Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771
No.140 tahun IV Jumat, 23 Juli 2010 8 Halaman
Free Daily Newspaper
Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)
Belanja Negara Susut
Sempat Negatif, IHSG Naik Tipis
Kenaikan Harga Lima Persen
MENTERI Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, belanja pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2010, terutama sampai Juni 2010, turun ...hal. 1
KENDATI Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia Kamis sesi I, sempat bergerak ke area negatif seiring bursa regional, IHSG ditutup menguat tipis 4,611 poin atau 0,15 persen ke level 3.018. Mengikuti ...hal. 2
KALANGAN dunia usaha memperkirakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) maksimal 18 persen akan meningkatkan harga jual produk industri dalam negeri sekitar lima persen. “Dampak kenaikan TDL ...hal. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
www.suluhindonesia.com
Darmin, Gubernur BI JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Darmin Nasution menjadi Gubernur BI setelah terpilih secara aklamasi usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Gedung DPR Jakrta, kemarin. Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis mengatakan, semua fraksi menyetujui memilih Darmin menjadi Gubernur BI meski dengan berbagai catatan. ‘’Dengan demikian semua fraksi setuju,’’ ujar Emir yang dilanjutkan dengan mengetuk palu tanda persetujuan disahkannya hasil rapat itu. Sebelumnya, rapat tersebut direncanakan untuk melakukan voting, namun akhirnya diputuskan dengan aklamasi. Namun, usai Emir mengetuk palu, sejumlah anggota meminta agar catatan-catatan yang menempel dalam keputusan aklamasi itu dijelaskan dan ditegaskan berlakunya catatan itu. (ind)
Suluh Indonesia/sep
KELAYAKAN - Darmin Nasution terpilih sebagai Gubernur BI setelah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan hari kedua di hadapan Komisi XI DPR RI di kompleks Parlemen Senayan,Jakarta, kemarin.
Korpri Jangan Jadi
Alat Penguasa JAKARTA - Wapres Boediono mengatakan Korpri jangan menjadi alat penguasa dan masuk dalam ranah politik, karena jika terlibat kegiatan politik maka kualitas dalam memberikan pelayanan publik akan melenceng dan tidak optimal. ‘’Korpri, saya harapkan tetap pada landasan idiil UUD 45 dan Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Prinsip itu harus tetap dipegang. Korpri juga bukan organisasi biasa namun sebagai lembaga untuk membangun bangsa,” kata Wapres Boediono saat memberikan pengarahan pada Seminar Nasional Korpri di Gedung Bidakara Jakarta, kemarin. Menurut Wapres, meskipun
Korpri tidak menjadi alat penguasa, organisasi ini tetap menjadi mitra pemerintah untuk melaksanakan tujuan bersama dan jangan pula dihadaphadapkan untuk saling bertentangan satu sama lain. Boediono mengingatkan, jangan sampai energi masyarakat terbuang sia-sia hanya untuk memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat. ‘’Alangkah sayangnya energi kita kalau hanya untuk mengurus sesuatu yang tidak ada manfaatnya, sementara di negara maju sudah berjalan di depan. Kalau kita masih saja bertarung di dalam nanti anak cucu kita akan mencatat yang tidak baik,” kata Wapres.
Korpri, kata Wapres, selalu dekat dengan pemerintah dan kalau dulu harus dekat dengan kekuasaan maka saat ini juga tidak boleh sebagai alat kekuasaan di luar pemerintah. Wapres mengingatkan kalau Korpri sudah menjadi alat politik praktis maka bukan lagi sebagai alat pemersatu sehingga Korpri harus bisa disejajarkan dengan TNI dan Polri. ‘’Artinya kalau Korpri, TNI dan Polri pecah maka kita semua akan rugi karena tidak lagi memiliki alat pemersatu,” kata Wapres Boediono. Meski tidak boleh memasuki parpol, Wapres mengatakan, bukan berarti tidak boleh memiliki pandangan partai. (son)
Pemerintah Gagal
Berikan Jaminan Keselamatan JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon mengatakan pemerintah telah gagal memberikan jaminan keselamatan dan keamanan pada program konversi minyak tanah ke gas LPG tiga kilogram. ‘’Kejadian sekarang ini membuktikan pemerintah telah gagal memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pada masyarakat,” katanya di Jakarta, kemarin. Pernyataan tersebut disampaikannya saat istirahat di sela-sela rapat dengar pendapat Komisi VII dengan Menko Kesra Agung Laksono, Menteri ESDM Darwin Shaleh, Kabareskrim Polri Ito Sumardi, Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan dan instansi terkait lainnya. Menurut Effendi, dalam program konversi ini terlihat pemerintah tidak siap. Karena itu sejak awal fraksinya menolak program konversi yang belum dipersiapkan secara matang. Effendi mengatakan, program konversi ini dinilainya bersifat memaksa karena masyarakat tidak diberikan alternatif pilihan. Masyarakat di-
paksa menerima tabung gas yang disiapkan pemerintah. ‘’Karena ini kebijakan pemerintah maka seharusnya seluruh akibat yang ditimbulkan menjadi tanggung jawab penuh pemerintah,” kata Effendi. Effendi juga meminta pemerintah tidak mengalihkan tanggung jawab dengan mencari-cari kesalahan ke pihak lain. ‘’Janganlah mencaricari kesalahan pihak lain. Kalau melempar kesalahan ke pihak lain artinya pemerintahan tak bertanggung jawab,” tegas Effendi. Effendi melihat ada titik lemah dalam program konversi ini yakni tidak adanya keseriusan pemerintah melaksanakan program dan tak ada jaminan keamanan. ‘’Jika pemerintah tidak bisa memberikan jaminan keselamatan atas program konversi terbuat maka lebih baik tarik semua tabung gas tiga kilogram tersebut,” katanya. Untuk diketahui, ledakan tabung gas 3 kilogram sebagai konvesi minyak tanah banyak menimbulkan korban jiwa dan harta benda. (ant)
MK Tak Ingin Didikte Yusril JAKARTA - MK kesulitan untuk mengabulkan permohonan putusan sela (provisi) dalam perkara uji material UU Nomor 16/2004 tentang Kejaksaan yang diajukan mantan Menkeh dan HAM Yusril Izha Mahendra. Pasalnya, permintaan untuk menangguhkan proses hukumnya di Kejaksaan Agung itu merupakan tindakan konkret. Sedangkan pengujian MK adalah tindakan abstrak. Kedua hal ini tidak berkaitan dalam hubungan sebab-akibat. Penegasan itu Ketua MK Mahfud MD di Jakarta,kemarin. Dalam permohonannya, Yusril meminta MK mengeluarkan putusan sela untuk menghenti-
kan tindakan kejaksaan dalam memproses penyidikan kasus dugaan korupsi Sisminbakum terhadap dirinya. Alasan Yusril, segala tindakan hukum Jaksa Agung Hendarman Supandji dianggap illegal, hingga ada putusan tetap dari MK atas uji materialnya itu. ‘’Yusril minta MK membuat putusan provisi agar memerintahkan penghentian penyidikan hingga menunggu putusan final. Hal itu nampaknya agak sulit kami kabulkan. Uji materi yang dilakukan Yusril, hanya menyangkut pengujian UU, bukan mencabut kewenangan jabatan seseorang. Tetapi MK akan mempelajarinya,” katanya.
Menurut Mahfud, konteks kasus Yusril jauh berbeda dengan kasus rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah, saat dibawa ke MK. Saat itu, MK memberikan putusan pendahuluan yang memerintahkan untuk menangguhkan pemberlakuan pasal penonaktifan dalam UU Nomor 30/2002 tentang KPK. ‘’MK mengabulkan permintaan (Bibit-Chandra) itu, karena untuk menangguhkan pemberlakuan pasal dan waktunya saling mengejar. Sedangkan uji material yang dimohonkan Yusril, tidak saling berkejaran waktunya,’’ kata Mahfud. (nas)
K ta
Suluh Indonesia, Jumat 23 Juli 2010
K ilas
Pakai Jalur Busway Ditilang
Maling Pakai Seragam PLN DUA kawanan maling yang memakai baju seragam PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berakas di salah satu rumah di Komplek Cipinang Indah, Jl Camar Blok CC/ 15, Jakarta Timur. Pemilik rumah, Bambang saat melapor ke Mapolsek Metro Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, mengatakan, kamera dan hanycam miliknya hilang dibawa kawanan maling. Menurut Bambang, saat itu, dua orang dengan menggunakan seragam PLN datang ke rumahnya dengan menunjukkan identitas sebagai karyawan PLN kepada pembantunya, Mulyati (35). Mulyati, kata Bambang, tanpa curiga mempersilakan pelaku masuk ke dalam rumahnya. “Pada saat masuk itulah keduanya menyasar ruangan saya sehingga handycam dan kamera digital disikat,” katanya. a mengemukakan, kerugian yang menimpa dirinya sekitar Rp15 juta. Dia mengatakan, ciri-ciri para tersangka telah diketahui karena terekam oleh kamera pengintai yang berada di rumah itu. Kapolsek Metro Duren Sawit Kompol Titik Sulistiwati mengemukakan, polisi masih menyelidiki kasus itu. (ant)
Dilantik 55 Konsultan HKI MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Patrialis Akbar melantik sebanyak 55 konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk membantu pengembangan sistem kekayaan intelektual di Indonesia. “Pertambahan jumlah konsultan HKI diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Patrialis di Jakarta, Kamis. Patrialis menyebutkan saat ini jumlah konsultan HKI mencapai 506 orang yang tersebar di seluruh tanah air . Menkumham menuturkan penambahan jumlah konsultan HKI juga akan tercipta persaingan yang kondusif antarkonsultan untuk memberikan jasa kepada masyarakat. “Tentunya persaingan itu akan menuntut setiap konsultan untuk meningkatkan pengetahuannya,” tutur Patrialis. Selain itu, Patrialis berharap seluruh konsultan HKI memperbaiki pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa konsultan kekayaan intelektual. Mantan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) itu menegaskan konsultan HKI memiliki peran strategis untuk memajukan pelaksanaan sistem HKI karena secara langsung memberikan pemahaman hak intelektual. “Dampaknya program sosialisasi arti dan fungsi HKI akan segera terealisasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar Patrialis. Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan jumlah pemohon HKI mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga butuh penambahan konsultan. (ant)
Pemprov Didesak
Tidak Keluarkan IMB di TRS JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didesak untuk tidak mengeluarkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi pembangunan area komersial di Taman Ria Senayan (TRS) dan membiarkannya untuk ruang terbuka hijau (RTH). “Seperti diketahui sampai saat ini RTH di Jakarta masih jauh dari target. Untuk itu kita akan mendesak pemprov untuk tidak mengeluarkan ijin terhadap rencana pembangunan tersebut,” kata Anggota Komisi A DPRD DKI William Yani di Jakarta, Kamis. Selain itu, terkait kontroversi rencana pembangunan pusat perbelanjaan atau mall di kawasan itu, Komisi A menurut William akan memanggil tiga pejabat Pemprov DKI untuk dimintai keterangan. Ketiga pejabat Pemprov DKI yang akan dipanggil ialah Kepala Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Hari Sasongko, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Peni Susanti, dan Kepala Dinas Tata Ruang Pemprov DKI Jakarta Wiriatmoko. “Akan dipanggil secepatnya,” kata politisi dari PDI Perjuangan itu tanpa merinci lebih lanjut kapan tepatnya akan dilakukan pemanggilan. Hak pengelolaan lahan bekas Taman Ria Senayan merupakan milik Sekretariat Negara (Setneg) dan revitalisasi kawasan itu tidak diperuntukkan untuk pembangunan mall kare-
na dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 20102030 DKI Jakarta kawasan tersebut termasuk karya utama taman (KUT). Namun Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Wiriyatmoko, mengatakan kawasan yang masuk dalam kategori KUT tetap diperbolehkan membangun gedung tapi luasnya tidak boleh lebih dari 20 persen dari total luas lahan yang mencapai sekitar 10,5 hektar. “Jadi boleh saja dibangun gedung disana. Asal jangan melebihi dari aturan yang telah ditetapkan,” kata Wiriyatmoko. Berdasarkan rencana tata ruang DKI, pembangunan untuk bangunan atau gedung di kawasan Taman Ria Senayan hanya boleh dilakukan di areal lahan yang menghadap Jalan Senayan, tidak di areal yang menghadap Jalan Gatot Subroto. Alasannya adalah karena areal lahan yang menghadap Jalan Gatot Subroto diperuntukkan taman atau ruang terbuka hijau. Sebelumnya, Kepala Dinas Penertiban dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Hari Sasongko mengaku Dinas P2B telah mengeluarkan IMB sementara bagi pengembangan kawasan Taman Ria Senayan yang dalam tata ruang boleh digunakan sebagai daerah komersial. (her/ant)
Suluh Indonesia/ade
THE ANATOMY SHOW - Sejumlah pengunjung memperhatikan spesimen tubuh manusia asli dengan menggunakan proses pengawetan yang dikenal dengan nama Polymer Impregnation saat pameran internasional dari Amerika ‘The Anatomy Show’ di Jakarta, Kamis (22/7) kemarin.
Kasus Rekening Polri
KPK Siap Ambil Alih JAKARTA - KPK memberikan sinyalemen segera mengambil alih penanganan kasus 15 rekening perwira tinggi (Pati) polisi yang tengah ditangani Mabes Polri. Tetapi untuk saat ini, institusi pemberantasan korupsi tersebut masih tetap memantau dan harus menunggu hasil dari penanganan kasus itu hingga tuntas. “Jika tidak ada perkembangan yang signifikan, apalagi sampai jalan di tempat, KPK secara normatif sesuai UU, bisa mengambil alihnya. Namun, kami masih harus menunggu sambil terus memantau perkembangannya,” kata Karo Humas KPK Johan Budi SP kepada wartawan di gedung KPK,
Kamis (22/7) kemarin. Menurut dia, sebelum mengambil alih penaganan kasus itu, KPK terlebih dahulu melakukan supervisi. Jika penanganannya berlarut-larut serta jalan di tempat dan adanya tekanan dari pihak tertentu, barulah bisa dilakukan pengambil alihan penanganan kasusnya dari Polri kepada KPK. “Tetapi Mabes Polri punya kewenangan. KPK tak bisa begitu saja mengambil alih,” tandasnya. Sementara Pelaksana Tugas Harian (Plh) Ketua KPK Haryono Umar meminta pemerintah membuat aturan baku mengenai sanksi tidak melapor gratifikasi (hadiah). Alasannya,
aturan yang tercantum di dalam UU tidak menjelaskan besar batasan sebuah gratifikasi. “Jadi harus dibuat aturan, entah dalam bentuk PP (peraturan pemerintah-red) atau apa pun namanya, semuanya harus disebutkan secara spesifik,” ujarnya. Haryono menambahkan, akibat tidak ada sanksi yang jelas, saat ini yang melaporkan gratifikasi sangat sedikit. Apalagi para pejabat di tiap daerah. Bahkan, terdapat provinsi yang tidak ada laporan gratifikasinya. Hal itu jelas sangat tidak mungkin. Tiap pejabat di daerah pastinya mendapatkan gratifikasi. “Sangat tidak mu-
Buntut Pertemuan Rahasia
KPK Tahan
JAKARTA - Pertemuan rahasia antara Jampidsus Kejaksaan Agung M Amari dengan kakak kandung tersangka kasus dugaan korupsi sistem administrasi badan hukum (Sisminbakum) Hartono Tanoesoedibjo, Harry Tanoesoedibjo berbuntut panjang. Bos gedung bundar ini, telah diperiksa untuk dimintai keterangannya terkait pertemuan tersebut. Pemeriksaan langsung di bawah koordinasi Jamwas Marwan Effendy. M Amari telah ditanyakan latar belakang serta alasan bertemu dengan Harry Tanoe. Pertanyaan itu disampaikan melalui inspektur yang khusus ditugaskan memeriksa Jampidsus ini. “Dari jawaban tersebut, nanti akan dilihat sejauh mana pertemuan itu. Apakah ada kelalaian atau kesengajaan tindakan tidak terpuji dari seorang jaksa,” kata Marwan kepada pers di gedung Kejakgung, Jakarta, kemarin. Selain pemeriksaan terhadap Jampidsus, lanjut dia, pihaknya juga telah memeriksa Jampintel Hamzah Tadja. Pemeriksaan ter-
Marwan Effendy
hadapnya terkait dugaan bocornya upaya pencegahan berpergian ke luar negeri tersangka Hartono Tanoe. Padahal, indikasi penetapannya sebagai calon tersangka sudah sejak jauh hari terlihat. Hasil pemeriksaan akan dipelajari dan dikaji, sebelum menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan atas dugaan pelanggaran kode etik jaksa, Jaksa Agung Hendarman Supandji telah mengimbau, agar pimpinan kejaksaan memberikan keteladanan. “Jika tidak ada keteladanan bagaimana mungkin dapat meneladani para jaksa. Tetapi
saya tidak mau berkomentar dengan pertemuan itu. Namun, kalau ada indikasi perbuatan tidak terpuji, saya selaku Jamwas pasti harus menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan terhadap siapa saja,” tandas mantan Jampidsus ini. Jaksa Agung Hendarman Supandji mempersilahkan pihak yang ingin melaporkan dirinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait adanya dugaan suap sebesar 3 juta dolar AS dalam kasus Hartono Tanoesudibyo. “Silahkan saja ke KPK, tanya dia (Yusril Ihza Mahendra), sekarang bisa tidak membuktikannya,” katanya seusai acara Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa atau Hari Jadi Kejaksaan Agung Ke-50, di Jakarta, Kamis. Sejumlah media memberitakan tudingan terhadap Hendarman Supandji yang telah menerima uang suap sebesar 3 juta dollar AS untuk tidak menetapkan Hartono Tanoesudibyo menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Sisminbakum. (nas/ant)
ilustrasi
anya. Martinus, berharap kali tersebut dinormalisasi agar tak banjir. Menanggapi hal ini Camat Cilincing, Junaidi mengata-
kan, pihaknya sudah mengusulkan pengerukan lumpur maupun normalisasi Kali Cakung Lama termasuk Kali Candrabaga ke Sudin PU
JAKARTA - Setelah menetapkan stasus tersangka, KPK langsung melakukan penahanan menahan empat orang tersangka terkait kasus dugaan suap manipulasi pajak yang terjadi di PT Bank Jawa Barat (Jabar). Mereka adalah mantan Direktur Kepatuhan Bank Jabar Hery Achmad Bukhori dan tiga orang pegawai Ditjen Pajak, yakni Roy Yuliandri, Muhammad Yazid dan Dien Rajana Mulya. Sebelum ditahan empat orang tersangka sempat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Kamis (22/7) kemarin. Mereka diperiksa penyidik sejak pukul 10.0017.30 WIB. Roy Yuliandri yang keluar lebih dulu tidak mau berkomentar mengani penahanannya. Hal serupa dilakukan tiga tersangka lainnya. Mereka langsung bergegas masuk mobil tahanan berbeda. Karo Humas KPK Johan Budi SP mengatakan, keempat tersangka ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Roy Yuliandri ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Sedangkan Hery Achmad
Bukhori, Muhammad Yazid dan Dien Rajana Mulya ditahan di Rutan Bareskrim Polri. “Kami tahan untuk 20 hari kedepan,” imbuhnya. Keempat tersebut ditetapkan sebagai tersangka sejak akhir Juni 2010 lalu. Ketiga mantan pemeriksa pajak yakni Yuliandri, Yazid dan Rajana diduga menerima suap sebesar 550 juta dari total suap sebesar 2,55 miliar rupiah yang berasal dari Bank Jabar. Sedangkan Hery Achmad Bukhori disangkakan sebagai pemberi suap. Mereka disangkakan melanggar UU Nomor 31/ 1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi. Mantan Direksi Bank Jabar telah menyuap beberapa orang pegawai Kantor Pemeriksa Pajak Bandung I. Suap agar kewajiban pajak Bank Jabar pada 2001-2002 dikurangi. Pada tahun 2001 mencapai Rp 129,29 miliar, diturunkan Rp 4,97 miliar. Periode 2002 yang semula berjumlah Rp 51,80 miliar, diturunkan menjadi Rp 7,27 miliar. Atas jasanya ini, para oknum pegawai pajak tersebut menerima suap total Rp 2,55 miliar. (nas)
Diduga Ada Suap BPIH
Kali Candrabaga yang berada di RW 01 Semper Barat, Cilincing terus mengalami penyempitan hingga membuat warga di sekitar lokasi cemas terhadap kemungkinan datangnya banjir saat turun hujan. perbarat, Kamis. Bahkan saat hujan lebat luapan air akan mengalir ke perumahan warga. Bukan hanya warga sekitar yang terimbas luapan banjir dari kali tersebut, namun Gereja Tugu yang merupakan salah satu destinasi pesisir Jakarta Utara juga teraliri banjir. Keluhan senada disampaikan Martinus (30), warga Kampung Tugu lainnya. “Dahulu sungai ini bisa dipakai warga untuk mencuci dan mandi, tapi sekarang air kotor,” kat-
ngkin pejabat di daerah tidak ada gratifikasi,” imbuhnya. Atas permasalahan ini, lanjut Haryono, pemerintah harus segera mengambil tindakan. Pasalnya, gratifikasi sangat rentan dalam memicu korupsi. Gratifikasi itu berbeda dengan suap, karena suap jelas dilakukan dengan tujuan pejabat bersangkutan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, baik menguntungkan atau merugikan si pemberi suap. “Kalau graitfikasi tidak jelas, karena ada yang kasih buat hadiah, entah kapan ada embel-embelnya di belakang hari,” jelas dia. (nas)
JAKARTA - Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Ditlantas Polda Metro Jaya) menindak 3.908 pengendara motor dan mobil karena melakukan pelanggaran menggunakan jalur busway. “Sudah saatnya polisi menindak tegas kendaraan yang menggunakan jalur busway,” kata Direktur Lantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Condro Kirono di Jakarta, kemarin. Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat jumlah kendaraan yang terkena tilang karena menerobos jalur busway sejak 15 hingga 22 Juli 2010, yakni 2.327 unit motor dan 404 mobil pribadi. Kemudian 290 angkutan Kopaja dan Metromini, serta 77 truk. Condro menuturkan salah satu agenda kegiatan Operasi Patuh Jaya 2010 menitikberatkan penertiban dan upaya sterilisasi jalur busway. Tujuan sterilisasi jalur busway itu, guna meningkatkan pelayanan transportasi massal bagi masyarakat yang selama ini sering terhambat kendaraan pribadi yang menerobos jalurnya. Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memprioritaskan sterilisasi jalur busway pada Koridor I (Blok M - Kota), Koridor III (Kalideres - Harmoni), Koridor V (Kampung Melayu - Ancol) dan Koridor VI (Ragunan Landmark). Selain menilang kendaraan yang menggunakan jalur busway, polisi juga menilang 4.362 pengendara motor yang tidak helm, 3.813 motor melawan arus dan 2.949 motor yang melanggar rambu dilarang berhenti. Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya mulai 15 hingga 28 Juli 2010 untuk menertibkan kendaraan yang melanggar, meningkatkan kesadaran disiplin berlalulintas bagi pengguna jalan dan mencari tahu faktor penyebab kemacetan. (ant)
Jamwas Periksa Jampidsus dan Jamintel Tersangka Kasus Pajak
Kali Cakung Menyempit Warga Cemaskan Banjir
“Menyempitnya kali disebabkan karena jarangnya dilakukan penurapan (tebing) dan lumpur yang mengeras. Akibatnya kali yang tadinya dengan lebar 15 meter, kini tinggal empat meter,” kata Iwan, warga Kampung Tugu, Semper Barat, Kamis. “Kali Candrabaga merupakan anak kali Cakung Lama yang menghubungkan ke muara Cakung Draine, kalau hujan turun warga sekitar cemas karena air cepat naik ke pemukiman,” keluh Iwan (46), warga Kampung Tugu, Sem-
2
Jakarta Utara. “Menurut informasi tahun ini ada penurapan di Kali Cakung Lama, namun tidak tahu dimana titik lokasinya,” kata Junaidi. (ant)
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum menerima laporan dari DPR atau warga masyarakat lain terkait dugaan suap dalam penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2010. “Belum ada laporan (terkait dugaan suap BPIH) yang masuk,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis. Ia memaparkan, jika ada laporan informasi terkait dugaan suap tersebut yang juga didukung oleh sejumlah bukti, maka KPK pasti akan menindaklanjutinya. Mengenai laporan yang pernah masuk dari ICW,
menurut Johan, laporan dari LSM antikorupsi tersebut adalah terkait antara lain dengan pemantauan pelaksanaan haji tahun 2009. Johan mengingatkan, KPK pernah melakukan kajian terhadap penyelenggaraan haji dan telah menyampaikan hasil rekomendasi. “Beberapa rekomendasi telah disampaikan ke Kementerian Agama,” katanya. Selain itu, lanjut Johan, KPK juga pernah dipanggil oleh Komisi VIII DPR RI terkait dengan kajian dan hasil rekomendasi tersebut. ICW dalam sejumlah kesempatan menginginkan KPK mengusut dugaan suap terkait pembahasan BPIH 2010. (ant)
Metr politan
Suluh Indonesia, Jumat 23 Juli 2010
3
Pernikahan Dini
Lahirkan Kemiskinan JAKARTA - Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari mengatakan pernikahan anak dibawah umur yang sampai saat ini masih terjadi merupakan penyebab kemiskinan bangsa. ‘’Kita harus memutus mata rantai kemiskinan lewat menghentikan pernikahan anak di bawah umur sehingga pemerintah dan masyarakat sipil harus membuat strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan ini,” katanyadi Jakarta, kemarin. Dian yang ditemui dalam acara diskusi publik “Perkawinan Anak, Kepentingan Siapa yang diselenggarakan oleh Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) mengatakan, pernikahan anak adalah persoalan gunung es yang menjadi akibat dari belum selesainya persoalan seperti kemiskinan dan keke-
rasan terhadap perempuan dan hal ini tidak lepas dari tidak adanya kontribusi maksimal dari pemerintah dan masyarakat untuk menghentikannya. Dian mengatakan, sudah cukup banyak perempuan yang menjadi korban dari pernikahan anak dan kasus pernikahan anak tidak hanya terjadi di Jawa tetapi diseluruh wilayah Indonesia. ‘’KPI telah melihat fenomena ini di beberapa cabang KPI di daerah dan melakukan survei kecil untuk memotret permasalahan yang ada,” ungkap Dian. Menurut Dian, KPI memulainya dari pemberdayaan perempuan dan menguatkan di balai KPI di setiap daerah sehingga bisa memberikan pemahaman kepada perempuan untuk menekan pernikahan anak. Dian mengatakan, inisiatif pernikahan anak lebih banyak
datang dari orang tua sehingga para anggota KPI sudah mulai berbicara kepada beberapa orang tua untuk memberikan pemahaman tentang dampak pernikahan anak. ‘’Di sisi lain kita mendorong pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk memperbanyak sekolah di pedesaan karena dengan membangun sekolah akan membantu anak-anak perempuan untuk menunda pernikahan karena mereka punya alasan untuk menyelesaikan sekolah terlebih dahulu sebelum menikah,” ungkap Dian. Dian mengatakan, pemerintah sangat berkepentingan dalam hal ini karena banyak sektor yang terkait dengan pernikahan anak seperti kementerian kesehatan berhubungan dengan angka kematian ibu dan kesehatan ibu serta kementerian pendidikan. (ant)
Suluh Indonesia/ant
Pelayanan Publik
LHKPN - Anggota F-PAN DPR menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Gedung KPK Jakarta, kemarin. Sebanyak 64 anggota belum melaporkan harta kekayaan meskipun seharusnya penyerahan dilakukan dua bulan pasca dilantik sebagai wakil rakyat.
Harus Memiliki Standar
SBY Yakinkan AS
TNI Tidak Melanggar HAM JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meyakinkan Pemerintah Amerika Serikat bahwa TNI tidak akan lagi melakukan pelanggaran hak asasi manusia dalam setiap penugasannya. ‘’Saya adalah seorang militer, yang juga turut menyusun cetak biru reformasi TNI. Jadi, saya yakinkan anda bahwa TNI tidak lagi melakukan pelanggaran HAM,” kata Presiden sebagaimana dikutip MenhanPurnomo Yusgiantoro usai pertemuan dengan Menhan AS Robert Gates di Istana Negara Jakarta, kemarin. Presiden, kata Purnomo,
menegaskan bahwa dirinya akan turut mengawal pelaksanaan reformasi TNI tersebut hingga benar-benar berjalan dengan baik dan tidak ada lagi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh prajurit TNI. Sementara itu, secara terpisah, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, pihaknya telah menetapkan berbagai ketentuan agar tidak ada lagi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh prajurit baik dalam penugasan di daerah aman maupun di daerah konflik. ‘’Salah satunya dengan memasukkan pendidikan tentang Hak Asasi Manu-
sia dalam setiap kurikulum pendidikan di TNI. dengan begitu, tidak ada lagi pelanggaran HAM yang akan dilakukan oleh prajurit TNI baik saat bertugas di daerah aman maupun di daerah konflik,” ujarnya. Jadi, lanjut Djoko, persoalan mengenai latihan bersama antara Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dengan satuan khusus AS, sudah selesai. ‘’Bagi kami, TNI, persoalan ini sudah selesai. Kami sangat menyambut positif keputusan AS untuk membuka kembali pelatihan bagi Kopassus,” ujarnya. Dalam pertemuan antara
Kak Seto Ajak
Tersenyum Hadapi Anak JAKARTA - Pemerhati anak, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mengajak orang tua untuk tersenyum menghadapi anak sebagai upaya mengubah paradigma mendidik yang selama ini identik dengan kekerasan. ‘’Mari tersenyum hadapi anak. Paradigma mendidik tidak identik dengan kekerasan seperti mencubit, menjewer atau memukul,” kata Kak Seto pada kegiatan “One Day For Childern” atau sehari untuk anak dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2010 di Jakarta, kemarin. Kak Seto mengatakan empati terhadap anak masih kurang, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun pemerintah. Menurut pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 28 Agustus 1951 itu, anak jangan diposisi-
kan sebagai pelaku jika melakukan kesalahan seperti pencurian, tapi anak adalah korban dari lingkungan yang merusak. ‘’Jika anak mencuri dan di-
Seto Mulyadi
tangkap jangan posisikan mereka sebagai pelaku, tapi korban dari lingkungan. Sebab penjara bukan tempat yang cocok bagi anak,” katanya.
Mendidik anak dengan cara kekerasan sebagai alasan menegakkan disiplin menurutnya bukan tindakan yang tepat karena akan mewariskan sifat kekerasan dan dendam kepada anak. Peran keluarga dalam mendidik anak juga dinilainya sangat penting. Kementerian Sosial juga lebih mengedepankan pendekatan secara kekeluargaan untuk menangani permasalahan anak-anak. Menurut data Komnas Perlindungan Anak, kekerasan terhadap anak dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat 1.626 kasus pada 2008 dan meningkat menjadi 1.891 pada 2009. Peningkatan signifikan terjadi dalam lima bulan pertama 2010 sudah terdata 1.826 kasus kekerasan terhadap anak dan diperkirakan akan terus meningkat sepanjang 2010. (ant)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Pertahanan AS Robert Gates dibahas berbagai hal menyangkut kerja sama pertahanan kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis. Terkait pendidikan dan latihan militer kedua negara, Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan, pihaknya akan memberikan pelatihan militer termasuk satuan khusus secara terbatas dan bertahap. Kopassus menjalin kerja sama pendidikan dan latihan dengan sejumlah negara seperti AS. (ant)
JAKARTA - Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan, pelayanan publik harus memiliki standar dan memenuhi kriteria cepat, murah, mudah dan akuntabel. ‘’Harus ada standarisasi pelayanan, mesti ada standar operasionalnya. Ketidakpastian hanya akan menyebabkan pelayanan amburadul,” katanya di Jakarta, kemarin. Menurut Mendagri, meski lebih dari separuh daerah di Indonesia telah melaksanakan sistem perizinan terpadu satu pintu, namun setiap daerah menerapkan standar pelayanan yang berbeda-beda. Untuk itu, perlu ada standar yang jelas seperti batas waktu penyelesaian pemrosesan ijin usaha dan biaya yang dibutuhkan. Gamawan mengatakan
jika memang tidak dibutuhkan biaya untuk pelayanan publik, maka jangan ada pungutan apapun. Gamawan menegaskan, agar pelayanan publik memenuhi kriteria cepat, murah jika memang memerlukan biaya, mudah dan akuntabel. Akuntabel yang dimaksud, yaitu hasil yang diberikan menunjukkan layanan publik terbaik. Mendagri juga menyinggung tentang kinerja pegawai negeri atau birokrat sebagai pelaksana pelayanan publik. Pegawai negeri adalah bagian dari pelaku reformasi birokrasi yang dituntut untuk selalu unggul sehingga mampu menggerakkan reformasi dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Namun, pada praktiknya di lapangan, pegawai negeri terpengaruh pada kekuatan politik sehingga netralitas dalam memberikan layanan publik tidak terjaga. Ia berharap, masalah ini dapat diatasi sehingga pegawai negeri tetap netral dan memberikan layanan yang prima. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua I BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kamarussamad menjelaskan, berdasarkan pengalaman di lapangan, masih ditemui sejumlah permasalahan dalam birokrasi yang berkaitan dengan pelayanan publik. Misalnya, punli, hirarki birokrasi yang panjang dan berbelit, korupsi, kolusi dan tidak transparan. (son)
Megap litan
Suluh Indonesia, Jumat 23 Juli 2010
4
Sosok Hj. Fauziah Diani Budiarto
Sukseskan Program KB BERBAGAI upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mensejahterakan warganya. Salah satunya melalui program Keluarga Berencana (KB), sebagaimana yang dilakukan Ketua Tim Pengerak PKK Kota Bogor, Hj. Fauziah Diani Budiarto. “Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi dalam upaya mensejahterakan warga Kota Bogor khusunya melalui program KB,” ujar Fauziah, usai menerima pengahargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI, karena dinilai berhasil dalam mensukseskan program KB di Bogor, kemarin. Kepiawaian Hj. Fauziah, dalam membangun program KB di Kota Bogor itu ternyata dibanguan tidak hanya sebatas duduk manis di belakang meja atau sekedar terima laporan para pengurus PKK di kecamatan atau kelurahan. “Saya lebih suka terjun langsung di tengah masyarakat dari pada sekedar terima laporan dari anak buah,” tegasnya. Perjuangan ini juga sering mendapat penghargaan dari dunia internasional. “Mudah mudahan itu semua akan memotifasi diri saya dan ibu-ibu lainnya di Bogor ini agar berbuat lebih baik lagi di masyarakat,” pungkas Ketua Umum Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda), Kota Bogor ini. (bas)
Suluh Indonesia/rin
PEKAN PROMOSI - Yuyun Wira Saputra bersama Iskandar Rais, Dandim 0508 Depok Letkol Arh Suroso dan Waka Polres Depok AKBP Ahmad Subarkah saat meninjau acara Pekan Promosi Produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Depok Town Square (Detos), kemarin.
Oknum Guru Ngaji
Nur Mahmudi IsmailIskandar Rais Dijagokan
DEPOK - Usulan koalisi kerakyatan yang terdiri dari gabungan partai politik non parlemen soal calon wakil wali kota yang layak mendampingi Wali Kota Nur Mahmudi Ismail dari unsur birokrat mulai direspons publik. Bahkan, belakangan ini nama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindsutrian (Disperindag) Iskandar Rais dijagokan menggeser kandidat birokrat lainnya. “Ya, kami memang telah mengusulkan banyak nama untuk dijagokan mendampingi pak Nur. Salah satunya dari unsur birokrat. Tapi keputusan layak atau tidaknya Iskandar Rais diserahkan kembali ke DPD PKS,” kata Ketua Koalisi Kerakyatan Gita Kurniawan di Depok, kemarin. Selain Iskandar, nama lainnya yang diusulkan sebelumnya adalah Etty Suryahati (Sekda Kota Depok), Sayid Kholid (Asisten Tata Praja), Yayan Ariyanto (Kadis Bina Marga dan Sumber Daya Air), dan Rahmad Subagio (Kepala Badan Lingkungan Hidup). Sedangkan dari unsur politisi disebutkan Hasbullah Rahmad (Ketua DPC PAN Kota Depok), Nursi Arsyirawati (Anggota FBR Kota Depok), dan Sutadi Dipowongso (Wakil Ketua PDIP Kota Depok). “Sosok calon wakil wali Kota Depok merupakan sosok representatif keinginan masyarakat Depok dan memiliki legitimasi politik dan bukan sekadar ditentukan suka atau tidak suka oleh figur
Walikota Depok. Figur yang kami rekomendasikan itu sesuai dengan analisis kami,” kata dia. Sosok Iskandar Rais dikenal santun, loyal, tipikel pekerja bekerja, dan kandidat doktor. “Saya rasa beliau pantas mendampingi Pak Nur. Namun, sekali lagi saya katakan semuanya terserah DPD PKS,” ucap Gita. Sementara itu, Direktur Eksekutif Jatijajar Centre, Benhard SH mengatakan, sekalipun PKS belum menentukan dan menetapkan pasangan kandidat calon wali kota dan wakilnya. Namun, ia jika pilihannya jatuh pada birokrat maka itu merupakan keputusan tepat. “Ke depannya dibutuhkan kepemimpinan kepala daerah yang kuat dan harus lepas dari tarik menarik kepentingan politik. Dan saya pikir PKS sebagai partai yang memiliki jaringan kader dan akar rumput kuat dalam menentukan wakil tidak harus dari partai politik tertentu,” katanya. Jika benar dari birokrat, maka tugas wakil wali kota nantinya tinggal melanjutkan reformasi dan penataan birokrasi untuk mewujudkan pelayanan publik yang murah dan efektif. Apalagi, kata dia, sosok Iskandar Rais adalah sosok intelektual dan cukup mempunyai kemampuan dalam pengelolaan birokrasi. Sementara itu secara tegas Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Depok, Mutaqin Syafe’i membatah keras isu PKS mengusulkan nama calon wali kota dan wakil nya. (rin)
Dituduh Cabuli Delapan Murid BOGOR – Diduga garagara mencabuli delapan a n a k d i b a w a h u m u r, H S (48), seorang oknum guru ngaji dan diketahui bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Bogor, kemarin dilaporkan ke M a p o l r e s t a K o t a B o g o r. Warga Kapung Sinarsari, RT 04/RW 04, Kel. Empang, Kec. Bogor Selatan itu terpaksa harus berurusan dengan polisi, karena tudu-
han pencabulan delapan bocah laki-laki yang tak lain muridnya sendiri. Dari informasi yang diperoleh, tindakan bejat HS itu terungkap setelah seorang korbannya AB (9), murid sebuah SD di Kota Bogor yang nyaris menjadi korban pelaku kemudian melaporkan aksi pencabulan itu kepada kedua orangtuanya. “Kami masih memintai keterangan korban dan memburu keberadaan HS
yang ternyata kabur saat kedoknya diketahui warga,” kata Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Bogor, Iptu. Ika Santi, kemarin. Polisi selain masih memintai ketarangan saksi korban, pihaknya juga akan terus mengembangkan kasus ini karena dikawatirkan masih ada korban lainnya. “Kita masih terus mengembangkan kasus ini,” tegasnya. (bas)
Polisi Gerebek Pabrik Tabung Gas Ilegal TANGERANG - Anggota Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menggerebek pabrik tabung gas ilegal ukuran tiga kilogram di Komplek Pegudangan Pantai Indah Dadap Blok BG/18, Kali Perancis, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. “Pemilik pabrik berinisial BF sudah ditahan polisi,” kata Kepala Satuan Industri Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Kasat Indag Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Sandi Nugroho kemarin. Pemilik pabrik yang juga tersangka itu memproduksi
tabung gas ukuran tiga kilogram tanpa izin selama empat bulan beroperasi dan tidak sesuai dengan standar PT Pertamina. BF juga tak mampu menunjukkan legalitas atau izin perusahaan maupun surat pemesanan tabung gas dari PT Pertamina. Pabrik tabung elpiji tak resmi itu sudah beroperasi sekitar empat bulan dan mampu memproduksi 500 tabung per harinya atau sekitar 4.000 tabung setiap bulannya. Kasat Indag menuturkan informasi keberadaan pabrik produksi tabung ilegal itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang mencurigai kegiatan yang
tertutup tersebut. Selain menangkap tersangka pemilik pabrik, polisi juga menyita barang bukti berupa 2.000 tabung gas palsu ukuran tiga kilogram, empat unit mesin las, dua unit mesin valve, empat unit mesin gerinda, 645 lempengan bahan tabung bagian atas/ bawah, serta alat perakit tabung gas lainnya. Tersangka terjerat dengan Pasal 24, 25, 26 dan 27 Undang-Undang Nonor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara lebih dari lima tahun. (ant)
Diperlukan Inovasi agar IKM dapat Bertahan DEPOK - Guna meningkatkan industri di Depok berbagai cara dilakukan agar pelaku dunia usaha kecil menengah tetap eksis dalam kondisi ekonomi yang tak stabil. Mereka terus berbenah diri dengan melakukan inovasi dan menciptakan kreasi baru. Hasil dari produk mereka dapat dinikmati warga Depok dan sekitarnya dalam acara Pekan Promosi Produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Depok Town Square (Detos) dari 22-26 Juli 2010. Sebanyak 40 IKM yang ada di Depok ikut dalam pameran tersebut. “Ini untuk memperkenalkan IKM yang paten, marketable dan mapan kepada masyarakat Depok,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Iskandar Rais di sela-sela acara, kemarin. Konsep acara ini adalah bazaar intermedia. “Artinya, kami hanya sebagai mediator antara pihak bank dengan pelaku industry kecil,” tandas Iskandar. Selanjutnya, IKM yang ikut dalam pameran adalah IKM terpilih yang memang sudah mapan sehingga dapat menjadi perangsang bagi pelaku industri lainnya. “Kita menghargai hasil karya mereka. Produk yang dipamerkan bukan hanya produk IKM biasa. Produk mereka adalah produk unggulan yang diciptakan berdasarkan hasil pemikiran pelaku us-
aha,” ujar Iskandar. IKM Depok dapat maju jika dikembangkan dengan baik. Dari data yang dimiliki, 400 IKM yang ada di Depok, hampir separuhnya memiliki potensi untuk masuk dunia industri. Namun kali ini pihaknya baru dapat memamerkan 40 IKM saja. “Seperti genta nada ini yang memiliki irama berbeda dengan yang ada di daerah lain,” ujar mantan Asisten Tata Praja Kota Depok ini. Wakil Wali Kota Depok Yuyun Wira Saputra dalam sambutannya mengimbau kepada IKM yang ada di Depok agar lebih kreatif sehingga tetap bertahan. Salah satu caranya, kata Yuyun yaitu dengan melakukan inovasi terhadap produk yang diproduksinya. “Saya harap agar IKM Depok dapat menciptakan souvenir khas yang mencirikan Depok,” ujarnya. Abdul Madjid Gangga, pemilik Sentra Genta Nada menjelaskan, genta nada yang diproduksinya memiliki nada khas. Memang alat musik seperti ini banyak diproduksi di daerah lain. Namun dia meyakinkan genta nada miliknya memiliki ciri tersendiri. “Iramanya berbeda dengan yang lain,” ujar Abdul. Harga alat musik yang diproduksi Abdul bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. “Mulai dari Rp 750ribu sampai Rp 10juta,” katanya. (rin)
Eksekusi Rumah
Diwarnai Kericuhan DEPOK - Satuan Dinas Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok bersama juru sita Pengadilan Negeri Kota Depok eksekusi sebiah rumah di Jalan Kedondong RT 001 RW 015 No. 91, Kecamatan Beji. Rumah tersebut merupakan rumah sengketa antara Liana Pengaribuan dan Henni Eriyati. Kericuhan mewarnai eksekusi, lantaran salah penghuni bernama Antoni Pangaribuan mengacungkan golok ke hadapan petugas juru sita. Petugas dari Polres Depok pun langsung mengamankan lokasi sehingga suasana kembali normal. Kasihani, kuasa hukum Henny menuturkan, kejadian bermula saat Liana mengingkari janjinya kepada Henny. Saat itu, Liana menjual rumah seluas 400 meter kepada Henny dengan harga Rp 100 juta. “Kejadiannya bermula pada tahun 1997 lalu. Saat itu Liana menjual rumahnya kepada klien kami,” kata Kasihani ditemui di lokasi, kemarin. Usai menjual rumahnya, Liana kemudian minta izin kepada Henny agar memberi kesempatan menempati rumah tersebut selama satu tahun. “Dia bilang mau ngontrak rumah ini sambil mencari rumah baru,” ujarnya. Setelah satu tahun berlalu, ternyata Liana minta perpanjan-
gan waktu satu tahun lagi hingga akhirnya menghilang. Henny pun berniat mengambil kembali rumah yang dibeli dari Liana tersebut. Ironisnya, saat akan diambil alih, orangtua Liana justru menolaknya. “Klien kami pun mendaftarkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Cibinong,” tandasnya. Juru sita PN Depok, Sanusi bin Djaih menjelaskan, kasus ini merupakan pendelegasian dari PN Cibinong. Pihaknya bahkan telah melayangkan surat pemberitahuan kepada Liana sebelum melakukan eksekusi. “Kita sudah kirimkan satu kali. Bahkan waktu 2009 lalu juga sudah ada pertemuan dengan kuasa hukum termohon,” papar Sanusi. Eksekusi tanah dan bangunan di Jalan Kedondong ini merupakan kasus kedua yang dilakukan juru sita PN Depok terhitung Januari sampai Juli 2010. Kasus pertama, ada di Kelurahan Ratujaya yang kini diberi penangguhan. “Keduanya merupakan perkara yang didelegasikan dari PN Cibinong ke PN Depok,” tandasnya. Sementara itu, berdasarkan hasil musyawarah, penghuni rumah diberi kesempatan hingga 29 Juli untuk mengosongkan rumah. Mereka pun mengaku akan meninggalkan rumah secara sukarela. (rin)
Surat Penetapan Lokasi Lapas Paledang Telah Terbit
Suluh Indonesia/ant
KAYU BAKAR- Seorang warga Serua Dukuh,Ciputat,Tangerang Selatan menggunakan pekarangan rumahnya untuk dijadikan dapur karena trauma dengan seringnya terjadi ledakan gas akhir-akhir ini.
Lima Koperasi di Bogor Raih Penghargaan BERTEPATAN dengan Hari Koperasi ke-63, lima koperasi berprestasi mendapat penghargaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Piagam penghargaan, kemarin diserahkan Wakil Walikota Bogor, Achmad Ru’yat, bersama Kepala Disperindagkop, Edgar Suratman, pada acara Temu Koperasi, di Gedung Auditarium Balitro, di Jalan Tentara Pelajar No. 3, Cimanggu, Kota Bogor. Kelima Koperasi itu masing-masing yakni Koperasi KPRI Karsamina Sejahtera, Koperasi PKRI Swakarsa Raharja, KPRI Ekawiyata Bakti, KPRI Raharja dan
KPRI Mitra Karsa. Achmad Ru’yat berharap di asa yang akan datang koperasi lebih aktif meningkatkan kinerja bisnisnya masing-masing. “Jangan biarkan koperasi
yang telah dibentuk hanya sekedar sebagai lembaga bisnis dengan kapasitas usaha yang kecil dan ruang lingkup usaha yang terbatas,” tandasnya. Kepada para pengurus koperasi juga harus melakukan evaluasi kinerja koperasinya. “Lakukan perbaikan demi perbaikan sistem untuk menjadikan koperasi sebagai sebuah lembaga usaha yang sehat secara manajerial dan sehat secara finansial, sehingga mampu menjadi lembaga bisnis yang berdaya saing tinggi,” sarannya. (bas)
BOGOR - Surat penetapan lokasi pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Paledang telah terbit sehingga proses pembangunan gedung Lapas bisa dilanjutkan dengan pembebasan lokasi. “Alhamdulillah, kemarin kita sudah meneriman surat penetapan lokasi dari Bupati Bogor Rachmat Yasin, ini artinya proses pembangunan Lapas Paledang bisa segera dilanjutkan,” kata Kepala Lapas Paledang, Suwarso, di Bogor, kemarin. Surat penetapan lokasi itu diterima langsung oleh Kakanwil Hukum dan HAM Jawa Barat, Dhani Kusumaatmaja saat bersilaturahmi dengan Bupati Bogor Rachmat Yasin pada hari Selasa (20/7) di Kantor Bupati. Rencana pembangunan Lapas Paledang di Desa Pasir Jambu, Sukaraja, Kabupaten Bogor, seluas 6,7 hektar terdiri dari 4,2 hektar merupakan hibah dari pemerintah daerah dan sisanya 2,5 hektar merupakan lahan masyarakat. Setelah diterbitkannya surat penetapan lokasi, proses pembebasan lahan milik
masyarakat dan ganti rugi lahan dapat dilakukan sesegera mungkin, terlebih dahulu dilakukan pengukuran dan penilaian tanah yang akan dibebaskan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T). “Kita mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memfasilitasi pembebesan lahan tersebut,” kata Suwarso. Terkait anggaran pembangunan, disiapkan Kementerian Hukum dan HAM, untuk pembebesan lahan seluas 2,5 hektar telah dianggarkan dari APBN-P sebesar Rp 7,5 miliar. Pembangunan Lapas Paledang merupakan salah satu dari 20 lapas yang akan dibangun oleh Kemenkumham di seluruh Indonesia. Lapas Paledang Pasir Jambu dibangun untuk menggantikan Lapas Paledang di Kota Bogor yang sudah melebihi daya tampung. Kapasitas Lapas Peledang yang terletak di Jalan Paledang, Kota Bogor sebanyak 500 orang sementara saat ini jumlah narapidana dan tahanan mencapai 1.000 lebih. (ant)
pini
Suluh Indonesia, Jumat 23 Juli 2010
F OKUS Parpol Harus Lebih Ramah Dekati ‘Konsumen’ ENGUSAHA besar mencoba mencari inspirasi di mana-mana untuk mengembangkan usahanya. Mereka kreatif untuk mendapatkan pelanggan. Adakah upaya demikian juga bisa dilakukan oleh partai politik untuk mendapatkan massa? Ada kemiripan antara partai politik dengan perusahaan. Jika perusahaan menjual produk untuk dipakai oleh konsumen yang membuat konsumen merasa nyaman (misalnya kendaraan), partai politik menjual produk berupa regulasi, kebijakan yang bisa membuat nyaman rakyat. Bahkan jika dibandingkan dengan perusahaan, partai politik tidak perlu memberatkan rakyat yang harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli produknya. Partai politik hanya memerlukan dukungan, transformasi identitas partai politik itu ke dalam pemikiran rakyat, artinya menyetujui kebijakan partai dan memahami ideologinya. Untuk ‘’membeli’’ produk partai politik itu, rakyat cukup datang ke bilik suara, memilih partai politik dan kandidat yang dicalonkan setiap ada pemilu. Mereka cukup berjalan kaki menuju bilik suara tanpa mengeluarkan uang. Tetapi mengapa partai politik banyak yang gagal melakukan tugas menarik simpati rakyat. Salah satu titik persoalan ada pada human relation petugasnya. Pada perusahaan, petugas-petugas yang melakukan pendekatan kepada konsumen adalah mereka yang dibekali ilmu untuk mendekati pelanggan. Petugas-petugas ini akan mendekati pelanggan dengan ramah, dengan senyum dan keikhlasan. Mereka berpakaian rapi dan bersih. Bahkan kini di perusahaan perbankan, para satpam pun dididik untuk bersikap ramah kepada konsumen. Jadi, kita akan merasa nyaman jika berurusan dengan perusahaan tersebut. Perusahaan-perusahaan telah amat paham, bahwa mereka hidup di zaman yang amat kompetitif. Untuk merebut konsumen, pelayanan yang ramah merupakan ujung tombak untuk itu. Jika dibandingkan demikian, kita akan ternganga dengan apa yang kita lihat pada partai politik. Padahal, baik perusahaan maupun partai politik adalah dua korporasi yang sama-sama hidup di tengah persaingan. Partai politik tidak pernah melakukan pendekatan yang demikian ramah kepada masyarakat. Yang sering kelihatan adalah konflik, saling serang, bakar-bakaran dan kemudian saling berkelahi antarsimpatisan. Lalu menjelang pemilu datang ke desa-desa dengan ancaman atau menghamburkan uang dengan janji-janji palsu. Mereka yang datang juga kebanyakan dengan sikap yang tidak ramah, dengan pandangan mata yang mengancam. Sangat wajar jika partai politik tidak mampu bersaing satu sama lain dan makin banyak masyarakat yang enggan datang menuju bilik suara pada pemilihan umum. Akhir-akhir ini kembali terdengar suara untuk melebur jumlah partai politik di Indonesia. Salah satu penyebab dari keinginan untuk melebur itu adalah keterbatasan partai politik dalam merekrut massa sebagai simpatisan. Memang kita pandang peleburan itu perlu. Tetapi peleburan ini semata-mata demi menyederhanakan model kepartaian kita di Indonesia, bukan karena keterbatasan kemampuan partai untuk merekrut anggota. Ada perbedaan jelas antara dua preposisi ini. Peleburan demi penyederhanaan partai mempunyai tujuan praktis, terutama dalam memformulasi kebijakan umum. Tidak perlu mendebatkan dengan sebelas atau dua puluh partai tetapi cukup dengan lima partai politik misalnya. Tetapi peleburan karena ketidakmampuan merekrut massa bermakna kegagalan para politisi untuk mewujudkan karyanya. Ini adalah kegagalan ide, kegagalan langkah. Maka, kalau kita ingin berkecimpung di bidang politik, mulailah dengan cara mengubah sikap dalam bergaul dan penampilan. Cobalah bergaul secara lembut dan wajar, tidak serampangan main ancam. ***
P
Bang D
el
Korpri jangan menjadi alat penguasa
Alat pemerintah ...
5
Tantangan Peleburan Partai di Era Reformasi PARTAI politik merupakan hal yang lumrah dan pasti ada di dalam negara, bagaimana pun sistem pemerintahannya. Di negara komunis seringkali disebutkan kehidupan partai politik itu lemah. Padahal justru partai komunis menjadi domain di negara yang bersistem sosialis seperti ini. Bahkan partai politik tandingan dimungkinkan ada, meskipun secara diam-diam. Partai politik adalah gejala yang selalu hadir dalam kehidupan negara. Ia merupakan organ negara utama yang mampu menjalankan kehidupan negara melalui kader-kader yang dimiliki. Hampir seluruh negara atau rezim di zaman modern, pembentukannya disokong oleh partai politik. Munculnya Uni Soviet, dibentuk oleh Partai Komunis Uni Soviet. Di Cina juga demikian. Partai Kongres membantu pembentukan negara India dan Partai Nasional Indonesia membantu terbentuknya negara Indonesia. Munculnya suara-suara peleburan (fusi) partai politik di Indonesia akhir-akhir ini, merupakan perbincangan menarik karena itu mempunyai arti pengulangan sejarah partai yang ada di negara ini. Dalam konteks historis, Indonesia pernah melakukan fusi tahun 1972 ketika belasan partai politik yang ada diperas menjadi tiga — Golkar, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia. Fusi ini relatif berhasil dengan faktor utama sebagai pemegang perannya adalah kekuatan pemerintah. Dominasi Orde Baru memungkinkan terjadinya fusi tersebut berhasil tanpa gejolak. Tujuan fusi ini tentu saja untuk lebih mudah mengelola negara, tidak terjadi persaingan politik di antara unsur-unsur (partai politik) yang menjadi pembentuk partai politik baru. Liberalisasi partai politik pasca-Orde Baru mempunyai kelemahan yang sangat fundamental, yaitu pembentukannya tidak didasarkan oleh pengetahuan akan kepartaipolitikan. Liberalisasi ini dibuat sebagai faktor pendukung atas kebebasan berpendapat dan berbicara serta (diakui atau tidak) untuk menampung para barisan sakit hati yang tidak bisa berpolitik secara praktis di zaman Orde Baru. Munculnya banyak anggota legislatif di berbagai daerah (dan berbagai tingkatan) yang mempunyai permasalahan ijazah palsu adalah indikasi kuat betapa partai politik itu diisi oleh orangorang yang berani mewujudkan kebebasan berbicara ketimbang mempunyai pengetahuan politik yang baik. Gagalnya Megawati menjadi presiden di tahun 1999 juga mengindikasikan hal demikian. Tidak bisa dikesampingkan pula, kemampuan mengritik anggota parlemen tidak sebanding dengan kerja nyata yang seharusnya dilakukan oleh mereka dalam bentuk memperbaiki kondisi sosial bagi konstituennya. Mereka lebih kelihatan sebagai pengritik pemerintah dibanding dengan memperjuangkan konstituen mereka.
Oleh : GPB Suka Arjawa Ideologi dasar partai politik itu hanya menjadi sekadar penghias belaka, tidak difungsikan sebagai alat untuk menampung massa yang mempunyai pemikiran-pemikiran yang sealiran dengan ideologi partai politik tersebut. Padahal, ideologi dasar inilah yang menjadi soko guru berdirinya partai politik dan akan menentukan keberhasilan mereka eksis di masyarakat. Ideologi itu juga akan menggerakkan arah kerja dan perjuangan politik mereka. Kegagalan mengembangkan ideologi ini dalam wujud sosialisasi politik dilatarbelakangi oleh keterbatasan kualitas anggota yang hanya mampu mewujudkan kebebasan berbicara ketimbang mensosialisasi penjabaran ideologi tersebut.
Sekadar Penghias Dalam konteks demikian, ideologi dasar partai politik itu hanya menjadi sekadar penghias belaka, tidak difungsikan sebagai alat untuk menampung massa yang mempunyai pemikiranpemikiran yang sealiran dengan ideologi partai politik tersebut. Padahal, ideologi dasar inilah yang menjadi soko guru berdirin-
ya partai politik dan akan menentukan keberhasilan mereka eksis di masyarakat. Ideologi itu juga akan menggerakkan arah kerja dan perjuangan politik mereka. Kegagalan mengembangkan ideologi ini dalam wujud sosialisasi politik dilatarbelakangi oleh keterbatasan kualitas anggota yang hanya mampu mewujudkan kebebasan berbicara ketimbang mensosialisasi penjabaran ideologi tersebut. Dari sinilah kemudian terlihat bagaimana amburadulnya partai politik di Indonesia dalam memantapkan idelogi itu. Ada partai yang berasaskan nasionalisme keagamaan, tetapi justru memperlihatkan diri sebagai partai yang eksklusif, merekrut anggota dari kelompok tertentu saja. Dengan demikian, peleburan partai politik di zaman reformasi ini (jika kelak terjadi atau dipaksa oleh peraturan akan terjadi), akan mempunyai risiko kegaduhan politik bagi negara Indonesia. Kegaduhan ini disebabkan oleh dua faktor besar.
√
Kegaduhan akan muncul dari komponen-komponen yang berlatar belakang ‘’berani berbicara’’ ketimbang mampu menyelesaikan pekerjaan.
√
Kegaduhan akan muncul karena penafsiran ideologi dasar. Ketidakmampuan membuat formulasi dan penjabaran ideologi amat berpotensi munculnya benturan ideologi antara partai yang satu dengan yang lain dalam rangka membentuk partai baru.
√
Penyederhanaan partai memang diperlukan dalam iklim politik di Indonesia. Peraturan yang dibuat haruslah memberikan keleluasaan bahwa di Indonesia masih dimungkinkan hidup lima atau tujuh partai politik.
Pertama, kegaduhan akan muncul dari komponen-komponen yang berlatar belakang ‘’berani berbicara’’ ketimbang mampu menyelesaikan pekerjaan. Ini akan membuat partai yang baru dibentuk berpotensi terus-menerus tidak mampu menata diri. Kedua, kegaduhan akan muncul karena penafsiran ideologi dasar. Ketidakmampun membuat formulasi dan penjabaran ideologi amat berpotensi munculnya benturan ideologi antara partai yang satu dengan yang lain dalam rangka membentuk partai baru. Fenomena ini tentu saja akan membuat negara kembali tidak mampu menyusun program dengan baik. Kelanjutannya fenomena yang akan terjadi konflik politik akan banyak terjadi di parlemen, tidak seperti sekarang di mana konflik politik terjadi antara eksekutif dan legislatif. Penyederhanaan partai memang diperlukan dalam iklim politik di Indonesia. Yang harus diperhatikan penyederhanaan itu tidak seradikal seperti tahun 1972 ketika belasan partai bergabung menjadi tiga. Bahwa stabilitas relatif terjadi pada waktu itu, disebabkan pemerintah Orde Baru terlalu kuat dengan figur sentral Jenderal Soeharto di pucuk pimpinan eksekutif. Di zaman sekarang, eksekutif tidak sekuat dulu. Jika ada gejolak di dalam partai politik, pemerintah tidak akan mungkin bisa mempunyai peran seperti di zaman Orde Baru. Padahal negara memerlukan stabilitas demi melanjutkan pembangunan. Karena itu peraturan yang dibuat haruslah memberikan keleluasaan bahwa di Indonesia masih dimungkinkan hidup lima atau tujuh partai politik. Dengan jumlah ini, rentang ideologi dasar partai masih cukup longgar sehingga akan mampu menekan konflik yang diakibatkan perbedaan ideologi ini. ***
Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.
SURAT A NDA Waspada Dunia Maya BERHATI-HATILAH dalam menggunakan teknologi. Terutama yang saat ini sedang menjadi trend baru di masyarakat kita,yakni Facebook. Jejaring sosial ini memang begitu menarik untuk setiap orang, bisa terkoneksi begitu gampang dengan sejawat yang sudah belasan bahkan puluhan tahun tidak bertemu. Sebagai wadah untuk silaturahmi tentu baik-baik saja. Namun, ada juga sisi buruknya. Ini yang saya alami sendiri. Pasangan saya marah sekali terhadap teman saya yang memberikan komentar yang kurang sopan. Untuk adat ketimuran bahkan kelewat batas. Menjurus ke sara dan memalukan. Komentar ini sebetulnya hanya rentetan atas komentar lainnya. Tidak langsung menusuk ke pribadi saya. Tapi, arena bebas seperti itu menjadi sulit dikendalikan karena komentar dari teman-teman saya
juga bermunculan. Pasangan saya tersinggung pula karena sedikit banyak menyakut pribadinya. Pada akhirnya memang komentar-komentar itu bisa dihapus dan dihilangkan, tetapi karena sudah terlanjur terbaca menjadi sulit dihilangkan dari memori. Saya hanya mengingatkan agar kita selalu bijak dalam memberikan dan menggunakan teknologi. Ada baiknya, jika ingin mengeluarkan pendapat terhadap orang lain dipikir dengan benar dan hindari sejauhmungkin yang bisa menyakiti perasaan orang lain. Teknologi itu ibarat pisau. Ia bisa sangat berguna juga begitu mudah membahayakan. Jadi, sebaiknya biasakan diri kita untuk berlaku sopan. Internet memang dunia tanpa batas, tapi tetap ada koridor yang tidak bisa diterabas Dewi Sanyata Margonda, Depok
Perawatan Jalan Diperlukan JALAN Jatiwaringin memang saat ini dalam kondisi jauh lebih baik bila dibandingkan 2-3 tahun lalu yang penuh dengan genangan air, terjal dan bebatuan. Setelah diperbaiki total saat ini pengendara menjadi jauh lebih nyaman. Namun, dalam beberapa bulan ini kondisi jalan yang baik ini berangsung mulai terlihat tanda-tanda mengelupas. Terutama di ruas antara dua SPBU di sekitar itu terdapat tambalan yang kurang rata. Jika malam dan pengendara tidak hati-hati akan sangat mudah celaka karena bisa menerjang tambalan yang terlalu menonjol Dalam kondisi hujan sangat dikhawatirkan pengendara mudah tergelincir dan bisa saja jalan menjadi benar-benar mengelupas dan membuat lubang baru. Memang, kondisinya masih belum parah betul,tetapi perlu diamati sejak dini. Semoga aja kualitas tambalan di sepanjang
jalan itu baik dan tidak asal-asalan. Karena sebelumnya juga pernah terjadi, di tambal tetapi mengelupas dan kemudian ditambal lagi. Untuk itu mohon pada dinas dan pihak terkait untuk bisa memperbaiki kondisi ini. jangan sampai dana ratusan juta untuk memperbaiki jalan itu rusak perlahan karena dibiarkan tak terawat. Perbaikan jalan yang menelan biaya tidak sedikit itu, belakangan mulai terasa amat menganggu, tertutama di setiap sambungan jalan. Perbedaan antara jalan beton dan jalan lama yang masih agak bagus begitu curam. Di banyak titik ditemukan lubang di antara sambungan jalan itu. Akibatnya, banyak kendaraan yang kaget. Jika tidak hati-hati dipastikan pada pengendara motor akan jatuh. Vidiyanti Poris, Bekasi
Jalan Sepanjang 1,5 Km Rusak Parah WARGA Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan kerusakan jalan sepanjang 1,5 kilo meter di Dusun I dan III yang menjadi akses menuju Kecamatan Tambun dan Muara Angke, Jakarta. Jalan dengan lebar mencapai 4 meter itu sudah selama tiga tahun tidak memiliki lapisan aspal dan rawan terjadi kecelakaan. Kami telah mengajukan usulan perbaikan jalan kepada pemerintah setempat, namun belum mendapat tanggapan positif, mengingat jalan itu sangat penting guna memudahkan jalur transportasi bagi warga. Sekarang kondisinya memprihatinkan dan sudah banyak lubang besar. Bahkan sebagian besar badan jalan sudah tidak
memiliki aspal. Pada saat hujan, kerusakan jalan kerap mengakibatkan kecelakaan khususnya bagi pengendara roda dua. Di wilayah itu banyak aktivitas, mulai dari anak sekolah maupun pengendara jalan yang menggunakan sepeda motor dan ini cukup menyulitkan. Pemerintah pernah melakukan perawatan terhadap jalan dengan cara menaburi tanah dengan batu kapur, namun tidak bertahan lama, karena kekuatannya terkikis oleh air hujan. Kurang lebih 2.000 Kepala Keluarga (KK) yang berada di dua Dusun tersebut sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan jalan. Sahril Kades Pahlawan Setia
Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.
Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.
lahraga
Suluh Indonesia, Jumat 23 Juli 2010
Prancis Tak Patok Target di “Indonesia Challenge” SURABAYA - Para pebulu tangkis Prancis tidak mematok target dalam keikutsertaannya di ajang “Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010” di GOR Sudirman Surabaya pada 27-31 Juli mendatang. Pelatih tim bulu tangkis Prancis Arif Rasidi yang ditemui di Surabaya, kemarin, mengatakan keikutsertaan anak asuhnya di turnamen tahunan ini, lebih bertujuan mencari pengalaman tanding di luar negaranya. “Kami membawa sembilan pemain yang semuanya masih junior. Mereka memang pemain-pemain pelapis yang disiapkan untuk masa depan,” paparnya. Arif Rasidi yang pernah menghuni Pelatnas Cipayung di tahun 1998-2001 itu, mengakui kualitas anak asuhnya tidak sebagus pemain-pemain Indonesia, namun diharapkan
mereka tetap bisa memberikan perlawanan maksimal. Dari daftar undian yang dirilis panitia “Indonesia Challenge”, para pebulu tangkis Prancis sudah harus bertemu lawan-lawan berat di babak awal. Pada nomor tunggal putra misalnya, Maxime Francois yang mendapat “bye” di babak pertama, sudah bertemu unggulan utama Andre Kurniawan pada babak kedua. Sementara rekannya Michael Phomsoupha harus menghadapi pebulu tangkis Pelatnas Pratama Febriyan Irvannaldy. Nasib sama juga dialami pebulu tangkis putri Prancis Shinta Saiche yang sudah bertemu juara bertahan sekaligus “seeded” pertama Fransiska Ratnasari. “Mereka memang belum memiliki peringkat dunia, sehingga wajar kalau mendapatkan undian yang tidak menguntungkan. Ini bisa menjadi
pengalaman berharga buat mereka,” ujar Arif Rasidi. Ia menambahkan tujuan utama pebulu tangkis Prancis datang ke Surabaya adalah mengasah kemampuan dengan berlatih di klub Jaya Raya Suryanaga. Program mengisi liburan musim panas ini sudah dijalankan sejak 2004 lalu. “Kebetulan di Surabaya ada kejuaraan, mereka sekalian kami daftarkan. Hitung-hitung cari pengalaman dan mengukur kemampuan bermain,” tutur Arif menambahkan. Selain Prancis, turnamen Indonesia Challenge 2010 diikuti 17 negara asing lainnya dari Asia, Eropa dan Kanada dengan total pemain sebanyak 109 orang. Malaysia menjadi negara yang mengirimkan pemain terbanyak, yakni 36 orang, diikuti Singapura dengan 19 pemain dan Thailand menyertakan 14 pemain. (ant)
Piala Indonesia
Arema ke Semifinal BANDUNG - Tim Arema Indonesia melangkah ke babak semifinal Piala Indonesia 2010, meski pada leg kedua dikalahkan Persib Bandung 0-2 (0-1) pada pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, kemarin. Tim asuhan pelatih Robert Albert tersebut unggul agregat 3-2 dari Persib Bandung. Kemenangan telak 3-0 pada leg pertama di Malang, membuat Arema tetap aman meski kalah dari tim berjuluk Maung Bandung itu. Bek Persib Christian Rene Martines tampil luar biasa. Selain mengawal striker lawan, pemain bernomor punggung 17 itu mencetak dua gol melalui sundulan kepala menit ke-25 dan 75. Namun dua gol belum cukup menyisihkan tim Arema yang merayakan kesuksesannya pada leg kedua itu. Kemenangan Persib 2-0 (10) di Bandung, tak berarti apa-
Tanding Ulang
Persebaya Belum Terima Jadwal SURABAYA - Pengurus Persebaya Surabaya hingga kini belum menerima surat pemberitahuan resmi dari PT Liga Indonesia, mengenai jadwal pertandingan ulang melawan Persik Kediri yang rencananya digelar 5 Agustus 2010. “Saya sudah cek ke sekretariat Persebaya dan belum ada surat masuk dari PT Liga Indonesia. Jadi, sampai sekarang belum ada kepastian jadwal tanding ulang tersebut,” kata Ketua Harian Persebaya Cholid Goromah di Surabaya, kemarin. Ia mengatakan, pihaknya masih akan menunggu laporan dari manajer tim Persebaya terkait jadi tidaknya pertandingan tersebut. “Kalau PT Liga Indonesia jeli, seharusnya pertandingan itu tidak perlu digelar karena dampaknya sangat tidak bagus, terutama kerawanan bentrokan suporter Persebaya dengan Persik,” katanya.
Padahal, lanjut Cholid, hubungan kedua suporter tim asal Jatim itu sudah cukup bagus, kendati sebelumnya sempat “memanas”. Sebelumnya, Sekretaris Umum Persik Barnadi mengatakan pihaknya sudah mendapat pemberitahuan bahwa pertandingan ulang Liga Super Indonesia antara Persik melawan Persebaya akan digelar 5 Agustus 2010 di Stadion Brawijaya Kediri. “Pertandingan kedua tim Jatim tersebut akan digelar pada tanggal 5 Agustus,” katanya usai pertandingan babak delapan besar Piala Indonesia antara Persik melawan Persija Jakarta, Rabu. PT Liga Indonesia akhirnya memutuskan menggelar laga Persik lawan Persebaya, sesuai hasil keputusan Komisi Banding PSSI, namun ditetapkan jadwalnya. Sebelumnya, Komisi Disiplin memutuskan Persik telah
gagal menggelar laga kandang Liga Super Indonesia di Yogyakarta pada 29 April 2010 dan memberi kemenangan 3-0 kepada Persebaya. Namun, Persik mengajukan banding atas putusan tersebut dan disetujui Komding PSSI untuk digelar laga ulang. Pelatih Persebaya Rudy William Keeltjes yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan pihaknya segera menyiapkan tim untuk menghadapi laga tersebut. “Sebagai pelatih, saya siapsiap saja karena memang itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab,” ujarnya. Namun, Keeltjes sedikit khawatir dan pesimistis dengan penampilan timnya, karena motivasi tanding hampir sebagian besar pemain sudah menurun. “Saya memang hanya bisa memotivasi pemain, selebihnya tergantung mereka,” tambahnya. (ant)
Suporter Sriwijaya ke Sidoarjo PALEMBANG - Sebanyak 150 suporter Sriwijaya Football Club memberikan dukungan langsung ke Stadion Gelora Putra Sidoarjo, Jawa Timur, saat tim kesayangannya menghadapi Persipura Jayapura di laga semi final Piala Indonesia, 28 Juli 2010. Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku manajemen Sriwijaya Football CLub (SFC) Faisal Mursyid mengatakan di Palembang, kemarin, suporter itu berasal dari tiga kelompok yakni Singa Mania, Simanis dan Sriwijaya Mania Sumsel (SMS).
“Tiga kelompok suporter ini akan bergabung menjadi satu untuk memberikan dukungan langsung dan dijadwalkan berangkat Sabtu mendatang dengan menggunakan tiga unit bus,” ujar dia. Menurut dia, hal ini menjadi suatu kebanggaan karena sebelumnya ketiga kelompok suporter tersebut selalu melakukan aksi dukungannya secara sendiri-sendiri. “Kami berharap ini menjadi awal bersatunya tiga kelompok suporter SFC. Manajemen memberikan dukungan penuh kepada mereka dengan mem-
berikan bantuan berupa dana untuk keberangkatan mereka,” ujar dia. Ketua Kelompok Suporter Simanis, Qusoy mengatakan siap memberikan dukungan meskipun harus menempuh perjalanan darat yang cukup jauh. “Kalau pertandingannya di Solo, kita tidak kesulitan, karena di sana ada Pasopati memiliki kedekatan historis dengan SFC yang dulunya Persijatim. Namun ternyata pertandingan dialihkan ke Sidoarjo, maka para suporter yang ikut harus membawa uang tambahan lagi,” jelas Qusoy. (ant)
Ivan Kolev
Ivan Kolev Batal ke Stadion Jakabaring PALEMBANG - Pelatih anyar Sriwijaya Football Club Ivan Kolev batal ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis sore, untuk menyaksikan “Laskar Wong Kito” berlatih. Informasi dari Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri selaku manajemen Sriwijaya Football Club (SFC) Hendri Zainuddin, Ivan lebih memilih menyaksikan pertandingan Arema melawan Persib Bandung yang disiarkan langsung di salah satu televisi swasta. “Ivan mengabari siang tadi bahwa tidak bisa ke Jakabaring karena memantau pertan-
dingan Persib melawan Arema,” ucap dia. Menurut Hendri, Ivan memilih menyaksikan pertandingan Arema melawan Persib, karena sedang membidik beberapa pemain untuk dijadikan skuad SFC musim depan. “Kemarin dia sudah pergi menyaksikan langsung pertandingan SFC melawan Persebaya. Nanti, dia juga akan menyaksikan beberapa pertandingan di Piala Indonesia untuk kepentingan memilih pemain,” ucap dia. Dia mengungkapkan, pada awalnya Ivan berharap “Laskar Wong Kito” berlatih pada Kamis pagi, namun ternyata jad-
wal latihan yang diberikan Rahmad Darmawan adalah sore hari. “Dia tadi pagi sudah siapsiap ke Jakabaring, namun ternyata Rahmad (pelatih SFC yang akan digantikan Ivan-red) memilih latihan sore harinya,” ujar anggota DPRD Kabupaten Banyuasin ini. Karena pembatalan hari ini, Ivan pun dijadwalkan menyaksikan SFC berlatih pada pagi ini, tambah dia. “Ivan akan beberapa lama di Palembang. Selama di sini dia akan mengamati dengan saksama pemain yang akan dipertahankan dan dibuang,” ujarnya (ant)
6
apa bagi tim “Maung Bandung” yang dipastikan terhenti di babak perempat final. Keuntungan unggul satu pemain sejak kartu merah buat Dendy Santoso (Arema) menit ke-28, memang dimanfaatkan oleh Nova Aryanto dkk. untuk meraih kemenangan, namun belum cukup untuk bisa meloloskan ke semifinal. Pada pertandingan yang digelar tanpa penonton itu, tuan rumah Persib sebenarnya mampu menampilkan permainan terbaiknya dan unggul ball possition, namun gagal mencetak gol lebih dari dua. Sejumlah peluang emas diperoleh pada babak kedua baik mellaui Gonzales maupun Martines, namun gagal menambah keunggulan tuan rumah. Padahal bila menang 3-0, Persib punya peluang untuk menyamakan posisi agregat 3-3 dan menentukan pertandingan me-
lalui perpanjangan waktu atau adu penalti. Sebaliknya, Arema yang pada babak pertama tidak menurunkan duet “Singapura” M Alam Shah dan M Reduane menerapkan bermain “save” dan lebih banyak melakukan serangan balik. Kendati tertinggal gol dan kehilangan pemain bertahannya, tak menggoyahkan skema permainan tim Malang itu. Piere Njanka dkk mati-matian mengamankan pertandingan agar tidak kalah lebih dari dua gol. Pada babak kedua, pelatih Persib, Robby Darwis memasang tiga striker sekaligus dengan memasukan Airlangga menggantikan Cucu Hidayat. Kehadiran pemain bernomor punggung sembilan itu menambah daya serang Persib yang sebelumnya menempatkan duet bomber Budi Sudarsono dan Christian Gonzales.
Namun pertahanan Arema yang digalang Piere Njanka dan Waluyo cukup tangguh dan sulit ditembus Gonzales dkk. Bahkan beberapa kali striker yang gagal mengeksekusi penalti pada leg pertama itu terjebak off side. Sebaliknya Arema yang memasukan striker M Alam Shah berupaya mengubah skema permainan, meski tim Persib lebih banyak melakukan tekanan untuk membuahkan gol tambahan untuk mengejar ketertinggalan agregat gol. Persib makin membuka peluang untuk mengajak adu penalti setelah bek Rene Christian Martines kembali mencetak gol melalui sundulan kepala menit ke-75 menyambut umpan Atep. Namun belum cukup bagi Persib, hingga pluit panjang dibunyikan Persib hanya mampu menang 2-0 dan masih kalah agregat 2-3 dari Arema. (ant)
Piala Indonesia
Sidoarjo Tuan Rumah Semifinal dan Final JAKARTA - PT Liga Indonesia menetapkan Stadion Gelora Putra Sidoarjo sebagai tuan rumah babak semifinal hingga final Piala Indonesia (PI) 2010, bukan seperti wacana sebelumnya yaitu Stadion Manahan Solo. CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono di Jakarta, KEMARIN membenarkan jika babak semifinal hingga final PI digelar di markas klub Deltras Sidoarjo itu. “Sebenarnya agenda tidak berubah. Liga sejak awal sudah menyiapkan Sidoarjo sebagai opsi pertama venue semifinal sampai final. Solo statusnya hanya stadion pengganti bila gagal digelar di Sidoarjo,” kata-
nya. Menurut dia, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, babak semifinal akan digelar tanggal 27-28 Juli. Untuk perebutan posisi ketiga tanggal 30 Juli dan babak final tanggal 1 Agustus mendatang. Saat ini, kata dia, semua hal yang menyangkut masalah penyelenggaraan pertandingan telah dipersiapkan. Dengan demikian tinggal menunggu pelaksanaannya. “Sejak awal kan sudah diputuskan di sana. Tapi, status Stadion Manahan tetap siaga kalau-kalau batal digelar di Sidoarjo. Pemindahan ke Solo cukup fair, meski sempat terkendala perizinan,” katanya
menambahkan. Sementara itu, Head of Acquition RCTI Dini Putri selaku televisi yang akan menyiarkan pertandingan secara langsung mengaku perubahan lokasi pertandingan baru diketahui hari ini. “Skenario awal, semifinal digelar di Solo. Tapi, itu diubah lagi. Kami baru dikonfirmasi hari ini. Alasan pemindahan, Polda Jawa Tengah sulit memberikan izin bila laga digelar pukul 20.00 WIB. Kondisi ini menyulitkan. Kami harus melakukan set up,” katanya saat dikonfirmasi. Meski pengurusan ijin telah tuntas, kata dia, namun demikian berpontensi terjadi masalah
baru karena suhu di Sidoarjo sedang meninggi terkait status penghitungan suara pemilukada. “Izin menggelar final di sana memang sudah keluar. Tapi, kami masih ragu. Pilkada Sidoarjo masih menunggu proses penghitungan suara. Apa bisa menggelar laga final, meski suhu politik sedang tinggi? Kami tidak berharap hal buruk akan terjadi,” katanya menegaskan. Sebagaimana diketahui empat klub yang akan bertanding di babak semifinal telah diketahui yaitu Sriwijaya FC Palembang melawan Persipura Jayapura, Selasa, 27 Juli, dan Arema Indonesia melawan Persik Kediri, Rabu 28 Juli. (ant)
lahraga Nadal Tampil di Thailand Terbuka Bangkok - Petenis nomor satu dunia Rafael Nadal akan bermain di Thailand Terbuka September mendatang, kata penyelenggara, kemarin. Ini akan menjadi pertamakalinya bagi Nadal —yang merebut gelar Wimbledon keduanya tahun ini— berpartisipasi di turnamen Thailand ini, yang akan dimulai 25 September di pinggiran kota Bangkok. Petenis Spanyol itu mundur dari turnamen itu dua kali dalam tiga tahun terakhir karena cedera. Ketua Asosiasi Tenis Lapangan Thailand, Suwat Lipatapanlop, mengatakan bahwa dia berharap Thailand bisa menarik kembali para wisatawan setelah unjukrasa
anti-pemerintah pada April dan Mei lalu. “Saya berharap penampilan dia akan memberi negara ini citra yang bagus,” katanya. Nadal, yang juga menjuarai Prancis Terbuka lima kali mengatakan bahwa dia prima untuk bermain pada turnamen berhadiah 600 ribu dolar AS. “Dengan kesehatan dan badan saya dalam keadaan baik, saya sudah sangat tidak sabar untuk memainkan tenis yang sangat bagus bagi Thailand,” katanya dalam sebuah pernyataan. Juara AS Terbuka Juan Martin Del Potro juga akan bermain pada turnamen yang akan berlangsung hingga 3 Oktober mendatang.(ant)
Rafael Nadal
Shakhtar Kontrak Eduardo dari Arsenal UKRAINA - Shakhtar Donetsk mengontrak empat tahun striker internasional Kroasia Eduardo dari klub Liga Utama Inggris Arsenal, Rabu waktu setempat, diumumkan klub juara Ukrainia itu. Dilaporkan, Shakhtar membayar kepada tim Gunners itu senilai tujuh juta euro untuk mendapatkan pemain depan berusia 27 tahun dari Kroasia itu, yang bergabung dengan Arsenal pada Juli 2007. Pada November tahun lalu, Eduardo memperpanjang kontrak dengan Arsenal setelah sembuh dari cedera panjang yang membuatnya harus beristirahat hampir satu tahun. Pemain depan kelahitan Brazil itu cedera kakinya se-
hingga pergelangan kakinya harus diperbaiki pada Februari 2008 dan setelah ia gagal menjadi pemain inti di Emirates ketika Robin van Persie dan Nicklas Bendtner pun harus istirahat karena cedera. Eduardo tampil sebanyak 67 kali, mencetak 20 gol dalam semua pertandingannya bersama tim Gunners itu. Ia mencetak 12 gol dari 22 penampilan musim pertama bersama Arsenal, setelah sebelumnya bergabung dengan klub Kroasia Dinamo Zagreb dan mencetak 73 kali dalam 111 pertandingan. Ia pemain pertama yang mencetak hatrik pada pertandingan Dinamo lawan Hadjuk Split, pada laga sekota (derbi).(ant)
Suluh Indonesia, Jumat 23 Juli 2010
Manchester United Tim Paling Kaya NEW YOR - Klub raksasa Liga Utama Inggris (Liga Premier), Manchester United, merupakan tim paling bernilai dalam dunia olahraga, demikian menurut suatu penelitian yang disusun oleh Majalah Forbes. Forbes mengeluarkan daftarnya yang berisi susunan tim-tim olahraga paling bernilai di dunia, Rabu waktu setempat, dengan Manchester berada di urutan pertama dengan memiliki kekayaan 1,84 miliar dolar. Tim tertinggi kedua dan teratas di kalangan klub-klub olahraga Amerika Utara adalah klub National Football League (NFL) Dallas Cowboys dengan nilai kekayaan sebesar 1,65 miliar dolar. New York Yankees, Washington Redskins, New England Patriots, Real Madrid, New York Giants, Arsenal, New York Jets serta Houston Texans berada di peringkat 10 teratas. Mu Kalahkan Union Gabriel Obertan mencetak angka pada menit ke-76 sehingga raksasa sepak bola Inggris Manchester United unggul 1-0 atas Philadelphia Union pada pertandingan eksibisi di Lincoln Financial Field, Rabu waktu stetempat.. Obertan menerima umpan dari Danny Welbeck dan menembak dengan keras ke dalam gawang Brian Perk, merupakan satu-satunya gol pada laga yang disaksikan 44.213 penonton itu. Manchester tidak didukung beberapa pemain bintang pada pertandingan melawan tim dari Liga Sepak Bola Amerika Utara itu. Tim itu tidak diperkuat Wayne Rooney dan Michael Carrick pada pertandingan kedua tur Amerika Utara itu. Red Devils itu menang 3-1 dalam turn empat pertandingan ketika berhadapan dengan klub Liga Utama Skotlandia, Celtic FC, Jumat di Toronto. Manchester United akan bertemu dengan Kansas City Wizards, Minggu, sebelum berhadapan dengan tim pemain bintang gabungan MLS pada 28 Juli nanti. (ant)
Suluh Indonesia/ap
PERSAHABATAN - Pemain Philadelphia Union, Stefani Miglioranzi (kanan) dan pemain Manchester United, Paul Scholes, berebut bola dalam pertandingan persahabatan di Philadelphia, Rabu waktu setempat.
Cech Absen Sebulan LONDON - Penjaga gawang
Hadapi Korsel
Nigeria Panggil Mikel LAGOS - Pemain Chelsea, John Obi Mikel, yang tidak tampil dalam Piala Dunia karena cedera kaki, Rabu waktu setempat dipanggil untuk memperkuat tim nasional Nigeria melawan Korea Selatan pada laga persahabatan internasionqal di Seoul pada 11 Agustus mendatng. Pemain yang bermain dalam klub asing lain yang akan masuk tim itu adalah penjaga gawang Vincent Enyeama dari Hapoel Tel Aviv, Osaze Odemwingie dari Locomotiv Moscow Rusia dan pemain depan
Inter Milan, Obinna Nsofor. Sebanyak 22 pemain lain dari klub domestik sudah dipanggil untuk bergabung dalam tim nasional Nigeria. Di antara mereka adalah penjaa gawang Bayelsa United Bassey Akpan, pemain bertahan Lobi, Terna Suswam, pemain tengah Enyimba, Gabriel Reuben serta pemain depan Kano Pillars, Ahmed Musa, yang merupakan pencetak gol terbanyak pada musim kompetisi lalu, dengan mencetak 18 gol. (ant)
John Obi Mikel
7
Petr Cech
Chelsea Petr Cech kemungkinan akan absen pada awal musim Liga Utama Inggris setelah cedera betis saat latihan. Cech cedera urat betis kaki kanannya hari Selasa dan juara Liga Primer itu kini menegaskan bahwa ia akan absen hingga sebulan. Itu berarti bahwa pemain internasional Republik Cheska itu tampaknya pasti tidak memperkuat Chelsea pada pertandingan pembukaan Liga Primer melawan West Bromwich di Stamford Bridge
pada 14 Agustus dan kemungkina juga pada pertandingan tandang ke Wigan sepekan kemudian. Pemain berusia 28 tahun itu, yang mengalami cedera serupa sehingga ia absen sebulan musim lalu, juga tidak akan memperkuat klubnya pada pertandingan Community Shield melawan Manchester United di Wembley pada 8 Agustus dan sisa persiapan pramusim Chelsea, termasuk pertandingan persahabatan melawan Ajax dan Hamburg. “Pemindaian menunjukkan Petr Cech mengalami cedera urat betis di kaki kanannya dan penjaga gawang itu diduga akan absen selama saebuah,” kata pernyataan Chelsea di lamannya. “Ia mengalami cedera kemarin (Selasa) saat latihan dan kini diduga akan absen pada awal musim kompetisi kami, serta sisa pertandingan persahabatanpra musim kami.”
Absennya Cech merupakan pukulan besar bagi Bos Blues, Carlo Ancelotti, sementara tim asuhannya mulai mempertahankan gelar mereka. Ancelotti akan beralih kepada penjaga gawang veteran asal Portugal, Hilario atau Ross Turnbull untuk menggantikan Cech. Turnbull, yang diboyong berdasarkan transfer bebas dari Middlesbrough tahun lalu, baru empat kali memperkuat The Blues. Penjaga gawang berusia 25 tahun itu melakukan debutnya di Chelsea di pertandingan Liga Champions melawan APOEL dan saat Chelsea disingkirkan Inter Milan di 16 besar Liga Champions. Hilario (34) lebih berpengalaman setelah tampil 36 kali untuk Chelsea sejak bergabung dengan klub tersebut tahun 2006, tetapi ia tidak pernah tampil meyakinkan dan kebobolan tiga atau lebih tiga kali musim lalu. (ant)
Manchester City Ingin Kontrak Donovan NEW YORK - Manchester City tertarik untuk mengontrak pemain tengah AS, Landon Donovan, kata pelatih Roberto Mancini, Rabu waktu setempat. Manchester City menghabiskan waktu istirahat mereka dengan memperkuat tim sebelum mengawali kompetisi Liga Inggris dan Mancini mengatakan Donovan juga ada dalam daftar pemain barunya. “Landon Donovan pemain bagus. Kemungkinan ia bersatu dengan tim,” katanya dalam temu pers di New Jersey, tempat Manchester City melakukan laga “New York Challenge” yang dimulai Kamis. Donovan (28) yang terikat kontrak dengan Los Angeles Galaxy dari “U.S. Major League
Soccer” tetapi disewakan kepada Everton musim lalu. Ofisial MLS menyatakan mereka berharap Donovan tetap dalam klub Amerika itu. Mancini menyatakan, City juga tertaring dengan pemain depan Inter Mario Balotelli dan pemain tengah Aston Villa James Milner tetapi belum ada kata sepakat. Pertandingan empat tim “New York Challenge” diulai Kamis ketika Tottenham bermain lawan New York Red Bulls, yang baru mengontrak pemain Prancis Thierry Henry, yang akan bermain pertama kali dalam klub itu. Manchester City bermain lawan klub Portugal, Sporting Lisbon, pada pertandingan Jumat. (ant)
Landon Donovan
Nasi nal
Suluh Indonesia, Jumat 23 Juli 2010
8
Bali Jadi Contoh Pembangunan TPA
Suluh Indonesia/ant
TUNGKU BATUBARA MELEDAK - Sejumlah tim penyidik Polres Gresik melakukan olah TKP ledakan tungku pembakaran batubara, di PT Rakasa Indosteel, Gresik, kemarin. Hingga kini belum diketahui penyebab pastinya ledakan yang menewaskan dua pekerja tersebut. Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya akan melakukan olah TKP pada Jumat (23/7).
Empat Tersangka Kasus Bank Jabar Dien Rajana Mulya. Johan memaparkan, ketiga orang pemeriksa pajak itu diduga menerima uang suap Rp550 juta dari total Rp2,55 miliar yang diberikan pihak Bank Jabar. Untuk itu, ketiga pegawai itu dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan b dan atau Pasal 5 ayat (2) dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara Hery Achmad Buchori dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) dan atau Pasal 13 dan atau Pasal 12 huruf b UU 31/1999 sebagaiman diubah dengan UU 20/2001.
Johan juga menuturkan, keempat tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Roy ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya, sedangkan ketiga tersangka lainnya ditahan di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Pada kasus yang sama, KPK pada Senin (19/7) juga telah menahan mantan pemeriksa pajak Dedy Suwardi. Sebelumnya, KPK pada 28 Juni juga telah menetapkan sebanyak lima tersangka dalam kasus korupsi Bank Jawa Barat-Banten yang terdiri atas mantan pimpinan bank tersebut dan empat mantan pemeriksa pajak.
Kejati Jatim Tindaklanjuti
Eksekusi Mati Lima Terpidana SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur akan menindaklanjuti perintah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) untuk mengeksekusi mati terhadap lima terpidana. “Surat perintah JAM Pidum terkait eksekusi mati lima terpidana segera kami tindaklanjuti,” kata Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jatim Eddy Rakamto di Surabaya, Kamis. Perintah itu ditindaklanjuti dengan meneliti langkah hukum yang diambil lima terpidana mati, di antaranya permohonan peninjauan kembali kepada Mahkamah Agung (MA) dan pengajuan grasi
kepada Presiden RI. “Sejauh mana proses pengajuan grasi kelima terpidana mati itu,” kata mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kediri itu menambahkan. Ia menyebutkan kelima terpidana itu adalah Rag (45), warga Kordoba, Spanyol, yang divonis hukuman mati dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Madiun sejak 1999. Rag mengajukan peninjauan kembali kepada MA sejak 2003. HG (40), terpidana kasus penyalahgunaan narkoba yang mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Sura-
baya di Medaeng, Kabupaten Sidoarjo, sejak 2006. HG mengajukan grasi sejak 2007. Kemudian ada Sug (40), terpidana mati kasus pembunuhan yang sejak 2006 mendekam di Rutan Medaeng. Sug mengajukan permohonan grasi kepada Presiden pada 7 Oktober 2007. Selain itu, AS (40) dan NH (35), keduanya dihukum mati karena kasus terorisme yang kini mendekam di LP Kelas I Surabaya di Porong, Kabupaten Sidoarjo. AS mengajukan permohonan grasi kepada Presiden pada 18 Februari 2006, sedangkan NH mengajukannya pada 6 Februari 2006. (ant)
tawan yang dipimpin Kasubag Humas Pemprov Bali Drs Ida Bagus Ludra meninjau dari dekat kegiatan TPA yang mengadopsi teknologi dari Spanyol berlokasi sekitar 45 km timur Denpasar. Kucuran dana secara bertahap sejak tahun 2007 itu untuk kegiatan mengolah sampah yang berasal dari empat kabupaten, masing-masing Karangasem, Klungkung, Gianyar dan Bangli. “Hingga kini pengolahan sampah ramah lingkungan baru mengolah sampah-sampah dari Kabupaten Bangli sekitar 80-100 meter kubik setiap harinya,” ujar Budiarsa. Ke depan projek yang didanai pemerintah pusat itu diharapkan mampu menam-
pung sisa-sisa yang tidak berguna dari tiga kabupaten lainnya, yakni Karangasem, Klungkung dan Gianyar. Pengolahan sampah setelah dipilah dan diolah sedemikian rupa untuk menjadi pupuk organik, sejalan dengan kebijakan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk menjadikan Bali sebagai provinsi hijau dan bersih (green province). Sasaran Bali menjadi “green province”, menurut Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana Wayan Suarna, merupakan program terobosan dalam mempercepat memenuhi hak-hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang baik dan sehat. (ant)
Pemeriksaan Wagub Sulsel
KPK Tahan
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan manipulasi pajak PT Bank Jawa Barat tahun 20012002. “Keempat tersangka ditahan setelah dilakukan proses penyidikan dugaan penerimaan dan pemberian uang terkait pajak Bank Jabar tahun 20012002,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Kamis. Keempat tersangka tersebut adalah mantan Direktur Kepatuhan Bank Jabar Hery Achmad Buchori dan tiga orang mantan pemeriksa pajak Bank Jabar. Tiga orang pegawai pajak tersebut adalah Roy Yuliandri, Muhammad Yazid, dan
DENPASAR - Pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp32 miliar untuk membangunan projek percontohan tempat penampungan sampah akhir (TPA), sekaligus mengolahnya dengan pola ramah lingkungan di Banjar Banglet, Desa Kayubii, Kabupaten Bangli, Bali. “Projek percontohan di atas lahan lima hektare itu dibangun tahun 2007, dan pemerintah pusat telah menyalurkan dana sebesar Rp32 miliar,” kata Kepala Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Provinsi Bali Ir Wayan Budiarsa, di Denpasar, Kamis. Ia mengatakan hal itu ketika bersama puluhan war-
Penetapan tersangka itu terkait dengan kasus yang menjerat mantan Direktur Utama Bank Jabar Umar Syarifuddin yang telah divonis tujuh tahun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Hery bersama-sama dengan Umar diduga telah memberikan sejumlah uang sebagai imbalan kepada para pemeriksa pajak yang menjadi tersangka pada 2004 sebagai imbalan atas pengurangan jumlah pajak bank tersebut pada tahun pajak periode 2001-2002. Dalam kasus tersebut, PT Bank Jabar diduga melakukan penyetoran jumlah kekurangan pajak yang lebih rendah dari angka yang seharusnya. (ant)
Tunggu Izin Presiden MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) akan segera melayangkan surat permohonan izin pemeriksaan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang terkait kasus penggelembungan anggaran pin DPRD Sulsel pada 2009. “Pemeriksaan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang sebagai saksi dalam penggelembungan anggaran pin DPRD Sulsel masih harus menunggu izin dari Presiden,” kata Kepala Seksi Penerangan Humas dan Hukum Kejati Sulsel Irsan Z Djafar di Makassar, kemarin. Ia mengatakan, pemanggilan Wagub Sulsel sebagai
saksi karena dirinya selaku ketua tim tindak lanjut atas temuan Inspektorat Sulsel terkait penggelembungan anggaran pin DPRD Sulsel pada 2009. Apalagi sebelumnya, dua auditor Inspektorat Sulsel masing-masing Amrul Muksin dan Amiruddin yang menjabat sebagai Ketua Tim Pemeriksaan Satuan Perangkat Daerah (SKPD) sudah diperiksa penyidik Kejati Sulselbar. Saat pemeriksaan keduanya, penyidik belum mendapatkan data-data temuan yang diinginkannya karena keduanya mengaku telah menyerahkan hasil temuannya itu kepada ketua tim tindak lanjut. Sebelumnya, Auditor Inspektorat Sulawesi Selatan Amrul
Muksin menyatakan bahwa jika kejaksaan ingin mendapatkan data mengenai kasus temuan penggelembungan pin DPRD Sulsel kejaksaan harus meminta izin Gubernur Sulsel. “Kami takut kena sanksi jika data temuan itu tersebar. Makanya kami harus lalui dulu mekanisme sebelum diperiksa oleh kejaksaan,” ujar Amrul Muksin. Ia mengatakan, data hasil temuan inspektorat sudah diserahkan ke tim tindak lanjut yang diketuai Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang. Alasan penyidik melakukan pemanggilan terhadap Tim Auditor Inspektorat Sulsel karena ingin mencocokkan data temuan penyidik dengan temuan inspektorat. (ant)