HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SABTU, 7 APRIL 2018
SUARA NTB Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 32 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj di Lembar
Kampanye Dialogis di Labulia Loteng
Ali BD : Akan Menjadi Amaq Asrul: Bulan Rajab, Bulan Gubernurnya Rakyat Ilmu Pengetahuan SEBAGIAN besar ahli tafsir menetapkan bulan Rajab ini sebagai bulan tempat dilakukannya salah satu peristiwa dahsyat Rasulullah SAW. Yakni melakukan Isra’ dan Mi’raj. Tepatnya pada tanggal 27 Rajab. Bulan Rajab ini merupakan bulan ilmu pengetahuan. Dimana banyak yang bisa diambil pelajaran dari prosesi perjalanan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, Bulan Rajab ini juga sebagai bulan tempat menguatkan keimanan kepada Allah dan Rasulullah. Demikian pandangan Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan alias Amaq Asrul saat mengisi pengajian di Masjid Baital Hamdi, Gunung Gundil ,Desa Jembatan Kembar, Lembar Kabupaten Lombok, Rabu malam lalu. Bersambung ke hal 15
CALON Gubernur NTB Dr. H. Moch Ali Dachlan, melanjutkan kegiatan kampanye dialogisnya di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Kabupatem Lombok Tengah (Loteng). Calon Gubernur Independen, Non Partai dan Non Blok ini menjawab sejumlah pertanyaan warga. Diantara pertanyaan warga Labulia ini adalah soal krisis air bersih yang dialami. Penjelasan warga, saat musim kemarau tidak ada air. Belum ada Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang masuk. Air sumur hanya terisi saat musim hujan. Kemarau datang, sumur mengering. Menjawab pertanyaan tersebut, Amaq Asrul mengatakan
masalah air bersih di Labulia ini perhatian bagi gubernur. Katanya, air bersih nomor satu di Labulia. Ali BD mempersilakan warga Labulia datang menemui dirinya jika menampuk amanah sebagai gubernur dari Allah SWT. Masalah air bersih Labulia akan dikoordinasikan dengan bupati untuk penyelesaiannya. Jika masalahnya tidak ada uang, maka siap akan diberikan uang. ‘’Kalau tidak ada duit, kita kasih duit,’’ paparnya. Sebagai calon gubernur dari jalur independen, Ali BD akan menjadi gubernurnya rakyat. Bukan gubernur partai. Bersambung ke hal 15
CALON INDEPENDEN, NON PARTAI DAN NON BLOK
Masuki Triwulan II, Realisasi DAK Fisik di NTB Masih Nol Persen
Mataram (Suara NTB) – Memasuki triwulan II, realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik di NTB masih nol persen. Seharusnya, pada akhir triwulan I atau Maret lalu, sudah ada DAK Fisik yang ditransfer ke masing-masing Pemda di NTB.
TO K O H Jangan Hambat DD PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mentransfer dana desa (DD) tahap I ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada delapan Pemda Kabupaten di NTB sebesar Rp 196 miliar. Namun, masih banyak desa yang belum memperoleh DD tahap I tersebut. ‘’Saya berharap tidak ada niat Pemda untuk menghambat. Karena dari informasi yang saya himpun memang beberapa Pemda itu akhirnya dia sangat hati-hati mentransfer uangnya ke Rekening Kas Desa karena Bersambung ke hal 15
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc.IB, MBA., mengatakan biasanya Pemda akan mengatakan belum adanya realisasi DAK Fisik ini lantaran persoalan juklak dan juknis dari kementerian/lembaga yang
terlambat. “Memang ini selalu kita tanyakan kepada Pemda biasanya konteksnya Juknis, selalu Juknis. Kenapa sampai April belum cair, baru minggu depan akan cair. Kemungkinan hambatannya biasanya juknis,” katanya ketika dikonfirmasi di
Mataram, Jumat (6/4) siang. Ia mengatakan dana DAK Fisik dari pemerintah pusat atau Kementerian Keuangan sudah tersedia. Bahkan, anggaran DAK Fisik tersebut sudah siap disalurkan ke masing-maisng Pemda. Namun, akibat persyaratan belum
dipenuhi maka hingga awal April ini, Kemenkeu belum mentransfernya ke daerah. “Sebenarnya penyaluran DAK Fisik itu untuk tahap I Maret biasanya,” terangnya. Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mataram, Adnan Wimbyarto mengatakan dari 11 entitas pemerintahan di NTB, baru Pemprov dan Lombok Barat (Lobar) yang akan mengajukan pencairan DAK Fisik tahap I. Jika Pemda sudah
menyiapkan persyaratan untuk pencairan DAK Fisik tahap I, kata Wimbyarto, maka pada pekan depan sudah dapat ditransfer ke pemeirntah daerah, terutama Pemprov dan Lobar. “Yang sudah siap provinsi dan Lombok Barat,” katanya. Ditanya apa saja persyaratan-persyaratan yang belum dipenuhi Pemda untuk pencairan DAK Fisik triwulan I. Wimbyarto mengatakan belum mengecek satu per satu. Bersambung ke hal 15
Firli Dilantik sebagai
Deputi Bidang Penindakan KPK
(Suara NTB/dok)
KO M E N TTAA R Tahun Pembenahan PT. Angkasa Pura (AP) I tahun ini bakal mengelontorkan dana hingga Rp580 miliar. Dana tersebut, akan digunakan untuk membenahi Lombok International Airport (LIA). Mulai dari program penataan terminal lama hingga untuk membiayai pembangunan terminal yang baru. Demikian diungkapkan General Manager PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, kepada Suara NTB, Jumat (6/4). Dikatakannya, tahun ini merupakan tahun pembenahan besarbesaran di LIA. Karena banyak pengerjaan fisik yang dilaksanakan pada tahun ini. Bersambung ke hal 15
Jakarta (Suara NTB) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melantik dua pejabat baru, yakni Deputi Bidang Penindakan dan Direktur Penuntutan di gedung penunjang, gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/4). Deputi Bidang Penindakan KPK dijabat oleh Brigjen Pol Firli yang sebelumnya adalah Kapolda NTB. Sedangkan Direktur Penuntutan dijabat oleh Supardi. Dalam acara pelantikan yang dipimpin Ketua KPK Agus Rahardjo itu, Firli dan Supardi mengucapkan sumpah jabatan. Selanjutnya, Firli dan Supardi pun mengucapkan Pakta Integritas dalam acara pelantikan tersebut. ‘’Pertama, bersedia mematuhi dan melaksanakan secara sungguh-sungguh ketentuan perundang-undangan dan kode etik pegawai KPK. Bersambung ke hal 15 (ant/Bali Post)
BERJABAT TANGAN - Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) berjabat tangan dengan Deputi Penindakan KPK Brigjen Pol Firli (kiri) dan Direktur Penuntutan Supardi seusai pelantikan di gedung KPK Jakarta, Jumat (6/4). Brigjen Pol Firli yang sebelumnya menjabat Kapolda NTB resmi menjadi Deputi Penindakan KPK menggantikan Komjen Pol Heru Winarko yang telah menjabat Kepala BNN, sedangkan Supardi yang sebelumnya menjabat Plt direktur penuntutan diangkat menjadi direktur penuntutan definitif.
Triwulan I, Triliunan Rupiah Dana Tak Dibelanjakan Pemda di NTB Realisasi belanja APBD masing-masing Pemda di NTB hingga triwulan I 2018.
(Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) – Pada triwulan I (Januari – Maret) 2018, triliunan rupiah dana tak dibelanjakan Pemda di NTB. Dari Rp 3,657 triliun dana yang ditransfer pemerintah pusat ke 11 entitas pemerintahan di NTB berdasarkan data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB. Serapan belanja 11 entitas Pemda hingga triwulan I baru Rp 1,701 triliun, berdasarkan data monev Lembaga Kebijakan Pengadaan barang Jasa Pemerintah (LKPP) yang diolah Suara NTB, Jumat (6/4) pukul 15.00 Wita. Kepala Kanwil DJPB NTB, Taukhid, SE, M. Sc, IB, MBA membeberkan data perkembangan realisasi transfer ke daerah sampai dengan 3 April 2018 dengan total Rp 3,567 tril-
iun lebih. Dana transfer daerah itu terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 219 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 2,853 triliun, DAK 288 miliar lebih, Dana Insentif daerah (DID) Rp 100,5 miliar dan dana desa Rp 196 miliar lebih. Disebutkan rincian dana transfer ke masing-masing Pemda sampai dengan 3 April 2018. Yakni, Pemprov NTB sebesar Rp 750 miliar lebih, Kota Mataram Rp 243 miliar lebih, Lombok Barat Rp 312 miliar lebih, Lombok Utara Rp 177 miliar lebih. Selanjutnya, Lombok tengah Rp 396 miliar, Lombok Timur Rp 506 miliar, Sumbawa Barat Rp 198 miliar, Sumbawa Rp 332 miliar lebih, Dompu 212 miliar lebih, Kota Bima Rp 181 miliar dan Bima Rp 345 miliar. Bersambung ke hal 15
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
SUARA MATARAM
Halaman 2
Kir Ranmor di Dishub Krama Adat Penyelesai Masalah ADANYA sosialisasi tentang Perda terkait Tata Krama Adat dan Pembinaan Keluarga Harapan yang dilakukan di kecamatan Sandubaya diapresiasi dengan baik oleh masyarakat yang hadir. “Mereka mendapatkan pencerahan tentang Perda ini, karena banyak dari mereka yang belum mengetahui sehingga memberi gambaran yang luar biasa bagi masyarakat,” terang Camat Sandubaya, Lalu Samsul Adnan kepada Suara NTB, Jumat (6/4). Ia menam(Suara NTB/uul) bahkan khazanah pengeLalu Samsul Adnan tahuan masyarakat bisa bertambah dengan adanya sosialisasi ini. Di kecamatan Sandubaya, imbuh Adnan, tata krama memang sudah hidup sejak lama dan berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. “Sudah dibentuk sejak lama, dan secara mandiri membentuk dirinya sendiri,” ujarnya. Tata krama inilah yang memberikan kekerabatan yang tinggi pada masyarakat di dalamnya. “Terutama adanya sistem peradilan, yaitu pengembalian peradilan kepada krama adat,” kata Adnan. Sehingga masyarakat diberikan kesempatan untuk mengadili permasalahan yang dihadapi dalam mendapatkan penyelesaian terbaik. “Jadi tidak ujung-ujungnya melapor ke polisi untuk semua kasus yang terjadi, terutama untuk masalah-masalah yang melibatkan anak,” terangnya. Di mana lebih baik dilakukan pengembalian terlebih dahulu dengan sistem restorasi justice ini. Hanya saja, awig-awig yang ada di kecamatan Sandubaya memang baru sedikit yang dibukukan dalam sebuah peraturan yang sudah baku. Adnan mengapresiasi upaya yang dilakukan kelurahan Dasan Cermen yang menggabungkan semua lingkungan menjadi satu tata krama adat sehingga hanya awig-awignya dijalankan secara keseluruhan. “Mereka juga sudah mencetak peraturan awig-awignya dalam buku yang membentuk kampung Sakinah itu,” jelasnya. Dengan adanya sosialisasi Perda ini, Adnan berharap setiap lingkungan bisa memiliki peraturan tata krama adat yang baku. “Para tokoh masyarakat yang hadir, terutama kepala lingkungan ke depannya memberikan informasi kepada masyarakatnya terkait perda ini,” jelasnya. (uul)
Bangunan Kurang Menarik
(Suara NTB/dok)
ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., buka suara soal minimnya kontribusi MCC (Mataram Craft Center) terhadap PAD Kota Mataram. Menurut dia, penyebab minimnya kontribusi MCC terhadap PAD Kota Mataram, karena bangunan dua lantai yang dikhususkan sebagai tempat penjualan emas dan mutiara, sepi pembeli. Persoalan yang dihadapi MCC, berkaitan dengan persoalan lain, yakni bangunan. Misban menilai bentuk bangunan MCC, sama sekali tidak menarik. MCC yang terletak di simpang empat Pagesangan Mataram, menurutnya, lebih menyerupai bangunan museum ketimbang pusat penjualan emas dan mutiara. MCC yang dibangun dengan tiang penyangga berukuran jumbo, memberi kesan tidak menarik. Oleh karena itu, dia menyarankan Pemkot Mataram melakukan revitalisasi bangunan MCC Mataram. Karena, Dewan sudah mendengar banyak rencana Pemkot Mataram terkait MCC. ‘’Mengubah ini itu, peruntukkannya,’’ katanya kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (6/4). Sayangnya, sampai saat ini, belum ada aksi nyata atas rencana-rencana tersebut. Apalagi masih dijumpai los toko di MCC yang tidak sesuai peruntukkannya. ‘’Pertama, banyak yang kosong. Karena kosong itulah, banyak pihak yang memanfaatkan untuk kegiatan lain. Jadi sasaran awal menjadi tidak tercapai karena tidak maksimalnya pemanfaatan MCC. Ditambah, kondisi bangunan yang disebut Misban, tidak menarik. Oleh karena itu, apa yang telah menjadi rencana agar segera direalisasikan. Tujuannya agar keberadaan MCC lebih menggeliat. Caranya, pertama dengan merombak bentuk bangunan. Supaya, pengunjung lebih tertarik mengunjungi pusat penjualan emas dan mutiara yang dibangun pada masa pemerintahan mantan Walikota Mataram, mendiang H. Moh. Ruslan, SH. ‘’Tapi kalau melihat bentuk bangunan yang sekarang, pilar yang besar-besar jadi kurang menarik,’’ ucapnya. Politisi PKPI ini mengingatkan, kalau akan dilakukan perombakan bangunan MCC, harus benar - benar direncanakan dari awal. Tidak saja, perencanaan model bangunan, tapi juga pemanfaatan MCC ke depan. Karena dilihat dari lokasi, MCC sangat strategis, apalagi, dekat dengan pintu masuk ke Kota Mataram dari arah bandara. Sehingga, sangat disayangkan kalau MCC yang dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, kini justru ditinggalkan oleh pengunjung. Wisatawan yang hendak mencari suvenir emas dan mutiara lebih memilih mengunjungi outlet-outlet milik swasta. ‘’Kalau untuk museum, bolehlah bangunan itu, tapi kalau untuk pusat penjualan suvenir emas dan mutiara, tidak menarik,’’ akunya. Anggota Dewan dari dapil MataramSekarbela ini menekankan bahwa view sangat penting. Terlebih MCC menjual emas dan mutiara. Misban mengusulkan bangunan MCC dibangun dengan view transparan. Sehingga, pengunjung akan tertarik untuk berbelanja ke sana. (fit)
Misban Ratmaji
Diduga Pungli Masih Marak Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Drs. H. Khalid cukup gerah dengan dugaan praktik percaloan dan pungli di Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB). Disinyalir, pelakunya tidak saja orang luar, melainkan internal pegawai. Tim saber pungli diminta bergerak cepat menangkap pelaku. “Saya akan kerjasama dengan tim saber pungli untuk melakukan pencegahan. Jika masih ada neko - neko, saya minta ditangkap,” tegas Khalid ditemui, Jumat (6/4). Pihaknya sedang mencoba bagaimana pengujian kir tersistem untuk meminimalisir praktik percaloan. Khalid menyadari pelakunya tidak saja dari luar, tapi calo berseragam pun mau dibasmi. Penelusuran Suara NTB,
praktik percaloan diduga masih terjadi. Transaksinya tidak jauh dari lokasi pengujian. Warung kopi dijadikan tempat transaksi. Seorang pria mengenakan pakaian putih membawa dua dokumen. Tak berselang lama dokumen itu diperiksa lalu ditandatangani oleh oknum pejabat PKB. Tak ada sesuatu yang mencurigakan sebelumnya. Tetapi oknum pegawai terlihat menerima sejumlah uang. Khalid kembali mengingatkan tidak boleh ada staf men-
coba - coba menggelar transaksi berkaitan dengan pengurusan administrasi di warung kopi. Sistem pengujian kir harus melalui satu pintu. Dia akan membagi pintu satu memeriksa administrasi. Setelah kelengkapan administrasi, kemungkin dilakukan pra uji. “Setelah itu, yang bisa meloloskan tim penguji,” ujarnya. Setelah dilakukan evaluasi, penerimaan dari PKB rendah. Dari penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dijaring parkir berlanggan
”
Saya akan kerjasama dengan tim Saber Pungli. Jika masih ada neko - neko, saya minta ditangkap
rata - rata memperoleh 20 per hari. Setelah diawasi ada kenaikan sampai 40 - 50. Dia memastikan uji kir dapat menambah penerimaan daerah yang sudah baku dan tersistem. Tidak satupun yang bisa lolos. “Selama ini per-
(Suara NTB/dok)
H. Khalid caloan itu yang tidak bayar itu,” demikian ujarnya. (cem)
(Suara NTB/cem)
HENTIKAN TRUK SAMPAH - Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menghentikan mobil pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram yang melintas di ruas jalan depan Lapangan Malomba karena tidak menutup sampah menggunakan jaring, sehingga dikhawatirkan sampahnya kembali terbang ke jalan, Jumat (6/4).
Tak Kooperatif
Pedagang di Pelabuhan Ampenan Diganti Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram berulangkali mengingatkan pedagang di eks Pelabuhan Ampenan, agar tidak berjualan di troator. Pedagang yang tak kooperatif, kata Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, diinstruksikan untuk diganti. “Ada pengaturan lapak tegas. Tidak boleh lagi keluar. Kalau masih ngotot, pada akhirnya dikeluarkan dan gantikan dengan orang lain,” tegas Mohan usai mengunjungi eks Pelabuhan Ampenan, Jumat (6/4). Revitalisasi terhadap eks Pelabuhan Ampenan membutuhkan anggaran lumayan besar. Bahkan, Pemkot menyiapkan kursi dengan maksud menyeragamkan pedagang. Mohan menilai pada
akhirnya nanti lokasi ini akan jadi incaran dan spot potensial. Artinya, masyarakat mendapat peluang usaha, sehingga lebih kooperatif. Pemkot Mataram tidak pernah meminta macam macam ke pedagang selain menaati aturan. “Apa jadi aturan harus dilaksanakan supaya tidak jadi masalah,” katanya mengingatkan. Untuk saat ini, Mohan memaklumi pedagang masih berjualan di atas troator. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sedang menyelesaikan pengerjaan keramik. Menjelang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) semua harus rampung. Termasuk penataan fasilitas dan lain sebagainya. “Dispar NTB ada pengerjaan tahap kedua merampungkan yang sebelum-
nya,” sebutnya. Camat Ampenan, Zarkasy menambahkan, selesai pemasangan keramik akan didata ulang. Banyak pedagang meninggalkan tempat dan ada tempat baru. Dia menilai pedagang keluar dan mengejar kerumunan pengunjung dinilai faktor karakter ingin mendapatkan keuntungan berlebih. “Kalau mereka diam di satu tempat pasti pembeli datang. Tidak perlu mengejar keluar lapak,” sesalnya. Di eks Pelabuhan Ampenan tidak ada petugas pengaman secara khusus. Walaupun sebenarnya pada setiap pusat keramaian harus ada petugas. Tetapi, Danlanal akan siap membantu pengamanan terlebih saat menjelang dan pelaksanaan MNEK mendatang. (cem)
Relokasi PKL Malomba Dipastikan Tidak Mematikan Usaha Pedagang Mataram (Suara NTB) Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Taman Malomba, Kota Mataram, dalam waktu dekat akan direlokasi ke areal lahan milik TNI Angkatan Lautan. Pemindahan lokasi berjualan masyarakat ini dipastikan oleh Komandan Angkatan Lautan, Kolonel (Mar) Djentaju Suprihandoko tidak membunuh usaha masyarakat. “Kedepan kita bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dibuat lebih bagus,” kata Danlanal, Jumat (6/4). Penataan ke bagian dalam agar keberadaan PKL dilihat dari luar lebih bagus dan bersih. Pihaknya nanti akan membuatkan perkumpulan, agar pedagang tidak lagi berjualan menggunakan daster dan memperhatikan sampah mereka. Danlanal menambahkan, Taman Malomba nantinya dijadikan destinasi wisata. Artinya, PKL tidak ada lagi di taman dan harus didukung oleh pedagang dengan berpakaian rapi dan bersih. “Tidak boleh lagi berjualan di jalan dan taman. Seluruhnya kita akan sosialisasikan,” tambahnya. Persiapan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK), kata Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana sudah dilaksanakan tepat waktu. Di-
Pedagang Udayana Tolak Bayar Retribusi Mataram (Suara NTB) Rencana Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman menarik retribusi ke pedagang di Taman Udayana tak berjalan mulus. Pedagang menolak membayar retribusi karena dinilai memberatkan. Pedagang di Udayana, Agung, tidak setuju dengan penarikan sewa lapak oleh Pemkot Mataram. Kondisi sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya. “Kenapa dulu pas ramai tidak ditarik. Kok ketika sepi mau disuruh bayar,” keluhnya, Jumat (6/4). Penghasil per harinya tak menentu. Semua tergantung ramainya pengunjung. Terkadang, dia mendapatkan Rp 50 ribu – Rp 100 ribu.Itupunpenghasilankotorkarena harus dihitung modal dan biaya lainnya. “Ndak kayak dulu. Sekarang itu sepi,” akunya. Penarikan retribusi, kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, H.M. Kemal Islam, harus dijalankan karena berdasarkan peraturan daerah. Memang diakui, belum sempat disosialisasikan ke pedagang. Dia melalui asosiasi pedagang kaki lima (APKLI) akan menyampaikan ke pedagang. Penarikan retribusi terjadi pro - kontra. Sebagian ditemui Kemal mengaku tidak keberatan. Pedagang dengan keuntungan kecil kemungkinan merasa
(Suara NTB/cem)
H. M. Kemal Islam keberatan. “Setelah saya wawancara dengan pedagang, mereka tidak keberatan,” kata Kemal. Sewa lapak di Udayana Rp 50 ribu per bulan dengan ukuran 2 x 1,5 meter. Ini sebenarnya tidak memberatkan masyarakat. PedagangbisamengumpulkanRp1.500 dari keuntungan didapatkan per hari. Dia memahami perlu pendekatan dan harus membahasakan yang baik. Selama ini, pedagang baik di Taman Udayana dan Selagalas tidak pernah dipunguti. “Kemudian tiba - tiba dipunguti. Mereka terkejut,” imbuhnya. Perkim tetap melakukan sosialisasi. Pendekatan ke pedagang harus pelan - pelan sehingga dipahami pedagang. (cem)
Pemkot Evaluasi Penyebab Rendahnya Serapan Anggaran (Suara NTB/cem)
MONUMEN – Anggota TNI mengebut pekerjaan pondasi monumen di Taman Loang Baloq Kecamatan Ampenan, Jumat (6/4). Monumen ini nantinya akan diresmikan pada puncak kegiatan MNEK 4 - 9 Mei mendatang. akui, ada penambahan - penambahan unsur seperti pembangunan monumen bahari berdasarkan permintaan Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Didik Setiyono. Sementara, venue utama sudah disiapkan. “Penambahan ini sudah dikerjakan,” kata Mohan. Belum ada informasi diterima Mohan terkait penambahan jumlah peserta MNEK. Baru ada 32 negara menyatakan diri siap datang ke Mataram. Kehadiran tamu dari luar
negeri, pihaknya mulai mempersiapkan bahan publikasi ke masyarakat. Semua organisasi perangkat daerah, sekolah serta Badan Usaha Milik Negara harus terlibat. Terhadap lapak PKL lanjutnya, masih proses penataan dan ditargetkan bulan Mei selesai. “Sudah ada lokasi. Karena venue utama di Malomba. Berapa OPD kegiatan pendukung diserahkan untuk kegiatan fun run dan pawai budaya,” demikian kata dia. (cem)
Mataram (Suara NTB) Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito akan mengevaluasi capaian fisik dan keuangan masing masing organisasi perangkat daerah. Laporan serta kendala organisasi perangkat daerah (OPD) akan dibedah dan evaluasi bersama. “Nanti kita akan bedah bersama apa sih penyebabnya,” kata Eko dikonfirmasi, Jumat (6/4). Angka ditampilkan pada Monev LKKP itu belum pasti. Sejumlah OPD belum selesai mengentri data. Batas akhir pengentrian data tanggal 10. “Jadi belum pasti capaian itu,” jawabnya. Rendahnya serapan fisik dan keuangan Kota Mataram di triwulan I hampir setiap tahun terjadi. Triwulan I pada tahun 2018 dari total anggaran Kota Mat-
aram Rp 1.4 triliun lebih. Belanja tidak langsung Rp 590,25 miliar. Belanja pegawai Rp 532,64 miliar dan non pegawai Rp 57,61 miliar. Sedangkan, belanja langsung Rp 842,87 miliar. Dengan total belanja pegawai Rp 114,86 miliar dan non pegawai Rp 728,01 miliar. Untuk belanja tidak langsung Rp 452,27 miliar dan belanja modal Rp 275,74 miliar. Progres realisasi fisik dan keuangan dari target 20 persen pada triwulan pertama untuk realisasi keuangan baru terserap 4,61 persen. Sedangkan, realisasi fisik 5,15 persen dari target 20 persen. Grafik progres realisasi fisik dan keuangan peningkatannya relatif kecil. Sekda menambahkan, nantinya akan mempelajari kendala - kendala dihadapi OPD. Dia tetap mengharapkan agar OPD teknis mempercepat program mereka. (cem)
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Toga/Toma Digandeng Stabilkan Harga Saat Ramadhan Mataram (Suara NTB) Tokoh agama dan tokoh masyarakat akan diperankan mendukung stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan, terutama saat bulan Ramadhan. Menyusul, instruksi Menteri Perdagangan, Drs. Enggartiasto Lukita. Dalam undangan Kementerian Perdagangan pada 23 Maret lalu di Bandung, seluruh kepala dinas perdagangan di Indonesia dihadirkan. Salah satu penekanan pertemuan tersebut adalah langkahSuara NTB/bul) langkah strategis pengendalian L. Alwan Basri harga Bahan Pokok (Bapok). Penegasan ini disampaikan kembali oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, L. Alwan Basri. Tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi peran sentral, dan dianggap memiliki pengaruh yang tidak kecil kepada masyarakat. Apalagi, NTB, Kota Mataram didalamnya dengan karakter masyarakat yang religius. “Termasuk kami di Kota Mataram juga akan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kita akan gandeng MUI (Majelis Ulama Indonesia),” demikian L. Alwan ditemui di Mataram, Jumat (6/4) kemarin. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Mataram ini menjelaskan mengapa tokoh-tokoh ini harus dilibatkan, bergandengan tangan dengan pemerintah? Saat hari-hari besar keagamaan, ada situasi panic buying di masyarakat. Artinya, karena adanya kekhawatiran kekurangan stok di pasar, masyarakat berlomba-lomba berbelanja dalam jumlah banyak. Hal itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh spekulan untuk mempermainkan harga Bapok. “Kita pernah mengalami panic buying ini. Dampaknya kan kepada inflasi. Jangan sampai itu terjadi,” ujarnya. Apalagi jelang dan saat ramadhan. Masyarakat biasanya membeli kebutuhan secara berlebihan. Menu yang biasanya hanya lima jenis, bisa saja menjadi 10 jenis saat bulan puasa. Tokoh agama dan tokoh masyarakat inilah yang diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar tak berlebihan. “Malah banyak menu yang mubazir. Karena siangnya ingin makan banyak jenis, setelah berbuka puasa, tidak habis dikonsumsi. Ini yang harus ditekan oleh tokoh agama. Kaitannya erat dengan agama,” jelas L. Alwan. Disisi lain, pemerintah daerah dalam hal ini, bergandengan tangan dengan Satgas Pangan, akan terus melakukan pemantauan ketersediaan pasokan kebutuhan. Seluruh distributor akan diawasi. Agar tak ada celah untuk melakukan permainan harga, apalagi melakukan penimbunan barang. Pemerintah juga telah memberikan harga acuan, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa jenis Sembako. Beras, gula pasir, minyak goreng terutamanya. HET ini dapat dijadikan acuan oleh masyarakat untuk membeli kebutuhan. Artinya, masyarakat tidak boleh juga membeli kebutuhan dengan harga tinggi, bilamana ada informasi stok barang terbatas. (bul)
EKONOMI DAN BISNIS
RPH Banyumulek dan Pabrik Kosmetik Mangkrak Giri Menang (Suara NTB) Rumah Potong Hewan (RPH) Banyumulek, satu areal dengan Pabrik Kosmetik di Agro Edu Wisata. Kedua aset usaha milik Pemprov NTB ini belum memberikan kontribusi, sesuai yang diharapkan. Justru, bangunannya mangkrak akibat tak adanya aktivitas di sana. Suara NTB memantau situasi terkini di dua aset usaha tersebut siang Jumat (6/4) kemarin. Bangunan RPH Banyumulek, yang sebelumnya pernah beroperasi pemotongan sapi di sana, sekarang tak ada lagi aktivitas itu. Bangunannya telah terkunci rapi, sampah berserakan. Jaring laba-laba menjadi kembang pemandangan di bangunan ini. Di halamannya difungsikan untuk penjemuran gabah. Pintu-pintu bangunan ini terkunci rapi. Ada mesin-mesin pemotongan dengan harga miliaran didalamnya. Juga tak berfungsi sama sekali. RPH Banyumulek telah mati. Aset milik bisnis milik Pemprov NTB yang dikembangkan oleh PT. Gerbang NTB Emas (GNE) ini mubazir. PT. GNE untuk sementara waktu menghentikan aktivitas pemotongan di sana. Persoalannya, biaya yang dikeluarkan tak sebanding dengan penghasilannya. Direktur Utama PT. GNE, Drs. H. Syahdan Ilyas, MM mengakuinya. Rata-rata jika RPH Banyumulek melakukan pemotongan sapi 5 ekor sehari. Dengan harga rata-rata 1 ekor Rp
10 juta. Artinya, dalam sehari harus tersedia modal Rp 50 juta. Jika dalam sebulan, dipotong 150 ekor, maka biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 1,5 miliar. Jika dihitung kembali selama setahun, maka 1.800 ekor harus tersedia. Dikalikan Rp 10 juta/ekor, maka setahun kegiatan pemotongan menelan modal Rp 18 miliar. Belum termasuk biaya-biaya lain, listrik, pengemasan, pemasaran, termasuk upah petugas. Karena itu, sementara waktu, RPH Banyumulek masih menunggu kerjasama investor untuk mengembangkannya. PT. GNE juga telah melakukan restrukturisasi pengelola RPH Banyumulek dalam rangka efisiensi. Demikian halnya dengan Pabrik Kosmetik. Letaknya tak jauh dari RPH Banyumulek. Hanya saja, lokasi pabrik kosmetik ini agak strategis. Didalam kawasan, ia berada tak jauh dari gerbang utama Agro Eduwisata di jalan Bypass Mataram-Bandara Lombok. Jika kita kebetulan melintas menuju bandara. Lokasi Agro Eduwisata ini ada di sebelah kiri jalan. Dari gerbang besar
(Suara NTB/bul)
MANGKRAK - Bangunan RPH Banyumulek mangkrak. Tidak ada aktivitas apapun di sana. yang digembok rapi, ada ban- tik ini pernah ditentang oleh intah daerah juga belum gunan warna biru terlihat. Itu- Kepala Dinas Peternakan dan mendapat kepastian. Tidak ada tanda-tanda lah pabriknya. Setelah digem- Kesehatan Hewan sebelumnbok, untuk menjangkau ban- ya, Hj. Budi Septiani yang saat pabrik akan beroperasi. Pegunan ini, harus memutar ma- ini menjabat sebagai Kepala masangan mesin yang direnDinas Ketahanan Pangan canakan sejak lama juga hingsuk dari timur Banyumulek. Gedung pabrik kosmetik ini Provinsi NTB. Keberadaan ga kini belum ada titik terangtelah beberapa waktu lalu pabrik kosmetik ini dipan- nya. L. Hamdi mengatakan, dirampungkan. Hanya saja di dang bertolak belakang den- saat ini sedang dirancang kondalamnya kosong. Ada penja- gan konsep kawasan terinte- sep perjanjian kerjasamanya ga di sana yang tinggal. Na- grasi Agro Eduwisata yang antara pemerintah daerah denmanya Herman, sayangnya, ia diniatkan sebagai lokasi re- gan pihak ketiga dimaksud. “Drafnya sedang dikonsuljuga tak mengetahui persis kreasi, belajar dan beternak. Kepala Dinas Kelautan dan tasikan dengan BPKAD. Renkapan pabrik yang diinisiasi sejak almarhum Ir. Aminollah, Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. cana sebulan 500 Kg bahan sebagai kepala Dinas Kelau- Hamdi, M.Si mengatakan, baku untuk semua jenis hasil tan dan Perikanan Provinsi pabrik akan dikelola oleh PT. produksi. Rencananya juga Ocean Fresh. Rencananya akan ditanam pohon oleh peNTB ini akan beroperasi. Keberadaan pabrik kosme- awal bulan ini. Namun pemer- rusahaan,” katanya. (bul)
Merasa Ditipu, Nasabah Laporkan Bukopin
NTB Ingin Mengembalikan Kejayaan Vanili (Suara NTB/lin)
Mataram (Suara NTB) NTB memiliki hasrat untuk mengembalikan lagi jayanya pengembangan vanili. Tahun ini Kementerian Pertanian memberi angin segar. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si melalui I Gusti Lanang Natha, Kepala Bidang Perkebunannya, pada 2018 ini NTB mendapatkan anggaran sebesar lebih Rp 1 miliar untuk pengembangan vanili. Alokasinya untuk dukungan benih kepada petani, serta pendampingan. Sasaran bantuan ini kepada kelompok tani di Kabupaten Bima. Dengan luas lahan awal pengembangan sekitar untuk 5 hektar. “Ini tahap awal. Masih mengembangkan potensi yang cocok,” kata Lanang Natha di Mataram, Jumat (6/4) kemarin. Vanili adalah penyedap rasa termahal kedua di dunia. Saking mahalnya, sebutan lain vanili adalah emas hijau. Harganya mahal karena budidaya dan proses pasca panen lebih rumit dibandingkan tanaman lain. Belakangan ini, petani kebun di Indonesia banyak yang meninggalkan budidaya vanili. Padahal, di pasar internasional, harga komoditas ini masih lumayan tinggi. Harga pasar dunia mencapai ratusan ribu sekilo, untuk valini kualitas terbaik bahkan harganya di atas Rp 500 ribu perkilo dulunya. Vanili adalah tanaman yang sensitif dan perlu penanganan ekstra. Terlebih, tanaman ini butuh bantuan manusia untuk melakukan pembuahan. Di negeri asalnya, Meksiko, tanaman ini bisa melakukan pembuahan tanpa bantuan manusia. Vanili merupakan tanaman sejenis anggrek. Bedanya, anggrek hanya memiliki akar lekat sedangkan vanili berakar tanah. Ada tiga varian vanili yang menjadi andalan petani untuk dibudidayakan dan mengambil buahnya. Ketiga varietas vanili ini adalah planifolia, pompona, dan black tahiti. Petani Indonesia dan Madagaskar lebih banyak membudidayakan varietas vanili planifolia. Lanang menjelaskan, pengembangan tanaman vanili tidak memerlukan lahan khusus, karena bisa ditanam di sela-sela tanaman tahunan seperti kopi, kelapa dan kakao yang sekaligus berfungsi sebagai pohon pelindung. Dulunya, di bawah tahun 2010, vanili cukup berkembang di NTB. Bahkan menjadi komoditas ekspor. Apalagi vanili Lombok memiliki kekhasan aroma. “Kita harapkan kedepan vanili akan berkembang lagi,” demikian Natha. (bul)
Halaman 3
PANCOR DATOQ - Destinasi wisata Pancor Datoq yang ada di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgasela Lombok Timur.
Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Warga Lebih Menguntungkan Mataram (Suara NTB) – Destinasi wisata Pancor Datoq merupakan salah satu destinasi yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Belakangan banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke destinasi ini. Letaknya ada di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgasela. Destinasi wisata ini dikembangkan oleh warga bersama pemuda sekitar. Ini dianggap cukup menguntungkan karena tidak harus bergantung pada investor. Destinasi wisata ini memang terbilang baru dan sementara ini hanya dikunjungi wisatawan lokal. Namun yang perlu diperhatikan adalah kegigihan warga sekitar dalam mengelola destinasinya dan membuat potensi wisata di tempatnya menjadi ladang rejeki. Hal ini tentu saja menjadi tujuan utama Pemerintah Desa Aikdewa yang berharap agar keberadaan destinasi wisata ini bisa memberi keuntungan bagi warga sekitar.
Di tempat ini, wisatawan yang datang mencari sensasi berendam yang asik di salah satu mata air di Kecamatan Pringgasela ini. Apalagi airnya bersih, langsung dari mata airnya. Hal ini pula yang membuat banyak wisatawan ingin berkunjung. “Kita sudah lakukan penataan destinasi ini dan kita sudah resmikan dan dibuka untuk umum sejak November 2017. Dengan harapan banyak wisatawan yang berkunjung. Ini juga dikelola oleh pemuda-pemuda desa bersama warga lainnya,” kata Kepala Desa Aik Dewa, Mahmud. Wisata Pancor Datoq ini merupakan tempat wisata yang menyuguhkan keindahan alam dan mata air langsung yang menjadi daya tarik wisatawan. Terdapat sebuah kolam berukuran 7x4 meter. Kolam ini dapat digunakan untuk berendam bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi berendam dari mata air langsung. Di atas terdapat air terjun yang dapat digunakan sebagai tempat refleksi. Kerasnya debit air yang jatuh memberikan sensasi tersendiri. Tempat ini sangat cocok digunakan untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga atau kerabat. “Kita ingin menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor utama yang akan dikembangkan di desa ini. Karena kita punya potensi pariwisata untuk dikembangkan,” ujarnya. Hidayatullah (29) wisatawan asal Lombok Timur ini mengaku sangat senang, terlebih saat berendam. Ia mengatakan bahwa Pancor Datoq merupakan tempat yang seru dan asik untuk piknik bersama keluarga. “Airnya bersih dan banyak spot foto. Ada tulisan-tulisan yang saya pikir cukup menghibur. Suasananya juga masih sangat alami, “ ujarnya.(lin)
Mataram (Suara NTB)Puluhan dari ratusan pensiunan, nasabah Bank Bukopin melapor karena merasa ditipu. Laporan mereka telah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH) dan otoritas. Laporan diteruskan ke Ombudsman RI Kantor Perwakilan Mataram, dan Dewan Koperasi Nasional Wilayah (Dekopinwil) Provinsi NTB. Ada 300-an nasabah yang menjadi korban indikasi penipuan ini. Hanya 40-an diantaranya yang memberanikan diri melapor. Rata-rata adalah pensiunan. Dekopinwil NTBpun mempersoalkan kasus indikasi penipuan yang melibatkan koperasi mitra Bukopin. Kasusnya berawal dari rayuan pegawai bank Bukopin Mataram kepada para pensiunan yang menjadi nasabah BTPN. Mereka diiming-imingi kemudahan mendapatkan kredit, serta bunga kredit yang relatif kecil. Tawaran tersebut cukup menggiurkan. Dalam perjalanannya, para pensiunan ini beralih ke Bank Bukopin. Mereka lalu diberikan kredit oleh Bank Bukopin Mataram. Nilai kreditnya dari puluhan juta, hingga ratusan juta per nasabah. Pembayaran rutin dilakukan setiap bulan. Hingga diantaranya meminta kejelasan rekening cicilan dan sisa utang yang masih tersisa di bank. Oleh pihak bank, dijelaskan justru para pensiunan ini tidak tercatat namanya di Bank Bukopin. Petugas dari Bank Bukopin menyebut, para nasabah ini tercatat sebagai nasabah di koperasi mitra Bank Bukopin. Dua koperasi itu disebutkan, Ketua Dekopinwil Provinsi NTB, Ir. Mahmud Razak, MM, Koperasi Nusa Sejahtera yang beralamat di Sidoarjo, Jawa Timur. Dan Koperasi Bhakti Abadi yang juga beralamat di Kota Malang, Jawa Timur. Anehnya, tercatat koperasikoperasi ini sudah ditutup berdasarkan surat Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB pada 18 Desember 2017 tentang Kajian Hukum Koperasi. Dalam praktiknya, koperasi ini masih beroperasi, salah satunya Koperasi Nusa Sejahtera yang beralamat di Jalan Elang, 5A Cakranegara Mataram. I Dewa Putu Dana Saputra, adalah salah satu pelapor yang mengadukan persoalan ini ke Dekopinwil NTB, Rabu (4/4) kemarin. Yang menjadi pertanyaan, kredit yang mereka tandatangani, pencairannya menggunakan nama Bank Bukopin. Ada juga buku tabungan yang mereka terima dari Bank Bukopin. Doku-
men-dokumen kredit, seluruhnya menggunakan nama Bank Bukopin, bukan atas nama koperasi atau mitra lain Bukopin. Yang lebih mengherankan, untuk pembayaran kredit para pensiunan (korban) ini, Taspen sebagai penjamin, rutin mentransfer pembayaran cicilan nasabah. Transfernya ke Bank Bukopin, bukan kepada pihak di luar itu. “Sehingga sangat mengherankan, pembayaran rutin oleh Taspen ke Bank Bukopin, tetapi di Bank Bukopin tidak ada namanama nasabah ini. Nasabah katanya sudah menandatangani perjanjian auto debet. Ketika Taspen mengirimkan ke rekening Bank Bukopin, langsung otomatis kedebet, entah ke mana cicilan itu disetorkan. Kan aneh. Sementara puluhan ini yang kami berikan pendampingan hukum, kalau ratusan nasabah mungkin belum bisa kami tangani dulu,” kata Mahmud Razak. I Dewa Putu Dana Saputra juga memperjelas kebingungan nasabah, ketika dana nasabah di asuransikan. Potongan asuransinya cukup besar. Pinjaman Rp 60-an juta di Bank Bukopin, terpotong untuk asuransi hamper Rp 10 juta. Padahal, mereka tidak pernah menandatangani perjanjian asuransi kredit, bahkan tidak sama sekali menerima nomor polis asuransi. “Kok tiba-tiba kredit sudah diasuransikan. Kita tidak tahu nomor polis, dan asuransi mana. Saya mendapatkan tandatangan pemotongan asuransi hampir Rp 10 juta, atas nama perusahaan asuransi Adona I. kenapa bisa begini,” tanyanya. Mereka juga merasa tertipu, diiming-imingi bunga cicilan sangat kecil, nyatanya harus dibayar sebesar 2,5 persen perbulan. Dokumen-dokumennya juga ditunjukkan lengkap. Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Kerbis Bank Bukopin Mataram, Vandy menepis informasi itu.
Satu persatu ia berikan keterangan. Terkait soal nasabah, termasuk yang atas nama waris yang melaporkan, sudah tercatat sebagai nasabah Bank Bukopin Mataram. Neraca keungannyapun masuk ke Bank Bukopin. Hanya saja, dalam hal ini, ada kerjasama antara bank dengan Koperasi Nusa Sejahtera. “Pola peyaluran ada yang channeling, ada yang direk langsung. Kita bekerjasama bisa dengan BPR, bisa dengan koperasi. Koperasi Nusa Sejahtera masih menjadi mitra kita,” terangnya. Permasalahan ini menurutnya telah sampai kepada OJK. Otoritas lalu mengirim surat konfirmasi balik. Dan balasan otoritas, dinyatakan telah sesuai dengan aturan perbankan. 300-an nasabah yang disebut protes ini, Vandy mengatakan, tidak sebanyak itu. Itupun, tidak mungkin seluruhnya eks nasabah BTPN. Demikian juga dengan polis asuransi nasabah. Seluruhnya bank yang memegangnya, bukan pensiunannya. Sebab bila terjadi permasalahan di kemudian hari, bank dapat mencairkannya langsung di perusahaan asuransinya. Persoalan ini telah beberapa kali dibahas, kata Vandy. Melibatkan seluruh stakeholders. Baik nasabah, perwakilan Dekopinwil, OJK, dan Taspen. Dan dinyatakan telah clear. Kalaupun persoalan ini dilaporkan ke berbagai pihak, Vandy mengatakan tak menjadi persoalan. “Nasabah ini kan maunya gajinya kembali penuh, tidak bisa begitu. Kan nasabah sudah menikmati dananya lebih dulu. Ya harus dibayar,” demikian Vandy. (bul)
(Suara NTB/bul)
BUKU TABUNGAN - I Dewa Putu Dana Saputra menunjukkan buku tabungan dari Bank Bukopin. Dokumen perjanjian nasabah dengan Bank Bukopin
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Jalan Siap Diperbaiki PERUBAHAN rute jalan yang dilakukan Sunrise Hotel dan Restaurant di Gili Air, Desa Gili Indah beberapa waktu lalu telah disikapi oleh pemerintah daerah. Belakangan, usai pertemuan dengan Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU), pihak manajemen Sunrise mengubah rute jalur jalan di depan perusahaan tersebut ke rute semula. “Kita apresiasi bahwa pihak hotel sendiri yang menjadwalkan bertemu dengan kita dan menyampaikan rencananya, bahwa memang dia akan mengikuti apa yang merupakan petunjuk dari kita, soal jalan itu,” kata Kabag Administrasi dan Pembangunan, Lalu Majemuk, Jumat (6/4). Diakuinya, rute jalan yang melintas di sekitar Sunrise telah diubah. Perusahaan dalam hal ini akan meluruskan kembali ruas jalan tersebut. Pihaknya bersama SKPD terkait seperti Pol PP dan Dinas Perhubungan akan tetap memantau perbaikan ruas jalan agar rekonstruksinya seperti semula. Tim Penertiban dari Pemda KLU sudah memantau langsung kondisi real di lapangan tak setelah menerima laporan dari masyarakat. Sikap Pemda sudah jelas, meminta perusahaan untuk mengembalikan ruas jalan dimaksud. “Kita tetap pada konsep awal, kalau kita berikan ruang kepada siapa saja sesuai keinginan dia tentu akan mengacaukan tata ruang. Itu lah fungsi pemerintah dalam hal ini,” tandas Majemuk. Sebagaimana diketahui, Kepala Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, H. M. Taufik, sebelumnya melayangkan aksi protes melalui media sosial terhadap aktivitas perusahaan yang dinilai menyimpang. Di mana, salah satu perusahaan yang bergerak di perhotelan di Gili Air, diketahui memindahkan ruas jalan Gili Air. Pemindahan itu diduga dilakukan pemilik perusahaan, Sunrise, tanpa alasan yang jelas. Atas tindakan itu, Taufik meminta perusahaan segera menghentikan aktivitasnya dan mengembalikan ruas jalan seperti sedia kala. “Tolong pemilik atau manajer Sunrise Gili Air, jangan lanjutkan aktivitas Anda memindahkan jalan itu. Maaf saya sangat tidak setuju dengan cara-cara kalian seperti ini,” cetus Taufik melalui akun facebooknya beberapa waktu lalu. Dalam gambar yang diupload Taufik, memperlihatkan ruas jalan terkesan digeser atau menikung lebih dekat ke roi pantai oleh pemilik Sunrise. Sedangkan di ruas jalan semula, terlihat berdiri sebuah bangunan dengan konstruksi knockdown. Perusahaan juga seolah mempertegas larangan melewati jalan awal dan mengalihkan jalur ke roi pantai dengan memasang beberapa sak semen berisikan material bebatuan. Ruas jalan yang didesain lebih dekat ke roi pantai juga menyebabkan space public menjadi semakin sempit. Menyikapi protes Kades Gili Indah itu, jajaran di Sekretariat Daerah pun bersikap. Kabag Administrasi dan Pembangunan, Setda Lombok Utara, Lalu Mejemuk, mengatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut. Pihaknya akan turun mengecek dan mencari informasi yang jelas mengapa ruas jalan di dekat Hotel SunL. Majemuk rise dibangun. (ari)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Soal Honorer K2, Pemda KLU Surati Pusat Tanjung (Suara NTB) Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) merespon aspirasi tenaga guru honorer K2 yang meminta perbaikan nasib hingga diangkat menjadi CPNS. Pemda KLU dalam hal ini, bersurat ke pemerintah pusat agar honorer K2 yang pengabdiannya cukup lama dapat diangkat sebagai CPNS melalui jalur khusus. “Jadi domainnya pemerintah pusat, tetapi kita tetap berharap lebihnya K2 yang belum diangkat sebagai PNS beberapa tahun lalu diangkat sebagai CPNS. Saya malah meminta kepada Kepala BKD agar bersurat ke pusat,” kata Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar belum lama ini. Najmul mengatakan Pemda KLU meminta rekrutmen melalui jalur khusus dapat diterapkan bagi honorer K2. Terlebih lagi, para tenaga guru honorer yang mengabdi sampai saat ini telah lama menunggu. Di antara mereka yang mengabdi sebagai guru telah menghabiskan masa pengabdian hingga 10 tahun. Sebelumnya, Dewan Lombok Utara mempertegas bahwa
tidak ada lagi pengangkatan CPNS bagi honorer K2 melalui jalur khusus. Hal itu dijabarkan oleh Komisi-Komisi DPRD KLU di hadapan sekitar 90 orang tenaga honorer katagori dua (K2) yang mendatangi Kantor DPRD KLU awal April lalu. Ketua Forum K2, Maridi, S.Pd., dan sejumlah anggota K2 menyuarakan agar Pemkab Lombok Utara memperjuangkan nasib mereka sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya sejak pengangkatan tenaga honorer K2 sebagai CPNS di era Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., beberapa tahun silam, hingga kini nasib sisa tenaga K2, belum jelas. Mariadi dan rekan-rekannya juga meminta untuk diperhatikan kesejahteraan-
nya oleh Pemkab Lombok Utara. Sebab tidak sedikit dari tenaga K2 telah mengabdi lebih dari 10 tahun. Selama mengabdi, mereka tidak memperoleh kesejahteraan yang layak untuk menunjang aktivitas belajar mengajar maupun kebutuhan ekonomi keluarga. “Kami hanya mendapat uang transportasi sebesar Rp 190 ribu sebulan. Kalaupun ada penambahan nanti dari Dikpora menjadi Rp 300 ribu, kami berharap direalisasikan,” pintanya. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto, SH., menanggapi itu menyampaikan bahwa Pemkab Lombok Utara baik legislatif maupun eksekutif DPRD telah memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan tenaga K2. Dimana, pemer-
intah sudah menanyakan persoalan tersebut ke Kementerian PAN RB maupun BKN. Bahkan, DPRD KLU juga mencari referensi di beberapa daerah terkait persoalan yang sama sebagai rujukan untuk memperjuangkan nasib tenaga K2. “Silakan cari rujukan regulasinya ke daerah lain. Kalau memang ada, Pemda bisa menjadikannya sebagai acuan untuk mengusulkan namanama K2 sebagai CPNS,” ungkap Ardianto. Ketua Komisi I mengatakan, pihaknya belum menemukan regulasi yang membolehkan dilakukan pengangkatan K2 melalui jalur khusus. Sebaliknya, pengangkatan tenaga CPNS oleh pemerintah pusat belakangan dilakukan melalui jalur umum, artinya melalui proses seleksi/tes. “Dewan dan pemda siap pergi melakukan kaji banding ke daerah yang direkomendasikan temen-temen K2, jika memang ada,” imbuhnya. Ardianto mencatat, jumlah
(Suara NTB/dok)
H. Najmul Akhyar tenaga honorer yang masuk dalam daftar honoer K2 di Lombok Utara berjumlah 128 orang. Setelah diverifikasi kembali, jumlah tenaga K2 yang masuk dalam daftar resmi Pemda KLU tersisa sebanyak 105 orang. Pengurangan itu disebabkan ada di antara tenaga honorer K2 meninggal dunia, mengundurkan diri atau bekerja di tempat lain. (ari)
(Suara NTB/dok)
Kasus Keterangan Palsu
Calon Kades Terpilih Desa Sokong Ditangkap Tanjung (Suara NTB) Calon Kepala Desa terpilih pada Pilkades Sokong, kecamatan Tanjung, Marianto, akhirnya ditahan Polda NTB, Jumat (6/4). Kasus yang menjerat Marianto adalah dugaan tidak memiliki ijazah SMP/MTs sebagai syarat mengikuti Pilkades. Penahanan Marianto dilakukan oleh aparat Polres Lombok Utara, sekitar pukul 11.00 wita kemarin. Langkah hukum ini dilakukan menindaklanjuti tahapan proses hukum atas dilaporkannya Marianto oleh masyarakat terkait keterangan palsu yang digunakannya untuk mendaftarkan diri sebagai calon Kades Sokong. Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, SH. MH., yang dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut. Marianto telah diamankan oleh Satreskrim Polres Lombok Utara. Selanjutnya yang bersangkutan langsung diangkut ke tahanan Polda NTB untuk diproses lebih lanjut. “Ya benar kami menahan Marianto dan saat ini kami titip di Polda NTB. Kasusnya adalah memberikan keterangan palsu di atas akta otentik dalam Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUHP,” kata Metria. Ia menerangkan, penahanan calon Kades Sokong yang memenangkan suara terbanyak pada Pilkades Sokong itu merupakan tindaklanjut atas kasus dugaan penggunaan keterangan palsu yang digunakan Marianto. Setelah melalui proses penyidikan, pihaknya pun melakukan penahanan. Setidaknya ada dua alasan subjektif dan objektif dalam penahanan tersebut. Alasan subjektif, Marianto ditahan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan pidana. Sedangkan alasan objektifnya, Metria menyebut bahwa sesuai pasal 21 KUHAP perkara ancaman hukuman 5 tahun atau lebih. Selanjutnya pada pasal 266 KUHP yang menjerat Marianto, ancaman hukumannya 7 tahun penjara. “Pertimbangan lain kasus tersangka Marianto hasil koordinasi dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum) sudah lengkap, akan segera P21. Untuk memudahkan tahap-tahap penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU, sehingga dilakukan penahanan,” paparnya. Sebagaimana diketahui, pencalonan Marianto sebagai calon kades pada Pilkades Sokong dibumbui berbagai dinamika. Dimulai dari mundurnya beberapa orang pada Panitia Pilkades karena pro dan kontra legalitas SKPI yang diajukan Marianto. Mereka yang mundur di antaranya, Nursida Syam. Berlanjut di DPRD, legalitas Marianto juga menjadi subjek sehingga dipanggilnya pejabat-pejabat terkait eksekutif, Panitia Pilkades oleh DPRD KLU sebelum digelarnya Pilkades. Dalam pada itu, Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Tanjung tempat Marianto sekolah, mempertegas bahwa Marianto tidak menamatkan sekolah di MTs. Yang bersangkutan diketahui hanya sampai di Kelas 1 MTs. Dengan bukti-buktinya, MTs Sunan Kalijaga lantas mencabut SKPI yang dikeluarkannya. Tindaklanjut atas SKPI yang dicabut sekolah, Kemenag pun mencabut SKPI yang dikeluarkannya, setelah berkoordinasi dengan sekolah, Dikpora Lobar dan Kemenag Lobar. Pencabutan SKPI oleh Kemenag Lombok Utara ini lantas dijadikan dasar oleh Bupati Lombok Utara menganulir kemenangan Marianto dengan perolehan suara 2.002 suara. Tidak hanya menganulir kemenangan, melalui suartnya, Bupati juga memerintahkan dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) kepada 4 calon lain, tanpa mengikutsertakan Marianto di dalamnya. Surat Bupati terkait PSU yang menganulir Marianto lantas diperkara perdata oleh Marianto dan kubunya ke PTUN Mataram. Hasilnya, Marianto dimenangkan oleh PTUN, hingga proses berikutnya Pemda KLU mengajukan banding ke Mahkamah Agung. Namun belum lagi selesai banding di MA, lika-liku Marianto pada Pilkades akhirnya terhenti setelah yang bersangkutan diamankan oleh Polres KLU. (ari)
(Suara NTB/ist)
BBGRM - Pelaksanaan BBGRM ke -XV di Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, Jumat (6/4).
Pjs. Bupati Lotim Canangkan BBGRM Ke-XV Selong (Suara NTB) Pjs. Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Ahsanul Khalik, mencanangkan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) Tingkat Kabupaten Lotim ke-XV tahun 2018 bertempat dii Lapangan Umum Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya, Jumat (6/4). Kegiatan itu diihadiri Dandim 1615/Lotim, Kapolsek Pringgabaya, Kepala OPD, Camat,
Ketua TP PKK kabupaten, Ketua Dharma wanita Persatuan, toga, toma dan undangan lainnya. Dalam sambutannya Pjs. Bupati Lotim, H. Ahsanul Halik, S. Sos, MH., mengharapkan BBGRM yang digelar bisa menjadi pemacu dan pemicu untuk perkembangan masyarakat Lotim , sehingga proses pembangunan berkembang dengan cepat. Ia menegaskan, pemban-
gunan itu tidak akan bisa berhasil apabila hanya pemerintahannya yang bergerak, tetapi pembangunan yang dilaksanakan ini akan berlipat ganda kalau semua komponen yang ada di dalam masyarakat itu bergerak secara bersama sama. Ahsanul berharap kepada masyarakat supaya jangan pernah merasa menjadi bawahan pemerintah, pemerintah juga jangan pernah merasa
menjadi atasan masyarakat. Akan tetapi yang harus dibangun adalah masyarakat merupakan potensi SDM yang dimiliki untuk melaksanakan gerak laju pembangunan yang ada di Kabupaten Lotim, maka pemerintah harus memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat, sehingga persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Lotim akan terselesaikan.
Masyarakat Harus Budayakan Tolong Menolong Selong (Suara NTB) Usai mencanangkan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM ) ke-XV tingkat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Tahun 2018 di Lapangan Umum Desa Labuhan Lombok, Pjs. Bupati Lotim, H.Ahsanul Khalik, S.Sos, MH., melanjutkan kegiatan Silaturahim Jumat Barokah ( Sijumrah ) bersama Kapolres dan Dandim 1615/Lotim yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Sijumrah merupakan kegiatan ke delapan dengan lokasi di Masjid At-Taqwa Desa Labuhan Lombok. Ahsanul yang sekaligus bertindak selaku khatib dan imam di awal kotbahnya menyampaikan Sijumrah merupakan program yang dilaksanakan dalam upaya menyampaikan pesan persaudaraan , menumbuhkan kedamaian dan kondusivitas Pilkada 2018 di Kabupaten Lotim serta membudayakan tolong menolong. Selain itu, ujarnya, Islam sebagai agama yang diturunkan Allah sebagai agama yang paling benar. Kebenaran Islam ini sebagai sebuah agama yang sangat agung. Pondasi dan ciri khasnya adalah mengatur dan mengajak umat manusia kepada kebenarankebenaran, kebaikan-kebaikan. Dalam rangka mengajak kebenaran dan kebaikan itu, Islam mengajarkan umatnya untuk saling tolong menolong. “Tidaklah sempurna maslahat manusia di dunia dan akhirat kecuali saling tolong menolong dalam kehidupannya, tidak akan baik kehidupan itu kecuali dengan persatuan kesatuan dan saling tolong me-
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - Pjs Bupati Lotim bersama Kapolres dan Dandim saat kegiatan Sijumrah di Masjid At Taqwa Labuhan Lombok, Jumat (6/4). nolong,” jelasnya. Disampaikannya, interaksi kehidupan ini yang disebut interaksi sosial untuk saling melengkapi satu dengan lainnya, saling menutupi kekurangan yang ada, bukan saling fitnah memfitnah dan memecah belah di tengah-tengah kehidupan masyarakat tetapi saling bahu membahu karena Islam mengajarkan bagaimana umatnya saling tolong menolong dalam kebaikankebaikan. Pjs. Bupati juga menyerukan untuk membangun Lotim dengan saling tolong- menolong, menjauhi kemungkaran , menjauhi keburukan dalam kehidupan , maka Allah akam memberikan berkahNya. Salah satu adat istiadat, budaya dan bahkan menjadi tradisi dalam kehidupan umat Islam adalah hidup bergotong royong. Ahsanul mengajak seluruh masyarakat untuk berubah dalam rangka menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai
warisan bagi anak cucu. “Perubahan yang dilakukan dari tidak baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya. Di akhir khotbahnya, Ahsanul mengingatkan dalam menghadapi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bupati dan Wakil Bupati Lotim, tidak perlu membuat kita kehilangan semangat saling tolong menolong. Tetap saling mengingatkan dalam kebaikan. Apabila ada persoalan-persoalan maka diselesaikan dengan baik. Berpegang teguhlah pada tali agama Allah dan jangan bercerai berai. Hidupkan semangat gotong royong, tolong menolong dalam kehidupan agar selalu berada ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Insaniyah dan ukhuwah wathaniyah dalam menjalani hidup dan kehidupan bermasyarakat menggapai kehidupan akhirat yang kekal abadi. (yon)
Selain itu, Ahsanul juga berpesan kepada seluruh masyarakat di tahun politik ini supaya tetap menjaga semangat gotong royong, menjaga semangat tolong menolong dan menjaga kebersamaan dengan baik. Pilihan dalam pilkada boleh berbeda, karena yang luar biasa itu adalah bisa menjaga persaudaraan dengan baik di antara sesama. (yon)
Proyek Dana Desa Harus Dikerjakan Secara Swakelola Selong (Suara NTB) Penggunaan anggaran desa terutama yang bersumber dari Dana Desa (DD) saat ini terus ditata aturan dalam penggunaannya. Salah satunya yakni penggunaan DD dalam mengerjakan suatu proyek tidak lagi dikerjakan oleh kontraktor, melainkan hanya boleh dikerjakan masyarakat desa secara swakelola. Dikonfirmasi Suara NTB, belum lama ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lotim, H.M.Juaini Taofik, menjelaskan, sejak awal tahun 2018 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Eko Putro Sadjojo, menegaskan jika kontrak tidak boleh mengerjakan proyek dana desa. Pasalnya seiring dengan itu, sudah dihidupkan swakelola dengan sistem padat karya sejak awal tahun 2018. Ditegaskan kembali, aturan baru saat ini bahwa DD tidak bisa dipihakketigakan, melainkan harus diswakelolakan dengan sistem padat karya tunai. Sehingga dari awal masyarakat akan merasa memiliki terhadap suatu proyek yang dikerjakan oleh pemerintah desa melalui anggaran dana desa. “Sejak awal tahun 2018, proyek yang sumber anggarannya dari DD harus dikerjakan secara swakelola padat karya, tidak boleh lagi dikerjakan dengan cara dipihakketigakan,” terangnya. Disampaikan lebih jauh, pengerjaan suatu proyek khususnya di tingkat desa mengalami perbedaan apabila suatu pembangunan itu dikerjakan oleh pihak ketiga dengan dikerjakan langsung masyarakat. Salah satunya yaitu terjadi efisiensi serta kekuatan dari proyek itu menjadi pertimbangan. Untuk itu, terdapat dua nilai yang bisa dipetik dari sistem swakelola padat karya, pertama masyarakat itu mengerjakan sendiri, sehingga otomatis tercipta lapangan pekerjaan, serta kekuatan dari proyek yang dikerjakan menjadi pertimbangannya. (yon)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Halaman 5
KuBe Lobar Wakili NTB ke Tingkat Nasional
Dana 56 Desa di Lobar Belum Cair Giri Menang (Suara NTB) Proses pencairan anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 untuk tahap pertama masih terus berjalan. Sejauh ini dari 119 desa yang ada di Lombok Barat (Lobar) baru sekitar 60 desa lebih yang sudah melakukan pencairan, sedangkan sisanya sekitar 56 desa belum bisa mencairkan DD lantaran belum memenuhi syarat pencairan. Kabid Pemerintah Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lobar, Kusuma Supake, Jumat (6/4) menerangkan, waktu pencairan DD penyaluran tahap pertama dari Januari-minggu ketiga bulan Juni. Sehingga masih terdapat waktu bagi para desa menyelesaikan dokumen syarat pencairan.”Itu untuk pencairan yang pertama yang 20 persen, kita masih menunggu sisanya teman-teman desa menyelesaikan,” ungkapnya. Diakui Supake, sebagian desa yang belum menyelesaikan pencairan tersebut terkendala penyelesaian APBDes. Terkendalanya APBDes itu lantaran harus menyesuaikan dengan Program Padat Karya. “Hal ini yang membuat teman-teman desa harus menyesuaikan APBDesnya, menghitung ulang RAB dan sebaginya, tapi Insya Allah teman-teman sudah mau selesai,” jelasnya. Terkait kebijakan program padat karya itu, setiap kegiatan pembangunan harus ada digunakan swakelola padat karya. Di mana masyarakat sebagai tenaga kerja dalam pembangunan itu. “Itu yang harus disesuaikan, sehingga desa angak lambat,” ucapnya. Kendati demikian pihaknya tetap mendorong para desa untuk cepat menyelesaikan syarat pencairan. Bahkan ia mengaku pihaknya bersama pendamping desa turun langsung ke desa untuk mendorong penyelesaian syarat pencairan. “Mendorong percepatan penyelesaian APBDes, karena teman-teman itu tidak bisa mengimput data ke Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) karena belum selesai APBDesnya,” sambungnya. (her)
Dewan Gelar Paripurna Usulan Tahapan PAW
Ketua DPRD Terpilih Segera Dilantik
(Suara NTB/dok)
PARIPURNA - Suasana sidang paripurna mengusulkan pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD di aula rapat utama DPRD Lobar, Jumat (6/4). Giri Menang (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar) menggelar Rapat Paripurna Istimewa usul pemberhentian dan pengkatan ketua DPRD. Rapat tersebut menindaklanjuti permintaan DPP partai Golkar untuk melaksanakan proses tahapan PAW atas nama Imam Kafali, menggantikan Hj Sumiatun. SK DPRD tentang usulan tersebut sudah dikirim ke gubernur untuk mendapatkan persetujuan dan diterbitkan SK gubernur. Rencanakan pekan depan Imam Kafali bakal dilantik sebagai ketua DPRD.
Sekwan DPRD Lobar, Isnanto Karyawan, Jumat (6/4) mengatakan, rapat paripurna istimewa sekarang yakni mengagendakan pergantian antarwaktu dalam komposisi DPRD Lobar dari fraksi Partai Golkar yakni Hj.Sumiatun kepada Imam Kafali, SPd. Tujuannya adalah sebagai salah satu persyaratan untuk dibawa ke Provinsi yang ditujukan untuk Gubernur, Cq Pjs Bupati Lobar. Dalam paripurna itu semuanya berjalan lancar dan tidak ada satu kendala apapun karena semua aklamasi menyatakan setuju berkaitan PAW DPRD Lobar. “Kami sendiri sudah membuat
surat perihal peresmian pemberhentian dan pengangkatan ketua DPRD Kabupaten Lobar tujuannya adalah untuk dilimpahkan ke Gubernur NTB. Isnanto menyebutkan, pihaknya melalui bagian Kabag Hukum dan Humas Sekwan Lobar sudah menindaklanjuti ke provinsi. “Rapat yang dihadiri sebanyak 35 orang anggota Dewan, semua aklamasinya tidak ada yang keberatan dan menyatakan setuju,’’ ungkapnya. Dikatakannya, dalam Paripurna tersebut ada salah satu anggota Dewan yang interupsi yaitu meminta agar segera menindaklanjuti itu semua. Menurutnya, pelantikan ini akan dilakukan secepat mungkin, tergantung kapan SK ini sudah ditandatangani oleh Gubernur, selanjutnya akan dilakukan pelantikan PAW. “Kami targetkan pelantikan ini sebelum tanggal 16 April ini supaya harus sudah ada ketua baru yang pimpin DPRD Lobar ini sekaligus sebagai kado istimewa di ulathnya Lobar yang ke 60,’’ tukasnya. Ditemui terpisah, Ketua DPRD terpilih Imam Kafali menuturkan apa yang menjadi keputusan DPP yang dipercayakan padanya merupakan salah satu amanah. Baginya adalah tentu harus dijaga ber-
Giri Menang (Suara NTB) Masih banyak petani yang belum mengakses program asuransi usaha tani dan ternak. Target tahun lalu sebanyak 3.000 hektar terlampaui, bahkan capaian ini terbaik di NTB. Namun terdapat ribuan petani dan peternak belum mendapatkan asuransi. Pasalnya mengacu data dinas Pertanian terdapat belasan ribu hektar lahan pertanian, hanya 3.000 hektar yang masuk asuransi. Kepala Distan Lobar, H. Muhur Zokhri, Jumat (6/4) menerangkan, realiasasi asuransi tahun lalu lumayan tinggi, sebab petani mulai menyadari pentingnya asuransi tersebut. Setelah petani mengetahui manfaat nya, banyak petani yang terdorong untuk ikut asuransinya. “Namun masih bany-
ak petani belum masuk asuransi, seharusnya luas lahan 17 ribu hektar lebih seluruhnya masuk,” tukasnya. Kedepan ia berharap semua petani bisa masuk asuransi, sebab total Poktan baik tanaman pangan dan peternakan sebanyak 1.495 Poktan yang terdaftar. Ini di luar Gapoktan dan
P3A serta Upja. Klaim untuk usaha tani ini, besaran premi yang dibayarkan petani Rp 36 ribu per sekali musim tanam. Selain asuransinya usaha tani, juga ada asuransi usaha ternak sapi. Sudah ada beberapa peternak memperoleh asuransi, karena ternak sapinya hilang. Bantuan pembayaran premi dari
(Suara NTB/her)
asuransi tersebut sebanyak Rp 200 ribu namun yang dibayarkan pemerintah sebanyak Rp 160 ribu sehingga peternak hanya bayar Rp 40 ribu per ekor. Terkait klaim asuransi, langsung dari asuransi ke rekening petani. Khusus peternak yang ternaknya hilang akibat kelalaian diberikan asuransi Rp 7 juga per ekor. Sedangkan Asuransi usaha tani diberikan Rp 6 juta per hekar. Padahal premi yang dibayarkan Rp 36 ribu per hektar. Di tengah kondisi ini ia berharap serapan gabah harus 78 persen untuk membantu petani.
Sebab Bulog sendiri telah menerima perintah langsung dari kepala negara. Hal ini pun sudah ditekankan ke pihak Bulog namun yang mengeksekusi adalah pihak Bulog. “Kita berharap agar Bulog menyerap gabah petani 78 persen,” kata Muhur. Sebab kondisi di lapangan petani dihadapkan berbagai persoalan termasuk tengkulak. Para petani yang butuh pendanaan terpaksa menjual ke tengkulak. Bahkan petani menjual langsung masih di sawah saat sebelum panen. Kondisi ini menyebabkan serapan Bulog malah kalah dengan serapan oleh tengkulak. (her)
Oknum Aparat Desa Kembalikan Uang Pungutan Rastra
Desa Sekotong Tengah Beli Kendaraan Bak Terbuka
SELAMATAN KENDARAAN - Kades Sekotong Tengah, Lalu Sarapudin saat selamatan kendaraan bak terbuka untuk usaha angkutan, Jumat (6/4).
(Suara NTB/dok)
Imam Kafali berlambang pohon beringin ini, ingin memperbaiki tatanan yang sudah ada. Imam menegaskan, targetnya adalah memenangkan pasangan calon dalam kancah Pilkada, misalnya Fauzan Khalid sebagai Bupati dan Hj Sumiyatun menjadi wakil Bupati. Kemudian perjuangannya untuk memenangkan pilkada Gubernur dan komitmennya tetap akan berusaha untuk memenagkan pasangan yang diusungnya. (her)
Petani Lobar Masih Minim Akses Program Asuransi
Layani Angkutan ke Puskesmas
Giri Menang (Suara NTB) Desa Sekotong Tengah, kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar), membeli kendaraan bak terbuka (pick up) untuk melayani masyarakatnya yang ingin berobat ke Puskesmas. Dana pembelian yang bersumber dari dana desa (DD) itu bisa dipakai mengangkut produk usaha, juga bisa mengangkut warga melahirkan dan sakit terutama di dusundusun terpencil di atas perbukitan. Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Sarapudin, Jumat (6/4) menerangkan, sejak didirikan 10 tahun lalu, Bumdes Sekotong Tengah telah memiliki tiga unit usaha,yaitu unit usaha Simpan Pinjam,unit usaha waserda dan unit usaha jasa angkutan serta unit fotokopi dan percetakan. Ia mengatakan bahwa keberadaan Bumdes unit jasa angkutan ini agar bisa bermamfaat bagi masyarakat desa Sekotong Tengah. “Kami harapkan agar warga mau memanfaatkan serta memelihara dan merawat mobil tersebut,” kata Sarapudin. Pengadaan 1 unit mobil jenis toyota L300 ini diharapkan untuk mempermudah transportasi bagi ibu melahirkan,warga yang sakit, dan lainnya, terutama untuk warga di daerah pegunungan yang ada di desa Sekotong Tengah. Mobil angkutan tersebut dibiayai melalui Dana Desa tahun 2018,dan siap melayani warga desa Sekotong Tengah dengan terlebih dahulu diadakan acara selamatan bersama para tokoh agama dan tokoh masyarakat desa Sekotong Tengah di aula kantor desa Sekotong Tengah. (her)
sama, di mana ini adalah sebuah bukti bahwa Golkar itu ingin ada regenerasi. “Karena ini adalah sebuah amanah yang dipercayakan ke saya, bahwa sebenarnya Golkar itu ingin melahirkan regenerasi,” ujarnya. Dalam kepengurusan Partai Golkar itu kata Imam, yakni tetap dengan satu jargon Golkar yang bersih yaitu, memperbaiki seluruh tatanan yang ada. Meski sebenarnya dalam tubuh Golkar itu sudah baik, namun harus ada generasi untuk memimpin masa depan Golkar.”Ketika amanah ini saya emban, tentunya ini menjadi tanggung jawab besar, tidak hanya saya pribadi, namun harus bersama sama secara sinergitas dengan seluruh anggota DPRD yang ada,”tukasnya Sebelum penetapannya sebagai ketua Dewan dari partai Golkar, diketahui melalui proses panjang, dikhawatirkan akan ada terjadinya gesekan dalam internal Golkar DPD l ? Menyikapi hal tersebut Imam mengatakan, yang terpenting yang ada di Golkar adalah menyelesaikan PR yang berat. Dengan adanya keputusan DPP mempercayakan dirinya sebagai ketua DPRD dari tubuh Golkar, menurutnya, jika dalam internal partai yang
(Suara NTB/her)
GOTONG ROYONG - Warga Dasan Geres dibantu TNI bergotong royong membangun akses jalan dan jembatan bambu untuk menghubungkan dua lingkungan, Jumat (6/4).
Warga Dasan Geres Bangun Jembatan Bambu Giri Menang (Suara NTB) Warga lingkungan Dasan Geres Tengah kelurahan Dasan Geres, kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar), membangun jembatan bambu untuk penghubung lingkungan setempat. Selain itu, warga setempat secara swadaya dibantu aparat TNI membuka akses jalan sepanjang puluhan meter yang menghubungkan dengan jembatan bambu tersebut. Ditemui di sela-sela gotongroyong, Babinsa Kelurahan Dasan Geres, Sersan Mayor Saparman, Jumat (6/4) menyatakan, pihaknya turun membantu warga setempat menindaklanjuti surat dari warga setempat ke Koramil Gerung untuk melakukan gotong-royong. Pihaknya turun
bersama belasan Babinsa lain untuk membantu warga, sebab sesuai progam TNI bergotong royong bersama warga. Dikatakan, TNI bagian dari masyarakat sehingga setiap saat diminta bantuan siap turun membantu. Menurutnya akses jalan dan jembatan yang dibangun begitu urgen bagi warga sebab telah lama diupayakan, akses jalan dan jembatan ini juga menghubungkan ke masjid. Sementara itu ketua panitia, Lalu Irwan menerangkan, pembangunan akses jalan ini murni inisiasi warga berswadaya. Modal awal pihaknya urunan Rp 10 ribu per orang. Kemudian dibantu oleh donatur. Akses jalan dan jembatan ini urgen bagi warga sebab jembatan yang ada sebelumn-
ya ada di lahan milik warga sehingga setiap saat bisa saja dipakai untuk membangun. “Ini inisiasi warga dibantu donatur dan aparat TNI,” ujarnya. Untuk membangun jalan ini, lahan diberikan hibah oleh warga setempat seluas 2 are. Untuk jembatan sendiri sudah ada kepastian dari anggota DPRD NTB. Rencana pembangunan jembatan Permanen didanai pada APBD Perubahan 2018 Rp 200 juta. Panjang jembatan yang bakal dibangun 15 meter, sedangkan akses jalan panjangnya 50 meter dengan lebar 4 meter. Pihaknya sudah mengusulkan ke DPRD Lobar, namun karena banyak kepentingan menyebabkan usulan belum direspon. Jumlah warga di lingkungan itu sendiri sebanyak 250 KK. (her)
Giri Menang (Suara NTB) - ditindaklanjuti oleh Kades Dinas Sosial (Disos) Lom- setempat.”Itu sudah bok Barat (Lobar) turun tan- dikembalikan oleh oknum yang gan menyelesaikan persoalan memungut, sudah ditindakdugaan pungutan biaya tebus lanjuti oleh Kades setempat,” beras sejahtera (rastra) yang tukasnya. Lebih jauh kata terjadi di beberapa tempat. Ambar, penyaluran rastra buDisos meminta oknum yang lan April ini sudah mulai di memungut biaya tersebut beberapa Desa. Setiap tanggal mengembalikan ke warga. 20 bulan sebelumnya sudah Oknum aparatur dusun yang ada perintah dari Bulog untuk memungut biaya ini pun menyalurkan untuk Rastra mengembalikan hasil pungu- bulan berikutnya. Penyaluran tan ke warga. rastra ini jelasnya tergantung Kepala Disos Lobar, Hj. dari kesiapan Desa menerima. Made Ambarwati kepada warTerkait rencana penyalutawan, Jumat (6/4) menjelas- ran non tunai, pihaknya menkan, ada dua dugaan pungutan gaku tidak bisa merealisasiyang dilakukan oleh oknum. kan tahun ini. Sebab hal ini Antara lain di desa Pelangan mengangkut data verifikasi Sekotong dan Dasan Baru ke- dan validasi (verivali). Ia mecamatan Kediri. Ambar nargetkan penyaluran non mengklarifikasi terkait dug- tunai tahun depan. Untuk aan pungutan biaya tebus ras- tahun ini daerah lain sudah tra yang disebutkan sebelum- mulai menerapkan seperti nya di salah satu dusun desa Yogyakarta, Jateng dan KaliBanyumulek, ternyata setelah mantan. Untuk penerapan diklarifikasi Kades setempat penyaluran non tunai ini sendibukan di desa tersebut, melain- ri berkelompok per kabupatkan di dusun Bebai desa en/ kota. Lobar sendiri masuk Dasan Baru kecamatan Kedi- grup perkotaan. “Kita tidak ri. Kades Banyumulek jelasn- bisa terapkan tahun ini, kareya langsung ke kantor dinsos na masih terkendala terkait menemuinya untuk menyam- pendataan, verivali yang belum paikan klarifikasi sekaligus tuntas,”tukasnya. (her) bantahan. Pungutan di dusun Bebai ini jelasnya, setelah diklarifikasi ke bawah bahwa bantuan ini dipungut atas dasar Awig-awig dusun setempat. Sesuai Awig-awig tersebut bahwa tidak saja bantuan rastra yang dipungut namun semua jenis bantuan disumbang ke masjid. Pihaknya sendiri tidak bisa masuk ke Awig-awig tersebut, sebab itu kesepakatan warga. Diakui nya awig-awig ini menyebabkan dinas dilematis sebab hal ini berdasarkan kesepakatan warga. Sedangkan pungutan di dusun Nusa Damai desa Pelangan telah dikembalikan, setelah Hj Made Ambarwati (Suara NTB/her)
Giri Menang (Suara NTB) Kelompok Usaha Bersama (KuBe) di Lombok Barat (Lobar) menembus juara tingkat provinsi NTB, sehingga berhak mewakili NTB pada Lomba Kube di level nasional. Tahun ini KuBe “Waroh” usaha pembuatan keripik Dusun Penangka, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada mewakili NTB di level nasional. Berdasarkan data Dinas Sosial, Kube desa Babussalam tahun 2016 mewakili NTB di level nasional, tahun berikutnya 2017 Kube dari Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar mendapatkan juara I provinsi sehingga mewakili NTB di level nasional. “Tahun ini Kube Waroh usaha pembuatan keripik, mudahan bisa tembus juara,” kata Kadis Sosial, Hj Made Ambarwati, Jumat (6/4). Ia mengakui, meskipun tiap tahun mampu tembus nasional namun Kube Lobar belum mampu menjadi juara di tingkat nasional. Kasi Fakir Miskin, Pesisir dan Perkotaan, Hilwan, menyatakan untuk mempersiapkan KuBe pada lomba tingkat nasional ini pihaknya meningkatkan pembinaan terutama pada empat unsur yakni aspek kelembagaan menyangkut pengurus, Ketua dan Sekretaris. Aspek kedua terkait administrasi dan keuangan menyangkut pembukuan. Ketiga aspek kerjasama, terkait kemitraan dengan lembaga lain sehingga cepat berkembang. Keempat mampu memanfaatkan potensi yang ada, ketika berusaha apakah ada di daerah setempat sehingga bisa menghidupkan masyarakat setempat. “Dari berbagai aspek ini kita bagus, namun masih kalah dengan daerah lain,”tukasnya. Lebih jauh katanya, penilaian KuBe ini dilakukan diamdiam, tidak ada pemberitahuan. Bahkan ia mengaku kaget tiba-tiba keluar SK dari provinsi yang menetapkan Kube Narmada memperoleh juara I. Karena itulah pihaknya terus menyiapkan Kube sedini mungkin dari berbagai segi. Untuk penilaian tingkat nasional, kemungkinan bakal turun setelah puasa mendatang. Dalam penilaian ini banyak yang perlu dibenahi, sebab masih kalah dengan daerah lain. Pihaknya sudah mendapatkan bocoran apa saja aspek yang perlu dipenuhi agar bisa mendapat juara Nasional. Jika empat unsur ini dipenuhi, maka Kube Lobar bisa juara nasional. Ia menambahkan total Kube yang ada di atas 100 unit namun dari jumlah ini setengahnya aktif sedangkan setengahnya lagi kurang aktif. Sejauh ini bantuan untuk Kube Rp 20 juta. (her)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Halaman 6
Empat Paket Jembatan di Sumbawa Gagal Tender Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak empat paket jembatan di Sumbawa dipastikan gagal tender dan akan dilakukan tender ulang dalam waktu dekat. Paket yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, satu diantaranya gagal tender karena hasil evaluasi tidak ada penyedia yang memenuhi syarat. Sedangkan tiga paket lainnya karena kesalahan daripada standar dokumen yang diunggah panitia. Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos kepada wartawan, Jumat (6/4) menyebutkan, dari lima paket jembatan yang ada empat diantaranya yakni paket jembatan
Berora, jembatan SP3, jembatan SP 1, dan jembatan Tanjung Bila gagal lelang. Sedangkan satu paket yakni Jembatan Sebeok tidak ada masalah dan sudah ada pemenang. Khusus paket jembatan
Berora dinyatakan gagal karena dari hasil evaluasi, dari lima penyedia tidak ada yang memenuhi syarat. Paket ini kembali akan dilakukan tender ulang dalam waktu dekat ini. Kemudian paket jembatan SP3, SP1 dan Tanjung Bila
gagal karena kesalahan daripada standar dokumen yang diupload oleh panitia. Dimana ada satu Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang salah. Untuk SBU jembatan adalah SI004, tetapi yang diupload dan diumumkan oleh pokja adalah SI003 yang untuk jalan. “Yang kita lelang ini adalah jembatan bukan jalan. Seharusnya SI004, tetapi untuk tiga paket ini yang diupload SI003. Kesalahannya disitu,” ujarnya. Dalam tiga paket jembatan
dijelaskannya berawal pada kesalahan PPK menyampaikan dokumen ke pihaknya yakni SI003. Kemudian diverifikasi oleh tim verifikator untuk dikaji ulang. Ternyata SBU tidak terdeteksi salah dan tetap muncul SI003. Sementara yang seharusnya terkoneksi adalah SI004. Setelah diumumkan, penyedia sudah melakukan penawaran. Setelah tahap akhir penutupan penawaran, ternyata ada yang menawar dengan SI004 dan ada yang menawar den-
Hindari Gratifikasi, Bupati Sumbawa Tak Mau Dibiayai Investor Sumbawa Besar (Suara NTB) Rencana keberangkatan Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc ke Korea Selatan pada Selasa Mendatang terpaksa ditunda. Rencananya, orang nomor satu di Sumbawa ini akan membicarakan kerjasama dengan perusahaan setempat. Meski akan dibiayai oleh pihak investor, namun Husni Djibril memilih untuk menolaknya. “Jadi ada undangan dari Gimco ke Korea Selatan yang sedianya harus berangkat (Suara NTB/dok) Selasa Malam. Tapi karena H. M. Husni Djibril ternyata ada halangan, saya belum paham maka saya tunda,” kata Bupati kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (6/4). Penundaan tersebut, diakuinya karena perjalanan tersebut merupakan perjalanan luar negeri. Dimana pertama harus menggunakan paspor biru sebagai pejabat negara. Kedua, di dalam anggaran APBD tidak ada Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) perjalanan dinas luar negeri. Pihak perusahaan setempat memang siap untuk memberikan biaya tiket ke sana. tetapi dirinya tidak siap karena dianggap akan terjadi gratifikasi manakala perjalanan dinas dibiayai oleh pihak luar yang berkepentingan dengan pemerintah daerah. “Saya sudah diskusi dengan staf ahli hukum, pak Burhan. Saya juga sudah bicara langsung dengan wakil Ketua MK yang merupakan sahabat saya. Katanya beliau yang namanya pemberian atau penyediaan fasilitas apabila itu ada kepentingan dengan pemerintah, maka itu termasuk gratifikasi. Jadi ndak berani kita,” jelas Bupati. Disebutkannya, dari segi kepentingan pihaknya sebenarnya rugi dengan penundaan ini. Karena rencananya di Korea Selatan pihaknya akan membicarakan terkait pemetaan Sumbawa tentang potensi-potensi yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan setempat. Mengingat mereka adalah investor yang akan menanamkan modal di Sumbawa untuk mengolah limbah jagung. Tentunya bisa dibayangkan bagaimana peningkatan ekonomi masyarakat Sumbawa, khususnya petani jagung manakala limbah jagung ini diolah di Sumbawa menggunakan pabrik. Dibandingkan dengan limbah jagung dibuang dan dibakar. “Jauh lebih bermanfaat diolah, dan kebetulan ada perusahaan luar negeri yang ingin membangun pabrik pellet untuk pakan ternak. Ini akan bermanfaat dan yang akan diuntungkan masyarakat kita. Karena limbah itu akan dibayar,” tandasnya. Terkait penundaan, Bupati menyatakan sudah berkomunikasi dengan Dirjen untuk menyampaikannya ke pihak perusahaan setempat. Karena mereka sudah siap dengan seluruh perangkatnya untuk menyambut Pemda Sumbawa. Saat ini Bupati juga tengah mencari waktu untuk kebrangkatan nantinya. “Karena sudah ada penundaan dan dikomunikasi, tinggal sekarang saya diminta tolong tentukan tanggal penundaan sampai tanggal berapa. Saya sedang mencari waktu. Karena ini sangat penting, rugi kalau kita tidak hadir. Kemungkinan nanti bisa masuk di DIPA dengan merubah pergeseran anggaran. Mungkin perjalanan dinas luar daerah saya bisa dialihkan menjadi perjalanan luar negeri itu bisa,” pungkasnya. (arn/ind)
Kementerian PUPR Kembali Luncurkan Bantuan PSU ke Sumbawa Sumbawa Besar (Suara NTB) Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali meluncurkan anggaran pembangunan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) rumah umum di Kabupaten Sumbawa. Sasaran program PSU yang dikoordinir Pemkab melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Sumbawa untuk tahun ini pada dua perumahan. Yakni perumahan umum di Perumahan Baiti Jannati dan perumahan umum Puri Citra Samawa. Khusus untuk kawasan perumahan umum Baiti Jannati telah dilakukan pengukuran Mutual Check Nol (MC 0), belum lama ini. Pengukuran langsung disaksikan oleh staf Satker Fasilitasi Rumah Umum Kementerian PUPR. Mereka didampingi langsung oleh pengawas lapangan program dari PRKP Sumbawa, Alwan Fatawari. Seperti dikatakan Alwan, MC 0 adalah suatu bentuk laporan setiap jenis item uraian pekerjaan fisik yang akan dikerjakan yang dilengkapi dengan berita acara pemeriksaan lapangan bersama (MC 0%). Selanjutnya berita acara serah terima lapangan (BA MC 0%), schedule dan rekap MC 0%. Semuanya dilakukan sebelum memulai pekerjaan. ”Seteleh semuanya rampung barulah dimulai pekerjaan fisiknya,” jelasnya. Sesuai surat perjanjian proyek pembangunan PSU di Baiti Jannati ini anggaranya sekitar Rp. 726,649 Juta. Pembangunan PSU itu dilakukan untuk 150 unit rumah. Sementara untuk Perumahan Puri Citra Samawa, penandatanganan kotrak baru akan dilakukan minggu depan. Setelah itu, baru akan berproses. (arn/*)
(Suara NTB/ist/Alwan)
PENGUKURAN - Pengawas lapangan proyek bantuan PSU Kementerian PUPR dari PRPK Sumbawa, Alwan Fatawari mendampingi tim dari Satker fasilitasi rumah umum Kementerian PUPR saat melakukan pengukuran MC 0 di Perumahan Baiti Jannati.
gan SI003. Ada juga yang menawar menggunakan SI003 dan SI004. Dimana ada 10 penawar di tiga paket tersebut. Tiga penawar di paket Tanjung Bila, dua penawar di paket SP3 dan empat penawar di paket SP1. Yang membuat pihaknya bingung, terhadap penawar yang akan dimenangkan. Akhirnya kesimpulannya paket tersebut dibatalkan lelangnya. “Akhirnya kesimpulannya tiga paket ini kita batalkan lelang , karena kesalahan dalam
mengupload dokumen penawaran,” terangnya. Kesalahan tersebut, kata Malik tidak sepenuhnya menyalahkan PPK. Karena di pihaknya juga terdapat tim ferivikator yang melakukan pengkajian ulang. Terhadap paket tersebut dokumennya kemudian dikaji ulang. Kemudian diadendum doukemnnya menjadi SI004. Makanya pihaknya memanggil PPK dan rencananya Senin Mendatang dokumennya kembali diumumkan untuk dilelang ulang. (ind)
Miris, Anak 13 Tahun Miliki Lima Poket Sabu
(Suara NTB/bug)
RESMI - APK Resmi Pilgub NTB berbentuk baliho yang telah ditempatkan KPU KSB di kota Taliwang.
KPU KSB Mulai Pasang APK Resmi Peserta Pilkada NTB Taliwang (Suara NTB) Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) NTB 2018 yang resmi diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB mulai terpasang di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Komisioner KPU KSB, Supriadi, S.Pd menjelaskan, proses pemasangan APK pasang peserta Pilkada NTB ini sudah dilaksanakan pihaknya sejak hari Kamis dan sementara ini penempatan telah diselesaikan di titik kota Taliwang. “Untuk sementara baru satu titik yang kita tempatkan yakni di kecamatan Taliwang,” jelasnya kepada Suara NTB, Jumat (6/4). Ia mengatakan, berdasarkan kesepakatan dengan masing-masing tim sukses (Timses) pasangan. Ditetapkan untuk pemasangan APK jenis baliho ditempatkan di 5 titik di seluruh wiayah KSB. Di antaranya di kecamatan Taliwang, Brang Rea, Poto Tano, Seteluk dan di kecamatan Jereweh. “Jadi untuk yang jenis baliho hanya di lima kecamatan. Dan untuk yang 4 titik sisanya akan kami selesaikan pemasangannya secepatnya,” timpalnya. Selain dala bentuk baliho, ada 2 jenis lain APK resmi yang diterbitkan KPU NTB untuk masing-masing pasangan peserta. Diantaranya berupa umbul-umbul sebanyak 20 lembar per pasangan dan spanduk sebanyak 2 per desa bagi tiap pasangan. Untuk pemasangan dua jenis APK ini dijelaskan Supriadi, diberikan tanggung jawab kepada masing-masing Timses pasangan. Namun demikian penempatan-
nya tetap tidak bisa sembarangan karena harus dipasang pada zona-zona yang telah disepakati bersama oleh Pemda KSB, KPU dan masing-masing Timses pasangan peserta Pilkada di tingkat kabupaten. “Kalau umbul-umbul itu jenis APK untuk tingkat kecamatan, nah yang spanduk itu di tingkat desa. Sementara yang jenis baliho tingkat kabupaten dan sesuai kesepakatan kita dengan Timses masing-masing penempatannya di 5 titik (kecamatan) tadi,” sambung Supriadi yang menjabat ketua bidang SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU KSB ini. Disinggung mengenai APK yang dipasang oleh masing-masing Timses saat ini di sejumlah titik? Supriadi mengatakan, sesuai aturan pasangan peserta Pilkada dapat membuat atau mencetak sendiri APK-nya hingga pada pemasangannnya. Hanya saja sebelum pencetakan, APK harus dilaporkan kepada KPU untuk menyesuiakan aturan yang ada termasuk dalam hal penempatan harus pula disesuaikan pada titik zona yang telah ditetapkan KPU. “Kalau kami melihat. Beberapa APK yang dipasang sendiri oleh Timses pasangan banyak yang diluar zona,” cetusnya. Terhadap kondisi tersebut, pihaknya sebut Supriadi telah berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat. Agar terhadap APK yang dipasangan oleh Timses di luar titik zona yang ditentukan agar segera dilakukan penertiban. “Intinya tidak masalah pasangan membuat dan memasang APK-nya sendiri. Tapi ada aturannya. Kalau melanggar yang tentu harus ditertibkan,” tegasnya. (bug)
Bupati Sumbawa Minta KSB Taati Keputusan Mendagri Sumbawa Besar (Suara NTB) Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc menanggapi adanya pernyataan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang masih saja belum bisa menerima keputusan soal tapal batas kedua Kabupaten. Padahal, sebelumnya kedua kabupaten sudah bersepakat untuk menerima hasil keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Menurut Bupati, saaat awal menjabat dirinya bersama Bupati KSB bertemu dengan Gubernur dan difasilitasi Wakil Gubernur untuk membicarakan terkait tapal batas. Dalam pertemuan terjadi pertentangan yang cukup tajam, karena masing-masing mempertahankan haknya. Untuk menghindari tidak terlalu meruncing, sehingga disepakati untuk penentuan tapal batas diserahkan kepada Mendagri. Apapun yang menjadi keputusan nantinya harus diterima sesuai dengan kesepakatan. “Waktu itu difasilitasi pak Gubernur dan Wagub. Saya hadir bersama Asisten I. Bupati KSB bersama Sekdanya. Kita sepakat untuk menyerahkan ke Mendagri apapun keputusannya kita harus menerima. Itu jelas dia katakan begitu,” kata Bupati. Tentunya, kata Bupati, keputusan dari Mendagri yang sudah diterima tersebut tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun baik Sumbawa ataupun KSB. Tetapi keputusan tersebut harus diterima, karena itu adalah kesepakatan bersama. Pihaknya pun sudah menerima keputusan mengenai tapal batas kedua kabupaten. Tetapi
seperti di pemberitaan, Bupati KSB belum menerimanya. “Saya sudah menerima keputusan itu. Masih saya ditawarkan bila perlu sampai Tano saja. Kalau tidak menerima ayo saya berikan sampai Utan nda usah sampai Tano. Supaya saya Bupati Sumbawa yang masyarakat Utan ini menjadi masyarakat KSB. Tanggung-tanggung dia kasih kita ke Tano. Dia kasih kita satu desa, saya kasih tiga kecamatan,”guyon Bupati. Sebagai sahabat, lanjut Bupati, mestinya Bupati KSB menerima keputusan dari Mendagri karena kesepakatan bersama. Seolah-olah Sumbawa tidak puas dengan keputusan tersebut. Padahal diakui Bupati dirinya sudah puas dan sudah menerima keputusan. Bahkan dirinya tidak memperhitungkan masuknya Pulau Kalong ke wilayah Sumbawa atau tidak. Tetapi intinya peraturan dari Mendagri dapat disepakati. Artinya sepakat dan taat kepada aturan hukum yang sudah diminta melalui rapat resmi dan surat resmi yang disampaikan ke Mendagri sebelumnya. Memang diakui Bupati, saat pemasangan patok batas, KSB mengutus perwakilan begitu juga dengan Sumbawa dan menyepakati titik pemasangan batas. Tetapi faktanya Pemkab KSB tidak menerima. “Itulah makanya kita soroti. Bukan ada tidak sepakat di lapangan. Jelas keputusan Mendagri. Yang penting cari ketaatannya masing-masing Kabupaten baik Sumbawa ataupun KSB.,” pungkasnya. (ind/arn)
Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini harus bekerja ekstra untuk menyikapi maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Bahkan, kondisi saat ini dianggap sudah parah, karena tidak hanya orang dewasa saja. Bocah yang berumur 13 tahun pun ditangkap karena mengkonsumsi barang haram ini. “Harus kita akui, peredaran Narkoba di Sumbawa Barat sangat marak terjadi. Bahkan korbannya juga tidak pandang bulu mulai dari orang dewasa hingga bocah umur belasan tahun yang saat ini sedang kita tangani. Masalah ini kita buka untuk menggugah hati orang tua supaya lebih mengawasi anakanaknya sehingga kasus-kasus ini semakin bisa ditekan,” ungkap Kapolres KSB, AKBP Mustofa SIK, MH di kegiatan Yasinan, Kamis (5/4) malam. Dia mengatakan, terungkapnya kasus anak yang terlibat narkoba ini berawal dari laporan orang tuanya yang sering merasa kehilangan sejumlah uang di ATM miliknya. Menerima laporan dari masyarakat tersebut, pihaknya mulai melakukan penelusuran kemana uang tersebut hilang. Setelah mendapat titik terang, ternyata uang tersebut diambil oleh anaknya sendiri yang berusia 13 tahun. Bahkan, total uang yang telah diambil di ATM tersebut mencapai angka Rp15, 5 juta. Tidak berhenti disitu, pihaknya kemudian melakukan upaya pendalaman terhadap kasus ini serta melakukan penggeledahan di dalam kamarnya. Polisi berhasil mendapatkan lima poket sabu-sabu siap pakai. “Saat ini anak bersama dengan barang bukti lima poket sabu, masih kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hanya saja untuk inisial pelaku kita tidak bisa buka ke Publik karena masih dibawah umur,” ungkapnya. Lebih mirisn-
ya lagi, lanjutnya, ternyata anak ini sudah tidak lagi masuk pada tahap coba-coba melainkan sudah sangat mahir. Bahkan dia sudah bisa meracik dari bong, masak sabu dan bisa merasakan efek dari asap sudah sangat bisa. Sehingga diindikasikan bahwa anak ini sudah terbiasa untuk menggunakan narkoba. Pihaknya juga terus mendalami hasil pengakuan anak ini dan ternyata lingkungannya lah yang membuat dia ketagihan untuk menggunakan narkoba semenjak kelas 6 (enam) SD. Saat menggunakan barang tersebut, anak ini juga tidak pernah memakai sendiri melainkan secara ramai-ramai dengan orang yang lebih tua darinya. Ada yang berumur 25 tahun sampai dengan usia 30 tahun. “Saya secara pribadi sangat miris dengan kondisi ini, bagaimana nasib generasi kita kedepan, jika mulai dari saat ini sudah mengenal narkoba. Untuk itu saya minta kepada orang tua untuk bisa mengawasi pergaulan anak- anaknya supaya kasus seperti ini tidak kembali terulang,” imbuhnya. Ia mengharapkan, adanya peran serta masyarakat untuk terus menekan kasus penyalahgunaan narkoba. Hal ini diatensikan karena anggota yang ada saat ini masih sangat terbatas. Artinya, ketika diketahui ada penyalahguna narkoba untuk dilaporkan supaya bisa diambil tindakan tegas. Jika masalah ini tetap dibiarkan, maka para generasi selanjutnya yang akan merasakannya. “Kami sangat berharap peran serta masyarakat bisa membantu menekan kasus ini di KSB. Karena jika kita saja (Polisi) yang bergerak, maka tidak bisa maksimal karena anggota yang kita miliki juga terbatas,” tukasnya. Kepada keluarga juga diminta untuk bisa mengawasi pergaulan anak-anaknya supaya kasus seperti ini semakin ditekan. (ils)
Mustofa (Suara NTB/dok)
KPU KSB Sosialisasi Pilkada NTB dengan Aksi Kerja Bakti Taliwang (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) punya cara tersendiri menyosialisasikan agenda pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 kepada masyarakat. Lembaga penyelenggara Pemilu ini, Jumat (6/4), menggelar aksi kerja bakti di desa Tamekan, kecamatan Taliwang. Adapun bentuk kegiatannya berupa pembersihan saluran irigasi dengan melibatkan masyarakat serta seluruh elemen pemerintah desa dan instrumen penyelenggaran Pemilu di tingkat desa setempat. Komisioner KPU KSB, Bidang SDM dan Partisispasi Masyarakat, Supriadi, S.Pd menjelaskan, pihaknya sengaja mengambil tema kerja bakti sebagai wadah sosialisasi Pilgub karena semangatnya memenuhi ekspektasi semangat perhelatan Pilkada serentak saat ini. “Kerja bakti itu kan semangatnya gotong royong. Nah harapan kami melalui aksi ini kita bisa menggugah masyarakat untuk turut meningkatkan partisipasinya dalam Pilkada nanti sebagai sebagai pengewajantahan semangat gotong royong dalam demokrasi,” timpalnya di sela kegiatan. Menurutnya, suksesnya pelaksanaan Pilgub sebagai salah satu ajang demokrasi dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat di dalamnya. Karena itu melalui sosialisasi ini, KPU KSB khususnya ingin menggugah masyarakat agar peduli dan mengambil bagian
secara aktif dalam pelaksanaan Pilgub NTB kali ini. “Di sisi lain agenda sosialisasi kami ini juga dalam rangka mendukung program Pemda KSB yakni program PDPGR yang bertujuan menggugah semangat gotong royong masyarakat,” ujarnya. Kegiatan sosialsasi dengan agenda kerja bakti ini masih akan terus dilaksanakan oleh KPU KSB. Supriadi menyatakan, pihaknya masih memiliki agenda kegiatan yang sama di 3 lokasi berbeda sepanjang bulan April ini, yakni pembersihan pemukiman warga Hindu di desa Kokar Lian, kecamatan Poto Tano pada 12 April berikutnya pembersihan pemakaman warga di desa Mantun kecamatan Maluk pada 22 April dan terakhir di desa Seminar Salit kecamatan Brang Rea berupa kegiatan pembersihan pemukiman warga di dusun Batu Melik yang dijadwalkan pada 29 April mendatang.
Dijelaskan Supriadi, pada setiap pelaksanaan Pemilu sejauh ini tingkat partisipasi masyarakat KSB dalam memilih terus menunjukkan peningkatan. Meski demikian dalam satu kasus per wilayah masih ada tempat-tempat yang tingkat partsipasinya tetap rendah. “Misalnya kenapa kemudian kita tempatkan di Mantun acara sosialisasinya untuk maluk, karena di desa itu dalam beberapa kali agenda pemilihan selalu menunjukkan tingkat pemilihnya rendah,” paparnya. Ia pun berhadap pada Pilgub 2018 ini, peningkatan partisipasi memilih masyarakat KSB semangkin bertambah. Sebab peningkatan patisipasi turut menjadi salah satu paramater kualitas pelaksanaan Pemilu. “Mudah-mudahan dengan sosialisasi yang kami jalankan ini bisa menggugah masyarakat kita untuk menyalurkan hak pilihnya saat hari pencoblosan nanti,” harapnya. (bug/*)
(Suara NTB/bug)
KERJA BAKTI - Warga desa Tamekan bersama para elemen penyelenggara Pilgub dan KPU KSB melakukan kerja bakti pembersihan saluran drainase.
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Halaman 7
Kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB
Budaya ”Ngaha Kawiri” Ramaikan Festival Tambora 2018 Dompu (Suara NTB) Ngaha Kawiri merupakan budaya masyarakat muslim Dompu dalam memohon keselamatan dari bala bencana atau mohon kesuksesan kegiatan yang dihajatkan. Ngaha Kawiri berarti makan bubur nasi, juga biasa dilakukan warga Dompu setiap Jumat pagi yang melibatkan anak – anak dan seiring perkembangan zaman, anak – anak yang ikut Ngaha Kawiri mau ikut bila penyelenggara membagikan uang walau seribu perak setiap anak. Budaya ini dimunculkan dalam sebuah event Ngaha Kawiri yang menjadi bagian dari kegiatan jelang puncak Festival Tambora tahun 2018, Jumat (6/ 4) pagi kemarin. Pada event Festival Tambora 2018, Ngaha Kawiri dihajatkan untuk memohon keselamatan dan kesuksesan pelaksanaan Festival Tambora yang telah masuk dalam kalender ivent Kementrian Pariwisata RI. Kegiatan Ngaha Kawiri, Jumat (6/4) pagi kemarin melibatkan pelajar se Kabupaten Dompu di sekolah mas-
(Suara NTB/ula)
Siswa SD IT Al Hilmi Dompu tampak menikmati Ngaha Kawiri yang disiapkan sekolah di halaman sekolahnya dengan beralaskan daun pisang, Jumat (6/4). ing – masing serta Dinas / Instansi pemerintah di kantornya. Tingkat Kabupaten, Ngaha Kawiri dipusatkan di jalan Soekarno – Hatta depan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu yang diikuti oleh siswa TK dan anak – anak dalam Kota Dompu. Peserta tidak hanya memakan bubur nasi yang disiapkan panitia, mereka juga mendoakan kesuksesan pelaksanaan
Walikota Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Sejak Dini Kota Bima, (Suara NTB) Walikota Bima, M. Qurais H. Abidin mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua atau wali murid agar berperan serta turut andil dalam memperkuat pendidikan anak sejak dini. Sebab anak-anak mengambil teladan pertama dari orangtua. Hal itu disampaikan Walikota dalam peluncuran Gerakan Wajib Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) satu tahun pra SD, PAUD Holistik Integratif dan Kota Ramah Anak, di (Suara NTB/Uki) Paruga Convention M. Qurais H. Abidin Hall, Jum’at, (6/4). Tidak hanya itu, Qurais juga mengajak untuk bersama-sama memperkuat kontrol sosial untuk meredam penyalahgunaan obat, khususnya tramadol yang akhirakhir ini marak terjadi, karena sangat bertentangan dengan Kota Ramah Anak. “Pendidikan anak yang berkualitas dan perwujudan Kota Ramah Anak hanya bisa tercapai jika kita semua ikut terlibat, terutama dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” ujarnya. Launching tersebut, dihadiri Kepala BPPAUD dan Dikmas NTB Drs. Eko Sumardi, M.Pd, Kepala Dikbud Kota Bima Drs. Alwi Yasin, M.AP, Bunda PAUD Kota Bima, Hj. Yani Marlina M. Qurais serta para guru PAUD se – Kota Bima. Kepala Dikbud Kota Bima Drs. Alwi Yasin, M.AP, mengaku gerakan wajib PAUD pra SD, PAUD Holistik dan Kota Ramah Anak tersebut bertujuan untuk mencetak generasi emas, sehat, cerdas, ceria, dan berintegritas. “Usia 0-6 tahun merupakan masa perkembangan otak dan pembentukan karakter anak. Dan usia ini merupakan usia emas perkembangan anak, untuk itu harus diisi dengan pendidikan yang baik”, ujarnya. Sementara Kepala BPPAUD dan Dikmas NTB, mengapresiasi Pemerintah Kota Bima yang melaunching Gerakan Wajib PAUD. Selain itu, juga mengapresiasi Perda dan Perwali terkait penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. “Keberadaan Perda dan Perwali imi dapat mendukung peraturan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai kriteria sekolah yang memenuhi standar. Sehingga pendidikan PAUD di Kota Bima menjadi lebih baik,” pungkasnya. (uki)
Festival Tambora 2018 dan keselamatan Dompu dari bala bencana. Ratusan anak – anak yang ikut Ngaha Kawiri juga mendapatkan uang kerta baru pecahan Rp5 ribu per anak. Kegiatan serupa juga dilangsungkan di kantor – kantor instansi pemerintah, dengan mengundang anak – anak, juga dibagikan uang setelah Ngaha Kawiri dan doa mohon keselamatan bagi daerah di hari jadi
ke 203. Doa mohon kesuksesan dan keselamatan ini dipimpin H Ibrahim tokoh agama asal Kandai Dua Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, H Khairul Insan, SE, MM kepada wartawan di sela acara Ngaha Kawiri depan kantornya mengungkapkan, kegiatan ini diselenggarakan pihaknya sebagai bagian dari Festival Tambora 2018 untuk memohon keselamatan dan kesuksesan kepada Allah SWT atas semua rangkaian kegiatan festival. Sehingga festival Tambora dapat memberikan kemajuan dan kesejahteraan bagi daerah dan masyarkaat Dompu. “Ngaha Kawiri bukan hanya budaya masyarakat muslim Dompu untuk doa tolak bala’ dan mohon keselamatan, tapi juga untuk memohon kesuksesan hajat hidup kita melalui memberi makan anak - anak,” katanya. Sementara Sekda Dompu, H Agus Bukhari, SH, M.Si pada penutupan acara gelar TTG tingkat Provinsi NTB di lapangan Paruga Parenta Dana Nga-
(Suara NTB/ula)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dompu, H Khairul Insan, SE, MM bersama jajaran saat Ngaha Kawiri di depan kantornya untuk berdoa memohon keselamatan dan kesuksesan Festival Tambora 2018. hi Rawi Pahu Dompu, Jumat pagi menyampaikan undangan secara terbuka kepada para pejabat dari seluruh Kabupaten / Kota se NTB untuk ikut menghadiri berbagai event dalam festival Tambora 2018. Event tahun ini bukan event Kabupaten Dompu, tapi event nasional yang lokusnya berada di Dompu sebagai pusatnya. “Barang – barang boleh pulang hari ini, tapi para pejabat bisa
bertahan hingga tanggal 11 April untuk menyaksikan berbagai event dalam pelaksanaan Festival Tambora 2018,” ajak H Agus Bukhari. Ia juga mengharapkan kepada perwakilan Kabupaten / Kota se NTB untuk menginformasikan lebih awal kepada Bupati dan wali Kota, sehingga saat menerima undangan hari puncak Festival Tambora 2018 di Sarae Nduha
padang Savana Doro Ncanga Dompu dapat menghadirinya. Berbagai event akan diselenggarakan mulai 1 April hingga 11 April mendatang. Pada Sabtu (7/4) ini akan diselenggarakan kegiatan sehari makan ikan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Dompu. Sebanyak 2 ton ikan tangkap dan budidaya disiapkan panitia secara gratis bagi tamu undangan. Event ini sebagai bagian dari mensosialisasikan potensi ikan tangkap di Dompu, khususnya ikan tuna dari teluk Sanggar. Fun fishing juga akan dilangsungkan di teluk Saleh Dompu. Teluk yang dijuluki aquarium dunia dengan kekayaan alam yang mencapai belasan triliun tiap tahun ini juga memiliki potensi ikan tangkap. Potensi ini akan dielaborasi dalam kegiatan fun fishing yang akan diikuti oleh para pemancing profesional nasional. “Bagi yang hobi dangdut, di malam tanggal 11 (April) akan dimeriahkan oleh Eri Susan dan kawan – kawan. Di hari puncak akan hadir Asanti,” kata H Agus Bukhari. (ula/*)
Investor Malaysia Tertarik Investasi Sektor Pertanian dan Pariwisata Bima Bima (Suara NTB) Sejumlah investor ternama di Negeri Jiran Malaysia, dikabarkan tertarik menanamkan modalnya (investasi) pada sektor Pertanian dan Pariwisata di wilayah Kabupaten Bima tahun 2018. Kabag Humas melalui Kasubag Pemberitaan dan Informasi Humaspro Setda Kabupaten Bima, Ruslan S. Sos, Jum’at (6/ 4), mengatakan kehadiran Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri pada forum Archipelago Expo di Malaysia mendapat respon positif dari para investor. Karena dari acara itu, lanjut-
nya, ada tujuh Investor seperti Dewan Perdagangan Islam Malaysia, SKD Reslient SDN.BHD, Ban Seng Guan SDN.BHD, Malaysian Islamic Chambers of Pahang, Ciputra, Alvin Property Insight Enterpreneur dan International Property and Comunication tertarik berinvestasi di Kabupaten Bima.
“Selain di bidang Pertanian dan Pariwisata. Tujuh investor ini juga bergerak di sektor industri dan perdagangan. Namun komoditi pertanian yang dilirik, jagung dan bawang merah dan pariwisata,” katanya. Dengan minat tujuh investor tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah akan memberikan kemudahan bagi tumbuh kembangnya investasi. “Kita berharap juga kondisi kemananan dan ketertiban tetap terjaga dan selalu kondusif,” ujarnya. Selain itu, Ruslan juga ingin meluruskan pernyataan anggota DPRD Kabupaten Bima Edi Muklis yang menilai kunjungan Bupati Bima ke Malaysia tanpa koordinasi dengan DPRD setempat serta tidak akan memberikan manfaat bagi daerah. Menurutnya, Bupati ke
Malaysia memenuhi undangan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, untuk memaparkan produk unggulan kawasan pedesaan. “Dalam acara ini, khusus mengundang 8 Kepala Daerah di Indonesia termasuk Bupati Bima. Ibu Bupati ke Malaysia untuk kepentingan daerah dan telah memenuhi prosedur. Karena ada juga Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bima, Ir. Suryadin yang ikut bersama rombongan,” pungkasnya. (uki)
Jadi Tersangka, Sekdes Terancam Gara-gara Unggah Status Berbau Sara, Oknum Warga Ditangkap 5 Tahun Penjara Bima (Suara NTB) Sekretaris Ntoke Kecamatan Wera, inisial Ar, yang ditangkap karena terlibat kasus pencurian hewan ternak warga resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Polsek Wera. Ar dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara. “Dari empat orang yang diamankan baru satu orang ditetapkan tersangka, yakni oknum Ar. Kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian,” kata Kapolsek Wera, Ipda. H. Syamsuddin via Ponsel, Jum’at (6/4). Sementara tiga orang lainnya, lanjut dia, masing-masing inisial Bs dan Jd serta penadah inisial, Hf dilepas. Hanya saja ketiga warga Kecamatan Wera ini dikenakan wajib lapor. Walaupu begitu kasus itu terus diusut, mengingat masih ada satu orang, inisial Mt, yang masih buron “Kasusnya tetap jalan. Tapi untuk sementara baru Sekdes yang kita tetapkan sebagai tersangka. Sedangkan tiga lainnya dikenakan wajib lapor,” katanya. Seperti diketahui jajaran Polsek Wera menangkap sejumlah warga yang diduga komplo-
tan pencurian hewan ternak kerbau. Parahnya lagi, salaseorang diantaranya oknum Sekretaris desa (Sekdes) salahsatu desa di Kecamatan Wera, Kamis (29/3). Kapolsek Wera, Ipda H. Syamsuddin mengatakan, oknum Sekdes yang ditangkap tersebut inisial Ar. Kata dia, selain Ar, pihaknya juga menangkap tiga warga Kecamatan Wera lainnya, masingmasing inisial Bs, Jd, dan Hf. “Mereka ditangkap karena terlibat pencurian hewan ternak. Hingga saat ini mereka masih dilakukan pemeriksaan,” katanya kepada Suara NTB, Jum’at (30/3). Menurutnya, tertangkapnya mereka berawal dari penangkapan oknum Hf, yang diduga penadah. Kata Kapolsek, Hf ditangkap saat mengendarai mobil box terbuka yang mengangkut hewan itu di jalur lintas Wera-Sape atau tepatnya di Desa Poja Kecamatan Sape. “Usai diamankan oknum Hf ini langsung digelandang ke Polsek Wera,” katanya. Sementara Kepala Desa Ntoke Kecamatan Wera, Sudirman mengaku kecewa Sekdesnya berinisial Ar tersebut, diduga menjadi otak pen-
curian hewan ternak kerbau milik warganya sendiri. “Sangat disayangkan, tindakan seperti ini tidak harus dilakukan. Ar harusnya menjadi tauladan bagi warga,” kata Kades kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Menurut Kades, tindakan Sekdes tersebut juga telah melampaui batas. Karena sebelumnya juga terlibat dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kasusnya masih ditangani oleh Polsek Wera. “Namun kasus KDRT ini, Ar hanya jadi tahanan luar dengan syarat, karena ada pertimbangan lainnya. Pencurian hewan ini tidak bisa ditolerir. Polisi harus mengusutnya,” katanya. Sudirman akan tetap menunggu proses hukum yang sedang berjalan saat ini. Jika terbukti, Ia berjanji akan mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan sementara Sekdes tersebut. “Soal sanksi kita tunggu dulu hasil penyelidikan dan penyidikan polisi selama dua minggu kedepan. Jika terbukti saya akan keluarkan surat pemberhentian,” pungkasnya. (uki)
Dompu (Suara NTB) R (26) Warga Lingkungan Ginte Kelurahan Kandai II ditangkap tim Cyber Subsatgas Gakkum Satgas Nusantara Polres Dompu, Kamis (5/4). Ia ditangkap atas dugaan mengunggah status berbau sara di media sosial (medsos). Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., mengatakan, penangkapan R berawal dari temuan tim cyber terkait postingan di akun facebook RB miliknya yang berisi ujaran kebencian dan penghinaan terhadap agama. “Postingan tersebut mengandung ujaran kebencian dan penghinaan terhadap agama,” kata dia kepada Suara NTB dikonfirmasi, Jumat (6/4). Status yang muncul di tengah kontroversi puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarno Putri yang telah melukai perasaan umat muslim itu lantas menuai reaksi netizen, rata-rata mendesak aparat menangkap pemilik akun RB. Dan tidak butuh waktu yang lama setelah proses penyelidikan dan penggalian informasi dilakukan, sekitar Pukul 14.00 Wita tim cyber
berhasil menangkap R di Terminal Ginte. Berikut barang bukti ponsel yang dipakai untuk memosting ujaran kebencian dan penghinaan tersebut. “Setelah dilakukan penyelidikan pelaku berhasil ditangkap sekitar Pukul 14.00 Wita di Terminal Ginte bersama barang bukti HP Asus hitam,” ungkapnya. Hasil interogasi anggota, lanjut Suhatta, menurut keterangan R bahwa status tersebut merupakan gabungan judul buku milik Ir. Soekarno dan KH. Abdurrahman Wahid. Hanya saja dalam postingan itu tidak disertai penyebutan sumbernya. Untuk itu, R langsung digiring ke Mapolres Dompu untuk proses lebih lanjut. Disinggung ketentuan yang dilanggar atas ujaran yang dianggap membenci dan menghina agama tersebut, Suhatta mengaku, belum dapat memastikannya. “Untuk sementara belum ditentukan pasal atau undang-undang untuk dijerat terhadap pelaku. Masih mendalami penyidikan,” pungkasnya. (jun)
Kerjasama DPMPD Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB
Gelar TTG Ditutup, Dinilai Paling Meriah dan Beragam Produk Inovasinya Dompu (Suara NTB) Gelar teknologi tepat guna (TTG) tingkat Provinsi NTB ke XVI tahun 2018 resmi ditutup dan Kota Mataram mendominasi juara dari 3 kategori yang dilombakan. Gelar TTG di Dompu juga dinilai paling meriah sambutan masyarakatnya dan paling beragam produk inovasi teknologi yang ditampilkan oleh tiap daerah. Ketua Tim juri lomba gelar TTG tingkat Provinsi tahun 2018, Irfan Dilaga, SH, MH sebelum membacakan hasil penilaian juri atas 3 kategori lomba dalam gelar TTG di Dompu, Jumat (6/4) kemarin mengungkapkan, pelaksanaan gelar TTG tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Dompu yang paling meriah direspon masyarakat. Selama 2 hari, 2 malam pelaksanaan gelar TTG selalu ramai dikunjungi masyarakat Dompu. “Gelar TTG ini juga paling lengkap penampilan stand dan alat teknologi tepat guna yang ditampilkan oleh masing – masing stand. Tingkat pengunjung yang tetap konsisten
ramai tiap hari,” ungkapnya. Sekda Dompu, Agus Bukhari, SH, M.Si yang mewakili Bupati Dompu dalam sambutan tertulisnya menyampaikan, apresiasinya kepada semua pihak yang telah mensukseskan gelar TTG tingkat provinsi NTB di Dompu. Gelar TTG ini cukup baik dalam menyebar luaskan informasi terkait hasil inovasi terkait teknologi tepat guna, baik yang dipamerkan secara langsung produknya maupun secara audio visual terkait teknologi tepat guna di masing – masing daerah. “Pembangunan sangat dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen. Melalui pameran ini telah memberikan sumbangsih kepada negara dan daerah, khususnya masyarakat dalam meningkatkan kualitas hasil produksi di bidang usaha rakyat,” kata H Agus Bukhari. Ia pun menyampaikan apresiasinya atas inovasi teknologi penggilingan jagung yang dipamerkan para inovator, pemanfaatan plastik bekas dan kertas untuk menjadi barang
bernilai ekonomis tinggi. “Kami masyarakat Dompu sangat mengapresiasi temuan – temuan ini untuk dapat dimanfaatkan dalam pertumbuhan ekonomi rakyat dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif,” katanya. H Agus Bukhari juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, karena pelaksanaan gelar TTG yang dibuka pada Rabu (4/4) lalu berjalan sukses dan aman hingga ditutup. Tidak ada keributan yang timbul dan itu tidak lepas dari kesadaran masyarakat serta peran serta aparat keamanan. Selama pelaksanaan, para peserta tidak dijumpai adanya keluhan atas pelayanan selama berada di Dompu. “Kalaupun ada kekurangan agar dapat dimaafkan dan cukuplah hal baiknya yang dapat diceritakan di daerah masing – masing,” harapnya. Adapun 3 kategori yang dilombakan dalam gelar TTG tahun 2018 ini diantaranya kategori stand terbaik dijuarai Kota Mataram dan diikuti oleh Sumbawa dan Lombok Timur.
(Suara NTB/ula)
BERSAMA - Sekda Dompu, H Agus Bukhari, SH, MSI didampingi Kepala Dinas PMPD Kabupaten Dompu, H Supardi, S.Sos, M.Si foto bersama dengan peraih juara pada gelar TTG tingkat Provinsi NTB tahun 2018, Jumat (6/4). Kategori gelar TTG kembali dimenangkan Kota Mataram, diikuti oleh Sumbawa Barat dan Lombok Tengah. Sementara inovator teknologi tepat guna untuk individu diraih oleh produk pemotong rumput simestris asal Lombok Tengah. Juara 2 dimenangkan oleh gelas biji kopi
untuk alat pembelajaran asal Dompu, serta juara 3 diraih oleh alat pengangkut bata asal Sumbawa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Dompu, H Supardi, S.Sos, M.Si usai penutupan gelar TTG menyampaikan apresiasinya atas
(Suara NTB/ula)
SERAH - Sekda Dompu, H Agus Bukhari menyerahkan cinderamata secara simbolis pada perwakilan dari Pemda KSB. suksesnya pelaksanaan gelar TTG. Selama kegiatan, tidak ada hal negatif yang dikeluhkan para peserta dari luar daerah atas pelaksanaan kegiatan di Dompu. “Ini yang kita apresiasi. Bahkan pelaksanaan gelar TTG di Dompu dinilai paling sukses,” katanya. Pelaksanaan gelar TTG di
Dompu juga menambah referensi teknologi tepat guna yang ditampilkan dari berbagai daerah, sehingga menambah hasanah bagi masyarakat dalam pengembangan ekonomi kedepan. “Keinginan warga sih, bisa ditambah waktunya paling tidak semalam lagi. Tapi ini sudah jadwalnya,” ungkapnya. (ula/*)
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
POLHUKAM
Halaman 8
Hanura Kubu Mudahan Hazdie Alihkan Dukungan ke Zul-Rohmi
Mataram (Suara NTB) Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, mengklaim bahwa Partai Hanura NTB pimpinan Mudahan Hazdie, telah ikut bergabung memperkuat barisan gerbong kaoalisi pendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah -Dr. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi). Hal itu disampaikan Mahalli Fikri, ketika ditemui Suara NTB di ruang kerjanya barubaru ini. Ia menyebutkan bahwa pihaknya mendapat kekuatan politik tambahan dari Partai Hanura NTB pimpinan Mudahan Hazdie, untuk memenangkan pasangan Zul-Rohmi di Pilkada NTB 2018 ini.
“Hanura NTB kubu Pak Mudahan Hazdie sudah bergabung bersama kita. Secara resmi mereka telah menyatakan ikutbergabungmendukungpasangan Zul-Rohmi,” ujar Mahalli. Pengakuan Mahalli tersebut tentu cukup mengejutkan, pasalnya diketahui bahwa partai Hanura secara resmi
mendukung pasangan nomor urut 2, Ahyar Abduh - Mori Hanapi. Bahkan Hanura yang dipimpin oleh Mudahan Hazdy sendiri ikut hadir mendaftarkan pasangan Ahyar-Mori ke KPU menjadi peserta pilkada NTB 2018 beberapa waktu lalu. Dikonfirmasi terpisah ter-
kait pengakuan dari Ketua DPD Partai Demokrat NTB itu. Ketua DPD Partai Hanura NTB hasil Munaslub, Mudahan Hazdie, membenarkan apa yang disampaikan Mahalli. Mudahan menegaskan bahwa Hanura NTB hasil Munaslub telah resmi mendukung pasangan Zul-Rohmi di Pilkada NTB 2018. Bahkan menurut Mudahan, dukungan Hanura ke Zul-Rohmi tersebut langsung menjadi keputusan dari DPP. “Benar, DPP Hanura hasil Munaslub mengalihkan dukungan ke pasangan Zul - Rohmi. Surat
keputusan pengalihan dukungan di tandatangani oleh DPP hasil Munaslub dengan Ketua Umum Daryatmo dan Sekjen Sarifuddin Sudding, tegas Mudahan kepada Suara NTB, Kamis (5/4) kemarin. Dijelaskan oleh Mudahan, adapun alasan pihaknya mengalihkan dukungan dari pasangan Ahyar-Mori ke Pasangan Zul-Rohmi, diakui tidak lepas dari situasi politik di internal Partai Hanura yang tengah terbelah. “Ini terjadi karena adanya dinamika di internal Partai Hanura,” pungkasnya. (ndi)
(Suara NTB/penrem)
CEK FISIK - 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf saat turun langsung mengecek fisik calon Tamtama.
Ahyar - Mori Bidik Pemilih Mengambang
207 Calon Tamtama Lulus
Jalani Tes Lanjutan ke Denpasar Mataram (Suara NTB) Setelah melaksanakan kegiatan tes administrasi, tes kesehatan, postur dan terakhir dilaksanakan kegiatan Pantuhir di Korem 162/WB, sebanyak 207 orang calon Tamtama PK gelombang I tahun 2018 melanjutkan kegiatan tes ke Kodam IX/Udayana. Dari 236 orang calon ikut saat pelaksanaan parade, sebanyak 29 peserta dinyatakan tidak lulus. “Calon Tamtama PK gelombang I ini nantinya akan melaksanakan kegiatan tes ulang di Kodam IX/Udayana, setelah lulus tes di Kodam para calon Tamtama ini nantinya akan langsung mengikuti kegiatan pendidikan di Rimdam IX/Udayana. Kegiatan seleksi memang dilaksanakan sangat ketat dan detail, hal tersebut dilakukan agar nantinya terlahir prajurit-prajurit yang handal, kuat dan profesional,” kata Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., Jumat (6/ 4), saat memimpin kegiatan Parade. Danrem menegaskan, pelaksanaan kegiatan seleksi memang sangat ketat dan transparan. Para calon prajurit ini tidak hanya mengikuti berbagai kegiatan seleksi di Sub Panda. Setelah lulus, para calon Tamtama nantinya akan melaksanakan kegiatan seleksi ulang di tingkat Panda Kodam IX/Udayana. “Bila dinyatakan lulus calon prajurit ini akan melaksanakan kegiatan pendidikan keprajuritan di Rindam IX/ Udayana,” jelasnya. Pelaksanaan seleksi memang dilakukan dengan ketat dan transparan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan Angkatan Darat. Hal tersebut dilaksanakan mengingat TNI AD merupakan Bala Siap/komponen utama pertahanan negara yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dengan tugas pokok menjaga kedaulatan di wilayah darat Indonesia. “Untuk itu prajuritprajurit baru ini diharapkan dapat menjadi prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, namun juga harus memiliki mental, moril yang tangguh sehingga akan terbentuk postur prajurit TNI AD yang siap menghadapi tantangan tugas saat berdinas di satuan nantinya,” pungkas Danrem. (r/*)
(Suara NTB/why)
DIAMANKAN - Tujuh debt collector diamankan Polda NTB atas dugaan pemaksaan dan pengancaman, Jumat (6/4).
Tujuh Debt Collector Ditangkap Polisi Mataram (Suara NTB) – Tujuh pria debt collector alias penagih utang digelandang ke Polda NTB. Mereka yang berlagak preman tersebut diamankan atas dugaan pengancaman, persekusi, dan pelanggaran UU Darurat. Mereka antara lain RT, MD, KF BB, SM, AS, PZ. Mereka seolah menyetorkan diri ke ‘kandang macan’. Sebab, korbannya merupakan anggota tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB. “Anggota kami menggunakan kendaraan operasional dalam perjalanan ke Lombok Timur menghadiri sidang sebagai saksi,” kata Kanit Jatanras Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKP Elyas Ericson, Jumat (6/4). Korban diberhentikan di Jalan Raya Sikur, Lombok Timur pada Kamis (5/4) pagi. Saat itu korban hendak menuju Selong, Lombok Timur un-
tuk hadir sebagai saksi sidang perkara pencurian. Tujuh orang kemudian memepet korban. mereka mengendarai Yamaha Vixion langsung memotong jalur kemudi dan parkir di depan mobil. Mereka mengaku diperintah pihak perusahaan pembiayaan PT Global Legitation Nusantara. Namun tidak mampu menunjukkan surat tugasnya. Satu orang berinisial RT menuduh bahwa mobil Avanza hitam yang dikemudikan korban menggunakan plat palsu. “Sudah diberi tahu korban ini polisi ada keperluan sidang. Tetapi pelaku ini tetap ngotot. Mereka menggiring korban untuk dibawa ke kantornya. Satu pelaku masuk ke dalam mobil,” Elyas. Bukannya tergiring, korban yang masih memegang kemudi malah yang menggiring para pelaku masuk ke Mapolsek Sikur. Para pelaku pun diciduk. Saat digeledah, ditemukan pisau di pinggang pelaku RT. “Debt collector tidak bisa sewenang-wenang. Kalau mau eksekusi dia harus tunjukkan surat tugas dan putusan pengadilan mengenai sengketa fidusia objek kredit dimaksud,” papar Elyas. Para pelaku bakal dijerat dengan pasal 368 KUHP yang ancaman hukumannya paling lama sembilan tahun. Elyas mengimbau masyarakat untuk juga jeli apabila mengalami hal serupa. “Perbuatan seperti itu tidak dibenarkan karena sengketa fidusia ada aturannya. Masyarakat yang mengalami hal serupa diharapkan melapor karena ini bentuk premanisme,” tutupnya. (why)
Mataram (Suara NTB) Dari data yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei, hasilnya suara mengambang masih cukup besar, yakni mencapai hampir sekitar 40 persen. Dengan masih besarnya jumlah penduduk yang belum menentukan pilihan itu, maka konstelasi politik Pilkada NTB 2018, masih berlangsung ketat, untuk ke luar menjadi pemenang. Perolehan dukungan masingmasing kandidat sampai saat ini, masih bertumpu pada suara di basis masing-masing kandidat. Katakanlah untuk pasangan Cagub dan Cawagub nomor 1, H. M. Suhaili FT - H. Moh. Amin (Suhaili-Amin), unggul di Lombok Tengah, yang disumbang dari jamaah Bodak. Begitu juga dengan pasangan nomor urut 2, H. Ahyar Abduh Mori Hanafi (Ayhar-Mori) juga unggul di daerah masing-masing. Sementara untuk pasangan nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah -Dr. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) juga unggul di basis jemaah NW (Pancor), dan terakhir pasangan nomor 4, H. M. Ali BD - TGH. Gede Sakti (Ali-Sakti) juga unggul di basis jemaah NW (Anjani). “Saya prihatin melihat kondisi pertarungan yang semakin hari ini, bukan malah semakin melebarkan sayapnya. Tapi semakin mengerucut pada kelompok masing-masing. Masingmasing calon saya lihat belum berani menyeberang ke daerah lawan mencari dukungan,” ujar politis senior PPP, TGH. Hazmi Hamzar kepada Suara NTB, yang ditemui di DPRD NTB, Kamis (5/4) kemarin. “Misalnya sebut saja SuhailiAmin fokus di Loteng dengan ormasnya sebagai modal utama. Kemudian pasangan Zul-Rohmi juga sama, dengan jemaah NW pancornya, dan Ali-Sakti dengan Anjaninya, serta Ahyar-Mori dengan basis suara partai pengusungnya,” lanjut Hazmi. Melihat peta politik tersebut, Wakil Ketua DPW PPP NTB itu berpendapat situasi tersebut justru akan sangat menguntungkan pasangan calon nomor urut 2, Ah-
TGH. M. Hazmi Hamzar yar-Mori. Sebab hanya pasangan Ahyar-Mori lah yang tidak teridentifikasi sebagai wakil dari salah satu ormas besar di NTB ini. “Diluar kelompok ormas itu tidak ada yang menggarapnya. Nah disinilah sesungguhnya peluang yang menguntungkan Ahyar-Mori sekarang. Disaat para calon lain fokus di basis masing-masing, tetapi masih ada kelompok masyarakat di luar itu yang diabaikan,” katanya. “Kalau fenomena politiknya terus bergerak seperti ini, para calon tidak semakin melebarkan sayapnya. Maka perolehan suara para calon tidak akan berbeda jauh dari hasil survei saat ini. Sehingga siapa yang bisa merebut suara mengambang itulah yang berpotensi ke luar menjadi pemenangnya,” sambungnya. Untuk itulah, dirinya selaku politisi yang partainya berada dalam gerbong koalisi pendukung pasangan Ahyar-Mori, akan maksimal menggarap suara mengambang tersebut. Khusunya mesin politik PPP akan semaksimal mungkin akan digerakkan hingga kelapisan paling bawah, untuk menyasar suara mengambang tersebut. “Siapa yang jeli melihat potensi masyarakat dengan baik, dialah yang menang. Dan parpol pengusung Ahyar-Mori akan bergerak sampai kelapisan paling bawah, saya punya keyakinan kuat bisa memenangkan pertarungan dengan signifikan. Saya yakin Ahyar bisa merebut suara mengabang tersebut, karena dia bukan berasal dari salah satu kelompok ormas,” pungkasnya. (ndi/*)
Giri menang (Suara NTB) Pasangan nomor urut 2 Nauvar F Farinduan - TGH Muammar Arafat mengklaim elektabilitasnya terus meningkat. Karena itu untuk terus menopang elektabilitas Paslon ini, tim terus menggencarkan pemasangan alat peraga kampanye. Ketua tim pemenangan FOne Muhazzam Fadli menyebut timnya terus melakukan pemantauan dan survei terhadap elektabilitas paslon di lapangan secara berkala. Hasilnya sangat menggembirakan karena elektabilitas Farin-Muammar terus terkerek naik melewati dua pesaingnya. Namun dia enggan membeberkan berapa detail angka elektabilitas yang saat ini dikantongi F-One. Dikatakannya, politik itu dinamis sehingga setiap paslon memang tidak bisa mengklaim akan menjadi pemenang di saat sekarang. Naiknya elektabilitas paslon ini menurut Muhazzam juga karena semakin bergeraknya mesin mereka di akar rumput. Saat koordinator desa (kordes) belum terbentuk secara penuh di wilayah Lobar saja, posisi F-One sudah hampir menyamai petahana. Apalagi saat ini semua kordes sudah terbentuk dan mereka telah tu-
run ke masyarakat secara maksimal. “Elektabilitas paslon kami tentu sekarang naik dua kali lipat dari sebelum turun maksimal,” imbuhnya. Pascakordes terbentuk, tim saat ini fokus pada pemantapan jaringan kordinator dusun (kordus). Tim sudah mulai turun ke dusun-dusun untuk mendata yang diikuti pemberian pembekalan ke mereka. Mengenai kemungkinan politik uang oleh beberapa oknum untuk meraih simpati pemilih menjelang pencoblosan, Muhazzam mengaku tidak khawatir. Dipastikan timnya tidak akan ikut dengan cara kotor tersebut karena akan memberi pendidikan politik buruk ke masyarakat. Apalagi para pendukung F-One adalah pemilih loyalis yang menentukan pilihan berdasarkan nurani bukan materi. Diakuinya, atribut kampanye pasangan Cabup-Cawabup Nauvar Furqoni FarinduanTGH Muammar Arafat (F-One) terbilang masih minim dibanding kompetitornya. Hal itupun diakui Muhazzam Fadly. “Memang dalam beberapa bulan kemarin kami belum terlalu banyak memasang atribut kampanye,” kata Muhazzam. Ia menyebut ini adalah bagian dari strategi tim. (her)
(Suara NTB/ndi)
Dukcapil Tuntaskan Perekaman E-KTP F-One Klaim Elektabilitas Sebelum Pilkada Meningkat Mataram (Suara NTB) Kepala DPMPD-Dukcapil Provinsi NTB, Azhari, menegaskan pihaknya akan berkerja secara maraton untuk menuntaskan perekaman E-KTP terhadap 200 ribuan lebih penduduk NTB, paling lambat sampai sebelum Pilkada dilaksanakan 27 Juni mendatang. Demikian disampaikan Azhari, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (6/4) kemarin. “Insya Allah sebelum hari H, pencoblosan sudah selesai perekaman,” tegasnya. Sampai saat ini ia sendiri terus berkeliling ke daerah-daerah untuk memantau progres perekaman. Azhari mengaku pihaknya telah membuka pelayanan perekeman bahkan sampai malam. Tidak hanya itu, hari liburpun pihaknya tetap membuka layanan ke masyarakat. “Ini baru saya selesai keliling roadshow ke daerah-daerah. Disana juga sedang melakukan percepatan. Teman-teman di daerah membuka layanan sampai malam hari, bahkan hari libur juga tetap buka,” tuturnya. Ia menyebutkan bahwa, paling besar tempat masih belum melakukan perekaman yakni di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Sumbawa. Pihaknya akan mengerahkan segala kekuatan untuk menuntaskan perekaman. “Intinya kita akan bekerja secara maraton. Alhamdulillah di daerah-daerah yang masih besar itu, sudah cukup banyak pengurangannya. Pokoknya sebelum hari H selesai, supaya masyarakat bisa melaksanakan hak pilihnya,” katanya. Selain itu pihaknya juga akan terus melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara Pilkada, baik KPU dan Bawaslu. “Minggu depan kita akan rapat koordinasi dengan KPU dan Bawaslu,” pungkasnya. Ditempat terpisah, KPU juga terus melakukan pemantauan terhadap progres perekaman e-KTP. Data yang dirilis KPU, terdapat sekitar 319 ribu penduduk NTB belum melakukan perekaman. Namun demikian, sampai Bulan April ini, sudah menurun cukup signifikan, yakni sekitar 100 ribu sudah tuntas, sehingga masih sisa sekitar 218 ribu lebih. Untuk itu, KPU terus meminta Dukcapil untuk melakukan percepatan. (ndi)
(Suara NTB/her)
F-ONE - Paslon nomor urut 2, F-one saat turun ke masyarakat.
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Jendela Sastra
Halaman 9
CERPEN
Ketika Rik Menjadi Suanggi Afryantho Keyn (David Cooper-The Haunted Tree / mousecooper.com)
AKU jadinya muak tinggal di kampung. Masalahnya, banyak orang di sana masih yakin suanggi itu ada. Hidup yang sebenarnya tenang berubah menjadi menakutkan. Kau seperti dibayangbayangi kematian setiap hari. Tetapi anehnya, hingga kini, tak ada yang tahu siapa suanggi yang sesungguhnya. Bagiku, suanggi tak pernah ada, ia hanya hidup dalam cerita para pembual. Ada yang memang sengaja mengarangngarang cerita menakutkan seperti itu. “Namanya juga karangan, kenapa harus percaya?” Abu, teman kelasku, duduk di sebelah meja, angkat bicara. Ia kira mudah memberikan pemahaman kepada orang-orang di kampung sana untuk mengerti kalau suanggi hanyalah karangan. “Mereka bukan mahasiswa Sastra, Bu. Rik saja susah memahami cerita pendek. Dia saja mahasiswa, apalagi orang-orang kampung,” balasku tanpa melihatnya. Aku menjadi muak pada laki-laki Kalimantan itu. Ia selalu menganggap semua hal mudah. “Kampungmu seperti masih ada di zaman Belanda saja.” Abu sedikit terbahak, datar, lalu menyeruput kopi hangat yang baru dihidangkan Nur, janda anak satu, si pemilik kantin. Aku semakin tak tahan melihat Abu. Aku mengarahkan mata ke sekeliling. Di pojok ruangan, Rik tengah sibuk menulis. Perempuan aneh itu mungkin mahasiswa Sastra yang paling sibuk menulis. Di mana saja, ia selalu saja sibuk menulis, entah menulis apa, meski ia selalu bermasalah pada pemahaman tentang cerita pendek. Ia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. Ia jarang tersenyum, wajahnya selalu tanpa ekspresi, dan hampir tak memiliki teman. Ia menolak percaya bahwa cerita pendek hanyalah fiksi. Ia melawan dosen, matimatian menganggap cerita pendek memuat sesuatu yang akan menjadi nyata. Ia aneh, melawan teori sesuka hati. Satu kelas terbahak panjang hari itu mendengar perlawanannya. Aku sendiri tak tahu mengapa aku tak tertawa. Aku melihat ia berbeda, dan semakin penasaran pada hidupnya. Mulai hari itu ia seakan menganggap semua orang musuhnya, tetapi ia selalu tersenyum padaku jika berpapasan di mana saja. Mungkin karena aku satu-satunya orang yang tak menertawakannya hari itu. “Sedih ya, ada saja orangorang yang diciptakan untuk meneror sesamanya. Mereka pandai mengarang cerita yang menakut-nakuti karena tak ingin melihat orang lain berkembang dan maju.” Abu
kembali menyambung, kali ini rada-rasa sinis, sambil memegangi gelas dengan kedua tangannya seperti ingin menyerap panas untuk mengusir dingin. Aku membuang arah mata semakin jauh, kali ini ke perempatan jalan raya yang selalu sibuk di depan pintu masuk kampus. Aku semakin teringat kampung halaman yang jauh, jauh di pelosok Flores. Abu mungkin sudah bosan mendengar cerita ini. Tetapi aku tak akan bosan bercerita. Di kampungku juga ada perempatan jalan. Di timur perempatan itu berdiri sebuah kios dua lantai, lengkap dengan pertamini yang baru selesai dibangun ketika aku pulang liburan baru-baru. Setiap saat orang dan kendaraan selalu ramai mampir. Tak hanya berbelanja, orang juga membual banyak hal. Cerita tentang suanggi paling banyak digandrungi. Pemilik kios adalah lakilaki paruh baya bernama Stef. Ia biasa dipanggil om Stef. Ia selalu saja ladeni setiap topik pembicaraan para pembeli, seakan-akan ia tertarik, tetapi sebenarnya tidak. Apalagi yang dibahas adalah suanggi. Ia hanya ingin menjadi penjual yang baik. Ia satu di antara sedikit orang kampung yang berpikiran berbeda. Ia menganggap suanggi hanyalah cerita omong kosong belaka. Waktu itu satu cerita suanggi sedang marak. Nama Petrus sedang jadi buah bibir siapa saja yang mampir ke kios. Ia dituding sebagai suanggi hanya karena mimpi. Tetangganya yang tengah sakit keras melihat Petrus dalam tidurnya, terbang di atas kepalanya dengan sepasang sayap hitam pekat, kuku tangan Petrus sangat panjang, siap menerkam dirinya, membawanya ke dunia orang mati. Tetapi tudingan itu terlalu berlebihan sebab nyatanya Petrus hanyalah laki-laki penderita sakit tua yang kini tak lagi mampu berjalan. Cerita suanggi kali itu menyerang orang-orang yang tak berdaya. Om Stef terbahak menanggapi cerita itu. Tentu saja karena hal serupa sudah ia alami sebelumnya. Pertama kali berencana membangun kios, ia langsung diteror. Tiba-tiba saja, entah dimulai dari mana, tersebar cerita miring tentang pohon beringin yang sudah tumbuh puluhan tahun di lokasi pembangunan. Cerita yang tak main-main. Pohon beringin itu menjadi tempat hunian para suanggi setiap Jumat malam. Siapa saja yang menebang bisa saja disantet mati. Penebangan pohon itu pun sempat tertunda beberapa lama. Om Stef nyaris menutup mimpinya untuk memulai usaha. Hingga pada suatu Jumat
tengah malam, ketakpuasan om Stef memuncak. Listrik padam malam itu. Mengandalkan remang bulan, ia menuju ke perempatan. Tumpukan batu bata dan pasir yang sudah lama disiapkan untuk pembangunan berjejalan di kaki pohon beringin. Om Stef berdiri di atas pasir dan memasang pandangan lekat-lekat ke arah beringin. Ia menunggu suanggi sialan itu muncul, beterbangan dari arah selatan seperti yang kerap diceritakan dan hinggap di dahan-dahan beringin. Ia sampai bertahan berdiri di sana hampir tiga jam. Tetapi hingga menjelang subuh, hanya terang yang perlahan datang dari timur. Suanggi hanya bualan belaka. Pagi hari, ketika tengah minum kopi, om Stef mendapat cerita baru lagi, kali ini dari Yos, tetangganya. Tentu saja Yos mendengar cerita itu dari orang lain sebelumnya, dan orang lain sebelumnya mendengar cerita yang sama dari
orang lain lagi sebelumnya. Susah menemukan orang pertama. “Semalam suanggi muncul bulat-bulat di kaki beringin. Itu tanda bahaya. Kau tak boleh menebang. Kau tak boleh membangun kios di sana.” Yos bersemangat bercerita. Om Stef malah seperti ingin tertawa sejadi-jadinya, menertawakan cerita murahan itu, menertawakan kepengecutannya selama ini, dan menertawakan siapa pun yang telah menciptakan cerita menyedihkan itu. Kali ini akulah yang dikira suanggi, batin om Stef. Masak suanggi takut pada suanggi? Ia terbahak panjang. Yos malah dilanda kebingungan sendiri. Pagi itu juga, selepas menandaskan kopi, om Stef menyewa mesin pemotong kayu. Pemiliknya sudah diduga tak miliki nyali untuk menebang beringin itu. Ia ikut diracun cerita suanggi murahan itu. Ia takut mati. Pohon beringin akhirnya
tumbang di tangan om Stef disambut wajah ngeri orangorang kampung. Om Stef tak mati, sampai detik ini. Setelah kiosnya menjadi dua lantai, kini ia baru saja membangun sebuah pertamini. *** Pundakku ditepuk Abu yang cepat bergerak meninggalkan kantin. Jam masuk, katanya. Kantin sudah kosong, tinggal aku sendiri ditemani senyum Nur yang seperti mengajak untuk kawin lari. Aku tergesa masuk ke kelas. Kursi-kursi lebih cepat terisi kali ini. Hanya tersisa satu kursi kosong di sebelah Rik. Abu terbahak dari arah belakang ketika aku meletakkan pantat ke kursi. Aku berusaha tersenyum pada Rik. Ia cepat membalas, langsung dengan senyum terbaik. Kelas berlangsung tak lama kemudian. Aku masih belum peduli pada apa yang dibicarakan dosen di depan. Aku seakan tak berada di kelas, begitu juga Rik. Aku belum sepenu-
hnya mengembalikan pikiran dari suanggi dan kampung halaman, sementara Rik masih juga sibuk menulis. Ia lebih terlihat seperti tengah melanjutkan sebuah tulisan panjang. “Tulis apa?” Aku beranikan diri bertanya. Kesibukannya dengan buku catatan di mana saja membuat siapa pun bakal penasaran. “Cerita pendek,” balasnya. “Cerita pendek yang fiksi atau yang nyata,” aku balik bertanya dengan sedikit tertawa. “Orang-orang waras sepertimu tak akan pernah mengerti,” katanya datar, senyumnya tak lagi terlihat. Ia menutup buku dan mendekatkan suaranya ke telingaku. Ia seperti baru saja mendapat teman diskusi yang serasi. “Cerita pendekku pernah menjadi nyata,” katanya membuka cerita. “Aku pernah menulis tentang nenekku. Ia sangat membenci ibuku. Jika berbuat salah, rambut ibu selalu ia jambak. Ia membuat ibu menjadi tak berarti layak sampah. Suatu hari aku berpikir untuk membalas. Aku tak memiliki kekuatan sihir, aku tak bisa mengubahnya menjadi katak atau cecak, aku hanya bisa menulis di buku harian. Maka aku seret nenek ke dalam cerita pendek. Nenek yang kejam itu kubuat tak berdaya. Ia kubiarkan menderita sakit yang parah. Tak tanggung-tanggung, aku meletakkan sel-sel kanker ke dalam batok kepalanya. Rambutnya rontok lebih cepat. Ia kemudian menjadi botak dan terlihat sangat jelek. Mungkin menurutmu itu jenis pembalasan yang lucu. Tetapi tak lama kemudian, apa yang aku karang di buku harian itu menjadi nyata. Nenek benarbenar menderita kanker otak, menjadi botak, dan meninggal setahun yang lalu. Apa kirakira aku yang membunuh nenekku?” Aku kebingungan ingin memberikan jawaban apa pada Rik. Tetapi aku mulai mengerti pada apa yang ia yakini selama ini. Cerita pendek baginya berisi hal-hal yang bakal terjadi. Ia mengatakan apa yang memang ia alami sendiri. Seharusnya seisi kelas tak menertawakannya hari itu. Ia bisa saja membuat seisi kelas menderita seperti neneknya. Aku merasa ngeri membayangkan itu. “Itu hanya kebetulan,” kataku pada Rik. Ia seperti tak menerima jawaban itu. “Kalau kebetulan, kenapa orang-orang menuding aku yang menyebabkan nenek mati?” Ia cepat membalas, kali ini dengan suara yang sedikit meninggi. “Manusia di mana-mana seperti itu. Suka mencari kambing hitam kalau dirundung
masalah,” balasku dengan suara merendah, mengimbanginya. “Tapi tudingan itu sangat berlebihan untuk seorang perempuan belasan tahun waktu itu.” Dahinya berkerut, seperti tengah kembali membayangkan kejadian menyakitkan itu. “Iya, itu berlebihan. Aku sendiri tak bisa membayangkan jika hal semacam itu terjadi padaku. Mungkin aku akan bunuh diri. Tapi tetap saja, kau seperti memiliki kekuatan meramal nasib nenekmu,” timpalku. Aku semakin tertarik pada apa yang keluar dari mulutnya. “Meramal? Pantas orangorang di kampungku menganggap aku suanggi. Apa suanggi itu tak beda jauh dengan peramal?” Ia kembali membalas tanpa melihat ke arahku. Aku memandang lekat-lekat wajah Rik. Aku ingin katakan padanya jika di kampungku suanggi hanyalah cerita karangan basi untuk menakuti orang lain. Aku ingin katakan padanya bahwa ia pasti tengah diteror orangorang yang benci padanya. Tetapi niatku dibatalkan dering telepon. Aku melihat layar. Bapak mengirim pesan. Aku pikir Bapak akan memberitahu kalau ia sudah mengirim uang bulananku. Tetapi kali ini bukan tentang itu. Uang memang tak mampu mengubah sebuah berita buruk. Isi pesan singkat tetapi meninggalkan sesak yang panjang dalam dada. Om Stef mati. Laki-laki yang selalu aku banggakan itu menutup usia dengan cara yang menyakitkan. Ia dibacok Yos ketika sedang membuka pintu kios pagi tadi. “Sekarang aku sedang merampungkan sebuah cerita baru,” Rik lanjut bercerita tanpa tahu kesedihanku yang tiba-tiba, “tentang seorang pengusaha yang dibunuh tetangganya sendiri. Motifnya jelas, iri hati. Nama-nama tokoh dan latar belum aku putuskan. Mungkin tak akan kuperjelas supaya cerita ini tak akan pernah terjadi pada siapa pun dan di mana pun. Aku merasa kudukku meremang seketika, meski pada tengah hari, meski di antara orang banyak dalam ruangan ini. Aku melirik Rik. Ia sedari tadi menunggu tatapan itu. Senyumnya mengembang sangat lebar seakan sampai merobek pipinya, di sudut bibirnya tiba-tiba menjulang sepasang taring penuh darah segar, dan aku melihat wajah om Stef tengah tak berdaya dalam kilatan bola matanya. Nusadani, 2018 Afryantho Keyn, bermukim di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
PUISI Gustu Sasih sebuah peristiwa yang berakhir
di luar
peristiwa yang berlarut-larut dalam diriku, akhirnya berakhir di laman ini seperti ranting dipatahkan angin seperti jasad tanpa ruh dingin tak berdendam diam seperti titik tiba yang intim sebelum ini, dari luar malam, kukabari gustu soal kabar burung, tapi ia masih saja yakin soal apa sebelum ini “ini bagian dari apa-apa di luar biloq songkang. tak usah kau wejangi aku yang lelah ini.” tempat wisata yang jauh. islamic center. marka jalan. juga unggahan-unggahan provokatif lain, adalah pintu keluar yang lebih banyak bicara soal usia dan apa-apa yang tidak mustahil “ini peristiwa dibangun hanya dengan lupa dan angan-angan semata.”
tanpa pikir panjang, ia keluar joko menahannya. “gustu, ikuti saja dulu. kau hanya belum paham, belum biasa, belum masuk sistem. jadi kau pelajari saja dulu. nanti kau akan merasa butuh.” lelaki itu tak hirau. “aku tak bisa hidup dengan cara kalian. haram bagiku merasa butuh. aku bukan nota, bukan pion, bukan celana dalam, bukan tembok pasar,” katanya membatin ia tak mau jadi bagian dari apapun, dari siapa pun, sampai kapanpun di luar, sendiri, ia baca triyanto triwikromo, isbedy stiawan zs, sindu putra, dedy tri riyadi, dan hasan aspahani ia tulis suara pantai yang tak berulang, sepi panjang di jalan panjang, bentrok di dalam dan di luar gunungsari, maling-maling rahasia, pertemuan-pertemuan kecil yang tanpa rencana, juga kekacauan-kekacauan yang tiba-tiba tiba di dalam dan di luar gustu
2017
jauh di luar, sisa-sisa peristiwa tampak berkemas sedang ia terus saja melangkah menuju jauh
di depan fakultas kedokteran unram tentu amat tidak elok, jika sampai di depan fakultas ini, masih kubawa-bawa lantunan sebait-dua bait obituari tenggara, yang jauh, tua, dan hampir hilang dari linimasa cerita tentu tidak tidak, tentu walau di sini, kisah yang melibatkan pengantin, ada. tak hanya satu-dua. tumbuh seperti akar, menyiput, ke arah-arah mata angin, tak berhenti, dan menolak tua di kiri-kanan, ada tanda yang hilang, satu-dua. ada tanda sudah tua. ada tanda memerangkap sejumlah peristiwa lampau jadi kenangan yang berjalan mundur, acak, bertebaran seperti spanduk musim kampanye, melambai-lambai, intim ke dalam gustu jl. pemuda ke ikip, ke unram, yang lampau bukan jalan ke arah tenggara, yang lampau ramah jinak tidak sejahat di sriwijaya, langko, pejanggik, majapahit, atau catur warga “bukankah kamu yang belajar agama di timur itu, siang-siang waktu itu?” kutepuk pundak mahasiswi asal lombok timur itu, “belajarlah. belajar. sebelum tiba seorang kekasih membawamu pulang. pisau lipat di tangan kirinya, lebih berbahaya dari putus cinta.” 2017
2017
kembali ke biloq songkang “tanah gembur yang ditumbuhi rumputan subur, angin dingin, beringin yang di sela akar-akarnya ada ceruk mataair, daun-daun sebentang pandang, langit sore, juga cahaya di pucuk kelapa; adalah masalalu yang dikirim ke linimasamu, supaya matamu bisa melihat ke jauh, supaya tubuhmu bisa menempati tempat yang tepat.” maka dari punggung bukit ini, biarkan aku dikirim ke jauh, ke lampau menjauh dari apa-apa yang bikin aku lupa. lupa kau. lupa cinta. lupa yang sederhana-sederhana di antara aku-kau suara gumatat-gumitit suara lampau suara dari jauh tiba bersama laku angin, di aku; aku yang berangkat untuk kembali. kembali ke kau: tubuh yang hangat. sehangat tubuh anak dara, kata ahda imran 2017-2018 Gustu Sasih mukim di Gunungsari, Lombok Barat.
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
”Teaching Factory” SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk memiliki kemampuan sesuai dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Oleh karena itu sekolah menggunakan model pembelajaran teaching factory atau pembelajaran yang berorientasi produk dan bisnis. “Teaching factory itu sekolah sebagai layanan Diklat, untuk meningkatkan produk, mutu, dan pemasaran karya inovasi siswa,” ujar Kepala SMKN 4 Mataram, Bakiriyanto, S. Pd., ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Ia menjelaskan, model (Suara NTB/ron) teaching factory yaitu sekolah Bakiriyanto bekerjasama dengan pelaku usaha, sehingga kurikulum pun sesuai dengan kurikulum yang berbasis DUDI, istilah lainnya link and match dengan DUDI. Beberapa yang sudah jalan di SMKN 4 Mataram, antara lain, kue, katering, layanan jasa kecantikan, jasa pengantin, pembuatan pakaian, dan beberapa lainnya. “Program sekolah, pendidikan pembelajaran di sini menggunakan sistem itu, di kurikulum dunia usaha yang menganalisa,” ujarnya. Bakir menyebutkan contoh kecilnya, seperti pintu hotel yang sudah menggunakan kartu, sementara di sekolah belum menggunakan itu. Desain seperti itulah yang dipelajari oleh siswa. Selain itu, berkaitan dengan salon, pihak sekolah akan melihat salon di luar seperti apa. Alat didesain seperti salon pada umumnya. “Oleh karena itu kita datangkan alat-alat,” katanya. Sementara itu berkaitan dengan sinkronisasi pembelajaran, Bakir mengatakan pihakya beberapa kali mendatangakan guru tamu. Langkah itu dilakukan dalam rangka menambah wawasan anak. Guru tamu yang didatangkan merupakan pelaku usaha dan juga alumni dari SMKN 4 Mataram. “Harapannya dengan ada teaching factory, hasil pembelajaran siswa sama atau mendekati dunia usaha,” harap Bakir. (ron)
Penjagaan Peralatan Diperketat Jelang UNBK SMA Mataram (Suara NTB) Sekolah sudah menyiapkan dengan maksimal pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA. Meski demikian masih ada sekolah yang terpaksa meminjam laptop siswa untuk menutupi kekurangan perangkat UNBK. Menjelang pelaksanaan UNBK SMA pada Senin (9/4), sekolah memperketat penjagaan ruangan UNBK. Kepala SMAN 8 Mataram, Hj. Suprapti, S.Pd., pada Jumat (6/4) mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pelaksanaan UNBK. Kemarin juga dilaksanakan desiminasi pengawas. Pada saat UNBK akan dilakukan pengawasan dengan mekanisme silang penuh. Peralatan UNBK juga menurutnya sudah aman. Pihaknya memperketat penjagaan peralatan UNBK. “Peralatan aman, ada penjaga malam bergiliran,” ujar Suprapti. Sebanyak 303 siswa kelas XII akan mengikuti UNBK di SMAN 8 Mataram, oleh karena itu membutuhkan komputer sebanyak 105 komputer client. Suprapti mengatakan, SMAN 8 Mataram mendapat tambahan komputer lagi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB sebanyak 23 unit yang akan diantarkan hari ini. Sisa kekurangan komputer untuk UNBK sebanyak 50 unit, akan dilengkapi dengan meminjam laptop siswa. “Sisanya 50 laptop meminjam di siswa. Kemarin sudah gladi bersih, Alhamdulillah lancar,” ujar Suprapti. Sejauh ini persiapan UNBK di SMAN 8 Mataram berjalan dengan lancar, ujicoba dan gladi bersih sudah dilakukan oleh sekolah. Termasuk menyiapkan siswa mengerjakan isian singkat matematika di soal UNBK nanti. Berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UN, UNBK SMA akan dilaksanakan pada Senin (9/4) sampai dengan Kamis (12/4) dengan mengujikan secara berurutan mata ujian Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Satu mata pelajaran jurusan yang diujikan. Kepala UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (Dikmen dan PK-PLK) Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R., dihubungi sebelumnya mengakui masih ada sekolah yang meminjam laptop ke siswa dan guru. Pihaknya sudah mengoordinasikan dengan sekolah-sekolah penyelenggara untuk memperketat pengamanan peralatan UNBK. “Antisipasi keamanan peralatan sudah dikoordinasikan dengan sekolah-sekolah penyelenggara, dengan menambah personil keamanan dan sistem jaga bergilir,” ujar Rosyidin. (ron)
PENDIDIKAN
Halaman 10
Prakerin Siswa SMK Terkendala Minimnya Pabrik Industri di NTB Mataram (Suara NTB) Pabrik industri di NTB masih sangat minim, hal itu menyulitkan siswa SMK yang akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Padahal Prakerin salah satu cara untuk melatih keterampilan yang dimiliki siswa SMK. Jika ingin mencari pabrik industri, siswa SMK harus mencari di luar daerah, yang tentu saja sulit karena terbentur dengan biaya yang cukup tinggi. Kepala SMKN 3 Mataram, H. Moh. Tauhid, S.Pd., ditemui di ruang kerjanya, mengatakan ada sejumlah kelemahan yang dihadapi SMK, salah satunya pabrik yang masih sangat kurang di NTB. Jika membandingkan daerah lain seperti di Pulau Jawa, sangat banyak pabrik. Dengan minimnya pabrik itu siswa SMK pada program keahlian tertentu akan
kesulitan mencari tempat Prakerin. “Kelemahan kita, pabrik masih kurang,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., melalui Kepala Seksi Kurikulum SMK bidang Pembinaan SMK, Umar, S.Sos., MM., minimnya pabrik di NTB karena NTB bukan daerah industri.
“Hampir semua kompetensi keahlian, mencari pabrik yang sesuai dengan kompetensi keahlian hampir tidak ada. Harus ke luar daerah,” ujar Umar, yang juga mantan Kepala SMKN 3 Mataram ini. Jika ingin mengirim siswa Prakerin ke luar daerah, terbentur dengan pendanaan. Apalagi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya
menyediakan pendanaan untuk Prakerin di dalam daerah. Di situlah dibutuhkan kerjasama dengan orang tua siswa dalam rangka meningkatkan kompetensi siswa. Sejauh ini, Umar melihat hanya beberapa kompetensi keahlian saja yang bisa tepat melakukan Prakerin, seperti otomotif khususnya sepeda motor. Selain itu, tidak ada industri yang tepat. Padahal banyak program keahlian yang membutuhkan industri untuk mematangkan keterampilan siswa. Jika ingin mengirim siswa ke luar daerah untuk Prakerin, harus ada tambahan biaya dari orang tua atau sekolah. Karena
dana dari sekolah atau pemerintah sangat terbatas. “Kalau SMK kita sarankan untuk Prakerin ke luar daerah, tapi tidak semua, paling tidak yang merasa ekonomi mereka mampu,” ujar Umar. Meski demikian, pihaknya tidak berdiam diri, dan akan membuat program lain tanpa harus Prakerin ke luar daerah. Nantinya siswa dibekali dengan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi profesi. Dengan mengikuti itu, keterampilan siswa SMK bisa diakui oleh industri. “Kita masih bicarakan dengan dinas dan teman yang lain, dalam rangka penyiapan anggaran,” pungkasnya. (ron)
Murid SDN 33 Mataram Diajarkan Kepeduliaan Sosial Mataram (Suara NTB) Salah satu aspek karakter yang dibangun pada diri murid sekolah ialah menanamkan kepeduliaan sosial terhadap mereka. Cara yang dapat dilakukan bisa melalui hal-hal sederhana. Seperti membantu sesama teman yang mendapat musibah atau bencana anak, termasuk membantu kesulitan temannya. SDN 33 Mataram ingin agar konsep pendidikan karakter tidak saja berhenti di tataran teoritis, melainkan dipraktikkan langsung dalam kehidupan para murid. Untuk itu, Jumat (6/4) usai melaksanakan acara Imtaq, para murid SDN 33 Mataram kelas 1-6 didampingi oleh gurunya, mengumpulkan beras masingmasing memakai plastik/kantong kecil. Hal itu dilakukan setelah guru Agama Islam mereka mengumumkan berita duka atas meninggalnya orang tua salah satu murid kelas VA SDN 33 Mataram atas nama Handika. Supardi, S.Pd.I selaku Guru Agama Islam SDN 33 Mataram menyampaikan, cara ini untuk mengajarkan rasa kepedulian sosial antar teman mereka. Ini adalah bentuk implementasi pendidikan karakter yang selama ini didengungkan. Terlihat sejak pagi, para murid secara bersama-sama dan sukarela mereka berbondong-bondong mengumpulkan beras dan uang yang dalam
istilah sasak biasa disebut kepeng belangar (uang melayat). Begitu mendapatkan pengumuman, murid yang rumahnya dekat dengan sekolah pulang untuk mengambil beras seikhlasnya. Sedangkan murid yang rumahnya jauh, mereka menyisihkan uang belanjanya seikhlasnya untuk dikeluarkan. Lebih jauh diakui Supardi bahwa hal ini memang sudah menjadi kebiasaan di SDN 33 Mataram sejak dulu. Artinya, ketika ada orang tua murid meninggal dunia, maka anakanak beserta guru biasanya mengumpulkan beras dan uang seikhlasnya untuk diserahkan kepada keluarga duka sebagai bantuan dan bentuk solidaritas. “Ini sudah jadi kebiasaan kami dari dulu,” ujarnya. Kepala SDN 33 Mataram Ratna Komalasari, S.Pd., mengatakan kegiatan ini sangat posisitf, sebagai bentuk pembelajaran terhadap para murid. “Saya melihat ini merupakan hal positif yang harus kita terus pelihara untuk mengajarkan kepada anak didik kita tentang kepedulian sosial, peka terhadap persoalan yang menimpa saudaranya,” tutupnya. (dys)
KUMPULKAN BERAS Murid SDN 33 sedang mengumpulkan beras (Suara NTB/dys)
Penerimaan Mahasiswa Unram Kembali Wisuda Empat Kali Setahun Baru, Ponpes Berharap Dapat Kuota Bidikmisi Mataram (Suara NTB) Penerimaan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi tahun 2018 telah dimulai. Berbagai jalur penerimaan ditawarkan ke tengah masyarakat. Termasuk tawaran beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu. Husnul Hayati, Wakasek Humas MA Darun Najah Al-Falah, mengemukakan bahwasanya pihaknya sangat berharap kepada pemerintah agar memperhatikan para santri. Dia ingin agar para santri lebih diprioritaskan untuk mendapatkan kuota beasiswa. Diakui, setiap tahun santri di tempatnya senantiasa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Hanya saja cukup berat karena melalui biaya sendiri. Keberpihakan pemerintah lebih khusus pada santri tentu sangat diharapkan, agar tidak ada santri terutama di MA Darun Najah Al-Falah yang putus pendidikan. Sementara itu, Kepala MA Darun Najah Al-Falah Hasmuin, S.Pd., menyebut santri di tempatnya cukup berprestasi di bidang akademik. Santrinya melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui berbagai jalur. Kesemua jalur pasti lulus. Hanya mendapatkan kuota beasiswa yang kini diharapkan. Tujuannya agar lebih meringankan santri yang rata-rata merupakan hidup dalam ekonomi menengah ke bawah. Di antara jalur penerimaan yang diikuti santrinya diungkapkan Hasmuin seperti jalur SNMPTN. Jalur ini merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur nilai rapor. Pada jalur ini, proses pengisian dan verifikasi pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) telah berlangsung pada 13 Januari hingga 10 Februari 2018. Kemudian pendaftaran SNMPTN dimulai pada 21 Februari hingga 6 Maret 2018. Kemudian pengumuman seleksi pada 17 April 2018. Masing-masing siswa bisa memilih sebanyak-banyaknya dua PTN. Apabila memilih 2 (dua) PTN, salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya, apabila memilih satu PTN, pendaftar boleh memilih PTN yang berada di provinsi mana pun. Pendaftar dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi dengan ketentuan satu PTN maksimal dua program studi. Sementara, urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan. Hasmuin berharap, semua santri yang mendaftar dapat lulus. Termasuk yang juga penting sebagai harapan keluarga besar Ponpes ialah mendapat beasiswa untuk membantu para santri. Di samping itu, dia menyebut jika santri harus mendapat kouta khusus. Mengingat santri berbeda dengan siswa dari sekolah umum. Untuk itu, penting bagi pemerintah mengakomodir para santri mendapatkan beasiswa. (dys)
Mataram (Suara NTB) Mulai tahun 2018 ini Universitas Mataram (Unram) tidak lagi melaksanakan wisuda sekali dalam satu tahun. Nantinya pelaksanaan wisuda akan kembali seperti sebelum tahun 2016, yaitu empat kali dalam satu tahun. Perubahan ini dilakukan karena adanya desakan dari fakultas agar pelaksanaan wisuda bisa lebih efektif. Hal itu disampaikan Wakil Rektor I bidang akademik Unram, Prof. Dr. Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si. Menurutnya, wisuda tidak lagi dilakukan satu tahun sekali, karena banyak usulan dari fakultas. Wisuda satu kali satu tahun sudah di-
lakuan pada tahun 2016 yang menghabiskan waktu tiga hari untuk melakukan wisuda. Juga pada tahun 2017, yang menghabiskan waktu sampai lima hari untuk wisuda. “Itu dianggap menghabiskan waktu dan membuat tidak bisa mengerjakan pekerjaan lain. Nantinya akan diubah menjadi empat kali wisuda dalam satu tahun,” ujar Wiresapta. Wiresapta mengatakan, dalam waktu dekat ini, Sabtu (21/4) akan dilaksanakan wisuda dengan jumlah mahasiswa yang akan diwisuda sebanyak 1.158 mahasiswa. Tujuan lain yang menurutnya cukup penting agar para lulusan bisa lebih
cepat menerima ijazah asli. Ijazah asli itu dibutuhkan untuk mencari pekerjaan dan manfaat lainnya. “Paling urgent agar para lulusan lebih cepat menerima ijazah asli untuk mencari pekerjaan dan manfaat lain. Kalau dulu hanya fotokopian yang diberikan, ijazah asli baru diterima saat wisuda,” kata Wiresapta. Wisuda sekali dalam setahun sebelumnya dilaksanakan bertepatan dengan Dies Natalis Unram dengan tujuan agar bisa lebih meriah dan terpusat, sehingga acara wisuda juga bisa berlangsung lebih bermakna dan khidmat. (ron)
UMM Siapkan 18 Dosen Raih Gelar Guru Besar Mataram (Suara NTB) Upaya peningkatan kualitas dosen di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM), salah satunya dengan menghadirkan mentor dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Jumat (6/4) kemarin, tim peneliti dari UGM memberikan bimbingan tentang metodologi riset dan proses merebut hibah dari Menristek. Sehingga ke depan, 18 dosen yang sudah bergelar doktor, bisa merebut peluang itu untuk jalan menuju gelar guru besar atau profesor. Rektor UMM, Drs. H. Mustamin H. Idris, MS menyebut, narasumber yang dihadirkan dari UGM itu dalam rangka memberikan bimbingan tentang peningkatan kualitas penelitian. “Untuk memperoleh hibah dari Menristek, baik itu berupa peningkatan kualitas publikasi ilmiah, atau jurnal ilmiah yang nasional maupun internasional,” jelasnya. Seminar itu tujuannya sharing dari peneliti UGM untuk melatih para dosen dalam rangka meningkatkan kualitas penelitian, juga untuk peroleh hibah dari Kemendikti. Selain dari dosen di UMM, pihaknya juga mengundang dosen dari perguruan tinggi
(Suara NTB/ars)
PRESENTASI - Tim peneliti dari UGM saat presentasi tentang peningkatan kualitas penelitian di kampus UMM, Jumat kemarin. swasta dan negeri lainnya di Kota Mataram. Menurut Mustamin, saat ini pihaknya punya sekitar 18 dosen yang sudah bergelar doktor. Dengan peningkatan kualitas dan penelitian nanti, pihaknya berharap dalam lima tahun mendatang semua mendapat gelar guru besar. “Jadi ini proses untuk semakin mencapai gelar guru besar itu,” tandasnya. Salah satu indikatornya adalah, harus memiliki banyak penelitian. Dari hasil penelitian tersebut, para dosen membuat publikasi ilmiah untuk tingkatan nasional dan
internasional. “Tanpa itu tidak bisa dapat guru besar,” sebutnya. Saat ini Dosen UMM menurutnya yang sudah melakukan penelitian sebanyak 34 orang. Ia berharap seluruh dosen itu terus melakukan peningkatan kualitas. Sehingga dari hasil penelitian yang dilakukan bisa dipublikasi secara nasional dan terakreditasi serta kapasitasnya semakin meningkat. “Saat ini persiapan untuk ke guru besar ada 6 orang dosen, dari 18 doktor. Kita berharap semuanya jadi guru besar nantinya,” tutup Mustamin. (ars)
Halaman 11
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Burung Jalak dan Kijang Diusulkan Jadi Maskot PON Bali-NTB Mataram (Suara NTB) Meski acara bidding Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 akan dilaksanakan tanggal 26 April 2018, pihak KONI NTB dan KONI Bali sudah menyiapkan maskot PON bila terpilih menjadi tuan rumah. Informasinya burung jalak dan kijang akan menjadi maskot multi event nasional tahun 2024 bila NTB-Bali terpilih sebagai tuan rumah PON XXI 2024. Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto yang dikon-
firmasi Suara NTB belum lama ini mengatakan dipilihnya gambar hewan burung dan kijang memiliki filosofi yang kuat. “Burung jalak dan rusak akan menjadi maskot PON Bali-NTB. Dua hewan ini dijadikan maskot, karena
merupakan hewan khas kedua provinsi,” ucapnya. Dijelaskan Andy, secara bentuk logo PON Bali-NTB menggambarkan bentuk kobaran api sebagai simbol semangat. Kemudian bentuk atas logo membentuk kepala burung jalak Bali yang dipandukan dengan tanduk rusa/mayung hewan khas NTB. Sebagai filosofi warna biru dapat diartikan sebagai profesionalisme. Selanjutnya warna hijau menggambarkan
sebuah daerah yang penuh pertumbuhan. Kemudian warna merah menyimbolkan keberanian, sedangkan warna emas diartikan sebagai warna kemenangan dan kejayaan. Itu artinya kata Andy filosofi logo PON XXI tahun 2024 Bali-NTB dapat diartikan sebagai keberanian dan pengabdian Bali dan NTB dalam membangun kejayaan dan citra perhelatan PON XXI/ 2024 yang hangat, sportif, terhormat dan berkesan.(fan)
KONI NTB Makin Optimis Jadi Tuan Rumah PON Mataram (Suara NTB) Pihak KONI NTB mengaku semakin optimis dapat terpilih jadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024. Rasa optimis itu muncul setelah melihat dukungan sebagian besar provinsi di Indonesia yang sudah mengarah ke Bali-NTB untuk menjadi tuan rumah multi event nasional itu. Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto yang dihubungi Suara NTB di Mataram belum lama ini mengungkapkan bahwa sudah sebanyak 27 provinsi telah memastikan diri akan mendukung Bali-NTB menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024. “Kita semakin optimis menjadi tuan rumah PON bersama Bali. Karena sudah sebanyak 27 provinsi sudah ok mendukung BaliNTB untuk menjadi tuan tumah PON tahun 2024”ucapnya. Andy tidak menyebutkan nama sebanyak 27 provinsi yang diklaim akan mendukung NTB-Bali itu. Namun demikian kata Andy dukungan paling besar adalah dari Papua, bahkan Papua telah mengundang khusus KONI NTB untuk membicarakan secara serius dukungan Papua terhadap calon tuan rumah bersama PON Bali-NTB tahun 2024. Selain mengklaim mendapat dukungan dari 27 provinsi, Andy juga mengatakan ke-
siapan Bali-NTB menjadi tuan rumah sudah pada tahap puncak. Di antara persiapan yang dilakukan oleh KONI Bali dan NTB adalah mempersiapkan buku dan video dokumentasi untuk bahan presentasi di acara bidding yang akan berlangsung di Jakarta, 26 April mendatang. “Kami sudah siapkan buku bidding, video bidding. Kita garap bersama Bali,” ucapnya. Selain itu, untuk persyaratan menjadi tuan rumah PON 2024, pihak KONI NTB telah mengeluarkan anggaran sebanyak Rp2,5 miliar tahun ini. Dana sebesar itu digunakan untuk pendaftaran tuan rumah PON sebanyak Rp1 miliar dan sisanya Rp1,5 miliar lagi digunakan untuk uang jaminan kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON. Diakui Andy, selain KONI NTB bahwa KONI Bali juga telah mengeluarkan anggaran Rp3,5 miliar untuk uang jaminan dan Rp1 miliar untuk pendaftaran sebagai calon tuan rumah. Diakuinya, KONI Bali paling besar mengeluarkan anggaran untuk bidding PON, karena memang Bali akan mempertandingkan banyak cabor. Presentasi jumlah cabornya yakni 65 persen Bali dan 35 persen NTB. (fan)
(ant/bali post)
RAYAKAN - Pemain Atletico Madrid Antonio Griezman merayakan gol yang dicetak ke gawang Sporting Gijon bersama Correa, pemain Atletico Madrid lainnya.
Griezmann Antar Atletico Madrid Bungkam Sporting Lisbon Madrid – Striker Prancis, Antoinne Griezmann, mencetak satu gol yang mengantar Atletico Madrid menekuk klub Portugal, Sporting Lisbon, dengan skor 2-0 pada leg pertama perempatfinal Liga Europa di Stadion Wanda Metropolitano Madrid, Jumat dini hari WIB. Griezmann mencetak gol setelah Atletico unggul cepat melalui sontekan kaki kiri Koke yang tercipta berkat sebuah umpan terobosan akurat yang dilepaskan Diego Costa saat laga baru berjalan satu menit.
Striker bernomor punggung 7 itu menggandakan kedudukan pasukan Diego Simeone dengan menerobos tiga pemain bertahan Lisbon kemudian berlari menggiring bola dan menuntaskannya dengan sepakan mendapatr pada menit 40.
Diego Costa nyaris menambah keunggulan Atletico pada menit 51 namun digagalkan kiper Lisbon, sebelum Fabio Coentrao berpeluang memperkecil ketertinggalan melalui sundulan dari umpan Rodrigo Battaglia yang juga tidak menghasilkan gol.
Atletico mengemas banyak peluang dari aksi Antoine Griezmann, Diego Costa dan Juanfran pada babak kedua, namun skor 2-0 bertahan hingga laga usai. Pertandingan leg kedua akan digelar di Portogal pada pekan depan, demikian UEFA. (ant/bali post)
Susunan pemain: Atletico Madrid (4-4-2) - Oblak, Juanfran, Savic, Godín, Gomez, Correa, Fernández, Ñíguez, Koke, Costa, Griezmann. Sporting (4-2-3-1) - Rui Patrício, Piccinini, Coates, Mathieu, Coentrao, Battaglia, Carvalho, Batalha, Martins, Bruno Fernandes, Ruiz, Dost.
Arsenal Gasak CSKA Moskow London Arsenal memetik kemenangan meyakinkan atas klub Rusia, CSKA Moskow, dengan skor 4-1 pada leg pertama perempatfinal Liga Europa di Stadion Emirates, Jumat dini hari WIB. Aaron Ramsey dan Alexandre Lacazette masing-masing mencetak dua gol yang berbuah kemenangan untuk tim Gudang Peluru yang berpeluang besar untuk lolos ke babak semifinal pada leg kedua yang digelar pekan depan di Moskow. The Gunners menguasai 55 persen penguasaan bola berbanding 45 persen dengan delapan sepakan on-target, sedangkan CSKA hanya empat kali mengemas peluang matang, menurut statistik UEFA. Arsenal membuka keunggulan pada menit 9 melalui tendangan “first time” Aaron Ramsey yang menyambar umpan Hector Bellerin setelah bek Spanyol itu mendapatkan bola dari Mesut Oezil. Namun CSKA segera membalas menjadi 1-1 berkat tendangan melengkung Golovin yang dilepaskan dari jarak 22 meter menyusul kesalahan dua pemain Arsenal Mustafi dan Granit Xhaka pada menit 15. Tim Meriam London kembali memimpin dari eksekusi tendangan penalti Lacazette menyusul pelanggaran Georgi Shchennikov terhadap Mesut Oezil pada menit 22. Skor bertambah menjadi 3-1 saat Aaron Ramsey mencetak gol keduanya menggunakan tendangan melambung sesaat setelah menerima bola diagonal dari Oezil pada menit 28. Mesut Oezil pun kembali menjadi kreator atas gol ke empat Arsenal yang dibukukan striker Prancis, Alexandre Lacazette, pada menit 35. Ramsey nyaris menciptakan hattrick apabila sepakannya dari umpan Monreal tidak mengenai kaki Ignashevich pada menit 52, sebelum gelandang Wales itu kembali membuat peluang dari umpan Mkhitaryan tiga menit kemudian. CSKA sempat mencetak gol melalui sepakan jarak dekat Dzagoev, namun dianulir wasit karena pemain itu sudah terjebak offside, sebelum sepakan Ramsey mengenai tiang gawang Akinfeev pada menit 77. Skor 4-1 bertahan hingga laga selesai, demikian laman UEFA. (ant/bali post)
SELEBRASI Aaron Ramsey melakukan selebrasi setelah berhasil menjebol gawang CSKA Moskow pada leg pertama Liga Europa, Jumat (6/4).
Susunan pemain: CSKA Moskow: Akinfeev (penjaga gawang), Shchennikov, A Berezutski, V Berezutski, Ignashevich, Kuchaev, Natcho, Dzagoev, Golovin, Musa, Wernbloom Arsenal: Cech (penjaga gawang), Bellerin, Mustafi, Koscielny, Monreal, Xhaka, Wilshere, Ramsey, Ozil, Mkhitaryan, Lacazette.
(ant/bali post)
Milan Perpanjang Kontrak Gattuso Milan AC Milan memperpanjang kontrak pelatih Gennaro Gattuso selama tiga musim hingga 2021 setelah mantan gelandang klub itu mampu menghasilkan perubahan dramatis terhadap juara Eropa tujuh kali tersebut. Gattuso belum pernah melatih tim Serie A sebelum dia dipromosikan dari tim junior pada bulan November untuk menggantikan Vincenzo Montella, yang dipecat setelah hasil buruk. Dia awalnya ditunjuk sampai akhir musim, tetapi sekarang akan bertanggung jawab sampai akhir musim 2020/2021. Milan memulai kompetisi tidak baik di bawah Gattuso, karena memenangkan hanya satu dari lima pertandingan
(ant/bali post)
Gennaro Gattuso liga pertamanya. Tetapi kemudian terjadi peningkatan kinerja yang ditandai sejak tahun baru dengan delapan kemenangan dari 11 laga, membuat mereka berada di posisi ke enam klasemen. Mereka juga mencapai final
Coppa Italia di mana mereka akan menghadapi Juventus. “Manajemen memutuskan untuk mengedepankan perpanjangan kontrak Gattuso untuk menghargai kerja kerasnya dengan cara terbaik sebelum akhir musim,” kata Milan dalam sebuah pernyataan. “Sikap penting ini mencerminkan keselarasan total dan empati antara manajemen klub dan pelatih,” tambahnya. Gattuso mengucapkan terima kasih kepada para pemain atas usaha mereka. “Kami berharap untuk melanjutkan seperti yang kami lakukan dalam empat bulan pertama ini. Saya berharap mendapatkan hal yang benar untuk membawa AC Milan kembali ke tempat mereka biasanya berada,” katanya. (ant/bali post)
SUARA NTB
Sabtu, 7 April 2018
Halaman 12
Soal Nambung
DPRD Loteng Dukung Langkah Pemda
Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menegaskan mendukung sepenuhnya upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menyikapi soal sengketa perbatasan di wilayah Nambung. Demikian ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Loteng, H.L. Rumiawan, S.H., kepada Suara NTB, Jumat (6/4). Menurutnya, Pemkab Loteng dalam hal ini harus memang harus bersikap, agar wilayah Nambung bisa kembali menjadi bagian dari wilayah Loteng. “Bahkan bila perlu, jika memang pemerintah daerah memandang perlu mengambil langkah hukum, maka lakukan. Dan, pastinya kita akan
mendukung penuh,” terangnya. Rumiawan mengatakan, keputusan pemerintah pusat yang mengatakan kalau wilayah Nambung merupakan bagian dari wilayah Lombok Barat (Lobar), bukan keputusan mutlak. Dalam arti, masih ada upaya untuk bisa membatalkan keputusan tersebut. Jika memang dasar keputusanya ada yang keliru. “Untuk mengetahui hal itu, maka perlu diambil langkah-langkah hukum. Supaya jelas kekeliru-
annya di mana. Tapi kalau memang upaya hukum juga tidak membuahkan hasil, terpenting pemerintah daerah sudah berbuat dan berupaya,” tambahnya. Ke depan, kasus Nambung hendaknya dijadikan pelajaran berharga bagi Pemkab Loteng supaya lebih memperhatikan kondisi wilayah-wilayah terluar dan berbatasan langsung dengan kabupaten lainnya. Jangan sampai ada kasus Nambung lainya yang terjadi di
masa yang akan datang. “Segera inventarisir daerah-daerah perbatasan. Mana yang menjadi wilayah kita, harus dipertegas batasnya. Dan, tidak kalah penting program-program daerah harus bisa menyentuh sampai ke daerah perbatasan,” ujarnya. Jangan sampai kemudian muncul kesan, kalau daerah perbatasan tidak mendapat perhatian hanya karena letaknya yang jauh dari ibu kota kabupaten. Jadi proses pembangunan harus merata sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. “Kenapa kemudian Nambung bisa lepas, mungkin saja karena kita lalai di masa lalu,”
tandas Rumiawan. Hal yang tidak boleh terulang lagi di masa yang ada datang. Cukuplah satu kasus Nambung yang terjadi. Jangan lagi ada NambungNambung lainnya di masa yang akan datang. Masyarakat boleh saja pasrah. Tapi pemerintah daerah tidak boleh pasrah. Selama masih ada celah yang bisa diambil, lakukan. Demi kebaikan masyarakat dan daerah ini. “Untuk Nambung masyarakat boleh pasrah. Tetapi pemerintah daerah, tidak boleh berhenti berjuang,” ujar politisi asal Partai Golkar ini. (kir)
LIA Operasionalkan Ruang Tunggu Baru Praya (Suara NTB) Lombok International Airport (LIA) secara resmi mulai mengoperasionalkan ruang tunggu baru, Jumat (6/4). Pengoperasian ruang tunggu baru diharapkan bisa menambah daya tampung terminal LIA yang kondisinya sudah dinilai overload. Nantinya, ruang tunggu baru tersebut akan digunakan untuk menampung seluruh penumpang Batik Air. “Awalnya, ruang tunggu baru ini akan diperuntukan bagi penumpang Garuda Indonesia. Tapi ternyata pihaknya Garuda Indonesia tetap memilih menggunakan ruang tunggu lama. Sehingga ruang tunggu baru ini, kita alihkan untuk penumpang Batik Air,” ungkap General Manager (GM). PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita. Ia menjelaskan, ruang tunggu baru tersebut akan dijadikan model penataan ruang tunggu di terminal LIA. Mengingat, penataan ruang tunggu baru tersebut sudah sesuai standar internasional. Termasuk semua fasilitas pendukungnya, juga sudah standar internasional. Termasuk fasilitas launch yang bisa diakses bukan hanya oleh penumpang Batik Air saja. Tetapi semua penumpang di LIA. Tapi khusus untuk fasilitas ruang tunggunya, memang dikhususkan bagi penumpang Batik Air. “Ruang tunggu yang baru ini total bisa menampung hingga 750 orang. Termasuk launch-nya,” jelas Ardita. Dengan begitu, kepadatan
gunakan fasilitas ruang tunggu baru LIA tersebut, bisa semakin menambah kepercayaan para penumpang kepada maskapai, karena ruang tunggunya spesial. Dan, tidak kalah penting penumpang bisa semakin nyaman ketika menunggu jadwal penerbangan. “Di Indonesia, baru di Bandara Cengkareng dan LIA yang memberikan fasilitas premiun gate bagi Batik Air. Dan, tentu satu kebanggaan tersendiri bagi kami selaku maskapai,” pungkas Fajar. (kir)
LOWONGAN
SALON
Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus makeup & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,RembigaM t r , 0 8 7 8 5 5 3 1 1 441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
(Suara NTB/kir)
GUNTING PITA - GM PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita bersama Area Manager Lion Group Denpasar, Fajar Teguh Santoso, menggunting pita tanda mulai digunakannya fasilitas ruang tunggu baru di LIA, Jumat (6/4). di ruang tunggu lama di lantai dua bisa dikurangi, sehingga pada akhirnya, bisa menambah kenyamanan para penumpang saat menunggu jadwal penerbangan dan secara umum bisa menambah daya tampung terminal LIA. Dari sekitar 3,2 juta penumpang per tahun menjadi 3,5 juta penumpang per tahun. “Tahun 2017 lalu, jumlah penumpang kita sudah menyentuh hampir 3,6 juta per tahun. Dengan adanya tambahan ruang tunggu baru ini, maka daya tampung termi-
HILANG HLG STNK R2 HONDA DR6515CA NOKA/NOSIN: MH1JF5135CF518228/ JF51E-351789 AN. SANDRA YULIANI PUTRI HLG DSKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR3608HO NOKA/NOSIN :MH1JF8119DK874201/ JF81E-868288 AN. HIDAYAT SAEFUDIN HLG DSKTR JL. RAYA UDAYANA HLG STNK R2 HONDA DR5311CT NOKA/ NOSIN:JFW117HK885322/ J F W 1 E - 1 8 9 7 3 1 3 AN.NAZIATUL AISIYAH HLG DSKTR AMPENAN HLG STNK R2 YAMAHA DR3676HB NOKA/ NOSIN:MH32S6005AK706237/ 2S6-706561 AN. MUSLEH HLG DSKTR MATARAM
nal bisa mengimbangi jumlah penumpang yang ada. Sehingga tidak lagi terjadi overload yang terlalu besar,” paparnya. Di tempat yang sama, Area Manager Lion Group Denpasar, Fajar Teguh Santoso, menyambut baik kepercayaan PT. AP I LIA yang telah mempercayai pihaknya menggunakan fasili-
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUC/TRONTON,PIC U P , D L L ) P R O S E S MUDAH,CEPAT,DAN BISA OVER KREDIT/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387) DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
tas premiun gate dan ruang tunggu baru. Tentunya peng-
RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
zPenanggung Jawab: Agus Talino zRedaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani zKoordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar zRedaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul zStaf Redaksi zMataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi zLombok Barat: M.Haeruzzubaidi. zLombok Tengah : Munakir. zLombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. zKLU : Johari. zSumbawa Barat : Heri Andi. zSumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. zDompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. zTim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. zKantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zTarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). zDisplay B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. zDisplay F/C : Rp 35.000/mmk. zIklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. zIklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. zIklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. zAlamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zHarga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. zHarga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Sabtu, 7 April 2018
Halaman 13
RUKO - VILA - KOST
500.000
Rp. 995 Jt
SUARA NTB Sabtu, 7 April 2018
Harus Segera Dituntaskan DUALISME kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB harus segera diakhiri. Dualisme tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, apalagi sampai mengganggu promosi pariwisata daerah di tahun 2018. Polemik siapa yang menjadi unsur pimpinan di BPPD NTB harus diselesaikan oleh internal dari pengurus itu sendiri dan tidak boleh menjadi bahan komoditi politik. Tidak dipungkiri, masalah pariwisata menjadi persoalan yang seksi dan menjadi perhatian banyak pihak untuk ikut terlibat. Keterlibatan banyak pihak ini tentu saja merupakan sebuah kabar yang sangat bagus bagi rencana pengembangan pariwisata NTB ke depan. Belum lagi di tahun 2018 ini, Pemprov NTB berencana mendatangkan 4 juta wisatawan, baik Nusantara dan mancanegara ke seluruh objek wisata yang ada di NTB. Namun, melihat unsur pimpinan BPPD NTB yang seolaholah menjadi ‘’rebutan’’, rencana capaian 4 juta wisatawan sepertinya hanya mimpi. Hingga saat ini sejak unsur pelaksana dan unsur penentu BPPD diumumkan dan belum ada keputusan gubernur, anggotanya belum bisa bekerja maksimal dalam mempromosikan potensi yang dimiliki. Mereka masih sibuk menyelesaikan persoalan internal yang masih belum tuntas. Di satu kubu bersikukuh, jika proses pemilihan unsur pimpinan yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan. Di sisi lain, pihak yang lain juga berhak menentukan atau melakukan intervensi kepengurusan, karena sebagai salah satu penyandang dana menginginkan kerjasama antara pengurus dan pemerintah dalam mempromosikan pariwisata NTB seiring dan sejalan. Jika masing-masing di antara kedua kubu ini masih belum ada kata sepakat, maka jangan harap target atau kinerja organisasi lebih optimal. Kita tentu sepakat dengan apa yang disampaikan Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, MSc., PhD., jika BPPD NTB tidak boleh diwarnai adanya ketegangan satu sama lain. Anggota BPPD harus kompak dalam menjalankan promosi pariwisata seperti yang diinginkan pimpinan daerah. Artinya, dalam kepengurusan itu semua anggota harus memiliki visi dan misi yang sama, sehingga dalam melakukan promosi bisa berjalan maksimal. Selain itu, suasana batin dari anggota BPPD juga mesti tetap bersemangat atau bergembira dalam bekerja, khususnya saat mempromosikan potensi pariwisata yang ada. Pada bagian lain, pemerintah daerah juga mesti mengevaluasi diri. Apakah kebijakan yang dikeluarkan bisa diterima dengan lapang dada atau masih belum sejalan dengan anggota BPPD. Pemerintah daerah juga harus menyerap aspirasi dari anggota yang lain, karena yang menjadi pelaksana ini adalah unsur pariwisata dan pihak lain yang dilibatkan. Jika calon pimpinan yang ditunjuk mendapat persetujuan dari anggota yang lain tidak masalah untuk tetap dilanjutkan. Sementara, jika masih menjadi polemik, kebijakan ini tentu harus menjadi pertimbangan. Begitu juga, pemilihan yang dilakukan di luar dari persetujuan pemerintah. Jika masih mendapat penolakan atau menjadi polemik sebaiknya ditinjau kembali atau dimusyawarahkan jalan penyelesaiannya. Jangan sampai sikap ngotot yang ditunjuk masing-masing kubu justru akan membuat kinerja BPPD tidak maksimal. Di sinilah letak kearifan dari semua pihak yang terlibat dalam penentuan unsur ketua BPPD ini menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Masing-masing pihak harus duduk bersama dan mencari jalan tengah, sehingga persoalannya tidak berlarut-larut. Dalam hal ini, kepentingan promosi pariwisata dan target mencapai 4 juta wisatawan di akhir tahun 2018 bisa tercapai. (*)
OPINI
Halaman 14
Pencegahan Stunting Dini Melalui Cuci Tangan ASUS stunting saat ini tengah ramai dan banyak menghiasi pemberitaan di Tanah Air. Berbagai media, baik cetak maupun elektronik banyak memberitakan stunting. Fakta ini menandakan, bahwa stunting adalah realitas yang ada di tengah-tengah kehidupan kita. Sebagaimana dipahami, stunting adalah gangguan kesehatan pada anak usia balita karena kurang gizi, sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu lama. Dengan kata lain, stunting disebut dengan kurang gizi kronis. Stunting mengakibatkan kegagalan dalam tumbuh kembang, baik secara fisik dan mental pada anak. Lebih jauh, stunting terjadi akibat asupan nutrisi yang kurang, baik secara kualitas dan kuantitas. Masalah kesehatan stunting dapat terjadi pada jangka pendek dan panjang. Pada jangka pendek dapat mengakibatkan terlambatnya pertumbuhan dan perkembangan mental dan fisik. Sedangkan pada jangka panjang dapat menimbulkan penyakit seperti kurang gizi kronis, gangguan usus (cacingan dan diare), diabetes dan yang lainnya. Kasus stunting di Nusa Tenggara Barat rupanya masih menjadi PR bagi pemerintah. Saat ini, kasus stunting sudah menembus angka 37,2 % (Suara NTB, 29/03/2018). Sebagai masyarakat, kita patut dan ikut prihatin dengan fakta ini. Sebab dengan terjadinya peningkatan jumlah kasus stunting di atas dapat mempengaruhi tingkat dan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang secara langsung dan tidak akan memberi dampak pada peningkatan kualitas pembanggunana daerah. Pada pemberitaan sebelumnya (22/02/2018),Harian ini memberitakan, bahwa Kabupaten Dompu menempati angka terpuruk dalam kasus stunting. Dan masuk menjadi bagian dari seratus daerah kasus stunting terburuk di Indonesia. Ditengarai kasus ini terjadi terkait dengan sarana prasarana kesehatan berupa air bersih, persoalan sanitasi, gizi dan kesehatan ibu. Hemat penulis, tidak menutup kemungkinan hal ini juga berasal dari belum maksimalnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan.
Baiq Novitasari, S.Kep (Penulis adalah Peminat & Pengkaji Masalah-Masalah Kesehatan)
�
Sesungguhnya pencegahan stunting hal sederhana yang jarang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.Yakni menjaga kebersihan diri dengan melakukan cuci tangan. Secara sadar dan tidak,kebiasaan mencuci tangan adalah hal sederhana, namun memiliki manfaat yanag luar biasa bagi kesehatan.
Karena itu, menurut penulis, selain penyebab stunting seperti yang terjadi di Dompu, sangat penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan (hygiene) pada diri sendiri. Sesungguhnya pencegahan stunting hal sederhana yang jarang dilakukan dalam kehidupan seharihari.Yakni menjaga kebersihan diri dengan melakukan cuci tangan. Secara sadar dan tidak,kebiasaan mencuci tangan adalah hal sederhana, namun memiliki manfaat yanag luar biasa bagi kesehatan. Sebenarnya, sejak dulu, mencuci tangan sudah sering dianjurkan, baik oleh rumah sakit, Puskesmas dan sekolahsekolah. Namun terkadang tidak sedikit dari masyarakat yang menyepelekannya. Tangan yang tidak dicuci dapat menjadi media masuknya kuman dan bakteri ke dalam tubuh yang menimbulkan penyakit terutama pada sistem pencernaan.Tangan merupakan salah satu organ tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan anggota tubuh lainya dalam melakukan kegiatan seharihari.Sehingga tangan yang tidak bersih akan menjadi agen masuknya kuman, bakteri dan virus, ke mulut, hidung, mata dan anggota tubuh yang lainnya. Pada orang dewasa kegiatan mencui tangan dianggap hal yang sudah biasa. Tetapi problemnya adalah apakah mencuci tangan yang dilakukan sudah baik dan benar?. Lain hanya pada usia balita, anak banyak melakukan
RADIO
kontak dengan temannya, memegang berbagai macam benda yang belum tentu bersih, atau setelah melakukan aktivitas dari toilet (BAB/BAK) dan kegiatan lain yang memerlukan mencuci yang tangan. Sehingga sebagai orang tua, kita perlu mengajak dan mengajarkan anak untuk mencuci tangan sejak dini.Dengan mencuci tangan, kita dapat menekan dan mencegah masuknya kuman dan bakteri ke dalam tubuh. Mencuci tangan dengan benar menjadi salah satu pencegahan terjadinya stunting. Mencuci tangan bukanlah sekedar mengguanakan air dan dengan tehnik yang biasa. Karena tidak menutup kemungkinan kuman dan bakteri masih tertinggal di tangan, sela-sela jari dan di kuku. Mencuci tangan sebaiknya menggunakan sabun antiseptik dan di air yang mengalir. Mencuci tangan merupakan kegiatan sanitasi membersihkan tangan dengan menggunakan air dan sabun untuk mencegah kuman dan bakteri masuk kedalam tubuh. Berikut ini adalah tujuh langkah mencuci tangan yang benar menurut World Health Organization(WHO, yaitu: Pertama, basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan menggunakan air mengalir, mengambil sabun kemudian mengusap dan menggosokkan kedua tangan secara lembut. Kedua, mengusap dan meggosok juga punggung
tangan secara bergantian. Ketiga, menggosok sela-sea jari hingga bersih. Ke empat, membersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkannya. Kelima, menggosok dan memutar kedua ibu jari secara bergantian. Ke enam, meletakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian menggosok perlahan. Ke tujuh, membersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan air bersih yang mengalir, lalu keringkan menggunakan handuk dan tisu. Menutup kran mengalasi tangan dengan tisu atau handuk. Kegiatan ini memerlukan waktu kurang lebih 30 detik. Meski sederhana, namun kebiasaan mencuci tangan memberikan manfaat kesehatan yang sangat penting bagi keluarga.Stunting adalah masalah kita bersama. Masalah stunting sesungguhnya bisa dicegah sejak dini melalui kesadaran akan pentingnya kesehatan, yang salah satunya melalui kebiasaan mencuci tangan dengan benar. (*)
Masuki Triwulan II, realisasi DAK Fisik di NTB masih nol persen Kinerja aparatur negara perlu digenjot
*** RPH Banyumulek dan pabrik kosmetik mangkrak Dampak dari perencanaan tak matang
***
SUARA NTB
Sabtu, 7 April 2018
Halaman 15
Warga Manggalewa Siapkan 90 Persen Suara untuk Ahyar-Mori Bima (Suara NTB) – Ratusan warga menghadiri kunjungan Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, ke Desa Sori Utu, Desa Tekasire, Desa Nusa Jaya, Desa Lanci, Desa Suka Damai, Kecamatan Manggalewa sekaligus secara bersamaan mengukuhkan relawan pemenangan AhyarMori. Seluruh warga Desa di Kecamatan Manggalewa pun berkomitmen memenangkan 90% suara untuk Ahyar-Mori. Dalam pemaparannya, Mori menegaskan pihaknya memfokuskan untuk pengembangan ternak sapi dan kambing sebagai salah satu fokus tujuan pembangunan untuk Kecamatan Manggalewa ini. “Potensi yang sangat besar terdapat disini karena salah satunya Kecamatan ini memiliki lahan yang sangat besar sehingga memang sudah seharusnya peternakan dan pertanian di Desa ini menjadi fokus utama,” ujar Mori. Strategi Ahyar-Mori yang mengembangkan potensi khas lokal diyakini akan sangat efektif untuk mendongkrak kemampuan ekonomi masyarakat setempat. Terlebih, selama menjadi anggota dan pimpinan DPRD NTB, Mori Hanafi juga menjadi salah seorang wakil rakyat yang mem-
berikan perhatian lebih pada sektor peternakan dan pertanian dalam skala luas. Dalam berbagai kesempatan, Mori selalu mengutarakan bahwa sektor peternakan dan pertanian memang menjadi urat nadi masyarakat. Karena itulah, pembenahan di sektor ini, harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga ke hilirnya. Di hari yang sama, H. Mori Hanafi juga menghadiri acara Konsolidasi Partai Bulan Bintang Kabupaten Bima untuk menghadapi Pilgub 2018 & Pilpres 2019 di kantor PAC Partai Bulan Bintang Kabupaten Bima. Pada kesempatan ini, Ketua PAC PBB Kabupaten Bima memberikan kata sambutan kepada kader PBB yang hadir pada siang hari tersebut. “Kalau kita semuanya mencintai Kabupaten Bima maka tetapkanlah suara kita untuk Ahyar-Mori. Mengapa kita pilih Ahyar-Mori? Karena mereka adalah pasangan yang serasi, pasangan dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kami memilih Ahyar-Mori untuk masyarakat Kab. Bima dan NTB. Bukalah pintu untuk menyebarkan informasi tentang Ahyar-Mori keseluruh plosok. Yakin dan percayalah apa yang kita lakukan akan dibalas secara langsung maupun tidak
Firli Dilantik sebagai Deputi Bidang Penindakan KPK Dari Hal. 1 Dua, bersedia menghindari pertentangan kepentingan dalam melaksanakan tugas. Tiga, bersedia diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila selama kami bertugas di KPK ditemukan perbuatan melanggar peraturan perundangundangan yang berlaku sebelum menjadi pegawai KPK.’’ ‘’Empat, apabila kami melanggar hal-hal yang telah kami nyatakan dalam Pakta Integritas ini kami bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administrasi, dan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan pe-
rundang-udangan yang berlaku. Demikian Pakta Integritas ini dibuat tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan siapapun juga”. Posisi Deputi Bidang Penindakan KPK sebelumnya dijabat oleh Irjen Pol Heru Winarko yang telah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun. Heru menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK sejak 15 Oktober 2016. (ant/Bali Post)
Jangan Hambat DD Dari Hal. 1 ada beberapa alasan,’’ kata Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc. IB, MBA ketika dikonfirmasi di Mataram, Jumat (6/4) siang. Untuk tahap I, jumlah DD yang ditransfer Kemenkeu melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebesar Rp 196 miliar. Dengan rincian, Bima Rp 31,35 miliar, Dompu Rp 12,33 miliar, Sumbawa Rp 24,78 miliar, Sumbawa Barat Rp 10,5 miliar. Kemudian Lombok Utara Rp 9,88 miliar, Lombok Tengah Rp 31,08 miliar, Lombok Barat dan Lombok Timur masingmasing Rp 25,66 miliar dan Rp 50,54 miliar. Lambatnya Pemda kabupaten mencairkan DD ke masing-maisng desa, kata Taukhid karena adanya warning dari Satgas Dana Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Pemda diminta hatihati mencairkan dana desa. Pada 2015 merupakan tahun pembinaan. Kemudian tahun 2016 merupakan tahun pembinaan dan pengawasan. Sedangkan tahun 2018 ini, Satgas mengingatkan merupakan tahun penindakan. Menurut Taukhid, meskipun hal itu disampaikan secara biasa saja, namun membuat Pemda juga takut. ‘’Sehingga banyak yang takut-takut melakukan itu. Tapi kita berusaha meyakinkan mereka bahwa Kementerian Keuangan sudah sangat berniat baik untuk itu. Bahkan Kementerian Keuangan sudah mengubah PMK dua kali. Ter-
kahir PMK 225 mengikuti perintah Presiden bahwa dana desa dislaurkan sejak Januari,” katanya. Berdasarkan hasil komunikasi dengan Pemda, kata Taukhid, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 113 Tahun 2014 masih menjadi hambatan pencairan DD. Permendagri ini belum disesuaikan dengan PMK yang terbaru. “Jadi tidak lebih lentur, tidak mengikuti kebijakan yang tadi. Mungkin perlu ada sinkronisasi regulasi,” imbuhnya. Pasalnya, ketika BPK, Inspektorat Kemendagri, Inspektorat provinsi dan kabupaten/kota melakukan pemeriksaan terhadap dana desa, mereka akan mengacu kepada Permendagri tersebut. Jika berpedoman kepada permendagri maka banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk mencairkan DD. Sementara jika mengacu PMK yang terbaru, cukup dengan menuntaskan APBDes. Jika APBDes sudah selesai, maka DD sudah dapat dicairkan. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, kata Taukhid tidak menutup kemungkinan Kemenkeu akan langsung mentransfer DD ke masing-masing desa, tanpa melalui RKUD. Namun, Taukhid mengatakan hal ini belum menjadi solusi, tetapi mungkin saja akan dilakukan ke depannya. “Karena secara prinsip, dia masuk ke RKUD. Dana desa ini tidak masuk APBD, hanya lewat aja,” terangnya. (nas)
Masuki Triwulan II, Realisasi DAK Fisik di NTB Masih Nol Persen Dari Hal. 1 Namun, ia mengatakan seharusnya sejak Maret lalu sudah ada Pemda yang menerima DAK Fisik untuk tahap I. “KPPN sudah siap untuk membantu. Karena sudah saatnya kita cairkan. Ini sudah masuk triwulan II,” tandasnya. Jumlah DAK Fisik yang akan diterima 11 Pemda di NTB tahun ini sebesra Rp 2,01 triliun lebih. Hingga awal triwulan II ini belum ada satupun Pemda yang mendapatkan. Sehingga data yang tercatat di Kanwil DJPB NTB, realisasi DAK
Fisik masih nol persen. Rincian DAK Fisik yang diterima maisng-masing Pemda di NTB, yakni Pemprob sebesar Rp 362 miliar lebih, Bima Rp 172 miliar lebih, Dompu Rp 97 miliar lebih. Kemudian, Lombok Barat Rp 181 miliar lebih, Lombok Tengah Rp 165 miliar lebih, Lombok Timur Rp 280 miliar lebih. Selanjutnya, Sumbawa Rp 205 miliar lebih, Kota Mataram Rp 154 miliar lebih, Kota Bima Rp 43 miliar lebih, Sumbawa Barat Rp 129 miliar lebih dan Lombok Utara Rp 122 miliar lebih. (nas)
(Suara NTB/ist)
POSE - Calon Wakil Gubernur NTB, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm berpose bersama H. Aris Muhammad, Bendahara Umum PBB yang sudah mendeklarasikan tekadnya untuk turut memenangkan pasangan Ahyar-Mori. langsung dari Allah SWT”, demikianlah kata sambutan dari Ahmad, S.P, M.Si, selaku Ketua DPC PBB Kab. Bima. Dalam acara ini turut hadir H. Aris Muhammad, Bendahara Umum PBB yang sudah mendeklarasikan tekad nya untuk ikut bersama-sama berjalan beriringan demi memenangkan pasan-
gan Ahyar-Mori. Selain itu dalam acara internal Partai Bulan Bintang tersebut, Mori Hanafi berkesempatan menyampaikan pidato politiknya. “Ahyar-Mori memiliki kepentingan dengan PBB karena apabila menang maka AhyarMori membutuhkan pikiranpikiran segar dari PBB. Meng-
ingat bahwa pertumbuhan ekonomi di NTB sangat baik, akan tetapi pemerataan ekonominya yang masih sangat kurang, sehingga sekaranglah saatnya masyarakat Mbojo bersatu untuk memilih dou Mbojo dan dou ndai pasangan AhyarMori”, ujar politisi Partai Gerindra ini. (tim)
Triwulan I, Triliunan Rupiah Dana Tak Dibelanjakan Pemda di NTB Dari Hal. 1 Sementara itu, berdasarkan data monev LKPP yang dikutip Suara NTB, Jumat (6/4) hingga pukul 15:00 Wita, total APBD 11 Pemda di NTB sebesar Rp 20,97 triliun. Pada triwulan I 2018, hanya dua Pemda yang serapan belanjanya di atas 11 persen. Yakni Pemprov NTB sebesar 13,47 persen dan Lombok Tengah sebesar 11,58 persen. Sementara sembilan Pemda kabupaten/kota lainnya masih berada di bawah 9 persen. (lihat tabel) Sementara itu, realisasi belanja pemerintah pusat di NTB
sampai 31 Maret 2018, secara persentase lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi belanja pemerintah pusat di NTB baru mencapai 5,68 persen atau Rp 454 miliar lebih atau sampai Maret, sementara tahun sebelumnya sebesar 6,15 persen atau Rp 449 miliar lebih. Jika ditambah dengan dana desa yang sudah ditransfer sebesar Rp 196 miliar, kata Taukhid, maka jumlah dana pusat yang mengalir ke NTB sebesar Rp 600 miliar lebih. “Secara persentase lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi kalau nominalnya lebih tinggi. Gejala ini, ini
yang harus kita jadikan evaluasi. Terutama bagaimana Satker yang seharusnya rajin belanja, mulai bisa belanja dengan baik. Ini kayaknya kalau lihat prilkau ini masih belum baik, walaupun secara nominal lebih besar,” katanya. Belum lagi jika melihat realisasi dana tugas pembantuan di NTB. Jumlah dana pembantuan yang dialokasikan ke NTB pada tahun ini sebesar Rp 574 miliar lebih. Dana tugas pembantuan ini baru terealisasi sebesar Rp 15,7 miliar lebih atau 2,73 persen. artinya, tingkat penyerapannya masih snagat rendah. (nas)
Amaq Asrul: Bulan Rajab, Bulan Ilmu Pengetahuan Dari Hal. 1 Di antara pelajaran dan pengujian keimanan tersebut adalah, Isra’ Rasulullah itu, terjadi di zaman jahiliah. Walaupun Islam sudah ada, pada waktu itu adalah tahun ke 12 dari tahun risalah kenabian Rasulullah SAW. Bicara soal jahiliah, jangan dikira saat ini sudah habis pasca Rasulullah. Jahiliah itu katanya masih tetap ada sampai sekarang. ‘’Selama ada setan yang menggoda, jahiliah tetap ada, karena itu dia tetap akan ada mengganggu kebaikan. Mengganggu kebaikan itulah disebut kejahiliahan,’’ terangnya. Pada zaman jahiliah,orang yang dimuliakan adalah orang berpangkat. Yakni orang yang jadi bupati dan gubernur, jadi menteri, jadi orang kaya. Semua disebut yang mulia. Kejahiliahan seperti ini dinyatakan Ali BD masih terjadi. Padahal Allah sudah jelas menegaskan dalam firmannya, yang paling mulia itu adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah. Dalam ayat 1 QS, Al Isra’ dijelaskan, subhanalladzi asro biabdihi laelan. Artinya, Mahasuci Allah menjalankan hambanya di waktu malam. Pelajaran ini menguatkan,
kenapa malam itu perlu bagi yang mau mendekat kepada Allah. Karena malam itu sepi. Gunakan malam sebagai waktu ibadah. Waktu malamlah, isro’ dilakukan. Ini adalah rangkaian-rangkaian yang menyebabkan peristiwaa itu mengandung pengertian besar. Pelajaran lainnya, isro’ adalah ujian bagi orang yang baru masuk Islam. Ujian pula bagi Rasulullah SAW senidiri. Bagi yang baru beriman, mendengar cerita Rasulullah banyak yang ragu-ragu. Bahkan banyak yang murtad, keluar dari lslam karena alasan tidak masuk akal. Karena itulah, dikuatkan oleh Abu Bakar, apa yang disampaikan Rasulullah benar. Ujian bagi Rasulullah. Allah menguji Rasulullah lalu menceritakannya dan lulus dari ujian tersebut. Memang didalam ayat disebutkan, Rasulullah menjalankan perintah Allah. Selanjutnya digambarkan, negara-negara di Timur Tengah, lebih khusus tempat Masjid Al Aqso menimbulkan gejolak perang. Perang antara suku Bangsa Arab sendiri. Mereka membeli senjata untuk memerangi saudaranya sendiri. Sekarang, di Yerussalem
Palestina tempat terjadi gejolak perang. Orang Palestina perang melawan Israel, orang Arab justru menonton. Hanya orang Indonesia bersikap. Alasan orang Arab yang merupakan sekutu Amerika takut pada Amerika. Berbeda dengan orang Indonesia yang tetap tenang. Islam di Indonesia ini sangat kuat. Utamanya orang Sasak yang sangat luar biasa. Hal ini tergambar dari karakter orang Sasak itu sendiri. Gemar membangun masjid sebagai tempat ibadah. Sebesar apapun masjid, tetap bisa dibangun. Meski dalam kondisi miskin, tetap bisa membangun masjid. ‘’Inilah kelebihan umat Islam Sasak yang berani bangun masjid. Allah memberikan ganjaran bagi Umat Islam Sasak. Ganjarannya, iman dan ketakwaan yang kuat. Ribuan masjid terbangun dengan keikhlasan. Ribuan masjid taklim, ribuan musholla dan ponpes tanpa minta bayaran dari manapun. Allah melihat dan cash membayarnya. Yakni keimanan dan ketakwaan orang Sasak. “Boleh orang Sasak Islam miskin, tapi imannya kuat. inilah nikmat yang paling kuat untuk orang Sasak,’’ demikian Ali Dachlan.(rus)
Ali BD : Akan Menjadi Gubernurnya Rakyat Dari Hal. 1 Karena berasal dari rakyat, maka hanya rakyat yang boleh menekan. Bukan ditekan oleh sekelompok orang. Bukan dari partai. Pertanyaan lainnya yang ditanyakan warga adalah soal gaji guru honor. Informasi dari guru honor yang turut meneriakkan keprihatinannya di acara dialogis kemarin. Gaji guru honor Rp 300 ribu perbulan. Gaji guru honor ini diakui sangat rendah. Lombok Timur, sebut Ali Dachlan gaji guru honornya Rp 750 ribu perbulan. Amaq Asrul ini mengaku kasihan dengan rendahnya gaji honorer. Ke depan, gaji guru honor khususnya di SMA dan SMK yang ditangani Pemerintah Provinsi akan ditingkatkan. Setidaknya Rp 1 juta perbulan. Guru-guru honor akan diangkat lebih banyak lagi. “Kita akan angkat guru honor dua kali lipat dari jumlah sekarang,” ucapnya. Guru guru honor yang tidak diperhatikan dan tidak diberikan gajinya akan diangkat dan dianggarkan gajinya oleh Ali Dachlan jika diberi amanah sebagai gubernur nantinya. Tidak saja itu, tukang dan peladen juga dinaikkan pendapatannya agar bisa lebih se-
jahtera. Di Lombok Timur tutur Ali BD, sangat memperhatikan nasib para pekerja informal. Sudah dibuatkan Perda pekerja informal. Termasuk tukang tidak boleh gaji rendah. Lebih lanjut soal guru honor, Amaq Asrul siap mengangkat guru-guru honor. Guru negeri setiap tahun ratusan orang pensiun. Selama ini belum pernah ada pengangkatan. Kalau tidak ada guru honor maka tidak ada guru nantinya yang mengajar. ‘’Apa yang saya sampaikan sudah saya lakukan di Lotim, saya bukan janji-janji,’’ tegasnya. Masalah lainnya, kartu JKN KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanyakan warga Labulia, di Loteng banyak yang tidak dapat. Kartu JKN KIS yang dibuat BPJS Kesehatan tidak ditampik banyak yang salah. Siapa yang salah? Siapa punya ulah? Orang yang paling berhak atas JKN KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah yang miskin. Karena ini bantuan pemerintah. Tidak boleh pemerintah biarkan rakyat sakit tanpa pertolongan. Negara bertugas menjaga kehidupan sosial masyarakat. Bantu yang lemah. Bukan bantu yang kuat. Tujuan
pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Kalau bantu yang kaya itu adalah korupsi. Korupsi sambungnya harus diberantas. Semua yang terucap teraebut, kata Ali Dachlan dikatakan sesuai dengan pengalaman yang sudah dilakukan. Ia tegaskan, dirinya tidak mengumbar janji janji. “Saya tidak membual,” tegasnya. Jika nantinya, ada yang mengaku mendukung dan berubah dukungan di tengah jalan karena ada yang ganggu tidak akan dipersoalkan. Amaq Asrul tetap menganggap semua adalah saudara. Ia tetap senang saat tidak dipilih. Ditanamkan tidak boleh benci dan balas dendam. Itulah prinsip di negara maju bagi Ali BD. Menjelang hari pencoblosan, masih banyak waktu. Banyak pastinya yang akan datang mengkampanyekan dirinya. Jangan mengira, katanya Ali BD orang yang ambisius. Ia maju karena rakyat yang pilih mencalonkan dirinya. “Saya bertanggung jawab pada rakyat, bukan pada partai dan golongan. Side punya gubernur. Calon nomor empat, hanya rakyatlah yang getok kita. Kita beda dengan calon partai, kalau calon partai, partai yang getok dia” demikian. (rus)
Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Pelanggaran Hak Siar Piala Dunia 2014 Mataram (Suara NTB) – Hakim Pengadilan Negeri Mataram menolak praperadilan Marcel Lothar Manfred Navest. Hakim berpendapat penetapan Marcel sebagai tersangka dugaan pelanggaran hak cipta dan hak siar Piala Dunia 2014 Brazil sah sesuai prosedur. Sidang praperadilan sah tidaknya penetapan tersangka dipimpin hakim tunggal Anak Agung Ngurah Rajendra. Hakim menolak permohonan praperadilan warga negara Belanda itu untuk seluruhnya. Kasus Marcel yang merupakan pengelola salah satu hotel di Senggigi, Batulayar, Lombok Barat itu ditangani Subdit II Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB. “Iya hakim memutuskan penetapan tersangka sah sesuai prosedur,” kata Humas Pengadilan Negeri Mataram, Didiek Jatmiko ditemui Jumat (6/4) kemarin. Isi permohonan yang ditolak itu antara lain mengenai penetapan tersangka Marcel, serta permohonan Marcel untuk Polda NTB menghentikan penyidikan kasusnya. Terpisah, Kasubdit II Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, Kompol Wahyudi Rahman menjelaskan, putusan pengadilan itu menunjukkan bahwa proses penyidikan sudah sesuai prosedur. “Tentu putusan itu menjadi rujukan bahwa penyidikan dan penetapan tersangka yang bersangkutan adalah sah dan sesuai prosedur,” kata dia ditemui ruang kerjanya. Permohonan praperadilan,
kata dia, merupakan hak dari tersangka. Menurutnya hal itu tidak menganggu proses penyidikan yang kini masih berjalan. Mengenai penanganan kasus itu, Wahyudi menjelaskan, tersangka diduga menayangkan siaran gelaran akbar sepakbola dunia tanpa izin dari pemilik hak siar, yakni PT Nonbar/PT Inter Sport Marketing. Terlebih hal itu dilakukan dengan tujuan komersil. “Lisensi Piala Dunia 2014 hanya dipegang satu perusahaan. Ini ada pihak lain yang ikut menyiarkan tanpa izin dari pemilik lisensi tersebut,” jelasnya. Marcel disangkakan Pasal 49 dan Pasal 72 Undang-undang Nomor 19 tahun 2001 tentang Hak Cipta. Kasus tersebut dilaporkan pemilik lisensi ke Polda NTB pada tahun 2014 silam. Sepuluh hotel di NTB diduga menyiarkan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2014 Brazil tanpa mengantongi lisensi siaran. Pemilik lisensi mendapati 16 hotel menayangkan siaran piala dunia tanpa izin. Namun enam diantaranya sudah menuntaskan pembayaran royalti. Selain di Lombok, PT Nonbar juga melaporkan sejumlah hotel lain di Bali, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. PT Nonbar menetapkan harga untuk lisensi penayangan, yakni Rp 15 juta untuk hotel melati sampai hotel bintang dua, Rp 30 juta untuk hotel bintang tiga, Rp 40 juta untuk hotel bintang empat, dan Rp 50 juta untuk hotel bintang lima. (why)
Pemilihan Ketua BPPD Sebaiknya Ikuti Aturan Mataram (Suara NTB) – Kisruh dualisme kepemimpinan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB masih berlanjut. TGH Fauzan Zakaria yang diusulkan oleh Sekda NTB Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc.PhD sudah sesuai aturan. Hal yang sama juga diungkapkan Lalu Abdul Hadi Faishal yang menganggap bahwa hasil voting dari tim penentu kebijakan adalah yang sah dan sesuai aturan. Pemerhati Pariwisata I Putu Gede, M. Par melihat persoalan ini sebenarnya adalah bentuk keinginan semua pihak dalam memajukan pariwisata NTB. Ia melihat semangat dari berbagai pihak dalam memperjuangkan pariwisata agar semakin maju. Hanya saja, dengan adanya kisruh dualisme kepemimpinan ini tentu saja akan membuat kerja-kerja promosi BPPD menjadi terganggu. ‘’Kita ambil positifnya saja, ini artinya banyak pihak yang ingin memajukan pariwisata NTB. Saya rasa seharusnya tidak perlu ada konflik apabila sebelum melakukan pemilihan kita cermati dulu aturannya. Jalan terbaik memang kembali pada aturan saja,’’ ujarnya. Ia mengatakan bahwa tugas BPPD sangat penting dalam mempromosikan semua potensi pariwisata yang dimiliki NTB. Namun hal ini baru dapat dilakukan apabi-
la anggota BPPD juga kompak dan tidak ada persoalan di internalnya. Sebab promosi pariwisata dapat dilakukan dengan kerja tim. Tidak bisa hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja. ‘’Sebenarnya kan ada tugas besar yang menunggu anggota BPPD. Promosi itu tidak mudah, perlu banyak hal dan banyak kerjasama dengan berbagai pihak. Jadi BPPD tidak bisa kerja sendiri, harus libatkan juga pihak lain dalam hal ini asosiasi-asosiasi pariwisata,’’ ujarnya. Ia memberi saran agar semua berjalan dengan baik, ada baiknya semua pihak membuka kembali aturan yang sudah ditetapkan dalam undang-undang pariwisata. Sebab semua harus dilakukan berdasarkan aturan yang sudah ada. Dengan demikian, kisruh ini bisa segera diselesaikan. Kemudian anggota BPPD NTB dapat segera menjalankan tugasnya dengan baik. ‘’Aturan itu ada untuk dijalankan, kenapa ada aturan? Ya untuk menghindari hal semacam ini. Untuk menghindari adanya persoalan-persoalan,” ujarnya. Ia menyarankan agar semua pihak yang terlibat dapat berdiskusi dan mengambil jalan tengah dari persoalan ini. Sehingga persoalan ini dapat segera diatasi. Selain itu, semua pihak juga dapat menjalankan perannya masing-masing. (lin)
Tahun Pembenahan Dari Hal. 1 Walaupun sebenarnya, pembenahan sudah dimulai sejak tahun 2017 yang lalu. “Tapi tahun ini yang paling banyak,” terangnya. Pembenahan mulai dari beautifikasi terminal penumpang sampai perluasan apron LIA. Sementara untuk pembangunan terminal yang baru akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang. “Program pengembangan ini dilaksanakan bertahap. Dimulai tahun 2017 lalu sampai tahun 2019 mendatang,” jelasnya. Dalam masa pengembangan ini, berbagai fasilitas di terminal bandara ditambah dan ada juga yang ditingkatkan kualitasnya. Seperti toilet, dibuat sesuai standar internasional dan jumlahnya pun diperbanyak. Selain itu untuk fasilitas ibadah, terutama musala juga ditata dan diperluas. Belum lagi, untuk mendukung keamanan dan kenyamana para calon penumpang sekaligus mengakomodir masyarakat, juga dibangun selasar. Baik itu untuk di fasilitas drop zone maupun di area jemputan. “Untuk selasar utama, bulan ini ditarget-
kan selesai dikerjakan. Sehingga bulan depan sudah bisa dimanfaatkan,” terangnya. Dengan keberadaan selasar ini, diharapkan aktivitas masyarakat yang hendak mengantar maupun menjemput keluarganya bisa terkonsentrasi di satu tempat, sehingga memudahkan untuk pengawasan dan tidak sampai mengganggu penumpang yang lain. “Selasar utama ini kita bangun dengan panjang 120 meter dan lebar 21 meter. Jadi cukup luas untuk menampung masyarakat,” tambah Ardita. Pembenahan tersebut dilakukan tidak lain sebagai salah satu upaya pihaknya dalam kualitas pelayanan kepada para calon penumpang pesawat terbang. Terlebih, status LIA sendiri merupakan bandara berstandar internasional, sehingga semua fasilitas pendukungnya pun harus berstandar internasional. Selama ini, banyak kalangan yang mengeluh kualitas pelayanan serta fasilitas LIA yang jauh dari standar bandara bertaraf internasional. “Pembenahan inilah jawabnya dari semua itu. Dan, memang untuk membenahi satu bandara bukan urusan mudah,” ujarnya. (kir)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Sabtu, 7 April 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
STQ Sukses, Praya Raih Juara Umum
Praya (Suara NTB) Bagi peserta yang belum bisa meraih juara, juga hendaknya Gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke 25 tahun 2018 yang tidak perlu berkecil hati. Hal itu harus menjadi pelecut semandipusatkan di Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah, Lombok gat untuk mau terus berlatih keras. Supaya mampu meraih Tengah (Loteng), sejak tanggal 1 sampai 5 April lalu, berlangsung prestasi di masa-masa yang akan datang. “Waktu masih pansukses. Dengan Kecamatan Praya berhasil keluar sebagai juara jang bagi mereka yang mau terus berlatih dan bekerja keras umum. Praya mengumpulkan 22 poin, tertinggi di antara kecamameraih prestasi tertinggi,” terangnya. tan-kecamatan lainnya di Loteng. Dalam setiap perlombaan, pasti ada yang Di bawah Kecamatan Praya ada Kecamatan Jonggat dan kalah dan menang. Dan, bagi peserta yang belum Kecamatan Batukliang di urutan dua dan tiga. Adapun Kecaberuntung harus semakin giat berlatih. Karena matan Praya Tengah hanya duduk di posisi keenam. Dengan kekalahan pada prinsipnya adalah kemenanmengumpulkan 14 poin. “STQ bukan hanya pada soal lomgan yang tertunda. Kalau karena kekalahba semata. Tetapi bagaimana STQ bisa memberi hikan ini semangat menjadi turun, maka janmah baik bagi peserta maupun masyarakat. Ungan pernah berharap bisa meraih prestasi tuk mau mengamalkan isi dan ajaran yang yang jauh lebih baik. terkandung dalam Al Qur’an dalam keIa mengatakan gelaran STQ kali ini terbihidupan sehari-hari,” sebut Sekda Loteng, lang sangat sukses. Itu semua bisa diraih berH.M. Nursiah, S.Sos. M.Si., saat menutkas dukungan dan kerjasama semua elemen up STQ, Kamis (5/4) malam kemarin. masyarakat di daerah ini. Terutama Kepada para pemenang, Nursiah di masyarakat Desa Pengadang selaku tuan ruhadapan pejabat lingkup Pemkab Loteng dan mah. Tanpa dukungan masyarakat, mustaratusan warga yang hadir, berharap hendaknya hil gelaran STQ bisa berjalan aman dan suktidak cepat merasa puas. Bahwa tantangan kedeses seperti sekarang ini. “Terima kasih atas pan semakin berat. Karena para pemenag inilah dukungan dan kerjasama masyarakat Desa yang nantinya akan mewakili Loteng di ajang Pengadang. Tanpa dukungan masyarakat, yang lebih tinggi. Dan, di ajang tersebut tantanSTQ tidak akan bisa sukses,” ujarnya. gan serta persaingannya jelas semakin berat. Pada kesempatan tersebut dilakukan penSehingga menjadi satu keharusan bagi para gundian untuk menentukan tuan rumah gepemenang untuk terus mengasah kemampuanlaran Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) nya dalam hal seni baca tulis Al Qur’an. Tidak ke 28 tahun 2019 mendatang, langsung oleh puas dengan apa yang telah diraih saat ini, agar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Loteng, L. mampu berbicara banyak di ajang yang lebPathul Bahri, S.Ip., yang datang jelang usai Sekda Loteng, H.M. ih tinggi. Yang pada akhirnya bisa mengacara penutupan. Dan, Kecamatan Janapria Nursiah, S.Sos. M.Si harumkan nama daerah. akhirnya terpilih sebagai tuan rumah. (kir/*)
(Suara NTB/kir)
PIALA BERGILIR - Sekda Loteng, H.M. Nursiah didampingi Plt Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri menyerahkan piala bergilir STQ kepada Camat Praya selaku juara umum STQ tingkat kabupaten tahun 2018 ini, Kamis (5/4) malam.
JUARA - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Loteng, L. Pathul Bahri dan Sekda Loteng, H.M.Nursiah menyerahkan piala kepada juara STQ, pada malam penutupan STQ tingkat kabupaten.
Peringkat STQ ke 25 tingkat Kabupaten Lombok Tengah tahun 2018 Peringkat
(Suara NTB/kir)
ANTUSIAS - Masyarakat terlihat antusias menyaksikan penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke 25 tahun 2018 yang dipusatkan di Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng), sejak tanggal 1 sampai 5 April lalu.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Kecamatan Praya Jonggat Batukliang Pujut Batukliang Utara Praya Tengah Praya Barat Janapria Kopang Pringgarata Praya Timur Praya Barat Daya
Poin 22 20 19 18 14 13 13 11 8 3 1 1
HADIRI Para tamu undangan menghadiri gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke 25 tahun 2018 yang dipusatkan di Desa Pengadang Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.
LEM Gelar Acara Hiburan yang Beredukasi April & May Food Promo di Golden Palace Hotel Lombok Mataram (Suara NTB) Promo makanan di Golden Palace Hotel Lombok selalu diminati dan menjadi favorit para tamu yang berkunjung. Hal ini membuat Executive Chef, Muchlis Affandi kembali menciptakan kreasi menu makanan terbaru untuk bulan April dan Mei. Menu kali ini tetap lengkap dan bervariasi seperti menu – menu sebelumnya yang terdiri dari Asian, Indonesian, dan Western. Untuk menu Asian adalah Oriental Fried Rice with Roasted Pecking Duck yaitu masakan khas negeri tirai bambu yang identik dengan Bebek Peking kemudian disajikan dengan Nasi Goreng Oriental. Menu Indonesian untuk bulan ini adalah Taliwang Geprek Keju yaitu olahan Ayam yang diberikan bumbu khas Pulau Lombok yaitu Bumbu Taliwang kemudian digeprek dan ditambahkan keju mozarela untuk menambah rasa gurih dan disajikan lengkap dengan nasi putih dan sambal. Menu ketiga merupakan Menu Western yaitu Chicken Golden Pasta yang sesuai namanya maka menu dengan bahan utama ayam ini disajikan dengan spaghetti berbumbu agak pedas. “Ketiga menu tersebut dibandrol dengan harga Rp. 45.000/ net/porsi, jadi harga yang diberikan sudah sangat terjangkau untuk menu yang tentunya memiliki citarasa yang sangat berbeda dan pas di lidah,” tutur Chef Muchlis. Hotel yang terletak di tengah kota Mataram dengan bangunan full AC dimulai dari Lobby tersebut, saat ini terkenal dan selalu menjadi tujuan semua pejabat penting di Indonesia saat sedang berkunjung ke pulau Lombok yang ingin beristirahat sembari menikmati makanan khas Lombok. Golden Palace Hotel Lombok memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti Skylounge Lt.11 dan Roof Top Garden Lt. 12 dengan pemandangan Kota Mataram serta Pantai, Pegunungan hingga Sunset yang sangat indah di sore hari juga memiliki areal parkir cukup luas. Untuk Reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Golden Palace Hotel Lombok di 0370 - 6170000 (hunting), atau datang langsung ke Jl. Sriwijaya No. 38 Mataram dan dapat pula mengunjungiwebsite di www.goldenpalacelombok.com. (r)
Mataram (Suara NTB) Lombok Epicentrum Mall (LEM) tak hanya sebagai pusat perbelanjaan yang lengkap dan berkualitas, tapi juga sebagai tempat yang selalu memberikan hiburan pada masyarakat. Sehingga pengunjung merasa nyaman dan terhibur ketika berbelanja. Kali ini LEM memberi edukasi pada masyarakat Lombok, dengan menggelar acara “ Epic Edufair”. Acara ini memadukan antara pendidikan dan hiburan. “Acara ini pertama kali diadakan oleh LEM, di sini bisa menjadi wadah untuk belajar dan melatih mental mereka agar terbiasa tampil disaksikan orang banyak sehingga memancing mereka untuk menjadi semangat belajar,” kata General Manajer LEM, Salim Abdad, ketika di temui usai puncak acara “Epic Edufair”, Kamis (5/4). Dari rilis yang di terima Suara NTB, Epic Edufair adalah salah satu festival pendidikan yang di adakan oleh LEM. Event ini diadakan 10 hari yaitu pada tanggal 27 Maret – 5 April 2018 yang memadukan pendidikan, hiburan, serta jenis kegitan keluarga lainnya. Epic Edufair juga melibatkan berbagai elemen pendidikan mulai TK, SD, SMP dan SMA sampai lembaga perguruan tinggi, bimbel, kursus atau komunitas literasi di NTB. Acara yang berkegiatan di Ground Floor LEM ini menampilkan berbagai lomba yaitu pelajar tingkat SMA yang terdiri dari lomba Mading, Fotografi, Vlogging, Perkusi, dan Pasukan Bar-
is Berbaris. Tingkat SMP digelar lomba Mading dan Tebak Kata. Selain itu tingkat SD digelar lomba Kids Epic-Champion, Spelling Bee, serta di tingkat TK ada lomba Mewarnai. Lembaga pendidikan yang ikut bergabung di acara ini ada sembilan lembaga yaitu Janpau, Green Yard School, Apple Tree, Sekolah Nusa Alam. Selain itu juga ada Universitas Terbuka, Unizar, Lombok Insani Englisht First, dan Antonius. Minat masyarakat cukup tinggi terhadap event pendidikan ini terbukti dari jumlah peserta Taman Kanak-Kanak yang mengikuti lomba mewarnai total ada 600 anak yang dibagi empat
hariacara.LombaKidsEpicChampion dengan jumlah peserta 141 anak dari berbagai sekolah. Kemudian lomba Spelling Bee diikuti sebanyak 112 anak dan lomba Pasukan Baris Berbaris diikuti oleh Sembilan Sekolah. Pada lomba Perkusi diikuti oleh 10 sekolah, lomba fotografi diikuti 6 sekolah, lomba Vlogging diikuti sebanyak Tujuh sekolah, lomba Mading diikuti oleh 19 kelompok dan tebak kata diikuti oleh sembilan sekolah. Selain itu setiap hari acara dimulai pada pukul 11.00 s.d 21.40, yang dimeriahka Epic Got Talent, Band Perform. Puncak acara pada tanggal 5 April 2018 menampilkan bintang tamu Cak Lontong
(Suara NTB/ist)
BERSAMA - General Manajer Lombok Epicentrum Mall, Salim Abdad foto bersama Cak Lontong dan para pendukung acara“Epic Edufair”. sekaligus menyerahkan hadiah pemenang di setiap lomba. “Siswa yang mengikuti lomba sudah bekerja keras untuk berlatih menjadi yang terbaik, diharapkan dengan hadirnya Cak
Lontong akhirnya mereka mendapat hiburan. Dan mereka merasa segala letihnya terbayar. Jadi baik kalah ataupun yang menang pada akhirnya mereka semua senang,” ujar Salim. (r)