Skip to main content

Edisi 24 Agustus 2015 | suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771 www.suluhindonesia.com

Senin, 24 Agustus 2015

No. 151 tahun IX

Pengemban Pengamal Pancasila

129 WNI Terancam Dieksekusi HONG KONG - BNN mencatat terdapat 129 WNI di mancanegara yang kini terancam hukuman mati karena kasus narkoba. ‘’Mayoritas mereka adalah sebagai kurir, mereka adalah TKI yang terperdaya jaringan internasional narkoba dan sebagian besar adalah wanita,” kata Kepala BNN Anang Iskandar kepada Antara di Hong Kong, kemarin. Ia menambahkan, “terkait itu saya meminta WNI, terutama TKI di Hong Kong dan Makau juga, untuk mewaspadai bahaya dan kejahatan narkoba di mana pun mereka bekerja. Jangan mudah terbujuk rayuan, waspadai jika ada yang menitipkan bungkusan atau apapun baik oleh orang dekat maupun orang tidak dikenal,”. Anang meminta, jika ada WNI di luar

negeri yang menggunakan narkoba segera berhenti dan jika mengalami ketergantungan segera meminta bantuan perwakilan RI untuk rekomendasi menjalani rehabilitasi. ‘’Selain itu, kami juga bekerja sama dengan sejumlah negara baik secara bilateral maupun multilateral mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahhgunaan narkoba, terutama untuk memutus jaringan internasional narkoba yang antara lain memanfaatkan WNI sebagai kurir, apalagi menjadikan Indonesia sebagai jalur penyelundupan narkoba,” katanya. Bagaimana pun lanjut Anang, tingkat kebutuhan obat-obat terlarang di Indonesia masih sangat tinggi, sehingga menjadikan Indonesia sebagai jalur utama penyelundupan narkoba. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PEKAN KARNAVAL BUDAYA - Sejumlah perempuan mengenakan busana kreasi tradisional saat mengikuti Karnaval Budaya di Jln A Rivai, Palembang, kemarin. Karnaval Budaya tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-70 RI.

Presiden Pastikan

Beberapa Lembaga Dilebur

Suluh Indonesia/ant

SELEBRASI ASEAN - Ribuan mahasiswa membentuk formasi logo ASEAN dalam rangkaian penutupan Pelatihan Pembelajaran Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Palapa Universitas Gadjah Mada (UGM) 2015 di Lapangan Pancasila, UGM Yogyakarta, kemarin. Selebrasi yang diikuti 9500 mahasiswa baru itu guna menjabarkan Integritas keilmuan menyambut ASEAN comunnunity dengan semangat Pancasila.

PONTIANAK - Presiden Joko Widodo memastikan akan ada beberapa lembaga yang dilebur dengan mempertimbangkan kemanfaatannya bagi rakyat dan negara untuk alasan efisiensi. Presiden Jokowi setelah meninjau Pelabuhan Pontianak, Sabtu, mengatakan pemerintah sedang mengevaluasi ratusan lembaga yang ada saat ini. ‘’Iya kan sudah, yang kemarin yang sudah yang kira-kira 10 lembaga, ini kurang lebih 100-an akan dilihat satu per satu,” katanya. Menurut dia, kalau lembaga yang dievaluasi terbukti bermanfaat untuk negara dan rakyat maka akan dipertahankan. Namun sebaliknya jika tugas pokok dan fungsinya tumpang tindih dengan lembaga yang lain bisa saja dilebur menjadi satu. ‘’Kalau bermanfaat untuk negara, untuk bangsa, untuk rakyat tetap, kalau enggak ya memang harus karena di situ menyangkut biaya, anggaran, cost yang harus dikeluarkan, kita semuanya ingin efisienefisien-efisien,” katanya. Sebelumnya, Menko Pol-

hukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan peleburan terutama dilakukan pada lembaga yang berkinerja buruk. ‘’Banyak itu lembaga-lembaga, ada seratus sekian. Mungkin ada yang mau dilebur, yang tidak jelas kerjanya. Sekarang sudah ada sepuluh yang dibubarkan,” kata Luhut. Meski dilebur, Luhut menegaskan, fungsi lembaga itu tidak akan hilang, karena yang dilebur bisa saja diberikan kepada lembaga lain agar tetap berjalan. ‘’Fungsinya tidak dibubarkan, jangan salah. Fungsinya diberikan kepada siapa. Daripada berdiri sendiri, cost-nya tinggi, jadi dicantolkan ke lembaga atau kementerian,” kata Luhut. KPK-Ombudsman Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan KPK sebaiknya disatukan dengan lembaga Ombudsman. Alasannya ada kesamaan tugas dan fungsi pada kedua lembaga tersebut. Sehingga keduanya bisa saling melengkapi. Menurut Fahri, Ombudsman boleh manggil orang atau

pimpinan lembaga yang tidak menjalankan fungsi pelayanan publik secara baik. ‘’Kalau ada lembaga yang lakukan malpraktik dalam pelayanan publik bisa dipanggil Ombudsman,” terangnya. Fahri mengatakan, usul itu didasari atas dasar kedudukan KPK sebagai lembaga adhoc seperti hal nya kedudukan lembaga Ombudsman. Dengan langkah tersebut, KPK bisa lebih banyak menjalankan fungsi dan tugas pencegahan, sedangkan penyelidikan dan penyidikan ditangani kepolisian dan kejaksaan. Dia meyakini dengan cara seperti itu, maka konflik antar lembaga penegak hukum bisa lebih banyak diminimalisir. “Masalah pelayanan publik sangat penting untuk memacu perkembangan investasi. Sekarang pertumbuhan (ekonimi) rendah karena ak ada yg berani ambil keputusan,” katanya. Politisi PKS ini menyadari usulnya akan menimbulkan reaksi dari publik. ‘’Karena sekarang yang suka kritik KPK saja dianggap publik sebagi orang yang anti korupsi,” katanya. (har/wnd)

Perlukah Memata-matai Rakyat ? JAKARTA - Pemerintah berencana membentuk badan cyber untuk memperkuat sektor pertahanan dan strategis non pertahanan. Menurut Menkopolhukkam Luhut Binsar Pandjaitan, penguatan teknologi cyber dimaksudkan untuk memperkuat kedaulatan bangsa. Luhut menampik jika ada anggapan pembentukan lembaga baru ini untuk memata-matai warga negaranya sendiri. “Sistem cyber yang akan dibentuk bukan malah untuk memata-matai warga negara sendiri,” kata Luhut dalam keterangan persnya di Gedung Bina Graha,

Jakarta, kemarin. Luhut yang masih menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menampik anggapan bahwa kerjasama Indonesia dengan Amerika Serikat untuk membuat sistem keamanan cyber dengan menggandeng Central Intelligence Agency (CIA), dilakukan untuk mengawasi arus komunikasi warga lewat sistem Big Data. Menurutnya, Big Data adalah istilah umum untuk himpunan data dalam jumlah besar, rumit, dan tak terstruktur. Sehingga, sulit ditangani kalau hanya menggunakan mana-

jemen basis data. ‘’Jadi tdak nyambung dengan isu sedot data,” kata Luhut. Memalui sistem yang akan dibangun oleh badan cyber itu, masyarakat menengarai sistem itu akan mampu menyedot pembicaraan pribadi hingga ke aplikasi via telepon selular seperti Whats App, Blackberrry Messenger, dan program jejaring sosial lain. ‘’Justru, pembangunan cyber sekuriti nasional ini dimaksudkan untuk menangkis serangan, khususnya dari luar yang bisa memperlemah bangsa,” tepis purnawirawan

jenderal ini. Dia menjelaskan bahwa tugas dan fungsi KSP adalah memantau kinerja pemerintah dan memastikan program prioritas nasional dilaksanakan sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo. “Bukan memantau rakyat terkait keamanan nasional,” tegasnya. Dengan demikian, Luhut menegaskan isu kerjasama KSP-CIA menyedot data percakapan masyarakat melalui jejaring sosial tak cerdas, dan kontraproduktif. Yang pasti, pihaknya akan menggandeng berbagai lembaga informasi pemerintah terkait. (har)

Pemerintah Diingatkan

Tidak Munculkan Kegaduhan BANDUNG - Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan mengingatkan pemerintah tidak memunculkan kegaduhan di publik, di tengah kondisi saat ini yang tidak menentu. ‘’Permasalahan di pemerintah harus diselesaikan secara internal, bukan dibuka ke publik yang bisa menimbulkan kegaduhan,” katanya di Bandung, kemarin. Dia mengatakan soliditas dalam pemerintahan diperlukan saat kondisi yang tidak menentu, dan pemerintah harus berperan menciptakan ketenangan di masyarakat. Menurut dia, pemerintah harus menunjukkan kepemimpinan agar memunculkan optimisme bahwa kondisi sulit saat

ini dapat dilalui dan Indonesia bisa bangkit. ‘’Mari kita tinggalkan kepentingan pribadi dan meninggalkan polemik yang menguras energi serta membelenggu kepentingan nasional,” ujarnya. Dia mengatakan sejak reformasi, kondisi Indonesia belum pernah mengalami situasi sesulit saat ini yang membuat kondisi ekonomi Indonesia sulit. Hal itu menurut dia ditunjukkan dengan tinggi harga kebutuhan pokok, nilai tukar rupiah melemah yang tidak menunjukkan tanda perbaikan, dan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja di beberapa perusahaan. ‘’Saya instruksikan kader PAN untuk bahu

membahu terhadap masyarakat yang kesulitan. Tunjukkan sikap sensitifitas dan empati sesuai kapasitas dan kemampuan,” ucapnya. Zulkifli meminta seluruh

kader PAN membangun politik yang teduh dan membangun lingkungan positif karena rakyat memberikan mandat untuk memperbaiki kehidupan berbangsa. (ant)

Suluh Indonesia/ant

WADUK MENGERING - Warga melintas di dasar waduk Dawuhan yang mengering di Kabupaten Madiun, kemarin. Selama seminggu terakhir kondisi waduk yang memiliki daerah irigasi sekitar tiga ribu hektar tersebut terus mengering dan air yang tersisa sudah tak lagi dialirkan melalui pintu waduk.


K ta

Suluh Indonesia, Senin 24 Agustus 2015

2

Kilas Kantin Sekolah Dirazia MENGANTISIPASI peredaran makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya, seperti formalin serta boraks, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) jajanan di sejumlah kantin sekolah. Berbagai makanan yang dijual langsung diperiksa secara acak. Sejumlah kantin yang diperiksa antara lain di SDN Kramat Pela 07 Jakarta Selatan, SMP Labschool Jakarta Selatan, SDN 03 Cibubur Jakarta Timur dan SDN 02 Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Syartika, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas KUMKMP DKI JAkarta, kemarin mengatakan, sidak ini sebagai bentuk perlindungan konsumen dari dinas. Namun belum kita temukan adanya indikasi makanan yang membahayakan. Menurut Ety, sidak kantin sekolah tersebut melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta. (kmb)

DBD Meluas di Kebayoran Lama KECAMATAN Kebayoran Lama menjadi yang tertinggi kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) selama 2015 di Jakarta Selatan. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dapat menekan angka kasus DBD. Tri Kurniadi, Walikota Administrasi Jakarta Selatan, kemarin mengatakan, sebentar lagi musim hujan maka akan bertambah lagi jentik nyamuk dilingkungan, itu yang perlu diwaspadai itu,” ujar . Menurut Tri, agar tidak berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti di rumah, warga harus bekerja sama dengan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) memberantas nyamuk dan jentiknya. Masyarakat mencegah dengan melakukan PSN berkelanjutan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing. Dari data Suku Dinas Kesehatan Jakselpada Januari hingga 21 Agustus 2015, Kecamatan Kebayoran Lama menduduki urutan pertama dengan 114 kasus. (kmb)

Gratis Naik Transjakarta MULAI hari ini, pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) dibebaskan biaya alias gratis saat naik bus Transjakarta. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan menggratiskan bus Transjakarta bagi Pekerja Harian Lepas (PHL), petugas Penanganan Prasana dan Sarana Umum (PPSU), dan lansia. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penerapan kebijakan ini dimaksudkan agar tidak ada seorang pun warga Jakarta yang tertinggal sekolahnya. Bahkan tahun depan jumlah armada Transjakarta ini akan diperbanyak. Sehingga jumlah warga miskin yang terlayani secara gratis juga semakin banyak. Rencananya, seluruh PHL termasuk petugas PPSU di Jakarta akan digratiskan untuk naik Bus Transjakarta. Tak hanya itu mereka yang telah lanjut usia, yakni berusia di atas 60 tahun pun akan mendapat layanan yang sama. (kmb)

Suluh Indonesia/ant

LEBARAN BETAWI - Pengunjung melintasi stan-stan yang dihadirkan dalam acara Lebaran Betawi 2015 di Lapangan Banteng, Jakarta, kemarin. Acara yang menampilkan sejumlah kegiatan seni, budaya serta kuliner Betawi itu dilaksanakan dalam rangka merefleksikan tradisi dan budaya Betawi dalam merayakan Idul Fitri.

Setelah Rusunawa Rampung

Warga Boleh Kembali JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan warga Kampung Pulo dapat kembali ke kawasan tersebut setelah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kampung Pulo rampung dibangun. ‘’Kita kan memang berencana untuk membangun rusunawa di kawasan Kampung Pulo. Kalau pembangunannya sudah se-

lesai, baru bisa balik lagi ke situ,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin. Menurut pria yang lebih akrab disapa Ahok itu, warga diminta supaya bersedia untuk direlokasi ke Rusunawa Jatinegara Barat yang telah disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. ‘’Oleh karena itu, sebelum Rusunawa Kampung Pulo itu bisa dibangun, warga

harus dipindahkan terlebih dahulu ke Rusunawa Jatinegara Barat, sehingga proses pembangunannya juga semakin lancar,” ujar Ahok. Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur itu menuturkan relokasi warga harus dilaksanakan terlebih dahulu karena Pemprov DKI akan memasang “sheet pile” di sepanjang bantaran sungai yang melewati pe-

mukiman warga di Kampung Pulo. ‘’Untuk saat ini, kami butuh lahan untuk bisa melakukan pemasangan sheet pile. Kalau masih ada warga yang tinggal di bantarannya, lalu bagaimana kami bisa memasang ‘sheet pile’,” tutur Ahok. Semantara itu, dia mengungkapkan relokasi warga Kampung Pulo merupakan salah satu rangkaian dari pelaksanaan

program normalisasi Sungai Ciliwung yang dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta. ‘’Makanya, kami minta kepada warga supaya bersedia direlokasi. Kami ingin warga memiliki hunian atau tempat tinggal yang lebih layak, sehingga kami berikan satu unit rusun,” ungkap Ahok. Saat ini Kampung Pulo tengah ditata. (kmb)

Tak Respon Qlue

Lurah dan Camat Bakal Dicopot JAKARTA - Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi mememberikan peringatan keras kepada lurah dan camat untuk segera merespon serta menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui aplikasi Qlue. Ancaman ini terkait masih rendahnya respon jajarannya dalam menanggapi keluhan masyarakat. ‘’Saya minta camat dan lurah agar segera merespon keluhan masyarakat. Kalau

masih ada yang tidak tanggap, kita ganti aja,” kata Tri di Jakarta, kemarin. Lebih lanjut, Tri mengimbau lurah dan camat agar rutin mengecek Qlue. Sebab melalui aplikasi ini terlihat seluruh pengaduan masyarakat. Dan untuk memudahkan komunikasi, pihaknya membuat grup yang berisi lurah dan camat. ‘’Saya sering lakukan sosialisasi dan kalau masih ada yang gaptek (gagap teknologi) ya kita ajarin

dan kami mau yang tadi rendah, jadi tinggi,” ujar Tri. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai Pemkot Administrasi Jakarta Selatan dan Jakarta Barat kurang aktif dalam menanggapi keluhan warganya. Ini dapat terdeteksi dari respon yang diberikan terhadap laporan atau pengaduan warga dalam aplikasi Qlue dari Smart City. Sementara itu, Kelurahan

Paseban meraih peringkat tertinggi di Jakarta Pusat dalam hal merespon penyampaian aspirasi dan pengaduan dari masyarakat secara real time melalui aplikasi Qlue. ‘’Untuk nilainya 450, berada di posisi keempat. Kita sangat apresiasi, apalagi Qlue sendiri adalah akses masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhannya,” kata Mangara Pardede, Walikota Jakpus. (kmb)

Pemprov Minta Swasta

Terlibat Pembangunan Ibukota JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta perusahaan pengembang swasta untuk segera menjalankan kewajibannya dalam membangun ibu kota. ‘’Kita terus menagih pengembang swasta untuk melaksanakan kewajibannya membangun Kota Jakarta. Salah satu kewajiban itu adalah membangun jalan layang di kawasan Pluit di Jakarta Utara,” kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin. Menurut dia, pembangunan jalan layang di kawasan Pluit tersebut merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh salah satu pengembang swasta di Jakarta, yakni PT Agung Podomoro Group. ‘’Keberadaan jalan layang itu bisa mengurai kemacetan di sekitar kawasan Pluit, karena jalan layang itu menuju Tol Pluit sekaligus merupakan akses Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Basuki. Dia menuturkan pada awalnya, jalan tersebut akan dibangun dengan konsep jalan bawah tanah (underpass). Namun dengan pertimbangan kemacetan, kemudian diubah menjadi jalan layang (flyover). ‘’Kita mempertimbangkan

kemacetan yang akan terjadi di kawasan tersebut selama pembangunan itu berlangsung. Makanya, konsepnya diubah dari yang tadinya dibawah menjadi diatas,” tutur Basuki.

Mantan bupati Belitung Timur itu mengungkapkan Pemprov DKI akan memastikan pembangunan jalan layang tersebut terealisasi dan terus mengawal prosesnya hingga akhir. ‘’Kami akan ter-

Suluh Indonesia/ant

us mengawal proses pembangunan jalan layang tersebut. Diperkirakan, jalan layang tersebut sudah selesai dibangun dan dapat dioperasikan pada 2016 mendatang,” ungkap Basuki. (kmb)

LEBARAN BETAWI - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berjabat tangan dengan masyarakat saat menghadiri acara Lebaran Betawi 2015 di Lapangan Banteng, Jakarta, kemarin. Acara yang menampilkan sejumlah kegiatan seni, budaya serta kuliner Betawi itu dilaksanakan dalam rangka merefleksikan tradisi dan budaya Betawi dalam merayakan Idul Fitri.

Lebaran Betawi akan Digelar Rutin GUBERNUR DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menghadiri perayaan Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin.

Suluh Indonesia/ant

PEMBONGKARAN KAMPUNG PULO - Petugas melakukan pembongkaran bangunan menggunakan alat berat di Kampung Pulo, Jakarta, kemarin. Sepanjang 300 meter bangunan hunian yang berada di bibir Kali Ciliwung dibongkar petugas untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di Ibu Kota.

Dikatakan Basuki, perayaan yang digelar kali ini merupakan yang pertama setelah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Pelestarian Budaya Betawi. Diharapkan, seluruh tempat hiburan, keramaian, hotel, perkantoran dan lainnya segera memasang ornamen Betawi. Tak hanya itu, setiap event baik nasional maupun internasional yang digelar di ibukota diwajibkan menyediakan cinderamata khas Betawi. Dalam kesempatan tersebut, Basuki memberikan plakat penghargaan kepada salah satu putri Almarhum

Amarullah Asbah. Penghargaan diberikan karena almarhum merupakan tokoh Betawi yang pertama kali mencetuskan ide Lebaran Betawi. Pertama kali Lebaran Betawi digelar 8 tahun silam di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. ‘’Saya dan Ketua DPRD DKI, Prasetyo beruntung karena bisa menyelesaikan Perda Pelestarian Budaya Betawi. Budaya Betawi harus ada dasar aturannya. Maka semua itu dituangkan dalam perda yang telah disahkan pada 18 Agustus lalu,” ujar Basuki, saat acara penutupan Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (23/8). Selain itu, Basuki juga men-

dukung langkah Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang akan membersihkan oknum ormas Betawi yang tidak menununjukkan budaya Betawi. Ketua Bamus Betawi, Zainudin mengatakan, setelah disahkannya Perda Kebudayaan Betawi, ia berharap ada tindak lanjut penetapan secara sah mengenai Lebaran Betawi. Sehingga panitia dapat bekerja lebih maksimal. Setidaknya setiap minggu keempat bulan Syawal atau 4 minggu setelah Lebaran Idul Fitri, acara Lebaran Betawi dapat digelar. ‘’Setelah disahkannya Perda Kebudayaan Betawi ini, ke depan Lebaran Betawi jadi agenda rutin tahunan. Anggaran kegiatan juga bersumber dari APBD DKI. Tidak seperti selama ini, bantuan dari para tokoh masyarakat,” ujar Zainudin, yang akrab disapa Oding. (kmb)


Metr politan

Suluh Indonesia, Senin 24 Agustus 2015

3

MK Klaim

Siap Selesaikan Sengketa Pilkada JAKARTA - Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi menilai Mahkamah Konstitusi cukup siap menangani kasus sengketa hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada akhir 2015. ‘’Menurut saya MK sudah cukup siap dan tidak akan mengalami kendala berarti dalam menangani kasus-kasus sengketa pilkada serentak nanti,” kata Veri di Jakarta, kemarin. Veri mengatakan bahwa MK sudah memiliki sistem yang sangat baik terkait dengan penanganan kasus sengketa pilkada sehingga MK tidak akan mengalami persoalan berarti dalam penanganan sengketa tersebut.

Ia menegaskan, “Mahkamah Konstitusi (MK) sudah punya pengalaman, ada sistem terkait penangan sengketa pilkada, dan infrastruktur juga sudah siap. Maka, saya rasa tidak akan ada masalah.” Lebih lanjut Veri memperkirakan jumlah kasus yang akan masuk ke MK terkait dengan sengketa hasil pilkada nanti tidak akan sebanyak sengketa Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD 2014. ‘’Pilkada ini tidak akan seberat pemilu anggota legislatif lalu. Diperkirakan jumlah kasus yang akan maju di MK untuk pilkada serentak sekitar 500—600 kasus, sementara pada saat pemi-

lu anggota legislatif jumlahnya bisa mencapai 900 perkara,” kata Veri. Selain itu, lanjut dia, jangka waktu yang diberikan kepada MK untuk menangani perkara terkait dengan sengketa hasil pilkada serentak lebih panjang, yaitu 45 hari kerja, dibandingkan dengan waktu yang dimiliki MK ketika menangani sengketa hasil pemilu anggota legislatif, yaitu 30 hari kerja. ‘’Dilihat dari perbandingan tersebut, saya rasa MK bisa mengatasi dengan jangka waktu yang lebih panjang dan kasus yang tidak sebanyak pemilu anggota legislatif,” pungkas Veri. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PENGURUS PBNU - Rois Aam PBNU KH Ma'ruf Amin (kanan), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj (tengah), Waketum PBNU Slamet Effendi Yusuf (kiri) mengumumkan formatur struktur kepengurusan masa bakti 2015-2020 di kantor PBNU Jakarta, kemarin. Struktur pengurus PBNU disusun oleh tim formatur yang terdiri dari beberapa Pengurus Wilayah NU,

Demokrasi Indonesia

Projo Diminta

Dinilai Berbiaya Tinggi JAKARTA - Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono mengemukakan, gejala politik uang yang ada di Indonesia sudah sedemikian masif sehingga mengakibatkan kultur demokrasi yang berbiaya tinggi dan berpotensi membahayakan. ‘’Hal demikian menciptakan demokrasi yang berbiaya tinggi. Akhirnya ‘money politic’ dianggap lumrah,” kata Bambang Sadono

dalam rilis Humas MPR yang diterima di Jakarta, kemarin. Menurut dia, indikasi dari kemasifan gejala politik uang antara lain di sebuah kampung di suatu daerah yang terdapat spanduk yang bertuliskan “Di sini menerima seringan fajar”. Untuk menghilangkan politik uang, ia menyebutkan kiat yakni penegakan hukum karena aturan hukum yang mengatur soal politik uang dinilai

masih belum bisa menjangkau secara maksimal. ‘’Sistem demokrasi Pemilu kita dari segi kultur dan hukum belum bisa membuat pemilu yang berkualitas,” paparnya. Untuk itu, ujar Bambang, pihaknyha juga menyerap aspirasi rakyat untuk menjadi bahan guna mengamandemen hal-hal yang perlu diperbaiki dalam konstitusi. Sebelumnya, dalam pidato

peringatan 70 tahun kemerdekaan Indonesia di depan anggota DPR, DPD dan MPR di kompleks parlemen pada Jumat, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia telah menjadi salah satu contoh gemilang di dunia. Dibandingkan dengan tahun 2013, indeks demokrasi Indonesia mengalami kenaikan dari 63,72 menjadi 73,04 pada tahun 2015.

Menurut Presiden, Indonesia juga telah memiliki pemilih muda yang kritis dan bersemangat mengawal jalannya demokrasi dan pemerintahan. Untuk diketahui, bulan Desember mendatang Indonesia akan menggelar ratusan pilkada serentak baik untuk pemilihan gubernur/wakil gubernur maupun bupati atau walikota dan wakil mereka masing-masing. (ant)

Dukung Jokowi JAKARTA - Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari meminta seluruh relawan Jokowi terus mendukung pemerintahan Kabinet Kerja demi menjaga simbol-simbol ideologi yang selama ini menjadi basis perjuangan Jokowi-JK. ‘’Projo dan relawan yang lain kan mendukung Jokowi selain karena figur juga karena ide, sehingga kalau pemerintahan ini gagal saya takut simbol dan ideologi (basis perjuangan Jokowi) akan dilecehkan. Maka mengawal pemerintahan Jokowi sama halnya menjaga simbol-simbol perjuangan kita,” kata Eva saat menghadiri perayaan satu tahun Ormas Projo di Jakarta, kemarin. Eva menyatakan dirinya kagum dengan kon-

Eva Kusuma Sundari sistensi dan kerja keras perjuangan Ormas Projo bersama relawan lain dalam mengawal JokowiJK di pilpres lalu hingga saat ini. Dia berharap senantiasa tercipta komunikasi yang baik antara relawan dengan para partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK. (ant)

KPI Janji

Awasi Iklan Pilkada

Suluh Indonesia/ant

AKSI FCTC UNTUK INDONESIA - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aksi Bersama FCTC Lindungi Anak melakukan aksi simpatik di depan Istana Negara, Medan Merdeka Barat, Jakarta,kemarin. Dalam aksinya, koalisi aksi yang terdiri 35 komunitas meminta Presiden Joko Widodo segera menandatangani FCTC (Framework Convention On Tobacco Control) yang merupakan perjanjian internasional tentang kesehatan masyarakat yang bertujuan melindungi generasi masa kini dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok.

Sengketa Pilkada Serentak

Perlunya Dukungan dan Proporsionalitas KETUA Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi menilai bahwa Mahkamah Konstitusi siap menangani sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah yang dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2015 nanti. Menurut Veri, MK sudah cukup siap dalam menangani kasus-kasus sengketa Pilkada serentak nanti, karena penyelesaiannya akan lebih mudah dibandingkan dengan Pemilu Legislatif lalu,” kata Veri di Jakarta, kemarin. Veri memperkirakan jumlah kasus yang akan digugat di MK terkait dengan sengketa hasil Pilkada nanti, jumlahnya tidak akan sebanyak sengketa Pemilu Legislatif (Pileg) yang lalu. ‘’Pilkada ini tidak akan seberat Pileg lalu, karena diperkirakan jumlah kasus yang akan maju di MK untuk Pilkada serentak sekitar 500 hingga 600 kasus, sementara pada saat Pileg jumlahnya bisa mencapai

900 perkara,” kata Veri. Ia menambahkan bahwa berdasarkan regulasi yang saat ini berlaku, ada pembatasanpembatasan yang tidak terjadi pada Pemilu sebelumnya. Pembatasan yang dimaksud adalah tidak semua berkas perkara yang diperkirakan berjumlah 600 perkara itu bisa diakukan secara keseluruhan di MK. ‘’Tapi nanti dilihat selisih suaranya apakah memenuhi syarat atau tidak untuk diajukan ke MK, jadi ada skrining ulang,” kata dia. Dari angka 600 kasus tersebut, Veri kemudian memprediksi hanya akan ada sekitar 300 hingga 400 kasus sengketa hasil Pilkada yang bisa diajukan

Veri Junaidi ke MK untuk diselesaikan. Selain itu jangka waktu yang diberikan kepada MK untuk menangani perkara terkait sengketa hasil Pilkada serentak lebih panjang yaitu 45 hari kerja, dibandingkan dengan waktu yang dimiliki MK ketika menangani sengketa hasil Pileg yaitu 30 hari kerja. ‘’Dilihat dari perbandingan tersebut,

saya rasa MK bisa mengatasi dengan jangka waktu yang lebih panjang dan kasus yang tidak sebanyak Pileg,” pungkas Veri. Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah yang dilakukan secara serentak pada Desember 2015. Pilkada ini rencananya akan digelar di 265 daerah dan hampir seluruh daerah sudah menyatakan kesiapannya terkait penyelenggaraan pilkada serentak itu. Namun Komisi Pemilihan Umum mencatat ada empat daerah yang tidak dapat turut serta dalam Pilkada serentak karena hanya memiliki calon tunggal, sehingga baru akan menyelenggarakan Pilkada pada 2017 mendatang. Veri mengungkapkan kekhawatirannya ketika sengketa Pilkada diselesaikan di tingkat Kabupaten Kota, karena menurut Veri hal itu justru mendekat pada ruang konflik. (ant)

JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia turut ambil bagian dalam pengawasan kampanye pilkada dengan berfokus pada penayangan iklan kampanye peserta pemilu di media. ‘’KPI tergabung dalam gugus tugas pengawasan penyiaran pilkada bersama KPU dan Bawaslu,” kata anggota KPI Fajar Arifianto Isnugroho dalam sebuah diskusi publik tentang potensi konflik pilkada di Jakarta, kemarin. Pengawasan iklan kampanye oleh KPI dilakukan dengan tujuan agar pasangan calon yang telah ditetapkan sebagai peserta pemilu mengikuti kaidah PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang kampanye pilkada.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa iklan kampanye adalah penyampaian pesan kampanye melalui media cetak dan elektronik berbentuk tulisan, gambar, animasi, promosi, suara, peragaan, sandiwara, debat, dan bentuk lainnya yang difasilitasi oleh KPU daerah dan didanai APBD. ‘’KPI tidak membuat aturan sendiri, rujukannya tetap pada PKPU Nomor 7 Tahun 2015, dan bahwa pengawasan penyiaran berita dan iklan dilakukan oleh KPI dan Dewan Pers,” kata Fajar. Jika ditemukan, kata dia, KPI akan melaporkan temuan tersebut ke Bawaslu untuk diproses sesuai aturan. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Senin 24 Agustus 2015

4

KTR di Angkot

Dinkes Bagor Lakukan Evaluasi BOGOR - Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat mengevaluasi dan mengawasi kepatuhan supir angkot terhadap Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). ‘’Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kepatuhan supir angkot terhadap KTR, sasaran angkot di dua titik yakni BTM dan Merdeka,” kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Nia Nurkania. Nia mengatakan, dalam evaluasi dan monitoring tersebut melibatkan Organisasi Angkutan Daerat (Organda), DLLAJ dan kepolisian setempat. Kegiatan yang dilakukan meliputi imbauan untuk mematuhi KTR, memasang stiker bertanda angkot sebagai kawasan tanpa rokok, dan mengajak masyarat untuk ikut terlibat menegur supir atau penumpang yang kedapatan merokok di dalam angkot. ‘’Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga pernah

kita lakukan bulan Mei lalu dengan sasaran angkot yang melintas di Air Mancur, Warung Jambu dan Tugu Kujang,” katanya. Nia mengatakan, kesadaran sopir dan penumpang angkot di Kota Bogor terhadap Perda KTR terus meningkat setiap tahunnya, sejak disahkan 2009 lalu. Monitoring dan evaluasi juga bertujuan untuk mengukur sejauhmana optimalisasi penerapan Perda KTR di masyarakat. ‘’Ini terlihat dari pemahaman masyarakat tentang Perda KTR, mereka tahu kalau Kota Bogor menerapkan KTR di angkot,” katanya. Nia menambahkan, evaluasi Perda KTR di angkot akan terus dilakukan agar pelanggaran KTR dapat diminimalisir sehingga kesadaran masyarakat untuk tidak merokok di KTR bisa terwujud. ‘’KTR bertujuan untuk melindungi masyarakat selaku perokok pasif dari bahaya asap rokok. Silahkan yang mau merokok di luar kawasan tanpa rokok,” katanya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

GUNAKAN SISA AIR KALI - kesulitan untuk mendapatkan pasokan air baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian akibat sungai utama di kawasan tersebut yaitu Sungai Cisadane yang kian surut.

Sistem PPDB di Depok

Kilas Warga Ringkus Pencuri GADIS berusia 24 tahun terpaksa berurusan dengan Kepolisian Polsek Beji, lantaran diduga warga hendak melakukan aksi pencurian di salah satu rumah kost di Jalan Kedoya, Kelurahan Kukusan, Beji, Depok Gadis yang mengaku bernama Irine Agni Swastika, warga Cimanggis itu tertangkap basah membobol teralis kost di Wisma Violet milik kamar Dwi Oktaviana seorang karyawati dengan menggunakan empat buah anak kunci. Menurut Kanit Reskrim Polsek Beji, AKP Syah Johan tersangka diamankan setelah masuk ke dalam kamar kos dengan merusak kunci jendela korban. Ia berusaha mengambil barang - barang di dalam kamar, namun aksinya diketahui keburu diketahui tetangga disamping kamar korban. Syah Johanmengatakan, barang bukti yang disita berupa 4 buah anak kunci rumah dan sebuah tas wanita warna cokelat serta sebuah besi penyangga jendela. (jif)

Balita Bunuh Adik POLRESTA Bekasi Kota memastikan Rayyan Algifari (4 bulan) tewas akibat dibekap menggunakan bantal oleh kakak kandungnya berinisial YN (5). Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Daniel Tifaona di Bekasi mengatakan, kronologis kematian korban bermula saat sang ibu Vita Apriana meninggalkan Rayyan bersama dengan YN di rumahnya Perumahan Auri Jalan Kunang-kunang RT 05 RW13 Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur untuk membeli susu. Saat itu Vita berniat membeli susu untuk Rayyan di warung dekat rumah, saat itu Rayyan sedang menangis kehausan. Saat di tinggal pergi ke warung, Rayyan terus menangis kehausan dan YN berupaya menenangkan adiknya. Karena terus menangis, kata dia, YN kehabisan akal dan berupaya menenangkan adiknya dengan cara membekap korban dengan bantal. (ant)

Sebabkan Sekolah Swasta Kurang Siswa DEPOK-Di duga akibat karut marutnya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diberlakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, berdampak pada 121 sekolah swasta yang kekurangan siswa.Hal tersebut diungkapkan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok, Kemo Santosa, mengaku pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2015–

2016 dipastikan tak memenuhi target. ‘’Sebanyak 121 sekolah baik di tingkat SMP dan SMA, merasakan dampaknya. Sedangkan SMK masih normal karena memang SMK negeri masih ada tak terlalu banyak di Depok,” ujar Kemo saat akan mencari data jumlah siswa dan rombel di SMAN 5 Depok, Bukit Rivaria, Kecamatan Sawangan, Depok, kemarin. Sementara itu terkait PPDB,

lembaga Ombudsman RI diketahui telah menyambangi Disdik Depok guna mengumpulkan informasi mengenai PPDB. Asisten Ombudsman RI, Zainal menjelaskan pihaknya sedang mengumpulkan informasi untuk mengklarifikasi aduan masyarakat tentang PPDB ke Disdik Depok dan Disdik lainnya se-Jabodetabek. ‘’Kita akan kumpulkan informasinya, tapi kita belum bisa buka dulu

Nasibmu Kini

Suluh Indonesia/ant

PERMAINAN MATEMATIKA - Sejumlah siswa SD bersama anggota Polwan Polres Bogor Kota memainkan permainan matematika Kepolisian di Botani Square, Kota Bogor, kemarin. Permainan ini sebagai media belajar untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenalkan dan mendekatkan siswa dengan Kepolisian.

KPUD Depok

Akan Batasi Biaya Kampanye Cawalkot

KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok mengaku tengah mengodok matang-matang terkait ketentuan batas maksimal biaya kampanye, untuk masing-masing pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok, di ajang pertarungan Pilkada tahun ini.

KORAN GRATIS TERBESAR PERTAMA DI INDONESIA

SMS IKLAN BARIS 0811 3898 000 Rp. 50.000,10 Baris, 10 kali muat/sebulan

sangkutan terlebih dahulu. ‘’Permasalahan di setiap daerah variatif. Sementara ini di Kota Depok terdapat satu jenis. Tapi saya belum bisa menyebutkannya karena prosesnya masih berjalan sampai sekarang. Kalau perlu, kita undang se-Jabodetabek bulan depan,” ujarnya. Dikatakannya, Ombudsman selalu memantau PPDB di sejumlah daerah. (jif)

Tugu Perjuangan Tangsel

30 Rumah Disegel PEMERINTAH Kota Bekasi menyegel 30 unit bangunan rumah di Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, karena dianggap melanggar izin. “Pihak pengembang dari perumahan itu tidak memiliki ‘site plan’ dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” kata Kasi Pembongkaran Dinas Tata Kota Bekasi Bilang Gilang Harahap di Bekasi, Sabtu. Menurut dia, rumah tersebut berada dalam dua cluster perumahan yakni Cluster Ayana I yang berada di RT 001 RW 05, Mustikasari, dan Cluster Ayana II di RT 003 RW 02, Mustikajaya. Upaya penyegelan rumah ilegal itu dilakukan pihaknya pada Jumat (21/8) agar tidak ada proses pembangunan di lokasi tersebut. Pihaknya memberikan waktu 30 hari kepada pihak pengembang agar segera melengkapi proses perizinan. (ant)

kepublik karena jika belum lengkap dikhawatirkan terjadi kesalah pemahaman,” katanya. Pihaknya juga mengatakan tak hanya Depok yang belum bisa secara detail dapat diumumkan ke permasalahan yang terjadi di PPDB. Sebab semua tempat yang telah dikunjunginya juga memiliki masalah tersendiri. Sehingga, setiap informasi yang di dapat bakal dikroscek ke pihak yang ber-

Komisioner KPU Kota Depok, Ahmad Arief menjelaskan ketentuan batasan biaya kampanye tersebut merupakan upaya dalam perwujudan azas keadilan. Terlebih, menurutnya pihak KPUD Depok telah menyiapkan anggaran khusus untuk kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota. ‘’KPU Kota Depok dirasa harus membuat batasan-batasan biaya kampanye. Sebab jika tidak, bisa seenaknya. Berapa batasan biayanya, itu sedang kita godok dengan semua pihak terkait,” kata di sela-sela acara sosialisasi kampanye dan dana kampanye di Depok, kemarin. Ia menuturkan, dana yang telah disiapkan KPU Depok diperuntukan sebagai penyediaan alat peraga kampanye

(APK) yang terdiri dari spanduk, baliho, dll. Selain itu ada juga anggaran iklan di media massa dan debat kandidat. ‘’KPUD sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar sampai kegiatan kampanye selesai, sehingga ada porsinya masing-masing,” kata dia. Sedangkan biaya di luar alat perangga kampanye menjadi tanggung jawab tim kampanye kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota. Sedangkan kisara batasan biaya kampanye bakal di keluarkan pihaknya dalam waktu dekat. ‘’Kemungkinan paling lambat sebelum penyerahan laporan dana kampanye tahap pertama sudah ditetapkan pada 26 Agustus,” ujarnya. Selanjutnya, setelah di tahap pertama penyampaian lap-

oran dana kampanye tersebut, kemudian laporan penerimaan sumbangan dana kampanye harus dilaporkan kembali pada 16 Oktober 2015 dan diteruskan dengan penyerahan laporan penerimaan dana penggunaan dana kampanye (LPPDK) pada 6 Desember 2015, atau 3 hari sebelum pesta rakyat digelar.Ditempat yang sama, komisioner KPUD Depok, Suwarna mengaku bahwa pihaknya juga telah menghapus sekitar 43 ribu nama dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Mereka yang dihapus telah dinyatakan tak lagi memiliki hak pilih di Pilkada Depok 9 Desember 2015 nanti. ‘’Setelah dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit), mereka ternyata bukan warga depok,’’ katanya. (jif)

TANGSEL - Sejumlah tugu perjuangan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kondisinya saat ini sangat miris. Bahkan tak sedikit yang sudah beralih fungsi diantaranya yakni tugu peristiwa pertempuran pahlawan seribu dan tugu pertahanan yang dijadikan kordinasi perjuangan antara batavia dan siliwangi. “Saya selaku generasi muda dari veteran, melihat kondisi tugu yang telah alih fungsi sedih sekali. Padahal, dilokasi tugu tersebut mengandung makna sejarah yang perlu diketahui anak dan cucu nantinya, perlu adanya pengembalian tugu seperti semula, ” ungkap salah satu anggota Pemuda Pancamarga, Firman kemarin. Lebih lanjut Firman mengatakan seharusnya Pemkot memperhatikan kondisi ini, para pejuang kemerdekaan satu persatu sudah meninggal dunia dan akhirnya sejarah perjuangan juga hilang. Seperti tugu pertahanan di

Ciputat, lokasinya sudah alih fungsi menjadi bangunan, padahal lokasi tersebut titik berkumpulnya antara para pejuang kemerdekaan dari jakarta dan banten. Begitu juga dengan tugu pertempuran pahlawan seribu, tugunya menyempil mepet dengan bangunan rumah makan, tidak ketahuan bila lokasi tersebut merupakan pertempuran pahlawan seribu. Meskipun makam pejuang telah dipindahkan, akan tetapi tugunya jangan ditelantarkan. Begitu juga dengan makam pejuang di belakang kelurahan serua di kecamatan ciputat yang tak terawat, “Pemkot perlu kembali napak tilas bersama dengan veteran, jalur mana saja yang merupakan sejarah perjuangan,” imbuhnya. Sementara itu, Komandan Regu Veteran, Didi Gamu membenarkan perlunya napak tilas sejarah, sehingga generasi berikutnya mengetahuinya. (nov)

Suluh Indonesia/ant

KUNJUNGI MUSEUM - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memperhatikan seragam tentara Pembela Tanah Air (PETA) saat mengunjungi Monumen dan Museum PETA di Bogor, Jabar, kemarin.


pini

Suluh Indonesia, Senin 24 Agustus 2015

F OKUS Hidup dengan Tenggang Rasa Tinggi di Perkotaan ERUBAHAN sosial yang terjadi di kota-kota besar, kiranya harus kita perhatikan dengan seksama. Secara teoretik, perubahan pasti terjadi di masyarakat. Namun yang paling kompleks dan lebih cepat terjadi di daerah perkotaan. Kota yang memiliki penduduk lebih dari 30 ribu, pasti perubahannya terjadi pada berbagai ragam. Di sinilah pentingnya arti lalu lintas dan sarana transportasi lainnya. Jalan menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan manakala kita melihat perkembangan di kota. Penduduk yang banyak, dipadu dengan berbagai aktivitas sosial yang ada, pasti memerlukan akses jalan yang bagus. Dan apa pun perubahan tersebut, akan melibatkan sarana jalan. Yang sederhana saja, ketika ada perubahan jadwal kerja, orang akan melihat bagaimana kondisi jalan yang mesti dilewati. Bahkan perubahan cara berpakaian saja, juga menimbulkan dampak pada penggunaan jalan. Dari konteks itulah, kita cukup terkejut sekaligus juga mengambil hikmah dari peristiwa penghadangan konvoi sepeda motor besar di Yogyakarta. Seorang anak muda menghadang konvoi ini karena dinilai mengganggu lalu lintas. Jauh di balik penghadangan itu, kita bisa meninjau masalahnya pada latar yang ada. Mungkin peristiwa ini terjadi disebabkan oleh perilaku yang berulang-ulang. Bisa jadi juga terlalu kentara sikap angkuh dan arogannya di jalan raya sehingga membahayakan pengguna jalan lain. Malah bisa jadi ini sebagai sindiran kepada aparat keamanan. Sebagai manusia sosial, peristiwa Yogyakarta itu konon juga berakhir dengan saling pengertian. Pihak penyelenggara konvoi bersedia meminta maaf dan pihak kepolisian pun mengapresiasi sikap maaf yang diperlihatkan penyelenggara. Mungkin juga dalam kasus seperti ini, pihak kepolisian harus lebih waspada lagi dalam melakukan pengawalan. Sebuah tindakan pengawalan diperlukan untuk event besar yang berpotensi mengganggu aktivitas publik. Itu pun kita lihat di Bali. Namun, apabila terus-menerus seperti ini dan dilaksanakan pada jam-jam sibuk, pihak kepolisian juga harus mempertimbangkan hal lain. Keberatan masyarakat juga mesti dipertimbangkan. Karena laporan langsung dari masyarakat jarang dilakukan, sebaiknya polisi proaktif. Tidak salah kalau “nguping” atau melakukan survei kepada masyarakat tentang model kawal-kawalan itu. Jika memang masyarakat keberatan, tidak salah apabila pengawalan itu dihentikan saja. Atu dipilih dengan sangat selektif. Salah-salah, kalau berlebihan, nama lembaga akan tercoreng. Kita khawatir kalau sampai muncul lembaga yang bisa dibeli. Pertimbangan sosial lain juga harus dimasukkan. Di tengah demikian macetnya situasi jalan raya, rasanya tidak adil dan kelihatan pongah kalau pengawalan dilakukan kepada kelompok mereka yang membawa motor gede tersebut. Mereka tentu diasosisikan dengan orangorang kaya yang kemudian mampu memengaruhi pihak kepolisian untuk melakukan pengawalan. Padahal, polisi mempunyai tugas juga untuk mengawal rakyat yang memanfaatkan jalan raya yang penuh kemacetan tersebut. Mengendarai kendaraan besar dengan rombongan serta suara mesin yang menderu-deru di tengah kemacetan, identik dengan keangkuhan, bahkan tidak peduli lingkungan. Pada titik ini, pihak kepolisian boleh saja mempertimbangkan menolak untuk mengawal, menolak memberi izin konvoi jika peraturan memang memungkinkan untuk itu, atau malah menyetopnya. Kota adalah milik kita bersama. Secara teoretik, salah satu ciri kota adalah bahwa masyarakatnya mempunyai tenggang rasa tinggi. Hidup pada lingkungan dengan banyak karakter, harus mempunyai tenggang rasa tinggi. Jika ada masyarakat kota yang tidak mempunyai nilai tenggang rasa seperti itu, cocoknya mereka jangan hidup di kota. ***

P

Bang D

el

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan,

anggota DPR

rada-rada bloon

Kenyataannya bagaimana ... ?

5

Dari Moge, Pengantar Layang-layang Sampai Sopir Truk DI YOGYAKARTA, masyarakat mengritik konvoi motor besar, sering juga disebut moge (motor gede) yang melintas di jalur lalu lintas kota tersebut. Bahkan polisi yang mengawalnya pun mendapat sorotan. Karena kesal dengan konvoi itu, seorang warga malah berani menghadang di jalan. Penghadangan ini mirip dengan apa yang dilakukan seorang pemuda di Tiongkok tahun 1989 lalu, menghadang tank tentara di Lapangan Tianannmen saat terjadi demonstrasi mahasiswa.

Tindakan demikian tentu saja sangat berbahaya. Akan tetapi munculnya sikap berani menantang bahaya itu pasti disebabkan oleh kekesalan dan kejengkelan yang disebabkan oleh perilaku pihak lain. Secara sosiologis, sikap nekat muncul karena apatis, dan apatis muncul karena adanya pihak lain yang berperilaku di luar batas. Pada konteks negara, sikap itu juga terlihat pada perlawanan masyarakat Palestina menghadapi Israel di Timur Tengah. Peristiwa berlalu-lalangnya motor besar itu tidak terjadi di Yogyakarta saja. Kalaupun itu disebut sebagai arogansi perilaku, fenomena demikian juga terjadi di Bali. Bahkan di pulau pariwisata ini bukan sekadar moge itu yang sering tampil membikin tersendatnya lalu lintas di jalanan tetapi juga pengiring layang-layang, barisan ormas, sampai dengan truk angkut pasir. Kelompok-kelompok itulah yang secara sosial berpotensi berkontribusi memunculkan ketersendatan jalan lalu lintas. Padahal, seperti juga Yogyakarta yang menjadi objek pariwisata nasional, jalanan di Kota Denpasar sudah macet setengah mati. Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar adalah kota yang lalu lintasnya sering macet. Karena itu perlu kesadaran sosial lebih tinggi bagi masyarakat pengguna jalan raya di kota-kota tersebut agar kenyamanan sosial dapat terjamin. Bahwa untuk memunculkan kenyamanan tersebut harus dibayar dengan waktu yang lebih lama di jalan, itu merupakan konsekuensi dari hidup di alam yang macet. Jauh lebih menyegarkan apabila berjalan lebih pelan tetapi lancar ketimbang ngebut tetapi kemudian tersendat di sana-sini. Secara sosiologis, jalan raya itu fungsional bagi siapa saja karena interaksi masyarakat didukung oleh adanya jalan tersebut. Maka, secara hukum setiap orang pun mempunyai hak untuk memakainya dan semuanya wajib memelihara ketertiban sosial di jalan. Hanya saja, beberapa hal memang harus dikecualikan demi jalannya norma secara positif. Perkec-

Oleh GPB Suka Arjawa* Itulah fenomena jalan raya yang disfungsional yang disebabkan oleh ketidaksadaran struktural di dalam diri masyarakat. Ketidaksadaran struktural ini tidak lain dari letupan ego yang sesungguhnya dalam kacamata sosiologi bisa dikatakan sebagai penyimpangan. Sebuah penyimpangan haruslah diperbaiki dan salah satu ganjaran untuk memperbaiki penyimpangan di masyarakat adalah hukuman.

ualian itu misalnya diberlakukan untuk tugas-tugas negara yang mendesak serta untuk anggota masyarakat yang berkeperluan khusus dan darurat. Yang terakhir ini misalnya tertuju kepada orang sakit seperti yang terlihat pada mobil ambulans, serta kebakaran. Persoalan yang kemudian timbul manakala mendengar sirine meraung-raung itu adalah “berekor” kepada raungan motor besar, klakson anak-anak remaja yang mengawal layangan atau justru rombongan orang menikah. Kegaduhan di jalan raya juga sering muncul dari knalpot truk pengangkut pasir kosong yang lari mobilnya seperti kuda liar dikejar bonanza. Atau panjangnya antrean kendaraan di belakangnya disebabkan oleh pengemudi truk Jawa-Bali yang penuh sesak oleh barang, sambil sopirnya tertawa-

tawa memakai handphone. Disfungsional Itulah fenomena jalan raya yang disfungsional yang disebabkan oleh ketidaksadaran struktural di dalam diri masyarakat. Ketidaksadaran struktural ini tidak lain dari letupan ego yang sesungguhnya dalam kacamata sosiologi bisa dikatakan sebagai penyimpangan. Sebuah penyimpangan haruslah diperbaiki dan salah satu ganjaran untuk memperbaiki penyimpangan di masyarakat adalah hukuman. Disfungsional jalan raya ini disebabkan oleh tidak diketahuinya posisi struktur sosial itu di jalan raya, di mana ini kemudian berpadu dengan arogansi komunal di ruang publik. Jalan raya merupakan ruang publik paling luas, paling berpengaruh dan paling terbuka. Dengan predikat seperti itu, maka ego struktural di jalan raya tidak

boleh ada. Artinya semua mempunyai posisi sama di tempat itu. Sekali ini terganggu maka ketertiban pasti juga terganggu, yang ujung-ujungnya konflik. Bahwa di Yogyakarta ada pemuda yang berani menghadang rombongan motor besar (moge), itu adalah konflik. Kecelakaan juga akibat konflik. Jika kemudian ada rombongan motor besar yang berperilaku urakan di jalan raya, ini tidak lain bentuk keangkuhan dan ketidaksadaran terhadap fungsi jalan raya tersebut. Sepuluh motor besar nilainya jauh kecil dibandingkan dengan ratusan motor rakyat yang melintas di jalan itu. Ini yang tidak disadari oleh para pengemudi motor besar itu. Sebagai sebuah penyimpangan, ini harus diperbaiki. Polisi mesti mengendalikan, memilihkan waktu paling tepat untuk melintas dan hanya memberikan izin kepada mereka yang mempunyai kesadaran sosial tinggi. Pilih siang hari, di waktu lalu lintas sepi dan umumkan sebelumnya melalui media kalau ada kegiatan konvoi. Pengantar layang-layang yang berperilaku arogan, lebih parah lagi kesadarannya. Lebih fatal lagi kalau mereka memakai busana adat menguasai jalan raya sambil memainkan gas. Mungkin destar, saput dan rombongannya itu yang membuat mereka mempunyai perasaan struktural lebih tinggi dibanding pengguna jalan lain. Padahal, sekali lagi, di jalan raya ego struktur sosial itu tidak boleh muncul dan semua sama takluk kepada aturan publik jalan. Mereka yang berlaku arogan, boleh dikatakan melecehkan budaya karena destar dan saput itu simbol solidaritas dan penghormatan sehingga justru kalau memakainya mestinya sopan di jalan. Semua harus memberi nasihat kepada mereka, baik kepada rombongan moge yang arogan, pengantar layang-layang, sampai sopir truk yang merasa ‘berkuasa’ di jalanan. Jika tidak mampu dididik, berikan saja sanksi, baik secara sosial maupun hukum. Di Yogyakarta, pemuda yang menghadang para pengendara moge itu secara tidak langsung telah menghukumnya secara sosial. *Penulis, staf pengajar sosiologi, FISIP, Universitas Udayana

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Aparat Mencegah Aksi Kriminal SUDAH dua puluh tahun lebih saya sebagai warga Ibukota Jakarta merasakan semakin hari Jakarta semakin tidak aman. Sepertinya aksi kejahatan semakin nyata dilingkungan kita warga Jakarta. Para pemimpin sibuk memperbaiki citranya sementara rakyat terus menjadi penonton yang dibodoh-bodohi oleh berita yang bersifat pengalihan dari suatu kenyataan. Rakyat ingin hidup aman dan makmur sesuai dengan amanat UUD 1945 dan cita-cita proklamator tercinta. Di negeri ini kejahatan ada dimana-mana. Di gedung-gedung para aparat pemerintahan sampai di gang-gang becek yang sempit. Semua itu terjadi karena Ummat Islam yang masih menjadi mayoritas dijauhkan dari agamanya, dijauhkan dari ajaran-ajarannya

yang benar, dan disusupi oleh berbagai aliran baru seperti JIL yang menyesatkan. Semua berdampak pada berbagai macam persoalan sosial. Diantaranya adalah sex bebas, Hamil diluar nikah, Aborsi, Penggunaan Narkoba, Miras, aksi begal, Geng motor dan banyak hal yang rusak semua itu dilakukan oleh anak-anak remaja atau lebih tepatnya ABG (Anak Baru Gede) sekitar usia SMPSMA. Semua ini menjadi beban pikiran kita yang sudah bisa melihat kebenaran. Orang-orang yang sudah menjadi dewasa marilah kita bimbing orang-orang terdekat kita agar bisa memahami tentang jalan hidup yang benar. Saul Arkani Tanjung Duren, Jak-Bar

Mengarahkan Pemuda Indonesia pada Hal yang Positif PRIHATIN menyaksikan anakanak remaja yang masih duduk dibangku SD, SMP, SMA sampai Mahasiswa dengan gaya hidup yang rusak. Semua itu terjadi karena bangsa Indonesia masih belum mampu untuk menghadapi serbuan ideologi dari pihak ‘asing’. Patokan kesuksesan menjadi sangat sesat dan sempit. Akhlak yang benar dan lurus bukan lagi menjadi tujuan para remaja dan bukan lagi menjadi hal penting yang harus diraih dalam kehidupan remaja saat ini. Sangat kasihan sekali mereka yang sudah menjadi orangtua hanya dapat mengikuti kemauan anaknya agar bisa dianggap tidak ketinggalan zaman. Semua ini adalah salah satu akibat ilmu yang

sangat kurang dalam memahami perubahan zaman. Sehingga serbuan negara-negara adidaya dalam hal pemikiran telah menggusur moral bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menjadi sangat materialistis. Sesuai keinginan negara adidaya dan sekutunya yang menyebarkan paham pemikiran yang sesat itu. Negara ini menjadi semakin miskin bukan hanya karena persoalan dalam negeri yang tak kunjung sembuh namun juga ‘cekokan asing’ yang terus menerus menjejeli para gerasi muda kita agar menjadi ‘bodoh’ dalam menyikapi semua isu dunia yang ada. Alimin Idris Lenteng Agung, Jak-Sel

Pemerintah Harus Menjaga Pemerataan PEMERINTAH harus terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan serta pengangguran. Jika dibiarkan meningkat dan tidak cepat ditanggulangi secara sistematis dan terprogram bisa membahayakan, karena dapat menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan yang berakibat bisa terpengaruhnya pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor industri memiliki peran strategis dalam menyumbang kinerja ekspor. Dalam kenyataannya Indonesia memiliki banyak para sarjana yang lulus tetapi sulit mendapat kesempatan kerja sesuai bidangnya. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan keterkaitan sektor industri relatif lebih dinamis

dibanding sektor lain. Dan pada akhirnya, sektor industri mampu menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas dibandingkan sektor lainnya. Jadi, persoalan kemiskinan dan pengangguran akan berlanjut, jika tidak terjadi perubahan pola pertumbuhan ekonomi. Tetapi sebenarnya, peningkatan jumlah pengangguran yang terus terjadi di Indonesia ini, diduga akibat program penanganan yang bersifat sementara. Akibat penanganan yang sementara dan program yang terkesan monoton itu membuat jumlah pengangguran sulit bisa ditekan. Alamsyah K Kampung Melayu, Jakarta Timur

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Kuswandi, Petrus, Bogor : Aris Basuki (Koordinator), M. Ibrahim, Depok : Rajif Nugroho, Tangsel : Novi Revolusiana, Iklan : Emiliana, Sirkulasi : D. Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk, Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 24 Agustus 2015

6

PSMS Ditahan Imbang Kalteng Putra MEDAN - PSMS Medan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Kalteng Putra pada lanjutan kompetisi Piala Kemerdekaan grup A di Stadion Teladan Medan, kemarin. PSMS Medan yang sejak awal bertekad meraih poin penuh demi mengamankan posisi puncak klasemen sementara grup A, bermain dengan cepat untuk meraih gol. Permainan cepat dengan sentuhan satu dua oleh anakanak asuhan Suharto AD itu cukup merepotkan barisan pertahanan Kalteng Putra. Sistem sapu bersih pun dilakukan barisan belakang Kalteng Putra menghalau semua bola yang datang, demikian juga kiper Randi Soeprapto harus jatuh bangun demi mengamankan gawangnya dari kebobolan. Keasyikan menyerang, justru PSMS ketinggalan lebih dahulu pada menit ke-19 melalui tendangan bebas yang dilakukan penyerang Kalteng Putra,Heru Setyawan. Petaka bagi PSMS itu berawal ketika pemain bertahan PSMS Medan malakukan pelanggaran terhadap salah seorang pemain Kalteng Putra hanya satu meter di luar kotak terlarang PSMS. Heru Setyawan yang dipercaya sebagai penendang bola dengan sukses menyarangkan bola ke sudut kanan atas

gawang, sementara jangkauan kiper PSMS Guntur Pranata gagal menepis datangnya bola. Pada menit ke-33, Heru Setyawan nyaris menggandakan keunggulan untuk Kalteng Putra, juga melalui tendangan bebas, namun wasit menganulir gol tersebut. Dianulirnya gol itu sempat membuat protes pemain-pemain Kalteng Putra, namun wasit Nopendri tetap kukuh dengan keputusanya. Kondisi ini sempat membuat emosi pemain-pemain Kalteng Putra naik hingga membuat jalannya pertandingan semakin panas. Namun hingga berakhirnya pertandingan babak pertama, kedudukan 1-O untuk Kalteng Putra tetap tidak berubah. Pada babak kedua, tempo permainan kedua tim sedikit melambat, akibatnya hingga 15 menit berjalan tidak ada satu pun peluang diciptakan kedua tim. Pada menit ke-60 Kalteng Putra harus kehilangan satu pemain bertahannya Wahyu Hendra, akibat diganjar kartu merah setelah mendapatkan dua kartu kuning. Keunggulan satu pemain itu, ternyata belum bisa dimanfaatkan PSMS untuk menyamakan kedudukan, ditambah lagi Kalteng Putra menerapkan pola bertahan secara berlapis dan hanya mengandalkan serangan balik. PSMS baru dapat men-

yamakan kedudukan pada menit ke-74 melalui tendangan keras Wiganda Pradika yang memanfaatkan umpan matang Syaiful Ramadhan. Berhasil menyamakan, kedudukan, pemain-pemain PSMS semakin bersemangat dan terus menggempur barisan pertahanan Kalteng Putra. Namun hingga peluit ditiup wasit tanda berakhirnya pertandingan, kedudukan 1-1 untuk kedua tim tetap tidak berubah. Pelatih PSMS Suharto AD tidak dapat menutupi rasa kecewanya karena timnya hanya mampu menambah satu poin darhi Kalteng Putra, padahal sejak awal pihaknya sudah menargetkan kemenangan atas lawan demi mengamankan langkah ke babak selanjutnya. Rasa kecewa itu ditambah lagi kepemimpinan wasit yang menurut dia kurang jeli dalam mengambil setiap keputusan. “Kita akui lawan cukup cerdik terutama dalam membuatbuang waktu. Sayangnya wasit kurang jeli melihat itu,” katanya. Sementara pelatih Kalteng Putra Eko Tamamie mengaku cukup senang dengan tambahan satu poin itu, karena memang target awal bisa mencuri poin dari PSMS. “Ini sudah sesuai target bisa curi poin. Anakanak menjalankan kewajibannya sesuai posisi masing-masing,” katanya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

LEWATI HADANG – Pemain PSMS Medan Fiwi Dwipan (tengah) berusaha melewati hadangan pemain Kalteng Putra FC Erick Sanaen (kanan) saat pertandingan Piala Kemerdekaan Grup A, di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, kemarin. Kalteng Putra FC menahan imbang tuan rumah PSMS Medan dengan skor 1-1.

Manajemen dan Suporter Bali United

Siap Meriahkan Piala Presiden JAKARTA - Jelang perhelatan Piala Presiden yang diikuti hampir seluruh klubklub ISL pada 30 Agustus mendatang, manajemen dan suporter klub Bali United selaku tuan rumah pembukaan, siap memberikan tontonan dan kenyamanan yang maksimal bagi para peserta. Langkah ini dilakukan, setelah sekian lama tertundanya perhelatan kompetisi yang bentuknya hampir menyerupai kompetisi ISL. Bahkan kesiapan menjadi tuan rumah langsung disambut dengan positif oleh CEO Bali United Yabes Tanuri, dan akan berusaha menyiapkan yang terbaik termasuk meningkatkan potensi olahraga di Bali. “Kebetulan kita juga kota pariwisata, tapi pastinya tidak serta merta akan sempurna, kekurangan set-

Kerja Tim Transisi

Dinilai Masih Lamban

JAKARTA - Pekerjaan Tim Transisi masih lamban dalam menangani sejumlah kasus penganiayaan yang dilakukan pemain terhadap wasit di turnamen Piala Kemerdekaan. Tercatat tim bentukan Kemenpora tersebut terlihat membiarkan kasus demi kasus tanpa memanggil pemain yang membuat kerusuhan saat pertandingan berlangsung, dan sering diwarnai keributan akibat tidak puas dengan kinerja pengadil lapangan. Menurut salah satu anggota Tim Transisi Zuhairi Misrawi, kasus-kasus yang terjadi di turnamen Piala Kemerdekaan sudah ditangani Komisi Disiplin (Komdis) bentukannya, tetapi dirinya mengaku tidak hapal siapa-siapa anggota Komdis tersebut. “Masalah-masalah yang terjadi di Piala Kemerdekaan sudah ditangani Komdis. Hari ini tadi rapat. Saya tidak hapal siapasiapa anggotanya. Nanti hasilnya akan disampaikan ke publik. Tunggu saja, itu masalahnya enggak banyak kok,” ujar Zuhairi kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Seperti diketahui, beberapa peristiwa terjadi dibeberapa pertandingan, salah satunya pertandingan di Grup D yang mempertemukan Persekap Pasuruan dengan Persebo Bondowoso di Stadion Wilis, Madiun, dimana para pemain Persebo melakukan aksi protes terhadap wasit Masagus karena memberi hukuman penalti, dan akibat tidak puas dengan putusan wasit, pemain menendang dan menarik baju wasit. (pts)

iap manusia pasti ada. Namun terkait dengan bagaimana cara menerima tamu dan segalanya, orang Bali sudah terbiasa. Soal akomodasi kami sudah siap karena punya pengalaman di Bali Island Cup dengan mengundang empat tim,” kata Yabes ketika dihubungi wartawan di Jakarta, kemarin. Yabes juga memastikan, akan memberikan kenyamanan kepada para peserta, termasuk Persija Jakarta, yang akan menjadi lawan pertama Bali United sekaligus laga pembuka Piala Presiden nantin. “Kami juga tentunya siap menyambut wartawan dari ibukota, karena satu group dengan kami adalah Persija Jakarta. Ini tentu akan menjadi pertandingan menarik dan ramai,” ucapnya. Namun, terpilihnya Bali sebagai satu tempat opening ceremony turnamen Piala

Presiden bukan hanya dirasakan Tim dan Manajemen Bali United Pusam, pihak Semeton Dewata, suporter fanatik Bali United juga merasakan perasaan yang sama setelah stadion Kapten Dipta Gianyar dipilih sebagai lokasi opening ceremony dan tuan rumah babak penyisihan grup turnamen Piala Presiden, terlebih lagi suporter telah paham betul bahwa manajemen Bali United mampu mengelola klubnya dengan profesional dan menuju industri sepak bola yang cerdas. Menurut Ketua Semeton Dewata, Ida Bagus Gaga Mahardika alias Gus Casper mengaku, sebagai warga asli Bali, dirinya bangga karena Bali ditunjuk sebagai tuan rumah, dan mendorong Semeton Dewata untuk lebih semangat dalam mendukung dan berjingkrak di

Stadion Kapten Dipta Gianyar 30 Agustus mendatang. “Selaku orang Bali, daerah kami dipilih jadi tuan rumah sangat banggalah. Apalagi manajemen Bali United juga sudah mempersiapkan semua untuk turnamen ini, kami semakin semangat,” jelas Gus Casper. Hal senada juga diakui Pengurus Semeton Dewata Buldog, Gede Suarjaya Gunawan, yang mengaku bangga karena Bali dipercaya jadi tuan rumah, dan Bali United menjadi tuan rumah babak penyisihan grup Piala Presiden. “Kami akan merahkan Stadion Kapten Dipta Gianyar, dan kami akan mendukung kesuksesan pertandingan demi pertandingan untuk nama baik Bali dan Bali United,” tambahnya. (pts)

Persiapan PON XIX

Mencapai 90 Persen JAYAPURA - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di daerahnya yang akan digelar September 2016 nanti, sudah mencapai angka 90 persen. “Di akhir 2015 ini seluruh persiapan PON baik venue maupun kesiapan lainya sudah mencapai 90 persen, di mana 10 persen sisanya akan dilakukan pada tahun anggaran 2016 mendatang,” katanya disela-sela pelantikan pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Provinsi Papua dan Papua Barat di Makodam XVII/ Cenderawasih, kemarin. “Segalanya sedang dipersiapkan, baik fisik dan lainya hingga pada pelaksanaanya nanti,” lanjutnya. Sebagai tuan rumah PON 2016 nanti, kata Kang Aher sapaan

Ahmad Heryawan

akrab Ahmad Heryawan, venue atau lokasi pertandingan disebar di 15 kabupaten/kota. “Meskipun disebar, kebanyakan venue yang disiapkan di pusatkan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi dan Sumedang,” katanya. Mengenai target, kata dia, tentunya harus menjadi juara satu

pada PON tersebut. “Target Jawa Barat sendiri di PON XIX nanti keluar sebagai juara umum, jika di PON Riau lalu kita diurutan kedua, maka di tahun depan harus juara umum,” katanya. Selaku kepala daerah, Kang Aher mengaku mendukung Provinsi Papua sebagai tuan rumah pelaksanaan PON XX pada 2020. “Yah, kita tentunya juga mendukung PON 2020 di Papua, tuan rumah PON, baik Jabar maupun Papua pasti banyak menanggung hal bukan hanya pembiayaan tetapi juga soal sarana prasarana. Tetapi dengan adanya Otsus Papua dan dibantu semua pihak, saya meyakini PON Papua akan sukses dan Jawa Barat juga siap membantu Papua membagi pengalaman selama menjadi tuan rumah PON,” katanya. (ant)


lahraga

7

Suluh Indonesia, Senin 24 Agustus 2015

Milan Dilaporkan

Tertarik Datangkan Balotelli

MILAN - Mario Balotelli dikait-kaitkan dengan kembali ke AC Milan setelah ketua klub Adriano Galliani membicarakan kecintaannya perihal pemain yang kurang cocok di Liverpool itu. Karir klub Balotelli terhambat di Anfield setelah didatangkan ‘Si Merah’ dari Milan pada tahun lalu, dan pemain 25 tahun itu memainkan pertandingan terakhirnya untuk Italia saat Tim ‘Azzurri’ terpuruk pada Piala Dunia di Brazil. Namun dengan mantan pelatih Sampdoria Sinisa Mihajlovic yang kini mengasuh juara Eropa tujuh kali itu, laporan-laporan di Italia mengklaim Balotelli tengah berada di jalan untuk kembali ke klub itu. Galliani mengindikasikan bahwa baik ia dan presiden klub Silvio Berlusconi akan mendukung kembalinya Balotelli ke klub itu. “Beberapa yang dicintai pergi dan kemudian mereka kembali: presiden dan saya merupakan jiwa-jiwa yang romantis,” ucap Galliani kepada Sky Sport. Menurut La Gazzetta dello Sport, Balotelli telah melakukan pembicaraan dengan Mihajlovic dan klub sedang mempersiapkan penawaran untuk meminjam sang penyerang. Peluang kembalinya bintang sarat masalah itu — yang sikapnya di luar lapangan saat masih memperkuat Manchester City turut mendongkrak ketenarannya — mendapat sambutang yang beragam. Pada jajak pendapat yang dilakukan di situs Gazzetta, 74 persen pembaca meyakini bahwa itu merupakan ‘langkah keliru’ untuk klub, di mana hanya 26 persen yang menyetujuinya. Balotelli memulai karir profesionalnya di bawah asuhan Roberto Mancini di Inter Milan, ketika Mihajlovic menjadi asisten pelatih di sana, pada 2007. Ia menghabiskan tiga tahun penuh masalah di Manchester City pada 2010 sampai 2013, periode yang ditandai kelakuan eksentriknya di luar lapangan dan rekor disiplin yang buruk yang membuat dirinya bersitegang dengan Mancini. Balotelli kembali ke Italia, memperkuat rival abadi Inter, Milan, pada Januari 2013, namun ia kemudian dijual ke Liverpool pada musim panas 2014. (ant)

Suluh Indonesia/ap

CETAK GOL - Striker Bayern Munich, Robert Lewandowski (2 dari kiri) usai mencetak gol ke gawang Hoffenheim pada lanjutan Bundesliga, kemarin.

Lewandowski

Amankan Kemenangan Bayern BERLIN - Bayern Munich bangkit dari kemasukan gol pada detik kesembilan yang memecahkan rekor gol tercepat, ketika gol dari pemain pengganti Robert Lewandowski membawa mereka menang 2-1 di markas Hoffenheim pada Sabtu. Juara bertahan Bayern juga harus tampil dengan sepuluh pemain menyusul diusirnya bek Jerome Boateng pada babak kedua. Bayern mendominasi permainan dan sempat memiliki dua peluang yang menghantam tiang gawang, namun mereka memerlukan kecepatan pemain sayap Douglas Costa dan keberanian mencetak gol dari Lewandowski untuk membawa pulang tiga

angka. Penyerang asal Polandia itu memasukkan bola ke gawang menyusul laju bagus dan umpan tarik dari pemain asal Brazil Costa, setelah tuan rumah gagal memanfaatkan penalti pada menit ke-74. Bayern, yang harus kehilangan bek Mehdi Benatia karena cedera pada babak pertama, tersentak ketika pertandingan baru dimulai ketika operan ke belakang yang buruk dari David Alaba menuju Boateng dapat diintersep Kevin Volland, dan penyerang Hoffenheim itu mencetak gol. Gol Volland menyamai rekor gol tercepat di Liga Jerman yang dibukukan oleh pemain Bayer Leverkusen Karim Bellarabi ke gawang Borussia

Dortmund pada musim lalu. Bayern, yang belum pernah kalah dari Hoffenheim dalam 15 pertandingan, secara bertahap menaikkan tempo permainan dan Costa mengirim umpan silang setelah melaju di sisi kiri, kiper Oliver Baumann mampu menyapu bola namun Thomas Mueller mencetak gol dengan memanfaatkan bola pantul empat menit sebelum turun minum. Sepakan jarak jauh pemain internasional Chile Arturo Vidal mengenai mistar gawang pada menit ke-66, dan Baumann menggagalkan upaya Lewandowski ketika Bayern menguasai permainan namun tidak mampu memanfaatkan dominasi mereka.

Boateng mendapat kartu kuning dua kali dalam rentang waktu dua menit, yang kedua karena tangannya menyentuh bola yang membuat timnya harus dihukum penalti, namun eksekusi Eugen Polanski membentur tiang gawang. Hoffenheim kemudian mulai bermain terlalu pasif dan Bayern menebar ancaman pada menit ke-88, ketika Baumann menggagalkan dua peluang milik Lewandowski sebelum Thomas Mueller menanduk bola yang menyerempet mistar gawang. Bagaimanapun, Lewandowski mampu mencetak gol penentu kemenangan setelah pekerjaan bagus yang dilakukan Costa di dalam kotak penalti. Bayern mengoleksi enam

Pedro Cetak Gol

Saat Chelsea Kalahkan West Brom

Suluh Indonesia/ap

DISAMBUT REKAN – Pemain baru Chelsea Pedro disambut rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang West Bromwich Albion pada lanjutan Liga Utama Inggris di The Hawthorns kemarin. Chelsea meraih kemenangan 3-2 pada laga tersebut.

LONDON - Pedro mencetak gol pada pertandingan debutnya ketika juara bertahan Chelsea mengakhiri start buruk mereka dengan

meraih kemenangan 3-2 atas West Bromwich Albion di The Hawthorns pada Minggu. Chelsea — yang hanya mengumpulkan satu angka dari

dua pertandingan pembukaan mereka — berhtung kepada Thibaut Courtois yang menggagalkan penalti James Morisson pada fase awal

pertandingan, sebelum Pedro, yang didatangkan pada pekan ini dari Barcelona, mencetak gol pada menit ke-20. Diego Costa mengonversi tembakan Pedro pada menit ke-30, Morisson menebus kegagalan penaltinya dengan mencetak gol lima menit kemudian, sebelum Cesar Azpilicueta merestorasi keunggulan dua gol Chelsea pada menit ke-42. John Terry, yang dibangku cadangkan untuk pertama kalinya di bawah asuhan Jose Mourinho saat timnya kalah dari Manchester City pada pekan lalu, diusir keluar lapangan akibat menjatuhkan Salomon Rondon, dan meski Morisson mampu memperkecil ketertinggalan untuk menjadi gol keduanya, Chelsea mampu mencatatkan kemenangan perdana musim ini. Pada Minggu malam, Manchester City akan berupaya mempertahankan rekor 100 persen mereka di Goodison Park untuk menghadapi Everton, sedangkan Southampton mengunjungi markas tim promosi Watford. (ant)

angka dari dua pertandingan, jumlah yang sama seperti yang dimiliki Leverkusen yang menang 1-0 atas Hanover 96 berkat tendangan bebas Hakan Calhanoglu. VfL Wolfsburg, runner up musim lalu, memerlukan gol penyama kedudukan dari Nicklas Bendtner untuk bermain imbang 1-1 di markas Cologne, yang unggul terlebih dahulu pada menit ke-30 melalui Simon Zoller. Gelandang serang Kevin De Bruyne, yang merupakan incaran Manchester City, tidak tampil menawan namun ‘The Wolves’ masih mamp u mengantungi empat angka dari dua pertandingan. Schalke 04 bangkit dari tertinggal

satu gol untuk bermain imbang 1-1 melawan tim promosi Darmstadt 98, pemain internasional Jerman Julian Draxler mencetak gol pertamanya dalam sepuluh bulan untuk menyamakan kedudukan saat babak kedua baru dimulai. Hamburg SV mencetak dua gol dalam enam menit terakhir melalui pemain pengganti PierreMichel Lasogga dan Johan Djourou untuk bangkit dari ketertinggalan 12, dan menang 3-2 atas VfB Stuttgart, kemenangan perdana mereka musim ini. Stuttgart harus bermain dengan sepuluh pemain ketika Florian Klein diusir keluar lapangan menyusul dua kartu kuning yang diterimanya pada awal babak kedua. (ant)

Bolt Juara Dunia

Lari Sprint 100 Meter

BEIJING - Atlet Jamaika Usain Bolt memenangi gelar juara lari sprint 100 meter di kejuaraan dunia atletik di Beijing kemarin, melintasi garis finis dengan catatan waktu 9,79 detik untuk menegaskan kembali statusnya sebagai orang tercepat di planet ini. Pelari Amerika Justin Gatlin, sebagai sprinter dalam dua tahun terakhir, finish di posisi kedua dengan waktu 9,80 detik dan meraih medali perak, sementara Andre de Grasse dari Kanada dan atlet Amerika Trayvon Bromell melewati garis finis bersama-sama di tempat ketiga dalam waktu 9,92 detik. Bolt, juara Olimpiade hingga saat ini belum terkalahkan di nomor lari 100 meter atau 200 meter di enam kejuaraan utama dunia setelah kembali sejak 2007, meskipun ia sempat didiskualifikasi dari perlombaan yang lebih pendek di kejuaraan dunia Daegu pada tahun 2011. Pelari berusia 29 tahun itu masih akan berupaya menyapu gelar juara secara berturut-turut dalam kejuaraan dunia di Beijing, setelah menang di Olimpiade 2008, untuk final nomor 200 meter yang dijadwalkan pada Kamis. (ant)

BOGOR

KINI...

Pasang Iklan Baris

CEPAT LAKU Hanya

Rp. 50.000 (10 Baris - 10x Tayang) Hubungi

(0251) 8401018 (021) 5357602

GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat Telp. 021-5357602 Fax. 021-53670771

BISA DIAKSES MELALUI www.bisnisjakarta.com

PASANG IKLAN Hubungi : 021-5357602 Fax : 021-53670771 G.47-Dir


Nasi nal

Suluh Indonesia, Senin 24 Agustus 2015

8

Desa di Lebak

Miliki Dana Atasi Kemiskinan LEBAK - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak Dede Djaelani optimistis desa memiliki anggaran dapat mengatasi kemiskinan juga terbebas dari ketertinggalannya. ‘’Kami komitmen untuk mengatasi kemiskinan dan desa tertinggal itu,” kata Dede di Lebak, kemarin. Selama ini, kemiskinan di Kabupaten Lebak cukup tinggi karena berbagai faktor sehingga pemerintah daerah menggulirkan program ‘Lebak Sejahtera’, ‘Lebak Sehat’ dan ‘Lebak Pintar’. Program tersebut dalam upaya untuk memutuskan mata

rantai kemiskinan. Penyebab kemiskinan di daerah itu akibat buruknya sarana infrastruktur juga minimnya tingkat pendidikan masyarakat, terutama warga yang tinggal di pedesaan. Saat ini, masih banyak ditemukan desa-desa tertinggal yang kondisi infrastruktur buruk, seperti jalan antarlingkungan, jalan antardesa, jembatan, pendidikan dan kesehatan. Karena itu, pihaknya mendukung kebijakan pemerintah Joko Widodo yang mengalokasikan anggaran lebih besar dialokasikan ke daerah. ‘’Kami yakin kesejahteraan

masyarakat desa lebih baik dengan adanya Anggaran Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Pusat itu. Sebab pembangunan itu berdasarkan Musyawarah Rencana Desa (Musrendes),” katanya. Dede mengatakan untuk menerima anggaran pusat melalui DAK maupun Dekon pihaknya sudah mempersiapkan melalui pembentukan Musrenbang. Pembentukan Musrenbang ini berdasarkan usulan dari kecamatan, seperti apa yang menjadikan prioritas pembangunan di wilayahnya masing-masing. (ant)

Anggaran PKH Jatim

Mencapai Rp 17,9 Miliar PASURUAN - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) Jatim sebesar Rp17,9 miliar selesai didistribusikan untuk memberikan penguatan bantalan ekonomi terhadap masyarakat status sosial ekonomi terendah. ‘’Kami akan mendistribusikannya hari ini di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan dengan total anggaran Rp2,4 triliun skala nasional, sedangkan untuk Jatim mendapakan jatah Rp17,9 miliar,” kata Mensos Khofifah Indar Parawansa ke-

tika pencairan dana bantuan PKH di kantor Kecamatan Bangil, kemarin. Ia mengatakan, pencairan dana PKH tersebut untuk memberikan penguatan bantalan ekonomi masyarakat dari 8 persen keluarga dengan status sosial ekonomi terendah yang serentak dibagikan oleh PT Pos pada bulan Agustus di seluruh Indonesia. ‘’Dengan dibaginya pencairan dana PKH, maka di Jatim per hari ini akan selesai 100 persen. Sementara pada saat yang sama, Kemensos sudah mengirim surat ke Kementerian Dalam

Negeri (Kemendagri) agar ada percepatan Surat Perintah Alokasi (SPA) dari Bupati atau Wali Kota ke gudang Bulog, baik subdivre maupun divre,” paparnya. Selain itu, ia menambahkan percepatan SPA raskin dari Bupati atau Wali Kota tersebut untuk raskin bisa didistribusikan mulai per 1 September serentak di seluruh Indonesia agar diharapkan masyarakat yang menerima raskin bisa tenang dan aman akibat kekhawatiran pada saat musim kemarau panjang. (ant)

Suluh Indonesia/ant

KEKERINGAN JATIM - Petani memotong padi yang gagal panen karena kurang air di Pamekasan, kemarin. Data Dinas Pertanian Provinsi Jatim menyebutkan 20.978 hektare lahan pertanian padi dan jagung di Jatim mengalami kekeringan akibat kemarau tahun ini.

Bentrok di Kebumen

Sebelas Warga Cedera BANYUMAS - bentrokan antara prajurit TNI dengan warga yang berunjuk rasa di Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kebumen menimbulkan korban luka-luka. Puluhan warga yang berunjuk rasa itu menolak pemagaran di kawasan Urut Sewu untuk kepentingan TNI. Sedikitnya sebelas petani termasuk Kepala Desa Wiromartan Widodo Sunu Nugroho yang memimpin aksi ini mengalami luka-luka akibat

dipukuli prajurit TNI. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan bahwa TNI dan warga perlu duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan kepemilikan sekaligus penggunaan lahan di kawasan Urut Sewu, Kabupaten Kebumen. ‘’Solusi yang bisa dilakukan dalam waktu dekat adalah kedua belah pihak (TNI-warga) duduk bersama

dengan membawa bukti kepemilikan tanah, kemudian datadata dari masing-masing pihak itu diverifikasi bersama,” kata Ganjar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Menurut Gubernur Ganjar, jika kedua belah pihak yang berseteru itu sama-sama tidak mempunyai bukti kepemilikan yang kuat dan sah, maka akan diambil keputusan politik mengenai peruntukan tanah di kawasan Urut Sewu. ‘’Sebelum-

nya saya sudah memfasilitasi tapi belum ada yang mau untuk duduk bersama dan saya juga pernah meminta kalau eskalasi keamanannya meningkat, semua pihak menahan diri, bikin ‘status quo’,” ujarnya. Selanjutnya, kata Ganjar, salah satu skema penyelesaian adalah pemerintah harus menentukan peruntukan tanah di kawasan Urut Sewu, apakah untuk TNI atau warga. (ant)

48 Warga Tiongkok Diamankan MANGUPURA - Petugas Imigrasi Ngurah Rai, Bali berhasil mengamankan 48 orang warga negara Tiongkok, karena melakukan aktivitas yang mencurigakan di sebuah vila di Jimbaran, Kabupaten Badung. Kakanim Kelas 1 Khusus Ngurah Rai Tieldwight Sabaru, mengatakan, puluhan WNA

asal Tiongkok itu diamankan beserta peralatan elektronik dan sejumlah fasilitas internet. ‘’Dari barang bukti diduga selama berada di Bali, mereka melakukan tindak kejahatan cyber crime berjaringan Internasional,” ujar Tieldwight. Dari 48 orang yang diamankan tersebut, salah seorang di

SUDAH menjadi rahasia umum ilmu spiritual Dayak sangat manjur untuk masalah percintaan, juga bisnis. Salah satu tokoh yang menguasai kesaktian khas Dayak, adalah Bunda Norma yang mewarisi kemampuan sang ayah, suku Dayak Hulu S u n g a i Mahakam. Selain masalah percintaan, Bunda Norma s e r i n g didatangi orang penting yang ingin naik pangkat dan para pembisnis kelas atas. Untuk

Di Yogyakarta

Dua Kabupaten Darurat Air sudah cukup, maka kemudian kami ajukan ke Gubernur DIY,” katanya. Menurut dia, pengajuan perubahan status ke Gubernur DIY tersebut sudah dilakukannya belum lama ini. Setelah disetujui, maka akan diteruskan ke BNPB. ‘’Rencananya Rabu (26/8) atau Kamis (27/8), akan diajukan ke BNPB,” katanya. Enaryaka mengatakan, dengan perubahan status tersebut, dalam meminimalkan risiko bencana kekeringan ini diharapkan semakin maksimal, selain dengan memberikan pasokan air bersih, juga mendekatkan akses sumber air ke

warga. ‘’Bencana kekeringan ini memang sudah banyak dirasakan masyarakat. Tidak hanya di Kabupaten Kulonprogo dan Bantul saja. Namun, juga termasuk Gunung Kidul dan Sleman,” katanya. Ia mengatakan, di Gunungkidul, seperti di Kecamatan Tepus, Rongkop. Sementara, untuk di Sleman, kekeringan terutama di perbukitan Kecamatan Prambanan. Kepala Seksi Data dan Informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Teguh Prasetyo, mengatakan kekeringan ini merupakan dampak dari El Nino. (ant)

Ngurah Rai hingga kini masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk membongkar jaringan para pelaku. Selain para pelaku, dari tangan WNA ini petugas berhasil mengamankan barang bukti seperti, 35 laptop, 85 unit mobile wifi, 27 unit handphone, 59 unit modem. (ant)

SPIRITUAL BUNDA NORMA DAYAK KAL-TIM

Suluh Indonesia/ant

PACUAN KUDA TRADISIONAL - Sejumlah joki memacu kuda menuju garis akhir pada lomba pacuan kuda tradisional Gayo di Lapangan Hasan Gayo Desa Blang Beubangka, Pegasing, Aceh Tengah, Aceh, kemarin. Sebanyak 330 ekor kuda yang mengikuti agenda rutin pacuan kuda tradisional ini.

YOGYAKARTA - Dua kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada musim kemarau ini telah berstatus siaga darurat kekeringan. ‘’Upaya untuk meminimalkan kesulitan air bersih yang dirasakan warga pun akan segera diusulkan ke tingkat nasional, kata Staf Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enaryaka di Yogyakarta, kemarin. Ia mengatakan, dua kabupaten yang saat ini statusnya menjadi siaga darurat kekeringan yakni Kabupaten Bantul serta Kulonprogo. ‘’Syarat minimal siaga kekeringan yakni satu kabupaten. Dua kabupaten

antaranya berasal dari Taiwam dan 47 orang dari Tiongkok. Tieldwight menambahkan, selain melakukan kejahatan berupa cyber crime, WNA asal Tiongkok itu ini juga telah melakukan pelanggaran izin tinggal di Bali. Atas penangkapan ke 48 WNA pihak petugas Imigrasi

Bunda Norma

yang satu ini Bunda Norma Menolak untuk menyebutkan nama orang-orang yang dimaksud. “Pernah datang seorang yang ternyata tokoh pejabat penting, mengutarakan maksudnya agar tembus proyek-nya. Tadinya Bunda tidak percaya didatangi orang sepenting ini. Dengan segenap daya cipta, Bunda memohon kepada Tuhan agar tercapai apa yang beliau inginkan Alhamdulillah, beberapa hari kemudian beliau menelpon dan memberitakan bahwa proyeknya tembus dan sukses besar,” kenang wanita keibuan yang membahasakan ‘Bunda’ kesemua orang yang ditemuinya. Bunda Norma juga dikenal sebagai “penjaga” konser-

konser artis band ternama, sehingga sering keliling Indonesia mendampingi tur konser.Bunda Norma juga siap memberikan Susuk Pemikat, dan Susuk Kharisma, untuk bisnis dan percintaan banyak sekali yang membuktikan: Pemuda bisa dapat pacar cantik, wanita 40 tahun dapat suami, dan seorang pria paruh baya yang ditinggal mati istrinya bisa dapat pasangan lagi. “Kesaktian Dayak ini adalah titipan Yang Maha Kuasa. Dan dengan kehendak-Nya, masalah karir, jabatan dan percintaan 99% pasti bisa tuntas. Sedangkan bagi yang terkena santet, bisa bebas hanya 5 menit,”unjarnya.(nm)

Alamat praktek: jalan Kodau gang Mushola RT.04 RW.13 No.154, Jati Makmur, Pondok Gede. Telpon 021-91584169, 081311326629


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook