HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
16 HALAMAN NOMOR 116 TAHUN KE 13
SUARA NTB
Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com
SABTU, 29 JULI 2017
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Pengemban Pengamal Pancasila LATIHAN - Suasana latihan Orkestra Hamzanwadi
NW, Jalan Ibadah
Menebar Kebaikan
Selong (Suara NTB) – Nahdlatul Wathan (NW) merupakan jalan ibadah, jalan untuk menebarkan kebaikan. Bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah, NW terus bergerak untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa Indonesia. Karena itu, ke depan warga NW harus menggunakan segala potensi, daya upaya yang dimiliki untuk kebaikan umat. ‘’Dari NW untuk Indonesia,’’ ujar Ketua Panitia Hultah NWDI ke-82, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd , Jumat (28/7). Seperti diketahui, Ahad, 06 Dzulqa’dah H/30 Juli 2017, NW yang merupakan organisasi Islam terbesar di NTB, memperingati Hultahnya ke-82 dan
Haul ke-20 Almagfurulah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Pancor, Lombok Timur (Lotim). Hj.Sitti Rohmi yang juga Rektor Universitas Hamzanwadi menegaskan bahwa saat ini, NW sudah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indo-
nesia. Karena itu, ke depan pengurus NW di beberapa wilayah tersebut harus betulbetul bergerak secara optimal. Dan memiliki program kerja yang terukur agar dapat menjadi sebuah kekuatan yang baik dan besar, Bersambung ke hal 13
Hamzanwadi Orkestra Meriahkan Peringatan Hultah NWDI Ke-82 TO K O H
NW Tidak Berpolitik ORGANISASI Nahdlatul Wathan (NW) tetaplah menjadi organisasi. Sebagai organisasi masyarakat (Ormas) bernapaskan Islam, NW tetap berada pada khitahnya. NW tidak berpolitik praktis. Peranan politik itu dilakoni oleh kader-kader terbaik dan mumpuni di NW. Penegasan ini disampaikan H.M. Syamsul Luthfi, menjawab Suara NTB di kediamannya, Jumat (28/ 7) kemarin. Luthfi yang juga anggota DPR RI dan kini menjabat sebagai Ketua Partai Demokrat, Lombok Timur (Lotim) menyatakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namanya parlemen jalanan itu tidak efektif lagi untuk melakukan gerakan perubahan. Bersambung ke hal 13
KO M E N TTAA R
Selong (Suara NTB) – Untuk pertama kalinya, Hamzanwadi Orkestra ambil bagian memeriahkan pelaksanaan Hultah NWDI. Tahun ini di Hultah yang ke82 dan Haul ke-20 Almagfurulah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, orkestra ini akan memulai debut perdananya. Orkestra Hamzanwadi para pemainnya berasal dari mahasiswa Universitas Hamzanwadi di bawah Pr-
ogram Studi Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik). Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mengungkapkan bahwa tampilnya Hamzanwadi Orkestra dalam peringatan Hultah NWDI diyakini akan memberikan sua-
sana yang berbeda, selain dilaksanakannya Rakernas, Rakerwil dan Kongres Badan Otonom. ‘’Ditampilkannya Hamzanwadi Orkestra pada puncak peringatan Hultah NW merupakan yang pertama kali,’’ terangnya. Selain itu, keberadaan Hamzanwadi Orkestra ini, Bersambung ke hal 13
MOTIVASI - Rektor Universitas Hamzanwadi, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat memberi masukan dan motivasi kepada mahasiswa Prodi Sendratasik, saat latihan sebelum tampil pada puncak peringatan Hultah NWDI ke-82 di Pancor. (Suara NTB/yon)
Dialog Terbuka Nelayan Bibit Lobster
BNN Sulit Tindak Penyalahgunaan Tramadol
Komnas Menduga Cacat Proses dan Pelanggaran HAM pada Permen-KP
H. Syamsul Luthfi (Suara NTB/dok)
Jika Layak Bisnis PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong Pemda untuk mengusulkan proyek yang pola pembiayaannya menggunakan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2017 beberapa waktu lalu, masingmasing daerah termasuk NTB diminta mengusulkan satu proyek pembangunan infrastruktur dengan pola KPBU. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (PUPR) NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (28/7) siang kemarin mengatakan, proyek jalan layang port to port dari Pelabuhan Lembar Lombok Barat Bersambung Wedha Magma Ardhi ke hal 13 (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengeluarkan pendapat awal terhadap masukan dan saran dari nelayan bibit lobster, tentang Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) No. 01 tahun 2015 dan Permen-KP No. 56 tahun 2016. Pendapat awal Komnas HAM, patut diduga cacat proses pada Permen-KP tersebut. Juga ada dugaan pelanggaran HAM dari Permen-KP ini. Hal itu disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution setelah mendengar keluh kesah nelayan bibit lobster pada Dialog Terbuka Nelayan Lobster bersama Komnas HAM RI, Bersambung ke hal 14
(Suara NTB/ron)
DIALOG - Para narasumber pada dialog terbuka
Mataram (Suara NTB) Meski pun sudah menimbulkan banyak korban gangguan jiwa, peredaran tramadol sulit dicegah apalagi ditindak. Walaipun efek yang ditimbulkan juga sama dengan sabu, Badan Narkotika Nasional (BNN) pun sulit melakukan penindakan karena belum ada dasar hukum. Dalam Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, tramadol belum termasuk dalam jenis baru sebagai zat adiktif yang berbahaya apabila disalahgunakan. Menurut Kabid Pemberantasan BNN Provinsi NTB, AKBP Denny Priadi, S.Sos, secara nasional ada sekitar 65 narkotika jenis baru. Dari jumlah itu, 45 jenis dimasukkan dalam klausul larangan sesuai Undang Undang Narkotika. Bersambung ke hal 13
Tinggi, Angka Pernikahan Dini di Lima Kabupaten di NTB Mataram (Suara NTB) – Angka pernikahan dini di NTB mengalami peningkatan dibanding tahun 2015. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menemukan, angka pernikahan dini atau perempuan yang menikah di usia 10-19 tahun di NTB tahun 2016 meningkat menjadi 51,19 persen. Padahal, tahun 2015, angkanya sebesar 34,90 persen. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB NTB, Dini Hariati, S.Sos, SKM mengatakan, meningkatnya angka pernikahan dini ini juga dapat dilihat dari rata-rata usia kawin perempuan yang juga mengalami penurunan. Tahun 2015, rata-rata usia kawin perempuan di NTB 20,35 tahun, menurun menjadi 20,15 tahun pada 2016. ‘’Sekarang angka pernikahan dini naik menjadi 51,19 persen. Ini tantangan kita sangat berat. Sehingga separuh lebih dari pernikahan itu adalah pernikahan di umur 10-19 tahun,’’ kata Dini ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (28/7) siang kemarin. Ia mengungkapkan, ada lima kabupaten di NTB yang masih tinggi angka pernikahan dini. Yakni Lombok Timur 41,86 persen, Lombok Tengah
40,80 persen, Lombok Barat 38,37 persen, Lombok Utara 36,57 persen dan Dompu 30,67 persen. ‘’Jadi, sekarang yang kita garap untuk mengejar target itu pada lima kabupaten tersebut. Mereka yang paling tinggi usia kelompok umur usianya yang masih tinggi pernikahan dini,” ungkapnya. Dini menjelaskan, faktor ekonomi dan masalah pengangguran menjadi penyebab masih tingginya pernikahan dini. Ia mengatakan, umumnya pernikahan dini ini dilakukan oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Karena faktor ekonomi, orang tua terpaksa menikahkan anaknya. Kemudian ada juga akibat putus sekolah. Kemudian juga faktor yang mendominasi pernikahan dini baik di perkotaan dan pedesaan adalah pengaruh media sosial. Dari perkembangan media sosial, kata Dini berdampak terhadap perubahan tata nilai. Seperti pergaulan bebas dan hamil sebelum menikah. Di samping itu, faktor lainnya yang tidak bisa dipungkiri adalah budaya terutama di Pulau Lombok. Di mana, kata Dini adanya anggapan di masyarakat jika tidak segera menikahkan anak perempuannya maka akan menjadi perawan tua. Anggapan seperti ini masih banyak di masyarakat. Bersambung ke hal 13
PERSENTASE RATA-RATA USIA KAWIN PERTAMA PEREMPUAN UMUR 10-19 TAHUN-PROV. NTB TAHUN 2015
No. KAB/KOTA
% Rata-rata usia kawinpertama perempuan umur 10-19 tahun
Peringkat
1
KOTA MATARAM
26,32
7
2 3.
LOBAR LOTENG
38,37 40,80
3 2
4 5
LOTIM KLU
41,66 36,57
1 4
6
SUMBAWA
23,60
8
7 8 9
KSB DOMPU
28,23 30,67
6 5
KAB. BIMA
22,86
10
10
KOTA BIMA NTB
23,40 34,90
9
Tabel lima kabupaten di NTB yang masih tinggi angka pernikahan dini (Sumber : DP3AP2KB NTB)
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Hadiah Hanya Rp 300 Ribu LINGKUNGAN Karang Baru Selatan, Kelurahan Karang Baru mendapat juara tiga lomba beduk tingkat provinsi saat malam takbiran Idul Fitri beberapa waktu lalu. Namun peserta kecewa karena hadiah lomba setingkat provinsi tersebut sangat kecil yaitu hanya Rp 300 ribu. “Kurang sekali, apalagi sekelas provinsi sampai Rp 300 ribu untuk juara tiganya,” kata Kepala Lingkungan Karang Baru Selatan, M. Taufik Hi(Suara NTB/ynt) dayat, Jumat (28/7). M. Taufik Hidayat Menurutnya hadiah lomba di tingkat Kota Mataram jauh lebih besar dibandingkan provinsi. Karena lingkungannya juga disebutkan Taufik mendapat juara dalam lomba takbir keliling tingkat Kota Mataram. “Kalau kota di samping uang pembinaan ada hadiah berupa perlengkapan masjid. Tapi ini provinsi, semoga bisa menjadi evaluasi ke depannya, sehingga tidak ada keluhan ke depannya,” jelasnya. Lomba beduk yang diselenggarakan itu menurutnya berkaitan dengan syiar agama. Taufik mengatakan kegiatan seperti itu juga harus didukung dengan sungguh-sungguh. “Syiar kita itu perlu dihargai juga karena ini merupakan kafilah yang kita bawa. Kafilah ini hampir seluruh lapisan masyarakat di lingkungan yang kita bawa,” jelasnya. Ia menambahkan tak ada hadiah lain selain uang Rp 300 ribu. “Syiar ini seharusnya kita enggak usah pelit. Di samping syiar ada pembinaan untuk remaja masjid yang sangat bermanfaat untuk remaja masjid itu sendiri. Jadi jangan pelit kita mengeluarkan uang untuk syiar,” sambungnya. Menurut Taufik jika kegiatan yang berkaitan dengan hiburan semata kelihatan lebih mewah dan anggarannya besar, maka kegiatan syiar agama juga harus demikian, khususnya dalam hal penyediaan hadiah. Karena kecilnya nilai hadiah yang diterima, warganya tidak ingin lagi ikut lomba di tahuntahun yang akan datang. “Sampai begitu komentarnya yang membuat kami agak gimana, padahal ini syiar,” jelasnya. Hadiah uang tersebut disampaikan Taufik digunakan untuk kegiatan silaturahmi remaja dan warga yaitu mengadakan kegiatan pesiar gubuk. (ynt)
Investor Sangat Diperlukan KETUA DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., menyarankan Pemkot Mataram untuk membangun komunikasi kembali dengan investor Korea Selatan yang berencana menjalin kerjasama dengan Pemkot Mataram dalam bidang penanganan sampah. Ini menyusul kabar ketidakjelasan kelanjutan kerjasama Pemkot mataram dengan investor asal Korsel. Padahal sebelumnya investor asal negeri gingseng itu telah melakukan ekspose di hadapan jajaran Pemkot Mataram. ‘’Saya yakin investor ini (Suara NTB/dok) punya perwakilan di MatH. Didi Sumardi aram. Apalagi kalau Pemkot Mataram langsung berhubungan dengan investor bersangkutan,’’ ujar Didi menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Jumat (28/7). Bukan berarti Pemkot Mataram curiga terhadap investor tersebut. ‘’Jadi, itu adalah bentuk kehati-hatian,’’ cetusnya. Karena seperti diketahui, investor yang pernah berencana melakukan investasipun bisa gagal. Kendati demikian, Didi memandang, Pemkot Mataram tidak perlu memberikan batas waktu, sepanjang komunikasi dua arah tetap terjaga. Karena bagaimanapun juga, investor yang akan berinvestasi di Mataram, sangat dibutuhkan. ‘’Bukan berarti semua investor dibukakan karpet merah tanpa seleksi,’’ demikian politisi Golkar ini. Ia tak menampik, Pemerintah tentu sangat senang dengan kehadiran investor. Kehadiran investor, lanjut Didi sangat diperlukan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat. ‘’Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Jadi pemerintah wajib bersinergi dengan investor,’’ ungkapnya. Namun yang harus dipastikan, sambung Didi, adalah bentuk investasinya harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat atau haluan pembangunan di Kota Mataram. Terhadap investor Korsel yang ingin berinvestasi dalam hal penanganan sampah, dianggap sangat penting. Itu sangat korelatif dengan kebijakan Pemkot Mataram. Sebab, di Mataram sampah membutuhkan penanganan yang serius. Hal tersebut sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat secara baik. Faktanya, penanganan sampah belum maksimal. Factor penyebabnya, ada empat. Pertama karena kekurangan dana, kedua kekurangan fasilitas, ketiga kurang personel dan keempat masih rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, kalau berbicara sistem, penanganan sampah harus disesuaikan dengan empat hal itu. ‘’Menyadari hal itu, di sanalah pentingnya investor,’’ cetusnya. Meski konsep penanganan sampah yang ditawarkan investor Korsel itu berbanding terbalik dengan pola yang diterapkan Pemkot Mataram, yakni angkut buang, namun ia yakin hal itu masih sejalan dengan keberadaan kendaraan angkutan sampah roda tiga. (fit)
SUARA MATARAM
Halaman 2
Pemkot akan Aktifkan Kembali Posko di Pasar Panglima Mataram (Suara NTB) – Kegiatan transaksi prostitusi diduga masih berlangsung di kawasan Pasar Panglima atau lebih populer dengan sebutan pasar beras. Pada 2015 lalu telah dibuat posko dan tim terpadu yang tiap malam berjaga di kawasan itu. Namun sejak setahun terakhir, tim terpadu tak lagi aktif berjaga. Karena itulah Pemkot Mataram berencana mengaktifkan kembali posko tersebut. “Kita akan mengaktifkan kembali posko yang ada di Pasar Panglima,” kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, SE.,MM, Jumat (28/7). Untuk mengaktifkan kembali posko ini, akan dilibatkan berbagai pemangku kepentingan salah satunya Linmas. “Kita punya tenaga Linmas di 325 lingkungan. Saya kira Linmas yang
ada di wilayah Cakranegara bisa kita ajak bersama-sama di posko yang akan kita hidupkan kembali,” jelasnya. Pengaktifan kembali posko terpadu ini menjadi salah satu opsi menangani dugaan masih maraknya prostitusi di Kota Mataram khususnya di Pasar Panglima dan beberapa pasar lainnya. Martawang mengatakan pekan depan pihaknya
akan segera membahas persoalan ini bersama instansi terkait. Dan saat rapat itulah akan diputuskan opsi apa saja yang akan diambil untuk mengatasi persoalan sosial itu. “Minggu depan kita akan pertemuan stakeholders organisasi perangkat daerah dan stakeholders lainnya yang terlibat untuk penanganan beberapa titik untuk penciptaan
Umum dan Penataan Ruang. Padahal sebelumnya, PT. LR di tahun 2016 lalu mengerjakan paket proyek milik Dinas Kesehatan. Pihak ketiga ini memenangkan tender pembangunan dan rehab Puskesmas Ampenan dengan nilai penawaran Rp 2,4 miliar. Proyek ditargetkan tuntas sebelum 31 Desember. Tapi, hingga kontrak berakhir pekerjaan baru tuntas 70 persen. Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan menjatuhkan sanksi berupa denda keterlambatan dan memperpanjang waktu pengerjaan selama 50 hari. Penambahan wak-
(Suara NTB/dok)
Lalu Martawang tukan-peruntukan yang berbeda,” kata mantan Kepala Bappeda ini. Dengan demikian masyarakat bisa merasa aman dan nyaman bertransaksi di dalam pasar tradisional. (ynt)
(Suara NTB/ynt)
SEMRAWUT - Pedagang di Pasar Kebon Roek masih semrawut, khususnya yang berjualan di bawah tangga dan lahan parkir.
Pasar Kebon Roek Masih Semrawut Mataram (Suara NTB) – Kondisi Pasar Kebon Roek, Ampenan masih semrawut karena masih banyak pedagang yang berjualan di lahan parkir dan bawah tangga pasar. Sampai saat ini para pedagang ini belum juga dipindah ke lantai satu sebagaimana direncanakan sejak dua pekan lalu. Terkait hal ini, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, S.Pi.,MM menyampaikan pihaknya tidak ingin menertibkan pedagang dengan tergesa-gesa, tapi harus melalui perencanaan matang dan juga sosialisasi.
“Enggak mau gupuh-gupuh, nanti salah. Kita enggak mau grasah-grusuh. Karena kita enggak mau begitu kita sudah pindah, mereka balik lagi,” jelasnya kepada Suara NTB, Jumat (28/7). Alwan mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi. Dalam tahapan itu, pihaknya menunjukkan seraya menjelaskan kepada para pedagang terkait lokasi baru penempatan mereka. Beberapa pola penataan juga disampaikan kepada para pedagang sehingga mereka bisa mengerti akan rencana tersebut. Di samping itu juga,
pihaknya mempertimbangkan masukan-masukan dari para pedagang. “Kita tunjukkan mereka tempat baru bagaimana polanya, aspirasi mereka juga. Saya tidak ingin menutup usaha mereka, biar berisi juga di atas. Win-win solution,” jelasnya. Agar setelah dipindah para pedagang tetap konsisten berjualan di lantai satu, Alwan mengatakan lantai satu akan khusus ditempati pedagang yang menjual satu jenis dagangan saja seperti sayur, daging, ikan, dan lainnya. Namun hingga saat ini belum diteta-
pkan pedagang apa yang akan dipindah ke atas. Karena jika dipindah semua, kapasitas lantai satu tak akan mencukupi untuk semua pedagang. “Kalau semua enggak bisa karena itu berbagai macam produk itu, ada daging, ayam, sembako, sayur-sayur, makanya akan dipilih sesuai komoditinya saja. Nanti kita pilih, kita data dulu semuanya kira-kira jumlahnya berapa,” jelasnya. Kapasitas bangunan lantai satu dapat menampung 160 pedagang sementara jumlah pedagang yang berjualan di bawah sekitar 200 orang. Penertiban pedagang ini
ditargetkan rampung pada pekan depan. Sementara di akhir pekan ini, Alwan menyebut akan memindahkan para pedagang nasi yang mendirikan lapak liar di sisi pagar tembok pasar. “Dagang nasi atau warung depan pagar itu sanggupnya mereka hari Minggu ini akan dipindah. Itu sudah sanggup semua dipindah, sosialisasi sudah. Pedagangnya lagi kita siapkan di atas karena di atas masih ada yang bocor kita akan lihat mana saja pedagang yang akan kita naikkan, kita data dulu semua,” demikian Lalu Alwan Basri. (ynt)
Pedagang Enggan Dipindah Meningkat, Sengketa Naker di Mataram ke Lantai Satu Mataram (Suara NTB) – Sebagian besar pedagang di Pasar Kebon Roek yang berjualan di bawah tangga atau lahan parkir enggan dipindah ke bangunan lantai satu. Rencananya dalam waktu dekat Dinas Perdagangan Kota Mataram akan memindahkan mereka sehingga tak lagi semrawut. Keengganan beberapa pedagang ini karena menurut mereka, jika pedagang di atas maka pembeli akan semakin berkurang yang tentunya akan berdampak besar terhadap pendapatan mereka. “Kalau bisa jangan (dipindah). Di bawah saja sepi orang belanja, apalagi di atas. Ndak ada yang belanja nanti kalau dipindah ke atas,” kata salah
seorang pedagang ikan, Fauziah kepada Suara NTB, Jumat (28/7). Fauziah mengatakan telah dua tahun terakhir berjualan di bawah tangga. Ia mengeluh belakangan ini pendapatannya menurun karena pembeli sepi. Karena itu ia khawatir jika naik ke atas tak ada pembeli yang belanja. “Sepi sekarang ini. Saya bawa udang 3 kilogram saja masih banyak. Apalagi kalau pedagang di atas, saya khawatir makin sepi,” ujarnya. Ia mengatakan tidak keberatan dipindah dengan syarat semua pedagang di lahan parkir itu dipindah. Jika hanya sebagian yang dipindah, maka banyak juga pedagang yang akan komplain. Karena jika masih banyak pedagang di bawah, pembeli akan malas naik ke atas dan cukup ber-
belanja di bawah. Masukan itu juga menurutnya telah disampaikan ke pihak Dinas Perdagangan yang datang mendata mereka. “Kita sudah didata segala macam, sekarang nunggu keputusan pemerintah,” kata dia. Senada dengan Fauziah, salah seorang pedagang sayur, Istiarah juga mengaku khawatir dagangannya tak laku jika hanya sebagian pedagang yang dipindah ke atas. Jika semua pedagang di bawah itu dipindah, ia tak keberatan juga berjualan di lantai satu. “Harus pedagang di kiri-kanan ini juga ikut dipindah. Kalau cuma sebagian nanti orang lebih memilih belanja di bawah saja. Di atas ndak ada orang yang mau naik,” jelasnya. (ynt)
Rekanan Wanprestasi Kerjakan Proyek Perlu Jadi Catatan Khusus Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana tak ingin proyek fisik dikerjakan oleh rekanan wanprestasi kembali terjadi kasus serupa. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis diingatkan setidaknya harus memberikan catatan khusus. “Nanti ini jadi catatan pemilik proyek untuk bisa memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi,” tegas Mohan, Jumat (28/7). PT. LR seperti diketahui kembali memenangkan tender pembangunan jalan hotmix senilai Rp 4,6 miliar. Pekerjaan ini milik Dinas Pekerjaan
keamanan dan ketertiban di pasar-pasar yang kita miliki,” jelasnya. Hal ini juga sebagai upaya menindaklanjuti laporan masyarakat terkait masih berlangsungnya transaksi prostitusi di tempat tersebut. “Itu ingin kita tertibkan lalu kemudian kita fungsikan pasar itu sesuai dengan yang seharusnya,” tambahnya. Martawang mengatakan Pemkot Mataram ingin pasar menjadi lebih tertib, bersih, dan bisa sesuai peruntukannya atau dalam arti tidak dimanfaatkan untuk kegiatan negatif. “Pasar itu harus dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. Tidak untuk perun-
tu itu rupanya pekerjaan tidak juga tuntas. Selain PT. LR, ada juga rekanan lainnya CV. NK yang mengerjakan proyek fisik di tahun 2016 tidak tuntas. Dengan sistem Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) yang dilakukan oleh Pemkot Mataram. Artinya, tidak membatasi siapapun untuk mengikuti tender. Sepanjang mekanisme dan aturan telah memenuhi persyaratan. Tetapi perlu jadi catatan khusus bagi SKPD untuk mengawal. Jangan sampai kualitas proyek jadi persoalan kembali. Saat rapat realisasi anggaran, ia melihat persoalan tek-
nis pada proses keterlambatan diakibatkan penyesuaian anggaran. Barang kali, tambahnya, kelengkapan administrasi sehingga menghambat proses tender. Tapi sudah ada komitmen dinas teknis fisik menuntaskan pekerjaan itu selama lima bulan. Mohan menargetkan, awal Agustus seluruh proyek fisik sudah harus mulai berjalan. “Insya Allah, minggu pertama Bulan Agustus semua proyek fisik ini sudah jalan,” tambahnya. Dari hasil evaluasi, ia mengklaim tidak semua berada pada serapan kritis. Sebanyak 19 OPD dari 49 pada posi-
(Suara NTB/dok)
H. Mohan Roliskana si ideal. Sehingga, ia optimis bisa menuntaskan persoalan tersebut tepat waktu. (cem)
Mataram (Suara NTB) Kasus sengketa tenaga kerja (naker) di Kota Mataram mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tercatat hingga Juli 2017 sebanyak 12 kasus ditangani Dinas Tenaga Kerja. Sementara tahun 2016 hanya 15 kasus. Dari 12 kasus tersebut dua di antaranya berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial. Sengketa tenaga kerja ini dominasi ketidaksesuaian gaji diperoleh tenaga kerja serta tunjangan pasca di PHK. Selain itu, persoalan disiplin serta tidak adanya jaminan sosial bagi tenaga kerja. “Yang kita tangani saat ini baru 12 kasus,” sebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Drs. H. Syaiful Mukmin ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/7). Dari 12 kasus tersebut 9 kasus telah diselesaikan di tahap mediasi. Dua lainnya dianjurkan diselesaikan ke Pengadilan Hubungan Industrial karena menuai jalan buntu saat proses mediasi. Kemudian yang satu sedang proses mediasi. Kasus dibawa ke pengadilan dipicu kedua belah pihak saling mempertahankan pendapatan mereka masing - masing. Termohon (perguruan tinggi) menolak permintaan pemohon (dosen, red) mengajar ke perguruan tinggi lainnya. Pihak kampus telah membiayai yang bersangkutan melanjutkan pendidikan ke Strata Dua. “Pengajar ini bersikeras ingin keluar dan mengajar di tempat lain. Pihak kampus kan ndak mau rugi karena sudah keluarkan biaya banyak,” paparnya. Syaiful mengaku tren sengketa tenaga kerja meningkat
(Suara NTB/cem)
H.M. Syaiful Mukmin dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan yang ditangani pada Bulan Juli 2017 sebanyak 12 kasus. Sementara tahun 2016 hanya 15 kasus. Dari 12 kasus tersebut dua diantaranya berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial. Sembilan lainnya telah diselesaikan. Ia mengaku, penyebabnya perusahaan di Mataram semakin banyak kemudian tidak sebanding dengan pendapatan diperoleh oleh pekerja. Termasuk jaminan sosial yang tidak ditanggung oleh perusahaan. Dalam penyelesaian sengketa tenaga kerja, Dinas Tenaga Kerja melakukan proses mediasi dengan cara bipatrit dan tripatrit. Kedua belah pihak yang dikonfrontir satu persatu kemudian dipertemukan untuk mencari solusi. “Proses pemanggilan pertama, kedua, dan seterusnya,” ucapnya. Pihaknya mengidentifikasi bahwa sengketa tenaga kerja yang terjadi, tidak terlepas antara perusahaan dan pekerja tidak mengetahui standar kerja perusahaan. Sehingga muncul perselisihan antar kedua belah pihak. (cem)
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3 (Suara NTB/bul)
SAPI - STOK sapi yang berpotensi menjadi sapi potong.
1.397 Pelanggan Manfaatkan Promo
Stok Hewan Kurban Dijamin Aman Mataram (Suara NTB) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB menjamin ketersediaan stok untuk sapi potong hewan kurban tercukupi. Karena surplus stok, pemerintah daerah sekaligus tetap percaya diri merekomendasikan pengiriman sapi potong keluar daerah. Dalam setahun, kuota sapi potong yang direkomendasikan oleh Dinas Nakeswan Provinsi NTB, 130.000 ekor. Sementara kebutuhan dalam daerah maksimal 70.000 ekor. Ada ketersediaan hingga 60.000 ekor di luar kebutuhan. “Ketersediaan 60.000 ekor itu masih banyak sisanya, kalaupun dikurangi dengan kebutuhan potong untuk hewan kur-
ban. Soal harga, kita tidak bisa intervensi, pengaruh psikologis pasar,” kata Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB, drh. H. Aminurrahman, M.Si., menjawab potensi kenaikan harga sapi hidup saat musim haji. Kepala dinas mengatakan, dari perhitungan kebutuhan dan cadangan sapi di dalam daerah inilah, tahun 2017 diberikan rekomendasi pengir-
iman sapi potong 35.000 ekor. Beberapa daerah yang permintaannya tinggi untuk sapi potong asal NTB, diantaranya seluruh provinsi di Kalimantan, seluruh provinsi di Sulawesi, Jawa Barat dan Bekasi. Termasuk untuk bibit, dalam setahun potensi penambahan sapi bibit di NTB mencapai 30an ribu ekor. Karena itu, rekomendasi untuk memenuhi per-
mintaan sapi bibit di beberapa daerah lainnya di Indonesia, dibatasi hanya 10.000 ekor. Sisanya untuk pelestarian kata H. Aminurrahman. “Cadangan sapi potong dan bibit kita cukup memadai, tidak perlu dikhawatirkan stok untuk musim haji,” tegasnya. Khusus untuk kebutuhan hewan ternak musim haji, dia menambahkan Disnakeswan Provinsi NTB sudah bersurat ke kabupaten/kota untuk melakukan pemeriksaan titiktitik penjualan hewan kurban. Sekaligus memeriksa titik-titik pemotongan. Hewan kurban yang akan dipotong, harus
benar-benar dipastikan tidak terjangkit penyakit. Karena itu, pemeriksaan kesehatan hewan harus dilakukan lebih awal. “Karena hewan-hewan kurban yang dijual datang dari berbagai asal, harus diantisipasi jangan sampai ada yang membawa penyakit, kemudian menularkannya kepada ternak yang lainnya. Yang kita khawatirkan, jangan sampai ada penyakit yang ditularkan ke manusia,” imbuhnya. Disnakeswan dalam waktu dekat akan membentuk tim untuk memeriksa seluruh hewan-hewan yang akan dijadikan kurban. (bul)
Komisi ”Guide” Masih Jadi Perdebatan Gapensi NTB Tahan Izin Tender 16 Kontraktor
Mataram (Suara NTB) Komisi guide (pramuwisata) hingga kini masih menjadi perdebatan. Belum ada jalan tengah agar sektor pariwisata NTB kondusif. Media ini mendapat laporan keluhan dari pengusaha lokal, terkait keberadaan guide yang meminta komisi cukup besar hingga 40 persen. Ada perang bisnis antara pelaku usaha besar dengan pelaku usaha kecil di sektor pariwisata. Keberpihakan guide-guide lokal terhadap pemilik usaha industri kerajinan lokal yang notabene pemberi komisi paling besar menjadi keluhan. Sebab
Terendah, Tingkat Pemotongan Sapi Betina Produktif di NTB Mataram (Suara NTB) NTB termasuk provinsi dengan tingkat pemotongan sapi betina produktif terendah. Angkanya Tercatat di bawah dua persen. Berbeda halnya dengan provinsi-provinsi lainnya dengan tingkat pemotongan sapi betina produktifnya mencapai 10 sampai 15 persen, kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, drh. H. Aminurrahman, M. Si. Sosialisasi dan penga(Suara NTB/bul) (Suara NTB/bul) wasan bersama Polri dilakuErwin CR Aminurrahman kan sejak tahun 2015 lalu. haman kepada masyarakat tentang kebijakan peBabinkamtibmas yang tersebar di masingmerintah ini. Jikapun ada diantaranya yang sanmasing desa dan kelurahan, ikut mengawasi gat terdesak untuk memotong betina produktif, dan memberikan pemahaman kepada pemilBabinkamtibmas juga berperan menengahinya, ik ternak untuk tetap menajaga mesin produkagar tak terjadi. Misalnya, dengan mencarikan dosi populasi ternak ruminansia (sapi, kerbau). nator yang membeli ternak betina siap potong itu. Kepala dinas mengatakan, di beberapa Tindakan selanjutnya adalah repressive (penedaerah, pemotongan sapi betina menjadi gakan hukum), bagi yang diketahui melanggar masalah. Itulah yang tidak diinginkan peketentuan dapat dikenakan pidana. merintah agar produksi sapi tak tergerus. “Nanti tim Reserse yang akan melakukan tinYang dikhawatirkan dampaknya adalah dakan, bila ada yang diketahui semena-mena ketergantungan terhadap daging impor. memotong sapi betina produktif. Ada itu daerah “Petugas dan kepolisian sudah jalan memyang dilakukan penegakan hukum, ada kita tebantu pengawasan di rumah potong. Imbauan mukan di Bali, ternak betina produktif yang - imbauan dilakukan setelah ada karjasama sudah bunting dipotong,” imbuhnya. Kementerian dengan Baharkam,” ujarnya. Ancamannya sudah diatur cukup jelas, sankKepada Suara NTB di ruang kerjanya si hukumnya sesuai UU 41 Tahun 2014 bahwa Jumat (28/7), H. Aminurrahman mengayang melakukan pemotongan ternak betina takan, pemotongan sapi betina produktif produktif secara semena-mena, diancam pendi NTB tak sampai dua persen. Atau sekijara 1 tahun sampai 3 tahun, dan denda Rp 100 tar 1.400 ekor yang dipotong, dari total juta sampai Rp 300 juta. (bul) sapi potong setahun sebanyak 70.000 ekor. Sehari sebelumnya, Tim Satgas Ketahanan Pangan dari Mabes Polri, Kombes. Pol. Drs. Erwin CR., SH., M.Hum di selasela sosialisasi pengendalian pemotongan Jumat, 28/07/17 ruminansia betina produktif tingkat Provinsi NTB mempertegas pengawasan yang akan dilakukan dalam rangka meminimalisir pemotongan ruminansia produktif. Mabes Polri melalui Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri, menggerakkan seluruh jajaran di bawahnya, Polda, Polres, Polsek, hingga Babinkamtibmas. Analis Binmas Baharkam Mabes Polri ini mengatakan, pemerintah sudah mencita-citakan swasembada pangan (daging) pada 2019 mendatang. Selama ini, Indonesia masih mengandalkan daging impor untuk kebutuhan dalam negeri. Polri sudah bekerjasama dengan Kementerian Pertanian. Dalam hal ini, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian di Wakili Komjen.Pol. Drs. Putut Eko Bayuseno, S.H dengan Drh. I Ketut Diarmita MP mewakili Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan membentuk Satgas Pangan. Sapi-sapi betina produktif menurutnya tidak diperbolehkan di potong sembarangan. Kecuali, untuk kegiatan keagamaan atau penelitian dan pemuliaan, sapi betina mandul, sudah melahirkan enam kali, sakit. Dua cara pengendalian pemotongan ruminansia produktif. Yakni tindakan preventive (pencegahan) dengan menggerakkan para Babinkamtibmas untuk memberikan pema-
(Suara NTB/bul)
PASAR SENI - Pasar seni Lombok Barat dikunjungi wisatawan mancanegara belum lama ini. pengusaha –pengusaha kecil yang tak kuat menyiapkan komisi besar kepada guide, secara otomatis jangan berharap sentra usahanya akan dikunjungi wisatawan, apalagi berbelanja. “Bahkan keluhannya, ada pengusaha yang meminta kalau datang jangan bawa guide, biar harga barang yang diterima lebih rendah,” kata sumber ini kepada Suara NTB. Jika persoalan ini tak kunjung ditertibkan, percuma menurutnya pemerintah melakukan pembinaan kepada pelaku-pelaku usaha industri lokal. Sebab keberpihakan guide dan wisatawan, hanya kepada mereka yang berani memberikan fee paling besar. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/7) mengaku kerap menerima keluhan-keluhan seperti itu. Karena itulah, ia berencana akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTB sebagai leading sector. “Silahkan ada fee, itu wajar, tetapi harus rasional, kalau 10 sampai 15 persen tidak masalah. Tapi kalau 40, apalagi sampai 50 persen, itu tinggi sekali,” ujarnya. Jangan karena persoalan fee kepada guide, lantas pelaku industri usaha kecil lainnya menjadi collapse, akibat tak siap bertarung dengan pelaku usaha industri besar lainnya yang memberikan fee kepada guide dengan persentase tinggi.
“Kita terus melakukan pembinaan agar industri-industri kita tumbuh. Nanti kita duduk bersama dengan pihak-pihak terkait, kalau ada pelanggaran yang dilakukan oleh guide dalam hal pemberian fee ini, sepenuhnya kita akan serahkan kepada Pol PP,” demikian Eva. Ditempat erpisah, Ketua HPI Provinsi NTB, Dr. Ainuddin, SH, MH., mengklarifikasi pemahaman antara fee guide dengan komisi guide. Guide fee, diterangkan sebagai imbalan (honor) yang diberikan oleh perusahaan travel atas kerjasama guide yang melakukan guiding pada tamu-tamu (wisatawan) yang dikelola oleh pihak travel. Besarannya, tergantung kesepakatan antara perusahaan (travel) dengan guide. Selanjutnya komisi guide, adalah pemberian pemilik art shop atau sejenisnya, kepada guide yang mengantar tamu ke sentra usahahanya. Inilah yang menjadi perdebatan soal besaran komisi yang berlaku. “Komisi ini tidak ada yang mengaturnya. Tergantung berapa yang diberikan pemilik usaha kepada guide, sebagai bentuk terimakasih,” kata pengacara kondang ini. Komisi ini meskipun tak bisa diatur, besarannya disepakati secara kekeluargaan. Jangan sampai karena terlalu tinggi, wisatawan jsutru kapok. HPI menurutnya sangat terbuka untuk berdiskusi dan berdialog, agar persoalan komisi ini tidak menjadi bias. (bul)
Mataram (Suara NTB) Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gepensi) Provinsi NTB, H. Faurani, SE, MBA., menahan Sertifikat Badan Usaha (SBU) 16 anggotanya. Otomatis, perusahaan yang bersangkutan tersandera legalitasnya untuk mengikuti tender. Hal ini dilakukan dalam rangka menghindarkan anggotanya dari persoalan hukum. Penahanan izin tender tersebut, akibat perusahaan tidak menuntaskan proyek yang dimenangkan. “PPKnya melaporkan, bersurat ke Gapensi, ada yang tidak menyempurnakan pekerjaannya. Bagi yang punya masalah, kita tahan SBUnya,” demikian H. Faurani. Sebagai sebuah organisasi, langkah ini menurutnya sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan kepada anggotanya. Bagi yang belum mengindahkan teguran-teguran dari PPKnya, ia menegaskan tetap tak memproses rekomendasi perusahaan-perusahaan dimaksud, untuk mengikuti tender selanjutnya. 16 SBU yang ditahan tersebut, berdasarkan laporan pengaduan belum tuntasnya
(Suara NTB/bul)
PT PLN (Persero) memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menambah daya listrik dengan harga diskon biaya penyambungan sebesar 50 persen bagi rumah tangga dan 100 persen bagi rumah ibadah melalui program Gemerlap Lebaran 2017. Antusiasme masyarakat Provinsi NTB untuk memanfaatkan promo ini cukup tinggi. (Suara NTB/bul) Sejak diluncurMukhtar kan pada bulan Ramadhan lalu hingga Rabu (26/7) kemarin, PLN Wilayah NTB mencatat 1.397 pelanggan telah memanfaatkan program tambah daya, 84 permohonan diantaranya merupakan rumah ibadah yang mendapatkan diskon sebesar 100 persen. “Ini menandakan kebutuhan listrik masyarakat semakin besar. Saat ini, ketersediaan daya kita sudah surplus,” kata General Manager PLN Wilayah NTB, Mukhtar. Mukhtar menambahkan, melalui Promo Gemerlap Lebaran 2017, PLN memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan daya listriknya dengan biaya yang murah. “Kalau di rumah listriknya sudah tidak cukup, bagaimana mau tambah penggunaan alat-alat elektronik, karena itu lakukan penyesuaian daya,” imbuhnya. Untuk melakukan penambahan daya, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 123 atau melalui website PLN www.pln.co.id. Program Gemerlap Lebaran ini akan berakhir pada 31 Juli 2017. Pertumbuhan kebutuhan listrik di NTB setiap tahun 100 Megawatt dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan kebutuhan ini cukup tinggi. Karena itu PLN juga mengimbanginya dengan memperbanyak pembangkit listrik. Saat ini cadangan daya masih tercukupi, sistem kelistrikan di NTB terbagi menjadi sistem Lombok, sistem Sumbawa dan sistem Bima. Untuk sistem Lombok memiliki daya mampu pembangkit mencapai 260 Megawatt (MW) dengan beban puncak (pengguaan tertinggi) mencapai 220 MW, cadangan daya mencapai 40 MW (flugtuatif setiap hari). Sementara untuk sistem Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 40 MW, cadangan daya mencapai 10 MW (flugtuatif setiap hari). Sementara untuk sistem Bima memiliki daya mampu mencapai 47 MW dengan beban puncak mencapai 42 MW. (bul)
H. Faurani
proyek tahun 2016 yang dilaksanakan. Misalnya, ada atap proyek yang tidak sempurna, pemasangan jaringan kelistrikan, dan sejenisnya. Tidak dituntaskan selama masa pemeliharaan proyek (enam bulan). “Lebih baik saya mengambil langkah ini, ketimbang ada yang mengambil langkah hukum. Harus dibenahi proyeknya seratus persen tuntas, baru direkomendasikan kembali,” imbuhnya. Sebelum-sebelumnya, ada saja, kata orang nomor satu di Gapensi Provinsi NTB ini, kasus-kasus hukum yang membelit anggotanya. Tidak ada lain persoalannya karena proyek yang bermasalah. Halhal semacam itu menurutnya harus terus diminimalisir. Meskipun, setelah disahkannya Undang-Undang konstruksi terbaru, didalamnya digariskan, bila terdapat proyek yang terindikasi “bermasalah”. Ranahnya bukan langsung ditangani oleh Kepolisian dan Kejaksaan, tetapi diselesaikan langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Apakah keputusannya nanti tidak boleh proyek dikerjakan lagi, atau kembalikan lagi kerugian Negara. Kecuali membandel dan diulangi, baru ditangani langsung oleh Kepolisian dan Kejaksaaan,’’ ujarnya. Bagi anggota yang bermasalah dengan hukum, Gapensi menyiapkan lembaga advokasi. “Karena memang yang beneran salah mau kita bantu, tidak semudah itu. Kecuali yang benar, tetapi salah, kita bantu,” imbuhnya. H. Faurani menggarisbawahi, agar anggota Gapensi di seluruh kabupaten/kota, dapat meminimalisir semaksimal mungkin agar proyek-proyek yang dikerjakan tidak “tersandung”. Sebab yang tak kalah penting dilakukan saat ini, kontraktor lokal harus terus berevolusi dengan kemajuan. Agar perannya tak diganti oleh kontraktor luar. (bul)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 4
Kerjasama Dinas Kesehatan Lombok Timur dengan Harian Suara NTB
Kadikes Lotim: Kurangi ”Gadget” untuk Anak-anak Selong (Suara NTB) Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) H. Asrul Sani mengingatkan para orang tua agar memperhatikan kesehatan mata anak-anaknya. Orang tua disarankan mengurangi aktivitas anak-anak menggunakan gadget. Terlalu sering menggunakan gadget akan berpengaruh pada kesehatan mata. Kepada Suara NTB, Jumat (28/7), Kadikes Lotim didampingi Kepala Seksi Gizi Dikes
Lotim, Ibrahim, mengatakan kesehatan mata sangat penting. Terlalu sering kontak dengan cahaya pun bisa berpengaruh besar pada kesehatan mata. Untuk menjaga kesehatan mata, konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan terus dilakukan. Sayur-sayuran berwarna yang mengandung vitamin A ini sangat dianjurkan untuk agar mata tetap sehat dan tidak rabun. Kementerian Kesehatan,
katanya, sudah memprogramkan untuk pemberian vitamin A kepada anak-anak usia 6 bulan sampai dengan 11 bulan dan usia satu tahun atau 12 bulan sampai usia 59 bulan. Pemberian vitamin A untuk kesehatan mata ini diberikan setahun dua kali. Bulan Februari dan Bulan Agustus. “Bulan Agustus nanti akan kembali dicanangkan,” sebutnya. Data pada bulan Februari 2017 lalu, usia 6-11 bulan
diberikan vitamin A warna biru ukuran 100 ribu International Unit, sedangkan usia satu tahun ke atas itu diberikan kapsul warna merah degan kandungan 200 IU. Sudah disasar sebanyak 15.484 orang usia 6-11 bulan, dan usia 12 bulan sampai 59 bulan diberikan sebanyak 91.634 orang. Usia 0-6 bulan ini tidak perlu diberikan, karena sudah cukup kandungan gizi diterima saat konsumsi Air Susu Ibu.
Suplemen mengandung vitamin A ini dinilai sangat penting. Hal ini untuk menjaga generasi-generasi penerus tidak mengalami kebutaan. Vitamin A ini memang bisa diperoleh pada sayur dan buah-buahan. Adanya tambahan vitamin untuk menjaga tetap sehat. Kekurangan vitamin pada makanan bisa ditambah dari vitamin yang diberikan. Pemberian vitamin A ini juga diberikan kepada ibu
yang sedang mnengalami nifas. Diberikan dua kapsul sekaligus pada hari pertama nifas dan hari-hari berikutnya sampai dengan usia 42 hari masa nifas. Terganggunya kesehatan mata menunjukkan terjadinya kekurangan gizi. Kesehatan mata ini juga berkaitan dengan daya tahan tubuh. “Kesehatan mata itu erat kaitannya dengan asupan gizi, sehingga diperlukan tambahan vitamin,” demikian. (rus/*)
(Suara NTB/rus)
H. Asrul Sani
Angkat Muatan Lokal PARA pelaku wisata di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai mengenalkan konsep wisata dengan mengangkat kearifan lokal sejak tahun 1959 silam. Konsep tersebut kini mulai dijadikan program unggulan Kementerian Pariwisata. “Pusat baru memulai, kita di Lotim sudah lama dan bahkan sudah memulai melahirkan produk-produk wisata yang aneh dengan bermuatan lokal,” terang Kepala Bidang Pengembangan Sumber Dana Dinas Pariwi(Suara NTB/rus) sata Kabupaten Lombok Ahyak Modin Timur, Ahyak Modin. Ditemui Jumat (28/7), Ahyak menjelaskan, dulu wisata Lotim sudah mengenal konsep wisata pedesaan. Dimulai di wilayah Desa Tetebatu Kecamatan Sikur. Sebutan homestay katanya sudah lama dilakoni pelaku wisata di wilayah Tetebatu dan sekitarnya. Pembuatan home stay ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Tahun 2017 direncanakan sebanyak 20 ribu homestay mau dibangun. Melalui kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Destinasi wisata yang dikembangkan di Lotim non konvensional. Tidak seperti Senggigi Lombok Barat atau Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara. Konsep wisata pedesaan ini kini menjadi wisata alternatif. Bahkan pengembangan wisata desa ini jauh lebih mengena karena hasilnya bisa dinikmati langsung oleh masyarakat dan pelaku wisata. Para pelaku wisata Lotim juga sudah mencoba mencari formulasi baru paket-paket wisata yang sedikit aneh. Antara lain farmer stay, fisher stay, geo homestay dan lainnya. Bahkan ada yang menyebut menyediakan tempat penginapan khusus wisatawan yang stres. “Ada yang mau membuat crazy home stay,” ungkapnya. Ketiga daerah-daerah lain terus menggaungkan pengembangan wisata konvensional, wisata Lotim berusaha terus untuk mengembangkan wisata berwawasan lokal. Munculkan wisata yang mengedepankan apa yang ada di sekitar destinasi wisata. Paket-paket wisata yang ditawarkan pelaku wisata pun saat ini banyak memperkenalkan kehidupan masyarakat. Seperti tiga hari menjadi orang Sasak. Paket wisata ini cukup banyak diminati wisatawan. Para wisatawan ini menjadi orang Sasak dengan berpakaian, makan dan tidur seperti orang suku Sasak. (rus)
Berhentikan Dua Kadus, Kades Sesait Dilaporkan ke Polres Tanjung (Suara NTB) Pemberhentian dua kepala dusun (kadus) di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Kades Sesait, Aerman, S.Pd., dilaporkan ke Polres oleh dua kadus yang dipecat, atas dasar laporan dugaan pencemaran nama baik. Kades Sesait pun diperiksa setelah Salat Jumat. Aerman mengaku ia dipanggil penyidik Polres Lombok Utara untuk mengklarifikasi terkait dugaan pencemaran nama baik sebagai dampak dari pemberhentian dua kadus yakni Kadus Pedaleman Sesait, dan Kadus Aur Kuning, Subhan Hadi. “Benar saya dimintai keterangan, kehadiran saya di polres hanya untuk memberi klarifikasi saja, tidak lebih,” ungkap Aerman singkat. Aerman enggan berkomentar banyak ke media perihal pemanggilan oleh Kepolisian tersebut. Terlebih Kepolisian juga belum menyimpulkan hasil pemeriksaannya. Terpisah, Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Pemanggilan terhadap Kades Sesait sebagai tindaklanjut atas laporan warga yang masuk ke Polres. “Masih tahap mengambil keterangan sehubungan pengaduan pihak kadus yang dipecat. Diduga ada pencemaran nama baik. Tetapi kita belum telusuri apakah ada unsur pidana atau memang pencemaran nama baik,” kata Metria. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemberhentian dua mantan Kepala Dusun di Desa Sesait melahirkan beragam dinamika di masyarakat. Setelah pemberhentian dua Kadus, sejumlah warga dari Dusun Pedaleman sempat diangkut Polres Lombok Utara karena menyegel Kantor Desa Sesait. Mereka melakukan itu karena kecewa kadusnya diberhentikan. Selanjutnya Camat Kayangan, Husna Hadi Albayani juga sempat turun tangan dengan mengeluarkan surat dan meminta Kades Sesait mengangkat kembali dua kadus yang dipecat. Namun arahan Camat Kayangan itu belum direspons oleh kades. Berikutnya pada 22 Juni, terjadi mediasi antara pihak Desa dan dua Kadus dengan difasilitasi oleh Kecamatan. Sayangnya, mediasi belum melahirkan kesimpulan yang signifikan. Hingga kini kedua kadus masih dibekukan. Terlebih untuk Kadus Aur Kuning, Sub, sempat diamankan oleh Polres karena kasus judi kartu remi. (ari)
(Suara NTB/yon)
JUALAN - Momen Hultah NWDI ke 82 di Pancor Lombok Timur dan Haul ke-20 Almagfurullah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk berdagang. Mereka datang dari berbagai daerah di Pulau Lombok untuk mencari keuntungan saat momen hultah Minggu (30/7).
Ijazah Dipersoalkan, Politisi PDIP Ancam Lapor Polisi Tanjung (Suara NTB) Salah satu politisi PDIP yang kini duduk di anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), L. M. Zaki, mengaku nama baiknya dicemarkan oleh oknum warga lantaran mengungkit keabsahan legalitas ijazahnya. Ia bahkan telah meminta oknum warga tersebut meminta maaf, namun hingga batas waktu yang ditentukan belum dilakukan. “Dari teman-teman dan Ketua Kehormatan DPD PDIP, Raden Nuna Abriadi, kita disuruh lapor balik. ini dianggap sebagai pencemaran nama baik,” kata Zaki, kepada Suara NTB, Jumat (28/7). Pelapor yang belum diketahui identitasnya itu, kata Zaki, telah memasukkan informasi kepada Intel Polres Lombok Utara. Bahkan menurut keterangan Polisi yang mendatanginya, oknum warga tersebut bahkan berani bersumpah jika ijazahnya ilegal. Atas tuduhan itu, Zaki kepada intel polres yang mendatanginya di ruang kerja Komisi III DPRD beberapa waktu lalu, mempersilakan untuk mengusut tuntas. Persoalan ijazahnya bisa ditelusuri di Kecamatan Praya Timur di mana ia bersekolah dari SD, SMP, dan SMA. Di hadapan intel tersebut, Zaki mengakui telah
menunjukkan copi seluruh ijazah yang digunakannya untuk sampai ke kursi Dewan KLU. Jika memanipulasi ijazah, maka menurut Zaki, dirinya tak akan diluluskan dalam verifikasi administrasi saat mendaftar di KPU tahun 2014 lalu. “Saya minta Polisi telusuri sampai di Praya. Di FB (facebook) saya juga minta yang bersangkutan (pelapor) datang ke rumah dalam 2x24 jam. Tapi sampai sekarang orang itu tidak berani datang untuk meminta maaf,” kata Zaki. Saat ini, Zaki mengaku dirinya tengah mengikuti Bintek DPRD KLU di Jakarta. Sekembalinya ia akan meminta pendapat dari koleganya baik di Partai maupun lembaga (DPRD). “Apakah akan kita diamkan atau lanjutkan. Saya masih tidak enak ambil kesimpulan sendiri. Tapi sampai sekarang belum ada pemanggilan resmi, cuma secara pribadi intel itu datang ke kantor,” katanya. Untuk diketahui, Zaki tercatat menamatkan pendidikan SD di SDN 1 Sukaraja Kecamatan Praya Timur pada 19 Mei 1984. Selanjutnya jenjang SMP ditamatkan di SMPN 1 Praya Timur, 6 Juni 1987 dan tamat SMA di SMAN 1 Praya tamat tahun 8 Juni 1992. (ari)
Lahan Poltekpar Lombok Diklaim Warga
Pembangunan Kantor Bupati Loteng Tetap Jalan Praya (Suara NTB) Munculnya klaim lahan lokasi pembangunan kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok mencuatkan kekhawatiran bakal terganggunya proses pembangunan kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng). Mengingat, lahan lokasi pembangunan kantor Bupati Loteng yang baru sama-sama berstatus lahan milik pemerintah provinsi. Namun demikian, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., menegaskan proses pembangunan kantor Bupati Loteng tetap berjalan. “Sama halnya dengan lahan Poltekpar Lombok. Lahan untuk pembangunan kantor Bupati Loteng sesungguhnya tidak ada persoalan. Jadi kalau masalah klaim lahan sah-
sah saja. Tapi tidak akan menganggu proses pembangunan kantor Bupati Loteng yang baru,” tegas Nursiah di ruang kerjanya, Jumat (28/7). Pemkab Loteng sudah menerima surat hibah lahan eks PTP Puyung dari pemerintah provinsi, sehingga tidak ada kekhawatiran lagi terkait persoalan lahan. Karena tentunya pemerintah provinsi tidak akan sembarangan memberikan hibah lahan, jika lahan masih bermasalah. Untuk itu, pihaknya memastikan proses pembangunan kantor Bupati Loteng tetap berjalan sesuai rencana. Di mana saat ini, proses pembangunannya sudah masuk tahap tender untuk penataan lahan dan pondasi bangunan. “Dengan adanya surat
hibah lahan yang diberikan, itu sudah cukup kuat bagi kita untuk melanjutkan pembangunan di lahan tersebut,” ujarnya. Terhadap rencana pembangunan Poltekpar Lombok, Nursiah berharap juga bisa tetap berjalan sesuai rencana. Persoalan klaim lahan diharapkan tidak mengendorkan niat pemerintah pusat untuk membangun kampus tersebut, karena sudah tidak ada persoalan lahan di lokasi tersebut. “Lokasi pembangunan Poltekpar Lombok satu paket dengan lahan kampus IPDN NTB dan lahan pembangunan kantor Bupati Loteng. Jadi Kalau memang ada persoalan lahan di tempat itu, tidak mungkin kampus IPDN NTB bisa berdiri hingga
sekarang,” terangnya. Dulu pada awal pembangunan kampus IPDN NTB, persoalan lahan juga sempat mencuat. Bahkan sudah sampai ke meja pengadilan. Tapi putusan pengadilan tetap mengesahkan kalau lahan tersebut milik pemerintah provinsi. Artinya, kalau lahan IPDN saja tidak bermasalah apalagi dengan lahan Poltekpar Lombok dan lahan kantor Bupati Loteng, karena lahan-lahan tersebut sumber dokumennya sama. “Ketiga lahan tersebut juga sudah diperkuat dengan sertifikat masingmasing. Tapi kalau masyarakat tetap ngotot mengklaim silakan saja. Tetapi harus punya dasar yang kuat,” tandasnya. (kir)
Rendah, Animo Membaca Masyarakat KLU Tanjung (Suara NTB) Minat membaca masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) diklaim masih rendah. Hal itu mengacu pada rata-rata kunjungan masyarakat umum ke Perpustakaan Daerah yang belum signifikan. “Bisa sampai seratusan setiap harinya, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sedangkan kunjungan dari masyarakat umum sendiri sangat rendah,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, H. Kartady Haris melalui Kabid Perpustakaan, Yarsa, Jumat (28/7). Menurutnya, minat baca masyarakat akan tumbuh apabila ada rangsangan dan dorongan dari pemerintah khususnya kalangan pejabat. Kaitan dengan itu pula, ia berharap agar kampanye gemar membaca diikuti oleh kesukaan
membaca kalangam pejabat khusuanya di tingkat SKPD. “Selain masyarakat, kami sangat berharap kepada pejabat agar ikut andil dalam menumbuhkan minat baca warga kita,” harapnya. Sebaliknya Yarsa menyayangkan, kampanye gemar membaca tapi tidak diimbangi dengan pemberian motivasi dalam menumbuhkan semangat membaca tersebut. “Lucu jadinya, kita kampanyekan gemar membaca, tapi kita sendiri tidak lakukan,” selorohnya. Perpustakaan dan Arsip
Daerah saat ini sudah berdiri sebagai SKPD berstatus dinas. Status ini naik dari sebelumnya berstatus kantor. Dengan kenaikan status ini, diharapkan Dinas Perpustakaan bisa menjadi representasi masyarakat untuk memperoleh tambahan ilmu pengetahuan melalui ketersediaan buku-buku. Selain itu, pengadaan koleksi buku-buku dari semua jenjang usia diharapkan lebih beragam. Untuk itu, tentu diperlukan anggaran pengadaan buku setiap tahunnya dari Pemkab Lombok Utara. (ari)
Amankan Hultah NW
Polres Lotim Libatkan Tim Gegana Polda NTB Selong (Suara NTB) Untuk menjaga keamanan dan kelancaran peringatan Hultah NWDI ke-82 yang dirangkaikan dengan Haul ke-20 Almagfurulah Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid di Pancor, Polres Lotim menerjunkan sebanyak 380 personel dan didukung Tim Gegana Polda NTB sebanyak 75 personel. Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (28/7), Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK, MH, mengatakan, pelibatan Tim Gegana Polda NTB untuk melakukan sterilisasi terhadap pelaksanaan Hultah NWDI ke-82, terutama di medan hultah atau ring satu. Pelibatan tim gegana ini merupakan yang pertama kali dilakukan untuk melakukan sterilisasi supaya tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan. Mengingat tingkat kehadiran jemaah atau masyarakat dalam peringatan Hultah NWDI ke-82 cukup banyak. Selain melibatkan tim gega-
(Suara NTB/yon)
Wingky Adhityo Kusumo na, Kapolres juga menyebut beberapa instansi terkait turut menjaga keamanan pelaksanaan Hultah NWDI yang bertempat di Pancor, di antaranya Satpol PP sebanyak 45 personel, TNI 30 personel dan Dinas Perhubungan sebanyak 45 personel. Kapolres juga mengingatkan kepada masyarakat untuk mengantisipasi segala macam tindak kejahatan, seperti pencurian kendaraan bermotor di loka-
si-lokasi parkir, pemalakan, keributan akibat salah paham serta hal-hal lain yang dapat memicu terjadi keamanan dan ketertiban umum (trantibum). Sementara dari segi pengamanan arus lalu lintas, pihaknya akan melakukan rekayasa yakni, bagi kendaraan dengan tujuan Labuhan Haji akan dialihkan dari simpang empat PTC Pancor ke kanan, KUD, Pasar Soma hingga menuju Labuhan Haji. Selain itu, dilakukan penyaringan terhadap kendaraan ke arah pertokoan Pancor dan menyetop semua jenis kendaraan yang memasuki simpang empat Pancor. Selanjutnya, semua jenis kendaraan dihentikan menuju Simpang Empat Bermi Pancor dan arah menuju medan Hultah, kecuali tamu VVIP dan panitia. Selain itu, kendaraan yang dari arah Sakra maupun PTC dialihkan menuju Simpang Empat KUD dan tetap tidak diizinkan menuju Simpang Empat Pancor. (yon)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 5
Bupati Tegur Kepala SKPD Syarat Batal Dihapus PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) urung menghapus aturan terkait syarat dukungan minima 10 persen bagi calon kepala desa yang akan mencalonkan diri pada gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2018 mendatang. Kendati sebelumnya, banyak desakan dan aspirasi dari elemen masyarakat, supaya persyaratan tersebut ditinjau ulang. Bahkan dihapus untuk diganti dengan tes tulis sebagai bagian dari seleksi calon kades. Dalam draf perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang pelaksanaan pilkades yang akan diajukan pemerintah daerah ke DPRD Loteng, aturan syarat dukungan 10 persen tetap dicantumkan dan tidak ada perubahan signifikan yang dilakukan. “Jadi untuk syarat dukungan bagi calon kades tetap diberlakukan,” tegas Kabag Hukum Setda Loteng, H. Mutawalli, kepada Suara NTB, Jumat (28/7). Ia menjelaskan, hanya ada beberapa perubahan saja yang dilakukan dalam draf revisi Perda Pilkades yang baru itu nantinya. Revisi ini dilakukan sesuai dengan perubahan dan regulasi yang ada di atasnya. Sementara regulasi-regulasi pokok yang sudah ada sebelumnya, tidak banyak mengalami perubahan. Misalnya untuk pelaksanaan tes tulis jika calon kades lebih dari lima orang, tidak diatur lagi diganti dengan perankingan jumlah dukungan yang diserahkan. Sedangkan jika calon kades sebanyak lima orang atau kurang, maka perankingan dukungan tidak berlaku. “Perankingan dukungan hanya berlaku jika calon kades yang mendaftar lebih dari lima orang,” terangnya. Pun demikian, karena itu baru usulan dari pemerintah daerah masih ada kemungkinan untuk berubah. Tergantung dinamika yang terjadi pada saat pembahasan nantinya. Termasuk terkait syarat dukungan minimal 10 persen tersebut, bisa saja berubah. Kalau memang dalam proses pembahasannya itu mencuat. Lebih lanjut Mutawalli menjelaskan, revisi Perda pelaksaan Pilkades tersebut ditargetkan bisa tuntas tahun ini juga, karena itu akan berdampak pada banyak hal. Mulai dari proses persiapan pelaksanaan pilkades serentak tahun depan maupun kesiapan penganggaran. Mengingat, besara anggaran pelaksanaan pilkades yang mesti dipersiapkan sangat tergantung dari regulasi yang ada. “Banyak hal terkait yang akan berdampak dengan adanya perubahan regulasi pilkades ini. sehingga proses pembahasannya harus disegerakan,” sarannya. Untuk jumlah desa yang akan menggelar pilkades tidak berubah sebanyak 93 desa. Adapun untuk desa-desa pemekaran, kemungkinan besar belum bisa ikut terlibat dalam pilkades serentak, karena terkendala aturan. Di mana desa baru bisa menggelar pilkades kalau statusnya sudah definif. (kir) H. Mutawalli (Suara NTB/kir)
Lobar Jadi Lokasi Belajar Mahasiswa Malaysia Giri Menang (Suara NTB) Sembilan puluh mahasiswa Universiti Sains Islam Negeri Sembilan (USIN) Malaysia, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Rombongan diterima secara langsung Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar M. Hendrayadi di Ruang Rapat Jayangrana, beberapa waktu lalu. Mahasiswa asal negeri Jiran ini berencana belajar di Lobar. Dalam kunjungan yang dipimpin dosen Prof. H. Fuan Latifah Abu ini, para mahasiswa belajar tentang pendidikan di Kabupaten Lobar. Kunjungan diagendakan berlangsung selama sembilan hari.”Kenapa kami memilih Lombok Barat, karena 90 persen penduduk Lombok Barat beragama Islam dan juga banyak pondok pesantrennya,” katanya. Prof. H. Fuanlatifah Abu yang juga sahabat TGH. Taisir ini mengungkapkan, pihaknya telah menyusun program ini bekerjasama dengan Global Islamic Student. Tujuannya untuk menjaring relawan dan kemasyarakatan serta melakukan kerjasama dengan pondok pesantren terpilih yang ada di Lombok Barat. Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid sangat senang adanya kunjungan mahasiswa USIN Malaysia ini. Bupati berharap agar kedatangan para peserta mampu menjadi motivasi bagi Pemkab Lobar untuk terus bisa membangun daerah.”Semoga menjadi motivasi bagi kita semua, khususnya di bidang pendidikan. Insyaalah tahun depan kami yang akan balik berkunjung ke Malaysia dengan membawa rombongan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Barat. MUI juga tugasnya membantu kualitas pendidikan anak-anak Lombok Barat,” jelasnya. (her)
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas Dikbud M. Hendrayadi pose bersama mahasiswa Universiti Sains Islam Negeri Sembilan Malaysia beberapa waktu lalu.
Sekda Akui Ada Pejabat Keluar Daerah Tanpa Tujuan Jelas Giri Menang (Suara NTB) Sekda Lombok Barat (Lobar) H. Muh. Taufiq mengakui ada pejabat baik setingkat eselon II dan III yang berangkat ke luar daerah tidak jelas tujuannya, karena tidak ada hasil yang diperoleh. Diakuinya dari hasil identifikasi terhadap jajarannya ada pejabat yang keluar daerah menggunakan SPPD, namun tujuannya tidak jelas. Terkait itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid pun mengeluarkan surat kepada seluruh SKPD untuk melakukan efisiensi anggaran, mengingat kondisi anggaran daerah yang terbatas.
(Suara NTB/her)
H. Muh. Taufiq
“Ada yang begitu (pejabat keluar daerah tidak jelas tujuan), karena itu sekarang harus tematik perginya. Supaya jangan keluar daerah hura-hura ndak jelas outputnya,” tegasnya, Jumat (28/7). Dijelaskan pihaknya sudah mengirim surat bupati ke semua SKPD agar melakukan
surat mengajukan permohonan,’’ katanya, Jumat (28/7). Menurutnya, surat dari DPP Hanura ini menjawab surat yang dikirim Kesbangpol tertanggal 11 Juli 2017 perihal konfirmasi kepengurusan DPC Hanura Lobar. Dalam jawaban surat ini, DPP menyampaikan sesuai data di DPP Hanura dan DPD Hanura Provinsi, jika kepengurusan DPC Hanura Lobar yang sah dan diakui. Hal ini sesuai dengan SK DPD Partai Hanura Provinsi nomor SKEP/09/DPDHANURA/X/2016 tertanggal 6 Oktober 2016 tentang susunan pengurus DPC Hanura Lobar. Dalam SK ini, tertera, nama Ketua DPC Khaerul Anwar, Sekretaris DPC Idris Pu-
soalan apa yang mau dikonsultasikan. Misalnya ada dana perjalanan dinas Rp 10 juta, dana ini tidak harus dihabiskan. Jika memang hanya dipakai Rp 6 juta, ujarnya, sisanya diefisensi untuk dikembalikan ke daerah. Menurutnya hal inilah makna efisiensi yang perlu di-
Susun Masterplan Kawasan Lingkar Mandalika
Kementerian ATR/BPN Turun Tangan Praya (Suara NTB) Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) bakal ikut terlibat langsung dalam proses penyusunan masterplan pengembangan kawasan lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Adanya keterlibatan ini diharapkan penyusunan masterplan kawasan lingkar Mandalika tersebut bisa segera tuntas. Demikian diungkapkan Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., saat dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Jumat (28/7). Menurutnya, penyusunan masterplan ini sangat diperlukan untuk menunjang pengembangan kawasan Mandalika. Di mana diharapkan, kawasan lingkar Mandalika bisa ikut berkembang seiring dengan berkembangnya kawasan Mandalika. “Dengan berkembangnya kawasan Mandalika, dipastikan akan ikut mendorong perkembangan kawasan yang
ada di sekitarnya. Sehingga perlu aturan atau regulasi. Supaya perkembangan di kawasan lingkar Mandalika tidak salah,” sebutnya. Untuk itu, pemerintah daerah bersama-sama dengan Kementerian ATR/BPN tengah menyusun masterplan khusus untuk kawasan lingkar Mandalika. Hal ini sebagai pedoman utama dalam proses pengembangan kawasan. “Kalau tidak diatur dengan regulasi yang tepat, dikhawatirkan kawasan lingkar Mandalika tidak bisa berkembang optimal,” tandas Nursiah. Pihaknya menargetkan penyusunan masterplan kawasan lingkar Mandalika bisa tuntas tahun ini, sehingga bisa segera diundangkan. Mengingat kawasan Mandalika sedang dalam proses pembangunan. Nursiah menjelaskan, kawasan lingkar Mandalika meliputi kawasan Selong Belanak, Prabu dan sekitarnya yang selama ini memang te-
APBD Lobar Dinilai Belum Pro Rakyat Giri Menang (Suara NTB) Tokoh senior Lombok Barat (Lobar) Dr. H. L Sajim Sastrawan mengkritisi postur APBD Lobar yang lebih banyak berpihak kepada belanja aparatur untuk membiayai tingkah laku dan keperluan aparatur pemerintah. Sedangkan porsi anggaran untuk keperluan masyarakat tidak banyak. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah ke depan. “Kita ihat sekarang postur APBD lebih banyak banyak untuk belanja aparatur, artinya apa APBD kita lebih banyak membiayai tingkah laku para pejabatnya, ke depan postur APBD harus lebih banyak berpihak ke masyarakat,”tegas mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini, Jumat (28/7). Kondisi ini, jelas Sajim tidak boleh terjadi, sebab anggaran yang menyasar masyarakat sedikit, sehingga pemberdayaan masyarakat menjadi kurang maksimal. Hal inilah pekerjaan rumah pemda ke depan bagaimana mengarahkan porsi anggaran untuk masyarakat lebih signifikan bahkan lebih besar dibandingkan belanja aparatur. Ia menambahkan sejauh ini ia mengamati bahwa penyelenggaraan pemerintahan di lobar masih tertatih-tatih, karena Lobar terbelenggu dan terperangkap oleh kondisi yang diciptakannya sendiri. Mere-
ka tidak mampu membangun komunikasi dan penyelenggaraan pemerintah daerah yang baik. Hal ini, lanjut mantan Staf Ahli Gubernur NTB ini tidak boleh terjadi. Sebab hal ini mengganggu pelayanan ke masyarakat. Menurutnya, selama hal ini masih terjadi maka pemberdayaan dan pelayanan ke masyarakat tidak akan maksimal. Menanggapi hal ini, Sekda Lobar H. Muh. Taufiq mengklaim porsi APBD, baik belanja langsung dan tidak langsung mengalami perubahan signifikan khususnya untuk belanja langsung melonjak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan diklaimnya lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun terakhir. Bahkan pada draf KUAPPAS APBD-P ini saja diajukan kenaikan belanja langsung dengan komposisi 54 persen untuk belanja tidak langsung dan 44 persen untuk belanja langsung.”Jadi jauh meningkat, persentasenya,’’ klaim Sekda. Menurutnya penafsiran tentang belanja tidak langsung selama ini tidak ansih untuk belanja aparatur sebab belanja tidak langsung ini ada komponen belanja pegawai, belanja hibah dan segala macam. Menurutnya jangan melihat persentasenya, sebab tidak bisa dijadikan tolok ukur. (her)
Kesbangpol Segera Cairkan Bantuan Parpol ke Hanura Giri Menang (suara NTB) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Barat (Lobar), Fajar Taufik menyatakan pihaknya telah menerima surat dari DPP Hanura terkait kepengurusan DPC Hanura Lobar. Mengacu surat bernomor B/068/DPPHanura/VII/2017, jika kepengurusan Khaerul Anwar dinyatakan pengurus yang sah DPC Hanura Lobar. Atas dasar surat inilah, pihak Kesbangpol bisa membayarkan dana parpol ke Hanura Lobar. “Dengan adanya surat resmi dari Ketua Umum DPP berarti bantuan parpol untuk DPC Hanura Lobar sudah bisa dibayarkan, nanti kita akan minta ke DPC untuk ber-
efisiensi perjalanan dinas. Ia meminta agar SKPD melaksanakan hal itu. Surat itu, ujarnya, menekankan agar jangan sampai kepala SKPD keluar daerah tidak jelas tujuannya. Karena itu ia sangat ketat terhadap perjalanan dinas pejabat, jika mau konsultasi harus jelas tentang per-
lakukan SKPD. Menurutnya jika jelas outputnya, jangankan yang berangkat 2 orang, namun 10 orang pun ia setuju. Seperti contoh ketika kedatangan pihak dari Kementerian Perindsutrian beberapa waktu lalu, saat itu pemda diminta mengirim proposal ke kementerian terkait untuk pembentukan UPT di Lobar. Ia pun segera memerintahkan SKPD terkait berangkat merespon hal itu. Sebab pihak Kementerian Perindustrian menyampaikan agar UPT di Lobar segera dibangun, sehingga harus segera disongsong. “Ini yang jelas outputnya,” tukasnya. (her)
trawan dan Bendahara Hj. Muslihan. Surat ini ditandatangani langsung Ketua DPP Dr. Oesman Sapta dan Sekjen DPP Sarifuddin Sudding. Atas dasar surat inilah pihaknya bisa membayarkan dana parpol ke Hanura. Pihaknya akan meminta DPC Hanura bersurat mengajukan permohonan. Atas dasar inilah barulah akan diproses. Diakui dana parpol 11 parpol sudah dicairkan, khusus bantuan parpol untuk Hanura yang belum dibayarkan, karena ada saling klaim pengurus. Untuk meminta kejelasan soal ini pihaknya berinisiatif bersurat ke DPP. Di samping ke DPD untuk meminta klarifikasi. Akhirnya surat Kesbapolpun
(Suara NTB/her)
Fajar Taufiq dijawab DPP. Surat itu sendiri diterima beberapa hari lalu. Dana parpol ini, jelasnya, harus dieksekusi, sebab jangan sampai menjadi silpa. (her)
(Suara NTB/uul)
PEMBANGUNAN - Kawasan Mandalika yang sedang dalam proses pembangunan. Selain melakukan pengembangan di dalam kawasan, pemerintah juga akan mengembangkan lingkar kawasan yang melibatkan Kementerian ATR/BPN. lah menjadi destinasi pariwisata unggulan di Loteng selain kawasan Pantai Kuta dan Tanjung A’an yang merupakan destinasi utama yang ada di
dalam kawasan Mandalika. “Kawasan Mandalika punya masterplan sendiri. Begitu pula kawasan lingkar Mandalika. Sehingga antara kedua
kawasan tersebut bisa samasama saling mendukung. Dan, bisa berkembang bersamasama pula,” ujar mantan Asisten III Setda Loteng ini. (kir)
Memprihatinkan, Degradasi Moral di Kalangan Pelajar Praya (Suara NTB) Pergaulan bebas saat ini sudah merambah hampir semua elemen masyarakat di daerah ini. Tidak terkecuali kalangan pelajar dan mahasiswa. Bahkan, pergaulan bebas kini seolah-olah sudah menjadi hal yang lumrah dan bukan lagi hal yang tabu. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Prof. Dr. H. Farouk Muhammad, di Praya, Kamis (27/7) lalu. Menurutnya, NTB saat ini tidak hanya dihadapkan pada persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah saja. Tetapi juga tengah berhadapan dengan degradasi moral masyarakatnya, terutama kalangan pelajar dan mahasiswanya. “Maraknya seks bebas di kalangan pelajar dan mahasiswa di daerah ini menunjukkan kalau degradasi moral sudah sangat
mengkhawatirkan,” kritiknya. Untuk itu, dibutuhkan upaya dan kerja keras semua pihak di daerah ini dalam menangkal dampak dari dekadensi moral supaya tidak semakin luas dan memprihatinkan. Karena kalau tidak dilawan, maka dampaknya akan sangat besar. Apalagi kasus ini banyak terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa yang merupakan generasi penerus daerah bangsa ini. “Kalau moral generasi muda sekarang sudah rusak. Akan bagaimana jadinya daerah dan negara kini ini ke depan. Jadinya harus ada upaya bersama melawan dampak dari derasnya pengaruh pergaulan bebas tersebut,” sarannya. Pemerintah juga akan terus berupaya melawan. Salah satunya dengan memperkuat pendidikan karakter di dunia pendidikan. Bahkan akan rencana dari pemerintah pusat
untuk kembali menghadirkan Pendidikan Moral Pancasila sebagai mata pelajaran wajib di sekolah. Dikatakannya, selain pemerintah para guru dan orang tua juga memiliki peran besar dalam upaya menangkal dampak pergaulan bebas yang saat ini terjadi. Terutamanya kepada guru, perannya sangat diharapkan, karena para guru merupakan sosok yang diteladani. Untuk itu, guru diharapkan tidak hanya menjalankan tugas transformasi ilmu pengetahuan semata. Tetapi juga harus bisa memainkan peran memberikan pendidikan moral yang baik bagi anak didiknya. “Dampak pergaulan bebas harus kita lawan bersama. Jangan sampai generasi muda kita rusak moralnya, hanya karena kita tidak mau peduli,” ujar mantan Kapolda NTB ini. (kir)
Temuan Kerugian Negara di Sejumlah SKPD Sulit Ditagih Giri Menang (Suara NTB) Progres tindaklanjut temuan LHP BPK di Lombok Barat (Lobar) secara komulatif, baik temuan bersifat administrasi dan kerugian negara mencapai 87.7 persen lebih, sejauh ini tunggakan negara tersisa di Dinas Ketahanan Pangan terkait kerugian pengadaan cadangan beras (CB), dinas Perizinan terkait pajak hiburan sedangkan di DPRD sudah menunjukkan ada kemajuan. Untuk mengembalikan kerugian negara ini masih ada waktu sesuai rekomendasi BPK hingga tanggal 31 Juli ini. Pihak Inspektorat pun mempercepat penagihan di sejumlah SKPD terkait, terutama di Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perizinan dan DPRD. Inspektur pada Inspektorat Lobar, H. Rahmad Agus Hidayat, mengaku, dari sejumlah SKPD ini hanya dewan yang memiliki progres yang lumayan tinggi mencapai Rp 1 miliar lebih dari temuan keru-
gian negara Rp 1,4 miliaer lebih. Temuan kerugian di SKPD lainnya optimis bisa ditagih sesuai tenggat waktu BPK. Dijelaskan, berdasarkan evaluasi BPK terhadap tindak lanjut BPK, jika Kota Mataram tertinggi baru diikuti Loteng, sedangkan Lobar masuk urutan kelima. Dijelaskan lebih jauh jumlah temuan kerugian negara Rp 2 miliar lebih. Temuan ini merupakan akumuluasi, termasuk temuan sebelumnya. Jika hingga tanggal 31 juli tidak selesai pengembalian kerugian negara ini, pihaknya menyiapkan langkah. Masingmasing kepala SKPD diminta bertanggung jawab untuk menindaklanjutinya. Sebab dalam ketentuan melekat tanggung jawab di kepala SKPD, hal ini menjadi salah satu penilaian evaluasi atasan bagi kepala SKPD terkait. Hal ini sesuai PP Nomor 53 akan dilihat nanti untuk evaluasi. Masing-masing kepala SKPD bakal membuat perjanjian sampai dengan tanggal 31 Juli, jika sampai tanggal 30 Juli tidak bisa 100 persen pengem-
balian, maka Kepala SKPD bisa bersurat ke Majelis TRTGR untuk ditindaklanjuti melakukan sidang. Majelis pun menindaklanjutinya dengan melakukan sidang terhadap oknum yang menunggak temuan kerugian. “Kita sudah melakukan sidang majelis TPTGR, sebagai tindak lanjut,” tegasnya. Ia menegaskan, dari hasil sidang Majelis TPTGR ini temuan kerugian negara sebagian besar tidak ada yang berlanjut ke aparat penegak hukum, karena semua diselesaikan oleh bersangkutan. Bahkan pengalaman kerugian yang ditangani majelis, setelah ditangani sidang majelis bersangkutan menandatangani Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM). Yang bersangkutan diberikan batas waktu dengan diminta agunan baik itu nomor rekening gaji dan BPKB. “Setelah itu mereka bayar, seperti yang ditangani beberapa waktu lalu setelah sidang selesai dibayar kerugian negara itu,’’ jelasnya. (her)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 6
Kerjasama Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Dinas Dikbud Gelar Diklat Verifikasi Dokumen Kurikulum Sekolah
(Suara NTB/arn/ind)
DIKLAT - Peserta diklat verifikasi dokumen kurikulum sekolah Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa menggelar diklat verifikasi dokumen kurikulum sekolah di Sumbawa. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari sejak Selasa (26/7) hingga Jumat (28/7) kemarin,
di Hotel Cirebon Sumbawa. Sebanyak 100 orang peserta dalam kegiatan terdiri dari kepala UPT Dikbud, pengawas sekolah dan kepala SD inti. Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Badrun menyampaikan kegiatan ini bertujuan agar kurikulum sekolah terver-
Dipicu Penarikan Motor Warga
Kantor Perusahaan Pembiayaan Dirusak, Karyawan Dianiaya Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekelompok orang datang mengamuk ke kantor FIF Group Sumbawa pada Kamis (27/7) sekitar pukul 16.00 Wita. Selain merusak pitu kaca kantor, sekelompok orang tersebut juga menganiaya salah seorang karyawan setempat. Diduga kejadian tersebut buntut dari perampasan sepeda motor Honda Scoopy, di Kecamatan Rhee. Informasi yang diperoleh dari Bagian Humas Polres Sumbawa, saat itu salah seorang karyawan bernama Semalia (26) tengah duduk di depan kantor setempat sepulang dari kegiatan penarikan sebuah sepeda motor Scopy warna putih dari tangan seorang konsumen. Namun tiba-tiba datang beberapa orang yang tidak dikenal menggunakan kendaraan roda empat jenis L300 dengan membawa benda tajam berupa parang dan benda tumpul. Yang bersangkutan langsung dihajar sehingga mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Selain itu, sekelompok orang juga merusak kaca pintu dan mengambil helm karyawan kemudian melemparkan ke arah kantor. Setelah itu, mereka mengambil sepeda motor yang sebelumnya ditarik dari tangan konsumen. Honda Scoopy dalam keadaan terkunci tersebut dinaikkan ke atas L 300 dan massa meninggalkan lokasi. Hal ini kemudian dilaporkan ke Polres Sumbawa dengan dua laporan yakni penganiayaan dan pengerusakan. Kasus penganiayaan tercatat dengan nomor laporan LP/565/VII/2017/SPKT Polres Sumbawa dan kasus pengerusakan tercatat dengan nomor laporan LP/566/ VII/2017/SPKT Polres Sumbawa. Sebelumnya, Sandy Farboy (31) warga Dusun Panyegar, Desa Stowe Brang Kecamatan Utan juga melaporkan kasus perampasan sepeda motor Honda Scoopy miliknya dengan Nopol EA 3189 GD ke Polres Sumbawa pada Kamis (27/7) sekitar pukul 13.30 Wita. Dalam laporan yang tercatat dengan nomor polisi LP/568/ VII/2017/SPKT Polres Sumbawa tersebut, Sandy mengaku motornya dirampas oleh orang tak dikenal. Dimana saat itu ia sepulang dari Sumbawa ke Utan. Saat melintas di lapangan sepak bola Kecamatan Rhee ia dihentikan orang tak dikenal. Orang tersebut langsung meminta surat kendaraan dan mengambil kunci motornya. Tak lama teman dari orang tak dikenal tersebut datang dan langsung membawa sepeda motor tersebut. Hal ini kemudian dilaporkan ke Polres Sumbawa untuk ditindaklanjuti. Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH., SIK yang dikonfirmasi, Jumat (28/7) kemarin membenarkan adanya hal tersebut. Pihaknya sudah menerima laporan terkait perampasan sepeda motor. Selain itu pihaknya juga sudah menerima laporan terkait penganiayaan dan pengerusakan tersebut. Dalam hal ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan. Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan sejumlah pihak guna melakukan pemeriksaan. (ind)
ifikasi sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik melalui aktifitas analisis konteks kurikulum. Dimana diharapkan setelah mengikuti diklat, peserta dapat memahami kebijakan pengembangan kurikulum sekolah dan memahami acuan dan komponen KTSP. Selain itu supaya mampu mengembangkan KTSP satuan pendidikannya, terampil melakukan analisis konteks KTSP, serta mampu dan terampil menyempurnakan KTSP berdasarkan hasil analisis. Sementara Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa Sudirman, S.Pd meminta agar peserta dapat memanfaatkan waktu yang ada dalam mengikuti diklat verifikasi dokumen kurikulum sekolah ini. Dengan bersunggguh-sungguh dan melaksnakannya dengan baik. Supaya dapat diimplementasikan dan bisa memberi imbas
kepada yang lainnya. Dalam hal ini harus didasari dengan niat tulus dan ikhlas sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. “Jika berbicara kurikulum, maka waktu yang ada ini tidak akan cukup. Akan menjadi cukup manakala kita manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Paling penting dilakukan dengan niat yang tulus ikhlas. Ini yang menjadi landasan kita dalam berbuat, bersikap, bertindak, sekaligus dalam kita bertanggung jawab,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Kadis juga mengingatkan pentingnya tiga hal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Yakni Sidik (jujur), amanah dan fatonah (cerdas). Tanpa tiga hal tersebut apa yang diharapkan tidak mungkin dapat terimplementasi dengan baik. Dimana jujur dalam hal ini terlebih dahulu haruslah kepada diri sendiri sebelum jujur kepada orang lain.
Karena, tidak mungkin melaksanakan amanah jika tidak adanya kejujuran. Dari amanah itulah barulah fatonah (cerdas). Tentunya orang bisa cerdas dan mampu tidak lepas dari kemampuan orang lain. Karena sebagian kemampuan yang dimiliki berada pada orang lain. Makanya dalam kegiatan ini kadis juga mengingatkan pentingnya kebersamaan. “Dari 100 peserta ini diundang untuk sama-sama mengimpelemtasikan dan mengembangkan kurikulum di wilayah tugas masing-masing. Itulah penting kebersamaan tadi untuk medapatkan hasil yang kita harapkan. Insya Allah pengembangan kurikulum ini akan terlaksana dengan sebaik-baiknya,” tukasnya. Kadis juga menekankan, dalam melaksanakan tugas harus konsisten untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam hal ini guru jangan sampai diman-
faatkan, tetapi harus bermanfaat. Makanya ia mengajak semuanya untuk menyatukan sikap, dan jiwa raga. Demi melahirkan generasi penerus kedepan yang kuat, kokoh, dan tangguh. “Kalau kita tidak menyamakan persepsi dan tidak menjaga kebersamaan non sense dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Makanya saya harapkan mari kita satukan sikap langkah kita agar kedepan di kabupaten Sumbawa benar yang diharapkan oleh masyarakat sekaligus menjadi pendidikan yang diharapkan oleh Allah SWT,” pungkasnya. (arn/ind/*)
Larangan Bawa HP ke Sekolah akan Diatur dengan Perbup Taliwang (Suara NTB) Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin, ST menyatakan pemerintah akan mempertegas aturan larangan siswa membawa HP (handphone) ke sekolah bagi siswa. Ketentuan mengenai larangan itu tidak sekedar menjadi kebijakan sekolah lagi, tetapi Pemda KSB akan mengaturnya dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup). “Kita akan buat Perbup-nya,” tegas Wabup saat membuka acara Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten, Kamis (27/7). Ia mengatakan, dalam aturannya nanti tidak saja siswa yang mendapat larangan. Tetapi juga akan mengatur kententuan bagi guru. Di mana seorang guru akan dilarang membawa perangkat komunikasi itu masuk ke dalam kelas saat melaksanakan kegia-
tan belajar mengajar (KBM). “Jadi akan diatur semuanya. Untuk siswa sama sekali tidak boleh sementara guru tidak boleh membawa ke ruang kelas,” cetusnya. Menurut Wabup, larangan membawa alat komunikasi ke sekolah itu harus segera diterapkan. Terutama ketentuan bagi siswa, karena pemanfaatan alat komunikasi oleh anak sudah selayaknya dilarang. “Pesan saya kepada pak Kadis Dikpora segera susun Perbup-nya dan sementara belum selesai intruksikan sekolah agar membuat kebijakan membawa HP oleh siswa ke sekolah terma-
suk kepada guru saat masuk kelas,” instruksinya. Wabup menyebutkan, dampak alat telekomunikasi HP terutama yang berbasis tekonologi canggih kini sudah memperlihatkan dapat negatifnya pada anak. Melalui sejumlah fitur yang disematkan dan didukung jaringan telekomunikasi yang modern, seorang anak pengguna HP dapat dengan leluasa mengakses berbagai hal di dunia maya. “Persoalannya anak-anak kita yang masih labil belum punya kemampuan menyaring yang baik. Sehingga setiap informasi baik itu positif maupun negatif akan ditelan seutuhnya. Celakanya kalau kemudian hal negatif itu diaplikasikannya di kehidupan kesehariannya, maka bisa dipastikan akan merusak anak-anak kita,” ujarnya. Selanjutnya ia menyampai-
kan, ketentuan pelarangan membawa HP ke sekolah ini juga perlu dipahami oleh para orang tua siswa. Karenanya Wabup meminta, para orang tua membatasi anak-anaknya memanfaatkan alat komunikasi canggih itu. “HP sekarang memang sangat penting. Tapi orang tua harus mampu membatasi anak memanfaatkannya hanya untuk alat komunikasi dan keperluan menunjang aktivitas pendidikannya,” tandasnya. Wabup berjanji, untuk memastikan aturan tersebut mulai diberlakukan di seluruh sekolah. Dirinya akan menggelar Sidak (inspeksi mendadak) ke sekolah-sekolah. Kelak bagi siswa yang tetap kedapatan membawa HP akan dilakukan penyitaan termasuk pada guru yang melanggar ketentuan membawa HP ke dalam kelas. “Tapi
(Suara NTB/bug)
Fud Syaifuddin sebelum saya turun, saya minta Dikbud instruksikan dulu seluruh sekolah membuat aturan sementara,” pungkasnya. (bug)
Dua Desa di KSB Belum Lakukan Pencairan DD Tahap Pertama
Penemuan Orok, Empat Orang Diamankan Sumbawa Besar (Suara NTB) Warga Desa Spayung, Kecamatan Plampang dihebohkan dengan penemuan orok Kamis (27/7) lalu. Orok tersebut ditemukan terkubur di lokasi lahan Pliuk Kokar Jontal milik seorang warga desa setempat. Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi berhasil mengidentifikasi ibu bayi tersebut. Dalam hal ini ibu bayi dan tiga orang yang diduga terlibat diamankan pihak kepolisian guna dimintai keterangan. Kapolsek Plampang, Iptu Sarjan yang dikonfirmasi Jumat (28/7) kemarin membenarkan hal tersebut. Bermula saat warga curiga melihat sebuah gundukan berbentuk kuburan kecil dikerubungi lalat di lahan milik warga. Tepatnya, di lokasi lahan pliuk Kokar Jontal wilayah setempat. Warga yang curiga menghubungi pihaknya yang kemudian ditindaklanjuti dengan terjun ke lokasi sekitar pukul 01.00 Wita. Pihaknya langsung melakukan pembongkaran dan menemukan orok. Orok tersebut kemudian diidentifikasi oleh tim identifikasi Polres Sumbawa. Setelah proses identifikasi dilakukan orok kembali dikubur di TPU desa setempat. Dari penyelidikan yang dilakukan, pihaknya berhasil mengetahui identitas orang tua orok tersebut yang berinisial RY (18). RY kemudian diamankan ke Polsek guna dilakukan pemeriksaan. Selain itu, pihaknya juga mengamankan tiga orang yang diduga terkait yakni Ag (28) paman dari RY, Am ( 27) yang diduga ayah dari orok dan RS (32) yang merupakan bibi RY. Dijelaskannya, dari keterangan RY bayi tersebut dilahirkan seorang diri di lahan tersebut pada Minggu (23/7) sekitar pukul 18.30 Wita. Dimana ia mengakui usia kehamilannya saat itu sekitar lima bulan, yang merupakan hasil hubungan gelapnya dengan pacarnya Am. Namun ia tidak memberitahukan kepada orang lain bahwa ia tengah hamil. Adapun Ag membenarkan mengajak RY menginap di rumah RS. Alasannya mereka akan pergi ke Sumbawa untuk berobat karena RY sakit perut. Namun RY tiba-tiba pergi karena sakit perut. Ag pun sempat mencari keberadaan RY karena dalam waktu yang lama tidak kembali. Ia mendapati RY sudah dalam keadaan melahirkan bayi. Ag pun langsung menggali tanah di lokasi untuk menguburkan orok. Sementara Am mengaku pernah melakukan hubungan badan dengan RY. Hal itu dilakukannya selama lima kali dalam waktu yang berbeda. Namun ia tidak mengetahui yang bersangkutan hamil karena sudah sekitar empat bulan tidak pernah berkomunikasi. Sedangkan Rs mengaku bahwa Ag dan RY pernah menginap di rumahnya selama empat hari sejak Kamis (20/7) hingga Senin (24/7). Namun ia tidak mengetahui terkait aborsi yang dilakukan RY. Sejauh ini, tiga orang terduga pelaku ditetapkan yakni RY, Ag, dan Am. Sementara Rs untuk sementara masih sebagai saksi. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pengembangan dan pendalaman dalam kasus ini. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. “Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pendalaman,” pungkasnya. (ind)
(Suara NTB/arn/ind)
Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, Sudirman, bersama para instruktur.
(Suara NTB/ils)
MAHASISWA - Suasana demo di Kantor Bupati Sumbawa Barat yang digelar oleh dua elemen mahasiswa, IMM dan HMI di Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat (28/7).
Aksi Tolak Perppu Ormas Terus Bergulir Taliwang (Suara NTB) Dua elemen mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) cabang Sumbawa Barat menolak lahirnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017 tentang ormas. Penolakan tersebut dilakukan dengan menggelar aksi dari alunalun kota Taliwang sampai ke Graha Fitrah (kantor bupati) dan DPRD, Jumat (28/7). Pantauan Suara NTB di lokasi, terlihat ada sekitar 15 orang mahasiswa yang melakukan aksi penolakan tersebut. Sebelumnya massa aksi juga sempat melakukan orasi di alun-alun kota Taliwang. Setelah dari alunalaun massa aksi selanjutnya melakukan orasi di kantor bupati yang disambut langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST. Puas melakukan orasi di Graha Fitrah, massa aksi kembali melakukan orasi di simpang selek dan menuju ke DPRD untuk menyuarakan hal yang sama tolak Perppu nomor 2 tahun 2017. Kordinator Lapangan (Korlap) Rizka Amroni mengatakan, lahirnya Perppu ini mengingatkan semua pihak tentang rezim kediktatoran orde baru tahun
1985 yang mengharuskan pancasila sebagai azas tunggal bagi organisasi masyarakat yang ada di Indonesia. Munculnya Perppu ini bisa menjadi acuan untuk membubarkan ormas manapun yang dianggap bertentangan dengan pancasila. Tentu pembubaran ini, terkesan asal dibubarkan tanpa ada proses pradilan sebelumnya, sesuai dengan amanah UU No 17 tahun 2013. Ormas ini tidak hanya dibubarkan, tapi anggota ormas yang ada akan dipidana seumur hidup atau paling lambat lima tahun. “Ini menunjukkan kediktatoran rezim, karena dengan mudahnya membubarkan ormas-ormas yang dianggap anti pancasila dan menganut faham radikal,” ujarnya. Melihat kondisi tersebut, maka HMI dan IMM Sumbawa Barat menolak dengan tegas terbitnya Perppu nomor 2 tahun 2017. Selain itu, aksi massa juga meminta kepada pemerintahan Jokowi - JK untuk mencabut Perppu tersebut. Massa juga meminta kepada DPR RI untuk tidak mengesahkan Perppu tersebut dan meminta kepada praktisi hukum untuk melakukan judicial review terhadap Perppu ini.
Karena lahirnya Perppu ini sudah dianggap menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat Indonesia. “Kami tidak ingin kasuskasus kerusuhan yang terjadi dulu terulang kembali saat ini. Makanya kami mengajak semua pihak untuk menolak Perppu tersebut,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST mengatakan, sebagai warga Indonesia yang baik maka NKRI harga mati, pancasila dan UUD 1945 nerupakan landasan penggerak negara ini. Jadi apa yang disampaikan oleh para aksi ini tetap akan diterima dengan baik. Yang menjadi tuntutan tersebut juga akan disampaikan secara langsung ke Pemerintah Pusat (Pempus). Tetapi yang jelas apapun bentuknya, ketika peraturan ini sudah dikeluarkan pasti akan dilaksanakan sebagai warga negara yang baik. Kalaupun hasil judicial review nantinya ditolak, atau diputuskan tidak berlaku maka diwajibkan untuk bisa menjalankan tersebut. “Sebagai warga negara yang baik kita harus taat azas dan hukum, ketika Judicial review ditolak maka harus diterima dengan lapang dada dan tidak melakukan aksi-aksi yang sifatnya provokatif,” tandasnya. (ils)
Taliwang (Suara NTB) – Sedikitnya ada sekitar dua desa dari total 57 desa di Sumbawa Barat yang belum sama sekali mencairkan Dana Desa (DD) tahap pertama sekitar 60 persen atau sekitar Rp 28,6 miliar. Dua desa tersebut terkesan molor lantaran masih ada beberapa laporan pekerjaan yang belum lengkap sebagai syarat untuk dilakukan pencairan terhadap DD ini, seperti evaluasi terhadap APBDes maupun laporan lainnya. Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sumbawa Barat Nurdin Rachman SE kepada Suara NTB, Jumat (28/7) kemarin menyebutkan, dua desa tersebut yakni desa Belo, kecamatan Jereweh dan desa Labuhan Lalar kecamatan Taliwang. Terhadap desa-desa tersebut, sebenarnya instansi terkait sudah melayangkan surat untuk bisa segera melakukan pencairan mengingat anggarannya sudah tersedia di kas daerah. Tetapi sampai dengan saat ini belum juga dilakukan pencairan. Sedangkan untuk desa-desa yang lain rata-rata sudah melakukan pencairan DD tahap pertama tersebut sekitar 60 persen. “Kita tidak mengetahui secara pasti apa alasan dari desa-desa ini sehingga tidak melakukan pencairan padahal anggarannya sudah siap semua,” ungkapnya. Sementara terhadap dua desa tersebut, pihaknya tetap meminta untuk segera melakukan pencairan dan bisa di-
gunakan sesuai peruntukan. Apabila tidak dilakukan juga, maka hal tersebut juga akan berdampak pada pelaksanaan program yang ada di desa. Sehingga masyarakat juga akan rugi nantinya karena ada beberapa program yang tidak bisa dilaksanakan karena tidak cukup anggaran. Selain itu, apabila anggaran ini tidak bisa dimaksimalkan juga maka akan menjadi Silpa di tahun berikutnya. “Kita khawatirkan apabila pencairan DD tahap I ini molor maka akan berimbas juga pada pencairan DD tahap II nanti. Makanya kita minta dua desa untuk segera melakukan pencairan,” ujarnya. Sementara, untuk pencairan tahap kedua terhadap DD ini, pihaknya masih menunggu petunjuk lanjutan dari pemerintah pusat. Tetapi yang jelas ketika DD tahap pertama SPJ sudah mencapai angkat 75 persen, maka sudah bisa diajukan untuk dilakukan pencairan tahap kedua. Sedangkan untuk kejelasan waktu terkait pencairan DD tahap kedua ini belum ada informasi yang memuaskan. Bahkan untuk transfer DD di tahap pertama juga cukup molor dari waktu yang telah ditetapkan. “Kalau kita persentasekan sudah ada sekitar 97 persen untuk pencairan DD tahap pertama. Itu artinya untuk pencairan tahap kedua sudah bisa dilakukan,” tandasnya. Namun demikian, pihaknya tetap menunggu informasi dari Pemerintah pusat kapan DD tahap kedua ini di transfer untuk bisa digunakan oleh desa-desa ini. (ils)
Ditinggal di Dalam Mobil, Laptop Raib SumbawaBesar(SuaraNTB)– Wiwin Taufan (39) harus merelakan laptop miliknya yang berisi data penting. Betapa tidak laptop guru honorer yang juga operator di SDN 1 Lenangguar, Kecamatan Lenangguar tersebut raib digondol maling saat ditinggal di dalam mobilnya. Kasus pencurian tersebut terjadi di depan Kantor Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa pada Kamis (27/7) lalu sekitar pukul 14. 00 Wita. Saat itu ia datang ke kantor tersebut guna melakukan pemutakhiran data aset sekolah. Saat masuk ke kantor Dinas Dikbud, laptop miliknya ditinggal di dalam mobil miliknya. Mobil tersebut diparkir di depan
kantor setempat. Setelah urusannya selesai korban kembali ke dalam mobil. Namun ia kaget saat melihat laptop miliknya sudah tidak berada di tempat. Nampaknya posisi kaca sebelah kanan mobilnya tidak tertutup sempurna. Diduga kuat laptop tersebut sudah dicuri. Hal ini kemudian dilaporkan ke Polres Sumbawa untuk ditindaklajuti. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/564/VII/ 2017/SPKT Polres Sumbawa. Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH., SIK yang dikofirmasi Jumat (28/7) kemarin membenarkan hal tersebut. Terkait kasus tersebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan. (ind)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 7 (Suara NTB/uki)
Kerusakan Hutan di Luar Wilayah Berizin Mencapai 10 Persen
TERIMA AKSI - Wawali Bima, H. A. Rahman H. Abidin saat menerima massa aksi FUI di kantor Walikota Bima, Jumat (28/7).
Dompu (Suara NTB) – Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Toffo Pajo Madapangga Rompu Waworada (TPMRW), Dadan Kuswardhana, S. Hut., menyebutkan kerusakan hutan akibat pembalakan liar diluar wilayah izin sudah mencapai 10 persen. Persentase ini dihitung dari total luas wilayah yang dikelola sekitar 96.607 Ha sesuai keputusan Menteri LHK Nomor 337 Tahun 2009 tentang pembentukan KPH NTB.Dari 96.607 Ha itu hanya 20 persen kawasan hutan yang tidak tersangkut persoalan izin. Artinya, tersisa 10 persen kawasan hutan yang belum digerogoti aktivitas pembalakan liar. “Kerusakan akibat terganggu pembalakan liar saya perkirakan sudah mencapai 10 persen dari total 96.607 Ha,” katanya menjawab Suara NTB di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Sebagian besar kawasan hutan yang tanpak mengalami kerusakan parah saat ini sebtulnya berada diwilayah izin, sehingga sulit untuk ditanggulangi,seperti halnya merehabilitasi maupun melakukan upaya pelestarian lainya. Hal ini juga lanjut Dadan, menjadi pemicu utama berkembangnya persepsi yang salah di tengah masyarakat, yang mana LHK khususnya KPH dianggap tak mampu dan terkesan membiarkan kerusakan itu terjadi. “Inilah persepsi masyarakat yang akan sulit kami jelaskan,bagaimana sebenarnya hubungan pemegang izin dengan KPH.Dalam hal rehabilitasi kita tidak bisa mengintervensi secara fisik kegiatan rehabilitasi ke dalam wilayah izin, sementara pemagang izin sendiri yang punya kewajiban belum bisa melaksanakan hal itu,” ujarnya. Karenanya untuk merehabilitasi 10 persen kawasan yang rusak tersebut perlu dilakukan upaya secara simultan, fisik dalam bentuk penanaman pohon dan non fisik berupa pembekalan pengetahuan. Sehingga, masyarakat mengetahui bagaimana mengelola dan memanfaatkan sumber daya hutan yang ada.Dua hal ini pun jelas Dadan, harus jalan bersamaan agar rasa tanggung jawab dan memiliki hutan itu tumbuh pada diri masyarakat. “Jadikan masyarakat ini subyek, jangan ditinggalkan masyarakat ini, jangan dijadikan obyek pembangunan. Mereka adalah pengelola, penerima manfaat utama dan mereka yang akan melindungi di garis depan,” pungkasnya. (jun)
Warga Kota Bima Tolak Perppu Ormas dan Kecam Aksi Israel Kota Bima (Suara NTB) – Puluhan warga tergabung Forum Umat Islam (FUI) Bima, menggelar aksi damai di depan halaman kantor Walikota Bima, Jumat (28/7). Mereka menuntut Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang (Perppu), dicabut. Selain menuntut pencabutan Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang ormas. Aksi FUI bersama sejumlah ormas Islam di
Bima meminta pemerintah agar segera mencabutnya,” ujarnya. Asikin meminta, Pemkot Bima segera menindaklanjuti tuntutan tersebut kepada pemerintah pusat, supaya bisa disikapi dan ditindaklanjuti. Terkait sikap dan harapan umat islam Bima. “Sebagai perwakilan pemerintah di daerah, kami berharap tuntutan ini bisa dikirim ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Akibat Tramadol, Bima Terancam Kehilangan Generasi Cerdas
(Suara NTB/aan)
RAPAT - Ketua Panitia Halal Bihalal RKB Pulau Lombok, H. Affan Ahmad, bersama Sekretaris Panitia, M. Irwan Husain dan anggota RKB Pulau Lombok usai menggelar rapat persiapan Halal Bihalal, di Mataram, Kamis (27/7).
RKB akan Hadirkan Wakil Ketua MK
Kota Bima (Suara NTB) Komisi I DPRD Kota Bima, mengajak semua unsur dan elemen terkait, untuk ikut terlibat mengeliminir dan berupaya memutus mata rantai peredaran tramadol ilegal supaya tidak disalahgunakan. “Kalau dibiarkan, 5-10 tahun kedepan, generasi cerdas dan sehat akan hilang, karena pengguna tramadol, kebanyakan masih berusia remaja,” kata anggota Komisi I, DPRD Kota Bima, Anwar Arman SE, kepada Suara NTB, Jum’at (28/7).
(Suara NTB/uki)
Mataram (Suara NTB) Dalam rangka mempererat silaturahmi antar masyarakat Bima se-Pulau Lombok, Rukun Keluarga Bima (RKB) Pulau Lombok, menggelar kegiatan Halal Bihalal RKB Pulau Lombok, di Aula Wijaya Kusuma, LPMP Prov. NTB, Minggu, 30 Juli 2017. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi diharapkan dapat memberikan sambutan dalam kegiatan yang rencananya akan dihadiri oleh Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. Anwar Usman, SH, MH ini. “Halal bihalal ini akan mengusung tema, ‘Melalui Halal Bihalal, Kita Pererat Silaturahim Weki Ndai Mbojo Pulau Lombok dalam bingkai ukhuwah islamiyah’,” ujar Ketua Panitia Halal Bihalal RKB Pulau Lombok, Drs. H. Affan Ahmad, M.Si yang didampingi Sekretarisnya, Dr. M. Irwan Husain, MP, di Mataram, Kamis (27/7). Affan menegaskan bahwa kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh sekitar 1.000 orang yang kebanyakan merupakan orang Bima yang berdomisili di Pulau Lombok. “Insha Allah akan dihadiri oleh Bupati Bima, Walikota Bima, Bupati se-Pulau Lombok dan diharapkan Bapak Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi akan bisa memberikan sambutan di acara tersebut,” ujar Affan. Ia menambahkan pula bahwa nantinya, salah satu putra terbaik Bima yang saat ini menjabat Wakil Ketua MK, Dr. Anwar Usman, SH, MH, akan hadir. “Kita bersyukur pada pelaksanaan halal bihalal tahun ini bapak Anwar Usman, Wakil Ketua MK RI, akan memberikan uraian hikmah halal bihalal pada kesempatan tersebut,” ujarnya. Guna memeriahkan acara tersebut, pihaknya juga akan menyajikan hiburan dengan menghadirkan Aan, artis asal Bima, yang melejit namanya melalui pentas D’Academy 4. “Juga ada sajian musik tradisional dari Rudy Biola,” imbuhnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini digelar rutin setiap tahunnya. Kegiatan ini digelar untuk mempererat silaturahim diantara warga RKB di Lombok. “Dan kita berharap dengan silaturahim ini kita bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” tegas Affan. (aan)
Bima ini, juga mengecam aksi militer Israel di Palestina. Koorlap aksi, Ustad Asikin mengaku, pihaknya keberatan dengan adanya Perppu tersebut. Pihaknya menilai Perppu yang diterbitkan pemerintah belum lama ini, tidak tepat karena memiliki persyaratan bagi ormas-ormas tertentu. “Kami anggap Perppu ini membatasai hak-hak warga negara. Makanya kami umat Islam
Anwar Arman
Menurut Politisi PKS ini, terkait Bima yang darurat tramadol, harus disikapi dengan tegas. Mulai dari jajaran Pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH), serta SKPD teknis terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dikes). “Harus ada ketegasan. Misalnya ditemukan ada toko yang menjual tramadol di luar ketentuan dan syarat, segera cabut izinnya,” akunya. Selain melakukan penindakan tegas, Anwar juga meminta aparat berwajib atau APH, memberikan hukuman terhadap oknum-oknum yang sengaja mengedarkan tramadol tanpa sesuai prosedur dengan seberat-beratnya. “Saya kira aparat kita selama ini sudah efektif melakukan operasi dan sudah banyak pelaku yang ditangkap. Untuk itu para pelakunya diproses
dan dihukum berat,” ujarnya. Selain memperketat pengawasan pada penjualan dan menindak tegas oknum pelaku, dikatakannya, pada lingkungan pendidikan juga harus menjadi perhatian khusus. Diperlukan pengawasan ketat dengan melibatkan guru, wali murid serta masyarakat. “Pengaruh tramadol sangat rawan di lingkungan pendidikan. Semua pihak harus turun tangan melakukan pengawasan. Para Ulama juga kami berharap ikut berperan untuk memberikan pencerahan,” tegasnya. Dia menambahkan, terkait fonemena penyalahgunaan dan peredaran tramadol yang marak, pihaknya juga tidak tinggal diam. DPRD Kota Bima khususnya Komisi I, akan mengkaji regulasi supaya diterbitkan Perda. “Yang jelas ini soal ini akan kami tindaklanjuti, melakukan kajian payung hukum. Kemungkinan menerbitkan Perda, untuk menangkal peredaran dan penyalahgunaan tramadol,” pungkas eks jurnalis ini. (uki)
Dukung Perppu
FP3 Desak Pemerintah Segera Bubarkan Ormas Anti Pancasila Dompu (Suara NTB) – Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) yang diterbitkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, menuai pro dan kontra ditengah masyarakat. Di Dompu, FKMM misalnya, menolak keras keberadaan Perppu tersebut karena dianggap senjata mengkriminalisasi Ormas. Sementara mereka yang pro seperti FP3 (Forum Pemuda Peduli Pancasila) menutut segera membubarkan Ormas anti pancasila,bahkan mereka meminta Perppu ini dijadikan Undangundang.Aspirasi itu disampaikan dengan cara membagi selebaran kepada pengguna jalan raya di simpang empat Koramil Kota, Kamis (27/7). “Kami mendesak pemerintah agar segera mungkin membubarkan Ormas anti pancasila,” kata penanggung jawab pembagian selebaran, Bimbim kepada Suara NTB. Ia menjelaskan, keberdaan Ormas anti pancasila akan mengancam keutuhan NKRI,karenanya
pemerintah kabupaten dituntut bersikap terutama terhadap Ormas yang sudah dipastikan anti pancasila.Terlebih Ormas lain yang juga berpotensi memecah belahkan persatuan. Selain untuk menutut beberapa poin diatas, pembagian selebaran juga dimaksudkan sebagai upaya mensosialisasikan Perppu Nomor 2 tahun 2017 pada masyarakat umum. Sehingga saat eksekusi berlangsung tidak muncul kegaduhan, apalagi sampai melakukan tindakan anarkis. “Pemerintah kabupaten juga harusnya bersikap untuk membubarkan Ormas yang sudah nyatanyata bertentangan ini,” ujarnya. Bibim menambahkan, pihaknya juga bersedia menjadi garda terdepan dalam mengeksekusi pembubaran Ormas anti pancasila. Kalaupun ada upaya anarkis dari kelompok tersebut ia siap melawan, terlebih meminta penegak hukum menindaknya secara tegas sebagaimana peraturan perundangundangan di negara ini. “Kami khusunya siap untuk membantu penegak hukum dan pemerintah dalam membubar ormas-ormas tersebut,” tegasnya. Pantauan Suara NTB aksi yang
Suara NTB/jun)
BAGI SELEBARAN – Elemen masyarakat yang tergabung dalam FP3 saat membagikan selebaran untuk pengguna jalan raya di simpang empat Koramil Kota Dompu, Kamis (27/7). mendapat pengawalan personel kepolisian itu berjalan lancar, tak tanpak reak-
si balik dari kelompok yang kotra Perppu Nomor 2 Tahun 2017 ini. (jun)
Sementara, Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin S.E didampingi Plt. Sekda Kota Bima, Drs. Muhktar M.H, yang menerima massa aksi, berjanji akan menindaklanjuti tuntutan, terkait penolakkan Perppu tersebut. “Kami apresiasi aksi damai wargaBimaini.Tuntutandanharapannya akan kami kirim segera ke Pemerintah Pusat,” ujarnya. Pada kesempatan itu, H.
Man sapan Wawali, juga menegaskan, pihaknya mengecam keras tindakan militer Israel di Palestina. Yang menutup mesjid Al-Aqsa, serta menghalang-halangi umat muslim melaksanakan ibadah di mesjid tersebut. “Aksi Israel ini tidak hanya dikecam umat muslim seluruh dunia. Umat lainnyapun juga bergerak hatinya menyerukan hal serupa atas nama kemanusiaan,” pungkasnya. (uki)
Hindari Ancaman Tramadol
Pemda Dorong Terbentuknya Komunitas di Masyarakat Dompu (Suara NTB) Kasus peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat – obatan di Kabupaten Dompu kian massif hingga kampung dan anak – anak. Sekitar 20an remaja Dompu saat ini dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ) akibat penyalahgunaan narkoba dan tramadol. Massifnya peredaran tramadol ini memunculkan kesadaran masyarakat untuk secara swadaya mencegah peredarannya dan akan terus didorong. Kepala Bagian Kesra Setda Dompu yang juga Sekretaris Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Dompu, H. Zulkifli Lubis, S.Sos kepada Suara NTB, Jumat (28/7) kemarin, mengakui ancaman atramadol bagi generasi muda sudah cukup mengkhawatirkan. Peredaran tramadol menyasar ke kampung – kampung dan semua kalangan, karena harganya yang murah dan mudah didapat. “Ini yang kita khawatirkan dari peredaran tramadol ini,” ungkapnya. Akibat penyalahgunaan tramadol, diakui H. Zulkifli, sekitar 20 orang pemuda Dompu dirujuk ke RSJ Mataram dan Lido untuk direhabilitasi. Mereka ini awalnya menkonsumsi sabu, karena tidak memiliki uang sehingga beralih ke tramadol yang relatif lebih murah dan mudah didapat. “Sudah 20an orang yang saya bawa rehab di RSJ Mataram dan di Lido,” akunya. Zulkifli mengaku, jumlah yang kecanduan akibat tramadol dan sabu diperkirakan masih cukup banyak. Karena banyak ditemukan bungkus tramadol di tempat sampah pada taman – taman kota. Selain tramadol, pecandu obat ini juga terkadang memanfaatkan obat lain hingga pembalut wanita. “Waktu sosialisasi bahaya narkoba bersama pelajar dan mahasiswa kemarin, saya cukup kaget ketika ada peserta yang menanyakan bahan yang terkandung di pembalut sehingga digunakan para pencandu sebagai pengganti sabu dan obat – obatan. Untungnya ada dokter dan menjelaskannya secara detail,” terangnya. Koordinasi dengan aparat dalam mengantisipasi peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat
(Suara NTB/ula)
H. Zulkifli Lubis – obatan juga intens dilakukan. Tapi upaya ini belum maksimal, sehingga akan didorong terbentuknya lembaga vertikal Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK). Walaupun secara syarat – syarat pembentukannya sudah dipenuhi semua, termasuk kesiapan lahannya. Yang baru terbentuk saat ini Badan Narkotika Kabupaten (BNK), belum independen sehingga belum maksimal dalam upaya penindakan dan pencegahan terhadap peredaran narkoba. “Kalau sudah terbentuk BNNK, upaya pencegahan dan penindakan terhadap narkoba akan semakin massif dilakukan,” katanya. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan BPOM untuk intens melakukan razia terhadap apotik dan kios – kios dari tramadol. Karena upaya sosialisasi juga cukup intens dilakukan, tapi penyalahgunaan obat – obatan masih banyak terjadi. “Makanya kita minta ke BPOM untuk intens melakukan pengawasan di lapangan,” ungkapnya. Karena cukup massif di kalangan remaja, Zulkifli mendorong masyarakat untuk ikut melakukan pencegahan terhadap peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat – obatan. Langkah ini sudah diawali oleh warga lingkungan Bali Bunga Kelurahan Kandai Dua Dompu yang sudah mendeklarasikan diri beberapa waktu lalu. “Yang sudah berkoordinasi dengan kami setelah Bali Bunga, dari warga Simpasai. Ini murni gerakan masyarakat sebagai bentuk kepedulian mereka akan bahaya peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat – obatan,” katanya. (ula)
POLHUKAM
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 8
Soal Perppu Ormas
Yang Tidak Setuju Dipersilakan Menggugat Tidak Serius Bahas APBDP
Mataram (Suara NTB) Penerapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 2/2017 tentang Ormas masuk tahap sosialisasi, sebelum nanti diterapkan mutlak. Masyarakat yang tak setuju dipersilakan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
BADAN Anggaran (Banggar) DPRD NTB mengaku kecewa dengan sikap Tim Anggaran Pemerintan Daerah (TAPD) Provinsi NTB yang dinilai kurang serius untuk membahas RAPBD Perubahan 2017. Karena dalam rapat bersama Banggar, tidak satupun pejabat tinggi TAPD yang hadir. “Rapat pertama pengajuan RAPBDP 2017 tidak ada satupun anggota TAPD hadir. Padahal mereka yang mengajukan RAPBDP, lalu bagaimana Banggar mau membahas kalau yang mengajukan tidak hadir,” ujar anggota banggar, Johan Rosihan, ST pada wartawan. Diketahui tim TAPD yang hadir dalam rapat bersama banggar itu, hanya diwakili satu orang pejabat eselon III, dan didampingi oleh beberapa staf. Sementara dari Banggar sendiri yang hadir sangat lengkap, bahkan langsung dihadiri oleh koordinatir Banggar, yakni Ketua DPRD NTB. “Dari yang hadir ini bisa kita lihat bagaimana eksekutif menyusun anggaran. Harusnya minimal kepala Bappeda yang sampaikan pengajuan karena dialah yang mengorganisasikan program,” ujarnya. Setelah dikonfirmasi atas ketidakhadiran pejabat utama yang tergabung dalam TAPD itu, seperti Sekda selaku ketua TAPD dan anggotanya ternyata diketahui tengah berada di luar negeri, yakni Inggris, ikut mendampingi Gubernur NTB. “Biasanya sebelum ini, pada rapat awal ini TAPD lengkap dipimpin Sekda sebagai ketua TAPD. Tapi Banggar coba ambil substansinya saja, kita coba memaklumi ini, asal ada pendelegasian yang jelas. Karena rencana awal langsung ke substansi, karena sebenarnya hanya mencocokkan angka antara KUA/ PPAS dengan RAPBDP yang diajukan,” jelas Ketua Fraksi PKS itu. Ketidakharan TAPD itu sangat disayangkan oleh para wakil Raktat di Udayana itu, sebab besoknya sudah dijadwalkan akan diparipurnakan. Johan khawatir dengan model pembahasan RAPBDP seperti itu, akan berimbas pada penetapan APBDP akan tertunda sesuai rencana pada perten g a h a n Agustus ini. Johan Rosihan (ndi)
Meski demikian, Kemenkumham RI sudah mencabut badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dinilai anti-Pancasila, sesuai diatur dalam Perppu 2/2017 tersebut. Wakapolda NTB, Kombes Pol Imam Margono kepada Suara NTB memaklumi pada setiap kebijakan kerap memancing pro dan kontra. “Kalau yang kontra silakan proses lewat jalur hukum, misalkan uji materi ke MK,” terangnya. Iamenegaskan, langkah hokum itu lebih produktif daripada harus turun ke jalan menolak Perppu dengan aksi demonstrasi. Sebab, terkadang aksi massa kerap berakhir tidak baik, mengganggu kondusivitas dan kelancaran aktivitas masyarakat. Walaupun aksi demonstrasi sudah dijamin Undang-undang. “Jangan melakukan kegiatan yang kontraproduktif, artinya mari
(Suara NTB/why)
BUKU SAKU - Personel kepolisan membagikan buku saku penjelasan Perppu 2/2017 tentang Ormas kepada masyarakat. Penerapan aturan itu kini baru masuk tahap sosialisasi. sanksi teguran dan penghentian kegiatan gagal. Mengenai sepak terjang HTI di NTB, ia mengatakan masih akan menggunakan cara sosialisasi terlebih dulu. Walaupun
badan hukumnya telah resmi dicabut pemerintah. “Kalau organisasinya sudah dilarang, ya tentu kegiatan-kegiatannya juga ya. Tapi kita sosialisasikan dulu,” ujarnya.
Perppu 2/2017 tentang Ormas mengatur tentang organisasi yang didirikan agar sesuai dengan tujuan serta falsafah NKRI yakni Pancasila dan UUD 1945. (why)
Randis Anggota DPRD NTB akan Dicabut Mataram (Suara NTB) Kendaraan dinas (Randis) yang dikuasai oleh Pimpinan dan anggota DPRD NTB saat ini akan dicabut. Pasalnya, mulai tahun 2017 ini, para wakil rakyat di Udayana itu akan mendapatkan penghasilan tambahan berupa pemberian tunjangan transportasi. Pencabutan kendaraan dinas tersebut merupakan konsekuensi dari terbitnya peraturan pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD. Demikian disampaikan oleh Sekretaris DPRD NTB, H. Mahdi Muhammad, SH, MH, pada Suara NTB, Jumat (28/7). “Akan dicabut, itu konsekuensi dari dapat tunjangan transportasi. Jadi tidak boleh lagi pegang kendaraan dinas,” ujarnya.
(Suara NTB/ndi)
Jaringan Curanmor Dipetakan
Saat ini jumlah kendaraan dinas yang dikuasai oleh pimpinan dan anggota DPRD NTB sebanyak 25 unit roda empat. Dan semuanya itu akan segera ditarik oleh Sekretariat Dewan setelah peraturan daerah tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota DPRD NTB ditetapkan dan diberlakukan. “Kalau masih mau memegang kendaraan dinas, ya tidak bisa dicairkan tunjangan transportasinya, karena itu nanti bisa jadi temuan,” jelas Mahdi. Dikatakan oleh Mahdi, nomenklatur tunjangan transportasi tersebut sama halnya dengan tunjangan perumahan yang didapatkan oleh pimpinaan dan anggota DPRD NTB. Jika menerima fasilitas rumah dinas, maka tidak diperbolehkan lagi menerima tunjangan perumahan.
“Misalkan Ketua DPRD yang pegang rumah dinas, tidak menerima tunjangan perumahan. Nah kalau wakil dan anggota yang tidak gunakan rumah dinas, dapat dia tunjangan perumahan,” terangnya. Anggota DPRD NTB, Raihan Anwar, M. Si yang dikonfirmasi, juga menyerukan supaya kendaraan dinas yang dikuasasi oleh sejumlah pimpinan dan anggota Dewan itu segera ditarik oleh Sekretariat Dewan. Karena para wakil rakya itu akan diberikan tunjangan transportasi. “Kalau belum dikembalikan, Sekretaiat berhak menahan tunjangan transportasi. Makanya harus ditarik dulu. Sebenarnya dalam aturan yang lama juga tidak ada mobil dinas untuk anggota DPRD itu, ini sifatnya pinjam pakai,” katanya. (ndi)
PAN Rekomendasikan Tiga Balon Gubernur NTB
(Suara NTB/why)
KEPOLISIAN memetakan jaringan komplotan curanmor di NTB. Dari analisa, ada keterkaitan antara pelaku di Pulau Lombok dengan di Pulau Sumbawa. Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Kristiaji mengungkapkan, Kamis (27/7) pihaknya sudah melakukan mapping bersama tim opsnal seluruh NTB, mulai dari tingkat Polda hingga Polres. “Sudah mapping, diskusi per pulau. Mereka sudah membuat anatomy of crime,” ujarnya ditemui di Mako Brimob Polda NTB. Anatomi kejahatan itu berupa pemetaan pelaku, tempat kejadian, modus, saksi, dan barang bukti untuk mencari keterkaitan antara kasus yang satu dengan lainnya. Ia mengatakan, ada pola bahwa kendaraan hasil pencurian dipindahkan para pelaku di luar daerah tempat kejadian perkara. “Misalnya curanmor di Lobar, bisa ke Lotim. Bahkan bisa sampai ke Bima sana,” sebut Kristiaji. “Nanti semuanya akan bergerak bersama-sama mencari. Saling mendukung tugas,” imbuhnya. Pola-pola yang dianalisa tersebut kemudian diintegrasikan dalam satu data induk. “Jaringannya seperti apa saja, pengelompokannya bagaimana. Itu sudah kita ketahui tapi tidak bisa kita sampaikan,” ujarnya. Dalam memburu pelaku, tidak hanya curanmor tetapi juga perampokan, tim opsnal harus dibekali dengan kemampuan menembak sasaran dengan tepat tanpa harus mengorbankan prosedur tetap yang ada. “Reserse hampir semuanya memiliki senjata dinas. Itu perlu dilatih, perlu lebih mengenal senjata agar lebih sigap. Khususnya pada saat penangkapan tersangka,” terangnya. Namun, ia menilai anggotanya di lapangan belum cukup memadai tentang kemampuan menembak, padahal menembak adalah kemampuan utama dan mendasar bagi tim opsnal. “Latihan bagus. Walaupun belum baik, tapi cukup,” ungkapnya. Ia memerintahkan anggotanya untuk terus berlatih. Sebab, tantangan di lapangan selalu berkembang. “Dalam satu ketika ada memerlukan tindakan keras yang terukur untuk melumpuhkan. Atau dalam keadaan mendesak, harus tembak mati,” pungkas Kristiaji. Kristiaji (why)
sikapi dengan akademis. Kan lebih bermartabat,” kata Imam. Dalam hal penerapan Perppu 2/2017 tersebut, pihaknya saat ini sedang menggarap program sosialiasi ke masyarakat, termasuk ke Ormas-ormas. Paham anti-Pancasila mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Dampak lebih jauhnya yakni disintegrasi bangsa. Penerbitan Perppu itu, lanjut dia, merupakan langkah konstitusional pemerintah. Perppu 2/2017 itu memuat azas pemerintah yang berwenang mengeluarkan izin dapat secara langsung mencabut izin yang telah dikeluarkannya tersebut. Berbeda dengan UU 17/2013 yang harus melalui proses peradilan terlebih dahulu. Proses pengadilan terhadap pencabutan badan hukum suatu Ormas dihilangkan, sebagai langkah lanjutan apabila
Mataram (Suara NTB) Tim pilkada DPW PAN NTB mengumumkan telah mengambil tiga nama bakal calon (balon) Gubernur dari 13 kandidat yang sudah mendaftar di PAN untuk dilaporkan ke DPP PAN. Tiga bakal calon gubernur tersebut adalah, Ahyar Abduh, Farouk Muhammad dan Lalu Rudi Irham Sri Gde. Demikian disampaikan oleh Ketua panitia Tim Pilkada DPW PAN NTB, H. Saiful Islam, SH pada wartawan, Jumat (28/7). “Ada tiga figur cagub yang sedang kita matangkan, yakni Ahyar, Farouk dan Rudi. Kenapa mereka, karena itu yang intesif komunikasi, yang lain tidak aktif,” ujar Saiful Islam di Kantor DPW PAN NTB. Dikatakan oleh Saiful Islam, ketiga nama tersebut akan dilaporkan ke DPP pada hari Sabtu (29/7) hari ini, bertepatan denga kegiatan rapat koordinasi teknis dengan DPP PAN di hotel Aston, Mataram. “Itu yang akan kita sampaikan dalam laporan besok kepada Wakil Ketua Umum bidang pemenangan pemilu DPP PAN, Hanafi Rais,” terangnya. Sementara soal balon wakil Gubernur, PAN juga telah mengeliminasi lima nama ca-
(Suara NTB/ndi)
UMUMKAN BALON GUBERNUR - Ketua tim Pilkada DPW PAN NTB, Saiful Islam didampingi oleh ketua tim pemilu, Eva Zainora, mengumumkan nama-nama kandidat yang direkomendasikan ke DPP. lon gubernur yang sudah mendaftar di PAN. Karena PAN akan mengajukan kadernya untuk menjadi calon wakil gubernur. “Soal paket saja yang belum ada kesepakatan, ini masih kita bicarakan dengan semua kandidat. Karena Ketua Umum menginginkan ada kader PAN yang jadi wakil. Makanya itu yang sedang ramu, siapa kader yang akan kita ajukan, apakah kader PAN, atau non kader
yang siap dikaderkan,” jelasnya. Adapun nama-nama kader PAN yang berpotensi akan diajukan sebagai wakil mereka yang berasal dari pulau Sumbawa, yakni M. Nasir, M. Jabir dan Safrudin. Sementara untuk tiga kabupaten/kota, PAN sudah menetapkan calon hanya di Kota Bima. Sementara untuk kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur akan ditetapk dalam waktu dekat. (ndi)
(Suara NTB/why)
KUITANSI PUNGUTAN – Kuitansi bukti pungutan atas pengurusan sertifikat prona di desa Mambalan yang diserahkan ke Polres Mataram.
Kasus Dugaan Pungli Prona Desa Mambalan Terus Didalami Mataram (Suara NTB) Kasus dugaan pungli Prona Desa Mambalan 2016 terus didalami kepolisian. Pemeriksaan saksi dan bukti mensinyalir ada unsur pidana dalam penarikan uang tak lazim dalam pengurusan 310 sertifikat. Kasus itu dilaporkan 16 Januari 2017 lalu dan tercatat dengan nomor laporan B/22/I/ 2017/Res Mataram, kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan unit tipikor Satreskim Polres Mataram. Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Desa (Gema Pedes) Mambalan, Satria Effendi mengatakan, pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari penyidik mengenai status penanganan kasus tersebut. “Sudah naik tahap sidik,” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat (28/7). “Kita lega dengan langkah-langkah penyidik yang mengatensi kasus ini. Sebab, lanjut dia, sejak dilaporkannya kasus itu, oknum pejabat desa setempat kerap meneror warga. “Kades juga sering menantang mengumpat warga,” ungkapnya. Ia menjelaskan, langkah hukum yang dilakukan pihaknya dan direspon baik kepolisian menjadi titik terang kondusivitas di desanya. “Sejak muncul kasus ini pelayanan publik di desa terganggu. Pejabat desa seolah
memusuhi masyarakat atas laporan dugaan pungli ini ke kepolisian,” kata pria lulusan FKIP Unram ini. Sementara Wakapolres Mataram, Kompol I Made Baduarsa dikonfirmasi terpisah mengatakan, penyidik unit tipikor Satreskrim sudah melakukan gelar perkara kasus tersebut. “Kamis gelar perkara. Saya belum dilaporkan hasilnya apa, saya tanyakan dulu. Tapi memang sudah gelar perkara untuk menentukan naik ke penyidikan atau tidak,” ujarnya singkat. Sebanyak 17 warga Desa Mambalan dipungut biaya rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per sertifikat. Biaya itu untuk mengambil sertifikat yang diurus melalui program Prona di Desa Mambalan tahun 2016. Kades Mambalan, Lalu Ahmad Yudni dalam suatu kesempatan mengkonfirmasi dengan bantahan bahwa tidak ada pungli. Kades yang menjabat sejak 2015 itu mengaku mengurus 310 sertifikat Prona pada 2016. Penarikan uang itu diakui Kades berupa penyiapan alas hak, seperti akta jual beli, sporadik, materai, pal, surat hibah, dan surat waris. Penarikan uang untuk sejumlah keperluan itu berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. (why)
Vonis Bebas Kasus Nuril
Jaksa akan Ajukan Kasasi
Tito Prasetyo (Suara NTB/why)
Mataram (Suara NTB) Jaksa tak puas dengan putusan bebas Baiq Nuril Maknun. Jaksa memastikan akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. PLH Kepala Kejari Mataram, Tito Prasetyo mengatakan, pihaknya melakukan upaya hukum lanjutan atas vonis hakim Pengadilan Negeri Mataram itu. “Sesuai dengan SOP di kita, pasti akan ajukan kasasi,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya Ju-
mat (28/7). Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati NTB itu menambahkan, pihaknya memiliki waktu dua pekan untuk pengajuan kasasi, sejak putusan itu diucapkan hakim. “Kemudian akan disusul dengan memori kasasi atas vonis tersebut. Pasti akan ada upaya dari kita,” jelasnya. Untuk mengajukan kasasi itu, pihaknya masih menunggu salinan putusan hakim. Sementara mengenai alasan kasasi, pihaknya enggan mengungkapkan. “Akan kita kaji mana yang jadi tuntutan apa, vonisnya
apa, masih ada waktu sembari menunggu salinan amar putusan hakim,” jelasnya. Sejatinya, pihaknya menghormati putusan hakim yang diketuai Albertus Usada pada perkara Nuril. “Tapi tentu ada perbedaan pendapat antara jaksa, hakim, dan penasihat hukum,” kata Tito. Terpisah, anggota tim penasihat hukum Nuril, Aziz Fauzi mengaku belum menerima pemberitahuan dari pengadilan terkait kasasi jaksa. Meski demikian, pihaknya mengaku siap. “Tentu nanti kami akan ajukan kontra memori kasasi setelah men-
erima memori kasasi dari jaksa,” ujarnya. Soal langkah kasasi yang akan diambil jaksa itu, lanjut dia, pihaknya tetap menyakini akan berakhir sama dengan putusan hakim pengadilan negeri Mataram. Secara formil dan materiil, Nuril terbukti bebas dari dakwaan pidana. “Dakwaan tidak memenuhi unsur.Serta bukti yang dimiliki jaksa dianggap tidak sah oleh pengadilan karena hanya salinan, bukan bukti primer. Bahkan isinya sudah berubah, tidak sama dengan aslinya.
Sebelumnya, Nuril divonis bebas dari jerat jerat pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45 ayat 1 UU 11/2008 tentang ITE. Jaksa menuntut Nuril dengan penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta. Dakwaan pendistribusian konten asusila rekaman cabul mantan Kepala SMAN 7 Mataram, H Muslim menurut hakim tidak terbukti. Hakim juga memerintahkan agar Nuril dibebaskan dari tahanan kota, dan pemulihan kedudukan, harkat, dan martabatnya. (why)
Aziz Fauzi (Suara NTB/dok)
Jendela Sastra
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 9 scarecrow by roland lavallee (fineartamerica.com)
CERPEN
Bebegig Yus R. Ismail
Tidak banyak orang yang tahu lelaki berusia dua puluh tahun itu. Dia tinggal bersama neneknya di sebuah gubuk di ujung kampung Gulamping. Setiap hari dia pergi ke sawah seorang diri. Berangkat pukul tujuh pagi dan pulang setelah senja. Berjalannya tidak sempurna karena kakinya yang pengkor.Tangannya yang kanan selalu di depan dada karena kengkong. Punggungnya menggendong tas kumal berisi perbekalan; nasi bungkus kecil dan botol air. LELAKI bernama Sawen itu setiap hari menunggui padi-padi yang sudah menguning. Dia duduk di gubuk, menarik tali sekencang-kencangnya bila melihat rombongan burung hinggap di rumpun-rumpun bambu. Tali itu dihubungkan dengan kalengkaleng yang dipasang di setiap penjuru sawah. Klontang-klontang-klontang, begitu bunyinya. Tentu saja burung-burung itu akan terbang ketakutan. Ya, tidak banyak orang yang tahu siapa Sawen. Jangankan warga lain kampung, warga sekampungnya saja hanya sedikit yang tahu. Karena begitulah keseharian Sawen, kakinya hanya melangkah dari gubuknya ke sawah. Tapi kehidupan punya aturannya sendiri. Tiba-tiba Sawen terkenal kemana-mana. Tidak hanya warga sekampung, warga kampung tetangga, warga di kota kabupaten pun tahu siapa Sawen. Ya, itu semua karena keinginan Sawen. Sawen ingin menikah dengan bebegig. *** Nenek Jumsih sudah lima kali keluar masuk gubuknya. Tapi selama itu dia tidak yakin apa yang akan dikerjakannya. Sekali dia keluar gubuk tanpa membawa apa-apa, setelah lama berdiri di luar gubuk baru ingat dia mau mengambil air dari pancuran. Kedua dia membawa panci, setelah lama berdiri di luar gubuk dia tidak ingat buat apa panci itu. Ketiga dia keluar gubuk tanpa membawa apa-apa, setelah di luar gubuk baru ingat dia tidak membawa ember untuk wadah
air. Keempat dia membawa ember ke luar gubuk, tapi setelah di luar dia tidak ingat buat apa ember itu. Ya, Nenek Jumsih sedang kalut pikirannya. Itu semua karena semalam Sawen mengatakan hal yang aneh. “Awen ingin menikah, Nek,” kata Sawen pelan. Nenek Jumsih tersenyum. Baju yang sedang ditambalnya disimpan di palupuh. “Menikah dengan siapa?” tanyanya. “Bebegig.” Nenek Jumsih berkerut kening. “Mengapa?” “Dia baik, Nek. Dia suka sama Awen.” Itu yang membuat Nenek Jumsih kalut. Sudah tujuh kali Sawen mengatakan hal yang sama. Semalam malah sambil menangis. “Nek, nikahkan Awen, Nek. Nikahkah Awen dengan bebegig,” kata Sawen. Nenek Jumsih tidak mengatakan apapun lagi. Dia menatap cucunya lekat sekali, lalu memeluknya. Dari ujung matanya mengalir butiran bening menyusuri pipinya yang keriput. “Mengapa Nenek tidak mau, mengapa Nenek tidak mau,” kata Sawen, juga sambil menangis. Butiran-butiran air mata bercampur dengan air yang selalu mengalir dari ujung bibirnya membasahi pipi sampai lehernya. Itu yang membuat Nenek Jumsih kalut. Pagi-pagi sudah lima kali dia keluar masuk gubuknya tanpa ingat akan menger-
jakan apa. Setelah melepas Sawen pergi ke sawah, biasanya Nenek Jumsih pergi ke rumah Haji Abdulah. Ya, selama ini Nenek Jumsih mengandalkan hidup dari kebaikan Haji Abdulah. Setiap hari Nenek Jumsih membantu mengerjakan pekerjaan dapur, Sawen menjaga sawah sebelum panen. Itu semua ada upahnya, upah yang cukup untuk hidup berdua. Gubuk Nenek Jumsih sendiri dibuatkan Haji Abdullah di kebunnya. Pagi itu Nenek Jumsih tidak pergi ke rumah Haji Abdulah. Nenek Jumsih hanya duduk di depan tungku, memandang bara yang sudah padam. Dia ingat dua puluh tahun lalu saat kampung geger. Ada seorang wanita ditemukan pingsan di tepi hutan. Wanita itu adalah Surining, orang kota yang tersesat di tepi hutan. Surining ternyata sedang hamil. Dia sudah berkeliling mencari dukun beranak untuk menggugurkan kandungannya. Tapi setelah diurut oleh dua orang dukun beranak, kandungan Surining tidak juga gugur. Surining malah yang kemudian pingsan. Saat melahirkan bayi prematur, Surining meninggal karena terlalu banyak pendarahan. Anak Surining itu adalah Sawen, yang kemudian diaku cucu oleh Nenek Jumsih. Sejak kecil Sawen sudah kenyang diejek orang. Dikatakan idiot, gila, anak jadah, dan entah apa lagi. Tapi Sawen selalu membalasnya dengan tersenyum. Nenek Jumsih tetap yakin bahwa Sawen adalah anak yang normal. Menjelang siang Nenek Jumsih pergi ke sawah. Dia duduk di sebelah Sawen. Hamparan sawah mulai menguning. Burung-burung pipit semakin sering berdatangan. Mereka hanya terbang sebentar ketika Sawen menarik tali. Klontangklontang-klontang bunyi kaleng hanya mengagetkan burung-burung itu sebentar. Dan di sudut kanan persawahan, sebuah bebegig tampak jelas. Bebegig itu dibuat oleh Nenek Jumsih sendiri. Sawen membantu mengambil jeraminya dari belakang gubuk. Orangorangan itu setelah jadi diberi pakaian perempuan, kepalanya dipasang topi warna pink. “Bebegig itu yang baik kepada Sawen?” tanya Nenek Jumsih. “Iya, Nek. Dia sering mendongeng, sering mengajak bermain. Dan tentu menyayangi Sawen. Seperti Nenek.” “Boleh kalau Nenek bicara dengannya?” “Tidak bisa, Nek. Bebegig hanya ingin bicara dengan Sawen. Hanya bisa bermain dengan Sawen. Kapan, Nek, Sawen dan bebegig dinikahkan? Nikah di Pak RT saja, Nek.” Nenek Jumsih tersenyum. *** Dari Pak RT itulah kabar Sawen ingin menikah dengan
bebegig menyebar. Seluruh war- lampu-lampu besar mereka men- dalam hutan. Kalau sudah ter- gat. Bersamaan dengan puncak ga kampung segera tahu. Ada datangi rumah Nenek Jumsih. tangkap, segera sms saya. Bawa syahwatnya, bunyi sms masuk. Tapi Sawen sudah tidak ada. saja ke halaman bale desa, biar yang tertawa, ada yang mengge“Boss, Sawen sudah terleng-gelengkan kepala, ada yang Sawen sudah meloloskan diri. seluruh warga tahu kita yang tangkap,” kata pesan sms itu. berdecak, dan banyak komentar. Dia kabur ke hutan sejak sore melakukannya. Dan jangan Juragan Sutar tersenyum. Juragan Sutar yang kemudi- tadi. Ada orang kampung yang lupa, sediakan kopi dan rokok Dipeluknya istrinya. Disusurinya an membuat Sawen lebih terke- kasihan kepada Sawen dan yang cukup untuk yang ikut ke punggung istrinya. Klik! Tombol nal. Tengkulak hasil pertanian Nenek Jumsih. Dia melaporkan hutan,” kata Juragan Sutar. yang ada di punggung istrinya dipdan rentenir itu sejak beberapa apa yang terjadi di kampung. ijit. Semenit kemudian Juragan “Bapak tidak akan ikut?” bulan yang lalu sudah menyusun Maka Sawen pun lari ke hutan. “Ini... sakit pinggang kumat Sutar tertidur di samping istrin“Bersembunyilah di dalam lagi.” rencana ikut pencalonan kepala ya yang selalu tersenyum itu. ** desa. Ketika mendengar kabar hutan. Jangan keluar sebelum *** Sawen ingin menikah dengan be- Nenek memanggilmu,” kata Malam terasa dingin dan Catatan: begig, dia tertawa terbahak-ba- Nenek Jumsih. sunyi saat Juragan Sutar pulang Bebegig = orang-orangan sawah Juragan Sutar marah ketika seorang diri. Sorak-sorai rom- Pengkor = cacat kaki, bengkok, hak. “Dasar, anak idiot,” gumamnya. Tapi tawa itu kemudian ter- tahu Sawen sudah tidak ada di bongan yang ke hutan sudah biasanya bawaan sejak lahir henti. Dia segera mengumpulkan gubuknya. tidak terdengar lagi. Sampai di Kengkong = cacat tangan, “Ini tidak bisa dibiarkan! rumah gedung dua tingkat yang bengkok ke dalam pendukungnya, mengadakan rapat. Dan siang itu dia bicara di Bagaimanapun kebobrokan halamannya asri, jam tangan Palupuh = lantai dari bambu moral harus dituntaskan. Kam- Juragan Sutar sudah menunhadapan warga kampung. “Sawen ingin menikahi bebe- pung kita harus memegang teg- jukkan pukul sepuluh malam. gig itu jangan hanya dilihat se- uh Imtaksoljug, Iman Takwa Ketika pintu dibuka Juragan Yus R. Ismail, menulis bagai sesuatu yang lucu. Ini Soleh Juga. Jadi... Ayo, kita ke- Sutar, istrinya sedang duduk di cerpen, novel dan puisi, dalam masalah moral. Bagaimana jar Sawen ke dalam hutan!” bahasa Indonesia dan Sunda. sofa, tersenyum begitu manis. bisa orang menikah dengan beLima carponnya (cerpen Juragan Sutar lalu ke kamar Orang-orang bergemuruh. begig?” kata Juragan Sutar bera- Lalu mereka berangkat menu- mandi. Mandi air hangat. Lalu berbahasa Sunda) pi-api. “Kita percaya Sawen dan ju tepi hutan. Nenek Jumsih minum air hangat dan sebutir pil. diterjemahkan oleh C.W. Nenek Jumsih bukanlah dukun, menangis sambil duduk di Istrinya yang selalu tersenyum itu Watson dan diterbitkan bukan penganut ilmu santet, bu- tanah. Juragan Sutar segera dipangkunya, lalu dibawa ke kadalam buku Miss Maya and kan tukang sihir. Tapi moral memanggil anak buahnya. other Sundanese Stories mar. Sekian menit kemudian Juyang bobrok saja sehingga ada (Desember 2014). “Kamu pimpin rombongan ke ragan Sutar sudah mandi kerinniat menikah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 dengan bebe- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 gig. Kampung 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 kita harus ber- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 sih dari moral 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 bobrok seper- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 ti itu! Jadi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 kita harus 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 membersih- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 kannya! Bila 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 rencana malam ini 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 saya jadi ke- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 pala desa....!” 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 J u r a g a n 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 aku membawa lampu natal untuk dahan pohon mangga depan rumahmu, agar kita 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Sutar dengan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 bisa duduk dengan redup 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 puluhan warga 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 aku membawa setumpuk buku puisi dan filsafat untuk pahamu, agar aku bisa 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 kampung pen- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 membacakannya di sana 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 dukungnya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 aku membawa sekantung angin dari gunung rinjani untuk daun gugur dan rumput 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 merencana- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 sekeliling, agar kau menjadi lapis tubuhku 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 kan untuk 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 aku membawa palu penghancur untuk konsep perhitungan waktu, agar tidak ada detik 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 menangkap 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 terakhir yang membuat detak ini berakhir 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Sawen. Sawen 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 harus diadili. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Sawen akan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 malam yang berkabut di kacamatamu dibawa-bawa 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 oleh Juragan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Menjelang pagi, kau pergi dengan segelas kopi dan hidung basah. Kubaca juga kecemasan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Sutar dalam 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 setiap kali kau mengusap kacamata dengan ujung bajumu. Matahari melambat sebab kau kampanye se- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 lebih cemerlang dari spektrum fajar. “Di kota ini, televisi belum mati. Selama kita terbit di 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 bagai contoh 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 dalamnya,” ucapmu dengan mata gusar. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 b o b r o k n y a 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 moral. Malam 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 itu mereka ber- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 kumpul. Lalu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Mengupas ketupat 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 dengan mem- 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 bawa obor dan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 apabila pagi telah diperuntukkan bagi para dermawan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 ditugaskan pada mereka merapatkan daun-daun kelapa 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 orang-orang dibariskan terlebih dahulu, di hadapan penawan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 setatak daun akan dibumbui sampai layu hingga berwarna senja 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567
PUISI
Robbyan Abel Ramdhon
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 setelah zikir terakhir digelengkan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 tiba saatnya jari-jari pengupas menari 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 raut para pemarut bertemu kecut jeruk purut 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 sedang peziarah menukar restu pada pendahulu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 setiap santap akan dibelanjakan jajanan surga 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 selagi puan menyelesaikan cerita mereka 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 ruh papuq tuan mengambil tempat pemanggilannya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 anak-anak yang disapa keberadaannya, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 akan hilang keseimbangan : Hemicrania Continua 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 (Surabaya, 2016) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 salju runtuh menyuluh tanda 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 tamu-tamu kedatangan pintu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 sebentar lagi bunyi elegi disiarkan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 sebab-sebab kebaikan akan diandaikan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 haru biru, menyambut hari baru 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 malam terguling, lingkar tukar melebar 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 anggur gusur dari mulut ibu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 karena ia menenggak sambil memasak 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 tuhan diberi perayaan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 ibu mendapat pujian 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 (Lombok, 2017) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 rindu, 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 puisi yang iramanya detak jantung 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 pulang tak pernah mengetuk pintu 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 di matanya, kau tak perlu menjadi malam tahun baru 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 untuk bercahaya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Robbyan Abel Ramdhon lahir di Mataram, 5 Januari 1998. Saat ini sedang belajar Ilmu Komunikasi di 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 Universitas Airlangga, Surabaya. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567
hari menyambut sambutan
Rindu
SUARA NTB
Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 10
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
zPenanggung Jawab: Agus Talino zRedaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani zKoordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar zRedaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul zStaf Redaksi zMataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi zLombok Barat: M.Haeruzzubaidi. zLombok Tengah : Munakir. zLombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. zKLU : Johari. zSumbawa Barat : Heri Andi. zSumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. zDompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. zTim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. zKantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zTarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). zDisplay B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. zDisplay F/C : Rp 35.000/mmk. zIklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. zIklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. zIklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. zAlamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zHarga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. zHarga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
„ Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 11
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar Pin ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 29 Juli 2017
Halaman 12
1. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia Tahun 2017, Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2017 Pemerintah NTB memberikan Insentif Pajak berupa : a. Pembebasan Pokok BNN - KB dan sanksi administratif untuk penyerahan kedua dan seterusnya bagi kendaraan bermotor luar daerah yang dimutasikan ke dalam wilayah Nusa Tenggara Barat dan tidak berlaku untuk kendaraan bermotor tahun pembuatan/tahun perakitan 2016 dan 2017; b. Pembebasan sanksi administrasi PKB kendaraan bermotor meliputi pembebasan denda dan/atau sanksi administratif atas keterlambatan membayar PKB untuk semua jenis, tipe dan tahun kendaraan bermotor; 2. Pembebasab BBN-KB sebagaimana dimaksud angka huruf a, terhitung mulai tanggal 1 Agustus sampai dengan 15 Desember 2017. 3. Pembebasan sanksi administrasi PKB sebagaimana dimaksud angka 1 huruf b, terhitung mulai tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2017.
Untuk info lebih lanjut hub. : Bappenda Prov. NTB dan Samsat Se- NTB
Sajim Daftar Diantar Ratusan Simpatisan
(Suara NTB/her)
MENDAFTAR – H. Lalu Sajim Sastrawan didampingi para petinggi parpol dan simpatisan sedang mendaftar ke Bappilu partai Nasdem Lobar, Jumat.
Giri Menang (Suara NTB) Kandidat Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H.L. Sajim Sastrawan mendaftarkan diri di Nasdem Lobar. Tokoh birokrat Lobar ini mendaftar diantar massa simpatisan yang ada di Lobar. Selain massa simpatisan, mantan staf ahli gubernur ini diantar oleh sejumlah petinggi parpol seperti petinggi PBB (wakil ketua DPW NTB), H.L. M. Syamsir dan Ketua Bidang Organisasi yang juga Ketua Panitia Pilkada PDIP, L. Ratmawa Wiraguna. Kedatangan kandidat H.L. Sajim diiringi ratusan massa simpatisan sekitar pukul 09.30 Wita. Mantan Karo Hukum Pemprov NTB ini didampingi sejumlah tokoh Lobar bersama massa berjalan kaki dari depan pendopo, iring-iringan Mik Sajim dikawal oleh aparat kepolisian dan Polsek Gerung. Di antara iringiringan tersebut, tampak juga tokoh budayawan H.L. Nasib AR. Menariknya, kandidat Cabup pada Pilkada 2008 lalu tersebut diiringi lagu Sasak yel-yel khusus seruan dukungan ke kandidat H.L Sajim. Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPD Nasdem Lobar H.L. Herwanto, SH, Ketua Bidang Otonomi Daerah DPW Nasdem NTB, H Ahmad Isror Idris dan ketua Bappilu sekaligus Ketua panitia pilkada serta pengurus lainnya. Kandidat H.L Sajim Sastrawan menyampaikan, ia memberikan apresiasi terhadap pihak Nasdem yang menerimanya. Sajim menyampaikan sejumlah pokok-pokok fikiran yang menjadi visi misi kedepan, menurutnya sederahana visinya yakni mewujudkan Lobar sebagai barometer provinsi NTB melalui semangat Patut Patuh Patju. Kenapa memilih visi misi ini?, menurutnya sejalan dengan jargon Partai Nasdem yakni restorasi. “Restorasi saya maknai sebagai bentuk perubahan yang mendasar terhadap tatanan kenegaraan dan berbangsa dari sebuah negara,”jelasnya. Dalam sambutannya, Ketua DPD Nasdem Lobar, H.L Herwanto menyatakan bahwa kandidat pertama yang mendaftar di partai yang memiliki jargon gerakan perubahan Indonesia, artinya semua berkeinginan untuk berubah, bahkan ajaran agama juga menekankan agar hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. karena itu Nasdem memiliki jargon harus ada perubahan, restorasi. “Hari ini hari kedua membuka pengembalian formulir (mendaftar), kemarin (Kamis red) pak Lalu Jaya Asbani sudah mendaftar, kemudian hari ini Mik Sajim,’’ kata Herwanto. Lebih jauh dikatakan anggota DPRD NTB ini, kandidat yang mendaftar rencana Sabtu besok paling banyak sebab rencananya kandidat petahana, H. Fauzan Khalid, Nauvar F Farinduan, TGH. Muammar Arafat, Sulhan Mukhlis dan TGH Khudary. Menurutnya banyak kandidat ini menandakan bahwa semua ingin ada perubahan. Menurutnya Nasdem sendiri tidak menggunakan mahar politik pada penjaringan ini, sebab jika menggunakan mahar brarti tidak ingin ada perubahan. Ia mendoakan agar apa yang menjadi ikhtiar HL Sajim bisa terwujud. Untuk proses penjaringan sendiri jelasnya akan mengerucut, namun siapa yang menjadi pilihan tentu akan melalui tahapan yang telah ada di partai. “Lobar terkenal punya SDA tinggi namun tak didukung SDM memadai, ini perlu digenjot pendidikan dan SDA untuk mensejahterakan masyarakat Lobar,”jelasnya. (her)
RAGAM
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
Kasus Cetak Sawah Baru akan Disidangkan Tanpa Terdakwa Mataram (Suara NTB) Satu lagi kasus dugaan korupsi yang diproses tanpa terdakwa, setelah sebelumnya terkait proyek rumah kumuh di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan terdakwa Ruslan. Kali ini terkait kasus cetak sawah baru Sumbawa yang ditangani Kejati NTB. Salah satu tersangka Ir. NS hingga kini belum menghadiri panggilan jaksa dan ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Tak kunjung menemukan NS selaku rekanan proyek Survei Investigasi dan Desain (SID) cetak sawah baru, Kejaksaan kini sedang mempersiapkan pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Mataram. ‘’Kita siapkan untuk segera dilimpahkan berkasnya meski tanpa tersangka,’’ kata Juru Bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH.,MH, Jumat (28/7) kemarin, sebagaimana informasi dari jaksa seksi penuntutan. Tersangka dinilai tidak kooperatif karena beberapa kali panggilan saat kasus ini naik penyidikan tak kunjung datang. Upaya jemput paksa dengan mencari ke alamatnya di Bandung, jaksa pun pulang dengan tangan kosong. Karena tidak kunjung muncul, berkas NS pun dirampungkan dan dilakukan pelimpahan tahap dua sesuai berkas nonmor print – 34/P.2.5/Fd.1/05/2017 tanggal 17 Mei 2017 lalu. Setelah menerima barang bukti tanpa tersangka dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), rencananya dalam waktu dekat berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Sehingga dalam persidangan nanti dipastikan tanpa kehadiran terdakwa (in absentia), sama dengan perkara Bantuan Subsidi Perumahan Swadaya (BSPS) KLU yang disidang sampai vonis tanpa kehadiran terdakwa Ruslan. NS ditetapkan sebagai tersangka setelah pengembangan untuk tersangka sebelumnya HM, terkait proyek SID pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Provinsi NTB. NS sebelumnya terlibat kasus dugaan korupsi proyek Survei Investigasi dan Desain (SID), dengan nilai mencapai Rp 1.810.325.000, bersumber dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Bidang Perluasan Area Pertanian, masuk melalui Distan TPH Provinsi NTB. Modus kasus, diduga ada pembayaran fiktif ratusan juta untuk survei dan pelibatan ahli. Penyidik dalam kasus ini menerapkan Pasal 2 dan 3 Undang – Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang – Undang 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Junto Pasal 55 ayat 1, menandai tanggung jawab pihak lain sehingga timbul kerugian negara, dalam hal ini NS selaku rekanan. Surat perintah penetapan tersangka keluar tanggal 14 September 2016 lalu. (ars)
Hamzanwadi Orkestra Meriahkan Peringatan Hultah NWDI Ke-82 Dari Hal. 1 kata Sitti Rohmi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang digawangi oleh Program Sendratasik Universitas Hamzanwadi yang perkembangannya saat ini cukup luar biasa. Sementara, Ketua Program Studi Sendratasik Universitas Hamzanwadi, Hari Murcahyanto, menyebut kan, jumlah lagu yang akan ditampilkan pada pelaksanaan Hultah kali ini sebanyak empat lagu yang beberapa lagu diantaranya merupakan karya dari pendiri NW, NWDI dan NBDI yakni Almagfurulah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Lagu-lagu itu, Nahdlatul Wathan Lembaga Kita, lagu Nahdlatain, serta lagu
Yafata Sasak. Selain tiga lagu karya Maulana Syeikh tersebut, satu lagu yang akan ditampilkan yakni lagu asal India yakni Tum Hi Ho yang diversikan menjadi sholawat. Keberadaan orkhestra yang lahir dari Prodi Sendratasik Universitas Hamzanwadi berdiri sejak tahun 2013, yang tahun ini akan menelurkan alumni perdana. Untuk persiapan memeriahkan Hultah NWDI ke-82, dilakukan sejak bulan Februari 2017. Adapun alat musik yang melengkapi penampilan Hamzanwadi Orkestra tersebut diantaranya, violin, viloa, vionloselo,bas, gitar, drum dan lainnya. (yon)
Tinggi, Angka Pernikahan Dini di Lima Kabupaten di NTB Dari Hal. 1 Kemudian, ada juga anggapan kalau menikahkan anak perempuan lebih cepat maka tanggung jawab orang tua akan berkurang. ‘’Tapi nyatanya kan tidak. Jadi, anak menikah belum waktu, ketidaksiapan anak berumah tangga akan berpengaruh terhadap kehidupan rumah tangga selanjutnya,’’ katanya. Dini menambahkan, akibat dari pernikahan dini tersebut, usia perkawinan tidak akan lama. Paling usia perkawinan akan bertahan 3 – 4 bulan. Usia perkawinan yang tidak lama itu karena ketahanan keluarga yang tidak matang. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan ekonomi mereka. ‘’Faktor ekonomi berpengaruh sekali terhadap ketahanan keluarga itu. Jadi, rumah tangga tidak dinafkahi secara baik, terjadilah kerentanan di situ,’’ ucapnya. Kebanyakan, lanjut Dini, re-
maja yang menikah di bawah umur ini akibat ekonomi yang kurang mapan solusinya mereka menjadi TKI. Namun, kadang-kadang menjadi TKI juga hasilnya tak memadai. Hal inilah yang menyebabkan munculnya kasus perceraian. ‘’Banyak istilahnya perempuan-perempuan yang menjadi janda TKI. Setelah cerai, banyak juga yang perempuan menjadi TKW,’’ terangnya. Yang paling kena dampak dari pernikahan dini ini adalah anak-anak mereka. Banyak anak-anak yang terpaksa diasuh oleh neneknya karena orang tuanya yang sudah bercerai itu menjadi TKI/TKW. ‘’Banyak dampak yang diakibatkan oleh perkawinan usia dini ini. Masalah ekonomi yang tak terselesaikan, pola asuh anak yang tidak baik,’’ pungkasnya. (nas)
Jika Layak Bisnis Dari Hal. 1 – Pelabuhan Kayangan Lombok Timur berpeluang digarap pihak swasta atau investor melalui skema KPBU tersebut. ‘’Sepertinya akan semakin besar kemungkinan daerah untuk bisa didorong melakukan pola seperti itu. Karena kebijakannya untuk Kementerian PUPR, untuk satu daerah minimal ada satu proyek KPBU yang diusulkan ke Jakarta pada saat Musrenbangnas,’’ kata Ardhi. Namun, kata Ardhi, pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjasamakan dengan swasta atau badan usaha itu harus layak jual secara bisnis. Artinya, pembangunan proyek infrastruktur itu mendatangkan keuntungan secara bisnis. Untuk menentukan apakah proyek jalan layang Lembar – Kayangan ini layak secara bisnis maka harus dilakukan feasibility study (FS). ‘’Kemarin saya sempat diskusi dengan Kementerian PUPR, ndak usah FS, pra FS saja sudah lumayan. Apalagi kalau ada Amdal, kemungkinannya akan banyak disambar investor. Kalau dia layak ekonomi akan diambil,’’ ucapnya. Ketika ditanya apakah proyek jalan layang LembarKayangan ini layak secara ekonomi? Ardhi mengatakan, potensinya cukup menjanjikan jika melihat perkembangan
ekonomi dan destinasi wisata NTB. Tetapi, dalam rapat terbatas dengan Presiden beberapa waktu lalu, Pemda diminta mengkaji daya saing antara pembangunan jalan layang dengan tol laut. ‘’Kalau saya lihat untuk Lombok, bagaimana kita melihat dari barat ke timur, sebenarnya cukup bagus untuk dijadikan jalan tol. Tinggal seberapa panjang jalan tol itu,” katanya. Menurut Ardhi, jika melihat kelayakan ekonominya, jalan layang LembarKayangan ini kemungkinan bisa dikombinasikan. Artinya, pada segmen tertentu dijadikan jalan tol atau berbayar, kemudian ada segmen lainnya yang tidak berbayar. ‘’Pada segmen mana yang bankable, itu kita tol-kan. Tapi kalau tidak bankable, ndak menarik investasi terpaksa pemerintah yang menangani,” katanya. Pembangunan jalan layang sepanjang 103 Km itu diperkirakan akan menelan anggaran Rp 4,5 – 5 triliun. Masterplan atau FS dan DED merupakan tanggung jawab Kementerian PUPR. Pemerintah daerah hanya bertanggung jawab membuat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). (nas)
Halaman 13
Tramadol Ilegal Ditemukan Banyak Beredar di Tiga Wilayah Mataram (Suara NTB) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Mataram menemukan, peredaran tramadol terbanyak di Kota Bima, Kabupaten Bima serta di Kota Mataram. Tramadol ini diduga diproduksi secara ilegal dan peredarannya juga ilegal. ‘’Yang banyak beredar itu tramadol ilegal yang dijualnya juga dengan cara ilegal. Kalau resmi itu belinya di apotek melalui resep dokter. Peredarannya terbanyak di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kota Mataram,” kata Kepala BBPOM Kota Mataram Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih kepada Suara NTB, di Mataram, Jumat (28/7). BBPOM sebelumnya telah
mengambil langkah pencegahan dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi. Dalam sosialisasi itu dijelaskan pula tentang bahaya penggunaan tramadol dalam jangka pendek maupun panjang. Bukan itu saja, untuk penjual tanpa izin juga dapat dikenakan sanksi hukum. ‘’Kami sudah pernah melakukan penindakan bekerjasama dengan lintas sek-
toral. Termasuk Dinas Kesehatan dan Polda NTB. Kalau sudah ranah hukum itu sudah menjadi kewenangan penegak hukum,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa peredaran produk ilegal bukan lagi menjadi tanggung jawab pengawasan namun penegakan hukum. Hal itu dilakukan oleh aparat yang berwenang bekerjasama dengan BBPOM. ‘’Kami sudah pernah mel-
Kembangkan Desa Wisata
Pemprov Rancang Bangun ”Homestay” dan Rumah Penduduk Jadi Penginapan Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mendorong masing-masing desa di NTB untuk mengembangkan desa wisata. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD dan Dukcapil) merancang pembangunan homestay di masing-masing desa. Di samping itu, rumah-rumah penduduk pada desa wisata didorong juga untuk menjadi penginapan. Kepala DPMPD dan Dukcapil NTB, H. Rusman, SH, MH mengatakan, pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat mengelola atau mengembangkan unit usaha desa wisata di daerah masing-masing. “Melalui anggaran desa, maka pengembangan wisata desa bisa diintervensi untuk pembuatan spot-spot wisata, mempercantik destinasi dan merangkul semua pihak dalam bingkai bersama untuk kemajuan desa,” kata Rusman kepada Suara NTB, Jumat (28/7) kemarin. Menurutnya, kehadiran
BUMDes dalam mengelola unit usaha desa wisata menjadi penting. Agar legalitas pengelolaan dan pungutan yang terkait dengan pengelolaan wisata desa dapat dibuatkan Peraturan Desa (Perdes). Perdes ini bisa menjadi landasan legal formal secara hukum untuk menghindari banyaknya interpretasi mengenai pungutan liar (pungli). Menurut Rusman, pengambangan desa wisata akan menghadirkan multiplier effect terhadap kehidupan masyarakat desa. Masyarakat desa akan mendapatkan berkah dari penjualan air minum, kuliner, hasil kerajinan sampai menyewakan satu kamar rumah penduduk sebagai tempat penginapan tamu. ‘’terkait homestay, kami ingin membuat konsep bahwa desa membuat 2 atau 3 kamar yang standar dan terdaftar. Serta menata rumah-rumah penduduk sebagai tempat penginapan pula,” terangnya. Rusman mengatakan, pihaknya sednag mendetailkan
konsep-konsep mengenai pengembangan desa wisata tersebut. Mengenai penganggaran, selain dari dan desa, Pemprov juga akan mengalokasikan sesuai kemampuan daerah. ‘’Khusus untuk pengelola wisata desa, bagi kami tidaklah terlalu penting. Apakah Pokdarwis, pemuda desa atau pelaku wisata lainnya. Tapi untuk penertiban dalam perspektif hukum maka alangkah indahnya jika dia masuk menjadi bagian dari unit usaha Bumdes tanpa mengganggu penghasilan yang selama ini diperoleh oleh teman-teman pelaku pariwisata,” katanya. Melalui pengembangan desa wisata ini, kata Rusman, pihaknya optimis tiga tahun ke depan desa yang ada di NTB akan menjadi maju. Diketahui, tahun 2017 ini dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat untuk delapan kabupaten di NTB sebesar Rp 800 miliar lebih. Dana desa sebesar Rp 800 miliar lebih ini diperuntukkan bagi 995 desa di NTB. (nas)
NW Tidak Berpolitik Dari Hal. 1 NW ingin melahirkan perubahan yang lebih baik. Untuk bisa melakukan gerakan perubahan itu, maka kader-kader terbaik NW harus masuk dalam sistem tatanan pemerintahan. Tatanan berbangsa dan bernegara yang akan diambil melalui proses politik. ‘’Untuk bisa merubah suatu negara, maka harus masuk dalam sistem tata negara,’’ jelasnya. NW pun terang Luthfi tidak berafiliasi dengan partai manapun. Adanya kader NW itu ikut berperan serta dalam permainan politik karena akan dijadikan media melakukan perubahan. ‘’Karenanya ada kader ikut Pilkada, ikut menduduki posisi strategis di eksekutif dan legislatif, kita sudah menyadari kehidupan sekarang ini sudah jauh berbeda dengan masa lalu,’’ urainya. Terjunnya kader-kader NW dalam politik dan ini juga menjadi implementasi wasiat Renungan Masa Almagfurullah Maulana Syeikh Zainuddin Abdul Madjid. Dalam renungan masa itu dinyatakan sangat relevan dengan kehidupan modern dewasa ini. Wasiat Renungan Masa
Almagfurullah sudah bisa digambarkan bagaimana tantangan kehidupan di masa sekarang, masa di eranya dan era setelahnya. Termasuk yang akan terjadi di masa mendatang. ‘’Semua sudah diulas oleh Almagfurullah,’’ imbuhnya. Dalam Renungan Masa itu sudah memaktubkan visi yang jelas. Sudah ada pandangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak nasihat-nasihat yang bisa dipetik. Nasihat sebagai orang tua kepada generasi-generasi setelahnya. Renungan Masa pendiri NW itu tidak saja kepada kader NW. Tapi dalam konteks lebih luas diperuntukkan bagi masyarakat umum. Sesuai dengan tujuan pendirian NW tidak diperuntukkan bagi kader NW saja. Tapi bisa berkontribusi maksimal demi kepentingan bangsa dan negara. Sekarang orang ribut Bhinneka Tunggal Ika dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi NW NKRI dan kebinnekaan itu merupakan harga mati. Tidak perlu diperdebatkan lagi. Kebinnekaan tetap dijunjung tinggi. Jaga solidaritas, tetap menjaga kehar-
monisan dan hubungan baik antarsesama, hubungan antaragama dan antara agama. Momentum Hultah NW ke 82, lanjut Luthfi harus jadi starting point NW memperluas pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Kiprah NW ini sudah dimulai dengan perjuangan Dr.TGH.M.Zainul Majdi (TGB). Melakukan dakwah ke mana-mana. Setelah rampung di nusantara, lalu ke luar negeri. ‘’NW sudah melebar ke manamana,’’ sebut Wakil Bupati Lotim Periode 2008-2013 ini. Bicara soal tantangan organisasi ke depan sambungnya, sama dengan organisasi lainnya. Kaderisasi dan regenerasi menjadi hal yang mutlak dilakukan. Tantangan di era kemajemukan. NW harus tetap berada pada garisnya. Bersama sama dengan pemerintah. Sesuai namanya, Nahdlatul Wathan yang berarti kebangkitan tanah air. NW harus bisa berkontribusi yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jaga empat pilar bangsa. Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. ‘’Kiprah NW tetap sejalan dengan garis pemerintahan, garis pembangunan bidang sosial ekonomi menuju yang lebih baik,’’ katanya. (rus)
akukan projustitia kepada pengedar. Bekerjasama dengan Polda NTB. Dengan harapan tidak ada lagi pengedar atau penjual tramadol ilegal,’’ ujarnya. Meski demikian saat ini nampaknya masih ada pengedar atau penjual tramadol tanpa izin. Sebab dengan ditemukannya kasus warga yang mengalami gangguan jiwa akibat tramadol, menandakan kasus tramadol belum tuntas. Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama BBPOM dan kepolisian. ‘’Kami berupaya sebaik mungkin untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Ke
depannya kami akan lebih menggencarkan lagi pengawasan, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi,’’ harapnya. Diketahui bahwa dampak penggunaan tramadol secara terus menerus dan tanpa resep dokter sangat berbahaya. Efeknya antara lain kecanduan, pusing, mual, muntah, susah buang air, mulut kering dan perut kembung. Ketika pengguna tramadol telah kecanduan, saat pengguna tidak menonsumsi tramadol makan badannya akan terasa sakit yang luar biasa. Sehingga dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat ini kecuali dengan resep dokter. (lin)
Perundungan Sebabkan Anak Gangguan Jiwa Mataram (Suara NTB) – Perundungan atau biasa disebut bully banyak terjadi pada anak-anak di NTB. Berdasarkan catatan dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, perundungan merupakan salah satu penyebab anak-anak mengalami gangguan jiwa. Terutama pada anak-anak SD dan SMP yang sangat rentan. Di NTB kasus semacam ini banyak terjadi di Kota Mataram. “Dalam sebulan kami menangani hingga 20 anak korban bully (perundungan). Sangat mengkhawatirkan, apalagi sekitar 80 persen dari kasus itu terjadi di Kota Mataram. Ada juga yang datang dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur,” kata Kepala Seksi Pelayanan Medik RSJ Mutiara Sukma, dr. Dian Widiastuti Vietara, SpKJ (K), di Mataram. Ia mengatakan, sebagian besar anak-anak itu mengalami halusinasi dan depresi berat. Hal itu disebabkan karena mereka mendapatkan gangguan yang tidak bisa dihadapi yang berasal dari teman-teman atau orang terdekatnya. ‘’Yang banyak itu anak SD sama SMP. Mereka jadi mu-
rung dan sebagian mengaku berhalusinasi mendengar suarasuara aneh. Kondisi saat datang pun beragam,’’ ujarnya. Dian melihat kondisi ini diperparah dengan semakin modernnya media informasi dan media sosial. Sebab tidak sedikit juga yang dirundung melalui media sosial dengan menggunakan akun anonim. Ia menyebutkan ada empat jenis perundungan, yaitu secara verbal, fisik, relasional dan cyber atau elektronik. Perundungan secara verbal dilakukan dimana pelaku melakukan intimidasi melalui kata-kata. Intimidasi ini bisa berupa julukan yang buruk, celaan, penghinaan, fitnah, teror, gosip, dan pernyataan-pernyataan yang tidak benar. Ini merupakan rundungan yang paling mudah dilakukan oleh pelaku. Jenis perundungan ini bahkan menjadi langkah pertama menuju perundungan tingkat lanjut. “Ada juga yang secara fisik misalnya dipukul, diludahi dan hal-hal yang langsung bersentuhan secara fisik. Kadang anakanak ini semakin dibully karena tidak melakukan perlawanan. Jadi pelaku semakin asik melakukan bully,” ujarnya. (lin)
NW, Jalan Ibadah Menebar Kebaikan Dari Hal. 1 dalam upaya membantu pemerintah mensukseskan semua program pembangunan. Seperti di Kalimantan, Sumatera, Pulau Jawa, Papua, Sulawesi maupun di NTT serta beberapa provinsi lainnya harus tetap bersatu dan terus melengkapi kekurangan yang ada. Menurut Sitti Rohmi, hal tersebut sangat penting dilakukan mengingat NW merupakan organisasi dakwah. Sehingga semua pengurus NW di sejumlah provinsi atau wilayah untuk dapat memanfaatkan segala potensi yang ada. Baik di bidang pendidikan, majelis hizib, majelis dakwah hingga pemberdayaan ekonomi. Dalam pra Hultah NWDI ke-82 di Pancor, Sitti Rohmi yang merupakan kakak kandung dari Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, menyebut ada berbagai macam acara yang dilakukan pada pra Hultah NWDI ke-82. Diantaranya Kongres Badan Otonom, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), termasuk Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dilaksana-
kan selama tiga hari. Selain itu, katanya, semua perwakilan wilayah NW yang ada Indonesia datang langsung untuk ikut berpartisipasi memeriahkan pra Hultah NWDI ke-82 hingga hari puncak. Terkait pelaksanaan Rakernas, dilaksanakan untuk pemanfaatan pengkhidmatan NW secara nasional. Mengingat saat ini NW tidak hanya tersebar di Provinsi NTB. Melainkan hampir di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Begitu pula pelaksanakan Rakerwil untuk pengkhidmatan NW dalam lingkup NTB yang semata-mata untuk kepentingan umat. Melihat pengurus wilayah cukup banyak di beberapa provinsi di Indonesia. Sitti Rohmi berharap supaya bagaimana pengurus NW terus melakukan pemantapan diri untuk betul-betul bergerak secara optimal dan memiliki program kerja yang terukur. Sehingga dapat menjadi suatu kekuatan yang baik dan besar dalam upaya membantu pemerintah dalam mensukseskan semua program pembangunan. (yon)
BNN Sulit Tindak Penyalahgunaan Tramadol Dari Hal. 1 ‘’Nah di dalamnya belum ada jenis tramadol. Karena pada dasarnya obat ini legal, hanya distribusinya yang ditindak,’’ kata Denny kepada Suara NTB, Jumat (28/7) siang. Perubahan Undang Undang Narkotika sejauh ini belum memasukkan pil yang digandrungi remaja itu sebagai larangan. Sehingga pihaknya belum bisa menindak, khususnya penyalahgunaannya, baik konsumsi maupun peredaran. Soal peredarannya pun menjadi kewenangan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). ‘’Selama belum ada dasar hukum, kami belum bisa menindak,’’ jelasnya. Tapi kewenangan penindakan itu bisa saja akan muncul ketika landasan hukumnya, tergantung perkembangan situasi dan dampak destruktif yang ditimbulkan. Bisa jadi menurutnya, pemerintah akan mempertimbangkan situasi saat ini, ketika banyak remaja yang menjadi korban lantas mempertimbangkan larangan keras peredaran dan penyalahgunaan tramadol. Seperti salah satu kasus yang membelit artis nasional Rafi Ahmad, ditangkap setelah mengkonsumsi kapsul mengandung katinon. Awaln-
ya pihak BNN tak bisa menindak, hanya merehabilitasi Rafi Ahmad. Namun setelah katinon masuk dalam klausul narkotika, saat ini pihaknya bisa menangkap pengguna obat jenis ini. ‘’Intinya nanti jika ada aturan atau dasar hukumnya, kita akan lakukan penindakan,’’ jelasnya. Bicara soal kewenangan, sementara ini yang bisa dilakukan pihaknya hanya merehabilitasi. Jika ada korban penyalahgunaan yang mengalami gangguan sebagaimana dampak dirasakan pengguna narkoba, maka jadi kewenangan Bidang Rehabilitasi BNN. Akan Merusak Otak Dalam Lipsus Suara NTB Edisi 31 November 2016 lalu, peredaran gelap dan efek tramadol diulas dari berbagai sisi. Khususnya soal dampak, daya rusaknya pun sama dengan narkoba jenis sabu. Dalam penjelasannya saat itu, Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi NTB, dr. Yolly Dahlia Sp.Kj mengatakan, tramadol adalah obat daftar G yang dikonsumsi untuk penghilang rasa nyeri. Dalam dosis tertentu apabila melebihi batasan maka akan menimbulkan kerusakan jaringan otak dan perubahan perilaku.
‘’Tramadol itu kan obat penghilang nyeri,” ujarnya. ‘’Disalahgunakan karena bagi pengonsumsinya itu menimbulkan rasa nyaman,’’ imbuh dia. Namun dalam kadar tertentu, kandungan zat psikotropika tramadol dapat menimbulkan ketergantungan. Kerusakan fisik dan psikologis pun siap menyerang apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dan dosis yang banyak. ‘’Itu bisa merusak otak. Efeknya membuat rusak fungsi otak. Secara psikologis juga dapat merubah perilaku,’’ terang Yolly. Mereka yang mengalami gangguan mental akibat ketergantungan tramadol akan dirawat di Klinik Pratama BNN. Penyalahgunaan obat-obatan keras seperti tramadol akan memberikan dampak yang berbahaya bagi penggunanya. Efek jangka panjang yang cukup parah yaitu terjadinya kerusakan di struktur otak penggunanya. Psikolog Ika Shinta Sari, S.Psi., PSI., MNLP., mengatakan, dampak jangka panjang bagi pengguna, yaitu pasti akan ada perubahan perilaku di dalam dirinya. ‘’Akan kehilangan konsentrasi, dia (pengguna) akan kehilangan fokus. Terjadi perubahan di dalam
struktur otaknya,’’ katanya. Jika berkaitan kerusakan struktur otak, maka tidak bisa diperbaiki lagi. Sehingga akan menyebabkan terjadi perubahan perilaku. ‘’Kalau pola pikir berubah, akan terjadi juga perubahan perilaku. Apatis pada dirinya, cuek, ndak punya motivasi hidup ke depannya,’’ ungkapnya. Pada prinsipnya, jika dilihat dari bahan kimianya, tramadol merupakan obat penenang. Digunakan untuk orang-orang depresi yang butuh obat penenang, atau penghilang rasa sakit. Belakangan ini terungkap, banyak remaja yang mengonsumsi tramadol. Shinta meyakini, remaja yang mengonsumsi tramadol itu merupakan remaja yang bermasalah. Mereka kebanyakan tidak memiliki orientasi hidup dan ingin lari dari ketekanan yang dirasakannya. Terutama pada anakanak yang rumah tangga keluarganya berantakan. Para remaja seperti ini memiliki kecenderungan lari dari kenyataan. Mereka memililih mengonsumsi obatobatan seperti itu. Karena merasa jiwanya dapat tenang setelah mengonsumi obat. Tapi di sisi lain, efek dari obat itu membuat penggunanya merasa hebat. Namun, jika ada sesuatu yang mengusik
dirinya. Pengguna akan langsung marah. “Jika ada yang mengusik dia, dia akan marah, emosinya keluar, ‘kayak macan’,” kata Shinta. Oleh karena itulah, jika sudah ketagihan, harus mengetahui gejalanya. Shinta menekankan, perlu pendekatan secara intensif. Bila perlu direhabilitasi karena sama dengan pengguna narkoba. “Dia harus mejalani rehabilitasi, dan melalui penanganan komprehensif,” ujarnya. Pendekatan psikologi perlu dilakukan untuk mencari akar masalah. Dan harus melibatkan orang tua. Karena kebanyakan masalah anak, berasal dari masalah orang tua. Di sisi lain, agar mencegah terjadinya penyalahgunaan obat-obatan seperti itu. Maka perlu menumbuhkan kesadaran kesehatan mental ke anak. Dan itu dibangun dari lingkungan orang tua, masyarakat, temasuk sekolah. ‘’Intinya kalau remaja sehat mental, jiwa dan sosialnya, dia tidak akan seperti itu. Diperlukan penumbuhan kesadaran, self image positif pada diri anak, pada diri remaja, itu dibangun dari lingkungan orang tua, lingkungan dan sekolah. Inilah pentingnya pendidikan keluarga,” pungkas Shinta. (ars/why/ron)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 29 Juli 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Komnas Menduga Cacat Proses dan Pelanggaran HAM pada Permen-KP Dari Hal. 1 Jumat (28/7) di Ball Room Hotel Lombok Plaza, Mataram, yang difasilitasi oleh Front Nelayan Indonesia. Hadir sebagai moderator dan pembicara Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto Samawa, dari Lembaga Bantuan Hukum Nelayan Indonesia Bidang Ekonomi (LBH-NI), Sutia Budi, dan dari Yayasan Nelayan Indonesia (YNI), Nanang Qodir. Hadir juga sebagai peserta dialog Koordinator Front Nelayan Indonesia - Nusa Tenggara Barat, Anang D.W, serta sejumlah perwakilan nelayan di beberapa wilayah di Lombok, seperti di Lombok Tengah dan Lombok Timur. Perwakilan nelayan diberikan kesempatan lebih dulu menyampaika keluh kesah mereka mengenai terbitnya dua Permen-KP itu. Komisioner Komnas HAM RI, Manager Nasution, dalam kesempatan berbicara setelah mendengar penyampaian dari nelayan mengemukakan, pendapat awal Komnas HAM RI, terhadap masukan, saran, dan harapan para nelayan. Pertama, patut diduga proses lahirnya dua Permen-KP tersebut mengalami kecacatan. Ia mengutip UU No. 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-udangan. Jika ingin membuat peraturan, mesti ada tahapan perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan, dan sosialisasi. ‘’Salah satu yang menjadi catatan kita tahapan pembahasan, atau pembicaraan tentang substansi aturan itu, harus menyertakan dan melibatkan pihak terkait. Saya tidak tahu nelayan lobster dilibatkan atau tidak, besok kita akan keliling dan kita gali, kalau kita menemukian fakta bahwa pihak terkait tidak diikutsertakan, patut diduga Permen-KP yang lahir cacat proses,” urainya. Ia juga menyoroti pada substansi dari peraturan itu. Manager menyoroti dari perspektif HAM. Ia mengatakan, ada dugaan pelanggaran HAM dari kedua Permen-KP itu. Pertama, hak atas hidup dan kehidupan. Menurutnya, itu merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin mela-
lui UUD RI tahun 1945 pasal 28, serta dijamin juga melalui UU. Nomor 39 tahun 2009 tentang HAM. “Berkaitan dengan hak atas kesejahteraan, patut diduga Permen ini menghilangkan hak atas kesejahteraan warga negara khususnya nelayan lobster. Saya tentu ingin mendapatkan data yang lebih lengkap,” katanya. Selain itu juga ada ketidakpastian hukum, misalnya adanya penangkapan terhadap nelayan lobster. Permen-KP ini disebutkannya melarang, tapi tidak memberikan jalan keluar. “Ini menimbulkan ketidakpastian. Dengan demikian maka Komnas HAM akan merancang komunikasi setelah adanya tahapan. Pihaknya akan mengkaji No. 01 tahun 2015 dan PermenKP No. 56 tahun 2016, apakah harus direkomendasikan dicabut atau direvisi. “Itu yang mau kita kaji,” katanya. Selain itu, menurutnya, negara harus memenuhi hak warga negara. Dengan demikian Presiden Joko Widodo harus bertanggung jawab. Salah satu yang pihaknya rekomendasikan, yaitu kepada negara harus melakukan kajian independen. “Belum ada kajian yang mendalam pada kedua Permen-KP itu. Mesti ada riset dan penelitian dari pakar yang independen. Komnas HAM sedang menghitung kerugian negara, juga kerugian warga negara dari adanya Permen-KP itu,” katanya. Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto Samawa, menyebutkan, akibat dari kebijakan ini, update data awal tahun 2015 - 2016 bahwa ada 10.123 nelayan lobster seluruh NTB yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa mengalami dampak pengangguran. Naiknya angka kriminalitas sosial sebesar 10 persen di pedesaan, dan keterbatasan pendapatan. Setelah peraturan revisi terbit yakni Permen No. 56 tahun 2016, yang membawa masalah besar bagi dunia perikanan NTB.Namun, keputusan KKP RI sangat tidak rasional bahwa pemberian bantuan senilai Rp 50 miliar yang disalurkan Ditjen Budidaya agar para nelayan lobster ini beralih profesi menjadi nelayan budidaya. “Tetapi, saat kami menemui sangat banyak kendala di lapangan sehingga membuat bantuan alih profesi nelayan itu gagal sama sekali,” katanya. Persoalan penting, ketika KKP menganggap keg-
Perwakilan Yayasan Nelayan Indonesia (YNI), Nanang Qodir
agalan ini biasa saja. Padahal sudah menindas nelayan lobster terlebih dahulu melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PemenKP) No. 01 Tahun 2015 dan revisinya, PermenKP No. 56 Tahun 2016, dengan substansi pelarangan penangkapan dan ekspor lobster. Mencari jalan keluar bagi para nelayan lobster agar mereka memiliki semangat dan etos kerja yang kuat, maka harus segera membatalkan Peraturan Menteri yang dianggap menghalangi pertumbuhan ekonomi industri perikanan dan manufaktur maritim. Pada penyajian data pemerintah Dinas Kelautan dan Perikanan NTB bahwa saat ini telah terdata 2.246 Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang dipastikan akan menerima paket budidaya. Seluruh RTP tersebut berasal dari tiga kabupaten yang menjadi titik banyaknya benih lobster, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Namun, budidaya itu tak menyelesaikan masalah karena dananya saja dipotong mulai dari pusat hingga kelurahan, sehingga yang diterima nelayan lobster hanya berkisar Rp 5 - 20 juta. Nelayan menolak bantuan paket tersebut akan diberikan pada minggu keempat Juli tahun ini. Kendati begitu, nelayan menginginkan agar Permen-KP itu dicabut. Keputusan Menteri Susi Pudjiastuti yang melarang penangkapan lobster di bawah 200 gram itu sangat dipaksakan, seharusnya pemerintah mengatur yang lebih baik. Para nelayan juga tetap akan berjuang agar Permen-KP yang menyengsarakan para nelayan lobster tersebut dicabut. Para nelayan eks penangkap benih lobster asal tiga desa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu Desa Awang, Gerupuk, dan Desa Kute, sangat keberatan dan menganggap KKP telah merugikan banyak pihak demgan terbitnya peraturan yang menteri Susi Pudjiastuti itu. Bantuan yang akan diberikan pemerintah terancam gagal. Berupa pembudidayaan ikan bawal 655 paket (termasuk jaring dan pakan), ikan kerapu 580 paket (termasuk jaring, vitamin jilnet, dan pakan), rumput laut 728 paket, ikan bandeng 40 paket, udang vaname 20 paket, ikan lele 209 paket, ikan nila 14 paket, dan perahu pengangkutan rumput laut 71 paket. Nelayan menolak skema bantuan, karena bagi nelayan pembudidayaan ikan bawal, kerapu dan rumput laut yang diberi-
Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto Samawa
kan itu tidak bisa mengangkat perekonomian nelayan. Para nelayan justru berharap pemerintah mencabut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Pemen-KP) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah NKRI. Sebab, tak ada penjelasan ilmiah dampak yang diakibatkan dengan menangkap benih lobster tersebut. Nelayan menganggap benih lobster yang mereka tangkap bukan merusak lingkungan atau memusnahkan lobster seperti yang pernah dikatakan. Justru benih lobster tersebut harus ditangkap, karena bagaimanapun juga akan mati jika tidak ditangkap. Diambil ataupun tidak, benih itu pasti akan punah karena dimakan ikan. Dan tidak pernah ada ceritanya benih ini berkurang, malah tangkapan makin banyak. Koordinator Front Nelayan Indonesia Nusa Tenggara Barat, Anang D.W Anang, mengatakan banyak orang yang dahulunya melakukan tindakan kriminal, namun setelah adanya lobster, mereka tobat dan menjadikan itu mata pencaharian. Ia menyeseli adanya kriminalisasi pada nelayan. “Garis besar pernyataan sikap, nelayan budidaya merasa dirugikan, merasa diambil nyawanya melalui Permen-KP,” katanya. Perwakilan, Lembaga Bantuan Hukum Nelayan Indonesia Bidang Ekonomi (LBH-NI), Sutia Budi, menceritakan ia yang menemani nelayan yang melakukan demo di depan Istana Negara. “Kami diterima oleh Teten Masduki. Para nelayan menyampaikan uneg-unegnya, sampai menangis, itu yang menunjukkan kondisi riil,” katanya. Permen-KP ini menurutnya disinyalir tidak melalui kajian yang matang. Dan tidak sesuai nawacita Presiden. Pemerintah, katanya, berjanji akan melakukan kajian bersama stakeholders dan nelayan. “Kepala staf kepresidenan berjanji mengunjungi sentra nelayan,” kata Sutia Budi. Perwakilan Yayasan Nelayan Indonesia (YNI), Nanang Qodir, menyampaikan, alasan pemerintah mengeluarkan dua
Komisioner Komnas HAM RI, Manager Nasution
Permen-KP itu agar lobster tidak punah, menurutnya tidak tepat. Secara umum, hampir semua Permen-KP pengurusannya singkat, tanpa kajian. “Kebijakan yang tidak ada solusi. Pertanyaannya sudahkah ada solusi? Kelemahan , kurangnya kajian. Kita barus berani katakan, nelayan lobster tantang pemerintah untuk mengkaji. Langkah politik dan hukum harus dilaksanakan,” kata Nanang. Perwakilan nelayan satu per satu menyampaikan keluh kesah mereka, Dari Dusun Awang, Sudarmono, menyampaikan, nelayan tidak bisa menangkap sama sekali bibit lobster setelah turun Permen-KP. “Setelah peraturan ini diturunkan, kami menjadi pengangguran di desa, sekitar 3000 KK tidak ada pekerjaan sama sekali. Sering sekali kalau turun menangkap, kita ditangkap dan dipenjara, itu yang menjadi ketakutan bagi kita nelayan,” katanya. Nelayan lainnya, dari Ekas, Lombok Timur, Abdul Kasim, mengatakan, di Desa Ekas lebih dari 200 KK menjadi pengangguran total. Di bidang ekonomi, yang dulunya mendapatkan penghasilan Rp 1 sampai Rp 2 juta dalam sekali turun menangkap, saat ini Rp 100 ribu pun sulit didapatkan. Akhirnya banyak yang memutuskan menjadi TKI. Pada hari ini (29/7), kata Rusdianto, akan dilakukan kunjungan Komnas HAM, yang dimulai dari Dusun Awang desa Mertak Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mengunjungi segenap nelayan lobster dan pengambilan data. Begitu juga di Dusun Grupuk Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Lombok Tengah untuk mengunjungi keluarga korban nelayan lobster yang ditangkap dan melihat Balai Budidaya Laut Lombok dan Dusun Ekas, Desa Pemongkong, Jerowaru, Lombok Timur dengan agenda meneruskan untuk mengunjungi nelayan lobster yang menjadi korban Permen Susi Pudjiastuti. (ron/*)
Lembaga Bantuan Hukum Nelayan Indonesia Bidang Ekonomi (LBH-NI), Sutia Budi
Dialog Dampak Kebijakan Permen-KP No.1 Tahun 2015 dan Permen 56 Tahun 2016
(Suara NTB/ron)
DIALOG - Para narasumber pada Dialog Terbuka Nelayan Lobster bersama Komnas HAM RI, Jumat (28/7) di Mataram,
(Suara NTB/ron) (Suara NTB/ron)
(Suara NTB/ron)
FOTO BERSAMA- Foto bersama narasumber dengan nelayan penangkap benih lobster
(Suara NTB/ron)
(Suara NTB/ron)
Perwakilan nelayan menyampaikan aspirasinya.
Suasana pertemuan dengan nelayan bibit lobster.
PERWAKILAN NELAYAN - Orang tua salah seorang nelayan lobster yang diduga ditangkap oleh pihak aparat bersama anak dan istrinya yang ditinggal.
SUARA NTB
Online :http://www.suarantb.com E-mail: hariansuarantb@gmail.com
SABTU, 29 JULI 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 116 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
PENDIDIKAN
SUARA NTB Sabtu, 29 Juli 2017
II
Cegah Nikah Dini, Mahasiswa KKP UIN Sosialisasi Pelajar Mataram (Suara NTB) Kasus perceraian di Lombok Barat (Lobar) terbilang tinggi. Hampir tiap tahun kasus perceraian meningkat. Tahun 2015, angka perceraian di daerah ini sebanyak 508 kasus. Perceraian ini dipicu pasangan menikah pada usia dini yang juga tinggi. Hampir 50 persen pasangan di Lobar nikah di usia dini. Akibat pernikahan dini dan perceraian ini pun berantai pada anak hasil pernikahan pasangan tersebut. Karena bercerai, maka anak diting-
galkan, sehingga memicu mengalami gizi buruk. Menyadari hal tersebut, mahasiswa program KKP Kelompok 97 Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berinisiatif menggelar sosialisasi Gerakan Anti Merariq Kodeq (GAMAK) yang merupakan salah satu program unggulan Pemkab Lombok Barat. Bertempat di gedung SMPN 1 Lingsar, sosialisasi dihadiri puluhan pelajar di tempat tersebut. Anggota KKP Kelompok 97 UIN Mataram, Maisyarah
mengemukakan sosialisasi pencegahan nikah dini ini diharapkan mampu menurunkan angka pernikahan dini setiap tahun di Lombok Barat. Tidak saja bagi Lobar, tapi juga daerah lain di NTB. Meski diakuinya jika angka pernikahan dini di Lobar tidak setinggi di Lotim dan Loteng, namun tetap saja tidak boleh dilakukan pembiaran. Gerakan melawan praktik pernikahan dini harus terus digalakkan ke semua lapisan masyarakat agar mereka menyadari dampak
buruk pernikahan dini bagi kelangsungan kehidupan di Lobar dan NTB umumnya. “Pernikahan dini dalam Bahasa Sasak disebut merarik kodeq, menjadi permasalahan yang tiada henti-hentinya untuk diselesaikan,” ujarnya. Dikatan Maisyarah, praktik pernikahan dini tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dalam hukum perdata diatur bahwa pernikahan seseorang harus di atas 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Masih banyak pasangan meni-
kah di bawah usia tersebut. Selain itu, pemerintah juga perlu kembali menaikkan batas usia perkawinan khususnya bagi perempuan. “Untuk mengatasi persmasalahan pernikahan dini atau merarik kodek pemerintah Kabupaten Lobar mencanangkan program Gerakan Anti Merarik Kodeq (GAMAK) dan untuk membantu pemerintah secara nyata dalam menyikapi permasalahan tersebut KKP 97 UIN Mataram berkolaborasi dalam sosialisasi GAMAK ini,” tegasnya. (dys)
Unram Kirim Kafilah ke MTQMN XV di Malang Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) kembali mengirim 21 mahasiswa untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV tahun 2017 di Malang. Ke 21 mahasiswa ini akan bertanding pada 13 mata lomba yang dilombakan pada MTQMN tahun ini. Mereka nanti akan berlomba dengan 2.500 peserta dari 251 PTN/PTS se-Indonesia ditambah ofisial sekitar 3.000 orang. Diharapkan, pada MTQMN XV 2017 ini, kafilah Unram dapat memberikan hasil terbaiknya bagi kampus. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unram Dr. H. Muhammad Natsir mengaku salah satu tujuan Pendidikan Nasional, sebagaimana tercantum dalam Un-
dang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Tujuannya untuk mencetak manusia Indonesia yang berilmu pengetahuan, beriman, bertakwa kepada Allah SWT, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, disiplin, sehat jasmani dan rohani. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, tidak cukup hanya dititiktekankan pada aspek jasmani dan intelektualnya, namun juga harus menggarap sisi mentalspiritualnya, mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Diakui, mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan bangsa, merupakan sumber daya manusia yang perlu ditempa secara baik dan serius, tidak hanya sebatas pe-
SALON
SALON
Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
SYAFIRA SALON MUSLIMAH Salon & Spa Menerima: Paket Pengantin, perawatan pengantin, make up wisuda, SPA, Prawatn Kutu, Totok Guasa, totok aura, V SPA, totok payudara, totok langsing Jl. Pendidikan No. 11 Mataram telp. 0370-636344, 08180373677
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,RembigaMtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha
AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 0 8 7 8 0 0 1 0 6 6 7 4 / 082147428836 AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
(Suara NTB/ist)
PAWAI TAARUF - Kafilah Unram saat pawai taaruf serangkaian mengikuti MTQMN 2017 di Malang Jawa Timur. nguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi semata, akan
tetapi juga pengembangan karakter dan kepribadiannya.
SALON
SALON
TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati
Al Beauty Salon & Spa,promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hny 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing(fc strika wjah+akupuntur prut)hny 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain,Hp: 081907050543
SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/ 081236448081 Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/ rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666
LOWONGAN DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
Terkait dengan itu, perlu dikembangkan kegiatan bina mental-spiritual mahasiswa yang variatif, sebagai upaya meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus pemahaman dan penghayatan mereka terhadap kandungan Kitab Suci Alquran. Melalui kegiatan semacam ini, tujuan Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Sisdiknas di atas insya Allah dapat diwujudkan, yakni mencetak sarjana yang berkepribadian luhur, kompetitif, dan memiliki kecerdasan holistik. Diharapkan pula melalui penyelenggaraan MTQ Mahasiswa Nasional XV Tahun 2017 di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) ini dapat diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dari seantero Indonesia dapat memberikan dampak konstruktif yang signifikan dalam pembinaan generasi muda. Sementara itu, Fitriana salah satu kafilah yang akan berlomba pada kategori Musabaqah Syarhil Qur’an mengaku optimis pada ajang MTQMN 2017. Dirinya siap bertanding dan membawa harum nama Unram di tingkat nasional. Selain itu, Fitriana berharal momentum MTQMN menjadi momentum menjadikan Alquran, sebagai kalam Ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW agar menjadi pegangan hidup (the way of life) bagi umat manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. “Dapat mendekatkan generasi muda kepada Alquran, salah satunya melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Tingkat Nasional,” ujarnya. (dys)
LOWONGAN DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007
(Suara NTB/her)
BERSAMA - Kepala SMPN 4 Gerung, Hj. Rohanah bersama Ketua Sekolah Rujukan Majri dan Wakil Ketua Sekolah Rujukan Safruddin di Gerung.
SMPN 4 Gerung Wakili Lobar Gelar Festival Sekolah Rujukan Giri Menang (Suara NTB) – SMPN 4 Gerung mewakili Lombok Barat (Lobar) pada gelar festival sekolah rujukan yang bakal diadakan di Sumbawa. Festival ini salah satu program unggulan sekolah rujukan di NTB yang pesertanya 10 sekolah, di mana diwakili masing-masing satu sekolah rujukan di kabupaten/kota. Untuk mematangkan program ini, sekolah rujukan bakal menggelar raker di SMPN 2 Mataram, Sabtu (29/7) ini. Hal ini disampaikan Sekretaris Sekolah Rujukan NTB sekaligus Kepala SMPN 4 Gerung, Hj. Rohanah saat rapat persiapan raker dengan Ketua Sekolah Rujukan NTB yang juga Kepala SMPN 1 Praya Majri dan Wakil Ketua Sekolah Rujukan, Kepala SMPN 1 Selong), Safruddin di SMPN 4 Gerung, Kamis (27/7). Dijelaskan dalamraker tersebut pihaknya berencana membuat program unggulan. Namun perlu direncanakan dulu dengan pengurus inti sekolah rujukan NTB. Diakui sudah ada program sekolah rujukan, namun agar ada ciri khas dari sekolah rujukan NTB yang dibuat bersama, sehingga dibuat program festival sekolah rujukan dengan diadakan lomba kompetensi akademik. Lomba ini digelar berba-
HILANG HILANG STNK R2 HONDA DR4069CE NOKA/NOSIN : MH1JF811DK3570/ JF81E1829097 AN. KHATIB AL FAJRI HILANG DISEKITAR GUNUNG RINJANI
LOWONGAN DIBTHKAN Kryawati untk Salon Kecantikan.Diutamakan yg Mnguasai Smua Prwtan Rambut dan Kulit. Brpngalaman Mnimal 1 Thn dibidangnya. Brpnampilan Mnarik usia 18-30 Thn dan Mmiliki Kndraan Sndiri. Berminat hub. Yuni Salon Jl. dr. Stomo No. 18 Krg. Baru, Mtrm. HP : 087865155031 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela. AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya.
sis komputer dengan memperlombakan empat mata pelajaran, yakni MTK, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sedangkan non akademik, ada seni suara, seni lukis dan puisi. Lomba ini, jelasnya, akan diadakan di Sumbawa pada bulan Desember mendatang. Kegiatan ini, jelasnya, supaya terlihat potensi yang ada di sekolah rujukan, sehingga di tingkat provinsi diadakan. Raker untuk membahas program ini sendiri diadakan sehari. Pesertanya 10 sekolah rujukan di NTB. Di samping itu program lain yang dirancang, yakni semester bersama. Program sekolah rujukan ini baru diadakan di NTB saja, sedangkan di daerah lain belum ada. Sementara itu, Ketua Sekolah Rujukan NTB, Majri menambahkan kegiatan raker untuk sekolah rujukan ini mengundang semua kepala sekolah rujukan di NTB di antaranya SMPN 2 Mataram, SMPN 4 Gerung,, SMPN 1 Praya, SMPN 1 Selong, SMPN 1 Kayangan, SMPN 1 Sumbawa Besar, SMPN 1 Taliwang, SMPN 1 Kempo dan SMPN 1 Sape serta SMPN 1 Kota Bima. “Yang dibahas program kerja sekolah rujukan satu tahun,’’ jelasnya. (her)
RUPA-RUPA DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
RUPA-RUPA PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc