Skip to main content

Edisi 22 Nopember 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

E-mail: suarantbnews@gmail.com

SUARA NTB

RABU, 22 NOVEMBER 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 210 TAHUN KE 13

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Konversi Bank NTB Merupakan Wujud Transformasi Menuju Bank yang Lebih Kuat Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Prijono sangat meyakini Bank NTB Syariah akan menjadi inspirasi bagi perbankan di Indonesia. Menyusul keputusan bulat pemegang saham dan stakeholder mengkonversi Bank NTB konvensional menjadi bank syariah penuh.

Prijono

PROSES konversi sedang berjalan, paling lambat Agustus 2018, konversi sudah benar-benar terlaksana. Keyakinan itu disampaikan Prijono di hadapan forum sosialisasi perubahan kegiatan usaha Bank NTB menjadi PT. Bank NTB Syariah pada Rabu (15/11) di Ballroom Islamic Center, Mataram.

Ia mengibaratkan konversi yang dilakukan oleh Bank NTB saat ini seperti ulat, kepompong dan akan menjadi kupu-kupu yang cantik. Di dalamnya ada proses transformasi, artinya setelah menja-

di kupu-kupu, harus menjadi lebih baik. ‘’Dan saya sangat meyakini ini bisa terwujud. Tetapi tentunya dengan beberapa catatan yang saya yakin sebetulnya sudah dilaksanakan oleh Bank NTB,’’ kata Prijono. Diantaranya, konversi yang dilakukan oleh Bank NTB ini, tentunya juga harus memperhatikan azas perbankan yang sehat. Dengan prinsip kehatihatian. Karena perbabkan bu-

kanlah bisnis biasa, dan paling banyak aturannya. Jika diibaratkan lagi bank adalah sebuah rumah. Sudah dipagar keliling, ditembok, di atasanya ada kawat. Bahkan kawatnya harus menggunakan setrum. ‘’Itulah bisnis perbankan,’’ katanya. Hal itu dilakukan karena perbankan menghimpun dana dari masyarakat yang diputar kembali kepada masyarakat, bukan dana milik satu atau

dua orang. ‘’Oleh karena itu, pengelolaannya harus sangat hati-hati,’’ sarannya. Beberapa catatan lain yang disampaikan, dan diyakini catatan ini pula telah dilaksanakan oleh Bank NTB, yakni aspek internal dan eksternal. Dari aspek internal, pemahaman semua pihak, dukungan seluruh stakeholders adalah dukungan yang sangat krusial. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/bul)

Gubernur Prioritaskan Perbaikan Rumah Warga yang Hancur Selong (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, pascatanggap darurat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru, perbaikan rumah warga akan diprioritaskan. Penanganan rumah warga korban banjir yang hancur akan dimasukkan dalam program perbaikan rumah layak huni tahun 2018. ‘’Dan kalau bisa percepatan kita upayakan untuk percepatan. Sama-sama provinsi dan kabupaten selesaikan. Kita gotong royongkan,’’ kata gubernur ketika dikonfirma-

TO K O H

si usai meninjau Posko Terpadu Bencana Alam Banjir Bandang di Kantor Camat Keruak, Selasa (21/11) siang kemarin. Gubernur didampingi Dan-

rem 161/WB, Kol. Inf. Farid Makruf, MA dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov NTB dan Pemkab Lotim. Bersambung ke hal 15

Jangan Ada Pembiaran GUBERNUR NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menegaskan, tidak boleh kendor upaya pemberantasan illegal logging di daerah ini. Khususnya di Lombok Timur bagian utara yang sering dilanda banjir seperti Sambelia dan Pringgabaya. Gubernur mengatakan bencana banjir bandang yang sering terjadi di Sambelia dan Pringgabaya disebabkan oleh illegal logging. ‘’Jadi, sekali lagi tidak boleh ada kendor atau memberikan dispensasi terhadap illegal logging,” tegas gubernur ketika dikonfirmasi usai meninjau lokasi banjir di Kecamatan Keruak, Selasa (21/11) siang kemarin. Pemanfaatan hutan milik negara yang menjadi buffer atau penyangga air jangan dibabat habis. Bersambung ke hal 15 TGH. M. Zainul Majdi (Suara NTB/nas)

(Suara NTB/ist)

TINJAU - Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, Selasa (21/11) melakukan sidak ke lokasi Munas alim ulama Nahdatul Ulama dan Konbes PBNU di Islamic Center, Mataram, kemarin.

Gubernur Tinjau Lokasi Kesiapan Munas Alim Ulama NU di IC (Suara NTB/ist/nas)

TINJAU - Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi saat meninjau jembatan yang putus di Dusun Penendem Desa Senyiur Kecamatan Keruak, kemarin.

Mataram (Suara NTB) Musyawarah Nasional (Munas) alim ulama Nahdatul Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) PBNU (23-

Bank NTB Serahkan Bantuan CSR ke Korban Banjir Lotim

KO M E N TTAA R

Bidik ADD Lobar dan Sumbawa PENGAWASAN penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) oleh kepolisian mulai menunjukkan hasil. Saat ini Polda NTB, tengah membidik dugaan penyimpangan ADD di salah satu desa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Sumbawa. Temuan indikasi penyimpangan itu berdasarkan informasi dari Bhabinkamtibmas yang memang diberi beban tambahan memantau penggunaan dana bersumber dari pemerintah pusat itu. Bersambung ke hal 15 Hj. Tri Budi Pangastuti (Suara NTB/dok)

25/11) di Islamic Center, Mataram dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

BANTUAN - Bank NTB menyerahkan bantuan CSR-nya kepada korban banjir bandang di wilayah Keruak, Senin (20/11) lalu. Pimpinan Cabang Bank NTB Lombok Timur, H.M. Zaini menyerahkan langsung bantuan ke posko utama di Kantor Camat Keruak.

Selong (Suara NTB) Bank NTB menyerahkan bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR)-nya kepada korban banjir bandang di wilayah Keruak, Senin (20/ 11) lalu. Penyerahan bantuan ini sebagai wujud empati yang mendalam kepada warga korban banjir bandang yang menerjang empat kecamatan dan terparah di wilayah Kecamatan Keruak. Pimpinan Cabang Bank NTB Lombok Timur, H.M. Zaini kepada Suara NTB mengatakan, bantuan diserahkan langsung ke posko utama di Kantor Camat Keruak. Bersambung ke hal 15

Ditegur PPK, Empat Paket Proyek RSJ Dikebut Mataram (Suara NTB) Proyek Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, menjadi salah satu kegiatan fisik yang dikebut pengerjaannya di akhir tahun 2017. Apalagi progres pekerjaan proyek yang belum mencapai 50 persen. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bahkan harus menegur rekanan pelaksana agar pekerjaan tuntas sesuai kontrak. Ada empat paket pekerjaan yang sedang berlangsung di rumah sakit yang berlokasi di wilayah Selagalas, Mataram itu. Paket di dekat gedung utama, berupa renovasi dan perluasan pembangunangedunganggrek.Dikerjakan

CV. AK, nilai kontrak Rp 1,7 miliar lebih dengan waktu pekerjaan 120 hari. Pekerjaan ke dua untuk paket gedung VCT dan Nafza, dikerjakan PT. PKJ, nilai paket Rp 3,2 miliar dikerjakan mulai Agustus 2017. Kegiatan ke tiga tergolong paling besar, senilai Rp 4,2 miliar untuk pembangunan bangsal putra – putri. Fisik ini digarap oleh PT. DM. Sedangkan proyek ke empat, pembangunan gedung aset senilai Rp 1,5 miliar dikerjakan CV. AP. Tiga gedung terakhir terletak di bagian paling belakang kompleks RSJ. Ke empat paket proyek itu anggaran bersumber dari

APBD NTB tahun 2017, rata rata mulai pekerjaan Agustus 2017 lalu dan target tuntas pertengahan Desember 2017. Para rekanan pelaksana mengakui sempat dikumpulkan dan diberi peringatan oleh PPK, Alex Juana untuk memaksimalkan pekerjaan agar target sesuai kontrak tercapai. “Memang ada teguran langsung dari PPK, supaya sesuai target,” kata Hendra, pelaksana lapangan yang ditunjuk PT. PKJ untuk paket gedung VCT dan Nafza kepada Suara NTB, Selasa (21/11). Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ars)

LEMBUR - Sejumlah pekerja lembur hingga sore untuk mengejar target paket proyek gedung RSJ Mutiara Sukma tuntas Desember mendatang.


SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

SUARA MATARAM

Halaman 2

Pemkot akan Putus Kontrak Proyek Jembatan Dasan Agung Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram akhirnya mengambil sikap tegas terhadap keterlambatan pengerjaan proyek. CV. Limbu Indah, rekanan yang mengerjakan jembatan Dasan Agung, akan diputus kontrak. Sementara, Puskesmas Selaparang dikerjakan CV. Merta Galih dengan nilai kontrak Rp 940.000.000,00 dari pagu Rp 1 miliar, diperpanjang waktu pengerjaannya sampai 50 hari. Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH.MH., Selasa (21/11) menyatakan, proyek Puskesmas Selaparang diputuskan untuk memperpanjang kontrak selama 50 hari setelah hasil kesepakatan bersama dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan.

Akan tetapi, tim diminta mengkroscek ke lapangan progres pekerjaan rekanan tersebut. Jangan sampai perpanjangan ini dimanfaatkan, namun justru tidak ada perkembangan. “Saya sudah panggil rekanan, PPK dan KPA. Mereka sepakat untuk memperpanjang. Tapi saya minta terus dipantau,” kata Wartan.

Sebagai pembina sekaligus pengawas pembangunan, ia mengarahkan supaya rekanan mempercepat pelaksanaan agar selesai tepat waktu. Bila tidak memenuhi target akan dikenakan sanksi berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Sementara, proyek jembatan masih akan dibahas bersama

SKPD teknis dan rekanan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menegaskan, kemungkinan rekanan yang mengerjakan jembatan Dasan Agung diputus kontrak. Sebab, defiasi sampai saat ini mencapai 60 persen. Keputusan pemutusan kontrak itu akan dirapatkan bersama Bagian Administrasi Pengendalian dan Pembangunan (APP), Badan Keuangan Daerah,PPK, KPA dan rekanan. “Hari ini (kemarin,red) kita akan rapatkan bersama Pak Asisten II,” kata Mahmuddin.

Dikatakan, bobot kerja telah diselesaikan rekanan baru 26 persen. Pihaknya tidak bisa memberikan pembayaran termin karena bobot pekerjaan tidak sampai. Minimal pembayaran termin bobot pekerjaan 35 - 40 persen. Mahmuddn mengkhawatirkan jika diberikan pembayaran termin kemudian lari akan meninggalkan masalah. “Uang muka 30 persen. Kalau diberikan 30 persen jadi masalah. Sekarang uang muka 30 persen diambil itu harus dikembalikan, karena ada kelebihan empat persen,” sebutnya. (cem)

(Suara NTB/cem)

TIDAK ADA AKTIVITAS – Proyek pengerjaan jembatan Dasan Agung, Kota Matara, Selasa (21/11), tampak tidak ada aktivitas berarti. Pemkot akan memutus kontrak pelaksanaan proyek ini.

Tidak Diindahkan RUAS jalan Guru Bangkol dan jalan Nuraksa yang berada di kelurahan Pagesangan Timur yang selalu mengalami kemacetan, terutama saat jam kerja menjadi perhatian pihak kelurahan. Seperti yang dikatakan lurah Pagesangan Timur, Lala Fatribana,SIP, bahwa penyebab kemacetan ini disebabkan ada pedagang material bangunan yang menumpuk barang dagangannya di samping jalan. “Saya sudah buatkan surat peringatan kepada para pedagang sejak dari lurah (Suara NTB/uul) sebelumnya,” terangnya saat Lala Fatribana ditemui di ruangannya, Selasa (21/11). Lala mengatakan tidak jarang kondisi ruas jalan yang macet tersebut menimbulkan korban jiwa. “Sudah sering terjadi kecelakaan di pertigaan itu, karena tidak bisa menghindari material bangunan yang menumpuk di samping jalan,”ujarnya. Para pedagang tersebut meski pernah diberi surat peringatan, tambahnya, tetap menolak untuk memindahkan barangnya dari pinggir jalan. Padahal mereka pernah bilang tidak akan mengulanginya, tetapi diulangi lagi,” kata Lala. Mereka cukup hanya memajang contoh barang yang dijualnya, tidak perlu ditaruh semuanya. “Ada tujuh pedagang yang kemungkinan hari Rabu ini akan kami panggil,” tukasnya. Ia tidak melarang mereka untuk berjualan tetapi sudah banyak keluhan yang diterima akibat penyempitan jalan. “Sering kita koordinasi dengan Satpol-PP untuk membantu kami turun langsung ke lapangan, tapi tidak ada tanggapan,” kata Lala. Untuk itulah, dirinya akan bersurat kepada dinas Perhubungan untuk memasang rambu lalu-lintas di pertigaan jalan Guru Bangkol-jalan Nuraksa tersebut. “Saya pernah lihat ada rambu-rambu lalu lintas yang kondisinya hampir sama dengan yang di sini di daerah Lombok Barat, itu yang ingin saya tiru,” jelasnya. Kalau bukan rambu lalu lintas yang dipajang, Lala akan membuat gembong untuk taman di sepanjang jalan tersebut. “Nanti di sepanjang jalan akan kita taruh gembong dan akan kita tanami tanaman untuk mempercantik lingkungan,” jelasnya. Tetapi gembong ini akan ditaruh di pinggir jalan supaya tidak mengganggu pengguna jalan. (uul)

Evaluasi Menyeluruh

(Suara NTB/fit)

KETUA Komisi III DPRD kota mataram, I Gede Wiska, S.Pt meminta Pemkot Mataram melakukan evaluasi menyeluruh terkait proyek-proyek yang sedang dikerjakan di tahun 2017. Ini menyusul kabar pemutusan kontrak salah satu rekanan yang mengerjakan proyek jembatan di Dasan Agung. Ini menurut Wiska, menjadi preseden buruk. Dia mengaku heran mengapa rekanan yang kekurangan modal justru lolos tender. ‘’Kalau kontraktor sampai kehabisan modal, ini patut dipertanyakan,’’ katanya di DPRD Kota Mataram. Wiska curiga ada permainan sehingga rekanan yang kekurangan modal bisa ikut tender. Karena salah satu syarat mengikuti tender adalah menyediakan bank deposit. Namun demikian, lanjut Ketua Fraksi PDIP ini, terhadap kebijakan putus kontrak, harus dipelajari dulu plus - minusnya. ‘’Kalau diputuskan seperti apa dan kalau dilanjutkan bagaimana,’’ tanyanya. Untuk itu, dia mendesak PUPR untuk mengkaji kebijakan tersebut. Dalam kesempatan rapat kerja dengan Dinas PUPR Kota Mataram dan Bagian APP (Administrasi Pengendalian Pembangunan) dalam waktu dekat, janji Wiska, komisi yang membidangi masalah pembangunan itu, akan mempertanyakan proyekproyek yang berpotensi terlambat. Seperti proyek jembatan, proyek puskesmas dan proyek pembangunan Bale Kebudayaan. Tidak hanya itu, Komisi III juga berjanji akan turun langsung ke lapangan guna meninjau proyek-proyek tersebut. Termasuk proyek pembangunan monumen Mataram Metro. Wiska menyerukan bahwa evaluasi menyeluruh juga harus menyentuh panitia lelang proyek. Karena bagaimanapun, hal-hal seperti keterlambatan penyelesaian proyek hingga keterlambatan memulai pengerjaan proyek, akan berdampak pada kualitas hasil proyek. Terhadap rekanan dengan rekam jejak yang kurang baik, harus disikapi secara tegas. (fit)

I Gede Wiska

(Suara NTB/cem)

TIKET PARKIR - Seorang pengendara mengambil tiket pajak parkir di salah satu mal di Kota Mataram. Pengelola pajak parkir sedang mengeluhkan tingginya penarikan pajak parkir oleh Pemkot Mataram yang mencapai 30 persen.

Pengusaha Keluhkan Pajak Parkir Terlalu Tinggi Mataram (Suara NTB) Sejumlah pengusaha pengelola parkir mengeluhkan tingginya pajak parkir ditarik oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram. Persentase 30 persen pendapatan bersih dinilai tidak sesuai. Menanggapi hal itu, Kepala BKD Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin menjelaskan, penentuan pajak parkir sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang pajak dan retribusi daerah. Penarikan 30 persen pajak parkir dari omset

sesuai UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah. Sementara dalam Perda diadopsi jadi 30 persen. Berdasarkan penentuan pajak parkir ini, pengelola parkir mengeluhkan kondisi itu, sehingga mereka hearing ke Pansus DPRD Kota Mataram. “Iya, memang ada masukan pengusaha parkir diturunkan atau tidak sampai 30 persen,” kata Syakirin dikonfirmasi, Selasa (21/11). Pengusaha melihat situasi kekinian dan menghendaki

adanya perubahan bukan batas tertinggi dipatok pemerintah. Pengusaha ingin pajak parkir turun menjadi 20 - 25 persen. Akan tetapi,komponen perhitungkan di dalam biaya operasional di samping investasi ditanam. Dasar itu diinginkan dari pengusaha, sehingga bisa ditentukan menggunakan 20 ataukah 25 persen pajak parkir. Tentunya kata Syakirin, pajak parkir itu tidak terlepas dari kesepakatan eksekutif dan legislatif. “Sebagai daerah kota akan dilihat. Tapi

Tim Pansel Serahkan Tiga Nama ke Walikota Mataram (Suara NTB) Tim panitia seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemkot Mataram, Selasa (21/ 11) menggelar rapat pleno hasil seleksi. Keenam pelamar dinyatakan memenuhi syarat. Pada Rabu (22/11) hari ini, tiga nama akan diserahkan ke pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Walikota. Pleno seleksi JPTP berlangsung tertutup di ruang kerja Sekda Kota Mataram. Rapat pleno dipimpin Sekda, Ir. H. Effendi Eko Saswito bersama Asisten III, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Kepala BKPSDM, Baiq Nelly Kusumawati bersama Kabid Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Ahmad Mujahiddin. Sementara, tim pansel dari ek-

sternal pemerintah, yaitu Dr. MA. Muazzar Habibi, Dr. M. Ali, dan Drs. H. Djaswad. Sekda Kota mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito menjelaskan, proses kerja dilaksanakan oleh pansel telah berakhir. Dia menyebutkan, ada lima penilaian pada proses seleksi tersebut. Yaitu administrasi, presentasi makalah, wawancara, rekam jejak, dan assessment. Masing - masing penilaian tersebut memiliki persentase. Di antaranya, bobot tertinggi 40 persen pada assesment, administrasi 5 persen, makalah 20 persen, presentasi makalah dan wawancara 30 persen, dan rekam jejak 5 persen. Namun demikian Sekda, enggan menyebutkan skor ter-

tinggi hasil seleksi tersebut. “Hasilnya nanti di Pak Wali,” jawabnya sambil tertawa. Diakui, secara keseluruhan enam pelamar tersebut telah memenuhi persyaratan. Tetapi siapa yang ditunjuk tergantung Walikota. Demikian pula, kepastian untuk mengisi jabatan Dinas Sosial dan Satpol PP. Pada prinsipnya Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) siapa melaksanakan. “Tergantung Pak Wali juga,” ucapnya. Selain menyerahkan tiga nama hasil seleksi ke kepala daerah, tim Pansel juga akan mengirimkan hasil seleksi tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta. (cem)

Nama Calon Kadis Dukcapil Sudah di Meja Mendagri Mataram (Suara NTB) Nama calon pejabat yang akan menduduki jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram sedang digodok di Kemendagri. Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito belum memberikan kepastian siapa pejabat bakal menggantikan posisi Drs. H. Ridwan (alm). Tiga nama telah diusulkan, namun belum mendapat jawaban. “Ini beberapa kali saya minta mengecek ke sana (Mendagri,red),” kata Eko sambil menunjuk Kepala Bidang Kepegawaian dan Pengembangan SDM BKPSDM Kota Mataram, Ahmad

Mujahiddin, Selasa (21/11). Eko membantah Kementerian memberikan harapan palsu. Mungkin saja Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sibuk dengan agendanya, sehingga belum sempat menandatangani surat keputusan (SK) penunjukan Kadis Dukcapil Kota Mataram. “Karena ini kan harus ditandatangani menteri,” ujarnya. Sementara, nasib Kasat Pol PP, Chaerul Anwar belum bisa dipastikan. Dia tidak bisa secara otomatis mengisi jabatan Dukcapil. Kata Eko, semua tergantung dari SK Kemendagri. “Tidak bisa. Tergantung SK Kemendagri,” jawabnya.

Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri. Tetapi, satu dari tiga nama yang diajukan telah di meja menteri. Tinggal menunggu ditandatangani kemudian SK nya diambil ke Jakarta. “Kalau sudah ada nanti kita jemput bola langsung,” ujarnya. Nelly juga enggan menyebutkan tiga nama yang diusulkan menggantikan posisi almarhum H. Ridwan. Mantan Kabag Umum Setda Kota Mataram ini, meminta menunggu proses selesai di kementerian. (cem)

Kota Mataram jauh berbeda dengan Kota Surabaya. Demikian, pula daerah lain di Jawa. Dan, tidak seperti Makassar memang sebagai daerah maju,” jelasnya. Kemungkinan pajak parkir bisa turun atau tidak. Ini memiliki dasar pertimbangan karena pemerintah perlu memacu tarif sehingga menarik investasi yang berdasarkan pertimbangan. Untuk menarik investasi kata dia, perlu diberikan insentif bagi pengusaha dalam bentuk per-

pajakan. Sehingga, pengusaha tertarik berinvestasi dan tidak bermain pada posisi maksimal. Karena, peraturan daerah dibuat pemerintah ada fungsi budgeting dan regulasi. “Ada pengaturan dan bersifat pembatasan sumber pemerintah. Fungsi itu benar benar maka tumbuh investasi,” paparnya. Syakirin menyebutkan, target pajak parkir tahun 2017 mencapai Rp 4 miliar. Sementara, realisasi baru 73 persen atau sekitar Rp 3,2 miliar. (cem)

Proyek di Lingkar Selatan Optimis Tuntas Tepat Waktu Mataram (Suara NTB) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura merasa optimis proyek monumen dan gerbang yang dibangun di Jalan Lingkar Selatan akan selesai tepat waktu. Pengerjaan proyek masing - masing pagu anggarannya Rp 2 miliar. Monumen dikerjakan oleh CV. Dekita Bangun Persada dengan nilai kontrak Rp 1,86 miliar lebih. Sementara, CV. Graha Utama memenangkan tender pintu gerbang senilai Rp 1,7 miliar. Mahmuddin mengatakan, dua proyek ini tidak secara keseluruhan diselesaikan. Hanya bagian pondasi saja. Untuk pintu gerbang membutuhkan anggaran Rp 5 miliar, sehingga sisanya akan dirampungkan tahun depan. Sedangkan, pintu monumen kebutuhan anggaran Rp 15 miliar. Alokasi penganggaran baru Rp 2 miliar, dan tersisa Rp 13 miliar. Kondisi penganggaran kecil akibat rasionalisasi, se-

hingga dikerjakan secara bertahap. “Bertahap dulu. Kalau pintu gerbang bisa selesai tahun depan. Monumen ini kita butuh anggaran banyak,” kata Tura. Konstruksi banguna pintu gerbang hanya membutuhkan penutup saja. Berbeda dengan gerbang yang memerlukan ornamen serta aksesoris lainnya. Katanya, dua rekanan masih memiliki waktu satu bulan lebih menyelesaikan pekerjaan. Sebab, akhir kontraknya 30 Desember harus tuntas. Pun terjadi keterlambatan sambung Tura, berdasarkan Perpres 54 Tahun 2010 akan diperpanjang pekerjaan dengan konsekuensi denda. “Ada waktu 50 hari, tapi tetap kena denda,” tambahnya. Adapun rekanan masih mengerjakan tahap penggalian. Ia mengatakan, pondasi monumen ini cukup dalam. Sempat tertunda penggalian karena pipa air bocor sehingga butuh perbaikan. Namun demikian, rekanan sudah mulai bekerja. Dan, diharapkan tuntas tepat waktu. (cem)


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

Halaman 3

Komisaris Utama Bank NTB H. Idris Kadir

Karyawan dan karyawati Bank NTB yang hadir saat sosialisasi di Lobar

PT Bank NTB ini. Sejauh ini, jelasnya, terdapat 32 kantor cabang dan 7 kantor kas Bank NTB yang tersebar di seluruh NTB. Tentu dengan demikian dapat dengan mudah dicapai oleh masyarakat. Jika menginginkan Bank NTB milik bersama dan menjadi tuan di negeri sendiri maka ia mengajak ketika konversi terjadi paling lambat pada Agustus tahun 2018 perlu peran masyarakat. Khususnya para peserta untuk tetap menjadi nasabah bank NTB Syariah. Sebelum itu terjadi jelasnya, sudah ada salah satu bagian dari Bank NTB Konvensional yaitu unit usaha syariah Bank NTB menjadi mediator atau jembatan. Untuk memberi semangat kepada peserta, dalam kesempatan itu ia menyampaikan yel-yel Bank NTB Syariah. “Orang NTB pasti menjadi nasabah Bank NTB Syariah, agama boleh beda, bank tetap sama yaitu bank NTB Syariah. Bank NTB syariah milik masyarakat NTB, maka ayo bersama menjadi nasabah Bank NTB syariah,’’ ajaknya. Ia menyampaikan beberapa hal terkait keputusan konversi Bank NTB Syariah. Sejak awal, jelasnya, sebelum keputusan bulat konversi Bank NTB Syariah pihak OJK ketika itu sangat mendukung Bank NTB untuk melakukan konversi, sebab hanya merubah sistem bisnis ke Sistem syariah yang Insya Allah lebih mendapatkan Ridho Allah karena lebih berkeadilan dan sesuai syariat. Ia mengambil contoh Bank Aceh merupakan bank BPD pertama melakukan konversi ketika itu sekitar 2 tahun lalu menggunakan dua konsultan. Hasilnya pun berjalan baik dan berkembang dengan pesat melebihi ketika saat konvensional. Bank NTB sendiri dalam proses konversi ini didukung oleh enam konsultan papan atas di Indonesia. “Mau terkait SDM, teknologi, sistem syariah dan bisnisnya sendiri. Itu semua untuk mewujudkan Bank Syariah NTB yang lebih baik, lebih

sehat dari sekarang yang sudah baik dan sehat,” jelasnya. Ia meyakini bahwa sesuatu yang datang dari Allah lebih dari yang diciptakan oleh manusia. Tidak seperti sistem kapitalisme. Dimana dalam sistem ini yang ditekankan hanya bagaimana memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, dengan ongkos dan biaya sekecil-kecilnya. Sehingga yang akan menetes atau diperoleh masyarakat kecil hanyalah dari tetesan kekayaan para kapitalis besar tersebut. Sistem ini jelasnya, tidak pernah bisa didapatkan keadilan dan pemerataan. “Insya Allah dengan sistem syariah, itu tidak akan hanya menjadi mimpi,” jelasnya. Diketahui, jumlah umat islam di Dunia sebanyak 1,8 miliar lebih dibandingkan total penduduk dunia 7 miliar jiwa lebih. Artinya umat islam sangat memiliki potensi untuk bisa lebih mandiri dan berkembang. Sementara perbankan di NTB, peranan Bank NTB terhadap total perbankan di NTB baik dana, aset, pinjaman dan lain-lain kisarannya mencapai 1823 persen atau sekitar 1/5 dari perbankan di NTB. Konversi menjadi syariah jelasnya menurut Gubernur NTB sesuai ajaran agama untuk menuju kepada sistem yang lebih berkeadilan. Bank NTB syariah ini juga jelasnya sejalan dengan progam wisata halal karena itu mutlak diperlukan dukungan dari masyarakat luas. Sementara itu, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mendukung langkah konversi yang dilakukan Bank NTB menjadi bank NTB syariah. Namun ia menyatakan terkait keputusan mengkonversi ke syariah sekitar Bulan Oktober tahun 2016 terjadi perdebatan. Ia termasuk kepala daerah yang kurang setuju. Alasannya, bukan faktor syariahnya namun lebih banyak mempertanyakan kesiapan Bank NTB sendiri dari sisi SDM dan dari sisi kesadaran umum masyarakat NTB untuk ikut secara massal dan masif membesarkan bank NTB Syariah. “Tapi ketika kon-

Komisaris Utama Bank NTB bersama Bupati dan Ketua DPRD Lobar

(Suara NTB/humas_lobar)

(Suara NTB/humas_lobar)

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid

Giri Menang (Suara NTB) PT Bank NTB menggelar sosialisasi Perubahan (konversi) kegiatan Usaha Bank NTB menjadi Bank NTB syariah di Lombok Barat. Sosialisasi yang mengangkat tema “Konversi Bank NTB menjadi Bank NTB syariah menjadikan Bank NTB lebih baik dan manfaat lebih besar bagi semua stakeholder” tersebut dihadiri ratusan peserta. Baik dari unsur pejabat, ASN dan para tokoh agama serta masyarakat di Lobar. Turut hadir dalam kesempatan ini, komisaris utama PT Bank NTB, H. Idris Kadir, Pemimpin Bank NTB Cabang Gerung bersama jajaran menejemen. Hadir pula Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid beserta sejumlah jajaran, Ketua DPRD Hj. Sumiatun, pihak dari Polres dan Kodim. Dalam kesempatan ini, Bupati menyambut baik dan mendukung penuh langkah Bank NTB untuk melakukan konversi usaha menjadi Bank NTB Syariah. Kegiatan sosialisasi tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya pembacaan tilawatil quran dan pemutaran video kegiatan sosialisasi yang digelar di Islamic Center beberapa hari lalu. Dalam sambutannya, komisaris utama PT Bank NTB, H. Idris Kadir menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih yang mendalam kepada bupati dan jajaran yang telah menyediakan tempat untuk kegiatan sosialisasi. Disamping itu, ia mengapresiasi kehadiran para peserta yang sangat antusias. Semua pihak tentu berkeinginan agar bagaimana Bank NTB yang menjadi milik daerah dan masyarakat NTB menjadi tuan di rumah sendiri. “Tetapi apakah itu bisa terjadi? Tentu tidak, jika masyarakat dan segenap pihak tidak mendukung dan berpartisipasi. Pilihan hanya satu, yakni menjadikan Bank NTB syariah nanti yang lebih sehat, baik, dan bagus,” jelas komisaris Utama

(Suara NTB/humas_lobar)

(Suara NTB/humas_lobar)

Didukung Bupati Lobar, Bank NTB Gelar Sosialisasi Konversi Jadi Bank NTB Syariah

versi berlangsung. Tadi komisaris utama menyampaikan bahwa semua sisi itu sudah siap. Pihak bank NTB sudah siap baik dari sumber daya, SDM, infrastruktur dan suprastruktur. Kalau bank aceh syariah punya dua konsultan namun bank NTB punya 6 orang ahli bertaraf nasional dan internasional. Hal ini yang meyakinkan kita dan optimisme bank NTB syariah akan jadi tuan di rumah sendiri,” jelas Fauzan. Bupati yang dikenal jamak-jamak ini, mengunggah segenap masyarakat khususnya peserta yang hadir agar memiliki kesadaran menjadikan Bank NTB syariah tuan di daerah sendiri. Tidak itu saja, ia mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran tersebut dari semua sisi. Misalnya keluarga bank NTB syariah, menuntut masyarakat menyimpan di bank NTB syariah namun keluarga bank NTB syariah sendiri tidak berlakukan ke semua produk. Menurutnya, hal Ini penting supaya kesadaran muncul dari dalam diri. Ia mengajak harus memulai dari diri masing-masing. Dalam kesempatan itu, Ketua Kahmi Lobar ini memberikan motivasi terkait kondisi perbankan syariah di Indonesia. Sejak berdirinya bank syariah di Indonesia, sekarang kondisinya timpang dibandingkan bank dengan sistem konvensional. Secara nasional, pasar bank syariah juga belum signifikan. Hanya 5,12 bahkan dari jumlah ini 77 persen masih di Jawa termasuk 55 persen di Jakarta sisanya sedikit sekali di NTB. Padahal di NTB lanjut Ketua ICMI ini, berjuluk 1.000 masjid dan pariwisata halal. Bahkan jika dilihat jumlah penduduk muslim terbanyak. “Hal ini sengaja saya sampaikan untuk membangkitkan kesadaran kita untuk mengajak semua,” jelas Petinggi NU Lobar ini. Ia juga memberi masukan agar Bank NTB menggandeng MUI lewat khutbah terkait bank syariah. Hal ini perlu untuk membangun kesadaran bersyariah di masyarakat. (her/*)

Penyerahan hadiah doorprize oleh Komisaris Bank NTB saat sosialisasi (Suara NTB/humas_lobar)

Jelang Natal dan Tahun Baru

Bulog Antisipasi Gerak Spekulan Sembako Mataram (Suara NTB) Perum Bulog Divre NTB mengunci pengaruh para spekulan yang berpotensi memainkan harga saat permintaan tinggi. Terutama jelang natal dan tahun baru dalam waktu dekat ini. Bulog Divre NTB telah memastikan stok beberapa kebutuhan utama yang disediakan di gudang-gudangnya telah tersedia dan tercukupi. natal dan tahun baru oleh perusahaan milik pemerintah ini dijamin stabil. “Kami menjamin ketersediaan beras, gula pasir, minyak goreng, bawang putih,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, Achmad Ma`mun melalui Humasnya, Syawaludin Susanto. Anto menyebutkan, stok beras yang tersedia di gudang sebanyak 31.030 ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB selama lima bulan ke depan atau hingga April 2018. tersimpan di gudang Bulog Divre NTB di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,

dan Lombok Tengah. Selain itu di gudang Subdivre Kabupaten Lombok Timur, Subdivre Sumbawa, dan Subdivre Bima. “Stok tersebut ternasuk juga untuk penyaluran beras Rastra (keluarga sejahtera),” imbuhnya. Bulog terus melakukan pemupukan stok dengan mendatangkan pasokan kebutuhan berdasarkan rekomendasi Perum Bulog pusat. Secara khusus dipaparkan untuk Rastra, sejak JanuariOktober 2017 Rastra yang sudah dilsalurkan mencapai 78.999 ton dari Pagu sebanyak 80.526 ton sampai dengan alokasi Desember 2017. Sedangkan target penyaluran rastra rampung maksimal pada 15 Desember 2017. masih menurut Anto, selain untuk rastra, stok beras yang tersedia juga untuk kebutuhan beras komersil yang dijual melalui sarana dagang milik Bulog Divre NTB dan Rumah Pangan Kita (RPK) selaku mitra yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Dengan harga jual beras komer-

sial untuk kualitas medium Rp 8.100 per kilogram (kg), medium plus Rp 8.600/Kg dan besar kualitas premium dijual Rp10.000/Kg. Beras komersil juga dipasarkan melalui Operasi Pasar (OP) dan pasar murah yang sudah digelar sejak beberapa waktu lalu hingga Desember 2017 ini. Untuk stok bawang putih dan gula pasir, masing-masing tersedia 550 Koli atau 10 ton dan 1.495 ton untuk gula pasir. Dua komoditas tersebut juga diperdagangkan melalui sarana dagang Bulog dan RPK serta operasi pasar murah. untuk penjualan, bawang putih dijual Rp 14.000/Kg, sedangkan gula pasir Rp 12.500/ Kg dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat konsumen dan relatif lebih murah dibandingkan yang di pasaran. “Stok minyak goreng juga relatif banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di NTB menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, yang diperkirakan

akan mengalami peningkatan dibanding hari biasa,” jelas Anto. Perum Bulog Divre NTB sudah mendatangkan dari luar daerah 18.000 liter minyak goreng kemasan merek “Kita”. Harganya dijual Rp 12.500/Kg itu juga didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar di kabupaten/kota di provinsi ini Disisi lain, baru – baru ini, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan Kota Mataram melakukan pemantauan pasar. Dalam rangka memastikan kesiapan menghadapi hari-hari besar keagamaan dan jelang akhir tahun. Ketersediaan stok di tingkat pasar memang tersedia, melihat dari dari stabilitas harga yang relatif masih stabil. Tetapi dilihat ada potensi kenaikan harga sembako jelang natal dan tahun baru. Sementara itu, Hj. Putu Selly Andayani meyakini bahwa ketersediaan stok bahan pokok sudah cukup aman hing-

ga 2018 mendatang. Dengan ketercukupan stok, ia juga meyakini harga kebutuhan dapat dikendalikan. Menghadapi tiga perayaan besar, Maulid Nabi Muhammad SAW, natal dan tahun baru kepada dinas tak mengkhawatirkannya. Terutama untuk beras, di Perum Bulog tersedia 50.000 ton lebih, cukup untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat hingga April 2018 mendatang. Hj. Selly juga menga-

Pasca Banjir, PLN Siagakan Tim di Lotim Mataram (Suara NTB) PT PLN (Persero) melakukan pemulihan pasokan listrik ke wilayah di Kabupaten Lombok Timur yang diterjang banjir bandang, Sabtu (18/11) sore. Peristiwa tersebut telah menimbulkan kerusakan pada beberapa infrastruktur kelistrikan. Satu hari pascabanjir bandang, listrik di lokasi terdampak banjir dinyatakan telah pulih. Berdasarkan informasi yang diterima PLN Wilayah NTB, kerusakan infrastruktur kelistrikan paling parah terjadi di Desa Sepit, Kecamatan Keruak. Derasnya arus banjir menyebabkan enam gardu distribusi terendam dan tiga Jaringan Tegangan Rendah (JTR) hanyut. Selain itu, sebanyak 24 tiang JTR dan tujuh tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM)

yang mengalami kerusakan. Hal ini menyebabkan 425 pelanggan tidak bisa menikmati aliran listrik. Pasca kejadian PLN langsung menerjunkan lebih dari 50 petugas dari berbagai Rayon yang ada di Pulau Lombok, ditambah Tim Pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) ke lokasi banjir. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pengecekan dan perbaikan jaringan. “Alhamdulillah, listrik mulai normal, tiang yang hanyut telah diganti, begitu juga dengan kabel JTR. Hanya ada beberapa Sambungan Rumah (SR) yang belum terpasang, ini karena rumahnya rusak parah atau hanyut, tentu belum bisa kita pasang kembali.” terang Manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah.

(Suara NTB/ist)

RECOVERY - PLN melakukan kegiatan recovery jaringan listrik pasca banjir Lotim

Tiga tiang JTR yang hanyut telah didirikan kembali. Selain itu, sebanyak 24 tiang JTR dan tujuh tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang mengalami kerusakan telah diperbaiki. PLN juga telah mengganti kabel JTR sepanjang 250 meter dan menambah pengaman untuk enam tiang JTM. Chaidar menambahkan, demi keamanan, PLN akan menyiagakan Jumat, 17/11/2017

beberapa petugas di lokasi rawan banjir, sehingga ketika banjir terjadi listrik dapat langsung dipadamkan. Selain itu, PLN juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada PLN jika banjir mulai terjadi. “Kami juga mohon bantuan untuk melaporkan kepada PLN, jika sewaktu-waktu banjir mulai terjadi,” imbuhnya.(bul)

takan kampanye tentang konsumen cerdas juga telah menjadi mindset masyarakat. Dilihat dari pemenuhan kebutuhan berbelanjanya hanya se-

suai yang dibutuhkan. Tidak ada panic buying (masyarakat menimbun barang belanja sekaligus). Sehingga harga relatif aman terkendali. (bul)


SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 4

Desa Persiapan Keluhkan Nihilnya Dana Operasional Tanjung (Suara NTB) Belasan perwakilan Desa Persiapan mengeluh lantaran tidak memperoleh alokasi dana operasional dari desa induk. Mereka pun mengadukan persoalan ini kepada Pemkab Lombok Utara. Dalam aksi hearing di Aula Sekretariat Daerah Lombok Utara, Selasa (21/11), terungkap Desa Induk selama ini belum mematuhi Permendagri Nomor 1 tahun 2017 tentang Penataan Desa. Di mana dana operasional untuk desa persiapan harusnya dialokasikan sebesar 30

persen dari APBDes induk. “Sebagian besar Desa Persiapan ini belum dapat alokasi anggaran dari desa induk. Dalam penyusunan APBDes 2017 lalu, anggaran ini tidak diakomodir desa induk,” ungkap Staf Desa Persiapan Samaguna, Fahrudin di hadapan

para pejabat daerah. Dikatakannya, sebanyak 10 desa persiapan di Lombok Utara sendiri telah memperoleh Kode Register dari Pemprov NTB pada bulan Februari 2017 lalu. Anehnya, APBD yang dikelola oleh Desa Induk belum mencantumkan anggaran operasion-

al untuk desa pemekaran yang dinaunginya. Termasuk dalam APBDes Perubahan 2017 ini, Fahrudin menyebut desa persiapan tidak dimasukkan dalam penyusunan anggaran. Ia mengklaim, sebagian besar staf Desa Persiapan telah mengkomunikasikan persoalan dana operasional itu ke pemerintahan di Desa Induk. Hanya saja, Desa Induk masih berdalih bahwa tidak adanya anggaran itu dikarenakan belum adanya Perbup yang mengatur

pengelolaan dana dimaksud. “Kalaupun belum ada Perbup, Desa Induk masih bisa mengacu pada Permen yang sudah dikeluarkan pusat. (Umpama) tidak bisa maksimal 30 persen, kan bisa 10 atau 20 persen,” cetusnya. Dampak dari nihilnya anggaran operasional itu, menurut Fahrudin, dirasakan langsung oleh masyarakat yang dilayani di desa hasil pemekaran. Diklaimnya, pelayanan di desa persiapan men-

jadi tidak maksimal. Tidak hanya itu, hasil evaluasi Pemprov NTB kepada desa persiapan di Lombok Utara dinilai belum maksimal. Pihaknya pun berharap, ke depan Pemkab Lombok Utara bisa menjembatani agar desa induk mulai mengalokasikan anggaran kepada desa yang baru mekar. Terpisah, Sekda Lombok Utara, Drs. H. Suardi, MH., mengakui perbup tentang alokasi dana untuk Desa Per-

siapan belum ada Perbup-nya. Regulasi pusat (Permen No. 1/ 2017) sedianya ditindaklanjuti sebagai acuan bagi desa induk untuk mendistribusikan anggaran. Ia berharap, pada penyusunan APBDes 2018 atau paling lambat APBDes Perubahan 2018, desa persiapan sudah memiliki alokasi anggaran sebesar 30 persen tersebut. “Aturannya nanti kita masukkan dulu ke dalam Perbup., insyallah untuk 2018 sudah ada Perbup,” tanggapnya. (ari) (Suara NTB/ari)

Aktif dan Berprestasi BANJIR bandang yang melanda tiga kecamatan di Lotim, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru tidak hanya merusak ratusan rumah. Melainkan, bencana banjir yang terjadi pada, Sabtu (18/11) juga memakan dua korban jiwa, yakni Waesyla Cantika Bilian, (9) alamat Desa Sepit Kecamatan Keruak dan Rozi Gazali (15), Dusun Mungki Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru. Waesyla Cantika Bilian, hingga saat ini masih tercatat sebagai siswa aktif di SDN 6 (Suara NTB/yon) Sepit Kecamatan Keruak. Ia Lalu Muhammad Yunus menjadi salah satu korban meninggal setelah banjir bandang merobohkan rumahnya. Saat itu korban berada di dalam rumah dengan kondisi pintu terkunci dan korban berada di lantai II. Murid kelas 4 SD 6 Sepit ini dimata teman-teman dan gurunya merupakan sosok siswa yang sederhana, pandai dan ceria. Ia juga tergolong sebagai siswa yang cerdas dan beprestasi, itu terbukti kerap meraih juara satu ketika dilakukan ujian semester. “Waesyla itu sosok siswa yang cerdas dan berprestasi,”ujar Kepala SDN 6 Sepit Kecamatan Keruak, Lalu Muhammad Yunus, S.Pd, pada Suara NTB, Selasa (21/11). Secara fisik, lanjut Muhammad Yunus, Waesyla tergolong siswa yang bertubuh sehat. Di kalangan teman-temannya juga merupakan pandai bergaul. Meninggalnya Waesyla akibat banjir membuat teman-temannya terpukul. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda terkait kepergian Waesyla, hanya saja pada ada hari Sabtu pagi sebelum banjir melanda, korban membagikan semua teman-teman akrabnya jeruk dan pensil yang ia bawa dari rumah. Jeruk dibagikannya kepada teman-temannya baik di kelas satu, dua maupun tiga. ‘’Teman-temannya saat ini merasa kesepian karena Waesyla termasuk siswa yang begitu dekat sama teman-temannya, termasuk dengan semua guru. “Dia dekat sama kita sebagai gurunya,” ujar Irman, S.Pd., guru olahraga. Terkait dengan bencana banjir ini, Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi turun langsung melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir khususnya di Kecamatan Keruak dan Jerowaru. Selain mengunjungi infrastruktur yang rusak, posko utama penanggulangan bencana banjir bandan. Orang nomor satu di NTB ini juga mengunjungi posko pengungsian yang terletak di SDN 6 Sepit, di lokasi ini TGB-sapaan akrab gubernur disambut meriah oleh para murid. Pada kesempatan itu, gubernur memberikan motivasi dan arahan terhadap para siswa untuk tetap menjaga kesehatannya, serta mengingatkan kepada para siswa untuk rajin belajar dan menuntut ilmu agar apa yang dicita-citakan dapat diraih. (yon)

GALI MATERI - Penggalian sedimentasi material Bendungan Sankukun di bawah air Terjun Tiu Pupus sedang dikerjakan. Pemkab Lombok Utara optimis penyelesaian proyek tepat waktu.

Tanjung (Suara NTB) Di sisa waktu pelaksanaan APBD 2017 tinggal 1 bulanan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Lombok Utara optimis pekerjaan fisik yang ditanganinya tuntas terlaksana. Sebagian besar pengerjaan jalan yang dianggarkan pada APBD perubahan sedang dikerjakan, bahkan beberapa di antaranya sedang finalisasi. “Kita optimis di sisa waktu ini pekerjaan tuntas semuanya. Belanja modal yang ada di Dinas PU hampir 80

persen dari pagu dinas, tetapi pada prinsipnya anggaran yang kita laksanakan mengikuti tahapan dari perencanaan, pelaksanaan sampai pemeliharaan,” ungkap Kepala Dinas PUPR Lombok Utara, M. Zaldy Rahadian, ST. MT., Selasa (21/11). Diakuinya realisasi keuangan Dinas PUPR terkesan masih rendah yakni sebesar 43 persen. Pasalnya masih ada pekerjaan yang fisiknya sudah tuntas, namun anggarannya belum diklaim oleh pihak ketiga lantaran proses

administrasi yang belum dirampungkan. “Di Bidang Cipta Karya juga tidak ada persoalan. Dinas PU di APBD Perubahan ini mengelola hampir Rp 60 miliar, belum di Bina Marga. Sekarang ini semuanya sedang berproses,” sambungnya. Zaldy merinci beberapa ruas jalan hotmix yang sedang dikerjakan meliputi, jalan Terengan - Lendang Galuh, jalan Selelos (lingkar Genggelang - Bentek) dan ruas jalan Loloan, rata-rata hampir final. Ruas jalan itu ada yang ten-

gah menyelesaikan pelengkap dan pengaman jalan sudah selesai, serta volume pekerjaan yang mendekati akhir. “Dari sisi keuangan, kendalanya hanya di administrasi oleh kontraktor,” imbuhnya. Zaldy menambahkan, Dinas PUPR sudah diamanatkan untuk membangun setidaknya 40 km jalan setiap tahun. Volume ini setara dengan konversi 10 persen panjang jalan dari target RPJMD. Sebagaimana pemerintah saat ini, telah menetapkan tambahan panjang jalan se

Lombok Utara dari 209,7 km menjadi 400 km. Mengacu pada target 5 tahun pemerintahan sebelumnya, target 80 persen jalan mantap sudah terlampaui. Adanya kebijakan tambahan ruas yang ditetapkan, secara otomatis menurunkan persentase capaian saat ini menjadi 40 persen saja. “Target visi-misi pemerintah khusus di Dinas PU adalah untuk menyambungkan konektivitas antar wilayah. Kita optimis ini tercapai sampai akhir periode pemerintahan ini,” kata Zaldy. (ari)

Peduli Korban Banjir

Dispar Lotim Tak Mau Ketinggalan (Suara NTB/ist)

SERAHKAN BANTUAN - Fraksi PDIP DPRD Lotim bersama Tim Baguna menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Keruak dan Jerowaru, Selasa (21/11).

PDIP Lotim Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Selong (Suara NTB) Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru beberapa waktu lalu terus menyita perhatian sejumlah pihak, termasuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), partai moncong putih ini menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir di lokasi terparah yakni Kecamatan Keruak dan Jerowaru. Ketua Fraksi PDIP DPRD Lotim, Syafrudin, mengungkapkan saat ini fraksi PDIP melalui Baguna sudah mendistribusikan bantuan untuk kedua kalinya sejak terjadinya banjir bandang di wilayah selatan Kabupaten Lotim. Pennyaluran bantuan dilakukan di semua posko mulai dari posko yang terdapat di Desa Sepit, Penendem, hingga posko utama di Kantor Camat Keruak. Bantuan yang disalurkan paket sembako berupa beras, pembalut, obat-obatan serta pakaian yang dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat korban bencana banjir tersebut. Bahkan setelah melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat yang tidak memiliki fasilitas untuk memasak, PDIP melalui Baguna mulai Rabu (22/11) berencana mendirikan dapur umum yang dipusatkan di Desa Sepapan. Dengan demikian, sejumlah bahan sembako yang diterima oleh masyarakat dapat diolah langsung oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Adapun bantuan yang didroping terhadap korban banjir, katanya, berasal dari seluruh simpatisan PDIP se-NTB, yang dihimpun oleh Baguna dari para simpatisan partai. Diharapkan, dengan adanya bantuan ini dapat mengurangi beban masyarakat di Kecamatan Jerowaru dan Keruak yang kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang berharga miliknya. “Kita berharap dengan bantuan ini dapat mengurangi beban para korban,” harapnya, Selasa (21/11). Selain mendistribusikan bantuan, Syafrudin mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya berencana akan mendatangkan tim teater dari Himpunan Ahli Psikologi Indonesia untuk mengatasi trauma yang dialami oleh para korban terutama anak-anak. Hal itu menurutnya sangat penting dilakukan dalam rangka memulihkan suasana batin daripada anak-anak yang terdampak banjir. “Suasana bathin dari anak-anak korban banjir juga menjadi perhatian kita, sehingga kita akan mendatangkan tim teater untuk menghibur mereka,”terangnya. Sementara, Ketua Baguna NTB, Ahwan Purnama, mengatakan yang menjadi sasaran pendistribusian bantuan yakni tenda-tenda pengungsian warga. Kehadiran Baguna, lanjut dia, untuk membantu masyarakat korban bencana dan bukan untuk seremonial belaka. (yon)

Selong (Suara NTB) Bantuan terus berdatangan sebagai wujud kepedulian terjadap para korban banjir bandang Keruak, Jerowaru, Sakra Barat dan Sakra. Tidak mau ketinggalan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur (Lotim), Selasa (21/11) menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sembako langsung ke posko bencana. Kepala Dispar Lotim, Drs. Muh. Juhad kepada Suara NTB mengatakan, seluruh pegawai di lingkup Dispar Lotim diajak untuk turut peduli terhadap sesama. Musibah banjir ini menyisakan luka mendalam bagi para korban. Ratusan rumah hanyut dan tersisa hanya pondasinya saja. Harta benda berupa ternak milik warga turut terseret arus. Musibah ini menghadirkan simpati dari berbagai pihak. Termasuk dari jajaran Dispar Lotim. Seluruh karyawan Dis-

par diajak untuk berbagi. Meski tidak seberapa, namun setidaknya ia harapkan turut mengurangi beban yang dirasakan para warga korban banjir bandang. Semua korban, kata Juhad adalah keluarga, sehingga seluruh orang terpanggil untuk ikut ambil bagian meringankan derita para korban. Pantauan Suara NTB, bantuan terus mengalir dari berbagai kalangan ke posko-posko korban banjir. Para korban menyampaikan ucapan terima kasih mendalam atas kepedulian semua pihak atas musibah yang dirasakan. Atas kejadian musibah banjir bandang yang tibatiba terjadi ini membuat semua kalangan kaget. Pasalnya, wilayah yang diterjang banjir bandang merupakan daerah yang jauh dari perkiraan awal akan terjadi terjangan air besar yang menghanyutkan semua yang dilewatinya. (rus/*)

(Suara NTB/rus)

SERAHKAN BANTUAN - Kepala Dispar Lotim, Muh. Juhad menyerahkan bantuan di Posko Bencana, Selasa (21/11).

(Suara NTB/rus)

SAMBUT - Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan menyambut kedatangan tim surveyor KARS di Pendopo Bupati, Selasa (21/11).

RSUD Selong Siap Diakreditasi Selong (Suara NTB) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R Soedjono Selong siap meningkatkan akreditasinya. Hal ini diatandai dari kunjungan Tim Surveyor Akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Selasa (21/11). Menerima kedatangan tim akreditasi, Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan, mengatakan, Lotim di bawah pimpinannya memberikan atensi serius terhadap pembangunan kesehatan. Kesadaran terhadap arti penting kesehatan terus ditingkatkan. Pemkab Lotim terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. RSUD Selong sebagai tempat pelayanan kesehatan harus menjawab tantangan perkembangan zaman. Jajaran direksi diharapkan terus mencari inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan terus meningkatkan pelayanan menjadi jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Insya Allah orangorang RS tahu akan kesulitankesulitan orang lain,” ucapnya. Bupati berharap kepada dokter dan perawat untuk terus meningkatkan kualitas RSUD Dr. R. Soedjono Selong. Selaku kepala daerah, Ali BD sangat menyambut niat baik peningkatan akreditasi. Kita sangat

senang kepada Tim KARS yang akan memberikan penilaian kepada RSUD Dr. R. Soedjono Selong,” demikian ucapnya. Ketua Tim Surveyor drg. Lalu Suparna mengapresiasi Pemkab Lotim di bawah pimpinan Bupati Lotim yang memberikan perhatian besar terhadap pembangunan kesehatan. Tim penilai ini melakukan penilaian dengan melihat kondisi rumah sakit dan wawancara kepada pimpinan tentang standar-standar pelayanan yang bersinergi antara pemilik dan pelaksana RSUD. Pelaksanaan survei ini tidak hanya melihat dari aspek dokumen saja. Tim, katanya juga melihat bagaimana implementasi atau pelaksanaan di lapangan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pelaksana RSUD. Direktur RSUD Dr. R. Soedjono Selong, dr. H. Karsito, S.PPD menyampaikan dihadirkannya tim Surveyor itu sebagai puncak dari seluruh proses kegiatan pelayanan RS. Komitmen seluruh manajemen terhadap Akreditasi dapat dijumpai pada usaha keras semua dalam implementasi standar - standar KARS pada sendi-sendi pelayanan. Penyusunan pokja - pokja juga diselaraskan dengan struktur - struktur organik RS

sampai instalasi dan unit agar bisa menjamin terlaksananya program -program yang standar dan telah ditetapkan. Dukungan besar, katanya, dari Bupati Lotim sebagai kepala daerah. Pemerintah daerah memberikan keleluasaan sepenuhnya kepada RS dalam menyusun dan mengatur anggaran melalui penetapan RS sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD penuh. Dengan demikian manajemen rumah sakit dapat leluasa mengatur rencana dan penggunaan anggaran untuk persiapan dan pelaksanaan akreditasi. Diinformasikan juga bahwa sejak 4 tahun terakhir sampai dengan saat ini RSUD Dr. R. Soedjono Selong tidak pernah mengalami defisit anggaran. Rumah sakit terbesar di Loim ini terus mengalami surplus pendapatan. Klaim BPJS juga berjalan lancar dan mulai bulan Oktober 2017 sudah tidak ada lagi klaim yang tertunda. Secara reguler klaim BPJS bisa cair H + 1. “Ini tentu terlaksana dengan lancar berkat kerjasama yang sangat baik antara RSUD dengan BPJS Cabang Selong, terutama terkait administrasi dan metode klaim yang ditetapkan oleh peraturan dan beberapa hal yang disepakati bersama,” ujarnya. (rus)


SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Lombok Tengah dengan Harian Suara NTB

Komisi II DPRD Loteng Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Praya (Suara NTB) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Selasa (21/11), turun ke lokasi banjir di Desa Beleke dan Beleke Lauq Kecamatan Praya Timur. Selain untuk mengecek kondisi warga pascamusibah banjir, sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban banjir bersamasama dengan Pemuda Pancasila Loteng. “Apa yang kita berikan kali ini mungkin tidaklah seberapa. Tapi paling tidak kita sudah berupaya membantu

meringankan beban warga korban banjir,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, kepada wartawan. Atas nama lembaga, Qomar pun menyampaikan keprihatinannya terhadap musibah yang melanda para korban banjir. Pihaknya pun berjanji akan berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada para korban banjir. Ia menjelaskan, selain makanan pihaknya juga berencana akan menurunkan tim kesehatan yang nantinya berkerjasama dengan Pemuda Pan-

casila Loteng untuk memberikan bantuan pemeriksaan serta pengobatan gratis kepada warga yang terkena dampak banjir. “Setelah ini, kita akan turunkan tim kesehatan dan nantinya kita akan gandeng Pemuda Pancasila Loteng,” ujarnya. Pihaknya berharap penanganan kepada para korban banjir tidak hanya sesaat. Hanya sampai memberikan bantuan makanan dan kesehatan, setelah itu tidak ada lagi. Justru pihaknya berharap penanganan kepada para korban bisa berkelanjutan.

Dalam arti, penanganan yang diharapkan secara menyeluruh sampai menyentuh pada persoalan penyebab banjir, sehingga banjir serupa tidak terulang kembali. Misalnya, kalau penyebab banjir karena kondisi saluran drainase yang buruk, maka itu perlu intervensi anggaran. Termasuk kondisi sungai, jika memang harus dilakukan normalisasi, maka harus dilakukan. “Nanti kita di DPRD akan berupaya membantu menyelesaikan penyebab banjir yang terjadi dengan menyiapkan intervensi anggaran,” tambah-

nya. Itu penting, untuk menjamin persoalan banjir bisa tuntas secara menyeluruh. Tidak hanya berupa penanganan sesaat saja. Pasalnya, kalau penyebab banjir tidak diselesaikan, maka warga secara terus menerus akan dibayangi kekhawatiran soal banjir susulan yang bisa saja terjadi kapan saja. “Penyelesaian yang kita inginkan ialah penyelesaian menyeluruh. Supaya kejadian serupa tidak terulang lagi di masa-masa yang akan datang,” pungkas politisi Partai Demokrat Loteng ini. (kir/*)

(Suara NTB/kir)

SERAHKAN - Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga yang terkena dampak banjir di Desa Beleke Praya Timur, Selasa (21/11).

Pemda Dijanjikan Rp 5,1 Miliar

Prospek yang Menjanjikan EXECUTIVE Assistant Manager Novotel Lombok Hotel dan Villas, IG Ngurah Mertha Senada, menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memiliki prospek perkembangan yang sangat menjanjikan di masa yang akan datang. Selain sudah punya potensi yang luar biasa, kawasan ini juga memiliki daya tarik tersendiri yang mungkin tidak dimiliki kawasan pariwisata lainya. Bahkan dengan Bali sekalipun. Dihubungi Suara NTB, di sela(Suara NTB/kir) sela perayaan HUT Accor Group IG Ngurah Mertha ke 50 di Kuta, Senin (20/11) Senada malam, Ngurah mengaku dengan potensi yang luar biasa tersebut KEK Mandalika sangat berpotensi sebagai kawasan wisata dunia. Tinggal sekarang bagaimana kemudian, pihak pengelola kawasan bisa mengelola kawasan Mandalika dengan baik. Ia pun mengaku, kemunculan beberapa hotel baru di kawasan Mandalika nantinya akan semakin mempercepat perkembangan KEK Mandalika. Menurutnya, dengan keberadaan hotel-hotel baru tersebut, maka promosi KEK Mandalika akan semakin luas, sehingga bisa mendorong peningkatan kunjungan wisatawan di kawasan tersebut. Novotel sebagai satu-satunya hotel bintang empat di KEK Mandalika saat ini, sangat menantikan kehadiran hotel-hotel baru. Pihak Novotel pun mengaku tidak merasa terganggu apalagi sampai merasa tersaingi dengan kehadiran hotel-hotel itu nantinya. “Justru kita sangat mendukung. Karena semakin banyak hotel, maka akan semakin banyak orang yang mempromosikan KEK Mandalika. Itu artinya, wisatawan yang mau datang dan berkunjung di kawasan ini jelas akan semakin banyak,” imbuhnya. Sisi positif lainnya, dengan kemunculan hotel-hotel berbintang itu nantinya, juga akan semakin mendorong sisi kompetisi dalam arti yang positif dari sesama pengelola hotel. Pengelola hotel tentunya akan berlomba-lomba berikan pelayanan terbaik bagi para tamunya. Kalau para tamu sudah terkesan dengan pelayanan yang diberikan oleh pengelola hotel, maka dengan sendirinya itu juga akan membawa kesan yang baik pula bagi kawasan itu sendiri. (kir)

Polisi Selidiki Kebakaran Lapak Pasar Keruak Selong (Suara NTB) Setelah dihantam banjir akhir pekan lalu, musibah kembali menghampiri masyarakat di Kecamatan Keruak Lombok Timur (Lotim). Senin (20/11), sekitar pukul 22.00 wita, sejumlah lapak pedagang kreatif lapangan tepatnya di Terminal Umum Keruak terbakar. Kebakaran bermula timbulnya api berasal dari lapak penjual kaset atas nama Jirin dan Samsudin yang keduanya beralamat di Dusun Cerangang Desa Dane Rase Kecamaran Keruak. Di mana kedua pedagang kaset ini pada saat terjadi kebakaran sudah tutup dan sudah pulang ke rumahnya. Berdasarkan keterangan dari Birin alamat Buhlawang Darat Desa Keruak, pedagang gorengan dari depan pertokoan Pasar Keruak yang saat itu masih berjualan dan melihat api di dalam lapak penjual kaset milik Jirin dan Samsudin. Keduanya kemudian langsung meminta tolong kepada warga sekitar untuk berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api terus membesar dan berjalan ke lapak milik Mahani penjual gorengan yang sudah tutup. Atas kejadian ini, jumlah lapak yang terbakar sebanyak sekitar 10 unit. Sementara kerugian materil masih belum dapat ditentukan, karena barang yang berada di dalam lapak tidak ada yang bisa diselamatkan. Dari informasi yang diterima Suara NTB, kebakaran lapak diduga dari arus pendek listrik di dalam lapak penjual kaset. Di mana sebelumnya sudah terjadi kejadian yang sama akan tetapi pada saat itu pemilik masih berada di tempat jualannya, sehingga api cepat dipadamkan. Kapolres Lombok Timur (Lotim), AKBP. Muh. Eka Fathurrahman, SIK mengungkapkan pada saat kejadian anggota Polsek Keruak sedang berada di Kantor Camat Keruak untuk membantu penyaluran bantuan banjir mendapat info dan langsung meminta bantuan dari Kementerian Sosial untuk membawa tangki air bersih untuk memadamkan api di lapak OKL dan bersama warga memadamkan api sebelum pemadam kebakaran tiba di TKP. “Tim masih bekerja melakukan penyelidikan tentang penyebab kebakaran, belum bisa kami simpulkan,” pungkas Kapolres. (yon)

(Suara NTB/ist)

TERBAKAR - Lapak di Terminal Pasar Keruak yang terbakar, Senin (20/11) malam. Aparat kepolisian sedang menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran.

Tunggakan Pajak Hotel Membengkak Giri Menang (Suara NTB) Pembayaran tunggakan piutang pajak Hotel S di Senggigi hingga sekarang belum juga lunas. Bahkan tunggakan pajak ini membengkak hingga Rp 8 miliar lebih. Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar sudah membuat surat perjanjian yang ditandangani oleh pihak hotel dengan kejaksaan. Dari berita acara surat penjanjian menerangkan bahwa pihak hotel diberikan waktu hingga 12 Desember 2017 untuk membayar sebagian tunggakan utangnya. “Ada perjanjiannya, kemarin (waktu itu) Pak Bupati menyerahkannya kejaksaan. Disurat perjanjian yang di tandatangani kejaksaan dan pihak hotel S, itu pembayarannya 12 Desember,” terang Kepala Bapenda Lobar, Hj. Lale Prayatni yang dikonfirmasi Selasa (21/11). Sejauh ini, ujarnya, tungga-

kan utang hotel masih mencapai Rp 8 miliar lebih. Tunggakan ini selain beban juga termasuk dengan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Pajak Air yang belum terbayarkan. Lale menjelaskan, untuk pembayaran pada 12 Desember pihak hotel akan membayar sebesar Rp 5,1 miliar. Sedangkan sisanya akan dibayarkan pada Februari 2018 mendatang.”12 Desember membayar Rp 5,1 miliar, sisanya akan dibayar pada tahun depan bulan Februari,” jelasnya.

Menurutnya nantinya jika pihak hotel tidak menjalankan isi perjanjian yang tertuang dalam berita acara tersebut, akan ada sanksi yang diterima. Di mana sanksi tersebut berupa tuntutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Begitu bunyinya di berita acara tersebut,” ujarnya. Diakuinya hotel yang berlokasi di kawasan Senggigi tersebut masih beroperasi. Namun beberapa aset yang disita oleh pihaknya tersebut dipastikan tidak boleh diper-

(Suara NTB/dok)

Hj. Lale Prayatni gunakan, seperti area parkir. “Kalau operasi memang. Kalau ada penutupan itu tidak boleh menyita untuk dia tidak operasi. Kecuali memang penutupan,” ucapnya.

Selain Hotel S, Hotel lain yang dilakukan penyitaan atas tunggakan pajaknya adalah Hotel BS. Terkait hal itu, diakui Lale untuk pembayaran pokok utangnya sudah selesai dibayar oleh pihak hotel. Sejauh ini tunggakan pokoknya yang sudah terbayar sekitar Rp 180 juta, sedangkan sisanya Rp 80 juta berupa denda. “Tinggal denda dan PBB yang belum terbayar,” sambungnya. Namun, lanjutnya karena batas waktu 14 hari yang diberikan oleh pihaknya kepada pihak hotel bersangkutan untuk melakukan pembayaran sudah berakhir. Pihaknya sudah bersurat kepada balai lelang terkiat aset yang disita dari Hotel BS. “Kita tinggal menunggu proses dari balai lelang,” ujarnya kembali. (her)

Bank NTB Konversi Jadi Bank NTB Syariah

Sekda Lotim: Nama Mengandung Doa

(Suara NTB/her)

DRAINASE - Drainase yang diduga jadi penyebab banjir atau genangan air di Gerung, Selasa (21/11).

Proyek Drainase Diduga Pemicu Banjir Giri Menang (Suara NTB) Banjir yang terjadi di pusat kota Gerung Lombok Barat (Lobar) beberapa waktu lalu menjadi perhatian Pemkab Lobar. Di samping diakibatkan oleh tumpukan sampah, banjir diduga disebabkan proyek drainase yang kurang beres. Pasalnya drainase ini tak dilengkapi bak pengontrol. Di samping itu kemungkinan pengerjaan drainase belum tuntas dikerjakan. Camat Gerung, Mulyadi menyampaikan kejadian banjir di wilayah Gerung Utara persisnya di lampu merah diakibatkan air meluber dari saluran drainase di depan Pengadaian dan Simpang 4. “Memang penyebabnya air meluber keluar dari saluran, sudah saya telepon pelaksananya tadi saya meminta tolong karena belum tuntas

proyek ini. Mungkin masih ada material dalam saluran, selain itu tidak ada bak kontrol,” jelas Mulyadi. Dijelaskan, drainase ini dibangun tahun lalu oleh BWS. Namun menurutnya kemungkinan belum tuntas, karena tidak ada dibangun bak pengontrol di saluran tersebut. Pihaknya sudah menyampaikan ke pihak terkait agar dibangunkan bak pengontrol, sehingga ketika tersumbat bisa dibuka. Namun drainase ini dibangun permanen menggunakan cor-coran, sehingga ketika tersumbat terpaksa saluran tersebut dirusak. Ia mendesak agar pihak pengembang segera memperbaiki drainase agar tidak terkesan Kota Gerung menjadi langganan banjir setiap kali hujan. Sebab berkali-kali terjadi genangan akibat dari drainase tertutup sampah.

Sementara itu, pihak BPBD Lobar bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang turun memperbaiki dan memberikan saluran. Masyarakat di sekitaran Kelurahan Gerung Utara merasa bersyukur dan memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Pemkab Lobar atas diperbaikinya drainase di persimpangan Gerung. “Alhamdulillah, akhirnya diperbaiki,” kata Zainuri warga setempat. Perbaikan itu memang sangat diharapkan warga, mengingat belakangan ini mulai turun hujan semakin deras. Sebab genangan air yang meluber kerap membuat banjir pertokoan setempat dan dikhawatirkan menimbulkan bahaya, serta menguras waktu dan tenaga untuk membersihkan bekas genangan air tersebut. (her)

Dukung Fauzan-Sumiatun

PPP Sudah Bergerak, SK Golkar Masih Menggantung Giri Menang (Suara NTB) Sejumlah partai politik (parpol) pengusung calon duet H. Fauzan Khalid-Hj. Sumiatun telah menggerakkan mesin partainya untuk mensosialisasikan calon duet ini. Parpol pengusung seperti PPP yang lebih dulu menurunkan SK untuk Fauzan-Sumiatun, bahkan telah bergerak lama. Sementara, SK Golkar untuk Fauzan-Sumiatun sejauh ini belum turun. SK ini seolah menggantung, lantaran rencana penyerahan Minggu lalu batal terlaksana. Ketua DPC PPP Lobar H. Ruslan menegaskan PPP Lobar telah lebih dulu menggerakkan mesin parpolnya untuk memenangkan duet FauzanSumiatun. “Mesin partai

kami (PPP, red) sudah bergerak semenjak penyerahan rekomendasi, kami lebih dulu menyerahkan SK ke Fauzan-Sumiatun,” jelasnya, Selasa (21/11). Pihaknya berinsiatif mengarahkan segenap pengurus ranting, pengurus kecamatan untuk bergerak. PPP, jelasnya, bersama parpol pengusung lainnya akan habis-habisan turun, apalagi pada saat kampanye. Ia mengaku optimis calon duet Fauzan-Sumiatun bakal memenangkan pilkada dan mampu mengalahkan kandidat yang lain. “Kami optimis Fauzan-Sumiatun akan menang,”tegasnya. Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Lobar, Hj. Sumiatun mengklaim Surat Keputusan (SK) dukungan dari Partai

Golkar untuk dirinya Fauzan Khalid sudah jadi. Ia memastikan SK itu akan diberikan secepatnya. Hanya saja untuk penyerahannya tertunda dari jadwal yang diagendakan, karena berbagai alasan. “Memang seharusnya tanggal 12 November lalu, tapi ditunda, tapi kami tidak tahu kendala dan apa penyebabnya. Kita menunggu saja,” ungkapnya, Selasa (21/11). Disinggung kemungkinan penundaan tersebut dampak kasus yang menjerat ketua Umum Golkar Setya Novanto, Politisi asal Sekotong ini dengan tegas membantahnya. Menurutnya, tidak ada kaitannya tertundanya penyerahan SK dukungan dengan status hukum yang menjerat ketua umumnya tersebut. (her)

Selong (Suara NTB) Selasa (21/11), jajaran Bank NTB menggelar sosialisasi atas perubahan nama Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Acara yang digelar di gedung PMI Lotim ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim yang datang mewakili Bupati, Direktur Unit Usaha Syariah Bank NTB, H. Saharudin, Pimpinan Cabang Bank NTB Selong, H. M. Zaini, TGH. Muhibuddin Abbas dengan para peserta dari unsur pegawai di lingkup Pemkab Lotim. Sekda Lotim, Rohman Farly mengatakan, perubahan nama ini tentunya kita mengingat sebagaimana ajaran Islam terhadap usaha maupun nama umat Muslim. Nama, katanya mengandung doa. Perubahan nama menjadi Bank NTB syariah diharapkan ke depan menjadi bank yang lebih baik. “Ketika perubahan nama Bank NTB ini menjadi Bank NTB Syariah, jangan disalahartikan walaupun di tengahtengah masyarakat masih banyak menimbulkan perdebatan, karena perbedaan persepsi,” kata Sekda. Terlepas dari perubahan nama, Bank NTB ini kata Sekda adalah milik masyarakat NTB. Milik msyarakat Lombok Timur. Bank NTB dibesarkan di bumi NTB. Menjadi sebuah harus dan berkewajiban untuk mendukungnya agar lebih maju. Kemudahan-kemudahan dari Bank NTB syariah antara lain adanya bagi hasil. “Mari kita mendorong dan mendukung bank ini menjadi lebih baik dan profesional,” ucapnya. Sekda berharap jangan pernah berhenti mengeluarkan pendapat untuk kemajuan dan kebaikan Bank NTB

yang menuju ke Bank NTB Syariah. Atas nama Pemkab Lotim, Sekda mengucapkan selamat atas perubahan nama Bank NTB. Permintaannya perubahan nama itu dapat betul-betul menyentuh kepada masyarakat luas. Bank NTB syariah bisa sejalan, seirama, dan berjalan satu tingkat lebih tinggi. Direktur Unit Usaha Syariah Bank NTB, H. Saharudin memberikan gambaran tentang perubahan nama Bank NTB ke Bank NTB Syariah. Konversi dari konvensional menuju Bank Syariah itu semata diniatkan agar perbankan milik daerah ini bisa menjadi bank yang lebih baik dari sebelumya. Dijelaskan, perkembangan perbankan dengan label syariah cukup pesat di Indonesia. Hal ini digambarkan dari jumlah pertumbuhan aset milik bank syariah yang terus tumbuh dengan baik. Catatan tahun 2013-2016 menunjukkan kenaikan pertumbuhan yang sangat besar. Sistem yang ditawarkan bank syariah ini diyakinkan jauh lebih besar mendatangkan keuntungan. Dimana salah satu sistem pembagiannya, dimisalkan untung Rp 1 miliar, maka Rp 600 juta untuk nasabah dan Rp 400 juta untuk bank. Ada beberapa skema yang diterapkan bank syariah. Antara lan murabahah atau jual beli. Sistem jual belinya lebih nyata. Semisal jual beli mobil, maka keuntungannya itu yang dibagi. Ada juga sistem musyarakah atau bagi hasil. Seperti bagi hasil atas pekerjaan proyek. Ada mudarabah, perjanjian bagi hasil dan ijarah atau sistem sewa. (rus)

(Suara NTB/rus)

SOSIALISASI - Kegiatan sosalisasi konversi Bank NTB ke Bank NTB Syariah di Selong, Selasa (21/11).


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

Fahri Hamzah : DPR Terus Tuntut Pemekaran ke Pemerintah

Kyai Zul Akui Jajaki Rohmi dan Dukungan PAN Taliwang (Suara NTB) Dr. KH. Zulkifli Muhadli, SH, MM, (Kyai Zul) terus bermanufer mencari dukungan partai untuk dijadikan kendaraan politiknya di Pikada NTB 2018 mendatang. Mantan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini pun mengakui saat ini dirinya tengah menjajaki Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah sebagai calon wakilnya yang diusung Partai Demokrat dan mengejar Partai Amanat Nasional (PAN) untuk memenuhi syarat dukungannya. “Iya komunikasi utama kita sekarang berpasangan dengan demokrat ditambah juga PAN untuk menambah dukungan,” ungkap Kyai Zul kepada sejumlah wartawan saat menghadiri puncak acara Harlah KSB ke-14, Senin (20/11). Ia mengatakan, saat ini dirinya menjadikan opsi utama berpasangan dengan Sitti Rohmi yang didukung partai Demokrat maju di Pilkada NTB 2018. Akan tetapi dirinya masih membutuhkan tambahan syarat kursi dukungan partai politik dan karenanya membidik PAN untuk diajak berkoalisi. “Karena saya cuma bawa 3 kursi (Partai Bulan Bintang) jadi tugas saya mencari tambahan partai. Dengan hadirnya PAN nanti syarat dukungan bagi saya akan cukup. Demokrat 8, PBB 3 dan PAN 5 jadinya 16 kursi,” timpalnya. Dalam mengejar dukungan PAN sendiri, Kyai Zul mengungkapkan, dirinya telah melakukan komunikasi langsung dengan ketua umum partai berlambang matahari biru itu, Zulkifli Hasan. Bahkan ia telah menggelar pertemuan sebanyak 3 kali dan dari hasil komunikasinya, menurutnya PAN memberikan lampu hijau untuk mendukung dirinya. “Dalam 3 kali pertemuan, beliau (Zulkifli Hasan) respon positif dan sangat welcome. Jadi chemistry-nya seperti sudah ketemu antara saya dan beliau,” urainya. Kyai Zul tidak sendirian dalam rencana menggandeng Sitti Rohmi sebagai calon wakil di Pilkada NTB. Selain dirinya, ada Dr. H. Zulkieflimansyah (Dr. Zul) yang dalam sejumlah kesempatan sudah menegaskan akan tampil menggandeng Rohmi, plus dukungan Demokrat di Pilkada NTB. Ditanya terkait hal itu, Kyai Zul mengatakan, ia juga telah menjalin komunikasi dengan pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tersebut. Komunikasi yang dibangun mempertanyakan kesiapan Dr. Zul, apakah akan maju atau tidak dalam bursa Pilkada NTB itu. “Saya tanya ke Dr. Zul jadi maju apa tidak? Ia jawab jadi maju kalau dukungan partainya (PKS) bisa linier antara provinsi, pilkada Lombok Barat dan Lombok Timur. Tapi kan apa mungkin linier sementara dukungan PKS di dua kabupaten itu sudah di SK-kan. Katanya lagi itu masih berproses, jadi saya minta waktu ke beliau untuk memutuskan karena saya bilang kalau tidak ada keputusan secepatnya saya juga terhalang. Dan beliau bilang tunggu sampai 22 November keputusannya,” papar mantan Bupati KSB dua periode ini. Jika nantinya kesepakatan koalisi terbangun antara dirinya, Partai Demokrat dan PAN, Kyai Zul yakin ia dan Sitti Rohmi akan menjadi satu-satunya pasangan kolaborasi Sumbawa-Lombok di Pilkada NTB 2018. Ia pun memperkirakan, kontestasi merebut kursi kepemimpinan NTB di Pilkada nanti maksimal akan diikuti 5 pasangan calon. “Insyaallah kita saja yang paketnya Sumbawa-Lombok, kalau yang sudah ada kan semuanya LombokSumbawa,” pungkasnya. (bug)

Puluhan Kasus DBD Ditemukan di Sumbawa Barat Tahun 2017

(Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat dalam tahun 2017 sedikitnya ada sekitar 49 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditangani pihaknya. Jumlah kasus ini, tersebar di semua Kecamatan dan Kecamatan Taliwang menjadi penyumbang terbanyak kasus ini. Plt Kepala Dikes KSB H. Tuwuh S. Ap kepada Suara NTB, Selasa (21/11) kemarin mengatakan, apabila melihat trend kasus ini dari tahun ke tahun, sebenarnya untuk tahun 2017 angka kasus DBD ini mengalami penurunan. Sebut saja dari total kasus di tahun 2016 sekitar 67 kasus saat ini sudah berhasil ditekan hingga angka 49 kasus selama bulan November ini. Hal ini tentunya patut diapresiasi, dengan tingginya kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi saat ini sudah ada salah satu program daerah pemberdayaan gotong royong (PDPGR) yang dihajatkan untuk terus bekerja sama dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi di daerah. “Alhamdulillah kita bisa turunkan angka kasus DBD ini, tentu kita juga akan terus berupaya untuk bisa terus menurunkan angka ini,” ungkapnya. Dikatakannya, daerah yang menjadi lokasi penyumbang terbanyak kasus ini berada di kecamatan Taliwang dengan jumlah 26 kasus. Disusul kecamatan Maluk 9 kasus, kecamatan Brang Rea dengan lima kasus, kecamatan Seteluk sebanyak empat kasus, kecamatan Poto Tano tiga kasus, dan kecamatan Sekongkang sebanyak dua kasus. Sementara kecamatan Jereweh dan Brang Ene hingga saat ini belum ada ditemukan kasus DBD. Semua kasus ini sudah ditangani, sehingga tingkat fatalitas (korban meninggal dunia) bisa semakin ditekan. “Kita akui memang kecamatan Taliwang menjadi penyumbang terbanyak kasus ini. Hal ini terjadi karena luas wilayah dan pola hidup masyarakat yang kita anggap masih tidak peduli dengan lingkungan,” ujarnya. Ia mengingatkan kepada semua masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi saat ini sudah mulai masuk musim penghujan sehingga dikhawatirkan jentik-jentik nyamuk ini akan terus berkembang. Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pemantauan jentik dan pemberantasan di masyarakat. Tentu upaya pembersihan jentik ini juga dilakukan dengan melibatkan para agent PDPGR yang ada di masingmasing peliuk yang berada di desa. “Kita sudah siapkan tenaga pemantau jentik nyamuk di masingmasing wilayah Puskesmas untuk terus turun ke masyarakat. Sehingga angka DBD ini bisa semakin ditekan di Sumbawa Barat,” tandasnya. (ils) H. Tuwuh

Taliwang (Suara NTB) Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah menyatakan selama ini lembaga yang dipimpinnya terus menuntut agar kembali membuka keran pemekaran daerah yang dalam beberapa tahun terakhir ditutup oleh pemerintah melalui kebijakan moratoriumnya. “Kita terus menuntut pusat agar mau melakukan pemekaran, karena pemekaran daerah itu kami kira adalah hal yang baik,” cetus Fahri dalam sambutannya saat hadir dalam perayaan puncak Harlah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ke-14, Senin (20/11). Menurut dia, inisiasi pemekaran daerah itu tujuannya sangat baik. Sebab dengan me-

mekarkan daerah masyarakat pada dasarnya tidak meminta uang kepada pemerintah pusat, tetapi masyarakat menginginkan kewenangan untuk mengurus dirinya sendiri. “Dan dari semua yang telah dicapai KSB hari ini, itu karena adanya pemekaran daerah,” tegasnya. Komitmen DPR RI lanjut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini terhadap up-

aya pemekaran daerah tidak saja terus mendorong pemerintah pusat. DPR RI selama ini selalu menyiapkan diri membahas seluruh agenda Daerah Otonomi Baru (DOB) termasuk pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di masa akan datang. “Insyaallah di Komisi II dan pimpinan DPR RI sudah menginginkan itu (adanya pemeka-

ran daerah),” klaimnya. Ia mengakui, untuk menggedor pemerintah pusat agar membuka kembali keran pemekaran daerah diperlukan langkah bersama. Terutama dari bawah dalam hal ini masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk tumbuh sebagai daerah otonomi baru. “Kalau ada dorongan kuat dari bawah, kami di legislatif pasti akan mendukungnya. Jadi harus bersama-sama, tidak saja untuk PKS tapi seluruh daerah di Indonesia yang masyarakatnya menginginkan adanya pemekaran,” tandasnya. Ia menambahkan, keberhasilan dari kegiatan pemeka-

ran daerah itu saat ini telah banyak terlihat. Dan salah satunya terlihat dengan apa yang telah dicapai KSB di usianya yang ke-14. Kabupaten temuda kedua di NTB ini, kata Fahri telah mampu memperlihatkan hasil dari kebijakan pemekaran daerah dalam rangka upaya pemerataan pembangunan dan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. “Saya bilang pemekaran itu adalah sesuatu yang sangat baik. Dan itu terbukti di KSB. Sekarang ini IPM KSB sudah menjadi yang teratas di antara 8 kabupaten di NTB sekarang ini,” imbuhnya. (bug)

Wabup Dukung Konversi Bank NTB Syariah di Sumbawa

(Suara NTB/ist)

TUMBANG - Camat bersama aparat kepolisian tengah membersihkan pohon tumbang yang sempat menutupi ruas jalan sekitar RSMA dan Markas Brimob menuju desa Moyo.

BPBD Sumbawa Waspadai Ancaman Banjir Sumbawa Besar (Suara NTB) Berdasarkan perkiraan BMKG, hujan lebat yang turun hingga beberapa hari mendatang rentan memicu bencana banjir dan tanah longsor. Termasuk, pohon tumbang. Masyarakat diminta waspada. “Sejauh ini, kita memang belum terima laporan (banjir ataupun tanah longsor). Namun tetap harus diwaspadai. Terutama di titik titik rentan banjir. Seperti di Brang Kolong Maronge, Lopo, Kota Sumbawa hingga Moyo Hilir,” terang Ke-

(Suara NTB/dok)

KH. Zulkifli Muhadli

Halaman 6

pala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Drs. Zainal Abidin, kepada Suara NTB, Selasa (21/11). Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Tidak membuang sampah sembarangan yang bisa membuat aliran air tersumbat. Termasuk, mewaspadai pohon-pohon tumbang. Seperti laporan Camat Moyo Hilir, Amiruddin, ada pohon tumbang yang sempat menutup ruas jalan Sumbawa – Moyo Hilir. Beruntung tidak ada yang

tertimpa pohon tersebut. Gerakan cepat Dalmas Polres Sumbawa, Polsek Moyo Hilir dan anggota Brimob bergotong royong menyingkirkan pohon tumbang tersebut. Sehingga arus lalu lintas kembali lancar. “Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada. Terutama dengan ancaman banjir dan angin kencang pada awal musim hujan ini. Pengguna jalan berhati hati mengingat jalan licin dan tetap mematuhi rambu rambu lalu lintas,”himbau Camat. (arn)

Golkar Sumbawa Desak Pimpinan Dewan Proses PAW Sumbawa Besar (Suara NTB) DPD Partai Golkar Sumbawa mendesak pimpinan DPRD Sumbawa segera memproses surat permohonan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua anggota Fraksi Golkar di DPRD. Mengingat surat tersebut sudah cukup lama, namun sampai sekarang belum diproses. Sebagaimana disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbawa, Berlian Rayes, S.Ag, Selasa (21/11). Bersama pengurus yang lain, pihaknya mempertanyakan sikap pimpinan DPRD Sumbawa terhadap tindak lanjut proses PAW terhadap dua anggota fraksi Golkar masingmasing A Rahman Alamudy dan Agus Salim. Termasuk reposisi untuk jabatan pimpinan DPRD. “Surat usulan PAW sudah lama lama dilayangkan sejak Kepengurusan DPD II yang dulu. Sekarang dibawah kepengurusan Ketua Jack Morsa dan saya sebagai Sekretaris kembali mempertanyakan tindak lanjut surat ini,” ujarnya. Sebelumnya, pimpinan DPRD, kata Berlian, pernah menjawab surat usulan PAW DPD II Partai Golkar, yang menyatakan akan menunggu gugatan proses hukum yang diajukan A. Rahman Alamudy. Namun sekarang Keputusan Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi A Rahman Alamudy, sebagai pihak yang ingin di PAW. “Keputusan MA final dan mengikat. Makanya kami menagih janji pimpinan DPRD, yang katanya akan menindaklanjuti surat kami setelah adanya putusan inkrah,” kata kata Berlian. Jadi, menurut Berlian, tak ada alasan lagi bagi pimpinan DPRD untuk tidak menindaklanjuti usulan PAW ini. Dalam hearing sehari sebelumnya, pimpinan DPRD berjanji segera menjawab surat dari DPD Partai Golkar. “Sekarang kami menunggu surat jawaban dari pimpinan DPRD,” tukasnya. Ketika dikonfirmasi Suara NTB, Ketua DPRD Sumbawa, Budi Suryata menyatakan, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar dan Putusan MA, terhadap perkara gugatan yang diajukan, A. Rahman Alamudy dan Agus Salim, telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

pakan hasil keputusan pimpinan DPRD yang didasari atas ketentuan peraturan Perundang Undangan yang berlaku. Yang diawali dari komunikasi dan hasil konsultasi dengan banyak pihak yang berkompeten. Seperti dengan PN Sumbawa, Bupati Sumbawa, Biro Hukum Provinsi. Serta konsultasi ke Kemendagri. “Kami berharap semua pihak menghargai dan menhormati keputusan yang kami tetapkan,”pungkasnya. (arn)

(Suara NTB/arn)

Berlian Rayes Tetapi putusan kedua lembaga peradilan tersebut memberikan putusan N.O, atau putusan yang menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima. Karena gugatan yang diajukan para penggugat, mengandung cacat formil/prematur. Artinya putusan tersebut belum menyangkut persoalan sah tidaknya keanggotaan para penggugat dari Partai Golkar. Disamping itu, lanjut Budi, MA dalam pertimbangan hukumnya, berpendapat sesuai ketentuan pasal 32 ayat (1) jo Pasal 33 aayat (1) UU. No. 2 tahun 2011 tentang perubahan UU. No. 2 tahun 2008, tentang Parpol, sebelum diajukan ke Pengadilan Negeri, harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme internal Parpol. Dan bahwa terbukti perselisihan antara pemohon kasasi dan para termohon kasasi belum pernah diajukan penyelesaiannya melalui Mahkamah Partai Golkar. Dengan demikian, lanjut Budi, berdasarkan pertimbangan tersebut, pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa belum dapat menindaklanjuti permohonan PAW anggota DPRD Sumbawa dari Partai Golkar sesuai surat DPD partai Golkar Sumbawa, terntanggal 18 April 2016 hal PAW. “Ini jawaban yang kami tuangkan dalam surat resmi DPRD Kabupaten Sumbawa, tertanggal 21 November 2017 sebagai jawaban atas surat Partai Golkar,” tukas Budi. Masih menurut Budi, keputusan yang diambil ini, meru-

Sumbawa Besar (Suara NTB) Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Undang-Undang yang telah ditetapkan para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), PT Bank NTB Cabang Sumbawa mengubah kegiatan usahanya menjadi Bank Syariah. Demikian disampaikan dalam sosialisasi perubahan kegiatan usaha Bank NTB menjadi Bank Syariah, Selasa (21/11). Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan konversi Bank NTB syariah sangat sejalan dengan semangat Pemerintah Daerah yang ingin membawa Masyarakat Sumbawa menjadi masyarakat yang religius sesuai kultur budaya Sumbawa yang Islami. Keberadaan bank yang berprinsip syariah selain Bank Konvensional di Kabupaten Sumbawa ini menjadi alternatif pilihan dan juga memberikan peluang bagi masyarakat Sumbawa yang ingin menerapkan nilai-nilai keislamannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Bank Syariah dalam hal penentuan harga produknya-pun sangat berbeda dengan Bank Konvensional. Penentuan harga bagi Bank Syariah didasarkan pada kesepakatan antara Bank dengan nasabah penyimpan dana sesuai dengan jenis simpanan dan jangka waktunya, yang menentukan besar kecilnya porsi bagi hasil yang akan diterima penyimpan. Sehingga, tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih bertransaksi dengan menggunakan Bank Syariah. Sebelumnya, Komisaris PT. Bank NTB Prof. Dr. Mansyur Afifi, SE,M.Si menyampaikan pembukaan unit Bank NTB Syariah merupakan bentuk kepedulian dan wujud nyata Pemerintah Daerah selain pemberdayaan masyarakat juga memberikan pelayanan publik. Kemudian, dipilihnya syariah, tidak lepas dari permintaan masyarakat NTB

yang mayoritas muslim. Sehingga dengan Bank NTB syariah, pembiayaan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah pula. Sebelum ingin mengubah Bank NTB menuju Syariah, ungkapnya, pihaknya terlebih dahulu mengkaji sejumlah Bank Syariah. Baik menurut agama, maupun secara akademis dan empirik. Dimana dari 13 Bank Syariah di Indonesia, ada 10 hasil konvensi, 2 hasil perpisahan dengan induk Bank, dan satu Bank yang memang dihajatkan sebagai Bank Syariah. Kemudian, pihaknya mengkaji lebih dalam lagi dengan menelaah Bank Syariah tersebut satu per satu. Ternyata perkembangan aset Bank Syariah jauh lebih cepat dibandingkan dengan Bank Konvensial. Seperti, salah satu Bank Syariah yang memiliki modal awal 300 milliar, setelah 13 tahun berjalan asetnya menjadi 80 trilliun. Demikian pula dengan Bank Syariah lainnya, yang ratarata asetnya tumbuh sekitar 30 persen pertahun nya. Sementara apabila dibandingkan dengan Bank Konvensional hanya tumbuh sekitar 14 persen pertahun. “Itulah kenapa sebabnya kami mencoba ubah dari konvensial ke syariah, karena peluangnya lebih besar. Ini kajian kami dari akademik dan empirik. Kemudian kita lihat kembali di NTB perkembangan bank syariah rata-rata 36 persen. Kemudian kalau bank konvensial hanya 17,64 persen. Jadi jauh sekali perkembangannya,” terangnya. Selain itu, jika dilihat dari Finance Deposit Rasio (FDR) pada Bank Syariah sangatlah baik. Artinya rasio tabungan dan pembiayaan untuk Bank Syariah sebesar 180 persen. Terdiri dari 100 persen dana masyarakat yang disalurkan untuk pembiayaan dan 80 persen milik Bank. “Ini artinya permintaan Bank Syariah dari masyarakat sangat tinggi. Jadi saya anggap pasar untuk Bank Syariah terbuka masih lebar,” terangnya. (arn)

Ismudianto Resmi Jabat Wakapolres Sumbawa Barat Taliwang (Suara NTB) Jabatan Wakapolres Sumbawa Barat yang sebelumnya dijabat oleh Kompol I Nengah Martawan S. Sos, kini dijabat Kompol Ismudianto SH, MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Polres Lombok Barat. Sementara itu, mantan wakapolres KSB ini, diberikan promisi jabatan baru sebagai Kasubag Minopsnal Bagbinopsnal Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda NTB, pada upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di halaman Mapolres KSB, Selasa (21/11). Kapolres Sumbawa Barat AKBP Andy Hermawan SIK mengatakan, pangkat dan jabatan ini merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan. Mutasi ini juga dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya penyegaran suatu organisasi untuk bisa semakin jauh lebih baik lagi. Karena pada prinsipnya, orang-orang yang bekerja akan merasa jenuh apabila kondisi yang dihadapi tetap sama tanpa adanya perubahan. Selain penyegaran organisasi, proses mutasi ini juga digadang-gadang sebagai ajang promisi ke jabatan yang lebih tinggi lagi.

(Suara NTB/ils)

SERTIJAB - Proses Sertijab Wakapolres Sumbawa Barat di halaman Mapolres setempat, Selasa (21/11). “Saya ucapkan terima kasih kepada para perwira yang sudah membantu dalam menjalankan tugas selama ini. Saya juga mengucapkan selamat bertugas di wilayah yang baru mudah-mudahan kita kedepannya akan jauh lebih baik lagi,” ungkapnya. Ia mengharapkan, para perwira yang baru dilantik di Polres Sumbawa Barat untuk bisa langsung bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan anggota yang lain. Apalagi para perwira yang baru ini merupakan stok lama dan sudah mengenal wilayah KSB secara detail. Selain itu, pihaknya tetap

berharap kepada para perwira yang baru dilantik ini untuk bisa melanjutkan program-program yang belum bisa dilaksanakan oleh para perwira sebelumnya. Sehingga dalam pelayanan kepada masyarakat dan bekerja sama dengan seluruh instansi terkait tidak terjadi kendala “Saya berharap kepada pejabat yang baru untuk segera menyesuaikan diri. Sehingga program-program yang telah dicanangkan bisa berjalan dengan baik dan tidak terkendala,” tandasnya. (ils)


SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

Dugaan Penggelapan Dana Perusda, Jaksa Tunggu Pelimpahan Inspektorat Dompu (Suara NTB) – Kasus dugaan penggelepan dana operasional perusda Tahun 2015 yang merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah masih terus bergulir. Hanya saja belum menunjukan progres apa-apa, bahkan ada kesan persoalan ini berusaha ditutupi. Kejari Dompu yang sebelumnya berencana mengambil alih pun belum berbuat banyak, mereka justru hanya bisa menunggu pelimpahan kasus tersebut dari Inpektorat. “Kami kan hanya menunggu, (Suara NTB/dok) nanti kan kalau diserahkan Deddi Diliyanto untuk ditindaklanjuti akan kita tindaklanjuti, tinggal menunggu LHP dari sana (Inspektorat,red),” kata Kasi Pidsus Kejari Dompu, Deddi Diliyanto, SH kepada wartawan, Selasa (21/11). Peluang untuk mengambil alih dengan alasantelahmerugikan keuangan negara terlebih tidak berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah, Dedi Diliyanto menjelaskan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu sejauhmana Undang-undang administrasi pemerintahan itu dilaksanakan. Dan persoalan ini berbeda dengan kasus atau laporan yang diterima langsung Kejaksaan, minimal pihaknya berhak mepertanyakan sejauh mana perkembangannya. “Karena memang ini bukan dari sini, ya kami akan tetap menunggu seperti apa,” ujarnya. Koordinasi terkait data-data yang ada pun belum dilakukan, karena memang akunya kejaksaan tidak pernah mengetahui sama sekali kasusnya seperti apa. Terkecuali LHP itu diserahkan untuk ditelaah terkait indikasi perbuatan melawan hukum dan sebagainya. Kalaupun ada para pihak yang berinisiatif melaporkan persoalan ini ke pihaknya, dipastikan akan ditindaklanjuti sesuai proses dan mekanisme yang ada. “Saya juga belum tahu apakah pimpinan sudah berkoordinasi atau seperti apa, ya kami kalau nanti diserahkan tetap akan kitatindaklanjuti,” tegasnya. Dengan ditempuhnya jalur penyelesaian melalui tim TPTGR itu, Dedi Diliyanto berharap prosesnya dijalankan sebagaiman prosedur yang ada. Apakah dalam LHP Inspektorat ditemukan kesalahan administrasi yang mengakibatkan kerugian negara atau sebaliknya. “Kan itu yang harus kita lihat, seperti itu konteksnya,” pungkas dia. (jun)

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Ada ”Kampung Tramadol” di Dompu Dompu (Suara NTB) – Tidak hanya Lingkungan Karang Bagu Kelurahan Karang Taliwang, Mataram yang sudah melahirkan stigma buruk karena dicap sebagai kampung narkoba. Di Dompu pun tren serupa mulai terlihat. Pasalnya, terdapat satu lingkungan di Dompu yang kini dianggap sebagai kampung tramadol. Wilayah yang berada di jantung kota itu menjadi pusat utama peredaran pil berbahaya ini. “Ini menurut pengakuan kepala lingkungannya, kalau kita bicara pengakuan berarti intensitas kejadian cukup sering,” ungkap Kasi Pengaduan Perempuan dan Anak DP3A Dompu, Nasrullah, Skm, kepada wartawan di ruang kerjanya,

Selasa (21/11). Untuk warga lingkungan ini, aktivitas penyalahgunaan tramadol sudah tidak asing lagi. Pun bungkusan bekas pil tersebut sangat mudah ditemukan karena dibuang di sembarang tempat. Termasuk, penyalahgunaan obat

batuk jenis K. Informasi ini lanjut Nasrullah, akan menjadi data awal pihaknya untuk mengambil langkah pencegahan selanjutnya, terlebih hal ini sudah dikomunikasikan dengan pihak terkait di provinsi. “Kejadian ini ting-

gi dan itu sudah menjadi rahasia umum,” ujarnya. Survei sederhana saja, lanjut dia, hampir di setiap kerumunan remaja baik di kampung tramadol maupun wilayah lainnya tak jarang ditemukan penggunaan tramadol. Bahkan, tukang dan buruh bangunan pun mengonsumsi barang berbahaya ini. Menurut dia, peredaran tramadol di wilayah ini belum bisa ditekan signifikan. Begitupun dengan narkoba. Karena memang mereka memiliki

sindikat peredaran yang cukup solid. “Saya mau beli langsung tidak bisa, tapi kalau orang sudah biasa beli ada,” jelas dia. Disinggung soal penggunaanya apakah sebagian besar masyarakat lingkungan itu atau juga berasal dari luar, Nasrullah tak berani memastikanya mengingat komunikasinya dengan pihak kelurahan tidak sejauh itu. “Mungkin saja penjualannya di situ dan pelakunya juga di situ,” pungkasnya. (jun)

Komisi Pupuk Dompu Jamin Tak Ada Penghadangan Dompu (Suara NTB) Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Dompu mensinyalir aksi penghadangan pupuk di jalan oleh kelompok warga yang sering terjadi belakangan ini sebagai kondisi yang dikondisikan. Beberapa oknum warga yang dicurigai sebagai provokator kini dicari Babinsa dan Babinkamtibmas, sehingga tidak akan terulang. “Ini semacam kondisi yang dikondisikan sedemikian rupa, ketika pupuk itu keluar di gudang Bara dicegat di Buna (Desa Madaprama). Sekarang ini sudah selesai urusannya. Pencegatnya sudah lari terbirit – birit, karena Babinsa dan Babinkamtibmas sudah mengejarnya. Lebih – lebih sekarang dengan adanya pendampingan upsus Pajale ini, pengawasan itu sampai pada pendistribusian pupuk,” tegas Ketua KP3 Dompu, H Agus Bukhari, SH, M.Si kepada Suara NTB usai menghadiri rapat komisi pupuk Dompu di Bappeda dan Litbang Dompu, Selasa (21/11). Dengan pendekatan prefentif dan represif yang sudah dilakukan untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk, kata H. Agus Bukhari, saat ini sudah tidak ada lagi penghadangan pupuk di jalan. Karena pengawasan itu dilakukan mulai penyaluran dari distributor ke pengecer, dari pengecer ke titik bagi atau kelompok tani. KP3 juga mencermati kelangkaan pupuk akibat meluasnya tanaman jagung, padi dan kebutuhan pupuk untuk perikanan serta kebutuhan lain. Sehingga dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menjual pupuk palsu. Namun untuk memastikan pupuk tersebut palsu atau tidak, pihaknya telah meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu untuk melakukan uji laboratorium, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dompu untuk mengecek faktur (dokumen surat jual beli). Karena hasil uji laboratorium belum keluar, H Agus Bukhari menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai akan peredaran pupuk non subsidi yang beredar. Karena kemungkinan palsu itu bisa terjadi dilihat dari perbedaan harga yang relatif sama dengan pupuk subsidi. “Apa yang ndak bisa dipalsukan sekarang, hanya manusia yang ndak bisa dipalsukan, karena tidak mungkin membuat nyawa,” terangnya. Pada rapat KP3, H. Agus Bukhari memastikan, kuota pupuk untuk Kabupaten Dompu kedepan akan bertambah. Karena kuota pupuk Dompu sebanyak 10 ribu lebih di awal tahun 2017 hanya untuk kebutuhan tanaman pangan seperti padi dan jagung. Sementara kebutuhan pupuk untuk tambak perikanan dan peternakan selama ini tidak pernah diajukan kuota pupuknya, tapi mereka justru tetap memanfaatkan kuota pupuk subsidi jatah tanaman pangan. Luas tambak perikanan yang juga membutuhkan pupuk di Dompu sekitar 1 ribu ha. Kabag Ekonomi Setda Dompu, Soekarno, ST, MT selaku sekretaris KP3 Dompu mengungkapkan, hasil rapat KP3 di kantor Bappeda dan Litbang Dompu telah mencermati kondisi pupuk dan pestisida di musim tanam 2017 – 2018. Apalagi realisasi pupuk hingga awal November 2017 telah mencapai 90 persen dari kuota pupuk subsidi dan tambahannya. Sementara di November dan Desember 2017 ini menjadi puncak kebutuhan pupuk sebagai imbas dari majunya masa pertanaman petani. Mengantisipasi hal itu, Soekarno menegaskan, pihaknya akan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk segera menetapkan kuota pupuk tahun 2018. Dengan demikian, kebutuhan pupuk untuk 2018 bisa dimajukan di akhir tahun 2017, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani. “Solusi lain dengan memanfaatkan pupuk non subsidi. Tapi untuk pupuk non subsidi ini, kuncinya ada di PPL yang memberikan pencerahan kepada petani soal manfaat dan mengenali pupuknya. Karena ada kekhawatiran petani soal harga pupuk non subsidi dan dicurigai palsu,” ungkap Soekarno. (ula)

(Suara NTB/ula)

RAPAT - Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, selaku Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Dompu memimpin rapat bersama produsen, distributor dan pengecer pupuk, Selasa (21/11).

(Suara NTB/uki)

PAW - Proses pelantikan PAW Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, di ruang sidang utama DPRD setempat, Selasa (21/11).

Ketua Golkar Kota Bima Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Bima (Suara NTB) – Ketua umum (Ketua) DPD II Partai Golkar Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S.Adm dilantik dan diambil sumpah sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Wakil Ketua DPRD Kota Bima menggantikan M. Safe’i ST. Pelantikan Alfian yang sebelumnya menjabat Ketua Fraksi Golkar itu, dilaksanakan dalam Rapat paripurna istimewa yang dipimpin Ketua DPRD, Ferryy Sofyan, SH, di ruang

sidang utama kantor DPRD Kota Bima, Selasa (21/11). Rapat istimewa tersebut dihadiri oleh Walikota yang diwakili, Plt Sekda Kota Bima, Dr. Ir. H. Syamsuddin M.S. Perwakilan FKPD dan sejumlah Kepala OPD ruang lingkup Pemkot Bima. Ketua DPRD Kota Bima, Ferry Sofyan, SH mengatakan, perubahan unsur pimpinan DPRD sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam sebuah partai yang diatur dalam

amanat UU tentang Parpol. Karena sebelum resmi dilantik dan diambil sumpah jabaran, lanjutnya, partai Golkar Kota Bima telah mengajukan surat perubahan pimpinan DPRD. Kemudian hal tersebut ditindaklanjuti Sekwan hingga dikeluarkan SK pergantian dari Guburnur NTB. “Lantaran sudah disetujui, Banmus DPRD menentukan dan menetapkan waktu pergantian hari ini,” ujar Ferry. Pada kesempatan itu, Fer-

Minim Pengawasan Keluarga Picu Tingginya Kekerasan Anak Dompu (Suara NTB) – Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Rahman, Skm., melalui Kasi Pengaduan Perempuan dan Anak DP3A Dompu, Nasrullah, Skm., mengungkapkan, salah satu pemicu tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah ini disebabkan minimnya porsi pengontrolan orang tua. Sehingga memberi peluang besar bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi bejatnya. Ironisnya, sebagian besar dari mereka masih merupakan kerabat dan keluarga dekat korban yang masih memiliki hubungan darah.”Pengaruh taman keluarga kalau saya, seberapa porsi keluarga memperhatikan masalah anaknya,” kata dia kepada war-

tawan di ruang kerjanya, Selasa (21/11). Berdasarkan hasil penelitian pihak-pihak terkait kata Nasrullah, juga disebutkan bahwa kurangnya perhatian keluarga ituberpengaruh besar dibanding faktor pendidikan dan sebagainya.Orang tua saat initerlalu sibuk mencari nafkahuntuk anak hingga lupa mengawasi anaknya dari ancaman kejahatan. Untuk itu, saran dia, meski didesak persoalan ekonomi baiknya dua hal ini harus berjalan bersama guna tidak siasianya upaya keluarga menjamin masa depan anak itu. “Coba secara sederhana kita tanya setiap hari berapa lama kita berikan perhatian pada anak kita,” ujar dia Nasrullah menyebutkan,

Dompu termasuk wilayah tertinggi ditemukan kasus kekerasan terhadap anak, baik kekerasan seksual maupun fisik. Hingga Oktober 2017 lalu sudah tercatat 40 kasus, diantaranya 23 kasus kekerasan fisik, tuju kasus pencabulan, dua kasus pencurian, dua kasus penculikan dan dua kasus penelantaran anak. Sementara untuk kekerasan terhadap perempuan tambah dia, terdata sebanyak 35 kasus. 27 kasus kekerasan fisik, tuju kasus penelantaran dan satu kasus TPPO. Dari total 75 kasus perempuan dan anak yang ditemukan ini baru berhasil tertangani 42 kasus atau sekitar 56 persen. “Dan data ini belum kita gabungkan dengan data yang diperoleh PPA Polres Dompu,” pungkasnya. (jun)

Bupati Bima Dianugerahi Bunda PAUD oleh Kemendikbud Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, dianugerahi sebagai bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), secara nasional tahun 2017, oleh Dirjen PAUD Kemendikbud RI, belum lama ini. Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Armin Farid S.Sos mengaku, pemberian anugerah tersebut sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada pelaku pendidikan khususnya lembaga organisasi dan masyarakat yang telah peduli dalam mendukung gerakan Nasional PAUD berkualitas.

“Bupati Bima bersama dengan Camat Bolo merupakan kepala daerah yang terpilih sebagai salah seorang penerima anugerah PAUD tingkat Nasional tahun ini,” katanya. Menurutnya, salah satu aspek dari penilaian pemberian penghargaan itu yakni kecenderungan Pemerintah Bima dalam mengalokasikan anggaran untuk penguatan lembaga PAUD di Kabupaten Bima. “Sejak dua tahun memimpin, Bupati mencurahkan perhatian pada pendidikan usia dini. Setiap kunjungan di keca-

matan dan Desa selalu menyempatkan diri mengunjungi PAUD dan TK,” katanya. Sementara Camat Bolo, Mardiana SH, yang juga mendapat anugerah Bunda PAUD itu juga mengungkapkan rasa harunya. Karena masuk kategori pendukung gerakan nasional PAUD berkualitas khususnya di Kecamatan Bolo. “Anugerah ini adalah juga kado istimewa untuk masyarakat Kecamatan Bolo. Mudah-mudahan bisa memberikan pengaruh positif. Terutama untuk pendidikan usia dini,” pungkasnya. (uki)

ry menyampaikan selamat kepada Alfian atas amanah baru yang diemban. Serta mengajak agar terus memberikan kontrubusi positif bagi masyarakat Kota Bima. “Sementara untuk M. Safe’i kami ucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjadi wakil Ketua DPRD,” katanya. Plt Sekda Kota Bima, Dr. Ir. H. Syamsuddin M.S mengapresiasi kinerja DPRD selama ini. Karena sepanjang

tahun 2017 telah menyelesaiakan agenda-agenda besar sebagai mitra pemerintah. “Salahsatu diantaranya telah dua kali menggelar sidang pergantian Wakil Ketua DPRD. Sebelumnya Sudirman Dj dan kini Alfian,” katanya. Ia berharap, antara dua lembaga yakni eksekutif dan legislatif kedepan bisa saling bersinergis dan berkomiten dalam membangun Kota Bima sesuai yang diprogramkan. (uki)

Realisasi Bariri Ternak Diklaim Capai 90 Persen Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat mengklaim penyaluran program bantuan melalui Program Kartu Bariri ternak saat ini sudah berada pada angka 90 persen. Program yang sudah menjadi visi misi bupati wakil bupati tersebut ditargetkan rampung bulan ini juga (November). Sehingga di awal tahun 2018 mendatang, penerima program ini bisa merasakan manfaat dari adanya perhatian pemerintah ini. “Saat ini realisasinya sudah berada pada angka 90 persen dan kita targetkan bulan ini (November) sudah rampung. Karena sebenarnya batas akhir realisasi program ini sudah harus terealisasi kemarin (pas harlah). Tetapi karena ada kendala makanya kita targetkan sebelum habis tahun anggaran sudah terealisasi,” ungkap Plt kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Marlin Hardy SP, M. Si kepada Suara NTB, Selasa (21/11). Dikatakannya, sementara untuk syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut (diharuskan membuka rekening) sudah 100 persen tinggal realisasi penyaluran bantuin ini saja. Tetapi dalam penyaluran ini tentu ada prosedurnya apabila tidak sesuai spek maka bantuan ini tetap akan ditarik kembali. Bahkan saat ini yang sudah terealisasi dari 900 ekor Sapi betina, dan saat ini tersisa tinggal 20 ekor saja. Sementara untuk ayam dan itik, saat ini masih berproses yakni sekitar 4. 000 ekor yang telah

(Suara NTB/dok)

Marlin Hardy disalurkan kepada para penerima bantuan. “Sasaran semua penerima program bariri ternak ini sekitar 1. 500 orang sudah buka rekening semua, tinggal kita salurkan saja kepada para penerima,” ujarnya. Seraya menegaskan, bantuan ini tidak bisa diperjual belikan atau dipindah tangankan begitu saja melainkan ada mekanisme lain. Ketika nantinya ada yang melakukan praktek tersebut, maka bantuan tersebut akan ditarik dan bisa diproses secara hukum. Bahkan proses pengawasan ini sudah mulai dilakukan sejak awal penyaluran kepada para penerima program. Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan para PPL dan KCD yang ada di masing -masing kecamatan dan desa. Apalagi saat ini sudah ada dua kasus terkait masalah ini. Sehingga pihaknya akan memberikan atensi serius terhadap masalah ini. “Kita akan beri sanksi serius terkait masalah penyalahgunaan kewenangan ini apabila kita temukan dilapangan,” tegasnya. (ils)


SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

POLHUKAM

Halaman 8

Jumlah Pemilih Bertambah Tujuh Persen

Pasangan Zul-Khair Perkuat Basis Dukungan Akar Rumput Giri Menang (Suara NTB) Pasangan Bakal Calon Bupati dan Bakala Calon Wakil Bupati Lombok Barat, HM. Izzul Islam dan TGH. Khudori Ibrahim, (Zul-Khair) akan memperkuat basis dukungan di akar rumput dengan membangun ribuan relawan di tiap-tiap kecamatan sampai di tingkat desa. Pasangan Zul-Khair menargetkan akan membentuk 10 ribu relawan di 10 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat pada Pilkada 2018. Saat ini, jumlah relawan yang terbentuk mencapai 4.000 orang di empat kecamatan. Yakni, Batulayar, Gunungsari, Lingsar dan Narmada. Umumnya, mereka adalah sahabat, keluarga, alumni dan simpatisan yang bekerja menggarap komunitasnya di luar parpol pendukung. “Kita rencanakan, pembentukan relawan ini akan menyasar enam kecamatan lain di Lobar dalam waktu dekat ini,” ujar Koordinator tim relawan Zul-Khair, H. Abdul Kasim, Selasa (21/11) kemarin. Mantan Ketua DPRD Lobar itu mengaku, pihaknya kian optimis mengantarkan pasangan Izzul-Khudori berikhtiar menjemput kemenangan dalam konstestasi Pilkada kali ini. Sebab, pascakegiatan deklarasi relawan di empat kecamatan dan terakhir di Lapangan Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada pada Minggu (19/11) lalu, animo masyarakat dari berbagai wilayah di Lobar untuk bergabung dalam barisan pendukung pasangan Zul-Khair kian meningkat. Menurutnya, sikap masyarakat itu dipicu kefiguran Izzul yang sempat menjabat sebagai wakil bupati (Wabup) dan anggota DPR RI itu, dianggap merakyat, tegas dan dermawan dalam kepemimpinannya, yang sangat dirindukan oleh masyarakat. Selain itu, ketokohan pasangannya, yakni, TGH. Khudori oleh masyarakat di Lobar, khususnya di Kecamatan Kediri dan Labuapi sangat dikenal dengan ulama yang sederhana. Oleh karena itu, kata Kasim, duet pasangan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Lobar guna memperbaiki kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. “Apalagi, pak Izzul memiliki akses dan jaringan yang kuat di level pusat untuk mempercepat pembangunan Lobar. Ia akan mendatangkan investor dan dana bagi kesejahteraan rakyat serta peningkatan PAD kedepannya,” ungkap Kasim. Sementara itu, Ketua DPD Perindo Lobar, HM. Syukri Sanusi menambahkan, jika kegiatan deklarasi pasangan Zul-Khair akan dilaksanakan manakala dukungan parpol berupa SK DPP telah dikantongi pasangan Zul-Khair. Meski demikian, Syukri mengaku, dukungan parpol yang ada saat ini, dipastikan bakal bertambah menjadi satu partai. “Tapi, tidak etis saya sebutkan parpol mana yang sudah ada rekomendasi SK-nya. Yang jelas, sudah banyak parpol yang menawarkan ke Pak Izzul untuk bergabung, tapi dari parpol itu, kemungkinan satu parpol yang akan kita tambah untuk melengkapi dua parpol yang selama ini intensif melakukan komunikasi dengan Pak Izzul,” tandas Syukri Sanusi. (ndi)

Suhaili - Amin Deklarasi Awal Desember Mataram (Suara NTB) Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. M. Suhaili FT – H. Muh. Amin, memastikan akan melakukan deklarasi pada awal Desember mendatang. Deklarasi itu menurut rencana akan dilaksanakan di Lapangan Muhajirin, Praya, Lombok Tengah. “Insya Allah Suhaili - Amin akan deklarasi pada tanggal 3 Desember. Hal itu sudah disampaikan oleh DPD I Golkar NTB ke DPP. Apabila tidak ada halangan, maka DPP akan menetapkan waktunya. Jadi tinggal soal teknis saja,” ujar Juru bicara DPD I Partai Golkar NTB, Chris Parangan kepada Suara NTB, Selasa (21/11) kemarin, saat ditemui di kediaman pribadinya. Dikatakan Chris, saat deklarasi nanti, akan ada dua partai tambahan yang akan bergabung dalam koalisi Partai Golkar-Nasdem untuk mendukung dan mengusung pasangan Suhaili-Amin. Oleh karena itu, pasangan ini akan memiliki empat kendaraan politik. Namun demikian, Chris masih merahasikan dua parpol tersebut. Ditanya terkait SK dukungan Partai Golkar ke pasangan Suhaili-Amin, apakah sudah didapatkan? Pasalnya informasi yang beredar bahwa Golkar belum mengeluarkan SK dukungan untuk Pilkada NTB. “Sudah selesai soal SK itu, tidak ada keraguan lagi. SK sudah dipegang. Kalaupun ada yang masih bicara soal SK, ya silakan saja, itu namanya mereka sedang bermimpi,” ucap Chris. Dikatakan Chris, prahara yang terjadi di DPP, karena Ketua Umum Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, tidak mempengaruhi SK Golkar untuk Suhaili. “Apapun yang terjadi di DPP tidak terpengaruh. Ibarat pemilik toko boleh berganti, tetapi barang dagangan masih sama. Jadi tanda tangan tidak berganti,” jelasnya. Saat ini, DPP Golkar bersama DPD I seluruh Indonesia sedang melakukan rapat pleno, terkait proses penggantian sementara tampuk pimpinan DPP Golkar. Setelah rapat pleno tersebut, maka DPD I Golkar NTB akan segera menggelar rapat konsolidasi bersama pengurus DPD I dan DPD II. “DPP sedang rapat pelno, kami sedang menunggu hasilnya, dan setelah itu baru akan kita rapat untuk persiapan deklarasi. Insya Allah akan deklarasi bersama dengan dukungan di kabupaten/kota,” pungkasnya. (ndi)

Chris Parangan

Mataram (Suara NTB) Pilkada serentak NTB 2018, yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, diperkirakan jumlah pemilih akan mengalami penambahan sekitar tujuh persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) dihitung mulai per tahun 2014 lalu. “Ada peningkatan jumlah pemilih untuk Pilkada 2018 ini. Sekitar 300 ribu lebih, itu sekitar 7 persen, dari 3,8 juta, DPT. Itu kita hitung mulai dari Pemilu 2014, dan Pilkada 2015,” ujar Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, SP, kepada Suara NTB, di ruang kerjanya, Selasa (21/11) kemarin. Penambahan jumlah pemilih itu disumbangkan oleh pemilih pemula, yakni orang yang sudah genap berusia 17

tahun pada 27 Juni nanti, orang yang sudah menikah dan pensiunan dari TNI/Polri. Perkiraan itu bisa diprediksi dari data DP4 yang dimiliki oleh Kemendagri. “Jadi sumbangan pemilih pemula itu 7 persen. Meskipun DPT belum ditetapkan. Tapi sudah bisa dilihat dari data Dukcapil, KTP itu 3,8 juta. Nanti kan Kemendagri akan menyerahkan DP4 ke KPU, penduduk yang berusia 17

pada 27 Juni. Nah nanti KPU pusat analisa, kemudian akan dimuktahirkan oleh Petugas Pemuktarhiran Data Pemilih (PPDP),” jelas Aksar. Untuk diketahui bahwa masyarakat NTB akan bisa menyalurkan hak pilihnya apabila sudah memiliki eKTP, atau dengan surat keterangan (suket) dari Dukcapil bahwa pernah melakukan perekaman e-KTP. Namun diketahui, bahwa sampai saat

ini sekitar setengah juta lebih penduduk NTB belum melakukan perekaman eKTP. Untuk itu KPU menyerukan supaya pemerintah daerah segera untuk menuntaskan proses perekaman. Sehingga pada Juni 2018, mendatang proses perekaman sudah bisa tuntas, ujarnya. (ndi)

Lalu Aksar Ansori (Suara NTB/ndi)

(Suara NTB/why)

DIRAWAT - Pelaku begal yang ditembak dievakuasi ke RS Bhayangkara Mataram, Selasa (21/11) usai ditangkap Tim Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda NTB.

Begal Spesialis Kawasan Wisata Ditembak Mataram (Suara NTB) – Seorang pelaku begal spesialis kawasan wisata tumbang didor polisi. Pelaku berinisial MH (28), warga Desa Kidang, Praya Timur, Lombok Tengah, ditangkap lagi untuk ketiga kalinya. Kanit Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, Iptu Akmal Novian Reza men-

jelaskan, penangkapan pelaku terpaksa harus dengan memuntahkan timas panas. Sebab pelaku hendak kabur. “Setelah diberi tembakan peringatan tetapi tidak diindahkan, pelaku terpaksa kami tembak untuk dilumpuhkan. Dia mencoba kabur setelah menyadari kedatangan Tim Resmob,” ujar dia yang

memimpin penangkapan MH tersebut. Pelaku MH ditangkap Selasa (21/11) pagi di halaman kantor Desa Kidang. Dia merupakan buronan begal yang kerap beraksi di Jalan Raya Teluk Awang, Pujut Lombok Tengah. MH tak beraksi sendiri, dia selalu membawa tiga rekan-

nya AG, SS, dan BN. Dua pelaku sudah mendekam di penjara terlebih dahulu sejak ditangkap Februari lalu. Sementara BN masih buron. “Sasarannya wisatawan lokal dan wisawatan asing dan mereka selalu menggunakan senjata tajam saat beraksi,” ungkap Akmal. Catatan kejahatan terakhir

kawanan tersebut, yakni di Dusun Lancing, Mekar Sari, Praya Barat. mereka merampas sepeda motor, uang tunai Rp 1,5 juta, dan telepon genggam. Kawanan itu menggunakan modus penghadangan korban yang melintas di jalan. Korban yang berhenti diacungi parang. Kemudian barang-barang korban dirampas. (why)

Pilkada NTB

Hari Ini Ali - Sakti Daftar ke KPU Mataram (Suara NTB) Rabu (22/11), hari pertama pembukaan penyerahan berkas pendaftaran bakal calon Gubernur dan balon Wakil Gubernur dari jalur independen di KPU Provinsi NTB. Pasangan balon H. M. Ali Bin Dachlan dan TGH. L. Gde. M. Ali Wiresakti Amir Murni, (Ali - Sakti), telah memastikan dirinya sebagai peserta pertama yang akan mendaftar di hari pertama. Ketua tim pemenangan pasangan Ali - Sakti, Basri Mulyani, SH., yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan bahwa pasangan Ali-Sakti akan mendatangi KPU Provinsi NTB untuk menyerahkan berkas dukungan pendaftaran sebagai pasangan bakal cagub dan cawagub NTB. “Insya Allah besok (hari ini) kalau tidak ada halangan, kami akan mendaftar ke KPU,” ujar Basri pada Suara NTB, Selasa (21/11) kemarin. Rencananya, pasangan AliSakti akan langsung hadir dan akan diantarkan oleh para pendukung dan tim suksesnya, untuk menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU pada pagi hari. Berkas-berkas pendaftaran seperti pernyataan dukungan yang dilampirkan dengan bukti dukungan berupa copy KTP pendukungnya. Basri Mulyani tidak menyebutkan secara rinci jumlah dukungan yang akan diserahkan oleh pasangan Ali-Sakti. Tapi yang pasti menurut informasi yang digali Suara NTB, Pasangan ini sudah menyiapkan dukungan lebih dari syarat minimal yakni 330 ribu lebih, yang diperkirakan sebanyak 400 ribu lebih dukungan. Oleh karena itu, berkas hard copy dukungan calon independen ini, yang akan diserah-

kan ke KPU diprediksi sekitar lebih dari satu truk besar. “Insya Allah Ali - Sakti, akan hadir langsung. Soal pendukung yang akan ikut, kami serahkan kepada relawan,” jelasnya. Sementara itu, pantauan Suara NTB di KPU Provinsi NTB, menyambut pasangan AliSakti yang akan mendaftar hari ini, sudah sangat siap. Mulai dari tim penerima pendaftaran sudah dibentuk. Bahkan KPU melakukan gladi bersih terlebih dahulu untuk persiapan penerimaan pendaftaran pasangan Ali - Sakti hari ini. “Kita sudah menyiapkan tim untuk menerima pendaftaran besok (hari ini). Kita sudah memberikan bintek, simulasi dan gladi untuk itu. Intinya kami sangat siaplah, tentunya dengan kerjasama dengan para bakal calon juga, agar memenuhi aturan yang sudah ditetapkan, jangan sampai sekedar ikut. Harus serius karena kami juga serius (melayani),” ujar Ketua KPU, Lalu Aksar Ansori pada Suara NTB, Selasa (21/ 11) kemarin di ruang kerjanya. Untuk pendaftaran pasangan Ali - Sakti hari ini, KPU sudah berkoordinasi dengan pihak Bawaslu agar turut hadir mengawasi proses jalannya penerimaan berkas pendafta r a n bakal calon Gubern u r dari Basri Mulyani calon

Indpenden. Selain dengan Bawaslu, KPU juga berkoordinasi dengan Polda NTB untuk mengamankan. Terakhir disampaikan Aksar, terdapat lima bakal calon Gubernur dari jalur independen yang sudah mengambil username dan password SILON, di KPU, untuk melakukan proses penginputan soft copy berkas dukungan. Namun sampai saat ini, dari lima balon tersebut, baru pasangan Ali - Sakti saja yang sudah mengkonfirmasi akan meneyerahkan hard copy berkas dukungan, yang akan berlangsung hari ini. “Lima calon perseorangan itu, Ali BD, Sunarpi, Abdul Hakim, Dianul Hayezi dan Ahmad Rusni. Melalui tim masing-masing sudah mengambil username dan password. Tapi yang sudah konfirmasi akan menyerahkan dukungan baru Ali BD saja. Besok ini, dan kami sudah siap menerimanya,” pungkasnya. (ndi)

(Suara NTB/ndi)

Pilkada Lobar

(Suara NTB/penrem)

TINJAU - Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi, didampingi Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., meninjau langsung dampak banjir dan para korban banjir bandang di Kabupaten Lombok Timur, Selasa (21/11).

Danrem 162/WB Dampingi Gubernur NTB Tinjau Korban Banjir Lotim Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi M.A., didampingi Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., meninjau langsung dampak banjir dan para korban banjir bandang di Kabupaten Lombok Timur pada Selasa (21/11) kemarin. Seperti diketahui, banjir bandang terjadi pada hari Sabtu malam (18/11), terparah di Kecamatan Keruak. Banjir mengakibatkan ratusan rumah warga dan tempat ibadah rusak terendam banjir. Pada kesempatan tersebut Gubernur NTB menghimbau kepada anggota TNI, Polri, Basarnas dan relawan untuk segera membantu para korban membersihkan rumah-rumah warga yang terkena banjir. Mengingat masih ada endapan lumpur maupun barang-barang yang terbawa air berserakan. Selain itu Gubernur NTB juga melaksanakan tatap muka dengan masyarakat yang

terkena musibah banjir dan memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, air bersih maupun kebutuhan lainnya yang dianggap perlu untuk meringankan beban warga menghadapi musibah. Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB juga melakukan peninjauan di tempat berbeda. Didampingi Dandim 1615/Lombok Timur , Letkol Agus Setiandar, Danrem turun ke Desa Pandan Dure dan Desa Suwangi Kecamatan Sakra Lombok Timur. Farid Makruf meminta Dandim berserta jajarannya untuk segera merealisasikan kebutuhan masyarakat sesuai instruksi Gubernur NTB. “Khususnya untuk membantu melakukan pembersihan dan penataan baik di rumah-rumah warga, tempat ibadah maupun fasiltas umum dan terus memantau perkembangan selanjutnya mengingat curah hujan masih tinggi di beberapa wilayah,” tegas Danrem. (ars/*)


BUDAYA DAN HIBURAN

SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

Halaman 9

Bangun Pojok UMKM, Pemda Siapkan 1,3 Hektar di Mandalika

(Suara NTB/lin)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah akan membuat setidaknya 300 unit bangunan untuk pojok UMKM (Usaha Mikro Kecil Menangah) di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Dalam hal ini, Pemda sudah menyiapkan lahan hingga 1,3 hektar menjadi tempat pembangunan ratusan unit bangunan itu. Sehingga diharapan di masa mendatang tidak ada lagi pedagang asongan yang berjualan di pinggir pantai kawasan Mandalika. “Kami sudah siapkan lahan setidaknya 1,3 hektar untuk membangun UMKM corner (pojok UMKM) di kawasan Mandalika. Ini merupakan salah satu upaya kami agar para pedagang (asongan) memiliki tempat berjualan tetap, jadi tidak berkeliling lagi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L Moh Faozal, S.Sos.,M.Si, di Mataram, Selasa (21/11). Ia mengatakan nantinya masyarakat yang dapat menyewa dengan harga yang relatif murah. Setiap bangunan akan dipasangkan tarif hingga Rp 2 juta. Ini dapat dicicil setiap bulannya. Sehingga para pedagang merasa lebih ringan. Ini juga akan meningkatkan pendapatan para pedagang, karena para pedagang akan didatangkan sejumlah wisatawan yang berkunjung. “Mereka bisa menyicil dari harga Rp 2 juta itu. Mereka bisa punya tempat kan tidak perlu khawatir kehujanan atau kepanasan kalau sedang jualan,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan bahwa para pedagang asongan itu harus diberikan wadah, sehingga tidak lagi mengejar-ngejar wisatawan atau calon pembelinya. Dengan adanya pusat UMKM ini diharapkan dapat membuat wisatawan merasa lebih nyaman. Selain itu, para pedagang juga memiliki tempat untuk berjualan tetap setiap hari. Sebab selama ini banyak pedagang asongan yang terkesan mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang. “Intinya kita fasilitasi, kita sediakan juga tempatnya,” kata Arief. Menurutnya, pembuatan pusat UKM ini bisa memberikan dampak yang baik kepada wisatawan, misalnya semakin bertambah omzet penjualannya. Selain itu, kondisi di pantai juga bisa lebih bersih dari sebelumnya. Ia juga berharap produk yang dijual oleh masingmasing pedagang bisa beragam. Sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan cinderamata yang bisa dibeli. Arief menilai bahwa peningkatan kualitas SDM di Mandalika memang sangat perlu untuk dilakukan. Sehingga wisatawan merasa senang karena mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Selain itu, ia juga melihat perlu adanya manajemen yang teratur dalam mengelola destinasi atau produk pariwisata, misalnya homestay. Ia melihat, masyarakat perlu dipersiapkan untuk melayani setiap wisatawan yang datang dengan baik. (lin) H.L.Moh Faozal

(Suara NTB/lin)

DANAU SEGARA ANAK - Seorang wisatawan mancanegara tengah menikmati suasana di Danau Segara Anak. Danau ini merupakan spot yang pas untuk mengambil gambar dengan latar pemandangan Gunung Barujari.

Sekda Protes Tidak Ada Spanduk Destinasi Halal Mataram (Suara NTB) – Lombok dalam dua tahun terakhir telah mendapatkan predikat sebagai destinasi wisata halal terbaik dan destinasi wisata bulan madu halal terbaik dunia. Hanya saja, tidak ada spanduk atau penanda yang membuat Lombok benar-benar destinasi wisata halal. Hal ini menjadi perhatian Pemprov NTB yang melihat industri tidak mengambil momen itu untuk memperkuat label halal yang dimiliki NTB, khususnya Lombok. “Sudah dua tahun berturut-turut NTB mendapatkan predikat itu, tapi saya tidak melihat adanya tulisan selamat datang di destinasi wisata halal. Malah saya melihat itu di Aceh,” kata Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir.H. Rosiady Sayuti, MSc, PhD, di

pantai untuk dikunjungi. “Wisatawan banyak yang suka ke pantai, karena memang pantai kita ini kan bagus-bagus. Pemandangan bawah lautnya juga bagus. Jadi mereka suka snorkeling dan diving. Bagi yang suka berselancar juga banyak pantai di Lombok dan Sumbawa yang bisa jadi spot berselancar,” ujarnya. Tidak sedikit wisatawan yang datang ke NTB mencari spot untuk melakukan diving. Selama ini Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB memang belum maksimal dalam melakukan pemetaan terhadap lokasi yang potensial untuk mengembangkan potensi salah satu sport tourism ini. Beberapa tempat yang direkomendasikan untuk melakukan wisata bahari

Mataram (Suara NTB) – Sektor pariwisata akan berpengaruh pada sektor ekonomi.

yaitu Gili Kondo, Gili Air, Gili Trawangan, Ai Manis di Pulau Moyo, Tanjung Menangis, Istana Karang Calabai bahkan hingga Pantai Lakey dan pantai-pantai lainnya. Dengan adanya pemetaan itu nantinya wisatawan medapatkan informasi khusus tentang destinasi yang dapat dipilih khusus untuk diving, surfing atau snorkeling. Selain itu, informasi tentang destinasi snorkeling dan diving ini juga dapat dijadikan sebagai acuan atau label NTB sebagai salah satu pusat wisata air yang menarik. Sebab selain surfing, keindahan bawah laut di beberapa pantai dan laut NTB dirasa sangat mumpuni untuk dijadikan sebagai pusat snorkeling dan diving bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. (lin)

Kembangkan Pariwisata, Pringgasela Butuh TIC Mataram (Suara NTB) – Kecamatan Pringgasela merupakan salah satu penghasil kerajinan tenun di Kabupaten Lombok Timur. Belakangan semakin banyak wisatawan yang berkunjung untuk melihat dan membeli kain tenun khas Pringgasela. Sehingga masyarakat di kecamatan ini sangat membutuhkan keberadaan Tourism Information Center (TIC) atau pusat informasi bagi wisatawan. “Hampir semua masyarakat kami menghasilkan kerajinan tenun. Pringgasela menjadi salah satu penghasil tenun terbesar di Kabupaten Lombok Timur. Kami sangat berharap bisa dibantu TIC, karena semakin banyak wisatawan yang datang ke tempat kami,” kata Kepala Desa Pringgasela Mul’an, di Mataram, Selasa (21/11). Pringgasela juga memiliki berbagai potensi pariwisata yang dapat dikembangkan dengan lebih maksimal. Salah satunya arung jeram, pendakian Rinjani hingga destinasi wisata buatan seperti rekreasi kolam renang. Sehingga masyarakat melihat keberadaan TIC sangat dibutuhkan. Terlebih dengan adan-

(Suara NTB/ist)

MENENUN - Proses menenun oleh masyarakat Pringgasela pada kegiatan Alunan Budaya Desa belum lama ini. ya industri kreatif kerajinan tenun yang membuat Pringgasela semakin banyak dilirik wisatawan. “Kalau hari Jumat itu ada empat sampai lima bus wisatawan yang datang untuk melihat cara pembuatan kain tenun sekaligus membeli kain tenun dari masyarakat. Kalau dalam sebulan kan bisa ada 20 bus yang datang,” ujarnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L. Moh Faozal, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan untuk pembua-

“Ini mungkin yang menjadi kritik kami kepada Dispar. Semoga nanti bisa melaksanakan ini,” ujarnya. Ia berharap NTB bisa seperti Aceh yang megangkat wisata halal dan mengelolanya dengan lebih maksimal. Sebab bukan hanya pemenuhan kebutuhan wisata halal

ga suasana destinasi wisata halal benar-benar bisa dirasakan oleh wisatawan. Meskipun Lombok juga memiliki segmen wisata konvensional, namun segmen wisata halal juga bisa merangkul banyak wisatawan yang datang dari Negara atau daerah mana saja. “Kalau bisa buatkan spanduk itu dalam berbagai bahasa. Ada Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Jadi wisatawan yang datang itu jadi tahu, bahwa daerah kita ini merupakan destinasi wisata halal terbaik dunia,” tandasnya. (lin)

Perlu Penguatan UMKM Pariwisata Hadapi MEA

Wisata Pantai Masih Jadi Primadona di NTB Mataram (Suara NTB) – Potensi wisata bahari di perairan NTB dianggap cukup mumpuni. Sebab tidak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk menyaksikan keindahan bawah laut yang ada di peraiaran NTB. Beberapa cara yang seringkali dilakukan yaitu dengan cara snorkeling, diving, surfing, memancing dan lain-lain. Potensi inilah yang membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB akan melakukan pemetaan khusus terkait destinasi yang berpotensi untuk mengembangkan segmen wisata itu. Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L. Moh Faozal, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan potensi wisata bahari yang dimiliki NTB. Sebab wisatawan masih menyukai destinasi wisata

Mataram, Selasa (21/11). Ia mengatakan bahwa hal semacam itu sangat penting, mengingat itu merupakan salah satu bentuk penguatan label wisata halal yang dimiliki NTB. Apalagi banyak dari pelaku pariwisata yang sudah membuat paket wisata halal.

saja, namun hal-hal kecil yang mengingatkan wisatawan bahwa NTB merupakan salah satu destinasi wisata halal terbaik dunia juga perlu untuk dilakukan. “Indikator utama pariwisata itu bagaimana caranya wisatawan banyak yang datang. Saya berharap di bandara dan tempat lain bisa ada tulisan selamat datang di destinasi wisata halal itu,” harapnya. Ia berharap industri dapat membuat spanduk atau banner bertuliskan wisata halal dalam berbagai bahasa. Termasuk Bahasa Arab. Sehing-

tan TIC di Kecamatan Pringgasela. Hanya saja, Pemdes setempat tidak menyediakan lahan untuk pembangunan TIC tersebut. Bahkan, berdasarkan penelusuran Suara NTB, Dispar NTB melalui dana hibah sudah menganggarkan Rp 200 juta untuk pembangunan TIC. “Kalau sekarang sudah ada lahannya, jadi kami minta bantuan kepada Dispar dan Pemda untuk membantu pembuatan TIC itu. Karena kami rasa kami sangat butuh untuk perkembangan pariwisata di Pringgasela,” kata Mul’an. (lin)

Salah satunya melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bidang pariwisata. Dalam mengahadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) perlu dilakukan penguatan daya saing terutama pada SDM (Sumber Daya Manusia) UMKM pariwisata. Hal inilah yang harus dipersiapkan oleh masyarakat NTB agar bisa bersaing dalam menghadapi MEA. “Mandalika sebagai salah satu dari empat destinasi wisata prioritas ini merupakan kesempatan besar bagi masyarakat di NTB. Namun harus dipastikan bahwa masyarakat siap dalam menghadapi MEA. Terutama pemanfaatan teknologi informasi untuk kembangkan bisnisnya,” kata Staf Ahli Kementerian Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi Ridwan Hasan dalam sosialisasi penguatan daya saing SDM UMKM parwisata dalam rangka memanfaatkan integrasi ekonomi ASEAN, di

(Suara NTB/lin)

FOTO BERSAMA - Foto bersama (dari kanan) Deputi Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia Budi Widihartanto, Kepala Dispar NTB H.L.Moh Faozal, Sekda NTB H. Rosiady Sayuti, Staf Ahli Kemenlu Bidang Diplomasi Ekonomi Ridwan Hasan dan Asdep Urusan Industri dan Jasa Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit. Mataram, Selasa (21/11). Ia berharap masyarakat terutama SDM UMKM sudah terbiasa dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam kehidupannya. Sebab era MEA tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan dan kemajuan

teknologi. Ini yang menjadi salah satu PR bagi UMKM di NTB, termasuk masyarakat yang bergerak pada bidang pariwisata pada umumnya. “Kami dari Kemenlu sudah berkerjasama dengan Google Indonesia untuk teknologi informa-

si. Tentu saja kita berharap pelaku usaha di NTB ini dapat memanfaatkan apapun yang berkaitan dengan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya dan menghadapi era MEA,” ujarnya. Ia melihat saat ini sudah banyak UMKM yang bergerak pada bidang pariwisata. Salah satunya pada pusat kerajinan atau pusat oleh-oleh. Ia melihat perlu dikembangkan dan perlu dikuatkan agar tidak tenggelam dalam era MEA. Sebab perkembangan industri saat ini sangat pesat. Sehingga harus dapat diimbangi oleh masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam mengmbangkan bisnisnya. Hal ini juga menjadi perhatian Kementerian Koperasi dalam hal ini Asisten Deputi Urusan Industri dan Jasa, Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit. Ia mengatakan bahwa penguatan SDM dalam industri pariwisata perlu dilakukan. (lin)


SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

PENDIDIKAN

Halaman 10

Kerjasama Universitas Islam Negeri Mataram dengan Harian Suara NTB

UIN Mataram Ikuti Kegiatan ICE dan AICIS Mataram (Suara NTB) Kegiatan bertaraf internasional Indonesia Convention Exhibition dan Annual International Conference on Islamic Studies Resmi dibuka Senin 20 November lalu. Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh seluruh perguruan tinggi Agama Islam, dan salah satunya adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Pameran Pendidikan Islam Internasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini memiliki makna krusial bukan hanya bagi Kementerian Agama, namun juga bagi Islam di Indonesia. Diharapkan, melalui pameran ini pendidikan Islam di Indonesia dapat dikenal secara luas dan lebih baik oleh masyarakat baik secara nasional maupun internasional.

Dengan mengusung “Islam Indonesia untuk Perdamian Dunia” sebagai tema pameran, diharapkan pula masyarakat bisa semakin mengerti bahwa pendidikan Islam di Indonesia sangat peduli terhadap penanaman sikap toleran, inklusivitas dan cinta damai. Kegiatan yang menjadi even pendidikan terbesar yang diintegrasikan dengan sejumlah acara expo, antara lain Seminar Internasional Tahunan tentang Studi Islam, Deklarasi Perdamaian Dunia, dan Apresiasi Pendidikan Islam. Pameran akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), satu tempat yang menjadi destinasi industri MICE (meetings, incentives, conferences, exhibitions) di Indonesia. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama empat

hari, dari 21 hingga 24 November 2017. Selain itu, expo ini akan dimeriahkan oleh sekitar 200 stand pameran yang disediakan untuk peserta, terdiri dari lembaga-lembaga pendidikan dan mitra, baik dari dalam dan luar negeri. Tujuan pameran adalah untuk mempromosikan pendidikan Islam Indonesia agar dikenal lebih baik oleh masyarakat luas secara nasional maupun internasional. Dengan mengunjungi pameran, diharapkan para pengunjung akan mendapatkan kemanfaatan memperoleh berbagai macam informasi mengenai khazanah pendidikan Islam di Indonesia, baik di masa lampau maupun perkembangannya saat ini. Bagi Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Aga-

ma, pameran ini dianggap penting dan strategis untuk mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki. Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk Muslim tak kurang dari 200 juta (87,2% dari total penduduk), menjadikan Islam sebagai agama yang paling dominan di negeri ini. Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai kawasan dengan beraneka ragam budaya lokal dan berbagai macam etnis serta agama. Meskipun demikian, mereka dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Terbentangnya kawasan Indonesia sebagai negara kepulauan juga merupakan potensi tersendiri bagi negeri ini, karena telah berkontribusi cukup signifikan terhadap ter-

bentuknya keragaman sosial dan budaya, termasuk pendidikan Islam yang beragam baik dari sisi bentuk maupun praktik pembelajarannya. Dibandingkan dengan negara Muslim lainnya, Indonesia lebih unggul dalam hal jumlah lembaga pendidikan Islam di bawah Kementerian Agama, mulai dari madrasah, pesantren, hingga lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam. Adapun kontingen UIN mataram yang akan mengikuti dua event terbesar itu adalah terdiri dari Rektor Dr. H. Mutawalli, Wakil Rektor I Dr. H. Masnun Tahir, Wakil Rektor II Dr Hj. Faizah, Wakil Rektor Tiga Dr. Hj. Nurul Yakin, semua Dekan Fakultas di lingkup UIN Mataram, Prof. Dr. H. M. Taufiq, Dr. Muhammad Abdun Nasir, Kasubag

(Suara NTB/ist)

HADIRI - Wakil Rektor I UIN Mataram Dr. H. Masnun saat berada di stan expo UIN Mataram di Indonesia Convention Exhibition Jakarta, Senin (20/11). Humas UIN Mataram H. Suhirman Adita. Di samping itu juga melibat-

kan tiga mahasiswa yang akan mengisi acara pentas seni dan hiburan di arena expo. (dys/*)

Guru Kurang Ciptakan Dua Lagu SEKOLAH Menengah Atas Negeri (SMA N) 1 Mataram atau Smansa memiliki segundang prestasi, baik prestasi tingkat lokal, nasional, dan bahkan tingkat internasional. Prestasi ini tidak hanya di satu bidang, melainkan di berbagai bidang, mulai dari bidang seni, olah raga, hingga olimpiade sains. Di seni misalnya. Ada nama Ulfiani Hayati. Siswi Kelas 3 Smansa ini pernah mewakili NTB untuk tampil di Istana Negara di saat perayaan 17 Agustus. Tidak hanya itu di ten(Suara NTB/ist) gah kesibukannya dalam beUlfiani Hayati lajar, Ulfiani juga berhasil menciptakan lagu anak-anak. Bahkan beberapa bulan yang lalu Ulfiani berhasil menyingkirkan beberapa temannya dari berbagai daerah yang ada di NTB untuk merebut kompetisi penciptaan lagu. Ulfiani berhasil mewakili NTB untuk pelatihan cipta lagu anak-anak tingkat nasional. “Alhamdulillah di bulan Oktober sampai November kemarin saya mewakili NTB untuk mengikuti pelatihan cipta lagu,” lanjutnya. Menurutnya, dua lagu yang diciptakan itu semuanya bertemakan tentang kasih sayang anak kepada orang tua. Dirinya menciptakan lagu tersebut, karena ia melihat lagu anak-anak sudah mulai pudar, untuk itulah ia bersemangat untuk meciptakan dan melestarikan lagu-lagu edukasi untuk anak-anak tersebut. “Sekarang lagu anakanak sudah mulai pudar dan agak sulit kita temukan,” katanya. Melalui dua lagu yang ia ciptakan itu, Ulfiani ingin mengajak generasi muda untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuanya dan cinta kepada bangsa dan negaranya. Lagu itu isinya tentang kasih sayang kepada kedua orang tua dan cinta anak pada negeri. “Saya mencoba mengedukasi anak-anak itu lewat lagu,” ungkapnya. (ham)

Pemprov Harus Segera Rekrut Guru Honorer

Mataram (Suara NTB) Rencana perekrutan guru honorer di NTB bakal tidak bisa dilaksanakan di tahun ini, karena sempat terhambat akibat alotnya kesepakatan anggaran antara Pemerintah Provinsi NTB dengan DPRD NTB, terutama berkaitan dengan plafon anggaran. Terkait hal itu, pemerintah baik eksekutif maupun legislatif didorong harus cepat mencari solusi. Apalagi kekurangan guru di NTB cukup mendesak untuk diatasi. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Regional Bali Nusra, Ermawanti. Ia menegaskan, masalah anggaran untuk guru honorer itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Harus cepat ada solusinya,” katanya, Selasa (21/11). Menurutnya, sejak jauh hari seharusnya pihak eksekutif dan legislatif membicarakan lebih awal. Terlebih lagi di NTB mengalami kekurangan guru.

Pemerintah harus memperhatikan guru honorer yang mengisi kekurangan guru di NTB itu. Ia menegaskan, jika berbicara pendidikan, yang paling krusial adalah masalah guru dan tenaga kependidikan. Mereka ujung tombak pendidikan di sekolah. Menurutnya, bagaimana guru bisa bekerja dengan tenang sementara nasibnya belum jelas. Apalagi banyak guru honorer yang diberikan upah sangat tidak layak.

“Bagaimana guru bisa bekerja dengan tenang semntara nasib belum jelas. Janganlah terjdi pembiaran karena ini menyangkut masa depan anak-anak didik, juga nasib guru,” kata Ermawanti. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji, dikonfirmasi mengatakan sejauh ini belum ada perkembangan terkait perekrutan guru honorer, hal itu kare-

(Suara NTB/dok)

Ermawanti sar Rp 125 miliar. Namun, anggaran yang disetujui TAPD dalam KUA PPAS 2018 baru sebesar Rp 60 miliar. (ron)

SMK di Mataram Diyakini Mampu Laksanakan UNBK

Hasil Akreditasi PAUD Tunggu Pengumuman Mataram (Suara NTB) – Hasil Penilaian akreditasi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di NTB sudah ada. Rapat koordinasi daerah (rakorda) membahas hasil itu sudah dilakukan awal bulan November ini. Sebanyak 300 lembaga PAUD diakreditasi pada tahun ini. Ketua Badan Akreditasi Provinsi (BAP) PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) NTB, Dr. Fauzan, M.Pd., menyampaikan hasil akreditasi sudah didapatkan. “Rakorda beberapa waktu lalu sudah dilakukan penyampaian hasilnya, sekarang tinggal pelaporan,” katanya. Ia menjelaskan di tahun ini pihaknya mendapat kuota 300 PAUD untukdiakreditasi.Ditahun-tahunsebelumnyahanyamendapatkuota 100 sampai 150 PAUD untuk diakreditasi. Padahal berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ada sebanyak 4.907 Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) di NTB, baik negeri maupun swasta. Menurutnya, kendala yang membuat banyak PAUD yang belum diakreditasi, karena jumlah kuota yang diberikan dari pemerintah pusat sangat sedikit. “Banyak sekali PAUD yang belum terakreditasi,” ujar Fauzan. Padahal ada wacana di tahun 2019 nanti pemberian bantuan bagi PAUD disesuaikan dengan tingkat akreditasi PAUD itu. Fauzan menyampaikan, di tahun depan kuota akreditasi berasal dari kuota yang diusulkan. “Kita akan berikan by name by address, bukan lagi kuota. Mudahan demikian agar banyak lembaga PAUD dan PNF yang bisa diakreditasi,” harapnya. Diakuinya salah satu masalah ada pada jumlah asesor yang minim. Di tahun ini pihaknya mendapatkan tambahan 44 asesor. Ditambah lagi, BAP PAUD baru menjadi BAP pada tahun 2016 lalu, sebelumnya hanya berbentuk kelompok kerja (pokja). (ron)

na belum adanya KUA PPAS. Untuk gaji guru honorer SMA/SMK Pemprov melalui Dinas Dikbud semula mengusulkan anggaran sebesar Rp 120 miliar. Namun yang disetujui oleh TAPD sekitar Rp 60 miliar. Belakangan, akibat keterbatasan fiskal daerah ini, alokasi anggaran untuk guru honorer ini kembali dikurangi menjadi Rp 40 miliar. Suruji beberapa waktu lalu menargetkan pengangkatan guru dan pegawai melalui mekanisme PPPK dilakukan tahun ini. Ia mengatakan akan dilakukan rekrutmen 5.200 guru honorer SMA/SMK termasuk pegawai tata usaha. Untuk kebutuhan gaji 5.200 guru honorer ini pihaknya sebenarnya mengajukan anggaran sebe-

(Suara NTB/dys)

KUNJUNGI - Murid SDN 13 Mataram mengunjungi Museum Negeri NTB, Selasa (21/11). Mereka ingin melihat dan mempelajari peninggalan sejarah masa lalu.

Belajar Masa Lalu dengan Berkunjung ke Museum Mataram (Suara NTB) Keberadaan museum sangat stretagis bagi suatu daerah. Di dalamnya terdapat berbagai sumber kearifan budaya suatu daerah yang dapat dipelajari generasi masa kini. Di samping itu fungsi museum cukup banyak, salah satunya ialah fungsi sejarah. Tidak mengherankan, banyak orang menjadikan museum sebagai tempat mereka belajar sejarah langsung. Seperti halnya bagi puluhan murid kelas VI SDN 13 Mataram, Selasa (21/11).

Wali Kelas VI SDN 13 Mataram Helmi Rohyani, S.Pd., menerangkan puluhan siswa SDN 13 Mataram mengunjungi museum Provinsi NTB dengan tujuan untuk melihat lebih dekat benda-benda bersejarah koleksi museum. Menurutnya, mempelajari sejarah langsung di museum bagian pembelajaran aktif apalagi koleksi museum mempunyai nilai sejarah sangat tinggi. Tak heran jika antusiasme siswa datang ke museum luar biasa. Di samping itu “Outing class” dengan belajar langsung ke museum memberi ruang pembelajaran seimbang antara teori yang diberikan terhadap siswa di kelas dengan praktik di luar kelas.

Lebih jauh disebutkan, kegiatan kunjungan ke museum ini juga sebagai upaya siswa untuk mengenal bentuk kehidupan masyarakat NTB tempo dulu melalui pengamatan terhadap semua jenis alatalat tradisional yang dipamerkan di museum NTB. “Kunjungan ini adalah merupakan praktik lapangan untuk anak-anak setelah mereka mempelajari tentang sejarah di dalam kelas,” ungkapnya. Sehingga dengan demikian diharapkan, berbagai teori yang mereka pelajari bisa dipahami dengan sempurna ketika mereka melihat langsung berbagai jenis alat budaya dan peninggalan sejarah masa lampau yang ada di museum. (dys)

Mataram (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menegaskan agar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sejumlah SMK negeri di Mataram mengaku siap melaksanakan UNBK, bahkan SMK di Mataram melaksanakan UNBK sejak dua tahun yang lalu. Kepala SMKN 6 Mataram, Moh. Tauhid, S.Pd., dikonfirmasi Selasa (21/11), menyampaikan, pihaknya sudah siap melaksanakan UNBK di tahun 2018 mendatang. SMKN 6 Mataram sudah melaksanakan UNBK sejak dua tahun lalu. “Sarana dan prasarana lengkap, tidak ada hambatan untuk UNBK,” katanya. Disinggung terkait target Dinas Dikbud NTB untuk melaksanakan UNBK di seluruh SMK, Tauhid meyakini jika semua SMK di Mataram bisa menjalankan UNBK. Di SMKN 6 Mataram menyiapkan 40 unit komputer untuk 115 siswa, pelaksanaan UNBK dibagi tiga sesi dalam sehari. Seluruh komputer disediakan oleh sekolah, tidak ada yang meminjam ke siswa atau guru. “Untuk tahun ini tidak ada yang meminjam, karena kemarin uji coba sudah tidak ada yang kita pinjam,” katanya. Sebagai upaya persiapan, SMKN 6 Mataram sudah melaksanakan simulasi pertama pada 6 dan 7 November silam. Selain itu peningkatan proses pembelajaran juga dilakukan untuk mempersiapkan UNBK. “Simulasi direncana-

kan dua kali, tergantung dari pemerintah pusat, kan jadwal uji coba dari pusat,” katanya. Ia berharap dalam pelaksanaan UNBK nanti para siswa bisa berhasil semua. Tauhid juga menargetkan peningkatan nilai UN dibanding tahun kemarin. Sementara itu, Kepala SMKN 1 Mataram, H. Munawar, Selasa (21/11), juga mengaku sudah siap melaksanakan UNBK. SMKN 1 Mataram juga sudah melaksanakan UNBK sejak dua tahun silam. “Sudah siap untuk UNBK, SMKN 1 sudah melaksanakan dua tahun UNBK,” katanya. Sebanyak 250 siswa akan mengikuti UNBK di SMKN 1 Mataram. Pihaknya menyiapkan 100 unit komputer. Nantinya pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Mataram dilakukan sebanyak tiga sesi dalam sehari. “Jumlah komputer 100 dibagi menjadi 3 sesi,” katanya. Sebelumnya, Kepala UPTD Layanan Dikmen dan PK-PLK Lobar-Mataram, Abdurrosyidin R., juga meyakini sekolah di Mataram siap dalam melaksanakan UNBK. Menurutnya secara umum Lobar Mataram siap dalam melaksanakan UNBK. Namun demikian, bagi sekolah terjauh yang terkendala jaringan internet akan diminta bergabung dengan sekolah lain. “Sekolah yang terkendala koneksi internet, kita akan sertakan mereka dengan sekolah yang terdekat. Kita akan dekatkan dengan sekolah yang ada infrastruktur bagus,” katanya.(ron)

HMI dan SDN 36 Mataram Galang Bantuan Korban Banjir SMAN 8 Mataram Perkuat Kemampuan

Mataram (Suara NTB) Tiga hari pasca banjir yang melanda Kabupaten Lombok Timur bagian selatan, kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak banjir masih kurang. Guna membantu kekurangan logistik korban banjir, keluarga besar HMI Cabang Mataram dan SDN 36 Mataram turun menggalang bantuan dana bagi korban banjir, Selasa (21/11). Sekretaris HMI Cabang Mataram Rahmat Riadi, menuturkan, dari penggalangan dana yang dilakukan aktivis HMI selama beberapa jam, dana yang berhasil terkumpul mencapai angka Rp 7 juta lebih. Dana itu selanjutnya dipergunakan untuk membeli kebutuhan logistik bagi korban banjir. Diakui jika penggalangan dana dilakukan untuk membantu meringankan beban korban banjir yang menewaskan dua orang

Siswa Berbahasa Asing

(Suara NTB/ist)

SALURKAN - Kepala SDN 36 Mataram Sri Hartini menyalurkan bantuan pada korban banjir Lotim di salah satu posko, Selasa (21/11). tersebut. Terlebih banyak anggota HMI berasal dari Lotim. Sementara Kepala SDN 36 Mataram Sri Hartini, mengemukakan jika penggalangan dana bagian dari upaya menumbuhkan empati dan simpati warga sekolah terhadap yang tertimpa musibah. Tidak saja itu, ia bersama anggota SPG Angkatan 1987

juga berhasil menggalang bantuan yang telah disalurkan Senin sore ke beberapa posko banjir di Lotim. Pihaknya berharap bantuan yang diberikan mampu meringankan beban para pengungsi korban banjir Lotim . Termasuk semakin memupuk rasa persaudaraan antar sesama. (dys)

Mataram (Suara NTB) SMAN 8 Mataram memperkuat kemampuan siswa dalam berbahasa asing selain bahasa Inggris. Hal itu dilakukan untuk menambah wawasan siswa, serta agar siswa bisa berkomunikasi dan mengambil hal yang baik dari asal bahasa asing itu. Kepala SMAN 8 Mataram, H. Abdul Khalik, S.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/ 11) mengatakan, pelajaran bahasa asing, seperti Bahasa Arab, Bahasa Jerman, dan Bahasa Jepang diajarkan ke siswa kelas X dan XI. Para siswa memilih sesuai minat mereka, selain tetap juga diajarkan Bahasa Inggris. “Tergantung dari minat anak-anak,” katanya. Salah satu cara untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran bahasa asing, pihaknya memberikan kesempatan kepa-

da siswa berpidato sebelum upacara bendera setiap hari Senin. Siswa secara bergiliran berpidato selama 10 menit. Cara ini dilakukan untuk membuat mereka termotivasi. “Pidato giliran itu untuk memotivasi mereka dalam penggunaan bahasa asing. Alhamdulillah anak-anak termotivasi dan berprestasi,” aku Khalik. Selain itu, SMAN 8 Mataram juga tengah menjajaki kerja sama dengan Japan Foundation terkait pemahaman kebudayaan Jepang. Nantinya ada perwakilan masyarakat Jepang melalui Japan Foundation yang akan ke sekolah, menyampaikan tentang budaya, bahasa, dan karakter Jepang. Khalik menekankan, penguasaan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya sangat penting saat ini. Menurutnya pengua-

saan bahasa asing itu untuk menambah wawasan dan membuat siswa bisa berkomunikasi dengan pihak asing. Terlebih lagi jika para siswa melanjutkan ke perguruan tinggi laur negeri, penguasaan bahasa asing sejak SMA memudahkan mereka. Selain itu, dengan bahasa asing, siswa bisa belajar hal baik dari budaya asal bahasa asing itu, seperti etos kerja yang tinggi, dan hal lainnya. “Mereka bisa mengambil hal yang baik di luar negeri,” kata Khalik. Tidak hanya itu, dengan modal bahasa asing yang dimiliki, para siswa yang ingin bekerja ke luar negeri bisa menambah nilai mereka. Dengan modal bahasa asing itu, para pekerja bisa bekerja lebih baik. Apalagi di Lombok ini pengiriman tenaga kerja profesional atau yang memiliki kemam-

(Suara NTB/ron)

H. Abdul Khalik puan lebih dibutuhkan. “Syaratnya harus menguasai bahasa asing,” pungkasnya. (ron/*)


Halaman 11

SUARA NTB Rabu, 22 November 2017 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 12345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

Kerjasama Dispora Provinsi NTB dengan Harian Suara NTB

Pendatang Baru yang Sukses Ukir Prestasi di PON Atlet tarung derajat NTB, Ririn Sulastri tergolong atlet pendatang baru di beladiri tarung derajat. Meski demikian karirnya di olahraga beladiri tersebut tergolong sukses. Empat tahun berkiprah di olahraga beladiri ciptaan Ahmad Derajat itu, atlet Sumbawa ini sukses meraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar) 2016. DIWAWANCARA Suara NTB di Mataram, Senin (19/ 11), Mahasiswa semester 3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) ini mengatakan, belajar tarung derajat terbilang baru. Dia mengenal tarung derajat di tahun 2012. Saat itu dia masih duduk di bangku kelas 2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Dan sekarang mahasiswi semester tiga Unram. “Dulu saya sekolah di MAN 2 Sumbawa. Disanalah saya mengenal tarung derajat, karena di sekolah saya ada kegiatan latihan tarung derajat diluar jam sekolah,” ucapnya. Atlet yang lahir di Batu Bangka, Moyo Hilir, Sumbawa ini tertarik belajar tarung derajat hanya untuk beladiri saja. Pasalnya, di tempat dia sekolah dengan rumah tempat tinggal cukup jauh, sehingga dia butuh keahlian beladiri untuk berjaga-jaga dari gangguan orang jahat. Setelah dua bulan belajar tarung derajat tak disangka bakatnya di beladiri tarung derajat cukup mumpuni. Dan dia dipercaya oleh pelatihnya, Sabaruddin untuk mengikuti Pekan Olahraga Raga Kabupaten (PORKAB) Sumbawa. Hasilnya dia berhasil meraih

Saputra dan Ainun Dipanggil Pelatnas Asian Games Mataram (Suara NTB) Keberhasilan atlet NTB merebut enam medali emas di kejurnas tinju amatir di Bangka Belitung belum lama ini membuat beberapa atlet NTB dilirik oleh Pengurus Besar (PB) Pertina. Kabarnya, organisasi olahraga tinju Indonesia itu memanggil dua atlet NTB, Saputra Samada dan Ainun Azizah untuk mengikuti Pelatnas Persiapan Asian Games 2018. Pelatih Pertina NTB, Indah Dugi Cahyono yang dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Selasa (21/11) kemarin membenarkan bahwa dua atlet tinju NTB, Ainun Azizah dan Saputra Samada telah dipanggil untuk mengikuti Pelatnas persiapan Asian Games 2018. “Dua atlet kami, Saputra dan Ainun dipanggil mengikuti Pelatnas persiapan Asian Games 2018,” ucapnya.

Nama TTL

: Ririn Sulastri : Sumbawa, 18 Agustus 1998

Prestasi : 1. Medali perunggu PON XIX/ Jabar 2016 medali emas. Sukses di Porkab Sumbawa, putri pasangan Sahabuddin dan Suhaimi ini kembali dipercaya mewakili Kabupaten Sumbawa di Kejurda Tarung Derajat di Mataram akhir tahun tahun 2012. Saat itu Ririn masih pelajar, namun sudah mampu meraih medali emas. Selanjutnya di Kejurda Tarung Derajat tahun 2013, Ririn kembali sukses menggondol medali emas untuk Sumbawa. Kemudian kesuksesan Ririn berlanjut dengan meraih medali emas di Porprov NTB tahun 2014. Sukses di Porprov 2014, barulah Ririn dipercaya mewakili NTB di Pra-PON 2015 dan berhasil meraih tiket PON dengan mendulang medali perunggu. Serta berhasil mempersembahkan medali perunggu di PON 2016. Bila dihitung-hitung bah-

wa proses latihan mahasiswa semester 3 Unram ini di cabor tarung baru tiga tahun berjalan. Namun demikian dia sudah bisa menguasai teknik tarung derajat dengan baik. Sehingga dia mampu menunjukan prestasi di kancah nasional dengan meraih medali perunggu di PON 2016. Meraih medali perunggu memang bukanlah prestasi tertinggi di PON. Namun demikian, Ririn patut diberikan apresiasi karena sudah mampu menunjukan prestasi nasional, dengan usia latihannya belum matang, namun sudah berbuah prestasi. Harapan Ririn kedepannya adalah memasang target medali emas di PON di Papua 2020. Dia optimis bisa menyumbangkan medali emas di ajang multi event nasional karena usianya sangat matang ketika mengikuti event itu. Saat ini dia baru berusia 19 tahun. Sehingga usianya di PON 2020 genap 22 tahun atau usia emas untuk berprestasi di multi event nasional. (fan/*)

Dikatakannya, dengan dipanggilnya dua atlet NTB yang mengikuti Pelatnas Asian Games 2018, maka menambah jumlah nama atlet NTB di daftar pelatnas persiapan Asian Games 2018. Dimana sebelumnya, atlet NTB, Huswatun telah lebih awal masuk Pelatnas, dan saat ini, disusul oleh dua atlet NTB, Ainun Azizah dan Saputra Samada. “Huswatun sudah bebera-

KONI Dompu Bidik 40 Emas di Porprov 2018 Dompu (Suara NTB) – Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu menargetkan 40 medali emas pada pekan olah raga provinsi (Porprov) tahun 2018. Untuk mewujudkan itu, KONI akan melakukan pemetaan cabang olah raga (Cabor) unggulan dan berpotensi menyumbang medali sehingga bisa menentukan skala prioritas penanganan. Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Dompu, Putra Taufan, SH, MH kepada Suara NTB di sela rapat anggota KONI di gedung Pemuda, Selasa (21/11) kemarin. “Skala prioritas kita dengan memetakan cabor – cabor unggulan dan berpotensi. KONI akan segera beraksi. Karena mengingat skala prioritas penanganan cabor, anggaran kita yang sedikit bisa maksimal kita gunakan,” tegasnya. Untuk mendukung target capaian medali, Putra Taufan mengungkapkan, pada Januari 2018 mendatang pihaknya sudah melaksanakan Satlak Dompu Berlari. Satuan pelaksana ini yang akan menkoordinir dan memantau pelaksanaan pemusatan latihan masing – masing cabor. Sehingga pasca rapat anggota KONI ini akan segera diserukan kepada mas-

ing – masing Cabor untuk memulai proses penyeleksian atlit. “Insyaallah kita akan menyerukan kepada seluruh cabor agar segera akan menyeleksi atlit, karena Januari kita sudah melaksanakan Satlak Dompu Berlari,” ungkapnya. Berdasarkan gambaran sementara dari hasil Porprov 2014, diungkapkan Putra Taufan yang akan mengakhiri posisinya di Ketua KNPI Dompu ini, cabor bela diri, atletik, panjat tebing dan beberapa cabor lain yang berpotensi menyumbangkan medali. “Tapi kita akan membentuk tim pemantau cabor yang akan segera menentukan cabor unggulan itu,” terangnya. Sekda Dompu, H. Agus Bukhari, SH, M.Si yang mewakili Bupati Dompu mengungkapkan komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam membangun olah raga di Dompu akan tetap bersama KONI. Apa yang menjadi target KONI dalam meraih 40 medali emas di Porprov mendatang akan didukung pemerintah. Karena Pemda melalui Bupati Dompu menargetkan agar atlit

Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666 TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath + Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage + Lulur + facial+Totok Wajah + Ctok + Mskr Bdan +ratus Vagina (100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub: 087 765860889/ 085937064233, jl.Salak Gg II No.5, Tohpati Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar. FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

RUPA-RUPA KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah,Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/ 50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/ delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127

LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

SALON MUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram

Bonris Cake and Pastry Disc 20% off , 23-29 September 2017, Promo Dahsyat u/Bonris (Bolu Na Artis)Bisa di dapatkan di New Zealand Bakery,Jl.Pejanggik 47B (Seberang Mataram Mall).

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130

RUPA-RUPA

LKP YUNI SALON Promo Krsus Kilat Unt Smua Prgrm Bljr Hy 1 Bln Anda Siap Bekerja dan Buka Usha Salon. Berminat Hub. YUNI SALON. Jl. Dr. Sutomo No. 18 Krg Bru Mtrm. Hp: 087865155031/081236448081

DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

dari Dompu bisa berbicara banyak, tidak hanya di even skala provinsi, tapi juga di skala nasional hingga ASEAN bahkan dunia. “Kita berharap atlit dari Dompu tidak hanya bisa berprestasi di tingkat Provinsi tapi juga di tingkat nasional hingga ASEAN, bahkan dunia,” katanya. Untuk mendukung itu, H. Agus Bukhari mendorong KONI melakukan pemetaan cabor unggulan dan berprestasi sehingga sedinini mungkin dilakukan pembinaan. Begitu pula dengan

SALON

RUPA-RUPA

SALON

pa bulan lalu masuk Pelatnas, sementara Saputra Samada dan Ainun Azizah dipanggil Pelatnas karena berhasil meraih medali emas di kejurnas tinju amatir elite di Bangka Belitung baru-baru ini,” jelasnya. Terkait pemanggilan tiga atlet mengikuti Pelatnas tersebut, ketiga atlet NTB itu akan menjalani Pelatnas bersama atlet-atlet tinju nasional di

Banten yang sudah dimulai beberapa bulan lalu. “Mereka akan berangkat mengikuti pemusatan latihan nasional persiapan Asian Games di Banten dalam Minggu ini,” jelasnya. Sebagaimana diketahui sebelumnya, NTB berhasil meraih gelar juara umum setelah sukses menyabet enam medali emas di Kejurnas Tinju Amatir Elite di Bangka Belitung, 18 November lalu. Enam medali emas itu diraih oleh Huswatun Hasanah di kelas 60 Kg putri, Endang di kelas 48 Kg, Jubaitul di kelas 54 Kg, Ainun Azizah di kelas 51 Kg, Karmila kelas 57 Kg dan Saputra Samada di kelas 69 Kg putra. (fan)

LOWONGAN MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/ Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:DewaDewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/082147428836

sepak bola yang belum banyak memberikan prestasi gemilang di skala provinsi untuk dilakukan penjaringan atlit sejak dini. “Kalau dari sekarang atlit sepak bola bisa dilakukan seleksi dan dibina, saya memiliki keyakinan pada Porprov 2018, Dompu tidak hanya bisa lolos di semi final, tapi bisa maju di (pertandingan) final,” ungkapnya. (ula)

HILANG HILANG STNK R4 TOYOTA DR9700CZ NOKA/NOSIN : MHF31KF6020017370/7K0515196 NO.BPKB: L-00590706 AN.IR.H.MUDJIARMAN DIPI,HE.M.SI. HILANG DSKTR KOTA MATARAM HLG BPKB R4 SUZUKI DR1117DL NOKA/NOSIN : MHYGDN41V7J-153157/ G15AID-15736 AN: KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMASI LOBAR HLG DSKTR JL. RAYA GERUNG HLG BPKB R4 TOYOTA DR 75 DL NOKA/NOSIN : MHF11KF70Y0031878/7K-0389714 AN: PEMDA KABUPATEN LOMBOK BARAT HLG DSKTR JL.RAYA GERUNG HILANG 4 BUAH BPKB R4 DR213DZ HONDA NOKA/ NOSIN: JHM-83540823/EH12021475. TOYOTA DR1781HZ N O K A / N O S I N : MHFM1BA3J8KO71417/ DC67661. SUZUKI R2 DR6531DF NOKA/NOSIN : MH8FD110X3J-362960/E401ID-368364. R2 HONDA DR6097HD NOKA/NOSIN: MH1JF6118AK027962/JF61E1027909 AN. INDAH LISTIANI HLG DSKTR RUMAH

RUPA-RUPA JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. ALIENG BLOWLASH STUDIO SULAM Melayani: Sulam Alis Bloking, Sulam Alis Shading Mix, Sulam Alis Micro 6D, Sulam Alis Micro 12D, Sulam Alis micro 15D, Sulam Alis 18D, Sulam Bulu Mata, Sulam BB Glow, Sulam Bibir, Sulam Eyeliner . JL. Nuraksa No. 3 Samping PLTD Pagesangan Timur HP. 081802570008

LOWONGAN DIBUTUHKAN Karyawati skaligus mengelola salon&spa yg brpnglman.Alamat Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas.Fas lain mnyewakan pkaian adat.Berminat Hub : 081907004335 AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya. DIBUTUHKAN SEGERA TERAPIS SALON, SUDAH BERPENGALAMAN DIBIDANG SALON KECANTIKAN DAN TREATMENT, BELUM MENIKAH, UNTUK DITEMPATKAN DI INA PARISKA SALON CAB. MATARAM, LAMARAN DIKIRIM KE INA PARISKA SALON, JL. MAJAPAHIT NO. 31 B-C MATARAM AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)


Rabu, 22 November 2017

SUARA NTB

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Rabu, 22 November 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

Waspadai Kualitas Proyek SUDAH menjadi rahasia umum bahwa meski menjelang akhir tahun, masih ada saja proyek yang sedang bahkan belum mulai dikerjakan. Padahal, batas dari pengerjaan proyek-proyek itu adalah Bulan Desember. Ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Tidak saja karena waktu yang mepet, tapi juga kualitas yang meragukan. Fenomena ini terjadi di banyak daerah di Indonesia, termasuk di NTB. Salah satu contohnya adalah proyek monumen Mataram Metro di Lingkar Selatan Kota Mataram. Proyek milik Pemkot Mataram yang direncanakan menelan anggaran Rp 5 miliar itu, baru akan dikerjakan dalam Bulan November 2017 ini. Terlihat bundaran tersebut sudah mulai dipagar keliling menggunakan seng warna hijau tua. Sudah mulai terlihat lalu lalang pekerja dan juga kendaraan pengangkut material berupa tanah uruk. Namun yang menimbulkan tanda tanya adalah, bisakah tahap pertama proyek itu rampung tepat waktu, yakni akhir Desember 2017. Mengingat waktu yang tersisa semakin singkat. Ini sangat disayangkan. Sebab, proyek monumen Mataram Metro bukan bangunan biasa. Itu akan menjadi identitas Kota Mataram. Dimana, tamu-tamu yang berkunjung ke Mataram, akan melihat langsung monumen tersebut. Karena bagaimanapun, kawasan tempat dibangunnya monumen itu merupakan salah satu pintu masuk Kota Mataram. Pemkot Mataram sepertinya hanya bersemangat di awal saja. Semangat ingin mempunyai monumen sebagai ciri khas Kota Mataram, rupanya tidak dibarengi dengan persiapan yang matang. Ini terlihat dari eksekusi proyek itu menjelang akhir tahun. Dimana, jarak antara kegiatan peletakan batu pertama dengan kegiatan pembangunan proyek itu, terbilang cukup lama. Dimana Pemkot Mataram melakukan peletakan batu pertama pembangunan proyek Mataram Metro itu pada tanggal 31 Agustus 2017 bertepatan dengan HUT Kota Mataram ke-24. Setelah itu tidak terlihat aktivitas apapun. Dinas PUPR beralasan pembangunan monumen Mataram Metro itu sedang dalam tahap pemantapan desain. Meskipun Pemkot Mataram membantah bahwa pembangunan monumen Mataram Metro hanya mengejar momen HUT Kota Mataram, namun kesan itu sulit dihilangkan. Dari awal Pemkot Mataram merencanakan peletakan batu pertama pembangunan monumen Mataram Metro itu sebagai kado HUT Kota Mataram sehingga proyek itu tekesan dipaksakan harus melakukan peletakan batu pertama di tengah persiapan yang masih cekak. Bisa jadi, baru dieksekusinya pembangunan proyek itu karena minimnya persiapan yang ada. Ini tentu tidak sinkron dengan besarnya anggaran yang disiapkan untuk pembangunan monumen tersebut. Wajar kalau kemudian banyak kalangan yang khawatir akan kualitas proyek itu. Karena, jangan sampai anggaran yang besar menjadi mubazir akibat bangunan yang dihasilkan kurang berkualitas. Selain waktu yang singkat, cuaca belakangan ini diketahui kurang bersahabat. Hujan mulai sering turun bahkan hingga menggenangi jalanan di kawasan Lingkar Selatan Kota Mataram. Ini menjadi tugas dan tantangan berat bagi rekanan yang mengerjakan pembangunan proyek Mataram Metro tersebut. Untuk itu, kalangan dewan selaku mitra kerja eksekutif diharapkan turun tangan ikut melakuakan pengawasan dan pemantauan terhadap pembangunan proyek pembangunan monumen tersebut. Sehingga hasil akhir dari pembangunan Monumen Mataram Metro itu, sesuai ekspektasi. (*)

OPINI

Halaman 14

’’E-Book’’: Kemajuan yang Mundur Teratur ITERASI; sebagian besar dari kita telah memahami kata ini. Kemampuan manusia menentukan informasi apa yang boleh atau tidak boleh masuk ke dalam otaknya. Manusia memiliki hak mutlak memutuskan bacaan apa yang inginkan. Saya fokuskan ini kepada literasi mengonsumsi buku. Masyarakat di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), dalam ranah literasi, terbagi menjadi dua kelompok: yang telah sadar dan yang belum sadar. Barisan sadar ini adalah orang-orang yang biasanya memang hidup berkelindan dengan buku. Pelajar (dalam artian aktivitas, bukan sekedar status), peneliti dan penulis. Sedangkan yang belum sadar literasi dominan melakukan aktivitas yang tidak bersentuhan langsung dengan buku. Bukannya tidak mampu membaca, hanya tidak melakukan sikap pemilahan informasi di kesehariannya. Menyadari pentingnya pemerataan kesadaran literasi, masyarakat yang telah “tersadarkan” melakukan gerakan dengan berbagai cara, di antaranya: menyebarkan buku-buku, mengajarkan membaca, membuat kelompok-kelompok diskusi dan membuat kelas menulis. Menyebarkan buku-buku ini menarik untuk meningkatkan “kelas” mereka, para masyarakat, yang bisa membaca namun tidak dekat dengan buku. Sekali lagi kita tidak—atau belum—berbicara tentang gawai. Belum. Sebagaimana kita ketahui, buku diciptakan tidak melalui proses singkat. Menulis, menyunting, mengirim ke penerbit, disunting lagi, setelah layak, barulah dicetak. Ada proses-proses yang harus ditempuh sehingga membuat sebuah buku layak dipercaya keabsahan isinya. Ini terlepas dari fenomena mudahnya menerbitkan buku secara mandiri. Keabsahan pengetahuan dalam sebuah buku menjadikannya sangat penting untuk ada di genggaman para masyarakat—terkhusus masyarakat daerah 3T. Tidak sekedar mampu membaca, namun juga mampu menabung pengetahuan. Tentu itu didapat dari buku jika metodenya adalah baca. Selain menyebarkan buku-buku, ada juga kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kerja literasi di masyarakat. Buta aksara masih menjadi masalah berat di meja pemerintahan. Tingkat literasi di

Oleh: Ilda Karwayu ( Komunitas Akarpohon Mataram) negara ini masih rendah. Sehingga untuk mengejar masyarakat yang sudah bisa baca, masyarkat lainnya yang bahkan belum mengenal huruf-huruf dengan baik haruslah mulai diajarkan membaca. Setelah mereka mampu membaca, barulah melangkah ke tahap yang sudah dijelaskan di atas. Bagi masyarakat yang sudah akrab dengan buku, saatnya mereka membekali diri dengan kemampuan literasi, yakni mampu memiliah bacaan yang mereka butuhkan. Maka dibentuklah kelompok-kelompok diskusi. Ini penting dilakukan untuk memfasilitasi mereka yang butuh informasi bacaan, serta memutar informasi yang mereka dapat dari bacaan. Arus pertukaran informasi dan ilmu pengetahuan menjadi semakin deras jika masyarakat membentuk kelompok-kelompok diskusi setelah membaca. Dari sini pasti akan lahir gagasan baru, ideide baru, dan segala pemikrian yang tidak kita duga sebelumnya. Meningkat lagi setelah dari diskusi, kita menemukan kelas menulis. Inilah siklus akhir dari literasi. Ketika mereka telah mampu membaca, memilah buku yang mereka inginkan atau butuhkan, mendiskusikannya, menemukan gagasan baru, inilah saatnya menulis. Menulis gagasan yang dirasa perlu diketahui oleh masyarakat lainnya. Menulis memiliki seni tersendiri. Di sinilah masyarakat literasi ditantang untuk berperan menciptakan bacaan yang baik dan dibutuhkan masyarakat. Di akhir muara, terbitlah buku baru hasil olah otak dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat. Sampai di sini, fungsi buku sangatlah jelas. Lalu, bagaiman dengan femonena gawai saat ini? Masyarakat semakin banyak menggandrungi gawai. Lalu (lagi), hubungannya dengan literasi apa? Apakah kita mulai menyalahkan gawai karena “merenggut” perhatian masyarakat dari buku? Ada sebuah teknologi yang hadir berbarengan dengan gawai. Ialah sebuah fitur untuk membaca di gawai. Semacam membaca buku juga. Orang-orang menyebutnya e-book; Electronic book. Banyak buku beredar dalam bentuk e-book. Masyarakat merasa dimudahkan dengan kehadirannya. Jadi sambil menyelam, minum air. Pengguna gawai bisa membaca sambil mengop-

RADIO

erasikan fitur-fitur lain di gawai. Atau sebaliknya? Bisa juga. Hal ini terlihat tidak sehat bagi saya. Kita banyak tahu penelitian tentang bahaya radiasi akibat terlalu sering berada dekat dengan gawai. Dengan nama lainnya, yakni ponsel pintar, ia diciptakan memang untuk menjadi pintar. Melakukan beberapa kegiatan di satu waktu. Membuka surat elektronik (surel), memutar musik, membuka fitur e-book, bahan membuka fitur permainan dalam jaringan (daring)! Betapa hebatnya. Dari sekian banyak kegiatan “sambil-sambil”, yang mana yang lebih dominan dilakukan? Ini kita sudah selesai membahas bahaya radiasi karena hal tersebut tidak bisa dihindari apapun kegiatan yang dilakukan bersama gawai. Dari sekian kegiatan, yang menarik secara audio dan visual tentulah yang dominan dilakukan. Mari lihat di sekitar kita: di bus, di jalan, di kedai-kedai, bahkan di perpustakaan! Bisa dijamin tidak sampai 50% masyarakat yang membaca melalui e-book. Sehingga, apakah gerakan literasi sekarang bisa bekerjasama secara baik dengan gaya hidup ber-gawai? Ada lagi upaya lain yang coba dilakukan: membaca e-book melalui komputer. Namun jika dicermati, ini sama saja dengan gawai—hanya beda perangkat. Bahan fiturnya pun jauh lebih lengkap di dalam komputer. Bisa dijamin bahwa proses literasi tidak akan berjalan sesuai siklus karena gengsi visual sosial menyusup di balik kehadiran teknologi. Kemampuan mengoperasikan teknologi canggih masih menjadi tolak ukur kemajuan manusia di masyarakat. Sehingga kehadiran gawai dan komputer sudah bisa dipastikan akan menaikkan gengsi sosial. Mata masyarakat menangkap kemajuan peradaban secara visual. Menggenggam gawai, menenteng laptop, dan duduk di kedai kopi kelas internasional. Wah, benarbenar mencerminkan kemajuan. Akan tetapi masyarakat (mungkin) lupa bahwa tingkatan peradaban tidak bisa dilompati. Seperti naik tangga, kita tidak serta merta mampu melangkahkan kaki ke tangga nomor tujuh jika kaki kita masih berpijak di tangga nomor dua. Tahap literasi melalui buku haruslah tuntas terlebih dahulu sebelum menuju era gawai. Bukan berarti buku hanya sekedar lompatan dari

sebuah tangga yang hanya perlu dilalui tanpa dipertahankan. Justru karena ia harus dipertahankan maka kita harus tuntas mengenalnya sebelum beranjak ke yang lain. Bisa dibayangkan bagaimana hidup di masa depan jika masyarakat yang baru bisa membaca sudah menggenggam gawai. Andai mereka disuguhkan e-book juga di dalamnya, bisa dipastikan ia akan kalah dengan kecanggihan visual permainan daring dan alamat situs-situs menarik di internet. Tidak akan ada yang benar-benar sibuk membaca. Ruang-ruang diskusi akan sepi. Lambat laun terbentuklah masyarakat bersumbu pikir pendek. Rajin melontarkan pendapat-pendapat “kosong”—yang sekarang dikenal dengan hoax. Jika sudah demikian, bagaimana dengan nasib kelas menulis? Nasibnya tidak berbeda jauh dari ruang diskusi. Dalam jangka panjang, siklus literasi akan putus. Mungkin fenomena ini terbaca buruk. Terkesan menolak kehadiran teknologi. Tidak “mencerdaskan” dan tidak menguntungkan masyarakat. Tapi, bukankah membeberkan hal semacam di atas adalah salah satu gerakan literasi?

Banjir Keruak dan Jerowaru, pertama kali dalam sejarah Telisik pemicunya, cegah peristiwa serupa terulang

***

Pemda dijanjikan Rp 5,1 miliar, tunggakan pajak hotel membengkak Harus ada tindakan tegas

***


RAGAM

SUARA NTB Rabu, 22 November 2017

Banjir Keruak dan Jerowaru, Pertama Kali dalam Sejarah Selong (Suara NTB) Banjir bandang yang menerjang kecamatan Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru Lombok Timur, Sabtu (18/11) menyisakan kesan mendalam bagi warga. Menurut penuturan warga di Dusun Penendem Desa Senyiur Kecamatan Keruak yang terkena cukup parah, banjir ini pertama kali dalam sejarah. “Baru kali ini terjadi. Pertama dalam sejarah. Seumur hidup tak pernah terjadi seperti ini,” tutur Kepala Desa Senyiur Kecamatan Keruak, Muhaji ketika dikonfirmasi Suara NTB disela-sela kunjungan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang meninjau lokasi di Dusun Penendem, Selasa (21/11) siang kemarin. Muhaji menceritakan banjir bandang yang menerjang dusun tersebut tidak ada tanda-tandanya dan berlangsung cepat sekitar 30 menit. Hujan lebat di bagian utara yang informasinya sejak pagi sampai malam disinyalir menjadi penyebab banjir bandang tersebut. Ia megatakan hujan yang terjadi di Dusun Penendem berlangsung sekitar 40 menit. Artinya hujan tidak terlalu lama. Mengenai kebutuhan mendesak warga korban banjir, kata Muhaji adalah selimut dan pakaian anak sekolah. Sementara untuk makanan sudah ada bantuan dari pemerintah. Ia juga mengharapkan pemerintah daerah baik itu provinsi dan kabupaten segera memperbaiki rumah warga yang hancur akibat banjir. Di dusun tersebut ada sekitar 18 unit rumah warga yang hancur dan terbawa arus. Kemudian yang rusak sedang sebanyak 29 unit. Selain itu ada 141 ekor kambiing warga yang hanyut dibawa banjir beserta kandangnya. Muhaji juga mengharapkan pemerintah daerah segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, terutama dua jembatan antar kampung yang putus. “Kemudian jalan-jalan yang rusak kita berharap. Kemudian rumah penduduk segera diperbaiki supaya mereka bisa kembali ke rumahnya,” pintanya. Warga korban banjir di dusun tersebut, kata Muhaji sudah tak punya apa-apa. Harta benda mereka sudah hanyut terbawa banjir. Banyak juga gabah yang mereka simpan terbawa hanyut banjit bandang. Ia mengatakan penanganan korban banjir bandang yang dilakukan pemerintah daerah sudah cukup. “Beras sangat dibutuhkan saat ini,” katanya. Sementara itu warga Dusun Penendem, Zainul Majdi mengatakan banjir bandang tersebut baru kali ini terjadi. Dikatakan, setahun sejak adanya bendungan Pandandure, banjir bandang ini terjadi. “Kalau dulu ndak pernah begini. Dulu memang ada banjir tapi hanya lewat saja, ndak pernah kayak begini,” katanya. Meskipun demikian ia tak dapat memastikan penyebab pasti banjir bandang tersebut. Warga hanya menduga hal itu akibat adanya bandungan Pandanduri. “Banyak informasi, ada pengalihan saluran, dari Lombok Tengah juga dialihkan ke sini,” ucapnya. Rata-rata warga yang menjadi korban banjir bandang itu, kata Zainul merupakan ekonomi lemah. Sehingga, ia berharap pemerintah daerah dapat menanggung setengah dari kerugian warga akibat banjir bandang tersebut. Di tempat yang sama, mantan Kadus Penendem, Harwani mengatakan di dusun tersebut ada dua jembatan antar kampung yang putus. Kemudian adan 141 ternak awarga yang hanyut terbawa banjir. Ia mengatakan masyarakat sangta membutuhkan air bersih dan beras. “Warga mengungsi semua. Kalau sudah magrib semuanya mengungsi. Sebagian juga ke Kecamatan Jerowaru. Terbanyak di madrasah tempatnya mengungsi,” tandasnya. (nas)

Jangan Ada Pembiaran Dari Hal. 1 Sebab jika itu sudah dibabat habis, maka jangan salahkan siapapun kalau terjadi banjir bandang. Gubernur menyebut salah satu kasus pembabatan hutan di Jurang Koak Lotim. Ia meminta supaya berhatihati. Dikatakan, pemerintah tidak mungkin menghalangi atau menyusahkan rakyatnya. ‘’Tetapi pemerintah juga punya kepentingan bukan hanya untuk satu, dua orang tapi semuanya. Kan di bawah Jurang Koak itu ada Desa Bebidas, Aikmel segala macam,” sebut Gubernur. Jika hutan di Jurang Koak dibabat habis. Kemudian terjadi banjir bandang yang melanda ribuan orang maka siapa yang bertanggung jawab. Sehingga, orang nomor satu di NTB ini meminta supaya hal ini dipahami betul-betul, jangan ada pembiaran. ‘’Jangan ada alasan-alasan dan kita tertibkan semua. Supaya buffer kita ini bisa berfungsi sebagaimana mestinya untuk menahan aliran arus,” katanya. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, dalam kurun waktu 2011 sampai 2015, terdapat 146 kasus dengan 55 kasus di antaranya telah divonis huku-

man oleh pengadilan. Kasus ini didominasi pengangkutan hasil hutan tanpa dokumen, legalitas kayu dan kasus penebangan hasil hutan kayu secara tidak sah (illegal logging). Sementara di tahun 2016 terdapat 27 kasus dengan rincian 7 kasus sudah P21, enam sudah di putuskan dan 14 kasus dalam tahap penyelidikan. Luas areal hutan di NTB mencapai 1.071.722 juta hektare. Yang terdiri dari hutan lindung 449,141 hektare atau 41,91 persen. Selanjutnya, hutan produksi seluas 1.071, 722 hektare dan hutan konservasi seluas 173,636 hektare atau 16,20 persen. Data Dinas LHK NTB 2016 lalu, luas lahan kritis di mencapai 555.427 hektare lebih atau 52 persen dari total 1.071.722 juta hektare luas kawasan hutan. Dengan rincian, kritis 154,358 hektare lebih dan agak kritis 401,069 hektare. Ada beberapa penyebab lahan kritis di NTB yang setiap tahun terus mengalami peningkatan. Di antaranya akibat perambahan hutan dan illegal logging yang dilakukan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab. (nas)

Ditegur PPK, Empat Paket Proyek RSJ Dikebut Dari Hal. 1 Dari empat item ini, paket tersebut diketahui paling rendah capaiannya, hanya 37,5 persen sehingga jadi alasan PPK memberikan teguran. Diakui Hendra, sejumlah kendala sehingga progres pekerjaan minus dari target. kendalanya, karena tidak maksimalnya para pekerja, juga karena mengejar pengerjaan sesuai spesifikasi. Pekerjaan terberat ketika pemasangan tiang pancang untuk kedalaman 1,5 meter. Cara mempercepat pengerjaan, pihaknya terpaksa menambah jumlah tenaga kerja, hingga harus kita lembur setiap malam sejak dua minggu terakhir. ‘’Selain itu, faktor cuaca juga jadi penyebab. Apalagi kinerja dari teman-teman (pekerja) ada yang belum maksimal, tapi sekarang sudah ada kemajuan setelah ada penambahan,’’ jelasnya. Tahapan saat ini, pihaknya sedang mengerjakan komponen seperti finishing tembok, plester dinding, septic tank, pemasangan keramik dinding, selanjutnya akan masuk pemasangan baja konvensional. Sementara untuk paket gedung aset, capaiannya masih 57 persen. Ramli Ahmad selaku sub pelaksana proyek menyebut, cuaca menjadi salah satu faktor molornya pekerjaan. ‘’Kalau hujan, siang hari kadang kita kerja setengah hari. Malam kita sambung lagi,’’ kata Ramli Ahmad. Mengejar target agar

tuntas Desember nanti, pihaknya berusaha menyelesaikan pengerjaan dinding, kusen baja ringan, untuk target November. ‘’Karena sudah ada teguran, kita diminta untuk bisa mengejar target sesuai direncanakan. Kan ada time schedule - nya, mudah mudahan dua minggu ke depan bisa,’’ katanya. Fisik yang digarap oleh PT. DM termasuk menunjukkan kemajuan, sudah mencapai 60 persen pertengahan November. ‘’Tapi ada kendala memang, sampai kita harus lembur. Ada penambahan tenaga,’’ sebut pelaksana lapangan Subagyo. Beberapa waktu lalu ia termasuk yang dikumpulkan oleh PPK untuk membahas kemajuan pekerjaan. Meski tidak masuk progres yang minus, pihaknya tetap berusaha untuk mengejar sesuai target. Dikonfirmasi terpisah terkait kontrol atas empat paket pekerjaan ini, PPK Alex Juana belum bisa dihubungi Suara NTB hingga berita ini ditulis sore kemarin. Sementara pantauan Suara NTB sore kemarin, para pekerja sibuk dengan kegiatan di masing-masing paket. Mulai dari pekerjaan campuran semen, pemasangan bata tembok, plester tembok dan sebagian mengerjakan atap baja ringan. (ars)

Halaman 15

BI Pertajam Kemampuan Analisa Ekonomi Ratusan Pewarta Jakarta (Suara NTB) Bank Indonesia mengundang 580 wartawan dari Sabang sampai Merauke ke Jakarta. Para perwarta ini diberikan pemahaman besar tentang kebijakan ekonomi terkini Indonesia. Kerangkanya adalah pelatihan kepada wartawan daerah yang dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya pada 20-21 November 2017 ini. Pelatihan ini juga juga diikuti sembilan wartawan dari Provinsi NTB yang difasilitasi langsung oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB. Kegiatan dibuka langsung oleh Asisten Gubernur BI, Dyah Nasiti. Ketua Panitia kegiatan, Agusman, sekaligus menjabat sebagai Kepala Departemen Komunikasi BI, mengatakan pelatihan wartawan di Indonesia ini untuk meningkatkan kemampuan jurnalis ekonomi di Indonesia tentang peran BI secara komprehensif. “Kami berharap melalui kegiatan tersebut para jurnalis mampu menganalisa lebih tajam dan benar sehingga penyajian informasinya bermanfaat luas bagi ekonomi Indonesia,” ujarnya. Disadarinya, komunikasi yang lancar, efektif, dan efisien membutuhkan peran dari media massa sebagai institusi yang memiliki tugas untuk menyebarkan berita dan informasi yang objektif dan bermanfaat. “Peran media masa sangat penting. Makanya Bank Indonesia memandang penting untuk meningkatkan pemahaman

(Suara NTB/bul)

NARA SUMBER - Deputi Senior Gubernur BI, Mirza Adityaswara (tengah) dan narasumber lainnya. wartawan media massa secara rutin, terutama terhadap fungsi Bank Sentral dalam kebijakan monoter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan,” jelasnya. Asisten Gubernur BI Diah Nastuti menambahkan, hadirnya 580 wartawan ekonomi dari 34 provinsi di Indonesia, untuk mengikuti pelatihan sekaligus menjadi bagian dari implementasi tugas pokok dan fungsi BI sebagai otoritas moneter, sistem pembayaran serta menjaga stabilitas sistem keuangan. “Kami memandang komunikasi merupakan hal yang penting sekaligus memberi hal positif dalam membahas isu-isu terkini. Dan peran media juga sangat dibutuhkan,” katanya. beberapa hal yang disampaikan pada kegiatan ini diantaranya, tentang pengendalian inflasi daerah. Bank Indonesia menghadirkan nara sumber

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ditambah pemahaman tentang perkembangan perekonomian terkini dan kebijakan sistem pembayaran BI, Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) yang disampaikan Direktur Kebijakan dan Ekonomi Moneter BI Yoga Affandi, Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan BI Iskandar Simorangkir, serta Pengamat Ekonomi Samuel Sekuritas Lana Soelistyoningsih. Begitu pentingnya peran media ini terhadap informasi perkembangan dan perubahan pola hidup masyarakat dunia. Informasi-informasi terkini tentang kebijakan moneter dan makro prudensial di sadari oleh Bank Indonesia harus sampai kepada masyarakat. Karena itu, informasi apapun yang berkaitan dengan kebijakan moneter tersebut menurut Diyah bisa sampai dengan benar dan tajam. (bul)

Gubernur Prioritaskan Perbaikan Rumah Warga yang Hancur Dari Hal. 1 Di antaranya, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Mohammad Rum, MT, Kepala Biro Umum Setda NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si, Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Masyhuri, SH. Kemudian dari Pemkab Lotim tampak Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Napsi. Awalnya, gubernur beserta rombongan meninjau lokasi yang terkena cukup parah banjir bandang tersebut di Dusun Penendem, Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Lotim. Gubernur cukup lama berada di tempat ini. Sebelum menuju posko terpadu yang berada di Kantor Camat Keruak, gubernur memberikan bantuan makanan dan pakaian sekolah kepada warga korban banjir di Dusun Penendem. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 367 rumah warga yang rusak akibat banjir bandang itu. Terdiri dari rusak berat sebanyak 125 unit, rusak sedang 223 unit dan rusak ringan 19 unit. Selain itu, ada 14 jembatan dan satu masjid yang rusak. Banjir juga menyebabkan 643 KK atau lebih dari 2.280 jiwa

terdampak langsung dari banjir bandang. Daerah yang paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Keruak yang meliputi 10 desa yaitu Desa Setungkep Lingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros. Dampak banjir bandang di Desa Sepit Kecamatan Keruak mengakibatkan 15 rumah rusak berat, 65 rumah rusak sedang, 15 rumah rusak ringan, dan 4 jembatan rusak. Sedangkan di Desa Senyiur, banjir bandang merusak 47 rumah rusak berat, 25 rumah rusak sedang, dan 2 jembatan rusak. Ditanya mengenai penyebab banjir, gubernur mengatakan berdasarkan penuturan dari warga bahwa seumur hidup mereka baru pertama kali terjadi banjir. Ia menjelaskan masing-masing bencana pasti ada penyebabnya. Menurut gubernur, banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Lotim bagian selatan itu lantaran adanya embung yang jebol. ‘’Banjir bandang itu kan karakternya dia datang sebentar tapi biasanya warga sedikit yang kena tapi harta benda itu banyak. Sekarang, embung itu harus kita perbaiki. Jadi nanti

dari Dinas PU, Dinas Pertanian kita minta itu diprioritaskan sebagai bagian dari perbaikan embung,’’ ucapnya. Orang nomor satu di NTB ini mengatakan pada daerah aliran sungai, ada beberapa jembatan antar kampung yang tidak cocok dengan kondisi sekarang. Dimana, jembatan yang dibuat masih menggunakan pilar di bagian tengah jembatan. “Itu yang menghalangi air ketika banjir. Jadi dia nyebar, tampias. Jadi, jembatan ke depan itu tak boleh ada penghalang (pilar). Sehingga air itu betul-betul mengalir. Itu jembatan usainya sudah puluhan tahun,” katanya. Gubernur menyatakan, ia bersyukur pascabanjir Dinas Kesehatan NTB maupun Lombok Timur sudah turun ke lokasi. Menurutnya, keberadaan petugas kesehatan ini cukup penting mengingat pascabanjir banyak anakanak kecil yang rentan terkena penyakit. ‘’Masih tersisa tiga hari tanggap darurat. Tanggap darurat ini kita menangani hal-hal yang paling krusial. Terutama penyelamatan, kesehatan, pembersihan sarana publik maupun milik pribadi,” pungkasnya. (nas)

Bank NTB Serahkan Bantuan CSR ke Korban Banjir Lotim Dari Hal. 1 Bantuan diserahkan secara simbolis dari Direktur Unit Usaha Syariah Bank NTB, H. Saharudin dan Pimpinan Cabang sendiri kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, H. Napsi. Kemudian Kalak BPBD menyerahkan secara simbolis bantuan dari bank milik masyarakat NTB itu kepada Camat Keruak, Mustamin Hasyim. Prosesi penyerahan bantuan juga disaksikan dari jajarn Dinas Sosial (Disos) Lotim. Adapun bantuan yang diserahkan berupa beras, mi in-

stan, telur, minyak goreng dan air mineral. Pilihan jenis bantuan tersebut diberikan kepada para korban bencana banjir bandang itu karena dirasa paling dibutuhkan. Pimpinan Cabang Bank NTB Lotim ini berharap, bantuan yang diserahkan itu benar-benar bisa mengurangi beban derita yang dirasakan para korban banjir bandang. Diakui bantuan tidak seberapa itu tidak bisa memenuhi semua kebutuhan korban. ‘’Mudahan bisa meringankan beban korban,’’ harapnya. Akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu 18 November lalu itu, banyak warga ke-

hilangan rumahnya. Bantuanbantuan terus mengalir dari sejumlah pihak. Tidak terkecuali Bank NTB dengan harapan bisa meringankan beban para korban. Diharapkan semakin banyak yang mengulurkan bantuan, sehingga semakin ringan beban warga. Kepada korban diminta bisa bersabar menghadapi musibah. Banjir dadakan yang terjadi tidak ada yang tahu. Wilayah Keruak dan Jerowaru diakui selama ini belum pernah diterjang banjir. Diharapkan, semoga musibah serupa tidak kembali terjadi yang menimbulkan kerugian yang besar bagi warga. (rus/*)

Konversi Bank NTB Merupakan Wujud Transformasi Menuju Bank yang Lebih Kuat Dari Hal. 1 Agar proses transformasi ini berjalan lancar tanpa gejolak dan berkelanjutan harus menjadi lebih baik. Prijono meyakini dengan latar belakang NTB yang dikenal sangat religius. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat sangat penting agar bagiamana para tokoh ini mengajak dan membawa masyarakat bagaimana proses konversi ini berjalan dengan sangat baik. Selain itu, perlu juga ada pemahaman bahwa bank syariah ini tidak dikhususkan untuk masyarakat yang beragama Islam saja. Tetapi sifatnya universal. Sehingga tidak kemudian terjadi pengkotak-kotakan bahwa perbankan syariah adalah miliknya orang Islam. ‘’Tidak kemudian begitu,’’ katanya mengingatkan. Yang tak kalah penting adalah penyiapan SDM. Penyelarasan kultur internal bank.

Sebab bagaimanapun, transformasi kata Prijono, akan membawa perubahan-perubahan. Di beberapa negara, contohnya di Jepang. Transformasi berjalan pelan dan cenderung tidak dirasakan. Tetapi ada beberapa negara juga yang melakukan transformasi sangat radikal. Prijono mengharapkan transformasi Bank NTB akan berjalan mulus dan berhasil. Kemudian aspek teknis terkait operasiolnal bank. Sangat perlu diperhatikan di dalamnya ada teknologi informasi yang bergerak sangat cepat. Bahkan tidak bisa dibayangkan ke depan akan seperti apa wajah perbankan. Saat ini marak berkembang transportasi dengan layanan pemesanan daring (online). Bukan tidak mungkin ke depan kantor bank akan berkurang. Sebab hanya dengan perangkat ponsel, semua pelayanan transaksi sudah bisa dilakukan. Sebagai bagian dari otoritas,

disarankan bila konversi sudah terlaksana, bank juga harus menyiapkan sistem pembayarannya dan operasi moneternya dari sisi syariah. Sebab dalam konteks ini, kata Prijono, bank menganut dual banking system. Laporan-laporan bank, baik laporan harian, bulanan dan laporan berkala juga adalah bagian yang disarankan tak kalah penting diperhatikan. Dan yang terakhir adalah pengembangan layanan produk syariah. ‘’Kalau saya ibaratkan restoran, menyajikan menunya harus sudah lengkap. Saya tetap berharap Bank NTB Syariah nantinya akan menjadi leading bank syariah di Indonesia. Dengan menyediakan ‘’menu’’ yang sangat lengkap agar kebutuhan masyarakat terakomodir,” demikian Prijono. Dari sisi eksternal, tentu diperlukan dukungan tetap semua pihak, agar setelah dilakukan konversi, nasabah Bank NTB Syariah kedepannya justru lebih militan.(bul/*)

BKKBN Gelar ”Workshop” Wujudkan Pola Asuh Anak Terintegrasi Mataram (Suara NTB) Perwakilan BKKBN Provinsi NTB bekerjasama dengan PAUD Permata Bangsa menggelar acara workshop dalam mewujudkan pola asuh anak yang terintegrasi. Dengan mengusung tema ‘’Balita dalam Pengasuhan Orang Tua Hebat’’. Acara ini diadakan di Gedung Disiplin BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTB dan dihadiri sekitar 100 peserta workshop, yang terdiri dari para orang tua dan guru PAUD. Bertujuan untuk meningkatkan pengetahun dan pemahaman para peserta terkait pengembangan anak usia dini holistik integratif, pengelolaan bina keluarga balita, tumbuh kembang balita dan anak. Kemudian pendidikan karakter pada anak usia dini serta meningkatkan komitmen para peserta untuk melaksanankan pengembangan anak usia dini holistik Integratif. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Lalu Makripuddin, M. Si mengatakan, kualitas sumber daya manusia NTB masih tertinggal jauh dari provinsi lainnya. Dilihat dari data Indeks Pembangunan Manusia (IPM), NTB berada di urutan 30 dari 34 provinsi yang ada. Namun karena NTB mengalami percepatan IPM yang begitu cepat, memberikan harapan tahun 2025 nanti NTB mulai menghasilkan generasigenerasi emas. Hal ini dapat diwujudkan dimulaimelaluilembagapendidikananak usia dini. Tidak hanya pendidikan terhadapanaktetapijugauntukibunya, jadi apa yang didapatkan disekolah terjadi sinkronisasi dengan apa yang diajarkan di rumah. ‘’BKB dan PAUD harus terintegrasi. BKB memberi pendidikan kepada ibu-ibu dan PAUD memberikan pendidikan kepada anakanak. Sehingga apa yang diajarkan disekolah tidak berbeda dengan apa diajarkan dirumah” kata Makripuddin dalam sambutan-

nya, Selasa (21/11). Sebagai contoh jika tidak terintegrasi, di sekolah misalnya diajarkan untuk tidak berbohong dan harus menjadi anak yang jujur. Tetapi sebaliknya di rumah, ketika ada orang datang menagih utang, orang tua yang tidak mau keluar akan menyuruh anaknya melapor bahwa orang tuanya tidak ada di rumah. Hal ini akan membuat si anak bingung. Bahkan juga akan mempengaruhi pembentukan karakter anak nantinya. Hadir pada acara tersebut Kepala BP PAUD Provinsi NTB, Drs. H. Eko Sumardi, M.Pd, Kepala Kepala Dinas PPKB Kota Mataram, Ketua Lembaga PAUD Permata Bangsa. Kepala Bidang Lingkup Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Ketua Himpaudi Kota Mataram, Ketua IGTKI Kota Mataram, dan Ketua PKG Sekarbela Mataram. Pada kesempatan tersebut BKKBN Provinsi NTB juga melakukan Peresmian BKB HI Permata Bangsa dan penyerahan BKB KIT serta penandatanganan MOU dengan BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTB. Kepala BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTB, Drs. H. Eko Sumardi, M.Pd berpesan kunci untuk membentuk karakter anak adalah jangan menggunakan atau hindari kata-kata negatif. Seperti menegur anak dengan kata Jangan nakal, bodoh dan pemalas. Jika katakata ini terus diucapkan bisa menjadi doktrin buat anak-anak, maka Ia akan benar-benar menjadi anak yang nakal, bodoh dan pemalas. “Otak anak berkembang pada rentang usia 0-6 tahun sekitar 80% dan 20% usia 6 tahun ke atas. Selain itu satu kali membentak anak, akan ada sel-sel otak anak yang mati. Bayangkan jika membentak anak dilakukan berulang kali. Menegur anak harusnya dengan katakata positif seperti panggilan anak pintar dan anak soleh meskipun yang dilakukan salah” ujarnya. (r)

(Suara NTB/ist)

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Lalu Makripuddin, M. Si , foto bersama usai meresmikan BKB HI Permata Bangsa.

Gubernur Tinjau Lokasi Kesiapan Munas Alim Ulama NU di IC Dari Hal. 1 Berbagai persiapan untuk mendukung dan mensukseskan agenda akbar tersebut telah dilakukan pemerintah daerah. Guna memastikan seluruh persiapan telah rampung, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Selasa (21/11) melakukan inspeksi mendadak ke lokasi acara untuk melihat secara langsung berbagai persiapan yang telah dilakukan panitia. Didampingi Sekda, Ir. H. Rosiady Sayuti, M. Sc.P. hD dan pejabat terkait lainnya, gubernur sempat memeriksa kesiapan panggung dan penataan venue utama yang secara umum kesemuanya sudah hampir rampung. Kepada panitia dan jajarannya di lingkungan Pemprov NTB, gubernur meminta agar terus bersinergi dan berkoordinasi untuk memastikan bahwa keseluruhan fasilitas pendukung. Baik venuevenue yang akan digunakan maupun akses pengamanan, peliputan dan pelayanan kepada tamu-

tamu yang akan hadir, benar-benar dapat disediakan dan terlayani dengan baik. Sebagai tuan rumah yangbaik,katagubernur,kita berkewajiban melakukan persiapan dengan sebaik baiknya. Termasuk memastikan sarana MCK tersedia dengan baik. Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini merupakan forum tinggi ke dua setelah Muktamar dalam NU. Tidak kurang dari 1000 ulama se- Indonesia akan hadir pada event nasional itu. Di samping sejumlah menteri kabinet Indonesia kerja dan para tokoh masyarakat lainnya dijadwalkan juga akan hadir. Ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah, tentu memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat. Terutama dalam mendukung pertumbuhan pembangunan daerah di berbagai bidang dan sektor. Termasuk kemampuan merawat toleransi umat beragama di daerah ini sebagai contoh baik bagi kerukunan bangsa maupun dunia. (nas)

Bidik ADD Lobar dan Sumbawa Dari Hal. 1 Kini hasil pengumpulan informasi awal itu ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB. ‘’Jadi memang penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) ini tidak selalu berjalan mulus. Kerena ada indikasi ditemukan penyimpangan, maka Reserse turun untuk melakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra.Hj. Tri Budi Pangastuti Senin (21/11) sesuai informasi dari Ditreskrimsus Polda NTB. Tidak disebut detail dua desa yang terindikasi penggunaan ADD menyimpang di Sumbawa dan Lobar tersebut, termasuk nilai pagu, item belanja langsung atau pekerjaan fisik dan spesifik pada anggaran yang diduga disalahgunakan. Alasannya untuk kepentingan kelancaran penyelidikan. Informasi awal itu diperoleh dari Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa pada dua kabupaten tersebut. Kemudian jadi dasar tindak lanjut berupa pendalaman informasi dan dokumen. Diakui, sebelumnya memang ada instruksi langsung dari Mabes Polri, agar Polda NTB dan jajaran mengawasi penggunaan Dana

Desa (DD) dan ADD. Fungsi yang dikedepankan adalah Bhabinkamtibmas yang sudah mendapat bimbingan dari Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMDes). Meski sudah dilakukan pengawasan untuk mencegah penyimpangan. Diakui dalam pelaksanaan masih ditemukan oknum perangkat desa yang terindikasi melakukan penyimpangan anggaran dengan pagu antara ratusan juga hingga Rp 1 miliar. Namun dalam hal ini, kapasitas Bhabinkamtibmas tidak langsung melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (Puldata Pulbaket). ‘’Bhabinkamtibmas kapasitasnya memang tidak sampai menjadi auditor. Hanya sebatas mengawasi, hal itu dimaksudkan untuk memelihara sinergitas dengan perangkat desa lainnya,’’ jelasnya. ‘’Jadi pengawasannya tidak perlu sampai terlalu mendetail,’’ sambungnya. Ditambahkan Tri Budi, sampai saat ini tim Ditreskrimsus masih bekerja untuk melakukan penyelidikan. Hanya saja perkembangannya belum bisa diinformasikan. (ars)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Rabu, 22 November 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Cegah Layanan Berbelit, Pemprov Luncurkan Program Stop Pelayanan Pelik atau STOP PELiK Pemerintahan dibentuk untuk melayani masyarakat. Aparat Sipil Negara (ASN) harus berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan sebagai perekat dan pemersatu bangsa sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pada Pasal 10. Pelayanan publik kini tengah menjadi soroton terkait disinyalir masih terkadang ada praktik-praktik mal administrasi dalam pelayanan kepada masyarakat. ‘’HAL ini tidak saja merugikan para penerima layanan, namun terlebih menimbulkan trust masyarakat kepada pemberi pelayanan

Wagub NTB H. Muh. Amin menunjukkan aplikasi yang memudahkan pelayanan pada masyarakat.

dapat berkurang. Dampak lebih luasnya bisa terjadi in-efisiensi dan in-efektivitas dalam penyelenggaraan pembangunan,’’ ujar Kepala Biro Organisasi Setda NTB H. Yusron Hadi, ST, M.UM., pada Suara NTB, Selasa (21/11). Diakuinya, berdasarkan penilaian Ombudsman Republik Indonesia pada tahun 2016 yang lalu, Provinsi NTB berada dalam Zone Kuning atau kepatuhan sedang dalam pemenuhan standar pelayanan publik dan kompetensi penyelenggara. Penilaian ini belum menyangkut kualitas proses pelayanan di dalamnya ataupun mengukur tingkat kepuasan masyarakat. Dari penilaian tersebut, masih ada dijumpai institusi pemberi layanan

Kepala Biro Organisasi Setda NTB menunjukkan aplikasi iPLik corner melalui smartphone.

belum mematuhi standar pelayanan yang diamanahkan peraturan yang ada, padahal segenap upaya penyelenggaraan pelayanan publik sudah terpayungi dalam Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 34 tahun 2013 tentang penyelenggaraan pelayanan publik. Di sisi yang lain, ujarnya, jumlah pengaduan masyarakat selama dua tahun terakhir mengalami peningkatan, pada tahun 2015 sebanyak 272 aduan meningkat menjadi 352 aduan pada tahun 2016. Berpijak dari situasi ini, tambahnya, Pemerintah Provinsi NTB melalui Biro Organisasi mengembangkan paket program STOP PELiK yang kepanjangan dari Strategi Terpadu Optimalisasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Melalui program STOP PELiK ini, diharapkan seluruh institusi pelayanan memacu diri untuk berupaya meningkatkan kepatuhan terhadap pemenuhan standar pelayanan. Terutama berupaya kuat serta semangat untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya dan membangun instrumen bagi institusi pengawal pelayanan publik untuk memonitor dan mengevaluasi penyelenggaraan pelayanan publik di berbagai bidang. Menurutnya, paket inovasi STOP PELiK ini terdiri dari 5 (lima) aktivitas pokok. Pertama, berdasarkan

Biro Organisasi Setda NTB dan Bagian Organisasi Kabupaten/Kota mengawal bersama perbaikan kualitas pelayanan publik di NTB.

Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 067-779 Tahun 2017 telah terbentuk Desk Terpadu Kendali Penyelenggaraan Pelayanan Publik dan Satuan Tugas Kendali Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Pembentukan Desk Terpadu Kendali Penyelenggaraan Pelayanan Publik ini, ujarnya, diharapkan mampu menyelesaikan persoalan koordinasi, pembinaan dan pengawasan (korbinwas) yang saat ini terkendala dalam penyelenggaraan pelayanan publik di seluruh Perangkat Daerah. Tidak hanya itu, merumuskan kebijakan pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam aktivitas yang bersifat teknis seperti pemantauan, pengawasan setiap unit pelayanan dan sebagainya, tugas Desk Terpadu dibantu oleh Satuan Tugas Kendali Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Satgas ini adalah miniatur pengendali internal unit penyelenggara pelayanan publik. Selain itu, tambahnya, telah terbangun satu sistem Informasi Pelayanan Publik yang dapat diakses melalui perangkat komputer maupun smartphone. Hal ini untuk memudahkan para penerima layanan/masyarakat dalam mengakses informasi tersebut, maka telah disiapkan satu model anjungan informasi pelayanan publik atau dinamakan iPLiK corner. Anjungan informasi ini dapat ditempatkan di pintu-pintu masuk/ keluar unit institusi pelayanan maupun di tempat-tempat umum lainnya. Diharapkan dengan aplikasi berikut berbagai fasilitas yang dapat diakses, masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi mengenai pelayanan publik yang diseleng-

garakan oleh pemerintah provinsi secara keseluruhan. Termasuk, memudahkan masyarakat menyampaikan aduan dan mengetahui respons penyelesaian atas aduan tersebut serta memberikan penilaian kepuasan terhadap setiap pelayanan publik yang diselenggarakan setiap unit pelayanan pemerintah provinsi. iPLiK corner, terangnya, menawarkan layanan informasi, berupa standar pelayanan publik yang memuat persyaratan layanan, sistem/mekanisme/prosedur layanan, produk layanan, jangka waktu layanan, biaya dan tarif, aduan layanan dan persepsi kepuasan masyarakat. Selain itu juga menyediakan informasi tentang ketersediaan pemenuhan standar pelayanan publik, seperti maklumat layanan, sistem informasi, sarana prasarana layanan, pelayanan yang bersifat khusus, pengelolaan pengaduan, penilaian kinerja, motto layanan dan atribut pelayan. Pada iPLiK corner, aduan pelayanan publik dapat secara cepat dan mudah menyampaikan aduan bila mengalami ketidaknyaman dan/atau ketidakpuasan pelayanan. Tidak hanya itu, dapat pula men-tracking kemajuan tindaklanjut aduan. Dari sini, ujarnya, penilaian kepuasan masyarakat atas hasil layanan yang diberikan oleh unitunit pelayanan publik bisa diketahui. ‘’Melalui perangkat ini Desk Terpadu dan Satuan Tugas Kendali Penyelenggaraan pelayanan Publik juga setiap saat dapat melakukan pemantauan baik terkait dengan ketersediaan fasilitas pelayanan maupun kualitas pelayanan yang tergambar melalui aduan dan penilaiantingkat kepuasan masyarakat,’’ terangnya. Aktivitas pokok lainnya, ujarnya,

Wagub NTB H. Muh. Amin, Asisten III Setda NTB H. Bachrudin dan Kepala Biro Organisasi Setda NTB H.Yusron Hadi saat peluncuran aplikasi STOP PELiK beberapa waktu lalu.

pembentukan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik pada tahun 2018. Hal ini sebagai wujud komitmen kuat pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas. Komitmen ini harus dipayungi oleh perangkat hukum yang lebih kuat dari peraturan gubernur yang ada saat ini. Selain itu, pihaknya telah memulai pemberian anugerah pelayanan publik terbaik lingkup pemerintah provinsi dengan harapan semakin memotivasi setiap institusi pelayanan untuk terus melakukan perbaikan dan berinovasi dalam mewujudkan pelayanan yang baik. Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini menambahkan, aktivitas pokok yang terakhir adalah menggelar lomba Inovasi Pelayanan Publik tahun 2017 dan top inovasi pelayanan publik. Menurutnya, yang diperoleh dalam ajang lomba harus dapat dikembangkan dan direflikasi oleh institusi pemerintah yang ada baik provinsi maupun kabupaten/kota. Optimalisasi pemanfaatan inovasi pelayanan publik ini akan mulai dilakukan tahun 2018 mendatang. Untuk lomba inovasi tahun 2017 jumlah peserta meningkat mencapai 41 inovator dan yang berhasil mengikuti tahap seleksi berikutnya sebanyak 27 inovator dari 29 inovator yang direkomendasikan lolos seleksi teknis. Dari 27 inovator ini akan dipilih top 10 inovasi yang layak untuk mengikuti lomba tingkat nasional sekaligus memiliki peluang untuk direflikasi di unit kerja instansi pemerintah lainnya. ‘’Lima langkah ini secara terintegrasi dilaksanakan dengan harapan dapat membangun tata kelola pemerintahan yang baik, berpihak kepada pelayanan masyarakat untuk selanjutnya berkontribusi menghadirkan pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat,’’ terangnya. (*)

Aplikasi iPLik Corner

Korban Banjir Loteng Keluhkan Minimnya Bantuan Praya (Suara NTB) Para korban banjir di Desa Beleke Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng) mengeluhkan minimnya bantuan dari pemerintah daerah setempat. Bagaimana tidak, sejak banjir melanda wilayah tersebut sejak Sabtu (18/ 11) lalu, belum sekalipun warga mendapat bantuan dari pemerintah. Apakah itu berupa makanan ataupun bentuk bantuan lainya. “Belum pernah,” kata Papuq Idap, salah satu korban banjir kepada wartawan, Selasa (21/11). Padahal menurutnya, bantuan sangat diharapkan. Paling tidak untuk merin-

gankan beban para korban. Bagaimana tidak, akibat banjir yang melanda selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu itu, banyak harta warga yang hanyut dibawa air bah. Begitu juga stok makanan, seperti beras dan lauk paut sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi. Karena terendam luapan air sungai. Papuq Idap pun mengaku, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya hanya bisa berharap dari belas kasihan tetangga yang tidak terkena dampak banjir. “Ya mau bagaimana lagi, karena tidak ada yang bisa dimakan terpaksa minta bantuan dari warga yang lain,” ujarnya. Menurut warga lainnya,

banjir diwilayah tersebut memang hampir setiap tahun terjadi. Tapi tidak separah tahun ini. Di mana air sungai sampai meluap masuk ke rumahrumah warga. “Kalau sebelum-sebelumnya saat hujan paling lebat sekalipun, air sungai hanya sebatas sampai halaman. Namun sekarang ini sampai masuk ke rumah war-

ga,” tandasnya. Sekdes Bleke Lauq, Hermanto Junaidi, mengaku sebenarnya sudah ada bantuan yang diberikan oleh pihak BPBD Loteng. Tapi jumlah sangat terbatas. Hanya berupa perlengkapan bayi serta selimut. Itupun hanya 10 lembar selimut yang diberikan. Sementara jumlah warga yang

terkena banjir sampai ratusan kepala keluarga. Sehingga pihaknya tidak berani menyalurkan kepada warga korban banjir. Lantaran khawatir bisa memicu polemik di tengah masyarakat. “Kalau bantuan pemerintah sampai kita salurkan, maka akan banyak yang protes. Karena bantuan yang ada hanya

perlengkapan bayi serta selimut yang jumlahnya sangat terbatas,” imbuhnya. Namun pihaknya bersyukur, bantuan dari pihak ketiga sudah mulai masuk. Dan, rencananya bantuan akan dihimpun dulu. Baru kemudian disalurkan setelah jumlahnya dirasa mencukupi. “Kita sudah buat posko terpadu penangguangan dampak banjir. Semua bantuan yang masuk kita himpun di sini dulu, baru kemudian disalurkan kepada warga korban banjir yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. Sementara itu, pantauan Suara NTB di Desa Bleke dan Bleke Lauq, aktivitas warga korban banjir sudah kembali normal. Warga sendiri sudah

mulai berakivitas seperti biasanya. Meski ada juga warga yang masih tampak sibuk membersihkan rumah dan halamanya dari sampah sisa banjir. Banjir yang sempat melanda juga membuat banyak bangunan milik warga yang rusak. Bahkans empat merusak jembatan penghubung di salah satu dusun. “Tadi pagi (Selasa kemarin, red) warga bersama TNI, Polri serta pihaknya terkait lainnya sudah menggelar gotong royong. Untuk membersihkan sungai dan membangunkan jembatan darurat didusun yang jembatannya rusak tersebut,” tambah Hermanto. (kir)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook