi SMKN 1 Tabanan meraih bantu Ketua Umum Megawati. (ast)

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berbagi bersama anak asuhnya

nilai tertinggi UN tingkat Provinsi Bali.


Espresso

2

GORO-GORO Ijah yang men­­ cekik dan hampir me­ nikam Bu Amat dilarikan ke rumah sakit. SetPutu Wijaya elah mendapat perawatan yang cepat, tepat, tuntas, dia ditahan di kantor polisi. Tangannya yang tertembak dibebat. Dia hanya pingsan karena kaget. Tapi mentalnya sudah hancur. Mukanya pucat-pasi. Nampak sangat ketakutan. “Aku bukan teroris,” katanya yang membuat polisi justru tambah yakin, “Aku cuma sakit hati dikutuk banyak mulut! Sejak lahir mulutku cuma satu! Darimana ceritanya ike bisa dapat mulut banyak?! Ijah bukan Rahwana yang kepalanya sepuluh, tentu saja mulutnya juga sepuluh. Ike ini Kumbakarna, meskipun tu-

buhku seperti smack down tapi jiwaku selembut benang sarang laba-laba. Ditonjok sedikit ike patah! Apalagi kalau dituduh teroris. Ijah hanya mau bikin perempuan gaek-jelek-brengsek itu menjerit ketakutan, dan berlutut memcium kakiku, di depan teman-teman seperjuanganku di pasar yang sudah terpaksa dipaksa menyaksikan aku. Jadi orang yang jatuh merek. Apa artinya karier, kalau kita dikatagorikan banyak mulut?! Penghinaan itu hanya bisa ditebus dengan meminum seteguk darah segar yang langsung keluar dari jantungnya. Ike mual! Mual tahu! Hueeeeeeeekkk!” Tetapi anehnya begitu berhadapan dengan Amat, Ijah kontan berlutut. Minta maaf atas kekhilafannya. Ia minta ampun dan mengaku sudah keblinger. “Pikiranku kacau karena dililit utang, Pak Amat. Aku jadi gelap mata, teler, tak sadar apa yang ku-

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

SNIPER 5

lakukan. Tubuhku kemasukan roh jahat. Untung Pak Polisi pintar, aku terus dikuntit. Dan waktu sampai ke puncak, aku lihat seperti ada monster mau masuk rumah, maka demi keselamatan Bu Amat dan Pak Amat, aku tikam. Pak Polisi menembak untung meleset hanya kena tangan. Aku jatuh karena kaget sampai pingsan.” Ijah selanjutnya menangis histeris. Amat yang sebenarnya hanya ingin tahu, apa alasan Ijah menyakiti istrinya, cepat-cepat pulang. Ia cenderung percaya bencong yang mengaku asli putra daerah sebuah kota kecil di Jateng itu, sedang main sandiwara. “Petugas mengatakan, ada bukti sangat meyakinkan dia itu teroris yang hendak mengacau peringatan Hari Proklamasi,” kata Amat menceritakan pertemuannya dengan Ijah. Bu Amat sebenarnya yang mendesak Amat menemui Ijah. Ia sangat penasaran ingin tahu,

mengapa Ijah tega berbuat keji kepadanya. “Untung polisi punya penembak jitu. Kalau tidak?” kata Amat. “Tapi untung jitu, Pak, kalau meleset sedikit saja, bagaimana?” Bu Amat lama tercenung. Meskipun ia sama sekali tidak terluka, tapi peristiwa itu mengganggu batinnya. Mengapa orang bisa mendadak brutal pada teman? Mesti ada alasannya. “Masa, Ibu kan hanya kelepasan ngomong, bilang, jangan banyak mulut, terus kok dia mau membunuh?” “Si Ijah itu bencong. Pak! Bencong memang emosinya tak bisa ditahan, kalau sudah meluap edan, sulit dikendalikan!” Amat menggeleng. “Tapi kita tidak bisa dipaksa memaafkan kejahatan untuk mendukung alasan-alasan pribadi yang mungkin saja sandiwara!” “Orang mabok, sakit jiwa,

dalam tekanan batin tidak bisa disamakan dengan orang normal, Pak.” “Bapak kira bukan itu, Bu.” “Terus apa?” “Jangan-jangan .... “ “Jangan-jangan, apa?” Amat menarik napas panjang. “Jangan-jangan?” “Jangan-jangan ini tembakan jitu rahasia jarak jauh,” “Apa?” “Ancaman tanpa diumumkan. Bahwa sudah ada peningkatan pengamanan yang lebih canggih untuk mencegah adanya kejahatan di ruang publik. CCTV masih dirasa belum cukup, harus ditambah. Sekalian memanfaatkan perangkat perang di masa damai, agar tak mubazir! Maka sekarang ada penembak jitu di mana-mana untuk melindungi rakyat!” “Oh begitu?” “Coba ingat, waktu Ijah tertembak, mana darahnya? Kok tidak berdarah?”

“Sweet Dragonfly” (3) Salam Unique... Menyambung dari tulisan kami sebelumnya yang membahas tentang filosofi yang terkandung dalam sebuah ikon perusahaan. Itu menjadi ciri khas yang membedakan dari perusahaan lain tentu akan membuat kuat dari brand perusahaan itu sendiri. Begitu juga seperti tulisan kami sebelumnya yang membahas bagaimana sebuah industri perak yang menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Bali yaitu UC Silver. Seperti digambarkan Nyoman Eriawan, sebagai pemilik serta founder dari perusahaan tersebut bahwa sebagai salah satu industri perak yang saat ini sudah mendunia, telah membuat sebuah ikon

bacaan wanita dan keluarga

Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998

dari salah satu satwa dan menjadikan cirri khas di perusahaan ini, yaitu capung, yang terkenal dengan sebutan “sweet dragonfly”. Filosofi yang pertama yang terkandung pada “sweet dragonfly” adalah “equality and balance in life”. Bagaimana kita menemukan keseimbangan dalam kehidupan. Filosofi yang kedua, “trust and learn the truth”. Yang bermakna bagaimana sebuah kepercayaan akan muncul secara alami jika kita belajar tentang kebenaran yang cerdas. Dua dari filosofi tersebut sudah kami bahas pada tulisan tulisan kami sebelumnya di kolom ini. Kita lanjutkan membahas filosofi ketiga yaitu, “the power of

inner strength”. Dalam filosofi yang ketiga ini terkandung makna bahwa kekuatan bukan hanya datang dari kekuatan fisik semata. Tetapi bisa juga datang dari dalam, seperti kekuatan pikiran yang membuat mampu bertahan untuk hidup. Kalau kita cermati, pahatan unik dan indah dari sayap capung, meskipun terlihat tipis dan rapuh, kedua sayap memiliki kekuatan yang luar biasa ketika mereka mengepakkan sayap. Memiliki kekuatan semacam ini membuat capung dapat melakukan perjalanan dengan jarak jauh. Unsur tradisional Bali dan modern menggabungkan teknik filigri kontemporer dengan teknik jawan granulasi yang telah dikenal selama

berabad abad, melengkapi desain capung ini dengan sempurna. Perhiasan yang dibuat dengan teknik filigri adalah perhiasan yang biasanya seratus persen dibuat dengan memanfaatkan ketrampilan tangan. Untuk menghasilkan satu saja perhiasan filigri diperlukan banyak waktu, ketelitian, dan konsentrasi yang tinggi dari si pembuat. Kombinasi antara kekuatan makna dan kekuatan tak terbatas jelas diilustrasikan dalam setiap detail desain. Ini bukan hanya pekerjaan sebuah pikiran, namun terkombinasi dengan keahlian dalam mewujudkan dalam bentuk benda yang unik dan bermakna. (Bersambung) Apa saja yang akan kami tulis untuk kolom ini selanjutnya. Nanti-

kan tulisan kami setiap dua minggu sekali, kami akan hadir di kolom ‘I AM UNIQUE’ yang membagi informasi secara detail tentang UC Silver. Bagaimana cara memilih kualitas perhiasan, bagaimana keunikan dari desain yang tercipta, sampai ke filosofi dari masing masing karya yang terbentuk. Kalau ingin melihat langsung gallery dan workshop UC Silver silakan kunjungi kami di Jalan Raya Batubulan Gg Candrametu nomor 1 Batu Bulan Gianyar 80582. No telp (0361) 461511. Atau kunjungi website kami di www.uc-silver.com I am Unique I am Happy… UC Silver Bali info@ucsilverbali.com

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Iklan Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung ­Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit ­Budi­artha, ­I Made Ary ­Supratman. Manajer Sirkulasi dan Iklan: I Ketut Budiarta, Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Hariyono, Ayu Wika Yuliani. Se­kretariat: Ayu ­Agustini, Putu Agus Mariantara. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A ­Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan ­Pal­merah ­Barat 21 G Jakarta Pusat 10270–Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–­ Telepon (0370) 639543– ­Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456–­­­Faksi­mile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI ­Cabang ­Gajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.

Edisi 1011/ 16 JULI - 5 agustus 2018

23


Komunitas

24

Edisi 1011/ 16 juli - 5 Agustus 2018

Tiap Anak Punya Keistimewaan Ni Made Sinarsari, awalnya tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk membuat sanggar belajar. Ia hanya memberi kesempatan anak-anak tetangga datang ke rumahnya sekaligus tempat praktiknya sebagai bidan untuk belajar.

Bahasa Inggris, Minggu III Bahasa Jepang, Minggu IV kreativitas. Untuk keterampilan ada beberapa kegiatan seperti, yoga, menari Bali, membuat puisi, pantun, menggambar, membuat kerajinan, melipat kertas, mem-

Sejak ada kegiatan belajar bersama anak-anak, ia bisa melihat bahwa perlu pendekatan khusus untuk menghadapi anakanak yang bermasalah. Misalnya, anak yang hiperaktif diberi tugas membantu ibu guru. Anak yang

“A

da beberapa anak yang datang belajar mengerjakan PR di sela-sela saya praktik sore di rumah. Saat tak ada pasien saya mengajari mereka,” ujar Sinarsari yang juga bertugas di Puskesmas I Denpasar Utara. Lama-kelamaan anak yang datang makin banyak sehingga ruang tunggu untuk pasien tidak mencukupi. Akhirnya, dia menyulap kebun herbalnya menjadi tempat anakanak belajar agar lebih representatif. “Waktu itu tahun 2008. Saya belum memberi nama komunitas kegiatan belajar anak-anak tersebut. Apa sih arti sebuah nama. Yang penting anak-anak bisa belajar dengan baik. Itu awalnya,” kata Sinar. Ia juga sempat bertemu kelian, lurah, dan polisi yang bertugas di wilayah tempat tinggalnya, untuk menyampaikan kondisi anakanak yang makin banyak datang belajar. “Dari pertemuan itu, mereka semua mendukung saya, dan memberikan saya motivasi untuk terus melanjutkan kegiatan sosial tersebut. Akhirnya berlanjut sampai sekarang,” ungkapnya. Dari beberapa teman yang juga guru, ia mendapatkan banyak sekali saran. Akhirnya, ia putuskan untuk memberikan nama Sanggar Gembira Belajar. “Sanggar ini murni sebagai bentuk kepedulian sosial saya dan keluarga. Ada 5 guru termasuk saya dan beberapa

Sinar sedang mengajar anak-anak

relawan ikut bergabung. Ini gratis tidak dipungut bayaran,” kata Sinar. Awalnya, hanya anak-anak tetangga sekitar rumahnya di Betengsari, Jalan Padma, Tonja yang datang. Makin lama malah ada beberapa anak pasien yang juga turut belajar. Ia tetapkan hari belajar tiap Hari Sabtu dan Minggu pukul 17.00 sampai 18.30. Untuk pelajaran, ia memakai sistem tema dan fokus ke bahasa. Minggu I Bahasa Bali, Minggu II

buat kartu, menulis halus, dll. Biasanya, kegiatan keterampilan, ia padupadankan dengan hari besar agar nyambung, seperti Hari Ibu membuat kartu ucapan untuk Ibu atau membuat puisi, Hari Nyepi membuat ogoh-ogoh, dll. Jumlah anak-anak yang belajar sekitar 25 sampai 30 orang. Untuk memudahkan, kelas dia bagi dua, untuk PAUD dan SD. Menurut Sinar, saat liburan banyak anak pulang kampung, sehingga anakanak yang belajar lebih sedikit.

Kegiatan Sanggar Gembira Belajar

yang pendiam dan tidak percaya diri diberi tugas memimpin doa ke depan. Anak yang susah makan, mendapat tugas memberi persembahan kepada guru. Anak yang punya gangguan konsentrasi, namanya selalu dipanggil oleh teman-temannya bergantian. SELIPKAN PARENTING “Bukan saja anak-anak yang belajar, saya juga belajar banyak dari anak-anak. Saya belajar memahami dari sisi anak. Mengapa

mereka punya masalah. Apapun kekurangan anak, ternyata mereka punya kelebihan lain. Itulah yang harus ditonjolkan,” ujar Sinar. Setelah beberapa tahun sanggar yang ia didirikan berjalan, sudah banyak hasil yang terlihat. Banyak anak sukses keluar dari masalah mereka. Anak yang tidak percaya diri mulai menjadi pemberani. Anak yang tidak suka membuat PR mulai menjadi rajin belajar. Malah ada anak yang sudah tamat SMP mulai ikut berbagi dengan adik-adiknya di sanggar. Intinya, kita harus menunjukkan belajar adalah sesuatu yang mengembirakan bagi anak-anak. Disamping itu, dalam setiap materi, ia selalu selipkan parenting. “Saat bertemu para orangtua, saya tanamkan kepada mereka bahwasanya penting melihat dari sisi anak. Ada anak pintar di bahasa, tapi dipaksa orangtua suka matematika. Apapun kondisinya, anak memiliki satu keistimewaan. Itulah yang harus diarahkan orangtua,” imbuh Sinar. Ia menegaskan, walaupun sanggar belajarnya gratis bukan berarti tidak profesional. Ia tetap memakai SOP dalam mengajar sehingga memberikan hasil yang maksimal kepada anak. Selain belajar pelajaran, anakanak juga mendapatkan edukasi kesehatan seperti prilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin mencuci tangan, ada juga pemberian vitamin A, obat cacing, dan imunisasi JE. Saat HUT, digelar berbagai lomba kreativitas. Sinar berharap, dari kegiatan sosial yang ia lakoni, bisa membantu banyak anak. Ia bersyukur jika sanggar belajarnya, dapat memberi manfaat kepada orang lain. (Wirati Astiti)

redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com

cybertokoh

@cybertokoh

@cybertokoh

www.cybertokoh.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
tokoh-edisi-1011-tahun-xx-16-juli-2018 by e-Paper KMB - Issuu