Skip to main content

Edisi 02 Desember 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

SABTU, 2 DESEMBER 2017

16 HALAMAN NOMOR 218 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Pengemban Pengamal Pancasila

Terkait Bibit Bawang Sembalun

Kepala Balai Benih Diklarifikasi Polda NTB (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPSB-P) Provinsi NTB H. Wardi dipanggil penyidik Polda NTB, Selasa (28/11) lalu. Ia diklarifikasi soal bibit bawang putih yang ditanam warga di Sembalun, Lombok Timur (Lotim).

Boyke Karel Wattimena

‘’Saya ditanya penyidik soal teknis dan aturan tentang benih,” kata Wardi dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (1/ 12) sore. Sepanjang beberapa hal yang dike-

tahuinya, dijelaskan Wardi kepada penyidik Subdit I Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB yang memanggilnya. Seperti aturan masuknya bibit apapun, termasuk bawang putih. Kemudian

bagaimana proses sertifikasi tanaman yang sudah dipanen dan akan dijadikan benih. ‘’Kalau soal aturan, saya jelaskan semua. Tapi soal kewenangan, saya sama sekali tidak punya kewenangan soal bawang putih itu. Karena statusnya ndak jelas, bukan bibit tapi bawang konsumsi,’’ jelasnya. Sehingga ketika ditanya hasil pantauannya, menurutnya ia tidak punya kewenangan sejauh itu. Kalau pun turun, itu karena perintah Dirjen

Hortikultura Kementerian Pertanian RI yang memintanya mengecek langsung. Karena bawang tersebut bukan bibit tapi jenis bawang konsumsi yang ditanam petani. Memang diakuinya sempat disinggung soal proses sertifikasi benih bawang yang diimpor dari Taiwan itu. Tapi dia menegaskan sejak awal, tidak akan mengeluarkan sertifikat dengan alasan tidak jelas varietasnya. ‘’Begini, ibarat kita buat KK. Kalau akta kelahirannya tidak

jelas, ndak bisa dong,’’ tegasnya. Kewenangannya dalam masalah impor dan penanaman bawang putih Sembalun ini akan ada jika varietasnya adalah benih tertentu. Setelah ditanam kemudian dijadikan benih lagi. Maka akan ada proses pengujian sehingga dikeluarkan sertifikasi. Kasubdit I Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena, SIK sebelumnya menjelaskan, benih bawang putih yang ditanam

di Sembalun Lotim ditelisik pihaknya. Sejumlah pihak terkait, seperti BPSB-P Provinsi NTB, Balai Karantina, rekanan pengimpor PT. KTS, kelompok tani akan dipanggil untuk diklarifkasi, termasuk Dinas Pertanian Lotim. ‘’Semua pihak yang terkait dengan impor dan proses penanaman bibit ini kita panggil,’’ ujarnya. Dalam waktu dekat, tim yang dibentuk untuk mengusut bibit yang diduga tidak sesuai spesifikasi ini akan melakukan cek ke lapangan. (ars)

BAWANG PUTIH - Aktivitas budidaya tanaman bawang putih yang berhasil.

TO K O H Berkah bagi NTB

H. Muh. Amin

WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si., mengajak organisasi Islam, khususnya Hidayatullah terus membimbing umat menuju pengamalan ajaran Islam secara kaffah, sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya. Hal ini menurut Wagub penting dilakukan, mengingat saat ini umat membutuhkan bimbingan dan pembinaan dari seluruh komponen guna menghindarkan umat dari kekeliruan menafsirkan ajaran Islam. Sehingga, ajaran ajaran yang mengarah pada tindakan radikalisme di tengah masyarakat dapat dihindari. Bersambung ke hal 15

KO M E N TTAA R Diekspor ke Amerika SALAH satu investor, PT. Bali Seafood Internasional membangun pabrik pengolahan ikan di Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa. Perusahaan ini akan membeli ikanikan tangkapan nelayan kemudian akan diekspor ke Amerika Serikat (AS). ‘’Sejak akhir November mulai beroperasi. Dia menampung ikan dari hasil tangkapan nelayan. Ikanikan kualitas ekspor. Nanti akan diekspor ke Amerika,’’ ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Ir. Lalu Hamdi, M. Si Bersambung ke hal 15

Selong (Suara NTB) Importir bawang putih mengklaim, proyek penanaman bawang putih seluas 78 hektar di Sembalun sebagian besar berhasil. Disebutkan, 70 persen dari 500 orang petani yang terlibat dalam proyek penanaman bibit bawang putih impor asal Taiwan tersebut hasil panennya bagus. Hal ini dijelaskan Koordinator Lapangan PT Karya Tani Semesta (KTS), Yadian, Kamis (30/11) di Selong. ‘’Kita mau luruskan juga bahwa bawang putih yang ditanam itu bukanlah dari Cina, tapi dari Taiwan,’’ terang Yadi. Disebutkan 70 persen berhasil, 10 persen rusak dan sisanya masih belum panen.

Diliriknya kasus bawang putih impor ini oleh aparat kepolisian tidak dipersoalkannya. Importir mempersilakan aparat penegak hukum untuk mengusut hal tersebut. Karena menjadi tugas dan wewenangnya. ‘’Kita persilakan karena itu kan kewenangannya,’’ katanya. Dijelaskan bahwa bawang putih yang ditanam i Sembalun itu, bibit Taiwan ini tidaklah benar jika disebut mengandung virus dan tidak akan berumbi bagus. Bawang putih Taiwan itu sudah lolos proses karantina. Tidak melalui karantina Mataram karena importir ini memasukkan barangnya via Karantina Surabaya,

Jawa Timur. Keyakinannya, ketika sudah lolos proses karantina maka tidak ada kekhawatiran soal budidaya. Sebagian besar petani Sembalun sangat senang. Katanya, kehadiran importir turut menanam bawang putih di Sembalun itu semata karena melaksanakan ketentuan pemerintah. Yakni menanam 5 persen dari kuota impornya. Bersambung ke hal 15

42 Maskapai Batalkan Penerbangan Mataram (Suara NTB) Operasional Lombok International Airport (LIA) kembali dibuka Jumat (1/12), setelah Kamis (30/11) malam sebelumnya sempat ditutup akibat gangguan abu vulkanik Gunung Agung, Karangasem, Bali. Meski telah dibuka, namun 42 maskapai membatalkan penerbangannya. Dari 42 flight yang dibatalkan tersebut, dua diantaranya penerbangan internasional, selebihnya rute domestik. Pembatalan terjadi, baik keberangkatan dari dan ke luar LIA. ‘’Ada 42 filght yang cancel. Soal flight cancel, ada beberapa kondisi sejak awal yang dipertimbangkan maskapai. Mungkin karena mereka juga melakukan kajian internal sehingga dengan berbagai pertimbangan tidak flight,’’ kata General Manager (GM) Angkasa Pura I I Gusti Ngurah Ardita di media center LIA, Jumat (1/12) kemarin. Operasional bandara sebenarnya sudah dibuka kemarin, mulai pukul 08.50 Wita. Seh-

(Suara NTBa/ars)

PENUMPANG - Calon penumpang pesawat menuju pintu keberangkatan LIA. ingga kegiatan penerbangan sudah bisa berjalan. Sebagian maskapai memanfaatkan jadwal yang sudah ditetapkan manajemen bandara. Seperti penerbangan dari Ujung Pandang dan kedatangan dari Bima. Sedangkan yang berangkat, pesawat menuju Surabaya, Jakarta dan Bima. Na-

mun di sisi lain, sebagian besar memilih tidak terbang atau memutuskan tidak mendarat di LIA. ‘’Mungkin airline yang melakukan cancel karena melihat perkembangan sejak malam kemarin (penutupan),’’ jelasnya. Bersambung ke hal 15

Yadian

Ditetapkan dengan Syarat, APBD NTB 2018 Defisit Rp 25 Miliar Mataram (Suara NTB) Setelah melalui pembahasan yang cukup alot di tingkat komisi, APBD NTB 2018 akhirnya ditetapkan DPRD NTB, Kamis (30/11) malam sebesar Rp 5,255 triliun. Penetapan APBD NTB 2018 oleh DPRD NTB dilakukan dengan syarat. Komisi IV DPRD NTB yang membidangi infrastruktur, menjadi juru kunci penetapan APBD 2018. Komisi IV dapat menyetujui penetapan APBD NTB 2018 jika eksekutif dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mau membeli alat berat senilai Rp 3 miliar untuk ditempatkan di Balai Jalan Pulau Sumbawa. ‘’Hasil rapat klinis antara Komisi IV dan Dinas PU yang dihadiri oleh Kepala Bappeda terhadap permintaan Komisi IV agar Dinas PU membeli alat berat senilai Rp 3 miliar untuk di tempatkan di Pulau Sumbawa. Dan sudah sama-sama disepakati maka pimpinan sidang memerintahkan kepada dinas terkait untuk memenuhi kesepakatan tersebut,’’ kata Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, SE, M. Comm yang menjadi pimpinan sidang paripurna, Kamis (30/11) malam. Mori menyebutkan, APBD NTB 2018 ditetapkan sebesar Rp 5,255 triliun lebih. Terjadi defisit anggaran sebesar Rp 25 miliar lebih. Ia merincikan, APBD NTB 2018 terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp 5,230 triliun. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB)/dok

Molor, Proyek Terminal Haji LIA Lalu Hamdi

Mataram (Suara NTB) Pengerjaan proyek Terminal Haji Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah dipastikan molor. Sejumlah kendala dihadapi kontraktor pelaksana, seperti cuaca dan gangguan dari oknum warga. Pelaksana pun meminta perpanjangan waktu. Sesuai kontrak, batas waktu pengerjaan per 28 November 2017. Akibat banyak kendala itu, PT. Adhistana minta pelaksanaan diperpanjang 16 hari ke depan untuk menuntaskan sisa dari 90 persen yang sudah dikerjakan. Pantauan Suara NTB Jumat (1/12) kemarin, puluhan

pekerja sedang melakukan aktivitas di dalam dan luar gedung. Di dalam gedung, pekerja membersihkan dinding untuk persiapan pengecatan. Di luar gedung, masih ada pengerjaan tembok keliling. ‘’Makanya kita minta perpanjangan waktu kepada Dinas Perhubungan,” kata Pelaksana Lapangan PT. Adhistana, Omi Jayadi. Saat ini posisi pekerjaan diakuinya sudah 90 persen untuk item pekerjaan renovasi atap, plafon, kaca. Pintu gerbang, dua pos jaga, serta perbaikan atap, dengan pagu anggaran mencapai Rp 2 miliar lebih. Saat ini pekerjaan-

nya mengejar penyelesaian tembok keliling dan pemasangan teralis. Sementara di dalam gedung, hanya tinggal perbaikan beberapa keramik, finalisasi plafon untuk persiapan pengecatan. ‘’Kita usahakan mingguminggu ini selesai. Setelah kita kebut siang malam, tinggal fokus pada pengecetan. Saya bagi tugas. Ada yang handle tembok keliling, cat, semua ada yang handle. Ada kepala tukang masing masing,’’ kata Tomi, sapaan Pelaksana Lapangan asal Kecamatan Suralaga Lombok Timur ini. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

DIKEBUT - Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan tembok keliling proyek Terminal Haji LIA yang sedang dikebut pengerjaan oleh PT. Adhistana.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

PARLEMENTARIA

Siaga Bencana Air Pasang CUACA ekstrem yang melanda di akhir tahun membuat masyarakat terutama yang tinggal di sekitar pantai diminta untuk mulai waspada. Menurut camat Ampenan, Zarkasyi, SE, MM, meminta pihak lingkungan serta kelurahan untuk mulai waspada. “Ada beberapa kelurahan di sini yang berbatasan langsung dengan pantai, seperti Ampenan Tengah, Ampenan Selatan, Bintaro, dan Banjar,” terangnya. Bencana yang tiap tahun selalu melanda keempat kelurahan tersebut, katanya, adalah bencana air pasang (Suara NTB/uul) yang selalu terjadi. “Apalagi Zarkasyi di akhir dan awal tahun yang menjadi waktu puncak pasang tersebut,” kata Zarkasyi. Tetapi masyarakat yang tinggal di dekat pantai, sudah mulai bersiaga karena menjadi resiko mereka tinggal di situ. “Karena kita tidak bisa menghalangi air pasang saat datang, jadi kami siagakan semuanya,” terangnya. Terkait adanya bencana pasang yang melanda kampung Bugis kemarin, pihaknya sudah memberikan bantuan berupa karung. “Kecuali ada yang hanyut, baru kita bantu yang lainnya,” kata Zarkasyi. Daerah yang paling rawan bencana, tambahnya, adalah di kawasan Bintaro terutama daerah yang berada di paling utara. “Karena di sana ada 99 rumah yang langsung berhadapan dengan laut, sedangkan di kampung Bugis tanggulnya sudah tinggi sehingga hanya ada percikan saja,” ujarnya. Sedangkan di Sintung, Banjar, lokasinya cukup jauh dengan pantai. Bencana di tengah cuaca ekstrem ini diperparah dengan adanya erupsi gunung Agung di Bali yang berdampak dengan adanya hujan abu. “Tetapi sampai saat ini kami belum menerima laporan dari kelurahan tentang adanya dampak leutusan gunung Agung,” kata Zarkasyi. Bencana air pasang, tambahnya, minggu kemarin memang sempat naik tetapi tidak sampai mengkhawatirkan. (uul)

Halaman 2

DPRD Tetapkan APBD Kota Mataram 2018

Mataram(SuaraNTB)– DPRD Kota Mataram, Kamis (30/1) sore menetapkan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1,4 triliun lebih. Mengiringi penetapan APBD Kota Mataram tahun 2018 dalam rangkaian rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., didampingi wakil ketua, H. Muhtar, SH., dan I Wayan Sugiarta dibacakan rekomendasi Dewan terkait hal itu. Dalam laporan hasil kerja gabungan komisi-komisi DPRD Kota Mataram yang dibacakan oleh Sekretaris gabungan komisi, Hj. Bq. Mirdiati disampaikan 20 poin saran dan masukan kepada eksekutif. 1. Dalam rangka peningkatan Pengawasan dan penertiban perizinan Perlu Kordinasi yang optimal antara DPMP2TSP, PUPR dan instansi terkait. Terhadap izin/IMB yang tidak sesuai peruntukan dan spesifikasi izin dengan kondisi lapangan. 2. Peran Sat.PolPP terhadap Pengawasan/patroli di tempat-tempat vital/ rawan trantib perlu dioptimalkan, dalam rangka untuk meningkatkan ketertiban, keamanan dan kenyamanan warga kota Mataram. 3. Perlu dilakukan penguatan koordinasi antara Bakesbangpol, Inspektorat dan BPKP terhadap ketentuan Bantuan Parpol agar supaya tidak terjadi perbedaan pandangan dalam hal pertanggungjawaban atas pelaksanaan bantuan Parpol tersebut. 4. Disarankan agar Dinas Perhubungan melaksanakan Uji petik secara rutin di masing-masing titik parkir agar pendapatan parkir dapat dioptimalkan. 5. DisarankanagaradainovasidariDinasPerhubunganUntukmengatasimasalahparkir. 6. Disarankan kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk meminimalisir tagihan PJU supaya program Neonisasi dialihkan menjadi Program meterisasi yang menggunakan lampu LED. 7. Disarankan untuk menambah lokasi tempat penampungan sampah sementara (TPS) di masing-masing kelurahan. 8. Perlunya dukungan anggaran pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk Program Penyusunan Perda RDTR untuk 3 (tiga) kecamatan. 9. Perlunya dukungan anggaran untuk sosialisasi Perda parkir mengingat anggaran saat ini masih sangat minim. 10.Perlunya tambahan anggaran untuk pemasangan Traffic Light di titiktitik jalan dengan resiko kecelakaan yang tinggi. 11.Perlunya dukungan anggaran untuk Satgas yang ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mengingat beban kerja yang beresiko tinggi. 12.Perlunya alokasi anggaran untuk peningkatan Sarana dan Prasarana pada Dinas Pemadam Kebakaran khususnya untuk pengadaan Mobil Fire Jeep dan Mobil tangki Supply mengingat kondisi armada saat ini yang hanya 10 Unit (1 unit mobil tangga, 1 unit mobil pompa dan 8 unit fire truck ) tidak mendukung untuk respon time yang cepat jika sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran. 13.Perlunya anggaran pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak khususnya terkait peningkatan SDM dan Sarana Prasarana mengingat OPD Dinas PPPA merupakan OPD baru. 14.Kondisi Sarana Prasarana Pendidikan di beberapa sekolah saat ini kurang memuaskan. Hal ini diharapkan bisa menjadi perhatian kita bersama sehingga pendidikan berkualitas di Kota Mataram dapat terwujud. Diharapkan kedepan, Dinas Pendidikan lebih pro aktif dalam menjalin komunikasi dengan Komisi IV sebagai komisi yang membidangi pendidikan agar permasalahan – permasalahan terkait Pendidikan dapat diselesaikan secara bersama. 15.Terkait dengan Sosialisasi Program- Program nasional yang juga akan dilaksanakan di Kota Mataram seperti Gerakan Masyarakat Sehat, Vaksinasi Campak dan Rubella agar menjadi perhatian Pemerintah Kota Mataram sehingga masyarakat dapat mengerti pentingnya kegiatan sosialisasi dimaksud sehingga tingkat keberhasilannya dapat tercapai sesuai yang diharapkan.

(Suara NTB/ist)

PENETAPAN - Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., didampingi Wakil Ketua, Muhtar, SH., dan I Wayan Sugiartha mengetok palu menandai penetapan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2018. 16.Perlunya dukungan anggaran Pemerintah Kota Mataram untuk mewujudkan program Sekolah dan Kelurahan yang berada di daerah aliran sungai menjadi Sekolah dan kelurahan yang tangguh bencana. 17.Diharapkan agara Dinas Pemadam Kebakaran dapat dilibatkan dalam proses perizinan dalam rangka pelaksanaan tupoksi pencegahan. 18.Diharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Mataram untuk mewujudkan Gerakan Magrib Mengaji dan Mengajar yang diinisiasi oleh Dinas PPPA agar Gerakan Magrib Mengaji dapat segera terwujud dan mungkin dapat diakselerasikan dengan Perda tentang Penyelenggaraan Pembinaan Pendidikan Keluarga. 19.Disarankan agar segera dilakukan perubahan Perda tentang Penyelenggaraan Pendidikan mengingat kewenangan Pengelolaan Pendidikan Menengah beralih ke Pemerintah Propinsi. 20.Disarankan agar mengintegrasikan beberapa sekolah yang memungkinkan dan layak untuk dilakukan demi peningkatan kualitas pendidikan. Adapun rincian APBD Kota Mataram tahun anggaran 2018 adalah sebagai berikut :

Saran yang disampaikan oleh Gabungan Komisi Dewan ditanggapi baik oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dalam Pendapat Akhir kepala daerah. Walikota juga memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh pihak legislatif dalam penyelesaian pembahasan hinggapersetujuannotakeuangandanrancanganAPBDKotaMataramTahunAnggaran2018. Haltersebutmenandakanhubunganbaikantaraeksekutifdanlegislatifyangmampumengatasi berbagai perbedaan pendapat dan pandangan melalui musyawarah dan mufakat. (fit/*)

Sosialisasi Tidak Dilakukan KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, SPt., menyayangkan realisasi atas target retribusi parkir lagi-lagi tidak tercapai. Hasil rapat kerja Komisi III dengan Dishub Kota Mataram terungkap bahwa dari target Rp 5 miliar pada tahun 2017, realisasinya hanya Rp 1,8 miliar. Padahal potensi target tersebut sangat memungkinkan. Karena, titik parkir di Kota Mataram tidak kurang dari Rp 630 titik. “Kalau dirata rata-ratakan Rp 20 ribu, itu sudah berapa. Kemarin disam(Suara NTB/dok) paikan bisa sampai Rp 7,5 I Gede Wiska miliar,’’ ungkapnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Kamis (30/11). Yang menjadi catatan gabungan Komisi adalah bagaimana supaya Perda Parkir itu terlaksana. “Yang sekarang terjadi adalah Perda Parkir itu tidak dilaksanakan,” sesalnya. Wiska melihat sosialisasi soal pengambilan karcis parkir sama sekali tidak dilakukan. Sebab rata-rata jukir di Mataram tidak memberikan karcis parkir kepada pengguna jasa parkir. Ini, katanya, tidak terlepas dari minimnya anggaran sosialisasi yang disediakan oleh Dishub. ‘’Dalam rapat kerja, itu kami pertanyakan. Bagaimana mau mensosialisasikan ini kalau anggaran hanya Rp 25 juta,’’ cetusnya. Dengan kondisi anggaran yang terbatas, sulit berharap lahirnya inovasi dari Dishub Kota Mataram. Dari kalangan Dewan ada usulan bagaimana supaya masyarakat tertarik mengambil karcis parkir. Salah satunya adalah dengan menerapkan karcis parkir berhadiah seperti halnya gebyar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain itu, ada pula wacana penerapan karcis parkir dengan melibatkan masyarakat. ‘’Masyarakat membeli karcis parkir itu di minimarket. Jadi karcis parkir itu dijual, jadi nanti karcis parkir itu yang ditukarkan pada jukir. Itu juga menarik dan perlu diimplementasikan,’’ terangnya. Namun demikian, upaya apapun itu, tidak boleh bertentangan dengan Perda. Yang terpenting sekarang, demikian Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram ini, bagaimana supaya Perda dilaksanakan. Sosialisasi harus dilakukan dengan berbagai media. Seperti, sosialisasi lewat spanduk, sosialisasi lewat media massa dan juga sosialisasi lewat papan pengumuman. Potensi parkir di Kota Mataram, sebut Wiska sangat besar kalau dikelola secara maksimal. Untuk itu, ia menyarakankan supaya sosialisasi melibatkan berbagai pihak. (fit)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

(Suara NTB/ist)

LAPORAN HASIL KERJA - Sekretaris gabungan komisi-komisi DPRD Kota Mataram, Hj. Bq. Mirdiati membacakan laporan hasil kerja gabungan komisi Dewan.

KEPUTUSAN - Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma BS, SH., membacakan konsep keputusan DPRD Kota Mataram terhadap penetapan APBD Kota Mataram tahun anggaran 2018.

PENDAPAT AKHIR - Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menyampaikan pendapat akhir kepala daerah atas telah ditetapkannya APBD Kota Mataram tahun anggaran 2018.

Walikota Instruksikan Rekanan Bermasalah Di-’’blacklist’’ Mataram (Suara NTB) Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh marah dengan gagalnya penyelesaian proyek jembatan Dasan Agung oleh rekanan. Ia meminta rekanan bermasalah tersebut tidak saja diputus kontrak, tapi harus di-blacklist. “Saya menekankan perusahaan seperti itu di-blacklist saja,” tegas Walikota dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Mataram, Kamis (30/11). Walikota menambahkan, kalau ada rekanan melakukan hal - hal tidak sesuai dan itu dianggap melanggar ketentuan, perlu ditindak tegas. Sebab, ini menghambat program yang seharusnya dinikmati masyarakat. “Itu yang kita maksud dengan program segera dinikmati, justru masyarakat tidak bisa rasakan,” sesalnya. Ditambahkan, mau tidak mau, proyek jembatan itu akan

Dapil Bertambah

Jatah Kursi di DPRD Tidak Berubah

(Suara NTB/ist)

RAPAT PERSIAPAN - Para peserta rapat kerja persiapan penyusunan penataan dapil dan alokasi kursi pemilu 2019 mendengarkan pemaparan aturan teknis disampaikan oleh Komisioer KPU Kota Mataram, Bedi Saparwadi. Mataram (Suara NTB) Pemilihan Legislatif di Kota Mataram dimungkinkan akan bertambah daerah pemilihan (dapil). Penambahan ini berdasarkan masukan stakeholder dan partai politik. Kendati dapil bertambah, jatah kursi di DPRD tak ada perubahan atau tetap 40 kursi di tahun 2019 mendatang. Wacana penambahan dapil tersebut terungkap pada rapat kerja persiapan penyusunan penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi Pemilu Anggota DPRD Kabupaten/Kota tahun

2019. Komisioner KPU Kota Mataram, Bedi Saparwadi, SE., menjelaskan, pelaksanaan Pemilu 2019, pihaknya meminta masukan tidak saja dari Parpol, tetapi dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda berkaitan dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dalam rapat kerja yang menghadirkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram tersebut, sebagian besar Parpol dan masyarakat menginginkan adanya pengembangan dapil. ‘’Di

aturan memang disampaikan dimungkinkan ada penambahan dapil,” kata Bedi, Jumat (1/12). Pemilihan Legislatif 2014 lalu, ada lima dapil di Kota Mataram. Kemungkinan akan bertambah jadi enam. Penambahan satu dapil itu akan dibahas pada rapat bimbingan teknis (Bimtek) di Solo, Jawa Tengah. Selanjutnya, akan dilakukan uji publik kelayakan penambahan tersebut. Lalu, diusulkan ke KPU RI melalui KPU NTB. Bedi menambahkan, meski ada penambahan dapil, tidak ada penambahan jatah kursi di DPRD. Mengacu Undang - Undang Nomor 27 Tahun 2017, penambahan jatah kursi legislatif minimal penduduk di Kota Mataram sebanyak 500 ribu jiwa. Berdasarkan data Dukcapil, penduduk Kota Mataram kurang dari 500 ribu jiwa. “ Jatah kursi tetap 40, kecuali ada penambahan penduduk. Penduduk kita di bawah 500 ribu,” ucap pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Mataram tersebut. KPU nanti akan menyampaikan usulan penambahan dapil tersebut dengan harapkan KPU RI menyetujui dengan melihat pertimbangan serta masukan Parpol dan stakeholder lainnya. (cem)

dilanjutkan awal 2018 mendatang. Menurutnya, tertundanya penyelesaian jembatan itu di luar kehendak pemerintah. Rekanan ditunjuk melalui sistem tender. Tender ini memiliki syar-

at dan ketentuan. Pemkota tidak mengetahui sejauh mana kemampuan finansial perusahaan itu. “Yang jelas dilakukan pelelangan,” ucapnya. Walikota menegaskan, kasus

ini jadi pembelajaran untuk semakin memperketat penunjukan pemenang tender. Tetapi kembali, siapa pemenang tender dan seberapa kemampuan finansial mereka di luar prediksi pemerintah. “Ini kan tidak sesuai ekspektasi saya,” sesalnya. Proyek pembangunan jembatan Dasan Agung dengan pagu anggaran Rp 2,4 miliar dikerjakan oleh CV. Limbu Indah dengan nilai kontrak Rp. 2.095.010.000,00. Ahyar mengaku menyesalkan

ketidaktuntasan proyek itu. Kegiatan direncanakan dengan matang dan anggaran telah disiapkan, justru masyarakat tidak bisa segera menikmati. Pemutusan kontrak proyek pembangunan jembatan Dasan Agung oleh Dinas PUPR selaku pemilik proyek melihat defiasi pekerjaan telah mencapai 60 persen. CV. Limbu Indah sebagai rekanan hanya mampu menyelesaikan sebagian kecil dari proyek jembatan tersebut. (cem)

Sejumlah Lingkungan di Mataram Tergenang Air Mataram (Suara NTB) Sejumlah titik di Kota Mataram tergenang air akibat curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan sungai meluap. Banjir setinggi lutut orang dewasa terjadi di Lingkungan Kekalik Kelurahan Kekalik dan Karang Buaya Kelurahan Pagutan Timur. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Dedi Supriyadi, SH., melalui Kabid Data dan Logistik, Drs. I Made Gde Yasa mengklarifikasi bahwa yang terjadi, Rabu (29/11) malam adalah genangan di lingkungan Kekalik. Satu hingga dua jam setelah itu, air kembali surut. Tidak ada warga dievakuasi karena masyarakat segera mengantisipasi menggunakan tanggul darurat. Penyebab genangan itu dari luapan Sungai Ancar. Tanggul pembatas tidak mampu menahan debit air, di samping sedimentasi dan rendahnya jembatan di Kekalik Kijang. “Cuma 30 cm. Sekitar jam 03.00 - 04.00 pagi air sudah surut,” kata Yasa dikonfirmasi, Jumat (1/12). Penyebab lain luapan air banyaknya keramba milik masyarakat di aliran sungai. Selain itu, bangunan di bibir sungai mengakibatkan luapan. Berbeda hal di Karang Buaya Kelurahan Pagutan Timur, genangan itu dikarenakan timbunan sampah di saluran sehingga meluber ke pemukiman warga dan sekolah. Sebanyak 60 petugas BPBD diterjunkan membantu memperlancar aliran tersebut. Di samping menggunakan pompa

mesin untuk menyedot genangan di salah satu sekolah dasar. “Kalau di bagian hulu hujan, pasti banjir. BWS dan PUPR harus segera turun tangan,” kata Yasa. Camat Sekarbela Cahya Samudramenambahkan,banjirdiKekalik karena tingginya intensitas hujan di bagian hulu. Sekitar pukul 23.30 Wita, Sungai Ancar meluap dan menggenangi rumah warga. Ketinggian air mencapai 20 centimetersehinggatidakadawargayang dievakuasi. “Ndak sampai masuk rumah warga. Warga sigap pasang tanggul darurat,” tambahnya. Dikatakan, banjir disebabkan oleh rendahnya jembatan di Lingkungan Kekalik Kijang. Aliran air di Sunga Ancar terhalang dan terhempas ke pemukiman warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, berjanji segera meninggikan jembatan tersebut. “PU sudah siap meninggikan satu meter. Kemarin (dua hari lalu,red) sudah diukur,” ujarnya. Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura mengungkapkan, jembatan di Lingkungan Kekalik Kijang akan dibongkar. Rendahnya jembatan itu menyebabkan air meluber dan menggenangi rumah warga. Menurutnya, langkah antisipasi segera dilakukan dengan menormalisasi sungai tersebut. Sebab, sedimentasi di sungai Ancar tinggi karena masyarakat membuang sampah dan sisa abu pembakaran tahu - tempe mereka. “Keramba juga banyak. Itu juga yang buang air meluber karena sampah nyangkut,” paparnya. (cem)

(Suara NTB/ist)

TERGENANG - Petugas BPBD Kota Mataram turun mengecek kondisi genangan air akibat luapan sungai di Lingkungan Kekalik Kijang Kelurahan Kekalik, Rabu (29/11) malam.


Sabtu, 2 Desember 2017

SUARA NTB

Halaman 3

Jasa Raharja Konsisten Membina Usaha dari Hulu ke Hilir Mataram (Suara NTB)PT. Jasa Raharja (Persero) konsisten mendukung para pelaku usaha lokal untuk naik kelas. Kegiatan pembinaan dilakukan secara total dari hulu ke hilir. Jasa Raharja adalah perusahan dengan kepemilikan saham 100 persen pemerintah, bergerak di bidang usaha asuransi sosial, kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Tugas, pokok dan fungsi PT Jasa Raharja yatu memberikan perlindungan dan santunan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum seperti bus, kapal laut dan pesawat terbang. Tetapi pemerintah memberikan tugas lain kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini untuk melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Salah satu wujudnya, menyalurkan dana (kredit) dengan pengembalian lunak (margin 3 persen) kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tahun ini Jasa Raharja, khususnya cabang NTB memberikan kredit lunak sebesar Rp 900 juta kepada pelaku UMKM yang mengajukan dukungan penambahan modal, dalam rangka penguatan usaha. Rp 900 juta yang diambilkan dari keuntungan, kata Kepala Jasa Raharja NTB, M. Zulham Pane, telah disalurkan 100 persen. Selain modal, Jasa Raharja juga memfasilitasi para pelaku UMKM binaannya, memperluas jaringan pasar. Salah satunya, dengan tetap mengikutkan binaannya pada kegiatan pameran dan expo. Salah satunya, dengan mengikutkan 4 UMKM binaannya. Produsen cukli (Lombok Craft), perajin mutiara (Tifa Pearl), produsen kain tenun khas NTB (Art Shop Dharma Setya), dan pelaku suaha konveksi (Uniwis) pada Lombok Pameran Pariwisata, Perdagangan dan Investasi (PPI) Expo yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mall (LEM) pada 30 November hingga 3 Desember 2017. Para pelaku UMKM ini difasilitasi oleh Unit PKBL di Jasa Raharja NTB. Didampingi Kepala Unit PKBL, Eko Mulyanto pada kegiatan pembukaan, Zulham Pane menjelaskan, rata-rata setiap tahun antara 43 sampai 50 UMKM binaan diberikan penguatan modal. UMKM yang konsisten juga terus di fasilitasi mengikuti kegiatan pameran, baik level nasional maupun internasional. Belum lama ini, Jasa

(Suara NTB/bul)

Kepala Jasa Raharja NTB, M. Zulham Pane didampingi Kanit PKBL, Eko Mulyanto dan binaan yang diikutsertakan pada Lombok PPI Expo di Mataram Raharja NTB bahkan mengirim salah satu produsen cukli mengikuti pameran di Aljazair. “Dengan mengikutkan pameran, kami ingin para binaan menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki jaringan yang lebih luas. Selain itu, kami juga tetap memberikan pelatihan-pelatihan,� jelasnya. Eko Mulyanto melengkapinya, bahwa Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan Jasa Raharja. Agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiflier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Jasa Raharja. Hal tersebut diharapkan akan da-

pat mendukung kegiatan usaha Jasa Raharja. Sedangkan program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Jasa Raharja melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN dan bersifat hibah. Tahun ini, PKBL PT Jasa Rahrja telah menyalurkan Program Kemitraan untuk 43 mitra dengan nilai Rp 900 juta. Sedangkan untuk program Bina Lingkungan, disalurkan Rp 1 miliar dengan berbagai fitur. Yaitu, bantuan untuk pendidikan Rp 650 juta, sarana ibadah Rp 250 juta, dan sisanya dialokasikan untuk bantuan sosial kemasyarakatan serta sarana dan prasarana umum. (bul/*)

Ž¥“Š’ထ Ž‘“Š¤Šš Žš¤Š£ ¥ŽŠ¤“¨“¤Š£ Â?Šš Žš ÂŽ ޥЖ£“ Â?“ Š—“Â?ÂŽÂĄ ¤Ž na remaja se-Kabupaten Sumbawa yang tergabung Sumbawa Besar (Suara NTB) dalam PIK R mempunyai kreatifitas yang cukup tingKegiatan Pentas Kreativitas dan Generasi Berengi. Untuk itu pemda mengharapkan khususnya Dinas cana (GenRe) Beraksi yang dilaksanakan di Pantai P2KBP3A untuk membina secara terus menerus kegSaliper Ate, Sumbawa, berlangsung meriah, Kamis iatan remaja ini. “Kegiatan ini sangat bagus dan per(30/11). Kegiatan yang merupakan bagian dari GenRe lu terus menerus untuk dipelihara. Kami yakin dan Vaganza ini dibuka oleh Bupati Sumbawa diwakili percaya para guru dan Pembina yang ada di KabupatAsisten II Setda Sumbawa, Didi Darsani, A.Pt. en Sumbawa maupun di sekolah mampu mendidik Kemeriahan acara berlangsung sejak pagi denanak-anak kita untuk kegiatan yang positif. Oleh karegan berbagai kreatifitas remaja yang ditampilkan. na itu apa yang kita laksanakan saat ini diharapkan Termasuk adanya pembagian doorprize serta pendapat memberikan kontribusi pada remaja untuk tergukuhan PIK R Kabupaten Sumbawa. Dalam hindar dari hal-hal negatif,â€? terangnya. kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian spot Sebagaimana diketahui, kata Didi, saat ini keSelfie di pinggir Pantai Saliper Ate oleh Asisten II majuan dan perkembangan zaman sudah sedemikiSetda Sumbawa, Didi Darsani, A.Pt bersama Kean rupa. Pengaruh global sudah sulit dihindari, terupala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Drs. Lalu tama pada remaja-remaja. Oleh karena itu dengan Makrifuddin didampingi Kepala Dinas P2KBP3A semakin menguatnya pengaruh-pengaruh negatif, Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Ibrahim S. Fatawari. pihaknya yakin kegiatan remaja melalui PIK R ini Diharapkan spot selfie tersebut menjadi ikon baru Asisten II Setda Sumbawa dan Kepala Perwakilan perlu terus menerus digalakkan. Karena generasi di Kabupaten Sumbawa dan remaja yang hendak BKKBN NTB menikmati ayunan di spot selfie. muda inilah yang akan menjadi generasi penerus ke melakukan selfie bisa mengathui bahaya pernikahmpilkan para remaja dalam kegiatan. Hal ini sebagai depannya. Jangan sampai nantinya generasi muda an dini, free seks dan narkoba. Diakhir kegiatan dilakukan pembagian hadiah kepada para juara tanda mereka menyadari keadaan bahwa akan men- ini tidak siap menghadapi bonus demografi. “Jangan dalam kegiatan pentas kreatifitas. Adapun juara I jadi harapan bangsa di masa depan. Tentunya untuk sampai generassi muda sebagai penerus kita nanti adalah SMAN 1 Empang, juara II MTSN Labang- menjadi pemimpin di masa depan, mereka harus tidak siap menghadapi kesempatan, dimana angkaka, dan juara III SMAN 3 Sumbawa Besar. Sedang- mempersiapkan diri, kemudian mempunyai pema- tan kerja jauh lebih pesat dari angkatan yang non kan juara harapan I yakni SRC Desa Semamung, haman yang jelas terhadap peran dan seperti apa produktif. Oleh karena itu mari kita menyiapkan genjuara harapan II PIK R Nijang, dan juara harapan generasi muda di masa yang akan datang. “Percaya erasi muda kita ini secara baik,â€? tandasnya. atau tidak, mau atau tidak, mereka pasti akan mengKepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Drs. III MA Al Majdiyah Sumbawa. Lalu Makrifuddin menyebutkan bahwa remaja ini Ketua Panitia, Wahyu Hidayat Yusuf, S.S., M.Sc ganti generasi yang ada saat ini,â€? ujarnya. Pihaknya berharap kegiatan semacam ini dapat akan menjadi pemimpin di masa depan. Namun tanmenyebutkan kegiatan lomba ajang kreatifitas GenRe antar sekolah dan GenRe beraksi ini meru- dilaksanakan setiap tahunnya. Pihaknya pun akan tangan yang akan dihadapi cukup berat untuk hal pakan bagian dalam GenRe Vaganza yang menga- mendukung semua kebijakan yang mengarah kepa- tersebut. Salah satunya harus menghindari pernikangkat tema “GenRe Beraksi Untukmu Negeriâ€?. Tema da pembangunan generasi muda. Karena mereka han di bawah usia 18 tahun. Karena pernikahan di ini dilatarbelakangi atas berperan aktifnya Genera- adalah aset yang sangat berharga dan akan menjadi bawah usia 18 tahun di NTB angkanya cukup tinggi si Berencana NTB dalam pelaksanaan program pemimpin di masa depan. “Mudah-mudahan ke yakni 27 persen. Dimana yang paling merasakan damKKBPK khususnya program dan kegiatan GenRe. depan acara seperti ini terus dilaksanakan. Kepada paknya adalah wanita. Oleh karena itu diminta rePeserta dalam kegiatan berjumlah 250 orang yang adik-adik remaja kami harapkan terus berkreasi dan maja dapat merencanakan pernikahan. “Jangan meniterdiri dari sekolah/madrasah se-Kabupaten Sum- mengangkat makna segala pesan genre untuk dis- kah usia muda, lanjutkan sekolah setinggi-tingginya. Itu yang harus dilakukan jika ingin menjadi pemimpin bawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ampaikan kepada remaja yang lainnya,â€? harapnya. Asisten II Setda Sumbawa, H. Didi Darsani, A.Pt di masa depan,â€? kata Makrifuddin. upaya promosi, cakupan dan kualitas program GenSelain itu, lanjutnya, jangan melakukan hubungan erasi Berencana (GenRe). Secara khusus tujuannya menyampaikan pemerintah daerah (pemda) sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan ini. Dimaseks sebelum pernikahan. Kemudian harus menghinyakni tersosialisasikannya program GenRe di kadari narkoba. Jika hal tersebut langan remaja, meningkatbisa dihindari, inilah yang dikanya jumlah remaja yang takan generasi berencana dan terpapar tentang program calon pemimpin masa depan. GenRe, dan meningkatnya “Generasi berencana adalah kualitas pelaksanaan program GenRe. Rangkaian generasi yang mengatakan kegiatan GenRe Vaganza tidak pada pernikahan usia dilaksanakan selama dua muda, mengatakan tidak pada hari. Dimulai dengan soshubungan seks di luar nikah, ialisasi pengembangan dan mengatakan tidak pada narkopengelolaan PIK R jalur ba. Dengan demikian Insya Alpendidikan dan lah akan bisa melanjutkan masyarakat di Hotel Dewi pendidikan setingginya. Jika pada Rabu (29/11). Kemusudah melanjutkan pendidikan dian lomba Ajang Kreatifiakan mendapatkan pekerjaan tas GenRe antar sekolah yang baik dan layak. Barulah se-Kabupaten Sumbawa merencanakan untuk menikah. dan GenRe Beraksi di PanKalau sudah menikah merentai Saliper Ate, Kamis (30/ canakan berapa jumlah anak 11). yang akan dimiliki. Saya yakin Kepala Dinas P2KBP3A diantara kita memiliki rencaKabupaten Sumbawa, Drs. na untuk memiliki anak kalau Kepala Perwakilan BKKBN Asisten II Setda Sumbawa, Kepala Dinas P2KBP3A, H. Ibrahim S. Fatawari mensudah menikah,â€? pungkasnya. NTB, Lalu Makrifuddin. H. Didi Darsani. H. Ibrahim S. Fatawari. gagumi kreatifitas yang dita(ind/arn/*)

Pemberian hadiah kepada para juara lomba pentas kreatifitas GenRe oleh Kepala Perwakilan BKKBN NTB didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa.

Peresmian spot selfie oleh Asisten II Setda Sumbawa dan Kepala Perwakilan BKKBN NTB didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa.

Pengukuhan PIK R Kabupaten Sumbawa

Aksi para PIK R Sumbawa

Penampilan para siswa SMAN 1 Empang

Penampilan SRC Desa Semamung


SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Jelang Pembayaran Tunjangan Tunggu Petunjuk Pusat PEMBANGUNAN gedung Layanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja Indonesia (LTSP-TKI) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah selesai. Namun, peresmian atau launching gedung ini, Pemda Lotim masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (30/11), Kepala Disnakertrans Lotim, Andika Istujaya, mengatakan pembangunan fisik gedung LTSP sudah rampung, termasuk mebeler beserta perangkatnya yang lain sudah siap. Na(Suara NTB/yon) mun untuk penempatan Andika Istujaya instansi pusat masih harus menunggu selama beberapa waktu. ‘’Misalnya, untuk Imigrasi dari Dirjen Imigrasi akan mendatangkan petugas yang namanya tim Sistik, termasuk Dukcapil menurunkan tim dari pusat, di mana untuk Dukcapil ini membutuhkan internet khusus yang jalurnya hingga saat ini masih dibicarakan,’’ terangnya. Pada LTSP-TKI, disebutkan bahwa terdapat sekitar 7 instansi yang ada di dalamnya seperti kepolisian dikarenakan adanya beberapa negara penempatan TKI yang membutuhkan SKCK, Dukcapil, Imigrasi, sarana kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Disnakertrans dan lembaga perbankan. Instansi-instansi inilah yang harus dilengkapi sebelum mengoperasionalkan LTSP-TKI. Menurutnya, total anggaran dalam pembangunan LTSP dari pemerintah pusat sebesar Rp 500 juta dan pemerintah daerah Rp 450 juta. “Pembangunannya sudah selesai, tinggal kita launching saja,” jelasnya. Pembangunan LTSP, ujarnya, bertujuan memberikan pelayanan yang mudah, murah dan cepat bagi TKI. Sehingga pelayanan kepada TKI dengan penerbitan dokumen-dokumennya secara terkoordinir di satu tempat. Nantinya, TKI yang sudah diketahui kondisi perekonomiannya tidak lagi mengurus dokumen keberangkatan ke banyak lokasi yang berbeda. “Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Tidak termakan bujuk rayu calo,”harapnya. (yon)

Porkab Lotim

Masbagik Pimpin Klasemen Sementara Selong (Suara NTB) Atlet-atlet dari Kecamatan Masbagik tampil gemilang pada laga Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II tahun 2017. Hingga Jumat (1/12), Masbagik meraih 24 medali emas, 12 medali perak dan 7 medali perunggu. Gambaran perolehan medali atlet Masbagik ini memungkinkan untuk direbutnya gelar juara umum. dimungkinkan Masbagik bisa menggeser posisi jawara dari para atletatlet dari Kecamatan Selong. Pasalnya, para atlet asal Ibukota Lotim ini sampai saat ini hanya mendulang 14 medali emas, 8 medali perak dan 12 perunggu. Ketua Panitia Porkab II, Juniar Affandi melalui Bagian Humas Dimyati dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, menguraikan, laga-laga saat ini masih berlangsung hingga Porkab Berakhir pada Sabtu hari ini. Klasemen sementara yang sebelumnya dipimpin Keruak. Namun wilayah kecamatan yang sebagian wilayahnya terkena banjir bandang beberapa waktu lalu merosot disalip Kecamatan Selong. Keruak saat ini berada pada peringkat ke tiga dengan 13 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu. Posisi ke empat, Kecamatan Pringgabaya dengan 10 torehan medali emas, 7 medali perak dan 13 medali perunggu. Beberapa kecamatan dari 17 cabang olahraga yang dipertandingkan pada laga Porkab II ada yang nihil perolehan medali emasnya, seperti Montong Gading, Sambelia, Sembalun dan Suela. Meski nihil emas, namun Montong Gading harus puas dengan tiga medali perak dan tiga medali perunggu. Begitupun Sambelia, yang tercatat hanya 1 medali perunggu. Sedangkan Sembalun hanya 1 medali perak, dan Suela dengan tiga perak dan 2 perunggu. (rus)

17 Anggota Dewan Belum Kembalikan Motor Dinas Tanjung (Suara NTB) Perda tentang Hak Administratif dan Keuangan DPRD Lombok Utara telah disahkan oleh DPRD Kabupaten Lombok Utara pada bulan Agustus 2017. Perda ini mengatur hak dan kewajiban pimpinan dan anggota DPRD pasca terbitnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terbaru yang mengatur tunjangan dan alat transportasi bagi setiap anggota legislatif.

(Suara NTB/ari)

Ahmad Sujanadi

Adapun Perda yang disepakati DPRD mengatur kewajiban mengembalikan kendaraan (motor) dinas yang dipergunakan oleh masingmasing anggota DPRD terkecuali pimpinan DPRD. Sebagai “kompensasinya” anggota DPRD akan memperoleh tunjangan transportasi. Bulan Desember ini, seluruh anggota Dewan KLU akan memperoleh tunjangan transportasi dengan besaran yang dinaikkan menjadi Rp 8,5 juta per bulan. Sekretaris DPRD Kabupaten

Lombok Utara, Drs. H. Ahmad Sujanadi, Kamis (30/11) mengungkapkan, masing-masing anggota DPRD akan memperoleh kenaikan tunjangan transportasi berdasarkan angka yang disepakati dalam Perda, yakni Rp 8,5 juta tiap bulan. Pembayaran hak bulanan itu dihitung sejak Perda ditetapkan, yakni Agustus 2017. Artinya tiap anggota DPRD akan memperoleh tunjangan transportasi di kisaran Rp 42,5 juta. “Tunjangan itu akan dibayarkan bulan Desember ini,

JENGUK PEJUANG SANTRI - Puluhan ribu santri YPHPPD NW di Pancor usai menggelar jalan sehat dengan tema menjenguk pejuang santri, Kamis (30/11).

Puluhan Ribu Santri NW di Pancor Ikuti Jalan Sehat Selong (Suara NTB) Sedikitnya sekitar 10 ribu santri di lingkungan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NW Pancor ikut serta dalam kegiatan jalan sehat yang digelar, Kamis (30/11). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari santri, hari guru serta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan itu mengambil tema menjenguk pejuang santri, yakni Almagfurullah Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Pengurus YPH-PPD NW Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., menjelaskan, jalan sehat ini diikuti puluhan ribu santri mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Jalan sehat juga diikuti oleh jajaran guru, dosen beserta staf. Bahkan, dalam rangka memperingati hari santri, hari guru dan tasyakuran atas dianugerahkannya gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada Almagfurullahu Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid. Termasuk menggelar lomba mewarnai bagi anak TK, lomba senam dan lomba hadrah serta beberapa kegiatan lainnya. Menurutnya, diberikannya gelar pahlawan nasional kepada Maulana Syeikh memberikan efek yang luar biasa, terutama terhadap motivasi dan semangat generasi muda yang tentunya tidak hanya bagi warga NW, melainkan bagi seluruh warga NTB serta Indonesia. Di mana apa yang sudah dicontohkan oleh Maulana Syeikh, diharapkan dapat menginspirasi generasi muda. “Gelar pahlawan nasional Maulana Syeikh semoga bisa menjadi motivasi dan penyemangat kita semua. Terutama bagi generasi muda,” harapnya. Almagfurullah Maulana Syeikh, lanjut dia, semasa hidupnya melakukan perjuangan kemerdekaan dan perjuangan di bidang pendidikan dalam satu tarikan nafas dan tidak dipisahkan. Hal itu sejalan dengan NW pergerakan tanah air, di mana Maulana Syeikh dalam karya-karyanya dan kepada pejuang lainnya pada saat itu untuk selalu cinta teguh kepada agama dan cinta kokoh pada negara. (yon)

“Sampai dengan hari ini (Kamis lalu), masih ada sisa 17 motor dinas yang belum kembali, kita berharap semuanya segera mengembalikan agar kita tidak kelimpungan saat dilakukan pemeriksaan oleh instansi terkait,” kata Abu Bakar. Bakar menerangkan, pengembalian randis DPRD (kecuali 3 pimpinan DPRD) mengacu pada regulasi yakni PP No. 18 tahun 2016 jo Perda No. 4 tahun 2016 tentang Hak Keuangan dan Administratif DPRD KLU. Di mana pada pasal 19 ayat 3 menyebutkan bahwa selain tunjangan kesejahteraan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, anggota DPRD dapat diberikan tunjangan kesejahteraan berupa rumah negara dan perlengkapan dan tunjangan transportasi. (ari)

Penertiban Bangunan Langgar Aturan di Dua Gili Disosialisasikan Tanjung (Suara NTB) Penertiban bangunan yang berada di areal roi pantai Gili Air dan Gili Meno telah mulai dijalankan oleh Pemda Lombok Utara, Rabu dan Kamis (28-29/11) lalu. Pemkab telah memulai dengan menggelar sosialisasi ke masyarakat setempat. Kabag Pembangunan Setda Lombok Utara, Lalu Majemuk, saat dikonfirmasi Jumat (1/12) mengutarakan sosialisasi berjalan lancar. Masyarakat dan manajemen hotel selaku pemilik bangunan hadir di Kantor Dusun Gili Meno dan Gili Air tempat berlangsungnya sosialisasi. Di masing-masing dusun, warga dan pengusaha yang hadir di atas 30-an orang. “Dari sosialisasi yang kita lakukan, warga siap membongkar sendiri bangunannya. Intinya mereka siap, tetapi mereka minta tambahan batas waktu ke Pemda,” ungkapnya. Tambahan batas waktu dimaksud warga, kata Majemuk, mengacu pada pengalaman penertiban di Gili Trawangan sebelumnya. Di mana pembongkaran bangunan oleh pemilik belum bisa selesai tepat waktu, sehingga periode penertiban bertambah. Hal serupa rupanya diinginkan warga agar mereka dapat membongkar sendiri bangunannya. Majemuk menjelaskan, permintaan warga bisa dipenuhi. Terlebih lagi Pemkab akan menggelar pembongkaran bangunan pada periode arus kunjungan ke Gili relatif sedikit. “Eksekusi tidak akan mengganggu jalannya aktivitas wisatawan, karena kita melakukannya di awal tahun pada saat low season. Kemudian sisa-sisa penertiban akan langsung ditimbun,” ungkap Majemuk. Di samping itu, hal lain yang menjadi permintaan warga yaitu Pemkab melaku-

(Suara NTB/ari)

LANGGAR ATURAN - Salah satu bangunan melanggar roi pantai di Gili Air. Dalam waktu dekat, Pemerintah Lombok Utara segera menertibkan bangunan yang melanggar aturan. kan rekonstruksi penataan wilayah pascapenertiban. Terhadap keinginan itu, Majemuk pun memaparkan alur perencanaan dan eksekusi anggaran melalui APBD. Di mana, mekanisme anggaran di pemerintah tidak bisa langsung dilakukan menurut keinginan. Melainkan harus harus melewati periode pembahasan dan disetujui oleh DPRD. Akan halnya penetiban di Gili Trawangan, misalnya,

aktivitas membangun kembali wipayah roi pantai belum bisa dilakukan setelah penertiban, karena sumber anggarannya baru disiapkan pada APBD murni 2018. “Mereka juga meminta kita untuk memasang grand design rencana pembangunan di sekitar lokasi. Aspirasi ini akan kita bicarakan lagi di internal Tim Penertiban,” simpulnya. Sebagaimana diketahui, jumlah bangunan yang melang-

Maulid Nabi Muhammad SAW

(Suara NTB/yon)

karena sampai saat ini kita masih menunggu Peraturan Bupati yang mengatur mengenai pembayarannya. Yang jelas, 1 orang anggota Dewan menerima Rp 8,5 juta per bulan,” ungkapnya. Sebagai tindak lanjut atas ditetapkannya Perda tersebut, maka setiap anggota DPRD KLU harus mengembalikan kendaraan dinas yang dipakainya kepada pemerintah. Sayangnya, sejak Agustus hingga awal Desember ini, hanya ada 13 motor dinas yang telah kembali. Hal itu dibenarkan oleh Kabag Umum dan Perlengkapan Setwan Lombok Utara, Yeq Abu Bakar. Di mana dikatakannya, jumlah motor yang belum dikembalikan lebih banyak dari yang ada.

Momentum Mempererat ”Ukhuwah Islamiyah” Selong (Suara NTB) Pemkab Lombok Timur (Lotim) menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Kamis (30/11) malam. Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan dalam kesempatan itu menegaskan, jika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum mempererat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, maulid merupakan tradisi yang harus dan terus dilaksanakan. Tradisi Maulid diminta bisa dipertahankan agar selalu ingat akan kemuliaan dari Nabi Muhammad SAW. Disebut bisa mempererat persaudaraan sesama Muslim, ujarnya, karena melalui peringatan ini bisa menyatukan seluruh umat Muslim di dunia. Apalagi peringatan yang digelar di masjid yang merupakan tempat yang sangat penting untuk tempat berkumpul dalam rangka menyatukan umat dan menumbuhkan rasa persaudaraan dan persatuan. Sementara TGH. Lukmanul Hakim memberikan uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, jika keteladanan dari hidup dan akhlak Rasulullah SAW harus dicontoh. Dalam arti, keteladanan ini harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Sifat seperti jujur dalam menjalankan

gar roi pantai di Gili Meno sebanyak 41 unit, sedangkan di Gili Air 93 unit. Dari jumlah itu,

diantaranya berkonstruksi permanen masing-masing 3 unit di Meno dan 10 unit di Air. (ari)

Hasil PSU Pilkades Samba, Jamaludin Tetap Unggul Tanjung (Suara NTB) Pemilihan Suara Ulang (PSU) di TPS 9 Pilkades Samik Bangkol, Kecamatan Gangga, yang berlangsung Kamis (30/11) lalu berjalan aman dan lancar. Hasil PSU kembali dimenangkan oleh calon terpilih sebelumnya, atas nama Jamaludin (nomor urut 3). Bahkan dengan kemenangan di PSU kali ini, memperlebar selisih kemenangan Jamaludin yang sebelumnya selisih 4 suara dengan calon nomor urut 1, Zulkarnain, menjadi 95 suara. Pada PSU di TPS 9 lalu, pemilihan dimulai pada pukul 7.30 wita dan ditutup pada pukul 13.00 wita. Pemilihan dikawal oleh aparat Satpol PP, pejabat terkait di pemerintah Kabupaten hingga Camat, BPD, serta aparat Polres Lombok Utara, dan TNI. Setelah penutupan pengabilan suara, diketahui jumlah kertas suara yang terpakai sebanyak 442 lembar, sisa kertas suara sebanyak 9 lembar, serta sebanyak 11 orang warga memilih menggunakan KTP. Rekapitulasi perhitungan suara ulang TPS 9 menghasilkan perolehan suara masingmasing calon yaitu, Zulkar-

nain memperoleh 64 suara, Adam Abul Basyar sebanyak 2 suara, Jamaludin memperoleh suara dominan sebanyak 210, H. M. Ropi’i sebanyak 63 suara serta Ratnadi memperoleh 3 suara. Dengan hasil PSU TPS 9 ini, maka rekapitulasi final atas perolehan suara keseluruhan masing-masing calon tercatat, Zulkarnain memperoleh 1164 suara, Adam AB mengantongi 509 suara, Jamaludin memperoleh 1.259 suara, H. M. Ropi’i memperoleh 555 dan 44 suara diperoleh Ratnadi. Sebelumnya pada Pilkades serentak 19 Oktober lalu, pasangan Nomor urut 1 dan nomor 3 yakni Zulkarnain dan Jamaludin bersaing ketat dengan hanya selisih 4 suara. Perbedaan jumlah suara yang diperoleh kedua calon saat itu masing-masing sebanyak 1.142 suara untuk Zulkarnain dan 1.146 diperoleh Jamaludin. Perbedaan yang sedikit ini diikuti pula oleh polemik tidak sinkronnya total suara sah dengan jumlah surat suara di TPS 9 yang berdampak pada tuntutan PSU oleh 3 calon, yaitu Zulkarnain, Adam Abdul dan H. Ropi’i. (ari)

MAULID - Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Al Mujahidin Selong, Kamis (30/11) malam. tugas sebagai aparatur, ikhlas dalam bekerja merupakan sifat yang harus diteladani dalam hidup ini,” paparnya. Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman merupakan panutan dalam mempraktikkan petunjuk menjalankan kehidupan hingga akhir nanti. Untuk itu, dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, nilai spiritual yang bisa diambil yaitu setiap insan Muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada

Rasulullah SAW. Harapannya, umat ini dapat memperkuat ukhuwah islamiyahnya. Kekuatan umat Islam salah satunya terletak pada ukhuwah. Untuk itu, semua pertentangan atas nama apapun harus dihentikan. TGH. Lukmanul Hakim juga mengingatkan, semua jamaah untuk menjaga ikatan yang kuat. Terutama dalam meningkatkan kepedulian pada sesama dan turut berperan dalam mengatasi kemunduran serta keterbelakangan umat. (rus)

(Suara NTB/ist)

PILKADES SAMBA - Mengakomodir suara pemilih, Panitia dan Pengawas Pilkades Samba menjemput hak suara di kediaman warga yang sakit, Kamis (30/11).


SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB

Desak Kontraktor BATAS kontrak pengerjaan proyek Kantor Camat Kuripan Lombok Barat (Lobar) berakhir tanggal 27 Desember. Namun, sejauh ini progresnya belum sesuai target. Sebab dari target yang seharusnya dicapai terdapat deviasi negatif di atas 10 persen. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PU-TR) Lobar melakukan sejumlah upaya percepatan. Dinas PU-TR mendesak kontraktor melakukan percepatan dengan menambah pekerja dan wak(Suara NTB/her) tu pengerjaan (lembur). Made Artadana Kadis PU-TR, Made Artadana yang ditemui Kamis (30/11), menjelaskan, pihaknya punya kriteria kategori terhadap kondisi per evaluasi progres pekerjaan proyek. Menurutnya, ada tiga kategori pengerjaan keseluruhan proyek, antara lain aman. Di mana proyek tersebut dari jadwal pelaksanaan memiliki progres deviasi positif. kemudian kategori sedang di mana proyek dari jadwal pelaksanaan posisi deviasinya di bawah 5-10 persen. “Begitu masuk di atas 10 persen, maka masuk kritis, nah waktu rapim disampaikan kategori ini, sebetulnya kondisi proyek semua aman. Satu-satunya menuju kritis adalah proyek Kantor Camat Kuripan,” jelasnya. Meski demikianm kategori kritis tak lantas berbahaya, namun perlu langkah-langkah percepatan, sehingga target bisa kembali sesuai rencana. Proyek ini dikategorikan kritis, lantaran deviasinya negatif, karena itu perlu langkah percepatan agar kembali pada deviasi positif. Karena itu beberapa langkah sudah dilakukan untuk percepatan, terdapat tiga langkah yang dilakukan pertama menyiapkan tenaga, material dan mengoptimalkan pengendalian atau pengawasan. “Kami lakukan intervensi tiga hal ini di proyek Kantor Camat Kuripan untuk percepatan, sejak dua pekan lalu,” jelasnya. Dengan langkah-langkah percepatan yang dilakukan, pihaknya optimis proyek bisa rampung sesuai tenggat waktu kontrak. sebab hasil rapat dengan PPK, pengawas, konsultan dan kontraktor disanggupi proyek ini selesai akhir kontrak tanggal 27 Desember. Ia menambahkan, terkait persoalan lahan yang sempat menjadi kendala ia tak mau berkomentar yang sudah lalu, namun ia lebih konsen pada pengerjaan hari ini dan ke depan. Proyek ini, jelasnya menggunakan jasa pendampingan TP4D, sehingga pihaknya tidak berani melangkah sebelum persoalan tanah clear. Sebab daripada melangkah, namun menuai kendala di kemudian hari. (her)

Desa Sekotong Tengah Juara III Lomba Toga Tingkat Nasional Giri Menang (Suara NTB) Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong berhasil meraih juara III Lomba Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Akupresur kategori kawasan daerah terpencil dan tertinggal tingkat nasional. Kepastian ini diperoleh setelah menghadiri undangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Solo tanggal 26-27 November. Lobar di bawah dua daerah lainnya, yakni juara I Kabupaten Siak Riau dan Maluku meraih juara II. Kepala UPT Puskesmas Sekotong Nyoman Adyana Putra menyatakan kepastian Sekotong memperoleh juara setelah keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Nomor 02.02G/ IV/5020/2017. Dari penilaian tim pusat terbagi menjadi tiga kategori, masing-masing kawasan kota, kawasan desa dan kawasan daerah tertinggal dan terpencil. Khusus untuk kategori kawasan daerah tertinggal dan terpencil tiga kabupaten meraih juara I,II dan III. “Kita (Sekotong-Lobar) dapat juara III, sedangkan juara I dan II masing-masing Riau dan Maluku,”jelas Nyoman. Ia bersama jajaran UPT Sekotong sangat berbangga atas prestasi ini. Menurutnya, apa yang dilakukan untuk pengembangan toga selama ini tak sia-sia. Artinya mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Ke depan, pihaknya bakal lebih gencar mengembangkan toga ini tidak hanya di Desa Sekotong, namun lebih luas lagi. Sementara itu, Kades Sekotong Tengah L. Sarapudin mengaku sangat bersyukur telah dipercayakan juara III atas pengembangan toga. Pihaknya terus berkomitmen untuk mengembangkan toga ini. “Ke depan kita lebih tingkatkan lagi, karena bagaimanapun prestasi ini memicu kita untuk terus mengembangkan toga ini,” tegas Sarapudin. (her)

APBD Loteng 2018 Disahkan Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bersama pemerintah daerah mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) Loteng tahun 2018 mendatang. Pengesahan dilakukan pada hari terakhir batas waktu penetapan APBD oleh pemerintah pusat, Kamis (30/11) dalam rapat paripurna DPRD Loteng di Ruang Rapat Utama DPRD Loteng. Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi FT., S.E., memimpin langsung jalannya rapat paripurna. Penetapan ini dihadiri Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP., anggota FKPD Loteng dan pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya. Diawali dengan penyampaian hasil pembahasan gabungan Komisi di DPRD Loteng atas rancangan APBD Loteng tahun 2018. Dalam penyampaiannya, juru bicara gabungan Komisi DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., mengatakan, selama proses pembahasan rancangan APBD Loteng cukup dinamis. Di mana

banyak hal yang mempengaruhi, sehingga terjadi banyak perubahan pada alokasi anggaran yang ada, terutama soal kejelasan besaran alokasi dana perimbangan pusat, baik itu Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU). Misalnya DAU mengalami pengurangan sebesar Rp 13 miliar, sehingga besaran DAU pada APBD Loteng tahun 2018 menjadi Rp 985,2 miliar. Adapun untuk DAK bertambah sebesar Rp 156 miliar menjadi Rp 387,8 miliar. Dengan berbagai dinamika yang ada, secara umum struktur APBD Loteng mengalami penambahan sebesar Rp 201,7 miliar untuk pos pendapatan daerah. Sehingga total pendapatan daerah pada APBD Loteng tahun 2018 sesuai pembahasan bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan gabungan Komisi DPRD Loteng ditetapkan sebesar Rp 1,96 triliun. Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 271,5 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 1,45 triliun Lain-lain Pendapatan

Daerah yang Sah berupa hibah dari pemerintah provinsi dan lainnya sebesar Rp 238,1 miliar. Kemudian untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2,04 triliun dengan alokasi belanja tidak langsung sebesar Rp 1,1 triliun. Di antaranya terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 854 miliar, belanja hibah Rp 33,5 miliar dan bantuan sosial sebesar Rp 1,04 miliar. Sedangkan untuk belanja bagi hasil pajak dan retribusi daerah kepada pemerintahan desa dan kelurahan ditetapkan sebesar Rp 8,2 miliar ditambah belanja Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 106,5 miliar. Selanjutnya untuk belanja langsung ditetapkan sebesar Rp 876,4 miiar atau sebesar 42 persen dari total APBD Loteng tahun 2018. Dengan membandingkan alokasi pendapatan daerah dengan belanja daerah maka terdapat defisit anggaran sebesar Rp 79,9 miliar. Defisit anggaran tersebut nantinya akan ditutup dari besaran pembiayaan daerah sebesar Rp 79,9 miliar. Yang bersumber dari hasil pinjaman Pemkab

Loteng pada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dengan begitu, maka struktur APBD Loteng dalam posisi berimbang. Di tempat yang sama, Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, menyampaikan apresiasi atas kinerja DPRD Loteng yang telah membahas APBD Loteng tahun 2018 dengan sungguh-sungguh. “Membahas APBD Loteng tidak mudah. Butuh konsentrasi dan

kerja keras. Sehingga bisa menghasilkan komposisi anggaran yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” jelasnya. Pihaknya berharap, ke depan kemitraan yang dijalin antara pemerintah daerah dengan DPRD Loteng bisa semakin erat. Dengan begitu, semua program pembangunan di daerah ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa mencapai tujuan secara maksimal. (kir/*)

Sejumlah Vendor di LCC Tutup, Pemkab Lobar Kelabakan Giri Menang (Suara NTB) Setelah vendor Matahari diinformasikan tutup operasional di Lombok City Center (LCC) Narmada Lombok Barat (Lobar), giliran sejumlah restoran menyatakan diri tutup. Sejumlah restoran ini tutup lantaran persoalan tamunya yang minim. Atas kondisi ini, Pemkab Lobar pun sedikit kelabakan lantaran imbas penutupan sejumlah vendor ini berimbas terhadap penurunan PAD. Pasalnya dengan tutupnya sejumlah restoran ini, berimbas terhadap penerimaan pajak restoran. “Beberapa vendor restoran sudah ada beberapa yang membuat permohonan (bersurat) ke kami untuk tutup, Matahari pun sudah tutup di LCC, sehingga mempengaruhi pendapatan. Karena salah satu sumber pajak parkir di LCC dari target Rp 200 juta baru terealisasi Rp 70 juta. Padahal tahun lalu dalam waktu enam bulan sudah ma-

suk pajak ratusan juta,” jelas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar, Hj. Lale Prayatni, Kamis (30/11). Diakui, dengan tingginya pajak parkir tahun lalu menyebabkan pihaknya memasukkan dalam target PAD. Namun menyusul kunjungan ke LCC sudah berkurang, sehingga berpengaruh terhadap parkir. Diakuinya, GM

LCC pernah menghadap ke dirinya untuk konsultasi terkait pengelolaan LCC. Pasalnya, pengembangan LCC ini cukup berat. Pihaknya pun memberi saran agar mencari di luar yang ada di Lombok Epicentrum Mall (LEM) atau Transmart. Kalaupun di LEM ada Matahari di LCC tidak perlu ada Matahari, di LEM ada Hypermart.

Pihak LCC bisa difasilitasi Diskop untuk melaksanakan pameran kerjasama dengan UKM. Bahkan, pihaknya sudah menyampaikan pesan bupati agar pihak LCC membuka permainan (wahana permainan anak-anak), namun belum ditindaklanjuti. Padahal direncanakan bakal dibangun wahana permainan dan fasilitas lain. Sementara itu perwakilan manajemen LCC Hendrik yang dikonfirmasi mengaku belum bisa memberikan pernyataan terkait tutupnya sejumlah vendor tersebut. Pihak manajemen, ujarnya, bakal memberikan keterangan ke media dalam waktu dekat. (her)

(Suara NTB/dok)

Hj. Lale Prayatni

Lobar Terpilih Jadi Lokasi Pembangunan Monumen TNI AL Giri Menang (Suara NTB) Lombok Barat (Lobar) berpeluang menjadi lokasi pembangunan monumen TNI Angkatan Laut (AL), menyusul pihak TNI AL meminta Pemda menyiapkan lahan untuk pembangunan monumen yang menjadi rebutan beberapa daerah. Pemkab Lobar memiliki beberapa alternatif lokasi pembangunan monumen, di antaranya di daerah pesisir Lembar dan Sekotong. Pesisir Lembar dekat proyek dermaga kapal pesiar Gili Mas yang memungkinkan ditunjuk sebagai lokasi. ‘’Pasalnya dari sisi lahan tidak ada masalah, lantaran pihak Pelindo mengizinkan menggunakan lahan tersebut,’’ ujar Kepala BPKAD Lobar Joko Wiratno, Kamis (30/11). Diakuinya, pihak TNI AL awalnya meminta di bunda-

Dampak Gunung Agung

PHRI Siapkan Diskon Hotel Khusus Praya (Suara NTB) Seluruh pengelola hotel yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, bersepakat untuk memberikan diskon khusus bagi para calon penumpang pesawat yang terkena dampak penutupan Lombok International Airport (LIA) akibat meletusnya Gunung Agung di Bali. “Bagi calon penumpang yang terkena dampak penutupan bandara, kita kasih diskon hotel 50 persen,” ujar Ketua PHRI NTB, H. L. Abdul Hadi Faisal, kepada Suara NTB, Kamis (30/11). Ia menegaskan, diskon berlaku di semua hotel-hotel yang tergabung dalam PHRI di semua wilayah NTB. “Jadi rata-rata hotel-hotel berbintang diwilayah Lombok utamanya sudah bergabung di PHRI. Sehingga para calon penumpang yang terkena dampak penutupan bandara tidak perlu khawatir,” tegasnya. Selain itu, bagi wisatawan yang sudah telanjur melakukan reservasi hotel, tapi tidak bisa datang juga diberikan kemudahan untuk melakukan reschedule. Dengan begitu, tidak ada tamu yang merasa dirugikan akibat dari penutupan bandara yang berlangsung sejak awal minggu kemarin. “PHRI mengambil kebijakan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pariwisata. Dalam rangka mewujudkan hospitality yang sesungguhnya dari pariwisata di daerah ini,” tegasnya. Disinggung jumlah wisatawan atau tamu hotel yang terkena dampak penutupan bandara, mantan anggota DPRD NTB ini, mengaku data masih dihimpun. Tapi kalau melihat data kamar, ada sekitar 2.800 room yang tamunya terkena dampak penutupan bandara. Jumlah tersebut diprediksikan akan terus bertambah. Pasalnya, kondisi bandara sejauh ini belum sepenuhnya normal akibat aktivitas erupsi Gunung Agung yang masih berlangsung sampai sekarang ini. (kir)

(Suara NTB/kir)

PARIPURNA - Rapat paripurna DPRD Loteng dengan agenda penetapan APBD Loteng 2018, Kamis (30/11).

ran Giri Menang Square (GMS), namun terlalu padat, sehingga ditawarkan di sekitar Sekotong dan Lembar. Di Sekotong ada lokasi di Panggang, namun terlalu jauh sehingga agak sulit diakses dan dilihat masyarakat serta pengunjung. Sehingga dari tiga lokasi ini, kemungkinan besar jelasnya di daerah pesisir Lembar (rest area jalur bawah Lembar-Sekotong), sebab sangat cocok lokasinya mengarah ke laut. Kemudian dikombinasi dengan dermaga kapal pesiar yang bakal dibangun Pelindo. Untuk persoalan lahan di lokasi ini juga telah tidak ada masalah, sebab pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pelindo terkait penggunaan lahan. Pihak Pelindo sendiri sudah mengizinkan menggunakan lahan tersebut. (her)

Gandeng Polda NTB (Suara NTB/ist)

BANJIR - Banjir menerjang wilayah Gegerung Lingsar, Kamis (30/11) lalu. Banjir disebabkan sedimentasi sungai, sehingga menyebabkan air meluap ke pemukiman penduduk.

Banjir Terjang Desa Gegerung Lingsar Giri Menang (Suara NTB) Akibat hujan deras yang terjadi sejak Rabu (29/11) malam, mengakibatkan banjir di Dusun Jelateng Desa Gegerung Kecamatan Lingsar. Banjir diakibatkan luapan air sungai yang mengalami sedimentasi. Selain itu diduga hutan di sekitar kawasan setempat yang gundul akibat illegal logging. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sebanyak 6 rumah terendam. Di samping itu, 6 -8 hektar lahan pertanian warga terendam. Pihak desa, kecamatan dan BPBD serta Dinas Sosial (Disos) Lombok Barat (Lobar) pun

langsung melakukan penanganan membantu korban banjir. Camat Lingsar, Rusditah, menjelaskan, banjir terjadi sekitar pukul 03.00 Kamis lalu. Warga saat itu masih dalam kondisi terlelap. Saat itu hujan lebat terjadi, sehingga mengakibatkan air sungai meluap. Menurutnya, sungai meluap diakibatkan pendangkalan, dan penyempitan aliran sungai. Di samping sungai tersebut banyak tak memiliki tanggul, sehingga ketika banjir meluap ke lingkungan pemukiman penduduk. Terkait aktivitas illegal logging yang memicu banjir,

menurutnya tidak demikian. Pasalnya hutan di kawasan itu rata-rata telah dijadikan HKm, sehingga telah ditanami warga berupa tanaman produktif dan non produktif. Sesaat setelah kejadian pihaknya bersama desa langsung ke lokasi melakukan evakuasi warga. Setelah itu, membantu warga membersihkan sisa kotoran akibat banjir. Pagi harinya, kondisi mulai pulih. Setelah BPBD dan Disos turun melakukan penanganan. Pihak Disos dan BPBD mendroping bantuan berupa makanan siap saji, mi instan dan minuman. (her)

PHRI Bantu Korban Puting Beliung Praya (Suara NTB) Puluhan kepala keluarga di tiga dusun di Desa Mujur Kecamatan Praya Timur yang terkena dampak musibah angin puting beliung bisa tersenyum setelah memperoleh bantuan logistik dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB bekerjasama dengan Polda NTB, Kamis (30/11). Bantuan diserahkan langsung Ketua PHRI NTB, H. L. Abdul Hadi Faisal bersama Wadir Pam Obvit Polda NTB, AKBP Komang S. “Ini bentuk kepedulian para pelaku wisatawa, terutama pemilik dan pengelola hotel yang tergabung dalam PHRI NTB atas musibah yang menimpa masyarakat di daerah ini,” ter-

ang H. L. Abdul Hadi Faisal. Semua bantuan yang disalurkan itu, ujarnya, merupakan hasil pengumpulan dari semua anggota dan pengurus PHRI NTB, termasuk hasil pengumpulan dari Polda NTB. Adanya bantuan ini, paling tidak bisa meringankan beban para warga yang menjadi korban bencana puting beliung. Di tempat yang sama, Wadir. Pam Obvit Polda NTB, AKBP Komang S., mengatakan apa yang diberikan pihaknya masih jauh dari kata memadai. “Jangan lihat nilainya. Tapi mari lihat ini sebagai sebuah bentuk kepedulian sekaligus keprihatian kami selaku bagian dari masyarakat NTB,” ujarnya. (kir)

Pembangunan Infrastruktur KEK Mandalika Tuntas Mei 2018 Praya (Suara NTB) Penyelesaian pengerjaan sejumlah infrastruktur pendukung untuk tahap pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika saat ini terus dikebut supaya bisa memenuhi target penyelesaian pada Bulan Mei 2018 mendatang. Demikian disampaikan Deputi Project Director Indonesia Tourism Develop-

ment Corporation (ITDC) H. Adi Sujono, kepada Suara NTB, Jumat (1/12). Ia menjelaskan, untuk saat ini dari beberapa infrastruktur kawasan yang sedang dibangun, baru pembangunan Masjid Nurul Bilad yang sudah tuntas. Sedangkan untuk pembangunan jalan di dalam kawasan serta penataan kawasan Pantai Kuta masih berproses. “Untuk

pembangunan masjid sudah tuntas. Dan, saat ini dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan ke depan,” jelasnya. Sementara untuk jalan kawasan, baik yang ada di kawasan Pantai Kuta maupun jalan masuk ke Pantai Tanjung A’an sudah hampir selesai. Tinggal menyelesaikan proses pengaspalan jalan saja. Untuk itu, pihaknya cukup optimis, pengerjaan semua infastuktur

pendukung kawasan untuk tahap pertama bisa tuntas tepat waktu. “Sampai akhir tahun ini, target capaian pengerjaan proyek-proyek di dalam kawasan sekitar 90 persen. Sisanya akan dikejar di tahun 2018 mendatang, sampai bulan Mei,” ujarnya. Setelah pembangunan infrastruktur tahap pertama selesai, barulah kemudian akan dilanjutkan dengan

pembangunan infrastruktur tahap kedua seperti pembangunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL), lanjut pembangunan jalan kawasan dan beberapa infrastruktur pendukung lainnya. “Pada tahap kedua ini juga proses pembangunan sirkuit didalam kawasan Mandalika juga akan dimulai,” imbuh Adi. (kir)

(Suara NTB/kir)

SALURKAN - PHRI NTB bersama Polda NTB menyalurkan bantuan kepada warga korban puting beliung di Desa Mujur Praya Timur, Kamis (30/11).


SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Kerjasama Dinas PUPRPP Sumbawa Barat dengan Harian Suara NTB

Dinas PUPRPP KSB Targetkan 60 Persen Jalan Kabupaten Kondisi Mantap PEMERINTAH Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) setempat sepanjang tahun 2017 ini menggelontorkan anggaran besar untuk memperbaiki seluruh ruas jalan kabupaten. Setidaknya, tahun ini, dari alokasi anggaran yang disiapkan ditargetkan 60 persen jalan kabupaten dalam kondisi mantap. Pada tahun 2017 ini, melalui Bidang Bina Marga, Dinas PUPRPP Pemda KSB menggelontorkan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah. Di APBD murni berdasarkan data tercatat sebanyak Rp 93 miliar dianggarkan untuk pembangunan sebanyak 16 ruas jalan kabupaten. Jalan-jalan tersebut tersebar di 8 kecamatan dengan berbagai kegiatan mulai dari pembukaan jalan baru, peningkatan hingga pekerjaan pemantapan kondisi jalan yang telah ada. “Total paket pekerjaan jalan dan jembatan kita termasuk yang di anggaran perubahan sekitar 180 kegiatan,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen

(PPK) jalan dan jembantan, Bidang Bina Marga, Dinas PUPRPP KSB, Armayadi. Ia mengatakan, seluruh paket pekerjaan yang diprogramkan di tahun ini semuanya berjalan lancar di tingkat lapangan. Untuk program yang dibiayai menggunakan APBD murni rata-rata telah mencapai progres di atas 90 persen sementara program yang dianggarkan di APBD Perubahan telah menyelesaikan kontrak kerjanya dengan para pihak pelaksana. “Kalau paket APBD murni semua sudah berjalan. Kalau yang perubahan beberapa sudah mulai bekerja juga di lapangan,” papar Armayadi. Berdasarkan waktu yang tersedia saat ini, Armayadi menyatakan, pihaknya optimis serapan anggaran untuk proyek pembangunan jalan di APBD murni bisa makismal. Sementara yang didanai APBD Perubahan pihaknya telah mengantisipasinya dengan mengarahkan seluruh rekanan untuk mulai bekerja. “Yang APBD murni ada satu proyek yang gagal tender. Tapi itu tidak mempengaruhi realisa-

si volume program kita. Nah yang dianggaran perubahan kami sudah sampaikan ke rekanan kita pasti akan terapkan mekanisme denda kalau tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu,” tegasnya. Berdasarkan data Dinas PUPRPP, panjang ruas jalan tingkat kabupaten di KSB mencapai 338,690 kilometer (km). Seluruh ruas jalan tersebut telah mampu menghubungkan 8 wilayah kecamatan mulai dari Poto Tano hingga Sekongkang di bagian selatan. Armayadi menjelaskan, saat ini seluruh ruas jalan itu sudah terbangun, termasuk untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil yang ada di beberapa kecamatan. “Tempat terpencil seperti misalnya desa Mataiyang di kecamatan Brang Ene, ke desa Mantar dan wilayah pesisir di kecamatan Poto Tano semua sudah ada ruasnya bahkan terkoneksi antar kecamatan lainnya,” klaimnya. Termasuk juga jalan-jalan dalam kota, tahun 2017 ini Dinas PUPRPP telah menuntaskan seluruhnya. Disebutkan

Armayadi, khusus dalam kota jalan-jalan yang membutuhkan sentuhan perbaikan hanya menyisakan jalan-jalan lingkungan yang ditargetkan selesai di tahun 2018 mendatang. “Kalau jalan kota Taliwang sudah semua dalam kondisi mantap,” sebutnya. Upaya Pemda KSB dalam memperbaiki ruas jalan kabupaten dalam 2 tahun terakhir ini memang patut diapresiasi. Bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM sejak menjabat di awal tahun 2016 lalu, telah menginstruksikan agar membenahi seluruh akses jalan di seluruh wilayah kecamatan agar terkoneksi satu dengan lainnya. Hasilnya pun saat ini sudah dapat terlihat. Di mana tahun 2016 lalu, data menunjukkan kondisi jalan dengan status baik (mantap) mencapai 129,410 km kini di penghujung akhir tahun Dinas PUPRPP memperkirakan akan mencapai 60 persen dari 338,690 km dalam kondisi mantap. “Tahun depan proyek jalan akan kita fokuskan pada peningkatan untuk pemantapan. Karena pak bupati ingin semua

jalan kita (kabupaten) semuanya dalam kondisi prima secepatnya,” cetus Armayadi. Tidak saja infrastruktur jalan, Dinas PUPRPP KSB juga banyak memprogramkan pembangunan dan perbaikan jembatan dalam 2 tahun terakhir. Dikatakan Armayadi, hampir seluruh ruas jalan kabupaten dilintasi aliran sungai sehingga setiap program pembangunan jalan turut dianggarkan pembangunan jembatan. “Ada juga program pelebaran karena jembatan yang sudah ada lebarnya tidak relevan lagi dengan badan jalan. Jadi itu otomatis kita perbaiki juga jembatannya,” katanya. Pada tahun 2018 mendatang, Pemda KSB masih akan terus melakukan pembukaan akses jalan baru, baik dalam kota Taliwang maupun di kecamatan lainnya. Dan Pemda KSB dapat sedikit bernafas lega karena untuk melengkapi infrastruktur jalannya itu, daerah mendapat suntikan anggaran baik dari pemerintah provinsi maupun pusat. Seperti misalnya pembangunan akses jalan dan jembatan jalur Telaga Bertong - Kertasari

(Suara NTB/bug)

MULUS - Jalan simpang Sepakek - Kertasari ini salah satu ruas jalan kabupaten yang telah dibangun Pemda KSB. Jalan yang dibangun di sepanjang pesisir pantai Kecamatan Poto Tano ini tidak saja menghubungkan antar desa tetapi juga menjadi jalur alternatif dari Kecamatan Poto Tano menuju Kota Taliwang dari arah pesisir utara. untuk jalur pengangkutan batubara PLTU Kertasari dari dermaga Labuhan Lalar akan ditalangi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berikutnya un-

tuk jalan dalam kota Taliwang jalur simpang KTC - Telaga Bertong Pemda KSB mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi (Pemrpov) NTB di tahun 2018 nanti. (bug/*)

Polres KSB Telisik Pembangunan Gedung TK Pembina Jereweh (Suara NTB/arn)

H. M. Husni Djibril

(Suara NTB/arn)

Kamaluddin

RSUD Sumbawa

Relokasi Mendesak, Skema Pembiayaan Harus Segera Ditentukan Pemkab dan DPRD Sumbawa sepakat relokasi Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) menjadi kebutuhan penting dan mendesak. Lahan aset Pemkab yang menjadi lokasi RSUD baru pun telah ada di sekitar BBU Sering. Namun dari mana biaya pembangunannya, mengingat anggaran daerah yang terbatas? ADA beberapa skema pembiayaan yang muncul. Baik dari dana talangan ataupun pinjaman kredit. Namun harus segera diambil keputusan skema mana yang disepakati, agar relokasi RSUD tidak lagi sebatas wacana. Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kamaluddin S.T, yang juga seorang ahli konstruksi ini, memperkirakan biaya pembangunan RSUD baru tak sedikit. Sekitar Rp. 65 Miliar – Rp. 80 Miliar. Meskipun bakal menelan anggaran sebesar itu, namun daerah ini tidak punya pilihan, selain segera merelokasi RSUD. Mengingat rencana ini sudah lama diwacanakan, bahkan dari sejak pemerintahan Bupati Latief Madjid dilanjutkan Pemerintah Jamaluddin Malik hingga sekarang Husni Djibril. “Jadi inilah PR bersama kita. Mendesak untuk kita bangun RSUD baru yang representatif dari sisi lokasinya, dari sisi sarana prasarana termasuk tenaga medisnya. Bila perlu kedepan, dapat menjadi RS rujukan di Pulau Sumbawa. Itulah RS yang ingin kita bangun,” tegasnya. Lantas darimana biayanya? Sementara keuangan daerah yang terbatas, belanja modal dalam APBD Sumbawa tidak sampai 40 persen. Masih banya membiayai kegiatan rutin. Memang diaku Kamal ada beberapa skema pembiayaan yang muncul. Mulai dari meminjam di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Atau meminjam di Bank NTB dengan kepemilikan saham di urutan kedua di Bank NTB, sangat memungkinkan Sumbawa meminjam di Bank Daerah ini. Bisa pula, dari hasil penjualan saham PT DMB yang sampai saat ini belum diterima daerah. Atau bisa juga Pemkab menyediakan anggaran untuk penyertaan modal di llembaga keuangan tertentu yang dipercaya kemudian lembaga keuangan dimaksud, memberikan pinjaman lunak kepada daerah. “Bolanya sekarang ada di Pemkab. Silahkan dianalisis dikaji mana skema terbaik. Apa untung ruginya setap skema yang ditawarkan. Lalu di ekspose secara terbuka dan diajukan ke DPRD untuk ditetapkan dalam Paripurna,” jelas Kamal. Artinya, dari beberapa alternatif harus lebih dulu difinalkan di tingkat eksekutif. Lalu DPRD akan memberikan persetujuan mana yang efektif. Dengan catatan, tidak menganggu program strategis pemerintah yang lain. Visi dan misi pemerintahan ini yang lainnya juga jangan dikorbankan. Apalagi sekarang ini ada beberapa proyek besar di Sumbawa. Seperti SAMOTA, Perluasan bandara, jalan Garuda, bendungan Beringin Sila dan lainnya. Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, menyatakan, Pemkab akan membentuk tim untuk mengkaji skema pembiayaan dimaksud. DPRD juga bis amembantuk tim lalu nanti bisa digabungkan dengan tim dari Pemkab. Mencari skema mana yang terbaik dan tidak terlalu memberatkan daerah. “Skema manapun yang diambil, saya akan tunuk kepada persetujuan DPRD. Apakah itu melalui SMI, pinjam kredit Bank NTB, bisa juga investor yang mau menyiapkan dana talangan. Atau mungkin saja, ada akan turun dana penjualan saham,” tegasnya. Kalaupun mengambil skema dengan cara Pemkab menyiapkan anggaran sebagai penyertaan modal ke salah satu lembaga keuangan tertentu, kemudian Bank tersebut memberikan pinjaman lunak yang dicicil hingga maksimal 5 tahun juga tidak menjadi masalah. Asalkan itu untuk sebuah pembangunan RS. Tentu atas persetujuan DPRD Sumbawa. “Kita akan bicarakan bersama sama. Termausk upaya kita mencari bantuan dari pusat,”terang Husni. Terkait lokasi RSUD baru, menurut Husni tim dari pusat telah melakukan survei ada 3-4 lokasi yang menjadi aset Pemkab di Sumbawa. Ternyata di lahan BBU Sering dianggap layak. Kalaupun ada anggapan lokasi tersebut terlalu rendah, namun bisa ditutupi dengan penimbunan dan pematangan lahan. “Saya menginginkan pembangunan ini tidak ada hambatan. Akan ada koordinasi yang intensif bersama DPRD. Sekarang yang penting DED dulu untuk pembangunan RSUD,” pungkasnya. (arn)

Taliwang (Suara NTB) Polres Sumbawa Barat menelisik pembangunan TK Pembina Jereweh, Kecamatan Jereweh yang mangkrak. Gedung TK yang dibangun tahun 2012 lalu, dengan dana sekitar Rp 1,3 miliar tersebut, hingga saat ini tidak dapat digunakan. Diduga, karena tak sesuai spesifikasi. Lokasi bangunan juga tidak layak. Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu Putu Agus Indra SIK belum lama ini mengatakan, untuk sementara ini kasus bangunan mangkrak ini masih dalam tahap penyelidikan. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan audit investigasi terhadap bangunan, dengan melibatkan saksi ahli dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Mataram (Unram) belum lama ini. Hanya saja, berdasarkan hasil audit tersebut, pihaknya belum bisa menentukan apakah nilai proyeknya itu total loss atau tidak bisa digunakan oleh para guru dan siswa. Namun demikian, pihaknya tetap akan berupaya maksimal sehingga kasus ini memiliki kejelasan dan kepastian hukum terhadap pihakpihak yang terlibat dalam pembangunan TK ini. “Kita belum mengetahui apakah terjadi total loss atau tidak bisa digunakan dalam

proyek pembangunan TK Pembina ini. Tetapi yang jelas kasus ini tetap akan kita tindak lanjuti dan segera kita naikan status kasusnya,” ungkapnya. Disebutkannya, penanganan kasus ini sebenarnya sudah berlangsung lama sejak beberapa tahun lalu. Tetapi pihak terkait masih terkendala dari segi saksi ahli lain dalam kasus ini. Meskipun ada kendala, pihaknya tetap menargetkan di awal tahun 2018 mendatang status kasus ini bisa naik ke penyidikan (sidik) sekaligus melakukan pemeriksaan para saksi. Tentu sebagai modal awal hasil audit investigasi tersebut, pihaknya sangat yakin akan bisa menggali informasi lebih jauh dalam penanganan kasus ini. Sehingga diawal tahun 2018 kasus ini bisa terang benderang dan ada kepastian hukum terkait kasus ini. “Sementara ini perkembangan kasus ini masih belum signifikan karena kita baru mendapatkan

(Suara NTB/ils)

MANGKRAK - Kondisi bangunan TK Pembina Jereweh yang mangkrak dan pembangunannya akan diusut oleh Polres Sumbawa Barat. hasil audit investigasi saja dari saksi ahli. Tetapi kita juga akan berupaya untuk menggali informasi lebih dalam lagi,” tukasnya. Pembangunan TK Pembina Jereweh ini dilakukan pada tahun 2012 dengan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar dari Dana

Desa Kukin Alokasikan Rp 188 Juta DD untuk Kampung KB Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala Desa Kukin, Chairuddin, mengalokasikan anggaran Rp 188 juta dari Dana Desa (DD) untuk Kampung KB Dusun Ai Bari. Hal ini dilakukan untuk mendukung program Kampung KB wilayah setempat yang dicanangkan beberapa bulan yang lalu. Untuk diketahui, Kampung KB Dusun Ai Bari, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, dicanangkan pada Oktober lalu. Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengintervensi kegiatan baik oleh pihak desa, kecamatan dan pihak lainnya. Guna mengetahui sejauh mana proses serta perkembangannya, tim dari perwakilan BKKBN Provinsi NTB turun melakukan monitoring dan evaluasi pada Kamis (30/11) lalu. Didampingi pihak Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, dan Camat Moyo Utara. “Rohnya Kampung KB adalah bentuk intervensi pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi pesisir, daerah terisolir seperti di Dusun Ai Bari. Jadi kami di desa menganggarkan pada tahun 2017 dari dana desa dengan nilai sekitar Rp 188 juta untuk kegiatan kampung KB,” ujar Chairuddin kepada Suara NTB. Alokasi dana ini akan terus dilakukan untuk mendukung program Kampung KB. Bahkan di tahun 2018 mendatang, pihaknya akan berupaya meningkatkan jumlah dana yang dialokasikan. Karena hal ini sebagai bentuk percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga ditargetkan angka kemiskinan di Kampung KB sudah tuntas di tahun 2019 mendatang. Pihaknya tertap berharap adanya intervensi-intervensi dari dinas-dinas terhadap Kampung KB ini. Karena yang terlibat adalah lintas sektor. “Saya lihat sejumlah dinas sudah mulai mengambil bagian. Seperti Dinas Pariwisata yang mulai mendesign dermaga wisata yang

mengarah ke Pulau Moyo. Dan Informasi yang menggembirakan juga akan ada bantuan lapak dari Diskoperindag Provinsi. Dinas Perumahan Rakyat juga mengambil bagian dengan akan membangun kampong nelayan. Dimana ada 50 unit rumah akan dibangun untuk 2018. Karena itu perlu kita siapkan masyarakat untuk bisa mengimbangi nantinya ketika program berjalan,” terangnya. Sementara itu, Camat Moyo Utara, Tajuddin, SH mengakui Kampung KB Dusun Ai Bari ini sudah dicanangkan pada bulan Oktober 2017 lalu. Dimana Kampung KB ini sistemnya bagaimana membangun masyarakat di sebuah wilayah terutama dusun yang notabene tingkat kemiskinannya tinggi, peserta berKB rendah, infrastruktur tidak terjamin, dan lainnya. Dari segi itu, Dusun Ai Bari Layak dijadikan Kampung KB. “Yang sudah kita intervensi, kades Kukin sudah mencoba untuk membenahi wilayah. Dalam hal ini dikucurkan dana desa kurang lebih Rp 188 juta, untuk pembangunan infrastruktur, sekolah, PAUD, dan untuk kader,” kata Camat. Kabid Advokasi dan Penggerakan perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Samsul Anam mengakui kedatangan pihaknya dan rombongan untuk melakukan kegiatan evaluasi Kampung KB Dusun Ai Bari. Karena beberapa bulan yang lalu dicanangkan. Dari hasil evaluasi, ada proses yang sedang berjalan yang perlu ditingkatkan seperti untuk kegiatan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Terutama bagaimana terkait menyiapkan SDM sedini mungkin untuk melakukan kegiatan. Kedepannya perlu dilakukan peningkatan kapasitas kadernya supaya bisa melakukan kegiatan BKB dengan baik. Kemudian partisipasi masyarakat dalam penggunaan MKJP juga perlu ditingkatkan sehingga harus ada suatu kegaiatan-kegiatan penyuluhan atau konseling yang lebih intens lagi. (ind)

Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012. Lokasi bangunan dianggap tidak layak karena rawan terjadi pergeseran tanah. Pantauan Suara NTB di lokasi TK/PAUD ini dibangun terlihat seperti sudah tidak terawat dan beberapa sudut bangunan gedung mulai terli-

hat rusak. Kaca-kaca gedung kantor juga terlihat pecah dan beberapa retakan tembok juga terlihat. Di halaman depan bangunan gedung tersebut terlihat ditumbuhi rumput liar dan sudah menguning menambah kesan gedung ini tidak terawat dan angker. (ils)

Tiga Lokasi Masih Kekeringan di KSB Taliwang (Suara NTB) Setidaknya ada lokasi di Sumbawa Barat yang hingga saat ini masih mengalami kekurangan air bersih. Hal tersebut terjadi, karena air hujan yang saat ini turun di wilayah setempat dianggap belum meresap ke dalam lapisan tanah. Terhadap tiga lokasi ini, pihak terkait tetap akan melakukan pendistribusian air bersih minimal satu tangki dalam sehari, supaya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara maksimal. “Tiga lokasi tersebut yakni, Desa Tua Nanga, Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano dan Dusun Sepakek desa Senayan, kecamatan Seteluk. Desa ini berada di pesisir, sehingga musim keringnya terjadi agak lama, belum lagi kondisi hujan disini (KSB) belum terjadi secara merata,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kepada Suara NTB melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog ) Hendra Adiwinata, S. Pd, belum lama ini. Dikatakannya, terhadap desadesa ini pihaknya tetap akan melakukan pendistribusian air bersih. Sehingga kehidupan masyarakat tidak terganggu dengan masalah air bersih ini. Selain itu, sebagai proses jangka panjang penanganan masalah kekeringan di lokasi pesisir, pihaknya juga sudah membuat satu sumur bor dalam di lokasi diang-

gap rawan kekeringan. Hanya saja, untuk tahun 2017 ini, pihak terkait baru mendapatkan satu buah sumur bor dalam dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan saat ini sudah ditempatkan di wilayah kecamatan Poto Tano. “Sebenarnya sumur sudah kita buat di Poto Tano, tetapi karena ada kesalahan tekhnis sehingga sumur ini belum bisa digunakan dan terpaksa kita pindah lokasikan tidak jauh dari lokasi pertama penggalian,” ujarnya. Ia menambahkan, terhadap lokasi ini, pihaknya tetap akan melakukan pendistribusian air bersih hingga tanggal 3 Desember nanti. Sehingga masa tanggap bencana kekeringan di wilayah setempat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yang berakhir tanggal 3 Desember nanti. Hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat. Karena pada hakikatnya kebutuhan air bersih merupakan hal yang paling vital bagi mahluk hidup. “Masa tanggap kekeringan kita berakhir 3 Desember sesuai jadwal dan kita prediksikan puncak musim hujan juga akan terjadi pada bulan itu juga, “ tandasnya. Pihaknya juga sangat yakin beberapa hari kedepan intensitas hujan juga akan turun signifikan sehingga air sumur warga akan segera terpenuhi. (ils)

Longsor Tutupi Badan Jalan, Hambat Akses ke Lunyuk Sumbawa Besar (Suara NTB) Tanah bekas longsor menutupi badan jalan di sebelah jembatan Melake menuju kecamatan Lunyuk atau sekitar di titik Kilometer 65 dari Sumbawa Kota. Akibat longsor, akses kendaraan roda empat ke wilayah tersebut terhambat. Sebab ken-

daraan harus mengambil tepi jalan yang berlumpur di tepian jurang. Sebagaimana disampaikan Camat Lunyuk, Abdul Rais ketika dihubungi Suara NTB, Jumat (1/12) kemarin. Mengingat badan jalan berhotmix tertutup longsor, kendaraan harus

melewati bahu jalan (bekas timbunan hasil pelebaran jalan) yang labil dan berlumpur. “Sementara sebelahnya langsung sisi jurang, sehingga sangat riskan, terutama kendaraan roda empat ,” terangnya. Kondisi ini sudah terjadi sejak seminggu lalu. Namun

belum pernah dibersihkan timbunan tanah longsor yang menutupi jalan. Pihaknya pun sekitar dua hari lalu, sudah melaporkan kejadian ini ke Balai Jalan Jembatan Provinsi yang ada di Sumbawa. Mengingat status jalan ini adalah jalan provinsi. Mereka

berjanji segera menindaklanjutinya. “Kita berharap longsor ini segera diangkat, karena menghambat akses ke Lunyuk. Titik titik lain yang rentan terjadinya longsor juga mesti diperhatikan, seperti di KM 63-KM 64,” sebut Rais. (arn)


SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Kerjasama Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Diskop UKM Kembali Gelar Diklat Akutansi Lanjutan Berbasis Komputer Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Dompu kembali menggelar diklat akutansi lanjutan berbasis komputer terhadap koperasi baru dan yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Diklat yang berlangsung selama 4 hari itu dihajatkan agar koperasi – koperasi tersebut bisa menyajikan laporan keuangan. DIKLAT yang dilaksanakan di aula kantor Dinas Kominfo Kabupaten Dompu sejak Senin (27/11) lalu ini diikuti oleh 30 orang peserta dari utusan koperasi se Kabupaten Dompu. Diklat ini merupakan diklat lanjutan yang dilaksanakan sebelumnya dan dititik beratkan pada alur pembuatan laporan keuangan koperasi. Karena yang menjadi kendala eksistensi koperasi di Dompu selama ini terkait pembuatan alur laporan keuangannya. Kepala Dinas Koperasi

UKM Kabupaten Dompu, Drs. H. A. Gani mengungkapkan, Koperasi di Kabupaten Dompu tergolong cukup banyak jumlahnya yaitu 298 koperasi. Namun koperasi yang aktif ada sekitar 150an dan yang aktif menggelar RAT hanya 86 koperasi. Padahal RAT menjadi syarat koperasi tersebut dinyatakan sebagai koperasi yang sehat. “Kebanyakan koperasi yang belum menggelar RAT karena terkendala pembuatan laporan neraca bulanan,” ungkapnya. Diklat lanjutan ini, kata H.

Pilkada Kota Bima

PDIP Resmi Usung Aji Man - Umi Fera Kota Bima (Suara NTB) DPC PDI Perjuangan Kota Bima resmi mengeluarkan rekomendasi paket bakal calon (Balon) Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, dan Balon Wakil Walikota Bima, Hj. Fera Amalia, S.E, yang diusung dalam Pilkada Kota Bima 2018 mendatang. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bima, Ruslan, S.Sos, mengatakan, rekomendasi paket balon walikota yang akrab disapa Aji Man dan Balon Wakil Walikota Umi Fera tersebut, berdasarkan hasil keputusan rapat pleno tingkat pusat, di Jakarta. “Bahkan, rapat pleno yang mengusung paket Aji Man dan Umi Fera ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri,” katanya. Ia menjelaskan, salahsatu pertimbangan DPP memilih Aji Man sebagai Balon Walikota Bima karena memiliki peluang untuk menang. Lagipula elektablitasnya sangat jauh dengan balon lain yang diusulkan. “Sementara Umi Fera dipilih sebagai balon calon wakil, karena saat ini sudah menjadi kader PDI Perjuangan, dan memiliki kartu keanggotaan,” jelasnya. Dikatakannya, sebelum ditetapkan paket tersebut oleh DPP, pihaknya di tingkat DPC telah mengusulkan dua nama yang bakal diusung. Baik balon wali kota dan wakil wali kota. “Nama balon wali kota yang kami usulkan yakni H. Arahman H. Abidin dan H. M. Lutfi S.E. Sementara balon wakil wali kota, yakni Hj. Fera Amalia SE dan Drs. M. Irfan,” ujarnya. Ruslan menegaskan, keputusan DPP tersebut, sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Bahkan rencananya dalam pekan depan, balon wali kota dan wakil wali kota yang diusung akan mengambil langsung surat rekomendasi di DPP. “Keputusan kami sudah final. Aji Man dan Umi Fera dipilih berdasarkan pertimbangan yang matang,” ujarnya. Ia menambahkan, keluarnya keputusan tersebut juga menjawab atas informasi dan opini simpang siur yang berkembang dalam beberapa hari terakhir ini. Kata dia, beredar informasi yang menyatakan bahwa PDI Perjuangan mengusung calon lain di luar dua nama tersebut. “Sebagai kader kami merasa bangga atas keputusan DPP ini. Jadi informasi yang berkembang itu hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya. (uki)

(Suara NTB/uki)

RESMI - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bima, Ruslan (kiri) bersama kader partai PDI menyampaikan resmi mengusung Aji Man dan Umi Fera sebagai Balon Walikota Dan Wakil Walikota Bima.

A. Gani, dilaksanakan untuk mengakomodir keterbatasan beberapa koperasi yang belum bisa membuat laporan neraca bulanan, sehingga bisa membuat alur laporan keuangan untuk disajikan dalam RAT. “Melalui RAT, koperasi bisa mengevaluasi dirinya dan mengembangkan usaha untuk kesejahteraan anggota. Karena hakekat dari koperasi itu, gotong royongnya,” jelasnya. Banyaknya koperasi yang belum RAT dan terbatasnya peserta diklat akutansi lanjutan berbasis komputer, dikatakan A Gani, lebih karena faktor anggaran. Kendati demikian, ia berharap agar ilmu yang didapat dalam diklat ini bisa dibagikan kepada koperasi lain. Sehingga koperasi yang ada tetap melakukan RAT. “RAT ini menjadi salah satu syarat koperasi bisa dibantu permodalannya oleh pemerintah. Termasuk pinjaman bank

bisa diberikan apabila sudah melakukan RAT,” terangnya. Diklat akutansi lanjutan berbasis komputer yang diselenggarakan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu ini menghadirkan Ir Alwi, M.Si dari Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu dan Eni Erianingsih, SE dari Koperasi Pasar Dompu sebagai pembicara. Diklat yang berlangsung selama 4 hari ini lebih banyak praktiknya. Karena diharapkan, selesai diklat

mengendarai sepeda motor. Motor itu dikendarai oleh Hs berboncengan dengan Gh,” katanya. Usai mencegat, kemudian petugas melakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan satu bungkus rokok yang diselipkan di dalam kantong celana bagian depan oknum Gh. Kemudian

”

Melalui RAT, koperasi bisa mengevaluasi dirinya dan mengembangkan usaha untuk kesejahteraan anggota. Karena hakekat dari koperasi itu, gotong royongnya Kepala DinasKoperasi UKM Kabupaten Dompu, H. A. Gani. (Suara NTB/ula)

Dewan Minta TAPD Proaktif Bahas RAPBD Dompu 2018 Dompu (Suara NTB) Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos meminta tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) untuk proaktif dalam membahas rancangan APBD tahun 2018. Rencana pembahasan yang dijadwalkan Rabu (29/11) lalu akhirnya ditunda karena tidak dihadiri lengkap TAPD.

(Suara NTB/ula)

Yuliadin

“Inikan membahas hal penting. Ketua TAPD harus hadir lengkap. Jangan suruh wakili. Karena yang mewakili ndak bisa mengambil keputusan,” kata Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, S.Sos kepada Suara NTB, Jumat (1/12). Yuliadin mengungkapkan, Bupati di beberapa tempat sering mengungkapkan mo-

lornya pembahasan RAPBD 2018 disebabkan DPRD yang terlambat membahasnya. Bila mengacu pada aturan, pemerintah yang terlambat menyerahkan. Dokumen KUA/ PPAS hasil perbaikan baru disampaikan beberapa waktu lalu. “Penyerahan (dokumen KUA/PPAS) terlambat, pembahasan jadi molor,” katanya.

Karenanya, Yuliadin meminta TAPD untuk pro aktif dalam membahas RAPBD tahun 2018. Paling tidak, pada awal rapat agar TAPD hadir lengkap dan tidak diwakilkan. Karena pada rapat awal, ada penyampaian secara makro yang membutuhkan kesepakatan dan keputusan sebelum pembahasan lebih lanjut.

“Kita mau bahas, mereka (yang mewakili) hanya duduk saja. Dalam pembahasan ini, kita butuh pendapat dan tanggapan (dari TAPD),” jelasnya. Akibat diwakilkan dalam rapat Rabu lalu, Banggar Dewan pun menunda proses pembahasan RAPBD tahun 2018 hingga saat ini. Karena Ketua TAPD bersam sekretaris dan lainnya tidak hadir hingga 1 siang. “Kita sangat sesalkan. TAPD ini malah lebih penting hadiri undangan di luar ketimbang membahas kepentingan rakyat. Makanya sampai hari ini tidak dibahas (RAPBD 2018),” katanya. (ula)

Telat, Pegawai dan ASN Dihukum Bersihkan Toilet dan Musala Bima (Suara NTB) Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Setda Pemerintah Kabupaten Bima diberikan hukuman membersihkan toilet dan musala. Mereka dihukum karena telat datang ketika berlangsungnya apel pagi di Kantor Bupati Bima, Kamis (30/11) pagi. Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Bima, Armin Farid S.Sos mengatakanm hukuman tersebut diberikan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, lantaran sudah seringkali melihat sebagian ASN yang datang terlambat mengikuti apel. “Makannya pada apel pagi kali ini, Bupati memberikan hukuman karena sudah tidak bisa ditolerir,” katanya. Diakuinya, sebelum memberikan hukuman, Bupati Bima selaku atasan, bahkan telah memberikan batas toleransi waktu dengan berbagai pertimbangan. Supaya mereka tetap mengikuti apel pagi tersebut. “Bupati sempat menunggu kehadiran mereka, meski terlambat pada waktu normal, hingga berlangsungnya apel pagi, mereka tetap juga telat,” katanya. Menurutnya, saat berjalannya apel pagi tersebut, para pegawai dan ASN yang terlambat tersebut, dikumpulkan ke dalam satu barisan terpisah. Lalu, mereka diberikan pembinaan khusus agar tidak mengulangi tindakan tidak terpuji itu. “Kemudian setelah itu mereka diberikan sanksi untuk membersihkan toilet dan

(Suara NTB/uki)

HUKUMAN - Pegawai dan ASN yang telat mengikuti apel pagi yang dikumpulkan dan kemudian diberikan hukuman membersihkan toilet dan musala di kantor Bupati Bima, Kamis (30/11). musala kantor Bupati. Proses pembersihannya dipantau langsung Bupati,” ujarnya. Pada saat itu, lanjut Armin, Bupati juga mengingatkan para

Kedapatan Miliki Sabu, Dua Pemuda Diringkus Kota Bima (Suara NTB) Aparat gabungan Polsek Wera dan Sat Resnakorba Polres Bima Kota, meringkus Hs (25) dan Gh (15), warga kecamatan Wera, lantaran kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu. Kedua oknum mahasiswa dan pelajar SMA ini diringkus saat melintas di jalan lintas Wera-Bima atau tepatnya di Desa Mandala Kecamatan Wera Kamis (30/11) sore sekitar pukul 16.00 wita. Kasat Res Narkoba Polres Bima Kota, AKP Jusnaidin mengatakan, barang bukti (BB) yang disita dari keduanya antara lain lima poket sabu siap pakai, yang disimpan dalam bungkusan rokok. “Saat dua orang ini dan BB masih diperiksa untuk diproses lebihlanjut,” katanya. Menurutnya, pengungkapan kasus kepemilikan barang haram tersebut berawal menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Petugas kemudian melakukan penelusuran ke lokasi. “Keduanya dicegat di jalan lintas Wera-Bima saat sedang

perwakilan Koperasi ini bisa langsung menerapkan pelaporan neraca keuangan bulanannya dan bisa membagikan ilmu serta pengalamannya pada koperasi lain. Diklat ini juga dikhususkan bagi koperasi baru dan belum pernah melaksanakan RAT. Koperasi baru yang dibentuk tahun 2016 di Dompu ada 17 koperasi dan bentukan tahun 2017 ini ada 5 koperasi. Sementara usulan perubahan sistem dari koperasi konvensional menjadi koperasi syariah di Dompu yang diajukan sebanyak 10 unit koperasi, hingga saat ini belum keluar badan hukumnya. “Perubahan status koperasi konvensional ke koperasi syariah yang diajukan tahun ini belum keluar badan hukumnya. Kemarin sempat terkendala dewan pengawas syariahnya,” ungkap Nurhasanah, SE tenaga ahli koperasi. (ula/*)

petugas melakukan pemeriksaan kotak rokok tersebut. “Setelah dibuka terdapat lima linting plastik klip bening berisi serbuk kristal putih bening persis seperti sabu,” katanya. Berdasarkan keterangan Gh, barang tersebut diakui milik oknum G. Ia hanya disuruh

untuk memegang. Sementara berdasarkan pengakuan oknum Hs, tidak mengetahui adanya hal itu. “Meski demikian kasus kepimilkan sabu ini akan terus kami kembangkan termasuk menelusuri sosok oknum G yang menyuruh Gh,” pungkas Jusnaidin. (uki)

(Suara NTB/uki)

DIRINGKUS - Oknum Hs (25) dan Gh (15) yang diringkus petugas lantaran kedapatan memiliki sabu yang disimpan dalam bungkus rokok, Kamis (30/11).

pegawai ASN untuk tetap menjaga kedisiplinan. Pemberian sanksi akan terus dilakukan untuk menggugah semangat dalam bekerja. Terutama me-

niingkatkan angka kehadiran dan disiplin dalam mengikuti apel pagi dan apel pulang. “Ini dilakukan dapat dijadikan sebagai pembelajaran

dan efek jera bagi para pegawai dan ASN agar disiplin serta siap menerima konsekuensi jika melanggar,” pungkasnya. (uki)

PKM Dotim Terancam Tak Lolos Akreditasi Dompu (Suara NTB) Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Dompu Timur (Dotim) teracam tidak lolos akreditasi tahun ini. Pasalnya, mereka belum mengantongi izin operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Terlebih, permohonan izin ke DLH pun ditolak. Kabid Lingkungan Hidup DLH, Andi Bahtiar, ST., MT., mengakui adanya penolakan itu dengan alasan pihak PKM belum mengantongi dokumen UKL dan UPL. “Kemarin mereka kirim surat minta izin ini (ipal, red) kita tolak karena dia tidak punya dokumen UKL dan UPL,” ujarnya. Permohonan itu menyusul Desember ini pihak puskesmas akan melalui proses penilain tim surveyor, dan salah satu syarat pentingnya ialah memiliki izin pengolahan limbah. Karenanya bisa dipastikan

PKM Dotim tak lolos penilaian. Untuk mengupayakan secepatnya penerbitan izin demi pencapaian akreditasi itu tak bisa dilakukan DLH, sebab tak ada kompromi bagi mereka yang belum mengantongi dokumen UKL dan UPL. “Harus buat itu dulu tidak ada kompromi,” tegasnya. Kepala Puskesmas Dompu Timur, Agusalim, Skm., dikonfirmasi persoalan ini mengakui bahwa sudah melayangkan surat permohonan izin operasioanal IPAL tersebut. Namun sayangnya hal itu tidak serta merta diindahkan. DLH justru meminta pihaknya untuk melengkapi berbagai persyaratan pengajuan rekomendasi pembuangan air limbah. “Diakreditasi itu harus ada ipal juga izinya. Kita belum tahu langkah selanjutnya karena lihat ini persayaratanya

banyak sekali,” ungkapnya. Soal ancaman tidak lolosnya akreditasi PKM Dotim karena tidak mengantongi izin IPAL tersebut, Agusalim mengatakan, meski izin ini menjadi salah satu item yang dinilai tim surveyor namun tak serta merta membuat PKM tak lolos akreditasi. Dampaknya hanya akan mengurangi nilai yang diperoleh PKM. Sementara untuk melanjutkan pembuatan izin sebagaimana syarat yang diberikan DLH lanjut dia, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan. Sehingga bisa dipastikan langkah tindak lanjutnya. “Ada alat cuma izin operasionalnya tidak ada, itu ada kurang nilainya sedikit. Untuk meneruskan pembuatan ijin kita harus koordinasi dengan dinas,” pungkasnya. (jun)


POLHUKAM

SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

Pungli Puskesmas Perampuan

Gagal Lewat Independen, Tiket Jalur Parpol Ikut Hangus Mataram (Suara NTB) Bakal pasangan calon kepala daerah yang kandas dari jalur independen, tidak diperbolehkan lagi untuk maju kembali lewat jalur partai. Hal tersebut merujuk pada ketentuan PKPU Nomor 3 Tahun 2017. Pada pasal 34, yang disebutkan, bakal pasangan calon perseorangan yang telah mengikuti proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, tidak dapat diajukan sebagai bakal pasangan calon oleh parpol atau gabungan parpol.

Penyidik Gelar Perkara dengan Inspektorat Mataram (Suara NTB) – Penyidik Pokja Penindakan Tim Saber Pungli Provinsi akan menggelar perkara dugaan pungli uang jasa pelayanan kesehatan Puskesmas Perampuan. Gelar perkara itu menggandeng inspektorat Provinsi NTB. “Gelar perkara bersama Inspektorat untuk mematangkan kasus ini di tahap penyidikan,” beber Wadirreskrimsus Polda NTB, AKBP I Gusti Putu Gede Ekawana. Dia menyebutkan, inspektorat dilibatkan dalam hal satu kesatuan tim Saber Pungli Provinsi NTB. Gelar perkara itu untuk menentukan status penanganan kasus. “Gelar itu untuk naik sidik,” ujar mantan Kapolres Bima tersebut. Administrasi penyelidikan sedang dilengkapi penyidik untuk keperluan gelar perkara dimaksud. “Paling lambat minggu depan kita gelar perkaranya,” kata Ekawana. Penyidik sudah memiliki dua alat bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan tahapan kasus yang ditangani sejak September 2017 itu ke tahap penyidikan. Dalam klarifikasi itu, terungkap potongan dana kapitasi per pegawai per bulan mencapai Rp 200 ribu dalam kurun waktu sejak Mei 2016. Mengenai pemotongan sebesar 10 persen tersebut, lanjut Ekawana, penyidik masih mendalami sejauh mana peran Kepala Puskesmas. Tim saber pungli Provinsi NTB menggeledah Puskesmas Perampuan Rabu (27/9). Penggeledahan sejak pukul 10.00 Wita itu menghasilkan penyitaan sejumlah dokumen. Sejumlah bukti yang sudah diamankan penyidik antara lain, uang tunai Rp 2,2 juta, berkas rekapitulasi penerimaan dana kapitasi JKN, dan rekapitulasi pembayaran dana jasa pelayanan kesehatan kepada 60 pegawai. (why)

Halaman 8

(Suara NTB/dok)

Lalu Aksar Anshori

“Jadi kalau tidak memenuhi syarat dukungan, sesudah dilaksanakan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, maka tidak bisa dicalonkan oleh parpol atau gabungan parpol lagi,” jelas ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Anshori kepada wartawan. Karena hanya menyebutkan bagi pasangan calon yang sudah sampai tahap verifika-

si administrasi dan faktual. Maka ketentuan tersebut tidak berlaku bagi pasangan bakal calon kepala daerah dinyatakan tidak memenuhi berkas persyaratan dukungan pendaftaran. Artinya, paslon tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat sebelum masuk proses verifikasi administrasi dan faktual oleh KPU. Diketahui, dari empat

pasangan bakal calon dari jalur independen yang sudah menyerahkan berkas dukungan ke KPU, tiga pasangan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dukungan. Yakni paket Ahmad Rusni - Muhammad Nur, paket Abdul Hakim - Suminggah dan paket Dianul Hayezi - Sri Sudarjo. Sementara pasangan AliSakti dinyatakan memenuhi

berkas persyaratan dukungan pendaftaran. Bahkan pasangan ini sudah melewati verifikasi administrasi dan akan dilanjutjan ke tahap verifikasi faktual. “Kalau mereka mundur di masa penelitian berkas dukungan, maka, pasangan calon tersebut dianggap tidak memenuhi syarat dukungan. Secara otomatis, tidak bisa pula mendaftar kembali melalui jalur parpol,” paparnya. Tidak hanya itu, pasangan calon independen yang mengundurkan diri usai penetapan oleh KPU yang akan dilaksanakan Bulan Maret 2018 mendatang, akan dikenakan denda Rp 10 miliar. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi paslon dari jalur partai. (ndi)

Kasus Sandang Pangan Lotim Dikorsup KPK

Penyidik Kesulitan Temukan Tersangka Mataram (Sura NTB) Penyidikan korupsi pengadaan paket sandang pangan Lombok Timur tahun 2014 tak kunjung tuntas. Alasannya, penyidik kesulitan menemukan unsur niat jahat tersangka. Sebab, auditor hanya menghitung kerugian negara dari paket dengan peruntukan PNS dan TNI/Polri. “Paket itu kan nomenklaturnya untuk fakir miskin tapi ada beberapa yang diberikan untuk yang lain,” ungkap Wadirreskrimsus Polda NTB, AKBP I Gusti Putu Gede Ekawana. Dia mengatakan, menurut perhitungan BPKP Perwakilan NTB kerugian negara timbul dari pemberian paket kepada PNS dan TNI/Polri. Sementara jaksa berpendapat kerugian negara total, yakni pemberian paket kepada non-PNS juga dihitung. “Kalau total loss gampang mens rea-nya (unsur niat jahat). karena ini sesuai peruntukan jadi agak sulit mens rea-nya,” jelas dia. BPKP Perwakilan NTB menghitung kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 290 juta. Timbul dari pemberian paket kepada unsur PNS tersebut. “Kerugian negara ini sudah dikembalikan,” bebernya. Meski demikian dalam penanganan korupsi meskipun sudah ada pengembalian uang hasil korupsi tetapi tidak serta merta dapat menghapus perbuatan pidana tersangka. Ekawana mengatakan, kasus itu pekan lalu digelar bersama tim Korsup KPK. Hasilnya, penyidik akan berkoordinasi dengan auditor BPKP RI di Jakarta. “Hasil penghitungan kerugian negara itu akan didiskusikan lagi dengan BPKP Pusat. Karena kalau kita BPK kan mereka tidak mau, audit yang sudah dilakukan auditor lain mereka tidak etis mengambil alih,” terangnya. Pengadaan paket sandang pangan Lombok Timur tahun 2014 yang disidik Polda NTB yakni pengadaan tahap kedua senilai Rp 2,7 miliar. (why)

Ketua DPRD NTB Minta Kasus Hamja Diselesaikan Secara Kekeluargaan Mataram (Suara NTB) Kasus anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Gerindera, H. Hamja yang menyebutkan pemberian gelar pahlawan nasional dari NTB, Maulana Syeih TGH. KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, kental nuansa politiknya, kini menjadi persoalan serius. Pasalnya saat ini, ucapan Hamja tersebut dipersoalkan secara hukum oleh pihak yang keberatan. Oleh karena itu Hamja kurang konsentasi dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai wakil rakyat di DPRD NTB. Karena harus menghadapi kasus hukumnya. Atas kondisi ini kemudian mengudang keprihatinan dari para koleganya, sesama wakil rakyat di DPRD NTB. Untuk itulah, Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH menyerukan kepada semua pihak agar persoalan tersebut tidak harus diselesaikan lewat jalur hukum. Tapi akan jauh lebih baik diselesaiakan lewat jalur kekeluargaan. “Kita sudah pertemuan soal itu, tapi soal ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kita coba supaya kasus ini distop, tapi diselesaikan lewat jalur kekeluargaan. Karena sudah ada itikad baik dari Pak Hamja untuk meminta maaf. Sehingga persoalan ini tidak berlanjut dan mengganggu tugasnya sebagai anggota dewan,” ujar Isvei. Diketahui bahwa Hamja sendiri sudah meminta maaf secara terbuka lewat media atas keseleo lidah yang tidak sengaja dilakukannya. Ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat NTB turut berbangga dan bersyukur atas penganugeraan gelar pahlawan nasional pada salah satu putra daerah terbaik, yakni Maulana syeih TGH. KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang merupakan pendiri organisasi islam terbesar di NTB itu. Tidak hanya itu, Hamja juga sudah diberikan sanksi oleh partainya sendiri atas kegaduhan yang ditimbulkannya. Hamja pun langsung dicopot dari jabatannya sebagai ketua Fraksi, sebab Fraksi Gerindra sendiri melalui rapat paripurna DPRD NTB menyatakan mendukung penuh penganugerahan gelar pahlawan nasional itu. (ndi)

(Suara NTB/why)

PENANGKAPAN - Kapolsek Narmada, Gusti Bagia (kiri) didampingi Kanit Reskrim, Agus Eka Artha menyampaikan rilis penangkapan pelaku pembuangan bayi TKP Narmada, di Mapolres Mataram, Kamis (30/11).

Pelaku Pembuang Bayi di Narmada Ditangkap Mataram (Suara NTB) – Polisi menangkap pelaku pembuangan bayi yang ditemukan membusuk di Desa Selat, Narmada, Lombok Barat. Pelaku mengaku tak sengaja melahirkan di sungai tak jauh dari rumahnya. Tetapi karena kalut, bukannya menolong dia malah menelantarkan bayi berumur tujuh bulan dalam kandungan tersebut yang hanyut terbawa arus. Pelaku berinisial SN (17), diamankan polisi di rumahnya dan kini sedang menjalani pemeriksaan di unit Perlind-

ungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Mataram. Kapolsek Narmada, Kompol Gusti Bagia menerangkan, pelaku yang sudah memiliki satu anak berumur 13 bulan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Dugaan pidana menelantarkan orang yang membutuhkan pertolongan sampai meninggal dunia,” ungkapnya, Kamis (30/11) didampingi Kanit Reskrim, Iptu Agus Eka Artha ditemui di Mapolres Mataram. Dari hasil pemeriksaan se-

mentara, terungkap pelaku SN melahirkan pada Kamis (23/11) dini hari di tepi sungai di dekat rumahnya. Pelaku SN mengaku tak sengaja melahirkan. Pagi hari saat sakit perut dikiranya ingin buang besar. Ternyata sampai di sungai jabang bayinya yang ke luar. Bayinya kemudian hanyut dan tersangkut. Sampai akhirnya ditemukan warga dalam keadaan membusuk, Senin (27/11). “Dia hamil ini tidak diketahui suaminya. Karena pada

DPRD NTB Tuan Rumah Raker Forkom ADPSI Mataram (Suara NTB) DPRD Provinsi NTB diberikan mandat sebagai tuan rumah tempat penyelenggaraan rapat kerja Forum Komunikasi Asosiasi Dewan Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI), yang akan dilaksanakan pada tanggal 710 Desember mendatang. Ratusan pimpinan DPRD dan puluhan sekretaris DPRD seluruh provinsi Indonesia dipastikan akan hadir di NTB. Mereka akan berkumpul dalam Raker Forkom ADPSI, untuk membahas konsep memperkuat kelembagaan dewan sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah. “Selain bahas perkuat kelembagaan Dewan sebagai penyelenggara pemerintah daerah. Melalui Raker, juga kita perkuat kelembagaan Forkom SDPSI dalam mendukung tujuan ADPSI. Kegiatan itu akan digelar di Senggigi, Lombok Barat,” ungkap ketua DPRD NTB, Hj Bq. Isvie Rupaeda, SH, MH, Kamis (30/11) kemarin. Selain untuk memperkuat kelembagaan DPRD sebagai penyelenggara pemerintah daerah, Isvie menuturkan, dalam Raker tersebut juga akan membahas tentang ADPSI sebagai wadah untuk menjadi sebuah lembaga yang akan menjadi solusi bagi anggota dewan yang terkena persoalan. “Lewat Forkom ADPSI ini kita mencari solusi seperti apa memecahkan persoalan anggota. Kita lakukan agar kita pu-

(Suara NTB/ndi)

BERI KETERANGAN - Ketua DPRD NTB, Hj. Bq. Isvie Ripaeda, didampingi oleh Wakil Ketua, Abdul Hadi dan Mori Hanafi, serta Sekwan, Mahdi Muhammad, saat memberi keterangan pers terkait rencana Raker Forkom ADPSI. nya pandangan sama bila itu menyangkut keutuhan di dewan,” ujarnya. Raker Forkom ADPSI ini juga akan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, yang didaulat untuk membuka acara tersebut. Lebih lanjut disampaikan Isvie, awalnya pada saat penentuan lokasi kegiatan tersebut di Lampung, Raker Forkom ADPSI ini akan diselenggarakan di Provinsi Papua. Tapi belakangan dalam rapat selanjutnya, disetujui perubahan lokasi dan dipilih NTB. “Kita merasa bangga dipilih NTB lokasi pertemuan pimpinan Dewan dan Sekwan se-Indonesia ini,” kata Isvie yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD NTB, Abdul

Hadi, dan Mori Hanafi, serta Sekwan, Mahdi Muhammad. Isvie menuturkan adapun alasan perubahan lokasi itu, karena para peserta ingin tahu lebih dekat tentang NTB. Karena anggota Forkom ADPSI, mendapat informasi tentang perubahan kemajuan pembangunan di NTB yang cukup berkembang pesat. Selain itu, Isvie memaparkan, dipilihnya NTB juga karena memiliki daya tarik wisata. Banyak daerah yang mengaku ingin sekalian belajar terkait pengelolaan sektor industri pariwisata yang mampu mendatangkan pendapatan daerah yang cukup besar. “Ada yang mengatakan ingin melihat destinasi yang cukup dikenal hingga dunia, juga,” tutupnya. (ndi/*)

awal-awal hasil tes pack-nya negatif. Waktu lahir pun dia tidak mengabari suaminya,” kata Bagia. Mengenai motif pelaku, penyidik sedang melakukan pendalaman keterangan saksi dan tersangka dengan bukti-bukti yang yang ada. “Apakah murni ketidaktahuannya dia saja apa ada kesengajaan karena faktor ekonomi, tentu itu akan kami dalami lagi,” ujarnya. Pelaku SN yang menikah pada umur 14 tahun itu akan dijerat dengan pasal 305 dan 306 KUHP dengan ancaman

pidana penjara paling lama sembilan tahun. Suami SN, Sumadi (27) pun sempat menaruh curiga. Kecurigaannya muncul saat meraba perut istrinya yang sedikit membesar. Tetapi istrinya selalu menjawab tidak hamil. Lantaran di awal-awal hasil test pack menunjukkan tanda negatif. “Waktu ada penemuan bayi itu juga setiap hari saya tanya. Dia tetap tidak mengaku. Tetapi ternyata saya dipanggil Kadus istri saya dibawa polisi,” tutupnya. (why)

Rencana Pinjaman Daerah

Pansus DPRD Loteng Minta Tambahan Waktu Praya (Suara NTB) Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) meminta tambahan waktu untuk membahas rencana pengajuan pinjaman daerah ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pasalnya, waktu sehari yang diberikan kepada Pansus DPRD Loteng untuk membahas rencana tersebut, dinilai tidak cukup. Hal itu disampaikan Ketua Pansus DPRD Loteng, Suhaimi, S.H., pada rapat paripurna DPRD Loteng, Kamis (30/11). Menurutnya, untuk menuntaskan pembahasan atas rencana ini, pihaknya butuh waktu paling tidak selama satu minggu. Sementara waktu yang diberikan kepada pansus hanya satu hari, sehingga jelas-jelas tidak mencukupi. “Atas dasar itulah, Pansus minta tambahan waktu selama 5 hari. Untuk menuntaskan pembahasan rencana pinjaman pemerintah daerah,” sebutnya. Suhaimi mengaku, pihaknya sudah berupaya mengefektifkan waktu untuk membahas rencana pinjaman daerah selama satu hari. Namun ternyata tidak mencukupi. Mengingat, banyak hal yang ternyata harus dibahas dan didalami lagi, sehingga menghasilkan satu keputusan. Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi fokus bahasan pada saat pembahasan rencana pinjaman, terutama pada beberapa isu utama yang menjadi pembicaraan sebelum rencana pinjaman daerah dia-

jukan. Misalnya terkait seberapa penting pinjaman dan kenapa kemudian harus meminjam. Selain itu, soal rencana arah penggunaan hasil pinjaman, kenapa harus Pasar Kopang dan tidak pasar-pasar yang lain atau infrastruktur pendukung daerah lainnya. “Termasuk soal dukungan pemerintah daerah atas rencana pembangunan Dam Mujur,” jelas Suhaimi. Pada prinsipnya, lanjut Suhaimi, Pansus mengapresiasi rencana pemerintah daerah tersebut. Terlebih peningkatan kualitas infrastruktur Pasar Kopang juga bagian dari visi dan misi pemerintah daerah, sehingga patut untuk didukung. Meski demikian, hal ini harus tetap dikaji, khususnya terkait desain pasar serta desain anggarannya, sehingga pemerintah daerah tidak salah dalam mengambil kebijakan. Atas permintaan Pansus pinjaman daerah tersebut, Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi, FT., mengaku segera menyampaikan ke Badan Musyarawah (Banmus) DPRD Loteng dan segera dibahas dan ditentukan tambahan waktu yang diberikan. “Permintaan Pansus akan segera sampaikan ke Banmus DPRD untuk dibahas,” jawabnya. Sebelumnya, Pemkab Loteng mengajukan rencana pinjaman ke PT. SMI sebesar Rp 79,5 miliar. Dana hasil pinjaman ini akan digunakan untuk pengembangan Pasar Kopang. Pengembangan Pasar Kopang ini diharapkan bisa menjadi poros pertumbuhan ekonomi di wilayah utara dan Loteng pada umumnya. (kir)


SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

Jendela Sastra

CERPEN

PUISI

Upacara Minum Teh Saya sangat suka keju. Tapi saya mau pilih yang coklat saja.

cakapan suami istri itu. Bumi menikmati pesanannya dengan lahap. Orang-orang lalu lalang masuk dan keluar kafe. Orang-orang yang mengenal Bumi menyapa sekadarnya. Setelah memuji istri dan kebersamaan mereka, temanteman Bumi berlalu. Hilang di antara keramaian kendaraan. Semua orang tahu bahwa Bumi tengah bersama istri cantik dan baiknya, tidak ada yang pernah tahu apa yang terjadi sebenarnya. Saya sangat suka keju. Tapi saya mau pilih yang coklat saja. Sang istri meneguk jasmine tea terakhirnya. *** Di rumah juga demikian. Tak banyak yang berubah meski telah enam tahun menikah. Enam tahun bukan waktu yang sebentar untuk mempertahankan rumah tangga. Mungkin keduanya benar saling mencintai sehingga mampu melawan terpaan dan cobaan rumah tangga tanpa berisik seperti tetangga-tetangga yang lain. Meski pertanyaan Bumi belum terjawab, itu bukan masalah. “Sayang, tetangga sudah banyak bertanya tentangmu. Apa kau sehat-sehat saja? Kata mereka kau terlihat pucat ahir-akhir ini.” “Mungkin hanya terlalu capek, Mas. Beberapa hari ini saya sering pusing.” “Mari minum teh di teras depan. Mungkin itu terapi yang bagus untukmu.” Bumi mengelus kepala istrinya. “Ya. Akan kubawakan teh beberapa menit lagi.” Wanita itu berjalan ke dapur. Tidak ada perhatian berlebihan. Lagipula wanita itu terlalu dingin, sedang hati Bumi terlalu hangat. --- Setelah beberapa menit menunggu, sang ratu datang membawakan suaminya teh hangat. Seperti kebanyakan pasangan, mereka hanya mengobrol tentang hal-hal remeh semacam cuaca, rupiah yang melemah, tagihan asuransi, pekerjaan kantor dan tentang keluarga besar. Tidak ada

pembahasan mengenai perasaan. Istri Bumi tak pernah menghendakinya. “Sudah berapa lama kita menikah?” Tak biasanya istri Bumi bertanya demikian. “Januari besok sudah tujuh tahun. Tak terasa, ya.” Bumi merasa dicintai. “Oh..” Percakapan tentang hubungan selesai. “Apa mungkin kau tengah mengandung?” Bumi menyeruput teh hangatnya. “Mas, selain tak pernah lupa menggosok gigi, saya juga tak pernah lupa minum pil KB tiap minggu.” Percakapan benar-benar selesai. *** Bumi tak pernah tersinggung sebelumnya. Selama hampir tujuh tahun pernikahan ia tak pernah menuntut istrinya untuk melakukan apapun. Tapi sore itu ia terusik. Ia baru sadar bahwa selama hampir tujuh tahun istrinya tak pernah sudi melihat ke dalam matanya. Setiap kali berbincang ia hanya melihat cangkir atau memandang jauh. Ia sadar bahwa sore itu ia harus terusik. Meski begitu, ia menahan sampai keesokan harinya. Ia putuskan untuk mengajak istrinya ke kafe tempat mereka sering menghabiskan petang. “Kau cantik sekali sore ini.” Tangan Bumi mendarat di pelipis sang istri. “Ya. Aku cukup tahu cara merawat diri.” “Mungkin sudah saatnya kita mendapatkan seorang anak.” Tangannya sekarang berada di pipi sang istri. “Mas, kenapa kita belum memesan?” Wanita itu terlihat gelagapan. “Baiklah. Keju atau coklat?” Bumi mengalah, tapi binar matanya belum surut. “Saya sangat suka keju, tapi saya akan memilih coklat saja, Mas,” sergah sang istri. “Ya. Tentu.” Sang suami berdiri untuk memesan dan hanya diam sampai pesanan mereka datang. “Kalau kau tak mau punya anak, maka jawablah pertanyaanku.” Istrinya meneguk seruputan pertamanya.

Dian Hardiana Ode Untuk Kucing Astro Disekap di kamar mandi engkau khianat pada hari di mana aku datang.

Ismawati Ahmad

KENAPA istrinya yang cantik dan baik itu selalu memilih rasa coklat sedang dia sangat mencintai keju? Tidak ada waktu untuk terus bertanya. Bumi hanya memiliki waktu untuk membahagiakan istrinya. Pertanyaan itu hanya lalu lalang di pikirannya saja. Tidak untuk diterka atau dijawab. Ia hanya ingin bertanya. Tidak ke istrinya, tidak ke diri sendiri. Sudah enam tahun Bumi menikah dengan wanita itu. Wanita baik dan cantik. Siapapun akan tahu bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sangat serasi. Semua orang mengagumi rumah tangga yang sempurna. Wanita cantik dan baik itu cekatan mengurus rumah. Rumah mereka selalu bersih dan rapi. Tumbuhan di halaman selalu tampak segar dengan sisasisa air yang menetes setelah disiram. Tiap pagi dan sore hari keduanya akan duduk di depan rumah memandangi bunga yang mereka rawat bersama. Meminum teh dalam teko klasik. Diam memandang bunga tanpa sepatah kata. Wanitanya terlihat cerah dan segar melebihi bunga. Laki-laki terlihat tampan dan kuat. Betapa sempurnanya. Siapapun tahu rumah tangga yang seperti itu pasti bahagia. Pasti. “Tunggu apa lagi, Bu? Ibu kan sudah sangat mampu punya anak. Kenapa tidak disegerakan saja. Pamali loh nunda kelamaan.” Tak sedikit yang bertanya demikian. Tetangga sekitar rumah Bumi selalu kasak-kusuk kenapa wanita cantik dan baik itu belum juga dikaruniai anak. Konon dialah yang memutuskan untuk menunda, meski Bumi sudah sangat ingin menimang anak dari istri yang sangat dipujanya, namun memaksa sang istri tentu saja akan menyakitinya. Sakit sang istri tak akan membuat Bumi bahagia. Maka sejak saat sang istri memutuskan untuk menunda punya momongan, Bumi tidak pernah bertanya lagi. Tidak pula membujuk. Ia hanya menunggu. *** Selain minum teh yang telah sangat lama dilakukan berdua, mereka juga sering ke toko kue di ujung jalan. Dua atau tiga kali seminggu mereka akan menghabiskan waktu di kedai itu. Bumi akan memesan green tea atau black tea, sedang sang istri tak punya menu lain selain jasmine tea. Bumi akan memesan banyak variasi. Bialy. pan blanc, breadsticks, corn rye bread, dan tentu saja croissant. Siapa yang tidak suka croissant. Sedangkan sang istri hanya memesan cake larva coklat. Hanya itu. Tidak ada yang lain. “Saya sangat suka keju. Tapi saya mau pilih yang coklat saja.” Setelah sang istri berkata demikian, Bumi segera bergegas memesan. Setelah beberapa menit menunggu, semua makanan dan minuman yang mereka pesan datang. Bumi melahap makanannya dengan senang. Sang istri seperti biasa tetap diam dan tenang. “Bagaimana cakenya, Sayang?” “Seperti yang beratus kali saya makan. Rasanya tetap seperti itu, Mas.” “Beratus kali juga kau menyisakan seperempat potongan. Habiskan lah.” “Saya tidak suka coklat, Mas.” “Iya. Kamu tidak suka coklat.” Tidak ada lagi per-

Halaman 9

Istrinya memotong cake larva coklat dan kemudian melahapnya. “Aku menunggu.” Bumi menunggu jawaban istrinya. Selama hampir tujuh tahun, mungkinkah hari ini adalah hari ia mendapatkan jawaban itu. Telah hampir 10 menit istrinya hanya diam sambil bergantian meneguk teh dan memakan potongan cake. Bumi yang petang itu memesan kopi juga terlihat lebih cepat menandaskan kopinya. “Istriku, kenapa kau lebih memilih coklat padahal kau sangat menyukai keju?” Bumi membuka keheningan. “Karena aku hanya bisa mencintai seseorang tanpa bisa memilihnya.” Untuk pertama kalinya wanita itu memakan habis apa yang ada di piringnya. Bumi masih memandangi sisa kopi. “Lalu untuk apa kita di sini hampir setiap sore?” Ada hal yang belum diketahui Bumi dari wanita itu. “Untuk melaksanakan upacara minum teh. Seperti anak sekolah yang selalu hormat bendera tiap hari senin. Itulah yang kita lakukan tiap tiga minggu sekali di kedai ini, dan hari sisanya di kebun kecil rumah kita. Bukankah adil. Kita bisa melakukannya hampir tujuh tahun tanpa anak.” “Kenapa kau melakukannya?” Badan Bumi hampir (Moonlight Tea #2 (kitty jujube) - FivePrime.org) kehilangan keseimbangan. “Sama seperti yang anak “Semoga aku tak salah sekolah lakukan. Dengan hormenjawab.” “Kenapa kau selalu meme- mat bendera mereka dapat san coklat padahal kau san- dikatakan warga negara yang baik. Begitupun dengan upacgat menyukai keju?” “Apa ini ujian kenaikan ara minum teh yang kita lakukelas?” Istrinya tiba-tiba kan. Dengan tetap melakukannya kita akan terlihat sebagai menghentikan aktivitas. “Mungkin lebih sulit dari suami-istri yang bahagia.” itu.” Bumi mencoba mengatur Sang istri meneguk tehnya untuk terakhir kali. Bukan napas. “Bukankah kau belum mau hanya piring, cangkirnya pun memiliki anak? Sebagai gan- kali ini telah tandas tanpa tinya, aku hanya ingin pertan- sisa. Sedangkan Bumi memiyaanku dijawab. Sesingkat num ampas kopi yang tertingapapun.” Bumi melanjutkan gal di dasar cangkirnya. pembicaraan. Mars, 15 Desember 2015 “Jadi kau menjebakku?” Tatapan istrinya meruncing. “Sama sekali tidak. Tapi Ismawati Ahmad lahir di jika kau merasa terjebak akan Ampenan, 18 September lebih bagus. Aku bisa memak1993. Alumnus Jurusan samu untuk memilih mempuPendidikan Bahasa dan nyai anak atau menjawab perSastra Indonesia dan tanyaanku.” Bumi merasa Daerah, FKIP, Universitas menang. Mataram. “Aku akan menjawabnya.”

Jatuh bulu-bulu di hampar permadani tanda empat kakiku lumpuh kepala lengar ekorku gagal menyampaikan pesan kekasihmu yang lalai. Aku lapar engkau malah bernyanyi di balik kamar. malam sempurna kucing-kucing meregangkan tubuhnya bahagia telah terbit kasihku engkau sempurna. hari telah tiba luar biasa. Bandung 2016

Diah Ia terlambat aku dekati sepeda motor menyambutnya lelaki dengan senyum di balik cahaya sore hari menunggang di atasnya. “wajahmulembut seperti semangka kuning” ujarku menggemadi bawah tangga. Ia melirik buku yang kupegang bersuara seperti koor irama berbalas bagai aubade. Rancak penuh melodi. Aku menciut di tegel dingin ketika ia bersama puisi yang kutulis tertawa dan riang bersenda gurau. Ia berkata. “Kamu siapa? mengapa wajahmu seperti kertas dengan tulisan tak terbaca?” Bandung 2016

Cemburu Ia bercakap dengan mama aku berbicara dengan boneka dengan Lana : kawan sebaya yang setia tanpa bicara. Senin pagi ketika ransel tegak lurus dengan bangku dan sereal mekar di meja aku terlambat, Lana bersedih untukku. Mama teriak seperti pelatih di gigir ring “pukul tujuh. tujuh kurang sedepa! mengapa engkau tidur layaknya domba?” Ia semakin dekat dengan mama aku akrab penuh dengan Lana. Ayah hanya menatap kosong hanya percaya angka-angka dalam saku celana. Bandung 2016

Kenari yang Mati Sore Ini kunikmati sawi segar ini sebelum matahari lepas di atas kepala sebelum sakit tandang menjelang. membuatku terduduk memandang meja hingga kekasih di kejauhan lebih putih dari susu lebih sunyi dari rabu dinihari. aku gagal bersuara buluku terbang dan jatuh di tubir pengki lebih dulu dari kasur tanah tempatku nanti. Bandung 2016

Dian Hardiana lahir di Bandung, 25 Januari 1983. Pernah bergiat di Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) UPI Bandung. Kini bersama beberapa kawan mengelola situs buruan.co. Tinggal dan menetap di Bandung.


SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

PENDIDIKAN

Halaman 10

Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB

HUT Korpri: Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa

Peringatan Hari Ulang Tahun Korpri ke-46 yang berlangsung di halaman kampus satu Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Rabu 29 November 2017 berlangsung khidmat. Upacara dilakukan di dalam auditorium diikuti pegawai dan mahasiswa. Tujuan diadakanya peringatan ini adalah untuk memantapkan fungsi organisasi korpri sebagai perekat persatuan bangsa. Selain itu juga untuk meningkatkan semangat profesionalitas, serta untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik. WAKIL Rektor Satu Dr. H. Masnun bertindak selaku Pembina Upacara. Dalam amanat pembina upacara, H. Masnun membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Inonesia selaku penasehat Nasional Korpri. Sambutan yang dibacakan oleh semua komandan upacara pada pun-

cak peringatan HUT Kopri yang ke-46 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Dalam poin sambutan presiden yang dibacakan Masnun menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada segenap keluarga besar Korpri yang sudah dan sedang mengemban tugas. Termasuk mengemban

Keliling Dunia Lewat Desain Grafis KREATIVITAS anak muda tidak ada matinya. Anak muda selalu memiliki karya yang patut dibanggakan. Salah satunya adalah Muhammad Naufal Giffari Efendi. Seorang pemuda yang memiliki bakat desain grafis ini melanglang buana di dunia desain grafis. Pemuda dengan bakat fantastis ini merupakan salah satu pemuda NTB yang membanggakan Indonesia di ranah Internasional. Tahun 2017, Pemuda Asal Cakranegara ini meraih prestasi tingkat Internasional dalam perhelatan International High School Arts Festival yang diselenggarakan oleh International Foun(Suara NTB/ist) dation forArts and Culture (IFAC) Muhammad Naufal dengan poster miliknya. Giffari Efendi Menjadi terbaik dengan desain poster digital, Lelaki ini mengantongi medali emas pada momentum yang diselenggarakan IFAC pada bulan Agustus 2017 lalu. Event ini diselenggarakan sejak tanggal 8-11 Agustus 2017. “Saya meraih medali emas dalam kategori desain poster,” ujar pelajar SMAN 1 Mataram belum lama ini. Penghargaan diberikan di Tokyo Jepang. Bersanding dengan dua pemenang asal Singapura dan Belarus sebagai peraih medali emas dengan kategori yang berbeda. “Bangga rasanya bisa bersaing dengan negara-negara lain, tidak menyangka bisa dapat medali emas di ajang internasional dengan karya yang saya miliki,” imbuhnya. Berbicara tentang tahap dan persiapan yang dilewati sampai ke IFAC, diakuinya membuat dirinya tertantang untuk memiliki persiapan yang matang. Termasuk dalam penguasaan bahasa dan pemantapan materi. Di Tokyo, desain poster harus dipresentasikan di depan para juri dan seluruh peserta dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Selain itu, ujarnya, dirinya meraih medali emas pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Manado dengan kategori desain Poster pada tahun 2016. Ajang ini juga yang membawa Naufal Sapaan akrabnya sebagai representasi dari Indonesia di IFAC tahun 2017. Pemuda yang bercita-cita menjadi arsitek ini memang senang dengan desain dan menggeluti desain grafis sejak menjadi siswa SMA. Beberapa kompetisi desain poster sering diikuti, desain poster FLS2N 2016 tingkat kota dan provinsi mengantongi namanya sebagai pemenang. Seni memang sudah menjadi bagian dari diri pemuda ini. Selain memiliki hobi desain anak dari Rahmat Efendi dan Lina Ariati ini juga lihai memainkan gitar dan drum. Ia sering tampil sebagai pemain gitar dan drum di berbagai event. (ham)

UKP Pancasila dan Unram Gelar FGD Bahas Reformasi Agraria Giri Menang (Suara NTB) Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) bersama Universitas Mataram (Unram) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait kebijakan reformasi agraria pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat sesuai dengan sila kelima dalam Pancasila. Kegiatan FGD yang digelar di kawasan Senggigi pada Kamis (30/11), diikuti berbagai unsur mulai dari BPN, praktisi hukum, pegiat masyarakat adat, dan organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, pakar agraria, Dekan Fakultas Hukum Unram, Prof. Dr. Lalu Husni menerangkan tujuan FGD untuk mengidentifikasi tantangan regulasi dan membangun kerangka pemikiran tanah sebagai modal kesejahteraan masyarakat.Selain itu juga membentuk kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan yang berkeadilan sosial, serta menelurkan solusi permasalahan pertanahan. Berbagai isu strategis dibahas dalam FGD yang diselenggarakan Deputi 3 UKP Pancasila, Bidang Pengendalian dan Evaluasi tersebut.Isu strategis menyangkut peneguhan kembali UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria terhadap perundangan sektoral pertanahan dan sumberdaya alam yang acapkali tumpang tindih. Dalam sambutannya, Deputi Pengendalian dan Evaluasi, UKP Pancasila, Silverius Y Soeharso menyinggung mandat UKP Pancasila yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017. Lembaga baru ditugaskan membantu Presiden untuk merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Alokasi dan pendayagunaan pertanahan merupakan isu strategis yang berkaitan langsung dengan pemenuhan hak rakyat atas tanah yang berkeadilan. Semangat keadilan sosial seperti termaktub dalam sila ke-5 Pancasila harus kita wujudkan. Rumusan dan masukan FGD dari pemangku kepentingan tersebut akan dijadikan bahan rekomendasi UKP Pancasila ke Presiden,” tegas Sonny, sapaan akrab Silverius Y Soeharso. Persoalan lain, yakni pengelolaan dan pendayagunaan tanah telantar karena lemahnya ketentuan pembatasan luasan kepemilikan lahan. Konsekuensinya, kasus sengketa lahan marak sehingga penyelesaian yudisial dan quasi yudisial harus ditempuh, sembari memikirkan terobosan pengadilan khusussengketa pertanahan.Pengakuan tanah ulayat dan wilayah adat serta penyediaan regulasi untuk melaksanakan reformasi agraria dalam mewujudkan keadilan alokasi tanah dan kedaulatan pangan juga menjadi topik penting dalam acara itu. (dys)

tanggung jawab, serta mengemban pengabdian kepada negara, kepada bangsa dan kepada rakyat di seluruh penjuru tanah air dan dunia. Presiden mengapresiasi tema peringatan hari ulang tahun ke-46 Korpri, yakni “Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa”. Menurut presiden, sejak pertama kali berdiri, Korpri sebagai satu-satunya wadah bagi pegawai Republik Indonesia selalu berupaya terus menerus dalam meneguhkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Selain itu, menjaga netralitas dan hanya berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara. Agar Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang dalam

era kompetisi global, maka rakyat membutuhkan anggota Korpri yang disiplin, anggota Korpri yang bertanggung jawab, anggota Korpri yang berorientasi kerja. Dalam hal ini, pola pikir masa lalu seperti egosektoral, mental priyayi, mental penguasa, mental koruptif, yang hanya terpaku pada formalitas belaka harus segera ditinggalkan. Anggota Korpri harus fokus pada intisari dari pelayanan publik yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat, kepada masyarakat. Untuk itu setiap anggota Korpri haruslah menjadi aset bangsa, yang menjadi bagian dari solusi bangsa dan bukanlah bagian dari masalah bangsa.Artinya teruslah melakukan inovasi-

inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, bisa makin cepat, bisa makin baik. Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktivitas dan menghambat percepatan laju pembangunan nasional. Selain itu, sejalan dengan berlakunya undang-undang aparatur sipil Negara, Korpri siap bertransformasi menjadi bagian integral dari pemerintahan yang berperan menjaga kode etik dan standar profesi, mewujudkan jiwa korps sebagai pemersatu bangsa, memberikan perlindungan hukum, serta mengembangkan kesejahteraan anggota. Ke depan diharapkan keberadaan Korpri menjadi pusat inovasi, menjadi tempat lahirnya loncatan-loncatan

(Suara NTB/ist)

UPACARA – Upacara peringatan HUT Korpri ke 46 Tahun 2017 di Auditorium UIN Mataram, Rabu (29/11). kemajuan dalam peningkatan etik profesi, standar pelayankualitas pelayanan publik. Se- an profesi dan mewujudkan bagai bagian yang tidak terp- Jiwa Korps Aparatur Sipil isahkan dari pemerintahan, Negara sebagai pemersatu korps berperan menjaga kode bangsa. (dys/*)

Kemenag Prihatin Kesejahteraan Guru Swasta Selong (Suara NTB) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendesak pemerintah pusat kembali menganggarkan dana Tunjangan Fungsional (TF). Pasalnya, sejak ditiadakan atau dihapusnya dana TF bagi guru swasta membuat para guru semakin menjerit. “Kita sangat prihatin terhadap kondisi guru kita, terutama yang swasta. Sehingga kita berharap supaya dana TF tersebut diadakan kembali,” terang Kepala Kemenag Lotim, H. Azharuddin, MSi, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (30/11). Menurutnya, pembayaran terakhir dana TF dilakukan pada bulan Juni 2017 lalu. Hal ini sesuai dengan keputusan menteri berdasarkan peraturan pemerintah (PP) tentang pem-

berhentian pembayaran TF. Pemberhentian ini, ujarnya, sangat berdampak terhadap guru swasta, sehingga ia berharap dana TF dapat diadakan kembali, karena menyangkut guru yang berstatus non PNS maupun belum sertifikasi. Apalagi, honor guru swasta cukup memprihatinkan dari lembaga swasta. “Jadi dana TF itu sebenarnya cukup membantu. Jadi kita berhadap supaya diadakan kembali,” harapnya.

Meski dana TF yang didapatkan besarnya tidak terlalu signifikan, yakni sebesar Rp 250.000 per bulan, dana ini sangat dinanti-nantikan oleh para guru, terutama yang masih berstatus swasta. Apalagi mereka hanya mendapatkan honor dari lembaga pendidikan itu sendiri. Sebelumnya jumlah guru yang menerima TF terakhir pada bulan Juni 2017 lalu, ujarnya, sebanyak 4.000 orang. Diakuinya, kiprah dan sum-

bangsih madrasah terhadap dunia pendidikan sangat luar biasa, terutama di Kabupaten Lotim. Di mana jumlah madrasah negeri di Lotim sebanyak 7 madrasah, terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Gunung Rajak, MTsN terdapat tiga lembaga yakni MTsN Selong, MTsN Masbagik dan MTsN Wanasaba. Termasuk MAN terdapat tiga yang berstatus negeri yakni MAN Selong, MAN Wanasaba dan MAN Islam Cendikia di Sakra. Selain itu, untuk guru dan pegawai yang memiliki NIP di lingkungan Kemenag Lotim hampir 1.000 orang, sementara yang non NIP, guru dan pegawai hampir mencapai 15.000 orang, sudah

(Suara NTB/yon)

H. Azharuddin sertifikasi hampir 5.000 orang. Itu artinya, masih banyak guru honor belum sertifikasi. (yon)

STP Mataram Gelar ”Gathering” dengan Industri Perhotelan

(Suara NTB/ist)

SAMBUT - Murid dan jajaran guru SDN 2 Cakranegara menyambut tamu yang berkunjung ke sekolah ini beberapa waktu lalu.

SDN 2 Cakranegara Jadi Sasaran Kunjungan Luar Daerah Mataram (Suara NTB) SDN 2 Cakranegara beberapa waktu lalu mendapat kehormatan dikunjungi mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta, Kunjungan mahasiwa calon guru ke SDN 2 Cakranegara merupakan bagian dari program praktik kuliah lapangan (PKL) dan pengembangan wawasan, terutama dalam bidang pendidikan mengingat mereka nantinya akan jadi calon guru. Kepala SDN 2 Cakranegara

Hj. Hadijah mengatakan, kunjungan ini menjadi kehormatan bagi sekolah. Sebab, dari alasan sekolah ini dikunjungi karena reputasi sekolah yang cukup dikenal di tingkat nasional. Hal itu tidak salah, karena banyak murid SDN 2 Cakra yang berprestasi di tingkat nasional. “Ini kebanggaan bagi kami,” ungkap Hadijah, Rabu (29/11). Selain itu, dengan kunjungan ini para murid bisa berinteraksi dengan calon-calon guru. Bahkan mereka (murid) tidak canggung sama sekali saat berinteraksi dengan para mahasiswa ini. Selama ini, kata dia, apa

yang diraih sekolah ini bukan dinilai dalam internal saja. Namun juga oleh kalangan eksternal. “Apa yang dicapai ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan bersama guru di sekolah,” imbuh dia. Para mahasiswa ini juga melakukan dialog dengan pihak sekolah. Mereka (mahasiswa) menanyakan berbagai trik meningkatan mutu dan penanaman karakter kepada pihak sekolah. Tentu ini sangat positif bagi mahasiswa sendiri sebagai bekal bagi mereka nantinya saat menjadi guru di sekolah. (dys)

Ponpes Al-Aziziyah Perkuat Hafalan Santri Lewat Lomba Tahfiz Giri Menang (Suara NTB) Guna menguatkan hafalan Alquran para santri pada Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyah, Kapek, Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), menggelar lomba tahfiz antar lemabaga. Lomba tahfiz ini diikuti semua santri di semua jenjang pendidikan yang terdapat di Ponpes Al-Aziziyah mulai dari TK, SDI, MTs, MA, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Aziziyah. Pengasuh Ponpes Al-AziziyahDr. H. M. Natsir, M.Pd., mengungkapkan lomba yang digelar pada dasarnya lebih bertujuan untuk lebih menguatkan hafalan Alquran para santri. Peserta lomba merupakan anak asuh dari masing-masing pembina ponpes. “Memperkuat kemampuan hafiz para santri yang ada di pondok di semua jenjang pendidikan,” kata Natsir. Untuk itu, ujarnya, ketika pada waktunya ada lomba tahfiz, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional, para santri dapat lebih siap setelah mengikuti banyak lomba. Tidak heran jika saat ada lomba tahfiz pada semua tingkatan dan level, kadang para peserta bersaing sesama teman-teman mereka di Ponpes Al-Aziziyah.

(Suara NTB/dys)

H. M. Natsir Menurutnya, metode pengembangan hafalan santri dilakukan melalui adanya pembinaan intensif setiap pembina terhadap para santri. Biasanya, seorang pembina yang berasal dari putra pengasuh ponpes akan mengasuh puluhan santri. Mereka diwajibkan menyetor hafalan setiap minggu pada waktu yang telah ditentukan pembina. Jika pada waktu yang ditentukan santri tidak mampu menyetor hafalan Alquran atau dianggap belum siap melanjutkan ke tahap hafalan berikutnya, maka santri akan mengulang kembali hafalannya pada minggu berikutnya. Itu dilakukan agar

para santri benar-benar matang dalam menghafal Alquran. Sebagai Pusat Pengembangan dan Kajian Pendidikan Agama Islam berbasis Alquran di NTB, keberadaan Ponpes Al-Aziziyah sesuai dengan visi misinya ialah untuk meningkatkan pemahaman ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini berdasarkan Alquran dalam memberikan landasan moral dan spiritual dalam pembangunan nasional, sehingga terwujud pembangunan manusia seutuhnya. Di samping itu memperluas akses dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu, menghasilkan sarjanasarjana muslim yang berwawasan Alquran. Termasuk, sebagai penggerak proses pemberdayaan sumber daya manusia, dan memberikan kontribusi bagi pemerintah khususnya pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang profesional sebagai bagian pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kita menyiapkan mahasiswa atau peserta didik sebagai insan yang senantiasa menjadikan Alquran sebagai dasar dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya. (dys)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram melaksanakan gathering dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan industri perhotelan di Bar & Restaurant STP Mataram, Kamis (30/11). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri. Ketua STP Mataram, Drs. I Putu Gede, M.Par., ditemui di sela-sela acara, mengatakan gathering ini melibatkan 11 hotel atau resort, yang ada di Mataram, Senggigi, sampai Tanjung. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mendekatkan dunia pendidikan dan dunia industri, selain juga memberi masukan kepada pihak industri terkait kualitas sumber daya. “Karena di STP ini sebagai penyedia sumber daya, jadi supaya ada kesesuaian antara apa yang diinginkan industri dan apa yang kita buat di sini, nanti kan ada masukan dari masing-masing hotel, misalnya untuk standar pelayanan,” jelas Putu Gede. Putu Gede menjelaskan, pihaknya ingin secara bersama-sama berbagai pengalaman dalam pengelolaan. Secara periodik acara ini akan dilakukan, sama halnya ketika pihak industri mengundang STP. Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Putu Gede dari STP dan perwakilan industri perhotelan, berkaitan dengan tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Hotel membutuhkan karayawan menyiapkan di sini, jadi saling mengisi, sekaligus mengenalkan STP, kita ingin mengenalkan STP secara

lebih dekat dengan industri,” kata Putu Gede. Ia berharap, pihaknya bisa mendapatkan masukan dari industri, dalam memberikan bekal kepada mahasiswa. Terutama kriteria apa saja yang dibutuhkan, karena masing-masing hotel memiliki standar yang berbeda. “Kegiatan ini sangat penting karena bagaimana pun kita jadikan bahan evaluasi, terutama masih cocok ndak kurikulum, keterimaan dari apa (lulusan) yang kita keluarkan dan apa yang dibutuhkan industri,” jelasnya. Dalam sambutannya, Putu Gede juga memaparkan perubahan bentuk STP Mataram, dari yang sebelumnya berbentuk Akademi Pariwisata (Akpar). Saat ini STP Mataram memiliki tiga program studi, yaitu S1 Pariwisata, DIII Perjalanan Wisata dan DIII Perhotelan. Sementara itu, perwakilan industri perhotelan, Cecilia Susyana Waskito menyampaikan terima kasih atas kerjasama ini. Diharapkan kerja sama bisa semakin bagus nantinya. Ia juga mengajak kepada pihak industri perhotelan agar bisa memberi kesempatan kerja kepada lulusan STP Mataram. “Selain on the job training tapi bisa juga memberi kesempatan bekerja, daripada mengambil dari luar daerah,” ajaknya. Seusai penandatangann nota kesepahaman, pihak STP Mataram dan Industri Perhotelan melakukan foto bersama, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Pelayanan dan makanan serta minuman yang tersaji merupakan karya mahasiswa STP Mataram sendiri. (ron/*)

(Suara NTB/ron)

FOTO BERSAMA - Foto bersama Ketua STP Mataram, I Putu Gede bersama perwakilan industri perhotelan dan unsur pejabat STP Mataram usai penandatanganan nota kesepakatan dengan industri perhotelan, Kamis (30/11).


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

Kalangan Dewan Soroti Sikap Dispora NTB Mataram (Suara NTB) Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H. MNS. Kasdiono angkat bicara soal sikap Dispora NTB yang mengeluarkan surat teguran terhadap atlet berprestasi NTB, Yan Bahtiar. Politisi Partai Demokrat itu menyayangkan sikap Kepala Seksi (KASI) Sarana dan Prasarana Olahraga Dispora NTB, H. Srijaya Kusuma yang telah mengeluarkan surat teguran terhadap atlet juara triathlon nasional di Jepara belum lama ini. “Seingat saya, Kemenpora pernah memberikan arahan bahwa atlet yang masih berprestasi tugas utamanya berlatih. Bagi yang sudah tidak berprestasi tugas utamanya melatih, karena itu mereka ditempatkan pada institusi yg menangani olahraga,” ucap Kasdiono dengan nada tegas. Mantan Ketua Umum KONI NTB ini menyampaikan pernyataan tersebut terkait pemanggilan Yan Bahtiar lewat surat Nomor:850/ 758/Dispora NTB/Sarpras/XI/2017. Dimana dalam su-

H. MNS. Kasdiono (Suara NTB/fan)

rat tersebut menjelaskan bahwa pihak KASI Sarpras Olahraga Dispora NTB memanggil dengan hormat Yan Bahtiar guna diperiksa dan dimintai keterangan sehubungan dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan atlet triathlon yang merupakan staf Dispora NTB. Yan Bahtiar diduga melanggar pasal 21 ayat (2) PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Saya akan memanggil Yan Bahtiar untuk menghadap tanggal 4 Desember,” tegas KASI Sarpras Olahraga Dispora NTB H. Srijaya Kusuma saat dikonfirnasi Suara NTB di ruangannya belum lama ini. Dikatakan Srijaya, pemanggilan Yan Bahtiar tersebut terkait absennya Yan Bahtiar tanpa ada keterangan yang jelas. Sementara itu Yan Bahtiar yang dimintai keterangan oleh wartawan mengatakan bahwa dia tidak

masuk kerja karena mengikuti kejuaraan triathlon. Yan Bahtiar mengaku sudah menyampaikan Surat rekomendasi dari Pengprov ISSI NTB terkait rencana keikutsertaan mengikuti kejuaraan triathlon di Medan tanggal 29 November lalu. Sayangnya surat rekomrndasi ISSI NTB tersebut tidak menjadi acuan Dispora NTB untuk mengeluarkan disposisi. Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin yang dimintai tanggapannya mengatakan surat rekomendasi dari Pengprov ISSI NTB itu salah alamat. Menurut Husnanidiaty bahwa yang berhak mengeluarkan rekomendasi untuk Yan Bahtiar adalah Pengurus Federasi Triathlon NTB, bukan Pengprov ISSI NTB. “Saya seribu persen mendukung atlet, karena itu menyangkut prestasi. Tapi benahi prosedurnya. Surat dari ISSI NTB itu salah alamat, bahkan Ketua ISSI NTB sudah menarik surat yang ditandatangani oleh Ilyas (Sekretaris ISSI NTBred),” jelasnya. Pernyataan Kadispora NTB itu ditanggapi serius oleh Kasdiono. Menurut Kasdiono perlu dipertanyakan kepada Kemenpora apa tugas atlet berprestasi yang sudah direkrut menjadi PNS. Seingat Kasdiono tugas atlet yang masih berprestasi adalah berlatih dan mengikuti kejuaraan. Di tempat terpisah Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto, SH juga menjelaskan bahwa pihak Dispora NTB harus mendukung penuh kegiatan atlet yang masih berprestasi. Jika prosedurnya salah, pihak Dinas terkait harus membantu membenarkan. (fan)

Kerjasama Dispora Provinsi NTB dengan Harian Suara NTB

Atlet Silat Andalan NTB yang Cantik dan Berprestasi Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga unggulan NTB, meski demikian tidak banyak orang mengenal kiprah atlet silat andalan NTB yang cantik ini. Selain cantik, atlet asal Kota Bima ini merupakan atlet yang sukses mengharumkan nama NTB di level nasional. LULUSAN Sarjana S1 Fakultas Hukum (SH) di salah satu universitas swasta di Jawa Timur (Jatim) ini adalah salah satu dari tiga atlet silat NTB yang sukses meraih medali perak di kelas C putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016. Nur Haedah (28) mulai mengenal olahraga pencak silat ketika duduk di bangku kelas dua SMP di Kota Bima. Ia tak menyangka bisa menjadi atlet pencak silat berprestasi nasional. Pasalnya kedua orang tuanya bukan orang yang senang dengan olahraga silat. Dia sendiri hanya coba-coba ikut latihan silat. “Saya mengenal olahraga pencak silat ketika duduk dibangku kelas dua SMP. Awalnya saya diajak oleh pelatih silat SMA Negeri 4 Kota Bima, Zaerin. Namun setelah beberapa bulan latihan saya langsung diajak ikut kejuaraan,” ucap Nur Haedah ketika diwawancara Suara NTB di Sekretariat KONI NTB, Sabtu (1/12). Event pertama kali diikuti Nur adalah Kejurda Pencak Silat di tahun 2002. Meski belum punya pengalamanikutpertandingan,namun atlet kelahiran Kota Bima, 11 Maret 1988 ini berhasil meraih medali perunggu. Hasil prestasi di Kejurda tersebut mengatarkan Nur dipromosikan sebagai atlet PPLP NTB. Setelah resmi menjadi atlet PPLP NTB tahun 2002, Nur benar-benar harus menghabiskan waktunya di arena latihan. Sebab, menjadi atlet PPLP NTB tidak mudah. Pasalnya, Nur harus berlelah-lelahan untuk menjalani latihan fisik dan teknik. Latihan sangat perlu untuk menambah daya tahan dan meningkatkan kualitas teknik dan fisik atlet. Karena bila prestasi

RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery, Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA

atlet menurun maka siap-siap atlet dipulangkan kembali ke kampung asal atlet. Nur sendiri tidak mau kalah saing dengan atlet lainnya. Putri pasangan Ramdani dan Ruwaidah itu terus berlatih untuk meningkatkan kualitasnya, dan agar terhindar dari degradasi. Belum genap setahun latihan, Nur langsung di kirim mengikuti kejurnas antar PPLP di Surabaya tahun 2002 dan berhasil meraih medali perak. Prestasi Nur benar-benar membanggakan daerah, karena di usia 15 tahun Nur sudah bisa mengukir prestasi nasional di tingkat pelajar antarPPLP nasional. Sukses di kejurnas antarPPLP tahun 2002, Nur terus dipercaya mewakili NTB di ajang level nasional tingkat pelajar. Selama menjadi atlet PPLP NTB hingga tahun 2006, ia selalu mempersembahkan medali

Biodata Nama Tempat dan Tanggal Lahir

di Jatim saya kuliah Di fakultas hukum. Makanya saya berhenti jadi atlet,” jelasnya. Sekitar tujuh tahun berdomisili di Surabaya, Nur akhirnya memilih kembali di NTB. Tahun 2014 Nur kembali aktif latihan dan ambil bagian di Porprov NTB 2014. Hasilnya, Nur berhasil mempersembahkan medali emas untuk tim silat Kota Bima. Hasil manis di Porprov NTB 2014, Nur dipanggil oleh IPSI NTB untuk menjalani Pelatda KONI NTB persiapan Pra-PON 2015. Dengan mengikuti pemusatan latihan daerah selama se tahun lewat Pelatda KONI NTB 2015, Nur pun berhasil meraih tiket PON 2016 dengan meraih peringkat tiga nasional. Selanjutnya di PON 2016 Nur berhasil meraih medali perak di kelas C putri. Bagi anak keempat dari lima bersaudara ini, hasil

: Nur Haedah : Kota Bima, 11 Maret 1988

Prestasi 1. Medali Emas Sirnas Pencak Silat tahun 2006 2. Medali Perak PON XIX di Jabar tahun 2016 emas. Diantaranya meraih medali emas di Popnas di Makasar tahun 2003 dan mrdali emas di Popnas, di Medan tahun 2005. Selain itu dia meraih medali emas di Sirnas Pencak Silat di Surabaya tahun 2006. Di saat karir Nur sedang bersinar tahun 2006, Nur cukup banyak mengalami ujian berat dalam kehidupan pribadinya. Di tahun 2006, Nur menghilang dari dunia pencak silat NTB. Bertahuntahun Nur absen di kejurnas lantaran hijrah ke Jatim. “Selama

RUPA-RUPA

SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/ 081236448081 SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothingspafreemskerrmbtstlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.JawaNo.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.NinikRidwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnyaRp100-400rb,Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. AryaBnjarGtas,BagekKembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453,PinBBD34158D4 SALONDEWA-DEWI,menerima:RiasPengantinBali,Agung&Modifikasi,PktPreweddghharga trjngkau.MenerimaPrwatanwajah&rambut.Hub:Rika(081917965628)jl.Teleqrayano.26Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram,IG:Rika_Pratistha

KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

YantiSalon&Spamenerima:prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb,Jl.BungKarno,Kr.genteng,tlp. 081917913809

DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit,openingtrialfacialtreatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836

raihan medali perak di PON 2016 belum membuat dia puas. Rencananya dia akan kembali mempersiapkan diri menghadapi PON 2020 dengan memasang target medali emas. (fan)

HILANG HLG STNK R4 SUZUKI DR636AD NOKA/NOSIN : SJ410-040581/F105-IDI42287 AN. LALU HUDIA FAURI,SP HLG DSKTR KOTA MATARAM

LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

RUPA-RUPA JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008

LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2


Sabtu, 2 Desember 2017

SUARA NTB

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

zPenanggung Jawab: Agus Talino zRedaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani zKoordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar zRedaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul zStaf Redaksi zMataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi zLombok Barat: M.Haeruzzubaidi. zLombok Tengah : Munakir. zLombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. zKLU : Johari. zSumbawa Barat : Heri Andi. zSumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. zDompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. zTim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. zKantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zTarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). zDisplay B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. zDisplay F/C : Rp 35.000/mmk. zIklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. zIklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. zIklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. zAlamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, zFacsimile: (0370) 628257. zHarga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. zHarga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

„ Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 2 Desember 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar Pin ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


OPINI

SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

Serius Pilih Investor KESERIUSAN investor dalam menanamkan investasinya di daerah sangat diperlukan. Pemerintah tidak hanya mengundang investor untuk datang berinvestasi, tapi ketika diberikan kepercayaan untuk mengembangkan kawasan itu, investor justru menelantarkannya. Banyak investor yang menelantarkan lahan yang sudah dipercayakan pemerintah padanya. Misalnya terhadap lahan milik pemerintah yang ada di Kota Mataram. Kita masih ingat di periode pertama kepemimpinan TGH. Ahyar Abduh dan H.Mohan Roliskana atau tahun 2012 ada investor yang sudah membuat komitmen mengembangkan eks Pelabuhan Ampenan menjadi sebuah destinasi hebat. Tidak hanya itu, saat groundbreaking lokasi ini, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Walikota Mataram TGH. Ahyar Abduh hadir langsung. Banyak harapan yang disampaikan gubernur atau walikota saat itu, termasuk janji-janji dari investor tersebut untuk mengembangkan eks Pelabuhan Ampenan. Namun, apa yang terjadi? Hari berganti, minggu berganti, bulan berganti hingga tahun berganti, belum ada realisasinya hingga saat ini. Upaya Pemkot Mataram saat itu yang menagih janji investor tidak membuahkan hasil. Investor itu pun hingga akhir 2017 tidak ada kabarnya. Malahan, rencana penataan kota tua Ampenan pun hingga saat ini masih hanya sebatas wacana. Begitu juga kawasan Loang Baloq di lingkar selatan Kota Mataram. Setelah beberapa investor berjanji mengembangkan kawasan ini. Kini muncul lagi investor baru yang bersedia mengembangkan kawasan Loang Baloq tahun 2017. Di mana, salah satu investor yang bergerak di bidang pariwisata menawarkan investasi Rp 1,6 triliun untuk mengelola lahan di kawasan Taman Wisata Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela. Di atas lahan seluas sekitar empat hektar itu, rencananya akan dibangun hotel dan ruang pertemuan yang dikolaborasikan dengan pemanfaatan ruang terbuka hijau. Adanya keinginan satu investor yang ingin masuk mengembangkan kawasan ini tentu merupakan hal yang sangat menggembirakan. Namun, yang perlu dipertegas dan ditunggu di sini adalah bagaimana keseriusan investor mengembangkan kawasan Loang Baloq seperti yang direncanakan, yakni berupa hotel dan ruang pertemuan. Apa yang disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Mataram, Amiruddin, jika pihaknya terus berkomunikasi dengan investor di satu sisi merupakan bentuk keseriusan pemerintah. Namun, di sisi lain, ini juga merupakan salah satu bentuk kekhawatiran pemerintah, investor tersebut tidak serius berinvestasi. Apalagi dalam rencana investasi ini ada beberapa hal yang masih belum diselesaikan. Diantaranya, berupa penggunaan lahan selama 30 tahun. Kita khawatir adanya satu klausul yang dipersoalkan menjadi satu indikator, jika investor tersebut masih belum serius berinvestasi. Untuk itu, Pemkot Mataram harus lebih jeli dan melihat bagaimana pengalaman sebelumnya. Jika pemerintah tidak belajar dari pengalaman sebelumnya, maka pemerintah akan mudah dibohongi oleh investor. Pemerintah tidak boleh hanya asal menerima tawaran investor yang selalu mencari celah untuk membela diri untuk tidak melaksanakan apa yang sudah diprogramkan. Di sinilah diperlukan kejelian pemerintah dalam melakukan seleksi terhadap investor yang akan mengelola aset daerah. Dalam arti, pemerintah harus selektif memilih investor dan tidak hanya menjadi permainan PT ‘’Akan’’ atau broker yang tidak serius berinvestasi. (*)

Halaman 14

Prediksi Ekonomi Global dan Ekonomi NTB 2018 EPERTI biasa, pada menjelang akhir tahun beberapa lembaga penilai dunia mencoba menerawang “outlook” ekonomi dunia (global) satu tahun mendatang. Tujuannya memberi landasan terhadap setiap keputusan investasi di tahun baru. Walaupun banyak kalangan pesimis akan pemulihan ekonomi global beberapa tahun ke depan, namun beberapa lembaga kredibel seirama berekspektasi bahwa ekonomi dunia 2018 akan diliputi suasana cerah. J P Morgan, Goldman, Barclays Expectmisalnya memprediksikan ekonomi global akan tumbuh 3,7 persen tahun 2018. Sedangkan City Group inc memprediksikan ekonomi global tumbuh 3,4 persen. Ekonomi Jepang yang juga dilanda kelesuan, yang bahkan oleh otoritas moneter menerapkan kebijakan bunga negatifuntuk meningkatkan belanja publik di sektor riil juga diprediksi tumbuh 1,2 persen oleh OECD. Ekonomi Jepang akan dipicu oleh tumbuhnya ekspor sehingga memberi kontribusi terhadap keceriaan ekonomi global. Atas dasar angin sejuk ekonomi global itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh berkisar 5,1-5,5 persen di tahun 2018. Optimisme inidisamping karena ekonomi dunia yang akan berangsur pulih, juga dilandasitumbuhnya ekspor Indonesia sebesar 3,62 persen bulan Oktober 2017 dibanding September 2017 (BPS, 2017). Peluang dan Tantangan Perbaikan ekonomi global tentu memberi dampak bagi tumbuhnya investasi di Indonesia. Disamping itu, peluang ekspor juga terbuka lebar. Namun kendala yang masih dihadapi Indonesia adalah masih cukup tingginya nilai impor, yaitu tumbuh 23,33 persen dari September sampai Oktober 2017. Bila tidak dibenahi tata kelola industri orientasi ekspor ke depan maka infrastruktur ekonomi seperti jalan, jembatan, pelabuhan (tol laut) yang dibangun presiden Jokowi justru akan memperlancar penetrasi produk asing ke pelosok-pelosok

Oleh: Dr. M. Firmansyah (Dosen Sarjana dan Pascasarjana Ekonomi dan Bisnis UNRAM)

Ekonomi NTB 2018 diprediksi akan tumbuh cukup baik. Akan banyak peluang yang akan menghampiri NTB di tahun depan. Peluang-peluang ini akan berlalu begitu saja bila kita belum cukup siap menyiapkan segala perangkatnya. Kita berharap tahun depan yang juga tahun politik dapat dijaga stabilitasnya. Sehingga membaiknya ekonomi global benar-benar berdampak pada membaiknya ekonomi NTB. di tanah air. Pada akhirnya akan mengobrak-abrik pasar-pasar lokal. Pemerintah pusat harus memperkuat industridomestik, Amerika saja tengah berupaya merevisi apa yang mereka yakini dalam teori pasar bebas (laissesfaire). Donald Trump membuat slogan “American First” yaitu bagaimana negara adidaya itu mengutamakan kepentingan industri dalam negeri sebelum memikirkan mitra luar negeri. NTB di Tahun 2018 Kita tengok NTB sejenak. Bila ekonomi global benar tumbuh diatas 3,5 persen maka kemungkinan besar rencana investasi di beberapa kawasan NTB akan berjalan dengan baik. Tidak saja dalam proses pembangunan namun dalam kesinambungan berbagai proyek tersebut. Catatan lain, tentu kita mampu menjaga konduktifitas politik dalam pilkada serentak 2018. Setiap investasi industri kawasan dalam menciptakan produk, harus dipupuk dengan suasana pasar yang menjanjikan. Pemerintah NTB perlu segera melakukan mitigasi dan penguatan kembali terhadap produk-produk andalan NTB yang berorientasi ekspor. Bila perlu

RADIO

tetap diberikan insentif menarik bagi industri-industri berorientasi ekspor. Pola-pola intensifikasi (penguatan) produk dan tujuan, serta ekstensifikasi (perluasan) produk dan tujuan ekspor adalah kajian penting yang harus segera dilakukan pemerintah di tahun 2018. Harapannya pertumbuhan ekspor NTB tidak lagi mengandalkan tambang namun juga memberi kesempatan peran sektor lain. Dalam konteks ini, saya meyakini ketika kontribusi ekspor produk non tambang telah memasuki angka 10 persen dari total ekspor NTB kemungkinan kemiskinan di NTB akan berada di bawah 10 persen saja. Alasannya, perluasan skala ekonomi dan lapangan kerja yang ditimbulkan komoditas ekspor tersebut. Perbaikan ekonomi global juga akan berdampak pada tumbuhnya jumlah kunjungan pariwisata NTB. Pemerintah provinsi harus memastikan 2018 telah final pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata. 2018 adalah momentum terbaik untuk mendulang dolar, sekali lagi dengan asumsi ekonomi global memang telah keluar dari masa krisis seperti yang diyakini beberapa lembaga kredibel dunia di atas. Dari aspek perdagangan, saya

memprediksikan tahun 2018 sebagai tahun penentuan eksistensi dunia peritelan nasional, khususnya yang ada di NTB. Serangan ritel virtual (online) nampaknya sulit dibendung sehingga ritel-ritel lokal harus gulung tikar. Untuk keluar dari kemelut ini, maka penguasaan selera pasar adalah jalan utama, minimal pasar lokal. Sebagai penutup saya ingin kembali menyimpulkan bahwa ekonomi NTB 2018 diprediksi akan tumbuh cukup baik. Akan banyak peluang yang akan menghampiri NTB di tahun depan. Peluang-peluang ini akan berlalu begitu saja bila kita belum cukup siap menyiapkan segala perangkatnya. Kita berharap tahun depan yang juga tahun politik dapat dijaga stabilitasnya. Sehingga membaiknya ekonomi global benar-benar berdampak pada membaiknya ekonomi NTB.

Sejumlah titik di Mataram tergenang air Banjir yang tak pernah tuntas ditangani

*** Bertambah, jumlah pembatalan hotel akibat erupsi Gunung Agung Realisasi target kunjungan wisatawan terancam

***


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 2 Desember 2017

Ditetapkan dengan Syarat, APBD NTB 2018 Defisit Rp 25 Miliar Dari Hal. 1 Pendapatan daerah ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp 1,719 triliun, dana perimbangan Rp 3,281 triliun dan lainlain pendapatan daerah yang sah Rp 229,7 miliar. Kemudian jumlah belanja daerah dalam APBD 2018 sebesar Rp 5,255 miliar. Sehingga jika melihat jumlah penerimaan daerah dengan belanja daerah, maka APBD NTB 2018 defisit Rp 25 miliar. ‘’Jumlah APBD NTB 2018 sebesar Rp 5,255 miliar,” kata Mori. Pembahasan RAPBD NTB 2018 mendapat sorotan dari beberapa komisi di DPRD NTB. Seperti Juru Bicara Komisi IV DPRD NTB, Burhanudin Jafar Salam. Menurutnya, pembahasan RAPBD 2018 termasuk kilat. Di mana, kepala daerah menyampaikan nota keuangan dan Raperda APBD 2018 pada 24 November lalu. Kemudian, APBD sudah ditetapkan pada 30 November. Berdasarkan hasil pembahasan antara Komisi IV bersama mitra kerjanya, telah disepkati anggaran sebesar Rp 941,6 miliar pada 2018 untuk SKPD mitra kerja Komisi IV. Terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 75,5 miliar lebih dan belanja langsung Rp 866 miliar lebih. Burhanudin menyebutkan, seperti Bappeda NTB mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41,2 miliar lebih. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp 9,5 miliar lebih dan belanja langsung Rp 31,6 miliar lebih. BPBD NTB Rp 209,9 miliar, terdiri dari belanja tidak langsung Rp 3,7 miliar lebih dan belanja langsung Rp 206 miliar lebih. Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Rp 185,8 miliar lebih, terdiri dari belanja tidak langsung Rp 6,2 miliar lebih dan belanja langsung Rp 179,8 miliar lebih. Dinas ESDM Rp 22,7 miliar, terdiri dari belanja tidak langsung Rp 8 miliar lebih dan belanja langsung Rp 13,9 miliar lebih. Dinas PUPR Rp 460 miliar lebih, terdiri dari belanja tidak langsung Rp 39,2 miliar lebih dan belanja langsung Rp 420,8 miliar lebih. Selanjutnya, Dinas Perhubungan NTB Rp 16 miliar lebih, terdiri belanja tidak langsung Rp 6,5 miliar dan belanja langsung Rp 9,4 miliar lebih. Biro APP dan LPBJP Rp 5,8 miliar lebih, terdiri dari belanja tidak langsung Rp 1,6 miliar lebih dan belanja langsung Rp 4 miliar lebih. Sementara itu, Juru Bicara Komisi I DPRD NTB, Lalu Wirejaya menyoroti tentang lambatnya eksekutif menyerahkan rancangan KUA PPAS ke Dewan. Komisi I juga menyoroti tentang sistem penganggaran yang menggunakan e-budgeting. Berbicara sistem e-budgeting adalah penyusunan anggaran yang di dalamnya termasuk aplikasi program komputer berbasis website untuk memfasilitasi proses penyusunan anggaran daerah. Ebudgeting digunakan dalam penyusunan APBD 2018. Maksud implementasi ebudgeting adalah mempermudah SKPD serta TAPD dalam proses penyusunan anggaran. Tujuan penerapan e-budgeting adalah meningkatkan kualitas APBD dari kesesuaian dengan RPJMD. Keakuratan nilai rekening dan alokasi belanja.

Adapun latar belakang munculnya e-budgeting adalah jadwal penyusunan anggaran yang lama, harga satuan item yang tidak standar. Rekap belanja per rekening tidak realtime, kesulitan dalam proses usulan dan evaluasi anggaran oleh TAPD. Data TAPD tidak komprehensif pada saat pembahasan dengan DPRD. Keresahan di kalangan pejabat pemerintah khususnya TAPD karena proses penyusunan anggaran yang dapat menyeret mereka ke proses pidana. Pada proses perencanaan anggaran, SKPD memasukkan program dan kegiatannya dalam komponen. Keunggulan ebudgeting ini menutup penyalahgunaan wewenang. Inilah kemudian yang mungkin menjadi dasar gubernur, pimpinan DPRD dan KPK membuat nota kesepakatan untuk menerapkan e-planning dalam pembahasan KUA PPAS dan RAPBD 2018. ‘’Hanya saja yang kami sayangkan, gubernur dan pimpinan DPRD kurang memperhatikan kelemahan e-budgeting. Kesiapan SKPD dalam mengoperasikan e-budgeting dan ketetapan waktu penyampaian dan pembahasan di DPRD akan menjadi masalah ke depan,’’ kata Wirejaya. Ketepatan waktu dan lama pembahasan sangat menentukan hasil KUA PPAS dan RAPBD tahun berjalan. Sesuai mekanisme yang ada, bahwa penyusunan RKPD pada akhir Mei. Penyampaian rancangan KUA PPAS oleh Ketua TAPD kepada kepala daerah minggu pertama Juni. Penyampaian rancangan KUA PPAS oleh kepala daerah kepada DPRD pada minggu kedua Juni dan lama pembahasan enam minggu. Kesepakatan antara kepala daerah dan DPRD atas KUA PPAS akhir Juni. Penyampaian RAPBD kepada DPRD paling lambat 60 hari kerja sebelum pengambilan persetujuan bersama DPRD dan Kepala daerah. Pengambilan persetujuan antara DPRD dan kepala daerah paling lambat satu bulan sebelum tahun anggaran berkenaan. ‘’Bagaimana kami bisa memperdalam program SKPD. Seharusnya di komisi kami dapat ketahui rencana kerja SKPD yang terukur, konkret dan realistis sesuai anggarannya. Karena waktu pembahasan sangat sempit. Tidak mungkin komisi dapat mendalami program dan kegiatan SKPD mitra kerja komisi,’’ katanya. Ia mengatakan, keterlambatan penyampaian KUA PPAS oleh eksekutif selalu menjadi masalah. ‘’Kita semua kurang memperhatikan ketepatan waktu dalam penyampaian KUA PPAS ke DPRD. Sesuai aturan minggu ke dua bulan Juni. Tapi yang diingat hanya pengambilan persetujuan bersama DPRD dan kepala daerah tentang RAPBD paling lambat satu bulan sebelum dimulainya tahun anggaran berkenaan,’’ tandas Politisi Gerindra ini. (nas)

Molor, Proyek Terminal Haji LIA Dari Hal. 1 Dia mengakui, kontrak pekerjaan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sakarudin sampai tanggal 28 November 2017 lalu. Molornya pekerjaan mempengaruhi upaya percepatan penyelesaian sesuai tenggat waktu kontrak. Alasannya, pendekatan kepada masyarakat butuh waktu dua bulan. Karena pihaknya tidak ingin pengalaman para pelaksana tahun-tahun sebelumnya diganggu oleh oknum masyarakat. Seharusnya pekerjaan dimulai Juli lalu. ‘’Lamanya itu sosialisasi di masyarakat, dua bulan bayangkan. Karena jangan sampai ada yang hadang pekerjaan kami. Kami jelaskan, ini (proyek) bukan milik kontraktor. Ini milik orang Tanak Awu, Penujak dan lain- lain. Toh yang pakai pakai nanti seluruh orang NTB,’’ ungkapnya tentang isi sosialisasi. Setelah pendekatan tuntas dan masyarakat menerima dengan syarat ambil bagian dalam proyek itu, akhirnya pekerjaan dimulai per 18 Agustus 2017. Dua anggota TNI diterjunkan untuk meng amankan proyek itu siang malam, namun kendala lain cuaca. Apalagi saat ini sudah masuk musim hujan. Tapi itu bukan

jadi alasan pihaknya, sehingga proyek digarap siang dan malam. ‘’Ini siang malam kita kebut. Tukang saya ada 60 orang ditambah yang di gedung 40 orang. Jadi sekitar 110 orang pekerja,’’ sebutnya. Terkait permintaan perpanjangan waktu itu, PPK Proyek Terminal Haji Sakarudin belum bisa dikonfirmasi. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Drs.H.Lalu Bayu Windia dikonfirmasi membenarkan molornya proyek senilai Rp 2,7 miliar itu. Alasan kontraktor pelaksana lamanya mulai karena sosialisasi kepada masyarakat untuk antisipasi gangguan. ‘’Kita memang memberi kesempatan perpanjangan waktu dua minggu. Mudah mudahan sudah selesai sesuai target,’’ sebutnya. Lalu Bayu mengaku sempat mengecek langsung perkembangan proyek tersebut siang kemarin dan mendapati para pekerja masih kebut beberapa item. Untuk tembok, menurutnya sedang proses pemasangan bata. ‘’Setelah itu teralis,’’ sebutnya. Di bagian dalam gedung, tinggal pengecatan. (ars)

Halaman 15

Bertambah, Jumlah Pembatalan Hotel Akibat Erupsi Gunung Agung Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pelaku pariwisata mengaku mendapatkan banyak pembatalan akibat erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali. Dalam beberapa hari ini setidaknya ada 3.185 kamar atau RN (room night) yang dibatalkan oleh calon pelanggan. Jumlah itu bertambah dari dua hari lalu yang mencapai 2.814 kamar. Pembatalan terjadi di Golden Palace dengan pembatalan sebanyak 375 kamar atau RN. Holiday Resort 438 RN, Kila 458 RN, Fave 130 RN, Qunci 325 RN, Sheraton 270 RN , Jayakarta 306 RN, Pratama 93 RN dan POT 57 RN. Ada

pula Living Asia 72 R, Aston Inn 66 RN, Puri Saron 164RN, Gili Amor 20 RN, Baleku Senggigi 45 RN, Novotel 203 RN, Jeeva 148 RN dan Ottalia 15 RN. ‘’Data yang masuk sampai hari ini sebanyak itu. Kami masih menunggu juga data dari hotel lain yang belum memberikan laporan,’’ kata Wakil Ketua Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Cahpter Lombok, Ernanda Agung, di Mataram, Jumat (1/12). Ia melihat masih banyak lagi hotel yang belum memberikan data tentang pembatalan yang diterima oleh

berbagai hotel. Sebab buka tutup Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Lombok International Airport diasumsikan sebagai penyebab banyaknya calon wisatawan yang melakukan pembatalan kunjungan. Perhotelan Berikan Diskon Melihat masih banyaknya wisatawan yang terjebak karena sistem buka tutup bandara, Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB bersama IHGMA memberikan diskon kepada tamu yang akan menginap. Setidaknya ada 32 hotel yang siap memberikan potongan

Kinerja SKPD Lingkup Pemprov NTB Dievaluasi Mataram (Suara NTB) – Pelayanan maksimal dari seluruh SKPD yang ada di lingkup Pemprov NTB merupakan kewajiban yang harus dicapai. SKPD dituntut mampu memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat melalui unit-unit kerja yang ada. Untuk itu, Biro Organisasi Setda NTB sudah melakukan penilaian pada seluruh SKPD lingkup Pemprov NTB yang dimulai sejak Senin (27/ 11) hingga Rabu (29/11). ‘’Selain koordinasi pembinaan pengawasan, juga kita melakukan upaya-upaya yang mendorong para penyelenggara pelayanan publik terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya adalah kita tahun ini menyelenggarakan penghargaan bagi penyelenggara atau unit penyelenggara pelayanan publik lingkup Pemprov NTB. Proses penilaian sudah dimulai sejak hari Senin (27/11) sampai Rabu (29/11),’’ ungkap Kepala Biro Organisasi Setda NTB H. Yusron Hadi, ST, M.UM., pada Suara NTB di Kantor Gubernur NTB, Kamis (30/11). Dalam melakukan penilaian di SKPD, ujarnya, pihaknya membagi tim penilai menjadi tiga bagian, yakni di bawah lingkup Asisten I, Asisten II dan Asisten III. Tiga tim ini sudah melakukan penilaian selama 3 hari di seluruh SKPD. Adapun fokus yang dinilai, ujarnya, adalah standar-standar pelayanan publik yang tersedia di SKPD, khususnya di setiap unit pelayanan yang ada. Termasuk jenis pelayanan yang ada. ‘’Standar nilai pelayanannya apa dan kita nilai kepatuhan SKPD dalam memenuhi standar itu,’’ ujarnya. Alasan pihaknya fokus pada

standar penilaian, karena hal inilah yang ditekankan Ombudsman Republik Indonesia pada unit layanan pemerintah. ‘’Untuk memastikan pelayanan publik itu baik harus dimulai dengan kepatuhan kita memenuhi standar. Penilaian ini dalam upaya mendorong SKPD terus memenuhi kuantitas dan kualitas pelayanan pada masyarakat,’’ tambah mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini. Nantinya, penghargaan akan diberikan pada SKPD dengan kinerja terbaik pada momen HUT NTB ke 59 tanggal 17 Desember mendatang. Sementara pada SKPD yang masih kurang atau buruk dari sisi pelayanan akan diberikan rekomendasi untuk melengkapi kekurangan. Selain itu, ujarnya, penilaian ini dilakukan untuk memberikan masukan pimpinan atas hal-hal apa yang harus dipenuhi oleh masingmasing SKPD, sehingga unit layanan SKPD maksimal dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Pada bagian lain, Yusron mengaku, penilaian penghargaan inovasi pelayanan publik di Provinsi NTB sudah disampaikan ke gubernur. Pihaknya sudah menilai 27 peserta yang mengikuti tes tahap 2. Semua peserta sudah melakukan presentasi teknis dengan inovasi yang dilakukan di hadapan tim penilai. Dari 27 peserta ini, ujarnya, ada 10 top inovasi pelayanan publik yang dihasilkan. Itu artinya, sampai 3 tahun ini, NTB sudah ada 35 inovasi pelayanan publik dan diharapkan terus bertambah. Pihaknya mengharapkan 35 inovasi ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya dalam

meningkatkan kinerja di provinsi dan dikembangkan ke kabupaten/kota. ‘’Jadi 10 top inovasi ini masih kita menunggu SK gubernur dan belum bisa disampaikan,’’ akunya. Dari 10 top inovasi ini, ada yang inovasinya terkait dengan memudahkan kerja melalui perangkat teknologi dan informasi yang berkembang saat ini. Termasuk inovasi yang sifatnya menggerakkan masyarakat dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Untuk itu, pihaknya bersyukur dengan berbagai inovasi yag menunjukkan birokrasi pemerintah bisa menghasilkan hal-hal yang baik dalam upaya mempercepat pelayanan pada masyarakat. Setelah itu, tambahnya, 10 top inovasi ini akan diusulkan ke tingkat pusat atau sinovik 2018 akan dimulai pertengahan Desember. Dalam proses pengusulan ini, pihaknya menyiapkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. Termasuk, inovasi yang ada akan disempurnakan dan diperbaiki . Diakuinya, pada tahun 2016 lalu, inovasi asal NTB tidak ada yang masuk dalam top inovasi nasional. Sebelumnya, ada 1 inovasi yang masuk top 9 inovasi nasional, yakni Kampung Media dan 1 inovasi masuk 99 top inovasi, yakni mencari arsip dalam hitungan detik. ‘’Sekarang ini, sudah 4 detik. Sementara di tahun 2017 ini, ada beberapa top inovasi yang jadi andalan kita di level nasional. Ke depan, untuk inovasi akan dikembangkan demi kepentingan masyarakat. Selain itu, pada momen HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang, kita berencana meminta slot untuk memamerkan top inovasi pelayanan publik yang ada,’’ ujarnya. (ham)

Diekspor ke Amerika Dari Hal. 1 ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (30/11). Hamdi mengatakan, jenis ikan yang akan diekspor yakni kakap dan kerapu. Untuk proses ekspor ikan itu, Hamdi mengatakan perusahaan tersebut masih mengurus izin di tingkat pusat. ‘’Insya Allah Desember sudah keluar sehingga bisa action. Mudah-mudahan bisa 20 ton per sekali kirim. Jenis ikan kakap dan kerapu,’’ jelasnya. NTB memiliki potensi perikanan tangkap seluas 29.159 km persegi dengan potensi produksi mencapai 185.518,5 ton. Potensi lestari sebesar

129.863 ton, meliputi perairan pantai 67.906 ton dan perairan lepas pantai 61.957 ton. Dari luas tersebut yang baru dimanfaatkan atau berproduksi baru 95.148 ton atau 73,26 persen. Teluk Santong masuk dalam Kawasan Teluk Saleh sudah mulai dicanangkan menjadi kawasan pengembangan budidaya bagi industri perikanan. Kawasan yang memiliki potensi dari hasil tangkap serta pengolahan ini, diperkirakan bernilai sebesar 11,6 triliun. Dari seluruh kawasan yang ada, sekitar 25 persen kawasan dari sektor ini telah dimanfaatkan dari hasil tangkap serta

budidaya baik rumput laut, mutiara dan kerapu. Pengembangan Teluk Saleh sendiri, ke depannya akan melibatkan berbagai macam pihak dan sektor. Termasuk sumber dana yang akan mendukung percepatan pengembangan kawasan tersebut. Terutama dalam rangka pengembangan kawasan Teluk Saleh sebagai pengembangan industri perikanan. Sebagai kawasan yang tergabung dalam wilayah Samota (Saleh-Moyo-Tambora), kawasan Teluk Saleh diharapkan mampu memiliki nilai tambah khususnya bagi peningkatan perekonomian di sektor kelautan dan perikanan di NTB. (nas)

Importir Klaim Proyek Penanaman Bawang Putih Sembalun 70 Persen Berhasil Dari Hal. 1 Importir PT KTS ini menyanggupinya, kemudian menanam di Sembalun. Pilihannya Sembalun karena daerah paling dekat dengan puncak Gunung Rinjani ini memiliki suhu yang cocok untuk bawang putih. Sembalun dengan ketingggian 1.400-1.700 meter diatas permukaan air laut itu juga sudah terkenal sebagai daerah yang petaninya berpengalaman membudidayakan bawang putih. Adanya yang rusak tidak dinafikan importir. Katanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan. Pertama, faktor cuaca. Sembalun menanam sebelum bulan Juli. Bawang putih butuh suhu siang malam tarpaut minimal 10 derajat. Makin tinggi perbedaannya makin bagus. ‘’Misalnya siang 18 derajat, maka malamnya harus 8 derajat .Itu yang menyebabkan dia berumbi. Kalau bulan tujuh dan delapan penanaman, suhunya sudah tidak dingin,’’ terangnya. Faktor selanjutnya adalah, intensitas hujan. Sembalun intensitas hujan sangat ting-

gi. Begitu panen hujan, jelas bisa gagal. Terhadap petani yang mengalami kegagalan diduga karena termakan isu. Bibit tidak akan berumbi atau karena mengandung virus. Akibatnya mereka melakukan pembiaran dan tidak melakukan pemeliharaan dengan baik. Pasalnya, ketika dibandingkan dengan bawang putih yang ditanam petani lainnya tidak terjadi demikian. ‘’Bagaimana tumbuh kalau tidak dirawat. Sementara yang 70 persen dipelihara dengan baik oleh petani, dan hasilnya bagus. Bahkan dari 100 kwintal bibit bisa hasilkan 1,7-1,8 ton basah,’’ katanya. Hasil panen yang dijemur sekarang katanya, sekitar 300 ton. Semuanya tidak dikeluarkan untuk konsumsi, melainkan tetap akan jadi bibit sampai terpenuhinya kebutuhan bibit Sembalun. Wilayah Sembalun ini rencana akan ditanam seluas 1.750 hektare. Rencananya, sekitar bulan ke 3 tahun 2018 akan dilakukan penanaman kembali. Adapun sistemnya, semua bibit yang diberikan ke petani itu gratis. Perjanjian dengan petani, ada kewajiban mengem-

balikan hasil panen 3 kali lipat dari jumlah bibit yang diberikan. Sisanya dari pengembalian itu, dibeli oleh importir. Diakui, selama proses penanaman tidak ada bantuan lain. Importir hanya melakukan pendampingan. Terhadap petani yang gagal tidak ada tuntutan apa-apa. Pihak importir hanya melakukan evaluasi saja. Kecurigaan pihak PT KTS ini, dimungkinkan isu yang menyudutkan itu sengaja dihembuskan oleh para pesaingnya. Untuk diketahui, sebelum menanam pihak importir sudah menggelar pertemuan dengan kementerian terkait hingga beberapa kali. Perintah dari pemerintah itu sudah dijalankan PT KTS. ‘’Kamilah satu-satunya yang sudah menerapkan 5 persen itu,’’ paparnya. Dengan pemerintah daerah katanya, memang tidak ada kaitannya. Importir sebatas pemberitahuan kepada pemerintah setempat saja. ‘’Kami sepenuhnya menjalankan sesuai syarat yang ditentukan oleh pemerintah. Di mana untuk bisa impor lagi harus menanam 5 persen,’’ katanya. (rus)

harga bagi wisatawan yang melakukan perpanjangan saat menginap di 32 hotel itu. Hotel yang memberikan diskon dari 20 hingga 35 persen itu diantaranya Hotel Arianz, Narmada Convention Hall, Lombok Raya, Puri Saron, Baleku, M Hotel, Sheraton, Villa Tiara, Qunci Villa, Grand Madani dan Living Asia. Ada pula Hotel Jayakarta, Puri Mas, Lombok Plaza, Puri Indah, Killa Senggigi, Gili Bagaz, Golden Palace, Aruna, Holiday Resort, Bidari, Pratama dan Villa Ombak. Selain itu, Hotel Ombak Sunset, D’Max, Santika Mataram, Grand Legi, Maktal, POT Ho-

tel, Fave Hotel, Idoop dan Sudamala. “Kalau berkunjung ke hotelhotel itu nanti akan diberikan diskon. Bagi tamu yang melakukan perpanjangan juga secara otomatis dapat diskon,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dra Hartati, MM. Ia mengatakan, ini merupakan salah satu pelayanan yang diberikan oleh perhotelan kepada wisatawan yang tidak bisa kembali ke daerah atau negaranya. Sebab beberapa wisatawan masih menunggu penerbangan di LIA kembali normal. Sehingga memerlukan tempat untuk beristirahat. (lin)

DPMPTSP Mataram Terima Sertifikat ISO 9001 : 2008

Mataram (Suara NTB) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerima sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008 terhadap tata kelola pelayanan publik dari SIS Certification Internasional, Kamis (30/11). Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Edy Putrajati selaku Designated Country Directur SIS Certification Internasional. Edy menjelaskan, penganugerahan 9001:2008 atau sistem manajemen mutu diberikan ke setiap organisasi perangkat daerah terhadap tata kelola pelayanan publik. Salah satunya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. DPMPTSP berhasil melaksanakan tata kelola mulai hulu ke hilir dan implementasinya tunduk terhadap peraturan perundang - undangan. “Persyaratan mutu internasional sebagaimana diatur standar ISO,” kata Edy. Kata dia, penganugerahan ini bukan peristiwa tanpa latar belakang, tapi didasari evaluasi lengkap, detail melalui audit sertifcation. Audit dilakukan 1 - 2 hari. Tim auditor turun mengevaluasi, menganalisa tata kelola di lembaga terkait SOP pelayanan publik. Pihaknya juga mengecek bagaimana organsasi ini mengelola setiap proses. Hasil proses ini dievaluasi ukur tingkat kepuasan pelanggan. Secara internal lanjutnya, DPMPTSP juga mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Di samping, tingkat pencapaian kinerja diatur dokumen tertulis quality objektif atau sasaran mutu. “Ini alat untuk pengukuran internal. Apabila data pencapaian proses tidak memenuhi target, maka diwajibkan proses melakukan evaluasi men-

cari target dan menentukan langkah berikutnya, sehingga target itu bisa dicapai,” paparnya. Berdasarkan informasi diterima, tingkat kepuasan pelanggan 86 persen. Edy menegaskan, tingkat kepuasan itu berkorelasi dengan sistem pelayanan sistem akan menutup ruang perjokian. Ia mengakui, tidak ada sistem sempurna sehingga yang mampu dilakukan meminimalisir proses pelayanan. Setelah penyerahan sertifikat tersebut terjadi perubahan pelayanan, ISO segera dilakukan perbaikan, karena praktik itu tidak dikehendaki. “Rencana aksi dilakukan dinas dalam hal perbaikan. Kepemilikan sertifikat diamanahkan sebagai sebuah penghormatan. Selama dinas istiqomah memberikan pelayanan sesuai proses di desain,” ucapnya. Dikatakan, sistem tata kelola ini akan dievaluasi kembali satu tahun sekali. Pihaknya akan melihat konsistensi atau tidaknya OPD menjalankan amanah tersebut. Kepala DPMPTSP Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira mengapresiasi kinerja stafnya dalam menjalani sistem tata kelola pelayanan publik. Menurut dia, penghargaan itu tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan masyarakat. Namun, dirinya tidak akan puas dan terus meningkatkan pelayanan serta memperbaiki aspek - aspek yang menjadi kekurangan. “Saya ucapkan rasa syukur dan terima kasih ke seluruh staf. Kerja keras bersama sehingga bisa mendapatkan penghargaan ini,” ucapnya. Penghargaan itu akan dipegang teguh sebagai amanah untuk terus memperbaiki sistem tata kelola pelayanan publik di masyarakat. (cem)

Berkah bagi NTB Dari Hal. 1 Karena itu, Wagub meminta segenap jajaran organisasi Islam yang memiliki tidak kurang dari 12 juta anggota di seluruh Indonesia terus Istiqomah membimbing dan membina umat mengamalkan ajaran dan nilai-nilai Islam dengan baik dan benar sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Harapan Wagub ini disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-3 Hidayatullah, di Graha Bhakti Praja, Jumat (1/12) pagi. Rapat kerja yang menghadirkan keluarga besar organisasi terbesar di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah itu, juga diharapkan Wagub dapat menghasilkan pemikiran yang cerdas dan dapat diterima oleh masyarakat serta bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Wagub juga menyampaikan dukungannya pada berbagai kegiatan yang bernafaskan Islam di Provinsi NTB. Dipilihnya NTB sebagai tempat melaksanakan kegiatan, mulai dari kegiatan tingkat nasional maupun internasional, merupakan penghargaan tersendiri bagi masyarakat NTB. Kehadiran tokoh agama, guru besar, alim ulama seperti pada konferensi besar NU dan konferensi internasional para alumni Timur Tengah beberapa waktu lalu lanjut Wagub, juga menjadi doa dan berkah sendiri bagi masyarakat NTB. Apalagi kegiatan-kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Presiden, Ir. H. Joko Widodo. ‘’Semakin sering warga alim hadir di NTB, akan semakin sering daerah kami didoakan,’’ demikian Wagub. (nas)

42 Maskapai Batalkan Penerbangan Dari Hal. 1 Namun sejak Kamis malam, ada perubahan signifikan hingga Jumat pagi kemarin pukul 07. 00 Wita. Arah angin ke Selatan turut membawa abu vulkanik, sehingga tidak mengarah ke Lombok. Dari hasil monitor perkembangan arah angin itu, ia memperkirakan dalam waktu beberapa jam tidak akan mengarah ke Lombok sehingga tidak mempengaruhi penerbangan. ‘’Gunung Agung masih aktif, tapi penerbangan tidak terganggu. Baik di Bandara Ngurah Rai, Bali maupun LIA yang paling sensitif dengan erupsi Gunung Agung, tetap normal beroperasi,’’ jelasnya. Artinya, lanjut Ngurah, maskapai yang cancel tidak disebabkan penutupan dua bandara tersebut. Namun demikian, evaluasi setiap enam jam akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan se-

baran abu vulkanik. Tapi dari pantauan sementara dari satelit, arah angin masih ke Selatan diikuti sebaran abu vulkanik, diperkirakan situasi ini akan terjadi sampai malam. Dampakcancel, sejumlah penerbangan ini membuat penumpukan penumpang masih terjadi di ruang tunggu LIA. Salah seorang penumpang maskapai Garuda Indonesia, Dadang asal Jakarta, mengaku sempat tertunda keberangkatannya karena pesawat cancel sehari sebelumnya. ‘’Saya datang lagi untuk mengecek, apakah pesawat bisa terbang atau tidak, sekarang masih nunggu,” kata teknisi sebuah perusahaan swasta ini. Banyak penumpang juga memilih bertahan di LIA. Sebagian pulang ke keluarganya. Banyak juga yang menginap di hotel sembari menunggu reschedule dari maskapai. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 2 Desember 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Promosi dan Demosi Pejabat Diserahkan ke Walikota Mataram (Suara NTB) Tim assesor telah menyelesaikan penilaian terhadap kinerja pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Mataram. Hasilnya akan diserahkan ke pejabat pembina kepegawaian untuk menentukan pejabat dipromosi ataukah didemosi. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito menerangkan, tim assesor selama tiga hari turun melakukan penilaian terhadap kinerja dan kompetensi pimpinan OPD. Tetapi hasilnya belum bisa diekspos karena masih

dipegang oleh tim assesor. “Belum kita terima,” jawabnya, Kamis (30/11). Hasil penilaian kinerja ini, sebagai bahan pertimbangan pejabat pembina kepegawaian (Walikota,red), apakah digunakan atau sebaliknya. Menurut Eko, hasil tersebut bisa digunakan untuk pergeseran, promosi atau demosi pejabat. Tergantung kebijakan kepala daerah. “Kalau itu tergantung Pak Wali. Semua nanti kita serahkan ke Pak

Wali,” jawab Eko. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono menjelaskan secara teknis, jika sistem penilaian dilakukan oleh tim assesor ada dua metode. Pertama, wawancara. Kedua, pemantauan kinerja secara kelembagaan. Metode wawancara untuk memastikan kemampuan berpikir dan bicara pimpinan

OPD. “Tim assesor profesional, jadi mereka tahu dari cara bicara dan menjawab pertanyaan seperti apa pimpinan OPD itu,” katanya. Yoyok sapaan akrabnya mengaku, berkas penilaian itu tidak langsung diterima, me-

lainkan langsung dibawa ke Surabaya. Pemkot Mataram hanya menerima rekapan penilaian yang akan dikirim. “Kita juga nunggu. Mudah - mudahan minggu depan sudah terkirim,” ucapnya.(cem)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 02 Desember 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu