Edisi 24 Desember 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771 www.suluhindonesia.com

Jumat, 24 Desember 2010

BI Rate Tak Harus Dinaikkan

Penyelarasan Pajak Dibahas

Ditargetkan 14,9 Miliar Dolar

PENGAMAT pasar uang Farial Anwar mengatakan suku bunga acuan BI (BI Rate) tidak perlu dinaikkan dari angka 6,5 persen pada 2011 karena dapat berdampak negatif pada sektor kredit perbankan ...hal. 1

MENTERI Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan, pihaknya segera membahas penyelarasan sejumlah aturan terkait perpajakan yang dinilai masih multitafsir sehingga ...hal. 2

PEMERINTAH menargetkan investasi minyak dan gas pada 2011 mencapai 14,9 miliar dolar AS atau hampir sama dengan target tahun 2010 yang mencapai 15 miliar dolar AS. Dirjen Migas Kementerian ESDM ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

No. 241 tahun IV

Suluh Indonesia/ant

ANTRE TIKET FINAL AFF - Meski basah kuyup karena hujan deras, ribuan calon penonton tetap mengantre tiket pertandingan babak final leg kedua AFF Suzuki Cup 2010 di loket kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, kemarin. Panitia Lokal AFF (LOC) menjual tiket dalam beberapa katagori dengan harga yang relatif mahal.

Jika Ingin Bicara Pilpres

Keluar Kabinet

Meski Romli Bebas

Yusril Tetap Diproses JAKARTA - Kejagung menyatakan penanganan perkara dugaan korupsi pada Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan HAM dengan tersangka Yusril Ihza Mahendra tetap jalan terus meski Romli Atmasasmita dibebaskan dari jeratan hukum melalui putusan kasasi. ‘’Perkara Yusril, jalan terus,” kata Jampidsus Amari di Jakarta, kemarin. Jampidsus menambahkan, berkas Yusril sampai sekarang belum selesai di Dirtut pada Jampidsus. ‘’Setahu saya dari Dirtut, berkasnya Yusril belum selesai,” katanya. Saat ditanya penanganan kasus Yusril itu apakah terpengaruh dengan putusan kasasi MA terhadap Romli, ia menyatakan tidak terpengaruh. ‘’Tapi kan Yohanes Woworuntu dan Zulkarnaen Yunus, kena juga,” katanya. Ditegaskan, tidak menjadi masalah putusan Romli itu, karena semuanya memiliki posisi sendiri-sendiri. ‘’Masing-masing tersangka kan, posisinya sendiri-sendiri,” katanya. (son)

JAKARTA - Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo meminta partai anggota koalisi pemerintah yang ingin mengajak PDIP melakukan pembicaraan strategis menghadapi pemilu 2014, harus keluar dulu dari kabinet. ‘’Kita punya prinsip, ada parpol anggota kabinet ingin berdialog serius 2014, kami siap, tapi silakan lepas jabatan dulu di kabinet,” kata Tjahjo di sela diskusi Peran dan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan di Indonesia di kantor DPP PDIP Jakarta, kemarin. Ia meminta partai yang ingin mengajak PDIP membicarakan pemilu 2014 tersebut tidak bermain di dua tempat. ‘’Jangan main di dua tempat. Jangan satu kaki masih di pemerintah, satunya lagi dengan kami,” katanya. Tjhajo mengatakan, dalam

pembahasan di DPR dan membicarakan masalah pemerintahan, partainya sering melakukan komunikasi dengan partai lain. Namun jika ingin membicarakan pemilu 2014 maka sikap partai harus jelas. ‘’Sikapnya jelas dulu, baru bicara,” kata Tjahjo. Jika partai tersebut keluar dari kabinet, katanya, maka kedudukan keduanya sama sehingga makin efektif dalam melakukan pembicaraan dan tidak ada saling curiga. Tjahjo mengatakan bahwa partainya adalah partai terbuka dan banyak partai yang mengajak berkoalisi. Namun, kata Tjahjo, partainya mempunyai prinsip saat berkoalisi. Sementara itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok mengatakan, partai yang tergabung dalam koalisi pen-

dukung pemerintah tidak akan berani membentuk poros tengah dan koalisi tandingan. ‘’Saya yakin parpol dalam Setgab tidak ada yang berani membentuk poros tengah atau koalisi tandingan. Pasalnya, itu hanya akan membuat bencana nasional yang merugikan semua,” kata Mubarok. Mubarok menegaskan, siapapun termasuk Presiden Yudhoyono dan Demokrat tidak puas dengan keberadaan Setgab, begitu juga dengan partai-partai lain. Mubarok menambahkan, ancaman PKS untuk membentuk koalisi tengah adalah riakriak demokrasi. ‘’Tapi saya yakin enggak ada yang berani. Makanya, kalau ada ketidakpuasan terima saja. Ini jamuan pahit, telan saja itu sebagai jamu,” katanya. (ant)

Jawab Kritik Dengan Rileks JAKARTA- Menanggapi kritik refleksi akhir tahun yang kerap dilakukan pimpinan partai politik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta menteri-menterinya cukup menjawabnya dengan rileks. Karena, menurut Presiden penilaian yang akan diberikan banyak diangkat dari sisi-sisi negatifnya saja. ‘’Dengarkan saja, rileks, justru barangkali kritik dari refleksi itu, bisa objektif, bisa membuat kita lebih baik lagi di tahun 2011 mendatang,” kata Presiden dalam rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden Jakarta, kemarin. Sebaliknya, Presiden meminta para menteri melakukan refleksi akhir tahun. Langkah ini diharapkan sebagai cara komunikasi kepada rakyat untuk menjelaskan capaian, tantangan dan pekerjaan rumah yang akan dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. ‘’Sampaikan secara gamblang, objektif, yang sudah kita capai katakan sudah kita capai, yang belum dicapai sampaikan proses masih berlanjut, sampaikan demikian. Dengan demikian rakyat kita akan dapat gambaran yang utuh dengan apa yang

dilakukan dari pemerintahnya,” kata Presiden. Presiden juga mempersilakan para menterinya menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru. Tetapi, tetap konsolidasi. ‘’Meski ada libur panjang, pertama besok 24-25,26 (Desember) silakan berlibur, berkonsolidasi dengan baik. Yang kedua tanggal 1-2 itu biasa. Tapi di tengah-tengah cuti atau libur itu lakukan konsolidasi,” pesannya. Dalam rapat tersebut Presiden menekankan perlunya pembenahan kebijakan perpajakan agar lebih adil. Persoalan ini dikemukakan Presiden menjawab kritik tentang tingginya pajak yang dibebankan kepada industri di dalam negeri termasuk industri film. Akibatnya, konsumen lebih memilih produk dari luar negeri yang secara kalkulasi harganya jauh lebih murah dibanding harga di dalam negeri. Kepala Negara meminta agar hal-hal seperti ini dicek dan diteliti lagi. Kalau memang tidak tepat, harus diperbaiki. Jangan biarkan sesuatu yang tidak tepat terus berjalan, karena akan mengurangi manfaat. (har)

SBY-Sultan Dialog

RUUK Akan Mulus JAKARTA - Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai bagian untuk memuluskan pembahasan RUUK Daerah Istimewa Yogyakarta di DPR. Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Kesra Agung Laksono megngatakan, pertemuan itu akan menjadi referensi, gagasan dan bahan masukan bagi Setgab parpol pendukung sebelum pembahasan di DPR. ‘’Nanti ketika putusan formal melalui mekanisme yang resmi, ini paling tidak sudah ada referensi, sudah ada gagasan dan masukan,” ujarnya. Meski demikian, Agung mengaku belum mengetahui hasil pertemuan antara Presiden Yudhoyono dan Sultan yang berlangsung tertutup itu. Menurut dia, pertemuan tersebut wajar saja dilakukan untuk melakukan lobi penting guna memberi kontribusi agar tercapai kesepakatan atau solusi dari RUUK DIY yang menimbulkan polemik. ‘’Untuk melakukan lobi-lobi penting dan sah-sah saja terutama dalam memberi kontribusi untuk dapat tercapai kesepakatan untuk mencari jalan keluar, mencari solusi. Saya kira bagus,” tuturnya. Agung menjelaskan, kehadiran Abruizal Bakrie sebagai mediator dalam pertemuan antara Presiden dan Sultan merupakan inisiatif pribadi, meskipun tidak bisa dipisahkan antara posisinya sebagai Ketua Harian Setgab parpol koalisi pendukung pemerintah dan Ketua Umum Partai Golkar. (har)

Umat Beragama

Tak Ada Diskriminasi JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertekad menuntaskan agenda pendahulunya yang menghentikan diskriminasi umat beragama. ‘’Kita semua tidak boleh dibedakan secara negatif karena faktor agama, etnis, suku, dan sebagainya. Semuanya satu, bangsa Indonesia,” kata Presiden dalam pembukaan Munas XVI Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) di Jakarta, kemarin. Kepala Negara meminta seluruh umat beragama bersatu dan melangkah bersama, dan tidak boleh saling salah menyalahkan. Kepada semua umat beragama, Presiden menekanlam pentingnya menjunjung tinggi empat pilar negara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Yang harus saya selesaikan akan saya selesaikan. Mudah-mudahan dari yang kita capai tinggal sedikit yang tidak kita capai,” kata Presiden Yudhoyono. Presiden menekankan bangsa Indonesia tidak boleh tertinggal dari bangsa lain. Agar bangsa ini makin maju dan makin sejahtera maka diperlukan saling kerjasama. Karena itu merupakan ciri dari sebuah bangsa yang ingin melakukan perubahan besar. Bangsa Indonesia, juga harus mampu menghadapi tantangan dan rintangan dalam upaya melakukan transformasi yang fundamental menyangkut segi-segi kehidupan bangsa. Untuk itu, Umat Khonghucu juga diminta tetap aktif dalam membangun good society. (har)

Jadilah Pemimpin yang Jujur dan Rendah Hati SEORANG pemimpin harus memiliki sifat kejujuran dan rendah hati agar bisa diterima semua pihak, sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengemukakan pentingnya karakter kejujuran dan rendah hati yang harus dimiliki oleh pemimpin Korps Marinir maupun pemimpin di lingkungan TNI-AL. ‘’Jadi pemimpin harus jujur dan

rendah hati. Pemimpin juga harus bisa berbaur dengan anak buah,’’ katanya saat memberikan pengarahan bagi pati dan komandan satuan Korps Marinir yang mengikuti kegiatan Apel Komandan Satuan (AKS) di Kampung Cikoneng, Desa Tugu Utara, Kecamatan

Soeparno

Cisarua, Bogor, kemarin. Selain itu, Laksamana TNI

Soeparno juga mengemukakan, seorang pemimpin harus menjalankan good communication yaitu memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. Kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dinilai Laksamana TNI Soeparno sebagai faktor penting bagi seorang pemimpin, karena hal tersebut akan memudahkannya dalam menyampaikan berbagai gagasan dan informasi kepada berbagai pihak. Soeparno juga menilai seor-

ang pemimpin harus memiliki wawasan yang baik, terutama wawasan seputar dunia kepemimpinan yang digeluti. Sifat berikutnya yang harus dimiliki pemimpin yaitu tanggap terhadap perubahan dengan mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Pemimpin juga harus mempunyai banyak gagasan dan pandangan, sehingga memudahkannya dalam menjalankan berbagai tugas yang diemban. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Edisi 24 Desember 2010 | Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu