Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771
No. 19 tahun IV Kamis, 28 Januari 2010 8 Halaman
Free Daily Newspaper
Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)
Sengketa Pajak
Waspadai Kartel Asing
Cetak Biru Sistem Logistik
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sengketa pajak yang sering terjadi, baik antara Wajib Pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak masih belum bisa dihindari. “Saya tidak...hal. 1
FRAKSI Partai Golkar DPR-RI mengingatkan pemerintah, otoritas moneter, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mewaspadai kartel asing dalam perbankan nasional dan meminta para pemangku...hal. 2
MENTERI Perdagangan, Mari Elka Pangestu mengatakan, cetak biru sistem logistik nasional sudah selesai disusun dan sedang dalam tahap finalisasi. “Sudah final tapi masih harus difinalisasi oleh Menko...hal. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
www.suluhindonesia.com
6 Terpidana Mati
Siap Dieksekusi
Suluh Indonesia/ant
APEL SIAGA - Ratusan personil polisi melakukan Apel Siaga di Silang Monas, Jakarta, kemarin. Apel siaga tersebut untuk mengantisipasi aksi demo sambut seratus hari kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan digelar besok.
JAKARTA - Kejakgung menyatakan enam terpidana mati siap untuk dieksekusi karena status hukumnya sudah inkrah atau tetap. ‘’Pada 2009, terdapat enam terpidana mati yang sudah final dan siap untuk dieksekusi,” kata Kapuspenkum Didiek Darmanto di Jakarta, kemarin. Keenam terpidana mati yang siap diekseusi itu, yakni, Meirika Franola (narkotika), Gunawan Santosa alias Acin (pembunuhan), Bahar bin Matsar (pembunuhan), Jurit bin Abdullah (pembunuhan), Ibrahim bin Ujang (pembunuhan) dan Suryadi Swhabuana ( pembunuhan). Didiek Darmanto menyebutkan berdasarkan evaluasi dan inventarisasi per 31 Desember 2009 terdapat jumlah terpidana mati sebanyak 112 orang yang terdiri atas 43 orang yang belum menentukan sikap (peninjauan kembali dan grasi). ‘’19 orang mengajukan grasi, 25 orang mengajukan upaya hukum PK, 17 orang yang mengajukan kasasi, dan delapan orang yang mengajukan upaya hukum banding,” katanya. Kemudian, selama 2009 terdapat dua terpidana mati yang meninggal dunia yaitu Benged Siahaan (pembunuhan), dan Edith Yunita Sianturi (narkotika). (nas)
Presiden dan Pejabat Tinggi Negara
Nikmati Kenaikan Gaji JAKARTA - Setelah kontroversi pengadaan mobil dinas mewah bagi pejabat-pejabat tinggi negara mereda, ketegangan pemerintah dan DPR muncul kembali setelah menyepakati kenaikan gaji bagi presiden dan para pejabat tinggi negara. Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengakui, sudah ada kesepakatan antara DPR dengan pemerintah mengenai kenaikan gaji presiden dan pejabat tinggi negara, dan jika berpedoman pada APBN 2010 maka kenaikan tersebut mulai berlaku Januari 2010. ‘’Tapi, kita belum memastikan kapan kenaikan tersebut, apakah bulan ini atau bulan depan. Yang pasti, sudah ada kesepakatan mengenai kenaikan gaji,” katanya di Gedung
MPR/DPR Jakarta , kemarin. Anggota F-PG ini menjelaskan, kenaikan anggaran yang disepakati adalah dari Rp 132 triliun menjadi Rp 158 triliun, dan berlaku bagi Presiden, Wapres, menteri, pejabat tinggi negara, PNS, dan TNI/Polri. ‘’Kenaikan ini untuk merespons kenaikan inflasi. Kalau ada kenaikan ada juga peningkatan daya beli. Tapi, kenaikan ini bervariasi dimana pejabat yang bergaji rendah akan mengalami kenaikan gaji lebih tinggi,’’ papar Aziz. Selain kenaikan gaji presiden dan pejabat tinggi negara, Azis juga mempersoalkan transparansi pemerintah dalam mengajukan anggaran pembelian pesawat kepresidenan senilai Rp 200 miliar. Ia men-
gungkapkan, anggaran pembelian pesawat kepresidenan sebenarnya telah dibahas dan disetujui dalam rapat Badan Anggaran dengan Menkeu 3 November tahun lalu. Namun, Aziz menilai pemerintah tidak transparan dalam mengajukan anggaran karena diajukan secara mendadak dan tidak menjelaskan harga pesawat yang akan dibeli. ‘’Pemerintah hanya memberikan alasan yaitu pengadaan pesawat kepresidenan untuk menghemat biaya daripada menyewa pesawat Garuda Indonesia, dan adanya kebanggaan jika memiliki pesawat kepresidenan sendiri,” tutur Harry. Oleh karena itu, Badan Anggaran DPR menganggap alasan tersebut hanya normatif. (har)
SBY-Boediono Tak Terusik JAKARTA - Rencana aksi demo besar-besaran memperingati 100 hari program pemerintahan SBY-Boediono tidak terlalu ditanggapi serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden tidak melarang kepada pihak menggelar aksi demontrasi untuk mengkritisi kinerja pemerintahan. Sikap Presiden kali ini berbeda, saat Presiden menyikapi demo besar-besaran pada 9 Desember 2009 lalu terhadap rencana elemen dan tokoh masyarakat menggelar demo memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia. Kala itu, Presiden menyatakan ada penumpang gelap dari aksi demo tersebut. Presiden hanya berharap, aksi yang direncanakan besar-besaran kali ini berlangsung secara tertib. ‘’Itu bagian dari ekspresi kebebasan publik, tidak ada upaya melarang publik. Jadi tidak pernah ada upaya melarang demo sejauh masih dalam koridor hukum yang berlaku,” kata Julian Pasha di Jakarta, kemarin. Julian membantah anggapan yang mengatakan bahwa Presiden berupaya menghindar den-
gan melakukan kunjungan kerja ke Banten. Kunjungan Presiden ke Banten, menurutnya, sudah diagendakan jauh-jauh hari untuk meresmikan pembangkit listrik tenaga uap. ‘’Itu sudah dijadwalkan jauh dari rencana demo yang akan dilakukan, 28 Januari,” tegasnya. Hal yang sama disampaikan Wapres Boediono yang merasa tidak khawatir. ‘’Pak Boediono tidak khawatir. Beliau masih percaya masyarakat Indonesia masih menghargai pemimpinnya. Kalaupun ada yang tidak puas yaa.. itu biasa dalam demokrasi,” kata Jubir Wapres Yopie Hidayat. Yopie menjelaskan, demo merupakan bagian dari demokrasi. Masyarakat, tambahnya, memang memiliki hak untuk melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan pendapatnya. ‘’Demo itu bagian dari demokrasi. Sepanjang tak anarkis, tidak ada masalah,” kata Yopie. Menurut Yopie, adanya aksi tersebut mungkin justru menjadi kewajiban untuk saling mengontrol. ‘’Wapres masih percaya kepada aparat keamanan,’’ kata Yopie. (har/son)
Kasus Bank Century
Ada Indikasi Pidana JAKARTA - Pekan depan fraksi-fraksi akan menyampaikan pandangan untuk selanjutnya akan menyampaikan kesimpulan awal pansus tentang kasus Bank Century. Dari hasil pengusutan selama ini, sejumlah fraksi menemukan adanya indikasi pelanggaran pidana dalam proses pengucuran bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun maupun proses merger bank tersebut. Angota Pansus Hak Angket kasus Bank Century Ade Komaruddin mengatakan Fraksi Golkar telah menemukan banyak penyimpangan antara lain pengambilan keputusan yang melanggar ketentuan perundangan maupun indikasi perbuatan melanggar hukum. ‘’Kami sudah menemukan banyak penyimpangan, banyak keputusan yang melanggar hokum maupun indikasi perbuatan melawan hukum,” kata Ade di Gedung MPR/ DPR Jakarta, kemarin. Sejumlah pelanggaran pidana itu berupa pelanggaran saat proses merger Bank Century, juga ditemukan penyimpangan, adanya perubahan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), keputusan KSSK—setelah 18 Des posisinya perppu sudah tidak dapat persetujuan DPR yang menjadi dasar keluarnya bailout. ‘’Jadi pengucuran
itu tidak ada landasan hukumnya,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini. Selain itu, pembentukan kelembagaan Komite Koordinasi (KK) juga tidak berdasarkan UU, hanya dari satu pasal dari LPS. Subtansi pasal itu tidak bisa dijadikan dasar pembentukan KK, karena hanya menyebutkan keanggotaan KK terdiri dari, tapi bukan pembentukan lembaga tersebut. Ade memastikan, kinerja angota pansus dari Partai Golkar tidak dibayangi ancaman koalisi. ‘’Itu di luar kewenangan saya, kita bekerja atas fakta yang ada. Keputusan kami nanti tidak ada kaitannya dengan koalisi,” ujarnya. Anggota pansus dari FPKS Andi Rahmat mengatakan, fraksinya menyimpulkan adanya 18 indikasi pelanggaran pidana pada proses pengucuran dana bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun tersebut. ‘’18 dugaan pelanggaran ada di FPJP dan PMS ada juga indikasi dalam proses merger. Saya kira jangan dibuka dulu, etikanya tidak dibuka kalau soal pidana. Kami akan gelar perkara kalau pekerjaan sudah kita selesaikan,” katanya. Indikasi pelanggaran pidana itu, masih akan di dalami lagi sebelum F-PKS membukanya ke publik. (har)
100 Hari Presiden Yudhoyono Tak Terlalu Buruk MANTAN Ketua MPR Amien Rais mengatakan, masa 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak terlalu buruk, meskipun belum menyentuh sisi-sisi paling krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Usai menghadiri pencanangan gerakan wakaf tanaman warga Muhammadiyah di Yogyakarta, kemarin, Amien, tidak memberikan nilai berupa angka untuk 100 hari pemerintahan Yudhoyono, tetapi dapat dilihat so far, not so bad. Ia mengatakan, dalam masa
100 hari pemerintahan Yudhoyono, selain kesejahteraan, keadilan, dan rasa aman pada masyarakat belum terwujud, juga diwarnai dengan kasus Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. Menurut Amien, pelaku
skandal Bank Century harus diberi hukuman setimpal agar kasus tersebut bisa terselesaikan sehingga pemerintahan Yudhoyono bisa melangkah dengan mantap ke depan. Dalam masa 100 hari, program pemerintah masih kocar-kacir karena terfokus pada skandal Bank Century. ‘’Saya termasuk orang yang cukup hati-hati untuk menilai kasus Century, dan apakah perlu sampai ke impeachment atau pemakzulan, saya anggap tidak perlu dan tidak ada signifikannya karena
jelas tokoh-tokoh di BI dan Kementerian Keuangan yang menjadi pihak yang harus bertanggung jawab,” katanya. Amien mengatakan, ada hal yang tidak masuk akal karena uang yang diberikan lembaga penjamin simpanan (LPS) itu dianggap oleh sebagian kalangan bukan merupakan uang negara. ‘’Anggapan itu aneh bin ajaib, karena bank-bank yang mengeluarkan iuran itu juga bank negara sehingga uang itu uang negara. Namun, ada orang yang sedikit konyol
menganggap itu bukan uang negara sehingga boleh dipakai apa saja dan itu bukan korupsi,” katanya. Menurut dia, Pansus harus segera fokus pada siapa yang telah merobohkan pagar keuangan negara itu untuk dimintai pertanggungjawaban dan diberi hukuman setimpal, dan perampok uang negara itu dikejar sampai ke ujung bumi diberi hukuman setimpal. ‘’Siapa saja yang menerima dana talangan tersebut harus diungkap,’’ katanya. (ant)
K ta
2
Suluh Indonesia, Kamis 28 Januari 2010
Polri Tawarkan
Pengamanan ATM Sistem Sidik Jari
Suluh Indonesia/ade
DEMO 100 PEMERINTAHAN SBY - Sejumlah demonstran yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) melakukan aksi teatrikal saat berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (27/1) kemarin. Mereka mengkritik kebijakan kesehatan dari 100 hari pemerintahan SBY yang dinilai menyengsarakan rakyat.
Waspadai Penipuan
Staf Khusus Presiden
Julian Aldrin Pasha
JAKARTA - Juru Bicara Prsiden Julian Aldrin Pasha meminta pejabat daerah mewaspadai modus penipuan baru dengan menggunakan staf khusus Presiden bidang SDM dan pengembangan daerah. Modusnya, si penipu melakukan kunjungan ke pemerintah daerah setempat, purauntuk
melakukan investigasi atas nama staf khusus Presiden. “Saya ingin agar pihak-pihak, khususnya jajaran pemda di seluruh Indonesia bisa mewaspadai adanya kemungkinan (penipuan) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Julian Pasha, di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Pelaku mendatangi pemda berpura-pura menjadi staf khusus Presiden, padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan tindakan yang bisa dimintai pertanggungjawabannya. Ujungujungnya, pelaku meminta sejumlah uang dan sebagainya. Kejadian ini terjadi di Halmahera, Maluku Utara yaitu pelaku yang mengaku-ngaku sebagai staf khusus Presiden bidang SDM dan pengembangan daerah. “Aparat keamanan setempat telah menangkap tiga orang yang mengaku-ngaku staf khusus tersebut,” ujarnya. (har)
Gembong Pemalsuan Uang
Tertangkap di Bank JAKARTA - Sebanyak tiga tersangka kasus peredaran uang palsu ditangkap polisi setelah tertangkap tangan menyetorkan uang palsu di salah satu bank milik pemerintah di Tomang, Jakarta Barat. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Kamil Razak di Jakarta, kemarin, polisi menyita 50 lembar uang palsu pecahan seratus ribu rupiah atau senilai Rp50 juta. Para tersangka itu adalah IR (43), KB (49) dan BS (46). “Secara kasat mata uang palsu tersebut tidak ada perbedaan dengan uang asli,” ujar Kamil. Pihak bank dapat mendetek-
si uang itu palsu dengan menggunakan alat sensor pendeteksi uang palsu yang dimilikinya. Karena jumlah uang palsu uang dibawa banyak, maka satpam bank lalu menangkap para tersangka lalu menyerahkannya kepada aparat kepolisian yang berjaga di kawasan itu. Polisi lalu membawa para tersangka ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Kini polisi masih menyelidiki darimana para tersangka mendapatkan uang palsu itu. (ant)
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menawarkan alat pengamanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menggunakan biometrik pemindaian sidik jari (finger print scanner) kepada pihak bank. “Besok atau lusa nanti akan memperlihatkan pertunjukan suatu alat pengamanan ATM yang dilakukan Indonesia,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komisaris Jenderal Ito Sumardi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin. Ito mengatakan Polri dan pihak otoritas perbankan akan mempertunjukkan kencanggihan alat biometrik pemindaian sidik jari untuk menghindari pembobolan dana nasabah melalui ATM. Alat pemindaian sidik jari ATM itu sudah digunakan di negara maju, seperti Amerika dan Eropa dengan tujuan pencegahan pembobolan karena orang tidak bisa menggunakan transaksi penarikan uang tunai tanpa ada identifikasi identitas pemegang kartu melalui sidik jari.
Jenderal bintang tiga itu menyatakan Polri melalui Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inavis) sebagai pihak pengembang dan vendor (rekanan) bank sebagai penyedia alat. Ito menuturkan salah satu pembicaraan pertemuan antara Polri dan otoritas bank, yakni pengembangan alat biometri sidik jari pengamanan ATM itu. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan sementara, polisi belum menemukan ada indikasi keterlibatan dari karyawan bank, namun penyebab utamanya kelemahan pada sistem pengamanan yang dimanfaatkan pelaku pembobolan ATM. Hingga saat ini, Direktur II Ekonomi Khusus, Brigjen Radja Erizman sebagai ketua tim khusus Mabes Polri masih melakukan pendalaman kasus pembobolan ATM yang terjadi pada sejumlah wilayah di Indonesia. Penyidik sudah mengidentifikasi 13 tersangka terdiri atas 10 orang berhasil ditangkap dan tiga orang lainnya masih dalam pengejaran karena buron. (ant)
Demo “G-28” Diskenario Rusuh JAKARTA - Unjuk rasa memperingati 100 hari kinerja pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang digelar Kamis (28/1) ini atau yang dikenal sebagai Gerakan 28 Januari (G-28) diskenario rusuh. Pasalnya, aksi itu dipastikan telah ditunggangi elemen tertentu untuk mengacaukan dengan tujuan tertentu. Untuk itu, aparat keamanan diminta melakukan sterilisasi terhadap kelompok massa yang berunjuk rasa itu. Predikasi ini disampaikan pengamat intelijen Wawan H Purwanto dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, kemarin. Masyarakat diimbaunya, jangan terpancing terhadap upaya-upaya penung-
gangan tersebut. Namun demikian, pemerintah dan aparat keamanan juga diminta tidak melakukan pelarangan terhadap aksi demonstrasi, karena hal itu dijamin konstitusi. “Untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan, kepolisian sebaiknya melakukan sterilisasi terhadap kelompok-kelompok massa yang menjadi bagian dari unjuk rasa tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi adanya penyusup yang bertujuan memprovokasi aksi damai menjadi anarkis,” jelas Wawan. Namun, menurut staf ahli Lemhanas ini, sepanjang aksi itu berjalan damai, tidak ada alasan bagi siapapun untuk melarangnya. Sebab, mereka merupakan
bagian dari masyarakat yang dijamin kebebasannya dalam mengeluarkan pendapat. Artinya, aparat keamanan jangan apriori dan dengan mudahnya mencurigainya. “Sebaiknya dilakukan pendekatan persuasif,” ujar dia. Saat ditanya kemungkinan aksi itu berakhir chaos, Wawan menjawab, seluruhnya sangat bergantung strategi sterilisasi yang dilakukan aparat. Namun, sepanjang tidak ada pertemuan antara kelompok pro dan kontra di lapangan, potensi chaos takkan terjadi. “Tetapi sebaiknya masyarakat berupaya menghindari kekerasan,” imbuh Wawan. (nas)
YLBHI Nilai 100 Hari SBY
Tak Ada Perubahan Mendasar JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyatakan, dalam 100 hari pertama masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono, masih belum terdapat perubahan mendasar dalam bidang hukum dan HAM. Ketua Badan Pengurus YLBHI Patra M Zen, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu, menyebutkan, pemerintahan SBY-Boediono belum melakukan gebrakan dan perubahan yang mendasar untuk memperluas akses keadilan terhadap masyarakat miskin. Selain itu, menurut Patra, pemerintah juga belum benarbenar memberantas mafia hukum, menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu, dan menyelesaikan konflik agraria sebagai akar pelanggaran HAM yang dialami masyarakat. Khusus terkait masalah
pemberantasan mafia hukum, YLBHI menilai bahwa setelah tiga bulan berjalannya pemerintahan baru, Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum masih belum memberikan harapan yang sangat besar dan kepercayaan yang tinggi. Sedangkan berhubungan dengan Kementerian Hukum dan HAM, masih terdapat permasalahan bidang pemasyarakatan, peraturan perundang-undangan, serta hak asasi manusia yang masih harus diselesaikan. Mengenai jumlah pencapaian yang telah dilakukan Kemenkumham, YLBHI berpendapat berbagai prestasi program 100 hari tersebut sudah semestinya dilakukan karena tidak berhadapan dengan sumbatan politik serta tantangan besar, dan masih didominasi pelaksanaan program di bidang administrasi hukum umum (AHU), imigrasi, dan hak kekayaan intelektual.
Sejumlah pencapaian yang telah dilakukan Kemenkumham selama 100 hari antara lain pemberian paspor 24 halaman kepada buruh migran yang bermasalah di luar negeri, penerbitan Keputusan Menteri perihal prosedur pengesahan badan hukum Perseroan Terbatas dari satu bulan menjadi tujuh hari, dan penyelesaian tunggakan permohonan HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Patra menegaskan, seharusnya program 100 hari Kemkumham lebih berkontribusi terhadap penegakan hukum dan HAM seperti mengalokasikan anggaran bantuan hukum untuk masyarakat miskin, menerbitkan regulasi penyelesaian problem yang dialami korban lumpur panas Lapindo, meratifikasi konvensi PBB tentang perlindungan buruh migran, dan meratifikasi Statuta Roma tentang Pengadilan Pidana Internasional. (ant/her)
Sigid HW
Menilai JPU Gunakan Fakta Fiktif JAKARTA - Terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, Sigit Haryo Wibisono menyesalkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menggunakan fakta-fakta fiktif dalam surat tuntutan hukuman mati terhadap dirinya. “Karena itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji harus menegur JPU yang menangani perkara itu,” kata juru bicara (jubir) Sigid Haryo Wibisono, Eddy Junaidi, di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, JPU menuntut Sigid Haryo Wibisono dengan hukuman mati, dan hukuman serupa dituntut pula pada Antasari Azhar (mantan Ketua KPK), dan Kombes Pol Williardi Wizar (mantan Kapolres Jaksel). Eddy Junaidi mengatakan surat tuntutan itu benar-benar ironis karena isinya tidak cermat dan penuh rekayasa atau dengan menggunakan fakta-fakta fiktif. “Dari 19 tuntutan JPU , terlihat konstruksi tuntutannya berupaya melibatkan Sigid dari mulai unsur motif sampai kepada eksekusi. Hal itu terlihat dari kronologis poin-poin tuntutan yang memaksakan keterlibatan Sigid,” katanya. Tuntutan yang menggunakan fakta fiktif itu, dapat terlihat saat JPU menyebutkan bahwa Sigid bertemu dengan terdakwa Jerry Hermawan Lo di kantor Jerry. “Padahal, dalam fakta persidangan tang-
Sigit Haryo Wibisono
gal 3 Desember 2009, Jerry Lo mengatakan tidak mengenal Sigid dan tidak pernah bertemu dengan Sigid,” katanya. Fakta fiktif lainnya dimana pada awal Mei 2008 terjadi pertemuan antara Antasari Azhar dengan Rani Juliani (istri siri Nasruddin) di kamar nomor 803 hotel Grand Mahakam. Padahal, Kamar 803 Hotel Grand Mahakam itu tidak ada kaitan sama sekali dengan Sigid. Bahkan, kata dia, saksi Rani Juliani mengatakan kalau pemesan kamar atas nama “Pak Sidik” dan bukan “Sigid”. “Jaksa seolah-olah mau mengasumsikan kalau Sigid Haryo Wibisono yang memesan kamar. Padahal kalau Sigid yang memesan kamar pastilah dipercayakan kepada sekretaris pribadinya Setyo Wahyudi. Pemesanan kamar itu terjadi pada bulan Mei 2008, sementara keluhan Antasari Azhar kepada Sigid Haryo Wibisono terjadi sekitar November-Desember 2008,” katanya. (ant)
Kasus Anggodo Widjojo
KPK Mulai Periksa Jajaran Kejakgung KPK makin intensif mengusut kasus dugaan korupsi yang dilakukan Anggodo Widjojo. Bahkan, pemeriksaan mulai memasuki dugaan keterlibatan oknum Kejaksaan Agung dalam perkara tersebut. Hal ini diperlihatkan dengan memanggil sekaligus meminta keterangan jaksa Irwan Nasution. Kedatangan Irwan Nasution di gedung KPK, Jakarta, kemarin, luput dari pantauan wartawan. Tetapi saat yang bersangkutan meninggalkan gedung, usai menjalani pemeriksaan tim penyidik, ia menolak berkomentar perihal pemeriksaannya itu. Kemungkinan Irwan sengaja bersikap demikian, karena menyangkut posisinya yang penting dalam kasus ini. Menurut Karo Humas KPK
Johan Budi SP, pemeriksaan Irwan Nasution untuk melengkapi berkas Anggodo. Tetapi keterangan yang diberikannya masih sebatas sebagai saksi. “Masih sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka AW (Anggodo Widjojo-red),” jelas Johan. Sebelumnya, dalam rekaman upaya rekayasa untuk mengkriminalisasi dua wakil ketua KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, Ang-
godo Widjojo menyebut nama jaksa Irwan Nasution hingga sembilan kali. Irwan Nasution merupakan penghubung antara Anggodo dengan pejabat Kejakgung. Tetapi dalam kasus ini, Irwan hanya diminta bantuannya oleh Anggodo untuk memperkenalkannya kepada Antasari Azhar yang saat itu menjabat Ketua KPK. Tetapi Irwan tidak secara langsung mengenalkannya ke Antasari, melainkan melalui Eddy Sumarsono yang dikenal sebagai orang dekat Antasari. Petemuan Anggodo dan Eddy itu berlangsung di ruang kerja Irwan Nasution. Beberapa waktu setelah perkenalan Anggodo dan Eddy, kemudian Antasari menemui tersangka Anggoro Widjojo di Singapura. Perte-
muan ini membahas kasus dugaan korupsi pengadaan alat sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) Dephut, agar tidak berlanjut ke pengadilan alias dihentikan. Sementara dalam kasus SKRT itu, KPK telah menetapkan kakak Anggodo, Anggoro Widjojo sebagai tersangka. Penetapan status tersangka ini bersamaan dengann Putranefo A Prayugo. Anggoro dan Putranefo merupakan petinggi PT Masaro Radiocom. Namun, belum sempat diperiksa, Anggoro sudah kabur dan bersembunyi di Singapura yang akhirnya ditemui Antasari. Untuk Suap Selain jaksa Irwan Nasution, tim penyidik KPK juga memin-
ta keterangan lanjutan terhadap Ary Muladi. Usai menjalani pemeriksaan, saksi Ary Muladi mengakui, pemeriksaannya menyangkut pemberian uang dari Anggodo Widjojo ke Ary senilai Rp 5,1 miliar untuk menyuap dua pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Namun, uang itu diberikan Ary kepada mereka, melainkan ke Yulianto, rekan bisnisnya. Selain itu, tim penyidik juga meminta keterangannya seputar pertemuannya dengan Antasari di Hotel Tugu, Malang, Jawa Timur pada 9 November 2008. Menurut Ary Muladi, pertemuan itu atas prakarsa Anggodo. Pertemuan itu merupakan bagian dari usaha untuk menyuap Bibit dan
Chandra serta Direktur Penyidikan KPK Ade Rahardja. “Tetapi saya uruh memberikan uang kepada mereka,” ujarnya. Sementara Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK Muhammad Jasin menyatakan tidak ada rekaman pembicaraan antara Ade Rahardja dan Ary Muladi. Pihaknya pun sudah melakukan penelitian terhadap sinyalemen rekaman tersebut. Bahkan, KPK sudah melakukan penelusuran ke provider ponsel yang diduga digunakan untuk melakukan pembicaraan tersebut. “tidak ada (rekaman pembicaraan) itu. Bohong itu,” tegasnya. Jasin juga mengaku telah mencari bukti rekaman tersebut, namun tidak pernah ditemukannya. Tetapi dirinya ber-
janji untuk menindaklanjuti kasus tersebut, jika memang ditemukan bukti dimaksud. Saat kasus Anggodo Widjojo yang dilimpahkan dari Bareskrim Polri kepada KPK, juga menerima bukti rekaman yang dimaksud. “Kalau ada seharusnya juga ikut dilimpahkan ke KPK. Kami pasti akan menindak tegas mereka yang menyimpang,” ujarnya. (nas) PENGUMUMAN Untuk memenuhi ketentuan Pasal 127 ayat (2) Undang-undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Direksi PT GRAHA INTAN MANDIRI (GIM) dan Direksi PT MITRAKREASI MAHKOTA (MKM), keduanya berkedudukan di Jakarta Selatan, mengumumkan bahwa GIM dan MKM telah mengambil alih sebagian besar saham PT ARTHA KARYA MANUNGGAL JAYA secara langsung. Jakarta, 28 Januari 2010 Direksi PT. ARTHA KARYA MANUNGGAL JAYA
U.003189-Peng
Metr politan
Suluh Indonesia, Kamis 28 Januari 2010
3
UU Otsus Papua
Segera Direvisi
Suluh Indonesia/ant
PRORAKYAT - Warga yang tergabung dalam Paguyuban Sejahterakan Rakyat melakukan aksi di Bundaran HI Jakarta, kemarin. Menurut mereka pemerintah telah berupaya menyejahterakan rakyat dengan berbagai program yang pro-rakyat, seperti PNPM, Raskin, dan KUR.
Penegakan Kode Etik
Depkeu dan Depdiknas Rendah JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan penegakan kode etik di enam unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemkeu) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) masih rendah. ‘’Yang patut jadi catatan, PIAK 2009 agak kurang maksimal karena indikator kode etik,’’ kata Wakil Ketua KPK M. Jasin mengutip hasil Penilaian Inisiatif Antikorupsi (PIAK) 2009 yang dilakukan oleh KPK di Jakarta, kemarin. Jasin menjelaskan, rendahnya penilaian terhadap komponen kode etik disebabkan beberapa unit utama di lingkungan Kementerian
Keuangan dan Kementerian Pendidikan Nasional tidak menyediakan kode etik khusus serta upaya penegakannya. Kode etik adalah salah satu komponen dari beberapa komponen penilaian dalam PIAK 2009. Komponen penilaian yang lain adalah transparansi manajemen sumber daya manusia, pengelolaan barang dan jasa, penyelenggaraan negara, peningkatan akses publik peroleh info dari instansi, dan promosi antikorupsi. KPK menyelenggarakan PIAK untuk menilai insiatif unit di instansi pemerintah dalam melakukan gerakan antikorupsi. PIAK 2009 diikuti oleh enam unit utama di emkeu dan Ke-
menterian Pendidikan Nasional. Nilai rata-rata PIAK 2009 adalah 6,182 dari rentang nilai antara 1 sampai 10. Urutan keenam unit itu berdasar perolehan nilai tertinggi hingga terendah adalah Ditjen Anggaran (7,797), Ditjen Bea Cukai (7,781), Ditjen Pajak (6,950), Ditjen Perbendaharaan (6,103), Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional (4,013), dan Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (3,765). Nilai tertinggi diraih oleh Ditjen Anggaran, Kementerian Keuangan. KPK menilai Ditjen Anggaran telah menerapkan prinsip transparansi dalam bentuk laporan gratifikasi dan
Menhut Akan Tindak
Penyalahgunaan Fungsi Hutan YOGYAKARTA - Menhut Zulkifli Hasan menegaskan siapa pun yang terbukti menyalahgunakan fungsi hutan dan konservasi, akan ditindak tegas. ‘’Kami memberlakukan aturan yang tegas bagi penyalahgunaan hutan. Hal itu sejalan dengan apa yang menjadi acuan program 100 hari kerja Kementerian Kehutanan,’’ katanya di Yogyakarta, kemarin. Menurut Hasan, hal itu merupakan poin program 100 hari yang cukup berat, karena dalam kurun waktu sembilan tahun PP tersebut tidak selesai. ‘’Namun, dalam program 100 hari Kementerian Kehutanan saat ini semua bisa terselesaikan. Termaktub dalam PP tersebut antara lain tidak ada izin fungsi tambang di hutan lindung, dan jika sampai terjadi pasti akan disikat,” katanya. Ia mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleran-
si kepada siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran itu, baik kalangan pejabat pemerintah, TNI maupun Polri. ‘’Kami sudah menjalin kerja
Zulkifli Hasan
sama dengan KPK, Polri, dan kejaksaan untuk memeriksa siapa pun yang diduga terlibat penyalahgunaan hutan. Siapa pun itu tidak pandang bulu karena presiden menyatakan tidak ada backing pada siapa
saja karena hukum harus ditegakkan,” katanya. Menurut dia, daerah yang rawan penyalahgunaan fungsi hutan di antaranya Kalsel , Papua, NTB, dan Babel. Namun, dengan adanya PP tentang penggunaan dan alih fungsi kawasan hutan, diharapkan dapat memberikan kelancaran pengaturan alih fungsi hutan sehingga tidak terjadi penyalahgunaan. Ia mengatakan siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran alih fungsi hutan tetap masuk dalam tindakan pidana, dan harus diselesaikan sesuai proses hukum yang berlaku. ‘’Saat ini dari data pelanggaran yang masuk tercatat ada sekitar 300 lebih kasus. Jumlah tersebut tidak termasuk sekitar 1.800 kasus penyalahgunaan hutan, karena kasus itu ditangani pemerintah daerah setempat,” katanya. (ant)
laporan harta kekayaan, kode etik, promosi antikorupsi, dan pelaksanaan rekomendasi KPK. Rencananya, PIAK akan dilakukan secara rutin dan mencakup instansi pemerintah lebih banyak. Sementara itu, Sekjen Kementerian Keuangan, Mulia P. Nasution menyatakan, PIAK adalah alat ukur terhadap inisiatif antikorupsi yang dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Mulia menyambut baik penilaian tersebut karena alat ukur tersebut merupakan bagian dari berbagai instrumen yang digunakan sebagai evaluasi. (ant)
JAKARTA - Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dinilai perlu direvisi, khususnya berkaitan dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Papua. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Saut Situmorang, di Jakarta, kemarin mengatakan UU 21/2001 terutama pasal yang mengatur tentang pemilihan gubernur seharusnya diselaraskan dengan Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah. ‘’Perlu direvisi untuk disesuaikan dengan aturan pemilu kepala daerah yang sekarang,” katanya. Misalnya, UU tentang Otsus Papua mengatur tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang salah satunya adalah memilih gubernur dan wakil gubernur. Padahal, pemilihan gubernur dan wakilnya seharusnya di-
laksanakan secara langsung. Menurut Saut, revisi tersebut dapat dilakukan. Usulan perubahan atas UU tersebut dapat diajukan oleh rakyat Papua melalui Majelis Rakyat Papua dan DPRP pada DPR atau pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. ‘’Kalau sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini memang harus direvisi,” kata Saut. Kekhususan Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Kapuspen menjelaskan sejumlah aturan berkaitan dengan pemilihan gubernur Papua dengan tetap menghormati kekhususan di wilayah tersebut. UU 21/2001 pasal 12 menyebutkan yang dipilih menjadi gubernur dan wagub adalah WNI dengan syarat orang asli Papua. Orang asli Papua tersebut berdasarkan UU 21/2001 ad-
alah orang yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang terdiri atas suku-suku asli di Papua dan atau orang yang diterima dan diakui sebagai orang asli Papua oleh masyarakat Papua. Ketentuan tersebut, kata Saut menjelaskan orang asli Papua adalah baik yang merupakan suku asli Papua maupun orang yang secara adat tertentu telah diterima dan diakui sebagai orang asli Papua oleh masyarakat adat Papua. Selanjutnya adalah penentuan seseorang yang hendak mencalonkan diri sebagai gubernur dan wagub. Karena harus memenuhi syarat orang asli Papua, maka sesuai dengan UU 21/2001 pasal 20 ayat 1, MRP mempunyai tugas dan wewenang memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap bakal calon gubernur dan wagub yang diusulkan DPRP. (ant)
NIK Segera Diterapkan JAKARTA - Pemerintah memutuskan membentuk tim kecil antardepartemen yang akan mengkaji penerapan Nomer Induk Kependudukan (NIK) Tunggal. ‘’Rapat yang dipimpin Wapres Boediono memutuskan membentuk tim kecil antardepartemen untuk bahas langkah-langkah dan grand design untuk penerapan NIK tunggal,” kata Mendagri Gamawan Fauzi di Istana Wapres Jakarta, kemarin. Rapat yang dipimpin Wapres Boediono tersebut diikuti oleh Menko Polkam Djoko Suyanto, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisyahbana, dan Menda-
gri Gamawan Fauzi. Menurut Gamawan, tim kecil tersebut diberikan tugas melakukan kajian dan minggu depan hasilnya akan dirapatkan lagi. ‘’Tim kecil itu anggotanya 15 orang dan dipimpin oleh Dirjen Administrasi Kependudukan Depdagri Irman,” kata Gamawan. Dijelaskan Gamawan, dalam rapat juga dibicarakan kemungkinan membuat e-KTP atau KTP elektronik sebagai pelaksanaan NIK tunggal, namun hal itu membutuhkan dana cukup besar mencapai Rp 6 triliun. ‘’Tapi tadi belum memutuskan soal itu,” kata Gamawan. Gamawan menjelaskan soal NIK Tunggal ini merupakan amanat dari UU No. 23/2006
yang mengharuskan NIK Tunggal selesai paling lambat 2011. Untuk mewujudkan itu semua, tambah Gamawan harus dilakukan verifikasi data dari kelurahan sampai nasional. Gamawan menjelaskan, untuk menerapkan NIK tunggal semua orang Indonesia yang jumlahnya 230 juta harus didata. ‘’Diperkirakan KTP yang harus dikeluarkan sebanyak 170 juta KTP,” kata Gamawan. Mulai, tahun lalu, Depdagri sudah menerapkan penggunaan KTP dengan sistem tunggal yaitu Padang, Yogyakarta, Makassar dan Denpasar. Payung hukumnya, UU Administrasi Kependudukan yang disahkan tahun 2006 silam. (son)
Megap litan K ilas Gagal Rampok Bank PENJAHAT gagal merampok Bank Danamon di Jl Jati Asih Raya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu pagi karena alarm bahaya bank itu berbunyi keras. Para perampok langsung kabur saat berusaha mencongkel pintu bank karena alarmnya berbunyi keras. Tersangka yang diduga berjumlah tiga orang itu datang ke lokasi kejadian dengan naik mobil. Sebenarnya, mereka berhasil membuka pintu terluar kantor bank itu namun saat membuka pintu yang kedua, alarm berbunyi. Kawanan ini memilih kabur karena bunyi alarm itu menarik perhatian warga sekitar. Kasus ini dilaporkan oleh warga sekitar ke Kantor Polsek Metro Jati Asih. Di lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa kunci rolling door yang rusak. (ant)
PKS Depok
Khawatirkan Koalisi Besar DEPOK - Harapan terwujudnya koalisi besar pada pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kota Depok nampaknya sulit menjadi kenyataan. Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Depok, Mujtahid Rahman Yadi kepada wartawan. “Saya yakin hal tersebut tidak akan terwujud,” kat Yadi dengan yakin, kemarin. Kendati demikian, pihaknya tak gentar menghadapi adanya koalisi besar jika memang benar terwujud. Dikatakan, pihaknya sudah mengantongi trik-trik khusus dalam menghadapi adanya koalisi besar nanti, jika memang terwujud, tekan Yadi. “Tidak perlu resah menghadapi adanya koalisi besar, itu pun kalau terkadi. Kami telah memiliki strategi untuk menghadapinya,” tegas Yadi menyakinkan. Pernyataan berbeda diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Depok, Babai Suhaimi. Menurutnya, koalisi besar kemungkinan terwujud jika dibangun komunikasi politik yang baik. Saat ini, pihaknya telah melakukan upaya tersebut demi terwujudnya koalisi besar. “Kami akan terus berupaya agar dapat memenangkan pertarungan dalam Pilkada nanti. Arahnya memang ke situ akan dibangun mitra koalisi besar,” ucapnya. Berdasarkan pengalaman, seperti yang terjadi pada pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta, adanya koalisi besar memungkinkan memenangkan melawan calon asal PKS. “Catatan tersendiri, di DKI Jakarta PKS belum pernah memimpin di sana. Sedangkan di Depok berbeda halnya dengan Jakarta,” ujarnya menekankan. Demikian halnya dengan pernyataan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Hasbullah Rahmad yang menginginkan adanya koalisi besar pada pemilukada nanti. Dengan adanya koalisi besar, diharapkan meminimalkan banyaknya pasangan calon wali dan walikota. “Kalau sudah banyak pasangan calon, lebih baik salaman tangan saja dengan incumbent,” katanya. (rin)
Suluh Indonesia, Kamis 28 Januari 2010
4
PT NJS Akui
Terima Dana dari BRI Syariah SERANG - PT Nagari Jaya Sentosa (NJS) dengan terdakwa Amir Abdullah sebagai direkturnya, dan terdakwa Sugirus sebagai komisaris utamanya, mengakui menerima kucuran dana dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah Serang sebesar Rp 226 Miliar. Hal tersebut diungkapkan Oksifia Chaniago, saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi BRI Syariah Serang Rp 212 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, yang dipimpin hakim Syamsi didampingi dua anggotanya, Masrimal dan Ucu Jaya Sarjana, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudy Rosadi dan Heru Hamdani. “Dana tersebut sebanyak sembilan kali masuknya pak hakim,” kata Oksifia, yang posisinya di PT NJS sebagai administrasi keuangan.
Ia juga mengatakan, dirinya satu-satunya orang yang menulis keluar masuk keuangan PT NJS, sehingga mengetahui dana-dana yang masuk ke tempatnya bekerja. Meski demikian, ia mengaku tak tahu uang tersebut digunakan untuk apa saja. Sebab dirinya hanya mengeluarkan dana hanya untuk membayar keperluan perusahaannya saja. “Seperti membayar gaji pegawai, kebutuhan kantor, atau kebutuhan perusahaan,” terangnya. Selain itu, selaku administrasi keuangan, ia belum pernah menerima uang muka (DP) dari para pembeli pertokoan pasar Nagari Minang Jakarta, sebab pertokoan milik kedua terdakwa tersebut hanya disewakan, tak diperjualbelikan. Sementara itu, saksi kedua yang dihadirkan JPU, Hamdan,
hanya mengatakan selaku kurir perusahaan yang digawangi kedua terdakwa, sering mencairkan dana dari BRI untuk perusahaannya tempat dirinya bekerja. Sedangkan saksi ketiga, Whisnu Murdiono, menjelaskan, hanya dipakai namanya saja oleh kedua terdakwa untuk menjadi komisaris utama PT Javana Artha Buana (JAB). “Namun, saya kemudian mengundurkan diri, meskipun hingga saat ini, secara formal belum ada pernyataan dari perusahaan, saya telah mengundurkan diri. Usai mendengarkan kesaksian ketiga saksi, majelis hakim memutuskan sidang ditunda dan akan dilanjutkan dua hari ke depan dengan agenda masih dalam pemeriksaan saksi. Dalam dakwaan JPU sebelumnya, terdakwa Asri Uliya
pemimpin BRI syariah cabang Serang, dan Dedih Wijaya Acount Officer (AO) BRI syariah cabang Serang dituduh bersalah telah mengeluarkan kredit fiktif senilai Rp212 miliar lebih kepada dua direktur Utama PT Javana Artha Buana (JAB), Muhammad Sugirus dan Direktur Utama PT Nagari Jaya Sentosa (NJS), Amir Abdullah. Hal ini bermula dari BRI Syariah Cabang Serang yang menjalin kerjasama dengan PT Nagari Jaya Sentosa dan PT Javana Artha Buana untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepemilikan kios di Plaza Nagari Minang, Pasar Baru Bantar Gebang dan perumahan Alea Cilandak Town House. Berdasarkan perjanjian, kedua rekanan berkewajiban mencari calon nasabah yang akan mendapatkan fasilitas
kredit BRI. Keduanya juga bertindak sebagai penjamin atas pembiayaan itu. Pada kenyataannya, kedua perusahaan itu membuat permohonan kredit fiktif, kedua rekanan ini memperalat 438 calon nasabah untuk mengajukan kredit ke BRI. Hal inilah yang menjadi masalah, karena Dedih dan Asri yang menerima data awal fiktif tidak melakukan analisis dan evaluasi atas permohonan kredit senilai Rp 226 miliar itu. Sebab, kedua perusahaan itu memakai duit itu untuk membeli tanah seluas 13 hektare di Cilegon dan membangun kios di Pasar Kapasan. Akibat perbuatan itu, kredit BRI akhirnya macet. Uang senilai Rp 226 miliar tersebut digelontorkan BRI syariah Serang dalam kurun waktu Maret 2006 hingga Juni 2007. (ant)
Dana Pilkada Pandeglang
Masih Kurang SERANG - Dana untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Oktober mendatang masih kurang, karena anggaran dalam APBD 2010 jauh dari jumlah yang dibutuhkan. Ketua Komisi I DPRD Banten Upiyadi Moeslikh di Serang, Rabu menyebutkan anggaran untuk Pilkada Pandeglang yang saat ini sudah ditetapkan sebesar Rp 13,5 miliar, padahal kebutuhannya Rp 24,4 miliar. “Kami minta agar kebutuhan anggaran dirasionalkan kembali. Apabila tetap belum mencukupi, kami akan berupaya mendorong Pemprov Banten untuk membantu,” katanya usai melakukan kunjungan ke Pemkab Pandeglang. Dibandingkan pilkada di daerah lain, anggaran Pilkada Pandeglang memang paling kecil, sehingga perlu mendapat perhatian. “Sebab, jika anggaran tersebut tidak mencukupi, kemungkinan harus ada beberapa tahapan pilkada yang tertunda,” katanya. Upiyadi mengatakan komisi I siap merekomendasikan ke Pemprov Banten untuk bisa membantu anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada Pandeglang. “Pemprov Banten tak boleh lepas tangan terkait kesulitan anggaran yang dialami Pandeglang dalam penyelenggaraan pilkada nanti,” katanya. Sementara itu, Asda I Pemprov Banten Syafrudin Ismail mengatakan mengacu pada Permendagri Nomor 44 Tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan belanja pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah, pembiayaan pilkada dianggarkan oleh daerah yang menyelenggarakannya dalam APBD masing-masing. Namun demikian, ada juga klausul yang menyebutkan pemprov dapat membantu dalam hal pembiayaan pilkada kabupaten/ kota. Selain itu, Pemkab Pandeglang juga bisa menggunakan dana dari pos dana tak tersangka (TT), asalkan melalui persetujuan DPRD setempat. “Apabila dana TT tidak mencukupi juga, bisa mengajukan bantuan kepada Pemprov Banten,” katanya. (ant)
Polisi Tewas
Disambar Kereta Api BEKASI - Seorang anggota Polsek Bekasi Barat, Kota Bekasi, Brigka Agus Ghufron (26) serta seorang warga lainnya Hamim (58), Rabu sekitar pukul 13.20 WIB, tewas ditabrak kereta api rel listrik AC ekonomi Jakarta-Bekasi, ketika mereka melintasi rel tanpa palang pintu di wilayah Kranji Bekasi. Saksi Hendra Wahyudi, yang saat kejadian tengah mengatur arus lalulintas, mengatakan, kedua korban datang dari arah Jakarta menuju Bekasi dengan masing-masing mengendarai sepeda motor. Ketika melewati pintu perlintasan ada sebuah kereta rel listrik express dari Bekasi yang akan menuju Jakarta lewat, dan kedua korban pun berhenti. Usai kereta api lewat, kedua korban langsung menggeber gas dan tak dinyana dari arah berlawanan ada kereta lain yang lewat hampir bersamaan yang luput dari perhatian kedua korban, hingga keduanya dihantam kereta dan terpelanting sejauh lebih kurang 50 meter. “Saya sudah mengatakan tunggu ada kereta lain dan menggerakkan tangan agar korban tetap berhenti tapi sepertinya isyarat itu tidak didengar,” ujar Hendra yang secara sukarela mengatur kendaraan lewat di pintu perlintasan kereta tersebut. Brigka Agus yang mengendarai sepeda motor Honda CS1 dengan nomor polisi B 6111 KKC mengalami luka pada bagian kepala dan wajah yang cukup serius. Korban yang bertugas sebagai intel tersebut saat kejadian tidak mengenakan pakaian dinas. Dia meninggal saat dibawa ke RS. Korban lain, Hamim, yang merupakan warga Kampung Kali Abang Nangka RT1 RW5, Bekasi Utara, tewas di tempat kejadian dengan tubuh mengenaskan. Perlintasan keretapi tersebut berada di bawah jalan layang yang digunakan oleh warga untuk menyingkat perjalanan tanpa harus melewati jalan layang. Perlintasan itu membelah jalan dan harusnya warga naik ke jembatan layang, namun banyak warga yang rela melewati rel tanpa palang pintu itu untuk mempercepat perjalanan. “Sebelum jalan layang dibangun banyak korban meninggal akibat tertabrak keretaapi dan sekarang dengan kondisi tanpa palang pintu kecelakaan masih sering terjadi karena kelalaian pengendara sepeda motor,” ujarnya. Kedua korban meninggal selanjutnya dibawa ke RSU Kota Bekasi untuk pemeriksaan. (ant)
Suluh Indonesia/ant
SWASEMBADA KEDELAI - Dua pekerja menyaring rebusan kedelai di sebuah pabrik tahu di Tangerang. Produksi kedelai bahan baku tahu pada 2010 dipatok 1,3 juta ton dan jika target yang ditetapkan pada 2010 tercapai, harapan untuk swasembada kedelai pada 2014 akan terlaksana.
Bocah Hiperaktif Menghilang Sepuluh Hari DEPOK - Suasana haru menyelimuti pertemuan antara Aldiansyah (10) dan Zulkipli (45) di Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok. Pasalnya sudah 10 hari Aldiansyah pergi dari rumahnya di Jalan Pertani RT 008 RW 003, Kalibata, Jakarta Selatan lantaran sering diperlakukan kasar oleh ibunya, Asiah. Saat melihat bapaknya, Aldi langsung menghampiri dan berteriak memanggil Zulkipli. Zulkipli menuturkan, kondisi Aldi memang hiperaktif. Zulkipli sudah sering kali mengingatkan istrinya untuk tak berlaku kasar terhadap anak ketiganya itu, namun tak diindahkan. “Saya sudah sering bilang sama istri saya jangan kasar terdahap anak. Dan anaknya sendiri memang agak kurang,” kata Zulkipli. Dituturkan Zulkipli, anaknya pergi dari rumah sejak 17 Januari 2010. Saat itu, istrinya tak mengetahui kepergian
Aldi karena sedang mandi. Zulkipli pun berusaha mencari-cari anaknya ke rumah saudaranya, namun tak membuahkan hasil. “Saya baru tahu anak saya ada di Disnakersos Depok dari Udin, adik ipar saya,” aku Zulkipli. Dia menuturkan, tak mengetahui kalau anaknya termasuk hiperaktif. Yang dia tahu, anaknya itu lambat dalam berfikir sehingga terpaksa putus sekolah. sebelumnya, Aldi sempat sekolah di SDN Duren Tiga, Rawajati hanya sampai kelas satu. “Saat itu dia mengalami sakit panas dan menjadi seperti ini. Jadi dia tidak bersekolah lagi. Sekarang saya berencana akan menyekolahkan dia lagi,” akunya. Selama menghilang 10 hari lebih, Aldi disekolahkan di SLB Nusantara, Beji oleh Disnakersos. Aldi ditemukan pada 17 Januri 2010 oleh seorang warga di Sukmajaya dan langsung dibawa ke
Polsek Sukmajaya. Pihak polsek pun kemudian menyerahkan Aldi ke Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok dan selanjutnya diserahkan ke Disnakersos Depok. Pimpinan Yayasan SLB Nusantara Lin Ruslini minta kepada kedua orangtuanya agar tak berlaku kasar terhadap Aldi. Selain itu, dia menghimbau anak tersebut disekolahkan kembali. Guna mencegah hal serupa, orangtua Aldi diminta lebih preventif dengan mencantumkan nama serta alamat tempat tinggal di saku bajunya. Pasalnya, Lin khawatir bocah tersebut akan kembali kabur dari rumahnya. “Ya karena kondisinya memang hiperaktif, jadi kemungkinan besar akan kabur lagi dari rumahnya. Dia anak yang hiperaktif dilihat dari tingkah lakunya yang tak fokus atau tidak konsentrasi,” tandas Lin. (rin)
Uang Suap Diambil dari Dana Bencana Alam PANDEGLANG - Dana suap Rp 1,5 miliar yang diberikan kepada para anggota DPRD Pandeglang untuk memuluskan pinjaman pemerintah kabupaten ke Bank Jabar-Banten Rp 200 miliar, diambil dari dana bencana alam atas perintah mantan Bupati Pandeglang Ahmad Dimyati Natakusumah. Hal tersebut diungkapkan Abdul Munaf saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap Rp 1,5 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang, kemarin. Sidang dipimpin hakim Safri, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiskus Pakpahan dan Eri Ariansyah. Sedangkan terdakwa Ahmad Dimyati didampingi sembilan penasihat hukumnya yang dipimpin Tb Sukatma. “Uang Rp 1,5 miliar tersebut diambil dari dana bencana alam, dan dana tersebut sudah ditutupi dari anggaran dana kesejahteraan pegawai Dinas BPKD (Badan Pengelola
Keuangan Daerah) Kabupaten Pandeglang,” kata Abdul Munaf. Pencairan dana itu, kata Munaf atas perintah terdakwa Ahmad Dimyati. Setelah memerintahkan kepada bawahannya, Bambang YT untuk mencairkan cek sebesar Rp 1,5 miliar, uang itu oleh Munaf diserahkan kepada Wadudi Hasan, wakil ketua DPRD Pandeglang di Hotel Imperial Tangerang, Banten pada 4 Desember 2006. Uang tersebut oleh Wadudi dibagikan kepada 35 anggota DPRD Pandeglang periode 2004-2009. Dalam sidang yang dihadiri seratus orang lebih pendukung Ahmad Dimyati itu, selain Abdul Munaf juga dihadirkan saksi lain yakni Bambang YT. Usai mendengarkan kesaksian kedua orang tersebut, ketua majelis hakim menyatakan sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan sejumlah saksi. (ant)
169 Ruang Kelas di Bogor Rusak Berat SEBANYAK 169 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor mengalami rusak berat dan 386 ruang lainnya mengalami rusak ringan hingga sedang, akibat bangunan sekolah yang sudah tua. Meski demikian, pihak Disdikpor Kkota Bogor mengaku hanya bisa melakukan perbaikan secara bertahap sesuai anggaran yang dimiliki, sementara ruang kelas yang ada dan masih digunakan perlahan juga mulai rusak. Kasi Sarana dan Prasarana Diksar, Disdikpor Kota Bogor, Aan S Hamzah, menyebutkan penyebab kerusakan terkait dengan faktor alam, kualitas bangunan, dan minimnya biaya perawatan. Untuk memperbaikinya, aparat dinas pendidikan memprioritaskan terlebih
dahulu sekolah yang rusaknya lebih parah dengan menetapkan skala prioritas. Kondisi tersebut menyebabkan terhambatnya proses pendidikan disejumlah sekolah. Satu diantaranya di SDN Pengadilan 4 di jalan Pengadilan yang sudah dua tahun,
dua diantara lima ruang kelas yang dimiliki sudah tidak difungsikan lagi karena atapnya mau rubuh. Karena itu, di Tahun 2010, pihaknya telah merencanakan perbaikan di beberapa ruang kelas belajar diantaranya, di SDN Pengadilan 4, SDN Sempur 6, SDN Sindangsari, SDN Batutulis 2, dan dua Madrasah Ibtidaiyah. “Kita memprioritaskan SD Pengadilan 4, karena kondisinya sudah sangat parah,” ungkap dia. Perbaikan dan rehab bangunan kelas baru di beberapa sekolah di Kota Bogor ini meng-
gunakan dana APBD, yang saat ini prosesnya sedang dalam tahap Dakmen Pelaksana Anggaran (DPA). Pelaksanaannya sendiri direncanakan dimulai April atau Maret mendatang. Kondisi SD Pengadilan 4 memang sudah dalam tahap memprihatinkan. Dua ruang kelas tak bisa digunakan karena atap bangunan sudah mau ambruk. Padahal, letak SD ini berada di tengah kota dan dekat dengan pusat pemerintahan Kota Bogor. Menurut salah seorang guru, Zubaidah, kondisi ini
sudah berlangsung sejak hampir dua tahun lalu. “Kami sudah mengajukan ke pemerintah untuk diperbaiki, dan sudah ada yang datang melihat, rencana mau diperbaiki ada tapi belum tau pastinya kapan,” ujarnya. Saat mengunjungi ruang kelas yang rusak tersebut ditemani Zubaidah, kondisi ruang kelas yang digunakan untuk siswa kelas IV dan III itu sungguh sangat memprihatinkan. Atap bangunan sudah condong ke bawah, plafon atap sudah bolong dan reot, bau kayu lapuk dan dinding basah mendominasi ruang tersebut. (ant)
pini
Suluh Indonesia, Kamis 28 Januari 2010
F OKUS Bangun Demokrasi Bermartabat
Melalui Pilkada Sejuk ILKADA (pemilihan kepala daerah) serentak di lima kabupaten di Bali, menjadi momentum yang sangat urgen untuk membangun Bali ke depan. Parpol seharusnya jauh-jauh hari sudah ancang-ancang mengasah para calonnya untuk dapat tampil secara terhormat agar dapat diterima di hati publik/masyarakat. Kekuatan figur calon yang tampil dalam pilkada menjadi batu ujian tersendiri bagi masyarakat untuk dapat menyikapinya dengan penuh kedewasaan. Apakah calon pemimpin yang tampil dapat menjembatani aspirasi politik masyarakat secara utuh, atau sebaliknya hanya menampilkan dagelan politik yang kental trik. Stabilitas politik Bali membutuhkan kejernihan nurani para pemimpin/elite politik untuk sungguh-sungguh membangun perpolitikan di Pulau Dewata. Tumbuhnya kesadaran untuk membangun stabilitas politik Bali ini tentu bukan bersifat sesaat/musiman hanya saat pilkada. Hal itu berkorelasi dengan terbentuknya kualitas pemimpin. Pemimpin yang berkualitas akan mampu mengelola daerahnya secara baik dan benar serta mampu memandang Bali secara utuh sebagai kesatuan wilayah. Sehingga, kebijakan yang dikeluarkan dapat mengayomi kepentingan masyarakat dan daerah. Koordinasi kekuatan leadership dalam mengelola wilayah kini menjadi kebutuhan mendasar guna menjaga stabilitas Bali dalam berbagai aspek: politik, budaya, sosial, ekonomi dan hukum. Untuk itulah dibutuhkan pemimpin yang benar-benar kualifaid dan berintegritas. Tuntutan adanya keseimbangan yang padu antara kualitas pemimpin dan kualitas masyarakat pemilih ini harus mendapatkan momentumnya di pilkada. Dua arus kekuatan ini harus bermuara/bersinergi pada satu ikatan yang kuat untuk Bali, sehingga melahirkan pilkada yang lebih bermakna dan berkualitas, bukan semata-mata ‘’hura-hura politik’’ lima tahunan. Peran elite politik menjaga stabilitas politik Bali secara damai, harus mengedepan. Penyelenggaraan pilkada jangan sampai mencoreng citra Bali dan melekatkan predikat-predikat baru seperti pulau penuh amuk massa, pulau kerusuhan, tidak aman dan sejenisnya. Para elite politik yang sedang memburu kekuasaan harus tahu batas-batas koridor berpolitik yang santun. Etika politik sebagai cermin orang berbudaya harus dikedepankan agar pilkada berlangsung damai. Pendidikan politik yang santun harus dimulai/berangkat dari elite politik. Meraih kekuasaan tanpa etika moral yang kuat, cermin rapuhnya kekuasaan yang akan dibangun. Rapuhnya tatanan etika moral yang ada, membelenggu upaya-upaya interaksi positif. Dinamika politik yang diwarnai intrik perilaku para elite harus disikapi secara seksama oleh semua pihak, termasuk masyarakat calon pemilih yang akan menentukan siapa pemimpin daerahnya mendatang. Berbagai manuver yang dilakukan para elite politik sudah seharusnya mendapat penyikapan secara cerdas, matang, dan cermat dari masyarakat dengan mempertimbangkan berbagai dampaknya, termasuk dampat buruk yang mungkin ditimbulkan ke depannya. Dalam hajatan politik ini masyarakat sangat membutuhkan ketenangan agar dapat membaca situasi secara utuh, sehingga tidak terjebak/larut permainan dan manuver oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pola intrik politik jangka pendek menyesatkan yang biasa dilakukan oleh para elite politik, dengan menghalalkan segala cara untuk dapat meraih kemenangan, sudah seharusnya diakhiri. Sebab, kemenangan politik yang ternoda/ tercela, menjadi citra buruk pilkada yang menghabiskan biaya tidak sedikit itu. Di sisi lain menjadi noda pula bagi politik itu sendiri. Proses meraih kemenangan secara jujur dan bersih, merupakan batu ujian bagi kapabilitas, integritas, moralitas para kandidat, elite politik, kader dan pendukungnya. Sekaligus batu ujian dalam membangun demokrasi di daerah yang lebih bermartabat. Bali membutuhkan pilkada yang sejuk, penuh kedamaian. Ini sangat menuntut kedewasaan semua pihak untuk mengawal pilkada. Politik beretika menjadi kata kunci yang sangat menentukan dalam upaya menjaga stabilitas politik Bali. ***
P
Bang D
el
Presiden dan pejabat tinggi negara nikmati kenaikan gaji
Digaji dengan uang rakyat ...
5
Merevitalisasi Demokrasi Lokal NEGARA demokrasi dipilih sebagai predikat oleh beberapa elite pendiri negara di dunia, baik di negara Barat maupun Timur. Meskipun varian demokrasi yang diterapkan pada suatu negara sangat berlainan dengan demokrasi di negara lainnya. Bahkan ada juga sebagian penguasa menjadikan sebutan negara demokrasi hanya sebagai alat legitimasi untuk menghibur rakyatnya. Semisal Negara Republik Demokratik Korea, yang lebih dikenal dengan Korea Utara, dan Negara Republik Demokratik Kongo, dua negara yang lebih dikenal sebagai negara totaliter dan otoriter. Suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi vox dei), adalah adagium yang selalu disitir ketika berbicara demokrasi. Tetapi zaman sudah berubah, tidak lagi seperti ketika Plato, Socrates maupun Aristoteles mengembangkan demokrasi langsung di negara kota Athena, 500 tahun Sebelum Masehi. Adonan komponen-komponen substantif dan prosedural dari demokrasi yang diolah dalam suatu perkembangan peradaban masyarakat membentuk berbagai macam varian demokrasi. Secara substantif demokrasi berlandaskan pada asas persamaan (equality) dan kebebasan (liberty). Nilai asas-asas ini sifatnya ajeg dan universal, seperti hak berbicara, menyatakan pendapat, serta berserikat dan berkumpul. Sedangkan komponen prosedural demokrasi terus mengalami perkembangan sesuai lingkungannya, seperti sistem perwakilan, sistem kepartaian, dan perkembangan sistem pemilihan umum.
Oleh : I Nyoman Suri Adnyana* Demokratisasi berarti menolak otoritarianisme dan mendorong egalitarianisme. Akademisi Anies Baswedan menilai penjaga demokrasi sejatinya ada di daerah. Berarti demokrasi lokal (demokrasi akar rumput) tidak hanya memberi manfaat bagi pengembangan daerah, tetapi juga mendorong pembangunan demokrasi nasional. Sehingga peneliti ilmu pemerintahan meyakini pemerintah daerah bukan saja untuk memberikan pelayanan kepada publik di daerah, tetapi juga untuk memenuhi selera lokal.
Esensi Demokrasi Lokal Demokratisasi berarti menolak otoritarianisme dan mendorong egalitarianisme. Akademisi Anies Baswedan menilai penjaga demokrasi sejatinya ada di daerah. Berarti demokrasi lokal (demokrasi akar rumput) tidak hanya memberi manfaat bagi pengembangan daerah, tetapi juga medorong pembangunan demokrasi nasional. Sehingga peneliti ilmu pemerintahan meyakini pemerintah daerah bukan saja untuk memberikan pelayanan kepada publik di daerah, tetapi juga untuk memenuhi selera lokal. Betapa eratnya jalinan antara pemerintahan dengan demokrasi, kait-mengkait menimbulkan simbiosis mutualisme. Bisa dikatakan tiada demokrasi di daerah tanpa desentralisasi pemerintahan (otonomi daerah). Di lain pihak, keberhasilan desentralisasi niscaya meningkatkan partisipasi dan akuntabilitas yang akan mendorong keberhasilan demokratisasi. UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan otonomi (kebebasan menentukan) diberikan kepada daerah, tidak hanya diberikan kepada DPRD, gubernur, bupati, atau wali kota saja. Seluruh ko-
mponen masyarakat di daerah memiliki perannya masing-masing dalam melaksanakan otonominya untuk tujuan bersama (common good). Model pemerintahan efisiensi struktural yang bercirikan keseragaman dan sentralistik telah ditinggalkan, diganti menjadi model demokrasi lokal, seiring dengan digantinya UU No. 5/1974 dengan UU No. 22/1999. Hasrat demokrasi pada orde reformasi sangat tinggi. Pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung menjadi contoh riil. Puncaknya adalah diperbolehkannya calon independen (non-partai) maju bersaing dalam pemilihan kepala daerah. Kondisi Paradoksial Di tengah maraknya gelombang demokrasi ketiga Huntington yang dirasakan di Indonesia, terasa aneh menyaksikan kenyataan parpol peserta pemilu legislatif maupun pemilu kepala daerah terbatas pada parpol nasional. Padahal parpol merupakan instrumen untuk membuat keterwakilan politik masyarakat bisa berjalan efektif. Sungguh bertolak belakang dengan hasrat berdemokrasi, parpol yang merupakan pilar utamanya masih dibiarkan dikuasai oleh oligarki kepemimpinan sentralistik. Tanpa bermaksud latah dengan kemewahan yang diberikan kepada rakyat Aceh, kehadiran parpol lokal secara nasional sudah saatnya perlu dipertimbangkan kembali. Sejatinya kekhawatiran ancaman disintegrasi pernah dirasakan ketika wacana otonomi daerah pertama kali digulirkan. Kini kekhawatiran itu telah absurd. Persaingan sehat parpol lokal dengan parpol nasional di Aceh pada pemilu 2009 juga menunjukkan kekhawatiran ancaman disintegrasi itu terlalu berlebihan. Justru gonjang-ganjing di tubuh DPC PDI-P Tabanan akibat restu DPP yang berbeda dengan selera lokal yang menimbulkan kekhawatiran terjadinya degradasi nilai-nilai demokrasi substantif. Keikutsertaan parpol lokal dalam pemilu sebenarnya bukan monopoli rakyat Aceh. Pemilu 1955 mencatat ada 6 parpol lokal sebagai kontestan. Tetapi keinginan untuk lebih mendekatkan parpol dengan selera lokal itu harus menunggu DPR berkeinginan merevisi UU No. 31/2003. Tak jarang hari baik lahir dari suatu mimpi indah. *Penulis, mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Pemerintahan Universitas Satyagama Jakarta
Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.
SURAT A NDA Lampu Lalin di Bundaran PI SEBULAN terakhir, di bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan, dipasang lampu lalu lintas (traffic light). Pemasangan itu memang diperlukan untuk memperlancar arus lalu lintas, mengingat di kawasan itu memang kerap terjadi kemacetan, apalagi pada jam-jam kerja. Namun tujuan pemasangan yang baik itu, menurut saya, pada prakteknya justru kerap membuat kemacetan yang sering terjadi di daerah itu, justru menjadi kian sering dan semakin panjang. Kemacetan lebih lama dan lebih panjang biasanya terjadi di arah Pondok Indah-Lebak Bulus dan sebaliknya. Sementara dari arah lainnya, yaitu dari Pondok-Pinang-Fatmawati dan sebaliknya (karena tak terlalu banyak kendaraan yang melintas) seperti biasa, terlihat cukup lengang. Menurut pengamatan saya, kemacetan panjang yang terjadi (bahkan kerap terjadi hingga men-
jelang tengah malam), diakibatkan oleh pengaturan lampu merah (tanda berhenti) yang terlalu lama, di jalur Pondok Indah-Lebak Bulus dan sebaliknya. Lampu merah yang terlalu lama menyala itu justru membuat kendaraan dari kedua arah itu menjadi menumpuk. Penumpukan kian lamakian banyak, hingga kerapkali, ekor kemacetan mencapai di depan Mal Pondok Indah yang jaraknya sekitar satu kilometer dari traffic light. Agar kemacetan tak kian panjang, terutama pada jam-jam sibuk, kami meminta kepada pihak berwenang agar mengatur kembali durasi penyalaan lampu merah di kawasan itu, agar fungsi lampu lalu lintas sebagai alat untuk memperlancar arus lalu lintas, dapat tercapai secara optimal. Terima kasih. Ernasari Tanah Kusir, Jakarta Selatan
Peringatan 100 Hari SBY-Boediono APA yang diperingati ketika masa pemerintahan SBYBoediono menginjak 100 hari pertama. Tentu saja pelaksanaan atas program kerja pemeritahan yang telah dicanangkan sebelumnya. Publik mungki tidak mengerti apa saja program kerja pemerintahan ini. Masalahnya mungkin terlalu sederhana. Pemerintah tidak pernah mensosialisasikan program kerjanya atau seluruh program kerja pemerintahan kalah oleh pemberitaan kasus kriminalisasi pimpinan KPK dan skandal haram Bank Century. Mengukur pelaksanaan program 100 hari ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Apakah pemerintahan SBY-Boediono sudah on the raigt track dalam menjalakan programnya ataukah belum. Sejauh ini pemerintahan SBY masih memendam banyak misteri. Misteri ini terkait erat dengan dua kasus besar yang selama ini menguasai panggung politik nasional, yakni kasus kriminalisasi Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah. Dalam kasus Bibit-Chandra,
sampai sekarang belum terungkap siapa pelaku kriminalisasi itu dan siapa yang dihukum. Semua teka-teki besar yang terkenal dengan perseteruan cicak-buaya itu tidak berakhir di pengadilan tetapi justru berakhir di jalur politik. Pengesahan pengadilan cuma dijadikan sebagai lips service saja. Seharusnya diungkap siapa yang melakukan kriminalisasi dan siapa yang pantas mendapatkan ganjaran hukumannya. Selain itu, kasus skandal
haram Bank Century. Skandal ini juga menutup semua program kerja dan pelaksanaan atas program kerja 100 hari pemerintahan. Publik nyaris tidak pernah tahu apa saja program kerja SBY-Boediono seratus hari pertama. Semua informasi publik didominasi konflik politik di parlemen. Seluruh energi bangsa ini, termasuk di jajaran eksekutif juga tidak beranjak. Sekilas kinerja SBY-Boediono bisa diteropong dari keseriusan pemerintahan ini untuk mengungkap skandal ini secara trasparan dan jernih. Sikap pemerintah bisa dilihat secara langsung dengan menstabilo berbagaia pidato dan statemennya. Tetapi, secara tidak langsung publik bisa mengetahui apakah program 100 hari ini sudah on the right track dari sikap Partai Demokrat, partai yang didirikan SBY, bersikap di Pansus Cen-
tury. Sikap itulah yang menjadi cermin rezim penguasa ini atas kasus Century. Demokrat merupakan partai yang nyaris menjadi juru bicara pemerintah. Bahkah, ketua DPR Marzuki Alie yang juga dari kader Demokrat dicap sebaai Jubir SBY untuk parlemen. Itu artinya terjadi resistensi yang luar biasa dari fraksi partai yang didirikan SBY itu. Sedangkan secara lisan, SBY mengaku akan transparan dan minta agar seluruh dana Century diusut tuntas. Dari simpulan awal itu bisa dilihat ternyata pemerintaha ini belum melaksanakan program kerjanya on the right track. Masih banyak misteri dalam berbagai kasus penegakan hukum, keuangan, dan kejahatan luar biasa, yakni korupsi. heru Kebon Jeruk
Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.
Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.
lahraga
Suluh Indonesia, Kamis 28 Januari 2010
6
Arema Kokoh di Puncak Klasemen MALANG - Arema Malang mengukuhkan diri sebagai juara paruh musim dan kokoh berada di puncak klasemen Liga Super setelah mengandaskan tim tamunya PSM Makassar di Stadion kanjuruhan Kepanjen, Rabu petang. Tim tuan rumah Arema Indonesia sama sekali tak memberikan kesempatan bagi tim tamu untuk memperkecil kedudukan. PSM Makassar dilibas 3-0 pada laga pamungkas Arema Indonesia pada putaran I Liga Super Tiga gol Arema yang mampu merobek jala gawang PSM yang dikawal Syamsidar itu masing-masing dipersembahkan oleh Chamelo Roman pada menit ke-4, Noh Alam Shah pada menit ke-39, dan M Fachruddin pada menit ke-45. Pada 45 menit babak pertama, Arema langsung menggebrak lawannya dan membuahkan gol pada menit awal setelah menerima umpan Zulkifly Syukur dari tendangan sudut. Pada menit ke-39 striker asal Singapura Noh Alam Shah menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Lini belakang PSM yang “terbuka” cukup memberikan peluang para pemain Arema untuk bergerak lebih leluasa. Memasuki babak kedua, kedua tim saling menyerang dan sama-sama memiliki pelu-
ang emas yang seharusnya membuahkan gol. Namun, kubu Arema lebih beruntung sehingga mampu menambah golnya pada menit-menit akhir menjelang berakhirnya pertandingan. Selama 90 menit pertandingan yang dipimpin oleh wasit M Syafi’i dari Bandung itu, kedua kubu sama-sama “ngotot” dan berupaya tampil cemerlang, bahkan untuk menambah amunisinya pelaih PSM maupun Arema memanfaatkan pergantian pemain secara maksimal. Di kubu Arema pelatih Robert Rene Albert menarik Ronny Firmansyah dan diganti Juan Revi, M Noh Alam Shah digantikan oleh Dendy Santoso, dan Chmamelo Roman digantikan Rachmad Affandi. Sementara di kubu PSM masuk M Taqwa Ikhlas menggantikan Adnan Buyung dan Aditya Putra Dewa menggantikan Christian Carassco. Wasit M Syafi’i juga mengeluarkan empat kartu kuning. Masing-masing diberikan pada Ronny Firmansyah (Arema), Rendy Siregar, Fandy Edi, dan Asri Akbar (PSM Makassar). Dengan torehan tiga poin absolut dari PSM itu, posisi Arema sebagai pemuncak klasemen tidak akan terkejar lagi yakni 36, sementara tim yang terus membayang-bayangi posisi Arema adalah Persiba Balikpapan. (ant)
Persipura Lindas Persitara 3-0 JAKARTA - Persipura Jayapura mengandaskan tuan rumah Persitara Jakarta Utara 3-0 dalam lanjutan Liga Super di Stadion Soemantri Brodjonegoro Jakarta, kemarin. Gol kemenangan Persipura dicetak oleh Alberto Goncalves pada menit ke 10 dan 70, serta tendangan keras dari Boaz Salossa pada menit ke 45. Persipura sejak menit awal langsung menekan tim tuan rumah yang dikawal Tugihadi. Namun demikian tim tuan rumah juga melakukan perlawanan dengan serangan balik yang cepat melalui Prince Kabir Bello. Serangan demi serangan terus dilakukan oleh Tim Mutiara Hitam (julukan Persipura). Akhirnya pada menit 10 Alberto Goncalvez mampu memperdayai Wawan Dermawan sehingga merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Persipura. Tertinggal 0-1 tuan rumah mencoba bangkit. Meski hujan cukup deras Prince Kabir Bello dan Afshin mencoba menerobos pertahanan Persipura yang dikawal oleh Bio Paulin. Meski demikian gawang Jendry Pitoy tetap aman. Giliran tim tamu kembali meningkatkan tempo permainan. Lewat kemelut didepan
gawang Wawan Dermawan striker Persipura Boaz Salossa mampu menambah gol pada menit 45. Dengan demikian kedudukan 2-0 untuk Persipura hingga babak pertama berakhir. Sebelum babak pertama berakhir ratusan suporter Persipura nekat masuk ke stadion meski pertandingan itu dilakukan tanpa penonton. Suporter yang mayoritas berasal dari Papua itu akhirnya diberi tempat meski mendapat pengawalan dari kepolisian. Memasuki babak kedua Persipura tidak henti-hentikan meningkatkan tempo serangan. Beberapa peluang untuk menciptakan gol juga terus terjadi. Hingga akhir pada menit 70 pemain pengganti Boaz Salossa yaitu Yustinus Pae memberikan umpan terukur pada Alberto Goncalves sehingga merubah kedudukan menjadi 3-0 untuk Persipura. Tertinggal 0-3 semangat Persitara tetap tinggi. Gempuran demi gempuran lewat Afshin dan Bello terus terjadi namun belum menghasilkan gol. Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit Viator, kedudukan tetap 3-0 untuk kemenangan tim tamu Persipura Jayapura. (ant)
Boaz Salossa
Suporter Persipura Nekat Masuk Stadion JAKARTA - Ratusan suporter Persipura nekat masuk ke Stadion Soemantri Brodjonegoro Jakarta ketika tim asal Papua itu bertanding melawan tuan rumah Persitara Jakarta Utara, kemarin. Sebelum masuk ke stadion ratusan suporter yang mayoritas datang dari Papua itu bertahan di pintu masuk utama. Mereka berteriak minta diperbolehkan masuk ke stadion. Pintu utama stadionpun sempat didobrak oleh ratusan suporter tersebut hingga akhirnya aparat keaman-
an mengijinkan suporter Persipura itu masuk dalam stadion. Setelah masuk ke stadion mereka ditempatkan di tribun VIP. Meski mereka dilarang untuk memberikan dukungan pada timnya, tetapi dukungan itu tetap dilakukan. Sesuai ijin dari kepolisian Polda Metro Jaya, pertandingan antara tuan rumah Persitara melawan Persipura dalam lanjutan Liga Super digelar tanpa penonton. Dalam laga ini, Persipura akhirnya menang 3-0 lawan Laskar Si Pitung. (ant)
Suluh Indonesia/ant
BEREBUT BOLA - Pemain Persija Jakarta Musafry (kiri) berebut bola dengan pesepakbola Bontang FC Joko Sidik saat pertandingan lanjutan Liga Super di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin.
Persija Gulung Bontang FC 3-0 JAKARTA - Kesebelasan Persija Jakarta meraih nilah penuh setelah menekuk tamunya Bontang FC 3-0 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin. Persija yang ditangani pelatih Benny Dollo memasang Aliyudin dengan Bambang Pamungkas sedang lini depan sedang Bontang FC yang ditangani Fachri Husaini menurunkan Kenji Adachihara dan CS Geddy untuk menggedor pertahanan Macan Kemayoran. Gol pertama Persija dicetak oleh Aliyudin di menit 23. Aliyudin lepas dari kawalan dan berhasil membobol gawang Bontang FC yang di kawal Ade Muchtar. Kiper Ade kembali membuat kesalahan di menit 38. Bola tak berhasil diamankan dan dimanfaatkan Bambang Pamungkas,
membuat tuan rumah Persija memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada babak pertama. Bontang FC mencoba memperkecil ketinggalan dengan masuknya Aldo Bareto. Namun hal itu belum membuahkan hasil. Sejumlah serangan Bontang FC dengan mudah dipatahkan lini belakang Persija yang dimotori Abanda Herman. Persija malah menambah gol lewat M Ilham di menit-menit akhir untuk memperbesar keungulan menjadi 3-0. Pertandingan ini tanpa kehadiran penonton atau Jakmania karena tak dapat izin dari kepolisian. Dengan kemenangan ini, Persija mengumpulkan 23 poin dengan menyisakan dua laga lagi yakni melawan Persijap dan Persela, sementara Bontang bertahan dengan 18 poin di laga terakhir ini.
Persema Kandaskan Persiba Pada pertandingan lain, Persema Malang mewujudkan targetnya meraih tiga poin di kandang setelah mengandaskan tim tamunya Persiba Balikpapan dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) yang digelar di Stadion Gajayana Malang, Rabu petang. Dua gol Persema yang mengoyak jala gawang Persiba yang dikawal I Made wirawan itu dilesakkan oleh M Kamri pada menit ke-2 dan Jaya Teguh Angga pada menit ke-59. Sedangkan gol balasan Persiba dipersembahkan Robertino Pugliara pada menit ke-54. Persema yang tampil dengan permainan cepatnya itu mampu mengecoh para pemain Persiba bahkan mampu memperdayai penjaga gawangnya sehingga lahirlah gol cepat M Kamri pada menit ke-2.
Kembalinya Seme Pierre Patrick yang menjadi pilar Persema di lini belakang menjadi salah satu penghambat lajunya para pemain Persiba untuk menekan dan mengobrak-abrik jantung pertahanan tim berjuluk Laskar Ken Arok itu. Pada babak pertama, permainan kedua tim cukup variatif dan saling menyerang, bahkan banyak peluang emas yang seharusnya membuahkan gol ternyata tak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua tim dan hingga 45 menit babak pertama berakhir kedudukan masih tetap 1-0. Memasuki babak kedua, kedua tim lebih meningkatkan tensi serangannya dan Persiba berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol yang dilesakkan Robertino Pugliara ke gawang Persema yang dikawal I Komang Putra pada menit
ke-54. Karena kedudukan imbang tersebut, para pemain Persema terus melakukan serangan dan berupaya menembus pertahanan Persiba. Pada menit ke-59 serangan yang bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan hasil dan Jaya Teguh Angga mampu merobek jala gawang I Made Wirawan. Dalam pertandingan terakhir pada putaran I yang dipimpin oleh wasit Sapardi itu, satu pemain Persiba Balikpapan Eddy Gunawan diberi hadiah kartu kuning dan kartu itu merupakan satu-satunya yang dikeluarkan wasit. Dengan raihan poin absolut tersebut, Persema mampu mewujudkan target “happy ending” di kandang. Namun, tim berjuluk Laskar Ken Arok itu harus puas “finish” di papan tengah putaran I Liga Super. (ant)
PSSI Ancam Pidanakan Mafia Pertandingan JAKARTA - Rapat Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Pertandingan (Mardin) yang diketuai Brigjen TNI Bernhard Limbong. Satgas ini diberi kewenangan penuh mengungkap atau membongkar sekaligus memberantas mafia pertandingan di Liga Indonesia. ‘’Saya bukan hanya membongkar kasus mafia pertandingan ini sampai ke akar-akarnya. Jika masuk pada ranah hukum positif dan ada indikasi kuat terjadi mafia pertandingan maka tim ini siap mempidanakan mereka yang terlibat tak terkecuali pengurus PSSI,” kata Limbong di Jakarta, kemarin. Bernhard Limbong lebih jauh mengatakan, mafia pertandingan tak hanya menyangkut adanya mafia perwasitan. Karena siapa saja bisa ikut bermain, apakah wasit, pelatih, pemain, ofisian dan bahkan oknum pengurus. Satgas ini seperti dikatakan
Bernhard Limbong
Limbong, memang bukan organisasi atau lembaga super body yang dihuni manusia super (super man). Oleh karenanya, Satgas tetap membutuhkan dukungan dari selu-
ruh elemen masyarakat. ‘’Ada tiga hal penting yang membuat saya bersemangat berada dalam Satgas ini. Salah satunya adalah ingin membangun sepakbola Indonesia yang
bersih, berwibawa dan konsisten dengan aturan main sehingga bisa berprestasi,” kata salah satu anggota Exco) PSSI itu. Apalagi, lanjut dia, sepakbola adalah olahraga rakyat
sampai-sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut prihatin dengan sepakbola kita yang tak kunjung berpestasi. Mafia pertandingan dalam persepakbolaan Indonesia, menurut Limbong sesungguhnya sudah lama berlangsung namun sulit disentuh oleh hukum karena tak ada bukti kuat. “Namun kali ini saya janji akan membongkar mardin tersebut sampai tuntas. Jika perlu ada bukti kuat secara hukum, bisa di bawah ke pengadilan dan ancamannya jelas pidana atau penjara,” paparnya. Pada era kepengurusan PSSI pimpinan Ir.Azwar Anas, masalah kasus suap ini pernah mencuat pada tahun 1997 dengan menyeret wasit kawakan Djafar Umar. Kasusnya sempat diproses ke pengadilan tetapi kemudian dihentikan karena tak cukup bukti. Djafar pun hanya mendapat sanksi 20 tahun dari PSSI untuk tidak boleh melakukan aktifitas dalam bentuk apa pun di lingkungan sepakbola nasional. (oli)
Terkait Laga Lawan Arema
Persebaya Kembali Dipanggil Komdis SURABAYA - Panitia pelaksana Persebaya Surabaya kembali dipanggil Komisi Disiplin PSSI, hari ini, terkait kasus yang terjadi saat laga melawan Arema Malang di Surabaya beberapa waktu lalu. Sekretaris Umum Persebaya Akhmad Munir kepada wartawan di Surabaya, Rabu, mengaku bingung dengan panggilan tersebut, karena sebelumnya Komdis PSSI telah memutuskan sanksi kepada Persebaya atas kasus yang terjadi pada laga tersebut. “Kami tidak tahu ada apa lagi Komdis PSSI memanggil Persebaya, karena pekan lalu
kami juga sudah dipanggil dan dijatuhi sanksi. Tapi, kami tetap mengirim utusan untuk menghadiri panggilan Komdis,” katanya. Pada sidang pekan lalu di Jakarta, Komdis PSSI telah menjatuhkan sanksi kepada Persebaya berupa denda sebesar Rp 250 juta dengan masa percobaan selama dua tahun, karena tindakan rasis suporternya saat mendukung timnya melawan Arema. Selain itu, Persebaya juga diwajibkan membayar ganti rugi sebesar Rp 5 juta atas rusaknya kaca bus yang membawa rombongan pemain Arema,
akibat dilempari batu oleh suporternya. “Panggilan kedua Komdis untuk kasus yang sama ini terasa aneh, apalagi sanksinya juga sudah dijatuhkan. Komdis PSSI ini lucu, kenapa saat sidang pertama tidak dituntaskan sekalian,” ujar Munir. Sementara terkait kasus perusakan dan anarkis suporter di Solo, Jawa Tengah, Persebaya memutuskan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengusut kasus tersebut. TPF Persebaya beranggotakan tiga orang dari kalangan berbeda, yakni Mohammad Sholeh (ahli hukum), Mujito
(Komdis PSSI Surabaya) dan Surachman (wartawan). Munir menjelaskan pembentukan TPF itu dilatarbelakangi tidak seimbangnya informasi dan laporan terkait kasus di Solo yang cenderung menyudutkan suporter Persebaya. “Kami sudah sering mengingatkan suporter untuk tidak ikut saat Persebaya menjalani laga tandang dan selalu dipatuhi, salah satunya saat ke Lamongan (Persela). Kami tidak tahu mengapa suporter berangkat ke Bandung,” katanya. Dari beberapa laporan yang diterima pengurus Persebaya,
rombongan suporter yang berangkat ke Bandung dengan menggunakan kereta api, sempat dihadang dan dilempari batu kelompok suporter lain. Tindakan itu yang kemudian memancing emosi suporter Persebaya hingga kemudian terjadi aksi saling lempar dan anarkis yang menyebabkan beberapa warga mengalami luka-luka. “Mudah-mudahan TPF bisa menemukan fakta yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa tersebut. TPF diberi waktu 10 hari untuk mengumpulkan bukti-bukti dan fakta dari kasus itu,” tambah Munir. (ant)
lahraga
Suluh Indonesia, Kamis 28 Januari 2010
7
Melawan Aljazair Hari Ini
Mesir Ingin Tebus Kekalahan BENGUELA - Semifinal Piala Afrika, malam ini akan mempertemukan dua rival sewilayah antara Mesir dengan Aljazair. Laga ini hanya berselang dua bulan setelah mereka terlibat dalam duel sengit memperebutkan dua tiket terakhir Piala Dunia 2010. Pertarungan tersebut masih menyisakan kekecewaan dan bekas kekerasan mendalam hingga kini. Aljazair akan tampil pada final Piala Dunia di Afrika Selatan pertengahan tahun ini hanya setelah menyingkirkan rivalnya di Afrika utara tersebut lewat play-off di Sudan. Keduanya finis dengan jumlah poin dan perbedaan gol yang sama di akhir grup kualifikasi yang juga dihuni Zambia dan Rawnda. Bus tim Aljazair diserang oleh suporter Mesir di Kairo menjelang laga kualifikasi Piala Dunia yang dimenangkan Mesir 2-0 sehingga memaksa digelarnya play-off. Kekerasan juga muncul di Khartoum setelah Aljazair memenangkan playoff untuk lolos ke Piala Dunia. Masalah juga terjadi di Prancis, begitu juga di Aljazair dan Mesir. Hal itu memicu ketegangan politik diantara dua pemerintah dimana juru bicara menteri luar negeri Mesir mengatakan pemerintah Aljazair memiliki memiliki tanggung jawab atas keselamatan warga Mesir yang tinggal di Aljazair. Striker Mesir Amr Zaki meningkatkan ketegangan tersebut ketika ia mengatakan dalam situs pribadinya bahwa ia tidak tertarik untuk bergabung ke klub Liga Inggris, Portsmouth karena mereka memiliki dua pemain Aljazair dalam skuad mereka, yakni Nadir Belhadj dan Hassan Yebda. Rivalitas sengit diantara kedua negara ini dimulai sejak AllAfrica Games pada 1978 yang digelar di Aljazair ketika tim sepakbola Mesir terlibat keributan usai pertandingan melawan Libya. Penonton Aljazair kala itu bergabung memihak Libya. Pada 1989 Mesir mengalahkan Aljazair untuk mencapai Piala Dunia 1990 di Italia. Setelah laga tersebut, gelandang Lakhdar Belloumi dituduh membutakan mata doter tim Mesir dengan Botol. Ia kemudian dijatuhi vonis oleh pengadilan Mesir. Pada tahun berikutnya Mesir menolak berpartisipasi dalam Piala Afrika di Aljazair
meskipun mereka sudah lolos ke turnamen tersebut. Terakhir kali kedua tim ini bertemu di Piala Afrika adalah enam tahun lalu di kota Sousse, Tunisia. Ajazair unggul 2-1. Itu merupakan kekalahan terakhir Mesir di turnamen ini dan sejak itu mereka mencetak rekor tak terkalahkan di 17 pertandingan. Meskipun kehilangan beberapa bintang top termasuk Mohamed Aboutrika dan Amr Zaki, The Pharaohs telah berhasil membungkam kritik dengan penampilan apik di Angola. Mereka menjadi sasaran amukan dendam dari Indomitable Lions (Kamerun) di perempatfinal Senin lalu, namun mereka memiliki spirit pemenang sejati pada diri kapten Ahmed Hassan yang dengan cepat menebus gol bunuh dirinya dengan mencetak dua gol untuk meloloskan timnya ke babak selanjutnya. “Melawan Kamerun, sebagian dari kami sudah fokus dengan peluang bertemu Aljazair. Ini mempengaruhi penampilan kami,” ujar bek veteran Vael Gomaa, kemarin. “Kami ingin lolos ke final dan memenangkan piala untuk memberi imbalan kepada penggemar setelah kami gagal lolos ke piala Dunia.” Mohamed Zidan menimbulkan kontroversi dengan mengibaratkan pertandingan ini sebagai sebuah perah yang harus dimenangkan oleh Mesir untuk membuktikan mereka lebih baik dari Aljazair. Sayed Mowad makin memanaskan suasana dengan mengatakan sang juara bertahan akan mengajari rival mereka tersebut pelajaran dalam bersepakbola. “Pertandingan mendatang akan terjadi di lapangan jauh dari masalah, namun kami akan mengajari Aljazair pelajaran dalam sepakbola. Kami ingin membuktikan bahwa kami gagal lolos ke Piala Dunia hanya akibat situasi tertentu,” ungkap Mowad. Aljazair juga merasa wajib menang malam ini untuk membuktikan bahwa kemenangan mereka tahun lalu di Sudan bukanlah kebetulan belaka. “Menyenangkan bertanding dengan Mesir lagi karena ini memberi kami kesempatan untuk membuktikan kami mengalahkan mereka dengan fair dan tidak dengan keberuntungan,” urai striker Blackpool, Hameur Bouazza. (adn/afp)
Suluh Indonesia/ap
LEWATI LAWAN - Pemain Liverpool, David Ngog (kiri) melewati pemain Wolverhampton Wanderers, Ronald Zubar, yang berusaha menjatuhkanya dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris, di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, kemarin. Liverpool ditahan imbang 0-0.
Liverpool Kembali Gagal Petik Kemenangan LONDON - Liverpool kembali membuang poin kala bersua tim promosi Wolverhampton Wanderes dalam lanjutan Liga Utama Inggris, kemarin. The Reds hanya memetik satu poin karena ditahan 0-0. Sebaliknya Tottenham Hotspur kembali merebut posisi keempat klasemen setelah menaklukkan Fulham 2-0. Kemenangan atas Wolves akan sangat berguna bagi Liverpool untuk memenuhi target finis di empat besar. Sayangnya walaupun pelatih Rafael Benitez sudah dapat menurunkan kapten Steven Gerrard kembali, mereka tetap tidak mampu meraih tiga poin. Si
Merah kini menempati posisi kelima dengan selisih tiga poin di belakang Spurs. Namun Benitez tak terlalu kecewa karena paling tidak Liverpool kini tak terkalahkan di lima pertandingan. “Kami memiliki dua atau tiga peluang di babak pertama dan hal yang sama terjadi di babak kedua. Sentuhan akhir kami tidak dalam kondisi terbaik. Namun kami kembali tak kebobolan dan setiap pemain bekerja dengan sangat keras, jadi saya rasa hasil ini sungguh positif,” ujar Benitez. Sementara dalam laga derby antara klub London, Spurs
mendominasi jalannya pertandingan dengan Fulham di White Hart Lane. The Lilywhite memang pantas merebut tiga poin. “Tiga poin, itulah hal utama malam ini. Kemenangan ini sangat layak,” kata pelatih Spurs, Harry Redknapp. Spurs membuka keunggulan melalui Peter Crouch di pertengahan babak kedua berkat permainan cemerlang dari playmaker Luka Modric. David Bentley memastikan kemenangan tersebut dengan gol dari tendangan bebas yang dibelokkan oleh Bjorn Helge Riise pada babak kedua. Pada pertandingan lain, Bol-
ton merebut kemenangan pertamanya di bawah kepemimpinan pelatih baru Owen Coyle atas mantan klubnya Burnley. Tendangan keras Lee Chung-Yong pada menit ke-35 cukup bagi The Trotters untuk meraih kemenangan 1-0 yang mengangkat mereka dari zona degradasi. Burnley yang juga baru promosi terlempar ke zona degradasi untuk pertama kalinya musim ini. Hal itu dipengaruhi oleh hasil imbang yang diraih Wolves atas Liverpool dan West Ham atas Portsmouth. West Ham kemarin bermain 1-1 di Fratton Park. West Ham unggul lebih dulu
begitu babak kedua berjalan tujuh menit. Tembakan Alessandro Diamanti dibelokkan oleh bek The Pompey, Younes Kaboul dan bola meluncur ke gawang setelah mengenai paha pemain West Ham lainnya, Matthew Upson. The Hammers nampaknya akan merebut tiga poin dengan keunggulan tipis tersebut, namun Portsmouth berhasil mencetak gol penyeimbang di sisa waktu kurang dari 15 menit. John Utaka memberi umpan pada Danny Webber dan pemain pengganti itu melepaskan tembakan dimana bola meluncur diantara kaki kiper Robert Green. (adn/afp)
Ghana dan Nigeria Siap Saling Terkam
Cristiano Ronaldo
Ronaldo Diskors Dua Laga MADRID - Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo diganjar skorsing dua pertandingan atas kartu merah yang diterimanya pada pertandingan La Liga Spanyol akhir pekan lalu. Hukuman tersebut diumumkan oleh komite disiplin La Liga, kemarin. Pemain termahal di dunia itu dikenakan hukuman tersebut karena dianggap menampilkan permainan berbahaya yang dapat mengakibatkan cedera pada lawan. Komite disiplin juga menjatuhkan denda 180 euro kepada Madrid dan 600 euro kepada Ronaldo. Kartu merah Ronaldo diterima sewaktu Madrid menang 2-0 atas Malaga. Ia menyikut wajah bek Patrick Mitiliga setelah pemain Denmark itu menarik kaosnya. Hal itu membuat keberhasilannya memborong dua gol ternoda. Direktur olahraga Madrid, Jorge Valdano semula menganggap keputusan wasit tidak adil dan terlalu keras. Namun belakangan ia mengatakan siap menerima keputusan apa pun yang akan dihasilkan oleh
komite disiplin. Ronaldo sendiri Senin lalu menyatakan kartu merah yang diterimanya merupakan hukuman yang tidak pantas meskipun Mtiliga menderita retak tulang hidung gara-gara benturan tersebut. “Saya telah bicara dengan Mitiliga dan ia mengatakan bahwa saya tidak perlu minta maaf karena ia tidak merasa saya menyakitinya dengan sengaja,” ujarnya. Mantan pemain Manchester United itu tidak pernah ingin berbuat curang. “Saya tidak pernah berusaha menipu wasit. Saya tidak pernah sengaja mencederai pemain. Saya yakin mereka seharusnya fair dengan apa yang sesungguhnya terjadi,” tegas Ronaldo. Ini merupakan kartu merah kedua yang diterima Ronaldo musim ini. Kartu pertama didapat ketika Los Blancos mengalahkan Almeria 4-2 5 Desember tahun lalu akibat menendang lawannya. Ia bakal absen melawan Deportivo Coruna akhir pekan ini dan duel dengan Espanyol di pekan berikutnya. (adn/afp)
LUANDA - Derby Afrika barat tersaji di babak semifinal Piala Afrika saat Ghana menghadapi negara tetangganya Nigeria, malam ini. Mereka sama-sama mengincar tiket ke babak final. Dua tim yang akan bertemu di stadion 11 November Luanda ini lolos ke semifinal dengan cara yang kontras. Bila Ghana mengesankan dengan kemenangan 1-0 atas tuan rumah Angola, Nigeria hanya bermain tanpa gol dengan Zambia hingga perpanjangan waktu berakhir dan lolos lewat adu penalti 5-4 berkat penampilan cemerlang kiper Victor Enyeama. Meskipun penampilan Nigeria jauh dari impresif ketika itu, pelatih Ghana Milovan Rajevic tak ingin menjadikan itu sebagai tolak ukur. “Bila anda hanya melihat penampilan Ni-
geria di perempatfinal, itu dapat menciptakan kesan yang keliru,” ujar pelatih Serbia itu, kemarin mencoba mengingatkan pemainnya. “Kemarin (Selasa) mereka menunjukkan sebagai tim berpengalaman yang tahu apa yang mereka inginkan. Kita tidak bisa mengambil kesimpulan apa pun dari laga itu, kita harus melihat gambaran yang lebih besar,” lanjut Rajevic seraya mencontohkan Pantai Gading yang penampilannya terus menanjak dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya walaupun akhirnya gagal di perempatfinal. Rajevic telah menunjukkan hasil kerja mengagumkan sejauh ini mengingat Ghana dilanda krisis pemain akibat cedera. Gelandang Chelsea, Michael Essien adalah salah
satu dari sederet pemain kunci yang cedera. Meski begitu ia tidak terkejut dengan keberhasilan Ghana lolos ke semifinal. “Bila anda memperhatikan, kami memiliki delapan pemain muda dari tim yang memenangkan Piala Dunia U-20 dikombinasikan dengan sejumlah pemain berpengalaman. Itu campuran yang sempurna. Tim saya telah membuktikan kualitasnya, mereka tahu bagaimana bersaing, mereka tangguh dan ada atmosfer serta spirit sempurna dalam tim,” jelasnya. Rajevic akan menyambut kembali gelandang Anthony Annan yang melewatkan seluruh pertandingan timnya di Ghana. Pemain berbasir di Norwegia itu telah pulih dari cedera. Namun ia akan tanpa Agyemang Opuku yang ter-
Australia Terbuka
Li Na Tumbangkan Venus final Australia Terbuka merupakan prestasi besar dalam olah raga tenis China dan dapat menjadi contoh yang bagus bagi pemain-pemain muda China, kata Persatuan Tenis China (CTA), kemarin. Siaran langsung televisi memungkinkan bagi jutaan penggemar tenis di China untuk menyaksikan bagaimana Li bangkit dari ketinggalan di set pertama untuk menumbangkan Venus Willams 2-6 7-6 7-5. Li bergabung ke babak semifinal bersama rekan senegaranya Zeng Jie — pertama kali dalam sejarah dua petenis China mencatat prestasi setNa inggi itu di turnamen grand slam. “Saya sangat gembira,” kata Gao Shenyang, wakil direktur CTA. “Kami tidak membayangkan sebelumnya bahwa mereka bisa meraih prestasi seperti itu di Australia Terbuka. Saya mengucapkan selamat kepada mereka atas penampilan heBeijing Keberhasilan Zheng Jie dan Li Na ke semi- bat mereka.’’ (ant) MELBOURNE - Venus Williams tersingkir dari turnamen tenis Australia Terbuka, kemarin. Ia kandas di tangan petenis dari China Li Na yang mencetak angka 2-6 7-6 7-5 dan selanjutnya ke semi final bersama rekan senegaranya Zheng Jie. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan keduanya samasama berjuang keras, Li sempat menekan lawan sampai kedudukan 6-5 dan kemudian memenangi pertandingan atas unggulan keenam itu dengan melancarkan pukulan forehand “match point” ketiga. Kemenangannya membuat dua petenis China untuk pertama kalinya Li maju ke putaran semi final turnamen tenis grand slam. Petenis unggulan ke-16 Li akan bertemu dengan Serena Williams, Sementara Zheng akan menantang Justine Henin.
kena skorsing. Rajevic boleh saja berasal dari Serbia, akan tetapi ia sadar betul dengan betapa pentingnya mengalahkan Nigeria bagi Ghana. “Ada rivalitas diantara kedua negara. Diatas hal itu, ini adalah semifinal Piala Afrika, dengan kesempatan meraih final,” tegas Rajevic. Sejarah terkini memihak Ghana setelah mereka menyingkirkan Nigeria di perempatfinal Piala Afrika 2008. Ghana adalah mantan juara empat kali, namun gelar terakhir mereka sudah begitu lama yakni pada 1982. Striker Asamoah Gyan yang mencetak gol penentu kemenangan atas Angola di perempatfinal Minggu lalu antusias bisa menghadapi Nigeria lagi. “Kami mengalahkan Nigeria dua tahun lalu. Kami me-
miliki banyak pemain muda dalam tim, tetapi kami berkonsentrasi dan kami akan melakukan segala hal yang memungkinkan untuk menang,” papar pemain Rennes itu. Nigeria di sisi lain, belum menunjukkan performa memikat di Angola dan harus menampilkan permainan lebih meyakinkan daripada yang mereka tampilkan ketika melawan Zambia. Kekurangan itu disadari betul oleh pelatih Sjaibu Amodu. “Kami tidak bermain sangat bagus melawan Zambia, tetapi kami menunjukkan bagaimana bermain sebagai sebuah tim. Kami tidak dalam kondisi terbaik saat ini, namun kami meningkat setiap waktu dan dalam lima bulan (di Piala Dunia) kami akan jauh lebih baik,” tandas Amodu. (adn/afp)
Piala Italia
Roma Lolos ke Semifinal ROMA - AS Roma lolos ke semifinal Piala Italia dengan kemenangan 1-0 atas Catania, kemarin. Giallorossi diuntungkan oleh dua kartu merah yang diterima Catania sehingga mereka bermain dengan sembilan pemain. Gol tunggal Roma dicetak oleh gelandang Daniele De Rossi. Pemain Italia ini melepaskan tendangan kaki kiri dari pinggir kotak penalti yang menembus gawang Catania pada menit ke-74. Gol tersebut tak berselang lama setelah Catania terpaksa bermain dengan sembilan orang karena Blazej Augustyn diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras. Klub asli Sicilia itu telah kehilangan Giuseppe Bellusci yang dikartu merah pada menit ke-58. Roma memang mengendalikan pertandingan sejak awal.
Namun karena penyerang utama Luca Toni dan Francesco Totti sengaja diistirahatkan, serangan mereka selalu kandas di babak pertama. Lini pertahanan Catania mampu mengatasi kemelut yang terjadi di mulut gawang ketika kiper mereka Andrea Campgnolo terlebih dulu menghentikan sepakan John Arne Riise. Sementara tembakan De Rossi menjelang jeda hanya melebar. Catania kembali sukses membendung serangan Roma di babak kedua berkat beberapa aksi penyelamatan yang dilakukan Campagnolo, sebelum kebobolan oleh gol De Rossi. Roma yang baru saja naik ke posisi ketiga klasemen Seri A Liga Italia, akan bertemu dengan pemenang dari duel perempatfinal antara AC Milan melawan Udinese di babak semifinal. (adn/rtr)
Nasi nal
Suluh Indonesia, Kamis 28 Januari 2010
8
Korban Pembobolan ATM Bertambah DENPASAR - Nasabah yang menjadi korban aksi pembobolan ATM pada sejumlah bank di Bali, jumlahnya terus bertambah dan hingga kini telah mencapai 43 orang. “Berdasarkan laporan yang masuk ke jajaran kami, hingga saat ini sudah 43 nasabah yang mengadu kehilangan uangnya yang disimpan di beberapa bank. Angka ini meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 31 pelapor,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar di Denpasar, Rabu. Dari laporan sebanyak itu, lanjut dia, total uang yang berhasil dibobol penjahat pada sejumlah bank di Pulau Dewata, lebih dari Rp 750 juta. Kombes Sugianyar menyebutkan, mereka yang melapor atas kasus yang dialaminya itu adalah nasabah dari beberapa bank, seperti BCA, Bank Permata, BNI, Bank Mandiri, Bank Niaga dan Bank ING, yakni bank asing yang ada di Bali. Untuk BCA tercatat 17 nasabah yang melapor, Permata 17 nasabah, BNI delapan, Mandiri dua laporan, Bank Niaga tiga, serta dari Bank ING ada satu laporan. Ia mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut untuk dapat mengungkap tuntas pelakunya. “Ini butuh waktu agak lama untuk dapat menyelesaikannya secara tuntas. Masalahnya, diperlukan upaya penyelidikan yang cukup pelik,” ucapnya. Menurut dia, pihaknya bersama tim Mabes Polri kini terus melakukan berbagai cara untuk dapat mengungkap kasus pembobolan bank tersebut, termasuk memastikan motif dan modus yang digunakan para pelaku.
Mantan Kapolresta Balikpapan itu mengatakan, kesulitan dalam menangani kasus tersebut adalah minimnya alat bukti yang didapat, baik di lokasi maupun terhadap modus yang digunakan pelaku. Untuk itu, pihaknya berupaya melakukan koordinasi dengan pihak bank dan beberapa instansi lain guna dapat mengungkap kasus tersebut. “Kami harapkan pihak bank dapat membantu proses penyelidikan, sehingga kasus ini segera dapat dituntaskan,” katanya. Jabar Dibobol Bank yang berada di kota Tasikmalaya harus meningkatkan standar keamanan, menyusul telah terjadinya aksi perampokan terhadap nasabah Bank BCA Tasikmalaya yang berhasil menggondol uang Rp 200 juta, Senin (25/1). “Bank harus meningkatkan standar keamanan bagi yang mengambil uang dengan jumlah besar, salah satunya dilakukan pengawalan bagi nasabah,” kata ketua komisi II, bidang perbankan, ekonomi dan perdagangan, DPRD kota Tasikmalaya, Ade Ruhimat, kepada wartawan, Rabu. Ia menyarankan pihak Bank harus menawarkan kepada nasabah secara tegas, agar dilakukan pengawalan ketat dari pihak keamanan kepolisian hingga nasabah tersebut sampai ke tempat yang dituju. Pengawalan dari kepolisian kepada nasabah sebagai upaya meninimalisasi terjadinya aksi kejahatan perampokan terhadap nasabah yang baru mengambil uang dari Bank. (ant)
Suluh Indonesia/ant
PESAWAT TERGELINCIR - Petugas Bandara menarik ke hanggar sebuah pesawat Sriwijaya Air PK-CJA tujuan Jakarta-Padang dengan penumpang 134 orang yang tergelincir di Run 07 Utara Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, kemarin. Hingga saat ini penyebab tergelincirnya pesawat belum diketahui dan tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut.
Modus Bobol Dana Nasabah
Mulut ATM Diberi Korek Api MAGELANG - Seorang pengguna anjungan tunai mandiri (ATM) nyaris kebobolan rekeningnya saat hendak mengambil uang di salah satu anjungan di dekat stasiun pengisian bahan bakar umum di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. “Calon korban itu curiga, karena tiba-tiba ada orang yang menanyakan nomor identitas pribadi kartu ATM, ketika dia kesulitan mengambil uang,” kata Kepala Polsek Mertoyudan, AKP Djoko Susanto, di Magelang, Rabu. Ia tidak bersedia menyebut nama calon korban itu. Calon korban hendak mengambil
KPK Pertimbangkan Panggil Susno Duadji PALANGKARAYA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan kemungkinan memanggil mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji terkait penyelidikan kasus Bank Century. “Nanti kalau perlu (Susno Duadji) dipanggil untuk dimintai keterangan, untuk memberi masukanmasukan,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto, di Palangkaraya, Rabu. Hal itu disampaikan Bibit usai menjadi narasumber dalam acara seminar bertema “Mendorong APBD Palangkaraya Yang Pro-Rakyat Miskin” yang digelar Laboratorium Dakwah Palangkaraya. Menurut dia, selain Susno
tidak menutup kemungkinan sejumlah saksi lain yang pernah dipanggil oleh Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century juga akan dipanggil untuk memberi masukan bagi penyelidikan KPK. Meski demikian, kata Bibit, pemanggilan itu nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan fakta yang ada dalam penyelidikan. Keterangan dari sejumlah saksi tambahan itu, diharapkan akan melengkapi data yang dimiliki KPK maupun data tambahan yang diperoleh dari Pansus DPR yang saat ini masih dimintakan KPK ke Pansus. “Kami sudah kirim surat itu (meminta data dari pansus),” kata Bibit.
Sementara terkait testimoni (pengakuan) tertulis yang disampaikan Susno Duadji kepada Pansus Bank Century, Bibit mengaku KPK masih belum mengetahui isinya, tetapi bisa saja nantinya pihaknya ikut meminta salinan sebagai masukan tambahan bila diperlukan. Susno sebelumnya dikabarkan telah memberikan catatan dalam bahan buku “Bhayangkari Sejati Tidak Pernah Mengeluh” kepada anggota Pansus Bank Century DPR RI, yang diantaranya membahas kasus Bank Century. KPK, kata Bibit, sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan kasus yang hasilnya belum dapat dikemukakan kepada publik. (ant)
Tol Kanci Bisa Tekan Inflasi BANDUNG - Kehadiran ruas Tol Kanci - Pejagan sepanjang 35 kilometer yang menghubungkan Cirebon (Jabar) dengan Brebes (Jateng) akan berperan menekan angka inflasi di kawasan Pantura Jabar. “Tol itu akan mempercepat akses distribusi kebutuhan bahan pokok ke kawasan Cirebon, Indramayu dan sekitarnya, sehingga bisa menekan angka inflasi di kawasan Pantura Jabar,” kata Peneliti Ekonomi dari Laboratorium Manajemen Fakultas Ekonomi
(LMFE) Unpad, Acu Viarta Kartubi di Bandung, Rabu. Menurut Acu, inflasi di kawasan Pantura dipengaruhi oleh akses distribusi barang dan jasa dari kawasan Jawa Tengah. Jalur Pantura merupakan jalur utama perekonomian di Pulau Jawa. Dengan akses jalan yang lancar dan cepat tiba di pasar, jelas akan mengurangi potensi penyebab kenaikan harga yang menjadi penyebab tingginya inflasi di kawasan kota Cirebon. “Jalur tol selain mempercepat akses ke
pasar, juga mengurangi potensi terjadinya pungutan liar yang selama ini menjadi salah satu penyebab produksi biaya tinggi,” kata Acu Viarta. Kehadiran Tol yang menghubungkan dua kota di Jabar dan Jateng itu sangat strategis. Posisinya akan semakin penting bila ke depan terhubung oleh Tol Cikampek - Palimanan yang saat ini dalam proses pembangunan. “Kehadirannya mendorong peningkatan ekonomi daerah, terlebih di kawasan Pantura.” katanya. (ant)
Terima Suap, Siap Sumpah Pocong MANTAN Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Wadudi Nurhasan menyatakan siap sumpah pocong untuk menguji kebenaran keterangannya bahwa seluruh anggota DPRD Pandeglang periode 2004-2009 menerima uang bantuan naik haji dengan total Rp 1,2 miliar dari dana pinjaman Pemkab ke Bank Jabar. “Apa yang saya sampaikan itu benar, dan untuk menguji kebenaran itu saya siap menjalani sumpah pocong,” kata Wadudi yang kini sedang menjalani hukuman di Rutan Pandeglang terkait kasus kredit usaha tani (KUT) ketika dikonfirmasi, Selasa. Ketika memberikan keterangan di PN Pandeglang dalam sidang lanjutan kasus penyuapan dengan terdakwa mantan Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusumah, Wadudi mengaku telah membagi-bagikan uang
kepada seluruh anggota DPRD periode 2004-2009. Uang tersebut berasal dari pinjaman Pemkab Pandeglang dari Bank Jabar. Pemkab Pandeglang pada 2006, saat jabatan bupati dipegang Dimyati Natakusumah mengajukan pinjaman senilai Rp 200 miliar kepada Bank Jabar untuk biaya pembangunan di daerah itu. Sementara mantan Ketua DPRD periode 2004-2009, Aris Turisnadi menilai, langkah mantan anggota DPRD Pandeglang yang melaporkan Wa-
dudi ke Polres dengan tuduhan pencemaran nama baik, sebagai tindakan pengecut. “Keterangan Wadudi bahwa seluruh anggota DPRD periode 20042009 menerima uang kotum haji itu sudah mendasar dan benar adanya,” kata Aris. Selain itu, lanjut Arus, laporan tersebut sangat tidak mendasar karena Wadudi menyampaikan keterangan tersebut dalam persidangan yang dilindungi oleh undang-undang. Mantan anggota DPRD Kabupaten Pandeglang periode 2004-2009, Senin (25/1), melaporkan mantan Wakil Ketua DPRD periode yang sama, Wadudi Nurhasan ke Polres setempat dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik. (ant)
uang di anjungan di tepi Jalan Mayjen Bambang Soegeng, Kecamatan Mertoyudan itu sekitar pukul 07.30 WIB. Namun, katanya, kartu ATM miliknya tertelan ke dalam mesin itu, sedangkan nomor telepon pengaduan yang tertempel di mesin itu ternyata palsu. “Pelaku diduga telah memasang potongan korek api di dalam mesin itu yang membuat kartu ATM tertelan ketika dimasukkan dan tidak bisa ditarik lagi,” katanya. Di luar anjungan, katanya, telah ada orang yang antre yang diduga pelaku pembobol rekening. “Untungnya calon korban tanggap akan kejanggalan itu dan cepat melapor
kepada petugas,” katanya. Seorang petugas satuan pengamanan SPBU setempat, F. Beni A, mengaku, melihat pelaku masuk ke anjungan itu. Kemungkinan, katanya, pelaku pura-pura menawarkan bantuan kepada calon korban yang kesulitan mengambil uang. Pelaku kemudian kabur menggunakan mobil Avanza warna hitam ke arah Yogyakarta, saat sejumlah petugas kepolisian tiba di tempat itu. Beberapa petugas pengelola ATM milik salah satu bank juga datang ke tempat itu untuk mengecek kondisi anjungan. Mereka menemukan potongan korek api di dalam mesin itu. (ant)
Suluh Indonesia/ant
PEMBOBOLAN ATM - Tiga tersangka pembobolan ATM bank dihadirkan dalam pertemuan antara Polda Kalbar dengan sejumlah pimpinan bank di Pontianak, kemarin.