Skip to main content

Edisi 14 Januari 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 9 tahun IV Kamis, 14 Januari 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Tender Langsung, Batal

Turunkan Bunga KUR

Pelayanan Elektronik Investasi

KENDATI pemerintah c.q Kementerian BUMN memberi sinyal kepada PT PLN (Persero) melakukan penunjukkan langsung untuk pengadaan 12 trafo, namun manajemen BUMN setrum negara itu berkehendak...hal. 1

HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berharap pemerintah tidak hanya melakukan relaksasi atau kemudahan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) mulai 2010, tapi hendaknya diikuti...hal. 2

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, program pelayanan satu atapdengan sistem elektronik terintegrasi secara nasional akan dipercepat realisasinya pada 2010.“Jika pernah ada...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Terkait Bailout Bank Century

Ani Lapor SBY JAKARTA - Mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani (SM) mengakui bahwa data Bank Indonesia (BI) mengenai Bank Century tidak memuaskan. ‘’Data BI tidak memuaskan menyangkut detil Bank Century untuk memutuskan mengenai bank itu sistemik,” kata Sri Mulyani dalam rapat Panitia Angket DPR di Jakarta, kemarin. Sri Mulyani mengatakan, pihaknya tetap memegang angka yang diajukan semula oleh BI bahwa biaya bail out (talangan) Bank Century hanya sebesar Rp 632 miliar. Sri Mulyani mengatakan, dalam penanganan Bank Century, KSSK mempertimbangkan dampak berantai yang mungkin akan terjadi yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan. Untuk itu KSSK mempertimbangkan berbagai hal yang mencakup kondisi perekonomi-

an nasional, regional dan perekonomian global yang pada saat itu sedang dalam kondisi krisis berikut dampak psikologisnya. Ia menyebutkan, dalam kondisi normal, penutupan bank seukuran Bank Century diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak sistemik bagi bank lain atau sistem perbankan nasional. Namun dalam kondisi perekonomian bergejolak, penutupan Bank Century dikhawatirkan menimbulkan dampak sistemik berupa kondisi rush (penarikan uang secara besar-besaran) yang mneyeret bank-bank lainnya, terutama bank yang lebih kecil. Menkeu menyebutkan, penyelamatan Bank Century merupakan salah satu langkah pencegahan dan penanganan dampak krisis global. ‘’Dengan krisis dapat dicegah, maka prediksi ekonom seperti pengangguran, terjadinya PHK tidak

terjadi, performance ekonomi tetap bagus, nilai tukar bisa dijaga, tingkat investasi dapat membaik,” katanya. Sri Mulyani mengatakan, pemerintah mewaspadai kemungkinan adanya dampak krisis global yang bisa sistemik sejak Juni hingga Agustus 2008. ‘’Semua bank mengalami tekanan berat dan Indonesia pada posisi itu,” katanya. Ia menyebutkan, untuk mencegah dan menangani dampak krisis sudah banyak langkah yang dilakukan seperti melakukan suspen perdagangan saham, buy back saham, dan lainnya. ‘’Jadi tidak dilakukan hanya terhadap Bank Century saja, tapi banyak langkah lain,” katanya. Ia mengungkapkan, terkait Bank Century sudah melaporkan kepada Presiden dan Wapres setelah KSSK memutuskan memberikan dana talangan atau bailoutpada 21 November 2008. (har/son)

Gempa Kuat Guncang Haiti

Suluh Indonesia/ant

Ribuan Orang Terkubur PORT AU-PRINCE - Gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) mengguncang Haiti, kemarin. Gempa terbesar dalam 200 tahun terakhir di negara yang terletak di kawasan Karibia itu, sempat memicu gelombang tsunami di beberapa wilayah dan membuat ratusan bahkan ribuan orang terkubur. ‘’Seluruh kota tersebut berada dalam kegelapan, ribuan orang duduk di jalan, mereka tidak tahu mau pergi ke mana,” kata Rachmani Domersant, Manager Operasi Food for the Poor sebuah badan bantuan Amerika Serikat (AS). Menurut Domersant, dirinya menyaksikan tujuh sampai delapan bangunan, mulai dari bangunan kantor sampai hotel dan pusat pertokoan, ambruk. ‘’Saya kira ratusan korban jiwa merupakan perkiraan yang mengecilkan,” katanya. Dari Washington dilaporkan, pusat gempa dahsyat itu berada di daratan, sekitar 16 kilometer (km) dari ibukota Haiti, Port auPrince. Kedalam gempa dilaporkan sangat

dangkal, hanya berada di kedalaman 10 km. Sementara dari Markas PBB disebutkan, markas misi badan dunia itu Haiti rusak parah. Kabar lain menyebutkan bahwa Istana Presiden juga hancur, namun presiden dan keluarganya selamat. Sejauh ini belum ada konfirmasi mengenai korban jiwa tapi media setempat melaporkan banyak orang tertimbun bangunan yang ambruk. Bangunan yang ambruk meliputi istana presiden dan beberapa kantor menteri di PortAu-Prince, ibu kota Haiti. Haiti terakhir kali diguncang gempa dengan kekuatan 6,7 pada Skala Richter pada 1984. Republik Dominika, yang berbagi Pulau Espanola dengan Haiti, telah menyeru masyarakat internasional untuk menyediakan bantuan kemanusiaan darurat buat Haiti. Presiden AS Barack Obama telah mengatakan negaranya siap membantu. Sekjen PBB Ban Ki-moon sangat prihatin dengan nasib rakyat Haiti. (ant)

Suluh Indonesia/sep

MENKEU - Menkeu yang juga mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani Indrawati melambaikan tangan sebelum bersaksi di Pansus Angket Bank Century DPR, kemarin.

BERTEMU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Istana Presiden Jakarta, kemarin.

SBY Puji JK JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memuji kemampuan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam mengatasi keadaan darurat dan kondisi krisis semasa menjadi wakil presiden. ‘’Saya tidak akan berpanjang lebar karena Pak Kalla tentu telah kita akui reputasi beliau, kemampuan beliau, untuk bertindak, bergerak, menangani berbagai soal utamanya dalam waktu krisis,’’ puji Presiden dalam kalimat pembuka ketika menerima Jusuf Kalla yang kini menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 20092014 bersama pengurus pusat PMI di Kantor Kepresidenan, di Jakarta, kemarin. Kepala Negara kemudian mengucapkan selamat kepada Kalla yang terpilih sebagai Ketua Umum PMI melalui Musyawarah Nasional ke-19 PMI pada 22 Desember 2009 di Jakarta. Presiden berharap, PMI di bawah kepengurusan baru, semakin berjaya dan menjadi mitra (partner) yang dekat dengan rakyat. Selain Kalla, tampak hadir mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah yang kini menjabat Wakil Ketua Umum PMI. Sebelum pertemuan, Presiden Yudhoyono sempat bertemu empat mata dengan Kalla di kantornya selama sekitar 15 menit. Ketika berjalan bersama dari kantor menuju ruang pertemuan, Presiden dan Kalla terlihat tersenyum. Kepada puluhan wartawan yang bergerombol menyaksikan, Presiden pun sempat bertanya, “Kangen ya sama Pak

Kalla?”. Ketuk Pintu

Sementara itu, ada hal yang berbeda dialami Jusuf Kalla di Kantor Kepresidenan setelah tidak lagi mendampingi Presiden Yudhoyono sebagai wakil presiden. ‘’Dulu saya masuk bebas saja, sekarang ketuk pintu. Bedanya itu,” canda Kalla. Kalla pun mengungkapkan, perbedaan lain adalah dulu datang sebagai wakil presiden periode 2004-2009 dan sekarang sebagai Ketua PMI. ‘’Sekarang saya secara resmi menghadap, dulu berbincang bersama,” ujarnya. Meski baru pertama kali bertemu secara resmi di kantor kepresidenan sejak Presiden Yudhoyono terpilih lagi untuk memimpin pemerintahan, Kalla mengatakan ia sebenarnya telah bertemu secara informal dengan Presiden Yudhoyono pada suatu acara pernikahan tiga hari yang lalu. ‘’Bagaimanapun beliau sahabat saya, sama-sama di pemerintahan delapan tahun,” ujarnya. Kalla mengatakan setelah ia lengser dari kursi wakil presiden, Presiden Yudhoyono pernah menyampaikan bahwa apabila Kalla ingin bertemu dengannya maka dipersilakan kapan pun untuk datang. Seperti biasa, Kalla yang mengenakan kemeja batik bernuansa merah muda itu tampil ceria dan penuh canda. Setelah pertemuan dan konferensi pers, ia pun santai meladeni beragam pertanyaan wartawan yang mengikutinya sampai ke mobil. (har)

Menunggu Gebrakan Satgas Mafia Hukum Majelis hakim konstitusi yang bertugas di Mahkamah Konstitusi (MK) menyumbangkan pemikirannya baik secara konseptual maupun kasuistis untuk memberantas mafia hukum yang makin memprihatinkan. Ketua MK Moh Mahfud MD setelah melakukan pertemuan dengan Satgas Mafia Hukum di Gedung MK di Jakarta, kemarin mengungkapkan, setiap hakim memberikan pemikiran tentang pemberan-

tasan mafia hukum, ada yang konseptual dan ada pula yang menyebutkan tentang kasus yang perlu ditindaklanjuti. Mahfud memaparkan, hal yang disampaikan antara lain adalah tentang tindakan pene-

gakan hukum yang seharusnya dilakukan di tingkat eksekutif atau pemerintahan. Sementara itu, Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto mengemukakan, para hakim konstitusi secara garis besar menyampaikan pentingnya simplifikasi dan dibukanya akses seluas-luasnya dalam birokrasi peradilan. ‘’Simplifikasi birokrasi sangat penting dilakukan untuk menghindarkan lembaga per-

adilan dari praktek mafia hukum,” katanya. Karenanya, ujar Kuntoro, pemberantasan mafia hukum dan peradilan sangat perlu untuk dikaitkan dengan reformasi birokrasi. Salah satu contoh reformasi birokrasi yang ditawarkan antara lain adalah usulan untuk mendirikan lembaga independen yang berfungsi untuk menilai proses seleksi dan promosi yang terdapat di jajaran birokrasi di Tanah Air.

Selain itu, Kuntoro memaparkan, para hakim konstitusi juga mengemukakan tentang terdapatnya pejabat di berbagai lembaga yang diduga terkait praktik mafia hukum antara lain karena terperangkap pada dosa masa lalu. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menemui majelis hakim konstitusi antara lain untuk berbagi informasi serta saling bersinergi untuk memberantas mafia hukum di Indonesia. (nas)


K ta

Suluh Indonesia, Kamis 14 Januari 2010

2

Dewan Dukung Status BLU Penuh Transjakarta

Suluh Indonesia/ant

PENGAWASAN BAYI - Seorang perawat menjaga dua bayi yang baru lahir di ruang perawatan rumah sakit bersalin Restu, Kramatjati, Jaktim, kemarin. Rumah sakit tersebut meningkatkan pengawasan dan pengamanan menyusul meningkatnya pencurian dan penculikan bayi yang meresahkan masyarakat.

JAKARTA - DPRD DKI mendukung perubahan status pengelolaan “busway” Transjakarta menjadi Badan Layanan Umum (BLU) penuh, terpisah dari Dinas Perhubungan DKI, sehingga dapat lebih leluasa mengelola keuangan sendiri. “Dengan BLU penuh, diharapkan BLU Transjakarta bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada subsidi, sebab subsidi selama ini tergolong banyak,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI Selamet Nurdin di Jakarta, kemarin. Salah satu cara untuk mengurangi beban subsidi itu disebut Selamet adalah dengan memanfaatkan sejumlah properti yang dimiliki Transjakarta untuk keperluan komersial dengan menyewakan ke pihak swasta. “Banyak properti mereka yang bisa digunakan untuk mendongkrak pendapatan,” katanya. Anggota Komisi E Aliman Aat juga mendukung perubahan status organisasi tersebut dan ia menyebut perubahan itu telah lama diinginkan oleh DPRD. “Dari dulu kami memang sudah mendorong ke arah sana. Supaya tidak lagi membebani

anggaran,” ujarnya. Subsidi selama ini diberikan bagi Transjakarta untuk menekan tarif hingga menjadi hanya Rp3.500 bagi masyarakat yang bertujuan untuk membujuk masyarakat berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Beberapa kelebihan coba ditawarkan busway Transjakarta untuk tujuan tersebut seperti jadwal kendaraan tepat waktu, waktu tempuh yang lebih cepat, kenyamanan dan keamanan. Namun dalam perkembangannya, masih banyak kekurangan dalam pengelolaan Transjakarta seperti jadwal yang sering molor karena jumlah bus kurang maupun waktu tempuh yang lama karena tetap terimbas kemacetan terutama di jalur yang memiliki lalu lintas campuran (mixed traffic). Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan status BLU penuh Transjakarta akan diresmikan pada April yang akan datang, bersamaan dengan dibentuknya Dewan Pengawas yang akan bertugas untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan bus Transjakarta dan menyampaikan saran kepada Gubernur. (ant)

Soal Mutilasi

Kasus Istana Ayin di Pondok Bambu

Penyidik Kembangkan Kasus Lain

Satgas Minta Lapor ke KPK

JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya telusuri kemungkinan adanya korban lain pada kasus pembunuhan mutilasi yang dilakukan Baekuni alias Bungkih alias Babe (49). “Polisi akan mengembangkan kasusnya untuk mencari korban lain dengan modus yang sama,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, kemarin. Boy mengatakan penyidik juga akan menindaklanjuti pemeriksaan terhadap tersangka Babe termasuk psikologis, pusat laboratorium dan forensik, serta rekonstruksi pembunuhannya. Boy menjelaskan awalnya polisi berhasil mengungkap satu korban mutilasi bernama Ardiansyah (10) yang dilakukan Babe di kontrakkan Gang

Mesjid RT 06/02 Kelurahan/ Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (7/1). Babe membunuh Ardiansyah dengan cara menjerat leher menggunakan tali rafia, lalu memotong tubuh (mutilasi) korban menjadi lima bagian kepala, badan potong dua bagian, tangan, kaki potong dua bagian. Kemudian polisi menginterogasi pelaku Babe yang mengaku sebelumnya pernah membunuh dengan cara yang sama terhadap anak laki-laki berusia 12 tahun yang bernama Adi pada Juli 2007. Babe juga mengaku melakukan tindakan sadis sekitar Mei 2008 dengan mutilasi korban Arif (6) menjadi empat bagian di tempat yang sama, yakni kontrakannya. (ant)

Jaksa Nakal Dilaporkan ke Satgas JAKARTA - Komisi Kejaksaan, Rabu menyerahkan data jaksa nakal yang diindikasikan terlibat dalam praktik mafia hukum sesuai laporan masyarakat sepanjang 2006-2009 ke Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum. “Kami juga menyerahkan laporan dari masyarakat yang berindikasikan adanya mafia hukum, termasuk jaksa nakal sepanjang 2006-2009,” kata Ketua Komisi Kejaksaan Amir Hasan Kataren, usai menerima kunjungan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, di Jakarta, kemarin. Seperti diketahui, satgas yang datang ke komisi itu dipimpin langsung Kuntoro Mangkusubroto, serta anggota tim satgas, antara lain, Darmono (Wakil Jaksa Agung), Mas Achmad Santosa (mantan Plt KPK), dan Yunus Husein (Ketua PPATK). Seusai pertemuan itu, Komisi Kejaksaan langsung be-

rangkat menemui Menkumham setelah pada Rabu (13/ 1) pagi mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK). Amir Hasan menambahkan laporan masyarakat yang diserahkan kepada satgas itu, diharapkan dapat mendukung upaya satgas dalam memberantas praktik mafia hukum di tanah air. “Laporan pengaduan masyarakat untuk ditelaah dan diteliti satgas yang berindikasikan ada unsur-unsur mafia hukum,” katanya. Sementara itu, anggota satgas Darmono, membenarkan, pihaknya sudah menerima berbagai masukkan termasuk informasi pengaduan dari masyarakat yang diterima dari Komisi Kejaksaan. “Kita menerima berbagai masukkan dari Komisi Kejakasaan, di samping informasi pengaduan (jaksa nakal),” katanya. (ant)

JAKARTA - Anggota Satuan Tugas (satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa mengusulkan sebaiknya kasus penggunaan fasilitas di rumah tahanan Pondok Bambu dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika ada indikasi suap. “Inspektorat Jenderal (Depkumham) bisa laporkan ke KPK, sebaiknya begitu,” kata Mas Ahmad ketika ditemui setelah bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar di Jakarta, kemarin.

Pertemuan itu terkait inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di rumah tahanan negara Pondok Bambu, Jakarta Timur. Satgas menemukan sejumlah ruangan yang dilengkapi fasilitas, seperti furnitur, LCD TV, fasilitas pemutaran film, dan sebagainya. Beberapa kalangan menduga, fasilitas itu dinikmati oleh terpidana suap, Artalyta Suryani dan terpidana kasus narkoba, A Ling.

Menurut Mas Ahmad, laporan kepada KPK bisa dilakukan jika pihak Inspektorat Jenderal Depkumham menemukan indikasi tindak pidana korupsi dalam kasus itu. Dia mengatakan, Satgas tidak bisa berinisiatif melaporkan kasus itu ke KPK. “Karena tugas Satgas adalah koordinasi,” katanya. Menanggapi hal itu, Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengaku tidak akan tergesa-gesa melaporkan kasus itu ke KPK. “Kita tunggu

Ayin Pindah Sel

Kepala Rutan Diperiksa JAKARTA - Buntut dari inspeksi mendadak (sidak) Satgas Pemberantasan Mafia Hukum membuahkan dua hasil yang cukup signifikan. Artalyta Suryani alias Ayin dipindahkan dari sel mewahnya ke ruang sel yang biasa bersama dua terpidana narkoba. Sedangkan Kepala Rutan Pondok Bambu Sarju Wibowo menerima nasib dilengserkan dari jabatannya. Kini, ia ditarik ke Ditjen Pemasyarakatan dengan posisi tidak memegang jabatan apa pun Kepala Keamanan Rutan Pondok Bambu Heri Rais kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/1) kemarin, membenarkan pemindahan Ayin ke sel lain. Sekarang Ayin ditempatkan satu sel dengan Asmiyati dan Aling di Blok E kamar 17. “Mereka bertiga menempati ruangan berukurannya 4 x 1,7 meter tanpa pendingin ruangan dan tanpa pembantu,” kata dia. Meski demikian, masih terkesan ada pengistimewaan terhadap tiga terpidana itu. Pasalnya, para terpidana lain ditempatkan dalam sel yang seharusnya dihuni 21 tahanan atau narapidana. Terkait hal ini, Heri menjelaskan, masingmasing terpidana dikelompokkan menurut tindak pidananya.

Artalyta Suryani

Ayin sendiri merasa tidak keberatan disatukan dengan terpidana narkoba, sementara kasus yang menjeratnya adalah suap. “Perangkat mewah yang ada di kamar Ayin telah dikeluarkan dari sel,” tambah Heri. Dalam kesempatan terpisah, Kakanwil Depkum dan HAM DKI Jakarta Asdjudin Rana mengatakan, mantan Kepala Rutan Pondok Bambu Sarju Wibowo dijadikan staf Ditjen Pemasyarakatan. Posisinya sebagai Kepala Rutan digantikan Catur Budi Fatayatin. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk kepentingan pemeriksaan Sarju berdasarkan temuan satgas mafia hukum. “Apa yang sekarang ini dilaku-

kan menunjukkan perhatian dan keseriusan kita atas temuan satgas,” kata Asdjudin. Sebelumnya, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan sidak di rutan wanita kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur. Sidak dilakukan langsung tiga anggota Satgas, masing-masing Yunus Husein, Deny Indrayana dan Mas Achmad Santosa. Dalam sidak itu, ditemukan adanya fasilitas yang seharusnya tidak diberikan kepada tahanan dan napi. Mereka adalah Artalyta Suryani, Dharmawati Dareho, Erry Fuad dan Aling. Tiga nama di depan adalah terpidana kasus korupsi. Nama terakhir adalah terpidana seumur hidup kasus narkoba. (nas)

Polri Minta Islah, Susno Jalan Terus KEPALA Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan ada kemungkinan penyelesaian masalah Komjen Pol Susno Duadji melalui islah (perdamaian). “Semua kemungkinan bisa saja,” kata Edward di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu. Pernyataan Edward itu terkait dengan kedatangan Kepala Badan Intel dan Keamanan (Kabaintelkam), Irjen Pol Saleh Saaf yang mendatangi kediaman Susno untuk melakukan klarifikasi. Informasi yang berkembang kedatangan Saleh Saaf ke rumah Susno itu untuk melakukan klarifikasi agar persoalan Susno diselesaikan melalui islah sehingga tidak ada agenda pemanggilan

dan pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Jawa Barat itu. Edward menuturkan proses penanganan masalah Susno masih pada tahap klarifikasi, kemudian tim pemeriksa akan menentukan upaya atau kebijakan lainnya untuk menindaklanjutinya. “Nanti kita lihat setelah klarifikasi,” ujar Edward. Edward menyatakan ada kemungkinan Saleh Saaf menjalankan fungsinya sebagai

Susno Duadji

Kabaintel Polri untuk mengusut ancaman pembunuhan terhadap Susno dari sudut pandang intelijen. “Sejauhmana ada ancaman itu,” ungkap Edward.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komjen Pol. Susno Duadji menemui Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Irjen Pol. Saleh Saaf di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Rabu. Susno mengatakan dirinya menemui Saleh untuk membicarakan banyak hal termasuk persoalan materi kesaksiannya pada sidang Antasari Azhar, serta terkait tentang pekerjaan. Susno tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan keluar pada pukul 14.00 WIB dengan menggunakan sedan hitam dengan nomor polisi H-7434-CS. Jenderal bintang tiga itu membantah kedatangannya ke ge-

dung Baintelkam untuk kepentingan pemeriksaan terkait dengan dirinya yang menjadi saksi pada sidang pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar. Saat ditanya wartawan apakah ada kemungkinan islah atau damai terkait persoalannya dugaan pelanggaran disiplin pascamemberikan kesaksian pada sidang Antasari Azhar, justru mantan Kapolda Jawa Barat itu mempertanyakan maksudnya. “Damai bagaimana, nantilah belum selesai (masalahnya),” ujar Susno seraya menambahkan belum ada titik terang terhadap persoalan kesaksiannya..(ant)

dulu hasil investigasi Inspektorat Jenderal,” katanya. Menurut Patrialis, tidak semua kasus penyuapan harus diserahkan ke KPK karena KPK seharusnya menangani kasus dengan nilai penyuapan yang besar. “Itu tergantung nilai penyuapannya,” kata Patrialis menambahkan. Pertemuan antara Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan Menteri Hukum dan HAM menyepakati beberapa hal. Mas Ahmad Santosa mengatakan, beberapa kesepakatan

itu antara lain pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Depkumham akan terus dilakukan, reformasi birokrasi di Depkumham, penggunaan dana Rp1 triliun dari pemerintah untuk perbaikan sarana dan fasilitas rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan. Kemudian akan dilakukan kerjasama antara satgas dan Depkumham dalam pemberantasan mafia hukum. “Satgas akan membantu dengan tenaga ahli,” katanya. (ant)

Patrialis Tegaskan Pemeriksaan Intensif JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengatakan, pemeriksaan kasus penggunaan fasilitas di rumah tahanan negara Pondok Bambu akan berlangsung selama lima hari. “Pemeriksaan akan dilakukan secara intensif selama lima hari,” kata Patrialis Akbar setelah ditemui Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Jakarta, kemarin. Patrialis menjelaskan, pemeriksaan akan dilakukan oleh tim dari Inspektorat Jenderal Depkumham. Semua pihak yang diduga mengetahui kasus itu akan dimintai keterangan. Sementara itu, Inspektur Jenderal Depkumham, Sam L. Tobing mengatakan, pemeriksaan kemungkinan akan selesai pada Senin (18/1). Dia menjelaskan, pemeriksaan akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari kepala rumah tahanan dan mantan kepala rumah tahanan Pondok Bambu hingga semua jajaran di Kantor Wilayah Depkumham DKI Jakarta. “Bahkan kalau diperlukan pemeriksaan sampai pejabat di Ditjen Pemasyarakatan,” katanya.

Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar telah menonaktifkan Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Negara Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sarju Wibowo terkait kasus penggunaan fasilitas khusus bagi narapidana dan tahanan. “Kesimpulannya kami menarik Sarju Wibowo yang selama ini Karutan, kami nonaktifkan karena pak Sarju lah yang jadi pimpinan tahanan,” kata Patrialis Akbar. Sebagai gantinya, Menkumham menunjuk seorang pegawai perempuan Depkumham, Catur Budi Patayatin, sebagai pelaksana tugas Kepala Rutan Pondok Bambu. Keputusan itu diambil setelah Satgas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan inspeksi mendadak di rumah tahanan negara Pondok Bambu. Satgas menemukan sejumlah ruangan yang dilengkapi fasilitas, seperti furnitur, LCD TV, fasilitas pemutaran film, dan sebagainya. Beberapa kalangan menduga, fasilitas itu dinikmati oleh terpidana suap, Artalyta Suryani dan terpidana kasus narkoba, A Ling. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Kamis 14 Januari 2010

3

Pemerintah Petakan

Daerah Rawan Konflik

Suluh Indonesia/sep

SALING DORONG - Belasan mahasiswa dari Front Aksi Mahasiswa UI (FAM UI) yang mencoba masuk ruang Pansus Century DPR dihadang petugas Pamdal di Gedung DPR/MPR Jakarta, kemarin.

PDIP NTT Masih Dukung Mega KUPANG - PDIP NTT mendukung Megawati Soekarnoputri untuk memimpin kembali partai berlambang banteng moncong putih itu pada Kongres partai itu April mendatang. ‘’Dukungan terhadap putri proklamator RI itu karena PDIP NTT menilai belum ada kader yang bisa diandalkan untuk menjadi figur pemersatu,” kata Ketua DPD PDIPNTT Frans Lebu Raya di Kupang, kemarin. Menurut dia, berdasarkan konferensi cabang (Konfercab) PDIP di 21 kabupaten/kota di NTT yang berlangsung sejak Desember lalu, semua cabang memberikan dukungan kepada Megawati untuk memimpin

kembali partai itu. ‘’Ini adalah suara dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, yang tentunya setelah mendengar masukan dari pengurus ditingkat paling bawah, dan DPD PDIP NTT hanya meneruskan apa yang sudah menjadi keputusan para kader partai di daerah ini,” katanya. Lebu Raya yang juga Gubernur NTT ini mengatakan, semua kader partai di NTT belum merelakan Megawati untuk menyerahkan tongkat kepemimpinan partai itu pada kader partai lain. Berdasarkan pandangan semua cabang partai di NTT, kata Lebu Raya, belum ada figur pemersatu yang bisa mem-

persatukan para kader partai selain Megawati Soekarnoptri. ‘’Ada kekhawatiran kalau partai ini dipimpin oleh figur lain, maka bisa terjadi perpecahan di internal sehingga menimbulkan antipati rakyat terhadap partai ini,” katanya. Lebu Raya mengakui, dalam suatu pertemuan di Denpasar, Bali, Desember lalu, Megawati sudah menyatakan keberatan untuk memimpin kembali partai ini lima tahun mendatang. Namun, dia tetap berharap, Megawati dapat menerima keputusan yang dibuat oleh para kader partai, mulai dari tingkat desa hingga provinsi yang telah memberi mandat untuk memimpin kembali. (ant)

Golkar Jelang Pilkada

Abaikan Figur Bermasalah JAKARTA - Wakil Ketua Badan Hukum, HAM dan Otda DPP Partai Golkar Syamsul Zakaria mengingatkan, pihaknya akan melakukan aksi bersihbersih di internal partai berlambang pohon beringin itu, agar jangan lagi mengusung figur bermasalah hukum sebagai calon gubernur, calon bupati atau calon walikota. ‘’Partai Golkar harus bisa memelopori, bahwa arena Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di seluruh Indonesia tahun ini, apakah itu Pilkada Gubernur (Pilgub), Pilkada Walikota (Pilwako) atau Pilkada Bupati) Pilbup), harus bebas dari para kandidat bermasalah hukum, terlebih-lebih terindikasi korupsi,” katanya di

Jakarta, kemarin. Syamsul Zakaria juga mengimbau semua partai, agar dalam Pilkada nanti, hendaknya mengusulkan calon yang benar-benar bebas korupsi, tidak pernah dipanggil oleh lembaga-lembaga penegak hukum karena terkait atau terindikasi kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor). ‘’Hal ini juga hendaknya menjadi perhatian, agar kader Partai Golkar yang maju, sekiranya ada masalah hukum, maka seyogianya tidak memaksakan diri, dan memberi kesempatan yang lain untuk kepentingan partai dan bangsa. Apalagi jika dia baru satu dua tahun menjabat bupati atau walikota mis-

alnya, lalu secara ambisius mau lagi mencalonkan diri sebagai gubernur, padahal target-target politiknya sebagai bupati atau walikota belum dinikmati rakyat. Ini kader ambisius dan korup namanya,” tandasnya. Sebab, jika kandidat yang diusung itu bermasalah, bukan tidak mungkin akan lebih banyak waktunya mengurus pengacara, jaksa, hakim di saat dia menjadi penguasa. ‘’Kan sudah terbukti, banyak penguasa yang dipanggil sebagai terperiksa, bahkan kemudian tersangka, terdakwa serta terhukum, masih di saat dia tengah menjalankan jabatannya. Jika kini terjadi, tentu merusak citra partai. (ant)

JAKARTA - Pemerintah telah memetakan daerahdaerah yang dianggap rawan terjadi konflik selama pemilu pilkada 2010. Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Andi Tanribali Lamo di Jakarta, kemarin mengaku sudah memperkirakan daerah mana saja yang rawan konflik namun menolak menyebutkan daerahdaerah yang dimaksud. ‘’Sudah ada perkiraan, tetapi kita berharap tidak akan muncul konflik. Tapi kita

sudah mengantisipasi hal-hal yang punya kecenderungan seperti itu (menimbulkan konflik),” katanya. Konflik dalam pilkada umumnya dipicu oleh persoalan pada penetapan daftar pemilih tetap, ketidakpuasan terhadap hasil pemilu, dan kecurangan yang dilakukan penyelenggara serta calon yang bersangkutan. ‘’Kondisi di daerah yang akan menyelenggarakan pilkada sejauh ini terpantau aman,’’ katanya. Menurut Tanribali, laporan sementara yang disampaikan Komunitas Intelijen Daerah

(Kominda) menyebutkan, sudah ada beberapa daerah yang mengalami gejolak politik, namun masih relatif terkendali. Untuk pengamanan selama pilkada, Dirjen Kesbangpol mengatakan, aparat terkait telah siap mengamankan pilkada yang akan diselenggarakan di 244 daerah yang terdiri atas tujuh provinsi dan 237 kabupaten/kota. Sementara itu untuk kesiapan pilkada sendiri, Tanribali menegaskan, Pilkada 2010 siap dilaksanakan. Dari 244 daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, tidak

semua bermasalah. ‘’Memang ada beberapa tempat yang bermasalah,” katanya. Untuk memantau kesiapan penyelenggaraan pilkada di sejumlah daerah, pemerintah beserta KPU dan Bawaslu membentuk sebuah tim terpadu. Pihak pemerintah diwakili oleh Dirjen Kesbangpol, Administrasi Kependudukan, dan Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD). Tim terpadu ini akan turun ke daerah-daerah yang mengalami masalah dalam menyelenggarakan pilkada, seperti Jambi. (ant)

7,3 Juta Hektare Tanah Terlantar JAKARTA - Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan menyelesaikan identifikasi dan penertiban 7,3 juta hektare tanah terlantar di seluruh Indonesia dalam program 100 hari. Kepala BPN Joyo Winoto, usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, kemarin mengatakan, tanah terlantar tersebut nantinya akan digunakan sebagian untuk keperluan masyarakat dan

sebagian lagi untuk kepentingan pembangunan. ‘’Di negeri ini diidentifikasi seluruhnya ada 7,3 juta hektare tanah terlantar. Tanah-tanah ini yang ditertibkan, dalam program 100 hari diselesaikan. Sebagian digunakan untuk keperluan masyarakat dan pembangunan,” katanya. Luas lahan yang akan ditertibkan itu, lanjut Joyo, adalah seluruh tanah di luar kawasan kehutanan yang tidak bisa dimanfaatkan. Menurut dia, penertiban

tanah terlantar itu salah satunya dimaksudkan untuk dijadikan sumber lahan pembangunan infrastruktur. Dari sisi hukum, BPN juga terus meneliti hambatan-hambatan yang masih ditemui dalam pelaksanaan peraturan presiden untuk pengadaan lahan demi kepentingan umum. BPN saat ini juga masih menggodok pembahasan rancangan undang-undang pengadaan lahan untuk pembangunan dan kepentingan umum yang menurut rencana akan

dibahas DPR pada 2010. Joyo mengatakan, terdapat beberapa hal penting yang menjadi fokus perhatian dalam RUU tersebut, di antaranya agar pengadaan tanah untuk kepentingan umum bisa dijalankan secara baik sementara hak-hak masyarakat tetap terjamin. Selain itu, RUU tersebut juga akan mengatur mekanisme pengadaan lahan untuk kepentingan umum secara ketat agar praktik spekulasi tanah tidak terjadi lagi. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Kamis 14 Januari 2010

4

K ilas

Sekolah di Bekasi Enggan Terima DAK Rehabilitasi

Insentif Kades

SEJUMLAH pengelola sekolah di Kota Bekasi enggan menerima dana alokasi khusus (DAK) tingkat SD dari APBN untuk keperluan rehabilitasi ruang kelas dan pembuatan perpustakaan sekolah akibat ketatnya audit terhadap penggunaan dana tersebut. Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krismas Irwandi mengatakan, ada empat sekolah yang tak mau menerima kucuran dana DAK tersebut meski ruang kelas ataupun perpustakaannya perlu perbaikan.

KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Suwarjo Hendrowijoyo mengatakan nilai insentif kepala desa (kades) saat ini minimal harus Rp 1 juta/bulan. Menurut dia, saat ini masih ada daerah yang memberikan insentif untuk para kades sangat rendah, termasuk Kabupaten Pandeglang sekitar Rp 250-Rp 300 ribu/bulan. Namun beberapa kabupaten juga telah memberikan insentif cukup besar untuk kades, bahkan memberi insentif kepada seluruh perangkat yang ada di desa termasuk penjaga kantor. Kabupaten Cilacap misalnya, telah memberi insentif kepada kades Rp 1 juta/ bulan dan seluruh perangkat desa termasuk penjaga kantor dan tenaga kerbesihan berkisar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu/bulan. Suwarjo juga mendesak pemerintah kabupaten di seluruh Indonesia agar dalam memberikan anggaran dana desa (ADD) mematuhi Peraturan Pemerintah No.72 tahun 2009 tentang ADD. Dalam PP tersebut, kata dia, dijelaskan ADD yang harus diberikan pemerintah daerah sebesar 10 persen dari dana alokasi umum (DAK) yang diterima kabupaten setelah dipotong belanja pegawai. Dari kunjungan ke beberapa daerah masih ada kabupaten yang hanya memberikan ADD Rp 20 juta/tahun, dan di Kabupaten Pandeglang cuma Rp 50 juta/tahun, itu jelas tidak sesuai dengan PP No.72. (ant)

“Pada 2007 dan 2008 DAK untuk keperluan rehabilitasi tidak diserap sama sekali sementara pada 2009 ada 29 sekolah yang memanfaatkan dan empat sekolah tidak berkenan menerima,” ujarnya. Pada 2009 DAK untuk Kota Bekasi sebesar Rp

12,065 miliar, dari jumlah itu yang terserap hanya Rp 11 miliar dan sisanya akan diakumulasikan untuk tahun 2010. Pada 2005, kata dia, banyak kepala sekolah di Kota Bekasi yang berurusan dengan aparat hukum akibat terkait adanya

ketidakjelasan dalam penggunaan dana. “Kita telah melakukan sosialisasi berkali-kali dan bimbingan teknis, sehingga untuk 2009 dana itu sudah dimanfaatkan meski belum seluruhnya,” ujarnya. DAK untuk 2009, yang mulai dimanfaatkan pengelola sekolah mulai akhir Desember dan kini tengah dalam pengerjaan, pelaksanaannya diserahkan ke komite sekolah dan merekalah yang menunjuk orang atau badan hukum yang melakukan pekerjaan. Untuk rehab pengelola sekolah diserahkan dana sebesar Rp 70 juta setiap ruang kelas

yang diperbaiki sementara pembangunan perpustakaan sekolah tergantung besarnya ukuran. DAK tak hanya diserahkan kepada sekolah dasar negeri tapi juga sekolah swasta. Untuk sekolah negeri bantuan DAK akan menjadi aset daerah sementara sekolah swasta bantuan dinilai sebagai hibah. Jumlah SDN di Kota Bekasi sebanyak 451 sedangkan SD swasta sebanyak 618 sekolah. Ketua Komisi B DPRD Kota Bekasi Ronny Hermawan, menyayangkan masih adanya dana DAK yang enggan dimanfaatkan oleh pengelola sekolah. Ia mengata-

kan, semestinya pengelola tidak perlu takut dengan audit atas pemanfaatan dana itu bila memang digunakan sesuai peruntukan dan dikerjakan dengan baik. Secara keseluruhan politisi dari Partai Demokrat itu menilai kondisi ruang sekolah dan perpustakaan di Kota Bekasi sebagian besar sudah cukup baik sedangkan perpustakaan yang diperlukan penambahan koleksinya. “Saya sarankan agar Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan lagi tentang dana DAK tersebut serta tata cara pelaporan pemanfaatan dana,” ujarnya. (ant)

Pria Gila Sekarat

Dibacok Orang Misterius BOGOR - Lukman (56), seorang pria yang diduga mengalami ganguan kejiwaan kemarin nyaris tewas dibacok orang yang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi di sebuah kebun kosong tak jauh dari rumahnya, di Kapung Nyuncung, Desa Rumpin, Kec.Rumpin, Kab. Bogor . Beruntung nyawa Lukman dapat diselamatkan setelah dia menerima perawatan medis di RS PMI Bogor. Kasusnya saat ini telah ditangani aparat Polsek Rumpin. Peristiwa itu terjadi ketika korban dalam perjalanan pulang dari rumah adiknya, Rohayati (44). Namun saat tiba di areal kebun kosong tiba-tiba ia dicegat dan diserang pelaku dengan senjata tajam. Akibatnya, sekujur tubuh korban terdapat lukaluka bekas bacokan senjata tajam. “Saya mendengar ada suara orang merintih minta tolong. Dan setelah saya keluar rumah ternyata itu suara Lukman yang datang dengan kondisi sudah berlumuran darah,” kata Ujang (56), tetangga korban. Kapolsek Rumpin, AKP. Parmin mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan tersebut petugasnya langsung menuju puskesmas. Karena luka yang dialami korban cukup parah dan puskesmas pun tidak bisa menanganinya akhirnya petugas merujuk korban ke RS PMI Bogor. “Kita tunggu sampai korban sadar untuk mengetahui motif dan kronologis kasus ini. Selain tidak ada saksi, korban pun sulit untuk dimintai keterangan karena mengalami gangguan mental,” kata kapolsek. (bas)

Rampok Satroni

Rumah Anggota Polisi BOGOR - Aksi perampokan kembali terjadi, namun kali ini korbanya merupakan anggota polisi berpangkat Iptu, mantan Kaur Indet Polres Sukabumi yang kini bertugas di Polda Jabar. Peristiwa perampokan terjadi di rumah Iptu Parlan di Kampung Banteng, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, kemarin malam sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tanpa ada aksi kekerasan. Perampok yang diperkirakan berjumlah dua orang tersebut, masuk kedalam rumah saat pemiliknya sedang terlelap tidur. Rumah berlantai dua saat itu hanya dihuni oleh istri dan anak Parlan, sedangkan Iptu Parlan sedang berada di Bandung. Diduga, perampok masuk dari pintu samping, dan berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor merek Vario yang diparkir didalam rumah. Kapolsek Cijeruk, AKP Aditya Warman, mengatakan kejadian sempat diketaui oleh istri korban sekitar pukul 04.00 WIB, ketika hendak melakukan aktivitas pagi hari. “Begitu bangun pagi, istri Parlan kaget saat lihat pintu samping terbuka dan sepeda motornya sudah tidak ada lagi di tempat. Pagi setelah itupun bu Parlan langsung melapor ke kita,” kata Aditya membenarkan peristiwa perampokan tersebut. Terkait hal ini, pihak kepolisian sektor Cijeruk langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kita sudah terima laporan, dan langsung diproses. Kita langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya. Untuk wilayah Bogor, ini merupakan aksi perampokan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu dua hari ini, selumnya perampokan terjai di rumah kepada Desa Ciherang Pondok, di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Caringin yakni Syarifudin Jefri dan rumah Hj Zubaidah, pemilik toko bangunan. (ant)

Pemindahan Nuruzzaman ke Lapas

Inisiatif Sendiri BOGOR - Pemindahan Nuruzzaman, salah satu tersangka korupsi APBD Kota Bogor tahun 2002, dari Rumah Sakit (RS) PMI kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang atas permintaan sendiri. “Kita sangat terkejut, begitu dokter menyatakan pak Nuruzzaman bisa melakukan rawat jalan, beliau (Nuruzzaman-red) langsung minta dipindahkan ke Lapas Paledang, hari inipun kita langsung memindahkannya,” kata Zainuddin, Biro Hukum DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga kuasa hukum Nuruzzaman di Bogor, kemarin. Zainuddin mengatakan keputusan ini diambil, karena kliennya tak ingin menunda persidangan. Padahal sebelumnya pihak dokter telah merekomendasikan menjalani Endoscopy di RSCM atau RSPAD. “Ini untuk persiapan sidang tanggal 18 mendatang. Pak Nuruzzaman tak ingin sidang ditunda lagi karena dirinya. Pak Nuruzzaman menginginkan persidangan besok harus jalan meski kondisinya belum stabil. Untuk sementara rekomendasi itu kita abaikan agar sidang bisa diproses,” terangnya. Dengan menggunakan kursi roda, mantan anggota DPRD Kota Bogor periode 1999-2004 tersebut dengan didampingi kuasa hukum dan istrinya kembali ke Lapas Paledang. “Kita tidak khawatir karena di lapas Pak Nuruzzaman juga mendapat observasi dan perawatan intensif dari pihak kesehatan lapas, dan dapat diperiksa di klinik lapas bila sewaktu-waktu kondisinya menurun lagi,” terang Zainuddin. Nuruzzaman sebelumnya sempat menghuni Lapas Paledang selama sehari, namun karena kondisi kesehatannya menurun, ia pun dilarikan ke RS PMI. Pihak rumah sakit menyatakan Nuruzzaman mengalami gangguan kesehatan lever, gula darah, typus dan hepatitis B. Kondisi ini yang membuat ia tak mampu mengikuti sidang di PN. Sampai akhirnya sidang kedua Senin (11/1) ditunda karena ketakhadiran Nuruzzaman di pengadilan. (ant)

Suluh Indonesia/ant

TAK LAYAK – Lembaga Pemasyarakatan Paledang dinilai tak layak lagi dan disarankan dipindah ke lokasi yang lebih luas.

Brigjen Gadungan

Tipu Calon Polisi BOGOR – Polisi gadungan yang mengaku berpangkat Brigjen Polisi (Prn). Bernando L. Siagian (64), dilaporkan ke Mapolresta Bogor terkait kasus penipuan terhadap beberapa pemuda lulusan SMA yang berniat menjadi calon anggota Polri. Warga Kampung Jahe, Kelurahan Semplak, Kec. Bogor Barat, Kota Bogor dilaporkan oleh kedua korban yakni Riki Hayandi Damanik (28) dan Agus Leo Malau (27), lantaran gagal mewujudkan janjinya menjadikan keduanya sebagai anggota polisi. “Pak Bernad yang ternyata hanya jendral polisi gadungan itu pada bulan Juli 2009 lalu datang ke rumah kami dengan menjanjikan dapat meloloskan kami menjadi anggota polisi. Tapi untuk memuluskan itu semua, kami harus

menyetor uang pelicin minimal Rp 65 juta,” kata Riki, di Mapolresta Bogor, kemarin. Diceritakan Riki, pada awlanya dirinya memang belum tergiur dengan omongan manis Bernad yang saat itu mengaku di hadapan keluarga Riki dia adalah seorang pensiunan perwira tinggi Polri dengan pangkat terakhir Brigjen. “Entah kenapa lama-lama kami tergiur juga dengaan omongan Pak Bernard yang katanya banyak memiliki hubungan dekat dengan para perwira polisi di Bogor. Dan yang tambah kami yakin dia juga sudah biasa melakukan cara-cara seperti itu,” sesalnya. Riki mengaku telah menyetorkan uang sebanyak Rp 64 juta kepada Bernad. Uang itu ia kirim melalaui transfer bank BRI sebanyak empat kali dan

jumlahnya bertahap sesuai permintaan Bernad. “Setelah lama menunggu dan tidak juga ada jawaban yang jelas dari Pak Bernad, kami putuskan untuk mengecek langsung informasi penerimaan calon anggota Polri ini ke Polwil Bogor, dan faktanya itu memang tidak ada,” sesalnya. Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP. Irwansyah mengaku masih melakukan pemeriksaan atas laporan polisi sebagaimana yang disampaikan koban. “Dalam menangani setiap perkara, tentu kami tidak akan gegabah. Kita lihat saja nanti kalau memang laporan itu terbukti maka kami akan menjerat pelaku sesuai pasal 378 KUHP, tentang Penipuan dengan acaman kurungan maksimal 5 tahun,” tegas Irwansyah. (bas)

Ditemui Kulit Pelaku di Kuku Tina DEPOK - Masih terasa suasana duka di rumah keluarga Tina (31) usai pemakaman jasad ibu muda yang tewas digorok di Gang Citra RT 004 RW 019 No. 1F Kampung Pitara, Pancoran Mas, Depok. Suami dan anak korban pun tak berada di rumahnya ataupun di rumah saudara korban. Keduanya masih berada di Kalisari, Cijantung, Jakarta Timur. Bahkan, Jihan, putri satu-satunya korban tak masuk sekolah kemarin. “Dia (Jihan, red) masih di Kalisari bersama ayahnya. Rumah mereka pun masih dikunci,” kata Rizal Lesmana, paman korban di temui di rumahnya Kampung Sengon RT 005 RW 009 No. 29, Depok Jaya, Pancoranmas, Depok, kemarin. Sepengatahuan dirinya, Tina tak memiliki musuh dengan tetangga sekitar rumahnya. Keseharian Tina pun, dikenal sebagai pribadi yang ramah dan royal. Kendati demikian, Rizal tak pernah mendengar Tina mengeluh apapun kepada keluarga. “Dia memang ramah, ramai dan baik. Terlihat seperti orang yang tidak punya masalah karena dia memang tidak pernah bercerita apapun kepada keluarga. Bawannya selalu santai,” tutur Rizal. Mengenai motif pelaku membunuh keponakannya, Rizal mengaku belum mengetahui dan belum ada pembahasan

apapun dari pihak keluarga lantaran suami dan anaknya masih dalam suasana duka. Namun, dari fakta di lapangan, Rizal bercerita terdapat kulit seperti bekas cakaran di kuku korban. “Sepertinya ada perlawanan antara korban dengan pelaku. Namun, hingga kini kami belum mengetahui motif di balik pembunuhan ini,” aku Rizal. Tina dan Heri menikah pada 1998 dan dikaruniai seorang putri bernama Jihan Ayu (10) yang duduk di kelas V SDN Depok Baru VII, Jalan Semangka, Depok Jaya, Pancoranmas. Sebelum tinggal di rumahnya sekarang, pasangan ini pernah mengontrak selama enam bulan di Kampung Jemblongan, Depok Jaya, Pancoranmas. Heri, suami korban adalah karyawan di Perusahaan Gas Negara di Bogor. “Rumah yang sekarang baru tiga bulan dibeli. Namun baru ditempati mereka sekitar satu bulan yang lalu,” kata Rizal. Dari keterangan Do’ang, tukang ojek langganan Tina kepada Rizal mengatakan, dirinya sempat melihat tamu wanita berkacamata di rumah Tina. Tamu tersebut, terlihat duduk di teras rumah Tina. “Saat itu, Do’ang pulang ke rumah setelah selesai mengantar Tina dari pasar,” cerita Rizal. Sementara itu, Kapolres Depok, Kombes Saidal Mursa-

lin mengatakan, pihaknya telah memeriksa sembilan orang saksi untuk dimintai keterangan. Mengenai percobaan perkosaan terhadap korban, Kapolres mengatakan hal tersebut tidak benar. “Tidak ada bekas kekerasan seksual di tubuh korban. Motif hingga kini belum dapat dipastikan hingga pelaku tertangkap,” kata Saidal dihubungi melalui telepon genggam. (rin)

Lapas Paledang

Dipindah ke Kedunghalang BOGOR - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II-A Paledang, yang terletak di Jalan Raya Paledang, Kota Bogor akan dipindahkan krena dianggap sudah tak layak. Kabar pemindahan itu terkuak saat pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dephum HAM) Provinsi Jawa Barat, Danny H. Kusumapradja, Kepala Lapas Paledang H. Suwarso dengan Walikota Bogor, Diani Budiarto, di Kantor Balaikota Bogor, kemarin. ”Pertemuan ini sebenarnya masih bersifat internal. Mamang salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan tadi adalah terkait rencana pemindahan Lapas Paledang,” ungkap Kepala Lapas Paledanag, Suwarso, ditemui usia mengituki acara pertemuan. Pembahasan ini dilakukan untuk menindak-lanjuti instruksi Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar yang berkunjung belum lama ini ke Lapas Paledang terkait peningkatan layanan di Lapas Paledang agar lebih baik mengingat kondisi Lapas yang saat ini sudah sangat over kapasitas sehingga dinilai kurang layak. “Saat berkunjung ke Lapas waktu itu, Pak men-

tri mengintruksikan memperbaiki pelayanan dan fasilitas Lapas Paledang, dan menyarankan kita untuk mencari lokasi pemindahan Lapas Paledang. Beliau menganggap kondisi di sini sudah tidak layak, karena padatnya jumlah tahanan,” jelasnya. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait rencana pemindahan itu. “Sejauh ini masih dalam rencana, dan kita masih membahas secara umum saja,” tegas Suwarso. Berdasarkan rencana awal, Lapas Paledang rencananya dipindahkan ke Jalan Raya Alternatif, di Kelurahan Kedunghalang dengan luas lahan seluas 4,2 hektar. “Kalau rencana ini benar dan dapat terrealisasi maka akan jauh dibanding dengan luas Lapas Paledang yang sekarang hanya 8.000 meter persegi,” terangnya. Pada kesempatan itu Suwarso mengakui pemindahan ini juga mendapat dukungan dari Pemkot Bogor. “Yang pasti kita akan bersama-sama membahasanya. Pemkot sangat mendukung dan siap membantu. Ke depannya, kalau memang jadi apakah status lahan ini akan dihibahkan atau tidak, juga masih kita bahas,” pungkasnya. (bas)


pini

Suluh Indonesia, Kamis 14 Januari 2010

F OKUS Menjalankan Pesan Moral Siwaratri I TENGAH semangat yang menggebu-gebu warga untuk ‘’mencari’’ Tuhan, setumpuk pertanyaan muncul dalam benak kita dan barangkali di pikiran mereka. Benarkah kita sedang giatgiatnya mencari Tuhan? Mencari kebenaran yang hakiki? Apakah di saat kita sibuk mencari Tuhan dengan mengunjungi ‘’rumahrumah’’ Tuhan, kita sudah punya dasar ilmu keagamaan yang cukup? Pertanyaan-pertanyaan yang cenderung apriori ini muncul manakala kita menjumpai fenomena anomali yang makin tumbuh serta berkembang saat ini. Di tengah semangat keagamaan yang menggebu-gebu, namun di sisi lain kebobrokan akhlak pun makin menjadi-jadi. Tentu saja timbul pertanyaan besar, gejala apa ini? Seharusnya, ketika pendalaman agama serta aktivitas keagamaan masyarakat makin dalam serta kuat maka otomatis akan berimbas pada perilaku serta produk perilakunya makin agamis serta mengusung nilai-nilai moral serta etika yang solid. Tetapi mengapa fakta justru seringkali kebalikannya? Ketika pertanyaan-pertanyaan ini makin banyak terlontar, maka jawaban yang muncul pun makin sarkastis. Manusia sekarang cenderung lebih suka memakai topeng. Di balik topeng itu tersembunyi wajah sesungguhnya. Namun sejatinya, banyak juga yang benar-benar tulus ikhlas dalam menjalankan dharma agamanya. Mereka menjalankan semua ajaran itu dengan hati bersih dan batin yang tenang. Sebagai warga masyarakat yang masih optimis dengan kehidupan yang lebih baik, tentu kita tidak mau terseret pada kemajuan serta hiruk-pikuk kekinian yang sifatnya hanya permukaan semata. Namun, kita pun harus yakin bahwa pendalaman keagamaan itu masih harus digali dan dilakukan agar semua tindak tanduk kita mencerminkan segala sesuatu yang digariskan oleh agama. Memang, makin banyak kaum hedonis yang menganggap hari ini adalah hari ini. Hari esok adalah hari esok. Hari ini milik kita, hari esok dan hari-hari berikutnya pun tetap menjadi milik kita. Ini pemikiran yang tentu keliru. Semangat pemikiran ini harus segera diredam dengan pendalaman-pendalaman ilmu agama yang makin nyata dan implementatif. Dalam konteks agama Hindu, perenungan hari raya Siwaratri dengan tokoh Lubdaka-nya pun tentu dapat dijadikan renungan yang sangat faktual. Jangan diterjemahkan secara gampang dan ‘’bodoh’’. Artinya bahwa semua dosa akan terhapus begitu saja manakala saat malam Siwaratri bisa melek semalam suntuk. Betapapun besar dosa kita, asal mampu melek semalaman maka semua dosa itu akan sirna. Tentu pemahaman yang sangat keliru, menyesatkan, dan sangat menggelikan bila dikaitkan dengan sikap euforia beragama yang marak belakangan ini. Lubdaka hanyalah sebuah simbol yang mengingatkan kita untuk tetap mengikuti ajaran-ajaran Tuhan. Hal ini ditandai dengan bagaimana dia tetap melek, tidak tidur semalaman. Jika tidak, dia yang berada di atas pohon bila di tengah hutan bisa jatuh dan diterkam harimau di bawah. Ini artinya apa? Bila kita tidak mengikuti ajaran Tuhan, maka kita akan jatuh ke lembah dosa dan kesengsaraan hidup. Sebenarnya sebuah simbol yang sangat mudah dipahami. Dalam kaitan kehidupan modern seperti sekarang ini, kita memahami Lubdaka sebagai sosok manusia modern yang dikepung produk kemajuan zaman yang terus bermunculan. Banyak godaan yang muncul. Manusia Lubdaka modern ini harus pintar memilih dan memilah sambil tetap mempererat pegangan pada ajaran-ajaran agama. Jika tidak, maka dia akan terpeleset, jatuh ke lembah dosa. Bagi manusia Hindu Bali, pesan ini tentu sudah sangat telanjang untuk dipahami. Tidak tertutup sama sekali. Apalagi di tengah sradha serta bhakti yang semakin meningkat, maka jadilah manusia Bali seperti Lubdhaka modern. Masyarakat Hindu harus memahami ini sebagai sebuah pesan moral yang tidak ternilai harganya dan harus segera dilaksanakan. ***

D

S URAT ANDA Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/ SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Kemacetan Akibat tak Tertib KEMACETAN Jakarta sesungguhnya terjadi karena kesalahan dari masyarakat sendiri. Kita selalu dengan mudah menuduh pihak lain sebagai penyebab macet. Mulai dari aturan yang tak jelas, pembangunan jalur transjakarta dan bahkan kita sering menyalahkan faktor alam sebagai biang kemacetan di Jakarta. Padahal, jika kita mau tertib berlalu lintas, setidaknya kemacetan bisa terkurangi. Berapa banyak pengguna jalan tol yang menggunakan bahu jalan, karena di suatu titik akan ada bottle neck. Di lampu merah kita juga sering melihat saling serobot, baik pengguna motor maupun mobil. Lampu kuning yang seharusnya melambatkan laju kendaraan, ditafasikan terbalik, sehingga sering terjadi kecelakaan.

Pengguna motor juga sering seenaknya saja meliku-liuk dan “menggunting” jalur di antara pengguna mobil. Ini membuat laju mobil menjadi sedikit terhambat. Dalam kondisi kepadatan yang sangat, pengereman yang sering membuat lalu lintas makin padat. Jadi, untuk melancarkan Jakarta, kita bisalah sedikit andil dengan lebih tertib berlalu lintas. Meski begitu persoalan aturan dan infrastuktur tetap harus kita dorong agar bisa menciptakan kondisi lebih baik. yang lebih penting, penegakan aturan, tertutama bagi pelanggar lalu lintas, baik kendaraan pribadi terlebih angkutan umum yang sering seenaknya saja menaikturunkan penumpang. Khairuddin Pondok Aren

S UARA ANDA KOLOM ini khusus untuk pembaca yang ingin menyampaikan, kritik, saran dan komentar singkat mengenai berbagai persoalan pada para pejabat Pemerintahan, mulai dari Lurah, Camat hingga Presiden. Kirim pesan singkat Anda secara padat dan jelas, tanpa menyinggung perasaan orang lain. Setiap pesan akan diedit. Cara pengiriman SMS dengan format: BJ <spasi> pesan, lalu kirim ke 3499. (biaya Rp2000/SMS). Contoh : BJ Jakarta harus cari gubernur yang mampu menanggulangi banjir.

Bang D

el

Sri Mulyani lapor presiden soal Century

5

Lubdaka Kontemporer, Pemburu Surga Duniawi HAKIKAT Siwaratri adalah tattwa yang di-satua-kan; filosofi yang dinarasikan. Lubdaka yang pemburu, telah tampil sebagai ikon sebuah lakon bahwa seorang pendosa sekalipun bisa dengan ‘’mudah’’ masuk surga, menikmati segala kesenangan. Celakanya persepsi Siwaratri model begini terus berkembang dalam pemahaman umat Hindu kebanyakan, seakan menjadi legitimasi religius untuk membenarkan perilaku nontheis, dengan asumsi meski berbuat dosa toh masuk surga juga. Substansi kisah Lubdaka sesungguhnya adalah sebuah pelajaran tentang pendakian spiritual dengan tujuan mencapai kesadaran Siwa guna bersatu dengan Sang Hyang Widhi/ Tuhan. Dalam era kebudayaan kontemporer seperti sekarang ini, konsep ajaran Siwaratri menjadi turun derajat konseptualnya ke arah kontekstual yang menduniawi. Bahwa pesan tattwa yang diamanatkan melalui satua, menjadi kehilangan nilai sattwa-nya. Dari amanat kebenaran berubah menjadi semangat ‘’pembenaran’’, guna melakukan ‘’perburuan’’ dengan segala bentuknya demi mendapatkan kesenangan duniawi yang material, meski harus mengorbankan nilai-nilai spiritual. Tak dapat dimungkiri, di zaman di mana budaya kontemporer begitu merasuk menyelusup ke sendi-sendi kehidupan, elemen material memang telah menjadi tanda, penanda sekaligus pertanda bahwa ukuran nilai dan orientasi hidup sangat ditentukan oleh sesuatu yang bersifat kebendaan. Sehingga, apa yang dilakoni kebanyakan orang dalam pekerjaannya untuk ‘’memburu’’ harta atau kekayaan sesungguhnya adalah refleksi dari obsesinya untuk mencapai tujuan-tujuan materialistis yang tentunya bersifat hedonis. Tolok ukur keberhasilannya pun adalah kepemilikan materi, dengan segala bentuknya; punya pangkat, dapat jabatan, tinggal di rumah megah plus mobil mewah dan bergaya hidup serba wah. Sebab, dalam pandangan materialisme, materi jauh lebih penting daripada substansi (makna) ataupun esensi (nilai). Bahkan spiritualisme pun hanya dianggap sebagai penghambat laju aktivitas dan produktivitas kejasmanian, sebagai sumber pendulang kekayaan materi. Asumsinya, dengan membiarkan badan terbelenggu di bawah pengaruh mistisisme religius (spiritual), sama artinya dengan membiarkan badan tak terpuaskan oleh kebutuhan kebendaan yang materialistis hedonis. Hidup dan kehidupan seakan menjadi terhenti jika tanpa asupan gizi materi, meski dengan mengesampingkan aliran energi rohani, yang sebenarnya keduanya dapat disinergikan secara harmonis. Lebih-lebih di zaman peradaban kontemporer seperti sekarang yang

Oleh : I Gusti Ketut Widana cenderung makin sekuler. Tampaknya, tipikal Lubdaka dalam tekstual sastra telah bereinkarnasi, namun menjadi sangat berbeda manifestasinya dengan ‘’Lubdaka’’ masa kini. Untuk berburu, mencari dan mengincar buruannya, Lubdaka era kontemporer di zaman Kali seperti sekarang ini, tidak perlu lagi harus masuk hutan belantara sampai menembus kegelapan malam. Ruang dan waktu bagi Lubdaka kekinian sudah begitu menyatu, berbaur, bercampur dan melebur menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas masyarakat modern. Dengan berbekal identitas masyarakat modern yang rasional, in-

alnya, karakteristik kapitalisme dengan ideologi pasarnya begitu kental mengejawantah. Suatu ideologi (ide, gagasan, konsep) yang berakar pada gaya kapitalisme Barat dengan menjadikan pasar sebagai pusat segala keinginan dan kebutuhan. Dalam arti, apa pun yang diinginkan, semuanya ada dan bisa didapat (dibeli) di pasar. Termasuk kebutuhan upakara keagamaan, mulai dari upakara tingkatan kecil (nista), menengah (madya) sampai ke tingkatan besar (utama). Dalam pelaksanaan upacara ritual, misalnya, kini cenderung berubah menjadi semacam acara seremonial

Lubdaka kontemporer tampaknya memang telah menjelma menjadi spirit manusia modern sekarang ini yang untuk mencari atau mencapai surga dengan janji kesenangannya, tidak perlu lagi harus pergi ke hutan belantara. Bagi Lubdaka kontemporer di zaman modern, tidak ada lagi hal lain yang diburu kecuali mengisi dan menghabiskan keseharian hidupnya untuk berburu materi; harta benda, uang atau kekayaan. Termasuk melalui jabatan-jabatan tertentu yang seringkali menjadi ajang perebutan guna memperoleh kedudukan dan kekuasaan dengan segala iming-iming fasilitas hidup modern. dividual profesional dan material, mereka bisa hadir di mana-mana, semisal di ruang kantor, di proyek pembangunan, di acara tender, di terminal, di jalanan, semuanya disemangati oleh gairah mencari dan mendapatkan keuntungan materi, termasuk melalui cara-cara korupsi sebagaimana menggejala belakangan ini. Bahkan tak jarang juga, di ruang-ruang dan waktu religi, Lubdaka masa kini menampakkan diri melalui aktivitas bhakti, yang sekaligus dimodifikasi menjadi arena mencari keuntungan material dan juga ajang rekreasi. Dalam hal upakara yadnya, mis-

yang dikemas ala festival, bergaya karnaval dan bernuansa kolosal. Contohnya, ketika berlangsung piodalan di sebuah pura, serta merta disulap menjadi arena pasar, lengkap dengan aktivitas jual-beli bermotif konsumtif guna memenuhi hasrathasrat rekreatif (menghibur/menyenangkan). Fungsi wantilan pun yang adalah sebagai wahana ekspresi berkebudayaan, dengan mudah dimodifikasi menjadi arena tajen (judi). Tak terkecuali bentuk-bentuk tarian Wali, dikreasi sedemikian rupa menjadi semacam bebalihan, semacam tontonan yang semakin menjauh dari nilai tuntunan.

Spirit Modern Lubdaka kontemporer tampaknya memang telah menjelma menjadi spirit manusia modern sekarang ini yang untuk mencari atau mencapai surga dengan janji kesenangannya, tidak perlu lagi harus pergi ke hutan belantara. Lubdaka di zaman Kali, dengan hanya berbekal intelektualitas, profesionalisme dan sokongan finansial-material bisa dengan mudah mendapatkan apa pun yang diinginkan. Itulah sebabnya, bagi Lubdaka kontemporer di zaman modern, tidak ada lagi hal lain yang diburu kecuali mengisi dan menghabiskan keseharian hidupnya untuk berburu materi; harta benda, uang atau kekayaan. Termasuk melalui jabatan-jabatan tertentu yang seringkali menjadi ajang perebutan guna memperoleh kedudukan dan kekuasaan dengan segala iming-iming fasilitas hidup modern. Masyarakat Bali, lebih-lebih karena keberadaan Pulau Bali sebagai pusat pengembangan bisnis dolar melalui sektor pariwisata, sudah pasti akan membuat akselerasi modernisasi dalam era globalisasi dengan kapitalisasinya akan semakin deras masuk. Bahkan, dapat menggerus tatanan mapan kehidupan sosio-religius masyarakat Bali (Hindu). Dengan mengurai tipikal manusia Bali modern, mulai dari tumbuhnya sikap keterbukaan, ditambah orientasi hidup yang mulai bergerak ke arah materi (uang), oleh Sugiharto (dalam Adlin, 2007) disebutnya sebagai situasi modern, di mana paradigma utamanya adalah bagaimana bisa ‘’memiliki’’ lebih banyak (to have), bukan bagaimana saya ‘’menjadi’’ orang yang lebih berkualitas dan lebih bermakna (to be). ‘’Roh’’, yang lebih berurusan dengan ‘’menjadi’’ itu, tidak mendapat tempat. Kalaupun mendapatkan tempat, maka ritual-ritual religius kekinian sudah bercampur baur dengan perayaan konsumerisme. Masyarakat Hindu (Bali) sebagai bagian dari masyarakat global, juga tidak luput dari pengaruh gaya hidup modern di era global. Atmadja (2006) menilai, dengan mencermati kondisi masyarakat Bali dewasa ini, globalisasi memiliki kesan yang sama kuat dengan westernisasi yang identik dengan Amerikanisasi. Model Lubdaka kontemporer yang hanya memburu kesenangan duniawi, makin banyak saja hadir di tengah kita, meski harus dengan menjauhkan nilai-nilai spiritual yang sebenarnya menjadi modal kekayaan rohani untuk mencapai surga sejati; kebahagiaan abadi. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

DEBAT P EMBACA

Penjara KATANYA di penjara itu nggak enak ya? Lalu, katanya lagi, di penjara itu nggak bisa makan enak ya? Terus, kata teman saya lagi, ruangan di penjara itu pengap dan berbau tidak sedap? Lalu, masih kata si orang tadi, di penjara itu orang jadi mati angin dan nggak bisa berbuat apa-apa lagi? Terusnya lagi, masih kata seseorang itu, orang yang di penjara itu jadi tertutup dan kedap informasi? Kata orang, entah siapa si fulan itu, tentang kehidupan di penjara, sejatinya benar adanya. Tidak bisa dimungkiri bahwa orang yang di penjara seharusnya memang tidak enak, makanan tidak seenak di luar penjara, informasi tentang dunia luar penjara yang kita dapat pun amat sangat sedikit bahkan mungkin tertutup sama sekali. Namun, kebenaran informasi dari seseorang itu, barangkali, hanya berlaku bagi tahanan atau narapidana tertentu. Dalam arti,

sebagian besar ketidak-enakan kehidupan di dalam penjara cuma dialami oleh orang-orang kecil, yang tak punya pengaruh apa-apa dan miskin secara ekonomi. Bahkan, kasusnya pun, barangkali, tak seberat apa yang dilakukan oleh orang-orang spesial: maksudnya koruptor, atau orang terpidana yang berasal dari golongan the have. Terbongkarnya penjara mewah Arthalyta Suryani alias Ayin di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta, oleh Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, barubaru ini, adalah tragedi hukum yang amat sangat memalukan. Bayangkan, seseorang seperti Ayin yang sudah jelas-jelas merugikan negara dan masyarakat, bisa diperlakukan seistimewa seperti apa yang kita lihat. Dan Tuhan Maha Tahu, ketika kebusukan rumah tahanan yang terkesan untouchable oleh masyarakat dan pers, itu tiba-tiba disidak oleh Satgas Pemberan-

tasan Mafia Hukum (Denny Indrayana dkk). Yang muncul ke permukaan kemudian adalah fasilitas penjara mewah Ayin dilengkapi ruang atau kamar mewah, ruang perawatan kecantikan, dilengkapi kulkas, AC, TV, DVD Player, Internet, dan fasilitas mewah lainnya. Barngkali, melebihi kenyamanan orang menengah yang berada di luar penjara. Rupanya, bukan cuma Ayin yang memperoleh fasilitas istimewa. Ada empat tahanan lainnya yang ditengarai mendapat perlakuan mewah atau boleh berhidup mewah sejauh dana yang dimiliki si tahanan memadai. Dia adalah Aling, Darmawati, Ines Wulandari, dari Eri, yang tentu saja mempunyai kasus berbeda satu sama lainnya. Agaknya, kenyataan hidup mewah di penjara ini, diduga sudah berlangsung lama yang melibatkan narapidana dari kalangan atas. Dan keberlangsungan penjara enak itu tak terendus

(tidak boleh diendus) masyarakat dan pers. Dan tak ada satu lembaga pun yang berani mengungkap kebobrokan itu. Dan fenomena terbongkarnya penjara mewah ini terjadi di awal tahun 2010. Dari sekian puluh tahun republik ini berdiri, baru di awal tahun baru ini kasus itu terbongkar. Itu pun baru ruang tanahan satu orang yang bernama Arthalyta Suryani, seorang wanita yang menghebohkan lantaran terbukti menyogok dan bekerja sama dengan seorang oknum jaksa. Ironisnya, kasus yang dialami Ayin terbilang baru di mana Ayin menjadi news maker pemberitaan nasional tak berapa lama. Dan sangat ironis pula orang yang disumpahserapahi dan banyak caci maki lainnya dari masyarakat itu, ternyata hidup sebaliknya dari yang dibayangkan orang di luar penjara selama ini. Hakim Moesthaf Lebak Bulus

Suluh Indonesia menerima tulisan Anda untuk dimuat di rubrik Debat Pembaca di halaman ini. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter. Tulisan akan diedit. Sertai dengan foto terbaru anda. Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com.

Tanggung bersama ...

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 14 Januari 2010

6

Linda Agum Gumelar Calon Kuat Pimpin PBI JAKARTA - Menteri Negara Pemberdayaan Peranan Wanita dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar calon kuat untuk memimpin Persatuan Boling Indonesia (PBI) Pusat periode 2010-2014 dalam Munas PBI yang berlangsung 30 Januari mendatang di Jakarta. Menguatnya dukungan untuk Linda Agum Gumelar seperti dikatakan tokoh boling nasional Erwin Pohe di Jakarta, kemarin karena isteri mantan Ketua Umum KONI Pusat, Agum Gumelar itu bukan orang asing di boling. Erwin Pohe lebih lanjut mengatakan, Linda adalah keluarga boling. Ayahnya, Jenderal TNI (Purn) Ahmad Tahir (almarhum) adalah ‘’Bapak Boling” Indonesia karena tiga periode memimpin induk organisasi olahraga bola gelinding ini. Selain itu, Agum Gumelar adalah mantan atlet boling nasional yang diantaranya pernah mewakil DKI pada PON tahun 1981 dan 1985. ‘’Data dan fakta ini saya kira mendorong pengurus daerah (Pengda) mencalonkan Ibu Linda. Intinya adalah banyak orang boling menginginkan kembalinya suasana kekompakan, dan kebersamaan dalam pembinaan prestasi olahraga boling secara nasional. Bila orang menyebut nama Linda Gumelar, orang mengingat pada ayahnya, Pak Achmad Tahir yang adalah Bapak Boling Indonesia,”kata Erwin yang mantan Ketua Umum PBI DKI Jaya ini. Dengan kondisi seperti itu, lanjut Erwin, sulit untuk

Linda Agum Gumelar

bisa membendung derasnya usungan dari berbagai daerah pada figur Linda Gumelar. Erwin sendiri menyatakan akan “turun gunung” untuk mengusung pencalonan Lida Gumelar. Selain Linda Gumelar, ada juga nama lain yang diusung oleh Ketua Umum PBI, Maxi Gunawan, yakni Bambang Yoga Soegama. Calon lainnya adalah Oky Harwanto. Nama yang terakhir ini adalah pengusaha dan orang boling yang sudah teruji loyalitasnya membina olahraga boling. Sementara itu, Ketua PBI Jaya, Isra Tahir, mengatakan, siapa saja yang menjadi ke_tua umum yang terpenting harus dapat menjalankan program dengan baik karena Asian Games XVI/2010 di Guangzhou, Cina sudah depan mata. Yang layak, untuk memimpin PBI adalah orang boling sendiri dan Isra menyebut hanya dua nama yang benar-benar orang boling dan sudah diketahui loyalitasnya yakni Linda Agum Gumelar dan Oky Harwanto. (oli)

Sesama Pemain Persebaya Berkelahi SURABAYA - Perkelahian sesama pemain Persebaya terjadi saat sesi latihan, kemarin, menyusul naiknya emosi pemain menjelang pertandingan penting melawan pimpinan klasemen sementara Liga Super Indonesia, Arema Malang pada Sabtu lusa. Informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan, perkelahian itu melibatkan pemain bertahan asal Jepang, Takatoshi Uchida dengan tiga pemain lokal, masing-masing Andi Odang, Taufiq dan Satrio Syam. Peristiwa itu berawal dari latihan “game” yang dijalani pemain di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya. Andi Odang emosi setelah mendapat “tackling” dari Uchida yang berusaha menghalau bola dari kakinya. Andi Odang yang mandul dalam beberapa pertandingan terakhir, tidak terima dengan tindakan kasar Uchida dan langsung memukuli pemain asal Jepang tersebut. Dua pemain Persebaya lainnya, Taufiq dan Satrio Syam ikut-ikutan membantu Andi Odang, sementara Takatoshi Uchida sama sekali tidak memberikan perlawanan. Melihat rekannya dikeroyok, pemain asing asal Australia, Josh Maguire mencoba membantu dan memisahkan. Perkelahian selesai setelah pelatih Persebaya Danurwindo turun tangan. Takatoshi Uchida saat itu juga langsung meminta maaf kepada Andi Odang dan Da-

nurwindo sempat menghentikan latihan untuk memberi pengarahan kepada pemain. “Hal seperti itu biasa terjadi, tidak hanya di Persebaya. Tapi saya justru melihat sisi positif dari kejadian itu, bahwa emosi pemain menjelang laga lawan Arema cukup tinggi dan itu sangat diperlukan, bahkan hingga laga nanti,” kata Danurwindo. Ia mengakui anak asuhnya sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Arema Malang dan mengalahkannya di kandang sendiri. “Saya harus tetap menjaga emosi dan motivasi pemain hingga hari Sabtu nanti. Mental Andi Odang memang sedang goyah karena tidak berhasil mencetak gol dalam beberapa pertandingan, padahal dia punya banyak kesempatan,” ujarnya. Danurwindo juga akan mendekati dan berbicara dari hati ke hati dengan mantan penyerang Persekabpas Pasuruan yang telah mencetak enam gol untuk Persebaya itu. Sementara itu, Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar berharap perselisihan antarpemain tersebut tidak berimbas pada kekompakan tim, sehingga target memenangkan pertandingan lawan Arema bisa terpenuhi. “Mereka sudah saling minta maaf dan baik lagi, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan. Saya hanya minta kekompakan tim tetap dipertahankan,” tegasnya. (ant)

PSSI Kaji Naturalisasi Pemain Timnas JAKARTA - PSSI akan mengkaji penggunaan pemain naturalisasi dalam timnas Indonesia seiring dengan gagalnya timnas dalam pentas regional maupun internasional. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Jakarta, kemarin, mengatakan, naturalisasi pemain merupakan salah satu opsi meningkatkan kemampuan timnas selain memaksimalkan pembinaan. “Kami telah menyiapkan tim untuk memantau dan menyeleksi pemain. Banyak sekali pemain yang berpotensi,” katanya saat dikonfirmasi. Menurut dia, pemain yang dibidik untuk menjadi pemain naturalisasi (dua kewarganegaraan) adalah pemain U-19 dan U-21. Pemain ini dibidik untuk

masuk tim U-23. Pemain yang dibidik, kata dia, adalah pemain yang saat ini berada di Australia dan beberapa negara di Eropa diantaranya adalah Belanda. “Ada lima pemain di Australia dan ada belasan pemain di Belanda,” katanya menambahkan. Ia menjelaskan, jika rencana penggunaan pemain naturalisasi terealisasi maka tim tersebut akan secepatnya dibentuk. Rencananya timnas yang mayoritas pemain naturalisasi itu akan mulai dimainkan pada arena SEA Games 2011 mendatang. “Ini semua tergantung dari pemerintah. Yang jelas apa bangsa ini mau menerima dengan rencana ini,” katanya menegaskan. (ant)

Suluh Indonesia/ant

LATIHAN - Sejumlah pemain Persela Lamongan melakukan latihan di Stadion Lapatau, Kabupaten Bone, Sulsel, kemarin, Persela Lamongan akan menurunkan seluruh pemainnya saat melawan tuan rumah PSM Makassar pada hari ini dalam pertandingan lanjutan Liga Super, di Kabupaten Bone.

Persija Tahan Imbang SFC PALEMBANG - Persija Jakarta menahan imbang 1-1 kesebelasan tuan rumah, Sriwijaya FC, di kandang lawan dalam pertandingan lanjutan Liga Super, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, kemarin petang Kesebelasan tuan rumah dalam pertandingan yang disaksikan ribuan penonton itu memang banyak menciptakan peluang, namun tidak dapat dimanfaatkan lebih maksimal. Pertandingan yang dipimpin

wasit A Suarlan tersebut, kesebelasn tamu pertama unggul karena berhasil memasukan bola melalui tendangan, Aliyudin pada menit ke-51. Dengan kemasukan satu gol tersebut membuat pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan memacu tim binaannya dengan cara meningkatkan tempo permainan dan melakukan serangan balasan sehingga berhasil memasukan bola balasan ke gawang Persija melalui tenda-

ngan, Rahmat Rivai pada menit 55 sehingga merubah kedudukan menjadi imbang 1-1. Sementara pada babak pertama kedua kesebelasan samasama bertahan sehingga tidak satu golpun tercipta dalam pertandingan yang cukup menegangkan tersebut. Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui, kesebelasannya banyak menciptakan peluang terutama pada babak pertama, namun tidak mampu

Mabes TNI Kalahkan Bank Jatim BANYUWANGI - Juara bertahan putri Surabaya Bank Jatim dipermalukan Mabes TNI Jakarta 0-3 (21-25, 21-25, 23-25), pada laga terakhir penyisihan Sampoerna Hijau Livoli Divisi Utama 2009 di GOR Tawang Alun Banyuwangi, kemarin. Dengan hasil ini, Mabes TNI mengambil alih pimpinan klasemen akhir Grup X dan menggeser Bank Jatim yang menelan kekalahan pertamanya. Mereka akan bertemu Tectona Perhutani Bandung, hari ini, untuk perebutan tiket semifinal. Sementara Surabaya Bank Jatim akan menghadapi TNI AU Jakarta yang menempati posisi ketiga Grup Y, untuk memastikan tiket empat besar lainnya. Pertandingan perebutan tiket semifinal akan mempertemukan Petrokimia Gresik (runner up Grup Y) melawan Popsivo Polwan Jakarta (peringkat tiga Grup X), dan tim favorit PLN Jakarta (juara Grup Y) dengan pendatang baru Bank Sumsel (peringkat keempat Grup X). “Penampilan Mabes TNI di laga terakhir ini jauh lebih baik dibanding anak asuhnya sehingga mereka layak menang. Mabes TNI punya kekuatan sangat lengkap dan kami sempat kebingungan menekan,” kata pelatih Surabaya Bank Jatim, Mashudi.

Mantan pelatih Surabaya Samator ini mengatakan, kekalahan ini tidak akan membuat mental anak asuhnya menurun dan tetap yakin timnya masih memiliki peluang untuk menjuarai Livoli. “Putaran delapan besar akan sangat menentukan dan kami harus segera evaluasi kelemahan tim,” tambahnya usai pertandingan. Secara terpisah, pelatih Mabes TNI Joko Margo, mengungkapkan kunci kemenangan timnya atas juara bertahan Surabaya Bank Jatim, karena mengandalkan variasi serangan. “Kemenangan ini menjadi modal bagi kami untuk menghadapi laga penentuan menuju empat besar. Semua lawan berat, termasuk Tectona yang belum pernah kami hadapi,” katanya. Samator Perkasa Pada kelompok putra, tim promosi Surabaya Samator kembali menunjukkan keperkasaannya dengan tidak terkalahkan, ketika pada laga terakhir penyisihan Grup A mengandaskan PLN Jakarta dengan skor 3-1 (23-25, 26-24, 25-20, 25-22). Hasil ini melengkapi dua kemenangan sebelumnya yang diraih Samator atas Tectona Perhutani Bandung dan Sanan-

ta Jakarta, serta membawa mereka menjuarai Grup A. “Target kami untuk tidak kalah pada babak penyisihan sudah terpenuhi. Mudah-mudahan hasil ini bisa dipertahankan di laga berikutnya dan kami akan berjuang lebih maksimal,” kata pelatih Samator, Ibarsyah. Hasil berbeda diraih tim Jatim lainnya yang juga juara bertahan Indomaret Sidoarjo. Pada laga terakhirnya, Khasoni Mufid dan kawan-kawan dipecundangi tim pendatang baru Bank Sumsel Bangka Belitung dengan skor 3-1 (19-25, 25-23, 25-21, 25-21). Kekalahan kedua dari tiga pertandingan di babak penyisihan grup, membuat ambisi Indomaret untuk mempertahankan gelar juara menjadi diragukan. “Peluang untuk lolos semifinal dan final masih sangat terbuka. Kami akan bekerja lebih keras memperbaiki penampilan di laga berikutnya,” ujar Khasoni Mufid yang juga kapten tim Indomaret Sidoarjo. Hingga Rabu petang, belum diketahui jadwal penentuan tiket semifinal putra karena akan ditentukan laga antara Bantul Yuso Gunadarma melawan Mars Probolinggo, serta Tectona Bandung dengan Sananta Jakarta yang masih bertanding. (ant)

PSM Yakin Ungguli Persela WATAMPONE - PSM Makassar cukup yakin mampu kembali merebut nilai sempurna pada laga ‘usiran’ kedua melawan Persela Lamongan di Stadion Lapatau Watampone, Kabupaten Bone hari ini. Setelah sukses pada laga usiran pertama tanpa penonton mengalahkan Persijap Jepara 1-0, makan pada partai kedua ini tetap bisa kembali jadi milik PSM untuk memperbaiki posisi pada klasemen sementara kompetisi Liga Super 2009/ 2010, ujar pelatih PSM Hanafing di Watampone, kemarin. Menurut Hanafing, seluruh pemain dalam kondisi siap tanding serta tampil maksimal untuk merebut nilai sempurna atas Persela pada laga tanpa penonton tersebut. Pemain sudah akrab dengan lapangan di Stadion Lapatau,

Hanafing

mereka menilai lapangan ini sama dengan stadion Andi Mattalatta Makassar yang selama ini menjadi “home base” (markas) PSM, sehingga mereka tetap yakin dapat merebut nilai penuh pada dua laga usiran di Watampone. Hasil sempurna yang diraih pada laga sebelumnya atas Persijap, akan jadi motivasi pemain

untuk tampil maksimal dan meraih kemenangan atas Persela, tutur Hanafing. Christrian Carascalao yang mengalami cidera saat melawan Persijap, telah pulih dan siap tampil di laga kedua melawan Persela, begitu pula dengan kondisi fisik pemain lainnya, tidak ada masalah, ujarnya. Sementara itu, manajer PSM Hendra Sirajuddin mengatakan, manajemen manargetkan nilai sempurna pada dua laga usiran tanpa penonton di Watampone. Kalau mampu meraih angka penuh pada laga usiran kedua ini, maka posisi PSM akan merangkak naik ke papan tengah, namun jika hanya merebut tiga poin dalam dua laga usiran tersebut, maka PSM tetap terpaku di papan bawah dan masuk dalam zona degradasi, ujar Hendra. (ant)

menyelesaikannya dengan baik. Babak pertama banyak kesempatan emas untuk menciptakan gol tetapi kelihatannya tim binaannya tidak main lepas seakan terbebani, kata dia pula. Memang, lanjut dia, pada babak pertama itu tempo permainan masih lambat sehinga pihaknya hanya mampu menciptakan peluang, tetapi tidak berhasil meraih gol. Lebih lanjut dia mengatakan, hasil tersebut cukup membang-

gakan karena semua pemain telah berusaha maksimal menghadapi tim Persija Jakarta. Pelatih Persija, Maman Suryaman mengatakan, permainan pada babak pertama memang cukup berimbang sehingga kedua kesebelasan sama-sama bertahan. Namun pada babak kedua, pihaknya meningkatkan serangan sehingga berhasil membobol gawang tuan rumah, “Laskar Wong Kito”, tambah dia. (ant)

Pelatih Sriwijaya FC Akan Evaluasi Tim

Rahmad Darmawan

PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, akan mengevaluasi timnya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. “Pertandingan Liga Super masih panjang sehingga evaluasi tersebut sangat penting, kata dia usai pertandingan tim Sriwijaya FC melawan Persija di Palembang, kemarin. Ketika ditanya hasil imbang 1-1 saat berhadapan dengan Persija, ia mengatakan, itu sebenarnya adanya faktor psikologis bagi para pemain. Namun, ia tidak menyebutkan permasalahan yang dihadapi tersebut. Lebih lanjut, dia mengatakan, memang, Sriwijaya FC banyak menciptakan peluang namun itu tidak dapat diciptakan gol karena diperkirakan pemain masih ada beban psikologis. Begitu juga saat berlatih pemin cukup bagus tetapi ketika berhadapan dengan lawan saat betandingan sepertinya pemain terbebani, kata dia pula. “Saat berlatih pemain cukup

baik tetapi ketika berhadapan dengan lawan mereka terbebani,” kata pelatih yang pernah mengantar klub milik masyarakat Sumatra Selatan juara Copa dan Liga Indonesia itu. Menurut dia, latihan dan evaluasi tim memang sangat diperlukan untuk mengetahui kelemahan yang ada selama ini sekaligus pembenahan atlet termasuk kerja tim sepak bola yang banyak dicintai masyarakat itu. Selain itu sekarang ini pihaknya masih kekurangan penyerang sehingga dalam pertandingan kesebelasannya belum banyak berbuat untuk menciptakan kemenangan, kata dia. Dikatakannya, oleh karena itu pihaknya terus mengevaluasi para pemain sepak bola “Laskar Wong Kito” itu supaya nantinya mereka saat bertanding bisa tampil menjadi pemenang. Selain itu evaluasi diperlukan karena saat ini ada pemain yang belum dapat diturunkan pada pertandingan berikutnya akibat cedera, tambah dia. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 14 Januari 2010

7

Piala Afrika

Angola ‘Target’ Kedua Malawi LUANDA - Malawi yang sukses mengejutkan finalis Piala Dunia 2010 Aljazair Senin lalu, bertekad untuk melakukan hal serupa kala berhadapan dengan tuan rumah Angola di lanjutan babak penyisihan grup Piala Afrika 2010, dini hari nanti. Berkat kemenangan 3-0 atas Aljazair, Malawi yang tampil untuk kedua kalinya di final Piala Afrika melejit ke urutan teratas Grup A, di atas Angola dan Mali. Sementara Aljazair berada di posisi juru kunci. Kemenangan tersebut juga membuktikan hasil positif yang didapatkan selama pertandingan pemanasan tidaklah sia-sia. Pelatih Kinnah Phiri tertantang untuk memperoleh kemenangan yang kurang lebih sama. “Kami pelengkap di kompetisi ini. Kami bermain bagus di partai pertama dan saya memberi selamat pada pemain saya. Kami mempersiapkan diri dengan baik dan kami menuai hasilnya disini. Bila kami mempertahankan keseimbangan ini, kami mampu mengejutkan dunia,” kata Phiri, kemarin. Angola yang favorit lolos ke perempatfinal bersama Mali, tidak akan melakukan kesalahan serupa dengan meremehkan pemain-pemain Phiri. Terlebih setelah mereka kebobolan empat gol di sisa waktu 15 menit saat berhadapan dengan Mali. Padahal saat itu The Black Antelopes sudah memimpin 4-0. Mantan kiper, Kanka Vemba menyerukan perubahan sikap mutlak diperlukan diantara pemain Angola jelang pertemuan dengan Malawi dini hari nanti. “Kami harus menerapkan cara penyerang yang sama, namun dengan mental yang berbeda dalam menghormati lawan,” tegasnya. Seruan senada muncul dari tokoh penting lain dalam komunitas sepakbola Angola, Ndunguidi Daniel. “Saya tahu dengan hasil melawan Mali itu pemain kami memiliki banyak tekanan. Kami harus berkonsentrasi dalam semua lini dan mempertahankan sikap yang kompetitif sepanjang 90 menit,” ujar Daniel. Angola didukung oleh sorak-sorai 50.000 suporter fanatiknya di stadion baru Luanda yang berkapasitas 50.000 tempat duduk Senin lalu, setidaknya sampai empat menit tambahan waktu. Nilai plus lainnya berasal dari kualitas serangan mereka yang mumpuni, terbukti dengan dua gol yang diciptakan oleh Flavio Armado dan penalti dari Gilberto serta Manucho. Namun kelemahan dalam lini pertahanan, termasuk penampilan buruk kiper Carlos Fernandes membuat mereka merugi. “Kami harus menegakkan kepala kami. Saya sangat sedih dan merasa bersalah, tidak ada penjelasan untuk membuang keunggulan sebesar itu. Namun kami harus memberikan respons yang baik di pertandingan berikutnya,” seru kapten Angola, Khali. Pelatih Manuel Jose beranggapan hasil buruk itu akan membuat mereka lebih kesulitan di laga selanjutnya. Proses bagaimana Angola menyia-nyiakan keunggulan diandaikan seperti pil terpahit yang pernah ditelannya selama menjadi manajer. Ia mengharapkan hasil yang lebih pantas dini hari nanti. (adn/afp)

Mali dan Aljazair Akan Buktikan Kualitasnya LUANDA - Duel Grup A antara Mali dengan Aljazair, dini hari nanti menjadi kesempatan kedua bagi masing-masing tim untuk membuktikan kualitas mereka yang sesungguhnya. Kedua tim ini mengawali Piala Afrika 2010 dengan hasil yang berbeda. Terlepas dari keberhasilan Mali mengejar ketertinggalan empat gol dari Angola untuk merebut hasil imbang, pelatih Stephen Keshi tetap dibuat frustasi dengan penampilan anak asuhnya di babak pertama. Aljazair lebih apes karena dipermalukan 0-3 oleh tim penggembira Malawi akibat kesalahan dalam sistem permainan mereka. Keshi mengungkapkan, secara mental pemainnya dalam kondisi yang menurun setelah Angola mampu unggul dengan mudah ketika itu. “Semangat menurun setelah duel dengan Angola. Pemain sadar dengan kesalahan mereka Senin lalu, namun itu pertandingan yang sulit dan dalam atsmosfer yang sulit pula mengingat adanya dukungan dahsyat untuk tim tuan rumah,” jelas Keshi, kemarin. Gelandang Barcelona, Seydou Keita yang mencetak dua gol setelah diturunkan sebagai pemain pengganti kala itu, menegaskan rekan-rekannya memiliki mental yang kuat untuk bangkit. “Aljazair boleh saja ke Piala Dunia, namun mereka dalam situasi yang rumit. Posisi kami lebih menguntungkan. Tekanan justru lebih besar pada mereka karena bila mereka membuang poin melawan kami, untuk lolos ke babak selanjutnya akan berat,” ungkap Keita. Asa Mali merebut kemenangan makin diperkuat dengan kemungkinan tampilnya gelandang Juventus, Mohamed Sissoko. Ia absen di laga pertama karena cedera selangkangan, namun diyakini bisa diturunkan dini hari nanti.”Sissoko lebih sehat, namun apakah ia akan bermain atau tidak saya tidak tahu,” terang Keshi. Satu catatan penting bagi Mali adalah mereka harus tampil lebih disiplin karena ada empat pemain yang beresiko terkena skorsing satu pertandingan bila kembali menerima kartu kuning. Keita merupakan salah satu dari kuartet pemain itu. Di kubu Aljazair, bek Rangers, Madjid Bougherra meminta maaf kepada penggemar atas kekalahan mereka dari Malawi. Pada saat itu penampilan Aljazair sangat jauh berbeda dibanding ketika mereka menyingkirkan Mesir di babak play-off November tahun lalu.” Kami minta maaf pada warga Aljazair. Kami tidak berada pada level yang diharapkan dari kami untuk pertandingan ini,” sesalnya. (adn/af)

Suluh Indonesia/ap

KEMBALIKAN BOLA - Petenis Rusia, Dinara Safina, mengembalikan bola ke arah petenis senegaranya, Elena Dementieva dalam pertandingan babak perempat final turnamen tenis Sydney International, di Sydney Australia, kemarin.

Piala Raja

Villarreal Tersingkir MADRID - Kejutan kembali muncul di Piala Raja. Villarreal tersingkir di babak 16 besar karena kalah agregat 1-2 dari klub Divisi II, Celta Vigo di Stadion Madrigal, kemarin. Kedua tim bermain 1-1 pada laga pertama pekan lalu. Villarreal yang seharusnya diuntungkan karena bermain di kandang pada partai kedua justru menelan kekalahan 0-1. Gol kemenangan Celta Vigo dicetak oleh Diego Lopez dari titik putih pada menit ke-91. Bek The Yellow Submarine, Angel dianggap menarik Pedro Botelho di kotak penalti. Celta Vigo lolos ke perempatfinal untuk menghadapi pemenang antara Recreativo Huelva dengan Atletico Madrid yang baru bertanding di

Vicente Calderon dini hari tadi. Recre favorit lolos karena unggul 3-0 di pertemuan pertama. Pelatih Villarreal, Ernesto Valverde tak mau meributkan insiden yang memicu lahirnya hukuman penalti bagi timnya. “Saya jauh dari kotak penalti dan tidak tahu apakah itu di dalam atau di luar, atau apakah ia menyentuh pemain (Botelho) atau tidak, namun saya tidak tertarik karena kami sudah tersingkir,” papar Valverde. Valverde berusaha menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada. “Saya tidak ingin mencari alasan. Anda boleh saja menyebut keberhasilan mereka lolos sebagai sesuatu yang sedikit tidak adil,” urainya. Celta Vigo berada di urutan ke-14 di Divisi II serta terlilit

masalah keuangan. Sedangkan Villarreal menempati posisi kesepuluh di La Liga. Namun kendati berbeda kasta, tidak tampak perbedaan mencolok dalam permainan keduanya. Villarreal sepertinya mampu mengamankan hasil imbang 0-0 yang bakal meloloskan mereka dengan aturan gol tandang, sampai Angel melakukan tekel terhadap Botelho di pinggir kotak penalti sehingga diganjar hukuman penalti. Juara bertahan Barcelona baru bertanding melawan Sevilla dini hari tadi. Blaugrana harus membalikkan kekalahan 1-2 di laga pertama untuk bisa lolos ke perempatfinal. Barcelona dan Sevilla adalah tim paling tangguh yang tersisa di turnamen ini. (adn/rtr)

Copa Italia

Roma Lolos ke Perempatfinal ROMA - AS Roma bangkit dari kebobolan gol cepat untuk berbalik mengalahkan tim Seri B, Triestina 3-2 di Coppa Italia,kemarin. Kemenangan itu meloloskan Giallorossi ke babak perempatfinal. Roma yang bakal menghadapi Genoa atau Catania di babak selanjutnya, menyusul pimpinan Seri A Inter Milan yang sudah lebih dulu melangkah ke delapan besar setelah tim besutan pelatih Jose Mourinho itu mendundukkan Livorno 1-0 Desember tahun lalu. Tristina sudah unggul saat pertandingan baru berlang-

sung lima menit. Luigi Della Rocca mencetak gol dari hadiah penalti setelah dirinya dilanggar oleh Marco Cassetti. Seiring pertandingan berjalan, kekalahan makin membayangi Roma, apalagi pelatih Claudio Ranieri memang menurunkan tim lebih lemah. Bek tengah Juan, striker Luca Toni dan gelandang Daniele De Rossi seluruhnya diistirahatkan. Untungnya Roma sudah menyamakan kedudukan di penghujung babak pertama. Matteo Brighi membobol gawang Triestina memanfaatkan bola rebound. Penyerang

Montenegro, Mirko Vucinic membuat tuan rumah berbalik unggul di menit ke-60 dengan meneruskan umpan sayap Prancis, Jeremy Menez. Kemenangan klub berlambang serigala ini dipastikan oleh Julio Baptista. Gelandang Brazil yang dibidik oleh Inter ini menciptakan gol dari tendangan bebas 10 menit menjelang bubaran. Pada pertandingan babak 16 besar lain dini hari tadi, Juventus menjamu Napoli. Sementara AC Milan menyambut kedatangan tim Divisi III, Novara di San Siro. (adn/afp)

Piala Afrika

Mesir Tekuk Nigeria 3-1 BENGUELA - Juara bertahan Mesir mengawali Piala Afrika 2010 dengan memetik kemenangan atas Nigeria, R kemarin. The Pharaoh mengguli Super Eagles 3-1 pada pertandingan pertama Grup C di stadion Ombaka. Kemenangan Mesir ini terinsiprasi oleh pergantian pemain yang dilakukan pelatih Hassan Shehata di babak kedua. “Pergantian tersebut memberi keuntungan,” kata Shehata. “Kemenangan atas Nigeria hanya permulaan, kami masih harus menempuh jalan yang panjang, jadi kami masih memerlukan dukungan dan doa dari penggemar,” lanjut arsitek veteran itu. Striker Mesir, Mohamed Zidan mengatakan timnya memang pantas menang. “Kami tidak menyerah. Saya kira kami layak mendapatkan kemenangan,” ujarnya. Pelatih Nigeria, Shuaibu Amodu mengakui kekalahan timnya adalah akibat dari beberapa kesalahan konyol yang dilakukan pemainnya. “Kami bermain bagus dan mengendalikan pertandingan terutama di babak kedua, tetapi entah bagaimana kami melakukan kesalahan konyol dan kami menerima ganjarannya,” sesal Amodu. Kapten Joseph Yobo menambahkan, andai mereka memaksimalkan keunggulan di babak pertama, mereka pastinya sudah mengoleksi tiga poin. “Kami memulai dengan baik dan memperoleh gol, tetapi mereka mampu

menyamakan. Mereka juga mencetak gol cepat di babak kedua untuk membuat kami tidak nyaman,” terangnya. “Andai kami tampil di babak kedua seperti yang kami lakukan pada babak pertama, kami pastinya memenangkan pertandingan yang sangat sulit ini,” imbuh bek Everton itu. Sejak laga dimulai, Mesir berambisi mengakhiri rekor tak pernah menang selama 33 tahun atas Nigeria, untuk sekaligus membuka jalan lolos ke babak selanjutnya. Namun Nigeria yang lebih dulu memimpin di menit ke-12 melalui tembakan kaki kiri Chinedu Obasi dari luar kotak penalti yang meluncur di bawah badan kiper Essam El-Hadary. Emad Motaeb menyamakan skor untuk Mesir pada menit ke-34 ketika ia menyelesaikan sebuah serangan balik cepat yang diawali oleh Wael Gomaa dan kapten Ahmed Hassan. Motaeb lebih dulu mengecoh kiper Vincent Enyeama sebelum menyarangkan bola ke gawang yang telah kosong. Hassan membawa Mesir berbalik unggul di menit ke54 dengan tembakan keras dari jarak 18 meter yang tak bisa diantisipasi Enyeama. Pemain pengganti, Mohamed Nagi melengkapi kemenangan Mesir dengan mencetak gol ketiga di menit ke-87. Berkat hasil ini, Mesir memimpin Grup C dengan tiga poin. Benin dan Mozambik menempel di posisi kedua dan ketiga setelah bermain 2-2 pada pertandingan lainnya. (adn/afp)

Mokoena Angkat Portsmouth

Aaron Mokoena

LONDON - Portsmouth sedikit terangkat dengan keberhasilan lolos ke putaran keempat Piala FA. Gol pemain Afrika Selatan, Aaron Mokoena menjadi penentu kemenangan 2-1 atas Coventry City dalam laga ulang putaran ketiga, kemarin. Kemenangan ini besar artinya bagi The Pompey yang tengah dililit krisis keuangan dan terpuruk di urutan terbawah klasemen Liga Utama Inggris. Mereka lolos ke babak selanjutnya untuk menghadapi rival dari divisi utama lainnya, Sunderland. “Sangat penting untuk memenangkan pertandingan ini sehingga kami dapat membangun diri. Kami benar-benar membutuhkannya. Ini keme-

nangan besar buat kami,” ujar Mokoena kepada ITV4. “Selalu sulit bertanding di tempat ini dan pujian pantas diberikan pada Coventry, mereka menyulitkan kami. Namun pada akhirnya kami berhasil menyelesaikannya,” imbuhnya. Portsmouth yang juara pada 2008, tertinggal di sepanjang pertandingan setelah striker Coventry Leon Best mencetak gol pembuka di menit ke-22. Portsmouth tinggal menunggu waktu untuk tersingkir sampai pemain Coventry, Stephen Wright membobol gawangnya sendiri sesaat sebelum waktu normal berakhir. Laga hampir diputuskan lewat adu penalti sebelum Mokoena menciptakan gol kemenangan bagi

The Pompey. Pada laga lebih awal, gol pertama dari Barry Ferguson untuk Birmingham City meloloskan tim Liga Utama itu ke putaran keempat dengan kemenangan 1-0 atas Nottingham Forest. Dengan kemenangan ini, The Blues tak terkalahkan dalam 14 pertandingan di semua kompetisi dan bakal bertemu dengan sesama rival Liga Utama, Everton di fase berikutnya. Sementara klub Divisi II, Derby mengalahkan Millwall 5-3 lewat adu penalti setelah skor usai perpanjangan waktu berakhir 1-1. Kebuntuan pecah ketika Steve Morison membuat Millwall memimpin di menit ke108, sebelum Derby menyamakan sesaat kemudian melalui Steve Davies. Kiper Stephen Bywater menjadi penyelamat Derby di adu penalti dengan mementahkan tembakan Dan-

ny Danny Schofield. Sheffield United hampir menyia-nyiakan keunggulan 3-0 atas QPR, beruntung mereka mencegah tuan rumah mencetak gol lainnya sehingga menang 3-2 di Lotus Road. Lee Williamson membuka skor di menit ke-19, disusul gol dari Jamie Ward dan Richard Cresswell hanya dalam waktu tiga menit di babak kedua. Menariknya, QPR tak mau menyerah dan membalas dua gol di 20 menit waktu yang tersisa melalui penalti Akos Buzsaky dan gol Damion Stewart. Bristol City dan Cardiff harus kembali melakoni laga ulang karena duel keduanya berakhir 1-1. Gavin Williams menggagalkan kemenangan Cardiff yang sudah didepan mata dengan membalas gol pembuka Michael Chopra di menit kedua tambahan waktu. (adn/afp)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Kamis 14 Januari 2010

8

Ratusan Rumah Terendam MAKASSAR - Sedikitnya seratus rumah di pinggir Sungai Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam air akibat hujan yang turun terus-menerus dalam dua hari terakhir. “Rata-rata rumah di sekitar sungai terendam air, kecuali rumah panggung masih bisa selamat dari banjir akibat air sungai meluap dan hujan terus turun,” kata salah seorang warga Jalan Jambu, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep Nurhayati, Rabu. Menurut dia, rumah yang ada di kiri kanan sungai sudah dimasuki air setinggi 15 centimeter (cm), bahkan ada yang setinggi lutut orang dewasa untuk rumah yang lokasinya agak landai. Dampak dari banjir yang terjadi di sekitar Sungai Pangkajene antara lain Kelurahan Lokkasaile, Jagong, Minasa Te’ne dan Teko Labbue itu, turut mempengaruhi aktivitas Pasar Pangkajene yang juga berlokasi di pinggir sungai tersebut. Hal itu diakui salah seorang pedagang di Pasar Pangkajene, Baheria. Dia mengatakan, meskipun

masih ada pedagang yang nekat berjualan, namun pembeli lebih sepi dibanding kondisi normal. Sementara pedagang juga harus menempatkan barang dagangannya ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam air. “Kalau biasanya kami masih bisa mendapatkan pemasukan Rp 100 ribu per hari, kini sisa Rp 50 ribu saja,” kata ibu rumah tangga yang berjualan beras di Pasar Pangkajene. Sementara itu, pemilik tambak yang berlokasi di Labbakkang, Kabupaten Pangkep, rata-rata memilih memanen dini hasil tambaknya, karena takut udang atau ikan bandengnya hanyut terbawa air pada saat banjir. “Daripada rugi sama sekali, lebih baik menjual murah udang yang belum dewasa, minimal untuk menutupi biaya pembelian nener dan pemeliharaannya selama ini,” ujarnya. Sebagai gambaran, jika menjual udang dewasa ke pihak distributor rata-rata Rp 24 ribu per kilogram, namun kini udang yang masih kategori remaja dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kg saja. (ant)

Kepala Perang Ditangkap TIMIKA - Aparat kepolisian dari Polres Mimika dan Brimob Detasemen B Polda Papua, Rabu pagi menangkap kepala perang (waemum) Kwamki Lama, Stefanus Kula bersama tujuh warga Kwamki Lama lainnya. Dalam penyisiran yang dilakukan di sekitar kompleks Jalan Mambruk II Kwamki Lama, Kelurahan Harapan itu, juga disita busur dan anak panah, tombak, parang dan kampak. Saat ini, Stefanus Kula dan anak buahnya diamankan di sel Polsek Mimika Baru guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Data yang dihimpun Antara di lokasi kejadian menyebutkan

penyisiran oleh aparat kepolisian dilakukan menyusul insiden penyerangan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia, Ayub Rumbiak (48) yang dilakukan oleh warga “kelompok atas “Jalan Mambruk II Kwamki Lama. Ayub yang merupakan karyawan Department Dewatering di Pelabuhan Portsite Amamapare itu terkena anak panah pada paha kanannya saat melintas di Jalan Freeport Lama, sebelah utara Kwamki Lama pada Rabu pagi sekitar pukul 05.55 WIT. Saat itu, Ayub menumpang kendaraan ojek menuju tempat kerjanya. (ant)

Suluh Indonesia/ant

DILIBURKAN - Tiga siswa melintasi banjir yang merendam SMP 21 Makassar, kemarin. Akibar banjir yang melanda sekolah tersebut, seluruh siswa dan siswi terpaksa diliburkan karena air setinggi 75 centimeter masuk hingga kedalam ruang kelas.

Hari Ini Gerhana Matahari Cincin BANDUNG - Pengamatan pusat pemanfaatan sains atmosfer dan iklim Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN) menyimpulkan, Kamis (15/1) terjadi gerhana matahari cincin di sebagian wilayah Indonesia dan terlihat di Bandung, sekitar 90 menit. Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfir dan Iklim LAPAN, Thomas Djamaluddin, di Bandung, kepada wartawan, Rabu, menyebutkan, gerhana itu akan terlihat di Bandung sampai 8,3 persen. Fenomena alam yang mu-

Bupati Sleman Divonis Empat Tahun SLEMAN - Bupati Sleman nonaktif Ibnu Subiyanto (59), terdakwa kasus korupsi pengadaan buku ajar Dinas Pendidikan Sleman 2004, divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Rabu. Majelis hakim yang diketuai Heri Supriyono dengan anggota Putut Setyono, Dahlan, Ujianti dan Khadarisman, juga menghukum terdakwa dengan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan penjara. Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergantian

oleh para hakim itu menyebutkan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primer, yakni pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Terdakwa terbukti secara melawan hukum telah menyetujui pengadaan buku dengan sistem penunjukan langsung tanpa lelang kepada PT Balai Pustaka,” kata Heri Supriyono.

Sebelum membacakan putusan, majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa ini mengakibatkan kerugian negara, dan terdakwa selaku pejabat seharusnya memberi contoh yang baik serta teladan bagi masyarakat. Dalam proyek pengadaan buku ajar SD, SMP dan SMA di Kabupaten Sleman senilai Rp 29 miliar tersebut, terjadi penyelewenagan, yakni tidak dilakukan dengan tender atau lelang, melainkan dengan penunjukan langsung. (ant)

Suluh Indonesia/ant

VONIS KORUPTOR - Bupati Sleman non aktif, Ibnu Subiyanto menghadiri sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta, kemarin.

Anak-Anak Talang Mamak

Belajar Beratapkan Langit ANAK-anak Talang Mamak, suku asli Riau yang bermukim di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), rela belajar di bawah pepohonan karet agar mereka dapat membaca dan menulis. “Tiap hari beginilah kami. Belajar di bawah pohon karet,” kata Tajam, guru yang mengajar anak-anak Talang Mamak, saat ditemui di Desa Sungai Jirak, Kecamatan Rakit Kulim, Rabu. Sebanyak 42 anak dari umur tujuh tahun hingga 20 tahun tiap hari belajar di halaman rumah Tajam yang rimbun dengan tanaman pohon karet. Anak-anak suku asli itu belajar dengan tempat belajar seadanya. Tempat mereka belajar hanyalah pancangan bangunan beratap daun rumbia seluas 5 x 10 meter, tidak berdinding

dan hanya berlantai tanah. Kursi dan meja tulis mereka juga terbuat dari pancangan kayu yang dibuat secara bergotong-royong. “Baru sepekan ini tempat belajarnya beratap, jadilah tidak kehujanan. Sekolah kami ini paling bagus di dunia, beratapkan langit berlantaikan bumi dan berdindingkan kayu-kayuan “ ujar Tajam, seraya tertawa. Ia mengatakan, walau anakanak tersebut diajarnya di lokasi belajar seadanya, namun ia tetap bersemangat mengajar, karena anak didiknya bersemangat pula menuntut ilmu.

Menurut dia, sekolahnya itu mulai belajar saat siang hari karena saat pagi anak-anak didiknya itu biasanya membantu orangtua mereka baik menakik getah, berladang, maupun berburu di hutan. Biasanya, jika tidak hujan lebat anak-anak yang bermukim cukup jauh dari lokasi sekolah itu tetap datang. Mata pelajaran yang diberikannya yakni Bahasa Indonesia, matematika, IPS, IPA, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Telah 10 tahun ia membuka sekolah darurat untuk anak-anak sukunya itu dan baru dalam dua tahun ini ada bantuan dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Indragiri Hulu. (ant)

lai berlangsung pukul 14.39 WIB hingga 15.55 WIB tersebut, menurut Thomas, akan terlihat sebagian, karena pada saat terjadi gerhana, matahari tidak pada posisi tegak lurus dengan posisi Indonesia. “Cincin tidak akan kelihatan. Cincin hanya akan bisa terlihat jika berada tepat di bawahnya. Gerhana cincin tersebut akan terlihat jelas di Afrika Tengah, India Selatan, Myanmar dan Cina,” kata Thomas Djamaludin. Bandung jangan takut gelap, lanjut Thomas, sebab per-

Ilustrasi

sentasenya tidak cukup besar. Puncak terjadinya gerha-

na di Bandung sebagai fenomena alam tersebut, diprediksikan pukul 15.18 WIB. Meski demikian, tetap saja tidak akan terlihat dengan jelas. Berbeda dengan di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Di sana, ujar Thomas, akan terlihat gelap, sebab gerhana matahari di Aceh Darussalam akan tampak hingga 60 persen. “Gerhana ini akan terjadi dengan persentase nol sampai enampuluh persen, jadi paling besar di Aceh. Nanti akan sangat gelap di sana,” kata Tho-

mas. Gerhana kali ini, lanjut Thomas, menjadi unik karena menjadi gerhana matahari pertama dan terakhir pada 2010. Gerhana matahari sebelumnya terjadi pada 26 Januari dan 22 Juli 2009. Thomas menandaskan, gerhana yang terjadi pada 26 Januari 2009 diisitilahkan gerhana matahari cincin, sementara gerhana matahari 22 Juli 2009 sebenarnya gerhana matahari total. “Tapi di Indonesia hanya terjadi gerhana sebagian,” ujar Thomas pula. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 14 Januari 2010 | Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu