Skip to main content

Edisi Senin, 02 April 2018 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000

SUARA NTB

SENIN, 2 APRIL 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

16 HALAMAN NOMOR 27 TAHUN KE 14 Online :http://www.suarantb.com E-mail: suarantbnews@gmail.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kedepankan Pembangunan Kebudayaan NTB harus mengendepankan pembangunan kebudayaan. Bicara budaya, harus dibedakan dengan kesenian. Beda dengan sapuk dan gong gamelan. Kebudayaan adalah pikiran baik. Kebudayaan Sasak adalah pikiran-pikiran baik dari masyarakat Sasak. Kebudayaan merupakan keseluruhan gagasan dan komplek nilai-nilai. Kebudayaan komplek gagasan yang didalamnya ada keputusan bersama ada nilainilai yang diakui mekanisme kontrolnya. Pembangunan bangsa itu adalah pembangunan kebudayaan. Bersambung ke hal 15

Ali Sakti saat kampanye di Puyung, Sabtu lalu.

BERSAMA RAKYAT - Ribuan warga Kecamatan Jonggat Lombok Tengah siap bersatu padu mendukung dan mencoblos pasangan Ali-Sakti nomor 4, calon independen, non partai dan non blok pada Pilkada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

CALON INDEPENDEN, NON PARTAI DAN NON BLOK

Ali BD: Indonesia Bisa Jadi Kiblat Islam Dunia (Suara NTB/rus)

DOKTOR H. Moch. Ali Bin Dachlan Minggu (1/4) kemarin silaturahim di Pondok Pesantren Ittihadul Umam Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Calon Gubernur Independen, Non Partai dan Non Blok ini disambut langsung pimpinan Ponpes TGH. Kahar Ahmad beserta para jemaah pengajian rutin di Ponpes tersebut. Bersambung ke hal 15 Ali BD saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Ittihadul Umam Suka Makmur Gerung, Lombok Barat, Minggu (1/4) kemarin.

Satu Penyelenggara Umrah Hentikan Operasional di NTB Mataram (Suara NTB) Kementerian Agama (Kemenag) NTB mengawasi sembilan Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) di daerah ini. Semula, ada 10 PPIU yang beroperasi di NTB. Namun, satu PPIU yang sudah menghentikan operasionalnya. ‘’Penyelenggara umrah yang ada di sini hanya Patuna saja dicabut oleh kantor pusatnya. Cabangnya yang ada di sini dicabut izinnya oleh pihak

TO K O H SK CPNS Bodong

NTB, Sabtu (31/3). Bersambung ke hal 15

KAJIAN TAUHID - Gubernur NTB, TGH.M. Zainul Majdi saat di Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Cigugur Girang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (1/4). Bersama Ustad Abdullah Gimnastiar dan Ustad Abdul Somad, TGB mengisi kajian tauhid di Masjid Rahmatan Lil’ Alamain. Berita selengkapnya di halaman 15.

SK bodong pengangkatan guru honorer SD dan SMP menjadi CPNS heboh di Lombok Tengah (Loteng). Oknum yang melakukan penipuan diduga mencatut nama Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang seolah-olah membubuhkan tandatangan pengangkatan CPNS tersebut. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB mengaku telah mendengar adanya informasi Bersambung ke hal 15 H.Fathurahman

KO M E N TTAA R

kantor pusatnya dia,’’ ujar Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB, L. M. Zainuddin, SH, MH ketika dikonfirmasi Suara

TP4D Provinsi NTB Dampingi Proyek Senilai Rp 415 Miliar Mataram (Suara NTB) Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) mendapat sejumlah permintaan dari instansi untuk pendampingan sejumlah kegiatan. Ada empat permintaan baru untuk tahun 2018 dan sedang dilakukan kajian mendalam serta memberi masukan kepada SKPD terkait, agar tidak ada celah hukum dalam pelaksanaan proyek. Nilai totalnya Rp 415.706.910.000. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/dok)

Cermati Dualisme BPPD (Suara NTB/ist)

BELUM sempat bekerja setelah ditetapkannya sembilan unsur penentu kebijakan, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB dilanda kisruh. Di tubuh badan yang mengurus promosi pariwisata ini terjadi dualisme kepengurusan. Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi sedang mencermati dualime kepengurusan BPPD tersebut. ‘’Nanti Pak Gubernur akan melihat dulu permasalahan-permasalahannya dimana? Kenapa bisa ada dualisme,’’ Bersambung ke hal 15 H. Irnadi Kusuma

Dedi Irawan

Ahyar-Mori akan Buka Jalan Baru Gunung Sari - Mataram Giri Menang (Suara NTB) Calon Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh, menggelar kampanye di Gunung Sari, Sabtu (31/3) 2018 dengan dihadiri ribuan warga pendukungnya. Kepada masyarakat Gunung Sari, TGH. Ahyar Abduh mengutarakan solusi kemacetan berupa pembangunan membangun jalan baru yang akan menghubungkan daerah Gunung Sari dan Mataram. Kampanye TGH. Ahyar Abduh itu dihadiri sekitar (Suara NTB/ist) 1.000 orang dan disertai pengukuhan tim koalisi partai, SWAFOTO - Calon Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh bersama istri melayani pendukungnya yang ingin berswafoto saat teritorial dan relawan. kampanye di Gunung Sari, Sabtu (31/3). Bersambung ke hal 15

Ibnu Salim


SUARA NTB Senin, 2 April 2018

Siap Jadi Tuan Rumah STQ KECAMATAN Ampenan yang ditunjuk menjadi tuan rumah acara STQ tingkat Kota Mataram sudah mulai melakukan persiapan terkait acara tersebut. “Sekarang masing-masing seksi sedang mempersiapkan tugas masing-masing. Sudah mulai marathon dari sekarang, karena waktu tinggal sebulan lagi,” terang Camat Ampenan, Zarkasyi, SE, MM, kepada Suara NTB. Ia menambahkan lebih banyak rapat antarseksi, hanya saat rapat panitia secara lengkap baru akan diberitahukan perkembangannya. “Tetapi dari catatan kita, alhamdulillah perkembangannya sudah bagus, persiapan sudah kita lakukan, tinggal kita action saja,” jelasnya. Pihaknya sendiri sudah memiliki gambaran terkait acara STQ besok yang bisa membuat acaranya berbeda dari sebelumnya. Zarkasyi mengatakan untuk konsep acara STQ nanti, pihaknya mengambil tema yang cukup sederhana dan sesuai dengan kondisinya. “Kami mengambil tema Alqur’an, Ampenan dan Pluralisme yang didasarkan dari moment STQ serta kehidupan masyarakat Ampenan,” tambahnya. Kata Alqur’an diambil dari kegiatan religi yang akan diadakan, sedangkan Ampenan merupakan pintu gerbang penyebaran agama islam di Lombok. “Karena juga Ampenan menjadi tempat acara ini, selain mengingatkan bahwa Ampenan dulunya merupakan pusat nadir kota,” kata Zarkasyi. Makanya pemilihan kota tua sebagai lokasi STQ ini dirasa cocok dengan tema yang diangkat. Untuk kata pluralisme ini mengacu pada keberagaman masyarakat, baik suku maupun agama, sangat toleran satu sama lainnya. Selain menjadi kegiatan agama nantinya, kegiatan STQ nantinya juga menjadi ajang hiburan bagi masyarakat yang datang berkunjung. “Tentunya itu juga dapat membangun kesadaran bagi masyarakat tentang agama, keberagaman, sejarah dan lainnya, tetapi yang paling diketengahkan adalah pesan agamanya,” tukasnya. Sebagai tuan rumah, Zarkasyi sendiri berharap nantinya kecamatan Ampenan bisa keluar menjadi juara umum pada penyelenggaraan STQ tahun ini. “Kita berharap bisa sukses penyelenggaraan serta sukses pencitraan bahwa Ampenan itu pernah jaya, sekaligus bisa sukses secara ekonomi karena pastinya banyak pedagang yang turut meramaikan acara,” terangnya. Kecamatan Ampenan sendiri sudah menggelar seleksi STQ tingkat kecamatan yang dibuka Jumat malam kemarin untuk mendapatkan perwakilan terbaiknya. (uul) Zarkasyi (Suara NTB/uul)

Tertibkan Anjal WAKIL Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Hj. Baiq Mirdiati mengingatkan Pemkot Mataram khususnya Dinas Sosial Kota Mataram agar bergerak cepat menyikapi masih maraknya anak jalanan (anjal) di Mataram. ‘’Kita sayangkan anjal masih ada di Mataram,’’ cetusnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, pekan kemarin. Jika tidak segera disikapi, dia khawatir, jumlahnya akan semakin banyak. ‘’Kalau jumlahnya sudah makin banyak, akan sulit ditanggulagi,’’ ujarnya. Untuk itu, Mirdiati menyarankan Disos menggandeng Satpol PP, melakukan patroli rutin setiap hari. Tidak hanya patroli secara berkeliling, ia juga menganggap perlu adanya posko pemantauan dan juga mobil patroli. Hal ini, karena anjal yang ditemukan di Mataram, tidak ansih berasal dari Kota Mataram, melainkan juga dari luar Mataram. Mirdiati menyebutkan bahwa anjal yang berkeliaran di Mataram, ada oknum yang mengkoordinir. Untuk anjal yang berasal dari Kota Mataram, Mirdiati mengatakan, bahwa mereka harus diberikan pembinaan dan penyuluhan. ‘’Untuk yang dari luar Mataram, kita bisa pulangkan mereka ke kampung masing-masing,’’ ucapnya. Di sisi lain, anggota Dewan dari Dapil Mataram – Sekarbela ini mengaku prihatin dengan fenomena anjal di Mataram. Menurut Mirdiati, karena kondisi perekonomian keluarga yang serba kekurangan membuat mereka terpaksa berada di jalan. Dan, kondisi ini diyakininya akan terus berlangsung, apalagi menjelang bulan puasa. ‘’Pemerintah harus cepat ambil langkah unutk penertiban anjal. Kita khawatir dengan keselamatan mereka. Kalau ada kecelakaan, siapa yang akan bertanggung jawab,’’ imbuhnya. Pada bagian lain, politisi Gerindra ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan apapun kepada anjal. ‘’Biar tidak terbiasa. Karena itu dapat menggangu ketertiban keamanan dan ketentranan di Kota Mataram. Peran utama satgas sangat diperlukan pada saat ini. Bukannya hilang datang dan alasan lain. Ini harus dipantau setiap hari. Oleh karena itu, perlu adanya langkah terpadu agar sejalan dengan visi misi Kota Mataram. ‘’Dengan pembinaan sosial atau bantuan sosial bisa hidup mandiri secara ekonomi dan sosial,’’ pungkasnya. (fit) Hj. Baiq Mirdiati (Suara NTB/ist)

SUARA MATARAM

Halaman 2

Sejumlah Pejabat Pemkot Mataram Diklarifikasi APH

Mataram (Suara NTB) Sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Mataram telah diklarifikasi oleh aparat penegak hukum (APH). Sebagian di antara mereka diklarifikasi soal pelaksanaan program yang telah dilaksanakan saat menjabat dalam posisi struktural sebelumnya. Keterangan yang diperoleh Suara NTB, akhir pekan kemarin menyebutkan, mereka antara lain Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Baiq Nelly Kusumawati. Dia diklarifikasi terkait kapasitasnya sewaktu menduduki posisi Kepala Bagian Umum Setda Kota Mataram. Informasinya, item pemeriksaan berkaitan dengan pengadaan barang. Kabag Umum saat ini, Dra Dian Ayu Ningrati juga diperiksa seputar sepengetahuannya mengenai pengadaan barang tersebut. Menanggapi hal tersebut Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito menjawab secara

normatif bahwa pemanggilan sejumlah pejabat oleh Kejaksaan kemungkinan hanya mengklarifikasi data saja. Ia pun meminta bawahannya memberikan keterangan dibutuhkan oleh penyidik serta tetap kooperatif. “Mungkin hanya minta data saja,” jawab Eko pekan kemarin. Eko cukup irit berkomentar mengenai hal tersebut dan tidak memberikan penjelasan tambahan seputar pemeriksaan pejabat. Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Sudenom. Ia tidak saja diperiksa oleh Kejaksaan, tapi juga kepolisian. Sedikitnya tiga item digali oleh Kejaksaan maupun kepolisian. Pertama, berkaitan

PPG, pengadaan buku dan sarana prasarana serta honor. Berikutnya, Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH.MH. Ia diperiksa berkaitan dengan kapasitasnya semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan. Wartan diklarifikasi seputar retribusi pasar. Sebelum memeriksa Asisten II yang bulan Juni ini memasuki masa purnatugas, kejaksaan sebelumnya memeriksa Lalu Alwan Basri. Alwan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan diperiksa dengan materi sama. Pejabat Pemkot lebih dulu diperiksa yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pena-

taan Ruang, Ir. H. Mahmuddin Tura. Kejaksaan menggali informasi mengenai mangkraknya Mataram Water Park (MWP). Daftar nama pejabat Pemkot lainnya adalah Kepala Dinas Perhubungan, Drs. H. Khalid. Khalid dimintai keterangan seputar dugaan kebocoran retribusi parkir tepi jalan umum. Kejaksaan sebelumnya memanggil Kepala UPTD Perparkiran seputar indikasi kebocoran tersebut. Berikutnya, Kepala Badan Keuangan Daerah, Drs. H.M. Syakirin Hukmi. Ia dipanggil terkait dugaan penjualan aset shopping center di Kelurahan Pejanggik. Kepala Dikbud Kota Mataram, H. Sudenom membenarkan pemeriksaan dirinya oleh kejaksaan dan kepolisian. Ia mengaku, tetap kooperatif memberikan data dan keterangan dibutuhkan penyidik. Tiga hal yang meski diklarifikasi berkaitan dengan PPG, pengadaan buku dan sarana prasarana.

Untuk melengkapi keterangan, penyidik bahkan memanggil 200 guru. “Satu - satu diperiksaa oleh kejaksaan,” jawabnya. Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, I Gde Sudiartha berpikir positif mengenai pemeriksaan sejumlah pejabat di Pemkot Mataram. Kemungkinan mereka hanya memberikan keterangan terkait peraturan perundang - undangan. Karena diketahui para pejabat harus menyesuaikan diri pasca perubahan OPD. “Pimpinan SKPD yang dulu menyusun RKA. Setelah itu, lalu dilaksanakan OPD baru. Ada kekeliruan diklarifikasi. Kan wajar,” kata dia. Politisi Partai Gerindra memastikan bahwa pemeriksaan oleh aparat penegak hukum tersebut dipastikan tidak mengganggu ritme pemerintahan. Ia pun mengingatkan agar pimpinan OPD melaksanakan program sesuai peraturan perundang - undangan. (cem)

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 ngaturan lebih lanjut, sehMataram (Suara NTB) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Satu persatu, Pemkot ingga kebijakan perusa1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Mataram kehilangan po- haan menggratiskan parkir, 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 tensi pendapatan asli daer- justru berimbas terhadap 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 ah (PAD) dari pajak parkir. hilangnya potensi pajak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Ini menyusul manajemen parkir bagi pemerintah. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 “Kalau kami bergerak mal dan retail modern ber1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 berdasarkan aturan,” tamlomba lomba menerapkan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 parkir gratis guna menarik bahnya. Pihaknya sedang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 mengusulkan perubahan konsumen. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Penerapan parkir grat- Perda. Posisi sekarang ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 is kata Kepala Badan lanjut dia, sedang dilaku1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Keuangan Daerah (BKD) kan evaluasi oleh Pemerin1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Kota Mataram, Drs. H.M. tah Pusat. Syakirin menye1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Syakirin Hukmi, perusa- butkan, target pajak parkir 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 haan memiliki strategis tahun ini Rp 4 miliar. Artin1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 khusus menarik pelang- ya, penerapan parkir gratis 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 gan. Akan tetapi di satu oleh perusahaan berpelu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 sisi, dalam peraturan leb- ang mengurangi potensi pa1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 ih lanjut pajak parkir jak parkir. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Akan tetapi kata dia, pitidak mengatur pemungu1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 tan pajak bagi perusa- haknya memiliki strategi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 haan yang menggratiskan melihat aturan tidak men1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 parkir. “Tapi aturan kita jangkau itu dengan intens 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 tidak masuk ke situ. Jadi, melakukan uji petik pada 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 kita tidak bisa berbuat lokasi pajak parkir di Mat1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 apa - apa,” kata Syakirin aram. Pantauan Suara 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 NTB, salah satu mal di ditemui pekan kemarin. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Strategi marketing oleh wilayah Cakranegara baru 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 perusahaan lanjut dia, - baru ini menerapkan grat1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 tidak saja terjadi di Kota is parkir bagi pengunjung. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 sebelumnya, Mataram. Tetapi di daerah Padahal 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 lebih maju seperti Sura- pengelola mal menarik bi1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 baya membebaskan hal itu. aya parkir Rp 2.000 bagi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Hal semacam ini perlu pe- kendaraan roda dua. (cem) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 (Suara NTB/cem) 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 PARKIR GRATIS - Salah satu mal di wilayah Cakranegara 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 menggratiskan biaya parkir sebagai salah satu strategi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 menarik konsumen. Di satu sisi, kebijakan itu merugikan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 Pemkot Mataram karena kehilangan potensi pajak parkir. 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012

Parkir Gratis di Mal

Pemkot Kehilangan Potensi PAD

(Suara NTB/cem)

PASAR BURUNG - Pasar Panglima Cakranegara pada libur akhir pekan selalu dipadati oleh pecinta burung, seperti pada Minggu (1/4). Sejumlah warga memilih burung yang nantinya akan dipelihara. Sebagian calon pembeli juga datang ke pasar Panglima untuk membeli burung yang akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba burung yang mulai marak di Kota Mataram belakangan ini.

LKPJ 2017

Sejumlah Sektor Mengalami Peningkatan Mataram (Suara NTB) Pemkot Mataram menyampaikan laporan keterang pertanggungjawaban (LKPJ) atas pengelolaan anggaran tahun 2017. Sejumlah sektor diklaim mengalami peningkatan. Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, laju pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan peningkatan. Tahun 2017, laju pertumbuhan ekonomi 8,22 persen dengan laju investasi 16,54 persen. Sektor terbesar penyumbang ekonomi yakni sektor tersier, di antaranya perdagangan, hotel dan restoran, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, bangunan, sektor listrik, gas dan air bersih. “Perkembangan struktur perekonomian Kota Mataram dilihat dari PDRB mengarah kepada kota dengan struktur jasa,” katanya. PDRB Kota Mataram atas dasar harga berlaku adalah Rp 17,253 triliun lebih. Laju inflasi sebagai indikasi stabilnya perekonomian pun berhasil dipertahankan angka 3,59.

(Suara NTB/dok)

H. Mohan Roliskana Meningkatkan investasi berimplikasi padai sektor ketenagakerjaan. Tingkat partisipasi angkat kerjada 64,53 persen. Sejalan dengan tingkat kesempatakan kerja mencapai 94,56 persen. “Seiring dengan kebutuhan masyarakat, UMK tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp 1.714.216,” sebutnya.

Sementara, anggaran pendapatan tahun 2017 ditargetkan Rp 1,423 triliun lebih terealisasi Rp 1,423 triliun atau 99,98 persen. Sedangkan, APBD tahun 2017 ditargetkan Rp 1,545 triliun terealisasi 91,37 persen atau Rp 1,412 triliun. Pendapatan Kota Mataram mengalami peningkatan 1,98 persen dari tahun sebelumnya menggambarkan kemampuan daerah yang semakin kuat dalam mengisi fiscal gap. Dari sisi kemandirian daerah dilihat dari PAD tahun 2017 ditargetkan Rp 367,503 miliar terealisasi Rp 386,863 miliar atau 105,27 persen. Mohan menambahkan, di satu sisi IPM Kota Mataram juga mengalami peningkatkan. Dari 77,20 persen di tahun 2017 masih berada dalam range 70 - 80, sehingga kategori tinggi. Peningkatan ini kata dia, dipengaruhi capaian angka harapan hidup 70,70 tahun. Demikian pula harapan lama sekolah mencapai 15,50 tahun. Dan, rata rata lama sekolah 9,25 tahun. (cem)

DP3A Gelar Pendampingan Perencanaan yang Responsif Gender Mataram (Suara NTB) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, menggelar pendampingan perencanaan yang responsif gender bagi perencana di masing - masing kelurahan. Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany menjelaskan, pendampingan perencanaan penganggaran yang responsif gender diprioritaskan dengan pendekatan three ends. Ini dimulai dari isu End Violence Against Women and Children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak), End Human Trafficking (akhiri perdagangan manusia) dan End Barriers To Economic Justice (akhiri kesenjangan ekonomi). “Isu gender kemudian dianalisis gender menggunakan PPRG. Alat menganalisis namanya pathway,” kata Dewi pekan kemarin.

Analisis gender berkaitan dengan cara menganalisis data dan informasi. Nantinya akan diketahui bagaimana skala prioritas perencanaan disusun oleh kelurahan, kecamatan maupun organisasi perangkat daerah mengutamakan isu gender dalam setiap program mereka. Alat ini terlihat apakah perempuan lebih mudah menentukan dan mengontrol, manfaat, mengakses dan berpartisipasi di dalam program tersebut. “Contohnya ketika posyandu, hanya ibu - ibu saja. Bapak - bapaknya tidak pernah ada. Ibu saja yang terus berperan,” tambahnya. Dalam sistem demokrasi di lingkungan dan rukun tetangga (RT), perempuan dominan diserahkan mengurus konsumsi. Padahal perempuan juga memiliki hak bersuara. Menurut Dewi, budaya patriarki berkembang di

masyarakat justru menjadi penghalang bagi perempuan berkembang. Artinya, selama nama laki - laki yang menonjol, tatkala perempuan hendak maju selalu dicemooh bahkan dianggap kurang ajar. “Yang memiliki toko dan bekerja di sana perempuan. Tapi laki - laki saja yang memiliki nama di dokumen berharga,” kritiknya. Oleh karena itu, pendampingan perencanaan yang responsif gender dinilai sangat penting. Perencana di kelurahan maupun OPD bisa memilah data respon gender. Sebagai contoh, Dinas Perikanan tidak saja memikirkan nasib nelayan. Tetapi juga memikirkan istri nelayan ketika musim pancaroba terjadi. Demikian pula kelurahan, juga harus memikirkan potensi perempuan di wilayahnya. Tetap melibatkan perempuan pada

(Suara NTB/cem)

PEMAPARAN - Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Dewi Mardiana Ariany (duduk) mendengarkan pemaparan disampaikan oleh pemateri dari akademisi Universitas Mataram pada kegiatan pendampingan perencanaan yang responsif gender bagi perencana kelurahan. kegiatan maupun pelatihan. “Jangan sampai ada ketimpangan antara jumlah laki - laki

dan perempuan. Setiap pelatihan paling banyak laki - laki,” demikian ujarnya. (cem/*).

Kelurahan Kesulitan Menertibkan Pedagang di Pelabuhan Ampenan Mataram (Suara NTB) Lurah Ampenan Tengah, Hasbullah mengaku kucing kucingan dengan pedagang di eks Pelabuhan Ampenan. Pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Praja sudah melarang dan bahkan mengangkut meja pedagang, tapi pedagang tetap membandel. “Namanya masyarakat terus berjualan. Sekarang diterbitkan, besok kembali

lagi,” keluh Hasbullah dikonfirmasi pekan kemarin. Keluarnya pedagang dari areal lapak dibangun pemerintah disebabkan ada pemasangan keramik yang belum selesai dikerjakan. Akan tetapi, pedagang justru merasa enak dan nyaman di luar. Mereka beralasan akan kesulitan dan kehilangan pelanggan. Hasbullah mengatakan,

pihaknya sifatnya mengimbau saja. Meskipun pada akhirnya nanti akan ditertibkan kembali. “Di sana ada pengelolanya Baloq Tuan. Mereka yang akan mengawal,” tambahnya. Permintaan Satpol PP mencabut izin berjualan bagi pedagang yang membandel? Kata dia, pemberian sanksi menjadi kewenangan kecamatan. Sebab, eks Pelabuhan Ampenan berada di dua ka-

wasan yakni Ampenan Tengah dan Bintaro. Ketika pedagang tidak kooperatif dan tetap membandel, pada akhirnya nanti akan diganti. “Daftar tunggu itu tinggal enam orang. Kalau tetap membandel, kita ganti,” imbuhnya. Lapak PKL di eks Pelabuhan Ampenan ini, kerap ditertibkan karena tetap berjualan di trotoar. Penyitaan barang dagangan

justru tak memberi efek jera. Tidak adanya regulasi khusus di kawasan itu dimungkinkan jadi penyebab membandelnya para pedagang. Selama ini, Pemkot hanya memberikan kebijakan agar mereka berjualan di sana. Meskipun sebatas kebijakan, pemerintah memiliki hak melarang pedagang berjualan di sana. (cem)


SUARA NTB

Senin, 2 April 2018

BPK Audit Laporan Keuangan 11 Pemda di NTB

Pemprov Diminta Serius Perhatikan Kasus Stunting Mataram (Suara NTB) Kalangan pimpinan DPRD NTB meminta Pemprov serius memperhatikan penanganan kasus stunting atau anak dengan pertumbuhan pendek alias kerdil yang kasusnya cukup tinggi. Apalagi, Pemprov sudah membuat program Generasi NTB Emas 2025. “Baru tahu datanya. Kami berharap itu menjadi perhatian, komisi V dan mitranya. Apalagi ada NTB Emas, SDM anak-anak remaja bisa mengikuti itu. Jangan sampai generasi yang kena stunting,” kata Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM ketika dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, pekan kemarin. Merujuk data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, kasus stunting mencapai 37,2 persen pada 2017 lalu. Dengan kasus sebanyak ini, termasuk dalam kategori buruk. Dari 10 kabupaten/kota di NTB, kasus stunting paling banyak ditemukan di Kabupaten Sumbawa mencapai 41,8 persen. Kemudian disusul Lombok tengah dengan jumlah 39,1 persen, Dompu 38,3 persen, Lombok Utara dan Kota Mataram masingmasing 37,6 persen dan 37,5 persen. Selanjutnya, Bima 36,7 persen, Kota Bima 36,3 persen, Lombok Barat 36,1 persen, Lombok Timur dan Sumbawa Barat masing-masing 35,1 persen dan 32,6 persen. Menurut Abdul Hadi, perlu kajian yang serius mengenai tingginya kasus stunting ini. Dengan melibatkan semua pihak, baik praktisi, birokrasi dan pemuka agama. Terlebih, salah satu faktor penyebab tingginya kasus stunting akibat pernikahan dini. “Kajiannya harus benar. Mungkin juga butuh pembekalan calon yang akan menikah. Apalagi dipadukan dengan Dinas kesehatan, terintegrasi, semakin bagus diterima, jika hal itu menjadi faktor,” sarannya. Ketua DPW PKS NTB ini menambahkan, jika pernikahan dini menjadi salah satu penyebab tingginya kasus stunting. Maka harus diantisipasi. “Masyarakat awan, perlu disosialisasikan, lewat pendidikan. Semua pihak kita libatkan, memberikan pembekalan kepada calon-calon yang akan menikah,” tandasnya. Sebelumnya, Pemprov mengatakan dari 100 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi perhatian mengenai kasus stunting. Sebanyak empat kabupaten berada di NTB. Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D mengatakan Pemprov sudah melakukan beberapa upaya untuk menekan angka stunting. Salah satunya mendampingi ibu hamil dan balita. (nas)

SABTU, 31/03/2018

Halaman 3

Mataram (Suara NTB) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB akan segera turun mengaudit laporan keuangan sebelas Pemda pada awal April ini. Ditargetkan, akhir Mei mendatang, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017 tersebut sudah rampung.

Wahyu Priyono

Kepala BPK RI Perwakilan NTB, W a h y u Priyono, SE, MM, CA, Ak

mengatakan 11 entitas pemerintahan di NTB, yang terdiri dari pemerintah provinsi dan 10 kabupaten/kota sudah menyerahkan LKPD 2017 ke BPK, pekan lalu. “Kan mereka baru menyerahkan. Sementara BPK diberi

waktu dua bulan (melakukan audit), berarti akhir Mei selesai. Tadi sudah diserahkan semua, 11 Pemda,” kata Wahyu ketika dikonfirmasi di Mataram, pekan lalu. Dengan diserahkannya LKPD 2017 oleh masing-mas-

ing Pemda, kata Wahyu, maka BPK tinggal melakukan audit. “Tinggal kita audit saja. Insya Allah awal April BPK turun melakukan audit,” terangnya. Diketahui, pada 2017 lalu jumlah APBD NTB sebesar Rp 5,488 triliun. Terdiri dari belanja langsung Rp 2,728 triliun dan belanja tidak langsung Rp 2,760 triliun. Hingga akhir tahun anggaran, realisasi keuangan mencapai 95,42 persen. Sedangkan realisasi fisik sebesar 99,25 persen. (nas)

Disorot, Pendampingan BPSDM oleh TP4D Mataram (Suara NTB) Tidak ada yang salah dari Keputusan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk meminta pendampingan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) TP4D untuk pelaksanaan kegiatan. Namun sangat berpotensi jadi sorotan, ketika pengawalan anggaran

dilakukan saat proses hukum sedang membelit. Kejaksaan pun dikritik ketika menerima permintaan tersebut. “Menurut hemat saya, langkah BPSDM Provinsi NTB meminta pendampingan kepada TP4D merupakan tindakan yang sah-sah saja, karena peraturan menghendaki hal tersebut. Namun tentu saja jangan sampai TP4D yang dikomandoi oleh Kejati NTB secara gegabah dengan cepat mengambil keputusan untuk menerima pendampingan yang diminta tersebut,” kritik peneliti hukum Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB, Johan Rahmatullah dalam penjelasannya kepada Suara NTB, Minggu (1/4). Johan berharap, harus secara objektif melihat dan melakukan kajian sebelum permintaan pendampingan itu disetujui. Sebab menurutdia,diketahuisaatinianggaran Diklatpim pada BPSDM Provinsi NTB sedang ditangani oleh Kejati NTB. Ia khawatir, dengandiakomodirnyapermintaanitu, menjadi pembenaran dihentikannya penyelidikan atau macetnya proses hukum. “Sebab bukan tidak mungkin nantinya akan timbul conflictofinterestantaraKejatiNTB (Pidsus dan TP4D) dengan kasus BPSDM yang sedang ditangani Pidsus. Jadi Kejati NTB harus berhati-hati,” sarannya. Sepengetahuannya, proses penyelidikan pada dugaan fiktif dana Diklatpim Rp 650 juta itu sudah berjalan. Permintaan pendampingan dikhawatirkan mengganggu jalannya proses hukum,

karena beda kepentingan antara Pidsus kejaksaan dengan TP4D yang skuadnya dari Intelijen. “Kejati NTB harus fokus mengusut tuntas kasus BPSDM yang sudah ditangani itu dulu, agar publik bisa segera mengetahui jelas status hukumnya. Kami berharap Kejati NTB bisa profesional dalam bekerja,” sarannya. Terlebih modus yang dilaporkan masyarakat itu terindikasi fiktif. Dalam rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi dengan modus fiktif selama ini mu-

lus di Kejaksaan Tinggi maupun Kejari, karena tidak memerlukan perhitungan auditor negara. Johan yang mengikuti proses penyelidikan kasus ini, melihat ada dugaan penggunaan anggaran fiktif yang terang terangan, namun asas praduga tak bersalah tetap dikedepankannya. Oleh karena itu, tidak ada opsi lain dari kejaksaan untuk menolak pendampingan atas kegiatan yang jelas jelas sudah diketahui bermasalah. “Kejaksaan jangan mengabaikan situasi sekarang, ada proses hukum di Pidsus. Biar-

kan saja berjalan dulu,” sarannya. Dua tahun penggunaan anggaran yang diduga fiktif mencapai Rp 650 juta sesuai laporan masyarakat. Terkait saran ini, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan belum bisa dihubungi hingga Minggu kemarin. Namun dalam pernyataan sebelumnya, terkait pendampingan TP4D, belum ada masuk permintaan dari BPSDM. Permintaan pendampingan baru datang dari Sat Pol PP, Distan TPH dan Dinas Perkim dan Perumahan Rakyat. (ars)

(Suara NTB/ars)

KUPAS JAGUNG - Ibu Lani warga Desa Kuang Rundun Kecamatan Jerowaru Lombok Timur mengupas kulit jagung untuk dikeringkan. Petani di desa itu mulai menggeser komoditi tanaman ke jagung karena hasilnya lebih menggiurkan. Keuntungan bersih yang diperoleh bisa mencapai puluhan juta per hektar.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Senin, 2 April 2018

Halaman 4

Batas Akhir LHKPN, Banyak Pejabat KLU Belum Lapor Kekayaan Tanjung (Suara NTB) Sampai dengan batas akhir Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) lingkup ASN Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada 31 Maret 2018 lalu, masih ada pejabat yang belum melaporkan harta kekayaannya. Dari catatan Inspektorat KLU, persentase pelaporan LHKPN di akhir pelaporan sebanyak 49,44 persen atau hanya 89 orang dari 180 pejabat yang diwajibkan untuk melapor HKPNnya.

(Suara NTB/yon)

M. Eka Fathurrahman

Waspadai 3C di Pilkada APARAT Polres Lombok Timur (Lotim) berusaha mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Dalam hal ini, Polres Lotim mengatensi pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau 3C. Kapolres Lotim, AKBP. M.Eka Fathurrahman,SH,SIK, Sabtu (31/3), menegaskan, situasi keamanan yang kondusif merupakan hal terpenting yang harus diwujudkan, terutama dalam momentum pilkada. Untuk itu, katanya, satuannya terus meningkatkan patroli wilayah. Tidak hanya itu, petugas yang melakukan patroli juga diharapkan dapat peka terhadap situasi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dengan berkoodinasi dengan Bhabinkamtibmas. “Kasus kriminalitas juga menjadi atensi kami seperti tiga C dalam momentum pilkada ini. Semua pihak harus mendukung mewujudkan kamtibmas yang kondusif,” ujarnya. Di samping itu, selain mewujudkan pilkada yang kondusif terbebas dari kasus kriminalitas. Kejadian luar biasa seperti narkoba menjadi salah satu kasus yang diatensi oleh aparat kepolisian Polres Lotim. Wilayahwilayah yang kerap menjadi lokasi peredaran narkoba di Kabupaten Lotim terus dipantau. “Narkoba ini juga menjadi salah satu kasus yang menjadi atensi kami selain kasus korupsi dan kriminalitas,” paparnya. Namun untuk mewujudkan semua itu, Kapolres menegaskan hal tersebut tidak terlepas dari peran dan kerjasama semua pihak. Untuk menjaga keamanan suatu wilayah tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian tanpa ada campur tangan dari tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda di Kabupaten Lotim yang memiliki penduduk sekitar 1,3 juta jiwa. “Sekali lagi, untuk mewujudkan kamtibmas yang kondusif, semua pihak harus terlibat mewujudkan itu,” harap kapolres. (yon)

(Suara NTB/ari)

2018, PDAM Butuh Sokongan Dana Rp11,477 Miliar Tanjung (Suara NTB) Upaya peningkatan pelayanan dan peningkatan pendapatan di Perusda PDAM Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus diupayakan. Tahun ini, setidaknya ditargetkan sambungan rumah (SR) pelanggan baru sebanyak 3.500 orang. Namun demikian, PDAM dalam rangka pengembangan bisnisnya memerlukan sokongan dana dari APBD. Direktur PDAM KLU, Raden Waliadin, SE., mengungkapkan pada tahun 2018 ini PDAM membutuhkan dana tambahan sebesar Rp 11,477 miliar. Perencanaan akan kebutuhan dana tersebut sejatinya telah dituangkan dalam rencana bisnis perusahaan PDAM yang disusun untuk 5 tahun ke depan. “Pada tahun 2018 ini, PDAM membutuhhkan dana sekitar Rp 11,477 miliar, karena adanya rencana program sambungan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). PDAM membutuhkan dana talangan untuk membantu masyarakat yang kesulitan menjadi pelanggan,” ujar Waliadin. Dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) PDAM untuk investasi sambungan perpipaan pada tahun ini, dana Rp 11,477 miliar tersebut teralokasi ke sejumlah pekerjaan. Di antaranya, pemasangan pelanggan baru untuk 2.500 masyarakat berpanghasilan rendah (MBR) sebesar Rp 3,375 miliar. Dan sebagian besar sisanya untuk pemasangan pipa tertier, pembelian pipa untuk stok perbaikan, serta pemasangan pipa distribusi di beberapa kecamatan termasuk Gili Air. Sampai dengan Desember 2017 lalu, dijelaskan Waliadin, jumlah cakupan pelanggan dari penduduk yang terjangkau jaringan PDAM sebanyak 15.401 SR (sambungan rumah). Jumlah tersebut akan ditargetkan meningkat pada tahun 2018 ini sebanyak 1.501 SR. Hingga pada tahun 2022 ke depan, target 85,39 persen cakupan akan tercapai – yang mana jumlah tersebut setara dengan 32.901 SR atau jumlah penduduk yang terlayani sebanyak 85,39 persen. Sehingga sisa masyarakat yang belum terlayani pada kurun waktu tersebut diperkirakan berjumlah 28.140 jiwa. Ia optimis, dengan terbangunnya penambahan sumber air baku dari mata air Sekeper dengan kapasitas 100 liter per detik, maka warga di wilayah Kecamatan Kayangan, Kecamatan Gangga terlayani maksimal. Demikian pula warga di wilayah Kecamatan Bayan, dengan tambahan persediaan air sebesar 40 liter per detik dari mata air Mursemalang, maka warga di wilayah Kecamatan Bayan akan dapat dilayani lebih optimal. Waliadin menilai, diperlukan upaya penambahan atau perluasan jaringan di wilayah 4 Kecamatan di KLU. Hal itu akan dibarengi dengan pembaruan pipa-pipa lama yang menurut usia teknisnya sudah tidak memenuhi syarat untuk digunakan. Pipa lama itu menyebabkan banyak terjadi kebocoran pipa, sehingga perlu secepatnya diganti. “Sedangkan untuk mengoptimalkan pelayanan di Gili Air, seiring bertambahnya pelanggan di sana maka perlu menambah jaringan distribusi dari Sire ke Gili Air. Jaringan distribusi yang ada sekarang dengan diameter 3 inchi sudah tidak mampu melayani, maka perlu ada pemasangan pipa baru dengan diameter 4 inchi,” demikian Waliadin. (ari) Raden Waliadin

Kepala Inspektorat KLU, H. Zaenal Idrus, SH., Minggu (1/4) mengungkapkan, dari data yang dihimpun di akhir waktu tanggal 31 Maret 2018, pukul 23:59:10 wita, data pejabat KLU yang belum melapor harta kekayaannya sebanyak 91 orang atau 50,56 persen. “Yang sudah lapor 89 persen dari 180 orang. Mereka ini termasuk melapor tepat waktu,” ungkap Idrus. Dari 180 orang pejabat negara yang wajib lapor LHKPN tersebut, seluruhnya berasal dari kalangan pejabat eksekutif lingkup Pemkab Lombok

Utara. Sedangkan di lingkup pejabat DPRD KLU, admin LHKPN belum memberikan informasi ke KPK ataupun ke Inspektorat Lombok Utara. Namun demikian, pihaknya berharap di lingkup pejabat DPRD KLU sudah menyetorkan LHKPN sesuai deadline yang diberikan, yakni 31 Maret lalu. Mengingat pelaporan LHKPN anggota DPRD langsung online ke KPK, sedangkan di lingkup OPD Sekretariat Daerah masih harus di-online-kan dulu ke Inspektorat daerah. LHKPN dengan format pel-

aporan elektronik ini, menunjukkan tingkat kepatuhan pelaporan harta pejabat daerah menurun. Tahun 2017 lalu, Inspektorat KLU mencatat tingkat kepatuhan pelaporan harta pejabat di KLU sebesar 85 persen. “Tingkat kepatuhan pejabat lingkup Sekretariat Daerah cukup baik, tahun 2017 lalu, laporan LHPKN mencapai 85 persen. Kalau pejabat DPRD, kawan-kawan mungkin sudah tahu,” kata Inspektur sebelumnya. Terhadap kemungkinan sanksi yang akan diberikan

kepada ASN yang belum lapor, Idrus menegaskan mereka akan mendapat sanksi administratif yang bisa mempengaruhi jenjang karir ASN di pemerintahan. Sebab bagi pejabat yang tidak patuh, akan diberikan punishment sesuai PP 53 dengan katagori sanksi berat, sedang dan ringan. “Untuk langkah berikutnya, kita tunggu informasi dari KPK,’’ ujarnya. Meski pelaporan LHKPN pejabat ASN Pemda KLU dan DPRD kali ini didesain lebih praktis, namun tidak serta merta seluruh pejabat dapat mengisi dan melaporkan form tepat waktu. Inspektorat bahkan telah memberikan pendampingan kepada pejabat di tiap-tiap SKPD agar pejabat tidak kebingungan lagi mengisi format harta kekayaannya. “Jelasnya,

(Suara NTB/dok)

H. Zaenal Idrus banyak laporan yang sudah masuk tapi kembalinya ke Inspektorat yang belum maksimal,” imbuhnya. (ari)

(Suara NTB/ari)

JALAN TANAH - Petugas pengangkut sampah di Gili Trawangan melewati akses jalan tanah. Pemda KLU berencana menata jalan di GiIi Trawangan dan proyek penataan dalam proses lelang di LPSE.

2,3 Km Jalan Gili Trawangan akan Ditata Tanjung (Suara NTB) Pascapenertiban roi pantai tahun 2017 lalu di Gili Trawangan, Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menata jalan lingkar Gili Trawangan pada tahun 2018 ini. Melalui Dinas PUPR KLU, akses jalan Gili Trawangan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 6,3 miliar untuk penataan jalan sepanjang 2,3 kilometer. Kepala Dinas PUPR KLU, M. Zaldy Rahadian, ST. MT., kepada wartawan Kamis (29/ 3) lalu mengungkapkan, pengerjaan akses jalan di Gili Trawangan saat ini sedang memasuki tahap lelang di LPSE. Apabila lelang sudah selesai, maka penataan jalan akan langsung dikerjakan. Pembangunan jalan lingkar Gili Trawangan, sebutnya, mempunyai 2 opsi konstruksi yakni menggunakan aspal ataukah paving block. Kedua opsi

memiliki kelebihan dan kekurangan. Penggunaan paving block kerap dikhawatirkan lebih cepat rusak dibandingkan dengan aspal. Namun penggunaan aspal akan memakan biaya dengan konsekuensi panjang jalan yang diaspal lebih pendek daripada paving block. “Khusus untuk Gili Trawangan, lahan pada lokasi eks bangunan yang dibongkar Pemkab tahun lalu itu belum dipastikan apakah akan diaspal atau justru menggunakan paving block. Umpama dipasang paving block, akan diperoleh panjang jalan 2,3 kilometer. Sementara jika menggunakan aspal, hanya diperoleh sekitar 1,7 kilometer,” jelas Zaldy. Kadis PU pada pemilihan opsi tersebut lebih memilih menggunakan paving block. Dengan penekanan bahwa pavingblock yang digunakan kualitasnya bagus, yakni bahan K300

pabrikasi. Bercermin dari proyek yang sudah berjalan, ia berkeinginan kontraktor nantinya memasang paving block dengan kualitas setara dengan material yang terpasangan di kawasan wisata Mandalika Resort. Artinya dengan kualitas tersebut, kontainer yang melewati akses jalan tesebut tidak akan membuat jalan hancur. Menurutnya, pola pemasangan paving block dianggap paling ideal. Pasalnya, sebagai destinasi wisata yang dikunjungi banyak orang, hawa yang timbul tak sepanas manakala jalan dilapisi aspal. “Tinggal diputuskan saja mau pakai aspal atau paving block. Kemarin saya sudah komunikasi dengan pak Bupati, dalam waktu dekat segera diputuskan,” imbuhnya. Zaldy menambahkan, pengerjaan jalan di Gili Trawangan selanjutnya akan

Pilkada Lotim, Harum Anggap Al-Habib Lawan Terberat Selong (Suara NTB) Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu pesta demokrasi yang sulit dibaca arah kemenangannya. Pasalnya, dari empat pasangan calon (paslon) yang bertarung yakni paket Harum, AlHabib, Sukma dan Fiddin memiliki kans yang besar untuk menjadi pemenang. Namun bagi paslon nomor urut 1, paket Harum (H.Haerul Warisin – H. Machsun Ridwainny) yang dianggap lawan paling berat yakni Ali Masadi-Putrawan Habibi (Al-Habib). Dikatakan lawan paling berat dibandingkan dua pasangan calon lainnya, Sukiman Azmy-H.Rumaksi (Sukma) dan H.M.Syamsul LuthfiH.Najamudin Moestafa (Fiddin), paket Al-Habib yang maju melalui jalur perseorangan memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan pesta demokrasi di Kabupaten Lotim. “Paslon lainnya yakni Harum, Sukma dan Fiddin sebelumnya sudah dikenal oleh masyarakat karena sama-sama per-

(Suara NTB/yon)

H. Haerul Warisin nah memimpin Lotim. Berbeda dengan Al-Habib, orang baru, sehingga masyarakat ingin mencobanya untuk menjadi pemimpin,” terang Calon Bupati Lotim nomor urut 1, H. Haerul Warisin, belum lama ini. Selain itu, ujarnya, pasangan Sukma dan Fiddin sudah jelas suara dan dukungannya. Bahkan suara yang dimiliki oleh dua paslon yang merupakan calon yang dinilai cukup kuat itu suaranya tidak bisa

diambil. Kendati demikian, ia tetap menegaskan bahwa paslon yang paling diwanti-wanti pergerakannya yakni pasangan nomor urut 2, Al-Habib. “Berat AlHabib ini, saingan terberat menurut saya iya Ali Masadi, terlebih ia berhasil maju lewat jalur independen,” ujarnya. Dalam mengantisipasi hal ini, pihaknya terus memperbanyak silaturahmi ke masyarakat. Silaturahmi ini untuk memetakan kantong-kantong suara di dalam memenangkan pertarungan di Pilkada Lotim. “Bukannya tidak percaya hasil survei, tapi Harum memiliki cara tersendiri untuk melakukan survei diri sendiri. Kita perbanyak silaturahmi, itulah menjadi survei kami,”tegasnya. Disebutkannya bahwa di Kabupaten Lotim terdapat sekitar 26 persen suara yang masih abu-abu atau tidak bertuan. Untuk itu suara yang tidak bertuan itulah yang dikejar. “Suara dari Sukma dan Fiddin sulit kita dapatkan, untuk itu suara Al-Habib inilah yang terus kami coba masuk di sana,” akunya. (yon)

diikuti oleh penataan jalan lingkar Gili Meno dan Gili Air. Namun untuk kedua gili tersebut, masih harus menunggu aktivitas penertiban bangunan di sepanjang roi pantai pada pertengahan April mendatang. Apabila konstruksi di Gili Trawangan berhasil, besar kemungkinan pola konstruksi jalan paving block akan diadopsi pula ke Meno dan Air. Mengingat konstruksi jalan tidak ansih menanam paving saja, me-

lainkan menanam pepohonan dan pembuatan trotoar pedestrian (pejalan kaki). “Kita masih harus koodinasi dengan dinas lain dan melihat kemampuan anggaran, sebab pola pengerjaannya keroyokan dengan lintas SKPD,” jelasnya. “Kalau di tiga gili anggaran sudah ada, design juga sudah. Saya rasa karakteristik Meno dan Air tidak jauh berbeda dengan Trawangan,” tandasnya. (ari)

Belum Serahkan LPJ

Empat Parpol Terancam Tak Dapat Dana Pembinaan Partai Selong (Suara NTB) Sebanyak empat partai politik (parpol) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terancam tidak mendapatkan dana pembinaan partai untuk tahun 2018. Hal tersebut dikarenakan empat parpol itu belum menyerahkan Laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan anggaran sebelumnya ke BPK. Ke empat parpol itu di antaranya, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) PKPI dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Menurut Ketua DPC Partai PBB, Edwin Hadiwijaya, belum diserahkannya LPJ dikarenakan file laporan yang sudah siap dicetak secara tiba-tiba termakan virus malware. Sehingga kondisi demikian membuat sistem komputer ikut terblokir dan tidak bisa dibuka kembali. Kondisi tersebut juga mengakibatkan semua file yang sudah tersedia terhapus. “Kami sudah sampaikan kalau semua file laporan yang sudah siap itu termakan virus malware. Sehingga semua file terhapus dan alasan kami itu diterima oleh BPK,”ujarnya. Maka dari itu, lanjutnya, rencananya pada, Senin (hari ini,red) pihaknya akan langsung mendatangi kantor BPK untuk mengantar langsung LPJ yang saat ini sudah tuntas dikerjakan kembali. “Kami dimintai LPJ itu oleh BPK pada hari Kamis lalu, sehingga rencana Senin ini kita mengantarnya langsung ke kantor BPK,” terangnya. Sementara Ketua DPC Gerindra yang pada saat penggunaan

anggaran tahun sebelumnya dijabat oleh Syawaludin mengatakan sudah memerintahkan pengurus Partai Gerindra untuk secepatnya membuat SPJ penggunaan dana pembinaan tahun sebelumnya. Dijelaskannya, soal LPJ itu merupakan urusan bendahara. Namun jika ada LPJ yang membutuhkan tanda tangannya, Aweng-sapaan akrabnya mengaku siap melakukan penandatanganan. Tindakan itu tetap harus dilakukan sebagaimana kader partai yang harus siap terhadap perintah partai. H.Haerul Warisin selaku Ketua DPC Gerindra yang baru, mengaku belum mengetahui terkait terancamnya Partai Gerindra untuk tidak mendapatkan dana pembinaan tahun ini. Selaku ketua, katanya, hal tersebut secepatnya harus disikapi, salah satunya dengan memanggil semua pengurus anak cabang (PAC) Gerindra Lotim. “Saya belum tahu itu, tapi nanti itu akan menjadi perhatian saya apa yang menyebabkan LPJ itu belum dibuat,” ungkapnya. Sementara Ketua DPC PKPI Lotim, As’atul Anwar, mengakui terancamnya PKPI untuk tidak dapat dana pembinaan partai itu dikarenakan kelalaian dari pengurus di internal PKPI itu sendiri. Akan tetapi, katanya, LPJ penggunaan dana pembinaan tahun sebelumnya yang diminta oleh BPK saat ini sudah dipersiapkan dan rencananya pada Senin hari ini akan diantar langsung ke kantor BPK. “Ini memang kelalaian kami dalam membuat LPJ itu,” akunya. (yon)


SUARA NTB Senin, 2 April 2018

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Pusat Kritik Jumlah Penerima Bantuan Warga Miskin Giri Menang (Suara NTB) Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk pelayanan kesehatan gratis berupa JKN yang didanai APBN dan APBD di Lombok Barat (Lobar) diduga salah sasaran. Pasalnya dari jumlah penerima bantuan ini dua kali lipat dibanding jumlah penduduk miskin berjumlah sekitar 113 ribu jiwa lebih. Bahkan, jumlah warga yang masuk data penerima bantuan ini mencapai lebih dari separuh jumlah penduduk Lobar. Namun faktanya masih banyak warga belum terlayani pelayanan gratis. ‘’Hampir tiap bulan jumlah warga miskin yang datang meminta rekomendasi dari Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan pelayanan gratis mencapai 200 orang. Pemerintah pusat pun menyoroti kinerja pemda dalam hal update data. Tidak

saja Lobar, namun hampir semua kabupaten/kota di NTB,’’ ungkap Kepala Dinas Sosial Lobar Hj. Made Ambarwati akhir pekan kemarin. Diakuinya, berdasarkan hasil rapat koordinasi BDT jumlah penerima PBI di Lobar totalnya mencapai 382.382 jiwa.

Jumlah ini terdiri PBI APBN yang mencakup 369.229 jiwa, APBD provinsi 5.552 jiwa dan APBD kabupaten sebanyak 7.771 jiwa. “Jumlahnya sudah dua kali lipat penduduk miskin, ini yang dapat bantuan PBI. Memang kita disuruh verifikasi dan validasi (verivali) data.

Yang kabupaten juga tidak pernah lakukan verivali,” akunya. Sejauh ini jelasnya pihak BPJS tidak pernah melakukan verivali, sehingga penerima yang sudah meninggal masih terdata. Selain itu, warga yang sudah pindah ke daerah lain masih diberikan. Karena itu pihaknya bersama Dikes duduk bersama untuk melakukan verivali. Sesuai data pusat, data kemiskinan 10,2 persen dari jumlah penduduk. Sementara bantuan PKH mencapai 1015 persen per kabupaten kota bervariasi. Kemudian bantuan rastra dan bantuan non

tunai sudah mencapai 20-25 persen dari jumlah penduduk. Yang mengagetkan Kemensos yakni bantuan PBI sudah mencapai 50-60 persen jiwa dari jumlah penduduk di Indonesia yang sudah dibayarkan oleh negara. Lantas kenapa masih ada yang mengeluh belum masuk penerima bantuan? Menurutnya karena data tidak valid. Seharusnya kuota yang diberikan dengan jumlah ini cukup jika warga yang meninggal atau yang pindah dikeluarkan, sehingga bisa diusulkan yang baru. “Sebulan saya

rekomendasikan per bulan 200 orang, warga yang ingin mendapat bantuan JKN,” tegasnya. Karena itu pihaknya terus melakukan upaya verivali data BDT, sebab aturan nya warga yang tidak masuk BDT tidak boleh mendapatkan bantuan sosial apapun. Sementara persoalan dihadapi pihaknya justru Pihak TAPD tidak menganggarkan untuk verivali. Padahal ia menyampaikan ke TAPD terkait pentingnya melakukan verivali data, sehingga pihaknya pun mengusulkan anggaran Rp250 juta untuk verivali. “Ini

lho pentingnya melakukan verivali kami usulkan Rp 250 juta, namun tidak disetujui,” akunya. Bahkan ia menyampaikan ke DPRD, bahwa data ini penting sebab berpengaruh juga terhadap penurunan kemiskinan. Untuk mensiasati itu pihaknya terpaksa tetap turun melakukan verivali dengan memanfaatkan dana perjalanan dalam daerah. Pihaknya juga meminta bantuan desa, namun desa mengalami kendala, karena tidak adanya payung hukum untuk mengalokasikan melalui DD. (her)

Pemilu 2019

PKB Loteng Target Tambah Dua Kursi

Tempuh Upaya PK

(Suara NTB/her)

PEMDA Lombok Barat (Lobar) kalah pada kasus sengketa aset berupa lahan SMPN 2 Gunungsari. Pemda bahkan kalah pada pengadilan tingkat pertama, banding hingga tingkat kasasi. Kekalahan Pemda disebabkan lemah dari sisi pembuktian. Saat ini pemda tengah membahas persoalan sengketa ini untuk menentukan langkah selanjutnya apakah menempuh upaya hukum peninjauan kembali (PK) ataukah membayar lahan tersebut senilai belasan miliar. Demikian diakui Kabag Hukum Setda Lobar H. Bagus Dwipayana, SH., MH., akhir pekan kemarin. Bagus mengakui mulai dari pengadilan tingkat I di PTTUN Mataram Pemda kalah, lalu mengajukan banding ke PTTUN Surabaya. Pada pengadilan tingkat II inipun Pemda Lobar kalah dari penggugat. Tak berhenti sampai di situ, pemda kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), di level ini pun Pemda kalah lagi. Berdasar putusan yang keluar Januari lalu, pemda dinyatakan kalah oleh penggugat. Dalam putusan kasasi ini pihak MA meminta agar lahan itu diserahkan ke pemilik dalam hal ini penggugat. Apakah ada jeda waktu pelaksanan putusan kasasi ini, menurutnya ada waktu. Sehingga pemda pun tengah mengkaji langkah selanjutnya, pemda jelasnya pasti melakukan PK. Hasil kasasi ini pun sudah disampaikan ke pimpinan dalam hal ini Pjs Bupati Lobar dan Sekda Lobar serta BPKAD. Saat ini persoalan ini telah diserahkan ke BPKAD untuk dilengkapi berbagai dokumen. “Kita kalah mulai dari tingkat pertama hingga kasasi, penyebab kita kalah pada pembuktiannya, kalau di buku aset bahwa aset itu masuk tercatat, namun dipembuktian kita lemah,”aku Bagus. Pihaknya akan membahas sengketa ini Dengan SKPD terkait untuk menentukan langkah hukum selanjutnya apakah mengajukan PK atau ganti rugi lahan sesuai permintaan penggugat tersebut. Namun demikian untuk ganti rugi tak semudah itu, sebab dikhawatirkan jika diganti rugi sementara masih tercatat di buku aset akan menjadi masalah, sehingga perlu dilakukan penghapusan dulu. Sebab Jika dibayar maka pemda salah sebab membayar tanahnya sendiri. Pihak penggugat, jelasnya, meminta ganti rugi Rp12 miliar. Selian menangani kasus sengketa aset ini, pihaknya menghadapi sengketa Pilkades dua desa yakni masing-masing Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri dan Desa Gili Gede Kecamatan Sekotong. Untuk sengketa Ombe Varu, Pemda akan mengajukan kasasi, sebab Pemda kalah pada upaya banding di pengadilan tingkat II. Sedangkan pada kasus sengketa Gili Gede, pemda dimenangkan. Namun pihak penggugat mengajukan kasasi ke MA. (her) H. Bagus Dwipayana

Dalih Pimpinan DPRD Tak Hadiri Penyerahan LHP BPK Giri Menang (Suara NTB) Unsur Pimpinan DPRD Lombok Barat (Lobar) berdalih tak menghadiri acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Pertanggungjawaban Penerimaan dan Pengeluaran Dana Bantuan Keuangan Partai Politik Tahun Anggaran 2017 di Aula Kantor BPK RI Perwakilan NTB, Kamis (29/3) lalu. Unsur pimpinan berdalih bahwa pada saat kegiatan ada yang menghadiri acara di Jakarta dan sudah membagi tugas untuk hadir di BPK. Wakil Ketua DPRD Lobar H. Sulhan Muchlis menyatakan, bahwa untuk menghadiri undangan tersebut sudah dibagi tugas dengan pimpinan yang lain. “Saya kan hadiri acara rapat kerja presiden - kepala daerah - pimpinan DPRD. Kalau Plt Ketua Pak Multazam sakit,” dalihnya, Ahad (1/4). Ia berangkat jauh sebelum kegiatan penyerahan LHP tersebut, sehingga ia membagi tugas dengan unsur pimpinan lain, kecuali Plt Ketua DPRD yang sedang sakit. Menurutnya tidak mungkin dua orang unsur pimpinan hadiri acara di Jakarta. Sebab undangannya untuk 1 orang dan ajudan saja tidak boleh masuk ke pertemuan tersebut. Sebelumnya, BPK RI Perwakilan NTB terpaksa “menahan” LHP bantuan keuangan parpol Lobar tahun 2017, lantaran tak satupun unsur pimpinan DPRD Lobar yang hadir pada acara. Sontak hal ini pun menyebabkan semua pengurus parpol yang hadir kecewa. Dari seluruh kabupaten/kota yang hadir menerima LHP Bantuan Keuangan Parpol, hanya Lombok Timur dan Lombok Barat yang tidak bisa menerima. Kekecewaan kemudian muncul dari seluruh pengurus parpol wilayah Lobar yang hadir, termasuk Kepala Inspektorat Lobar H. Rachmat Agus Hidayat.”Sayang sekali kita tidak bisa langsung terima LHP hari ini. Kalau Lombok Timur itu karena belum menyerahkan laporannya. Kalau kita karena pimpinan DPRD tidak ada yang datang,” jelas Agus Kamis (29/3) lalu. Sesuai aturan Perbup nomor 11/13/Bakesbangpol/2015 tentang penyaluran bantuan keuangan kepada parpol yang memperoleh kursi di DPRD hasil Pileg 2014 bahwa penggunaan dari bantuan parpol ini telah diatur jelas. Maksimal 40 persen dipergunakan untuk administrasi internal parpol dan minimal 60 persen untuk pendidikan politik bagi masyarakat. Pihak yang memverifikasi penggunaan dana 40 persen dan 60 persen ini yakni Bakesbangpol Lobar. (her)

(Suara NTB/kir)

PAWAI TA’ARUF - Kontingen Kecamatan Praya Tengah selaku tuan rumah STQ tingkat kabupaten saat pawai ta’aruf, Ahad (1/4).

Pawai Ta’aruf, Awali STQ Tingkat Kabupaten Praya (Suara NTB) Gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang ke 25, Ahad (1/4) resmi dimulai. Pembukaan diawali dengan gelaran pawai ta’aruf oleh ratusan qori dan qoriah dari 12 kecamatan di Loteng. Pawai ta’aruf disaksikan langsung Pelaksana Tugas Bupati Loteng L. Pathul Bahri, S.IP., dan jajaran pejabat lingkup Pemkab Loteng lainnya. Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., mengatakan, STQ merupakan ajang seleksi bagi para qori dan qoriah di daerah ini. STQ ini akan mewakili Loteng di ajang STQ tingkat provinsi pertengahan tahun 2018 mendatang. Mata lomba yang dilomba-

kan juga terbatas dan tidak sebanyak pada gelaran MTQ. “Hanya ada sekitar 6 mata lomba untuk kategori tilawah serta tahfiz Qur’an saja. Sehingga peserta yang bakal berlaga juga tidak terlalu banyak,” jelasnya. Dalam hal ini, masingmasing kecamatan rata-rata hanya mengirim 16 peserta untuk semua mata lomba yang dilombakan di STQ tingkat kabupaten ini. Bagi pemerintah daerah, gelaran STQ bukan hanya sekedar ajang seleksi bagi qori dan qoriah saja. Tetapi lebih luas lagi, merupakan wahana pendidikan sekaligus wahana syiar Islam dalam rangka memperkokoh keimanan masyarakat di daerah ini.

Pasalnya, kalau masyarakat sudah punya keimanan yang kuat itu bisa menjadi salah satu modal dalam pembangunan. “Makna STQ tidak hanya terbatas ada persoalan lomba semata. Tetapi juga sebagai ajang memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat yang dilandasi dengan keimanan yang kuat,” imbuh Herdan. Pelaksanaan STQ akan digelar selama 6 hari, sampai Jumat (6/4) mendatang dengan pusat kegiatan di Kecamatan Praya Tengah. “Jadi tahun ini Kecamatan Praya Tengah yang menjadi tuan rumah penyelenggara STQ. Dengan lokasi pelaksanaannya diserahkan ke pihak kecamatan,” tegasnya. (kir)

Zaitun Perkuat Dukungan di Basis dan Daerah Merah Giri Menang (Suara NTB) Pasangan calon (paslon) nomor urut 3 H. Fauzan Khalid – Hj. Sumiatun masih unggul hasil survei yang digelar beberapa lembaga survei resmi. Hasil survei baru-baru ini dikeluarkan oleh beberapa lembaga resmi menempatkan calon petahana ini berada di urutan teratas, bahkan elektabilitas nya di atas 50 persen dibandingkan paslon nomor urut 1 H. M. Izzul Islam – TGH. Khudary Ibrahim dan paslon nomor urut 2 Nauvar F Farinduan - TGH Muammar Arafat masih berkisar di angka belasan persen. Menurut Tim Penghubung Zaitun Ali Hidayat, Zaitun terus melakukan gerilya dukungan ke masyarakat. Zaitun memperkuat dukungan tidak saja di basis massa seperti di Batulayar dan Gunungsari serta Sekotong-Lembar. Namun di semua kecamatan termasuk di beberapa desa di Narmada yang kategori merah juga terus diperkuat. “Hasil survei lembaga survei yang dipakai oleh Golkar itu Zaitun 53%, sedangkan paslon lain berkisar 15,7%, dan 13%,” ujarnya, Ahad (1/4). Namun capaian hasil survei di atas kertas ini tak membuat Tim Pemenangan Zaitun lengah dan terlena. Tim Zaitun, jelasnya, secara sistematis bergerak di bawah.

(Suara NTB/ist)

TURUN - Paslon nomor 3 Zaitun saat turun ke wilayah basis Senggigi Batulayar, Sabtu (31/3). Zaitun terus memperkuat dukungan di basisnya. Bahkan, Sabtu (31/3) Zaitun menggelar pertemuan silaturahmi tokoh di wilayah Senggigi Batulayar. Pertemuan ini memperkuat basis massa yang ada di wilayah setempat di mana menjadi daerah Cabup H. Fauzan Khalid. Hadir pada kesempatan ini sekitar 700 an orang. Seperti apa peta kekuatan di basis Batulayar dan Gunungsari, sebab di wilayah ini diklaim paslon Zul-Khair sebagai basisnya. Menurutnya boleh saja paslon lain mengklaim, namun fakta di bawah masyarakat sudah cerdas membandingkan paslon

yang berasal dari daerah setempat. Di mana dibandingkan antara sosok H. Fauzan Khalid dengan H. M. Izzul Islam, selama memimpin Lobar ada perbedaan dari sisi bukti nyata real di masyarakat. Sedangkan kecamatan yang menjadi lokus pertarungan sengit yakni Narmada, Zaitun juga terus memperkuat dukungan. Bahkan dominasi dukungan para kades begitu besar di daerah ini, hanya tiga desa saja yang dianggap merah. Daerah merah inilah yang terus didekati. Representasi para perangkat ini untuk pemilih di bawah menurut nya besar sebab mereka dipilih oleh masyarakat banyak. (her)

Praya (Suara NTB) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat. Sejumlah partai politik pun kini sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi pesta demokrasi yang mengagendakan pemilihan anggota legislatif tersebut. Termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Tengah (Loteng). Target menambah dua kursi pun digantungkan partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini. Pada Pemilu 2014 lalu, PKB Loteng memperoleh sebanyak 6 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng, sehingga berhak mengisi satu kursi pimpinan Dewan di DPRD Loteng tersebut. “Dan, untuk Pemilu 2019 mendatang target kita menambah dua kursi lagi di DPRD Loteng,” sebut Ketua DPC PKB Loteng, H. Burhanuddin Yusuf, kepada Suara NTB, Ahad (1/4). Diakuinya, dengan sistem pembagian kursi yang baru sekarang ini, bakal menguntungkan parpol-parpol besar. Tapi bagi PKB, itu bukan jadi persoalan. Terlebih jika melihat peta dukungan yang ada di Loteng pada khususnya, pihaknya optimis mampu memenuhi target tersebut atau paling tidak menyamai capaian pada Pemilu 2014 lalu. Untuk mencapai target, PKB sudah mulai membuka pendaftaran bagi caleg yang akan di-

usung oleh PKB. Bahkan, sudah sekitar 4 daerah pemilihan (dapil) yang jumlah calegnya sudah melebihi ambang batas yang ditentukan. “Setelah ini kita akan ada proses seleksi. Untuk menentukan caleg mana yang akan diusung,” terangnya. Pihaknya melakukan seleksi, selain karena jumlah pendaftar yang sudah cukup banyak. Tetapi pihaknya juga ingin, caleg yang diusung nanti benar-benar berkualitas dan punya potensi untuk menang. “Kita tidak mau sembarang mengusung caleg. Harus yang berkuaitas serta punya potensi untuk menang. Karena kita punya target tinggi pada Pemilu 2019 mendatang,” ujarnya. Ia pun menegaskan, dalam proses seleksi nanti bebas dari politik uang. Dalam arti, PKB tidak mengharuskan caleg untuk menyetor sejumlah uang ke partai untuk bisa diusung. Karena PKB punya prinsip, partai harus dibesarkan dengan cara-cara yang baik. Termasuk dalam hal penggalangan dana untuk partai. “Untuk mendaftar jadi caleg memang ada uang pendaftarannya. Tapi masih dalam taraf wajar. Tidak kemudian mengharuskan caleg untuk menyetor sejumlah uang. Karena instruksi dari pusat juga sudah menegaskan hal tersebut,” pungkas Wakil Ketua DPRD Loteng ini. (kir)

(Suara NTB/kir)

PENGHIJAUAN - Kawasan hutan Desa Lantan mulai dihijaukan. Pemkab Loteng melihat hutan di kawasan wisata ini sudah mulai gundul, sehingga harus dihijaukan dengan menanam bibit pohon buah.

Mulai Gundul

Kawasan Hutan Wisata Lantan Dihijaukan Praya (Suara NTB) Kawasan hutan wisata yang menjadi salah satu destinasi wisata Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng), kembali dihijaukan pemerintah daerah setempat. Lantaran kondisinya yang kini sudah semakin gundul. Sementara kawasan tersebut salah satu sumber air baku bagi sejumlah wilayah di Loteng. Karena ada beberapa mata air besar yang mengalir di kawasan tersebut. “Luas kawasan hutan ini cukup luas. Dan, kita awali dengan menanami ratusan pohon di areal hutan yang sudah mulai gundul,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Loteng, Ir. L. Rahardian, M.M., Ahad (1/4). Dalam upaya menghijaukan kembali kawasan hutan di Desa Lantan, pihaknya menggandeng sejumlah pihak, mulai dari Walhi NTB termasuk dari kalangan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Lombok Tengah (Loteng) serta Paguyuban Duta Lingkungan Loteng. tidak ketinggalan pula, pemerintah desa terlibat aktif dalam program ini. Diakuinya, untuk menghijaukan kembali kawasan hutan di daerah ini bukan pekerjaan mudah. Terlebih tingkat kerusakan kawasan hutan di Loteng

tercatat cukup tinggi. Di mana luas kawasan hutan Loteng saat ini yang kondisi masih baik hanya tinggl sekitar 18 persen saja dari total standar luas 30 persen hutan yang seharusnya dipenuhi. “Kawasan hutan kita sudah sangat parah kerusakannya. Jadi memang butuh upaya yang jauh lebih keras lagi. Untuk bisa mengembalikan kondisi hutan-hutan di daerah ini,” terangnya. Untuk itu, pihaknya tetap akan berupaya maksimal dengan mulai menanami areaarea hutan yang sudah gundul secara bertahap. Hal ini untuk mencegah penebangan pohon di masa-masa yang ada di areal hutan yang sudah dihijaukan kembali. Dalam hal ini pihaknya lebih memilih bibit pohon buah dari pada bibit tanaman keras. Karena kalau bibit pohon buah, masyarakat tidak perlu menebang pohonnya untuk dimanfaatkan. Tapi bisa mengambil buahnya. “Kalau bibit pohon buah yang ditanam, nantinya masyarakat akan berpikir dua kali kalau menebang pohonnya. Karena ada buah yang bisa dimanfaatkannya oleh masyarakat. Beda kalau tanaman pohon keras, kalau sudah besar potensi untuk ditebang masyarakat cukup besar,” imbuhnya. (kir)


SUARA NTB Senin, 2 April 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Soal Talang dan Irigasi

Masyarakat Moyo Utara Tagih Janji Politik Bupati Sumbawa Besar (Suara NTB) Anggota DPRD Sumbawa maupun tokoh masyarakat Moyo Utara berulang kali menyampaikan harapan agar pembangunan talang dan jaringan irigasi Moyo Utara direalisasikan. Namun, keberadaan air bendungan Batu Bulan juga tak kunjung dinikmati petani Moyo Utara. naini S.H, dalam keterangan tertulisnya kepada Suara NTB. Selain itu, dalam dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Sumbawa, mereka juga sudah berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat menggelar dengar pendapat di dewan, Pemkab Sumbawa pun

Pemda KSB akan Tawarkan Bandara Sekongkang ke PT AMNT Taliwang (Suara NTB) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan menawarkan pengelolaan bandara Sekongkang ke PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Penawaran ini merupakan kali kedua yang disampaikan pemerintah kepada operator perusahaan proyek tambang Batu Hijau Sekongkang. Di mana sebelumnya penawaran yang sama diajukan kepada PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) operator pertama Batu Hijau. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KSB, Ir. H. Muslimin. HMY., M.Si mengatakan, saat ini pihaknya telah menyusun draf MoU (memorandum of understanding) atau nota kesepahaman untuk menawarkan pengelolaan bandara Sekongkang kepada PT AMNT “Pak asisten dua yang mengkoordinir kegiatan ini dan MoU-nya sedang di susun,” terangnya kepada Suara NTB. Ia mengakui, terkait tawaran yang diajukan pemerintah, PT AMNT belum memberikan lampu hijau. Kendati demikian dari sejumlah kesempatan, bupati telah menyampaikan secara langsung harapan tersebut kepada manajemen PT AMNT. “Tentu pak bupati sudah melihat adanya peluang itu makanya meminta kita untuk segera membuat draf MoU-nya,” klaimnya. Menurut Muslimin, jika dilakukan telaah secara komperhensif PT AMNT memang berpeluang meanfaatkan bandara Sekongkang dalam rangka kelancaran akses transportasi udaranya. Pasalnya teluk Benete yang saat ini masih digunakan sebagai areal pendaratan pesawat ke depan tidak dapat lagi dimanfaatkan. Hal ini dikarenakan teluk Benete akan berubah fungsi seiring dengan pembangunan fasilitas smelter di areal teluk oleh PT AMNT sendiri. “Kalau fasilitas smelter di Benete sudah jadi secara otomatis kegiatan pendaratan seaplane (pesawat) tidak bisa lagi di sana. Nah alternatif paling rasional digunakan oleh AMNT adalah bandara Sekongkang tentunya,” sebut Muslimin. Keberadaan bandara Sekongkang saat ini, lanjut Muslimin pada dasarnya sudah dapat dimanfaatkan. Berdasarkan hasil rencana induk pengembangan (RIP) bandara, bandara Sekongkang dapat digunakan dengan eksisting (fasilitas) yang telah ditempatkan oleh Pemda KSB. “Izinnya sudah ada. Kalau kita pakai rekomendasi optimalisasi bandara itu sudah bisa kita gunakan. Artinya kalau ada kesediaan dari AMNT tentu bandara itu bisa segera dimanfaatkan,” cetusnya. “Memang ada beberapa fasilitas pendukung yang belum dilengkapi. Tapi itu bisa segera kita tempatkan kalau memang ada pihak yang bersedia mengoperasikannya. Nah dalam hal ini harapan kita ke pihak AMNT,” sambung Muslimin. Terakhir ia menyampaikan, Pemda KSB akan terus berupaya semakismal mungkin agar gerbang udara dari dan menuju KSB itu dapat dimanfaatkan segera. “Kita menjajal semua peluang yang ada. Tapi memang belum ada yang berhasil dan harapan kita dengan AMNT ini finalnya,” harapnya. (bug)

Dikpora Klaim Akses Pendidikan di KSB Sudah Merata Taliwang (Suara NTB) Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dikpora) mengklaim semua sekolah di Sumbawa Barat sudah memiliki akses pendidikan yang cukup baik. Bahkan di sekolah yang berada di lokasi terosolir pun sudah memiliki akses pendidikan yang tidak jauh beda dengan yang ada di Kabupaten. Kepala Dinas Dikpora Drs. Tajudin M. Si kepada Suara NTB mengatakan, jika melihat dari segi sarana pokok yang harus dimiliki sebuah lembaga layanan pendidikan, khusus di Sumbawa Barat saat ini sudah lengkap dan maksimal. Bahkan di beberapa desa yang masih terisolir akses transportasi pun, baik itu di desa Rarak Ronges maupun di desa Mataiyang juga sudah memiliki sarana pokok pendidikan. Baik itu kebutuhan meja guru dan murid, ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang serba guna juga sudah ada. Hanya saja pihak terkait juga tidak menampik masih ada juga beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi seperti komputer dan layanan internet. “Jika kita lihat dari sarana pokok pendidikan hampir 100 persen terpenuhi dengan baik. Hanya saja sarana penunjang lainnya kita akui masih ada yang kurang di beberapa sekolah,” ujarnya. Dikatakannya, khusus item yang masih kurang, pihaknya juga tidak bisa asal penuhi saja melainkan harus mampu disesuaikan dengan lokasi. Salah satu contoh bukan maksud mengecilkan, di desa Rarak Ronges dan Mataiyang belum bisa dipenuhi sarana penunjang lainnya, karena terkendala layanan listrik dan jaringan. Masalah ini bukan disengaja tidak diberikan melainkan harus melihat dari segi kebutuhannya, jangan sampai barang ini diberikan dan tidak memberikan manfaat lebih. Jika semua sarana utama sudah dipenuhi, akses jalan dan listrik, maka pihaknya akan tetap memberikan sarana yang dimaksud. Bahkan akan menjadi lokasi prioritas, untuk memudahkan akses pendidikan bagi para peserta didik di lokasi tersebut. “Kita tetap akan penuhi semua sarana penunjang pendidikan yang ada. Hanya saja kita harus bisa melihat juga layak atau tidaknya lokasi yang kita berikan, jangan sampai jadi barang mangkrak,” ungkapnya. Ia menambahkan, untuk daerah yang masih terosolir, pihaknya juga tengah membangun kerjasama dengan sebuah lembaga pendidikan ASEAN yang bernaung dibawah kementerian pendidikan untuk mendapatkan sistem program miroring duplikasi. Program ini dimaksudkan agar para siswa bisa mendapatkan bahan ajar terbaru dan sama dengan sekolah yang berada di Kabupaten. Sistem ini juga layaknya sebuah flashdisk yang tinggal dimasukan ke komputer maka semua bahan ajar akan terlihat jelas. Bahkan sistem ini bisa diupdate sesuai kebutuhan dan mata pelajaran yang ada. Sehingga para siswa yang belajar di daerah terpencil bisa menikmati pelajaran yang sama dengan siswa yang berada di dalam kota. “Sistem ini baru akan kita terapkan di tahun 2019, sementara untuk saat ini kita sedang mencoba untuk menjajaki kerjasama dulu. Kita berharap proses ini berjalan lancar, sehingga semua sekolah di KSB mendapatkan bahan ajar yang terbaru, “ tandasnya. (ils)

telah menganggarkan DED di APBD perubahan tahun 2017. Pihaknya pun telah menjalin komunikasi dengan Dinas PUPR Sumbawa, Pembangunan Talang dan Jaringan Irigasi Moyo Utara sudah masuk dalam usulan yang disampaikan ke Bappeda. “Itu ditunjukkan dengan lampiran ke kita. Satu hal juga,

bisa dijadikan skala prioritas. Sebelumnya harapan serupa juga telah disampaikan Anggota DPRD Sumbawa dari Dapil V, Adizul Sahabuddin, yang sangat berharap talang dan irigasi ini dapat direalisasikan paling lambat 2019 mendatang. Apalagi DED nya juga telah dikerjakan 2017 lalu. Tinggal kemudian niat baik pemerintah untuk memenuhi janji janji politiknya. (arn)

(Suara NTB/arn)

BERDISKUSI - Kusnaini (tengah) saat berdiskusi dengan Anggota DPRD Sumbawa dari Dapil V, Adizul Syahabuddin (kanan) dan Syamsul Fikri (kiri) soal pembangunan Talang dan Irigasi di Moyo Utara.

Banyak Berlubang, Jalan di Lenangguar Diharapkan Segera Diperbaiki Sumbawa Besar (Suara NTB) Kondisi Ruas Jalan Sumbawa Lunyuk Pal 4 Km 28 sampai Km 50 dari tanjakan Semamung Kecamatan Moyo Hulu hingga Lamurung Kecamatan Lenangguar sangat memprihatinkan. Kondisi jalan berlubang, dan tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat setempat. Untuk itu masyarakat mengharapkan perbaikan jalan segera dilakukan. Sekcam Lenangguar, Syahruddin S.Sos belum lama ini mengaku kondisi jalan Sumbawa Lunyuk Km 28-50 sangat memprihatinkan. Kondisi jalan rusak di wilayah setempat diakuinya sudah berlangsung hampir setahun. Parahnya, karena kondisi jalan sudah beberapa kali terjadinya kecelakaan. Belum lama ini dua kali truk terbalik di lokasi Ledang. Pihaknya sangat berharap kepada pemerintah provinsi melalui Balai Jalan segera memperbaiki jalan tersebut. “Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Kamisangat berharap penjelasan dari Balai Jalan yang mewakili pemprov kapan akan diperbaiki. Harapan kami jalan tersebut dap-

at dipegang untuk tahun ini,” harapnya. Sementara Kepala Balai Jalan Pulau Sumbawa, Jamaluddin Maladi, M.T menyebutkan untuk ruas Lenangguar-Lunyuk sudah dianggarkan dari tahun 2017 sampai tahun 2018 ini. Dimana untuk jalan setempat pengerjaannya sudah 60 persen yakni pengerjaan dasar seperti kepras tebing, draenase, urugan dan lainnya. Tersisa 40 persen untuk pengerjaan hotmix yang akan dimulai bulan depan hingga akhir Juni mendatang. “Yang dimaksud pak Sekcam untuk jalan Lenangguar Lunyuk. Sudah dianggarkan pengerjaan. Ada sekitar 4 titik yang akan dikerjakan menggunakan hotmix sepanjang 10 kilometer. Yang sekarang sudah dikerjakan itu kepras tebing, LPA, pembersihan draenase dn lainnya. Untuk hotmix bulan depan sampai akhir Juni,” ujarnya. Sedangkan untuk Pal 4 dari Simpang Boak sampai Lenangguar sepanjang 40an kilometer diakuinya untuk tahun ini tidak ada pemeliharaan dan perbaikan. Meskipun demikian Pemprov NTB melalui Dinas PUPR akan beru-

(Suara NTB/ist)

BERLUBANG - Kondisi jalan yang telah berlubang di banyak bagian di Lenangguar. Masyarakat setempat sangat berharap jalan ini segera diperbaiki demi kenyamanan dan menghindari kecelakaan. paya menganggarkannya. Dari hasil rapat yang dilakukan di Provinsi, akan diprioritaskan pengerjaan Pal 4 melalui anggaran APBD Perubahan.

Petani Rumput Laut Kertasari Soroti PT Ocean Fresh Taliwang (Suara NTB) Para petani rumput laut Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, sangat mengharapkan adanya manfaat dari terbangunnya pabrik pengolahan rumput laut yang dikelola PT Ocean Fresh di wilayah setempat. Pabrik yang diketahui sudah terbangun lima tahun lalu tersebut, hingga kini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. “Jujur saja, asas manfaat keberadaan pabrik ini belum kami rasakan hingga saat ini. Padahal pabrik ini, dihajatkan untuk membantu para petani rumput laut. Kami juga sangat menyayangkan, sikap dari perusahaan pengelola (PT Ocean Fresh) karena memilih rumput laut dari luar daerah, padahal kami juga daerah penghasil disini,” ucap petani rumput laut, Rasyid yang didampingi rekannya, Saidi ketika ditemui Suara NTB, Sabtu (31/3). Dikatakannya, alasan perusahaan tidak mengambil rumput laut dari petani di desa sangat disayangkan. Karena para petani sempat dijanjikan bahwa hasil rumput laut yang ada di Kertasari akan menjadi prioritas utama masuk pabrik. Sebelumnya, Direktur Ocean Fresh, Prof. Linawati menjelaskan, pada operasi awal pabrik itu akan mengelola 300 ton rumput laut basah dan 30 ton rumput laut kering per bulannya. Di mana seluruh bahan bakunya tersebut akan diperoleh dari petani rumput laut KSB. “Di awal ini kita akan memanfaatkan hasil panen petani di sini (desa Kertasari) dan sekitarnya,” jelasnya. Menurut Linawati, sementara ini produk yang dihasilkannya masih dalam bentuk Alkali Treated Cottonii (ATC) chips atau bahan baku setengah jadi untuk dimanfaatkan berbagai macam produk berbahan rumput laut. “Jadi sementara pabrik ini sampai menjadi bahan setengah jadi yang kemudian akan kita pasarkan ke luar daerah bahkan ke luar negeri,” katanya. Sayangnya, janji pihak Ocean Fresh itu tinggallah janji tanpa ada realisasi hingga saat ini. Kalaupun ada alasan tidak sesuai kebutuhan, tetapi justru rumput laut dari sini (Kertasari) mencapai harga yang cukup tinggi Rp18.000 perkilogramnya. Bahkan rumput laut yang berasal dari luar daerah yang saat ini masuk perusahaan, juga masih ada yang kurang.

(Suara NTB/ils)

SETELAH DIJEMUR – Hasil panen rumput laut yang dikelola para petani rumput laut Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, setelah dijemur. Sayangnya, hingga kini banyak petani yang mengeluhkan rumput laut mereka belum terserap oleh perusahaan rumput laut setempat. “Analisa bodoh saya, kenapa rumput laut dari luar bisa masuk ke sini (pabrik) yang nota bene hasilnya juga sama dengan rumput laut yang kami miliki. Padahal komitmen awal dari perusahaan siap menampung rumput laut dari para petani di desa tersebut kini hanya janji,” ungkapnya. Dia menambahkan, persoalan ini juga sempat disuarakan kepada Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tetapi hingga saat ini juga belum ada respon yang baik. Pemerintah juga menjanjikan untuk memanggil pihak management terkait masalah Pabrik ini, tetapi fakta dilapangan juga belum ada yang dipanggil. Hal ini bisa juga terlihat dari belum adanya itikad perusahaan untuk mau membeli rumput laut dari masyarakat. Meskipun demikian, para petani tidak akan bosan mengingatkan DKP untuk bisa memanggil sekaligus meminta perusahaan mengelola pabrik ini dengan baik. Supaya asas manfaat dari keberadaan pabrik tersebut untuk mensejahterahkan para petani yang ada bisa terealisasi. “Sayang sekali bangunan dengan nilai miliaran rupiah tetapi tidak memberikan manfaat bagi warga sekitar. Untuk itu kami meminta kepada Pemerintah untuk bisa segera mengambil sikap terkait persoalan ini,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Bappeda litbang melalui Kabid Ekonomi Mars Anugriansyah, S. Hut, M. Si, tidak menampik persoalan yang dihadapi oleh

masyarakat Kertasari terkait asas manfaat dari Pabrik ini. Bahkan pihak terkait dalam waktu dekat berencana untuk memanggil pihak perusahaan (PT Ocean Fresh) menyikapi masalah tersebut. Sehingga kedepannya asas manfaat yang diberikan perusahaan kepada masyarakat bisa maksimal lagi. Salah satu masalah yang ditekankan yakni, proses pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar. Sehingga pihak perusahaan bisa memberikan jaminan bahwa rumput laut lokal harus menjadi prioritas untuk diambil bukan malah sebaliknya. “Kita segera akan panggil pihak perusahaan membahas masalah ini. Harapannya keberadaan PT Ocean Fresh bisa memberikan dampat positif bagi masyarakat, sehingga para petani rumput laut lokal ini tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) KSB Ir. Lalu Muhammad Azhar, MM, menjelaskan pemerintah KSB sudah membangun komunikasi dengan PT Ocean Fresh yang ada di Kertasari untuk bisa membeli rumput laut dari para petani setempat. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir terjadinya gejolak harga yang menjadikan harga komoditi rumput laut anjlok. “PT Ocean fresh sudah siap untuk membeli rumput laut masyarakat sekitar dengan catatan hasil rumput lautnya kering bagus,” ujarnya. (ils)

“Dari hasil rapat pimpinan kami di Provinsi bahwa akan diprioritaskan segera untuk mengerjakan Pal 4 melalui APBD Perubahan. Dan kami

sudah diperintahkan untuk melakukan survey. Makanya mohon kesabaran masyarakat dan tetap berhati-hati dalam berkendara,” tandasnya. (ind)

Jaksa Menyapa Berikan Pemahaman Hukum kepada Masyarakat Sumbawa Besar (Suara NTB) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa akan memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat melalui dialog interaktif melalui radio. Program yang dinamakan Jaksa Menyapa tersebut merupakan program Kejaksaan Agung (Kejagung) Refublik Indonesia (RI). Kajari Sumbawa, Paryono, SH menyampaikan, program Jaksa Menyapa ini sebagai wujud keinginan jaksa lebih dekat dengan masyarakat. Tujuannya untuk memberikan pencerahanpencerahan hukum kepada masyarakat. Nantinya akan dilakukan dialog interaktif dengan masyarakat melalui radio. “Melalui dialog masyarakat akan diberikan pemahaman hukum terkait dengan narkotika, korupsi dan lainnya,” ujarnya. Dijelaskan, secara nasional

program ini sudah berjalan dua bulan yang lalu bekerjasama dengan Radio Refublik Indonesia (RRI). Sedangkan pihaknya menjadwalkan pelaksanaan program pada bulan Mei mendatang. Pihaknya juga berencana bekerjasama dengan radio lokal untuk pelaksanaan program ini. Harapannya, dengan program Jaksa Menyapa ini, masyarakat bisa lebih memahami hukum. Kepada yang belum paham dan masih raguragu, bisa menanyakan nantinya. Upaya pencegahan lainnya juga dilakukan melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan penyuluhan hukum dan penegakan hukum. “Disamping penindakan, kita juga melakukan pencegahan dan memberikan pencerahan hukum kepada masyarakat,” pungkasnya.(ind)

Tekad Membawa SMA Negeri 3 Sumbawa Lebih Berprestasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Kepala SMA Negeri 3 Sumbawa, Jufriadi S.Ag, M.Pd, yang baru beberapa bulan ini menjabat, bertekad untuk membawa perubahan baru bagi sekolahnya agar lebih berprestasi. Terutama pada mata pelajaran tertentu yang selama ini diunggulkan dalam kompetisi OSN tingkat SMA. “ K i t a saat ini f o k u s melakukan pembinaan. Tujuannya

(Suara NTB/arn)

“Pembangunan Talang dan jaringan irigasi ini adalah satu satunya pilihan bagi warga Moyo Utara, karena air dari Bendungan Batu Bulan belum bisa dinikmati oleh petani. Apalagi ini juga bagian dari janji politik Husni Mo saat kampanye di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara,” tandas Tokoh Muda Moyo Utara, Kus-

pihak Dinas PUPR dalam diskusi dengan kita juga menyampakan anggaran talang dan jaringan Moyo Utara tidak terlalu besar. Mengingat tahun 2019 Pemkab tidak membutuhkan anggaran besar seperti pengadaan tanah Samota, dan Bringin Sila sehingga bisa diakomodir oleh APBD Kabuaten Sumbawa,” kata Kusnaini menjelaskan hasil komunikasinya dengan Dinas PUPR. Intinya, masyarakat sangat berharap kepada Bupati Sumbawa, agar aspirasi masyarakat Moyo Utara yang sudah bertahun tahun bisa di dengar dan

Jufriadi

tentu saja untuk menggapai prestasi yang lebih baik. Hasilnya mulai kelihatan, meski belum seberapa. Kita baru saja menjadi Juara OSN tingkat Kabupaten untuk Mata Pelajaran Ekonomi dan Biologi. Siswa kita juga menjaid juara dalam pidato lingkungan tingkat Provinsi dan juara karya ilimiah yang digelar Mapala UNRAM,” terang Jufriadi. Kedepan, prestasi siswa akan lebih digenjot lagi. Agar bisa berperstasi pada semua lini. Apalagi sekarang ini terliat potensi potensi baru, dibidang Mapel Bahasa Indonesia, Fisika dan lainnya untuk mewakili sekolahnya di ajang OSN berikutnya. Diketahui total siswa SMA Negeri 3 Sumbawa sebanyak 821 siswa dengan 27 rombel. “Tekad saya, SMAN 3 Sumbawa harus bisa menjadi sekolah unggulan,” pungkasnya. (arn)


SUARA NTB Senin, 2 April Maret 2018

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 7

Kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu dengan Harian Suara NTB

Pra Festival Tambora 2018, Ribuan Peserta Meriahkan Fun Bike di Dompu Dompu (Suara NTB) Ribuan peserta dari anak – anak dan orang dewasa memeriahkan kegiatan fun biken yang digelar KNPI Dompu sebagai bagian dari Festival Tambora 2018 dan hari jadi Dompu ke 203. Sepeda santai yang mengambil titik star dan finis di gedung Pemuda Dompu ini berlangsung meriah Minggu (1/4) pagi. Tidak hanya masyarakat umum yang ikut kegiatan sepeda santai ini, tapi juga diikuti oleh para anggota Muspida, dan jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Dompu. Setelah memasuki garis finis, para peseda yang telah mendapatkan nomor undian door prize langsung menikmati snack dan minuman sambil menikmati hiburan. Berbagai hadiah disediakan panitia seperti sepeda hingga hadiah hiburan lainnya. Festival Tambora tahun 2018 sendiri meliputi berbagai event sebelum hari puncak 11 April 2018 di padang savana Doro Ncanga Dompu. Seperti pawai budaya (4/4), pameran TTG foto budaya pesona

Tambora (4-5/4), Tambora Challenge 320 K (4 – 7/4), Kirab Pataka Obor Terpijar (5-10/4) Nagaha Kawiri (6/4), lomba drum band pelajar (6-8/4), sehari makan ikan (7/4), traill adventure (7/4), sepeda hias (8/4), transplantasi karang (9/4), Cera Labu (9/4), festival kuliner (10/ 4), pemeran jagung, kopi dan gula Tambora (10-11/4), sepeda wisata (10/4), Hiburan Rakyat (10-11/4) dan puncak acara Festival Tambora 2018 di Sarae Nduha padang Savana Doro Ncanga Dompu, 11 April 2018. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Khairul Insan, SE, MM pada acara fun bike 2018, Minggu kemarin mengungkapkan apresiasinya kepada jajaran KNPI Dompu yang ikut mensukseskan kegiatan Festival Tambora 2018. Sepeda santai merupakan kegiatan pembuka dari event Tambora 2018 yang akan diluncurkan pelaksanaannya oleh Bupati pada kegiatan pawai budaya, Rabu (4/4) mendatang. Ia pun mengajak masyarakat Dompu dan khususnya yang sedang mer-

Selain Pencurian Kerbau, Oknum Sekdes juga Diduga Terlibat KDRT Bima (Suara NTB) Kepala Desa Ntoke Kecamatan Wera Sudirman, mengaku kecewa karena Sekdesnya berinisial Ar, diduga menjadi otak pencurian hewan ternak kerbau milik warganya sendiri, belum lama ini. Oknum Ar bersama tiga warga ditangkap oleh aparat Polsek Wera. Ia diduga menyuruh sejumlah warga untuk mengambil kerbau untuk kemudian dijual kepada penadah. Parahnya lagi, hasil penjualan tersebut untuk membayar utang. “Sangat disayangkan, tindakan seperti ini tidak harus dilakukan. Ar harusnya menjadi teladan bagi warga,” kata Kades kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin. Menurut Kades tindakan Sekdes tersebut juga telah melampaui batas. Karena sebelumnya juga terlibat dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kasusnya masih ditangani Polsek Wera. “Namun kasus KDRT ini, Ar hanya jadi tahanan luar dengan syarat, karena ada pertimbangan lainnya. Pencurian hewan ini tidak bisa ditolerir. Polisi harus mengusutnya,” katanya. Sudirman meminta aparat Polsek Wera untuk mengusut tuntas tersebut, selain mencoreng nama baik Pemerintah Desa Ntoke. Tindakan Sekdes tersebut juga mencatut tanda tangannya dalam memuluskan tindakan kriminal tersebut. “Setelah kasus ini terungkap, tanda tangan saya ditiru untuk mengurus administrasi kejiwaan hewan ternak yang akan dibawa keluar ke desa lain,” katanya. Meski demikian, Sudirman akan tetap menunuggu proses hukum yang sedang berjalan saat ini. Jika terbukti, Ia berjanji akan mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan sementara Sekdes tersebut. “Soal sanksi kita tunggu dulu hasil penyelidikan dan penyidikan polisi selama dua minggu kedepan. Jika terbukti saya akan keluarkan surat pemberhentian,” tegasnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bima, Drs. Sirajudin, MM, juga menyesalkan tindakan Sekdes tersebut. Bagi dia, tindakan tersebut mencoreng nama baik Aparatur Desa. “Sebagai Sekdes harusnyan memberikan contoh yang baik bagi warganya. Bukan malah jusrtru sebaliknya. Berbuat hal yang negatif,” katanya. Ia menambahkan persoalan tersebut, akan diserahkan sepenuhnya kepada Kepala Desa. Sesuai aturan yang berlaku kades memiliki wewenang untuk memberikan sanksi kepada bawahannya yang melanggar. “Kami dengan Pemerintah desa hanya sifatnya koordinasi. Tapi yang jelas soal ini sudah kita dorong kades untuk memberikan sanksi tegas jika Sekdes terbukti berbuat,” pungkasnya. (uki)

Hadir di Bima, Tere Liye Berbagi Tips Menulis Bima (Suara NTB) Siapa yang tidak kenal dengan novelis tersohor Indonesia, Tere Liye. Pria dengan nama lengkap Darwis ini, hadir di kampus STKIP Taman Siswa Kabupaten Bima pada Minggu (1/4). Kedatangan penulis buku best seller Indonesia ini mengisi acara workshop penulisan yang diadakan Kampus setempat. Kehadiran Tere Liye ini menarik ratusan peserta. Bahkan, sebagian besar tidak lupa mengabadikan dengan kamera ponsel bersama lelaki mantan wartawan ini. Pada kesempatan itu, Darwis Tere Liye berbagi tips menulis yang baik dan benar kepada peserta yang kebanyakan perempuan tersebut. Kata dia menjadi seorang penulis tidak menjadikan materi sebagai motivasinya. “Jadi penulis harus berupaya memiliki tulisan yang baik. Jika tulisan kita baik, akan mendapatkan materi yang banyak,” katanya. Selain itu lanjutnya, tips menjadi penulis yang baik dan berkualitas harus memperbanyak membaca buku, mengisi kepala agar tidak kosong. Sebab kalau isi kepala kosong otomatis kesulitan untuk menulis. “Tulisan yang baik dan bermanfaatkan bagi orang. Barang tentu Penulis itu akan terus hidup dan dikenang sepanjang massa,” katanya. Kemudian menulis bisa diawali dengan pengalaman diri senidiri. Jika sudah dianggap sudah matang, bisa berlanjut menulis pengalaman orang lain, yang dilihat atau diamati secara langsung. “Menulislah tentang apapun. Entah bagus ataupun buruk, tidak jadi soal. Karena kunci menulis adalah produktifvitas,” katanya. Selain itu penulis harus memiliki kepercayaan. Karena hal itu menjadi energi penting menulis yang baik. Walaupun diawali dengan tulisan kecil dan pendek. Tapi akan memberikan manfaat dan energy positif bagi orang. “Intinya menulis adalah kebiasaan dan latihan, latihan dan latihan. Tidak perlu risau soal baik dan buruk,” katanya. (uki)

(Suara NTB/Uki)

WORKSHOP - Darwis Tere Liye berbagi tips menulis di acara workshop penulisan di Kampus STKIP Taman Siswa Kabupaten Bima, Minggu (1/4).

antau di luar daerah untuk ikut serta mensukseskan Festival Tambora 2018 dengan mengunjungi daerah sendiri dan menikmati keindahan alam, budaya serta kulinernya. Potensi alam Dompu juga diharapkan untuk disosialisasikan secara luas, sehingga wisatawan domestik maupun manca negara dapat berkunjung serta membelanjakan uangnya di Dompu. “Yakin saja, Kabupaten Dompu akan terus berbenah untuk kemajuan pariwisatanya. Berbagai kekurangan akan dibenahi secara bertahap, termasuk menyiapkan produk ekonomi kreatif sebagai oleh – oleh khas Dompu,” katanya. Menjelang kegiatan puncak Festival Tambora 2018, Khairul Insan mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah atasan serta stake holders lainnya. Terutama dalam penyiapan materi acara serta target yang ingin dicapai dari pelaksanaan Festival Tambora 2018. Karena kemajuan pariwisata tidak bisa langsung dirasakan manfaatnya, namun secara perlahan akan

(Suara NTB/KNPI)

SEPEDA SANTAI - Asisten 1 Setda Dompu, Drs H Sudirman Hamid, M.Si mewakili Bupati Dompu melepas peserta sepeda santai di depan gedung Pemuda Dompu, Minggu (1/4). Peserta sepeda santai saat mengitari kota Dompu dan dikawal mobil Patwal Polres Dompu (foto kanan). memberikan multiplier effect saat menyampaikan laporan iatan sepda santai. “Ini ben- muda merupakan milik pemuda bagi kemajuan daerah. Pem- pada acara sepeda santai, tuk apresiasi dan dukungan Dompu yang secara kebetulan bangunan kawasan penduku- Minggu pagi kemarin men- kita semua terhadap event fes- KNPI menaungi beberapa organng taman nasional Gunung gungkapkan, apresiasinya tival Tambora 2018 dan per- isasi kepemudaan dan berkanTambora tahun 2018 ini di- atas kehadiran peserta yang ingatan hari jadi Dompu ke tor serta melakukan berbagai harapkan akan semakin me- cukup membludak. Pada 203,” katanya. aktifitas di gedung Pemuda. “Genyiapkan fasilitas pendukung pendaftaran peserta sepeda Ia juga mengungkapkan, ko- dung ini bukan milik KNPI, tapi bagi kemajuan pariwisata santai, pihaknya hanya men- mitmen KNPI Dompu dalam gedung ini milik pemuda. KebetDompu kedepan. erima sekitar 800 orang peser- mensukseskan berbagai kegia- ulan KNPI menaungi beberapa Ketua KNPI Dompu, Rihul ta anak – anak. Tapi pada pel- tan pembangunan di daerah. organisasi kepemudaan dan berRahman, ST yang diwakili oleh aksanaannya, bapak dan ibu- Pada kesempatan itu, ia juga kantor di gedung Pemuda,” Sekretarisnya, Edyson HD, SH nya juga ramai mengikuti keg- menegaskan bahwa gedung Pe- katanya. (ula/*)

Stok Cabai Rendah, Pemerintah Belum Intervensi Dompu (Suara NTB) Harga cabai di Dompu terus melonjak. Rendahnya stok lantaran beberapa wilayah pemasok mengalami gagal panen. Kendati begitu, di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi ini, pemerintah Kabupaten Dompu belum melakukan upaya intervensi. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Dompu, H. Iskandar mengaku, harga bumbu dapur tersebut memang mengalami kenaikan yang cukup drastis, yakni Rp100/ Kg dari sebelumnya Rp40-Rp60 ribu/Kg. “Memang kenaikan harganya cukup drastis karena kan beberapa daerah ada yang

gagal panen,” kata dia kepada Suara NTB di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Kendati persediaan stok cabai belum mampu menjangkau tingkat kebutuhan masyarakat Disperindag belum melakukan intervensi. Hal itu mengingat daya beli masih tinggi dan hasil pertanian daerah tetangga ada

yang bisa diharapkan. Berbeda halnya jika daya beli lemah dan stoknya minim maka pihaknya dituntut segera melakukan intervensi untuk mendatangkan cabai dari luar NTB. “Kalau di pasar masih bisa ditanggulangi walaupun harganya naik ndak (dilakukan intervensi, red),” ujarnya.

Iskandar mengungkapkan, langkah intervensi dengan bersurat ke pemerintah daerah lain sebetulnya tidak diperlukan, karena para pengusaha saat ini sudah lebih paham kondisi pasar. Dalam artian, dimana daerah yang tingkat kebutuhan dan harga belinya tinggi maka disanalah cabai atau bahan pokok lainnya dipasok. Meski pihaknya belum menentukan langkah intervensi, namun upaya tersebut sudah dilakukan sendiri oleh para pendagang di pasar Dompu. Biasanya, untuk cabai dipasok dari Bali.

“Kita belum lakukan intervensi tapi pedagang itu sendiri yang sudah mulai melakukannya, ambil barang yang ada di Bali karena masih ada untung kan dia orang,” jelasnya. Disinggung harga kebutuhan pokok lain yang mengalami gejolak harga, Iskandar menambahkan, berdasarkan hasil pantauan langsung pihaknya dipasaran rata-rata harga kebutuhan pokok seperti daging, beras, telur dan sebagainya masih cukup stabil. “Hanya cabai saja yang tinggi sekarang,” pungkasnya. (jun)

Plt Camat Kilo Enggan Tanggapi Dugaan Penggelapan Aset SMP PGRI

(Suara NTB/dok)

PANEN JAGUNG - Suasana panen dan pengolahan komoditas jagung di Kabupaten Dompu. Petani jagung setempat saat ini lebih senang menjual jagung mereka ke gudang dengan harapan mendapatkan harga yang lebih baik ketimbang menjual ke pengepul.

Petani Enggan Jual Jagung ke Pengepul Dompu (Suara NTB) Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Dompu, H. Iskandar mengaku, sudah terjun langsung ke lapangan terkait gejolak harga jagung yang dikeluhkan petani akhir-akhir ini. Hasilnya, petani kini enggan menjual hasil jagung pada para pengepul dengan alasan merugi berlipat ganda. Mereka rata-rata memilih menjual komoditi unggulan tersebut langsung ke gudang. “Sekarang petani ndak dia mau pakai pengepul, rata-rata langsung bawa ke gudang lebih enak,” kata dia kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Sikap yang diambil petani itu menyusul kekhawatiran akan mengalami kerugian berlipat ganda, mulai dari permainan alat timbang, penyesuaian jarak dengan harga pembelian sampai permintaan jatah untuk setiap kali penimbangan dengan berat tertentu. Berbeda halnya ketika petani langsung ke gudang, selain alat timbangnya bisa dijamin keakuratannya juga harga pembelian sesuai bahkan melebihi standar HPP. “Jadi lebih enak dia sewa truk langsung timbang ke gudang,” ujarnya. Iskandar menyebutkan, harga pembelian jagung di gudang saat ini berkisar Rp3.100-

Rp3.200/Kg dengan kadar air 16-17 persen. Harga tersebut sudah sesuai bahkan melebihi standar acuan pembelian yang ditentukan pemerintah, yang mana jagung dengan kadar air 15 persen Rp3.150/Kg, kadar air 20 persen Rp3.50/Kg, kadar air 25 persen Rp2.850/Kg dan kadar air 35 persen Rp2.500/Kg. Praktik yang biasanya diterapkan para pengepul, tambah dia, untuk setiap satu kali timbangan mereka memotong berat jagung 1 Kg. Sehingga petani kebanyakan menolak dengan alasan takut rugi di tengah biaya produksi yang tinggi. “Timbangan dia (pengepul, red) dua karungdua karung dia potong 1-2 Kg per satu kali timbang, kan petani banyak yang ndak mau lebih enak dia pakai jembatan timbangan karena ndak ada potongan dia,” jelasnya. Dengan beralihnya petani menjual hasil komoditi unggulan itu para pengusaha gudang pun ditekankan pihaknya agar tidak bermain-main, setiap kali penimbangan harus dicetak hasilnya sebagai bukti. Sehingga klaim yang muncul nantinya dapat dengan mudah diatasi. “Kalau tidak ada print-out jangan coba-coba timbang, nanti terjadi klaim nah repot kamu orang. Syukur klaim ngomong saja tapi kalau dia bakar gudang kan repot,” pungkasnya. (jun)

Dompu (Suara NTB) Mantan kepala SMP PGRI Pali Kilo yang juga Plt Camat Kilo berinisial HI, S.Sos diduga terlibat dalam kasus penggelapan aset milik sekolah. Pembangunan 2 lokal gedung perpustakaan dan isinya senilai Rp240 juta tahun 2015 juga diduga diselewengkannya. Oknum mantan kasek yang juga Plt Camat Kilo ini enggan menanggapi terkait dugaan penggelapan aset milik sekolah dan pembangunan gedung perpustakaan sekolah. Beberapa kali dihubungi melalui telepon maupun pertanyaan melalui pesan singkat SMS, tidak dijawabnya. Ketika dihubungi, Rabu (28/ 3) siang lalu mengaku sedang mengikuti kegiatan dan dirinya tidak bisa mendengar apa – apa (pertanyaan). “Nanti saya hubungi lagi,” kata HI saat dihubungi setelah diinformasikan maksud panggilan terkait aset SMP PGRI Pali. Namun hingga saat ini, tidak ada informasi lebih lanjut. Bahkan saat dihubungi berulang kali hingga Minggu (1/4) kemarin, HI masih enggan menjawab panggilan dan menjawab pertanyaan lewat pesan singkat. Kasus dugaan penggelapan aset milik sekolah dan dugaan penyelewengan pembangunan 2 unit ruang perpustakaan ini terungkap setelah Komite SMP PGRI Pali Kilo mengadu ke Dewan untuk difasilitasi. Karena beberapa kali didatangi ke kediaman maupun ke kantornya, HI enggan mengembalikan aset sekolah. Bahkan saat dipanggil Dewan untuk dimintai klarifikasi pada Rabu lalu juga tidak dihadiri HI. Adapun aset yang diduga berada di tangan HI antara lain 12 unit laptop hasil bantuan Kementrian Daerah Tertinggal tahun 2014, 1 unit proyektor LCD, 1 unit warles, 1 unit TV bersama parabola, dan pagar

bronjong sekolah. Selain aset tersebut, pada tahun 2015 juga ada bantuan 2 lokal bangunan gedung perpustakaan beserta isinya senilai Rp240 juta. “Tapi sampai saat ini, bangunan gedung perpustakaannya belum selesai dibangun. Mebler dan isinya juga tidak ada,” kata Suhardin H Pasi, Ketua Komite SMP PGRI Pali Kilo kepada Suara NTB, Rabu lalu. HI sendiri diganti dari jabatannya sebagai Kepala SMP PGRI Pali sejak dirinya ditunjuk menjadi Plt Camat Kilo akhir 2017 lalu dan digantikan oleh Bahtiar, S. Sos. Namun beberapa aset sekolah justru tidak ikut diserahkan. “Selama ini ketika diminta dan ditanya, beliau berdalih diamankan dirumahnya. Tapi sekarang beliau tidak lagi menjadi kepala sekolah, aset – aset itu justru tidak diserahkan,” katanya. Ketua Komisi 1 DPRD Dompu, Andi Bahtiar, A.Md.Par mengaku akan kembali melayangkan surat panggilan untuk HI dan para pihak untuk menklarifikasi terkait beberapa aset milik SMP PGRI Pali. “Untuk panggilan pertama yang tidak dihadiri pak Camat, kami dapat memaklumi ketidak hadirannya. Mungkin beliau sibuk. Tapi jangan sampai panggilan berikutnya tidak diindahkan. Kalau sampai panggilan ketiga tidak dihadiri, Dewan bisa memanggil paksa. Itu aturan Tatibnya,” katanya. Andi mengaku, memberikan perhatian atas persoalan ini karena siswa kelas akhir sedang mempersiapkan pelaksanaan USBN dan UNBK yang membutuhkan perangkat elektronik seperti komputer dan laptop. Bahkan di beberapa sekolah terpaksa mengeluarkan surat pinjam pake ke wali murid untuk memenuhi kebutuhan laptop bagi pelaksanaan UNBK. “Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” terangnya. (ula)

Jaringan Curanmor Diringkus Dompu (Suara NTB) Terduga jaringan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) diringkus Timsus Polsek Manggelewa, Minggu (1/4) Pukul 4.50 Wita, mereka As (32) Am (35) dan Jh (42). Dari tangannya berhasil disita satu unit kendaraan hasil curian. Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH., mengatakan, penangkapan tiga orang jaringan curanmor tersebut buah tindak lanjut laporan

masyarakat dengan LP/07/1/ 2018/Res Dompu/Sek Manggelewa tanggal 19 Januari 2018. “Penangkapan ini tindak lanjut laporan kehilangan dari masyarakat 19 Januari lalu,” kata dia dikonfirmasi Suara NTB. Jaringan curanmor yang sudah meresahkan itu terungkap satu per satu setelah Am selaku penadah motor curian berhasil ditangkap, ia lantas membeberkan bahwa motor

Vario yang dipakainya hasil tukar tambah dengan As warga setempat. Sehingga tak berselang lama As dibekuk timsus di rumahnya tanpa perlawanan. Tak cukup disitu, di kediaman As yang diduga kuat sebagai pelaku utama ini polisi melakukan penggeledahan dan mendapati peralatan lengkap untuk melakukan aksi kejahatan, seperti 3 buah kunci T, 1 buah kikir, 1 buah kunci L, STNK palsu, kunci sepeda mo-

tor Vario curian dan 18 biji alat ketok mesin. Pun tersangka As, lanjut Suhatta, juga membeberkan keberadaan tersangka lain yang berperan sebagai penyedia STNK palsu, yakni DD warga Dusun Madya Desa Kempo. “Sehingga anggota langsung melakukan penjemputan DD sekitar Pukul 6.06 Wita,” jelasnya. Atas temuan barang bukti hasil dan alat yang dipakai para

tersangka untuk berbuat jahat tersebut ketiganya langsung digiring ke Mapolsek Manggelewa untuk diproses lebih lanjut. Dan informasinya STNK palsu itu dibuat oleh Ww (28) mahasiswa asal Dusun Taa Desa Taa yang saat ini masih dalam pencarian polisi. “Untuk sementara tiga orang itu sudah diamankan di Polsek Manggelewa, sementara Ww dalam penyelidikan angggota,” pungkasnya. (jun)


POLHUKAM

SUARA NTB Senin, 2 April 2018

Halaman 8

TP4D Mataram Dampingi 80 Proyek di Atas Rp 1 Miliar Mataram (Suara NTB) Sebanyak 80 item proyek tahun anggaran 2018 masuk ke meja TP4D Mataram. Jaksa bakal meneliti dulu berkas pengajuan tersebut. Sebelum diputuskan untuk dilakukan pengawalan. Kasi Intel Kejari Mataram, Agus Taufikkurahman mengatakan, sejumlah item yang diajukan untuk dikawal TP4D itu mayoritasnya proyek dengan anggaran Rp 1 miliar ke atas.

Pilkada NTB

Demokrat Pastikan TGB Jadi Jurkam Zul - Rohmi Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB dua periode, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB), dipastikan akan turun langsung sebagai juru kampanye pemenangan pasangan Cagub dan Cawagub NTB 2018, Dr. H. Zulkieflimansyah - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi). Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, kepada Suara NTB, pekan kemarin. “TGB akan diturunkan (kampanye) pada waktu yang tepat,” kata Mahalli. TGB merupakan salah satu senjata pamungkas untuk pemenang pasangan Zul-Rohmi. Oleh karena itu, Partai Demokrat sebagai pengusung pasangan nomor urut 3 itu, akan mencari waktu yang tepat untuk menggunakan TGB sebagai strategi mendulang suara pemenangan Zul-Rohmi. “Efektivitas TGB sebagai jurkam sangat ditentukan oleh waktu yang tepat, kita tahu kapan waktunya yang tepat. Kalau sekarang belum waktunya turunkan TGB. Kan ini masih ada waktu dua bulan lagi, nah menurut pengalaman kita berpilkada, pemilih itu masih cair, suara itu baru sulit berubah, dua minggu sebelum Pilkada,” papar Mahalli. Dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD NTB itu, TGB sebagai tokoh partai Demokrat, dan sekaligus sebagai adik kandung dari Cawagub, Sitti Rohmi Djalilah, tentu memiliki kewajiban moral untuk memenangkan pasangan Zul-Rohmi. Hanya saja, sampai saat ini TGB masih belum menunjukkan tanda-tanda akan turun mengkampanyekan pemenangan pasangan Zul-Rohmi, bukan karena tidak terlibat. Melainkan menurunkan TGB sebagai jurkam hanya soal strategi semata, yakni menunggu waktu yang tepat. “Beliau (TGB) pasti akan turun, karena bagaimanapun beliau punya kewajiban secara moral memenangkan pasangan ini,” katanya. Disampaikan Mahalli, ketika TGB turun memenangkan pasangan Zul-Rohmi, maka dukungan rakyat pada Zul-Rohmi akan semakin besar. Tidak bisa dinafikan, ketokohan TGB tak bisa dipandang remeh. Senada dengan Mahalli, TGB juga mengaku sampai saat ini, dirinya masih belum menerima permintaan Partai Demokrat maupun dari Tim Pemenangan Zul-Rohmi untuk turun berkampanye. “Belum, belum ada permintaan sampai saat ini sebagai jurkam, kita tunggu saja,” ungkap TGB menjawab pertanyaan wartawan baru-baru ini. (ndi)

Demokrat Klaim Berpengalaman Menangkan Pilkada Mataram (Suara NTB) Partai Demokrat NTB optimis pasangan Cagub dan Cawagub NTB nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah - Dr. Hj. Sitti Rohmi Djlilah (Zul-Rohmi) bakal keluar menjadi pemenang dalam Pilkada NTB 2018 ini. Keyakinan itu berdasarkan pengalaman Demokrat dalam memenangkan Pilkada NTB 2013 lalu, yang mengantarkan Dr. M. Zainul Majdi sebagai Gubernur NTB periode kedua. Demikian disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri kepada Suara NTB di DPRD NTB, pe(Suara NTB/dok) kan kemarin. “Kami sudah berTGH. Mahalli Fikri pengalaman dalam memenangkan Pilkada, makanya dalam pilkada ini (2018) kami tahu caranya untuk menjadi pemenang (lagi),” demikian Mahalli. Hal itu disampaikan Mahalli untuk menjawab hasil survei yang dirilis oleh tim pasangan calon lain, yang menempatkan perolehan persentase dukungan pasangan Zul-Rohmi sebagai juru kunci, alias dengan dukungan paling rendah. “Terserah mereka, tidak perlu urus orang, dan begitu juga dengan kami. Yang jelas kami sampai saat ini terus berkerja sampai hari H, begitu juga dengan elemen pemenangan yang lain juga berkerja keras,” katanya. Mahalli menyebut bahwa hasil survei yang dirilis oleh pihak lawan, tak bisa langsung dipercayai begitu saja. Sebab pihaknya juga memiliki hasil survei internal yang mereka rilis barubaru ini. Hasilnya dimana pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut 3 masih unggul memimpin bakal dipilih oleh rakyat NTB dari tiga kandidat lainnya. “Dari empat lembaga survei lokal yang kita sudah lakukan, hasilnya Alhamdulillah, Zul-Rohmi menjadi nomor satu. Dan dari hasil survei itu, kami sudah melihat tanda-tanda kemenangan pada Zul-Rohmi. Secara komulatif dari semua kabupaten/kota, indikasi kemenangan itu sudah cukup kuat,” tutur Mahalli. Lanjut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD NTB itu, penyebaran pemilih pasangan nomor urut tiga ini cukup merata di semua daerah. Terutama di Pulau Sumbawa, Zul-Rohmi unggul telak. Sementara untuk Pulau Lombok, Zul-Rohmi rata-rata berada pada nomor urut dua. Pada kesempatan itu, Mahalli juga membatah bahwa ada skenario yang dibangun oleh pasangan Zul-Rohmi dengan salah satu pasangan calon lainnya, untuk menggabungkan kekuatan jika salah satunya diantara mereka sampai survei terakhir cukup berat untuk keluar sebagai pemenang. Wakil Ketua DPRD NTB itu menegaskan bahwa, sebagai seorang petarung sejati, Zul-Rohmi tidak akan sampai melakukan deal-deal politik untuk menggabungkan kekuatan dengan salah satu paslon, demi memenangkan kontestasi Pilkada NTB 2018. Bagi Mahalli, apapun hasil yang diperoleh, akan diterima dengan jiwa ksatria. (ndi)

Agus Taufikkurahman

“Kebanyakan proyek fisik dan konstruksi sekitar 95 persennya,” ujarnya ditemui pekan lalu. Pemkot Mataram mengajukan paling banyak

dalam pre-contract meeting (PCM). “Kuncinya di situ ditekankan apa-apa saja yang perlu diperhatikaan saat mengerjakan proyek agar tidak gaduh seperti proyek jembatan Dasan Agung tahun lalu,” papar Taufik. Tahun ini, Pemkot Mataram menganggarkan lagi pekerjaan lanjutan Jembatan Dasan Agung sebesar Rp 1,8 miliar. Proyek tersebut di tahun 2017 hanya dituntaskan kontraktor pelaksana 30 persen pekerjaan. (why)

(Suara NTB/ris)

Nelayan Pergi Melaut Tanpa Dokumen Ditangkap Polisi Mataram (Suara NTB) Apes menimpa nelayan Teluk Saleh, Sumbawa saat melaut. Sebab tak memiliki dokumen kapal, nahkoda bersama tiga anak buah kapalnya digelandang ke Mako Polair Polda NTB. Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda NTB, AKBP Erwin Ardiansyah menyebutkan, kapal yang dinamai Tampa Nama itu diamankan saat tim patroli Polres Dompu menyisir Teluk Saleh. Kapal tersebut dinahkodai HM alias PH (27), warga Batu Bangka, Moyo Hilir, Sumbawa. ABK-nya AM (29), HD (29), dan HA (26). “Kapal tersebut berlayar dari Desa Batu Bangka, Moyo Hilir dengan tujuan melaut. Setelah diperiksa tim patroli, ditemukan dugaan kapal tersebut tidak memiliki dokumen,” kata Erwin dikonfirmasi kemarin. Hasil pemeriksaan itu, lanjut dia, ditemukan indikasi pelanggaran pasal 85 UU RI No 45/2009 tentang Perubahan atas UU RI No 31/2004 tentang Perikanan. Intinya mengenai larangan menggunakan alat bantu penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan yang ditentukan. “Untuk mendalami indikasi pidana itu, nahkoda ABK dan kapal kami amankan ke Pos Polair Calabai, Dompu,” sebutnya. Barang bukti lain yang diamankan antara lain, selang kompresor, kompresor, mesin penggerak, mesin ketinting, sampan tonda, alat selam, jeriken solar, dan dua boks berisi ikan tangkapan. (why)

(Suara NTB/ist)

PENANGKAPAN - Penangkapan kapal tanpa dokumen di perairan Teluk Saleh, Sumbawa.

Jaksa Kembalikan Berkas Tersangka 19 Kg Ganja Mataram (Suara NTB) Berkas tersangka, HW, pelaku penyelundupan ganja Aceh ke Lombok dikembalikan lagi oleh jaksa kepada penyidik BNNP NTB. Jaksa menganggap berkas perkara perlu dilengkapi lagi. “Berkasnya sudah dilimpahkan tahap pertama. Tapi dikembalikan lagi oleh jaksa karena belum lengkap,” ungkap Kabid Pemberantasan BNNP NTB, AKBP Denny Priadi ditemui pekan lalu. Selain pemeriksaan saksi, petunjuk jaksa lainnya yakni pemusnahan barang bukti yang sudah dilakukan Selasa (27/3) lalu. Dalam rangkaian penyidikan ini, lima orang saksi sudah diperiksa. Sementara untuk pengembangan tersangka, BNNP NTB juga memeriksa saksi di kantor ekspedisi tempat ganja itu dikirimkan. “Setelah ini berkas disusun kembali. Secepatnya kami kirimkan lagi ke jaksa,” kata Denny. Tersangka HW ditangkap atas sangkaan kepemilikan dan peredaran ganja seberat 19,3 kg. Ganja itu disembunyikan di bawah tumpukan sepatu. Tersangka HW ditangkap Kamis (1/3) petang di Pagutan, Mataram. Dia tertangkap tangan mengambil paket yang berisi ganja tersebut. Ganja itu ditujukan ke alamat Tiwu Galih, Praya, Lombok Tengah. Alamat itu hanya sebagai pengalihan. Barang oleh tersangka dibawa ke rumahnya di Danger, Masbagik, Lombok Timur. Ganja sedianya didistribusikan kepada bandar yang lebih kecil, bahkan salah satunya untuk pasar Gili Trawangan, Pemenang, Lombok Utara. Dua aksi penyelundupan sudah dilancarkan tersangka sebanyak dua kali. Yakni dalam rentang Desember 2017, masingmasing seberat 5 kg. Tersangka dikenai pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 111 ayat 2 dan atau pasal 127 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat 12 tahun penjara. (why)

Suhaili - Amin Gerakkan Relawan Mataram (Suara NTB) Pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut 1 H. M. Suhaili FT - H. Moh. Amin (Suhaili-Amin), tidak hanya mengandalkan gerakan dari partai pengusungnya untuk merebut dukungan rakyat. Tapi juga, gerakan tim relawan akan dimaksimalkan untuk mendulang suara pada kontestasi Pilkada NTB 2018. Suhaili - Amin sangat meyakini tim relawan bisa menjadi salah satu kekuatan yang potensial untuk merebut kemenangan. Sebab relawan merupakan garda terdepan dalam mensosialisasikan program ataupun visi misi dari pasangan calon. Menurut Kordinator relawan Suhaili-Amin se - NTB, Syamsul Hadi, menyampaikan, Rewalan sebagai salah satu organ pendukung paslon “Kanggokm Tadahn”, akan melakukan segala upaya untuk mengerahkan kekuatan demi memenangkan Suhaili-Amin jadi orang nomor satu dan dua di NTB. “Khusus untuk relawan Suhaili-

pendampingan, menyusul Lombok Barat, kemudian Lombok Utara. Proyek yang akan didampingi TP4D Mataram tahun 2018 ini melonjak. Pada tahun 2017, TP4D Mataram sudah

mendampingi 40 proyek. Taufik menyebutkan, setiap proyek yang diajukan tersebut didampingi sejak sebelum tahap tender. TP4D akan meninjau terlebih dulu setiap pengajuan pendampingan. “Kalau di tengah-tengah tidak bisa. Kita mendampinginya dari perencanaan, penyusunan dokumen lelang, tahap lelang, kemudian pelaksanaan,” jelasnya. Setiap pihak yang berkaitan dengan proyek, terang dia, mematuhi persetujuan yang diutarakan

Amin telah terbentuk dan tersebar ke seluruh penjuru daerah di NTB, tinggal digerakkan saja,” katanya. Ia menjelaskan, kinerja relawan Suhaili-Amin langsung menyentuh calon pemilih potensial di mana relawan bekerja dengan mengutamakan sisi humanisme. Relawan akan mengedepankan politik santun. Ia tidak ingin adanya gesekan atapun benturan dengan tim pendukung paslon lainnya. Syamsul Hadi menyebutkan, sampai saat ini jumlah relawan Suhaili-Amin yang sudah terbentuk dan tersebar di seluruh NTB sekitar 1.500 orang. Bahkan para relawan ini sudah tancap gas dengan melakukan pendekatan ke calon pemilih potensial. Relawan Suhaili-Amin berasal dari berbagai kalangan dan elemen. Ia menyebut bahwa relawan SuhailiAmin berasal dari akademisi, politisi, pengusaha, aktivis hingga masyarakat biasa. Para relawan selain dibekali dengan APK juga dengan pengetahuan figur calon yang diusung

serta visi misi calon tersebut. “Relawan Suhaili-Amin sudah bergerak dan kami sebagai garda terdepan tentunya ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat pentingnya memilih calon pemimpin yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas,” imbuhnya. Sementara itu, salah satu relawan Suhaili-Amin, yakni Relawan Bintang Sembilan yang digawangi aktivis Pemuda dan Mahasiswa, dengan koordinator, Abdul Majid, juga menegaskan bahwa dalam melaksanakan kerja-kerja politik. Pihaknya berkoordinasi dengan tim pendukung dan tim relawan Suhaili Amin lainnya. Dengan demikian, tidak ada tumpang tindih dalam melaksanakan kerja pemenangan. Tim relawan Bintang sembilan lebih fokus untuk menyasar kalangan pemilih pemuda dan mahasiswa. “Kita terus bekerja dengan menyasar segmen pemilih pemuda dan mahasiswa” pungkasnya. (ndi)


BUDAYA DAN HIBURAN

SUARA NTB Senin, 2 April 2018

Halaman 9

Sisi Lain Senggigi

Hidup Miskin di Destinasi Wisata Terkenal Sejak pagi, Herman (23) sudah menyiapkan diri untuk pergi ke Pantai Senggigi. Bukan untuk berlibur, ia menjajakan jasa penyewaan alat selancar kepada wisatawan yang datang. Tempat penyewaan selancar itu pun bukan miliknya, ia hanya karyawan tidak tetap yang diupah sesuai hasil kerjanya. RUMAH berukuran 3x3 meter itu merupakan tempat tinggal Herman selama tiga tahun ini. Rumah reyot yang ditutup seadanya itu ditopang dengan beberapa kayu di belakang rumahnya agar tidak roboh. Lantainya pun sangat kotor dan di dalamnya tidak ditemukan adanya perkakas yang berharga. Ia tinggal bersama bibiknya yang sudah menjanda dan memiliki satu orang anak. Ibunya sudah lama meninggal ketika ia berusia sembilan bulan. Bahkan ia tidak mengingat lagi wajah ibu yang melahirkannya itu. Tiada foto apalagi kenangan yang diingat bersama ibunya. Sedangkan ayahnya tidak tahu di mana. Ia sudah lama tinggal di Senggigi, karena ibunya merupakan warga Senggigi, Lombok Barat. Penghasilannya yang tidak menentu membuat Herman terpaksa harus tinggal di gubuk reyot. Sebab ia tidak memiliki cukup uang untuk mem-

perbaiki rumah yang saat hujan akan bocor itu. Selain itu, tanah yang digunakan untuk mendirikan gubuk sederhana itu juga bukan miliknya. “Ini tanah orang dari Ampenan. Dipercaya untuk jaga saja, mungkin karena kasihan juga sama saya,” ujarnya saat ditemui Suara NTB, di Senggigi, Sabtu (31/3). Dalam sebulan penghasilannya paling banyak Rp 600 ribu dari penyewaan alat selancar. Kadang itu juga kurang, jika tidak banyak wisatawan yang menggunakan jasanya. Ia kadang berutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Apalagi ia juga harus menanggung biaya hidup bibik dan keponakannya. “Bibik sering sakit, jadi tidak kuat bekerja. Kasihan juga, dia sudah diceraikan suaminya semenjak anaknya dalam kandungan dan sekarang sudah berusia empat tahun,” ujarnya.

Segarnya Air Terjun Semporonan di Lotim Selong (Suara NTB) Kabupaten Lombok Timur memiliki banyak destinasi wisata. Tidak hanya pantai dan gili, terdapat pula air terjun yang menyegarkan. Salah satunya Air Terjun Semporonan yang terletak di Desa Timba Nuh Kecamatan Peringgasela. Air Terjun ini belakangan semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal. Akses menuju ke Air Terjun Semporonan membutuhkan waktu 20 hingga 30 menit dari Kota Selong. Air terjun ini berada di desa paling utara di kawasan Pringgasela. Meski demikian akses jalan menuju tempat ini terbilang cukup baik. Sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanannya dengan nyaman. “Ini kan di bawah atau di kaki Rinjani. Jadi airnya segar dan tentu saja bersih,” kata warga Pringgasela Muhammad Amin, Minggu (1/4). Menuju ke lokasi air terjun anda harus berjalan sejauh 350 meter. Rute jalan setapak dan sedikit berbatu menjadi rintangan yang harus dilewati. Dalam perjalanan inipun wisatawan disuguhkan pemandangan perkebunan kopi dan dan sejumlah tanaman pangan masyarakat. Aroma kopi mentah akan tercium dan menjadi sensasi perjalanan yang menyenangkan bagi pecinta kopi. “Jalannya tidak membosankan, karena wisatawan akan menemukan banyak hal selama di perjalanan,” ujarnya. Sekilas Air Terjun Semporonan ini mirip seperti Air Terjun Sendang Gile di Kabupaten Lombok Utara. Namun dengan tinggi yang berbeda yakni 40 meter. Deras dan dinginnya air terjun tersebut menambah sensasi yang dapat dirasakan wisatawan. Apalagi suasananya juga sangat tenang, sehingga wisatawan benar-benar dimanjakan dengan keindahan dan suasana alami di air terjun ini. Meski demikian, di air terjun ini belum dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, ruang ganti atau musala. Sehingga wisatawan merasa kurang nyaman ketika harus mandi dan tidak ada tempat untuk bilas dan mengganti pakaian. “Saya berharap pemda bisa melihat potensi air terjun ini sebagai salah satu destinasi wisata. Sehingga kebutuhan akan fasilitas dasar dapat dipenuhi,” ujarnya. (lin)

(Suara NTB/ist)

SEMPORONAN - Seorang wisatawan tengah menikmati kesegaran Air Terjun Semporonan yang ada di Kabupaten Lombok Timur.

Selama ini, ia berusaha untuk mencari pekerjaan yang lebih layak, namun belum ada yang menerimanya. Ia sadar, mungkin karena kemampuannya yang belum memadai. Ia berharap Pemda dapat membantunya, paling tidak untuk memperbaiki rumahnya yang selalu bocor apabila turun hujan. “Sebelumnya ngekos bayar Rp 400 ribu. Daripada ngekos terus tidak ada untuk makan, lebih baik tinggal di sini. Kalau hujan ya rumahnya bocor, tapi saya bersyukur hujannya tidak setiap hari,” ujarnya. Ia berharap bisa mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih layak. Sehingga ia bisa memperbaiki rumahnya dan bisa menabung untuk masa depannya. Sebab selama ini ia tidak bisa menabung, karena untuk biaya hidup sehari-hari saja ia susah. Senggigi yang merupakan destinasi wisata unggulan Kabupaten Lombok Barat nyatanya belum mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Sebelumnya Pemda Lombok Barat menyatakan diri untuk menjadikan beberapa destinasi wisatanya semakin dikenal dunia. Namun tentu saja harus diimbangi dengan kual-

(Suara NTB/lin)

GUBUK REYOT - Suasana di gubuk reyot milik Herman yang ada di Senggigi, Lombok Barat. itas SDM dan komitmen Pemda dalam meningkatkan pendapatan warga sekitar. Sebelumnya Kepala Dinas

Pariwisata Kabupaten Lombok Barat L. Ispan Junaidi mengatakan bahwa Senggigi sudah menjadi salah satu des-

tinasi wisata unggulan tidak hanya di Lobar namun juga NTB. Hanya saja, menjadikannya sebagai destinasi unggulan

pada kenyataannya tidak membuat warga yang tinggal di sekitar destinasi wisata ini menjadi sejahtera. (lin)

18 Tim akan Ikuti Tour De Lombok Mandalika Mataram (Suara NTB) Tour De Lombok Mandalika 2018 akan diselenggarakan tanggal 13-15 April mendatang. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut kedatangan 18 tim dari berbagai negara. Termasuk negara-negara yang sudah pernah mengikuti Tour De Lombok Mandalika tahun sebelumnya. “Sudah ada 18 tim yang melakukan konfirmasi kedatangannya ke NTB. Harapannya mereka bisa menikmati rute-rute yang sudah dipersiapkan oleh panitia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh Faozal, S.Sos., M.Si, di Mataram, Minggu (1/4). Pada kick off tour de Lombok Mandalika yang dilakukan di car free day Udayana, Faozal mengatakan ada tiga rute yang akan diikuti oleh berbagai peserta. Pertama, dimulai dari Mandalika dan berakhir di Kantor Gubernur NTB dengan jarak tempuh 84,4 kilometer. Kedua, dimulai dari Komplek Islamic Center dan berakhir di Sembalun dengan jarak tem-

puh 172,4 kilometer. Ketiga, dimulai dan berakhir di Lapangan Sangkareang dengan jarak tempuh 170 kilometer. “Ini merupakan bagian dari promosi pariwisata kita kepada wisatawan. Dengan harapan akan semakin banyak wisatawan yang datang,” ujarnya. Sementara itu, Yunita dari PBISI mengatakan bahwa hingga saat ini pendaftaran sudah ditutup dengan 18 tim pendaftar. Beberapa diantaranya merupakan tim yang sudah pernah ikut pada Tour De Lombok Mandalika sebelumnya. “Salah satunya Tim Ukio dari Jepang yang sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut

Pelaku Pariwisata Diharapkan Buat Paket FPT Mataram (Suara NTB) Festival Pesona Tambora (FPT) 2018 akan segera diselenggarakan. Para pelaku pariwisata diharapkan membuat paket wisata ini. Sehingga wisatawan juga bisa merasakan kemeriahan pelaksaaan festival yang puncaknya diselenggarakan di Kabupaten Dompu ini. “Memang sudah ada rombongan wisatawan yang akan ikut menyaksikan kemeriahan FPT. Namun jumlahnya belum diketahui, karena belum ada laporan berapa dan dari pelaku pariwisata mana saja. Kita harapkan kunjungan pada saat acara dan setelah acara banyak,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L. Moh Faozal, S.Sos., M.Si, di Mataram, Jumat (30/3). Setidaknya ada delapan aktivitas kegiatan yang akan meramaikan pelaksanaan FPT 2018 ini. Dimulai dari Tambora Challenge 320k dengan rute yang dimulai dari Kabupaten Sumbawa Barat dan berakhir di Doro Ncanga Kabupaten Dompu. “Nanti akan ada juga club motor yang akan kita lepas dari Taman Sangkareang menuju Doro Ncanga,” ujarnya. Festival Pesona Tambora 2018 ini akan diselenggarakan pada 9-11 April. Akan diisi den-

gan atraksi paralayang, seni budaya rakyat, dan Barapan Kebo. Pada hari berikutnya akan ada pelepasan peserta Tambora Challenge 320 K, Barapan Ayam, dan Kuliner disajikan di Sumbawa Barat. Ada pula workshop koreografi di Istana Asi Mbojo yang ada di Kota Bima. “Kita berharap semua potensi yang kita punya ini bisa dimaksimalkan. Apalagi kegiatan ini melibatkan semua daerah yang ada di Pulau Sumbawa,” ujarnya. Selain kegiatan pentas seni dan budaya, dalam Festival Pesona Tambora 2018 diadakan juga trail adventure, sepeda gunung, memancing, paramotor dan kegiatan lainnya. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini juga rencananya akan dilakukan pengembangan ekonomi kreatif, penghijauan hutan kawasan Gunung Tambora, pameran produk unggulan seperti kopi tambora, pasar rakyat, dan pesta kuliner khas daerah. “Kita juga akan melakukan pelatihan kepada calon pelaku pariwisata atau pokdarwis di Sumbawa. Kita ingin SDM kita ini juga terbiasa untuk melayani tamu dengan maksimal. Sehingga wisatawan itu senang dan mau berkunjung kembali,” harapnya. (lin)

serta dalam kejuaraan sepeda ini. Ada beberapa negara juga, ada Malaysia, Mongolia, Selandia Baru dan lainnya,” ujarnya. Sejumlah persiapan telah dilakukan sehingga acara bisa berlangsung dengan baik. Salah satu yang menarik adalah, Timnas Indonesia juga akan ikut dalam kejuaraan ini. Beberapa peserta dari dalam negeri juga akan turut meramaikan acara. “Kegiatannya berlangsung selama tiga hari. Kita berharap semua peserta bisa menikmati perjalanannya di beberapa destinasi wisata yang akan dipersiapkan,” ujarnya. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Tour De Lombok Mandalika kali ini akan lebih me-

(Suara NTB/lin)

KICK OFF - Kadispar NTB H.L.Moh Faozal, saat kick off Tour De Lombok Mandalika di Jalan Udayana, Minggu (1/4). nampilkan berbagai destinasi wisata yang dimiliki. Sehingga, selain menikmati perjalanannya menggunakan sepeda, para

peserta juga bisa lebih banyak bertemu dengan destinasi wisata dan dapat menikmati suasana di sekitarnya. (lin)

Pilihan Berakhir Pekan di Pantai Rontu Mataram (Suara NTB) Kabupaten Bima memiliki banyak destinasi yang indah. Namun masih belum banyak wisatawan yang datang ke berbagai destinasi ini. Bukan karena tidak menarik, melainkan masih minimnya promosi. Pantai ini sangat cocok untuk menghabiskan akhir pekan bersama kerabat. Seperti sedang menunggu wisatawan untuk datang, keindahan pantai ini seakan menarik siapa saja untuk berkunjung. Pantai ini berada di Dusun Rontu Monta Dalam Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Diperkirakan berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat Kabupaten Bima. Ini pula yang menyebabkan hanya beberapa orang saja yang berkunjung pada akhir pekan. Garis Pantai Rontu ini langsung jatuh ke laut lepas dan jenis ikannya yang beragam menyebabkan pantai ini

penggemar bagi pemancing masyarakat sekitar Bima. “Tidak banyak yang datang. Karena fasilitasnya juga masih kurang. Tapi kalau destinasinya tidak kalah menarik dari destinasi wisata lainnya,” kata salah satu masyarakat Monta Kabupaten Bima Ahmad Azam Subhi, Jumat (30/3). Wisatawan juga dapat melihat pemandangan pantai dari atas tebing yang letaknya berada di sisi timur. Masyarakat sekitar memberi nama dari tebing ini Karombo Ama Baka (Gua A. Bakar). Dari atas tebing sambil melihat pemandangan yang indah sekaligus melihat ombak yang sangat ganas setinggi 3 meter memukul sisi tebing karang itu. Udara segar di tebing Karombo Ama Baka sangat menenangkan. Tempat ini juga merupakan spot yang tepat untuk megambil gambar dengan latar tebing Pantai Rontu. Untuk

mencapai pantai ini pun tidak sulit, karena jalannya sudah beraspal. Sehingga wisatawan dapat merasa nyaman selama di perjalanan. Pantai Rontu memiliki pasir putih air berwarna biru jernih. Suasana pantai yang masih alami bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang menyukai pesona alam. Pantai Rontu berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dengan hamparan pasir putih yang indah dan perairan laut yang tidak berombak besar. Panorama pegunungan di sekelilingnya juga sangat eksotis membuat Pantai Rontu sangat mengagumkan. Selain memancing, wisatawan juga bisa berenang serta menyelam dan berselancar. “Biasanya banyak anak muda yang datang pada Sabtu dan Minggu. Ada juga yang mendirikan tenda,” ujarnya. (lin)

Wisatawan Lokal Pilih Berkunjung ke Kota Tua Ampenan Mataram (Suara NTB) Saat ini sudah semakin banyak destinasi wisata yang ditata. Baik oleh masyarakat maupun oleh Pemda. Salah satunya Kota Tua Ampenan saat ini semakin populer di kalangan wisatawan. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa tidak lengkap rasanya berkunjung ke Kota Mataram apabila belum mengunjungi Kota Tua Ampenan. “Setiap hari itu banyak yang datang. Tidak hanya akhir pekan saja, jumlah motor yang parkir saja bisa sampai 300an lebih,” kata tukang

parkir, Ahmad, Jumat (30/3). Ia mengatakan bahwa kebanyakan wisatawan yang datang adalah wisatawan lokal. Banyak yang ingin menikmati suasana menarik di Kota Tua Ampenan dan sekaligus menikmati keindahan matahari terbenam di Pantai Ampenan. Wisatawan juga dapat menikmati aneka hidangan sari laut yang dijual para pedagang. Wisatawan juga dapat memilih aneka hidangan dengan berbagai varian. Saat ini sudah banyak perbedaan yang terjadi setelah Kota Tua Ampenan banyak dikunjun-

gi wisatawan. Salah satunya semakin berkembangnya perekonomian warga sekitar. Setidaknya warga sekitar kota tua ampenan dapat merasakan dampak secara ekonomi dari berkembangnya Kota Tua Ampenan menjadi salah satu destinasi wisata yang diunggulkan di Kota Mataram. “Kota Tua Ampenan ini bagus ya, bagus untuk selfie dan menjadi tempat liburan yang menarik. Saya kesini sudah dua kali,” kata wisatawan asal Kabupaten Lombok Timur Ika Setiani. Ika melihat keunikan dan kesan kota tua membuatnya

bernostalgia dan merasa berada di Kota Mataram zaman dulu. Ia mengatakan bahwa suasana seperti ini tidak ia temukan di destinasi wisata lainnya. Sehingga ia dan beberapa rekannya memutuskan untuk berkunjung dan menikmati kota tua itu. Saat ini sudah ada tempat kuliner khusus yang memanjakan wisatawan sekaligus dapat dipilih oleh wisatawan. Selain itu, fasilitasnya juga sudah dibenahi. Sehingga wisatawan bisa menikmati waktu berliburnya dengan lebih nyaman. (lin)

(Suara NTB/ist)

PANTAI RONTU - Keindahan Pantai Rontu yang ada di Kabupaten Bima.


PENDIDIKAN

SUARA NTB Senin, 2 April 2018

Reorientasi Keilmuan Harus Dilakukan ALIH status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ke Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mengharuskan adanya perubahan dari segala sudut pandang. Termasuk perubahan orientasi keilmuan di UIN Mataram. Wakil Rektor I UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun menegaskan transformasi UIN Mataram mengharuskan adanya reorientasi paradigma keilmuan yang bisa menjadi acuan bersama dalam kegiatan belajar mengajar, sistem manajemen dan sistem informasi dan tradisi ilmiah di lingkungan kampus Perubahan paradigma (Suara NTB/dys) keilmuan ini pula diperlukan H. Masnun untuk menjawab kebutuhan para stakeholder dalam memilih UIN Mataram sebagai mitra strategisnya. Sehingga mau tidak mau perubahan paradigma keilmuan menjawab tantangan perubahan harus dilakukan. Disebutkan, perubahan paradigma keilmuan ini harus bisa menggambarkan visi dan misi UIN Mataram dan pada saat yang sama bisa diturunkan ke dalam struktur dan kurikulum, sistem manajemen dan juga ke dalam tradisi akademik dan penelitian ilmiah di kampus. Hasrat integrasi keilmuan diupayakan sebagai upaya mengakhiri tabiat paradigma keilmuan Islam yang selama ini cenderung menerapkan dikotomi antardisiplin keilmuan yang secara umum dipilah ke dalam dua kategori besar ilmu agama dan ilmu umum. “Skemanya dibangun dengan strategi memadukan antar disiplin keilmuan seraya mencegah disiplin keilmuan yang berpuspa ragam itu tidak saling menegasikan,” ungkap Masnun. Lebih jauh dikatakan Masnun, bahwa ikhtiar reorientasi paradigmatik keilmuan tersebut diarahkan mencakup seluruh bidang keilmuan yang dikembangkan dan dikaji melalui proses pengkajian yang secara paradigmatik berpenghampiran integratif-interkoneksi. Tanpa ikhtiar sistematis ke arah itu dinamika keilmuan Islam cepat atau lambat mengalami kesulitan besar untuk menempatkan signifikansi keilmuannya di tengah dinamika global kontemporer. “Pendekatan integratif-interkoneksi menegaskan bahwa antara keilmuan umum dan agama akan saling tegur sapa dalam hal materi, pendekatan dan metodologinya,” urainya. Sehingga kedua keilmuan tersebut tidak akan merasa asing satu sama lainnya, dimana islamic studies yang ada di semua fakultas akan selalu berhubungan dengan keilmuan sosial humaniora dan sains. (dys)

Halaman 10

Rekrutmen GTT Resahkan Guru SMA/SMK Mataram (Suara NTB) Jelang rekrutmen guru SMA/SMK membuat guru tidak nyenyak tidur. Banyak guru yang resah akibat nasib mereka belum jelas jika saja hasil seleksi tidak menguntungkan mereka. Pasalnya, jika tidak lulus seleksi bisa jadi mereka akan berhenti jadi guru. Pengurus PGRI NTB menginformasikan banyak menampung keluhan dari guru-guru yang resah sebelum seleksi GTT dilakukan. “Mendengarkan keluhan dari beberapa GTT. Menjelang seleksi mereka resah,” ungkap Ketua PGRI NTB Drs. H. Ali H. Arahim, MPd, belum lama ini. Bagaimana tidak, jika tidak lulus seleksi, mereka akan terpental dari sekolah yang sudah mereka abdikan dirinya semenjak 5 hingga 15 tahun yang lalu itu. “Pak, saya sudah tidak muda lagi. Susah jadinya dengan usia seperti kami untuk diterima bahkan sekedar melamar menjadi penjaga toko. Kami belajar

dan mengabdi untuk menjadi guru. Itu pilihan hidup yang sudah kami jalani. Lalu, jika tidak lulus, kami akan menjadi pengangguran,” kata seorang guru seperti yang dituturkan Ali Rahim. Pihak PGRI merasa prihatin dengan situasi kebatinan para guru saat ini. Ini merupakan fenomena sosial yang harus mendapat perhatian serius pemerintah. “Saya terenyuh dengan pengakuan jujur seperti ini. Dan fenomena ini akan segera menjadi kenyataan di NTB,” ujarnya. Harianto, salah satu guru meminta agar seharusnya pemerintah melihat masa pengabdian guru menjadi salah

satu indikator. “Kasihan yang sudah lama, padahal pemerintah sekarang selalu menyebutnyebut bela negara. Apakah guru yang sudah mengabdikan diri puluhan tahun tanpa honor yang sesuai tidak termasuk bela negara,” terangnya. Hal senada juga dikatakan Mulyadi, yang berharap agar pemerintah melihat masa kerja, sikap dan etos kerja selama mengabdi supaya dipertimbangkan. Sementara khusus untuk guru SMK, dia meminta agar alat ukur atau materi tes yang digunakan agar relevan dengan guru produktif SMK yakni melalui praktikum. ‘’Jangan dites Matematika, Pancasila,

(Suara NTB/ist)

PENGHARGAAN - Tim PMR SMPN 4 Mataram saat menerima penghargaan di bidang ekskul PMR tingkat Kota Mataram belum lama ini.

PKN, Bahasa Indonesia. Kalau seperti ini yang sudah senior ya kalah,” kata Mulyadi. Sementara itu Wakil Ketua PGRI NTB Dr. Abdul Kadir mengemukakan pihaknya telah melakukan berbagai up-

SMPN 22 Mataram Gelar Kompetisi Futsal

SMPN 4 Mataram Tambah Koleksi Prestasi Mataram (Suara NTB) SMPN 4 Mataram kembali meraih prestasi. Kali ini prestasi yang diukir datang dari ekstrakurikuler (eskul) Palang Merah Remaja (PMR). Prestasi ini menambah prestasi di bidang ekskul lainnya. “Siswa kita berhasil jadi juara lagi di eskul PMR. Meski hanya juara dua tapi kita cukup bangga,” kata Kepala SMPN 4 Mataram, Jupni Amni belum lama ini. Prestasi yang diraih pihaknya ini, jelasnya, tidak lepas dari kerjasama tim. Baik yang melibatkan sekolah maupun pihak di luar itu. Di ajang lomba PMR tersebut, bebernya, sekolah ini mendelegasikan 4 siswa. Masing-masing siswa yang didelegasikan meraih juara di perlombaan berbeda. Beberapa lomba yang diikuti yakni, juara yang didapat pada lomba itu adalah, Lomba Pentas Seni (Pensi), Lomba Dapur Umum Lapangan (DUL) dan meraih penghargaan pembina PMR terbaik. Lebih lanjut, Jupni menyebutkan pada even lomba tersebut pada dasarnya ada lima jenis mata lomba. Namun hanya dua lomba yang bisa selesaikan dengan hasil yang cukup memuaskan. Pihaknya mengaku tetap merasa cukup puas dengan prestasi di tingkat Kota Mataram tersebut. Karena itu, pihaknya mengapresiasi apa yang telah ditoreh anak buahnya. Sementara itu, pembina PMR SMPN 4 Mataram Siti Zuhairani mengungkapkan, ia bersyukur karena siswa binaannya mampu unjuk gigi di depan puluhan saingannya. Dengan adanya bukti tersebut, menegaskan siswanya sudah memiliki mental dan karakter yang bagus. Di samping, dirinya selaku pembina juga merasa cukup bangga dengan prestasi itu. Apalagi dirinya dan siswanya diberikan penghargaan oleh panitia lomba. “Saya secara pribadi cukup bangga dengan hasil kami,” tutupnya. (dys)

(Suara NTB/dok)

H. Ali H. Arahim

aya terstruktur terkait masalah rekrutmen guru. Misalnya melakukan pendataan GTT/PTT, menjaring data JTM guru, guru penerima SK Bupati/ Walikota dan pemetaan kebutuhan guru se NTB. Hasil tersebut sudah disampaikan kepada pihak Dikpora Provinsi NTB, DPRD, Ombudsman bahkan kepada Gubernur NTB. Dengan data tersebut, PGRI telah memberikan masukan akan kebutuhan guru dan memperjuangkan anggaran 60 M untuk pembiayaan selama 2018. Anggaran Rp60 miliar itu untuk 5.200 guru dengan rincian gaji setara UMP. Meski akhirnya, Dikbud NTB berpikir lain. “Semoga Pemerintah NTB yang digawangi Dikbud NTB bisa menelorkan kebijakan yang adil, sebab jika tidak adil, maka akan muncul para pencari keadilan,” harapnya. (dys)

(Suara NTB/ist)

POSE BERSAMA - Kepala SMPN 22 Mataram Nasruddin berpose bersama pemenang kompetisi futsal yang digelar SMPN 22 Mataram, Sabtu (31/3).

Mataram (Suara NTB) Banyaknya peminat futsal di beberapa sekolah, khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) menjadikan SMPN 22 Mataram yang berlokasi di Kelurahan Bertais menggelar kompetisi futsal antar-SD. Menurut Kepala SMPN 22 Mataram H. Nasruddin, S.Pd., pihaknya sudah menggelar kompetisi futsal selama seminggu dan sudah menghasilkan pemenang. ‘’Kompetisi ini diikuti oleh seluruh SD se Kelurahan Bertais dan sekitarnya yang berjumlah 10 SD. Tujuan kami menggelar kompetisi ini adalah untuk mencari bibit baru yang untuk ke depannya kita persiapkan untuk menjadi atlet,’’ terangnya saat ditemui, Sabtu (31/3). Selain itu, tambahnya, tujuan utamanya digelar kompetisi futsal adalah menarik minat anakanak untuk sekolah di SMPN 22 Mataram. Diakuinya, kompetisi futsal ini baru pertama kali diadakan dan mendapat sambutan baik dari sejumlah SD. ‘’Se-

lain kompetisi futsal ini ada 2 kegiatan lagi yang akan kami jadikan agenda tahunan, kami yaitu ulang tahun sekolah dan persami (perkemahan Sabtu Minggu),” tambahnya Adapun yang menjadi juara pada kompetisi futsal ini, ujarnya, juara 1 dari SDN 5 Cakranegara, juara 2 dari SD Hadi Sakti Karang Rundun Bertais, juara 3 dari SDN 49 Cakranegara, juara 4 SDN 51 Cakranegara. Sementara yang tidak masuk final diberikan piagam sebagai peserta. Pihaknya berharap adanya sejumlah kegiatan yang digelar SMPN 22 Mataram akan menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Sementara yang berprestasi d kompetisi ini akan dibina menjadi atlet sepak bola,karena mengingat prestasi yang pernah diraih SMPN 22 Mataram adalah juara 3 lomba sepak bola se Kota Mataram. ‘’Dan ke depannya kami harapkan semua kepala sekolah mendukung kegiatan ini,” harapnya. (r)

Hari Ini, 19.539 Siswa SMK akan Mengikuti UNBK Mataram (Suara NTB) Pada Senin (2/4) ini sebanyak 19.539 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebanyak 275 SMK negeri dan swasta akan melaksanakan UNBK yang dimulai pada hari ini sampai dengan Kamis (5/4). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., Ahad (1/4) mengatakan persiapan UNBK sudah matang. “Persiapan sudah baik, siap untuk pelaksanaan UNBK,” ujar Yahya. Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Dikbud NTB, dari 275 SMK yang akan melaksanakan UNBK, sebanyak 88 SMK merupakan sekolah negeri, dan 187 SMK ialah sekolah swasta. jumlah peserta UNBK dari SMK negeri sebanyak 14.583 orang, sedangkan peserta UNBK dari SMK swasta sebanyak 4.956 orang. Pada Senin ini, akan diujikan mata ujian Bahasa Indonesia, pada Selasa (3/4) akan diujikan mata ujian Matematika, di hari Rabu (4/4) diujikan mata ujian Bahasa Inggris, dan Kamis (5/4) diujikan mata ujian teori kejuruan. Jika dilihat dari program keahlian, 91 program keahlian SMK di NTB yang akan mengikuti UNBK. Sebelumnya, Yahya mengatakan di tahun ini merupakan kali ketiga pelaksanaan

UNBK di SMK. Selain itu, adanya mekanisme bergabung bagi sekolah yang kekurangan sarana prasarana atau resource sharing memudahkan sekolah. Sekolah dianggap sudah mengukur kemampuan dan mengatur strategi agar sukses dalam penyelenggaraan UNBK. Terkait dengan sukses hasil, Yahya mengatakan sekolah juga sudah menyiapkan siswa. Itu sangat bergantung dari seni sekolah masing-masing, mulai dari pengayaan dan lainnya. Bahkan sudah disiapkan sejak siswa duduk di kelas X. Sebagai antisipasi terhadap gangguan, pihaknya akan mengoordinasikan dengan Telkom dan PLN. Terlebih lagi UNBK merupakan program nasional yang harus didukung oleh seluruh pihak terkait. “Intinya faktor-faktor itu dipikirkan bersama agar tidak ada kendala,” kata Yahya. Begitu juga dengan gangguan soal yang tidak bisa terunduh di mata ujian teori kejuruan tertentu. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan panitia di Jakarta. Sekolah juga sudah mematangkan persiapan untuk UNBK. Kepala SMKN 3 Mataram, Moh. Tauhid, S.Pd., mengatakan, UNBK di SMKN 3 Mataram sudah siap dan tidak ada masalah. Pengayaan sudah dilakukan bagi 654 siswa kelas XII di 13 kompetensi keahlian yang akan mengikuti UNBK. (ron)

(Suara NTB/ist)

BUKA - Pjs Bupati Lobar H. Lalu Saswadi didampingi Kadis Dikbud M. Hendrayadi saat melepas balon pertanda pembukaan lomba.

Semarakkan HUT Lobar Ke 60

Dinas Dikbud Lobar Gelar Gala Siswa dan Jambore PAUD Giri Menang (Suara NTB) Untuk menyemarakkan peringatan HUT Lombok Barat (Lobar) ke 60, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar menggelar berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Gala Siswa, Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Guru Nasional (OGN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Jambore PAUD. Pembukaan berbagai lomba ini digelar di Lapangan Mareje Gerung, Kamis (29/3). Kegiatan diawali dengan pengguntingan pita oleh Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar H. Lalu Saswadi kemudian didampingi Kadis Dikbud M. Hendrayadi dilanjutkan dengan pawai yang diikuti sekitar seribu peserta yang berasal dari sekolah tingkat SD dan SLTP se- Lobar beserta guru pendamping dan para kepala sekolah. Adapun rute pawai dimulai dari Lapangan Mareje Gerung menuju pertigaan Nyangget lalu belok kanan ke pertigaan PDAM. Selanjutnya menuju Simpang Empat Masjid Baital Atiq dan berakhir di Simpang Lima Koperasi.

(Suara NTB/ist)

PAWAI - Pawai para peserta lomba mengitari wilayah sekitar Gerung. Ketua Panitia Khairudin mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk menyambut HUT Lobar ke-60 juga untuk meningkatkan kebersamaan, proses peningkatan mutu, silaturahmi seluruh stakeholder agar mencapai visi dan misi Lobar. “Semua mata lomba siap membanggakan di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),” katanya. Sementara dalam sambu-

tannya, Pjs Bupati Lobar H. Lalu Saswadi, menginginkan kegiatan ini menjadi ajang silaturahim dengan anak didik dan semua elemen masyarakat dan juga untuk meningkatkan pendidikan di Lobar.”Pendidikan yang baik itu harus didukung penuh. Selain pengajar yang profesional ada juga sarana prasana yang baik dan peran serta dari lingkungan sekitar,” ujarnya. (her)


Halaman 11

SUARA NTB Senin, 2 April 2018

Target Emas Meleset, Dispora Lobar Bakal Evaluasi Giri Menang (Suara NTB) Target Pemda Lombok barat melalui dinas pemuda dan olahraga untuk meraih 8 emas pada ajang pekan olahraga pelajar tingkat provinsi meleset. Bahkan dari target 8 Medali emas tersebut bisa dicapai 4 emas dengan total medali yang diperoleh hanya 11 medali, terdiri dari 4 emas dan 3 perak dan 4 perunggu. Beberapa kendala yang dihadapi pada persiapan popda menyangkut minimnya anggaran juga menjadi salah satu pemicu. Kadispora Ilham mengatakan Dalam ajang ini pihak Provinsi Tidak ada membuat predikat juara umum. Pihak provinsi Hanya mengumumkan juara di masing-masing cabor aja. “Memang target 8 emas melenceng, jadi bahan evaluasi kami selanjutnya,” kata Ilham akhir pekan kemarin. Dirincikan beberapa cabor yang mendulang emas antara lain pencak silat, bulutangkis,

sepakbola dan basket putri. Sedangkan cabor yang mendulang perak pencak silat, bola voli putra, tenis meja putra. Kabid Olahraga Dispora Lobar, H. Sahabudin menambahkan total medali yang diperoleh Lobar pada ajang Popda tersebut sebanyak 11 medali. Medali emas diraih melalui cabor bergengsi Dimana sebelumnya belum pernah menyumbang emas. Sesuai target medali emas sebanyak

8 namun kebanyakan memperoleh perak. “Sepakbola yang selama ini tidak dapat emas akhirnya dulang emas,” tukasnya. Atas capaian ini pihaknya akan melakukan evaluasi, dengan persiapkan atlet dan pelatih. Diakuinya, dana sangat minim untuk menghadapi Popda ini hanya Rp 90 juta. Itupun dipakai untuk biaya pakaian Rp 40 juta belum lagi biaya TC, biaya transportasi

pun hanya diberikan Rp 150 ribu per orang. Pihaknya pun sudah menyampaikan ke sekda untuk menambah anggaran pemberian reward kepada atlet yang mendulang medali. Pecundangi KLU Pada ajang Popda ini, tim sepak bola Lobar mengukir sejarah, karena berhasil mendulang emas. Pertandingan ini berakhir dengan skor 7-6, setelah babak normal skornya 1-1. Ia menambahkan, atlet sepakbola Lobar juga direkrut oleh PS Blitar. Dua pemain Lobar yang direkrut Masing-masing Baehaqi penyerang yang menyandang top skor di ajang Popda. Sedangkan satu lagi Ahmad Dani pemain Balakang. (her)

(Suara NTB/her)

RAIH EMAS - Tim sepak bola Lobar merayakan kemenangan atas KLU sehingga berhasil meraih medali emas di ajang Popda NTB, baru-baru ini.

PASI NTB Segera Bahas Persiapan Musprov Mataram (Suara NTB) Pelaksanan Musyawarah Provinsi (Musprov) PASI NTB akan di gelar bulan April ini. Rencananya pihak PASI NTB akan memanggil sejumlah pengurus atletik untuk menggelar rapat pembentukan panitia Musprov PASI NTB dalam Minggu ini. “Rencananya Minggu ini kita akan mengundang sejumlah pengurus untuk membahas Musprov PASI NTB,” ucap Ketua Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi SH saat

dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (1/4). Dikatakan Suhaimi, pihaknya menginginkan penyelenggaraan Musprov PASI NTB secepatnya, pasalnya masa bhakti kepengurusan PASI NTB telah berkahir 17 Maret lalu. Dia sendiri berharap semua pengcab PASI NTB bisa mengusulkan figur calon ketua untuk ikut serta dalam Musprov PASI NTB. Diakuinya, Musprov PASI NTB harus segera dilaksanakan secepatnya, pasalnya PASI

NTB akan mempersiapkan atlet mengikuti beberapa event nasional dalam tahun ini. Dia sendiri yang juga menjabat pengurus KONI NTB mengaku cukup sibuk mempersiapkan program KONI NTB menjadi tuan rumah PON. Sehingga rencana Musprov yang harus dikerjakan dalam bulan Maret lalu harus diundur. Terkait dengan Musprov PASI NTB tersebut, pihaknya akan mengupayakan Musprov PASI NTB dapat dilaksanakan bulan April ini. Dan dia

tak ingin Musprov PASI NTB diundur hingga bulan depan, pasalnya bulan Mei mendatang pihak PASI NTB harus segera menyiapkan atlet mengikuti kejurnas. Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa telah bermunculan nama figur yang digadanggadang akan maju dalam Musprov PASI NTB. Diantaranya H. MNS. Kasdiono dan Johan Rosihan. Selain itu Suhaimi juga dipastikan akan maju bila mendapat dukungan sejumlah pengurus PASI NTB. (fan)

Gilas Monaco, PSG Juara Piala Liga Prancis

(Suara NTB/ist)

KE AMERIKA - Tiga atlet Atletik NTB, L. Mohammad Zohri, Fadlin dan Safwaturrahman yang akan berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti pemusatan latihan.

Tiga Atlet Atletik Ikut Pemusatan Latihan di Amerika Mataram (Suara NTB) Tiga atlet atletik NTB, L. Mohammad Zohri, Safwaturrahman dan Fadlin mendapat kesempatan mengikuti program latihan di luar negeri. Ketiga atlet itu telah bertandang ke Amerika Serikat mengikuti training camp alias pemusatan latihan mulai tanggal 1 hingga 30 April 2018. Ketua Umum Pengprov PASI NTB, H. Suhaimi SH, yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (1/4) kemarin mengatakan keberangkatan tiga atlet NTB mengikuti training camp itu merupakan program PB PASI dalam rangka pelatnas tim atletik Indonesia yang dipersiapkan mengikuti Asian

Games di Palembang dan Jakarta, Agustus 2018. “Selama di Amerika Serikat para atlet akan mengikuti training camp dan perlombaan atletik,” ucapnya. Dijelaskan Suhaimi, dalam surat pemberitahuan PB PASI yang diterima pihaknya menjelaskan tim atletik Indonesia melibatkan 13 atlet Pelatnas untuk mengikuti training camp di Santa Barbara California Amerika Serikat. Diantara 13 atlet itu terdapat tiga atlet asal NTB, yakni L. Mohammad Zohri, Safwaturrahman dan Fadlin. Selain memberangkatkan atlet, pihak PB PASI juga memberangkatkan 9 orang ofisial dan pelatih. Selama di Amerika, ketiga

atlet asal NTB nantinya akan mempertajam kemampuan masing-masing di nomor lari, lompat jauh dan lompat tinggi. Dimisalkan L. Mohammad Zohri dan Fadlin akan memantapkan persiapan di nomor lari jarak pendek yakni 100 meter, 200 meter dan 4x100 meter. Selanjutnya Safwaturrahman mengasah kemampuan di nomor lompat jauh dan lompat tinggi. Suhaimi sendiri mengaku sangat bangga mendengar ketiga atletnya ikut serta dalam training camp itu. Harapannya ketiga atlet NTB dapat meningkatkan kemampuan agar bisa memberikan sumbangsih medali untuk Indonesia di Asian Games 2018. (fan)

Dua Perenang NTB Ikuti Seleknas Mataram (Suara NTB) Dua perenang pelajar NTB ambil bagian di Seleksi Nasional (Seleknas) atlet SKO Ragunan yang akan berlangsung di Jakarta, 2 hingga 6 April 2018. Kedua atlet itu adalah Anisah Nurjanah dan Made Yuda. Pelatih Pengprov PRSI NTB, M. Djaelani yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Minggu (1/4), membenarkan bahwa dua atlet NTB akan ambil bagian di seleknas atlet remaja SKO Ragunan Jakarta. Bahkan kedua atlet itu sudah berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Seleknas atlet remaja nasional itu. “Dua atlet kita, Anisah Nurjanah dan Made Yuda

sudah berangkat ke Jakarta. Mereka akan mengikuti Seleknas atlet SKO Ragunan Jakarta,” ucapnya. Dikatakan Djaelani, sebelum ambil bagian di Seleknas atlet renang yang akan digelar di Jakarta, 2-6 April, kedua atlet sudah melalui tahapan verifikasi administrasi. Dan syukurnya kedua atlet itu sudah lolos verifikasi administrasi beberapa hari yang lalu. Sementara untuk tahap seleknas akan dimulai, 2 April dan akan berakhir 6 April 2018. Dalam seleknas nantinya, dua atlet NTB akan bersaing dengan sejumlah atlet remaja nasional yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia. Dan diambil satu at-

let putra dan satu atlet putri. Sementara dalam seleknas nanti akan dinilai keterampilan renang, daya tahan fisik atlet dan kecepatan masing-masing atlet dalam berenang. Di tempat terpisah, Dewan Pembina Pengprov PRSI NTB, Ahmad Musyofak yang dikonfirmasi Suara NTB juga membenarkan bila dua atlet renang NTB telah bertandang ke Jakarta untuk mengikuti Seleknas. Keberangkatan dua atlet itu didampingi langsung oleh Ahmad Musyofak. “Saya sekarang mendampingi dua perenang NTB. Mereka akan mengikuti Seleknas selama lima hari di Jakarta. Mulai tanggal 2 April sampai 6 April,” jelasnya. (fan)

Paris Paris Saint-Germain (PSG) membawa pulang piala Coupe de la Ligue (Piala Liga Prancis) untuk musim kelima secara berturut-turut berkat kemenangan 3-0 atas Monaco pada babak final di Bordeaux, Minggu dini hari waktu Indonesia. Meskipun tersingkir dari Liga Champions, kesuksesan PSG di piala domestik setidaknya mampu memberikan hiburan bagi para penggemar klub asuhan Unai Emery itu. PSG selalu memenangkan gelar Coupe de la Ligue dari 2014 hingga 2018 dan secara total telah delapan kali membawa pulang trofi ini, atau jauh mengungguli catatan Bordeaux, Marseille dan Strasbourg yang tiga kali memenangi gelar ini. Klub kaya raya itu menang berkat dua gol Edinson Cavani dan satu gol Angel Di Maria, yang membuat klub itu tetap perkasa di hadapan Monaco kendati tidak diperkuat Neymar

yang cedera hingga April. Cavani yang juga mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas Monaco pada musim lalu, hanya butuh delapan menit untuk memecah kebuntuan. Pemain Uruguay itu mencetak gol dari titik penalti menyusul pelanggaran Glik kepada Mbappe. Tanpa kehadiran Neymar, Mbappe memiliki ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi lini depan PSG. Pemain muda Prancis itu pun menyumbang assist untuk gol yang diciptakan Angel Di Maria melalui serangan balik pada menit 21. Monaco bukan tanpa peluang, Radamel Falcao dan Rony Lopes bisa saja mencetak gol apabila upaya mereka tidak terhalang mistar gawang. Cavani akhirnya memastikan PSG menang 30 setelah menerima umpan Mbappe kemudian lolos dari jebakan offside sebelum menyontek bola ke pojok kiri gawang Monaco, demikian Livescore. (ant/bali post)

(Suara NTB/ist)

JUARA - Para pemain PSG merayakan keberhasilan menjuarai Coupe de la Ligue (Piala Liga Prancis) setelah mengalahkan Monaco pada babak final di Bordeaux, Minggu dini hari kemarin.

(Suara NTB/ist)

GOL - Kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen tak berdaya menghentikan gol pemain Sevilla saat timnya bermain imbang dengan skor 2-2 di lanjutan La Liga, Minggu dini hari kemarin.

Barca Amankan Satu Poin di Markas Sevilla Barcelona Barcelona selamat dari kekalahan atas Sevilla dengan memaksakan skor imbang 2-2 pada pertandingan La Liga Spanyol pekan ke-30 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu dini hari waktu Indoensia. Barcelona tertinggal 0-2 dari Sevilla hingga menit ke88 sebelum Luis Suarez dan Lionel Messi mencetak gol untuk menyamakan kedudukan pada menit 88 dan 89 yang membuat pasukan Ernesto Valverde itu masih menggenggam rekor tak terkalahkan sepanjang musim ini. Blaugrana di puncak klasemen dengan 76 poin, unggul 12 poin dari Atletico Madrid dan 13 angka dari musuh bebuyutan, Real Madrid, dengan delapan pertandingan tersisa. Sevilla memanfaatkan lengahnya bek-bek sayap Barcelona untuk mengemas keunggulan 1-0 melalui gol Vazquez yang meneruskan umpan “satu-dua” antar Correa dan Escudero pada menit 36. Pasukan Vincenzo Montella itu bahkan memimpin 2-0 lewat gol Luis Muriel yang

menceploskan bola ke gawang Ter Stegen dengan menyambut bola hasil tembakan Escudero yang tidak ditangkap sempurna pada menit 49. Sevilla bahkan nyaris unggul 3-0 saat Jesus Navas lolos dari jebakan offside kemudian menggiring bola ke mulut gawang, namun keputusannya untuk menembak terlalu lama sehingga bola bisa diamankan pemain Barca. Valverde kemudian memasukkan Lionel Messi menggantikan Dembele. Kehadiran Messi memberi warna baru dalam penyerangan Barcelona karena pemain Argentina itu ditempatkan di sayap kanan, untuk menyuplai bola kepada Suarez. Barcelona akhirnya memecah kebuntuan lewat gol tendangan voli Suarez yang menyambar umpan Alcacer pada menit 88. Hanya berselang 55 detik dari gol Suarez, Lionel Messi mencetak gol penyeimbang 22 yang bermula dari serangan Philippe Coutinho di sisi kiri. Skor imbang 2-2 bertahan hingga laga selesai, demikian Football Espana. (ant/bali post)

Debut di LA Galaxy, Ibrahimovic Cetak Dua Gol Los Angeles Zlatan Ibrahimovic membuktikan bahwa performanya belum habis termakan usia ketika ia mencetak dua gol pada laga debutnya bersama LA Galaxy yang diperkuatnya selepas hengkang dari Manchester United pada pekan lalu. Pada pertandingan Sabtu waktu Amerika Serikat, LA Galaxy menang 4-3 atas rival lokalnya, Los Angeles FC, yang sempat memimpin 3-0 hingga menit ke-48 melalui dua gol Carlos Vela dan gol bunuh diri Danuel Steres. Namun LA Galaxy yang dilatih pria Jerman, Sigi Schmid, berhasil membalikkan kedudukan pada babak kedua, diawali dengan gol Sebastian Lletget pada menit 61

dan sundulan Chris Pontius di menit 73. Setelah itu, pertandingan berubah menjadi panggung untuk Ibrahimovic. Pria Swedia itu mencetak gol spektakuler melalui tendangan keras yang dilepaskan dari tengah lapangan. Bola itu meluncur dan masuk ke gawang Los Angeles FC karena posisi kiper yang keluar dari sarangnya di menit 77. Stadion pun mulai meneriakkan nama Zlatan Ibrahimovic setelah gol itu. Soraksorai pendukung LA Galaxy pun semakin terdengar saat Ibrahimovic mencetak gol kemenangan melalui sundulan yang meneruskan umpan sisi kiri dari Ashley Cole pada menit 90. LA Galaxy berada di urutan empat klasemen sement-

(Suara NTB/ist)

GOL PERDANA - Selebrasi Zlatan Ibrahimovic saat mencetak gol perdana untuk LA Galaxy, di ajang Liga Amerika Serikat (MLS). ara Liga Amerika Serikat (MLS) sedangkan Los Angeles

FC di urutan tujuh, demikian ESPN. (ant/bali post)


SUARA NTB

Senin, 2 April 2018

Halaman 12

Walhi NTB Dorong Soal Lingkungan Jadi Mapel di Sekolah

Praya (Suara NTB) Kesadaran dalam menjaga lingkungan perlu ditanamkan dan dibangun sedini mungkin. Dengan begitu, sejak dini masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan alam serta lingkungannya. Bahkan, bila perlu materi tentang lingkungan dimasukkan menjadi mata pelajaran (mapel) tersendiri di sekolah. “Kita sangat mendukung, bahkan mendorong materi lingkungan bisa menjadi mata pelajaran di sekolah,” sebut Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) NTB, Murdhani, Sabtu (31/3). Untuk mewujudkan hal tersebut, memang butuh political will dari pemerintah daerah setempat. Kalau bicara konsep maupun materi pendidikan tentang lingkungan, sebenarnya sudah ada. Bahkan sudah ada modul

khusus terkait pendidikan lingkungan tersebut. Kalaupun tidak bisa masuk dalam kurikulum pendidikan secara nasional, tapi bisa diawali dengan menjadikan materi lingkungan sebagai pendidikan muatan lokal. Dengan begitu, siswa bisa memperoleh pemahanan akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungannya. Sehingga pada akhirnya, dengan pemahaman tersebut siswa mulai menjaga

Dewan Kritik Capaian RPJMD Lobar Giri Menang (Suara NTB) Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) mengkritisi capaian target indikator utama RPJMD yang mampu dicapai 34 indikator, hanya satu indikator yang belum tercapai yakni rata-rata lama sekolah. Capaian indikator ini dicapai dengan cara memangkas target yang dipasang di RPJMD. Menurut Dewan, pemda tentu mudah mencapai target dengan cara mengurangi target. Hal ini ditegaskan Ketua Pansus Raperda LKPJ Lobar, Indra Jaya Usman. Indra menyoroti pencapaian target RPJMD. ‘’Ada klaim dari Pemda terkait capaian RPJMD dari 35 indikator yang ditetapkan, 34 Indikator sudah tercapai, hanya satu yang belum tercapai yakni rata-rata lama sekolah. Cuma jangan mencapai indikator itu dengan cara merevisi RPJMD,” tegasnya. Seperti beberapa indikator jelas yang dipasang target tinggi namun dipangkas seperti lama sekolah awalnya 6.38 persen menjadi 6.31 persen, angka Pengangguran terbuka dari 3,5 persen justru dinaikkan menjadi 3.7 persen. Ia tak ingin pemda meninabobokan Masyarakat dengan angka-angka namun substansi persoalan justru tidak disentuh. Lebih jauh kata Indra, seperti disampaikan Bappeda, target ini berubah karena perubahan nomenklatur dan aturan. Namun dirinya perlu mendalami persoalan ini. Menurutnya tidak masalah ada perubahan namun ia berharap kapasitas anggaran diarahkan lebih efektif ke masyarakat sehingga meskipun target tinggi seperti kemiskinan bisa lebih progresif, bahkan lebih tinggi dari yang ditargetkan oleh Pemda. Bahkan capaian kemiskinan tidak sebatas 1 persen namun bisa saja 2 persen per tahun, namun capaian ini melambat kalau tidak memperbaiki polanya. Menanggapi hal ini, Kepala Bappeda Lobar melalui Sekretaris Bappeda, Sri Muryaningsih menyatakan, terkait pemangkasan target Indikator utama RPJMD dikarenakan Pemda melakukan perubahan nomenklatur OPD. Sehingga mengharuskan untuk melakukan perubahan RPJMD. Selain itu, hasil evaluasi RPJMD ada beberapa target yang dipasang pada saat penyusunan tidak mungkin dicapai karena terlalu tinggi sehingga perlu dilakukannya revisi. Evaluasi RPJMD dilakukan selamat dua tahun sekali. Sekda Lombok Barat, H.M. Taufiq menyampaikan, hasil evaluasi capaian indikator kinerja utama (IKU) daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lombok Barat (Lobar) sampai tahun 2017 menunjukkan pencapain yang signifikan. Pasalnya, dari 35 indikator kinerja utama, telah tercapai 34 dan 1 IKU yang belum tercapai. Satu IKU yang belum tercapai yakni rata-rata lama sekolah dinilai menjadi PR berat. Ke 34 indikator yang telah tercapai itu bila diprosentasekan menjadi sebesar 97,14%. Sedangkan 1 indikator yang belum tercapai sebesar 2,86%. Indikator yang belum tercapai tersebut adalah indikator ratarata lama sekolah. “Satu indikator yang belum tercapai ini merupakan tugas cukup berat. Oleh karena itu butuh strategi, sumber daya dan komitmen tinggi agar satu indikator ini dapat dicapai pada akhir RPJMD yaitu 2019,” H.M. Taufiq. (her)

kelestarian alam dan lingkungannya. “Kita berharap ada daerah di NTB yang bisa mengawali hal itu. Dan, Lombok Tengah (Loteng) kita harapkan bisa mengawalinya,” ujarnya. Dani mengatakan, di tengah ancaman laju kerusakan hutan dan degradasi kualitas lingkungan di daerah saat ini butuh upaya keras. Untuk bisa mencegah dan mengantisipasi semakin rusaknya hutan dan lingkungan. Tidak hanya

H.M. Taufiq

(Suara NTB/her)

Indra Jaya Usman

HILANG

HILANG

HLG BPKB R2 HONDA DR4567AZ NOKA/NOSIN :MH1JF511154K448998/ JF51E1448464 AN. NURLAILING HLG DSKTR JL. LANGKO KOTA MATARAM

HLG STNK R2 YAMAHA DR4621BK NOKA/NOSIN: MH33C10029K151/ 3CI151903 BPKB F7578466.O AN. MUHAMMAD A.SH

HLG STNK R2 YAMAHA DR5120CS NOKA/NOSIN:MH3563110GK073615/ 63E4E-0370748 AN. HERRY PURWANTO HLG DSKTR JL. PARIWISATA GUNUNGSARI

HLG STNK R2 HONDA CBR DR6155MC NOKA/ NOSIN:MH1JFZ119GK053335/ JFZ1E-1060841 AN. SAKDIYAH HLG DKTR JL. RAYA SENGGIGI

masyarakat itu sendiri. Lantaran tidak memiliki pemahanan yang baik tentang lingkungan, maka masyarakat bersangkutan cenderung tidak bisa menahan diri ketika melakukan tindakan-tindakan yang bisa merusak lingkungan. “Kalau kesadaran masyarakat akan lingkungan sudah terbangun, maka paling tidak satu ancaman yang bisa merusak lingkungan sudah bias ditangani. Tinggal menangani ancaman yang datang dari luar,” imbuhnya. Dan, upayaupaya meningkatkan kualitas lingkungan jelas akan bisa lebih maksimal dilaksanakan. (kir)

Masyarakat Diminta Cerdas Pilih Makanan dan Obat Mataram (Suara NTB) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Mataram – Lombok Barat – Lombok Utara mengingatkan masyarakat di daerah lebih cerdas dalam memilih makanan dan obat. Apalagi sekarang ini beredar isu makanan kaleng yang diduga mengandung cacing. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang IAI Kota Mataram-Lombok Barat – Lombok Utara, Drs. Agus Supriyanto, Apt., dalam kegiatan mingguan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB di Car Free Day Udayana Mataram, Minggu (1/4). Menurutnya, isu cacing dalam makanan kaleng hanya ditemukan dalam 1 kaleng makanan. Namun persepsi masyarakat jika semua makanan kaleng mengandung cacing , sehingga perlu diluruskan. Untuk itu, masyarakat harus melakukan pengecekan dulu terhadap makanan yang akan dibeli, sehingga mengetahui apakah makanan yang dibeli layak

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUC/ T R O N T O N , P I C U P , D L L ) P R O S E S MUDAH,CEPAT,DAN BISA OVER KREDIT/PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387) DIJUAL OPER KREDIT TATA SUPER ACE TH2016 TURBO DIESEL PANJANG BAK 260CM HUB. BU ELI 085333587700 DIJUAL TOKO ATAU KIOS UKURAN 8 X 4 M DI KOMPLEKS PERTOKOAN LONCENG MAS BERTAIS BERMINAT HUB. 081907815224

(Suara NTB/her)

melalui penanganan langsung, berupa reboisasi dan lainnya. Tetapi juga melalui jalur pendidikan. Dengan memberikan pemahanan yang baik tentang lingkungan itu sendiri. Sehingga masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merusak lingkungannya. “Tidak akan ada artinya kita melakukan upaya perbaikan kondisi lingkungan, kalau ancaman dari dalam diri masyarakat itu sendiri belum bisa ditangani,” tambah Dani. Karena pada prinsipnya, ancaman kerusakan lingkungan termasuk hutan, laut maupun udara bukan hanya datang dari faktor luar saja. Tetapi juga dari dalam diri

LORE SPA : Refresing Body, Mind and Spirit, melayani Lore Essential energy, Javanese Signature, Lore Aromatherapy (Relaxation), Boreh Treatment (healing), Head, Neck & Shoulder Massage, Relaxing Foot Massage, HERB & Spice Scrub, Harmony Healing package, Aura Package, Royal Javanese Ritual almt: jl. Selaparang no. 37 mataram HP. 081907294126

atau tidak dikonsumsi. “Banyak makanan yang harus diperhatikan dulu kandungannya, yang terpenting lihat dan cek kesehatan makanan yang dikonsumsi jangan sampai asal- asalan,” ujarnya mengingatkan. Sementara mengenai obat, pihaknya menegaskan dibutuhkan kerjasama semua pihak dan kesadaran masyarakat terkait obat yang boleh dan tidak untuk dikonsumsi. “Kita di apoteker siap membantu dan akan memberikan masukan tentang obat yang boleh dan tidak untuk dikonsumsi, Apoteker siap menjdi informan dan menjadi konsultan bagi masyarakat,” tandasnya. Inspiratif Expo pekan ke-7 kali ini berlangsung cukup meriah juga dengan berbagai ac-

RUPA-RUPA Toyota Lombok,dptkn program khusus bln mret dis puluhan jt Rpiah, Free angsuran-12x,grts kaca film,Grts jasa service smpai 4th/50rb km,ayo buruan,info pmsanan :081907921999 (HERY),Beli Toyota Ingat Hery,mlyani dgn pasti. Lesehan Taman Bangket,promo dr tgl 17maret-17april (disc 15% utk semua menu) datang ke lesehan kami JL.Saleh Sungkar 77xx Bintaro,Info pemesanan hubungi : 081917937773/ 081907815697 DJL TNH KEBUN L.174 LOK.DS.PENGONONGLINGSAR H.30JT/A HUB.082147897778 KRIDA TOYOTA MTR, dptkn Prgram Khusus bln Agsts,Diskon Pluhan Jt Rupiah, Prgrm DP murah,Gratis Jasa Service s/d 3th/50rb KM,Ayo Buruan,Info&Pmesanan Hub Hery Toyota 081907921999,Beli Toyota Ingat Hery,Melayani dgn Pasti. DAPUR BU’ANI mnydiakan ayam rumpak,ceker balado,pkt mkan siang mulai 12rb,aneka mcam sambal,u/delivery free ongkir mtrm&sktrnya,Jl.Masjid Al-Muttaqien no.26 Dasan Agung,tlp.087864657127 DIJUAL RUMAH DI BTN LINGKAR PRATAMA BLOK Y NO. 5 BERMINAT SEGERA HUBUNGI: 087865991696

ara hiburan di antaranya Querty Band dari Bunda Management, grup perkusi dari SMAN 1 Mataram, dan beragam doorprize yang menarik serta dimeriahkan berbagai stand dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al Azhar, BBPOM Mataram, Mitra Dapur, Toko Tani Indonesia Centre Dinas Ketahanan Pangan NTB, kuliner Al Makky, UMKM, Banjar Kuliner, dan Dolar87. (r)

LOWONGAN

SALON

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592.

DE’gustin hair art salon and barbershop, menerima prwtan rmbut&kulit, potong rambut mulai harga 20rb, perawatn rmbut dan kulit terbaik dgn hrga trjangkau,Jl.Ismail Marzuki No.3 Hp (081237564121)

MEVITHA SALON & SPA mmbutuhkn karyawati yg brpngalaman,jujur,disiplin, diutamakan yg blum menikah.Alamat : Jl.Kesra Raya No.17 Perumnas, Tanjung Karang Permai,HP 081907004335 DICARI PEGAWAI PEREMPUAN UNTUK JUALAN ROTI Min. 20 TH, TINGGI Min. 155 cm, DISIPLIN, RAJIN, ULET, BERMINAT LANGSUNG KE ALAMAT JL. RA KARTINI NO. 10 DEPAN PASAR CEMARE DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

SALONMUSLIMAH SYAFIRA Melayani Face Treatmen: Facial Madu, Facial Buah Alami, Facial Detok, Facial Collagen, Facial Oxigen, Facial Bady Shop, Facial Diamon+Oxigen, Facial Beauty Zen + Alat Infra Red DLL. Jl. Pendidikan no. 11 mataram Al Beauty Salon & Spa, promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hnya 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing (fc strika wajah+akupuntur prut)hanya 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain, Hp: 081907050543 RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus makeup & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ank-ank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,RembigaM t r , 0 8 7 8 5 5 3 1 1 441(Hj.Ninik Ridwan) Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

RUPA-RUPA PT.KEUANGAN MENGELUARKAN DANA CEPAT 1 HARI CAIR(BUNGA 0,5%)BPKB MOBIL/SEGALA JENIS MOBIL(TRUK/TRONTON,MINI BUS,PIC UP,DLL)PROSES MUDAH,CEPAT,DAN BISA TAKE OVER/ PINDAH BANK, HUB (085100026010)(081999290387)(081239956609) KAMORRY BOUTIQUE&MAKE OVER, hrga mulai dr 70rb,Dis10% Tas&Dompet,MakeUp Wisuda 175RB,blnja datas 300RB free makeup,mjual&myewakan kebaya,buka setiap hari pukul 10.00-21.00,jl.swadaya No.15 Kekalik(Samping electra diamond store)/081916887677 DUJUAL REVO ABSOLUT CW’09 WARNA HITAM/MERAH DR HP7JT 0818543688 TP DIJUAL RUMAH FULL FURNITURE LOKASI STRATEGIS, 3 KAMAR TIDUR, 2 KAMAR MANDI,3 AC,DAN GARASI MOBIL, HARGA 590 JT NEGO DIKIT.JL .WARU BLOK.UB NO.15 BTN LINGKAR PRATAMA MATARAM.HUB:081349684919 JAMINKAN BPKB anda diatas tahun 2000, Pick up 2005 bisa hub : Wayan Pardha 082146884888(Telkomsel), 085606884888(indosat), 081903884888 XL (WA), Langsung Proses. PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177 ALLEA GALERI, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257.Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

 Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Senin, 2 April 2018

Halaman 13

RUKO - VILA - KOST

500.000

Rp. 995 Jt


OPINI

Suara NTB Senin, 2 April 2018

Peka Nasib Petani DI negeri yang subur ini, menjadi petani ternyata tidak serta merta berlimpah rezeki. Justru, para petani kerap menjadi korban dari tata kelola pasar dan komoditas yang hanya menguntungkan pihak lain. Salah satu contoh terbaru adalah jeritan para petani rumput di desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, yang meminta pemerintah segera bertindak atas pencemaran yang merusak mata pencaharian mereka. Warga desa yang menjadikan komoditas rumput laut sebagai ladang mencari nafkahnya, kini selalu dihantui ancaman besar berupa kerusakan tanaman rumput laut mereka. Ada dua hal yang ditengarai menjadi pemicu kerusakan komoditas rumput laut mereka. Pertama, merkuri yang dibuang ke laut, sisa aktivitas penambangan liar. Kedua, sisa air bekas tambak udang. Karena itulah, para penentu kebijakan yang berada di balik meja perlu segera merespon gejala ini. Mereka bisa melakukan tindakan pencegahan dan penertiban. Upaya ini, perlu ditempuh untuk memastikan bahwa unit bisnis yang satu, tidak mengganggu unit bisnis lainnya. Sebab, masyarakat sama-sama mencari nafkah dari mengelola hasil laut tersebut. Fenomena lain yang juga dialami petani adalah anjloknya harga jagung di musim panen. Dengan kualitas jagung yang belum memenuhi ekspektasi pasar, para petani memang kerap kali harus menerima pil pahit. Bahwa, harga jagung yang mereka tanam dengan susah payah hanya dihargai rendah. Harga jagung yang mereka jual ke pasaran, bahkan dihargai jauh di bawah modal dasar mereka yang menanamnya. Situasi semacam ini antara lain menimpa para petani jagung di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Menurut salah seorang petani, Abdul Kadir Musi, saat ini, harga jagung hasil panen mereka di pasaran hanya dihargai Rp220 ribu perkuintal. Harga ini jauh lebih rendah dari harga tahun 2017 lalu yang mencapai Rp360 ribu per kuintal. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya petani jagung yang sengaja meminjam uang bank. Situasi serupa menimpa para petani jagung di Dompu, kabupaten yang telah menjadi salah satu ikon komoditas jagung di Indonesia. Seorang petani di Desa Oo, Kardianto baru-baru ini mengeluhkan rendahnya harga pembelian jagung dari para tengkulak, yakni Rp2.700/Kg untuk jagung kering. Sedangkan jagung dengan kadar air 20-21 atau basah Rp1.800 hingga Rp2.000/Kg. Ini merupakan harga pembelian jagung oleh tengkulak. Entah mengapa, peran tengkulak yang kerap mencekik para petani seolah belum berhasil diatasi. Mereka sepertinya selalu memiliki alasan untuk menekan harga pembelian dengan alasan tertentu. Dalam kasus ini, petani jagung juga dirugikan dengan menggunakan kadar air jagung sebagai alasan menekan harga. Siasat serupa juga menimpa petani padi dan komoditas-komoditas pertanian lainnya. Dengan adanya kejadian-kejadian ini, pemerintah daerah seharusnya segera bertindak sigap. Jangan sampai, para petani kita menjadi korban para tengkulak yang sebenarnya nyaris tidak berkeringat. Pemerintah harusnya peka merespon situasi pasar yang demikian. Adanya kondisi atau sebab-sebab tertentu yang dijadikan alasan menekan harga jagung petani harus dicermati. Jika problemnya pada tingkat kadar air pada jagung hasil panen, pemerintah daerah bisa menindaklanjutinya dengan memberikan edukasi dan peralatan yang dibutuhkan untuk menyiasati persoalan ini. Selain itu, rantai produksi jagung, beras dan komoditas pertanian yang melibatkan banyak orang perlu ditata ulang dengan mekanisme yang lebih berkeadilan. Jangan sampai, petani jagung menjual jagung dengan harga murah, sementara harga jagung yang sampai di tangan konsumen juga tetap saja mahal. Dengan kata lain, situasi ini sebenarnya hanya menguntungkan mereka, para tengkulak yang memainkan harga demi keuntungan sendiri. Selain itu, upaya pemerintah untuk mengeluarkan petani dari jeratan utang juga perlu dibenahi dengan lebih serius. Dengan kondisi demikian, jangan sampai petani mengalami dua kali kerugian karena harus mengembalikan modal tanam yang dipinjam dari bank. Ada baiknya komponen kebijakan berupa subsidi modal untuk para petani semakin dimaksimalkan penyalurannya. Kita berharap, di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini para petaninya bisa mendapatkan perhatian yang lebih memadai. Dengan demikian, mereka juga akan ikut merasakan apa yang menjadi kelanjutan dari slogan itu, yaitu toto tentrem karto raharjo. (*)

Halaman 14

Membangun Kota Tanpa Kumuh, Antara Kolaborasi dan Investasi Fisik LANGKAH beruntungnya hidup sebagai orang kota, semua serba lengkap, fasilitas sekolah, mal dan pusat perbelanjaan, serta tinggal di lingkungan asri nan teduh. Kota dengan segala kelebihannya seakan berdiri angkuh menawarkan janji-janji surga. Dibalik itu semua, ditengah glamor pembangunan, Kota bukannya tempat nir-masalah. Tanpa dikelola dengan baik, kota justru menjadi predator yang bisa memangsa siapa saja yang tidak mampu bersaing dan bertahan hidup. Manifestasi dari ganasnya kompetisi tersebut adalah munculnya fenomena kumuh di perkotaan. Persoalan kumuh adalah salah satu masalah akut yang membayangi kemajuan kota. Kumuh dalam banyak literature diidentikkan dengan kegagalan Kota dalam mengelola kesenjangan dan sejatinya juga merupakan marginalisasi terhadap masyarakat lemah dan tidak mampu. Dengan trend urbanisasi global di tahun 2030, UN Habitat memperkirakan 1 dari 4 orang akan hidup di daerah kumuh. Kedepannya persoalan ini menjadi tidak terelakkan bila melihat kemampuan banyak daerah di Indonesia dalam menyediakan infrastruktur dasarnya. Menilik sedikit di Kota Mataram, penanganan kumuh telah menjadi prioritas, bahkan di tahun 2016 Kota Mataram menjadi salah satu dari 30 kota/kab. prioritas penanganan kumuh. Tercatat hingga tahun 2017 dari 303,57 Ha luasan kumuh yang menjadi prioritas, telah mampu tertangani dan berkurang menjadi 200 Ha atau 3,26% dari luas wilayah Kota Mataram. Dengan intervensi program yang ada, progress penanganan kumuh diharapkan dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Tapi pengurangan kumuh bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Tidak sedikit daerah yang gagal menuntaskan problem kekumuhannya. Dengan target nasional luasan kumuh 0 Ha di tahun 2019, tidak hanya ketekunan dan kerja keras yang dibutuhkan, tetapi juga seperangkat strategi dan kebijakan yang efektif guna mempercepat pengurangan kumuh.

RADIO

Oleh : Budi Mulyono, S.Si.T (ASN pada Pemerintah Kota Mataram) Bukan Melulu Infrastruktur Kurangnya infrastruktur dasar merupakan pemantik awal fenomena kekumuhan. Pemerintah dalam penentuan 7+1 indikator kumuh, menggarisbawahi ketersediaan infrastruktur dalam menentukan tingkat kekumuhan. Lalu cukupkah dengan hanya membangun fasilitas fisik? Sejak pengentasan kumuh digaungkan secara nasional di tahun 2016, tidak sedikit anggaran yang digelontorkan. Walaupun trend kekumuhan terus menurun, masalah terkait penataan masih banyak terjadi. Tidak sedikit kawasan kumuh yang telah direvitalisasi dalam sekejap mata kembali ke kondisinya semula. Begitu pula, rumah – rumah susun yang tertata rapi pada awal mulanya, berubah menjadi kawasan kumuh baru. Infrastruktur mungkin benar menjadi kunci penting perbaikan kualitas lingkungan, tetapi ada hal mendasar yang harus diperbaiki. Secara tegas dalam publikasinya, Nora Sticzay dan Larissa Koch (2015) dari Universitas Wageningen menyebutkan pentingnya pembangunan manusia dan menekankan korelasi kuat antara komponen fisik dan lingkungan sosial sebagai hal fundamental dalam peningkatan kualitas kumuh. Logika ini menjadi masuk akal, bila melihat kampung kumuh pada kenyataanya dihuni oleh himpunan manusia dari berbagai latar belakang. Keberagaman tersebut diperkuat dengan kondisi lingkungan sekitar yang menuntut adaptasi. Dengan segala keterbatasan, tujuan hidup mereka adalah bagaimana bertahan hidup. Dalam konteks tersebut, norma dan standar layak menjadi termodifikasi mengikuti pola hidup masyarakat yang serba kekurangan. Ketika infrastruktur terbangun dan kualitas lingkungan menjadi lebih baik, tidak serta merta kondisi akan menjadi lebih baik. Secara psikologis, ketika lingkungan berubah, belum tentu dapat diterima baik oleh masyarakat. Lingkungan baru bagi mereka berarti gaya hidup dan adaptasi baru. Inilah yang menyebabkan terjadinya resistensi dan penola-

kan. Bentuknya tidak hanya berupa penentangan secara fisik, tetapi juga ditunjukkan dengan tidak berfungsi atau kurangnya kemanfaatan fasilitas yang telah dibangun. Sebagai sebuah komunitas, mereka bukanlah mesin yang ketika dipasangkan “onderdil” baru serta merta merubah keadaan. Mengurus manusia sebagai mahluk sosial adalah proses rumit dan tidak menarik, apalagi di zaman now yang secara politis membutuhkan kerja nyata dan hasil yang cepat. Untuk memperbaiki keadaan, pembuat kebijakan harus mengerti dan sadar bagaimana memperlakukan saudara – saudara kita yang telah sekian lama hidup dalam kekumuhan. Perwujudannya tidak hanya dibatasi dalam hal desain dan konsep fisik tetapi bagaimana memanusiakan mereka dalam arti pelibatan dalam proses perbaikan lingkungan. Kolaborasi adalah kata yang tepat menjelaskan proses tersebut. Kolaborasi tidak hanya secara sempit diartikan kerja sama antar instansi, tetapi secara luas merupakan perwujudan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Ketika dimulainya proyek pembangunan, masyarakat diminta perannya untuk memberikan sumbangsih pikiran. Pada saat konstruksi fisik, orangorang sekitar diberikan ruang untuk ikut terlibat. Pasca konstruksi, proses sosialisasi dan edukasi terus diperkuat. Dan yang paling penting bila ada masalah tokoh – tokoh agama/ masyarakat dimainkan fungsinya untuk membantu dan menyambung lidah. Proses peningkatan kumuh, merupakan upaya membangun manusia. Membangun irama yang pas antara physical upgrading dan social norm change yang dibungkus dalam pendekatan kolaborasi bisa menjadi kunci sukses peningkatan kumuh dan menjaga keberlangsungannya. Membangun Kemandirian Fenomena yang terjadi di banyak kota besar, memperlihatkan bagaimana pola penataan kumuh menjadi lebih represif dan pragmatis bila mempertaruhkan wajah kota atau ketika ada event – event penting. Kumuh selalu dianggap sebagai hal memalukan dan harus ditutupi bagaimanapun caranya. Tidak ada harapan di kampung – kampung tersebut, tempat itu hanya dihuni sekelompok orang tanpa masa depan. Memandang persoalan kumuh haruslah dilakukan secara lebih positif. Ketika membaca bagaimana Brazil berhasil mengentaskan kumuh atau dalam bahasa brazilportugis favelas, saya optimis kita semua bisa melakukannya. Konsep yang ditawarkan adalah mengembangkan kampung – kampung kumuh menjadi lingkungan mandiri. Setelah berhasil merangkul masyarakat dan membangun infras-

truktur, langkah yang diambil selanjutnya bagaimana mengembangkan kemandirian masyarakat secara ekonomi. Konsep yang ditawarkan tidaklah perlu terlampau rumit, cukup membangun pondasi ekonomi sesuai dengan kondisi dan karakter masyarakat. Bila masyarakat familiar dengan berdagang, maka lingkungan dibangun untuk mendukung kegiatan jual – beli. Begitu juga ketika masyarakatnya hanya bisa mencari ikan, sediakan pula fasilitas untuk nelayan dan pengolahan ikan di lingkungan sekitar. Ketika mereka menjadi mandiri secara ekonomi melalui fasilitas yang dibangun, otomatis simbiosis menjadi terbentuk. Fasilitas akan terjaga karena terasa manfaatnya dan pola hidup berubah mengikuti infrastruktur baru yang terbangun. Dan lebih penting, secara kesejahteraan akan sangat terbantu dan terlepas dari ketergantungan pemerintah. Konsep comprehensive upgrading atau peningkatan komprehensif adalah pendekatan yang secara logis harus dilakukan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya kunci sukses hanya akan terjadi bila pembangunan infrastruktur dan pembentukan karakter manusia mampu dilakukan. Yang paling penting dalam strategi penanganan kumuh selanjutnya adalah menciptakan pembauran yang positif antara para penghuni dengan lingkungan dan fasilitas yang telah terbangun. Akhir kata, perjuangan melawan kekumuhan adalah perjuangan suci melawan kesenjangan, ketidakadilan dan marginalisasi. Ketika perjuangan tersebut telah diniatkan maka tidak ada hambatan yang terlalu besar untuk tidak bisa diselesaikan.

SK CPNS bodong diduga beredar di Lombok Tengah Waspadai aksi penipuan

*** Sejumlah pejabat Pemkot Mataram diklarifikasi APH Menelisik kemungkinan adanya penyimpangan

RADIO

***


SUARA NTB

Senin, 2 April 2018

Berkunjung ke Aa’ Gym bersama UAS

Gubernur NTB Beberkan Tantangan Membangun NTB DI Eco Pesantren kepunyaan Aa’ Gym di Bandung, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menjadi pembicara dalam acara Kajian Tauhid pada hari Minggu , (1/4). Bersama dengan ustad yang kini sedang viral, Ustad Abdul Somad (UAS), gubernur berdiskusi tentang tantangan dakwah dan kepemimpinan dengan Aa’ gym sebagai moderator. Pada kesempatan tersebut Gubernur NTB menyampaikan bahwa hal tersulit untuk menjadi seorang pemimpin yang adil adalah menekan kemauan pribadi. ‘’Mengistimewakan teman dalam sesuatu yang berhubungan dengan pemerintahan,’’ paparnya di hadapan ribuan jamaah.

Satu Penyelenggara Umrah Hentikan Operasional di NTB Dari Hal. 1 Zainuddin menjelaskan, pencabutan izin operasional satu PPIU (Patuna) tersebut ditegaskannya, bukan dilakukan Menteri Agama. Melainkan, pihak kantor pusat yang ada di Jakarta yang menghentikan operasionalnya di NTB. Penghentian operasional satu PPIU tersebut setelah adanya surat yang dikirim ke Kemenag NTB. ‘’Pihak Patuna pusat mencabutnya dengan alasan, hanya dia bersurat ke kami. Bahwa Patuna Cabang NTB tidak bekerjasama lagi. Segala pengurusan administrasi dan sebagainya sudah ke pusat,’’ jelasnya. Zainuddin menyebutkan, Kemenag Pusat telah mencabut izin empat PPIU. Namun dari empat PPIU tersebut tidak ada cabangnya di NTB. Ditanya apakah ada calon jemaah umrah di NTB yang kena penipuan, Zainuddin mengatakan pihaknya belum menerima laporan. Jika ada masyarakat NTB yang kena

penipuan travel umrah, ia mengatakan Kemenag siap memfasilitasi dengan pusat dan pihak yang berwajib untuk menyelesaikannya. Dari sembilan PPIU yang beroperasi di NTB saat ini, kata Zainuddin, satu izinnya dari Kemenag Pusat. Sementara sisanya dari Kemenag NTB. Untuk tahun depan, semua izin PPIU akan dikeluarkan oleh Kemenag Pusat. ‘’Semua kita awasi, ada nota kesepakatan untuk menertibkan travel umrah. Kami akan bergandengan tangan dengan Polda,’’ katanya. Dengan maraknya penipuan oleh travel umrah, Zainuddin mengimbau masyarakat NTB hati-hati. Masyarakat NTB yang ingin umrah agar hati-hati memilih penyelenggara umrah. ‘’Pastikan berizin, pastikan travel itu jadwal pemberangkatan dan penerbangannya. Dan pastikan visa dan hotel yang dipakai,’’ ujarnya mengingatkan. (nas)

Cermati Dualisme BPPD Dari Hal. 1 kata Juru Bicara Pemprov NTB, H. Irnadi Kusuma, S. STP, ME ketika dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (1/4). Ia mengatakan, gubernur akan mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan dualisme kepengurusan BPPD NTB tersebut. Sehingga solusi yang diambil dapat membuat semua pihak nyaman. ‘’Nanti itu ada teknisnya. Apa yang Pak Gubernur akan lakukan. Dicoba untuk melihat dari sisi semuanya, akan dilihat. Mana kira-kira yang akan mendatangkan kebaikan untuk semua,’’ tambahnya. Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB ini mengatakan, gubernur akan melihat secara proporsional persoalan ini. Apakah gubernur akan memanggil sembilan unsur penentu kebijakan BPPD NTB? Irnadi mengatakan, secara teknis gubernur yang lebih mengetahui apa langkah-

langkah yang akan diambil. ‘’Sebagai seorang pimpinan saya yakin sudah tahu apa yang dilakukan. Sehingga tidak ada kebijakan yang diambil malah kontraproduktif. Saya yakin beliau akan mengambil langkah yang sebaikbaiknya,’’ tandas Irnadi. Diketahui, saat ini terjadi dualisme kepengurusan BPPD NTB. Yakni kepengurusan TGH. Fauzan Zakaria dan Lalu Abdul Hadi Faishal. Abdul Hadi Faishal, terpilih menjadi Ketua BPPD NTB berdasarkan hasil voting dari sembilan penentu kebijakan yang dipilih gubernur. Berdasarkan hasil voting, Abdul Hadi Faishal memperoleh enam suara, sedangkan Fauzan Zakaria tiga suara. Sebelumnya, TGH. Fauzan Zakaria mengumumkan dirinya sebagai Ketua BPPD NTB yang dipilih oleh gubernur melalui Sekda NTB. (nas)

Ahyar-Mori akan Buka Jalan Baru Gunung Sari - Mataram Dari Hal. 1 Saat mengutarakan janji kerjanya, TGH. Ahyar Abduh menekankan bahwa AhyarMori akan berupaya memastikan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Saat ini, upaya pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur memang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah di NTB. Di sektor infrastruktur pun, pasangan Ahyar-Mori akan mendorong dibukanya jalan baru lingkar timur yang akan menghubungkan Gunung Sari dengan Mataram. Seperti diketahui, saat ini Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar memang telah menjadi semacam daerah penyangga bagi Kota Mataram yang merupakan ibukota Provinsi NTB. Ada begitu banyak warga Gunung Sari dan Batulayar yang bekerja di Kota Mataram. Tidak sedikit pula anak-anak dari Gunung Sari dan Batulayar yang bersekolah di Kota Mataram. Belum lagi warga yang berasal dari daerah-daerah lainnya, seperti Kabupaten Lombok Utara. Setiap harinya, para warga ini harus berhadapan dengan kemacetan yang saat ini sulit terurai, khususnya di sekitar ruas jalan Dr. Wahidin, di Rembiga, Mataram. Setiap jam sibuk, jalan yang juga menjadi tempat berjualannya pedagang kuliner ini selalu diwarnai kemacetan yang cukup rumit. Karena itulah, solusi Ahyar-Mori yang akan membuka jalan baru ini mendapatkan sambutan hangat dari warga. Sejumlah warga yang dimintai tanggapannya mengenai solusi Ahyar-Mori yang akan membangun jalan baru ini mengutarakan harapannya agar program ini bisa benarbenar terlaksana.

“Kami sangat senang kalau jalan ini bisa dibangun. Kita harapkan pasangan Ahyar-Mori ini akan benar-benar terpilih sehingga program janji kerja mereka untuk membangun jalan baru ini bisa segera terlaksana,” ujar Dwi, salah seorang warga yang dikonfirmasi wartawan. Ahyar mengutarakan, pembangunan jalan ini dihajatkan guna mempercepat konektivitas warga. Terlebih, untuk membuat perdagangan hasil perkebunan di kawasan-kawasan di Gunung Sari, Batulayar dan sekitarnya. Keberadaan jalan baru ini juga diharapkan bisa mengoptimalkan potensi pariwisata Gunung Sari dan Batu Layar sebagai kawasan destinasi yang diperbaharui. Ketua Koalisi Partai pendukung Ahyar-Mori Kabupaten Lombok Barat, H. Hamdan menegaskan Lombok Barat dan Kota Mataram memang ibarat ibu dan anak. Karenanya, maka hampir dipastikan masyarakat Lobar akan lebih memilih pasangan Ahyar-Mori. Terlebih, mereka tentu telah melihat bagaimana kemajuan yang diraih di Kota Mataram selama kepemimpinan TGH. Ahyar Abduh. TGH. Ahyar Abduh juga dinilai sebagai tokoh yang memiliki sejarah politik yang panjang. Ia juga diketahui memiliki sejumlah mentor politik dari kalangan tokoh Gunung Sari yang telah menbesarkan beliau di dunia politik. “Dukungan masyarakat dan tokoh Gunung Sari dan Batu Layar akan mengalir dan memastikan kemenangan AhyarMori 60 persen di Lombok Barat.” (tim)

Sebaliknya, dengan meninggalkan jauh-jauh kemauan pribadi, maka keadilan dalam kebijakan dapat tercapai. Tidak hanya itu, TGB menyampaikan bahwa keadilan harus diberlakukan untuk semua kalangan, tidak terbatas hanya untuk umat Muslim. Ia memberi contoh bagaimana mulai mencanangkan wisata halal di NTB. Meski mendapat penghargaan atas kebijakan tersebut, TGB menyampaikan kesulitan awal ketika beberapa pengusaha non-Muslim yang khawatir bisnisnya menurun. Dia menawarkan sertifikasi halal gratis bagi restoran. ‘’Maka pelanggan lama tetap datang, dan pelancong Muslim yang menginginkan kuliner halal akan datang,’’ paparnya. Setahun kemudian, pengusaha tersebut datang kembali pada TGB dan berterima kasih. Hal tersebut digambarkan TGB sebagai keadilan yang memberikan pemanfaatan bagi semua. Awal kedatangannya, kedua tamu ini diajarkan berkuda langsung oleh Aa’ Gym di pesantren yang bernuansa alam ini. TGB menyampaikan terima kasih kepada Aa’ Gym sudah mengajak dan mengajarkan berkuda. Menurut TGB, aktivitas berkuda merupakan pengalaman yang luar biasa. TGB mengaku sudah terbiasa dengan melihat kuda mengingat banyak kuda di NTB, terutama di Sumbawa. Namun, TGB tidak menyangka akan mengendarai kuda dengan ukuran besar seperti yang ada di Eco Pesantren Daarut Tauhiid. ‘’Pengalaman luar biasa, biasanya kuda di Sumbawa kecil, ini besar sekali. Grogi tapi mungkin segagah-gagahnya kuda, saya tertarik pada matanya yang lembut sekali,’’ ucap TGB. (r)

Halaman 15

Ali BD: Indonesia Bisa Jadi Kiblat Islam Dunia Dari Hal. 1 Amaq Asrul mengatakan, kedatangannya ke Ponpes Ittihadul Umam itu murni silaturahim. Bukan datang kampanye. Baginya, mendatangi tempat-tempat pengajian ia merasakan kesejukan tersendiri. Ali BD mengaku selalu kagum dengan aktivitas Ponpes. “Saya setiap datang selalu ada kesejukan. Saat berkumpul dengan tuan guru, perasaan saya sejuk. Inilah jalan pilihan hidup saya. Sudah 35 tahun lamanya saya bekerjasama dengan Ponpes,’’ tuturnya. Pimpinan Ponpes besar seperti TGH. Safwan Hakim, TGH. Mukhlis Ibrahim. Di samping itu banyak ponpes lainnya di luar Nurul Hakim dan Ishlahuddiny Kediri. Semua tuan guru memiliki pemikiran yang besar. Membangun Ukhuwah Islamiyah. Tradisi keulamaan dengan pengajian-pengajian sedari dulu dilakukan di tengah masyarakat Sasak. Sudah terjadi perubahan besar di sekitar kita. Kaitan itu, katanya yang tidak boleh berubah adalah keimanan

Kedepankan Pembangunan Kebudayaan Dari Hal. 1 Sebagai orang Sasak harus mengerti latar belakang kebudayaan. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki kebudayaan tinggi. Diantara yang baik itu adalah berhemat dan bekerja keras. Karena itu, Ali BD dalam memimpin, belakangan ini membangun hiasan-hiasan. Tapi mengedepankan pembangunan manusia. Bangun pikiran manusia. Sebabnya, semua negara-negara maju di dunia setelah mencapai masa keemasan baru kemudian membangun hiasan-hiasan. Inilah dasar pembangunan. Kalau orang NTB secara umum dan secara khusus Lombok, yang pertama dibangun itu adalah pikiran. Pikiran pertama adalah bersatu. Mengutip kembali pepatah penuh makna yang dimiliki masyarakat Sasak, lain setuk lain jajak lain gubuk lain bahasa dan adat istiadatnya. Dari sesenggak ini sangat jelas bahwa orang Suku, sangat tajam nilai-nilai kearifan lokalnya. Sudah sangat menghargai arti perbedaan. Fakta menunjukkan masyarakat Sasak ini memang berbeda-beda. Sadar akan perbedaan namun tetap bersatu. Disatukan dalam pikiran agama Islam. Pandangan Ali Dachlan kalau Sasak bersatu padu, maka Sasak makin hebat. Selanjutnya digambarkan Ali BD, apa uang sudah dijalankan pemerintahan di tingkat provinsi saat ini merupakan lanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Begitupun yang nantinya setelah ini, pergantian gubernur bertujuan untuk melanjutkan juga pembangunan yang sudah ada. Untuk seluruh gubernur yang sudah memimpin NTB, jasanya sangat besar. Sehingga masing-masing tidak bisa dikatakan tidak ada bekas pembangunannya. Kebudayaan yang turut dibangun adalah, budaya aman. Keamanan kata Ali Dachlan ini adalah ibu dari segala pembangunan. Tidak ada pembangunan kalau tidak aman. Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek sangat dihargai Ali BD atas jasanya

dalam membina keamanan. Kebudayaan yang tinggi juga, kata Ali Dachlan dalam menghadapi Pilkada dianggap sebuah rutinitas biasa. Sehingga saat kalah dalam menghadapi Pilkada tidak kemudian marah-marah. Ali BD sudah buktikan beberapa kali kalah. Pilkada Kota Mataram dan Pilkada Lotim. Meski kalah, Amaq Asrul ini tetap tersenyum. ‘’Pendukung saya saja yang marah-marah, saya katakan saya belum dinasibkan. Pandangan saya, siapapun terpilih nantinya sebagai gubernur semata itu semua perintah Allah. Ini jalan yang akan kita tempuh,’’ urainya. Menjadi bagian dari definisi bangsa yang berbudaya ketika ada calon-calon lain datang ke daerah yang disebutsebut sebagai basis masa salah satu pasangan calon tidak memudian disikapi dengan kemarahan. Kalau ada calon datang kampanye jangan diganggu dan jangan sakit hati. Kedatangannya juga jangan dianggap mengganggu. Ali BD yang juga dipanggil Papuk Abada ini menuturkan, dirinya pernah dikritik istrinya, Hj. Supinah Ali Dachlah. Apa yang mau dicari saat pertama kali ingin jadi bupati. Jawaban atas pertanyaan keras dari sang istri tersebut kata Ali BD, diketahui setelah dirinya resmi menjadi Bupati Lotim. Ia tegaskan, menjadi bupati atau gubernur tidak untuk cari harta benda. Tidak untuk mencari kedudukan dan pujian. Keinginan besarnya adalah melakukan perubahan. Apakah tidak ada orang selain anda yang akan melakukan perubahan? Ali Dachlan persilakan untuk memilih sendiri jika ada yang dianggap lebih baik. Ia menguraikan, pada Pilkada 2018, ada 4 calon gubernur. Semua katanya adalah orang bagus. Nomor satu bagus, Pak H. M. Suhaili yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Loteng. Bahkan disebut masih tinggal 3 tahun jabatannya sebagai Bupati Loteng. Sama dengan Ahyar Abduh, tinggal tiga tahun menjadi Walikota Mataram. Zulkieflimansyah belum pernah menjadi kepala daerah dan (sebelum nejadi calon Gu-

bernur NTB) adalah anggota DPR RI Daerah Pemilihan Banten. Sedangkan Ali BD sendiri, Agustus 2018 ini sudah berakhir masa jabatannya sebagai Bupati Lotim. “Pilihlah yang terbaik,” demikian saran Ali. Tampil kembali sebagai Juru Kampanye, TGH Fadil Thahir, adik dari H. M. Suhaili Fadil Thahir. Tuan guru ini menyatakan tidak memilih Suhaili sebagai gubernur karena masa jabatannya masih lama. Alasan demokrasi pula, TGH Fadil menyatakan ingin melihat kakaknya tetap menjadi Bupati Loteng. Sementara itu, mantan Bupati Loteng, H.Lalu Wiratmadja yang kembali tampil sebagai juru kampanye pasangan Ali Sakti ini menguraikan dirinya merinding saat melihat banyaknya tuan guru yang turut mendukung pasangan calon independen tersebut. Ali BD kata Mamiq Ngoh panggilan akrab Lalu Wiratmadja ini, adalah orang yang sangat memegang prinsip. Satu-satunya bupati di NTB ini yang bisa membangun tanpa utang. Lombok Timur telah menjadi bukti. Saat nantinya menjadi gubernur, janji politik pembangunan Dam Mujur diharapkan segera diwujudkan. Soal pembangunan pendidikan keyakinan Mamiq Ngoh, pasanagan Ali Sakti bisa menjadikan pendidikan di NTB lebih baik. Ali BD dan Lalu Gede Sakti adalah pasangan yang sudah lama bergelut di bidang pendidikan. Masingmasing memiliki universitas. Pasangan Ali BD, TGH Lalu Gede Sakti sendiri sendiri mengingatkan kembali agar masyarakat pemilih ini memilih sesuai dengan anjuran agama. Pilih pemimpin yang benar-benar berpengalaman. Pemimpin yang bisa memberikan rasa adil dan kenyamanan. Pemimpin yang lahir dari rahim rakyat. Pilihan rakyat. Calon yang dekat bersama rakyat. Ali BD dengan segudang pengalamannya dikatakan bisa menjadi pemimpin NTB yang lebih baik ke depan. Pintanya, rakyat Sasak bersatu memenangkan Ali Sakti pada Pilkada 2018 tanggal 27 Juni mendatang. (rus)

dan keislaman. ‘’Inilah tujuan pengajian,’’ katanya. Perubahan dunia terlalu cepat. Hampir tidak ada jendela rumah dan sekarang sudah seperti telanjang. Kalau tidak proteksi yang kuat dari agama maka bisa turut berubah. Ali Daclan berpesan pertahankan agama Islam. Pertahanankan dinul Islam dari gempuran negatif. Ujian dan tantangan dunia Islam sekarang keras. Luar biasa kerasnya dibandingkan puluhan tahun lalu. Media sosial utamanya sangat ganas serangannya. Tujuannya diskreditkan Agama Islam dengan membolakbalikkan fakta. Menurut Bupati Lotim ini, gempuran serangan orang barat terhadap dunia Islam sangat serius zaman sekarang. Seragan lewat media sosial ini mengalahkan pengajian. Kejadian di Timur Tengah, sudah di luar kontrol. Orang barat jual senjata ke Timteng untuk bunuh saudaranya. Penjualan ideologi dan senjata atas nama kebebasan. Kita telah dibuat tidak sadar. Negara-negara di Timur Tengah seperti Yaman, Mesir, Irak dan lainnya. Kasus di Rohingya, pembunuhan warga Palestina oleh orang Israel. Orang-orang yang ada di Timur Tengah ini justru banyak yang diam. Negara Arab Saudi diam. Berbeda dengan kemajuan dunia Islam di Indonesia. Hal ini patut kita apresiasi karena banyaknya pendidikan agama. Pertahankan posisi ke-Islam-

an Indonesia ini terus. Insya Allah, kata Ali Dachlan, Indonesia menjadi tempat pertahanan Islam paling kuat di dunia sekarang ini. Kiblat Islam dunia dalam pandangan Ali BD akan beralih ke Indonesia. Hal ini dikarenakan Islam yang ada di Timur Tengah telah banyak diintervensi barat. Amerika bersama dengan sekutunya telah menjadikan negara-negara Timur Tengah sebagai daerah incaran sejak lama. Timteng 65 persen minyak dunia. Karenanya ingin dikuasai oleh orang barat. Minyak di Arab sudah dibawah kontrol Amerika. “Kita harus cermati masalah yang dihadapi dunia Islam saat ini,” ucapnya. Selanjutnya dipaparkan Ali Dachlan, ia dicalonkan oleh rakyat menjadi calon Gubernur NTB. Jadi pemimpin katanya semata karena ingin melakukan perubahan. Menjadi pemimpin, tidak boleh ambisi. Gubernur, bupati atau pemimpin apa saja sebutannya bagi Ali Dachlan tidaklah penting. Dirinya, tetap adalah seorang amaq. Amaq Asrul. ‘’Saya tetap Amaq Asrul. Saya tidak mau disebut orang penting,’’ terangnya. Ia meminta, hendaknya rakyat tidak melihatnya sebagai calon gubernur. Lihatlah saya, Ali BD orang yang biasa saja. Datang semata-mata karena panggilan ingin silaturahim di tengah komplek kajian keagamaan yang diyakini bisa memberikan kesejukan meski panas hati sedang menderanya. (rus)

SK CPNS Bodong Dari Hal. 1 mengenai pengangkatan CPNS yang mencatut nama gubernur. BKD meminta masyarakat waspada terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan momen penerimaan CPNS 2018 untuk melakukan penipuan. Pasalnya, hingga saat ini kuota CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) belum turun. ‘’Masyarakat terutama putra putri NTB yang mau melamar CPNS supaya menunggu informasi resmi dari kami, BKD maupun BKD kabupaten/kota. Jangan tergiur oleh tawaran oknum-oknum yang tidak benar. Termasuk pengurusan dan sebagainya untuk dihindari,” kata Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Minggu (1/4). Ia menjelaskan, proses rekrutmen CPNS 2018 sudah ada tahapannya. Jika kuota atau jumlah formasi CPNS sudah turun dari pusat, maka pihaknya akan mengumumkan lewat media massa maupun jalur informasi lainnya. ‘’Sampai sekarang kuota CPNS 2018 belum keluar. Pokoknya nanti setelah Pilkada, Juli itu insya Allah sudah keluar. Dan kita tetap koordinasi dengan Kemen PANRB untuk pelaksanaan rekrutmen CPNS 2018,’’ imbuhnya. Mengenai terbitnya SK bodong pengangkatan CPNS yang mencatut nama gubernur, Fathurahman mengatakan pihaknya baru mengetahui dari media. Sementara laporan dari masyarakat belum ia terima. Jika ada pengaduan dari masyarakat maka pihaknya akan menindaklanjuti ke aparat penegak hukum. Karena itu termasuk penipuan. ‘’Kita lihat dulu, kejadiannya di Kabupaten Lombok

Tengah. Paling ndak BKD Lombok Tengah yang menindaklanjuti karena kewenangan SD dan SMP ada di situ,’’ kata Fathurahman ketika ditanya apakah pihaknya akan melaporkan hal ini ke kepolisian. Terkait dengan kuota CPNS tahun ini, Pemprov NTB mengaku berpeluang besar mendapatkan 700 formasi CPNS 2018. Pasalnya, rasio belanja aparatur dengan belanja publik dengan adanya tambahan 700 Aparatur Sipil Negara (ASN) masih berada di bawah 40 persen. Fathurahman menjelaskan rasio belanja aparatur dengan belanja publik menjadi persyaratan utama dari Kemen PANRB. Di mana, Pemda yang dapat mengusulkan formasi CPNS 2018 jika rasio belanja aparatur di bawah 50 persen. Jika rasio belanja aparatur terhadap belanja publik lebih dari 50 persen maka terjadi ketidakseimbangan belanja publik. Menurut Fathurahman, rasio belanja aparatur dan belanja publik Pemprov NTB sudah cukup ideal. Meskipun kebutuhan CPNS Pemprov mencapai 5.554 orang berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Namun, Pemprov perlu berkaca dari APBD yang ada. Pada 2017 lalu, Pemprov sudah mengusulkan 4.603 formasi CPNS ke Kemen PANRB. Belakangan, Pemprov memperbaiki usulan menjadi 700 orang karena adanya persyaratan rasio belanja aparatur tersebut. Hingga saat ini, Pemprov masih menunggu jumlah formasi yang akan diperoleh bersama dengan provinsi dan kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Fathurahman menambahkan dengan usulan sebanyak 700 CPNS tersebut maka Pemda menyiapkan anggaran untuk gaji, diklat dan lainnya mencapai Rp 42,9 miliar. (nas)

TP4D Provinsi NTB Dampingi Proyek Senilai Rp 415 Miliar Dari Hal. 1 ‘’Kami sebagai fasilitator TP4D sudah menyampaikan kepada Ketua Tim Pak Asintel Kejati NTB terhadap empat permintaan pendampingan ini,’’ kata Inspektur pada Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH.,M.Si kepada Suara NTB akhir pekan kemarin. Atas semua permintaan itu, langsung dilakukan gelar perkara dan diterima untuk dilakukan pendampingan. ‘’Saat itu juga sudah langsung diberi masukan masukan oleh Asintel dan TP4D dari Kejati,’’ ujarnya. TP4D sudah memberikan saran hukum atas permintaan empat instansi itu, agar jangan sampai keluar dari rel aturan. Prinsipnya semua kegiatan itu akan betul-betul dikawal, demi menghindari kesalahan yang berdampak pidana. Irbansus Inspektorat NTB, GP. Aryadi merinci, permitaan pertama dari Sat Pol PP Provinsi NTB dalam pelaksanaan pengadaan pakaian untuk Satgas Linmas di seluruh Provinsi NTB. Pengadaan ini dalam rangka mendukung fasilitas pengamanan Pilkada tahun 2018 kepada anggota Linmas yang direkrut di seluruh NTB. Posisi pengadaan sudah sampai penyusunan draft kontrak. Pihak Satpol PP merasa penting, karena pengadaan nilainya cukup be-

sar dan terdistribusi ke seluruh kabupaten dan kota. Karena pengadaan pakaian dinas ini distribusi ke kabupaten dan kota, khususnya desa, untuk mendukung pengamanan ada anggota Linmas. Selanjutnya di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH), mengenai pelaksanaan kegiatan pengadaan benih jagung tahun 2018. Karena proyek nilainya ratusan miliar, dengan sasaran petani jagung seluruh NTB, dianggap riskan masalah sehingga Distan TPH merasa perlu dilakukan advis oleh TP4D. Selanjutnya permintaan juga datang dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB. Alasan merapat ke TP4D, karena kegamangan dalam mengesekusi anggaran pada pendidikan dan pelatihan pemimpin (Diklatpim) pada PKMF. Diketahui bidang ini sebelumnya sedang masalah untuk tahun 2016 dan 2017. BPSDM meminta pengawalan untuk anggaran tahun 2018, sementara di TP4D sudah ada beberapa masukan dan memberikan kajian untuk anggaran pengampu dan pendamping Diklat. “Supaya tidak multitafsir dalam pelaksanaan aturan,” jelasnya. Selanjutnya permintaan pendampingan dari Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat, terkait pembangunan rumah

layak huni untuk masyarakat kurang mampu. Total nilai Rp 31 miliar lebih untuk tahun anggaran 2018 yang alokasinya untuk rumah type 21, baik di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok. ‘’Total rumah yang akan dibangun, 1.129 unit rumah. Nanti akan dilakukan pola padat karya. Sudah diberi masukan oleh TP4D,’’ jelasnya. Pihak TP4D Kejaksaan juga sudah menerima permintaan pendampingan dari empat instansi tersebut, dilanjutkan dengan ekspose dan kajian teknis pelaksanaan kegiatan. sesuai SOP, pendampingan akan dilakukan di awal kegiatan, kemudian diidentifikasi kemungkinan ada masalah dalam pelaksanaannya dan dicari tahu penyelesaian agar tidak terjerumus ke proses hukum. Terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH menjelaskan, progres terakhir permintaan pendampingan itu baru tahapan ekapose. “Kita sekarang tahap telaah, apakah diterima atau tidak,” jelas Dedi Irawan beberapa waktu lalu. Telaah dimaksudnya, terkait kemungkinan ada masalah saat pelelangan. Sebab biasanya ketika ada masalah sejak awal akan berdampak pada pengerjaan fisik. ‘’Sehingga kalau ada masalah, kita tolak. Ini pernah ada di BUMN, ada masalah 50 persen pekerjaan, nilainya miliar-

an. Nah, itulah gunanya ekspose, supaya tahu apa persoalannya di awal,’’ jelas Dedi. Memang ada juga permintaan dari instansi untuk pendampingan atas pekerjaan yang sudah berjalan fisik, karena ada masalah di pertengahan pekerjaan. Memang diakui peluang diakomodir permintaan ini terbuka. Hanya saja sesuai SOP pihak TP4D, diharapkan permintaan pendampingan itu diawal. ‘’Jadi bisa kita hindari terjadi penyimpangan di awal, seh-

ingga tidak berlanjut saat pelaksanaan pekerjaan,’’ terangnya. Selain dari empat instansi itu, belum ada permintaan dari pusat, khususnya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I yang sumber pendanaannya dari APBN. Biasanya, kata Dedi, untuk proyek strategis nasional sudah otomatis menjadi tugas TP4D untuk pendampingan. “Kalau APBN terkait proyek strategis nasional, kita langsung kawal. Sebab ini perintah langsung Presiden,” terangnya. (ars/*)

Tabel : Daftar Pendampingan TP4D tahun 2018 Nama No Perangkat Daerah 1

Sat Pol PP Provinsi NTB

2

Dinas Pertanian dan TPH

Bidang

Linmas

Nilai

2.167.360.000

Ket.

APBD

Hortikultura 19.960.000.000 TP APBN

PSP

41.550.200.000 TP APBN

Pangan

309.451.300.000 TP APBN

PKPMF

3

BPSDM Provinsi NTB

11.355.050.000

APBD

4

Dinas Perkim Bidang dan Perumahan Perumahan 31.223.000.000 Rakyat

ABPD

Total Sumber : Inspektorat NTB

Rp 415.706.910.000


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Senin, 2 April 2018

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

Gubernur Minta Masyarakat Taat Lapor Pajak Tahunan Mataram (Suara NTB) Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengingatkan wajib pajak taat melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Sebab, kewajiban tersebut merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap peraturan yang berlaku. Termasuk ebagai bentuk kontribusi positif dari warga negara untuk kemajuan bangsa. “Tidak ada alasan sekarang bayar pajak susah. Jadi segeralah melaporkan SPT nya lalu segera pula bayar pajak dengan mudah,” ujarnya usai memberikan laporan terhadap SPT di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (31/3). Di tengah kesibukannya, Gubernur NTB dua periode ini tetap tidak melupakan kewajibannya yakni pelaporan pajak tahunan yang begitu mudah dilakukan. Sebab, dilakukan secara online (e-Filing) dengan menggunakan gadget Tablet. “Praktis dan mudah sekali ya, pelaporan SPT melalui online, jadi sambil santai di rumah bisa bayar pajak,” ungkap TGB yang saat itu disaksikan Widi Widodo (Kepala Bidang P2 Humas) dan Juang Trihono (Kepala Bidang Keberatan, Banding) Kanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) NTB. Karena dilakukan begitu mudah dengan dukung informasi dan teknologi, TGB – sapaan akrabnya hanya membutuhkan beberapa menit untuk merampungkan pelaporan tersebut. Tanpa menyebutkan atau memperlihatkan nominal pajaknya, TGB hanya beberapa kali mengklik aplikasi yang ada di tablet, lalu kewajiban melaporkan dan membayar pajaknya selesai dalam hitungan menit. “Ngak nyampe beberapa menit kan, Saya sudah menunaikan kewajiban Saya sebagai wajib pajak. Alhamdulillah dengan penggunaan teknologi, segalanya dimudahkan sekarang,” ujarnya. Sebagai kepala daerah yang memiliki kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya, TGB berharap wajib pajak yang lain juga melakukan hal yang sama, baik perorangan maupun badan. Sebab, kewajiban tersebut merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap peraturan yang berlaku. (r)

(Suara NTB/ist)

LAPORAN SPT - Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi saat memberikan laporan atas SPT di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (31/3).

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257 (Suara NTB/ist)

MENYEBERANG – Wisatawan yang menyeberang ke gili di wilayah Sekotong melalui dermaga Tawun, Minggu (1/4).

Pelayanan Penyeberangan di Cemara Belum Ada Titik Temu Giri Menang (Suara NTB)Persoalan yang muncul antara antara boatman (pekerja di kapal boat) Sekotong dengan boatman di wilayah Cemara Lembar belum menemukan titik penyelesaian. Bahkan persoalan ini berujung ke jalur hukum, menyusul pihak boatman Cemara yang keberatan dengan tindakan oknum boatman Sekotong yang diduga menahan kapal boat. Para pelaku wisata Sekotong pun menyayangkan sikap Pemda Lombok Barat (Lobar) yang terkesan melakukan pembiaran terhadap persoalan ini. Padahal jauh hari sebelumnya persoalan ini mencuat ke permukaan. Sahnil, ketua Pokdarwis Sekotong Barat mengkritisi lambannya penyelesaian persoalan ini oleh pihak SKPD terkait. “Sehingga berujung pada persoalan ini dibawa ke jalur hukum, karena boatman Sekotong tidak ingin sebelum ada titik temu, boatman Cemara jangan dulu melakukan aktivitas. Makanya dari pihak kami mencegat, itu dilaporkan

ke polisi. Di sini Pemda lemah, terkesan melakukan pembiaran,”tegas Sahnil. Persoalan ini kembali mencuat, ketika Sabtu pekan lalu boatman Sekotong memberi peringatan boatman Cemara yang mengantar tamu. Namun akibat boatman Cemara bersikeras, akhirnya dicegat. Boatman Cemara yang tak terima, langsung melapor ke Polres. Pihak boatman Sekotong hanya melakukan kesepakatan awal pada pertemuan fasilitasi terakhir di Pemda di mana permintaan pihak boatman Sekotong ingin agar selama persoalan ini belum ada titik temu pihak boatman Cemara jangan dulu beroperasi. Atas persoalan ini, pihak boatman Sekotong juga bakal mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan pelanggaran jalur pelayaran yang dilakukan oknum boatman Cemara. Namun demikian jalur damai terus diupayakan agar persoalan ini tidak meluas sebab khawatirnya akan menggangu Pariwisata setempat. Sebelumnya, puluhan perwakilan boatman asal Tawun Sekotong dan Cemara Lembar melakukan pertemuan membahas permasalahan pengaturan pengangkutan penumpang. Pasalnya sempat terjadi perselisihan lantaran persoalan pengangkutan penumpang tersebut. Pertemuan yang berlangsung di aula Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar itu, difasilitasi oleh Dishub Lobar dan beberapa instansi terkait seperti Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar. Selain itu hadir pula pihak Kecamatan kedua kelompok tersebut termasuk pihak Kapolsek Lembar dan Sekotong. Awalnya pihak boatman Tawun Sekotong melarang pihak boatman Cemara untuk melakukan pengangkutan penumpang. Sebab cukup banyak penumpang yang melaku-

kan penyeberangan dari pantai Cemara menuju Gili yang ada di wilayah Sekotong. Dari pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam setengah tersebut belum juga menemui titik terang. Kendati demikian pihak Dishub memberikan tiga opsi kepada para pihak yang bersangkutan. “Kita sudah tawarkan opsi. Itu pun opsi itu berdasarkan masukan pada rapat internal sebelumnya,” terang Kepala Dishub Lobar, Ahmad Saikhu. Saikhu menjelaskan opsi tersebut, di antaranya pembatasan atau penjadwalan pengangkutan penumpang bagi boatman Cemara. Kemudian pihaknya menyarankan kepada para boatman untuk membentuk wadah bersama, sehingga segala kendala yang dihadapi dapat diselesaikan bersama. Serta one way atau pembagian setengahsetengah kedua belah pihak. “Perlu pengaturan, sebenarnya perlu duduk bersama pengaturan sistem mereka. Makanya kami sarankan wadah itu, kalau ada wadah, ada AD/RT yang mereka susun, sehingga bisa di komunikasikan,” jelasnya. Disinggung terkait pelabuhan lokal yang resmi diakui Dishub, Saikhu mengatakan yang telah terdaftar secara nasional untuk Lobar terdapat di Tawun Sekotong, Senggigi. Kendati demikian dia tidak menampik terdapat pelabuhanpelabuhan kecil lainnya yang sudah dijalankan masyarakat turun - temurun.”(Tawun dan Senggigi) itu sudah berdasarkan keputusan Menteri, itu sudah terdaftar untuk pelabuhan lokal,” sambungnya. Saikhu menambahkan, dari hasil pertemuan tersebut pihak boatman Cemara meminta waktu seminggu untuk merembukkan opsi tersebut bersama anggotanya. Sehing-

ga pertemuan lanjutan akan kembali dilangsungkan. Kendati pihaknya mengingatkan kepada para boatman tetap mengedepankan alat keselamatan dalam penyeberangan. Sehingga tidak membahayakan penumpang nantinya. Sementara itu pihak per-

wakilan boatman Cemara yang diwakili oleh Kades Lembar Selatan, Lalu Salikin menyatakan pada saat pertemuan tersebut untuk mencegah terjadinya gesekan selama permasalahan ini para boatman diharapkan untuk istirahat sementara mengangkut penumpang. (her)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook