HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000
SUARA NTB
SENIN, 19 MARET 2018
Pengemban Pengamal Pancasila
16 HALAMAN NOMOR 15 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Amaq Asrul: Lombok
Indonesia Mini
Ali Bin Dachlan saat menghadiri Haul Ponpes Al Mannan Bagik Nyaka Santri, Minggu (18/3) kemarin
Ali BD di Mata Ulama
TGH. Zamharir: Terjun Langsung ke Masyarakat Bawah
CALON INDEPENDEN, NON PARTAI DAN NON BLOK
TGH. Zamharir Abdul Manan
SEPERTI tidak ada yang tidak kenal dengan Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan. Bupati Lotim dua periode itu di mata banyak orang dan sahabat sangat berkesan. Seperti pengakuan dari TGH. Zamharir Abdul Maman, SPdI. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mannan Bagik Nyaka mengaku Ali BD merupakan sosok yang luar biasa. Bersambung ke hal 15
Bencana Alam di NTB Rusak 10 Bendungan dan Delapan Jembatan Mataram (Suara NTB) Bencana alam yang terjadi di NTB periode Januari – Maret 2018, merusak banyak infrastruktur dasar di daerah ini. Dari 61 bencana alam di NTB, telah merusak sedikitnya 10 bendungan, delapan jembatan, sarana irigasi serta ribuan rumah warga. Bencana alam ini juga menelan tujuh orang meninggal.
TO K O H Hindari Hoaks MENTERI Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Rudiantara, meminta masyarakat menghindari hoaks, agar tidak terjerat masalah hukum. Sebab kalau sudah keterlaluan, maka pemerintah akan melakukan penegakan hukum. “Kita hindari penyebaran hoaks, agar jangan terkena jerat hukum. Sebab sikap pemeritah, kalau hoaks sudah keterlaluan, maka terpaksa dilakukan penegakan hukum,’’ tegas Rudiantara, ketika diwawancarai Rudiantara Bersambung ke hal 15
KO M E N TTAA R
‘’Kerusakan bendungan dan irigasi ini tentu saja mempengaruhi pengairan sawah dan kebutuhan air masyarakat,’’ kata Kepala
123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 CALON Gubernur (Cagub) 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 NTB, Dr. Zulkieflimansyah 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 (Dr.Zul) meneruskan safarinya 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 bertemu berbagai macam ele123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 men masyarakat di Kota Bima. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 Salah satu lokasi yang dikunju123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 ngi Cagub yang berpasangan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 dengan kakak kandung Gubernur 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 NTB, Dr.TGH. M.Zainul Majdi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 atau akrab disapa Tuan Guru Ba123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 jang (TGB), Dr.Hj. Sitti Rohmi 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 Djalilah ini adalah Kelurahan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 Tanjung, Kecamatan Rasanae 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 Barat, Kota Bima, Jumat (16/3). SAMBUT - Dr.Zul disambut meriah oleh masyarakat di Kelurahan 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345 Bersambung ke hal 15 Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. 123456789012345678901234567890121234567890123456789012345
Dr. Zul Ajak Warga NTB Cetak Sejarah
(Suara NTB/arn)
Tunda Pencairan DAU
(Suara NTB/dok)
BPBD NTB Ir.H. Mohammad Rum, MT Minggu (18/3). Pihaknya sedang mendata lebih detail kondisi kerusakan bendungan,
baik rusak ringan dan berat serta sumber anggaran sebelumnya, apakah dari Balai Wilayah Sungai (BWS) atau PU Pengairan. Ini akan jadi pertimbangan sumber anggaran baru untuk perbaikan. BPBD mencatat, delapan jembatan rusak ringan hingga berat. Kemudian, 2.290 meter talud rusak ringan hingga sedang. Juga ditemukan 623 meter jaringan irigasi rusak. Bersambung ke hal 15
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menunda pencairan dan memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) ratusan Pemda. Kemenkeu menunda pencairan DAU sebanyak 154 pemerintah daerah (Pemda) yang belum menyampaikan informasi keuangan daerah (IKD) sampai akhir Februari lalu. Bersambung ke hal 15
HENING - Suasana hening di Lingkungan Baturujung, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram, Sabtu (17/3), menjadi protret khidmatnya ibadah Nyepi yang dirayakan umat Hindu di Kota Mataram.
Lalu Mudjitahid Ajak Masyarakat Dukung Program Ahyar Abduh Mataram (Suara NTB) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor urut 2, TGH Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm, melalui tim medianya, Jumat (17/3), menggelar silaturahim dengan tokoh masyarakat adat Sasak, H. Lalu Mudjitahid di kediamannya di Selagalas, Kota Mataram. Kehadiran tim media Ahyar-Mori ini mewakili pasangan Ahyar-Mori yang tengah berada di Pulau Sumbawa dalam rangka bersilaturahim dengan masyarakat, tim relawan teritori, serta para tokoh masyarakat Sumbawa, sebagai bagian dari rangkaian Bersambung ke hal 15
(Suara NTB/ist)
TOKOH SASAK - Tim Media Ahyar-Mori saat bersilaturahim dengan tokoh masyarakat adat Sasak, H. Lalu Mudjitahid di kediamannya di Selagalas, Kota Mataram, Jumat (17/3).
(Suara NTB/ist)
SUDAH menjadi hukum dunia, ada perbedaan di dalamnya. Perbedaan harus dihargai. Negara Republik Indonesia ini didirikan di atas perbedaan. Perbedaan suku, bangsa dan adat istiadah. Satu pihak tidak boleh paksakan kehendak untuk menuruti kehenaknya. Demikian disampaikan Calon Gubernur Independen, Non Partai dan Non Blok, Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan saat menghadiri Haul Ponpes Al Mannan Bagik Nyaka Santri, Minggu (18/3) kemarin. ‘’Mari wujudkan pembangunan di tengah perbedaan,’’ ungkap Ali BD yang juga sebagai Ketua Dewan Penyantun Ponpes yang diasuh oleh TGH Zamharir Abdul Mannan itu. Perbedaan itu sendiri sudah ada di tengah masyarakat Sasak Lombok. Ali BD menyebut, Lombok potret Indonesia. Lombok Indonesia mini. Bersambung ke hal 15
SUARA MATARAM
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
Berharap Renovasi Kantor KONDISI kantor kelurahan Pagutan Timur yang merupakan bangunan lama dinilai cukup memprihatinkan. Apalagi bagian atap teras depan kantor ini sempat jatuh beberapa waktu lalu karena lapuk. Menurut Kasi Pemerintahan kelurahan Pagutan Timur, I Gede Sugiana, tahun ini ada rencana untuk renovasi kantor lurah. “Dari pihak pemkot yang pernah datang survei ke sini katanya tahun ini bakalan dapat untuk renovasi,” jelasnya saat ditemui Suara NTB. Rencana (Suara NTB/uul) tersebut disampaikan seI Gede Sugiana cara lisan saat kunjungan dua bulan lalu. “Kalau untuk MPBM perencanaan tahun 2019 kita memang tidak dapat, tidak tahu kalau untuk yang tahun 2018 ini, sudah ada dianggarkan apa tidak,” kata Gede. Kemungkinan bisa nanti di APBD perubahan, karena memang semua keputusan ada di pemerintah. Rencana renovasi itu, tambahnya, masih tidak diketahui apakah hanya direhab atau dibangun baru. “Karena memang gedung ini termasuk gedung lama, sehingga kalau kita lakukan pengecatan misalnya kondisi temboknya cepat lembab,” terangnya. Gede sebenarnya mengharapkan pembangunan gedung baru melihat kondisi bangunan yang sekarang. Apalagi melihat gedung di samping kantor lurah juga sudah banyak yang roboh. “Makanya petugas kita tetap mengecek dan menjaga kondisi kantor agar tetap aman untuk pelayanan masyarakat,” jelasnya. Tetapi memang konstruksi bangunan yang sudah lapuk termakan usia harusnya bisa menjadikan renovasi kantor ini menjadi prioritas. “Soalnya ini berpengaruh juga ke pelayanan, bagaimana mau melayani masyarakat kalau mereka takut rubuh kantornya,” sahutnya. Gede juga mewanti-wanti anak-anak yang menjadikan kantor lurah sebagai arena bermain mereka untuk tetap waspada. “Sejak dipasangnya WIFI di sini, setiap sore anak-anak banyak yang main di sini karena halaman cukup luas, itu yang kita takutkan jika ada apa-apa,” jelasnya. Pihaknya tetap mengarahkan agar mereka bermain dalam batasan yang aman agar mereka merasa nyaman bermain. (uul)
Bukan karena Urbanisasi
Halaman 2
Tinggi, Animo Warga Mataram Jadi TKI ‘’
Mataram (Suara NTB) Meski pertumbuhan investasi dan ekonomi meningkat, namun rupanya tak memperkecil animo masyarakat Kota Mataram menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di tahun 2017 terdapat 578 warga Mataram bekerja ke luar negeri. Kepala Disnaker Kota Mataram, Drs. H.M. Syaiful Mukmin menyebutkan, masyarakat yang bekerja ke luar negeri 578 orang. Mereka bekerja di Hongkong, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Arab Saudi. Paling dominan adalah Malaysia, bekerja di sektor pembangunan, pertanian dan rumah tangga. “Paling banyak itu ke Malaysia,” kata Syaiful baru - baru ini. Animo masyarakat memilih bekerja ke luar negeri relatif tinggi, diakui Syaiful, hampir setiap hari harus menandatangani rekomendasi pembuatan paspor TKI. Tingginya animo itu bukan berarti masyarakat Kota
Mataram tidak terserap sepenuhnya di perusahaan. Tetapi, masyarakat memiliki pandangan berbeda. Sebagian yang berangkat ke luar negeri seperti Hongkong dan Jepang sebelumnya dibekali keterampilan, sehingga lebih mudah terserap di perusahaan skala besar. Meski diakui, sektor pekerja rumah tangga dan buruh bangunan serta pertanian lebih dominan dari sektor pekerjaan yang membutuhkan skill. Di satu sisi, tak dipungkiri dari sekian TKI memilih mengadu nasib ke luar negeri ada saja yang bermasalah. Seperti halnya war-
ga Bintaro Kecamatan Ampenan. Dia dipulangkan dari Arab Saudi karena menjadi pendatang haram (ilegal). “Yang bermasalah ada satu orang. Tapi sudah dipulangkan,” akunya. Pemerintah lanjutnya telah mengingatkan calon tenaga kerja sebelum berangkat ke luar negeri mencari penyalur tenaga kerja memiliki kualifikasi yang baik serta terdaftar. Ketika ada permasalahan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Mengantisipasi muncunya TKI ilegal, ia juga memperketat pemberian rekomendasi bagi calon tenaga kerja. Yang ber-
H.M. Syaiful Mukmin (Suara NTB/dok)
(Suara NTB/ist)
Pol PP Temukan Bisnis Prostitusi Berkedok Karaoke Mataram (Suara NTB) Tidak saja spa (Solus Per Aqua), Satuan Polisi Pamong Praja menemukan bisnis prostitusi atau esek - esek berkedok karaoke. Pengungkapan bisnis haram tersebut ketika aparat penegak Perda ini mencurigai usaha karaoke di Jalan Pejanggik Lingkungan Pajang Kelurahan Pejanggik.
Spanduk bertulis Spa dan karaoke tersebut memancing Kasat Pol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati mengecek bisnis yang dimiliki oknum mantan Kasatnya itu. ‘’Saya terpancing karena tulisannya Spa dan Karaoke. Begitu masuk, saya ditawari pijat plus - plus,” kata Bayu, pekan kemarin. Dia melihat sekitar tujuh
perempuan duduk di ruang tersebut. Bagian belakang ada pintu khusus yang disiapkan pemiliknya bagi terduga penjaja seks, seketika kabur. “Kalau ada petugas, mereka lari ke belakang,” ucapnya. Seingat Bayu, tujuh tahun lalu, mereka mengantongi izin karaoke. Akan tetapi, ia tidak tahu sejak kapan usaha Spa ini
DPPKB Beri Penyuluhan kepada Kader KB di Rembiga Mataram (Suara NTB) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kembali memberikan penyuluhan dan advokasi ke kader KB di Kelurahan Rembiga, pekan kemarin. Kepala DPPKB Kota Mataram, Drs. Sutrisno menjelaskan, pembinaan secara rutin dan berkala dilakukan agar kader KB tetap semangat dan kreatif untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat, sehingga capaian program Kependudukan dan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga berhasil. “Alhamdulillah, capaian program KKBPK khusus di Kelurahan Rembiga berhasil,” kata Sutrisno. Intensifnya penyuluhan memberikan dampak positif. Dia menyebutkan, peserta KB aktif dari target 1.568 akseptor dan tercapai 101,97 persen atau 1.599 akseptor. Sedangkan, peserta KB baru dari target 258 akseptor baru tercapai 25 persen. Pencapaian ini menurut
(Suara NTB/ist)
PENYULUHAN - Petugas DPPKB memberikan penyuluhan kepada kader KB di Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang. dia, kerjasama antara kecamatan, kelurahan, lingkungan, tokoh agama, mayatakat, pemuda, PKM dan polindes. “Peranserta stakeholder mampu mengubah pola pikir masyarakat,” kata dia. Ditambahkan, kerjasama dengan mitra kerja sebagai bentuk penguatan jejaring dan rasa kebersamaan untuk
meningkatkan sumber daya manusia serta pengentasan kemiskinan. Para remaja diharapkan dapat mewujudkan cita - citanya agar menjadi generasi yang berkualitas yang searah dengan visi dan misi Kota Mataram yang maju, religius dan berbuda. “Dua anak itu lebih baik daripada banyak anak,” pesan dia. (cem/*)
Pertumbuhan Ekonomi di Mataram Tak Merata
(Suara NTB/dok)
sangkutan harus datang sendiri mengurus rekomendasi, memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan penyalur, asuransi dan lain sebagainya. Ketatnya administrasi supaya ada kejelasan. “Kita juga sosisalisasi agar menggunakan PT memiliki kualifikasi. Jangan dibujuk rayu kemudian mau berangkat,” tandasnya. (cem)
BERI PERINGATAN - Petugas Satpol PP Kota Mataram saat turun memberikan peringatan ke pemilik bisnis Spa dan Karaoke di Jalan Pejanggik Lingkungan Pajang.
WAKIL Ketua DPRD Kota Mataram, Akhmad Azhary Ma’aruf menyayangkan bertambahnya jumlah pengangguran di Kota Mataram. Padahal, menurut dia, kesempatan bekerja cukup banyak. Hanya saja, dari Pemkot Mataram masih minim melakukan pengawasan. ‘’Di Mataram ini kan, dari tahun ke tahun jumlah investor yang masuk dari sektor yang bisa menyerap tenaga kerja banyak. Tapi kita menyayangkan banyak yang dari luar Kota Mataram diterima,’’ ujarnya kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (18/3). (Suara NTB/dok) Dewan, lanjut Azhary Akhmad Azhary Ma’aruf Ma’aruf, sudah menyampaikan kepada eksekutif. Bahwa sebelum memberikan izin, harus dibuat komitmen terlebih dahulu. ‘’Jangan alasannya tenaga kerja kita ini tidak bisa menduduki jabatan tertentu karena skillnya tidak memadai. Itu kan hanya alasan klise saja,’’ sesalnya. Pemkot Mataram pada dasarnya hanya perlu lebih memperhatikan nasib dari warga Kota Mataram. Politisi Hanura ini menampik alasan Pemkot Mataram yang menyebutkan bahwa meningkatnya angka pengangguran karena faktor urbanisasi. ‘’Itu kan urbanisasi sesaat. Jadi kalau kita lihat siang hari jumlah masyarakat Kota Mataram lebih dari 480 ribu jiwa, bahkan bisa mencapai 500 ribu jiwa. Jadi ada kaum urban yang melakukan aktivitas bekerja di Kota Mataram. Jadi bukan urbanisasi yang sifatnya tetap,’’ katanya. Anggota Dewan dari dapil Cakranegara ini tidak memungkiri meningkatnya jumlah pengangguran di Kota Mataram yang berasal dari kalangan usia produktif. ‘’Dari segi lapangan kerja sangat banyak di Kota Mataram. Cuma, kita sayangkan pemerintah kita ini terlalu fokus dengan ajang Pilkada ini. Karena konsentrasinya pada tahun politik ini, kita bisa lihat sendiri keadaannya,’’ demikian Azhary Ma’aruf. Sebagai wakil rakyat, Azhary Ma’aruf meminta kepada pemangku kebijakan untuk lebih memperhatikan nasib masyarakat. ‘’Ketimbang dia memperhatikan nasib sendiri,’’ sindirnya. Lagipula, amanah yang diberikan oleh masyarakat Kota Mataram belum selesai. ‘’Jadi kita harapkan sebisa mungkin membagi waktu,’’ tukasnya. Azhary Ma’aruf membenarkan bahwa fakta di lapangan, jumlah angkatan kerja belum sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Malah, lebih banyak orang luar yang diterima bekerja ketimbang warga lokal. Sehingga ada kesan, warga lokal justru menjadi penonton di daerah sendiri. (fit)
H. Amiruddin
Hampir setiap hari saya harus menandatangani rekomendasi pembuatan paspor TKI
Mataram (Suara NTB) Pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram tidak merata. Dampakmeningkatnyainvestasi disinyalir dinikmati oleh sebagian warga. Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota
Mataram, Ir. H. Amiruddin, ditemui pekan kemarin. Amir menyebutkan, tiga poin yang menyebabkan meningkatnya sumber daya manusia. Salah satunya adalah indikator peningkatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan (PER). Intervensi program mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Mataram menjadi 77,70 persen. “Sekarang IPM kita naik jadi 77,70 persen,” katanya. Dia mengakui, pertumbuhan
ekonomi justru semakin memperkecil penurunan angka kemiskinan. Pada posisi 2015, penduduk miskin 10,45 persen. Turun di tahun 2016 menjadi 9,80 persen. Tahun 2017, penurunannya justru relatif kecil 0,25 persen menjadi 9,55 persen. Kecilnya penurunan itu tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi, sehingga ia menyimpulkan bahwa ada ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi. “Kita heran investasi meningkat, angka ke-
miskinan kecil sekali turunnya,” katanya. Olehkarenaitu,pihaknyaingin menyelesaikan persoalan tersebut melalui program prioritas rencana kerja yang disusun melalui musyawarah pembangunan bermitra masyarakat. Tiga bidang menjadi fokus yakni sarana prasarana, peningkatan sumber daya manusia serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan harus mampu menjawab hal itu. (cem)
buka. Apalagi prosedur dan peralatan dimiliki tidak memenuhi standar. Dia menduga, izin karaoke hanya dijadikan kedok melegalkan bisnis prostitusi di tempat tersebut. Dari tarif disodorkan pijat Rp 150 ribu dan lebih dari itu dipatok Rp 500 ribu. “Kalau pijatnya standar Rp 150 ribu. Mau lebih Rp 500 ribu,” se-
butnya. Bisnis ini sudah melanggar ketentuan. Pihaknya memanggil pemiliknya dan meminta mencabut spanduk. Akan tetapi, peringatan dari petugas tidak digubris. Jika peringatan selanjutnya tidak ditindaklanjuti, Bayu akan mengambil sikap tegas. “Kalau masih bandel kita tindak tegas,” ucapnya. (cem)
Perubahan Harga
Proyek Fisik di Mataram Belum Dilelang Mataram (Suara NTB) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram belum melakukan tender sejumlah proyek. Ini disebabkan, kesalahan harga perkiraan sendiri (HPS). Di antaranya, pengerjaan gerbang senilai Rp 5 miliar, monumen Lingkar Selatan Rp 1,5 miliar, gedung Badan Keuangan Daerah Rp 1,5 miliar serta Detail Engineering Design (DED). Menurut Kadis PUPR, Ir. H. Mahmuddin Tura ditemui pekan kemari menjelaskan, gedung BKD senilai Rp 1,5 miliar oleh Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) meminta penghapusan aset gedung tersebut. Demikian pula pembuatan DED Kantor Walikota di Lingkar Selatan harus disiapkan dulu lahannya. Masukan dari Kejaksaan ini kata dia, meminimalisir kesalahan - kesalahan. “Ini kelebihannya didampingi TP4D untuk meminimalisir kesalahan - kesalahan tidak memberikan tender bila ada persoalan aset yang belum selesai,” kata dia. Lelang proyek lainnya, TP4D meminta dilakukan ekspose. Hal itu sudah dilakukan dan hanya persoalan penyesuaian HPS. Diakui, ada salah ketik harga oleh
jasa konsultan, sehingga harus diperbaiki. “Ternyata setelah dicek kurang nolnya satu. Makanya harus disesuaikan,” akunya. Pengerjaan gerbang juga menyesuaikan harga di tahun 2018. Pekerjaan fisiknya sangat spesifik. Dokumen pengawasan jalan hotmix sumber dari dana alokasi khusus (DAK) sudah ditender. “Monumen tidak masalah, hanya lanjutan saja,” tambahnya. Mahmuddin menambahkan, pihaknya sebenarnya menginginkan percepatan pengerjaan proyek. Namun ada kekhawatiran dengan sistem anggaran kas. Tahun 2018, perhitungan Badan Keuangan Daerah (BKD) anggaran khusus PUPR triwulan I hanya 20 persen, triwulan II 27 persen, triwulan III 33 persen dan triwulan IV 20 persen. Tempo hari kata dia, mengajukan komposisi sendiri dengan perhitungan triwulan I 30 persen, triwulan II 20, triwulan II 15 dan triwulan 25 persen. “ Ternyata tidak dipenuhi anggaran daerah. Sekarang saja ada beberapa anggaranbelumcair.Gajihonorersampai bulan Maret belum keluar,” ujarnya. Namun demikian, ia berjanji seluruh dokumen tender paling lambat akhir bulan Maret diserahkankeUnitLayananPengadaan (ULP) untuk ditender. (cem)
(Suara NTB/cem)
BELUM DILELANG - Perubahan anggaran menyebabkan proyek lanjutan monumen di Jalan Lingkar Selatan serta lainnya sebagai belum dilelang. Padahal, anggaran serta dokumen sudah ada sebelumnya.
SUARA NTB
Senin, 19 Maret 2018
Halaman 3
Peringati HUT Ke-8, RSUD Kota Mataram Lakukan Aksi Bersih Pantai Mataram (Suara NTB) – Tahun ini menjadi tahun ke delapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram melayani masyarakat Kota Mataram dan NTB pada umumnya. Jajaran RSUD Kota Mataram bertekad terus meningkatkan kualitas layanan. Salah satunya dengan melakukan berbagai inovasi. Sementara itu, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke delapan ini, RSUD melakukan banyak kegiatan. Salah satunya melakukan aksi bersih pantai. Dimana Pantai Gading yang ada di jalan lingkar Kota Mataram menjadi target aksi bersih tersebut. “Ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan hari ulang tahun RSUD Kota Mataram yang kedelapan. Kita melakukan bersih pantai, karena ini merupakan salah satu instruksi dari Pak Plt Walikota Mataram agar memerhatikan kebersihan destinasi wisata yang kita punya,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. H Lalu Herman Mahaputra, di Mataram, Jumat (16/3). Penentuan pantai sebagai tempat melakukan aksi bersih sekaligus un-
tuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Apalagi pantai dalam hal ini Pantai Gading merupakan salah satu destinasi wisata yang perlu dijaga kebersihannya oleh masyarakat dan pengunjung. “Kita ingin berikan contoh kepada masyarakat bahwa menjaga kebersihan itu sangat penting. Kalau lingkungan kita bersih, kita bisa hidup sehat. Itulah mengapa kita mengadakan rangkaian HUT RSUD Kota Mataram di luar,” ujarnya. Hal yang sama juga diharapkan oleh Plt Walikota Mataram H. Mohan Roliskana. Ia berharap ini bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat setempat dan warga Kota Mataram pada umumnya. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh RSUD Kota Mataram. Ia berharap, dengan demikian masyarakat lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dalam kesempatan ini juga pihaknya mengucapkan terima kasih kepada jajaran RSUD Kota Mataram yang sudah bekerja keras selama ini dalam melayani masyarkat. Sejumlah inovasi dan prestasi yang didapatkan secara tidak langsung juga memberikan citra yang baik bagi Pe-
merintah Kota Mataram. Ini menjadi hal yang sangat penting, sebab pelayanan kesehatan adalah salah satu hal yang paling utama untuk dipenuhi bagi masyarakat. “Begitu banyak capaian dan kebanggaan yang ditorehkan. Ini secara tidak langsung juga membangun reputasi Kota Mataram. Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh staf dan manajemen. Di usia yang ke delapan tahun ini saya harap suasana kekeluargaan ini tetap dirajut dan dirawat,” ujarnya. Ia berharap semua staf dan manajemen, dari direktur hingga tukang parkir terus berupaya melakukan yang terbaik. Sehingga semua masyarakat dapat terlayani dengan baik. Ia juga berharap RSUD Kota Mataram tidak cepat puas dengan capaiannya. Sehingga bisa terus belajar dan berinovasi dan memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat. Hal yang sama juga diungkapkan dr. H Lalu Herman Mahaputra. Ia berharap RSUD Kota Mataram terus berbenah, berinovasi dan bisa terus menjadi kebanggan bersama. Sehingga bisa meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dan semua pihak. “Sejauh ini sudah banyak prestasi
(Suara NTB/lin)
Plt Walikota Mataram H. Mohan Roliskana saat memberikan sambutan didampingi Direktur RSUD Kota Mataram dr. H. Lalu Herman Mahaputra dan Wadir Umum dan Keuangan RSUD Kota Mataram H. Zuhhad. yang kita ukir. Namun demikian, kita harus terus belajar dan berinovasi. Sehingga bisa memberikan pelayanan secara profesional dan paripurna. Tentu saja ini menjadi harapan kita
bersama,” harapnya. Sementara itu, dalam kegiatan bersih pantai yang dilakukan di Pantai Gading, ratusan staf dan manajemen RSUD Kota Mataram turut hadir yang
diawali dengan senam sehat. Mereka melakukan aksi bersih di sepanjang Pantai Gading yang kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Mataram. (lin/*)
Plt Walikota Mataram H. Mohan Roliskana turut melakukan aksi bersih di Pantai Gading.
Aksi bersih pantai oleh staf dan manajemen RSUD Kota Mataram.
Aksi bersih pantai oleh staf dan manajemen RSUD Kota Mataram.
Suasana aksi bersih di pinggir Pantai Gading oleh staf RSUD Kota Mataram.
Direktur RSUD Kota Mataram dr. H Lalu Herman Mahaputra dan Wadir Umum dan Keuangan RSUD Kota Mataram H. Zuhhad saat menyambut kedatangan Plt Walikota Mataram H.Mohan Roliskana.
Suasana senam sehat sebelum aksi bersih-bersih di Pantai Gading.
92 Persen Penduduk Pulau Sumbawa Ingin PPS Selong (Suara NTB) Sebanyak 92 persen penduduk yang tinggal di Pulau Sumbawa mulai dari Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa dan Sumbawa Barat menginginkan segera terbentuk Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Demikian hasil survei dari tim calon nomor urut empat, Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan dan TGH. Lalu Gede Sakti. Dari fakta ini, sangat mengherankan kalau ada calon kepala daerah yang menolak terbentuknya PPS. Penjelasan Dr. H. Ali Bin Dachlan alias Amaq Elo kepada Suara NTB, semua calon gubernur harus dukung terbentuknya PPS. Ali Dachlan berpandangan, sangat lucu kalau ada calon Gubernur yang tidak
mendukung terbentuknya PPS. PPS ini sudah di ambang pintu. Dalam waktu dekat, sudah segera terbentuk oleh pemerintah pusat. Tinggal membuka keran moratorium. Rencana pembentukan PPS yang sudah lama tertunda ini diharap tidak dipolitisasi dengan tetap menginginkan provinsi NTB. “Tujuan agar tetap menjadi provinsi NTB itu salah satu strategi meraup suara dari Sumbawa, tapi harus diingat, orang Lombok dan Sumbawa sama-sama ingin membentuk Provinsi Pulau Sumbawa,” tegas Amaq Elo. Menurut Calon Gubernur independen, Non Prtai dan Non Blok ini sangat keliru menggunakan strategi penolakan pembentukan PPS sebagai salah satu isu mer-
aup suara Sumbawa. Dikatakan, jika ada calon Gubernur yang tidak menginginkan terbentuknya PPS, Ali BD berharap warga Sumbawa tidak memilih calon Gubernur tersebut. “Jangan sekali-kali orang Sumbawa pilih dia (calon gubernur, red),” tegasnya Adanya pernyataan salah satu calon gubernur yang tidak mendukung PPS itu sangat kontradiktif. Sangat jelas, bahwa PPS itu sebuah keniscayaan. PPS harus segera terbentuk. Tidak ada alasan bagi kandidat calon gubernur untuk tidak mendukung. PPS adalah harapan bagi masyarakat Pulau Sumbawa. “Saya calon gubernur nomor urut 4 mendukung segera terbentuknya PPS,” demikian Amaq Asrul. (rus)
Dispar Lotim Kesulitan Menata Objek Wisata Selong ( Suara NTB) Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kesulitan menata objek wisata. Banyaknya kunjungan ke sejumlah objek wisata ini yang sebenarnya berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Akan tetapi Lotim tidak bisa melakukan pungutan di objek-objek wisata tersebut karena alasan terbentur aturan. Kepala Bidang Pemasaran Dinas
Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Hasbi mengatakan, pungutan-pungutan di objek wisata ini belum ada dasar hukumnya. Seperti kunjungan ke objek wisata Pusuk Sembalun yang sebelumnya sudah ditata oleh pemerintah daerah kabupaten Lotim. “Kita tunggu sebenarnya ada Peraturan Daerah yang mengatur soal pungutan ini,” katanya. Memungut tanpa dasar hukum jelas tidak dibe-
narkan. Akan tetapi satu sisi, sarana dan prasarana yang sudah dibangun itu perlu dipelihara dan dijaga. Harapannya, jika belum masuk dalam bentuk PAD untuk pemerintah daerah dana dari hasil kunjungan wisatawan ke objek wisata ini bisa dinikmati oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pokdarwis bisa menaruh kotak amal di objek wisata dari hasil total itulah nanti bisa dimanfaatkan oleh Pokdarwis untuk mengembangkan diri. Pokdarwis diminta bisa kerjasama dengan pemerintah desa. Dekatkan Pokdarwis dengan kebijakan-kebijakan pemerintah desa. Sehingga desa bisa alokasikan dana juga untuk pengembangannya. Selanjutnya dijelaskan, bicara potensi wisata di Gumi Selaparang ini sangat banyak. Saking banyaknya, membuat Dinas Pariwisata ini tidak mampu manatanya. “Adanya kotak amal itu Setidaknya bisa jamin kegiatan Pokdarwis. Tidak bisa memang langsung. Anggap saja sekarang kita menata dulu belum bicara income,” urainya. Adapun jumlah objek wisata yang sering dikunjungi di Lotim, sebanyak 65 objek wisata alam, 80 buah pantai. Jumlah hotel dan tempat penginapan saat ini mencapai 86 unit. Jumlah ini diakui masih terbatas melihat Lotim yang cukup luas. (rus)
SUARA PULAU LOMBOK
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
Halaman 4
Dispar Panggil EO
(Suara NTB/yon)
Agus Setiandar
Kepastian Pelaksanaan Mekaki Marathon Bulan Depan Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) telah memanggil Event Organizer (EO) Mekaki Marathon. Dari beberapa kali pertemuan antara Dispar dengan Pihak EO belum bisa diketahui kepastian pelaksanaan Mekaki Marathon. Pihak EO menargetkan kemungkinan bulan depan kepastian itu akan diperoleh dari pihak sponsor utama dalam hal ini Bank BRI. “Sudah kami panggil EO Mekaki Marathon, beberapa kali bertemu tapi memang belum pasti. Kemungkinan bulan depan ini sudah ada kepastian yang diperoleh,” kata Kepala Dispar Lobar Ispan Junaidi akhir pekan kemarin.
Sudah 100 Persen KOMANDAN Kodim (Dandim) 1615/Lombok Timur (Lotim), Letkol. Inf. Agus Setiandar, SIP menyebut pemanfaatan cetak sawah baru di Kabupaten Lotim sudah 100 persen. Artinya, cetak sawah baru di Lotim yang dicetak seluas 100 hektare untuk tahun 2017 lalu saat ini sudah dimanfaatkan baik untuk penanaman padi, jagung maupun palawija lainnya. “Musim hujan ini sudah 100 persen tertanami di semua lokasi cetak sawah baru, baik padi, jagung dan palawija lainnya,” terang Dandim akhir pekan lalu. Penanaman tidak merata pada satu jenis tanaman dikarenakan kondisi tanah yang sifatnya masih panas dan berbatu. Sehingga membutuhkan waktu untuk merendam air. “Artinya membutuhkan penyesuaian,” sambungnya. Dijelaskan Dandim, lahan cetak sawah baru diharapkan dapat dilakukan minimal dua masa tanam untuk padi. Hanya saja, terdapat sebagian yang tidak bisa dua kali masa tanam khusus padi terutama yang terdapat di perbukitan, seperti di wilayah Kecamatan Suela dikarenakan tidak ada jalur air walaupun Pemda dalam hal ini Dinas Pertanian Lotim sudah membangun embung untuk menampung air. “Untuk pamanfaatan sudah seratus persen, tapi tidak semua hasil cetak sawah baru itu ditanami padi,” ujarnya. Untuk tahun 2017 luas 100 hektare. Untuk tahun 2015-2016 cetak sawah baru sudah efektif dimanfaatkan. Disebutkan, tujuan pelaksanaan cetak sawah baru yang dilaksanakan oleh TNI untuk mewujudkan serta mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional Indonesia agar tidak mudah digoyang oleh negara-negara lain khususnya dalam bidang pangan. Terlebih Indonesia yang memiliki potensi di bidang pertanian, memiliki tanah yang subur dan makmur jika dapat digoyang pada bidang pangan, tentunya hal tersebut cukup ironis. Selain itu, pelaksanaan cetak sawah baru untuk menambah luas lahan pertanian untuk melawan laju pertumbuhan perumahan maupun bangunan lainnya yang mempengaruhi fungsi lahan. (yon)
Ketika ditanya pelaksanaan Mekaki Marathon batal, Ispan menegaskan hal ini belum bisa disimpulkan, sebab pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait yang terlibat dalam pelaksanaan Mekaki Marathon. Apalagi,
ujarnya, Sekda Lobar H. Moch. Taufiq menegaskan agar kegiatan yang tidak jelas dibatalkan saja. Namun, sebelum memastikan apakah event ini batal atau tidak, pihaknya harus memastikan terlebih dahulu. “Kami pasti-
kan dulu ke sponsor baru bisa disimpulkan,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini. Sebelumnya, Sekda Lobar H. Moch. Taufiq menegaskan jika hingga hingga saat ini belum ada kejelasan pelaksanaan event Mekaki Marathon, pihaknya meminta agar event tersebut dibatalkan. Sebab pihaknya tidak ingin dianggap sebagai kebohongan publik. “Kalau ada agenda-agenda yang masih ragu persiapan,pesertanya
dan dananya, tidak usah diadakan. Supaya tidak dikatakan melakukan pembohongan publik,” ujarnya belum lama ini. Menurut Taufiq, lebih baik kegiatan tersebut dihapus jika dananya belum jelas dan launching-nya terus-terus diundur. Hal ini tidak hanya berlaku untuk event Mekaki Marathon saja, namun juga termasuk semuan kegiatan atau event lain yang belum ada kejelasan. “Supaya kita tidak dianggap bohong,” ujarnya. (her)
Pawai Ogoh ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi di KLU Tanjung (Suara NTB) Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Nyepi tahun baru Caka umat Hindu di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dimeriahkan pawai ogoh-ogoh. Untuk pawai kali ini, jumlah pesertanya yakni 25 ogoh-ogoh, lebih banyak dari tahun lalu dengan jumlah 22 ogoh-ogoh. Gelaran Pawai Ogoh-ogoh di KLU dipusatkan di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq Tanjung, Jumat (16/3). Pawai ini tidak hanya dimeriahkan oleh berbagai banjar yang mengusung ogoh-ogoh, tetapi juga umat lintas agama, baik Islam, Hindu dan Budha. Masyarakat yang menyaksikan pawai juga berasal dari masyarakat KLU lintas agama. Bahkan tidak hanya masyarakat lokal, sejumlah wisatawan asing yang berkunjung ke KLU
juga terlihat antusias dan mengabadikan momen pawai tersebut. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., sebelum melepas Pawai Ogoh-ogoh kembali mengajak, agar seluruh umat di Lombok Utara tetap menjaga kerukunan yang sudah terjalin. Kerukunan umat beragama di KLU ini sendiri mendapat pengakuan dari Kementerian Agama, bahwa Lombok Utara merupakan kabupaten dengan tingkat kerukunan agama yang harmoni. “Tidak salah Kementerian Agama Republik Indonesia menganugerahkan Lombok Utara sebagai predikat kabupaten peduli umat beragama. Banyak warga yang hadir menyaksikan acara ini, bukan dari umat agama Hindu saja. Ini sebagai wujud implemen-
tasi kerukunan beragama di KLU,” ungkap Najmul. Najmul menambahkan, Pawai Ogoh-ogoh merupakan simbol dari buta kala. Di dalamnya terkandung pesan bahwa setelah pensucian diri melalui tapa brata, akan banyak godaan yang mempengaruhi sikap dan perbuatan manusia. “Semoga kita semua, senantiasa berada dalam kebaikan,” imbuhnya. Ketua PHDI Lombok Utara, I Gusti Lanang Padang, menyampaikan partisipasi banjar umat Hindu pada perayaan Pawai Ogohogoh mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun
2017 lalu, ogoh-ogoh yang ditampilkan sebanyak 22 dan tahun ini, bertambah 3 menjadi 25 ogoh-ogoh yang akan diarak keliling wilayah Tanjung. Meningkatnya partisipasi banjar ini menunjukkan beragam makna, salah satunya meningkatnya motivasi kerukunan beragama khususnya kalangan umat Hindu di KLU terhadap proses pembangunan. “Semoga ke depannya semua umat beragama di Lombok Utara terus bisa bermutualisme simbiosis sehingga kerukunan dan keharmonisan ini akan terus tercipta dan terjalin,”
harapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pawai Ogoh-ogoh, I Dewa Komang Sudana, mengatakan berbagai macam kegiatan dilakukan umat Hindu untuk menyambut rangkaian hari raya Nyepi. Sebelum pawai, upacara Melasti dilakukan di Pantai Sorong Jukung, persembahyangan di pura dan Pawai Ogoh-ogoh. “Selanjutnya pada hari Sabtu, mulai jam 6 pagi, umat Hindu mulai menjalankan catur brata penyepian, di antaranya Amati Geni, Amati Karya, Smati Lelungan dan Amati Lelanguan selama 24 jam. Semoga sesuai dengan apa yang kita harapkan,” katanya. (ari)
Rehab Rumah Kumuh Warga, Bupati Naik Motor Tanjung (Suara NTB) Komitmen Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperbaiki rumah kumuh milik warga terus diupayakan setiap hari Jumat melalui program Jubah (Jumat Bedah Rumah). Jumat (16/3) lalu, pelaksanaan Jubah menyasar kediaman Inaq Inong, Dusun Semokan, Desa Persiapan Andalan, Kecamatan Bayan. Untuk mencapai lokasi ini, bupati harus dibonceng menggunakan sepeda motor (ojek) karena akses jalan tidak memungkinkan menggunakan kendaraan roda empat. Inaq Inong (65 tahun), diketahui masuk ke dalam usulan program Jubah oleh aparatur Dusun Semokan. Sebelum direhabilitasi, kediaman warga yang memasuki usia lanjut ini disurvei oleh tim Jubah Pemda KLU. Diketahui lokasi kediaman warga ini berada di pelosok, sehingga rombongan bupati pun harus naik sepeda motor untuk mencapai lokasi. Berdasarkan survei tim “Jubah” sebelumnya, kediaman Inaq Inong ini berupa pondok. Kondisinya pun dapat dikatakan sudah rata dengan tanah. Saat ini, warga lansia itu hidup sebatangkara. Ia menumpang tinggal di salah satu pondok bersebelahan dengan kandang ternak salah seorang warga. Untuk makan sehari-harinya, ia hanya bisa berharap dari pemberian dan belas kasihan penduduk sekitar. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah. Program rutin Pemda Lombok Utara bertajuk Jubah. Rumah Inaq Inong di Dusun Semokan Desa Persiapan Andalan Kecamatan Bayan (16/3). Bupati pada kesempatan tersebut berharap, Inaq Inong dapat mendiami kediamannya setelah dibangunkan melalui program Jubah. Disampaikannya, Jubah sebagai program gerakan sosial bertujuan untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni. Dalam pembiayaannya, program Jubah digilir oleh lintas instansi bekerjasama dengan Baznas Lombok Utara. Lantaran dananya tidak berasal dari APBD, maka syarat penerima tidak berbelit-belit seperti bansos pada umumnya. Hanya dengan keterangan dari kepala dusun yang benar-benar tahu kondisi warganya, bisa diusulkan untuk mendapatkan bantuan program Jubah. “Inilah cara pemerintah untuk membangkitkan semangat gotong-royong kita bersama, pemerintah memberikan dana untuk membeli bahan, kemudian pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong hingga selesainya perbaikan rumah warga,” kata Najmul. Selain itu Najmul juga mengapresiasi petugas dokter desa dan Puskesmas Bayan yang ikut serta ke lokasi untuk melakukan pengobatan gratis dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat yang ada di Dusun Semokan. Sementara pada Jumat pekan ini, tim Jubah berencana mengalokasikan program Jubah kepada Inaq Naritep (60) yang berstatus lansia dan mengalami kebutaan. Rencana program ke warga Dusun Busur Desa Rempek Kecamatan Gangga itu, diamini Asisten II Setda KLU, Ir. Hermanto. “Usulan Jubah warga Rempek sudah didiskusikan saat evaluasi program Jubah lalu. Insya Allah Jumat depan (pekan ini, red) akan diperbaiki, setelah Jubah di Semokan akan langsung disurvei,” kata Hermanto. (ari)
(Suara NTB/ist)
KUNJUNG - Bupati KLU H. Najmul Akhyar saat berkunjung ke rumah salah satu warga penerima Jubah, Inaq Inong di Dusun Semokan Desa Persiapan Andalan Kecamatan Bayan menggunakan sepeda motor, Jumat (16/3) lalu.
(Suara NTB/ist)
PAWAI OGOH-OGOH - Menyambut Hari Raya Nyepi, umat Hindu di KLU menggelar Pawai Ogoh-ogoh dengan rute mengelilingi Kota Tanjung, Jumat (16/3).
Nikmati Libur Sekolah, Siswa SMK Meninggal Tenggelam Selong (Suara NTB) Peristiwa tenggelamnya salah seorang pelajar saat menikmati libur sekolah kembali terjadi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kali ini, nasib naas tersebut menimpa salah seorang siswa SMK Korleko, atas nama Zulhaeri (15) asal Gubuk Pande Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji. Ia meninggal saat menikmati libur sekolah di Pantai Tanjung Menangis Dusun Ketapang Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya, Sabtu (17/3). Peristiwa tenggelamnya seorang siswa SMK di Korleko itu terjadi sekitar pukul 15:00 Wita, di mana pada saat itu korban bersama satu orang temannya yakni Nila Rojani (15) mandi di Pantai Tanjung Menangis. Korban Zulhaeri dan Nila Rojani mandi di muara Pantai Tanjung Menangis, selanjutnya kedua korban mandi agak tengah. Kemudian jarak beberapa menit kedua orang tersebut terseret arus , karena arus bawah cukup kencang. Korban atas nama Suhaeri sempat meminta tolong dengan cara mengangkat atau melambaikan tangan. Korban Zulhaeri kemudian ditarik oleh Nila Rojani. Aksi penyelamatan itu dilihat oleh saksi Lalu Saparwadi dan langsung menolong korban, akan tetapi korban Nila Rojani bisa diselamatkan, sedangkan korban Zulhaeri tidak bisa tertolong dan diseret arus air laut. Terkait insiden itu, sebanyak dua regu polisi air langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelam dengan dibantu oleh perahu nelayan di Dusun Ketapang. Sementara anggota Polsek Pringgabaya juga mendatangi TKP dan meminta keterangan saksi korban dan saksi di sekitar
(Suara NTB/ist)
EVAKUASI - Petugas saat mengevakuasi jasad Zulhaeri, ko r b a n t e n gg e l a m d i Pa n t a i Ta n j u n g M e n a n g i s Pringgabaya, Minggu (18/3). lokasi pantai. Pada saat musibah itu terjadi, korban yang tengelam menggunakan celana jeans pendek dan baju warna coklat dan korban terseret tidak bisa berenang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Lalu Rusnan, menjelaskan korban ditemukan pada, Minggu (18/ 3) sekitar pukul 12.00 wita di Pantai Tanjung Menangis Dusun Ketapang Desa Pringgabaya setelah dilakukan proses pencarian oleh Basarnas, BPBD, Pol Air dibantu nelayan melakukan penyisiran di seputaran lokasi tenggelamnya korban. Korban ditemukan setelah nelayan melakukan penyelaman dengan menggunakan
alat sederhana, sehingga pukul 12.00 wita korban di temukan di sekitar lokasi tengelamnya korban dalam keadaan tertutup atau tertimbun pasir. Selanjutnya nelayan meminta bantuan kepada sesama nelayan untuk dilakukan evakusi dan selanjutnya melaporkan ke tim SAR dan Pol Air, sehingga korban berhasil dievakusi ke pinggir pantai dan selanjutnya korban dievakusi ke rumah korban dengan menggunakan ambulans Puskesmas Batuyang. Kapolres Lotim, AKBP. M. Eka Fathurrahman, SH, SIK, menjelaskan pihak keluarga menerima kematian korban, karena kelalaian korban saat menikmati libur sekolah. (yon)
Program KB Tekan Pertambahan Penduduk hingga 100 Juta Jiwa Praya (Suara NTB) Pemerintah hingga saat ini terus menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Mulai dari tingkat daerah hingga pusat. Pasalnya, program KB dinilai cukup efektif dalam menekan angka pertumbuhan penduduk secara nasional. Demikian diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. L. Makrippudin, M.Si., saat sosialisasi GenRe di pendopo Bupati Loteng, Sabtu (17/3). Meski lanjut pertumbuhan penduduk masih dikatakan cukup tinggi, namun secara umum program KB mampu menekan pertambahan penduduk Indonesia. “Ketika program KB diluncurkan tahun 1970 silam, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 diprediksikan mencapai 330 juta jiwa lebih,” terangnya. Namun pada kenyataannya, sesuai hasil sensus penduduk pada tahun 2010 lalu, penduduk Indonesia hanya sebanyak 230 juta lebih. Itu artinya, dalam rentan waktu antara tahun 1970 sampai tahun 2010, program KB berhasil menekan pertambahan penduduk negara ini hingga 100 juta jiwa. Artinya, kalau tidak ada program KB bisa jadi saat ini penduduk Indonesia sudah menembus angka 300 juta jiwa lebih. Bicara NTB, saat ini angka kelahiran ratarata anak dalam satu keluarga masih di ang-
ka 2,5 jiwa. Jadi ratarata keluarga di NTB sekarang punya anak antara 2 sampai 3 orang. Jarang keluarga di NTB dalam satu keluarga memiliki anak 4 sampai 5 orang. “Kita sekarang punya obsesi bagaimana bisa mencapai angka kelahiran anak di satu keluarga sebesar pada angka 2,” terangnya. Ia mengaku, sejauh ini masih banyak anggapan miring terhadap program KB. Salah satunya, program KB dianggap sebagai bentuk larangan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk melahirkan anak. Padahal esensi dari program KB bukan melarang kelahiran. Tetapi lebih pada pengendalian kelahiran. Supaya angka pertumbuhan penduduk bisa ditekan. Karena bercerminkan dari beberapa hasil studi, jumlah anak dalam satu keluarga itu bisa mempengaruhi kualitas hidup keluarga tersebut. Baik itu dari sisi kesehatan maupun pendidikan. Di mana semakin banyak anak dalam satu keluarga, kualitas hidup keluarga tersebut semakin rendah. Walaupun di beberapa keluarga, hal tersebut tidak berlaku. Tetapi secara umum, pada kebanyakan keluarga, teori tersebut berlaku. Sehingga penting untuk merencanakan dan membatasi jumlah anak dalam satu keluarga supaya harapan untuk bisa mewujudkan keluarga yang berkualitas bisa terwujud. (kir)
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
SUARA PULAU LOMBOK
Halaman 5
Kerjasama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng dengan Harian Suara NTB
Komisi II DPRD Loteng Mulai Turun Monev Praya (Suara NTB) Kalangan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Jumat (16/3) mulai turun lapangan. Turun lapangan ini dilakukan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan APBD tahun 2017 serta tahun 2018 lalu di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi mitra Komisi II DPRD Loteng. Monev dilakukan untuk memastikan kalau pelaksanaan program daerah sudah sesuai dengan rencana yang ada. “Pola monev kita tidak
dengan cara memanggil SKPD (OPD, red) yang menjadi mitra Komisi II. Tapi kita yang turun langsung ke masingmasing SKPD,” terang Ketua Komisi II DPRD Loteng, M. Samsul Qomar, kepada wartawan. Sebagai pembuka monev, Komisi II DPRD Loteng mendatangi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Loteng. Pada kesempatan ini, Komisi II DPRD mengevaluasi pelaksanaan APBD tahun 2017 serta memonitor pelaksaan program yang sudah berjalan pada APBD Loteng tahun 2018 saat ini.
Polres Lobar Dalami Kasus Dugaan Pemerasan Giri Menang (Suara NTB)Kasus dugaan pungutan yang dilakukan oknum kepala dusun (kadus) di wilayah Gerung Lombok Barat (Lobar) bukan termasuk kasus tindak pidana korupsi (tipikor), namun masuk pemerasan, sehingga masuk ke tindak pidana umum. Hal ini berdasarkan hasil konsultasi ke kejaksaan, sehingga pihak polres diminta menindak kasus ini dengan pengenaan pasal pidana umum (pidum). Polisi telah mengidentifikasi satu orang yang diduga mengarah sebagai aktor. Kasatreskrim Polres Lobar AKP Priyo Suhartono menyatakan kasus ini masuk ke dugaan pemerasan lantaran anggaran yang diambil oleh oknum kadus berasal dari perusahaan bukan anggaran negara. Kalau tipikor, jelasnya, harus dari anggaran negara. Memang ada dugaan penyalahgunaan wewenang, namun di sini bukan negara dirugikan. “Setelah kami koordinasikan dengan kejaksaan, petunjuk kejaksaan adalah diminta melakukan penyelidikan dengan penerapan pasal pidum,”jelasnya. Sejauh ini, ujarnya, kasus ini belum dilimpahkan, karena masih penyelidikan. Pihaknya biasanya jika menangani kasus berkoordinasi dengan jaksa agar pihaknya mengetahui di mana letak kekurangan. Kasus ini tetap diusut oleh penyidik. Sanksi terberat pelaku pemerasan ini disangkakan pasal 368 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Sebab kasus ini hampir sama dengan kasus curas. “Sejauh ini dari 7 oknum yang diduga terlibat, masih mengarah terindikasi kuat ke satu orang,” ujarnya. Menurutnya kasus ini akan berkembang sebab jika orang telah ditetapkan tersangka, maka akan menyebut oknum-oknum yang terlibat. Diakuinya, sejumlah kadus di salah satu desa di wilayah Gerung diduga terlibat dalam kasus pemerasan. Jumlahnya 6-7 orang kadus. Mereka, katanya, diduga terlibat menyangkut pungutan proyek yang dikerjakan daerah setempat dengan total mencapai puluhan juta rupiah. Per orang, jelasnya, jumlahnya bervariasi, ada yang Rp7 juta. ‘’Modusnya, oknum kadus ini mengancam rekanan dengan mencegat operator alat berat,’’ ungkapnya. Pihak yang melaporkan kasus ini, jelasnya, dirahasiakan, namun yang jelas ada informasi masuk ke Polres, sehingga ditindaklanjuti. Meskipun pihak rekanan tidak keberatan, akan tetapi tindakan ini termasuk pungli, karena tak ada dasar mereka memungut. Lebih jauh dikatakan, kasus ini termasuk yang bakal dinaikkan ke penyidikan dengan segera penetapan tersangka. Terkait kasus menyeret sejumlah kadus ini, pihaknya sudah melakukan pemanggilan beberapa kadus untuk meminta keterangan. Pihaknya bakal mencari otak di balik kasus ini, pihaknya bakal menelusuri pihak yang mengkoordinir melakukan pungutan terhadap kontraktor. Pungutan ini diduga dilakukan dengan dalih untuk keperluan perayaan hari besar. (her)
Beberapa hal yang menjadi sorotan yakni terkait kejelasan pengelolaan sejumlah aset-aset milik daerah. Seperti aset pertokoan Kota Praya dan beberapa aset lainnya. Karena dari pengelolaan asetaset tersebut sejauh ini, kontribusinya terhadap pendapatan daerah masih sangat minim. Padahal jumlah asetnya cukup banyak. “Khusus untuk aset pertokoan Kota Praya, kami minta dievaluasi kembali. Supaya pemanfaatannya benar-benar sesuai aturan dan bisa memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan daerah,” jelasnya.
Pasalnya, di beberapa pertokoan statusnya sudah ada yang berubah, yang dulunya berstatus Hak Guna Bangun (HGB) sekarang sudah berstatus Hak Guna Usaha (HGU). Padahal setiap perubahan status di atas aset milik pemerintah, harus jelas mekanismenya. Jangan sampai pemerintah daerah dalam hal ini justru ditelikung oleh pengelola aset tersebut. Terkait pelaksanaan APBD Loteng tahun 2018, pihaknya berharap bisa tepat waktu, karena bisa berpengaruh pada kualitas capaian program pemerintah daerah secara
umum. Dan, BPKAD dalam hal ini memegang peran penting untuk bisa menjamin pelaksanaan APBD Loteng bisa berjalan sesuai rencana yang ada. Di tempat yang sama, Sekretaris BPKAD Loteng, Bowo Susanto, mengaku untuk pelaksanaan APBD Loteng tahun 2018, sudah mulai berjalan. Namun baru pada programprogram yang bersifat supporting (pendukung) saja. Sementara untuk program-program utama masih dalam tahap persiapan. Pihaknya optimis pelaksanaan APBD Loteng tahun 2018 ini bisa berjalan sesuai rencana. (kir/*)
Dipicu Pernikahan Dini
Tinggi, Kasus Anak ’’Stunting’’ di Loteng Praya (Suara NTB) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tercatat sebagai salah satu daerah dengan kasus anak stunting (lambat tumbuh) tertinggi di NTB. Kondisi tersebut dipicu, salah satunya karena banyaknya kasus nikah usia dini di daerah ini. Hal itu diakui Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. L. Makripudin, M.Si., saat memberikan sosialiasi GenRe di Pendopo Bupati Loteng, Sabtu (17/3). Bukan hanya kasus anak stunting, terangnya, angka kasus kematian ibu melahirkan serta anak baru lahir juga masih cukup tinggi di daerah ini. Itu semua disebabkan,
karena kasus nikah usia dini. “Usia pernikahan, terutama bagi perempuan itu sangat berpengaruh pada kualitas kelahiran,” jelasnya. Secara biologis, ujarnya, usia ideal bagi perempuan untuk melahirkan ialah di atas 21 tahun sampai 35 tahun, sehingga sangat disarankan bagi perempuan untuk menikah di atas 21 tahun.
Karena perempuan yang melahirkan anak saat berusia kurang dari 20 tahun, potensi kematianya 6 kali lipat jika dibandingkan perempuan melahirkan anak saat berusia di atas 21 tahun. Kemudian dari sisi pemenuhan asupan gizi, anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang usianya masih di bawah 21 tahun, berpotensi mengalami
gizi kurang. Salah satunya berupa anak stunting. “Jadi usia pernikahan itu sangat berpengaruh pada kualitas anak yang dilahirkan,” terangnya. Untuk itu, mulai tahun ini, Loteng memang menjadi salah satu daerah penanganan kasus anak stunting secara nasional. Di mana beberapa program pemerintah pusat yang terkait penanganan anak stunting akan dilaksanakan di daerah ini. Harapannya tentu, bagaimana bisa kasus anak stunting di daerah ini bisa ditekan semaksimal mungkin.
Salah satunya, dengan mengalakkan soal usia nikah ideal di kalangan remaja di daerah ini supaya remaja di daerah ini tidak cepat-cepat menikah di usia yang masih dini. “Tentu ini bukan pekerjaan mudah. Seluruh elemen masyarakat harus mendukung bersama. Dengan mencegah anak-anaknya maupun keluarganya menikah di usia dini. Karena itu bisa mendatangkan kerugian keluarga dan anak-anaknya di masa yang akan datang,” pungkasnya. (kir)
Kerusakan Hutan di NTB Harus Ditekan
(Suara NTB/her)
PAWAI - Pawai Ogoh-ogoh yang digelar Umat Hindu di Gerung, Jumat (16/3).
Sambut Nyepi, Umat Hindu Musim Kemarau, Loteng di Lobar Gelar Pawai Ogoh-ogoh Defisit 30 Juta Liter Air Praya (Suara NTB) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diprediksikan akan mengalami defisit air pada musim kemarau tahun ini mencapai sekitar 30 juta liter lebih. Baik itu air baku untuk kebutuhan pertanian maupun untuk kebutuhan air bersih. Untuk itu, masyarakat di daerah ini diingatkan supaya lebih cerdas menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari pada musim kemarau mendatang. Saat berbicara di hadapan peserta audisi Duta Lingkungan yang digelar Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) dan Paguyuban Duta Lingkungan Loteng di Pendopo Bupati Loteng, Sabtu (17/3), Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB, Murdhani, mengatakan kalau ancaman berupa defisit air tersebut nyata adanya. Dan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. “Kebutuhan air di Loteng sekarang ini, tidak sebanding dengan debit air yang tersedia. Dan, itu memang terjadi. Bahkan pada musim penghujan sekalipun. Loteng sesungguhnya masih defisit air mencapai sekitar 5 juta liter,” terangnya. Apalagi ketika musim kemarau, di saat kebutuhan air tetap tinggi. Sementara debit air yang tersedia semakin berkurang. Akibatnya, defisit air di Loteng semakin tinggi bisa mencapai hingga 30 juta liter. “Kenapa ini terjadi? banyak faktor penyebabnya. Yang paling utama, karena memang hutan di wilayah ini sudah banyak yang rusak. Sehingga banyak mata air yang kini sudah hilang,” jelasnya. Untuk bisa menekan besarnya defisit air tersebut, tentu butuh kerja-kerja masif. Supaya bisa menjawab apa yang menjadi faktor penyebabnya. Misalnya, soal kerusakan hutan maka kerja-kerja yang dilakukan ialah dengan melakukan reboisasi secara masif dan berkelanjutan. Sembari menekan faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan hutan tersebut. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Loteng, L. Rahadian, mengaku secara umum kondisi hutan Loteng sendiri sudah sangat memprihatinkan. Saat ini, luas hutan Loteng tinggi 18 persen dari luas ideal yang seharusnya yakni 30 persen dari luas wilayah. Itupun tidak semuanya dalam kondisi baik. “Bicara luas hutan secara ideal, Loteng masih kurang sekitar 12 persen lain,” terangnya. Itulah yang saat ini tengah diupayakan diselesaikan dengan menggerakkan seluruh elemen masyarakat yang ada. Untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan yang sudah ada dan menghijaukan kembali hutan yang sudah rusak. Kalau kondisi hutan sudah membaik, maka sumber-sumber mata air akan bertambah. Sehingga kebutuhan air masyarakat akan mampu terpenuhi. “Mengembalikan kondisi hutan yang sudah rusak bukan perkara mudah. Butuh kesadaran dan dukungan dari semua pihak. Tidak hanya dengan mengandalkan usaha pemerintah saja,” ujarnya mengingatkan. (kir)
(Suara NTB/kir)
MONEV - Komisi II DPRD Loteng menggelar monev dengan mendatangi kantor BPKAD Loteng, Jumat (16/3).
Giri Menang (Suara NTB) Pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Lombok Barat (Lobar) berjalan lancar tanpa kendala dan hambatan berarti. Nyepi diawali dengan upacara Melasti lalu dilakukan pengarakan ogoh-ogoh di sejumlah tempat. Kabag Ops Polres Lobar, Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, menjelaskan, Pawai Ogoh-ogoh mulai dari Sekotong, Lembar, Gerung, Kediri, Labuapi dan Batulayar. Di Batulayar, ujarnya, Pawai Ogoh-ogoh dipusatkan di Tanak Embet sebanyak 5
buah ogoh-ogoh. Arak-arakan dimulai Pura Melase ke Kampung Banjar. Sementara di Kediri terdapat 20 ogoh-ogoh dan di Gerung dipusatkan di beberapa dusun. ‘’Sebanyak 6 buah ogoh-ogoh yang diarak di Runcing dan di Gumise Desa Giri Tembesi. Di Lembar, dipusatkan di Gubuk Bali. Sebanyak 5 buah ogohogoh diarak. Selain itu di Kuranji, Karang Anyar Jakem. Ada juga di Desa Pelangan Sekotong diarak sebanyak 6 buah ogoh-ogoh,’’ terangnya. Untuk pengamanan jalannya Nyepi ini, pihak polres
menerjunkan 120 personel. “Sebanyak 120 anggota kami terjunkan, ada dari masingmasing Polsek dan Polres,” jelasnya. Sementara pantauan koran ini di lokasi arak-arakan ogohogoh di Pura Dalem Gerung, umat Hindu mulai berkumpul sekitar siang hari. Mereka sudah menyiapkan ogoh-ogoh untuk diarak keliling jalanan menuju kampung mereka. Jalannya arak-arakan ogohogoh ini dikawal oleh aparat untuk mengantisipasi adanya gangguan lalu lintas. (her)
Praya (Suara NTB) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB mencatat laju kerusakan hutan di NTB hingga saat ini masih cukup tinggi, yakni mencapai 1,4 persen per tahun. Itu artinya, sekitar 400 hektar lebih hutan di NTB rusak dalam setahunnya. Jika tidak segera ditekan, maka dalam hitungan 10 tahun ke depan seluruh hutan di NTB bakalan habis. Hal itu disampaikan Direktur Walhi NTB, Murdhani, saat memberikan pengarahan kepada peserta audisi lingkungan hidup yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) dan Paguyuban Duta Lingkungan Loteng, di pendopo Bupati Loteng, Sabtu (17/3). Ia menjelaskan, luas kawasan hutan NTB tercatat sekitar 1,071 juta hektar. Namun yang masih dalam kondisi baik, hanya 22 persen saja. Sisanya sebanyak 78 persen sudah dalam kondisi rusak. Itu artinya, luas kawasan hutan yang rusak tiga kali lebih besar dari luas kawasan hutan yang kondisinya masih baik. Untuk itu, ujarnya, diperlukan satu gerakan bersama untuk bisa mencegah dan mengendalikan laju kerusakan hutan di NTB. Jika tidak, maka bersiap-siaplah NTB tidak akan memiliki hutan dalam beberapa tahun ke depan. Kalau sudah begitu, maka jangan heran kalau kemudian bencana alam silih berganti terjadi di NTB. Bahkan saat inipun, bencana alam hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di NTB, seperti banjir dan tanah
longsor. Itu semua terjadi, karena hutan yang berfungsi menjaga keseimbangan alam, kondisinya sudah rusak. Apalagi kalau kemudian nanti NTB sudah tidak punya hutan lagi, tidak bisa dibayangkan bencana alam seperti apa yang bakal menimpa NTB. “Dan, patut diingat kerusakan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan didarat saja. Tapi lingkungan udara juga terganggu keseimbangannya. Sehingga bisa memicu persoalan masyarakat. Itu juga disebabkan oleh kerusakan hutan,” terangnya. Bagaimana tidak, hutan yang sudah rusak tidak mampu lagi menyerap karbondioksidan yang ada di udara. Akibat, polusi udara yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri. Dampaknya besarnya, iklim dan cuaca berubah serta sulit diprediksi. “Jadi kerusakan hutan, dampaknya sangat besar. Bukan hanya pada lingkungan darat. Tetapi juga udara dan bisa memicu perubahan iklim serta cuaca. Yang dampaknya sangat merugikan masyarakat,” ujar Murdhani. Lebih lanjut, ia menjelaskan laju kerusakan hutan disebabkan oleh banyak faktor. Namun yang paling dominan ialah berupa perambahan hutan secara ilegal. Dan, hal itu menjadi momok tersendiri bagi kelestarian hutan di NTB bahkan Indonesia secara umum. Sehingga butuh komitmen semua elemen masyarakat dan pemerintah di daerah ini bersama-sama mencegah laju kerusakan hutan di NTB. (kir)
Sejumlah Investor Siap Berinvestasi di Sekotong Giri Menang (Suara NTB) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Lombok Barat (Lobar) mencatat beberapa destinasi pulau wisata di wilayah ini, seperti Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Kedis, Gili Sudak, Gili Layar, Gili Rengit siap mendunia. Keberadaan destinasi tersebut dinilai sangat potensial untuk dipromosikan. Bahkan beberapa investor berinvestasi membangun bungalow dan restoran di Sekotong. “Pekan ini saja, sudah ada tiga perusahaan yang meminta untuk berinvestasi non fasilitas, berinvestasi di Sekotong. Mereka siap membangun bungalow dan restoran,” kata Plt Kepala DPM-PTSP Lobar H. Dulhair, akhir pekan kemarin. Ia menjelaskan, dalam menjaring investasi ini tentu daerah harus menawarkan kemuda-
han-kemudahan berinvestasi bagi investor guna menumbuhkan angka investasi di daerah. Kemudahan yang diberikan antara lain, pihaknya mempermudah dari sisi perizinan. Begitu investor tertarik dengan spot-spot wisata, DPM-PTSP mengarahkan investor mendapat rekomendasi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Lobar. “Bila cocok dengan instansi terkait, izin prinsip ini lagsung diberikan BKPRD,” katanya. Setelah izin prinsip dikantongi, sambungnya, DPMPTSP memberikan kemudahan kepada investor berupa pengusulan beberapa izin sekaligus. Misalnya, Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (IPPT), Izin Lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Tempat Penjualan Minuman Berako-
hol (ITPMB). Kemudahan lainnya, DPMPTSP sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam mengubah status tanah. Dari hak milik menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Guna Usaha (HGU). Di samping itu, jika investasinya PMA (penanaman modal asing) dan PMDN (penanaman modal dalam negeri) ada fasilitas yang diberikan. Seperti ada insentif untuk mereka (investor) dari segi pajak, kemudahan memasukkan barangbarang impor dari luar negeri. Berbagai upaya pun dilakukan, termasuk mengikuti pameran dalam mempromosikan destinasi wisata. Tanggal 3 Desember ini, pihaknya diutus untuk ikut pameran di Batam Provinsi Kepulauan Riau. Meski demikian, setelah sekian banyak kemudahan
yang diberikan dari Pemkab Lobar ini tentu diharapkan rencana investasi segera terealisasi. DPM-PTSP pun gencar menjaring investor-inves-
tor nakal atau spekulan. Agar tidak terjadi pemindahatanganan investasi yang kerap membuat investasi melambat.(her)
(Suara NTB/her)
INVESTASI - Pemandangan di kawasan Sekotong yang menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi. Dalam waktu dekat ada beberapa investor siap membangun bungalow dan restoran.
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 6
Kerjasama Rumah Sakit H.L Manambai Abdul Kadir (RSMA) dengan Harian Suara NTB
Langkah RSMA Mengejar Rumah Sakit Rujukan Sumbawa Besar (Suara NTB) Berbagai upaya dilakukan Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir (RSMA)untuk menjadi rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa. Salah satu persyaratannya yakni harus menjadi rumah sakit tipe B. Untuk itu, pihak rumah sakit terus berbenah meningkatkan pelayanannya. Baik dari segi peralatan maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Direktur RSMA, dr. H. Syamsul Hidayat kepada Suara NTB baru-baru ini menyebutkan, untuk menjadi rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa minimal harus menjadi tipe B. Untuk menjadi tipe B pihak rumah sakit diberikan waktu oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) sampai tahun 2019. Dimana pihaknya tengah memper-
siapkan diri baik dari segi peralatan maupun SDM. “Kami ini sedang mempersiapkan diri baik peralatan maupun SDM. Sehingga kedepan pelayanan di rumah sakit ini semakin maju dan lengkap. Sesuai dengan visi misinya menjadi rujukan di Pulau Sumbawa,” ujarnya. Dari segi peralatan, dalam bulan April mendatang pihak rumah sakit akan memiliki peralatan CT-Scan dan sekarang sedang dilakukan pembenahan di ruangan. Kemudian ruang cuci darah atau hemodialisa sedang dalam tahap finishing untuk bangunannya. Diharapkan nantinya dapat diresmikan oleh Gubernur NTB sebagai kado untuk dapat mewujudkan visi misi rumah sakit ini. Peralatan yang masih kurang yakni di ru-
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Pembangunan Dam Lang Sinyur Taliwang (Suara NTB) MasyarakatDesaSekongkangAtas,KecamatanSekongkang,Sumbawa Barat, kembali mempertanyakan terkait realisasi pembangunan dam di dusun Lang Sinyur. Pembangunan Dam yang sudah menjadi janji Politik Bupati periode pertama tersebut, hingga kini belum memberikan kejelasan kapan dam ini akan terbangun dan bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar. Padahal masyarakat setempat sudah mengusulkan pembangunannya sejak tahun 2010 lalu. “Dari tahun 2010 kita sudah dijanjikan, bahkan sudah ada tanda tangan diatas materai 6000 terkait kesanggupan dari Pemerintah saat itu untuk membangun. Tetapi kenyataannya hingga kini belum ada juga kejelasan kapan dam ini bisa dibangun. Oleh karena itu, kami sangat berharap Pemerintah saat ini, untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sekongkang yang selalu kekurangan air bersih,” ungkap Tokoh Masyarakat Sekongkang, Kris Sukardi di Forum Yasinan Pemkab KSB belum lama ini. Dia menambahkan, keberadaan dam ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat Salah satunya masalah kekeringan yang setiap tahunnya selalu melanda wilayah tersebut bisa semakin ditekan. Sementara dari sektor pertanian, dam ini diharapkan mampu mengaliri 200 hektar lahan tidur yang ada. Sehingga masyarakat tidak hanya mengandalkan dari sektor tambang saja, melainkan sektor pertanian juga lebih menjanjikan untuk dikembangkan. Peningkatan ekonomi juga akan terjadi merata dan tidak terjadi ketimpangan sosial yang cukup jauh. “Kita sangat berharap Dam ini mampu meningkatkan ekonomi bagi masyarakat setempat serta masalah kekeringan yang setiap tahun terjadi bisa semakin ditekan,” pungkasnya. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pamukiman dan Perumahan (DPU-PRPP) Novrizal Zain Syah SE mengatakan, untuk pembangunan dam, akan dilakukan tahun ini juga (2018). Bahkan, anggaran sekitar Rp6,4 miliar dari APBN tahun 2018 sudah disiapkan dan saat ini sudah masuk dalam proses lelang (tender) di BWS Nusa Tenggara I. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada pemenangnya, sehingga bisa langsung dibangun. Hanya saja, pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk tidak menghalang-halangi proses pembangunan dam ini. Karena sampai dengan saat ini masih ada beberapa pemilik lahan yang tidak setuju lahannya dibebaskan. “Kami mohon masyarakat tidak menghalangi pembangunannya. Bagi masyarakat yang lahannya tidak mau dibebaskan, kami sangat berharap untuk segera menyetujui. Sehingga pelaksanaan pembangunan tidak akan terganggu,” tandasnya. (ils)
ang jenazah masih kosong. Pihaknya pun berupaya melakukan pengadaan peralatan ruang jenazah dengan segera. Selain itu, ruang Central Sterile Supply Department (CSSD) untuk mensterilkan alat-alat juga akan diadakan tahun ini. Ruang OK atau kamar operasi, ICU, PICU, NICU juga sudah mulai berdatangan. “Peralatan-peralatan yang masih kurang akan terus kita upayakan untuk diadakan,” kata direktur. Sedangkan dari segi SDM, dokter spesialis yang ada baru berjumlah 16 orang. Idealnya dalam menuju tipe B minimal 4 spesialis dasar seperti Opgin, bedah, anak dan penyakit dalam minimal 3 orang. Dua orang dokter spesialis dan satu konsultan spesialis. Untuk spesia-
lis dasar tersebut baru dua orang dokter spesialis untuk Opgin dan penyakit dalam. Sedangkan bedah dan anak masingmasing baru satu orang. Persyaratan lainnya, harus ada 10 dokter penunjang. Dimana yang sudah ada seperti rehab medic, paru, radiologi, emergency, mata, jantung, dan Patalogi Anatomi (PA). Ada beberapa yang kurang misalnya patalogi klinik, kulit kelamin, THT (telinga, hidung, tenggorokan)dan dokterdokter subspesialis. “Kami akan terus meningkatkan pelayanan. Mudah-mudahan kita mendapatkan tambahan dokter spesialis yang masih kurang untuk menunjang pelayanan kita,” terangnya. Salah satu upaya yang dilakukan, pihaknya akan mengirimkan surat ke universitas-universitas
yang menamatkan dokter-dokter spesialis untuk bisa bekerja di RSMA atau bekerjasama. Alternatif lain yakni pihaknya sudah bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Provinsi di Mataram untuk menutupi kekurangan dokter spesialis. Mengenai teknisnya nanti, apakah beberapa waktu beberapa dokter spesialis yang dibutuhkan datang untuk berpraktek ke atau memberikan supervisi kepada dokter spesialis di RSMA. Sehingga nantinya pelayanan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Kita terus mencari informasi supaya kita segera mendapat tambahan dokter spesialis. Supaya nanti tercapailah tujuan pembangunan rumah sakit ini yaitu menjadi rujukan Pulau Sumbawa. Dalam rangka itu
Direktur RSMA, dr. H. Syamsul Hidayat
Jelang Panen, Harga Jagung di KSB ”Terjun Bebas” Taliwang (Suara NTB) Musim panen perdana jagung di tahun 2018, kini menyisihkan pilu bagi para petani di Sumbawa Barat. Penyebabnya, harga jagung saat ini “terjun bebas” dari harga di tahun-tahun sebelumnya. Akibat kondisi tersebut, masyarakat kini harus merugi, karena nilai jual dan nilai produksi tidak berbanding lurus. “Kalau tahun 2017 kemarin, dalam satu kuintal jagung kita bisa menjual dengan harga Rp360 ribu. Namun di tahun ini (2018) harganya sangat jauh yakni Rp200 hingga Rp222 ribu per kuintal. Terkait dengan masalah harga ini, kami berharap Pemerintah untuk mengambil sikap jangan sampai petani jagung ini merugi,” ujar tokoh
masyarakat, desa Tambak Sari, Harjito kepada Media ini, Sabtu (17/3) kemarin. Dikatakannya, persoalan ini harus bisa disikapi secara serius oleh pemerintah, karena jika masalah ini dibiarkan, maka para petani yang akan rugi. Persoalan lainnya terkait dengan jagung ini yakni persoalan Kadar Air (KA) dari jagung-jagung tersebut. Untuk
KA 24, bisa mencapi harga Rp260 ribu dan untuk KA 19 dihargai Rp300 ribu per kuintal jagung. Di permainan KA inilah yang sering “dilakukan” oleh para tengkulak untuk meraup hasil lebih dari petani. Sehingga perlu ada langkah bersama supaya permainan harga di tengkulak ini tidak merugikan petani.
“Harus ada langkah strategis menyikapi masalah harga jagung ini, terutama permainan harga ditingkat tengkulak. Jika tidak, maka petani yang akan rugi karena hasil yang didapatkan tidak berjalan lurus dengan nilai produksi yang terus meningkat tiap tahunnya,” sebutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP), melalui Kabid Pertanian dan Tanaman Pangan Syaiful Ulum, tidak menampik masalah ini terjadi ditingkat petani. Hanya saja pihaknya belum mampu untuk mengambil langkah
lebih jauh, karena harga dasar pembelian untuk jagung ini belum ditetapkan. Tetapi pemerintah baik itu dari Pusat dan Daerah, tetap akan mengupayakan agar harga jagung ini menguntungkan bagi para petani. Sementara untuk saat ini mekanisme pasar yang ada, baik itu harga yang anjlok maupun tinggi. “Kita belum bisa memberikan batasan harga dari Jagung ini, karena aturannya belum ditetapkan. Meskipun demikian, kita tetap akan pantau pergerakan harga jagung agar para petani ini tidak terlalu merugi,” tandasnya. (ils)
Dikpora Belum Bagikan Seragam Gratis Tahun Ajaran 2017/2018
212 Pelamar Tenaga Skill Tahap 2 Teken LoO Taliwang (Suara NTB) Sebanyak 212 pelamar tenaga non skill tahap 2 dalam proses rekrutemen tenaga kerja PT MacMahon Indonesia yang dilaksanakan oleh tim bersama telah meneken Letter of Offering (LoO) surat penawaran kontrak yang diajukan perusahaan. Pelaksanaan penandatangan tanda persetujuan pelamar atas bagian kerja yang ditawarkan oleh perusahaan aliansi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di proyek tambang Batu Hijau tersebut berlangsung (Suara NTB/bug) Admin 1 Benete, kecamatan Benny Tanaya Sekongkang pada hari Jum’at dan Sabtu akhir pekan lalu. “Iya. Alhamdulillah secara teknis mereka semua setuju dan menandatangani LoO yang kami ajukan kepada pelamar,” kata anggota Tim Bersama Rerkutmen Tenaga Kerja PT MacMahon Indonesia, Benny Tanaya kepada Suara NTB, Minggu (18/3). Ia mengatakan, penandatangan LoO sebagai bentuk persetujuan para pelamar menerima penempatan kerjanya di project nanti sangat penting. Hal ini untuk menghindari terjadinya halhal yang tidak diinginkan ke depannya. “Jangan sampai nanti misalnya begitu masuk akan ditempatkan mereka mengelak tidak menginginkan posisi itu dan hanya mau di tempatkan di posisi ini. Nah ini yang kita hindari dengan mengikat mereka di awal,” tegasnya. Terhadap pelamar yang telah menandatangani LoO pekan lalu, sekaligus menyetujui Letter of Agreement (LoA) atau kontrak kerja. Benny menyebutkan, tahapan berikutnya yang akan dilalui para pelamar saat ini adalah kegiatan medical check up (MCU) atau tes kesehatan. “Untuk jadwalnya kita sudah umumkan dan akan dimulai besok (hari ini) hingga hari Rabu,” paparnya. Proses rekrutmen tenaga skill tahap 2 ini oleh pihak perusahaan, disebutkan Benny akan dipercepat. Rencananya seluruh pelamar rekrutmen tenaga skill termasuk tahap 1 akan mulai dipekerjakan pada awal Maret mendatang. Termasuk juga pelamar untuk pekerja dry season (musim kering) yang saat ini juga tengah berlangsung. “MacMahon ingin semua rekrumen mereka yang siap kerja bisa mulai di awal April karena waktu itu mema sudah masuk dry season,” sebutnya. Sementara itu terkait pelamar semi skill dan non skill, Benny menjelaskan, para pelamar yang sebelumnya telah dinyatakan lulus administrasi statusnya masuk dalam kategori calon karyawan. Tahapan selanjutnya, mereka akan menjalani proses yang sama dengan pelamar tenaga skill namun perbedaannya sebelum dipekerjakan terlebih dahulu akan diberikan pelatihan. “Nah untuk waktu pelatihannya bervariasi antara 2 smpai 3 bulan. Tentu yang misalnya semi skill akan butuh waktu singkat untuk dilatih dibanding dengan yang non skill. Tapi intinya mereka semua akan tetap menjalani proses dan tahapan yang sama dengan skill saat ini,” pungkas Benny. (bug)
kita terus berbenah terus mencarikan jalan keluarnya dan mencari alternative terbaik. Salah satunya bekerjasama baik dengan rumah sakit provinsi maupun dengan rumah sakit Kota Mataram dalam ketersediaan dokter spesialis maupun peralatannya. Kalau peralatan gampang kita cari dan kita beli. Yang susah mencari SDMnya. Kita berharap kekurangan itu bisa tercukupi dengan adanya kerjasama d e n g a n R S U P Mataram,” pungkasnya. (ind/ arn/*)
(Suara NTB/Salamuddin Maula)
RUSAK - Kondisi jembatan Melung yang rusak setelah kembali dihantam banjir sekitar minggu lalu. Termasuk ikut merusak jembatan darurat yang sebelumnya dikerjakan masyarakat.
Hambat Ekonomi
Dewan Desak Jembatan Melung Segera Diperbaiki Sumbawa Besar (Suara NTB) Jembatan Melung yag menghubungkan desa Batu Tering dan desa Lito kecamatan Moyo Hulu, kini masih rusak, setelah dihantam banjir beberapa waktu lalu. Sehingga menghambat akses ekonomi warga apalagi sekarang menjelang panen. Jembatan darurat swadaya warga setempat juga tidak berfungsi dengan baik. Sehingga Pemkab diminta segera menangani pembangunan jembatan ini. Sebagaimana disampaikan Anggota DPRD Sumbawa dari Dapil II (termasuk wilayah Moyo Hulu), Salamuddin Maula, kepada Suara NTB, Minggu (18/3) kemarin. Sejak rusaknya jembatan ini, akses transportasi terutama untuk kendaraan roda empat terhenti. Jembatan darurat atas swadaya warga hanya cukup untuk kendaraan roda dua saja. Sehingga otomatis menghambat aktifitas ekonomi warga yang harus terus berjalan setiap harinya. “Ini tidak hanya memutus akses dua desa, tetapi juga akses dengan kecamatan Lantung,” terang Jalo, sapaan akrab Politisi PKS Sumbawa ini. Dinas teknis, lanjut Jalo, jangan hanya tu-
run begitu saja. Tanpa melakukan penanganan apapun. Sementara aktifitas ekonomi terus berjalan setiap harinya. Apalagi sekarang menjelang panen, tentu keberadaan jembatan sangat dibutuhkan warga. Jadi, tidak ada pilihanlain bagi pemerintah, jembatan limpas ini harus segera dibangun kembali secara permanen. “Jangan menunggu APBD Perubahan. Pemkab bisa menggunakan dana taktis, untuk membenahi jembatan limpas ini. Harus ada penyelesaian. Apalagi sekarang ini, warga mulai panen, kasihan warga kalau harus mutar jauh untuk membawa hasil panennya,” cetusnya. Menurutnya, perbaikan jembatan ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. Mengingat usia jembatan yang sudah tua. Namun tidak diindahkan oleh Pemkab. Sehingga begitu banjir terjadi, langsung ambruk. Sebelumnnya, seperti diberitakan Suara NTB, Camat Moyo Hulu, Mulyadi S.Sos, saat banjir terjadi juga sudah menyinggung jembatan Dusun Melung sudah perbaikannya telah diusulkan sejak tahun 2017 lalu. Hanya saja karena keterbatasan anggaran belum bisa dikerjakan. Dengan adanya musibah banjir ini diharapkan jembatan tersebut bisa menjadi atensi, karena merupakan jalan strategis. (arn)
Taliwang (Suara NTB) Meski agenda Tahun Pelajaran 2017/2018 akan segera berakhir namun pembagian baju program seragam bagi siswa TK hingga SMP sederajat belum juga dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kepala Dinas Dikpora KSB, Drs. Tajuddin membenarkan jika sejauh ini pembagian seragam gratis untuk siswa tahun pelajaran 2017/2018 tersebut belum dilakukan. Sementara ini progres tahapan pelaksanaan program baru sampai pada pengadaan bahan yang telah dilakukan melalui pembiayaan tahun 2017. “Kan belum dibuat. Kita baru mengadakan bahannya dengan anggaran tahun lalu (2017),” terangnya kepada wartawan. Biaya pembelian bahan pakaian seragam gratis lewat APBD 2017 ini sebesar Rp 1,9 miliar. Dijelaskan Tajuddin, bahan untuk seragam gratis itu sudah siap diolah, namun demikian pihaknya masih menunggu pejabat yang akan ditunjuk mengelola program hingga selesai nantinya. “Sementara ini kan personel di dinas masih terus berubah. Nah baru pelantikan kemarin lengkap. Nanti saya akan tunjuk PPK-nya (pejabat pembuat komitmen) dan lainnya setelah itu saya jamin akan langsung jalan,” sebutnya. Ia menyebutkan, pelaksanaan pembuatan seragam gratis tahun kedua ini masih tetap menggunakan sistem lama. Di mana sekolah sebagai pelaksana pogram secara swadaya dengan melibatkan para penjahit lokal sebagai mitranya. Untuk jumlah mitra penjahit sendiri berdasarkan hasil kemitraan program sebelumnya sebanyak 270 penjahit dan tetap akan dilakukan penambahan jika mitra baru memenuhi syarat. “Untuk jumlah penjahit, yang tahun lalu tetap akan dilibatkan bisa juga ditambah kalau mereka bisa memenuhi syarat,” papar Tajuddin. Tahapan pembuatan baju seragam gratis sebelum sampai ke tangan siswa terhitung masih panjang. Saat ini Di-
nas Dikpora sendiri masih melakukan validasi data siswa penerima dan setelah itu baru akan melakukan pengukuran. Dijelaskan Tajudin tahap pengukuran ini cukup memakan waktu lama karena harus turun langsung ke sekolah baru selanjutnya melakukan pemantapan hubungan sekolah selaku pelaksana swakelola program dengan penjahit selaku mitra. “Menurut pengalaman sebelumnya, proses pengukuran yang paling lama, ya butuh waktu sekitar satu bulanan,” paparnya. Sementara itu, ditanya mengenai siswa SMA/SMK? Tajuddin mengakui, para program seragam gratis tahun pelajaran 2017/2018 pihaknya tidak menganggarkan untuk sekolah tingkat menengah itu seiring dengan telah beralihnya kewenangan pengelolaannya ke provinisi. Namun begitu saat ini Pemda KSB masih menunggu keputusan hasil musyawarah bersama sekolah SMA/SMK se-KSB sebab sejauh ini mereka berharap tetap bisa mendapat program tersebut. “Nanti kalau kompak untuk diakomodir di program ini dan bupati setuju tentu baru bisa kita siapkan tahun depan. Karena yang sekarang kan bahannya sudah tersedia dan itu hanya untuk seragam TK sampai SMP saja,” pungkasnya. Untuk Tahun Pelajaran 2017/2018 ini, Dinas Dikpora KSB memperkirakan jumlah siswa penerima baju seragam gratis mulai dari tingkat sekolah TK hingga SMP sederajat sekitar 10.200 siswa. Sama seperti tahun pertama program ini diluncurkan, nanti setiap siswa akan menerima 2 setel seragam utama sekolah. (bug)
Tajuddin (Suara NTB/bug)
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
APK Cagub di Dompu Belum Juga Ditertibkan Dompu (Suara NTB) Alat peraga kampanye (APK) Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di Dompu belum juga ditertibkan. Belum ditertibkannya APK paslon diduga akibat belum adanya APK hasil pengadaan KPU. Namun Panwaslu Kabupaten Dompu berencana menertibkan semua APK paslon di Dompu yang tidak sesuai ketentuan bersama Sat Pol PP. Ketua Panwaslu Kabupaten Dompu, Swastari, (Suara NTB/ula) Swastari SH kepada Suara NTB, Minggu (18/3) kemarin mengungkapkan, APK paslon cagub – cawagub yang masih dipasang secara mandiri di sejumlah tempat akan segera ditertibkan. Pihaknya pun sudah menyurati masing – masing paslon melalui tim suksesnya di Kabupaten dan ditembuskan kepada KPU serta Sat Pol PP. “Hari Senin (19/3) mau koordinasi dengan Sat PP, mau tertibkan (APK). Sudah bersurat juga ke Sat Pol PP dan Tata Kota termasuk tembusannya ke KPU,” katanya. Diakui Swastari, hingga saat ini alat peraga kampanye hasil pengadaan oleh KPU Provinsi NTB dan dipasang oleh KPU Kabupaten/Kota belum terpasang di Dompu. Sehingga APK yang ada, merupakan merupakan hasil pengadaan sendiri paslon dan tim suksesnya. “Belum keluar yang dari KPU (APK),” terangnya. Komisioner KPU Dompu, Suherman, S.Pd yang dihubungi terkait hal ini mengakui hingga saat, APK yang diadakan KPU Provinsi belum diterima pihaknya. Diperkirakan, APK-nya akan datang pekan kedepan. Kendati APK belum ada, masing – masing paslon sudah menerima bahan kampanye hasil pengadaan oleh KPU. “Kalau bahan kampanye diadakan oleh KPU, tapi diserahkan ke paslon. Alat peraga kampanye diadakan KPU provinsi, tapi dipasang oleh KPU Kabupaten/Kota,” jelasnya. Diakui Suherman, APK paslon Gubernur dan wakil Gubernur cukup besar dan banyak. Apalagi harus dipasang sendiri oleh KPU, mulai di tingkat Kabupaten hingga di setiap Desa/ Kelurahan. Ketika APK ditertibkan Panwaslu, paslon Gubernur dan wakil Gubernur NTB memiliki bahan kampanye untuk dijadikan sosialisasi kepada masyarakat. “Kan ada bahan kampanye yang bisa dipake untuk sosialisasi,” katanya. (ula)
Tangani Dampak Banjir
(Suara NTB/ula)
BPBD Dompu Perjuangkan Anggaran Pusat Dompu (Suara NTB) Rencana normalisasi dan pelebaran sungai Laju untuk penanganan pasca bencana banjir bandang awal Maret 2018 masih diperjuangkan dari anggaran pemerintah pusat. Kendati sudah direspon BNPB, kepastian penanganan banjir Laju belum ada. Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Drs Imran M Hasan kepada Suara NTB, Minggu (18/3) kemarin mengatakan, rencana penanganan pasca bencana banjir bandang Dompu awal Maret 2018 lalu juga tengah diperjuangkan ke pemerintah atasan. Proposal penanganan juga sudah disampaikan ke BNPB dan mendapat dukungan dari BPBD Provinsi. “Kita sudah temui Deputi kedaruratan BNPB dan mendapat respon baik. Kita tinggal lengkapi beberapa kekurangan untuk kita bawa kembali,” katanya. Proposal tersebut, kata Imran, terkait penanganan daerah aliran sungai (DAS) Laju. Tidak hanya normalisasi dan pelebaran sungai, tapi juga pada pemasangan tebing hingga pemasangan bronjong untuk menguatkan pasangan yang ada. Ia juga berharap, BWS selaku penanggungjawab atas DAS Laju juga dapat ambil bagian dalam penanganannya. Sehingga warga di sekitar bantaran sungai tidak terus menerus menjadi korban banjir bandang akibat meluapnya air sungai. “Kita juga minta BWS sesuai komitmennya untuk ikut berkontribusi menangani sungai Laju,” terangnya. Namun Imran juga mengaku, untuk langkah darurat juga akan ditangani melalui dana tanggap darurat APBD Dompu. Rencananya akan dilakukan normalisasi dan pelebaran sungai di beberapa titik yang menghambat arus air dan menyebabkan banjir meluap. “Untuk normalisasi dan pelebaran secara spot akan ditangani juga oleh daerah,” kata Imran. Agar tidak menyedot anggaran besar, Pemda berencana menyewa alat untuk melakukan normalisasi dan pelebaran beberapa titik sungai. Sehingga untuk penanganan ini diajukan anggaran tidak sampai Rp1 M, juga untuk penanganan lainnya. “Kalau dipihak ketigakan, itu anggarannya sekitar Rp6 M. Tapi kita belum tahu berapa direalisasikan, karena masih bisa dievaluasi,” ungkap Imran. (ula) Imran M. Hasan
SUARA PULAU SUMBAWA
Halaman 7
Petani di Bima Resah, Tanaman Padi Alami Puso Bima (Suara NTB) – Para Petani di Desa Runggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima mulai resah karena tanaman padi mereka diserang hama. Tanaman padi yang mencapai puluhan hektar itu mengalami puso. Tanaman padi yang terserang puso tersebut seperti di So la Minggi, So Ncai Sahe dan So La Kate. Rata-rata tanaman padi tersebut tumbuh menguning, hanya saja tidak berisi atau tidak berbulir. Salah seorang petani yang memiliki lahan di So La Keto, Syamsudin, mengaku kondisi tersebut terjadi dalam sepekan terakhir ini. Kata dia, tanaman padi diserang hama merupakan pertama kali terjadi. “Kondisi seperti ini sudah terjadi seminggu lalu. Kalau kondisinya seperti ini dipastikan tahun ini kami gagal panen,” katanya kepada Suara NTB, Minggu (18/3). Meski demikian, beruntungnya di So setempat hanya sebagian kecil diserang penyakit. Tidak semua tanaman miliknya serta petani lain mengalami nasib seperti itu. Karena sebagiannya telah dipanen duluan. “Meski telah dipanen hasilnya tidak memuaskan. Biasanya sekali panen mendapatkan 20 karung ke atas, tapi kali ini dibawah 10 karung,” katanya. Hal yang sama juga dirasakan petani yang berada di So La Minggi, Hanafi. Dalam men-
gatasi persoalan tersebut, Ia mengaku sudah menempuh berbagai, salahsatunya melakukan penyemprotan rutin. “Tapi tidak membuahkan hasil. Kondisinya tetap seperti ini, tanaman tetap tumbuh menguning tapi tak berbulir,” katanya Hanafi berharap Pemerintah terkait turun tangan menangani kondisi tersebut. Dengan melihat atau mengecek langsung ke lapangan. Serta mengarahkan petani untuk mencarikan bersama solusinya. Sementara, Kepala UPTD Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Belo, Asdiwarman S. St, mengaku belum mengetahui adanya keluhan warga tersebut. Hanya saja Ia berjanji akan segerta menindaklanjutinya. Meski demikian, apabila tanaman mengalami puso, besar kemungkinan akibat terkena banjir beberapa Bulan kemarin. Ataupun diserang wabah penyakit, akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. “Yang jelas banyak faktornya. Tapi akan tinjau dulu ke lapangan, untuk memastikan kondisinya,” pungkasnya. (uki)
(Suara NTB/Uki)
PUSO - Kondisi tanaman padi So La Minggi Desa Runggu yang terkena puso. Kondisi ini membuat para petani di daerah tersebut merasa khawatir akan nasib tanaman mereka.
Pasien Miskin Dipersulit Coreng Citra Pemerintah Bima (Suara NTB) – Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer turut berkomentar terkait jenazah seorang bayi yang meninggal di RSUD Bima terpaksa dipulangkan ke rumah duka dengan menggunakan motor ojek karena tidak mampu menyewa ambulans. Dahlan mengaku, kejadian pasien miskin yang dipersulit dalam urusan operasional tersebut tidak boleh terjadi lagi. Karena tenaga medis di RSUD Bima, harus siap selama 24 jam dalam melayani masyarakat. “Ini sangat memalukan bagi kita semua. Kejadian ini, telah mencoreng citra pemerintah Kabupaten Bim,” kata Dahlan kepada ketika menyambangi keluarga korban, akhir pekan kemarin. Berkaitan dengan penggunaan mobil ambulans, dimana kendaraan tersebut harus siap 24 jam untuk melayani masyarakat atau pasien. Menurutnya tidak ada cerita kendaraan tidak bisa digunakan, karena mobil ambulans dan supir harus siap 24 jam untuk pelayanan. “Kedepan masyarakat miskin yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan mobil ambulans tidak lagi dipungut biaya,” ujarnya. Dahlan berharap semoga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Selain itu, tambahnya, sebagai bentuk perhatian serius dari permasalahan tersebut. Pihaknya masih menunggu
(Suara NTB/uki)
KUNJUNGI PASIEN - Wabup Bima, Dahlan M. Noer, mengunjugi pasien miskin yang dipersulit RSUD Bima, di Desa Waro Kecamatan Monta, akhir pekan kemarin. laporan Inspektorat yang saat ini masih melakukan investigasi dan mengumpulkan data dan fakta yang terjadi. “Setelah keluar hasilnya nanti, kami akan melakukan dan mengambil tindakan tegas,” tegasnya. Seperti diketahui, lantaran tidak ada biaya untuk menyewa ambulans RSUD Bima. Mayat seorang bayi, warga Desa Waro Kecamatan Monta, terpaksa dipulangkan ke rumah duka menggunakan kendaraan roda dua (motor) pada Rabu (14/3) malam. Kepala Desa Waro Kecamatan Monta, M. Ali, mengaku bayi tersebut bernama Zulkaidah dan masih berusia 5 hari. Kata Kades, Ia dilahirkan pada Sabtu (10/3) kemarin dan meninggal dun-
ia pada Rabu (15/3). “Tapi saat akan dipulangkan, keluarga korban tidak memiliki biaya menyewa ambulans sehingga akhirnya dipulangkan menggunakan motor,” katanya. Direktur RSUD Bima, Drg. Ihsan menjelaskan bahwa ketentuan membayar biaya ambulans tersebut sebenarnya merupakan kewajiban yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbub). Meski demikian, ia menambahkan bahwa, beban pembiayaan tersebut diatur sesuai dengan jarak tempuh ambulans yang dipakai. Ia menjelaskan, di Desa Waro Kecamatan Monta, mobil ambulans akan dikenakan Rp 300 ribu, untuk kebutuhan operasional. (uki)
Minim, Minat Angkatan Kerja di Dompu Magang ke Jepang Dompu (Suara NTB) – Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Disnakertrans Kabupaten Dompu, M. Nursalam mengungkapkan, minimnya minat angkatan kerja di wilayah ini mengikuti program magang kerja ke Jepang. Padahal, ini peluang yang besar dan menjanjikan peningkatan keahlian tenaga kerja. Di tahun 2017 misalnya, dari sekian banyak peluang kerja yang ditawarkan pemerintah tak ada satupun angkatan kerja di Dompu yang berminat mendaftarkan diri. “Tahun 2017 itu ada program ke Jepang, tapi sayang untuk Dompu belum ada yang mengirimkan karena belum ada yang mendaftar, mungkin belum ada yang berminat,” kata dia kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Upaya mensosialisasi program ini sudah digencarkan, terutama ke satuan pendidikan yang tiap tahunnya menyumbang angkatan kerja. Namun nyatanya tak ada satupun yang berminat. Persoalan ini, Menurut M. Nursalam, bukan tanpa alasan melainkan lebih karena faktor kekhawatiran calon tenaga kerja tidak lolos pada tahap seleksi awal. “Sudah kita sosialisasikan tapi mereka itu
tidak ada minatnya, mungkin mereka takut dengan seleksi karena dimanamana pasti bahasa Inggris, Matematika itu harus bagus,” jelasnya. Kekhawatiran itu dianggapnya berlebihan jika sampai mengurungkan niat untuk mendaftarkan diri. Harusnya, angkatan kerja memiliki mental bersaing guna melihat sejauh mana kemampuan dasar yang dimiliki. Masalah hasil semua tergantung dari keseriusan menjalani prosesproses yang ada. Untuk itu, harap M. Nursalam, tahun ini minimal harus ada perwakilan Dompu yang mendaftarkan diri mengikuti program pemerintah tersebut. “Insaallah 2018 ini, kemarin sudah lebih awal kita sosialisasikan ke sekolah-sekolah mungkin ada yang berminat mengikuti program ini,” harapnya. Program magang kerja ke Jepang dengan berbagai bidang keahlian yang dibutuhkan, tambah dia, sangat menjanjikan untuk masa depan angkatan kerja. Pendapatannya saja mencapai Rp13 juta/bulan dan kebutuhan hidupnya ditanggung pemerintah. “Ditambah lagi pemberangkatannya gratis dan jelas penempatannya,” pungkas dia. (jun)
Kisah Pasien Miskin
IRT Ditemukan Dipersulit RSUD Hingga Diminta Tebusan Rp2 Juta Tewas Gantung Diri Dompu (Suara NTB) – Kasus bunuh diri kembali terjadi di Dompu. Kali ini menimpa Astuti (48) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Palia Desa Sori Utu, Minggu (19/3) Pukul 11.00 Wita. Belum diketahui pasti motif perempuan yang baru saja sepekan ditinggal mendiang suaminya itu. Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Sowondo, S. IK. MIK melalui Paur Humas Polres Dompu, Aiptu Moh Saihun mengungkapkan, Astuti ditemukan tewas gantung diri di So Keto Dadi Dusun Ladia Desa Soriutu. “Mayat Astuti ditemukan pertama kali oleh Yahya Ibrahim dalam keadaan gantung diri,” kata dia kepada Suara NTB. IRT yang baru saja sepekan ditinggal mendiang suaminya ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon bambu menggunakan daster kuning lengan panjang. Tubuhnya sekitar 170 Cm dari tanah dengan posisi kaki selonjor kedepan. Atas penemuan mayat tersebut warga setempat bersama personil Polsek Manggelewa langasung melakukan evakuasi, terlebih olah TKP guna mengetahui penyebab kematiannya. Kendati belum bisa dipastikan motifnya, kata Moh Saihun, namun berdasarkan informasi warga dan pihak keluarga bahwa semenjak meninggalnya sang suami, Akhmad sepekan yang lalu Astuti lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar. Sampai pagi tadi (kemarin) ia tak dijumpai di rumahnya dan ditemukan tewas menggantung. “Sejak suaminya meninggal Astuti cenderung diam diri dan jarang keluar rumah,” ungkapnya. Atas kejadian itu korban yang merupakan warga pendatang dari Bima tersebut harus meninggalkan dua orang anaknya. Pihak keluarga pun telah mengikhlaskan kejadian ini dan membuat pernyataan untuk tidak melajutkan prosesnya ke ranah hukum lantaran tak ditemui adanya unsur kejahatan. “Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian Astuti tersebut,” pungkasnya. (jun)
Suhadah (27), warga Desa Waro Kecamatan Monta yang dipersulit oleh pihak RSUD Bima untuk memulangkan jenazah bayinya mengaku terpaksa memulangkan bayinya yang berusia lima hari dengan motor ojek karena tidak ada biaya menyewa ambulans.
“SALAH seorang bidan RSUD menyampaikan bila menggunakan ambulans biayanya Rp 500 ribu,” katanya kepada wartawan saat, disambangi dirumahnya akhir pekan kemarin. Karena mendengar hal itu, apalagi tidak memiliki uang yang banyak. Ia mengurungkan niatnya memulangkan bayinya dengan mobil ambulans dan lebih memilih menggunakan motor, meski jarak tempuh jauh. Hal yang sama juga disampaikan, suaminya, Jufrin (30). Ia mengaku kecewa sikap arogan oknum bidan RSUD setempat, saat ingin memulangkan anak keduanya yang meninggal ke kampung halaman. Yang paling mengiriskan, lanjutnya, bahkan Bidan, tidak akan memberikan bayinya sebelum menebus uang Rp2 juta, dengan alasan belum membayar biaya persalinan selama beberapa hari. “Bayi kami bisa keluar dengan jaminan KK, KTP dan buku nikah,” katanya. Ia berharap persoalan tersebut bisa diproses oleh pihak terkait dan memberikan sanksi terhadap oknum bidan RSUD Bima, supaya tidak akan ada
lagi pasien miskin yang mengalami nasib serupa. “Saya berharap bisa diberikan efek jera,” katanya. Sekretaris Desa Waro Kecamatan Monta, Lunda Al Fajar S.Pd mengaku kecewa dengan pelayanan RSUD setempat, yang tidak memberikan bantuan ambulans untuk memulangkan jenazah bayi warganya. “Seharusnya hal ini tidak terjadi, karena ibu Suhadah merupakan pasien dengan jaminan persalinan (Jampersal). Semua admisnistrasinya telah lengkap dan memenuhi prosedur,” katanya. Sementara, Direktur RSUD Bima, Drg. Ihsan mengaku dalam menggunakan ambulans setiap pasien tetap mengikuti aturan pembiayaan yang berlaku. Pembiayaan penggunaan ambulans tersebut mengacu Peraturan Bupati (Perbub). Hanya saja, lanjutnya, pembiayaan tersebut disesuaikan dengan jarak tempuh. Menurut dia, di Desa Waro Kecamatan Monta, mobil ambulans akan dikenakan Rp 300 ribu, untuk kebutuhan operasional. “Namun hal ini bisa dibijaki, jika
(Suara NTB/uki)
DIPERSULIT - Suhadah, pasien miskin warga Desa Waro Kecamatan Monta, yang dipersulit pihak RSUD Bima memulangkan bayinya. pasien tersebut benar-benar tidak mampu. Biayanya akan ditanggung penuh RSUD Bima,” ujarnya. Sementara, Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer menegaskan kasus tersebut akan diatensi khusus oleh pihaknya. Fakta-fakta yang disampaikan oleh
korban akan dijadikan dasar bagi pihaknya dalam melakukan penindakan berupa sanksi tegas terhadap pegawai RSUD Bima. “Sanksi akan dikenakan sesuai perbuatan dan mengacu pada PP nomor 53 dan UU nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit,” pungkasnya. (uki)
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
POLHUKAM
Halaman 8
KPU Tetapkan DPS Pilkada NTB 3,5 Juta Pemilih Tersangka Belum Ditahan TERSANGKA kasus BSS (Bumi Sejuta Sapi) dari unsur ASN Dinas Pertanian Lombok Barat insial JN belum ditahan polisi. Alasannya yang bersangkutan kooperatif dan usia sudah lanjut sehingga dinilai tidak akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. JN ditetapkan tersangka karena diduga menerima aliran dana sekitar puluhan juta dari pengurus Poktan. JN diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan bidang dan kewenangannya. (Suara NTB/dok) Demikian disampaikan KasaPriyo Suhartono treskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono. Pihaknya sudah mengirim berkas perkara ke jaksa untuk diperiksa oleh kejaksaan. Biasanya sesuai KUHP, pemeriksaan berkas oleh kejaksaan ini selama 14 hari namun bisa lebih cepat. Menurutnya berkas sudah dikirim ke Kejaksaan otomatis sudah ada ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Tersangka yang yang berposisi sebagai staf yang langsung turun tangan mengurus bantuan ini ke poktan, JN ditetapkan tersangka karena memenuhi unsur. Diduga JN mengambil keuntungan, disamping bukan job namun dilakukan oleh JN. JN diduga menerima sekitar puluhan juta rupiah. Tersangka mendapatkan uang diduga tak sesuai dengan ketentuan, sebab mengambil keuntungan pribadi. Kenapa tersangka belum ditahan? Menurut Priyo, pertimbangan tersangka belum ditahan karena bersangkutan kooperatif, usia sudah tua sehingga khawatir berisiko. Secara subjektif, pihaknya menilai tidak mungkin JN menghilangkan barang bukti karena dokumen perkara sudah aman di polisi. Termasuk tidak mungkin JN melarikan diri. Apakah ada tersangka lain? Pihaknya masih menunggu petunjuk kejaksaan. Namun menurutnya kemungkinan tidak ada lagi tersangka lain, “Tapi kita tunggu petunjuk jaksa,” ujarnya. Polres Lombok Barat kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus bantuan sosial (Bansos) program BSS Kelompok Tani Dusun Dasan Tawar Desa Banyumulek Kecamatan Kediri. Kali ini Polres menetapkan tersangka dari kalangan oknum ASN di Dinas Pertanian Lobar, dimana sebelumnya oknum pengurus poktan telah terdakwa. Berkas tersangka oknum ASN inipun telah dikirim ke kejaksaan untuk dikaji oleh Jaksa Penutut Umum. (her)
Mataram (Suara NTB) KPU Provinsi NTB telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018, sebanyak 3,545,106 jiwa. Terdiri dari 1.742.829 pemilih Laki-Laki dan 1.802.277 pemilih perempuan, tersebar di 116 kecamatan, 1.137 desa/kelurahan dan 8.336 TPS. Penetapan DPS dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka, Jumat (16/3) dipimpin Ketua dan Anggota KPU Provinsi NTB serta dihadiri Ketua dan Anggota KPU kabupaten/kota se NTB, Kasubbag Program dan Data serta Operator Sidalih. Selain dari unsur internal KPU, turut hadir Penghubung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bawaslu NTB, Kepala Bakesbangpoldagri NTB dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Prov NTB. Lalu Aksar menjelaskan, DPS tidak mencul begitu saja. Jumlah DPS ini telah terakumulasi secara keseluruhan dimulai dari Data DP4 yang disinkronisasi dengan DPT Pemilu Terakhir. Hasil sinkronisasi tersebut selanjutnya dibagi atau digrouping oleh KPU kabupaten/kota menjadi Daftar Pemilih per TPS. “Daftar Pemilih Per TPS yang tertuang dalam Formulir Model A-KWK inilah yang dipakai oleh PPDP untuk Mencoklit,’’ ujarnya. Hasil Coklit yang dilakukan oleh PPDP, mendapatkan data yang berbeda-beda. Dari DP4 dan DPT Pemilu terakhir, seperti adanya pemilih yang dicoret karena Tidak Memenuhi Syar-
at (TMS) sebagai Wajib Pilih dengan beberapa kategori diantaranya Pemilih yang telah Meninggal dunia, Ganda, Dibawah Umur, Pindah Domisili, Tidak Dikenal, TNI/Polri, Hilang Ingatan, Hak Pilih Dicabut, dan Bukan Penduduk NTB. Lanjut Aksar, pihaknya juga menemukan data Pemilih yang tidak terdaftar dalam Model AKWK, tetapi ditemukan di lapangan oleh PPDP. Pemilihpemilih tersebut dicatat dalam formulir Model AA.KWK sebagai Pemilih Baru. “Jadi DPS ini didapatkan dari Dicoretnya Pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kemudian ditambah dengan Pemilih Baru,’’ jelas Lalu Aksar. Setelah KPU membacakan Keputusan Penetapan DPS dalam Pleno terbuka tersebut, muncul pertanyaan dari Bawaslu NTB, yang menyoroti adanya perbedaan data hasil Rekapitulasi KPU Kabupaten/Kota dengan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Panwas. Disebutkan misalnya di Kota Bima, ditemukan terdapat pemilih yang dicabut hak pilihnya. Sementara di Kabupaten Lombok Barat disoroti lebih dari 400 pemilih di desa Pemalikan yang be-
lum jelas identitasnya. Pertanyaan Bawaslu terkait data Pemilih yang dicabut hak pilihnya di Kota Bima. Ketua KPU Kota Bima, Bukhairi, yang hadir dalam rapat pleno tersebut menjelaskan, bahwa pihaknya sebenarnya telah mendata mereka, namun warga sendiri yang meminta supaya tidak dimasukkan sebagai pemilih. Selain itu warga tersebut memang termasuk warga dalam pengawasan aparat. Sementara itu, terkait warga Desa Pemalikan Lombok Barat, Ketua KPU Lombok Barat, Suhaimi Syamsuri menjelaskan, bahwa meskipun mereka belum memiliki KTP, namun mereka semua telah didata sebagai Pemilih Non KTPElektronik. Aksar menambahkan pada dasarnya warga Desa Pemalikan memiliki status yang sama dengan desa-desa lainnya di NTB, dimana di sana terdapat perumahan permanen, fasilitas sekolah dan tempat ibadah. Hanya saja karena status wilayah yang ditinggali tersebut masuk dalam kawasan Hutan, dimana masyarakat tidak boleh bertempat tinggal di kawasan hutan, menyebabkan mereka
(Suara NTB/ndi)
RAPAT PLENO - Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada NTB 2018, sebanyak 3,5 juta jiwa. sampai saat ini belum mendapat pelayanan memadai dalam perekaman e-KTP. “Namun semuanya sudah kita data sebagai pemilih, dan kami akan terus komunikasikan dengan pemerintah daerah agar mereka juga dapat mendapat layanan perekaman e-KTP”, jelas Aksar. Dalam Rapat Pleno Terbuka tersebut, juga sempat dilakukan perbaikan Data DPS untuk Kabupaten Lombok Utara. “KPU Lombok Utara sudah menetapkan DPS, namun ternyata TPS 31 Desa Pemenang Barat lupa dimasukkan dalam rekap DPS tersebut. Karena itu kami telah melakukan perubahan Berita Acara Rekap,’’ jelas
Ketua Divisi Teknis KPU KLU, Burhan Ekwanto. Setelah melewati serangkaian pembahasan, KPU kemudian menandatangani Berita Acara Rekapitulasi DPS, beserta Lampirannya dan softcopy by name Pemilih. DPS tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Bawaslu dan Tim Pasangan Calon. DPS juga akan diumumkan di tempat-tempat strategis di desa/kelurahan mulai tanggal 24 Maret sampai dengan 2 April 2018 untuk mendapat tanggapan masyarakat. Diharapkan masyarakat yang belum terdaftar agar proaktif melaporkannya ke PPS setempat atau ke kantor KPU kabupaten/kota. (ndi)
Korupsi Anggaran Satpol PP Bima
Berkas Tiga Tersangka Lain Rampung 80 Persen Mataram (Suara NTB) Perkara korupsi anggaran Satpol PP Bima tahun 2014 tinggal menunggu vonis pekan ini. Sementara berdasarkan fakta persidangan, jaksa penyidikan merampungkan berkas tiga tersangka lain. Kepala Kejari Bima, Widagdo Mulyono Petrus menjelaskan, jaksa penyidik sudah merampungkan beberapa bagian berkas tiga tersangka. “Sudah sekitar 80 persen berkasnya rampung,” kata dia ditemui di Mataram pekan lalu. Berkas tiga tersangka itu antara lain mantan Kasatpol PP Kabupaten Bima 2010-Mei 2014, Iskandar, Bendahara Satpol PP Kabupaten Bima, Samsul Bahri; dan Kasubbag TU Satpol PP Kabupaten Bima, Kadrin. Dia mengatakan, sebelumnya berkas tersendat karena persoalan terdampak banjir bandang yang melanda Kota Bima akhir 2016 silam. Namun hal itu menurutnya tidak secara signifikan mengganggu proses penyidik. “Tidak hanyut, tidak rusak. Cuma kertasnya nempel nempel saja. Masih bisa dipergunakan. Buktinya, itu kita pakai untuk sidang satu terdakwa,” paparnya. Untuk lebih lengkapnya, kata dia, jaksa akan menunggu terlebih dahulu hasil persidangan terdakwa Edy Darmawan, mantan Kasatpol PP Bima yang menjabat sejak pertengahan 2014. Edy akan menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram pekan ini. “Berkas tiga tersangka itu sedang kita selesaikan agar segera dimajukan ke tahap penuntutan,” ujarnya ditemui usai persidangan awal pekan lalu. Dalam kasus korupsi pengelolaan anggaran Satpol PP Kabupaten Bima tahun 2014, terungkap kerugian negara ssejumlah Rp 431,85 juta berdasarkan hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB. Pada tahun 2014, Satpol PP Kabupaten Bima mengelola anggaran sebesar Rp 2,2 miliar. Dana sebesar itu terindikasi adanya markup dan pengeluaran fiktif dari sejumlah kegiatan. (why)
319.530 Penduduk Belum Punya E-KTP
KPU Minta Dukcapil Serius Tuntaskan Perekaman Mataram (Suara NTB) Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Ansori, meminta keseriusan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk menuntaskan perekaman E-KPT, bagi 319.530 penduduk NTB yang belum melakukan perekaman. Karena jika tidak selesai sampai penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), ratusan warga NTB tersebut terancam kehilangan hak pilihnya. Demikian ditegaskan Aksar, saat dikonfirmasi wartawan, usai penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada NTB 2018, Jumat (16/3) pekan kemarin, di Mataram. Hasil Rekapitulasi DPS, ditemukan Daftar Pemilih Potensial Non KTP-Elektronik yang tertuang dalam formulir Model A.C.4-KWK. Ditemukan oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) saat Coklit tanggal 20 Januari s/d 18 Februari yang lalu, sebanyak 319.530 penduduk yang terdiri dari 159.398 Pemilih Laki-Laki dan 160.132 Pemilih Perempuan, belum atau tidak memiliki KTP Elektronik. Dalam penjelasaanya, Aksar Ansori mengatakan, bahwa di dalam Undang-Undang, persyaratan warga negara untuk terdaftar menjadi Wajib Pemilih harus memiliki KTP Elektronik atau Surat Keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang menerangkan bahwa pemilih tersebut telah melakukan perekaman E-KTP. “Oleh karena itu, Dinas Dukcapil harus serius menuntaskan perekaman KTP-Elektronik, dalam upaya menjamin hak konstitusional warga untuk dapat mempergunakan hak pilihnya. Karena memilih menggunakan KTP elektronik itu kan UU yang mensyaratkan. Pemilih harus punya KTP elekronik atau setidaknya surat keterangan atau Suket,” tegas Aksar. Mengingat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, sudah semakin dekat, maka KPU Provinsi NTB akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB khususnya Dinas Dukcapil dalam rangka menuntaskan pemilih Non KTP-Elektronik. Sebab, 319.530 jiwa pilih yang belum terekam itu, bukan jumlah yang sedikit. Sementara itu, Kepala DPMPD Provinsi NTB, Azhari, pada Suara NTB baru-baru ini, menyampaikan bahwa pihaknya akan menuntaskan proses perekaman penduduk tersebut paling lambat sebelum penetapan DPT. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menuntaskan proses perekaman di tengah berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. (ndi)
(Suara NTB/why)
PECALANG - Pecalang Lingkungan Banjar Mantri Cakranegara berjaga di depan jalan lingkungan pada pelaksanaan Nyepi, Sabtu (17/3).
Perayaan Nyepi Perekat Negeri Mataram (Suara NTB) Umat Hindu melaksanakan ibadah tapa bratha penyepian Sabtu (17/3) pagi hingga Minggu (18/3) pagi. Bagi warga Cakranegara, Mataram, ibadah yang bertujuan untuk pengendalian diri itu dihajatkan untuk kembali mengokohkan rasa bernegara. Dinamika sosial kemasyarakatan belakangan ini
menggugah umat Hindu Lingkungan Banjar Mantri, Kelurahan Cilinaya, Cakranegara dalam Nyepi tahun baru Saka 1940 ini. “Belakangan ini banyak berita tidak benar, berita yang hoaks yang berpeluang memecah belah kesatuan,” kata Kepala Lingkungan Banjar Mantri, I Ketut Suhendra ditemui Sabtu (18/3) lalu.
Dalam perayaan nyepi tahun ini, warga di lingkungannya mengambil tema catur bratha penyepian tingkatkan solidaritas sebagai perekat dalam menjaga keutuhan NKRI. Selama pelaksanaan nyepi, Lingkungan Banjar Mantri mengerahkan sekitar 30 orang pecalang. Pecalang bertugas menjaga ketertiban agar pelaksanaan nyepi berlangsung nyaman bagi
yang melaksanakannya. “Agar prosesi catur bratha penyepian kita bisa maksimal dalam merenungi, introspeksi, mengendalikan diri,” kata Suhendara. Catur bratha dimaksud antara lain tidak menghidupkan atau menggunakan api, tidak bepergian, tidak bekerja dan tidak bersenang-senang. Suhendra menambahkan,
pecalang tersebut memberi imbauan kepada warga yang lain agar ketertiban nyepi dapat terjaga. “Lingkungan kami ini heterogen, ada pula yang beragama lain. kami bersyukur semua ikut berpartisipasi menjaga ketertiban penyepian. Inilah salah satu bentuk toleransi yang kita miliki dan terus kita jaga,” pungkasnya. (why)
Penyidik Lanjutkan Klarifikasi Saksi PKS NTB Bantah Kasus Dermaga Gili Air Mendapat Tekanan
Mataram (Suara NTB) Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB terus mengklarifikasi saksi-saksi terkait pengusutan proyek pembangunan dermaga Gili Air tahun 2017. Kasus tersebut kini ditangani dalam tahap penyelidikan. Kadishublutkan KLU sudah dua kali dimintai keterangan penyidik. Berikut pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) KLU, serta pihak rekanan. DirreskrimsusPolda NTB, Kombes Pol Syamsuddin Baha-
ruddin mengatakan, sejumlah saksi tersebut dimintai keterangan dalam tahap penyelidikan. “Kan ini masih tahap verifikasi. Laporan diverifikasi, saksi-saksi diklarifikasi,” ujarnya di Mapolda NTB pekan lalu. Proyek pembangunan dermaga apung Gili Air bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017. Total pagu yang dianggarkan mencapai Rp 6,6 miliar. Proyek lalu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 6,28 miliar. Polemik dermaga mencuat pada akhir 2017 lalu ketika
warga menemukan kelebihan tiang pancang dermaga yang dibuang ke laut. Dikonfirmasi tiang pancang itu merupakan yang dibeli lebih oleh kontraktor sebagai antisipasi kerusakan pada saat pengerjaan. Dalam pengerjaannya pun, proyek sempat molor dan dilakukan adendum. Alasannya karena ada kendala cuaca dan transportasi material menuju lokasi. Proyek akhirnya diselesaikan pada 29 Desember 2017. Kemudian diresmikan Bupati Lombok Utara pada 25 Januari 2018. (why)
(Suara NTB/ist)
DERMAGA APUNG - Dermaga Apung Gili Air di Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara senilai Rp 6,28 miliar yang diresmikan Bupati Lombok Utara Januari lalu.
DPP Polisikan Fahri
Mataram (Suara NTB) Pengurus DPW PKS NTB membantah tudingan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, yang menyebutkan kader PKS di NTB berada di bawah tekanan DPP, untuk melaporkan Fahri ke Polisi. “Itu sudah menjadi keputusan bersama DPW dan DPD PKS se NTB. Tidak ada yang menekan kami dan kultur di PKS itu tidak tekan menekan. Kami saling memposisikan secara benar sesuai posisi masing-masing,” tegas Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, Johan Rosihan, Sabtu lalu, menanggapi pernyataan Fahri. Dikatakan Johan, pihaknya mengambil langkah hukum tersebut, lantaran Fahri dinilai sudah kelewat batas menyerang PKS sebagai sebuah institusi partai. Hal itulah kemudian telah menyinggung perasaan seluruh kader. Termasuk di NTB. Lebih-lebih Fahri merupakan anggota DPR RI yang terpilih dari dapil NTB. Ditempat terpisah, Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, juga menjelaskan bahwa PKS sebagai partai dakwah, didirikan dan dijalankan dengan pondasi nilai-nilai Islam dan berdasarkan peraturan perun-
dang-undangan yang berlaku. Dimana sebagai sebuah organisasi politik, PKS juga memiliki AD/ART dan tata aturan turunannya yang begitu rinci dan ketat mengatur tentang perilaku pengurus dan anggotanya. Fahri Hamzah dilaporkan ke Polda NTB karena pernyataannya yang ada di media sosial dan di berbagai media online yang dinilai sudah berlebihan, melampau batas, menyerang qiyadah dan institusi partai yang tentunya berdampak pada rusaknya nama baik PKS. Fahri Hamzah dilaporkan atas dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dan/atau pencemaran nama baik dan/atau fitnah Pasal 27 ayat (3) dan pasal 45 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP. Sebelumnya Fahri Hamzah, mengaku sedih terhadap nasib para kader PKS di NTB yang mendapatkan tekanan dari DPP PKS, untuk terus mencari kesalahan dirinya, yang akan dijadikan alat untuk menyingkirkannya. (ndi)
BUDAYA DAN HIBURAN
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
Halaman 9
Pelaku Pariwisata Masukkan IC dalam Paket Wisata Religi Mataram (Suara NTB) – Para pelaku pariwisata tidak kehabisan ide dalam membuat paket wisata. Untuk menghindari wisatawan merasa bosan dengan destinasi wisata yang ada di Lombok dan sekitarnya, banyak dari pelaku pariwisata membuat paket wisata baru. Salah satunya menjadikan IC (Islamic Center) sebagai salah satu destinasi wisata, khusus untuk wisata religi. Terbukti, banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung ke komplek IC.
(Suara NTB/ist)
TIU PUPUS - Keindahan dan eksotisme Air Terjun Tiu Pupus di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.
Menikmati Kesegaran Air Terjun Tiu Pupus di KLU Tanjung (Suara NTB) – Banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi saat berwisata ke Kabupaten Lombok Utara. Tidak hanya berkunjung ke Rinjani atau kawasan gili, wisatawan juga bisa menikmati kesegaran berbagai air terjun di daerah ini. Salah satunya Air Terjun Tiu Pupus yang ada di di Dusun Kerurak Desa Genggelang Kecamatan Gangga. “Jangan ngaku ke Lombok Utara kalau belum berkunjung ke air terjunnya. Banyak sekali air terjun di daerah ini, semuanya bagus-bagus. Salah satunya Air Terjun Tiu Pupus yang menurut saya sangat eksotis,” kata wisatawan asal Jakarta Indra Situmorang, Minggu (18/3). Air Terjun Tiu Pupus memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan kedalaman kolam 4 meter dan luas 100 meter persegi. Nama Tiu Pupus berarti Tiu yang artinya genangan air dalam jumlah besar dan Pupus yang artinya sebuah akar yang tumbuh dari sebuah batang pohon yang biasanya hidup di tebing - tebing sungai dan juga hidup di daerah - daerah pegunungan yang memiliki suhu dingin. Sayangnya di destinasi ini belum ada fasilitas dasar. Sehingga wisatawan tidak dapat menikmatinya dalam waktu yang lama. Hal ini yang harus menjadi perhatian Pemda, sebab fasilitas pendukung merupakan hal yang penting bagi wisatawan. Ini menjadi penentu kenyamanan wisatawan yang datang. “Saya berharap fasilitas di air terjun ini bisa dilengkapi. Sehingga wisatawan merasa betah dan lebih nyaman saat berkunjung,” harapnya. Destinasi ini berjarak sekitar 3,5 km dari jalan raya Ledang Bagian atau 5 km dari Gondang. Jika dari Kota Mataram berjarak sekitar 70 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan baik roda dua atau empat. Kondisi jalan menuju lokasi air terjun ini dari Gondang sudah cukup bagus dan mudah ditemukan karena ada petunjuk arahnya. Untuk menuju ke sana sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau sewa karena belum tersedia angkutan umum. Rute perjalanan yang dapat ditempuh ke air terjun ini adalah Mataram-Pemenang-TanjungGondang-Ledang Bagian-Kerurak. Sesampainya di lokasi parkir yang terletak dekat Bendungan, perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit menyusuri jalan setapak melewati bendungan, perkampungan dan hutan lindung hingga tiba di lokasi air terjun berada. Wisatawan dapat menikmati kesegaran air terjun ini. Wisatawan juga bisa menghabiskan waktu dengan mandi atau melakukan swafoto. “Satu hal yang wajib dilakukan saat berkunjung, ialah mandi. Karena airnya sangat menyegarkan dan suasananya juga sangat mendukung untuk kita mandi. Apalagi kalau sama teman-teman, bisa seru-seruan sambil main air,” ujarnya. (lin)
“Ini untuk mengantisipasi, agar mereka yang sudah pernah berkunjung ke Lombok itu tidak bosan dengan paket wisata yang sebelumnya sudah mereka kunjungi. Jadi kita up date (perbarui) paket wisata kita, salah satunya dengan memasukkan IC ke dalam paket wisata religi,” kata pelaku pariwisata asal Lombok Tengah Muhammad Fauzan di Mataram, Minggu (18/6). Ia melihat banyak dari wisatawan yang sudah suka dengan suasana di Lombok mencari spot wisata baru. Tidak terkecuali bagi wisatawan muslim, salah satu yang diinginkan adalah berkunjung ke masjid-masjid tertentu. Apalagi Lombok memang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid. Ia mengatakan bahwa wisatawan muslim cenderung mencari ikon wisata religi di daerah yang dikunjungi.
Sehingga ia selalu memasukkan Islamic Center dalam paket wisata yang dibuatnya. Biasanya ia mengajak tamunya berkunjung ke IC pada hari terakhir kunjungan. “Setelah foto dan salat, biasanya kita ajak lagi ke destinasi wisata lainnya. Hampir semua wisatawan yang saja ajak ke IC mengaku senang dan takjub dengan keindahan Masjid Hubbul Wathan,” ujarnya. Ia berharap tamu-tamunya merasa senang saat berkunjung ke IC. Apalagi letaknya yang berada di tengah Kota Mataram, sehingga sangat mudah dijangkau. Wisatawan asal Bandung, Fika Indriani mengaku kagum dengan keindahan Islamic Center. Ia mengatakan bahwa warga NTB patut berbangga karena memiliki tempat ibadah yang megah dan membuat siapa saja yang datang merasa nyaman.
(Suara NTB/lin)
WISATA RELIGI - Suasana di IC yang tidak hanya dimanfaatkan oleh warga untuk beribadah, namun juga dimanfaatkan sebagai salah satu destinasi wisata religi di Kota Mataram. Ia juga berharap semua orang tetap menjaga kebersihan. Sebab Islamic Center selain merupakan tampat Ibadah, juga destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan. Sehingga semua
lapisan masyarakat dan wisatawan harus benar-benar menjaga kebersihan di IC. “Semoga kedepannya IC bisa semakin indah, sehingga bisa semakin menambah kenyamanan wisatawan yang
berkunjung. Saya berharap semua potensi pariwisata di Lombok ini bisa dimaksimalkan. Termasuk destinasi wisata baru yang bisa saja kita masukkan ke dalam paket wisata,” harapnya. (lin)
Mencicipi Aneka Kuliner Khas Lombok di Pantai Gading Mataram (Suara NTB) – Pantai Gading merupakan salah satu destinasi wisata yang belakangan semakin banyak dikunjungi wisatawan. Terutama wisatawan lokal yang senang mencari aneka hidangan kuliner khas Lombok. Garis pantai yang panjang dengan pepohonan yang rindang di sekelilingnya menambah kenikmatan saat mencicipi aneka hidangan yang dijual oleh pedagang setempat. “Saya sudah lama berjualan di sini, jual sate, ikan bakar dan lain-lain. Banyak yang datang sekadar makan dan main di pinggir pantai,” kata pedagang di Pantai Gading, Inaq Siti, Jumat (16/3). Ia mengatakan selama ini memang banyak wisatawan yang datang untuk menikmati aneka hidangan terutama hidangan sari laut yang dijualnya. Dalam sehari, setidaknya ada 10 hingga 20 pembeli yang datang. Ia sangat bersyukur karena Pemda telah membenahi destinasi wisata Pantai Gading. “Yang paling banyak dibeli itu ikan, kadang sate juga. Wisatawan yang datang lebih suka makan di pinggir pantai, jadi kita siapkan tikar untuk mereka duduk,” ujarnya. Ia berharap setiap wisatawan yang datang bisa menjaga kebersihan. Sehingga Pantai Gading bisa tetap bersih dan enak dipandang mata. Dengan harapan akan semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung dan bisa menikmati aneka hidangan sari laut di Pantai Gading. Sementara itu, Ilham, salah seorang pengunjung di Pantai Gading mengatakan bahwa ia sudah kerap kali
(Suara NTB/lin)
PEDAGANG - Salah seorang pedagang di pinggir Pantai Gading yang sedang menyiapkan hidangan untuk pembeli. datang berkunjung. Ia sangat suka hidangan sari laut yang dijual oleh pedagang di pantai ini. Menurutnya, citarasa dari hidangan-hidangan itu sangat sesuai dengan seleranya. “Saya tinggalnya di Kota Mataram dan sering ke sini,
kadang tidak makan di sini tapi dibawa pulang. Tapi lebih sering makan di sini. Karena makan di pinggir pantai itu rasanya lebih nikmat,” ujarnya. Ia berharap Pantai Gading bisa terus terjaga kebersihannya. Selain itu, ia juga berharap para
pedagang dan pengunjung lainnya bisa terus menjaga kebersihan pantai dengan membuang sampah di tempatnya. Ia juga berharap kepada Pemkot Mataram untuk memperbanyak tempat sampah di pantai ini. “Selama ini orang banyak
buang sampah mungkin karena tidak banyak tempat sampah yang tersedia. Saya harap semakin banyak tempat sampah ditaruh di beberapa sudut yang banyak pengunjung. Jadi mereka tidak buang sampah di pinggir pantai,” ujarnya. (lin)
Selama Nyepi, Banyak Pawai Ogoh-ogoh di Mataram Wisatawan Datang ke Trawangan
Pukau Wisatawan
Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 128 ogoh-ogoh diarak di Jalan Pejangik Kota Mataram, Jumat (16/3). Ini merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh umat Hindu sebelum perayaan Hari Raya Nyepi. Pawai ini juga mengundang perhatian banyak wisatawan. Termasuk wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Lombok. “Saya sudah tujuh kali ke Lombok, tapi baru kali ini saya melihat kegiatan yang disebut ogoh-ogoh ini. Saya merasa sangat senang karena bisa melihat tradisi dan budaya di sini. Saya sangat menikmati pertunjukan (ogoh-ogoh) ini,” kata Deizy, wisatawan asal Inggris yang sedang menyaksikan pawai ogoh-ogoh, di Mataram, Jumat (16/3). Ribuan warga memadati Jalan Pejanggik untuk menyaksikan pawai ogohogoh. Pawai ini juga dihadiri langsung oleh Plt Walikota Mataram H. Mohan Roliskana. Ia mengatakan bahwa pawai ogoh-ogoh merupakan cerminan dari toleransi beragama. Ia sangat mengapresiasi pelaksanaan pawai ogoh-ogoh yang pesertanya bahkan
ada yang berasal dari luar Kota Mataram. “Pelaksanaan pawai ogohogoh ini dilakukan dengan suasana ceria dan gembira. Semua tumpah ruah di sini untuk menyaksikan. Setelah ini ada ritual Penyepian yang akan dilakukan oleh saudara-saudara kita Umat Hindu. Sehingga ritual ini dapat dilakukan dengan khusuk dan khidmat,” harapnya. Ia juga berterima kasih kepada para panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Pawai ini memang selalu dinantikan oleh warga Kota Mataram menjelang Hari Raya Nyepi. Ini sekaligus untuk menyambut tahun Baru Saka 1940. Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Mataram Ide Made Shanti Adnyana mengatakan bahwa ini merupakan bagian dari toleransi beragama di Kota Mataram dan di NTB pada umumnya. Ia berharap semua bisa hidup dalam kedamaian dan kerukunan. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah bahkan negara lain di dunia ini. Sebab keberagaman ini adalah anugerah yang harus disyukuri. “Kita harus terus tingkatkan kerukunan antarumat be-
(Suara NTB/lin)
OGOH-OGOH - Suasana pawai Ogoh-ogoh di Kota Mataram pada Jumat (16/3). ragama dan terus lindungi kearifan lokal. Sehingga kita bisa menjadi bangsa yang kuat dan damai,” harapnya. Selain itu, para pemuda dari Banjar Negarasakah dan pemuda Banjar Sweta juga melakukan tradisi turun-temurun, yaitu perang api. Dalam tradisi ini, dua kelompok pemuda saling berhadapan berperang dengan senjata berupa gobok yang merupakan daun kelapa kering dan dibakar. Ini merupakan tra-
disi turun-temurun untuk mengusir wabah penyakit yang dibawa Bhuta Kala atau roh-roh jahat yang bersemayam di muka bumi dan mengganggu kehidupan manusia. Perang api ini pun menjadi perhatian warga dan wisatawan yang datang. Sebab perang yang satu ini dilakukan dengan penuh suka cita. Tentu saja dengan tujuan baik, yaitu untuk mengusir roh-roh jahat. (lin)
Mataram (Suara NTB) – Libur Hari Raya Nyepi membuat kawasan Trawangan semakin banyak dikunjungi wisatawan. Banyak yang datang dari Bali. Mereka berkunjung untuk menikmati suasana di Pantai Trawangan. Sebab selama perayaan Nyepi di Bali, wisatawan tidak dapat melakukan beberapa aktivitas liburannya. Sehingga para pelaku pariwisata memberikan rekomendasi agar wisatawan berkunjung ke Trawangan. “Kita kan ada kerjasama dengan pelaku pariwisata di Bali, jadi mereka transfer wisatawan ke kita yang ada di Lombok. Jadi banyak wisatawan yang datang dari Bali, karena mereka ingin menikmati suasana pantai pada saat Hari Raya Nyepi itu,” kata pelaku pariwisata di Trawangan, Apriadi, Minggu (18/3). Ia mengatakan selama ini memang sudah banyak wisatawan yang berkunjung dari Bali ke Trawangan. Namun pada Hari Raya Nyepi kemarin, semakin banyak wisatawan yang datang. Ini menjadi salah satu limpahan terbanyak yang diterima Trawangan tahun ini. Sehingga para pelaku pariwisata di Trawangan banyak mendapatkan tamu yang datang dari Bali. “Tipe wisatawan kan bedabeda, ada yang ingin ikut meni-
(Suara NTB/lin)
BERLIBUR - Sejumlah wisatawan tengah menikmati waktu berliburnya di Gili Trawangan. kmati suasana Nyepi di Bali. Ada juga yang tetap ingin menikmati suasana pantai. Lagipula mereka masih bisa kembali lagi ke Bali setelah Nyepi dan bisa berwisata di pantai-pantai yang ada di Bali,” ujarnya. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Trawangan dari Bali adalah wisatawan mancanegara. Mereka ingin menikmati suasana pantai dan ingin menyelam. Sehingga para pelaku pariwisata di Bali menyarankan agar mereka berkunjung ke kawasan gili yang ada di NTB. Hal ini ternyata dilakukan oleh banyak pelaku pariwisata di Bali. Sehingga tetap bisa memberikan kepuasan dan
kenyamanan bagi tamunya. “Kita sudah lama kerjasama dengan para pelaku pariwisata dari Bali. Mereka juga berusaha untuk memenuhi keinginan dari tamunya. Salah satunya menikmati suasana di pantai. Kami dengan senang hati menerima dan melayani mereka di sini (Trawangan),” ujarnya. Ia berharap akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Trawangan. Sehingga okupansi hotel bisa terus meningkat dan pelaku pariwisata di Trawangan juga tetap bisa mendapatkan keuntungan. Terlebih saat ini Pemda Lombok Utara tengah berupaya melengkapi sejumlah fasilitas di Trawangan. (lin)
PENDIDIKAN
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
Halaman 10
SELEKSI Proses seleksi dibuka Kabid Dikdas pada Dinas Dikbud Lobar, Haerudin akhir pekan kemarin.
Seleksi ke Level Provinsi
Dikbud Gelar Olimpiade Guru Tingkat Kabupaten diumumkan selesai seleksi tanpa menunggu lama. Seleksi diadakan selama dua hari, satu hari untuk SD dan satu hari lagi untuk SMP. Beberapa hal yang dinilai, jelasnya, kemampuan guru dari berbagai segi termasuk empat kompetensi pedagogik, individu, kepribadian dan lain-lain. Seleksi untuk SD, jelasnya, sudah dilaksanakan, selanjutnya seleksi terhadap guru SMP. Seleksi dilaksanakan di 10 kecamatan secara berjenjang. Hasil seleksi ini, jelasnya, akan ikut ke ajang yang
(Suara NTB/ist)
sama di level provinsi dan jika menang di tingkat provinsi akan dilanjutkan ke pusat. Pihaknya masih menunggu informasi dari provinsi terkait pelaksanaan olimpiade guru tingkat provinsi. Di samping lomba ini, pihaknya ingin melihat kompetensi guru di lapangan apakah berimplikasi positif terhadap pembelajaran di lapangan. “Kami berharap memang seperti ini, artinya guru-guru ini diharap-
(Suara NTB/dok)
Mataram (Suara NTB) Skripsi manual dinilai sudah kurang layak dimanfaatkan di kampus-kampus. Pasalnya, tidak hanya mahasiswa yang dibuat pusing, tapi kampus juga sudah mulai repot dengan keberadaan skripsi berbentuk buku. Seperti belakangan ramai beredar di media sosial, foto pembuangan ribuan skripsi. Diketahui, ribuan jilid tugas akhir mahasiswa itu merupakan milik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan. Pihak kampus mengklaim, keterbatasan tempat menjadi salah satu alasan mereka harus membuang skripsi milik mahasiswanya. Guru Besar Sistem Informasi STMIK Bumigora NTB, Prof. Dr. Muhammad Tajuddin, MSi,
mengaku belakangan ini skripsi manual disebutnya cukup merepotkan kampus. Ini karena jumlah skripsi manual semakin banyak. Terlebih di kampus-kampus besar dan ternama. Tempat penyimpanannya selalu menjadi persoalan. “Ini karena semakin tahun penyimpanan skripsi manual kian tidak ada ruang. Sehingga, kampus diharapkan berani menerapkan skripsi digital supaya mahasiswa dan kampus lebih dimudahkan,” kata Tajuddin. Katanya, kampus direpot-
kan dengan skripsi digital lantaran setiap kampus menamatkan ribuan mahasiswa. Di lain sisi skripsi mahasiswa dijadikan arsip di ruangan tertentu. “Ruangan penyimpanan skripsi manual semakin tahun semakin padat di seluruh kampus. Makanya satu-satunya solusi, kampus harus berani terapkan skripsi digital biar lebih sederhana,” lanjutnya. Skripsi digital, lanjutnya, bukan hanya disebabkan oleh tuntutan zaman. Namun jika
masing-masing kecamatan 10 orang. “Alhamdulillah saya dapat juara 1. Saya bersama tiga orang wakili ke tingkat provinsi,” katanya. Seleksi yang dilaksanakan di Sanggar Mutu berjalan ketat, tahapan seleksi uji kompetensi dan lima mapel yang uji tulis. Terdiri dari matematika, PKN, IPS, IPA, dan kompetensi guru. Banyak soal sebanyak 100 soal, setelah selesai ujian langsung diumumkan hasilnya. (her/*)
dilihat dari segi manfaat, cukup banyak membantu. Di antaranya, mengefisienkan waktu dosen dalam memeriksa skripsi mahasiswa. Bahkan, mudah diperiksa meskipun cukup lewat smartphone. Adapun jika kampus ingin tetap menggunakan manual, tidak masalah dicetak. Di lain sisi, dari segi pembiayaan, mahasiswa juga sangat terbantu. Pasalnya, tidak perlu dicetak dulu baru kemudian diperiksa oleh dosen pembimbing atau sejenisnya. Cukup mahasiswa mengirim filenya ke email atau ke smartphone yang berbentuk PDF atau sejenisnya. Dalam hal ini, lanjutnya,
dosen pembimbing dalam koreksinya, tidak perlu mencoret hasil tulisan mahasiswa bimbingannya. Namun cukup dikasih tanda pada poin yang menjadi kekeliruan mahasiswa dalam membuat skripsi. ‘’Jika ini yang kita terapkan, kita juga sebagai dosen tidak terlalu repot,” lanjutnya. Apalagi sekarang tambahnya, beberapa dosen kerap pergi keluar kota. Praktis, mahasiswa tidak lagi harus menunggu di kampus untuk diperiksa. Namun cukup dengan dikirimnya file skripsi oleh mahasiswa bersangkutan. “Kita tidak harus mengoreksi di kampus kalau ini yang kita terapkan,” tutupnya. (dys)
Unram Berharap Usulan Tiga Program Doktor Dipermudah
PPDB Sistem Zonasi Jadi Pembuktian Keberhasilan Pembinaan Sekolah Mataram (Suara NTB) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi di SMA negeri dinilai sebagai pembuktian keberhasilan pembinaan sekolah. Sekolah-sekolah yang dahulu dianggap sekolah favorit karena diminati oleh siswa berprestasi, saat ini tidak bisa dengan mudah menerima siswa berprestasi. Apalagi aturan jalur prestasi yang memiliki keistimewaan lintas zona bakal diperkecil pada tahun ini. Kepala SMAN 1 Mataram, Drs. H. Muh. Jauhari, MM., ditemui di ruang kerjanya, pekan kemarin mengaku tidak risau dengan adanya aturan PPDB zonasi yang akan diperketat, meskipun selama ini SMAN 1 Mataram menjadi salah satu SMA yang difavoritkan oleh masyarakat. Menurutnya, dengan adanya PPDB zonasi malah akan terlihat sistem pembinaan di sekolah, apakah betul berjalan dengan baik atau pembinaan dilakukan secara asal-asalan. “Sistem pembinaan kita ndak ada yang dikhawatirkan, sistem proses pembelajaran sudah baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, malah di situ akan kelihatan sistem pembinaan betul berjalan dengan baik, atau asal pembinaan, akan kelihatan,” katanya. Ia mencontohkan, jika di SMAN 1 Mataram menerima siswa yang memiliki prestasi baik, tapi pembinaan yang dilakukan buruk, maka hasilnya juga akan kurang baik. Dengan sistem PPDB yang mensyaratkan siswa hanya boleh memilih sekolah di zona tempat tinggalnya, menurut Jauhari itu sebagai sebuah pemerataan. “Sistem penerimaan lebih bagus, pemerataan bisa terjadi. Dengan sekarang sistem zonasi akan kelihatan pembinaannya, kalau pembinaan kurang tetap saja hasilnya kurang,” katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji menegaskan akan memperketat PPDB Sistem Zonasi. Di tahun 2017 lalu, kuota sebanyak 20 persen di satu sekolah bisa menerima siswa berprestasi dari zona manapun. Namun di tahun ini, akan dikurangi menjadi sekitar 10 persen saja. “Kita kurangi kuota lintas zona untuk jalur prestasi itu, kita hanya gunakan prestasi akademik tapi belum final,” katanya. Sejak tahun lalu, PPDB SMA Negeri dilaksanakan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sendiri sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Pendaftar hanya bisa mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zona tempat tinggalnya. Suruji menjelaskan, pihaknya akan merapikan zonasi siswa, disesuaikan dengan wilayah sekolah. Agar tidak ada keluhan seperti tahun lalu. Menurutnya, sudah ada data siswa sebelumnya di SMP secara online. Jika data pendaftar itu tidak sesuai atau berbeda dengan data yang ada di SMP atau sekolah sebelumnya, maka tidak siswa itu tidak bisa mendaftar. Kecuali bagi siswa yang berasal dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa, dengan alasan pindah, barulah dikecualikan. (ron)
kan mampu mencurahkan kemampuan dan keterampilan ke peserta didik dengan maksimal,” jelasnya. Sementara Ahmad Mursidi, guru SDN 1 Labuapi yang memperoleh juara I pada olimpiade tingkat SD mengaku, seleksi diadakan di tingkat sekolah dulu baru ke tingkat gugus. Setelah itu barulah proses seleksi tingkat kecamatan untuk ikut di tingkat kabupaten. Ia sendiri bersaing dengan 100 orang
Perguruan Tinggi Harus Beralih Terapkan Skripsi Digital
Tekan Penyalahgunaan Narkoba PENYALAHGUNAAN narkoba di masyarakat kian meresahkan, berbagai cara sudah dilakukan termasuk yang dilakukan Perguruan Tinggi. Universitas Mataram (Unram) dalam penerimaan mahasiswa baru selalu melakukan tes narkoba, bagi calon mahasiswa yang tidak lulus tes narkoba tidak bisa menjadi mahasiswa Unram. Namun demikian, langkah itu dirasa belum cukup perlu cara lain untuk menekan penyalahgunaan narkoH. Lalu Wiresapta Karyadi ba itu. Pasalnya, kampus tidak bisa mengawasi penuh mahasiswanya. Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Ir. H. Lalu Wiresapta Karyadi, M.Si., ditemui pekan kemarin mengatakan, ia akan mengomunikasikan dengan rektor untuk membuat tes narkoba bagi mahasiswa lama. “Bila perlu mereka yang sudah diterima membuat surat pernyataan, apabila selama perkuliahan di Unram diketahui terindikasi adalah pengguna narkoba, maka harus siap untuk dipecat, bila perlu orang tua mengetahui,” katanya. Menurut Wiresapta, cara itu sebagai upaya membantu negara dalam rangka mengurangi permasalahan sosial akibat dari penggunaan psikotropika yang sudah semakin meresahkan. Karena meskipun sudah dilakukan penyaringan saat penerimaan mahasiswa baru, dikhawatirkan ketika kuliah mahasiswa itu bisa menjadi pengguna. Ketika ketahuan, mereka harus siap mundur dari perguruan tinggi. “Ini cara kita untuk menekan masyarakat, karena kita di perguruan tinggi tidak bisa mengawasi, karena padatnya pembelajaran dan kegiatan non akademik atau ekstrakurikuler dan sebagainya,” ujar Wiresapta. Dengan cara itu, penyalahgunaan narkoba bisa dikurangi. Orang tua dan mahasiswa juga ditekan untuk sama-sama mengawasi. “Jadi harus benar-benar bebas dari narkoba di Unram, ini harapan saya,” pungkasnya. (ron)
sional ada seleksi dari bawah, tujuannya mencari guru-guru bukan hanya cerdas dari segi IQ, namun integritas, etika, dan kemampuan empat kompetensi,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Dikbud Lobar Haerudin akhir pekan kemarin. Menurutnya, seleksi dilakukan di tingkat SD dan SMP di 10 kecamatan mulai dari tingkat sekolah, lalu gugus dilanjutkan ke kecamatan dan level kabupaten. Proses seleksi pun berjalan ketat dan terbuka, hasilnya langsung
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA - Peserta didik PAUD Dewi Ratih Cakranegara berfoto bersama di Radio Global FM Lombok belum lama ini.
PAUD Dewi Ratih Kunjungi Radio Global FM Lombok Mataram (Suara NTB) – PAUD Dewi Ratih Cakranegara berkunjung ke Radio Global FM Lombok untuk melaksanakan outing class, pada 10 Maret lalu. Tujuan dari kunjungan itu agar anak-anak mengetahui beragam profesi. Kepala PAUD Dewi Ratih, Sri Yuni menjelaskan maksud kunjungannya ke Radio Global Fm sebagai rangkaian outing class hari keempat yang dilakukan PAUD Dewi Ratih. Sebelumnya dilakukan kunjungan ke pembuatan gerabah, kantor polisi, tempat rekreasi, dan terakhir ke Radio Global FM Lombok. “Jadi kami laksanakan outing class selama seminggu ini berturut-turut dan hari ini adalah hari terakhir outing class, tujuan kami membawa anakanak kunjungan ke Radio Global itu agar mereka tahu berbagai profesi,” katanya. Sri Yuni mengatakan, sebanyak 22 anak yang berasal dari kelompok B mengikuti kunjungan ini, karena mereka akan menuju ke sekolah dasar, sehingga mereka dikenalkan berbagai macam profesi untuk bekalnya nanti ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Seperti profesi penyiar ini, Sri Yuni mengatakan, anakanak kadang sering dengar di radio-radio. Dengan berkun-
jung ini, sekarang mereka bisa tahu siaran itu seperti apa, ruangan siaran itu seperti apa, dan mereka mengetahui bahwa ada profesi yaitu penyiar radio. “Jadi mereka sedikit tidaknya mempunyai pengalaman dan wawasanlah tentang berbagai profesi khususnya penyiar radio ini,” jelasnya. Yuni menambahkan outing class seperti ini patut dilak-
sanakan, apa lagi belakangan ini anak-anak sudah asyik dengan gawainya, terutama dengan permainan yang memang sudah ada di gawainya, sehingga anak lupa dengan lingkungan sekitarnya. “Jadi kunjungan ini anak-anak bisa melihat langsung, dapat berinteraksi langsung dengan orang lain, dan tidak hanya fokus pada gawainya saja,” katanya. (r/ron)
Mataram (Suara NTB) Universitas Mataram (Unram) kini sedang berupaya menambah program studi doktoral. Saat ini Unram tengah mengupayakan penambahan pada tiga fakultas untuk program doktoral. Mengingat sejauh ini hanya Fakultas Hukum yang memiliki program doktoral. Ketua Senat Unram, Prof. Ir. H. Mansur Ma’shum, PhD., mengatakan, saat ini tidak banyak program doktoral di Unram. Pasalnya, hanya Fakultas Hukum saja yang sudah menjalankan program doktoral. Praktis, di beberapa bidang keilmuan lainnya, dosen cukup kesulitan mewujudkan mimpi menjadi guru besar. Meski demikian, jelasnya, tidak dinafikan juga bahwa sejauh ini tidak sedikit dosen yang sudah menjadi profesor atau guru besar di Unram. “Kita sedang berikhtiar dalam mendapatkan program doktor di tiga fakultas. Di antaranya ilmu pertanian, peternakan dan ilmu ekenomi,” kata Mansur. Dalam upaya ini, lanjutnya, pihaknya sangat berharap kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar segera dikabulkan rencana tersebut. Tujuannya, supaya dosen yang ingin menjadi guru besar tidak begitu sulit. Ia menegaskan, menjadi guru besar ada persyaratan yang terbilang cukup sulit, karena harus ada publikasi internasional terindeks scoopus. Publikasi tersebut harus disampaikan lewat publikasi
(Suara NTB/dok)
Ahmad Mursidi
Giri Menang (Suara NTB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) menggelar kegiatan olimpiade guru yang diikuti seluruh tingkat SD dan SMP. Olimpiade ini digelar untuk seleksi guru-guru yang nantinya bisa ikut di ajang yang sama di level provinsi dan pusat. Selain untuk seleksi olimpiade, Dinas Dikbud ingin melihat kompetisi guru di lapangan apakah berimplikasi positif terhadap proses pembelajaran di lapangan. “Olimpiade ini kegiatan na-
H. Mansur Ma’shum jurnal yang bagus dan tidak asal-asalan. Dengan demikian, bagi sebagian dosen terutama di Unram masih terbilang tidak mudah. Karya ilmiah yang setara dengan guru besar di kampus-kampus maju sangat sulit. Apalagi bagi dosen yang tidak punya semangat atau naluri penilitan penulisan artikel. Yang bersangkutan dipastikan akan tetap merasakan kesulitan. “Membuat proposal saja sulit, apalagi melaksanakan penelitian, menulis artikel juga lebih sulit,” lanjutnya. Mendapatkan artikel penelitian, terangnya, harus luar biasa dengan terindeks fokus. Namun bagi, perguruan tinggi besar tidak begitu sulit. Mengingat sudah terbiasa dengan aktivitas menulis. “Kalau tiga fakultas kita ini diberi restu dari menteri untuk jadi program doktoral, maka Insya Allah kesulitan itu akan diminimalisir,” tutupnya. (dys)
Halaman 11
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
Luis Milla Siapkan Kejutan Saat Lawan Singapura Jakarta (Suara NTB) Pelatih Tim Nasional U-23 Luis Milla menyiapkan kejutan pada laga persahabatan melawan Singapura di Stadion Nasional, Singapura, Rabu 21 Maret nanti. “Ada sedikit kejutan yaitu beberapa pemain akan berlaga di posisi yang berbeda dari biasanya,” ujar Milla usai memimpin latihan tim di Lapangan ABC, Senayan, Minggu (18/3). Milla mengaku sengaja melakukan hal itu karena ingin melihat kemampuan terbaik anak-anak asuhnya ketika dibebani tugas tak seperti bisanya dan pelatih asal Spanyol menyebut hal itu sebagai esensi pertandingan uji coba selain demi melihat kemampuan para pemain baru. “Saya ingin memantau pemain yang bisa bertanding di beberapa posisi dan pemain baru yang bermain baik di kompetisi seperti Zulandi dan Irfan Jaya,” kata Milla. Timnas U-23 bertandang ke Singapura dengan skuat tak lengkap karena sejumlah
pilar seperti Hansamu Yama, Evan Dimas dan Yabes Roni, absen pada laga ini. Namun itu tak mengurungkan Luis Milla tetap menargetkan memenangi laga itu. “Kami tahu tim Singapura juga dalam kondisi tidak baik tetapi kami tidak boleh meremehan mereka,” tutur dia. Gelandang timnas U-23 Zulandi menegaskan bahwa dia dan rekannya siap menghadapi Singapura. Pemain timnas U-19 saat menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013 itu berjanji untuk menjalankan apa pun strategi pelatih. “Kekuatan kita dengan Singapura tidak berbeda jauh, tetapi kita lebih unggul sedikit,” kata Zulandi. Pertandingan sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2018 itu akan dilangsungkan di Stadion Nasional, Singapura. Tapi sebelum itu, timnas menjalani pemusatan latihan di Lapangan ABC, Senayan, pada 17-18 Maret 2018 dan akan berangkat ke Singapura pada Senin 19 Maret 2018. (ant/bali post)
LATIHAN PERDANA - Pesepak bola Tim Nasional U23 menjalani latihan perdana di Lapangan A Senayan, Jakarta, Sabtu (17/3). Timnas U23 menggelar pemusatan latihan perdana menjelang pertandingan uji coba melawan Singapura pada Rabu 21 Maret 2018 di Stadion Nasional, Singapura. (ant/bali post)
Atlet Pelatda NTB Bertambah Dua Kali Lipat Mataram (Suara NTB) Setelah tiga bulan ditunggu-tunggu, KONI NTB akhirnya merilis sejumlah nama atlet yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Mayung 2018. Atlet yang mengikuti Pelatda Mayung tahun ini bertambah dua kali lipat dari jumlah atlet sebelumnya yang mengikuti Pelatda Mayung tahun 2017. Penambahan jumlah atlet Pelatda Mayung tahun 2018 itu dikarenakan pihak KONI NTB telah membentuk Pelatda Mayung Harapan. Pihak KONI NTB membentuk Pelatda harapan karena banyaknya potensi atlet NTB yang berprestasi nasional. “Kita punya banyak atlet muda berprestasi. Sayang kalau mereka tidak diakomodir dalam Pelatda,” ucap Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto yang diwawancara Suara NTB usai Do’a, Tausiyah dan Salat Magrib bersama pengurus KONI NTB, cabor serta atlet/pelatih pelatda Mayung, di Padepokan Silat GOR 17 Desember Turide Mataram, Kamis (15/3) lalu. SK Pelatda Mayung 2018 telah dibagikan secara langsung oleh Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto. Dihadiri Tuan Guru dan puluhan atlet, pelatih pengurus cabor serta pengurus KONI NTB. Andy menyebutkan total atlet Pelatda KONI NTB tahun 2018 sebanyak 69 atlet. Jumlah tersebut terdiri dari 38 atlet Pelatda Mayung Utama dan sisanya 31 atlet Pelatda Mayung Harapan. Selain itu KONI NTB juga memanggil kurang lebih 10 atlet yang akan melatih atlet di pelatda mayung utama dan harapan. Sebagaimana diberitakan bahwa Pelatda Mayung yang diikuti 69 atlet tersebut dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan berlangsung di Papua tahun 2020. Pihak Pengprov NTB melalui KONI NTB memasang target 17 medali emas di ajang multi event nasional. Lewat pelatda jangka panjang tersebut Andy berharap target NTB meraih 17 medali emas di PON/2020 dapat diwujudkan lewat atlet Pelatda Mayung 2018. Pasalnya sejumlah atlet yang masuk dalam program latihan jangka panjang itu merupakan atlet-atlet yang pernah berprestasi nasional. (fan)
Pelatda Mayung 2018
Tidak Diakomodir,
Pelatih Kempo Kecewa Mataram (Suara NTB) Pelatih Dan V cabor olahraga kempo NTB, Agus Suharian mengaku kecewa atas tidak diakomodirnya dirinya dalam Pelatda Mayung 2018. Pihak pengurus cabor dan KONI NTB diminta untuk mengevaluasi kembali pelatih yang diakomodir di Pelatda Mayung 2018.
(Suara NTB/ist)
Agus Suharyan
Demikian disampaikan Pelatih Dan V (lima) Perkemi NTB, Agus Suharian kepada Suara NTB di Mataram, Minggu (18/ 3) kemarin. “Saya kasihan sama atlet, makanya saya kecewa sekali nama saya tidak masuk dalam Pelatda Mayung 2018,” ucap mantan pelatih Pelatda Mayung 2017. Dikatakan Agus, seharusnya pihak pengurus cabor dan KONI NTB mencermati lebih dalam lagi terkait kapasitas pelatih yang diajukan dalam Pelatda Mayung 2017. Terutama soal kualitas dan pengalaman pelatih yang diakomodir di Pelatda seharusnya dilihat lisensi dan kapasitas pelatih. Dalam hal ini Agus tidak ingin meremehkan kemampuan
pelatih yang direkomendasikan masuk Pelatda Mayung 2018. Namun, menurut pemahaman Agus, pelatih yang menangani atlet kempo di Pelatda Mayung 2018 masih di bawah standar pelatih nasional. Dalam hal ini, pelatih yang menangani Pelatda Mayung baru mengantongi lisensi Dan II (dua), atau belum memenuhi standar nasional. Menurut Agus, pelatih yang memenuhi standar nasional untuk menangani Pelatda itu minimal berlisensi III Dan atau selevel dirinya yang merupakan pelatih Dan V nasional. Agus mengungkapkan bahwa pengusulan pelatih yang berada di bawah standar pelatih nasional akan berpengaruh pada kual-
itas dan kemampuan atlet NTB yang dipersiapkan mengikuti PON 2020. Terutama terkait persaingan di kancah nasional akan sulit diwujudkan oleh atlet NTB, karena memang ilmu beladiri yang akan diterima dari pelatih masih di bawah standar. Saran Agus, bila pengurus cabor dan KONI NTB ingin meningkatkan prestasi atlet lewat Pelatda Mayung 2018, maka pengurus cabor dan KONI NTB harus melibatkan pelatih yang memenuhi standar nasional atau minimal tiga Dan. “Standar pelatih nasional itu minimal Dan III (tiga). Kasihan anak-anak kalau dilatih oleh pelatih yang belum memenuhi lisensi standar nasional,” terang Agus. (fan)
Marcus/Kevin Jumpa Andy Resmi Ambil Alih Pelatda Mayung Boe/Mogensen di Final All England
Mataram (Suara NTB) Setelah resmi membagikan SK Pelatda Mayung 2018, Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto mengatakan bahwa kepemimpinan Pelatda Mayung 2017 telah diambil alih oleh dirinya. Lewat kepemimpinan Direktur Umum PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) ini pemusatan latihan atlet andalan NTB bisa berjalan lebih baik lagi. “Saya mohon izin ,saya mengambil alih pelatda Mayung dan pelatda Mayung harapan,” ucapnya dalam sambutannya di Acara Do’a Bersama di Padepokan Silat GOR 17 Desember Turide Mataram belum lama ini. Pengambil alihan kepemimpinan Pelatda Mayung 2018 itu dikarenakan kepemimpinan Pelatda Mayung 2017, Mars Ansory telahengundurkan diri. Alasan Sekretaris KPUD NTB mengundurkan diri dari jabatan ketua Pelatda karena sedang sibuk mengurus Pilkada NTB sehingga tidak maksimal memimpin Pelatda. Dengan pergantian kepemimpinan Pelatda Mayung itu, Andy berharap pelatda mayung dan harapan bisa berjalan lebih baik lagi. Bila sebelumnya kegiatan latihan di Pelatda tahun 2017 hanya dilaksanakan satu kali dalam sehari, namun di Pelatda Mayung 2018 Andy menginginkan program latihan atlet bisa berjalan dua hingga tiga kali dalam sehari.
(Suara NTB/fan)
SK PELATDA - Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto menyerahkan SK Pelatda Mayung 2018 kepada perwakilan atlet dan pelatih di Padepokan Silat GOR 17 Desember Turide Mataram, Kamis (15/3) malam lalu. Setelah resmi mengambil alih kepemimpinan Pelatda Mayung, Andy mengingatkan sejumlah atlet dan pelatih yang merupakan bagian dari Pelatda agar tetap jaga kekompakan dan fokus berlatih. “Jaga kekompakan dan jangan ada lagi atlet dan pelatih yang mengeluh. Bayangkan dari lima juta penduduk NTB, kalian yang terpilih,” jelasnya. Andy berpesan selama di
Pelatda atlet tetap menghormati teman dan pelatih. Selain itu atlet dan pelatih diminta untuk tidak lupa beribadah sesuai agama dan kepercayaan serta tunduk pada aturan Pelatda Mayung 2018. Hal itu ditegaskan Andy karena dia yakin bahwa atlet yang berprestasi memiliki akhlak dan Budi pekerti yang baik. “Saya melihat beberapa atlet yang hebat, taat ibadah, menghormati teman-teman,”
terangnya. Ditanya soal penganggaran atlet Pelatda Mayung 2018, Andy menjelaskan bahwa anggaran untuk Pelatda Mayung 2018 bersumber APBD NTB dan dana dari sponsor. Untuk pelatda utama akan dibiayai menggunakan APBD NTB yang dihibahkan ke KONI NTB 2018, sementara untuk biaya Pelatda Mayung harapan dibiayai dari anggaran beberapa sponsor. (fan)
Jakarta (Suara NTB) Pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo akan bertemu Mathias Boe dan Carsten Mogensen di final turnamen bulu tangkis All England 2018. Pertandingan final itu akan menjadi pertemuan kedelapan Marcus dan Kevin dengan Boe dan Mogensen, dan laga final ketiga mereka menurut laman siaran resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Minggu pagi. Marcus dan Kevin melaju ke final All England tahun ini setelah menyudahi perlawanan wakil Denmark Conrad Petersen dan Mads Pieler Kolding dengan skor 21-11, 21-19. Sementara Boe dan Mogensen mengempaskan wakil Jepang Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe 21-17, 21-17 dalam waktu 51 menit untuk menuju final. Menurut catatan pertandingan, Boe dan Mogensen lebih dominan dari Marcus dan Kevin dengan empat kemenangan berbanding tiga kemenangan milik wakil Indonesia. Dalam lima pertemuan lain dari kedua pasangan itu, Boe dan Mogensen meraih tiga kemenangan sedang Marcus dan Kevin mencatatkan dua kemenangan di Jepang Terbuka 2017 dan China Terbuka 2017. Namun dalam tiga laga final kedua pasangan, Marcus
(ant/bali post)
KE FINAL - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) saat mengalahkan wakil Denmark, Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, di babak semi final kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, Sabtu (17/3). dan Kevin mampu mencuri dua kemenangan di dua edisi China Terbuka (2016 dan 2017). Sementara pasangan Denmark meraih kemenangan di Korea Terbuka 2017. “Sangat berarti bagi kami untuk bisa kembali masuk final. Terkadang kami merasa tertekan karena kami nomor satu dan semua pemain ingin mengalahkan kami, namun kami tetap fokus pada tujuan
kami dan bermain sebaik yang kami punya. Dan tidak peduli siapa pun yang kami hadapi di final nanti, pasti akan menantang,” kata Marcus di laman BWF. “Sudah tanggung jawab kami sebagai pemain mau dibilang semua ingin mengalahkan kami, intinya harus siap dengan tekanan dan hal non teknis,” kata Kevin dalam pernyataan PP PB. (ant/bali post)
SUARA NTB
Senin, 19 Maret 2018
Halaman 12
Profesi Guru Butuh Perlindungan ”
Perlindungan hukum sangat penting, guna menghindarkan guru dari tindak kekerasan, perlakuan diskriminatif, intimidasi atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, masyarakat, birokrasi atau pihak lain. Mataram (Suara NTB) Perlindungan terhadap guru dan tenaga pengajar dinilai masih minim, menyusul bermunculannya kasus kekerasan terhadap guru di Indonesia. Kasus terbaru adalah penganiayaan terhadap guru honor di SDN 4 Rarang Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim). Sejumlah pihak mengatakan perlu adanya regulasi khusus
H. Burhanul Islam (Suara NTB/dok)
HILANG HLG BPKB R4 SUZUKI DR1071XA NOKA/NOSIN:MHYJTE54V6J-100282/ J20AID-200511 AN. AQI SULAEMAN AKBAR HLG DSKTR JL. PAGUTAN KOTA MATARAM
terkait perlindungan guru, misalnya berbentuk Peraturan Pemerintah yang mengatur perlindungan bagi profesi guru. Undang-undang tersebut memastikan seorang guru berhak mendapatkan perlindungan dalam menjalani profesinya. Kepala Kemenag Kota Mataram, H. Burhanul Islam, menyebutkan bahwa perlindungan hukum terhadap guru sangat penting. Ini guna menghindarkan mereka dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi atau pihak lain. Selain itu, undang-undang perlindungan terhadap guru untuk menjaga marwah dan martabat guru. Belakangan memang kerap kali terjadi kasus-kasus pemukulan terhadap guru di Indonesia. Bahkan kasus-kasusnya terbilang cukup memprihatinkan. Begitu juga dengan kejadian di Lotim beberapa waktu lalu. Kasus-kasus kekerasan yang menimpa guru dikhawatirkan menimbulkan citra negatif bagi dunia pendidikan. Peristiwa ini sangat berkaitan dengan martabat seorang guru. Seorang guru merupakan orangtua pertama di lembaga pendidikan bagi seluruh peserta didik. Praktis, guru harus dihormati. Namun belakangan, masyarakat seakan semakin tidak faham dengan fungsi guru itu sendiri. Untuk itu, profesi harus mendapatkn perlindungan, yang memastikan profesi mereka aman dari ancaman tindakan kekerasan. (dys)
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUC/ T R O N T O N , P I C U P , D L L ) P R O S E S MUDAH,CEPAT,DAN BISA OVER KREDIT/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387) DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224 LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126
(Suara NTB/yon)
SEMPROT CABAI - Meroketnya harga cabai saat ini membuat pemerintah daerah mendatangkan cabai dari luar daerah untuk menstabilkan harga. Tetapi tidak demikian dengan para petani cabai yang justru mahalnya harga cabai merupakan angin segar untuk meraup keuntungan. Tampak seorang petani di Kabupaten Lombok Timur menyemprot tanaman cabai untuk menjaga kesuburannya agar mendapat hasil yang berkualitas dan maksimal, Minggu (18/3).
Pendirian SMK Perlu Pertimbangan Matang Mataram (Suara NTB) Pembentukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dinilai cukup mudah membuat SMK tidak bisa berjalan dengan baik, sehingga belum bisa menghasilkan lulusan yang
RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696
berkompeten. Terlebih lagi dengan adanya rencana diubahnya dua SMK negeri di Kota Mataram menjadi SMA pada tahun ajaran baru nanti, semakin menguatkan dugaan itu. Pengamat Pendidikan, Drs. H. Syamsudin Anwar, pada pekan kemarin mengatakan, dengan akan diubahnya dua SMK negeri menjadi SMA dapat menjadi pelajaran ke depan dalam pendirian SMK, baik SMK negeri maupun SMK
RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc
swasta. “Pembentukannya terlalu mudah, jadi mudah saja dikeluarkan izin, harusnya tunggu dulu, ada ndak sarana pendukungnya,” katanya. Menurutnya sarana pendukung SMK harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum ada SMK itu didirikan, terutama sarana yang mendukung kompetensi siswa. Belum lagi saat ini yang menjadi masalah adalah kurangnya guru produktif yang mengajar kompetensi keahlian di SMK. Ketua Demisioner Dewan Pendidikan Provinsi NTB ini mengingatkan jangan sampai membuka program keahlian tertentu, tapi tidak ditinjau sumber daya manusia (SDM) untuk guru. “Jadi harus betul-betul pertimbangannya,” katanya. Dua SMK negeri yaitu SMKN 8 Mataram dan SMKN 9 Mataram direncanakan akan diganti menjadi SMAN 9 Mataram dan SMAN 10 Mataram. Syamsudin mempertanyakan, apakah revitalisasi SMK sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang SMK dalam rangka
Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sudah dijalankan. “Apakah sudah dipenuhi, sudah dilaksanakan atau belum,” tanyanya. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji menjelaskan, alasan digantinya dua SMK itu menjadi SMA dikarenakan masyarakat Kota Mataram cenderung memilih SMA untuk melanjutkan sekolah. Selain itu, khusus di SMKN 8 Mataram yang merupakan SMK kesehatan, tidak dilanjutkan karena saat ini tidak ada lagi yang membutuhkan tenaga kerja bidang kesehatan dengan ijazah SMA. “Sekarang minimal DIII, makanya itu tidak dilanjutkan,” ujarnya. Sementara di SMKN 9 Mataram, Suruji menjelaskan, SMKN 9 Mataram sebenarnya tidak ditutup, tapi di-regrouping atau digabung dengan SMKN 5 Mataram. Menurutnya lahan di SMKN 5 Mataram masih cukup luas mencapai lebih dari 3 hektare. (ron)
LOWONGAN
SALON
Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO),Krmlmran:PT.LenkoSurya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.
DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)
MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2
SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus makeup & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,RembigaM t r , 0 8 7 8 5 5 3 1 1 441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809
Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.
SUARA NTB
Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.
SUARA NTB
Senin, 19 Maret 2018
Halaman 13
RUKO - VILA - KOST
500.000
Rp. 995 Jt
SUARA NTB Senin, 19 Maret 2018
OPINI
Halaman 14
Narkoba Tak Kenal Siapa Tak Hanya Memukul Gong KEMAJUAN yang kita capai dalam membangun perekonomian tampaknya belum sepenuhnya menjamin tercapainya distribusi kesejahteraan yang merata. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator, baik yang bersifat nominal di atas kertas, maupun yang faktual dalam fenomena keseharian. Di atas kertas, kita bisa menyaksikan fenomena di Kota Mataram, yang merupakan episentrum perekonomian Provinsi NTB. Di Kota Mataram, seperti dilansir Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Ir. H. Amiruddin, pertumbuhan ekonomi yang dialami Kota Mataram justru semakin memperkecil tren penurunan angka kemiskinan. Pada 2015, penduduk miskin di Kota Mataram mencapai 10,45 persen. Turun di tahun 2016 menjadi 9,80 persen. Tahun 2017, penurunannya justru relatif kecil, yaitu sebesar 0,25 persen menjadi 9,55 persen. Kecilnya penurunan itu memperlihatkan gambaran bahwa laju pertumbuhan ekonomi kita tidak dinikmati semua lapisan masyarakat. Dengan kata lain, ada ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi, hanya dinikmati oleh kalangan menengah dan menengah ke atas. Fenomena ini juga diperkuat dengan fakta bahwa pertumbuhan investasi dan ekonomi di di Kota Mataram tidak berbanding lurus dengan animo masyarakat untuk mencari harapan dengan menjadi pekerja di luar negeri. Di tengah pertumbuhan investasi dan ekonomi yang meningkat, rupanya tak memperkecil animo masyarakat Kota Mataram menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di tahun 2017 terdapat 578 warga Mataram bekerja ke luar negeri. Jika Kota Mataram yang menjadi pusat dinamika ekonomi masih berhadapan dengan fenomena demikian, bagaimana dengan di desa-desa? Di daerah-daerah lain, fenomena serupa tentu saja bisa lebih banyak ditemukan. Jumlah warga kita yang memilih bekerja ke luar negeri karena sulit mencapai kemakmuran di daerah sendiri juga jauh lebih banyak. Selain itu, potret ketimpangan juga lebih banyak ditemukan. Hal ini bisa dilacak dari gagalnya sejumlah paket kebijakan yang diluncurkan untuk memberdayakan masyarakat berkemampuan ekonomi lemah. Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon TKI (KUR) TKI di NTB misalnya. Tahun lalu, realisasi KUR ini terbilang masih rendah. Data dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, realisasi KUR TKI di daerah ini sampai 30 September 2017, lalu baru sebesar Rp 3,2 miliar lebih. Seperti disampaikan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, Mucharom Ashadi, rendahnya realisasi KUR TKI di NTB akibat berat atau sulitnya persyaratan dari perbankan kepada calon debitur atau calon TKI. Dimana, pihak perbankan masih meminta agunan kepada calon TKI yang mengajukan kredit. Padahal, para Calon TKI tersebut kebanyakan berangkat tanpa memiliki biaya. Idealnya, persyaratan mereka untuk memperoleh KUR dibuat dalam skema yang lebih ringan. Selain persoalan persyaratan yang dinilai memberatkan calon TKI yang ingin memperoleh KUR, Perbankan juga enggan menyalurkan lantaran mereka tidak memiliki perwakilan di negara penempatan TKI tersebut. Sehingga pengembalian KUR dikhawatirkan tidak akan bisa dipenuhi oleh TKI bersangkutan. Hingga kini, problematika serupa masih dijumpai di berbagai kebijakan lain yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat ekonomi kecil. Program KUR, program Beras Sejahtera, hingga program penguatan Badan Usaha Milik Desa yang berbasis pemberdayaan di tingkat desa, masih membutuhkan upaya yang lebih kuat untuk memaksimalkan dampaknya. Karena itulah, upaya untuk mengawal program-program yang memiliki dampak memberdayakan seharusnya dijadikan prioritas bagi para pemangku kebijakan. Sayangnya, para pemangku kebijakan kerap lalai. Mereka kerap berpikir bahwa setelah sebuah program diresmikan, semuanya akan berjalan mulus tanpa kendala. Nyatanya, seremoni peresmian program ini dan program ini hanyalah permulaan dari sebuah kerja keras. Setelah gong dipukul dan pita digunting, masih banyak pekerjaan berat lainnya yang menunggu untuk dibereskan. (*)
Oleh : Pudji Isdriani Komari
Artis Indonesia yang Terjerat Narkoba KHIR-akhir ini masyarakat disuguhi fakta bertubi-tubi penangkapan artisartis Indonesia karena terkait narkoba. Sebut saja Sean Azad Taeto Azhari, Andika ‘The Titans, Ridho Rhoma, Iwa K, Ammar Zoni, Ello, Tio Pakusadewo. Setidaknya terdapat lima artis yang tertangkap sejak Januari-Februari 2018 ini, yakni Jennifer Dunn, Fachri Albar, Roro Fitria, anak pendangdut legendaris Elvy Sukaesih, Dhawiya hingga Rizal Djibran. Sungguh menyedihkan menyaksikan berita, baik di televisi, koran maupun internet mengenai kasus narkoba yang menimpa para artis Indonesia. Artis sebagai salah satu publik figur otomatis langsung disorot oleh masyarakat. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa mereka tidak jera menyaksikan temanteman artisnya satu persatu ditangkap polisi? Bahkan ada artis yang lebih dari satu kali ditangkap. Mereka adalah: Roby ‘Geisha’, Revaldo, Sheila Marcia , Fariz RM, Roy Marten dan Jenniver Dunn. Sungguh itu adalah satu hal yang membuat kita bertanya-tanya, sejauh manakah narkoba telah memikat dan membelit para pemakainya? Begitu kuatkah pesona narkoba? Sehingga bisa membuat para pemakainya kecanduan dan sulit melepaskan diri. Roby ‘Geisha,’ gitaris band Geisha ini pertama kali berurusan dengan pihak berwajib pada 2013 setelah tertangkap tangan memiliki ganja seberat 5,1 gram dan 0,5 ganja lintingan. Roby diringkus di kediamannya di kawasan Pasar Minggu beserta barang buktinya. Tahun 2015 ditangkap lagi berkat laporan pengemudi ojek online. Revaldo, pada 10 April 2006, Revaldo ditangkap atas kepemilikan sabu seberat 1 gram, satu linting ganja, dan lima butir pil ekstasi. Tahun 2010, Revaldo harus kembali masuk penjara dengan kasus yang sama. Roy Marten, masuk penjara karena kepemilikan sabu seberat tiga gram pada 2 Februari 2006, divonis dengan 9 bulan subsider 3 bulan penjara. Bebas 1 Oktober 2006. Setelah bebas, Roy berjanji tak akan lagi menggunakan narkoba. Namun dia mengingkari janjinya dan kembali tertangkap di sebuah hotel di Surabaya dengan barang bukti 1 gram dan 1 ons sabu. Padahal saat itu usai mengisi sebuah seminar tentang bahaya narkoba. Jennifer Dunn, pertama ditangkap tahun 2005 karena kasus narkoba saat masih berusia 15 tahun, dia kedapatan memiliki ganja. Penangkapannya yang kedua dengan alasan yang sama terjadi pada 2009 dengan barang bukti tujuh butir ekstasi. Jennifer divonis 4 tahun penjara. Awal tahun 2018, Jennifer kembali ditangkap karena narko-
(Alumni Fak Sastra Indonesia UNS 11 Maret dan Universitas Indonesia, Cerpenis, Novelis, Ketua Umum Masyarakat Sastra Jakarta, Ketua Umum Isbanda NTB). ba lagi! Itu untuk yang ketiga kalinya. Justin Bieber pun Tersandung Narkoba Penulis jadi ingat Justin Bieber, penyanyi fenomenal asal Kanada yang juga terjerat belitan narkoba. Penyanyi yang kariernya melesat sejak dia mengunggah vidionya di Yutube dan ditemukan oleh Scoot Braun. Di tangan orang-orang yang profesional di bidang hiburan Hollywood, Justin pun menjadi idola remaja dunia. Diamelakukanpromotouralbumnyadari satu negara ke negara lain. Dia menjadi selebriti papan atas yang menghasilkan banyak uang. Dalam usia yang masih muda Justin punya segalanya. Saat itulah Justin mulai terkena pesona narkoba dan miras. Bisa jadi karena dia punya segalanya. Narkoba pun menjadi barang yang berani dibeli meskipun dalam satu minggu dia harus mengeluarkan uang sebesar USD 8 ribu atau Rp 97 juta untuk membeli barang haram tersebut. Itu artinya tiap bulan dia harus merogoh koceknya sebesar 388 juta rupiah. Dalam satu tahun total uang yang dikeluarkan untuk membeli barang haram tersebut mencapai Rp. 4.656.000.000 ( empat miliar enamratus limapuluh enam juta rupiah) hanya untuk beli narkoba! Terlepas dari penyebabnya apa sehingga Justin Bieber sampai terjerat narkoba yang jelas dia sudah terperosok di dalam kegelapan. Hal itu pun diakui oleh Scoot Braun kepada media bahwa pada saat itu dia gagal membantu Justin. Dalam kurun waktu satu setengah tahun, Justin Beeber terpuruk dan berada di ruang gelap karena narkoba dan miras. Di tahun tersebut, begitu banyak masalah yang bersumber dari Justin Bieber. Mulai dari berkata kasar kepada penggemarnya, melempari telur ke rumah tetangganya, hingga harus berurusan dengan polisi karena berkendara dengan tidak wajar. Bahkan sempat dipenjara selama 8 jam di Miami karena mengemudi ngebut dan dalam keadaan mabuk. Dia dibebaskan dengan uang jaminan $2.500 atau sekitar Rp.26.000.000,00 (dua puluh enam juta rupiah). Padahal beberapa minggu sebelumnya, rumah Bieber di California diperiksa pihak berwajib berkenaan dengan insiden pelemparan telur ke rumah tetangganya. Insiden tersebut membuat Bieber harus membayar denda sebesar US $ 20.000 atau setara Rp.243.000.000 (Dua ratus empat puluh tiga juta rupiah). Dengan kasus-kasus seperti itulah banyak pengamat yang memprediksi Justin Beeber akan habis kariernya. Namun ternyata dia sadar dan segera menghubungi managernya Scoot Braun, “Justin meneleponku dan mengatakan, ‘Ini sudah terjadi. Semua ini sudah cukup. aku harus berubah”.
RADIO
RADIO
“Justin lalu minta bantuan karena aku sudah melakukan penelitian dan memiliki cukup hal yang dibutuhkan untuk membantunya,” terang Scooter Braun. Justin Bieeber pun bangkit dan melawan narkoba. Tahun 2015 dia merilis album baru bertajuk Purpuse dan mulai melakukan tour dunia hingga Juli 2017. Meskipun ada beberapa sisa tour yang dibatalkan namun semua itu dilakukan untuk kesehatannya. Dia ingin menjadi sehat fisik dan mentalnya. Bagaimana pun, bukan Justin Bieber seorang yang pernah terpuruk karena narkoba. Deretan artis Hollywood berikut “mengaku” pernah terjerat belit narkoba. Mereka adalah: Angelina Jolie, Johnny Depp, George Clooney, Madonna, Lady Gaga, Megan Fox, Lindsay Lohan, Brad Pitt , Whitney Houston, Rihanna. Artis-artis tersebut mempunyai nama besar di bidangnya. Siapa yang tidak mengenal Angelina Jolie? Dia bintang senior yang populer lewat filmnya Tomb Raider, Salt, Maleficent, Lara Croft dll. Bahkan proyek film terbaru Jolie, First They Killed My Father: A Daughter of Cambodia Remembers ( 2017 ) mendapat pujian kritikus film. Apalagi Johny Depp ( Pirates of Carribean), dia mengaku sudah mencicipi semua jenis narkotika. Begitu juga dengan artis Hollywood lainnya seperti tersebut di atas. Semoga saja saat mereka mengaku memakai narkoba dan saat itu juga mereka sudah meninggalkan barang haram tersebut. Kecuali Whitney Houston konon menjelang akhir hayatnya belum bisa lepas dari narkoba. Sungguh memprihatinkan. Melepaskan Diri dari Jerat Narkoba Memang bagi orang yang sudah kecanduan narkoba sangat sulit untuk melepaskan diri. Namun bukan berarti bahwa mereka tidak bisa lepas dari belitan narkoba. Banyak para pemakai yang sukses dan dapat melepaskan diri darinya. Untuk itu diperlukan perjuangan keras buat membebaskan diri dari cengkeraman narkoba. Bagaim-
anapun, kehilangan memori, mengalamai kerusakan otak dan jantung, memiliki perilaku tidak normal, menjadi lebih agresif bukan merupakan keinginan siapa pun. Menurut Granger pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tidak harus selalu berbicara tentang obat itu sendiri, tapi bisa dengan mengatasi faktor pemicu yang lain seperti misalnya stres.”Kami memiliki program pencegahan yang tidak selalu berbicara tentang obat-obatan dan alkohol. Tapi tentang membangun ketahanan dan tekad pribadi,” Granger mengatakan anak-anak dengan masalah kesehatan mental, atau yang mengalami kesulitan mengelola emosi, memiliki risiko lebih tinggi menjadi pengguna narkoba dan alkohol. Marilah kita jaga keluarga dari jerat narkoba yang ternyata tak kenal siapa. Minimal keluarga inti: suami, istri dan anak-anak. Semoga! ***
Bencana alam di NTB rusak 10 bendungan dan delapan jembatan Kualitas proyeknya dipertanyakan
*** Pol PP temukan bisnis prostitusi berkedok karaoke Harus diusut tuntas
***
SUARA NTB
Senin, 19 Maret 2018
Halaman 15
Ketika Para Ibu Belajar Membuat Keripik Ares Renyah PERNAHKAH Anda mencicipi sayur ares? Kuliner khas Lombok dan di Bali berbahan dasar batang pisang muda (gedebong pisang) ini bahkan sudah kesohor di penjuru nusantara. Ares tak hanya bisa dibikin sayur, melainkan makanan ringan yakni keripik. Di tangan Qomariah, ares, tepung beras dan racikan bumbu disulap menjadi makanan ringan yang beromzet ratusan juta rupiah.
Kali ini, Qomariah berbagi resep dengan puluhan ibu-ibu warga Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Jumat (16/3). Mereka mendapatkan tips bagaimana menyajikan keripik ares, keripik pare hingga keripik pelecing kangkung yang renyah, gurih, tahan lama namun tanpa bahan pengawet. ‘’Kuncinya di penggorengan. Kita harus tahu kapan adonan dicelupkan di minyak panas,
Bencana Alam di NTB Rusak 10 Bendungan dan Delapan Jembatan Dari Hal. 1 Fasilitas umum juga tidak luput dari dampak bencana. Sedikitnya 4 perkantoran rusak ringan, 3 tempat ibadah rusak ringan, 2 puskesmas rusak ringan, dan 15 sekolah rusak ringan. Kemudian bencana banjir pada bulan Januari ini merendam sekitar 367 Ha lahan pertanian. ‘’Bencana banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi yaitu 36 kejadian, angin puting beliung 14 kejadian, tanah longsor tujuh kejadian, gempa bumi dua kejadian dan konflik sosial dua kejadian. Bencana ini tersebar di 10 Kabupaten/Kota seNTB,’’ sebut Rum. Bencana banjir ini tidak lepas dari tingginya curah hujan dalam tiga bulan terakhir. Tercatat Januari 2018 kondisi curah hujan berkisar antara 129 – 790 mm per bulan. Curah hujan teringgi terjadi di Pos Sembalun Kabupaten Lombok Timur yang mencapai 790 mm. Sedangkan curah hujan terendah tercatat di Kecamaan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam hal penanganan bencana khususnya di wilayah NTB, diakuinya masih dirasa kurang maksimal. Seperti, pos komando tanggap darurat belum berjalan secara maksimal sesuai dengan yang di-
harapkan. Lemahnya sumberdaya yang dimiliki oleh kabupaten/kota baik menyangkut peralatan kebencanaan. Juga anggaran dan sumber daya manusia yang berpengalaman dalam kebencanaan. ‘’Lemahnya koordinasi lintas sektoral, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara lingkungan masih rendah,’’ jelasnya. Fakta lainnya, kerusakan lingkungan dari hulu sampai ke hilir akibat adanya peralihan fungsi lahan dan kurang seriusnya aparat penegak hukum melakukan tindakan hukum terhadap perambah hutan. Kurangnya sinkronisasi perihal tata ruang antara satu instansi dengan instansi lainnya. Terakhir, masih dirasakan kurangnya mitigasi terkait sosialisasi kebencanaan. Ditambahkan Rum, penanganan bencana pada sampai pertengahan Maret 2018 ini lebih dominan dilaksanakan oleh BPBD kabupaten dan kota. Sementara BPBD Provinsi NTB tetap memback up berupa peralatan dan kebutuhan logistik yang diperlukan oleh kabupaten/kota. (ars)
Hindari Hoaks Dari Hal. 1 di sela sela peresmian akses internet di Desa Uma Beringin Sumbawa, Sabtu (17/3). Apalagi pada tahun ini, lanjut Rudiantara, pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Penyebaran hoaks terutama terkait pelanggaran terhadap Peraturan KPU mesti dihindari. Pemerintah juga bekerjasama dengan sembilan platform, seperti facebook, twitter, whatsApp dan lainnya
yang akan membantu membersihkan hoaks. Terkait BTS dan akses internet, Rudiantara menyebutkan, masih ada sekitar 5000 desa se Indonesia yang belum mempunayi sinyal. Ditargetkan sisa desa dimaksud akan tuntas paling lambat akhir 2019. Termasuk di Sumbawa akan ada lagi wilayah terpencil untuk peningkatan BTS dan akses internet. (arn)
Tunda Pencairan DAU Dari Hal. 1 154 daerah yang ditunda pencairan DAU-nya senilai Rp 625,5 miliar. Sedangkan yang terlambat melaporkan belanja infrastruktur terdapat di 38 daerah dengan nilai Rp 188,8 miliar. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Taukhid, SE, M. Sc.IB, MBA yang dikonfirmasi Suara NTB, pekan kemarin belum mengetahui data detail daerah-daerah yang kena penundaan dan pemangkasan DAU tersebut. Apakah ada Pemda di NTB yang kena sanksi akibat keterlambatan penyampaian IKD tersebut. ‘’Kalau itu (kena penundaan dan pemangkasan DAU) saya belum periksa,’’ ujarnya. Namun, Taukhid mengatakan pemberian sanksi tersebut merupakan hal yang biasa dan sudah berlangsung sejak lama. Hal ini dimaksudkan agar Pemda disiplin dalam membelanjakan anggaran. ‘’Saya pikir perlakuan seperti itu kan sudah berlangsung lama,’’ katanya. Berdasarkan data Kanwil DJPB NTB, DAU untuk Pemprov NTB pada 2018 naik sebesar Rp 121 miliar. Sementara, DAU untuk 10 kabupaten/kota mengalami penurunan sebesar Rp 102 miliar. Secara umum, jumlah DAU ke NTB pada 2018 meningkat dibanding 2017. Pada 2017, total DAU yang diterima 11 Pemda di NTB sebesar Rp 8,554 triliun. Meningkat menjadi Rp 8,564 triliun pada 2018 mendatang. Namun kenaikan DAU tersebut hanya untuk Pemprov NTB sedangkan 10 Pemda kabupaten/kota justru mengalami penurunan. Penurunan jumlah DAU yang diterima Pemda kabupaten/kota akibat peralihan sejumlah personel atau pegawai ke provinsi. Seperti bidang pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB, kehutanan, perhubungan, kelautan dan perikanan. Untuk DAU yang diterima Pemprov sebesar Rp 1,537 triliun pada 2018. Angka ini meningkat sebesar Rp 121 miliar dibandingkan 2017 yang hanya sebesar Rp 1,416 triliun. Sedangkan DAU untuk kabupaten/kota pada 2018 di-
pangkas. Seperti Kabupaten Bima turun sebesar Rp 14,118 miliar. Tahun 2017, Bima memperoleh DAU sebesar Rp 895,038 miliar, turun menjadi Rp 880,920 miliar pada 2018. Kabupaten Dompu turun sebesar Rp 10,229 miliar. Tahun 2017, Dompu memperoleh DAU sebesar Rp 582,290 miliar, turun menjadi Rp 572,061 miliar pada 2018. Kabupaten Lombok Barat turun sebesar Rp 13,716 miliar. Tahun 2017, Lombok Barat memperoleh DAU sebesar Rp 784,744 miliar, turun menjadi Rp 771,028 miliar pada 2018. Kabupaten Lombok Tengah turun sebesar Rp 13,433 miliar. Tahun 2017, Lombok Tengah memperoleh DAU sebesar Rp 998,650 miliar, turun menjadi Rp 985,217 miliar pada 2018. Kabupaten Lombok Timur turun sebesar Rp 15 miliar. Tahun 2017, Lombok Timur memperoleh DAU sebesar Rp 1,162 triliun, turun menjadi Rp 1,147 triliun pada 2018. Kabupaten Sumbawa turun sebesar Rp 8,34 miliar. Tahun 2017, Sumbawa memperoleh DAU sebesar Rp 830,267 miliar, turun menjadi Rp 821,927 miliar pada 2018. Kota Mataram turun sebesar Rp 10,689 miliar. Tahun 2017, Kota Mataram memperoleh DAU sebesar Rp 609,016 miliar, turun menjadi Rp 598,318 miliar pada 2018. Kota Bima turun sebesar Rp 8,153 miliar. Tahun 2017, Kota Bima memperoleh DAU sebesar Rp 464,125 miliar, turun menjadi Rp 455,972 miliar pada 2018. Kabupaten Sumbawa Barat turun sebesar Rp 3,547 miliar. Tahun 2017, Sumbawa Barat memperoleh DAU sebesar Rp 403,831 miliar, turun menjadi Rp 400,284 miliar pada 2018. Kabupaten Lombok Utara turun sebesar Rp 5,277 miliar. Tahun 2017, Lombok Utara memperoleh DAU sebesar Rp 398,209 miliar, turun menjadi Rp 392,932 miliar pada 2018. (nas)
kapan diangkat, lalu digoreng kembali. Jangan sampai minyak panas bergerak sebab bikin adonan gosong,”’’ujar Qomariah yang mulai menekuni bisnis keripik ares tujuh tahun silam. Atik, salah satu peserta, mengaku saat melihat demo membuat keripik ares tertarik membuat sendiri di rumah. ‘’Saya akan praktik sendiri di rumah, siapa tahu bisa jualan dan nambah penghasilan juga,’’ akunya. Menurut Qomariah, yang merupakan UMKM binaan Disperindag Lombok Barat ini, menggoreng keripik gampang-gampang susah. “Kalau irisan terlalu tebal, hasilnya nggak gurih. Kalau minyak belum panas betul, hasilnya nyerap minyak. Kalau minyak kepanasan, gosong,” katanya. Bagi pemula, khususnya apabila wajan di rumah ukuran kecil sebaiknya digoreng dua kali agar menghasilkan hasil yang sama. “Setelah di-
adoni, celupkan ke minyak panas sebentar lalu angkat, setelah beberapa gorengan pertama ditiriskan maka bisa digoreng lagi bersamaan,” jelasnya. Corporate Communication Alfamart NTB, Ame Dwi Pramesti mengatakan, program ini bertujuan untuk menciptakan jiwa kewirausahaan terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga. ‘’Sejalan dengan arahan Pak Kusuf Kalla, para pengusaha didorong untuk berperan aktif menumbuhkan jiwa kewirausahaan guna menggerakkan ekonomi kerakyatan.’’ Program CSR ini, telah dijalankan Alfamart secara nasional sejak awal 2017. “Prioritasnya adalah masyarakat di sekitar toko Alfamart. Jadi, selain sebagai brand awareness kami juga memposisikan diri sebagai toko komunitas yang memberi manfaat bagi masyarakat setempat,” katanya.
(Suara NTB/ist)
FOTO BERSAMA- Para ibu warga Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Jumat (16/3) foto bersama usai pelatihan membuat keripik ares. Salmawati, peserta lainnya, berterima kasih karena
Kerjasama dengan Freeport
AMNT Investasikan Rp 26 Triliun Bangun Smelter di KSB Mataram (Suara NTB) PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mennginvestasikan dana sebesar Rp 26 triliun untuk pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Untuk pemanfaatan smelter yang ada di KSB, AMNT akan bekerjasama dengan PT. Freeport Indonesia. Hal tersebut terungkap saat kunjungan enam delegasi PT. Freeport Indonesia yang didampingi pejabat dari PT. AMNT dan PT. AMIN (Amman Mineral Industri) ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, pekan lalu di Mataram. Enam orang delegasi PT. Freeport Indonesia dipimpin Andi Mukhsia - VP Enviromental dan Erika Silva selaku General Superintendent Smelter Project PT. Freeport Indonesia.. Mereka didampingi tiga orang dari PT AMNT dan dua or-
ang dari PT. AMIN. Kedatangan mereka, bermaksud untuk konsultasi masalah perizinan. Mereka ingin mengetahui tata cara perizinan smelter di NTB. Serta ingin mengetahui komitmen Pemprov NTB dalam mendukung pembangunan smelter PT AMNT. Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H.L. Gita Ariadi, M. Si menjelaskan proses dan progres perizinan pembangunan smelter PT AMNT termasuk dukungan dan komitmen Pemprov NTB. Hingga saat ini, kata Gita, dalam proses pembangunan smelter ini PT AMIN telah mengantongi izin lingkungan dan PT AMNT telah memiliki Izin Pemanfaatan Ruang dari provinsi. Berbagai perizinan lainnya juga sedang di urus baik di Pemprov NTB maupun di KSB. Gita mengatakan, Pemprov sangat mendukung pembangunan smelter PT AMNT yang berdasarkan izin prinsip penanaman modalnya akan investasi sebesar Rp 26 triliun.
Dijelaskan, proses dan persyaratan pembangunan smelter baik kepada perusahaan yang telah memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUPOP) atau pun yang belum. Bagi perusahaan yang tidak memiliki IUP- OP namun berminat bangun smelter harus memohon Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus Pengolahan dan Pemurnian ( IUPOPK Pengolahan dan Pemurnian) yang dilengkapi berbagai dokumen-dokumen pendukung. Dalam kesempatan tersebut terungkap rencana dan keinginan PT. Freeport Indonesia untuk bekerjasama dengan PT AMNT dalam pemanfaatan smelter ke depan. Terkait keinginan kerjasama tersebut, perwakilan dari PT AMNT, M. Zulkifli Fajariadi mengakui sudah ada MoU antara PT AMNT dengan PT Freeport Indonesia terkait pemanfaatan smelter yang ada di KSB. (nas)
TGH. Zamharir: Terjun Langsung ke Masyarakat Bawah Dari Hal. 1 Hal ini sesuai hasil wawancaranya dengan TGH. Abdul Latif yang dituangkan dalam Buku Ali BD di Mata Ulama dan Sahabat. Kata TGH. Zamharir, ia mengenal Ali BD sejak menjadi Bupati Lotim periode 2003-2008. Nama Ali BD sendiri jauh sebelumnya sudah diketahui tuan guru ini, saat menjadi salah satu guru di Maarif Mataram. Ali BD katanya, merupakan figur pemimpin yang sederhana dan bermasyarakat. Terjun langsung ke tengah masyarakat, melihat kondisi ril masyarakat bawah sudah menjadi kebiasannya. Seperti dilakukan sebelum membangun Pasar Aikmel kala itu. Kondisi pasar yang kumuh dan becek tidak kemudian membuat Ali Dachlan ini ragu melangkahkan kaki. Selain ke tengah pasar, Ali BD ini juga langsung ke kampung-kampung tempat tinggal
warga. Bersua dan menggali informasi langsung dengan masyarakat pedesaan. Tidak ada jarak antara pemimpin dengan rakyat. Ali BD sangat memperhatikan perkonomian masyarakat. Karenanya, tempattempat aktivitas ekonomi dibangun. Pasar-pasar diperindah agar warga bisa melakukan transaksi jual beli dengan aman dan nyaman. Selain itu, yang sangat luar biasa sekali pada disi Ali BD sebagai Bupati Lotim adalah menegakkan syariat Islam. Utamanya zakat. Ali BD mempertaruhkan jabatannya dalam menegakkan syariat Islam. ‘’Ini memang luar baisa,’’ pengakuan TGH Zamharir. Saat ini penerapan Perda Zakat di Lotim sudah bisa berjalan dengan baik. Zakat ini sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat miskin bisa dibantu dengan adanya zakat. Berikutnya, kegiatan per-
ayaan hari besar Islam setiap tahunnya menunjukkan Ali BD ini sebagai satu-satunya kepala daerah yang berani melakukannya. Sampai sekarang, kegiatan Festival Muharram selalu ramai digelar di Gumi Selaparang. Festival Muharam ini merupakan wujud dari kecintaan Ali Dachlan terhadap agama Islam. Ali BD juga sangat peduli terhadap tumbuh kembang lembaga-lembaga pendidikan Islam. Seperti pondok-pondok pesantren. ‘’Termasuk pondok saya juga sangat sering dibantu oleh Pak Ali,’’ ucapnya. Bahkan sebelum menjadi Bupati, Ali BD memberikan Pondok Pesantren Al Manan ini tanah seluas 15 are sebagai tempat pembangunan pondok pesantren. ‘’Itu juga yang luar biasa pada Pak Ali,’’ imbuhnya. Ali BD itu, lanjutnya sudah levelnya gubernur. Tuan Guru Zamharir ini menyatakan, sangat mendukung Amaq Asrul itu menjadi Gubernur NTB. (*)
kegiatan semacam ini membekali ibu-ibu rumah tangga dengan ilmu yang bermanfaat. “Kalau lihat langsung dengan baca resep di google itu beda.
Kegiatan ini sangat positif. Semoga bisa terus dijalankan di tempat-tempat lain dan ditiru oleh perusahaan lain,” harapnya. (r)
Dr. Zul Ajak Warga NTB Cetak Sejarah Dari Hal. 1 Di Kelurahan Tanjung ini, Dr. Zul disambut meriah masyarakat setempat. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini disambut dengan iring-iringan musik dan teriakan yel yel Zul-Rohmi. Saat Dr. Zul berjalan menuju panggung acara, ia dikerumuni oleh warga yang berebut ingin bersalaman dan foto bersama. ‘’Nanti, 27 Juni, mari berbondong-bondong kita ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Coblos jilbabnya. Maka kita akan bersama-sama membuat sejarah baru untuk NTB,’’ ujar Dr. Zul dalam pidatonya. Sejarah yang dimaksudkan mantan anggota DPR RI tiga periode itu adalah, jika ZulRohmi menang di Pilkada NTB 2018, mereka akan jadi duet laki-laki dan perempuan
pertama menjadi pemimpin daerah di NTB. Sebelumnya hal ini belum pernah terjadi di NTB. Pidato singkat Dr. Zul ini membakar semangat warga Kelurahan Tanjung untuk memenangkan pasangan Zul-Rohmi. Koordinator Tim Gender Kelurahan Tanjung, Rosmini Syahbudin mengatakan, ia dan masyarakat sudah menetapkan pilihan dan berkomitmen untuk memenangkan pasangan Zul-Rohmi di Pilkada NTB 2018. Mereka senang dengan paslon nomor urut tiga ini karena merepresentasikan kaum muda, intelektual, dan berkomitmen mengakomodir kepentingan perempuan NTB. ‘’Kami warga Tanjung sangat senang dengan Zul-Rohmi. Kami siap menangkan Zul- Rohmi,’’ ujar Rosmini dengan penuh semangat. (*)
Amaq Asrul: Lombok Indonesia Mini Dari Hal. 1 ‘’Ini teori saya, kalau Lombok ini bagus maka bagus Indonesia,’’ kata Amaq Asrul. Dikatakan, kalau orang Indonesia ini sama seperti orang Sasak pasti maju Indonesia. Sasak disebut miniatur Indonesia karena masyarakat Sasak ini sangat komplek. Sasak lahir dari suku bangsa yang berbeda-beda. Orang Sasak tidak datang dari satu tempat. Tidak ada di dunia seperti orang Sasak. Teorinya, karena orang Sasak datang dari berbagai penjuru. Tidak seperti orang Jawa dari Banyuwangi sampai Semarang itu satu bahasa. Bali, Bima, Sumbawa pun memiliki bahasa yang sama. Berbeda dengan orang Sasak. Sasak ini banyak macam bahasanya. Ada pepatah atau disebut sesenggak Sasak, “lain setuk lain jajak”. Artinya, lain gubuk lain bahasa. Suku Sasak dibangun di atas perbedaan. Karenanya Sasak istimewa di dunia. ‘’Saya tulis di Madinah, tentang buku pintar bahasa Sasak. Di situ saya tulis orang Sasak terbaik di dunia,’’ tutur Ali BD. Sasak, kaya akar bahasa dan adat istiadat. Itu semua karena Islam. Dahulu, orang Sasak disebut bodoh oleh penjajah Belanda. Belanda katanya datang ke Lombok tahun
1896. Belanda terpaksa masuk ke Lombok karena dikhawatirkan masuk Inggris. Orang Belanda tidak tahu orang Sasak beragama Islam. Belanda menamainya agama Sasak. Lalu pimpinan Belanda ini mencoba mendatangkan agama baru. Dalam kurun waktu 10-20 tahun tidak ada orang Sasak yang pindah agama. Orang Sasak tidak berpindah agama. Inilah kehebatan orang Sasak. Akidah orang Sasak tidak ada tandingannya. Terbukti dari keberadaan para tuan guru di Lotim. Banyak pondok pesantren. Lotim terdapat 1.760 masjid dan 3.600 mushala. Tidak ada di dunia seperti di Lombok dengan bangunan masjid. Banyaknya masjid menunjukkan warga Sasak ini sangat kuat agamanya. Soal kemiskinan, dimana-mana ada orang miskin. Negaranegara maju juga banyak orang miskin. Termasuk Amerika sebagai negara adidaya juga banyak orang miskin. Karena ketaatan dan kepatuhan orang Sasak ini membuat Allah membayarnya dengan cash. Yakni dikuatkannya agama Islam di Gumi Sasak. Dinul Islam katanya kembali sangat kuat. Sehingga kata kefakiran pintu kekufuran tidak berlaku bagi orang Sasak. (rus)
Lalu Mudjitahid Ajak Masyarakat Dukung Program Ahyar Abduh Dari Hal. 1 agenda kampanye dan sosialisasi pemenangan Ahyar Mori pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 - 2023. Pada kesempatan ini, Mamiq Mudji - sapaan akrabnya - menitipkan pesan untuk para pasangan calon yang berkompetisi dalam Pilkada kali ini. Beliau menyerukan untuk para paslon dapat berkompetisi dengan caracara yang baik dan terhormat, dan saling menguatkan ide program untuk memenangkan hati masyarakat. Dalam kesempatan itu, Mamiq Mudji juga menegaskan bahwa sebelum ini, dirinya tidak pernah menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon di Pilkada NTB. “Soal pilihan, kita serahkan ke masyarakat,” ujar tokoh yang merupakan Walikota Mataram periode 1978 - 1989 ini. Hanya saja, Mamiq Mudji menegaskan bahwa ia akan mendukung program dari pasangan calon yang baik untuk masyarakat. “Yang utama adalah programnya baik untuk masyarakat. Kalau Ahyar-Mori mau mengembangkan Koperasi Syari’ah Berbasis Masjid, pasti saya paling depan mendukung.
Saya ini Ketua Tim Pengembangan Koperasi Syari’ah Berbasis Masjid. Sekaligus saya akan mengembangkan jaringan-jaringan saya yang ada di bawah,” lanjutnya. Dalam video yang beredar di media sosial, Mamiq Mudji secara tegas juga menyerukan kepada masyarakat untuk mendukung TGH. Ahyar Abduh tidak sebatas dengan memberikan hak pilih atau suaranya. Lebih dari itu, masyarakat perlu memberikan dukungan terhadap program nyata yang akan dikerjakan Ahyar-Mori nantinya. “Ayo kita dukung ustadz Ahyar, tapi jangan hanya dengan suara, dengan mengumpulkan suara untuk menangkan. Tapi dukung nanti dengan program yang nyata. Karena, beliau kan dua periode mimpin kota. Nah, di Kota berhasil kan beliau?” Pertemuan ini ditutup dengan penyampaian Mamiq Mudji terkait kriteria yang harus dimiliki oleh pemimpin NTB ke depan. “Kriteria yang harus dimiliki ada dua : Pertama adalah Tauhid, yang dibuktikan dengan menjalankan ibadah secara rutin dan ikhlas, yakin tentang keberadaan Allah SWT yang selalu mengawasi kita. Kedua adalah amal sholeh, yang merupakan perwujudan
dari tauhid dan keimanan yang dimiliki”, tutupnya. Relawan Gemar AA Pada Minggu (18/3), sekitar 500-an warga Pringgabaya dan Labuan Lombok menghadiri pengukuhan Relawan Gemar AA untuk TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, S.E pada Pilkada NTB 2018 - 2023 di Dusun S Prerenan, Desa Pringgabaya, Kecamatan Labuan Lombok, Lombok Timur. Acara yang diinisiasi oleh Relawan Gemar AA, ini diawali dengan sambutan iring-iringan rombongan Calon Gubernur NTB TGH. Ahyar Abduh, dengan kesenian tradisional Sasak yaitu gendang beleq. Sejumlah warga dengan antusias menyambut Calon Gubernur Nomor Urut 2 ini, dengan bersalaman dan berfoto bersama, sembari mengantarkan beliau ke tempat acara sambil meneriakkan yel-yel kemenangan untuk Ahyar - Mori. Erwin sebagai Ketua Relawan Gemar AA, menyampaikan perlunya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persatuan di tengah pesta demokrasi ini. Ia juga mengimbau dan mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang memiliki program yang tepat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Inisiator pertemuan ini memaparkan bahwa Ahyar Mori adalah pemimpin yang tepat. Dilihat dari keberhasilan TGH.Ahyar Abduh sebagai pejabat pemerintahan selama 23 tahun, termasuk menjadi pucuk pimpinan pemerintahan Kota Mataram selama 2 periode. Sementara itu, TGH. Ahyar Abduh dalam orasi politiknya menyampaikan komitmennya untuk menepati segala janji kerja yang telah ia buat dengan seluruh masyarakat NTB. Terutama program Pemerataan pendidikan dan kesehatan masyarakat hingga pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan cita-cita kita bersama, yaitu Beriman, Berbudaya dan Sejahtera. “Kita tidak ingin lagi melihat ada anak yang putus sekolah, terlebih tenaga pengajar yang telah berjuang namun kesejahteraannya tidak diperhatikan. Kami akan tingkatkan fasilitas sekolah dan kualitas guru, serta memberikan program beasiswa untuk anakanak tidak mampu,” ujar Paslon Nomor Urut 2 ini. Selain meningkatkan kualitas sektor pendidikan, TGH. Ahyar Abduh juga berjanji untuk meningkatkan fasilitas kesehatan yang ada di Provinsi
NTB, seperti fasilitas kesehatan yang harus menyentuh seluruh desa di Provinsi NTB, serta kualitas Rumah Sakit yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa bisa dinaikan tingkatnya menjadi A, dan untuk Rumah Sakit yang di Pulau Sumbawa minimal bisa mencapai tingkat B. Adapun TGH Ahyar Abduh menyoroti tenaga medis nonPNS terutama mengenai kesejahteraannya. “Kita harus fokus juga terhadap kesehatan masyarakat, seluruh masyarakat NTB berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima dan setara, tak pandang apakah masyarakat kelas atas atau bawah semua berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima,” ujar Ahyar. Acara ini di sekaligus dirangkaikan dengan pembacaan deklarasi Relawan Gemar AA yang dipimpin langsung oleh TGH. Ahyar Abduh sekaligus menutup kegiatan silaturahim di Lombok Timur, selanjutnya TGH. Ahyar Abduh beserta rombongan menuju Mataram untuk menghadiri konsolidasi akbar pemenangan pemilukada yang diselenggarakan oleh Partai Persatuan Pembangunan, yang dihadiri langsung Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Rhomahurmuziy,. M.T. (tim)
BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598
Senin, 19 Maret 2018
suarantb.com
@suarantbcom
@suarantbcom
http://facebook.com/suarantbdotcom
http://twitter.com/suarantbcom
http://instagram.com/suarantbcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257
Kerjasama Humas Pemkab Sumbawa dengan Harian Suara NTB
Menteri Kominfo Resmikan Akses Internet di Uma Beringin dan Tolo’oi Sumbawa Besar (Suara NTB) Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, meresmikan akses internet di desa Uma Beringin Kecamatan Unter Iwes dan di desa Tolo’oi (wilayah terpencil perbatasan timur Sumbawa) Kecamatan Tarano, Sabtu (17/3), ditandai penandatanganan prasasti. Menteri Rudiantara mengatakan informasi memberikan kesempatan membuka peluang baru untuk mencapai kemajuan dalam berbagai bidang. Di Kabupaten Sumbawa sudah ada 55 jaringan internet yang dibiayai oleh Kominfo dengan mensubsidi rata-rata Rp 500 juta per tahun, dengan nilai sekitar Rp 25 miliar untuk internet, selain untuk sinyal. Agar terjadi percepatan aktivitas ekonomi di daerah-daerah tert-
inggal. Apalagi nawacita nomor 3 Pemerintahan Jokowi JK, membangun Indonesia dari pinggiran dan meperkuat daerah-daerah dan desa. Kepada anak-anak sekolah yang hadir dalam peresmian, diminta memanfaatkan internet sebagai akses untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan informasi. Sebagai langkah awal pemerintah menuju Indonesia yang semakin baik pada tahun 2030. “Anak-anak usia belasan tahun (teens) saat ini, yang akan berperan mengendalikan negeri ini pada saat puncak bonus demografi pada tahun 2030, dan merupakan tanggung jawab kita bersama mempersiapkan sebaik mungkin, sehingga dapat menjadi orang-orang yang betul-betul mampu membawa Indonesia mencapai masa kejayaan,” lanjut Menteri. Sementara di Tolo’oi, sebelum meresmikan BTS (Base Transceiver Station) 4G, Men-
teri Rudiantara menyampaikan sebelumnya BTS ini sudah ada. Hanya saja yang bisa digunakan untuk menelepon dan SMS. Tetapi sekarang dengan 4G bisa mengirim foto, masuk ke akun media sosial seperti facebook, twitter dan lainnya. “Ini juga banyak manfaatnya, apalagi mau panen jagung. Kalau sebelumnya menggunakan 2G, saat panen jagung hanya bisa telepon dan SMS. Sekarang dengan 4G difoto kebun jagungnya bahwa sudah siap dipanen dan dikirimkan fotonya. Itu manfaatnya menggunakan 4G,” ujarnya. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kominfo RI beserta segenap jajaran, karena sepanjang tahun 2016 dan 2017 Kabupaten Sumbawa telah memperoleh alokasi bantuan akses internet program USO sebanyak 67 unit, yang teralokasikan untuk 26 Kelom-
pok Informasi Masyarakat dan Kampung Media, 24 layanan publik kecamatan, 14 akses layanan pendidikan (sekolah), 2 akses layanan kesehatan (puskesmas) dan 1 akses layanan ketenagakerjaan (LLK Disnakertrans). Akses internet ini mampu menjawab sebagian harapan masyarakat di beberapa wilayah yang mengharapkan akses informasi yang cepat, tepat dan produktif. Saat ini, Kabupaten Sumbawa masih membutuhkan 222 akses internet untuk sarana pelayanan dasar, kantor desa, kelompok informasi masyarakat, sekolah puskesmas dan kelompok ekonomi kreatif masyarakat, khususnya untuk menunjang transpormasi informasi yang cepat dan akurat pada Pilkada, Pileg dan Pilpres yang akan datang, yang sudah berbasis teknologi informasi (IT). Sejak 2016 , Pemkab Sumbawa telah menginisiasi ter-
bentuknya 24 KIM dan 4 Kamping Media. Mengingat informasi tidak hanya berasal dari instansi pemerintah atau lembaga formal lainnya. Tetapi masyarakat juga dapat memproduksi dan menjadi penyebar informasi kepada sesama, seperti yang dikelola dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Kampung Media yang ada di Kabupaten Sumbawa. Dalam konteks tersebut Pemda melalui instansi terkait bersinergi dan berupaya melakukan pembinaan agar KIM semakin efektif dan berkembang, sehingga mampu memproduksi dan menyebarkan informasi yang bermanfaat, mampu menjadi wahana improvisasi inovasi lokal desa/kelurahan, serta promosi potensi desa/kelurahan melalui sarana digital. Bahkan keberadaan KIM dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintahan desa yang bersih dan transparan, mensosial-
isasikan pembangunan desa, penyebaran informasi terkait berbagai produk-produk kreatif masyarakat desa, termasuk pengembangan seni budaya dan pariwisata, dan mendorong pengembangan potensi desa lainnya. Di Tolo’oi, Wabup berharap dengan diresmikan BTS 4G ini akan mendorong potensi-potensi yang ada agar dapat berkembang dengan cepat dan dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di daerah ini dan juga mendorong berkembangnya fasilitas di wilayah Kabupaten Sumbawa. Pada 2017, Pemkab menerima alokasi bansos dari Kementerian Kominfo berupa bangunan menara telekomunikasi daerah terpencil sebanyak 7 desa, yaitu di Desa Senawang Kecamatan Orong Telu, Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu, Desa Mata dan Desa Tolo’oi Kecamatan Tarano. Desa Tangkam Pulit dan Desa Bao Desa Keca-
Menteri Rudiantara saat tiba di Desa Tolo’oi bersalaman dengan siswa dan warga
Menteri Kominfo didampingi Wakil Bupati Sumbawa dan Rudi Mbojo saat penandatanganan prasasti di lokasi BTS 4G.
Menteri Kominfo menandatangani pasasti akses internet di Uma Beringin
Penyerahan bantuan CSR dari PT. Surya Energi Indotama kepada Kepala Desa Tolo’oi
Menteri Kominfo bersama Wabup tengah melihat hasil produk UMKM di Uma Beringin
Menteri Kominfo bersama Wabup Sumbawa dan anggota DPR RI, Syafruddin S.T, foto bersama anak sekolah
matan Batu Lanteh, satu dusun di Sampar Bontong Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk. Pada kesempatan tersebut, Menteri Kominfo juga ikut menyaksikan penyerahan bantuan CSR dan sertifikat pelatihan internet sehat oleh Direktur Utama Lintasarta kepada penerima CSR yang diwakili Kepala desa Uma Beringin, kepala Desa Pukat dan dari SMKN 1 Lenangguar. Dalam acara tersebut juga dilakukan uji coba internet dengan video call ke akses internet yang berada di Desa Kukin. Menkominfo juga sempat meninjau UKM PKK dan ruang KIM Kantor desa Uma Beringin. Hadir pula pada acara tersebut Anggota I DPR RI Dapil NTB, H.M Syafruddin, S.T, Dirjen PDT, Sekretaris Daerah Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTB dan pejabat lainnya. (arn/ind/*)
Rudiantara
Menteri Kominfo RI dan rombongan beserta Wakil Bupati saat melakukan video conference dengan Menteri Keuangan RI.
Jasaraharja Jamin Risiko Kecelakaan di Area Bandara Mataram (Suara NTB)Jasaraharja Putera (JP) berkewajiban menanggung risiko kecelakaan calon penumpang pesawat di area bandara, khususnya di Lombok Internasional Airport (LIA). Risiko tersebut telah manjadi tanggung jawab JP setelah adanya kerjasama dengan otoritas bandara, PT. Angkas Pura I di Praya, Lombok Tengah. Salah satu bentuk tanggung jawab atas risiko itu telah dilaksanakan oleh Jasaraharja Putera, Mataram. Baru-baru ini, seorang calon penumpang pesawat menderita kecelakaan tunggal, sebelum diterbangkan. Korban tersebut terpaksa harus dilarikan ke unit penanganan medis di Kota Mataram untuk mendapatkan perawatan. Laporan kecelakaan tunggal
disampaikan langsung oleh otoritas bandara, PT. Angkasa Pura I di Praya, Lombok Tengah. Dari kabar itu, Jasaraharja Putera menyalurkan klim untuk biaya perawatan calon penumpang tersebut. “Untuk biaya perawatan, maksimal Rp 20 juta. Korban kecelakaan tunggal di LIA kita diklaim biaya pengobatannya Rp 4,9 juta,” kata Badrun Achmadi, Kepala Seksi Keuangan di Jasaraharja Putera Mataram. Klaim itu telah diserahkan langsung kepada perwakilan keluarga korban, oleh Guntur Syamsul, General Affair Section Head di Jasaraharja Putera Mataram. Sejak 2017 hingga 2018 ini, Jasaraharja Putera telah menerima dua laporan kecelakaan di area LIA. Kedua laporan
tersebut ditangani langsung, sebagai tanggung jawab perusahaan asuransi ini. Badrun menjelaskan, sebagai Komitmen PT Jasaraharja Putera untuk mengutamakan kecepatan dan tanggap dalam pelayanan terutama pelayanan klaim, pembayaran klaim asuransi kecelakaan diri ini dapat direalisasikan satu hari sejak berkas dan dokumen perawatan/pengobatan lengkap diterima. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang selama berada di area bandar udara serta sebagai bentuk komitmen peningkatan layanan terhadap masyarakat, PT Angkasa Pura I (Persero) bersama Jasaraharja Putra memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri penumpang pesawat udara dan airport
liability insurance. Badrun mengatakan, ruang lingkup atau tugas dan tanggungjawab Jasaraharja Putera di bandara pada program Asuransi kecelakaan diri penumpang pesawat udara di antaranya, ditujukan atau difungsikan kepada para calon penumpang yang akan berangkat dan telah memiliki tiket/kode booking, penumpang yang datang dan keluar dari pesawat dan berada di area bandara, penumpang VIP & CIP dan penumpang transit. “Kerjasama Jasaraharja Putera dengan pengelola bandara ini merupakan bentuk pengalihan tanggungjawab dalam memberikan jaminan keselamatan kepada pemegang tiket ketika berada di areal bandara,” demikian Badrun. (bul)