Skip to main content

Edisi 27 Desember 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

RABU, 27 DESEMBER 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 239 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

(Suara NTB/ars)

LADANG - Perluasan ladang jagung oleh warga di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima sudah mendekati kawasan hutan lindung yang masih tersisa.

Bima (Suara NTB) Eforia penanaman komoditi jagung di Dompu semakin merambah ke Kota Bima dan Kabupaten Bima. Selain lahan pertanian, kawasan hutan

lindung pun berubah fungsi jadi area perladangan. Pemandangan memprihatinkan itu di kawasan hutan Lindung Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Desa

Pesa, Desa Lesu, Desa Maria, Desa Raba, termasuk dalam kawasan hutan lindung dengan kontur perbukitan hingga pegunungan. Pantauan Suara NTB

Minggu (24/12) lalu salah satunya jalur di antara Desa Pesa dengan Desa Maria. Pada jalur menanjak ini, kiri dan kanan jalan dipagari warga. Di dalam pagar, terhampar lah-

an yang terlihat baru selesai digarap untuk persiapan tanam. Sebagian besar sudah ditanami bibit jagung yang berumur hitungan pekan. Bersambung ke hal 15

PPATK Serahkan Kasus Dugaan Pencucian Uang di NTB ke APH Mataram (Suara NTB) – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan kasus dugaan pencucian uang yang terjadi di dua daerah di NTB telah diserahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Namun, PPATK belum membeberkan dugaan pencucian uang tersebut apakah melibatkan kepala daerah, pihak swasta atau pejabat.

TO K O H

‘’Setiap kasus yang ada (ditemukan dugaan pencucian uang) langsung disampaikan ke penyidik. Apakah itu (penyidik) KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), maupun Kepolisian,’’

Empat Cara Tekan Konflik POLDA NTB, berhasil menekan angka konflik sosial sepanjang tahun 2017. Empat pendekatan yang dilakukan, melalui pencegahan, kesejahteraan, kemanusiaan dan penegakan hukum. Konflik sosial dapat dipicu dari berbagai macam hal. Bersambung ke hal 15

menyatakan bahwa memang barubaru ini PPATK mengeluarkan rilis mengenai dugaan pencucian uang yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk NTB. ‘’Kita ndak tahu persis (tindak pidana korupsi atau lainnya). Temuan itu langsung diserahkan ke aparat penegak hukum,” ucapnya. Ia menjelaskan, temuan PPATK tersebut berasal dari laporan perbankan, perusahaan asuransi, penanaman modal berupa transaksi mencurigakan. Bersambung ke hal 15

Momentum Pertemuan IMF – WBG BPKP Rampungkan NTB Tangkap Peluang Tarik Audit Kerugian Negara Investor di Tiga Kawasan Andalan Kasus BPR

Firli (Suara NTB/dok)

KO M E N TTAA R Manfaatkan Pertemuan IMF-WBG BANK Indonesia mengingatkan pemerintah daerah dan stakeholders untuk memanfaatkan sebesar-besarnya pertemuan tahunan IMF-World Bank Group (WBG) yang akan dilaksanakan di Bali pada Oktober 2018 mendatang. Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan suksesi event internasional itu. ‘’Persiapan selama 10 bulan, pun rasanya cukup bagi pemerintah daerah, Bersambung ke hal 15

kata Humas PPATK, Natsir Kongah ketika dikonfirmasi Suara NTB lewat sambungan telepon dari Mataram, Senin (25/12) siang. PPATK melacak transaksi men-

curigakan dari 19 orang yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana senilai total Rp 747 triliun lewat 228 rekening bank dan lembaga keuangan setahun terakhir. Transaksi mencurigakan dugaan pencucian uang tersebut terjadi di beberapa daerah salah satunya NTB, yakni di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Natsir mengaku, belum mengetahui jenis kasus dan besaran dugaan pencucian uang yang terjadi di Kota Mataram dan KSB tersebut. Namun, ia

Mataram (Suara NTB) Di penghujung tahun 2017, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelesaikan audit kasus merger PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Targetnya, kasus ini tidak akan menjadi tunggakan audit. ‘’Saat ini audit kasus BPR masih dalam tahap finalisasi oleh tim,’’ kata Kepala BPKP NTB melalui Korwas Investigasi, Ngatno, SE kepada Suara NTB di Mataram, Selasa (26/12). Bersambung ke hal 15

Ngatno

Mataram (Suara NTB) Momentum pertemuan tahunan IMF – World Bank Group (WBG) di Bali, 8-14Oktober 2018 mendatang akan menjadi peluang bagi NTB untuk mempromosikan sektor pariwisata dan investasi. Terutama menarik investor untuk berinvestasi di tiga kawasan andalan NTB, yakni KEK Mandalika, Global Hub Bandar Kayangan dan Samota. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M. TP mengatakan jika melihat nuansa pertemuan tahunan IMF-WBG tersebut, banyak sekali orangorang dari seluruh dunia akan hadir. Termasuk beberapa

negara yang sudah diajak dan didatangi untuk promosi pariwisata dan investasi beberapa waktu lalu. ‘’Sebenarnya, kesempatan-kesempatan seperti ada pertemuan internasional seperti itu memang bisa dijadikan peluang. Karena kedekatan Lombok dengan Bali ini cukup dekat,’’ kata Ridwan ketika dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (26/12) siang. Ridwan mengatakan, Pemprov belum mengetahui Bersambung ke hal 15

Catatan Akhir Tahun (4) Prijono

Tersandera 29 Tahun, KEK Mandalika Akhirnya Dibangun Pembangunan sektor pariwisata NTB pada 2017 menunjukkan perkembangan dengan diresmikannya operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada di Lombok Tengah oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober lalu. Pembangunan di kawasan tersebut dapat dimulai setelah tersandera selama 29 tahun akibat persoalan lahan. PERSOALAN lahan seluas 109 hektar di KEK Mandalika sudah tuntas, yang ditandai dengan pemberian

uang kerohiman sekitar Rp 10 miliar lebih kepada 35 warga penggarap lahan negara di kawasan tersebut. Dengan

tuntasnya persoalan lahan itu, bukan berarti tugas PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan makin ringan bahkan semakin berat. ITDC diminta mempercepat pembangunan KEK Mandalika yang sudah tersandera selama 29 tahun tersebut. Bahkan pada saat peresmian operational KEK Mandalika, Presiden Jokowi meminta ITDC sebagai pe-

ngelola KEK Mandalika supaya mengevaluasi izin-izin yang telah diberikan kepada investor. Presiden memberikan ultimatum jika sampai enam bulan investor belum melakukan konstruksi maka izinnya harus dicabut. Presiden meminta ITDC membuat aturan main yang jelas mengenai kontrak pemanfaatan lahan dengan investor di kawasan tersebut. Dalam melakukan penan-

datangan kerjasama pemanfaatan lahan dengan investor di KEK Mandalika, ITDC harus memberikan batas waktu sampai enam bulan harus ada konstruksi. Jika dalam waktu enam bulan investor belum melakukan pembangunan maka izinnya harus dicabut. Presiden mengatakan banyak sekali investor yang antre menanamkan modalnya di KEK Mandalika. Bersambung ke hal 15


SUARA MATARAM

SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

Antisipasi DBD MUSIM hujan yang sudah mulai turun mengguyur kota Mataram beberapa waktu belakangan ini sudah mulai diantisipasi oleh pihak kelurahan. Terutama untuk menghindari terjadinya penyakit akibat musim hujan seperti penyakit demam berdarah. Sebagai salah satu wilayah yang rentan terkena penyakit DBD, kelurahan Pagesangan Barat sudah mulai membenahi setiap lingkungannya. “Memang hal itu tidak bisa kita antisipasi, karena warga bisa saja terkena gigitan nyamuk disaat bekerja di luar atau saat sekolah,” terang (Suara NTB/uul) Lurah Pagesangan Barat, Lalu Sweta Arif Lalu Sweta Arif, kemarin. Saat pihaknya maupun petugas kesehatan mengecek lokasi tempat pasien DBD, ia mengaku tidak menemukan adanya jentikjentik nyamuk DBD. Lingkungan yang paling banyak terkena DBD kemarin, tukasnya, adalah wilayah Kekalik Baru yang sebagian besar penduduknya adalah pekerja kantoran. “Padahal kalau kita lihat di sini bersih sekali lingkungannya, sedangkan lingkungan yang termasuk perkampungan malahan tidak ada terkena,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya sudah sering meminta masyarakat untuk aktif membersihkan lingkungannya. “Di sini ada program dari masyarakat sendiri untuk mengadakan bersih-bersih lingkungan, terutama di hari minggu atau hari libur lainnya,” ujar Arif. Pembersihan ini lebih dikhususkan untuk sekitar rumah warga untuk menghindari adanya habitat jentik nyamuk. “Bahkan di tiap lingkungan mengadakan lomba kebersihan yang dilakukan secara berkala,” tukasnya. Arif mengatakan lomba kebersihan ini dilakukan setiap triwulan, kadang setiap RT juga mengadakan lomba. “Di sini ada gerakan kebersihan dilakukan secara individu atau massal, ada juga nantinya kepala lingkungan mengajak untuk gotong royong di titik tertentu, tergantung kondisinya juga,” imbuhnya. Dengan adanya lomba kebersihan ini efektif membuat masyarakat menjadi lebih sadar akan kebersihan. “Tetapi namanya juga masyarakat, kalau di sini masyarakat kita sudah tertib tapi nanti dari luar yang membuang misalnya ada TPS yang berada di tepi jalan,” kata Arif. Ia juga selalu berpesan kepada masyarakat dalam setiap pertemuan untuk terus menjaga kebersihan lingkungannya, jangan hanya mempercantik diri saja. (uul)

Halaman 2

Pemkot Mataram Ancam Tutup Dua Retail Modern Mataram (Suara NTB) Dinas Perdagangan Kota Mataram mengancam akan menutup dua retail modern di Jalan Bung Hatta. Kedua retail tersebut disinyalir belum memiliki izin. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri merasa tidak pernah memberikan rekomendasi atau izin terhadap dua retail modern di Jalan Bung Hatta tersebut. Sehingga, jelas beroperasi pasar modern itu tidak ada izin. “Mereka tidak pernah mengajukan izin,” kata Alwan. Sejauh ini, Pemkot Mataram sedang moratorium terhadap izin pasar modern. Pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Badan Penelitian dan Pengembangan. Ha-

sil kajian itu nantinya akan disampaikan secara umum. Alwan menyesalkan pengusaha justru memaksa membuka usaha mereka tanpa menyelesaikan perizinan terlebih dahulu. “Jangan pemerintah dipaksa kemudian mengeluarkan izin. Ini yang salah,” ujarnya. Pihaknya akan mengkroscek dua retail modern tersebut. Bila ditemukan beroperasi akan dipaksa menutup usaha mereka. “Kita suruh tutup. Mereka tidak ada izin,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Drs. Cokorda Sudira Muliarsa juga mengaku, tidak pernah mengeluarkan izin retail modern di Jalan Bung Hatta. Dikatakan, Pemkot Mataram sedang moratorium retail modern, sehingga tidak berani mengeluarkan izin tanpa memiliki rekomendasi dari instansi teknis. “Belum ada kita keluarkan izin,” akunya. Badan Litbang kata Cok sapaan akrabnya, masih melakukan kajian terkait keberadaan retail modern. Dari hasil kajian itu diketahui kawasan mana tidak boleh dan perlu penambahan. Namun

(Suara NTB/cem)

TERANCAM DITUTUP - Salah satu retail modern di Jalan Bung Hatta terancam ditutup paksa. Tindakan tegas ini dilakukan karena disinyalir pengusaha belum mengantongi izin. demikian, secara detail belum diketahui titik mana saja yang perlu dibatasi atau ditambah.

“Secara lisan sudah dikasih tahu. Tapi detailnya belum diinfokan,” tuturnya. (cem)

Gali Potensi PAD MESKI besaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah disepakati antara eksekutif dengan legislatif namun kalangan DPRD Kota Mataram melihat sumbangan PAD bisa saja lebih besar dari nominal yang telah ditetapkan. Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., tidak menampik bahwa selama ini, penetapan PAD Kota Mataram masih menggunakan pola tawar menawar antara eksekutif dengan legislatif. Padahal, masih banyak potensi PAD yang bisa digali. ‘’Makanya teman-teman (Suara NTB/fit) memberikan saran bagaimH. Muhtar ana supaya potensi PAD ini harus melalui pengkajian yang lebih mendalam. Jangan sampai hanya sekadar saling tawar menawar. Kalau tawar-menawar itu ada kalanya dia bisa memenuhi target dan ada kalanya tidak memenuhi target,’’ terang Muhtar kepada Suara NTB kemarin. Kalau sudah melalui kajian mendalam, potensi untuk tidak memenuhi target, sangat kecil. Artinya, targetnya bisa melampaui. Dewan sering mendorong eksekutif agar terus menggali potensi PAD yang ada di Mataram. Sebenarnya, lanjut Muhtar, dari BPKP sudah siap memberikan bantuan mengaudit potensi PAD Kota Mataram. ‘’Dari BPKP pernah menyampaikan, jangan cuma didorong SKPD ini, dipaksakan. Ya bagaimana cara memaksanya, itu dengan menggali potensi PAD berdasarkan naskah-naskah yang utuh,’’ ungkapnya. Politisi Gerindra ini mengakui bahwa kinerja SKPD agak lamban dalam menggenjot potensi PAD. Seperti janji akan melengkapi hotel-hotel di Mataram dengan fasilitas tapping box. ‘’Ini menjadi PR (pekerjaan rumah, red) kita bersama. Kita sudah sampaikan ini sejak zaman Sekda yang dulu,’’ imbuhnya. Dikatakan Muhtar, PAD Kota Mataram ditargetkan meningkat setiap tahun. Hanya saja, target itu belum sepenuhnya menggambarkan potensi nyata yang ada di Kota Mataram. Untuk dapat meningkatkan PAD Kota Mataram, sambung orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini, harus ada komitmen bersama di internal eksekutif. Ini terlihat dari beberapa SKPD yang mengelola potensi PAD yang sesungguhnya luar biasa, tetapi ternyata capaiannya mengecewakan. ‘’Makanya teman-teman Dewan punya wacana membentuk perusahaan daerah (PD),’’ cetusnya. Tercetusnya wacana membentuk PD dilatarbelakangi kekecewaan Dewan atas beberapa potensi PAD yang tidak mampu dikelola dengan baik oleh dinas yang bersangkutan. (fit)

(Suara NTB/cem)

NGURISAN - Peziarah di makam Loang Baloq menggelar prosesi ngurisan, Selasa (26/12). Ini biasa dilakukan sebagai bentuk rasa syukur .

Menikmati Liburan Wisata Religi di Makam Loang Baloq Mataram (Suara NTB) Liburan ke pantai, kolam renang maupun air terjun merupakan hal biasa. Tetapi, ada yang berbeda menikmati liburan wisata religi di salah satu makam ulama Lombok di Loang Baloq. Makam yang jaraknya tidak jauh dari pusat Kota Mataram itu letaknya persis di depan Pantai Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang Kecamatan Sekarbela. Untuk menjangkaunya bisa menggunakan angkot maupun sepe-

da motor. Hanya butuh 10 - 15 menit dari pusat kota. Bagi sebagian masyarakat di Pulau Lombok, mengunjungi (berziarah) makam merupakan tradisi dilakukan oleh leluhur mereka sebelumnya. Tradisi ini jadi warisan meski perlahan terkikis. Sebenarnya, di Pulau Lombok banyak terdapat makam sering dikunjungi masyarakat. Seperti makam di Batu Layar, Lombok Timur, Lombok Tengah dan sebagainya. Sebagian mempercayai ber-

ziarah ke makam sebagai bentuk ungkapan rasa syukur. Ada pula yang sekadar melaksanakan prosesi ngurisan (memotong rambut bayi baru lahir). Seperti dilakukan oleh keluarga Mariasih, warga asal Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Bersama keluarga, ia menikmati libur sambil berziarah ke Makam Loang Baloq. Liburan kali ini berbeda seperti dilakukan saat lebaran Idul Fitri. Ia bersama keluarga dan kerabat-

Tak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Mandalika Mataram (Suara NTB) Libur panjang Perayaan Hari Raya Natal tidak terjadi lonjakan penumpang di Terminal Mandalika. Angkutan Kendaraan Dalam Provinsi maupun Angkutan Kendaraan Antar Provinsi (AKDP - AKAP) normal melayani penumpang. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Mataram, Suratman Hadi, Selasa (26/12) mengatakan, libur perayaan Natal angkutan yang melayani tujuan ke Pulau Jawa maupun Sumbawa masih normal. Tidak ada lonjakan maupun peningkatan penumpang. Kondisi ini biasa setiap tahun, karena masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi maupun

pesawat. “Biasa - biasa saja, malahan sepi,” kata Suratman. Berbeda halnya dengan mudik lebaran. Organda kewalahan melayani penumpang baik ke tujuan Pulau Jawa maupun Sumbawa. Bus cadangan dioperasionalkan memenuhi permintaan. Kali ini aku dia, AKAP beroperasi sekitar 6 - 8 unit. Sedangkan, AKDP menuju Sumbawa sekitar 15 - 20 unit per hari. Suratman menambahkan, pihaknya tidak mengeluarkan bus cadangan. Beberapa unit sudah disiapkan bila sewaktu - waktu ada peningkatan permintaan. “Sifatnya kita persiapkan saja. Tapi belum digunakan,” ucapnya. Kemungkinan libur pergan-

tian tahun baru pekan depan, ada kenaikan penumpang. Selain berbarengan dengan libur sekolah berakhir, juga kampus kampus memasuki libur kuliah. Dia mengatakan, mulai besok akan memantau perkembangan di Terminal Mandalika. Karena, ia melihat pos pengamanan sudah dibangun beberapa titik mengantisipasi kemacetan. Disatu sisi, Organda menyesalkan masyarakat menikmati liburan menggunakan mobil bak terbuka. Aparat kepolisian, Dishub dan Jasa Raharja melarang penggunaan bak terbuka mengangkut orang. Menurut dia, ini tantangan kedepan untuk menggencarkan sosialisasi demi menyadari kebiasaan masyarakat. (cem)

Kondusivitas Terganggu

Konflik Monta Bisa Menjadi Konsumsi Politik Keberagaman yang dimiliki Kota Mataram merupakan nilai jual di tengah heterogenitas penduduknya. Perbedaan suku dan agama tak menjadi penyekat masyarakat menjalin silaturahmi dan menjunjung nilai - nilai Pancasila. MATARAM sebagai Ibukota Provinsi NTB, cukup mumpuni dan matang di usianya yang telah beranjak 24 tahun. Usia dewasa dan di tengah riuhnya keberagaman, tidak berarti Kota Mataram berada pada posisi aman. Justru, di bawah kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Mataram dua periode ini, harus mampu keluar dari comfort zone atau zona nyaman mereka. Sebab, tidak dipungkiri isu keberagaman dan agama dimainkan di tengah eskalasi politik 2018 - 2019. Seperti diketahui, eskalasi politik 2018 justru menunjukkan benih di Kota Mataram. Konflik antar dua lingkungan yakni Monjok Culik dan

Karang Taliwang kembali pecah. Padahal, kedua belah pihak telah bersepakat damai. Isu SARA kumat antara Lingkungan Asahan dan Peresak di Kelurahan Pagutan. Pertikaian antara dua warga ini, bisa saja secara kebetulan terjadi di tengah kontestasi politik memanas. Ataukah, konflik ini murni akibat faktor miskomunikasi. Baik itu Monjok - Karang Taliwang dan Asahan - Peresak memiliki sejarah panjang. Peristiwa itu ibarat bom waktu. Pada waktu tertentu akan meledak begitu saja. Menarik untuk dicermati bersama bahwa Konflik Monta (Monjok - Karang Taliwang) dulunya redup kembali pecah di tahun 2015 lalu. Tahun itu

merupakan tahun politik. Di mana, total ada 8 provinsi, 170 kabupaten dan 26 kota yang menggelar Pilkada serentak, termasuk Kota Mataram. Persoalan kedua belah pihak berhasil ditengarai. Namun, memasuki tahun politik kembali pecah. Kita tidak bisa mengambil kesimpulan terhadap peristiwa tersebut. Meskipun, persepsi di masyarakat bahwa konflik ini bisa jadi konsumsi politik. Akan tetapi kenyataannya, tokoh agama, masyarakat dan pemuda mencintai kedamaian dan hidup rukun. Kasus ini merupakan pekerjaan rumah kepala daerah dan wakil kepala daerah. Tidak saja soal tanggungjawab terhadap keamanan, tetapi menyelamatkan agar proses demokrasi di Mataram tak dilucuti oleh isu intoleransi. Oknum - oknum tak bertanggungjawab akan memanfaatkan isu ini sebagai konsumsi politik. Jelas akan menjadi keru-

gian bagi H. Ahyar Abduh selaku kandidat pada Pilkada NTB 2018. Kuncinya adalah sejak awal harus mencari formula. Formula ini tidak sebatas perjanjian di atas kertas. Akan tetapi, harus ada jaminan bahwa masyarakat Monjok dan Karang Taliwang ‘’merdeka’’. Merdeka dalam persepektif hidup aman, nyaman dan tetap saling menghargai serta menghormati satu sama lain. Pada konteksi ini, masalah keamanan tidak saja dibebankan kepada pemerintah saja. Aparat kepolisian, TNI, Badan Intelejen Negara dan masyarakat memiliki peran sama. Langkah yang dilakukan oleh TNI dengan berkunjung ke rumah warga dengan membangun komunikasi adalah caranya yang tepat. Pendekatan persuasif dibutuhkan mencari akar persoalan menarik benang merah. Bukan berarti menerjunkan pasukan dengan jumlah banyak untuk siaga.

Personel TNI dan Polri berseragam lengkap dengan mengekang senjata, justru memantik emosi kedua belah pihak. Masyarakat luar yang tidak tahu malah bertanya tanya. Persepsi masyarakat awam dengan informasi menganggap siaganya dua aparat dengan seragam coklat dan loreng itu menandakan lokasi tersebut tidak aman. Tentu ini menjadi kerugian bagi pemerintah. Meskipun disatu sisi, apa yang dilaksanakan oleh TNI dan Polri sesuai dengan prosedur tetap (protap) mereka. Saat ini, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memiliki kesempatan melakukan akselarasi menjamin keamanan dan kenyamanan. Saya yakin dua periode kepemimpiannya sebagai kepala daerah dengan penduduk kurang dari 500 ribu jiwa tersebut. Ahyar Abduh memiliki segudang amunisi untuk menjamin perdamaian serta kondusivitas. (cem)

nya menikmati libur sembari melaksanakan prosesi ngurisan. “Kalau sebelumnya datang ziarah saja. Sekarang ini ngurisan anak adik misan saya,” kata dia, Selasa (26/ 12). Mariasih cukup rutin ziarah makam ke Loang Baloq. Menurut dia, setahun sekitar tiga sampai empat kali. Walaupun rumahnya jauh di ujung Pulau Lombok, ia tak sungkan melaksanakan tradisi nenek moyangnya telah bertahun - tahun. Kata dia, ziarah makam merupakan tradisi budaya. Artinya, perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Tidak lantas pengaruh teknologi membuat masyarakat lupa dengan tradisi leluhur mereka. “Ini sudah tradisi budaya masyarakat. Pokoknya setiap ada hajatan seperti ini. Kami datang ke sini,” ucapnya. Tidak saja Mariasih. Ami-

nulloh juga menuturkan hal sama. Ziarah makam dinilai sebagai tradisi penting di Pulau Lombok. Hampir sebagian masyarakat di Lombok melaksanakan demikian. Terutama saat lebaran maupun ketika ada hajatan atau syukuran. Aminulloh tak pernah absen jika ada acara hajatan berkunjung ke makam. Sembari ziarah, ia juga mengirimkan doa kepada para ulama. “Kalau ada syukuran seperti ini saya ikut,” ucapnya. Ayah dua anak ini mengaku, wisata religinya bersama anak dan keluarganya sekaligus mengenalkan kedua putranya tentang tradisi masyarakat di Lombok. Jangan sampai kata dia, generasi lupa dengan tradisi budaya yang mengakar di masyarakat. “Sebelum main ke pantai. Iyah, tidak salahnya ziarah makam dulu,” demikian ucapnya. (cem)

Verifikasi Dukungan Calon Independen Gunakan ’’Video Call’’ Mataram (Suara NTB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, Senin (25/ 12) memberikan batas waktu hingga pukul 24.00 Wita bagi tim pasangan calon memverifikasi dukungan calon perorangan (independen). Menariknya, salah satu pendukung di Kelurahan Sayang sayang Kecamatan Cakranegara menggunakan panggilan video atau video call untuk berbicara dengan verfikator. Komisioner KPU Kota Mataram, Bedi Saparwadi, SE., dikonfirmasi, Selasa (26/12) mengatakan, pihaknya memberikan batas terakhir verifikasi dukungan bagi tim paslon perorangan hingga tanggal 25 Desember pukul 24.00 Wita. Petugas PPS dan PPK di enam kecamatan bahkan KPU siaga menunggu tim paslon lewat jalur independen mendatangkan pendukung mereka. “Karena tagline KPU melayani kita siaga sampai pukul 24.00 Wita. Kita ingin memastikan menunggu hingga batas waktu itu,” kata Bedi. Kata dia, memang ada beberapa orang hadir di Pagutan menyatakan arah dukungannya. Akan tetapi, sebagian pula tim paslon tidak bisa menghadirkan lagi. Yang menariknya lanjut Bedi, di Kelurahan Sayang - sayang. Salah seorang pendukung bernama Rus’ai menggunakan video call memastikan dukungannya. Langkah dilakukan oleh Rus’ai dibenarkan sesuai Pasal 25 PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang pemanfaatan teknologi

informasi. Cara ini bisa digunakan apabila pendukung tidak bisa dihadirkan, berada di luar daerah atau ada sesuatu dan lain hal, sehingga menggunakan video call yang difasilitasi tim paslon. “Secara kebetulan pendukung ini sedang sakit. Maka dibolehkan menggunakan video call. Bahkan, mungkin ini satu - satunya di NTB verifikasi pendukung lewat video call,” jawab Bedi sambil tertawa. Secara keseluruhan total syarat dukungan yang diverifikasi sekitar 9.650. Ini tersebar di 49 kelurahan. Dukungan terbesar berada di Kelurahan Karang Baru, Mandalika, Selagalas dan Pejeruk. Rata - rata dukungannya di atas 600 pendukung. Lebih teknis dijelaskan, verifikasi faktual berdasarkan Pasal 23 PKPU Nomor 3 Tahun 2017. Petugas PPS nanti akan mendatangi dan menemui pendukung yang datanya masuk jadi pendukung paslon perorangan. Mereka ditanya soal dukungan. “Apabila mendukung verifikasi cukup di situ saja. Kecuali tidak mendukung baru menandatangani surat pernyataan tidak mendukung,” ujarnya. Akan tetapi, pendukung tidak ditemui di tempat selambat lambatnya diberikan waktu selama tiga hari untuk dikumpulkan oleh tim paslon. Kemudian, petugas kembali menanyakan dukungan mereka. Pun tidak hadir, juga diberikan kesempatan hingga 25 Desember. (cem)


SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

EKONOMI DAN BISNIS

Halaman 3

PHRI NTB Bersiap Sambut Pertemuan Bank Dunia di Bali Mataram (Suara NTB) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB bersiap menyambut pertemuan tahunan IMF-World Bank Group (Bank Dunia) yang akan dilaksanakan di Bali Oktober 2018 mendatang. PHRI mengambil ancangancang, sekaligus mengajak semua pihak untuk bergerak. Terutama asosiasi-asosiasi yang ada di daerah ini agar mempersiapkan lebih dini, untuk mendapatkan manfaat besar dari kegiatan yang akan hadiri 18.000 orang peserta dari berbagai negara belahan dunia itu. IMF – WBG ini akan diikuti para Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Sentral 189 negara, serta 22 Kepala Negara/setingkat Kepala Negara.

Pesawat pengangkut peserta pertemuan tahunan ini tidak saja pesawat komersil, dipastikan akan banyak digunakan pesawat jet (pribadi), mengingat para tamu undangan bukan dari orang biasa. “Kami akan berkoordinasi langsung dengan PHRI Bali,” kata Ketua PHRI NTB, L. Abdul Hadi Faisal di Mataram, Selasa (26/12) kemarin.

PHRI NTB nanpaknya tak ingin kehilangan momentum langka ini. Karena itu, sebagaimana yang PHRI juga ingin lakukan adalah melakukan prmosi besar-besaran seperti yang dilakukan pada kegiatan Asean Games di Jakarta dan Palembang. Pertemuan Bank Dunia boleh dilakukan di Bali. Tetapi efek domino harus dimanfaat-

kan sebesar-besarnya oleh NTB. Terlalu rugi menurutnya bila peluang tersebut tak dimanfaatkan NTB. Apalagi jarak Bali-NTB teramat dekat. “Pagi boleh saja meeting di Bali. Sorenya jalan-jalan ke sini, apalagi yang punya jet pribadi,” ujarnya. Karena itu, NTB harus mampu menunjukkan dari sekarang, daerah ini tidak kalah siap mendukung pelaksanaan pertemuan Bank Dunia di Bali. L. Faisal Hadi berpatokan pada kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Raja Salman belum lama ini ke Indonesia. Tidak sedikit yang da-

tang justru berwisata ke NTB. Pada moment IMF-WBG tahun 2018, diyakini juga tak sedikit pesertanya yang akan datang berwisata ke NTB. NTB sudah memiliki nama, Lombok Terutamanya, dengan penghargaan-penghargaan internasional yang diraih pada sektor pariwisata. “IMF-WBG adalah kesempatan melakukan promosi sebesar-besarnya. Pemerintah provinsi, kabupaten kota harus punya waktu, punya dana untuk memperomosikan sebesar-besarnya NTB di event itu,” imbuhnya. Karena itu, pendekatan

harus dilakukan lebih gencar dari awal. Terutama kepada panitia kegiatan tentang teknisnya berpastisipasi sebesar-besarnya di event internasional itu. “Pemerintah daerah siapkan infrastruktur dan promosi dari sekarang. Jangan menganggap peluang ini setengah penting, ini peluang yang luar biasa. Jangan sampai Jawa Timur yang menjadi provinsi terdekat Bali yang menangkap peluang ini. Kita memiliki karakteristik yang tak jauh berbeda dengan Bali. Dan kitalah yang harusnya mendapatkan manfaat sebesar-besarnya setelah Bali,” demikian L. Abdul Hadi Faisal. (bul)

(Suara NTB/dok)

L. Abdul Hadi Faisal

WOM Finance ’’Jemput Bola’’ ke Narmada

(Suara NTB/bul)

WOM FINANCE - Pelayanan perdana di Kapos Narmada WOM Finance, disaksikan oleh manajemen WOM Finance.

Mataram (Suara NTB) PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) melakukan ekspansi. Akhir tahun 2017 ditutup dengan membuka Kantor Pos (Kapos) atau kantor pelayanan di kawasan stategis bisnis di samping pasar Narmada, Lombok Barat. Keberadaan Kapos Narmada ini menjadi kantor pelayanan ketiga WOM Finance di NTB. Dua lainnya, masingmasing kantor pusat di Mataram, diperkuat Kapos Selong, Lombok Timur. Kapos Narmada di Jalan Ahmad Yani, Desa Lembuak Kecamatan Narmada diresmikan Sabtu (23/12). Acara ini dihadiri oleh Kadiv BNIM, Heru Santosa Hadiyanto, Kadiv Mo-

torku, Ria Maulina, Deputy BU Head Jatim BNT, Andreas Aditya didampingi oleh R. Hari Adhy Rahmanto selaku Branch Head Mataram serta beberapa perwakilan area dari Business Unit Jatim BNT. Heru Santosa mengatakan, Narmada merupakan lokasi yang strategis dan memiliki potensi bisnis yang besar. Penempatan kantor jaringan di wilayah Narmada diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan dapat memperluas pangsa pasar di wilayah Kecamatan Narmada. Saat ini terdapat 179 kantor jaringan perusahaan telah tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah kantor cabang mencapai 103 kantor dan 76 kantor selain

Konsumsi BBM Naik 4 Persen Mataram (Suara NTB) – Libur Natal tahun ini di luar ekspektasi. Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya naik 4 persen dari keadaan biasanya. Libur pergantian tahunpun diprediksi kebutuhan BBM tak naik terlalu signifikan. “Tak sampai lima persen kenaikan permintaan harian,” demikian keterangan Sales Representatif Pertamina Depo Ampenan, Reggi Senjang Pramagarjita di Mataram, Selasa (26/12) kemarin. Tidak diketahui persis apa penyebabnya, analisa sementara lebih kepada faktor cuaca. Karena konsumsi BBM jenis gasolin (Pertamax, Pertalite, Premium, Solar) lebih banyak dikonsumsi oleh pengguna kendaraan bermotor. Kemungkinan, kata Reggi, akibat perubahan cuaca sehingga ter-

batas aktivitas ke luar rumah atau rekreasi orang pada libur natal. Dalam dua tahun terakhir, Reggi mengatakan memang kondisinya tak jauh berbeda seperti akhir tahun ini. Kenaikan permintaan BBM saat akhir tahun tak terlalu jauh dari keadaan biasanya. Kendati demikian, Pertamina telah melakukan persiapan mengantisipasi permintaan konsumen pada momen pergantian tahun yang tinggal menghitung hari. Stok tersedia saat ini ratarata untuk tujuh hari ke depan. Sementara untuk Pertamax Pertalite, stok tersedia hingga 10 hari. Selain itu, terus dilakukan penambahan stok lima kapal sehari. “Ampenan, Badas dan Bima, stok tersedia masih bagus,” demikian Reggi.

FKUB Jamin Keamanan Berinvestasi di NTB FORUM Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTB menegaskan sikapnya menjamin kenyamanan para investor berinvestasi. Para tokoh lintas agama memiliki visi misi yang sama mendukung pembangunan di daerah ini. Hal ini dipertegas Ketua FKUB Provinsi NTB, Drs. H. Syahdan Ilyas, MM. Soal kondusivitas menurutnya sangat erat kaitannya dengan kerukunan dan harmonisasi umat beragama. Komitmen bersama ini telah dibuktikan dengan kondusifnya NTB hingga saat ini. “Kalau bisa datang sebanyak-banyaknya. Kita berani jamin investasi aman, para tokoh agama memberikan jaminan,” katanya pada Suara NTB. Suasana kondusif menjadi keinginan bersama, tanpa terkecuali para pemimpin umat beragama di provinsi ini. Jika terindikasi ada persoalan muncul, FKUB ikut berperan di dalamnya mengkondisikan suasana. FKUB adalah mitra pemerintah daerah, dan Forkominda. Didalamya Gubernur, Kapolda, Danrem, Kabinda, Kejaksaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat tetap saling berkoordinasi mencipatakan suasana yang kondusif di NTB. Untuk kegiatan antisipasi, FKUB juga melakukan koordinasi hingga ke tingkat akar. Melalui kegiatan-kegiatan kunjungan kerja secara rutin, kata Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas ini. FKUB juga kerap kali terlibat langsung dalam deklarasi pencegahan terorisme dan radikalisme. “Kalaupun ada gemercik-gemercik kecil, itu wajar. Tapi enam komunitas umat beragama di NTB sudah sangat solid. Boleh dicek keamanan investasi di NTB selama beberapa tahun terakhir,” imbuhnya. FKUB juga rutin melakukan sosialisasi di kalangan siswa dan mahasiswa. Materi yang disampaikan tetap dalam konteks menjaga kondusivitas daerah. Karena itu, FKUB meyakinkan para investor, agar tak khawatir menanamkan modalnya di NTB. Lintas generasi telah dipastikan telah satu suara. Untuk kondusifitas daerah, FKUB NTB bahkan telah menyepakti empat poin penting pada rapat koordinasi akhir tahun yang dilaksanakan akhir pekan kemarin. Empat poin yang berkaitan erat dengan jaminan keamanan berinvestasi di NTB itu diantaranya, pembinaan tri Kerukunan umat beragama, baik intern, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah daerah akan dilakukan secara terus menerus dalam upaya menciptakan suasana yang kondusif melalui pembinaan guru-guru sekolah umum dan agama, lembaga pendidikan dari TK/Paud, SLTP/ SLTA, PTN/PTS, tokoh pemuda, mahasiswa dan wanita di NTB. Kedua, melakukan gerakan memerangi Narkoba, Narkotika, Perdagangan Perempuan dan anakanak, dilakukan bersama seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB dan dinas terkait, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenag NTB, Kesbangpoldagri, Kapolda NTB, Majelis Ualama Indonesia Nusa Tenggara Barat, serta LSM Provinsi NTB. Ketiga, gerakan pencegahan radikalisme di daerah NTB. Dan keempat, sosialisasi kebijakan pembangunan bina agama tentang peraturan bersama MenteriAgama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan 8 tahun 2006, terkait dengan pemeliharaan kerukunan umat beragama, masalah keamanan ketertiban dan ketentraman masyarakat H. Syahdan Ilyas di NTB. (bul) (Suara NTB/bul)

Pada momen pergantian tahun, Pertamina telah melakukan persipan. Rencananya pendistribusian BBM ke SPBU-SPBU akan dilakukan sejak dini hari untuk mengantisipasi pengantaran terganggu akibat banyaknya lalu lalang kendaraan. Sementara Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi NTB, I Komang Gandhi dihubungi terpisah menjelaskan, sudah menjadi tradisi bagi pemilik SPBU yang diberikan tugas untuk menyalurkan BBM kepada masyarakat, untuk mengamankan kebutuhan. Untuk natal dan tahun baru, BBM dan elpiji stoknya diperkuat untuk mengantisipasi. Anggota Hiswana Migas diberikan kemudahan-kemudahan oleh Pertamina, terutama dalam hal penebusan

agar kebutuhan masyarakat saat momen-momen besar terpenuhi. “Kami sudah di back up sama Pertamina,” ujarnya. Permintaan saat liburan natal tahun ini mengalami kenaikan, tapi kecil. Banyak faktor yang membuatnya demikian. Diantaranya biasanya akhir tahun hanya pariwisata yang menonjol. Selain itu, akibat erupsi Gunung Agung di Bali, keadaan masih wait and see, sehingga trennya tidak seperti sebelumsebelumnya. Kendati demikian, dari pihak Pertamina, kata Gandhi sudah mempersiapkan, tanpa melihat faktor-faktor itu. Bupper stok tetap disediakan dalam rangka berjaga-jaga. Hal teknis, soal tera untuk mengantisipasi berbagi kemungkinan, Hiswana Migas mengingatkan kepada anggotanya untuk tetap menjalankan SOP di SPBU. Dengan melakukan tera mandiri setiap hari sebelum memberikan pelayanan kepada konsumen. Jangan sampai saat permintaan tinggi nantinya, justru konsumen mengeluh soal takaran. Hal itu tidak diinginkan. “Ada atau tidak ada tahun baru, harus dilakukan rutin. Kitapun sudah melakukan itu,” demikian Gandhi. (bul)

kantor cabang. Bergerak di bidang pemberian pembiayaan sepeda motor. Kelompok usaha PT Bank Maybank Indonesia Tbk (MBI) ini meyakinkan diri ekspansi ke Narmada, karena mengingat potensi bisnisnya yang tidak kecil. Disamping kompetitor lainnya juga telah melakukan ekspansi bisnisnya ke sana. Heru Santosa mengatakan, adanya pasar tradisional di sana tentunya WOM Finance memberi ruang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan kredit dengan cepat, hanya dengan menjaminkan BPKB kendaraan roda dua, ataupun roda empat miliknya. “Kami menyiapkan pembiayaan multiguna, hanya dengan jaminan BPKB dan prosesnya

sangat cepat,” demikian Heru. WOM Finance merasa cukup optimis akan berkembang di Pulau Lombok. Mengingat bisnisnya bertumbuh 4 persen tahun 2017 dibandingkan dengan capaian tahun 2016 lalu. Pasar Lombok menurutnya cukup memuaskan. “Karena Lombok potensial, sampai kita berani membuka tambahan kantor pelayanan,” jelasnya. Sementara nasional, tahun 2016 lalu pembiayaan disalurkan sebesar Rp 7 triliun, tahun ini menjadi Rp 7,5 triliun. Heru Santosa menyebut bahwa WOM Finance cukup percaya diri bahwa perusahaan akan tumbuh lebih baik, di tengah kesulitan ekonomi. (bul/*)


SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Peninggalan Sejarah Desa Sapit

Alquran Kuno Hanya Dikeluarkan Saat Acara Adat Desa Sapit Kecamatan Suela Lombok Timur (Lotim) menyimpan banyak sejarah masa lampau. Salah satunya, sejarah saat penyebaran agama Islam di Pulau Lombok, berupa Alquran kuno. Seperti apa keberadaan Alquran kuno dan peninggalan sejarah yang masih disimpan warga Desa Sapit? SATU mushaf Alquran kuno masih tersimpan rapi di langgar budaya Desa Sapit. Kitab suci umat Muslim ini ditulis tangan dengan khat Utsmani. Usia kitab berisi firman-firman Allah SWT ini diprediksi sudah hitungan ratusan tahun. “Sudah begini bentuknya kita temukan,” ucap pemangku Adat Desa Sapit, Mustirip bersama dengan penghulu desa setempat kepada Suara NTB. Seraya menunjukkan Qur’an kuno ini, sang Pemangku menuturkan, kitab

suci Alquran ini hanya bisa dikeluarkan saat acara-acara adat berlangsung. Melihat sampul dari Qur'an terlihat sudah berbahan kulit. Kertasnya dari bahan yang cukup keras. Ayat-ayat dalam masih bisa terbaca dengan jelas. Sebanyak 30 juz. Semua masih lengkap dan bisa terbaca dengan baik. Karena sudah turun temurun, Mamiq Mustirip mengaku tidak mengetahui siapa yang menulis. Selain Qur’an ada juga naskah khutbah Jumat dengan tulisan kuno. Untuk tulisan khut-

HKTI Minta Perbankan Perbanyak KUR ke Petani Tanjung (Suara NTB) Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai merupakan salah satu instrumen intermediasi perbankan dalam menggerakkan sektor pertanian dan peternakan. Oleh karenanya, pemerintah dan perbankan diminta untuk terus mendorong porsi anggaran KUR untuk diakses petani dan peternak di Lombok Utara. Demikian disampaikan Ketua DPD HKTI Provinsi NTB sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. Willgo Zainar, di sela-sela Posyandu Ternak yang digelar Asosiasi Sarjana Membangun Desa (ASMD) di Desa Persiapan Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Sabtu (23/12) lalu. Willgo meminta guliran KUR dapat menyentuh kelompok tani ternak secara merata. “Saya minta penyaluran pupuk dan benih kepada para petani dilakukan dengan baik dan bijak. Begitu juga kepada pihak perbankan di dalam menggulirkan pinjaman KUR atau asuransi tani agar tepat sasaran,” pintanya. Menurut dia, dorongan dari pemerintah daerah dalam penyaluran KUR perlu dilakukan agar perbankan khususnya BPD menjadi corong terdepan penyalur KUR terbanyak di daerah. Dukungan pinjaman dengan bunga rendah akan memberi opsi bagi petani dan peternak untuk bisa mengelola usaha pertanian yang dilakukannya. Sementara Sekretaris HKTI Lombok Utara sekaligus Wakil Ketua DPRD Lombok Utara, Sudirsah Sujanto, S.Pd.B., SIP., keberadaan kelompok ternak belum banyak tersentuh kredit program. Di Lombok Utara terdapat sekitar 700 kelompok ternak yang terbentuk sejak 7 tahun lalu. “Melihat jumlah ini maka peran serta pemerintah, swasta, BUMD, BUMN (Perbankan) dan legislatif sangat diperlukan agar sektor peternakan ini dapat terus berkembang,” ungkap Sudirsah. Menurut dia, sekecil apapun program bagi kelompok ternak ini sangat berarti. Terlebih lagi jika kelompok diberikan bantuan kredit dengan bunga rendah, akan mempercepat kepemilikan ternak di kalangan kelompok itu sendiri. Pemerintah daerah, sambungnya, seharusnya bisa mengintervensi sektor peternakan ini. Salah satunya dengan menjadikan peternakan sebagai penopang pariwisata. Ia belum melihat adanya pola industrialisasi ataupun mata rantai transaksi daging yang dihasilkan kelompok ternak ke sektor pariwisata yang digagas dinas terkait. “Pariwisata di sini sudah maju, banyak hotel dan restoran. Kalau hasil peternakan dimaksimalkan ke sana, kami yakin sektor peternakan Lombok Utara juga bisa menjadi sektor unggulan,” ujarnya optimis. Sementara itu, Ketua Bajang Patuh ASMD Lombok Utara, Samsul mengungkapkan Posyandu Ternak sengaja digelar bekerjasama dengan HKTI guna mengedukasi kelompok peternak tentang kesehatan hewan. Sebagai peternak, mereka belum banyak mengetahui bagaimana memelihara dan merawat sapi untuk menjamin ternak yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). “Kami selalu siap membantu masyarakat Lombok Utara khususnya untuk berbagi pengetahuan di sektor peternakan dan pertanian,” ujarnya. Pihaknya juga terbuka untuk bekerjasama dengan Pemda khususnya di bidang peternakan demi tercapainya NTB Bumi Sejuta Sapi. Mengingat potensi peternakan termasuk di KLU cukup besar jika dikembangkan secara fokus dan berkesinambungan. (ari)

(Suara NTB/ist)

TINJAU - Ketua DPD HKTI NTB Willgo Zainar dan Sudirsah Sujanto saat meninjau kandang kolektif di Kayangan belum lama ini.

bah ini hanya orang tertentu katanya yang masih bisa membaca. Tidak semua bisa membaca karena tulisannya sudah jarang yang mengerti tulisannya. Masih tersimpannya transkrip Kitab Suci Alquran Kuno di Desa Sapit ini menempatkan desa yang berada di bawah Gunung Rinjani ini menjadi desa wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Budaya desa setempat menjadi daya tarik tersendiri. Adat istiadat desa setempat juga masih tetap dipertahankan. Misalnya hama penyakit di tanaman. Hama penyakit yang menyerang masyarakat dan lainnya. Oleh sesepuh adat dan tokoh masyarakat serta pemerintah menggelar ritual tolak bala. Kemudian untuk selamat tanaman dilakukan setelah tanam padi, padi sekitar usia satu

datang. Kalau ada yang terkena musibah, kita wajib datang karena hal itu merupakan kewajiban sesama manusia menyampaikan belasungkawa dan duka cita,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Kapolda memberikan bantuan berupa beras, makanan siap saji dan sejumlah sembako lainnya yang diterima langsung oleh ahli waris korban. Sembako yang diberikan itu sebagai bentuk kepedulian antara sesama dengan harapan dapat meringankan beban yang ditanggung oleh pihak keluarga. Diketahui sebelumnya, nasib naas yang menimpa satu keluarga di Dusun Larangan Desa Pijot Kecamatan Keruak akibat aliran listrik. Saat itu, ke empat korban mencari siput di areal persawahan milik warga setempat yang tidak jauh dari kediaman korban. Ke empat korban yakni,

sudah ditemukan sejak lama. “Turun temurun itu sudah,” imbuhnya. Selama bulan Muharram, tidak boleh ada kegiatan pembangunan. Baru boleh pembangunan fisik, termasuk pembangunan masjid setelah perayaan Safar dengan ritual masak bubur merah. Larangan tersebut menurut keyakinan para tetua, jika dilanggar dikhawatirkan akan menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Namanya Muharram, bulan haram, sehingga tidak boleh berbuat. Menikah pun juga tidak boleh di bulan Muharram. Kegiatan gawe adat seperti begawai. Memang tidak ada sanksi. Namun sudah tertanam sendiri dalam hati dan sanubari masyarakat. “Ndek te kanggo maliq,” ungkapnya. Melanggar ketentuan adat

(Suara NTB/rus)

TUNJUKKAN - Pemangku Adat Desa Sapit menunjukkan Alquran kuno yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Alquran kuno ini dikeluarkan saat ada acara adat di desa ini. memang tidak tertuang sanksi tegas. Namun kepercayaan atas larangan itu bisa berdampak buruk bagi keberlangsungan

hidup yang diyakini sudah terpatri dalam kehidupan masyarakat. Dalam hati masyarakat sudah sangat kuat. (rus)

Kapolda Apresiasi Toleransi Antarumat Beragama di NTB Selong (Suara NTB) Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Firli, MSi., mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga NTB dari sejak pengamanan dalam rangka peringatan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru) bahwa tidak ada kejadian yang menonjol. Kapolda juga mengapresiasi toleransi antarumat beragama, berbangsa dan bernegara yang sangat tinggi di NTB. Demikian disampaikan Kapolda NTB saat memantau pengamanan yang dilakukan petugas keamanan di Kabupaten Lotim, Selasa (26/12). Tingginya toleransi antarumat berbangsa dan beragama di NTB, kata Kapolda, dapat dibuktikan dengan seluruh aktivitas masyarakat baik kegiatan Natal maupun liburan Tahun Baru berjalan dengan baik dan masyarakat di dalam menjalankan aktivitasnya dapat dengan lancar, aman dan nyaman. “Kita mengecek dan mengevaluasi bagaimana pelaksanaan malam Natal dan Tahun Baru khususnya di Kabupaten Lotim,”ujarnya.

Selain mengecek sejumlah pos pengamanan Nataru di wilayah hukum Polres Lotim, disebutkan Kapolda dirinya sudah berkeliling ke sejumlah tempat-tempat wisata seperti ke Senggigi Lombok Barat maupun ke Gili Trawangan di Lombok Utara. Di dua lokasi itu terdapat kunjungan wisatawan yang cukup tinggi, sehingga nantinya pada malam tahun baru atau pergantian tahun akan dilakukan peningkatan pengamanan, baik itu di tempat-tempat ibadah dan pengamanan di daerah-daerah wisata sendiri. Selain itu, hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan kewaspadaan yakni terhadap

(Suara NTB/yon)

CEK - Kapolda NTB, Firli mengecek pos pengamanan di Pos Pam Masbagik, Selasa (26/12). aksi 3C (curat, curas dan curan- pada. Dicontohkannya, ketika petugas serta pengamanan diri mor). Untuk itu, Kapolda me- memarkirkan kendaraan su- sendiri seperti menambah kunminta kepada masyarakat un- paya dilakukan secara aman ci pengamanan pada sepeda tuk lebih berhati-hati dan was- yang dekat dengan pengawasan motor. (yon)

61 Kelompok Binaan Gempita Peroleh Bantuan Bibit Jagung Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 61 kelompok tani binaan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Lombok Utara, akhirnya memperoleh bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lombok Utara, Dr. Najmul Akhyar, yang disaksikan oleh Kapolres Lombok Utara, AKBP Afriadi Lesmana, Dinas Pertanian, pengurus Gempita KLU dan kelompok tani. Bupati mengatakan inovasi yang dilakukan Gempita perlu diapresiasi, karena Pemuda di dalamnya terlibat langsung membantu pemerintah dan petani untuk mensukseskan program pertanian (jagung). Ia berharap kelompok pemuda lain ikut termotivasi membangun daerah melalui program kerjanya. Najmul Akhyar optimis, sektor pertanian di Lombok Utara sebagai salah satu sektor andalan akan semakin berkembang dengan keterlibatan pemuda. Diharapkan pula,

Kapolda Santuni Keluarga yang Meninggal Akibat Aliran Listrik Selong (Suara NTB) Tewasnya satu keluarga di Dusun Larangan Desa Pijot Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin (25/12) akibat tersengat aliran listrik mendapat perhatian banyak pihak. Bahkan, Kapolda NTB Brigjen Pol. Firli, MSi., langsung mendatangi kediaman korban sekaligus memberikan santunan terhadap keluarga korban, Selasa (26/12). Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi Kapolres Lotim, M. Eka Fathurrahman, SIK, beserta jajaran Polda NTB maupun Polres Lotim. Kapolda menyampaikan rasa duka cita dan bela sungkawa yang mendalam terhadap empat warga yang merupakan satu keluarga menjadi korban akibat aliran listrik. “Apabila ada warga yang meninggal dunia karena faktor kejahatan, Kapolda wajib

bulan setengah sampai dua bulan dilakukan kegiatan penyelamatan. Nilai budaya yang melekat pada masyarakat Desa Sapit ini merupakan perpaduan dari nilai-nilai Islam dan kepercayaan leluhur dari masyarakat Adat Desa Sapit. Pengaruh Islam utamanya sangat besar. Islam masuk karena dikaitkan dengan adat-istiadat. Erat kaitannya , adat itu identik dengan agama, sehingga dikenal dengan sebutan adatgama. Dilihat dari kegiatan adat sorong serah aji krama, sebuah ritual adat dalam perkawinan. Ada perayaan Muharram dengan memasak bubur putih. Ada juga bubur merah yang digelar pada bulan Safar. Prosesi-prosesi adat berbeda-beda sesuai dengan ketepatan waktu dalam penanggalan Islami ini katanya

Haeriah (35), Inaq Sanah (55) dan Ikmatullah (30) serta Amaq Sanah (55). Jenazah empat korban dimakamkan, Selasa kemarin di pemakaman desa setempat. Terkait dengan kejadian itu, Kapolda menyebut persoalan tersebut tidak serta merta dikaitkan dengan proses hukum, melainkan lebih kepada musibah. Namun tetap akan dilihat apakah masyarakat yang meninggal akibat kelalaian dari korban itu sendiri ataupun dikarenakan faktor yang lain. “Apabila karena faktor kelalaian sendiri, tentu kita tidak bisa proses hukum,” jelasnya. Dijelaskannya dalam undang-undang hukum acara pidana pasal 109 bahwa tidak bisa dilakukan suatu proses pidana ketika orang yang meninggal. Tapi, pihaknya lebih mengarahkan dalam bentuk keprihatinan. (yon)

(Suara NTB/ist)

SERAHKAN - Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menyerahkan bibit secara simbolis pada kelompok tani di Kecamatan Bayan beberapa waktu lalu. dampak sektor itu memberi kontribusi penciptaan lapangan kerja sektor pertanian serta mendukung swadaya jagung nasional. Terlebih di KLU, sektor pertanian dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata. “Sektor pertanian dan pariwisata ini saling berkaitan dan kita di KLU sudah punya pasar besar yakni pariwisata. (Sebagai wujud dukungan Pemda) Tahun depan kita akan membuat pasar hortikultura yang akan menjadi tempat berkumpulnya para petani di KLU untuk memasarkan produknya,” ujar bupati di Gedung Serbaguna, Kecamatan Gangga, Sabtu (23/12) lalu. Sementara, Ketua Gempita Lombok Utara, Agus Rahadi, Gempita telah menginventaris total lahan milik kelompok binaan sebanyak 1.452 hektare dari 65 kelompok. Sebagian besar kelompok berada di Kecamatan Bayan dan Kayangan, dan sebagiannya ada di Kecamatan Gangga. “Alhamdulillah bibit jagung ini sudah kita terima. Untuk Lombok Utara sebanyak 22 ton yang akan kita salurkan kepada 61 kelompok yang sudah diverifikasi,” ungkapnya. Agus menjelaskan, sejatinya CPCL kelompok tani yang disampaikan kepada Kementan melalui Dinas Pertanian Provinsi NTB ada sebanyak 65 kelompok. Namun pada proses verifikasi, yang dinyatakan layak menerima dan sesuai persyaratan yang ditentukan yakni sebanyak 61 kelompok. Dari 61 kelompok itu, 35 kelompok diketahui berada di Kecamatan Bayan. Bibit jagung selanjutnya

akan disalurkan kepada seluruh kelompok tani yang terdaftar. Ditargetkan jagung sudah selesai tanam pada musim penghujan kali ini. Selanjutnya, Gempita akan menunggu pencairan bantuan pupuk kepada kelompok tani jagung untuk mendukung produksi. “Pupuk juga akan disumbangkan kepada para petani, sekarang sedang diproses,” katanya. Sekretaris Gempita, Ria Sukandi menambahkan, pupuk yang nantinya diberikan sebanyak 145 ton. Hanya saja pemerintah lebih fleksibel sehingga bantuan pupuk diberikan dalam bentuk uang tunai yang disalurkan ke 61 rekening masing-masing poktan. “Untuk bibit jagung sendiri sudah ada yang didistribusikan. Misalnya di Kecamatan Kayangan, sudah ada 3 poktan yang menerima bibit jagung merek Bisma,” sambungnya. Pengurus Gempita Lombok Utara berharap, adanya sumbangan ini menjadikan motivasi petani berlipat sekaligus mendorong terciptanya kemandirian di tingkat petani. Pasalnya pendampingan oleh Gempita tidak terbatas pada penyaluran bibit dan pupuk, melainkan mengarah kepada pasca-panen. “Gempita sudah membuat MOU dengan pihak Asosiaai Pakan Ternak Nasional untuk membeli produk jagung yang dihasilkan oleh petani. Jadi untuk pemasaran, petani yang masuk dalam binaan Gempita tidak perlu bingung menjual jagung kemana,” tandasnya. (ari)

Harum Janjikan Gaji GTT Rp 1 Juta Lebih Per Orang Selong (Suara NTB)Dalam upaya mencari dukungan pada pilkada mendatang, banyak cara dilakukan bakal pasangan calon. Misalnya seperti dilakukan bakal pasangan Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin dan H. Machsun Ridwaini atau disingkat Harum ini siap memberikan gaji Guru Tidak Tetap (GTT) lebih besar. Harum menjanjikan lebih dari Rp 1 juta per orang. Gaji ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para guru. Gaji para guru ini setidaknya bisa mendekati upah minimum kabupaten sebesar Rp 1,2 juta. Hal ini dijanjikan H. Haerul Warisin saat silaturrahmi dengan para GTT di Masbagik, Selasa (26/12). Perhatian serius kepada GTT karena selama ini dianggap sangat berjasa dalam pembangunan pendidikan. Menurut H. Iron yang juga Wakil Bupati Lotim ini, kalau saja tidak ada GTT, maka 20 tahun akan banyak orang bodoh di Lotim. “Kita tidak bisa andalkan pusat untuk pengangkatan PNS terus,” ungkapnya. Pemerintah pusat, tambahnya, kesulitan anggaran mengangkat guru. Kondisi ini membuat nasib para GTT cukup parah di semua tempat. Namun, pihaknya tidak menginginkan keparahan nasib GTT turut dirasakan di Lotim. Pada era kepemimpinan pasangan H. Haerul Warisin Lotim tidak separah daerah lain. Para pahlawan pendidikan, kata wabup harus diperhatikan. Diyakinkan, janji yang diucapkan di hadapan ratusan GTTyang berkumpul di Gedung Bulu Tangkis Masbagik ini siap dengan kontrak politik. “Silakan buat kontrak politik dengan saya,” ucapnya. Diakuinya, janji untuk para

GTT itu sangat bisa diwujudkan. Ia tegaskan, menjadi bupati setelah H. Moch. Ali Bin Dachlan ke depan tidak perlu lagi bangun kantor bupati yang sudah megah berdiri. Perhatiannya tentu sudah ke pengembangan tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, tampilnya kembali ke kancah politik menuju Lotim satu untuk meningkatkan kesjehteraan masyarakat. “Tujuan saya jadi bupati untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Saat ini, ujarnya, sebagian besar guru honorer ini bekerja dengan ikhlas. Guru dibayar Rp 250 ribu tetap mengajar. Ikhlas mengajar. Meski batin menuntut untuk diperhatikan. Besaran gaji lebih dari satu juta dikatakan bisa diwujudkan. Dana untuk gaji GTT itu dinyatakan tidak akan membebani APBD. Upayakan semaksimal mungkin para GTT ini seperti guru negeri semangatnya bekerja. “Kita dengan cara sendiri,” paparnya. Itulah caranya, katanya, bupati harus mampu mencari uang. Namun, pencarian anggaran untuk mensejahterakan rakyat bukan dengan cara memeras rakyat. Lotim punya potensi sumber daya alam yang bisa dijadikan sumber pendapatan asli daerah. Pasangan Harum, ujarnya, tidak saja fokus pada bidang pendidikan. Pasangan Harum komit dalam membangun bidang kesehatan. Di mana, biaya berobat di rumah sakit akan gratis bagi yang kurang mampu. Kesehatan gratis tidak hanya slogan. Siap dialokasikan anggarna Rp 20 miliar dalam setahun untuk penanganan masalah kesehatan. “Kalau ada yang tidak mampu sakit dan meninggal di rumah sakit tidak perlu bayar,” demikian tegasnya. (rus/*)

(Suara NTB/rus)

POSE BERSAMA – Bakal Calon Bupati Lotim H. Haerul Warisin berpose bersama dengan GTT saat silaturahmi di Masbagik, Selasa (26/12).


SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

Belum Rapat Khusus SETELAH resmi mendaftar di KPU tanggal 8-10 Januari 2018 mendatang, Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar) Hj. Sumiatun yang dipastikan mendampingi H. Fauzan Khalid di Pilkada Lobar 2018 harus mundur dari jabatannya. Untuk persyaratan daftar di KPU, hanya perlu melampirkan surat pernyataan kesiapan mundur dari jabatan. Terkait siapa kandidat yang menggantikan Hj. Sumiatun di posisi orang no(Suara NTB/her) mor satu di legislatif tersebut, H. L. Hermayadi sejauh ini Golkar belum melakukan rapat pembahasan secara khusus. Ketua Harian DPD II Golkar Lobar, H. L. Hermayadi menyatakan untuk proses tahapan pendaftaran calon di KPU cukup membuat surat pernyataan kesiapan mundur dari jabatan. “Tapi belum diproses (pemberhentiannya), baru setelah resmi jadi calon barulah diproses,” jelas Hermayadi, Selasa (26/12). Berkas surat pernyataan kesiapan mundur ini jelasnya harus diserahkan ke KPU saat mendaftar di KPU. Barulah setelah dipastikan resmi menjadi calon,pemberhentian definitif dari jabatan ketua DPRD diproses. Terkait siapa yang melengkapi berkas pengunduran diri ini, menurutnya adalah Golkar dan Hj. Sumiatun sendiri. Ditanya terkait calon pengganti ketua DPRD, sejauh ini kata Hermayadi belum ada rapat pembahasan di internal. Pihaknya masih mempelajari mekanisme pengantian supaya betul-betul tidak ada gesekan apapun di pengurus Golkar. Sehingga siapapun yang nanti menggantikan posisi ketua DPRD betul-betul dianggap oleh partai bisa membawa amanah dan manfaat bagi partai serta masyarakat. Pihaknya memastikan gonta-ganti ketua DPRD seperti yang terjadi di Senayan tidak terjadi di Lobar. Pengantian pucuk pimpinan di DPRD jelasnya cukup sekali dan mendapatkan pengakuan dari seluruh tingkatan dari DPP, DPD I dan DPD II serta tingkat bawah. Pihaknya tentu akan meminta petunjuk terkait siapa yang menggantikan posisi Sumiatun.”Itu yang sejauh ini kita belum satu pendapat,”imbuhnya. Proses penggantiannya, jelas Hermayadi, sederhana. Pihaknya akan mengundang pengurus harian untuk mengadakan rapat penjaringan andaikata ada beberapa orang yang perlu dijaring. Kalaupun memungkinkan diundang pleno DPD II lalu usulan andikata kandidat lebih dari satu, maka diminta persetujuan ke DPD provinsi. Karena cukup satu tingkat di atas, tidak perlu ke DPP. Keputusan final ada di DPD I saja. Terkait kriteria calon Ketua DPRD, menurutnya kader semua memiliki kesempatan yang sama. Contoh seperti mantan Ketua DPP Setya Novanto tidak harus memegang suara tertinggi atau lamanya menjabat di legislatif dan berorganisasi. Terkait lobi kedekatan dengan petinggi parpol, menurutnya sah-sah saja melakukan proses lobi. Terkait kandidat kuat mengisi posisi Ketua DPRD adalah dirinya dan Sekretaris DPD II Partai Golkar Lobar H. Zulkarnain, politisi asal Gerung ini enggan berkomentar. Menurutnya semua memiliki peluang yang sama. Terkait dirinya yang getol membantu Ketua DPD Hj. Sumiatun mengurus pencalonan, menurutnya tidak menjadi jaminan juga. “Sama saja peluang kita,”ujarnya. (her)

Didukung TGB

TGH. Hasanain Juaini akan Jemput SK Tiga Parpol ke DPP Giri Menang (Suara NTB) Bakal Calon Bupati (Bacabup) Lombok Barat (Lobar) TGH. Hasanain Juaini mengaku segera berangkat ke Jakarta untuk mengambil Surat Keputusan (SK) tiga partai politik (parpol) sekaligus, antara lain Demokrat, PKB dan PBB. Menurut Pimpinan Ponpes Nurul Haramain Narmada ini, SK Demokrat dan PKB sudah jadi, sehingga tinggal mengambil bersama-sama ke DPP. Sementara PBB, tinggal mengatur teknis penyerahan SK. Selain tiga parpol ini, pihaknya tengah melakukan lobi untuk bisa merebut dukungan Golkar. “Saya berangkat tanggal 27 Desember (hari ini) untuk mengambil PKB, Demokrat dan PBB. Kita tunggu kalau Golkar berkenan welcome, kami siap,” ujarnya, Selasa (26/12). Terkait pengambilan SK dukungan sejumlah parpol ini, ujarnya, nantinya langsung dihadiri Dr. TGH. M. Zainul Majdi (TGB). Sebab Gubernur NTB ini tiba dari luar negeri, Rabu (27/12) ini. Ditanya terkait persiapan jelang pilkada, Hasanain Juaini mengaku, pihaknya sudah menyiapkan alat peraga kampanye, seperti baliho, stiker, bilboard dan berbagai hal, termasuk persiapkan tim relawan. Selain itu, pihaknya mempersiapkan kegiatan deklarasi. Namun, sebelum deklarasi, akan diadakan doa bersama di Pancor Lotim. Menyoal kandidat cawabupnya, pihaknya sejauh ini dengan H. Sulhan Mukhlis Ibrahim, Hasanain Juaini menyerahkan sepenuhnya pada parpol pengusung. Sementara itu DPP PKB akan mengumumkan bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati bersamaan dengan ratusan daerah lainnya di Indonesia pada awal Januari 2018. Kaitan dengan itu, duet H. M. Izzul Islam dan TGH. Khudari Ibrahim telah dipanggil khusus menghadap Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar selama dua hari berturut-turut pada Jumat (22/12) hingga Sabtu (23/12) lalu. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Faisol Reza membenarkan, jika pihaknya melalui Ketua Umum telah memanggil khusus TGH. Khudori Ibrahim bersama pasangannya HM. Izzul Islam ke DPP PKB di Jakarta terkait kelanjutan Pilkada Lobar.”Pokoknya, jika pasangan cabup maupun cagub sudah dipanggil berdua. Itu adalah sinyal jika pasangan itu akan direkomendasikan oleh DPP di Pilkada. Jadi, jelas peluang TGH. Khudori Ibrahim lebih lah dari Sulhan,” ujarnya menjawab saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (25/12). Sekretaris Desk Pilkada DPP PKB itu mengaku, pihaknya akan mengumumkan para cabup dan cagub sebelum pendaftaran pilkada serentak ditutup pada 8 Januari 2018. Di mana, mereka akan dikumpulkan di DPP PKB guna diberi arahan khusus oleh Ketua Umum. “Pokoknya, tunggu saja, awal Januari kami akan umumkan dan panggil para cabup termasuk di Lobar untuk terima SK penetapannya,” kata Faisol.(her)

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Polres Berkomitmen Usut Proyek Mangkrak di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Mangkraknya sejumlah proyek bernilai fantastis di Lombok Barat (Lobar) menjadi atensi aparat Polres Lobar. Pihak polres berkomitmen mengusut mangkraknya proyek-proyek tersebut. Termasuk, utang kasus yang belum terselesaikan. “Itu tetap komitmen saya terhadap kasus-kasus yang menjadi utang belum terselesaikan diupayakan dilunasi, namun kami belum tahu persoalan apa yang ada di dalam, itu akan kami pelajari dan gelar,” kata Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi akhir pekan kemarin. Pihaknya akan menindaklanjuti proyek mangkrak ini, dengan lebih dulu mempelajari persoalan yang terjadi. Pihaknya perlu menanyakan ke penyidik, terkait kesulitan-kesulitan apa yang dialami. Jika ada kesulitan, lalu kasus ini sulit pembuktian, maka akan dilakukan gelar dulu. Ketika ditanya Polres Lobar sekedar menunggu laporan, kapolres membantahnya. Dijelaskannya, aparat kepolisian dalam hal pendalaman informasi masuk tahap penyelidikan, tidak langsung ke penyidikan, tapi perlu pembuk-

tian dulu. Jika cukup bukti dinaikkan ke tahap penyidikan, maka disidik. “Kalau kesulitan terutama masalah saksi, baran bukti maka untuk lidik sampai ada pembuktian dulu supaya kuat. Kita tidak menunggu informasi, kita turun ke lapangan,” ujarnya. Ia menegaskan, setiap kasus harus ditangani. Namun perlu dilihat dulu apa persoalannya. Untuk diketahui sejumlah proyek fasilitas dasar yang dibangun di Lobar mangkrak, di antaranya proyek sumur bor di beberapa titik, proyek PLTS, proyek mesin penyulingan air hingga proyek terminal yang nilainya sangat fantastis. Niat pembangunan proyek ini untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, namun sayangnya sebaliiknya justru mubazir. Berbagai persoalan pada sejumlah proyek ini tak bisa

(Suara NTB/her)

MANGKRAK - Jaringan proyek PLTS yang mangkrak di Sekotong. Polres Lobar sedang mendalami kasus proyek PLTS bersama sejumlah proyek berskala besar lainnya. dinikmati masyarakat, seperti proyek bantuan PLTS komunal sebanyak ratusan titik di Dusun Lebah Suren, Loang Batu dan Serero yang berada di atas penunungan di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Bantuan Kemente-

rian ESDM senilai Rp 2,4 miliar lebih ini tak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sejak setahun terakhir, lantaran alat inverter (alat mengubah arus DC-AC) mengalami kerusakan. Dari tiga alat inverter yang ada, hanya satu yang ber-

ITDC Optimis Proyek Golkar Siap Lengkapi Persyaratan untuk Fauzan-Sumiatun KEK Mandalika Tuntas April 2018 Praya (Suara NTB) Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan semua pekerjaan fisik di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudah sesuai target. Bahkan di beberapa pekerjaan, capaiannya malah sudah lebih dari target. Melihat hal itu, pihak ITDC pun mengaku optimis proyek pengembangan KEK Mandalika bisa tuntas pada Bulan April 2018 mendatang. Hal itu disampaikan General Affair KEK Mandalika, Lanang Bratasuta, saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (26/12). Ia menjelaskan, untuk akses jalan kawasan sudah hampir seluruhnya selesai dikerjakan, baik itu akses jalan ke kawasan Pantai Tanjung Aan di sebelah timur, maupun akses jalan masuk baru menuju Pantai Kuta dan kawasan Novotel. Sementara untuk penataan Pantai Kuta, capaiannya juga hampir sama. Rekanan tinggal menyelesaikan pemasangan paving block. Termasuk merapikan beberapa pekerjaan yang masih berantakan. Tinggal pembangunan beberapa fasilitas pendukung seperti bangunan untuk toilet yang memang masih harus dikebut pengerjaannya. “Khusus untuk pengerjaan pembangunan bagi UMKM memang baru dimulai. Tapi walaupun demikian, kita optimis juga bisa tuntas pada April mendatang,” ujarnya. Meski ada proyek fisik yang baru dimulai pengerjaannya, secara keseluruhan capaian pembangunan fasilitas KEK Mandalika sudah mencapai 90

persen. Hal ini sesuai dengan target yang dicanangkan pihaknya pada awal pekerjaan dulu, jika sampai akhir Desember ini, target pengerjaan fisik sudah harus 90 persen. Sisanya baru akan dikejar pada awal tahun 2018 mendatang, karena target dari ITDC sendiri untuk operasional semua fasilitas yang saat ini tengah dibangun bisa dilaksanakan pada Bulan Mei, termasuk kawasan bagi UMKM KEK Mandalika. “Rencananya kita pada tanggal 20 Mei 2018 mendatang, itu akan dilaksanakan peresmian KEK Mandalika. Setelah semua fasilitas pendukung yang saat ini dalam proses pembangunan selesai dikerjakan,” janjinya. Namun demikian, kendati masih dalam proses pengerjaan bukan berarti kawasan Kute dan sekitarnya tidak bisa dikunjung. Masyarakat dan wisatawan masih bisa berkunjung ke kawasan Pantai Kuta dan sekitarnya, karena pihak ITDC tetap membuka beberapa akses masuk ke kawasan tersebut. Walaupun masih agak terbatas. Dalam hal ini, ujarnya, keselamatan masyarakat dan wisatawan tetap diperhatikan, sehingga di beberapa area yang memang sedang ada kegiatan pembangunan fisiknya, akses masuknya dibatasi. Tapi bagi kawasan yang jauh dari kegiatan fisik, itu dibuka. “Ya kita juga berharap masyarakat berhati-hati. Sebisa mungkin menghindari area yang sedang ada pembangunan fisiknya,” pungkas Bratasuta. (kir)

(Suara NTB/kir)

FASILITAS PENDUKUNG – Sejumlah pekerja masih menyelesaikan pembangunan beberapa fasilitas pendukung di KEK Mandalika. Pihak ITDC menjanjikan proses pembangunan fasilitas di KEK Mandalika selesai pertengahan tahun 2018 mendatang.

Giri Menang (Suara NTB) Golkar menyiapkan segala langkah antisipasi terkait persoalan yang nanti terjadi terhadap SK bakal pasangan calon H. Fauzan Khalid-Hj. Sumiatun yang dianggap masih multitafsir lantaran ditandatangani Plt Ketua DPP Idrus Marham. ‘’Yang pasti SK yang diberikan Plt tersebut telah sah, sebagai tiket melaju sebagai parpol pengusung duet tersebut. Namun bilamana nanti ada Munaslub, petinggi DPP telah mengkonfirmasi siap menyesuaikan SK tersebut bilamana diperlukan saat mendaftar di KPU,’’ ujar Ketua Harian DPD II Golkar Lobar, H. L. Hermayadi, Selasa (26/12). Menurutnya, adanya SK ini menutup ruang bagi kandidat lain yang mau mencoba melobi dukungan Golkar. Perlu dipahami, jelasnya, Hj. Sumiatun sebagai Ketua DPD II Golkar yang menandatangani berkas yang diajukan ke KPUD pada pendaftaran nanti. Untuk itu, jelasnya, tidak mungkin kandidat lain yang mendapatkan dukungan. Apalagi tiket

sudah dipegang berupa SK. Diakuinya,segalakemungkinan yang disiapkan, baik berkas yang diminta KPU, seperti salinan AD/ ART dan surat mandat untuk persyaratan mendaftar. Terkait mandat Plt Ketua DPP yang diberikan ke Idrus Marham hanya mengantarkan Golkar ke Munaslub, bukan menandatangani administrasi SK pencalonancabup-cawabup, menurutnya persoalan mandat masih sebatasi info. Kalaupun mandatnya mengantarkan munaslub Golkar, namun bersangkutan berhak menandatangani SK, sebab mengantarkan munaslub tersebut tugas utama Plt. “Itu tugas utamanya mengantarkan munaslub, tapi hal lain terkait SK dukungan berhak juga,”katanya. Terkait bukti surat tertulis pihaknya menyiapkan jika diperlukan oleh KPU. Namun setidaknya SK yang ditandatangani Idrus Marham sebagai tiket masuk ke proses di KPU, meski ada anggapan multitafsir. Terkait adanya kandidat yang “merayu” mendekat ke Ketua DPP untuk melobi dukungan,

Destinasi Wisata di Loteng Diserbu Wisatawan Praya (Suara NTB) Sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada akhir libur panjang Natal tahun ini diserbu wisatawan. Terutama wisatawan domestik yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Di mana, Pantai Kuta, Tanjung Aan serta Desa Adat Sade jadi destinasi tujuan utamanya. Pantauan Suara NTB di destinasi-destinasi wisata ini, Selasa (26/12), sejak pagi wisatawan sudah mulai berdatangan. Biasanya wisatawan yang datang secara berkelompok, mampir terlebih dahulu ke Desa Adat Sade. Baru setelah itu melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta maupun Pantai Tanjung Aan dan beberapa destinasi wisata lainnya. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di jalur menuju Pantai Kuta atau sebaliknya, padat merayap. “Ini menunjukkan kalau Lombok Tengah Khususnya dan Pulau Lombok kini sudah menjadi destinasi wisatawan pilihan bagi wisatawan untuk mengisi liburan. Baik itu domestik maupun mancanegara,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H.L. Putria. Secara umum, lanjut Putria, pihaknya mencatat selama tahun 2017 ini terjadi peningkatan angka kunjungan wisatawan yang luar biasa. Di mana untuk wisatawan domestik ada peningkatan sekitar 145 persen dari tahun lalu. Sementara untuk wisatawan mancanegara lebih tinggi lagi, sekitar 200 persen lebih. “Ini dilihat dari angka wisatawan yang stay (tinggal atau menginap). Kalau dikalkulasikan dengan wisatawan yang berkunjung saja, itu bisa mencapai 400 persen,” jelasnya. Kemudian dari lama tinggal, tahun ini juga ada peningkatan. Dari hanya 2,1 hari pada tahun lalu, kini sudah menyentuh 4 hari. Artinya, para

(Suara NTB/lin)

DESA ADAT - Pada libur Natal Selasa kemarin, destinasi wisata di Loteng banyak dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah destinasi Desa Adat Sade. wisatawan yang datang ke Loteng rata-rata tinggal sampai 4 hari. “Ini juga membuktikan kala Loteng kini sudah semakin ramah dengan wisatawan,” klaimnya. Tinggal sekarang tugas dari seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk menjaga tren positif pariwisata. Karena bagaimanapun juga sektor pariwisata merupakan sektor yang paling diandalkan sekarang ini untuk bisa mendongkrak taraf ekonomi masyarakat di daerah ini. “Jika dilihat dari sektor-sektor yang ada, sektor pariwisata yang paling cerah prospeknya saat ini dan sangat menjanjikan. Tinggal sekarang bagaimana kita menjaga dan terus menggali potensi tersebut. Karena wisatawan sekarang sudah mulai mengenal dan familiar dengan Pulau Lombok dan Loteng khususnya,” tandasnya. (kir)

Bupati Imbau Kaum Muda Hindari ”Galau” dengan Hal Positif MELIHAT fenomena tersebut, Hj. Nurul Adha selaku Pendiri Yayasan Ibu Madani bekerjasama dengan Yayasan Lingkar Insan Mulia NTB menggelar kegiatan pembinaan terhadap pemuda dan pelajar se-Lombok Barat, Selasa (26/12). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Ruang Sidang DPRD Lombok Barat (Lobar) ini diikuti sekitar 200 pemuda dan pelajar serta menghadirkan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, anggo-

ta DPRD Lobar H. Wahid Syahril, kalangan ulama Ahmad Mujahidin, Pemuda Berprestasi Malang Fathan Rashish sebagai narasumber.”Kami harapkan dengan mendengarkan arahan para narasumber ini, para peserta dapat membuka wawasan, sehingga mereka mampu menentukan jalan hidupnya ke depan,” terang Nurul Adha. Ditambahkannya, dengan mengusung tema “Pemuda dan Pelajar Keren Tanpa Galau” diharapkan pemuda Lo-

bar menjadi kuat dan beriman dalam menghadapi kehidupan serta lebih optimis dalam menghadapi hidup saat ini. Sementara Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam pemaparannya mengingatkan para pemuda harus mampu membentengi diri dengan halhal yang positif dan optimis terhadap semua usaha. Hal itu dikarenakan saat ini, opini yang kini berkembang di masyarakat sering menciptakan persepsi dan kemudian menjadi keyakinan. “Pandai-pandailah memilih prioritas baik dalam hidup. Cara berpikir sangat menentukan cara bersikap, cara bersikap sangat menentukan cara bertindak. Kekuatan ter-

besar dari ini semua hanya dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika hal ini mampu diterapkan maka para pemuda akan terhindar dari penyakit galau dan alay,” jelasnya. Sementara itu Sofian, selaku Pendiri Yayasan Lingkar Insan Mulia NTB menyatakan kegiatan ini merupakan penutup dari 4 kegiatan yang diadakan Yayasan Lingkar Insan Mulia yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. “Kegiatan ini kerjasama dengan Yayasan Ibu Madani dan SDIT Insan Mulia, di bulan ini menggelar 4 kegiatan,” jelasnya. Kegiatan pertama life skill, kecakapan hidup yang diadakan 10 Desember bekerjasama dengan beberapa lembaga se-

menurutnya sah-sah saja. Sebab sebelum akad di KPU berupa pendaftaran resmi, sah-sah saja kandidat melobi. Namun ia selaku pengurus yang mendengarkan langsung penjelasan DPP, jika SK tersebut sudah clear atau tidak ada masalah Andaikata SK tersebut multitapsir, ujarnya, maka DPP pun siap melakukan penyesuaian. Apakah ada rencana konsultasi resmi ke KPU terkait persoalan SK ini, pihaknya belum ada langkah melakukan hal tersebut. Pasalnya waktu pendaftaran masih lama, yakni tanggal 8-10 Januari mendatang. Di samping itu, di internal KPU juga belum satu suara terkait SK ini. Sebelumnya Jubir DPD I Golkar NTB Chris Parangan mengatakan terkait SK FauzanSumiatun perlu dikonsultasikan ke KPU, sebab ada masih terjadi multitafsir, lantaran ditandatangani oleh Plt Ketua DPP. Langkah ini penting sebagai langkah antisipasi agar jangan sampai Golkar tidak bisa mengusung calon di Pilkada Lobar lantaran persoalan ini. (her)

Libur Natal

Khawatir Tergerus Zaman ”Now”

Semakin berkembangnya zaman, perjuangan dalam kehidupan pun akan semakin keras. Jika seseorang tidak mampu menghadapi kerasnya kehidupan, maka ia akan tergerus dengan kerasnya dunia yang semakin menjadi-jadi.

fungsi sedangkan dua unit telah rusak. Warga setempat pun berharap agar pemda segera mengganti, sebab warga saat ini tidak bisa menikmati penerangan diakibatkan PLTS mati total. (her)

Lobar. Lalu pelatihan untuk guru Alquran, dan tahsin di SDIT Insan Mulia Kediri, pihaknya mendatangkan pembicara dari Surabaya Jawa Timur. Lalu diadakan pelatihan kecakapan guru untuk meningkatkan kapasitas guru. “Kemudian terakhir seminar untuk pelajar dan pemuda berprestasi ini,” jelasnya. Pihaknya mengadakan seminar ini untuk memfasilitasi agar kaum muda tidak kebablasan dalam bergaul. (her) SEMINAR - Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menghadiri seminar pemuda dan pelajar se-Lobar berpestasi di DPRD Lobar, Selasa (26/12).


SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Isu Jatah Rekrutmen PT MacMahon Merebak di Lingkar Tambang Taliwang (Suara NTB) Proses rekrutmen tenaga kerja PT MacMahon, perusahaan aliansi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di proyek pertambangan Batu Hijau, kecamatan Sekongkang mulai diterpa isu tak sedap. Kabar adanya jatah-jatahan oknum untuk meloloskan calon pelamar santer beredar terutama di wilayah lingkar tambang. (Suara NTB/arn)

DEKLARASI - Pembacaan deklarasi suara anak Indonesia untuk aksesi FTTC di GOR Mampis Rungan Sumbawa.

Dukung Sumbawa Jadi Kabupaten Layak Anak Tanpa Iklan Rokok Sumbawa Besar (Suara NTB) Warrior Kabupaten Sumbawa mendukung Bupati mewujudkan Sumbawa menjadi Kabupaten Layak Anak tanpa iklan, promosi, dan sponsor rokok. Ketua Warrior FCTC Sumbawa, Imam Wierawansyah Eltara, Selasa (2612) kemarin menjelaskan pesan dukungan kepada Bupati ini disuarakan bersama oleh komunitas anak muda Sumbawa. Diantaranya, Gerakan Nasional Pemuda Kreatif (GNPK) region NTB, Forum Anak Samawa, dan komunitas We Are Engineer dari Universitas Teknologi Sumbawa. Mereka sebelumnya berkolaborasi mementaskan Wayang FCTC di area parkir GOR Mampis Rungan, minggu lalu. “Kami mewakili anak muda Sumbawa sangat khawatir dengan keberadaan iklan dan promosi rokok yang bertebaran di jalan raya di kota kami. Pasalnya, selain jalan raya tersebut dipadati kendaraan dan pejalan kaki, di sekitarnya juga terdapat banyak sekolah SD hingga SMA. “Ini berarti jalan tersebut dilalui anak sekolah hampir setiap hari, yang berakibat mereka terpapar iklan rokok secara terus menerus setiap berangkat menuju sekolah dan pulang sekolah,”kata alumni Fakultas Teknologi Pertambangan Universitas Teknologi Sumbawa ini. Imam menyebutkan beberapa jalan yang dipenuhi iklan rokok adalah Jalan Garuda, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Jalan Cendrawasih, dan Jalan Baru. “Di sekitar jalan Garuda misalnya ada SDN 1 Lempeh, SMPN Labuan Badas dan SMAN Sumbawa Besar. Bayangkan anak sekolah di wilayah itu bagai terkepung iklan dan promosi rokok, karena iklan rokok bertebaran di jalan mulai dari bentukbilboard, spanduk, hingga poster yang ditempel di pohon-pohon,” papar Imam yang menjadi pemenang Duta Pemuda Kreatif 2017 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Lingkungan sekitar sekolah, tambah Imam, seharusnya menjadi lingkungan yang ramah anak sehingga memberi kenyamanan dan membantu mengembangkan potensi diri anak. “Seharusnya lingkungan sekitar sekolah menjadi zona aman dan selamat ke sekolah, yang bebas dari iklan, promosi dan sponsor rokok. Karena iklan rokok bersifat manipulatif, tidak menginformasikan bahaya rokok dan justru berpotensi mendorong anak merokok,” papar Imam yang saat SMA aktif di Forum Relawan Sumbawa. Imam menambahkan, sudah banyak studi menunjukkan pengaruh dari paparan iklan rokok yang terus menerus terhadap keinginan merokok. “Diantaranya studi dari Komnas Anak dan Uhamka tahun 2007 yang menyebutkan sebanyak 46% remaja berpendapat iklan rokok mempengaruhi mereka untuk mulai merokok,” jelas peraih Juara 2 Pemuda Pelopor tingkat Provinsi NTB di bidang Inovasi Teknologi ini. Persoalan sponsor rokok, menurut Imam, juga menjadi masalah besar. “Di wilayah kami banyak perusahaan rokok mensponsori acara musik. Kami sangat khawatir karena penonton utama pentas musik ini adalah anak dan remaja. Padahal disana disediakan stand penjualan rokok dengan harga promosi, stand permainan yang dipenuhi atribut rokok dan tak jarang SPG membagikan rokok kepada pengunjung. Inilah yang bisa mendorong anak menjadi perokok pemula,” tambah Imam. Itu sebabnya, Imam dan teman-temannya merasa terpanggil menyuarakan dukungan kepada Bupati Sumbawa. “Kami mewakili anak muda Sumbawa mendukung Bapak Bupati membersihkan iklan, promosi dan sponsor rokok di seluruh Sumbawa untuk melindungi anak-anak Sumbawa dari dampak konsumsi rokok dan paparan iklan, promosi dan sponsor rokok,” tegas Imam. (arn)

Pengamanan Tahun Baru, Polisi Kerahkan Kekuatan Penuh Sumbawa Besar (Suara NTB) Jajaran Polres Sumbawa akan mengerahkan personel secara maksimal untuk melakukan pengamanan tahun baru nanti. Dalam pengamanan, seluruh personel hingga Polsek tetap melakukan patroli dan penjagaan, supaya perayaan tahun baru berjalan dengan lancar. “Pengamanan untuk tahun baru kita Polres Sumbawa All Out. Termasuk polsek-polsek. Tidak ada anggota yang tidak berdinas,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP. Yusuf Sutejo, (Suara NTB/ind) SIK., MT yang ditemui Yusuf Sutejo Suara NTB, Selasa (26/12). Pihaknya akan melakukan penjagaan di semua lini yang menjadi objek vital. Baik itu tempat berbelanja maupun lokasi-lokasi yang dimungkinkan menjadi pusat keramaian. “Semua lokasi-lokasi yang dimungkinkan menjadi pusat keramaian itu akan kita jaga,” ujarnya. Meskipun patroli tetap dilakukan, namun pihaknya tetap menghimbau masyarakat supaya bersama-sama menjaga keamanan dan kenyaman di lingkungan masing-masing. Karena bagaimanapun Sumbawa ini luas dan personel kepolisian terbatas. Bagi masyarakat yang hendak meninggalkan rumah diminta untuk mengunci pintu terlebih dahulu. Begitupula bagi yang menuju tempat keramaian untuk tetap berhati-hati. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami tetap akan melakukan patroli. Tetapi alangkah baiknya masyarakat juga menjaga harta bendanya sendiri,” tukas Kapolres. Kapolres menambahkan, khusus malam perayaan tahun baru, pihaknya akan melakukan patroli terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot bising. Karena hal tersebut akan mengganggu kenyamanan, baik pengguna jalan, pengendara lain maupun masyarakat. Jika ditemukan adanya kendaraan yang menggunakan knalpot bising, maka pihaknya akan mengamankannya. Kendaraan tersebut akan dibawa ke Polres, dan keesokan harinya baru dikeluarkan. Dalam hal ini, pemilik kendaraan harus menggantinya dengan knalpot standar. “Kalau memang mau merayakan tahun baru dengan lancar, kami minta jangan menggunakan sepeda motor dengan knalpot racing. Karena itu sangat mengganggu. Dan kami tetap akan amankan kendaraannya,” pungkasnya. (ind)

“Ada yang muncul informasi di masyarakat seperti itu (jatahjatahan) sekarang. Bahwa orang ini punya jatah bisa meloloskan sekian pelamar di rekrutmen MacMahon,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Sekongkang, Abidin Nasar, SP, MPM kepada Suara NTB, Senin (26/12). Secara gamblang, Abidin membocorkan orang per orang yang memiliki jatah tersebut sesuai informasi yang diperolehnya merupakan oknum kepala desa (Kades) bahkan anggota dewan. “Ini informasi yang saya dapatkan. Bahkan karena informasi itu ada yang datang ke saya, mungkin karena saya anggota dewan mencoba menitip lamarannya. Saya bilang tidak ada jatah-jatahan seperti itu,” cetusnya. Meski masih sekedar isu, Abidin menyatakan, pemerintah dan perusahaan yang ter-

gabung dalam tim bersama rekrutmen harus segera mengantisipasi hal tersebut. Melakukan kroscek lapangan untuk memastikan praktik itu tidak benar adanya. Sebab jika terus dibiarkan, isu ini akan menjadi polemik dan akhirnya berujung pada terjadinya gejolak di masyarakat. “Khususnya pemerintah. Pastikan isu itu tidak benar karena ini sangat sensitif di tengah masyarakat kita yang punya keinginan besar bisa bekerja di Batu Hijau,” timpalnya seraya menambahkan agar pihak-pihak lain juga patut dicurigai kemungkinan memanfaatkan proses rekrutmen tersebut. “Oknum dari perusahaan juga diwanti-wanti. Jangan sampai mereka juga ikut bermain dengan jaminan mereka meloloskan pelamar yang dibawanya,” sambung Abidin yang juga

anggota DPRD KSB dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Pada bagian lain, Abidin menyinggung terkait keberpihakan Pemda KSB memprioritaskan pencari kerja lingkar tambang dalam rekrutmen PT MacMahon itu. Menurut dia, sifat prioritas bagi masyarakat lingkar tambang tidak harus dalam bentuk menetapkan jumlah kuota yang harus diserap. Pemda KSB harus mempertimbangkan sifat prioritas itu dalam bentuk lain, misalnya dampak sosial keberadaan tambang Batu Hijau di KSB masyarakat lingkar tambang lah yang paling merasakannya. “Saya kira pak bupati sebagai ketua tim bisa merasakan apa yang dirasakan warga lingkar tambang. Jadi mohon sifat prioritas itu dipertimbangkan dari sisi dampak sosialnya bagi masyarakat lingkar tambang,” harapnya.

Ia juga meyakini, banyak masyarakat lingkar tambang yang memiliki skill (keterampilan) sesuai dengan kebutuhan lowongan yang dibuka PT MacMahon. Karenanya khusus kebutuhan skill agar bisa menyerap karyawan dari lingkar tambang. “Banyak dari mereka yang sudah mendapatkan pelatihan dari perusahaan. Nah tolong diprioritaskan mereka. Selain itu juga yang sudah dapat pelatihan dari pemerintah diakomodir sehingga jangan ada kesan mereka yang sudah ikut pelatihan tidak diberikan ruang dalam rekrutmen itu,” imbuhnya. Sebelumnya Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM selaku ketua tim bersama rekrutmen PT MacMahon menegaskan, akan memastikan proses rekrutmen tersebut berjalan secara transparan. Termasuk juga menutup ruang terjadinya permainan oleh oknum yang ingin memanfaatkan rekrutmen itu. Ia pun meminta masyarakat agar melaporkan langsung kepada dirinya jika menemukan praktik permainan baik yang

(Suara NTB/bug)

Abidin Nasar dilakukan oleh masyarakat atau bahkan oknum yang tergabung dalam tim. “Saya minta masyarakat laporkan langsung ke saya. Saya janji akan tindak mereka yang coba bermain-main dalam proses rekrutmen ini terutama mereka yang tergabung dalam tim,” tandas bupati beberapa waktu lalu. (bug) (Suara NTB/ils)

POTO TANO – Proses muat di Pelabuhan Poto Tano, yang mulai dipadati penumpang jelang Tahun Baru 2018, Selasa (26/12).

Jelang Tahun Baru

Lonjakan Penumpang Mulai Terlihat di Poto Tano Taliwang (Suara NTB) Jelang tahun baru 2018, arus lalu lintas di Pelabuhan Poto Tano, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat mulai terjadi lonjakan penumpang. Bahkan hingga saat ini tercatat sudah sekitar 500 kendaraan yang hilir mudik. Hal ini tentu dirasa berbeda dengan hari-hari biasa yang hanya bisa dilayani sekitar 200-300 kendaraan saja yang keluar masuk di pelabuhan tersebut. “Sudah terjadi lonjakan penumpang sekitar 10 persen dari

hari-hari biasa terutama di kendaraan golongan empat penumpang dan kendaraan roda dua. Namun dari adanya lonjakan tersebut, hingga saat ini diyakini belum terjadi penumpukan penumpang,” ungkap Manager Operasional ASDP Poto Tano Zainal Abidin kepada Suara NTB, Selasa (26/12) kemarin. Dikatakannya, meskipun saat ini tidak ada penumpukan penumpang, tetapi pihaknya sudah menyiasati dengan merubah jadwal proses bongkar muat kapal dari waktu normal

90 menit menjadi 30 menit saja. Selain itu, pihak terkait juga sudah menyiapkan 24 kapal roro, dimana kapal yang stand by di dermaga ada sekitar 14 kapal dan sisanya di operasikan untuk melayani penumpang. Dengan pola tersebut diyakini tidak akan terjadi penumpukan penumpang di dermaga. “Alhamdulillah lancar-lancar saja tidak terjadi penumpukan penumpang meskipun saat ini sudah terjadi lonjakan. Namun demikian, kita tetap akan memantau kondi-

si terkini yang ada di pelabuhan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Ia menyebutkan, jika dibandingkan denga tahun 2016 lalu pada musim tahun baru, tahun 2017 ini ada kenaikan jumlah penumpang sekitar 5 persen. Kenaikan ini terjadi di golongan tiga (kendaraan umum dan pribadi) dan kendaraan roda dua. Sementara dari segi pelayaran, hingga saat ini masih terpantau lancar dan normal.

Meskipun ada himbauan dari BMKG terkait kondisi gelombang air laut yang cukup tinggi, namun kondisi ini terjadi di Poto Tano, bahkan cenderung normal. Pihaknya juga tetap meminta kepada para nakhkoda untuk tetap waspada selama berlayar, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa semakin ditekan. “Meskipun kondisi gelombang kita masih aman, tetapi tidak ada salahnya untuk tetap waspada. Sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bisa semakin ditekan,” tandasnya. (ils)

KSB Siapkan Rp 3 Miliar untuk Relokasi PKM Seteluk Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat saat ini sudah menyiapkan lahan sekitar 50 are dan anggaran sekitar Rp 3 miliar terkait rencana relokasi Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) seteluk. Hal tersebut dilakukan karena kondisi PKM yang ada saat ini dianggap sudah tidak representatif serta lokasinya juga dinggap sudah tidak layak lagi. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB H. Tuwuh S. Ap kepada Suara NTB, Selasa (26/ 12) mengatakan, relokasi terhadap PKM Seteluk sudah

harus dilakukan, karena kondisi lahan dan luas bangunan yang ada saat ini sudah sangat sempit. Selain itu, lokasi yang saat ini terbangun PKM juga dianggan rawan terjadi kecelakaan dan bisa mengganggu mobilisasi keluar masuknya kendaraan. Apalagi ketika emergency (darurat) maka akan sangat susah untuk segera ditangani secara maksimal, karena lokasinya yang dianggap tidak strategis. “Banyak pertimbangan sehingga Puskesmas ini harus kita relokasi sesegera mungkin. Jika tetap dilokasi yang

ada saat ini, dikhawatirkan pelayanan masyarakat akan terganggu,” ungkapnya. Sementara itu, terkait lokasi baru yang nantinya akan dibangun PKM tersebut sudah disiapkan yakni di desa Tapir. Lokasi tersebut dianggap strategis dan mudah dijangkau karena sangat dekat dengan jalan raya. Selain itu juga, lokasi ini juga tidak menghalangi lalu lintas, sehingga dirasa sangat pas PKM ini ditempatkan di lokasi tersebut. Sementara terkait rencana pembangunan PKM ini diyakini tidak akan bisa dilakukan di

Dispopar Sumbawa Dapat Rp 1,34 Miliar dari Kemenpar Sumbawa Besar (Suara NTB) Kabupaten Sumbawa mendapatkan dukungan dana dari Kementrian Pariwisata (Kemenpar) tahun 2018 mendatang dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana dengan nilai Rp 1,34 miliar tersebut diperuntukkan terhadap peningkatan sarana

prasarana destinasi. “Alhamdulillah tahun depan Kabupaten Sumbawa mendapat DAK Rp 1,34 miliar dari Kementrian Pariwisata untuk peningkatan sarana prasarana destinasi,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si kepada Suara NTB, Selasa (26/12) kemarin. Menurutnya, dukungan dari Kemenpar melalui DAK tersebut baru tahun 2018 didapatkan. Dengan adanya dana tersebut beberapa destinasi akan dilakukan penataan. Diantaranya Pantai Saliper Ate dan Samongkat serta beberapa destinasi lainnya. “Baru tahun 2018

H. Junaidi (Suara NTB/ind)

kita dapat DAK untuk peningkatan sarana prasarana destinasi. Nanti beberapa destinasi kita lakukan penataan. Seperti Saliper Ate, Samongkat dan beberapa destinasi lainnya,” ujarnya. Dijelaskannya, selain penataan destinasi, pihaknya juga akan meningkatkan promosi dan pemasaran pariwisata. Hal tersebut dilakukan antara lain melalui pameran, festival dan media massa. Kemudian juga akan melakukan penguatan kelembagaan pelaku pariwisata sampai ke tingkat bawah, yakni Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Begitupula terhadap penyelesaian penguatan regulasi juga dilakukan. Dimana tahun ini pihaknya menyelesaikan dokumen rencana induk Pengembangan pariwisata daerah (RIPDA) dan rancangan perda terkait hal tersebut. Tahun depan diharapkan perda tentang RIPDA ini bisa lahir, sebagai pedoman serta acuan untuk pengembangan pariwisata kedepan. (ind)

tahun 2018 melainkan haanya proses pembebasan lahannya saja. Hal tersebut terjadi karena APBD tahun 2018 sudah ditetapkan, sehingga tidak ada celah lagi untuk kembali menganggarkan untuk proses pembangunan PKM ini. “Awal tahun 2019 mulai kita bangun PKM ini, sedangkan untuk proses pembebasan lahan akan mulai kita lakukan di tahun 2018 mendatang,” sebutnya. Seraya menambahkan, terkait dengan lokasi baru tersebut, pihaknya sangat yakin warga masyarakat yang ada di kecama-

tan Seteluk akan bisa dilayani dengan baik. Karena tidak hanya dilakukan relokasi saja, melainkan tetap akan dilakukan penambahan terhadap sarana pendukung lainnya. Sehingga warga masyarakat baik itu warga yang berasal dari desa Air Suning, Seran, dan desa Meraran bisa terlayani dengan baik. “Kita tidak hanya akan melakukan relokasi, tetapi kita akan tambah semua sarana yang dibutuhkan nantinya. Sehingga pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih maksimal lagi,” tandasnya. (ils)

Telan Puluhan Miliar

Bertahap, Pengembangan Pasar Seketeng Dimulai 2019 Sumbawa Besar (Suara NTB) Rencana pengembangan dan penataan pasar Seketeng baru dimulai 2019 mendatang. Mengingat anggaran besar yang dibutuhkan sekitar Rp 58 Miliar untuk biaya pembangunan 3 blok. Termasuk sarana pendukungnya. Sebagaimana disebutkan Kabid Pasar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa, Arif Alamsyah S.STP, M.Si, Selasa (26/12) kemarin, DED pengembangan pasar Seketeng telah dikerjakan pada tahun ini. Namun pengerjaannya baru bisa dimulai pada 2019 mengingat anggaran besar yang dibutuhkan. Sehingga akan dilakukan secara bertahap pada ada 2019 mendatang. Dimulai dari blok B sekitar jalan Mujair dengan estimasi anggaran sekitar Rp 17 Miliar. Terdiri dari kios dan pelataran dua lantai. Lengkap dengan sarana pedukung seperti fasilitar air dan listrik. Kemudian disambung dengan pembangunan blok C. Sementara untuk blok A, masih menunggu pembebasan lahan yang terkena

imbas dari perluasan pasar. Mengingat diketahui ada 16 are lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan pasar Seketeng. Upaya ganti rugi yang dilakukan Pemkab melalui Bagian Pertanahan pada tahun ini pun maish gagal. Sebab diniai besarannya masih kurang oleh pemilik tanah. Sehingga upaya lain akan ditempuh Pemkab pada 2018 mendatang. Selama proses pengembangan dilakukan, pedagang yang terkena imbas secara bertahap bisa direlokasi ke Pasar Brang Bara yang tahun ini tuntas dibangun atau pasar Brang Biji. Untuk diketahui pada 2018 mendatang, Bapenda akan melakukan rehab los pasar Langam, Brang Biji dan Pelampang. Sementara pasar pusat distribusi di Karang Dima akan dilakukan peematangan lahan dengan anggaran tak kurang dari Rp 2 Miliar pada 2018 mendatang. “DED pasar distribusi Karang Dima tahun ini tuntas, tahun depan dilanjutkan pematangan lahan,” tukas Arif. (arn)


Kunjungan Wisatawan ke Dompu Meningkat Dompu (Suara NTB) – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bertepatan dengan libur panjang sekolah memberi pengaruh signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Dompu. Sampai H-6 puncak tahun baru, sudah terjadi peningkatan 25 persen. Hal itu dilihat dari kepadatan aktifitas Terminal Ginte tiap harinya. “Iya memang ada peningkatan sekitar 25 persen dibanding hari-hari biasanya,” kata Kepala Terminal Ginte, Kartini, ST., kepada Suara NTB (Suara NTB/jun) di ruang kerjanya, SelaKartini sa (26/12). Pengunjung yang memadati terminal ini beragam. Ada yang memang sengaja berlibur ke kampung halaman (mudik), ada juga wisatawan nusantara dan mancanegara yang sengaja berlibur di Dompu. Meski begitu jelas dia, hal ini tidak mempengaruhi naiknya tarif angkutan kota antar provinsi yaitu sebesar Rp 250 ribu perorang untuk tujuan Dompu – Mataram. “Bukan bus Dompu saja yang Rp 250 ribu, dari Bima juga demikian. Tapi kadang kala ada yang Rp 220 – Rp 230 ribu,” ujarnya. Sejauh pantauan pihaknya bersama tim gabungan selama pengamanan Nataru, belum ada insiden atau kejadian mencolok yang ditemukan. Pengujung masih terpantau dan nyaman datang ke Dompu. Pun untuk mereka yang kebingungan jalan ke kawasan wisata atau tepat lain yang hendak dituju, pihaknya sudah menyediakan penunjuk jalan dan kendaraan yang bisa ditumpangi sampai tujuan. “Jadi kita juga carikan kendaraan yang siap mengantar pengunjung yang kadang kala kebingungan. Dan alhamdulillah sampai saat ini masih cukup aman,” ungkapnya. Aksi premanisme dan penyalahgunaan miras yang menjadi kekhawatiran para pihak selama ini, pun tegas Kartini, sudah berhasil ditekan signifikan. Hampir tiap malam tidak lagi dijumpai remaja yang sibuk mengonsumsi alkohol di Terminal Ginte, termasuk yang melakukan pemalakan terhadap penumpang. Meski begitu harap dia, para pengunjung yang hendak menghabiskan waktu dibeberapa destinasi wisata yang ada diwilayah ini agar tetap menaruh kewaspadaan, jangan sampai kasus kejahatan terhadap pengunjung wisata ditahuntahun sebelumnya terulang. “Harapan kita ya tetap berhatihati saja, terhadap anak muda juga saya minta jangan lagi buat onar di terminal,” pungkasnya. (jun)

Ratusan Personel Pol PP Dikerahkan Amankan Tahun Baru Bima (Suara NTB) Ratusan aparat Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dansat Pol PP) Kabupaten Bima, akan dikerahkan untuk membantu aparat Kepolisian yang mengamankan perayaan pergantian malam tahun baru 2018 mendatang. “Pengerahan personel dalam jumlah banyak ini untuk memastikan perayaan tahun baru di Kabupaten Bima tetap berjalan aman dan damai,” kata Kabid Operasi dan Trantib Dinsat Pol PP Kabupaten Bima, Kadri SE MM, Selasa (26/12). Ia menyebutkan, tercatat ada sekitar 100 lebih aparat yang dikerahkan nantinya. Mereka akan ditempatkan di beberapa (Suara NTB/uki) tiitk di wilayah Kecamatan Kadri Sape, Woha dan Bolo. Wilayah yang kerap ramai dan lancer. “Anggota ini akan bergabung dengan aparat TNI/Polri dan petugas Dinas Perhubungan yang bertugas mengamankan perayaan tahun baru,” ujarnya. Menurutnya, sebagian personel telah dikerahkan untuk pengamanan Misa Natal di Desa Mbawa Kecamatan Donggo, bersama dengan aparat Kepolisian dalam operasi lilin 2018, Minggu malam. “Alhamdulillah pelaksanannya berjalan damai dan lancar,” kata Kadri. Selain itu lanjutnya, sebagian personel tersebut akan dikerahkan untuk mengamankan obyek-obyek wisata serta pusat keramaian yang menjadi tujuan masyarakat dalam mengisi liburan akhir tahun. “Kita berharap liburan pergantian akhir tahun di wilayah Kabupaten Bima ini tetap kondusif,” katanya. Kadri berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa, turut andil membantu aparat keamanan. Agar terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) yang kondusif. Serta mengambil peran dalam menjaga ketertiban umum. “Jika ada hal-hal yang mengganggu dan menganggu kenyamanan warga bisa dilaporkan kepada aparat keamanan terdekat, supaya ditindaklanjuti dan diberikan pemahaman,” pungkasnya. (uki)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Tiga Hari Rampung, Proyek Bronjong Senilai Rp 80 Juta Rusak Parah Bima (Suara NTB) Proyek pembangunan bronjong di sungai Mbi’a Desa Tawali Kecamatan Wera, sangat memprihatinkan. Kondisinya rusak parah. Padahal, pengerjaan proyek tersebut baru tiga hari rampung. Proyek pembangunan senilai Rp 80 juta yang berasal dari APBD Kabupaten Bima Tahun 2017 tersebut. Terlihat kawat besi untuk mengikat bebatuan terlepas akibat tergerus air sungai yang deras. Warga setempat, Arif Rahman mengeluhkan hal tersebut. Bahkan, Ia curiga pembangunan terkesan asal jadi. Karena dari awal proses pembangunannya tidak cukup diketahui warga. “Saat pengerjaanpun tidak ada papan pemberitahuan. Kita mengetahui proyek ini setelah melakukan konfirmasi ke desa,” katanya belum lama ini. Meski begitu, Arif meminta kepada pihak pelaksana proyek serta Dinas teknis terkait agar, meninjau lokasi proyek tersebut supaya mengetahui secara detail permasalahan yang terjadi. Lagipula kerusakan itu akan mengancam keselamatan warga yang menyebrangi sungai apabila terkena bebatuan. “Kami berharap ada respon, tidak membiarkan seperti ini. Harus ada upaya perbaikan,” ujarnya.

Warga lain, Adhar juga mengaku hal serupa. Selama ini tidak mengetahui adanya pembangunan bronjongisasi bahkan dianggarkan melalui APBD di sungai tersebut. Namun tiba-tiba ada aktivitas pekerjaan. “Itupun pengerjaannya hanya beberapa bulan. Makanya tidak heran hasilnya buruk dan rusak parah seperti ini,” katanya. Adhar mendesak pihak terkait segera turun tangan dalam menyelesaikannya. Karena Ia khawatir, pada saat masyarakat setempat menyebrang sungai, namun bebatuan keluar mengenai warga. “Jangan sampai ada masalah dulu baru ditangani. Pihak-pihak terkait harus sege5ra merespon dengan cepat,” tegasnya. Sementara, Kepala Bidang Pengairan dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bima, Zaharuddin S.T, M.T mengakui hal tersebut. Hanya saja pihaknya belum meninjau langsung adanya kerusakan. “Memang informasinya

(Suara NTB/uki)

LANGSUNG RUSAK - Proyek Bronjongisasi di Sungai Mbi’a Desa Tawali Kecamatan Wera yang baru rampung tiga harus langsung rusak parah. Terlihat kawat yang mengikat bebatuan terlepas akibat tergerus air sungai. demikian dari masyarakat. Tapi kami belum pastikan karena belum turun ke lokasi,” katanya, Selasa (26/12). Menurutnya, jika terjadi

demikian, pihaknya akan segera memanggil pelaksana untuk klarifikasi. Untuk mengetahui apakah kerusakannya ada unsur kesengajaan atau

murni akibat bencana alam. “Kita akan selesaikan sesuai dengan prosedur. Yang jelas persoalan ini akan kita sikapi segera,” pungkasnya. (uki)

Hari Ini, Seluruh Kendaraan Dicek Kelayakan Beroperasi Dompu (Suara NTB) – Kepala Terminal Ginte, Kartini, ST., mengatakan dalam rangka menjamin keamanan dan keselamatan penumpang pengguna jasa tranportasi umum selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihaknya bersama tim gabungan akan mengecek kelayakan kendaraan beroperasi, baik Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Angkutan Kota Antar Desa (AKAD). Pengecekan ini menyasar kelengkapan surat-surat, kesiapan fisik kendaraan juga kondisi kesehatan pengemudinya. “Jadi besok (Hari ini, red) kita akan menertibkan semua kendaraan, mulai yang jalan jauh sampai Mataram maupun Jakarta,” kata dia kepada Suara NTB di ruang ker-

janya, Selasa (26/12). Dalam pemeriksaan surat tersebut diutamakan soal izin trayek, kemudian kondisi sopir dan mesin kendaraan, serta fasilitas yang disiapkan untuk menjamin kenyamanan penumpang selama dalam perjalanan. Sebelumnya ungkap Kartini, tim gabungan sudah menindak dua unit kendaraan yang kedapatan izin trayeknya sudah melampaui masa berlaku. “Kemarin sudah ada dua kendaraan yang ditahan, sekarang sudah diamankan di Mapolres Dompu karena izin trayeknya sudah mati,” ujarnya. Terhadap kendaraan yang nantinya kedapatan masa berlaku izin trayeknya habis atau mesinnya jauh dari kata layak operasi, tim tak segansegan menindak dan menahanya. Dan dipastikan ken-

daraan tersebut bisa beroperasi kembali setelah beberapa hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan itu dibenahi. Menurut dia, hal ini penting dilakukan bahkan bukan saja pada saat nataru, mengingat berkaitan langsung dengan keselamatan orang banyak. “Kalau nanti ditemukan langsung ditilang dan tidak diberangkatkan oleh petugas karena dia tidak menjamin keselamatan penumpang,” jelasnya. Pengemudi kendaraan pun tak terlepas dari pemeriksaan petugas, terutama berkaitan dengan kondisi kesehatanya. Jangan sampai ada sopir yang memuat penumpang dalam pengaruh minuman keras atau zat berbahaya lainya. “Sopir nanti langsung kita tes DNA,” pungkasnya. (jun)

Pengusaha Belum Berminat Manfaatkan Tol Laut Dompu (Suara NTB) Pelabuhan Calabai di Kecamatan Pekat Dompu kembali masuk dalam rute tol laut pemerintahan Joko Widodo – Yusuf Kalla untuk tahun 2018. Para pengusaha di Dompu belum ada yang tertarik dengan jalur tol laut Calabai karena faktor jarak dan fasilitas di pelabuhan yang terbatas. Tahun 2017, pelabuhan Calabai masuk dalam jalur tol laut dari Surabaya hingga NTT. Selama 2017, tidak ada satupun pengusaha yang memanfaatkan jalur tol laut ini kendati disubsidi pemerintah untuk membantu distribusi logistik dan mempercepat pembangunan di daerah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Muhammad, ST, M.Si kepada Suara NTB, Selasa (26/12)

kemarin, mengakui pelabuhan Calabai Pekat kembali terdaftar dalam jalur tol laut dari Surabaya – NTT untuk tahun 2018. Sejauh ini belum ada pengusaha yang berminat memanfaatkan tol laut untuk angkutan barang dari Surabaya atau dikirim dari Dompu. “Belum ada yang minat,” katanya. Selama tahun 2017, pelabuhan Calabai juga masuk dalam daftar tol laut Surabaya – NTT. Selama itu, tidak ada pengusaha yang memanfaatkan jalur transportasi langsung Surabaya – Calabai ini. Hal ini disebabkan, pengusaha Dompu rata – rata mengambil barang dari Bima. Kalaupun mengambil barang dari luar, pengusaha lebih memilih menggunakan transportasi darat atau melalui pelabuhan Bima yang lebih dekat akses transportasinya ke Dompu. Di pelabuhan Calabai, se-

lain akses transportasi yang cukup jauh dan rawan kecelakaan ke kota Dompu, juga karena terbatasnya fasilitas di pelabuhan. Karena pengiriman barang dari Surabaya – Calabai atau sebaliknya menggunakan kontainer. “Area pelabuhan Calabai terbatas dan itupun lebih banyak dimanfaatkan PT SMS,” jelasnya. Jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan, diakui Muhammad, sudah menawarkan kepada para pengusaha untuk memanfaatkan jalur tol laut. Sehingga bisa langsung membeli barang ke Surabaya atau mengangkut hasil bumi dari Dompu keluar daerah agar mendapatkan keuntungan lebih besar. Namun belum ada yang berminat. Karena untuk pembelian langsung, para pengusaha harus menyiapkan modal besar. (ula)

Harga Bahan Pokok Melambung

(Suara NTB/jun)

BAHAN POKOK - Nurjanah pedagang kebutuhan bahan pokok, sedang menjajakan dagangannya di Pasar Atas Dompu, Selasa (26/12).

Dompu (Suara NTB) – Harga kebutuhan bahan pokok mendekati tahun baru 2018 terus merangkak naik dan beberapa diantaranya melambung tinggi. Selain pengaruh perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), hal ini imbas musim hujan ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah di NTB, khususnya Dompu. Aminah salah seorang pedagang di pasar atas Dompu menyebutkan, beberapa kebutuhan pokok yang merangkak naik itu diantaranya cabai rawit dari Rp 15 ribu/Kg menjadi Rp 40 ribu/Kg, cabai kriting dari Rp 25/Kg ribu naik Rp 40 ribu/Kg, bawang merah Rp 20 ribu/Kg naik dari Rp 7 ribu/ Kg. Sementara bawang putih masih tetap stabil dengan kisaran harga Rp 35 – Rp 40 ribu/Kg. “Naik semua sekarang, karena natal dan tahun baru ini,” kata dia kepada Suara NTB, Selasa (26/12). Sedang kebutuhan lain yang melambung tinggi lanjut dia, yakni kol dari Rp 180 ribu/karung ukuran 50 Kg melambung hingga Rp 300 ribu/ karung, tomat dari Rp 5 ribu naik Rp

18 ribu/Kg, mentimun dari Rp 82 ribu/ karung naik menjadi Rp 150 ribu. Kenaikan bahan pokok itu diprediksi pihaknya akan terus terjadi hingga puncak tahun baru 2018 nanti, pun cukup menghawatirkan yakni terjadinya lonjakan harga cabai hingga Rp 120 ribu/Kg. “Karena cabai ini sekarang mulai kosong. Sulit kita dapat karena musim hujan ini,” ujarnya. Naiknya harga kebutuhan rumah tangga ini juga berimbas pada tingkat pembelian masyarakat yang semakin berkurang. Meski begitu, hal ini tak berpengaruh signifikan bagi pendapatanya perhari, dalam artian kebutuhan keluarga di rumah masih bisa ditutupi. Pedagang lainya Nurjanah, juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok yang dipasok dari lombok itu semata-mata pengaruh musim hujan. “Kalau pengaruh natal ini kan biasa kita tiap tahunya, nanti juga turun. Cuma sekarang kita khawatirkan kosongnya stok cabai,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

DICEK – Sejumlah kendaraan AKAD dan AKDP yang akan dicek kelayakan beroperasinya oleh tim gabungan, Selasa (26/12).

Banjir Dalam Kota Diduga Akibat Sistem Drainase Belum Terkoneksi Dompu (Suara NTB) Sistem drainase kota yang belum terkoneksi diduga menjadi penyebab air hujan menggenangi pemukiman warga di Bada Dompu beberapa waktu lalu. Anggota DPRD Dompu mengajukan penataan lanjutan drainase kota tahun 2018, selain yang diprogramkan Dinas PUPR. Hal itu disampaikan Kepala bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Dompu, Indra Gunawan, ST, MT kepada Suara NTB, Selasa (26/12) kemarin. “Memang aliran untuk drainase di (jalan) Gajah Mada (Bada) belum nyambung. Saluran primer penghantarnya kecil yang masuk di gang SDN 20. Jadi airnya tertahan, sehingga meluap ke jalan,” kata Indra Gunawan. Masalah ini, diakui Indra setelah banjir yang menggenangi lingkungan sekitar dan diperintahkan Bupati untuk mengecek saat upacara HUT NTB ke 59. Sementara perencanaan untuk penganggaran 2018 sudah jadi dan yang ditangani dari perencanaan di Cipta Karya untuk saluran drainase primer di Magenda Kelurahan Potu dan saluran drainase simpang PN Dompu. “Kalau di depan PN, masalahnya di simpang pengadilan yang dari atas tidak masuk ke drainase depan PN. Makanya nanti akan dibenahi sedikit,” jelasnya. Sementara untuk saluran drainase Bada yang menjadi pemicu meluapnya air di jalan Gajah Mada dan menggenangi pemukiman warga sekitarnya akan ditangani melalui program aspirasi Drs Muhtar (anggota DPRD Dompu) tahun 2018. “Salurah Bada

ditangani melalui aspirasi Drs Muhtar,” katanya. Begitu juga dengan saluran drainase di simpang Sawete Bali 1 Dompu yang memicu air menggenangi pemukiman warga setempat juga akan ditangani 2018. Salurannya akan dialihkan ke sungai Jado, sehingga tidak meluap ke jalan dan pemukiman sekitar. Karena saluran di simpang Sawete tidak akan bisa menampung besarnya air dari arah Maulan dan sekitarnya. Sebelumnya, banjir menggenangi pemukiman warga di Bada Dompu setelah hujan deras melanda Kota Dompu dan sekitarnya. Akibat saluran tidak mampu menampung air hujan, meluap ke jalan dan menggenangi pemukiman warga sekitar. Begitu juga di lingkungan Sawete Bali 1 Dompu beberapa waktu lalu juga digenangi air hujan. Karena saluran di sekitar tertutupi tanah timbunan dan bangunan. Sementara saluran irigasinya tidak mampu menampung air yang datang dari gunung dan sawah di sekitar, sehingga menggenangi pemukiman warga. (ula)

Indra Gunawan

(Suara NTB/ula)

SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017


POLHUKAM

SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

Halaman 8

Lagi, Panwaslu Lobar Temukan Dugaan Oknum ASN Terlibat Politik Praktis Giri Menang (Suara NTB) Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lombok Barat (Lobar) kembali menemukan adanya dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat politik praktis. Oknum ASN yang merupakan pengurus salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Lembar yang juga merupakan penghulu di KUA setempat tersebut dengan terang-terangan memfasilitasi salah satu bakal pasangan calon (Paslon) Gubernur-Wagub.

Enam TKI NTB Kabur dari Majikan SEBANYAK enam Buruh Migran Indonesia atau TKI asal NTB di Turki melarikan diri dari majikannya. Mereka kabur ke Kantor Kedutaan Besar Indonesia. Paspor mereka masih ditahan pihak sponsor pemberangkatan. Polda NTB bersama jaksa Kejati NTB menyusul Turki untuk mengumpulkan bahan keterangan dan data-data, serta asessment. Jika ada indikasi pidana terkait perdagangan orang maka akan dilanjutkan dengan penyelidikan. “Enam orang, ada dari Pulau Sumbawa, ada dari Lombok. Mereka sementara berlindung di KBRI sana,” ungkap Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Pol Kristaji. Tim yang berangkat tersebut terdiri dari Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati dan perwakilan jaksa. “Sedang dilakukan penelitian apakah keenam TKW itu korban TPPO apa tidak. Kalau iya kita langsung bertindak dari sini,” tegasnya. Keterangan yang dikumpulkan tersebut antara lain, sponsor pemberangkatan BMI, jalur pemberangkatan, dan administrasi pemberangkatan. “Kita akan gelar (perkara) dulu siapa sponsornya. Perusahaan yang memberangkatkannya siapa. Kalau ada indikasi baru kita lidik,” kata Kristiaji. Dari keterangan sementara, para BMI tersebut kabur lantaran gajinya tidak dibayarkan majikan. Mereka baru bekerja selama satu bulan. Tak hanya itu, paspor mereka juga ditahan pihak sponsor yang memberangkatkan mereka. “Kita dalami dari hasil di sana, mereka berangkatnya resmi atau tidak. Kalau memang resmi, di mana pelanggarannya. Kita selidiki juga kalau memang mereka berangkatnya tidak resmi,” terangnya. Kristiaji (why)

“Itu jelas melangar karena ASN di Lembar di mana beliau itu pengurus Ponpes sekaligus dia sebagai penghulu KUA,” ujar Divisi Pengawas Panwaslu Lobar, Abror saat dikonfirmasi di Batulayar, kemarin. Abror mengaku bahwa ASN tersebut

diduga memfasilitasi acara silahturahmi yang dihadiri oleh bakal paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta Bupati dan Wakil Bupati Lobar. Hanya saja saat acara tersebut hanya paslon Pilgub dan bakal calon wakil bupati

yang hadir. Ia mengatakan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN tersebut kini sudah ditangani oleh pihak Banwaslu Provinsi. Mengingat Paslon tersebut merupakan kandidat dalam Pilgub NTB 2018 mendatang.

“Karena calon gubernur maka ditangani sama provinsi. Tapi setelah kami rapat pleno di tingkat kabupaten bahwa itu ada dugaan pelangaran. Kami sudah serahkan berkasnya ke Provinsi,” ungkapnya. Menurutnya nantinya pihak provinsi yang akan menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut. Apakah selanjutnya ASN tersebut akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan ASN atau terkena pidana Pemilu. “Itu masih dikaji oleh pihak Provinsi (Banwaslu),” katanya.

Disinggung terkait agenda dari acara yang digelar saat itu, Abror mengatakan bahwa dalam surat undangan tersebut isinya silahtuhrahmi. Namun saat acara yang di adiri juga oleh seluruh Panwascam, oknum ASN tersebut dalam ceramahnya jelas-jelas menyisipi kampanye untuk mengajak memilih bakal paslon yang bersangkutan. “Itu bahasanya jelas. Sehingga nanti komisi akan kaji. Apakah dia akan diarahkan ke pidana Pemilu atau hanya melanggar undang-undang ASN saja,” pungkasnya. (her)

(Suara NTB/dok)

Jelang Pendaftaran, Pasangan Aman Susun Tim Kampanye Mataram (Suara NTB) Pendaftaran pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, sudah semakin dekat, yakni akan dibuka pada tanggal 8-10 Januari datang. Sebelum mendaftar, pasangan bakal calon harus memastikan kelengkapan berkas syarat pendaftaran yang harus dipersiapkan. Terutama dukungan dari partai politik. Sampai sejauh ini, konstelasi politik pasangan bakal calon yang berpeluang besar untuk mendaftar sebagai peserta pilkada serentak NTB 2018, tidak banyak berubah. Tiga dari jalur parpol dan satu pasangan dari jalur independen. Oleh karena itu, para kandidat yang berpeluang mendaftar, harus sekarang memastikan dan memenuhi kelengkapan syarat-syarat pendaftaran. Salah satu kandidat bakal calon Wakil Gubernur NTB, Mori Hanafi yang dikonfirmasi, Selasa (26/12), menyampaikan pihaknya tengah mempersiapkan kelengkapan syarat pendaftaran sebagai calon peserta Pilkada NTB. “Sudah siap, tapi tim kampanye saja yang masih belum final,” ujarnya. Pihaknya sedang menyusun tim kampanye bersama partai pengusung,’’ kata bakal calon Wakil Gubernur yang berpasangan dengan H. Ahyar Abduh ini menjawab Suara NTB via pesan singkat. Diketahui, bahwa selain syarat dukungan dari partai politik, pasangan calon juga harus memenuhi persyaratan lainnya, seperti daftar nama-nama tim kampanye, visi-misi dan program pasangan calon, serta persyaratan personal calon. Sementara untuk kendaraan politik, Mori mengaku sudah dalam posisi aman, yakni dukungan dari partai sudah memenuhi syarat minimal. Politisi Gerindra itu menyebutkan, pihaknya akan maju bersama tiga gabungan partai politik yakni Gerindra, PPP dan PAN. Ditempat terpisah, Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, juga turut mengingatkan semua bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur beserta jajaran timnya untuk tidak lupa mengurus sejumlah persyaratan pencalonan, mengingat masa pendaftaran sudah semakin dekat. Disebutkan Aksar, beberapa persyaratan utama di samping persyaratan lainnya yang perlu diperhatikan yakni SK pencalonan dari DPP partai pengusung, berita acara kesepakatan koalisi dan termasuk SK kepengurusan DPD/DPW parpol. “Termasuk nama-nama Tim Kampanye dan yang sangat penting adalah visi, misi dan program bakal pasangan calon. Tahapan pendaftaran bakal pasangan calon mulai tanggal 8-10 Januari 2018, tidak lama lagi,” katanya. Ia juga menyarankan pasangan calon untuk memperhatikan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 dan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2017, terkait pendaftaran pasangan calon Pilkada serentak 2018. (ndi) Mori Hanafi (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/why)

CEK KESIAPAN - Kapolda NTB, Firli mengecek kesiapan personel di Pos Pengamanan Narmada, Lombok Barat, Selasa (26/12).

Perayaan Tahun Baru

Polres Mataram Siagakan Empat Pos Pengamanan Mataram (Suara NTB) Polres Mataram mendirikan tiga pos pelayanan dan pengamanan selama natal 2017 dan tahun baru 2018. Peningkatan aktivitas masyarakat perlu disikapi dengan pelayanan pengamanan di lokasi-lokasi rawan. Sejumlah pos tersebut antara lain, Pos Pelayanan Karang Jangkong, Cakranegara; Pos Pengamanan Kebon

Roek, Ampenan; Pos Pengamanan Bertais, Sandubaya; dan Pos Pengamanan Narmada, Narmada. Kabag Ops Polres Mataram, Kompol Taufik, Selasa (26/12) menjelaskan, masing-masing pos tersebut disiapkan dengan karakteristik pelayanan. “Di pos pelayanan itu kita siapkan untuk yang akan melakukan perjalanan jauh, selain untuk pengamanan.

Ada layanan kesehatan, pijat juga bisa. Untuk penanganan bencana juga,” jelasnya. Sejumlah pihak yang terlibat dalam pos pelayanan diantaranya Polri, TNI, Dishub, Damkar, BPBD, Pamswakarsa, Satpol PP, dan sejumlah elemen lainnya. Sementara pos pengamanan hanya diisi aparat Polri dan TNI. Secara umum jumlah personel di pos pelayanan

KPU Tunggu Hasil Pleno PPS

Verifikasi Faktual Paslon Independen Tuntas Praya (Suara NTB) Seluruh tahapan dan proses verifikasi faktual syarat dukungan pasangan calon (paslon) kepala daerah dari jalur perseorangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) NTB, H. Moch. Ali Bin Dachlan – TGH. Lalu Gede M. Ali Wirasakti Amir Murni, di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tuntas dilaksanakan. Namun demikian pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng belum bisa mastikan hasil verifikasi faktual tersebut lantaran masih harus menunggu hasil pleno dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa. “Yang melakukan verifikasi faktual itukan PPS. Kita hanya menerima hasil dan melakukan rekapitulasi. Jadi apapun hasil dari PPS itulah yang kita rekap,” ungkap Komisioner KPU Loteng, Zaeroni, S.H., kepada Suara NTB, Selasa (26/12). Alurnya, setelah melakukan verifikasi PPS kemudian melakukan rapat pleno reka-

pitulasi jumlah dukungan yang sah dan tidak sah. Hasilnya kemudian disampaikan ke PPK di tingkat kecamatan. PPK lantas melakukan rekapitulasi atas hasil PPS. Tidak menghitung ulang kembali. Karena sudah dihitung oleh PPS. Barulah setelah selesai di tingkat PPK, dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat KPU kabupaten. Dan, pada akhirnya sampai di tingkat KPU provinsi. “Hasil sepenuhnya ada di tangan PPS. PPK maupun KPU di kabupaten maupun provinsi hanya melakukan rekapitulasi hasil akhir saja,” tegasnya. Zaeroni pun mengaku selama proses verifikasi faktual berlangsung, banyak kendala yang dihadapi oleh PPS. Karena hampir sebagian besar penduduk yang ada dukungan ke paslon perseorangan tersebut sulit ditemui dengan berbagai penyebab. Paling banyak karena alasan ke pasar dan pergi ke sawah. “Sekarang kan sedang

musim bercocok tanam, jadi banyak penduduk yang sulit sekali ditemukan,” jelasnya. Sehingga PPS biasanya melakukan verifikasi pada sore sampai malam hari. Ketika masyarakat sudah selesai dari beraktivitas. Terhadap masyarakat yang pada sampai hari terakhir proses verifikasi belum juga ditemukan, PPS sudah mengumpulkan masyarakat tersebut ke kantor desa maupun kelurahan. “Seperti apa hasilnya, kita tunggu laporan dari PPS,” timpal Zaeroni seraya menambahkan PPS rata-rata menggelar rapat pleno Selasa hari ini (kemarin, red). Dengan begitu, hasilnya sudah bisa diserahkan ke PPK setempat. Total dukungan pasangan Ali – Sakti di Loteng 45 ribu lebih. Tersebar di 12 kecamatan dan 124 desa. Sementara di 15 desa lainnya dukungan paslon tersebut tidak ditemukan. Tapi dari sisi syarat sebaran dukungan, sudah memenuhi syarat. (kir)

Terdakwa Korupsi Sertifikat Sekaroh Ajukan Banding Mataram (Suara NTB) Para terdakwa korupsi penerbitan sertifikat hak milik di kawasan hutan lindung Sekaroh, Lombok Timur mengajukan banding. Vonis penjara satu tahun enam bulan terhadap mereka belum berkekuatan hukum tetap. Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Abadi mengungkapkan penasihat

hukum terdakwa sudah menyatakan banding. “Semua banding. Pernyataan bandingnya sudah kita terima. Jaksa juga banding,” ujarnya. Meski demikian, pihaknya masih menunggu pihak penasihat hukum terdakwa untuk menyerahkan berkas memori banding. “Berkas itu nanti kalau sudah diserahkan akan kita limpahkan ke Pengadilan Tinggi,” jelasnya. Para terdakwa itu antara

lain, Kades Pemongkong nonaktif, Lalu Maskan Jamaludin mantan Kepala Seksi Hak Atas Tanah BPN Lotim; Mustafa Maksum, mantan Kasi Pengukuran Pendaftaran Tanah BPN Lotim. M. Naim, mantan kasubsi Penataan, Penguasaan, dan Pemilikan tanah BPN Lotim; Irfan, mantan Kasi Pengaturan Penguasaan Tanah BPN Lotim; Ramli, mantan Kasubsi Pemberian Hak Atas Tanah

BPN Lotim. Mereka masing-masing dihukum Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram dengan penjara satu tahun enam bulan. Ditambah dengan denda Rp 100 juta. Para terdakwa terbukti korupsi secara bersama-sama melakukan korupsi menyalahgunakan kewenangannya dalam penerbitan 31 SHM pada tahun 2000, 2001, dan 2002. Sebanyak 22 SHM diant-

aranya berada di dalam kawasan Hutan Sekaroh, tujuh SHM sebagian masuk Hutan Sekaroh, dan dua SHM di luar kawasan hutan. Total luas tanah mencapai 41,2 miliar Terbitnya SHM dalam kawasan hutan lindung tersebut menimbulkan kerugian negara Rp 4,12 miliar berdasarkan perhitungan majelis hakim yang diketuai Albertus Usada. (why)

mencapai 24 orang, sementara di masing-masing pos pengamanan mencapai 23 orang. Dia menambahkan, Pos Pengamanan Kebon Roek dan Narmada akan mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas pada malam perayaan tahun baru. Pos pengamanan Kebon Roek yang berada di Ampenan akan memantau kemacetan. Langkah yang sudah disiapkan salah satunya dengan

rekayasa lalu lintas. Bentuknya, lepas dini hari Minggu (31/12) mendatang, pengguna jalan dari arah Senggigi, Lombok Barat akan dialihkan melalui Jalan Raya Sandik, Batulayar menuju Gunung Sari. Sebaliknya yang dari arah Mataram akan diterapkan penutupan arus. “Itu situasional saja. Apabila kondisi macet kita akan terapkan hal itu,” pungkasnya. (why)

Jelang Pilkada, Anggota Dewan Mulai Jarang Ngantor Mataram (Suara NTB) Menjelang perhelatan pesta demokrasi lima tahunan, yakni Pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019, para wakil rakyat di DPRD NTB mulai terlihat sibuk dengan agendaagenda politik. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada makin kurangnya waktu mereka untuk mengurus kepentingan rakyat. Gejala itu sudah mulai nampak gedung wakil rakyat di Udayana. Agenda-agenda resmi para wakil rakyat seperti rapat paripurna, sering kali berjalan molor, karena belum memenuhi kourum akibat minimnya kehadiran anggota dewan untuk mengikuti sidang paripurna. Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad, SH, MH., yang dikonfirmasi tidak menampik gejala tersebut sudah mulai terasa dinamikanya di gedung wakil rakyat tersebut. “Sekarang sudah mulai kami rasakan dinamikanya. Karena jelang Pilkada dan Pemilu 2019, kepentingan anggota banyak dengan agenda-agenda penggalangan dan konsolidasi. Paripurna mulai sering agak telat sedikit, karena belum kourum, kami sering telepon anggota yang bisa hadir, sehingga agenda paripurna bisa berjalan dengan baik,” tutur Mahdi. Namun ia berharap, meskipun Pilkada dan Pemilu 2019 sudah semakin dekat, agar hal tersebut tidak mengganggu agenda-agenda resmi dewan. “Dinamika Pilkada harapannya tidak mengganngu agenda dewan. Makanya kita amankan terus agenda yang sudah ditetapkan oleh Banmus,” sambungnya. Selain itu, Mahdi juga menyampaikan dalam waktu de-

(Suara NTB/dok)

Mahdi Muhammad kat ini, akan banyak terjadi potensi Pergantian Antara Waktu (PAW) mengingat banyaknya anggota dewan yang akan mengundurkan diri karena ikut bertarung di Pilkada serentak 2018. “Banyak anggota yang akan ikut Pilkada, makanya potensi PAW besok ini cukup besar. Tapi belum kita pastikan, karena belum ada pengajuan resmi, baru riak-riaknya. Tapi kan kita bisa lihat sendiri siapa anggota yang sudah (mendeklarasikan diri) maju,” katanya. Beberapa anggota dewan yang dipastikan akan maju yakni, Mori Hanafi, Rumaksi, Mahcsun Ridwaini, Mauamar Arafat dan Khudari. Jika terjadi PAW, pihak Sekretariat dewan akan melaksanakan proses administrasinya. “Kita langsung proses kalau sudah ada pengajuan. Proses jadi lama karena proses di partai itu yang sangat politis sekali. Dia bisa cepat bisa lama, bahkan ada yang sampai menggugat,” katanya. (ndi)


SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

BUDAYA DAN HIBURAN

Halaman 9

Pelaku Pariwisata Siap Promosikan ’’Event’’ 2018 Mataram (Suara NTB) Pariwisata tidak terlepas dari event yang menjadi salah satu jualan para pelaku pariwisata. Meski tidak pasti, namun para pelaku pariwisata tetap berupaya menjual paket dengan memasukkan berbagai event dalam paket tersebut. Misalnya event Bau Nyale yang dilakukan setiap Februari.

(Suara NTB/dok)

MANTAR - Destinasi wisata Mantar di KSB masih terkendala akses transportasi

Destinasi Wisata Mantar Terkendala Transportasi Mataram (Suara NTB) Mantar merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Sumbawa Barat. Hanya saja tidak banyak kendaraan yang bisa mengantar wisatawan ke puncak Mantar ini. Padahal selalu ada wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini. “Kita nunggunya lama, malahan orang yang dekat sana bilang kalau hari itu tidak ada ranger yang bisa mengantar kita ke puncak Mantar. Kan sayang ya, kita sudah jauh-jauh terus tidak bisa pergi. Tapi syukurnya ada mobil yang baru turun dan sopirnya mau antar kita,” kata wisatawan asal Lombok Timur Elsa Rahmawati, di Mataram, Selasa (26/12). Ia mengatakan bahwa susahnya mendapatkan angkutan menuju Mantar dianggap sudah biasa. Meski destinasi ini merupakan salah satu yang diunggulkan di KSB, namun medan yang berat membuat tidak banyak pemilik kendaraan enggan untuk mengantar wisatawan. Sebelumnya, salah satu sopir yang biasa mengantar wisatawan Andi mengatakan bahwa kebanyakan orang enggan karena biaya perbaikan apabila mobil rusak lebih mahal. Sehingga tidak banyak mobil yang beroperasi mengantar wisatawan. Mengingat kondisi jalan yang rusak parah. “Memang ada yang diperbaiki, tapi masih panjang juga jalan yang rusak. Jadi kondisinya itu benar-benar rusak, kalau hujan becek parah. Jadi kami bisa simpulkan wajar tidak banyak kendaraan ke sana,” ujar Elsa. Pada dasarnya Mantar merupakan sebuah desa yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga. Hanya saja, tidak banyak memang kendaraan yang digunakan ke desa ini karena pemilik kendaraan khawatir kendaraannya akan cepat rusak. Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata KSB IGB Sumbawanto mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk melakukan perbaikan jalan. Sehingga kendaraan bisa lebih leluasa menuju Mantar. Wisatawan juga bisa lebih mudah menjangkau desa di atas awan itu. “Kita sedang melakukan pembenahan di Mantar. Karena ini menjadi salah satu destinasi wisata yang kita unggulkan. Kedepannya, jalan menuju Mantar akan kita perbaiki. Kita juga berharap ada investor yang mau menanamkan modalnya di Mantar,” ujarnya. (lin)

Wisata Air Terjun Kian Diminati Mataram (Suara NTB) Belakangan ini cuaca buruk terjadi di beberapa tempat, termasuk di Lombok. Banyak dari wisatawan yang takut berkunjung ke pantai karena khawatir gelombang tinggi. Salah satu alternatif destinasi yang bisa dikunjungi adalah air terjun. Banyak dari wisatawan yang mengisi waktu berliburnya untuk berkunjung ke banyak destinasi air terjun di Lombok. “Karena cuacanya tidak menentu dan belakangan angin kencang. Jadi tidak bisa snorkeling atau diving. Ya sudah kita pilih ke air terjun saja, lebih aman,” kata wisatawan asal Bandung Fika, di Mataram baru-baru ini. Ia mengatakan bahwa ia dan rekannya merasa khawatir akan gelombang tinggi. Apalagi beberapa hari terakhir angin sangat kencang hingga menumbangkan banyak pohon di Kota Mataram. Pemandu wisata yang mengajak Fika dan rekannya menyarankan untuk tidak berwisata di laut atau diving dan snorkeling. Karena keselamatan mereka adalah yang utama. “Tour Guide kita bilang keselamatan yang utama jadi kita diajak ke air terjun. Setelah sampai, saya lihat yaa not bad, air terjunnya kece badai,” ujarnya. Ia dan rekannya berkesempatan berkunjung ke Air Terjun Benang Kelambu, Air terjun Sendang Gil dan Air Terjun Tiu Kelep. Ia mengaku senang karena air terjun itu memberikan pemandangan yang indah dan tidak membosankan. “Di Benang Kelambu itu bagus ya, saya suka pemandangannya. Itu air terjun seperti dibuat-buat padahal memang alami seperti itu,” akunya. Ia berharap bisa berkunjung ke lebih banyak lagi destinasi wisata selain pantai di Lombok. Sebab ia melihat Lombok memiliki banyak destinasi wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi dan dinikmati. Termasuk desa adat dan desa wisata yang belakangan semakin banyak dikunjungi wisatawan. “Kita juga ke Desa Sade dan Sukarara. Ternyata di Lombok itu banyak sekali yang bisa menenun. Mereka hebat bisa membuat kain secara manual,” ujarnya. Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pelaku pariwisata yang lebih mengutamakan keselamatan wisatawan atau tamunya. Di lain waktu, saat cuaca sudah baik ia masih bisa berkunjung kembali. “Awalnya kita tetap mau snorkeling. Tapi tour guide kita bilang keselamatan hal yang sangat diutamakan, kalau snorkeling masih bisa kapankapan saat cuaca bersahabat. Akhirnya kami mengerti,” ujarnya. (lin)

“Kami masukkan paket wisata Bau Nyale. Kami ingin mengajak para wisatawan untuk menikmati sensasi menangkap nyale di Lombok,” kata pelaku Pariwisata asal Lombok Barat Muhammad Zainuddin, di Mataram, Selasa (26/12). Berbagai event ini diharapkan bisa menggugah keinginan

wisatawan untuk berkunjung. Meskipun selama ini yang menjadi pertimbangan utama wisatawan ingin berkunjung ialah keindahan destinasi wisata yang dimiliki NTB, dan Lombok pada khususnya. “Kalau tamu saya memang lebih suka wisata alam daripada wisata budaya. Kalau mau

wisata budaya mereka akan lebih memilih Yogyakarta dan Bali untuk dikunjungi,” ujarnya. Meski demikian ia tetap berusaha untuk memasarkan event yang akan dilakukan NTB pada tahun 2018 mendatang. Sebab Pemda NTB sudah meluncurkan berbagai event yang sudah pasti akan dilakukan

jika tidak ada halangan selama tahun 2018 nanti. “Meskipun tamu saya mayoritas yang suka wisata alam tapi saya tetap tawarkan mereka untuk menikmati berbagai aktivitas event di Lombok. Kalau mereka mau dengan senang hati akan saya ajak,” akunya. Ia mengatakan bahwa selama ini event itu selalu masuk dalam paket wisatanya. Sebagian wisatawan menerima dan ingin menyaksikan namun sebagian lagi enggan dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu di des-

tinasi wisata tertentu. “Salah satu yang tamu saya suka itu waktu lebaran topat. Biasanya mereka juga mau menyaksikan. Dan respon mereka cukup bagus,” ujarnya. Ia berharap kedepannya banyak wistawan yang tertarik untuk menikmati berbagai event budaya yang diselenggarakan oleh Pemda. Sehingga jumlah kunjungan wisatawan bisa terus meningkat. Selain itu budaya-budaya asli NTB juga bisa terus lestari dan bisa dipertontonkan kepada wisatawan. (lin)

Senggigi Minim Pengunjung

(Suara NTB/ist)

GUA LIANG PETANG - Keindahan stalaktit di Gua Liang Petang yang ada di Sumbawa.

Menelusuri Gua Liang Petang di Sumbawa Mataram (Suara NTB) Gua Liang Petang merupakan gua unik yang diyakini memiliki banyak misteri. Namun gua ini belakangan semakin sering dikunjungi wisatawan karena keunikan dan keindahannya. Gua ini terletak di punggung sebuah gunung dalam hutan yang berlokasi cukup jauh dari Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua dari desa Batu Tering, kemudian berjalan kaki melewati sebuah sungai kecil bernama tou sekat yang berarti sungai yang sempit. Karena diapit oleh tebing batu cadas, airnya berwarna hijau berkilau membuat siapa saja ingin mandi dan menikmati kesegarannya. Setelah itu barulah pengunjung harus menembus hutan selama kurang lebih 25 menit untuk sampai di pintu gua. “Saya pernah ke sana sekali dan tempatnya bagus. Cocok bagi wisatawan yang menyukai tantangan,” kata warga Sumbawa Muhammad Nur, di Mataram, Selasa (26/12). Ia mengatakan bahwa gua ini memang sangat gelap. Sehingga sesuai dengan namanya yaitu Liang Petang yang bisa saja diartikan sebagai gua malam. Mulut gua tidak terlalu besar, untuk memasukinya pengunjung harus melewati sebuah titian kecil yang terbuat dari beberapa batang kayu. Ruangan didalam gua cukup luas, berbagai keunikan mulai tampak ketika wisatawan berada di dalamnya. Bentuk- bentuk stalagnit yang menempel di langit-langit gua menambah kesan yang indah. Hal menarik yang akan dilihat adalah batu mayat. Entah terbentuk karena proses alam atau memang ada unsur sejarahnya, yang jelas ini adalah batu yang menyerupai jasad dua orang manusia terbaring berdampingan di bawah langit-langit gua. Meski saat ini bentuknya sudah tampak kurang jelas karena tidak terawat karena mulai terkikis oleh air dari dalam gua. “Itu perjalanan yang cukup berkesan. Karena

tidak banyak juga orang yang datang,” ujarnya. Di ruang lainnya terdapat sebuah tempat khusus untuk bertapa, dan yang satu ini adalah peninggalan para leluhur yang konon sempat bertempat tinggal di dalam gua ini. Berdasarkan cerita rakyat di Batu Tering, bahwa zaman dahulu, pernah ada seorang ulama dan beberapa pengikutnya yang hidup di dalam gua Liang Petang. Tidak jauh dari ruang pertapaan, ada sebuah kolam kecil dari mata air. Dahulu kala masyarakat lokal bisanya datang ke tempat ini untuk sekedar membayar nazar. Tidak jauh dari sana terdapat mata air dan sebuah batang bambu melintang di dinding gua. Batang bambu tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk menuju ke sebuah ruangan lainnya yang berada cukup tinggi dari lantai gua. Tempat tersebut oleh penduduk lokal disebut Alang. Konon di atas sana terdapat beberapa peninggalan unik. Menurut cerita rakyat lokal di sana, di Alang Gua Liang Petang pengunjung bisa melihat patung perempuan yang sedang menenun. “Tapi saya tidak sempat ke sana karena waktu itu saya sudah sangat lelah,” ujarnya. Ini merupakan salah satu destinasi wisata baru di Sumbawa yang bisa dikunjungi oleh wisatawan pecinta minat khusus. Karena selain tempatnya yang bagus, di sepanjang perjalanan wisatawan bisa menikmati dengan pemandangan yang indah. (lin)

Mataram (Suara NTB) Saat ini sudah semakin banyak destinasi wisata baru di NTB. Meski demikian Pemda masih tetap melakukan promosi ke destinasi wisata yang sudah lebih dulu terkenal. Salah satunya Senggigi. Saat ini terlihat tidak terlalu banyak wisatawan yang berkunjung ke Senggigi karena berbagai faktor. Salah satu permasalahan pariwisata yaitu apabila wisatawan merasa bosan akan suasana destinasi yang selalu seperti itu. Terkesan tidak ada inovasi dan tidak ada perbaruan yang membuat wisatawan kian meninggalkan destinasi itu. Salah satunya Destinasi Senggigi yang dianggap berada pada level terakhir dalam siklus pariwisata secara menyeluruh. Level terakhir merupakan siklus yang berada pada saat destinasi itu hampir ditinggalkan oleh wisatawan. Sebelumnya pemerhati pariwisata I Putu Gede. M. Par mengatakan bahwa Senggigi kalau tidak segera ditata bisa ditinggalkan. Saat ini posisi senggigi sudah berada pada level decliner atau mengalami kemunduran yang membuatnya hampir ditinggalkan. Ini merupakan level terakhir dari Tourism Area Life Cycle (TALC) atau biasa disebut siklus pariwisata. Menurutnya, satu-satunya cara agar Senggigi kembali diminati banyak wisatawan yaitu Pemda melakukan revitalisasi. Sebab dengan melakukan itu, akan ada pembaruan dan penyegaran destinasi. Sehingga wisatawan bisa mendapatkan hal baru dan suasana yang berbeda dari biasanya. Hal ini harus dilakukan secara terus menerus dan melibatkan banyak pihak. Terdapat enam tahapan dari TALC, diantaranya

Exploration atau penjajakan, Invilolvement atau pelibatan, Development atau pengembangan dan Consolidation atau penggabungan. Selanjutnya ada pula Stagnation untuk menarik pengunjung dan Decline atau kemunduran. Penjajakan dilakukan untuk pengenalan produk baru pariwisata meskipun pengunjung atau wisatawan mulai berdatangan dalam jumlah sedikit. Kemudian pengembangan dilakukan untuk mendapatkan kebijakan dan investasi dibutuhkan jika daerah tujuan wisata tersebut mendukung keberlangsungan pengembangan. Lalu ada penggabungan untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Selain itu, layanan bagi para wisatawan mulai disediakan. Ada pula stagnation, di mana jumlah pengunjung mencapai puncak. Pada tahap ini, pemerintah atau pengelola juga menarik perhatian pengunjung dengan fasilitas-faslitas yang menarik. Siklus terakhir yaitu decline atau jumlah pengunjung turun drastis. Pada tahap ini pasar mulai jatuh. Para pelaku pariwisata juga mengakui hal tersebut. Sebab wisatawan saat ini lebih memilih untuk menghabiskan waktu berliburnya di kawasan gili. Selain itu, wisatawan juga senang melakukan wisata olahraga menantang. Misalnya melakukan trekking ke Rinjani. “Saya melihat inilah yang menyebabkan banyak wisatawan yang kurang tertarik berkunjung ke Senggigi. Bukan karena Senggigi semakin jelek atau destinasinya buruk, tapi karena keinginan wisatawan itu yang mulai berubah,” ujar pelaku pariwisata asal Lombok Barat Muhammad Zaenuddin. (lin)


SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

Banggakan Sekolah

(Suara NTB/dys)

PRESTASI membanggakan terus ditunjukkan SMPN 7 Mataram. Belum lama ini, dua orang siswanya berhasil tembus ke Jakarta mengikuti pelatihan dalam bidang basket dan pramuka. Dua siswa yang dimaksud yakni Ramdiansyah Lisnuvirganta di bidang eskul Pramuka dan Farhan Ahmad Suhariadi di bidang basket, Keduanya kini tengah menunggu panggilan menuju Jakarta guna dilatih. Kepala SMPN 7 Mataram, H. Muhammad Sibawaih mengatakan, pihaknya sangat bangga, karena tidak henti-hentinya peserta didiknya berhasil ke pusat mengikuti pelatihan. Dengan prestasi ini, pihaknya sangat bangga dengan apa yang telah diraih para siswanya itu dalam berbagai ajang lomba. Melalui momen ini, ungkapnya, pihaknya tetap memberikan motivasi, inspirasi dan dukungan terhadap seluruh siswanya yang memiliki potensi. Bahkan selain potensi eskul, sekolah ini juga terus mendukung siswa yang memiliki potensi akademik. Langkah ini dilakukan agar prestasi sekolah ini seimbang. Dikatakan Sibawaih, Ramdiansyah Lisnuvirganta merupakan siswa yang dilatih pada bidang Pramuka. Sebelumnya dia pernah ikut pelatihan pramuka se-NTB. Kebetulan saat itu ada seleksi. Tanpa disangka Ramdiansyah pun terpilih mewakili Kota Mataram ke Jakarta melanjutkan pelatihannya. Sementara siswa lainnya, Farhan Ahmad Suhariadi, dipercaya mengikuti pelatihan pada bidang basket. Meskipun hanya latihan, Sibawaih meminta agar mereka mampu memanfaatkan momen langka tersebut untuk benar-benar belajar memanfaatkan ilmu yang ditransfer oleh pelatih. (dys)

H. Muhammad Sibawaih

Reuni Angkatan 88 SMPN 1 Tanjung

Ajang Silaturahmi dan Bertukar Ide Membangun Institusi Tanjung (Suara NTB) SMPN 1 Tanjung sebagai salah satu SMP tertua di Kabupaten Lombok Utara, tercatat telah meluluskan lebih dari 3.800 siswa sejak berdirinya. Alumninya telah meniti beragam karir dan profesi, dari menjadi guru, dosen, pengusaha, PNS di pemerintahan, hingga anggota DPRD. Tak ingin melewatkan begitu saja jasa sekolahan tempat mereka menimba ilmu, siswa angkatan tahun 1988 lantas menggelar reuni sekaligus temu kangen. Reuni berlangsung di Lesehan Sasak Narmada, Tanjung, Minggu (24/12), dengan dihadiri sekitar 80 orang alumni. Selain itu, guru yang masih aktif hingga Kepala SMPN 1 Tanjung juga menyempatkan diri berbaur dengan para alumni. Pada momen itulah, dapat diketahui beberapa figur alumni SMPN 1 Tanjung. Sebut saja, Dosen tetap Universitas Brawijaya, Malang, Dr. Sumiadi, ST., MT., Bimmas Agama Budha Kanwil Kemenag NTB, Suliarna, S.Ag., hingga Anggota DPRD sekaligus Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto, SH. Namun, siapalah mereka saat ini tanpa bimbingan guru dan peran institusi pendidikan SMPN 1 Tanjung. Hal ini diakui langsung Panitia Reuni, Ardianto. “Ketika berhadapan dengan guru saya, saya yang semula kritis mendadak menjadi diam di hadapan guru saya. Karena tanpa jasa para guru, kita tidak akan menjadi seperti ini,” Baginya, reuni ini memanglah seremonial belaka. Namun maknanya di balik itu, ia mengajak seluruh alumni untuk merekatkan tali silaturahmi, sembari berdiskusi dan melahirkan ide-ide untuk disumbangkan bagi pembangunan dunia pendidikan, khususnya SMPN 1 Tanjung dan Lombok Utara pada umumnya. “Ini reuni pertama angkatan 1988. Dan alhamdulillah banyak yang hadir. Saya mewakili teman-teman alumni menyampaikan banyak terima kasih kepada guru- guru yang sudah mendidik kami dengan penuh sabar. Tapi jika dulu kami pernah nakal, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” selorohnya. Ia berharap, reuni angkatan tahun 1988 dapat digelar pada tahun-tahun mendatang dengan kehadiran lebih banyak alumni. Sebagai satu langkah untuk meramaikan di acara tahun berikutnya, ia berinisiatif untuk membuat kelompok kecil untuk para alumni. Pada kesempatan serupa, Drs. Sukasman, salah seorang guru yang hadir, mengaku haru. Hingga anak didiknya sudah menjadi figur penting di pemerintahan, guru masih diingat oleh mantan anak didiknya. “Terharu sekaligus bangga, ternyata kami masih diingat. Alhamdulillah banyak yang sudah sukses. Ini bisa menjadi inspirasi generasi muda saat ini,” imbuhnya. Kepala SMPN 1 Tanjung, Johdi, S.Pd., turut menyampaikan reuni penting untuk membangun silaturahmi di kalangan alumni maupun dengan para guru. Sebagai kepala sekolah, ia bersyukur atas adanya inisiatif alumni 1988. “Kalau kita lihat, ini angkatan ke 10 dan sekarang sudah 38 angkatan, berarti sekarang sudah 3.800 lebih alumni SMPN 1 Tanjung,” katanya. Reuni kali ini adalah reuni ke-2, setelah sebelumnya digelar reuni serupa. Ia berharap nantinya dari almamater SMPN 1 Tanjung melahirkan dukungan baik materil, maupun ide dan gagasan untuk membangun pendidikan di Lombok Utara. “Saya sangat mengharapkan silaturahmi tetap terjalin sampai kapan pun, dan kami juga mengharapkan kehadiran bapak/ibu untuk datang ke SMP Tanjung untuk memberikan ideide dan gagasan baru untuk kemajuan smp tanjung,” ujarnya. Di akhir acara, para alumni memberikan cindramata sebagai rasa terimakasih kepada para guru yang hadir. (ari)

PENDIDIKAN

Halaman 10

Penerapan Kurikulum 2013, Pembagian Rapor Siswa di Lotim Tertunda Selong (Suara NTB) Sejumlah SMP di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tampaknya tidak bisa membagikan rapor siswa secara utuh usai menggelar ujian semester ganjil beberapa waktu lalu. Kondisi itu dikarenakan adanya sejumlah persoalan bahwa di dalam penerapan kurikulum 2013, nilai rapor siswa harus terdaftar di dalam basis data kependidikan. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Lalu Suandi, untuk penerapan Kurikulum 2013, pengisian rapor berbasis online. Karena saat ini rapor siswa tidak hanya terdaftar di sekolah, melainkan harus terdaftar dalam basis data kependidikan.

Sementara kondisi di lapangan terdapat baru separuh sekolah yang sudah membagikan rapor terhadap siswanya. Menurutnya kondisi itu tidak dapat dipungkiri dan merupakan suatu hal yang wajar terjadi karena masuknya nilai yang tertera dalam rapor siswa merupa-

kan hal baru bagi dunia pendidikan dan tidak menutup kemungkinan menuai kendala seperti komputer, jaringan serta faktor kebiasaan dari sekolah itu sendiri. “Jadi kita harus maklumi, ini hal yang baru pasti menuai kendala baik secara personal maupun peralatan yang

belum tersedia,”jelasnya. Kendati demikian, untuk penilain terhadap hasil semester siswa dapat dikeluarkan langsung. Hanya saja terdapat semacam input data dalam penerapan kurikulum 2013 hasil siswa yang sistem penilaiannya berbeda, termasuk semua data yang berkaitan dengan siswa maupun satuan pendidikan itu sendiri, sehingga ke depan pengontrolan data siswa dapat lebih mudah dilakukan. “Jika sudah online dan segala data itu terpusat, maka tidak ada orang-orang yang mengubah data dan lain

sebagainya,” terangnya. Disampaikan lebih jauh, penerapan kurikulum 2013 di Kabupaten Lotim tidak semua sekolah dan tidak semua kelas yang sudah menerapan kurikulum hingga akhir 2017 ini. Akan tetapi ke depan kurikulum 2013 dipastikan semua kelas maupun sekolah di Lotim harus menerapkannya. Untuk itu, pemberian pemahaman kepada guru mengenai kurikulum 2013 terus dilakukan, serta pengadaan buku-buku yang berkaitan dengan Kurikulum 2013 secara bertahap diadakan. (yon)

UIN Mataram Kedatangan Tamu dari University of San Diego Mataram (Suara NTB) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram belum lama ini kedatangan tamu kunjungan Prof. David Harnish dari University of San Diego, Amerika Serikat. Kedatangan tamu istimewa itu diterima Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Mutawali, MAg., di ruang kerjanya. Prof. David Harnish adalah ethnomusicologist pakar dalam bidang seni tradisional Sasak serta hubungan antar agama di Lombok, khususnya Muslim dan Hindu. Agenda khusus kunjungan ke UIN Mataram, Prof. David Harnish didampingi Dr. Mohammad Abdun Nasir, M.A, Ketua Penyunting Ulumuna Jurnal of Islamic Studies, yang juga konsen dengan riset hubungan antara agama di Lombok. Dalam kesempatan pembicaraan yang penuh suasana keakraban dibicarakan tentang tradisi-tradisi musik lokal di Lombok, yang menurutnya tumbuh dengan sangat pesat dibandingkan ketika dia baru pertama kali datang ke Pulau Lombok ini 25 tahun yang lalu. Diskusi ringan antara rektor dengan David tentang kondisi terkini seputar jumlah dan aliran kelompok musik tradisional seperti gendang beleq, kecimol, kelentang, rebana dan lainnya yang menjadi kekhasan Pulau Lombok. Hasil risetnya tentang music, performance dan akulturasi Suku Sasak dan Bali dalam festival tahunan perang topat di Pura Lingsar, Lombok Barat, yang berjudul “Bridges

(Suara NTB/ist)

BERSAMA - Rektor UIN Mataram H. Mutawali (kanan) bersama tenaga pengajar dari University of San Diego David Harnish. to Ancestor: Music, Myth and Cultural Politics at an Indonesian Festival” Fenomena yang menarik yang tengah dia kaji saat sekarang adalah munculnya

banyak aneka ragam seni dan music tradisional Sasak semacam kecimol dalam tradisi nyongkolan, ale-ale atau joged. Prof. Harnish ingin mencari benang merah yang bisa

Pantang Lulus Sebelum Hafal Qur’an Mataram (Suara NTB) SD Integral Luqman Al Hakim setiap tahun menggelar ujian terbuka hafalan Alquran. Mereka yang mengikuti ujian terbuka berasal dari murid kelas VI. Masing-masing murid harus mempresentasikan hafalan di hadapan dewan penguji. Kepala SD Integral Lukman Al Hakim Mataram Agus Adnan, menyebut ujian terbuka menjadi syarat kelulusan siswa. Adnan mengutarakan, hafalan Alquran merupakan program unggulan yang dimiliki sekolah. Di mana lulusan SD Integral Luqman Al Hakim Mataram harus mampu menghafal dua juz mulai juz 30 sampai juz 29. Sementara itu, bagi siswa yang sudah mencapai dua juz, bisa melanjutkan hafalannya ke juz berikutnya (akselerasi) dengan mendapatkan bimbingan khusus dari tim. Ujian terbuka yang digelar tiap tahun merupakan syarat agar murid lulus. “Ini kita adakan tiap tahun karena menjadi syarat kelulusan,” ucap Adnan.

(Suara NTB/ist)

UJIAN - Murid kelas akhir saat berlangsung ujian terbuka di SD Integral Luqman Al Hakim Mataram beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, pada saat ujian orang tua harus mengambil sendiri amplop yang berisi materi yang akan diujikan, seperti materi ujian. Murid harus mampu menghafal surah, menyambung dan melanjutkan ke surah berikutnya. “Tajwid serta fashohah juga jadi penilaian,” terang Adnan.

Ditambahkan, ujian terbuka hafalan Alquran tahun ini memasuki tahun yang ke sembilan bagi program rutin di SD Integral Luqman Al Hakim Mataram. Pada proses ujian tidak sedikit para murid mengalami grogi. Sebab, ujian terbuka ini disaksikan guru, murid dan orang tua sendiri. (dys)

IGI Dorong Guru Terus Berprestasi Mataram (Suara NTB) Ikatan Guru Indonesia (IGI) mendorong agar guru-guru di NTB terus menunjukkan prestasinya, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional. Tuntutan agar mereka berprestasi seiring dengan kebjikan sertifikasi bagi para guru yang berimplikasi pada peningkatan kinerja dan prestasi. Ketua IGI NTB, Ulil Amry mengatakan pihaknya mendorong semua guru senantiasa meningkatkan prestasinya. Sebelumnya, sudah ada tiga guru terbaik NTB menjadi wakil di kancah nasional dalam rekrutmen calon-calon

guru trainer yang diadakan IGI. Ketiga guru tersebut berasal dari Kota Bima satu orang, satu orang dari Kabupaten Sumbawa Barat dan satu guru dari Kota Mataram. Amry mengatakan, tiga guru trainer yang mewakili NTB tersebut dihajatkan untuk mencetak guru berkualitas di NTB. Agenda ini merupakan agenda nasional. IGI pusat, jelasnya, menyiapkan calon-calon trainer andal sejumlah 150160 secara nasional. Mereka diseleksi melalui penjaringan dari guru-guru hebat yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia mendorong guru-guru untuk selalu membuat inovasi-

inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah menggunakan teknologi informasi dan telekomunikasi (IT) dalam membuat media pembelajaran. IGI akan terus memfasilitasi guru-guru yang ingin meningkatkan mutu dan kualitas profesionalismenya. Dikatakan, IGI telah bekerjasama dengan berbagai pihak mendukung usaha tersebut. Diakui pihaknya tetap berkomitmen dan memberikan kerterampilan pada kalangan guru. Sebagai organisasi guru, terus komitmen memberikan pelatihan pada kalangan guru, baik karya tulis maupun pelatihan tentang media pembelajaran. (dys)

ditarik dari seni tersebut terkait dengan adat dan dan identitas. Di akhir kesempatan, Prof. Harnish mengunjungi kantor jurnal Ulumuna untuk melihat beberapa volume dan nomor ter-

bitan. Beliau merasa senang telah berdialog dan bertemu dengan pejabat dan peneliti UIN Mataram dan berbagi cerita, ilmu dan pengalaman dalam penelitian etnografi. (dys)

Selama Liburan, Peranan Orang Tua Harus Dioptimalkan Selong (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengharapkan supaya libur panjang sekolah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa kepada hal-hal positif. Salah satunya yakni dilakukan penerapan pendidikan keluarga oleh masing-masing orang tua siswa. Kepada Suara NTB, Selasa (26/12), Kepala Dinas Dikbud Lotim, Lalu Suandi mengimbau kepada seluruh siswa SD/SMP maupun para guru untuk memanfaatkan hari libur dengan baik. Melalui liburan ini diharapkan dapat memberikan kesegaran berpikir maupun secara fisik kepada siswa maupun guru ketika mulai masuk sekolah pada semester genap mendatang. Terutama yang berada pada kelas akhir yakni kelas 6 untuk SD maupun pada untuk kelas 9 yang akan mengikuti ujian nasional pada SMP. Mantan Kepala Dinas Perhubungan Lotim ini juga mengharapkan kepada orang tua siswa untuk mengawasi aktivi-

tas siswa di dalam menikmati hari libur sekolah. Menurutnya, momentum libur sekolah merupakan salah satu waktu yang efektif dan efisien terutama dalam menerapkan pendidikan keluarga. “Pendidikan keluarga betulbetul diefektifkan di saat orang tua dan anak sedang menikmati hari libur,”pintanya. Ditambahkannya pendidikan keluarga merupakan suatu hal terpenting yang dilakukan dalam menerapkan pendidikan karakter, yakni bagaimana masalah lingkungan antar orang tua dan anak dipererat dan kebersamaan anak dan keluarga lebih terjalin dengan baik dengan terciptanya waktu yang cukup luang. (yon)

Lalu Suandi (Suara NTB/dok)

(Suara NTB/ist)

POSE BERSAMA - Alumni SMPN 1Tanjung dan para guru pose bersama dalam acara reuni yang digelar, Minggu (24/12) lalu.


Halaman 11

SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

Hasil Pertandingan Suara NTB Cup 2017 Selasa, 26 Desember 2017 Cekam Biru vs Patelki MTR Alcatraz vs Kominfo BPN FC vs Kampumas Futsal PLN Mataram vs CFC Calcio 5 TM vs Alcatraz Andalusia KSP Lombok Sejati vs Buzz Bozz A Maras vs Kubota A KBC Terara vs Orangiro

1-2 6-1 2-1 2-4 0-7 2-7 1-4 1-4

Jadwal Pertandingan Suara NTB Cup 2017 Rabu, 27 Desember 2017 12.30 WITA 13.10 WITA 13.50 WITA 14.30 WITA 15.10 WITA 15.50 WITA 16.30 WITA 17.10 WITA

ASH Pasifik vs Gebang FC Fimsquads vs Buzz Bozz B Marco FC vs PDAM Polres Mataram vs Pubel FC Patelki Mataram vs Alcatraz A BPN FC vs CFC Calcio Andalusia vs Buzz Bozz A Kubota A vs Orangiro

Kuncinya Fokus EDY Setiyadi, sukses memimpin kawan kawannya di Buzz Bozz FC menang telak atas KSP Lombok Sejati pada pertandingan lanjutan, Selasa 26 Desember 2017. Dengan postur mungil, tak menjadi halangan, justru memudahkannya meliuk liuk di antara benteng pertahanan lawan. Ia menjadi salah satu kunci penampilan impresif Buzz Bozz di Turnamen Futsal Suara NTB Cup 2017 sejauh ini. Pemain kelahiran Dompu tahun 1996 ini mengungkapkan, kunci memenangkan tiap pertandingan adalah fokus. Tidak saja untuk tim, tapi fokus membaca permainan lawan. “Jangan sampai kami ikut arus permainan lawan, apalagi sampai didikte lawan,” akunya kepada Suara NTB. Tidak sekedar mengejar dan menggocek si kulit bundar, di tengah lapangan mereka saling membangun komunikasi agar irama permainan dapat dikuasai. Kepada kawan kawannya, Edy sering mengingatkan agar emosi tetap stabil, tidak saling menyalahkan ketika permainan buruk. “Kuncinya saling percaya di lapangan. Saling motivasi,” kata eks pemain Muma FC ini. Terutama ketika tekanan lawan, pemain depan dan belakang hingga kiper terorganisir untuk segera keluar dari tekanan dan mengendalikan permainan. Edy yang saat ini masih menempuh studi di Fakultas Teknik Jurusan Pertambangan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM), mengaku akan tetap fokus m e n a t a p pertandingan berikutnya. Sebab ia sadar lawan semakin tangguh. (ars)

Buzz Bozz Teruskan Tren Positif, BPN Kurang Tajam Mataram (Suara NTB) Meski berstatus pendatang baru di Suara NTB Cup 2017, Buzz Bozz FC terus melanjutkan tren positif. Kemenangan demi kemenangan pun mereka raih. Korban mereka di pertandingan Selasa (26 /12) siang adalah KSP Lombok Sejati dengan skor telak 7 – 2. Pertandingan sengit terjadi sejak babak pertama. Kedua tim saling melancarkan serangan. Buzz Bozz unggul lebih dulu melalui sepakan Fahrurozi dari sisi kanan gawang lawan. Serangan balik KSP Lombok Sejati yang dimotori Rusman dkk berhasil membuat kocar kacir pertahanan Buzz Bozz hingga membuahkan satu gol dari kaki Ojik. Skor imbang di menit menit awal babak pertama. Babak pertama Buzz Bozz mendapat perlawanan sengit, bahkan KSP Lombok Sejati sempat mendikte permainan. Namun, jeda babak kedua menjadi kendali Buzz Bozz FC yang dimotori Edy Setiyadi. Coach Yadin Black dari pinggir lapangan memberi aba aba agar menguasai permainan. Babak pun dikuasai Buzz Bozz FC, bahkan mendikte permainan lawan. Namun beberapa kali gagal dieksekusi menjadi gol karena tangguhnya kiper lawan. Pesta gol itu akhirnya dibuka lagi Fahrurozi. Sepakannya mulus menjadi gol dari luar kotak penalti. Tersengat gol kedua itu, Uma Rize menyusul menciptakan gol ketiga disusul gol berikutnya oleh Agung Mahyudin.

Edy Setiyadi

RUPA-RUPA

(Suara NTB/ars)

HILANG HLG STNK R2 HONDA DR4047CK NOKA/NOSIN: MH1JFH11EK325187/ J F H 1 E - 1 3 2 4 7 0 5 AN.MUKTARAS HLG DSKTR KOTA MATARAM

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

SALON Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 T W I N ’ S S A L O N , Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443

Tak puas dengan dua gol sebelumnya, Fahrurozi tak membuang peluang dalam posisi hamper sama, menciptakan dua gol tambahan untuk Buzz Bozz. Pesta gol Buzz Bozz ditutup Edy Setiyadi yang tampil sebagai starter. Satu gol tambahan KSP Lombok Sejati tak mampu mempersempit jarak, hingga skor akhir 7 – 2. Kurang Tajam Sementara itu, permainan BPN FC pada babak penyisihan tahap kedua Suara NTB Cup 2017, Selasa (26/12) kurang impresif. Tim yang berstatus juara bertahan ini berkali-kali gagal mengkapitalisasi peluang di depan gawang. BPN pun hanya menang tipis atas Kampumas Futsal dengan skor 2-1. Gempuran Fagil pada menitmenit awal pertandingan berhasil membuka keran gol BPN. Sayangnya, keberuntungan BPN di babak pertama terhenti sampai di situ. Beberapa tendangan Lingga dan Fagil terus meleset. Pertahanan Kampumas tak bisa diremehkan, kiper berhasil menghalau serangan bertubi-tubi BPN FC. Memanfaatkan kesempatan seteru depan gawang BPN, tendangan

(Suara NTB/ars)

SKOR AKHIR – Wasit tengah memimpin di akhir laga KSP Lombok Sejati melawan Buzz Bozz A yang berakhir dengan kemenangan telak Buzz Bozz A dengan skor 2-7, di lanjutan Suara NTB Cup, Selasa (26/12). pendek Oji berhasil menyamakan kedudukan. Laga yang digadang-gadang dilalui BPN dengan mulus justru bertolak belakang. Kampumas cukup kuat mempertahankan wilayahnya. BPN mulai putus asa terus menembaki gawang lawan. Tendangan Fagil yang tepat di depan gawang Kampumas selalu berhasil dihalau. Kesempatan tiba saat BPN mendapat jatah penalti akibat pelanggaran tim lawan. Eksekusi dilakukan Arwin,

satu gol tambahan diperoleh BPN. Skor 2-1 ini terus berlanjut hingga akhir babak kedua. Berbeda dengan BPN, bermain di laga keduanya, Alcatraz justru panen gol. Ridho menjebol gawang Kominfo beberapa saat setelah pertandingan dimulai. Tak ingin kalah, Wahyu melalui pergulatan dengan Irwan menambah angka Alcatraz. Tembakan dari samping gawang oleh pemain berbadan kecil ini kembali mencetak angka. Skor 3-0 untuk Alcatraz di babak pertama. Balas dendam, tendangan

melambung Irwan cetak satu gol untuk Kominfo. Duet LinggaWahyu depan gawang lawan menambah angka. Umpan pelan dari Wahyu diterima Lingga dan memanfaatkan kebingungan kiper hingga berhasil tercipta gol. Dua gol terakhir masingmasing dicetak Wahyu dan Hendra. Tumbangnya kiper dan pemain Kominfo yang lengah, sepakan ringan dari Hendra berhasil mencetak angka. Alcatraz pun menaklukan Kominfo 6-1. (ars/ros)

RUPA-RUPA

SALON

SALON

HILANG

ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram

LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/ 081236448081

HLG STNK R2 HONDA DR3273CM NOKA/NOSIN: MHIJFW111FK021508/ JFW1E-1019811 AN.M. IMRAN PURNAWAN HLG DSKTR MONJOK

Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery, Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall). PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130 Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alat-alat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769

Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothingspafreemskerrmbtstlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.JawaNo.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.NinikRidwan)

V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

YantiSalon&Spamenerima:prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb,Jl.BungKarno,Kr.genteng,tlp. 081917913809

RUPA-RUPA

AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836

DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700

Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

HLG STNK R2 HONDA DR2944CP NOKA/NOSIN: MHIJFW114GK324414/ JFW1E-1313219 AN. IDA AYU MADE SUCI HLG DSKTR KOTA MATARAM HLG STNK R2 HONDA DR6338CA NOKA/NOSIN:MHIJF8114CK557876/ JF81E-1555060 AN. MUHAMAD AZHAR HLG DSKTR KOTA MATARAM

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335

KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnyaRp100-400rb,Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. AryaBnjarGtas,BagekKembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453,PinBBD34158D4 SALONDEWA-DEWI,menerima:RiasPengantinBali,Agung&Modifikasi,PktPreweddghharga trjngkau.MenerimaPrwatanwajah&rambut.Hub:Rika(081917965628)jl.Teleqrayano.26Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram,IG:Rika_Pratistha

KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti.

RUPA-RUPA

DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE

LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat. Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKANSEGERATERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHITNO. 31B-CMATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUKMENJAHITSEGALAJENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTNKOREM,BLOK ANO.1,HUB.MOH.GHAZALI,HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekalik-sekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2


Rabu, 27 Desember 2017

SUARA NTB

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Rabu, 27 Desember 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

OPINI

Halaman 14

Wisata Selamatkan Potensi PAD MESKI bukan daerah industri, Kota Mataram menyimpan potensi yang tidak kalah dengan kabupaten/kota lainnya di indonesia. Terlebih dengan ditunjuknya Mataram sebagai pkn (Pusat Kegiatan Nasional) untuk Kawasan Indonesia Timur, membuka peluang besar bagi Kota Mataram guna mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah). Penunjukkan Kota Mataram sebagai PKN untuk Kawasan Indonesia Timur, sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Mataram. Sejak awal Kota Mataram mengukuhkan diri sebagai kota jasa perdagangan. Konsen pada dua bidang ini, seharusnya membuat Kota Mataram leluasa mengelola PAD yang diperoleh dari dua sektor tersebut. Tapi belakangan, pola penentuan PAD di Kota Mataram menjadi sorotan kalangan legislatif. Kalangan DPRD Kota Mataram mengkritisi pola penetapan PAD Kota Mataram yang masih menggunakan cara tawar menawar. Dewan lebih setuju penetapan PAD Kota Mataram melalui kajian ilmiah dan appraisal. Cara ini paling ideal untuk menetapkan besaran PAD. Penentuan PAD dengan cara tawar menawar, tidak menggambarkan potensi PAD Kota Mataram yang senyatanya. Selama ini, penentuan PAD dengan cara tawar menawar memang targetnya selalu tercapai. Itu menandakan bahwa potensi PAD Kota Mataram belum digarap maksimal. Tidak semua komponen PAD menyumbang PAD sesuai target. Masih banyak komponen PAD yang seharusnya menjadi primadona, justru tidak dapat diandalkan. Seperti retribusi parkir, retribusi pasar maupun pajak hotel dan restoran. Retribusi parkir misalnya kerap menjadi persoalan setiap tahun. Bagaimana tidak, target retribusi parkir tepi jalan umum yang telah ditetapkan, bertahun-tahun tidak kunjung tercapai. Demikian pula dengan retribusi pasar tradisional dan pajak hotel restoran. Retribusi pasar traditisional di Mataram diduga ada kebocoran. Inspektorat sempat turun tangan melakukan audit. Hasilnya Inspektorat menemukan indikasi kebocoran retribusi pasar yang terindikasi dari ketidaksesuaian jumlah karcis yang habis dengan pendapatan yang diperoleh. Selain itu, Kota mataram juga belum terbebas dari dugaan kebocoran pajak hotel dan restoran. Meski kunjungan wisatawan ke Kota Mataram meningkat, namun tidak sedikit pelaku usaha hotel maupun restoran yang membuat pernyataan berkebalikan. Saat tiba waktu membayar kewajiban mereka berupa pajak ke daerah, banyak yang beralasan sepi. Belum adanya tapping box, membuat Badan Keuangan daerah Kota Mataram, tidak dapat berbuat banyak. Walaupun ada kecurigaan bahwa beberapa hotel di Mataram menerapkan pembukuan ganda. Dimana pembukuan yang ditunjukkan kepada pemerintah berbeda dari kondisi nyatanya. Wajar saja, kalau kemudian eksekutif masih saja tawar menawar dalam penentuan PAD. Karena, banyak komponen PAD yang tercecer. Untuk itu, Pemkot Mataram diharapkan punya cara untuk mengatasi dugaan kebocoran PAD ini. Ini guna menyelematkan potensi PAD Kota Mataram. Dengan potensi yang dimiliki Kota Mataram seharusnya target PAD Kota Mataram dapat meningkat secara signifikan. Dengan PAD yang meningkat diharapkan semakin kecil ketergantungan Kota Mataram terhadap dana pusat. Selama ini, APBD Kota Mataram masih mencerminkan tingginya ketergantungan Kota Mataram terhadap dana dari pusat. (*)

EBAGAIMANA kita tahu pada umumnya, citra sebuah daerah banyak ditentukan oleh pariwisatanya. Tentu saja hal ini bukan sesuatu yang aneh. Orang-orang dari luar datang berkunjung ke daerah yang belum dikenalnya atau yang diketahui melalui brosur-brosur. Mereka ingin melihat apakah daerah tujuannya itu menampilkan citra yang sama seperti yang tertera pada iklan-iklan wisata atau menyuguhkan segala yang bisa disebut sebagai “keajaiban” yang konon hanya dapat didapatkan apabila sudah menjejakkan kaki di tanah tujuan wisata yang dimaksud. Keajaiban dalam bentuk apa pun yang dapat dianggap sesuatu yang tidak ada di daerah asal si pelancong, meski mungkin hanya sekedar berjemur di bangku panjang dengan memakai celana pendek dan kacamata hitam, menikmati teriknya sinar matahari. Mengapa citra suatu daerah banyak ditonjolkan melalui pariwisatanya? Kegiatan pariwisata mencakup item-item yang secara tidak langsung menampilkan kehidupan kultural suatu masyarakat tertentu seperti jajanan lokal, adat istiadat, peninggalan purbakala, tempat historis, hingga keindahan alam. Itemitem itu adalah barang asing di mata wisatawan karena memiliki ciri khas yang lain. Tapi, justru karena ia asing, hal itu yang melahirkan rangsangan keingintahuan untuk melihat perbedaan sebagai semacam laku perbandingan dengan budaya asal sang wisatawan itu sendiri. Kemudian tak cukup sampai di sana, terjadi proses timbal balik. Pihak-pihak yang terlibat dalam pariwisata daerah menanggapi dengan melakukan inovasi-inovasi pada item-item pariwisata. Sekian program yang dijalankan menentukan besarnya promosi yang akan digencarkan. Juga citra-citra yang kemudian ditimbulkan dan menjadi nilai jual lebih dari suatu daerah wisata tersebut. Uraian di atas tiba pada satu titik bahwa tujuan dari apa yang dapat disebut sebagai “pusat hiburan” adalah mencapai kesenangan baru kalau tidak boleh dibilang sebagai “kebahagiaan tertinggi”. Sebab, orang-orang terlanjur terjebak pada mekanisme hidup yang serba lekas dan serba tuntas. Dibutuhkan upaya untuk mengeluarkan kebanalan yang telah menjadi semacam rantai yang membelenggu dengan mencari semangat baru dari

Oleh :

Iin Farliani

(Mahasiswa Budidaya Perairan, Universitas Mataram dan Santri di Komunitas Akarpohon) tempat-tempat asing yang menawarkan lokalitas dan ciri khas. Muncullah pemikiran “berpelesir” ke tempattempat yang dapat menjadi ladang untuk menuai inspirasi. Pemburuan terhadap materi berubah menjadi semacam pemburuan kepada citarasa hidup. Dambaan yang terwujud dalam satu kata: “harmoni”. Tapi, apakah sesungguhnya yang dapat dikatakan “harmoni” itu? Apakah sejenis dengan menikmati hembusan angin yang bertiup dari pegunungan atau berdecak kagum atas kerajinan tangan yang dibuat dari bambu? Sembari mengetahui juga bahwa kekuasaan atas pembangunan pusat-pusat hiburan meningkat tajam. Suara musik seolah mendengungkan nyanyian bahwa kebutuhan manusia sebatas bersenangsenang. Kemudian, orang hanya memikirkan bagaimana selanjutnya menghindari kerja, menghabiskan waktu dengan bersantai, beristirahat, bermain kartu tanpa henti sambil tak lupa mengabadikan momen liburan dalam jepretan foto selfie. Apakah karena pemenuhan terhadap sarana hiburan itu justru perlahan mengikis kesadaran? Perlahan-lahan mengurangi rasa kemanusiaan oleh sebab sering terjebak pada ilusi kebahagiaan. Seperti kata Linus Suryadi, “Sarana berobah menjadi tujuan dan tujuan berobah menjadi kabut tak dikenal...” Kesadaran yang Hilang Berita di Harian Suara NTB (28/ 11/2017) mengenai kekhawatiran Menteri Pariwisata terhadap tingkat kunjungan wisatawan menuju Bali dan Lombok. Alasan timbulnya kekhawatiran itu disebabkan oleh penutupan Lombok International Airport (LIA) yang merupakan tindak lanjut antisipasi dampak erupsi Gunung Agung. Situasi itu menurutnya sangat sulit bagi industri pariwisata Bali dan Lombok yang masih gencar dipromosikan di event pariwisata internasional. Kekhawatiran Menteri Pariwisata sangat kontras apabila dibandingkan pernyataan yang disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengenai penutupan bandara yang dilakukan demi keselamatan penerbangan. Apa yang kemudian terbaca? Men-

RADIO

gapa tingkat kunjungan wisatawan masih dianggap penting untuk dihitung sementara bencana alam sedang terjadi di depan mata? Apakah indeks kunjungan wisatawan lebih penting dibandingkan keselamatan bagi mereka yang akan berwisata? Keindahan alam menjadi bagian item pariwisata yang turut menyumbang nilai jual. Sebab, di sana orang akan menemukan apa yang konon disebut sebagai “harmoni”. Semacam pembebasan yang ingin direngkuh dari aktivitas berwisata itu. Gagasan tentang alam pun melulu tak jauh-jauh dari rasa keterikatan terhadap pesona alam yang maha tak terhingga dan pengakuan betapa kecilnya manusia di hadapan kuasa alam semesta. Bersamaan dengan itu, kita semakin meningkatkan penguasaan terhadap alam dengan embel-embel memajukan pariwisata daerah. Tidak adakah yang tersisa dari kesenangan yang didapatkan dari pemujaan terhadap keindahan alam itu selain kekhawatiran terhadap kunjungan wisatawan? Mengapa tidak melihat sisi lain dari bencana? Apakah di kemudian hari kita masih saja mengkhawatirkan citra pariwisata daerah kita di hadapan dunia internasional di saat kita tahu bencana sedang terjadi? Tidak dapat disangkal pembangunan terhadap pariwisata daerah menyediakan fasilitas-fasilitas yang akan terus menunjang pemenuhan pada selera hiburan banyak orang. Kita telah mempercayai perlunya kebutuhan berwisata sebagai bagian untuk melengkapi kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup yang berkisar di antara kepercayaan perlunya merasakan budaya, citarasa, kebiasaan, suguhan alam yang berbeda dari tempat lain. Namun, yang sering terlupa adalah kita tak cukup hanya menelusuri dunia dan mengabaikan bagian terdalam dari diri kita yang perlu juga terus disentuh melaui serangkaian penghayatan terhadap sesuatu. Hiburan memang menyegarkan pikiran, membuat kita melupakan kepenatan yang terlampau lama mendekam. Tapi, berapa lama hal itu akan bertahan? Penulis Inggris, George Orwell menyatakan, “Kebanyakan dari apa yang disebut sebagai kesenangan hanyalah usaha untuk menghancur-

kan kesadaran.” Mempertahankan kesadaran dengan mengetahui kapan harus undur sejenak dan memberi ruang untuk penghayatan sehingga kita akan mempertanyakan apakah kita telah menggunakan dengan bijak segala kebutuhan yang bersifat kebendaan. Apakah itu tidak akan mengurangi rasa kemanusiaan terhadap sesama? Dengan memberi jarak untuk bersendiri semoga kita terhindar dari kebiasaan mengutamakan sarana di atas segalanya. Tidak melulu berada di pusaran yang bersifat temporer dan melupakan tanggapan terhadap sisi lain dari laku kehidupan sehari-hari. Lewat hal itu pula, tentu ada harapan kita dapat menggunakan hasil industri pariwisata secara bijak.

PPATK serahkan kasus dugaan pencucian uang di NTB ke APH Masyarakat menunggu action APH

*** Hutan lindung di Bima jadi ladang jagung Bencana banjir mengancam

***


RAGAM

SUARA NTB Rabu, 27 Desember 2017

Halaman 15

Pemprov Bakal Lakukan Imunisasi Ulang

Lagi, Seorang Warga Ditemukan ”Suspect” Difteri di Kota Bima Mataram (Suara NTB) – Satu orang warga Kota Bima kembali ditemukan suspect difteri. Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat, jumlah warga yang suspect difteri hingga saat ini sebanyak lima orang yang berasal dari Kota Bima dan Kabupaten Bima. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dikes NTB, Marjito, S.Si, SKM, M.Kes yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (26/12) siang mengatakan, empat warga yang suspect difteri sudah selesai menjalani per-

awatan. Semuanya sudah sembuh dan dipulangkan ke rumah masing-masing. “Kemarin ada tambahan satu orang, sudah dirawat. Jadi lima suspect di situ, di Bima saja,” sebut Marjito.

NTB Tangkap Peluang Tarik Investor di Tiga Kawasan Andalan Dari Hal. 1 seperti apa pertemuan tahunan IMF-WBG tersebut. Apakah bisa Pemda hadir langsung dalam kegiatan tersebut kemudian mengundang para pemangku kepentingan untuk berinvestasi di NTB. Atau hanya bisa memberikan informasi tentang pariwisata dan investasi di NTB, karena pertemuan resmi. “Mungkin kalau memang ada peluangnya bisa saja pemerintah Indonesia memanfaatkan itu memasukkan beberapa rencana investasi di Lombok, baik dalam pertemuan resmi maupun tidak resmi. Apalagi misalnya untuk Global Hub Bandar Kayangan. Itu kan memang selama dua tahun ini kita bergerak mencari investor di luar negeri,” paparnya. Dengan adanya pertemuan itu, kata Ridwan, bisa saja dimanfaatkan secara formal maupun informal untuk memberikan informasi dan menarik investasi ke tiga kawasan andalan yang ada di daerah ini. Terutama investasi di Global Hub Bandar Kayangan dan KEK Mandalika. ‘’Saya pikir ini harus koordinasi dulu.

Karena itu pertemuan yang sifatnya resmi,’’ katanya. Kegiatan tersebut, lanjut Ridwan akan dilaksanakan di kawasan Nusa Dua Bali. Kawasan Nusa Dua Bali berada di bawah pengelolaan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Yang juga mengelola KEK Mandalika. Sehingga, menurutnya sangat pas jika ITDC mempromosikan KEK Mandalika, karena lokasi pelaksanaannya di Nusa Dua. ‘’Itu sangat-sangat memungkinkan, peluangnya sangat besar. Apalagi lokasi pelaksanaannya di Nusa Dua,’’ ucapnya. Menurutnya, tiga kawasan andalan yang sedang dikembangkan di NTB seperti KEK Mandalika, Global Hub Kayangan dan Samota cukup penting dipromosikan. Karena sifat investasinya jangka panjang dan terbuka peluang untuk investor luar negeri. ‘’Karena investasinya besar. Saya rasa peluang investasinya sangat terbuka terutama di Global Hub Bandar Kayangan dan Mandalika,” pungkasnya. (nas)

Empat Cara Tekan Konflik Dari Hal. 1 Diantaranya keterbatasan sumber daya, tindak kriminalitas, serta sengketa antarmasyarakat. Tercatat, kejadian konflik sosial selama tahun 2017 sebanyak 26 kasus, sementara pada tahun 2016 sebanyak 156 kasus. Dari 26 kasus tersebut, konflik dipicu latar belakang persoalan sosial sebanyak 23 kasus, dipicu ekonomi satu kasus, serta dipicu SARA dua kasus. Kapolda NTB, Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si menjelaskan, pihaknya sudah memetakan wilayah-wilayah yang rentan konflik sosial. ‘’Melalui pencegahan secara profesional, kita hadirkan aparat kepolisian di wilayah rentan tersebut serta kecepatan kita merespons setiap ada gejala dan gejolak,’’ ungkapnya. Kemudian, sambung Firli, dengan pencegahan secara struktural yakni dengan memetakan akar masalah kemudian menjalankan solusinya. ‘’Biasanya bilamana musim kemarau terjadi konflik karena keterbatasan sumber daya. Orang rebutan air sehingga polisi turun bagikan air bersih ke desa dan kecamatan yang mengalami kekeringan,’’ ujarnya. “Konflik rebutan batas

wilayah di Dompu dan Bima karena ada perubahan administrasi wilayah. Itu juga bisa kita kelola,’’ sambung Kapolda. Pendekatan berikutnya, lanjut dia, dengan kemanusiaan. Aparat kepolisian hadir di setiap kegiatan masyarakat contohnya dalam acara pemakaman warga yang meninggal dunia. Untuk pendekatan kesejahteraan, Kapolda menyebut pihaknya menggandeng perusahaan swasta ataupun pemerintah untuk memberikan santunan kepada warga. Sejumlah pendekatan itu akan dilanjutkan dengan penegakan hukum apabila dalam setiap konflik tersebut terjadi tindak pidana. ‘’Saya mohon maaf kepada warga NTB apabila ditemukan menggunakan senjata tajam, panah, bahan peledak, ataupun senpi rakitan kita tindak,’’ jelasnya. Sejumlah pendekatan itu membuahkan hasil. NTB pada September 2017 lalu sudah keluar dari zona merah konflik sosial berdasarkan analisa Mabes Polri. (why)

Manfaatkan Pertemuan IMF-WBG Dari Hal. 1 khususnya NTB untuk memanfaatkan dampak ekonomi dari kegiatan tersebut,’’ ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Prijono, Selasa (26/12). Indonesia telah ditunjuk sebagai tuan rumah, setelah mengalahkan penawaran dari beberapa negara di dunia. Pemerintah telah menunjuk Provinsi Bali sebagai daerah yang paling representatif untuk melaksanakan event besar itu. NTB sebagai provinsi tetangga Bali, memiliki kesempatan memanfaatkan peluang dari kegiatan penting dan sangat besar tersebut. Diperkirakan tamu yang hadir pada pertemuan tersebut lebih kurang 18.000 orang. Mereka adalah orang-orang penting dunia. Tidak saja Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral 189 negara. Tetapi juga akan hadir 22 Kepala Negara (setingkat Kepala Negara). Tidak terkecuali juga CEO-CEO Industri Keuangan, Lembaga Internasional, Observer dll. ‘’Karena itu, manfaatkanlah momentum ini dengan sebaikbaiknya.’’ Prijono menambahkan, Bank Indonesia tetap mengingatkan pemerintah daerah dan stakeholders dengan intens melakukan koordinasi langsung maupun tak langsung.

Koordinasi lintas sektor harus mulai dilakukan. Agar dapat meraup manfaat sebesar-besarnya dari kegiatan besar ini. Jika pemerintah dan stakeholders menyiapkan diri dari sekarang, ia meyakini tidak kecil dampaknya terhadap ekonomi NTB. Bank Indonesia NTB sendiri telah mulai melakukan persiapan. Yang paling memungkinkan, seluruh binaan kelompok masyarakat maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) didampingin lebih intens. Untuk menghasilkan produk dengan standar internasional. Untuk disajikan produknya pada kegiatan pertemuan dimaksud. ‘’Dari produk-produk organik UMKM binaan kita, kuliner, maupun tenun telah dipersiapkan. Panitia pusat masih membahas apakah akan disiapkan stand bagi UMKM nantinya.’’ Menurutnya, banyak yang sudah kita lakukan. Diantaranya, pelatihan/ workshop pengolahan produk, pemasaran (menggunakan internet/e-commerce.’’ Pengemasan, tenun (produk turunan, motif, pewarnaan), standarisasi produk (kehalalan), studi komparasi, keuangan, koperasi,’’ pungkasnya.(bul)

Dengan adanya penemuan kasus difteri tersebut, Marjito menyatakan Pemprov akan melakukan imunisasi ulang atau Outbreak Response Immunization (ORI) khususnya di Kota Bima. Imunisasi ulang ini akan dilakukan Januari mendatang, yang akan menyasar balita dan pelajar dari SD, SMP dan SMA atau yang berumur 1 tahun sampai di bawah 19 tahun. ‘’Untuk di Kota Bima, nanti kita akan lakukan imunisasi serentak pada Januari. Kita akan lakukan imunisasi ORI. Jadi pemberian imunisasi secara menyeluruh di Kota Bima,” katanya. Mengenai jumlah balita dan pelajar yang akan diimunisasi ulang, Marjito menga-

Marjito takan masih dilakukan pendataan oleh Dikes Kota Bima. Paling lambat Rabu (27/12), data jumlah balita dan pelajar yang akan diimunisasi ulang itu sudah didapat. Ditanya mengenai kabupaten/kota lainnya yang rawan terjadi wabah difteri, Marjito mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari Bima

saja. Artinya, kabupaten/kota lainnya yang ada di NTB masih aman dari wabah difteri. ‘’Sampai saat ini belum ada laporan dari kabupaten/kota yang lain. Mudah-mudahan aman di NTB,” tandasnya. Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia. Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DTP. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP.(nas)

Percepat Perekaman E-KTP

Hari Libur Dukcapil Tetap Buka Pelayanan Mataram (Suara NTB) Penuntasan perekaman e-KTP bagi penduduk provinsi NTB cukup urgen, mengingat e-KTP menjadi satu-satunya syarat untuk bisa menyalurkan hak pilih dipilkada NTB 2018. Jika tidak, maka penduduk yang bersangkutan bisa kehilangan hak pilihnya. Oleh karena itu, Dukcapil terus mempercepat proses penuntasannya. Bahkan pada hari libur sekalipun, Dukcapil tetap membuka layanan perekaman. “Hari Sabtu-Minggu tidak ada libur, kita tetap buka pelayana untuk percepatan,” ungkap Kadis DPMPD-Dukcapil NTB, Dr. Azhari, SH, MH, yang ditemui di sela-sela rapat koordinasi dengan KPU baru-baru ini. “Kita sudah roadshow ke desa-desa untuk sosialisasi,. Bahkan di setiap ada pelatihan desa, itu selalu kami masukkan terkait perekaman ini,” tambahnya. Mantan Sekretaris DPRD NTB ini menyebutkan, bahwa jumlah penduduk NTB sebanyak 5.217.733 jiwa dengan jumlah wajib KTP mencapai 3.706.082 orang. Akan tetapi sampai saat ini

yang sudah melakukan rekam e-KTP baru sebanyak 3.325.507, sehingga masih ada sekitar 380.575 belum melakukan perekaman. “Harapan kita Desember ini sudah zero perekaman. Tapi karena ada beberapa kendala di lapangan, kami targetkan lagi tuntas pada bulan Maret (2018). Kalau kita lihat interval waktu, 27 Juni itu, Insya Allah bisa tuntas,” ujarnya. “Dari yang sudah merekam itu, sudah tercetak sebanyak 3. 117 ribu dan yang belum tercetak sebanyak. 588. Tapi kan harapan kita, yang penting semunya sudah merekam dulu, nanti sekalipun belum tercetak, masyarakat bisa tetap mimilih dengan surat keterangan (Suket) sudah merekam,” tambahnya. Sebagai bentuk komitmennya, DPMPD-Dukcapil juga sudah menandatangani kesepakatan bersama dengan KPU, untuk turut mendukung terselenggaranya pilkada NTB 2018 berjalan dengan baik. Salah satunya yakni dengan menuntaskan perekaman e-KTP. (ndi)

BPKP Rampungkan Audit Kerugian Negara Kasus BPR Dari Hal. 1 Finalisasi dimaksudnya, semua hasil kerja tim dikumpulkan dalam berkas untuk dirumuskan angka kerugian negaranya. Setelah itu akan dilakukan pleno di internal pihaknya untuk segera dilaporkan hasilnya ke Kepala BPKP. Dengan proses finalisasi itu menandai telah usainya rangkaian klarifikasi para saksi yang sebelumnya pernah diperiksa Kejaksaan Tinggi NTB yang menyidik kasus ini. Para saksi adalah tim konsolidasi merger BPR yang di dalamnya diisi para Kepala BPR Kabupaten dan Kota. Semua Direktur PD. BPR se NTB sudah diklarifikasi bertahap. Mereka adalah Kepala PD. BPR Mataram, BPR Lobar, BPR Lombok Tengah, BPR Lotim, BPR Sumbawa, BPR Bima dan Dompu. Salah satu saksi yang diklarifikasi pi-

haknya, Direktur PD. BPR Sumbawa Ikhwan, SE. Diketahui Ikhwan menjabat sebagai ketua tim konsolidasi merger PT. BPR dan Mutawalli yang menjabat wakil ketua tim merger. Mutawalli adalah Direktur PD. BPR Lombok Timur. ‘’Semua direktur itu sudah kami klarifikasi,karena mereka termasuk dalam tim konsolidasi,’’ tandasnya. Dengan tahap finishing audit itu, apakah angka kerugian negara sudah dikantongi? Ngatno tak menjawab detail. Hanya memberi gambaran hasil audit produknya menjadi Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN). Hasilnya akan diserahkan ke Kejati NTB sebagai lembaga yang meminta audit. Mengenai target penyelesaian audit, Ngatno bertekad tidak akan molor sampai Januari 2018. Karena bagaimana

pun juga audit kasus ini menurutnya masuk dalam tahun anggaran 2017. Sehingga harus tuntas meski pun Desember menyisakan beberapa hari lagi. ‘’Intinya tidak boleh sampai tahun depan, harus tuntas Desember ini,’’ tegasnya. Target hingga akhir Desember ini sudah disampaikan kepada tim, untuk merampungkan semua hasil klarifikasi dan cek lapangan. Penyelidikan sebelumnya seputar penggunaan anggaran operasional merger BPR sebesar Rp 1,6 miliar tahun 2016 -2017. Pihak Kejati NTB pun belum bisa mengumumkan siapa tersangka dalam kasus ini karena masih menunggu audit rampung. “Kita tunggu hasil audit, baru umumkan siapa tersangkanya. Karena itu (audit) akan menjadi dasar melanjutkan kasus ini,” tegas Plh. Kajati NTB Hendrik Selalau SH. (ars)

Hutan Lindung di Bima Jadi Ladang Jagung Dari Hal. 1 Jalur tersebut masuk ke kawasan wisata Air Terjun Riamau, pada ketinggian sekitar 700 mdpl. Semakin menanjak, kian sulit menemukan hutan rimbun, kecuali tanah miring yang sudah berubah menjadi ladang. Tak peduli dengan tanah ekstrim dengan kemiringan mendekati 90 derajat pun jadi ladang. Pohon keras hanya tersisa beberapa batang saja, seperti kemiri. Menurut Azhar, salah seorang petani, memilih tanaman jagung karena menguntungkan. Jika mengikuti harga di Dompu, jagung kering gudang Rp 3.300 per Kg dan kering panen Rp 2.300 per Kg. Usai panen tidak sulit untuk pemasaran produk. ‘’Nanti sudah ada yang datang beli kalau sudah panen,” kata Azhar. Dia membenarkan, kawasan itu sebelumnya adalah hutang tutupan negara. Namun sebelum masuk berladang sejak setahun lalu, ia sudah mendapati area perbukitan itu sudah gundul. Ia pun statusnya numpang menggarap lahan warga lainnya. Pemerintah Kabupaten

Bima mengakui kondisi itu, bahkan menghubungkan kejadian banjir di Kota Bima Desember 2016 lalu sebagai dampak degradasi hutan lindung di Wawo. Rusaknya ekosistem di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sari yang hulunya berada di Kecamatan Wawo diakui menjadi penyebab bencana banjir, tidak hanya di Kota Bima tapi juga sebagian wilayah Kabupaten Bima. ‘’Kerusakan itu tanah tidak bisa meresap dan menahan curah hujan yang tinggi. Hal itu diperparah lagi, dengan kondisi topografi daerah banjir berada pada lembah yang dikelilingi gunung. Jadi Kota Bima ini seperti mangkok, dikelilingi bukit bukit gundul, termasuk yang dari Wawo,” kata juru bicara Pemkab Bima, Yan Suryadin kepada Suara NTB. Dari lahan DAS Sari seluas 25.838 hektar, 24,8 persen atau 6.403 hektar dalam keadaan kritis. Luas vegetasinya hektarnya 23,3 persen. Mengutip data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan kritis se NTB mencapai 578.645,97 hektare. Luas lahan kritis di dalam kawasan hutan seluas

141.375,54 hektare atau sekitar 13,19 persen dari luas kawasan hutan di NTB. Kabupaten Bima menjadi daerah penyumbang lahan kritis seluas 161.256,53 hektare. Sementara lahan kritis di dalam kawasan hutan seluas 141.375,54 hektare, diantaranya ada di Kabupaten Bima seluas 57.599,56 hektare. Ditambahkan Yan Suryadin, kerusakan hutan itu semakin berpotensi meluas karena tumpulnya kewenangan daerah. Sebab saat ini, disebutnya, kewenangan pengawasan hutan ditarik Kementerian Kehutanan RI, berjenjang turun melalui Dinas LHK NTB, kemudian perpanjangan tangan kewenangan itu ada di Kelompok Pengelolaan Hutan (KPH). ‘’Dinas Kehutanan Kabupaten Bima sudah tidak ada kewenangan lagi. Rantai pengawasan ada di pusat, provinsi dan KPH. Nah ini yang jadi pertanyaan kami, bagaimana KPH bisa menjangkau luas hutan di Bima ini dengan jumlah personel terbatas? Maka kerusakan kerusakan yang diakibatkan perladangan liar warga juga tidak bisa dibatasi,” paparnya. (ars)

Lotim Klaim Membangun Tanpa Berutang Selong (Suara NTB) Pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintahan bupati H. Moch. Ali Bin Dachlan dan H. Haerul Warisin (Alkhaer). Selain itu, pembangunan bidang lain juga menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama dalam menyejahterakan masyarakat. Dalam membangun semua ini, diklaim oleh pemerintah daerah tanpa berutang. Demikian disampaikan Wakil Bupati Lotim, H. Haerul Warisin dalam sebuah acara di Masbagik, Selasa (26/12). Menurutnya, selama kurun waktu 4,5 tahun kepemimpinan Al Khaer, pasar-pasar megah berdiri. Sebesar Rp 117 miliar habis untuk bangun pasar pun tanpa berutang. Menurutnya, gedung Kantor Bupati Lotim juga sudah berdiri megah tanpa utang. Pembangunan jalan-jalan raya ratusan kilometer pun tanpa berhutang. Bahkan tidak saja bisa membelanjakan APBD yang kecil dengan hasil besar, namun juga bisa menyelamatkan sumbersumber pendapatan asli

daerah (PAD) Lotim. ‘’Di antara yang sudah bisa diselamatkan, sumber pendapatan dari galian tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB),’’ klaimnya. PAD dari material yang banyak dibawa ke luar daerah ini Lotim ini bisa diselamatkan meski menuai protes keras dari para sopir kendaraan. Kini miliaran dari MBLB ini menjadi PAD. Perusahaan Daerah juga terus dimaksimalkan kinerjanya. Perusahaan Daerah Agro Selaparang kini bisa meraup keuntungan Rp 1,2 miliar setahun dengan hanya bermodal Rp 3,5 miliar. Pemkab Lotim terus berusaha meningkatkan PAD dan sudah membangun PT Energi Selaparang dengan produk air minum dalam kemasan merek Asel. Akibat upaya intensif meningkatkan PAD, Pemkab Lotim sudah bisa meraup PAD jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada era sebelumnya, jumlah PAD hanya Rp 95 miliar. Sekarang jumlah PAD sudah tembus lebih dari Rp 250 miliar. (rus)

Tersandera 29 Tahun, KEK Mandalika Akhirnya Dibangun Dari Hal. 1 KEK Mandalika, merupakan salah satu pemicu akan semakin melesatkan pembangunan pariwisata NTB ke depan. Namun demikian akan banyak tantangan yang masih dihadapi. Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi bahkan menggambarkan tantangan-tantangan itu tak pernah selesai. Dulu katanya, pariwisata NTB dimantrakan sebagai suatu keunggulan karena keindahan alam atau kekayaan destinasinya. Tidak lama kemudian, Pemprov sadar bahwa untuk menarik orang berkunjung ke Lombok dan Sumbawa tidak cukup dengan modal keindahan alam dan kekayaan destinasi wisata saja. Pemprov perlu menciptakan diferensiasi. Tapi ternyata, diferensiasi tersebut pada titik tertentu bukan lagi menjadi diferensiasi ketika daerah lain di Indonesia melakukan hal yang sama. Sehingga, kata orang nomor satu di NTB ini, harus terus menerus dibangun kreativitas. Berbicara masalah pembangunan sektor pariwisata, orang nomor satu di NTB ini mengatakan perlu ada kreativitas terus menerus. Pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya dengan kekayaan alam dan kultur untuk menarik orang datang ke Lombok dan Sumbawa. Pasalnya, daerah lain juga banyak yang memiliki kultur yang jaug lebih kaya. Sehingga, Pemprov membangun segmen pariwisata baru yang disebut halal tourism (wisata halal). Pengembangan segmen wisata halal ini pun, lanjut gubernur tak membuat Pemda berhenti berkreativitas. Pasalnya, provinsi lain di Indonesia juga membangun branding wisata halal. Untuk itu, NTB menggagas wisata halal ini menjadi lebih khusus lagi menjadi Islamic MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Menurutnya, membangun diferensiasi untuk mengembangkan pariwisata harus dilakukan secara terus menerus. Karena, keunggulan atau keistimewaan yang dimiliki hari ini bisa jadi akan menjadi hal yang biasa dalam setahun atau dua tahun yang akan datang. Kualitas Masih Lemah Sektor pariwisata menjadi salah satu program unggulan Pemprov NTB. Meski banyak prestasi yang sudah didapatkan, namun masih banyak hal yang harus diperhatikan. Termasuk soal kualitas sumber daya manusia dan fasilitas yang dianggap perlu untuk dimaksimalkan. Selain fokus pada pembenahan, Pemprov juga semakin fokus melakukan pro-

mosi ke berbagai negara. ‘’Kita perlu merawat pasar dan melihat peluang pasar wisatawan yang baru. Sehingga banyak wisatawan mancanegara yang datang dan mereka bisa banyak berbelanja saat berkunjung,’’ kata Kadispar NTB, H.L.Moh. Faozal, M.Si. Soal promosi ke berbagai daerah dan negara ini juga dikeluhkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota di NTB. Salah satunya Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa yang merasa promosi pariwisata masih sangat terfokus di Pulau Lombok. Padahal Pulau Sumbawa juga memiliki banyak destinasi yang bisa dipromosikan. Selain itu, pelaku pariwisata di Lombok juga terkesan enggan untuk membuat paket wisata LombokSumbawa. Banyak dari pelaku pariwisata di Lombok lebih senang menjual paket BaliLombok karena dianggap lebih menguntungkan. ‘’Kami juga mau dipromosikan secara terus menerus seperti Lombok. Saya rasa Lombok sudah banyak dikenal, saatnya mempromosikan Sumbawa. Harapan saya seperti itu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa, Junaidi. Hal sama juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bima, Drs. H. Abdul Muis. Ia mengatakan bahwa selama ini sangat minim wisatawan mancanegara yang datang ke Bima. Hal ini juga disebabkan karena masih sedikitnya bahkan tidak ada pelaku pariwisata dari Lombok yang melakukan kombinasi paket wisata di Bima. Justru lebih banyak wisatawan yang berkunjung dari Labuan Bajo, NTT. Sehingga tidak heran jika Bima lebih banyak dijual oleh pelaku pariwisata dari luar NTB. ‘’Kita punya spot menyelam yang bagus. Jadi wisatawan yang datang ke Bajo itu menyelamnya di Bima. Sementara seperti itu, kalau dari Lombok yang datang itu sedikit sekali, hampir tidak ada,’’ ujarnya. Terkait keluhan Dinas Pariwisata Kabupaten Sumbawa dan Dinas Pariwisata Bima, menjadi catatan penting pembangunan sektor pariwisata NTB di tahun 2017. Dengan harapan catatan tersebut, menjadi masukan penting bagi dinas terkait untuk menjadi bahan evaluasi. Soal target kunjungan wisatawan ke NTB tahun 2017, diyakini Faozal akan terlampaui. Angka kunjungan wisatawan tahun ini ditargetkan 3,5 juta. Dengan rincian, 2 juta wisatawan nusantara dan 1,5 juta wisman. Jika saja ratarata kunjungan wisatawan dalam sehari sebanyak 17 ribu orang selama bulan ini, target 3,5 juta wisatawan itu bisa tercapai. (nas/lin)

PPATK Serahkan Kasus Dugaan Pencucian Uang di NTB ke APH Dari Hal. 1 Kemudian, PPATK menganalisis laporan tersebut. Setelah dianalisis dan ditemukan indikasi tindak pidana pencucian uang maka langsung diserahkan ke APH untuk ditindaklanjuti. Jika nilai dugaan pencucian uang itu besar dan melibatkan orang-orang penting maka PPATK menyerahkan kasus tersebut ke KPK. Selain ke KPK,

PPATK juga menyerahkan ke APH lainnya seperti Kepolisian dan Kejaksaan. ‘’Jadi, dilihat kasusnya juga. Kita lihat kasusnya, bisa diserahkan ke polisi atau KPK,’’ imbuhnya. Berdasarkan temuan PPATK, dugaan pencucian uang yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia diduga para pelakunya meliputi gubernur, bupati, PNS, aparat penegak hukum, pengusaha, dan

kepala rumah sakit umum daerah. Sebagian rekening yang terlacak PPATK adalah milik kerabat dan kolega yang menjadi penampung dana hasil tindak pidana. Rekeningrekening tersebut juga ditengarai telah dipakai untuk menyuap penegak hukum dan panitia pengadaan pemerintah. Lokasi rekening tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur, Jawa Barat,

Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, NTB, dan Sulawesi Tenggara. Nilai riil uang hasil kejahatan hanya diketahui penyidik lembaga penegak hukum. Temuan PPATK ini menguatkan maraknya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah. Dalam setahun terakhir, KPK berturut-turut menangkap delapan kepala daerah dengan dugaan korupsi. Pada Oktober lalu,

komisi antirasuah menangkap Bupati Nganjuk Taufiqurrahman setelah sebulan sebelumnya mencokok Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Apakah dugaan pencucian uang yang terjadi di NTB melibatkan kepala daerah? Natsir mengatakan belum mengetahui secara pasti. “Itu saya belum tahu. Karena belum melihat kasusnya. Karena saya di luar, tidak pegang data,’’ tandasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Rabu, 27 Desember 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kado Spesial dari Lombok Taksi di 2017 Mataram (Suara NTB) – “Tahun 2017 ini, Lombok Taksi (Blue Bird Group) mempersembahkan kado spesial kepada pelanggan. Beragam potongan harga (diskon) disediakan di sejumlah mitra. “Sejak Tahun 2017, Lombok Taksi telah menambah

satu fasilitas baru, cara mudah mendapatkan dan memesan taksi hanya lewat genggaman. Lombok Taksi menghadirkan labih dari satu pilihan layanan, pemesanan manual melalui call center (0370)-627000 yang sudah familiar sejak tahun 1996.“Ada juga pilihan paling gampang dan

modern, menyetop di jalan dengan fasilitas aplikasi My Blue Bird (MyBB) seperti taksi online pada umumnya dan bisa juga “nyetop” di jalan menggunakan easy ride dari My Blue Bird. “Aplikasi ini dapat di download melalui Play Store dan App store (iOS) pada ponsel pintar anda.

Pemesanan taksi melalui aplikasi ini memiliki kelebihan dimanfaatkan dimana saja dan kapan saja. Pembayaran argo juga dapat dilakukan secara tunai, maupun non tunai. “Kabar paling baiknya, sejak bulan Agustus 2017, para pengguna My BB dapat

menikmati diskon khusus di berbagai tempat hiburan, kuliner dan hotel. Cara mengambil diskon inipun sangat mudah, cukup memesan Lombok Taksi melalui aplikasi My BB dengan menuliskan lokasi tujuan perjalanan anda. Setelah sampai tujuan

menggunakan armada Lombok Taksi, tinggal menunjukkan history perjalanannya di aplikasi My BB kepada kasir di beberapa mitra Lombok Taksi. Selanjutnya, dapatkan diskon spesial, pesembahan Lombok Taksi dan mitra, berikut besaran diskon yang dipersembahkan untuk anda. (bul/*)

Manajemen Lombok Taksi (Blue Bird Group) mengucapkan selamat tahun baru 2018

Tim LBC Juara Reli Sepeda Bima - Mataram Mataram (Suara NTB) Reli Sepeda Bima-Mataram dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke-59 tuntas sudah. Sebanyak 125 peserta yang ambil bagian di event itu tiba dengan selamat di garis finish depan Kantor Gubernur NTB, Minggu (24/ 12) pukul 19.30 Wita. Event yang berlangsung selama dua etape atau sepanjang 424 Kilometer (Km) itu memilih tiga tim terbaik. Hasil penilaian tim juri terdapat tiga tim terbaik dari 25 tim yang ambilbagiandieventcukup ekstrem di NTB itu. Tim terbaik pertama diraih oleh tim dengan nomor dada 009 atau yang biasa disebut tim Lombok Bike Comunit (LBC) yang diperkuat atlet balap sepeda NTB, Kadri dan kawan-kawan. Selanjutnya tim terbaik kedua diraih oleh tim dengan nomor dada 001 yang biasa disebut TimBankMomot,dan tim dengan nomor dada 016 atau Rinjani Cycling Club terbaik ketiga. Menurutpenilaianjuri,ketigatim ini memiliki kecepatan rata-rata 25 Kilometer(Km) perjamsesuaiwaktu tempuh yang ditentukan oleh teknisi lomba. Selain itu ketiga tim juga selalu menjaga kelengkapan, keseragaman dan ketepatan waktu setiap memasuki pit stop. Ketua Panitia, Wibowo Budisantoso, mengatakan lomba tersebut menempuh jarak kurang lebih 424 Kilometer (Km) dengan dua etape. Etape pertama terdiri dari lima pit stop, yakni mengambil star di Kantor Walikota Bima dan berhenti di pit stop pertama di Pendopo Bupati Dompu. Selanjutnya di 43 Km pit stop kedua di Perbatasan DompuSumbawa, lanjut di 53 KM pit stop ketiga di Kantor Polsek Empang, kemudian di 46 KM pit stop keempat di Kantor Camat Maronge dan di 39 KM kemudian pit stop kelima di Kantor Bupati Sumbawa pukul 19.00 Wita. Setelah menyelesaikan etape pertama, para peserta yang tiba dalam kondisi basah kuyup karena keringat dan akibat kehujanan dalam perjalanan Bima-Sumbawa bermalam di beberapa hotel di Sumbawa Besar. Di etape kedua peserta kembali mengambil star pukul 06.30 Wita di Depan Kantor Bupati Sumbawa. Perjalanan 25 tim reli sepeda itu kembalidiguyurhujandaristarthingga finish etape kedua. Namun para peserta tetap melanjutkan perjalan-

nya hingga 45 km perjalan peserta mencapai pit stop pertama di Polsek Utan Sumbawa. Setelah beristirahat kurang lebih setengah jam di Kantor PolsekUtan pesertakembalimelanjutkanperjalanankepitstop kedua di Pelabuhan Poto Tano. JarakdariKantor PolsekUtandengan Pelabuhan Tano sepanjang 46 km. Setelah di Pelabuhan Poto Tano parapesertamenyeberangilautdengan kapal hingga Pelabuhan Kayangan Lombok. Dari Kayangan itu peserta berhenti di Kantor Polsek

Kopang selama setengah jam dan melanjutkan perjalanan hingga finishdidepanKantorGubernurNTB pukul 19.30 Wita. (fan/*) (Suara NTB/fan)

JUARA -Tim Lombok Bike Comunit (LBC) yang diperkuat Kadri dan kawan-kawan menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 5 juta yang diserahkan oleh Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin di Depan Kantor Gubernur NTB, Minggu (24/12) pukul 20.00Wita.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 27 Desember 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu