HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
E-mail: suarantbnews@gmail.com
SUARA NTB
SENIN, 5 FEBRUARI 2018
16 HALAMAN NOMOR 272 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Pengemban Pengamal Pancasila
Studio XXI Jadi Saksi Momen Bahagia Ahyar-Mori dan Remaja Yatim
(Suara NTB/ist)
NOBAR - Suasana Nobar bertemakan “NTB Untuk Semua” yang digelar Ahyar-Mori bersama ratusan remaja yatim di Bioskop XXI LEM, Sabtu malam, 3 Februari 2018.
Mataram (Suara NTB) Bakal pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh – H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, sukses memberikan pengalaman membahagiakan bagi ratusan remaja yatim/piatu, lewat program nonton bareng tiga film “NTB Untuk Semua” yang digelar di Bioskop XXI, Lombok Epicentrum Mall (LEM), Sabtu (3/2) malam. Salah seorang pengasuh remaja yatim dan piatu, Fathoni Hambali, kepada wartawan mengutarakan apresiasinya atas program Sobat Ahyar-Mori yang melibatkan ratusan remaja yatim dan piatu ini. Terlebih, lewat program ini
mereka berkesempatan untuk mengenal AhyarMori melalui tiga film pendeknya. Film Dilan 1990 yang diputar setelah film ini seolah menggenapkan kegembiraan mereka malam itu. Sepanjang pemutaran film, tawa lepas mereka nyaris tak berhenti meramaikan studio 3 bioskop XXI LEM tersebut. Fathoni mengakui, acara nonton bareng bersama Ahyar-Mori merupakan pengalaman pertama bagi para remaja yatim dan piatu yang diasuhnya. “Makanya tadi saya melihat ekspresi mereka sangat senang dan sumringah. Biasanya kalau di Pondok mereka nonton pakai LCD, Bersambung ke hal 15
Pertemuan Bank Dunia
NTB Siapkan 8.500 Kamar
Mataram (Suara NTB) NTB siap menerima limpahan tamu Annual Meeting (AM) International Monetary Fund (IMF) – World Bank Group (WBG) 2018 yang akan dilaksanakan di Nusa Dua Bali, Oktober mendatang. Sebagai daerah yang sangat dekat dengan Bali, NTB siap menyediakan 8.500 kamar hotel bintang tiga ke atas. ‘’8.500 kamar bintang tiga ke atas itu kita siap. Artinya ketika Bali menjadi tempat utama penyelenggaraan itu. Tetapi Lombok, dekat Bali dengan satu jam dengan boat atau 25 menit menggunakan pesawat,” kata Ketua PHRI NTB, L. Abdul Hadi Faishal di Mataram, Minggu (4/2) siang. Sebelumnya, PHRI NTB bersama Perwakilan Kementerian Keuangan Kanwil Diretorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB telah bertemu dengan panitia nasional kegiatan skala internasional tersebut pada Sabtu, 3 Februari lalu di Nusa Dua, Bali. Panitia nasional pertemuan
TO K O H Percepat Pengentasan Kemiskinan
(Suara NTB/dok)
Taukhid
PERSOALAN kemiskinan masih menjadi pekerjaan Pemda di NTB, baik provinsi dan kabupaten/kota. Pemda diharapkan dapat mengawal penyaluran dan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan yang masih berada pada angka 15,05 persen. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc.IB, M.BA menyatakan mulai 2018 ini bunga KUR turun menjadi 7 persen dari sebelumnya 9 persen. Bersambung ke hal 15
KO M E N TTAA R Namanya ’’Nyale Tunggak’’
(Suara NTB/dok)
Lalu Putria
PUNCAK perayaan Bau Nyale akan dilaksanakan pada 6-7 Maret mendatang. Namun warga sudah banyak yang menangkap nyale di perairan pantai Lombok bagian selatan. Ini disebut sebagai nyale tunggak (awal). Sementara pada puncak acara nanti disebut sabagai nyale poto (akhir). ‘’Memang betul sudah ada nyale yang keluar hari ini (kemarin). Itu dinamakan nyale tunggak. Pada puncak acara nanti disebut nyale poto. Bersambung ke hal 15
IMF -WBG akan berkunjung ke NTB, melihat kesiapan daerah ini. Pertemuan tahunan IMF WBG ini akan dihadiri sekitar 18.000 orang dari seluruh dunia. Kegiatan ini akan dihadiri lebih dari 20 Kepala Negara, 189 Menteri Keuangan, dan 189 Gubernur Bank Sentral, bersama delegasi VVIP dari kalangan bisnis di negara-negara peserta dan high-profile family members dan kalangan pers dunia. Menurutnya, peluang ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sehingga pihaknya mengambil inisiatif dan mendapat respons dari panitia nasion-
al. ‘’Respons kita yang sangat cepat inilah yang memberi daya tarik tersendiri bagi panitia pusat,’’ katanya. Hadi mengatakan, semua akan digerakkan untuk menjual potensi NTB dalam pertemuan berkelas dunia tersebut. Ia mengatakan, pertemuan tersebut sangat berkelas karena dihadiri oleh para penentu kebijakan. ‘’Kelasnya kelas tinggi. Karena yang hadir itu adalah pemain-pemain besar dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral dan orang-orang yang memegang kendali di negaranya. Bersambung ke hal 15
Sebagian Pertemuan Bank Dunia Diupayakan di NTB PANITIANasionalAnnual Meeting International Monetary Fund(IMF)–WorldBankGroup (WBG) 2018 akan melakukan peninjauan ke NTB. Sebagian side meeting yang mencapai 2.000 pertemuan akan diupayakan dilaksanakan di NTB. ‘’Hari Kamis mendatang panitia nasional akan geser ke sini (NTB),’’ kata Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc.IB, M.BA ketika dikonfirmasi Minggu (4/2), saat memberikan keterangan mengenai pertemuan tahunan IMF - WBG Oktober mendatang di Bali. Taukhid mengatakan, pan-
itia nasional sangat memberikan respons atas inisiatif yang dilakukan para pelaku MICE di NTB yang menyambut kegiatan tersebut. Taukhid mengaku sejak September 2016 sudah disurati Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Mereka meminta kesiapan Kanwil DJPB NTB untuk menyukseskan kegiatan berskala internasional tersebut. Ia menyebutkan, selain kegiatan utama, ada 2.000 side event yang akan dilaksanakan. Sebagian dari side event ini akan diupayakan dapat dilaksanakan di NTB. Bersambung ke hal 15
Warga Mulai Berburu ’’Nyale’’ NYALE, binatang laut berupa cacing yang merupakan bagian utama dari perayaan Bau Nyale, event tahunan ternyata sudah banyak diburu warga di pesisir pantai bagian selatan daerah ini. Nyale Lebih cepat satu bulan keluar dari prediksi para pemangku adat yang sebelumnya memperkirakan nyale bakal keluar pada awal Maret mendatang. Informasi yang diperoleh Suara NTB, menyebutkan, nyale yang menurut kepercayaan masyarakat Loteng bagian selatan merupakan jelmaan dari Putri Mandalika sudah banyak yang keluar. Warga s e n d i r i sudah mulai turun ke lokasi-lokasi yang
selama ini menjadi tempat menangkap nyale, sejak Minggu (4/2) pagi kemarin. Seperti di Pantai Kuta, Pantai Seger dan beberapa lokasi lainnya. Tahun ini, prediksi keluarnya nyale sendiri ada dua versi
yakni pada tanggal 5 dan 6 Februari sesuai versi Blok Pujut yang menggunakan sistem penanggalan Rowok. Sedangkan versi kedua yakni tanggal 6 dan 7 Maret, sesuai hasil sangkep warige para pemangku adat
yang digelar oleh Pemkab Loteng awal Januari 2018. Versi kedua inilah yang dijadikan pedoman oleh pemerintah dalam menetapkan agenda perayaan event Bau Nyale yang tahun ini sudah
ditetapkan menjadi Festival Bulan Pesona Bau Nyale, oleh pemerintah pusat. Karena Bau Nyale sendiri tahun ini sudah resmi masuk event pariwisata nasional. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
NYALE - Seorang gadis menunjukkan nyale hasil tangkapan warga di wilayah Pantai Seger, Lombok Tengah. Sementara itu, tenda-tenda tempat berjualan sudah mulai dibangun di pesisir Pantai Seger, menyusul akan berlangsung event Bau Nyale selama sebulan penuh.
Kejari Sumbawa Jangan Terjebak Mengusut Penyebar Isu Mataram (Suara NTB) Dugaan aliran dana proyek Pasar Brang Bara, Sumbawa Besar sedang memanas. Diawali isu yang tersebar melalui media sosial. Disarankan, agar Kejari Sumbawa fokus menelisik dugaan aliran dana
itu, tidak terjebak hanya untuk mengusut penyebar isu. Pandangan itu dilontarkan peneliti pada Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB, Johan Rahmatullah, SH., MH, menyikapi proses yang sedang ber-
langsung di Kejari Sumbawa. Menurut dia, jaksa mesti fokus ke dugaan suap, karena untuk konten penyebaran isu menjadi domain kepolisian. “Oknum yang diduga menyebarkan isu itu bisa saja dilaporkan balik (ke polisi).
Jika itu (aliran dana) tidak terbukti dan menyebar namanama yang dilaporkan. Akan tetapi, jaksa harus tuntas mengusut dugaan aliran dana ini. Karena dalam banyak praktik, serangan balik para oknum yang dilaporkan korup sudah
biasa terjadi,” ungkap Johan. Isu aliran dana dari pagu anggaran proyek Rp 1,4 miliar itu, menurutnya bisa jadi pintu masuk untuk mengejar ke arah dugaan suap atau pun gratifikasi. Bersambung ke hal 15
SUARA MATARAM
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Halaman 2
Terbantu dengan Pemecah Gelombang CUACA ekstrem yang beberapa waktu lalu melanda kota Mataram sudah diantisipasi oleh pihak kelurahan, terutama yang termasuk daerah rawan. Contohnya adalah kelurahan Tanjung Karang yang sebelumnya sudah mengantisipasi datangnya bencana. “Syukurnya saat ombak tinggi kemarin, daerah kami tidak terkena bencana meski ada satu lingkungan yang posisinya berdekatan dengan pantai,” terang Lurah Tanjung Karang, Rusmaladi, saat ditemui. Ia menambahkan jika ada rumah warga yang posisinya cukup dekat dengan pantai, tetapi tidak terkena dampak gelombang pasang kemarin. “Ombaknya hanya sampai di belakang rumahnya saja, hanya menyapu pasir pantai saja, abrasi,” jelasnya. Tetapi jika nantinya angin barat sudah selesai maka akan kembali ke kondisi semula. “Kita merasa terbantu dengan adanya pemecah gelombang, selain masyarakat yang juga sudah mengantisipasi bencana itu,” tambahnya. Rusmaladi mengatakan, saat hujan deras yang mengguyur Mataram seharian kemarin lingkungan Batu Ringgit Selatan sempat tergenang. “Ada 5-6 rumah yang tergenang air sampai di bawah lutut,” tukasnya. Pihaknya kemudian segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta BPBD Kota Mataram untuk memberikan bantuan. “Sekalian juga melihat penyebab terjadinya genangan, karena di sana baru kemarin tanggul ditinggikan sehingga seharusnya genangan bisa diatasi,” kata Rus. Dari hasil penelusuran ternyata didapatkan temuan bahwa ada saluran yang posisinya lebih rendah dibandingkan dengan rumah warga yang dekat saluran itu. “Salurannya masuk wilayah Karang Pule, jadinya lurah Karang Pule langsung bersurat untuk pembangunan saluran itu,” jelasnya. Selain meminta masyarakat untuk tetap waspada, pihaknya serta kecamatan juga telah menyediakan posko bencana jika terjadi bencana akibat cuaca ekstrem ini. “Poskonya berada di kantor camat dan sudah ada sejak himbauan cuaca ekstrem kemarin,” kata Rusmaladi Rus. (uul) (Suara NTB/uul)
Jadi Sorotan Masyarakat
(Suara NTB/fit)
WAKIL Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Parhan, SH., mengakui bahwa persoalan aset di Kota Mataram belum tuntas. ‘’Dari dulu kan masalah aset ini memang agak ribet juga. Ada beberapa aset Pemkot Mataram yang dikuasai oleh beberapa orang anggota Dewan pada periode yang lalu,’’ katanya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, pekan kemarin. Bahkan, ada pula yang sampai saat ini masih menjabat sebagai anggota Dewan. Parhan menyadari lamanya aset itu di tangan mantan anggota Dewan, tentu bukan tidak mungkin ada yang hilang, rusak dan lain sebagainya. ‘’Kalau memang hilang, tentu harus ada berita acara kehilangan,’’ cetusnya. Sehingga, dasar itu akan menjadi pertimbangan kebijakan menghitung nilai aset yang harus dikembalikan oleh mantan anggota Dewan. Mengenai temuan BPK terkait aset yang masih dikuasai mantan anggota Dewan, dia menduga hal itu terjadi lantaran BPK tidak menerima surat keterangan hilang. Namun demikian, politisi PKS ini berharap supaya masalah aset ini bisa segera diselesaikan. ‘’Kalaupun tidak bisa kita kembalikan aset dalam bentuk barang, dan kalau ada itikad baik dari teman-teman mantan anggota Dewan mengganti dalam bentuk uang, kenapa tidak. Tentu harus disertai dengan adanya berita acara kehilangan,’’ imbuhnya. Parhan menegaskan, BPK, tidak bisa memaksakan mengadakan barang atau aset yang sudah hilang. Parhan mengimbau BPK agar tidak kaku memaknai aturan. Dalam hal ini, BPK diharapkan memberikan solusi konkret atas persoalan aset yang masih dikuasai mantan anggota Dewan. Hal ini dimaksudkan agar tidak berulang menjadi temuan setiap tahun. Karena bagaimanapun, lanjut dia, kondisi ini cukup kontras dengan predikat Kota Mataram yang sudah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). ‘’Ini agak mengganjal juga,’’ keluhnya. Mantan kepala lingkungan ini, tidak menampik akibat temuan aset yang masih dikuasai mantan anggota Dewan, lembaga DPRD Kota Mataram menjadi sorotan Dewan. Untuk itu, Pemkot Mataram, BPK maupun DPRD Kota Mataram harus mencari jalan tengah guna menyelesaikan persoalan ini. ‘’Kalau kita masing-masing bertahan dengan pendapat masing-masing, tidak akan selesai persoalannya,’’ demikian Parhan. (fit)
Parhan
TANGKAP KEPITING - Warga Kelurahan Kebonsari di sekitar daerah aliran sungai mulai menangkap kepiting darat alias kerujuq di Sungai Jangkok, Minggu (4/2), menyusul mulai bersahabatnya air di aliran sungai pascabanjir beberapa hari lalu. (Suara NTB/cem)
Penerapan Sanksi bagi Penunggak Pajak Reklame
Terkendala Padatnya Agenda Nasional Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Badan Keuangan Daerah, tak juga mengeksekusi penunggak pajak reklame. Ancaman dilontarkan Desember 2017 lalu, namun hingga saat ini belum dapat dilaksanakan karena padatnya agenda nasional yang berlangsung di Kota Mataram. Kadis Perkim Kota Mataram, H.M. Kemal Islam yang dihubungi menerangkan, belum dieksekusinya reklame penunggak pajak tersebut karena alasan banyaknya agenda skala nasional dan internasional, sehingga menyita rencana sebelumnya. “Sebagai contoh harus eksekusi biaya sewa Februari. Padatnya jadwal pertengahan Januari tertunda karena konsentrasi kegiatan skala internasional dan nasional,” ujarnya. Dalam hal penertiban reklame, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP, Badan Keuangan Daerah dan
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pihaknya tidak akan mentolerir para penunggak pajak tersebut. Bahkan, tunggakan sebelum pelimpahan kewenangan pengurusan izin ke DPMPTSP terus dikejar sepanjang memiliki catatan. “Hatta dia menunggak di 2014 kita akan kejar,” tegasnya. Pajak reklame di 2017 tak memenuhi target. Tunggakan belum dibayar oleh pengusaha advertising sekitar Rp 2 miliar. Catatan Dinas Perkim di 2016, terdapat 500 titik reklame yang belum membayar
pajak. Kemungkinan ini terjadi penambahan di 2017, karena pajak tidak terpenuhi. “Kemungkinan bisa bertambah. Apalagi sampai target tidak tercapai,” kata Kemal. Perda sebagai payung hukum sudah ada. Lalu apa yang ditunggu untuk mengeksekusi? Kemal menegaskan, pasti akan melakukan tindakan tersebut. Tetapi, pihaknya masih berkonsentrasi mempersiapkan kegiatan skala internasional yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini. “Kita akan laksanakan dan itu pasti,” demikian ujarnya. (cem)
Proyek Lanjutan Jembatan Dasan Agung Belum Ditender Mataram (Suara NTB) Proyek lanjutan Jembatan Dasan Agung belum juga ditender. Padahal, pekerjaan tersebut dijadwalkan akan dilelang pada bulan Januari. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menjelaskan, dokumen perencanaan sudah dilakukan penyesuaian. Dalam waktu dekat akan diserahkan ke Bagian Layanan Pengadaan. Penganggaran pengerjaan Jembatan Dasan Agung ada kenaikan dari sisa anggaran Rp 1,7 miliar. Ditambah Rp 200 juta untuk mengantisipasi kenaikan bahan material. “Totalnya Rp 1,9 miliar. Kita
antisipasi kenaikan harga barang,” kata Mahmuddin. Dia menjelaskan, anggaran awal proyek Jembatan Dasan Agung di tahun 2017 lalu Rp 2,4 miliar. Anggaran yang terserap 30 persen atau sekitar Rp 500 juta. Ploting anggaran Rp 1,9 miliar akan berkurang karena rekanan akan melakukan penawaran. Dari anggaran Rp 1,9 miliar, Mahmuddin menjelaskan, rekanan hanya melanjutkan bagian infrastruktur lainnya. Seperti penalutan, membangun besi pengaman, serta struktur bangunan penting lainnya. “Cuma melanjutkan dari sisa yang sebelumnya,” pungkasnya. Dokumen Jembatan Dasan Agung sengaja belum diserah-
kan. Sebab, dokumen pengerjaan gedung Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) serta dua proyek di Lingkar Selatan sejak awal diserahkan namun belum juga ditender. Tetapi dalam waktu dekat lanjutnya, dokumen akan diserahkan. “Sekarang saya telepon semua Kabid segera menyerahkan dokumennya,” tambahnya. Pengerjaan Jembatan Dasan Agung di 2017, sebelumnya gagal dikerjakan oleh kontraktor pelaksana. Hingga batas waktu kontrak, pekerjaan masih 30 persen. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memutus kontrak dengan alasan tidak mungkin selesai dikerjakan disisa waktu tersebut. (cem)
Pengisian Jabatan Struktural
Tak Ada Unsur Suka dan Tidak Suka Mataram (Suara NTB) Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memastikan penempatan pejabat pada pengisian jabatan struktural tidak ada unsur like dan dislike (suka dan tidak suka). Penempatan pejabat mengedepankan asas profesionalitas dan melihat kompetensi. Sejauh ini kata Wawali, produk dihasilkan Badan Pertimbangan dan Jabatan (Baperjakat) belum diterima. Tetapi kemungkinan pejabat pembina kepegawaian sudah menerima posisi dilakukan pengisian. “Sejauh ini, saya belum menerima laporan produk
Baperjakat,” jawab Mohan. Dikatakan Mohan, pengisian jabatan struktural eselon III dan IV yang lowong oleh pejabat dipandang memiliki kapasitas di bidang yang memang akan diisi. Ia pun berharap pejabat ditunjuk tidak sekadar memenuhi persyaratan - persyaratan administrasi saja. Namun, memiliki kemampuan dan penguasaan di bidang yang ditempatnya. Dia melihat pengisian jabatan secara kebetulan di awal tahun. Artinya, harus memberikan semangat baru untuk melakukan akselarasi penyelesaian program pemerintah-
an. “Pengisian jabatan awal tahun. Kita harapkan akselarasi program pemerintah bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Jumat (2/2) diketahui telah mengusulkan pengisian jabatan struktural eselon III dan IV ke Kementerian Dalam Negeri. Mohan mengaku, belum mempelajari apakah pelantikan boleh dilakukan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Walikota. Tetapi, pada prinsipnya pengisian jabatan lowong harus segera dilakukan. “Saya mengikuti aturan saja,” demikian kata dia. (cem)
71 Perizinan Belum Dilimpahkan ke DPMPTSP Mataram (Suara NTB) Pelimpahan 71 pelayanan
perizinan dari instansi teknis ke Dinas Penanaman Modal
dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), belum sepenuhnya dieksekusi. Sejauh ini, DPMPTSP masih melayani 34 perizinan. Pelimpahan perizinan, kata Kepala DPMPTSP Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa, sesuai Perda 1 Tahun 2016 tentang penyelenggaran Perizinan di Kota Mataram. Perda ini akan diubah dan masih tahap kajian di Bagian Organisasi dan Tatalaksana serta Bagian Hukum Setda Kota Mataram. “Untuk lebih tepatnya ke Ortal dan Bagian Hukum saja,” kata Cokorda. 71 perizinan yang akan di-
layani berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan lain sebagainya. Cok, sapaan akrabnya, mengakui rancangan perencanaan sudah final. Pihaknya sudah menyiapkan komponen yang dibutuhkan untuk pelaksanaan. “Rancangan perencanaan sudah final,” jawabnya. Persiapan dimaksud, dari segi sumberdaya manusia. Cok mengaku sudah bersurat ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, untuk penempatan pegawai. Hal ini juga ber-
barengan dengan perubahan nomenklatur di instansinya. Persiapan lainnya yakni berkas formulir, sarana dan prasarana. “Semua sudah lengkap sambil berjalan,” ucapnya. Dikatakan Cok, meski ada penambahan perizinan tidak menjadi beban bagi dirinya. Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin melayani masyarakat dengan baik. “Kita siap. Ndak jadi beban,” jawabnya. Terhadap eksekusi pelayanan 105 perizinan tersebut, ia belum berani memastikan. Sebab, Bagian Ortal dan Hukum masih melakukan kajian. (cem)
(Suara NTB/cem)
PAJAK REKLAME - Bisnis advertising merupakan usaha yang menggiurkan. Letaknya strategis seperti di perempatan Cakranegara jadi incaran. Sayangnya, pengusaha advertising banyak menunggak pajak.
Pol PP Incar Prostitusi di Hotel Berbintang Mataram (Suara NTB) Satuan Polisi Pamong Praja, tak ingin dikatakan hanya berani menindak prostitusi kelas teri. Aparat penegak Perda ini berjanji akan membongkar jaringan prostitusi kelas kakap. Prostitusi di hotel berbintang telah lama jadi incaran. Kasat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati mengaku, telah melakukan investigasi terhadap praktik tersebut. Umumnya, hotel bintang maupun melati menyediakan PSK bagi tamunya. Pola pemesanannya melalui petugas keamanan dan pelayanan di hotel. “Saya ndak mau dikatakan berani PSK kelas teri saja. Saatnya nanti saya akan tindak PSK di hotel,” tegas Bayu, pekan kemarin. Prostitusi di hotel berbintang memiliki jaringan. Cara kerja mereka terorganisir. Mereka memiliki mucikari mengendalikan aktivitas PSK. Bahkan, jaringan mereka berada di luar daerah. Membongkar praktik tersebut kata Bayu, harus pelan pelan. Artinya, penindakan tidak bisa gegabah karena berdampak terhadap persoalan lainnya. Dalam mengambil tindakan ini akan melibatkan Kejaksaan, Kepolisian bahkan Pengadilan. “Bila perlu kita melibatkan Kejaksaan,Kepolisian dan Pengadilan. Mucikari akan ditangkap,” tandasnya. Pihak hotel, dikatakan Bayu, telah memperbaiki manajemen. Mereka tidak berani menjembatani tamu mencari PSK. Sebab, mereka telah mengetahui konsekuensinya. Perubahan ini sangat diharapkan, sehingga tidak merusak citra Kota Mataram. “Kalau tamu yang bawa sendiri kita tidak tahu. Pelayan hotel ndak mungkin nanyakan buku nikah mereka,” jawabnya. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengapresiasi penindakan dilakukan oleh Satpol PP terhadap pelanggaran ketertiban di masyarakat. Bahkan, ia meminta tidak saja lokalisasi terselubung di Pasar Panglima tertibkan. Tetapi, tempat lain yang lebih besar juga dilakukan penindakan yang sama. “Apa yang dilakukan Pol PP itu kita apresiasi,” tandasnya. Sistem Kontrak prostitusi kelas bintang tak bisa dibendung. Ini embrio dari perkembangan kota. Apalagi Kota Mataram sebagai kawasan ekonomi dan pariwisata. Praktik haram jadi salah satu konsekuensinya. Suara NTB mencoba menggali informasi keberadaan PSK kakap di Mataram. Lewat aplikasi khusus di smartphone siapa saja bisa mengunduhnya. Aplikasi ini sengaja dirancang tidak saja untuk komunikasi seperti aplikasi lainnya. Tetapi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjajakan seks secara terbuka. Saat Suara NTB berkomunikasi dengan salah satu perempuan di aplikasi tersebut, nama perempuan itu R (singkatan). Dia memasang foto seksi. Rambutnya pirang hingga sebahu. Dan, berkulit putih mulus. Dia mengaku berasal dari luar Mataram. Di Mataram, ia tinggal di salah satu mess. Dipekerjakan oleh seorang mucikari di salah satu hotel bintang. R mengaku, baru datang ke Lombok dua pekan lalu. Bekerja sebagai ladies BO dengan sistem kontrak. Bos yang mempekerjakannya mengontraknya selama tiga bulan. R, baru saja pindah dari Kalimantan. “Kita kerjanya kontrak, mas. Adek kalau dibawa keluar, harus bayar charger ke bos dulu,” jawab R lewat chattingan. Jasa ditawarkan R relatif murah bagi pria berdompet tebal. Jasa short time dibanderol Rp 700 ribu. Untuk membawanya keluar, ia meminta mentransfer biaya charger Rp 350 ribu ke bosnya. Tidak saja R. Perempuan lainnya sebut saja N. Ia mengaku kuliah di salah satu perguruan tinggi kesehatan di Mataram. Jasanya menemani tamu dibanderol Rp 1 juta untuk short time. Sayangnya, N hanya menerima waktu kencan pagi hingga sore hari. Rupanya, N bekerja sendiri. Tak dibebani oleh setoran ke mucikari. Jasa menemani kencan ditawarkan lewat aplikasi online tersebut. (cem)
SUARA NTB
Senin, 5 Februari 2018
Halaman 3
Rakerda Demokrat NTB Susun Strategi Pemenangan Pilkada Mataram (Suara NTB) Menjelang Pilkada serentak NTB 2018, DPD Partai Demokrat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Sabtu (3/2). Rakerda tersebut jadi ajang konsolidasi dan sekaligus pemanasan mesin partai untuk menghadapi sekaligus memenangkan Pilkada serentak 2018, serta persiapan pemilu 2019. Rakerda Demokrat tersebut dihadiri oleh sekitar 150 kader yang berasal dari unsur Majelis Partai, Dewan Kehormatan, Komisi Pengawas dan Pengurus Harian. Selain itu, para Ketua dan Sekretaris dan Bendahara DPC se-NTB, serta anggota fraksi DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Selain unsur pengurus partai, para kandidat bakal calon Kepala Daerah yang diusung oleh Partai Demokrat juga turut dihadirkan, kecuali pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Dr. Zulkieflimansyah-Dr. Sitti Rohmi Djalilah, tidak bisa hadir karena berhalangan. “Kami berharap forum rakerda ini menjadi momentum yang sangat strategis, bagaimana kita menyusun strategi dan menghidupkan mesin politik kita untuk memenangkan Pilkada serentak 2018,” ucap Sekretaris DPD Demokrat NTB, Zainul Aidi, SP, saat memberikan laporannnya. Untuk memastikan semua kader Partai Demokrat dalam posisi siap tempur, Zainul Aidi mengabsen satu persatu kehadiran peserta dari DPC-DPC. Dari 10 DPC, beberapa di antaranya nampak masih belum hadir ketika pembukaan rakerda dimulai.
(Suara NTB/ndi)
Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri (tengah) didampingi Wakil Ketua I, MNS. Kasdiono, Sekretaris, Zainul Aidi dan Bendahara, TGH. Nasihuddin Badri, serta anggota majelis tinggi dalam pembukaan Rakerda. “Jadi saya harus mengabsen kehadiran, karena kita akan berperang. Jadi sebelum
ke medan pertempuran, pasukan ini harus lengkap. Tapi kalau kehadiran pasukan
seperti ini, bagaimana kita mau berperang. Sementara Pilkada sudah sangat dekat.
Sudah tidak ada waktu lagi, kita harus bergerak cepat,” tegas Zainul Aidi dengan nada tinggi, karena kecewa beberapa yang ia sebutkan namanya masih belum berada di lokasi Rakerda. Rakerda yang direncanakan digelar selama satu hari penuh itu, menghadirkan pembicara dari KPU Provinsi NTB dan juga Bawaslu NTB serta pemateri dari internal partai. Dari KPU, dihadiri oleh komisioner bidang hukum, H. Ilyas Sarbini, SH, MH, sementara dari Bawaslu hadir langsung ketuanya, Khuwailidi, MH. Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, dalam pidato pembukaan Rakerda menyampaikan bahwa Partai Demokrat memasang target untuk bisa memengakan tiga Pilkada yang diikutinya. Yakni Pilkada NTB, Pilkada Kabupaten Lombok Timur dan juga Walikota Bima. Untuk itu, maka para keder partai mulai saat ini harus mulai memacu semangat tempurnya. “Dipilgub kita harus menang, di pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima, juga harus menang. Lotim juga begitu. Jadi mari kita jaga semangat kita. Saya berharap tidak ada satupun kader Partai Demokrat menampakan suara-suara pesimisme, tapi harus suara optimisme. Oleh karena itulah Rakerda hari ini sangat strategis, kita harus bisa melahirkan strategi pemenangan,” ucap Mahalli. Selain membakar semangat tempur para kader Demokrat untuk menghadapi Pilkada yang sudah semakin dekat. Dalam Rakerda tersebut, Mahalli juga cukup panjang membahas persiapan menghadapi pemilu 2019. (ndi/*)
(Suara NTB/ist)
(Suara NTB/ndi)
(Suara NTB/ndi)
Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri saat membuka Rakerda.
Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB, Zainul Aidi saat memberikan laporan pelaksanaan Rakerda.
Pengurus DPD, DPC, anggota fraksi serta peserta lainnya berpose bersama usai penutupan Rakerda DPD Partai Demokrat NTB.
Air Terjun Batu Perau di Sekotong Suguhkan Keindahan Giri Menang (Suara NTB) Lokasi wisata lokal di daerah Sekotong terus bermunculan. Lokasi wisata ini kebanyakan berupa air terjun dan wisata religi. Baru baru ini, sebuah tempat pemandian berupa air terjun ramai dikunjungi oleh warga Desa Cendimanik Kecamatan Sekotong. Bahkan semenjak boming melalui media sosial, warga luar desapun banyak yang berdatangan untuk berwisata merasakan segarnya percikan air yang jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter tersebut. Pengunjung pun memanfaatkan momen di lokasi wisata itu dengan berswafoto. Adalah wisata air terjun Batu Perau menyedot perhatian warga sekitar. Konon nama lokasi wisata ini diambil dari legenda perjalanan seorang pedagang Cina yang singgah melepas lelah di lokasi air terjun, setelah berjualan pinang ke rumah warga desa. Untuk tiba di lokasi air terjun yang kini ramai ini, harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer dari jalan raya. Untuk sampai ke sana masih melalui jalan setapak yang masih rusak. Lokasi wisata ini berbatasan langsung dengan Desa Mareje Kecamatan Lembar di sebelah selatan. Sekretaris Desa Cendi Manik, Sanilah, S.Pd., mengatakan bahwa Air Terjun Batu Perau ini sudah ada sejak lama dengan debit airnya tetap ada meskipun di musim kemarau. Namun sejak booming di media sosial banyak warga kemudian datang untuk berwisata ria. “Insya allah untuk jalan ke lokasi air terjun akan kami buka melalui DD,” kata Sanilah lewat pesan singkat. Sekdes juga mengatakan akan mengupayakan bersama warga agar debit Air Terjun Batu Perau ini tidak berkurang di musim kemarau. Sehingga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata alam di Kecamatan Sekotong. “Untuk itu sangat kami harapkan dukungan semua pihak terutama warga sekitar agar menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung,” harap Sekdes yang baru beberapa bulan dilantik ini. (her)
Enam Orang Meninggal
BPBD Ingatkan Ancaman Banjir dan Tanah Longsor
Mataram (Suara NTB) Sejumlah bencana tercatat selama Januari 2018, jadi referensi masyarakat untuk lebih waspada di bulan Februari. Sebab tercatat enam orang meninggal dunia. Ancaman banjir dan tanah longsor menurut Badan Panenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, masih berpotensi terjadi.
(Suara NTB/her)
BATU PERAU - Lokasi wisata Air Terjun Batu Perau Desa Cendimanik Sekotong
Banjir menurut Kepala BPBD NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Agung Pramuja, selama Januari 2018 tercatat 31 kejadian bencana yang menyebabkan enam orang meninggal dunia. “Dominan korban meninggal terseret arus banjir saat mandi di kali. Ada juga korban longsor,” sebut Agung Pramuja. Dia mengurai, diantara 31 kejadian itu, 18 diantaranya merupakan kejadian bencana. Seperti angin puting beliung 10 kejadian, tanah longsor enam
kejadian, gempa bumi dua kejadian dan konflik sosial satu kejadian. “Bencana ini tersebar di 10 Kabupaten dan Kota seNTB,” ujarnya, Minggu (4/2). Dampaknya, 26 orang lukaluka, 18.473 jiwa terdampak, empat rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang serta 2.122 rumah rusak ringan. Selain itu, kejadian bencana juga merusak infrastruktur. Tercatat sebanyak tiga jembatan rusak ringan hingga sedang, 2.190 meter talud rusak ringan hingga sedang, tujuh bendungan rusak ringan hingga sedang, 623
meter jaringan irigasi rusak. “Di sektor fasilitas umum juga tidak luput dari dampak bencana,” sebutnya. Terdata, sedikitnya empat perkantoran rusak ringan, tiga tampat ibadah rusak ringan, dua puskesmas rusak ringan, dan 15 sekolah rusak ringan. Pada bulan sama, bencana banjir juga merendam sekitar 297 hektar lahan pertanian. Dia juga merinci, jumlah kejadian bencana pada januari tahun 2018 jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan Desember 2017. Diacatatnya,
selama Desember tahun lalu terjadi sembilan kejadian bencana yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, dua orang luka berat. Akibat lain, 2.672 jiwa terdampak dan kurang lebih 200 rumah rusak ringan. Analisa potensi bencana itu, menurut rujukannya dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Di mana diprediksi BMKG pusat, puncak hujan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia sampai Februari tahun 2018. “Potensi banjir, tanah longsor dan angin puting beliung diperkirakan masih akan terus terjadi. Sehingga masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” saran Agung. (ars)
Dua Tahun Lagi NTB Punya Ribuan Kamar Hotel Berbintang Mataram (Suara NTB) – Fasilitas hotel atau penginapan merupakan salah satu kebutuhan wisatawan. Kualitas dan kuantitas sangat penting untuk memajukan pariwisata NTB. Sebab hal yang paling dihindari adalah, perkembangan pariwisata yang tidak diimbangi dengan fasilitas lainnya. Dua tahun lagi ditargetkan akan ada 10.000 kamar hotel berbintang di NTB. Sebelumnya Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB Abdul Hadi Faishal mengatakan bahwa pihaknya memastikan pada tahun 2019 nanti
ada 10.000 kamar hotel. Saat ini sudah ada 8.000 kamar dan disusul dengan adanya rencana pembangunan dua ribu kamar hotel di kawasan Mandalika. Ia mengatakan bahwa NTB pada dasarnya sudah sangat siap menerima kunjungan wisatawan. Apalagi dengan 8.000 kamar hotel yang ada, ia melihat kamar-kamar hotel itu sudah sesuai standar dan dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Sehingga wisatawan tidak perlu khawatir karena tidak mendapatkan kamar hotel untuk menginap. “Tentu saja kamar hotelnya sesuai standar. Jadi wisatawan dapat beristirahat dengan nya-
man,” ujarnya. Ia mengatakan dalam satu tahun ke depan akan ada 2.000 kamar hotel baru di kawasan Mandalika yang siap memanjakan wisatawan. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan fasilitas di destinasi wisata terpenuhi. Sebab penginapan merupakan salah satu kebutuhan wajib wisatawan. Terutama wisatawan yang berasal dari luar negeri. Sebab mereka bisa tinggal hingga bermingguminggu untuk menikmati keindahan NTB. “Dengan demikian kita berharap lama tinggal wisatawan ini bisa meningkat. Sehingga mereka bisa
menghabiskan lebih banyak waktu dan lebih banyak uangnya yang dibelanjakan di NTB. Ini akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat NTB pada umumnya,” harapnya. Sementara itu, tidak saja jumlah kamar hotel namun juga tenaga atau SDM yang andal perlu untuk dipersiapkan. Dengan demikian Pemda dapat memberikan jaminan pelayanan yang optimal kepada wisatawan. Sebab kuantitas dan kualitas harus berjalan beriringan, demi memberikan kenyamanan yang maksimal kepada wisatawan. (lin)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Masih Terkendala Komputer KEGIATAN Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih terkendala komputer. Seperti UNBK tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diprediksi hanya 70 persen sekolah yang siap. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Lalu Suandi, pada pelaksanaan UNBKini dibutuhkan peralatan teknologi. Setidaknya sekolah sudah memiliki audio, video, LCD dan TV monitor. Untuk itu, semua sekolah sudah diarahkan untuk bisa. (Suara NTB/rus) Akan tetapi, kebijakan UNBK Lalu Suandi ini terkesan berbanding terbalik dengan kebijakan lain yang berlaku di SMP. Di mana, sudah tidak boleh lagi sekolah membeli komputer. Kebijakan itu katanya jelas sempat membuat satuan pendidikan merasa ada yang tidak nyambung dengan kebijakan UNBK, karena di sisi lain, anak harus ujian menggunakan komputer. Sementara itu, fakta untuk bisa belajar tentang komputer ini sebagian besar siswa-siswa yang ada di tingkat SMP tidak bisa membeli laptop. Karenanya sekolah semestinya bisa membeli komputer untuk meningkatkan pengetahuan siswa. Tidak ada lagi pengadaan TIK di tingkat SMP ini karena siswa diarahkan bisa memiliki ketrampilan khusus. Sekolah dituntut untuk meningkatkan kreativitasnya masing-masing. Termasuk dalam hal belajar komputer. Menurutnya, sarana prasarana penunjang di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan ini harus ditingkatkan di tengah keterbatasan inilah sekolah harus bisa semampunya menyiapkan. (rus)
Komisi III Dianggap Vakum, Anggota Desak Pimpinan Buat Program Tanjung (Suara NTB) Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) menilai keberadaan Komisi III sejak diparipurnakannya Alat Kelengkapan DPRD (AKD) yang baru, cenderung vakum. Anggota-anggota Komisi III menilai banyak hal yang bisa diperbuat di awal tahun, terlebih lagi waktu senggang yang dimiliki relatif lebih banyak. “Selaku anggota Komisi III sekaligus Ketua Fraksi (Suara NTB/ari) Demokrat, saya minta keKardi pada Ketua Komisi III untuk bersurat dan memanggil SKPD yang menjadi leading sector Komisi III,” ungkap Kardi, A.Ma., Jumat (2/2). Sejak pergantian AKD, Kardi menilai Komisi III nyaris tidak berbuat apa-apa. Selagi awal tahun dan anggota Dewan hanya berkutat di Pansus, maka banyaknya waktu luang agar dimanfaatkan untuk turun ke masyarakat. “Jangankan membuat program, kita rapat komisi saja tidak pernah. Saya harapkan dengan AKD baru, maka ada peningkatan dari kegiatan di KomisiKomisi DPRD yang dapat dilihat masyarakat,” tegasnya. Politisi Demokrat dari Dapil Kecamatan Bayan ini beranggapan, Dewan KLU kurang aktif dalam mengawal program pemerintah. Menyangkut proyek fisik dimisalkannya, lintas komisi idealnya turun bersama memantau jalannya pelaksanaan lapangan, termasuk pascapelaksanaan. Ia berharap, pada tahun 2018 ini agenda kunjungan kerja dalam daerah ditingkatkan. Tahun lalu, agenda dimaksud sangat minim. Bahkan Pimpinan DPRD Lombok Utara nyaris tidak menyinggung adanya kunjungan dalam daerah sebagai langkah kontrol terhadap pembangunan. “Jadi kesannya berbeda ketika anggota DPRD yang turun ke masyarakat secara parsial dengan turun secara kolektif bersama seluruh anggota Komisi. Kita ingin rakyat menilai kita bekerja, kita serius,” tandasnya. Menyikapi keluhan anggotanya itu, Ketua Komisi III DPRD KLU, Narsudin, S.Sos., mengaku telah menampung keinginan anggotanya itu. Ia tidak menutup mata bahwa dari sekian banyak program pemerintah, Komisi – Komisi di DPRD harus berperan aktif memantau. Entah melihat dan mengevaluasi program fisik, pengadaan peralatan, bibit maupun kontrol program pemberdayaan. “Besok Selasa kita akan turun di Bayan, bersama dengan anggota Komisi dan SKPD-SKPD leading sector. Memang beberaa program pemerintah tahun 2017 lalu, masih laporan masyarakat. Ada yang gara-gara hujan kok cepat sekali hancur, nah itu yang akan kita cek,” kata Narsudin. Jika diperlukan sambung Narsudin, tindaklanjut dari turunnya Komisi III DPRD maka Komisi III akan bersurat dan memanggil kontraktor pelaksana proyek. (ari)
Gaji Honorer Daerah Kabupaten Lotim Tak Sesuai UMK Selong (Suara NTB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menerapkan jumlah Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 1,850 juta per bulan. Angka ini dibandingkan dengan gaji honorer daerah diakui masih sangat jauh. Pemkab Lotim belum mampu membayar sesuai UMK tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, Andika Istujaya saat ditanya Suara NTB berpandangan, pemberian insentif dari daerah untuk para honorer itu bukan karena disebut sebagai pegawai. Melainkan diistilahkan sebagai pembantu kegiatan. Sebutan Hak sesuai UMK tersebut katanya berlaku bagi perusahaan yang diikuti dengan kontrak masa kerjanya, yakni ada rincian hak dan kewajiban. Hak yang diterima dan kewajiban yang harus di-
(Suara NTB/ari)
Herianto pasi anggaran dari pemerintah desa, Pemkab pun mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati agar desa-desa mendukung akselerasi perbaikan RTLH. “Program RTLH di desa yang kita ketahui, baru 83 unit di 33 desa. Jadi rata-rata masih belum menganggarkan,” imbuhnya sembari berharap anggaran dimaksud dapat disusun di APBDes Perubahan. Terpisah, Kepala Desa Tanjung yang juga Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara, Budiawan, SH., mengamini program rehabilitasi rumah tidak layak huni tertuang di Peraturan Bupati. Namun di Perbup tersebut, program RTLH masuk ke dalam program pilihan. Sedangkan di Desa Tanjung
laksanakan. Sementara honorer, dianggap lebih mengarah kepada pekerja yang membantu kegiatan pemerintahan. Sehingga bahasa penghasilannya adalah bukan berupa hak pengupahan, tapi honor atas kegiatan yang dibantu. Diakuinya, jika masuk kategori pekerja maka penghasilannya harus sesuai dengan UMK. Akan tetapi karena yang bersangkutan membangu kegiatan yang dijalankan pemerintah daerah makanya diberikan berupa honor. “Semisal honor
ketua kegiatan ini kan ada ketentuannya sesuai kemampuan anggaran, bisa di bawah UMK,” papar Andika. Diketahui untuk para honorer daerah yang diberikan SK oleh Bupati ini diberikan honor sebesar Rp 550 ribu bagi yang masa pengabdiannya 0-1 tahun, untuk masa kerja 1-3 tahun diberikan Rp 650 ribu dan di atas itu diberikan Rp 750 ribu. Secara terpisah, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lotim, Edi Purnomo mengakui
masih terbatasnya nilai honorer yang diberikan kepada para honorer daerah. Dia jelaskan, pemberian honor itu jauh dibawah UMK dan dasar pemberiannya sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Menurutnya, jika dibayar semua pakai standar UMK maka bisa berat bagi Lotim. Meski demikian, pemerintah daerah Kabupaten Lotim ini menanggung Biaya Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (KIS). Nilai yang dibayar pemerintah daerah untuk kategori kelas I dengan besaran iuran Rp 25.500 per bulan. Sesuai aturan yang berlaku, pemerintah daerah sebagai pemberi pekerjaan diwajibkan membayar 3
persen. Perhitungannya jumlah upah Rp 1,8 juta dikalikan 3 persen dan sisanya 2 persen dari pekerja penerima upah yakni dari Rp 1,8 juta dikalikan 2 persen. Ketentuan tersebut tidak digunakan pemkab Lotim dan memilih membayar semuanya tanpa membebankan kepada honorer. “Hitungannya selama pemerintah mampu membayar,” ucapnya. Adapun jumlah honorer yang diberikan dicatat sebanyak 4.200 orang. Nilai yang dibayarkan perorang. Dikalkukasi yang dipersiapkan pemerintah daerah Kabupaten Lotim untuk para honorer ini sebanyak Rp 4,8 miliar per tahun. “Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap honorer,” demikian katanya. (rus)
Bappeda Pastikan Ibu Hamil Dapat Akses Layanan Kesehatan
(Suara NTB/ari)
Yuni Kurniati Maesarah Tanjung (Suara NTB) Bappeda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menegaskan masalah infrastruktur jalan menjadi prioritas untuk dibangun di KLU. Bahkan, semua pihak harus mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah, termasuk ibu hamil bisa menuju ke pusat layanan kesehatan. Menurut Kepala Bidang Sosial Budaya pada Bappeda KLU Yuni Kurniati Maesarah, jika jalan rusak parah tidak segera diperbaiki dan dibangun, maka ibu hamil bisa melahirkan di jalan. “Saya selaku Kepala Bidang Sosial Budaya pada Bappeda Kabupaten Lombok Utara menyampaikan dan mengklarifikasi pada judul berita “Bappeda Masih Jumpai Melahirkan di Jalan”. Yang dimaksud adalah jika jalan rusak parah tidak segera diperbaiki dan dibangun, maka ibu hamil bisa melahirkan di jalan. Mengingat ketersediaan infrastruktur jalan sangat penting untuk memastikan ibu hamil dapat mengakses pelayanan kesehatan,” katanya pada Suara NTB, Jumat (2/2). Untuk diketahui, pada pertemuan Rencana Kerja lintas lembaga untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pertemuan di Medana
Bappeda Klaim Anggaran yang Dikelola Pro Kemiskinan Tanjung (Suara NTB) Bappeda Kabupaten Lombok Utara (KLU) berkomitmen alokasi anggaran yang dikelola pemerintah daerah pro kemiskinan. Salah satu program fisik kemiskinan yang menjadi sasaran adalah rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Bappeda pun berharap, anggaran RTLH dapat diikuti oleh pemerintah desa guna mempercepat penanganan program. “Angka awal kita RPJMD, rumah tidak layak huni di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 18 ribu unit. Realisasi sampai sekarang (rekapitulasi), sisa berapa kita belum tahu,” ungkap Herianto, Jumat (2/2). Ia menerangkan, sebagaimana rakor di provinsi yang diikuti beberapa waktu lalu, KLU pada kesmepatan itu menyepakati 7 poin anggaran penanganan kemiskinan. Meliputi, perbaikan RTLH, pengembangan BUMDes, jambanisasi, pelayanan air bersih, pengelolaan persampahan, dan pemberdayaan kelompok masyarakat. Terhadap program-program tersebut, Bappeda telah mendorong pengalokasian anggaran dari APBD menjadi total Rp 11,7 miliar. Sebagai wujud partisi-
Halaman 4
yang menjadi wilayah kerjanya, Kades mengklaim telah meng-croscheck kondisi perumahan warga di lapangan. Bahwasanya, hasil penelusuran tidak ditemukan ada satu dusun pun yang mengusulkan anggaran untuk perbaikan RTLH. Sehingga ia beranggapan bahwa ratarata rumah warga di Desa Tanjung tidak satu pun dalam keadaan atau berstatus rumah tidak layak huni. Namun demikian, Budiawan memandang perlu agar AKAD, secara kelembagaan, menggelar rapat koordinasi (rakor) lebih lanjut untuk membahas peluang penganggaran masing-masing 10 unit RTLH di tiap desa. Bagi yang belum menganggarkan, dapat mendukung anggaran perbaikan RTLH di desanya guna memperkuat program Kabupaten. “Desa ini dibagi dalam 4 katagori, yaitu desa maju, desa mandiri, desa berkembang dan desa teringgal. Nah, banyak warga di desa tertinggal yang standarisasi rumahnya belum baik, itu direviu lagi. Bagi yang belum menganggarkan bisa dianggarkan pada APBDes Perubahan, maksimal 10 unit,” demikian Budiawan. (ari)
Bay Marina, Selasa (30/1), sebanyak 32 NGO (Non Goverment Organisation) duduk bersama dengan Pemda KLU (SKPD) hingga para Kepala Desa. Secara garis besar, Yuni Kurniati pun menyampaikan rangkuman dari pertemuan tersebut. Sesuai pembahasan rencana kerja (renja) lintas kelembagaan pekan lalu, Pemda dan NGO membedah di mana saja titik lemah IPM Lombok Utara. Dari sisi pendidikan, kata dia, titik lemahnya Lombok Utara berada di rata-rata lama sekolah. Di sisi lain, BPS Lombok Utara mengukur rata-rata lama sekolah di usia penduduk 25 tahun ke atas. Salah satu yang disepakati pun, menggencarkan program Kejar Paket. Program tersebut nantinya akan didukung dengan anggaran signifikan, sehingga memperbaiki kualitas lama sekolah masyarakat di KLU yang tidak berada di usia sekolah. Dari sisi kesehatan, sambung Yuni, adalah bagaimana meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak. Artinya unit-unit pelayanan yang ada, disamping program daerah dalam bentuk Dokter Desa, tetapi daerah juga harus tetap memperhatikan infrastruktur dasar seperti akses jalan yang dianggap sangat menentukan. Dari sisi Usia Harapan Hidup (UHH), perilaku hidup bersih dan sehat masih harus terus didorong. Sedangkan dari sisi ekonomi, yang didalamnya terdapat indikator kemiskinan dan daya beli, setiap SKPD sudah bergerak ke arah yang sama untuk memperbaiki indikator. “Dalam rangka sinkronisasi antara kabupaten dan desa, kita juga sudah terbitkan Surat Edaran Bupati untuk itu. Karena selama ini mungkin kita melihat bahwa perhatian desa terhadap pelayanan dasar ini masih belum optimal.” Dalam SE Bupati itu, terdapat rincian kegiatan apa saja yang dapat dibiayai oleh pemerintah desa. Mulai dari revitalisasi Posyandu, membangun PAUD di dusun yang belum memiliki PAUD (pendidikan anak usia dini), termasuk aktivitas posyandu di dusun dipastikan berkualitas. Sementara di lingkup Pemkab, Bappeda menilai masih harus dikuatkan integrasi lintas sektor. Sebut saja persoalan gizi ibu hamil dan gizi anak, menurut Bappeda, Dinas Pertanian bisa mendukung melalui program pemberdayaan rumah pangan lestari. Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan diarahkan untuk bergerak bersama di dusun-dusun yang dianggap paling bermasalah gizi. Lantas bagaimana dengan dukungan anggaran pada indikator-indikator yang akan ditingkatkan tersebut? Yuni mengatakan, Pemkab melalui Bappeda sudah dan akan terus mendesain anggaran yang proporsional. Misalnya pada program kejar paket, dukungan anggaran sebelumnya hanya Rp 25 juta kini melonjak di angka miliran rupiah per tahun. “Yang Saber Gebuk, itu anggarannya sebenarnya sudah ada. Artinya sudah ada dana BOK di Puskesmas tapi dulu polanya itu anggaran di-manage, diserahkan ke Puskesmas. Jadi Puskesmas nanti akan merancang kegiatan menurut versi Puskesmas masing-masing. Sekarang kita mengarahkan program fokus pada permasalahan gizi, misalnya, itu yang lebih diintensifkan,” demikian Yuni. (ari)
(Suara NTB/ist)
DIAMANKAN - Penangkapan terhadap HM, anggota Polri yang bertugas di Polres Dompu saat diamankan di Pelabuhan Kayangan setelah menyeberang dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok.
Diduga Terlibat Curanmor, Oknum Anggota Polisi Ditangkap Selong (Suara NTB) Salah satu oknum anggota polisi, inisial HM yang bertugas di Polres Dompu harus berurusan dengan hukum. Pasalnya, ia diduga terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas daerah dengan dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di wilayah hukum Polres Lombok Timur (Lotim) dan Dompu. Kepada Suara NTB, Sabtu (3/2), Kapolres Lotim, AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, SH, SIK, menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku dilakukan di Pelabuhan Kayangan Lotim saat pelaku menyeberang dari Pulau Sumbawa. Pelaku yang sebelumnya masuk dalam DPO Polres Lotim, ditangkap dari hasil koordinasi yang dilakukan bersama, Polres Dompu, Polres
KSB dan Polres Lotim. “Untuk penanganannya sudah diserahkan ke Polda, karena TKP-nya lintas daerah,”terangnya. Dijelaskan Joko Tamtomo, pelaku diduga terlibat kasus pencurian kendaraan (curanmor) roda empat dengan dua TKP yakni di wilayah hukum Polres Lotim dan Dompu. Untuk TKP di Lotim kejadiannya pada tahun 2016 lalu, sementara untuk TKP kedua di wilayah hukum Polres Dompu baru-baru ini. “Sebelumnya yang bersangkutan masuk dalam DPO, sehingga dari hasil koordinasi yang dilakukan bahwa terindikasi menyeberang dari wilayah Pulau Sumbawa dan Lombok. Sehingga kerjasama dengan tiga polres untuk melakukan penangkapan. Penangkapan kita lakukan di pelabuhan Kayangan,” terangnya lagi. Dalam penangkapan tanpa
perlawanan itu, dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda empat yang merupakan hasil pencurian untuk TKP di wilayah hukum Polres Lotim. Sedangkan untuk TKP di Dompu sampai saat ini barang bukti itu belum ditemukan oleh petugas. Penangkapan terhadap HM, yang juga merupakan anggota Polri aktif tersebut menunjukkan penegakan hukum di negara Indonesia termasuk di NTB pada khususnya tidak pandang bulu. Siapapun yang melakukan aksi kriminalitas maka akan langsung ditindak secara aturan hukum yang berlaku. Terkait dengan status HM yang merupakan anggota Polri aktif, maka tentunya akan diberikan tindakan tegas oleh satuannya sebagaimana kode etik dan undang-undang yang terdapat dalam profesi Polri. (yon)
Pertengahan Februari
Kasus Dugaan Tipikor Pusuk Sembalun Ditargetkan Final Selong (Suara NTB) Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek penataan kawasan Pusuk Sembalun ditargetkan final pada pertengan bulan Februari 2018 ini. Hal tersebut menyusul tuntas proses audit PKKN terhadap proyek tersebut yang dilakukan oleh BPKP perwakilan NTB. “Hasil audit itu belum keluar. Insya Allah pertengahan bulan ini,” terang Kapolres Lotim, AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, SH, SIK, dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (4/2). Jika hasil dari PKKN itu sudah keluar, lanjut dia, maka penyidik dari Tipikor Satreskrim Polres Lotim akan langsung menetapkan tersangka dalam proyek senilai Rp 1,6 miliar untuk fisik dari total anggaran Rp 2 miliar yang bersumber dari dana Tugas Perbantuan (TP) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI tahun 2016 lalu. “Jika hasil audit PKKN itu sudah keluar,
(Suara NTB/dok)
Joko Tamtomo maka kita akan langsung tetapkan tersangka,” ungkapnya. Sembari menunggu keluarnya hasil audit PKKN yang dilakukan oleh BPKP NTB, Joko Tamtomo menyebutkan pihaknya tetap melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait yang terlibat dalam proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pariwisata (dulu Disbudpar) Lotim tersebut, untuk menggali infor-
masi-informasi tambahan. Apabila hasil audit itu sudah keluar, ditegaskan jika tidak ada audit lanjutan. “Ketika hasil audit ini sudah keluar, ini sudah final dan tidak ada lagi audit lanjutan. Dan kita akan langsung tetapkan tersangka,” tegasnya. Dalam kasus ini, penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lotim sudah memeriksa sejumlah pihak terkait di antaranya, ULP, tukang beserta para pekerja, serta instansi terkait. Termasuk yang tidak kalah penting untuk dimintai keterangan, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Anggaran sebesar Rp 1,6 miliar untuk pembangunan fasilitas fisik di tiga titik, seperti pembuatan gapura di Sebau, penataan Pusuk Sembalun, serta pembuatan gerbang selamat datang di Sembalun Lawang. Akan tetapi dalam pengerjaannya dinilai mengalami kejanggalan, sehingga aparat kepolisian langsung turun untuk mengusut proyek tersebut. (yon)
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Sesuai Hati Nurani BUPATI Lombok Tengah (Loteng), H.M. Suhaili FT, yang juga bakal calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB tahun 2018 ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah ini menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani. Pihaknya meminta masyarakat tidak memilih hanya karena ada unsur keterpaksaan, apalagi ada tekanan dan paksaaan dari pihak luar. “Tidak boleh masyarakat terpecah karena perbedaan pilihan di pilkada. Justru pilkada harus dijadikan mo(Suara NTB/dok) mentum untuk semakin H. M. Suhaili FT memperkuat rasa persaudaraan dan kesatuan antara elemen masyarakat di daerah ini,” terang Suhaili saat temu alumni 121 di Praya, Sabtu (3/2). Menurutnya, pilkada digelar hanya sekali dalam lima tahun dan meminta tidak mengorbankan persaudaraan antara masyarakat, hanya karena perbedaan pilihan di pilkada. “Sebagai bagian dari masyarakat Loteng, tidak ada keharusan bagi masyarakat Loteng untuk memilih saya di Pilkada NTB mendatang. Kalau punya pandangan dan pilihan lain, tidak masalah. Yang penting, persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. Bahkan harus lebih diperkuat,” ujar Suhaili. Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini mengatakan, perbedaan pilihan dan pandangan politik haruslah dipandang sebagai satu anugerah supaya masyarakat di daerah ini bisa semakin kuat. Apalagi daerah ini baru akan maju, kalau masyarakatnya tetap bersatu. Siapapun yang terpilih pada Pilkada NTB mendatang, harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat di daerah ini. Karena itulah pilihan terbaik masyarakat di daerah ini. Usai pilkada, semua lapisan masyarakat harus melebur kembali. “NTB butuh masyarakat yang kompak. Mengingat, tuntutan dan tantangan pembangunan di masa yang akan datang jelas semakin berat dan komplek,” tandas mantan Ketua DPRD NTB ini. (kir)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Berkas Perkara Dugaan Korupsi Perusda Loteng Dilimpahkan
Praya (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) telah melengkapi seluruh berkas perkara kasus dugaan korupsi penggunaan dana investasi pemerintah daerah pada Perusahaan Daerah (Perusda) PT. Lombok Tengah Bersatu (LTB). Berkas perkara bersama tiga tersangka pun sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, 31 Januari. “Seluruh berkas perkara sudah dinyatakan lengkap dan perkaranya sudah kita limpahkan pengadilan untuk proses persidangan. Berkas perkara displit menjadi tiga berkas sesuai dengan jumlah tersangka. Karena peran masing-masing tersangka dalam hal ini berbedabeda,’’ ungkap Kasi Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri, S.H.M.H., saat dikonfirmasi
Suara NTB, Minggu (4/2). Jika tidak ada halangan, rencananya sidang perdana akan digelar pada tanggal 14 Februari mendatang dengan agenda pertama pembacaan dakwaan, kepada tiga mantan direksi PT. LTB yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp 700 juta ini. Karena perkaranya sudah dil-
impahkan, maka kewenangan penahanan terhadap para tersangka sekarang ada di tangan Pengadilan Tipikor Mataram. Para tersangka pun sudah dipindahkan penahanannya dari Rutan Praya ke Rutan Mataram. Soal pengembalian kerugian negara, Hasan menjelaskan belum ada perubahan. Di mana dari total kerugian yang ada baru sekitar Rp 150 juta yang sudah
kembali. Dan, baru satu orang tersangka saja yakni AK, mantan Direktur Pemasaran PT. LTB yang sudah mengembalikan kerugian negara ditambah beberapa pihak yang sebelumnya mendapat aliran dana. Adapun sudah dua tersangka lainnya masing-masing mantan Direktur Utama, L.Ma dan mantan Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis PT. LTB, ZA, belum mengembalikan kerugian negara. “Terhadap yang belum mengembalikan kerugian negara, tetap masih kita tunggu,” tandasnya. Para tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang-undang Nomor
31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dan, pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Ditambah Pasal 3 UU. No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) kepada tersangka ZA serta Pasal 5 UU yang sama terhadap terangka L. Ma dan AK dengan ancaman kurungan di atas 9 tahun. (kir) (Suara NTB/her)
REKLAME - Pemasangan reklame di jalur bandara II ini diduga melanggar perbup. Pemasangan reklame dipasang di lahan milik pengembang atau warga yang disewakan.
Izin Pembangunan Dermaga Marina Telah Keluar Giri Menang (Suara NTB) Izin lokasi untuk pembangunan dermaga marina atau pelabuhan marina di Gili Gede Sekotong sudah keluar. Pihak investor tinggal melakukan beberapa tahap untuk selanjutnya bisa mulai membangun. Pelabuhan marina ini berpeluang direalisasikan lantaran pemda telah mengusulkan Lombok Barat (Lobar) sebagai tempat singgah atau tujuan kapal pesiar jenis yacht. “Sudah ada izin lokasi untuk dermaga atau pelabuhan kapal pesiar di Gili Gede, tinggal izin lain harus dilengkapi baru bisa bangun, semua izin di pusat,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Lobar Ahmad Saikhu, Sabtu (3/2). Dijelaskan, kalau sudah dapat izin dari kementerian maka bisa lanjut ke pembangunan fisik. Diakuinya, banyak tahapan yang mesti dilalui untuk pembangunan pelabuhan dermaga ini. Menurutnya usulan sebagai pintu masuk kapal pesiar yacht ini menjadi entry point bisa dibangun pelabuhan kapal pesiar tersebut. Dijelaskan, pelabuhan marina ini termasuk terminal khusus, sehingga perlu izin. Terdapat tiga tahapan yakni izin lokasi harus ada rekomendasi dari pemda dulu. Setelah izin lokasi keluar, maka mereka berkewajiban menyiapkan segala sesuatu seperti menyertakan tanah dan kelengkapan lain barulah studi kelayakan lokasi pembangunan perlu disurvei. Setelah ini lengkap nama barulah diberikan izin membangun setelah membangun maka dicek lagi, kalau lengkap maka diberikan izin operasional. Menurutnya bisa nanti koordinasi dengan di Gili Mas, sebab sudah ada lengkap izin di sana. Bisa saja personel dari pihak terkait seperti bea cukai, pihak syahbandar dan pihak terkait untuk perbantuan. (her)
Reklame di ’’By Pass’’ II Menjamur Giri Menang (Suara NTB) Pemasangan reklame berupa baliho di by pass Lombok International Airport (LIA) II kian menjamur, terhitung ada 5-6 unit reklame yang terpasang di sepanjang jalur ini. Pemasangan reklame ini diduga melanggar aturan peraturan bupati (perbup). Pasalnya mengacu perbup tak dibolehkan pemasangan baliho di sepanjang jalur BIL I dan II. Sejumlah reklame ini diduga milik pengembang
(Suara NTB/her)
Made Artadana Giri Menang (Suara NTB) Jembatan penghubung sejumlah wilayah terisolir di Desa Pelanggan Kecamatan Sekotong yang molor sejak zaman pemerintahan Bupati Lombok Barat (Lobar) sebelumnya, akhirnya direalisasikan tahun ini. Pemkab Lobar menganggarkan dana di APBD sebesar Rp 4,5 miliar untuk pembangunan jembatan tahap I. Pembangunan jembatan ini dilakukan dua tahap, karena kebutuhan anggaran untuk menuntaskan jembatan ini dibutuhkan sekitar Rp 6 miliar lebih. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR)
Lobar I Made Arthadana jembatan penghubung di Pelanggan itu telah dianggarkan, pembangunan dua tahap dimulai awal tahun ini. Karena kebutuhan anggaran untuk pembangunannya besar, sehingga dua tahap baru dia selesai. Menurutnya, pembangunan jembatan telah dianggarkan pada APBD senilai Rp 4,5 miliar, sehingga pembangunan bisa dimulai awal tahun ini. Pembangunan dilakukan bertahap mengingat jumlah anggaran yang diperlukan cukup besar mencapai Rp 6 miliar lebih bahkan hampir Rp 7 miliar. Untuk pembangunan tahap pertama yang dimulai tahun ini, terdiri dari bawahnya dulu lalu konstruksi lain tergantung kemampuan anggaran tersebut. Rencananya tender mulai pertengahan bulan ini, sehingga fisik bisa dikerjakan bulan April-Mei. Untuk pembangunan jembatan tahap I ini dialokasikan melalui APBD yang bersumber dari DAK pusat. Selain jembatan dibangun juga ruas jalan di daerah terpencil tersebut. Kepala Desa Pelanggan Zulkifli membenarkan terkait rencana pembangunan jembatan tersebut awal tahun ini. Bahkan ia telah mendapatkan draf perencanaan dari dinas terkait bahwa pembangunan jembatan masuk pada APBD
Cadangan Beras Loteng Cukup untuk Delapan Bulan Praya (Suara NTB) Ketersediaan pangan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini masih pada posisi aman. Utamanya untuk cadangan beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di daerah ini hingga delapan bulan ke depan. Demikian ditegaskan Kepala Badan Ketahangan Pangan Loteng, L. Wardihan, kepada Suara NTB, Sabtu (3/2). Menurutnya, saat ini, total cadangan setara beras Loteng mencapai sebesar 80 ribu ton lebih. Di mana lebih dari setengah dari cadangan tersebut ada di masyarakat. “Total ada sekitar 42 ton dari total cadangan beras saat ini ada di masyarakat. Sisanya baru ada di gudang-gudang milik pemerintah,” ungkapnya. Pemkab Loteng punya
(Suara NTB/kir)
SIANGI - Seorang petani di Kecamatan Praya Barat sedang menyiangi tanaman padinya. Sementara di beberapa lokasi di Loteng sudah mulai panen. Dengan musim panen yang sudah semakin dekat, cadangan beras Loteng diyakini akan semakin kuat. cadangan beras sekitar 18 ribu ton yang bisa digunakan kapanpun jika benar-benar dibu-
lame yang dipasang oleh perusahaan advertising dan dipasang perorangan di rumah warga. Berbeda dengan jalur bandara I yang tak ada satupun dipasang reklame, sejak dibangun beberapa tahun lalu di Jalur ini steril dari reklame. Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar H. L. Winengan menyatakan terkait pemasangan reklame di jalur BIL menggunakan lahan pribadi dan ada juga yang menyewa di lahan milik warga. Menurutnya pem-
Jembatan Penghubung di Pelangan Segera Dibangun
Sekda Kritisi Partisipasi OPD Tanggapi Bencana Giri Menang (Suara NTB) Sekda Lombok Barat (Lobar) H. Moch. Taufiq menggelar rapat dengan jajaran SKPD terkait untuk membahas langkah penanganan bencana yang terjadi di beberapa titik di Lobar. Sekda juga mengecek kesiapan logistik bantuan bencana di kantor BPBD. Sekda sedikit menyentil minimnya partisipasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menangani masalah bencana. Bencana seolah diserahkan ke BPBD saja. Padahal tugas menangani bencana menjadi tanggung jawab bersama semua OPD. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib, dalam rapat itu, sekda sekaligus mengecek kesiapan logistik bantuan bagi korban bencana. “Tapi hanya beberapa SKPD saja yang baru memberikan bantuan, itulah baru beberapa dus saja,’’ kata Najib. Menurutnya, partisipasi OPD belum maksimal, pihaknya hanya sebatas mengimbau semua OPD selaku OPD pelaksana. Kalau diperintah sekda atau bupati untuk berpartisipasi barulah OPD ini gesit memberikan bantuan. Rapat yang dipimpin sekda tersebut, jelasnya, sifatnya rapat koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Rapat tersebut membahas terkait langkah penanganan bencana, termasuk upaya - upaya yang harus dilakukan, sebab ada beberapa titik yang sulit dibenahi seperti banjir yang terbentang di Jembatan Kembar dan Labuan Tereng. Terkait penanganan bencana di Jembatan Kembar tersebut pihaknya sudah menurunkan alat penyedot air, namun butuh waktu. Akan tetapi yang namanya masyarakat ingin segera, padahal kondisi air tergenang. Pihaknya membantah jika dianggap tidak berbuat padahal pihaknya sudah menurunkan alat ke lokasi untuk penanganan banjir. “Kita sudah drop alat pompa untuk kuras air,” tegasnya. (her)
yang dibiarkan membangun di lahan miliknya. Pemda mengizinkan pemasangan reklame di jalur tersebut dengan mengeluarkan izin. Pantauan koran ini di sepanjang jalur by pass bandara II terpasang sekitar 6 unit baliho, mulai dari daerah Kediri lalu masuk wilayah Labuapi hingga perbatasan dengan Kota Mataram. Reklame ini dipasang oleh pengembang di lokasi proyek perumahan yang tengah dibangun. Di samping itu, ada juga rek-
tuhkan sesuai dengan ketentuan yang ada. Artinya, Loteng tidak kekurangan pangan
khususnya untuk beras. Bahkan Loteng siap melakukan intervensi untuk memenuhi kebutuhan beras daerah lainnya, jika dibutuhkan. Terlebih dengan mulainya musim panen tahun ini, stok beras Loteng dipastikan bakal semakin kuat, karena masyarakat sekarang sudah paham dan pandai. Di mana biasanya, masyarakat menyiapkan cadangan beras khusus setiap musim panen dan baru dikeluarkan pada saat-saat menjelang panen seperti sekarang ini. Terbukti, pada saat gejolak harga beras beberapa waktu lalu, masyarakat tidak panik. Masyarakat justru sangat tenang menghadapi gejolak harga beras, sehingga tidak begitu berdampak signifikan bagi masyarakat. (kir)
(Suara NTB/ist)
Zulkifli dengan anggaran Rp 4,5 miliar. Pembangunan jembatan ini terletak di Dusun Gunung Bit, jembatan ini dibangun di sungai yang memisahkan dusun terisolir tersebut. Selain jembatan, pemda juga berencana membangun akses jalan senilai Rp 4,5 miliar lebih. Akses jalan ini jelasnya dari Pelangan-Selindungan dan akses jalan dari Paluh Tangi menuju Ribu Sambut dengan anggaran mencapai Rp 3,2 miliar. (her)
bangunan reklame ini memang diatur oleh perbup, namun menurutnya sebelum ada jalur bandara sudah ada reklame yang dipasang masyarakat di rumah sendiri. “Apakah melanggar perbup? Ya tinggal kita buat sesuaikan aturannya,” kata Winengan dengan enteng. Menurutnya reklame dipasang di luar akses jalan bandara, kalaupun diatur, maka pihaknya tidak bisa melarang pemasangan reklame sebab tanahnya sendiri. Namun demikian
perlu disesuaikan aturan perbup terkait reklame ini, supaya tidak mengganggu jalan raya. Kalau dibiarkan juga tanpa diatur regulasi, maka pemasukan berupa pajak tidak masuk ke daerah. Namun pemasangan reklame di jalur bandara II telah membayar pajak ke daerah, termasuk aturan jaminan bongkar dititip di pemda. “Tinggal kita atur regulasinya biar sesuai. Yang tak dibolehkan, jika pemasangan menggunakan tanah negara di jalur tersebut,’’ tegasnya. (her)
Pembebasan Lahan Dam Mujur Butuh Rp 700 Miliar Praya (Suara NTB) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., mengaku mewujudkan pembangunan Dam Mujur Kecamatan Praya Timur bukan perkara mudah. Mengingat, besarnya dukungan anggaran yang dibutuhkan. Selain anggaran untuk pembangunan fisik juga anggaran pendukung untuk keperluan pembebasan lahan yang diperkirakan mencapai Rp 700 miliar. Kepada Suara NTB, Jumat (2/2), Nursiah menjelaskan, untuk anggaran pembangunan fisik Dam Mujur sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Di mana anggarannya informasinya akan bersumber dari dana loan (pinjaman) pemerintah pusat. Sementara untuk anggaran pembebasan lahan,
kemungkinan akan menggunakan pola sharing, antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten. “Tapi ini masih belum bisa pastikan. Karena bisa saja polanya berubah. Tergantung keputusan pemerintah pusat nantinya,” ujar Nursiah. Untuk itu, pihaknya beberapa waktu lalu sudah melayangkan surat ke pemerintah pusat meminta kejelasan soal rencana pembangunan Dam Mujur, termasuk polapola yang akan diambil dalam menjawab persoalan yang terjadi. Hanya saja, pemerintah pusat sampai saat ini belum memberikan jawaban atas surat dari Pemkab Loteng, sehingga pihaknya masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat terlebih dahulu, baru akan menentukan sikap. (kir)
Sekolah Diminta Larang Siswanya Bawa Sepeda Motor Praya (Suara NTB) Angka pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini tercatat masih cukup tinggi dengan pelanggar lalu lintas terbanyak didominasi kalangan pelajar. Untuk itu, sekolah-sekolah di Loteng diimbau untuk memperketat penggunaan sepeda motor oleh para siswanya. Bahkan bila perlu membuat sekolah membuat larangan untuk membawa sepeda motor ke sekolah. “Karena bagaimanapun, secara aturan pelajar tidak boleh menggunakan kendaraan. Terutama sepeda motor. Kecuali kalau usianya sudah di atas 17 tahun dan sudah mengantongi SIM,” ungkap Kasat Lantas Polres Loteng, AKP I Made Hendra, kepada Suara NTB, Sabtu (3/2). Pihaknya pun sudah mendatangi beberapa sekolah di Loteng untuk mensosialisasikan hal tersebut supaya pihak sekolah bisa mendukung upaya pihak kepolisian dalam mene-
(Suara NTB/kir)
NAIK MOTOR - Dua pelajar berboncengan melintas di jalur Gelondong Praya menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan helm, Sabtu (3/2). kan angka pelanggaran lalu lin- ialisasi. Tetapi mulai bulan tas di daerah ini. Salah satun- ini, pihaknya akan lebih mengya dengan membuat aturan soal intensifkan penindakan hupelarangan penggunaan sepeda kum terhadap para pelanggar lalu lintas. Jadi pihaknya motor kepada para siswa. Terhadap pelanggaran lalu mengingatkan, kepada kalanlintas, lanjut Hendra men- gan pelajar supaya tidak mengjelaskan, awal tahun kemarin gunakan kendaraan sendiri, pihaknya lebih banyak mem- jika tidak mau berurusan denberikan penyadaran dan sos- gan aparat kepolisian. (kir)
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Halaman 6
Kerjasama Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Tim Literasi ”Study Visit” ke SDN Pangenyar Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebanyak 10 sekolah sasaran replikasi Program Literasi yang berasal dari Pulau Moyo dan Pulau Medang melaksanakan study visit di SDN Pengenyar, Kecamatan Moyo Hilir, Sabtu (3/2). Study visit ini dilakukan guna mengadopsi praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan oleh SDN Pangenyar selama pendampingan untuk diterapkan nantinya di Pulau Moyo dan Pulau Medang. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Irine Silviani S.P, M.M, Kasi Kurikulum SD, Junaidi S.Pd, M.Pd, Tim Inovasi dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik Mitra Save Children Jakarta, Kepala UPT Kecamatan Labuhan Badas dan Moyo Hilir. Untuk diketahui, melalui study visit ini ada beberapa hal yang dipelajari. Diantaranya tentang integrasi kete-
(Suara NTB/ind)
Kabid Pembinaan SD didampingi yang lainnya saat membuka kegiatan study visit tim literasi pulau rampilan membaca ke dalam pembelajaran, pengamatan pos baca, pelaksanaan pertemuan orang tua, penerapan sahabat baca dan menelusuri hasil-hasil kegiatan Gema Literasi dengan melakukan wawancara dengan anak. Dari pantauan yang dilakukan,
guru-guru dari Pulau Moyo dan Pulau Medang ini antusias mengikuti kegiatan study visit. Dimana mereka mengalami proses belajar langsung dari sumber sekaligus pelaku Germa Literasi melalui serangkaian kegiatan pengama-
tan dan wawancara. Hasil-hasil pengamatan observasi kelas dan wawancara selanjutnya dibahas dalam forum diskusi untuk melihat sisi-sisi baik yang bisa diadopsi di sekolah masing-masing. Kepala Bidang Pembinaan SD, Irine Silviani saat membuka kegiatan menyampaikan, tahun 2017 lalu kegiatan inovasi khususnya literasi sudah dilaksanakan di Kecamatan Utan dan Kecamatan Moyo Hilir. Tahun 2018 ini pihaknya melalui APBD melakukan replikasi kepada sekolah-sekolah yang berada di Pulau Medang dan Pulau Moyo. Dari kegiatan ini diharapkan guru-guru yang mendapatkan kegiatan reflikasi ini dapat belajar dan dapat menerapkan kegiatan literasi ini. “Kreativitas dan inovasi dari teman-teman yang sudah melakukan sebelumnya dapat menjadi inspirasi bagi temanteman yang akan melakukan. Apalagi kita sudah punya Peraturan Bupati tentang gerakan
(Suara NTB/ind)
Tim Leterasi pulau melihat cara mengajar guru di SDN Pangenyar sebagai perbandingan bagi mereka untuk dipraktekkan di wilayah Pulau. literasi di sekolah. Dan untuk SD kita sudah ada. Mudahmudahan sekolah semuanya sudah pegang,” ujarnya. Hal itu, kata Irine, diharapkan tidak hanya disimpan tetapi dibaca. Karena untuk mengaplikasikannya harus banyak melihat dan mem-
baca. Dimana dari dua kecamatan yang sudah diintervensi dari literasi dapat mengembangkan program ini. Supaya lebih bagus kedepannya. “Harapannya dapat lebih dikembangkan. Tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada di masing-masing
sekolah. Mudah-mudahan ini akan sangat bermanfaat sekali. Kita dapat bersama-sama mengambil manfaat dari semua tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya,” tandasnya. Sebelumnya Kepala SDN Pangenyar, Abdul Razak, S.Pd dalam sambutan penerimaannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim literasi. Khususnya guru yang datang dari Pulau Moyo dan Pulau Medang yang telah berkunjung ke sekolah yang dipimpinnya. Dimana SDN Pangenyar dipercayakan menjadi contoh sekaligus tempat membagi pengalaman. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf karena pihaknya masih banyak kekurangan. “Kami mohon maaf bila ada kekurangan dalam penempatan pelayanan kami. Kalaupun ini masih dalam status berjalan. Kegiatan pada hari ini, kami menerima kunjungan ini,” pungkasnya. (ind/arn/*)
Puluhan Nelayan Labuhan Sawo Tidak Melaut Sumbawa Besar (Suara NTB)Puluhan nelayan yang berada di wilayah Labuhan Sawo, Dusun Omo, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara terpaksa menghentikan aktivitas melaut untuk beberapa bulan kedepan. Hal ini lantaran adanya gelombang tinggi yang disertai anging kencang. (Suara NTB/ist)
NARKOBA - Tersangka SP alias Eret saat diamankan di Satres Narkoba Polres Sumbawa.
Oknum PNS Penjual Sabu di Sumbawa Dibekuk Polisi Sumbawa Besar (Suara NTB) Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa membekuk seorang terduga pengedar sabu, Jumat (2/2) malam lalu pukul 20.30 Wita. Pengedar berinisial SP alias Eret (40) tersebut adalah oknum PNS di lingkup Pemkab Sumbawa. Dari tangannya diamankan barang bukti tiga poket narkotika jenis sabu. Adapun penangkapan SP yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Sumbawa, IPTU Mulyadi, SH ini berdasarkan hasil pengembangan dari seorang terduga pengguna sabu berinisial DK alias Racun (33) warga Kelurahan Bugis. Dimana DK ditangkap beberapa saat sebelumnya. Kasat Narkoba Polres Sumbawa, IPTU Mulyadi, SH yang dikonfirmasi, Sabtu (3/2) membenarkan adanya penangkapan tersebut. Bermula dari informasi masyarakat kerap terjadinya transaksi narkoba di wilayah Jalan Kamboja, Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa. Kemudian, tim yang dipimpinnya bergerak meringkus DK alias Racun di wilayah setempat tepatnya di Gang Toko Intan. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu poket narkotika jenis sabu yang didimpan di dalam genggaman tangan sebelah kirinya. Dari pemeriksaan, DK mengaku membeli barang tersebut dari seorang berinisial SP alias Eret (40) dengan harga Rp 500 ribu. Selanjutnya, timnya bergerak ke wilayah Kelurahan Brang Biji. Tepatnya di pinggir Gang Cendrawasih V, Jalan Cendrawasih tim membekuk yang bersangkutan. Saat ditangkap, dari tangan tersangka ditemukan dua poket narkotika jenis sabu yang hendak dibuang di dalam selokan air. Selain itu, tim juga menemukan satu poket sabu di dalam genggaman tangan tersangka. Dari tangan kedua tersangka tim berhasil mengamankan barang bukti empat poket sabu seberat 2 gram, sebuah bong, pipa kaca, dua buah sekop, 15 buah sedotan plastic, satu bendel plastik obat warna bening, satu buah tas jinjing warna merah, handphone, gunting dan korek gas. Selanjutnya, kata Mulyadi, kedua tersangka menjalani tes urine di RSUD Sumbawa, dan hasilnya positif mengandung Amphethamine. Terhadap DK alias Racun yang sebagai pengguna dikenakan Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 114 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 sampai 15 tahun penjara. Sedangkan terhadap SP alias Eret sebagai pengedar dikenakan Pasal 112 ayat 1 jo pasal 114 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 sampai 20 tahun penjara. (ind)
Para nelayan setempat sudah berhenti melaut sejak akhir Desember lalu. Adanya gelombang besar disertai angin kencang memaksa para nelayan melakukan kegiatan sampingan. Seperti menjadi buruh tani di ladang jagung, buruh serabutan, dan aktivitas lainnya. Sejumlah nelayan juga memilih memperbaiki perahu dan alat tangkap seperti jaring sambil menunggu cuaca membaik. Salah satu nelayan setempat, Sahiban, yang ditemui di kediamannya mengakui hal tersebut. Dirinya dan puluhan nelayan lainnya enggan melaut sejak beberapa bulan lalu karena kondisi cuaca. Dimana gelombang besar yang disertai angina kencang. Kemu-
ngkinan kondisi ini akan berlangsung hingga akhir Maret mendatang. “Tiga bulan kita akan istirahat untuk tidak melaut. Kemungkinan bulan April baru kita bisa melaut,” terangnya. Tentunya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dirinya memilih untuk melakukan aktivitas sampingan. Yakni menjadi buruh tani di ladang jagung. Sambil memperbaiki peralatan untuk menangkap ikan. Sementara nelayan lainnya diakuinya juga melakukan aktivitas sampingan. “Saya menjadi buruh tani di ladang jagung sementara tidak melaut. Sambil memperbaiki peralatan untuk melaut,” tukas Sahiban. (ind)
(Suara NTB/ind)
PERBAIKI JARING - Sahiban dan rekannya yang tengah memperbaiki jaring untuk menangkap ikan. Di musim seperti ini, mereka tidak bisa melaut dan memilih menjadi buruh tani di ladang jagung.
Dikes KSB Intervensi Wilayah Terdampak Genangan Taliwang (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan intervensi khusus terhadap wilayahwilayah yang menjadi langganan genangan air selama musim penghujan ini. Kepala Dikes KSB, H. Tuwuh, AKM mengatakan, untuk menutup ruang berkembangnya penyakit-penyakit berbasis lingkungan yang bepotensi terjadi di musim penghujan ini pihaknya melakukan intervensi khusus. “Melalui Puskesmas terdekat kami punya upaya khusus terhadap wilayah terdampak genangan air,” katanya kepada wartawan, Jumat pekan lalu. Bentuk intervensi khusus yang dilaksanakan Dikes dengan melakukan kaporisasi dan abatenisasi. Dijelaskan Tuwuh, prosedur intervensi yang dijalankannya yakni mengamankan sumber air bersih masyarakat terdampak dan genangan air yang berpotensi menjadi basis kembang biak nyamuk penyebar penyakit. “Kalau kaporisasi kita siapkan untuk sumur warga, sementara abatenisasi kita lakukan terhadap genangan air yang ada di lingkungan warga,” paparnya. Di musim penghujan sekarang ini,
(Suara NTB/bug)
Tuwuh Dikes telah mengintervensi dua wilayah, yakni kecamatan Brang Rea dan kelurahan Telaga Bertong, kecamatan Taliwang. Dua wilayah itu jumlah genangan air cukup banyak sehingga potensi berkembang penyakit berbasis lingkungan sangat tinggi. “Yang ekstrem genangannya itu di wilayah Telaga (Bertong). Di sana sampai dipekarangan warga dan potensi untuk
berkembangnya nyamuk tinggi,” akunya. Selanjutnya, Tuwuh mengatakan, selama ini banyak warga yang meminta lingkungannya di fogging (pengasapan) ketika ada genangan dan merasa banyak nyamuk. Akan tetapi tindakan itu tidak selalu diakomdir Dikes. Sebab tindakan fogging sesuai prosedur baru akan dilaksanakan jika di wilayah bersangkutan telah terbukti ada ditemukan kasus penyakit berbasis lingkungan dalam hal ini deman berdarah dan penyakit turunan lainnya. “Fogging itu fungsinya untuk membunuh (nyamuk). Jadi kalau tidak ada maka penanganan demikian tidak efektif,” timpalnya. Ia pun menyarankan kepada masyarakat di musim penghujan ini agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan. Menerapkan sistem 3M (menguras, menutup dan menimbun) serta menerapkan hidup sehat. “Alhamdulillah sementara ini kita belum terima laporan adanya penyakit demam berdarah dan lainnya yang disebabkan lingkungan. Tapi bukan berarti kita bebas lho, karena kalau lingkungan tidak bersih maka penyakit tetap mengintai kita,” pungkasnya. (bug)
Krabat 2018 Turun Jadi Rp 5 Miliar Sumbawa Besar (Suara NTB) Dana Kredit Sahabat (Krabat) yang dihajatkan untuk petani miskin, pada tahun ini mengalami penurunan menjadi hanya sekitar Rp 5 miliar. Meski program Husni Mo yang yang disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) sejak 2017 lalu ini, terbilang cukup sukses di tahun perdananya. Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, Irawan Subekti yang dikonfirmasi Suara NTB, menyebutkan dari total dana Rp 15 miliar yang dikucurkan pada 2017 lalu, pengembaliannya cukup bagus bisa mencapai 80 persen. Yang disalurkan pada 75 BUMDes pada 10 kecamatan. “Cukup bagus pengembaliannya. Memang ada beberapa yang belum sempat tersalurkan karena waktu itu belum memasuki musim tanam,”terang Subekti. Pihaknya tak menjelaskan secara rinci kenapaanggaranKrabatpada2018mengalamipenurunan. Yang jelas, sampai saat belum ditetakan BUMDes mana yang akan menyalurkan dana Rp 5 miliar Krabat yang disiapkan yang tahun ini. Nantinya juga tergantung data petani miskin di wilayah setempat. “Kita menunggu koordinasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), mana saja BUMDes yang layak menerima dana ini untuk disalurkan ke petani,” jelasnya. (arn)
Dirut Pertamina Beri Kuliah Umum dan Serahkan Bantuan untuk UTS Sumbawa Besar (Suara NTB) Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Elia Massa Manik bersama rombongannya berkesempatan mengunjungi dan memberikan kuliah umum di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Jumat (2/ 2) sore. Sekaligus, menyerahkan bantuan senilai ratusan juta rupiah yang diterima secara simbolis oleh Rektor UTS,
Dr. Andy Tirta, M.Sc. Bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina tersebut yakni bantuan program pemberdayaan masyarakat melalui KKN UTS untuk 4 desa senilai Rp 300 juta, bantuan program pembelajaran dan internship mahasiswa/mahasiswi UTS di Pertamina dan bantuan pembangunan asrama UTS
(Suara NTB/ind)
Foto penyerahan bantuan dana CSR secara simbolis dari Dirut Pertamina, Elia Massa Manik kepada Rektor UTS, Dr. Andy Tirta.
senilai Rp 400 juta. Penyerahan bantuan yang dipusatkan di Ruang Publik Kreatif (RPK) UTS ini disaksikan Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah, Ketua Yayasan Dea Mas, Ny. Niken Saptarini, Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Badas, Budi Mustanto, pejabat yang mewakili Bupati Sumbawa dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, para dosen dan ratusan mahasiswa universitas setempat. Dirut Pertamina, Elia Massa Manik menyampaikan, bantuan yang diberikan ini adalah CSR Pertamina di bidang pendidikan. Pihaknya pun merasa senang bisa membantu, sehingga program di daerah Timur yang jauh dari jangkauan ibukota bisa maju. Apalagi daerah Sumbawa sebenarnya memiliki banyak potensi, diantaranya pertambangan dan Pertanian. Potensi ini didukung dengan keberadaan UTS yang memiliki sejumlah jurusan dan telah jauh berkembang. Diantaranya, Bioteknologi yang menurutnya sangat luar
biasa. Sehingga kedepannya pemda Sumbawa bisa menggali Sumber Daya Manusia (SDM) dari kemampuan lokal yang dihasilkan dengan keberadaan UTS. “Ini sangat positif sekali. Karena salah satu kompetitif untuk bersaing kedepan itu tentu SDM. Jadi, disini Pertamina tentu ingin hadir dan berkontribusi untuk mendorong,” terangnya. Selain memberikan bantuan, Dirut Pertamina juga memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa UTS. Motivasi terkait bagaimana membangun karier di era yang penuh tantangan ini. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini mendorong terjadinya perubahan yang begitu cepat dan berdampak pada meningkatnya globalisasi. Dalam menyikapinya tentu terjadi perubahan regulasi dan kebijakan yang mendorong meningkatnya inovasi. Dari inovasi inilah akan hadir generasi baru atau yang saat ini disebut sebagai generasi milennial. Makanya ia mengaku cukup kagum dengan kehadiran UTS dengan
bidang teknologinya dan berbagai jurusan yang mendukungnya. Mengingat dengan menguasai teknologi, UTS akan mampu menguasai dunia. Sebaliknya, akan tertinggal jika tidak dapat mengimplementasikan teknologi. Pihaknya meyakini mahasiswa UTS akan menjadi pemimpin di masa depan. Untuk mewujudkannya ada tiga pondasi yang menjadi acuan, yakni bersikap jujur, tulus dan amanah dengan menjaga kepercayaan yang diberikan. Ketika sudah menjadi pemimpin, fungsi utamanya adalah bagaimana menciptakan sebanyak mungkin pemimpin lainnya, bukan pengikut. Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah M.Sc menilai Elia Massa Manik adalah Dirut yang hebat. Karena itu mahasiswa sangat beruntung bisa bertemu langsung dan sharing pengalaman sehingga menjadi motivasi dan inspirasi serta bekal menjadi pemimpin masa depan. Sebelumnya Rektor UTS, Dr. Andy Tirta mengakui kunjungan Dirut Pertamina penyemangat bagi civitasnya dalam
meraih cita-cita. Dimana cukup banyak konstribusi Pertamina dalam mendukung kemajuan UTS sehingga bisa berkompetisi dengan kampus-kampus terkemuka di tanah air. Pihaknya berharap Pertamina akan terus memberikan dukungannya di masa mendatang. Ketua Yayasan Dea Mas, Niken Saptarini mengakui
perkembangan UTS dengan beragam prestasi nasional dan internasional serta sudah berhasil mewisuda mahasiswa angkatan pertamanya belum lama ini, tidak terlepas dari dukungan sejumlah pihak, termasuk Pertamina. Karena itu dukungan ini diharapkan tidak berhenti dan terus mengalir. (ind/arn/*)
(Suara NTB/ind)
Foto bersama Dirut Pertamina, Elia Massa Manik (tiga dari kanan) didampingi sejumlah petinggi Pertamina bersama Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah (tengah), Ketua Yayasan Dea Mas, Ny. Niken Saptarini (tiga dari kiri), Rektor UTS, Dr. Andy Tirta, (dua dari kanan) dan Operation Head TBBM Badas Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Badas, Budi Mustanto (paling kiri).
SUARA PULAU SUMBAWA
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Enam Warga Dompu Jadi Korban Perdagangan Manusia ke Turki Dompu (Suara NTB) Enam orang warga Dompu yang menjadi TKI ke Turki diduga telah menjadi korban perdagangan manusia. Kasus ini masih ditangani Kementerian Luar Negeri RI. Belum diketahui perusahaan yang memberangkatkannya. Namun, maraknya calo TKI membuat warga mudah tergiur. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin yang dikonfirmasi mengakui telah mendapatkan informasinya. Namun dirinya ingin mencari detail informasinya sehingga bisa diambil sikap lebih lanjut. “Saya akan cari tahu dulu detail infonya,” kata H. Bambang saat dikonfirmasi melalui akun WhatsApp-nya, Sabtu (3/2). Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Dompu, M. Nursalam, ST, M.Si yang dihubungi terpisah, juga membenarkan informasi tersebut. Namun pihaknya belum mendapatkan informasi secara resmi dari Kemenlu, BNP2TKI maupun BP3TKI. “Kamipun telah melakukan konfirmasi ke BP3TKI di Mataram, tapi belum ada informasi yang jelas, sehingga kamipun tidak tahu tetang pemberangkatannya,” ungkapnya. Namun, keenam TKI asal Dompu yang menjadi korban perdagangan orang ini diantaranya, Sisi Karina Sari (25) warga Dusun Tawo Desa Cempi Jaya Huu, Lili Suryani (19) warga Desa Wawonduru Kecamatan Woja, Sri Yanti (31) warga Desa Oo Kecamatan Dompu, Junari (25) warga Doromelo Kecamatan Manggelewa, Sri Ainum Kamal (26) warga Potu Kecamatan Dompu, dan Sri (20) warga Nowa Kecamatan Woja. Terkait maraknya calo TKI di Dompu sehingga warga mudah menjadi korban perdagangan manusia, Nursalam tidak menampiknya. Namun pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan sampai ke kampung dan Dusun. Pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam pengawasan seperti dengan Kepolisian dan Imigrasi. “Dalam hal percaloan ini sangat sulit kami deteksi, sehingga kami selalu mengintensifkan sosialisasi terhadap masyarakat tentang tata cara pemberangkatan kerja keluar negeri, dan kami pun berkoordinasi dengan pihak Desa untuk selalu memperhatikan warganya yang ingin kerja keluar negeri,” ungkapnya. (ula)
Halaman 7
Belasan Siswa SD di Donggo Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
Bima (Suara NTB) Belasan siswa sejumlah SDN di Kecamatan Donggo, terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas medis (Puskesmas dan RSUD.red) karena diduga keracunan usai menyantap nasi kotak pada, Sabtu (3/2). Informasi yang dihimpun Suara NTB, kasus tersebut bermula saat jajaran Puskesmas Donggo menggelar pelatihan dokter kecil yang dipusatkan di aula Puskesmas, setempat pada Sabtu (3/2) pagi. Kegiatan tersebut diikuti oleh hampir 20 peserta, siswa SD yang berasal dari wilayah Kecamatan Donggo. Tepat jam istirahat siang, pihak panitia membagikan nasi kotak kepada peserta. Saat menyantap nasi tersebut, tiba-tiba sebagian siswa mengeluhkan pusing dan muntah-muntah. Mereka tersebar dari SDN Inpres Doridungga, SDN Kala, SDN O’o dan SDN Mpili. Kepala Puskesmas Donggo, Hartati membenarkan kejadian
tersebut.Selain siswa, pegawai Puskesmas setempat mengalami kejadian serupa. Menurutnya, nasi kotak yang disantap tersebut merupakan nasi yang dipesan pada salahseorang warga di Desa O’o berinisial, J. “Usai menyantap, sejumlah siswa mengeluhkan langsung pusing dan muntah-muntah,” katanya. Menurutnya, siswa yang diduga keracunan tersebut, langsung dirawat ke tempat praktek kepala Puskesmas setempat yang berada di Desa Doridungga dan Pusksmas Donggo. Serta sebagian siswa terpaksa dilarikan ke RSUD Kabupaten Bima. Meski begitu, Hartati, mengaku belum mengetahui pasti jumlah keseluruhan
siswa atau peserta yang diduga keracunan tersebut. Hanya saja, yang terdata dan menjalani perawatan ada sebanyak 16 orang. “Namun sebagian kondisinya saat ini sudah pulih, dan sebagiannya masih dirawat intensif,” ujarnya. Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Rifa’I M.Ap mengatakan, saat ini kondisi siswa yang keracunan sudah berangsur membaik. Bahkan diantaranya ada yang dipulangkan dan dirawat di rumah. “Namun sebagiannya masih dirawat karena kondisinya masih lemah,” katanya, Minggu (4/2) Dia menambahkan, selain siswa, sejumlah petugas Puskesmas juga mengalami
(Suara NTB/ist)
KERACUNAN - Salah seorang siswa SD yang menjadi korban keracunan setelah menyantap nasi kotak masih dirawat di Puskesmas Donggo, Minggu (4/1). nasib serupa. Hanya saja tidak terlalu parah sehingga tidak dirawat ke medis. Mereka hanya di rawat di rumah. “Petu-
gas kesehatan hanya mengalami mancret diduga setelah menyantap nasi kotak ini,” pungkasnya. (uki)
Terkendala Stok Alat, Operasi Pasien Kritis Ditunda Dompu (Suara NTB) Nurjanah (50) pasien kritis penderita infeksi usus buntu di RSUD Dompu tak bisa dioperasi, Sabtu (3/1) Pukul 10.00 Wita, sesuai jadwal yang ditentukan pihak rumah sakit. Tindakan itu tak bisa diambil dengan alasan kosongnya alat di RSUD. Hal itu lantas dikeluhkan pihak keluarga pasien yang sudah dua hari menjalani perawatan. Keluarga pasien, Tina (35) menuturkan, Nurjanah masuk RSUD Dompu sejak Jumat 2 Februari lalu. Ia didiagnosa infeksi usus buntu dan dijanjikan akan menjalani operasi Sabtu 3 Februari Pukul 10.00 Wita. Hanya saja, setelah pasien menjalani puasa untuk menghadapi operasinya tindakan itu tak juga diambil dengan alasan kosongnya alat. “Janjinya mau dioperasi pagi ini, tadi malamnya pasien puasa. Terus saat dikonfirmasi dibagian OK katanya kehabisan alat, jadi operasinya tidak bisa dilakukan,” kata dia kepada wartawan di RSUD Dompu. Tina menyesalkan pusat pelayanan kesehatan sekelas RSUD ini bisa kehabisan stok alat untuk operasi pasien, ini dianggap bentuk pelayanan bobrok pada masyarakat yang membutuhkan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan RSUD pun diminta berani bertanggung jawab. Nurjanah, tambah dia, baru diketahui menderita usus buntu setelah sebelumnya mencret dan muntah-muntah. Penanganan pertama diberikan oleh pihak rumah sakit Bima, namun karena pasien ini berasal dari Lingkungan Doro Toi Kelurahan Dorotangga Dompu ia kemudian dipindah ke RSUD Dompu untuk dirawat. “Ini kan pasien sudah kritis, harus cepat ditangani. Kita bawa ke Dompu ini kan supaya cepat ditangani, dia divonis infeksi itu baik oleh dokter dari Bima maupun di sini (RSUD Dompu, red), hasil ronsenya juga sudah ada,” jelasnya. Sementara itu, Direktur RSUD Dompu, dr. H. Syafrudin yang berusaha dikonfirmasi terkait kosongnya alat yang mengakibatkan batalnya operasi pasien kritis tersebut tak berhasil ditemui. Pun demikian dengan pihak Humas RSUD. Sedangkan tenaga kesehatan yang ada di ruang UGD enggan berkomentar dengan alasan tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan pernyataan. (jun)
(Suara NTB/ist)
ISI PASIR - Warga Desa Sangiang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bima mengisi pasir ke dalam karung untuk memperbaiki tanggul di Dermaga Sangiang, Minggu (4/2)
Kerap Dilanda Banjir Rob, Tanggul Dermaga Sangiang akan Diperbaiki Bima (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Bima mengupayakan akan memperbaiki tanggul, di dermaga yang berada di Desa Sangiang Kecamatan Wera. Upaya ini ditempuh untuk mengantisipasi banjir rob yang kerap menimpa desa setempat.
Hal itu ditegaskan Bupati Bima, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri saat meninjau tanggul yang rusak di Dermaga Sangiang, Minggu (4/2). Menurutnya, air laut kerap masuk ke rumah warga ketika pasang dan gelombang tinggi. “Yang jelas dalam jangka pan-
jang akan diupayakan perbaikan tanggul dan gorong gorong,” ujarnya. Sebagai langkah awal petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Bima melakukan gotong royong dengan warga setempat memperbaiki tanggul secara manual.
Sindikat Pencurian Mobil, Oknum Polisi Dibekuk (Suara NTB/jun)
BATAL DIOPERASI - Nurjanah (50) pasien penderita infeksi usus buntu yang batal dioperasi kerena kendala alat RSUD Dompu, Sabtu (3/2).
Dompu (Suara NTB) Oknum anggota Polres Dompu Bripka Shrm dibekuk di Labuhan Kayangan Lombok Timur, Sabtu (3/2) Pukul 17.00 Wita. Ia diduga terlibat sindikat pencurian mobil milik Iksan warga Lingkungan Salama Kelurahan Bada, Kamis (1/2) lalu. Dari tangannya berhasil disita satu unit mobil Ford Ranger dengan Nopol N 8934 BD. Informasi yang dihimpun Suara NTB, penangkapan ini buah tindak lanjut polisi atas laporan korban ke Mapolsek Kota beberapa waktu lalu. Korban mengaku kehilangan satu unit kendaraan di Lingkungan Sigi Keluarahan Karijawa. Saat itu kendaraan tengah terparkir dalam kondisi terkunci, mulai dari pintu, stang setir juga menggunakan kunci tongkat setir. Meski begitu, oknum anggota ini rupaya berhasil membobol dan membawa kabur mobil curiannya. Menindaklanjuti laporan itu, polisi langsung melakukan olah TKP dan memburu pelaku, hingga didapati Shrm beserta barang curianya di Labuhan Kayangan Lombok Timur. Sementara ini keterlibatan pelaku dan sindikat pencurian mobil lainya masih dalam pengembangan. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., dikonfirmasi via telefon membenarkan adanya penangkapan oknum anggota Polres Dompu.
(Suara NTB/ist)
MOBIL - Barang bukti mobil Ford Ranger dengan Nopol N 8934 BD yang diduga dibawa kabur oknum polisi berinisial Bripka Shrm. Barang bukti ini diamankan usai penangkapan di Labuhan Kayangan Lombok Timur. Namun ia belum mengetahui persis seperti apa kasusnya. Dan informasi terakhir bahwa kasus ini sudah ditangani langsung Mapolda NTB. “Saya belum dikasi laporan, tapi saya sudah tahu cuma saya juga masih menunggu konfirmasi dari Kapolres, kemudian itu sepertinya ditangani langsung oleh Polda,” pungkasnya. Selain terlibat kasus pencurian mobil, oknum anggota Polisi ini juga diduga memiliki senpi ilegal yang dibeli dari oknum anggota Polisi. Senpi jenis pis-
tol tersebut dibeli seharga Rp 12 juta. “Saya beli (senjata). Dua belas juta (harganya),” aku Shrm atas kepemilikan pistol ilegal dalam video yang beredar di media sosial. Terkait hal ini, Iptu Suhata mengaku, belum melihat video pengakuan Shrm yang beredar di media sosial. Tapi kasus Shrm itu sendiri ditangani sepenuhnya oleh Polda NTB. “Kita belum lihat videonya dan bagaimana kronologisnya mengingat Polda yang langsung penanganannya,” kata Suhata. (jun/ula)
Perbaikan tanggul sepanjang 400 meter di sebelah Timur dan Barat dermaga Sangiang tersebut dengan menggunakan pasir yang diisi ke dalam ratusan karung yang telah disiapkan. Dalam kunjungan di Kecamatan Wera itu. Bupati juga meninjau kerusakan jalan sep-
anjang 200 meter di Ranggasolo yang tidak jauh dari Desa Sangiang, akibat banjir gunung beberapa waktu lalu. Serta memerintahkan Dinas teknis terkait untuk mendatangkan alat berat. “Perbaikan jalan ini akan dilaksanakan dalam tahun anggaran 2018,” janji Bupati. (uki)
Pelecehan Seksual Cenderung Meningkat Dompu (Suara NTB) Kabid Perlindungan Anak DP3A Dompu, Rahman, Skm, mengaku kasus pelecehan seksual terhadap anak cenderung meningkat. Tragisnya, para pelaku merupakan orang terdekat korban. Kurangnya pengawasan orang tua dianggap menyulitkan kasus-kasus ini bisa ditekan. “Yang saya lihat ini kan peran orang tua yang memang kurang,” kata dia kepada Suara NTB saat dihubungi, Minggu (4/2). Selain itu, menurut dia, kontrol dari tokoh agama, pemuda dan masyarakat saat ini hampir sudah tak terlihat. Sehingga para pelaku bisa dengan leluasa melancarkan aksi jahatnya, entah dengan modus mengimingi korban sejumlah uang atau pengancaman. Seperti halnya kasus percobaan pemerkosaan di Desa Ranggo beberapa waktu lalu, yang mana pelaku adalah tetangga dekat korban, begitupun di Kecamatan Menggelewa, Kelurahan Karijawa dan sederet kasus pelecehan seksual lainya. “Rata-rata pelakunya ini kan tetangga dekat sekali, makanya sulit juga kita bisa tekan,” ujarnya. Kendati begitu, pihaknya tetap berupaya menekan dan
mengawal langkah hukum para pelaku yang terbukti melakukan aksi bejatnya, selah satunya dengan mendorong fungsi dan tugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), mengaktifikan Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD), membangun peran aktivis perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Prinsipnya, lanjut Rahman, peran orang tua harus diutamakan dengan tidak membiarkan anak bermain tanpa pengawasan. “DP3A juga berupaya masuk melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah. Pemebangunan selter juga sangat penting seiring dengan kecenderungan tingginya kasus KDRT dan pelecehan seksual,” jelasnya. Penegakan hukum terhadap para pelaku pun tak bisa setengah-setengah, harus ada efek jera yang diberikan atas tindakan amoral yang dilakukan. Jika tidak, mustahil kasus-kasu ini akan bisa ditekan dan akan percuma semua upaya preventif yang dilakukan. “Malah dia akan menjamur lagi dan pelaku enak-enak saja berbuat semaunya karena tidak ada efek jera yang diberikan,” pungkasnya. (jun)
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
POLHUKAM
Halaman 8
Najmul Siap Menangkan Zul-Rohmi di KLU
Mataram (Suara NTB) DPD Partai Demokrat NTB, di Pilkada serentak NTB 2018, menarget Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu wilayah kemenangan untuk pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Dr. Zulkieflimansyah-Dr. Sitti Rohmi Djalilah, (Zul-Rohmi) di Pulau Lombok.
(Suara NTB/why)
DIHADIRKAN - Enam pelaku terkait peredaran narkoba mendapat pengawalan saat dihadirkan di Mapolres Mataram, Sabtu (3/2) untuk menjalani proses penyidikan.
Dua Mahasiswa Kedapatan Pakai Narkoba Mataram (Suara NTB) – Dua mahasiswa perguruan tinggi swasta di Mataram SL (22) dan FR (22) diciduk polisi. Mereka kepergok memiliki sabu saat polisi menggerebek kamar kos mereka atas dugaan kasus pencurian. “Penggerebekan awalnya untuk mencari barang bukti hasil pencurian. Tim mendapati ada barang bukti terkait kasus narkotika,” ujar Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, Sabtu (3/2). Tersangka FR yang berasal dari Bolo, Bima digerebek di kos-kosannya di Pagesangan Selatan, Pagesangan, Mataram. Barang bukti yang disita antara lain, enam bekas poket sabu, pipet, plastik klip, dan jarum. “Ditemukanlah pipa kaca bekas dipakai untuk mengonsumsi sabu. Dari sana muncul satu orang nama lagi teman mereka membeli sabu itu,” terangnya. Sabu itu dibeli tersangka FR bersama JG (19), seorang buruh asal Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Sumbawa seharga Rp 150 ribu dari seseorang di Abian Tubuh, Cakranegara. Dari penangkapan FR dan JG, kemudian tim Satresnarkoba memburu SR yang tinggal di tempat lain yakni di Presak, Pagutan, Mataram. Barang bukti narkoba yang disita dari tersangka SR, yakni sabu seberat 1,73 gram, ada pula alat hisap, gunting, dan bekas poketan sabu. “Dari bukti yang kita dapatkan diduga mereka ini adalah pengedar dan pemakai. Hasil tes urine positif dan ada poket-poket yang siap dijual,” jelas Muhammad. Tiga tersangka itu dijerat dengan pasal 112, 127 dan 132 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Selain itu, tim Satresnarkoba juga menangkap tiga tersangka lain terkait kasus narkoba. Dua orang di Lombok Barat dan satu orang lagi di wilayah Mataram. Yakni ZH (21) warga Pejeruk, Ampenan dan MY (20) warga Dayan Peken, Ampenan yang ditangkap di salah satu rumah di Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat. Mereka diduga menguasai dengan mengonsumsi sabu seberat 0,34 gram. Sementara tersangka AG (28), pria asal Labuapi Lombok Barat terciduk tengah memesan sabu seberat 0,35 gram di Babakan Sandubaya, Mataram. (why)
Target tersebut dinilai oleh Demokrat cukup realistis, mengingat KLU merupakan tempat kemenangan Demokrat. Tidak itu saja, Bupati KLU, Najmul Akhyar juga merupakan Ketua DPC Demokrat, sekaligus sebagai Ketua NW. Najmul Akhyar, yang dikonfirmasi, Sabtu (3/2) terkait tugas berat yang diberikan oleh partai untuk memenangkan pasangan Zul-Rohmi di wilayah kekuasaannya, menegaskan, bahwa ia siap melaksanakan tugas partai untuk memenangkan pasangan Zul-Rohmi di KLU. “Insya Allah kita siap melaku-
kan yang terbaik untuk memenangkan Zul-Rohmi. Apalagi ini adalah kader kita dan Demokrat adalah partai pemenang,” ucapnya, saat dikonfirmasi di sela-sela acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Demokrat NTB di Mataram. Najmul menuturkan, saat ini mesin partai Demokrat sudah mulai bergerak untuk kerja-kerja pemenangan. Menurutnya, semua potensi yang dimiliki akan digerakkan secara maksimal untuk meraih target kemenangan Zul-Rohmi di KLU. Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat, pihaknya juga sudah melakukan
konsolidasi awal bersama PKS sebagai mitra koalisi. “Jadi kita tidak hanya memanfaatkan tim kita dari partai, relawan, tapi juga dari tim organisasi (NW) kebetulan saya sendiri ketuanya di sana. Bersama partai koalisi juga tidak ada hambatan, walau dulu saya pernah izin ke luar dari PKS, komunikasi kita tetap bagus,” ujar mantan politisi PKS ini. Ditempat yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri dalam acara pembukaan Rakerda, secara khusus memberikan tugas kepada Najmul untuk bergerak maksimal di
KLU, yang ditargetkan sebagai salah satu daerah tempat kemenangan pasangan Zul-Rohmi. Sementara untuk tiga daerah lainnya, berdasarian hasil surveinya, terutama di Lombok Timur, untuk posisi sementara Mahalli mengakui bahwa ZulRohmi masih di posisi nomor urut dua, setelah Ali-BD. Sedangkan untuk Lombok Tengah dan Mataram, ia akui saat ini memang masih unggul para calon pemilik kandang. Namun demikian, di dua daerah itu, Zul-Rohmi juga berada dalam posisi nomor dua. Namun demikian, Mahalli meyakini menjelang hari-H pemilihan yang akan digelar 27 Juni mendatang, Zul-Rohmi akan terus menyaingi kedua calon tersebut. Dikatakannya, masing-masing kandidat memiliki strategi pemenangan yang berbeda-
(Suara NTB/dok)
H. Najmul Akhyar beda. Dan masing-masing memiliki peluang yang sama untuk keluar sebagai pemenang. Oleh karena itu, Pilkada NTB 2018, akan menjadi ajang adu taktik dan startegi. (ndi)
Gara-gara Sabu, Pelaku Jambret Sepupu
(Suara NTB/ist_Lanud Rembiga)
SIAGA - Pasukan PHH TNI AU Lanud Rembiga beraksi dalam simulasi pengamanan VVIP di Lombok International Airport beberapa waktu lalu.
Lanud Rembiga Siapkan PHH Mataram (Suara NTB) – Pajurit TNI AU ikut serta dalam pengamanan Pilkada Serentak 2018. TNI diperbantukan di bawah kendali kepoli-
sian sebagai banteng pertahanan terakhir bilamana terjadi kerusuhan massa dengan intensitas yang amat tinggi. Segala kemungkinan terburuk keamanan pada Pilkada diantisipasi. Salah satunya kontijensi dalam bentuk kerusuhan massa. Personel TNI yang tergabung dalam pasukan anti huruhara akan diturunkan. Danlanud Rembiga, Kolonel Pnb Dodi Fernando menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan dua peleton setara 60 personel PHH dari prajurit TNI AU. “Jika diminta bantuan dari Polri pasukan ini akan melakukan
pengamanan. Tapi saya berharapnya pasukan ini tidak sampai diturunkan,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya di Mako Lanud Rembiga, Sabtu (4/2) lalu. Tugas pokok TNI di daerah, kata dia, yakni membantu daerah penyelenggara Pilkada Serentak 2018 agar berjalan dengan lancar. Secara umum TNI juga membantu pembangunan daerah dalam operasi non-militer. Perbantuan pengamanan Pilkada itu sudah diatur dalam undang-undang. Selama pelaksanaan Pilkada, PHH TNI AU disiagakan di markas. “Tugas pokok TNI adalah bidang pertahanan. Tetapi dalam undang-undang, TNI dapat memberi bantuan penanganan bencana alam dan mengatasi konflik sosial kontijensi,” jelasnya. Dia berharap penyelenggaraan Pilkada serentak di NTB berjalan lancar. PHH TNI AU tidak sampai diterjunkan yang berarti tidak ada kerusuhan massa yang besar. “Karena semua Pilkada serentak di daerah, polisi tidak bisa langsung menggeser pasukan dari Jakarta maupun dari kota besar lainnya. Maka dipersiapkanlah pasukan TNI yang ada di daerah untuk membantu Polri,” tandas Dodi. (why)
Mataram (Suara NTB) – Keranjingan sabu, pelaku jambret DA alias DN (24) tak bosan beraksi. Aksi terakhir bahkan korban kejahatannya terluka parah. Pelaku baru sadar ternyata korban adalah sepupunya sendiri. Korban dilarikankerumahsakitkarenaterluka akibat jatuh dari motor saat dijambret. Sementara pelaku juga masuk ruang perawatan akibat luka tembak di kaki buah melawan petugas saat hendak ditangkap. Kapolres Mataram, AKBP Muhammad Sabtu (3/2) menerangkan, pelaku diduga merampas ponsel di Jalan Panji Masyarakat, Kekalik Jaya, Sekarbela. “Setelah dia merampas, karena terpojok dia menabrakkan motornya ke motor korban untuk mencari jalan kabur,” ungkapnya. Pelaku DN dalam aksi pejambretan itu bersama seorang kawannya. Dia berperan sebagai pengendara. Sementara kawannya yang berhasil kabur punya bagian merebut ponsel. Dalam aksi jambret Jumat (2/2) petang sekitar pukul 21.45 Wita itu, para pelaku kabur ke arah yang salah. Jalan Panji Masyarakat yang merupakan jalan buntu membuat para pelaku terpojok. Mereka balik haluan tetapi sudah ada korban yang menghadang mereka dari arah sebaliknya. Tak habis akal para pelaku langsung menabrakkan kendaraannya ke motor korban. Korban terjatuh, pelaku kabur. Tapi aksi kabur DN tak berlangsung lama, malam itu juga tim Resmob
701 Satreskrim Polres Mataram langsung melakukan pengejaran. Pelaku DN yang mengendarai Yamaha Mio DR 3506 DZ dideteksi berada di Kekeri, Gunung Sari, Lombok Barat. Pelaku dipergoki sedang berada di kamarnya tetapi mencoba kabur lewat jendela. “Sudah kita berikan tembakan peringatan tetapi tidak diindahkan sehinggatimmemutuskanuntukmelumpuhkan pelaku dengan timah panas,” jelas Muhammad. Setelah diselidiki, korban dengan pelaku memiliki hubungan kekeluargaan. Orang tua mereka berkerabat adik kakak. “Korbannya ini sepupunya pelaku. Motifnya tidak ada permasalahan keluarga. Dia acak saja mencari korban. Ternyata kebetulan itu keluarganya,” terang Kapolres. “Dari hasil tes urine, pelaku ini positif narkoba. Dia mencuri untuk membeli sabu,” imbuh dia. Tim masih melakukan pengejaran terhadap AD, kawan pelaku DN yang berhasil kabur membawa barang bukti Oppo Neo 7. Sementara satu pelaku jambret nekat lainnya yang beraksi pada 31 Agustus 2017 lalu di Kekalik Jaya, Kekalik, Sekarbela, berinisial MF (22) ditangkap di Gianyar, Bali pertengahan pekan lalu. Pelaku MF juga mendapat luka tembak di bagian kaki kanannya. Dia yang menjambret tas ibu-ibu berisi dompet dan ponsel teridentifikasi sudah beraksi di lima tempat berbeda di wilayah Mataram. (why)
(Suara NTB/why)
JAMBRET - Pelaku jambret sepupu sendiri, DN (kedua kiri) berjalan tertatih bersama pelaku jambret lainnya MF (ketiga kiri) saat digirng ke ruang tahanan Polres Mataram, Sabtu (3/2) lalu.
Bupati KLU Tepis Isu Tak Harmonis dengan Wabup Mataram (Suara NTB) Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) dikabarkan sudah mulai retak. Isunya hal tersebut dipicu oleh makin menghangatnya konstalasi politik menjelang Pilkada serentak NTB 2018. Berasal dari latar belakang partai yang berbeda, memaksa mereka untuk harus saling berhadap-hadapan dalam memenangkan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung oleh partai masing-masing. Bupati KLU, Dr. H. Najmul Ahyar, SH, MH yang dikonfirmasi usai mengikuti pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Demokrat NTB, di Mataram, Sabtu (3/2), langsung membantah isu disharmonisasi hubungannya dengan Wakil Bupati, Syarifuddin, SH.
“Oh ndak ada. Siapa bilang, ndak ada itu. (hubungan) saya tetap baik, malah saya selalu satu mobil dengan beliau kalau ada acara-acara, malah saya yang jemput beliau,” ujarnya. Najmul mengaku, bahwa isu keretakan hubungannya dengan Syarifuddin, malah baru didengarnya. Karena selama ini di KLU, ia tidak pernah sama sekali mendengar isu tersebut. “Di KLU ndak ada terasa begitu. Kalau ada dengar isu itu lebih baik tanya langsung ke saya. Jadi saya jawab itu ndak ada,” tegasnya. Ketua DPC Partai Demokrat KLU itu, mengaku menjelang Pilkada serentak NTB 2018 ini, memang semua hal dapat dipolitisasi. Termasuk soal hubungannya dengan Wakil Bupati juga ia sadari sangat rentan untuk dipolitisasi. Namun demikian, ia menegaskan,
sebagai seorang politisi perbedaan pandangan politik tersebut merupakan hal yang lumrah. Tapi perbedaan tersebut tidak lantas akan sampai menggangu tugas dan tangungjawab mereka berdua sebagai kepala daerah. “Namanya politik itu kan, isu-isu seperti ini sangat rentan dipolitisasi. Tapi saya tegaskan saya tetap harmonis dengan beliau. Saya kan di manamana selalu berdua sama beliau pada kegiatan apapun. Malah saya silaturhami ke rumah beliau, jadi tidak ada yang terganggu,” tuturnya. Sampai saat ini, dalam melaksanakan tugas pemerintahan, selalu berbagi tugas sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Roda birokrasi juga berjalan dengan baik, dan hiruk pikuk soal Pilkada NTB tidak sampai mengganggu pemerintahan di KLU. (ndi)
Penyidik Lengkapi Berkas Tiga Tersangka Proyek Listrik Biogas KSB Mataram (Suara NTB) – Penanganan kasus dugaan korupsi instalasi listrik biogas di Sumbawa Barat belum juga tuntas. Untuk kedua kalinya berkas tiga tersangka dikembalikan lagi ke penyidik setelah diteliti jaksa. Kapolres Sumbawa Barat, ABKP Andy Hermawan menjelaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan soal berkas tersangka yang tidak kunjung dinyatakan lengkap tersebut. Menurutnya hal itu adalah hal yang wajar dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi. “Berkasnya akan kita lengkapi lagi sesuai dengan petunjuk yang diberikan
jaksa,” ujarnya ditemui di Mataram, kemarin. Tiga berkas itu masing-masing berkas tersangka HJ, pejabat pembuat komitmen; ES, konsultan pengawas; dan TM, kontraktor pelaksana proyek. TM selaku Direktur Utama CV Agung Sembada kini sedang menjalani proses persidangan dalam kasus korupsi pembangunan rumah adat tahun 2014. Dia diputus bersalah Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Mataram dan dihukum penjara dua tahun dan denda Rp 50 juta. Tetapi putusan itu sedang dalam masa banding di Pengadilan Tinggi Mataram. Andy menegaskan, kasus itu salah
satu prioritas yang akan dituntaskan pada tahun ini sesuai dengan target yang dianggarkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Polres Sumbawa Barat. “Memang tahun ini ada tiga target kasus korupsi. Kita akan selesaikan termasuk kasus Biogas ini,” tegasnya. Dalam kasus itu tiga tersangka diduga bersekongkol melakukan penyimpangan dalam pembangunan instalasi listrik biogas di enam kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2013. Proyek tersebut dikerjakan CV Agung Sembada dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar. Kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 323 juta. (why)
BUDAYA DAN HIBURAN
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Halaman 9
Promosi Pariwisata NTB Dinilai Masih Kurang (Suara NTB/lin)
PANTAI PINK - Keindahan Pantai Pink yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan Malaysia.
Wisatawan Asal Malaysia Timur Puji Keindahan Lombok Mataram (Suara NTB) – Malaysia memang menjadi salah satu pasar wisatawan potensial bagi Lombok. Wisatawan asal Malaysia ini selain menyukai keindahan Lombok juga menyukai makanan khas Lombok. Tidak heran jika banyak wisatawan yang rela berkunjung kembali karena merasa kagum dengan keindahan Lombok. “Ini kedua kalinya saya berkunjung ke Lombok. Entah kenapa Lombok ini seperti memilik magnet yang membuat saya ingin kembali lagi. Saya sangat senang karena Lombok ini indah dan makanannya juga sedap,” kata wisatawan asal Malaysia Timur, Samuel, di Mataram, Minggu (4/2). Ia melihat destinasi wisata di Lombok ini unik dan indah. Sangat berbeda dengan wisata di berbagai tempat di Indonesia. Selain itu ia juga mengagumi budaya masyarakat Lombok yang dinilai unik dan menarik. Apalagi penduduknya juga sangat ramah kepada wisatawan yang datang. “orang di sini sangat baik kepada wisatawan. Saya senang karena memiliki banyak teman di sini, mereka menunjukkan saya destinasi wisata yang bagus untuk dikunjungi. Mereka semua orang-orang yang baik. Pantainya juga sangat bagus,” ujarnya. Ia berencana untuk kembali lagi dengan membawa keluarga dan kerabatnya. Sebab menurutnya Lombok merupakan destinasi yang sangat cocok dijadikan sebagai des-
tinasi berlibur bagi keluarga. Meski saat ini merupakan kunjungan kedua kalinya, namun ia tetap berencana untuk berkunjung kembali. “Saya akan merekomendasikan siapapun untuk berkunjung ke Lombok. Di Lombok, alamnya sangat indah, warganya sangat ramah dan makanannya sangat sedap. Sesuai dengan selera saya. Saya berharap pariwisata di Lombok bisa terus maju,” ujarnya. Sebagai pelaku pariwisata Malaysia, ia bisa mengetahui destinasi yang benar-benar bagus. Sebab selama ia berkunjung ke berbagai negara dan berbagai destinasi, terdapat berbagai hal yang menjadi catatannya. Meski pariwisata di Lombok belum seperti Bali, namun ia memiliki keyakinan bahwa pariwisata Lombok ini akan terus berkembang. “Saya sebelum bekerjasama dengan berbagaitravel agent dari berbagai negara, saya akan pergi melihat dan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Pertama kali ke Lombok, pada awal tahun 2017 lalu saya sudah senang. Akhirnya saya mulai membuat paketnya dan bekerjasama dengan travel agent Lombok,” ujarnya. Ia melihat kebutuhan pariwisata yang diinginkan oleh wisatawan Malaysia dapat terpenuhi oleh pariwisata di Lombok. Sehingga ia selalu menawarkan Lombok terlebih dahulu kepada wisatawan yang ingin berwisata ke Indonesia. “Banyak yang ingin ke Bandung dan Bali. Tapi saya selalu rekomendasikan Lombok terlebih dahulu,” ujarnya. (lin)
Mataram (Suara NTB) – Promosi merupakan hal yang sangat penting bagi pariwisata. Hal ini dianggap belum maksimal dilakukan oleh Pemda NTB. Beberapa pelaku pariwisata melihat NTB masih kalah soal branding dibandingkan Banyuwangi. Padahal jika dilihat, NTB tidak kurang sedikitpun terkait keindahan alam dan destinasi wisatanya yang menyenangkan. “Kita kalah branding dari Banyuwangi. Padahal kita tidak kurang sedikitpun tentang keindahan alam yang kita punya. Tapi memang kita masih kurang kuat promosinya. Harusnya kita lebih banyak promosi daripada event yang justru dilihat oleh orang lokal saja,” kata pelaku pariwisata asal Lombok Tengah, Muhammad Fauzan, di Mataram, Minggu (4/2). Ia mengatakan bahwa pentingnya promosi ini berkaitan dengan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Sebab wisman disebut-sebut lebih banyak menghabiskan uang saat berlibur. Mereka juga bisa tinggal lebih lama dan menikmati keindahan alam NTB. Hanya saja, saat ini masih minim wisman yang datang ke NTB dibandingkan ke daerah lain. Pada-
hal NTB sendiri merupakan salah satu destinasi wisata prioritas. “Harusnya branding kita bisa lebih bagus dari Banyuwangi. Kita punya pantai yang bagus, gunung yang indah dan kearifan lokal. Kita sudah bisa mengelola itu, tapi promosinya yang masih perlu dimaksimalkan,” ujarnya. Selama ini, banyak wisatawan yang lebih memilih untuk berkunjung ke Bali kemudian ke Banyuwangi. Selain dekat, mereka juga lebih ingin tahu tentang Banyuwangi karena sudah mendengar tentang Banyuwangi. Sementara Lombok hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan yang ingin menginjakkan kaki atau penasaran dengan kondisi Trawangan. “Kita tidak bisa biarkan Trawangan terus seperti itu, harus
(Suara NTB/lin)
UNGGULAN - Trawangan yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di NTB.
ada yang baru. Wisatawan bisa saja bosan, bagaimanapun banyak tempat yang memiliki pantai yang bagus dan suasana yang menyenangkan. Kita harus bisa tawarkan sesuatu yang lebih,” ujarnya. Ia berharap Pemda NTB lebih maksimal dalam memasarkan dan
melakukan branding pariwisata NTB. Jika tidak, maka pariwisata di daerah lain akan menyusul lebih cepat. Sebab saat ini perkembangan pariwisata di setiap daerah sudah semakin baik. Jika tidak cepat, maka NTB akan ditinggalkan oleh wisatawan. (lin)
Banyak Peserta Sudah Daftar Rinjani 100
(Suara NTB/lin)
RINJANI - Keindahan Rinjani yang menjadi daya tarik wisatawan minat khusus.
UMAR MAYA - Sejumlah wisatawan tengah menikmati waktu berliburnya di Air Terjun Umar Maya yang ada di Lombok Timur.
(Suara NTB/ist)
Mataram (Suara NTB) – Kegiatan Rinjani 100 akan dilakukan pada Mei mendatang. Sebanyak 1.300 orang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi peserta kegiatan lari ini. Ini menjadi kesempatan bagi NTB untuk semakin memperkenalkan potensi wisata olahraga yang dimilikinya. “Sudah ada yang daftar sebanyak 1.300, sebenarnya kita targetkan 1.000, ternyata jumlah peminatnya lebih. Kita syukuri ini dan kita buat event ini menjadi menarik dan tentu saja kita upayakan lebih baik dari sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos.,M.Si. Faozal mengatakan bahwa pihaknya akan mempersiapkan event ini dengan lebih mantap. Sehingga, selama pelaksanaannya tidak ada kesalahan yang membuat event ini menjadi tidak menarik. Ia berharap pelaksanaannya berjalan lancar dan para peserta dapat menikmati trek lari di Rinjani yang akan dipersiapkan. “Tentu saja harapan kita ini bisa menjadi event yang menarik. Persiapan akan kita lakukan lebih matang lagi. Dengan harapan ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua peserta bisa menikmati larinya dan menikmati juga pemandangan Rinjani dengan nyaman,” ujarnya. Tahun sebelumnya, ada 40 negara yang mengikuti event Rinjani 100. Meski belum ada informasi resmi tentang negara mana saja yang dipastikan ikut, namun Faozal memastikan beberapa negara sudah siap untuk mengirimkan delegasinya. Rinjani 100 tahun ini akan menjadi yang kelima kalinya dilaksanakan di Gunung Rinjani. Medan yang terjal dan menantang menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Ini tujuannya sekaligus untuk melakukan promosi pada sport destinasi. Antusias para peserta yang sudah mendaftar juga cukup baik. Terdapat beberapa kategori yang dilombakan pada Rinjani 100 tahun lalu, diantaranya 27k dengan panjang lintasan 1.703 meter dengan waktu tempuh selama sembilan jam. Kemudian 36k dengan panjang lintasan 2.761 meter dengan waktu tempuh selama 15 jam. 60k dengan panjang lintasan 5.324 meter dengan waktu tempuh 20 jam. Dan 100k dengan panjang lintasan 9.166 dengan waktu tempuh 36 jam. (lin)
Panorama Air Terjun Umar Maya yang Memikat Selong (Suara NTB) – Air Terjun Umar Maya merupakan salah satu dari banyak air terjun yang ada di Lombok. Tepatnya ada di Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Tidak saja bukit dan gunung, Sembalun juga memiliki air terjun yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. “Sembalun tidak hanya Pusuk saja, tapi banyak destinasi lain. Saya sarankan untuk berkunjung ke air terjunnya juga. Salah satunya Air Terjun Umar Maya,” kata anggota Pokdarwis di Sembalun, Muslihan, Minggu (4/2). Sesampainya di Desa Bilok Petung, wisatawan dapat menitipkan kendaraannya pada warga sekitar. Kemudian dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 300 meter dan melewati sungai. Sesampainya di lokasi, wisatawan akan terpana dengan
keindahan air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih enam meter. Memang tidak terlalu tinggi seperti air terjun lain di Lombok. Namun debit air yang banyak membuat pemandangan air terjun ini berbeda dari yang lainnya. “Titipkan saja kendarannya di rumah warga dekat pintu masuknya. Nanti ada petugas yang jaga. Jangan lupa bawa minuman dan makanan juga tapi harus bawa pulang sampahnya,” ujarnya. Konon, nama Umar Maya diambil dari nama tokoh pewayangan Lombok yang terkenal sebagai seorang raja yang sakti mandraguna dan tersohor kebijaksanaannya. Umar Maya sendiri konon disebut merupakan nama seorang raja yang berasal dari wilayah Timur Tengah, hanya saja leluhur suku Sasak mengadopsi kisah dongeng Bangsa Arab itu menjadi kisah atau cerita atau dongeng yang seolah-olah kejadiannya terjadi di tanah Lombok.
Pada zaman dahulu Umar Maya menggunakan tempat itu sebagai tempat pertapaannya (meditasi). Diceritakan bahwa Raja tersebut kerap menyendiri dan melakukan semedi di dalam gua yang berada di balik air terjun tersebut. Setelah selesai dari pertapaannya, Umar Maya selalu menyempatkan dirinya untuk mandi di telaga air terjun itu. Selain itu, di tempat inilah Umar Maya sering mengolah ilmu kanuragan kemudian disempurnakan di pemandian Umar Maya yang di sekitar Gua Payung yang terletak di sekitar wilayah kaldera Segara Anak. Saat ini sudah semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini. Terutama wisatawan lokal yang banyak menyempatkan diri untuk berkunjung saat datang ke wilayah Sembalun. Hal ini pula yang membuat Umar Maya semakin dikenal wisatawan dari luar. (lin)
Grand Madani, Hotel Syari’ah Pertama di Mataram GRAND Madani Hotel by Prasanthi Syari’ah merupakan Hotel Syari’ah pertama di Kota Mataram, yang memiliki konsep Modern Syari’ah. Grand Madani Hotel memiliki lokasi strategis di pusat Kota Mataram. Dekat dengan Islamic Center di Jl. Udayana No 20 Mataram. Sebagaimana program Pemerintah Provinsi NTB yang mencanangkan program Pariwisata Halal, Grand Madani Hotel by prasanthi syari’ah memiliki misi untuk dapat berkontribusi memberikan pelayanan syari’ah kepada masyarakat Lombok khususnya dan semua tamu – tamunya baik wisatawan
nusantara maupun wisatawan mancanegara. “Pada tahun 2018 ini Grand Madani Hotel memiliki fasilitas dan promosi paket yang tentunya sudah lebih tertata baik dibandingkan tahun sebelumnya,’’ tutur General Manager Hotel Grand Madani Muhammad Irfan. Adapun salah satu paket yang disediakan Grand Madani Hotel adalah Paket Wedding Syariah. Paket Wedding Syariah ini merupakan salah satu program yang tengah disemarakkan oleh Grand Madani yang bertema wedding berbasis syari’ah mulai dari dekorasi,
set up prasmanan yang memungkinkan dibikin terpisah antara laki-laki dan perempuan serta menu makanan yang disajikan sesuai dengan selera nusantara dan tentunya telah mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI No. 2731 0012281216. Dengan keunggulan memiliki Ballroom yang luas berukuran 37 meter x 22 meter serta tanpa pilar, yang dapat menampung dengan kapasitas hingga 2.000 orang dapat digunakan untuk acara pernikahan dan juga acara wisuda, serta beberapa meeting room lainnya dengan kapasitas bervariasi yang cocok un-
tuk mengadakan kegiatan rapat atau seminar. Selain itu hotel pun memiliki Mina Lounge, dengan konsep outlet “open air” yang berada di Lantai 2 Hotel Grand Madani dengan pemandangan yang Indah menghadap Islamic Center dan jalan Udayana. Lounge yang dibuka untuk umum ini sangat cocok untuk bersantai menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh Tim F&B Hotel Grand Madani. Fasilitas yang tidak kalah menariknya juga Hotel Grand Madani dilengkapi dengan Kolam Renang “Telaga Kausar” yang dilengkapi
dengan tempat permainan anak di kolam renangnya yang disediakan untuk tamu hotel dan juga dibuka untuk umum. Adapun untuk Jenis Kamar, Grand Madani menyediakan tiga type kamar, Syari’ah Superior, Syari’ah Deluxe dan Syari’ah Suite, semuanya berjumlah 56 kamar, Irfan menambahkan bahwa luas kamar di Grand Madani di atas ukuran kamar rata-rata hotel lainnya. ‘’Kamar Superior kami mempunyai luas 21,6 Square Meter dan tentunya semua kamar kami sediakan Fasilitas untuk beribadah, seperti Sarung, Mukena dan juga Alquran di setiap kamar. Sehingga memudahkan tamu-tamu kami tetap dapat menjalankan ibadahnya di hotel kami, selain fasilitas Wifi, Coffee Maker, Hair Dryer, TV Flat Screen dan Room Amenities lainnya,’’ terangnya. Untuk melakukan pemesanan kamar dan juga untuk mendapatkan info seputar Paket Wedding Syari’ah ataupun keperluan meeting dan seminar, silahkan menghubungi nomor telpon (0370) 644677 atau ke nomor HP 0819 1749 3444. ‘’Dengan senang hati kami akan membantu dan memberikan harga yang spesial tentunya untuk tamu tamu kami,’’ ujarnya. (*)
PENDIDIKAN
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Tingkatkan Pengembangan Fisik Sekolah SMPN 19 Mataram terus mengupayakan pengembangan fisik sekolah di tahun 2018 ini. selain itu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolah juga turut menjadi perhatian SMPN 19 Mataram. Kepala SMPN 19 Mataram, Hj. Aminah, S.Ag., M.Pd., Minggu (4/2) mengatakan, untuk di tahun 2018 ini, dilakukan pengembangan SDM melalui workshop, peningkatan mutu, dan pengembangan fisik sekolah. “Kami fokus pada sarana sekolah, penambahan kelas, (Suara NTB/dok) pembuatan kantin sehat, dan Hj. Aminah ruang Kopsis sekolah dan membuat tambahan ruang laboratorium komputer,” katanya. Ia menekankan, laboratorium komputer harus beroperasi setiap hari, karena pembelajaran TIK terus berjalan. Langkah pengembangan fisik secara mandiri menurutnya sangat penting, sebab jika hanya menunggu bantuan dari pemerintah untuk pembangunan sangatlah sulit. “Jadi di sinilah kita berinovasi dengan keuangan yang ada tanpa membebani masyarakat,” ujarnya. Selain itu, di tahun 2018 ini pihaknya fokus dalam peningkatan mutu pendidikan. Berkaitan dengan itu, ia sudah melakukan workshop komputer bagi guru-guru. Berkaitan dengan itu, ia sudah melakukan workshop komputer bagi guru-guru. “Bagaimanapun guru-guru dalam dua tahun ke depan dituntut untuk lebih profesional dalam mengajar dan proporsional dalam mengoperasikan komputer,” kata Aminah. Hal ini sudah menjadi tanggung jawab guru, terlebih lagi pada tahun 2017 semua laporan absensi dan lainnya harus secara dalam jaringan (daring) atau online. Kenyataan ini menjadi tantangan tersendiri yang harus dilalui oleh semua guru dan pegawai. Sementara itu, berkaitan dengan program mutu, Aminah menjelaskan, sekolah juga mempersiapkan pengayaan bagi kelas IX. Karena ke depan ujian bersama menggunakan komputer, termasuk menyiapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Diharapkan nilai UNBK tahun 2018 ini bisa lebih baik dari tahun 2017 lalu. SMPN 19 memang akan melaksanakan ujian bersama dengan menggunakan Computer Base Test (CBT) untuk 10 mata pelajaran. Ia menekankan, cara ini dilakukan untuk melatih mental anak-anak SMPN 19 Mataram. Menurutnya, masalah mental masih menjadi kendala bagi siswanya. Dengan melakukan ujian bersama dengan CBT, diyakininya bisa mengatasi masalah mental siswa SMPN 19 Mataram. (ron)
Terima KKN Mahasiswa Asing, Kebanggaan bagi Ponpes Asshohwah Giri Menang (Suara NTB) Lembaga pendidikan pesantren kian menunjukkan kualitasnya. Kecenderungan masyarakat menjadikan pesantren sebagai tempat membelajarkan anak-anak mereka sangat tepat. Untuk itu, peran pesantren patut diapresiasi. Betapa tidak, sebagai bentuk apresiasi atas kualitas pesantren, delapan mahasiswa asal Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) memilih salah satu pesantren di Lombok sebagai tempat mereka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pesantren yang beruntung itu adalah Ponpes Asshohwah Al-Islamiyah Biletepung, Desa Beleka, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Pengasuh Ponpes Asshohwah Al-Islamiyah Biletepung Beleke Gerung, Akhyar Rasidi mengemukakan pihaknya merasa sangat terhormat, karena pesantrennya telah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN salah satu universitas populer di Malaysia. Menurutnya, ini menjadi suatu kebanggaan sekaligus penghargaan atas kepercayaan masyarakat terhadap pesantren selama ini. “Mereka adalah 8 pelajar dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM),” ujar Akhyar Rasidi, Sabtu (3/2). Disebutkan kedatangan mereka semata-mata untuk belajar atau KKN sebagai bagian tugas akademik mereka di kampus. Pelaksanaan KKN sendiri akan berlangsung hingga empat bulan ke depan. “Tujuan mereka ke Lombok dalam rangka Latihan Industri (LI) atau kalau dalam istilah kita adalah KKN selama 4 bulan di Ponpes Asshohwah Al Islamiyah Biletepung Beleka Gerung Lombok Barat,” ungkapnya. Di samping itu, kedatangan mereka pada awal 2018 Ini merupakan untuk yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya mahasiswa USIM juga pernah melaksanakan KKN di Ponpes Asshohwah Islamiyah pada tahun 2017 silam. Durasi waktu pelaksanaan KKN tahun lalu sama dengan tahun ini yaitu selama empat bulan. “Setelah sebelumnya kakak tingkat mereka melakukan hal yang sama selama 4 bulan pada tahun 2017 lalu,” sambungnya. Dia pun berharap agar kepercayaan ini dapat dijaga terus sehingga kedepan kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri seperti ini dapat terus dilanjutkan tanpa kendala. Dan tentunya menguntungkan kedua belah pihak. (dys)
(Suara NTB/ist)
JEMPUT - Pengasuh Ponpes Asshohwah Al-Islamiyah Biletepung menjemput delapan mahasiswa asal Malaysia untuk KKN di Lombok International Airport belum lama ini.
Halaman 10
Dirapikan, Dikbud NTB Perketat PPDB Sistem Zonasi
Mataram (Suara NTB) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi untuk SMA negeri di tahun ajaran 2018/2019 nanti dipastikan akan lebih ketat. Salah satu yang menjadi fokus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB yaitu perbaikan zonasi. “Zonasinya akan kita rapikan. Selain itu tidak ada lagi kartu keluarga sementara,” ujar Kepala Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Suruji, kepada Suara NTB, pekan kemarin. Suruji menjelaskan, pihaknya akan merapikan zonasi siswa, disesuaikan dengan wilayah sekolah, agar tidak ada keluhan seperti tahun lalu. Selain itu, pihaknya juga menegaskan tidak akan ada lagi penggunaan kartu keluarga yang baru terbit ketika mau mendaftar PPDB. Menurutnya, sudah ada
data siswa sebelumnya di SMP secara online. Jika data pendaftar itu tidak sesuai atau berbeda dengan data yang ada di SMP atau sekolah sebelumnya, maka tidak siswa itu tidak bisa mendaftar. Kecuali bagi siswa yang berasal dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa dengan alasan pindah, barulah dikecualikan. Sejak tahun lalu, PPDB SMA Negeri dilaksanakan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan
SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Pendaftar hanya bisa mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zona tempat tinggalnya. Selain itu, sebelumnya Suruji menjelaskan, kuota lintas zonasi seperti di tahun lalu untuk jalur prestasi bakal dikurangi. Saat ini pihak Dikbud NTB masih membahas kuota itu. Jika di tahun 2017 lalu, kuota sebanyak 20 pers-
en di satu sekolah bisa menerima siswa berprestasi. Namun di tahun ini, akan dikurangi menjadi sekitar 10 persen saja. “Kita kurangi kuota lintas zona untuk jalur prestasi itu, kita hanya gunakan prestasi akademik tapi belum final,” katanya. Terkait dengan kuota per sekolah, akan disesuaikan dengan daya tampung di masing-masing sekolah. Kuota rombongan belajar (rombel) tidak boleh melebihi batasan yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang PPDB Zonasi. Namun Suruji menekankan, kuota daya tampung sekolah harus sesuai dengan kemampuan sekolah. “Rombel disesuaikan, ka-
lau kemarin 10 rombel, tapi tahun ini hanya mampu 9 rombel. Maka harus 9 rombel. Tidak boleh melebihi Permendikbud, tapi boleh kurang sesuai kemampuan. Jangan sampai hanya bisa 9 rombel, tapi yang diterima 12 rombel, itu kacau,” tegas Suruji. Suruji juga menegaskan, di tahun ini tidak ada lagi alasan masyarakat mengeluhkan sosialiasi yang dianggap kurang. Karena Dinas Dikbud NTB sejak tahun lalu sudah melakukan road show ke seluruh kabupaten/kota untuk menyampaikan mengenai PPDB. Bahkan nantinya, ketika selesai pelaksanaan UN SMP, siswa sudah bisa melihat langsung di mana zona sekolah tempat mereka bisa mendaftar. (ron)
SMAN 1 Pemenang Jadi Percontohan Sekolah Perjumpaan
(Suara NTB/ist)
COOKING CLASS - Kegiatan ekskul cooking class Sekolah Kristen Aletheia di Transmart beberapa waktu lalu.
Sekolah Kristen Aletheia Gelar Ekskul ”Cooking Class” Mataram (Suara NTB) Salah satu kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di Sekolah Kristen Aletheia adalah cooking class, yaitu kelas memasak yang didominasi oleh anak putri, tetapi ada juga anak laki-laki yang berminat di ekskul tersebut. Ada yang berbeda pada ekskul cooking class di semester dua ini, Sekolah Kristen Aletheia mendapat undangan untuk melakukan kegiatan ekskul di Transmart. Kepala Sekolah SD-SMP Aletheia, Vironika Endras Bhairawati, S.Pd., mengatakan, Sekolah Kristen Aletheia mendapat undangan untuk melakukan kegiatan ekskul di Transmart, pada Jumat (19/1)
lalu. Di sana para siswa diajak untuk membuat pizza. Biasanya kegiatan ekskul dilakukan di ruang memasak di sekolah. “Terlihat semangat dan antusiasme para siswa dari keaktifan mereka saat mengikuti kegiatan tersebut,” katanya, Sabtu (3/2). Vironika menjelaskan, sebelum membuat pizza, anakanak diminta untuk memakai sarung tangan untuk menjaga makanan yang dihasilkan agar tetap higienis. Setelah itu mereka mulai memberi toping di atas roti pizza yang telah disediakan. Mereka memberi toping sesuai dengan kreativitas mereka. Setelah mereka puas dengan hasil pizza mereka maka saat-
nya pizza untuk dimasukkan ke dalam oven. Dengan bantuan baker dari pihak Transmart, pizza yang sudah dibuat tersebut dipanggang dan membutuhkan beberapa menit. “Pizza yang ditunggu-tunggu pun akhirnya jadi, kemudian mereka langsung menyantap pizza hasil buatan mereka masing-masing,” ujarnya. Ia berharap, semoga dengan kegiatan ini, minat para siswa untuk memasak semakin meningkat. “Terima kasih untuk pihak Transmart Mataram yang sudah mengajak siswa siswi Aletheia untuk menyalurkan sekaligus meningkatkan minat dan bakat mereka,” pungkasnya. (ron)
MA NW Mataram Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan Mataram (Suara NTB) Peningkatan kualitas layanan dalam bidan pendidikan terus dilakukan MA NW Mataram. Salah satu sekolah swasta terletak tepat di tengah jantung Kota Mataram itu kian gencar memberbaiki semua bentuk layanan terhadap masyarakat. Kepala MA NW Mataram Muhammad Gufran Haramain, QH.S.Sos., mengaku peningkatan kualitas layanan terhadap masyarakat menjadi suatu keharusn bagi pengelola lembaga pendidikan. Salah satu layanan yang kini ditingkatkan di sekolah yang terletak di Gomong itu ialah dengan menggratiskan setiap siswa yang masuk ke sana. Cara ini dilakukan sekolah
sekaligus untuk menarik minat masyarakat agar tertarik memasukkan anak-anak mereka ke MA NW Mataram. “Madrasah ini menawarkan beasiswa bagi masyarakat yang ingin masuk ke tempat ini,” kata Gufran menerangkan. Dengan peningkatan pelayanan pendidikan ke masyarakat, MA NW Mataram diharapkan jadi lembaga pendidikan bersaing dengan sekolah lain. Upaya-upaya ini dilakukan karena sudah menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat dan persaingan di luar. Dengan harapan agar peningkatan pelayanan pendidikan berefek pada peningkatan jumlah siswa pada tahun ajaran baru mendatang.
“Ini jadi strategi menarik minat siswa baru,” urainya. Pelayanan madrasah yang mengambil konsep boarding school ini dapat dinikmati masyarakat dari semua lapisan melalui jalur beasiswa. Asal dengan catatan, mereka memenuhi kriteria yang telah ditetapkan pengelola. “Ini merupakan upaya menarik masyarakat agar memasukkan anak mereka ke madrasah,” katanya. Dikatakan Gufran, target siswa baru yang akan diterima melalui program khusus beasiswa ini sebanyak dua rombongan belajar (rombel) dengan jumlah siswa per rombel mencapai 30 siswa, sehingga total mencapai 60 siswa. “Targetnya dua rombel, kalau sekarang cuma satu rombel,” kata Gufran menjelaskan. Dikatakan lebih jauh bahwa untuk kriteria penerima beasiswa yang akan diterima ialah siswa miskin, dan anak yatim. Mereka yang masuk kriteria tersebut dinyatakan bebas biaya pendidikan dan menjadi asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Sementara bagi mereka siswa kurang mampu akan diberikan subsidi dan gratis tinggal di asrama sampai selesai dengan syarat mendapat rekomendasi kepala sekolah, siap mengikuti seluruh aturan dan kegiatan Asrama, kelas 9 (SMP/ MTs) diutamakan rangking 10 besar di kelas. Gufran berharap agar dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan ini mampu menambah daya tarik madrasah di mata masyarakat. Sehingga ke depan siswa baru yang akan diterima banyak dan sesuai dengan target yang telah ditargetkan madrasah. (dys)
Tanjung (Suara NTB) Upaya untuk merekatkan anak bangsa, memperkuat NKRI, dan membangun persatuan bangsa melalui ‘’Sekolah Perjumpaan’’ terus digalakkan Pemerintah Provinsi NTB. Kali ini, SMAN 1 Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) ditunjuk sebagai percontohan sekolah perjumpaan mewakili sekolah negeri. Perluasan sekolah-seolah yang menjadi percontohan diharapkan agar generasi yang dilahirkan dari rahim lembaga-lembaga pendidikan itu bisa berkualitas. Kepada Suara NTB, Kepala SMAN 1 Pemenang Saipul Akhyar, menerangkan pihaknya akan terus mengembangkan pendidikan karakter melalui sekolah perjumpaan. Dalam sekolah perjumpaan, kata Saipul, pihaknya ingin agar warga sekolah melatih diri untuk menyelaraskan antara perasaan, ucapan, dan tindakan. Ketiga aspek tersebut harus mampu disinkronkan secara bersamaan. “SMAN 1 Pemenang dijadikan piloting untuk sekolah perjumpaan,” ujarnya, Sabtu (3/2). Ketiga aspek itulah yang akan dikembangkan dan dipraktikkan ketika berjumpa dengan siapapun, di mana pun dan kapanpun. Sementara ini, untuk tahap awal akan dilaksanakan di kalangan guru, setelah itu beberapa waktu kemudian baru dilaksanakan di tengah siswa. Karena sejatin-
ya, guru harus memberikan contoh terhadap siswa. Diakui bahwa penerapan makna dan inti sekolah perjumpaan pasca deklarasi yang berlangsung akhir pekan kemarin di antaranya ialah setiap guru berkomitman untuk masuk dan keluar kelas tepat waktu, melaksanakan Salat Zuhur secara berjamaah, bertemu sekali dalam dua minggu untuk mengadakan refleksi tentang hambatan atau masalah yang dihadapi ketika mempraktikkan komitmen-komitmen yang telah disepakati. Pihaknya berharap agar setelah implementasi sekolah perjumpaan di SMAN 1 Pemenang dapat menghasilkan terbangunnya interaksi yang ideal antara guru dengan guru, guru dengan TU, guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Di samping itu mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, baik guru, TU maupun siswa. Selain itu, Saipul berharap munculnya kesadaran di komunitas sekolah meliputi guru dan siswa tentang prinsip-prinsip toleransi, equalitas, apresiatif, kejujuran. Sehingga mereka ketika mengatakan sesuatu senantiasa berlandaskan nilai kebaikan, kebenaran, bukan fitnah dan selalu komitmen dengan tugas dan kewajiban. Termasuk juga munculnya sikap kritis berbasis argumentasi yang rasional di kalangan warga sekolah. (dys)
(Suara NTB/ist)
SOSIALISASI - Sosialisasi dan deklarasi Sekolah Perjumpaan di SMAN 1 Pemenang KLU belum lama ini.
KB-TK Sekolah Kristen Gelar Seminar Parenting Mataram (Suara NTB) – Kelompok Belajar dan Taman Kanak-Kanak (KB-TK) Sekolah Kristen Aletheia melaksanakan seminar parenting “Peran Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak” pada Sabtu (27/1) lalu. Kegiatan itu juga disertai dengan lomba mewarnai. Kepala Sekolah KB-TK Aletheia, Helta Magrita Kalalo, S.Pd., mengatakan, dalam rangka hari gizi nasional, KB-TK sekolah Kristen Aletheia melaksanakan seminar parenting dengan tema peran nutrisi dan tumbuh kembang anak. Pembicara pada seminar itu, yaitu dr. Ni Luh Ketut Dewi Sanggawati, Sp. A. “Juga disertai lomba mewarnai bersama Pediasure,” katanya. Kegiatan itu dilaksanakan di TK Kristen Aletheia mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai pada
Sabtu (27/1) lalu. Kegiatan seminar itu merupakan acara khusus KB-TK Aletheia. Peserta berasal dari orang tua peserta didik, dan tima dari Pediasure. “Tidak ada tamu undangan,” katanya. Selain seminar parenting, juga dilaksanakan lomba mewarnai untuk peserta didik KBTK Aletheia. Hasil dari lomba mewarnai itu, pemenang dari kategori Kelompok Bermain, Juara 1 berhasil diraih oleh Gradys, Juara 2 diraih Chloe, juara 3 oleh Graselle, dan harapan 1 oleh Nathan. Sementara pemenang dari TK A, juara 1 disabet Faiz, juara 2 diraih Naomi, juara 3 diraih Kiara, dan Harapan 1 oleh Sylvi. Pemenang dari TK B juara 1 berhasil diraih oleh Vinny, juara 2 diraih, keren, juara 3 diraih Deva, dan Harapan oleh 1 Jordan. (ron)
(Suara NTB /ist)
SEMINAR PARENTING - Kegiatan seminar parenting yang dilaksanakan KB-TK Sekolah Kristen Aletheia beberapa waktu lalu.
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Tidak Benar, Benar Zigi Kabur dari Pelatnas Mataram (Suara NTB) Mantan Pelatih Karate Pelatda NTB, Fanny Paula Hurter angkat bicara terkait adanya pemberitaan di media massa yang mengatakan atlet NTB, Ahmad Zigi Zaresta Yuda kabur dari Pelatnas persiapan Asian Games. Pemerhati olahraga karate NTB itu menegaskan bahwa tidak benar atlet NTB, Zigi bersama tiga atlet nasional lainnnya kabur dari Pelatnas. “Tidak benar atlet NTB, Zigi Zaresta Yuda kabur dari Pelatnas Asian Games. Zigi pulang ke NTB setelah mendapat izin dari PB FORKI,” ucap Pengamat Olahraga Karate NTB, Fanny Paula Hurter kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (4/2). Fanny merupakan mantan pelatih karate NTB yang pernah sukses mengantarkan Ahmad Zigi Zaresta Yuda meraih medali perunggu di PON XX/2016. Fanny menegaskan bahwa kepulangan Zigi ke NTB itu sudah mendapat restu dari PB FORKI. “Zigi bersama tiga atlet pelatnas lainnya sudah pamitan dengan PB FORKI sebelum pulang ke NTB,” terangnya. Dikatakan Fanny, alasan keempat atlet nasional pulang ke daerah masing-masing dikarenakan ada persoalan di internal pelatnas. Pasalnya, sebelum kepulangan Zigi ke NTB, beberpa pelatih dan atlet pelatnas menolak Pelatnas Terbatas dipindah tempatkan. Alasan atlet dan pelatih menolak Pelanas Terbatas dipindah tempatkan karena lokasi kegiatan latihan yang baru diusulkan tidak memenuhi syarat untuk pelaksanaan Pelatnas. Namun sayangnya penolakan pelatih itu berdampak pada pemberian sanksi kepada empat atlet oleh PB FORKI. Akibat ada ancaman pemberian sanksi dari PB FORKI itu, keempat atlet itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada PB FORKI. Selain meminta maaf kepada PB FORKI keempat atlet karate itu pun meminta izin kepada PB FORKI untuk meninggalkan Pelatnas sementara. Sebagaimana diketahui sebelumnya, empat atlet pelatnas, salah satunya atlet NTB, Ahmad Zigi Zaresta Yuda dikabarkan pulang kedaerahan dan meninggalkan Pelatnas. Menurut Fanny kepulangan empat atlet itu sudah mendapat izin dari PB FORKI. (fan)
(Suara NTB/reuters)
LEWATI HADANGAN - Penyerang anyar Arsenal, Aubameyang bersiap melewati hadangan Eliaquim Mangala saat Arsenal menggulung Everton 5-1 di Emirates, Sabtu (3/2).
Wenger Puji Duet Aubameyang-Mkhitaryan London Arsene Wenger memuji pemain anyar, Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang, yang tampil mengesankan saat Arsenal menggulung Everton 5-1 di Emirates, Sabtu (3/2). Mkhitaryan mencetak tri-assist, termasuk satu umpan yang berbuah gol debut Aubameyang yang seolah membuat Arsenal memiliki wajah baru selepas kepergian Olivier Giroud dan Alexis Sanchez. “Secara keseluruhan, kedua pemain mengintegrasikan permainan kami dengan baik, dan mereka seolah akan bermain bersama kami selamanya,” kata Wenger dalam konferensi pers seusai laga, dilansir ESPN. “Karena mereka memiliki kualitas yang mirip dengan permainan kami, teknis yang bagus, mereka juga cepat, ini adalah pertunjukan pertama yang meyakinkan,” katanya. Mkhitaryan juga menyumbang dua assist dari tiga gol yang dicetak Aaron Ramsey yang membukukan hattrick pertamanya di Liga Inggris. Kehadiran Mkhitaryan juga membuka kembali konektivitas pemain itu dengan Aubameyang yang pernah terjalin saat memperkuat Borussia Dortmund. Striker asal Gabon itu bahkan baru satu kali menjalani sesi latihan bersama tim pada pekan ini. “Saya merasa kualitas gerakannya sangat bagus, kualitas penyelesaian akhirnya sangat baik. Itu bukan kondisi fisik terbaiknya, namun masih ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan secara fisik,” kata Wenger. “Saya menyukai kualitas gerakannya, dia selalu ingin masuk ke ruang yang sulit dijangkau pemain bertahan. Ketika kami mengenalnya dan memahaminya lebih baik, saya pikir dia akan lebih berbahaya,” pungkas Wenger. (ant/bali post)
Halaman 11
Pengurus Pelatda Mayung akan Dirombak Mataram (Suara NTB) Pengurus KONI NTB memastikan akan melakukan perombakan dalam struktur kepengurusan Panitia Pelatda Mayung 2018. Kabarnya, KONI NTB akan mencari figur lain untuk menggantikan posisi ketua Panitia Pelatda Mayung 2017, Mars Ansori Wijaya. Ketua Umum KONI NTB yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Sabtu (4/2) lalu membenarkan bila pihaknya akan merombak komposisi pengurus yang ada di Panitia Pelatda Mayung 2017. “Kita akan melakukan perombakan pengurus dalam kepanitiaan Pel-
atda Mayung 2017,” ucapnya. Dikatakan Andy, perombakan pengurus di panitia Pelatda Mayung 2018 harus dilakukan secepatnya menyusul ketua Panitia Pelatda Mayung 2017, Mars Ansori telah mengajukan permohonan pengunduran diri. Dan hal itu ditanggapi serius
Mayung 2018 juga harus lebih baik lagi. Khususnya, terkait konsumsi gizi atlet harus lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya. Selanjutnya, kegiatan Pelatda Mayung diharapkan Andy harus lebih tertib lagi dalam hal kegiatan latihan atlet. Dalam hal ini selama Pelatda berlangsung, atlet tidak boleh sembarangan meninggalkan Pelatda. “Semua atlet harus disiplin, tidak boleh ada atlet meninggalkan Pelatda tanpa izin dari panitia. Semua atlet harus lebih disiplin lagi,” jelasnya. (fan)
Mourinho Bantah Hukum Pogba Manchester Jose Mourinho menjelaskan keputusannya menempatkan Paul Pogba di bangku cadangan saat melawan Huddersfield, Sabtu (3/2), bukanlah sebagai hukuman atas penampilan buruk gelandang Prancis itu ketika Manchester United ditekuk Tottenham 2-0 pada tengah pekan lalu. Pogba, Martial, Young dan Jones dipinggirkan Mourinho saat United menekuk Huddersfield 2-0 berkat gol Lukaku dan Alexis. Kemenangan ini membawa United memangkas jarak dari Manchester City yang ditahan Burnley 1-1. Posisi Pogba justru digantikan pemain akademi, Scott McTominay (21), yang bermain sebagai starter untuk pertama kalinya di Liga Inggris musim ini, berkolaborasi dengan Juan Mata, Nemanja Matic dan Jesse Lingard. “Saya mengganti beberapa pemain, niatnya bukan untuk menghukum siapapun karena untuk menghukum yang lainnya. Saya juga membutuhkan seseorang untuk menghukum saya karena kami adalah tim dan saat menang, kami menang bersama dan kami kalah bersama,” kata Mourinho dilansir ESPN, seusai laga. “Saya lebih suka melihatnya dengan cara yang indah dari seorang anak kecil yang tiba di sini bersama ibunya pada usia sembilan tahun untuk sesi latihan pertama pada usia 10 atau 11 tahun kemudian anak tersebut bermain dengan seragam Manchester United dalam pertandingan penting di Liga Primer di Old Trafford,” katanya. “Scott berkembang berkat pertandingan dan dia sedikit gugup, dan dia penting bagi kami berkat caranya menunjukkan hasrat untuk mengembalikan bola sehingga kami bisa bermain,” kata Mourinho. “Paul pemain fantastis. Tidak diragukan lagi, dia salah satu pemain tengah paling berbakat di dunia. Tapi duduk di bangku cadangan satu hari bukanlah akhir dunia,” jelas Mourinho. Sanjung Alexis Sanchez Jose Mourinho juga memuji permainan bagus Alexis Sanchez yang mencetak gol pertama untuk Setan Merah dalam laga melawan Huddersfield tersebut. Alexis mencetak gol kedua United pada babak kedua, setelah Romelu Lukaku membuka keunggulan tim peringkat kedua dalam klasemen Liga Inggris itu. Kendati demikian, Mourinho tidak mau memuji Alexis setinggi langit karena United memiliki striker lain dengan kualitas yang sepadan yang bisa ditandemkan dengan pemain depan asal Chile itu. “Tapi saya tidak ingin memuji secara individual karena para penyerang lainnya memiliki kualitas yang besar. Kami punya Martial dan Rashford dari bangku cadangan,” kata pria Portugal itu dilansir laman resmi United seusai pertandingan. “Akan lebih mudah lagi di masa depan bagi mereka jika bermain bersama. Alexis menikmati tim yang dinamis. Dia pemain yang fantastis tapi bukan primadona,” katanya. “Alexis baru bermain tiga kali dan dia tampil di Old Trafford untuk pertama kalinya,” katanya. Mourinho pun yakin Alexis mudah beradaptasi dengan ketatnya kompetisi antar pemain depan di skuat Manchester United. “Dia pemain rendah hati yang tidak melupakan tempatnya memulai. Saya cukup yakin saat bermain di Cile, dia mendapatkan posisi yang sulit untuk dimainkan juga lawan yang berat, jadi dia cukup terbiasa melakukannya,” katanya. (ant/bali post)
Kejurda Menembak Saraswati
Dira dan Bagus Sabet Medali Emas Mataram (Suara NTB) Atlet asal Kota Mataram, I Nyoman Dira dan Ratu Bagus Saka berhasil keluar sebagai podium pertama di Kejuaraan menembak yang berlangsung di Lapangan Menembak Saraswati Mataram, Minggu (4/2). I Nyoman Dira berhasil menyabet medali emas di kelas 10 meter air rifle umum, sementara Ratu Bagus Saka berhasil meraih medali emas di kelas 10 meter rifle hunting pelajar. Ketua Panitia, I Putu Agus Santana ST, MM, melalui Koordinator Lomba, Niluh Ariningsi Sari SH, MH menjelaskan bahwa I Nyoman Dira yang merupakan pelajar SMK Saraswati Mataram berhasil keluar sebagai podium pertama di kelas 10 meter air rifle hunting kategori umum setelah meraih nilai tembakan tertinggi yakni 288 poin. Hasil tembakan atlet asal Kota Mataram itu mengalahkan lawannya sesama atlet Kota Mataram, Ratu Bagus Saka yang berada diperingkat dua dengan nilai tembakan 287 poin. Kemudian juara tiga diraih Naovan Adiwijaya asal Sumbawa dengan nilai tembakan 281 poin. Selanjutnya di kelas 10 meter air rifle hunting pelajar diraih oleh Ratu Bagus Saka asal Mataram dengan tembakan 284 poin. Kemudian juara dua diraih I Nyoman Dira dengan poin tembakan 282 poin dan peringkat tiga diraih Ratu Bagus Reka Kusuma 279 poin. “Para peserta yang keluar sebagai juara di event ini mendapatkan piala tetap dan piagam penghargaan,” ucap Ketua Bidang pertandingan, Andik Budi Hariono mengatakan kejuaraan menembak yang di gelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 40 Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Mataram itu diikuti 107 atlet dari sejumkah kabupaten/kota di NTB. Event itu mempertandingkan dua nomor, yakni air rifle hunting kategori umum dan air rifle hunting kategori pelajar. Para peserta yang keluar sebagai juara satu hingga juara tiga berhasil membawa pulang hadiah piala tetap Saraswati dan piagam penghargaan. (fan)
oleh jajaran KONI NTB. Menurut Andy, alasan pengunduran diri Ansori dari Pelatda Mayung dikarenakan kesibukan Ansori sebagai Sekretaris KPUD NTB. Maklum di tahun ini institusi tempat Ansori bekerja akan mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada NTB,
selain itu Ansori juga akan menyiapkan pemilihan legislatif. Terkait pengunduran diri Ansori, pihak KONI NTB akan mencarikan figur yang tepat untuk menggantikan Ansori. Pasalnya, Andy menginginkan Pelatda Mayung 2018 harus lebih baik lagi. “Bila tahun lalu pelatda hanya dilaksanakan satu kali dalam sehari. Kedepan saya berharap kegiatan latihan atlet minimal dua kali sehari, dan kalau bisa tiga kali dalam sehari,” jelasnya. Tidak saja menambah porsi latihan atlet, namun Pelatda
(ant/bali post)
Jose Mourinho dan Paul Pogba
(ant/bali post)
PIALA DAVIS - Petenis Indonesia David Agung Susanto mencoba mengembalikan bola kearah petenis Filipina Alberto Lim dalam partai keempat Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Senayan, Jakarta, Minggu (4/2). David Agung kalah dengan skor 3-6 dan 4-6.
Filipina Paksa Indonesia Mainkan Play Off Piala Davis Jakarta (Suara NTB) Filipina telah memaksa Indonesia melakoni laga play off Piala Davis 2018 setelah mereka menaklukkan tim Merah Putih 3-1 pada hari kedua putaran pertama Grup II Zona Asia/Oseania di Lapangan Tenis Terbuka, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu kemarin. Setelah di hari pertama mampu bermain imbang dengan membukukan satu kemenangan oleh David Agung Susanto atas Jeson Patrombon 6-2, 7-5, dan satu kekalahan Althaf Dhaifullah atas Alberto Lim 3-6, 2-6, dua dari tiga pertandingan di hari kedua ini, Indonesia gagal membukukan kemenangan dan memastikan diri harus menjalani laga “playoff”. Dalam pertandingan pertama hari kedua, yang mempertemukan pasangan ganda David Agung Susanto/Justin Barki dan duet Filipina Francis Casey Alcantara/Jurence Zosimo Mendoza, wakil Indonesia menyerah setelah mempertunjukan penampilan hebat. Bermain di hadapan para pendukung yang memadati lapangan tenis terbuka, Senayan, Jakarta, David/Justin mampu unggul lebih dulu 3-1 di set pertama. Namun, pasangan Filipina sanggup mengejar dan membalikan keadaan 4-3.
Kedua pasangan saling kejar-mengejar angka, bahkan pertandingan harus memasuki “tie break”. Walau dukungan luar biasa diberikan penonton di stadion tenis, David/ Justin tak mampu menghalagi Alcantara/Mendoza mengamankan kemenangannya dengan skor akhir 7-6(5), 6-3. Di pertandingan kedua hari kedua, Indonesia kembali gagal membukukan kemenangan setelah David Agung yang usai turun di nomor ganda, juga harus bermain di nomor tunggal, harus mengakui kekalahannya atas tunggal pertama Filipina, Alberto Lim. Kendati harus bermain lagi dalam waktu yang nisbi singkat yakni 30 menit, adanya faktor kelelahan tidak ditunjukan oleh David. Poin demi poinpun akhirnya berhasil dikumpulkan oleh David. Namun, David banyak melakukan kesalahan, sehingga Lim yang tak bisa dipungkiri lebih memiliki stamina dibandingkan wakil Indonesia, mampu menyudahi laga ini dengan kemenangan dua set langsung 3-6, 4-6. Atas dua kekalahan dari tiga pertandingan hari kedua ini, Indonesia dipastikan harus memainkan laga “playoff” untuk menentukan nasibnya di Grup II Zona Asia/Oseania Piala Davis, setelah hasil akhir menunjukan Indonesia hanya membukukan satu kemenangan berbanding tiga kekalahan dalam dua hari pertarungan Piala Davis 2018 Grup II Zona Asia/Oseania ini.
Kekalahan dari Filipina tahun 2018 ini sendiri, merupakan kedua kalinya dialami Indonesia di ajang Davis setelah di tahun 2017, Indonesia juga tumbang oleh negara yang sama di Manila 1-4. Atas kekalahan itu, Indonesia harus memainkan laga “playoff” menghadapi Kuwait di Solo. Saat itu, Indonesia berhasil bertahan di Grup II usai membukukan kemenangan 4-1 atas Kuwait. Adapun pada laga “playoff” Piala Davis Grup II Zona Asia/ Oseania 2018 yang akan dijalani Indonesia, akan dimainkan pada bulan April 2018. Sebagai lawan, Indonesia akan menghadapi negara yang kalah dalam pertarungan antara Sri Lanka dan Thailand yang menjadi dua unggulan teratas di grup. Laga “playoff” tersebut, akan dihadapi Indonesia sebagai pertandingan tandang, karena baik Thailand ataupun Sri Lanka, dalam pertemuan sebelumnya, menjalani pertarungan di Indonesia. Sumber Antara di Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) yang tak mau disebutkan namanya, menyebutkan dalam laga “playoff” pada April mendatang tersebut ada kemungkinan besar petenis andalan Merah Putih, Christopher Rungkat, turut bermain. “Ketua (Pelti) sempat bilang, Christo kemungkinan akan ada saat playoff Davis April nanti. Tapi itu tergantung Christonya juga,” kata sumber tersebut. (ant/bali post)
Pazzini ”Curi” Dua Poin Real Madrid Madrid Real Madrid kehilangan dua poin menyusul hasil imbang 2-2 atas Levante pada pertandingan Liga Spanyol (La Liga) pekan ke-22 di Stadion Ciudad de Valencia, Minggu pagi WIB. Striker veteran Italia Giampaolo Pazzini - yang baru berseragam Levante berstatus pinjaman dari Hellas Verona pada Januari 2018 - membuktikan bahwa karirnya belum habis dengan mencetak gol ke gawang juara bertahan La Liga itu pada menit 89. Padahal Los Blancos bersusah-payah mengamankan tiga poin lewat gol pembuka yang dicetak lewat sundulan
keras sang kapten Sergio Ramos berkat umpan sepak pojok Toni Kroos dari sudut kanan pada menit 11. Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema bergantian melancarkan tembakan ke gawang Levante, namun tidak menghasilkan angka. Umpanumpan terobosan Toni Kroos kepada Gareth Bale juga tidak membuahkan peluang emas. Levante justru menyamakan kedudukan lewat tendangan Emmanuel Boateng menyambar bola muntah hasil sepakan Jose Luis Morales dari umpan terobosan Sasa Lukic pada menit 42. Skor 1-1 menutup babak pertama. Los Blancos kembali
memimpin 2-1, bermula dari umpan silang Daniel Carvajal kepada Benzema. Striker berkepala plontos yang mendapatkan ruang itu tidak mengeksekusi peluangnya, melainkan memberikan bola kepada Isco yang berbuah gol pada menit 81. Namun kemenangan Madrid yang sudah di pelupuk mata itu buyar saat Pazzini menyambar umpan Jason untuk menutup pertandingan dengan skor 2-2. Pasukan Zinedine Zidane itu berada di posisi empat dengan 39 poin, gagal melewati Valencia yang berjarak satu poin di posisi tiga. Real Madrid pun masuh jauh dari Barcelona di puncak klasemen dengan 57 poin. (ant/bali post)
(Suara NTB/ist)
IMBANG - Ekspresi para pemain Real Madrid dan Levante dalam laga Liga Spanyol pekan ke-22 di Stadion Ciudad de Valencia, yang berakhir imbang 2-2, Minggu pagi kemarin.
SUARA NTB
Senin, 5 Februari 2018
Selamatkan Aset di LCC
DPRD Lobar akan Bentuk Pansus Giri Menang (Suara NTB) Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait keberadaan aset milik Lobar di Lokasi berdirinya pusat perbelanjaan Lombok City Center (LCC) di Gerimax, Narmada. Pasalnya pusat perbelanjaan itu kini sudah tidak lagi beroprasi sejak akhir tahun 2017 lalu lantaran mengalami kerugian. “Kita akan buat Pansus kayak Pansus Century, untuk mempertanyakan aset di LCC itu karena informasi nya digunakan di bank, “tegas Wakil Ketua DPRD Lobar, H. Sulhan Muchlis Ibrahim yang di konfirmasi terkait aset Lobar yang ada di lahan LCC, akhir pekan kemarin. Sulhan menerangkan terkait dengan aset Lobar berupa tanah 8 hektar, pihaknya sebelumnya hanya menyerahkan aset tesebut kepada Perusahaan Daerah PT Tripat. Hanya saja sejauh ini PT Tripat tersebut juga belum menyerahkan dividen kepada Pemda Lobar. “Masalah bagaimana PT Tripat mengelola itu kita tidak bisa masuk, karena di situ ranahnya direksi dan pemegang saham (Pemda yang diwakili Bupati). Termasuk kerjasama dengan PT Bliss untuk membangun LCC,” jelasnya. Melihat kondisi itu, Politisi PKB ini sangat yakin bahwa saham Pemda berupa tanah itu akan dimasukkan dalam Bank sebagai agunan (jaminan). Sebab berdasarkan Undang-undang nomor 40 tahun 2017 tentang perseroan terbatas, menerangkan bahwa jika terjadi kerugian atau pailit pada sebuah PT, maka akan ditanggung renteng oleh direksi dan pemegang saham.”Dan kemungkinan besar tanah itu akan disita bank,” tambahnya. Saat pemberian persetujan dari pihak Dewan atas penyerahan aset itu dulu, menurutnya tidak ada klausal dalam persetujuan Dewan supaya tanah digunakan untuk bangunan LCC. Oleh karena itu pihaknya akan membentuk Pansus. Terkait sasaran dari Pansus itu, Sulhan mengatakan pihaknya menginginkan Pansus bisa masuk ke dalam jumlah saham Lobar di LCC yang nilainya tidak sedikit itu. Termasuk dampak kerugian yang ditimbulkan apabila ditutup. “Serta siapa yang bertanggung jawab akan kerugian daerah,” pungkasnya. Berhentinya LCC beroperasi mengakibatkan Pemkab kelabakan lantaran imbas penutupan ini berimbas terhadap penurunan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya dengan tutupnya sejumlah restoran ini, berimbas terhadap penerimaan pajak restoran. Hal ini diakui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar, Hj. Lale Prayatni. “Tutupnya LCC Pengaruhi pendapatan. Karena salah satu sumber pajak parkir di LCC dari target Rp 200 juta baru Rp 70 juta yang tercapai. Padahal tahun lalu dalam waktu enam bulan sudah masuk pajak ratusan juta,”jelas Lale. Diakui, dengan tingginya pajak parkir tahun lalu menyebabkan pihaknya memasukkan dalam target PAD. Menyusul tutup nya LCC sehingga berpengauh terhadap parkir. Diakuinya, GM LCC pernah menghadap ke dirinya untuk konsultasi terkait pengelolaan LCC. Pasalnya, pengembangan LCC ini cukup berat. (her)
Halaman 12
Usut Dugaan Pungli Sebaran Bidan di Lotim Polres Sejumlah Kadus di Lobar Sesuai Kebutuhan
Selong (Suara NTB) Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Hj. Rohliana, S.ST, MM, menyebutkan bahwa jumlah bidan di Lotim sebanyak 900 orang sudah sesuai dengan kebutuhan. Artinya, ketersediaan atau sebaran bidan baik di Puskesmas maupun di Polindes sudah merata. Dilihat dari kebutuhan, jumlah 900 bidan yang ada di Kabupaten Lotim sudah pas yang tersebar di 32 Puskesmas yang ada di Lotim maupun sebanyak 189 di Polindes. Dengan desa/kelurahan 254, Polindes 189 penyeberannya sudah merata dengan masingmasing di tempat dua bidan. Sementara bagi desa maupun kelurahan yang belum mampu membangun Polindes, maka sudah ada rumah sewa yang disediakan yang tentunya juga dilengkapi dengan bidan yang ditempatkan sebanyak dua orang. Ditegaskan Hj. Rohliana, IBI Lotim tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Sehingga apabila masyarakat masih meragukan kompetensi dari bidan itu,
maka IBI secara intens dan rutin melakukan pelatihanpelatihan terhadap anggotanya supaya pengetahuan dan keberanian dari bidan itu sendiri terus mengalami peningkatan. Untuk menilai kompetensi dan sikap profesionalitas dari bidan itu sendiri, terdapat Satuan Kredit Profesi (SKP) yang berjumlah 25 item yang harus diikuti oleh seorang bidan, misalnya seorang bidan harus bisa memberikan pendampingan terhadap sekian ibu hamil dan menolong persalinan, mengikuti pelatihan, sosialisasi dan lainnya. Apabila seorang bidan tidak mengikuti 25 SKP tersebut, maka ia tidak dapat melakukan perpanjangan terhadap Surat Tandan Registrasinya (STR) yang dilakukan lima
HILANG
SALON
HLG BPKB R2 HONDA VARIO DR6246HL NOKA/NOSIN: MH1JF8115DK69189A/ JF81E-1686105 AN. OLIV KIRANA HLG DSKTR KOTA MATARAM
LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081
HLG STNK R2 HONDA DR3466DT NOKA/NOSIN: MH1JF12129K599090/ JF12E1603277 AN.MARSUPIN HG DSKTR MATARAM HLG BPKB R2 HONDA DR2144BK NOKA/NOSIN:MH1JBB1158KO19879/ JBB1E-1018033 AN. JERO MARTA HLG DSKTR KOTA MATARAM
AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836
RUPA-RUPA
HLG BPKB R4 SUZUKI DR1401AJ NOKA/NOSIN: MHYGDNA1V7-151282/ G15A-ID-154585 AN. M.SALEH HLG DSKTR KOTA MATARAM
DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700
RUPA-RUPA
Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.
DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONG LINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
LOWONGAN
tahun sekali. “Kita dari IBI tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat,”ungkapnya pada Suara NTB. Dalam setiap pertemuan dan sosialisasi, ia juga mengimbau kepada seluruh bidan di Lotim pada khususnya untuk terus belajar dan menggali informasi. Sehingga dalam upaya peningkatan kapasitas diri, bidan tersebut tidak hanya mengharapkan pelatihan-pelatihan atau input informasi dari organisasi IBI. “Kita mendorong supaya bidan juga aktif menggali informasi sebagai upaya peningkatan kapasitas diri,”pesannya. (yon)
Giri Menang (Suara NTB) Polres Lombok Barat (Lobar) saat ini tengah mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan sejumlah kepala dusun (Kadus) di salah satu desa di Lobar. Sejumlah Kadus ini diduga meminta uang ke rekanan proyek. Kasus ini pun segera dinaikkan ke penyelidikan mengingat bukti permulaan sudah ada. Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono menyatakan sejumlah Kadus diduga terlibat dalam kasus ini, jumlahnya 6-7 orang Kadus. Per orang ada yang Rp 7 juta. Modusnya, oknum Kadus ini mengancam rekanan dengan mencegat operator alat berat. Pihak yang melaporkan kasus ini dirahasiakan, namun yang jelas ada informasi masuk ke Polres sehingga ditindaklanjuti. Meskipun pihak rekanan tidak keberatan, akan tetapi tindakan ini termasuk pungli, karena tak ada dasar mereka memungut. Lebih jauh dikatakan, ka-
sus ini termasuk yang bakal dinaikkan ke penyidikan dengan segera penetapan tersangka. Terkait kasus menyeret sejumlah Kadus ini, pihaknya sudah melakukan pemanggilan beberapa Kadus untuk meminta keterangan. Pihaknya bakal mencari otak di balik kasus ini. Pungutan ini diduga dilakukan dengan dalih untuk keperluan perayaan hari besar. Ia menambahkan, tiga kasus yang dinaikkan antara lain lanjutan kasus Bansos Sapi (BSS), dan kasus di wilayah KLU. Terkait kasus BSS, pihaknya membidik pihak yang ada di dinas terkait di samping rekanan atau pihak ketiga. Sebelumnya Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi menyatakan bahwa tiga kasus korupsi bakal dinaikkan ke penyidikan, termasuk salah satunya dugaan kasus pungutan yang dilakukan sejumlah Kadus di salah satu desa di Lobar. Kasus ini pun tengah ditangani bahkan sudah dilakukan pemanggilan sejumlah Kadus terkait. (her)
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
SALON
JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses.
DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224
La Durbin Salon by Lilium :promo gntng Rambut+msker rmbt only 50rb, Facial Free body scrub only 125rb,Promo Eyelash 200rb,Prwtan BB Glow 1 gratis 1. Jl Bung Karno dpn perumahan BPD Pesongoran,Pgutan, hp : 082236507224(Wa Only)
PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
L O R E S P A : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
(Suara NTB/her)
Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa, facial, Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
LOWONGAN
LOWONGAN
SALON
DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram
AMYRALD SALON membutuhkankaryawanyangprofessional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget.gaji1-2jt/bln.Hp085239056182/ jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTURUMAHTANGGA(PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
zPenanggung Jawab: Agus Talino zRedaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani zKoordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar zRedaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul zStaf Redaksi zMataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi zLombok Barat: M.Haeruzzubaidi. zLombok Tengah : Munakir. zLombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. zKLU : Johari. zSumbawa Barat : Heri Andi. zSumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. zDompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. zTim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. zKantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zTarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). zDisplay B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. zDisplay F/C : Rp 35.000/mmk. zIklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. zIklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. zIklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. zAlamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zHarga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. zHarga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 5 Februari 2018
Halaman 13
RUKO - VILA - KOST
500.000
Rp. 995 Jt
SUARA NTB
(Suara NTB/ist)
Senin, 5 Februari 2018
NSPEKTUR Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH,M.Si menjelaskan, bahwa aspek Maturitas SPIP dan Kapabilitas APIP naik level sesuai kebijakan nasional yang menjadi atensi khusus Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Gubernur, kata dia, menekankan pentingnya peningkatan level ini. Mengingat pencapaian yang diperoleh, berarti terjadi proses pembenahan dan penyempurnaan sistem, mekanisme dan prosesur dan persyaratan ke arah yang lebih baik. Termasuk hal yang menjadi atensi gubernur, ungkap Abah Ibnu adalah konsisten melaksanakan ketentuan perundang-undangan. Di mana, di dalamnya menekankan pentingnya integritas untuk mencegah penyimpangan. ‘’Alhamdulillah di masa beliau sesuai target kita bisa capai,’’ ungkapnya. Teriring harapan bahwa konsekuensi dari pencapaian ini adalah pembenahan dan penguatan SDM APIP yang memiliki kapabilitas, serta kompetensi dan integritas yang tinggi serta didukung infrastruktur yang memadai. ‘’Kapasitas atau kecerdasan intelektual saja, tidak cukup. Tetapi penting sekali SDM yang memiliki perpaduan antara kompetensi, integritas moral yang kuat dan didukung keberanian bertindak yang bertanggung jawab,’’ ungkapnya. Itulah sebabnya, jika beberapa periode sebelumnya, bahkan pada awal pemerintahan Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB), sekitar tahun 2008 hingga 2012, NTB dalam penilaian kin e r j a daerahnya. Seperti penilaian LAKIP, LPPD dan LKPD selalu berada pada posisi rendah.
Bahkan dalam akuntabilitas penyusunan laporan keuangan, neraca dan aset daerah, NTB pernah mendapatkan predikat disclaimer. Hal itu membuktikan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah karena maturitas SPIP Pemprov NTB masih lemah. “Mungkin saat itu masih berada dilevel 0 atau level 1 saja,” ungkap Abah Ibnu. Ia kemudian mengulas riwayat maturitas level 1 sebagai rintisan. Artinya praktik pengendalian intern hampir tidak ada, jikapun ada masih bersifat ad hoc dan tidak terorganisasi serta tanpa komunikasi dan pemantauan. ‘’Selama ini, NTB paling tinggi mampu mencapai Level 2 saja. Dalam level inipun praktik pengendalian yang disebut berkembang ini, meski praktik pengendalian sudah dijalankan, tetapi seadanya saja, sekadar untuk menggugurkan kewajiban karena belum terdokumentasi dengan baik dan belum ada evaluasi efektivitasnya,’’ sesal Ibnu Salim. Ia menyebut lemahnya level Maturitas SPIP tersebut, memiliki korelasi yang erat dengan rendahnya kapabilitas APIP/Inspektorat NTB dalam menjalankan tugas dan fungsinya saat itu, karena kurangnya sentuhan ikhtiar yang lebih serius. Namun untuk saat ini, memasuki 10 tahun usia pemerintahan Gubernur TGB, dengan penguatan program ungkitan tahun 2016 dan 2017, didukung pembinaan dan kebijakan dalam memberdayakan dan terus memberi atensi pada penguatan fungsi pengawasan oleh Inspektorat. Termasuk dalam hal penegakan integritas birokrasi, pencegahan korupsi, pungli dan penyimpangan lainnya. “Kita selangkah lebih maju,” yakinnya. Prestasi ini menurutnya, merupakan bagian penting dan kontribusi positif yang tidak terpisahkan dari keberhasilan kinerja Inspektorat NTB dalam mendukung raihan ratusan prestasi pembangunan daerah diberbagai bidang dan sektor termasuk meningkatnya daya saing NTB dikancah nasional dan internasional. Abah Ibnu menyadari peningkatan status ke level III ini bukanlah tujuan akhir yang membuatnya berpuas diri dan terlena. Ia mengakui dengan telah tercapainya Maturitas SPIP level 3 ini, maka langkah berikutnya yang kini sedang dilakukan Inspektorat Provinsi NTB, adalah mengejar target peningkatan ke level 4 yang disebut juga level terkelola dan terukur. Pada level ini pengendalian intern telah diterapkan dengan efektif dan ada evaluasi formal yang terdokumentasi secara baik dan memadai. ‘’Bahkan kami punya mimpi kalau bisa diakhir tahun 2019 nanti NTB meraih level 5 yang disebut level pengendalian optimum,’’ harapnya. Sebab pada level optimum ini, pengendalian intern diterapkan dengan terintegrasi dalam pelaksanaan kegiatan dan didukung pemantauan otomatis. (irbansus/ars/*)
”
Alhamdulillah, NTB sudah berhasil meraihnya pada tahun 2017, dua tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah
Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi saat memberi pengarahan pada percepatan implementasi SPIP dan kapabilitas APIP 2017 lalu.
( Ibnu Salim, SH.,M.Si )
Halaman 14
(Suara NTB/ist)
Gubernur TGB dan Kepala BPKP RI Ardan Adiperdana saat penandatangan presasti peresmian Kantor BPKP di Mataram.
(Suara NTB/ist) (Suara NTB/ist)
Rakorwasda Provinsi NTB tahun 2017 dipimpin Wagub NTB, H. Muh. Amin
Gubernur TGB dan Komisioner KPK, Basaria Panjaitan usai rakor pemberantasan korupsi terintegrasi di Gedung Graha Bhakti Praja, (9/7) tahun 2017.
Maturitas SPIP Naik Kelas, Bukti NTB Kian Berdaya Saing Mataram (Suara NTB) Berdasarkan hasil penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap maturitas, Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Provinsi NTB tahun 2017, berhasil naik kelas dari level II ke level III. Peningkatan maturitas SPIP ini, sekaligus menggambarkan bahwa pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA terus menorehkan keberhasilan dan mampu meningkatkan daya saing daerahnya. Khususnya dalam mewujudkan tertib tata kelola organisasi menuju pemerintahan yang baik, profesional dan bertanggung jawab, baik dalam bidang administrasi maupun keuangan. Sebab Maturitas SPIP adalah instrumen yang diterapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo untuk mengukur tingkat kematangan, kedewasaan dan kemandirian. Atau daya saing kapabilitas kepemimpinan organisasi pemerintahan dalam mengelola dan melakukan pengendalian kebijakan dan program program/ kegiatan organisasi mencapai tujuan secara efektif, efisien dan bertanggung jawab. Pengukuran kualitas dari sistem pengendalian intern tersebut dilakukan dengan cara pengukuran eksistensi control design yang bersifat hard control dan soft control. Satuan ukurnya adalah level maturitas. Presiden Joko Widodo menargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, level Maturitas SPIP pemerintah daerah pada tahun 2019 pada level 3 (berkembang) dari skala 1 – 5. ‘’Alhamdulillah, NTB sudah berhasil meraihnya pada tahun 2017, dua tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah,’’ kata Inspektur pada Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH.,M.Si. Sebagai gambaran, Maturitas SPIP level III artinya seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah Provinsi NTB telah menerapkan praktik pengendalian internal
secara memadai dan telah terdokumentasikan dengan baik. Demikian juga evaluasi atas efektivitas pengendalian intern tersebut telah dilaksanakan secara rutin, namun belum didukung dokumentasi yang memadai. Meningkatnya level maturitas SPIP Pemda NTB ini, menurut Ibnu Salim menggambarkan membaiknya kinerja Inspektorat Daerah Provinsi NTB. Khususnya dalam menjalankan fungsi pembinaan, pengawalan dan service consulting serta pengukuran SPI bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB agar mampu menjalankan praktek tata kelola organisasi secara efektif dan efisien melalui penerapan sistem pengendalian intern secara fokus dan konsisten. ‘’Di samping itu, harus diakui dan saya berikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Kepala OPD,” ungkap Abah Ibnu, sapaan akrab Inspektur Provinsi NTB ini. Karena kenaikan level Maturitas Pemda ini, diakuinya, sangat ditentukan oleh kontribusi perangkat daerah sebagai organisasi dalam melakukan sistem pengendalian guna mencegah penyimpangan pada institusi masing masing dengan menerapkan infrastruktur mekanisme, prosedur dan didokumentasikan secara konkrit. “Demikian juga APIP Inspektorat NTB, terus meningkatkan menajemen organisasi, infrastruktur dan kompetensi SDM sehingga berhasil mencapai kapabilitas APIP pada level yang lebih tinggi,” tuturnya. Lebih lanjut, Abah Ibnu menjelaskan bahwa tugas dan fungsi Inspektorat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 tentang SPIP, menegaskan bahwa Inspektorat Daerah adalah sebagai Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Selain menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daerah, termasuk pemeriksaan khusus terkait dengan adanya pengaduan masyarakat. Peran APIP Inspektorat yang
tidak kalah strategisnya, kata Abah Ibnu adalah melakukan pembinaan dan asistensi. Ini meliputi asistensi dalam penyusunan neraca aset pada unit kerja di lingkungan penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk asistensi penerapan SPIP di seluruh OPD Provinsi dan pembinaan pengawasan terhadap Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Jadi fungsi Inspektorat menurut pejabat yang pernah menjadi penjabat Bupati Lombok Tengah ini, adalah APIP yang berperan menjadi quality assurance yaitu menjamin bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara efisien, efektif dan sesuai dengan aturannya dalam mencapai tujuan organisasi. Dijelaskannya, Pengawasan Intern adalah seluruh proses kegiatan audit, review, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi. Ini dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Sehingga SPIP, tegas Abah Ibnu harus dijalankan secara integral pada tindakan dan kegiatan, secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawainya. Tujuannya, kata dia, bukan hanya untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien. Tetapi juga untuk menjamin keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Salah satu faktor utama yang dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan pengendalian Intern adalah efektivitas”peran” APIP Inspektorat. Untuk itu, ia menekankan agar APIP harus terus menerus mendorong peningkatan efektivitas manajemen risiko (risk management), pengendalian (control) dan tata kelola (governance) organisasi. (irbansus/ars/*)
KSB Kembali Diberi Target Program Upsus Pajale Taliwang (Suara NTB) Kementerian Pertanian (Kementan) RI kembali memberikan target luas tanam program Upsus Padi, Jagung, Kedelai (Pajale) di tahun 2018 untuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sekitar 11. 000 hektar lahan. Dimana untuk Jagung diberikan target sekitar 8. 300 hektar dan kedelai sekitar 2. 800 hektar. Sementara
untuk padi, hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan pendataan guna memastikan lahan yang sudah siap. “Kita kembali diberikan target oleh Kementan untuk program upsus Pajale di tahun 2018. Dari target tersebut, baru dua saja yang sudah kita laporkan sementara untuk Padi hingga saat ini masih kita lakukan pendataan,” ujar
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) KSB kepada Suara NTB melakui Kabid pertanian dan tanaman pangan Syaiful Ulum SP, kepada Suara NTB, belum lama ini. Dikatakannya, untuk dua target tanam tersebut, jagung dan kedelai, pihaknya sangat optimis bisa terealisasi. Karena untuk jagung dan kedelai, memang me-
mungkinkan untuk bisa ditanam. Bahkan untuk lokasi penanaman juga sudah siap yakni di Kecamatan Poto Tano, Seteluk, Maluk, dan Sekongkang untuk Kedelai dan jagung. Sementara untuk padi, saat ini pihak terkait masih pesimis apakah akan terealisasi sesuai target atau tidak. Karena khusus untuk tanaman padi di KSB, tidak gampang untuk mencari lahan baru yang selama ini tidak pernah ditanami. Jika tetap dipaksakan diyakini hasilnya tidak akan maksimal dan percuma juga dilakukan. “Kalau padi kita belum bisa laporkan target, karena kita tidak mau terjebak dengan kondisi lahan yang belum siap dilakukan penanaman padi,” ujarnya. Seraya menambahkan, meskipun untuk lahan padi belum bisa dilaporkan tetapi pihaknya tetap akan melakukan pengumpulan data luas lahan baru. Apalagi saat ini, Sumbawa Barat tidak mendapatkan program cetak sawah baru. Sehingga pihaknya tidak berani memberikan target untuk dilaporkan ke Kementan. Soalnya untuk target ini, yang dicari adalah hasil dari program perluasan lahan tanam baru. Sehingga lahan-lahan yang ada saat ini tidak masuk dalam kategori dan tidak boleh dilaporkan kembali ke Kementan. “Khusus padi target luas tanam di tahun 2018 hanya untuk lahan yang baru, bukan untuk lahan yang sudah pernah ditanami. Apalagi kita tidak lagi mendapatkan program cetak sawah baru sehingga target kita
akan terasa berat terealisasi,” tandasnya. Meskipun demikian, dinas terkait tetap akan
berusaha mencari lahan yang sangat berpotensi untuk ditanami padi. (ils)
RAGAM
SUARA NTB Senin, 5 Februari 2018
Namanya ’’Nyale Tunggak’’ Dari Hal. 1 Berdasarkan ritual Sangkep Warige, nyale akan banyak muncul pada puncak acara Maret nanti,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Putria, Minggu (4/2). Ia mengatakan bahwa hal ini sudah diketahui oleh para pemangku adat. Oleh sebab itu, Bau Nyale tahun ini bertajuk Bulan Pesona Bau Nyale. Sebab salama sebulan ini akan selalu ada nyale yang muncul. Namun kemunculan terbanyak diprediksi akan terjadi pada 67 Maret nanti. ‘’Tidak perlu khawatir, itu sudah ada penghitungannya. Jadi pada puncak acara, wisatawan tetap bisa menikmati sensasi Bau Nyale,’’ ujarnya. Bau Nyale ini oleh masyarakat Sasak adalah janji Puteri Mandalika. Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, Puteri Mandalika memberi isyarat kepada siapa saja yang ingin melihatnya harus datang ke pantai pada tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak. “Ini adalah janji, dan kita harus ikuti ini. Selain itu, para pemangku adat juga sudah melakukan berbagai upaya sebe-
lum menetapkan tanggal. Menggunakan ilmu perbintangan dan ilmu-ilmu lainnya. Jadi jangan khawatir, nyale akan tetap keluar hingga sebulan kedepan,’’ ujarnya. Putria mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Bau Nyale sudah dapat dimulai pada 5 Februari ini dan berakhir pada 6 Maret mendatang. Ini juga berdasarkan ketentuan pada ritual Sangkep Warige yang menyatakan bahwa Nyale Tunggak dan Nyale Poto akan berjarak dalam sebulan. ‘’Nyale Tunggak ini bisa dibilang nyale main-main karena tidak banyak. Pada puncaknya baru banyak. Dan sebaiknya warga atau wisatawan jangan menangkap nyalesebelum acara puncaknya nanti. Karena itu melanggar janji Puteri Mandalika,’’ katanya. Kendati demikian, perayaan Bau Nyale akan tetap dilakukan berdasarkan rangkaian acara yang sudah ditetapkan oleh Pemda. Sehingga para pelaku pariwisata tetap bisa menjual paket wisata Bau Nyale. Selain itu, dapat pula mengajak tamunya untuk menikmati sensasi menangkap nyale di Pantai Seger Lombok Tengah. (lin)
Percepat Pengentasan Kemiskinan Dari Hal. 1 ‘’Mari manfaatkan KUR yang ada. Pemerintah telah memberikan fasilitas, meringankan beban masyarakat sehingga bunganya sekarang menjadi 7 persen,’’ ujarnya ketika dikonfirmasi Suara NTB di Kantor Gubernur, akhir pekan kemarin. Ia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah membangun ekonomi masyarakat dengan pemberian KUR. ‘’Kita keroyok semua itu dengan KUR itu. Masyarakat kita jadikan benar-benar saveting dari kondisi hari ini ke ke depan. Jangan dibiarkan. Dia mengambil KUR dibiarkan begitu saja. Nanti dia tak bisa berdiri. Jangan-jangan nanti bisa jadi kredit macet,’’ katanya. Untuk itu, Pemprov NTB dan 10 Pemda kabupaten/kota didorong untuk mengawal penyaluran dan pemanfaatan KUR tersebut. Pemda dapat memfasilitasi UMKM yang ada di daerah ini supaya dapat memperoleh KUR. Mulai tahun ini, kata Taukhid, Pemda sudah mulai mengalokasikan anggaran untuk pembinaan kepada UMKM kaitan dengan KUR. Seluruh bagian ekonomi sudah mulai mengalokasikan anggaran untuk pembinaan UMKM kaitan dengan KUR. ‘’Nanti kita akan sampaikan lagi. Kita akan undang seluruh bagian ekonomi se NTB, bagaimana action-nya. Karena dia sudah punya anggaran untuk mendorong bagaimana masyarakat memanfaatkan KUR dengan baik,’’
tandasnya. Berdasarkan data Kanwil DJPB NTB sampai dengan 31 Desember 2017, jumlah akad KUR di NTB sebesar Rp 1,448 triliun dengan jumlah debitur 65.575 orang. Jumlah realisasi penyaluran KUR paling banyak di Lombok Timur sebesar Rp 288 miliar dengan debitur 13.618 orang. Kemudian, Sumbawa Rp 227 miliar dengan debitur 12.500 orang, Lombok Tengah Rp 226 miliar dengan debitur 10.515 orang, Kota Mataram Rp 166 miliar dengan debitur 5.605 orang, Bima Rp 163 miliar dengan debitur Rp 7.613 orang. Selanjutnya, Lombok Barat Rp 155 miliar dengan debitur Rp 6.912 orang, Dompu Rp 105 miliar dengan debitur 4.254 orang, Lombok Utara Rp 51 miliar dengan debitur 1.888 orang, Sumbawa Barat Rp 37 miliar dengan debitur 2.004 orang, Kota Bima Rp 24 miliar dengan debitur 664 orang dan Pemprov NTB Rp 45 juta dengan debitur 2 orang. Taukhid menambahkan angka penyaluran KUR tahun 2017 tersebut masih belum final. Pihaknya akan melakukan rekonsiliasi dengan perbankan penyalur KUR. Namun, berdasarkan data sementara, ada penurunan jumlah debitur dari tahun 2016. Tahun 2016, KUR yang tersalur di NTB sebesar Rp 1,9 triliun dengan debitur 92 ribu orang. Sedangkan pada 2017 sekitar Rp 2 triliun. (nas)
Studio XXI Jadi Saksi Momen Bahagia Ahyar-Mori dan Remaja Yatim Dari Hal. 1 dan sempat mereka nyeletuk wah LCD nya besar sekali. Dan ini sangat-sangat positif sekali karena apa? Karena hal-hal seperti ini bisa membangun daya imaginasi dan kreatifitas mereka ketika mereka melihat adanya pembangunan di luar pondok,” akunya. Menurut Fathoni, program ini telah membantu para remaja yatim dan piatu yang ada di pesantren ini agar bisa merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh para remaja lainnya di NTB. “Jadi harapan kami kedepannya, semoga hal-hal yang bersifat membangun dan positif seperti ini bisa dikembangkan dan bisa dijalankan terus,” ujar Fathoni Hambali yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Daarul Qur’an Bengkel Lombok Barat. Fathoni Hambali berharap ketika pasangan Ahyar-Mori terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023, pasangan AhyarMori dapat membangun generasi muda khususnya generasi muda yang mengalami nasib tidak beruntung dan berada dalam kategori kurang mampu. “Apalagi salah satu basis anak-anak muda di NTB ini berada pada Pondok Pesantren dan menjadi tolok ukur akan kebangkitan anak-anak muda NTB kedepannya. Oleh sebab itu, kami berharap kepada pasangan Ahyar-Mori agar hal-hal seperti ini bisa diteruskan kedepannya karena senyumnya anak-anak muda ini bisa membuat kita semua berbahagia apalagi mereka ini sudah tidak memiliki orang tua,” harapnya. Fathoni Hambali yang juga Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Daarul Qur’an Bengkel ini mengaku dari sekian banyak Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang mendatangi Ponpes Daarul Qur’an, pihaknya mengaku hanya pasangan AhyarMori yang membuat keluarga besar Daarul Qur’an jatuh hati. “Untuk di Bengkel, yah banyaklah teman-teman yang lain yang mencoba masuk. Tapi, un-
tuk keluarga besar Daarul Qur’an sendiri sudah kita wajibkan untuk memilih AhyarMori. Ini didasari dengan berbagai alasan seperti pengalaman dan kapasitas Pasangan Ahyar-Mori yang sangat bagus selama ini dalam memimpin daerah seperti kita ketahui pak Ahyar Abduh ini memiliki pengalaman sebagai Ketua DPRD Kota Mataram, Wakil Walikota Mataram, dan dua (2) periode menjabat sebagai Walikota Mataram. Begitu pun dengan Pak Mori Hanafi, tokoh muda yang sukses menjabat dua periode sebagai Wakil Rakyat di DPRD NTB dan punya kepedulian besar terhadap generasi muda,” tegasnya. Sementara itu, Bakal Calon Wakil Gubernur NTB yang berpasangan dengan TGH Ahyar Abduh, Mori Hanafi, SE M Comm, menjelaskan kegiatan nonton bareng tiga film pendek Ahyar-Mori dan film Dilan 1990 bersama ratusan remaja yatim dan piatu di Studio 21 LEM Kota Mataram pada substansinya adalah memperkenalkan konsep NTB Berbagai yakni salah satunya adalah berbagi kebahagiaan dengan merekamereka yang kurang beruntung. “Ini adalah salah satu cara kita untuk berbagi kesenangan dan kebahagiaan dengan mereka. Dan kami merencanakan akan melakukan hal seperti ini secara berkala dan puncaknya nanti akan digelar pada sekitar Maret nanti saat Hari Ulang Tahun Film Indonesia, Sobat Ahyar-Mori ini akan memblok sekitar tiga sampai empat studio untuk kegiatan yang sama dan akan melibatkan lebih banyak remaja-remaja yang tidak hanya yatim dan piatu akan tetapi juga akan melibatkan para remaja yang kurang mampu lainnya yang selama ini belum pernah nonton di studio XXI,” kata politisi muda berdarah Bima ini. (r/*)
Halaman 15
NTB Peroleh Rp 140 Miliar untuk Pembangunan Rusunawa dan Rusus Mataram (Suara NTB) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 140 miliar untuk NTB. Anggaran sebesar itu akan dipergunakan untuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) dan rumah khusus (rusus) ‘’Untuk pembangunan rumah susun itu ada enam lokasi, enam tower rusunawa. Kemudian ada lima lokasi pembangunan rumah khusus di pesisir pantai,’’
ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT ketika dikonfirmasi Suara NTB, akhir pekan kemar-
in di Mataram. Ia merincikan anggaran sebesar Rp 140 miliar itu sebesar Rp 80 miliar untuk pembangunan enam tower rusuna-
wa dan Rp 60 miliar untuk pembangunan rusus pada lima lokasi di NTB. Pembangunan rusunawa itu tersebar di Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Lombok Timur. ‘’Pembangunan rusunawa itu enam lokasi, empat dilaksanakan langsung oleh SNVT Provinsi NTB, dua dilaksanakan oleh Kementerian PUPR yang merupakan proyek strat-
egis,’’ terangnya. Untuk pembangunan rusus, lanjut Sugiharta khusus diperuntukkan bagi masyarakat pesisir atau nelayan. Namun, ia tak menyebutkan lokasi-lokasi pembangunan rusus ini. Ia menjelaskan bahwa rusus ini berupa rumah tapak yang diperuntukkan bagi masyarakat pesisir. Setiap lokasi akan dibangun 5070 unit rusus. (nas)
DPRD KSB Siapkan Anggaran Kartu Pariri Ditambah Sembilan Raperda Inisiatif Taliwang (Suara NTB) DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan sebanyak 9 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif untuk dibahas dalam program pembuatan (Propem) Perda sepanjang tahun 2018 ini. Wakil Ketua DPRD KSB, Amir Ma’ruf Husain, S.Pdi mengatakan, 9 Raperda tersebut sudah diajukan oleh masingmasing komisi ke Badan Pembuat (Bapem) Perda DPRD. “Usulannya sudah masuk dari tiap komisi. Jadi tunggu dibahas saja kalau ada kekurangannya nanti akan diminta lagi ke komisi terkait,” terangnya kepada Suara NTB, Jumat akhir pekan lalu. Ia mengaku, sementara ini pihaknya belum membuat jadwal pelaksanaan kerja legislasi. Pasalnya usulan Raperda dari pihak pemerintah hingga kini belum masuk sehingga belum diketahui berapa jumlah Raperda yang akan masuk dalam agenda kerja legislasi sepanjang tahun 2018 ini. “Kalau usulan pemerintah masuk kita baru tahu berapa jumlah Raperda yang akan kita bahas. Semenatra itu,” cetusnya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pembasahan Propem Perda di DPRD KSB mulai tahun ini akan sepenuhnya ditangani oleh Bapem Perda. Diungkapkan Amir, sebelumnya proses pembahasan dan penyusunan Raperda ditangani oleh masing-masing komisi teknis. Namun
hal tersebut sesuai dengan ketentuan kurang pas karena DPRD memiliki alat kelengkapan dewan (AKD) yang punya tugas khusus mengelola tugas-tugas legislasi yakni Bapem Perda. “Mulai tahun ini kita coba sepenuhnya setiap pembahasan Raperda itu ditangani langsung oleh Bapem Perda. Karena memang seperti itu aturannya agenda legislasi itu bukan di tangan komisi,” urai politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini sembari menambahkan sementara ini kegiatan para anggota masih fokus di partai masing-masing jelang Pemilu 2019. “Kalau sekarang teman-teman masih di internal partainya karena ada agenda verifikasi Parpol oleh KPU. Kalau tidak ada halangan pekan depan temanteman sudah mulai efektif lagi,” sambungnya. Selanjutnya ia menyampaikan, pada tahun 2018 ini pihaknya akan meupayakan mampu menuntaskan seluruh agenda Propem Perda. Karenanya Bapem Perda akan dibuat seefektif mungkin dalam yang memang mempunyai tugas pokok sebagai AKD. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya memang kita ada beberapa Raperda yang tidak bisa kita selesaikan terutama karena waktu yang tidak mencukupi. Tapi tahun ini kita akan coba sampai akhir tahun semua agenda kita selesai tidak saja budgeting tapi juga fungsi legislasi kita,” janjinya. (bug)
Taliwang (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) akan menambah anggaran untuk program kartu pariri (program penyandang disabilitas dan lansia) di tahun 2018. Anggaran yang sebelumnya hanya
Rp 13 miliar kini menjadi Rp 16 miliar di tahun 2018. Penambahan angaran ini dilakukan, karena para penerima program diklaim meningkat dari tahun 2017 lalu, yakni sekitar 1000 orang penerima
(Suara NTB/kir)
Nyale hasil tangkapan warga di Pantai Seger, LombokTengah. Nyale -nyale ini dijual di pasar di wilayah Lombok Tengah.
baru yang saat ini terus dilakukan veriikasi faktual (verfak) di lapangan. “Penambahan ini, bukan karena adanya penambahan besaran bantuan yang akan diterima oleh masing-masing individu dari Rp 250 ke Rp 300 ribu, melainkan jumlah penerima program yang kian banyak. Bahkan saat ini kita terus akan lakukan verifikasi untuk memastikan para penerima baru yang layak dari 1000 orang yang diusulkan tersebut,” ujar Sekretaris Disos Sumbawa Barat Manurung S. Pd, kepada Suara NTB. Dikatakannya, proses verifikasi sangat penting dilakukan, jangan sampai ada penerima yang layak tetapi tidak tersentuh oleh pendataan. Sehingga program unggulan yang dicanangkan tersebut tidak tepat sasaran. Verifikasi ini juga bukan hanya untuk penerima baru saja, melainkan penerima lama juga tetap akan diverifikasi. Bagi calon penerima lama, verifikasi ini dilakukan untuk memastikan apakah penerima ini sudah meninggal atau dianggap tidak layak lagi untuk menerima program karena kondisinya sudah mapan. Jangan sampai ada tumpang tindih bantuan yang akan diterima dan tidak tetap sasaran. “Tidak penerima baru saja yang akan kita verifikasi penerima yang sudah terdata di tahun 2017 kita juga akan verifikasi. Hal ini harus kita lakukan jangan sampai orang yang sebenarnya layak tetapi tidak terdata sebagai penerima,” ungkapnya. (ils)
Warga Mulai Berburu ’’Nyale’’ NTB Siapkan 8.500 Kamar Dari Hal. 1 Di situlah kita melakukan promosi. Ini kita tak mengeluarkan ratusan miliar rupiah untuk promosi,’’ katanya. Menurutnya, pertemuan seperti ini sangat langka. Sebagai daerah yang paling dekat dengan Bali, Hadi mengatakan NTB sangat siap men-
jadi lokasi pertemuan maupun tujuan para tamu untuk berlibur. ‘’Kami sedang merancang kita punya tempat, stand promosi di sana. Besok Senin (hari ini) PHRI akan bersurat ke panitia pusat untuk meminta supaya bisa mengunjungi potensi yang luar biasa di NTB,’’ tandasnya. (nas)
Dari Hal. 1 ‘’Memang sudah ada yang keluar nyale-nya, tapi masih sedikit,” aku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H.L. Putrie, kepada Suara NTB, Minggu sore. Ia pun mengaku sempat turun ke Pantai Seger Kuta untuk melihat langsung apakah nyale sudah keluar atau tidak. ‘’Tidak masalah nyale keluar
lebih awal. Tapi yang jelas untuk event Bau Nyale tetap sesuai agenda yang sudah disusun oleh pemerintah,’’ tegasnya. Ia mengatakan, rangkaian event Bau Nyale sendiri oleh Pemkab Loteng sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 3 Februari. Dengan puncak perayaannya akan digelar sesuai rencana awal yakni tanggal 6 dan 7 Maret mendatang. Karena memang tahun ini, rangka-
ian event Bau Nyale bakal digelar selama satu bulan penuh. Tidak kalah penting, tegasnya meski ada perbedaan tanggal pelaksanaan Bau Nyale, hal itu tidak sampai mengurangi makna dari Bau Nyale itu sendiri. Karena memang, bagi masyarakat di daerah ini Bau Nyale itu digelar dua kali. Hanya memang yang dijadikan event oleh pemerintah daerah sekali saja. (kir)
Sebagian Pertemuan Bank Dunia Diupayakan di NTB Dari Hal. 1 ‘’Saya harap nanti bagian-bagianside event bank sentral itu bisa dibawa ke sini. Saya akan tetap berusaha untuk terus mendorong teman-teman di pusat supaya pertemuan lainnya juga dibawa ke sini,’’ kata Taukhid. Sehingga bukan saja mengharap adanya kunjungan wisatawan ke NTB dengan adanya pertemuan di Bali tersebut. Tetapi, kata Taukhid mereka juga menggelar pertemuannya di Lombok, NTB. ‘’Yang penting bagi kita meyakinkan panitia pusat. Kita siap dan pantas menerima amanah ini. Semuanya siap, bandara siap, airlines siap, hotel siap. Mungkin mereka akan mengarahkan eventnya ke sini. Karena saya juga diminta menyiapkan kesiapan hotel di sini,’’ katanya. Taukhid mengungkapkan pada 3 Februari 2018, ia bersama Ketua PHRI NTB, H. Lalu Abdul Hadi Faishal dan Ketua Asosiasi Hotel Mataram, Ernanda D Agung yang juga General Manager Golden Palace Hotel Lombok berhasil melakukan pertemuan perdana dengan Panitia Nasional Annual Meeting (AM) International Monetary Fund (IMF) – World Bank Group
(WBG) 2018 yang diwakili oleh Susiwijono, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi. Susiwijono merupakan orang yang bertindak selaku Ketua Pelaksana Harian, yang saat itu didampingi Adi Boediarso, Ketua CTO (Central Transformation Office) Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang bertindak selaku Koordinator Pelaksana Panitia Nasional PenyelenggaraanAM IMF-WBG 2018. Pertemuan tersebut dilakukan di Bali Nusa Dua Hotel. Pertemuan itu mengagendakan pembicaraan tentang kesiapan PHRI NTB bersama semua unsur pelaku bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di NTB dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTB untuk mendukung sukses penyelenggaraan AMIMF–WBG 2018 di Indonesia, yang dipusatkan di Bali. Sebagai destinasi wisata utama Indonesia yang secara spasial paling dekat dengan epicentrum penyelenggaraan event tersebut, kata Taukhid, NTB memiliki posisi sangat strategis. Bukan hanya sebagai salah satu destinasi wisata dengan tingkat konektivitas yang ting-
gi. Tetapi juga sangat strategis sebagai destinasi dalam kerangkadisaster rescue scenario system yang harus dipersiapkan panitia penyelenggara. ‘’Untuk itu, kami menyambut baik dan tanpa diminta (atas inisiatif sendiri) kami mengajukan pernyataan kesiapan kepada Panitia Nasional.’’ Panitia Nasional sangat menyambut baik inisiatif ini dan memberikan apresiasi yang tinggi dalam pertemuan tersebut dan berjanji akan segera mengirim tim ke NTB untuk melihat kesiapan fisik NTB beserta seluruh keyplayers di bidang MICE tersebut. ‘’Demikian juga kesiapan pemerintah daerah untuk menyambut peran tersebut,’’ katanya. Ia menjelaskan, keuntungan Indonesia dari penyelenggaraan event ini, bukan hanya pada bidang ekonomi dan investasi. Tetapi juga menunjukkan tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia dalam bidang keamanan dan stabilitas politik. Seluruh mata akan kembali tertuju pada Indonesia dalam pandangan positif, yang dapat meningkatkan rating Indonesia. Sebagai destinasi investasi dunia dan pemeran utama dalam penanganan
isu-isu global, yang dapat mengarahkan Indonesia untuk memegang kepemimpinan dunia. ‘’Untuk alasan itu, Provinsi NTB harus dapat memanfaatkan event yang akan dihadiri oleh lebih dari 20 Kepala Negara, 189 Menteri Keuangan, dan 189 Gubernur Bank Sentral, bersama delegasi VVIP dari kalangan bisnis di negara-negara peserta dan high-profile family members. Tentunya kalangan pers dunia yang jumlahnya dapat jauh melampaui angka 18.000 tamu,’’ paparnya. Menurutnya, pertemuan ini merupakan potensi dan kesempatan penting untuk memasarkan NTB dengan segala potensinya. Khususnya di bidang pariwisata ke tamu-tamu penting tersebut. Event penting ini dapat menjadi iklan gratis yang luar biasa bagi NTB. Sehingga, Tim PHRI NTB dan Kanwil DJPB NTB berinisiatif untuk menginisiasi berbagai koordinasi, terutama memastikan peningkatan konektivitas Bali-Lombok baik melalui moda transportasi laut maupun udara. Pihaknya juga telah membetuk tim kecil bersama dengan unsur maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air. ‘’Demikian juga untuk laut kami sudah meninjau kesiapan
konektivitas Pelabuhan Benoa Bali ke Lombok (Senggigi area). Kami masih akan mengembangkan koordinasi dengan berbagai unsur, khususnya dengan Pemda dan TNI/Polri di wilayah NTB,’’ terangnya. Ia mengatakan, kegiatan utama yang dilakukan yakni plenary meetings, development committee (DC) meeting, dan international monetary and financial committee (IMFC) meeting yang dihadiri oleh seluruh dewan gubernur World Bank dan IMF. Kemudian juga ada side event yang jumlahnya 2.000 pertemuan. Yakni pertemuan yang diselenggarakan bersamaan/menjelang main-events oleh MTS IMF-WBG maupun private sector, berupa pertemuan/gala dinner/lunch meeting/seminar/ workshop, antara pelaku bisnis, lembaga keuangan, maupun pertemuan dengan Menteri Keuangan/Gubernur Bank Sentral dari 189 Negara. Taukhid mengatakan NTB harus dapat memperoleh manfaat dari peristiwa ini, dan memulai langkah-langkah untuk peningkatanbranding & promotion. Kemudian menarik perhatian, menumbuhkan awareness, dan membangun partisipasi seluruh pemangku kepentingan. (nas)
Kejari Sumbawa Jangan Terjebak Mengusut Penyebar Isu Dari Hal. 1 Sebab dalam banyak kasus praktik korupsi, kasus yang dilaporkan oleh masyarakat jika ditangani serius akan terbukti. Johan juga mengapresiasi kinerja Kejari Sumbawa, karena ada keseriusan menelusuri dan menuntaskan kasus tersebut. Tapi ada kabar tak mengenakkan lainnya harus disikapi profesional oleh Kejari setempat, dugaan fee dari pelaksanaan proyek tersebut diduga mengalir ke TP4D. Sebab sebagaimana diketahui, proyek dadakan yang kontraknya berakhir Desember 2017 itu,
selama kegiatan didampingi TP4D setempat. “Oleh karena itu, kami mendorong agar jaksa tetap profesional dalam menangani kasus ini. Karena di sana ada oknum TP4D yang disebut-sebut juga,” harapnya. Direktur Lingkat Hijau Muhammad Taufan juga melontarkan desakan yang sama. Alasannya, ia adalah pelapor dalam kasus proyek Pasar Brang Bara ke KPK. Dua poin yang dilaporkan, dugaan pengaturan proyek dan bagi bagi dana Rp 1,4 miliar ke sejumlah oknum pejabat di Pemkab Sumbawa. Disinggung juga alasan
tidak melapor ke Kejari Sumbawa, ia mengaku sangsi, sebab proyek itu sudah didampingi TP4D Kejaksaan. Ia yakin kejaksaan tidak akan objektif menangani jika dilaporkan soal dugaan masalah pada fisik dan aliran dana ke oknum pejabat. Kejari Sumbawa diketahui dalam kasus ini, menggarap dua hal sekaligus. Selain berupaya mengungkap penyebar isu dugaan bagi-bagi duit proyek pembangunan pasar, juga akan menelusuri dugaan aliran dana yang diduga masuk ke kantong oknum pejabat dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Kasi Intelijen Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja, S.H., MH baru baru ini menyampaikan, adanya isu dan dugaan aliran dana proyek Pasar Brang Bara akan diusut. Karena keduanya merupakan satu kesatuan yang akan didalami. Dijelaskannya, terkait dugaan aliran dana pihaknya masih melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Sejauh ini sudah beberapa orang dimintai klarifikasi. Diantaranya humas dan direktur PT. Tiba Papua, rekanan dari proyek tersebut. Selain itu, beberapa orang yang diisukan menerima aliran dana
tersebut juga akan diklarifikasi. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan memintai klarifikasi sejumlah pejabat, termasuk TP4D Sumbawa dan Bupati Sumbawa. Seperti juga diketahui, beberapa waktu yang lalu berembus kabar mengenai aliran dana senilai Rp 1,4 miliar dari PT. Tiba Papua yang mengalir juga ke kantong TPAD. Namun menurut Kasi Intel, isu tersebut dinilai sengaja diembuskan untuk memperlemah kinerja TPAD dalam melakukan pengawasan, pengawalan dan pendampingan terhadap sejumlah program pembangunan di daerah.(ars)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 5 Februari 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257