Skip to main content

Edisi 12 Juli 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No.131 tahun IV Senin, 12 Juli 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Kredit Lambat Terserap

BNI Bidik Industri Daerah

Tingkatkan Kinerja HSE

DIREKTUR Umum BNI Gatot M. Suwondho mengatakan penyerapan kredit masih lamban, terutama di sektor infrastruktur dan energi. “Memang undisbursed loannya masih cukup tinggi...hal. 1

DIREKTUR Utama BNI Gatot M. Suwondo mengatakan dalam dua tahun kedepan pihaknya akan fokus memfasilitasi pembiayaan bagi industri unggulan daerah. “Kita sedang mempelajari...hal. 2

DEWAN Komisaris PT Pertamina EP meminta direksi lebih meningkatkan kinerja health, safety and environment (HSE) atau kesehatan, keselamatan,dan lingkungan sebagai persiapan...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Piala Dunia 2010

Jerman Raih Hadiah Hiburan

Suluh Indonesia/ap

Idham Chalid Tutup Usia JAKARTA - Mantan Ketua MPR/DPR periode 19721977, Dr. KH Idham Chalid wafat pada usia 88 tahun sekitar pukul 08.00 WIB di rumah almarhum di Pesantren Daarul Ma’arif, Cipete, Jaksel, kemarin. Idham Chalid merupakan tokoh kharismatik dengan berbagai macam prestasi antara lain Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA), pendiri PPP dan mantan K e t u a U m u m PBNU termuda sekaligus terlama selama tiga periode. Sebelum wafat, selama sembilan tahun berjuang melaIdham wan penyakit stroke yang dideritanya. Tahun lalu, ia juga terkena serangan jantung hebat. Beberapa tokoh nasional dan mantan pejabat tampak hadir di rumah duka. Wapres Boediono tampak melayat di rumah duka. Menurut Wapres, almarhum adalah ulama besar sekaligus politisi yang menyejukkan. ‘’Beliau adalah ulama dan politisi yang menyejukkan. Itu pendapat saya,” katanya Sementara itu, Presiden

Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan akan melayat almarhum hari ini. Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menyatakan, Presiden Yudhoyono akan hadir menyampaikan belasungkwa secara langsung sekaligus memanjatkan do’a kepada almarhum sebelum jenazah diberangkatkan ke Pesantren Daarul Quran di Cisarua, Bogor untuk dimakamkan. Ketua U m u m PBNU Said Aqil Siroj menyampaikan bela sungkawa dan mengimbau semua warga NU mend o a k a n Chalid tokoh yang selama 28 tahun memimpin organisasi masyarakat terbesar di tanah air itu. ‘’Atas nama PBNU kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam dalamnya dan mengimbau warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) ikut berdoa untuk beliau,” katanya. Idham Chalid lahir di Setui, Kotabaru, Kalsel, 27 Agustus 1922. Anak sulung dari lima bersaudara itu meninggalkan 16 orang anak, 35 cucu, dan tujuh cicit. (har)

MEDALI - Penjaga gawang Jerman Manuel Neuer bersama rekan-rekannya melambaikan tangan setelah menerima medali juara ketiga Piala Dunia 2010 di Stadion Nelson Mandela Bay,Port Elizabeth, kemarin.

Direspon Positif

Kapolri dari Luar JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mendukung wacana pemilihan Kapolri diambil dari luar jajaran perwira polisi aktif. ‘’Sekarang ini kita masih berpegang pada UU Kepolisian yang didalamnya mengatur bahwa Kapolri diambil dari jajaran institusi kepolisian, tetapi kalau Presiden dan DPR sepakat bahwa tidak harus maka hal itu mungkin saja dilakukan,” katanya di Jakarta, kemarin. Menurut Marzuki, ketentuan yang mensyaratkan bahwa calon Kapolri harus diambil dari jajaran kepolisian bisa saja dihapus, jika pemerintah dan DPR berkeinginan merevisi UU Kepolisian tentang pasal itu. Namun saat ditanya

kemungkinan ketentuan itu bisa berlaku untuk pergantian Kapolri tahun ini, Marzuki mengatakan hal itu sangat tergantung kesepakatan pemerintah dengan DPR apakah melakukannya dengan cara revisi UU atau pemerintah cukup mengeluarkan perppu. ‘’Nah apakah kondisi saat ini sudah bisa dikategorikan sebagai keadaan mendesak, itu yang bisa menilai pemerintah sendiri, karena yang berwenang mengeluarkan perppu tentunya pemerintah,” jelasnya. Yang jelas, kata dia, saat ini proses pemilihan Kapolri menjelang berakhirnya jabatan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri masih berpe-

gang pada UU Kepolisian yang mengamanatkan bahwa kapolri harus dari jajaran internal kepolisian. Kendati demikian, usulan yang diawali anggota Komisi III DPR Nurdiman Munir ini ditangapi positif Marzuki Alie. Marzuki mengatakan dirinya dapat memahami alasan dari wacana tersebut yang didasari sorotan terhadap sejumlah persoalan di tubuh Polri yang datangnya dari para personel di Polri sendiri. Ia mengatakan, jika keinginan ini mendapat respon positifi dari banyak pihak, maka pemerintah bisa membahasnya bersama DPR. ‘’Jika Presiden menginginkan, bisa saja,’’ katanya. (har)

ICW Harus Tetap Kritis JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mendukung agar Indonesia Corruption Watch (ICW) tetap menyuarakan suara kritisnya dalam mendukung langkah-langkah pemberantasan korupsi di Indonesia. ‘’Kami memberikan support moral kepada ICW agar tetap kritis,” katanya di Jakarta, kemarin. Menurut Patrialis, pemerintah tidak pernah merasa berkecil hati dengan adanya berbagai suara kritikan dari masyarakat termasuk ICW. Berbagai kritikan tersebut, lanjutnya, tentu saja masih harus diklarifikasi terlebih dahulu kebenarannya. Namun, ujar Menkumham, ICW merupakan bagian dari warga masyarakat yang memiliki fokus bagaimana agar korupsi benarbenar bisa diberantas di negara ini. Selain itu, Patrialis juga mengemukakan, pihaknya benarbenar sangat menyayangkan dan prihatin terhadap peristiwa yang menimpa Tama S Langkun. Oleh karenanya, ia juga meminta agar pihak kepolisian agar segera bisa mengungkap siapa

pelaku penyerangan sang aktivis tersebut. Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefudin mengatakan, sudah saatnya negara harus memberikan perlindungan khusus bagi mereka yang berjuang dalam penegakan HAM dan antikorupsi. Untuk itu, diperlukan sebuah UU yang dibuat untuk menjamin pelindungan bagi mereka yang berjuang dalam penegakan HAM dan anti-korupsi. ‘’Sudah mendesak dibuat RUU perlindungan bagi pembela HAM, anti-korupsi, dan lain-lain. Sehingga mereka bisa dapat perlindungan negara,” katanya. Lukman mengatakan, sebenarnya RUU tentang perlindungan terhadap aktivis sudah disusun DPR, tetapi RUU itu mengendap dan tidak pernah dituntaskan. Oleh karena itu, kasus penganiayaan terhadap aktivis antikorupsi itu bisa menjadi momentum untuk memunculkan kembali RUU pembahasan dan penyelesaian RUU ini. ‘’Sekarang perlu finalisasi penyempurnaannya,” tegasnya. (har)

MOS Harus Hindari Kekerasan JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh melarang adanya kekerasan saat masa orientasi kesiswaan (MOS) berlangsung dalam memasuki ajaran baru 2010/2011 yang dimulai hari ini. ‘’Orientasi kesiswaan itu penting untuk menanamkan kepribadian kepada siswa dan memberikan pengenalan kepada siswa baru tentang sekolahnya dan temantemannya,” katanya usai melayat di kediaman almarhum KH Idham Chalid di Cipete, Jakarta, kemarin. Saat ini, kata dia, pihaknya tengah mengembangkan pendidikan yang berkarakter tanpa harus ada kekerasan pada

ajaran baru ini. Menurut Nuh, tradisi yang kurang baik itu lebih baik ditinggalkan karena akan memberikan dampak yang buruk terhadap siswa. ‘’Tradisi kekerasan harus dihentikan. Saat ini perlu pengembangan pendidikan berkarakter, seperti santun, wawasan luas dan lainnya,” ucapnya. Ia berharap Dinas Pendidikan yang ada di Kabupaten/ Kota melakukan pengawasan terhadap orientasi kesiswaan di sekolah-sekolah. ‘’Kalau ada kepala sekolah yang melaksanakan orientasi kesiswaan dengan kekerasan, maka akan dikenakan sanksi. Sanksinya berupa teguran atau sanksi

lainnya,” tegas Nuh. Sementara itu, beberapa orang tua siswa SMPN 75 Jakbar mengharapkan, kegiatan siswa baru yang disebut sebagai masa orientasi siswa (MOS) harus menghindari aksi yang membuat siswa baru tertekan secara psikologis. Menurut Sony, salah satu orang tua siswa, kekerasan selama MOS sudah menjadi hal yang tabu untuk dilakukan, karena tidak memberikan ruang yang kondusif bagi anak. ‘’MOS di sekolah-sekolah sebaiknya lebih mengacu pada tujuan memperkenalkan program pendidikan dan lingkungan sekolah kepada para siswa baru,” katanya. (ant/son)

PORT ELIZABETH - Jerman tampil mengesankan dalam pertandingan perebutan posisi ketiga Piala Dunia, dengan menggulung Uruguay 3-2 pada laga terakhir di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Afsel, kemarin. Pemain tengah Jerman Sami Khedira memastikan kemenangan timnya melalui sundulan kepala delapan menit menjelang bubaran pertandingan sehingga menggagalkan penampilan terbaik Uruguay di Piala Dunia sejak tim itu meraih piala 60 tahun yang lalu, saat pertamakalinya Piala Dunia digelar. Hasil posisi ketiga Piala Dunia tersebut bagi Jerman merupakan yang kedua kalinya, setelah empat tahun lalu Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia. Dalam pertandingan tersebut, Jerman unggul lebih dulu pada menit ke-19 melalui gol yang dicetak Thomas Mueller, namun Uruguay mampu menyamakan kedudukan sembilan menit kemudian melalui Edison Cavani. Selanjutnya, Uruguay berbalik unggul setelah Diego Forlan menjebol gawang Jerman pada menit ke-51, namun pemain belakang Jerman Marcell Jansen juga mampu menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Khedira akhirnya memastikan kemenangan Jerman yang kali ini tnpa diperkuat Miroslav Klose. Dengan gol yang dibuat masing-masing, maka Mueller dan Forlan bergabung bersama Wesley Sneijder dan striker Spanyol David Villa di daftar pencetak gol terbanyak sementara dengan lima gol. ‘’Ini bukan saja penghargaan bagi tim tapi juga bagi seluruh 23 pemain di sini karena kami mampu memberikan penampilan yang terbaik dan mampu mempertahankan kualitas kami. Di sini kami bisa menyelesaikan dengan baik tapi waktu mendatang kami ingin mendapatkan tingkat yang lebih tinggi,” kata pemain berdarah Tunisia ini. Disinggung tentang usahanya yang hampir saja mencetak gol, Forlan mengatakan kurang beruntung. ‘’Itu hanya kurang beruntung, kami bermain lebih baik pada babak kedua tapi kami membuat sejumlah kesalahan dan akhirnya kemenangan di bawa oleh lawan, saya cukup lelah dan ini sudah selesai sekarang. Kami ingin mencapai final, itu tidak mungkin, tapi kami telah melakukan yang terbaik dalam setiap permainan, sekarang saatnya untuk istirahat,” tambahnya. Dini hari tadi, dua raksasa Eropa Spanyol dan Belanda saling berhadap untuk merebut tahta tertinggi sepak bola sejagat. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Senin 12 Juli 2010

K ilas

Aniaya Anak Ibu Ditahan

Ketut Yoga Jabat Wakadiv Humas WAKAPOLDA Gorontalo Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana diangkat menjadi Wakil Kepala Divisi Humas Polri yang sebelumnya dijabat oleh Brigjen Pol Zainuri Lubis. Salinan telegram Kapolri tertanggal 9 Juli 2010 yang diperoleh wartawan di Jakarta, Minggu menyebutkan, Lubis dimutasikan sebagai Direktur Pusat Penelitian Ilmu dan Teknik Kepolisian Perguruan Tingga Ilmu Kepolisian (PPITK PTIK). Dengan jabatan baru itu, pangkat Ketut Yoga akan naik menjadi Brigjen Pol. Jabatan sebagai juru bicara kepolisian bukan barang baru bagi alumni Akpol tahun 1984 ini karena ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya selama tiga tahun dan Kepala Bidang Penerangan Divisi Humas Polri selama satu tahun. Selain berpengalaman bergaul dengan wartawan, Yoga juga banyak pengalaman memimpin satuan kewilayahan. Dia pernah sebagai Kapolwiltabes Bandung, Kapolres Sukoharjo, Kapolres Klaten, Kapolres Depok, Kapolres Metro Tangerang dan Kapolres Metro Jakarta Barat. Telegram Kapolri juga menyebutkan bahwa, posisi Wakapolda Gorontalo yang ditinggalkan Yoga Ana akan dijabat oleh Kombes Pol Heru Ismono yang sebelumnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Divisi Humas Polri. Sedangkan Dir PPITK PTIK Brigjen Pol Iskandar Hasan yang selanjutnya sebagai Staf Ahli Kapolri. (ant) Suluh Indonesia/ade

Penataan Kawasan PKL Masalah Krusial

Penertiban PKL

JAKARTA - Penataan kawasan pedagang kaki lima (PKL), masih menjadi permasalahan krusial kota besar di Indonesia, tidak terkecuali pemerintah kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel), kata Achmad Hidayat, Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Selatan, Minggu. Menurut dia untuk mengatasi masalah tersebut maka harus ada koordinasi antara semua pihak yang terkait dalam pengelolaan para PKL tersebut. “Tidak ada masalah yang sulit, asal ada koordinasi yang baik dengan semua pihak, semua permasalahan bisa di atasi, baik masalah PKL yang saat ini menjadi momok utama seluruh kota besar di Indonesia. Saya melihat dan merasakannya seperti itu,” kata Hidayat. Di Jaksel, tambah Hidayat hampir seluruh pelosoknya ada PKL. Di kawasan PKL biasanya menjadi bermasalah karena keberadaannya telah menyebabkan lingkungan menjadi kumuh, semrawut, menimbulkan kemacetan dan sebagainya. Meski penataan acapkali dilakukan tapi masalah yang

sama selalu muncul dan muncul kembali, PKL tetap tumpah ke badan jalan. “Semua terjadi karena penanganannya hanya secara sporadis saja, tidak pernah terkonsep dengan baik,” kata Hidayat. Koordinasi dengan semua instansi terkait menurut Hidayat harus dilakukan secara berkesinambungan, tidak bisa hanya sekali jalan atau hanya sebagai syarat saja. Hidayat mencontohkan untuk mengatasi permasalahan PKL di wilayah Pasar Minggu, sebetulnya Pemkot Jaksel telah memiliki areal penampungan, tapi karena koordinasi belum berjalan berkesinambungan, maka belum berhasil. “Arealnya di belakang/samping Terminal,” katanya. PKL sulit diajak menempati areal yang telah ditentukan dengan alasan tempat itu sepi. Kondisi di Pasarminggu, menurut Hidayat berbeda dengan Kebayoran Lama, sebab di tempat itu PKL belum mendapatkan tempat penampungan. (ant)

2

MANTAN KETUA DPR/MPR WAFAT - Sejumlah keluarga dan kerabat mendoakan almarhum mantan Ketua DPR/MPR dan Ketua Umum PBNU KH Idham Chalid yang meninggal dunia karena sakit yang diderita selama 10 tahun terakhir di rumah duka, kawasan Pendidikan Darul Ma’arif, Cipete, Jakarta Selatan, kemarin. Idham Chalid meninggal pada usia 88 tahun dan merupakan salah satu pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

JAKARTA - Petugas Polres Metro Jakarta Utara menahan seorang ibu yang diduga telah menganiaya anaknya yang masih balita hingga mengalami luka dan memar pada sebagian tubuhnya. Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Komisaris Polisi (Kompol) Susatyo Purnomo Chondro, Minggu, saat dihubungi mengatakan, pelaku bernama Sari (35), sedangkan putrinya yang kini dirawat di rumah sakit bernama Sheila (2). “Kini korban Sheila dirawat di RSUD Koja. Korban diduga mengalami depresi. Di tubuh korban ditemukan luka pada wajah, benjol di kepala dan kening belakang,” terang Susatyo. Bahkan, saat dibawa ke rumah sakit Koja, kaki kanan balita tersebut mengalami pembengkakan. Namun, kata Susatyo, untuk mengetahui penyebab kekerasan yang dilakukan tersangka, pihaknya akan dilakukan pemeriksaan kejiwaannya. (ant)

Ikatan Guru Indonesia

Desak Menteri Hentikan RSBI JAKARTA - Ketua Ikatan Guru Indonesia Satria Dharma mendesak Menteri Pendidikan Nasional menghentikan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. “Konsep RSBI ini saja sudah salah. Praktiknya tambah tidak jelas. RSBI bahkan telah menciptakan kastanisasi dalam dunia pendidikan. Menteri harus menghentikan program ini secepatnya,” tegas Satria Dharma kemarin. Menurut Satria Dharma, jika dicermati program RSBI ini mengandung banyak kekurangan mencolok. Alih-alih menghasilkan kualitas bertaraf internasional, kualitas pendidikan nasional justru akan terjun bebas. Mengapa? Ada beberapa kelemahan mendasar dari program SBI ini. ” Program ini tampaknya tidak didahului dengan

riset yang mendalam dan konsepnya lemah. Dengan menyatakan bahwa SBI = SNP + X, sebenarnya konsep SBI ini tidak memiliki bentuk dan arah yang jelas. Tidak jelas apa yang diperkuat, diperkaya, dikembangkan, diperdalam, dan lain-lain tersebut,” tandasnya. Sekolah-sekolah yang mengadopsi atau berkiblat pada standar internasional seperti Cambridge atau International Baccalaureate (IB) adalah sekolah-sekolah yang memang dirancang untuk mempersiapkan siswa-siswa mereka agar dapat melanjutkan ke luar negeri. Dengan sistem kurikulum tersebut, siswa itu memang dipersiapkan untuk dapat belajar di luar negeri. Mereka bahkan tidak perlu mengikuti ujian

nasional karena mereka memang tidak berencana meneruskan pendidikan mereka di universitas di Indonesia. Dengan demikian, apakah sebenarnya yang hendak dituju dengan program SBI ini? Jika yang hendak dituju adalah peningkatan kualitas pembelajaran dan output pendidikan, mengadopsi IB ataupun mengikutsertakan siswa dalam ujian Cambridge bukanlah jawabannya. Ujian Cambridge diperuntukkan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Permasalahannya, menurut Satria Dharma, berapa banyak dari siswa kita sebenarnya yang ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Jika Depdiknas tidak memiliki data statistik tentang hal ini, mengapa

tiba-tiba timbul kebijakan untuk mengubah sekolahsekolah negeri menjadi SBI yang berkiblat pada Cambridge. ”Bukankah ini suatu pengorbanan yang sangat siasia yang bakal menelantarkan siswa-siswa lain yang tidak akan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri? Untuk apa kita mengerahkan seluruh energi dan kapasitas kita membawa siswa menuju ke sistem Cambridge, umpamanya, jika sebenarnya tujuan yang hendak dituju bukanlah ke sana,” protes Satria Dharma. Kritik paling mendasar, ujar Satria Dharma, barangkali adalah kesalahan asumsi dari penggagas sekolah ini bahwa sekolah bertaraf internasional itu harus diajarkan dalam bahasa asing (Inggris khususn-

ya) dengan menggunakan media pendidikan mutakhir dan canggih seperti laptop, LCD, dan VCD. Padahal, negaranegara maju seperti Jepang, Prancis, Finlandia, Jerman, Korea, Italia, dan lain-lain tidak perlu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar jika ingin menjadikan sekolah mereka bertaraf internasional. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyadi mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 10 sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) di wilayahnya. “Evaluasi dan pembinaan dilakukan terus menerus dari berbagai aspek, tidak hanya soal biaya saja,” kata Taufik, kemarin. (her/ant)

Partai Kecil Didorong Bentuk Konfederasi

Suluh Indonesia/ant

CAR FREE DAY - Warga memanfaatkan waktu saat digelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (car free day) di Jalan Rasuna Said, Jakarta, kemarin. Berdasarkan data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, pemberlakuan car free day di ibukota mampu meningkatkan mutu udara karena berhasil menurunkan kadar nitrogen monoksida (NO) turun sebesar 75 persen dari sebelumnya.

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa mendorong partai-partai yang tidak lolos ke parlemen untuk membentuk konfederasi agar suara yang dikumpulkan tidak terbuang siasia. “Sekarang ini saya kira perlu membentuk konfederasi partai-partai yang tidak lolos ke parlemen agar suara tidak sia-sia,” katanya saat melayat ke rumah tokoh NU, almarhum KH Idham Chalid di Pesantren Daarul Maarif, Cipete, Jakarta, Selatan. Fatwa yang juga salah satu deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) itu mencontohkan, pembentukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diprakarsai Idham Chalid. “Pak Idham berjasa meleburkan NU, Parmusi, PSII dan Perti, itu jasa almar-

hum. Beliau jadi ‘presiden’ pertama PPP,” ujar Fatwa yang baru terpilih menjadi salah satu dari 13 pengurus pusat Muhammadiyah itu. Pembentukan konfederasi partai, tidak harus menyatukan partai yang satu azas. Fatwa menilai perjuangan menegakkan syariat Islam tidak harus dilakukan dengan aktif di partai yang berazas Islam. “Saya kira dalam memperjuangkan syariat Islam itu bentuknya bagaimana mentransformasikan syariat Islam dalam hukum nasional, karena itu semua warga negara boleh saja berlomba-lomba masuk partai yang sesuai hati nurani. Meski bukan partai Islam tapi yang penting bisa menyuarakan syariat Islam,” tuturnya. Usulan pembentukan konfederasi partai politik itu pertama kali dilontarkan Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto. (ant)

Ribuan Pengunjung Padati Monas Saat Festival Layangan RIBUAN pengunjung memadati Lapangan Monumen Nasional (Monas) untuk melihat Festival Layang-Layang yang diselenggarakan Suku Dinas Parawisata Jakarta Pusat, Minggu siang. Kepala Sudin Pariwisata Jakarta Pusat, Triyugo Prasetyo, mengatakan, festival layang-layang itu diharapkan mampu meningkatkan destinasi atau tujuan wisata di kota Jakarta, khususnya Monas, Jakarta Pusat. Puluhan layang-layang dari berbagai macam, jenis serta ukuran menghiasi langit Taman Monas, Jakarta Pusat, mulai dari layang-layang berbentuk burung, ikan, ondel-ondel, naga hingga layang-layang raksasa berbentuk hewal laut cumi-cumi berukuran panjang 20 meter dan lebar lima meter dimainkan oleh para peserta dan pengunjung Festival Layang-layang. Dalam penyelenggaraan festival kali ini, Triyogo men-

gatakan, sebanyak 88 peserta yang berasal dari 44 kelurahan di Jakarta Pusat ambil bagian mengikuti festival. Mereka menampilkan beraneka bentuk layang-layang, dengan dua kategori lomba. Kategori lomba pertama adalah kategori lomba layang-layang kreasi dan kategori kedua kategori layang-layang tradisional atau lebih dikenal dengan sebutan layang-layang koang-koangan. “Setiap satu kelurahan mengirimkan dua orang wakilnya untuk ikut dalam festival,” ujarnya. Festival Layang-layang yang sudah kedua kalinya diselenggarakan, masih dalam rangka memeriahkan HUT ke483 Kota Jakarta dan menyambut datangnya peringatan Hari

Kemerdekaan RI ke-65. Selain itu, festival yang mengusung tema “Go Green” Jakarta itu juga dalam rangka mengajak masyarakat untuk mencintai permainan rakyat tersebut. Triyugo mengatakan, dewan juri akan memberikan penilaian dari beberapa segi terhadap peserta. Pertama, katanya, dari kreasi peserta apakah layang-layangnya menarik untuk dilihat. Kemudian, kemampuan terbang layang-layang, sebab walaupun menarik dilihat tapi apabila tidak bisa diterbangkan maka akan mendapat nilai buruk. “Kreasi dan bisa tidaknya layang-layang itu untuk diterbangkan sangat mempengaruhi penilaian,” ucapnya. Sementara itu, salah seorang peserta, Syarif (34), mengaku senang bisa mengikuti Festival Layang-layang ini. Syarif mengaku sangat mencintai layang-layang dan sering mengikuti festival lay-

ang-layang yang diselenggarakan di berbagai daerah. Hobi menerbangkan layanglayang menurutnya sangat menyenangkan, selain sebagai bentuk kampanye udara bersih juga sebagai bentuk memberi hiburan bagi masyarakat untuk melihat layang-layang yang diterbangkanya. “Pemerintah DKI sejauh ini cukup memberikan perhatian yang besar pada permainan layang-layang, setidaknya dalam setahun pemda menggelar satu kali Festival Layang-layang,” katanya. Pada kesempatan itu, Syarif membawa beberapa buah layang-layang miliknya. Salah satunya adalah layang-layang berbentuk gurita dengan panjang 20 meter dan lebar 5 meter. Selain itu, Syarif juga membawa layang-layang “train” atau kereta yang merupakan layang-layang yang dirangkai. Dalam satu rangkaian layanglayang “train” terdapat 300 lay-

Suluh Indonesia/ade

FESTIVAL LAYANG-LAYANG - Warna-warni layang-layang saat meramaikan festival layang-layang di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, kemarin.

ang-layang. Sayangnya hingga siang hari kedua layang-layang raksasa tersebut belum bisa diterbangkan karena kecepatan angin yang tidak mendukung. Salah seorang pengunjung,

Mashudi (35), mengaku senang menyaksikan festival ini. Dia berharap Pemprov DKI Jakarta bisa lebih sering lagi menggelar Festival Layanglayang dan mengikutsertakan lebih banyak lagi masyarakat.

Menurutnya, peserta cukup kreatif dengan membuat layang-layang dalam berbagai bentuk. “Saya harap bisa lebih banyak dan sering digelar festival layang-layang seperti ini,” katanya. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Senin 12 Juli 2010

3

HKTI Jangan Jadi

Alat Partai Politik

Suluh Indonesia/ant

KOMODO - Aktifis Komodo, Zeby Febrina, menyampaikan penjelasan kepada pengunjung Pameran Flora dan Fauna di Jakarta, kemarin. Zeby Febrina didukung oleh Kembudpar tengah giat mempromosikan Taman Nasional Komodo agar masuk terpilih menjadi 7 keajaiban dunia.

Lahirkan Wacana Konfederasi konfederasi tanpa harus menghilangkan identitas parpol itu sendiri. Bagi PDS, sebaiknya dikembalikan saja kepada electoral threshold (ET) yang tidak menghilangkan suara rakyat. ‘’Otomatis menyederhanakan jumlah parpol secara bertahap dan untuk mengefektifkan parleman maka jumlah fraksi juga dibatasi,” katanya. Ia menambahkan, electoral threshold telah diterapkan pada Pemilu 1999. Dari 48 parpol peserta Pemilu 1999, yang lolos enam parpol. ‘’Perubahan ET menjadi PT 2,5 persen peserta Pemilu 2009 menjadi 42 parpol, tapi yang lolos sembilan parpol. Namun mengorban-

kan suara rakyat 18 juta terbuang sia-sia,” katanya. Menurut dia, konfederasi merupakan alternatif parpol yang mencari selamat untuk menambah dukungan secara signifikan karena sistem politik yang ada. Terkait wacana menaikkan PT menjadi lima persen, dia menyatakan, PDS tidak mempermasalahkan dan siap untuk menghadapi hal itu karena PDS berbasis kristiani dengan ideologi Pancasila. ‘’Kehadiran PDS memberikan warna pluraitas dan mengakomodasi kepentingan kristiani,” katanya. Sementara itu, mantan tim perumus paket undang-un-

Dapat Rapor Merah

Patrialis Lakukan Klarifikasi JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengklarifikasi berbagai pemberitaan media yang menyatakan bahwa Kementerian Hukum dan HAM mendapatkan rapor merah oleh Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). ‘’Setelah dikonfirmasi ke Pak Kuntoro (Kepala UKP4), ia menyatakan bahwa tidak persis seperti itu,” katanya di Jakarta, kemarin. Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) memaparkan, dalam sidang kabinet pada 8 Juli, UKP4 memang memberikan suatu penilaian terhadap hasil capaian tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 (Inpres 1/2010) tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Nasional 2010. Dari hasil evaluasi tersebut, ujar Patrialis, terdapat catatan untuk Kemenkumham terkait

antara lain program pembangunan baru lapas/rutan sebanyak 30 unit serta pengada-

Patrialis Akbar

an sarana dan prasarana untuk 200 lapas/rutan. ‘’Dalam catatan UKP4 itu semua belum dilakukan,” katanya. Menkumham menjelaskan, semua itu belum dilaksanakan karena pihaknya mendapatkan

persetujuan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) baru pada 30 Juni, sehingga tidak mungkin bila berbagai program itu bisa langsung dilaksanakan pada awal Juli ini. Hal tersebut, ujar dia, karena tidak diperbolehkan untuk menunjuk atau melakukan proses tender untuk memilih pihak kontraktor bila sumber dananya saja masih belum jelas. Ia memastikan, pihak Kemenkumham selama ini telah melakukan upaya yang maksimal dan luar biasa dalam bekerja. Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemenkumham Imam Santoso mengatakan, pihaknya pada APBN 2010 mendapatkan alokasi pagu anggaran sebesar Rp 4,6 triliun. ‘’Sampai 30 Juni 2010, realisasi fisik 43 persen dan realisasi keuangan Rp 1,9 triliun,” kata Imam Santoso. (ant)

Pansel KPK ‘Banjir’ Masukan JAKARTA - Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diagendakan akan mengadakan rapat untuk membahas berbagai masukan dari masyarakat terkait dengan 145 bakal calon Ketua KPK yang lulus tahap pertama. ‘’Pada hari Selasa (13/7), panitia seleksi (pansel) akan mengadakan pertemuan untuk melakukan evaluasi terhadap tanggapan masyarakat yang sudah masuk,” kata Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar di Jakarta, kemarin.

Menkumham memaparkan, hasil rapat tersebut pasti akan diumumkan kepada wartawan pada sore harinya. Ia juga menuturkan, dari berbagai masukan masyarakat, sebagian besar adalah berupa dukungan terhadap salah satu bakal calon Ketua KPK yang telah lulus tahap pertama tersebut. Sebelumnya, Sekretaris Pansel KPK, Achmad Ubbe, mengatakan, pihaknya telah menerima ratusan masukan dari warga masyarakat terkait dengan para calon yang telah di-

nyatakan lulus tahap pertama seleksi administratif calon Ketua KPK. ‘’Jumlah email (surat elektronik) yang masuk sudah lebih dari 300,” katanya. Achmad juga memaparkan, selain masukan yang datang dari email, terdapat pula masukan yang datang dari anggota masyarakat yang datang ke Kementerian Hukum dan HAM. Sementara itu, Achmad juga akan membicarakan tentang aturan mundur bagi calon yang telah dinyatakan lulus oleh Pansel KPK. (ant)

tah untuk pemberdayaan petani baik yang langsung maupun tidak langsung, jumlahnya cukup besar namun efektivitasnya masih kurang. ‘’Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) pada 10.000 Gabungan Kelompok Tani senilai Rp 1 triliun, dan bantuan bagi lembaga keagamaan, yang disebut Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakt (LM3) sebesar Rp 350 miliar, banyak yang tidak berkembang atau tidak efektif memberdayakan masyarakat petani,” tutur Siswono. Terkait Musyawarah Nasional VII HKTI pada 12 Juli mendatang, Siswono mengatakan, salah satu agendanya memilih ketua umum yang baru dan merumuskan beberapa hal terkait pertanian yang akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah untuk lebih memajukan sektor pertanian nasional. Sementara itu, Direktur

Bidang Politik Garuda Muda Indonesia Institute Faisal Anwar mengatakan petani dan masyarakat pertanian mengharapkan pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia selama lima tahun ke depan adalah figur profesional. Figur profesonal tersebut haruslah orang yang konsisten berkarir di bidang pertanian. ‘’Figur yang profesional dan konsisten berkarir di bidang pertanian sangat memahami persoalan pertanian sehingga diyakini mampu mengatasi persoalan pertanian sekaligus membangun HKTI menjadi lebih besar,” kata Faisal Selain Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto yang kembali mencalonkan diri, terdapat beberapa nama seperti mantan menteri pertanian Anton Apriantono, Oesman Sapta, dan Titiek Soeharto yang mengikuti bursa ketua umum organisasi HKTI. (ant)

Ketua KPU :

PT Sangat Berat JAKARTA - Ketua Umum Partai Damai Sejahtera Denny Tewu MM mengemukakan, konfederasi muncul karena peningkatan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang cukup berat. ‘’Jika PT benar-benar diterapkan pada Pemilu 2014, tentunya banyak Parpol yang tidak lolos,’’ kata di Jakarta, kemarin. Meski masih berpeluang ikut Pemilu 2014, PDS menginginkan peningkatan ambang batas parlemen perlu ditinjau ulang. ‘’Harus berpikir ulang, sebab bisa saja, tidak ada yang mau menjadi calon legislatif,” katanya. Dia mengatakan, wacana

JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo meminta agar organisasi HKTI tidak menjadi alat pengumpul massa bagi partai politik. ‘’Pimpinan HKTI di semua tingkatan harus benar-benar fokus memperjuangkan kepentingan petani,’’ katanya di di Jakarta, kemarin. Siswono mengatakan, HKTI juga jangan melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis ke dalam partai. Ia menegaskan, siapa pun pimpinan HKTI mendatang harus memfokuskan diri pada pembangunan pertanian di Indonesia. ‘’Kalau pun berpolitik, juga harus dapat meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kepentingan petani,’’ pesan Siswono. Hal itu, lanjut Siswono, harus menjadi pedoman bagi HKTI di masa datang. Dicontohkannya, anggaran pemerin-

dang pemilu DPR RI Ferry Mursidan Baldan mengatakan, konfederasi partai politik harus bersifat permanen dan berlaku hingga tingkat propinsi menyeluruh, karena akan merepotkan jika hanya berlaku di pusat. ‘’Kalau hanya untuk kursi di DPR saja, maka konfederasi atau gabungan partai hanya akan merumitkan model koalisi, khususnya dalam pelaksanaan pilpres dan pilkada,” kata Ferry. Jika hanya berlaku di DPR, kata dia, maka secara politik hal tersebut tidak membangun semangat penyederhanaan parpol. (ant)

Saut Diusulkan Ganti Andi JAKARTA - Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan, kemungkinan besar pengganti Andi Nurpati adalah Saut Sirait yang berada pada nomor urut delapan dalam proses pemilihan anggota institusi penyelenggara pemilu itu. ‘’Menurut undang-undang, yang bisa menggantikan adalah nomor urut berikutnya, yaitu delapan, Saut Sirait,” katanya di Jakarta, kemarin. Meski demikian, keputusan itu harus disahkan oleh DPR dan setelah itu diterbitkan keputusan presiden untuk pengangkatannya. ‘’Selama yang bersangkutan memenuhi syarat, tidak ada alasan kecuali mengangkat beliau,” ujarnya.

Hafiz menjelaskan, berdasarkan undang-undang, ditetapkan rapat pleno KPU dinilai sah jika dihadiri oleh lima orang anggota KPU. Karena itu, tidak aktifnya Andi Nurpati tidak akan mengganggu kegiatan KPU. ‘’Tugas-tugas Andi sudah didistribusikan, jadi tidak masalah untuk divisi teknis penyenggara pemilu dan koordinator wilayahnya sudah dibagi-bagi,” tuturnya. Saat ini, status Andi Nurpati telah nonaktif setelah KPU menerbitkan surat pemberhentian sementara sebelum keputusan presiden mengenai pemberhentian Andi sebagai anggota KPU dikeluarkan. ‘’Kami sudah menerbitkab SK pember-

hentian sementara Andi, sambil menunggu kepres-nya keluar,” katanya. Hafiz mengatakan, pihaknya telah mengimbau agar anggota KPU tidak terlibat dalam pemilihan kepala daerah yang masih berlangsung. ‘’Jangan pikirkan itu, yang kita pikirkan sekarang adalah bagaimana melaksanakan tugas hingga akhir masa jabatan kita. Karena kalaupun digantikan yang baru, akan sulit untuk membangun kembali kekompakan dan harus ada adaptasi,” katanya. Ia mengungkapkan, seorang anggota KPUD Halmahera Selatan telah meminta untuk mengundurkan diri agar bisa ikut dalam pilkada. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Senin 12 Juli 2010

4

Sosok Sentot Herlan Susatyo

Genjot Target Penjualan SALES Promotion Head PT. Mayora Indah Tbk, Sentot Herlan Susatyo mengaku tidak akan pernah bermainmain dalam urusan pekrjaan. Itu sema ia lakukan demi tercapanya target penjualan sebagimana yang diharapkan perusahaan. “Dalam urusan target dan strategi penjualan, saya bersama tim sales promotion PT. Mayora memang tidak mau sembrono, apa lagi main-main. Segalanya telah dipertimbangkan secara matang agar hasilnya sesui target yang kita harapkan,” ujarnya. Salah satu strategi jitu yang dilakukan Sentot bersama timnya, yakni dengan melakukan promo sekaligus upaya pendekatan kepada pelanggan atau konsumen dalam uapaya perluasan penjualan produk. “Dalam usaha meningkatkan hasil penjualan kiat saya adalah meningkatkan promosi dan pendistribusian secara merata serta secara optimal,” ujar pria kelahiran Jakarta , 22 januari 1973 ini. Dengan pendistribusian yang optimal itu maka akan terjadi pengenalan produk kepada masyarakat dan terjadi aktivitas penjualan produk. ”Dengan adanya peningkatan aktivitas penjualan produk yang kita barenagi dengan program promosi ini kita harapkan keuntungan perusahaan akan mengalami peningkatan cepat,” tutur Alumi Fakultas Ekonomi Universitas Nasional Jakarta ini. (drb/bas)

Suluh Indonesia/ant

GAS MELEDAK - Seorang anggota Puslabfor mabes Polri tengah mengidentifikasi tempat kejadian ledakan gas 12kg di di Jalan Danau Kerinci III, No 4 RT 04/31, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Perumnas III, Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin. Dalam kejadian itu, satu orang tewas dan satu orang luka berat.

Masyarakat Depok

Tabung LPG 3 Kg Meledak

Diimbau Bayar Zakat DEPOK - Kesediaan warga Depok untuk membayarkan zakat dinilai masih kurang. Hal tersebut disinyalir kurangnya sosialisasi yang dilakukan para ulama di Depok. Demikian dikatakan Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Depok, Aceng Toha kepada wartawan. Dia menuturkan kesalahan tersebut tidak semata karena kurag sadarnya warga Depok, melainkan karena ketidakpahaman warga. “Masyarakat mungkn enggan membayar bisa jadi tidak tahu atau memang tidak mau. Ini juga terkait peran ulama dalam mensosialisasikan tentang zakat dan kurang percayaannya masyarakat terhadap lembaga zakat,” kata Aceng di Gedung Dakwah Majelsin Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Jalanl Nusantara, Depok, kemarin. Dia berpendapat, kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar zakat maal dipicu adanya faktor tidak percaya kepada BAZ atau LAZ. Hala tersebut terungkap dengan masih adanya sejumlah warga yang membagikan sembako secara individu dan dapat menyebabkan kericuhan. Untuk itu, lanjutnya, diperlukan peran ulama dalam rangka menyosialisasikantentang keutamaan dalam membayar

zakat. “Coba lihat, jarang kan seorang ulama yang dalam ceramahnya membahas tentang menunaikan zakat,” tegasnya. Hingga kini Depok belum memiliki perturan daerah (perda) tentang zakat. Padahal, katanya, diperlukan suatu paying hukum yang mengatur hal tersebut. “Termasuk elemen pendukungnya,” tandasnya. Dia berharap penerimaan zakat tiap tahunnya bertambah kendati tidak dapat menargetkan berapa jumlah yang harus terpenuhi. Data yang dimiliki BAZ Kota Depok, 2009 lalu, jumlah zakat yang diperoleh mencapai Rp 2,4 Milyar. Dana tersebut, disalurkan kepada warga kurang mampu dan delapan golongan lainnya, yaitu fakir, miskin, ghorim dan lainnya. “Mustahiq zakat malah lebih tahu tentang BAZ sendiri dibanding Muzaki (orang yang membayar zakat),” ujarnya. Sebagai contoh, mereka yang tidak mampu dalam membayar biaya RS dapat dibantu. Melalui rekomendasi dari dinas kesehatan, lanjutnya, dapat dibantu dengan dana dari zakat. “Bahkan siswa yang tidak bisa membayar SPP juga dapat terbantu dengan membawa bukti yang nyata dan jelas,” pungkasnya. (rin)

Penyandang Cacat

Tiga Warga Kritis BOGOR – Tiga warga di Kampung Wangun RT04/ 001, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengalami luka bakar serius di hamper sekujur tubuhnya, setelah tabung gas LPG kemasan 3 Kg di warung meraka meladak, kemarin. Ketiganya langsung dilarikan ke klinik 24 jam yang kebetulan tidak jauh dari lokasi.

Dari informasi sejumlah saksi, ledakan tabung gas LPG kemasan 3Kg di Kampung Wangun itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ledakan tabung gas LPG kemasan 3 Kg di warung makan Ny.Heti itu melukai tiga orang, yakni Ny. Heti (38), Mardi (42) dan ankanya Supipah alias Ipah (8th). Ledakan tabung gas LPG itu juga merusak dan menghanguskan warung milik korban.

“Suaranya sangat keras,…bluuuarr...Nah begitu saya keluar rumah, saya melihat ada asap dan api berkobar. Saya juga melihat korban berlari sambil menggendong anknya yang saat itu menangis keras,” kata Ucup (32), tetangga korban. Mendengar suara ledakan begitu keras, warga pun mulai berbondong-bondong datang untuk menolong korban. “Kami sempat panik

Kontes Moka 2010

perumahan “Telaga Sakinah” di Bekasi itu, jumlah penyandang cacat berat terus bertambah jumlahnya, baik bawaan lahir, kecelakaan kerja, maupun kecelakaan lalu lintas. Dengan kecacatannya itu, mereka secara statistik perlu lebih sering melakukan perawatan kesehatan agar bisa menikmati kehidupan di tengah keterbatasan kemampuannya. Di sisi lain penyandang cacat berat tidak memiliki akses informasi menyangkut pendafataran Jamkesmas ataupun Jamkesda kepada petugas. Mereka tidak akan pernah mampu pergi ke kantor kelurahan untuk menjelaskan kondisi ekonominya agar bisa mendapat fasilitas berobat gratis itu. “Penyandang cacat tidak tahu ke mana harus mendaftar untuk mendapatkan Jamkesmas dan Jamkesda. Begitu pula dengan peruntukan program tersebut. Faktanya banyak penyandang cacat belum tersentuh fasilitas tersebut,” katanya menandaskan. Ia minta relawan mau menjembatani serta mengadvokasi agar penyandang cacat bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara untuk berobat gratis. Selain itu, dia juga berharap petugas kelurahan mau memberikan layanan khusus dengan prokatif, yakni mendatangi penyandang cacat. Ia menyebutkan penyandang cacat berat pada 2010 telah mendapat BLT sebesar Rp 300 ribu/bulan sebanyak 15.000 orang dalam kurun waktu setahun. (ant)

bocor,” jelasnya. Sementara itu, akibat sering terjadinya ledakan tabung gas LPG kemasan 3 Kg bersubsidi yang terjadi akhir-akhir ini, beberapa warga di wilayah Kayumanis Kota Bogor mulai beralih menggunakan kayu bakar untuk keperluan memasak di rumahnya. “Saya takut meledak, apalagi harga Gas LPG juga naik melulu dan mahal,” kata Iyah (46), warga setempat. (bas)

Polisi Kumpulkan

Potensi Kembangkan Pariwisata Bogor BB Perdagangan Anak BOGOR – Sebanyak 177 remaja yang menjadi kontestan Mojang dan Jajaka (Moka) Kota Bogor tahun 2010, kemarin mulai berkumpul di Kantor Balaikota Bogor untuk menerima serangkaian arahan dan persiapan dari panitia dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, bersama Paguyuban Moka Kota Bogor. Ajang ini dilakukan sebagai salah satu persiapan, sekaligus pembekalan bagi para kontestan sebelum mereka bertanding pada malam final Pasanggiri Mo-

jang dan Jajaka (Moka) 2010 yang rencananya digelar di Bogor pada 17 Juli mendatang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Artiana Yanar Anggraeni mengatakan, kegiatan pasanggiri Mojang dan Jajaka merupakan salah satu potensi untuk pengembangan atau pembangunan kepariwisataan di Kota Bogor. “Moka terpilih nanti akan bergabung bersama paguyuban Moka yang telah menjadi mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam melaksanakan pembangunan bidang promosi Kota Bogor,”

kata Artiyana. Ketua Paguyuban Mojang dan Jajaka Kota Bogor, Widodo W. Prabowo, mengungkapkan, bahwa paguyuban Moka telah berdiri pada tahun 1986, dan menjadi mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk melaksanakan pemilihan pasanggiri Moka Kota Bogor. “ Nantinya, juara yang terpilih di tingkat Kota Bogor akan menjadi icon, wakil generasi muda yang diharapkan akan memberikan warna baru bagi kebudayaan, khususnya kebudayaan sunda,” harapnya. (bas)

Tagih Janji Menkes BEKASI - Kelompok penyandang cacat menagih janji Menteri Kesehatan yang akan memberikan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) gratis kepada 6.000 orang sebagaimana pernyataannya pada peringatan Hari Penyandang Cacat Internasional 2007. Ketua Umum Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Siswadi, di Bekasi, Sabtu, mengatakan pada acara tersebut Menkes Siti Fadilah Supari di Istana Negara telah menyerahkan secara simbolis kartu berobat gratis tersebut. Namun, hingga sekarang pihaknya belum menerima fasilitas kesehatan itu. “Kami berharap Menkes Kabinet Indonesia Bersatu II bisa menindaklanjuti janji tersebut karena mereka sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan, sementara untuk mencari nafkah mereka mengalami kesulitan,” ujar Siswadi. Bahkan, Siswadi sudah menghubungi Kementerian Kesehatan RI, kemudian pihak Kemenkes memintanya untuk mengirimkan kembali data-data serta alamat penyandang cacat yang akan mendapat kartu Jamkesmas. Selain di PPCI, kata dia, data penyandang cacat juga sudah ada di Kemenkes dan Kantor Pos karena penyandang cacat berat itu ikut dalam program bantuan langsung tunai (BLT) yang masingmasing menerima sebesar Rp 300 ribu per bulan. Seiring perkembangan waktu, menurut pengusaha properti yang tengah membangun

karena kawatir api akan membesar dan merembet ke rumah warga lainnya,” imbuh Indara (26). Kapolsek Babakan Madang, AKP Ipik mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait ledakan di tabung LPG di warung warga tersebut. “Kita masih selidiki kasus ledakan ini. Tapi dugaan sementara meledaknya gas tersebut akibat selang dan regulatornya

Suluh Indonesia/bas

MOJANG JAJAKA – Para peserta Mojang dan Jajaka (Moka) Kota Bogor tahun 2010, saat mengikuti pertemuan untuk mendengarkan arahan Dinas Periwisata dan Kebudayaan, Kota Bogor, kemarin.

BOGOR - Aparat satuan Reskrim Polresta Bogor melakukan olah tempat kejadian perkara di yayasan Tenaga Kerja Sosial Sukarela dan Panti Sosial Asuhan Anak Permata Hati guna mengumpulkan barang bukti terkait dugaan perdagangan anak. “Jumat (9/7) kita menggelar olah TKP di Jalan Roda dan mengumpulkan dokumen-dokumen dan beberapa barang sebagai alat bukti untuk memudahkan penyelidikan,” kata Kasat Reskirm Polresta Bogor, AKP Indra Gunawan, saat dihubungi, kemarin. Yayasan yang terletak di Jalan Roda nomor 29 RT 02 RW 06 Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor itu sebelumnya diduga melakukan kegiatan perdagangan anak. Dalam olah TKP, petugas reskrim menemukan dokumen-dokumen milik yayasan yang diduga berkaitan dengan praktik adopsi bayi. Untuk memudahkan proses penyelidikan, bangunan yayasan yang terletak di Jalan Roda dipasang garis polisi (police line), aktivitas di panti tersebut ditutup sementara waktu hingga proses penyelidikan selesai. Penutupan ini menyusul dikeluarkannya surat rekomendasi dihentikannya sementara aktivitas panti yang dikeluarkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)

pada Kamis lalu. Hingga kini proses penyelidikan terhadap dugaan trafficking masih dilanjutkan. Polresta Bogor belum menetapkan tersangka terhadap kasus tersebut. “Kita tidak ingin gegabah, proses penyelidikan masih berlanjut. Saat ini kita masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi,” kata Indra. Yayasan Tenaga Kerja Sosial Sukarela dan Panti Sosial Asuhan Anak Permata Hati dilaporkan oleh KPAI ke Mapolresta Bogor atas dugaan trafficking. Dugaan tersebut diperkuat saat KPAI melakukan pemeriksaan ke Yayasan dan panti asuhan Permata Hati pada Rabu (30/6) lalu, setelah sebelumnya, menerima laporan dari salah seorang ibu yang mengaku tidak bisa mengambil anaknya yang baru dilahirkannya di Panti tersebut karena diharuskan melunasi uang persalinan. Sementara itu, pihak yayasan membantah dugaan tersebut. Ketua PSSA Permata Hari, Dina Mayasari menyebutkan, beberapa bayi di Panti asuhan tersebut, ada yang dititipkan orangtuanya. “Semua dokumen izin panti lengkap, resmi dan masih berlaku. Kami memiliki dua izin, satu dari Pemerintah Kota Bogor dan satu lagi izin dari Provinsi,” kata Dina. (ant)

Wali Kota Berharap Tak Ada Siswa Putus Sekolah PADA awal ajaran baru, Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikan Kota Depok membagikan seragam sekolah secara cuma-cuma kepada ribuan siswa miskin di Depok. Pembagian seragam tersebut hanya ditujukan bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pemkot menyediakan anggaran sebesar Rp 395 juta untuk 8 ribu siswa. “Pembagian seragam bagi siswa miskin tersebut akan dilakukan oleh masing-masing sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Farah Mulyati, kemarin. Pendistribusian secara mutlak diberikan kepada sekolah tujuan yang anggarannya berasal dari Pemkot Depok. Hingga saat ini, katanya, pendistribusian seragam tersebut sedang dalam

proses. “Saat ini sudah mulai dicairkan ke beberapa sekolah dengan cara transfer ke rekening sekolah,” tandasnya. Terdapat beberapa sekolah yang belum mendapat dana tersebut lantaran nomor reken-

ingnya bermasalah. Setiap sekolah, kata Farah, mendapat dana yang tidak sama. “Dilihat dari jumlah siswa miskin di masing-masing sekolah. Kami sebelumnya juga melakukan verifikasi jumlah dan kategori siswa miskin yang dilaporkan sekolah,” jelas Farah. Sementara itu, Wali kota Depok Nurmahmudi Ismail menuturkan, pada tahun ini pihaknya juga menyediakan dana bagi siswa rawan putus sekolah serta beasiswa bagi siswa miskin dengan total anggaran Rp. 131,1 Milyar. Dana tersebut berasal dari dana Ban-

tuan Operasional Sekolah (BOS) pemerintah pusat, pemerintah provinsi Jawa Barat dan dana dari pemkot Depok. Selain itu, Pemprov Jabar juga memberikan bantuan pinjaman buku kepada siswa. Sebagai kota pendidikan, kata Nur, pihaknya berharap tidak ada siswa Depok yang putus sekolah karena terbentur dana. “Saya yakin dengan adanya beberapa program tersebut maka tidak akan ada lagi siswa Depok yang putus sekolah,” ujarnya meyakinkan. Dia mengungkapkan, anggaran pendidikan yang diberi-

kan pemerintah pusat hanya dialokasikan kepada dana BOS untuk SD dan SMP. Setiap siswa, lanjut Nur, mendapat bantuan pendidikan antara Rp. 400 ribu hinggarp Rp. 550 ribu. “Rinciannya Rp400 ribu pertahun untuk siswa SD, dan Rp550 ribu pertahun siswa SMP. Dari provinsi untuk SD Rp25 ribu pertahun persiswa, untuk SMP 127.500 pertahun persiswa, dan SMA 180 ribu pertahun persiswa. Sedangkan dari Pemerintah Kota untuk siswa SD SMP SMA, sama rata Rp120 ribu untuk setiap siswa setiap tahun,” tandas Nur. (rin)


pini

Suluh Indonesia, Senin 12 Juli 2010

F OKUS BPD Jangan hanya Jago Kandang DA dua momen penting bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam usianya yang ke-49 tahun. Pertama, usia yang bertambah tentu akan lebih matang lagi dalam urusan bisnis. Kedua BPD berhasil memilih direksi setelah melalui proses panjang dan sempat deadlock. Meski direksi berasal dari eksternal BPD, kita harapkan BPD bisa lebih maju dan membangkitkan perekonomian di tengah serbuan bank asing dan nasional di Bali. Bank Pembangunan Daerah yang kini sudah berubah status dari perusahaan daerah menjadi PT (perseroan terbatas) diharapkan dapat membangkitkan perekonomian Bali dan daya beli masyarakat. Otonomi daerah (Otda) memungkinkan sebuah provinsi untuk berkembang lebih pesat lagi. Prospektif ini karena adanya desentralisasi kewenangan dekosentrasi aktivitas bisnis dan pemerintahan. Kebijakan ini akan membuka kesempatan dan peluang bagi daerah khususnya Bank BPD Bali. Dengan skala ekonomi besar yang dimiliki Bali, potensi ini tak dipungkiri akan membuka peluang dan berpotensi besar bagi kemajuan daerah dan perkembangan Bank BPD Bali. Direksi yang baru ini harus dapat menghilangkan kesan di masyarakat bahwa BPD Bali hanya sebagai kasir pemerintah dan tempat parkirnya dana pemerintah daerah dan pusat yang disalurkan ke daerah. Dana BPD adalah uang rakyat yang dialokasikan untuk mendorong pembangunan daerah. Fungsinya untuk menggerakkan roda ekonomi di daerah, meningkatkan kesejahteraan rakyat daerah. Sungguh sangat tidak patut jika oknum pejabat daerah justru mempraktikkan modus menjadikan BPD sebagai sapi perah. BPD harus dikembalikan fungsinya sebagai lembaga keuangan profesional. Ia tidak boleh menjadi badan intermediasi upeti bagi oknum pejabat daerah untuk menikmati rente terselubung. Di balik bergugurannya bank-bank lokal, BPD Bali harus proaktif menangkap peluang ekonomi. Fakta ini menunjukkan bahwa usaha mikro kecil dan menengah cukup tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi. Namun, hingga kini UMKM yang banyak menyerap tenaga kerja belum menjadi flatform dalam pembangunan ekonomi Bali. Peluangnya untuk berkembang melalui pemanfaatan dana pihak lain masih terhambat masalah jaminan. Perbankan masih pelit untuk mengucurkan dananya. Bank-bank lebih suka menaruh uang rakyat di Bank Indonesia dalam bentuk SBI (sertifikat Bank Indonesia) yang tanpa risiko. Demikian juga program kemitraan dan pendampingan tidak berjalan optimal. Padahal hubungan keterkaitan dan kemitraan harus didasarkan saling membutuhkan, saling memperkuat dan menguntungkan. Pada awalnya, memang disadari pengusaha besar mengeluarkan biaya yang cukup besar, tetapi di balik itu hubungan keterkaitan itu bisa menguntungkan dalam jangka panjang. Tidak sebaliknya, pengusaha besar mematikan pengusaha kecil. Optimisme konsumen makin membaik sejalan dengan penguatan kepercayaan akan kondisi perekonomian nasional (Bali) dan ekspektasi penghasilan ke depan. Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2010 sebesar 111,4 atau menguat 1,5 poin jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kenaikan IKK tersebut didukung oleh persepsi konsumen yang makin optimis terhadap kondisi ekonomi saat ini. Seiring dengan perkembangan beberapa indikator yang cukup positif, konsumsi rumah tangga pada kuartal II/2010 diperkirakan tumbuh meningkat. Meningkatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga terindikasi dari perkembangan indikator pendorong konsumsi rumah tangga yang menggambarkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang berada dalam siklus ekspansi. ***

A

Bang D

el

Banyak pihak menginginkan Kapolri baru dari luar

Siapa takut ... ?

5

Dapatkah Jadi “Role’’ Model BPD di Indonesia ? BUDAYA kerja atau pola pikir ‘kerja biasa-biasa’ dan ‘kerja tak susah-susah’ karena dana toh datang dari Pemda, kucuran kredit ke kosumsi (ke pegawai pemda atau DPRD) selesai, aman, karena angsuran melalui potong gaji sesuai SK PNS atau masa kerja DPRD, harus segera dibenahi. Mental pegawai BPD yang tidak ubahnya seperti Pegawai Negeri Sipil harus segera ditanggalkan dan pegawai harus siap menjemput bola atau bisa menyaingi kantor-kantor bank umum lain yang masih sibuk pada malam hari, atau bahkan satpam pun bisa melayani nasabah dengan sigap, penuh rasa hormat dengan senyuman. Secara eksternal Direksi bank harus mampu mengatasi kelemahankelemahan, mendayagunakan kekuatan, memanfaatkan kesempatan/peluang serta mengelola ancaman yang ada menjadi landasan untuk mengambil keputusan strategis dalam menjawab persaingan yang makin ketat di pasar perbankan saat ini dan di masa mendatang.

√ Kepemilikan atau pemegang saham harus memiliki karakter, komitmen dan kosistensi tinggi yang dapat menjamin berlangsungnya usaha bank yang terpercaya dan kredibel berbasis entrepreneurship.

√ Kepengurusan bank (Dewan Komisaris) atau pengurus bank harus terdiri dari figur atau orang yang telah memiliki reputasi dan prestasi di bidangnya atau yang dianggap kredibel dan terpercaya di bidang perbankan.

√ Pengurus bank (Direksi Bank) di lain Setelah runtuh dan menyusutnya jumlah Bank Umum dan BPR di Bali telah membuat publik di Bali terhenyak dan prihatin. Masih segar dalam ingatan kita Bank Perniagaan Bali (cikal bakal perbankan milik masyarakat Bali), Bank Aken, BDB maupun Balido Grup (BPR) adalah contoh bank-bank yang semula dimiliki putra-putra terbaik perbankan Bali telah bertumbangan dalam 10 tahun terakhir. Apa sebetulnya yang telah terjadi? Permasalahannya antara lain bermuara pada persoalan-persoalan karakter, komitmen, kompetensi, konsistensi dan kepemimpinan yang handal, kredibel dan terpercaya sesuai dengan value/nilai dasar yang harus dimiliki oleh bankir. Oleh karena itu, kepemimpinan BPD Bali sebagai ‘bank’ dan ‘agen pembangunan daerah’ serta sebagai satu-satunya bank lokal yang masih eksis patut untuk mengambil hikmah atas semuanya ini sekaligus bertekad keras dan berupaya untuk terus melakukan transformasi, peningkatan kinerja dan kepedulian semua pihak, baik stake holder, pengurus bank beserta semua jajarannya, parlemen dan masyarakat terkait untuk turut mengawal dan mendukung suksesnya BPD Bali. Sekaligus, dapat menjadi role model bagi BPD lainnya di Indonesia.

Oleh : Viraguna Bagoes Oka tas berbasis profesionalisme bagi pengurus bank dan konsisten/konsekuen terhadap komitmen sesuai dengan ketentuan dan per undang undangan perbankan yang berlaku. Kedua, kepengurusan bank (Dewan Komisaris) atau pengurus bank harus terdiri dari figur atau orang yang telah memiliki reputasi dan prestasi di bidangnya atau yang dianggap kredibel dan terpercaya di bidang perbankan. Dewan Komisaris yang dipilih adalah yang telah melalui proses seleksi yang transparan, akuntabel, responsible, independen dan fair serta bebas dari KKN maupun kepentingan lain yang non bankable. Jejak rekam, pengalaman, kompetensi, komitmen, integritas dan moral Dewan Komisaris harus telah sesuai dengan kaedah yang dipersyaratkan sebagai lembaga kepercayaan.

Selain itu Dewan Komisaris harus memiliki kompetensi yang memadai sehingga mampu menjadi jembatan antara pemilik bank yang umumnya berorientasi/pandangan ‘birokrat’ dengan manajemen bank yang lebih berorientasi business and development bank semata. Alangkah indahnya bila Dewan Komisaris juga terdiri dari orang-orang yang tidak hanya silau dengan jabatan/kedudukan atau pencari nafkah semata namun seyogianya punya semangat pengabdian (siap mundur apabila tidak berprestasi) dan hendaknya memandang jabatan sebagai amanah yang wajib dipertanggung jawabkan kepada stakeholder dan masyarakat. Ketiga, pengurus bank (Direksi Bank) di lain pihak secara internal bank harus mampu menggerakkan semua komponen di bawahnya untuk bekerja efisien dan produktif

Tiga Pilar Penentu Keberhasilan dan kegagalan BPD Bali ke depan dalam menghadapi persaingan perbankan dan tuntutan/harapan masyarakat akan sangat ditentukan oleh 3 pilar utama. Pertama, kepemilikan atau pemegang saham harus memiliki karakter, komitmen dan kosistensi tinggi yang dapat menjamin berlangsungnya usaha bank yang terpercaya dan kredibel berbasis entrepreneurship. Kesatuan visi dan misi serta komando dalam pengambilan keputusan dalam RUPS yang telah disepakati hendaknya dapat berjalan dengan baik yang terbebas dari intervensi yang dapat melemahkan komitmen yang telah disepakati. Selain itu pemegang saham dapat memberikan cukup ruang kreativi-

pihak secara internal bank harus mampu menggerakkan semua komponen di bawahnya untuk bekerja efisien dan produktif sehingga kinerja BPD tidak tersandera oleh SDM yang tidak kompeten.

sehingga kinerja BPD tidak tersandera oleh SDM yang tidak kompeten. Upaya terus menerus dalam peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan SDM mulai dari entry policy atau rekruitmen pegawai baru, penilaian berbasis kinerja atau KPI (key performance indicator) dan exit policy dalam pengurangan pegawai yang sifatnya harus transparan, akuntabel, responsible, independen dan fair. Budaya kerja atau pola pikir ‘kerja biasa-biasa’ dan ‘kerja tak susah-susah’ karena dana toh datang dari Pemda, kucuran kredit ke kosumsi (ke pegawai pemda atau DPRD) selesai, aman, karena angsuran melalui potong gaji sesuai SK PNS atau masa kerja DPRD harus segera dibenahi. Mental pegawai BPD yang tidak ubahnya seperti Pegawai Negeri Sipil harus segera ditanggalkan dan pegawai harus siap menjemput bola atau bisa menyaingi kantor-kantor bank umum lain yang masih sibuk pada malam hari, atau bahkan satpam pun bisa melayani nasabah dengan sigap, penuh rasa hormat dengan senyuman. Secara eksternal Direksi bank harus mampu mengatasi kelemahan-kelemahan, mendaya gunakan kekuatan, memanfaatkan kesempatan/peluang serta mengelola ancaman yang ada menjadi landasan untuk mengambil keputusan strategis dalam menjawab persaingan yang semakin ketat di pasar perbankan saat ini dan di masa mendatang. Dengan memahami dan mengoptimalkan pilar utama tersebut diharapkan BPD Bali ke depan akan semakin berkibar dan bermanfaat terhadap pembangunan daerah serta terbebas dari ancaman sebagai bank gagal sebagaimana halnya bank-bank lokal di Bali masa lalu yang telah ‘almarhum’. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Perbaiki Kualitas Tabung Elpiji RENCANA Pertamina untuk menaikkan harga jual elpiji berukuran 12 kilogram (kg) keatas dalam waktu tak terlalu lama lagi tampaknya tak dapat ditunda lagi. Meski bagi sebagian orang kenaikan itu bakal membuat hidup mereka kian berat, namun tampaknya mereka harus menerima kebijakan itu Namun dalam pandangan kami, sebelum Pertamina menaikkan harga jual elpiji berukuran 12 kg lebih itu, sebaiknya pemerintah, khususnya Pertamina mengantisipasi kemungkinan beralihnya konsumen elpiji berukuran 12 kg ke ukuran 3 kg. Kemungkinan perubahan pola pembelian itu cukup besar mengingat disparitas (perbedaan) harga beli kedua ukuran tabung itu cukup besar, mengingat tabung

elpiji ukuran 3 kg hingga kini masih disubsidi. Jika banyak konsumen elpiji berukuran tabung 12 kg banyak yang beralih ke ukuran yang lebih kecil, maka dapat dipastikan permintaan (demand) terhadap tabung ukuran kecil itu bakal meningkat dan bukan tak mungkin sulit dipenuhi oleh Pertamina, sehingga bukan tak mungkin bakal terjadi keksongan tabung berukuran 3 kg di pasaran, atau kalaupun ada harganya bakal melangit. Kekhawatiran lain, meningkatnya jumlah permintaan itu dipenuhi Pertamina dengan membuat tabung secara missal dan instan, sehingga kualitas hasil produksinya sangat mungkin meragukan. Ramadhani Tanah Baru - Depok

Waspada Dunia Maya BERHATI-hatilah dalam menggunakan teknologi. Terutama yang saat ini sedang menjadi trend baru di masyarakat kita,yakni Facebook. Jejaring sosial ini memang begitu menarik untuk setiap orang, bisa terkoneksi begitu gampang dengan sejawat yang sudah belasan bahkan puluhan tahun tidak bertemu. Sebagai wadah untuk silaturahmi tentu baik-baik saja. Namun, ada juga sisi buruknya. Ini yang saya alami sendiri. Pasangan saya marah sekali terhadap teman saya yang memberikan komentar yang kurang sopan. Untuk adat ketimuran bahkan kelewat batas. Menjurus ke sara dan memalukan. Komentar ini sebetulnya hanya rentetan atas komentar lainnya. Tidak langsung menusuk ke pribadi saya.

Tapi, arena bebas seperti itu menjadi sulit dikendalikan karena komentar dari teman-teman saya juga bermunculan. Pasangan saya tersinggung pula karena sedikit banyak menyakut pribadinya. Pada akhirnya memang komentar-komentar itu bisa dihapus dan dihilangkan, tetapi karena sudah terlanjur terbaca menjadi sulit dihilangkan dari memori. Saya hanya mengingatkan agar kita selalu bijak dalam memberikan dan menggunakan teknologi. Ada baiknya, jika ingin mengeluarkan pendapat terhadap orang lain dipikir dengan benar dan hindari sejauhmungkin yang bisa menyakiti perasaan orang lain. Dewi Sanyata Margonda, Depok

Kapan Tanggul Kali Bekasi Diperbaiki? WARGA Perumahan Pondok Mitra Lestari Jati Asih, Kota Bekasi, mempertanyakan kapan tanggul Kali Bekasi di wilayah mereka yang sudah empat bulan jebol dilanda arus deras diperbaiki. Meski tidak musim hujan tapi sesekali air terlihat tinggi akibat hujan di hulu sungai. Kita khawatir apalagi rumah di blok C dan D paling dekat ke tanggul yang jebol itu. Sebelumnya tanggul sepanjang 120 meter dan perumahan Jati Asih Indah yang jebol serta tergerus sepanjang 280 meter hanya dilakukan perbaikan sementara. Kondisi tanggul sementara sudah mulai mengalami kerusakan seperti karung-karung

pasir sudah robek dan kawat yang mengikat batu ada yang lepas. Katanya tanggul tersebut akan dibiayai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tapi kok sampai sekarang tidak terlihat perbaikannya. Sebelumnya di perumahan ini pada 2009 tidak pernah terjadi banjir baik akibat hujan di Kota Bekasi maupun kiriman dari Bogor. Kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar warga bisa tenang saat terjadi hujan. Yudhi, Warga Blok C 10 Perumahan Pondok Mitra Lestari

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 12 Juli 2010

6

Fernando Datang Pertengahan Juli SEMARANG - Petinju Argentina, Fernando David Saucedo, yang akan menjadi lawan pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, direncanakan datang ke Indonesia pertengahan Juli 2010. Asisten Manajer Herry’s Gym, Toni Priatna ketika dihubungi dari Semarang, kemarin, mengatakan, Fernando datang ke sini 10 hari sebelum pertarungan kedua petinju tersebut. Pertarungan antara Chris John melawan El Vasco (panggilan Gernando David Saucedo) digelar di Jakarta, 26 Juli 2010, sehingga kalau Fernando datang 10 hari sebelum pertarungan maka sekitar 15 atau 16 Juli 2010. Ketika ditanya soal hotel tempat menginap El Vasco dan pelatihnya selama berada di Indonesia, dia mengatakan, memang ada dua tempat yang akan menjadi pilihan Chris Johnn Manajemen tetapi kemungkinan yang paling besar adalah Hotel Century Jakarta. Ia menjelaskan, dengan menginap di hotel atlet tersebut, yang bersangkutan bisa melakukan latihan di pintu

enam Senayan Jakarta (pintu enam berdekatan dengan kantor PB Pertina). Ketika ditanya soal latihan bagi Chris John, dia mengatakan, latihan sekarang difokuskan pada “sparring partner” dengan petinju Australia dan Indonesia. “Ini baru saja pulang latihan dengan ‘sparring partner’. Dua petinju asal Australia (salah satunya Williem Kickett) dan beberapa petinju Indonesia menjadi teman latih tanding bagi Chris John,” katanya. “Kami sudah siap menggelar pertarungan kedua petinju tersebut di Jakarta. Semuanya sudah siap,” katanya menegaskan. Pertarungan Chris John melawan Fernando David Saucedo rencana sebelumnya digelar di Bali, 22 Mei 2010, tetapi akhirnya mundur hingga 26 Juli 2010 karena Chris John mengalami cedera bahu kiri saat melakukan latih tanding dengan Williem Kickett di Bali. Selain pengunduran jadwal pertarungan, tempat pertarungan kedua petinju tersebut juga dipindahkan dari Bali ke Jakarta. (ant)

Chris John

Suluh Indonesia/ant

BERSORAK - Para pendukung tim Jerman yang menonton pertandingan perebutan peringkat tiga Piala Dunia antara Jerman dan Uruguay, melalui layar lebar di Berlin, Jerman, bersorak ketika mengetahui tim kebanggaannya unggul atas lawannya.

Kido/Hendra Raih Gelar Internasional Pertama JAKARTA - Ganda putra peringkat empat dunia Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar pertama mereka dalam turnamen internasional pada 2010 setelah menjuarai Malaysia Terbuka Grand Prix Gold, kemarin. Pada partai final kedua di Stadium Bandaraya Johor Bharu, Malaysia, Kido/Hendra bangkit dari kehilangan game pertama untuk mengalahkan rekan senegara mereka Alvent Yulianto/Hendra Aprida Guna-

Kejurnas Menembak Piala Kapolri

Peserta Membludak JAKARTA - Tercatat 1.500 peserta akan memeriahkan Kejurnas Menembak Terbuka Piala Kapolri 2010 yang berlangsung 15-24 Juli mendatang di Lapangan Tembak Senayan Jakarta dan Lapangan Tembak Kelapa Dua Cimanggis Depok Jabar. Membludaknya jumlah peserta dikarenakan kejurnas ini dirangkaikan dengan HUT Bhayangkara ke-64 (1 Juli) dan HUT Emas (50 Tahun) PB. Perbakin (17 Juli). Ketua Panpel, Brigjen Polisi (Punr) Djoko Edi Soesilo dalam jumpa wartawan di Jakarta, kemarin mengatakan, even ini mempertandingkan nomor target/sasaran, tembak reaksi dan berburu. Khusus untuk nomor target, Edi menjelaskan akan diikuti seluruh atlet nasional karena even ini menjadi salah satu seleksi pembentukan timnas Indonesia menghadapi kejuaraan menembak se Asia Tenggara (SEASA) 2010 yang

berlangsung Desember mendatang di Indonesia. Ketua Bidang Target Pengprov Perbakin DKI, Brigjen TNI Marinir (Purn) Syaiful Sitompul menambahkan, karena even ini merupakan salah satu seleksi nasional untuk SEASA maka persaingan akan semakin ketat. “Pada Piala Aniversary, Juni lalu sudah terjaring 26 atlet nasional dan diharapkan jelang Piala Kapolri ini akan muncul persaingan ketat sehingga kita mendapatkan materi petembak andal dengan kemampuan tinggi pada SEASA nanti,” tandas pria berdarah Batak ini. Kejurnas yang menurut rencana akan dibuka Kapolri Jenderal Polisi Drs.Bambang Hendraso Danuri itu juga akan mempertandingkan untuk kelas eksekutif dengan melibatkan para perwira tinggi (PATI) TNI dan Polri serta pejabat tinggi sipil. Bahkan panitia juga mem-

berikan kesempatan kepada para wartawan untuk ikut berlomba. Khusus untuk wartawan, senjata dan peluru disediakan gratis dan pertandingannya hanya satu hari yakni pada 17 Juli. ‘’Kita ingin wartawan tak hanya menulis berita kejuaraan juga harus mengetahui dan mendalami jenis senjata serta peluru yang digunakan. Dan olahraga menembak ini sesungguhnya tak mutlak milik TNI dan Polri, masyarakat umum pun bisa melakukannya,” papar Edi Soesilo yang juga Sekjen PB.Perbakin ini. Dengan usia emas (50 tahun) Perbakin ini, Edi Soesilo berharap olahraga menembak khususnya nomor target akan mencapai era keeamasannya seperti pada tahun 1970an hingga 1990-an. Pada kurun waktu itu, olahraga menembak Indonesia pernah berjaya di SEA Games dan diperhitungkan di kawasan Asia (Asian Games). (oli)

Nobar di Puncak Lawu KARANGANYAR - Komunitas Anak Gunung Lawu (AGL) menjadikan puncak Gunung Lawu sebagai tempat nonton bareng (nobar) pertandingan babak final Piala Dunia (PD) 2010. “Acara nobar babak final PD 2010 ini akan diikuti oleh berbagai komunitas pecinta alam se-Kerisedenan Surakarta, Magetan (Jawa Timur), serta Jakarta,” kata Koordinator Divisi Komunikasi AGL, Heri Cangkol di Karanganyar, kemarin. Dia mengatakan, acara tersebut diawali dengan pemberangkatan secara massal dari Posko Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sesampainya di puncak Gunung Lawu yang berketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (MDPL), lanjutnya, rombongan peserta acara tersebut dapat beristirahat menyaksikan bersama pertandingan final PD 2010 pada Senin (12/7) dini hari. “Sebelum diselenggarakannya acara ini, kami telah

melakukan survei apakah siaran televisi dapat ditangkap dengan baik oleh antena penangkap siaran televisi. Setelah kami survei tersebut, ternyata hasilnya cukup memuaskan dengan menampilkan gambar yang cukup jernih,” kata dia. Mengenai cuaca, kata dia, kami memperkirakan cuaca juga akan mendukung untuk diselenggarakannya acara tersebut. “Kami yakin bahwa acara ini merupakan yang pertama di Gunung Lawu dan Indonesia. Itulah yang seharusnya menjadi kebanggaan para pendaki yang ikut serta dalam acara ini,” kata Heri. Selain melakukan kegiatan “nonton bareng” babak final PD 2010, dia mengatakan, dalam acara tersebut juga akan dilaksanakan aksi bersih Gunung Lawu. “Kegiatan bersih gunung adalah kegiatan membersihkan lingkungan seputar Gunung Lawu dari sampah-sampah yang sulit terurai oleh alam seperti plastik,” kata dia.

Banyaknya sampah, menurutnya, jadi permsalahan yang rutin terjadi di Gunung Lawu, terutama saat liburan sekolah. “Oleh karena itu, kami mengajak seluruh komunitas pecinta alam yang menjadi peserta acara ini untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan alam melalui aksi tersebut,” kata dia. Untuk aksi bersih gunung sendiri, lanjut Heri Cangkol, akan dilakukan saat para peserta turun dari puncak Gung Lawu menuju posko Cemoro Kandang. Salah seorang peserta dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Andi Setiawan mengatakan, dia mengikuti acara tersebut karena ingin merasakan menyaksikan pertandingan sepak bola di puncak gunung. “Ini akan menjadi pengalaman yang berarti bagi saya. Adanya acara yang menunjukkan kesadaran dalam menjaga lingkungan juga menjadi magnet tersendiri bagi kami untuk mengikuti acara tersebut,” kata Andi. (ant)

wan 8-21, 21-17, 21-12 dalam 46 menit. Pasangan Alvent/Hendra AG mengawali pertandingan dengan bermain gemilang, langsung meraih delapan poin beruntun dan tidak pernah terkejar lagi saat pasangan juara Olimpiade hanya mampu mengumpulkan delapan angka. Namun pada game kedua, kedua pasangan bermain imbang dengan Kido/Hendra unggul tipis sejak pertengahan game untuk membukukan

kemenangan 21-17. Pada game penentuan, pasangan peringkat empat dunia itu tampil lebih solid dan memimpin sejak awal untuk memastikan gelar pada turnamen berhadiah 120 ribu dolar AS itu. “Pada game pertama mereka tampil sangat bagus, namun pada dua game berikutnya kami sudah lebih siap,” kata Kido usai pertandingan. Sementara Hendra mengatakan, mereka tertekan sejak awal karena pasangan ranking

lima dunia, Alvent/Hendra AG langsung menyerang pada game pembuka. Kemenangan tersebut memperbaiki rekor Kido/Hendra dalam pertemuan dengan Alvent/Hendra AG menjadi 3-2 sekaligus membalaskan kekalahan mereka pada pertemuan terakhir di Hong Kong Super Series tahun lalu. Soal keberhasilannya meraih gelar pertama di ajang internasional, Kido mengaku senang. “Ini gelar pertama sejak saya

keluar dari Pelatnas. Mudahmudahan gelar-gelar berikutnya menyusul terutama gelar besar,” kata Kido yang selanjutnya akan tampil di Macau Terbuka pada akhir bulan ini. Sebelumnya, pebulu tangkis Hong Kong Yip Pui Yin meraih gelar tunggal putri setelah pemain unggulan ketiga itu mengalahkan rekan senegaranya Zhou Mi yang menjadi unggulan kedua dengan kemenangan 21-16, 14-21, 21-19. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Senin 12 Juli 2010

7

Lebih 700 Juta Tonton Pertandingan Final PD JOHANNESBURG - Lebih dari 700 juta penonton televisi di seluruh dunia diperkirakan menyaksikan pertandingan final Piala Dunia antara Belanda melawan Spanyol di hari kemarin, kata FIFA. Badan sepak bola dunia itu menambahkan bahwa rekor jumlah penonton dilaporkan di Jerman untuk pertandingan semifinal hari Rabu melawan Spanyol, sementara Amerika Serikat melaporkan peningkatan 50 persen dalam jumlah keseluruhan dibanding tahun 2006. “Saya kira penonton pertandingan final itu akan lebih besar dibanding tahun 2006, pada saat pertandingan final itu disaksikan 700 juta orang,” kata Niclas Ericson, direktur divisi TV FIFA, kepada wartawan. Ia mengatakan bahwa di Jerman hampir 32 juta orang menonton pertandingan semifinal, yang dimenangi Spanyol 1-0 di Durban. Saluran Telecinco, Spanyol,

melaporkan 13,3 juta orang nonton pertandingan itu, hampir sepertiga dari jumlah penduduk negara tersebut dan hingga kini merupakan jumlah penonton tertinggi untuk program apapun dalam lima tahun belakngan ini, kata FIFA. Di AS, 19 juta orang menonton saat negara itu dikalahkan 1-2 oleh Ghana, dan jumlah itu merupakan rekor jumlah penonton untuk pertandingan sepak bola pria. “Jumlah keseluruhan di AS meningkat 50 persen,” kata Ericson. Juga ada rekor jumlah penonton di Timur Tengah, bahkan meskipun sinyal Al Jazeerah diblokir secara misterius selama pertandingan pembukaan antara Afrika Selatan melawan Meksiko, yang berakhir imbang 1-1. “Bila kami tahu siapa yang melakukan hal ini, kami akan mengambil langkah-langkah semestinya,” kata Ericson. (ant)

Presiden dan Petinggi Negara Saksikan Laga Final JOHANNESBURG - Sebanyak 14 presiden Afrika serta raja, ratu, pangeran dan emir, menyaksikan pertandingan final Piala Dunia Minggu antara Spanyol melawan Belanda, demikian diumumkan FIFA. Dalam tamu VIP itu terdapat nama Ratu Sofia dari Spanyol serta PM Belanda Jan Peter Balkenende, yang masingmasing memberikan dukungan kepada kedua finalis Piala Dunia itu. Pertanyaan besar masih tersisa, apakah Nelson Mandela akan hadir, setelah ia tidak muncul pada hari pembukaan Piala Dunia 11 Juni lalu, karena meninggalnya cucunya berusia 13 tahun dalam kecelakaan lalu lintas malam sebelumnya. Ketua FIFA Sepp Blatter mengatakan, ia berharap mantan presiden Afrika Selatan Mandela, tokoh amat dicintai di Afrika Selatan setelah punahnya apartehid, akan datang menyaksikan pertandingan final itu. Mandela dewasa ini kesehatannya menurun dalam usianya yang ke-91 sehingga ia tidak diijinkan bergerak terlalu banyak. Ia amat berperan meloloskan Afrika Selatan sebagai tuan

rumah Piala Dunia pada 2004. Kehadiran Mandela, yang selalu disebut dengan nama sukunya, Madiba, merupakan simbol keberhasilan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya di benua Afrika. FIFA menambahkan, di atara yang akan hadir Minggu malam (Senin dini hari WIB) adalah Presiden Ghana John Atta Mills, yang negaranya merupakan salah satu terbaik dari enam peserta negara Afrika yang maju ke perempat final turnamen itu. Tokoh lainnya adalah Presiden Robert Mugabe dari negara tetangga mereka Zimbabwe, Pangeran Monaco Albert, Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, peraih hadiah Nobel Desmond Tutu serta juara Wimbledon dari Spanyol, Rafael Nadal serta Raja Mswati dari Swaziland. Polisi Afrika Selatan sudah diperingati agar melakukan pengamanan ekstra keras, baik di jalanan mau pun di kawasan Stadion Soccer City tempat pertandingan final diadakan serta tempat upacara penutupan yang dimulai pada pukul 1830 GMT. (ant)

Suluh Indonesia/ap

NGEBLOK BOLA - Kiper Jerman, Joerg Butt, mengeblok tendangan pemain Uruguay, Edison Cavani, dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia, di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Afrika Selatan, dini hari kemarin.

Tim Belanda Kunjungi Kebun Binatang JOHANNESBURG - Pelatih Belanda Bert van Marwijk, membawa para pemain jalan-jalan ke kebun binatang, Sabtu waktu setempat. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketegangan sebelum bertempur di babak final Piala Dunia melawan Spanyol, dini hari kemarin. Pelatih berusia 58 tahun itu, yang membawa timnya ke pertandingan terbesar dalam hidupnya di Soccer City, mengatakan ia berusaha melakukan persiapan menjelang final itu senormal mungkin. “Ini merupakan pertandingan terpenting dalam hidup saya dan semua pemain pun belum pernah memenangi Piala Dunia,” kata Van Marwijk. “Tapi saya menghadapinya seperti pertandingan normal dan melakukan persiapan seperti menghadapi pertandingan biasa. Kami melakukan perjalanan pagi tapi kali ini kami berjalan-jalan ke ke-

Dirk Kuyt

Arjen Robben

Wesley Sneijder

bun binatang di dekat sini. Kemudian kami istiharat kemudian berlatih,” katanya. Pertandingan mendatang merupakan yang ketiga bagi Belanda setelah kekalahan mereka pada Piala Dunia 1974 dan 78 dan kendati mereka masuk lapangan sebagai tim “underdog” tapi mereka amat yakin mampu memperpanjang kemenangan mereka yang ke-14 setelah menang atas Uruguay pada semi final. Kemenangan 3-2 atas tim

Amerika Selatan itu merupakan kemenangan yang keenam di Afrika dan mereka maju dengan mulus, sehingga pelatih mengatakan tidak ada alasan bagi mereka untuk takut dan rasa percaya diri para pemain tidak akan membuat mereka sombong. “Khususnya melawan Spanyol, pemain akan lebih fokus,” kata Van Marwijk, “Seperti fokusnya mereka melawan Jepang, Slowakia dan Uruguay.”

Dataran tinggi Setelah melakukan pertandingan Piala Dunia di Soccer City pada 14 Juni dengan kemenangan 2-0 atas Denmark, Belanda kembali bermain di stadion yang sama, merupakan stadion dengan dataran paling tinggi dibanding dengan semua stadion lainnya di Afrika Selatan yang pernah mereka masuki. Setelah melakukan laga pembukaan, Belanda bermain dua kali di Durban dan Cape Town sedangkan kemenangan

mereka paling mengesankan di pergempat final terjadi di Port Elizabeth. “Masih bagus kami memiliki waktu beberapa hari untuk melakukan penyesuaian lagi. Ini amat penting dan Anda bisa melihat bagaimana gerakan bola nanti di lapangan,” kata pelatih itu, yang mengatakan ia pernah tampil sebagai juara dunia “klaverjassen”, pertandingan kartu Belanda, setelah memenanginya bersama ayahnya pada 1975. Kapten Giovanni van Bronckhorst, bermain terakhir kali sebelum mengundurkan diri, setuju bahwa perubahan cuaca di di datara tinggi akan berpengaruh pada mereka, sehingga butuh penyesuaian diri. “Kami harus berusaha menyesuaikan diri lagi, khususnya ketika melakukan operan panjang di udara, karena bola akan melayang berbeda dengan di tempat lain. Tapi itu baru akan kami rasakan nanti di lapangan,” kata bek itu. (ant)

Nasib Stadion Megah Usai Piala Dunia

John Atta Mills

JOHANNESBURG - Selama sebulan penuh, masyarakat Afrika Selatan dan bahkan seluruh dunia larut dalam eforia Piala Dunia 2010, yang akan mementaskan laga terakhir di Stadion Soccer City, Johannesburg, dini hari kemarin. Piala Dunia yang diikuti 32 negara dan untuk pertama kali digelar di Benua Hitam itu, menghadirkan banyak tragedi dan kisah tragis. Tapi mungkin tidak banyak yang memikirkan, bagaimana dengan nasib sepuluh stadion megah yang dibangun dengan anggaran miliar dolar AS itu. Dari Stadion Soccer City di Johannesburg, Green Point di Cape Town dan Moses Mabhida di Durban, para penggemar sepak bola yang datang dari hampir seluruh penjuru dunia, terkagum-kagum melihat kemegahan stadion tersebut. Bahkan Presiden FIFA

Sepp Blatter memuji fasilitas stadion dengan menyebutnya ibarat untaian mutiara. “Tidak ada satu pun negara di Eropa sekali pun yang mempunyai stadion sebagus dan seindah ini, hanya di Afrika Selatan,” puji Blatter. Tapi yang menjadi pertanyaan usai Piala Dunia 2010 adalah, siapa yang akan membiayai perawatan seluruh stadion yang pembangunannya setelah menguras kas negara Afrika Selatan sebesar 11 miliar rand tersebut? Banyak yang mengkhawatirkan kalau stadion tersebut akan menjadi mubazir karena pada dasarnya, pertandingan sepak bola belum menjadi perhatian utama masyarakat karena kalah bersaing dengan rugby. Sementara klub-klub rugby tersebut pada umumnya sudah memiliki stadion sendiri. Sebuah konsorsium yang membangun Green Point di Cape Town mengatakan bah-

wa mereka sebenarnya sudah punya rencana terhadap segala fasilitas di stadion yang berlokasi dekat objek wisata Table Mountai itu. Stadion yang dibangun dengan biaya 4,5 milar rand tersebut akan dijadikan arena konser, pertandingan rubgy, konperensi, serta berbagai acara lainnya. “Setidaknya kami sudah mempunyai sepuluh agenda acara pada tahun pertama 2011 nanti,” kata Morne du Plessis, ketua eksekutif SSOC, perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggara acara. Pihak SSOC menurut du Plessis telah memiliki dua konser besar, satu pada November 2010 dan satu lagi pada Maret 2011. Perjanjian dengan pemerintah kota Cape Town tergolong longgar, karena mereka tidak harus membayar sewa jika mereka tidak berhasil memperoleh keuntungan, tapi harus me-

nyetor sebesar 30 persen kalau ada keuntungan. Pemerintah Kota Durban juga sudah mempunyai rencana mengenai masa depan Stadion Moses Mabhida yang berkapasitas 70.000 tempat duduk. Seperi halnya Cape Town, kota yang terletak di pinggir pantai Samudera Hindia itu, juga akan menyerahkan pengelolaan kepada pihak swasta. Stadion yang dibangun disamping stadion klub rugbi terkenal itu, menurut rencana akan menjadi salah satu arena Olimpiade 2010, jika Afrika Selatan terpilih nanti. Dengan gaya arsitektur unik karena terdapat lengkungan setinggi 106 meter di bagian atasnya, stadion tersebut setiap bulannya memerlukan tidak kurang dari 1 juta rand (Rp 1,2 miliar) untuk biaya perawatan. Berbeda dengan Cape Town atau Durban, kota Port Elizabeth yang merupakan kota ter-

besar kelima di Afrika Selatan, sama sekali tidak mempunyai stadion sehingga dibangunlah Stadion Nelson Mandela Bay dengan biaya 1,9 miliar rand. Namun kota tersebut tidak mempunyai klub sepak bola yang berlaga di liga utama, atau pun klub rugbi. Jika tidak ada event besar seperti konser atau acara olah raga lainnya, stadion megah tersebut dikhawatirkan bisa kosong melompong sepanjang tahun. Menurut Errol Heynes, ketua panitia lokal Piala Dunia 2010 Durban, untuk tahun pertama, pemerintah kota Durban memang harus mengeluarkan subsidi untuk biaya perawatan sebelum dikelola secara penuh oleh pihak swasta. “Tapi pada tahun kedua, pihak pengelola swasta diharapkan sudah bisa mencari dana sendiri dengan menyewakan stadion untuk berbagai acara, termasuk konser dan pertandingan rugbi,” katanya. (ant)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Senin 12 Juli 2010

8

Banten

Hari Ini Tarif Tol Naik

Krisis Air Bersih SERANG - Sebanyak 34 kecamatan di Provinsi Banten hingga kini masih kesulitan air bersih. Menurut Kepala Seksi Air Bersih Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman Provinsi Banten Adib Sholihin di Serang, Sabtu (10/7), ke-34 kecamatan tersebut berada di seluruh kabupaten/ kota di Banten kecuali Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan. “Kebanyakan daerah yang kesulitan air bersih adalah daerah pesisir seperti di Kecamatan Pontang dan Kecamatan Tirtayasa di Kabupaten Serang atau Kecamatan Mauk dan Kecamatan Kronjo di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Pihaknya telah melakukan beberapa upaya supaya krisis air bersih berkurang, seperti dengan membuat sumur bor atau membangun instalasi pengolahan air permukaan. “Tetapi untuk daerah pesisir kadang kami serba salah. Kalau membuat sumur bor, airnya asin, sementara air permukaannya payau,” katanya. Solusi lain yang ditawarkan pihaknya yakni menyalurkan air dari Perusahaan Daerah Air Minum. Akan tetapi masalahnya, masyarakat yang kesulitan air bersih banyak berasal dari kalangan kurang mampu. “Pemasangan jaringan kami bantu, tapi nanti bisa tidak masyarakat membiayai pemasangan ke rumahnya masing-masing dan membayar tagihan seterusnya,” tuturnya.

Tahun ini Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman Provinsi Banten menganggarkan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan saluran perpipaan di Kecamatan Waringin Kurung dan Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. “Baru 10,6 persen wilayah di Provinsi Banten yang bisa menikmati air bersih. Padahal, target kita tahun 2015 adalah 80 persen untuk wilayah perkotaan dan 60 persen untuk wilayah pedesaan,” katanya. Untuk itu, kata Adib, Gubernur Banten Rt Atut Chosiyah berinisiatif membangun waduk yang bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Banten, yakni Waduk Karian di Kabupaten Lebak dan Waduk Sindang Heula di Kabupaten Serang. (ant)

Suluh Indonesia/ant

TARIF TOL NAIK - Sejumlah kendaraan melintasi gerbang Tol Cikampek, Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, yang diatasnya terpasang spanduk besar sosialisasi kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek, kemarin. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum 398/KPTS/M/2010 tentang Penyesuaian Tarif Tol Jakarta-Cikampek, mulai 12 Juli 2010 pukul 00.00 WIB, pemerintah akan menaikkan tarif tol untuk Ruas JakartaCikampek antara 0 sampai 10 persen.

Idham Chalid Bapak Politik NU SEMARANG - Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, K.H. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus menilai mendiang K.H. Idham Chalid sebagai “Bapak Politik” Nahdlatul Ulama (NU). “Pemikiranpemikiran politiknya sangat berpengaruh dan mengena di kalangan warga Nahdliyin. apalagi beliau memang sangat lama berkecimpung di dunia politik,” katanya kepada ANTARA yang menghubunginya dari Semarang, Minggu. Menurut dia, K.H. Idham Chalid berperan besar dalam melahirkan kader-kader NU di perpolitikan saat ini dan para tokoh NU yang saat ini berkarir di jalur politik pasti mengakuin-

ya. “Beliau (K.H. Idham Chalid, red.) memiliki pemikiran bahwa khidmat perjuangan Indonesia dan agama paling efektif dicapai melalui jalan politik, dan jalan politik itulah yang dipilihnya untuk berjuang,” katanya. Hal itu pulalah yang kemudian menginspirasi banyak kader NU agar terjun ke dunia politik terlebih lagi K.H. Idham Chalid adalah tokoh berpengaruh yang pernah memegang tampuk kepemimpinan NU, katanya. “Kalau belakangan ini ada semacam cemoohan atau anggapan sinis bahwa orang-orang NU punya syahwat yang besar dalam politik, itu tidak bisa disalahkan karena pemikiran beliau memang menginspirasi,” katanya. Bahkan, menurut Gus Mus,

K.H. Idham Chalid adalah pemegang tampuk kepemimpinan NU dalam waktu yang sangat lama sehingga pemikirannya sangat memengaruhi kalangan warga Nahdliyin hingga ke lapisan paling bawah. Karena kemampuan politik K.H. Idham Chalid itu pula, muncul kesan sampai saat ini bahwa orang-orang tanfidziyah lebih menonjol dibanding orang-orang di jajaran syuriah NU, katanya. Kesan itu muncul sejak kepemimpinan K.H. Idham Chalid sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU). Kesan tersebut semakin mengental sejak K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memimpin organisasi Islam terbesar di

Tanah Air itu. “Beliau memang berkecimpung di perpolitikan, namun tidak lupa dengan keNU-annya. Karena itu, langkah politiknya selalu sejalan dan tidak pernah bertentangan dengan apa yang dicita-citakan NU,” katanya. Sebagai buktinya, kata dia, K.H. Idham Chalid menjadi Ketua Umum PBNU termuda dan terlama yang secara tidak langsung membuktikan kepercayaan warga NU terhadap kiai kelahiran Setui, 27 Agustus 1922 itu. Gus Mus bahkan sempat berkelakar bahwa mantan Presiden Soeharto mungkin berguru mengaji dengan K.H. Idham Chalid sehingga dia sanggup mempertahankan kekuasaannya dengan sangat lama. (ant)

Muhammadiyah Putuskan

1 Ramadhan Bertepatan 11 Agustus SURABAYA - Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Jawa Timur memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1431 bertepatan dengan tanggal 11 Agustus 2010. Menurut Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Jatim Ali Mufrodi di Surabaya, Minggu, penghitungan sistem hisab hakiki di Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan, menyebutkan, ijtimak akhir bulan Sya’ban 1431 terjadi pada Selasa (10/8) pukul 10.09 WIB. “Karena ketinggian hilal saat itu sudah di atas dua derajat, maka kami sepakat menetapkan 1 Ramadhan tahun ini mulai Rabu (11/8),” katanya menegaskan. Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, Surabaya, itu menjelaskan, saat matahari terbenam pada 29 Sya’ban itu

atau Selasa (10/8) pukul 17.32 WIB, hilal sudah wujud dengan ketinggian antara dua derajat, 43 menit, 11,83 detik hingga dua derajat, 50 menit, 6,57 detik. Sementara itu, Anshoruddin, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Jatim lainnya, menambahkan, selain mengawali puasa pada 11 Agustus, dalam berhari raya diperkirakan genap setelah menjalani puasa 30 hari. Ia menyatakan bahwa 1 Syawal 1431 akan jatuh pada Hari Jumat (10/9). Dia beralasan, posisi hilal saat terjadi ijtimak akhir Ramadhan masih di bawah ufuk. Berdasarkan perhitungan, ijtimak akhir Ramadhan 1431 terjadi Rabu (8/9), bertepatan dengan 29 Ramadhan pukul 17.31 WIB. Saat matahari terbenam hari itu pukul 17.29 WIB, hilal masih di bawah ufuk antara -2 derajat, 5 menit, 53,27 detik hingga -2 derajat, 12 menit, 51 detik. “Dengan

demikian, maka usia bulan Ramadhan akan genap 30 hari,” tutur Anshoruddin menambahkan. Keputusan Muhammadiyah tentang awal Ramadhan 1431 bertepatan pada 11 Agustus 2010 itu diperkirakan akan sama dengan keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Menurut Wakil Ketua PWNU Jatim, Sholeh Hayat, pihaknya bersama jajarannya sudah menghitung hilal dengan menggunakan 21 metode hisab. “Dari sekian banyak metode, hasilnya mendekati kesamaan (dengan Muhammadiyah),” kata anggota Fraksi PKB DPRD Jatim itu. Ia menjelaskan, ijtimak akhir Sya’ban terjadi pada Selasa (10/8) pukul 09.37-10.59 WIB, sedangkan ketinggian hilal saat maghrib sekitar 2,12-3,31 derajat. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 12 Juli 2010 | Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu