Skip to main content

Edisi 19 Februari 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 35 tahun IV Jumat, 19 Februari 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Tujuh Provinsi Paling Dicari

BI Tidak Konsisten

Utang Pajak BUMN Ditanggung

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan tujuh provinsi yang dinilai paling unggul dalam upaya menarik investasi ke daerahnya dan berpotensi merealisasikan proyek infrastruktur besar...hal. 1

EKONOM Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sulitnya suku bunga kredit turun karena kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tidak konsisten dimana satu sisi BI melakukan kebijakan yang melonggarkan namun...hal. 2

KEMENTERIAN BUMN membuka peluang bagi perusahaan milik negara yang menunggak pajak untuk diselesaikan dengan cara ditanggung pemerintah. “Kita akan lihat kasus per kasus, apakah dengan cara...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Sekwan DKI Ditahan

Suluh Indonesia/sep

PANSUS - Ketua Tim Kecil Pansus Century Makhfudz Sidik (kiri) berdiskusi dengan anggota tim lainnya mengenai draft Outline Laporan Pansus Century sebelum memulai rapat Tim Kecil di Gedung DPR/MPR Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Sarwo Edhi ditahan Kejagung terkait dugaan kasus proyek kajian fiktif di dewan yang merugikan keuangan negara Rp 25 miliar. Dirdik pada Jampidsus Arminsyah di Jakarta, kemarin menyatakan, alasan penahanan karena sudah cukup bukti melakukan tindak pidana korupsi. Selain itu, kata dia, dikhawatirkan tersangka mengulangi tindakan tersebut mengingat dirinya sampai sekarang masih menjabat sebagai sekretaris dewan. ‘’Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini,” katanya. Sebelumnya Kejagung sudah melimpahkan dua tersangka ke PN Jakpus, yakni Aries Halawani (mantan Kasubbag Pelayanan Pengaduan Masyarakat, yang kini Kasubbag Publikasi Dokumentasi dan Perpustakaan pada Sekretariat DPRD DKI Jakarta), serta Abdul Haris Mugni, Dirut PT Murjani Artha Konsultan. Ia menyatakan, kasus ini terjadi di Setwan DPRD DKI Jakarta dalam penggunaan anggaran tahun 2008. Dikatakannya, penyalahgunaan terjadi pada anggaran pembuatan modul yang ternyata modulnya diduga tidak benar. Penyalahgunaan anggaran buat modul, ternyata pengerjaan proyeknya abal-abal (tidak jelas-red),” katanya. Seharusnya, kata dia, proyek tersebut dilaksanakan perusahaan yang telah ditunjuk. (nas)

Keputusan Akhir Pansus Century

Masyarakat Siap Kecewa JAKARTA - Mantan Ketua MPR Amien Rais menduga dalam satu dua hari lagi akan ada keputusan Panitia Khusus Hak Angket Kasus Bank Century DPR yang mengejutkan masyarakat, dan akan membuat pansus selesai. ‘’Kalau betul dugaan saya, dalam dua hari lagi Pansus Century tinggal wassalammu’alaikun dan selesai. Kita akan mulai dari nol lagi,” kata Amien saat peluncuran Polmark Indonesia di Jakarta, malam. Amien menduga hasil akhir pansus akan sangat mengejutkan masyarakat. Menurut Amien, dalam kasus itu terang benderang ada kejahatan, ada pelanggaran. ‘’Jadi kalau dari dulu lembaga legislatif hanya

jadi lembaga stempel sepertinya sekarang, DPR tetap stempel saja,” kata Amien. Amien merasa prihatin bahwa saat ini pemerintahan sudah kehilangan kemandirian dan kepercayaan diri. ‘’Kita terlalu menunduk pada bangsa asing. Kita kehilangan kemandirian,” kata Amien. Sementara itu, menjelang kesimpulan akhir Pansus Century, sejumlah pertemuan informal atau lobi-lobi terus dilakukan di antara parpol anggota koalisi. Fungsionaris Partai Demokrat Syarief Hasan membantah partainya mengintensifkan lobi-lobi dengan parpol lain. ‘’Kita melakukan lobi tiap hari, apalagi dengan mitra koalisi. Komunikasi tidak boleh

lepas,” katanya. Dengan komunikasi yang terus menerus itu, Syarief optimis penyelidikan kasus Century tetap mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan politik. ‘’Demokrat optimistis, pada akhirnya kepentingan bangsa akan lebih diutamakan,” kata Syarief. Meneg Kop dan UKM juga optimis hubungan antarpartai koalisi Presiden Yudhoyono akan kembali mesra. ‘’Ini kan dinamika politik, seperti suami istri yang marahan, setelah itu mesra lagi,” katanya. Sementara itu Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengatakan lobi dengan parpol bisa dilakukan kapanpun tergantung kebutuhan komunikasi. (son/har)

Pelobi SBY Tak Efektif JAKARTA - Pelobi Susilo Bambang Yudhoyono yang mengupayakan penghentian ataupun arah pandangan Pansus Century dinilai tidak akan efektif. Lobi dalam bentuk ancaman ataupun tawaran tidak akan membuat Pansus berbelok arah karena ternyata parpol lebih mengedepankan pertanggungjawaban moril terhadap publik daripada politik jangka pendek. ‘’Mereka ini justru efektif merusak citra SBY,” kata Wakil Ketua DPR RI Anis Matta di Gedung DPR/MPR Jakarta, kemarin. Menurut Sekjen PKS ini, hal terbaik yang dilakukan kubu SBY justru membiarkan proses politik ini berlanjut ke ranah hukum. ‘’Itu akan jauh lebih elegan,” paparnya,” ucapnya seraya menduga pelobi SBY ini merupakan inisiatif pribadi, dan bukannya atas perintah SBY. Mantan Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono Hatta Radjasa membantah dirinya mendapat perintah khusus dari SBY untuk melobi parpol. ‘’Presiden tidak pernah mengarah-arahkan,” kata Ketua Umum PAN yang juga Menko Perekonomian ini.

Ditanya tentang sejumlah pertemuan intens elit parpol dikediamannya membahas penyelesaian kasus Century, Hatta mengatakan, dirinya kerap melakukan pertemuan silaturahmi dengan teman-teman sesama politisi parpol. ‘’Kami selalu berkomunikasi, namanya orang bersilaturahmi dan berkomunikasi biasa,” ujarnya Sementara Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengakui pendekatan lobi makin gencar dilakukan menjelang rekomendasi akhir. Dia menilai, lobi dilakukan setelah masalah krusial dalam kasus bailout Bank Century belum juga mencapai titik temu. Priyo berpendapat, lobi sebagai proses politik yang wajar dan tidak menyalahi aturan. ‘’Tapi memang tidak semua hal bisa dikompromikan melalui lobi,” kata Priyo. Ia mengatakan, perbedaan pandangan antara Golkar dan Demokrat masih belum mencapai titik temu. ‘’Demokrat minta agar sesuai dengan keinginannya bahwa bailout tidak menyalahi aturan, sementara Golkar berbeda pendapat dan tetap dengan sikapnya,” kata Priyo. (har)

Rumusan Akhir Pansus

Akan Sebut Nama JAKARTA - Penyebutan nama-nama yang bertanggungjawab pada dugaan pelanggaran pengucuran dana talangan untuk Bank Century akan menjadi perdebatan ramai pada perumusan pandangan akhir Panitia Angket Kasus Bank Century DPR RI pada Senin (22/2). Anggota Panitia Angket Kasus Bank Century dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunanjar Sudarsa di Gedung DPR/MPR di Jakarta, kemarin mengatakan, FPG akan mengusulkan pada laporan pandangan akhir panitia angket menyebutkan namanama yang bertanggung jawab. Penyebutan nama itu pada bagian lampiran. ‘’Penyebutan nama-nama yang bertanggungjawab ini untuk mempertegas siapa yang bertanggungjawab pada periode terjadi pelanggaran,” kata Agun. Ia menyontohkan, BI bertanggungjawab pada pelanggaran merger serta pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS) pada Bank Century. Pada periode merger tahun 2004 serta periode pemberian FPJP dan PMS tahun 2008, pejabat yang bertanggung jawab di BI sudah berbeda. Dikatakannya, sikap FPG

pada laporan pandangan akhir panitia angket tetap konsisten seperti pandangan awal, yakni menyimpulkan lembaga yang bertanggungjawab pada kasus Bank Century adalah BI, KSSK, KK, dan LPS. ‘’Sikap konsisten ini sudah merupakan garis partai,” katanya. Anggota Panitia Angket Kasus Bank Century dari Fraksi PKS Andi Rahmat mengatakan hal yang relatif sama. Menurut dia, pada pandangan akhir panitia angket seharusnya menyebutkan nama-nama yang bertanggungjawab pada pelanggaran FPJP dan PMS dalam batang tubuh laporan. ‘’Penyebutan nama tersebut untuk mempertegas persoalan agar lebih fokus,” kata Anggota Komisi XI DPR ini. Jika pada pandangan akhir panitia angket tidak menyebutkan nama, dia khawatir akan menjadi bias dan bisa terjadi victimisasi. Andi memperkirakan, perdebatan akan ramai pada penetapan pandangan akhir soal FPJP dan PMS, karena dua tema ini di antara fraksi banyak yang tidak memiliki titik temu. Sementara anggota FPDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, pihaknya belum membahas soal penyebutan nama ini. (har/son)

3.000 Sumur Imbuhan Atasi Banjir Jakarta MASALAH banjir di Ibukota serahkan kepada ahlinya. Begitulah salah satu topik kampanye saat Pilgub DKI Jakarta yang akhirnya dimenangkan Fauzi Bowo. Tetapi banjir tetap saja mengancam Jakarta. Apa yang sudah dan akan diperbuat untuk mencegah banjir ? Ibu kota Jakarta membutuhkan sedikitnya 3.000 sumur imbuhan selain biopori dan sumur resapan. Sumur ini untuk mengatasi banjir sekaligus mengurangi amblesnya tanah dan defisit air tanah akibat terus disedotnya air tanah dalam. ‘’Sekarang sudah dibuat 83.003

sumur resapan dan 239.225 biopori di Jakarta untuk mengatasi banjir sekaligus untuk menangani semakin defisitnya air tanah permukaan,” kata Kabid Teknologi Mitigasi Bencana BPPT Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, kemarin. Teknologi yang mampu

mengatasi semakin defisitnya air tanah dalam dan amblesnya tanah di Jakarta sekaligus mengurangi banjir, ujar pakar hidrologi tersebut, adalah teknologi sumur imbuhan atau injeksi yang di Jakarta saat ini baru ada 30 sumur. Hanya saja tidak seperti biopori dan sumur resapan yang bisa dibuat secara massal karena bisa dibuat sendiri oleh masyarakat dan berbiaya murah, teknologi sumur imbuhan cukup mahal. Hal ini karena harus dilakukan pengeboran minimal 30

meter untuk mengalirkan air permukaan ke tanah dalam serta memerlukan konstruksi yang tidak sederhana. ‘’Ini hanya bisa dilakukan oleh pihak swasta atau masyarakat dengan melibatkan Pemda dan anggaran dari APBD berhubung biaya pengeboran mencapai sekitar Rp150 ribu per meter ditambah konstruksi beton yang totalnya bisa mencapai Rp200 juta per sumur,” katanya. Sumur imbuhan ini, ujarnya, mampu menaikkan muka air tanah dalam yang selama puluhan tahun disedot gedung-

gedung bertingkat dan pabrikpabrik, menahan instrusi air laut serta menahan laju amblesnya tanah di Jakarta. Imbuhan air tanah dalam juga mengurangi banjir, lanjut dia, karena ada upaya jalan pintas memaksa air permukaan masuk ke dalam tanah. ‘’Karena itu sumur imbuhan membutuhkan Perda seperti halnya sumur resapan, sehingga pihak yang selama ini sudah terlalu lama menyedot air tanah dalam bersedia bertanggung jawab dengan membangun sumur imbuhan ini,” katanya. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Jumat 19 Februari 2010

2

Suluh Indonesia/ant

BANJIR KIRIMAN - Seorang warga menggendong anaknya melintasi banjir di Kampung Melayu Kecil, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta, kemarin. Banjir kiriman dari Bogor sejak dini hari tersebut menggenangi ratusan rumah di dataran rendah daerah hingga mencapai 2 meter.

Antisipasi Banjir

Kali Ciliwung Dibuat Sodetan

Fauzi Bowo

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengunjungi korban banjir yang berada di Kelurahan Bidara Cina dan ex Bioskop Nusantara, Jakarta Timur, Kamis sore. Di RW 11 Kelurahan Bidara Cina, Fauzi mengunjungi warga yang rumahnya terendam dengan menggunakan perahu kecil. Fauzi mengatakan ia merasa gembira warga setempat telah bisa mengembangkan “early warning system” atau sistem peringatan dini banjir sehingga bisa bersiap-siap menghadapi banjir tersebut. “Jadi begitu pintu air di Katulampa sudah di ketinggian berapa, warga sudah bisa ngasih tahu sendiri,” katanya. Di RW 11, sebanyak 220 orang mengungsi berada di tiga tempat yaitu di Majelis Taklim setempat, Karang Taruna dan SD 05 Bidara Cina. Wakil Lurah Bidara Cina Ria Kristina mengatakan air mulai menggenangi kawasan terse-

but sejak pukul 03.00 WIB dan sempat mengalami surut namun dikhawatirkan akan kembali mengalami kenaikan karena di Bogor kembali terjadi hujan. Sementara itu, Gubernur mengatakan untuk mengurangi banjir di masa yang akan datang, aliran kali Ciliwung dan bekas alur Ciliwung lama akan dikeruk dan untuk rencana kedepannya akan disodet ke Kali Cipinang. “Ada rencana, tapi ini masih harus didalami lagi, bahwa bekas alur sungai Ciliwung ini akan tembus ke Kali Cipinang. Hingga kalau alur sungai itu volumenya tinggi kita bisa alihkan melalui jalur ini dan sungai Cipinang, kemudian masuk ke BKT (Banjir Kanal Timur),” kata Fauzi. Selain itu, warga yang tinggal di alur basah kali juga akan dipindahkan sehingga dapat dilakukan normalisasi yang akan menambah volume air yang bisa ditampung. “Untuk mereka yang tinggal di badan kali, alur basahnya kali, tidak ada pilihan lain lagi, kita harus merelokasi,” ujar Gubernur. Masyarakat di Jatinegara, Jakarta Timur yang juga menjadi langganan korban banjir disebutnya telah setuju dengan relokasi namun masih terdapat hambatan dengan lokasi relokasi tersebut. “Banyak warga sekitar yang bekerja di pasar Jatinegara jadi gak mungkin dipindahkan ke rusun Marunda misalnya,” kata Fauzi. (ant)

Kejagung Buru Sebelas Koruptor JAKARTA - Tim pemburu koruptor sampai sekarang masih memburu sebelas dari 16 buronan terkait kasus korupsi. “Dari 16 buronan koruptor, lima orang sudah ditangkap,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Didiek Darmanto, di Jakarta, kemarin. Diantara yang berhasil ditangkap itu yakni, Darmono Kalawi (korupsi di Banten), David Nusawijaya (korupsi BLBI Rp1,9 triliun untuk Bank

Sertivia Utama), dan Tabrani Ismail (mantan Direktur Pengolahan Pertamina terkait kasus Balongan). Di bagian lain, ia menyebutkan tim pemburu koruptor saat ini melakukan inventarisir permasalahan dalam perburuan buronan koruptor. “Tim sedang melakukan inventarisir buronan koruptor,” katanya. Penjelasan itu dikemukakan terkait dengan pertemuan antar departemen membahas

tim tersebut pada Kamis (18/ 2) di Gedung Utama Kejagung. “Pertemuan itu juga membahas mengenai dikeluarkannya SK Menkopolhukam mengenai tim pemburu koruptor,” katanya. Unsur yang hadir dalam pertemuan itu yakni dari Kejagung, Mabes Polri, Interpol, Kemenkumham. “Masing-masing perwakilan departemen menyampaikan permasalahan dalam perburuan buronan koruptor,” katanya. (ant)

Didesak Jalankan Rekomendasi DPR JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali didesak agar menjalankan rekomendasi DPR atas kasus penghilangan orang secara paksa yang terjadi pada 1997-1998. Desakan tersebut disampaikan Ikatan Korban Orang Hilang (Ikohi), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) di Jakarta, kemarin Rekomendasi DPR kepada Presiden tersebut antara lain pembentukan pengadilan HAM adhoc, pencarian terhadap 13 aktivis yang masih hilang, rehabilitasi dan pemberian kompensasi kepada keluarga korban yang hilang, serta meratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa sebagai bentuk komitmen dan dukungan untuk menghentikan praktik penghilangan paksa di Indonesia. “Hingga hari ini, Presiden belum bertindak apa pun terhadap empat rekomendasi rapat paripurna DPR tersebut,” kata Ketua Badan Pe-

ngurus YLBHI Patra M Zen. Dikatakannya, sikap pengabaian terhadap empat rekomendasi itu jelas merupakan pencerminan dari ketiadaan agenda politik HAM pemerintah terhadap penyelesaian kasus-kasus pelanggaran berat HAM masa lalu, khususnya kasus penghilangan paksa aktivis 1997/1998. Padahal, penuntasan kasus penghilangan paksa aktivis 1997/1998 oleh pemerintah tentunya juga akan mencegah terjadinya kembali kasus pelanggaran berat HAM yang serupa di kemudian hari. “Artinya jika kasus-kasus pelanggaran berat HAM di masa lalu tidak dituntaskan, maka ada kemungkinan kasus pelanggaran HAM di Indonesia akan terus berlanjut karena tidak memiliki efek jera terhadap para pelaku pelanggar HAM,” katanya. Ke-13 orang yang menjadi korban penghilangan paksa tersebut adalah Petrus Bima Anugrah, Herman Hendrawan, Suyat, Wiji Thukul, Yani Afri, Sonny, Dedi Hamdun, Noval Alkatiri, Ismail, Ucok Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, dan Abdun Nasser. (ant)

Aktivis Bendera

Diperiksa Lagi Suluh Indonesia/ant

PABRIK EKSTASI - Seorang aparat kepolisian memeriksa barang bukti saat menggrebek pabrik ekstasi di Jl. Sunter Barat Blok C36 no 26, Sunter, Jakarta, kemarin.

Monas Disiapkan Jadi Pusat Dapur Umum Banjir PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan Lapangan Monas sebagai pusat logistik atau dapur umum bagi korban banjir.

Presiden

“Semua bantuan logistik diolah disana (Monas) kemudian dikirim langsung ke semua posko,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Harianto Bajuri di Jakarta, kemarin. Dapur umum di Monas tersebut disiapkan untuk memproduksi makanan untuk keperluan enam ribu orang dan setelah diolah akan dikirimkan ke seluruh posko pengungsian di lima kota madya. “Seluruh bahan makanan diolah oleh 45 juru masak. Kita juga siapkan personel untuk mengirim logistik tersebut,” kata Harianto. Jumlah personel yang disiapkan untuk mengirim logistik dan membantu evakuasi warga ada 7.500 orang ditambah personel cadangan 300 orang serta dibangu juga oleh tim dari Komando Pasukan Khusus (Kopasus). “Kami harap segala keperluan warga

korban banjir dapat terpenuhi dengan baik,” kata Harianto. Sementara itu, banjir telah menggenangi kawasan Jakarta Timur sejak Rabu (17/2) malam dan menggenangi ratusan rumah dengan ketinggian air mulai dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Banjir paling parah terjadi di wilayah Kampung Melayu RW 02 dan 03 setinggi 1,5 meter, lalu di RW 01, 04 dan 05 setinggi 50 cm, dan di RW 07 dan 08 setinggi 30 cm. Sementara itu di kawasan Bidara Cina, banjir setinggi 50 cm hingga 100 cm merendam RW 03, 05, 06, 07,11 dan RW 14. Warga mulai mengungsi sejak dini hari, di sekretariat RW 11, Bidara Cina setidaknya terdapat 70 warga, di RW 05 sebanyak 25 warga mememuhi Musala Roudlutul Ibadah, dan

50 jiwa menempati SDN 05. Dari pantauan di wilayah Kampung Melayu, meskipun banjir merendam rumah mereka, tidak banyak warga yang mengungsi ke posko banjir karena warga memilih untuk bertahan menempati loteng rumah masingmasing. Dari tujuh RW yang terendam hanya sembilan kepala keluarga (KK) atau 41 orang yang mengungsi ke posko ex Bioskop Nusantara. Berdasarkan data Krisis Center Provinsi DKI Jakarta, ketinggian air disejumlah pintu air masih dalam status siaga tiga. Di Pintu Air Depok ketinggian air mencapai 245 sentimeter, pintu air Manggarai menunjukkan ketinggian air 760 sentimeter, sedangkan di pintu air Katulampa Bogor ketinggian air mencapai 70 sentimeter. (ant)

JAKARTA - Aktivis (Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Mustar Bona Ventura dan Ferdi Simaun, menjalani pemeriksaan lanjutan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, kemarin, sekitar pukul 10.55 WIB. Mustar menuturkan, dirinya memenuhi pemeriksaan atas nama pelapor Andi Mallarangeng (Menteri Pemuda dan Olahraga), Rizal Mallarangeng (politikus) dan Djoko Suyanto (Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan). “Materi pemeriksaannya sama, namun nama pelapornya saja yang berbeda,” kata Bona sebelum masuk ruang penyidikan. Bona dan Ferdi menjalani pemeriksaan didampingi tim kuasa hukum, Saor Siagian. Aktivis Bendera itu menyatakan dirinya dan Ferdi juga menjalani pemeriksaan terhadap kasus yang sama dengan nama pelapor Hartati Murdaya dan Choel Mallarangeng, Selasa (16/2). Bona mengungkapkan selama pemeriksaan atas nama Hartati Murdaya dan Choel Mallarangeng, dirinya mendapatkan 43 pertanyaan dari

penyidik terkait dugaan pencemaran nama baik. Kedua aktivis Bendera itu juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus yang sama dengan nama pelapor Wahyu Sugeng (pengacara Komisi Pemilihan Umum), Hatta Rajasa (Menteri Koordinator Perekonomian) dan Edie Baskoro (politisi Partai Demokrat), Jumat (19/2). Sebelumnya, penyidik melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali, namun aktifis itu tidak memenuhi panggilan sehingga polisi menjemput paksa keduanya di Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2) malam. Pemanggilan itu terkait dengan sejumlah pejabat negara karena kedua aktifis itu menggelar konferensi pers yang menuduh pejabat pemerintahan itu menerima dana talangan (bailout) Bank Century. Penyidik sempat melayangkan surat panggilan terhadap Mustar dan Bona guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Kamis (4/ 2) dan Senin (8/2), namun keduanya mangkir dari panggilan polisi. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Jumat 19 Februari 2010

3

JK Sebut Parpol

Tak Peduli Bencana

Suluh Indonesia/ant

PILKADA - Ketua Bawaslu Nur Sardini (tengah) didampingi anggota Bawaslu lainnya memberi penjelasan usai mendatangi Gedung KPK Jakarta, kemarin. Bawaslu meminta KPK untuk mencegah terjadinya praktek politik uang pada penyelenggaraan Pilkada 2010.

Pemerintah Susun Kebijakan Permanen

Tingkatkan Kesejahteraan Sosial JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemerintah segera menyusun sistem kebijakan dasar untuk menjadi pedoman tepat dan permanen dalam memberikan pelayanan serta peningkatan kesejahteraan sosial. Demikian diungkap Presiden Yudhoyono dalam pengantar pada sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan Jakarta, kemarin. Presiden mengatakan, kebijakan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan sosial kepada masyarakat seharusnya bukan suatu sistem yang dapat mengalami pasang surut atau dapat berubah sewaktu-waktu. ‘’Dalam kaitan itu perlu diru-

muskan bagaimana sistem paling tepat untuk kebijakan, apa perlu dalam bentuk Undangundang dan Peraturan Pemerintah, agar menjadi pedoman baik bantuan atau pelayanan itu,” tuturnya. Setelah pedoman permanen itu dirumuskan, Presiden berharap dapat segera dicarikan sumber daya dan anggaran agar mekanisme permanen itu dapat berjalan. Sumber daya itu, lanjut dia, dapat berasal dari APBN, APBD atau sumber-sumber pihak ketiga yang diperbolehkan oleh Undang-undang. ‘’Oleh karena itu kita harus berpikir untuk melihat kembali sistem dan kebijakan dasar yang ber-

kaitan dengan sebutlah keadilan dan kesejahteraan sosial ini. Sebetulnya, ke depan, sistem dan kebijakan dasar bukan program atau perlakuan yang mengalami pasang surut tapi betul-betul permanen,” ujar Presiden. Di antara pelayanan sosial yang harus diatur itu, menurut dia, adalah pelayanan kepada golongan lanjut usia, kaum penderita cacat, serta fasilitas lembaga pemasyarakatan dan narapidana anak. Untuk perbaikan fasilitas lembaga pemasyarakatan, Presiden menyebutkan, pemerintah telah menganggarkan Rp1 triliun dalam APBN-P 2010 dalam bentuk crash program.

Mahfud MD :

RI Jangan Seperti Majapahit JAKARTA - Ketua MK Moh Mahfud MD mengatakan, Indonesia jangan menjadi seperti Kerajaan Majapahit yang pada masa kemunduran dan keruntuhannya, banyak bermunculan tindakan kesewenang-wenangan oleh penguasa. ‘’Majapahit hancur karena ketidakadilan dan kesewenangwenangan,” kata Mahfud dalam pidato pembukaan pada sebuah dialog publik di Jakarta, kemarin. Menurut Mahfud, saat Majapahit runtuh sedikit sekali bahkan hampir tidak ada rakyat yang menangis. Hal itu, ujar dia, berbeda dengan saat Majapahit berada pada masa kejayaannya di mana banyak warga yang menjadi pembela kerajaan yang berkuasa di kawasan Asia Tenggara itu. Ia berpendapat, masih terdapat tindakan kesewenang-wenangan pada era reformasi ini karena masih banyak pejabat

yang tersandera dengan dosadosa pada masa dahulu. Untuk itu, ujar dia, diperlukan reformasi hukum yang berjalan secara menyeluruh dan

Mahfud MD

tidak berhenti di tengah jalan terhadap berbagai instansi yang didalamnya banyak terdapat para pejabat yang terperangkap dosa masa lalu.

Ketua MK mencontohkan, di China terdapat seorang Kepala Kejaksaan Tinggi yang bisa dihukum mati meski hanya karena kasus bepergian keluar negeri atas biaya negara yang tidak dilalui dengan prosedur yang semestinya. ‘’Kalau di sini, pejabat seperti itu paling dihukum hanya empat tahun,” katanya. Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan Mahfud juga mengatakan bahwa terdapat banyak pejabat yang tidak berani melaporkan anak buahnya yang melakukan pelanggaran hukum karena sang pejabat tersandera dosa-dosa di masa lalu. Bila sang pejabat melapor, kata Mahfud, maka dicemaskan sang anak buah juga akan bernyanyi tentang kelakuan atasannya tersebut. ‘’Para pejabat harus berani menindak tegas anak buahnya apapun konsekuensi hukum yang akan dihadapinya,’’ kata Mahfus. (nas)

Pemerintah juga menganggarkan pengadaan 1.000 kapal dengan nilai Rp1,5 triliun guna disebar ke kantong nelayan seluruh Indonesia. Presiden berharap, anggaran dua program peningkatan kesejahteraan itu dapat disetujui DPR. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meminta segera dirumuskan pemberian hukuman kepada anakanak yang lebih adil. Menurut Presiden, diperlukan mekanisme baru lebih adil yang tidak hanya bergantung pada empat mekanisme yang dimiliki Presiden, yaitu abolisi, grasi, rehabilitasi, dan amnesti. (har)

JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) M Jusuf Kalla (JK) menilai saat ini rasa kepedulian partai politik (Parpol) terhadap bencana hampir tidak ada, dan hal ini jauh berbeda pada saat menjelang Pemilu. ‘’Parpol rasa kepedulian terhadap bencana hampir tidak ada,” katanya usai rapat dengar pendapat umum antara PMI dengan Komisi IX DPR di Jakarta, kemarin. Jusuf Kalla menjelaskan, PMI akan tetap siap untuk memberikan bantuan terhadap setiap bencana yang terjadi di Indonesia. Sementara itu, salah satu program kerja PMI saat ini adalah menargetkan dalam dua tahun bisa memiliki persediaan darah empat juta kantong atau dua persen dari jumlah penduduk Indonesia. ‘’Rumusnya itu 4x4. Artinya empat juta kantong darah untuk persediaan empat hari. Sekarang ini

baru cukup untuk dua hari,” katanya. Mantan Wapres ini menjelaskan, persediaan dan kebutuhan darah yang paling aman adalah sebesar tiga persen dari jumlah penduduk yang ada. Sementara yang ada di PMI saat ini baru mencapai 1,7 juta kantong darah saja. ‘’Jadi targetnya dalam dua tahun tercapai itu (empat juta). Tahun ini tiga juta, nanti naik terus,” kata saudagar Bugis ini. Untuk bisa mencapai target tersebut, tambahnya, diperlukan perubahan budaya. Menurut Kalla, harus mulai dikampanyenya budaya menjadi donor sebagai gaya hidup dan kebutuhan. ‘’Jadi menjadi donor sebagai gaya hidup. Kalau belum donor, belum sempurna, belum simpati kemanusiaan. Jadi belum lengkap,” katanya. Untuk itu, ia merencanakan akan melakukan program jemput bola. Caranya dengan

membentuk unit-unit kecil transfusi darah yang akan ditempatkan di pusat-pusat perbelanjaan, kampus-kampus maupun mesjid. ‘’Kita akan buat unit-unit donor menetap di tempat umum, kampus, mall, mesjid. Kita akan buat pabrik kantong darah, sehingga tidak perlu tergantung impor lagi,” katanya. Ia mengatakan, para mahasiswa juga perlu diubah pandangannya bahwa berjuang bukan hanya melalui demodemo. ‘’Menjadi penyumbang darah (donor) merupakan perjuangan yang sangat mulia. Jadi jangan habiskan waktunya (hanya untuk) berdemo. Kita ubah dari teriakan ‘kita berjuang sampai titik darah penghabisan’, tetapi kita ganti menjadi ‘kita berjuang sejak darah pertama untuk kemanusiaan’,” kata Jusuf Kalla yang disambut tepuk tangan meriah hadirin. (son)

KPK Diminta Awasi Pilkada JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi berbagai pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu kepala daerah (pilkada) pada 2010. ‘’Ini rawan korupsi. Korupsi dalam artian penyalahgunaan wewenang itu kan juga termasuk korupsi,” kata Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini di Gedung KPK Jakarta, kemarin. Nur Hidayat mengatakan, pelanggaran semacam itu biasanya dilakukan oleh bakal calon yang juga kepala daerah dalam periode sebelumnya (incumbent). Secara khusus, Bawaslu juga meminta bantuan KPK untuk mengawasi penggunaan dana kampanye, politik uang,

dan penggunaan fasilitas jabatan dalam pilkada. ‘’Karena biasanya mereka diduga melakukan politik uang yang terjadi menjelang kampanye, saat kampanye maupun menjelang pemilihan,” katanya. Pengawasan dana kampanye, katanya, untuk menegakkan aturan pada pasal 85 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Aturan itu melarang calon kepala daerah menerima sumbangan untuk kampanye dari negara atau lembaga asing, penyumbang yang tidak jelas identitasnya, pemerintah, BUMN, atau BUMD. Nur Hidayat juga menegaskan, pasal 79 ayat (3) bagian a menyatakan, setiap penyeleng-

gara negara yang menjadi calon kepala daerah tidak boleh menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya. Kemudian, Bawaslu juga meminta KPK untuk memberikan akses kepada para bakal calon kepala daerah untuk melaporkan kekayaan. Berdasar catatan, pada 2010 akan berlangsung 244 Pilkada. Tujuh diantaranya adalah Pilkada tingkat provinsi, sedangkan 237 lainnya adalah Pilkada Kabupaten/Kota. Untuk diketahui, Pilkada yang sebentar lagi digelar menyisahkan banyak persoalan. Sebut diantaranya muncul dualisme panitia pengawas pemilu (Panwaslu) akibat adanya pelanggaran Suat Edaran Bersama (SEB). (son)


Megap litan

Suluh Indonesia, Jumat 19 Februari 2010

4

K ilas Buruh Korban Pembiusan SEORANG pekerja bangunan yang baru datang dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi korban pembiusan di terminal Kampung Rambutan, Jakarta dan tubuhnya ditemukan dekat sebuah tempat pengisian bahan bakar di Bekasi Timur. Menurut penuturan korban, Miftahudin (45) di RSU Kota Bekasi, kejadian berawal saat ia turun dari bus, Rabu (17/2) malam dan ingin istirahat sejenak untuk mencari bus lain yang akan mengantarnya ke Brebes, Jawa Tengah. Ketika itu ada seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun yang menghampiri dan mengajaknya ngobrol. Setelah cukup lama bercerita pelaku memberikan permen dan air minum yang diduga telah diberi bius dan tak lama setelah itu korban tidak sadarkan diri. Setelah sadar dari pengaruh bius, Miftahudin diperbolehkan pulang dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Petugas medis yang merawat korban di RSU Kota Bekasi, dr. Ghofur menyatakan korban kemungkinan diberi bius benzo diazepin melalui minuman yang disuntikan hingga tidak mengubah rasa. (ant)

Polres Depok Mulai Berlakukan

Black Spot Therapy DEPOK - Program Black Spot Therapy laka lantas mulai diberlakukan Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Depok. Untuk sementara ini, pemberlakuan program tersebut baru diterapkan di sepanjang Jalan Raya Bogor, diantaranya di depan eks Ramayana hingga Gang Nangka. Pasalnya, di sepanjang jalan tersebut terdapat tiga titik area yang rawan kecelakaan. “Hingga saat ini, Jalan Raya Bogor menjadi titik utama karena dari data yang terkumpul, daerah tersebut terSuluh Indonesia/rin masuk dalam wilayah yang rawAKBP Djamin an terjadi kecelakaan,” kata Kasat Lantas Polres Depok, AKBP Djamin, kemarin. Program Black Spot Therapy merupakan upaya pengawasan khusus terhadap jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Jalan Raya Bogor, merupakan penyumbang terbesar korban kecelakaan lalu lintas di Kota Depok. Salah satu pemicunya antara lain, banyaknya tikungan dan beberapa pohon besar yang tumbuh di sekitar jalan raya tersebut. “Untuk itu enam pohon besar sudah ditebang karena menghalangi jarak pandang pengendara,” katanya. Selain itu, pihaknya juga akan membuat separator jalan sepanjang 500 meter antara Gang Nangka hingga depan eks Ramayana. Pantauan di lapangan, memang ada separator di Jalan Raya Bogor, namun tidak tersambung secara utuh. “Sekarang yang ada cuma sepotong-sepotong saja. Jadi kami akan membuat separator di wilayah yang belum ada separatornya,” katanya didampingi Wakasat Lantas Polres Depok, AKP I Ketut Asdhita. Kanit Regident SIM Polres Depok, AKP Sri Widodo mengatakan, dengan adanya pembuatan separator yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok diharap dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya tersebut. Dari data yang dimilikinya, pada tahu 2009, terjadi sekitar 400 angka kecelakaan. “105 diantaranya terjadi di Jalan Raya Bogor,” kata Sri. Dari jumlah tersebut, kata Sri, korban yang meninggal dunia mencapai 19 orang. Sedangkan, korban luka berat 36 orang, dan luka ringan 87 orang. Dengan jumlah kerugian mencapai Rp 119.600.000. “Secara kuantitas jumlah kecelakaan naik, namun secara kualitas menurun,” pungkasnya. (rin)

Puluhan Pelajar Kembali Tertangkap Razia Warnet DEPOK - Wajah M. Fikri (17) siswa kelas II SMA Ganesha Depok terlihat pucat saat terjaring razia warnet yang dilakukan petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok. Fikri hanya dapat tertunduk saat ditanya alasan dirinya berada di warnet yang terletak di Jalan Bahagia, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Dengan nada pelan, Fikri mengaku dirinya sedang tidak ada jam sekolah saat petugas melakukan razia kemarin. “Habis Try Out, tidak ada pelajaran jadi ke sini (warnet),” aku Fikri di hadapan petugas, kemarin. Tak hanya dirinya, puluhan pelajar juga terjaring dalam razia kemarin. Setidaknya, 40 pelajar terjaring dalam razia kemarin. Berbagai alasan pun dilontarkan para pelajar tersebut. Mulai dari kurang lengkapnya fasilitas di sekolah hingga alasan mengisi waktu luang. “Yak arena nggak ada kegiatan lain, jadi ke warnet aja,” aku Hilda. Kepala Bidang Penegakan Disiplin dan Peraturan (Gaktur), Luthfi Fauzi mengatakan, razia dilakukan agar para siswa fokus terhadap kewajiban mereka. Terlebih, sebentar lagi mereka harus menghadapi ujian nasional (UN). Dari razia kemarin, pihaknya mendapati sejumlah pelajar yang sedang membuka situs jejaring sosial yang sedang digandrungi, yaitu facebook. “Seharusnya mereka fokus menghadapi ujian nasional (UN) yang waktunya sudah semakin dekat,” katanya. Lutfi pun kemudian menegur para siswa dan mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulang kembali perbuatannya. Pihaknya juga mengingatkan para pemilik dan pengelola warnet untuk tidak menerima para siswa berseragam. Selanjutnya, pihaknya berencana memanggil kepala sekolah yang muridnya terjaring dalam razia. “Kita akan menyerahkan datanya ke sekolah, biar kepala sekolah yang memberikan sanksi,” tegas Lutfi. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pengelola warnet juga diminta untuk memblokir situs-situs dewasa. “Kita meminta pemilik warnet untuk memblokir situs-situs yang tidak cocok diakses oleh remaja dan siswa,” bebernya. Sementara itu, Rizki, salah seorang pengelola warnet mengaku, tidak dapat menolak para pelajar yang datang ke warnetnya. Pasalnya sebagian besar pelanggan warnetnya berasal dari kalangan pelajar. Riski juga mengaku belum bisa menghalangi para pelanggan untuk mengakes konten-konten dewasa. Dia beralasan, warnetnya belum memiliki software untuk menangkalnya. “Belum ada programnya,” pungkasnya. (rin)

Suluh Indonesia/rin

TERJARING - Petugas Satpol PP Kota Depok sedang mengintograsi seorang pelajar yang terjaring dalam razia warnet di Depok, kemarin

Suluh Indonesia/ant

BAWA SHABU - Terdakwa Sonya Roudgar (27/kanan) dan Mohammad Javad alias Javad Chaeichi (25/tengah) ditemani penterjemah (kiri) mendengarkan tuntutan dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda masing-masing Rp 2 juta, subsider enam bulan kurungan, karena didakwa membawa 4,1 kg shabu di PN Tangerang, kemarin.

Polisi Tangkap Oknum PNS

Kasus Hilangnya ABG

Pengguna Ganja

Polisi Temui Titik Terang

CIKARANG - Kepolisian Sektor (Polsek) Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meringkus enam pelaku pengguna narkotika jenis ganja. Dua diantaranya diduga berprofesi sebagai ajudan Bupati Bekasi, dan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi. Kapolsek Cibitung, AKP Muhammad Joni, mengatakan, mereka ditangkap petugas dari Satuan Unit Narkoba tengah berpesta barang haram tersebut di salah satu gudang kosong di Desa Setia darma, Kecamatan Tambun Selatan Selasa (16/2) malam. “Kebetulan saat itu kami sengaja menggelar kegiatan razia rutin. Sekitar pukul 22:00 WIB, para pelaku kami aman-

kan dari salah satu gudang kosong milik warga,” katanya. dikatakan Joni, para pelaku berinisial AS (51), yang berprofesi sebagai staf pada Dishub Kabupaten Bekasi, A (32), yang diduga sebagai ajudan Bupati Bekasi, serta empat rekannya masing-masing DA (28), TS (39), MA (32) dan Ay (35). “Mereka kami tangkap berkat adanya pengaduan dari warga setempat yang merasa terganggu dengan kegiatan melanggar hukum yang dilakukan para pelaku,” katanya. Identitas kedua pelaku sebagai pegawai pemerintah diketahui berdasarkan penemuan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda empat milik Dishub yang biasa digunakan

untuk berpatroli bernomor polisi B 2326 HU warna biru bergaris putih. “Kami juga menyita barang bukti dari lokasi kejadian berupa dua bungkus ganja kering dalam plastik berwarna hitam dan satu linting puntung ganja yang telah dihisap para pelaku,” katanya. Para pelaku saat ini terjerat Undang-undang (UU) nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. “Kami masih mendalami peristiwa untuk mengetahui darimana barang haram tersebut berasal,” ujar joni. Sementara itu, Bupati Bekasi, H Sa’duddin yang dikonfirmasi belum bersedia menjawab pertanyaan wartawan terkait situasi itu. (ant)

Tenaga Honorer Diangkat Jadi CPNS BOGOR – Para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, kemarin tampak sumringah. Pasalnya, sebanyak 3.114 tenaga honorer telah resmi diangkat menjadi calon pegawai negri sipil (CPNS). “Sejak tahun 2005 sampai 2010 ini, Pemkot Bogor telah mengangkat 3.649 orang menjadi tenaga CPNS. Dari jumlah itu tercatat sebanyak 3.114 berasal dari tenaga honorer, sedangkan sisanya yakni sebanyak 535 CPNS berasal dari pelamar umum,” kata Walikota Bogor, Diani Budiarto, saat menyerahkan 492 Surat Keputusan (SK)

bagi para calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil rekuitmen penerimaan CPNS tahun 2009, di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, kemarin. Diani juga sempat menyinggung masalah kesejahteraan yang akan diberikan kepada para pegawainya. Pemkot Bogor mulai tahun ini akan memberikan alokasi anggaran untuk penghasilan tambahan bagi seluruh pegawainya sebesar Rp 200 ribu per bulan. “Untuk penghasilan tambahan sebesar Rp 200 ribu itu akan kita evaluasi bagi semua pegawai dengan melihat keraji-

nan, kreativitas dan absensi pegawai dalam mengikuti kegiatan apel pagi,” ujar walikota. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Kota Bogor, Hj. Fetty Qondarsyah menambahkan, dari 492 CPNS yang menerima SK itu terdiri dari 82 tenaga pendidik, satu tenaga penyuluh, 48 tenaga medis, 178 tenaga teknis, dan 183 tenaga administrasi. “Mereka adalah CPNS golongan I/a berjumlah 9 orang, I/c 19 orang, II/a 156 orang, II/b 33 orang, II/c 101 orang, III/a 163 orang, dan golongan III/b berjumlah 11 orang,” terang Fetty. (bas)

Suluh Indonesia/bas

DIANGKAT – Walikota Bogor Diani Budiarto, saat menyerahkan SK Pengangkatan CPNS bagi 492 pegawai di lingkungan Pemkot Bogor, kemarin.

DEPOK - Kasus hilangnya Yuli Purwaningsih (15), remaja sekolah menengah pertama kini mulai menemui titik terang. Polsek Limo sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga membawa kabur Yuli. Dari hasil sementara, Polsek Limo belum dapat memastikan apakah Yuli kabur dari rumah atau diculik. Yang pasti, pihak Polsek Limo akan terus mengabarkan informasi seputar keberadaan Yuli. “Kami sudah kantongi bersama siapa Yuli. Dari keterangan beberapa saksi, Yuli terlihat berada di daerah Jakarta Selatan bersaama pasangannya,” kata Kapolsek Limo, AKP Erick Frandez kemarin. Sejumlah petugas, telah disebar di beberapa titik guna mengetahui keberadaan pasti Yuli. Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan modusnya. “Kami sudah mencium di beberapa titik dan kami sudah sebar anggota di sana,” ungkapnya. Buntut dari hilangnya Yuli menimbulkan rasa ketidaknyamanan keluarga Yuli. Pasalnya, keluarga mengaku mendapat ancaman melalui pesan singkat yang dikirim melalui telepon seluler. Dalam pesan tersebut tertulis, pelaku minta sejumlah uang kepada keluarga sebagai uang tebusan. Menangapi hal terse-

but, Erick mengatakan, itu hanya ulah oknum yang sengaja memanfaatkan keadaan. Erick menghimbau kepada keluarga untuk tetap tenang. “Kami masih mempelajari dan terus menyebar anggota untuk melacak keberadaan Yuli,” tegasnya. Sementara itu, Tasmiati (45) mengaku cemas dengan isi pesan tersebut. Pasalnya, pesan tersebut terus dikirim oleh nomor tak dikenal melalui handphone Sri Rahayu (22), anak sulungnya. Pesan singkat tersebut pertama kali diterima Sri pada Rabu (17/2) malam sekitar pukul 22.30 WIB hingga kemarin. “Isinya meminta uang tebusan kepada kami. Dia juga telpon, tapi hanya miscall saja. Isi smsnya, Mas aku tahu dimana anak Anda sekarang, kalau sekarang, kalau aku tahu, kamu mau kasih uang berapa? Nih anaknya ada di depan aku,” kata Tasmiati menirukan isi smsnya. Hingga kini pihak keluarga masih terus menunggu kabar tentang keberadaan Yuli. Siswi SMP Darussalam Limo ini dilaporkan hilang sejak 7 Februari 2010. “Sudah hampir dua minggu dia nggak pulang ke rumah. Padahal kami sangat ingin mengetahui keberadaannya,” pungkas Tasmiati. (rin)

Kali Ciliwung

Kembali Telan Korban BOGOR – Eddy Suryato (14), warga Kampung Sukasari III, RT 01/06, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, kemarin dilaporkan hilang terseret derasnya banjir kali Ciliwung. Karena sulitnya medan dan cuaca yang kurang memungkinkan untuk terus dilakukan pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan dari kepolisian dan Pemda Bogor akhirnya dihentikan dan rencananya akan diteruskan pagi ini. Dari informasi sejumlah saksi, peristiwa yang menimpa Eddy itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Eddy bersama rekan-rekannya terlihat asik mandi di kali Ciliwung yang berada persis di belakang rumahnya. Namun entah kenapa tiba-tiba Eddy berteriak minta tolong dan tubuhnya terlihat terseret

ketengah suangai dan akhirnya hilang tenggelam. “Dia sempat berteriak minta tolong dan tangannya sesekali terlihat mengapaigapai di permukaan air,” ungkap Rahman (18), teman korban. Rahman dan yang lainnya, karena saat itu panik dan ketakutan melihat temannya minta tolong terbawa banjir mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk menolong korban. “Kejadiannya begitu cepat sehingga kami gagal menolong Eddy,” sesalnya. Kabar hilangnya Eddy itu, dengan cepat menyabar yang akhirnya sampai kepada pihak kepolisian setempat. “Pencarian akan kita teruskan besok pagi. Mengingat hari sudah sore dan cuaca mulai turun hujan,” tegas Irwan, salah satu anggota SAR Brimob, Kedunghalang. (bas)

Perusahaan Diimbau Tingkatkan Disiplin K3 SELURUH perusahaan di Kota Bogor, Jawa Barat, diimbau meningkatkan disiplin dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karyawan. Imbauan dari wali kota DIani Budiarto ini terkait Peringatan Bulan K3 yang enutupannya di gelar di Botani Square, Bogor, kemarin. Ia menilai selama ini penerapan K3 di Kota Bogor sudah baik, namun ia melihat masih banyak kelalaian perusahaan dalam melindungi karyawannya. Ia mencontohkan, karyawan bengkel yang bekerja tidak menggunakan kaca mata pelindung, karyawan di pabrik tidak menggunakan helm. “Disiplin ini yang harus ditingkatkan, perusahaan tidak boleh cuek, kalau

bisa karyawan yang tidak mau mengikuti prosedur keselamatan juga harus ditegur,” terangnya. Diani juga mengingatkan keselamatan dan kesehatan kerja harus diawasi oleh kedua belah pihak baik karyawan

maupun perusahaan. “Jika kedua belah pihak saling memperhatikan hal ini, maka kenyamanan dalam pekerjaan dapat terwujud. Sehingga membantu jalannya roda perekonomian,” imbuhnya. Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan Penutupan Bulan K3 dari Dinsosnakertrans, Samson Purba menyebutkan ada tiga tujuan dilaksanakannya bulan Ke3 tersebut. “Pertama untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatan pemenuhan norma K3, meningkatkan

partisipasi semua pihak untuk optimalisasi pelaksanaan budaya K3 disetiap kegiatan usaha dan terwujudnya budaya K3 masyarakat,” kata Samson. Rangkaian peringatan bulan K3 dimulai dari 12 Januari hingga 12 Februari. “Puncak peringatan bulan K3 ini adalah penutupan, kita menyelenggarakan simulasi keselamatan kerja di sebuah mal yang melibatkan mitra kerja dari unsur pengusaha, serikat pekerja dan unsur Bogor Safety Forum (BSF),” ujarnya. Simulasi ini dilakukan untuk

memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang upaya penyelamatan kebakaran di sebuah mal. Atraksi simulasi membuat pengunjung Botani Square kaget dengan aksi dua unit mobil pemadam kebakaran dan petugas menyelamatkan korban kebakaran di lantai tiga mal Botani square. Aksi ini dilakukan untuk menguji sejauh mana kesiapan petugas keselamatan dalam melakukan tugasnya, mengingat keberadaan gedung tinggi di Kota Bogor sudah cukup banyak. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Jumat 19 Februari 2010

F OKUS Seharusnya Rakyat Jadi Perhatian Utama EBAGIAN anggota masyarakat akan menarik napas dalamdalam saat mendengar sikap Pansus Bank Century DPR yang mulai bersikap lunak. Sebagian lain mungkin tertawa atau geleng-geleng kepala. Malah mungkin ada juga yang mencaci maki, melecehkan anggota dewan yang bersikap demikian. Kita melihat semuanya dengan kacamata yang wajar-wajar saja. Keterbukaan informasi yang dinikmati masyarakat sekarang, memungkinkan mereka menyaksikan secara langsung sepak terjang anggota DPR saat menggelar sidang di gedung parlemen. Pansus DPR yang bertugas menggali informasi tentang skandal Bank Century, misalnya, bisa disaksikan masyarakat secara langsung melalui tayangan televisi. Kasus itu tidak hanya menjadi elite sifatnya, tetapi telah massal. Tayangan itu ditonton oleh mereka yang menginap di hotel berbintang lima sampai dengan anggota masyarakat yang terbiasa begadang malam dan tidur di emperan toko. Wajar jika berbagai tanggapan muncul dengan lokus yang beraneka ragam. Pelunakan sikap Pansus DPR yang menangani tersedotnya dana rakyat sebanyak Rp 6,7 triliun tersebut, bagaimana pun mengejutkan semua pihak. Meskipun pandangan akhir dalam bentuk sidang paripurna baru diketahui pada awal bulan Maret, namun nada tentang pelunakan itu telah terlihat dari sekarang. Sikap ini sangat berbeda dengan kerasnya sikap anggota Pansus yang semula banyak menyoroti peran Boediono dan Sri Mulyani. Dua pejabat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini dipandang sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan dana sebesar Rp 6,7 triliun tersebut. Suara-suara pemakzulan pun muncul. Kekerasan sikap ini memengaruhi skala emosi masyarakat. Kita harus melihat skala emosi tersebut. Sebab, risiko dari permainan politik tingkat atas, sudah pasti berdampak kepada rakyat kecil. Katakanlah misalnya, jika pansus kelak memberikan rekomendasi untuk memecat Boediono, pasti akan ada gonjang-ganjing di pemerintahan. Di saat zaman saling ketergantungan antarberbagai komponen di seluruh dunia seperti sekarang ini begitu penting, maka instabilitas pada bidang politik akan memicu instabilitas pula pada nilai uang. Terguncangnya harga rupiah pasti memicu harga-harga barang naik. Sekali lagi, yang menjadi korban adalah masyarakat kecil. Dengan titik berat pada kepentingan masyarakat banyak, kita memandang bahwa adanya sikap yang melunak dari anggota Pansus Bank Century di DPR tersebut mempunyai sikap yang positif bagi masyarakat. Kita harapkan para anggota DPR terhormat tersebut lebih mampu melihat ke depan demi kepentingan masyarakat banyak. Pembaruan politik, seperti yang kita lihat sejak tahun 1998, seharusnya dijalankan secara bertahap. Tidak asal jegal dan tidak asal menyalahkan saja. Ada nilai-nilai penting yang mesti diperhatikan. Nilai penting itu tetap terletak di masyarakat, bukan pada partai, apalagi pejabat partai. Rakyat sebagai pihak yang paling berharap dari politisi-politisi DPR, sebenarnya mengharapkan wakil-wakil mereka mempunyai strategi yang mumpuni dalam berpolitik. Jelas misalnya, ada kekeliruan pada kasus Bank Century. Tetapi akan lebih baik apabila melakukan kajian terlebih dulu, seberapa besar kasus itu memberi sumbangan kepada kita dalam melaksanakan pembaruan politik. Maksudnya cara menangani kasus itu sesuai dengan koridor pembaruan dalam berpolitik. Pasti ada cara yang lebih baik dilakukan ketimbang secara terang-terangan menyalahkan pejabat negara di saat penyelidikan masih berjalan. Tentu juga ada strategi untuk memperingatkan pemerintah. Strategi itu tidak saja berupa mengeluarkan pernyataan untuk memakzulkan pemerintah, tetapi sebaliknya harus berani pula menyatakan mengundurkan diri dari koalisi. Ini lebih baik karena strategi seperti ini relatif tidak mengkhawatirkan masyarakat dan justru bisa menaikkan popularitas partai. Partai tidak semata-mata menginginkan jabatan kekuasaan, tetapi bertanggung jawab atas kekeliruan yang dilakukan pemerintah. ***

S

Bang D

el

Masyarakat harus siap kecewa dengan hasil Pansus

Dana besar hasil nihil ...

5

Lubang Resapan Biopori, Terobosan Pengendalian Banjir MENCIUTNYA kawasan hutan dan kawasan terbuka hijau di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi untuk perluasan lahan pertanian, pemukiman, perkantoran, pertokoan, kawasan industri dan prasarana jalan telah mengakibatkan berkurangnya peresapan air ke tanah. Saat terjadi hujan lebat, air yang tidak meresap akan mengalir di permukaan dan sengaja dibuang melalui saluran drainase, terkumpul ke sungai-sungai dan mengakibatkan banjir. Semakin banyak air yang terbuang, berarti semakin sedikit air yang tersimpan di dalam tanah. Hal ini yang akan menyebabkan terjadinya kekeringan (sulit air) pada musim kemarau. Intensitas kerusakan lingkungan akibat banjir dan kekeringan diperparah oleh peningkatan produksi sampah yang tidak mampu dikelola dengan baik. Buangan sampah yang terhanyut atau sengaja dihanyutkan dapat menyumbat saluran drainase, mendangkalkan sungai, waduk dan situ. Tumpukan sampah organik di tempat pembuangan sementara (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA) dapat menjadi sarang berkembangnya bibit penyakit, menimbulkan pencemaran udara (bau busuk dan gas rumah kaca) dan pencemaran air bawah tanah. Hal ini yang menyebabkan penolakan masyarakat sekitar TPA. Meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian banjir dan kekeringan serta pecemaran akibat pembuangan sampah, menuntut kepedulian pengguna lahan, pemakai air, sekaligus penghasil sampah untuk berupaya keras dapat mengatasi permasalahan tersebut dengan upaya perbaikan fungsi hidrologis (meningkatkan peresapan air) di seluruh kawasan daerah aliran sungai (DAS). Pembuangan air dan sampah dari sebagian kawasan DAS akan menambah beban. LRB (lubang resapan biopori) lebih mudah dibuat karena dimensi LRB jauh lebih kecil dari SR (sumur resapan), yaitu LRB berdiameter sekitar 10 cm, dalam 100 cm yang dapat dibuat dengan bambu. pipa besi ataupun bor khusus untuk membuat lubang. Sedangkan SR berdiameter jauh lebih besar umumnya sekitar 100 cm, dalam 100 cm, sehingga memerlukan biaya yang besar untuk menggali tanah, membuang tanah serta membeli bahan-bahan lain seperti kerikil dan ijuk serta batu bata. pasir. semen untuk memperkuat sebagian dinding lubang. Perbedaan penting lainnya adalah LRB diisi dengan sampah organik. sedangkan SR diisi kerikil dan ijuk. Dengan diameter yang kecil dan diisi sampah organik, dinding LBR tidak perlu diperkuat dengan semen tetap terbuka sehingga air

Oleh : Ir. Kamir R Brata, MSc* yang masuk dapat mudah meresap melalui dinding lubang. LBR yang berisi sampah organik merupakan habitat yang cocok bagi fauna tanah (seperti cacing) yang datang dengan sendirinya masuk ke dalam lubang dan membantu menbuat liang biopori dan sampah organik yang dimakannya menjadi kompos. Jadi LBR dapat mempercepat peresapan air kedalam tanah dan memudahkan pemanfaatan sampah organik. Beban resapan (volume air yang masuk dibagi luas permukaan dinding) LRB 25 liter/m2 jauh lebih kecil dibandingkan SR 250 liter/m2. Sedangkan kerikil dan ijuk yang diisikan dalam SR bukan habitat yang cocok bagi fauna tanah. sehingga tidak mungkin terjadi pembentukan biopori dan bila terjadi penyumbatan pori akan sulit diperbaiki. Karena dimensinya yang kecil LBR perlu dibuat banyak. menyebar dengan jarak tertentu di sekitar tanaman. pohon. atau dasar saluran yang semula difungsikan untuk membuang air; sehingga tidak memerlukan ruang/area yang khusus. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut LBR akan dapat dilakukan oleh setiap pengguna lahan yang bertanggung-jawab untuk meresapkan air dan memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan. Peresapan air dan pencemaran di bagian lainnya. Tanah menutupi seluruh permukaan kawasan DAS. Biota tanah memerlukan bahan organik sebagai makanan dan sumber energi untuk aktivitasnya dalam memelihara kondisi ekosistem tanah yang sehat. Oleh karena itu pemanfaatan sampah organik sangat diperlukan untuk memelihara ekosistem yang sehat di seluruh kawasan DAS. Fauna tanah bekerja menggali liang biopori. memakan menghaluskan ukuran sampah. mencampurkannya dengan mikroba penghancur sampah menjadi humus. Kondisi demikian sangat penting untuk memelihara struktur tanah yang baik; sehingga fungsi hidrologis untuk menjamin ketersediaan air di seluruh kawasan DAS dapat dipertahankan. Pendekatan perbaikan ekosistem tanah di kawasan DAS secara menyeluruh tersebut yang mendorong Bagian Konservasi Tanah dan Air, Departemen Ilmu

Tanah dan Sumbedaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB; mengembangkan teknologi peresapan air sederhana dengan memanfaatkan sampah organik untuk perbaikan porositas tanah oleh fauna tanah (biopori). Karena peningkatan efektivitas peresapannya disebabkan oleh adanya pembentukan biopori oleh fauna tanah teknologi tersebut diperkenal sebagai LBR. Keunggulan teknologi LBR yang dikembangkan telah teruji lebih mudah diterapkan dan lebih efektif untuk meresapkan air hujan dan pemanfaatan sampah organik pada berbagai tipe penggunaan lahan dibandingkan dengan teknologi SR yang sudah lama diperkenalkan. Dengan adanya teknologi LBR diharapkan adanya persepsi yang keliru dalam masyarakat seperti sampah harus dibuang dan kelebihan air hujan harus segera dibuang ke laut dapat diluruskan. Mengapa persepsi tersebut dianggap keliru, karena air dan sampah adalah sumberdaya yang harus dimanfaatkan untuk menjaga kelestarian ekosistem tanah dan lingkungan hidup. Air sangat perting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Sumber utama air bersih adalah air hujan. Dalam kondisi lingkungan yang sehat dengan fungsi hidrologis yang baik. Air hujan yang jatuh akan meresap ke dalam tanah untuk mengantikan air yang telah hilang melalui penguapan, dimanfaatkan oleh tanaman, manusia dan kehidupan lainnya. Air hujan yang jatuh juga ber-

fungsi untuk mengisi kembali cadangan air bawah tanah yang menjadi sumber air pada musim kemarau. Dengan demikian upaya untuk meresapkan air hujan seharusnya dilakukan oleh setiap pengguna lahan yang memerlukan kecukupan air. Karena air hujan jatuh di seluruh kawasan DAS dari hulu sampai hilir maka peresapan air. Peresapan air juga harus diupayakan di seluruh kawasan DAS, bukan hanya dituntut terjadi pada kawasan lindung dan penyangga seperti hutan, sempadan sungai dan sebagainya. Persepsi yang menurutnya keliru itu dapat ditunjukkan oleh anjuran membuat saluran pembuangan air (drainase) baik pada lahan perkebunan. pertanian, apalagi pada kawasan pemukiman. Demikian juga anggapan sampah perlu dibuang perlu diluruskan menjadi sumberdaya yang perlu dimanfaatkan. Diperlukan kepedulian masyarakat memisahkan sampah organik untuk perbaikan peresapan air di lahannya masing-masing. Sampah non-organik dapat disumbangkan pada pemulung untuk didaur ulang sebagai bahan baku industri. Dengan penuh keyakinan penemu teknologi LBR mengharapkan setiap pengguna lahan menjadi pengguna lahan yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan air hujan dengan meresapkannya di lahan miliknya masing-masing. Sampah organik dimanfaatkan untuk menghidupi dan mengaktifkan fauna tanah pencipta biopori. Tanpa kewajiban untuk meresapkan air di lahan miliknya masing-masing, kewajiban membangun waduk, situ, atau kolam pemancingan di kawasan pemukiman akan sangat tergantung pada sumber air hujan. Pada musim hujan waduk dan situ semuanya penuh, berarti tidak dapat difungsikan untuk menampung limpahan banjir. Sebaliknya pada musim kemarau, air surut mengering karena berkurangnya cadangan air tanah bila tidak ada upaya peresapan air di sekitarnya. LBR akan lebih mudah diterapkan di kawasan pemukiman baru sebelum terlanjur fasilitas saluran drainase dikedapkan dengan beton. Dengan rendah hati ia menawarkan kesediaannya membantu perorangan atau pengembang dalam merencanakan dan memberikan petunjuk teknis untuk mempermudah penerapannya. *Penulis Pakar Ekologi Tanah Fakultas Pertanian IPB, penemu teknologi LRB

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Pengalihan Arus SEBAGAI pengguna jalan, saya merasa perlu berterima kasih kepada petugas yang membuat keputusan pengalihan arus di Jalan Jatibaru dan Jl H Fachrudin. Jalan yang tadinya dua arah dijadikan satu arah dan diperuntukan bagi pengguna jalan yang menuju Tanah Abang. Menurut petugas, pengalihan itu untuk mengurangi atau mengatasi kemacetan yang sering

terjadi di jalur Tanah Abang. Sejak diberlakukannya pada awal Februari lalu, arus menuju Tanah Abang sedikit lebih lancar dari sebelumsebelumnya. Mudah-mudahan di beberapa titik lainnya yang sering macet, aparat memiliki alternatif seperti yang dilakukan di Jatibaru. Denok Tanah Abang

Elpiji Jangan Naik RENCANA kenaikan harga elpiji non-subsidi sangat menggelisahkan masyarakat. Di tengah situasi seperti ini mengapa wacana kenaikan harga elpiji dimunculkan. Selain kondisi politik yang masih belum memungkinkan, tekanan harga-harga saat ini juga cenderung meningkat. Kalau ini digulirkan, saya khawatir bisa

memicu keresahan baru. Saat ini masyarakat masih dikagetkan kenaikan harga beras yang cukup tinggi, dan masih berlangsung hingga kini. Yang disayangkan,mengapa kenaikan beras paling tinggi justru dirasakan masyarakat bawah, yang sebagian besar mengkonsumsi beras murah yang mengalami lonja-

kan tertinggi. Sementara beras mahal, sedikit sekali mengalami kenaikan. Padahal yang mengkonsumsi orang mampu Belum lagi harga gula yang perlahan juga meningkat. Belum lagi kebutuhan lainnya yang kalau dikumpulkan tentu saja pengeluaran yang diterima juga akan menjadi begitu besar. Saya tidak membayangkan jika elpiji ini jadi dinaikkan harganya apakah tidak justru membuat kantong masyarakat menipis. Apalagi kondisi bisnis belum sepenuhnya pulih. Yang juga mengkhawtirkan, kenaikan harga elpiji untuk isi 12 kg ke atas makin memaksa orang berburu elpiji subsidi di isi 3 kg. Tentu saja ini mengalihkan kon-

sumsi masyarakat dan makin memburunya. Sesuai dengan hukum ekonomi maka harga 3 kg juga pasti akan naik. Karena sampai tingkat pengecer siapa menjamin harganya sesuai yang ditetapkan pemerintah. Ujungnya lagi-lagi rakyat kecil yang akan dibebankan. Kalau sudah begitu, kenaikan elpiji akan terjadi juga untuk yang bersubsidi, padahal jenis ini banyak juga digunakan oleh pedagang makanan. Maka inflasi akan sulit dihindarkan jika kenaikan benar-benar dilakukan, meski diakukan secara bertahap. Listi Suhemi Pondok Kopi, Jaktim

Gundukan Sampah di Pasar Ciputat ADA pemandangan ‘menarik’ di samping pasar Ciputat Tangerang Selatan yakni tumpu-

kan sampah yang menggunung. Entah sudah berapa lama sampah limbah pasar tidak di-

angkut sehingga menjelma menjadi gundukan mirip bukit kecil. Karena tak termuat di tempat penampunganya, sampah meluber hingga memakan hampir separo lajur jalan. Yang terjadi kemudian, bisa ditebak, yakni tumpukan sampah itu menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Padahal, tanpa adanya tumpukan sampah itu, jalanan di samping pasar Ciputat kerap macet. Wa r g a y a n g m e l in t a s d i samping pasar Ciputat sekurang-kurangnya mengalami tiga ‘kerugian’. Pertama mendapati pemandangan tak sedap, kedua harus mencium bau tak enak, dan ketiga, terjebak dalam kemacetan yng lebih parah. Daftar ‘kerugian’ warga sebenarnya bisa lebih panjang lagi, misalnya, ditambah dengah resiko terkena penyakit. Bukankah anak kecil pun tahu

bahwa sampah yang membusuk adalah sarang berbagai penyakit? Pemerintah Kota Tangerang Selatan seharusnya tanggap tak usah menunggu reaksi negatif dari pihak manapun. Menjaga kebersihan pasar memang menjadi atnggung jawab Pemkot. Kalau masalah sampah itu dibiarkan berlarut-larut, janganjangan nanti ada mengungkitungkit perihal usulan pemekaran wilayah Tangerang Selatan menjadi Kotamadya. Bisa saja ada yang berpikiran, ngurus sampah saja tak becus kok coba-boba mengelola pemerintahan sendiri. Tangsel sebaiknya tak mengikuti jejak Bandung yang dulu pernah mendapat predikat ‘’ Lautan Sampah”. Bamhuri Pamulang, Tangsel

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


Nasi nal

Suluh Indonesia, Jumat 19 Februari 2010

8

Chikungunya Serbu Cilacap

Suluh Indonesia/ant

SIDANG KASUS FACEBOOK - Mohammad Wahyu Muharom (22), seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember mendengarkan keterangan saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jember, Jawa Timur, kemarin. Mohammad Wahyu Muharom adalah seorang terdakwa kasus pencemaran nama baik yang dilakukan lewat situs jejaring sosial Facebook dan melanggar pasal 310 dan 311 KUHP.

Konstruksi Tak Sesuai Standar

Bangunan di Padang Rawan Ambruk PADANG - Ahli Struktur Konstruksi dari News Zealand Internasional Aid dan Depelovment Agency (NZAID), David Hopkin mengatakan konstuksi bangunan di Kota Padang, Sumatera Barat, tidak sesuai standar. “Pengawasan pelaksanaan konstruksi bangunan, khususnya gedung pemerintah di Sumbar, perlu ditingkatkan supaya sesuai standar,” kata David Hopkin di Padang, kemarin. Dia menyampaikan hal itu dihadapan Tim Pendukung Teknis (TPT) Rehabilitasi dan Rekontruksi Sumbar dan utusan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada acara pemaparan hasil penelitiannya selama dua bulan tarhadap bangun di Padang. Menurt dia, kampanye besar-besar agar membangun sesuai standar teknis harus dilakukan karena itu jalan terbaik agar bangunan tidak membunuh penghuninya. Ia menilai banyak bangunan yang bagus terdapat di Padang, bahkan konstruksinya khas dan elegan

sehingga menjadi satu kebanggaan dalam arsitektural. Karena itu menjadi amat penting meningkatkan kualitas struktural bangunannya, agar bangunan tidak membunuh penghuninya. “Tantangan untuk menerapkan suatu perubahan menjadi satu keharusan dalam pembangunan kembali menjadi lebih baik,” saran David yang didampingi tiga ahli struktur NZAID, Roger Bron, Scoot Miller, dan Bernard Toh. Ahli Struktur Konstruksi NZAID itu, telah meneliti kantor gubernur, gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Masjid Raya Ganting, Gedung Arsip, Rumah Dinas Ketua DPRD, Balai Diklat Sosial dan Kantor DPRD serta Balai Kota Padang. Jadi hasilnya, katanya, bahwa kesatuan atau integritas bangunan memang sangat bermasalah, misalnya pada detail beton dan sengkang pengikat inti beton sering kali kurang. Fakta itu, katanya, menunjukkan pengadaan tulang besi

sering dikurangi dalam pengerjaan proyek. “Bangunan seharusnya menggunakan tekukan 135 derajat untuk penahan inti beton dan kualitas beton tidak bisa ditawar.” Kepada stakeholder, tim peneliti NZAID merekomendasikan perlu meningkatkan desain konseptual. Selain itu, bangunan juga harus ditingkatkan kualitasanya secara radikal menyangkut rincian dari kolom beton dan pengamanan bagian bangunan terutama dinding batu bata. Bahkan, katanya, perlu ada pendidikan khusus dan pelatihan agar ikatan kuat rangka besi atau baja yang menjadi tulangan sama. “Ini tidak bisa ditawar di daerah rawan gempa seperti Padang, dan sekitarnya,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, David menjawab pertanyaan dari beberapa utusan SKPD agar mereka bisa memahami soal konstruksi praktis dan penghematan. “Soal struktur utama tidak bisa ditawar. Jadi, kreativitas untuk berhemat jangan di struktur utama, tetapi di desaign,” katanya. (ant)

CILACAP - Jumlah penderita penyakit chikungunya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sejak awal Januari hingga pertengahan Februari meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. “Berdasarkan pendataan yang kami lakukan sejak awal Januari hingga 16 Februari, tercatat sebanyak 1.116 kasus chikungunya di Kabupaten Cilacap,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Sartono di Cilacap, kemarin. Ia mengatakan, jumlah tersebut mendekati jumlah kasus chikungunya selama 2009 yang mencapai 1.200 kasus. Menurut dia, puncak lonjakan kasus chikungunya selama 2009 terjadi pada bulan November dan Desember dengan daerah yang paling banyak mengalami peningkatan kasus di Kecamatan Dayeuhluhur. Terkait persebaran penyakit chikungunya selama 2010 ini, dia mengatakan, paling banyak ditemukan di Kecamatan Karangpucung karena berdasarkan data dari Puskesmas Karangpucung II, di wilayah ini terdapat sebanyak 743 kasus. Sementara wilayah lain yang terjangkiti chikungunya, kata dia, berada di Kecamatan Cilacap Tengah sebanyak 150 kasus, Jeruklegi terdapat 120 kasus, Sidareja 50 kasus, Gandrungmangu 30 kasus, Kesugihan 13 kasus, dan Wanareja 10 kasus.

Dia mengakui, keberadaan nyamuk Aedes aegypti penyebar penyakit chikungunya lebih sulit terdeteksi dibanding penyebar demam berdarah dengue karena lebih banyak berada di pekarangan atau kebun. “Dari pengamatan kami, tingginya kasus chikungunya di Karangpucung karena alphavirus (virus penyebab chikungunya yang dibawa nyamuk Aedes aegypti, red.) banyak ditemukan di batok-batok kelapa yang digunakan untuk menampung getah pinus,” katanya. Oleh karena itu, kata dia, para penyadap getah pinus diimbau untuk segera membuang air di dalam batok agar tidak terjadi pertumbuhan alphavirus. Menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan sebagai upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) karena kegiatan pengasapan sulit dilaksanakan di wilayah ini. “Pengasapan sangat sulit dilakukan karena wilayahnya sangat luas dan tersebar,” katanya. Selain chikungunya, kata dia, penyakit lain yang muncul selama musim hujan ini adalah demam berdarah dengue (DBD). Kendati demikian, lanjutnya, kasus DBD yang terjadi selama Januari hingga 16 Februari 2010 mengalami penurunan jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya karena hanya tercatat sebanyak 62 kasus. (ant)

Kepala BNP2TKI Akan Diberhentikan BANDUNG - Kalangan buruh mengaku tahu bahwa Kepala Badan Nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat akan diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pemberhentian itu dilakukan sehubungan Jumhur dianggap telah terlibat dalam aksi antineoliberal di berbagai daerah pada 28 Januari lalu. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasioanal Serikat Buruh Migran Indonesia (DPN SBMI) Miftah Farid dari Jakarta, kemarin, menyatakan, aksi massa termasuk dari Dewan Tani Indonesia yang dipimpin aktivis Ferry Juliantono, dapat di-

indikasikan adanya peran Jumhur yang sulit dibantah. Menurut Miftah, Jumhur yang juga aktivis buruh dan koordinator Koalisi Kerakyatan untuk SBY saat pemilihan presiden lalu itu, diduga menjadi bagian penting di balik pengerahan massa elemen buruh, tani, pemuda, dan mahasiswa pada aksi serentak di sejumlah kota. Akibat aksi 28 Januari itu muncul kabar mengenai pencopotan Jumhur selaku Kepala BNP2TKI dalam waktu segera, padahal Jumhur sebenarnya tidak ikut pada aksi yang juga dilakukan oleh kawan-kawan seperjuangannya, kata Miftah. Ia tidak membantah aksi ge-

rakan antineoliberal terhadap unsur-unsur pemerintahan SBY memiliki kesamaan sikap dengan sosok Jumhur yang memiliki komitmen membela orang kecil. Miftah menilai, sikap Jumhur yang antineoliberal itu serta fakta bahwa teman-teman seperjuangannya baik dari unsur buruh, tani dan aktivis mahasiswa, menyebabkan mudahnya mengaitkan keterlibatan Jumhur dalam gerakan antineoliberal pada 28 Januari. “Hal ini kemudian dimanfaatkan pihak-pihak tertentu dengan melaporkan kepada SBY, sehingga kini berujung pada ramainya pembicaraan pencopotan Jumhur,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Kepala BNP2TKI banyak membuat terobosan dalam memartabatkan dan meningkatkan kualitas TKI. “Tetapi, perjalanan BNP2TKI selalu diganggu oleh para mafia TKI yang kemudian berujung pada pengambilalihan kewenangan BNP2TKI oleh Kemnakertrans. Dengan begitu kewenangan BNP2TKI untuk membenahi masalah TKI dipangkas,” ujarnya. Bila pencopotan terhadap Jumhur itu terbukti, Miftah justru akan mengucapkan selamat datang pada Jumhur untuk terus berjuang melawan para neolib dan mafia TKI bersama masyarakat luas atau jaringan perjuangan kerakyatan. (ant)


lahraga Arema Makin Kokoh di Puncak Klasemen MALANG - Posisi Arema Indonesia makin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Super setelah menghentikan tamunya Persik Kediri 3-0 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, kemarin petang. Arema meraih tiga angka setelah tiga gol bersarang di gawang Persik Kediri yang dikawal Fauzi Toldo. Tiga gol itu masing-masing dipersembahkan oleh Noh Alam Shah pada menit ke-23, Roman Chamelo pada menit ke-83 dan Pierre Njanka pada menit ke-92. Pada menit-menit awal babak pertama, Arema langsung melakukan serangan dengan gencar dan beberapa kali mengancam gawang Persik Kediri. Berawal dari umpan manis M Ridhuan, Noh Alam Shah berhasil mengecoh Fauzi Toldo dan dengan mudah bola menjebol gawang Persik. Namun, serangan bertubi-tubi ke gawang Persik Kediri itu hingga 45 menit babak pertama usai belum mampu menambah gol Arema. Memasuki babak kedua pel-

atih Persik Kediri Agus Yuwono menginstruksikan anak asuhnya bermain terbuka dan membuahkan hasil. Lini pertahanan Arema yang digalang Pierre Njanka mulai kedodoran, bahkan satu sontekan dari Patricio Morales nyaris menjebol gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga. Menyadari lini belakangnya rapuh, Arema mulai bangkit dan membalas serangan yang dilakukan Persik Kediri. Pada menit ke-83 umpan pendek M Ridhuan melalui tendangan bebas mampu dimaksimalkan Roman Chamelo sekaligus memimpin dua gol untu Arema. Pelatih Persik Kediri Agus Yuwono yang sebelumnya hanya mengandalkan Patricio Morales di lini depan akhirnya menambah daya serangnya dengan memasukkan Yongki Aribowo menggantikan Suswanto dan menarik Wawan Widiantoro yang digantikan Harianto serta Mahyadi Panggabean yang digantikan Imam Maulana. Sementara di kubu Arema,

pelatih Robert Rene Albert juga menambah amunisi barunya dengan menarik Noh Alam Shah yang mengalami cedera dan digantikan Dendi Santoso, Aeteban menggantikan Juan Revi serta Rachmad Affandi menggantikan Roman Chamelo. Selama 90 menit pertandingan yang cukup “keras” itu wasit Armando Pribadi mengeluarkan tujuh kartu kuning, masing-masing lima kartu untuk pemain Persik Kediri dan dua untuk pemain Arema Indonesia. Lima kartu kuning Persik diterima Kusnul Yuli, Suswanto, Jefri Dwi Hadi, Harianto, dan Mahyadi Panggabean. Sedangkan dua kartu untuk Arema diberikan kepada Pierre Njanka dan Irfan Raditya. Usai menjamu Persik, Arema sudah ditunggu pertandingan melawan Persebaya Surabaya yang bakal digelar di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Minggu mendatang. Pada hari yang sama, Persik bakal meladeni tuan rumah Persema Malang di Stadion Gajayana. (ant)

Futsal

Empat Pemain Timnas Dicoret JAKARTA - Dua hari jelang laga Kualifikasi Zona Asean Kejuaraan Futsal Asia yang berlangsung 20-25 Pebruari mendatng di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno Senayan, pelatih tim nasional Futsal Indonesia, Robby Hartono akhirnya menetapkan 14 pemain. Jadi ada empat pemain yang dicoret dari timnas yang ditargetkan lolos ke putaran final itu. Empat pemain yang dicoret itu dalah Amril, Surya (kiper), Benny Hera dan Hendri. Amril sendiri diputuskan tak bisa

tampil karena belum sembuh total dari flu Singapura yang sempat dideritanya. “Sebenarnya skill pemain-pemain yang kami coret tidak jauh beda dengan 14 pemain yang terpilih. Ini cuma masalah kesempatan saja,” tambah Robby. Namun dalam menangani timnas Futsal ini Robby tetap akan menerapkan sistem promosi degradasi agar tercipta suasana kompetisi di antara pemain. Karena itu, pemainpemain yang tidak tampil pada babak kualifikasi, masih memu-

ngkinkan untuk terpilih bila Indonesia lolos ke putaran final. Bila Indonesia lolos ke putaran final, lanjut dia, keempat pemain yang tercoret saat ini masih punya kesempatan untuk turun. Mereka akan menggantikan pemain-pemain yang tidak maksimal di babak kualifikasi ini.pungkas Robby. Kualifikasi Piala Asia Zona ASEAN 2010 ini, Indonesia bergabung di grup A bersama Myanmar dan Australia. Sedangkan Grup B dihuni oleh Vietnam, Malaysia, Kamboja dan Filipina. (oli)


lahraga

Suluh Indonesia, Jumat 19 Februari 2010

BoltonYakin Tak Terdegradasi WIGAN - Bolton bermain 00 dengan Wigan dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris di DW Stadium, kemarin. Meski hanya mendapatkan satu poin, pelatih Owen Coyle cukup puas dan yakin timnya akan selamat dari ancaman degradasi. Bolton semestinya dapat keluar dari posisi tiga terbawah dengan kemenangan di markas Wigan. Sayangnya target tersebut tak mampu dicapai karena tuan rumah lebih mendominasi pertandingan. Paling tidak The Trotters mampu beranjak satu tangga ke urutan 18 dengan berselisih satu poin di belakang Hull. Wigan naik ke peringkat 14. “Setiap poin di Liga Utama berharga. Melihat jalannya pertandingan, seharusnya bukan 0-0. Kami memiliki peluang mencetak gol yang jauh lebih banyak. Itu akan menjadi poin yang sangat penting,” ungkap Coyle. “Apakah itu seharusnya tiga poin? Pasti, jadi kami akan terus maju karena ada banyak hal yang menyenangkan dari penampilan kami. Saya akan lebih khawatir bila kami tidak menciptakan peluang, tetapi kenyatannya kami mampu,” tegasnya. Pelatih Roberto Martinez tak dapat bernafas dengan benarbenar lega karena timnya hanya unggul dua poin dari zona degradasi. Tapi secara keseluruhan, ia gembira dapat meraih satu poin. “Ini poin yang san-

Arsenal Keok Atas FC Porto

gat bagus. Setiap poin sekarang penting,” serunya. Martinez melihat sisi positif dari performa pasukannya. Mereka telah berusaha sungguh-sungguh, tampil disiplin dan berkonsentrasi. “Kami perlu memastikan bisa melanjutkan standar bagus ini untuk membuat gebrakan yang seharusnya dapat menjadi perbedaan hari ini,” imbuh Martinez. Dari sederet peluang yang diciptakan kedua tim, kesempatan terbaik datang dari pemain Wigan, Charles N’Zogbia di babak pertama. Apes tembakannya gagal membuahkan gol karena mengenai tiang gawang. Tak ada kesan klasik yang muncul dalam derby Lancashire kali ini, tidak hanya karena kedua tim sama-sama terpuruk belakangan ini, tetapi juga karena kondisi lapangan. Permukaan lapangan DW Stadium makin buruk dalam beberapa pekan terakhir karena pengaruh cuaca dan meningkatnya penggunaan sebagai arena pertandingan rugbi. “Ini pertandingan kelima dalam 18 hari antara rugbi dan sepakbola. Kami tak perlu berkilah, ini permukaan yang buruk dan mempengaruhi cara permainan kami. Namun saya merasa beradaptasi dengan baik. Tidak ada yang bisa kami lakukan terkait kondisi lapangan, tetapi saya gembira dengan cara pemain menghadapi situasi ini,” tambah Martinez. (adn/afp)

Turunkan Tim Lemah, Wolves Didenda LONDON - Keputusan Wolverhampton Wanderers menurunkan tim yang lebih lemah ketika melawan Manchester United Desember tahun lalu berbuntut hukuman. Klub Midland ini, kemarin dijatuhi denda percobaan 25.000 pound oleh Liga Utama Inggris. Pelatih Wolves, Mick McCarthy merubah komposisi pemainnya secara keseluruhan untuk laga yang berakhir dengan kekalahan 0-3 di Old Trafford itu. Skuad itu sepenuhnya berbeda dari yang dikalahkan Tottenham Hotspur pada pekan sebelumnya. Satu-satunya pemain yang bertahan hanyalah kiper Marcus Hahnemann. Wolves baru memanggil kembali sembilan pemain yang berlaga di White Hart Lane untuk pertandingan berikutnya melawan Burnley dan menang 2-0. “Badan Liga Utama menjatuhkan denda 25.000 pound untuk Wolverhampton setelah memu-

tuskan bahwa tim yang diturunkan pada pertandingan liga dengan Manchester United pada 15 Desember 2009 bukanlah kekuatan utama dan oleh sebab itu melanggar aturan E20,” bunyi pernyataan Liga Utama. Wolves juga dianggap melanggar aturan B13 yang mengharuskan setiap klub untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada liga sama seperti klubklub lain. Badan liga sudah mempertimbangkan kasus serupa yang diajukan Wolves ketika mereka tidak dihukum musim lalu, tetapi kali ini situasinya berbeda. Tindakan disiplin pun pantas diambil. “Saya menerima keputusan Liga Utama. Bukan maksud saya untuk melanggar aturan, saya hanya memilih tim terbaik untuk meraih hasil. Saya senang masalah ini kini ditutup,” ujar McCarthy menanggapi hukuman yang baru berlaku bila Wolves kembali melakukan pelanggaran ini. (adn/afp)

Suluh Indonesia/ap

DUEL - Pemain Arsenal, Theo Walcott (depan) duel dengan pemain FC Porto, Ruben Micael, dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di stadion Dragon, Porto, Portugal, kemarin.

Lewat Gol Kontroversial

Bayern Kalahkan Fiorentina

Suluh Indonesia/ap

BEREBUT BOLA - Pemain Fiorentina, Marco Marchionni, (kanan) berebut bola dengan pemain Munich, Arjen Robben, dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions, di Munich, Jerman, kemarin.

MUNICH - Bayern Munich mncetak angka kemenangan 21 atas Fiorentina pada laga pertama 16 besar Liga Champions kemarin dan gol Miroslav Klose sama-sama diakui kedua pelatih berbau “offside”. Gol kontroversial yang dilakukan Klose pada menit ke-89 itu membuat Bayern menang ke-13 kalinya berurutan dalam semua kompetisi musim ini. Fiorentina bermain dengan 10 orang dan irama permainan mereka menjadi mengkhawatirkan ketika Arjen Robben melakukan tembakan dengan keras tetapi dapat dihalau penjaga gawang Fiorentina Sebastien Frey. Bola jatuh ke kaki Ivica Olic, yang dengan cepat mengoperkannya kepada Klose, yang dengan cepat pula melakukan tembakan gol kemenangan mereka. Para pemain klub Italia itu melancarkan protes kepada penjaga garis setelah wasit dari Norwegia Tom Henning Ovrebo membenarkan gol itu dan Juan Vargas mendapat kartu hukuman karena mem-

protes. “Itu benar-benar offside,” kata pelatih Bayern Louis van Gaal, “Kami amat beruntung dengan gol itu tetapi kami juga tidak beruntung karena gagal memanfaatkan tiga sampai empat peluang kami.” Pengasuh klub lawannya, Cesare Prandelli, mengatakan, “Itu offside. Hakim garis amat amat jauh tetapi kami menerimanya. Kami sudah memainkan laga Liga Champions amat luar biasa.” Fiorentina, yang didera beberapa pemain cedera dan dihukum hanya mendapat satu poin dari lima laga liga Seri A dan berada jauh dari tempat tim Bavarians itu. Bayern sebelumnya memimpin ketika Robben melakukan tendangan penalti pada akhir babak pertama, setelah melakukan kekerasan terhadap Franck Ribery. Tendangannya melaju keras ke arah berlawanan dengan gerakan penjaga gawang Frey. Per Kroldrup menyamakan kedudukan untuk tim Italia lima menit setelah turun minum. Ia

PORTO - Kiper Lukasz Fabianski menghadirkan mimpi buruk bagi Arsenal pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions kontra FC Porto, kemarin. Dua blundernya membuat The Gunners kalah 1-2 di Stadion Dragao. Penjaga gawang Polandia itu menjadi starter karena kiper utama Manuel Almunia cedera. Namun pergantian ini mendatangkan petaka bagi pelatih Arsene Wenger. Fabianski membuat gol bunuh diri, serta melakukan kesalahan dalam menerima umpan dari rekannya yang memicu terciptanya gol kemenangan Porto. Blunder pertamanya terjadi di menit ke-11, padahal Arsenal mengawali laga dengan lebih menjanjikan. Bermaksud menghalau umpan Varela dari sisi kanan kotak penalti, kiper 24 tahun itu justru membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Kesalahan konyol berikutnya muncul menit ke-51 ketika ia menangkap umpan ke belakang dari bek Sol Campbell. Wasit Martin Hansson memberikan hadiah tendangan bebas bagi Porto yang dieksekusi dengan cepat oleh Ruben Micael. Karena pemain Arsenal dalam posisi belum siap, Falcao dengan mudah mencetak gol kemenangan. Bagi Campbell, ini menjadi debut manis sekaligus pahit di Liga Champions sejak terakhir kali membela Arsenal pada final melawan Barcelona 2006 lalu. Sebab sebelum membuat umpan itu, ia berhasil menciptakan gol penyeimbang dengan eksekusi yang sangat matang pada menit ke-18. Kekalahan ini memicu reaksi keras dari kapten Cesc Fabregas. “Gol anak sekolahan. Apa yang bisa kami lakukan?

Tidak ada. Setelah gol kedua, kami terpuruk. Kami masih agak lemah dalam hal itu. Ketika kami kebobolan gol kami tidak cukup kuat untuk membangkitkan diri sendiri,” ungkapnya kecewa. Sementara Wenger lebih menyalahkan wasit karena mengesahkan gol kemenangan Porto yang dibuat Falcao. Pelatih asal Prancis ini tampak begitu kesal di pinggir lapangan. Menurutnya, Hansson seharusnya menganulir gol tersebut karena pemain Arsenal belum siap saat tendangan bebas dieksekusi. Wenger juga kecewa karena Hansson tak memberikan hadiah penalti meski Tomas Rosicky dilanggar sebelum lahirnya gol kedua Porto. “Saya yakin itu hanya kesalahan dalam back pass. Lalu wasit mengabaikan kiper dan memberikan bola kepada pemain Porto. Ia seharusnya memberikan kami waktu untuk membangun tembok pertahanan. Itu kesalahan besar dari wasit dan sebelum itu ia juga tidak memberikan penalti buat kami,” keluh Wenger. Protes ini melengkapi kontroversi yang dimunculkan Hansson sejak Playoff Piala Dunia 2010 akhir tahun lalu. Saat itu ia mengesahkan gol Prancis ke gawang Republik Irlandia kendati Thierry Henry lebih dulu melakukan handball. Prancis lolos ke putaran final, sementara Irlandia tersingkir. Terlepas dari kontroversi itu, kemenangan Porto disambut positif oleh pelatih Jesualdo Ferreira. “Kami bermain bagus melawan tim yang sangat sulit dikalahkan. Arsenal mendominasi laga, namun ini pertandingan yang seimbang dan kami juga memiliki banyak peluang,” tegas Ferreira. (adn/afp)

Piala Liga Prancis

Vidic Tetap Bela MU BEUGRADE - Kapten timnas Serbia, Nemanja Vidic menepis spekulasi yang menyebutkan dirinya akan pindah ke Spanyol. Ia ingin terus membela Manchester United sampai akhir kontraknya pada 2012. “Saya akan mengulangi untuk yang keseratus kali. Kontrak saya dengan Manchester sampai musim panas 2012 dan saya ingin tinggal di Old Trafford hingga hari terakhir. Hanya ini yang benar, hal lainnya adalah cerita yang tidak berdasar,” ujar Vidic kepada harian Beugrade, Vecernje Novosti, kemarin. Pemain 28 tahun itu belum mengadakan kontak dengan klub Eropa mana pun. “Tidak, tidak, tidak, saya membangun karier di Manchester dan saya menghormati hal itu sepenuhnya. Tidak ada yang menghubungi saya dan saya tidak bicara dengan siapa pun,” tegasnya. Bek tengah itu menjelaskan, ia terpaksa absen dalam sejumlah laga sejak Januari karena menderita dua cedera. “Pertama, saya bermasalah dengan otot betis, tetapi saya memulai latihan terlalu dini dan berikutnya saya merasakan sakit yang begitu keras di bagian belakang betis,” papar Vidic. Namun begitu cederanya pulih, ia menegaskan sudah siap bermain kembali. “Saya sehat. Saya merasa kuat dan saya yakin dapat kembali sepenuhnya,” pungkasnya. Media Inggris memberitakan pelatih United, Sir Alex Ferguson tidak lagi senang kepada Vidic. Hal inilah yang memicu rumor ia akan pindah ke Barcelona atau Real Madrid. (adn/afp)

7

menembak dari jarak dekat setelah mendapat bola dari tendangan pojok. Pemain Fiorentina Massimo Gobbi dikeluarkan dari lapangan karena menyikut wajah Robben pada menit ke-73. Bayern mengawali permaian dengan grogi, membuat beberapa kesalahan di lini bertahan mereka. Salah satunya, ketika Martin Demichelis memberi bola langsung kepada Marco Marchionni ketika ia mencoba bergerak dan pertengkaran kecil pun sempat terjadi antara penjaga gawang Joerg Butt dan Daniel van Buyten. Menyusul angka sama bagi kedua tim, klub Jerman itu mulai bangkit kembali tetapi berkali-kali seperti frustrasi. Robben seharusnya membuat Bayern unggul tetapi tendangannya dari jarak sekitar 15 meter digagalkan Thomas Mueller. Beberapa detik sebelum lahir gol kemenangan Bayern, Klose membuat penonton berteriak histeris karena tendangannya dari dalam kotak penalti tidak masuk ke dalam gawang. (ant)

Bordeaux ke Final PARIS - Gelandang Brazil, Wendel kembali mencetak dua gol untuk membawa Girondis Bordeaux menang 4-1 atas Lorient di babak semifinal Piala Liga Prancis, kemarin. Bordeaux lolos ke final dan berpeluang mempertahankan gelarnya. Topik utama menjelang laga ini berpusat pada pertemuan anak dan ayah antara pengatur serangan Bordeaux, Yoann Gourcuff dengan pelatih Lorient, Christian, yang hingga kini masih mengejar gelar pertama dalam karier manajernya. Namun akhir dari pertandingan ini sudah ditentukan pada menit ke-24 ketika Lorient yang dalam posisi memimpin 10 kehilangan Laurent Koscielny. Pencetak gol pembuka itu dikeluarkan karena melanggar Marouane Chamakh dan Bordeaux dihadiahi tendangan penalti. Wendel melaksanakan eksekusi yang membuat skor imbang. Kekalahan dengan cara seperti itu membuat Gourcuff senior begitu kecewa. “Pertandingan berakhir hanya dalam 24 menit. Saya tidak tahu apakah itu pelanggaran atau tidak, apakah itu offside atau tidak, tetapi saya tahu ada kartu merah dan penalti,” urai Christian. “Tugas sebagai wasit adalah prihal memiliki indera dan kecerdasan yang baik dan disini pastinya telah terjadi ketidakadilan. Bagi saya itu sebuah penyimpangan,” lan-

jutnya. Pelatih Bordeaux, Laurent Blanc mengakui, walaupun menang, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan timnya setelah beberapa kali meraih hasil buruk. “Kemenangan ini tidak akan menutupi kelemahan kami. Tapi kemenangan ini dapat membantu kepercayaan diri kami dan meloloskan kami ke final melawan Marseille,” ujar pelatih 44 tahun itu. Bila Gourcuff junior menjadi sumber kreatif dari sebagian besar serangan Bordeaux, eksekusi bola mati Wendel yang lebih menentukan keberhasilan timnya bertemu Marseille pada 27 Maret. Pemain 27 tahun ini membuka gol dari penalti pada menit ke-23 dan melesakkan tendangan bebas melengkung sembilan menit menjelang laga berakhir. Chamakh yang dikabarkan menjadi target klub Liga Utama Inggris, Arsenal, menyumbangkan satu gol di menit ke29 lewat sundulan keras yang menaklukkan kiper Fabien Audard. Ia menambah jumlah golnya musim ini menjadi 11 di semua kompetisi. Lorient susah mengembangkan permainan sejak Koscielny yang mencetak gol di menit ke-10 diganjar kartu merah. Keterpurukan mereka makin bertambah setelah Yoan Gouffran menambahkan gol keempat Bordeaux di menit ke-88 lewat duel satu lawan satu dengan Audard. (adn/afp)

Laurent Koscielny


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook