Edisi 15 Februari 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 31 tahun IV Senin, 15 Februari 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Kenaikan Listrik Langgar UU

Perbaiki, Kerjasama

Tingkatkan Kualitas Layanan

LANGKAH manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menaikkan tarif listrik secara sepihak kepada pelanggan 6.000 VA ke atas menyalahi UUNo.30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan...hal. 1

SEKRETARIS Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sjahrial Loetan mengatakan, revisi Peraturan Presiden...hal. 2

PT Jamsostek menjadikan 2010 sebagai tahun peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta program yang saat ini tercatat 29 juta tenaga kerja, bekerja disekitar 60 ribu perusahaan dan 8,3 juta pekerja...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Tiga Kapolda Diganti

Suluh Indonesia/ant

LIONG BATIK - Sejumlah orang mengarak Liong berbahan batik dengan panjang sekitar 100 meter di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, kemarin. Acara ini guna memeriahkan peringatan Tahun Baru China (Imlek) 2561.

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Jakarta, Minggu, mengganti tiga Kapolda dan memutasi puluhan jenderal serta perwira menengah. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang berdasarkan Skep Kapolri No 119/II/2010 tertanggal 14 Pebruari 2009, ketiga Kapolda itu yang diganti itu adalah Sumut, Banten dan NTT. Ia mengatakan, Kapolda Sumut Irjen Pol Badrootin Haiti digantikan oleh Irjen Pol Oegroseno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Badrootin selanjutnya akan menjadi Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri yang saat ini dijabat oleh Irjen Pol Budi Gunawan. Budi selanjutnya menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan. Kapolda Banten Brigjen Pol Rumiah Kertoredjo digantikan oleh Kombes Pol Agus Kusnaedi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Maluku Utara. Rumiah, wanita pertama yang menjadi Kapolda dalam sejarah Polri akan memasuki masa pensiun Kapolda NTT Brigjen Pol Bambang Suedi digantikan oleh Kombes Yorry Worray. Bambang memasuki masa pensiun sedangkan Yorry sebelumnya staf di Irwasum. (son)

Tujuh Pelajar Madrasah Kuningan

Hilang di Pantai Parangtritis BANTUL - Tujuh pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) AR Rasyid Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu sore hilang di kawasan Pantai Parangtritis setelah terseret ombak ke tengah laut. ‘’Ada tujuh siswa yang terseret ombak ke tengah laut saat mereka mandi di pantai Parangtritis,” kata Komandan SAR Pantai Parangtritis, Bantul Ali Joko Sutanto di Bantul, kemarin. Menurut dia, data yang didapat dari guru pimpinan rombongan tujuh siswa kelas IX MTs AR Rasyid yang hilang tersebut adalah Regi Prasetyo, Aditya Achmad, Agus Aq Rojani, Dede Rian, Endi, Anggi dan Anugrah. ‘’Sementara 13 korban lainnya berhasil diselamatkan dan dua di

antaranya harus mendapat perawatan di rumah sakit yakni Risqi Deni Akbar dan Joni Riasih,” katanya. Ia mengatakan, seluruh kekuatan Tim SAR yang ada di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul diterjunkan untuk melakukan pencarian di sepanjang kawasan pantai Parangtritis. ‘’Kondisi pantai sudah gelap dan hujan masih turun, kami juga telah berkomunikasi dengan pihak Rotary Adventure Club Bantul untuk meminta bantuan kendaraan yang bisa berjalan di pasir untuk melakukan penyisiran di sepanjang pantai,” katanya. Ali mengatakan, sampai saat ini Tim SAR Pantai Parangtritis belum menemukan tanda-tanda keberadaan tujuh

korban yang hilang. ‘’Pencarian masih kami lakukan, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan para korban,” katanya. Guru MTs AR Rasyid Darma Kuningan Hanif mengatakan dipastikan sebanyak tujuh siswa hilang, sedangkan 13 siswa yang selamat saat ini sudah bersama dengan rombongan. ‘’Kami pastikan ada tujuh siswa yang hilang, semuanya laki-laki,” katanya. Ia mengatakan, malam itu juga rombongan siswa akan kembali ke Kuningan dan tiga orang guru tetap berada di Pantai Parangtritis menunggu proses pencarian siswa yang hilang. ‘’Siswa yang ikut wisata sebanyak 120 orang,’’ katanya. (ant)

Golkar Ingin Koalisi Hingga 2014 JAKARTA - Partai Golkar menginginkan koalisi dengan pemerintah terus berlangsung hingga 2014 meskipun ada perbedaan sikap soal temuan fakta-fakta dalam kasus Bank Century. Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, Partai Golkar mendapat kabar gembira karena dari komunikasi yang dilakukan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono keduanya berharap agar koalisi terus berlangsung hingga 2014. ‘’Pak Aburizal dan Pak Yudhoyono memiliki kedekatakan emosional, keduanya sering melakukan komunikasi,” kata Priyo Budi Santoso usai diskusi di Jakarta, kemarin. Dikatakan Priyo, kabar yang diterimanya, dari komunikasi antara Aburizal dan Yudhoyono yakni membicarakan banyak hal soal penyelenggaraan pemerintahan serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam komunikasi itu, katanya, juga membicarakan soal hubungan antara Partai Demokrat dan Pemerintah yang sama-sama berharap agar

koalisi berlangsung hingga 2014. Soal usulan pimpinan Partai Demokrat agar Presiden melakukan reshuffle terhadap menterimenteri dari Partai Golkar, menurut dia, reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. ‘’Kebijakan ‘reshuffle’ hanya dilakukan oleh Presiden,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPR ini. Menurut dia, pimpinan Partai Demokrat saat ini juga menginginkan agar koalisi terus berlangsung hingga 2014. Meskipun demikian, katanya, Partai Golkar tetap mengantisipasi kemungkinan terburuk kalau sampai terjadi “reshuffle”. Ketua Umum Partai Golkar sudah memanggil menteri-menteri dari Partai Golkar yakni Menko Kesra HR Agung Laksono, Menteri Perindustrian MS Hidayat, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Golkar memberikan arahan, jika terjadi kemungkinan terburuk dilakukan reshuffle maka ketiga menteri mengikuti sikap partai. (nas)

Pansus Investigasi Nasabah Century JAKARTA - Anggota Panitia Angket Kasus Bank Century DPR , M Romahurmuziy mengatakan, pihaknya akan melanjutkan proses investigasi lapangan dengan mendatangi manajemen Bank Mutiara dan sejumlah nasabah Bank Century di Jakarta, pada Senin (15/2). ‘’Investigasi Panitia Angket di Jakarta dibagi dalam dua hari. Pertama pada Jumat (12/2) dan Senin (15/2) akan dilanjutkan dengan melakukan investigasi lapangan ke Bank Mutiara (dulu Bank Century) dan nasabah Bank Century antara lain di Ciputat,” katanya di Jakarta, kemarin. Selain melakukan investigasi terhadap kasus Bank Century di Jakarta, Tim Panitia Angket Century DPR juga melakukan investigasi lapangan di empat kota lainnya yakni Medan, Surabaya, Makassar dan Denpasar. Menurut Romi, panggilan akrab Romahurmuziy, pada Jumat (12/2) lalu, Tim telah mendatangi jajaran pejabat Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk mencocokkan data yang diperoleh Panitia Angket. Di Gedung BI, kata anggota Fraksi PPP itu, Panitia Angket mengkonfrontasikan atau mengecek silang data 16 kegiatan pemberian Fasilitas

Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) pada 14 November 2008 yang diselesaikan hanya dalam waktu lima setengah jam. Setelah dikonfirmasi dan dilakukan rekonstruksi proses pemberian FPJP, kata Romi, ternyata pihak BI menyangkal. ‘’Bukan lima setengah jam tetapi faktanya sekitar 13 jam. Ini kan ada problem soal pencatatan waktu, penulisan jamnya diundur. Ini ada kesan ketergesaan dalam pemberian SPJP, ini dikhawatirkan menimbulkan spekulasi lain,” katanya. Sedangkan di Kementerian Keuangan, lanjut Romi, Tim Panitia Angket melakukan rekonstruksi rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 21 November 2008. Menurut dia, Tim Panitia Angket menemukan adanya pengunduran rapat KSSK yang semula dijadwalkan pada 20 November pukul 20.00 WIB menjadi tengah malam atau 21 November pukul 01.00 WIB. ‘’Ini terkait pengubahan usulan dari BI pada rapat KSSK, semula pengucuran dana talangan sebesar Rp 1,7 triliun tetapi kemudian oleh sekretariat KSSK berubah menjadi Rp 632 miliar,” katanya. (har)

Mampukah Elite Ciptakan Suasana Sejuk ? KONFLIK elit politik dewasa ini telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Elit politik terbius oleh agenda-agenda kecil, ketimbang hirau dengan agenda besar bangsa Indonesia seperti mengarahkan perjalanan bangsa ke arah kehidupan yang adil, makmur, dan demokratis. Sebenarnya konflik elit tersebut tidaklah selalu bersisi negatif sepanjang ia terlembaga dan mengikuti aturan-aturan yang disepakati bersama. Namun Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Tjahjo Kumolo, mengharapkan semua

elite politik dan pimpinan bangsa, untuk bersama-sama menyejukkan suasana karena situasi politik nasional kini kian panas. ‘’Posisi Pemerintah dan negara kini sedang bergerak cepat dan panas sehingga semua elite harus menyejukkan

Tjahjo Kumolo

agar tercipta suasana kondusif untuk melanjutkan tugas-tugas pembangunan demi kesejahter-

aan rakyat,” kata Tjahjo Kumolo yang juga salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan di Jakarta, kemarin. Ia mencatat sejumlah indikator politik yang membuat situasi semakin panas yaitu adanya sejumlah kasus yang kurang tertangani sesuai harapan publik, seperti tindak kriminalisasi KPK, vonis kontroversial atas kasus Antasari Azhar, terungkapnya banyak rekening fiktif di Bank Century serta aliran dana kampanye), penanganan kasus-kasus korupsi secara ‘tebang pilih’.

“Jangan sampai semua energi terkuras hanya untuk menuntaskan kemelut di tingkat elite bangsa,” ujarnya lagi. Menghadapi semua ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh kader, juga simpatisan PDI Perjuangan, terutama para anggota Fraksi PDI Perjuangan di berbagai jenjang Parlemen, agar semakin solid, kukuh kuat menghadapi berbagai masalah, serta selalu berpihak kepada kepentingan rakyat banyak berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.