HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com
E-mail: suarantbnews@gmail.com
SUARA NTB
SELASA, 28 NOVEMBER 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 215 TAHUN KE 13
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
NTB Menginspirasi Nasional dengan Konsep Desa Benderang Informasi Mataram (Suara NTB) NTB kembali jadi perhatian nasional dengan konsep Desa Benderang Informasi Publik (DBIP). Konsep yang digagas Komisi Informasi (KI) NTB ini berhasil mendorong lahirnya Permendagri Nomor 3 tahun 2017 tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sampai di tingkat desa. Ada 16 desa model di NTB sudah membentuk PPID dan sebagai wujud “perayaan” keberhasilan itu, akan digelar Festival DBIP Nasional 2017. ‘’Alhamdulillah Gubernur NTB back up penuh kami. Sehingga beliau mengatakan, banyak hal yang menginspirasi Indonesia dari NTB ini. Bahkan Komisi Informasi dengan program DBIP (Desa Benderang Informasi Publik) juga berhasil menginspirasi nasional,” kata Wakil Ketua KI NTB, Najamuddin Amy, S.Sos.,MM, ditemui di sela sela persiapan Festival DBIP 2017.
Pada Festival DBIP NTB Nasional 2017 yang akan berlangsung Selasa (28/11) hingga Kamis (30/11) ini, sebenarnya sebagai jawaban atas pencanangan DBIP yang diselenggarakan tanggal 6 Oktober 2016 lalu dalam bentuk MoU dengan semua kepala daerah. Ketika itu, Gubernur NTB Dr.TGH. M. Zainul Majdi, berpesan, agar tidak selesai pada tataran konsep, tapi terpenting implementasi keterbukaan informasi di desa. Riwayat PPID Desa Najamuddin Amy kemudian menjelaskan riwayat proses yang dilakukan bersama komisioner lainnya sehingga Festival itu berhasil diselenggarakan. Bersambung ke hal 15 (Suara NTB/ist)
LIA Dibuka
Sejumlah Maskapai Tetap Batalkan Penerbangan
Praya (Suara NTB) Lombok International Airport (LIA), Senin (27/11) kemarin, kembali dibuka otoritas bandara mulai pukul 06.00 Wita, setelah sehari sebelumnya, pada Minggu (26/11) petang hingga Senin (27/ 11) pukul 06.00 Wita ditutup. Kendati dibuka, aktivitas penerbangan di LIA belum sepenuhnya berjalan normal. Kebijakan otoritas bandara ini, tidak serta merta direspons maskapai. Bahkan, sejumlah maskapai justru memilih untuk membatalkan seluruh jadwal penerbangannya. Dengan alasan keselamatan penerbangan menjadi prioritas. Mengingat, erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali sampai kemarin masih berlangsung. ‘’Status LIA sekarang sudah open. Itu artinya, penerbangan baik itu dari maupun menuju LIA sudah bisa dilayani kembali,’’ ungkap General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I LIA, I Gusti Ngurah Ardita, Senin (27/11). Bersambung ke hal 15
Menpar Khawatirkan Kunjungan Wisatawan Bali-Lombok
TO K O H Penggerak Perubahan Sosial
(Suara NTB/ist)
KO M E N TTAA R Kirim Tiga SSK ke Bali
MABES Polri merespons cepat bencana letusan Gunung Agung, Karangasem, Bali dengan memerintahkan Polda NTB menyiagakan pasukan. Sebanyak tiga satuan setingkat kompi (SSK) gabungan Brimob dan Sabhara disiapkan menuju Bali. Sejumlah personel tersebut akan bergabung bersama Polda Bali dan Polda Jawa Timur di Bali untuk membantu proses evakuasi pengungsi, evakuasi barang dan hewan, perlindungan, dan penyelamatan. Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli Senin (27/ 11) menjelaskan, para personel yang dilibatkan dalam posisi siap siaga berdasarkan panggilan luar biasa yang dikeluarkan Kapolri melalui Asops Polri. “Jadi seketika dibutuhkan dapat segera dilibatkan dalam tugas kemanusiaan. Selain tugas pokok Polri, ada juga tugas lain yang lebih penting yakni menyelamatkan jiwa manusia,” ujarnya. Bersambung ke hal 15 Firli (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/kir)
SUASANA LIA - Suasana di LIA Senin (27/11) kemarin. Kendati bandara sudah dibuka, namun sejumlah maskapai memilih membatalkan penerbangan karena pertimbangan keselamatan.
Erupsi Gunung Agung Tak Pengaruhi Penyeberangan Lembar-Padangbai Giri Menang (Suara NTB) Dampak abu vulkanik letusan Gunung Agung, Karangasem, Bali mulai menyebar ke wilayah Lombok Barat (Lobar) dan sekitarnya. Abu vulkanik ini terlihat menempel di kendaraan dan rumahrumah warga di wilayah
Lembar. Namun dampak abu vulkanik, sejauh ini belum mempengaruhi arus penyeberangan Lembar-Padangbai (Karangasem, Bali). Mengantisipasi dampak fatal abu menyerang kesehatan, pihak ASDP pun membagikan 600 buah
masker kepada para penumpang, baik yang bakal berangkat ke Padangbai dan baru tiba di Pelabuhan Lembar. ‘’Kami sudah membagikan masker sebanyak 600 buah bagi penumpang baik yang bakal berangkat dan sudah
Temuan BPKP
Pengadaan Bibit Kedelai Rp 1,1 Miliar di Tambora Diduga Fiktif Mataram (Suara NTB) Belum tuntas kasus pengadaan bibit bawang di Kabupaten Bima, kasus pengadaan bibit kedelai diduga bermasalah mencuat. Indikasi pidana terjadi pengadaan dan penunjukan kelompok diduga fiktif pada proyek dengan pagu anggaran Rp 1,1 miliar. Modus dugaan fiktif ditemukan ketika tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB turun melakukan pemeriksaan lapangan, Selasa (14/11) lalu sampai Jumat (24/ 11) lalu. Sasarannya, bantuan Rp 1,1 miliar tahun 2015 untuk Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Kepala BPKP NTB Dr. Ayi Riyanto melalui Korwas Inves-
‘’
Di sini indikasi fiktifnya. Diduga ada yang jadi guru, ada yang jadi montir di bengkel, ditunjuk jadi ketua kelompok tani penerima bantuan. Ngatno
tigasi Ngatno, SE, menjelaskan temuan timnya, ada beberapa orang yang ditemukan tidak punya kelompok tani. Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ars)
GUBERNUR NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengajak Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengambil peran sebagai penggerak utama perubahan sosial menuju Indonesia yang maju, sejahtera, adil dan makmur. Sebagai penggerak perubahan sosial, GPII harus memiliki dua hal yang utama. ‘’Pertama, harus memiliki semangat kebersamaan dan selalu bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan bersama. Kedua, GPII juga harus memiliki iman dan taqwa yang kokoh sebagai nilai yang paling mendasar bagi seorang manusia. Yakni pengamalan nilai-nilai dasar Islam, dalam kehidupan nyata sehari-hari. TGH.M.Zainul Majdi Bersambung ke hal 15
PENUTUPAN Lombok International Airport (LIA) sejak Minggu sore hingga Senin (27/11) pagi kemarin, membuat Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya khawatir. Sebab dua destinasi wisata andalan Indonesia yaitu Lombok dan Bali dalam dua hari tidak dapat dikunjungi oleh wisatawan. ‘’Ini tentunya sangat memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan di dua destinasi ini. Pagi ini (kemarin), 27 November 2017, saya akan ke Bali. Saya akan bertemu dengan stakeholder pariwisata di sana,” kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Senin (27/11). Arief Yahya mengaku sangat khawatir dengan tidak beroperasinya LIA. Penutupan tersebut sudah disebarkan sebagai Notam No. B8868/17 kepada para penyelenggara penerbangan nasional dan internasional. ‘’Ini situasi yang sangat sulit buat industri pariwisata Bali, Lombok dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya. Hal itu disebabkan karena hingga November 2017 ini, destinasi Lombok dan Bali masih gencar dipromosikan di World Travel Mart (WTM) London. Di mana WTM ini merupakan yang terbesar kedua setelah ITB Berlin. Karena Lombok dan Bali masuk dalam desain destinasi yang masih dipromosikan di Eropa, Australia, Asia, dan banyak negara di dunia. Bersambung ke hal 15
tiba di pelabuhan Lembar. Ini langkah antisipasi dampak abu vulkanik,’’ jelas Manager Operasional PT ASDP Wildan Jazuli ditemui di kantornya, Senin (27/11). Pihaknya mengkhawatirkan semua kapal yang terkena abu vulkanik. Karena itu,
harus diwaspadai agar jangan sampai debu mengganggu safety kapal. ‘’Jika abu vulkanik sampai masuk ke mesin, maka akan mengganggu operasi mesin. Ini berpotensi terjadi insiden di tengah laut.’’ Bersambung ke hal 15
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
SUARA MATARAM
Halaman 2
(Suara NTB/ist)
TINJAU PASAR – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi Kepala Disdag Kota Mataram, Lalu Alwan Basri meninjau pasar tradisional dalam rangkaian acara festival pasar rakyat.
Tanggung Jawab Semua Warga MUSIM hujan yang melanda kota Mataram mulai membuat pihak kelurahan mulai waspada untuk terjadinya bencana. Seperti yang dikatakan oleh lurah Mataram Timur, H. Mustaal, bahwa di daerahnya yang paling sering banjir adalah di kawasan Karang Bedil. “Tetapi setelah beberapa kali hujan turun, kami turun langsung untuk membersihkan selokan yang berisi sampah dan tanah yang membuat datar dengan bantuan dinas PU,” jelasnya. Mustaal menambahkan sekarang meskipun hujan besar melanda, daerahnya tidak tergenang terlalu lama. “Kalau dulu bisa sampai berhari-hari surutnya, bisa 3-4 hari airnya surut,” terangnya. Terutama di dekat SDN 23 Mataram yang lokasinya agak bawah, ia menyarankan agar dibuatkan sumur untuk menyimpan air. “Ada juga kita minta untuk selokan dekat sungai Ancar yang kebetulan ambruk, kita minta untuk diperbesar,” tambahnya. Pengerjaan selokan tersebut, kata Mustaal, sudah mulai dilakukan. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk tetap melakukan pembersihan di rumah atau wilayah masing-masing. “Kalau kita secara menyeluruh atau serentak, masalahnya rata-rata di sini adalah pekerja yang waktunya sulit sehingga lebih menekankan untuk bekerja di wilayahnya masing-masing saja,” terangnya. Kepala lingkungan juga dimintanya untuk bersurat ke dinas PU meminta agar adanya pengerukan di jalan Sriwijaya karena adanya pengendapan. Pengendapan ini disebabkan adanya sampah yang tidak terangkut oleh petugas sampah yang kemudian terbawa dan mengendap di selokan. Sehingga pentingnnya gotong royong untuk membersihkan lingkungan menjadi penting. “Kita tidak berharap hanya dari instansi terkait saja, tetapi ini juga menjadi tanggung jawab kita semua,” kata Mustaal. Apalagi kebanyakan lingkungan di Mataram Timur merupakan kawasan perumahan, hanya beberapa yang merupakan kampung. (uul) H. Mustaal (Suara NTB/uul)
Potensi Budaya Terlupakan ANGGOTA Fraksi Gerindra DPRD Kota Mataram, I Gde Sudiarta mengapresiasi visi Kota Mataram yang mengusung tiga hal, yakni maju, religius dan berbudaya. ‘’Sedangkan potensi budaya yang tetap terlupakan sampai saat ini adalah masalah Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia),’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Senin (27/11). Menurut Gde Sudiarta, Pordasi ini di seluruh negeri di kabupaten/kota itu bangkit, namun tidak demikian di Mataram. ‘’Mengapa di Kota Mataram yang notabenenya adalah di Karang Jangkong tempat mall itu lapangan pacuan kuda yang dipergunakan oleh masyarakat NTB. Bukan Kota Mataram saja. Karena pesatnya perekonomian Kota Mataram sehingga itu dijadikan mall. Sehingga Pemda diberikan pengganti di Selagalas,’’ terangnya Gde Sudiarta yang juga Ketua Pordasi Kota Mataram ini ingin bagaimana agar Pemda mengembalikan Pordasi sebagai salah satu ikon budaya yang menjadi unggulan di Kota Mataram. Untuk itu, segera setelah dilantiknya jajaran pengurus Pordasi Kota Mataram dalam waktu dekat ini, ia meminta agar keberadaan lapangan Selagalas agar menjadi pemikiran serius. Anggota Dewan dari dapil Cakranegara ini berharap pemerintah daerah memberikan kebijakan bagaimana agar Lapangan Selagalas dapat dipergunakan bersama dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia). ‘’Kami tidak akan menguasai. Kalau histori Lapangan Selagalas itu dalah lapangan pacuan Kuda. Sekarang ini perlu dipikirkan, segera kami diberikan izin untuk menggunakan,’’ ujarnya. Sebab, lanjut dia, Pordasi Kota Mataram melalui Pordasi NTB ditargetkan oleh Pordasi pusat dalam dua tahun ke depan bisa mengikuti PON (Pekan Olahraga Nasional). ‘’Mudah-mudahan di PON ini bisa membawa harum nama NTB dan nama Kota Mataram,’’ imbuhnya. Manfaat dari lomba pacuan kuda ini, Pordasi akan mencoba membuat lokakarya tentang peternak kuda khusus yang ada di Lombok. ‘’Kami akan berbenah bersama Pordasi Lombok Tengah, Pordasi Lombok Barat, Pordasi Lombok Timur melakukan suatu lokakarya tentang peternak kuda,’’ demikian Gde Sudiarta. Gde Sudiarta yakin kehadiran Pordasi di Kota Mataram juga akan membantu mengentaskan masalah pengangguran. Untuk itu, ia meminta Pemkot Mataram maupun KONI Mataram memfasilitasi penggunaan Lapangan Selagalas. ‘’Selama ini kami latihan di Praya, Lombok Tengah). (fit) I Gde Sudiarta (Suara NTB/fit)
SK Kadis Dukcapil Macet di Meja Kemendagri Mataram (Suara NTB) Kepastian siapa pejabat yang ditunjuk mengisi posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) macet di meja Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengganti, Drs. H. Ridwan (alm) belum ditandatangani oleh Mendagri karena faktor kesibukan. Kepala Bidang Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Ahmad Mujahiddin mengungkapkan, SK pengangkatan Kadis Dukcapil belum diterima dari Kementerian Dalam Negeri. Tetapi, surat usulan tersebut sudah di atas meja Mendagri. “Kita masih menunggu SK menteri saja,” kata Muja, Senin (27/11). Muja berharap, SK pengisian Kadis Dukcapil bisa bersamaan dengan hasil pansel yang akan dikeluarkan oleh pejabat pembina kepegawaian. Namun demikian, ia belum berani memastikan kapan hasil dan SK menteri keluar. “Iya, kita berdoa saja mudah - mudahan pekan ini bisa keluar,” harapnya. Sementara itu, pasca kekosongan jabatan di Dukcapil, pelimpahan kewenangan diserahkan sepenuhnya ke Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia. (cem)
(Suara NTB/ist)
PIAGAM DUKUNGAN – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menandatangani piagam dukungan terhadap pasar rakyat.
Disdag Gelar Festival ”Nteh Lalo Meken” Mataram (Suara NTB) Dinas Perdagangan Kota Mataram menggelar festival pasar rakyat bertema “Nteh Lalo Meken”, Minggu (26/11). Festival diselenggarakan bekerjasama dengan bank swasta tersebut puncaknya di Pasar Dasan Agung. Setelah sebelumnya digelar di Pasar ACC dan Kebon Roek Kecamatan Ampenan. Acara tersebut dihadiri Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Sihard Hadjopan Pohan, Kepala Dinas Perdagangan, Lalu Alwan Basri beser-
ta beberapa pimpinan OPD terkait lingkup Kota Mataram. Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Sihard Hadjopan Pohan menjelaskan, festival serupa telah diadakan secara nasional bekerjasama dengan salah satu bank nasional dengan harapan dapat mengubah image pasar tradisional yang bau, kotor, dan becek menjadi pasar yang aman, nyaman, ramah,dan terpercaya. Bahkan, kegiatan tersebut dilombakan sampai di tingkat nasional dalam kegiatan lomba pasar rakyat. “Kedepan diharapkan pula akan ada wak-
il dari Kota Mataram sebagai peserta lomba pasar rakyat di tingkat nasional,” kata Sihard pekan kemarin. Dikatakan, Kementerian Perdagangan memiliki program untuk merevitalisasi Pasar Mandalika dengan prototype baru dan model pasar yang baru. Ini dimaksudkan, agar pasar tradisional memiliki daya saing di tengah maraknya kehadiran retail modern. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menambahkan, pasar tradisional perlu ditingkatkan daya saing. Ia melihat secara keseluruhan telah muncul budaya baru di tengah masyarakat dengan mencari kebutuhan
pokok di pasar modern. “Saya kira kegiatan semacam ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat kembali ke pasar tradisional menjadi satu harapan,” kata dia. Bagi Mohan, pasar tradisional harus mampu bersaing karena perannya sangat strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia menyebutkan, Mataram memiliki 19 pasar tradisional. Dua di antaranya tengah di revitalisasi, yakni Pasar Mandalika dan Pasar Sindu. Setiap tahunnya, ditargetkan pasar tradisional lainnya dilakukan revitalisasi agar memiliki kualitas fisik yang semakin
baik, serta dilakukan pula penguatan manajemen pasar agar dapat memperkuat kapasitas pasar itu sendiri. Selain itu, Pemkot Mataram juga tengah berencana untuk memindahkan Pasar Kebon Roek ke lokasi lain. Pemindahan itu, diharapkan mampu meningkatkan daya saing di tengah iklim yang semakin kompetitif. “Pasar juga salah satu potensi PAD kita. Walaupun saat ini baru pada angka Rp 4,5 miliar. Kita optimis dengan penataan dan perbaikan manajemen, pasar tradisional akan menjadi primadona suatu saat nanti,” demikian ujarnya. (cem/*)
BPBD Imbau Masyarakat Waspadai Abu Vulkanik Erupsi Gunung Agung Mataram (Suara NTB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan imbauan antisipasi abu vulkanik pasca erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali. Imbauan itu diterbitkan, Senin (27/11), sebagai antisipasi agar masyarakat mewaspadai abu yang mengarah ke Mataram. Kepala Bidang Data dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Drs. I Made Gde Yasa menjelaskan, aktivitas erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali terus meningkat. Erupsi tersebut menimbulkan semburan abu tebal dan menyebar ke bagian Lombok Barat, KLU dan Mataram. Kata dia, BPBD menyiapkan 10.000 masker sekaligus melihat perkembangan di lapangan. “Hujan abu mengarah ke Mataram. Kita terus pantau,” kata Yasa, Senin. Konsentrasi titik peman-
tauan difokuskan di Ampenan, di samping titik lainnya disinyalir juga terdampak. Disebutkan Yasa, 20 personel rutin memantau setiap hari. Perkembangan tetap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Kita tetap patroli rutin,” ujarnya. Antisipasi lain lanjutnya dengan mengeluarkan imbauan ke masyarakat tentang erupsi. Masyarakat diimbau tidak ke luar rumah bila tidak ada urusan penting. Pengendara diminta menggunakan masker dan kacamata demi menghindari sebaran abu vulkanik. Sebab,
abu ini berbahaya dan mengganggu pernafasan.”Kita lihat perkembangan kalau memang menyebar masker kita bagikan,” ucapnya. Informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahwa status Gunung Agung awas kategori level IV. Perlu diantisipasi masyarakat Karangasem kembali eksodus ke Lombok, terutama ke Kota Mataram. Meskipun, belum ada laporan dari BPBD NTB, pengungsi kembali berdatangan. “Kalau ada surat pasti kita tangani,” tambahnya. (cem)
Pelayanan KB Gratis
Ikhtiar DPPKB Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Mataram (Suara NTB) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Mataram terus berikhtiar meningkatkan kualitas serta kesejahteraan masyarakat. Terutama bagi masyarakat berada di kawasan pinggir dan kategori pra sejahtera. Langkah konkret dilakukan dengan memberikan pelayanan KB secara gratis kepada masyarakat. Senin (27/11), pelayanan KB difokuskan di Kelurahan Karang Baru Kecamatan Selaparang. Pelayanan KB gratis ini kata Kepala DPPKB Kota Mataram, Sutrisno sebagai langkah konkret pemerintah mengatur kelahiran serta memenuhi permintaan masyarakat tentang KB. Baik sifatnya pelayanan baru maupun ulangan. “Pelayanan KB tidak jauh berbeda seperti di lokasi lainnya menggunakan mobil pelayanan KB,” kata Sutrisno. Dikatakan, pelayanan secara rutin dilakukan dengan menyisir penduduk prasejahtera. Sebelum pelaksanaan pelayanan KB, petugas memberikan penyuluhan oleh PKB tentang pentingnya KB bagi kelangsungan kehidupan berkeluarga. Sutrisno menambahkan, pengaturan kelahiran merupa-
(Suara NTB/ist)
PELAYANAN GRATIS - Kepala DPPKB Kota Mataram, Sutrisno didampingi Sekretaris DPPKB, Turmuji berbincang dengan petugas kesehatan serta masyarakat saat memberikan pelayanan KB gratis di Kelurahan Karang Baru Kecamatan Selaparang. kan salah satu program pelayanan dasar yang harus sukses. Kesuksesan tersebut akan berdampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga. “Pelayanan ini rutin dilaksanakan terutama diprioritaskan bagi daerah padat penduduk dengan harapan semua keluarga yang ada ikut menjadi peserta KB untuk mengatur kelahirannya, paling tidak jarak kelahiran 3 – 4 tahun,” paparnya. DPPKB selalu melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat serta kader kelurahan. Para stakeholder memiliki pe-
ran penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Pelayanan KB di Karang Baru tersebut, pihaknya telah menjaring akseptor baik baru maupun ulangan sebanyak 21 akseptor. Dan 95 persen di antaranya menggunakan metode kontrsepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD dan Implant. “Keberhasilan ini dilakukan karena adanya kerjasama dengan semua pelaksana program KKBPK. Kita terbantu mobil keliling karena dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (cem/*)
(Suara NTB/ist)
ABU VULKANIK - Abu vulkanik erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali mulai menyebar ke Kota Mataram. Salah satunya, tampak kendaraan terparkir di rumah warga di Sekarbela dipenuhi abu vulkanik, Senin.
Tim Assesor Turun Pantau Kinerja Pimpinan OPD Mataram (Suara NTB) Tim assesor ditunjuk Pemkot Mataram, melakukan assessment 36 pejabat eselon II, turun melakukan pemantauan terhadap kinerja masing - masing pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono menjelaskan, tim assesor dari Surabaya menunda pelaksanaan tes psikologi dan kompetensi 36 pejabat, karena terjadi force major akibat erupsi Gunung Agung, Bali. Assesor terdiri dari tiga orang dari lembaga independen tersebut, terpaksa harus melanjutkan tahap assessment dengan turun memantau kinerja pimpinan OPD. “Tes tulisnya ditunda. Tiket pesawatnya dibatalkan. Pagi ini (kemarin,red) mereka datang dan langsung turun ke OPD,” kata Yoyok, sapaan akrabnya dikonfirmasi, Senin (27/11). Dijelaskan, turunnya tim assesor tersebut dalam rangka uji lapangan melihat keberlangsungan kinerja dan manajemen OPD. Nantinya ada proses tanya jawab dengan pimp-
inan OPD, terkait manajemen, kepemimpinan serta objektivitas yang menyangkut tugas pokok dan fungsi pejabat. “Mau mencoret potret kinerja OPD, objektivitas,” ujarnya. Penilaian kinerja selama ini, selalu dilihat dari realisasi anggaran. Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito kata Yoyok, ingin mencoba bagaimana kinerja pejabat dilihat baik dari anggaran maupun manajemen personel. Dijelaskan, berdasarkan Undang - Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) disarankan melakukan evaluasi kinerja selama setahun. Hanya saja, belum ada kepala daerah menindaklanjuti, sehingga Kota Mataram mendahului hal tersebut. Ketentuan aturan tersebut, harus ada izin ke Komisi Aparatur Sipil Negara. “Kalau mutasi sudah diizinkan. Untuk mendahalui ini nanti secara bersamaan sambil mengkonsultasikan hasil pansel ke KASN,” terangnya. Ditambahkan, hasil assessment ini bisa saja digunakan atau malah sebaliknya untuk mutasi pejabat. Tetapi tergantung kebijakan pejabat pembina kepegawaian. (cem)
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
EKONOMI DAN BISNIS
Halaman 3
Baznas Berpotensi Tarik Zakat hingga Rp 20 Miliar Mataram (Suara NTB) Tahun 2017 belum berakhir, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi NTB telah mampu menarik zakat Rp 15 miliar lebih dari Januari hingga 16 November tahun ini. Untuk tahun depan (2018) potensi zakat yang bisa ditarik akan semakin besar, mencapai Rp 20 miliar. Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada delapan golongan. Diantaranya, fakir, miskin, amil zakat, muallaf (orang yang masuk Islam), budak, orang yang berutang, fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah) dan ibnu sabil (musafir). Zakat ini, menurut Sekretaris Baznas Provinsi NTB, H. Awaluddin, sifatnya bukan diminta, tetapi ditarik, berdasarkan perintah Allah. Karena itu, kantong-kantong zakat telah dipetakan. Karena itulah, penerimaan zakat setiap tahun meningkat signifikan. Zakat yang ditarik oleh Baznas, sebagian besar berasal dari zakat PNS di provinsi ini. Potensi zakat yang mencapai Rp 20 miliar yang dapat ditarik pada tahun depan tidak hanya bersumber dari gaji PNS, sesuai Pergub dan Perda, penghasilan di luar gajipun akan dikenai zakat. Misalnya Tunjangan Kesejahteraan Daerah (TKD), insentif dan uang-uang yang diterima pegawai termasuk honor sebagai narasumber. Zakat wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen. “Itulah yang mengangkat penerimaan zakat,� jelas H. Awaluddin. Pendukung potensi lainnya yakni zakat dari guru-guru dan SMA/SMK yang jumlah sekolahnya mencapai seribuan sekolah potensinya cukup besar. Pasca kewenangan dari kabupaten/kota dipegang langsung oleh Dikbud Provinsi, H. Awaluddin mengatakan, pemotongan zakatnya bisa dilakukan langsung dari satu pintu. Baznas belum menghitung potensi zakat dari para pengusaha
yang baru hanya hitungan jari mengeluarkan zakatnya melalui Baznas NTB. Selanjutnya bertahap juga digarap potensi zakat dari instansi-instansi vertikal. “Polda, Lanud, Korem, OJK, Bank Indonesia menyusul juga. Ada 10 dari 25 instansi vertikal yang sudah taat bayar zakat,� imbuhnya. Kemana alokasi zakat yang terkumpul itu? H. Awaluddin menjelaskan, Januari-November 2017 ini, sudah disalurkan sebesar Rp 14,5 miliar. Ada lima program prioritas penyaluran. Diantaranya Baznas Peduli, untuk pembangunan rumah tidak layak huni sebesar Rp 3 miliar, konsumtif atau pemberian cuma-cuma sebesar Rp 6 miliar. Pemberian beasiswa kepada 1.255 siswa SLTP dan SMA masingmasing untuk juara 1 sampai juara 3. Ada juga bantuan untuk mahasiswa nilainya Rp 774 juta. Alokasi untuk program kesehatan (berobat gratis Rp 1,5 miliar), pembuatan jamban, pembangunan rumah ibadah, guru-guru honor non sertifikasi. Bantuan transportasi untuk mahasiswa yang belajar di luar negeri. Lainnya, untuk mendukung usaha produktif sebesar Rp 2,75 miliar. Selain itu, bantuan untuk tanggap bencana tetap disalurkan (bul)
Senin, 27/11/2017
H. Awaluddin (Suara NTB/bul)
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
Bina Disiplin Bawahan BADAN Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur terus mendorong peningkatan disiplin aparatur. Secara hirarki dan berjenjang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau ASN di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus didorong. Hal itu dilakukan mencermati sejumlah temuan hasil monitoring dan evaluasi yang menyebut tingkat disiplin PNS yang mengindikasikan masih adanya keengganan atasan langsung dalam menindak bawahan yang melanggar disiplin. Hal ini disampaikan Kepala BKPSDM Lotim H. Najamudin, (Suara NTB/dok) S.Sos., M.Si., Senin (27/11). H. Najamudin Menurutnya, para pejabat di Lotim khususnya pejabat struktural di semua tingkatan untuk mau memahami dengan baik PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Hal ini penting untuk terwujudnya pembinaan disiplin secara intensif dan tertib oleh setiap atasan sejak dini, sehingga tidak menjadi kesulitan di kemudian hari. Ia menyatakan kesiapan lembaganya untuk memfasilitasi konsultasi dan diskusi terkait dengan pembinaan disiplin PNS demi kelancaran tugas dan peningkatan optimalisasi pegawai yang ada. Ada pula atasan yang berpandangan pembinaan disiplin pegawai merupakan tugas instansi yang membidangi pegawai saja. Akibatnya banyak PNS yang terindikasi melakukan pelanggaran disiplin tidak pernah mendapat pembinaan atasannya. Termasuk mulai dari pemanggilan secara kedinasan untuk diperiksa atau diminta keterangan untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga penjatuhan hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi PNS. Celakanya, banyak permasalahan disiplin pegawai baru diketahui ketika para atasan mulai mengeluh. Ada juga yang melaporkan kasus pegawai tidak disiplin dan harus dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat tanpa pernah melakukan pembinaan secara hirarki dan berjenjang. Sesuai PP 53 Tahun 2010, diwajibkan setiap atasan langsung mulai dari eselon yang paling rendah hingga yang paling tinggi melaksanakan pembinaan dengan melakukan pemanggilan, pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin. Menurutnya, selama ini banyak atasan yang merasa kekurangan staf. Padahal jumlah pegawainya cukup banyak. Salah satu penyebab karena merasa pegawai yang ada tidak mampu dioptimalkan. “Ada PNS yang malas tidak ditegur dan ditindak, ketika diikuti PNS yang lain maka kinerja lembaga bersangkutan akhirnya terganggu,” ucapnya. Ditambah lagi dengan adanya atasan yang meminta bawahannya dimutasi ke tempat lain, karena malas. Bukannya berusaha mengambil langkah dan tindakan pembinaan sesuai wewenang dan kewajibannya secara benar kepada bawahannya. Dinilai, sikap seperti itu sama saja dengan memindahkan penyakit ke tempat lain. Disiplin PNS sangat menentukan efektivitas dan kinerja pegawai. Suka atau tidak pembinaan disiplin wajib dilakukan setiap atasan langsung. Setiap atasan memang berwenang memanggil bawahannya tetapi tidak selalu berwenang memeriksa dan menjatuhkan hukuman disiplin, karena sangat tergantung dari pangkat dan eselon pemeriksa dan terperiksa. “Jadi meskipun setiap atasan langsung dapat memanggil bawahannya tidak berarti otomatis dapat memeriksa dan menjatuhkan hukuman disiplin meskipun pelanggaran tersebut terbukti. Pangkat dan jabatan terperiksa maupun pejabat pemeriksa menjadi penentunya, karenanya bila atasan tidak berwenang memeriksa dan menjatuhkan hukuman disiplin Ia wajib melaporkan ke atasannya secara berjenjang hingga pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkat hukuman yang dijatuhkan,” terangnya. (rus)
Pokdarwis Berperan Besar Kembangkan Pariwisata Selong (Suara NTB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu daerah yang kaya akan potensi objek wisata, baik pegunung, pantai, alam dan lainnya. Namun, potensi ini belum dikelola secara maksimal. Untuk memaksimalkan pengembangan potensi pariwisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah tersebar di sejumlah desa di Lotim diharapkan lebih aktif berperan. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim, Hasbi, SE, saat acara pengukuhan Pokdarwis Besasakan Desa Kotaraja Kecamatan Sikur, Senin (27/11). Diakuinya, masyarakat Desa Kotaraja sangat menjaga etika, tingkah laku dan tutur kata. Hal itu menjadi salah satu aset pariwisata Lotim yang harus dikembangkan dan dipertahankan. Misalnya, dengan sikap dan etika yang baik, akan mampu meninggalkan kesan yang baik kepada tamu, termasuk para wisatawan. Untuk itu, perlu dilakukan penguatan akar-akar budaya. Di mana dalam penguatan akar budaya itu perlu sinergitas antara semua pihak terkait, baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa, Pokdarwis maupun denga masyarakat. “Orang pariwisata tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan harus saling membantu dan bekerjasama. Keberadaan stakeholder sangat dibutuhkan, termasuk Pokdarwis untuk mendukung perkembangan pariwisata di Lotim,” terangnya. Dengan sinergitas yang baik itu, lanjut dia, maka tujuan dalam pengembangan pariwisata di Lotim dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, pariwisata merupakan harapan sumber pendapat negara nomor tiga setelah gas dan sawit. Dengan demikian, sangat penting potensi pariwisata dikelola dengan baik yang tentunya terlebih dahulu harus menyatukan pemikiran. Adapun bukti keseriusan Pemda Lotim, di bawah kepemimpinan Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan dan Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, di mana keduanya memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan pariwisata di Lotim. Seperti akan dibangunnya Ancol Mini bertempat di Labuhan Haji dengan anggaran miliaran. Sementara, Kades Kotaraja, Lalu Supiandi, menjelaskan, pembentukan Pokdwaris Besasakan Desa Kotaraja berasal dari kemauan masyarakat Kotaraja, karena situasi dan kondisi di Desa Kotaraja sangat memprihatinkan. Dalam pembentukannya ini, katanya, Pokdarwis Kotaraja membutuhkan dana, membutuhkan support anggaran dari pemerintah. Sedangkan, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Lalu Wirabhakti, menyanjung pemberian nama Besasakan pada Pokdarwis Desa Kotaraja. Pada kesempatan itu, ia mengimbau kepada Disbudpar suapaya tetap melakukan Jambore Pokdarwis yang disertai dengan dukungan dana, sehingga pembinaan adat, budaya bisa maksimal. (yon)
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 4
Kantor Pemda Belum Punya Identitas Budaya Tanjung (Suara NTB) Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., menilai identitas budaya daerah diwujudkan dalam setiap elemen. Baik pola hidup, pelestarian budaya oleh masyarakatnya hingga arsitektur bangunan-bangunannya. Sayangnya, ia belum melihat ada nuansa melekatkan identitas budaya ke dalam arsitektur bangunan seperti halnya pada bangunan milik pemerintah. “Kantor-kantor pemerintah belum memperlihatkan identitas budaya khas Lombok Utara. Bangunan-bangunannya masih konvensional,” ungkap bupati di workshop kesenian tradisional belum lama ini. Ia mengajak agar para SKPD mempunyai inovasi dalam merangsang jumlah kunjungan maupun lama tinggal wisatawan di Lombok Ut-
ara. Sektor pariwisata sebagai program unggulan sedianya memiliki dampak positif bagi sektor lain, seperti pertanian, peternakan dan industri perdagangan (UMKM). Sebagai salah satu langkah untuk mendatangkan minat berkunjung dan mempengaruhi lama tinggal, Najmul meminta kepada unsur SKPD untuk menginventaris situs-situs budaya di
Lombok Utara. Situs itu selanjutnya dipugar, sehingga menjadi daya tarik objek wisata yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. “Saya minta untuk mendata situs-situs yang memiliki nilai sejarah yang bisa diangkat untuk mempromosikan objek wisata. Situs-situs selanjutnya ditata sehingga lebih menarik,” ujarnya. Sementara pada bidang in-
frastruktur, bupati juga mengisyaratkan adanya perbaikan. Salah satu yang sedang diupayakan adalah pembangunan Gedung Kesenian di Lombok Utara. Gedung ini dihajatkan berada di Gili Trawangan. Pada pembahasan APBD Perubahan 2017 lalu, gedung ini sudah diusulkan namun dianulir oleh DPRD karena alasan teknis kepemilikan tanah yang akan dibebaskan. Setelah gagal pada saat itu, Pemkab kembali mengajukan anggaran yang sama untuk disetujui pada APBD murni 2018. “Gedung Kesenian, insya Allah 2018 sudah ada. Kita ikhtiarkan anggaran di APBD murni ini,” demikian Bupati. (ari)
(Suara NTB/dok)
H. Najmul Akhyar
Jelang Perang Topat, Dispar Gelar ’’Roah Gubuq’’ di Lingsar Giri Menang (Suara NTB) Begawe Roah Gubuq sebagai rangkaian dalam acara Perang Topat “Raraq Kembang Waru” dengan menyuguhkan dulang untuk dimakan (begibung) digelar di Halaman Parkir Pura dan Kemaliq Taman Lingsar, Senin (27/11). Roah Gubuq ini menjadi rangkaian ritual sebelum puncak perang topat nanti. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) Ispan Junaidi, MEd., dalam laporannya menyampaikan filosofi dalam rangka mempersatukan spirit “besemeton”. “Acara ini akan kita budayakan seminggu sebelum acara inti Perang Topat Rarak Kembang Waru, dari Lingsar spirit ini akan kita gaungkan hingga tingkat nasional,” ujarnya. Ia mengucapkan terima kasih pada Polmas Lingsar, Kapolsek Lingsar yang kerja terus menerus membantu dengan diadakan acara ini. Dalam acara Begawe Roah Gubuq dilepaskan burung merpati sebagai simbol perdamaian. Sementara Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam sambutannya menyampaikan acara Begawe Roah Gubuq ini ad-
(Suara NTB/her)
ROAH GUBUQ - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan masyarakat menghadiri Begawe Roah Gubuq sebagai rangkaian dari Perang Topat di Lingsar, Senin (27/11). alah rangkaian event perang topat seminggu sebelum acara inti Perang Topat Rarak Kembang Waru. “Acara semacam ini perlu
kita lestarikan karena acara kebanggaan masyarakat Lombok Barat untuk menarik wisatawan. Terlebih masalah kebhinnekaan menjadi masalah na-
TGH. Gunawan: Maju Terus Harum Selong (Suara NTB) TGH. Ruslan Gunawan meminta pasangan H. Haerul Warisin dan H. Machsun Ridwayni atau disebut pasangan Harum terus maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lotim. Pendiri Pondok Pesantren Dhiaul Fikri ini menyebut H. Haerul Warisin ini sahabatnya. “Komunikasi saya dengan Pak Wabup sangat baik, kita sering bertemu di tengah masyarakat,” terang TGH Ruslan saat diwawancara Suara NTB, Senin (27/11). Tuan Guru muda ini menyebut H. Haerul Warisin yang akrab disapa H. Iron diketahui saat ini menjadi salah satu kandidat calon bupati. Posisinya calon petahana pada Pilkada Lotim. Posisi H. Iron saat ini masih sangat srategis. Jaringan birokrasi yang dimiliki H. Iron diyakini pasti cukup kuat untuk mendukung langkahnya menuju Lotim satu. Apalagi sosok Ketua Umum KONI Lotim ini dikenal juga sebagai seorang pengusaha sukses. Peluang menjadi pemimpin Lotim cukup besar. Kekuatan politik yang dimiliki pasangan Harum cukup tangguh. Harum tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi dengan dukun-
(Suara NTB/rus)
TGH. Gunawan Ruslan gan nyata dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS lanjut TGH Gunawan merupakan partai kader yang sangat solid. Tuan guru sekaligus kader dari PKS ini menyebut partainya sebagai satu-satunya yang memiliki kekuatan basis riil. Soliditas PKS ini menjadi modal besar. Saat ini Harum sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “PKS bukan gerbong kosong,” ucapnya. Dalam pertarungan politik, menggunakan partai diibaratkan seperti membeli gerbong. Ada partai yang gerbongnya saja tidak ada penumpangnya. Namun berbeda dengan PKS, selain gerbong
isinya pun ikut di dalamnya. Kondisi perpolitikan di Lotim saat ini diakui masih belum jelas. Jelasnya akan terlihat saat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatang. Semua, katanya, bisa berubah tergantung dinamika politik yang terjadi. Tekait testinomi yang tersebar di medsos yang menyebut TGH Gunawan Ruslan mendukung calon lain, sudah dikonfirmasi langsung. Dikatakan tidak demikian faktanya. Selaku kader PKS, TGH Ruslan tetap militan. H. Haerul Warisin yang dikonfirmasi terpisah menyebut TGH Gunawan juga merupakan sahabat karibnya. Terlebih sebagai kader PKS yang sudah jelas memberikan dukungannya. H. Iron meyakini, kader PKS akan selalu loyal dengan PKS dan siap menjadi salah satu pendukung untuk kemenangan pasangan Harum. Saat ini, pertarungan politik terlihat makin seru. Harapannya, cara-cara politik yang dimainkan tidak dengan saling fitnah. Jadikan politik sebagai media untuk membangun dalam konsep perbedaan. Berpolitik diharap juga secara santun dan saling menghormati perbedaan antara satu dengan yang lainnya. (rus/*)
Jelang Pilkades, Polisi Awasi Politik Uang Selong (Suara NTB) Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) yang diikuti 159 desa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tinggal beberapa pekan. Dalam pelaksanaannya, pesta demokrasi tingkat desa itu diharapkan berjalan lancar dan terhindar dari politik uang. Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, Senin (27/ 11), menjelaskan aparat kepolisian sudah bersiap untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan seluruh kepala desa dengan didampingi oleh Bhabinkamtibmas. MoU dibuat supaya antara kepala desa dan Bhabinkamtibmas terkait kesepakatan dalam menjaga kedamaian dalam pelaksanaan pilkades yang akan dilangsungkan pada tanggal 13 Desember 2017 mendatang.
(Suara NTB/yon)
Joko Tamtomo “Nanti kita akan buat MoU dengan seluruh kepala desa untuk bagaimana menjaga keamanan dalam pilkades. Termasuk menghindari terjadinya politik uang dalam pesta demokrasi tingkat desa itu,” jelasnya. Pemberantasan terhadap
politik uang dan aksi taruhan dalam ajang pilkades harus ditangani secara serius oleh semua pihak. Pasalnya, jika hal tersebut dibiarkan, maka yang sangat dirugikan adalah masyarakat itu sendiri. “Mari kita sama-sama mensukseskan pilkades secara aman dan damai terbebas dari adanya politik uang,” ujarnya mengingatkan. Untuk itu dengan adanya MoU antara semua kades dan Bhabinkamtibmas, diharapkan dapat menjadi peringatan terhadap semua pihak untuk tidak melakukan politik uang. Di mana, jika hal tersebut dibiarkan tentunya sangat mempengaruhi pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa dalam melahirkan pemimpinpemimping yang berkualitas dan profesional. (yon)
sional saat ini,” katanya. Beberapa waktu yang lalu di Islamic Center alumni Mesir merekomendasikan NTB akan dijadikan sampel untuk pener-
apan Islam moderat, sehingga filosofi perang topat adalah cerminan toleransi, di mana dalam tiap rangkaiannya mencerminkan hal-hal antar suku agama yang berbeda. “Hal ini adalah contoh yang diwariskan oleh leluhur kita yang wajib kita pertahankan. Terkait pariwisata, Perang Topat ini adalah andalan untuk mengangkat harkat hidup masyarakat Lombok Barat dalam segi pariwisata. Kita terus mengembangkan destinasi wisata baru di Lombok Barat. Saat ini kita sedang menata Gunung Sasak, sebagai destinasi wisata dan juga menata Senggigi,” jelasnya. Dalam hal ini, ujarnya, Lobar siap menjadi contoh, masalah kebhinnekaan. Ia menginginkan perang topat nantinya seperti perang tomat di Spanyol. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan kepala desa dan unsur masyarakat. Di acara ini juga, bupati membuka kegiatan presean ditandai dengan pemukulan ende (tameng) oleh bupati dan Kadis Pariwisata. Setelah itu dilanjutkan dengan pelepasan burung dara sebagai simbol perdamaian. (her)
Buka Langgar Pusaka
Warga Desa Sapit Gelar Ritual Budaya Selong (Suara NTB) Desa Sapit Kecamatan Suela menjadi salah satu desa budaya yang terus berbenah. Sapit merupakan desa dengan segudang potensi wisata yang menarik. Alamnya yang asri dan sejuk. Selain itu, desa ini juga memiliki kekayaan nilainilai budaya yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Senin (27/11), dilakukan ritual adat untuk membuka Langgar (Musala) Pusaka Desa Sapit. Prosesi ini menjadi sebuah keharusan bangunan langgar budaya ini sebelumnya pernah digunakan untuk tempat ibadah. Kini langgar bersejarah itu digunakan untuk gawe-gawe adat masyarakat. Kepala Desa Sapit, H. Suherjan mengatakan di desanya banyak ditemukan situs budaya. Selain langgar budaya, ada juga makam, takepan dalam bentuk lontar dan lainnya. Dahulu, tutur kades, langgar itu digunakan untuk tempat ibadah sebelum masyarakat kemudian mendirikan masjid besar. Isi khutbah Jumat pun dibaca dari tulisan Sasak Kuno dalam lembaran-lembaran lontar. Sapit disebut merupakan daerah yang ramai dikunjungi wisatawan. Home stay disebut kepala desa memang baru dua unit. Mengingat perkembangan kunjungan, tempat-tempat penginapan diarahkan ke depan ke rumah-rumah penduduk. Wisatawan bisa merasakan langsung kehidupan masyarakat adat Desa Sapit. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Dinas Pariwisata Lotim, Ahyak Modin mengatakan, selain alam, Sapit menawarkan situs budaya dan atraksi budaya yang bisa memiliki daya tarik bagi wisatawan. Khasanah kunjungan wisata menjadi banyak pilihan. Selain alam pengunun-
gan, teras sering sawah, kegiatan masyarakat dan atraksi budaya menarik lainnya. Sapit dikenal memang sebagai desa tua yang di dalamnya ada situs-situs peninggalan sejarah yang masih terawat. Ada artefak dan peninggalan orang tua tempo dulu yang bisa ditemukan di Sapit. Desa yang berada di dekat kawasan Taman Nasional Gunung Rinnjani (TNGR) ini terhadap langgar budaya sebagai salah satu bukti peninggalan sejarah. Barang-barang pusaka yang menemani bangunan tua. Segmen pasar Budaya ke Lotim cukup besar. Hasil kajian 2017, wisatawan ke Indonesia merupakan wisatawan budaya dan hanya 20 persen wisatawan alam. Karena itu, dipikirkan keras ke depan tidak saja alam tapi pengembangannya adalah wisata budaya harus ditingkatkan. Tradisi-tradisi lama yang menjadi daya tarik wisata harus dibangkitkan. Ketua Badan Pengawas Gema Alam, M Juaini yang menginisiasi acara Launching Kampung Budaya Langgar Sapit, menjelaskan, selama ini banyak potensi desa yang tidak terekspose. Banyak inisiatif di desa yang bisa menjadi daya tarik yang perlu untuk diungkap. Potensi desa yang banyak belum diketahui orang ini dihajatkan bisa terdengar sampai dunia luar. Salah satunya, Desa Sapit. Gema Alam menginginkan untuk angkat potensi desa. Desa Sapit sendiri, ritualnya ada, kearifan lokal berupa adat istiadat masih kuat. Para mangku adat juga masih lengkap. Pranata adat yang masih ada ini inginnya bisa diketahui khalayak ramai. Alasan inilah kemudian Gema Alam melaunching Kampung Budaya Langgar Pusaka Desa Adat Sapit kecamatan Suela Kabupaten Lotim. (rus)
Polisi Buru Pelaku Penebas Tangan Pedagang Lapak
(Suara NTB/yon)
PENGUKUHAN - Pengukuhan Pokdarwis Besasakan Desa Kotaraja Kecamatan Sikur di Aula Kantor Desa Kotaraja, Senin (27/11).
Selong (Suara NTB) Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim) masih memburu pelaku penebasan terhadap pedagang lapak di pinggir Pantai Labuhan Haji yang terjadi, Minggu (26/11) lalu. Pasalnya, identitas pelaku saat ini sudah dikantongi oleh petugas. Kepada wartawan di Selong, Senin (27/11), Kapolres Lotim, AKBP. Muh. Eka Fathurrahman, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, menjelaskan pihaknya sudah mulai bergerak mengejar pelaku. Pel-
aku dipastikan berjumlah satu orang, terutama yang melakukan penebasan terhadap korban atas nama Nasrun (47) warga Desa Labuhan Haji, hingga tangan bagian kanan terputus. “Kita masih melakukan pengejaran, kita sudah mendatangi dua TKP sejak tadi malam (kemarin, red). Namun pelaku tidak ada di tempat. Pengejaran terus kita lakukan,”ujarnya. Dijelaskannya, aksi kriminalitas yang terjadi itu bermula adanya ketersinggungan antara pelaku dengan korban. Di mana, pelaku yang pada Minggu (26/11) sore tidak terima ditegur oleh pedagang
lapak di Labuhan Haji lantaran ugal-ugalan mengendarai sepeda motor. Sementara, pelaku yang tidak terima saat ditegur menaruh dendam dan pulang pergi mengambil parang. Dengan didampingi sejumlah temannya, pelaku kemudian kembali mendatangi korban yang langsung menebas korban menggunakan parang. Tindakan itupun membuat tangan korban terputus. Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha King warna merah, pada tangki sepeda motor pelaku terdapat lis putih dan bok warna hitam dan dalam pengejaran polisi. (yon)
(Suara NTB/rus)
RITUAL ADAT - Ritual Adat membuka langgar yang digelar pemangku adat di Desa Sapit Kecamatan Suela, Senin (27/11).
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB
Bahas Rencana Pinjaman, DPRD Loteng Bentuk Panitia Khusus ta DPRD Loteng yang menolak pembentukan pansus, karena pada saat rapat paripurna sebelumnya sebanyak 6 fraksi di DPRD Loteng, menyampaikan penolakaan terhadap rencana tersebut. Penolakan ini dituangkan dalam pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD Loteng 2018. Sedangkan sebagian yang lainnya menyatakan mendukung rencana pinjaman, karena menyangkut kepentingan masyarakat umum. “Persoalan penolakan nantinya dibicarakan dalam pembahasan di tingkat pansus. Untuk saat ini, tidak apa-apa diterima usulan pemerintah tersebut. Untuk selanjutnya dibahas oleh Pansus,” sebut anggota DPRD Lo-
Eksploitasi Sulit Dibendung KASUS eksploitasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sampai sejauh ini masih saja terus terjadi. Dan, paling banyak dialami TKI non prosedural atau ilegal. Pemerintah pun masih terus berupaya maksimal untuk meminimalisir kasus-kasus eksploitasi TKI. Salah satunya, dengan membenahi sistem penempatan TKI di luar negeri. Hal tersebut disampaikan Deputi Penempatan TKI Badan Penempatan dan Perlindunga Tenaga Kerja Indonesia (BNP2(Suara NTB/kir) TKI), Teguh Indro Cahyono, Teguh Indro Cahyono usai meluncurkan operasional LTSP Loteng di Praya, Senin (27/11). Diakuinya, bisnis pengiriman TKI ke luar negeri oleh sejumlah oknum masih dianggap sebagai bisnis besar yang menjanjikan keuntungan yang besar pula. Untuk itu, berbagai cara dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk bisa mengirim TKI ke luar negeri, meski dengan cara ilegal sekalipun. Ironisnya, pengiriman TKI secara ilegal sangat rentan dengan berbagai persoalan. Di mana, yang paling dominan, para TKI ilegal menjadi korban eksploitasi. “Kalau TKI resmi itu penempatan dan perlindungannya jelas. Tapi kalau yang ilegal, semua serba tidak jelas dan tanpa ada jaminan sekalipun,” sebutnya. Meski demikian, banyak masyarakat yang justru tetap nekat menjadi TKI ilegal, meski tahu kalau jalan ini sangat berisiko dan tidak ada jaminan. Apalagi, untuk menjadi TKI resmi proses dan prosedurnya cukup panjang dan berbelitbelit. Untuk itulah, yang menjadi komitmen pihaknya bagaimana membenahi sistem pemberangkatan dan penempatan TKI supaya bisa lebih mudah dan cepat serta sesuai aturan. Selain itu, pengawasan dalam proses pemberangkatan juga akan terus diperketat yang dimulai dari proses pembuatan dokumen sampai saat pemberangkatan di bandara. Mengingat, modus pengiriman TKI ilegal sekarang sangat beragam. Berbagai macam cara dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk bisa mengirim TKI keluar negeri secara ilegal. (kir)
teng, Suhaimi, SH. Sementara itu, anggota DPRD Loteng lainnya, H. Ahmad Supli,S.H., menegaskan, pihaknya bukan menolak rencana pembangunan Pasar Jelojok Desa Kopang yang nantinya akan dibiayai dari hasil pinjaman. Tetapi karena ada beberapa persoalan yang belum jelas terkait rencana pinjaman, termasuk proses pembangunan pasar Kopang. “Seharusnya pemerintah daerah menyiapkan detail desain pasar dulu. Baru mengajukan pinjaman. Itu baru pas tahapannya. Sehingga tidak meninggalkan berbagai pertanyaan di kalangan anggota Dewan,” jelasnya. Menurutnya, untuk membangun pasar Kopang, pemer-
intah bisa tanpa harus berutang, jika desainnya sudah ada, itu bisa diajukan pembiayaannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat, sehingga pemerintah daerah tidak harus susah-susah memikirkan pengembalian dana ke PT. SMI. Karena perdebatan yang tak kunjung berakhir, pimpinan rapat akhirnya memutuskan untuk melakukan voting. Di mana dari 48 anggota DPRD Loteng hadir, sebanyak 20 anggota menyatakan setuju dibentuk Pansus. Dan, 17 orang anggota menolak. Sedangkan satu anggota DPRD Loteng memilih abstain. Sementara itu, dalam penyampaian usulan pinjaman, Wabup Loteng, L. Pathul
Bahri, S.IP., menyebutkan rencana pinjaman yang diajukan sebesar Rp 79 miliar lebih. Di mana hasil pinjaman akan digunakan untuk membangun dan merevitalisasi Pasar Jelojok Desa Kopang. Revitalisasi Pasar Jelojok ini bisa menjadi pusat perekonomian di Loteng. “Pasar Jelojok ini nantinya akan dikembangkan menjadi pasar tradisional modern. Manfaatnya bukan hanya bisa dirasakan oleh masyarakat. Tetapi juga oleh pemerintah, karena diproyeksikan akan bisa mengenjot pemasukan daerah khusus dari retribusi pasar hingga 400 persen,’’ ujarnya. Pembangunan pasar juga seiring dengan visi misi Pemkab Loteng untuk memacu perkemba-
(Suara NTB/her)
HADIRI - Kepala Dispora M. Ilham bersama tim Kemenpora saat menghadiri pemanduan bakat anakanak di Lobar beberapa waktu lalu.
ngan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan cara pe-
nyiapan sarana dan prasarana pasar yang memadai. (kir/*)
Banggar DPRD Soroti Penurunan PAD Lobar
Giri Menang (Suara NTB) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lombok Barat (Lobar) menggelar rapat dengan TAPD terkait RAPBD 2018. Beberapa hal yang menjadi sorotan legislatif, terkait penurunan target di beberapa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti pajak hiburan yang turun dari sebelumnya Rp 8 miliar tahun 2017 menjadi Rp 2 miliar tahun 2018. Di samping itu, dewan menyoroti menurunnya dana perimbangan misalnya dana bagi hasil pajak bukan pajak dari Rp 71 miliar menjadi 49 miliar. Itu artinya, terjadi penurunan Rp 20 miliar. Banggar juga menyoroti pemda terkesan melakukan pembiaran, bahkan melindungi oknum penungak pajak yang diduga melakukan penggelapan pajak. Bahkan, beberapa langkah yang dilakukan pemda belum menuai hasil. Dewan pun menilai tak ada ketegasan dari eksekutif terkait kasus tunggakan pajak tersebut. Rapat dihadiri sejumlah anggota Banggar termasuk Wakil Ketua H. Sulhan Mukhlis dipimpin Wakil Ketua I Multazam. Rapat ini berakhir skors, lantaran tak cukup waktu untuk membahas perihal target PAD tersebut. Usai rapat, wakil Ketua
DPRD Lobar H. Sulhan Mukhlis menyatakan beberapa hal yang menjadi sorotan terkait penurunan dana perimbangan dan beberapa sumber PAD serta piutang pajak hotel yang belum tertangani. Ia menyebutkan, piutang Hotel S dijanjikan bakal dibayar Rp 5,1 miliar tanggal 12 Desember, kemudian Rp 3 miliar bulan Januari atau Februari 2018. Pihaknya melihat ada kesan pemda memberikan garansi bagi penunggak pajak, sehingga mengulur-ulur waktu pembayaran. Bahkan dikenakan denda dan lain-lain sebagai garansi. Seharusnya, kata dia, pemda juga tegas terhadap kasus
penggelapan pajak. Lain halnya dengan PBB, jelas politisi PKB ini, bagi WP yang tidak bayar pajak baru dikenakan denda. Ia mempertanyakan banyak langkah dilakukan pemda yang belum membuahkan hasil. Menanggapi hal ini, Kepala Bapenda Lobar Hj. Lale Prayatni menegaskan, pihaknya sudah membuat surat perjanjian yang ditandatangani oleh pihak hotel dengan kejaksaan. Dari berita acara surat penjanjian menerangkan pihak Hotel S diberikan waktu hingga 12 Desember 2017 untuk membayar sebagain tunggakan utangnya. “Ada perjanjianya, kemarin (waktu itu) Pak Bupati
(Suara NTB/her)
RAPAT - Rapat Banggar DPRD dengan TAPD Pemkab Lobar, Senin (27/11). menyerahkannya kejaksaan. Di Desember pihak hotel akan surat perjanjian yang ditanda- membayar sebesar Rp 5,1 miltangani kejaksaan dan pihak iar. Sedangkan sisanya akan hotel S, itu pembayarannya 12 dibayarkan pada Februari 2018 mendatang. Jika pihak Desember,” terangnya. Menurutnya, tunggakan hotel tidak menjalankan isi utang Hotel S masih mencapai perjanjian yang tertuang dalam Rp 8 miliar lebih. Tunggakan berita acara, akan ada sanksi tersebut selain beban juga ter- yang diterima. Di mana sanksi masuk dengan PBB dan pajak tersebut berupa tuntutan seair yang belum terbayarkan. suai dengan peraturan perunUntuk pembayaran pada 12 dang-undangan. (her)
Pilkada Lobar Kemungkinan Tanpa Kontestan Perseorangan
Dispora Lobar Petakan Potensi Atlet Usia Dini Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Barat (Lobar) bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar kegiatan pemanduan bakat olahraga untuk anak usia dini 11-14 tahun beberapa waktu lalu. Pemanduan bakat yang diadakan selama tiga hari ini diikuti 400 anak yang masih duduk bangku SD dan SMP. Hari pertama panduan bakat ini diikuti 200 lebih anakanak. Begitu juga hari kedua diikuti 200 anak. Tujuan kegiatan pemanduan bakat untuk pemetaan potensi bakat olahraga anak-anak, sehingga pembinaan menjadi lebih terarah terhadap anak sesuai dengan potensi bakat di masing-masing cabor. “Kami laksanakan pemanduan bakat bidang olahraga bagi 400 anak-anak usia dini. Ini merupakan program Kementerian pemuda dan olahraga memilih Lobar untuk lokasi pemanduan bakat calon atlet usia 11-14 tahu yang masih duduk di bangku SD-SMP,” jelas Kepala Dispora Lobar M. Ilham, Senin (27/11). Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini diawali dengan coaching clinic bagi para pemandu bakat 20 orang, di mana 20 guru dilantik menjadi pemandu. Setelah itu dilaksanakan pemanduan bakat di lapangan bencingah. Tujuan kegiatan pemanduan ini untuk memetakan potensi bakat keolahragaan anak-anak pada usia dini, sehingga pembinaan menjadi lebih terarah. Sejauh ini, pihaknya belum melaksanakan ini semua, sehingga pihaknya masih belum punya panduan terkait potensi anak yang perlu dikembangkan. Dengan dilaksanakan pemanduan bakat anak ini ada data pemetaan, misalnya seorang anak meskipun gemar main bola, namun belum tentu maksimal di cabor, sebab bisa saja anak tersebut optimal bakatnya di basket, sehingga dengan pemanduan ini, kemampuan anak-anak terpetakan. “Karena itu, anak-anak ini diberikan kesempatan dipandu bakatnya secara umum di semua cabor,” jelasnya. Ia menambahkan program dari Kemenpora ini hanya 22 kabupaten/kota termasuk di Lobar, Menurutnya Lobar patut berbangga, karena memperoleh program ini. Terkait komitmen pemda menindaklanjuti hasil pemanduan bakat ini, setelah dimiliki peta potensi anak di masing-masing cabor pihaknya akan mengarahkan mereka untuk mengikuti pelatihan dalam rangka mengejar prestasi. (her)
(Suara NTB/kir)
RAPAT - Rapat paripurna DPRD Loteng dengan agenda pembentukan Pansus Pinjaman digelar di Ruang Rapat Utama DPRD Loteng, Senin (27/11).
(Suara NTB/her)
MENGUNGSI - Pengungsi dari Bali yang tiba di Pelabuhan Lembar, Senin (27/11). Mereka mengungsi setelah Gunung Agung di Kabupaten Karangasem meletus.
Warga Bali Mengungsi ke Lombok Giri Menang (Suara NTB) Warga terdampak erupsi Gunung Agung Bali mulai mengungsi ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Lembar. Tercatat 2.000 penumpang yang didominasi para pengungsi tiba di Pelabuhan Lembar dua hari lalu (Sabtu dan Minggu). ASPD dan instansi terkait di pelabuhan bersama pemda pun menyiapkan posko gabungan (posgab) di pelabuhan untuk penanganan. Pihak pelabuhan juga menyiapkan dua opsi penanganan pengangkutan pengungsi mengantisipasi penumpukan penumpang. Manager Operasional PT ASDP Lembar Wildan Jazuli yang dikonfirmasi di kantornya menyatakan kondisi penumpang di Pelabuhan Lembar selama dua hari terakhir tercatat terjadi lonjakan. Penumpang dari Padangbai Bali melonjak 100 persen, dari biasanya 300 orang menjadi 600 orang per harinya. Begitupula penumpang dari Pelabuhan Lembar ke Padangbai melonjak 50 persen. “Tercatat selama dua hari (Sabtu-Minggu) kemarin terjadi lonjakan penumpang 100 persen dari Padangbai, terdapat
2000 penumpang didominasi pengungsi dari Bali. Mereka mengungsi secara mandiri, ada yang naik kendaraan dan jalan kaki,” jelas Wildan. Pengungsi yang datang, ujarnya, kebanyakan mandiri dan bayar sendiri dan mengungsi dengan keluarga. Mereka ada yang membawa mobil pribadi dan pejalan kaki. Untuk membantu pengangkutan pengungsi ke lokasi tujuan, sebelumnya pemda menyediakan kendaraan umum. Hal ini memudahkan pihaknya untuk mengatur pengangkutan. Pihaknya juga meminta BNPB menyiapkan ambulans guna mengantisipasi kondisi pengungsi yang kemungkinan mengalami sakit. Pasalnya sejauh ini di pelabuhan memiliki ruang kesehatan kurang mencukupi. Untuk membantu penanganan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Jasa Rahardja agar stand by di pelabuhan. Langkah antisipasi lain dilakukan, pihaknya berkoordinasi dengan puskesmas pelabuhan dan Rumah Sakit Gerung. Di samping itu, pihaknya meminta dukungan dari Dinas Kesehatan provinsi. “Pen-
gungsi yang datang sejauh ini semua sehat, hanya sebagian agak kelelahan karena pengungsi dari Karangasem pada saat semburan vulkanik mereka langsung mengungsi,” jelasnya. Untuk mengantisipasi tumpukan penumpang khususnya untuk penanganan pengungsi, pihaknya menyiapkan dua skenario, yakni dermaga I di Padangbai untuk mengangkut pengungsi ke Lombok melalui pola non jadwal. Sedangkan dermaga II disiapkan melalui pola terjadwal, begitupula di Pelabuhan Lembar. Tujuannya supaya percepat pengangkutan mana yang pengungsi dan penumpang umum. Yang jelas pihaknya mengutamakan pengungsi dengan kapal khusus dan dermaga khusus. Skenario kedua, pihaknya memakai semua dermaga untuk pengungsi. Skenario ini dipergunakan kalau opsi pertama tidak memungkinkan. Pola jadwal pemberangkatan, jelasnya, diatur satu kali berangkat selama 45 menit bongkar muat, lalu durasi waktu 1 jam bongkar muat langsung berangkat dan jadwal normal 2 jam bongkar muat baru berangkat. (her)
Giri Menang (Suara NTB) Pilkada Lombok Barat (Lobar) kemungkinan besar tanpa kontestan dari balon perseorangan, pasalnya sampai sejak dibuka tiga hari lalu penerimaan berkas dukungan calon perseorangan belum ada satupun yang menyerahkan dokumen. Hanya ada beberapa orang yang mendatangi KPU terkait persyaratan pencalonan perseorangan, namun belum ada satupun yang menyerahkan. Pembukaan penerimaan dokumen dukungan perseorangan dibatasi hingga tanggal 29 November. “Sejauh ini belum ada kandidat perseorangan yang menyerahkan dokumen dukungan ke KPU, batas waktu sampai hari Rabu 29 November,” jelas Komisioner KPU Lobar, M. Suhardi, SH., MH., Senin (27/11). Dijelaskan, sesuai perubahan PKPU nomor 3 tahun 2017 ke PKPU nomor 15 tahun 2017 tentang pencalonan ada penambahan batas waktu pendaftaran sebelumnya dari pukul 08.0018.00 menjadi 24.00 Wita. Diakui sampai lima hari dibuka penerimaan berkas dukungan calon perseorangan belum ada yang mendaftar secara resmi. Hanya saja beberapa orang yang datang ke KPU untuk meminta informasi dan konsultasi. Namun ukuran seriusnya seharusnya kandidat memasukkan dokumen data dukungan yang dimiliki ke sistem pencalonan. Pihaknya sudah menyiapkan user name dan password kalau ada kandidat yang mau memasukkan dokumen bisa mengisi melalui sistem pencalonan. Nantinya dilakukan verifikasi data dokumen melalui sistem ini, sebab bisa
saja satu KTP yang ada adalah KTP ganda (double). Contohnya, hasil verifikasi parpol saja ditemukan KTP ganda 1000. Biasanya lanjut Suhardi, pendaftaran identik dengan hari terakhir, sehingga pihaknya di tingkat penyelenggara mulai sejak hari pertama sampai terakhir tetap stand by. Pihaknya mengimbau agar sebelum datang ke KPU, pihak kandidat melakukan konfirmasi agar pihaknya bisa melakukan penyambutan maksimal. Beberapa rincian data yang perlu diserahkan ke KPU jelasnya, seperti daftar nama, dukungan foto copy KTP elektonik (bisa menggunakan pengganti E-KTP atau Suket). Pihaknya menolak jika menyerahkan KTP lama. Penyerahan dokumen ini jelasnya bisa dilakukan sebelum isi sistem pencalonan. Sebab, jelasnya, sistem ini alat bantu tidak hanya memudahkan KPU, namun calon untuk verifikasi dokumennya. Sebab nantinya, penyelenggara pasti akan melakukan verifikasi faktual di lapangan melibatkan pengurus di bawah. (her)
M. Suhardi
(Suara NTB/her)
Praya (Suara NTB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memutuskan membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna membahas usulan pinjaman dari pemerintah daerah setempat ke PT. Sarana Multi Investasi (SMI). Rencana pembentukan Pansus diputuskan dalam rapat paripurna DPRD Loteng, Senin (27/11) siang dipimpin langsung Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi FT., SE. Proses pembentukan Pansus Pinjaman tidak berjalan mulus. Sempat terjadi perdebatan panjang dalam rapat paripurna yang dihadiri hampir seluruh anggota DPRD Loteng. Pasalnya, ada sebagian anggo-
LTSP-P2TKI Loteng Resmi Beroperasi Praya (Suara NTB) Setelah sempat tertunda beberapa bulan yang lalu Layanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LTSP-P2TKI) Lombok Tengah (Loteng), resmi beroperasi, Senin (27/11). Keberadaannya pun diharapkan bisa meminimalisir keberadaan TKI ilegal yang selama ini jadi persoalan di daerah ini. “(LTSP) Ini merupakan bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakatnya yang ingin menjadi TKI,” ungkap Deputi Bidang Penempatan TKI Badan Nasional Pen-
empatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Teguh Indro Cahyono, kepada wartawaan. Adanya LTSP ini, ujarnya, semua bentuk pelayanan kepada para calon TKI bisa dilaksanakan di satu tempat dan dilakukan secara terbuka dan transparan, sehingga masyarakat yang ingin menjadi TKI bisa memperoleh pelayanan yang cepat dan mudah. “Dulu banyak yang menjadi TKI ilegal, karena mengeluh proses pengurusan persyaratan dan dokumen TKI panjang dan berbelit-belit. Tapi sekarang dengan adanya LTSP ini, tidak
lagi,” tegasnya. Masyarakat yang ingin berangkat menjadi TKI, tinggal datang mengurus semua pengurusan dokumen dan persyaratan di LTSP. Mulai dari dokumen kependudukan sampai dokumen keimigrasian, semua lengkap. “Cukup datang ke sini (LTSP Loteng,red), semua persyaratan menjadi TKI bisa diperoleh,” tambah Teguh. Layanan di LTSP pun menggunakan sistem online. Termasuk untuk urusan pembayaran persyaratan yang dibutuhkan. Calon TKI tinggal membayar melalui layanan perbankan yang
juga sudah tersedia di LTSP, sehingga biaya yang dibayarkan benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini mencegah terjadinya celah untuk terjadinya pungutan liar (liar), karena semua urusan pembayaran sudah melalui sistem perbankan. Di tempat yang sama, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., mengungkapkan LTSP Loteng merupakan LTSP yang pertama dan satu-satunya di NTB untuk saat ini. Karena memang pemerintah pusat sebelumnya telah menetapkan Loteng sebagai percontohan pembentukan LTSP. “Namun yang lebih dari itu adalah sisi
pelayanan. Dengan adanya LTSP ini, masyarakat bisa memperoleh pelayanan ketenagakerjaan terbaik,” ujarnya. Diakuinya, untuk mewujudkan LTSP tersebut bukan perkara mudah. Terlebih di LTSP tersebut banyak instansi yang terlibat. Sehingga memang dibutuhkan komitmen kuat secara bersama-sama untuk mewujudkan LTSP tersebut. “Persiapan yang kita lakukan sudah cukup lama, sejak awal tahun 2017 lalu,” tambah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, H. Masrun. (kir)
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
DAK untuk Jalan di Sumbawa Turun Hampir 40 Persen Sumbawa Besar (Suara NTB) Tahun 2018 mendatang Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima Kabupaten Sumbawa untuk jalan mengalami penurunan. Penurunan tersebut hampir mencapai 40 persen dibandingkan dari tahun sebelumnya. Dimana tahun 2018 Sumbawa mendapatkan alokasi Rp 49 miliar, dan tahun 2017 lalu Rp 94 miliar. “Memang tahun 2018 (Suara NTB/ind) mendatanguntuk bidang Lalu Suaharmaji Bina Marga angaran yang diKertawijaya alokasikan ke kita menurun dibandingkan tahun 2017. Penurunannya hampir 40 persen. Kita hanya dapat Rp 49 miliar, sementara tahun 2017 Rp 94 miliar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Senin (27/11). Pihaknya tidak mengetahui penyebab dari penurunan DAK yang diterima. Karena penurunan tersebut tidak hanya untuk Kabupaten Sumbawa, tetapi seluruh Indonesia. Adanya penurunan DAK ini tentunya akan berdampak terhadap target penanganan jalan yang akan dilakukan. Sehingga nantinya, pihaknya akan memanfaatkannya dengan menargetkan ruas-ruas jalan yang betul-betul dibutuhkan. “Jadi penurunannya tidak hanya untuk Sumbawa, tetapi seluruh Indonesia. Tapi yang penting DAK ini kita manfaatkan untuk penanganan jaringan-jaringan jalan dalam mendukung kawasan ekonomi,” terangnya. Dijelaskannya, sejauh ini untuk jalan dengan kondisi mantap baru mencapai 63 persen dari panjang jalan Kabupaten Sumbawa 951,51 kilometer. Dimana untuk menuntaskannya diharapkan selesai tahun 2022 atau tahun 2023 mendatang. Hal tersebut tentu memerlukan kerja keras, karena masih banyak ruas-ruas jalan yang dikerjakan terutama di kawasan pegunungan. (ind)
Dana Bantuan Parpol di KSB Dianggap Belum Tepat Sasaran Taliwang (Suara NTB) Kantor Kesatuan Bangsa Politik dalam Negeri (Kesbangpoldagri) memberikan catatan negatif terhadap realisasi penggunaan bantuan dana Partai Politik selama empat tahun terakhir di KSB. Dana Parpol ini dianggap belum tepat sasaran. Salah satunya, terkait masalah pendidikan Politik yang hingga saat ini belum ada aktivitas yang dilakukan oleh pengurus parpol. “Kita harus akui selama empat tahun terakhir tidak ada aktivitas pendidikan politik yang dilakukan pengurus parpol kepada para kadernya. Tentu ini dianggap menyalahi aturan, karena aturannya sudah sangat jelas yakni 60 persen untuk pendidikan para kader dan 40 persennya lagi untuk masalah administrasi kelembagaan parpol saja,” ungkap Kepala Kesbangpoldagri kepada Suara NTB melalui Kasi Ormas dan Parpol Edy Sofyan Gole, Senin (27/11) di ruangannya. Dikatakannya, pendidikan politik ini sudah merupakan keharusan bagi Parpol untuk bisa dilaksanakan dengan anggaran selama tahun berjalan. Tetapi, realita di lapangan sangat berbanding terbalik dengan ketentuan tersebut. Bahkan selama empat tahun terakhir tidak ada aktivitas pendidikan politik yang dilakukan oleh masing-masing pengurus Parpol ini. Penilaian ini dianggap sangat berdasar mengingat Kesbangpol sebagai lembaga resmi pemerintah untuk memberikan materi dalam kegiatan tersebut tidak pernah diundang. Terkait masalah ini, pihaknya sudah melayangkan surat teguran tertulis kepada pengurus parpol, tetapi kenyataannya tetap tidak digubris. “Kita sudah layangkan surat teguran kepada para pengurus Parpol untuk mengatensi masalah pendidikan Politik ini. Tetapi hasilnya masih tetap saja nihil,” sesalnya. Terkait masalah tidak dilakukannya aktivitas Politik oleh masing-masing Parpol, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi lebih jauh hanya sekedar mengingatkan saja. Sementara pihak yang berhak memberikan teguran yakni BPKP ketika melakukan audit terhadap penggunaan dana Parpol ini. Sementara itu, hasil audit BPKP yang diterima pihak terkait, masih ditemukan kelemahan administrasi oleh para pengurus parpol ini. Tetapi temuan tersebut, belum bisa ditindak lanjuti oleh para pengurus parpol secara maksimal. Inilah yang menjadi atensi pihaknya untuk terus mengingatkan kepada pengurus Parpol untuk bisa mengelola dana tersebut sebagaimana mestinya. Sehingga tidak ada lagi temuan di tahun-tahun berikutnya. “Kami tetap akan mengingatkan kepada pengurus Parpol agar penggunaan dana bantuan hibah Parpol ini bisa digunakan sebagaimana peruntukannya. Sehingga masalah yang terjadi selama ini bisa semakin ditekan,” tandasnya. (ils)
MENUNTUT SOLUSI Ketegangan saat massa aksi menuntut solusi anjloknya harga bawang dan mahalnya harga pestisida, yang dicegah aparat kepolisian di Kantor Bupati Bima, Senin (27/ 11). Aksi para mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Bima ini nyaris diwarnai bentrok dengan aparat Sat Pol PP.
(Suara NTB/uki)
Kepala Bapenda Sumbawa Diperiksa Jaksa Sumbawa Besar (Suara NTB) Pemeriksaan terus dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa dalam menyelidiki dugaan penyimpangan proyek tanah urug Pasar Brang Bara. Setelah beberapa pihak terkait dimintai kerterangan, kali ini giliran Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Wirawan Ahmad diperiksa, Senin (27/11) kemarin. Jaksa juga memeriksa saksi lainnya yakni Ahmad selaku mitra dari kontraktor. Informasinya, Wirawan diperiksa jaksa sebagai saksi terkait proyek tersebut. Ia dimintai keterangan di ruang Kasi Intelijen Kejari Sumbawa, Erwin Indrapraja, S.H., M.H selama tiga jam sejak pukul 09.00 Wita dan istirahat sekitar pukul 12.00 Wita. Pemeriksaan kembali dilanjutkan siang harinya hingga sore. Sementara Ahmad diperiksa di ruang Kasi Pidsus, Anak Agung
Raka PD, SH. Informasinya Ahmad ini selaku mitra atau yang memberikan modal kepada kontraktor dalam pengerjaan proyek tanah urug. Dikonfirmasi wartawan, Wirawan mengaku dipanggil jaksa selaku KPA. Ia dimintai keterangan terkait kewenangannya selaku KPA, sejauh mana pengetahuannya terkait proyek tanah urug dan tindakan apa yang telah dilakukan. Hal terse-
but sudah dijelaskan kepada jaksa saat dimintai keterangan. Mengenai penjelasan secara detail, ia tidak bisa menyampaikan secara gamblang. Sedangkan Ahmad yang dicegat wartawan usai pemeriksaan enggan memberikan komentar. Ia menyarankan untuk langsung menanyakan kepada jaksa. Sementara Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH yang diwawancar-
DPMPTSP KSB akan Bentuk Satgas TPKB Taliwang (Suara NTB) Kepala Dinas Penamanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs. Hajamuddin, M.Si menyatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun Tim Percepatan Kesempatan Berusaha (TPKB). Tim berbentuk satuan tugas (Satgas) ini nantinya akan bekerja memastikan kegiatan seluruh investasi di daerah berjalan lancar. “Sedang kita susun. Nanti tugas utama tim ini memberikan solusi bagi investasi yang ada di daerah
Hajamuddin
terhadap hambatan-hambatan yang ditemuinya di lapangan,” terang Hajamuddin kepada wartawan, Senin (27/11). Ia menjelaskan, keamanan dan kenyamanan menjadi jaminan utama yang diharapkan para investor kepada pemerintah. Satgas bentukan Pemda KSB itulah yang kemudian akan memberikan jaminan tersebut kepada investor dalam menjalankan rencana investasinya di daerah. “Nanti investor bisa berkonsultasi dengan tim terkait setiap hambatan yang dihadapinya di lapangan. Tim ini juga sekaligus akan memberikan solusi kepada investor dan menyuarakannya ke pemerintah,” timpalnya. Pembentukan Satgas itu, menurut Hajamuddin, bukan berarti selama ini pemerintah KSB t i d a k memberikan daya dukung penuh kepada investor yang datang ke daerah. Hanya saja melalui Satgas itu nantinya
(Suara NTB/bug)
diharapkan terjadinya percepatan penyelesaian rintangan yang dihadapi di lapangan. “Kalau Satgas itu kerjanya fokus. Dengan begitu setiap ada persoalan bisa ditanggulangi dengan cara mencari solusinya,” sebutnya. Ia mengatakan, selama ini daya dukung pemerintah terhadap investasi di daerah sangat tinggi. Buktinya seluruh urusan yang menjadi kewajiban pemerintah selalu diupayakan segera diselesaikan secepatnya. “Kami di bagian perizinan mempercepat setiap urusan yang menjadi tugas kami. Tidak sampai di situ kalau ada keperluan yang urusannya sampai ke provinsi bahkan ke pusat kami juga menjembatani investor,” klaimnya. Menurutnya, bupati selalu memberikan instruksi kepada seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang terkait dengan bidang investasi agar tidak menyulitkan investor yang berminat berinvestasi di daerah. “Kami berpegang terhadap instruksi bupati itu. Makanya kalau ada investor mengurus izin kami selalu mempercepat tentu tanpa mengabaikan aturan yang ada,” pungkasnya. (bug)
(Suara NTB/ind)
Anak Agung Raka PD ai terpisah membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Kedua saksi dimintai keterangan
terkait proyek tanah urug Pasar Brang Bara. Saat ini sudah delapan saksi yang dimintai keterangan, mulai dari pejabat pengadaan, PPK, PPHP, kontraktor pelaksana suami dan istri, termasuk KPA dan mitra atau pemodal dari kontraktor. Dimana pemeriksaan yang dilakukan sudah dirasakan cukup. Selanjutnya hasil pemeriksaan akan dievaluasi terlebih dahulu. Nantinya dari hasil evaluasi akan menentukan penanganan kasus selanjutnya. “Sejauh ini pemeriksaan sudah cukup. Nantinya dari pemeriksaan akan kami lakukan rapat evaluasi terlebih dahulu. Dari evaluasi nantinya akan ditentukan penanganan kasus selanjutnya,” pungkasnya. (ind)
Kemenkominfo Gelar Aksi Tangkal Hoaks di Sumbawa Barat Taliwang (Suara NTB) Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi, Ditjen Informasi Komunikaai Publik (IKP) Kementerian Komunikasi Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia (RI), Drs. Selamatta Sembiring, M.SI, mengajak masyarakat Sumbawa Barat untuk secara bersama sama menangkal berita hoaks. Hal tersebut dilakukan, pasalnya saat ini sudah sangat banyak konten-konten berita yang dianggap palsu (hoaks) bermunculan di dunia maya dan dunia digital. “Saat ini sudah banyak informasi hoaks atau bohong yang beredar di media sosial (medsos), masalah ini harus bisa kita sikapi secara serius. Apabila tidak disikapi secara serius, maka bisa menjadi salah-satu pemicu kehancuran bagi negara, “ ungkapnya saat dialog publik yang dilaksanakan di alun-alun kota Taliwang, Minggu (26/11). Dikatakannya, ketika menerima berita seharusnya bisa disikapi secara bijaksana dan jangan pernah percaya dengan berita-berita yang belum diketahui kebenarannya. Apabila tidak ada kemanfaatan dari
berita tersebut, diharapkan untuk tidak dibagi kepada pengguna lainnya. Apabila berita tersebut dibagikan maka akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Oleh karena itu, setiap perkataan dan ucapan harus dipikirkan secara matang dan diketahui kebenarannya. Dengan cara tersebut penyebaran informasi hoaks oleh oknum yang tidak bertanggung jawab akan semakin ditekan. “Kita (Kemkominfo) tidak bisa sendiri menekan penyebaran berita hoaks, melainkan peran serta masyarakat sangat diharapkan bisa ikut ambil bagian dengan tidak menyebarkan kembali berita-berita yang dianggap hoaks,” ujarnya. Ia menjelaskan, untuk mengetahui berita tersebut hoaks atau tidak ada kiat-kiat yang harus dicermati. Indikatornya yakni apabila berita itu heboh dan membuat masyarakat resah, indikator kedua yakni omong kosong tanpa ada bukti dan fakta. Indikator lain untuk mengetahui berita tersebut hoaks, apabila didalam isinya dirasa sangat aneh dan tidak masuk di akal. (ils)
Kerjasama Dinas PUPRPP Sumbawa Barat dengan Harian Suara NTB
Realisasi Program Bedah Rumah Tahun 2017 Capai 80 Persen Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menggejot realisasi penyelesaian program bedah rumah tahun 2017. Saat ini realiasi kegiatan yang dikelola melalui agenda Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) itu telah mencapai 80 persen. KEPALA Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas PUPRPP KSB, Novrizal Zain Syah, SE., M.Si mengatakan, pada tahun 2017 ini program bedah rumah yang dikelola pihaknya secara swadaya bersama para agen PDPGR sebanyak 1.353 unit rumah dengan anggaran mencapai Rp 9,68 miliar. Selain itu ada tambahan prorgram bangun baru sebanyak 28 unit rumah yang pembiayaannya disematkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2017. “Secara umum realisasinya di angka 80 persen hingga bulan ini,” terangnya kepada wartawan, Senin (27/11). Ia menyebutkan per wilayah kecamatan, realisasi penyelesaian program dengan melibatkan agen PPDGR secara swadaya itu bervariasi. Berdasarkan data Dinas PUPRPP, dari 8 kecamatan pro-
gres terbaik tercatat di kecamatan Maluk dengan posisi penyelesaian fisik di lapangan maupun serapan anggarannya sekitar 95 persen. “Yang paling bagus itu di Maluk. Mereka sudah banyak rumah yang direhab selesai 100 persen. Di kecamatan lain juga sudah ada, tapi kalau dibanding Maluk di sana yang paling bagus,” timpalnya. Dalam waktu tersisa 1 bulan lagi sebelum akhir tahun, Novrizal menyatakan menyatakan optimis program rehab rumah maupun bangun baru bisa tuntas sepenuhnya. Menurut dia, pihaknya sengaja memberi ruang waktu yang lebih panjang hingga per 31 Desember, mengingat program itu dikelola secara swadaya dengan pelibatan masyarakat di dalamnya. “Memang di lapangan masih kita temukan kendala yang
menyebabkan lambatnya progres penyelesaian. Seperti misalnya keterlibatan masyarakat bergotong royong, tapi itu tidak akan membuat program ini macet,” klaimnya seraya menyatakan harapannya agar seluruh elemen penggerak PDPGR mulai dari tingkat kabupaten hingga peliuk mengoptimalkan kerja untuk mengajak masyarakat mempercepat realisasi penyelesaian program bedah rumah itu. “Harapan saya di lapangan para agen bisa memacu semangat gotong royong masyarakat untuk menyelesaikan program ini tepat waktu. Dan itu tidak saja agen peliuk, tapi kecamatan sampai kabupaten juga harus bergerak termasuk masyarakat penerima manfaat dari program itu sendiri,” sambung Novrizal. Pada tahun 2018 mendatang, program bedah rumah PDPGR ini masih akan terus dilanjutkan Pemda KSB. Melalui APBD murni pemeirntah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 9 miliar. Dijelaskan Novrizal sama seperti tahun
ini, program itu disiapkan pihaknya untuk menyasar sekitar 1.000 unit rumah dalam bentuk kegiatan rehab dan sekitar 30 unit kegiatan bangun baru. Untuk data penerima sendiri, pihaknya bersama agen PDPGR akan kembali melakukan verifikasi data calon penerima sebelum menetapkan masyarakat penerima manfaatnya. “Dari hasil pendataan tahun 2016 ada 6.000 lebih rumah masyarakat miskin yang perlu diintervensi lewat program ini.
Karena anggarannya terbatas dan disiapkan bertahap, maka perlu verifikasi untuk melihat mana warga yang harus cepat mendapat program ini,” sebutnya. Sejak program bedah rumah ini bergulir pertengahan tahun 2016 lalu, berdasarkan data Dinas PUPRPP KSB sudah tercatat sebanyak 2.582 unit rumah yang telah disentuh. Jumlah itu belum termasuk program bangun baru yang diperuntukkan bagi kepala keluarga miskin yang tidak memiliki kemampuan untuk membangun rumahnya secara mandiri. “Rinciannya 1.229 di tahun 2016 dan tahun ini 1.353 rumah. Artinya mengacu data tahun 2016 kita masih ada PR (pekerjaan rumah) sekitar 4.000-an rumah lagi yang perlu mendapatkan sentuhan program ini termasuk data-data usulan yang menyusul setiap harinya dari para agen di tingkat lapangan,” paparnya.
Novrizal (Suara NTB/bug)
Dinas PUPRPP Siasati Program Bantuan Pusat Untuk mengatasi persoalan perumahan bagi masyarakat miskin di daerah, Pemda KSB
melalui Dinas PUPRPP setempat juga memanfaatkan program bantuan dari pusat. Novrizal mengungkapkan, pada tahun 2018 mendatang pihaknya telah mendapatkan beberapa program perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di antaranya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 100 unit, program rumah susun (rusun) khusus nelayan sebanyak 40 unit yang akan ditempatkan di kecamatan Poto Tano dan pembanguan rumah susun di Belisung kecamatan Taliwang sebanyak 58 unit hunian. “Alhamdulillah untuk ketiga program itu sudah dipastikan mulai dibangun tahun depan,” sebutnya. Ia menjelaskan, pada program BSPS yang akan dikerjakan oleh Satuan Kerja (Satker) Provinsi NTB ini sesuai ketentuan diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Program ini berbentuk kegiatan bedah rumah sehingga data penerimanya akan diselaraskan dengan data usulan yang dimiliki Pemda KSB. “Kita akan pakai data yang ada. Tapi tentu nanti finalnya oleh Satker karena mereka yang kelola program,” paparnya.
Untuk program Rusun khsusus nelayan di Poto Tano sendiri, Pemda KSB memiliki kewajiban untuk melengkapi sarana pendukungnya. Selain lahan untuk lokasi pembangunan, Pemda KSB diwajibkan menganggarkan penyediaan fasilitas jalan lingkungan dan drainase rusun. “Kalau lahan sudah ada, nah untuk biaya pembangunan jalan lingkungan dan drainasenya sudah kita siapkan masing-masing Rp 200 juta di APBD 2018. Jadi nanti pembangunannya bisa bersamaan dilaksanakan tahun depan,” sebut Novrizal. Sementara itu program Rusun di wilayah Belisung, Novrizal menyebutkan, pihak Direktorat Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR akan membangunnya dalam 1 tower bangunan (TB). Bangunannya terdiri dari 4 lantai untuk memuat 58 unit rumah hunian dengan seluruh kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat yang akan menghuninya nanti. “Siapa yang berhak mendapatkan hunian di Rusun nanti tentu kriterianya masyarakat miskin. Nanti mekansime penetapannya akan kita bicarakan bersama direktorat,” imbuhnya.(bug/*)
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
Rentan Salahgunakan Kewenangan
Panwaslu Sumbawa Ingatkan Pejabat ASN dan Kades Sumbawa Besar (Suara NTB) Ketua Panwaslu Sumbawa, Syamsi Hidayat S.IP, mengingatkan pejabat ASN dan para Kepala Desa (Kades) di Sumbawa untuk tidak menyalahgunakan kewenangannya terkait keterlibatan aktif dalam mendukung salah satu pasangan calon menjelang Pilgub NTB 2018. “Memang rentan disalahgunakan. Makanya kami ingatkan pejabat ASN dan Kades untuk menjaga netralitas. Tidak terlibat aktif mendukung salah satu calon Gubernur/Wakil Gubernur,” tandas Syamsi, saat dite(Suara NTB/arn) mui Suara NTB, Senin (27/11). Syamsi Hidayat Hal ini, menurut Syamsi, jelas diatur dalam Pasal 71 UU No. 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota. Dalam Pasal 71 tersebut, ayat 1 menyebutkan, pejabat negara, pejabat daerah, pejabat ASN, anggota TNI/Polri dan Kepala Desa, atau sebutan lain, dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. Lalu, di ayat 3 disebutkan, Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, Walikota atau Wakil Walikota, dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon. Baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon. Jadi, menurut Syamsi, dilarang bagi pejabat ASN dan Kades terkait keterlibatan aktifnya dalam mendukung salah satu pasangan calon. “Dulu biasanya Kades sering dijadikan tim sukses pasangan calon. Sekarang tegas dilarang,” tukasnya. Pada saat ini, Panwaslu juga tengah mengawasi proses pemutakhiran data pemilih. Lalu nantinya memantau proses verifikasi calon perseorangan. (arn)
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Waspadai TPPO Berkedok Rekrutmen TKI
Dompu (Suara NTB) Kepala Bidang Perlindungan Anak, Rahman, SKM melalui Kasi Pengaduan Perempuan dan Anak DP3A Dompu, Nasrullah, Skm, meminta masyarakat mewaspadai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berkedok perekrutan TKI. Biasanya, oknum dari PJTKI legal atau non prosedural ini menyasar mereka yang memiliki banyak keterbatasan. Baik dari kapasitas SDM-nya maupun lilitan ekonomi keluarga. “Rata-rata orang yang terjerat ini orang dengan segala macam kekurangan. Ilmunya terbatas juga dari segi keterbatasan ekonomi. Sehingga wajar karena posisinya dia
orang lemah,” katanya kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (27/11). Upaya semacam ini tak dipungkiri masih berlangsung di wilayah ini. Harapan ingin mengubah perekonomian keluarga justru menjadi malapetaka. Parahnya, modus tersebut luput dari perhatian dan hanya akan tercium ketika sudah terjadi. Kerenanya masyarakat
mesti tetap berhati-hati serta menaruh kewaspadaan penuh ketika ingin bekerja keluar negeri. Beberapa cara mengidentifikasi kejahatan ini sebut Nasrullah, diantaranya, mereka merekrut, mengangkut, menampung, mengirim, memindahkan dan menerima dengan cara mengancam, menculik, menipu, memalsukan dokumen dan menyalahgunakan kekuasaan atau
menjerat calon tenaga kerja dengan utang. “Kalau kita menemukan cara-cara ini maka patut kita menaruh kecurigaan. Atau ada orang yang menanggung dan menganggap gampang penyelesaian dokumen keberangkatan itu harus dicurigai, masa dokumen sendiri diurus orang bagaimana ceritanya,” ujar dia. Di Dompu, hampir 90 persen tingkat kerawanan untuk kejahatan kemanusiaan ini, terutama sekali mengancam mereka yang tinggal di pelosok-pelosok desa. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat khususnya aparatur desa setempat untuk benar-
benar memastikan tenaga kerja yang mengurus dokumen ketenagakerjaanya sesuai prosedur yang ada. Pun aktif aktif memberi pencerahan pada masyarakat soal modus kejahatan tersebut. Jangan sampai muncul kasus-kasus lain seperti yang dialami Novi anak di bawah umur asal Desa Teropo yang diduga menjadi korban TPPO. “Kalau kita mau lakukan riset 90 persen kasusnya seperti itu, dari 10 TKI yang berangkat mungkin hanya satu yang berhasil, itupun karena faktor keberuntungan,” pungkasnya. (jun)
LPA Minta Satuan Pendidikan Terapkan Kurikulum Perlindungan Anak Dompu (Suara NTB) Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Dompu, M. Zailani meminta satuan pendidikan untuk semua tingkatan menerapkan kurikulum perlindungan anak. Hal ini mengingat kasus kekerasan pada anak di wilayah ini sudah sulit terkontrol lagi. Bahkan, Dompu tercatat paling tinggi kasus kekerasan anak dibanding Kabupaten/Kota lain di NTB. “Kurikulum itu sangat penting untuk diterapkan di Dompu, apalagi kasus di Dompu ini tertinggi, masih urutan pertama di NTB,” kata dia kepada Suara NTB, Senin (27/11). Harapan diterapkanya kurikulum perlindungan anak ini sudah sering disampaikan ke Dikpora dan pihak terkait lainya, namun demikian sampai hari ini belum juga terealisasi. Ini lantas menjadi tanda tanya besar LPA dalam melihat sejauh mana keserius pemerintah menekan perkara yang mengorbankan generasi bangsa itu. “Jadi komitmen pemerintah khususnya di dunia pendidikan ini masih menjadi pertanyaan besar kami,” ujarnya. Dalam kurikulum ini sebut dia, terdapat materi-materi pola pengasuhan, Undang-undang perlindungan anak juga hak dan kewajiban mereka, termasuk tanggung jawab guru dan orang tua. Menurut dia, efektif tidaknya penerapan kurikulum ini sangat tergantung bagaimana keseriusan para pendidik. Yang terpenting, pemerintah memiliki upaya kongkret mengatasi persoalan krusial tersebut. Dan parahnya, lanjut dia, kasus yang terjadi saat ini justru sebagian lahir dari dunia pendidikan. Artinya, bukan hanya anak dengan anak tetapi pendidik kepada anak didiknya. “Pendidik juga ini penyumbang angka kasus kekerasan terhadap anak, jadi perlu ada kurikulum itu,” tegasnya. Dari puluhan kasus yang ditemukan pihaknya di lapangan Tahun 2017 ini paling dominan yakni kekerasan seksual, disusul kekerasan fisik serta pencurian yang dilakukan anak. Tidak terkontrolnya persoalan ini tambah M. Zailani dipicu upaya intimidasi yang dilakukan para pelaku. Biasanya berupa ancaman untuk membunuh dan menganiaya korbanya. Karenanya tak heran banyak kasus yang ditemukan setelah korban beberapa kali menerima perlakuan tak manusiawi tersebut. “Untuk bisa keluar dari ancaman ini anak harus mengkomunikasikanya pada orang atau sipapun yang sekiranya mampu mencarikan solusi. Dan orang tua juga harus proaktif mempertanyakan kondisi anaknya, kalau anak ada perubahan sikap dan prilaku tanyakan sedetail mungkin,” pungkasnya. (jun)
(Suara NTB/uki)
AIR BERSIH - Aparat gabungan Polsek Asakota dan Polres Bima Kota mendistribusikan air bersih kepada warga lingkungan Pali Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota, yang krisis air bersih, Senin (27/11).
Musim Hujan, Sebagian Warga di Kota Bima Kekurangan Air Bersih Kota Bima (Suara NTB) Krisis atau kekurangan air bersih pada saat musim kemarau itu hal biasa. Namun adalah hal yang luar biasa jika ada warga yang justru mengalami krisis air pada musim hujan. Seperti yang dialami warga Lingkungan Pali Kecamatan Melayu Kecamatan Asakota. Ratusan warga di wilayah pesisir utara Kota Bima ini, mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Yang digunakan untuk memasak mencuci hingga dikonsumsi. Melihat kondisi warga setempat
yang kekurangan dan kesulitan mendapatkan air bersih, aparat gabungan Mapolsek Asakota dan Mapolres Bima Kota, menyuplai bantuan air bersih, Senin (27/11). Petugas mendistribusikan air bersih menggunakan mobil water canon. Sebuah mobil Satuan Sabhara Polres Bima Kota, yang biasa digunakan untuk menghalau massa demontrasi yang melakukan tindakan anarkis. Adanya bantuan air bersih gratis tersebut, tidak ditunggu lama oleh warga setempat. Mereka yang kebanyakan ibu rumah tangga itu, langsung mengeru-
Kejurda Atletik Diikuti Ratusan Pelajar di Sumbawa Pelimpahan Kasus Perusda Tunggu Sumbawa Besar (Suara NTB) Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa mengadakan Kejurda Atletik Pelajar dan Pemanduan Bakat Tertentu dalam memperebutkan Piala Tetap Bupati Sumbawa yang dirangkaikan dengan Tes Pemanduan Bakat Olahraga, Senin (27/11) di GOR Mampis Rungan, Sumbawa. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, Ir. H. Junaidi menyampaikan untuk meningkatkan prestasi dalam bidang olahraga di Sumbawa, maka harus diadakan kompetisi yang berkesinambungan yang diwujudkan dalam Kejurda Atletik Pelajar tingkat Kabupaten Sumbawa. Yang selanjutnya akan dibina untuk mewakili Kabupaten Sumbawa pada kompetisi-kompetisi yang lebih tinggi baik regional maupun internasional. Kegiatan tersebut diikuti oleh 121 pelajar se-Kabupaten Sumbawa dan untuk pemanduan bakat diikuti oleh 400 pelajar dari 10 sekolah tingkat SMP/MTS. Kegiatan Kejuaraan Atletik Pelajar dibiayai oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, sedangkan untuk kegiatan Bimtek dan tes pemanduan bakat olahraga tertentu dibiayai oleh Deputi Bidang Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Pengembangan dan Pemanduan Bakat pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dari Kemenpora RI, Dr. Muhammad Aziz Ariyanto, M.Pd. Yang mengapresiasi prestasi Pemuda Sumbawa yang telah berhasil meraih 7 emas dari total 11 emas pada PON 2016 kemarin. Hal ini mengantar Kemenpora untuk melaksanakan Bintek dan Tes Pemanduan Bakat Tertentu guna menyiapkan pelajar Sumbawa untuk perlombaan nasional bahkan internasional demi memajukan Tana Samawa dimata dunia. (arn)
(Suara NTB/arn)
KEJURDA - Ratusan pelajar yang mengikuti Kejurda Atletik Pelajar dan Pemanduan Bakat Tertentu yang dirangkaikan dengan Tes Pemanduan Bakat Olahraga, Senin (27/11) di GOR Mampis Rungan, Sumbawa.
Hasil Tindak Lanjut LHP
Dompu (Suara NTB) Inspektur Inspektorat Kabupaten Dompu, Ir. H. Moh. Syaiful HMS, M. Si., belum berani memastikan kasus dugaan penggelapan anggaran operasional Perusda Tahun 2015 akan diserahkan ke Kejaksaan atau tidak. Pihaknya masih ingin melihat sejauh mana LHP-nya ditindaklanjuti perusahaan. “Kita lihat dulu tindak lanjutnya dari hasil LHP kita, sejauh mana mereka ada niatnya untuk menyelesaikan itu. Ke jaksa atau kemana itu kan liat dulu keadaan dia (Perusda, red),” ungkapnya kepada wartawan di kantornya, Senin (27/11). Diakui, memang terdapat kerugian negara yang ditemukan dalam kasus ini. Namun, ia tetap menolak menyebutkan jumlah pastinya. Atas kerugian negara yang informasinya mencapai ratusan juta itu, pihak perusahaan sudah berniat mengembalikan. Namun, nyatanya baru sebagian kecil yang diindahkan. Sejauh mana tindak lanjut pihak perusahaan terhadap LHP-nya, Moh. Syaiful justru menolak berkomentar. “Yang jelas ada kerugian negaranya. Soal pelimpahan ke Kejaksaan bukan dari saya, menunggu penyelesaian oleh perusahaan daerah sendiri. Saya sudah selesai periksa silahkan perusahaan untuk itu (selesaikan, red),”: jelasnya.
Kasus yang diduga menjerat direktur perusahaan dan beberapa pegawainya itu terungkap saat pemeriksaan Tahun 2015 lalu. Tenggang waktu satu bulan yang diberikan Ispektorat agar dilakukan pengembalian tak sepenuhnya diindahkan. Parahnya persoalan terus bergulir tanpa ada titik penyelesaian hingga 2017 ini. Sementara pihak kejaksaan yang sebelumnya berencana mengambil alih pun belum berbuat banyak, mereka justru hanya bisa menunggu pelimpahan kasus tersebut dari Inpektorat. “Kami kan hanya menunggu, nanti kan kalau diserahkan untuk ditindaklanjuti akan kita tindaklanjuti, tinggal menunggu LHP dari sana (Inspektorat, red),” kata Kasi Pidsus Kejari Dompu, Deddi Diliyanto, Selasa (21/11) lalu. Peluang untuk mengambil alih dengan alasan telah merugikan keuangan negara terlebih tidak berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah, Dedi Diliyanto menjelaskan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu sejauh mana Undang-undang administrasi pemerintahan itu dilaksanakan. Dan persoalan ini berbeda dengan kasus atau laporan yang diterima langsung kejaksaan, minimal pihaknya berhak mepertanyakan sejauh mana perkembangannya. “Karena memang ini bukan dari sini ya kami akan tetap menunggu seperti apa,” ujarnya. (jun)
muni begitu mobil tiba. Serta antusias mengantre untuk mengambil air. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pak polisi, karena telah memberikan bantuan air bersih pada kami,” kata Siti Hajar, salah seorang warga setempat. Menurutnya, krisis atau kekurangan air bersih di wilayah tersebut, disebabkan karena rusaknya saluran pipa milik PDAM yang hingga kini belum juga diperbaiki. Kata dia, pipa itu biasa menyalurkan air bersih untuk warga setempat. “Kebutuhan air bersih warga disini
hanya mengandalkan air PDAM. Jika macet atau gangguan tentu warga kesusahan mendapatkan air untuk digunakan setiap hari,” ujarnya. Sementara Kapolsek Asakota, Iptu M. Lutfi Hidayat SH, mengatakan, pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh pihaknya, bukan hanya kali ini saja. Menurut dia, sebelumnya melakukan pendistribusian air di wilayah lain yang kekurangan air bersih. “Yang jelas hal semacam ini akan terus dilakukan kedepan. Untuk membantu warga yang kekurangan air bersih,” pungkasnya. (uki)
Pilkada Kota Bima
Pendiri STKIP Taman Siswa Jajal Jalur Perseorangan Kota Bima (Suara NTB) Pendiri STKIP Taman Siswa Bima, Drs. H. Sudirman bakal maju sebagai Bakal Calon Walikota Bima melalui jalur perseorangan. Bersama dengan pasangan Bakal Calon Wakil Walikotanya, H. Syafiuddin SH, menyerahkan syarat dukungan ke KPUD Kota Bima, Senin (27/11). Pantauan Suara NTB, Sudirman dengan pasangannya tersebut diantar oleh para simpatisan dan pendukung menuju kantor KPUD. Mereka selanjutnya diterima oleh ketua KPUD, Bukhari S.Sos bersama jajaran dan langsung serahterima berkas syarat dukungan. Pada kesempatan itu, Sudirman mengatakan, syarat dukungan yang diserahkan oleh pihaknya tersebut tercatat sebanyak 13 ribu. Meski begitu pihaknya telah menyiapkan tambahan untuk mengantisipasi kekurangan. “Kami optimis syarat dukungan yang kami serahkan hari ini diterima KPUD. Namun untuk menjaga kekurangan, kita juga telah siapkan tambahan agar diperbaiki,” katanya. Sementara Ketua KPUD Kota Bima, Bukhari S.Sos mengatakan, syarat dukungan yang diserahkan oleh pasangan tersebut akan dihitung.
Memastikan apakah jumlah 13 ribu tersebut benar atau tidak. “Kalaupun demikian adanya, tentu akan kita terima untuk melakukan tahapan berikutnya, yakni verifikasi faktual,” katanya. Ia menambahkan, pada Pilkada Kota Bima 2018 mendatang, pasangan yang ingin maju melalui jalur perseorangan atau independen harus menyerahkan syarat dukungan minimal 10.435 dari jumlah penduduk yang memenuhi hak pilih. “Minimal syarat dukungan 10 persen pemilih yang tersebar di tiga kecamatan,” ujarnya.
Perlu diketahui, SudirmanSyaifuddin merupakan pasangan kedua melalui jalur perseorangan dan menyerahkan syarat dukungan. Sebelumnya atau Minggu (26/11), pasangan Subhan-Wahyuddin juga menyerahkan syarat dukungan serupa. Awalnya pasangan ini mengklaim menyerahkan syarat dukungan 17 ribu, namun setelah dihitung, hasilnya hanya sekitar 1.384. Hanya saja pasangan itu masih memiliki waktu hingga 29 November nanti untuk melengkapi kekurangan yang ada. (uki)
(Suara NTB/uki)
PERSEORANGAN - Pasangan jalur perseorangan, H. Sudirman didampingi H. Syaifuddin menyerahkan syarat dukungan kepada Ketua KPUD Kota Bima, Bukhari, di kantor KPU Kota Bima, Senin (27/11).
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
POLHUKAM
Halaman 8
Empat Balon Independen Mendaftar ke KPU, Ahmad Rusni Terpental Mataram (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB resmi menutup masa pendaftaran bakal calon Gubernur dan Balon Wakil Gubernur dari jalur independen, pada pukul 24:00 Wita, Minggu (26/11). Setelah resmi ditutup, tercatat ada empat pasangan balon yang datang untuk menyerahkan dukungannya ke KPU. dikembalikan oleh KPU, setelah KPU menggelar rapat pleno, Senin (27/11) siang kemarin. Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, dari empat pasangan tersebut, hanya pasangan Ahmad Rusni-Mahammad Nur yang tidak lolos ke tahap verifikasi administrasi dan faktual. “Abdul Hakim dan Dianul Hayezi yang lanjut ke penghitungan jumlah dukungan dan sebaran. Kalau pak Ahmad Rusni, ya kita sudah nilai perbaikannya, tapi tidak memenuhi syarat juga dari segi jumlah sebaran dan jumlah berkas,” jelas Aksar pada Suara NTB, Senin (27/11) kemarin. Padahal Ahmad Rusni
sudah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan berkas. Namun setelah ia kembali mengantarkan berkas perbaikannya pada menitmenit terakhir penutupan pendaftaran, Minggu malam lalu, berkas Ahmad Rusni tetap dikembalikan oleh KPU. Adapun sebab dokumen dukungan Ahmad Rusni dikembalikan karena dokumen dukungan pasangan bakal calon tidak memenuhi jumlah sebaran minimal syarat sebaran kabupaten/kota. Setelah KPU melakukan pengecekan terhadap hard copy model B 1KWK, hanya teridentifikasi sebaran dukungan di tiga kabupaten/kota dari sembilan sebaran dukungan yang tercantum dalam model B2-KWK.
Yenny Wahid : Gus Dur Bukan Hanya Pembela Minoritas
tidak dipisahkan antara yang asli dan dokumen salinannya. Begitu juga dengan lampiran dokumen dukungan berupa KTP atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan catatan sipil, tidak sesuai dengan urutan dukungan pada dokumen formulir model B1-KWK. (ndi)
Pertanyakan Hasil Penjualan Saham DMB
(Suara NTB/why)
CEK PASUKAN - Kapolda NTB, Firli Senin (27/11) mengecek kesiapan personel Brimob dan Sabhara yang disiagakan untuk penanggulangan bencana letusan Gunung Agung. Berita selengkapnya di halaman 1.
Budi Subagio Bayar Uang Pengganti, Sidang Tuntutan Diundur Lagi Mataram (Suara NTB) – Tuntutan pidana terhadap terdakwakorupsipengadaanalatpengering padi, Budi Subagio kembali urung dibacakan jaksa. Jaksa meminta penundaan hingga pekan depandenganalasanmerumuskan ulang surat tuntutan. Sebabnya, terdakwa mantan Kadiskop UMKM Provinsi NTB itu membayar uang pengganti dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Senin (27/11). Melalui penasihat hukumnya, Budi Subagio membayar uang pengganti sejumlah Rp 125 juta dari total nilai barang susut Rp 328 juta. Penyerahan tersebut dilakukan di hadapan majelis hakim yang diketuai Anak Agung Ngurah Rajendra. “Sebelum sidang tuntutan ini, terdakwa ada itikad baik,” kata penasihat hukum terdakwa Muhtar M Saleh didampingi Hijrat Prayitno. Inspektorat NTB dalam sidang sebelumnya menyebutkan barang yang sudah diserahterimakan memiliki nilai susut dari nilai sebenarnya. Alat pengering padi seharga Rp 688 juta dan dibeli pada tahun 2015 menurut Inspektorat menyusut nilainya menjadi Rp 328 juta. “Kami belum tahu hasil per-
(Suara NTB/why)
BAYAR - Jaksa penuntut umum, Budi Tridadi Wibawa menghitung uang pengganti dari penasehat hukum Budi Subagio, Hijrat Prayitno di hadapan majelis hakim, Senin (27/11). timbangannya nanti seperti apa itu terserah jaksa, apakah kerugian negara atau penyusutan. Uang pembayaran ini khusus untuk terdakwa Budi Subagio,” kata Muhtar. Sementara jaksa penuntut umum, Budi Tridadi Wibawa mengatakan akan menghitung kembali penyerahan uang tersebut dan menitipkannya di rekening khusus Kejati NTB. Atas pembayaran uang pengganti itu, dia perlu untuk merumuskan kembali surat penuntutan. “Agar tidak salah administrasi dan juga ini memengaruhi pertimbangan jaksa dalam menyusun surat tuntutan,” jelasnya. Hakim kemudian menunda sidang hingga Rabu (6/11) pekan
depan. sidang akan dilanjutkan denganagendatuntutanterdakwa. Mantan Kadiskop UMKM Provinsi NTB, Budi Subagio didakwa menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan alat pengering padi untuk kelompok tani tahun 2015. Pengadaan alat senilai Rp 688 juta itu tidak tepat sasaran untuk kelompok tani Sayang Daye II Sayang-Sayang, Mataram. Dalam proyek itu terdakwa berperan sebagai pejabat pembuat komitmen saat masih menjabat sebagai Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi NTB – sekarang Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. (why)
Satpol PP Se - Pulau Lombok Bakti Sosial di Lokasi Bencana Banjir Bandang Lotim Selong (Suara NTB) Satpol PP Provinsi NTB bersama Satpol PP se - Pulau Lombok melaksanakan bakti sosial di lokasi bencana banjir bandang di Dusun Orong Bukal, Desa Sepapan Kecamatan Keruak, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (25/11). Kepala Satpol PP Provinsi NTB, Drs. Lalu Dirjaharta, M.Si menjelaskan kegiatan ini dimulai dari pembersihan sungai dari sampah-sampah guna memperlancar aliran air. Kemudian pembersihan jalan dari tumpukan material akibat tergerus oleh air ketika terjadi bencana beberapa waktu lalu. Selain itu, kata mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB ini, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk lebih mengakrabkan antar sesama anggota Satpol PP di NTB. Namun yang tak kalah pentingnya juga agar masyarakat merasakan kehadiran anggota Satpol PP ketika terjadi bencana seperti ini. (nas/*)
Selanjutnya, dokumen dukungan dan sebaran persyaratan, juga tidak dikelompokkan berdasarkan wilayah desa atau kelurahan dan kecamatan, sehingga tidak sesuai dengan rekap model B2-KWK. Fakta berikutnya yang ditemukan KPU yakni, bahwa dokumen dukungan dan sebaran
Kepala Satpol PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta foto bersama dengan Kepala Satpol PP Se - Pulau Lombok dan para Kepala Satpol PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta turun langanggota di sela-sela bakti sosial sung bersama anggota membersihkan sungai dari sampah.
Anggota Satpol PP Se - Pulau Lombok membersihkan sungai dari sampah pasca banjir bandang di Dusun Orong Bukal Desa Sepapan Kecamatan Keruak.
FRAKSI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pemandangan umum fraksinya terhadap RAPBD NTB tahun anggaran 2018 yang disampaikan oleh eksekutif, dalam rapat paripurna DPRD NTB, Senin (27/11) kemarin, mempertanyakan sisa hasil penjualan saham PT. DMB yang sampai saat ini belum diterima oleh daerah. “Terkait dengan penjualan saham daerah pada PT NNT, apa langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Johan Rosihan Rosihan Johan pemerintah daerah untuk memastikan dana hasil penjualan tersebut masuk ke kas daerah. Dimana dalam RAPBD 2018 hanya dianggarkan sebesar 40 miliar saja. Bagaimanakah rencana dan tahapan PT DMB untuk menyetorkan hasil penjualan saham tersebut ke kas daerah,’’ kata Ketua Fraksi PKS, Johan Rosihan, ST saat menyampaikan pandangan fraksinya. Hal itu ia pertanyakan karena pada APBD 2018 ini, terdapat sejumlah keadaan yang patut dicermati. Yaitu, menurunnya penerimaan daerah. Pada APBD-P 2017 terdapat tambahan penerimaan dari pembayaran penjualan aset LIA (Lombok Internasional Airport) senilai 106 miliar, juga pelunasan piutang dividen dari PT DMB yang mengangkat penerimaan daerah lebih dari 150 miliar. “Ini artinya pada tahun anggaran 2018, NTB akan kehilangan potensi penerimaan lebih dari 150 miliar. Disisi lain, belanja pada APBD 2018, terdapat belanja untuk pelaksanaan Pilkada 2018 yang sangat besar. Alokasi terkait penyelenggaraan Pilkada ini berdampak pada struktur alokasi untuk urusan pemerintahan lainnya yang memerlukan penyesuaian alokasi tanpa mengurangi kualitas pembangunan di NTB,” ungkapnya. Fraksi PKS memberikan catatan pada pemerintah daerah untuk memperkuat struktur pendapatan daerah, guna mengurangi tekanan terhadap struktur APBD Tahun Anggaran 2018 melalui upaya yang lebih serius terkait sejumlah potensi penerimaan daerah yang bisa diusahakan secara optimal. “Fraksi PKS memandang, dengan memasukkan hasil penjualan saham milik pemerintah daerah pada PT NNT yang bernilai lebih dari 400 miliar akan sangat membantu menenangkan postur APBD NTB 2018,” ujarnya. Dibandingkan dengan APBD-P 2017, pendapatan daerah direncanakan tumbuh 3,30 persen. Target pertumbuhan tersebut dapat disebut cukup rendah jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan pendapatan dalam delapan tahun terakhir yang pada umumnya di atas 10 persen. (ndi)
(Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Direktur Wahid Institut yang juga Putri KH. Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid), menanggapi sejumlah catatan terkait kiprah Presiden keempat Indonesia itu. Salah satunya, terkait persepsi bahwa Gus Dur adalah pembela kaum minoritas. Bagi Yenny, Gus Dur bukan sebatas pembela kaum minoritas, melainkan pembela kaum yang dilemahkan. “Gus Dur bukan hanya pembela minoritas. Gus Dur itu pembela orang-orang yang dilemahkan. Mau dia dari mayoritas, minoritas, kalau dia dilemahkan, dibela sama Gus Dur,” ujarnya. Penegasan itu disampaikan Yenny Wahid dalam Diskusi Publik bertajuk “Belajar Dari Model Ekonomi Gus Dur”, yang digelar West Nusa Tenggara Development Centre (WNTDC), di Hotel Grand Legi, Mataram, Sabtu (25/11). Diskusi yang dipandu Yos Nggarang itu juga menghadirkan Gede Sandra dan Dr. Anas Zaini sebagai pemateri. Yenny mengutarakan, di orde baru, Nahdlatul Ulama (NU) sesungguhnya juga menjadi kelompok yang dilemahkan. Yenny pun secara blak-blakan menuturkan sejumlah insiden saat, NU harus berhadapan dengan represi dari aparat saat menjalankan syariat yang menjadi keyakinan mereka. Misalnya, saat ada kelompok yang menggelar salat Idul Fitri berbeda dengan yang telah ditetapkan pemerintah. “Mau idul Fitri aja, kalau nggak ikut pemerintah nggak bisa.. Sekarang lebaran bisa beda. Dulu nggak bisa. Kalau pemerintah lebaran hari ini, ya harus hari ini,” ungkap Yenny. Tentunya, bukan NU saja yang mengalami perlakuan semacam ini. Para aktivis, menurut Yenny juga kerap mendapatkan pembelaan dari Gus Dur saat jiwa mereka terancam. Terkait model perekonomian yang dibangun di era kepemimpinan Gus Dur, Gede Sandra mengungkapkan sejumlah temuan yang ternyata sangat mengesankan. Menurut Gede Sandra,kinerja perekonomian yang meninggalkan legasi yang cukup kuat ini ditopang tim ekonomi yang mumpuni, di bawah komando Rizal Ramli. Selama era Gus Dur, indeks gini Indonesia berada di titik terendah sepanjang 50 tahun terakhir, yaitu sebesar 0,31. Yang terdekat dengan pencapaian ini adalah era Suharto di tahun 1993, dimana indeks gini sebesar 0,32. Bedanya, rezim Suharto perlu 25 tahun untuk menurunkan indeks gini dari 0,37 (1967) ke 0,32 (1993). Gus Dur cuma perlu kurang dari dua tahun untuk mencapai turunkan dari 0,37 ke 0,31. Gede pun mengulas rahasia di balik pencapaian ini. Salah satu kuncinya adalah karena Gus Dur berani menolak resep ekonomi IMF-Bank Dunia yang menganjurkan pengetatan anggaran. Sebaliknya, tim ekonomi Gus Dur justru lebih mengadopsi kebijakan berbasis strategi pertumbuhan. Dr. Anas Zaini mengutarakan, Gus Dur membenahi pondasi pembangunan dengan perbaikan di sektor pertanian. Hal ini karena mayoritas masyarakat Indonesia memang sejatinya adalah petani. “Kalau petani sejahtera, maka daya beli mereka naik,” imbuhnya. Hanya saja, ia menilai, kegagalan Gus Dur adalah karena ia tidak bisa melawan para rentseeker alias para pemburu rente yang berhasil menumbangkannya. (aan/*)
(Suara NTB/ndi)
SERAHKAN DUKUNGAN - Pasangan Abdul HakimSuminggah saat datang menyerahkan berkas dukungannya ke KPU Minggu (26/11), pukul 22.00 Wita.
Di Bawah Kendali Operasi Bawaslu POLA kerja Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada serentak 2018 akan sedikit berbeda. Aparat penegak hukum akan bekerja langsung di bawah koordinasi Bawaslu. Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Kristiaji menerangkan, pola seperti itu untuk memudahkan dan mempercepat koordinasi penanganan laporan dugaan pelanggaran UU Pemilu. “Kalau dulu kan bolak-balik. Sekarang anggota kita penuh di bawah kendali operasi (BKO) Bawaslu,” ujarnya. Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda NTB sudah menyelesaikan sosialisasi pola kerja tersebut ke Polres-polres jajaran. Khususnya di wilayah yang akan menggelar Pilkada serentak. Pola kerja itu untuk mengefektifkan rentang waktu penanganan. Koordinasi yang baik mengantarkan penuntasan kasus yang komprehensif. “Bahwa sistem pelaporan pelanggaran Pilkada penyidik di bawah kendali operasi dengan Bawaslu dengan begitu laporan dapat langsung ditangani untuk batas waktu 14 hari,” paparnya. Pihaknya mengantisipasi sejumlah laporan pelanggaran UU Pemilu yang berpotensi dilanggar, yang paling lazim kampanye hitam dan politik uang. “Ditambah lagi sekarang sudah ada medsos, patut kita waspadai juga kampanye hitam yang berseliweran di medsos ini,” tutup Kristiaji Kristiaji. (why)
(Suara NTB/dok)
(Suara NTB/aan)
DISKUSI - SuasanaDiskusi Publik bertajuk “Belajar Dari Model Ekonomi Gus Dur”, yang digelar West Nusa Tenggara Development Centre (WNTDC), di Hotel Grand Legi, Mataram, Sabtu (25/11).
Empat pasangan tersebut yakni, pasangan H. Moch. Ali Bin Dachlan-L. Gde. M. Ali Wiresakti Amir Murni, (AliSakti) yang datang menyerahkan pada hari pertama. Pasangan kedua yakni H. Ahmad Rusni-Muhammad Nur. Pasangan selanjutnya pasangan Abdul Hakim-Lalu Suminggah dan Dianul Hyezi - Sri Sudarjo, datang menyerahkan dukungannya ke KPU di menit-menit terakhir penutupan, Minggu (26/11) malam. Namun demikian, dari empat pasangan tersebut, hanya tiga pasangan yang dinyatakan layak oleh KPU untuk diterima dan diverifikasi administrasi dan faktual. Sementara satu pasangan, yakni Ahmad Rusni-Muhammad Nur, berkasnya tetap
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
BUDAYA DAN HIBURAN
Halaman 9
Wisatawan Panik, Tebing Pusuk Sembalun Longsor Mataram (Suara NTB) – Taman Wisata Pusuk masih menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Lembah Sembalun. Namun Senin (27/11) kemarin terjadi longsor di tebing pusuk yang mengakibatkan jalan menuju dan dari Pusuk tertutup timbunan tanah. Wisatawan yang berada di sekitar lokasi pun panik, karena hampir semua jalan menuju Pusuk terdapat tebing-tebing. “Kan itu mau pulang dari Sembalun, terus ada suara gemuruh kirain suara petir karena mau hujan ternyata tebingnya longsor. Jadi tidak bisa lewat,” Aku Lily Ariyanti, Senin (27/11). Longsor yang terjadi pada Senin siang itu cukup mengganggu perjalanan wisatawan. Pasalnya jalan satu-satunya menuju dan dari Sembalun ke dari kawasan Lombok Timur terimbun tanah setinggi kurang lebih dua meter. “Tidak lama setelah itu ada petugas yang datang membersihkan tanahnya, tapi tebingnya longsor lagi. Jadi tambah tinggi timbunannya,” akunya. Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan terkait adanya korban. Namun banyak wisatawan yang tidak dapat berkunjung ke destinasi wisata lainnya akibat longsor ini. Lily misalnya, ia sebenarnya ingin berkunjung ke wisata Lemor. Namun karena kejadian ini, ia mengurungkan niatnya karena waktu yang tidak memungkinkan.
(Suara NTB/ist)
LONGSOR - Longsor tebing Pusuk mengakibatkan jalan tertimbun tanah. Sejumlah wisatawan menunggu petugas yang sedang membersihkan tanah sisa longsor. “Sebenarnya mau ke destinasi lain, tapi karena waktu yang tidak memungkinkan jadinya dibatalkan,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan pelaku pariwisata asal Lombok Timur Bery Putra. Ia sebenarnya ingin mengajak tamunya berkunjung ke destinasi lain di Lombok Timur. Namun longsor yang terjadi di tebing Pusuk membuat ruang geraknya menjadi terbatas. “Untung tamu saya menger-
ti, karena ini kejadian yang tidak pernah diprediksi sebelumnya,” ujarnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Juhad mengimbau agar wisatawan berhatihati. Karena jalan menuju Pusuk Sembalun yang berkelok dan menanjak di musim hujan cukup berisiko. Meski demikian, ia tetap berharap wisatawan dapat menikmati perjalanannya. (lin)
Banyak Destinasi Wisata Baru di Pulau Sumbawa Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB menyimpan banyak keindahan. Tidak saja Trawangan atau Mandalika, tapi juga destinasi lain di Pulau Sumbawa. Selama ini, Pulau Sumbawa terkenal dengan Pulau Moyo yang menjadi salah satu destinasi wisata utama. Namun belakangan semakin banyak destinasi wisata baru yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Destinasi baru yang bisa dijadikan sebagai tujuan wisata, misalnya Air Terjun Ai Beling di Sumbawa, Air Terjun Oi Panihi di Dompu, Pulau Kelapa di Bima dan masih banyak lainnya. Beberapa tujuan wisata baru ini belum begitu diketahui oleh wisatawan, karena tidak termasuk dalam paket wisata dan tidak atau belum dipromosikan oleh Pemda. Sebelumnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB H. Afan Ahmad, M.Si mengatakan bahwa pihaknya hanya mempromosikan desti-
nasi wisata yang sudah siap. Terutama infrastruktur ke destinasi wisata itu. Sehingga wisatawan yang datang merasa senang dan nyaman dengan kunjungannya. Namun pihaknya juga tidak menampik saat ini sudah banyak destinasi wisata baru yang dipromosikan oleh masyarakat setempat melalui media sosial. “Kita memang promosikan destinasi yang sudah siap dari segala sisi. Kalau ada destinasi yang sudah siap, bisa beritahu kami, nanti kami tindak lanjuti. Sekarang juga sudah banyak media promosi, apalagi perkembangan teknologi saat ini bisa dijangkau oleh siapa saja dan dari mana saja,” ujarnya. Adapun beberapa destinasi wisata baru yang mungkin dapat dijadikan sebagai referensi berlibur, yaitu Pantai Kencana, Pantai Sili dan Maci, Gua Liang Petang, Pulau Kenawa, Gili Bedil dan Gili Keramat. Bukan hanya itu saja, masih ada beberapa destinasi yang dapat dikunjungi di Kabupaten Dompu selain Pantai Lakey dan Satonda.
Misalnya Bukit Matompo, Nisa Pudu, Air Terjun Di Sori Oi Marai, Pantai Hodo, Air Terjun Panca Sanea, dan masih banyak lainnya. “Pemda setempat harus mengelola dan maksimalkan semua potensi yang dimiliki. Kalau kami memang tugasnya melakukan promosi, berdasarkan dari rekomendasi Pemda. Karena Pemda lah yang tahu mana destinasi yang sudah siap untuk dipromosikan,” ujarnya. Kesiapan yang dimaksud yaitu memiliki toilet, musala, pengelola dan beberapa persyaratan lainnya. Termasuk keamanan dan pertimbangan kenyamanan wisatawan. Siap yang dimaksud juga tidak hanya berkaitan dengan obyeknya, namun juga SDM di sekitar destinasi. “Masyarakat juga harus dipersiapkan agar terbiasa kedatangan tamu. Ini juga yang harus kita pertimbangkan. Selain memang persoalan fasilitas dasar yang menjadi hal utama,” ujarnya. (lin)
Nurdin Ranggabarani Tutup Porkasi Mahasiswa 2017 Mataram (Suara NTB) Pimpinan Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, SH., MH., menutup Pekan Olahraga, Pendidikan dan Seni (Porkasi) 2017, di Gelanggang Pemuda dan Olahraga, Mataram, Sabtu (25/11) malam. Porkasi 2017 yang diselenggaran selama satu bulan penuh, sejak 25 Oktober 2017 lalu, diselenggarakan oleh Forum Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa (FKPPMS) bersama Forum Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa Barat (FKPPMSB). Forkasi 2017, diikuti oleh 32 Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa (IKPPM) seluruh kecamatan di dua kabupaten, yaitu Sumbawa dan Sumbawa Barat. Pada acara penutupan tersebut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, Dewan Pembina FKPPMS Mataram, Ir. Mokhlis, MSi, Ketua NPI Megawati Lestari, SH., serta beberapa tokoh masyarakat Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta pemuda pelajar dan mahasiswa Sumbawa dan Sumbawa Barat. Dalam sambutannya, Nurdin Ranggabarani berharap agar event ini dapat dijadikan
(Suara NTB/ist)
DITUTUP - Nurdin Ranggabarani, bersama Kadispora NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, Dewan Pembina FKPPMS Mataram, Ir. Mokhlis, MSi, Ketua NPI Megawati Lestari, serta para mahasiswa, saat penutupan Porkasi 2017. forum silaturrahim antar lui prestasi yang membanggapara pemuda pelajar dan ma- kan selama menempuh pendidhasiswa dari kedua kabupat- ikan maupun setelah berkiprah en di Tana Samawa tersebut. nantinya pada bidang yang Sehingga akan terjalin se- ditekuni masing-masing. Sementara itu, Kadispora mangat ukhuwah, persatuan, persaudaraan serta solidari- NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin tas diantara para pemuda merasa bangga dan salut kepapelajar dan mahasiswa Tana da kreatifitas para pemuda pelSamawa yang sedang menun- ajar dan mahasiswa dari kedua Kabupaten Tana Samawa tut ilmu di Mataram. Politisi PPP itu juga berpe- tersebut. “Luar biasa talenta san agar para pemuda pelajar yang dimiliki oleh para generasi dan mahasiswa Tana Samawa muda kita. Saya salut dan bangdapat menjadi duta-duta ga. Dan ini harus mendapat perpenebar semangat Sumbawa hatian pemerintah dan kita seHebat dan Bermartabat mela- mua,” pungkasnya. (ndi/*)
Gili Nanggu, Pantai Indah di Lombok Barat Giri Menang (Suara NTB) – Selain Gili Kedis dan Gili Tangkong,GiliNanggujugamenjadi salah satu destinasi utama saat wisatawan berkunjung ke Lombok Barat. Gili ini tidak saja indah dengan pasir putihnya, namun bawah lautnya juga sangat indah. Sehingga tidak heran jika banyak wisatawanpecintaolahragamenyelam yang berkunjung ke gili ini. GiliNangguberadadiSelatLombokataudipesisirbaratPulauLombok. Secara administratif, pulau ini beradadiwilayahKecamatanSekotong, Kabupaten Lombok Barat. Untuk mencapai Gili Nanggu cukup mudah. Dari Mataram, wisatawan bisa menuju Pelabuhan Lembar yang berjarak sekitar 27 Km, dengan kendaraan, dan selanjutnya menggunakan perahu atau kapal cepat selama 35 menit. “Aksesnya mudah, karena jalan di Sekotong juga bagus. Se-
lain itu pantainya juga bagus, pemandangan bawah lautnya juga bagus. Semuanya bagus,” kata wisatawan asal Yogyakarta Pipit Sovia yang telah berkunjung ke Gili Nanggu, Senin (27/11). Gili Nanggu memiliki pantai yang cantik dengan hamparan pasirnya yang putih serta lautnya yang biru. Suasana alamnya yang hening, membuat pulau ini menjadi pilihan yang tepat bagi para pasangan yang ingin berbulan madu. Matahari tenggelam merupakan momen yang paling indah di pulau seluas sekitar 12 hektar ini. Di Gili ini sudah tersedia berbagaifasilitasyangdapatmemudahkan wisatawan, termasuk soal akomodasiyangcukupberagam.Selain memiliki pilihan akomodasi yang beragam, di tempat ini turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari wahana
(Suara NTB/lin)
GILI NANGGU - Wisatawan sedang menikmati suasana di Pantai Gili Nanggu. watersports,joggingtrek,perlengka- berkunjung melalui rute lain. pan divingatausnorkeling yangbisa Yaitu lewat Tawun, di Sekotong, yang berjarak 47 km. Kemudian digunakan oleh wisatawan. “Kalau mau menyelam tidak menggunakan kapal cepat selaperlujauh-jauh,dipinggirsajasudah ma 15 menit. Sekotong juga dapterlihatbanyakikandanbawahlaut- at diakses langsung dari Bandara Internasional Lombok dengan nya yang indah,” ujarnya. Wisatawan juga dapat waktu tempuh satu jam. (lin)
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
PENDIDIKAN
Halaman 10
Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB
Pascasarjana Gelar Seminar Nasional Tangkal Ekstremisme dan Terorisme Intelektual Mataram (Suara NTB) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar Seminar Nasional pada hari Sabtu (25/11/17) di Hotel Golden Palace. Kegiatan yang mengusung tema “Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Dalam menanggulangi Kekerasan dan Ekstremisme” mengundang narasumber Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Dirjen Pendis, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya dan Rektor UIN Mataram. Kegiatan ini menghadirkan 150 orang dari kalangan mahasiswa pascasarjana, pimpinan pondok pesantren dan LSM. Direktur Pascasarjana UIN Mataram Prof. Dr. Suprapto M.Ag., dalam laporan pengantarnya menyampaikan di peng-
hujung tahun ini fenomena kekerasan, radikalisme, ekstremisme dan terorisme masih menjadi persoalan serius yang dihadapi bangsa ini. Tak kurang dari 200 kasus kekerasan termasuk kekerasan berbasis agama setiap tahunnya terjadi. Sejumlah konflik bernuansa kekerasan masih menghiasi media massa terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Sulawesi, Sumatra, Aceh, Maluku, dan NTB. Maksud dan tujuan diadakan seminar nasional ini adalah untuk mengkaji fenomena kekerasan, radikalisme dan ekstremisme. Kemudian juga untuk mensosialisasikan nilai-nilai luhur agama untuk gerakan kontra radikalisme dan ekstremisme. Selain itu juga dihajatkan untuk men-
Tingkatkan Inovasi dan Kreativitas TANTANGAN yang harus dijawab oleh perguruan tinggi keagamaan seperti Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram yaitu peningkatan inovasi dan kreativitas perguruan tinggi. Terutama dalam mengemas berbagai program. “Masih kurangnnya inovasi dan kreativitas untuk mengemas sesuatu, dan sering kita menyalahkan pihak luar atau keadaan. Tapi kira sering lupa ‘mencari’ kembali agar terus (Suara NTB/ron) bisa eksis. Padahal saya lihat Ni Putu Listiawati ruang agama itu di mana saja masuknya, tapi kita masih terpaku,” ujar Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Dr. Ni Putu Listiawati, SE., Ak., MM. Berbagai langkah sudah dilakukan oleh STAHN Gde Pudja Mataram agar tetap eksis. Menurut Putu Listiawati, kampus dianalogikan seperti manusia, ada badan dan jiwa. Penataan badan, STAHN harus terlihat bersih, rapi, dan sehat dengan lingkungan yang teratur dan nyaman. Penataan pada jiwa, seperti peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ditingkatkan melalui pelatihan, kesempatan mengikuti lokakarya, dan kegiatan akademis lainnya. “Sehingga pelayanan bisa berjalan lebih baik,” katanya. Sementara pada pembinaan mahasiswa, pihaknya mencari cara agar setelah lulus, mahasiswa tidak hanya berorientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurutnya ada ruang lain yang bisa mereka lakukan. Pihaknya sudah membuka berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dari kegiatan UKM itu, diharapkan mahasiswa bisa terampil, karena selain kegiatan organisasi, mahasiswa juga kerap melaksanakan seminar atau kegiatan lainnya secara mandiri. (ron)
ingkatkan peran warga kampus dalam gerankan penanggulangan kekerasan, ekstremisme dan radikalisme Menurutnya, pelaku kekerasan tidak memandang usia termasuk yang paling menyedihkan adalah kalangan remaja. Keterlibatan kalangan remaja dalam kekerasan merambah di sekolah-sekolah, pondok pesantren termasuk perguruan tinggi. Untuk itu, diperlukan programprogram untuk menanggulangi kekerasan dan ekstremisme dari semua kalangan termasuk perguruan tinggi sebagai agen penting dalam menyebarluaskan dan mensosialisasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil- alamin. Rektor Dr. H. Mutawalli dalam sambutannya mengungkapkan persoalan terorisme bukan soal pelaku, jaringan
dan aksi saja, namun juga ideologi yang dapat mengancam persatuan bangsa. Kegiatan ini merupakan pembekalan kepada masyarakat khususnya dunia kampus tentang dampak buruknya jika tidak mengetahui tentang berbagai bentuk kekerasan dan ekstremisme. Tafsir pemahaman tentang istilah kekerasan yang berkembang seringkali disandarkan pada agama, padahal dalam semua lini kehidupan sering kali ditemukan penyimpangan dalam bentuk kekerasan. Lebih lanjut beliau menjelaskan, bagaiamanpun kita sebagai masyarakat harus peka terhadap situasi dan perkembangan sebagai dampak kemajuan teknologi, sehingga kita tidak mudah terpengaruh dengan provokator
terhadap apa yang diyakini, mengatasnamakan agama dan lain sebagainya. Yang tidak kalah pentingnya juga adalah menangkal bahaya laten terorisme intelektual yang sering saling menjatuhkan satu sama lain. Termasuk, menghukum dengan konsep pemikiran, bahkan tidak jarang kita dengar betapa mudahnya orang saling mengkafirkan satu sama lain, nauzubillahiminzalik. Dalam hal ini, ujarnya, kita perlu memperkuat komitmen dan tekad melawan gerakan ekstremisme. Artinya sebagai warga negara wajib untuk menjunjung tinggi ideologi Pancasila, Konstitusi UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Mahasiswa sebagai garda terdepan perlu dilibatkan
(Suara NTB/ist)
SERAHKAN - Kepala MTsN 3 Mataram Lalu Sirajul Hadi menyerahkan piagam penghargaan kepada guru profesional dan guru teladan.
dalam memelihara keutuhan NKRI. Kami mengajak semua civitas akademika UIN Mataram untuk terus meningkatkan kesadaran dan kewasp-
adaan. Kampus harus membentengi mahasiswa dari berbagai paham ekstremisme dengan pendekatan Islam Rahmatan Lil-’Alamin. (dys)
Komunitas Dituntut Tingkatkan Kualitas Guru Mataram (Suara NTB) Guru dituntut untuk meningkatkan kompetensinya pada sekarang ini. Saat ini pemerintah mewajibkan guru meningkatkan kompetensinya melalui komunitas guru seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) guru mendapatkan pelatihan. “Mereka wajib masuk dalam komunitas itu, kemudian mereka mendapatkan pelatihan,” kata Kepala UPTD Layanan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (Dikmen dan PK-PLK) Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R., ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin. Cara yang bisa lakukan, ujar mantan Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan
Dinas Dikbud NTB, melalui tutorial secara daring, metode tatap muka, atau kombinasi daring dan tatap muka. Terkait dengan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 yang masih rendah di NTB, karena berada di bawah rata-rata nasional. Rosyidin mengatakan, dari pemerintah pusat, memberikan layanan, dari hasil UKG itu petanya terlihat, ada 10 aspek yang dinilai, dari 10 aspek itu nanti guru akan
mengetahui posisinya di mana. “Misalnya aspek 3 atau 5, guru dapat mengakses di info GTK. Begitu guru mengklik nomor yang sudah dipunyai , bisa dilihat 10 aspek itu mana yang merah,” urainya. Aspek kompetensi yang masih merah itu ditingkatkan untuk melampaui atau mencapai standar minimal UKG. Harapannya, nanti setelah selesai program peningkatan kompetensi itu, guru akan dites lagi. Dibandingkan hasil awal,
akan diberikan perlakuan tertentu. “Kalau nanti hasilnya melampaui passing grade, maka nanti guru itu, di info GTK itu nilainya menjadi hijau. Itu yang sudah didesain secara nasional,” kata Rosyidin. Sementara di pemerintah provinsi yang menggunakan dana APBD, dilakukan penguatan kompetensi MGMP. Rosyidin mengakui, pihaknya sudah mengumpulkan beberapa komunitas MGMP untuk diberikan penguatan, khususnya di aspek kemampuan guru menyusun bahan ajar. Selain itu, penguatan kemampuan guru dalam menyusun instrumen evaluasi belajar. Menurutnya, guru juga harus paham dan bisa meny-
usun soal standar. “Apa yang diajarkan, harus sesuai dengan soal,” katanya. Tak hanya itu, guru juga dibekali dengan paradigma guru abad 21. Menurutnya perlu ditekankan tantangan di bidang pendidikan. Tantangan pada abad 21 ini, harus disongsong dengan kemampuan yang lebih. “Paling penting, orang itu tdak harus memliki kemampuan tinggi pada pengetahuan tapi juga pada wisdom, bagaimaan hidup dalam komunitas yang beragam, perusahaan itu lebih senang mendapatkan orang-orang yang aspek sikapnya bagus, orang yang jujur, orang yang punya tingkat survival tinggi,” kata Rosyidin. (ron)
’’Andalusia Parenting Community’’ Gelar Seminar
MTsN 3 Mataram Peringati Hari Guru dengan Berbagai Kegiatan Mataram (Suara NTB) Dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang ke 23 tahun 2017, MTsN 3 Mataram melaksanakan berbagai macam kegiatan. Momen hari guru tahun ini juga dilakukan pemilihan guru profesional dan guru tauladan versi siswa. Dari hasil pemilihan tersebut, untuk kategori guru profesional versi siswa, yang memperoleh voter terbanyak yakni Bayanan S.PdI., selaku guru profesional dan Hurun In, S.Pd., selaku guru teladan. Kepala MTsN 3 Mataram, Dr. Lalu Sirajul Hadi, M.Pd., mengatakan, ini pilihan siswa-siswa sendiri, tidak ada rekayasa, tidak ada yang mengarahkan dan tidak ada yang menekan, murni voter dan pilihan dari siswa siswi MTsN 3 Mataram dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Bayanan, S.PdI, yang sehari-hari mengajar mata pelajaran Fiqih itu tidak menyangka, akan terpilih sebagai guru profesional versi siswa. “Saya terkejut dan sekaligus terharu, ini juga penghargaan sekaligus sebagai amanah, semoga saya bisa mengemban status ini dengan baik,” jelasnya. Selain itu juga, oleh kepala madrasah diberikan penghargaan kepada pembina dan pelatih ekstrakurikuler berprestasi selama satu tahun pelajaran. Pihak madrasah juga melaksanakan pemilihian juara kelas terbersih, sebanyak 15 ruang kelas belajar dilombakan kebersihannya dan dinilai oleh tim juri secara objektiv, dan beberapa kegiatan lomba lainnya seperti lomba puisi guru, tangkap belut dan lomba lari karung. Puncak acara peringatakan hari guru nasional tahun 2017 di MTsN 3 Mataram adalah dilaksanakannya upacara di lapangan madrasah, yang kemudian dirangkai dengan kegiatan bakti sosial berupa penyerahan sembako kepada korban banjir di Lombok Timur dan kepada panti asuhan di sekitar wilayah kota Mataram. (ron)
(Suara NTB/ist)
SAMBUTAN- Rektor UIN Mataram H. Mutawalli memberikan sambutan pada seminar nasional yang digelar Pascarsarjana UIN Mataram, Sabtu (25/11).
(Suara NTB/ist)
BERIKAN - Kepala SMPN 16 Mataram, Suraji memberikan sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar sekolah pada peringatan HGN di SMPN 16 Mataram, Sabtu (25/11) lalu.
Peringati Hari Guru
SMPN 16 Mataram Bagikan Sembako pada Warga Mataram (Suara NTB) Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), SMPN 16 Mataram menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Salah satu yang menarik adalah pemberian bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga sekitar sekolah. “Berbeda dengan sekolah lain, guru yang diberikan sesuatu oleh siswa, kami di SMPN 16 Mataram, para guru dan siswa memberikan sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar sekolah,” kata Kepala SMPN 16 Mataram, Suraji, S.Si., ditemui di sela-sela kegiatan peringatan hari guru nasional di SMPN 16
Mataram, Sabtu (25/11) lalu. Ia mengatakan, kegiatan peringatan HGN di SMPN 16 Mataram dimulai sejak Jumat (24/11) lalu. Warga sekolah dari para guru, siswa, dan pegawai melakukan jalan santai di sekitar sekolah. diiringi dengan drum band dan pakaian khas ekstrakurikuler para siswa SMPN 16 Mataram, seperti pencak silat, karate, paskibraka dan sebagainya. Pada hari Sabtu, dilaksanakan upacara memperingati HGN, dilanjutkan dengan bazaar khusus siswa kelas IX dan pentas seni dari para siswa, seperti tarian, band, dan lainnya. Termasuk, pembagian sembako bagi warga kurang mampu di sekitar sekolah.
Pembagian sembakoitu, menurut Suraji sebagai wujud kepedulian pihak sekolah kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu. Selain itu, dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan, agar masyarakat lebih mengenal SMPN16 Mataram, karena selama ini masyarakat sekitar sekolah, banyak yang lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain. Terkait dengan hari guru, Suraji memaknainya sebagai kesempatan bagi guru untuk meningkatkan pelayanan dan profesionalitas kepada peserta didik. “Insya Allah yang kami berikan dapat menjadi bekal anak-anak kami menjadi orang yang sukses di kemudian hari,” harapnya. (ron)
Mataram (Suara NTB) Andalusia Parenting Community menyelenggarakan seminar parenting di Hotel Lombok Plaza, Minggu (26/11). Seminar itu mengusung tema tantangan pengasuhan anak di era digital. Melalui seminar diharapkan orang tua bisa mengantisipasi besarnya dampak gadget saat ini. Menurut Kepala TKIT-KBIT Andalusia Islamic Pre School, Choirina Dwi Nafisah, Andalusia Parenting Community menyelenggarakan seminar ini, karena mengingat besarnya dampak gadget terhadap perilaku dan pola asuh orang tua. “Jadi penting untuk orang tua mengetahui bagaimana cara mendidik dan menerapkan pola asuh kepada anak pada era digital ini,” paparnya. Melalui seminar yang diikuti masyarakat umum dan guru-guru PAUD itu, pihaknya ingin mengajak orang tua bersama-sama memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Orang tua dapat mendidik, mengawal, mendampingi anak, serta mampu membentuk karakter anak. “Juga mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam pola asuh anak,’’ harapnya Sementara itu, menurut psikolog yang juga Ketua HIMPSI NTB, Lalu Yulhaidir, M.Psi,
psikologi Ketua HIMPSI NTB, anak milenial dan gadget sangat tidak bisa dipisahkan. Pertumbuhan secara fisik dan psikologis anak pada era digital ini, empat kali lebih cepat dari generasi-generasi terdahulu. Jadi, pola asuh yang diterapkan terdahulu dengan era sekarang sangatlah berbeda. “Anak tidak cukup menjadi anak baik, tetapi harus bisa diajarkan ini layak atau tidak layak, ini pantas atau tidak pantas, ini boleh atau tidak boleh, jadi anak dibentuk dari pola asuh yang diterapkan orang tua di rumah,” jelasnya, yang juga Ketua JSIT NTB. Seminar parenting itu menghadirkan artis dan presenter Mona Ratuliu. Mona menjelaskan, orang tua saat ini harus berpikir, harus cerdas, dan menjadi orang tua harus terus belajar. Anak itu melihat dan melakukan, bagaimana perilaku orang tua akan membentuk perilaku anak. “Orang tua layaknya cermin untuk anak, jadi pengalaman yang kita berikan kepada anakanak setiap harinya adalah pelajaran hidup yang akan mereka bawa sampai mereka dewasa, karena kita orang tuanya adalah sekolah utama bagi anak-anak kita,” tuturnya. (r)
(Suara NTB/ist)
SEMINAR - Artis dan Presenter Mona Ratuliu saat menyampaikan materi pada Seminar Parenting yang diadakan Andalusia Parenting Community di Hotel Lombok Plaza, Minggu (26/11).
Senat Dijadwalkan Audiensi Peringati Hari Guru dengan Menghias Kelas Hingga Memberi Kado dengan Menristek Dikti
Mataram (Suara NTB) Berbagai cara dilakukan para murid atau siswa berbagai sekolah dalam memperingati Hari Guru Nasional ke-72 yang jatuh tiap tanggal 25 November. Mulai dari menghias kelas, atraksi budaya, apel, hingga memberikan kado bagi para guru. Di SDN 13 Mataram misalnya, para murid memperingati hari guru dengan cara melaksanakan apel upacara bendera merah putih yang dilanjutkan dengan atraksi Kesenian Rudat dari grup Rudat SDN 13 Mataram. Selain itu juga, murid kelas 1 dan 2 mempersembahkan puisi dengan tema ucapan terima kasih kepada guru yang kemudian di-
lanjutkan oleh persembahan Tari Kreasi dari kelas 6 sebagai penutup acara peringatan hari guru ke72 di SDN 13 Mataram. Kepala SDN 13 Mataram Drs. H. Rusdan, M.Si., bersyukur, karena guru masih eksis menjalankan kewajibannya dengan baik dan penuh dedikasi. Rusdan juga menyampaikan nasehat kepada seluruh murid agar mencintai dan menghormati gurunya sebagaimana dia mencintai dan menghormati bapak ibu kandungnya. Sementara di SDN 36 Mataram, suasana berbeda terlihat sejak Sabtu pagi. Para murid sejak awal sudah menghias ruang belajar. Tak lupa, mereka me-
nyiapkan aneka kue, tumpeng, serta aneka buah-buahan berisi ucapan HUT guru. Termasuk sebelumnya, para murid menggelar apel bendera. “Hari ini saya cukup terharu, karena siswa saya yang dikatakan low dalam belajar dengan semangat yang tinggi anak ini, hari ini menjadi petugas pengerek bendera,” ungkap Kepala SDN 36 Mataram Sri Hartini. Sementara di SDN 20 Ampenan, usai apel bendera, para guru di tempat itu berswapoto dengan berbagai ekspresi untuk menggambarkan suasana riang memperingati hari guru. Tidak lupa, para murid di tempat itu juga memberikan
(Suara NTB/dys)
BERIKAN KADO - Murid di SDN 20 Mataram memberikan kado pada guru serangkaian HGN tahun 2017, Sabtu (25/11). kado bagi guru-guru mereka sebagai ungkapan syukur atas jasa para guru mendidik para murid,
meski pihak sekolah tidak pernah memerintahkan agar para murid membawa kado. dys)
Mataram (Suara NTB) Belum ada tanda-tanda kapan pemilihan Calon Rektor Universitas Mataram (Unram) tahap kedua bakal digelar. Senat dan Rektor Unram pun berencana melakukan audiensi dengan Menristek Dikti pada Selasa 28 November ini. “Belum ada jawaban Pak Menteri,” ujar Rektor Unram Prof. Ir. H. Sunarpi, PhD., ketika ditanya awak media, Senin (27/11). Pihaknya kata Sunarpi, hanya diminta untuk melakukan audiensi hari Selasa ini di Kantor Kemenristek Dikti di Jakarta. Tujuannya adalah untuk memastikan kapan jadwal pemilihan tahap kedua akan digelar. Sunarpi mengatakan tidak
ada agenda lain bertemu dengan Menristek Dikti selain untuk beraudiensi agar ada keterangan pasti kapan pemilihan dapat digelar. “Tidak ada agenda lain selain audiensi saja,” urainya. Meski jadwal pasti pemilihan belum keluar, pihaknya berharap pemilihan akan digelar sesuai jadwal yang telah dibuat panitia. Meskipun disadari semua itu tergantung dari Menristek Dikti. “Paling lambat pemilihan harus digelar tanggal 5 hanya belum ada yang pasti. Tapi bisa saja berubah sesuai dengan jadwal Pak Menteri. Bisa saja kapan intinya sebelum saya berakhir tanggal 19 Desember,” tutupnya. (dys)
Halaman 11
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
FOSSBI NTB Bertahan di Peringkat Delapan Besar Mataram (Suara NTB) Kejurnas Sepak Bola Kelompok Usia 11 Tahun dan 13 Tahun Piala Menpora Cup II, di Solo, Jawa Tengah (Jateng), 23 November lalu telah berakhir, Sabtu (25/11) lalu. Tim sepak bola NTB hanya mampu bertahan di babak delapan besar setelah dikalahkan oleh tim Jawa Tengah, (Jateng) 3-2 di babak penyisihan delapan besar. “Tim usia 13 tahun kita kalah di babak delapan besar menuju babak semifinal,” ucap Ofisial FOSSBI NTB, M. Zaelani saat dikonfirmasi Suara NTB, via ponselnya, Minggu (26/11). Menurut Zaelani, pertandingan tim FOSSBI NTB melawan FOSSBI Jateng berjalan ketat. Skor pertandingan hingga akhir babak kedua berakhir imbang 00. Pertandingan pun dilanjutkan dengan adu penalti. Hasil adu penalti itulah yang mengakibatkan kekalahan tim FOSSBI NTB. Dalam adu penalti itu, tim FOSSBI NTB mengalami kekalahan tipis 2-3. Hasil pertandingan tersebut mem-
buat tim FOSSBI gagal maju ke babak semifinal dan harus mengakhiri pertandingan di babak delapan besar. Menurut Zaelani, prestasi delapan besar yang diraih oleh tim U-13 FOSSBI NTB tidak begitu buruk dan tidak juga bagus. Pasalnya peringkat delapan besar di event itu sama seperti yang telah diraih anak-anaknya dalam turnamen yang sama tahun lalu. “Di turnamen nasional sebelumnya tim U-13 kita juga meraih peringkat delapan besar. Dan sekarang mereka kembali bertahan di delapan besar,” jelasnya. Meski kalah, namun kata Zaelani permainan anak-anak FOSS-
BI NTB sudah bagus. Hanya saja dewi keberuntungan belum berpihak pada tim FOSSBI NTB. “Secara progres, anak-anak sudah bermain bagus. Kedepan kita akan tingkatkan lagi,” timpalnya. Di bagian lain, Zaelani juga menambahkan bahwa selain menurunkan tim usia 13 tahun, FOSSBI NTB juga menurunkan tim U-11 tahun di event tersebut. Hasilnya tim U-11 tahun juga meraih peringkat delapan besar nasional. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, FOSSBI NTB mengirim 32 pemain di event itu. Jumlah atlet itu dibagi dua tim, yakni usia 13 tahun dan Usia 11 tahun. (fan)
Nakami Raih Penghargaan IMI Award Mataram (Suara NTB) Kabar gembira bagi pencinta olahraga motocross NTB. Salah satu crosser terbaik NTB, Nakami Vidi Makarim akan mendapatkan penghargaan IMI award dari Pengurus Pusat (PP) Ikatan Motor Indonesia (IMI). Penghargaan itu akan diserahkan langsung oleh pengurus IMI Pusat di acara Pembukaan Rakernas PP IMI yang akan di gelar di Hotel Crown Plaza Jakarta, 10 Desember mendatang. Ketua Umum Pengprov IMI NTB, M. Nur Haedin yang dikon-
firmasi Suara NTB via ponselnya, Minggu (26/11) membenarkan informasi tersebut. “Atlet kami dinobatkan sebagai crosser terbaik Indonesia dan akan mendapat penghargaan IMI Award tahun 2017. Trofinya diserahkan di Jakarta tgl 10 Desember 2017,” ucapnya. M. Nur Haedin yang biasa disapa Edo menjelaskan, pemberian penghargaan kepada atlet asal NTB itu cukup beralasan. Karena, atlet muda NTB itu telah meraih peringkat satu Indonesia di kategori motocross tahun 2017. Dalam lembaran undangan
yang diterima Pengprov IMI NTB menjelaskan bahwa penghargaan IMI Award itu diperuntukan atlet terbaik nasional. Dan penghargaan akan diserahkan langsung oleh pengurus IMI Pusat di sela-sela acara pembukaan Rakernas IMI Pusat yang akan di gelar di Hotel Crown Plaza Jakarta, 10 Desember 2017. Undangan untuk crosser muda terbaik NTB itu sudah diterima oleh Pengprov IMI NTB, dan pihak pengurus ikatan motor Indonesia NTB akan menggelar jumpa pers dengan wartawan terkait atas penghargaan yang diterima atlet NTB itu. (fan)
Kerjasama Dispora Provinsi NTB dengan Harian Suara NTB
Macan Asia Tenggara Awalnya coba-coba.Tak disangka, prestasinya di olahraga balap sepeda BMX bisa melejit. Berawal latihan dengan sepeda pinjaman, I Gusti Bagus Saputra (23) telah berhasil menjadi macan AsiaTenggara setelah berhasil meraih medali emas di SEA Games 2017. BEGITULAH kira-kira atlet BMX NTB, I Gusti Bagus Saputra mengawali kesuksesannya di olahraga balap sepeda BMX hingga mampu berprestasi di tingkat Asia Tenggara. “Awalnya saya menonton orang yang lagi balap sepeda di Pagutan. Kemudian saya tertarik dan cobacoba ikutan latihan, dan akhirnya saya bisa beerprestasi seperti ini,” ucap I Gusti Bagus Saputra saat diwawancarai Suara NTB di Mataram belum lama ini. Awal mula Bagus mengenal balap sepeda BMX sejak duduk di bangku kelas dua SMP. Saat itu dia memulainya dengan mengikuti latihandengankomunitasBMXdiMataram.Kebetulandiamengenalsalah satu penggemar balap sepeda BMX Mataram yang bernama Junaidi. Lewat Junaidi itulah dia bisa belajar banyak tentang teknik balap sepeda BMX. Kebetulan Junaidi juga tidak keberatan mengajak Bagus untuk latihan BMX. Setelah diajak latihan bersama, Bagus mengaku bingung karena dia tidak memiliki sepeda BMX. Namun, berkat dukungan Junaidi,BaguspunlepasdarikebingungankarenabisalatihandengansepedapinjamandariJunaidi.Darisepeda yang dipinjamkan Junaidi itulah Bagus bisa latihan. Tidak saja itu, selain jadi teman, Junaidi juga menjadi orang yang melatihnya hingga menjadi atlet BMX. “Bang Edet (sapaan Junaidired) yang melatih saya. Dan sampai saat ini dia masih tetap menjadi pelatih saya,” ucapnya. Beberapa tahun latihan dengan Junaidi, Bagus ternyata sudah banyak berkembang, khususnya dalam hal balapan dia sudah berhasil menjadi yang terbaik di level regional NTB. Setelah menjadi atlet terbaik NTB, barulah Bagus dipercaya mewakili NTB di event nasional. Pertama kali tampil di kejurnas adalah Kejurnas BMX di Jawa Timur (Jatim) tahun 2010 dan sukses masuk peringkat dua nasional. Karena selalu menepati peringkat dua besar nasional, tahun 2010 Bagus dipromosikan sebagai atlet Pelatda NTB persiapan PON Riau 2012, dan pada multi event nasional itu dia menyumbang perunggu.
RUPA-RUPA DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery, Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177
SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848
GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127
Sukses meraih medali di PON, Bagus dipercaya mewali tim BMX Indonesia di multi event tingkat Asia Tenggara tahun 2013. Pada SEA Games 2013, Bagus dipercaya mewakili tim BMX Indonesia dan sukses menyumbang medali perunggu. Setelah sukses di event Asia Tenggara, Bagus terus tampil di level nasional dan sukses meraih podium satu, dua dan tiga. Selanjutnya di Pra-PON di tahun 2015, Bagus berhasil masuk rangking tiga besar nasional dan lolos mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2016. Sukses di Pra-PON 2015, Bagus di kirim mewakili NTB dipertandingan PON 2016. Tidak diragukan lagi prestasi Bagus melejit naik serta berhasil menempati finis kedua dan menyumbangkan medali perak untuk NTB. Sukses di PON 2016, Bagus kembali dipercaya mewakili tim BMX Indonesia di SEA Games 2017. Di SEA Games di Malaysia itulah Bagus menujukan kemampuan terbaiknya. Dia berhasil menjadi macan Asia Tenggara setelah berhasil menempati podium pertama di ajang multi event tingkat Asia Tenggara itu. Bagusberhasilmendulangmedali emas untuk tim merah putih di SEA Games 2017. Adapun catatan waktu terbaiknya 30,630 detik. Sementar perak direbut pembalap Thailand, Nonthakon Inkhosong, dan perunggu untuk pembalap Filipina, Daniel Patrick Caluag. Bagus yang saat ini bekerja sebagai staf PT. DMB ini mengatakan keberhasilan meraih medali emas di SEA Games tidak lepas darikerjakerasnyayangsudahmempersiapkan diri dengan baik. Selain itu prestasi tersebut bisa diraih berkat strategi pelatihnya juga. “Yangpentingkitamenjadiyang terbaik.Tidaksangka sayabisamengalahkan atlet Thailand juara SEA Gamestahun2013,”tuturnyaseraya menambahkan bahwa dari prestasi itu dia berharap bisa jadi PNS. Alasannya biar bisa melanjutkan prestasi lagi. Karena dengan menjadi PNS dia bisa latihan dan berprestasi kembali. (fan/*)
SALON LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/ 081236448081 SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothingspafreemskerrmbtstlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543
RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.JawaNo.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.NinikRidwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnyaRp100-400rb,Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. AryaBnjarGtas,BagekKembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453,PinBBD34158D4 SALONDEWA-DEWI,menerima:RiasPengantinBali,Agung&Modifikasi,PktPreweddghharga trjngkau.MenerimaPrwatanwajah&rambut.Hub:Rika(081917965628)jl.Teleqrayano.26Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram,IG:Rika_Pratistha YantiSalon&Spamenerima:prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb,Jl.BungKarno,Kr.genteng,tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit,openingtrialfacialtreatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836
I Gusti Bagus Saputra
Biodata
(Suara NTB/ist)
RUPA-RUPA LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
Nama : I Gusti Bagus Saputra Tempat dan Tanggal Lahir: Mataram, 24 Mei 1993 Prestasi 1. Medali Perunggu PON 2012 2. Medali perak PON 2016 3. Medali Perunggu SEA Games 2013 4. Medali Emas SEA Games 2017
HILANG HLG STNK R2 HONDA DR3284CD NOKA /NOSIN : MH1JFD217DK500791/JFD2E1497077 AN.SITI FATINAH HLG DSKTR PASAR MANDALIKA
RUPA-RUPA JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008
LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHITNO. 31B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)
LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
Selasa, 28 November 2017
SUARA NTB
Halaman 12
RUKO - VILA - KOST
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
RUPA - RUPA
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Selasa, 28 November 2017
Halaman 13
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439
gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA
HUBUNGI :
081917002381
COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT
Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan
Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat
Rp. 995 Jt
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
’’Nteh Lalo Meken’’ Jangan Sekadar Seremonial PEMKOT Mataram terus berbenah dalam berbagai hal. Salah satu hal yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) berat bagi Pemkot Mataram adalah pasar tradisional. Pasalnya, kondisi pasar di Mataram banyak dikeluhkan masyarakat. Masyarakat atau pengunjung cenderung tidak betah berlama-lama di pasar tradisional. Tidak hanya becek, pasar tradisional kerap bau dan tidak terjaga kebersihannya. Digelarnya kegiatan nteh lalo meken diharapkan menjadi tonggak awal berubahnya pengelolaan pasar tradisional di Mataram. Jangan sampai kegiatan itu hanya sekedar seremonial tanpa tindaklanjut yang konkret setelahnya. Setelah dua kali penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat Mataram 2017 bertema #NtehLaloMeken di Pasar ACC dan Pasar Kebon Roek Mataram, acara puncak Festival Pasar Rakyat Mataram 2017 dilaksanakan di Pasar Dasan Agung Mataram Minggu (26/11). Kegiatan nteh lalo meken dihajatkan untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional. Seperti disampaikan Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Sihard Hadjopan Pohan bahwa festival serupa telah diadakan secara nasional. Bekerjasama dengan salah satu bank nasional dengan harapan dapat merubah image pasar tradisional yang bau, kotor, dan becek menjadi pasar yang aman, nyaman, ramah, dan terpercaya. Bahkan kegiatan tersebut dilombakan sampai di tingkat nasional dalam kegiatan Lomba Pasar Rakyat. Kedepan diharapkan pula akan ada wakil dari Kota Mataram sebagai peserta Lomba Pasar Rakyat di tingkat nasional. Tahun ini di Kota Mataram, Kementerian Perdagangan Dalam Negeri RI juga memiliki program untuk merevitalisasi Pasar Mandalika dengan prototype baru dan model pasar yang baru, sehingga dapat menjadi pasar tradisional yang memiliki daya saing ditengah maraknya kehadiran pasar-pasar modern. Perlunya meningkatkan daya saing pasar tradisional juga dikatakan oleh Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana yang menyoroti munculnya budaya baru di tengah masyarakat di hampir seluruh pelosok negeri untuk mencari kebutuhan pokok di pasar modern. Dalam kondisi tersebut, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menarik minat masyarakat kembali ke pasar tradisional menjadi satu harapan. Pasar tradisional lanjut Mohan, harus mampu bersaing karena perannya yang sangat strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Justru di pasar tradisional ada transaksi emosional yang begitu kuat, ada silaturahmi yang begitu erat antara pedagang dengan pembelinya. Karena itu perlu untuk dilakukan penataan fisik dan penguatan-penguatan di bidang manajemen pasar. Pemkot Mataram memiliki 19 pasar tradisional. Dimana dua diantaranya tengah dilakukan upaya revitalisasi besarbesaran. Yaitu Pasar Mandalika dan Pasar Sindu. Setiap tahun Pemerintah Kota Mataram juga berencana untuk dapat melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional agar memiliki kualitas fisik yang semakin baik, serta dilakukan pula penguatan manajemen pasar agar dapat memperkuat kapasitas pasar itu sendiri. Selain itu Pemerintah Kota Mataram juga tengah berencana untuk memindahkan Pasar Kebon Roek ke lokasi lain, yang diharapkannya mampu meningkatkan daya saing ditengah iklim yang semakin kompetitif. Dengan upaya sungguh-sungguh yang dilakukan Pemkot Mataram diyakini dapat mengubah image pasar tradisional menjadi pasar yang nyaman. Sehingga, bermunculannya pasar modern tidak kemudian menjadi ancaman bagi paras tradisional. (*)
OPINI
Halaman 14
Implementasi Peraturan Presiden No. 88 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) ONDISI Hutan di Indonesia Berdasarkan data World Bank, Indonesia menjadi Negara peringkat ke-8 dengan total area tutupan hutan (canopy cover) seluas 909.000 Km2. Jika dibandingkan antara luas hutan dan luas daratan di Indonesia sebesar 68% merupakan area hutan. Sehingga hutan di Indonesia memiliki peran yang penting bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Seiring dengan bertambahnya waktu, populasi penduduk di Indonesia terus meningkat dan berdampak terhadap pengurangan sumberdaya alam yang cukup signifikan terutama dari sektor kehutanan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang untuk tempat tinggal. Berdasarkan data statistik kehutanan bahwa proporsi kawasan hutan sebesar 25% merupakan hutan lindung, 24% hutan produksi tetap, 22% hutan produksi terbatas, 18% hutan konservasi, dan 11% hutan produksi konversi. Permasalahan Tenurial di Kawasan Hutan Banyak faktor penyebab terjadinya permasalahan tenurial di dalam kawasan hutan, salah satunya adalah penggunaan atau pendudukan kawasan hutan tanpa izin atau area tersebut telah diduduki namun setelah itu ditunjuk menjadi kawasan hutan sehingga menyebabkan konflik dalam kawasan hutan. Permasalahan-permasalahan yang ada saat ini adalah perubahan fungsi kawasan hutan, yang seharusnya hutan namun berubah fungsi menjadi pemukiman, perkebunan, lahan garapan, dan fasilitas umum & sosial. Berdasarkan data Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) bahwa sektor yang paling besar di Indonesia terjadi konflik agraria adalah sektor perkebunan dengan total luas area seluas 601.680 ha, kemudian sektor terbesar kedua adalah sektor kehutanan dengan area 450.512 ha. Di NTB terdapat sekitar 9.308 ha lahan
Oleh : Erwan Hermawan (Tim Asistensi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) yang bermasalah dalam kawasan hutan.Mulai dari lahan transmigrasi, pemukiman dan fasilitas umum, hingga lahan garapan yang statusnya masih dalam kawasan hutan. Pentingnya Peraturan Presiden No. 88 Tahun 2017 Negara menjamin bahwa semua sumberdaya alam yang ada di Indonesia merupakan salah satu jembatan untuk mensejahterakan rakyat. Melalui Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 33 ayat (3) yang menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat. Salah satu sumberdaya yang menyangkut dengan kesejahteraan rakyat adalah sumber daya hutan. Sehingga untuk menerapkan amanat dari UndangUndang ini harus ada perlindungan kepada masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan. Yang sering menjadi permasalahan saat ini adalah penguasaan tanah di dalam kawasan yang sudah lama namun tetap dipertahankan sebagai kawasan hutan, hal ini akan menjadi akar dari permasalahan agraria. Penguasaan tanah dalam kawasan hutan merupakan suatu permasalahan yang harus diselesaikan, karena dari tahun ke tahun total luasan lahan yang bermasalah dalam kawasan hutan terus meningkat. Pada tanggal 6 September 2017 pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 88 Tahun 2017 mengenai Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH). Dikeluarkannya aturan ini didasarkan pada tingginya angka permasalahan yang terjadi dalam kawasan hutan untuk fungsi lindung, konservasi, dan produksi. Adapun jenis penguasaan tanah yang dapat diselesaikan berdasarkan Perpres ini, yaitu area permukiman, fasilitas umum dan fasilitas sosial, lahan ga-
rapan, dan hutan yang dikelola masyarakat hukum adat. Sedangkan untuk pola penyelesaian bidang tanah yang dikuasai dan dimanfaatkan setelah bidang tanah tersebut ditunjuk sebagai kawasan hutan yaitu melalui pola: 1. Mengeluarkan bidang tanah dalam kawasan hutan melalui perubahan batas kawasan hutan; 2. Tukar menukar kawasan hutan; 3. Memberikan akses pengelolaan hutan melalui program perhutanan sosial; dan 4. Melakukan resettlement (pemindahan penduduk dari kawasan hutan ke luar kawasan hutan). Dalam Perpres ini juga diatur mengenai Tim yang dibentuk untuk menangani permasalahan penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Dimana terdapat beberapa tim yaitu tim percepatan, pelaksana, dan tim inver PTKH. Di dalam struktur kelembagaan tim percepatan PTKH Menteri Koordinator bidang Perekonomian ditunjuk sebagai ketua tim percepatan yang akan mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan pelaksanaan penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Teknis penyelesaiannya adalah pemohon (instansi, perorangan, badan sosial, dan masyarakat hukum adat) mengajukan permohonan secara keloktif melalui lurah/kades/pejabat setara kepada bupati/walikota dengan melampirkan persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. Setelah itu berkas disampaikan kepada tim inventarisasi dan verifikasi (Tim Inver) untuk dilakukan pengecekan dan pendataan lapangan. Hasil laporan dari Tim Inver disampaikan kepada gubernur untuk dapat diteruskan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku ketua tim percepatan PTKH untuk segera ditinjaklanjuti. Perpres ini akan menjadi solusi dari permasalahan tenurial di dalam kawasan hutan. Disisi lain
RADIO
proses dan tahapannya yang jelas akan membantu proses penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan menjadi lebih cepat. Harapannya dengan terbitnya aturan ini dapat memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak rakyat berdasarkan kriteria dan ketentuan yang ada dalam Perpres dengan menggunakan pola penyelesaian yang sudah ditentukan, sehingga status lahan menjadi lebih jelas dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Perpres No. 88 Tahun 2017 ini masih perlu dilakukan tahap sosialisasi lebih lanjut dari Pemerintah Pusat kepada Pemda dan instansi yang bergerak di sektor kehutanan agar nantinya Perpres ini dapat diimplementasikan dengan baik.
LIA dibuka, sejumlah maskapai tetap batalkan penerbangan Keselamatan penumpang jadi prioritas
*** Temuan BPKP, pengadaan bibit kedelai Rp 1,1 miliar di Tambora diduga fiktif Usut hingga tuntas
***
RAGAM
SUARA NTB Selasa, 28 November 2017
Tumbuhkan Jiwa Bisnis di Kalangan Generasi Muda Mataram (Suara NTB) Perkembangan usaha di Lombok yang semakin berkembang menjadikan banyak munculnya wirausaha baru yang masih minim pengetahuan akan dunia usaha. Melihat potensi inilah, Bank BRI bersama Mandalika Production menggelar acara Lombok Business Couching 2017 di Hotel Santika, Senin (27/11). Menurut Direktur Mandalika Production, Arief Firmansah, acara ini bertujuan menyiapkan agar para wirausahawan baru bisa bersaing sesuai dengan perkembangan pasar. “Selain itu juga menumbuhan jiwa wirausaha pada masyarakat sesuai potensi yang dimiliki, serta membantu pengusaha dari segi manajemennya,” terangnya. Dalam pelatihan ini, nantinya para wirausaha akan dilatih terkait pemasaran produk sesuai dengan perkembangan teknologi yang berkembang. “Makanya kami mengundang pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing agar bisa menyampaikan materi yang bisa diterima oleh peserta,” kata Arif. Acara ini sendiri menggandeng pengusaha-pengusaha lokal dari NTB yang telah mampu bersaing di tengah persaingan pasar yang sengit. “Selain itu, kami juga mengundang dari pihak akademik yang nantinya akan memberikan pelatihan tentang manajemen wirausaha,” jelasnya. Peserta pelatihan ini, kata Arif, berasal dari sekitar Kota Mataram dan diperuntukkan untuk para wirausaha baru. “Jadi mau mahasiswa atau siapapun tetapi mereka yang punya usaha, kita undang kesini,” ujarnya. Total ada 45 peserta dari kota Mataram yang diundang. “Ini merupakan acara yang pertama kali diadakan dan semoga di tahun depan menjadi agenda rutin,”ujarnya. Setelah dilakukan pelatihan ini, nantinya akan ada tindak lanjut dengan memberikan rekomendasi untuk mempermudah para wirausaha baru. Sementara Anas Amrullah, selaku pembicara dalam acara ini menyambut dengan baik adanya pelatihan ini, karena bisa memberikan pengetahuan kepada wirausahawan baru tentang market pasar yang berkembang. “Mereka sekarang harus kreatif dan pintar membaca peluang di tengah era perkembangan digital seperti sekarang ini,” ujarnya. Ia mengharapkan agar nantinya peserta bisa lebih kreatif lagi dalam menjalankan usahanya dan tidak pantang menyerah dalam berbisnis. (uul)
(Suara NTB/uul)
PEMBICARA - Pembicara pada Lombok Business Couching 2017 di Hotel Santika, Senin (27/11).
Kirim Tiga SSK ke Bali Dari Hal. 1 Satuan tugas siaga bencana melibatkan berbagai pihak diantaranya kepolisian. Persiapan secara utuh selain mengirimkan pasukan, Polda NTB menyediakan rencana kontijensi penanggulangan bencana. “Bencana alam bisa saja terjadi bukan hanya gunung meletus, tapi perkembangan belakangan ini ada potensi banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrim,” kata Firli. Tiga SSK berjumlah 300 personel tersebut disiapkan tidak hanya untuk membantu penanggulangan bencana letusan gunung Agung, tetapi juga bersiaga menghadapi
bencana di NTB. “Dari BMKG kami mendapat informasi untuk tiga hari mendatang ada potensi cuaca ekstrim. Kita dalam posisi siaga bencana,” ujarnya. Kasatbrimob Polda NTB, Kombes Pol Taufik Hidayat mengatakan, satu SSK Brimob bergabung dengan Satgas Aman Nusa II sementara satu SSK lagi akan bergabung dengan Brimob Nusantara. “Mereka sekarang dalam posisi siaga. Sewaktu-waktu diperlukan langsung diberangkatkan ke Bali atau lokasi bencana lainnya,” terangnya. (why)
Menpar Khawatirkan Kunjungan Wisatawan Bali-Lombok Dari Hal. 1 ‘’Yang namanya erupsi merupakan bencana alam yang sulit diprediksi. Tidak ada satu pihak pun yang bisa memastikan situasi Gunung Agung. Kapan? Berapa skala? Dampaknya sampai di mana? Itu yang membuat kami itu deg-degan setiap saat,’’ kata Arief. Sebanyak 40 persen wisatawan mancanegara ke Indonesia berkunjung ke Bali. Disusul 30 persen Jakarta dan 20 persen Kepri. Sisanya hanya 10 persen se Indonesia. Maka Bali itu seperti produk unggulan pariwisata Indonesia, disusul Lombok yang memiliki pasar wisata halal. ‘’Tiba-tiba bencana alam, Gunung Agung mulai aktif. Kaget, kita semua kaget,’’ ujarnya. Dirjen Perhubungan Udara
Kementerian Perhubungan Agus Santoso dalam siaran pers yang diterima Suara NTB juga menjelaskan, penutupan LIA karena terdampak dari letusan Gunung Agung di Bali. Menurut VAAC Darwin bahwa arah sebaran debu vulkanik letusan Gunung Agung mengarah ke Timur - Tenggara menuju LIA. “Di sekitar Bandara Lombok memang tidak terdapat debu vulkanik. Tapi debu vulkanik itu ada di langit di sekitar bandara, jadi menghalangi jalur penerbangan pesawat. Untuk itu, demi keselamatan penerbangan maka LIA ditutup sehingga operasional dari dan menuju bandara tersebut dihentikan,” ujar Agus. (lin)
Penggerak Perubahan Sosial Dari Hal. 1 Baik sebagai pribadi maupun sebagai warganegara dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’ ujar gubernur saat membuka Muktamar ke-13 GPII di Aula Asrama Haji NTB Kota Mataram, Senin (27/11). Menurutnya, suatu perjuangan akan mencapai kesuksesan apabila ada orang-orang yang setia pada cita-cita itu. ‘’Citacita boleh saja hebat. Teori dari semua jalinan argumentasinya sudah tepat. Mulai dari hulu sampai hilir sangat konsisten dan logis. Tapi kalau cita-cita hebat ini, kalau teori yang sempurna itu, tidak ada orang-orang yang mengikatkan hati mereka untuk melaksanakannya. Maka nilai-nilai itu hanya akan menjadi tulisan-tulisan belaka,’’ ujarnya. Sebagai organisasi yang pernah mengalami pembredelan di masa sejarahnya, TGB meminta GPII menjadikan sejarah tersebut sebagai sebuah pupuk dan pelajaran dalam perjuangan GPII. Sehingga, ke depan GPII akan semakin kokoh dan kuat dalam gerak langkah yang nyata, sistematis, terencana dengan visi misi
yang dimiliki. Selain itu, GPII harus memiliki peran dalam menjaga kebhimnekaan bangsa dan nilai-nilai baik yang ada di dalam Pancasila dan UUD 45. Menurut gubernur, sebagai negara besar, dengan jumlah penduduk sekitar 258 juta jiwa dengan keragaman suku, bahasa daerah serta budaya. Keragaman Indonesia tersebut dapat dijadikan modal sekaligus tantangan besar bagi seluruh anak bangsa. ‘’Sebagai modal besar, tentunya keberagaman itu harus tetap kita rawat melalui kerja dan gerakan-gerakan yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat,’’ ujarnya. Apalagi gerakan-gerakan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Maka GPII sebagai anak kandung dari revolusi, seluruh anggotanya harus menunjukkan semangat yang diwujudkan dalam memperjuangkan nilainilai kebenaran. ‘’Semoga hal itu benar-benar terdapat dalam nafas perjuangan Gerakan Pemuda Islam Indonesia,’’ harapnya. (ham)
Halaman 15
Untuk Ke-18 Kalinya Garuda Indonesia Raih ICSA Cengkareng (Suara NTB) Maskapai penerbangan Garuda Indonesia pada hari Rabu (22/ 11) kemarin kembali berhasil meraih predikat sebagai “The Best in Achieving Total Customer Satisfaction” untuk kategori “Airline” dalam ajang penghargaan “Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2017” yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Frontier Marketing Research, konsultan riset kepuasan pelanggan. Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati dalam acara penganugerahan penghargaan “Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2017” yang diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta. Direktur Marketing dan
Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati menyambut gembira dengan penghargaan yang ke-18 kalinya yang diterima oleh Garuda Indonesia sejak tahun 2012 (ICSA 2000) tersebut. Ia menyampaikan bahwa penghargaan yang ke-18 kalinya ini tidak terlepas dari dukungan dan upaya seluruh karyawan Garuda Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih karena telah di apresiasi oleh masyarakat dalam hal ini adalah para pengguna setia layanan Garuda Indonesia, majalah SWA dan Frontier Marketing Research. Semoga penghargaan ini dapat memacu kami untuk berkontribusi lebih, tentunya berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan Garuda Indonesia agar semakin lebih baik lagi untuk
kedepannya” jelas Nina. “Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA)” merupakan ajang pemberian penghargaan tahunan terhadap perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia yang berprestasi dalam hal memberikan kepuasan terhadap seluruh pelanggan/konsumen yang diprakarsai oleh Majalah SWA Sembada dan Frontier Marketing Research, konsultan riset kepuasan pelanggan. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2017 ini survei Indonesian Customer Satisfaction Index (ICSI) dilakukan terhadap lebih dari 5.700 responsen yang tersebar di 6 (enam) kota besar di Indonesia, diantaranya di Makassar, Medan, Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta. Survei tersebut dilakukan
terhadap puluhan kategori produk, mulai dari consumer goods, food and beverage, farmasi, elektronik, hingga otomotif. Adapun responden untuk survei tersebut berusia antara 15-65 tahun, pengguna produk dan jasa dengan tingkat pengeluaran A sampai E. Sebelumnya, Garuda Indonesia juga dinobatkan sebagai maskapai penerbangan terbaik di Indonesia versi “TripAdvisor Travellers Choice Awards” yang diselenggarakan oleh TripAdvisor - situs perjalanan terkemuka di dunia. Selain itu, Garuda Indonesia juga berhasil masuk pada pemeringkatan “Best Airlines in the World – Top 10”, dan “Top 5 Travellers’ Choice Major Airline - Asia Pacific”. Penghargaan tersebut diberikan menyusul hasil pengumuman resmi oleh TripAdvisor pada April
2017 lalu setelah merampungkan survey pemeringkatan maskapai penerbangan terbaik di seluruh dunia. Sejalan dengan program peningkatan layanan secara berkelanjutan yang dilaksanakan perusahaan, Garuda Indonesia selama empat tahun berturut-turut berhasil meraih penghargaan “The World’s Best Cabin Crew” pada tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017 dari lembaga pemeringkat penerbangan independen berbasis di London, SkyTrax. Garuda Indonesia merupakan anggota SkyTeam, sebuah aliansi maskapai global yang beranggotakan 20 anggota maskapai yang menawarkan jaringan global dengan lebih dari 16.609 penerbangan setiap harinya ke 1074 destinasi di 177 negara. (*)
Lagi, Peserta Pengampunan Pajak Diberikan Kelonggaran Mataram (Suara NTB) Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan baru, revisi kedua Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/ 2016 tentang pelaksanaan program pengampunan pajak di rilis. Kebijakan ini menjadi payung hukum bagi wajb pajak (WP) untuk menyampaikan kembali aset tanah dan bangunan yang belum dilaporkan, tanpa dikenakan denda besar. Revisi kedua PMK ini dapat dijadikan fasilitas bagi WP secara sukarela untuk melaporkan asetaset hartanya yang masih belum di laporkan dalam SPT tahunan 2015, maupun Surat Pernyataan Harta (SPH) untuk mengungkapkan sendiri aset tersebut, dengan membayar pajak penghasilan. Tarifnya, untuk kelompok wajib pajak orang pribadi umum (30 persen), badan umum (25 persen) dan orang pribadi/badan tertentu dengan penghasilan usaha atau pekerjaan bebas paling besar Rp 4,8 miliar dan/atau karyawan dengan penghasilan paling besar Rp 632 juta (12,5 persen). “Dengan ini, bagi peserta tax amnesty atau wajib pajak umumnya, yang belum melaporkan harta asset tanah dan bangunan (apakah karena faktor lupa) dalam SPT, maka tariff pajaknya tidak dikenakan 200 persen. Tarifnya sesuai yang PMK yang
sudah di revisi ini,” kata Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Nusa Tenggara, Ketut Sukarda. Harapan Ditjen Pajak, para wajib pajak dapat melaporkan asetnya secara keseluruhan, sebelum asset-aset tersebut ditemukan. Aset yang dapat diungkapkan adalah aset yang di peroleh WP sampai dengan 31 Desember 2015 dan masih dimiliki. Untuk mendeteksi aset-aset wajib pajak ini, cukup mudah bagi Ditjen Pajak kata Ketut Sukarda dalam keterangan resminya, di Kanwil Pajak Senin (27/11) kemarin. Ditjen Pajak sudah bekerjasama dengan 67 instansi. Baik pemerintah maupun swasta. “Kalau ada aset tanah yang belum dilaporkan, nanti akan ketahuan sendiri. Bisa lebih besar dendanya kalau tak dilaporkan sekarang, dengan memanfaatkan fasilitas ini,” demikian ketut, didampingi Kabid DP3, I Gede Wirawiweka, Kasi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen, Ardi Nugroho. Belum dibicarakan soal sanksi secara detail, sebab revisinya Permenkeu Nomor 118 ini masih baru. Saat ini dalam tahap sosialisasi. Sampai kapan berlaku, tentunya setelah ada revisi kembali. Ini kesempatan bagi wajib pajak sebelum Ditjen pajak belum mener-
(Suara NTB/bul)
KONFERENSI PERS - Kanwil DJP Nusa Tenggara menggelar konferensi pers terkait kebijakan pengampunan pajak. bitkan Surat Perintah Pemeriksaan (SP2) pajak, sehubungan dengan ditemukannya data aset yang belum di ungkapkan. Proses Pengungkapan Aset Secara Sukarela dengan Tarif Final (PAS-Final) ini dapat dilaksanakan dengan menyampaikan surat pemberitahuan PPh final, dilampiri dengan surat setoran pajak dengan kode akun pajak 411128 dan kode jenis setoran 422 ke Kantor Pajak Pratama, atau tempat wajib pajak terdaftar. Ditjen Pajak, kata Ketut Sukarda, terus melakukan proses data matching antara data
Erupsi Gunung Agung Tak Pengaruhi Penyeberangan Lembar-Padangbai Dari Hal. 1 Mengantisipasi hal ini, sebelum kapal berangkat pihaknya mencuci semua kapal yang sandar termasuk mesinnya dicuci. Sebab sifatnya debu vulkanik ini lengket, sehingga bisa terjadi masalah di tengah laut. Apalagi ditambah hujan,
maka sangat berbahaya. Diakuinya, letusan Gunung Agung sedikit berdampak. Namun pihaknya telah mengantisipasi dampak debu. Justru pihaknya bakal menggunakan sistem non jadwal. Sejauh ini kondisi penyeberangan masih normal, per hari kapal yang operasi sebanyak 12 unit. Ka-
lau ada peningkatan penumpang, barulah jumlah armada ditambah lagi. Melihat kapasitas kapal yang dimiliki sebanyak 36 kapal, penumpang yang mampu dimuat sebanyak 10 ribu orang. Pengoperasian 36 kapal ini dilakukan, kalau jumlah penumpang membeludak. (her)
Sejumlah Maskapai Tetap Batalkan Penerbangan Dari Hal. 1 Sebelumnya, kata Ardita, sekitar pukul 05.00 Wita, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait. Dari hasil rapat itu, akhirnya diputuskan untuk membuka kembali aktivitas penerbangan di LIA. Kecuali untuk penerbangan dari dan atau menunju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, seluruh aktivitas penerbangannya ditutup satu jam setelah LIA dibuka pihak pengelola. Menyusul kemudian pihak maskapai Garuda Indonesia, sekitar pukul 11.00 Wita, memutuskan untuk membatalkan seluruh penerbangannya ke semua rute penerbangan. Selain Garuda, penerbangan internasional dari maskapai Air Asia juga dibatalkan. ‘’Dari hasil pengamatan citra satelit, rute penerbangan ke LIA sebenarnya sudah dalam kondisi aman,’’ tegas Ardita. Hanya saja, pihaknya tidak bisa mengintervensi keputusan pihak maskapai. Jika memang pihak maskapai sendiri yang
meminta pembatalan sebagian atau seluruh penerbengan, itu jadi kewenangan pihak maskapai itu sendiri. ‘’Yang jelas, status LIA sudah dibuka.’’ Guna mengantisipasi perubahan kondisi, lanjut Ardita, pihaknya secara berkala terus memantau perkembangan erupsi Gunung Agung. Hasilnya, kemudian akan disampaikan ke pihak maskapai, untuk kemudian maskapai menentukan sikap. ‘’Setiap satu jam, kondisi erupsi Gunung Agung kita pantau. Begitu ada perubahan, langsung akan disampaikan ke pihak maskapai maupaun pihak terkait lainnya,’’ tandasnya. Akibat pembatalan sejumlah penerbangan, para calon penumpang pesawat maskapai bersangkutan harus dibuat gigit jari. Ada yang memilih untuk kembali. Tapi tidak sedikit pula yang memilih tetap bertahan. Sembari terus memantau perkembangan situasi yang terjadi. ‘’Tadi sekitar pukul 06.00 Wita kita sudah diberitahukan oleh pihak maskapai kalau bandara sudah dibuka dan op-
erasional penerbangan juga sudah bisa. Namun begitu sampai bandara, terpaksa balik lagi. Karena pihak maskapai mengumumkan pembatalan penerbangan,’’ ungkap Ridho, calon penumpang pesawat rute LIA-Jakarta. Terhadap pembatalan tersebut, pihaknya sempat meminta pengalihan penerbangan ke maskapai lain yang masih membuka penerbangan. Tapi karena alasan kapasitas kursi yang sudah penuh, sehingga Ridho terpaksa harus kembali ke rumah. Sembari menunggu informasi lebih lanjut dari pihak maskapai. ‘’Awalnya kita minta pengalihan penerbangan, tapi maskapai lainnya menyatakan kursi sudah terisi penuh,’’ pungkasnya. Data yang diperoleh dari PT. AP I LIA, hingga Senin pukul 16.00 wita, total ada 37 penerbangan yang dibatalkan. Dengan rincian 12 penerbangan dibatalkan akibat penutupan Bandara Ngurah Rai Denpasar. Sisanya sebanyak 25 penerbangan atas permintaan pihak maskapai langsung. (kir)
yang dilaporkan wajib pajak dalam SPT dan SPH, dengan membandingkannya dengan data pihak ketiga yang diterima Ditjen Pajak. Ratusan jenis data yang terhimpun dan dimiliki Ditjen pajak diantaranya, izin usaha, izin penangkapan ikan, izin penambangan, perkebunan dan kehutanan, izin mendirikan bangunan, registrasi produk obat dan makanan, kepemilikan tanah, kendaraan bermotor, hotel dan restoran.
Saat ini Ditjen Pajak juga telah diberikan kewenangan sesuai UU 9 tahun 2017 untuk mengakses data keuangan yang dimiliki lembaga keuangan seperti perbankan dan pasar modal. Selanjutnya tahun 2018, lembaga keuangan akan secara rutin memberikan data keuangan kepada Ditjen Pajak. Termasuk data keuangan 100 negara lain yang telah disepakati bertukar informasi keuangan dalam rangka memerangi pelarian pajak lintas negara. (bul)
Pengadaan Bibit Kedelai Rp 1,1 Miliar di Tambora Diduga Fiktif Dari Hal. 1 ‘’Di sini indikasi fiktifnya. Diduga ada yang jadi guru, ada yang jadi montir di bengkel, ditunjuk jadi ketua kelompok tani penerima bantuan,’’ kata Ngatno kepada Suara NTB Senin (27/11). Ketika diperiksa tim auditor, orang orang yang ditunjuk sebagai ketua kelompok itu bingung karena tidak mengenal siapa saja anggotanya. Dari hasil permintaan keterangan itu terungkap, ternyata mereka bukan kelompok tani. Tapi asal tunjuk untuk mengakomodir bantuan oleh oknum Kepala UPTD Tambora. ‘’Kalau pun kami temukan kelompok tani, itu pun bukan bidangnya kedelai, tapi jagung dan padi,’’ jelasnya. Pemeriksaan itu berdasarkan dokumen hasil penyidikan dari Polres Bima Kabupaten yang menangani kasus ini. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelumnya, ada 25 kelompok penerima bantuan tahun 2015 lalu. Sumber anggaran dari Kementerian Pertanian RI, masuk melalui pagu anggaran di Dinas Pertanian Kabupaten Bima untuk perluasan areal tanam dan produksi dengan sasaran Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Tanggung jawab memfasilitasi bantuan itu dilakukan oleh Kepala UPTD Tambora inisial H yang sudah dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Bima Kabupaten. Temuan lainnya, proses penyaluran bantuan melalui H, kemudian memfasilitasi ke 25 kelompok tani di sana. Rupanya H diduga bermain dengan mencomot orang orang dikenalnya untuk ditunjuk sebagai ketua kel-
ompok. H kemudian mengkondisikan kelengkapan administrasi para kelompok yang ia tunjuk, salah satunya dengan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dana kemudian cair, langsung masuk ke rekening masing masing ketua kelompok. Nilainya antara Rp 27 juta, Rp 35 juta, Rp 45 juta hingga Rp 54 juta. Setelah cair, H diduga mengambil sebagian besar uang itu dari tangan kelompok tersebut. ‘’Yang disisakan ke 25 kelompok itu hanya Rp 4 juta sampai Rp 9 juta. Sehingga total yang terbagi hanya Rp 138 juta,’’ sebut Ngatno. Daritotalanggaranyangdiduga diambilN,terpakaiuntukpengadaanbibitkedelaidankebutuhanlainnya mencapai Rp 600 juta. Namun riil yang dibelanjakan hanya Rp 300 juta. ‘’Belum lagi masalah lain, Rp 300 juta yang riil untuk bibit, pupuk dan lain lain, justru banyak gagal panen,’’ tandasnya. Kesimpulan Ngatno, nilai kerugian negara dalam kasus ini cukup besar dan ditaksir ratusan juta. Namun Ngatno enggan menyebut angka pasti, karena harus diserahkan ke penyidik. Posisi audit kasus itu saat ini dalam proses penyusunan laporan hasil pemeriksaan lapangan dan pemeriksaan saksi serta pengumpulan dokumen tambahan. ‘’Target penyelesaian audit secepatnya kami akan serahkan ke penyidik,’’ tandasnya. Pengadaan bibit kedelai ini sebenarnya kasus lawas, namun tak kunjung tuntas. Ketika terjadi pergantian Kapolres Bima dijabat AKBP Bagus Satrio Wibowo, SIK, kasus tersebut dilanjutkan dan kini masuk tahap perhitungan kerugian negara. (ars)
NTB Menginspirasi Nasional dengan Konsep Desa Benderang Informasi Dari Hal. 1 Permintaan gubernur itu menjadi pelecut semangat pihaknya untuk melahirkan konsep keterbukaan informasi sampai ke desa. Hal yang dilakukan dalam kurun waktu satu tahun, diantaranya membuat buku panduan standar layanan informasi di desa. Itu menurutnya penting karena tidak ada standard khusus. Namun yang ada hanya sesuai dengan peraturan KI. Sedangkan Permendagri nomor 35 belum detail mengatur PPID sampai di tingkat desa. Akhirnya dengan pencangan (DBIP 2016) itu, ada buku standar pelayanan informasi yang ternyata itu menjadi trigger berubahnya Permendagri 35 menjadi Permendagri 3 tahun 2017. Sebab secara langsung, PPID harus sampai di desa. ‘’Ternyata pencanangan kami itu men-drive Kemenko-
minfo sampai Kemendes, yang kemudian mendorong dikeluarkannya Permendagri, salah satunya desa harus bentuk PPID,” terang Najamuddin. Namun pihaknya bingung, karena pertanyaannya, apakah serta merta PPID itu ada? Menjawab tantangan itu, pihaknya akhirnya membuat desa model yang sudah menerapkan konsep benderang informasi. Apa indikatornya? Sebelumnya hanya tiga yang disyaratkan, diantaranya kades punya komitmen untuk transparan. Mau dibina, mau melaksanakan konsep benderang informasi. Alasannya karena ada tiga badan publik di desa, diantaranya kantor desa, BPMDes dan BUMDes. ‘’Akhirnya terpilihkan 16 desa model. Enam dari Sumbawa, enam di Pulau Lombok,” sebut Najamuddin. Diantara 16 desa itu, Desa Panda dan Leu Kabupaten
Bima, Desa Kadindi dan Matua Kabupaten Dompu, Desa Baru Tahan dan Uma Beringin Kabupaten Sumbawa, Desa Sapugara Bree dan Labuhan Lalar KSB. Sedangkan di Pulau Lombok, Desa Rarang Selatan dan Kumbang Kabupaten Lombok Timur, Desa Sigar Penjalin dan Gondang KLU, Desa Montong Gamang dan Barebali Kabupaten Loteng, serta Desa Peresak dan Senggigi Lombok Barat. Desa sekadar penunjukan perwakilan desa, tapi pihaknya kemudian melakukan bimbingan teknis untuk 16 desa tersebut. Kemudian dilakukan workshop. Setelah bertemu seluruh Kades, diberikan pemahaman dan komitmen tentang filosofi transparansi. Alasan soal transparansi, karena diketahui bahwa Kades mengelola dana desa antara Rp 900 juta sampai Rp 3,5 miliar. Setelah Kades, berikutnya
KI mengumpulkan 995 Sekdes. Sebab Sekdes adalah Ketua PPID. ‘’Kami jelaskan, apa tugas Sekdes, bagaimana cara dia berkomunikasi dengan kepala desa, dibikinkan konsep, tata kelola keuangan, tata kelola administtasi, kami workshop-kan semua,” bebernya. Dari workshop itu kemudian berkembang, KI memberikan konsep soal informasi publik, kemudian bagaimana membuat SOP tata cara melayani informasi, SOP pendukementasian, SOP pelayanan publik, buat web yang aktif dan up to date sesuai parameter. Termasuk membuat meja dan ruang layanan informasi. Setelah konsep dipahami, paling penting setelah itu PPID didukung anggaran memadai agar tetap beroperasi. Ketika semua konsep keterbukaan itu ditularkan ke desa, antiklimaks dari proses itu adalah lahirnya Festi-
val DBIP 2017. ‘’PPID yang terbentuk itu akhirnya berfestival mulai besok (hari ini). Ini cara kita bergembira, bagaimana desa itu hadir dan lahir dari kearifan lokal. Ada gelar budaya kesenian dari desa masing masing,” kata Najamuddin tentang Festival DBIP 2017. Pada festival yang rencananya dibuka Gubernur NTB, dr. TGH.M Zainul Majdi itu, akan dihadiri oleh Ketua KI RI Tulus Subardjono, Menteri Komunikasi dan Informatika yang akan dihadiri Dr. Ir. Lala M. Kolopaking, MS selaku Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Budaya dan Ekonomi. Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi RI diwakili Dr. Ir. Ansar Husen, M.Si. Diundang juga seluruh bupati dan walikota, Ketua DPRD se NTB, kepala desa, Sekdes dan Ketua BPD. Sehingga ditaksir undangan mencapai 5000 orang. (ars/*)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Selasa, 28 November 2017
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Unram Jajaki Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Korsel
H. Sunarpi (Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Unram terus memperluas kerjasama internasional di bidang pendidikan. Beberapa waktu lalu, Rektor Unram Prof. H. Sunarpi dan sejumlah dekan berkesempatan mengunjungi Korea Selatan. Kunjungan kali ini dalam rangka memenuhi undangan kuliah umum di tiga perguruan tinggi Korea Selatan. Rektor Unram Prof. H. Sunarpi mengatakan tiga perguruan tinggi yang dikunjungi ialah Jongu University, yang terletak
di Soul. Di perguruan tinggi ini, kerjasama yang akan dibangun ialah dalam bidang pertukaran mahasiswa khususnya mahasiswa faluktas kedokteran. “Itu mungkin yang akan dimulai segera. Kemudian mengkaji peluang untuk mengambil program S2, dan S3,” ungkapnya. Penjajakan kerjasama berikutnya dengan Soul Nasional University. Adapun penjaja-
kan kerjasama di tempat ini di bidang teknik informatika. Dilanjutkan kemudian dengan Korea University. Kerjasama khusus mengenai teknik pangan, peningkatan kualitas dosen dan pengiriman dosen untuk mengambil program studi doktor dengan kemungkinan mengambil beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Korea. “Kita menjajaki kemungkinan kerjasama
dalam bidang teknik informatik,” jelas Sunarpi. Sementara untuk saling menguatkan kerjasama, selanjut mereka akan berbalas kunjungan pada 7 Desember mendatang. Dikatakannya jika sebelumnya, belum ada MoU selama ini. Tapi kerjasama pada dasarnya sudah dimulai karena beberapa kali ada kegiatan bersama terutama dengan Korea University. (dys/*)