Skip to main content

Edisi 28 September 2012 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771 www.suluhindonesia.com

Jumat, 28 September 2012

No. 183 tahun VI

Pengemban Pengamal Pancasila

Pembunuh Siswa SMAN 6 Jaksel

FR Ditangkap di Yogyakarta JAKARTA - Petugas Polres Jakselmeringkus FR yang menjadi tersangka pembacokan pelajar SMAN 6 Bulungan, di sekitar Ringroad I Selatan Condong Catur, Yogyakarta, bersama dua orang temannya. ‘’Ketika ditangkap, ada orang yang mau menjemput tersangka dan mungkin akan mengajak pergi lebih jauh lagi dari Yogyakarta,” kata Kapolres Jaksel Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat di Jakarta, kemarin. Wahyu menyebutkan polisi menangkap FR di sebuah rumah kontrakan bersama temannya. Namun, Wahyu enggan menyebutkan inisial maupun hubungan antara tersangka dengan kedua orang yang turut diamankan petugas tersebut. Perwira menengah kepolisian itu menyatakan tersangka tidak berada di rumah sejak terjadi penyerangan pelajar SMAN 70

terhadap siswa SMAN 6. Penyidik kepolisian akan mendalami dugaan keterlibatan dua orang teman FR yang membantu tersangka melarikan diri. Terkait dengan penanganan kasus terhadap FR yang tercatat sebagai pelajar SMA, Wahyu mengungkapkan penyidik akan memastikan usia tersangka melalui kartu identitasnya. ‘’Kita akan identifikasi kartu identitasnya. Apakah masuk perlindungan anak atau dewasa,” ujar Wahyu. Polisi menduga FR melarikan diri ke Yogyakarta dan ke lokasi yang lebih jauh dengan bantuan dari teman saudara tersangka. Pengacara FR, Nazarudin Lubis membantah, jika dikatakan FR mencoba melarikan diri ke lokasi yang lebih jauh dari kejaran polisi dan mendapatkan bantuan dari dua orang teman saudaranya. (ant)

Terbukti Korupsi

Miranda Divonis Tiga Tahun JAKARTA - Terdakwa kasus suap terhadap sejumlah anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp100 juta. ‘’Terdakwa Miranda Swaray Goeltom bersalah dan terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan pertama pasal 5 ayat 1 huruf b juncto pasal 55 ayat (1) KUHP dan menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun dan denda Rp100 juta,” kata

ketua majelis hakim Gusrizal pada sidang di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin. Hakim menyatakan bahwa terdapat fakta pengadilan bahwa sebelum pemilihan DGSBI, Miranda terbuti bertemu dengan fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari Komisi IX di hotel Dharmawangsa dan Fraksi TNI/ Polri di kantor Miranda di jalan Sudirman Jakarta. Kemudian saksi Dhudie Makmun Murod, Endin Aj Soefihara, Udju Djuhaeri, Darsup Yusuf, Suyitno serta Hamka Yandhu juga terbukti menerima “traveller cheque” (TC)

Bank Internasional Indonesia masing-masing nilainya Rp50 juta. ‘’Setelah ada pemberian TC tersebut maka pada malam harinya setelah dilakukan voting maka terdakwa terpilih sebagai DGSBI 2004-2009,” kata hakim anggota Anwar. Artinya menurut hakim, dengan diterimanya TC oleh Komisi IX yang telah diputus dan punya kekuatan hukum tersebut, unsur memberikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menjadikan penyelenggara negara tersebut melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan

kewajibannya telah terbukti Unsur turut serta Miranda yang didakwakan dalam juncto pasal 55 ayat (1) KUHPjuga dianggap terbukti karena sebelum “fit and proper test saksi Arie Malangjudo atas perintah saksi Nunun Nurbaeti memberikan kantong berisi TC kepada perwakilan fraksi PDIP, PPP, Golkar dan TNI/Polri. Meski Nunun membantah telah memerintahkan Arie melakukan hal itu, saksi Ngatiran mengatakan ambil kantong kertas dari ruang Nunun untuk dibawa kepada Arie. Majelis tidak sependapat dengan dengan kuasa hukum yang mengatakan bahwa

Miranda tidak tahu sama sekali pemberitan TC, dan pemberitan TC kepada perwakilan fraksi di Komisi IX oleh Arie adalah atas perintah Nunun. Banding Atas vonis tersebut, Miranda mengatakan akan langsung mengajukan banding. ‘’Saya kaget, saya tidak menyangka. Saya tidak berbuat apa-apa, Tuhan tahu saya tidak berbuat apa-apa karena itu saya akan naik banding,” kata Miranda. Sedangkan JPU yang dipimpin oleh jaksa Supardi mengatakan pikiri-pikir atas vonis majelis hakim tersebut. (wnd)

Baleg Jegal Revisi Hari Ini

UU KPK

Joko Susilo Diperiksa JAKARTA - KPK menjadwalkan pemeriksaan atas tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Irjen Pol Djoko Susilo. ‘’DS akan diperiksa sebagai tersangka pada Jumat pagi,” kata jubir KPK Johan Budi di Jakarta, kemarin. Surat pemanggilan kepada mantan Kepala Korlantas dan Kepala Akademi Kepolisian tersebut menurut Johan telah dikirimkan sejak Selasa (25/9). ‘’Hanya surat pemanggilan sebagai tersangka,” ungkap Johan saat ditanya apakah Djoko akan langsung ditahan mengingat sejumlah tersangka korupsi langsung ditahan KPK setelah pemeriksaan yang dilangsungkan pada Jumat. Johan juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini KPK belum punya rencana untuk memeriksa Kapolri. Keterkaitan Kapolri dalam kasus tersebut bermula dari adanya surat keputusan Kepala Polri bernomor Kep/193/IV/2011 tertanggal 8 April 2011 yang berisi Penetapan Pemenang Lelang Pengadaan Driving Simulator R4 atau roda empat. Surat tersebut ditandatangani Kapolri Jenderal Timur Pradopo, yang menetapkan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi sebagai calon pemenang tender dengan nilai kontrak Rp142,4 miliar. KPK juga memeriksa tiga orang saksi terkait tersebut kasus dengan total anggaran senilai Rp196,8 miliar tersebut yaitu AKBP Susilo Wardono, AKBP Indra Darmawan Iriyanto dan AKBP Heru Trisasono. Sebelumnya pada Senin (24/9), KPK sudah memeriksa mantan Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo, serta AKBP Teddy Rusmawan dan Kompol Legimo di rumah tahanan (rutan) Korps Brimob. Selain mereka KPK juga memeriksa empat orang anggota panitia pengadaan lelang simulator yaitu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wandi Rustiwan, Komisaris Polisi (Kompol) Ni Nyoman Suwartini, Kompol Endah Purwaningsih dan AKBP Wisnhu Buddhaya di KPK. Saksi lain yang telah diperiksa adalah Analis Kebijakan Madya Regiden Korlantas Polri, Kombes Pol Budi Setiyadi, AKBP Indra Darmawan Irianto yang menjabat Kepala Subdit Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, AKBP Susilo Wardono sebagai Kapolres Temanggung dan AKBP Heru Trisasono selaku Kapolres Kebumen. (ant)

Suluh Indonesia/ant

TERTANGKAP - Siswa SMAN 70 Jakarta FT alias Doyok dengan pengawalan ketat petugas kepolisian memasuki Mapolres Metro Jaksel, kemarin. FT menjadi tersangka pembunuhan dalam insiden tawuran antara SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta.

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Legislasi/Ketua Panja RUU No. 30/2002 tentang KPK Dimyati Natakusumah menegaskan, pihaknya tidak akan meloloskan revisi UU KPK jika hanya akan melukai perasaan masyarakat. ‘’Saya tak akan loloskan revisi UU KPK ini jika tidak berdaya guna dan berhasil guna, apalagi melukai perasaan rakyat,” katanyadalam Dialektika Demokrasi di Gedung MPR/ DPR/DPD Jakarta, kemarin. Diskusi yang mengambil tema “Revisi UU KPK, untuk menguatkan atau melemahkan?” tersebut menghadirkan pem-. bicara Wakil Ketua Baleg Dimyati Natakusumah, Ketua Komisi III Gede Pasek Suardhika, Peneliti ICW Emerson Juntho dan praktisi hukum Petrus Selestinus. Dimyati menjelaskan bahwa draf revisi UU KPK tersebut sudah berada di Baleg dan saat ini sedang dilakukan kajian apakah memang diperlukan untuk revisi itu atau tidak. Menurut Dimyati, jika Baleg tidak menyetujui RUU KPK ini maka tidak akan bisa dilanjutkan. ‘’Proses di Baleg biasanyan 20 hari atau dua kali masa persidangan. Ini tergantung dari hasil kajian, termasuk alasan secara formil maupun terkait substansinya,” katanya. Ia menjelaskan, dalam draf yang diterima itu ada usulan soal penghapusan fungsi penuntutan di KPK. Selain itu, tambahnya, juga ada usulan agar soal penyadapan. (ant)

Presiden Yudhoyono :

Struktur Keamanan Internasional Belum Berubah PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik konstelasi dan arsitektur keamanan internasional yang belum banyak mengalami perubahan sehingga beberapa masalah terkait konflik dan krisis keamanan di beberapa belahan dunia belum bisa teratasi dengan baik. Padahal di sisi lain muncul negara-negara yang menjadi kekuatan baru yang dapat memberikan pembaruan dalam pendekatan penciptaan perdamaian dan keamanan secara global lebih komprehensif, kata Presiden saat memberikan pidato dalam acara peresmian Strategic Review Forum beker-

jasama dengan Foreign Policy Association di Pricewaterhouse Coopers Building, New York, kemarin. Lebih lanjut Presiden mengatakan kondisi tersebut tidak terjadi di ranah ekonomi global dimana bisa mengakomodasi kekuatan-kekuatan ekonomi baru yang muncul pada abad

21 serta bersama-sama memberikan kontribusi kepada penyelesaian krisis ekonomi global. ‘’Dalam bidang keamanan, arsitektur keamanan internasional belum banyak berubah. Sistem kerjasama aliansi juga belum berubah banyak. Anggota tetap dewan keamanan PBB pun belum berubah. Dan kita lihat dalam contoh kasus krisis di Suriah, Dewan Keamanan PBB sikapnya terpecah dalam menanggapi permasalahan tersebut,” tegasnya. Presiden menambahkan berkembangnya kekuatan baru dapat mengubah konstelasi di

dunia dan setiap perubahan hubungan antar kekuatan membawa konsekuensi. ‘’Di masa lalu perubahan dan penyesuaian dilakukan setelah terjadi konflik atau peperangan, namun pada abad ke-21 ini, perubahan tidak lagi dilakukan melalui hal itu. Itulah mengapa kita penting memastikan bahwa tumbuhnya negara-negara sebagai kekuatan yang baru dapat mendorong terciptanya perdamaian dan kerjasama antar negara,” katanya. Indonesia sendiri, kata Presiden Yudhoyono, mendorong kawasan Asia dan Asia Tenggara pada khususnya diwarnai

oleh hubungan antar negara yang berimbang. Dynamic Equilibirium, katanya, merupakan tindakan dimana negara saling bekerjsama dan berbagai tanggung jawab bersama dalam kerjasama yang dilakukan. ‘’Ini penting karena hubungan intenasional bukanlah “zero-sum game”, itu harus membawa kerjasama yang saling menguntungkan. Itu harus berdasarkan pada kepentingan yang setara dan berbagi tanggung jawab yang sama,” kata Presiden seraya mengatakan, perlu diciptakan kekuatan lama dan juga kekuatan baru dapat saling menerima. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Jumat 28 September 2012

2

K ilas Balaikota Dipercantik JELANG pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, gedung Balaikota di Jl Medan Merdeka Selatan tampak dipercantik di beberapa ruangan. Salah satunya seperti ruang Balairung. Di ruangan itu, pilarpilar dan tiang-tiang diamplas, begitu juga dengan cat tembok yang sudah terkelupas. Kumaidi (60), salah seorang petugas Bagian Rumah Tangga Gedung Balaikota DKI Jakarta menuturkan, sudah sejak sepekan lalu, para pekerja melakukan pengelupasan cat serta pengamplasan. Pengerjaannya, kata Kumaidi, dilakukan malam hari agar hasilnya optimal. Diungkapkan Kumaidi yang sudah mengabdi kurang lebih selama 30 tahun di Balaikota mengatakan, perawatan gedung Balaikota seperti yang dilakukan saat ini merukapan perawatan rutin. Biasanya, jelang hari ulang tahun kota Jakarta atau hari besar lainnya, dinding maupun pilarpilar gedung Balaikota memang rutin dibersihkan dan cat ulang. Ketika hal ini ditanyakan kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, orang nomor satu Pemprov DKI Jakarta itu mengaku tidak tahu-menahu, dan mengaku yang mengecat bukan dirinya. (kmb)

Kampung Ambon Digerebek SEBANYAK 57 orang diamankan petugas Polres Metro Jakarta Barat saat penggerebekan di Perumahan Permata atau disebut Kampung Ambon, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat. Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Gembong Yudha, Kamis, mengatakan penggerebekan di Kampung Ambon rutin dilaksanakan sebagai komitmen Polres untuk memberantas pengedaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Jakarta Barat. Penggerebekan tersebut dilaksanakan Kamis dinihari (27/9) sekitar pukul 00.30 WIB hingga pukul 03.30 WIB. Pihaknya berhasil meringkus puluhan pengunjung dan telah diamankan. Mereka ditangkap, lanjut Gembong Yudha, ketika sedang memakai barang narkotika jenis sabu maupun ganja. Gembong mengatakan, terdapat 57 orang yang sudah diamankan polisi yang terdiri dari 53 laki-laki dan empat perempuan. Mereka merupakan pemilik dan pengguna yang berada di kompleks tersebut. Selain 57 tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti dari tempat penggerebekan. (ant)

Hakim Tolak Eksepsi Angie MAJELIS hakim menolak eksepsi (nota keberatan) terdakwa kasus suap pembahasan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Angelina Patricia Pinkan Sondakh. Sebelumnya, dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Sudjatmiko, penasihat hukum Angie Teuku Nasrullah sebelumnya mengajukan lima butir keberatan terkait dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut hukum. Eksepsi satu yang mengatakan bahwa dakwaan tidak jelas karena menggunakan pasal 64 KUHP tidak membatalkan dakwaan karena perbuatan berlanjut dan akan diketahui kebenarannya saat pemeriksaan perkara. Kemudian terkait dengan keberatan pada penerapan pasal 12 huruf a Undang-undang Tipikor dianggap tidak beralasan karena merupakan keweangan penuntut umum. Hakim melihat bahwa eksepsi kuasa hukum ternyata tidak beralasan menurut hukum. (wnd)

Suluh Indonesia/ant

AKSI BURUH - Ribuan buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) melakukan "long march" menuju kantor Kemenakertrans sesuai unjukrasa di Kantor Kemenkes Jakarta, kemarin. Mereka menuntut diantaranya dihapuskannya sistem "Outsourcing", menolak upah murah, jalankan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pangdam Jaya :

TNI Siap Disiplinkan Pelajar JAKARTA - Pangdam Jaya/ Jayakarta Mayjen TNI E Hudawi Lubis menegaskan pihaknya siap memberikan latihan-latihan kedisplinan kepada para pelajar agar dapat meredam aksi tawuran yang belakangan ini terjadi. ‘’Kami siap memberikan memberikan latihan kedisplinan. Di Rindam Jaya pun, sudah ada beberapa yayasan anak-anak sekolah yang melakukan latihan displin dan mental,” kata Pangdam Jaya saat ditanya soal aksi

tawuran pelajar yang belakangan ini terjadi hingga menyebabkan dua pelajar tewas, di GOR Ciracas, kemarin. Ia mengaku prihatin dengan kondisi kaum pelajar yang sering melakukan tawuran, bahkan menyebabkan pelajar meninggal dunia. ‘’Kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, namun beberapa pihak harus mengambil langkah pencegahan. Kodam Jaya akan berkomunikasi dengan instansi terkait untuk mencegah jangan

ada lagi tawuran,” katanya seraya mengatakan alat-alat yang dibawa oleh para pelajar sangat membahayakan. Menurut dia, Kodim-Kodim yang berada di bawah Kodam Jaya harus berkomunikasi dengan sekolah-sekolah dan dapat membina siswa sekolah agar tidak terjadi lagi tawuran. Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) sendiri, lanjut dia, tidak bisa berkomunikasi langsung dengan sekolah-sekolah. Babinsa hanya bisa melakukan

Dijadikan Tersangka JAKARTA - Penyidik Polres Jakarta Selatan menetapkan tiga tersangka dari SMK Kartika Zeni terkait pembacokan hingga menewaskan pelajar SMK Yayasan Karya (Yake) 66, Deni Januar. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Selatan, AKBP Hermawan di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya mengamankan 11 orang dari SMK Kartika Zeni dan SMK Yake 66. Kemudian, penyidik menetapkan dua orang tersangka dari 11 orang yang diamankan tersebut, yakni EK dan GL dari SMK Kartika Zeni. Awalnya, polisi telah menetapkan tersangka terhadap AD yang diduga sebagai pelaku utama yang membacok Deni Januar. Hermawan menuturkan EK dan GL berperan sebagai pelaku yang menendang dan memukul korban Deni Januar. ‘’Mereka (tersangka) sudah ditahan di Polrestro

Kuras Rp 499 juta setelah dilakukan rapat dengan jajaran Komisi A DPRD DKI, akhirnya anggaran dipangkas dua kali. Sehingga kini anggaran yang akan digunakan untuk pelantikan hanya Rp 499,407 juta,” ujar Mangara Pardede di Jakarta, kemarin. Disebutkan Mangara, anggaran yang dipangkas pada tahap pertama sebesar Rp 424 juta, terdiri dari, anggaran untuk paduan suara Rp 99 juta, penyanyi atau artis Rp 160 juta, sound system Rp 75 juta, dokumentasi dan dekorasi Rp 70 juta dan sewa keroncong tugu Rp 20 juta. Dari hasil pemngkasan tahap pertama, anggaran yang tersisa menjadi hanya Rp 626 juta. Karena banyak kalangan menilai masih cukup besar, kata Mangara, pihaknya kemudian memangkas lagi sebesar Rp 127 juta. ‘’Jadi total penghematan mencapai Rp 551 juta atau 52,46 persen,’’ kata Mangara. (kmb)

Jokowi Jangan Terapkan Politik Hutang Budi KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menginginkan agar Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk tidak menerapkan politik “hutang budi” dan tetap menjunjung tinggi penegakan hak asasi. Mekanisme koreksi tersebut, ujar dia, sangat diperlukan guna mengidentifikasi orangorang yang terlibat kejahatan HAM di masa lalu. ‘’Jika ditemukan keterlibatan tersebut, maka orang tersebut harus tidak diperkenankan untuk menduduki jabatan struktural ataupun jabatan politik dalam pemerintahan,” katanya. Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survey

Jakarta Selatan,” ujar Hermawan seraya menambahkan sembilan orang lainnya dipulangkan karena tidak cukup bukti. Hermawan menambahkan para tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan hilang nyawa orang dengan ancaman penjara 15 tahun. Namun, penyidik kepolisian memberlakuan Undang-Undang Perlindungan Anak, karena tersangka berusia 15 tahun atau di bawah umur dengan ancaman penjara sepertiga hukuman maksimal atau sekitar lima tahun. Sebelumnya, peristiwa tawuran antara SMK Yake 66 dengan SMK Kartika Zeni Jakarta Timur terjadi di Jalan Payahkumbuh, Jakarta Selatan, Rabu (26/9) sekitar pukul 12.30 WIB. Ketika lima siswa SMK Yake 66 turun dari Metromini mendapatkan serangan dari 15 siswa SMK Kartika Zeni. (ant)

Nakal Suluh Indonesia/ant

TAWURAN PELAJAR - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Badryah Fayumi menunjukkan catatan tawuran pelajar yang terjadi di Jabodetabek di kantor KPAI Jakarta, kemarin.

Kontras :

Koordinator Kontras Haris Azhar dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin mengatakan, pami meminta saudara Joko Widodo untuk tidak menerapkan politik ‘hutang budi’. Kontras juga mengutarakan harapannya agar partai politik, konstituen, dan simpatisan Jokowi agar mengedepankan sistem koreksi terhadap para pelaku pelanggaran HAM berat.

seperti yang ditayangkan di televisi. Syukur anak-anak kita bisa mengajak teman-temannya untuk tidak melakukan perbuatan seperti itu,” kata Pangdam Jaya. Untuk diketahui, tawuran pelajar antara SMAN 6 danSMAN 70 mengakibatkan siswa SMAN 6 tewas, yakni Alawy Yusianto Putra. Tawuran yang terjadi di bilangan Manggarai, juga menewaskan satu orang pelajar, SMK Yayasan Karya (Yake) 66, Deni Yanuar. (kmb)

Tiga Siswa

Pelantikan Gubernur JAKARTA - Setelah menuai protes dan keberatan dari banyak kalangan, Sekretariat DPRD DKI Jakarta akhirnya memangkas anggaran untuk pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Semula, anggaran pelantikan itu mencapai Rp 1,05 miliar. Namun, kini telah dipangkas sebanyak dua kali masing-masing sebesar Rp 424 juta dan Rp 127 juta. Pemangkasan dilakukan saat rapat Sekretariat DPRD DKI Jakarta dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta belum lama ini. Dengan demikian, anggaran pelantikan yang dialokasikan yakni sebesar Rp 499,407 juta. Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Mangara Pardede mengatakan, awalnya dalam APBD DKI 2012 dialokasikan anggaran pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 20122017 sebesar Rp 1,05 miliar. Namun, karena banyak mendapat keberatan dan permintaan pemangkasan, akhirnya anggaran tersebut dipangkas. ‘’Jadi,

komunikasi di lingkungan masyarakat. ‘’Kalau mereka menemukan ada warga yang nakal, tentu mereka berkomunikasi dengan lingkungannya, baik itu camat, lurah, maupun kepala desa,” ujarnya. Hudawi sendiri mengaku, di lingkungan Kodam Jaya dirinya telah memerintahkan prajurit-prajuritnya yang memiliki anak agar melakukan pembinaan terhadap anaknya dengan baik. ‘’Jangan sampai anakanaknya ini melakukan aksi

Joko Widodo

di sejumlah media elektronik menyebutkan bahwa pasangan Jokowi-Ahok unggul atas pasangan Foke-Nara dalam Pilkada DKI Jakarta. Untuk itu, Kontras juga me-

minta masyarakat Jakarta dan masyarakat Indonesia secara lebih luas untuk menyadari bahwa realitas kemenangan Jokowi harus tidak menjadi jembatan politik untuk pemenangan figur yang diduga melanggar HAM dalam Pemilihan Presiden 2014. ‘’Kemenangan Jokowi harus dimaknai sebagai suara rakyat, dan suara rakyat hendaknya ditempatkan untuk tujuan-tujuan kewargaan yang menjunjung tinggi HAM, termasuk di dalamnya mendukung penuh penyelesaian kasus penculikan penghilangan paksa 1997/1998,” kata Haris Azhar. Ia juga mengingatkan, teru-

tama untuk partai politik, bahwa semua pelanggar HAM yang berat harus bertanggung jawab terlebih dahulu di peradilan yang jujur sebelum maju mencalon diri menjadi presiden atau pejabat publik. Koordinator Kontras menegaskan, impunitas bukanlah pembebasan tanggung jawab dimuka proses hukum, dan alasan keterpaksaan “tugas negara di masa lalu” tidak dapat diterima. ‘’Apalagi, korban dan penderitaannya masih meluas hingga hari ini. Sebagai contoh, yang dihilang masih belum kembali. Kejahatan seperti ini tidak akan lekang dimakan waktu,” katanya. (ant)

33 Angkot Ditilang JAKARTA - Untuk menekan angka kecelakaan dan kejahatan di angkutan umum, operasi penertiban digelar petugas Sudin Perhubungan Jakarta Utara di Terminal Tanjungpriok, Jakarta Utara. Dalam penertiban itu, sebanyak 33 angkutan umum ditilang dengan jenis pelanggaran seperti , sopir tidak memiliki kartu pengenal anggota (KPA), kartu pengenal pengemudi (KPP), tidak memakai seragam, kendaraan tidak laik jalan karena tanpa bemper depan, wiper, dan bodi keropos. Ke-33 angkutan umum yang ditilang itu meliputi angkutan pengganti bemo (APB) sebanyak 4 unit, koperasi wahana kalpika (KWK) sebanyak 17 unit, dan mikrolet sebanyak 12 Unit. “Kendaraannya hanya ditilang dan tidak dikandangkan. Mereka bisa kembali berop-

erasi lagi. Kami memberikan surat tilang kepada sopir angkot dan menahan surat tanda uji kelayakan (STUK) atau KIR kendarannya. Kami juga memberi imbauan agar kendaraan yang tidak laik jalan segera dilengkapi,” ujar Sukadi, Komandan Regu Penertiban Sudin Perhubungan Jakarta Utara, kemarin. Dalam penertiban tersebut, pihaknya mengerahkan personil gabungan dari Sudin Perhubungan Jakarta Utara sebanyak 15 anggota, Polantas Jakarta Utara 2 anggota, dan 2 anggota dari Garnisun. Ia menyebut, selain di Terminal Tanjungpriok, pelanggaran angkutan umum juga rawan terjadi di Jl Cakung Cilincing, Jl Boulevard Raya, Jl RE Martadinata, Jl Yos Sudarso, Jl Bukit Raya Pluit. ‘’Operasi ini rutin dilakukan. Dalam sebulan kami menggelar 8 kali operasi,’’ katanya. (ant)


Metr politan

3

Suluh Indonesia, Jumat 28 September 2012

PNPM Jadi Contoh

Entas Kemiskinan JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengatakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) merupakan salah satu model atau contoh mengenai bagaimana melaksanakan program pengentasan kemiskinan. ‘’Pola ini tidak bisa sembarang dicapai tanpa menunjukkan keberhasilan perjalanan dan pencapaian sasaran yang tepat,” kata Wapres Boediono saat membuka Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Expo dan Award tahun 2012 di Jakarta, kemarin. Wapres menambahkan, pada setiap kunjungannya ke berbagai daerah di Indonesia dirinya selalu menyempatkan diri melihat realisasi program PNPM. ‘’Dari hasil kunjungan tersebut saya bisa merasakan betapa besar manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat atas keberhasilan program

tersebut contohnya air bersih, sarana-prasarana dan lain sebagainya,” katanya. Menurut dia, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dua hakikat penting yang ada dalam PNPM yakni unsur filsafat dan mekanisme operasional. ‘’Unsur pertama yakni filsafat menunjukkan bahwa PNPM merupakan program dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat dan itu merupakan esensi yang paling penting terkait kesejahteraan masyarakat,” katanya. Unsur kedua, tambah dia, adalah mekanisme operasional di lapangan yang sudah teruji, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. ‘’Unsur tata kelola pemerintahan yang baik juga tidak terlepas dari program PNPM,” katanya. Dua unsur tersebut, kata Wapres harus terus dijaga dan dilanjutkan. (ant)

Paradigma Intelijen

Telah Jauh Bergeser JAKARTA - Pakar bidang pertahanan dan kemanan dari Universitas Indonesia Andi Widjajanto mengatakan paradigma atau cara pandang terhadap intelijen saat ini telah bergeser. ‘’Kalau dulu intelijen itu terkait dengan keamanan, kini intelijen lebih menganut ‘zero enemy, million friends’,” ujar Andi saat acara bedah buku “Intelijen, Profesi Unik Orang-orang Aneh” karya Supono Soegirman di Jakarta, kemarin. Menurut Andi paradigma intelijen sebelumnya selalu memikirkan skenario terburuk yang akan terjadi terkait masalah keamanan negara sehingga memerlukan pendidikan strategis untuk menanganinya. Selain itu, untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses intelijen juga sulit. ‘’Kini justru sebaliknya, intelijen

lebih terbuka dan tidak bisa lagi konfrontatif. Informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan juga ‘overload. Kami ambil contoh misalnya Amerika Serikat yang memantau keberhasilan sasaran penyerangan di sejumlah titik di Baghdad saat Perang Teluk melalui CNN. Ini awal intelijen yang bersifat terbuka,” ujarnya. Andi membagi periode pergeseran intelijen yang dimulai pada awal-awal kemerdekaan yang disebutnya sebagai militerisasi intelijen. Kala itu, Komandan Intelijen TNI AD pertama di Indonesia Zulkifli Loebis merupakan sosok penting dalam dunia intelijen Indonesia. Selanjutnya dilanjutkan dengan periode politisasi intelijen yang dipimpin oleh Subandrio dan kemudian periode rezim orba. (ant)

Suluh Indonesia/ant

FPKS BERTEMU PBNU - Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid saat bertemu dengan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj (kanan) di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, kemarin. Pertemuan tersebut dalam rangka dukungan Fraksi PKS terhadap hasil Munas PBNU untuk memperkuat peran KPK.

Pendidikan Pancasila

Tak Tertanam Dalam Sikap JAKARTA - Ketua Dewan PPAD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menilai rendahnya pengamalan Pancasila oleh masyarakat tidak tertanam dalam sikap yang disebabkan sistem pengajaran dasar negara itu sejak dini. ‘’Penerapan Pancasila hanya mengendap pada kognisi (kecerdasan) saja tidak sampai pada afeksi (sikap),” kata ketua Dewan Pengkajian Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) itu di Jakarta, kemarin. Berbagai kegiatan sosialisasi Pancasila kepada rakyat In-

donesia hanya melatih kecerdasan saja, kata Ketua Dewan PPAD itu dalam diskusi “Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Profesi Anak Bangsa.” Dia mencontohkan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas), Pancasila sekedar lomba cerdas cermat, pidato, dan bahan ajar. Kiki melanjutkan, Pancasila juga harus masuk kurikulum dengan mengajarkan Pancasila secara terpadu bukan sekedar pada durasi ajar. ‘’Tidak seperti Sisdiknas sekarang

yang berbasis kompetensi, seharusnya direvisi menjadi kurikulum yang mengarah pada Pancasila,” katanya. Sistem tersebut tidak dapat membangun afeksi Pancasila. ‘’Pada Olimpiade Sains, Indonesia sering mengalahkan negara besar seperti Jepang. Tapi pengetahuan ke-Indonesiaan-nya terkadang rendah,” katanya. Menurut dia, ada beberapa dari mereka yang tidak tahu mengenai ibukota Propinsi Jawa Tengah atau budaya daerah dari Indonesia. ‘’Sangat

disayangkan bila itu terus-menerus terjadi,” katanya. Jika pendidikan Pancasila yang diberikan selama ini sudah mulai dilupakan, menurut dia, karena sosialisasinya melalui pendekatan kognitif yakni hanya pengetahuan, bukannya melalui pendekatan afektif yakni penanaman nilainilai moral. Di tempat yang sama, Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari mengatakan, Pancasila tidak diamalkan oleh sebagian besar rakyat. ‘’Dasar negara itu hanya berhenti pada ver-

bal (kata-kata) tapi pengamalannya kurang,” katanya. Dia mencontohkan, banyak outbond atau kegiatan menunjukkan peserta yang hafal Pancasila, UUD 1945, peraturan negara berikut ketetapan MPR secara mendetail. ‘’Tetapi kecintaan terhadap negara sangat rendah seperti terjadi perselisihan berbau suku agama ras, saling merendahkan, dan tidak menghargai satu sama lain,” katanya seraya mengusulkan untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila di berbagai lini masyarakat. (ant)

KI LAWANG DARI GUNUNG CIREMAI

Ki Lawang yang merupakan pendekar dari gunung Ciremai dengan keahliannya siap memberikan kekebalan, kejantanan dan persugihan. Disamping itu Ki Lawang juga membuka konsultasi spiritual healing yang meliputi: ramal, hipnoterapi, susuk, buka aura, problema rumah tangga,

harmonisasi rumah tangga, karier, kedudukan atau jabatan dan ruwatan. Ki Lawang sudah menekuni profesinya sebagai paranormal sejak masih kecil tepatnya sejak duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar. Ki Lawang pun berasal dari keluarga kesepuhan yang sudah

tiga turunan memawarisi keahlihan paranormal secara turun temurun dan Ki Lawang merupakan keturunan kesepuhan yang ke empat yang menyandang ilmu ini. Saat ini Ki Lawang ikut ke anggotaan Forum Komunikasi Paranormal dan Pengobatan Alternatif Indonesia (FKPPAI), sebuah perkumpulan yang mewadahi paranormal sebagai profesi yang profesional. Ki Lawang berkisah bahwa, suatu hari pernah didatangi oleh pasien yang menginginkan pesugihan seperti beliau tuturkan sebagai berikut “ Saya pernah menolong orang susah, orang tersebut mau minta pesugihan, tapi saya melarang, akan tetapi orang tersebut tetap ngotot mau pesugihan,

sehingga saya tetap melayani orang tersebut dan Alhamdulilah pesugihan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan, sampai sekarang hidupnya lebih dari cukup bahkan bisa dikatakan makmur” Saat ini Ki Lawang membuka praktek dan bisa ditemui di Kampung Pabuaran Rt 005/003 Jatirangon kecamatan Jatisampurna Bekasi. Dengan motto “Kekuatan Hati Dapat Mengalahkan Segalanya Yakin dan Optimis Pasti Ada Solusi dan Jalan Keluar”. Ki Lawang siap memberikan solusi terhadap permasalahan permasalahan anda. Segera hubungi Ki Lawang atau datang langsung pada alamat yang tertera di bawah ini:

Alamat : Kampung Pabuaran RT.005 RW.003 Kelurahan Jatirangon Kec. Jatisampurna. Bekasi Telepone : 082125543191/083897820558 C.004580-Adv2


Megap litan

Suluh Indonesia, Jumat 28 September 2012

4

L intas SKPD Lakukan Razia MENGANTISIPASI kasus tawuran pelajar di Kota Tangsel, Pemerintah Kota setempat berencana memperketat ruang gerak pelajar diluar jam sekolah. Monitoring pun dilakukan disejumlah tempat yang disinyalir kerap menjadi tongkrongan pelajar seperti di mall-mall dan taman kota. Kasat Pol PP Tangsel, Sukanta di Tangerang, kemarin mengatakan, pihaknya melakukan monitoring ke sejumlah titik yang berpotensi menjadi pemicu tawuran pelajar. Lebih lanjut Sukanta mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan, Kepala sekolah dan Kepolisian untuk membahas mengenai antisipasi tawuran yang saat ini tengah menjadi trend dikalangan pelajar. Setelah pembahasan mengenai tawuran ini akan dilanjutkan dengan razia gabungan ke sejumlah titik termasuk di sekolahan. Mengenai sanksi yang akan diberikan, Sukanta mengaku belum tahu, namun dirinya berharap pelaku tawuran dapat diproses. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah membenarkan adanya rencana razia gabungan ini. (nov)

Kantor Walikota Didemo RATUSAN mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Muslim Indonesia (HMI), Cabang Kota Bogor melakukan aksi unjukrasa dengan memblokir pintu masuk kantor Walikota Bogor, di Jalan Ir. Juanda No.10, kemarin. Aksi ini dilakukan untuk menolak kebijakan pemerintah setempat yang menaikan tarif dasar air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Bogor sebesar 20 persen, dengan alasan untuk menutupi kerugian biaya produksi. Ahmad, salah satu mahasiswa dalam orasinya mengatakan, janji-janji selama ini adalah omong kosong, sebab PDAM Bogor selama ini masih untung besar karena begitu melimpahnya sumberdaya alam (air) yang ada di Bogor. Jadi jangan disamakan Bogor dengan Jakarta atau kota lain yang memang membutuhkan biaya besar untuk mengolah dan memproduksi air bersih. Kebijakan kenaikan tarif dasar air sebesar 20 persen mulai 01 Oktober nanti, jelas sangat memberatkan masyarakat. (bas)

Polisi Buru Penculik Nandita KEPOLISIAN Resor Kota Bogor terus memburu penculik model cantik, Erwin Sanjaya (35) yang diuga melarikan Nandita Riyani Abizar (15) sejak tanggal 1 September lalu. Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Didik Purwanto mengatakan, setelah mendapat laporan dari orang tua korban, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Menurutnya, pengejaran dilakukan setelah keluarga korban memberikan identitas pelaku. Dikatakan Didik, pelaku memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, tinggi besar, rambut ikal dan memiliki tiga KTP, yakni KTP Riau, Sukabumi dan Bogor. Dirinya juga berharap bagi siapa saja yang menemukan atau melihat korban dan pelaku segera melaporkan ke Polres Bogor Kota atau kantor kepolisian terdekat. (him)

Suluh Indonesia/ant

PEKAN IMUNISASI NASIONAL - Seorang murid sekolah dasar menahan sakit saat diberikan suntikan imunisasi campak di SDN Pamulang Permai, Pamulang, Tangsel, kemarin. Pemberian imuisasi campak gratis itu dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Sekolah tingkat Nasional yang berlangsung selama bulan September,Oktober dan November.

Sungai Cileungsi

Tercemar Limbah Pabrik BOGOR – Kian menjamurnya pabrik-pabrik besar di kawasan Cileungsi, Kecamatan Gunung Putri, Bogor mengancam kerusakan sungai sekitar. Salah satunya yang terjadi di Sungai Cileungsi yang kini airnya mulai menguning dan tak lagi jernih. Tercemarnya Sungai Cileungsi diduga akibat terkontaminasi berbagai molekul limbah dan hasil industri pabrik yang dibuang ke sungai terse-

but. Kondisi itu diperparah lagi dengan kebiasaan masyarakat sekitar aliran sungai yang kerap membuang hajat. Untuk memastikan apakah Sungai Cileungsi positif tercemar limbah, Petugas petugas Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu melakukan pengujian kadar keasaman (PH) di beberapa titik sungai. ‘’Salah satunya, kami ambil

sampel air sungainya dibawah Jembatan Transyogi,”kata Kasubid Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH Kabupaten Bogor, Sugeng Suwandi. Hasil dari pengujian tingkat keasaman Sungai Cileungsi yang dilakukan BLH Kabupaten Bogor didapatkan bahwa kadar PH melebihi ambang batas normal. ‘’Nilainya mencapai 7,3 yang berarti melebihi batas angka normal yakni 6-7. Namun hasil ini

akan diteliti lagi untuk ditindaklanjuti,” terangnya. Sugeng menduga tercemarnya Sungai Cileungsi sudah diprediksi dan harus dimaklumi. ‘’Cileungsi termasuk daerah yang rentan terkena pencemaran lingkungan, sebab wilayah tersebut masuk kawasan industri yang rentan pencemaran limbah,” terangnya. Kondisi yang sama pula terjadi di wilayah Kota Bogor, yakni di dua sungai besar yakni

Ciliwung dan Cisaane. Bedanya, kedua sungai tersebut tercemar akibat limbah rumah tangga manusia. “Kandungan bakteri Escherichia Coli (Ecoli) pada Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung masih sangat tinggi akibat kebiasaan masyarakat sekitar yang langsung membuang tinja ke sungai,”jelas Staf Pengendali Pencemaran Lingkungan pada BLH Kota Bogor Dwi Darmayanti Vaya. (him)

Di Depok

Pemkab Bogor

Pelajar Saling Serang

Bongkar Lantai Hotel Parung Transit

DEPOK - Petugas gabungan dari Polri dan TNI Koramil Sukmajaya berhasil menghalau puluhan pelajar SMP yang tengah tawuran di Jalan Merdeka, Depok, kemarin. Petugas yang dibantu juga oleh warga sekitar berhasil mengamankan tiga pelajar SMP yang belum diketahui asal sekolahnya. Sedangkan dari lokasi tawuran yang tak jauh dari Kantor Unit Laka Polresta Depok. Warga menghasil mendapatkan barang bukti seperti sabuk berkepala gear motor dan beberapa bambu. Menurut Ujang, warga sekitar yang juga ikut melerai aksi tawuran terjadi sekitar pukul pukul 15.30 WIB. Iya mengaku tak mengetahui asal mulai terjadi berntrokan. Namun tibatiba saja mereka saling serang. ‘’Saya tak mengetahui pelajar

smp mana karena rata-rata menggunakan jaket. Mereka saling serang dengan menggunakan bambu dan sabuk, tapi setelah Polisi datang mereka langsung lari kocar-kacir,” ujar Dadang yang juga melerai aksi tersebut. Beberapa petugas kepolisian yang berada di lokasi tawuran juga menemukan sejumlah tas milik para pelaku yang di tinggal. Dari tas tersebut polisi mengamankan lima senjata tajam yang terbuat dari gear motor. Sementara itu, sebanyak 54 pelajar SMK asal Kota Bogor juga berhasil diamankan saat diduga akan menyerang salah satu SMK di Kota Depok, Jabar. Ketika diperiksa petugas mereka tak mengaku akan melakukan tawuran namun hanya ingin ke Depok. (jif)

Satpol PP Bekasi

Sita Reklame Ilegal BEKASI - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Jawa Barat, menyita 30 papan reklame ilegal beragam ukuran yang terpasang di Kecamatan Bekasi Selatan. ‘’Razia ini difokuskan pada reklame ilegal dan spanduk yang terpasang di batang pohon dan tiang listrik serta di sekitar Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Pekayon, M Hasibuan, KH Noor Ali, dan Jenderal Sudirman,” ujar Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Bekasi, Kandar Iskandar. Menurut dia, kegiatan itu dilakukan secara rutin tiga kali sepekan secara acak di 12 ke-

camatan setempat. Tujuannya, untuk ketertiban umum dan menjaga keindahan kota. ‘’Keberadaan spanduk liar itu membuat kesan kumuh sehingga merusak keindahan Kota Bekasi. Ada yang berbentuk produk hingga wajah bakal calon wali kota dari partai politik tertentu,” katanya. Upaya pembongkaran papan reklame dan spanduk itu, kata dia, melibatkan tujuh personel Satpol PP untuk setiap titiknya. ‘’Pemasangan spanduk ilegal itu melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2006 tentang penyelengaraan reklame,” katanya. (ant)

KORAN GRATIS TERBESAR PERTAMA DI INDONESIA

SMS IKLAN BARIS 0811 3898 000 Rp. 50.000,10 Baris, 10 kali muat/sebulan G.09-Promo

Suluh Indonesia/bas

KENAIKAN TARIF - Para mahasiswa di Bogor saat melakukan aksi unjukrasa menolak kebijakan kenaikan tarif dasar air PDAM Tirta Pakuan Bogor, kemarin.

BOGOR - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis siang melakukan pembongkaran salah satu bangunan hotel Parung Transit yang selama ini dinilai telah melanggar aturan dengan menyediakan jasa hiburan malam. Pembongkaran lantai dasar bangunan hotel tersebut dilakukan menggunakan alat berat berupa satu unit mobil mesin pengeruk eskavator. Berdasarkan pemantauan, pembongkaran dilakukan pada lantai dasar salah satu bangunan hotel yang penggunaannya tidak sesuai peruntukannya. Lantai dasar hotel tersebut yang harusnya menjadi lahan parkir tapi dijadikan kamar tidur para pelanggan. Pembongkaran Parung Transit tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian yang berjagajaga di depan pagar hotel. Selain itu, sejumlah perwakilan masyarakat dari Gerakan Masyarakat Parung (Gempar) juga turut mendatangi hotel untuk melihat pembongkaran.

‘’Kami berharap hotel ini tidak hanya dibongkar tapi juga ditutup total karena keberadaanya lebih banyak mudarotnya dari pada manfaatnya,” kata Zainudin, salah satu perwakilan masyarakat Parung dari ormas Gempar. Zainudin yang didampingi ketua Gempar Mathusin menyatakan, masyarakat Parung sudah geram dengan keberadaan hotel tersebut. Keberadaan hotel tersebut telah mengganggu kestabilan masyarakat Parung yang terkenal agamis. ‘’Manfaatnya hanya satu, mudarotnya lebih banyak. Banyak istri yang cerai karena hotel ini, dan banyak generasi muda yang menjadi penghibur,” katanya. Menurut Mathusin, pihaknya berharap Pemerintah Daerah betul-betul tegas dalam menghadapi Hotel Parung Transit. ‘’Kami minta tidak ada main-main antara pemerintah daerah, jika ini tidak dibongkar tuntas maka kami akan bertindak tegas. Jangan salahkan kami bila kami bertindak nantinya,” kata dia. (ant)

PKS-BSMI

Pentingnya Posko Kesehatan Gempa Bogor DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Bogor bekerja sama dengan tim dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) membuat posko kesehatan guna membantu korban gempa di Kecamatan Pamijahan. Ketua Bidang Humas DPD PKS Kabupaten Bogor, Eka Wardana di Cibinong, Kamis menjelaskan sehari sejak gempa bumi berkekuatan 4,5 skala Richter (SR) yang Bogor Minggu (9/9) dini hari, pihaknya bergerak cepat dengan membangun Posko Bencana di rumah Ketua DPC PKS Pamijahan Iwan Setiawan. Ia menjelaskan, direncanakan nantinya balai pengoba-

tan juga akan disiapkan di tiga desa yang terkena bencana. Menurut dia, tim Kesehatan dari DPD PKS Kabupaten Bogor sudah bergerak ke Pamijahan. ‘’Insya Allah, kita pun akan bekerja sama dengan tim kesehatan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang akan membuat posko kesehatan secara ‘mobile’ sehingga bisa menjangkau ke masyarakat ke pelosok,” katanya.

Terkait bencana itu, menurut dia, anggota DPR Dapil Bogor dari PKS Soenmandjaja Rukmandis bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno, yang juga anggota Dapil IV Kabupaten Bogor, mengunjungi daerah bencana dan memberikan bantuan. Sementara itu, Wasto Sumarno setelah melakukan kunjungan lapangan dan dialog dengan beberapa pejabat setempat, menyimpulkan selain aspek penanganan korban dengan penyediaan logistik dan kesehatan, maka hal mendesak adalah penanganan tempat tinggal dari para korban. ‘’Kalau kita lihat, kondisi rumah tinggal mereka banyak yang

sudah hancur dan tidak layak huni sehingga perlu bantuan segera. Saya akan dorong Pemda untuk bisa mengalokasikan anggaran dalam perbaikan rumah-rumah tersebut ke program bantuan RTLH (rumah tidak layak huni) sehingga mereka tidak menunggu terlalu lama untuk bisa menempati rumahnya kembali,” katanya. Ia menambahkan anggaran tersebut akan dimasukkan dalam rancangan anggaran perubahan pada APBD 2012 yang akan diselesaikan September ini. Korban puting beliung Wasto Sumarno juga mengharapkan kepada Pemkab Bogor bahwa bantuan bagi

korban bencana, hendaknya tidak hanya untuk korban bencana gempa di Pamijahan. Namun, kata dia, juga kepada korban angin puting beliung yang juga melanda Kecamatan Ciomas. Ia merujuk laporan Ketua DPC PKS Ciomas Dodi Nurhadi yang menyebutkan ada sekitar 400 jiwa kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di Balai Desa Sukamakmur Ciomas. ‘’Saya kira mereka pun tetap harus mendapat perhatian yang sepadan dengan para korban bencana di Pamijahan. Jadi, saya juga sudah meminta aparat Pemda untuk turun ke lokasi bencana di Ciomas,” katanya. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Jumat 28 September 2012

F OKUS Pemuda dan Pelajar Harus Bersedia Mendengar EWASNYA dua pelajar sekolah menengah atas di Jakarta, jelas merupakan peristiwa menyedihkan. Kita sangat prihatin dengan hal seperti ini. Banyak yang merenung, apakah tawuran pelajar itu mendapatkan inspirasi dari kekerasan yang terjadi pada oeang-orang dewasa. Bukankah kekerasan politik dan kekerasan yang berbau SARA itu dilakukan oleh orang-orang dewasa, bahkan dengan rekayasa segala macam? Kita semakin dibuat bingung lagi karena adegan-adegan kekerasan itu juga banyak mucul di layar kaca. Atau kekerasan itu tidak hanya dalam bentuk fisik, juga verbal. Berbagai perdebatan yang semula bertujuan untuk memerlihatkan jiwa intelektual, justru memperlihatkan perilaku sarkastis, tidak tahu etika. Di dunia televisi sering kita lihat perdebatan-perdebatan itu keras, mengecam bahkan mencaci. Ini boleh dikatakan berlangsung hampir setiap hari. Apakah itu yang memengaruhi mereka, anak-anak muda kita yang tega melakukan pembunuhan, padahal masih pelajar? Apabila itu disebabkan oleh pola kehidupan sosial yang tidak mendukung pendidikan budi pekerti, maka marilah kita yang lebih dewasa memberikan contoh kepada generasi baru. Tampaknya kita malu dengan negara-negara lain yang telah mampu mendorong kehidupan generasi mudanya membangun negara dan mengejar ketertinggalan dari negara maju. Lihat saja India. Pemuda di negara ini konon menguasai teknologi perangkat lunak dan mampu bersaing dengan anak-anak muda Amerika Serikat dalam menggerakkan teknologi komunikasi. Kekerasan pelajar di Jakarta tentu akan menjadi barometer nasional dalam pengembangan pendidikan karakter. Bagaimana mungkin misalnya, kita bisa menutupi hal seperti ini. Meskipun ratusan pelajar dikatakan mampu meraih medali emas pada bidang eksakta, tetapi jika kemudian para pelajar tegateganya melakukan pembunuhan kepada sesamanya, kita akan tetap dicap sebagai bangsa yang tidak mampu mendidik generasi muda. Mungkin negara lain akan menertawai sebab komplit sudah konflik yang terjadi di Indonesia. Tidak saja anak-anak yang dieksploitasi menjadi pengemis, pemudanya berkelai, juga orang-orang dewasa sibuk berkelahi di bidang politik. Tidak itu saja, beberapa TKI kita di luar negeri juga dimasukkan penjara karena dipandang melakukan kejahatan. Khusus dalam hal kenakalan remaja, mungkin salah satunya penyaluran emosi kaum muda itu perlu diperhatikan. Karena kejadiannya banyak di Jakarta, tidak keliru kita lihat pada lingkungan di wilayah itu. Penyaluran daya ledak masa remaja di kota ini mungkin sudah hilang. Tidak ada lagi tempat-tempat lapang untuk melepaskan kepenanatan secara lapang secara bebas karena sebagian besar lahan telah dipakai bangunan. Atau, kalaupun ada saluran untuk itu, kebanyakan sifatnya elite, mahal, dan sukar dijangkau. Mereka harus ke mal untuk nongkrong atau menyewa peralatan untuk fitnes. Tidak bebas lagi menyalurkan hobi untuk main bola, mengekspresikan diri dan bakatnya. Bukankah hal seperti ini harus diberikan kepada anak-anak muda itu dengan biaya yang seminimal mungkin. Bila perlu gratis. Tidak bisa lain, semua pihak harus urun rembuk menangani masalah ini agar remaja kita tidak tewas sia-sia. Sudah di jalan raya banyak warga yang meninggal sia-sia, mengapa hal seperti ini harus terjadi juga kepada para pelajar kita? Harus ada pihak yang mau memberikan sumbangan. Akan baik jika mereka yang kaya memberikan sumbangan tempat untuk membentuk kreativitas. Kalaupun tidak mampu, memberikan kesempatan untuk bertukar pikiran kepada remaja juga sudah cukup. Generasi muda adalah tunas bangsa. Hanya, haruslah juga generasi muda memahami eksistensi dirinya. Jelas mereka harus belajar melihat keadaan. Tantangan untuk bisa hidup di masa depan, saat ini mempunyai tantangan yang luar biasa besar. Saatnya juga generasi muda mau mendengarkan dan menyimak berbagai nasihat dari orang tua. Jangan tinggi hati. ***

T

Bang D

el

KPK harus tetap menjadi lembaga yang punya “gigi�

Masih sakit gigi ...

5

Kekerasan Langsung dan Struktural pada Pelajar KEKERASAN pelajar kembali mendapat sorotan oleh masyarakat, terutama setelah jatuhnya korban remaja di Jakarta. Hanya berselang kurang dari satu minggu, dua orang pelajar di ibu kota tewas akibat perkelahian kelompok. Tidak kurang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ikut prihatin dengan masalah ini. Kalau dilihat dari fakta bahwa kekerasan pada pelajar SMA ini telah terjadi sejak dekade tujuh puluhan, berarti sampai saat ini ada kelengahan sosial dari masyarakat dan pemerintah yang masih belum mampu berhasil menghilangkan masalah itu. Di masyarakat juga sering terdengar keluhan tentang sukarnya mengendalikan perilaku anak-anak remaja, terutama di masa adolesensia. Masa ini berentang antara umur 12 sampai 20 tahun. Mereka yang belajar di tingkat sekolah menengah, berada pada rentang usia tersebut. Beberapa data yang terbaca di media massa, pelaku tawuran maupun korban dari tawuran itu, tidak saja berasal dari kalangan anak-anak SMA tetapi juga ada yang dari SMP. Tinjauan kepada kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh para remaja, apalagi pelajar, tentu lebih pantas dilakukan oleh pakar yang ahli di bidang psikologi. Akan tetapi, tinjauan terhadap kekerasan itu pun bisa dilihat dari sudut sosiologis. Dalam konteks teoretis, seperti yang dijelaskan oleh John Galtung, secara sederhana kekerasan itu bisa dijelaskan melalui tiga sebutan, yaitu kekerasan langsung, kekerasan kultural dan kekerasan struktural. Kekerasan yang menimbulkan korban pelajar di Jakarta itu, paling mudah dijelaskan melalui kekerasan langsung dan struktural. Kekerasan langsung terjadi akibat adanya tawuran antara dua kelompok pelajar di mana salah satu pihak melukai dan mencederai pihak lain yang membuat korbannya sampai tewas. Tewasnya dua pelajar dalam rentang waktu satu minggu itu disebabkan serangan langsung oleh pihak lawan. Akan tetapi ada dua hal yang perlu menjadi perhatian dalam kekerasan langsung seperti ini. Yang pertama, kekerasan secara langsung akan menimbulkan rasa traumatis. Dalam kasus perkelahian pelajar, jatuhnya korban itu akan menimbulkan rasa traumatis kepada kedua belah pihak. Kemungkinan terjadi saling balas seperti ini pasti akan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelajar yang menjadi representasi kelompok. Apabila terjadi hal demikian, pelajar tidak akan mampu konsentrasi di kelas, juga dalam kehidupan seharihari. Orang tua juga tidak akan pernah tenang memikirkan anaknya bersekolah di tempat tersebut. Hal kedua yang mesti diperhatikan adalah bahwa kekerasan langsung cenderung terjadi sebagai akibat adanya perasaan unggul ter-

Oleh : GPB Suka Arjawa Sistem sosial yang kurang menunjang atau yang kurang adil akan membuat tekanan kepada masyarakat sehingga mampu menciptakan kekerasan. Faktor inilah yang paling menakutkan apabila harus menjelaskan fenomena kekerasan pelajar yang terjadi di Jakarta. Sebab, seperti yang telah diutarakan, kekerasan pelajar tersebut sudah terjadi, berlangsung dan berkembang sejak akhir dekade tujuh puluhan. Apabila hal itu memang disebabkan oleh sistem sosial yang tidak beres, ini membuktikan bahwa sejak saat itu sampai sekarang sistem yang berlaku di Indonesia tidak pernah beres sehingga tidak mampu mengakhiri kekerasan kepada pelajar itu. hadap pihak lain. Keunggulan itu bisa saja dari bentuk sumber daya. Inilah yang cukup berbahaya karena akan dapat merangsang mengumpulkan sumber daya-sumber daya lain untuk melakukan balas dendam. Pada titik inilah akan terjadi persekutuan, mencari bantuan dari pihak lain untuk menghadapi musuh bersama. Persekutuan antara satu pelajar SMA dengan SMA lain untuk menghadapi pelajar SMA tertentu akan bisa terjadi. Atau salah satu kelompok pelajar mencari para alumninya untuk bersamasama menyerang kelompok lawan. Kondisi ini jelas akan memperkeruh suasana karena eskalasi kekerasan berkembang dan meluas. Melalui salah satu wawancara dengan anak-anak SMA yang dipandang terlibat dalam tawuran di Jakarta, diketahui bahwa banyak di antara alumni sekolah tersebut ikut melakukan tawuran. Ini merupakan bentuk persekutuan untuk memperbesar sumber daya kekuatan dalam menghadapi lawan. Struktural Galtung juga menyebutkan bahwa kekerasan itu terjadi secara struktural. Maksudnya bahwa sistem sosial yang kurang menunjang atau yang kurang adil akan membuat tekanan kepada

masyarakat sehingga mampu menciptakan kekerasan. Faktor inilah yang paling menakutkan apabila harus menjelaskan fenomena kekerasan pelajar yang terjadi di Jakarta. Sebab, seperti yang telah diutarakan, kekerasan pelajar tersebut sudah terjadi, berlangsung dan berkembang sejak akhir dekade tujuhpuluhan. Apabila hal itu memang disebabkan oleh sistem sosial yang tidak beres, ini membuktikan bahwa sejak saat itu sampai sekarang sistem yang berlaku di Indonesia tidak pernah beres sehingga tidak mampu mengakhiri kekerasan kepada pelajar itu. Bahkan apabila juga dikaitkan dengan kekerasan politik yang terjadi, semakin komplit sistem berlaku tidak pernah mampu mendukung keadaan masyarakat yang ada. Ketidakberesan sistem itu bisa bermacam-macam, mulai dari sistem hukum, sistem keamanan sampai dengan sistem pendidikan yang dipakai di Indonesia. Pelajar yang melakukan kekerasan memang harus mendapat hukuman setimpal. Akan tetapi, sampai sekarang selalu terjadi perdebatan hukuman sejenis apa yang harus dilakukan kepada pelajar yang melakukan kekerasan. Akibat perdebatan yang terlalu lama, berpotensi membuat gaung peristiwa itu

mengendap dan akhirnya menguap. Celakanya lagi, tindakan hukum pun akan bisa menguap. Untuk itu, harus ada ketegasan terhadap mereka yang melakukan tawuran. Di samping mengeluarkan dari sekolah, menghukumnya di lembaga pemasyarakatan harus juga dipertimbangkan. Cara ini terpaksa harus dilakukan karena fenomenanya telah berlangsung lama. Atau barangkali jaringan sistem yang tidak mengena, baik antara sistem pendidikan dengan sistem lain di masyarakat. Pada bidang pendidikan misalnya, kini banyak ada aturan yang harus mengikat pendidik untuk mendapat tunjangan yang lebih besar. Akan tetapi berbagai prosedur harus dilakukan untuk mendapatkan hal itu. Konsentrasi yang terpecah antara pendidik dengan siswa akan memungkinkan juga memberikan tekanan atau ketidakpuasan kepada siswa. Dalam ketidakpuasan seperti itu, siswa juga mempunyai pemikiran mengambang karena hasil pendidikan tinggi kita, tidak terlalu memberi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan. Pada sisi lain, tuntutan hidup sosial semakin banyak seiring dengan berbagai perkembangan teknologi yang disebarkan oleh media. Para remaja itu bisa dibuat bingung karena pendidikan di luar sekolah, seperti siaran televisi, perilaku politisi, korupsi dan sebagainya tidak mampu menjadi patron sebagai pegangan moral. Rentetan jaringan ketidakpuasan ini terus bisa disambung sampai dengan ancaman masa depan yang tidak pasti. Bukan tidak mungkin para pelajar itu tertekan oleh sistem sosial yang tidak mampu memberikan jaminan itu sehingga menimbulkan kekerasan. Dalam konteks teori strukturalisi, rangkaian inilah yang disebut struktur yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Apabila hal terakhir ini yang menjadi penyebab tawuran pelajar tersebut sampai berlangsung lama dan tidak mampu diatasi, berarti harus ada kemauan politis dan kemauan sosial untuk memperbaikinya. Negara dan penyelenggara negara harus membenahi setiap sistem yang disebutkan di atas. Masyarakat harus dengan sukarela ikut membantu penyelenggara negara untuk memperbaiki itu. Jika ekonomi sudah tidak mungkin diperbaiki dengan cara-cara internasional, perbaiki saja dengan model dalam negeri yang lebih membumi dengan rakyat. Cara ini mungkin yang lebih mampu mengurangi tekanantekanan sosial. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Acara Bermutu Masih Langka TAYANGAN sinetron di sebuhan stasiun bahkan hampir memenuhi seluruh jam tayangnya dengan sinetron-sinetron yang mengarah pada contoh yang tidak baik. Beberapa acara tv yang disiarkan sejumlah stasiun tv sudah begitu membosankan. Apakah sudah habis kesenian yang memiliki kualitas yang baik untuk memberikan sesuatu yang positif pada pemirsanya?. Setiap perusahaan televisi jelas memiliki strategi untuk merebut pasar, tetapi sebaiknya dalam meraup keuntungan tetap mempertimbangkan dampak sosial yang bisa ditimbulkan. Saya khawatir, tayangan sinetron yang ditayangkan beberapa stasiun swasta dengan gaya penayangan yang sangat monoton dengan adegan mesra yang mengumbar keintiman hubungan yang tidak patut dipertontonkan apalagi oleh para anak-anak kecil yang dikha-

watirkan akan meniru. Apa jadinya masa depan mereka yang terus dihantam oleh tayangan yang seperti itu. Tayangan sinetron yang menuntun sebenarnya bisa ditayangkan seperti film si doel anak sekolahan yang dulu juga memiliki banyak penggemar. Cobalah kreatif wahai para seniman perfilman yang membuat film sinetron. Saya berharap ada film yang memberi inspirasi yang positif untuk Indonesia bisa bangkit dari kebodohan dan kemerosotan moral. Begitu pentingnya masalah yang terjadi pada tayangan yang sering diputar di televisi karena masyarakat kita sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menonton TV. Jika acara televisi baik maka InsyaAllah masyarakat akan menjadi turut menirunya. Budihani Damayanti Gambir, Jakarta

Polusi Jakarta Masih Bisa Redam KOTA Jakarta pada empat tahun terakhir menjadi kota besar dengan tingkat polusi udara terburuk ketiga dunia. Nomor satu dipegang Meksiko dan nomor dua Thailand. Berita ini membuat semua warga DKI tak nyaman. Setiap hari warga Ibu Kota seperti menabung penyakit akibat polusi yang akut. Sehar us ny a sa r a n a u n t u k para pejalan kaki lebih diutamakan. Langkah ini dapat membudayakan budaya berjalan kaki yang baik untuk kebugaran. Namun harus jadi persoalan lagi karena tak ada tempat yang memenuhi syarat untuk para pejalan kaki agar berjalan dengan aman, nyaman, dan tetap tertib. Lahan hijau di Jakarta sebenarnya telah diadakan secara cukup baik. Namun ganasnya polusi lebih unggul ketimbang pohon-pohon yang dibiarkan

tumbuh dalam area hijau yang asri. Di tengah kemacetan yang sulit diatasi, Jakarta menjadi kota polutif terbesar ketiga di dunia. Jika dibiarkan, Jakarta akan menjadi kota paling polutif di dunia. Ini harus dicegah. Jakarta harus menjadi ibu kota negara yang aman, nyaman, asri, hijau, dan sehat. Bagaimana mengatasi polusi sedemikian tinggi ini? Satusatunya cara adalah menghijaukan Jakarta. Jakarta harus menjadi kota yang hijau. Kehijauan ini tidak ada cara lain kecuali setiap jengkal tanah di Jakarta harus ditanami pohon. Program one man one tree merupakan program penting yang harus dilakukan oleh setiap warga Ibu Kota. Tidak ada pilihan lain. Rif’at Syawqi Kemayoran, Jakarta Pusat

Gali Potensi Anak-anak Muda BERJALAN di gang-gang perkampungan yang padat sering kita jumpai sekumpulan anakanak muda usia belasan dan kelompok remaja juga remako (remaja kolot) yang berkongko alias nongkrong di pinggir gang kecil atau di warung kopi yang juga kadang menjual minuman keras atau miras tempat mereka asyik menghabiskan waktu. Saya sangat sedih melihat pemandangan kota Jakarta yang seperti ini. Karena kegiatan ini bukan hal yang sekali-sekali mereka lakukan melainkan sudah menjadi keseharian atau rutinitas yang tak bisa dipisahkan. Kaum remaja dalam masa produktif yang mereka alami memang perlu wadah yang menyalurkan bakat dan minat mereka. namun jika kasusnya seperti di jakarta agak sulit memang mencari solusi satu masalah yang kita hadapi bersama di era pemban-

gunan yang tak tentu arah ini yaitu masalah pengangguran. Begitu banyaknya lapangan pekerjaan tapi justru begitu banyak pengangguran atau mungkin pekerjaan yang kurang menjamin memenuhi hajat sehari-hari. Masalah kemiskinan menjadi momok besar ketertinggalan pendidikan dan akhirnya menjadi pekerja yang masuk kategori bawah. Hal ini masih lebih terpuji daripada menjadi kriminal yang meresahkan masyarakat. Seperti yang kita harapkan bersama, semoga potensi anak-anak muda-mudi yang ada di kota ini(Jakarta) khususnya yang mengalami putus sekolah karena masalah finansial bisa tertampung dalam wadah besar yang dijamin oleh negara dalam hal ini pemerintah terkait. Semoga.. Jumenah Jembatan Lima, Jakarta

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

fax ke (021) 53670771,

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Kuswandi, Petrus, Bogor : Aris Basuki, Depok : Rina Ratna, Tangsel : Novi Revolusiana, Iklan : Emiliana, Sirkulasi : D. Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk, Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Jumat 28 September 2012

6

PSSI Masih Hutang Kepada Persipura JAKARTA - Pihak Court of Arbitration for Sports (CAS) melalui suratnya meminta kepada PSSI membayarkan denda uang kepada klub ISL, Persipura sebesar Rp 84 Juta terkait permasalahan keikutserataan dalam play off Liga Champions Asia (LCA) 2012 beberapa waktu lalu. Dalam suratnya tertanggal 25 September yang diterima pihak PT. Liga Indonesia, CAS mengeluarkan surat tersebut dikarenakan Persipura telah memenangi gugatan terhadap

PSSI karena tak didaftarkan mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Asia (LCA) musim lalu. Surat tersebut ditujukan kepada kuasa hukum Persipura, Jean Louis Dupont, kuasa hukum PSSI Patrick Mbaya, AFC dan kuasa hukum Adelaide United yang ditunjuk menggantikan Persipura di LCA. Di dalam surat CAS yang ditandatangani Direktur Keuangan CAS, Miguel Abelairas tersebut ditegaskan untuk meminta PSSI membayar kerugian yang dialami

tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut sebesar Rp 84 juta dalam waktu 30 hari setelah surat tersebut diberikan. “Ini tentunya bentuk nyata bahwa kebenaran itu ada, dan terlihat bahwa Persipura selama ini benar dan tidak salah, PSSI lah yang telah membuat kesalahan besar dengan tidak mendaftarakan Persipura sejak awal,” ungkap Ketua Harian Persipura, La Siya ketika dihubungi Bisnis Jakarta. Dalam surat itu juga disebutkan, Persipura saat men-

gajukan gugatan dikenai biaya senilai Rp 21 juta. Dalam persidangan Persipura harus membayarkan dana sebesar Rp 454 juta. Namun, oleh CAS, uang sepenuhnya tak digunakan, dan mengembalikan uang Persipura senilai Rp 335 juta. Jadi tercatat Persipura total akan menerima dana dari CAS dan PSSI sebesar Rp 419 juta. “Bagi kami bukan masalah besar uang yang kami terima tetapi masalah kebenaran yang terkuang disini. Dan uang keseluruhan itu tentunya

akan menjadi bagian dari rencana manajeman kami kedepannya,” tambahnya.. Selain PSSI, CAS juga menegaskan dalam suratnya AFC harus membayarkan uang sekitar Rp 13 juta kepada Persipura. Total Persipura akan mendapatkan kembali uang mereka sekitar Rp 437 juta untuk pengembalian. Ketika dikonfirmasi mengenai hal itu, pihak PSSI, m e l a l u i F i n a n t h a R u d y, Direktur Legal PSSI mengaku belum menerima surat tersebut, dan akan terlebih

dahulu mempelajarinya. “Kami belum menerimanya, walau kemungkinan surat ditujukan kepada k u a sa hukum PSSI, kami akan mempelajarinya bila sudah menerima surat tersebut,” ucapnya secara terpisah. (pts)

Ketua Harian Persipura, La Siya

KPSI Minta PSSI Gelar Dua Kongres JAKARTA - Pihak KPSI meminta kepada PSSI untuk segera menetapkan jadwal kongres berikutnya sesuai dengan keputusan rapat Joint Committee (JC) pada 20 September lalu, agar semua persoalan yang menyangkut kisruh sepak bola nasional bisa dibahas oleh anggota PSSI dan mendapatkan titik temu. Hal tersebut disampaikan anggota JC dari kubu KPSI, Hinca Pandjaitan yang menilai sebenarnya sesuai perintah AFC, PSSI harus melaksanakan dua kongres sekaligus. Pertama adalah kongres biasa atau kongres tahunan yang belum dilakukan Djohar Arifin sejak terpilih sebagai ketua umum PSSI, karena sejak saat itu, Djohar baru melaksanakan satu kali kongres biasa, yakni pada Maret 2012. Padahal, Djohar terpilih tahun 2011 melalui Kon-

gres Luar Biasa (KLB) di Solo. “Istilahnya, kongres yang dilakukan PSSI pada Maret 2012 lalu, itu sebagai pembayaran tugas penyelenggaraan kongres tahunan 2011. Jadi, pada 2012 PSSI belum menggelar kongres, itulah yang diminta AFC dan tidak pernah disinggung PSSI hingga saat ini,” ungkap Hinca kepada wartawan di Kantor PT Liga, Jakarta, kemarin. Kongres yang kedua, ucap Hinca, adalah KLB untuk membahas revisi statuta PSSI dan format penyatuan liga. Dan kedua kongres itu ditenggat paling lama akhir Desember tahun ini sudah terselenggara. “KLB mestinya didahulukan karena membahas aturan-aturan dalam Statuta, begitu aturan selesai, baru membahas yang lain dan itu ada pada kongres biasa, jadi kami menyarankan PSSI menggelar KLB ter-

lebih dulu, kemudian baru kongres biasa meski jadwalnya berurutan, misalnya dalam tiga hari sekaligus.,” ucapnya. Dirinya juga yakin, tanpa kongres maka kisruh sepak bola nasional tidak akan berakhir, karena masing-masing pihak, baik PSSI maupun KPSI tidak pernah melakukan pertemuan dan hanya melontarkan pernyataan melalui media massa. “Jika digelar kongres, maka semua peserta bisa bersatu dan akan membahas persoalan-persoalan, hasilnya pun akan jelas. Maka itu PSSI harus menyiapkan hal tersebut,” terangnya. Terkait peserta kongres, dirinya mengaku harus dikembalikan seperti saat KLB Solo. Maka PSSI harus memverifikasi pemilik suara sah, dan tidak boleh membiarkan adanya dualism anggota seperti klub Arema Indonesia, Persija Jakarta, PSMS Medan dan Perse-

baya Surabaya. Itu juga belum termasuk pengprovpengprov PSSI yang telah dipecat Djohar dan digantikan caretaker. “Jelas peserta kongres tetap pemilik suara KLB Solo. Jadi, PSSI harus segera memverifikasi, terlebih lagi waktu sudah mepet dan harus dimaksimalkan mulai sekarang,” tambahnya. Sementara itu, Catur Agus Saptono, anggota JC dari kubu PSSI Djohar membantah jika PSSI harus menjalankan dua kongres, dirinya menilai kongres cukup satu kali, yaitu KLB saja yang tujuannya untuk membahas masalah-masalah krusial terkait sepak bola. “Kongres hanya satu, yakni kongres luar biasa. Untuk pemilik suara sah di kongres nanti akan dibahas lagi di JC jadi bukan saat ini,” ucapnya secara terpisah. (pts)

PICKUP POINT

Suluh Indonesia/ant

Baca dan Dapatkan Harian Suluh Indonesia - Bisnis Jakarta Pada Lokasi Di Bawah Ini

UJI COBA PERSIB - Pemain depan Persib Herman Dzumafo (44) mencoba menerobos pertahanan tim PS AD pada pertandingan Uji coba di Stadion Siliwangi Bandung, Jawa Barat, kemarin. Uji coba yang digelar untuk melihat harmonisasi permainan Persib antar lini guna menghadapi kompetisi yang akan datang.

KONI DKI Waspadai

Kekuatan Daerah Lain di PON XIX JAKARTA - Walau meraih hasil memuaskan dalam PON XVIII Riau, namun KONI DKI mengaku tetap akan mewaspadai kekuatan baru yang telah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, sehingga bisa mewujudkan kembali juara umum pada PON XIX 2016 mendatang di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Ketua Harian KONI DKI, Eddy Widodo yang menilai, prestasi DKI di PON XVIII akan dijadikan pegangan untuk bisa mempertahankan prestasi ke depannya. “Dalam PON Riau kemarin kami mengirimkan 651 atlet, ini sama halnya dengan provinsi lainnya, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Riau. Jadi ini menunjukkan persaingan menjadi ketat dengan kehadiran atlet tersebut, khususnya di setiap perolehan

medali sejak pertama. Tentunya ke depan kami akan lebih fokus untuk bisa mempertahankan prestasi kami tahun ini untuk PON berikutnya di Jawa Barat,” ungkapnya kepada wartawan saat pemberian penghargaan Kontingen dan atlet PON DKI di Ancol, kemarin. Eddy juga menilai persaingan di cabang-cabang olahraga juga sudah semakin ketat, seperti pada cabang polo air, golf, taekwondo, renang, atletik, senam dan lainnya. Untuk itu pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh kepada masing-masing cabang, untuk segera melakukan pembenahan, agar bisa meningkatkan atletnya meraih prestasi. “Persaingan ketat ini tentunya menjadi positif karena seluruh daer-

ah memiliki kekuatan yang merata, dan kami di DKI sebagai barometer olahrahga di Indonesia harus menyiapkan lagi para atlet-atlet ke depannya sehingga menciptakan prestasi. Dan 4 tahun kedepannya menargekan juara umum lagi,” ucap pria yang juga Ketua Kontingen DKI. Pada PON XVIII di Riau, kontingen DKI Jakarta mengikuti 39 cabang olahraga dan berhasil meraih juara umum dengan raihan 110 medali emas, 101 medali perak, dan 112 medali perunggu. Selain itu 8 atlet DKI memecahkan rekor PON, yaitu Andre Dermawan cabor Atletik nomor Lompat tinggi putra, Rini Budiarta cabor atletik nomor 3000 meter staplechase putri, Rose Herlinda cabor atletik nomor lontar martil,

Dedeh Erawati cabor atletik nomot 100 m gawang, Tita Supita cabor panjat tebing nomor speed record, Reinhard Thomel cabor selam nomor 800 m surface, Petrol Apostle cabor selam nomor 100 m surface, dan Naradipa Poniman cabor selam nomor 200m Bi-Fins. “Untuk bisa mempertahankan kami juga saat ini mulai mencari bibit baru atlet muda DKI untuk bisa kami latih dan kami bina, sehingga memperkuat cabang olahraga kami nantinya,” tambah Eddy. Dalam acara ini, pihakl KONI DKI menyiapkan dana dengan total anggara sebesar Rp. 62 miliar untuk diserahkan kepada kontingen, para atlet sebagai apresiai pemerintah daerah atas prestasi juara umum. (pts)

Pemerintah Diminta

Tak Bedakan Bonus Atlet Cacat MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta tidak membedakan bonus yang akan diberikan kepada atlet cacat peraih medali pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XIV di Pekanbaru, Riau, 7-13 Oktober 2012. “Janganlah dibeda-bedakan. Tapi paling tidak besar bonus itu janganlah terlalu jauh bedanya antara atlet cacat dengan atlet normal,” kata Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara Zulkifli di Medan kemarin.

Menurut dia, perjuangan untuk meraih medali antara atlet cacat yang akan berlaga di Papernas sama beratnya dengan atlet normal yang telah berlaga di PON. Perjuangan untuk bisa lolos ikut Papernas tersebut juga melalui tahapan seleksi yang ketat. Kalau untuk atlet normal Pemprov Sumut memberikan bonus uang sebesar Rp150 juta bagi atlet peraih medali emas pada PON XVIII di Riau, namun untuk atlet cacat peraih medali emas sampai sekarang

belum diketahui. “Kami samasama berjuang untuk Sumut, perjuangan juga sama kerasnya. Namun dengan keterbatasan anggota tubuh, seharusnya perhatian bisa lebih besar diberikan kepada atlet cacat,” katanya. Pada Papernas XIV di Pekanbaru kontingen Sumatera Utara berkekuatan 50 atlet cacat dan mengikuti enam cabang olahraga. Jumlah tersebut menurun dibanding Papernas sebelumnya di Kaltim tahun 2008 sebanyak 60 atlet. Keenam ca-

bang olahraga yang kita ikuti di Papernas nanti yakni atletik, renang, catur, angkat berat, tenis meja, dan balap kursi roda. Saat ini para atlet sedang mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda) penuh di Gedung PBSI Sumut Jalan Medan Estate. Pelatda penuh digelar sejak Sabtu (22/9) hinggamenjelang Peparnas ke XIV. Meski Pelatda penuh hanya dijalani dalam waktu yang singkat, Zulkifly yakin atlet-atlet NPC Sumut dapat memberikan yang terbaik bagi Sumut. (ant)

HOTEL

TRANSJAKARTA -

Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor

1 2 3 4 5 6 7 8

: Kota – Blok M : Harmoni – Pulo Gadung : Kali Deres – Pasar Baru : Pulo Gadung – Dukuh Atas : Ancol – Kampung Melayu : Halimun – Ragunan : Kp. Melayu – Kp. Rambutan : Harmoni – Lebak Bulus

SPBU PERTAMINA -

SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU

34.115.10, Arteri Panjang 34.132.09, Rawamangun 34.106.05, Let.Jend. Soeprapto 34.135.05, Kramat Jati 34.138.06, Kampung Rambutan 34.131.02, Matraman 34.111.03, KS. Tubun 34.129.02, Gatot Subroto 31.129.03, HR. Rasuna Said 34.125.07, Cilandak KKO 34.154.15, Jl. RE Martadinata, Ciputat 34.164.02, Jl. Margonda Raya, Depok 34.124.10, Karang Tengah 34.165.12, Jl. Raya Limo, Depok 34.165.03, Cinere Raya 34.114.01, Jl. Raya Jelambar 34.113.01, Jl. Raya Jembatan Besi 34.144.03, Jl. Raya Pluit Selatan 34.144.01, Jl. Raya Pluit Selatan 34.124.07, Jl. Raya Terogong, Jak-Sel

RESTORAN & CAFE Hertz Chiken, HR. Rasuna Said Bumbu Desa, Jl. Suryo, Senopati The Bondies, Jl. Ampera Raya D’Cost Seafood, Jl. Kemang Raya Black Canyon Coffee, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Gatot Subroto Sari Ratu, Jl. Raya Barito Suryo Cafe & Steak, Jl. Warung Buncit Suryo Café & Steak, Pasar Raya Grande Gumati Café, Jl. Paledang Bogor De-leuid, Jl. Padjajaran Bogor Restoran Kawasan Puncak Bogor -

RUMAH SAKIT RS. PAD Gatot Subroto RS. Bhineka Bakti Husada RS. Islam Jakarta RS. Dharmais, Jakarta RS. Siloam Hospital Cikarang RS. Harapan Keluarga Cikarang RS. Hasana Medica Cikarang Hotel Ambara

-

Hotel Grand Mahakam Hotel Batavia Hotel Manhattan Hotel Paninsula Hotel Ibis Hotel Santika Hotel Kartika Chandra Hotel Crown Hotel Century Park Hotel Sultan Hotel Mulia Hotel Le Meridien Hotel Sahid Hotel Grand Hyatt Hotel Millennium Hotel Arya Duta Hotel Nikko Hotel Saripan Pacifik Hotel Papaho Bogor TRADE CENTER

-

Blok M Plaza Mall Cilandak Depok Town Square Cilandak Town Square Plaza Setia Budi Bogor Trade Mall Pusat Grosir Bogor Plaza Depok Mall Depok Pamulang Square OFFICE BUILDING

-

BCA RMK, Jl. Raya Kedoya Plaza Sudirman, Jl. Jend. Sudirman FIF Finance, Jl. Raya Kedoya FIF Finance, Jl. Padjajaran Bogor Bank Mandiri, Jl. H. Juanda Bogor Bank BTN, Jl. Pengadilan Bogor Bank BTN, Jl. Bojong Gede Kantor Telkom, Jl. Padjajaran Bogor Kimia Farma, Jl. H. Juanda Bogor Green Lake View, Ciputat Kantor Pos , Ciputat Plaza Telkom, Ciputat TEMPAT UMUM

-

Stasiun Kereta Api Bogor Pertokoan Tas Tajur, Bogor Taman Matahari, Bogor Taman Safari, Bogor


lahraga

7

Suluh Indonesia, Jumat 28 September 2012

Terry Dihukum Larangan Bermain Empat Pertandingan LONDON - Kapten Chelsea, John Terry, dijatuhi hukuman larangan bermain untuk empat pertandingan oleh FA, setelah dinyatakan bersalah telah melakukan pelecehan rasial terhadap bek Queens Park Rangers, Anton Ferdinand, pada kemarin. Dalam pernyataannya, FA mengatakan komisi regula-

tor independen menjatuhkan larangan bermain untuk empat pertandingan, serta denda sebesar 220.000 pounds, sambil menunggu proses banding. Terry memiliki waktu selama 14 hari untuk memberikan alasanalasan tertulis jika ia ingin mengajukan banding. Hukuman ini belum akan diterapkan sampai

proses banding selesai dilangsungkan. Untuk jangka pendek, hal ini berarti Terry masih dapat bermain saat Chelsea melawat ke markas tim sekota, Arsenal, pada Sabtu (29/9). Mantan kapten tim nasional Inggris, Terry (31), dinyatakan tak bersalah pada kasus pelecehan rasial terhadap Fer-

dinand, yang berlangsung pada pertandingan di Oktober tahun lalu, oleh pengadilan kriminal pada Juli. Terry secara dramatis mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada Minggu, sehari sebelum proses persidangan FA selama empat hari dimulai.

Ia menuding FA telah mendesaknya setelah badan pemerintah itu menekannya dengan sejumlah dakwaan, terhadap dugaan insiden yang terjadi pada pertandingan antara Chelsea melawan QPR pada Oktober tahun lalu. “Saya merasa bahwa FA, dengan mengupayakan dakwaan ter-

hadap saya di mana saya telah dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan, telah membuat posisi saya di tim nasional tidak dapat dipertahankan,” demikian pernyataannya. Terry berharap kasusnya sudah selesai di pengadilan kriminal, namun buku peraturan FA menyatakan bahwa ha-

sil dari tindakan hukum apapun untuk masalah yang sama akan dianggap benar. Di pengadilan, ia mengakui menggunakan kata-kata rasis terhadap Ferdinand, namun ia berkata dirinya hanya mengulangi apa yang ia yakini telah dituduhkan terhadapnya oleh Ferdinand. (ant)

DIREKTORI SULUH INDONESIA - BISNIS JAKARTA BOGOR JUAL RUMAH - 2 lantai - 4 kamar tidur + Ac 2 - 2 kamar mandi Luas tanah 190 M Luas Bangunan 250 M Listrik 2200 watt Line Tlp aktf SHM - AJB Garasi mobil 2 unit Garasi motor 1 unit HUB : 0818955214, 081383720020

KADIN BOGOR

BOGOR

KADIN BOGOR

JAKARTA UJIAN PERSAMAAN/KONVERSI KELAS KARYAWAN DLL.

SUZUKI INDOMOBIL Promo cuci Gudang

Terima Pendaftaran Siswa Baru Program: Paket B/C, Akta-4 D3, S1.S2,S3

Unit Ready Stock

Jurusan : Ekonomi, Hukum, Teknik, Pendidikan, Fisip, Komputer, Pertanian, Peternakan, Psikologi, Kesehatan, Sekretaris, dll

Discont Up To 30Jt Proses Mudah & Cepat BELI MOBIL SUZUKI SEKARANG, SUDAH DAPAT CASH BACK

AGUS. W

Hub : 085255564971 SUZUKI INDOMOBIL Promo cuci Gudang Unit Ready Stock TDP 12 Juta’an Bisa Bawa Pulang Mobil Suzuki Estilo Dengan Angs 3,1 Jtan Splash TDP 14 Jutan Dengan Angs 3,6 Jtan Minat PM atau TLP Siapa Cepat Dia Dapat, Proses, Bisa Dibantu More Info :

RADIT 021 99955548 / 085691008775

Pin BB : 238EBECE www.salessuzukimobil.com

021.9482.1848 0856.9000.621 Pin BB. 29F2FABB

SUZUKI INDOMOBIL

SUZUKI PREMER CARD Pesan Sekarang Dapat Promo Poket Terjangkau & Diskon sampai dengan 25Jt

SPLASH CASH BACK 17JUTA ESTILO CASH BACK 25JUTA SWIFT CASH BACK 12JUTA PICK UP CASH BACK 4JUTA

Untuk Info Lebih Lanjut Hub: HENDRA 087875808026 Pin BB 25F1F4FC

KENTANG TERI KACANG BALADO

Rasa Pedas Manis & Ekstra Pedas Jual Grosir & Eceran Hubungi 0857 1174 7992 - (021) 4070 683 Counter GIANT PONDOK BETUNG Work Shop : Jl. Aren 2 RT. 1 RW. 1 NO. 1 Pondok Betung - Pondok Aren Tangerang Selatan

Tdp 25Jt’an * Bisa Tuker Tambah

Hub: JAYA Hp. 021-91362130 / 08158002742 Email: jaya2herdank@yahoo.com

Hub: RAMDANI Hp: 085781746590 Esia: (021) 97327501 Email: daihatsudepok@gmail.com

PASANG IKLAN

CEPAT LAKU Hanya

Hubungi : 021-5357602 Fax : 021-53670771

Pasang Iklan Baris

Rp. 50.000 (10 Baris - 10x Tayang) Hubungi

(0251) 8401018 (021) 5357602

Pasang Iklan Lowongan, Otomotif, Properti & Peluang Emas Ukuran 2 x 50 mmk

BW Rp. 200.000 FC Rp. 300.000

Hub : 021-5357602 G.23-Dir


Nasi nal

8

Suluh Indonesia, Jumat 28 September 2012

BUNDA NORMA SERING DIDATANGI PEJABAT SUDAH menjadi rahasia umum ilmu spiritual Dayak sangat manjur untuk masalah percintaan, juga bisnis. Salah satu tokoh yang menguasai kesaktian khas Dayak, adalah Bunda Norma yang mewarisi kemampuan sang ayah, suku Dayak Hulu S u n g a i Mahakam. Selain masalah percintaan, Bunda Norma s e r i n g didatangi orang penting yang ingin naik pangkat dan para pembisnis kelas atas. Untuk

Suluh Indoensia/ant

DANA BOPDA - Ratusan guru dan siswa melakukan aksi di DPRD Mimika, Timika, kemarin. Mereka menuntut Pemda segera mencairkan dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah atau BOPDA.

3.055 Anak Suku Bunggu Matra

Putus Sekolah MAMUJU - Sebanyak 3.055 anak-anak yang mendiami suku terasing atau suku Bunggu di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat mengalami putus sekolah. ‘’Hasil pendataan yang dilakukan hingga akhir tahun 2011 yang lalu terungkap angka putus sekolah di daerah suku Bunggu mencapai 3.055 anak. Ini tentu menjadi perhatian kami agar anak-anak yang putus sekolah di daerah pedalaman itu juga mendapatkan pelayanan pendidikan seperti kondisi daerah lainnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Jamil Barambangi di Mamuju, kemarin. Karena itu, anak-anak yang putus sekolah ini akan dirangkul agar mereka bisa mengikuti pendidikan yang layak seperti masyarakat yang ada di daerah pedesaan maupun perkotaan. ‘’Untuk menuntaskan angka putus sekolah pada wilayah suku terasing ini bukan perkarah mudah karena mereka punya tradisi ke-

hidupan yang tidak sama dengan masyarakat yang ada di wilayah perkotaan,”kata dia. Apalagi kata dia, suku terasing ini sebagian ada yang masih melakukan sistem bercocok tanam secara berpindah khususnya suku Bunggu bagian dalam. Jamil mengatakan, tahun ini dirinya telah memberikan perhatian serius agar masyarakat suku terasing mendapatkan pendidikan setara dengan daerah lain. ‘’Tahun ini kita telah alokasikan anggaran pendidikan untuk suku terasing sekitar Rp200 juta,”kata Jamil. Menurutnya, suku bunggu bagian luar sudah berbaur dengan masyarakat dengan membentuk pemukiman baru, bahkan sudah mulai mengikuti perkembangan zaman. Mereka tak lagi membuat rumah diatas pohon melainkan telah membangun pondokan seperti masyarakat lainnya. Walau demikian, kata dia, suku Bunggu yang telah ting-

gal menetap ini masih tertinggal dan bahkan angka buta aksara di daerah itu sangat tinggi. ‘’Kami mencoba melakukan interpensi agar suku primitif di Matra ini mampu berkembang lebih jauh lagi,”terangnya. Jamil yang juga mantan ketua KPU Sulbar ini juga menyampaikan, bahwa suku Bunggu bagian dalam yang hidupnya masih sangat primitif ini hendaknya tetap dijaga keasliannya. ‘’Suku Bunggu bagian dalam akan kami jaga keasliannya sembari kami melakukan langkah-langkah agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak.,”ucapnya. Sebab kata dia, suku terasing bagian dalam itu merupakan aset budaya yang harus dijaga sebagai kekayaan budaya kearifan lokal di daerah ini. ‘’Suku Bunggu merupakan aset budaya yang perlu kita jaga. Biarkanlah mereka hidup dengan cara tradisional namun tetap diberikan perhatian,’’ katanya. (ant)

Bunda Norma

yang satu ini Bunda Norma Menolak untuk menyebutkan nama orang-orang yang dimaksud. “Pernah datang seorang yang ternyata tokoh pejabat penting, mengutarakan maksudnya agar tembus proyek-nya. Tadinya Bunda tidak percaya didatangi orang sepenting ini. Dengan segenap daya cipta, Bunda memohon kepada Tuhan agar tercapai apa yang beliau inginkan Alhamdulillah, beberapa hari kemudian beliau menelpon dan memberitakan bahwa proyeknya tembus dan sukses besar,” kenang wanita keibuan yang membahasakan ‘Bunda’ kesemua orang yang ditemuinya. Bunda Norma juga dikenal sebagai “penjaga” konser-

konser artis band ternama, sehingga sering keliling Indonesia mendampingi tur konser.Bunda Norma juga siap memberikan Susuk Pemikat, dan Susuk Kharisma, untuk bisnis dan percintaan banyak sekali yang membuktikan: Pemuda bisa dapat pacar cantik, wanita 40 tahun dapat suami, dan seorang pria paruh baya yang ditinggal mati istrinya bisa dapat pasangan lagi. “Kesaktian Dayak ini adalah titipan Yang Maha Kuasa. Dan dengan kehendak-Nya, masalah karir, jabatan dan percintaan 99% pasti bisa tuntas. Sedangkan bagi yang terkena santet, bisa bebas hanya 5 menit,”unjarnya.(nm)

Alamat praktek: jalan Kodau gang Mushola RT.04 RW.13 No.54, Jati Makmur, Pondok Gede. Telpon 021-91584169, 081311326629 C.004557-Adv


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook