Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771
No. 76 tahun IV Kamis, 22 April 2010 8 Halaman
Free Daily Newspaper
Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)
Liberalisasi Perbankan Mundur
Perlu Rekonstruksi Total
Gelar Roadshow IPO
BANK Indonesia (BI) mengatakan lima anggota ASEAN sepakat melakukan liberalisasi perbankan dalam penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mundur menjadi 2020 ...hal. 1
PENGAMAT ekonomi Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ichsanuddin Noorsy mengatakan, saat ini menjadi momentum untuk melakukan rekonstruksi ...hal. 2
TIGA BUMN Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Bahana Sekuritas fasilitasi non-deal roadshow PT Garuda Indonesia dan PT Krakatau Steel (KS) ke Hong Kongdan Singapura terkait ...hal. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
www.suluhindonesia.com
Susno Masih Sebagai Saksi
Suluh Indonesia/ade
BERKEBAYA - Seorang anggota Polwan memakai kebaya saat membagikan brosur tentang penggunaan helm standar nasional Indonesia (SNI) kepada para pengendara bermotor di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, kemarin.
JAKARTA - Tim pengacara mantan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji, M. Assegaf mengatakan kliennya menjawab 38 pertanyaan dari penyidik saat menjalani pemeriksaan di Bareskri Mabes Polri. ‘’Ada dua pertanyaan yang mendekati substansial,” kata Assegaf di Mabes Polri Jakarta, kemarin. Namun, Assegaf enggan menyebutkan dua pertanyaan penyidik dan jawaban dari Susno itu karena bagian dari proses penyidikan. Sementara itu, tim kuasa hukum Susno lainnya, Zul Armain Aziz menyatakan, Susno kembali menjalani pemeriksaan kedua sebagai saksi terkait dugaan praktik sindikat makelar kasus (markus) tindak pidana kejahatan perpajakan dengan tersangka, Gayus Tambunan. Kasus dugaan sindikat markus perpajakan itu berawal saat Susno menyebutkan ada indikasi markus terhadap tersangka Gayus Tambunan yang melibatkan penyidik dan orang yang dekat dengan petinggi Polri, yakni SJ. Saat ini, penyidik Polri sudah menetapkan beberapa tersangka terkait kasus praktik markus perpajakan itu, antara lain Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung (pengacara Gayus), Lambertus, Andi kosasih, Sjahrir Djohan (SJ), serta sejumlah penyidik Polri, yaitu Alif Kuncoro, Kompol Arafat dan AKP Sri Sumartini. (son)
Terhadap Markus Pajak
Presiden Yudhoyono Geram TAMPAK SIRING - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah terus mencari pola yang tepat bagi uji kelayakan dan kepatutan bagi pegawai pajak sehingga dapat diandalkan untuk menjalankan tugasnya dengan baik. ‘’Saya memikirkan cara itu, misalnya dengan fit and proper yang tepat sehingga (mereka-red) bisa diandalkan untuk mengamankan pendapatan dari pajak,” kata Presiden Yudhoyono saat menutu Rakernas di Tampak Siring, Bali, kemarin. Kepala Negara mengaku prihatin, geram dan jengkel karena di tengah usaha pemerintah mendorong penerimaan negara dari sektor pajak bagi
pembiayaan pembangunan nasional, terjadi sejumlah kasus yang justru menurunkan kepercayaan dan ketaatan masyarakat untuk membayar pajak dengan patuh. ‘’Saya prihatin meski tahun-tahun terakhir ini jajaran pajak melakukan reformasi kita dikejutkan masih ada penyimpangan dan praktik tidak benar. Misalkan pejabat dan petugas pajak yang korupsi, pengusaha yang tidak taat dan kongkalikong. Saatnya kita bersihkan,” tegasnya. Presiden mengatakan pendapatan negara dari sektor pajak merupakan salah satu potensi pembiayaan pembangunan disaat pemerintah mulai mengurangi pembiayaan dari sumber utang luar negeri. ‘’Ke
depan kita kurangi sumber dari utang. Utang harus mengecil dan pendapatan dalam negeri meningkat,” tegasnya. Sumber Mafia Hukum Sementara itu, Seorang aktivis Indonesian Police Watch (IPW) yang juga pengacara, Jhonsosn Pandjaitan mengatakan hasil analisis dari PPATK diduga digunakan sebagai sumber bagi mafia hukum untuk beraksi. ‘’1100-an rekening yang ditemukan itu justru pasar. Bahkan sekarang terbukti menjadi komoditas bagi para pihak yang terlibat mafia hukum,’’ katanya. Menurut dia, saat ini mafia hukum tengah menguasai dunia hukum Indonesia. (kmb)
KPK Telusuri Proses PFJP JAKARTA - KPK masih menyelidiki secara intensif kasus dugaan penyelewengan pencairan dana talangan (bailout) Bank Century Rp 6,7 triliun. Hal ini ditandai dengan pemeriksaan terhadap mantan pemilik Bank Century Robert Tantular dan Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmodjo. Keduanya menjalani pemeriksaan lebih dari lima jam. Robert Tantular dan Ardhayadi Mitroadmodjo tiba di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/4) kemarin, dalam waktu berbeda. Petinggi bank sentral ini datang lebih dahulu ketimbang Robert. Mereka menjalani pemeriksaan di ruang terpisah. Tetapi keduanya sama-sama bungkam saat ditanya materi pemeriksaannya tersebut. Usai menjalani pemeriksaan, Robert Tantular menyatakan dukungannya atas rencana KPK untuk memanggil dan memeriksa mantan Gubernur BI Boediono dan Menkeu Sri mulyani. Hal itu dianggap keharusan. Pasalnya, dalam pengusutan ini perlu memperjelas kasusnya. Terutama tindak pidana korupsinya. ‘’Pemanggilan (mantan Gubernur BI Boediono dan Menkeu Sri
Mulyani) itu merupakan keharusan. Saya dukung sepenuhnya rencaa KPK, karena untuk memperjelas kasus ini. Biar masyarakat juga tahu pihak mana saja yang terlibat,’’ kata Robert. Robert juga mengaku, pemeriksaan terhadapnya masih dana Fasilitas Pinjaman Jangka Panjang (FPJP). Hampir seluruh pertanyaan mengarah ke masalah tersebut. Terutama mengenai bagaimana proses FPJP yang diajukan Bank Century hingga diterimanya dana itu. Hal ini meruakan keputusan direksi dan langsung dilaporkan dan dibahas bersama BI. Mantan pemilik Bank Century ini juga mengaku ditanya mengenai dana BUMN. Memang dana BUMN sudah dikucurkan sejak FPJP dicairkan dan diterima Bank Century. ‘’Waktu itu memang ada penarikan, tetapi tidak menyeluruh, hanya beberapa BUMN saja. Saya ditanya ke mana saja uang itu mengalir. Tetapi untuk FPJP, saya tidak bertanggung jawab, karena itu urusan BI,” jelasnya. Sementara Ardhayadi Mitroadmodjo mengaku ditanya mengenai FPJP. (nas/son)
Terkait Kasus Century
Misbakhun Diperiksa JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Misbakhun, dicecar 32 pertanyaan oleh penyidik terkait dengan dugaan kasus dokumen penerbitan surat utang atau letter of credit (LC) dari perusahaannya, PT Selalang Prima Internasional (SPI). ‘’Terkait seluruh informasi yang kami sampaikan menjadi materi pemeriksaan di kepolisian,” kata pengacara Misbakhun Luhut Simanjuntak, di Mabes Polri Jakarta, kemarin. Luhut mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap kliennya—Misbakhun selaku Komisaris PT SPI—seputar tugas dan fungsinya terkait dengan dugaan penerbitan dokumen LC fiktif. Pengacara itu membantah penerbitan LC fiktif itu karena surat utang itu sudah direstrukturisasi mulai November 2008 dan Bank Mutiara menyetujuinya pada 28 ovember 2009. Adapun penandatanganan akta dengan notaris, 6 November 2009, kemudian melunasi kewajiban utangnya November 2009 hingga 31 Maret 2010, katanya menjelaskan. Luhut mengatakan bahwa Misbakhun akan kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait dengan dugaan pendukung dokumen LC fiktif pada hari Senin (26/4), dan pihaknya
akan memenuhi panggilan penyidik. Sementara itu, Misbakhun yang juga sebagai salah satu inisiator Hak Angket Bank Century menegaskan bahwa dirinya akan menghormati proses hukum yang berjalan dan siap menjalaninya. Anggota Komisi III DPR RI itu menyatakan pihak bank yang terkait maupun kepolisian tidak pernah menyebutkan adanya pengajuan LC yang dilengkapi dokumen fiktif. Sebelumnya, Misbakhun menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dengan kasus tindak pidana perbankan terhadap tersangka Robert Tantular dan empat tersangka lainnya selama delapan jam di Mabes Polri. Kasus dugaan LC fiktif itu berawal saat Staf Khusus Kepresidenan Bidang Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, yang melaporkan Misbakhun terkait dengan surat pengajuan surat utang fiktif. Andi mengaku mendapatkan informasi bahwa perusahaan milik Misbakhun, yakni PT Selalang Prima Internasional, diduga telah mengajukan L/C untuk kegiatan ekspor pada tahun 2007 dengan hanya membayar pajak Rp3 juta hingga Rp7 juta setiap tahunnya padahal memiliki aset Rp 702 miliar. (nas)
Mengaktualisasikan Semangat RA Kartini Indonesia terkena HIV/Aids, meningkatnya kekerasan fisik kepada perempuan di dalam rumah tangga dan seterusnya,” katanya. Potret keprihatinan perempuan Indonesia di 130 tahun perayaan Hari Kartini, menurut dia, makin diperburuk fakta, 35 juta rakyat Indonesia yang miskin, kebanyakan terdiri dari kaum wanita.
EMANSIPASI wanita yang digagas RA Kartini masih menemui banyak persoalan pada tataran implementasinya. Apa saja kendala dalam rangka mngaktualiasi semangat RA Kartini tersebut ? Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Yuliani Paris menyatakan prihatin Hari Kartini pada 21 April 2010, masih ditandai tingginya angka kematian ibu di Indonesia, bahkan tertinggi di Asia Tenggara. ‘’Datanya jelas menunjukkan demikian. Belum lagi masih banyak perempuan yang
lulus SD, tapi tidak dapat melanjutkan ke SMP, yakni sekitar 60 persen,” ungkapnya di Jakarta, kemarin. Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI periode 2004-2009 ini mengatakan itu, sehubungan berlangsungnya sejumlah aktivitas oleh Sarinah Center menyambut Hari Kartini.
Andi Yuliani
Menangis
‘’Yang makin memprihatinkan lagi, kian banyak perempuan
Dari kenyataan-kenyataan itu, Andi Yuliani Paris memas-
tikan, ibu Kartini pasti akan menangis melihat kaum perempuan Indonesia masa kini. ‘’Walaupun angka perempuan (jadi) anggota DPR RI meningkat, tetapi itu menjadi bukan kebanggaan, di saat gender index dan human development index kita masih di urutan 111 dari 182 negara,” katanya. Di Hari Kartini, menurut dia, terlihat fakta, prosentase anggaran di APBN maupun APBD untuk peningkatan status sosial perempuan masih sekitar tiga persen. (ant)
K ta
Suluh Indonesia, Kamis 22 April 2010
K ilas
Satpol PP Bergelar Anumerta
Meriahkan Gebyar Hardiknas SEBANYAK 75 ribu pelajar Jakarta akan memeriahkan Gebyar Hardiknas 2010 yang akan digelar pada Minggu (25/4) di Jl Sudirman-Thamrin. “Tahun ini kami akan menonjolkan nuansa lokal Betawi, karena tema kita adalah ‘Memelihara budaya lokal dan melindungi budaya nasional’,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudhi Mulyanto dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin. Pemilihan tema budaya Betawi disebut Taufik diharapkan dapat memacu kreatifitas siswa selain untuk melestarikan dan mencintai budaya lokal. “Agar siswa dapat mendalami lagi budaya Betawi yang masih sangat kaya,” ujarnya. Peserta Gebyar Hardiknas adalah pelajar di Provinsi DKI Jakarta baik dari sekolah negeri maupun swasta, mulai dari SD, SMP, SMA/ SMK dan perguruan tinggi. Acara yang akan dibuka Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo itu akan menampilkan kreatifitas pelajar seperti drumband, pencak silat, kembang kelapa aneka kuliner Betawi dan juga menampilkan pameran sekolah. Acara itu juga diharapkan untuk kembali memecahkan beberapa rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk pameran seni budaya Betawi terbanyak dan penampilan kembang kelapa terbanyak yang akan diabadikan oleh 40 fotografer dari komunitas pendidikan yang ditempatkan di berbagai titik. “Sebenarnya kami bisa mendapatkan lima rekor Muri tapi dibatasi maksimal dua untuk setiap event,” kata Taufik. Acara akan dipusatkan di Jl Sudirman-Thamrin atau dari Bunderan Senayan hingga Bunderan HI mulai pukul 06.30-10.30 WIB. Kebudayaan Betawi memang menjadi fokus dari perayaan Hari Pendidikan Nasional 2010. (ant)
Susno Kelabui Wartawan MANTAN Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Komjen Pol. Susno Duadji mengelabui puluhan wartawan yang berusaha meminta komentarnya usai menjalani pemeriksaan selama hampir delapan jam di Mabes Polri, Rabu (21/4). Susno yang menggunakan batik motif warna hitam dan putih mengelabui para jurnalis yang sudah menunggu sejak pagi hari dengan cara keluar melalui pintu samping Gedung Bareskrim sekitar pukul 18.00 WIB. Jenderal polisi bintang tiga itu langsung beranjak menumpang mobil “Terrano” warna perak (silver) dengan pengawalan dari beberapa petugas Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri dan kuasa hukumnya, Ari Yusuf Amir. Mantan Kepala Polda Jawa Barat itu menjalani pemeriksaan kedua, Rabu (21/4), selama hampir delapan jam sejak pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB. Sebelumnya, Susno juga menjalani pemeriksaan pertama, Selasa (20/4). Pemeriksaan Susno itu terkait dengan pernyataannya yang menduga terjadi praktik makelar kasus (markus) dan rekayasa tindak pidana kejahatan korupsi, penggelapan pajak, serta pencucian uang dengan tersangka Gayus Tambunan. Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan delapan tersangka terkait dugaan rekayasa penggelapan pajak sebesar Rp25 miliar yang menyeret Gayus Tambunan, Haposan Hutagalung (pengacara Gayus), Andi Kosasih, Lambertus, Alif Kuncoro, Sjahrir Djohan. Selain itu, dua tersangka lainnya dari penyidik Mabes Polri, yaitu Kompol Arafat dan Ajun Komisaris Polisi Sri Sumartini. (ant)
Warga “China Benteng”
Adukan Nasib ke DPR JAKARTA - Forum Warga Miskin “China Benteng” yang berdomisili di Kelurahan Mekarsari, Kota Tangerang mengadukan nasibnya ke Komisi III DPR RI, Rabu, menyusul lokasi tempat tinggal mereka akan digusur oleh Pemerintah Kota Tangerang pada 28 April 2010. Juru bicara Forum Warga Miskin China Benteng, Eddy Liem, mengatakan, lokasi tempat mereka tinggal akan digusur oleh Pemerintah Kota Tangerang dengan alasan lokasi tersebut ruang terbuka hijau. “Kami sudah lama tinggal di lokasi itu, sudah turun-temurun dan lokasi tempat tinggal kami agak jauh dari bantaran kali Cisadane,” kata Eddy Liem usai beraudiensi dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Dijelaskan Eddy Liem, lokasi yang akan digusur Pemerintah Kota Tangerang berada di tiga RW di Kelurahan Mekarsari yang dihuni sekitar 350 kepala keluarga (1.007 jiwa) warga negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa atau dikenal dengan nama China Benteng. Dalam kesempatan tersebut, Eddy mengatakan, warga menolak digusur karena tanah yang
mereka tempati adalah tanah adat yang telah dihuni secara turun-temurun sejak kakekbuyut mereka. “Kami memohon kepada Komisi III DPR untuk bisa membantu melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kota Tangerang untuk tidak menggusur lokasi tempat tinggal kami,” katanya. Juru bicara Forum Warga Miskin China Benteng lainnya, Julia Veronica mengatakan, warga yang tinggal di lokasi tersebut menjalankan semua kewajibannya sebagai warga negara seperti membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) serta kewajiban lainnya. Kalau Pemerintah Kota Tangerang beralasan penggusuran untuk menahan abrasi sungai, menurut dia, selama ini Pemerintah Kota Tangerang kurang merawat bantaran sungai sehingga terjadi abrasi. Wakil Ketua Komisi III DPR Fachry Hamzah yang menerima rombongan Forum Warga Miskin China Benteng mengatakan, Komisi III segera mengirimkan surat kepada Wali Kota Tangerang untuk melakukan rapat dengar pendapat di Komisi III DPR. (ant)
Suluh Indonesia/ant
KEBAKARAN GEDUNG KEMENKEU - Sejumlah petugas pemadam kebakaran dan petugas gedung memeriksa ruangan yang dipenuhi asap akibat kebakaran, di Gedung Djuanda I, Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/4) malam. Kebakaran terjadi akibat terbakarnya panel listrik di ruang panel listrik yang terletak pada bagian lantai bawah (basement) gedung.
3.335 Guru PTT
Diangkat Jadi CPNS JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengangkat 3.335 dari total 3.507 guru berstatus pegawai tidak tetap menjadi calon pegawai negeri sipil, sedangkan 172 guru tidak dapat diangkat karena tidak memenuhi syarat. “Sudah tiga tahun ini kami terus memproses secara administrasi guru PTT menjadi CPNS. Dan SK (Surat Keputusan) pengangkatan mereka sebagai CPNS telah keluar,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto di Jakarta, kemarin.
Selain penerbitan SK Gubernur, Dinas Pendidikan juga mengeluarkan SK penempatan mengajar mereka di sekolahsekolah negeri milik Pemprov DKI mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. “Yang diangkat bukan guru yang baru lulus tapi pada umumnya guru yang sudah bertahun-tahun mengajar yang melamar jadi CPNS,” kata Taufik. Selama proses administrasi, para guru tersebut tetap mengajar di sekolah masing-masing. Sementara itu, sebanyak
172 guru PTT tidak dapat diangkat menjadi CPNS karena usia mereka melebihi persyaratan usia pengangkatan guru PTT menjadi PNS yakni sekitar 46 tahun. “Saya minta maaf, karena sesuai aturan mereka tidak bisa diangkat menjadi CPNS,” kata Taufik. Namun meskipun tidak mendapatkan tunjangan kinerja daerah (TKD) dari Pemprov DKI, para guru tersebut tetap mendapatkan tunjangan peningkatan penghasilan (TPP) kesra setiap bulan.
Susno Raih Whistle Blower Award 2010
Susno Duadji
JAKARTA - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dinobatkan sebagai penerima Whistle Blower Award 2010 oleh Komunitas Pengusaha Antisuap (Kupas) di Jakarta, Rabu (21/4) semalam. Penghargaan diterima Susno usai menjalani pemeriksaan hari kedua oleh penyidik dari Bareskrim Mabes Polri. Penghargaan Whistle Blower Award diberikan Ketua Kupas Ilhami Elias berupa sertifikat dan trophy berwarna transparan karena Susno dinilai
berjasa membongkar kasus markus di Mabes Polri. Sesekali Susno menyeka air matanya saat menerima penghargaan tersebut. Dalam sambutan singkatnya, Susno mengatakan dirinya tidak pernah membayangkan akan mendapat penghargaan seperti ini yang menurutnya tidak ternilai harganya dari sisi materi. Susno menyadari potensi risiko bagi dirinya maupun keluarganya. Karena itu, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak
atas apa yang telah dilakukannya. Penghargaan itu, dinilai Susno sebagai bentuk dan partisipasi masyarakat mendukung perjuangannya. “Ini bukan untuk pribadi saya tapi untuk semua. Perjuangan masih panjang. Masih banyak fitnah dan ancaman,” tegasnya. Penghargaan tersebut seolah menjadi obat penawar bagi Susno setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di Mabes Polri beberapa jam sebelumnya. Pemeriksaan hari kedua dilakukan di Gedung Bareskrim Mabes Polri dengan rentang waktu sama di hari sebelumnya. Dia diperiksa sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB lewat. Susno kembali mengganti seragamnya setelah selesai menjalani pemeriksaan. Kuasa hukum Susno Duadji, Efran Helmi mengatakan hingga saat ini kliennya masih berstatus sebagai saksi. Pemeriksaan lanjutan akan kembali dilaksanakan, namun waktunya belum ditetapkan. “Pak Susno masih berstatus saksi. Pemeriksaan akan dilanjutkan lagi hanya jadwalnya belum ditetapkan,” kata Efran. (har/nas)
Busway Koridor IX dan X Siap Dioperasikan PENGADAAN armada untuk busway Transjakarta koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan koridor X (Tanjung Priok-Cililitan) ditargetkan selesai pada Desember 2010 sehingga kedua koridor dapat segera dioperasikan. “Proses lelang untuk pengadaan 25 bus (gandeng) sudah diselesaikan, rencananya awal Mei ini kontrak proses pengadaan bus ditandatangani dengan pemenang lelang,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Tauchid di Jakarta, kemarin. Dinas Perhubungan sekarang menyiapkan proses lelang untuk pengadaan 114 bus single bagi empat perusahaan peserta yang telah lulus pra kualifikasi lelang. “Targetnya Juni nanti sudah ditandatangani kontrak dengan pemenang,” kata Tauchid.
Total armada busway yang dilelang tahun ini sebanyak 139 bus dengan rincian 114 single dan 25 bus gandeng. Biaya lelang yang dialokasikan dalam APBD DKI untuk pengadaan sebesar Rp302 milyar dengan rincian Rp205 miliar untuk bus single dan Rp97 miliar untuk bus gandeng. Bus-bus tersebut adalah khusus untuk koridor IX dan X yang pengoperasiannya saat ini tinggal menunggu bus saja dimana jalur serta halte telah disiapkan sejak tahun lalu. Sementara itu, Tauchid juga menyebut perubahan status
2
Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta menjadi BLU penuh saat ini tinggal menunggu kelengkapan administrasi. “Prosesnya cukup panjang karena melibatkan beberapa instansi seperti Bapeda, badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas PU, Dinas Pertamanan, BLU
TransJakarta, Dinas Perhubungan dan Kepolisian,” ujarnya. Sedangkan untuk sterilisasi jalur, Dinas Perhubungan akan memasang tambahan 25 portal yang akan dipasang di tujuh koridor yang telah beroperasi saat ini kecuali koridor I (Blok M-Kota) karena koridor itu di-
nilai tidak membutuhkan portal karena sudah steril. Saat ini, Dishub telah memasang enam portal di beberapa jalur dan hasil evaluasi menunjukkan pemasangan portal itu cukup sukses mencegah pengguna jalan menggunakan jalur busway. (ant)
Taufik menyebut, pihaknya meminta tambahan tenaga pengajar atau guru di sekolah negeri karena jumlahnya yang masih kurang ditambah ada sejumlah sekolah baru yang sedang dibangun Dinas Pendidikan. Selain itu, dari 2010 hingga 2015 banyak guru senior yang memasuki masa pensiun dan jika tidak segera diganti maka akan ada kekurangan guru sehingga dikhawatirkan menurunkan kualitas pendidikan. (ant)
JAKARTA - Pemprov DKI memberikan penghargaan bagi ketiga petugas Satpol PP DKI yang tewas dalam kerusuhan berdarah di area makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara pada Rabu (14/4) lalu. “Selain santunan dan asuransi, kenaikan status satu tingkat dan gelar anumerta diberikan pada korban. Santunan resmi di luar asuransi juga diberikan dari Pemprov,” kata Kepala Bidang Informasi Publik Pemprov DKI, Cucu Ahmad Kurnia di Jakarta, kemarin. Penghargaan diberikan kepada M. Soepono, Israel Jaya dan Ahmad Tajudin, yang tewas dalam bentrokan antara Satpol PP dan warga saat penertiban bangunan tanpa IMB (Izin Mendirikan Bangunan) di sekitar makam. Menurut Cucu, pemberian penghargaan kepada pegawai yang gugur dalam tugas telah sesuai dengan aturan dan ditetapkan dalam SK (Surat Keputusan) Gubernur. Untuk korban M. Soepono, sesuai peraturan kepegawaian setiap pegawai yang meninggal dalam tugas akan dinaikkan pangkatnya setingkat, sehingga M. Soepono yang semula berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) naik menjadi PNS. “Dengan diangkat menjadi PNS maka istri dan anak korban berhak memperoleh pensiun,” kata Cucu. Besaran pensiun itu disebut Cucu akan disesuaikan dengan aturan atau 80 persen dari gaji pokok. Sedangkan bagi kedua korban lainnya, yaitu Ahmad Tajudin dan Israel Jaya yang masih berstatus Pegawai Tidak Tetap akan diberi berupa santunan dan penghargaan dari gubernur. Asisten Kesejahteraan Masyarakat DKI Effendi Anas mengatakan pihaknya tengah merumuskan mengenai pemberian santunan kepada pegawai yang menjadi korban baik tewas maupun luka. (ant)
Status Bibit-Chandra Belum Tersangka JAKARTA - Kejaksaan Agung memastikan untuk mengajukan upaya hukum banding atas putusan praperadilan pembatalan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) perkara Bibit Samad Riyanto dan Chnadra Marta Hamzah. Permohonan banding tersebut telah didaftarkan langsung PN Jakarta Selatan. “Sudah kami serahkan Selasa (20/4),” kata Jampidsus Marwan Effendy kepada pers di Jakarta, kemarin. Diungkapkan Marwan, alasan banding kejaksaan atas praperadilan tersebut, pihak pemohon yakni Anggodo Widjojo itu tidak memiliki legal standing (kedudukan hukum). Seharusnya yang mengajukan praperadilan itu bukan Anggodo, melainkan Anggoro Widjojo yang merupakan tersangka kasus korupsi yang penyidikan kasusnya ditangani KPK. Selain Anggoro, mantan
Ketua KPK Antasari Azhar yang bisa menjadi pihak terkait. Pasalnya, Antasari merupakan saksi pelapor kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan suap terhadap Bibit dan Chandra. Hakim juga mestinya harus melihat suasana saat kedua pimpinan KPK itu dikriminalisasi. Mengenai status Bibit dan Cahndra pascaditolaknya SKPP itu, ditegaskan Marwan, belum menjadi tersangka atau terdakwa. Statusnya biasa saja dan tidak ada status hukum yang melekat pada diri mereka. Putusan menyangkut dua pimpinan KPK itu masih belum final. Dalam waktu dekat, kejaksaan segera memasukkan memori banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta. “Masih ada upaya hukum lain,” tandasnya. Sebelumnya, hakim tunggal Nugroho Setiadji memutuskan menolak SKPP kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. (nas)
Satgas Dalami
Rumah Mewah Cirus JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum menyatakan akan mendalami rumah mewah yang diduga milik Cirus Sinaga. Cirus Sinaga adalah Asisten Tindak Pidana Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah, di Medan, Sumatera Utara. “Kalau ada saksi (kepemilikan rumah mewah itu), kita akan mendalaminya,” kata anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Yunus Husein, seusai menjadi pembicara dalam Seminar Pemberlakuan Mekanisme Pembuktian Terbalik dan Perlindungan terhadap Whistle Blower yang digelar oleh Iluni FHUI, di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Cirus Sinaga dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah karena tak cermat dalam menangani perkara pegawai Direktorat Jende-
ral (Ditjen) Pajak, Gayus HP Tambunan. Cirus Sinaga, SH diduga memiliki sebuah rumah mewah di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota. Ia mengatakan soal rumah mewah itu, merupakan kewenangan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung. “Seorang pejabat yang gajinya tidak besar, punya rumah mewah seperti itu (kewenangan Jamwas untuk mengeceknya),” katanya. Ia juga menegaskan pihaknya terus mengawal proses penanganan kasus pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Gayus HP Tambunan. “Kita mendorong Kapolri untuk mengusut terus kasus itu,” katanya. Sebelumnya, Kejaksaan Agung berjanji akan mengecek keberadaan rumah mewah seharga Rp4 miliar yang diduga milik Jaksa Cirus Sinaga di Jalan Busi Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara. (ant)
Metr politan
Suluh Indonesia, Kamis 22 April 2010
3
APBN Harus Biayai
Panwas Pilkada
Suluh Indonesia/sep
DIPERIKSA - Anggota DPR Muhammad Misbakhun (tengah) didampingi rekannya anggota DPR saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pemanggilannya sebagai saksi kasus LC bodong dengan tersangka Robert Tantular di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
Pembatasan Pengeluaran Kampanye ada saat ini saja tetap belum bisa menutup celah terjadinya manipulasi. Untuk itu, jika usulan pembatasan dana kampanye ini ingin diterapkan, maka harus didukung dengan aturan yang tegas. ‘’Belajar dari pengalaman sebelumnya saja bahwa laporan keuangan kampanye banyak yang dimanipulasi. Kalau kemudian ada pembatasan tapi regulasi tidak diatur secara ketat maka percuma saja,’’ katanya. Selain itu, ujarnya, pembatasan penggunaan dana kampanye ini dapat dilakukan jika ada perubahan budaya politik. Selama ini, budaya kampanye yang terbangun dalam
pemilu adalah bagaimana cara membeli suara pemilih dengan menggunakan berbagai cara. Padahal, membangun bangsa seharusnya melalui wakil yang representatif dan layak dipilih, budaya ini yang harus dibangun. Partai politik harus berperan dengan tidak lagi melihat pemilu melalui rupiah, katanya. ‘’Jika budaya berpolitik dalam pemilu ini dapat diubah, maka pembatasan pengeluaran dana kampanye dapat dilaksanakan, tambahnya. Efisiensi Sementara itu, sejumlah pihak mengusulkan agar ada pembatasan pengeluaran kam-
TNI Terbitkan Cetak Biru
Strategi Pertahanan Laut JAKARTA - Mabes TNI Angkatan Laut menerbitkan cetak biru strategi pertahanan laut untuk mencapai kekuatan pokok minimum yang akan dicapai dalam 15 tahun ke depan. ‘’Penyusunan kembali kekuatan tempur TNI Angkatan Laut tersebut tidak saja mengacu pada ancaman namun ditujukan untuk mencapai kemampuan tertentu yang selanjutnya diarahkan pada kekuatan pokok minimum,” kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, kemarin. Ia mengatakan, terkait hal itu, forum strategi TNI AL 2010 menghasilkan empat pedoman dalam cetak biru strategi pertahanan laut yakni strategi perencanaan kekuatan matra laut, perencanaan logistik, perencanaan personil serta penyiapan komponen cadangan dan komponen pendukung kekuatan pertahanan
keamanan matra laut. ‘’Dalam cetak biru perencanaan kekuatan TNI AL antara lain ditetapkan perkuatan alat uta-
Agus Suhartono
ma sistem senjata, semisal mempersenjatai alutsista lama dengan persenjataan baru atau memusnahkan alutsista lama yang diganti dengan baru,” kata Kasal.
Sedangkan untuk cetak biru perencanaan logistik, ia menjelaskan, telah ditetapkan tentang pembinaan material dan perencanaan pembinaan dukungan logistik alutsista TNI AL. Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk cetak biru bidang personil meliputi pelaksanaan inventarisasi personil, penentuan perkiraan kebutuhan personil dan penyelenggaraan pengawasan serta penilaian kualitas personil. Keseluruhan materi cetak biru TNI AL itu akan dimatangkan lagi oleh tim kajian strategis dalam waktu sepekan ke depan, kata Kasal Agus. ‘’Pembangunan postur TNI AL seperti peningkatan kemampuan kekuatan dan pola gelar kekuatan diorientasikan kepada pencapaian tugas-tugas TNI AL dalam menunjang kepentingan nasional,” katanya. (ant)
daerah dan DPRD. Padahal, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan terjadi politisasi sehingga menghambat persetujuan dan pencairan anggaran. ‘’Kami khawatir anggaran itu menjadi instrumen tawarmenawar pemerintah daerah terkait dengan substansi penyelenggaraan pilkada,” katanya. Sumber biaya untuk pilkada sesuai dengan UndangUndang tentang Pemerintahan Daerah, berasal dari APBD. Untuk itu, Bawaslu meminta agar usulan biaya panwas pilkada masuk dalam APBN ini dimasukkan dalam revisi UU tentang Pemerintahan Daerah. Usulan ini, katanya, telah diajukan pada Komisi II DPR. Nur Hidayat mengajukan agar anggaran pengawasan pilkada ini masuk dalam dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU). ‘’Manfaatnya dengan dialokasikan dalam APBN ini
pencairannya bisa tepat waktu dan yang penting jaga independensi penyelenggara pemilu dan juga pemda tidak akan dipermasalahkan jika ada masalah,” katanya. Sementara itu, secara terpisah, Wakil Ketua Komisi II dari fraksi Demokrat Taufiq Effendi mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan usulan tersebut. Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (CETRO) Hadar Naviz Gumay sepakat dengan usulan Bawaslu tersebut. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah, kemampuan setiap daerah untuk membiayai pilkada berbedabeda. Menurut Hadar, ada daerah yang kemampuannya sangat terbatas sehingga tidak mampu memenuhi pembiyaan pilkada seperti yang diajukan penyelenggara pemilu. ‘’Bisa saja masuk ke APBN,’’ kata Gumay. (ant)
Parpol Harus
Sulit Direalisasikan JAKARTA - Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch Abdullah Dahlan mengatakan usul pembatasan pengeluaran kampanye pilkada sulit dilakukan selama tidak ada aturan yang tegas dan perubahan budaya berpolitik di Indonesia. ‘’Sulit untuk dilakukan pembatasan kalau regulasi yang ada belum mendukung, apalagi tingginya biaya kampanye ini berkorelasi dengan pola kampanye yang berkaitan dengan budaya politik,’’ katanya saat ditemui disela-sela seminar yang digelar Bawaslu di Jakarta,kemarin. Menurut Abdullah, regulasi tentang dana kampanye yang
JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini mengatakan, biaya pengawasan pemilu kepala daerah (pilkada) sebaiknya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjamin kelancaran pencairannya. Usulan tersebut diajukan mengingat selama ini banyak masalah dalam pengajuan dan pencairan anggaran bagi pengawas pilkada yang bersumber dari APBD. ‘’Anggaran selalu tidak tepat waktu dicairkan, idealnya anggaran cair paralel dengan tahapan atau sebelum tahapan dimulai,” katanya di sela seminar yang diselenggarakan Bawaslu tentang pemenuhan hak warga negara untuk memilih di Jakarta, kemarin. Menurut dia, pengajuan dan pencairan anggaran untuk pengawasan pilkada sangat bergantung pada pemerintah
panye untuk efisiensi biaya kampanye yang selama ini sangat tinggi. Pengamat politik yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, sebelumnya mengatakan permasalahan yang serius dalam pemilu di Indonesia adalah liberalisasi pada kampanye dengan tidak adanya batasan penerimaan dan pengeluaran untuk kampanye. Kondisi ini berujung pada politik berbiaya tinggi. Peserta pemilu akan menggalang dan membelanjakan dana kampanye untuk memperoleh simpati. (ant)
Lakukan Reformasi Internal JAKARTA - Peneliti di Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Abdullah Dahlan mengatakan, partai politik harus melakukan reformasi internal berkaitan dengan pencalonan kepala daerah, diantaranya, dimulai dengan memberantas mafia pemilu kepala daerah, yakni oknum partai yang memungut bayaran dari calon kepala daerah agar dapat diajukan oleh partai tersebut. ‘’Kenyataannya seorang calon (kepala daerah) untuk mendapat dukungan dari partai tidaklah gratis, ada tiket yang harus dibayar,” katanya tanpa menyebutkan calon kepala daerah dan partai yang dimaksud
di Jakarta, kemarin. Menurut dia, praktik seperti ini harus dihentikan dan partai politik harus bersikap tegas. Partai seharusnya tidak sekedar menjadi alat bagi orang lain untuk mendapatkan kekuasaan. Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (CETRO) Hadar Nafiz Gumay. Ia menuturkan, partai harus terus menerus membenahi diri dengan menata kembali pola perekrutan dan pencalonan kepala daerah. ‘’Pilkada, oleh segelintir oknum partai, dimanfaaatkan untuk mencari uang. Ini tidak benar,” katanya. Partai dituntut untuk lebih transparan dan akuntabel. Jika
tidak melakukan perubahan, maka partai hanya akan menjadi alat yang disalahgunakan. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjat Wibowo mengatakan, partai memang harus melakukan reformasi. Ia menuturkan, PAN telah menetapkan aturan tegas dengan tidak memberlakukan pungutan bagi calon kepala daerah yang ingin mendaftar ke partai tersebut agar diajukan sebagai peserta pilkada. ‘’Tidak perlu membayar ‘tiket’ untuk bisa dicalonkan oleh PAN. Kami juga telah menindak tegas oknum partai yang telah memungut bayaran dari calon kepala daerah,” katanya. (ant)
Megap litan
Suluh Indonesia, Kamis 22 April 2010
Peringati Hari Bumi
S osok
Mahasiswa Gelar Aksi Simpatik
Pinnywati Chandra
Hadirkan Cita Rasa Jepang CITA rasa khas Jepang yang disajikan dalam sebuah burger telah tercipta melalui MOS Premium Wagyu Burger. Cita rasa Jepang dapat dinikmati dari rasa daging sapi Wagyu yang memiliki tekstur, serat yang empuk dan memiliki lemak tak jenuh yang sedikit serta rendah kolesterol. Di sejumlah tempat di Jakarta, burger yang dijual dengan harga terjangkau ini sudah dapat dinikmati. Dalam waktu dekat, makanan cepat saji yang lebih sehat ini juga akan mengarah ke kota-kota lainnya di Jabodetabek. Direktur PT MOG Indonesia, yang menghadirkan MOS Burger ke Indonesia, Pinnywati Chandra mengatakan, pihaknya sengaja memilih daging sapi wagyu untuk memberi alternatif makanan sehat. ‘’Di sini kami ingin menciptakan makanan yang makin berkualitas, namun tetap pada kisaran harga yang terjangkau bagi pecinta burger,” jelas Pinnywati Chandra. Dalam tiap sajian MOS Burger, menggunakan bahan berkualitas, serta penerapan manajemen penyiapan hidangan yang memastikan pesanan hanya dimasak setelah diterima dari pelanggan. ‘’Cara ini akan menjamin tiap hidangan memiliki kesegaran yang prima dan menghasilkan cita rasa yang lezat ketika disantap. Begitu juga dalam membeli daging sapi wagyu dari importer, kami memesannya sesuai kebutuhan,” tandas Pinnywati Chandra. (grd)
Tuntut Kesejahteraan
Ratusan Buruh Geruduk DPRD DEPOK - Sebanyak 400 pekerja datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Depok kemarin. Mereka menuntut DPRD dan Pemerintah Kota Depok mengeluarkan rekomendasi terhadap Undang-undang Jamsostek guna dilanjutkan ke tingkat pusat. Ratusan buruh itu mendatangi DPRD Depok dengan menggunakan sepeda motor yang berjumlah hingga 200 buah. Di depan gedung wakil rakyat tersebut, para buruh berorasi menyerukan agar suara mereka didengar. Para buruh juga membawa spanduk yang dinataranya bertuliskan ‘Kesehatan itu Mahal, Karena itu Jamin Kami’. Koordinator aksi, Slamet Riyadi mengatakan, sebagai buruh dia sangat berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan mereka. Ratusan buruh tersebut berasal 46 perusahaan yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
“Kami ingin pemerintah memperhatikan nasib kaum buruh seperti kami. Salah satunya dengan merevisi UU Jamsostek dan memberikan jaminan kesehatan bagi buruh,” kata Slamet di sela-sela aksi, kemarin. Rekomendasi yang diharapkan nantinya akan diberikan ke DPR RI pada hari buruh yang jatuh pada 1 Mei mendatang. “Kami mendesak agar DPRD dan Pemerintah Kota untuk segera memberikan rekomendasi yang akan diberikan pada DPR RI,” tegasnya. Terkait hal lainnya, sebagai bentuk perhatian terhadap kaum buruh maka pemerintah diharap memberikan jaminan pensiun seumur hidup bagi buruh dan pekerja. Tuntutan lainnya, agar diterapkannya sistem nirlaba dan akuntabilitas terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). (rin)
Ibu Tega Setrika Anak Kandung BEKASI - Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Bekasi, Jawa Barat, tengah mendalami kasus kekerasan terhadap Azrielle Marceli (8) anak di bawah umur yang disiksa ibu kandungnya hingga menderita sejumlah luka bakar. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Bekasi, AKP Tri Murti Rahayu, di Bekasi, Rabu, mengatakan pelaku Sandra Merina (27), warga terkena pasal 44 Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tentang penganiayaan dan pasal 80 ayat 4 Undang-Undang (UU) Perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun. “Pelaku telah menjalani perbuatannya selama lima tahun. Puncaknya pada, Selasa (20/4), sekitar pukul 08:00 WIB, Sandra menyiksa anak pertamanya dengan menempelkan setrika panas di bagian dada kiri korban hingga menderita luka bakar,” katanya. Hasil visum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi menyebutkan korban menderita luka bakar dengan kulit mengelupas di lengan, dada hingga bawah ketiak sebelah kiri. Bahkan, gusi bagian depan kor-
ban membengkak akibat pukulan Ibu kandungnya. “Di sekujur tubuh Azrielle, juga terlihat luka bekas pukulan dengan sapu lidi, luka bekas gigitan hingga memar,” katanya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu setrika dan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk menyiksa korban dari lokasi kejadian. Menurut pengakuan korban, penyiksaan tersebut bermula saat Azrielle menghabiskan kue lalu pergi bermain tanpa mengajak adiknya. Ibundanya marah lalu tanpa pikir panjang memukul mulut putra pertamanya itu lalu menyetrika dada dan lengan Azrielle. Azrielle mengaku selalu mendapat siksaan jika berbuat ulah hingga mengakibatkan sang ibu kesal. “Kadang kepala saya dibenturkan ke tembok dan dimasukkan ke dalam ember yang ada airnya. Kemarin di setrika mama,” kata Azrielle. Bocah seharusnya masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar Negeri IV Jati waringin Pondok Gede. Tapi sejak Juni 2009 dia sudah tak bersekolah lantaran sang ibu berkehendak Azrielle diam di rumah menjaga adiknya. (ant)
Sindikat Ranmor Mbah Darto Ditangkap BOGOR – Tiga tersangka sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang lama menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi, di tiga wilayah Polda (Metro,Jabar dan Banten) akhirnya berhasil dibekuk aparat Reserse dan Criminal, Polsek Rumpin, Kab.Bogor, kemarin. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 20 unit sepeda motor berbagai jenis dan merak, serta 2 kendaraan roda empat yang diduga hasil kejahatan para pelaku. Kapolsek Rumpin AKP. Syofyan mengatakan, ke tiga
4
pelaku masing-masing bernama Iwan (34), Panjul alias Cuplis (43) dan bosnya bernama Darto alias Mbah Darto(46). “Para tersangka ini berhasil kita tangkap saat meraka akan menjual hasil curiannya di sekitar Jalan Raya Rumpin,” ungkapnya. Menurut kapolsek, pihaknya saat ini juga masih terus mengembangkan penagkapan ini dnegan memburu 7 tersangka lainnya yang menjadi komplotan Mbah Darto ini. “Mereka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tegasnya. (bas)
Suluh Indonesia/rin
SAMBUT KARTINI - Petugas Samsat Kota Depok, Aiptu Sumadi, Pipit, Hani dan Aiptu Suradjiman mengenakan baju adat menyambut masyarakat dalam rangka memperingati hari Kartini kemarin.
DEPOK - Dalam rangka memperingati hari bumi sedunia yang jatuh pada 22 April ini, MAPALA dan Depok Unite lakukan aksi simpatik di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Depok Town Square. Dalam aksi tersebut, empat orang anggota MAPALA UI melakukan aksi dengan bergelantung selama dua jam. Mereka juga membawa spanduk dan membagikan selebaran yang isinya menyerukan agar turut serta melestarikan bumi. Ketua Depok Unite, Torben Rando Oroh mengatakan, aksi ini dilakukan untuk memperingatkan seluruh masyarakat agar peduli terhadap kelangsungan bumi. Pada peringatan kali ini, isu yang diserukan mengenai kebijakan pemerintah daerah dalam komitmen mewujudkan keseimbangan lingkungan hidup. “Kami menghimbau kepada selurruhnya agar melakukan gerakan bersama dalam upaya penyelamatan bumi dengan kegiatan yang pro lingkungan,” kata Rando, kemarin. Saat ini kebijakan yang diambil Pemkot Depok telah berkomitmen untuk memperjuangkan ruang terbuka hijau dan hutan taman kota . Kegiatan lain, lanjut Rando dengan rencana membangun taman hutan rakyat serta pelebaran jalan Margonda guna meminimalisir kemacetan yang menyebabkan gas buang kendaraan semiakin tinggi. “Ini salah satu bentuk upaya dalam melestarikan visi misi kampanye cinta lingkungan hidup di hari bumi ini,” tandasnya. Sementara itu, Humas MAPALA UI, Fariska mengatakan, aksi ini untuk menarik masyarakat agar mau dan ikut peduli dalam upaya pelestarian bumi. (rin)
Diduga Lakukan Premanisme Perizinan
Bupati dan Kades Digugat CIKARANG - Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Rabu, menggelar sidang perdana kasus dugaan premanisme perizinan usaha dengan tergugat Bupati Bekasi Dr Sa’duddin MM dan Kepala Desa Lambang Jaya, Samsudin. Sidang dengan agenda mediasi dipimpin hakim ketua, Barita Lumban Gaol, dan Indah Silistiyowati selaku hakim pendamping. Penggugat dari PT Sebastian Jaya Metal (SJM) diwakili kuasa hukum, Heri Wahyudiono SH. Sementara pihak tergugat diwakili Kepala Bagian (Kabag) Hukum Kabupaten Bekasi, Dedy Rohendi. “Kedua belah pihak yang saling bertikai kami beri batas waktu mediasi hingga bulan Juni 2010. Bila tidak ditemukan kesepakatan akan
berlanjut pada sidang penyampaian gugatan,” ujar hakim ketua, Barita Lumban Gaol. Sementara kuasa hukum PT SJM, Heri Wahyudiono mengatakan, berkas gugatan bernomor 120/pdt.G/2010/ PN.Bekasi berisi 26 indikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan pihak tergugat. “Diantaranya, saya masih menyimpan bukti kuitansi pada tahun 2008 dimana Kades meminta biaya Rp 10 juta dengan alasan izin domisili. Tahun 2009, jumlahnya berselisih beberapa juta di bawah itu. Lalu tahun 2010 ini, Kades kembali minta jatah pengolahan limbah pabrik SJM,” ujarnya. Menurutnya, transparansi pengelolaan perizinan di Pemkab Bekasi sangat rendah serta tidak ada standarisasi dalam
pelayanan biaya mengurus perizinan bagi dunia usaha. Dikatakan Heri, praktik premanisme oknum pengelola perizinan yang dialami PT SJM, sebuah pabrik yang memproduksi komponen otomotif, sangat meresahkan kaum pengusaha. Bupati Bekasi dalam hal ini dinilai telah melalaikan tugas pengawasannya terhadap bawahan. Gugatan tersebut, sengaja dilayangkan ke Bupati dan Kades yang bersangkutan sebagai pelajaran untuk menumbuhkan kesadaran Pemda akan jaminan keberlangsungan dunia usaha di Bekasi dan menghilangkan praktik premanisme terhadap pelaku usaha. “Persoalan ini juga kami laporkan ke Kementerian Perindustrian yang ditindaklanjuti dengan
Oknum Dokter dan Perawat
Diduga Terlibat Pabrik Sabu BOGOR – Aparat kepolisian dari Satuan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggrebeg sebuah rumah di Villa Nusa Indah III, Blok KM, No. 20, Kelurahan Bojong Kulur, Desa/Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kemarin. Rumah yang diketahui milik tersangka Tomi (41) itu, diduga telah dijadikan pabrik sabu-sabu sejak dua bulan lalu, dengan omset mencapai puluhan miliar rupiah. Dari lokasi polisi juga berhasil mengamankan 5 orang tersangka bersama sejumlah barang bukti (BB), seperti peralatan dan bahan baku untuk memproduksi sabu-sabu. Dari informasi yang diperoleh, penggrebekan pabrik sabu
sekala rumah tangga di wilayah Gunung Putri, Kab.Bogor ini dilakukan aparat Satuan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 22.15 WIB. Polisi selain mengamankan pemilik rumah Artomi alias Tomi (41), keempat tersangka lainnya yang juga diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut masing-masing bernama Miradz Hudaya (24) yang disebut-sebut seorang dokter di RS.Yasri, Cempaka Putih, Jakarta, Hamdani alias Slamet (22), Faisal Lukman (44) dan M. Alfianto (55). Para tersangka bersama barang buktinya langsung diamankan ke Mapolda Metro Jaya untuk proses lebih lanjut. Sementara itu beberapa barang bukti berupa sabu set-
engah jadi, lengkap dengan peralatan untuk memproduksi sabu berhasil diamankan petugas dari lokasi seperti ribuan butir ephedrine, 2 jerigen aseton, 2 jrigen soda api, fosfor merah, tabung labu, alat timbangan elektronik, sendok, masker dan lainnya. “Penggrebakan pabrik sabu di Bogor ini merupakan pengembangan dari kasus pengerbekan sebelumnya di wilayah Jati Asih, Bekasi,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Anjan P. Poutra. Sementara itu Kapolres Bogor, AKBP Tomex Korniawan mengatakan, polisi sudah mengetahui peran masing-masing tersangka dalam memproduksi sabu-sabu di Gunung Putri. Artomi. (bas)
Suluh Indonesia/ant
PABRIK SABU – Lima Tersangka pembuat Sabu serta alat-alat pembuat Sabu yang diamankan polisi di perumahan Villa Nusa Indah, Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor, Jabar, kemarin.
mengundang para pengusaha dan Pemkab Bekasi pada tanggal 18 Maret lalu. Namun, perwakilan dari Pemkab Bekasi tidak hadir dalam mediasi tersebut,” katanya. Menurutnya, kekhawatiran yang sama juga dialami oleh anggota Asosiasi Pengelola Kawasan Industri. “Pengusaha tersebut juga membenarkan adanya praktik-praktik kotor yang dilakukan oknum Pemda terhadap dunia usaha. Bahkan, ada kesan pimpinan daerah sengaja membiarkan pelanggaran tersebut di lapangan,” katanya. Dugaan praktik melawan hukum itu, kata dia, diduga turut dilatarbelakangi oleh rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi yang akan menggenjot investasi sebesar 10 persen pada tahun 2010. Kenaikan
tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 hingga 6,3 persen pada tahun berikutnya. Kabag Hukum Pemkab Bekasi, Dedy Rohendi menepis dugaan premanisme perizinan tersebut. “Sebab memang PT SJM tidak memiliki perizinan. Berdasarkan kajian, praktik premanisme yang dilakukan Kades setempat tidak benar,” ujar Heri. Kendati demikian, Dedy mengaku telah memiliki sejumlah jawaban yang disertai bukti kuat ketidakbenaran dugaan tersebut. “Saya sudah memiliki jawaban untuk keperluan mediasi nanti. Saya harap penggugat dapat menyediakan bukti kuat agar situasi ini tidak berbalik menjadi kasus pencemaran nama baik,” katanya. (ant)
Polresta Bogor Buru Saksi Kunci Foto Bugil BOGOR - Polresta Bogor menurunkan satu tim untuk memburu keberadaan Albert, saksi kunci penyebaran foto bugil di jejaring Facebook. Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah, menyebutkan, tim yang telah diturunkan sejak Rabu pagi hingga kini masih mencari keberadaan Albert di kawasan Jakarta. “Kita sudah menurunkan satu tim mencari Albert, kesaksiannya sangat dibutuhkan untuk proses penyelidikan,” katanya saat dihubungi Rabu malam. Hingga berita ini disiarkan pukul 20:29 WIB, Irwansyah mengatakan tim yang diturunkan belum menemukan keberadaan Albert. Pencarian terus dilakukan sampai Albert ditemukan. Albert akan dibawa paksa ke Mapolresta untuk dimintai keterangan dan menjalani pemeriksaan. Sampai saat ini pihak kepolisian belum dapat menetapkan tersangka. Dari 11 saksi yang telah diperiksa, Albert diyakini sebagai calon tersangka. “Sudah 11 saksi kita periksa, semua mengarah kepada Albert, tapi karena dia belum memberikan kesaksian maka kita belum bisa menetapkan ter-
sangka,” kata Irwansyah. Penyebaran foto bugil milik mahasiswa Bina Nusantara Jakarta Devi Kartika (23) di akun Facebook Clara Adelin Supit, tak hanya merugikan Devi tapi ada korban lainnya yakni Jesika Danies (22) mahasiswa asal lampung. Foto bugil milik Devi diketahui tersebar di akun Facebook pada 6 April. Devi nekat berpose telanjang demi menolong mantan pacar temannya yang terkena guna-guna. Tanpa sepengetahuannya, fotonya tersebut tesebar di akun Facebook dengan nama Clara Adelin Supit. Devi melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bogor, merasa dirinya telah dipermalukan. Menyusul korban kedua, Jesika Danies datang ke Mapolresta, karena foto dirinya dikaitkan dengan foto bugil milik Devi, sehingga orang-orang mengira dirinyalah yang berfoto bugil. AKP Irwansyah mengatakan, kejahatan ini merupakan pelanggaran undang-undang teknologi informasi (IT) Nomor 11 tahun 2008 pasal 27 ayat 1 dan 3 dengan ancaman penjara enam tahun atau denda Rp 1 miliar. (ant)
DPRD Tangerang
Gagas Raperda Perkreditan Rakyat DPRD Kota Tangerang menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif yaitu Raperda tentang perkreditan rakyat. “Untuk menggolkan Raperda tersebut, DPRD Kota Tangerang menggandeng Cisadane Institute sebagai pihak yang melakukan kajian tentang Raperda tersebut,” kata Ketua DPRD Tangerang Hery Rumawatine di Tangerang, kemarin. Pihaknya menargetkan paling lambat September 2010 Raperda inisiatif ten-
tang perkreditan rakyat itu bisa diajukan. “Kalau tahun ini kami berhasil mengajukan
Raperda inisiatif, maka tahuntahun berikutnya kami menargetkan setiap tahun satu Raperda inisiatif,” kata Hery. Hery menjelaskan, DPRD Kota Tangerang telah merencanakan tiga Raperda inisiatif. Selain tentang perkreditan rakyat, juga telah merencanakan Raperda tentang cagar budaya dan pember-
dayaan perempuan. Sementara itu, Direktur Eksekutif Cisadane Institute Sony Kodri menjelaskan, kajian Raperda tentang perkreditan rakyat telah berjalan sejak awal tahun. Kajian dilakukan melalui workshop, diskusi, dan studi banding ke daerah yang telah memiliki Perda Perkredi-
tan Rakyat. “Sebelum September, kajian akan kami serahkan ke DPRD Kota Tangerang,” kata Sony. Jika kajian Raperda tentang perkreditan rakyat ini rampung, pihaknya pun segera melakukan kajian Raperda lainnya. “Termasuk kajian revisi Perda tentang becak di Kota Tangerang,” ujar Sony. (ant)
pini F OKUS Mengedepankan Pendekatan Persuasif RAGEDI berdarah Tanjung Priok antara warga setempat dengan Satpol PP Pemerintah DKI Jaya sebenarnya merupakan sebuah ‘’menu’’ harian dalam pemberitaan media massa kita. Sayangnya, bentrokan berdarah yang menelan korban jiwa itu terjadi karena aparat berwenang tidak mau belajar dari kasus-kasus sebelumnya. Sebenarnya, hampir tiap hari kita menyaksikan berita penggusuran di layar kaca. Hampir semuanya berakhir dengan bentrok antara warga dengan aparat. Ada yang tak sampai jatuh korban, namun tak jarang pula darah harus tumpah. Pertanyaannya adalah, mengapa keberingasan ini berulang? Terlepas dari kasus-kasus hukum yang terjadi di lapangan, kedua belah pihak yakni aparat serta warga harusnya lebih bisa menahan diri. Dengan demikian setiap intimidasi serta provokasi yang datang tidak akan mempan dan semua permasalahan itu bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Namun sayangnya, skenario damai ini banyak tidak jalan akibat buntunya nalar sehingga provokator bisa menari-nari di tengah kerusuhan yang terjadi. Mau tidak mau, aparat yang notabene sebagai penjaga keamanan serta ketertiban harus pertama kali ditunjuk hidung sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Mengapa demikian? Karena tugasnya memang begitu. Sedangkan warga yang kalau kita mau objektif, seringkali tidak mampu menguasai nalarnya sehingga terbenam ke dalam aksi-aksi anarkis. Kasus penggusuran makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara beberapa waktu lalu, sebagian besar orang melihat bahwa telah terjadi salah pengelolaan terhadap sebuah institusi Satuan Polisi Pamong Praja. Akibatnya, sebagian orang menginginkan dibubarkan dan sebagian lainnya masih ingin mempertahankan. Yang berdiri di tengah-tengah, ingin agar keberadaan ‘’polisi’’ pemerintah ini dievaluasi lagi karena ditengarai sudah melenceng dari fungsi awalnya ketika dibentuk. Untuk menganalisis hal ini, mari kita lihat ke belakang sejenak dengan memakai analogi keberadaan Resimen Mahasiswa (Menwa) beberapa waktu lalu. Keberadaan Menwa ini sempat menjadi polemik di kalangan kampus karena fungsinya sudah melenceng. Menwa dinilai arogan dan lebih militer daripada militer sendiri. Jadi, anggapannya adalah bahwa keberadaan Menwa itu perlu dievaluasi sehingga kembali kepada jalur yang sesungguhnya. Satpol PP juga begitu. Kebanyakan orang melihat perilaku anggota institusi ini lebih polisi ketimbang polisi sesungguhnya. Malahan dalam perekrutan terakhir, lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik ketimbang bagaimana mengoptimalkan kekuatan nonfisik, persuasif serta psikologi massa. Inilah yang ditinggalkan sehingga sosok tampilan Satpol PP saat ini adalah berbadan tegap, kuat serta sangar. Inilah citranya sampai sejauh ini. Mungkin dapat diperdebatkan namun faktanya sudah seperti itu. Gaya Satpol PP sudah melebihi perilaku polisi sesungguhnya. Ketika ada masalah maka pendekatan persuasif menjadi pilihan kesekian dibandingkan dengan aksi kekerasan. Hal ini bak gayung bersambut manakala masyarakat juga terpancing provokasi oknum yang tidak bertanggung jawab. Ke depan, Satpol PP harus lebih humanis serta memiliki kemampuan tentang manajerial, psikologi massa serta harus mengenal tipikal, karakter serta budaya masyarakat setempat. Tentu, tidak bisa ditimpakan kesalahan kepada anggota. Seharusnya, tidak ada kolonel yang salah, jenderallah yang harus bertanggung jawab. Pimpinan Satpol PP harus bisa mengendalikan anak buahnya ketika terjadi rusuh di lapangan. Kalau tidak, maka dia akan lebih menjadi seorang panglima perang ketimbang sebagai pimpinan sekelompok pasukan yang seharusnya mengendalikan massa untuk keamanan serta ketertiban. Tragedi Tanjung Priok telah berlalu. Bukan jaminan kalau di kemudian hari kejadian ini tidak terjadi lagi. Satpol PP harus segera berbenah, masyarakat juga harus menggunakan nalar sehat. Jangan mudah terpancing isu-isu menyesatkan, apalagi yang mencoba menohok dengan isu-isu SARA. Negeri ini saat ini tengah labil, sedikit saja dipicu maka kobaran api akan segera muncul. Mari kita padamkan, dinginkan dengan nalar yang objektif, sehat, demi keamanan serta ketertiban bersama. ***
T
Bang D
el
Pemerintah siapkan pola uji kepatutan pegawai pajak
Hasilnya, tetap saja korupsi ...
Suluh Indonesia, Kamis 22 April 2010
5
Represif terhadap Rakyat, Buah Otonomi Tanggung SERUAN agar Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) dibubarkan kembali disuarakan pascakerusuhan yang terjadi di kompleks Pelabuhan Peti Kemas Koja, Jakarta Utara. Derap langkah Satpol PP dalam penertiban pedagang kaki lima, penggusuran bangunan liar, penertiban pedagang asongan, penangkapan para PSK maupun penangkapan gelandangan dan pengemis menempatkan Satpol PP selalu bersentuhan dengan rakyat kecil. Timbulnya korban jiwa dalam tindakan represif makin mengukuhkan predikat ‘’penindas rakyat’’ di dada setiap anggota Satpol PP. Seruan pembubaran juga didasari karena pemerintah telah memiliki Polri yang dibentuk dengan personel, peralatan, dan infrastruktur yang jauh lebih mapan. Meskipun saat ini kepolisian tengah diselimuti prahara kehadiran markus di dalam tubuhnya, tetapi prestasi Densus 88 dalam ‘’menumpas’’ gerakan teroris, memancing sikap kritis masyarakat untuk mempertanyakan keberadaan Satpol PP. Kontan keadaan seperti ini juga menyuburkan sikap-sikap sinis kepada pemerintah daerah, salah satunya mengaitkan keberadaan Satpol PP dengan balas budi kepala daerah kepada para preman yang mengawal pemerintahannya. Keinginan mewujudkan otonomi daerah untuk memberikan kebebasan kepada daerah mengatur dan mengurus daerahnya selalu disertai dengan tarik-menarik kewenangan antara pusat dan daerah. Intrik kepentingan itu mewarnai berayunnya bandul pemerintahan antara dua kutub: desentralistis dan sentralistis. Sebenarnya keadaan seperti ini tidak hanya dijumpai di Indonesia, tetapi terjadi di semua negara yang menerapkan desentralisasi di seluruh dunia (Conyer, 1984). Menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat adalah salah satu tugas hakiki dari pemerintahan. Dengan tanggung jawab yang diemban seorang kepala daerah, terasa sangat aneh kepala daerah harus meminta bantuan kepada Polri ketika ada gangguan ketenteraman dan ketertiban di daerahya. Kepolisian yang memiliki struktur organisasi rapi mulai dari Polsek, Polres, Polwil, Polda, hingga Mabes memang dibuat sebagai organisasi sentralistis dengan garis komando hirarkis. Bagi kepala daerah, memikul tanggung jawab di pundak tanpa wewenang bagai berperang tanpa senjata. Celakanya, kondisi seperti ini dipelihara hingga sekarang. Organisasi Satpol PP telah ada sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda, jauh sebelum tekad otonomi daerah diikrarkan kembali mengiringi tumbangnya Orde Baru. Tetapi di zaman pemerintahan Orde Baru, memelihara ketenteraman dan ketertiban adalah kewajiban pemerintah pusat dalam menjalankan tugas pemerintahan umum. Menurut UU No. 5/1974 pemerintahan umum didekonsentrasikan kepada kepala wilayah, mulai dari wilayah provinsi hingga kecamatan. Dengan pengaturan demikian, koordinasi oleh
Oleh : I Nyoman Suri Adnyana* Gaya represif yang ditunjukkan Satpol PP bisa jadi merupakan sisa-sisa warisan mental kolonial para pangreh praja di zaman pemerintahan kolonial. Unjuk kekuasaan di dalam kehidupan bermasyarakat sejatinya bukan monopoli Satpol PP saja. Sikap ultra-kapitalisme yang salah kaprah merasuk ke segala sendi kehidupan dan memudarkan nilai-nilai falsafah dasar bangsa. Kekayaan (harta) dan kekuasaan (tahta) seolah-olah menjadi ukuran keberhasilan. Sedangkan kekerasan dan arogansi sering dipilih sebagai cara menunjukkan kekuasaan.
kepolisian dari Polsek hingga Polda dengan pemerintah di setiap tingkatan lebih mudah dipahami. Jadi, mempertahankan keberadaan Satpol PP dalam sistem otonomi daerah yang diberlakukan sejak tahun 2000 bisa dipandang sebagai upaya menghindari kekosongan. Bukankah tiada rotan akar pun jadi? Dengan pola rekrutmen, pelatihan, dan peralatan yang dimilikinya, sikap utopis membandingkan kemampuan Satpol PP dengan Polri, apalagi membandingkannya dengan polisi kota (sheriff) di Amerika, sungguh bagai pungguk merindukan bulan. Juga, benarbenar sebuah lelucon yang tak lucu ketika ada anggota DPR ikutikutan di media massa menyuarakan agar Satpol PP dibubarkan. Mental Kolonial Penindasan rakyat di zaman ko-
lonial Belanda konon tidak semata-mata dilakukan oleh bangsa Belanda. Penguasa pribumi tak malu menyembah yang di atas dan tega menginjak yang di bawah. Novel Max Havelaar menggambarkan kisah nyata yang dialami pengarangnya EE Douwes Dekker yang berbangsa Belanda, ketika ditugaskan menjadi asisten residen (bupati zaman sekarang) di Lebak. Douwes Dekker memberontak dengan caranya terhadap praktik-praktik kekerasan pemerintahan kolonial. Gaya represif yang ditunjukkan Satpol PP bisa jadi merupakan sisa-sisa warisan mental kolonial para pangreh praja di zaman pemerintahan kolonial. Unjuk kekuasaan di dalam kehidupan bermasyarakat sejatinya bukan monopoli Satpol PP saja. Sikap ultra-kapitalisme yang salah kaprah merasuk ke segala sendi
√ Berbagai bentuk penindasan terhadap kepentingan masyarakat umum terpelihara dan seperti mendapat ‘’perlindungan’’. Sikap permisif para penegak hukum, dengan segala alasannya, telah menjatuhkan wibawa pemerintah.
√ Ketidakpercayaan kepada Satpol PP
tak dapat dilepaskan dari rendahnya kewibawaan pemerintah di mata masyarakat.
√ Untuk menghilangkan kesan Satpol PP hanya sebagai penindas rakyat kecil, pemerintah daerah dapat merevitalisasi perannya.
kehidupan dan memudarkan nilainilai falsafah dasar bangsa. Kekayaan (harta) dan kekuasaan (tahta) seolah-olah menjadi ukuran keberhasilan. Sedangkan kekerasan dan arogansi sering dipilih sebagai cara menunjukkan kekuasaan. Tak jarang terjadi, ormas mengatasnamakan rakyat dengan leluasa melakukan kekerasan. Perilaku arogan sebagian masyarakat juga mudah dijumpai di jalan raya. Berbagai bentuk penindasan terhadap kepentingan masyarakat umum terpelihara dan seperti mendapat ‘’perlindungan’’. Sikap permisif para penegak hukum, dengan segala alasannya, telah menjatuhkan wibawa pemerintah. Buktinya mudah, seorang warga negara Indonesia bisa sangat patuh kepada peraturan dan kepentingan orang lain tatkala berada di luar negeri. Tetapi mereka kembali berperilaku semaunya ketika menginjakkan kaki di tanah air. Sepertinya sikap yang absurd saat ini mempertanyakan mengapa negara lain mampu menegakkan hukum kepada rakyatnya. Perubahan Orientasi Ketidakpercayaan kepada Satpol PP tak dapat dilepaskan dari rendahnya kewibawaan pemerintah di mata masyarakat. Untuk menghilangkan kesan Satpol PP hanya sebagai penindas rakyat kecil, pemerintah daerah dapat merevitalisasi perannya dengan memberi fungsi tambahan sebagai Polisi Pegawai Negeri untuk menegakkan disiplin dan etika PNS, seperti halnya Polisi Militer atau Provost. Dengan peran itu Satpol PP dapat membantu kepala daerah untuk menertibkan PNS yang berkeliaran di pusat perbelanjaan atau berada di tempat tidak wajar lainnya pada jam kerja. Selain dapat kembali meraih simpati publik, perubahan orientasi Satpol PP yang lebih banyak ke dalam akan mampu memupuk kewibawaan pemerintah. Pada saat itu niscaya Prajawibawa yang menjadi motto Satpol PP dapat dicapai. *Penulis, mahasiswa program doktor Ilmu Manajemen Pemerintahan Universitas Satyagama Jakarta
Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.
SURAT A NDA Tertibkan Spanduk Liar SEBAGAI warga kota Depok, kami merasa terganggu dengan kian banyaknya spanduk yang dipasang di berbagai jalanan dan lokasi di kota Depok. Isi spanduk yang beragam itu, mulai dari ajakan untuk menjaga kebersihan, promosi perumahan bahkan gambar calon walikota, dalam pandangan saya sudah sangat merusak pemandangan. Saya yang tinggal di Kecamatan Limo dan seiap hari melintas di Jalan Grogol-Krukut Raya pernah iseng menghitung jumlah spanduk yang ada di sepanjang yang panjangnya tak lebih dari lima kilometer (km) itu.
Hasilnya, lebih dari 50 spanduk yang terpasang di sisi kiri dan kanan jalan serta melintang di atas jalan. Meski mengganggu pemandangan, jika spanduk itu membayar retribusi/pajak pemasangan tentu saya dapat memakluminya, karena menambah pemasukan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Namun banyak diantara spanduk yang saya lihat itu justru tak memiliki stempel dari pihak Pemkot Depok. Artinya, spanduk-spanduk itu adalah spanduk liar dan tak berizin. Karena tak berizin, tentu saja Pemkot tak mendapatkan keun-
tungan apapun dari pemasangan spanduk semacam itu. Kami mohon kepada pihak Pemkot Depok khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (PP) agar segera menertibkan spanduk-spanduk liar itu. Selain membuat rusaknya pemandangan jalanan, menurut saya spanduk-spanduk itu justru akan
membuat upaya Pemkot depok untuk menggapai anugerah Adipura tahun ini menjadi jauh panggang dari api karena spanduk-spanduk itu justru membuat suasana kota bertambah kumuh. Terima kasih. Diah Grogol, Limo - Depok
Mencegah Kebocoran Soal ADA cara mudah tapi tak pernah dilakukan dalam melaksanakan ujan tanpa perlu takut bocor di tengah jalan: ujian nasional melalui jaringan handphone atau laptop. Gampang, mudah, murah, sederhana, tidak ruwet, tidak ada
korupsi, tidak ada kecurangan, dll. Aneh benar negara ini. Kemajuan teknologi yang sudah dicapai justru tidak dipakai untuk mempermudah kegiatan. Entah salah makan apa menterinya. Lho, kan menterinya menggebu-gebu meg-
gunakan IT dalam pendidikan, tetapi penggunaan jaringan internet yang sudah sedemikian masif ini tak dimanfaatan sama sekali dalam UN. Apa ada alasan tidak semua jaringan internet tersedia. Jika mau, bisa disediakan kok. Persoalannya justru terletak pada mau atau tidak mau. Mendiknas harus mulai mengubah cara konvensional itu dengan cara yang lebih bernas, tentu dengan memanfaatkan potensi kemajuan IT seperti yang berulang kali digaungkannya. Di Pontianak, Wapres Boediono juga menegaskan pentingnya IT dalam dunia pendidikan. Ujian Nasional memang masih dipersoalkan banyak pi-
hak. Tetapi, jika pemerinta h tetap memaksakan pelaksanaannya, maka penggunaan IT dalam UN tidak bisa dikesampingkan lagi. sebab, UN dilaksanakan sebagai agenda tahunan. Anggaran UN bisa dipakai untuk mempersiapkan. Jika perlu melibatkanswasta. Ujian bisa dilaksanakan per provinsi. Bisa dilaksanakan serentak, bisa juga tidak. SEAMOLEC telah melakukan ujian coba ini. SEAMOLEC menyebut program ini sebagai LUNAS, Latihan Ujian Nasional. Sistenya sudah tersedia, tinggal kemauan politiknya. Arifin, Kebun Jeruk
Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.
Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.
lahraga
Suluh Indonesia, Kamis 22 April 2010
6
Persik Raih Kemenangan Sempurna KEDIRI - Tuan rumah Persik meraih kemenangan sempurna di babak penyisihan Grup D Piala Indonesia, setelah menundukkan Persitara Jakarta Utara 4-0 (2-0), pada laga terakhir di Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur, kemarin. Mantan penyerang tim nasional Saktiawan Sinaga memborong tiga gol (hattrick) untuk kemenangan “Macan Putih” di menit ke-14, 53 dan 60, serta satu gol lainnya disumbangkan Yongki Aribowo pada menit ke-20. Dengan hasil ini, Persik yang sebenarnya sudah memastikan lolos ke babak 16 besar, tampil sebagai juara Grup D dengan nilai sempurna 9. Sebelumnya, Persik juga menang 3-0 atas PSBI Blitar dan 1-0 saat menghadapi Persibo Bojonegoro. Bahkan, dari tiga laga yang dijalani, gawang juara dua kali Liga Indonesia itu juga tidak kebobolan satu gol pun dari lawan-lawan.
Sementara Persitara harus babak belur dan menempati posisi juru kunci, karena tiga kali menelan kekalahan di babak penyisihan. Pelatih Persitara Suimin Diharja mengakui permainan timnya sangat buruk karena kondisi fisik pemain menurun drastis, setelah menjalani pertandingan beruntun dalam dua pekan terakhir. Selain itu, insiden pelemparan batu yang dilakukan suporter PSBI Blitar di laga sebelumnya, juga ikut mempengaruhi kepercayaan diri pemain. “Terus terang, insiden itu juga masih menyisakan trauma bagi anak-anak. Namun, masalah utama yang kami hadapi adalah kondisi fisik pemain akibat jarak pertandingan yang terlalu dekat,” katanya. Sementara itu, pelatih Persik Kediri Agus Yuwono mengatakan anak asuhnya mampu bermain lepas dan tampil lebih percaya diri, setelah memas-
tikan lolos ke babak 15 besar. “Saya menekankan agar mereka menikmati permainan. Mereka harus membiasakan diri bermain tanpa tekanan dan hasilnya ternyata sangat bagus,” ujarnya. Sedangkan pendamping Persik ke babak 16 besar dari Grup D adalah Persibo Bojonegoro yang pada laga terakhir mengalahkan tuan rumah PSBI Blitar dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Persibo dicetak Busari pada menit ke-43. Laga terakhir ini diwarnai kericuhan dan terhenti beberapa menit, akibat protes pemain tuan rumah atas kepemimpinan wasit yang tidak memberi hadiah penalti, setelah tangan salah satu pemain Persibo menyentuh bola di area terlarang. Peristiwa itu terjadi saat laga tersisa tujuh menit dan akhirnya dinyatakan selesai, karena situasi semakin memanas dan dianggap tidak kondusif untuk diteruskan. (ant)
Laili Rahmawati Tumbang JAKARTA - Unggulan keempat tunggal putri, Laili Rahmawati dari Jateng tumbag di babak kedua Turnamen Tenis Nasional Piala Gubernur DKI, kemarin. Dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Tenis Klub Kelapa Gading, Jakarta Utara itu, Laili harus mengakui keunguulan petenis yunior asal DKI Voni Darlina 3-6, 1-6. ”Ini surprise buat saya, awalnya saya sama sekali nggak mengira bakal menang lawan Laili. Laili sebenarnya main bagus dan ulet. Saya mencoba untuk melawan dengan reli-reli panjang. Saya senang bisa melewati babak kedua hari ini,” tutur Voni usai pertandingam. Sementara Laili mengaku
untuk turnamen tahun ini sama sekali tidak mematok target karena ia tidak memiliki persiapan yang matang untuk turun. “Hasilnya memang harus saya terima karena memang saya tidak memiliki persiapan. Dan tadi main berat banget,” komentar Laili. Di perempatfinal Voni akan menghadapi Aldila Sutjiadi (DKI) yang lolos ke babak utama dengan fasilitas wild card. Selain Laili unggulan putri yang gugur adalah Priscilla Anggaraeni. Petenis Jatim ini kandas di tangan petenis non unggulan Dwi Rahayu Pitri (Sumbar) dua set langsung, 6-3, 6-2. Sementara itu, petenis unggulan teratas tunggal putra dan putri, Christopher Rungkat
(DKI), Sunu Wahyu Trijati (Jateng), Ayu Fani Damayanti (DKI) dan Beatrice Gumulya (Kaltim) melaju dengan mudah ke babak ketiga turnamen berhadiah total Rp 175 juta ini. Christo menang mudah atas petenis Jabar Michael Christian, 6-1, 6-0. Skor yang sama juga dicetak oleh unggulan kedua Sunu Wahyu Trijati saat menghadapi Ariawan Purbo (Sulut). “Saya senang bisa melewati pertandingan hari ini dengan penampilan baik seperti ini. Biasanya babak pertama saya selalu sulit untuk tampil dengan performa seperti tadi,”ujar Christo. Sunu pun mengaku optimistis menghadapi pertandingan berikutnya melawan Samsudin Pare. (oli)
87 Klub Ikut Renang KU Seri II JAKARTA - Tercatat 395 perenang dari 87 klub memastikan ikut dalam kejuaraan renang Real Good kelompok umur (KU) seri ke-2 yang berlangsung mulai Jumat, besok hingga 25 April mendatang di Stadion Renang Mattoangin, Makassar, Sulsel. Kejuaraan yang masuk kalender resmi PB.PRSI itu tahun ini berlangsung enam seri di enam kota. Seri pertama berlangsung Pebruari lalu di Balikpapan, Kaltim. Ketua Panitia Aksa Amir dalam siaran persnya, kemarin mengatakan ada 126 nomor yang dipertandingkan dan terbagi lima KU.
Kelima KU yang dipertandingkan adalah KU I (15-17 tahun), KU II (13-14 tahun), KU III (11-12 tahun), KU IV (9-10 tahun) dan KU V (8 tahun ke bawah). “Kejuaraan Renang KU Seri II 2010 di Makassar ini harus lebih sukses dibanding seri I di Balikpapan. Kami juga ingin meraih dua sukses yakni sebagai penyelenggara dan pencapaian prestasi,”kata Aksa. Ia berharap, pada Seri II ini juga terjadi banyak pemecahan rekornas seperti di Seri I lalu. Pada seri I yang diikuti 53 klub itu melahirkan 19 rekornas KU. (oli)
Suluh Indonesia/ant
PERSIB MENANG - Pesepakbola Persib Bandung Cristian Gonzales berusaha melewati hadangan Pesepakbola Persipasi Bekasi Arif Sarifudin dalam pertandingan lanjutan Piala Indonesia di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, kemarin. Persib menang telak 4-0.
Persib Juara Grup KARAWANG - Persib Bandung memastikan diri menjadi juara grup C Piala Indonesia sekaligus lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Persipasi Kota Bekasi dengan skor 4-0 dalam pertandingan di Stadion Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, kemarin. Gol kemenangan Persib tercipta melalui hattrik Christian Gonzales pada menit ke-7, 31, 42 dan gol Budi Sudarsono pada menit ke-48. Sejak dimulai pertandingan, skuad Persib gencar melakukan serangan ke barisan pertahanan Persipasi. Gol Persib melalui Gonzales terjadi setelah pemain bernomor punggung 99 itu berhasil melewati pemain belakang Persipasi dan dengan tendangan kaki kiri berhasil merobek jala Diky. Tertinggal satu gol, skuad
Persipasi berusaha menyamakan kedudukan, tetapi serangan anak asuh Warta Kusuma itu masih bisa dihadang barisan belakang Persib. Pada menit ke-27, tendangan Gonzales melebar ke kiri gawang Persipasi, setelah berhasil menerobos lini belakang Persipasi. Baru pada menit ke31, Gonzales berhasil menjebol gawang Persipasi setelah berhasil bebas dari jebakan offside dengan mengecoh penjaga gawang yang mengejar bola keluar kota penalti. Gonzales mengangkat bola hingga melewati kepala penjaga gawang dan menyambutnya dengan kaki kanan seterusnya bola dijaringkan kegawang yang dalam keadaan kosong. Selanjutnya, Gonzales berhasil memperbesar keunggulan pada menit ke-42 setelah ten-
dangan penaltinya berhasil bersarang disudut kanan gawang setelah bola terlebih dahulu membentur tiang gawang. Wasit yang memimpin pertandingan, Armando Priadi, memberikan hadiah penalti kepada Persib, setelah salah seorang pemain belakang Persipasi melakukan pelanggaran di area kotak penalti. Memasuki babak kedua, para pemain kembali menggencarkan serangan. Tetapi, serangan tersebut tidak berhasil menciptakan gol, hanya membuahkan peluang-peluang. Justru Persib yang semakin memperbesar keunggulannya melalui gol Budi Sudarsono pada menit ke-48. Pelatih Persipasi, Warta Kusuma, mengatakan, barisan belakang Persipasi terlihat cukup rapuh saat melawan Persib selama
babak pertama dan kedua. Kekalahan timnya juga dinilai akibat kelelahan. Sehingga permainan yang disajikan anak asuhnya itu seperti tanpa motovasi. “Saya kira, para pemain cukup kelelahan, karena harus terus bertanding dua hari sekali. Waktu istirahat hanya satu hari, itu cukup melelahkan,” kata Warta. Sementara itu, pelatih Persib, Robby Darwis, mengatakan, anak asuhnya bermain cukup cemerlang saat melawan Persipasi, hingga mampu mengalahkan Persipasi dengan skor 4-0. Robby menilai, keunggulan Persib melalui hattrik Gonzales itu merupakan motivasi Gonzales secara pribadi, karena sebelumnya dirinya tidak diberi tahu, kalau Gonzales ingin menjadi pencetak gol terbanyak dalam laga Piala Indonesia 2010. (ant)
lahraga
Suluh Indonesia, Kamis 22 April 2010
7
Inter Mendobrak MILAN - Inter Milan menunjukkan penampilan yang mengejutkan di laga pertama babak semifinal Liga Champions kontra Barcelona, kemarin. Nerazzurri mengalahkan klub juara bertahan itu 3-1 di San Siro. Kemenangan ini berkat taktik jitu yang diterapkan pelatih Jose Mourinho. Mourinho tampaknya sudah belajar dari pengalaman menghadapi Barca di fase penyisihan grup September dan November tahun lalu. The Special One sanggup meredam serangan Azulgrana dengan gol dari Wesley Sneijder, Maicon dan Diego Milito. Barca memperoleh satu gol dari Pedro Rodriguez. Dengan kemenangan ini, Inter lebih aman menghadapi laga kedua yang akan digelar di Nou Camp pekan depan. Kalau pun tidak lolos ke final, Mourinho mengaku tetap puas karena sudah pernah mempermalukan Barca. “Kami telah mengalahkan tim terbaik di dunia dan sekarang Inter termasuk tim yang hebat di Liga Champions. Bila kami tidak juara tahun ini, kami akan juara tahun depan atau dua tahun lagi. Kami telah berubah,” ujar arsitek Portugal ini. Sementara Pelatih Barcelona, Pep Guardiola kecewa dengan
kekalahannya. Tapi ia menolak menyalahkan perjalanan jauh selama 14 jam sebagai penyebab penurunan penampilan pasukannya. “Ini bisa terjadi, terutama ketika kita bermain di semifinal Liga Champions dan melawan tim seperti Inter. Kalah seperti ini tentu saja tidak ideal, namun kami masih sanggup melakukannya (lolos ke final,” tegas Guardiola. Mourinho menurunkan susunan pemain bertipe menyerang dengan menempatkan tiga striker plus Sneijder sebagai playmaker di lini tengah. Peluang pertama mereka dapat di menit ke-18 dari tendangan kaki kiri Samuel Eto’o. Kiper Barca, Victor Valdes tak mampu melakukan penyelamatan sempurna sehingga bola kembali mental, namun Milito gagal memanfaatkannya. Semenit setelah itu, Barca berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Inter. Melalui pergerakan bek kiri Maxwell yang dengan mudah menerobos tiga pemain, Pedro muncul dari sayap kanan dan menyambut umpan mantan pemain Inter itu dari jarak sekitar 15 meter. Inter menyamakan setelah pertandingan berlalu setengah jam. Sepakan kaki kanan Sneijder menerima umpan Milito me-
nembus pojok atas kanan gawang Valdes. Terciptanya gol itu seolah membenarkan pernyataan Mourinho bahwa tim yang tidak mendominasi permainan pun bisa membobol gawang lawan. Penguasaan bola Barca di sepanjang babak pertama mencapai 65 persen. Permainan Inter lebih berkembang di babak kedua. Laga baru berjalan tiga menit ketika Maicon mengubah kedudukan menjadi 2-1 hasil umpan Milito. Gol ini juga tak lepas dari kepiawaian Goran Pandev yang melewati tiga pemain Barca di lini tengah. Penyerang Barca, Lionel Messi yang benar-benar tenggelam di pertandingan ini, baru memperoleh kesempatan menembak untuk pertama kali di menit ke-58. Namun aksinya itu dihentikan oleh kiper Julio Cesar. Beberapa saat kemudian penjaga gawang Brazil ini juga mengantisipasi sundulan Sergio Busquets. Sebaliknya Barca tidak sanggup membendung gempuran Inter. Pada menit ke-61, tuan rumah menambah keunggulan melalui Milito. Barca memperoleh kesempatan terakhir untuk memperkecil kekalahan dari Gerard Pique, tapi upayanya diblok oleh Lucio. (adn/afp)
Suluh Indonesia/dok
Mario Balotelli
Balotelli Diserang MILAN - Pesta kemenangan Inter Milan atas Barcelona di Liga Champions kemarin dirusak oleh Mario Balotelli. Striker 19 tahun yang disebutsebut memiliki masa depan cerah itu, kembali berulah yang memicu reaksi dari rekan-rekannya dan juga penggemar Inter. Balotelli baru dimasukkan saat laga di San Siro tersisa 20 menit sebagai pengganti Diego Milito. Ia tidak mampu menunjukkan performa yang diharapkan, sementara Barca makin gencar menekan Inter. Penggemar Inter pun mulai kecewa dan mengejek pemain yang memang terkenal kontroversial itu. Balotelli tidak dapat menjaga emosinya. Ia terlihat bertengkar dengan sekelompok suporter di pinggir lapangan. Ia juga melempar kaosnya di akhir pertandingan. Sikap tak terpujinya itu memicu kemarahan dari pemain veteran Inter, Marco Materazzi. Menurut striker Barca, Zlatan Ibrahimovic, Materazzi ter-
lihat menyerang Balotelli di lorong menuju ruang ganti pemain. “Satu-satunya yang saya lihat adalah Materazzi ingin membunuh Balotelli,” ungkap Ibra yang musim lalu masih berkostum Inter sebelum pindah ke Barca. Kejadian tidak berhenti sampai disitu, televisi Sky Italia melaporkan Balotelli diserang oleh suporter Inter saat menuju mobilnya di area parkir San Siro. Petugas keamanan berhasil menyelamatkan Balotelli dari kejaran suporter yang marah. Penyerangan itu sudah dimulai sejak Balotelli meninggalkan stadion. Presiden Inter, Massimo Moratti yang menyaksikan langsung kejadian itu juga sempat berusaha melindungi anak buahnya. “Ia masih muda, hal ini biasa terjadi dan sejujurnya saya lebih senang membicarakan kemenangan. Ini luka yang akan sembuh dan dapat menjadi pelajaran hidup yang berharga untuknya,” kata Moratti. Pelatih Jose Mourinho me-
nyesalkan tindakan Balotelli. “Saya kecewa dengan cara penggemar memperlakukan Balotelli, saya selalu ingin mereka mendukungnya sampai akhir, tetapi saya bisa memahami reaksi mereka karena melihat hal yang sama seperti yang saya lihat,” ujar Mourinho. Mourinho menilai Balotelli tak bermain sepenuh hatinya. “Ia perlu menunjukkan ingin bersama kami dan harus memahami bagaimana bermain sepakbola. Ia harus meninggalkan lapangan sampai mati. Tapi tentu saja ia tidak pulang dalam keadaan mati karena ia tidak banyak berlari,” cetusnya. Tak satu pun pemain Inter yang mendukung Balotelli. Gelandang Dejan Stankovic menganggap Balotelli seperti anak kecil yang tidak bisa berpikir. Sementara kapten Javier Zanetti mengharapkan juniornya itu segera berubah dan hanya berkonsentrasi dengan penampilannya di lapangan. (adn/afp)
Barcelona Terbuka
Hewitt Petik Kemenangan BARCELONA - Lleyton Hewitt menorehkan kemenangan pada laga pertamanya di Barcelona Terbuka sejak 2002, kemarin. Petenis Australia ini mengalahkan Marsel Ilhan dari Turki, 6-4, 4-6, 6-2 di putaran pertama. Namun tiga petenis ungulan tersingkir pada hari kedua turnamen lapangan tanah liat ini. Unggulan ke-14 dari Spanyol, menyerah 3-6, 6-7 (1/7) di tangan Jeremy Chardy asal Prancis. Sementara petenis kualifikasi Daniel Gimeno-Traver menjungkalkan unggulan ke-10 Argentina, Juan Monaco 6-2, 3-6, 6-2. Simone Balolli membuat kejutan ketika juara 2004 dan unggulan kesembilan Tommy Robredo mundur karena cedera punggung. Petenis Italia itu pun menang 6-7 (7/9), 6-4, 3-1. Petenis Spanyol unggulan ke-16, Feliciano Lopez sama beruntungnya setelah Oleksandr Dolgopolov dari Ukraina tak bisa melanjutkan
pertandingan pada kedudukan 6-3, 3-0. Unggulan kedua Robin Soderling membuat debut spektakuler di lapangan tanah liat musim ini, dengan bangkit dari satu break di masing-masing set untuk mengalahkan Juan Ignacio Cela 7-5, 7-5. Hewitt sudah tidak pernah bermain di Real Club selama delapan tahun. Pada partisipasi terakhirnya 2002 lalu, ia kalah di semifinal dari Gaston Gaudio yang akhirnya menjadi juara. Selama absen, mantan juara Wimbledon dan AS Terbuka ini memang lebih banyak absen di lapangan tanah liat Eropa dan bermain di lapangan keras. Cedera juga menghalanginya dengan menjalani operasi pinggul dua kali. Namun kali ini, tidak sedikit pun terlihat pengaruh dari cedera itu. Apalagi turnamen ini merupakan persiapan menuju Roland Garros bulan depan. Ia mengumpulkan sepuluh ace
dan kalah servis enam kali melawan Ilhan. Penampilan ini bisa menjadi kunci bagi negaranya untuk menyingkirkan Inggris di playoff Piala Davis Juli nanti. Hewitt menyelamatkan empat dari lima break point yang dihadapinya dalam kemenangan selama kurang dari dua jam ini. Ia lolos ke putaran kedua untuk berhadapan dengan Educaro Schwank dari Argentina. “Menyenangkan bisa melewati pertandingan pertama disini. Saya sudah pernah melawan Schwank sebelumnya di lapangan rumput Queen, namun saya memprediksi ia akan jauh lebih tangguh di lapangan tanah liat,” terang Hewitt. Petenis 29 tahun ini bermain di turnamen keduanya setelah kalah dari Juan Ignacio Chela di perempatfinal Houston. Kemenangannya kali ini adalah yang keenam sepanjang musim ini, dengan kalah tiga kali. (adn/afp)
Suluh Indonesia/ant
DIKAWAL LAWAN - Penyerang Barcelona, Lionel Messi (tengah) dikawal dua pemain Inter Milan, Esteban Cambiasso, (kiri) dan Wesley Sneijder, dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions, di Stadion San Siro, Milan, Italia, dini hari kemarin.
Hamburg Termotivasi Final di Kandang HAMBURG - Kesempatan memainkan final Liga Eropa di kandangnya sendiri pada 12 Mei nanti, akan menginspirasi Hamburg dalam menghadapi tim pembunuh raksasa, Fulham di laga pertama babak semifinal, dini hari nanti. Hal itu ditegaskan oleh striker Mladen Petric. Duel semifinal antara Hamburg dengan Fulham dan Liverpool dengan Atletico Madrid, akan tetap dilangsungkan kendati ada kekhawatiran pertandingan ini batal karena kabut abu vulkanik dari letusan gunung di Islandia yang mengacaukan penerbangan di Eropa. Setelah peluang mereka memenangkan gelar Bundesliga berakhir menyusul kekalahan 0-1 dari Mainz akhir pekan lalu, Hamburg yang ditangani pelatih Bruno Labbadia, tertantang untuk merebut tiket ke babak final yang akan digelar di stadion mereka sendiri bulan
depan. Hanya Fulham, tim kejutan di turnamen ini, yang sekarang menghadang langkah Hamburg dan impian mereka menembus final. Tim asuhan Royd Hodgson itu menunjukkan salah satu upaya bangkit paling mengejutkan dalam sejarah sepakbola Eropa dengan membalikkan defisit 1-3 di laga pertama menjadi kemenangan 4-1 di laga kedua babak 16 besar kontra Juventus. Mereka selanjutnya mengalahkan juara bertahan Liga Jerman, Wolfsburg di perempatfinal hingga terciptanya semifinal ini. Petric yang menjadi top skorer Hamburg di kompetisi ini, bakal melewatkan laga pertama karena masalah selangkangan. Penyerang Kroasia ini mendukung rekan-rekannya untuk memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sebagai modal menghadapi pertemuan kedua pada 29 April.
“Ada tekanan ekstra, tetapi ini tekanan positif. Ketika memiliki kesempatan memainkan final di kandang, kita dapat menggunakannya sebagai motivasi. Karena memainkan final di kandang akan sangat berbeda daripada bermain di stadion lain,” ungkap pemain 29 tahun itu, Rabu kemarin. “Kami memiliki reputasi bagus di Eropa dan telah mencapai final dua kali beruntun. Tidak ada banyak tim yang bisa melakukannya. Kami sangat percaya diri di Liga Eropa dan mampu mengalahkan beberapa nama besar, sama seperti musim lalu ketika tak seorang pun mengira kami sebegitu kuatnya,” lanjut Petric. Hamburg kalah oleh rival di Bundesliga, Werder Bremen pada fase yang sama musim lalu, tapi menurut Petric, hal itu tidak akan terjadi lagi kali ini. Laga ini betul-betul berbeda.
Saat itu mereka hanya kurang beruntung. “Dari potensi, kami memiliki tim lebih baik sekarang, dengan kualitas lebih dan bila kami dapat menunjukkan hal itu, semoga akan lebih baik daripada penampilan yang lalu,” imbuhnya. Petric mengatakan, Hamburg tidak akan melakukan kesalahan seperti Juventus dengan menganggap enteng Fulham. “Kami tidak boleh meremehkan mereka karena mereka sudah menyingkirkan namanama besar dan di empat besar tidak ada tim yang mudah,” katanya. Untuk absennya Petric, Labbadia masih dapat mengandalkan pemain internasional Swedia, Marcus Berg dan striker Belanda Ruud van Nisterooy yang sudah mencetak gol dua kali di Eropa sejak bergabung dari Real Madrid Januari lalu. (adn/afp)
Liverpool Bidik Juara Liga Eropa MADRID - Setelah gagal bersaing memperebutkan gelar dan menghadapi pertarungan berat untuk bisa finis di empat besar, Liverpool berharap bisa merayakan sesuatu musim ini dengan menjuarai Liga Eropa. The Reds lebih dulu harus bertandang ke Vicente Calderon untuk menghadapi Atletico Madrid di laga pertama babak semifinal, dini hari nanti. Liverpool mempersiapkan pertandingan ini dengan mengalahkan West Ham United 3-0 Selasa lalu. Mereka menunjukkan sanggup mencetak gol tanpa striker Fernando Torres yang absen hingga akhir musim karena operasi lutut. Kehilangan top skorer seperti Torres menjadi kerugian besar untuk Liverpool. Kekecewaan juga dirasakan penyerang Spanyol itu karena ia sekali lagi gagal melakukan comeback emosional ke markas Atletico, yang ia bela sejak berumur 10 tahun sebelum ditunjuk sebagai kapten pada usia 19 tahun. “Saya yakin kami dapat menimbulkan masalah untuk mereka meskipun tanpan Ferando,” tegas gelandang Israel, Yossi Benayoun, Rabu (21/4) kemarin. “Ia striker terbaik di dunia dan bersamanya pertandingan jadi lebih mudah, namun ia cedera. Kami perlu mencoba dan memenangkan pertandingan untuknya.” Selama Torres Absen, pelatih Rafael Benitez akan mengandalkan penyerang David Ngog yang mulai rajin mencetak gol. Pemuda Prancis berusia 21 tahun itu turut menyum-
Suluh Indonesia/dok
Jose Antonio Reyes
bang gol pada kemenangan atas West Ham. Adapun gelandang Maxi Rodriguez bernasib sama seperti Torres dan tidak bisa menghadapi mantan klubnya karena sudah memperkuat Atletico di fase sebelumnya. Baik Liverpool dan Atletico sama-sama terlempar ke kompetisi ini setelah gagal di penyisihan grup Liga Champions. Liga Eropa kini membuka kesempatan besar bagi keduanya untuk meraih sukses dan menebus derita penggemarnya setelah terpuruk di liga masingmasing. Liverpool yang menjadi runner-up di Liga Utama Inggris musim lalu, tertahan di peringkat keenam dengan selisih lima poin dari empat besar. Atletico terdampar di urutan ke-10 klasemen La Liga dengan
perbedaan 15 poin dari zona Liga Champions kendati lolos ke final Piala Raja. Atletico harus bermain tanpa striker kunci asal Argentina, Sergio Kun Aguero yang terkena skorsing. Ketidakhadiran Aguero, menurut pemain sayap Jose Antonio Reyes, akan lebih berpengaruh daripada absennya Torres di kubu Liverpool. “Kedua tim sangat kehilangan, namun saya rasa absennya Kun yang lebih penting karena ia kunci bagi Atletico, Atletico tak konsisten musim ini dan kalah 1-2 dari tim terbawah Xerez pada pertandingan kandang terakhirnya. Namun Los Rojiblancos menyimpan penampilan terbaik mereka untuk Liga Eropa dan mampu menandingi Liverpool dalam dua pertemuan di penyi-
sihan grup Liga Champions musim lalu dengan skor 1-1. Dengan tidak adanya penerbangan langsung ke Madrid akibat meletusnya gunung berapi di Islandia, Liverpool harus menempuh perjalanan maraton ke ibukota Spanyol itu. Pemain The Reds mesti berganti kereta api tiga kali sebelum terbang dari Bordeaux ke Madrid. Atletico berharap perjalanan jauh itu akan berpengaruh pada penampilan lawannya sehingga mereka bisa memenangkan laga pertama sebelum menghadapi partai kedua di Anfield pada 29 April. Pemenang dari semifinal antara Liverpool vs Atletico akan menjadi favorit merebut tropi melawan Fulham atau Hamburg pada final di Hamburg 12 Mei nanti. (adn/afp)
Piala Dunia Tinggal 50 Hari Lagi KIMBERLEY - Kepala panitia penyelenggara lokal Piala Dunia 2010, Danny Jordaan, kemarin menandai hitung mundur 50 hari menuju pesta sepakbola akbar yang bakal digelar mulai 11 Juni. Ia mengatakan turnamen ini adalah salah satu momen paling menentukan bagi Afrika Selatan (Afsel). Jordaan mengungkapkan, menjadi tuan rumah turnamen sepakbola adalah salah satu dari serangkaian momen penting yang mendukung perkembangan negara itu. Ia membandingkannya dengan masa ketika Nelson Mandela dibebaskan dari penjara pada 1990 dan pemilihan umum demokratis pertama di Afrika
Selatan pada 1994. Peringatan 50 hari menuju Piala Dunia pertama di Afrika ini dihadiri presiden Afsel, Jacob Zuma. Serangkaian perayaan digelar di Stadion Galeshew, sebelum tuan rumah memulai turnamen dengan menghadapi Meksiko di Stadion Soccer City, Soweto pada 11 Juni. Jordaan meyakinkan, Afsel akan menjawab pandangan skeptis bahwa negara itu tidak mampu menjadi tuan rumah turnamen ini karena tingkat kejahatan kriminalnya yang tinggi dan sistem transportasi yang kacau. “Dunia telah mendengar begitu banyak cerita tentang kami (sejak 1994), terk-
adang lebih banyak negatifnya daripada positif. Namun Piala Dunia ini memberikan Afsel kesempatan menunjukkan kepada dunia siapa kami sebenarnya memasuki tahun ke-16 demokrasi kami,” terang Jordaan. Zuma sudah menegaskan kalau negaranya lebih dari siap untuk menjadi tuan rumah event sepakbola terbesar ini. Hal itu dipertegas lagi oleh Jordaan. 10 stadion Piala Dunia telah siap dan fasilitas yang diperlukan juga sudah tersedia. Tiket pertandingan laku dengan cepat kendati ada kekhawatiran stadion akan kosong ketika panitia mulai menjual 500.000 tiket 15 April lalu. (adn/ap)
Nasi nal
Suluh Indonesia, Kamis 22 April 2010
Semburan Lapindo Muncul Lagi SIDOARJO - Semburan lama lumpur Porong di Sidoarjo di dekat jalur rel kereta api jalan raya Porong, kini muncul kembali dan terus membesar. Wakil Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Kusairi, Rabu, mengatakan semburan itu sempat terhenti, dan kini muncul kembali. “Semburannya lebih besar dari sebelumnya,” katanya. Dari pemantauan BPLS, semburan yang muncul kembali itu fluktuatif, dan tidak bisa diperkirakan berlangsung sampai kapan. “Yang pasti, semburan itu masih berbahaya, karena material yang dikeluarkan mengandung gas metan,” katanya. Semburan yang muncul kembali itu, menurut dia ha-
nya berjarak sepuluh meter dari jalan raya Porong, dan lima meter dari rel kereta api jurusan Surabaya - Banyuwangi. Selain mengeluarkan material berupa gas metan, semburan yang muncul kembali ini juga mengeluarkan material lain seperti lumpur bercampur air. “Supaya tidak terjadi masalah akibat semburan itu, BPLS memasang tanda bahaya di lokasi semburan,” katanya. Tanda peringatan tersebut bertuliskan larangan kepada warga yang melintas Jalan Raya Porong supaya tidak menyulut api atau membuang puntung rokok di sekitar lokasi semburan. “Karena sedikit saja semburan tersebut tersulut api bisa terjadi kebakaran,” katanya.
Saat ini, jumlah semburan yang bermunculan kembali di sekitar Jalan Raya Porong berjumlah sekitar 170 titik. “Dari jumlah itu ada 50 persen di antaranya yang masih bersifat aktif dan sangat berpotensi terbakar,” katanya. Untuk mengatasi semburan yang ada di Jalan Raya Porong itu, BPLS bekerja sama dengan pihak Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo. “BPLS bertugas untuk melokalisir semburan, sedangkan pihak kepolisian bertugas untuk mengatur arus lalu lintas,” katanya.Ia menambahkan jika arus lalu lintas lancar, maka kalau terjadi apa-apa pada semburan tersebut tidak akan membahayakan pengendara yang sedang melintas. (ant)
Tabrakan Xenia-Bus Akibatkan Dua Orang Tewas MAGELANG - Tabrakan antara mobil jenis Daihatsu Xenia dengan bus Ramayana di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, di Desa Krakitan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu, mengakibatkan dua orang tewas. Dua korban tewas merupakan penumpang mobil bernomor polisi DK 1451 QV yaitu Muhammad Fuadi Rahmanto (sopir), warga Dusun Karaharjan, Gunungpring, Muntilan, dan Rohmat Nurhadi, warga Desa Tangkilan, Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Keterangan yang dihimpun
di lokasi kejadian, mobil melaju relatif kencang dari arah Yogyakarta. Saat di tikungan Desa Krakitan, mobil itu berjalan terlalu ke kanan, sedangkan dari arah berlawanan melaju secara kencang bus jurusan JakartaYogyakarta itu sehingga terjadi tabrakan. Seorang saksi, Nano, mengatakan, setelah tabrakan, bus masih melaju dan akhirnya menabrak sepeda motor jenis Yamaha Mio warna merah yang dikemudikan Hengki Ganis, warga Canggalan, Kecamatan Ngluwar. Hengki luka parah dan hingga saat ini dirawat di RSUD Muntilan.
Polisi yang memeriksa kejadian itu menemukan botol minuman keras di mobil. Satu di antara tiga penumpang mobil itu yang selamat adalah Muhamad Kurniawan, warga Kauman, Kecamatan Muntilan. Namun dia juga dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit setempat. Mobil rusak relatif parah di bagian depan antara lain kap terlepas, kabin ringsek, dan as roda patah, sedangkan bus dengan nomor polisi AA 1645 AB itu rusak di bagian depan dan kaca depan pecah. Polisi masih melakukan penyelidikan atas penyebab kecelakaan tersebut. (ant)
8