HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
E-mail: suarantbnews@gmail.com
16 HALAMAN NOMOR 266 TAHUN KE 13
SUARA NTB
SENIN, 29 JANUARI 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Gubernur Masuk Lima Besar Bakal Cawapres Potensial Pilpres 2019 bagai Capres 2019 dengan persentase 38,4 persen dan 24,6 persen. Lima besar bakal Cawapres potensial paling dipilih masyarakat adalah Muhaimin Iskandar 14,9 persen, Zulkifli Hasan 3,8 persen, TGH. M. Zainul Majdi 2,2 persen, Sohibul Iman 1,9 persen dan Romahurmuziy 1,1 persen. Jika dilihat dari bakal Cawapres yang paling diketahui namanya oleh masyarakat. Yakni Muhaimin Iskandar 32,4 persen, Zulkifli Hasan 22,3 persen, Romahurmuziy 9,9 persen, TGH. M. Zainul Majdi 8,9 persen dan Sohibul Iman 8,6 persen. Namun dari sisi Cawapres yang paling disukai oleh masyarakat ad-
alah TGH. M. Zainul Majdi dengan persentase 74,8 persen, Zulkifli Hasan 64,9 persen, Sohibul Iman 64,1 persen, Muhaimin Iskandar 61,2 persen dan Romahurmuziy 50,4 persen. Salah seorang Relawan TGB, M. Nashib Ikroman yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (28/1) siang mengatakan hasil survei yang menempatkan TGB masuk lima besar bakal Cawapres tersebut merupakan buah harapan dari masyarakat. Meskipun sosialisasi tentang TGB belum begitu massif seperti tokohtokoh politik lainnya, namun dapat masuk lima besar. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ars)
TGH. M. Zainul Majdi
Mataram (Suara NTB) Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis lima nama bakal calon Wakil Presiden (Cawapres) potensial dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Salah satunya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). Lima nama besar Cawapres dari golongan muda religius ini berdasarkan hasil survei LSI bulan Desember 2017. LSI juga menyebut H. Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto masih menduduki posisi terkuat se-
Ketika Wisatawan Terganggu Pedagang Asong di Mandalika Kawasan Mandalika, di Desa Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) menjadi magnet baru wisatawan. Dari hari ke hari kunjungan wisatawan terus meningkat, menyusul dibangunnya infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya. Seiring dengan itu, semangat masyarakat untuk mengais rezeki pun mengikuti. Penjaja kerajinan tangan (pedagang asong) berlomba merebut rupiah para pelancong, tak peduli kenyamanan wisatawan. Akibatnya wisatawan pun terganggu. SARUNG tenun bercorak khas Sade dagangan Inaq Us (50) berkibar-kibar di depan wajah Fen (55). Di terik siang dengan angin kencang di pantai Mandalika, Minggu (28/1), Inaq Us berharap dagangannya laku. Inaq Us merayu dengan pa-
TO K O H Jangan ’’Matikan’’ Petani
KO M E N TTAA R
JUMLAH pedagang asongan yang berjualan di kawasan Pantai Kuta (kawasan Mandalika) saat ini terus bertambah. Ini dampak semakin tingginya angka kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut membuat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) kesulitan melakukan penertiban. Karena hampir setiap hari ada saja pedagang asongan baru yang berjualan. Bersambung ke hal 15
GIGIH Saumin dan Us, pedagang yang sudah bertahun tahun jualan suvenir.
Penertiban Harus Diikuti Solusi
Di-’’deadline’’ hingga 28 Mei PEMPROV NTB belum menerima surat pengunduran diri dari lima anggota DPRD NTB yang maju dalam Pilkada 2018. Berdasarkan hasil rapat koordinasi teknis (Rakornis) dengan KPU NTB, lima anggota dewan di-deadline untuk menyerahkan SK pengunduran diri dari Mendagri Bersambung ke hal 15
Disparbud Loteng Mengaku Kesulitan
(Suara NTB/ars)
PEMPROV NTB meminta pemerintah pusat lebih cermat terkait dengan distribusi beras impor ke daerah. Beras impor tidak boleh masuk ke daerah yang surplus seperti NTB. Pasalnya, jika beras impor masuk ke daerah ini maka akan ‘’mematikan’’ petani yang ada di NTB. ‘’Kalaupun pemerintah pusat mengimpor, betul-betul dihitung dengan baik. Termasuk juga sebarannya. Jangan sampai ‘’mematikan’’ petani kita yang di daerah-daerah yang surplus (beras). H. Rosiady H. Sayuti Bersambung ke hal 15
tokan harga miring, Rp 100 ribu per-tiga helai. Dia tak sendirian. Menyusul di belakangnya, dua bocah ikut menawarkan gelang. Sementara, Fen pelancong asal Papua bergeming. Bersambung ke hal 15
H. Wirajaya Kusuma
PEDAGANG asongan yang memaksa wisatawan membeli dagangannya, dikhawatirkan membuat wisatawan tidak nyaman. Tidak saja itu, cara-cara mengejar dan memaksa wisatawan dikhawatirkan merusak citra pariwisata. Memang tidak adil jika sepenuhnya pedagang yang disalahkan. Sebab bisa jadi minimnya pengetahuan pedagang Bersambung ke hal 15
BERSIMPUH - Sedikit memaksa, sejumlah pedagang terlihat bersimpuh di depan wisatawan domestik dengan harapan suvenirnya dibeli. Anakanak penjaja suvenir di kawasan Mandalika (foto kiri).
(Suara NTB/dok)
Lombok Marathon Diwarnai Aksi Protes Mataram (Suara NTB) – Ajang Lombok Marathon di Mataram, Minggu (28/1), diwarnai protes peserta. Pasalnya, sebagian besar peserta yang menyelesaikan marathon, nyaris tidak mendapatkan medali. Protes akhirnya bisa dikendalikan setelah Kapolda NTB, Brigjen. Pol. Firli dan Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto turun tangan.
Informasi yang diterima Suara NTB, para peserta protes karena beberapa peserta yang sampai di finish tepat waktu tidak mendapatkan tali atau pita yang bisa ditukarkan dengan medali. Sementara peserta mengklaim diri mereka telah masuk finish sebelum 300 peserta lainnya. ‘’Panitia menjanjikan 500 medali untuk para finisher yang sampai fin-
ish lebih awal. Tapi kenapa saya tidak diberikan kalungan tali setelah tiba di finish. Mana panitianya yang bertanggung jawab di sini,’’ protes salah seorang peserta lari 10 K dari Lombok yang enggan disebutkan namanya. Tidak sampai di situ, peserta lainya juga mengeluhkan hal yang sama. Namun sayangnya protes tersebut tidak langsung ditanggapi oleh panitia dengan
alasan masih terdapat sebagian besar peserta belum tiba di garis finish. Merasa protes mereka tidak direspons, ratusan peserta mendatangi panitia yang sedang mencatat di garis finish. Tidak puas dengan jawaban panitia, mereka pun ramai-ramai mendesak panitia lainnya untuk segera memberikan medali. Bersambung ke hal 15
SUARA MATARAM
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Walikota Siapkan Sanksi bagi ASN Berpolitik Praktis
Angka Kemiskinan Menurun
Mataram (Suara NTB) Keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kontestasi politik tak bisa dipungkiri lagi. Sebagian secara terang - terangan mendukung salah satu calon, sebagian lagi bermain di belakang layar. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menegaskan akan memberikan sanksi bagi ASN yang benar-benar terlibat politik praktis. (Suara NTB/uul)
ANGKA kemiskinan di kecamatan Cakranegara menurut data terbaru sudah mulai berkurang. “Tingkat kemiskinan di sini mencapai angka 9%, jauh di bawah angka kota Mataram yang mencapai 910%,” terang Camat Cakranegara, M. Salman Rusdi, pekan kemarin. Ia menjelaskan jika melihat dari angka persentase yang sudah sedikit, sudah berada di bawah nasional. “Ini yang terus kita coba untuk tekan agar jumlahnya berkurang. Tetap di mana saja yang namanM. Salman Rusdi ya orang miskin tidak bebas 100% sepenuhnya,” jelasnya. Apalagi kecamatan Cakranegara ini merupakan daerah urban sehingga banyak masyarakat dari daerah lain yang datang untuk mencari peruntungan ke sini. “Mereka datang tanpa persiapan yang matang, hanya mengandalkan peruntungan saja,” kata Salman. Akhirnya mereka menyewa tanah kosong milik warga untuk membangun rumah dan ujungnya menambah angka kemiskinan di Cakranegara. Salman mencontohkan seperti di Karang Taliwang, terdapat pekarangan milik warga yang disewa sebagai tempat tinggal. “Saat ada intervensi dari pemerintah untuk program Rumah Kumuh misalnya, cuma persoalannya intervensi program itu adalah syaratnya adalah lahan milik sendiri tetapi kenyataannya itu adalah lahan milik orang,” tukasnya. Pihaknya pernah meminta pemilik lahan agar bisa diberikan izin untuk program tersebut, tetapi pemiliknya menolak. Selain di Karang Taliwang, di kawasan Mayura juga terdapat kawasan pemukiman penduduk yang mendiami tanah milik warga. “Itu full pendatang dari luar dengan kondisi bangunan semi permanen,” kata Salman. “Inilah yang kita tangani, bukan penduduk asli sini tetapi tetap kita urus karena mereka sudah menjadi warga sini. Tetapi sumbangsih kemiskinan kebanyakan berasal dari masyarakat urban itu,” kata Salman. Ia juga mengaku memang ada warga asli yang termasuk garis kemiskinan walau jumlahnya tidak sebanyak penduduk urban. (uul)
Halaman 2
“Perlu diingatkan bahwa eskalasi politik naik. Seluruh ASN akan diawasi. Sepanjang ada bukti terlibat terpaksa diproses dan diberikan sanksi,” tegas Walikota saat pelantikan pejabat, pekan kemarin. Untuk menjaga netralitas ASN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan surat edaran Nomor B/71/M.SM.00.00/27 perihal Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018, Pemilihan Legislatif 2019 dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019. Dijelaskan, bahwa dalam Undang - Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pada Pasal 2
Huruf f, menyatakan bahwa salah satu asas penyelenggaraan kebijakan dan managemen ASN adalah netralitas. Asas netralitas ini berarti bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala macam bentuk pengaruh maupun tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Selain netralitas, edaran ditanda tangani MenpanRB Asman Abnur menegaskan mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan Pasal 11 huruf c menyatakan bahwa dalam hal etika terhadap diri sendiri PNS wajib menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan. Maka PNS dilarang
melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan segala suatau calon atau perbuatan yang mengindikasi terlihat politik praktis/berafiliasi dengan partai politik. Salah satu poin dalam PP 42 tahun 2004 yakni, PNS dilarang menghadiri deklarasi bakal calon dengan tanpa menggunakan atribut bakal pasangan calon atau partai politik. Selain itu, mengunggah, menanggpi (like, komentar dan sejenisnya) atau menyebarluaskan gambar atau foto bakal pasangan calon. Selanjutnya, foto bersama dengan bakal calon kepala daerah dan lain sebagainya. Edaran dikeluarkan oleh MenpanRB menurut dia, menujukkan batas - batasan tidak boleh dilakukan aparatur negara. Secara fair dikata-
H. Ahyar Abduh kan Walikota, bahwa walaupun dirinya merupakan salah satu bakal calon Gubernur pada Pilkada 2018 ini, ia tidak menginginkan stafnya turut berpolitik. Karena, ia sadar bahwa tugas ASN adalah melaksanakan dengan sungguh - sungguh memberikan pelayanan pada masyarakat. “Biarkan saya saja berpolitik. Bapak - bapak pejabat silakan bekerja saja,” katanya mengingatkan. Di satu sisi, sebelum penetapan dirinya sebagai calon
pada 12 Februari mendatang. Seluruh pekerjaan rumah termasuk jabatan lowong akan diisi. Pimpinan OPD diminta menjalankan program sesuai visi - misi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016 - 2021. “Yang jadi Plt kan Pak Wakil. Jadi enak. Beliau tahu apa yang harus dikerjakan. Makanya, saya tidak pernah terlalu banyak diskusi kalau mengerjakan sesuatu. Karena, kita sudah saling tahu,” demikian ujarnya. (cem)
(Suara NTB/fit)
Masyarakat Harus Mau Ditata PENATAAN yang dilakukan pemerintah di bekas Pelabuhan Ampenan, rupanya belum sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Ini terbukti dari pembagunan lapak liar yang akhirnya dibongkar oleh aparat Satpol PP bersama beberapa OPD yang berkaitan dengan penataan di bekas pelabuhan yang tersohor itu. Padahal seharusnya masyarakat mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah. ‘’Kita bersyukur ada pemFuad Sofian Bamasaq bangunan di eks Pelabuhan Ampenan. Masalah ada yang suka dan tidak suka dengan pembangunan itu adalah hal yang wajar,’’ kata anggota DPRD Kota Mataram dari dapil Ampenan, Fuad Sofian Bamasaq, SH., kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (28/1). Terkait pembongkaran lapak, lanjut dia, kemungkinan itu terjadi lantaran pedagang pernah dijanjikan oleh pemerintah bahwa desainnya itu menghadap ke pantai semua. ‘’Tidak ada yang di belakang atau tertutup,’’ cetusnya. Mengenai pembongkaran lapak, Fuad menduga sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat sekitar, masih sangat minim. Apalagi bekas Pelabuhan Ampenan itu mencakup dua zona. Yakni Kelurahan Ampenan Tengah dan Kelurahan Bintaro. Untuk itu, dibutuhkan peran dari Camat Ampenan untuk memediasi dua kelurahan itu terkait penempatan lapak pedagang di bekas Pelabuhan Ampenan. Untuk merangkul dua kelurahan itu, kata Fuad, perlu disusun kepengurusan pengelola lapak di bekas Pelabuhan Ampenan itu. Dimana, pengurusnya diambil dari dua kelurahan itu. ‘’Kami sangat antusias kalau itu bisa berjalan,’’ pungkasnya. Hal ini dimaksudkan supaya masyarakat yang berjualan di sana bisa nyaman. Selain tidak puas dengan bentuk lapak yang disediakan Pemkot Mataram, munculnya lapak liar di bekas Pelabuhan Ampenan juga sebagai dampak adanya PKL yang tidak mendapatkan tempat. ‘’Hasil saya berkomunikasi dengan teman-teman yang berjualan, pada waktu pencabutan lot itu, mereka yang cabut lot itu, ada juga yang tidak mendapatkan lapak. Ini juga yang membuat saya prihatin dengan oknum-oknum yang mengatur di lapangan,’’ katanya. Fuad mengaku pernah menanyakan hal ini kepada pihak Kelurahan Ampenan Tengah. ‘’Mereka sendiri kebingungan melihat kondisi masyarakat di sana karena dulu jumlah pedagang tidak segitu, sekarang Ampenan tambah ramai,’’ ucap politisi PDI Perjuangan ini. Terhadap PKL yang belum mendapatkan lapak, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram ini meminta masyarakat untuk bersabar. Namun demikian, kekurangan lapak PKL ini tetap menjadi atensi pemerintah, sepanjang masyarakat mau ditata. (fit)
Tiga Paket Proyek Segera Ditender Mataram (Suara NTB) Bagian Layanan Pengadaan segera melelang tiga proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Yakni, perluasan pembangunan gedung Badan Keuangan Daerah senilai Rp 1,5 miliar, pintu gerbang di Lingkar Selatan Rp 6 miliar dan proyek lanjutan monumen senilai Rp 1,5 miliar. Kepala Bagian Layanan Pengadaan, Ir. Moh. Suryadi mengatakan, pihaknya sudah menginventarisasi dokumen pelelangan yang diserahkan oleh instansi teknis. Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D) telah diminta melakukan pendampingan. Dalam waktu dekat ini lanjut Suryadi, proyek perluasan gedung BKD sudah diumumkan. “Yang BKD akan diumumkan,” kata Suryadi. Sementara, tender pintu gerbang dan monumen di Lingkar Selatan masih disiapkan administrasinya. Dinas PUPR sejauh ini, belum menyerahkan dokumen perencanaan mereka. Tetapi, sudah dikoordinasikan dengan pejabat pembuat komitmen (PPK). “Tapi perencanaan sudah jadi. Tinggal dipilih mana - mana saja yang ditender,” ucapnya. Perubahan nomenklatur Bagian Administrasi Pengendalian dan Pembangunan menjadi Bagian Layanan Pengadaan sebelumnya berpengaruh terhadap proses tender. Pihaknya belum berani memproses dokumen lelang karena belum menerima surat keputusan (SK) sebagai pelaksana tugas (Plt). Pasca keluarnya SK Plt, ia berkoordinasi dengan Bagian Hukum Setda Kota Mataram. Dari hasil koordinasi itu bahwa pada prinsipnya proses lelang tidak masalah. “Awalnya kita ragu memproses. Seperti penyampaian Kabag Hukum tidak masalah,” kutipnya. Terkait percepatan, Suryadi mengaku telah mengevaluasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di 2017. Beberapa catatan sebelumnya akan diperbaiki. Terutama mengenai percepatan pelaksanaan tender. Dia mengupayakan proyek besar sejak awal harus sudah ditender. “Kita upayakan jangan ada lelang mepet mepet. Yang kasihan nanti kontraktornya,” cetusnya. (cem)
(Suara NTB/cem)
SEPI - Seorang petugas kebersihan sedang mengerjakan tugasnya di kompleks pasar Seni Sayang-Sayang yang sepi pengunjung, Minggu (28/1). Lokasi yang strategis dibandingkan pasar seni lainnya rupanya tak menjamin pasar ini ramai wisatawan.
Pasar Seni Sayang-Sayang Sepi Pengunjung Mataram (Suara NTB) Pasar Seni Sayang - Sayang seolah mati suri. Tak ada aktivitas transaksi antara pedagang dan pembeli. Letaknya yang strategis justru tak menjamin. Wisatawan tetap sepi berbelanja. Pukul 08.35 Wita, Minggu (28/1) tak ada aktivitas apapun. Deretan toko yang menjual
pernak - pernik kerajinan lokal tak satupun yang buka. Di halaman parkir sepeda motor terparkir sendiri di bawah pohon beringin. Kendaraan itu rupanya milik petugas kebersihan yang menyapu di bagian dalam Pasar Seni Sayang Sayang. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Drs. H. Abdul
Pendapatan Besar, Zakat Anggota Dewan Kecil Mataram (Suara NTB) Besarnya pendapatan anggota Dewan Kota Mataram, seolah tak sebanding dengan zakat yang mereka bayarkan. Badan Zakat Nasional (Baznas) hanya menerima Rp 159.886 per bulan. Zakat itu pun setara dengan pimpinan Dewan. Sedangkan, anggota lainnya paling rendah mengeluarkan Rp 105. 761. Pendapatan anggota Dewan lebih dari Rp 20 juta per bulan. Jumlah ini dikalkulasi dari gaji pokok, tunjangan perumahan, biaya komunikasi, kesehatan. Belum lagi, tunjangan jabatan di Pansus, Banggar dan lain sebagainya. Ketua Baznas Kota Mataram, H. Mahsar Malaka tak menampik kecilnya kontribusi anggota Dewan dalam pengumpulan zakat, infak dan sedekah. Untuk sekelas pimpinan saja zakat yang dibayarkan per bulan Rp 159.886. Sedangkan paling rendah Rp 105. 761. “Tapi mungkin mereka punya konstituen. Sebagai juga zakatnya disalurkan ke sana,” kata Mahsar, pekan kemarin. Zakat dikumpulkan Baznas dari anggota Dewan
pada bulan Januari Rp 3.808.767. Artinya, selama setahun zakat terkumpul hanya Rp 45,7 juta lebih. Mahsar mengatakan, pemotongan zakat 2,5 persen tidak saja khusus gaji pokok. Seharusnya, pendapatan lain seperti tunjangan dan honor lainnya juga dipotong. “Sebenarnya, jangan cuma gaji saja. Tunjangan lainnya harus dipotong juga,” ucapnya. Pengumpulan zakat paling besar berasal dari aparatur sipil negara (ASN). Sebab, dari target Rp 4,8 miliar terealisasi Rp 4,74 miliar. Baznas menaikkan target zakat di 2018 mencapai Rp 5 miliar. “Mudah mudahan target ini masuk. Kontribusinya paling besar dari PNS,” ucapnya. Untuk mengejar target tersebut, Baznas akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD dan Sekda Kota Mataram, membahas kembali potensi zakat disumbang oleh anggota Dewan maupun ASN. Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., dikonfirmasi sebelumnya, akan mengkaji besaran zakat yang dikeluarkan oleh anggota Dewan. (cem)
Latief Najib mengatakan, sepinya pengunjung berbelanja di Pasar Seni Sayang - Sayang tidak bisa sepenuhnya disalahkan ke pelaku pariwisata. Tetapi perajin harus memiliki komitmen. “Bukan hanya fee. Misalnya ada guide bawa tamu. Yah, paling tidak disiapkan kopilah,” kata Latief, pekan kemarin.
Dikatakan Latief, meramaikan pasar seni perlu komitmen bersama. Tidak saja pelaku pariwisata tetapi masyarakat juga harus memiliki komitmen. Polemik selama ini, fee jadi persoalan iri antara guide dan perajin. “Kita tidak bisa menyalahkan pelaku pariwisata. Pedagang juga harus memiliki komitmen
bersama,” tandasnya. Latief mengatakan posisi pasar seni sangat strategis. Ia berharap pembangunan Kantor Dinas Pariwisata diarahkan di sana. Sebab, aset itu milik Dinas Pariwisata. Tinggal, ia berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan menghidupkan kejayaan Pasar Seni Sayang - Sayang. (cem)
Pengelolaan Bansos dan Hibah Dilakukan Transparan Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram telah mengembangkan sistem aplikasi pengelolaan bantuan sosial dan hibah ke masyarakat menggunakan sistem aplikasi. Selain mempermudah masyarakat mengakses, juga sebagai bentuk transparansi pengelolaan bantuan sosial. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Drs. H.L. Junaidi mengatakan, aplikasi bantuan sosial diadopsi dari Pemkot Bandung Provinsi Jawa Barat. Di mana, proposal yang akan masuk diterima secara elektronik. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti oleh instansi seperti Bagian Kesra, Bagian Ekonomi, Badan Keuangan Daerah maupun Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Fitur ini sudah dilakukan penyesuaian dengan kondisi daerah,” katanya. Selama ini, pengelolaan hibah dan bansos dilakukan secara konvensional. Artinya, masyarakat disibukkan dengan mengecek sejauh mana tindaklanjut proposal yang diajukan. Pemkot Mataram sengaja mengembangkan aplikasi ini untuk menjamin transparansi serta memberikan kepastian terhadap bantuan. “ Kapan keluar, berapa jumlahnya, kapan harus diterima bisa dicek langsung oleh masyarakat,” terangnya. Se-
H.L. Junaidi bagai bentuk transparansi, selain secara khusus diaudit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan. Masyarakat juga bisa turut memantau. Karena, Pemkot Mataram menghindari kebocoran - kebocoran penyaluran bantuan sosial ke masyarakat. Nantinya kata Junaidi, pertanggungjawaban serta arah
penggunaan bantuan itu akan terlampir. “Kemudian, pertanggungjawab akan dilakukan secara elektronik dengan peningkatansmart city,“ tambahnya. Selain mengembangkan aplikasi tersebut, Kominfo mempersiapkan aplikasi e commerce. Saat ini, pihaknya mendata seluruh usaha kecil menengah di Mataram. Pengembangan sistem aplikasi ini, guna mempermudah masyarakat mengakses produk hasil rumah tangga. Artinya, calon pembeli tidak perlu jauh - jauh datang, sehingga cukup mengakses aplikasi tersebut. Mereka sudah bisa bertransaksi. “Masyarakat mencari produk di Mataram akan bisa berhubungan dengan produsennya. Tanpa harus jauh - jauh datang dari Jawa,” demikian kata Junaidi. (cem)
SUARA NTB
Senin, 29 Januari 2018
Halaman 3
Kerjasama Humas dan Protokol Setda Kota Mataram dengan Harian Suara NTB
Monumen Panser Amfibi Dibangun di Taman Malomba Mataram (Suara NTB) Usai meletakan monumen pesawat TNI-AU jenis AS202 Bravo di eks Bandara Selaparang. Pemkot Mataram kembali membangun monumen Panser Amfibi di Taman Malomba Kecamatan Ampenan. Monumen Panser Amfibi ini nantinya menjadi salah satu ikon wisata. Disamping, Bulan Mei akan diselenggarakan Naval Komodo Eksited. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H.M. Kemal Islam mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan relokasi pedagang di Malomba. Kini, ia sedang berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut sekaligus mempersiapkan Naval Komodo Eksisted.
Untuk mempersiapkan itu tambahnya, langkah pertama menata kawasan di Lapangan Malomba. Pedagang awalnya berjualan di pinggir jalan akan direlokasi ke dalam. “Setelah ditata pengelolaannya diserahkan ke TNI AL, termasuk parkir. Tapi, pertama nanti kita bongkar tembok. PU pasang paving blok. Dan, saya buat pagar,” kata Kemal, Jumat (26/1). Desain serta perencanaan penataan kawasan Malomba telah diterima Pemkot Mataram dari TNI AL. Seiring dengan itu kata Kemal, Pemkot juga akan memindahkan tugu Adipura dan dipindah ke taman belakangan Mataram Mall. Karena, Taman Malomba akan dipasang ornamen Panser Amfibi yang merupakan hibah dari TNI AL. Ini kata dia, jadi kekhasan yang dimiliki Kota Mataram. Artinya, monumen itu menja-
di penanda kawasan kompleks TNI AL, TNI AU dan Kota Tua Ampenan. “Makanya segera kita eksekusi ini. Acara Naval Komodo Eksited mulai Maret,” ucapnya. Ornamen Panser Amfibi sekaligus jadi destinasi wisata baru bagi masyarakat Kota Mataram. Kepala Dinas Perdagangan, Lalu Alwan Basri menyebutkan, 40 pedagang di Taman Malomba akan direlokasi. Jumlah ini belum termasuk 35 pedagang tidak tetap di kawasan itu. Alwan mengaku, masih menunggu koordinasi dengan TNI AL, Dinas PUPR dan Dinas Perkim. “Kita nunggu koordinasi dulu dari Danlanal, PU, Perkim termasuk kecamatan dan kelurahan,” kata Alwan. (cem/*)
(Suara NTB/cem)
Monumen Adipura di Taman Malomba akan dibongkar dan dipindah ke Taman di samping Mataram Mall. Di Taman Malomba akan dibangun monumen Panser Amfibi milik TNI AL.
Klarifikasi Tendangan Viral di Medsos
Walikota : Itu Menguji Ketahanan Anggota Satpol PP Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengklarifikasi pemberitaan yang viral di media sosial bahkan media luar negeri. Tendangan kungfu yang mengarah ke bagian wajah dan kepala Anggota Satuan Polisi Pamong Praja sebagai bentuk uji ketahanan anggota. “Saya diminta Kasat Pol PP spontan yang baru dilantik. Kemudian, saya iyakan. Tendangan itu terarah dan tidak sampai kena,” kata Walikota mengklarifikasi pekan kemarin. Dikatakan Walikota, klarifikasi dimaksudkan agar masyarakat mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya. Pemberitaan yang viral di media sosial dan media nasional belakangan ini bukan seper-
ti yang dianggap publik saat ini. Tendangan kungfu itu sebenarnya kegiatan internal Satpol PP yang dilakukan usai melantik Bayu Pancapati sebagai Kasat Pol PP, Rabu (17/1) lalu. Setelah pengambilan sumpah jabatan, Pol PP memiliki tradisi penyerahan tongkat komando dan penyematan tanda jabatan. Saat itu lanjut Walikota, Kasat Pol PP Bayu Pancapati meminta agar Walikota melakukan uji kesigapan bagi anggotanya sebagaimana tradisi yang dimiliki oleh Satpol PP Kota Mataram. “Pada saat itu tiga orang termasuk Kasat Pol PP Bayu Pancapati yang telah siap melakukan uji kesigapan dan telah pula dibekali dengan olahraga bela diri, mendapat
tendangan dari Walikota Mataram. Kejadian itu spontanitas, melaksanakan apa yang diminta oleh anggota. Dan itu pun sangat terukur, bukan ada sebab karena marah atau emosi,’’ terangnya. Ahyar cukup terkejut dengan berbagai pemberitaan yang kemudian menjadi multitafsir di kalangan masyarakat. Seolah-olah, ia melakukan tindakan kesewenangwenangan. Disatu sisi, ia menyadari tahun politik seperti saat ini dimanfaatkan menjatuhkan elektabilitasnya. Tetapi publik pasti tahu karakternya setelah puluhan tahun terjun di dunia politik. “Apakah itu black campaign atau tidak. Yang jelas saya tidak akan melaporkan itu ke ranah hukum,” tandasnya. (cem/*)
Forikan Dilantik
Tingkatkan Kegemaran Konsumsi Ikan di Masyarakat Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana melantikan pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) pekan kemarin. Terbentuknya kepengurusan Forikan ini diharapkan dapat meningkatkan kegemaran masyarakat mengkonsumsi ikan. Wawali mengatakan, pelantikan pengurus Forikan tingkat Kota Mataram terlambat dari waktu yang telah dijadwalkan sebelumnya, karena membutuhkan kesiapan yang lebih matang serta melibatkan beberapa OPD terkait lingkup Kota Mataram. Pasca terbentuknya kepengurusan Forikan diharapkan konsumsi ikan masyarakat dapat terus ditingkatkan “Iya, mudah-mudahan setelah terbentuknya pengurus Forikan. Tingkat konsumsi ikan masyarakat turut meningkat,” harapnya. Mohan melihatkecenderungan tingkat konsumsi ikan masih rendah atau hanya 30,32 kg/kapita tahun. Sementara di tingkat Provinsi sudah mencapai angka 37,43 kg/kapita/tahun, dan di tingkat nasional mencapai angka 45,93 kg/kapita/tahun. “Butuh kerja keras semua pihak,’’ tegasnya. Persoalan di Kota Mataram selama ini lanjut Mohan, lebih kepada masalah fokus. Karena itu, ia berharap dengan dua agenda yang melibatkan secara aktif TP PKK Kota Mataram sebagai pihak yang mengetahui persoalan perempuan atau dalam hal ini ibu-ibu secara langsung dapat menguatkan pula harmonisasi antara TP PKK dengan organisasi kewanitaan lain di Kota Mataram. Serta, sinkronisasi dengan OPD di lingkup Pe-
merintah Kota Mataram. Sehingga program yang dilaksanakan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat. Apalagi diakuinya, isu-isu yang ada memang cukup kompleks di Kota Mataram. “Supaya jangan hanya berorientasi pada banyaknya volume program sudah dianggarkan tapi tidak ada hasilnya. Harus lebih fokus, terukur, dan kemudian ada hasilnya,’’ ucapnya. Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh menyampaikan bahwa PKK selama ini telah menjadi mitra kerja pemerintah dalam melaksanakan program kerja melalui 10
Program Pokok PKK. Untuk lebih mengoptimalkan peran PKK pada tahun 2018 menjadi faktor utama dilakukannya koordinasi dengan OPD. Dengan harapan bahwa dalam pelaksanaan program Nanti akan ada kesamaan pandangan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan. “Kedepan mohon dukungan semua pihak terutama Walikota dan Wakil Walikota melalui OPD, Camat, dan Lurah untuk membangun Kota Mataram yang maju religis dan berbudaya,” harapnya. (cem/*)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Halaman 4
Pilkades Ulang Desa Sokong Pertahankan Branding Wisata Halal
Pemkab Belum Terima Perintah Penundaan PTUN
PEMPROV NTB di bawah komando Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan H. Muh. Amin, SH., MSi., sudah membranding diri sebagai daerah wisata syariah atau wisata halal. Branding wisata halal itupun terus diperkuat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari seluruh negara di dunia. Pasalnya, pengembangan pariwisata harus tetap dilakukan, karena merupakan sektor yang cukup potensial. Menurut Bakal Calon Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, wisata syari(Suara NTB/yon) ah yang digagas oleh Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah NTB merupakan hal yang wajib untuk dilanjutkan dan diperjuangkan. Alasannya, kemajuan pariwisata sekarang ini harus sungguh-sungguh disyukuri, karena merupakan hasil kerja keras yang sangat luar biasa. “Jangan macam-macam, itu (wisata syari’ah) merupakan hasil kerja keras yang luar biasa. Bukan didapat dari kerja biasa, tapi berlari hingga sampai pada posisi yang sekarang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (27/1). Sitti Rohmi yang juga Rektor Universitas Hamzanwadi ini menegaskan, rencana pengembangan sektor pariwisata ke depan harus tetap ditingkatkan. Pariwisata merupakan sektor yang sangat luar biasa dan hasilnya harus untuk kemaslahatan masyarakat. Bahkan dengan NTB membranding wisata halal, itu sudah langkah untuk memproteksi hal-hal yang kurang baik, mulai dari hotel-hotel yang bagus dengan sajian makanan yang halal. Selain itu, di dalam hotel ada sajadah dan Alquran yang membuat umat Muslim merasa nyaman dalam menikmati liburan ke NTB. “Tidak hanya Muslim, warga yang menganut agama lainpun akan lebih nyaman dan tenang,” ujarnya. Selain itu, tambahnya, dengan NTB membranding diri sebagai daerah wisata halal, merupakan salah satu cara untuk memproteksi diri dari efek negatif yang tidak menutup kemungkinan terjadi. Terlebih, NTB merupakan daerah yang terkenal dengan pulau seribu masjid yang penduduknya 90 persen lebih Muslim yang terbagi pada dua pulau yakni Pulau Lombok dan Sumbawa. “Kita tonjolkan keunggulan-keunggulan kita. Kebudayaan, agamis kita, toleransi kita dan lainnya.’’ ujarnya. Label wisata halal untuk NTB juga diyakini untuk mempertahankan kultur dan budaya serta tradisi luhur masyarakat NTB. Di mana, semua itu merupakan sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke NTB. Sehingga masyarakat NTB tidak terpengaruh dengan budaya-budaya barat yang dibawa oleh para wisatawan dari berbagai negara penjuru dunia. Melainkan, wisatawan yang harus menyesuaikan diri dengan budaya dan kultur yang ada di NTB sendiri. Saat ini, ujarnya, para wisatawan yang masuk ke Islamic Center (IC) diharus menggunakan jilbab dan lainnya. Langkah itu sebagai salah satu upaya untuk saling menghargai dengan dilakukan penyesuaian. Termasuk adanya wisatawan di tempat-tempat wisata yang berjemur dengan pakaian terbuka, secara perlahan akan menjadi perhatian. “Segala sesuatu butuh proses, jadi secara bertahap akan diperbaiki,” ujarnya. (yon)
Tanjung (Suara NTB) Pemkab Lombok Utara mengisyaratkan untuk tetap melanjutkan pelaksanaan Pilkades Sokong sesuai agenda, yakni pada 31 Januari 2018 mendatang. Tidak adanya perintah penundaan oleh pengadilan meyakinkan Pemda untuk tidak mengubah atau memundurkan pelaksanaan pilkades. Kepala Bagian Hukum, Setda Lombok Utara, Raden Eka Asmarahadi, SH., Minggu (28/1) dikonfirmasi via telepon mengungkapkan, proses gugatan mantan calon Kades Sokong, Kecamatan Tanjung, Marianto, yang dianulir oleh Bupati, tetap berjalan. Sejak diajukan, sidang oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram telah berjalan hingga 5 kali. Hingga saat ini, PTUN Mataram belum memberikan perintah penundaan kepada Pemkab Lombok Utara. “Betul mereka mengajukan gugatan. Sejak itu kita sudah menghadiri beberapa kali
sidang, kalau tidak ada 4 sampai 5 kali,” ungkap Eka. Proses sidang menurut dia tidak akan mempengaruhi rencana Pemkab untuk melaksanakan Pilkades ulang pascaPilkades pada 19 Oktober 2017 lalu. “Tergantung majelis dikabulkan atau tidak. Sebelum itu maka proses jalan terus. Kalau ada perintah tunda baru kita tunda, cuma sampai sekarang belum ada perintah dari pengadilan,” paparnya. Sementara Senin (29/1) - hari ini, Bagian Hukum Pemda KLU kembali akan mengikuti proses sidang lanjutan atas gugatan
Marianto dan kuasa hukumnya. Agenda sidang yakni penambahan alat bukti dari Pemda, saksi maupun alat bukti dari penggugat. Untuk jadwal dimaksud, Kabag Hukum telah memerintahkan Kepala Sub Bagian Hukum untuk menghadiri agenda tersebut. “Kalau sampai besok tidak ada penetapan pengadilan, maka Pilkades tanggal 31 Januari jalan terus. Kuncinya di besok Senin (hari ini, red),” demikian Eka. Sebagaimana diketahui, Pilkades Sokong awalnya diikuti oleh 5 calon. Pada proses pemilihan, Marianto berhasil
calon Kepala Desa Sokong. Poin kedua, memerintahkan panitia pemilihan Desa Sokong untuk menetapkan empat calon kepala desa yang memenuhi syarat, yaitu Nasrudin, Sutiadi, Mianto S, Pd., dan Lukmanul Hakim. Poin tiga, memerintahkan kepada Panitia Pemilihan Desa Sokong untuk melakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) paling lambat akhir bulan Januari 2018. Surat Bupati yang berisi 3 poin itu tidak lepas dari keluarnya Surat Kemenag Lombok Utara perihal dicabutnya Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) yang diperoleh Marianto sebelumnya. Bupati dalam mengeluarkan surat pun mengacu pada “legal opinion” dari pakar Hukum Unram terhadap kajian legalitas ijazah SMP calon Kades tersebut. (ari)
Seorang Warga Hanyut di Kali Segara Tanjung (Suara NTB) Salah seorang warga, Dusun Todo, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Munawir (25) hingga saat ini belum ditemukan. Korban hanyut di Sungai Kali Segara yang merupakan batas Desa Bentek (Kecamatan Gangga) dan Desa Jenggala (Kecamatan Tanjung). Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa hanyutnya korban terjadi pada Sabtu (27/1) lalu. Sekitar pukul 17.30 Wita, korban bersama 8 orang rekannya tengah mandi di pinggir Kali Segara. Tengah asyik mandi, korban tiba-tiba terseret arus sungai yang saat itu sedang banjir. Korban sempat ditarik oleh teman-temannya kemudian terlepas, karena pusaran air yang deras. Sekitar pukul 18.00 wita Basarnas Pos Bangsal menerima laporan ada orang hanyut di sungai Desa Bentek kemudian berangkat menuju lokasi. Sejak dilakukan pencarian Sabtu sore yang melibatkan Basarnas Pos Bangsal, Tagana KLU, BPBD KLU, Polsek Gangga, Anggota Koramil Gangga
dan warga sekitar, korban belum ditemukan hingga saat ini. “Korban mandi kemarin (Sabtu) sore sekitar jam 5 bersama teman-temannya, dan dia tenggelam. Sampai saat ini belum ditemukan,” kata salah seorang warga, Jibril, Minggu (28/1) siang. Warga mengakui pencarian korban semakin sulit dilakukan, karena arus sungai semakin deras dan airnya pun keruh. Warga juga ikut membantu petugas melakukan pencarian terhadap korban. Sementara, Kepala BPBD Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara, S.Sos., mengakui laporan korban hilang (hanyut) diterima Sabtu sore sekitar pukul 17.30 Wita. Keterangan yang diperoleh dari teman korban, kata dia, korban sempat berenang agak ke tengah dan menyelam di antara bebatuan. Sesaat muncul ke permukaan korban terseret arus sungai yang agak deras. Korban sempat ditolong oleh rekannya dengan berupaya menarik ke tepi. Namun korban seketika pingsan. Di saat yang sama, arus yang cukup
deras menyebabkan korban terlepas dan menjauh dari rekannya. Pencarian oleh petugas dan warga terus dilakukan hingga Sabtu malam, namun keruhnya air menyebabkan pencarian dihentikan sekitar pukul 22.30 malam. “Sekitar 50 personel gabungan yang ikut mencari. Hingga Minggu siang pencarian kembali dilakukan, tetapi belum ditemukan,” kata Iwan. Sementara Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wisnunanda, kepada wartawan Minggu (29/1) mengakui pencarian korban langsung dilakukan Tim SAR Bangsal Pemenang usai mendapat laporan Sabtu sore. Tim SAR bahkan menambah personel untuk membantu pencarian sejak Minggu pagi sekitar pukul 07.00 wita. “Tim pencarian dibagi menjadi 2 tim. Satu tim menyisir menggunakan rafting menuju ke muara pantai, satu tim lagi menyisir aliran sungai dan bebatuan. Pencarian dilakukan pada radius 4 kilometer dari lokasi hanyutnya korban,” demikian Gusti Lanang. (ari)
Melaut, Nelayan KLU Gunakan Elpiji (Suara NTB/rus)
Tanjung (Suara NTB) Pemkab Lombok Utara sudah merancang peralihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional. Tahun ini juga, nelayan sudah dipastikan akan memanfaatkan BBM jenis elpiji 3 Kg dari sebelumnya BBM jenis premium. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kelautan Perikanan (Dishubkanlut) KLU, Agus Tisno, S.Sos., melalui Sekdis Hubkanlut KLU, H. Samsul Rizal, SP., Sabtu (27/1). Tahun ini juga peralihan BBM akan mulai diterapkan. Pasalnya, Pemkab sudah memperoleh bantuan mesin ketinting Bahan Bakar Gas (BBG) sebanyak 1.500 unit. “Kementerian sudah turun periksa, saat ini kita sedang siapkan lahan tiap kecamatan dan gudang penyimpanan sementara didisitribusikan. Untuk penerima sedang tahap finalisasi untuk verifikasi,” ujar
JAMBORE - Kepala Dinas Kesehatan Lotim H. Asrul Sani berpose bersama peserta jambore gizi di Kebun Raya Lemor, Sabtu (27/1) lalu.
Jambore Gizi
Lotim Fokus Tangani Masalah ’’Stunting’’ Selong (Suara NTB) Memperingati hari gizi nasional yang ke 58, Dinas Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bersama para pelaku kesehatan se NTB menggelar jambore. Jambore pertama kali digelar ini fokus membahas masalah gizi. Utamanya masalah manusia pendek atau stunting. Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lotim, drg. H. Asrul Sani ditemui di sela acara jambore yang digelar di Kebun Raya Lemor , Sabtu (27/1) mengakui Lotim belum bebas dari kasus gizi buruk. Kasus gizi buruk masih tersisa 72 kasus. Namun saat ini masalah stunting juga turut menjadi masalah serius yang mendapat perhatian penanganannya dari pemerintah. Jumlah kasus stunting di Lotim 30 persen dari jumlah anak usia 0-2 tahun. Angka ini katanya masih berada di bawah ratarata nasional 38 persen. Angka 30 persen diakui masih cukup tinggi. Pasalnya, ketika gizinya tidak diperhatikan saat usia keemasan, 1.000 hari pertumbuhan tersebut, maka sangat berpengaruh besar pada tahapan pertumbuhan selanjutnya. Usia emas 0-2 tahun itu harus diselamatkan. “Ini adalah golden period dari usia pertuimbuhan manusia,” ucapnya. Usia tersebut harus dipantau terus. Khusus mengenai stunting dilihat berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Selama ini yang terpantau berat badan dan umur. Sedangkan stunting ini berat badan terhadap tinggi badan juga menjadi masalah serius yang perlu penanganan serius. (rus)
Samsul Rizal. Dijelaskan, seluruh kelompok nelayan akan memperoleh bantuan twrgantung jumlah anggotanya. Saat ini di KLU, jumlah nelayan lebih dari 2.000 orang. “Satu kelompok menerima jumlah variatif, tergantung berapa jumlah anggota. Prioritaskan semua kelompok memperoleh bantuan tersebut,” imbuhnya. Peralihan penggunaan BBM dari premium ke elpiji sebut dia, mempertimbangkan efisiensi dari biaya operasional nelayan. Menggunakan BBG, menurut dia, akan lebih menekan biaya. Satu tabung elpiji 3 Kg dengan harga maksimal Rp 20 ribu, bisa digunakan untuk 2 sampai 3 hari. Satu tabung elpiji juga bisa digunakan untuk satu kali operasional ke rumpon. Bandingkan dengan penggunaan premium, dalam sekali perjalanan bisa menghabiskan minimal 5 liter. Selain program itu, Pemkab juga menyiapkan program pengolahan ikan (pindang) untuk mengantisipasi musim
paceklik kelompok nelayan pada musim penghujan. Salah satu kelompok yang menjadi andalan adalah, kelompok nelayan Dusun Lekok, Desa Gondang yang mampu mengolah ikan hingga 2 ton per hari. “Ikan olahan kelompok Lekok ini diakui sebagai pengolahan pindang terhigienis di NTB. Dari cara pengolahan, kebersihan air lebih higienis,” ujarnya. Mengantisipasi musim paceklik nelayan, Fishub jiga telah mempersiapkan langkah pemberian bantuan subsidi sembako. Kelompok nelayan yang terkena dampak cuaca buruk akan didata dan diajukan ke BPBD dan Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti. “Status paceklik nelayan masih harus menunggu pernyataan dari BPBD bahwa di nelayan KLU terkena dampak. Dari BPBD baru diajukan ke Dinsos selaku instansi teknis yang mengelola anggaran bencana,” demikian Samsul. (ari)
(Suara NTB/ist)
CARI KORBAN - Pencarian korban hanyut di Kali Segara Desa Bentek Kecamatan Gangga, Minggu (28/1) pagi.
Bapenda Lotim Kejar Pajak Parkir Selong (Suara NTB) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengklaim kesadaran masyarakat dalam membayar pajak parkir terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terus didorong untuk mencapai target yang sudah ditetapkan yakni sebesar Rp 35 juta tahun 2018 ini. Kepala Bapenda Lotim, Drs. Salmun Rahman, menjelaskan, untuk jasa perpakiran yang diusahakan masyarakat atau status dari aset itu milik masyarakat memiliki potensi besar untuk ditarik pajaknya. Dicontohkannya klinik Risa, Namira, Water Park, Ruby Rarang dan beberapa lainnya. Sejumlah tempat itu, sudah menjalankan kewajibannya untuk membayar pajak dari untuk perparkiran. Kendati demikian, Salmun Rahman mengaku masih kecil pendapatan daerah dari sektor parkir tersebut. “Kita dari Bapenda menarik pajak parkir, untuk retribusi parkir dikelola oleh
Dishub,” ujarnya, Sabtu (27/1). Selain itu, Salmun juga mengakui jika kondisi saat ini belum sesuai dengan seharusnya atau ketentuan, seperti penyetoran pajak parkir yang belum sesuai dari yang seharusnya. Akan tetapi, ia mengaku optimis jika pendapatan dari pajak parkir untuk tahun ini akan mengalami peningkatan. Hal itu seiring dengan kesadaran masyarakat terus mengalami peningkatan. “Apabila masyarakat sadar dan jujur di dalam membayar paajk. Maka otomatis pendapatan akan terus meningkat,” ujarnya. Adapun untuk pajak parkir tahun ini sebesar Rp. 35 juta. Target tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 50 juta. Melihat pentingnya posisi pajak kendaraan bermotor terhadap pembangunan daerah, pihaknya terus melakukan berbagai cara agar tingkat kesadaran wajib pajak meningkat. (yon)
Tahun Politik
BRI Kesulitan Salurkan KUR TKI
Tidak Boleh Putus Silaturahmi Tahun 2018 merupakan tahun politik. Di semua tempat bicara tentang pilkada.Termasuk bakal calon kepala daerah dan wakilnya, baik yang akan maju di level provinsi hingga kabupaten/kota. Pada saat ini, para calon kepala daerah berusaha mendapatkan simpati masyarakat agar bisa terpilih sebagai pemimpin. Namun, di tengah ‘’pertarungan’’ ini, semua figur tidak boleh memutus tali silaturahmi satu sama lain.
(Suara NTB/rus)
Selong (Suara NTB) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Lombok Timur (Lotim) masih kesulitan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Salah satu alasannya adalah regulasi persyaratan debitur TKI. Sejauh ini, tidak ada Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang beralamat di Lotim, karena semua merupakan cabang. Demikian diungkapkan Pimpinan Cabang BRI Selong, Tasurun ditemui Suara NTB, Sabtu (27/1). Dia menerangkan, KUR TKI tahun 2018 ini masih ada dipersiapkan. Lotim diketahui sebagai kantong TKI turut dipersiapkan dan dipersilakan untuk mengajukan. Diakui selama lahirnya Program KUR TKI ini, belum pernah ada warga Lotim yang diberikan KUR TKI. Realisasi KUR TKI ini nol persen selama kurun waktu tahun 2017. Bagi BRI, siap saja untuk menyalurkan KUR tersebut asalkan PPTKIS yang dipersyaratkan sesuai ketentuan atau jika ketentuannya diubah tidak menutup kemungkinan untuk dipermudah juga oleh BRI. Kuota KUR TKI maksimal Rp 25 juta. Statusnya dianggap sama dengan KUR mikro. Sementara yang disalurkan BRI ini tidak saja mikro, ada jiga KUR kecil yang plafonnya bisa tembus Rp 500 juta. Adapun suku bunga untuk KUR saat ini 0,32 persen atau menurun dari sebelumnya 0,48 persen tiap bulannya. BRI Cabang Selong sendiri selama ini cukup besar realisasinya. Realisasinya bahkan melampaui target yang telah disediakan. Target tahun 2017 lalu jauh lampaui target. (rus)
mengumpulkan suara terbanyak. Sayangnya, kemenangan Marianto terkesan sia-sia setelah ia dianulir dari pencalonan. Marianto didiskualifikasi mengacu pada surat Bupati Lombok Utara No. 141/253/ KLU/2017 tentang pemungutan suara ulang (PSU). Surat yang dikeluarkan pada Jumat 24 November 2017 lalu itu berisi instruksi antara lain, memerintahkan kepada panitia pemilihan Desa Sokong untuk mencabut Surat Keputusan panitia pemilihan Desa Sokong Kecamatan Tanjung No. 04/panitiapilkades/SKG/2017 tanggal 22 Oktober 2017 tentang penetapan bakal calon yang dinyatakan lulus seleksi. Pada poin yang sama, menyatakan calon kepala desa atas nama Marianto tidak memenuhi persyaratan dan dinyatakan gugur sebagai
H. Moch. Ali Bin Dachlan
MENURUT salah satu Bakal Calon Gubernur NTB Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan, tahun politik ini tidak boleh jadi alasan untuk saling menjauhi satu dengan yang lain. Tali silaturahmi tidak boleh putus. Banyaknya foto bakal calon yang dipasang di sejumlah ruas jalan strategis hingga pelosok disebut hal yang biasa. Hal biasa, setiap lima tahun ada riak dan tensi yang dibicarakan. Kondisi ini, menurut Ali BD – sapaan akrab Bupati Lombok
Timur ini adalah sehat. Di tengah hiruk pikuk politik, ada juga yang tidak peduli. Hal ini juga dianggap wajar. “ Sikap itu juga dianggap bagus. Dianggap tidak bagus adalah, politik yang menimbulkan perpecahan,’’ ujarnya mengingatkan. Selain itu, ujarnya, masyakat tidak boleh berpecah belah, lantaran berbeda pilihan. Tanda orang maju, tidak pecah belah karena alasan politik. Tapi jika ditarik pada nilai tertentu bisa timbulkan gesekan.
Bagi masyarakat maju tidak akan menimbulkan apa-apa. Selanjutnya, apakah karena tahun poltik berhenti bekerja? Jawabannya tidak. Semua tetap bekerja. Tapi tahun politik banyak jadi gunjingan. Jalan-jalan bicara politik. Tahun di mana banyak wacana, energi dan seloroh simpang siur. Pengalaman usai menjadi Bupati sejak 2003-2008, tutur Ali Dahlan, selama lima tahun berhenti jadi bupati ia diisi dengan bersekolah. Bupati yang mengaku tidak suka dipanggil Doctor, meski telah merampungkan studinya di tingkat S3 ini menyatakan dirinya tetap sebagai Amaq (Bapak). “Saya tetap Amaq Asrul. Kalau ada gelar doktor untuk tingkat pendidikan. Bukan kita mengubah nama karena usai sekolah. Tetap saja saya Amaq Asrul dan Ali BD, kita bukan gila hormat. Tetap saja pang-
gil Amaq Kakene,” ujar Ali BD. Pada kasus ini, dirinya maju menjadi calon gubernur, karena dicalonkan oleh rakyat dan bukan dicalonkan oleh partai. Bersama TGH. L. Gede Sakti, katanya, rakyat langsung yang mencalonkan. Ada UU Pemilihan Kepala Daerah yang mengatur. Setelah pilkada, sambungnya, tidak boleh ada demo. Ali BD kalah dari pilkada tidak pernah demo dan berbuat onar. “Tidak begitu caranya kalau kita kalah, kalah-kalah saja. Jangan orang kalah ini sampai berbulan-bulan demo. Tidak boleh demo. Jabatan itu datang karena amanah dari Tuhan,” imbuhnya. Semua yang ikut perhelatan politik ini adalah saudara. Silaturahmi sesama Muslim inilah yang dibawa mati. Bukan membawa jabatan. tetap bersilaturahmi dan bersaudara. “Ini yang kita bawa mati, bukan membawa jabatan,” ucapnya.(rus)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Hari Ini, Bupati Resmikan Ratusan Proyek
Halaman 5
Banjir Rendam Ribuan Rumah di Lobar
Giri Menang (suara NTB) Senin (29/1) ini, Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid dijadwalkan meresmikan hasil-hasil pembangunan selama tahun 2017. Sebanyak 691 buah proyek hasil pembangunan yang diresmikan tersebar di seluruh daerah di Lobar. Peresmian yang mengambil lokasi di Suranadi Narmada ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat (Suara NTB/dok) luas tentang kerja nyata Heri Ramadan pembangunan Pemkab Lobar yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 khususnya proyek yang bersifat fisik. Demikian disampaikan Kabag Administrasi Pembangunan dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Lobar Heri Ramadan, M.Si, Sabtu (27/1). Menurutnya, selama tahun 2017, sejumlah pembangunan dilakukan, seperti pembangunan sarana dan prasarana di bidang pendidikan, pemuda dan olah raga, kesehatan, perdagangan dan perindustrian, pekerjaan umum, pengairan, pertanian, pariwisata, dan lain sebagainya. Di bidang Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga sebanyak 94 paket terdiri dari Pembangunan RKB SD, SMP, Rumah Guru, Rekonstruksi Sanggar Kegiatan Belajar dan Pembangunan Gelanggang Olah Raga. Bidang Kesehatan sebanyak 18 paket terdiri dari pembangunan dan rekonstruksi puskesmas, pustu, dan pembangunan instalasi pendukung Rumah Sakit Umum Daerah Pratama. Bidang perdagangan dan perindustrian, ujarnya, sebanyak 23 paket terdiri dari pembangunan pasar, sentra industri kerajinan dan rehab pasar seni. Bidang Pertanian sebanyak 61 paket terdiri dari pembangunan DAM parit, embung, irigasi tanah dangkal, irigasi tersier, dan pembangunan kandang ternak. Bidang Pariwisata sebanyak 19 paket untuk penataan destinasi pariwisata. Bidang Pekerjaan Umum sebanyak 273 paket terdiri dari peningkatan dan pemeliharaan jalan, pembangunan dan rehab irigasi, pembangunan sanitasi dan instalasi perpipaan, penataan tebing sungai dan pembangunan gedung pemerintah. Total Anggaran untuk membiayai pembangunan berbagai infrastruktur fisik dimaksud berjumlah Rp 293 miliar terdiri dari APBD sebesar Rp 265 miliar, APBN melalui Tugas Pembantuan dan Urusan Bersama Rp 15 miliar, dana reimbusement dari PRIM Australia sebesar Rp 13 miliar. Selain pembangunan yang bersifat fisik, Pemkab Lombok Barat memberi perhatian juga terhadap pembangunan yang bersifat non fisik dalam bentuk hibah bansos, pengembangan kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat pesisir. Termasuk, pemberdayaan UMKM dan home industri, pengembangan potensi unggulan desa seperti gula aren dan garam, peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan, reformasi birokrasi, penerapan teknologi informasi berbasis aplikasi, dan lain sebagainya, dengan jumlah anggaran lebih dari Rp 50 miliar. Dalam rangka penyelenggaraan otonomi desa, pada tahun 2017 pemerintah mengucurkan lebih dari Rp 192 miliar Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), yang dipergunakan sebagian besar untuk pembangunan infrastruktur desa, di samping untuk pembiayaan pelayanan pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. “Selain peresmian, pada hari ini juga akan dilakukan Penandatanganan Prasasti dan Penandatanganan 4 (empat) buah MoU,”jelasnya. Empat MoU tersebut antara Pemkab Lobar dengan RSUD Provinsi NTB, RSUD Kota Mataram, RS Jiwa Mutiara Sukma dan Rumah Sakit Bhayangkara Tentang Bantuan Biaya Pengobatan dan Pelayanan Persalinan Bagi Masyarakat Tidak Mampu yang Tidak Memiliki Jaminan Kesehatan. MoU Pemkab Lobar dengan Lombok TV Tentang Pemanfaatan Tower Bersama dan lainnya. (her)
Sempadan Pantai di Senggigi Ditutup Bangunan Giri Menang (Suara NTB) Pantai Senggigi seperti kawasan eksklusif khusus bagi kalangan tertentu, khususnya wisatawan berduit yang bisa menikmati keindahan pantai tersebut. Pasalnya, sepanjang pinggir pantai dibangun vila, hotel dan losmen yang hanya bisa dimasuki orang berduit. Sementara warga lokal setempat yang ingin berlibur menikmati pantai sangat susah, lantaran tidak bisa masuk. Warga hanya bisa menikmati di kawasan-kawasan tertentu yang masih belum dibangun, itupun mereka harus membayar pass masuk. Wakil Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar), H. Sulhan Muchlis mengkritisi maraknya pembangunan di sempadan pantai di kawasan Senggigi. “Ini yang menyebabkan warga lokal terpinggirkan, mereka tidak bisa nikmati pemandangan karena habis ditutup oleh bangunan,”kata Sulhan. Sulhan mengaku prihatin susahnya menikmati pemandangan pantai di Senggigi, terutama kalangan warga miskin tak punya yang untuk nginap di hotel atau vila dan lapak-lapak PKL yang seharusnya di lokasi tersebut sebagai tempat publik area. Menurut Sulhan, kondisi Senggigi harus diperhatikan, sebab semeraut bangunan karena tak terkontrol. Tidak hanya bangunan di pinggir pantai yang marak, namun juga bangunan di atas bukit yang diduga tak berizin malah dibiarkan bahkan tambah menjamur saja. Ia khawatir, jika tidak dikontrol ketat, maka Senggigi bakal tambah semerawut, sehingga tidak lagi menjadi daya tarik wisatawan. Akibatnya, berlahan-lahan nantinya kawasan wisata ini akan ditinggalkan oleh pengunjung. Sementara itu, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid memprogramkan penataan secara menyeluruh terhadap destinasi wisata Senggigi. Penataan yang ditargetkan dimulai tahun depan ini, mulai dari persoalan sampah hingga penataan akses publik yang banyak dikeluhkan pengunjung. Bupati telah meminta jajarannya untuk merencanakan penataan Senggigi secara menyeluruh. Menurutnya, penataan ini bakal melibatkan semua pihak. Kendala yang dialami untuk menata kawasan wisata Senggigi, karena kekurangan anggaran. Anggaran ini menjadi problem semua. “Kendala penataan lokasi wisata, karena anggaran tidak ada,” akunya. (her)
Giri Menang (Suara NTB) Banjir bandang kembali menerjang daerah Lombok Barat (Lobar) sejak Jumat (26/1) malam. Lokasi banjir kebanyakan merupakan langganan tahuntahun sebelumnya. Sejumlah kecamatan yang diterjang banjir antara lain Sekotong, Lembar dan Labuapi. Jumlah desa yang terkena dampak banjir, yakni Sekotong Tengah, Cendimanik, Sekotong Timur, Labuan Tereng dan Labuapi. Akibat banjir ini, merendam sekitar ribuan rumah warga bahkan ratusan KK sempat dievakuasi ke masjid-masjid. Kejadian banjir menerjang wijayah Lobar, disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Intensitas hujan sesaat sebelum banjir sangat tinggi hingga hampir beberapa jam, mengakibatkan air meluap. Di samping dipicu tersumbatnya saluran, sehingga menyebabkan air meluap ke pemukiman warga. Di Sekotong, air meluap disebabkan sungai meluap di samping buruknya saluran drainase. Relawan penanggulangan bencana yang dibentuk Desa Sekotong Tengah pun terjun melalukan penanganan korban banjir. Tim relawan ini menyebar ke sejumlah titik banjir antara lain, di Dusun Mekarsari, Dusun Suradadi, RT Gubuk Baru, RT Keling,RT Karang Lebah, RT Elak Juring dan Dusun Telaga Lebur dengan jumlah KK yang terkena dampak banjir lebih dari 500 KK, namun tidak ada korban jiwa. Lebih dari 50 relawan bencana, siap siaga memantau dan melaporkan situasi yang terjadi di lapangan, baik melalui Radio HT, grup WhatsApp dan media sosial (medsos) ataupun membahas langsung keadaan yang terjadi. Kepala Puskesmas Sekotong L. Sarapudin sudah memerintahkan bawahannya un-
tuk menyediakan ambulans guna mengevakuasi jika ada korban sementara dari PMI dan BPBD dan aparat tampak hadir dan melakukan koordinasi dengan para relawan hingga dini hari. Ketua Relawan Bencana Sekotong Tengah, Putrawadi mengatakan koordinasi dengan relawan lumayan lancar, namun kendala yang terjadi adalah peralatan seperti senter, jas yang belum ada. Sementara di Desa Sekotong Timur, terdapat sejumlah titik yang dilanda banjir. Tembok sekolah di SMP setempat ambruk diterjang banjir. Terparah juga di Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar, terdapat sarana SD di desa setempat juga rusak. Masih di wilayah Lembar, persisnya di Desa Mareje Timur juga diterjang bencana banjir yang menyebabkan akses jalan nyaris putus. Akses jalan ini sendiri baru saja selesai dibangun. Akibat terjangan air sungai, diperparah tidak ada talud yang menahan hantaman air, sehingga badan jalan pun mudah tergerus. Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib mengatakan sejumlah desa dilanda banjir, antara lain Desa Labuan Tereng terdampak 1.297
(Suara NTB/her)
BANJIR - Banjir yang terjadi di Desa Sekotong Timur Lobar. Ribuan rumah terendam akibat banjir. KK, sedangkan warga yang sempat mengungsi 475 KK akibat ketinggian banjir sekitar 1 sampai 1,5 meter. Pihaknya sudah melakukan penanganan melalui droping bantuan berupa sembako. Di Desa Cendi Manik jumlah yang terdampak 286 KK sedangkan warga yang mengungsi tidak ada. Pihaknya juga sudah mendroping bantuan berupa sembako. Sedangkan di Desa Sekotong Timur, jumlah KK yang terdampak 335 KK. Sedangkan di Desa Sekotong Tengah, jumlah KK yang terdampak. “Kerugian sementara yang kami perkira-
kan mencapai Rp 1,8 miliar. Langkah cepat dilakukan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan jajaran menangani banjir di sejumlah titik. Orang nomor satu di Lobar ini langsung turun ke Sekotong Timur dan Labuan Tereng ketika banjir tengah melanda. Bupati mengecek kondisi warga yang terdampak banjir, di samping memberikan bantuan. BPBD sempat mengevakuasi ratusan KK terdampak banjir, sementara pihak Disos menyiapkan dapur umun di sekitar Polsek Lembar. Meski situasi sudah berangsur normal. namun petu-
gas masih membersihkan sisa kotoran akibat banjir. Aparat Polres Lobar pun ikut turun membantu bersihkan sisa banjir, di samping itu aparat kepolisian membagikan air bersih menggunakan water cannon ke korban banjir di Lembar. Kapolres Lobar AK P Heri Wahyudi menyatakan pihaknya turun membantu penanganan banjir dengan membagikan air bersih ke korban banjir. Pihaknya menerjunkan kendaraan water cannon untuk mendroping air ke korban bajiir di Dusun Songkang Desa Labuan Tereng. (her)
Gedung DPRD Loteng Rampung Tahun Ini Berlubang, Jalan Praya -Batujai Ditanami Pohon
Praya (Suara NTB) Proses pembangunan gedung DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang baru di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah ditargetkan rampung tahun ini. Jika sudah selesai, tahun depan para anggota DPRD Loteng sudah bisa boyongan dan berkantor di kantor yang baru. Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas )Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Amir Ali, Sabtu (27/1). Ia menjelaskan, tahun ini pihaknya tinggal menyelesaikan pembangunan beberapa bagian gedung saja. Sementara untuk Sekretariat DPRD Loteng dan bangunan utamanya lainnya sudah selesai dikerjakan tahun lalu. Menurutnya, jika semua berjalan sesuai rencana, maka paling telat pertengahan tahun 2019 mendatang, gedung baru sudah bisa difungsikan. “Jadi untuk gedung DPRD sudah tidak terlalu menjadi beban sekarang. Karena progressnya sudah hampir selesai,” tambahnya. Pihaknya kini tinggal fokus pada pengerjaan pembangunan kantor Bupati Loteng yang baru, karena konstruksi awal sudah
(Suara NTB/kir)
SEGERA RAMPUNG - Gedung Kantor DPRD Loteng yang baru di Kelurahan Jontlak sudah hampir rampung. Tahun ini gedung ini ditargetkan selesai dikerjakan. mulai dikerjakan tahun ini. Pembangunan kantor bupati diharapkan bisa selesai dalam jangka dua tahun sampai 2019 mendatang, sehingga tahun 2020, kantor Bupati Loteng baru juga sudah bisa digunakan. Terkait ada gugatan hukum terkait proses tender proyek pembangunan kantor Bupati Loteng, Amir menegaskan tidak sampai menghambat proses pembangunannya. Karena sesuai aturan yang ada, pembangunan tetap bisa dilaksanakan, meski ada gugatan
hukum terkait proyek tersebut. “Kan yang digugat soal proses tender. Bukan proyeknya, jadi meski ada gugatan hukum, pengerjaan proyek kantor Bupati Loteng tetap berjalan,” ujarnya. Pasalnya, kalau kemudian pengerjaan proyek ditunda hanya karena ada gugatan hukum, maka dikhawatirkan bisa mengganggu jadwal rencana pengerjaan proyek. Mengingat, proyek kantor Bupati Loteng sudah disusun dengan baik dan memang harus selesai dalam jangka dua tahun. (kir)
Pengendara Disuguhi Keranda Jenazah Praya (Suara NTB) Para pengendara yang melintas di pos Lalu Lintas (Lantas) Kota Praya, Sabtu (27/1) mendapat suguhan berbeda berupa keranda jenazah dari Satlantas Polres Lombok Tengah (Loteng). Hal itu sebagai bagian dari operasi penyadaran yang dilakukan aparat kepolisian kepada para pengendara mengenai bahayanya melanggar aturan berlalu lintas. Pada operasi ini puluhan helm SNI juga dibagikan kepada pengendaraan yang kedapatan tidak lengkap menggunakan helm. Sementara
bagi pengendaraa yang lengkap kelengkapan kendaraannya mendapatkan souvenir menarik. Sedangkan bagi pengendara yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas tetap ditilang. “Operasi ini lebih kepada upaya penyadaran kepada para pengendaraa akan bahayanya melanggar aturan lalu lintas saat berkendara di jalan raya,” jelas Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman S.H.SIK.M.H., yang memimpin langsung kegiatan operasi. Dengan kesadaran berlalu lintas yang tinggi dari masyarakat, tentunya bisa
meminimalisir terjadi kasuskasus kecelakaan lalu lintas, karena kasus pelanggaran lalu lintas serta kecelakaan lalu lintas di Loteng tercatat masih cukup tinggi. Dengan korban baik korban jiwa maupun luka yang tidak sedikit pula. “Ke depan dengan operasioperasi penyadaran seperti ini, akan semakin menggugah kesadaran masyarakat akan arti pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas,” tandasnya seraya menambahkan, kegiatan serupa juga akan lebih diintensifkan, bukan hanya di Kota Praya saja, tapi juga di wilayah lainnya di Loteng. (kir)
Praya (Suara NTB) Kondisi ruas jalan by pass Praya – Batujai Lombok Tengah (Loteng) kini mulai rusak. Para pengguna jalan pun dituntut lebih berhati-hati saat melintas, terutama jika hendak ke Kota Praya, mengingat banyaknya lubang di sepanjang ruas jalan negara. Kondisi ini membuat warga terpaksa menanam pohon di tengah ruas jalan untuk mengingatkan para pengguna jalan yang melintas. Pantauan Suara NTB, Sabtu (27/1), pohon yang ditanam persis di depan SPBU Batujai ditanam di bagian jalan yang berlubang. Akibatnya, para pengguna jalan harus memperlambat laju kendaraannya saat melintas di tempat tersebut. Plang peringatan prihal jalan rusak juga terpasang wilayah Merang Baru Kelurahan Panji Praya. “Dengan kondisi jalan seperti, mau tidak mau para pengguna jalan harus berhati-hati. Walaupun jalur ini termasuk jalur cepat,” ujar warga setempat. Warga pun berharap kerusakan bisa segera diperbaiki. Karena cukup membahayakan para pengguna jalan. Terlebih jalur tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Praya dengan Batujai, sehingga intensitas kendaraanyangmelintascukupramai. Apalagi itu juga jalur utama menuju Lombok International Airport
(LIA) dari wilayah timur. Di mana hampir semua kendaraan penumpang dari wilayah Lombok Timur (Lotim) maupun dari Pulau Sumbawa yang hendak menuju bandara, pasti melewati jalur tersebut. Ia mengakui, tahun lalu memang sempat ada perbaikan terhadap kondisi jalan yang rusak. Tetapi tidak bertahan lama. Hanya beberapa bulan, jalan yang sebelumnya diperbaiki kembali rusak, karena perbaikannya hanya tambal sulam. Dikonfirmasi sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, Amir Ali, mengakukalaukondisiruasPrayaBatujai sudah mulai rusak. Tetapi tidak menyeluruh sepanjang jalan dan hanya di beberapa titik saja. Walaupun memang kondisi kerusakan sudah cukup parah, sehingga dibutuhkan penanganan yangsegeradanharusmenyeluruh. “Kerusakantidakmenyeluruh,tapi sporadik di beberapa titik saja. Tapi meski demikian, tetap butuh penanganan segera,” ujarnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satker Jalan di provinsi, terkait kondisi ruas jalan tersebut. Karena memang kewenangan untuk menangani jalan tersebut ada di tangan Satker Jalan. Kabupaten dalam hal ini hanya bisa melaporkan kondisi jalan yang ada saja. (kir)
(Suara NTB/kir)
JALAN BERLUBANG - Seorang pengendara sepeda motor, berusaha menghindari jalan berlubang di ruas jalan PrayaBatujai yang sudah ditanami pohon, Sabtu (27/1).
Banjir Jadi ’’Ladang Politis’’
Giri Menang (Suara NTB) Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Lombok Barat (Lobar) dimanfaatkan tim sukses (timses) bakal pasangan calon untuk memperkenalkan diri. Timses berlomba-lomba turun memberikan bantuan ke korban banjir. Timses H. Fauzan Khalid – Hj. Sumiatun yang dinamakan Batur Fauzan – Sumiatun turun ke Sekotong Timur dan Labuan Tereng Kecamatan Lembar. Menamakan diri Batur Fauzan Berbagi, tim pemenangan membagikan mi instan, air gelasan, roti dan kopi ke korban banjir. Bantuan langsung diterima secara simbolis oleh Kepala Desa Sekotong Timur, H/ Ahmad. “Kegiatan hari ini (kemarin, red) kami dari Batur Fauzan-Sumiatun berbagi menyalurkan bantuan untuk sau-
Bakal Calon Tarik Simpati Lewat Bantuan
(Suara NTB/ist)
BANTUAN - Tim Pemenangan Farin-KTM memberikan bantuan pada warga korban banjir. dara-saudara kita yang terkena musibah banjir di Desa Sekotong Timur dan Labuan Tereng,” kata Husni dari Relawan Batur Fauzan – Sumia-
tun, Minggu (28/1). Menurutnya ini adalah bentuk kepedulian Batur FauzanSumiatun terhadap sesama, lebih-lebih terhadap korban
banjir. Terkait politis, masyarakat yang bisa menilai siapa yang pantas dipilih nantinya. Diakuinya sulit menghindari persepsi orang, namun kegiatan semacam ini tidak saja kali ini dilakukan, namun bencana sebelumnya juga Relawan Batur Fauzan – Sumiatun tetap turun memberikan bantuan ke masyarakat. Kubu Naufar F. Farinduan dan TGH. M. Muammar Arafat (Farin-KTM) juga tak mau kalah. Tim relawan ini juga ikut turun membagikan bantuan ke korban banjir di Desa Labuan Tereng dan Desa Sekotong Timur. “Alhamdulillah terima kasih Tim Farin-KTM Berbagi mendatangi korban banjir untuk memberikan bantuan berupa sembako,” jelas Ketua Tim Pemenangan Farin-KTM Muhazzam Fadli. Menurutnya, penyaluran
(Suara NTB/ist)
BANTUAN - Tim Relawan Batur Fauzan – Sumiatun berikan bantuan ke korban banjir di Desa Sekotong Timur dan Labuan Tereng. bantuan murni dari simpatisan Meton Farin-KTM yang mengumpulkan mi instan dan air. Bahkan aksi sosial ini, jelasnya, dilakukan secara spontan,
sebab ada info di grup WA untuk mengumpulkan bantuan. Bagi pihaknya, niat utama tim adalah memberikan bantuan, sedangkan terkait merebut sim-
pati dan dukungan masyarakat adalah akibat dari kegiatan ini. “Nanti biarlah masyarakat yang menilai hal tersebut,” ujarnya. Sementara itu, Divisi Pengawasan Panwaslu Lobar, Abror menegaskan pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap pergerakan bakal calon, terutama petahana yang rawan mempolitisasi program. “Itu tetap kami awasi, meskipun untuk penindakan kita mau pakai pasal mana. Dalam hal ini kita tidak ada tindakan,” tegasnya. Ia mengingatkan agar bakal calon menghindari kegiatan yang bisa berimbas terhadap mereka. Terkait politisasi program sulit dibuktikan, meski sudah ada aturan terkait hal ini. Hal ini menjadi langkah pihaknya tidak bisa sampai ke tindakan, sebab belum masuk penetapan bakal paslon. (her)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Halaman 6
Kerjasama Bidang PAUD Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Sumbawa Besar (Suara NTB) Dana Bantuan Operasional Penyelengaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk tahun 2018 di Sumbawa meningkat. Diperkirakan BOP 2018 sebesar Rp 12 Miliar meningkat dari tahun lalu Rp 10 Miliar. Demikian disampaikan Kadis Dikbud melalui Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), Drs. Umar M.Si. Dengan adanya peningkatan dana bantuan tersebut, maka tentu saja akan ada penambahan jumlah lembaga penerima PAUD untuk 2018 dari 489 lembaga PAUD penerima pada 2017 lalu. Yang nantinya akan dilakukan verifikasi terhadap lembaga penerima. “Sekitar Rp 12 Miliar pada 2018. Kepastiannya kita masih menunggu rapat koordinasi
BOP PAUD 2018 Diperkirakan Meningkat
tingkat nasional sekitar pertengahan Februari,” terangnya. Umar mengingatkan kepada lembaga penerima yang belum menyerahkan SPJ penggunaan BOP 2017, untuk secepatnya menyerahkan SPJ. Sebab tak menuntup kemungkinan nantinya, bagi lembaga yang lalai menyerahkan SPJ akan dipertimbangkan untuk kembali mendapatkan BOP 2018. “Kurang dari 10 lembaga yang belum menyerahkan SPJ. Kelemahannya mungkin semangat dan motivasi pengelola lembaga PAUD yang belum maksimal. Kemampuan IT dari masing masing lembaga yang rendah juga turut memperlambat penyerahan SPJ ini. Harus secepatnya diserahkan, karena ini juga akan jadi bahan pertimbangan kami untuk kembali
memberikan BOP,” cetusnya. Secara umum, dari hasil evaluasinya BOP 2017 lalu telah digunakan sesuai peruntukkannya dengan baik. Tercatat sebanyak 483 PAUD swasta yang ditetapkan sebagai penerima. Dengan jumlah siswa 16.259. Ditambah 6 TK Negeri dengan jumlah murid 689. Minimal 50 persen dari dana BOP ini diperuntukkan bagi kegiatan pembelajaran dan bermain seperti bahan bermain dan bahan belajar PAUD yang dibutuhkan. Peralatan pembelajaran seperti kertas, krayon, spidol, pensil bahan habis pakai dan bahan pembelajaran sejenis lainnya. Selain itu, dapat juga digunakan untuk melakukan kegiatan pertemuan dengan orang tua wali murid dan kunjungan ke rumah murid.
(Suara NTB/arn)
Umar Sementara 35 persen dana BOP dapat digunakan untuk kegiatan pendukung seperti penyediaan buku administrasi serta
Jalan Putus di Labuhan Kuris Diharapkan Segera Ditangani Sumbawa Besar (Suara NTB) Jalan putus akibat banjir di wilayah Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini setelah dibuatkan jembatan darurat oleh warga bersama pemerintah desa dan kecamatan menggunakan kayu seadanya. Meskipun demikian, diharapapkan segera adanya penanganan lebih lanjut terhadap jembatan tersebut. Karena dikhawatirkan akan semakin tergerus jika hujan deras. Camat Lape, Abu Bakar yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (28/1) kemarin menyebutkan bahwa sudah ada penanggulangan terhadap jalan putus di wilayah setempat. Warga membuat jembatan darurat menggunakan kayu, sehingga jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. “Untuk sementara sudah ada penanggulangan. Sudah dibuatkan jembatan kayu oleh warga, sehingga sepeda motor sudah bisa lewat,” ujarnya. Meskipun sudah bisa dilalui, namun pihaknya berharap jalan tersebut perlu ada penanganan lebih lanjut dari instansi terkait. Karena jembatan yang dibuat hanyalah jembatan darurat dan alakadar. Jika penanganannya lama, bisa saja sewaktu-waktu jembatan ambruk. Selain itu jika diguyur hujan deras, dikhawatirkan penjang jalan yang tergerus akan semakin bertambah. “Kalau untuk sepeda motor sudah bisa lewat. Cuma jembatan yang dibuat alakadar. Kalau penanganannya lama, akan ambruk lagi jembatan itu karena tidak ada pondasi. Kedua, hujan saat ini terus berlanjut. Kalau air deras, maka dikhawatirkan jalan akan semakin tergerus,” terangnya. Diakuinya, pasca kejadian sejumlah instansi terkait sudah turun untuk meninjau lokasi. Rencananya jalan tersebut juga akan dilakukan penanganan. Hanya saja, pihaknya tidak mengetahui perkembangan untuk penanganan yang dilakukan. Yang jelas, pihaknya sangat berharap segera adanya penanganan lanjut terhadap jalan putus tersebut. “Harapan kami supaya segera dilakukan penanganan lanjut,” pungkasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pe-
nis. Selain itu harus memiliki nomor induk lembaga atau disebut Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional (NPSN). Adapun jumlah lembaga se-Kabupaten Sumbawa sebanyak 589 lembaga. Tahun 2017 jumlah penerima BOP sebanyak 489 lembaga termasuk TK Negeri. Sementara 100 lembaga lainnya tidak bisa menerima dikarenakan belum memenuhi persyaratan. Umar juga meminta kepada lembaga PAUD penerima BOP, untuk secara perlahan melengkapi sarana dan prasarananya. Sebab, outputnya nanti, lembag PAUD mesti terakreditasi. Besar kemungkinan kedepannya nanti, syarat lembaga penerima BOP harus sudah terakreditasi. Makanya dari sekarang lembaga PAUD mesti mempersiapkan diri.
(Suara NTB/ist)
PUTUS - Tampak kondisi jalan putus di wilayah Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape pada Jumat (26/1). Masyarakat membuat jembatan darurat menggunakan kayu sekitar 7 meter. kerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya menyampaikan, bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi untuk segera melakukan perbaikan. Supaya masyarakat bisa melalui jalur tersebut seperti biasa. Karena bagaimanapun jalan setempat harus secepatnya bisa dilewati. “Untuk jangka pendek, bagaimana masyarakat bisa lewat saja. Kita timbun atau kita pakai beronjong atau U-dich nanti tergantung situasi di sana bagaimana. Kalau jangka pan-
jang tentunya kita harus buat penahan. Jari jalan bisa saja berupa talut, dan memperbanyak duicker gorong-gorong di sepanjang jalan itu. Karena sebelah kiri dan kanan jalan daerah tambak,” terang Suharmaji. Seperti diberitakan, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Lape pada Rabu (24/1) lalu membuat jalan di wilayah Desa Labuhan Kuris putus sekitar 5 meter. Akibatnya akses transportasi warga dari dua dusun yakni Dusun Ngali dan Dusun Labuhan Tarata menuju pusat kecamatan lumpuh. (ind)
Taliwang (Suara NTB) Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengakui, hingga saat ini pemerintah KSB belum menerima informasi terbaru mengenai dana hasil penjualan saham PT Daerah Maju Bersaing (DMB). Namun ia berharap dana itu segera ditransfer. Menurut Musyafirin, informasi terakhir yang diterimanya dari perusahaan melalui wakilnya di jajaran direksi PT DMB sekitar awal Desember 2017 lalu. “Pak Nurdin yang jadi wakil kita (KSB) di sana hanya memberikan laporan terakhirnya kepada saya pada bulan Desember. Itu saja yang terakhir,” kata bupati, Jumat akhir pekan lalu. Dalam laporannya tersebut, Nurdin Noer, wakil Pemda KSB di jajaran direksi PT DMB menyampaikan kepada bupati bahwa perusahaan konsorsium PT DMB dengan PT Multi Capital yakni PT Multi Daerah Bersaing (MDB) telah menyelesaikan proses penjualan 24 persen saham y a n g dikuasainya di PT Newm o n t N u s a H. W. Musyafirin
Tenggara (NNT). Dan sebagian dana hasil penjualannya pun telah ditransfer oleh PT MDB kepada PT DMB. “Itu saja laporannya. Bahwa sudah ada transfer tapi belum seluruh dana hasil penjualan yang menjadi jatah DMB,” beber Musyafirin. Sebagai salah satu pemilik saham PT DMB, bupati mengaku, jika Pemda KSB berharap seluruh hasil penjualan saham dapat diterima segera oleh PT DMB. Sebab pemerintah tiga daerah (NTB, KSB dan Sumbawa) saat ini tengah menunggu, terutama untuk mempersiapkan langkah pemanfaatan dana tersebut. “Kalau kami harapannya bulan Maret 2018 sudah kita masuk semuanya. Supaya kita bisa segera gelar RUPS (rapat umum pemegang saham) khusus hasil penjualan saham itu,” timpalnya. Meski menunggu, Pemda KSB lanjut bupati, tentu tetap akan melihat kondisi di lapangan. Karena bagaimana pun proses penjualan dan transefer hasil penjualan saham itu sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan. “Kita juga harus bersabar dulu mungkin masih sedang berproses sekarang ini,” ujarnya. Selanjutnya, orang nomor satu di KSB ini menyampaikan, terkait keberadaan PT DMB saat ini kewajiban perusahaan kepada pemerintah tiga daerah tinggal persoalan hasil penjualan. Sementara kewajiban lainnya PT DMB telah menyelesaikannya. “Hanya hasil penjualan saham itu kalau kewajiban lainnya sudah tuntas. Jadi kalau dipastikan sudah diterima semuanya, kita akan gelar RUPS,” sitirnya kembali. Untuk diketahui, Pemda KSB pada tahun 2018 ini tidak memasukkan dana hasil penjualan saham PT NNT dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah dan DPRD setempat sepakat tidak memasukkannya karena sejak awal belum bisa dipastikan seluruh anggaran hasil penjualan saham perusahaan Amerika yang sempat mengelola proyek tambang Batu Hijau masuk ke kas PT DMB. “Kan seperti sekarang ini. Belum jelas dan pasti kapan dananya masuk. Makanya sejak awal waktu kita bahas APBD 2018, kita tidak masukkan. Tapi kalau misalnya Maret nanti sudah ada dan akhirnya kita sepakat membagi maka bisa jadi di APBDP kita masukkan sebagai pendapatan,” imbuh bupati. (bug)
Meskipun diakuinya, syarat untuk mendapatkan akreditasi itu tidak mudah. Salah satu kendalanya, kebanyakan lembaga PAUD yang ada masih pinjam pakai gedung. Untuk bisa mendapatkan akreditasi, bisa saja pinjam pakai gedung, namun harus ada MoU pinjam pakai dan penggunaan fasilitas. “Sejauh ini, baru ada 33 lembaga yang terakreditasi. Itupun termasuk lembaga kursus dan PKBM. Baru skeitar 10 persen dari total lembaga yang ada. Inilah yanng terus kita berikan motivasi. Kalau memungkinan juga dana aspirasi (pokir) anggota DPRD baik pusat, provinsi maupun DPRD Kabupaten diarahkan juga untuk pembangunan gedung PAUD. Sebab kalau murni mengandalkan APBD agak susah,” tukasnya. (arn/*)
Ribuan Peserta Gugur di Tes Tulis Rekrutmen Karyawan MacMahon Taliwang (Suara NTB) Sekitar 2.965 peserta tes tulis dan tes psikologi dari pelamar non skill serta semi skill tidak dinyatakan lulus seleksi tahap kedua perekrutan karyawan PT MacMahon Indonesia. Ribuan peserta ini gugur karena nilai berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh tim Engineering Career Center (ECC) Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Bupati KSB Berharap Hasil Penjualan Saham PT DMB Segera Ditransfer
(Suara NTB/bug)
pembelian alat-alat Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK). Selanjutnya, untuk pembelian obatobatan ringan dan isi kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), biaya pertemuan guru dikegiatan Gugus PAUD, menambah transportasi pendidik serta penyediaan makanan sehat. Sementara sisanya 15% dari dana BOP digunakan untuk perawatan sarana dan prasarana termasuk perbaikan dan pengecatan ringan, dukungan penyediaan ala-alat publikasi PAUD serta langgana listri, telepon/internet dan air. Persyaratan untuk lembaga penerima pertama lembaga tersebut harus masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kemudian lembaga tersebut minimal memiliki peserta didik 12 orang sesuai dengan petunjuk tekh-
Ketua Tim Bersama Rekrutmen Tenaga Kerja PT MacMahon (TBRTK) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM dalam konfrensi Pers Sabtu (27/1) mengatakan, dari jumlah pelamar semi skil dan non skill yang mengikuti tes tulis (3. 292) dinyatakan lulus hanya sebanyak 327 orang. Dari jumlah ini, 257 orang atau sekitar 78 persen merupakan pelamar lokal KSB dan 70 orang lainnya merupakan para pelamar dari luar KSB. Banyaknya para pelamar yang lulus dari KSB ini, karena Perbub Nomor 9 tahun 2010 sebagai pedoman dalam proses seleksi yang telah dilaksanakan. Dimana dalam aturan Perbub tersebut, minimal 50 persen tenaga kerja yang akan direkrut adalah orang lokal. “Dasar inilah yang kami ambil dalam proses perekrutan selama dua bulan. Jadi dengan kata lain kami lebih mementingkan warga lokal kita untuk bekerja dibandingkan dengan warga lainnya,” ungkapnya. Dikatakannya, hasil yang diumumkan ini, murni merupakan hasil kerja dari tim ECC UGM, tanpa ada intervensi dari tim bersama rekrutmen atau pihak lainnya. Tim ini sifatnya hanya bertugas mengesahkan, menerima hasil tes oleh tim ECC UGM dan melakukan koreksi. Koreksi ini bukan hasil, tetapi detail data pelamar lulus ketika diumumkan seperti nama, alamat dan nomor peserta. Hasil ini juga (327), sejatinya sudah diterima bekerja di MacMahon, tinggal mengikuti satu tahapan lagi yakni tahap pengenalan pekerjaan (job desk) serta medical check up (MCU). “ Ini pengumuman terakhir bersyarat, yakni menerima job desk yang akan dikerjakan dan harus
sehat sesuai hasil MCU. Jika tahapan ini tidak dipenuhi, maka akan gugur dengan sendirinya,” jelasnya. Tim juga mengapresiasi tim ECC UGM yang telah bekerja secara professional, independent dengan mematuhi semua etika, kaidah, norma, transparan dan akuntabel. Sementara itu, Ketua Tim ECC UGM, Nika Roekmi Woelan mengatakan, hakikat-
nya metode penilaian sampai peserta dinyatakan lulus, dilaksanakan secara sangat professional. Bahkan, seluruh peserta tes tulis dan psikologi mendapatkan perlakuan yang sama tidak ada yang dibeda-bedakan. Pelaksanaan tes juga dipimpin seorang psikolog dan dibawah pengawasan tim inti psikolog ECCUGM. Setelah tes selesai, tim melaksanakan scoring dan kompilasi nilai dari para peserta. Tentu dalam penentuan kelulusan, Tim ECC UGM, tetap pada koridor professional dan, menggunakan data standart atau data norma kelompok. “Kita bekerja sangat professional, sama sekali tidak ada campur tangan dari pihak dari luar tim dalam pelaksaan tes,” tegasnya. (ils)
(Suara NTB/ils)
RAPAT PLENO - Suasana pelaksanaan rapat pleno dan penyerahan hasil oleh tim ECCUGM ke Ketua Tim Bersama H. W. Musyafirin.
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Halaman 7
Soal Bedah Rumah, Darmin dan BPD Bantah Klaim Disperumkim
Bima (Suara NTB) Penerima program bedah rumah di Dusun Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo, Darmin membantah klaim pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) Kabupaten Bima, mengenai klarifikasi dana Rp 2 juta.
(Suara NTB/ula)
TINJAU JAGUNG - Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat meninjau tanaman jagung petani di Felo Janga Desa Jambu Kecamatan Pajo, Minggu (28/1).
Jagung Petani Tumbuh Subur
Bupati Berharap Produktivitas Lebih Baik Dompu (Suara NTB) Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin memanfaatkan waktu hari libur kantor untuk keliling melihat aktivitas warganya di kampung dan ladang. Ia pun menyampaikan apresiasinya setelah melihat tanaman jagung warga di sekitar Felo Janga Desa Jambu Kecamatan Pajo yang tumbuh subur. “Saya berdoa agar Allah menjadikan keberkahan atas semua jerih payah rakyat dalam membangun ekonomi keluarga,” kata H. Bambang M. Yasin melalui percakapan WhatsApp, Minggu (28/1) siang kemarin. Ia pun mengungkapkan, program jagung yang didorongnya sejak awal menjadi Bupati Dompu semata – mata untuk menekan angka kemiskinan yang cukup tinggi di Dompu. Dengan jagung, warga menjadi memiliki uang dan bisa merubah kehidupan keluarga. Kini Dompu menjadi Kabupaten dengan kemiskinan terendah di NTB, Dompu menjadi daerah dengan daya beli tertinggi kedua setelah Kota Mataram, dan masyarakat Dompu menjadi pemilik pendapatan perkapita tertinggi di NTB. “Niat saya menjauhkan kemiskinan agar umat jauh juga dari kekhufuran,” lanjutnya. Namun diakui H. Bambang, untuk mencapai target RPJMD dengan angka kemiskinan di bawah 10 persen dan tahun 2016 kemiskinan di Dompu tinggal 14,23 persen cukup berat. Karenanya dibutuhkan inovasi dan kreatifitas lebih dalam gerakan kedepan. Pemberian nilaia tambah dari produk unggulan daerah menjadi keharusan untuk dilakukan, termasuk keberadaan pengolahan pakan ternak. Terhadap program jagung, peningkatan produksi menjadi keharusan. Berfungsinya dam Tanju dan Mila sebagai bagian dari sistem irigasi rababaka kompleks (SIRK) akan menjadi daya ungkit dalam meningkatkan produktifitas pertanian. Kehadiran Bupati di ladang jagung petani di Felo Janga Desa Jambu dan daerah setempat mengagetkan petani setempat. Kunjungan ini sengaja dilakukan H Bambang untuk mendengarkan secara langsung persoalan petani. Masalah pupuk yang sempat dikeluhkan petani beberapa waktu lalu, kini sudah tidak banyak dipersoalkan warga. Karena kebutuhan petani akan pupuk sudah semakin berkurang akibat tanaman jagung sudah tumbuh besar. (ula)
Cuaca Ekstrem
BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Bima (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Bima menghimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan. Terutama warga yang berada disekitar bantaran sungai dan pengunungan. “Cuaca ekstrem terjadi dalam beberapa bulan kedepan. Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaa dan mengurangi aktivitas terutama di sekitar sungai dan pegunungan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bima, H. Taufik Rusdy ST, MT kepada Suara NTB, Minggu (28/1). Diakuinya, kondisi prakiraan cuaca di daerah Bima sejak Bulan Desember 2016 lalu hingga Februari mendatang akan mengalami peningkatan. Bahkan kurvanya lebih meningkat dibanding Januari ini. “Februari kondisi cuaca sangat ektrim hingga memasuki bulan Maret yang turun perlahan hingga April,” ujarnya. Menurutnya, di wilayah Kabupaten Bima sendiri, bencana yang rawan yakni banjir dan tanah longsor. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya terus mengingatkan agar menghindari aliran sungai dan pegunungan. “Yang jelas perlu kewaspadaan. Termasuk disekitar sekitar sungai dan lereng gunung yang rawan longsor,” ujarnya. Selain selain menghindari sungai dan pegunungan. Taufik juga mengingatkan warga yang berada di sekitar pantai agar meningkatkan kewaspadaan. Meskipun para nelayan bisa memperhitungkan sendiri kondisi cuaca. “Angin kencang juga bisa menyebabkan tinggi gelombang. Bagi warga sekitar pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan,” katanya. Ia menambahkan, apabila terjadi bencana di wilayah setempat. Warga diharapkan dapat melaporkan ke Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk kemudian dilanjutkan kepada BPBD setempat. “Ini sebagai upaya pencegahan agar tidak menimbulkan jatuh korban ketika terjadinya bencana,” pungkasnya. (uki)
Didampingi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panda Kecamatan Palibelo, Irwan, Darmin bahkan mengaku tidak mengetahui akan adanya pihak Dinas yang mendatanginya untuk mengklarifikasi dan menelusuri adanya permintaan uang sebesar Rp 2 juta. “Sampai hari ini belum ada. Tidak ada satupun yang datang,” katanya ditemui Suara NTB, Sabtu (27/1). Darmin mengatakan, selama ini hanya ada sejumlah orang datang melakukan survai. Tujuannya melihat keadaan dan kondisi rumahnya, lantaran terdaftar program bedah rumah. Kemudian, setelah datang dua orang meminta uang sebesar Rp 2 juta. “Awalnya datang survai. Tapi setelah itu ada dua orang yang berbeda yang tidak saya kenal datang meminta dana Rp 2 juta,” katanya. Ketua BPD Panda Irwan juga mengakui tidak adanya tidak yang turun klarifikasi. Bahkan, pihaknya berharap persoalan uang Rp 2 juta tersebut, dapat diungkap secepatnya, karena
mengganggu warga setempat. Dikatakannya, persoalan dana Rp 2 juta tersebut sangat disayangkan oleh pihaknya. Beruntungnya pada saat itu, Darmin tidak langsung memberikan apa yang diminta oknum itu. “Kami BPD Panda sangat menyayangkan persoalan ini. Kami berharap persoalan ini segera diusut,” desaknya. Diakuinya, berdasarkan pengakuan dan aduan Darmin, oknum yang meminta uang tersebut berjumlah dua orang, yang tidak dikenali. Mereka datang mengatasnamakan Disperumkim Kabupaten Bima. Meski adanya persoalan tersebut. Irwan juga berharap program bedah rumah dapat direalisasikan secepatnya oleh pihak terkait. Dijalankan semaksimal mungkin sesuai dengan ketentuan. Sebab program tersebut adalah yang ditunggu warga selama ini. “Warga disini sangat berharap dengan program bedah rumah. Karena selama ini belum pernah mendapatkan, dan jarang sekali diperhatikan,” terangnya.
(Suara NTB/uki)
KLARIFIKASI - Darmin (kanan) yang didampingi Ketua BPD Panda, Irwan (kiri) saat mengklarifikasi soal bedah rumah, Sabtu (27/1). Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Disperumkim Kabupaten Bima H. Khaerudin ST MT, menegaskan tidak ada permintaan dana Rp 2 juta terhadap tukang serabutan, Darmin (41), penerima bedah rumah warga dusun Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo. “Saya tegaskan mengenai pengakuan Darmin itu hanyalah Modus,” katanya Suara NTB. Khaeruddin mengaku, pihaknya telah mengklarifikasi terhadap yang bersangkutan (Darmin.red), terkait pen-
gakuannya ada oknum tertentu yang meminta uang sebesar Rp 2 juta untuk memuluskan program bedah rumah. “Sudah kami datangi. Saya tegaskan lagi pengakuan ini hanya berupa modus,” tegasnya. Mengapa Modus ? karena setelah diklarifikasi oleh Kabid, Kasi teknis terkait, Pendamping, Babinsa serta didampingi Kepala Desa Panda, ternyata yang bersangkutan tidak mengenali siapa yang meminta uang tersebut. “Kita sudah pertanyakan dan
klarifikasi dengan detail. Tapi justru Darmin tidak mengenali siapa yang meminta uang. Ini kan aneh,” katanya. Setelah diklarifikasi lebih lanjut, yang bersangkutan juga menyampaikan langsung permintaan maaf. Serta mengaku akan membuat surat pernyataan terhadap apa yang disampaikan tersebut tidaklah benar. “Yang jelas tidak ada masalah. Lagipula program dari Pemerintah Provinsi ini baru dan akan dikerjakan tahun 2018 ini,” katanya. (uki)
Spesialis Jaringan Curanmor Masjid Raya Dibekuk Dompu (Suara NTB) Spesialis Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dibekuk Tim Opsnal Satreskrim Polres Dompu, Jumat (26/1) Pukul 21.00 Wita. Mereka Ar (19), MI (17) dan FB (16). Ketiganya merupakan jaringan pencuri kendaraan di Masjid Raya Baiturrahman Dompu. Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Suwondo, S. IK, MIK., malalui Paur Humas Polres Dompu, Aiptu Moh. Saihun mengatakan, tiga remaja asal Dusun Rasabou Desa Taa Kecamatan Kempo itu ditangkap buah tindak lanjut laporan polisi dengan LP /34/I/2018/ NTB/RES Dompu. “Anggota telah berhasil menangkap tiga pelaku pencurian deng TKP masjid raya,” kata dia kepada Suara NTB dikonfirmasi, Sabtu (27/1). Aksi jahat itu dilakukan tersangka dengan cara membobol kendaraan menggunakan kunci
letter T. Dan mereka bisa leluasa beraksi karena menyasar pemilik kendaraan yang tengah melaksanakan ibadah salat Jumat. Siang itu, terang Moh. Saihun berhasil dibawa kabur satu unit kendaraan Supra yang kemudian dibawa ke rumah MI untuk diubah warnanya. Dihari yang sama salah seorang dari tersangka dijumpai mengendarai motor Vixion curian ditempat yang sama pada Jumat 19 Januari lalu. “Setelah dibuntuti, anggota langsung lakukan penangkapan di Kempo,” ujarnya. Saat dilakukan pengembangan dengan penggeledahan kediaaman MI didapati tiga unit kendaraan tengah terparkir, satu diantaranya motor Supra yang hilang di masjid raya baru-baru ini. Tak terkecuali dua tersangka lain yakni Ar dan FB. Melihat anggota melakukan penggeledahan Ar yang tengah
berada dalam rumah berusaha kabur dengan cara memukul salah seorang anggota, hingga terpaksa dihadiahi timah panas dibagian kaki kananya. “Ar mendorong dan memukul petugas sehingga terhadap pelaku dilakukan upaya penembakan di kaki kanannya,” jelas Saihun. Dari penangkapan spesialis curanmor tersebut polisi berhasil menyita empat unit motor curian, diantaranya 1 unit Vixion Nopol EA 3796 R, 1 unit Supra Nopol EA 3522 R, 1 unit Vario tanpa plat dan 1 unit Rx King juga tanpa plat. Karenanya tiga remaja ini langsung digiring ke Mapolres Dompu untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, terlebih pengembangan kasus untuk membongkar jaringan lainya. “Pelaku sudah diamankan guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (jun)
Hanya Hitungan Menit, TNI AL ”Tumpas” Musuh yang Kuasai Bima Kota Bima (Suara NTB) Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL), terlibat “perang sengit” dengan musuh yang secara illegal masuk melalui perairan Teluk Bima dan menguasai daerah setempat, Minggu (28/1) pagi. Terdengar tembakan mortir berkali-kali yang dilakukan kedua pihak. Di satu sisi, satu persatu prajurit Korps Marinir melakukan pendaratan Amfibi di pantai Kolo. Sehingga beberapa menit kemudian, mereka berhasil menumpas obyek-obyek vital yang dikuasai musuh. Dalam menghancurkan musuh, pasukan elite TNI AL tersebut juga meluncurkan tem-
bakan roket puluhan kali. Tembakan tersebut mengakhiri pertempuran karena musuh sudah dipastikan kalah. Pertempuran tersebut merupakan simulasi dari Prajurit Marinir TNI AL dalam latihan perang yang digelar dan dipusatkan di Pantai Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima, Minggu (28/1) pagi. Latihan perang atau simulasi tersebut melibatkan ribuan personel dan puluhan pasukan Marinir serta Alusista canggih milik TNI AL. simulasi tersebut juga disaksikan oleh warga Bima dari wilayah yang disterilkan. Sebelum pertempuran sengit terjadi, pasukan tersebut telah
(Suara NTB/uki)
DI PANTAI - Pendaratan Amfibi pasukan Marinir di pantai Kolo, Minggu (28/1).
menggelar aksi terjun payung. Tujuannya untuk melacak obyek vital yang menjadi tempat persembuyian musuh. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pengintaian dan penyusupan untuk mengetahui pergerakan musuh hingga masuk dan melumpuhkan obyek vital. Yang tidak jauh dari pendaratan Ampibi. Petinggi Korps Marinir TNI AL, Mayjen TNI Marinir Bambang Sus mengatakan, latihan yang digelar Pasmar 1 Korps Marinir tersebut, bertujuan untuk perkenalan karakter p asukan Marinir terhadap masyarakat. “Pengenalan ini bukan hanya di Bima. Tapi mulai dari Sabang hingga Merauke,” ungkapnya. Dikatakannya, jumlah pasukan yang diterjunkan dalam latihan tempur di Bima, tercatat sebanyak 1.450 personel. Ribuan personel tersebut diangkut menggunakan tiga unit kapal perang milik TNI AL. Sembari menambahkan Selain simulasi dan latihan perang. Paukan Marinir tersebut juga direncanakan menggelar pameran alusista di convention Hall Kota Bima. Serta melakukan kerja bhakti bersama dengan Pemerintah Kota Bima, Senin (29/1). (uki)
(Suara NTB/jun)
BANTUAN - Aparatur Desa Calabai saat menyerahkan bantuan seng pada korban terdampang angin puting beliung, Sabtu (28/1).
Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Pekat Dompu (Suara NTB) Puluhan rumah warga di Desa Calabai Kecamatan Pekat rusak diterjang angin puting beliung, Sabtu (27/1) Pukul 1.30 dini hari. Beruntung kejadian ini tak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M Hasan mengatakan, angin kencang disertai gerimis malam itu telah merusak sebagian besar atap rumah warga, hal itu berdasarkan laporan sementara aparatur desa setempat. “Lebih kurang 10 rumah yang rusak diterpa puting beliung kemarin,” kata dia dikonfirmasi via telefon, Minggu (28/1). Untuk memastikan jumlah rumah terdampak bencana alam itu pihaknya akan terjun ke lokasi Senin ini, sekaligus menyerahkan bantuan logistik untuk meringankan beban mereka. Pihak desa, lanjut Imran, pagi harinya sudah menyerahkan bantuan seng untuk mereka yang terdampak cukup parah. Sementara warga lainya akan segera diupayakan BPBD. “Rata-rata kerusakan pada atap dan kepala desa juga saya lihat sudah menyerahkan bantuan seng,” ujarnya. Sejauh informasi yang di-
himpun tak ada korban jiwa atau luka-luka akibat puting beliung yang dipengaruhi angin laut barat itu. Kondisi ini pun sangat sulit dprediksi dan tidak menutup kemungkinan sewaktu-waktu menerjang pemukiman warga dataran tinggi lainya. Disinggung kondisi terkini warga yang terdampak, Imran M Hasan menyebutkan, meraka masih tinggal di rumahnya masing yang kebetulan masih tersisa sebagian atapnya. “Rumahnya masih bisa ditempati sebagian, makanya warga sekarang tidak ada yang memakai tenda-tenda darurat,” jelasnya. Atas bencana alam yang menerjang puluhan rumah warga di Pekat itu ia berharap mendapat perhatian pemerintah daerah maupun provinsi melalui dana tanggap darurat, apalagi wilayah ini tengah menghadapi cuaca ekstrim. Sehingga potensi terjadinya banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung akan cukup tinggi. “Saya minta perhatian provinsi tanggap daruratnya dengan suasana cuaca yang ekstrim ini, karena APBD kita juga belum cair. Tapi insaallah akan saya upayakan bagaimana pun caranya,” pungkas dia. (jun)
Polres Dompu Amankan Puluhan Kendaraan Dompu (Suara NTB) Dalam rangka Cipta Kondisi (Cipkon) Pilkada 2018 jajaran Polres Dompu menggelar razia gabungan, Sabtu (27/1) malam. Sasaran utamanya penyalahgunaan narkoba, miras, kepemilikan sajam dan kelengkapan surat kendaraan. Sedikitnya 23 kendaraan diamankan dan 28 lainnya ditilang. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., mengatakan, operasi gabungan yang diikuti 50 personil TNI dan Polri tersebut guna mewujudkan wilayah Dompu yang aman dan kondusif jelang pilkada. “Razia gabungan ini dalam rangka cipta kondisi wilayah Dompu yang aman dan kondusif,” kata dia kepada Suara
NTB, Minggu (28/1). Operasi diawali dengan menggeledah kalangan muda yang tengah nongkrong di taman Puskesmas Dompu Barat, hasilnya nihil ditemukan kepemilikan sajam dan barang berbahaya lainya, begitupun patroli disekitar wilayah kota. Terkecuali razia kendaraan di depan kantor DPRD Dompu, yang mana berhasil diamankan 23 unit kendaran dan 28 lainya diberi Tindakan Langsung (Tilang) lantaran tidak lengkap surat-suratnya. “Barang bukti yang berhasil kita amankan 23 unit kendaraan dan tidak lengkap STNK dan SIM berjumlah 28 unit. Sementara sajam, narkoba dan miras
nihil kita dapat,” jelasnya. Kendati operasi awal ini hanya pelanggar lalu lintas yang berhasil ditindak tim gabungan tetap akan menggecarkan patroli, sehingga wilayah hukum Polres Dompu bisa dipastikan aman dan kondusif hingga pesta demokrasi itu berlangsung. Terhadap pihak terkait lanjut Suhatta, diharpakan peran sertanya dalam menjaga ketertiban wilayah dari tindak pidana tiga c (Curat, Curas dan Curanmor). “Kita harap elemen masyarakat juga bisa terlibat menjaga kondusivitas wilayah jelang pilkada 2018 ini, terutama dari kejahatankejahatan konvensional,” pungkasnya.(jun)
(Suara NTB/ist)
OPERASI - Puluhan kendaraan yang diamankan Polres Dompu saat operasi gabungan, Sabtu (28/1).
POLHUKAM
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Halaman 8
Ditemukan Ganda
KPU Coret 1.449 Dukungan Ali-Sakti
Mataram (Suara NTB) Dukungan perbaikan kandidat pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dari jalur independen, Ali BD-Gede Sakti, tengah didistribusikan oleh KPU Provinsi NTB ke KPU kabupatenkota untuk diverifikasi faktual.
(Suara NTB/ist)
POSE BERSAMA - Dr. Zul berpose bersama dengan masyarakat Bima, usai menggelar dialog.
Kunjungi 126 Titik Sepekan
Dr. Zul Dapat Sambutan Hangat dari Masyarakat Bima - Dompu Mataram (Suara NTB) Kandidat bakal calon Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, lebih memilih turun menyapa masyarakat bawah, daripada sibuk membangun menuver sensasional. Sudah sepekan ini, politisi PKS yang akrab disapa Dr Zul ini berada di tengahtengah masyarakat di Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima, untuk membangun silaturahmi dan menyerap aspirasi. Tidak tanggung-tanggung, Dr. Zul selama enam hari belakangan ini, berada di tiga daerah itu. Selama sepekan ini, tercatat ia sudah mengunjungi 126 titik. “Di Kabupaten Bima empat hari ada 94 titik yang saya kunjungi, dalam dua hari ini di Dompu sudah 32 titik,” ujar Dr. Zul pada Suara NTB, Minggu (28/1) kemarin. Dari aksinya menyapa masyarakat di tiga kabupaten/kota ini, Dr. Zul mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa ketika bertemu langsung dengan masyarakat. “Selama ini, setiap Pilkada, setiap Pilgub, masyarakat hanya bertemu tim sukses. Sangat jarang bertemu calon secara langsung,” ujarnya. “Silaturrahmi di Bima dan Dompu saya jadwalkan bukan semata-mata untuk mencari simpati. Silaturrahim ini saya agendakan agar bisa bertemu langsung dengan masyarakat, agar bisa menyerap aspirasi dan harapan-harapan mereka, agar tahu bagaimana persoalan yang mereka alami selama ini. Karena seringkali banyak warga kita yang tidak bisa mengungkapkan aspirasinya melalui jalur-jalur konvensional,” sambungnya. Anggota DPR RI kelahiran Sumbawa ini, mengaku sangat terpesona dengan keramahan masyarakat di Bima dan Dompu. Kedatangannya disambut hangat oleh masyarakat. Dari pengalaman interaksinya dengan masyarakat bawah itu, tidak sedikitpun ada kesan wilayah Bima-Dompu sebagai daerah dengan konflik cukup tinggi. “Antusiasme masyarakat Dompu dan Bima ini luar biasa. Ramah-ramah dan bersahabat. Kultur masyarakat kita di sini sangat terbuka. Ini yang harus tetap dijaga, Kultural, Sosial, dan Ekonominya harus dipastikan bisa berjalan dengan baik. Jika ketiganya berjalan dengan baik, insya Allah konflik di tempat kita dapat ditekan,” jelasnya. “Semoga silaturrahim ini berkah. Spesial buat masyarakat Dompu, terima kasih banyak atas persaudaraannya yang begitu hangat,” ucap Bakal Calon Gubernur yang berpasangan dengan Dr. Sitti Rohmi Djalilah ini. Begitu juga yang dirasakan Bakal Calon Gubernur yang berpasangan dengan kakak kandung Gubernur NTB ini, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ketika bersilaturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Sape, Lambu, Wawo, Palibelo, dan Kota Bima. Ia juga mendapat sambutan yang sangat hangat. “Masyarakat menyambut kami dengan suasana kearabaan dan keluargaan yang sangat luar biasa. Jadi semakin bersemangat mendistribusikan harapan pada mereka,” pungkasnya. (ndi)
Dari 138 ribu lebih dukungan perbaikan yang diserahkan oleh pasangan Ali - Sakti ke KPU, setelah melalui verifikasi administrasi, dukungan Ali-Sakti berkurang sekitar dua ribuan lebih, sehingga tersisa hanya 136.353 dukungan. Hasil verifikasi administrasi inipun kembali berkurang 1.449 dukungan, setelah dilakukan uji kegandaan. Sehingga yang akan diverifikasi faktual oleh KPU, sebanyak 134.904 dukungan KTP. Demikian disampaikan oleh Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, SP, ketika dikonfirmasi Minggu (28/1) kemarin. “Ya itu jumlah dukungan paslon persorangan yang akan diverifikasi faktual tanggal 30 Januari - 5 Februari,” ujarnya. Dukungan perbaikan AliSakti yang akan diverifikasi faktual oleh KPU ini, tersebar di 10 kabupaten/kota, 84 kecamatan dan 617 desa/kelurahan. Dukungan terbesar pada
tahap perbaikan ini, masih berasal dari Kabupaten Lombok Timur, disusul oleh Kabupaten Lombok Tengah. Hasil verifikasi faktual terhadap dukungan perbaikan ini, merupakan penentu bagi pasangan calon independen ini untuk lolos atau tidak sebagai peserta Pilkada serentak NTB 2018. Jika terdapat kekurangan satu biji dukungan saja, dari jumlah yang sudah ditentukan. Maka otomatis pasangan ini langsung gugur. Diketahui dukungan Ali Sakti pada tahap pertama, masih kekurangan sekitar 50 ribu lebih dari syarat jumlah minimal 303.331 dukungan KTP. Sehingga pada perbaikan ini, Ali-Sakti harus bisa memenuhinya dua kali lipat dari jumlah kekurangan awal untuk bisa lolos sebagai pasangan calon, yakni sekitar 100 ribuan lebih dukungan KTP. Pada verifikasi faktual ini, juga diprediksikan akan kemba-
Angin Kencang
Bocah SD Tewas Tertimpa Pohon Mataram (Suara NTB) Angin kencang yang menerpa Kota Mataram, Minggu (28/1) memakan korban. Dua bocah SD yang bermain di Taman Bumi Gora Udayana tertimpa pohon tumbang. Satu diantaranya meninggal dunia. Kasubbaghumas Polres Mataram, AKP I Made Arnawa menjelaskan, korban Irnawati (10) menderita cidera kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Meski sebelumnya sempat dilarikan ke RSAD Wira Bhakti Mataram. “Satu orang meninggal dunia karena menderita cidera di bagian belakang kepala. Korban sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan,” terangnya saat dikonfirmasi. Sementara korban Riskia Anisa (13) mendapatkan perawatan intensif karena menderita luka di paha dan pipi. Arnawa menceritakan, dua korban tertimpa pohon peneduh jalan jenis Sengon sekitar pukul 14.00 Wita. Dua korban ditolong oleh pengendara, Halit (37) yang kebetulan melintas pascakejadian. Saksi Halit langsung memarkir kendaraannya ketika melihat dua korban yang masih kecil tidak berdaya. Dibantu masyarakat lainnya, dua korban dilarikan ke RSAD. Mengantisipasi cuaca ekstrem, Arnawa mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati apabila berkegiatan di luar rumah. Sementara pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perkim Kota Mataram untuk memangkas pohon yang rentan tumbang. (why)
Ahyar - Mori Janji Prioritaskan Penyandang Disabilitas
Mataram (Suara NTB) Duet Bakal Calon Gubernur/ Wakil Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh – Mori Hanafi, SE, M.Comm, berkomitmen memberikan prioritas pelayanan kepada para penyandang disabilitas dan difabel. Komitmen itu disampaikan Ahyar di hadapan ratusan penyandang disabilitas dan difabel, dalam talkshow bertajuk “Berkarya Tanpa Batas” di Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (27/1). Saat berpidato dalam kegiatan itu, Ahyar menegaskan, jika kelak ia terpilih menjadi Gubernur, maka perhatian terhadap para penyandang disabilitas dan difabel akan menjadi salah satu prioritas kebijakan mereka. Menurut Ahyar, di NTB terdapat tak kurang dari 15.000 penyandang disabilitas dan difabel. Sementara, di Kota Mataram sendiri, upaya untuk memperhatikan penyandang disabilitas dan difabel sudah terus diupayakannya. Ahyar menegaskan telah mendorong dinas dan instansi di lingkup Pemkot Mataram untuk tidak mendiskriminasi mereka. Fasilitas dan pelayanan untuk mereka pun menurutnya terus ia dorong agar menjadi prioritas. Meski, Ahyar pun tak menampik bahwa upaya ini memang masih harus ditingkatkan. Ia menegaskan, dalam skala provinsi, kebijakan yang berpihak terhadap penyandang disabilitas dan difabel haruslah dikedepankan. “Ke depan seluruh organisasi perangkat daerah di NTB, di kantor-kantor akan diberikan fasilitas dan kemudahan untuk penyandang disabilitas. Begitupula puskesmas, kantor-kantor semuanya akan kita berikan fasilitas untuk saudarasaudara kita ini,” tegasnya. Ia menegaskan, model kebijakan ini telah menjadi komitmen dirinya dan Mori Hanafi di Pilkada NTB ini.
(Suara NTB/aan)
BERPOSE - Ahyar-Mori berpose dengan Achmad Zulkarnaen, fotografer penyandang disabilitas dan Agisna, pemenang lelang foto hasil karya Zulkarnaen. Namun, ia menegaskan, komitmen buatnya merenung akan rencana ini tentu harus didukung oleh semua Allah SWT di balik kejadian ini. Ia pihak. Khususnya para penyandang pun perlahan bangkit dari tekanan mental atas cacat tubuhnya. disabilitas dan difabel sendiri. Kini, Zulkarnaen adalah seorang Senada dengan Ahyar, Mori Hanafi yang tampil dalam sesi talk- fotografer yang karya fotografinya bisa show dengan salah seorang fo- diadu dengan fotografer papan atas tografer penyandang disabilitas, lainnya. Dalam acara tersebut, salah Achmad Zulkarnaen, mengutara- satu foto Zulkarnaen berhasil dilelang kan kekagumannya akan penca- dengan harga mencapai Rp 5 juta. Hebatnya lagi, uang hasil penjualan ini paian yang diraih Zulkarnaen. Zulkarnaen yang hadir sebagai justru ia donasikan untuk sebuah aspembicara dalam talkshow itu me- rama difabel di Banyuwangi yang saat mang memiliki rekam jejak yang ini membutuhkan dukungan dana. Selain fotografi, Zulkarnaen juga sangat mengesankan. Sosok yang akrab disapa Bang Dzoel ini terla- menguasai berbagai keterampilan hir sebagai orang cacat kedua len- lainnya seperti piano, skateboard gan dan kakinya. Ia sempat dan lain-lain. Ahyar menilai, kisah Zulkarnaen dibuang ibunya sendiri dalam kantung plastik dan pernah ingin adalah bukti bahwa cacat bukanlah bunuh diri saat duduk di bangku hambatan untuk berkarya. Karena itulah, Ahyar memberikan motivasi kelas enam sekolah dasar. Namun, tuhan rupanya menga- kepada para penyandang disabilitas nugerahkan keteguhan hati untuk dan difabel untuk tidak berkecil hati. “Sesungguhnya kita bisa berZulkarnain. Meski pernah mencoba bunuh diri, ia tidak menemui ajal- buat positif asalkan kita punya nya. Pengalaman batin karena tekad,” tegas Ahyar yang disambut gagal bunuh diri itu rupanya mem- gemuruh dukungan hadirin. (aan/*)
(Suara NTB/ist)
SERAHKAN BERKAS - Sekretaris KPU NTB, Mars Ansori Wijaya, menyerahkan berkas dukungan perbaikan pasangan Ali-Sakti ke KPU kabupaten/kota untuk diverifikasi faktual dari tanggal 30 Januari sampai 5 Februari. li susut. Namun demikian, pasagan Ali-Sakti tetap optimis untuk lolos sebagai peserta Pilkada NTB 2018, meskipun jalan yang akan ditempuhnya masih cukup berat. Ketua Tim Pemaenangan pasangan Ali - Sakti, Basri Mulyani, SH, mengaku optimis pada
verifikasi faktual dukungan perbaikan ini, hasilnya akan melebihi dari syarat KPU. Salah satu yang membuat pihaknya sangat optimis, karena model verifikasi faktual pada tahap perbaikan ini, akan dilakukan secara kolektif di tingkat PPS. “Besok ini kan tidak lagi KPU
yang door to door ke rumah pendukung kita. Tapi akan diverifikasi secara kolektif di masingmasing desa. Akan dikumpulkan nanti oleh kita. Insya Allah lah, tidak akan jauh perbedaanya, karena kita langsung yang akan kumpulkan pendukung kita,” ucapnya optimis. (ndi)
Pelaporan Orang Asing
Hotel Bandel Bakal Ditindak Mataram (Suara NTB) Masa sosialisasi aplikasi pelaporan orang asing berakhir tahun 2017 lalu. Setelah itu, setiap pelanggaran pemilik penginapan yang tak melaporkan orang asing yang tinggal bakal ditindak tegas. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar menegaskan hal tersebut sebagai satu upaya meningkatkan pengawasan orang asing di tahun 2018 ini. Terlebih NTB semakin digandrungi wisatawan mancanegara. Dalam razia menjelang tahun baru 2018 pada Desember 2017 silam, tim imigrasi menemukan Aston Inn, sepanjang 2016 tidak melaporkan keberadaan orang asing yang menginap di hotel tersebut.
Alasannya, petugas hotel tidak mengerti tata cara teknis pelaporan berbasis online dimaksud. “Pemilik penginapan wajib melaporkan warga negara asing yang menginap. Masa sosialisasi dua tahun, 2016 dan 2017. Ditemukan masih ada pihak hotel yang belum melaksanakan kewajiban itu,” ujarnya akhir pekan lalu. Alasan pihak hotel dijadikan pertimbangan penyelidikan. Sebab, hotel lain tidak mengalami kendala serupa dan dapat memenuhi kewajibannya melaporkan orang asing kepada pihak imigrasi melalui aplikasi APOA tersebut. “Diselidiki apakah benar jaringannya tidak bisa. Karena ternyata hotel bisa. Ini sedang penyelidi-
kan untuk membuktikan apakah hotel tersebut lalai melaksanakan kewajibannya tetap kita lakukan pemeriksaan,” ungkapnya. Dia menambahkan, di samping unsur kelalaian penyidik Wasdakim juga mendalami indikasi unsur kesengajaan pihak manajemen. Sebagai langkah awal, pelanggar kewajiban itu masih akan disanksi ringan. Tetapi untuk hotel yang dengan sengaja melalaikan pelaporan orang asing akan ditindak melalui proses penyidikan. Pelanggaran itu diatur dalam pasal 117 UU RI No 6/2011 tentang Keimigrasian. Rumusan pidananya antara lain hukuman kurungan paling lama tiga bulan dan denda Rp 25 juta.(why)
BUDAYA DAN HIBURAN
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Jadi Ajang Promosi Wisata
Atraksi Budaya Perlu Diperkuat Mataram (Suara NTB) Pariwisata NTB memiliki banyak potensi, tidak saja alam namun juga budaya. Berbagai atraksi kesenian dan budaya yang sudah dilakukan dirasa perlu untuk diperkuat. Sebab ini sebagai bentuk promosi yang baik untuk menggaet lebih banyak wisatawan. “Lombok ini punya potensi yang bagus. Sekarang bagaimana promosinya saja. Di sini banyak atraksi budaya, ini yang harus diperkuat dan dimaksimalkan. Seperti misalnya Jember Fashion Carnaval yang sudah menjadi brand Jawa Timur,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti. Ia mengatakan bahwa berbagai atraksi atau kegiatan wisata di Lombok sudah sangat bagus. Hanya saja promosi dan branding perlu diperkuat. Hal ini bertujuan agar lebih banyak lagi wisatawan yang tahu dan mau berkunjung ke Lombok. “Di Lombok ini sudah beberapa kali kami hadiri kegiatan budaya dan pariwisata. Semuanya sudah bagus, hanya perlu dimaksimalkan saja,” ujarnya. Setiap tahunnya NTB memang selalu memiliki kegiatan atau atraksi budaya dan pariwisata. Bahkan beberapa diantaranya sudah dimasukkan dalam event tahunan nasional. Sehingga promosi dapat dilakukan dengan lebih masif. Sebab potensi untuk mendatangkan banyak wisatawan ke Lombok saat ini sudah cukup baik. “Lombok itu dekat dengan Bali, karena wisatawan sudah banyak tahu Bali. Jadi ini menguntungkan Lombok sebagai tujuan wisata selanjutnya,” ujarnya. Ia melihat jarak antara Bali dan Lombok yang dekat memberikan keuntungan bagi kelangsungan promosi wisata Lombok. Sebab, kedua destinasi wisata ini dapat memberikan suguhan yang berbeda kepada wisatawan. “Lombok harus bisa menawarkan sesuatu yang berbeda dan menarik. Jadi wisatawan tertarik untuk berkunjung dan menikmati suasana yang berbeda setelah mengunjungi Bali,” ujarnya. Menurutnya, berbagai atraksi budaya yang dimiliki Lombok bisa menjadi jualan yang baik. Sebab budaya di Bali dan Lombok tidak sama. Sehingga ini bisa menjadi suguhan yang menarik bagi wisatawan. Meski demikian, keindahan alam Lombok juga tidak kalah menarik untuk dijelajahi. “Intinya kita perkuat brand, perkuat juga di destinasi. Fasilitas dilengkapi, sehingga promosi dapat dilakukan dengan lebih maksimal,” harapnya. (lin)
Tingkatkan Kunjungan, Perlu Sinergitas Antardaerah Mataram (Suara NTB) Kunjungan wisatawan ke NTB masih banyak yang melalui Bali. Sehingga sinergitas antara kedua daerah ini dirasa perlu ditingkatkan. Sebab kerjasama bidang pariwisata ini sangat penting untuk tingkatkan angka kunjungan wisatawan ke NTB. “Kita tidak bisa bersaing dalam mengurus pariwisata. Kita perlu kerjasama, termasuk dengan daerah yang banyak dikunjungi wisatawan, misalnya Bali. Kita harus perkuat kerjasama kita untuk datangkan banyak wisatawan dari Bali ke Lombok,” kata Ketua Asita NTB Dewantoro Umbu Djoka. Kerjasama antardaerah ini
dinilai sangat penting, mengingat selama ini pemerintah dan beberapa pelaku pariwisata ada yang menganggap Bali adalah saingan dari Lombok. Padahal, jika digarap dengan lebih baik, tidak menutup kemungkinan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB bisa sebanyak Bali. “20 persen dari kunjungan Bali saja kita dapatkan ke
Lombok sudah termasuk banyak. Makanya kita perlu lakukan kerjasama lebih lanjut. Bagaimana caranya kita membuat wisatawan yang ke Bali itu banyak berkunjung ke Lombok,” ujarnya. Meski demikian, selama ini tidak sedikit pula pelaku pariwisata yang sudah bekerjasama dengan pelaku pariwisata di Bali. Sehingga pelaku pari-
(Suara NTB/lin)
Polres Loteng Perkuat Pengamanan Destinasi Wisata (Suara NTB/lin)
wisata di Bali tidak hanya mempromosikan Bali, tapi juga Lombok. Ini merupakan model kerjasama yang baik. Sebab pariwisata tidak bisa digarap secara kedaerahan, namun secara nasional. “Kita tidak hanya membicarakan Lombok atau Bali saja. Pariwisata ini program nasional, jadi setiap daerah harus bisa bekerjasama dalam membangun kepariwisataan ini,” ujarnya,. Lagi pula, jika ingin bersaing dengan Bali, Lombok masih berada jauh di bawah kelas Bali. Sebab Bali sudah jauh lebih lama mengembang-
kan pariwisatanya. Pola pikir bahwa Bali bersaing dengan Lombok ini dianggap keliru dan harus diubah. Kenyataannya selama ini Bali banyak membantu kunjungan wisatawan ke Lombok, baik jalur udara maupun jalur laut. “Wisatawan yang ke gili, banyak juga dari Bali. Yang ke Mandalika juga banyak yang dari Bali. Ini saatnya kita berpikir ke depan. Bagaimana kita sinergikan pariwisata setiap daerah ini. Sehingga masyarakat di setiap daerah ini benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” harapnya. (lin)
Gili Masih Jadi Tujuan Utama Wisatawan
TANJUNG AAN - Suasana keindahan Pantai Tanjung Aan yang ada di kawasan Mandalika.
PESONA LOMBOK SUMBAWA - Kegiatan Bulan Pesona Lombok Sumbawa yang merupakan salah satu atraksi budaya di NTB.
Halaman 9
Mataram (Suara NTB) Keamanan di destinasi wisata merupakan salah satu hal yang penting. Mengingat hal itu, Polres Lombok Tengah telah memperkuat pengamanan di beberapa destinasi wisata, salah satunya di kawasan Mandalika. Dengan harapan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan menimpa wisatawan. “Kita perkuat pengamanan di destinasi wisata. Tidak hanya waktu ada acara seperti Bau Nyale saja. Tentunya kita berharap kawasan wisata kita ini aman dan wisatawan merasa nyaman,” Kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rochman. Ia mengatakan bahwa pengamanan ini merupakan hal yang penting dan ini juga membutuhkan kerjasama warga atau masyarakat Lombok Tengah pada umumnya. Namun belakangan ini, destinasi wisata di Lombok Tengah terbilang aman. Tidak ada keluhan dari wisatawan yang datang berkunjung. “Sebulan lagi akan ada Bau Nyale, tentu saja kita akan kerahkan personel. Sekitar 450 orang, kalau ada perubahan bisa saja jumlahnya bertambah. Tapi bu-
kan itu saja, kita melakukan pengamanan setiap hari,” ujarnya. Upaya untuk memperketat pengamanan ini merupakan bentuk pembuktian bahwa destinasi wisata di Lombok itu aman. Wisatawan tidak perlu merasa khawatir saat hendak berkunjung. Apalagi dengan diresmikannya KEK Mandalika, pasti akan lebih banyak lagi wisatawan yang datang berkunjung. “KEK Mandalika sekarang jadi prioritas di Indonesia. Tentu ini harus kita jaga bersama. Warga juga harus bertekad menjaga ketertiban, sehingga wilayah kita ini aman dan orang yang datang merasa senang,” harapnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Putria mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penjagaan di beberapa destinasi yang sebelumnya dianggap rawan. Pihaknya menggandeng masyarakat setempat untuk melakukan penjagaan di pos yang sudah disediakan. “Kita sudah berupaya untuk tingkatkan keamanan dengan menggandeng masyarakat. Tentu saja, masyarakat kita juga sangat senang apabila destinasi dan daerahnya aman. Semua berjalan dengan baik, kondisi destinasi kita saat ini aman,” ujarnya. Ia berharap wisatawan dapat menikmati waktu berliburnya dengan nyaman. Banyak destinasi wisata di Lombok Tengah yang dapat dikujungi. Di kawasan Mandalika juga banyak pantai yang bisa dinikmati keindahannya. (lin)
Mataram (Suara NTB) Kawasan gili masih menjadi destinasi wisata prioritas wisatawan yang berkunjung ke NTB. Banyak wisatawan yang datang dari Bali langsung ke gili. Ditambah lagi wisatawan yang datang dari Pelabuhan Bangsal dan pelabuhan lainnya. “Wisatawan yang baru pertama kali datang ke Lombok pasti akan menanyakan tentang gili. Bagaimana mereka bisa menjangkau gili dengan cepat. Biasanya memang kami sarankan dari Bali. Tapi ada juga yang mau berkeliling dulu sebelum menghabiskan waktu liburannya di gili,” kata pelaku pariwisata asal Lombok Timur Berry Putra, di Mataram, Minggu (28/1). Masih eksisnya kawasan gili sebagai destinasi wisata utama di NTB dilihat karena belum ada destinasi wisata tandingan yang bisa dijadikan referensi. Sementara ini, kualitas destinasi wisata yang paling maksimal menurutnya hanya ada di gili. Kalaupun ada, akses menuju destinasi itu tidak mudah, misalnya Pulau Moyo di Sumbawa. “Kita belum bisa membuat destinasi wisata tandingan dari gili. Meskipun Sembalun dinyatakan sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia, tapi keinginan wisatawan akan suasana seperti di gili itu masih tinggi,” ujarnya. Saat ini Pemerintah memang tengah melakukan pembenahan di berbagai destinasi wisata yang ada. Hanya saja, wisatawan sudah terlanjur tahu tentang gili dan
sudah menyiapkan diri untuk berkunjung ke gili. Semestinya, dengan banyaknya destinasi wisata baru, wisatawan jadi memiliki banyak pilihan. Sehingga kawasan gili tidak sesak karena terlalu banyak wisatawan sementara di destinasi lain terkesan sepi. “Sebaran wisatawan di NTB ini bisa dibilang tidak merata. Karena wisatawan hanya terfokus pada satu destinasi wisata saja. Tidak seperti di Bali, dimana sebaran wisatawan hampir di semua destinasi dan daerah terbilang sudah merata,” ujarnya. Tidak sedikit dari wisatawan yang memang menyukai suasana pantai. Apalagi kondisi pantai di Trawangan, Air dan Meno terbilang cukup bersih. Sehingga semakin menggugah keinginan wisatawan untuk berkunjung. Selain itu, suasana di kawasan gili ini juga sangat bersahabat bagi wisatawan, terutama wisatawan asing. “Di Gili, mereka bisa berjalan dengan santai tanpa merasa aneh ada yang perhatikan. Kalau di beberapa destinasi lain, baik warga atau wisatawan lain yang datang itu terkesan memerhatikan mereka. Ada yang merasa biasa-biasa saja, tapi ada juga yang tidak nyaman,” ujarnya. Diketahui bahwa dalam satu hari ada 2.500 wisatawan yang masuk ke kawasan tiga gili ini. Paling banyak berkunjung ke Gili Trawangan. Dalam satu hari ada 1.500 wisatawan yang masuk ke Trawangan.(lin)
(Suara NTB/lin)
GILI TRAWANGAN - Keindahan Gili Trawangan yang membuat banyak wisatawan ingin berkunjung.
Sekotong Perlu Promosi Lebih Masif
Mataram (Suara NTB) Destinasi wisata di kawasan Sekotong dinilai sudah sangat siap untuk menerima dan mendatangkan wisatawan. Hanya saja, kawasan ini masih belum banyak diketahui oleh wisatawan. Sebab, tidak banyak promosi wisata yang menonjolkan salah satu potensi wisata bahari di Lombok Barat ini. Sebelumnya, para pelaku pariwisata mengeluhkan kurangnya promosi Sekotong sebagai salah satu destinasi wisata yang bagus di Lombok. Selama ini, mereka melakukan promosi secara mandiri dengan membuat paket wisata khusus. Namun wisatawan akhirnya lebih memilih destinasi lain, karena kawasan Sekotong belum begitu terkenal, khususnya bagi wisatawan mancanegara. “Pemerintah terlalu fokus terhadap Senggigi,
tapi lupa akan potensi besar yang dimiliki Sekotong. Saya yakin, kalau sudah banyak yang tahu, investor pun akan datang mengikuti mereka. Karena ini semua soal tren dan brand,” kata Pelaku Pariwisata asal Kabupaten Lombok Barat, Zaenuddin, Minggu (28/1). Ia mengatakan sudah saatnya para pelaku pariwisata yang ada di Lombok Barat dan Sekotong pada khususnya mulai melakukan promosi secara besar-besaran. Bersama Pemda Lobar, ia berharap promosi dapat dilakukan secara terus menerus. Seperti yang dilaku-
kan Pemda dalam mempromosikan Senggigi selama ini. “Sebagai warga Lombok, saya mendukung setiap destinasi yang dikembangkan dan dipromosikan oleh pemerintah daerah. Tapi saya melihat porsi promosi untuk Sekotong itu terbilang masih kurang. Sehingga perlu diperjelas lagi soal promosi ini. Ini penting,” ujarnya. Diketahui bahwa di Sekotong terdapat banyak destinasi wisata. Diantaranya Pantai Mekaki, Gili Kedis, Gili Gede, Gili Nanggu, Bangko-Bangko, Teluk Sepi, Teluk Panggang, Gili Asahan, Gili Rengit dan Gili Lontar. Ada pula
Gili Poh, Pandanan, Nambung dan banyak lainnya. Sebagian besar destinasi pantai ini merupakan pasir putih dengan air pantai yang jernih. Sehingga sangat memungkinkan untuk dipromosikan kepada calon wisatawan. Sehingga lebih banyak lagi wisatawan yang datang. “Kami selaku pelaku usaha pariwisata akan sangat mendukung dan ikut menjual paket wisata Sekotong. Kalau sudah banyak yang tahu, banyak yang datang, kan bagus untuk perekonomian warga. Semua bisa mendapatkan rezeki dari sektor ini,” harapnya. (lin)
Hotel Bidari Utamakan Kenyamanan Pelanggan BIDARI Hotel & Lounge, merupakan salah satu hotel di Kota Mataram yang sangat mengutamakan kenyamanan pelanggan. Bidari Hotel & Lounge lokasinya cukup strategis di Jalan Ban-
gau No.5 Cakranegara Mataram NTB. Tepatnya sekitar 300 meter ke Mataram mall, 45 menit dari bandara, 20 menit dari Pantai Senggigi. Kehangatan staff dan standar pelayanan di Bidari ho-
tel sangat diutamakan. Bidari hotel sangat cocok untuk hotel bisnis dan tempat tinggal bagi traveler. Bidari hotel mempunyai 71 kamar termasuk standar room, superior room, deluxe room.
Semua tipe kamar tersebut menawarkan tingkat kenyamanan yang sangat tinggi dengan desain pemandangan kota dan pelayanan 24 jam untuk service dan lainlain.
Adapun fasilitas lainnya yaitu kolam renang, spa, karaoke & lounge, angsana restaurant. Fasilitas kamar terdiri dari hot & cold water, full AC, room amenities, hair dryer, coffee maker, breakfast,
free wifi. Untuk melakukan pemesanan di Bidari Hotel & Lounge bisa menghubungi : (0370) 627710 atau 081 75799055, 087865923668. Email : hotel_bidari@yahoo.com.(*)
PENDIDIKAN
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Halaman 10
Majukan Dunia Pendidikan
Kualitas Guru Harus Ditingkatkan
Selong (Suara NTB) Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., menilai peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini perlu mendapat perhatian khusus. Menurutnya, jika daerah ingin melihat dunia pendidikannya maju, maju sinergitas antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat harus terbangun dengan baik.
(Suara NTB/ist)
Hendri
Optimalkan Sistem Pembelajaran UNTUK mengoptimalkan sistem pembelajaran, SDN 1 Gerung Selatan berencana melakukan pembelajaran menggunakan Teknologi Informatika (IT). IT yang dicanangkan diklaim dapat mendukung kegiatan belajar di sekolah dan akan dikhususkan untuk kelas lV, V dan kelas lV. Kepala SDN 1 Gerung Selatan, Hendri, SPd., menyatakan, dengan menerapkan sistem pembelajaran IT, pihaknya termotivasi memulai penerapan IT, yakni dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal, serta dapat mendorong perangkat pendidik lebih terampil dalam berkomunikasi. IT dianggap mampu mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif dan kreatif. “Kami ingin menunjukkan ada perubahan mindset dalam kemajuan pendidikan dengan mencoba proses pembelajaran itu dengan menggunakan IT,” ujarnya. Menurutnya, jumlah perangkat LCD masih sangat terbatas, karena LCD tahun 2017 dapat bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat melalui DAK. Karena persediaan dengan dua unit saja belum mencukupi, untuk itu pihak sekolah melengkapi lagi tambahan dua unit kebutuhan perangkat LCD untuk guru yang dialokasikan dari dana BOS, sehingga kini jumlah perangkat LCD bertambah menjadi enam unit. Dikatakannya, terdapat 3 hingga empat guru di sekolah nya yang mempunyai nilai lebih dalam penguasaan IT, terutama dalam penggunaan LCD, sehingga diharapkan tidak terlalu dikhawatirkan soal tenaga IT. Terbukti sejak enam bulan mencoba menggunakan IT pada 2017 lalu, sekolahnya sudah mencoba menerapkan hal itu. “Kami tetap konsisten untuk mengembangkan kemampuan belajar mandiri di sini dengan IT,” ujarnya yakin. Diakui, selama dalam menerapkan proses pembelajaran selama enam bulan, dari segi kemampuan anak dirasa cukup signifikan. Kemampuan anak sudah terlihat cukup memahami dalam aplikasi itu, sehingga, lebih kurang 80 persennya, terjadi peningkatan. Rencananya, setiap kelas akan terpasang LCD. Terlebih dalam menyelenggarakan kurikulum 13 kita akan pasang 2 LCD. ‘’Bertahap saja dulu, pasti semua kelas nanti semuanya akan dipasang perangkat LCD,’’ pungkasnya. (her)
“Kualitas guru merupakan PR ke depan, bagaimana kita bersinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat di dalam sungguhsungguh memperhatikan dunia pendidikan. Termasuk tanggung jawab terhadap guru,” terangnya dikonfirmasi, Sabtu (27/1). Menurutnya, jika semua pihak menginginkan kualitas pendidikan baik, maka guru juga harus berkualitas. Dicontohkannya, kenapa negara In-
donesia di sektor pendidikan kalah dengan Singapura, Thailand dan Brunai Darussalam, salah satu penyebabnya yakni dari sisi kemampuan guru yang masih terbatas. “Persoalan pendidikan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa saling menyalahkan. Terpenting yakni kita tarik benang merahnya, kita gali permasalahannya dan kita cari solusinya,” ujarnya.
Terkait dengan honor yang masih rendah, menurut Rektor Universitas Hamzanwadi ini merupakan rangkaian sistem. Termasuk tidak bisa melihat persoalan itu dari satu sisi, melainkan segala aspek harus dipertimbangkan. Misalnya, gaji guru yang masih rendah, menurutnya tidak lain salah satu penyebabnya, karena kondisi sekolah. “Jadi jika dunia pendidikan ingin maju, maka harus kita berbicara
kualitas,” ujarnya. Kepala Dinas Dikbud Lotim, Lalu Suandi, S.Sos, menyebutkan hingga saat ini Kabupaten Lotim kekurangan guru lebih dari 3.500 orang. Sementara yang baru bisa di SK-kan berdasarkan SK dari bupati yang sesuai dengan jumlah anggaran dimiliki sebanyak 1.187 guru yang mendapat honor daerah. Selebihnya masih melalui honor sekolah. Terkait dengan guru-guru yang mengajar di daerah terpencil, Lalu Suandi mengaku jika hal tersebut merupakan bagian dari masalah yang diinventarisir, baik yang berada di Kecamatan Suela, Sembalun, Sambelia maupun di wilayah-wilayah terpencil lainnya. Di samping itu juga yang
perlu diperhatikan yakni jumlah siswa, karena kemampuan sekolah yang kurang tentunya sangat berpengaruh terhadap jumlah siswa. Diakuinya, yang menjadi kendala dalam meningkatkan kesejahteraan guru dikarenakan faktor kemampuan daerah. Namun Kabupaten Lotim merupakan daerah yang paling berani untuk mengangkat honor daerah baik dari segi waktu dan jumlahnya. Perhatian pemerintah terhadap guru honor akan terus ditingkatkan, karena kondisi saat ini guru berstatus PNS di Kabupaten Lotim terus berkurang lantaran memasuki masa pensiun, sementara pengangkatan tidak ada. (yon)
Pupuk Rasa Cinta Tanah Air Lewat Wisata Bahari Selong (Suara NTB) Pramuka SMAN 1 Pringgabaya menggelar kegiatan wisata bahari untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkenalkan berbagai alat keselamatan kapal. Kegiatan wisata bahari diikuti oleh seluruh anggota pramuka SMAN 1 Pringgabaya. Pembina Pramuka SMAN 1 Pringgabaya, Ainul Yakin, S.Pd., Sabtu (26/1) mengemukakan wisata bahari kali ini menggunakan KMP Wicitra Dharma atau kapal muatan Kayangan-Poto Tano atau penyeberangan Selat Alas. Kegiatan ini diikuti sekitar 54 orang dengan perincian 20 putra 30 putri dan 4 pembina. Adapun wisata bahari bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Di samping itu, wisata bahari ini bertujuan untuk mengenalkan beberapa pulau kecil atau gili yang ada di NTB. Termasuk dalam kesempatan itu juga, para peserta diperkenalkan peralatan-peralatan yang terdapat di dalam kapal. Dengan harapan agar anggota pramuka dapat memahami berbagai pengetahuan tentang perkapalan. “Mengenal peralatan yang ada dalam kapal,” urai Ainul Yakin. Satu per satu bagian kapal diperkenalkan oleh Kapten Arif Soeswanto yang juga nakhoda pada kapal tersebut. Salah satu yang diperkenalkan ialah pengenalan tentang emergency pada kapal. Di samping itu, peserta didik ini juga diperkenalkan cara menyelamatkan diri jika terjadi hal yang tidak diinginkan. “Mengenal cara menyelamatkan diri ketika terjadi emergency,” tukasnya. (dys) WISATA BAHARI - Anggota Pramuka SMAN 1 Pringgabaya mengikuti wisata bahari tentang keselamatan menggunakan transportasi laut di penyeberangan Pelabuhan Kayangan-Poto Tano belum lama ini. (Suara NTB/ist)
Forsa Spensa Selong
Forum Reuni yang Bermanfaat Selong (Suara NTB)Forum Silaturahmi Pelajar SMPN 1 (Forsa Spensa) angkatan 1983, Selong, Lombok Timur (Lotim), berdiri dengan ikhtiar memberikan manfaat kepada sesama anggota, keluarga anggota, mantan guru, dan pihakpihak lain yang perlu kepedulian. Kendati masih berusia belia, forum reuni ini telah memberikan kepeduliannya untuk anggota dan sesama. Ketua Forsa Spensa 83 Selong, H. Muhammad Aroman, S.H., M.Kn kepadaSuara NTB, Minggu (28/1) menuturkan, forum reuni tersebut berdiri pada bulan Juli 2017 lalu. Forsa Spensa 83 Selong telah berkiprah cukup banyak, antara lain memberikan kepedulian kepada para korban banjir di kecamatan Keruak beberapa waktu, bahkan mengirimkan hijab kepada warga muslim di Irian Jaya. ‘’Kami mungkin berbeda dengan forum reuni lain,’’ kata Aroman, Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) NTB dua periode ini. ‘’Jika forum lain mengumpulkan dana untuk mereka berkongko-kongko menyewa grup musik di hotel berkelas, maka kami lebih baik dana yang terkumpul untuk membantu mereka yang membutuhkan,’’ kata mantan Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) NTB ini. Anggota Forsa Spensa 83 Selong kini menyebar di berbagai daerah dengan beragam profesi, mulai dari notaris, jaksa, wartawan, pengusaha, dosen, guru atau PNS. ‘’Tetapi ada
Bupati Terus Komitmen Perhatikan GTT dan Tenaga Operator (Suara NTB/zul)
KEPEDULIAN – Ketua Umum Forsa Spensa 83 Selong, H. Muhammad Aroman (paling kiri) didampingi pengurus dan anggota menyerahkan bentuk kepedulian kepada sesama anggota beberapa waktu lalu. banyak juga yang tidak seberuntung teman-temannya, hidup dengan nasib yang perlu diperhatikan,’’ ujarnya. Kepada merekalah bantuan sosial diberikan, antara lain berupa uang untuk modal awal dia mengembangkan usahanya. ‘’Bantuan tersebut kami monitor, dan Alhamdulillah bantuan itu berkembang,’’ lanjutnya. Dengan motto ‘’Kami peduli, bersatu dan bekerja,’’, forum yang telah memiliki akta notaris ini tengah mengembangkan sayapnya dengan membuka usaha ekonomi seperti Spensa Mart. ‘’Dana yang terkumpul dikelola secara transparan dengan laporan kas masuk dan keluar setiap hari melalui grup di WA,’’ kata Aroman. Satu hal menarik dalam forum reu-
ni ini yakni, ada tim khusus yang diberi nama ‘’Tim Begerusuk’’ yang secara periodik turun mendata anggota dan calon anggota Forsa Spensa Selong hingga ke pelosok-pelosok desa. Saat tim tersebut turun itulah ditemukan kondisi kehidupan mantan guru, teman-teman seangkatan di SMP dulu dengan beragam kondisi, sehingga diputuskan dibantu atau bagaimana. ‘’B erbagai profesi para anggota Forsa Spensa itu merupakan potensi yang besar untuk dapat mengembangkan lembaga ini,’’ katanya. Aroman berangan-angan forum reuni tersebut kelak akan menjadi lebih kuat, sehingga bentuk-bentuk kepedulian secara sosial dan ekonomi dapat memberikan teladan bagi forum reuni lainnya. (zul/*)
Siswa MTsN 3 Mataram Juara 1 ’’Story Telling’’ Mataram (Suara NTB) Siswa MTsN 3 Mataram kembali menunjukkan potensi dan talenta sebagai siswa yang beprestasi dalam berbagai ajang lomba dan kompetisi. Kali ini, siswa kelas VIII MTsN 3 Mataram atas nama Thio Alqolby membuktikan diri sebagai yang terbaik dalam lomba Story Telling Competition tingkat Kota Mataram, yang dilaksanakan di Universitas Muhamadiyah Mataram beberapa waktu lalu. Lomba yang dilaksanakan berlangsung sengit dan persaingan ketat. Tampil dengan kualitas dan penampilan yang maksimal, siswa utusan MTsN 3 Mataram ini mampu menyingkirkan peserta-peserta hebat dari sekolah lain. Tidak itu saja, siswa atas nama Qonita Syafrina, yang juga mewakili MTsN 3 Mataram pada lomba tersebut, juga berhasil keluar sebagai juara 3 pada mata lomba yang sama. Pembina Bahasa Inggris MTsN 3 Mataram, Kholida Husniati, S.Pd, mengatakan untuk mengikuti kegiatan dan kompetisi ini, pihaknya telah mempersiapkan anak-anak dengan cukup baik, termasuk latihan dan materi lomba. “Kami sadar bahwa peserta dari sekolah lain, kemampuannya juga bagus-bagus, tetapi kamilah jua-
(Suara NTB /ist)
BERSAMA - Kepala MTsN 3 Mataram, Lalu Sirajul Hadi bersama para juara dan pembina bahasa Inggris. ranya, kami bersyukur” jelasnya. Thio Alqolby, peraih tropi jura 1 juga mengaku, dirinya sudah mempersiapkan untuk lomba itu, pembina juga memberikan berbagai strategi kepadanya, supaya bisa tampil baik. “Terima kasih kepada pembina dan juara ini saya persembahkan untuk madrasah,” katanya. Sementara itu, kepala MTsN 3 Mataram Dr. Lalu Sirajul Hadi,M.Pd, mengaku bangga dan berterimakasih atas prestasi pembina dan siswasiswanya dalam beberapa kegiatan di
MTsN 3 Mataram. “Untuk kegiatankegiata yang terkait dengan pengembangan bakat dan potensi, Insya Allah kita dorong dan kita fasilitasi, bukan hanya untuk bidang akademik saja, tetapi non akademik juga,” ujarnya. Sirajul mengatakan, Siswa-siswa di MTsN 3 Mataram, secara perlahan sudah mulai percaya diri dengan kemampuannya. “Itulah yang kami syukuri, dan kami terus memberikan motivasi kepada mereka, supaya tetap gigih dan semangat dalam mengembangkan dirinya,” pungkasnya. (ron)
Giri Menang (Suara NTB) Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid mengakui indeks rata-rata lama sekolah yang masuk indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih jadi soal, karena baru mencapai 5,9 tahun. Ratarata lama sekolahini pun menjadi pekerjaan rumahnya ke depan. Penyumbang tingkat rata-rata lama sekolah lebih banyak disumbang para orang tua. Untuk menangani masalah ini, ada usulan agar pemda memberikan program paket A,B,C, namun dipertanyakan apa manfaatnya. Meski rata-rata lama sekolah berhasil ditekan dengan program tersebut, lantas tidak ada manfaat justru tidak terlalu penting. Sebab kesannya sekedar hanya gagah-gagahan saja. Karena itu, pihaknya mengubah cara dengan mencari terobosan bagaimana menaikkan tingkat harapan lama sekolah masyarakat Lobar. Karena itu, pihaknya fokus pada
(Suara NTB/her)
H. Fauzan Khalid upaya meningkatkan tingkat harapan lama sekolah. Namun diakuinya salah satu persoalan yang terjadi di sekolah, banyaknya guru honor daripada guru negeri (ASN). Karena selama sekian tahun dilakukan moratorium pengangkatan PNS. Di sisi lain, setiap bulan ada guru yang pensiun, dehingga hampir semua sekolah di
Lobar memiliki lebih banyak guru honor dibandingkan guru PNS. Sementara gaji mereka sangat rendah hanya Rp 300 ribu sebulan, karena itu program tahun 2016-2017 berkat komunikasi dan dukungan DPRD pemda mengangkat 1.200 orang GTT. Itupun pemda mampu memberikan honor Rp 400 ribu per bulan. Penerapan program inipun cukup memakan waktu dan tenaga, pasalnya Kadis Dikbud sampai lima kali bolak balik ke Jakarta untuk memastikan boleh tidak daerah membantu guru honor tersebut. Akan tetapi program yang diterapkan pemda ini, justru diadopsi Pemprov NTB ingin mencontoh pola tersebut. “Kita sudah siapkan tahun 2018 sekitar 200 orang guru honor untuk kita SK-kan lagi, sehingga sisanya 1000 orang dihabiskan tahun 2019,”jelas Fauzan. Diakuinya sulit ditanggulangi tahun depan karena anggaran tersedot untuk pelaksanaan pilkada mencapai Rp 40 miliar. (her)
Bersaing dengan Sekolah Rujukan Se Indonesia
Murid SDN 1 Labuapi Juara Modeling Tingkat Nasional Giri Menang (Suara NTB) SDN 1 Labuapi Lombok Barat (Lobar) mengikuti berbagai macam lomba di level nasional, seperti lomba keyboard, pianika dan recorder yang diadakan di Jakarta belum lama ini. Murid yang ikut lomba ini khusus kelas 2 dan gabungan, hasil rekamannya dikirim dalam bentuk CD dan melalui YouTube. Di samping murid kelas secara kolektif, ada juga murid secara perorangan yang ikut lomba modeling di Jakarta melalui Ivan Kempo Management yang diadakan beberapa waktu lalu. Adalah Syakila, murid kelas 2 yang berhasil meraih juara the best di ajang modeling yang disiarkan salah satu TV nasional tersebut. Ia ikut lomba ini diawali dengan seleksi di sekolah, atas bakatnya ia pun mewakili NTB untuk ikut lomba ke Jakarta. Selama lomba di Jakarta, ia meninggalkan sementara waktu bangku sekolah selama 5 hari. Ia mengaku, lomba itu diikuti 100 anak se-Indonesia segala usia. “Seusia saya 8 orang, dari NTB dan Jawa,” tuturnya.
Selama menjalani lomba di Jakarta, ia berlatih di hotel tempatnya menginap. Atas perjuangan kerasnya ia pun mendapatkan katagori the best mengalahkan 100 anak yang ikut lomba tersebut. Meski hadiahnya hanya piala dan uang tidak terlalu besar, menurutnya ia bangga bisa juara. Kepala SDN 1 Labuapi Hj. Sabariah menyatakan sekolahnya ikut lomba keyboard khusus kelas 2, sedangkan pianika dan seruling (recorder) kelas 34. “Kami ikut lomba keyboard kelas 2, gabungan juga jelas 2,3 dan 4. Lagu wajibnya Indonesia Pusaka,” jelasnya. Menurutnya, sekolahnya mewakili daerah Lobar dan NTB, bersaing dengan sekolah rujukan se-Indonesia. Saat ini lomba ini belum diumumkan. Sedangkan untuk lomba modeling, muridnya ikut secara perorangan. (Suara NTB/ist) Muridnya ini meninggalkan sekolah, BERSAMA - Kepala SDN 1 Labuapi Hj. namun bisa mengejar ketertinggalan Sabariah bersama salah satu murid ber- pelajaran. ‘’Anak ini sendiri berbakat, prestasi Syakila, juara modeling tingkat baik kemampuan non akademis dan akademisnya,’’ pujinya. (her) nasional di Jakarta belum lama ini.
Halaman 11
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
Terkait Pelatda, Perkemi NTB Rekomendasikan Lilis dan Muzaeni Mataram (Suara NTB) Pengprov Perkemi NTB akan mengubah susunan kepelatihan di Pelatda Mayung tahun 2018. Pelatih Agus Suharyan yang sebelumnya menjabat pelatih Pelatih akan digantikan oleh pelatih lain. Ketua Umum Pengprov Perkemi NTB, Fauzan Husniadi yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Minggu (28/1) kemarin mengatakan pihaknya akan mengusulkan pelatih lain yang masuk dalam Pelatda Mayung 2018. Rencananya mereka akan mengajukan dua nama pelatih yakni Lilis dan Muzaeni. “Kami akan mengusulkan dua pelatih untuk masuk dalam Pelatda Mayung 2018. Mereka adalah Muzaeni dan Lilis,” ucapnya. Pergantian komposisi pelatih yang akan melatih atlet Pelatda Mayung itu telah dirumuskan oleh internal pengurus cabang olahraga diri kempo yang baru dengan harapan kedepan atlet-atlet kempo NTB bisa meningkatkan prestasi. Menurut Fauzan, kapasitas dua pelatih yang akan diajukan untuk masuk dalam Pelatda Mayung 2018 itu cukup kompeten dalam hal melatih. Pasalnya kedua atlet merupakan pelatih aktif dan pernah menjadi atlet serta menorehkan prestasi di level regional hingga nasional. Selain mengusulkan dua nama pelatih pihak Perkemi NTB kata Awad juga akan mengusulkan beberapa atlet untuk masuk Pelatda Mayung 2018. Soal nama-nama pelatih yang akan diusulkan masuk Pelatda masih dirahasiakan, pasalnya masih dalam tahap evaluasi pelatih. (fan)
”Minions” Rebut Gelar Perdana di Istora Jakarta (Suara NTB) Pebulutangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mampu merebut gelar perdananya di kancah kejuaraan internasional setelah memenangi final INdonesia Masters 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu. “Kami puas dapat menang di Indonesia karena banyak pendukung Indonesia mengharapkan kami menang,” kata Kevin selepas pertandingan turnamen grade II tingkat empat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) itu. Pasangan Kevin/Marcus, yang lebih populer dengan sebutan pasangan “Minions” itu, menang dalam tiga game 1121, 21-10, 21-16 dalam permainan berdurasi 57 menit atas ganda putra China Li Junhui/Liu Yuchen. Pada game pertama, “Minions” tampak tidak terlalu menguasai pola permainan mereka dan tertinggal 1-4, 3-4, 4-5, 4-9, 5-13, 8-17, dan akhirnya kalah dengan skor 11-21. “Kami bermain tertekan pada game pertama. Pada game kedua dan ketiga, kami berusaha melakukan permainan terbaik kami, berusaha tetap fokus dan tidak putus asa. Mungkin mereka benar-benar ingin mengalahkan kami,” kata Kevin. Pada game kedua, pukulan Marcus sempat terkena raket Liu sebelum keluar garis lapangan pada skor 18-8. Namun, wasit menyatakan pukulan Marcus memang keluar tanpa terkena raket Liu sehingga skor menjadi 18-9. Pasangan peringkat pertama dunia itu pun melayangkan protes kepada wasit dan permainan sempat terhenti sekitar tiga menit. “Pelatih kami juga tahu kalau bola terkena raket lawan, maka dia ikut protes ke wasit,” kata Kevin. Kevin mengaku pertandingan menghadapi pasangan peringkat ketiga dunia itu selalu sengit dalam kejuaraan-kejuaraan internasional. “Saya rasa mereka punya motivasi yang sangat tinggi pada game pertama. Saya tidak punya rencana apa-apa, hanya saja saya tidak ingin kalah dari mereka,” ujar Kevin. Sinyo, sapaan Marcus, mengatakan akan mempersiapkan pertandingan Asian Games 2018 yang juga akan berlangsung di Stadion Istora, Senayan. “Mungkin sekarang kami yang masih bermain dengan nyaman. Tapi, kami tidak boleh lengah karena lawan juga akan berlatih keras,” kata Marcus. Marcus mengatakan turnamen yang menjadi harapannya bersama Kevin untuk merebut gelar juara pada 2018 adalah All England, Juara Dunia, dan Asian Games. Sementara, Li Junhui mengatakan telah melakukan permainan terbaik mereka pada game pertama dan menekan pasangan “Minions”. “Pada game kedua, kami terbawa pola permainan lawan dan kami tidak nyaman dengan permainan itu,” kata Li. Liu mengaku para penonton di Stadion Istora Senayan memberikan tekanan pada permainannya bersama Li. “Tapi, saya tetap senang karena saya juga memberikan tekanan kepada mereka. Pada pertemuan berikutnya kami harus menang melawan mereka,” kata Liu. (ant/bali post)
(Suara NTB/fan)
START - Tampak atlet NTB Ridwan (kaca mata), menempati start pertama di saat memulai start di nomor 10 K Lombok Marathon di Kota Tua Ampenan Mataram, Minggu (28/1).
Ridwan Juarai Lari 10 K Lombok Marathon Mataram (Suara NTB) Pelari Pelatda Mayung NTB, Ridwan berhasil tampil sebagai yang pertama finis di ajang lomba lari 10 Kilometer (Km) Lombok Marathon yang digelar di Mataram, Minggu (28/1). Peraih medali emas di nomor jarak menengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar) 2016 itu menyentuh finis pertama dengan catatan waktu tercepat 34,01 menit, mengalahkan atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Yakop Paulus diperingkat kedua dengan waktu 35,36 menit dibayangi Oktavianus Erwin di peringkat tiga dengan catatan waktu 36,09 menit. Ridwan yang diwawancara Suara NTB usai lomba men-
gatakan bahwa tampil sebagai finiser pertama di Lombok Marathon merupakan yang kedua kali baginya. Pasalnya di event yang sama tahun 2016 lalu, dia juga pernah mencatatkan sejarah dengan meraih juara satu di nomor yang sama. “Ini gelar juara yang kedua saya dapat di nomor 10 Kilometer putra Lombok Marathon. Karena pada Lombok Marathon tahun 2016 saya juga berhasil keluar sebagai juara,” ucapnya. Ketua Umum KONI NTB,
H. Andy Hadianto dalam sambutannya mengatakan bahwa Lombok Marathon tahun 2018 berlangsung meriah. Pasalnya event yang berlangsung selama satu hari itu melibatkan 5.000 atlet yang berasal dari 15 Negara dengan mempertandingkan sedikitnya delapan nomor yakni empat nomor putra dan empat nomor putri. Diantaranya 42 Kilometer putra/putri, 21 Kilometer putra/putri, 10 K putra/putri dan 5 K putra/putri. Event yang digelar dengan
(Suara NTB/ist)
HENTIKAN SALAH - Kiper West Brom, Ben Foster sukses menghentikan serangan Liverpool melalui M. Salah. West Brom menyingkirkan Liverpool dengan skor 2-3 pada putaran empat Piala FA di Anfield, Sabtu (27/1).
Hamdan Sayuti dengan catatan waktu 1 jam, 12 menit, 28 detik. Disusul atlet NTB, Imam Mahdin di tempat kedua dengan catatan waktu, 1 jam, 13 menit, 34 detik dan Wiriawan dari Jabar menempati peringkat tiga dengan waktu tempuh 1 jam, 16 menit, 07 detik. Sementara itu juara internasional full marathon 42 Km diraih Elisha Kiprotich dari Kenya dengan catatan waktu 2 jam, 38 menit dan 54, 66 detik, disusul James Karanja asal Kenya di peringkat kedua dengan waktu, 2 jam, 50 menit dan 54,79 detik, serta di peringkat tiga diraih Juani Munir Abu Bakar dari Malaysia dengan waktu 5 jam, 35 menit dan 02,17 detik. (fan)
Alexis Sanchez Disanjung Pemain MU
Klopp Kritik Pertahanan Liverpool Liverpool Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menyatakan keputusan wasit dari video tayangan ulang (VAR) bukanlah penyebab kekalahan timnya atas West Brom dengan skor 23 pada putaran empat Piala FA di Anfield, Sabtu (27/1). Klopp menilai The Reds tersingkir karena penampilan buruk para pemain bertahan dan kurang tajamnya penyelesaian akhir para striker yang membuat mereka harus angka kaki dari Piala FA. Dari pinggir lapangan, Klopp melihat bagaimana Liverpool mampu unggul duluan dari sepakan melambung Roberto Firmino kendati West Brom membalikkan kedudukan lewat dua gol Jay Rodriguez. VAR menjadi rujukan wasit saat menganulir gol Craig Dawson, juga menjadi acuan dalam pemberian hadiah penalti yang gagal dimaksimalkan Firmino. Aksi Dawson berbuah gol bunuh diri West Brom pada akhir babak pertama yang tak mampu dikejar Liverpool setelah hanya menyarangkan satu gol tambahan dari sepakan Mohamed Salah pada babak kedua. “Sudah jelas kesalahan yang kami lakukan dalam situasi seperti ini,” kata Klopp dilansir Express seusai pertandingan. “Gol kedua (West Brom), wow, benar-benar cara bertahan yang buruk dari tim. Itu bukanlah cara untuk bertahan,” kata Klopp. “Kami tidak menggunakan kesempatan penalti kemudian gol ketiga mereka semestinya off-side. Apa yang bisa Anda lakukan?” “Mereka mencoba menyelamatkan, hal yang normal, dan pada akhirnya West Brom pantas menang karena mencetak tiga gol dan kami cuma dua gol. Mereka melakukannya dengan baik dan berjuang dengan semangat. Tapi ini semua adalah kesalahan kami,” katanya. Liverpool yang juga menelan kekalahan atas Swansea pada pekan lalu, akan berburu kemenangan saat melawan Huddersfield di Liga Inggris pada Selasa malam (20/1). (ant/bali post)
melibatkan Event Organizer (EO) dunia lari itu didukung penuh oleh Pemprov NTB dan Pemerintah Kota Mataram. Dimana Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin dan Wali Kota Mataram, H. Akhyar Abduh ikut ambil bagian melepas para peserta Lomba. Wagub NTB melepas peserta lari 42 K dan 21 K putra/putri di Kawasan Wisata Senggigi Lombok Barat (Lobar), sementara Walikota Mataram melepas peserta 10 K dan 5 K putra/putri di Kota Tua Ampenan Mataram. Selain melahirkan juara di nomor 10 K, event itu juga melahirkan juara di beberapa nomor lainnya. Dimana pada nomor lari 21 K putra diraih oleh Sumatera Barat (Sumbar),
(Suara NTB/fan)
TERIMA SK - Ketua Umum Perkemi NTB, Fauzan Husniadi menerima SK Pengukuhan dari Ketua Komisi Etika Hukum dan Kepatuhan PB Perkemi, Abdurrahman Sabara di acara Pelantikan Pengprov Perkemi NTB di Aula SMK Negeri 3 Mataram, Sabtu (27/1).
Fauzan Resmi Pimpin Perkemi NTB Mataram (Suara NTB) Ketua Umum Pengprov Perkemi NTB, Fauzan Husniadi akhirnya dinyatakan resmi memimpin cabang olahraga beladiri persaudaraan kempo setelah resmi dilantik oleh Ketua Komisi Etika Hukum dan Kepatuhan PB Perkemi, Abdurrahman Sabara di Aula SMK Negeri 3 Mataram, Sabtu (27/1). Pelantikan Ketua Perkemi NTB itu disaksikan langsung Wakil Ketua I KONI NTB, H. Suhaimi mewakili Ketua KONI NTB. Kemudian Ketua Komisi Etika Hukum dan Kepatuhan PB Perkemi, Abdurrahman Sabara mewakili Ketua Umum PB Perkemi. Selain itu hadir juga jajaran pengurus Perkemi NTB. Ketua Umum Perkemi NTB, Fauzan Husniadi yang diwawancara Suara NTB mengatakan pelantikan pengurus Perkemi NTB berjalan lancar, meskipun sebelumnya beberapa pengurus melakukan protes atas SK pengukuhan pengurus Perkemi Periode 2018-2022 yang telah dis-
ahkan oleh PB Perkemi. Dengan telah dilantiknya kepengurusan Perkemi NTB yang baru itu Fauzan menghimbau kepada seluruh pengurus untuk menjalankan komitment guna memajukan prestasi olahraga kempo di level nasional. Dalam hal ini apa pun statement pihak di luar pengurus cabor tidak boleh sampai melemahkan kinerja pengurus dalam meningkatkan prestasi olahraga kempo. “ Apapun statement orang di luar pengurus tidak sah. Yang berhak memberikan informasi adalah pengurus Perkemi,” ucapnya. Setelah dinyatakan resmi sebagai ketua Perkemi yang baru, Fauzan langsung menetapkan target untuk cabor kempo. Sebagai cabor unggulan NTB, Fauzan berharap atlet kempo bisa menyubang medali emas di PON 2020. Pasalnya lewat kepemimpinannya dia memasang target satu emas di PON 2020. “Saya belum lihat data atlet keseluruhan. Tapi untuk target emas harus bagi atlet kempo,
karena kempo ini termasuk cabor andalan NTB,” tegasnya. Untuk memantapkan persiapan atlet menghadapi PON 2020, Fauzan mengatakan akan melakukan pemerataan pembinaan atlet di masingmasing kabupaten/kota. Dalam hal ini pihaknya akan melakukan seleksi atlet di masing-masing kabupaten/ kota untuk dipersiapkan menghadapi event nasional. Sehingga sumber daya atlet di kabupaten/kota di NTB merata ketika mengikuti event nasional. Untuk menjaring atlet berprestasi, pihaknya akan menggelar beberapa event regional NTB yang akan digelar tiap tahun. Hasil dari atlet yang terjaring di event itu nantinya akan dilatih secara terpusat atau desentralisasi oleh pihak Perkemi NTB. Selain mempersiapakan atlet dengan baik, pihaknya juga akan mewujudkan NTB untuk menjadi tuan rumah Pra-PON Kempo tahun 2019. Untuk atlet akan terus dia persiapan dan pihaknya juga punya kriteria pelatih Pelatda yakni Lilis dan Muzani. (fan)
Manchester Langsung bermain menawan pada debutnya bersama Manchester United dalam pertandingan Piala FA sehari lalu, membuat Alexis Sanchez dibanjiri pujian oleh rekan-rekan satu tim barunya itu. “Kengototannya dalam ikut mempertahankan daerah pertahanan Manchester United membuat dia istimewa,” kata Ander Herrera dalam laman ESPN. Pada pertandingan babak keempat Piala FA itu, Sanchez menjadi Man of the Match dan mengaransemen dua dari empat gol United ke gawang Yeovil. Pemain Chile ini merancang gol yang dibuat Marcus Rashford dan Herrera sebelum Jesse Lingard dan Romelu Lukaku menciptakan dua gol tambahan pada pertandingan berkesudahan 4-0 itu. Herrera yakin keberanian, kecakapan menyerang dan kerja tim bekas bintang Arsenal telah menjadikan Sanchez asset besar untuk MU. “Yang sangat saya suka dari dia adalah cara dia bertarung saat tim kehilangan bola,” kata Herrera kepada MUTV. “Dia selalu siap menjadi bek pertama untuk tim, dan itu hebat untuk kami.” “Tentu saja kami tahu kualitas dia dalam mengolah bola, dia menakjubkan, tetapi kegigihannya, cara dia bertahan yang menjadikan dia pemain pertama yang bertahan, saya sungguh menyukainya.” Michael Carrick yang kembali menjadi kapten MU sejak September, juga memuji Sanchez. “Dia bagus bukan? Bagus untuk ukuran pemain bertubuh kecil.” “Dia akan menjadi pemain yang berbahaya, dia akan menjadi pemain yang dibutuhkan Manchester United, dan menyenangkan memiliki dia di sini.” “Dia begitu mengasyikan dan begitu dinamis. D i a Alexis Sanchez selalu
berusaha menciptakan peluang, bermain di depan dan penggemar akan nikmat menyaksikan dia, semoga kami akan menikmati bermain bersama dia.” Tak hanya pemain MU, bos tim lawan, pelatih Yeovil Darren Way juga memuji Sanchez yang disebutnya pemain benarbenar kelas dunia. “Merupakan kehormatan besar bagi kami bisa bertanding melawan tim berkualitas yang memiliki pemain sekaliber itu,” kata Way. Jose Mourinho pun tak ketinggalan. Setengah bergurau, ia mengutarakan bahwa Manchester United membeli Alexis Sanchez pada harga murah. Transfer pemain Chile berusia 29 tahun itu sendiri menjadi primadona jendela transfer Januari. Sekalipun Sanchez kini menjadi pemain berbayaran paling tinggi di Liga Premier, Mourinho malah menyatakan MU sebagai pihak yang diuntungkan oleh kehadiran Sanchez. “Dia murah bukan? Transfer bebas, bagus itu,” kata Mourinho kepada wartawan seraya tertawa. “Dengan harga sebesar itu adalah fantastis. Saya kira semua orang di negeri ini akan berpandangan sama. Semua orang sepakat dia pemain yang fantastis dan itu nilai plusnya.” (ant/ bali post)
SUARA NTB
Senin, 29 Januari 2018
Panwaslu Kantongi Nama ASN dan Kades Terlibat Politik Giri Menang (suara NTB) Panwaslu Lombok Barat (Lobar) mengantongi sejumlah nama oknum ASN dan Kepala Desa yang terlibat politik praktis. Padahal pihak Panwaslu telah menegur berkali-kali para oknum ASN dan Kades ini. Akan tetapi oknum tersebut tetap mengulangi perbuatannya. Langkah tegas pun bakal diterapkan Panwaslu dengan melakukan penindakan baik menindak secara pidana dan administratif jika para oknum ini tetap melakukan tindakan melanggar tersebut. Di samping itu Panwaslu mempertanyakan tindaklanjut rekomendasi yang diserahkan ke tim pemantau pilkada pemda yang dinilai kurang gereget. “Kami sudah pegang data sejumlah ASN dan Kades yang bendel terlibat politik, sudah kami ingatkan dan tegur namun tidak diindahkan,”tegas Divisi pengawasan Panwaslu, Abror. Panwaslu menjadikan para oknum ini sebagai bidikan, sebab langkah dan tanggung jawab humanis sendiri tidak lagi mempan. Jika sudah waktunya penindakan masuk masa penetapan calon, pihaknya tidak akan memberikan toleransi ke mereka. Sebab pihaknya me-
negakkan aturan. Untuk menyikapi pelanggaran semacam ini, Panwaslu sudah menyatukan barisan dengan tim Gakkumdu. Pihaknya bersiap-siap menangani masalah pelanggaran dan sengketa. Konteks kewenangan Panwaslu ini banyak masyarakat belum paham, sebab dikira Panwaslu bertugas sendiri namun membentuk tim dengan kejaksaan dan kepolisian. “Ini yang ndak ditahu,” ujarnya. Pihaknya mempertanyakan tindaklanjut rekomendasi yang diberikan ke Komisi ASN melalui tim pemantau pemda dan instansi terkait. Sebab melihat pernyataan dari ketua tim pemantau ASN, Fajar Taufik bahwa belum ada ditemukan ASN yang melanggar. “Padahal sudah ada di depan mejanya itu beberapa ASN yang sudah direkomendasikan oleh Panwaslu, lantas seperti apa tin-
(Suara NTB/her)
(Suara NTB/her)
H. Fajar Taufik
Abror
daklanjutnya itu,”tegasnya mempertanyakan. Informasi yang diperoleh, temuan ini sudah disidangkan namun ia mempertanyakan hasilnya tak disampaikan ke Panwaslu. “Apa bukti tindaklanjut dari KASN ini, harusnya ditembuskan ke kita,”tukasnya. Ia mengingatkan agar jangan sampai tim pemda ini main-main, konteks pengawasan ASN. Ia juga mempertanyakan posisi SK tim pemantau tersebut sebab sudah ada Panwaslu. Artinya apa posisi Panwaslu di sini. Sementara itu, ketua tim pemantau ASN Pemda Lobar, Fajar Taufik menyatakan, tim pemantau dibentuk sesuai dengan perintah Pemerintah Pusat melalui Peratu-
ran Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 61 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemantauan, Pelapolan dan Evaluasi Perkembangan Politik di Daerah.Tak hanya itu, Permendagri itu juga diperkuat dengan surat dari Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Nomor : 270/1870/ POLPUM perihal Pemantauan, Pelaporan dan Evaluasi Perkembangan Politik di Daerah terkait Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018. “Jadi, selain memantau, kita juga harus memberikan laporkan (temuan) ke Kementerian Dalam Negeri. Dan format pelaporannya juga ada dari Kemendagri,” jelas Fajar. (her)
Gejolak Parpol Pengusung
Tak Pengaruhi Dukungan ke Farin-KTM Giri Menang (Suara NTB) – Ketua Tim Pemenangan Nauvar F. Farinduan dan TGH. Muammar Arafat (KTM) (Farin-KTM) Muhazzam Fadli menegaskan, gejolak parpol pengusung, seperti Hanura dan PKPI tidak ada masalah. Hal ini masalah internal tidak ada pengaruhnya terhadap pencalonan Farin-KTM. Gejolak di tubuh Hanura tidak sampai berpengaruh ke level bawah, sebab kader dan simpatisan di bawah tidak ikut bergejolak, bahkan solid dan tetap satu tujuan serta satu rasa untuk Farin-KTM. “Memang sempat berpengaruh terhadap tim relawan dan simpatisan. Namun setelah dijelaskan, bahwa tidak ada persoalan lagi. Bahkan parpol koalisi sudah menggelar pertemuan untuk konsolidasi untuk pemenangan FarinKTM,’’ tegasnya, Sabtu (26/1). Begitu juga soal PKPI, menu-
rutnya tidak ada masalah. Pihak partai, sudah melakukan pencabutan SK dukungan terhadap TGH. Hasanain Juaini dan H. Sulhan Muchlis (Hasan). “SK ke Hasan itu sudah dicabut dan PKPI mengesahkan dukungan ke Farin-KTM,” tegasnya. Sementara, polemik terkait SK dukungan PKPI ke FarinKTM ditindaklanjuti oleh Panwaslu Lobar, Panwaslu berangkat ke Jakarta mengecek kebenaran surat pembatalan SK PKPI yang dikeluarkan sesaat sebelum Farin-KTM mendaftar di KPU. Panwaslu meminta klarifikasi dari pengurus pusat dalam hal ini Dewan Pengurus Nasional (DPN) PKPI, apakah benar mengeluarkan surat pembatalan dan menerbitkan dukungan terhadap paket lain. “Sebab ada yang bilang sah dan tidak sah, kami klarifikasi ke pengurus pusat,” tegas Ketua Panwaslu Lobar, L. Arjuna.
Diakuinya, pihak Panwaslu menerima surat tembusan melalui facsimile terkait pembatalan SK dukungan PKPI terhadap Farin-KTM. (her)
SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081
RUPA-RUPA JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836
Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA
DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700
KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
RUPA-RUPA
LOWONGAN Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.
Halaman 12
Lagi, Komplotan Perampok Ditangkap Selong (Suara NTB) Aparat Polres Lombok Timur (Lotim) kembali meringkus satu lagi pelaku perampokan sadis yang terjadi di Kecamatan Jerowaru beberapa waktu lalu. Pelaku atas nama Muhidin alias Gemuh (21) alamat Pengondang Desa Sakra Kecamatan Sakra merupakan spesialis pencuri rumah warga Dalam menjalankan aksinya, pelaku yang berjumlah enam orang melakukan aksinya pada malam hari. Di rumah sasarannya, para pelaku mendobrak pintu rumah korban kemudian menebas korban dan selanjutnya menanyakan tempat barang berharga milik korban. Sedangkan pelaku lainnya menggeledah isi rumah korban dan mengambil barang berharga milik korban. Tidak puas dari hasil yang didapat di TKP pertama, para pelaku selanjutnya melakukan aksinya dengan cara mencongkel jendela rumah korban di mana saat itu korbannya tidur lelap. Kapolres Lotim, AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH,SIK., menjelaskan, pelaku ditangkap di wilayah Sakra, pada Minggu (27/1) malam. Saat dilakukan pengembangan, pelaku berusaha melepaskan diri dari petugas hingga dilakukan tembakan peringatan ke udara. Lantaran tidak mengindahkan tembakan peringatan tersebut, apar-
HILANG HILANG SERTIFIKAT TANAH HAK MILIK NO.1327 AN. I MADE SWECA ARTHA,SARJANA HUKUM HLG DSKTR MATARAM HILANG STNK R2 HONDA VARIO DR2667CU NOKA/ NOSIN: MH1JBK115HK411504/JBK1E-407740 AN. PT. MITRA BISNIS MADANI HLG DSKTR JL. SURALAGA MENUJU AIKMEL LOTIM HILANG STNK R2 YAMAHA DR5156BJ NOKA/NOSIN: MH32560049K507128/2S6507550 AN. I KADEK DARNADI HILANG DSKTR JL . PENDIDIKAN MATARAM
(Suara NTB/ist)
DIAMANKAN - Tersangka pelaku kriminalitas yang diamankan oleh aparat kepolisian. Pelaku diduga jaringan kelompok pencuri spesialis rumah warga. at kepolisian kemudian melakukan tindakan tegas dengan tembakan lurus ke arah kaki dan menembus betis kanan pelaku. Dari tangan pelaku berhasil diamankan sejumlah barang bukti di antaranya, tiga unit sepeda motor, delapan buah HP, satu buah parang serta beberapa barang bukti lainnya. Menurut Kapolres, pelaku merupakan spesialis curas di wilayah hukum Polres Lotim, tiga rekan pelaku sudah teridentifikasi dan saat ini masih melakukan
pengejaran. Satu rekan pelaku atas nama Disah sudah meninggal, karena tembakan petugas saat dilakukan penangkapan sebelumnya terkait kasus Curas TKP Jerowaru. Sementara satu orang rekan pelaku dan satu orang yang diduga penadah sudah ditangkap sebelumnya, sekarang sedang menjalani proses hukum di Rutan selong. “Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lotim untuk dilakukan pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,”jelasnya. (yon)
RUPA-RUPA
SALON
DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
La Durbin Salon by Lilium :promo gntng Rambut+msker rmbt only 50rb, Facial Free body scrub only 125rb,Promo Eyelash 200rb,Prwtan BB Glow 1 gratis 1. Jl Bung Karno dpn perumahan BPD Pesongoran,Pgutan, hp : 082236507224(Wa Only)
L O R E S P A : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
LOWONGAN
LOWONGAN
SALON
DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram
AMYRALD SALON membutuhkankaryawanyangprofessional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget.gaji1-2jt/bln.Hp085239056182/ jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTURUMAHTANGGA(PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
zPenanggung Jawab: Agus Talino zRedaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani zKoordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar zRedaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul zStaf Redaksi zMataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi zLombok Barat: M.Haeruzzubaidi. zLombok Tengah : Munakir. zLombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. zKLU : Johari. zSumbawa Barat : Heri Andi. zSumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. zDompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. zTim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. zKantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zTarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). zDisplay B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. zDisplay F/C : Rp 35.000/mmk. zIklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. zIklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. zIklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. zAlamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zHarga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. zHarga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 29 Januari 2018
Halaman 13
RUKO - VILA - KOST
500.000
Rp. 995 Jt
SUARA NTB
Senin, 29 Januari 2018
Halaman 14
Hari Bakti Imigrasi Ke-68
Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Terus Berinovasi Mataram (Suara NTB) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram tak mengenal kata berhenti dalam berinovasi. Ragam pelayanan paspor ditingkatkan dengan Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, Inovatif (PASTI) sesuai slogan Kementerian Hukum dan HAM RI. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar menyebutkan, inovasi yang digagas dan diwujudkan tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publik. Inovasi tersebut antara lain, mendekatkan layanan melalui Car Free Day, Pelajar Wisata Kan-
tor Imgrasi, diskusi publik pelayanan paspor bersama mahasiswa, aplikasi android Antrian Paspor, pelayanan walk-in berbasis deteksi wajah dan pelayanan ramah HAM seperti fasilitas bagi difabel. Sementara dalam rangka perayaan Hari Bhakti Imigrasi ke68, Kantor Imigrasi Mataram menyelenggarakan berbagai kegiatan. Di antaranya, bakti sosial tempat ibadah, Imigrasi peduli lingkungan, serta puncak acara Immigration Night Festival yang dimeriahkan dengan rangkaian Fun Bike, lomba baca puisi, lomba stand up comedy, dan pelayanan penggantian paspor. (why/*)
Pengunjung memadati booth pelayanan penggantian paspor Immgration Night Festival.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Dudi Iskandar Bakti sosial di Pura Saraswati, Perumnas Tanjung Karang, Mataram (kiri) dan Ponpes Islahul Muslimin Senteluk Batulayar Lombok Barat
Fun Bike dalam rangka Hari Bakti Imigrasi ke-68
Kakanwil Kemenkumham NTB Sevial Akmily bersama Kakanim Kelas I Mataram Dudi Iskandar saat penanaman pohon di Bukit Pergasingan, Sembalun, Lombok Timur
RADIO
Lomba baca puisi antar- SMA sederajat se-Lombok
RAGAM
SUARA NTB Senin, 29 Januari 2018
UPT Dihapus, Pemprov Bakal Datangi Kemendagri
Penertiban Harus Diikuti Solusi Dari Hal. 1 tentang pariwisata yang ramah, menjadi penyebabnya. Kenyataan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan seluruh pihak terkait di bidang pariwisata. Jika harus ditertibkan, disarankan diikuti dengan solusi. Pengamat pariwisata Drs. I Putu Gede, M.Par., Minggu (28/ 1) mengatakan, sudah saatnya pedagang suvenir asongan di Kuta dilakuan penertiban. Sebab tertib menurutnya, merupakan bagian dari Sapta Pesona. Pemerintah harus menggunakan cara penertiban dengan cara persuasif. ‘’Pendekatan humanis, tidak bisa dengan sewenang-wenang,’’ sarannya. Penertiban yang dilakukan harus memberikan tempat bagi masyarakat di sana untuk berjualan. Atau diberikan lokalisasi yang memudahkan pedagang menjajakan dagangannya. ‘’Harus diberikan tempat bagi pedagang itu, kalau ditertibkan tapi tidak diberi solusi, juga susah,’’ jelas Putu Gede. Pandangan Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram ini, upaya pemaksaan oleh pedagang kepada wisatawan di Pantai Kuta bukan informasi asing baginya. Ia mengamati, itu karena faktor Sumber Daya Manusia (SDM) tentang pariwisata masih sangat minim. “Mereka (pedagang suvenir) hanya memikirkan dapat uang, tapi tidak berpikir ke depan, supaya bagaimana membuat daerah kita terus dikunjungi. Karena kualitas SDM sangat rendah. Itu PR kita semua,” ujar Putu Gede. Ia menambahkan, kenyataan itu menjadi pekerjaan pemerintah dalam memberdayakan pedagang suvenir. Terutama pada penekanan bahwa pariwisata berbeda dengan industri lain. Pariwisata merupakan industri keramahtamahan, murah senyum, dan tidak memaksanakan kehendak. “Itulah yang perlu dibangun,” ujarnya. Peningkatan SDM adalah langkah penting ke depan yang perlu dilakukan pemerintah khususnya untuk warga di lingkar wisata. Putu Gede menyarankan dapat dilakukan melalui sosialiasasi, pelatihan, dan bimbingan teknis. Pola itu harus menyasar
masyarakat di daerah Kuta atau sekitar penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Jangan sampai menurutnya diskriminasi, peningkatan SDM dilakukan bagi masyarakat di luar Kuta. Sepengetahuannya, banyak pedagang suvenir yang datang merupakan masyarakat di luar Kuta, harus jadi atensi juga. Putu Gede menegaskan, saat ini merupakan era kepariwisataan. Pemerintah harus menyadari semua pengembangan kemasyarakatan berbasis pariwisata. Jangan sampai pariwasata hanya menjadi slogan saja.
Mataram (Suara NTB) Pemprov NTB bakal mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kaitan dengan rekomendasi penghapusan dan penggabungan (merger) belasan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas/Badan pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemendagri merekomendasikan penghapusan sembilan UPT dan penggabungan lima UPT pada sejumlah OPD lingkup Pemprov NTB. Kepala Biro Organisasi Setda NTB, H. Yusron Hadi, ST, MUM mengatakan beberapa OPD terkait telah diminta untuk membuat kajian yang lebih detail jika ingin mempertahankan UPT yang direkomendasikan dimerger dan dihapus. Selanjutnya hasil kajian tersebut akan disampaikan Kemendagri. ‘’OPD dikasi seminggu melakukan kajian. Kita nunggu mereka menyelesaikan telaahan detailnya
Dewan Desak Segera Atasi Kekhawatiran aktivitas pedagang asongan di wilayah Mandalika juga mengundang anggota DPRD NTB. Jika tidak segera dicarikan solusi, maka berpotensi merusak citra industri pariwisata NTB. ‘’Hal ini tentu sangat kita sayangkan masih terjadi sampai sekarang, karena ini sudah lama ini berlangsung. Kalau tidak kita benahi dengan segera, tentu kita khawatirkan akan berdampak bagi turunnya kunjungan wisatawan ke daerah itu,” ungkap Sekretaris Komisi II, Yek Agil pada Suara NTB, Minggu (28/1) kemarin. Yek Agil di komisi yang membidangi pariwisata ini mendorong langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah, pertama perlunya dibangun kesadaran masyarakat dalam bentuk gerakan peduli wisata Kuta. “Nah program ini tidak hanya sebatas gerakan seremonial semata. Tapi harus mampu menghimpun semua steksholder yang terkait dan dengan kesadaran tinggi untuk berbuat semampunya bagi kemajuan pariwisata,’’ jelas politisi PKS ini. Lanjutnya, khusus masalah pedagang asongan perlu diberikan pengertian, bahwa aktivitas mereka sangat meresahkan wisatawan. Jika tidak berubah, justru akan merugikan pariwisata Kuta, umumnya Lombok. (ron/ndi)
Dari Hal. 1
kaitan dengan UPT itu. Setelah itu kita akan upayakan bertemu dengan pihak Kemendagri,” kata Yusron ketika dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (28/1) siang. Awal pekan lalu, Biro Organisasi menggelar rapat koordinasi dengan seluruh OPD lingkup Pemprov NTB untuk menyampaikan hasil evaluasi terhadap keberadaan 88 UPT yang ada di dinas maupun badan. Pada pertemuan tersebut, ada OPD yang meminta supaya UPT tetap dipertahankan, jangan dihapus. Sebelum hasil evaluasi Kemendagri tersebut keluar, terlebih dahulu dilakukan kajian oleh masing-masing OPD terkait. ‘’Jadi, semua yang kita sampaikan (ke Kemendagri) adalah kajian teknis yang dipersyaratkan oleh Permendagri No. 12 Tahun 2017. Bahan-bahan semua kajian itu dari OPD,’’ terang Yusron. Meskipun sudah keluar rekomendasi Kemendagri, Yusron
mengatakan masih ada ruang untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat. Sehingga, pascapertemuan pekan lalu, OPD diminta membuat telaahan yang detail mengenai UPT yang terancam dimerger dan dihapus tersebut. ‘’Makanya kita berikan kesempatan kepada SKPD untuk membuat telaahan yang betul-betul bagus, yang bisa kita pertahankan bahwa UPT itu kita butuhkan. Kemudian, di dalam kajian ada tupoksi dan peran yang diemban oleh UPT termasuk juga struktur kelembagaan yang ada di perangkat daerah,’’ ucapnya. Jangan sampai, kata Yusron terjadi tumpang tindih atau kesamaan fungsi UPT dengan bidang-bidang teknis di perangkat daerah. ‘’Makanya saya minta supaya dilakukan kajian yang sungguh-sungguh. Kalau masih dibutuhkan kita upayakan (dipertahankan). Karena kita masukkan hal-hal baru kita
sampaikan, memberi pandangan baru kepada Kemendagri. Setelah semua kita terima. Segera kita minta waktu ke Kemendagri,’’ tandasnya. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merekomendasikan 14 Unit Pelaksana Teknis Dinas/Badan (UPTD/UPTB) lingkup Pemprov NTB dimerger dan dihapus. Terdiri dari 5 UPTD/UPTB yang diminta untuk digabung (merger) dan 9 UPTD/UPTB yang diminta untuk dihapus karena merupakan kewenangan pemerintah pusat. Merger dan penghapusan UPT ini berpengaruh terhadap puluhan pejabat struktuktural eselon III dan IV. Sekitar 56 pejabat eselon III dan IV terancam kehilangan jabatan akibat merger dan penghapusan 14 UPT tersebut. Kemendagri merekomendasikan penghapusan dan penggabungan (merger) sebanyak 14 UPTD/ UPTB lingkup Pemprov NTB.
Rekomendasi tersebut keluar setelah dilakukan evaluasi terhadap keberadaan UPT yang ada oleh Kemendagri pada akhir 2017 lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 5 UPTD/UPTB yang direkomendasikan untuk dimerger. Di antaranya, Balai Latihan Kerja dengan Balai Latihan Masyarakat dan Transmigrasi. Kemudian Balai Hyperkes dengan Balai Pengawasan Ketenagakerjaan. Selain itu, Balai Perlundungan Tanaman Perkebunan dengan Balai Perlindungan Tanaman Pertanian. Sedangkan yang direkomendasikan untuk dihapus karena merupakan kewenangan pusat sebanyak 9 UPT. Di antaranya, BalaiInformasiInfrastrukturWilayah. Kemudian Akademi Keperawatan (Akper) Selong yang berada di Sakra Lombok Timur. Kemudian ada juga Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) yang telah beralih status menjadi Rumah Sakit Mata NTB. (nas)
Pemda Lobar Jamin Tender Proyek Bebas Politisasi Giri Menang (Suara NTB) Terkait adanya sinyalemen tender proyek yang berpotensi dipolitisasi pada tahun Pilkada ini, pemda menjamin tender tidak bakal dipolitisasi. Pasalnya semua pihak sudah mengetahui aturan tender saat ini begitu terbuka, namun demikian pemda bakal melakukan pengawasan berlapis agar tidak ada celah melakukan itu. Kabag AP dan ULP Setda Lobar, Heri Ramadan menyatakan, semua pihak sudah mengetahui dan memahami aturan terkait tender proyek ini baik mekansime tender dan larangan bagi pihak terkait yang menyalahgunakan APBD untuk kepentingan politik memiliki sanksi berat. “Jangan ada kekhawatiran,, kami menjamin tender bebas politisasi, sebab aturan main tidak ada celah
untuk itu. Saya fikir semua pihak memahami dan mengetahui itu,” tegas Heri. Dengan aturan sekarang jelasnya, tender tidak bisa diatur sehingga tidak bisa diarahkan untuk politisasi. Proses tender baik tender dan PL tidak akan dipolitisasi, sebab jaminannya dengan memastikan proses tender berjalan sesuai aturan. Ketika dilaksanakan sesuai aturan, maka tidak ada celah bagi oknum melakukan pengaturan dan intervensi. Hal inilah cara pemda memastikan tender tak dipolitisiasi, jika ditemukan ada yang tak sesuai aturan maka bakal didalami, sebab pasti ada indikasi intervensi dari pihak tertentu untuk memainkan tender. Termasuk kekhawatiran bupati bakal dijabat Plt akan mengarahkan tender ke pihak tertentu, menurutnya hal ini tak akan terja-
di, sebab Plt yang ditunjuk tentu yang tak berafiliasi terhadap kandidat tertentu sehingga membelokkkan tender ke pihak tertentu. Menurutnya titik yang paling rawan adalah eksekusi tender, meskipun proses pembahasan telah final di APBD di saat dijabat bupati saat ini. Diakui perencanaan memang sudah selesai, namun titik rawan saat tahap eksekusi penentuan siapa yang dimenangkan. “Orang khawatirkan saat tahap eksekusi tender itu, sebab saat tahap ini ditentukan siapa pemenang. Itu yang kami awasi,” tegasnya. Ia menambahkan jumlah paket tender proyek tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya mengupayakan agar tender lebih cepat dimulai, supaya tidak terjadi keterlambatan, sehingga bisa dian-
Jangan ’’Matikan’’ Petani Dari Hal. 1 Seperti NTB kan daerah yang surplus. Saya kira intinya di situ,’’ kata Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D ketika dikonfirmasi di Mataram akhir pekan kemarin. Mengenai rencana Pemprov yang akan bersurat ke pemerintah pusat mengenai penolakan beras impor masuk NTB. Sekda mengatakan dirinya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disbun) NTB, Ir. Husnul Fauzi, MM. Meskipun Pemprov belum bersurat secara resmi, kata Sekda, intinya menekankan bahwa ketersedian stok
Lombok Marathon Diwarnai Aksi Protes Namun, pihak panitia di garis finish tidak berani memutuskan. Akibatnya, aksi protes dari ratusan peserta pun tidak bisa dikendalikan. Mereka langsung melaporkan persoalan tersebut kepada Kapolda NTB, dan Ketua Umum KONI NTB yang saat itu hadir di tempat acara pengalungan medali. Kapolda pun langsung mengingatkan panitia untuk menyelesaikan masalah yang menjadi keluhan peserta. Di tempat yang sama, Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto juga mengambil sikap tegas dan meminta semua atlet yang masuk finish untuk segera berbaris di tempat pengalungan medali. ‘’Saya Ketua Umum KONI NTB. Saya minta peserta yang sudah memiliki tali finisher untuk berbaris dan kami akan menyerahkan hadiah uang pembinaan dan medali,’’ ujarnya. Pada kesempatan itu, Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto tidak saja memberikan uang pembinaan dan medali untuk para peserta juara. Namun peserta yang sebelumnyamelakukanprotesjuga diberikan medali, khususnya peserta finisher yang
Halaman 15
sempat melakukan protes dan dianggap masuk finish tepat waktu juga dihadiahi medali. Setelah mendapatkan medali, ketegangan perlahan mulai reda dan pengalungan medali akhirnya berjalan lancar. Para peserta finisher akhirnya mendapatkan medali yang diinginkan. Di tempat yang sama Kapolda NTB juga mengingatkan panitia untuk menyelesaikan semua keinginan peserta lomba. Sementara itu Ketua Panitia Lombok Marathon yang dikonfirmasi tidak bisa dihubungi. Namun demikian seorang anggota panitia, Subagio menjelaskan bahwa kronologis protes peserta di event itu, lebih dikarenakan kurang komunikasi saja. Ia menegaskan, pihak panitia sudah menyiapkan 500 medali untuk finisher, namun penyerahan medali finisher akan dilakukan setelah event selesai. Namun sayangnya sebagian peserta tidak sabar dan melakukan aksi protes. Hingga akhirnya pihak panitia pun mengalungkan medali untuk semua finiser. (fan)
pangan khususnya beras di NTB sangat mencukup dalam beberapa bulan ke depan. Kalaupun maksud pemerintah pusat mengimpor beras sebagai penyangga harga. Tapi tidak serta merta beras impor itu dikirim ke seluruh daerah di Indonesia. ‘’PadahalNTBdandaerah-daerah lain cukup berasnya bahkan surplus. Rohnya di situ. Belum ada surat kita kirim. Tapi yang kita inginkanjangansampaiberasitumasuk NTB,’’ tandasnya. Penolakan masuknya beras impor ke NTB dengan alasan pada Januari hingga Maret mendatang memasuki musim panen yang jumlahnya
diperkirakan hampir mencapai satu juta ton gabah kering giling setara 500 ribu ton lebih beras. Mulai Januari ini sudah ada panen padi di sejumlah daerah di NTB. Luas areal panen pada Januari ini sekitar 8.000 – 9.000 hektare. Kemudian pada bulan Februari sekitar Februari 45 ribu hektare dan Maret - April mencapai 100 - 200 ribu hektare. Dengan jumlah produksi hampir satu juta ton GKG atau setara 500 ribu ton beras. Selain itu, stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini sebanyak 25 ribu ton. Jumlah tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di NTB selama lima bulan ke depan. (nas)
Gubernur Masuk Lima Besar Bakal Cawapres Potensial Pilpres 2019 Dari Hal. 1 TGB selama ini sebatas melaksanakan aktivitas, menjalankan tugas, menjadi pembicara dan menghadiri undangan sebagai pembicara, pengajian dan lainnya. ‘’Tapi kemudian tanpa pernah ada yang mensetting, mendorong dan lain sebagainya. Tapi tibatiba masuk top five sebagai calon pemimpin nasional. Saya rasa ini adalah hal kami apresiasi, kami bangga dengan hal itu,” katanya. Jika melihat tren di media sosial, kata Ikroman, semua orang yang mengetahui figur TGB, sekitar 99 persen memberikan komentar yang positif. Isi dari komentarkomentar yang ada berupa doa dan harapan agar TGB dapat menjadi pemimpin nasional. Relawan-relawan yang secara
mandiri terbentuk saya rasa itu dijadikan motivasi, bergerak secara pribadi. Mereka ini memperjuangkan harapan, cita-cita tanpa pernah ada konsolidasi. Memdeklarasikann diri sebagai relawan dan menyuarakan cita-citanya terkait dengan TGB jadi pemimpin nasional. Ikroman mengatakan saat ini sudah banyak relawan-relawan TGB di Indonesia. Sedikitnya ada 10 jaringan relawan TGB secara nasional. Keberadaan relawan TGB tersebut juga diorganisir secara sendiri-sendiri. ‘’Kalau kita lihat tren ini cukup luar biasa. Karena tanpa gerakan, seperti tokoh politik yang lain. Kita berhitung belum apaapa. Kalau yang lain-lain itu sudah luar biasa yang dilakukan. Kalau kita hanya mengha-
diri undangan,” katanya. Menurut Ikroman, hasil survei ini menjadi pertanda baik. Hal ini membuktikan bahwa TGB memiliki potensi yang besar sebagai pemimpin nasional. ‘’Ini menjadi cambuk kita untuk terus bekerja dan mengorganisir diri. Mungkin selama ini tak pernah saling kontak. Maka kita akan saling kontak, apalagi dengan hasil survei ini,” imbuhnya. Sosok TGB, katanya, dapat diterima semua kalangan. Baik kalangan umat Islam maupun organisasi lintas agama. ‘’TGB diterima di semua kelompok umat Islam, seperti di Jawa, NU, Muhammadiyah, Hidayatullah. Kemudian komunitas lintas agama juga sama. Kunjungan selama ini sifatnya kita diundang,” tandasnya. (nas)
tisipasi pemotongan DAU dan DAK yang terlambat dieksekusi. Sebab jika tidak bisa dieksekusi hingga bulan Agustus maka dana ditarik pusat lagi. Hal ini merugikan daerah. Termasuk tahun lalu sebanyak Rp 2 miliar ditarik pusat. Pihaknya juga memastikan kesiapan lah-
an dulu sebelum memulai tender, sebab jangan sampai tender sudah selesai bahkan sudah kontrak namun lahan belum bermasalah karena belum siap. “Kita tidak berani membangun di lahan bermasalah, siapa tahu itu dikuasai orang lain kan salah kita,”tegas Heri. (her)
Di-’’deadline’’ hingga 28 Mei Dari Hal. 1 paling lambat 28 Mei mendatang. ‘’Kami belum terima berkasnya sampai sekarang. Tapi hasil rapat koordinasi dengan KPU kemarin bahwa mereka diberikan kesempatan terakhir sampai 28 Mei untuk penyerahan surat keputusan pemberhentian,’’ kata Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (28/1) siang. Meskipun penetapan pasangan calon kepala daerah pada 12 Februari mendatang. Namun anggota dewan yang maju dalam Pilkada masih diberikan kesempatan hingga 28 Mei untuk menyerahkan SK pengunduran diri atau pemberhentian dari anggota DPRD NTB. ‘’Itu berdasarkan Rakor kami dengan KPU,’’ ujarnya. Mekanisme usulan pengunduran diri anggota dewan yang maju dalam Pilkada. Yakni,
anggota dewan bersangkutan mengajukan ke Sekretaris Dewan (Sekwan). Sekwan kemudian mengajukannya untuk ditandatangani oleh Ketua DPRD. Setelah itu diajukan ke Mendagri melalui gubernur. Wirajaya menjelaskan berdasarkan hasil koordinasi dengan Sekwan DPRD NTB, SK pengunduran kelima anggota DPRD itu sedang dalam proses. “Prosesnya dari Sekwan ke Ketua Dewan. Ketua Dewan kemudian ke Mendagri melalui Gubernur. Kita di Biro Pemerintahan menunggu proses itu,” tandasnya. Kelima anggota DPRD NTB yang maju dalam Pilkada antara lain Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M.Comm. Kemudian, Wakil Ketua Komisi I DPRD NTB, H. Rumaksi SJ, SH. Serta tiga anggota DPRD lainnya seperti TGH. Muammar Arafat, H. Machsun Ridwainy dan TGH. Khudori Ibrahim. (nas)
Disparbud Loteng Mengaku Kesulitan Dari Hal. 1 Itu diakui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H.L. Putria, kepada Suara NTB, Minggu (28/1) kemarin. ‘’Kalau pelatihan sudah sering kali kita berikan kepada para pedagang asongan tersebut. Tentang bagaimana tata cara berjualan di kawasan wisata. Sementara sosialisasi hampir setiap hari kita lakukan,’’ ungkapnya. Hanya saja, masih ada saja para pedagang asongan yang membandel. Tapi lambat laun ia yakin, dengan proses pembinaan yang intens, kesadaran para pedagang akan semakin membaik. Karena persoalan sesungguhnya terletak pada kualitas SDM. Kalau pemahanan sudah baik, tentunya prilaku berjualan yang kurang baik dari para pedagang asongan tersebut perlahan akan berkurang. ‘’Membina kualitas SDM masyarakat memang bukan perkara mudah. Butuh proses serta waktu yang terkadang tidak cepat,’’ imbuhnya.
Apalagi ini berkaitan erat dengan urusan ekonomi. Maka butuh dukungan dan kerjasama dengan semua elemen di daerah ini. Tidak bisa hanya dengan mengandalkan pemerintah daerah atau pihak ITDC dalam hal ini. Semua pihaknya harus ikut terlibat. Memberi pemahanan tentang bagaimana cara berjualan yang baik dikawasan wisata. ‘’Selain pembinaan, para pedagang asongan ini butuh fasilitas yang memadai bagi tempat mereka untuk berjualan. Dan, langkah pihak ITDC dengan membangun ratusan lapak bagi para pedagang asongan tersebut pada tahun ini merupakan langkah yang sangat tepat,’’ tandasnya. Menurutnya, keberadaan lapak itu nantinya bisa menjadi salah satu solusi dalam menjawab persoalan pedagang asongan tersebut. Karena nantinya, para pedagang asongan bakal terkonsentrasi disatu lokasi. Sehingga ketika ada pedagang yang berjualan diluar area yang ada, bisa dengan cepat ditertibkan. (kir)
Ketika Wisatawan Terganggu Pedagang Asong di Mandalika Dari Hal. 1 Dia yang baru tiga hari berlibur di pesisir selatan Lombok itu dengan santai menolak tawaran para pedagang. Inaq Us dan dua bocah pantang menyerah. Merayurayu sedikit memelas dengan kosakata marketing yang terbatas, mereka tetap menempel ketat Fen. Fen menyembunyikan rasa risihnya dengan sesekali memainkan ponsel pintarnya. Ia seperti terlihat tetap santai. Selesai memotret papan nama Kuta Mandalika di bukit batu dalam kawasan itu, dia lalu menempelkan ponsel di telinga. Fen yang berperawakan tinggi itu menelepon istrinya yang tak jauh dari sana untuk bergabung kembali berjalan menikmati pantai. ‘’Ya yang namanya orang berdagang tidak bisa dilarang, ‘’ kata Fen menjawab obrolan tim Lipsus Suara NTB. ‘’Di tempat (wisata) lain (di luar NTB), gak ada yang begini. Kalau kita sudah bilang tidak mau ya sudah pergi mereka,’’ imbuhnya dengan logat khas Papua. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng yang berkesempatan berkunjung ke kawasan yang menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata potensial di Indonesia itu, mengeluhkan hal yang sama.
Sugeng memuji potensi sumber daya alam NTB yang sungguh luar biasa. Salah satu potensi besar itu katanya ada di KEK Mandalika. Sabtu (27/1) pagi, Sugeng berkesempatan mengunjungi KEK Mandalika. Ia kemudian membandingkan KEK Mandalika dengan kawasan-kawasan pariwisata yang pernah dikunjungi di berbagai daerah di Indonesia. ‘’KEK Mandalika potensinya tak kalah jauh bila di bandingkan dengan potensi alam di Indonesia,’’ pujinya. Namun ia memberi cacatan bahwa di KEK Mandalika, ia melihat satu persoalan yang harus selesaikan segera dan itu butuh proses. Persoalan yang dimaksud Sugeng adalah, bagaimana menertibkan para pedagang asongan, termasuk anak-anak kecil yang menawarkan jasa dengan cara agak memaksa. ‘’ Itu membuat orang yang datang (berwisata ke sana) menjadi tak nyaman. Karena itu, masyarakat harus terus diedukasi,’’ katanya mengingatkan. Terganggunya Fen dan juga Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng adalah sebagian kecil dari banyaknya keluhan serupa dilontarkan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Mandalika. Wisatawan merasa tak nyaman dengan cara pedagang menawar-
kan souvenir dengan cara memaksa. Sadar Dikeluhkan Wisatawan Jangkauan pasar Inaq Us yang bermukin di Sade, Pujut, Lombok Tengah hanya seputaran kawasan Mandalika. Dia saban hari berangkat ke Kuta pukul 10.00 Wita. Inaq Us mengaku harus berpacu dengan penjaja-penjaja lainnya. ‘’Kalau tidak kejarkejar, mana bisa kita dapat. Kalau kita diam saja, mana mau mereka belanja,’’ kata dia. Saumin (41), penjaja tenun lainnya asal Rembitan, Pujut pun mengakui hal serupa. Tapi dia menolak untuk mengikuti cara mengejar-ngejar calon pembeli. ‘’Awalnya saya ke sini juga saya kaget. Kok begini caranya (mengejar pembeli)? Tapi saya lebih baik tidak ikut maksa. Takut nanti tamu komplain,’’ ujar penenun songket Rembitan itu. Menghindari komplain tersebut menurutnya untuk menjaga citra kawasan Mandalika. Satu-satunya tempat yang bagi Saumin adalah ladang mencari penghidupan. ‘’Bagi saya ini satu-satunya tempat harapan kami untuk mencari penghidupan. Kalau tamu komplain ndak mau
lagi mereka datang ke sini,’’ ujarnya sambil berlalu ke tepi pantai di mana Fen masih dikerubungi tiga penjaja. Sebagian pedagang memang sudah mendapat kabar akan ada penempatan di lapak khusus, disediakan pengelola KEK Mandalika. Beberapa waktu lalu, mereka menyerahkan fotocopy KTP dan KK ke petugas yang diyakini Inaq Us dkk utusan dari ITDC. ‘’Mbe sak solah aneh, saq penting tetep te bau bedagang (mana baiknya, yang penting saya tetap bisa berjualan),’’ ujar Inaq Us. Dispar Siapkan Solusi Keberadaan pedagang asongan di Pantai Kuta dan beberapa pantai lainnya di Mandalika kerap dikeluhkan wisatawan. Tidak jarang, pedagang memaksa wisatawan untuk membeli. Ini membuat wisatawan merasa kurang nyaman. Dinas Pariwisata Provinsi NTB bersama Pemda Lombok Tengah telah merancang jalan keluar untuk membuat pedagang tidak lagi berjualan di pantai. Salah satunya dengan membuat pojok UMKM (Usaha Mikro Kecil Menangah) yang nantinya dapat digunakan berjualan oleh para pedagang. Tentu saja ini membutuhkan waktu hingga pembangunan pojok UMKM itu
rampung dikerjakan. ‘’Kita berharap dengan adanya pojok UMKM ini, pedagang tidak lagi mengejar wisatawan untuk membeli. Tetapi mereka ini yang didatangi oleh wisatawan. Ini kan jadinya sama-sama nyaman,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos.,M.Si belum lama ini. Pedagang asongan ini memang masih menjadi persoalan yang harus diatasi. Apalagi KEK Mandalika masih menjadi salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia. Sehingga kualitasnya paling tidak harus sama dengan destinasi wisata prioritas lainnya. Keberadaan pojok UMKM ini sangat didukung oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Sebab Mandalika merupakan salah satu destinasi wisata prioritas yang masuk dalam daftar promosi BPPD. Selain soal keamanan dan kebersihan, keberadaan pedagang asongan ini juga perlu diperhatikan. ‘’Itu bisa saja membuat wisatawan merasa kurang nyaman. Karena pedagang ini mengikuti ke mana wisatawan pergi. Wisatawan kan mau nikmati keindahan alam, kalau begitu kan jadi terganggu. Jadi keberadaan UMKM Corner ini
sangat baik untuk pada pedagang,’’ ujarnya. Pemerintah akan membuat setidaknya 300 unit bangunan untuk pojok UMKM. Pemda sudah menyiapkan lahan seluas 1,3 hektar untuk menjadi tempat pembangunan ratusan unit bangunan itu. Sehingga diharapan di masa mendatang tidak ada lagi pedagang asongan yang berjualan di pinggir pantai kawasan Mandalika. ‘’Kami sudah siapakan lahan setidaknya 1,3 hektar untuk membangun UMKM Corner (pojok UMKM) di kawasan Mandalika. Ini merupakan salah satu upaya kami agar para pedagang (asongan) memiliki tempat berjualan tetap, jadi tidak berkeliling lagi,” kata Faozal. Ia mengatakan, nantinya masyarakat yang dapat menyewa dengan harga yang relatif murah. Setiap bangunan akan dipasangkan tarif hingga Rp 2 juta. Ini dapat dicicil setiap bulannya, sehingga para pedagang merasa lebih ringan. Ini juga akan meningkatkan pendapatan para pedagang, karena akan didatangkan sejumlah wisatawan yang berkunjung. ‘’Mereka bisa menyicil dari harga Rp 2 juta itu. Mereka bisa punya tempat kan tidak perlu khawatir kehujanan
atau kepanasan kalau sedang jualan,’’ ujarnya. Jadi Atensi Menteri Sebelumnya, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan bahwa para pedagang asongan itu harus diberikan wadah. Sehingga tidak lagi mengejar-ngejar wisatawan atau calon pembelinya. Dengan adanya pusat UMKM, diharapkan dapat membuat wisatawan merasa lebih nyaman. Selain itu, para pedagang juga memiliki tempat untuk berjualan tetap setiap hari. Sebab selama ini banyak pedagang asongan yang terkesan mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang. Menurutnya, pembuatan pusat UMKM ini bisa memberikan dampak yang baik bagi pedagang, seperti semakin bertambah omzet penjualannya. Selain itu, kondisi di pantai juga bisa lebih bersih dari sebelumnya. Arief menilai bahwa peningkatan kualitas SDM di Mandalika memang sangat perlu dilakukan. Sehingga wisatawan merasa senang karena mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Selain itu, ia juga melihat perlu adanya manajemen yang teratur dalam mengelola destinasi atau produk pariwisata. (why/ars/lin)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 29 Januari 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257