Skip to main content

Edisi 19 Juli 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No.136 tahun IV Senin, 19 Juli 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Darmin Dinilai Krisis

Awasi Bank Lintas Batas

Penyerapan KUR Oleh UKM

PENGAMAT ekonomi Hendri Saparini mengatakan catatan buruk calon gubernur tunggal Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution yang disodorkan Presiden kepada DPR, akan menuai penentangan ...hal. 1

PJS. Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution dan Chairman The China Banking Regulatory Commision, Liu Mingkang, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) ...hal. 2

MENKOP dan UKM, Syarif Hasan menegaskan selama semester I 2010 penyerapan kredit usaha rakyat untuk usaha kecil dan menengah dari target sebesar Rp 20 triliun belum tercapai disebabkan ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

ICW Sesalkan Klaim Polri

Rekening Pati Tak Terindikasi Pidana

Suluh Indonesia/ant

PROTES - Sejumlah warga memegang tabung Gas Elpiji saat melakukan aksi protes di Jakarta, kemarin. Mereka menghimbau pemerintah segera menarik tabung gas Elpiji 3 kg, karena sering terjadi kebakaran.

TDL Direvisi BANJARNEGARA - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan pemerintah telah mengoreksi kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sehingga tidak akan memberatkan usaha kecil, mikro, dan menengah. ‘’Kenaikan itu mulai dari penurunan atau minus sampai yang paling tinggi itu 18 persen. Yang paling tinggi itu pun hanya sedikit,” katanya di Banjarnegara, kemarin. Menurut Hatta, pemerintah mengharapkan pengaruh dari TDL tersebut tidak mengakibatkan UMKM menjadi tutup. Ia mengatakan, pemerintah telah memperkirakan pengaruh listrik terhadap UMKM. ‘’Kalau

kenaikannya rata-rata sebesar 12 persen sampai 15 persen, dengan angka produksi dari listrik itu hanya lima persen, maka pengaruhnya terhadap produksi hanya nol koma sekian,” katanya. Saat disinggung mengenai fakta di lapangan telah ada UMKM yang kolaps akibat kenaikan TDL, Hatta mengatakan, kenaikan ini belum berdampak pada UMKM. ‘’Listriknya saja belum naik kok sudah terkena dampak,’’ kata mantan Mensesneg ini. Menurut Hatta, pemerintah sangat memikirkan UMKM dan benar-benar mengantisipasi dampak kenaikan TDL ini. Hatta mengatakan pemerin-

tah segera menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga. ‘’Operasi pasar sudah diperintahkan. Jadi operasi pasar sekarang sudah diubah, yakni tidak perlu lagi menunggu adanya perbedaan harga sampai 10 persen,” katanya. Akan tetapi jika trennya naik, kata Hatta, Bulog diberi kewenangan untuk segera melaksanakan operasi pasar. Menurut dia, beberapa daerah telah memulai operasi pasar ini. ‘’Kalau dulu operasi pasar digelar atas permintaan bupati atau gubernur, sekarang tidak,” katanya seraya mengatakan, pemerintah berusaha menjaga stabilitas harga, dan harga beras sudah mulai normal. (ant)

RUU PPTPU

Pembahasan Berjalan Alot JAKARTA - Pembahasan RUU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (PPTPU) antara pemerintah dan DPR berlangsung alot. ‘’Dengan didropnya hak penyelidikan, maka otomatis kewenangan penyelidikan yang ada pada pasal-pasal lain yang terkait dengan turunan penyelidikan menjadi berubah,’’ kata anggota Pansus RUU PPTPU DPR Bambang Soesatyo di Jakarta, kemarin. Menurut Bambang, pembahasan akan dilanjutkan pekan depan karena ada pasal tentang hak penyelidikan yang telah disepakati, harus diganti dengan pemeriksaan nonprojusticia agar tidak bertentangan dengan KUHAP. Ia mengatakan, permintaan hak penyadapan diganti dengan rekomendasi. ‘’Pasal tentang hak pemblokiran diubah menjadi permintaan pemblokiran,” katanya. DPR juga meminta PPATK memperbaiki atau menyempurnakan beberapa pasal dari RUU PPTPU. Perbaikan RUU itu perlu dilakukan agar

pembahasan pekan depan tidak lagi terkendala dengan adanya perbedaan pandang antara pemerintah sendiri. ‘’Pekan lalu, tepatnya menjelang pertengahan Juli 2010, saya mempermasalahkan beberapa pasal dari RUU PPTPU. Saya langsung menempatkan beberapa masalah itu ke dalam ruang publik, agar publik tahu asalusul persoalan ini,” kata Bambang. Pansus bersama PPATK sepakat untuk empat pasal usulan PPATK. Namun pasal itu kemudian ditolak karena bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum acara sebagaimana diatur dalam KUHAP dan menabrak UU lain seperti UU Perbankan, Kepolisian dan Kejaksaan. ‘’PPATK menuntut tambahan wewenang serta hak kekebalan hukum atau imunitas, penyelidikan, pemblokiran dan permintaan penyadapan,” kata Bambang. Semangat anggota Panja DPR ketika mulai membahas RUU ini adalah meningkatkan efektivitas rezim anti pencucian uang. (har)

Partai Agamis Terancam JAKARTA - Partai beraliran agamis harus berjuang matimatian untuk mempertahankan Parliamentary Treshold (PT) tetap diangka 2,5 persen. Alasanya, jika wacana peningkatan PT meningkat menjadi 5 persen, sudah pasti mayoritas partai itu tumbang. Hanya empat partai yang lolos yakni Demokrat, Golkar, PDIP dan PKS. Hal ini dikatakan pengamat politik Unair Katjung Maridjan di Jakarta, kemarin. Menurut Katjung, sebaiknya partai agamis, seperti PAN, PPP dan PKB berjuang mempertahankan PT tetap 2,5 persen atau bergabung dalam konfederasi. Katjung mengakui,

peningkatan PT memang untuk mengurangi level demokrasi, karena akan memangkas wakil rakyat. ‘’Yang sekarang itu sudah bagus, karena tiap partai memiliki wakil di tiap komisi. Peningkatan PT tidak efektif dan berkurang level demokrasinya,” jelasnya. Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, tengah merajut perbedaan untuk membuat bagian dari konfiderasi keluarga Nahdlatul Ulama (NU) bergabung dengan konfederasi. ‘’Ini solusi atas perbedaan-perbedaan garis partai. Ide konfiderasi jalan menuju bersatunya Islam inklusif dan moderat dengan

kekuatan politik. Saya optimis PKB bisa eksis,” ujarnya. Ia menyatakan, agar lolos PT 5 persen, pihaknya membuka pintu semua untuk menampung yang berbeda pendapat. Selain membuka pintu, pihaknya juga akan melakukan pendekatan kepada partai agamis yang tidak lolos PT. Di antaranya, PKNU, PPNUI dan partai lainnya yakni PBR dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK). ‘’Kami mendukung konfederasi partai, agar tidak ada dukungan partai yang terbuang. Kita semua asih punya waktu sampai 2014, dan saya optimis 13 persen bisa diraih,” tegasnya. (har)

JAKARTA - Klaim Mabes Polri yang menyatakan 23 rekening mecurigakan milik perwira tinggi (pati) tidak terindikasi pidana, mendapat kecaman keras dari ICW. Pasalnya, penyelidikan sepihak itu sangat tidak objektif. Mestinya kasus ini ditangani aparat penegak hukum di luar kepolisian, yakni KPK atau kejaksaan. Tetapi lebih baik ditangani KPK. Menurut Koordinator ICW Danang Widoyoko di Jakarta, kemarin, klaim sepihak yang mendahului penyelidikan KPK itu, merupakan wujud ketakutan jajaran kepolisian. Seharusnya Polri menunggu hasil dari pemeriksaan yang masih terus dilakukan lembaga pemberantasan korupsi itu. ‘’Kok bisabisanya mengklaim rekening itu tidak terindikasi pidana. Padahal, dalam penyelidikan tindak pidana sangat komplek, tidak mudah dan cepat mengambil kesimpulan,” jelas Danang. Tetapi, kata Danang, ICW tetap tidak yakin dengan pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri Irejen Pol. Edward Aritonang. Jika memang uang dalam rekening itu hasil dari usaha legal, pihaknya segera mengusulkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk merekrut pati Polri itu sebagai konsultan Menteri BUMN. Pasalnya, mereka yang pandai mengelola hartanya menjadi usaha, sangat diperlukan pemerintah sebagai masukan bagi pengembangan perusahaan BUMN. ‘’Jika memang benar begitu, polisi seperti itu sepatutnya menjadi konsultan untuk mengembangkan perekonomian negara. Mungkin di tangan pati polisi itu, perusahaan BUMN akan lebih baik. Berarti, mereka itu konsultan bisnis yang hebat,” katanya menyindir. Dihubungi terpisah, Karo Humas KPK Johan Budi SP mengatakan, pihaknya masih mengkaji pengaduan masyarakat tentang laporan rekening mencurigakan milik pati Polri itu. Hingga kini, KPK masih menelusuri laporan yang berasal dari ICW tersebut. ‘’Penelaahan kasus itu, untuk mengetahui validitas laporan masyarakat itu,” ungkapnya. Selain itu, lanjut Johan, KPK juga masih menunggu penyelidikan Mabes Polri tentang kasus rekening milik jajaran perwiranya itu. Lembaganya takkan mencampuri klaim Mabes Polri yang menyatakan rekening mencurigakan itu wajar dan tak terindikasi pidana. ‘’Itu hak polisi. Untuk saat ini, KPK menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Polri sendiri di dalam jajarannya itu,” kata Johan. (nas)


K ta

Suluh Indonesia, Senin 19 Juli 2010

K ilas

Warga Protes Kafe Mesum

Korban Mutilasi Dievakuasi JAJARAN Polres Metro Kepulauan Seribu, Sabtu, mengevakuasi mayat laki-laki yang diduga korban mutilasi dari Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Kapolres Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hero Hariyanto saat ditemui di dermaga 22 Ancol, mengatakan, korban yang ditemukan di laut itu diduga sudah sebulan tewas. Dia mengatakan, mayat tanpa kepala dan kedua kaki tersebut dibawa dari Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, ke RSCM. “Melihat kondisi lukanya, korban diduga tewas dibunuh. Namun untuk mengetahui, lebih jelasnya menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta,” kata Hero. Kapolres menduga, korban bukanlah warga Kepulauan Seribu. Mayat laki-laki itu ditemukan di Home Stay Lima Bersaudara, Dermaga Barat Pulau Tidung Kabupaten Kepulauan Seribu, Jumat. Mayat laki-laki tanpa identitas itu ditemukan oleh tiga nelayan warga Pulau Pari, salah satunya bernama Adri. Mayat ditemukan mengambang di laut. Selain tanpa kepala, kedua kaki dari lutut ke bawah mayat itu, juga tidak ada, dan hanya mengenakan celana dalam warna abu-abu. Hero memperkirakan mayat yang mengambang selama 1 bulan itu, dibunuh di tempat lain, sebelum dibuang ke laut. “Belum jelas asalnya. Mayat tersebut terbawa air hingga ditemukan mengambang di perairan Pulau Tidung,” kata Kapolres. (ant)

Mobil Terbakar di JL RE Martadinata MOBIL isuzu panther jenis box nopol B 9661 VU warna putih, terbakar di Jalan RE Marthadinata tepatnya di depan Jembatan Goyang Ancol Pademangan Jakarta Utara, Sabtu sore. Menurut keterangan Jeferson (45) sopir mobil naas itu, kejadiannya berawal ketika dirinya akan mengantar barang hiasan dari Kelapa Gading ke Mangga Dua. Namun sesampainya di depan Jembatan Goyang Ancol, asap mengepul dari bawah dashboard kemudi. Diduga api berasal dari korsleting kabel pendingin udara (AC). “Kejadian itu cepat sekali. kepulan asap langsung memenuhi ruang kemudi. Saya langsung ke pinggir dan mematikan mesin, lalu melompat keluar,” ujarnya. Untuk memadamkan kobaran api, warga yang kebetulan melihat peristiwa tersebut langsung membantu dengan menyiramkan air. Tidak lama kemudian satu unit mobil dinas pemadam kebakaran datang untuk membantu memadamkan api. Beruntung api tidak menyambar tangki solar. Mobil naas itu mengalami rusak berat di ruang kemudi, kaca depan dan samping pecah, jok dan dashboard hangus. Akibat kejadian itu arus lalu lintas macet. Kapolsek Pademangan Komisaris Polisi (Kompol) Wawan Setiawan, mengatakan dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. “Diduga ada konsleting kabel di bagian AC,” ujarnya. (ant)

Hari Ketiga Operasi Patuh

Tilang 10.046 Pengendara JAKARTA - Anggota Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya melakukan tindak pelanggaran (tilang) sebanyak 10.046 kendaraan selama tiga hari pelaksanaan Operasi Patuh Jaya pada 15 hingga 17 Juli 2010. “Pelanggaran itu terjadi di seluruh wilayah hukum Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya),” kata Koordinator ‘Traffic Management Center’ Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Indra Jafar di Jakarta, kemarin. Indra menyebutkan, pelanggaran yang terjadi pada Kamis (15/7) sebanyak 3.538 kasus, Jumat (16/7) mencapai 3.262 kasus dan Sabtu (17/7) sekitar 3.246 kasus. Perincian tindak pelanggaran meliputi target operasi sepeda motor yang melawan arus 5.286 kasus, tidak menggunakan helm (1.939 kasus), melanggar rambu lampu merah (1.105 kasus), pelanggaran tidak layak jalan kendaraan (26 kasus), pelat nomor polisi tidak sesuai spesifikasi (180 kasus) dan target di luar operasi (1.261 kasus). Target operasi angkutan umum, yakni menaik dan menurunkan penumpang sembarang tempat sebanyak 804 kasus, terminal bayangan (207 kasus), langgar parkir (486 kasus), langgar jalur busway (102 kasus), angkutan omprengan (78 kasus), melanggar rambu lampu merah (359 kasus).

Sasaran operasi kendaraan angkutan barang, yaitu pelanggaran syarat teknis laik jalan seperti ban, lampu, penerangan sebanyak 33 kasus, melebihi muatan (183 kasus), langgar bahu jalan tol (71 kasus), langgar lampu merah (79 kasus), menggunakan jalur busway (51 kasus), berhenti sembarangan (219 kasus). Target pelanggaran kendaraan pribadi menggunakan bahu jalan tol mencapai 32 kasus, penyalahgunaan rotator dan sirine (tujuh kasus), langgar secara teknis layak jalan lampu yang menyilaukan (14 kasus), melewati jalur busway (211 kasus), parkir sembarang (262 kasus) dan syarat teknis layak jalan seperti ban, lampu, penerangan (29 kasus). Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengerahkan 2.359 personil pada Operasi Patuh Jaya 2010 yang digelar selama dua pekan sejak 15 hingga 28 Junli 2010. Kepala Polda Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan Operasi Patuh Jaya guna mencari penyebab kemacetan pada beberapa lokasi. Timur juga menambahkan sasaran Operasi Patuh Jaya akan menertibkan lokasi yang menjadi tempat parkir tanpa izin dan tempat berhenti liar angkutan umum. (her/ant)

Suluh Indonesia/ant

KAWAL ISTANA - Sejumlah annggota pasukan pengamanan Presiden (Paspampres) memperagakan kebolehan berakrobat senjata di depan Istana, di jalan Merdeka Utara, Jakarta, kemarin. Atraksi serah terima kawal Istana itu merupakan salah satu agenda “wisata” atau hari berkunjung istana bagi masyarakat umum.

Ary Tersangka Bonaran Menyusul JAKARTA - KPK resmi menetapkan Ary Muladi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Sangkaan yang dikenakannya hanya merintangi penyidikan kasus korupsi yang tengah ditangani institusi pemberantasan korupsi tersebut. Tidak seperti yang yang dituduhkan terhadap Anggodo Widjojo. Penetapan status tersangka bagi Ary Muladi ini sejak Jumat (16/7) lalu. Kasusnya ini juga berhubungan dengan perbuatan yang dilakukan Anggodo . “Penetapan tersangka kami keluarkan sejak pekan lalu. Kasusnya ya hampir sama den-

gan Anggodo, karena memang berkaitan,” kata Karo Humas KPK Johan Budi SP kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Johan menjelaskan, pasal yang disangkakan terhadap Ary Muladi adalah Pasal 21 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP berupa merintangi proses pemeriksaan perkara korupsi. Surat perintah penyididikan (Sprindik) bagi Ary Muladi dikeluarkan bersamaan dengan penetapannya sebagai tersangka. “Hanya satu pasal. Tidak sama seperti Anggodo yang diduga melakukan percobaan penyuapan terhadap pimp-

inan KPK,” tandasnya. Dihubungi terpisah, penasihat hukum Ary Muladi, Sugeng Teguh Santosa menyesalkan sikap KPK yang menetapkan kliennya sebagai tersangka. Dirinya berharap penetapan status hukum bagi Ary itu, bukan atas desakan kubu Anggodo Widjojo. “Saya yakin, ini bukan atas kenyataan hukum, melainkan tekanan dari kubu Anggodo. Ini menunjukan KPK tidak punya kredibilitas,” jelas dia. Penetapan kliennya dapat dikatakan sebagai kekeliruan yang dibuat KPK. Alasannya, Ary-lah yang membongkar ka-

Hartono Melenggang

Hakim Harus Ungkap Saksi

Kasus TPU Tanah Kusir

dokumentasi

Hartono

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Syarifudding Sudding menilai Kejaksaan Agung melakukan praktik tebang pilih jika tidak menahan Hartono Tanoesoedibjo, tersangka kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). “Kalau tersangka Sisminbakum yang lain ditahan, Hartono juga harus ditahan. Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak boleh tebang pilih,” kata Syarifuddin ketika dihubungi di Jakarta, Minggu malam.

Sebelumnya, usai melakukan pemeriksaan selama delapan jam pada Kamis (15/7), Kejagung tidak menahan Hartono dengan alasan tidak ada kekhawatiran tersangka akan melarikan diri. “Penyidik sampai sekarang menilai belum ada kekhawatiran yang bersangkutan (Hartono) melarikan diri,” kata Direktur penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Arminsyah, ketika dihubungi wartawan saat itu. Masih menurut dia, Hartono

akan diperiksa kembali pada Senin (19/7). Lebih lanjut Syarifuddin menyatakan, hukum seharusnya diberlakukan sama pada setiap orang, tidak boleh ada pengistimewaan perlakuan terhadap pihak tertentu. “Apa karena Harry Tanoe (adik Hartono, Red) nonton bareng final Piala Dunia dengan SBY, lantas Hartono diperlakukan berbeda?” katanya dengan nada tanya. Sebagai institusi penegak hukum yang mempunyai independensi, lanjut politisi Partai Hanura itu, semestinya Kejagung bebas dari intervensi kekuasaan. “Perlakuan beda terhadap Hartono memang menjadi pertanyaan kita semua,” katanya. Syarifuddin mengakui, penahanan merupakan kewenangan penyidik, namun fakta bahwa tersangka Sisminbakum yang sudah-sudah semuanya ditahan, tentu menjadi pertanyaan besar ketika ada yang mendapat perlakuan berbeda. (ant)

Festival Budaya Pesisir Amburadul bersihan. Sayangnya, tempat festival kebudayaan pesisir terlihat kotor, becek, tidak teratur alias amburadul. Itulah kesan sebagian besar pengunjung festival budaya pesisir yang digelar di kawasan Pantai Publik, Marunda Jakarta Utara. Mereka kecewa, karena tempat wisata yang dijadikan tempat festival tersebut tak terurus. Tempat parkir pun tak ada yang mengatur sehingga kendaraan roda dua dan roda empat asal-asalan ke luarmasuk areal itu, dan di tem-

sus Anggodo tersebut. Jika bukan kliennya yang bicara, rekayasa kriminalisasi takkan pernah terbongkar. Sugeng juga berharap penetapa Ary Muladi sebagai tersangka, juga harus diikuti tindakan serupa terhadap penasihat hukum Anggodo, Raja Bonaran Situmeang. Pasalnya, rekayasa itu juga tidak bisa jalan kalau tidak ada peran dari Bonaran. “Saya minta KPK Bonaran Situmeang juga dijadikan tersangka, agar tidak ada diskriminatif hukum terhadap pelaku pelanggar hukum,” ungkapnya. (nas)

JAKARTA - Penghuni rumah susun Cilincing, Jakarta Utara, memprotes maraknya kafe liar yang disinyalir menjadi tempat mesum di sekitar Bantaran Kali Cilincing Drain. Suhendar (56), warga Rusun Cilincing, Sabtu, mengatakan, keberadaan kafe remang-remang tersebut, setiap harinya membuat bising warga. Ironisnya, katanya, petugas enggan untuk menertibkannya. Menjamurnya kafe remangremang juga dikeluhkan Anita (34), warga Rusun Cilincing Blok B, Cilincing, yang mengatakan bahwa setiap harinya suara musik yang dipasang terdengar keras. Untuk itu, pihaknya meminta agar keberadaan kafe liar yang berdiri di sepanjang akses jalan Cakung Drain segera ditertibkan karena sudah mengganggu ketertiban umum. “lihat saja mas, kafekafe begitu banyak dari mulai di bawah jembatan Arteri Marunda sampai ke Rawa Malang. Kalau terus dibiarkan bukan sekadar mengganggu ketertiban masyarakat, tetapi juga kejiwaan anak-anak terganggu,” keluh ibu dua anak tersebut. Ironisnya, lanjut dia, petugas seolah-olah membiarkannya. Ia juga meminta kepada petugas terutama menyambut datangnya bulan suci Ramadhan sebaiknya kafe-kafe tersebut segera dibongkar. “Mereka jelas sudah salah berdiri di atas lahan fasilitas umum, kenapa tidak ditindak,” ujarnya. Menjelang malam hari, katanya, pengunjung mulai tampak ramai dan semarak, termasuk kafe-kafe di Kolong Jembatan Cilincing masih marak berdiri, dan hingga saat ini belum juga ditertibkan. Sementara itu, menanggapi keluhan warga tersebut, Camat Cilincing Junaedi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menertibkan keberadaan kafe remang-remang tersebut. (ant)

DPR Tuding Kejagung Tebang Pilih

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Priyanto membuka festival budaya pesisir Jakarta Utara, di Kanal Banjir Timur (KBT), Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (18/7) sore. Dalam sambutannya Wakil Gubernur meminta warga pesisir Jakarta Utara melestarikan budaya. “Saya minta agar budaya pesisir dipertahankan. Jangan nanti ada yang mengklaim budaya tersebut oleh negara lain,” ujarnya di tengah-tengah 3000 ribu warga Jakarta Utara. Priyanto pun mengeluhkan adanya sampah yang berada pinggir pantai saat meninjau lokasi festival budaya pesisir. Ditambahkannya, lokasi festival pesisir adalah tempat wisata, seharusnya dijaga ke-

2

Priyanto

pat yang mestinya bisa dinikmati pemandangannya, ternyata juga dipadati dengan kendaraan. Di setiap sudut tak ada satupun tong sampah. Akibatnya, sampah berserakan di sana-sini

bahkan acara yang digelar Sudin Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta Utara itu hanya mengotori laut, sebab sampah-sampah dibuang ke laut lantaran tak tersedia satupun tempat sampah.

Dikeluhkan Dalam acara yang digelar di dekat Muara Kanal Banjir Timur (KBT) itu, sekitar 60 stand dibangun. Tapi bangunan stand itu dikeluhan warga. Alasannya, pengguna stand merasa dibohongi. “Janjinya kami dengan harga satu juta lebih dapat tiga stand, ternyata sesampainya di sini cuma dapa dua,” kata Emy Herniwaty (46), Koordinator Lembaga Pendidikan non-Formal di Stand Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Utara. Di tenda tempat pintu masuk yang dikelolanya itu memang tersedia beberapa program yang digratiskan bagi pengunjung, seperti potong rambut, tata boga, dan sepah rias penganten. (ant)

Patra M. Zein

JAKARTA - Ketua Badan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Patra M. Zein mengatakan majelis hakim harus mengungkap kebenaran keterangan saksi terkait dugaan kasus korupsi dengan terdakwa mantan Wali Kota Jakarta Selatan Dadang Kafrawi. “Fungsi majelis hakim menjalankan persidangan untuk mencari kebenaran materil perkara dengan mengungkap kebenaran keterangan saksinya,” kata Patra di Jakarta, Minggu. Pernyataan Patra itu terkait kasus korupsi Tempat Pemakamam Umum (TPU) Tanah Kusir Unit Budha, diduga dilakukan mantan pejabat Pemerintah Kota Jakarta Selatan Pada persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum menghadirkan beberapa saksi, namun saksi itu justru meringankan terdakwa. Patra mengatakan mayoritas keberhasilan proses persidangan dugaan korupsi dipengaruhi faktor adanya hukuman berat terhadap terdakwanya. Namun demikian, Patra menegaskan penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi harus berdasarkan alat

bukti dan fakta yang kuat. “Jika jaksa tidak bisa menguatkan validasi alat bukti, maka harus berani menuntut bebas karena masalah kebenaran peradilan,” tutur Patra. Sebelumnya, mantan Wali kota Jakarta Selatan, Dadang Kafrawi menjadi terdakwa dugaan kasus korupsi pembebasan lahan TPU Tanah Kusir senilai Rp11,3 miliar pada tahun 2006. Tim pengacara terdakwa menilai dakwaan jaksa terkait kliennya cacat hukum karena terdapat kesalahan administrasi surat termasuk kebijakan pembebasan lahan TPU Tanah Kusir berada di tangan Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat Sutiyoso. (ant)

PENGUMUMAN Dengan Akta Risalah Rapar Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tgl.15 Juli 2010 No.5, yang dibuat dihadapan VERA KASTRADJAUHARI,SH, M.Kn, Notaris di Kota Tangerang Selatan, telah diputuskan Membubarkan Perseroan Terbatas PT. AVANCE INDONESIA berkedudukan di Jakarta Pusat dan menunjuk AGUS SALIM selaku Likuidator Perseroan. Segala tuntutan/tagihan terhadap Perseroan harus diajukan dalam jangka waktu 60 hari terhitung sejak tanggal pengumuman ini kepada AGUS SALIM, Gd. Harco Mas Mangga Dua Lanatai Semi Dasar No. 78 – 81 Jl. Pangeran Jayakarta 73A Jakarta Pusat

Likuidator AGUS SALIM

U.003494-Peng


Metr politan

Suluh Indonesia, Senin 19 Juli 2010

3

Bisnis Buku di Sekolah

Akan Diawasi Ketat

Suluh Indonesia/ant

BEDAH BUKU - Menakertrans Muhaimin Iskandar memberikan buku kepada Ketua PBNU Kacung Marijan saat bedah buku di Jakarta, kemarin. Muahimin yang pernah berseteru dengan Gus Dur meluncurkan buku berjudul Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur.

Usul Bawaslu Terkait Sengketa Pilkada

Waktu Penyelesaian Diperpanjang JAKARTA - Anggota Bambang Eka Cahya Widodo mengusulkan agar batas waktu penyelesaian sengketa hasil pilkada di MK diperpanjang. ‘’Batas waktu yang ditetapkan adalah 14 hari bagi MK untuk memutuskan, itu sangat terbatas. Perlu ada perpanjangan waktu agar keputusan yang diambil benar-benar cermat,” katanya dalam diskusi publik, di Jakarta, kemarin. Ia mengusulkan agar batas waktu penyelesaian kasus sengketa hasil pilkada adalah 21 hari atau satu bulan. Dengan demikian, MK memiliki waktu lebih panjang untuk menyidangkan kasus.

Selain tentang perpanjangan batasan waktu penyelesaian sengketa, Bambang juga mengusulkan agar waktu pengajuan kasus ke MK diperpanjang, lebih dari tiga hari. ‘’Batasan waktu itu penting, tetapi kalau sangat terbatas itu akan menyulitkan. Perlu ada kelonggaran waktu,” katanya. Ia berharap usulan perpanjangan waktu pendaftaran sengketa dan penyelesaian sengketa di MK ini masuk dalam revisi UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang rencananya akan dibahas di DPR tahun ini. Dengan perpanjangan waktu ini, kata Bambang, berim-

plikasi pada masa tahapan pilkada. Tahapan pilkada akan lebih panjang, tetapi ini lebih baik daripada penyelesaian kasus di MK secara tergesagesa, ujarnya. Sementara itu, menanggapi tentang tahapan pilkada berkaitan dengan masa penyelesaian kasus di MK, peneliti senior Centre for Electoral Reform (CETRO) Refly Harun mengatakan KPU tidak perlu menunggu putusan MK untuk menetapkan hasil. ‘’Ubah paradigma kalau proses di MK itu bagian dari proses pilkada. Keputusan KPU, tidak harus menunggu putusan MK atas sengketa pilkada,” katanya.

Indonesia Miliki

Peta Bahaya Gempa Baru JAKARTA - Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi terjadinya gempa bumi maka memerlukan persiapan dan penanganan bila kejadian alam itu terjadi. Saat ini Indonesia telah memiliki peta bahaya gempa baru yang disusun oleh tim revisi peta gempa Indonesia dengan menggunakan pendekatan probabilitas di batuan dasar. ‘’Hasil peta ini akan diakomodasi dalam revisi SNI 03-1726-2002,’’ kata Menteri PU Djoko Kirmanto di Jakarta, kemarin. Peta ini digunakan untuk memperkirakan besarnya beban gempa guna perencanaan infrastruktur tahan gempa. Setelah menjadi standar nasional, diharapkan semua infrastruktur yang akan dibangun mengacu pada peta tersebut sehingga mampu menahan gaya gempa yang mungkin terjadi. Dengan demikian infrastruktur lebih aman serta korban

jiwa dan kerugian materiil bisa diminimalkan dan juga bisa digunakan untuk membantu

Djoko Kirmanto

mendidik masyarakat memahami gaya gempa yang dihadapi. Menteri PU mengatakan peta ini sangat membantu dalam menyiapkan ketahanan bangunan atas gempa di masa mendatang termasuk infrastruktur pengairan seperti bendungan.

Sementara itu ketua tim, Masyhur Irsyam, mengatakan walaupun peta gempa ini dikembangkan berdasarkan data dan metodologi terkini, namun ke depan masih perlu disempurnakan secara berkelanjutan karena masih banyak penelitian yang perlu dilakukan. ‘’Perlu studi baru ini untuk mengurangi potensi bahaya gempa yang lebih besar karena mengingat peristiwa Aceh kekuatan gempa lebih besar dari yang diperhitungkan semula,” katanya. Indonesia pada 2002 telah memiliki standar bangunan dan infrastruktur tahan gempa disebut SNI 03-1726-2002. Peta baru ini memperbaiki beberapa hal dari peta gempa yang lama yang digunakan dalam SNI 2002 karena menggunakan prosedur baru dalam membuat analisis probabilitas bahaya seismic yang digunakan AS. (ant)

Ia menegaskan, KPU dapat langsung menetapkan hasil pemilu tanpa harus menunggu hasil putusan MK. Jika kemudian putusan MK berbeda dari penetapan KPU, maka KPU cukup merevisi keputusannya. Mengenai wacana penyelesaian sengketa hasil pilkada dikembalikan ke Pengadilan Tinggi, Bambang menegaskan, pihaknya tidak setuju dengan wacana tersebut karena selain bertentangan dengan konstitusi, penyelesaian sengketa hasil di Pengadilan Tinggi akan menyulitkan Bawaslu. (har)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, menegaskan akan memonitor sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama negeri (SMP) yang mewajibkan siswanya membeli buku pengayaan. Seharusnya, para siswa tak lagi dipungut biaya apa pun. ‘’Jangan lagi bebankan orangtua dengan biaya yang sebenarnya tidak perlu. Kasihan,” ujar Mendiknas di Jakarta, kemarin. Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini, menjelaskan, siswa SD dan SMP masih dalam wajib belajar sembilan tahun. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban memenuhi pelayanan pendidikan yang baik dengan memberikan subsidi bantuan operasional sekolah (BOS). Salah satu kegunaan dana BOS itu adalah untuk memberikan buku teks wajib secara

gratis kepada siswa. Dengan demikian, sekolah tidak diperbolehkan mewajibkan siswanya membeli buku pengayaan dari penerbit. ‘’Kami akan monitor, kalau begini terus tidak akan pernah selesai,” jelas Mendiknas. Banyaknya pungutan liar di sekolah menurut Febri Hendri dari Indonesian Corruption Watch (ICW) karena tidak terbukanya sistem pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah. Baik pihak orang tua murid, komite sekolah, dan guru sekalipun banyak, yang tidak mengetahui pengelolaan APBS tersebut. ‘’Yang tahu pengelolaan APBS itu hanya tiga pihak, Kepala sekolah, bendahara sekolah dan Tuhan,” ungkap Febri. Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas mengatakan, pemerintah masih belum bertanggungjawab penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan,

terutama terkait biaya. Pasalnya dana BOS masih sangat minim. ‘’Dana BOS hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan minimal sehingga sekolah mempunyai celah melakukan pungutan,” katanya. Sementara itu, seluruh SD di Indonesia harus memiliki perpustakaan. Kemendiknas menargetkan minimal tahun 2015. Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas murid. ‘’Sekarang sudah 30 persen SD yang mempunyai perpustakaan. Kami akan selesaikan dalam lima tahun mendatang,” ujar Direktur Pembinaan TK dan SD Kemendiknas Mudjito. Peningkatan kualitas sekolah tidak hanya melalui perbaikan bangunan sekolah, tetapi juga dengan pembangunan perpustakaan. Dari jumlah total SD di Indonesia sebanyak 148 ribu sekolah, saat ini sudah ada sekitar 50 ribu SD memiliki perpustakaan. (son)

Jubir Wapres :

Evaluasi Jangan Dipolitisir JAKARTA - Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yopie Hidayat, meminta agar evaluasi kinerja paruh tahun yang telah dilaksanakan Unit Kerja Pr esiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) terhadap 369 sub rencana aksi dari 155 rencana aksi yang dijalankan 45 kementerian dan lembaga jangan dipolitisasi. Pasalnya, evaluasi kinerja itu sepenuhnya masalah manajamen pemerintahan, dan bukan masuk dalam ranah politik. ‘’“Mohon evaluasi kinerja itu jangan dipolitisasi. Jangan sampai hal itu dijadikan urusan politik. Sebab, masalah evaluasi kinerja pemerintah sesuai

dengan Intruksi Presiden No. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional merupakan urusan manajemen pemerintah, bukan soal politik’’ kata Yopie Hidayat yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Wapres di Jakarta, kemarin. Menurut Yopie, UKP4 juga tidak melakukan penilaian terhadap kinerja para menteri menjalankan sub rencana aksi dan rencana aksi yang ditetapkan dalam 70 program dan 14 prioritas. “Tugas Pak Kuntoro hanya mengumpulkan dan mengawasi target-target yang telah ditetapkan sendiri oleh para menteri dan dituangkan dalam Inpres No. 1 Tahun

2010,” tambah Yopie. Dikatakan Yopie, Ketua UKP4 itu juga tidak melakukan penilaian. Penilaian itu sudah ada dalam sistem yang sudah dilaksanakan saat evaluasi 100 hari program kerja pemerintah. “Kalau UKP4 itu menilai, itu berarti kualitatif. Padahal, dalam sistem yang sudah terukur setiap dua bulanan itu, yang terjadi adalah penilaian secara kuantitif saja,” jelas Yopie. Yopie menegaskan, evaluasi kinerja itu suatu yang wajar dalam pemerintahan sehingga kalau dua bulan lalu, dirasakan targetnya belum tercapai, maka dua bulan berikutnya diharapkan targetnya bisa lebih baik lagi. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Senin 19 Juli 2010

4

Sosok Sri Wahyono

Terapkan Disiplin Militer UNTUK mempertahankan kualitas anak didik, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ,) tetap mengedepankan sistem pendidikan disiplin ala militer. Hal tersebut dilakukan guna menciptakan lulusan PNJ yang berkualitas dan disiplin serta memahami pola kerja nantinya. Penerapan pola disiplin ini sudah mulai diterapkan kepada mahasiswa sejak awal mengenyam pendidikan di PNJ. “Kami mendidik mahasiswa tidak hanya sekedar memahami teoritis, tapi juga sudah mampu mengetahui teknis pekerjaan di dunia industri,” kata Pembantu Direktur (pudir) I PNJ, Sri Wahyono. Sri mengungkapkan, disiplin yang diterapkan di PNJ menjadi salah satu kunci sukses mahasiswa diterima di dunia industri. Pasalnya, kata Sri, dalam dunia kerja sangat diperlukan kedisiplinan. “Bahkan mereka dididik untuk memilki disiplin yang tinggi dalam bekerja, karena pada tahun awal para mahasiswa digembleng dengan disiplin ala militer,” tandasnya. Diungkapkan Sri, mayorotas anak didiknya sudah direkrut kalangan industri sebelum mereka lulus. Pasalnya, industri tidak perlu melatih mereka lagi lantaran sudah memiliki bekal pemahaman dari awal. Pembelajaran di PNJ, ujar Sri, dengan memberikan kurikulum yangselaras dengan kesempatan yang lebih besar untuk bekerja. “Kebanyakan Industri lebih senang untuk merekrut alumni kita sebagai karyawannya, karena mereka tidak perlu melakukan training lagi,” bebernya. (rin)

Bisnis Jakarta/ant

MENUJU GAZA – Seorang relawan menggendong anaknya untuk mengucapkan salam perpisahan sebelum berangkat ke Gaza melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, kemarin. Misi kemanusiaan branggotakan enam orang itu akan memberikan bantuan obat-obatan kepada bangsa Palestina.

Gusur Makam Warga

Kantor Samudra Resident Dibakar BOGOR – Diduga gara-gara lokasi pemakam warga digusur paksa untuk dijadikan kompleks perumahan para anggota TNI-AL, kemarin ribuan warga di Desa Tajur Halang, Kec.Tajur Halang, Kabupaten Bogor mengamuk. Dalam aksinya warga selain membakar kantor pemasaran perumahan Samudra Resident, sejumlah alat berat milik pengembang yang ada di loaksi proyek juga dirusak dan dibakar massa. Tidak hanya itu ribuan massa itu juga menyerang aparat keamanan dan seorang wartawan Global TV, Endang Gunawan, hingga babak belur. Aksi amuk massa yang terjadi di lokasi proyek perumahan Samudra Resident itu, terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Entah siapa yang memprofokasi aksi massa itu terjadi begitu

cepat dan tidak terkendalai. Dari informasi yang diperoleh, aksi amuk massa di Desa Tajur Halang, Bogor ini dipucu atas kekesalan warga setempat yang tidak rela lokasi pemakaman warga yang ada di daerah itu digusur paksa pihak pengembang demi perluasan proyek perumahan seluas 50 hektar bagi para anggota TNI-Al. “Saya juga tidak tahu, kenapa warga begitu marah dengan aparat dan kami para wartawan yang datang untuk meliput di lokasi,” kata Gunawan, Kontributor Global TV di Bogor, kemarin. Gunawan mengaku, akibat kejadian itu dia mengaku masih trauma atas kejadian yang menimpanya. “Saya sempat dipukuli oleh massa. Padahal saya berulang kali bilang kalau saya ini wartawan,” sesalnya. (bas)

Bogor Targetkan

Tanam 27 Juta Pohon BOGOR - Kabupaten Bogor menargetkan 27 juta pohon ditanam di seluruh kawasan sebagai salah satu upaya menyukseskan program pemerintah dalam penanaman kembali 1 miliar pohon. “Kabupaten Bogor mendukung sepenuhnya program pemerintah, saya menargetkan 27 juta pohon tertanam di wilayah Bogor,” kata Bupati Bogor, Rachmat Yasin, di selasela acara “Cross Country dan Penghijauan” di Bogor, Minggu. Bupati menyebutkan, wilayah Bogor memiliki banyak pusat industri, pertambangan dan galian. Banyaknya kawasan tersebut membuat beberapa kawasan di wilayah Bogor terdegradasi. Penananam pohon, kata Bupati, akan difokuskan di wilayahwilayah yang terdegradasi, agar dapat pulih kembali dan tidak

terjadi kerusakan lahan yang lebih parah. “Kita fokuskan penanaman di wilayah-wilayah terdegradsi. Seperti di kawasan pabrik, pertambangan dan galian pasir yang cukup banyak di Bogor,” kata pria yang akrab disapa RY itu. Hingga saat ini, kata Bupati, pihaknya telah melakukan penanaman sebanyak sembilan juta pohon yang disebar di seluruh wilayah Bogor. Sisanya akan terus dilakukan selama tahun 2010. Oleh karena itu pihaknya terus mensosialisasikan penanaman pohon di seti-ap kesempatan. Bupati menyebutkan, kali ini Kabupaten Bogor tidak menggalakkan satu orang satu pohon tapi satu orang lima pohon. Maksudnya, setiap penduduk Bogor diharuskan menanam lima pohon. Pohon yang ditanam terdiri dari pohon produktif dan pohon tanaman keras. (ant)

Penjabat Walikota Tangsel Diganti SERANG - Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Muhammad Shaleh diberhentikan dari jabatanya karena masa jabatanya sudah berakhir dan tidak bisa diperpanjang kembali. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di Serang, Minggu, mengatakan, pemberhentian Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan M Shaleh bukan karena kinerja yang dilakuknya selama memimpin Kota Tangsel buruk, namun, secara aturan jabatan Muhammad Shaleh tidak bisa diperpanjang kembali. “Jabatan Muhammad

Shaleh sudah pernah diperpanjang, secara aturan tidak bisa kembali diperpanjang lagi,” katanya usai melantik penjabat wali kota Tangerang Selatan yang baru Eutik Suharta di Kantor Gubernur Banten di Serang. Ratu Atut mengatakan, Muhammad Shaleh pertama kali diangkat menjadi penjabat wali kota Tangsel pada 24 Januari 2009 untuk memimpin Kota Tangerang Selatan selama satu tahun. Kemudian, jabatanya diperpanjang selama enam bulan dan berakhir pada 18 Juli 2010. “Pada 16 Juli lalu, pihak Kementerian Dalam Negeri mem-

inta saya untuk mengusulkan nama-nama calon penjabat wali kota Tangsel, dan terpilihlah nama Eutik Suharta,” katanya. Pemberhentian M. Shaleh tersebut ditandai dengan dilantiknya penjabat wali kota baru, yakni Eutik Suharta yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten. Atut mengatakan, pemberhentian Muhammad Shaleh dan pengangkatan Eutik Suharta sebagai penjabat wali kota Tangsel sesuai dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.36 -350 Tahun 2010.

95 Persen Koperasi di Depok Sakit DEPOK - Sebanyak 95 persen dari total 871 koperasi yang ada di Kota Depok tidak sehat karena tidak menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya, kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat, Mohammad. Mohammad HB yang juga anggota Komisi B (Bidang Perekonomian) DPRD Kota Depok, Minggu, mengatakan banyak koperasi yang mengalami kredit macet, para pengurusnya tidak bisa menggelar rapat anggota tahunan (RAT) sehingga keberadaannya tergantung kepada modal. “Koperasi di Depok sangat

tergantung terhadap bantuan permodalan. Kalau tidak ada modal, koperasi tersebut tidak bisa berjalan,” katanya di Depok. Bahkan, kata dia, pihaknya sering mendapat informasi kalau pengurusnya menggunakan modalnya untuk hal yang tidak berkaitan dengan kegiatan koperasi. “Ada juga pengurus yang melarikan modal tersebut,” ujarnya. Dikatakannya koperasi yang sehat senantiasa memperbarui perangkat-perangkat pendukung kelembagaannya, seperti teknologi, sumber daya manusia, dan penguatan modal. Sementara itu, Ketua Komi-

si B DPRD Depok, Muhamad, mengatakan, untuk bisa membantu koperasi tetap bisa menjalankan usahanya, Pemerintah Kota Depok akan memberikan anggraan dana bergulir. Selain pemberian dana bergulir, kata dia Pemkot Depok juga membuat “grand desain” untuk membina memperkuat posisi koperasi. Rencananya, hal ini akan menjadi strategi kebijakan pembangunan koperasi 15 tahun ke depan. Nantinya, lanjut dia, akan dibuat klasifikasi koperasi mana saja yang layak akan mendapat kucuran dana pemerintah atau tidak. (ant)

Normalisasi Kali Ceger Terhalang CIKARANG - Normalisasi Kali Ceger di Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sepanjang 2.038 meter terkendala oleh keberadaan tembok milik PT CAI Sinaga. “Kegiatan itu telah dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui APBD 2010 sebesar Rp231 juta. Namun, kegiatannya terhalang tembok PT CAI yang berdiri di bantaran kali, Kampung Warung Kacung, Desa Karang Sentosa,” ujar Pelaksana Harian CV Dewa Amayu selaku pengembang normalisasi, Hendra, di Cikarang, Minggu. Keberadaan tembok sepanjang 15 meter, kata dia, menghalangi alat berat milik developer untuk melintas di sekitar kawasan tersebut. “Kami juga sudah melaporkan hal ini kepada pengawas

dan dinas terkait,” katanya. Menurut dia, tembok PT CAI harus cepat dibongkar karena bisa berakibat pada terlambatnya waktu penyelesaian normalisasi kali. Sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) nomor SPK.6021/1437/ SPK/DBM.PSDA-Air/VI/2010, pengerjaan normalisasi harus selesai pada penghujung tahun 2010. “Selain itu, nama baik perusahaan kami akan tercoreng jika normalisasi itu terlambat. Kami berharap pemerintah dapat segera merespons permintaan ini,” katanya. Normalisasi Kali Ceger, kata Hendra, sudah dinantikan selama lebih dari 10 tahun oleh warga di tiga desa, yakni Desa Sukaraya, Karang Sentosa, dan Karang Anyar. (ant)

Bisnis Jakarta/ant

BENDUNGAN SITU GINTUNG - Pekerja proyek bendungan Gintung (Situ Gintung) hingga kemarin terus mengerjakan pembangunan bendungan di Gintung, Tangerang Selatan. Protek senilai Rp 95 miliar itu dijadwalkan tuntas pada akhir tahun ini.

Menurutnya, tugas yang telah dilakukan oleh Muhammad Shaleh dalam merintis pemerintahan di Kota Tangerang Selatan sudah berhasil. Untuk itu, kata dia, penjabat wali kota Tangerang Selatan yang baru, harus bisa melanjutkan program-program yang telah dijalankan penjabat wali kota terdahulu termasuk menyukseskan pemilihan wali kota Tangsel sekitar bulan Oktober tahun ini Sementara itu, Muhammad Shaleh menyatakan dengan berakhirnya masa jabatanya sebagai penjabat wali kota Tang-

sel, dirinya akan kembali berkosentrasi penuh mengisi jabatanya sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten. Sedangkan Eutik Suharta mengaku akan berusaha melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh penjabat wali kota Tangsel terdahulu, terutama menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah Kota Tangerang Selatan. “Pertama yang akan dilakukan yaitu berkoordinasi dengan pejabat, ulama dan tokoh masyarakat. Selanjutnya melaksanakan tahapan Pilkada,” kata Eutik Suharta. (ant)

Pemilukada Depok

Gagah-DerryDiberiWaktu DEPOK - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Muhammad Hasan mengatakan, berkas dukungan yang diberikan pasangan Gagah Sunu Sumantri-Derry Drajat masih kurang. Pasalnya, dari 52.079 berkas yang diserahkan ke KPU Kota Depok, ternyata hanya 41.907 berkas saja yang dinyatakan sah. Hal tersebut diketahui setelah KPU Kota Depok melakukan verifikasi berkas terhadap pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Depok dari jalur independen. “Setelah dilakukan verifikasi oleh PPS, PPK dan memeriksa berkas dukungan tinggal 41907,” kata Hasan saat pengumuman hasil verifikasi administratif calon perseorangan di Kantor KPU Kota Depok, kemarin. Selanjutnya, kata pihaknya memberikan kesempatan kepada pasangan tersebut untuk melengkapi kekurangan berkas. “Kami memberikan waktu selama dua minggu untuk memperbaikinya,” tandas Hasan. Sebanyak 10.172 berkas yang dinyatakan tidak sah, ujar Hasan, dikarenakan sejumlah hal. Diantaranya, banyak yang mencabut dukungan atau mencabut formulir B8 dan sejumlah kasus lain seperti adanya anggota TNI atau polri, bukan warga Depok

yang diikutsertakan dalam berkas tersebut. “Kita tetap berikan kesempatan untuk perbaiki. Minimal dukungan yang harus diberikan yaitu 45.319 suara,” tandas Hasan. Ditemui di tempat yang sama, anggota KPU Depok Impi Khani Bajuri menjelaskan, berkas dukungan yang diserahkan ke KPU dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dikarenakan adanya KTP yang kadaluarsa, pindah rumah, meninggal dan mencabut dukungan. “Yang paling banyak adalah mencabut dukungan atau setengah dari 10 ribu,” imbuh Impi. Menurut dia, kesempatan yang diberikan harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan pasangan tersebut. Verifikasi ulang, lanjut Impi akan dilakukan pada 5-26 Agustus 2010. “KPU masih akan tetap melakukan verifikasi ulang dan baru bisa menetapkan balon lulus verifikasi atau tidak,” ujarnya. Sementara itu, Derry Drajad menyatakan kesiapan untuk memperbaiki kekurangan yang dinilai tidak terlalu merisaukan. “Kalau jumlah seperti itu, kita kan siap memperbaruinya,” aku Derry yang mengaku sudah menyiapkan cadangan yang diminta KPU. “Bahkan jumlah tersebut masih bisa ditambah lagi,” bebernya. (rin)

Warga Bojongsari Perlu Pasar Tradisional Warga Kecamatan Bojongsari sangat memerlukan pasar tradisional. Pasalnya, di wilayah tersebut belum memiliki pasar tradisional. Padahal di kecamatan tersebut terdapat enam kelurahan. Padahal lahan telah tersedia di wilayah tersebut. “Lahannya sudah ada di wilayah Pengasinan, Pemkot Depok tinggal merealisasikan saja,” kata Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FK LPM) Kecamatan Bojongsa-

ri, M Husein saat berdialog dengan anggota DPR RI, Mahfudz Abdurahman dalam kunjungan di Setu Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Depok, kemarin. Menurut Husein, pasar tra-

disional sangat diperlukan karena dinilai sangat penting bagi warga sekitar yang berujung pada peningkatan perekonomian masyarakat. Terlebih, ujarnya, di wilayah tersebut terdapat budi daya ikan konsumsi, dan tanaman hias. Namun mereka terhambat dalam memasarkan produk. “Selama ini masyarakat di Kecamatan Bojongsari selalu berbelanja di Pasar Parung atau Pasar Ciputat. Padahal lokasi pasar jauh dari tempat tinggal

dan perputaran uang warga Depok banyak yang keluar dari wilayah Depok,” beber Husen. Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR-RI dari Fraksi PKS, Mahfudz Abdurahman mengungkapkan, sudah mengajukan permintaan masyarakat Depok ke Kementrian Koperasi dan UKM untuk dialokasikan dalam APBN 2011. “Kita sudah usulkan ke kementrian koperasi dan UKM, yang penting lahan untuk pembangunan pasar telah terse-

dia,” ujar Mahfudz yang dalam masa resesnya kemarin. Dia menjelaskan, pihaknya juga telah mengajukan tiga titik untuk revitalisasi pasar tradisional di Kota Depok. Ketiga titik tersebut, kata Mahfudz adalah Pasar Musi, Tapos dan Pasar Agung. “Informasi terakhir, hanya satu titik yang disetujui, tetapi kami juga belum tahun titik mana yang akan dibangun,” tutur anggota DPRRI daerah pemilihan Kota Depok dan Bekasi ini. (rin)


pini

Suluh Indonesia, Senin 19 Juli 2010

F OKUS Wajib Belajar Terhambat Faktor Ekonomi EMBANTU rumah tangga (PRT), dianggap sebagai pekerjaan kelas bawah. Karena rata-rata mereka tidak memiliki keterampilan yang memadai dan upah kerja yang rendah. Namun kasus di Buleleng menarik untuk dicermati. Ratusan anak wanita lulusan SD di Buleleng tidak melanjutkan ke SMP, karena mereka lebih suka sebagai PRT. Hal ini menarik dicermati di tengah gencarnya pemerintah menetapkan kebijakan sekolah gratis bagi anakanak yang masuk SMP. Fenomena ini tentu bukan hanya terjadi di Buleleng tetapi di Indonesia. Sebab keputusan untuk menjadi PRT ini didasari banyak hal. Yang pertama tentu faktor ekonomi. Kedua, adalah ketidakpastian memperoleh pekerjaan setelah tamat SMP. Artinya, ketika dia tamat SMP kemungkinan besar mereka menganggur atau menjadi PRT juga. Pikiran yang ada di benak mereka; percuma sekolah toh ujung-ujungnya menjadi pembantu. Namun, hambatan ekonomi juga telah sering dijadikan alasan. Banyak orangtua tidak menyekolahkan anaknya karena keterbatasan ekonomi. Memang pemerintah telah memetapkan program sekolah gratis. Namun bukan berarti orangtua tidak akan mengeluarkan uang untuk kepentingan pendidikan tersebut. Selain banyak sekolah yang masih melakukan pungutan yang sifatnya terselubung, walaupun jumlahnya kecil, orangtua juga tetap mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, pakaian dan uang jajan. Artinya, di mana pun pendidikan tidak pernah gratis dalam arti orangtua sama sekali tidak mengeluarkan dana, melainkan tetap masih ada biaya tambahan. Oleh karenanya pendidikan gratis hanyalah suatu utopia. Sebab pendidikan bisa berjalan dengan baik apabila ada kerja sama antarsemua pihak termasuk para pejabat dan politisi. Menyalahkan orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya tentu bukan hal yang bijaksana. Tanggungjawab pejabat dan politisi juga sangat penting untuk diingatkan. Sebab setiap menjelang pemilihan umum, pendidikan gratis selalu menjadi menu utama. Tanggungjawab mereka adalah mengaktualisasikan janji tersebut. Selain pendidikan gratis, fasilitas berupa sekolah mesti lebih didekatkan dengan masyarakat. Sebab kedekatan sekolah juga menjadikan pertimbangan orangtua untuk menyekolahkan anaknya. Selain alasan keamanan, jarak yang dekat akan dapat menekan biaya dan anakanak masih bisa diajak untuk bekerja membantu orangtua. Berkenaan dengan itu maka usaha menggalakkan tamatan SD untuk melanjutkan ke SMP dan jenjang pendidikan lainnya yang lebih tinggi, tidak cukup hanya lewat program pendidikan gratis, melainkan memerlukan pula penanggulangan kendala struktural. Salah satunya mengentaskan kemiskinan. Sebab, jika suatu keluarga tetap miskin, maka anak akan dikorbankan guna mengatasi kemiskinan yang menjeratnya. Selain masalah ekonomi, kendala kultural, tidak kalah pentingnya, mengingat banyak orangtua yang mampu secara ekonomi, justru tidak menyekolahkan anak perempuannya ke SMP atau SMA. Alasannya, anak perempuan akan menjadi ‘milik’ keluarga suaminya kelak, sehingga anak-laki-lakilah yang lebih mendapat prioritas pendidikan. Dua hal itulah yang semestinya menjadi pekerjaan rumah para pejabat dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Kalau tidak, maka kualitas SDM di tengah era global ini akan terus tertinggal. Ketertinggalan akan semakin memurukkan kondisi bangsa baik secara ekonomi maupun pertahanan dan keamanan. Seperti hasil banyak penelitian, keterpurukan, kemunduran dan kesenjangan ekonomi yang begitu dalam sangat rawan memunculkan tindak kejahatan termasuk terorisme. ***

P

Bang D

el

Pembahasan RUU PPTPU berjalan alot

Takut senjata makan tuan ...

5

Lulus SD Jadi PRT dan Dakocan, Perspektif Dualisme Kultural RATUSAN anak wanita lulusan SD di Buleleng tidak melanjutkan ke SMP, karena mereka lebih suka sebagai PRT (pembantu rumah tangga) atau membuka warung yang lazim disebut dakocan (dagang kopi cantik). Gejala ini menarik didekonstruksi, mengingat hal ini tidak semestinya terjadi, sebab pemerintah telah menetapkan kebijakan sekolah gratis bagi anak-anak yang masuk ke SMP. Gejala seperti ini bisa jadi tidak khas Buleleng, melainkan berlaku pula pada daerah-daerah lainnya di Bali, bahkan di Indonesia pada umumnya. Banyak faktor yang menyebabkan orangtua tidak menyekolahkan anak wanitanya. Alasan klasik adalah kesulitan ekonomi. Alasan ini bisa jadi ada benarnya, mengingat, walaupun pemerintah telah menerapkan pendidikan gratis, yakni tidak membayar uang pembangunan — lazim disebut uang pangkal — namun tetap ada pungutan lain bersifat terselebung. Misalnya, SMP tetap ada SPP, walaupun jumlahnya kecil. Begitu pula orangtua murid harus menyediakan dana pembelian alat-alat pelajaran, pakaian seragam, uang saku, dan lain-lain. Belum terhitung lagi pengeluaran untuk berbagai barang aksesoris, misalnya HP, arloji, perhiasan, dan lain-lain. Pendek kata, pendidikan sebagai suatu investasi, tidak pernah gratis dalam arti orangtua sama sekali tidak mengeluarkan dana, melainkan tetap masih ada biaya tambahan yang jumlahnya bisa jadi cukup besar. Keluarga berkewajiban membantu pemerintah, mengingat swadharma keluarga tidak sebatas membesarkan anak secara fisikal, tetapi juga membentuk anak suputra lewat pendidikan formal di sekolah. Modernisasi mengakibatkan pembentukan manusia suputra tidak bisa lagi hanya mengandalkan pada keluarga sebagai agen pendidikan yang pertama dan utama, melainkan mutlak memerlukan peran sekolah, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang pendidikan tinggi. Dekonstruksi Keengganan orangtua menyekolahkan anak wanitanya ke SMP, selain karena faktor ekonomi, ada alasan lain yang tidak kalah pentingnya, yakni dualisme kultural, oposisi biner sebagaimana dikemukakan Levi-Strauss — mpunya strukturalisme (Edith Kurzweil, 2004) atau masyarakat Bali menyebutnya dengan istilah rwa bhineda. Dualisme kultural berintikan pada ide yang memilah sesuatu menjadi dua hal yang berlawanan. Gagasan ini tersimpan dalam pikiran sehingga bersifat nirnyata. Walaupun nirnyata, namun dualisme kultural teramati pada representasinya berbentuk ucapan dan tindakan. Manusia acap kali tidak menyadarinya, sebab suatu

Oleh : Nengah Bawa Atmadja* ide (ideologi) tersembunyi di alam bawah sadar (Louis Althusser, 2004). Berkenaan dengan itu maka dekonstruksi sangat penting agar ideologi yang ada dalam pikiran dan atau pada alam bawah sadar yang terepresentasi dalam ucapan dan tindakan terpahami secara jelas. Pembongkaran tidak saja menyangkut pencarian makna denotatif dari ucapan dan tindakan, tetapi meminjam gagasan Roland Barthers (2007 ditelusuri pula makna konotatifnya, termasuk di dalamnya muatan ideologi (mitos) yang berlanjut pada peminggiran anak wanita dalam menikmati pendidikan formal. Berpegang pada gagasan ini maka ucapan dan tindakan orangtua untuk tidak menyekolahkan anak wanitanya ke SMP, selain karena alasan ekonomi, juga merupakan reperesentasi dari ideologi, yakni dualisme kultural; wanita diposisibinerkan dengan laki-laki. Pemilahan ini berlanjut dengan pengutamaan laki-laki daripada wanita atau pria ditempatkan pada titik pusat, sedangkan perempuan pada titik pinggiran. Peminggiran tercermin pada keengganan orangtua menyekolahkan anak wanitanya ke SMP. Pada umumnya, jika orangtua harus memilih, baik karena anaknya banyak dengan jenis kelamin beragam maupun karena modal finansial terbatas, maka anutan dualisme kultural acap kali berujung pada pemarginalan terhadap anak wanita. Anak laki-laki disekolahkan, sebab pria adalah modal sosial, budaya, agama, dan finansial bagi keluarga. Sebaliknya, anak wanita dipinggirkan, karena dia kelak milik suaminya — dirumuskan dengan suatu stereotip gender, yakni wanita adalah pianak pisaga. Sektor Domestik dan Publik Tindakan orangtua mem-PRTkan atau mendakocankan anak wanitanya, tidak hanya berlandaskan pertimbangan ekonomi, tetapi terkait pula dengan dualisme kultural, yakni pemilahan sektor domestik dan publik. Wanita identik dengan sektor domestik dan lakilaki identik dengan sektor publik. PRT termasuk sektor domestik sehingga sesuai dengan pekerjaan anak wanita. Dakocan merupakan kepanjangan dari sektor domestik, karena memuat aspek pelayanan,

yakni wanita melayani laki-laki yang disertai dengan penggunaan modal tubuh. Akibatnya, dakocan pun dianggap cocok bagi anak wanita. PRT dan dakocan bisa pula dilihat dari segi dualisme kultural sektor formal dan informal. PRT dan dakocan adalah sektor informal sehingga tidak memerlukan ijazah untuk memasukinya sebagaimana yang berlaku pada sektor formal (pegawai negeri dan swasta). Asalkan bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung) seseorang sudah bisa menjadi dakocan atau PRT. Ijazah SMP, apalagi SMA, tidak diperlukan, bahkan bisa memunculkan hal yang sebaliknya, yakni seseorang malu menjadi PRT (masak tamatan SMA menjadi PRT?). Ijazah yang rendah (SD, putus sekolah, SD/SMP nungkak) mengakibatkan orang tidak malu, tidak hanya karena keterbatasan modal intelektualnya, tetapi terkait pula dengan peluangnya untuk memilih pekerjaan memang amat terbatas (mau jadi apa karena ijazah SD/ tidak tamat SD/SMP?). Dualisme kultural lain yang tidak kalah pentingnya adalah pemilahan antara memberi dan meminta, berat dan ringan, bebas dan bergantung. Jika anak wanita bekerja dan tidak melanjutkan sekolah dari SD ke SMP atau jenjang pendidikan lainnya, maka orangtua, bahkan bisa pula sang anak merasa bangga. Sebab, sang anak bisa memberi, bebas dan meringankan beban ekonomi orangtuannya. Sebaliknya, jika melanjutkan, berarti sang anak terus meminta, bergantung yang sekaligus berarti memberatkan beban ekonomi orangtuannya. Gagasan ini bisa memunculkan dualisme kultural lainnya, yakni anak bekerja berarti menguntungkan, karena orangtua bisa segera menarik investasi yang ditanamnya. Sebaliknya, menyekolahkan anak merugikan, tidak saja orangtua harus mengeluarkan dana, tetapi juga karena dana yang diinvestasikan memakan waktu lama untuk menariknya. Bahkan bisa gagal, mengingat banyak anak wanita dan laki-laki berpendidikan tinggi ujung-unjungnya menganggur. Kegairahan menjadi PRT bisa pula dilihat dari segi dualisme kultural, yakni kota dan desa. Walaupun

pemerintah telah mengkotakan desa — listrik, TV, WC dan air masuk desa — namun citra desa sebagai komunitas tradisional, terbelakangan, dan nirgengsi tetap ada. Berkenaan dengan itu tidak mengherankan jika kegairahan anak wanita merantau ke kota, walaupun sebagai PRT, namun mereka tetap bangga. Gejala ini tidak hanya karena mereka mendapatkan uang untuk kepentingan diri sendiri guna meniru gaya hidup orang kota dan membantu ekonomi orangtua, tetapi juga karena bekerja di kota menaikkan prestise. Prestise menaik karena mereka bebas dari label menganggur dan menjadi orang berbudaya kota, terlihat pada gaya hidupnya — bercelana jeans, HP, dan lain-lain. Anutan dualisme kultural tidak hanya berlaku pada orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya ke SMP, melainkan berlaku pula pada warga komunitas lainnya. Mengingat, dualisme kultural merupakan budaya dominan pada masyarakat Bali. Tidak mengherankan jika warga komunitas permisif terhadap orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya ke SMP. Akibatnya, orangtuanya tidak lek (malu), karena banyak orang yang melakukannya. Kontrol sosial internal dan eksternal melemah sehingga melarang anak melanjutkan ke SMP dianggap wajar adanya — menjadi pola dalam suatu komunitas. Lebih-lebih karena meluasnya individualisme, maka mengontrol orang lain agar menyekolahkan anak wanitanya ke SMP bukan tindakan yang bijaksana karena bisa memunculkan permusuhan. Menggalakkan anak wanita tamatan SD untuk melanjutkan ke SMP dan jenjang pendidikan lainnya yang lebih tinggi, tidak cukup hanya lewat program pendidikan gratis. Melainkan, memerlukan pula penanggulangan kendala struktural, berwujud pengentasan kemiskinan. Sebab, jika suatu keluarga tetap miskin, maka anak wanita akan dikorbankan guna mengatasi kemiskinan yang menjeratnya. Apabila masalah kemiskinan tetap belum terpecahkan, maka anak lakilaki pun bisa dikorbankan. Bertolak dari kenyataan ini maka pendidikan budaya terhadap orangtua murid atau warga komunitas lainnya yang dilakukan secara bersinergi dan berspektif multidisipliner dengan mengajak mereka arif menyikapi godaan pasar, disertai dengan ajakan agar tidak terjebak pada budaya konsumerisme sangat dibutuhkan agar mereka lebih berpeluang menyekolahkan anaknya. *Penulis, Guru Besar Antropologi, FIS, Undiksha Singaraja

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Helm SNI Dapatkah Diterapkan? SETELAH tertunda selama setahun akibat kurangnya sosiasliasi, akhirnya mulai 1 April lalu mulai diwajibkan penggunaan helm berstandar SNI (standar nasional Indonesia) bagi para pengendara kendaraan bermotor di seluruh Indonesia. Sebagai pengguna kendaraan roda dua, tentu saya menyambut baik aturan ini. Mudah-mudahan, aturan ini dapat menurunkan jumlah korban kecelakaan lalu lintas, khususnya yang disebabkan oleh kecelakaan akibat pengendaranya tak menggunakan helm yang layak dari sisi keamanan (safety). Namun bagi yang yang menjadi masalah, bagaimana penerapan aturan itu di lapangan. Berdasarkan pengalaman seringkali aturan yang baik, yang dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang, seringkali berubah menjadi macam ompong karena pelaksanaanya yang bermasalah.

Contoh sederhana saja, hingga kini masih banyak pengendara kendaraan roda yang yang menggunakan helm tak standar (helm catok atau helm proyek) di jalanan. Bahkan di jalanan masih kerap kita temui para pengendara motor yang tidak mengenakan helm sama sekali. malbiker yang lapangan tanda mendapatkan sanksi atau hukuman yang tegas dari para penegak hukum di jalan (baca polisi lalu lintas). Fenomena ini membuat saya yakin, peraturan hanya akan menjadi peraturan jika semua stake holder (dalam konteks ini semua pihak yang terlibat di jalanan seperti polisi, pengendara dan pihak lain) tak memberikan komitmen dukungan yang tegas dan jelas. Semoga, aturan baru ini tak bernasib sama dengan berbagai aturan sebelumnya. Yoyok Vila Mutiara Cinere-Depok

Kawasan Senen Masih Rawan KONDISI di sekitar kawasan Pasar Senen (Jakarta Pusat) makin menakutkan. Sebagai pengguna jasa angkutan umum yang sering menunggu bis di atas 19.00, nyali saya terkadang ciut. Para penodong yang umumnya ABG sering berkeliaran di sekitar terminal. Pernah suatu kali saya dituduh sebagai pengeroyok adik seorang penodong. Saya dimintai KTP dan dompet. Tentu saja saya melakukan perlawanan dan sedikit berteriak. Jika saja tidak ada anggota TNI yang juga akan menaiki PPD 52, tidak tahu nasib saya seperti apa. Saya juga sering mendengar bahwa kasus pencopetan dan penodongan juga sering menimpa masyarakat lainnya. Kawasan Senen, memang sudah jauh lebih tertata dan bersih. Pedagang kaki lima mulai bisa ditertibkan. Kondisi ini tentu saja

baik, tapi kalau tidak diimbangi dengan pengamanan yang memadai, tetap saja daerah itu tetap menakutkan. Saya berharap betul ada peningkatan pengawasan di sekitar daerah tersebut. Perbaikan transportasi bukan sekedar angkutan dan sarana jalan saja. Tetapi juga kemanan baik di haltehalte, bis dan tentu saja terminal yang justru sepi karena umumnya penumpang banyak yang sudah turun. Saya berharap penjagaan keamanan dan ketertiban jangan hanya pagi saja, kalau perlu beri pengamanan yang cukup di setiap terminal dan pemberhentian bis. Jakarta aman, terminal aman tentu transportasi darat ini juga makin digemari. Bukankah ini yang diinginkan pemerintah. Hari Pondok Bahar, Cileduk

Jakarta Perlu Perbaikan JAKARTA masih perlu perbaikan yang serius. Dalam segala aspek sarana yang menunjang kehidupan kota. Jalanan yang rusak, banjir, angkutan umum yang rawan, kemacetan parah yang menjadi bagian dari rutinitas warga jakarta setiap hari. Mengendarai apapun di jalanan Jakarta akhir-akhir ini semakin tak nyaman dan ‘berbahaya.’ Semakin tak berdayanya aturan yang berlaku untuk menciptakan suasana disiplin menjadi hal yang masih dalam perdebatan para pemimpin kota ini. Keseharian yang kita lihat adalah kesemrawutan, kebrutalan, keegoisan para pengguna jalan raya yang mencerminkan miskinnya mental berdisiplin dan kebersamaan. Di Jakarta yang metropolis kita semua mengharapkan keberhasilan terciptanya suasana kota yang memberi inspirasi un-

tuk kemajuan seluruh warganya ke arah yang lebih baik. Pembengkakan jumlah sepeda motor tak bisa dihindari karena alat transportasi roda dua ini bisa di‘andalkan’ untuk meluncur di jalanan Jakarta yang dari hari ke hari tingkat keruwetan dan kemcetannya semakin menggila. Rombongan pengendara sepeda motor yang ‘melawan arus’ juga menjadi pemandangan lumrah pada jam-jam tertentu di beberapa ruas jalan di Jakarta. Hal ini menjadi tugas yang berat namun harus segera terjawab bagi Pemda DKI. Masyarakat akan sangat menghargai setiap kebijakan yang masuk akal. Semoga ada kebijakan yang membawa Jakarta ke arah yang lebih baik. Angga Ramapandawa Grogol, Jakarta Barat

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 19 Juli 2010

6

Logo Sea Games 2011 Belum Resmi Dikeluarkan PALEMBANG - Logo SEA Games XXVI tahun 2011 di Indonesia, belum resmi dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Wakil Ketua Umum II KONI Sumatera Selatan (Sumsel) Dhenie Zainal, di Palembang, kemarin, mengatakan ini untuk menanggapi permintaan sebagian pengusaha garmen dan pernak-pernik di Sumsel yang meminta KONI Sumsel segera menginformasikan logo SEA Games 2011 untuk keperluan pembuatan produk-produk komersial. “Beberapa pengusaha kaos dan pernak-pernik sengaja datang ke KONI Sumsel untuk meminta logo SEA Games digunakan pada produk-produk yang akan mereka jual. Kami belum bisa memberikan karena belum mendapatkan izin dari

KONI Pusat,” kata dia. Menurut Dhenie, logo SEA Games itu sudah ada, namun belum bisa dilaunching, karena masih menunggu persetujuan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. “Beberapa logo SEA Games sempat saya lihat di internet, ada yang memang benar dan ada yang salah. Daripada nantinya salah, lebih baik para pengusaha bersabar dulu,” kata dia. Dia mengatakan, selain menyediakan logo SEA Games, KONI Pusat juga menyiapkan maskot untuk masing-masing daerah yang dipercaya menjadi penyelenggara SEA Games, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. “Logo dan maskot SEA Games semuanya diputuskan oleh KONI Pusat. Saat ini,

khusus untuk maskot yang sedang dalam penggodokan di tiap-tiap daerah,” ujar dia. Dia mengungkapkan, Sumsel sendiri akan menggelar sayembara maskot SEA Games tahap II setelah hasil dari sayembara tahap I terbilang kurang memuaskan. “Dari sayembara I telah disepakati bahwa maskot SEA Games Sumsel adalah gajah. Namun, maskot gajah yang terpilih itu diakui kurang bagus tampilannya, sehingga gubernur meminta dilakukan sayembara ulang khusus untuk mempertandingkan maskot gajah,” ujar dia. Sayembara ini akan digelar dalam waktu dekat dan ditujukan kepada masyarakat umum, baik yang berdomisili di Sumsel atau di luar Sumsel, tambah dia. (ant)

Pemain Sriwjaya FC Jangan Terpengaruh “Bonek” PALEMBANG - Pemain Sriwijaya Football Club jangan terpengaruh terhadap teriakan dan tingkah laku pendukung Persatuan Sepak bola Surabaya, bondo nekat pada pertandingan lanjutan Liga Indonesia di Surabaya, Selasa besok. Pemain harus fokus pada pertandingan dan jangan hiraukan teriakan Bondo nekat (Bonek) itu, kata manajer Sriwijaya Football Club (Sriwijaya FC) H Hendri Zainuddin di Palembang, kemarin. Lebih lanjut dia mengatakan, sebagaimana tim Sriwijaya FC akan dijamu Persebaya dalam laga lanjutan piala Indonesia di Surabaya pada Selasa nanti. Dengan bermain di kandang

lawan berarti pemain Sriwijaya FC akan terpengaruh terhadap teriakan dan tingkah laku pendukung Persebaya apalagi Bonek sering nekat, kata dia pula. Namun, lanjut dia, diharapkan pemain tidak menghiraukan pendukung kesebelasan yang pernah dijamu “Laskar Wong Kito” pada pertandingan pertama babak delapan besar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Jumat lalu. Dikatakannya, memang dukungan dari masyarakat sangat berpengaruh terhadap mental pemain, sehingga pada pertandingan tandang nanti tim Sriwijaya FC perlu mempersiapkan diri. Bila persiapan fisik dan mental sudah matang sehingga

permasalahan yang ada di lapangan dapat diatasi dengan baik, ujar dia pula. Memang, kata dia, secara teknik pemain Sriwijaya FC cukup bagus tinggal lagi mereka mempelajari medan dan situasi dalam pertandingan yang juga penentu untuk melanjutkan pada babak berikutnya itu. Ketika ditanya pemain Sriwijaya FC akan berangkat ke Surabaya, ia mengatakan, manajemen akan memberangkatkan sebanyak 20 pemain yang kesemuanya sudah siap tanding. Hanya empat pemain tidak ikutserta pada pertandingan di Surabaya nanti yakni, Andri Tani, Oktavianus, Mostofa Aji dan Andi Irawan, tambah dia. (ant)

Empat Pelatih Asing Lamar Persisam SAMARINDA - Empat pelatih asing dari Benua Eropa telah mengajukan diri untuk bergabung dengan klub yang berjuluk pesut Mahakam Persisam untuk kompetisi Indonesia Super Liga musim 2010/2010. “ Sudah ada empat pelatih yang mengirimkan lamarannya via email kepada saya dengan disertai data lengkap dan kesediaan mereka bergabung dengan tim Persisam selama satu musim kompetisi,” kata Manajer Umum Persisam Putra Erwin Dwi Budiawan di Samarinda, kemarin. Ia menyebutkan, empat pelatih asing itu diantarnya Juan Manuel Martinez Saez dari Spanyol, Alves Divaldo da Silva Teixeira (Portugal), Tibor Sisa (Hungaria) serta Roberto Luis Bianchi Pelliser. “Dari semua biodata, saya menganalisa Tibor Sisa terlihat

paling banyak memiliki pengalaman, karena ia sudah berkarir sejak 12 tahun lalu sebagai pelatih,” jelas Erwin. Erwin menjelaskan Juan Manuel Martinez Saez telah mengirimkan lamaran bersamaan dengan 14 pemain yang bernaung di bawah agen berbendera Soccerindo Sport Management, yang dipimpin Hardimen Kotto. Sedangkan Alves Divaldo da Silva Teixeira pernah menangani PSMS Medan saat terjerembab di Divisi Utama, dan Alves juga pernah menjadi pelatih di Hongkong, Maldives, Malaysia dan Thailand. Sementara Roberto Luiz Bianchi Pelliser, pernah menjadi pelatih Timnas Hungaria Junior (89-94), Kuwait Junior (94-97), Slovakia (97-99) dan terakhir menjadi pelatih di klub Budapest Honved, dua tahun lalu.

“Sementara ini lamaran demi lamaran hanya bisa kita tampung saja dulu. Soalnya semua kebijakan tergantung GM (General Manager, H Harbiansyah Hanafiah, Red),” tegas Erwin. Sedangkan Harbiansyah pada beberapa kesempatan cukup yakin dengan Hendri Susilo, pelatih pada kompetisi sebelumnya, Pasalnya Hendri Susilo dinilai mampu menangani Persisam Putra musim depan. Hal ini mengacu pada hasil yang diberikan Hendri saat menggantikan posisi Aji Santoso di putaran kedua musim lalu. “Hendri sudah mengikuti kursus pelatih untuk mengambil lisensi pelatih level ISL. Saat menggantikan Aji, lisensinya memang belum cukup tapi kita tetap gunakan dia karena saat itu darurat,” kata Harbiansyah. (ant)

Suluh Indonesia/ant

AREMA MENANG - Pesepakbola kesebelasan Persib Bandung, Wildansyah (kanan) berusaha menghentikan laju pesepakbola kesebelasan Arema Indonesia, Ridhuan (kiri) dalam pertandingan babak delapan besar i Piala Indonesia, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kemarin petang.

Arema Gulung Persib 3-0 MALANG - Arema Indonesia berhasil mengandaskan tim tamunya Persib Bandung dengan skor telak 3-0 pada leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, kemarin petang. Tiga gol Arema Indonesia yang mampu menjebol gawang Persib yang dikawal Markus Haris Maulana masing-masing dipersembahkan oleh Rachmad Affandi pada menit ke-57, Pierre Njanka pada menit ke-68 dan Dendy Santoso pada menit ke-70. Sebenarnya Persib memiliki dua peluang emas. Namun, tendangan penalti yang dieksekusi Christian Gonzales mampu diselamatkan kiper Kurnia Meiga. Tendangan penalti yang dihadiahkan wasit Jimmy Napitupulu bagi anak asuh Robby Darwis itu gagal diekseku-

si Christian Gonzales pada menit ke-41 dan 75. Gol pembuka Arema Indonesia diawali dari serangan balik tim Singo Edan setelah mampu merebut bola yang dimanfaatkan dengan baik oleh Rachmad Affandi dan Markus Haris Maulana gagal membendung bola yang meluncur dengan deras ke arah gawangnya. Menit ke-68 Pierre Njanka menambah gol bagi Arema dari titik penalti setelah Gilang Angga “handsball” di area kotak terlarang. Dua menit berselang Dendy Santoso kembali menambah kemenangan Arema menjadi 3-0 setelah mendapatkan bola tanpa pengawalan dari pemain Persib dan dengan mudah melesakkan bolanya ke gawang Markus Haris Maulana. Sebenarnya Arema memiliki

Indra Gunawan Ditangani Pelatih Hongaria MEDAN - Indra Gunawan, perenang Sumatera Utara peraih medali emas di SEA Games 2009 Laos, saat ini ditangani pelatih Hongaria, Sandor Ban. “Pelatih renang Hongaria itu merupakan salah satu yang terbaik di negara tersebut, dan kami berharap bisa melahirkan Indra Gunawan menjadi perenang dunia,” kata Ketua Harian Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumut, Rudi Rinaldi, kemarin. Dengan latihan ekstra ketat dan disiplin yang tinggi, dia menyakini Indra Gunawan bisa menjadi perenang terbaik di Asia. Apalagi hal ini merupakan cita-cita dari atlet bersangkutan. Rinaldi lantas mencontohkan ketika Indra Gunawan berlatih di Seremban, Malaysia. Selama hampir dua tahun lamanya berguru renang di negara jiran itu, Indra bisa menorehkan prestasi dengan meraih medali emas di PON XVII 2008 di Kaltim dan SEA Games 2009 Laos. Selanjutnya, dengan berlatih di Hongaria itu, dia mengasakan Indra Gunwan juga bisa meraih medali emas di

Indra Gunawan

Asian Games Ghuangzhou, China, pada November 2010. “Indra Gunawan selama ini dikenal sebagai perenang yang

punya pendirian yang kokoh dan komitmen sehingga diharapkan selama berlatih di luar negeri akan sukses,” ujarnya.

Menyinggung tempat berlatih Indra di Hongaria itu, Rinaldi mengatakan di sebuah kota bernama Hodmezovasar-

hely. Kota ini cukup sepi dan penduduknya tidak begitu banyak. Namun, kata dia, udaranya cukup bagus dan bersih sehingga warga yang tinggal di kota itu tetap hidup sehat. “Kota itu memang pantas sebagai tempat tinggal bagi atlet yang sedang berlatih,” katanya. Indra Gunwan berlatih di Hongaria itu, kata Rudi Rinaldi, untuk menimba pengalaman karena dia salah satu atlet yang akan mewakili tim renang Indonesia ke Asian Games Ghuangzhou, China. “Kami berharap Indra Gunawan bisa meraih prestasi yang terbaik pada Asian Games di negeri ‘tirai bambu’ itu,” kata Rinaldi. Pada SEA Games 2009 di Laos, Indra Gunawan meraih medali emas (gaya ganti putra) dan medali perak (100 meter gaya dada putra). Bahkan, Indra Gunawan juga berhasil memecahkan rekor SEA Games dengan catatan waktu 03.41.72 detik, atau lebih cepat dari perenang Malaysia yang juga pernah membukukan rekor pada 3 Agustus 1997 dengan catatan waktu 03.45.61 detik. (ant)

peluang untuk menambah gol, namun Achmad Bustomi yang sudah berhadapan dengan kiper Persib gagal mengeksekusi bola yang membuahkan gol. Sejak 45 menit babak pertama, para pemain Arema langsung menggebrak pertahanan tim tamunya dan beberapa tendangan langsung beberapa kali mengancam gawang tim berjuluk “Maung bandung” itu. Namun baru pada menit ke57 tuan rumah berhasil membobol gawang mantan kiper Arema itu. Kerja keras dan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan anak asuh Robert Rene Alberts selama 45 menit babak pertama itu belum mampu menjebol gawang Markus, sehingga kedudukan tetap 0-0 sampai babak pertama berakhir. Setelah turun minum dan me-

masuki 45 menit babak kedua, Persib berbalik melakukan tekanan dan serangan bertubi-tubi, bahkan membuahkan peluang emas kembali dari titik penalti. Namun, lagi-lagi Christian Gonzales sebagai eksekutor gagal menjebol gawang Kurnia Meiga. Tertinggal 0-2 tak membuat para pemain mengendurkan serangannya, tapi serangan demi serangan yang dibangun selalu kandas dan gagal membuahkan gol. Permainan cepat yang diperagakan Arema itu membuahkan empat kartu kuning. Empat kartu kuning itu dihadiahkan wasit Jimmy Napitupulu masing-masing kepada Juan Revi dan Irfan Raditya (Arema) serta Nova Arianto dan Hariono (Persib). Hingga wasit Jimmy Napitupulu menghentikan pertandingan, skor tetap 3-0. (ant)

Megawati Akhirnya Melunak Soal Chris John SEMARANG - Istri pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, Anna Maria Megawati, akhirnya bersikap lunak terhadap karier suaminya di dunia tinju profesional. “Saya tidak akan menghalangi Chris John untuk tetap bertarung atau bertinju tetapi dengan catatan harus ada perbaikan di tubuh manajemen Chris John,” kata mantan atlet wushu Jawa Tengah ketika dihubungi di Semarang, kemarin. Ia menjelaskan, dirinya berharap ada transparasi keuangan di tubuh manajemen Chris John karena keberadaan manajemen tentunya bisa menambah pundi-pundi keuangan dan bukannya justru sebaliknya. Bahkan, kata ibu dua orang putri (Maria Luna Fersiha dan Maria Rosa Christiani) tersebut, dirinya akan mengontrol keuangan di manajemen. “Saya harus campur tangan dalam keuangan manajemen dan saya akan turun langsung untuk menggandeng sponsor yang sudah lari,” katanya. Ia mengatakan, yang diperlukan Chris John saat ini adalah konsentrasi latihan dan keuangan di dalam manajemen rapi. “Saya kira kalau kondisinya seperti itu, tentunya persiapan Chris John tidak terganggu dan dia bisa bertinju lagi dua-tiga tahun mendatang,” katanya. Ketika ditanya kemungkinan Chris John keluar dari manajemen yang sekarang ini, dia mengatakan, kalau lepas dari pelatih sekaligus manajernya, Craig Christian, tidak mungkin. Menurut dia, sekarang ini ibaratnya Chris John sudah “jatuh cinta” pada Craig sehingga tidak mungkin keluar dari pelatih asal Australia tersebut. “Justru yang terpenting sekarang adalah harus ada perombakan besar-besaran di tubuh manajemen yang dipimpin Craig Christian tersebut dan saya harus terlibat langsung untuk mengontrol keuangan manajemen supaya semuanya menjadi lebih transparan,” katanya. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 19 Juli 2010

7

Klasemen MotoGP : 1. Jorge Lorenzo (Spanyol) Yamaha (185 poin). 2. Dani Pedrosa (Spanyol) Honda (138 poin) . 3. Andrea Dovizioso (Italia) Honda (102 poin). 4. Casey Stoner (Australia) Ducati (83 poin). 5. Nicky Hayden (AS) Ducati (78 poin). 6. Valentino Rossi (Italia) Yamaha (74poin). 7. Randy de Puniet (Prancis) Jorge Lorenzo Honda (69 poin). 8. Ben Spies (AS) Yamaha (67 poin). 9. Marco Simoncelli (Italia) Honda (49 poin). 10. Marco Melandri (Italia) Honda (45 poin). 11. Hector Barbera (Spanyol) Ducati (41 poin). 12. Colin Edwards (AS) Yamaha (39 poin). 13. Loris Capirossi (Italia) Suzuki (30 poin). 14. Aleix Espargaro (Spanyol) Ducati (28 poin). 15. Alvaro Bautista (Spanyol) Suzuki (25 poin).

Hasil MotoGP Jerman : 1. Dani Pedrosa (Spanyol) Honda 2. Jorge Lorenzo (Spanyol) Yamaha 3. Casey Stoner (Australia) Ducati 4. Valentino Rossi (Italia) Yamaha 5. Andrea Dovizioso (Italia) Honda 6. Marco Simoncelli (Italia) Honda 7. Nicky Hayden (AS) Ducati Dani Pedrosa 8. Ben Spies (AS) Yamaha 9. Hector Barbera (Spanyol) Ducati 10. Marco Melandri (Italia) Honda 11. Loris Capirossi (Italia) Suzuki 12. Alex de Angelis (San Marino) Honda

Suluh Indonesia/ap

LEPAS KONTROL - Pembalap Honda asal Prancis, Randy de Puniet, kehilangan control dalam balapan Moto GP Jerman, di sirkuit Sachsenring, Chemnitz, Jerman, kemarin malam.

MotoGP Jerman

Pedrosa Perkasa SACHSENRING - Pembalap Honda, Dani Pedrosa, tampil mengesankan dan menjuarai balapan MotoGP Jerman, kemarin malam. Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo, berada di urutan kedua sedangkan jagoan Yamaha lainnya, Valentino Rossi, berada di peringkat empat. Sejak lap pertama, balapan berlangsung ketat dan menegangkan. Balapan sempat dihentikan pada putaran kesembilan. Pemicunya, terjadi kecelakaan yang melibatkan pembalap LCR Honda, Randy de Puniet, Alvaro Bautista dan pembalap Ducati Aleix

Espargaro. Menysul terjadinya kecelakaan itu, lintasan tidak memungkinkan untuk balapan, dan panitia menhengtikan jalannya lomba selama hampir setengah jam. Saat itu Lorenzo di posisi terdepan diikuti Pedrosa, Casey Stoner, Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi. Persaingan sengit Lorenzo dan Pedrosa kembali terjadi saat balapan kembali dimulai. Sempat saling susul, Pedrosa akhirnya mulai lepas sejak putaran kedelapan. Ia akhirnya menyentuh garis finis terdepan lebih cepat 3,355 detik ketimbang Lorenzo. Sementara Rossi yang bera-

da di urutan empat menempel ketat Casey Stoner. Saling susul antara Rossi dan Stoner sempat terjadi beberapa kali, sebelum akhirnya Stoner mendahului Rossi di tikungan menjelang finis. Walau kalah, Lorenzo masih berada di puncak klasemen dengan nilai 185, disusul Pedrosa dengan nilai 138. “Dia (Pedrosa) punya kecepatan lebih daripada saya dan itu tidak mungkin saya bisa mengejar dia,” kata Lorenzo. “Saya cukup puas...cukup bahagia meski di posisi kedua, dan ini cukup positif bagi kejuaraan,” tambahnya. (ant)

Dani Pedrosa

Napoli Kontrak Cavani Suarez dalam langkah mengejutkan Uruguay ke semifinal Piala Dunia Afrika Selatan dan sekarang bergabung dengan rekan satu timnya Walter Gargano di Naples. Palermo berakhir di urutan kelima di Serie A waktu lalu, satu posisi di atas Napoli. Napoli juga meminjamkan pemain sayap Jesus Datolo ke klub Spanyol Espanyol.

Carlo Cudicini

Tottenham Ditahan Imbang San Jose KALIFORNIA - Penjaga gawang Carlo Cudicini mengamankan gawangnya enam kali saat Tottenham Hotspur bermain dalam pertandingan yang berakhir tanpa gol melawan San Jose Earthquakes dalam suatu pertandingan eksibisi, Sabtu wakytu setempat. Cudicini bermain pada pertandingan yang keras dalam pemanasan pertama Tottenham sebelum dimulainya Liga Utama Inggris (Liga Premier) pada 14 Agustus mendatang. Cudicini, yang musim lalu tidak mendapat porsi bermain yang bagus menyusul kecelakaan motor yang dialaminya, menyelamatkan gawangnya tiga kali di babak pertama. Hotspurs, yang menduduki

posisi empat dalam klasemen akhir Liga Premier musim lalu, bermain tanpa diperkuat pemain penyerang Peter Crouch, Jermain Defoe serta Giovani Dos Santos, karena mereka tengah beristirahat setelah bermain di timnas mereka pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Tottenham hanya melakukan 4 kali tembakan ke araha gawang termasuk tiga di babak kedua di hadapan sebanyak 10.712 penonton di Buck Shaw Stadium. Klub London itu masih tampak lusuh dan kelelahan karena mereka baru tiba dari AS Rabu malam setelah melakukan penerbangan selama 10 jam. (ant)

Adriano Correia

MILAN - Napoli telah menandatangani kontrak dengan pemain depan Palermo yang ikut memperkuat Uruguay pada Piala Dunia, kemarin. “Saya telah bicara dengan Cavani melalui telepon, dia senang, antusias dan ingin

memulai tantangan barunya,” kata direktur olahraga Napoli Riccardo Bigon dalam laman klub (www.sscnapoli.it), tanpa menyebutkan nilai kontrak. Cavani (23) mencetak satu gol dan berhubungan baik dengan rekan pemain depan dia Diego Forlan dan Luis

Adriano Correia Sementara Juara Liga Spanyol Barcelona Sabtu waktu setempat merampungkan penandatanganan kontrak empattahun pemain Brazil Adriano Correia dari klub saingan mereka Sevilla. Barcelona akan membayar Sevilla sebesar 9,5 juta euro bagi pemain berusia 25 tahun itu, ditambah dengan empat juta euro lagi bergantung pada hasil. Sang juara liga itu juga memiliki pilihan untuk memperpanjang perjanjian tersebut setahun lagi. (ant)

Liverpool Lepas Insua

Emiliano

LONDON - Liverpool melepas pemain belakang Emiliano Insua untuk bergabung dengan klub Italia Fiorentina setelah dua klub itu menyepakati nilai jual pemain tersebut, kata klub liga utama Inggris tersebut, kemarin Pemain asal Argentina itu bersiap untuk terbang ke Italia untuk melakukan pembicaraan secara pribadi. “Kami telah menyepakati fee untuk menjual Emiliano Insua ke Fiorentina dan memberi mereka izin untuk bicara

lebih dulu dengan pemain itu,” kata seorang jurubicara Liverpool dalam laman (www. liverpoolfc .tv). “Emiliano sekarang tinggal di pemusatan latihan di Swiss dan kami akan membuat komentar lebih lanjut setelah kami cocok,” tambah laman itu. Insua (21) tiba di Napoli pada 2007 dari klub Argentina Boca Junior, dan telah bermain 62 pertandingan bagi klub Marseyside tersebut dan mencetak satu gol. (ant)

Edison Cavani

Stepanek dan Vaidisova Menikah PRAHA - Petenis nomor 29 dunia, Radek Stepanek, asal Ceko menikahi sesama petenis, Nicole Vaidisova, mantan nomor tujuh dunia, di Prague Castle, Sabtu waktu setempat. Stepanek (31), yang memimpin tim Ceko pada Final Piala Davis tahun lalu, absen bertanding sejak Maret lalu karena mengalami kelelahan dan kemudian dilanda cedera lutut. Vaidisova (21) yang

menang dalam enam turnamen dan berhasil mencapai semi final Prancis Terbuka pada 2006 dan kemudian Australia Terbuka pada 2007, berhenti bermain tenis pada Maret lalu setelah merosot ke posisi 176 dunia dari posisi tertinggi dalam karirnya nomor tujuh dunia pada Mei 2007. Stepanek pernah bertunangan dengan mantan petenis nomor satu dunia Martina Hingis. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Senin 19 Juli 2010

8

Kereta Gantung Segera di Bandung

Suluh Indonesia/ant

MENDIKNAS DI LIRBOYO - Dari kiri; pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuki, Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan Mendiknas Muhammad Nuh bertemu dengan 10.000 kiai di Aula Al Muktamar, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Minggu (18/7). Mendiknas bersama Menteri Agama Suryadarma Ali bersilaturahmi dengan 10.000 ribu kiai alumni Ponpes Lirboyo sebagai puncak peringatan Satu Abad (100 tahun) hari jadi Lirboyo.

Menhub Diminta

Cabut Izin Pelaksana Proyek Bandara LUBUK PAKAM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deli Serdang meminta Menteri Perhubungan mencabut izin tugas Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Proyek Bandara di Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang dinilai mengambaikan aspek lingkungan. “Proses pembangunan Bandara Kuala Namu telah menimbulkan dampak kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan, tanpa dibarengi upaya perbaikan dari Satker Pelaksana Proyek dalam hal ini PT Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan,” kata Wakil Ketua Komisi D

DPRD Deli Serdang Syarifuddin Rosha di Lubuk Pakam, Minggu. Sebagian badan jalan mulai dari Kecamatan Lubuk Pakam, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Beringin hingga Desa Kuala Namu saat ini rusak parah karena setiap hari dilalui truk-truk pengangkut material bangunan proyek bandara baru pengganti Bandara Polonia Medan itu. Sementara pihak pelaksana proyek terkesan kurang peduli terhadap keluhan warga sekitar menyangkut masalah kerusakan badan jalan maupun debu dan polusi yang ditimbul-

kan truk-truk yang setiap hari hilir-mudik melewati jalan kelas III menuju lokasi proyek bandara. “Satker Pelaksana Proyek Bandara Kuala Namu kurang tanggap dan terkesan saling lempar tanggung jawab ketika warga meminta jalan-jalan yang rusak segera diperbaiki. Sikap Satker tersebut jelas telah melukai hati warga di sekitar Kuala Namu,” ucapnya. Mencermati persoalan itu, Komisi D DPRD Deli Serdang meminta Menhub membatalkan atau mencabut izin tugas yang diberikan kepada Satker Pelaksana Proyek Bandara Kuala Namu.

Mobil Masuk Jurang

Dua Korban Luka Berat LAHAT - Mobil truck bernomor polisi BE 9114 AC bermuatan ayam Arab, masuk jurang di jalan Lintas Sumatera, Desa Gunung Kerto, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Minggu, mengakibatkan dua orang korban luka berat. Pantauan di lokasi kejadian, Minggu, akibat mobil masuk jurang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB itu, sopir truck Legek, (45) dan kernet Ririn (30) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, karena mengalami luka berat di sekujur tubuh. Menurut penuturan Endang saksi mata, peristiwa tersebut

terjadi sangat cepat dengan diawali suara gemuruh saat mobil itu terperosok ke dalam jurang sedalam sepuluh meter. “Kami langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memberikan pertolongan kepada korban. Bukan hanya warga setempat, sejumlah pengemudi yang kebetulan melintas-pun ikut membantu menyelamatkan korban,” ungkap dia. Dia mengatakan, kecelakaan itu kemungkinan disebabkan sopir yang mengantuk saat mengemudi. Ditambah dengan minimnya rambu-rambu dan lampu jalan, sehingga pengemudi tidak menyadari ke-

beradaan jurang di lokasi jalan tersebut. “Sering terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Bukan hanya kendaraan roda empat saja bahkan sepeda motor kerap terjatuh ke dalam jurang ini,” ungkapnya. Dia berharap, pihak terkait dapat segera memasangkan rambu-rambu lalulintas di sekitar TKP guna meminimalisir terjadinya kecelakaan di wilayah tersebut. Sementara Kasat Lantas Polres setempat, AKP Catur Wibowo dan Kanit Laka, Aiptu Sariyo mengatakan peristiwa ini merupakan kecelakaan tunggal dan diduga akibat kelalaian sopir saat mengemudi dalam keadaan mengantuk. (ant)

Isu Penculikan

Resahkan Gunung Kidul GUNUNG KIDUL - Sebagian masyarakat Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta merasa resah dengan merebaknya isu penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya. Aktivis Pusat Studi Perlindungan Perempuan dan Anak (PUSPA) Gunung Kidul, Budi Haryanto, Minggu mengatakan isu penculikan anak untuk diambil salah satu organ tubuhnya menyebar hampir merata di seluruh wilayah Gunung Kidul. “Isu adanya penculikan anak beredar hampir disemua wilayah Gunung Kidul dan sampai saat

ini kami masih melakukan pelacakan kebenaran kabar yang beredar tersebut,” katanya. Dia mengatakan kabar penculikan anak yang terjadi hanya untuk diambil organ tubuhnya dan isunya korban ditemukan dalam keadaan mati. Bahkan isunya anak yang diculik kemudian diambil kedua mata dan organ dalamnya sedangkan mayatnya ditinggalkan. “Kabarnya pelaku yang diduga penculik, berpura-pura kemalaman dengan mencari rumah untuk menginap yang ada anakanak. Warga di Kecamatan Ponjong curiga dengan orang

yang mencari tempat untuk menginap dengan menanyakan rumah dari keluarga yang mempunyai anak kecil,” katanya. Selain di Kecamatan Ponjong, katanya kabar adanya penculikan anak sudah menjadi bahan obrolan para orang tua di wilayah Kecamatan Playen, Kecamatan Girisubo dan pinggiran kota Wonosari. Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Gunung Kidul, AKBP Irwan Ramaini mengatakan sudah mendengar adanya isu tentang penculikan anak yang membuat resah sebagian warga Gunung Kidul. (ant)

Polisi Amankan 330 Liter Arak GIANYAR - Jajaran Kepolisian Resor Gianyar, Bali, mengamankan 330 liter arak dari tangan I Made Artawan, (41) dan saat ini pelaku beserta barang bukti masih diamankan di mapolres setempat. “Pelaku dan barang bukti jenis arak kami tangkap saat pelaku mengendarai kendaraan Suzuki Karimun bernopol DK 1603 YO di Jalan By Pas Ida Bagus Mantera, Gianyar, Minggu pagi sekitar pukul 05.00 wita,” kata Perwira Hubungan Masyarakat Polres Gianyar Kompol I Gede Sujana atas seizin Kapolres Gianyar, AKBP

I Ketut Suardana di Gianyar, Minggu. Penangkapan itu dilakukan, kata Sujana, berawal dari patroli petugas yang dipimpin Kepala Satuan Lalu-lintas (Satlantas) Polres Gianyar, Ida Bagus Krisnajaya yang tengah berpatroli di sepanjang kawasan Jalan Ida Bagus Mantera, Gianyar. Petugas curiga dengan gerak-gerik pengendara mobil, lantaran mobil tersebut tampak penuh beban saat melaju. Padahal, yang terlihat saat itu penumpangnya hanya seorang, yakni sopir. Melihat gelagat mencuriga-

kan, sambung Sujana, petugas pun langsung menghentikan laju kendaraan dan memeriksa seluruh muatan mobil. “Setelah diperiksa seluruh isi di dalam mobil, petugas menemukan 11 jerigen berukuran besar semuanya berisi minuman memabukkan berupa arak,” ucapnya. Ia menjelaskan bahwa aksi distribusi minuman arak memabukkan yang dilakukan Artawan ini merupakan modus baru. Selama ini distributor minuman arak selalu mengangkut jerigen araknya dengan kendaraan umum, atau kendaraan bak terbuka. (ant)

Permintaan pembatalan izin tugas pelaksana proyek Bandara Kuala Namu tersebut dinilai cukup beralasan dan relevan dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.5 Tahun 2008 yang antara lain menegaskan, Menhub akan mencabut izin tugas pelaksana pembangunan jika terbukti mengabaikan tanggung jawab atas segala dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan bandara itu. Menhub selaku pengelola proyek Bandara Kuala Namu secara yuridis formal memiliki alasan dan pertimbangan yang kuat membatalkan izin tugas kepada Satker, katanya. (ant)

BANDUNG - “Cable car” atau kereta gantung seperti yang ada di kawasan wisata diwacanakan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di Kota Bandung dan sekitarnya. “‘Cable car’ termasuk salah satu wacana mengatasi lalu lintas di Kota Bandung. Pengkajiannya sudah melibatkan sebuah perusahaan dari Prancis,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat H Dicky Saromi di Bandung, Minggu. Rencananya, rute kereta gantung tersebut akan melayani kawasan Dago hingga pusat Kota Bandung. Kendaraan tersebut akan dioperasikan terbang di atas ketinggian Kota Bandung. “Hal itu masih rencana, yang jelas cara apapun akan di-

lakukan untuk mengatasi lalu lintas di Kota Bandung, Ibukota Jawa Barat ini,” kata Dicky. Ia mengakui, proyek kereta gantung memang lagi dalam pengkajian berbagai pihak, termasuk efektifitas kendaraan yang digerakan tenaga listrik itu. Untuk mewujudkan program itu, menurut dia diperlukan investasi trilunan rupiah. Termasuk juga untuk membenahi moda lainnya yang efektif dan bersifat massal. “Mengatasi kondisi lalu lintas di Bandung ini tak lain harus mengoptimalkan angkutan massal dan mengubah budaya masyarakat untuk lebih memilih kendaraan umum. Selain “cable car”, kehadiran trem di Kota Bandung juga menjadi perhitungan, termasuk tol dalam kota serta Kereta Rel Dis-

el (KRD). “Tol Dalam Kota bukan solusi terbaik sejauh jumlah kendaraan di Bandung terus bertambah. Tahap awal mungkin mengoptimalkan peran KRD jalur Padalarang - Bandung - Cicalengka,” kata Dicky. Ia menyebutkan, layanan KRD jelas akan sangat vital ke depan dan merupakan solusi transportasi di Bandung. Meski demikian perlu ada optimalisasi layanan dan didukung kesadaran masyarakat menggunakan angkutan masal itu. Menurut Dicky Saromi, upaya untuk menjadikan KRD menjadi moda andalan untuk memecah permasalahan transportasi Bandung Raya terus dilakukan, termasuk rencana membuka kembali jalur Tanjungsari - Rancaekek - Bandung. (ant)

Gempa di Port Moresby

Pesawat Nyungsep di Landasan JAYAPURA - Pesawat Merpati jenis Twin Otter PKNUH, dilaporkan tergelincir di landasan bandara Bintuni, Papua, saat akan melakukan take-off, Minggu. Kejadian diduga karena saat pesawat akan take-off salah satu rodanya pecah. Pesawat mengangkut enam orang penumpang dan dua orang kru. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wachyono membenarkan kejadian tersebut. Pesawat mengangkut enam penumpang dan semua dikabarkan selamat. Gempa di Port Moresby Sementara itu dari Jayapura dikabarkan, gempa

berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) terjadi, Minggu malam, pukul 20.04 WIB, berpusat pada 503 kilometer Timur Laut Port Moresby, Papua New Guinea (PNG). Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan gempa berlokasi di 6,20 Lintang Selatan-150,31 Bujur Timur, dengan kedalaman 77 kilometer. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi yang jelas tentang kerugian material atau korban. Gempa dikhawatirkan berpenaruh di Papua. Tewas Saat Diklat Sementara itu dari Sentani diberitakan salah seorang peserta pendidikan dan latihan

(Diklat) prajabatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Jayapura, Papua tewas tenggelam di danau Sentani, Sabtu (17/ 7) dan mayatnya baru berhasil ditemukan warga yang ikut mencari pada Minggu dini hari. Dari Danau Sentani sekitar 5 Km dari Sentani,ibukota Kabupaten Jayapura, ANTARA melaporkan, korban yang tenggelam itu bernama Sogol Parmono, salah satu staf Bagian Tata Usaha SMU Negeri 4 Jayapura. Parmono ditemukan tidak bernyawa lagi pada Minggu dini hari pukul 00:00 WIT di danau Sentani, setelah dilaporkan jatuh ke danau Sentani saat mengikuti salah satu program prajabatan yang dilaksanakan oleh panitia sejak Sabtu. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 19 Juli 2010 | Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu