Skip to main content

Edisi 12 Januari 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 7 tahun IV Selasa, 12 Januari 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

BPK Hitung Kerugian Negara

Dua Kawasan Ditawarkan

Dibatasi 200 Ribu Ton

BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menghitung berapa besar kerugian negara yang muncul dalam kasus Century dan hasil penghitungan itu akan dijadikan dasar bagi Komisi Pemberantasan...hal. 1

PEMERINTAH menetapkan dua kawasan ekonomi khusus sebagai kawasan pengembangan ekonomi yang akan ditawarkan kepada pelaku usaha pada 2010 dengan penyediaan infrastruktur...hal. 2

DEPUTI Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Petanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi mengatakan tender impor gula yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara (PT PN) dan PT Rajawali...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Susno Duadji Akan Dihabisi

Suluh Indonesia/ant

KOORDINASI - Ketua MA Harifin Tumpa didampingi Ketua Tim Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto bersama anggota lainnya memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di Gedung MA Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Wakil Kepala Divisi (Wakadiv) Humas Polri Brigjen Pol. Sulistyo Ishak mengatakan siap mengusut ancaman pembunuhan melalui pesan singkat terhadap Komjen Pol.Susno Duadji apabila ada laporan resmi. ‘’Kalau benar itu (ancaman) tentunya kita berharap akan mengusut apabila ada laporan resmi,” kata Sulistyo di Jakarta, kemarin. Sulistyo menuturkan masyarakat maupun pihak terkait jangan terbawa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mengirimkan pesan singkat tersebut. Pihak Polri belum mengambil langkah hukum terkait dugaan ancaman melalui pesan singkat terhadap jenderal bintang tiga itu karena belum ada laporan resmi. Sebelumnya, Susno mendapatkan ancaman pesan singkat melalui telepon selular setelah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu berbicara kepada media massa terkait kesaksiannya pada sidang Antasari Azhar. Susno menerima pesan singkat yang berisi : “Susno !! Sekali lagi kau tampil di media atau koran, mampus, kami tau cara cepat menghabisimu”. Selain itu, “Sekali lagi kau berani buka pada media, nyawamu gentayangan, cucu kesayanganmu jangan ditanya”. Sulistyo mengaku belum mengetahui motif ancaman dan siapa pelakunya. (rin)

KPK Disusupi Markus JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD segera melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. Hal ini terkait laporan masyarakat tentang adanya mafia hukum di tubuh institusi pemberantasan korupsi tersebut. Menurut Mahfud, pertemuan itu dimaksudkan untuk melaporkan secara langsung dugaan praktik mafia hukum tersebut kepada KPK. Diharapkan dengan melapor secara langsung, pimpinan KPK segera bertindak dengan cepat untuk mengusutnya hingga tuntas. ‘’Apa saja yang nanti saya laporkan, tunggu saja. Jangan ramai dahulu, nanti malah jadi mentah,” paparnya. Sebelumnya, Mahfud MD

menerima laporan mengenai pengakuan seseorang yang diharuskan menyetor uang hingga Rp 20 miliar, agar tidak ditangkap aparat KPK. Meski telah menyerahkan sejumlah uang, orang bersangkutan tetap ditangkap dan diancam kalau membongkar masalah tersebut akan dijerat dengan tuduhan penyuapan. Sementara Karo Humas KPK Johan Budi SP mengatakan, pihaknya siap mengusut dugaan suap dan pemerasan yang akan dilaporkan Ketua MK Mahfud MD tersebut. Pihaknya akan bekerja sama dengan satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk menangkap dan menyeret pelakunya untuk diadili. ‘’Tetapi perlu kami sampaikan, pemeras kerap mengaku pegawai KPK. Ini bukan yang per-

tama, melainkan sudah banyak,” jelas dia. Di tempat terpisah, Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana menyatakan, segera mengkaji laporan Mahfud MD terkait keberadaan mafia hukum di KPK. Tetapi kabar itu harus ditanggapi dengan hati-hati, karena pihaknya tak ingin kabar tersebut disalahartikan. Terlebih lagi kabar ini datang dari pucuk pimpinan MK. ‘’Laporan Pak Mahfud itu, tidak boleh diartikan sebagai upaya pelemahan KPK lagi. Kami akan kaji ini laporan dari manapun, termasuk dari Pak Mahfud. Kami usulkan dipercepat saja, agar masalah ini segera tuntas,” ungkap Staf Ahli Presiden Bidang Hukum ini. (nas)

Robert Akali Dana Sampoerna JAKARTA - Pemegang saham pengendali Bank Century Robert Tantular mengakali pemecahan deposito nasabah terbesar Bank Century Budi Sampoerna senilai 42,8 juta dolar AS atau sekitar Rp 400 milyar ke sejumlah deposito yang masing-masing berjumlah Rp 2 milyar. Pemecahan uang ini dilakukan untuk menghindari ketentuan UU Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bahwa LPS hanya menjamin deposito maksimal senilai Rp 2 milyar bila suatu bank dinyatakan ditutup. Taktik penyelamatan uang milik Budi Sampurna itu mengemuka dalam rapat Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung MR/DPR Jakarta, kemarin. Robert mengatakan, Boedi Sampoerna melalui orang kepercayaannya Rudy Soraya meminta agar dana deposito milik Budi diubah menjadi deposito dengan beberapa atas nama. Langkah pemecahan menjadi Negotiable Certificate Deposit (NCD) ini diambil dengan menggunakan sejumlah nama karyawan Bank Century dan sebagian lagi menggunakan namanama karyawan Budi Sampoerna yang berada di Surabaya dan Bali.

Rekayasa pemecahan deposito senilai Rp 2 milyar untuk mengakali LPS ini dilakukan oleh fakta bahwa Bank Century terancam ditutup karena dinyatakan kalah kliring pada tanggal 13 November 2008. Bank Century pun mengalami kesulitan likuidasi dan mengajukan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP). Sebelum cara ini ditempuh, Budi menawarkan tiga hal kepada Robert yaitu pertama, Budi Sampoerna membeli aset-aset Bank Century. Kedua, dana milik Budi dipecah-pecah menjadi Rp 2 milyar. Serta ketiga, Budi meminjamkan 18 juta dolar AS untuk menyelamatkan Bank Century. Robet mengaku, sempat dimarahi Budi Sampoerna karena tidak mampu mengembalikan simpanannya yang mencapi Rp 1,7 trilyun. ‘’Beliau waktu itu sedang membutuhkan dana untuk membeli tembakau. Kebutuhan dana sekitar Rp 1 - Rp 1,5 trilyun,” kata Robert. Robert menyalahkan BI karena telah mengumumkan bahwa Century kalah kliring. Pasalnya, dengan pengumuman itu menyebabkan terjadinya penarikan dana besar-besaran yang menyebabkan Bank Century rush. (har)

SBY Minta Temuan Satgas

Ditindaklanjuti JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta temuan satuan tugas pemberantasan mafia hukum atas adanya indikasi perlakuan istimewa terhadap narapidana di rumah tahanan (Rutan) harus segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait. Juru bicara Kepresidenan Julian Pasha di Kantor Presiden Jakarta, Senin, mengatakan Presiden sudah mendengar adanya temuan tersebut dan meminta kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk menindaklanjuti sehingga tidak lagi terjadi dimasa yang akan datang. ‘’Jadi memang Presiden telah mendengar temuan yang kemarin dilakukan oleh satgas pemberatasan mafia hukum, tentang adanya keistimewaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Bambu. Jadi intinya Presiden meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Kementrian Hukum dan ham untuk menindaklanjuti temuan satgas tersebut ,” kata Julian. Ia menjelaskan bagaimanapun setiap warga negara yang menjalani proses hukum harus memiliki hak dan perlakuan yang sama di depan hukum. ‘’Jadi memang tidak boleh ada suatu keistimewaan, dispensasi atau hal-hal lain yang tentunya tidak sama seperti yang ditemui oleh para pe-

laksana proses hukum lain,” tegasnya. Julian mengatakan dalam waktu dekat Presiden akan mendengarkan laporan langsung dari Menteri Hukum dan Ham Patrialis Akbar mengenai masalah ini, meski ia belum mengetahui jadwal tepatnya. ‘’Saya kira seharusnya memang dilaporkan langsung oleh Pak Menteri mengenai temuan itu, nanti akan ditindaklanjuti,” katanya. Ketika ditanya apakah ada instruksi khusus dari Presiden untuk diambil tindakan bagi mereka yang mendapatkan fasilitas khusus tersebut, Julian mengatakan hingga saat ini tidak ada. Yang jelas menurutnya semua harus diproses berdasarkan konstitusi dan mekanisme hukum yang berlaku sesuai dengan perundangundangan. Sebelumnya, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pada Minggu (10/1) malam melakukan inspeksi mendadak di rumah tahanan wanita kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur. Sidak dilakukan oleh tiga anggota Satgas masingmasing Yunus Husein, Deny Indrayana dan Mas Achmad Santosa. Dalam sidak itu mereka menemukan adanya fasilitas yang seharusnya tidak diberikan kepada tahanan maupun narapidana. (ant)

Sipir Penjara Menghitung Hari INSPEKSI mendadak (sidak) yang dilakukan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum terhadap Rutan Wanita Pondok Bambu bakal makan korban. Sejumlah pejabat akan dikenakan sanksi sangat keras. Apa sanksinya ? Menurut Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana, tidak tertutup kemungkinan mereka yang terlibat akan dikenai sanksi pemecatan. Sidak yang dilakukan pada

Minggu (10/1) malam tersebut, jelas dia, memperlihatkan praktik penyimpangan yang dilakukan para pejabat serta sipir penjara dalam memperlakukan para tahanan serta narapidana. Kunjungan dadakan yang ba-

nyak menemukan bukti tersebut, telah dilaporkan kepada Presiden SBY. “Sidak yang kami lakukan itu pun sudah berkoordinasi dan mendapat izin dari Menkumham,” imbuhnya. Diungkapkan, pihaknya akan berkordinasi kembali dengan Menkumham terkait tindaklanjut yang perlu diambil akibat adanya fasilitas khusus bagi para naripidana dan tahanan itu. Perlu hukuman yang jelas terhadap pejabat serta sipir setempat, mulai sanksi

administrasi, mutasi hingga pemecatan. Jika ada tindak pidananya, mereka juga harus dipidana. Meski demikian, Denny tidak menyebutkan nama dan pejabat yang dianggap pantas ditindak. Tetapi para pegawai rutan serta narapidana dan tahanan segera dipindahkan. “Untuk tahanan dan napi, mungkin perlu dikirim ke penjara yang lebih terisolasi. Cara-caa seperti ini mungkin sangat ampuh, agar tidak terjadi kongkalikong

di dalam penjara. Sidak sengaja tidak Menkumham, karena kalau bersama beliau, pasti tidak menemukan sesuatu seperti itu,” ujar Denny. Menkumham Patrialis Akbar mengakui belum melapor kepada Presiden SBY terkait dengan temuan tersebut. Alasannya, sebagai pimpinan otoritas dari Lapas ini, dirinya belum membuat laporan resmi. ‘’Saya belum melaporkan ke presiden, tetapi sudah ke Menko Polhukam,” ujarnya. (nas)


K ta

Suluh Indonesia, Selasa 12 Januari 2010

2

Susno Duadji Cabut Laporan JAKARTA - Pengacara Susno Duadji, Jhoni Situwanda mengatakan kliennya mencabut laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar karena terlapor merupakan senior di kepolisian. “Pak Susno mengatakan masalahnya tidak perlu diperpanjang,” kata Jhoni Situwanda di Jakarta, kemarin. Jhoni menuturkan, Susno meminta tim pengacaranya yang mendapat kuasa penuh untuk mencabut laporan pencemaran nama baiknya yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar Pengacara itu menyatakan, Susno membaca laporan pencemaran nama baiknya dan tim kuasa hukum diundang mengadakan pertemuan untuk diskusi dan sepakat mencabut laporannya. Rencananya tim kuasa hukum akan mencabut laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar di Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (11/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Jhoni tidak mengetahui apakah selama ini Susno dengan Bambang Widodo Umar ada komunikasi untuk menyelesaikan kasusnya di luar jalur hukum. Sebelumnya, Senin (4/1), mantan Kepala Bareskrim Polri itu melalui tim pengacaranya melaporkan pakar ilmu kepolisian dari Universitas Indonesia, Bambang Widodo Umar kepada Polres Metro Jakarta Pusat karena pernyataan pada salah satu media cetak dan majalah. Susno keberatan dengan pernyataan Bambang pada kedua media cetak itu terkait tuduhan jenderal bintang tiga itu bermasalah karena sudah membuka permusuhan dengan masyarakat, serta Susno diduga merekayasa perkara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Susno sempat menyatakan laporan pencemaran nama baik yang dituduhkan kepada Bambang Widodo Umar merupakan masalah kecil dan tidak perlu dibesarkan. (ant)

Suluh Indonesia/ant

PENDIDIKAN GRATIS - Sejumlah warga yang tergabung dalam Komite Rakyat Peduli Pendidikan, melakukan aksi protes di DPRD DKI, di Jakarta, kemarin. Mereka menuntut anggota dewan mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis 12 tahun dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK.

Kasus Mutilasi

Ada Istana di Pondok Bambu

Ditemukan Fakta Baru

Dirjen Lapas Harus Dicopot

JAKARTA - Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Satjatanras) Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya menemukan fakta baru terkait pelaku kasus mutilasi, Baikuni alias Babe (48) terhadap Ardiansyah (9), yakni teman korban, Wira berstatus orang hilang. Kasat Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Nico Affinta di Jakarta, kemarin, mengatakan keluarga Wira sudah melaporkan kehilangan seorang keluarga kepada Polres Pandeglang, Banten. Nico menjelaskan penemuan fakta baru itu terungkap setelah penyidik Polda Metro Jaya meminta keterangan Wira sebagai saksi pada kasus mutilasi Ardiansyah yang diduga dilakukan Babe. “Setelah dicek ternyata benar Wira yang kita bawa berstatus orang hilang,” ujar Nico. Nico meminta pihak orang

tua yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa secepatnya mendatangi Polda Metro Jaya. Polisi menduga masih ada sejumlah orang tua yang kehilangan anggota keluarganya yang sudah melaporkan maupun belum kepada polisi. Untuk mengungkap itu, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak untuk meminta data anak hilang maupun anak yang diduga menjadi korban kekerasan seksual di sekitar lokasi kejadian di pinggir proyek jembatan Banjir Kanal Timur (BKT), Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur. Terkait kasus mutilasi Ardiansyah, penyidik menggelar rekonstruksi ke sejumlah lokasi yang diduga didatangi pelaku. (ant)

LSM: Pasar Bebas ACFTA

Timbulkan Ancaman PHK JAKARTA - Koordinator LSM Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan berpendapat, pasar bebas AsianChina Free Trade Agreement (ACFTA) berpotensi menimbulkan ancaman PHK dan mematikan berbagai usaha kecil di tanah air. “ACFTA jelas merugikan karena ancaman PHK dan deindustrialisasi,” kata Dani kepada ANTARA di Jakarta, kemarin. Menurut Dani, pasar bebas tersebut hanya akan membuat Indonesia menjadi “bangsa kuli” sedangkan konsumsi nasional akan didikte oleh serbuan produk impor. Hal tersebut, menurut dia, sangat disayangkan karena Indonesia adalah bangsa dengan sumber daya alam yang melimpah dan juga memiliki sumber daya manusia yang berjumlah sangat besar. “64 tahun kemerdekaan harusnya bisa mengubah kita menjadi bangsa produsen,” katanya. Sebagai bangsa produsen, lanjut Dani, maka ekonomi Indonesia akan lebih mandiri dan

lebih banyak lagi rakyat yang hidup di tahap sejahtera. Untuk itu, ia mengusulkan adanya konsolidasi pergerakan dari kaum muda dalam menolak penerapan pasar bebas tersebut. Dani mengingatkan, sebelum ACFTA, Indonesia juga sudah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Australia dan Selandia Baru yang dinilai LSM KAU juga merugikan kondisi industri dan perekonomian nasional. Sebelumnya, pemerintah telah membentuk tim khusus beranggotakan lintas departemen dan wakil dari dunia usaha untuk mengantisipasi ACFTA, sekaligus “Common Effective Preferential Tariffs for ASEAN Free Trade Area” (CEPT AFTA). Perjanjian CEPT AFTA dimulai pada 1992 dengan ASEAN Free Trade Area dilanjutkan dengan pembentukan ASEAN Economic Community pada 2003 untuk direalisasikan pada 2015. (ant)

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Mayjen (Purn) Syamsu Djalal menyatakan Dirjen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) harus bertanggungjawab atas temuan adanya perlakuan “istimewa” terhadap Arthalyta Suryani alias Ayin saat Satgas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rutan Pondok Bambu. “Dirjen Lapas yang bertanggungjawab atas perlakuan istimewa terhadap Ayin,” kata Syamsu Djalal yang juga man-

tan Danpuspom TNI, di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum melakukan sidak ke Rutan Khusus Wanita Kelas II Pondok Bambu, Jakarta Timur dan menemukan adanya perlakuan istimewa terhadap sejumlah narapidana diantaranya terhadap Ayin. Ayin terjerat dalam kasus suap terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan senilai 660 ribu dollar AS terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia menegaskan siapap-

un yang terlibat dalam pemberian kemudahan fasilitas kepada sejumlah narapidana itu, harus dicopot. “Tentunya harus ada yang dikorbankan,” katanya. Ketika ditanya apakah Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) yang baru harus bertanggungjawab, ia menyatakan Menkumham yang baru tidak tahu menahu soal itu karena baru menjabat. Dia juga memuji kinerja satgas yang baru terbentuk langsung melakukan gebrakan dengan menemukan temuan terse-

Istana di Pondok Bambu

Para Pejabat Masih Saja Membela Diri JAKARTA - Departemen Hukum dan HAM sedang menelusuri dugaan pelanggaran terkait penggunaan berbagai fasilitas di rumah tahanan negara Pondok Bambu, Jakarta Timur. “Tim kami masih mengusut hal itu. Jika memang ada pelanggaran pasti akan ada hukuman,” kata Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar di Jakarta, kemarin. Patrialis menjelaskan dalam konferensi pers khusus yang juga dihadiri hampir semua jajaran Direktur Jenderal di Depkumham. Konferensi pers itu diadakan terkait inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di rumah tahanan negara Pondok Bambu. Satgas menemukan sejumlah ruangan yang dilengkapi fasilitas, seperti furniture, LCD TV, fasilitas pemutaran film, dan sebagainya. Beberapa kalangan menduga, fasilitas itu dinikmati Artalyta Suryani dan terpidana kasus narkoba, Aling. Patrialis menegaskan, sebagai penanggung jawab tertinggi di Depkumham, dia menjamin akan ada tindakan jika memang ada kesalahan. “Saya akan bertanggung jawab,” katanya. Pengusutan pelanggaran itu dilakukan oleh tim

Patrialis Akbar

gabungan dari Ditjen Pemasyarakatan dan Inspektorat Jenderal Depkumham. Dalam konferensi pers itu, Patrialis memberi kesempatan kepada Dirjen Pemasyarakatan, Untung Sugiono untuk memberikan klarifikasi terhadap temuan sidak Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Untung mengakui sebagian ruangan di kompleks perkantoran rumah tahanan Pondok Bambu digunakan untuk ruang karaoke dan ruang pelatihan ketrampilan. Berdasar pantauan, beberapa ruangan di rumah tahanan tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas. Salah satu ruangan dilengkapi dengan seperangkat alat pemutar video dan karaoke. Dinding ruangan itu

berlapis bahan khusus bercorak hitam putih. Sementara itu, ada ruangan lain yang didominasi cat dinding yang lebih terang. Beberapa perlengkapan, seperti furniture, pembatas ruangan, dan tampat tidur bayi ada di ruangan itu. Untung membantah ruangan-ruangan itu digunakan oleh Artalyta dan Aling. “Tapi itu memang dikomandani Artalyta,” kata Untung. Untung mengakui ada percampuran antara fasilitas pribadi dan fasilitas umum di ruangan tersebut. Ruangan Artalyta berukuran 2,5 meter x 4 meter. Ruangan itu berisi dua tempat tidur, televisi layar datar, pendingin ruangan, perlengkapan mandi, almari, berbagai bacaan, cermin, dan peralatan senam.Sedangkan ruangan Aling berisi tiga tempat tidur, dua kipas angin, televisi 14", lampu belajar dan cermin. Pernyataan Untung itu kontradiktif atau bertentangan dengan pernyataan Kepala Kantor Wilayah Depkumham DKI Jakarta, Asdjuddin Rana. Menurut Asdjuddin, semua fasilitas di ruang karaoke dan ruang ketrampilan dibeli dengan menggunakan anggaran rumah tahanan. “Secara hukum saya menerima laporan.” (ant)

Ribuan Anak Jalanan di 50 Titik DKI KURANGNYA lapangan pekerjaan ditengarai sebagai penyebab utama masih banyaknya anak jalanan yang berkeliaran di sejumlah kawasan di ibukota. “Karena tidak ada peluang kerja, maka banyak anak jalanan berkeliaran ke jalanan. Padahal dalam masa pembinaan setiap anak jalanan telah diberi pelatihan seperti keterampilan salon, bengkel motor dan kerajinan tangan,” kata Kepala Dinas Sosial DKI Budihardjo di Jakarta, kemarin. Saat ini, diperkirakan sedikitnya 4.023 anak jalanan masih

berkeliaran di 52 titik yang ada didata sebagai tempat mangkalnya para anak jalanan antara lain kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cilandak, Tomang dan Perempatan Coca Cola, Jakarta Pusat. Minimnya kapasitas lokasi pembinaan juga menjadi kendala bagi Dinas Sosial karena dari jumlah tersebut, hanya sekitar 700 orang yang bisa ditampung

untuk pembinaan pada satu waktu tertentu. “Jadi kami membatasi pembinaan hanya enam bulan sebelum melepas mereka kembali, tiga bulan untuk pelatihan ketrampilan,” katanya, sambil menambahkan bahwa Dinas Sosial telah memberikan pelatihan ketrampilan saat melakukan pembinaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Budi menyatakan perlunya keterlibatan pihak swasta untuk turut serta dalam pembinaan anak jalanan lewat program tanggung jawab sosial perusahaan. Beberapa perusahaan daerah telah merintis hal tersebut antara

lain Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) dan Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Pihak swasta diharapkan dapat lebih berperan dalam pembinaan anak jalanan tersebut sehingga bisa mengurangi jumlahnya. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Serikat Rakyat Miskin Indonesia, sehingga pembinaan dapat dilakukan secara optimal,” kata Budi. Budihardjo juga mengaku kesulitan untuk mengontrol anak jalanan tersebut karena adanya oknum-oknum yang mengeksploitasi sehingga jumlahnya semakin banyak. “Banyak diantaranya didatangkan

dari daerah lain untuk dieksploitasi di Jakarta,” ujarnya. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan akan menertibkan oknum yang melakukan eksploitasi semacam itu. Lewat Perda No.8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum (Tibum), Pemprov DKI melakukan penertiban terhadap anak jalanan dan terutama bagi para oknum yang mengeksploitasi tersebut. Razia rutin juga dilakukan oleh Satpol PP dalam upaya menertibkan para penyandang masalah kesejahteraan masyarakat (PMKS) tersebut. (ant)

but. “Itu sangat bagus (satgas), namun yang harus diingat bagaimana tindaklanjutnya dari hasil temuan itu karena tugas satgas hanya untuk survey penyelidikan dan pemberitahuan adanya mafia hukum,” katanya. Di bagian lain, ia menyatakan temuan adanya perlakuan khusus terhadap Ayin itu, bukanlah barang yang baru. “Praktik perlakuan khusus itu sudah lama ada, buktinya bandar narkoba masih bisa mengendalikan peredaran narkoba dari sel bahkan mendirikan pabrik narkoba. Apalagi ini seorang Ayin,” katanya.

Ia menyatakan sebenarnya perlakuan khusus terhadap narapidana berduit itu banyak. Karena itu, ia mengingatkan Menkumham atau Dirjen Pemasyarakatan agar menangani temuan itu, jangan hanya setengah-setengah. “Jangan sampai masuk telinga kiri ke luar telinga kanan atau tidak ada kelanjutannya,” katanya. “Dari keterangan mantan narapidana menyebutkan sebenarnya yang harus dibina itu bukan hanya narapidanya tapi sipirnya juga yang harus dibina,” katanya. (ant)

Bayi Diculik

Wagub Salahkan Suster Puskesmas

Wagub Prijanto

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menegaskan, kasus hilangnya bayi di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat pada Jumat (8/1) lalu merupakan bentuk kelalaian petugas kesehatan dan mereka yang bersalah harus dikenakan sanksi tegas. “Peristiwa ini tidak akan terjadi jika petugas melakukan pengawasan ketat. Profesionalisme petugas dalam kasus ini harus dipertanyakan. Sesuai aturan administrasi siapa yang salah harus dikenakan sanksi,” kata Prijanto di Jakarta, kemarin. Wagub meninjau langsung Puskesmas Kembangan dan bertemu dengan kedua orang tua bayi malang tersebut mengenai kasus diculiknya bayi mereka oleh seorang wanita yang mengaku suster rumah sakit. Bayi yang diculik waktu masih berusia 12 jam itu adalah anak pasangan Ny. Murtanti (33) dan Edi (43) dan belum diberi nama. Kepada kedua orang tua tersebut, Wagub juga menjamin bahwa sanksi akan diberikan kepada pihak puskesmas yang dinilainya tidak profesional tersebut, meskipun bentuk sanksi yang akan dijatuhkan belum ditentukan. “Sanksi akan diberikan setelah pemeriksaan selesai. Terlebih saat ini polisi telah melakukan penyelidikan. Sanksi ringan berupa teguran

hingga pemecatan bisa diberikan pada seluruh pegawai sesuai dengan tingkat kesalahannya,” papar Prijanto. Wagub menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut dan menekankan bahwa seharusnya pengawasan bisa lebih baik apalagi di puskesmas tersebut telah diberlakukan sistem satu pintu yakni setiap orang harus melalui pemeriksaan saat akan keluar atau masuk. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa seragam pegawai negeri sipil (PNS) wajib dipakai sehingga dapat dihindarkan peristiwa penculikan semacam itu, yakni oknum wanita yang mengaku perawat namun tidak mengenakan seragam. “Ini harus dievaluasi, penggunaan seragam saat bertugas sudah merupakan ketentuan jadi tidak ada alasan lagi tidak menggunakannya saat bertugas,” katanya. Dinas Kesehatan DKI telah membentuk tim audit dari pegawai dinas dan suku dinas wilayah untuk menyelidik kasus tersebut. “Kita tunggu langkah selanjutnya setelah ada temuan dari tim audit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Dien Emawati tentang sanksi bagi puskesmas yang ironisnya, telah mengantongi sertifikat Standar ISO untuk pelayanannya itu. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Selasa 12 Januari 2010

3

Dana Kampanye Pilkada

Rentan Dikorup

Suluh Indonesia/sep

PARLEMENTER - Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua DPD Irman Gusman usai pembuka selubung prasasti pada saat peresmian Prasasti Dewan Perwakilan Daerah RI yang dipasang sejajar dengan prasasti MPR dan DPR di Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wirdyaningsih mengatakan pengawasan dana kampanye pemilu kepala daerah (pilkada) 2010 akan lebih diperketat, mengingat potensi pelanggaran yang cukup tinggi. ‘’Untuk itu, kita sedang merancang peraturan tentang pengawasan dana kampanye yang lebih khusus. Karena kita tahu untuk pilkada ini sangat rentan terjadi pelanggaran,” katanya di Jakarta, kemarin. Menurut Wirdyaningsih, peraturan tentang pengawasan dana kampanye ini harus lebih detail sehingga mampu menutup celah terjadinya manipulasi. Bawaslu, lanjut dia, akan menyusun aturan tersebut tanpa menunggu aturan dana kampanye pilkada yang dikeluarkan KPU. ‘’Kita tidak akan menunggu KPU membuat aturan teknisnya,” ujarnya. Dari sisi kesiapan personil,

ia menuturkan, pengawas telah diberikan pelatihan sehingga diharapkan mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal. Selain itu dari sisi regulasi, ia mengatakan, Bawaslu telah lebih siap dibandingkan dengan pemilu 2009. ‘’Regulasi sudah kita matangkan, delapan aturan tentang pilkada telah kita susun,” katanya. Sebelumnya, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Ibrahim Fahmi Badoh mengatakan, pontesi manipulasi dana kampanye pada pilkada tinggi karena pengaturan dana kampanye masih longgar. Menurut dia, lemahnya aturan dikhawatirkan akan memudahkan masuknya aliran dana dari sumber-sumber ilegal ke rekening kampanye pasangan kepala daerah. ‘’Kondisi ini akan diperparah dengan lumpuhnya pengawasan atas dana kampanye. Dampak dari pengaturan dana kampanye yang

buruk akan juga turut dirasakan oleh publik di daerah dalam bentuk kebijakan yang buruk dan tidak berpihak kepada rakyat,” katanya. ICW menilai, peraturan dana kampanye yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan perubahannya yakni UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang pemerintah daerah belum mengatur secara rinci tentang dana kampanye, misalnya tidak dijelaskan kapan rekening khusus dana kampanye dibuka, ketentuan saldo awal untuk rekening dana kampanye, dan tidak dijelaskan berapa jumlah rekening dana kampanye yang harus dibuat dan apakah semua penerimaan dana kampanye harus dicatat dalam satu rekening atau ada pemisahan. Untuk menghindari kemungkinan pelanggaran, perlu adanya aturan teknis yang mengatur lebih detail. (son)

Presiden Minta

Eksistensi DPD Dipertanyakan JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengungkapkan sulitnya memperjuangkan eksistensi DPD di kompleks gedung parlemen Senayan karena perjuangan untuk sekadar menambahkan nama DPD di dinding luar Gedung Nusantara IV membutuhkan waktu bertahuntahun. ‘’Kami ingin menyampaikan bahwa ternyata tidak mudah memperjuangkan peresmian prasasti DPD. Selama hampir lima tahun lebih kita berjuang agar eksistensi DPD secara simbolik diakui,” ujarnya saat bersama-sama pimpinan MPR dan DPR meresmikan pemasangan prasasti DPD di dinding luar Gedung Nusant-

ara IV Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin. Dikemukakannya, perjuangan DPD itu memerlukan waktu yang panjang. Sejak tahun 2005, menurut Irman, DPD telah mengirim surat resmi kepada pimpinan DPR agar prasasti nama DPD dipasang. Namun baru pada tanggal 29 Oktober 2009 dalam Rapat Pimpinan MPR RI, pimpinan DPR RI, dan DPD RI yang baru dilantik pada Oktober 2009 akhirnya disepakati prasasti nama DPD pada dinding luar Gedung Nusantara IV. Bagi DPD, katanya, peresmian prasasti nama DPD itu tidak hanya memiliki arti simbolik untuk mengkonfirmasi posisi

politik DPD yang telah ada sejak tahun 2004, melainkan juga memiliki arti penting bagi perjalanan bangsa ini dimana DPD sebagai salah satu pilar lembaga legislatif kembali diberikan peran nyata dalam ranah kebijakan nasional, terutama yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat daerah. Dalam konsepsi negara demokrasi, lembaga perwakilan merupakan cermin dari keragaman suku, etnis, agama, dan budaya. Perwakilan politik tidak boleh terbatas hanya pada sekelompok golongan, etnis, suku, agama, maupun daerah. ‘’Hal ini sejalan denga gagasan The Founding Leaders Muhammad Yamin bahwa ‘....per-

Pengamat :

PAN Dipastikan Tidak Kritis SEMARANG - Terpilihnya Hatta Rajasa sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menjadikan partai berlambang matahari ini tidak akan kritis terhadap pemerintah. ‘’Saya kira Hatta Rajasa adalah pekerja yang tidak mungkin mengambil sikap kritis,” kata pakar hukum tata negara Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta Isharyanto di Semarang, kemarin. Isharyanto mengatakan, kondisi tersebut akan mengharmoniskan hubungan SBY dengan parlemen. ‘’Terpilihnya Hatta Rajasa juga semakin menjelaskan posisi PAN yang semakin mantap di panggung kekuasaan,” katanya. Isharyanto menilai, kemenangan Hatta sebagai Ketua Umum PAN tentu bukan sekadar kemenangan sesaat,

Hatta Rajasa

akan tetapi telah dikalkulasi untuk investasi 2014. Jika perolehan suara PAN bisa mencapai tujuh persen, lanjut Isharyanto, maka akan menjadi pertimbangan SBY untuk menjadikan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu 2014. ‘’Fak-

tor ketua umum, ‘track record’ yang bagus, teknokrat yang juga politisi, merupakan peluang terbuka untuk Hatta Rajasa menjadi pendamping SBY. Jadi, ada kalkulasi yang dikejar Hatta Rajasa untuk 2014,” katanya. Terkait rangkap jabatan yang harus dipegang Hatta Rajasa, menurut Isharyanto, hal tersebut masuk dalam tataran moralitas publik atau etika jabatan. ‘’Menurut saya itu lebih cenderung etika jabatan karena partai politik tetap penting posisinya di kekuasan,” katanya. Oleh karena itu, sejauh ada komitmen yang dijalankan tentu tidak akan ada masalah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus tegas, jika ada anggota kabinet yang kinerjanya tidak bagus,tentu Presiden harus menggantinya. (ant)

musyawaratan rakyat adalah wujud tertinggi kedaulatan rakyat, dan kedaulatan rakyat mensyaratkan adanya wakil langsung rakyat dan daerah’,” ujarnya. Sebagai wujud tertinggi kedaulatan rakyat, menurut Irman, DPD makin meneguhkan eksistensinya sebagai perwakilan daerah yang melaksanakan fungsi agregasi dan artikulasi kepentingan masyarakat daerah dalam mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. Tujuan itu tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. (har)

KAHMI Tetap Independen JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) agar tetap bersikap independen dan kritis dalam mengawal kehidupan demokrasi di Indonesia. ‘’Presiden mendorong agar KAHMI tetap menjaga sikap kritis, independen dan terus memberikan pemikiranpemikiran kritis yang konkrit bagi pemerintah, dimanapun dan dalam level apapun,” kata Ketua Harian KAHMI Abidinsyah Siregar usai melakukan pertemuan dengan Presiden Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, kemarin. Sikap tersebut, lanjut dia, menurut Presiden dibutuhkan

untuk membangun Indonesia dengan makin banyaknya tantangan di dunia yang global. Sementara itu, Pimpinan Kolektif KAHMI Yoga Mauladi mengatakan, Presiden menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas demokrasi. ‘’Dengan pembangunan demokrasi yang saat ini sedang berjalan memang ada beberapa hal yang harus disempurnakan, oleh karena itu dalam empat tahun ke depan semaksimal mungkin pemerintah berupaya meningkatkan kualitas demokrasi demi masa depan bangsa,” katanya. Kepala Negara, kata Yoga, juga menyampaikan bahwa proses demokrasi di Indonesia

selain mengembangkan kebebasan berserikat dan berkumpul juga harus memperhatikan penegakan hukum. ‘’Diamanahkan Presiden dalam kehidupan demokrasi harus tetap mengedepankan etika dan moral, sikap kritis tetapi politis dalam kerangka kehidupan nasional,” katanya. Abidinsyah juga menyampaikan bahwa Presiden Yudhoyono dan Ketua MPR Taufik Kiemas berkenan hadir dalam acara deklarasi pengukuhan kepengurusan KAHMI yang baru pada 20 Januari. Sebelumnya, kepengurusan KAHMI tingkat nasional yang sebelumnya terdiri dari dua kelompok kini telah bersatu. (har)


Megap litan K ilas Konsisten Terapkan KTR PEMKOT Bogor, diminta konsisten menerapkan program kawasan tanpa rokok (KTR) yang telah dicanangkannya. Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat mengatakan, program KTR harus dijalankan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat dan masa depan Kota Bogor. KTR dinilai dapat mendidik masyarakat untuk hidup secara lebih efisien dengan mengurangi biaya belanja rokok. Hasil dana dari pengurangan biaya belanja rokok dapat dialokasikan untuk menunjang biaya lain yang lebih penting, semisal pendidikan dan kesehatan. Selain itu, KTR juga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, dalam hal ini kesehatan perokok pasif maupun aktif. Sementara itu Padli, mahasiswa program Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) menambahkan, Kota Bogor dikenal sebagai salah satu kota hijau dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang sehat berkelanjutan. Ia yakin program KTR yang digagas Pemkot Bogor akan berhasil, mengingat baiknya partisipasi warga Kota Bogor dalam pembangunan. (ant)

Suluh Indonesia, Selasa 12 Januari 2010

Tangsel Sesalkan Pengambilan 40 Truk Sampah PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan Banten, menyesalkan pengambilan sebanyak 40 truk sampah oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, sehingga berimbas pada ribuan kubik sampah di kota pemekaran itu tidak terangkut. Kekecewaanpun disampaikan Wali Kota Tangsel HM Shaleh, kemarin. Akibat pengambilan truk itu menyebabkan sampah menumpuk pada sejumlah pasar tradisional dan perkantoran di daerah ini karena tidak ada kendaraan yang mengangkut untuk dibuang ke tempat pem-

buangan akhir (TPA). Menurut dia, semula pengambilan truk sampah itu untuk didata sehingga tidak ada keberatan, tapi ternyata tidak juga dikembalikan padahal truk-truk itu merupakan aset Pemkot Tangsel set-

elah wilayah ini dimekarkan. Truk sampah itu adalah aset dan sesuai Undang-undang No 51 tahun 2008 tentang pembentukan Kota Tangsel, karena seluruh aset yang berada di wilayah pemekaran sudah menjadi hak daerah tersebut. Saat ini sekitar 15.000 meter kubik sampah pada tujuh kecamatan di daerah ini tidak mampu ditangani oleh petugas Dinas Kebersihan Pemakaman dan Per-

tamanan (DKPP) Tangsel. Selain itu, wilayah induk juga melarang menerima sampah yang biasanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas DKPP Tangerang Selatan Didi S Wijaya mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki lokasi penampungan untuk membuang ribuan kubik sampah. Namun untuk sementara waktu,

Angkot Ringsek BOGOR - Sebuah mobil angkutan perkotaan (angkot) dengan No.Pol F 1990 BT dengan trayek 07 (Pasar AnyarBojonggede), kemarin ringsek tertimpa pohon Falamboyan raksasa di Jalan Raya Heulang, Kec.Tanahsareal, Kota Bogor. Dalam peristiwa tersebut sopir angkot yakni M. Jamaludin (35) dan seorang penumpangnya bernama Kifli (26), warga Bogor terluka parah sehingga harus menjalani perawatan di RS.PMI Bogor . Dari keterangan Jamuludin, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu sedang turun hujan gerimis disertai angin. Diduga pohon Flamboyan raksasa yang menurut warga sekitar telah berumur 40 tahun lebih itu keropos, sehingga pada saat hujan disertai angin tidak kuat dan tumbang. “Saat itu lagi hujan grimis dan angin kecil, tapi tibatiba pada saat saya melintas di Jalan Heulang mendadak pohon itu roboh dan menimpa mobil kami,” sesalnya. Meski saat itu Jamaludin terluka parah, namun karena dicekam kepanikan dia masih berusaha menyelamatkan diri dan beberapa penumpang di angkotnya. Beruntung warga sekitar dan para pengemudi lain di lokasi langsung membantu Jamaludin dan korban lainnya untuk dievakuasi. “Kami warga di sini sebetulnya telah lama menyampaikan agar pohon ini segara ditebang. Tapi faktanya hal itu tidak segera dilakukan,” sesal Yadi (23), warga sekitar. Setelah berhasil mengevakuasi para korban, petugas dari dinas kebersihan dan pertamanan dibantu warga setempat langsung melakukan pembersihan dengan cara motong batang pohon Flamboyan yang saat itu melintang menghalangi jalan. (bas) Suluh Indonesia/bas

Memori Kasasi Prita TANGERANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU), Riyadi menyerahkan memori kasasi melalui Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten, terhadap kasus Prita Mulyasari, terdakwa pencemaran nama baik RS Omni Serpong karena divonis bebas oleh majelis hakim. “Penyerahan memori kasasi terhadap putusan bebas Prita diserahkan langsung oleh jaksa Riyadi,” kata seorang staf pidana PN Tangerang, Banten, Dani Kartiwa saat dihubungi, kemarin. Setelah penyerahkan memori kasasi itu, maka petugas PN Tangerang akan membawa berkas ke Mahkamah Agung (MA) di Jakarta. Sementara itu, kuasa hukum Prita Mulyasri, OC Kaligis mengatakan, merupakan hak jaksa untuk melakukan kasasi karena memang hakim telah memvonis bebas. Menurut dia, bila hakim sudah memutuskan bebas, maka tidak selalu jaksa harus melakukan kasasi ke MA. Meski begitu, Kaligis akan mempersiapkan kontra memori kasasi dalam kasus yang dihadapi Prita agar hakim agung memutuskan sama dengan hakim PN Tangerang. Prita yang didakwa mencemarkan nama baik melalui surat elektronika (email) terhadap manajemen RS Omni Internasional, Serpong, Tangerang, akhirnya dijatuhi vonis bebas oleh majelis hakim yang diketuai Arthur Hangewa pada sidang di PN setempat, Selasa (29/12). Dalam tuntutannya, jaksa menuntut dengan hukuman kurungan enam bulan penjara terhadap ibu dua putra yang masih balita itu. Jaksa Riyadi berupaya untuk dihubungi untuk konfirmasi terkait penyerahan memori kasasi, tapi tidak berhasil karena telepon selularnya tidak aktif demikian pula berusaha ditemui di kantor Kejaksaan Negeri Tangerang tapi dia berada di luar ruangan. (ant)

Nuruzzaman Mangkir Lagi

Sidangpun Ditunda Sepekan BOGOR - Untuk kedua kalinya terdakwa dugaan kasus korupsi APBD Kota Bogor, Nuruzzaman tak dapat hadir di Pengadilan Negeri (PN) karena alasan sakit. Karena itu, Majelis Hakim pun menunda persidangan selama satu minggu. Ketidakhadiran Nuruzzaman, menurut penasehat hukum Zainuddin Paru berdasarkan surat keterangan dokter yang belum mengizinkan Nuruzzaman hadir dalam persidangan. “Kami tidak mempengaruhi independesi dokter, Nuruzzaman tidak dapat hadir atas surat rekomendasi dokter yang menyatakan kondisinya masih lemah dan tidak bisa mengikuti persidangan,” ucap Zainuddin Paru usai persidangan di PN Bogor sambil memperlihatkan surat izin dari dokter rumah sakit PMI Bogor, kemarin siang. Menurut Zainuddin, pihaknya tak berniat dan tak menginginkan penundaan sidang ini. “Kita sudah menyatakan ke majelis hakim, agar sidang jangan ditunda, dan untuk keterangan sakitnya Nuruzzaman pihaknya dapat menghadirkan dokter yang merawatnya tapi tetap majelis hakim menundanya hingga satu minggu ke depan,” katanya. Dengan penundaan sidang ini otomatis penyelesai kasus terdakwa yang masuk dalam berkas Nuruzzaman akan lambat dan terhambat. Hal ini juga secara tidak langsung berkaitan dengan lima terdakwa lainnya yang masuk dalam satu berkas dengan Nuruzzaman pun akan menjalani hukum lama di lapas Paledang. Dijelaskan Zainuddin, pihaknya sudah berkoodinasi dengan lima terdakwa lainnya, tidak ada upaya dari mereka untuk memperlambat proses persidangan. “Kita sudah membicarakan hal ini, kelima anggota lainya mengerti dan memahami kondisi kesehatan pak Nuruzzaman,” terangnya. Saat ini kondisi kesehatan Nuruzzaman masih lemah, diinfus, menggunakan oksigen, sering pusing dan muntah-muntah. “Dokter menemukan ada luka pada lambungnya, dan harus menjalani pemeriksaan Endoscopy, karena RS PMI tidak memiliki alat dan harus dirujuk ke RSCM dan RSPAD di Jakarta,” jelasnya. (ant)

dari 10 truk sampah yang tersedia milik Pemkot Tangerang Selatan yang beroperasi membuang sampah pada malam hari di lahan kosong di kawasan Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat. “Pemkot Tangerang Selatan sedang melakukan koordinasi dengan Pemkab Bogor, Jabar, agar dapat membuang sampah di kawasan Gunung Sindur yang merupakan daerah perbatasan,” katanya. (ant)

Jalan di Bogor Amburadul

Ditimpa Flamboyan

Jaksa Serahkan

4

RUSAK – Salah satu ruas jalan di Bogor yang rusak akibat digenangi air hujan dalam beberapa hari terakhir ini.

Sejumlah Kadis

Segera Diganti DEPOK - Dalam waktu dekat sejumlah pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan diganti. Pergantian tersebut dikarenakan sejumlah pejabat belum ditetapkan menjadi kepala dinas atau masih berstatus pelaksana tugas. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Etty Suryahati ditemui usai Rapat Paripurna Pemaparan Program Kerja Komisi DPRD Kota Depok. Namun, dirinya enggan menyebutkan kapan pergantian tersebut dilaksanakan. “Dalam waktu dekat ini akan ada pergantian kepala dinas yang masih berstatus pelaksana tugas. Waktunya belum bisa kami beritahu sekarang, yang pasti dalam waktu dekat

ini,” kata Etty, Senin (11/1). Beberapa kepala dinas di Pemkot Depok yang masih berstatus sebagai pelaksana tugas diantaranya, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial, Kepala Dinas Pasar, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan serta Kepala Bagian Kesejahteraan. “Nantinya, PNS yang akan menduduki posisi kepala dinas harus melalui tahapan seleksi,” tegasnya. Dengan adanya tahapan seleksi, para pejabat-pejabat tersebut diharap dapat menguasai tugas pokok dinas yang dipimpinnya. Saat ditanya siapa saja

yang akan menduduki jabatan baru, Etty enggan menyebutkannya tanpa alasan yang pasti. “Mengenai nama-namanya nanti saja,” kelit Etty singkat. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kota Depok dari fraksi PKS Qurtifa Wijaya mengatakan, masalah pergantian pejabat di kalangan Pemkot Depok merupakan usulan dewan. Alasannya, kepala dinas yang berstatus plt itu tidak bertanggungjawab atas anggaran yang diusulkan oleh dinas tersebut. “Kami berharap Pemkot Depok melakukan rekruitmen kepala dinas yang memahami fungsi dan tugas pokok dinas yang dipimpinnya. Jangan sampai ada kepala dinas yang tidak mengerti tugasnya,” kata dia. (rin)

Lima Pembalak Liar Gunung Honje Ditangkap PANDEGLANG - Lima pelaku pembalakan liar di hutan Gunung Honje, Kabupaten Pandeglang, ditangkap tim gabungan dari Polhut Taman Nasional Ujung Kulon, kepolisian dan pam swakarsa. Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Agus Priambudi di Pandeglang, kemarin menjelaskan, penangkapan itu dilakukan pada Minggu malam sekitar pukul 23:00 WIB. Kelima pelaku illegal logging itu yakni Akm, Asm, Ddn, Ant dan Arm. Mereka ditangkap sedang melakukan penebangan pohon mahoni di Gunung Honje. Tim keamanan gabungan itu juga menyita barang bukti berupa kayu yang telah dipotong sebanyak dua truck. “Para pelaku kini dalam proses pemeriksaan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BTNUK dan penyidik Polri di Polsek Sumur,” katanya. Kawasan Gunung Honje merupakan bagian dari wilayah TNUK yang harus dilestarikan karena selain sebagai habitat badak jawa, juga merupakan “paru-paru” dunia. Tingkat kerusakan hutan di kawasan TNUK, kata dia, hanya 3.200 hekter (Ha) atau 4,2

persen dari luas kawasan tersebut yang mencapai 76 ribu ha. Dari 3.200 Ha kawasan yang rusak itu, seluas 2.100 Ha telah dijadikan sawah dan 1.100 Ha dibuat kebun oleh masyarakat dan menjadi mata pencairan dari ribuah kepala keluarga warga yang ada di sekitar taman nasional tersebut. TNUK merupakan kawasan pelestarian alam terpenting di Indonesia karena memiliki keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna dan berabgai tipe vegetasi serta merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas. TNUK memiliki tiga tipe ekosistem yakni perairan laut, pesisir pantai dan daratan, dengan keanekaragaman hayati yang melimpah. Dalam kawasan itu terdapat 700 jenis flora, 57 jenis di antaranya termasuk langka. Selain ituk juga terdapat fauna berupa 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amphibia, 240 jenis aves, 72 jenis insekta, 142 jenis fisces dan 33 jenis terumbu karang. Taman nasional tersebut juga merupakan habitat terakhir badak bercula satu (rhinoc-

erus sondaicum) serta hewan langka lainnya yang kini terancam punah seperti banteng (bos javanicus), gibon jawa (hylobates oloch), anjing hutan (coun alpinus), harimau (panthera tigris), suruli (presbity aygula). (ant) ()

BOGOR – Sejumlah ruas jalan di Kota Bogor rusak parah akibat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Buruknya kualitas jalan diperparah tak berfungsinya saluran air akibat tertutup sampah dan beton, membuat sejumlah ruas berubah fungsi menjadi saluran air dan banjir. “Gimana gak cepat hancur, jalannya dikerjakan dengan asal-asalan oleh pemborongnya. Kemudian selokannya juga tidak berfungsi seperti ini, padahal jalan ini baru tiga bulan lalu selesai diperbaiki,” sesal Edi (28), salah satu pengendara motor yang kebetulan melintas di Jalan Raya Soleh Iskandar, Kota Bogor, kemarin. Kerusakan jalan yang begitu parah juga terjadi di Jalan Raya Semplak, Kota Bogor. Kubangan air terlihat di hampir sepanjang jalan sepanjang kurang lebih 6 KM yang menghubungkan Kota Bogor dengan kawasan Semplak Kab.Bogor. Kerusakan paling parah terjadi depan RS Atang Sandjaya, Kompleks TNI-AU Atang Sandjanya. Bahkan persis di depan masjid besar di Kompleks tersebut sudah seperti kubangan kerbau yang siap untuk ditanami padi. Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Dinas Ciptakarya, Kota Bogor, H.M Suhud mengatakan, Pemerintah Kota Bogor pada tahun ini telah menganggarkan dana sekitar Rp 20 miliar untuk alokasi pembuatan, pemeliharaan dan perbaikan jalan yang ada di Kota Bogor. “Kalau untuk Jalan Raya Soleh Iskandar itu bukan menjadi kewenangan kami, sebab jalan itu merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan penuh Pemerintah Pusat. Demikian juga untuk Jalan Raya Semplak, juga merupakan jalan Provinsi,” tegasnya. (bas)

Setelah Diserahkan

Napi Kabur Jalani Masa Disiplin BOGOR - Setelah berhasil ditangkap petugas Polresta Bogor Sabtu (9/1), Agus Gunawan alias Agus Ganteng, buronan narapida yang kabur dari lembaga Pemasyarakat (Lapas) Paledang, kemarin siang dikembalikan ke lapas Paledang. Agus akan menjalani masa disiplin sesuai dengan aturan di Lapas Paledang atas tindakannya melarihkan diri dari Lapas tersebut. “Kita akan memberikan tindakan disiplin, Agus akan kembali menghuni sel, tindakan disiplin harus dijalani sesuai dengan ketentuan di lapas Paledang, misalnya strap,” ucap Kalapas Paledang, Suworso kemarin siang. Selain menjalani sanksi disiplin, ada beberapa tindak lainnya, seperti masa dia kabur tidak dihitung dengan masa tahannya, atau tidak akan mengurangi masa tahannya. Dan kalaupun seharusnya dia dapat remisi jadi tidak dapat remisi karena kesalahannya ini. Sesuai dengan keputusan pengadilan, Agus tersangka kasus pencurian dengan pemberatan yang merupakan tahanan kiriman Polsek Mekarsa-

ri divonis 1 tahun 7 bulan, dan seharusnya Juli mendatang ia sudah bebas. Agus kabur dari lapas Paledang saat menjalani kerja di luar lapas, Kamis (31/12) lalu karena kelalaian petugas lapas. Sementara itu Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakat (KPLP) Lapas Paledang, Irvan menyebutkan, penyerahan Agus oleh petugas Polresta Bogor, diterima langsung oleh dirinya. “Tadi petugas Polresta menyerahkan sekitar 13.30 WIB, saat ini Agus kita tempati di sel I,” ujarnya. Sel I merupakan sel khusus untuk warga binaan yang terlibat permasalahan, baik pernah kabur atau terlibat konflik dengan warga binaan yang lain. “Ia ditempatkan sendiri di dalam sel tersebut, untuk menghindari konflik,” terangnya. Sedangkan untuk petugas yang lalai saat bertugas akan diberi sanksi. “Sanksi pasti ada, tapi bukan dari saya semua sudah diambil alih Kanwil Dephumham Jawa Barat. Kami juga sudah mengabari pihak kanwil atas tertangkapnya Agus,” jelas Suwarso. (ant)


pini

Suluh Indonesia, Selasa 12 Januari 2010

F OKUS Belajar Lingkungan dari Leluhur EKARANG ini mulai timbul sikap skeptis, terutama di kalangan masyarakat yang selama ini telah menunjukkan kepeduliannya terhadap problem lingkungan. Lingkungan hidup tidak menjadi lebih baik, sementara sumber daya alam makin menipis, dan bencana lingkungan makin kerap terjadi. Kini kita memang sedang menghadapi problem serius, masalah tata ruang dan lingkungan. Namun, terkesan upaya mengantisipasi dan mencegahnya sering kalah cepat daripada laju kerusakan lingkungan yang terjadi. Bahkan ada kesan, upaya yang kita lakukan dalam dekade terakhir ini tidak sekonseptual dan tidak sevisioner apa yang telah dilakukan para leluhur dan pendahulu kita. Para leluhur kita telah merumuskan falsafah, tata nilai, dan pola hidup, yang menjamin lestarinya lingkungan hidup. Alangkah indahnya, jika tiap falsafah, tata nilai, dan pola hidup itu dihayati, dikembangkan, diaktualisasikan, dan diterapkan secara berkesinambungan dengan sikap konsisten dari generasi ke generasi. Para pendahulu kita pun telah mewariskan berbagai peraturan perundang-undangan, peraturan daerah, dan kebijakan-kebijakan sebagai dasar berpijak dan arah kita bertindak. Persoalannya, tidak semua undang-undang segera ditindaklanjuti, dijabarkan, dan diikuti lahirnya produk perundang-undangan tingkat berikutnya. Sering terungkap, misalnya, peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah tidak segera diikuti penyusunan rencana detail tata ruang. Persoalan menjadi berlipat-lipat, akibat tiadanya kegiatan sosialisasi butir-butir peraturan perundang-undangan maupun peraturan daerah itu yang efektif dan meluas, apalagi ketidakkonsistenan dalam melaksanakannya justru terjadi di kalangan aparat pemerintah dan penegak hukum. Dalam dekade tarakhir ini juga sering terjadi peraturan perundangundangan yang rendah kadar kualitasnya. Setelah dilakukan uji kelayakan, sebagian di antaranya direvisi bahkan dibatalkan Mahkamah Konstitusi walaupun baru seumur jagung. Kekurangcermatan ini yang menjadikan sebagian produk hukum yang dihasilkan dalam dekade terakhir ini lebih rendah kualitasnya dibandingkan produk hukum yang dibuat para pendahulu kita. Problem lingkungan dan tata ruang pun akan menjadi lebih meluas di Bali jika tidak diimbagi lahirnya produk hukum yang konseptual dan visioner. Alangkah sedikitnya problem lingkungan hidup yang dihadapi Bali sekarang ini, jika warisan leluhur berupa falsafah, tata nilai, dan pola hidup, tetap bisa diaktualisasikan dan dikembangkan. Problem itu pun akan jauh dari kenyataan hidup sekarang, jika pemikiran para pendahulu, kita kembangkan dan terapkan secara konsisten. Mungkin kondisi Kota Denpasar tidak seperti sekarang wujudnya, jika Master Plan Kota Denpasar yang ditetapkan DPRD Badung tahun 1972 dijadikan dasar penataannya. Barangkali pembangunan pariwisata di Bali tidak semrawut jika Rencana Induk Pariwisata Bali tahun 1973 benar-benar diterapkan. Wajah Badung Selatan pun mungkin tidak seperti sekarang, jika Rencana Induk untuk Wilayah Bukit tahun 1976 dijadikan acuan pengembangannya. Bali yang indah lestari harmoni dari aspek geologis-teknis-ekonomis maupun geologis-sosial-budaya pun mungkin sudah mulai kita rasakan jika konsep Bali Pulau Taman yang dirumuskan tahun 1983 tetap dijadikan salah satu strategi pembangunan. Kita memahami sikap skeptis kalangan yang telah peduli dan berjuang untuk mengatasi problem lingkungan. Problem lingkungan memang belum dihadapi dengan program aksi menyeluruh oleh seluruh jajaran pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Upaya berupa gugatan hukum terhadap pencemaran dan perusakan lingkungan, jika berhasil bisa dijadikan pendidikan politik yang efektif. Namun, tindakan represif, apalagi jika sepotong-sepotong, tidak akan efektif jika tidak dimotori tindakan preventif yang konseptual dan visioner. Untuk ini kita patut belajar dari pemikiran para leluhur dan pendahulu kita. ***

S

S URAT ANDA Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/ SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Rawan Pohon Tumbang PEMERINTAH Provinsi DKI kelihatannya mesti lebih aktif untuk melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon seluruh Jakarta. Pasalnya, musibah pohon tumbang sering berulang. Korban jiwa pun sudah ada yang jatuh, beberapa kali. Kejadian serupa padahal sudah terjadi awal tahun ini. Musim hujan yang saat ini disertai angin kencang memang sedang melanda Jakarta. Sebagai warga tentu, berhak untuk mendapatkan perlindungan, bukan saja terhadap aksi kejahatan tetapi juga aksi “teror” tumbangnya pohon-pohon. Sebenarnya, ini tidak perlu terjadi jika saja pengecekan pohon di Jakarta dilakukan dengan terjadwal. Di sepanjang Kalimalang, saya melihat banyak sekali pohon-

pohon yang sudah mengelupas. Jika tidak segera ditangani tentu bisa mengancam pengguna jalan. Selain pohon, ancaman lain di jalan raya adalah balioho dan juga papan-papan reklame besar yang mudah sekali ditemui di pinggirpinggir jalan Jakarta. Tak kalah menakutkannya, papan reklame ini juga menuntut untuk dilakukan pengecekan. Sebab, kita sudah mengetahui beberapa hari lalu, sejumlah papan iklan bertumbangan. Karena itu, pemprov harus lebih aktif lagi memeriksa dan kalau perlu menegur perusahaan yang telah mengabaikan keselamatan orang lain tersebut. Ahmad Perisa Pondok Bambu, Jaktim

S UARA ANDA KOLOM ini khusus untuk pembaca yang ingin menyampaikan, kritik, saran dan komentar singkat mengenai berbagai persoalan pada para pejabat Pemerintahan, mulai dari Lurah, Camat hingga Presiden. Kirim pesan singkat Anda secara padat dan jelas, tanpa menyinggung perasaan orang lain. Setiap pesan akan diedit. Cara pengiriman SMS dengan format: BJ <spasi> pesan, lalu kirim ke 3499. (biaya Rp2000/SMS). Contoh : BJ Jakarta harus cari gubernur yang mampu menanggulangi banjir.

Bang D

el

Narapidana nikmati fasilitas mewah

5

Perjuangan ‘Kritis’Lingkungan BERPULUH tahun perjuangan ‘’kritis’’ menghentikan eksploitasi alam dan kerusakan lingkungan negeri ini, bahkan sejak tahun 1970-an, terlihat belum ada kermajuan yang berarti. Bahkan di kalangan aktivis berkembang sikap skeptis, ‘’jangankan menang, kalah pun tidak, yang tinggal cuma letih dan lelah’’. Lingkungan hidup tidak menjadi lebih baik, sementara sumber daya alam makin menipis, dan bencana lingkungan makin kerap terjadi, serta ada di sekitar kita. Namun, sulit mengarusutamakan isu ini ke dalam percaturan politik kekuasaan nasional, ataupun di daerah. Menurut catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), berbagai upaya sudah dilakukan, dan bahkan sudah banyak dilakukan gugatan hukum atas berbagai pencemaran dan kerusakan lingkungan di segenap belahan negeri. Sejak tahun 1990, Walhi memperkarakan pemerintah dan PT Inti Indorayon Utama ke pengadilan karena eksplorasi bubur kertas dinilai merusak lingkungan hidup di wilayah Porsea. Oleh pengadilan Walhi dinyatakan kalah, meski dalam kasus tersebut ada preseden pembaruan hukum baru, di mana organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) dianggap sebagai subjek hukum. Pada hampir semua gugatan, Walhi dinyatakan kalah, lebih-lebih gugatan pada raksasa tambang seperti PT Freeport, PT Newmont, ataupun PT Lapindo Brantas. Sepertinya, sistem penegakan hukum negeri ini sudah menjadi sahabat atau rumah yang aman bagi para penjahat lingkungan. Perusahaan yang diduga melakukan pencemaran, dan atau perusakan lingkungan hidup warga (lokal), atau organisasi lingkunggan, selalu berusaha melawan, atau meredam dengan berbagai cara. Penggunaan ahli dari perguruan tinggi merupakan modus paling utama — ingat posisi strategis para intelektual. Termasuk membiayai berbagai penelitian, ataupun agenda lain, khususnya dalam mendukung usaha ‘’pencitraan’’ perusahaan. Tujuannya untuk memenangkan opini dan dukungan publik. Bila upaya tersebut tidak berhasil dan publik terus menekan mereka, didorong pilihan penggunaan upaya hukum. Buruknya sistem peradilan kita memungkinkan perusahaan ‘’bermain mata’’ dengan para penyidik, penuntut, dan hakim, serta sudah tentu didukung pengacara paling cakap. Sudah saatnya menemukan cara-cara alternatif yang mungkin jauh lebih efektif bagi perjuangan lingkungan hidup. Dilakukan dengan cara membangun dan memperkuat kesadaran kritis masyarakat, sehingga darinya lahir strategi baru perlawanan. Dengan membangun kesadaran kritis masyarakat, dan terus ditingkatkan, niscaya banyak hal akan mengikutinya. Termasuk melaku-

Oleh : Ngurah Karyadi kan koreksi total terhadap paradigma terbukti gagal dalam mencapai kesejahteraan rakyat, serta mendorong perbaikan secara keseluruhan sistem peradilan negeri ini. Bila rakyat makin kritis, maka mereka akan bisa memberikan sanksi terhadap pemerintah dan partai penguasa, yang secara langsung atau tidak langsung memberikan perlindungan, atau bahkan kekebalan hukum (impunitas) perusahaan pencemar dan perusak lingkungan. Suatu hal yang pantas kita perjuangkan di masa depan, baik di lokal, nasional dan internasional. Kontribusi Oligarkhi Politik Dari persepektif politik lingkungan, setidaknya ada dua hal penting yang perlu dilihat berkaitan dengan eksploitasi alam dan kerusakan lingkungan. Pertama, eksploitasi alam yang sampai saat ini berlangsung — bahkan dimulai sejak masa penjajahan — telah menempatkan Indonesia sebagai penyedia bahan baku murah bagi negara-negara maju. Sebagian besar bahan tambang, serta produksi industri kehutanan dan perkebunan diekspor mentah ke negara industri maju, yang kemudian kita impor kembali dalam berbagai produk konsumsi. Untuk menjaga keamanan produksi dan konsumsi, negara industri maju mendorong perusahaan, atau korporasi mereka menjadi pelaku utama pengerukan kekayaan alam negeri ini. Pendekatan dalam berbagai negosiasi dan lobi intensif dilakukan agar pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan dan peraturan perundangan yang sudah tentu menguntungkan mereka. Mengikuti sinyalemen John Perkin, yang menyatakan bahwa ‘’dalam kerangka pembangunan imperium global, korporasi transnasional dan lembaga keuangan internasional, serta dukungan pemerintah negara maju bersatu padu menyatukan kekuatan politik ekonomi dalam mencapai tujuan keuntungan’’. Kekuatan ini bermain menggunakan berbagai cara, dari yang

paling halus sampai paling kasar dan penuh kekerasan. Proses lahirnya beragam peraturan perundang-undangan seperti UU Sumber Daya Air, UU Penanaman Modal, UU Minyak dan Gas, dan seterusnya, tidak lebih dari cara intervensi ‘’halus’’ lembaga donor dan perusahaan multinasional. Bukti paling telanjang dapat dilihat dengan dikeluarkannya perppu yang memperbolehkan kawasan hutan lindung ditambang secara terbuka, walaupun UU Kehutanan 1999 dengan tegas melarangnya. Kasus Geothermal Bedugul, atau eksploitasi wisata alam Danau Buyan merupakan contoh nyata di Bali. Kedua, praktik eksploitasi secara merusak dan mencemari lingkungan yang saat ini berlangsung di negeri ini merupakan buah simalakama dari bertemunya kepentingan politik dan ekonomi pengusaha dengan mereka yang memiliki kedekatan dengan penguasa, atau bahkan bagian dari kekuasaan, baik secara lokal, nasional maupun internasional. Praktik ini sesungguhnya bukan hal baru, sudah sejak lama dan bahkan sejak zaman penjajahan. Tidak heran jika kekuatan mereka tiap waktu, tempat dan keadaan kian besar seiring dengan berpusatnya kekuasaan pada segelintir jaringan elite (oligarkhi) negara. Mungkin kita belum bisa berharap banyak dari hasil pemilu, pilpres dan pilkada saat ini, mengingat para pemimpin terpilih sebagian besar berasal dari ‘’orbit’’ oligarkhi politik lama, yang diwarnai dengan para selebritis yang bercitra populis. Sehingga, penting bagi LSM dan kalangan masyarakat sipil secara keseluruhan untuk memberikan tekanan politik langsung, baik pada parlemen, pemerintah dan peradilan, di hampir semua tingkatan pengambilan keputusan. Politik Alternatif dan Kritis Melihat konstelasi politik dan kegentingan situasi lingkungan hidup saat ini, perlunya suatu kekuatan, atau partai politik pilihan baru, yang kritis tentunya, dengan men-

gusung lingkungan hidup sebagai ideologi politik. Upaya ke arah itu mulai terlihat dengan dideklarasikannya Sarekat Hijau Indonesia (SHI), di akhir tahun 2007. Sebagai organisasi massa yang mengusung ideologi lingkungan hidup, SHI mesti membangun basis di semua tingkat pengambilan keputusan, bahkan di tingkat pedesaan. Tidak hanya itu, SHI harus membangun komunikasi politik dengan politisi lokal, nasional dan internasional, guna pembangunan ‘’blok’’ politik lingkungan. Selain itu ada banyak pihak yang juga punya keinginan mendirikan organisasi politik berbasis lingkungan. Bahkan dalam pemilu 2009, ada partai peserta pemilu yang menyatakan diri sebagai partai hijau. Namun sepertinya kurang mendapat sambutan, karena proses pendirian, platform, dan mentalitas partai hijau tidak jauh berbeda dengan partai kontestan lain. Partai hijau dibuat untuk tujuan party pemilu, atau sebuah keramaian dalam pesta pora politik atas nama lingkungan hidup? Untuk itu perlu perubahan, bukan menjadi ‘’rubah’’. Hal ini dilakukan dengan membangun tanda-tanda dan praksis baru yang kritis. Konstitusi telah memberikan jaminan terhadap kualitas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai hak dasar setiap warga negara. Dalam UU Lingkungan hidup yang baru, juga dinyatakan dengan tegas pentingnya Indonesia dalam melakukan pemulihan ekosistem, lingkungan sebagai tempat di mana kita hidup. Modal awal konstitusional ini akan bermakna jika tekanan publik kepada perangkat negara dan pemerintahan, agar ada kemauan politik, serta sudah tentu didukung kemampuan dalam mewujudkan hak asasi lingkungan tersebut. Hal ini hanya bisa terjadi jika kesadaran kritis warga negara meningkat. Warga sekaligus perlu mengambil ruang partisipasi yang luas dalam mencegah, dan sekaligus memulihkan perusakan dan pencemaran lingkungan. Krisis lingkungan merupakan krisis nyata, yang berdampak luas pada seluruh sendi kehidupan rakyat. Negara harus melakukan perubahan, dan hal itu hanya mungkin kalau ada kekuatan politik lingkungan warga yang signifikan. Untuk itu, perlu membangun kesadaran politik baru, kritis dan massif dalam menempatkan masalah lingkungan hidup merupakan masalah utama bangsa, yang perlu mendapatkan penanganan segera, sungguh-sungguh dan menjadi tanggung jawab segenap komponen negara. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

DEBAT P EMBACA

Pendidikan Dasar Gratis Amanat yang Terlupakan PENDIDIKAN dasar gratis adalah amanat UUD 1945 hasil Amandemen yang tercantum pada Pasal 31 Ayat (2) yang berbunyi : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Untuk menegaskan amanat tersebut maka dalam UU Sidiknas Pasal 31 UU No 20/ 2003 Ayat (2) dinyatakan lagi bahwa :”Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.” Jadi apalagi yang hendak diperdebatkan? Jelas bahwa sesuai dengan amanat UUD 1945 hasil amandemen dan UU Sisdiknas 2003, pemerintah memang sudah seharusnya menanggung biaya pendidikan dasar bagi semua warga negara tanpa membedakan antara si kaya dan si miskin. Karena itu, penyediaan sekolah gratis bagi semua warga negara jauh lebih mendasar ketimbang pemberian subsidi silang kepada siswa dari kalangan miskin. Tapi fakta menunjukkan lain. Tidak banyak pemerintah kota

dan kabupaten yang berusaha untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut dan bahkan memberikan tafsiran sendiri mengenai adil, perlu, dan menguntungkan atau tidaknya pendidikan dasar gratis tersebut. Apakah pendidikan dasar gratis itu mustahil dilaksanakan dari segi finansial, tidak adil bagi si miskin, menurunkan mutu, sekedar mimpi, dll? Tentu saja tidak. Fakta menunjukkan bahwa semua negara maju menggratiskan pendidikannya sampai pada perguruan tinggi. Bahkan di Jerman orang asingpun boleh menikmati sekolah gratis tersebut sampai perguruan tinggi. Itu sebabnya banyak orang kita yang pergi ke Jerman untuk memperoleh pendidikan tinggi gratis dan berkualitas tinggi. Bagaimana dengan negara miskin? Negara miskin seperti Vietnam dan Nigeria di Afrika ternyata juga mampu menggratiskan wajib belajar bagi warganya. Jadi pendidikan dasar gratis itu adalah sangat mungkin, adil, meningkatkan mutu dan juga merupakan keharusan bagi setiap negara. Sangatlah ganjil

jika ada pejabat di bidang pendidikan yang menolak konsep pendidikan dasar gratis ini karena ini sama halnya dengan menolak UUD 1945 dan amanat yang dibebankan kepadanya. Tapi tidak usah melihat dalam skala negara. Bukankah kita sekarang telah menikmati otonomi daerah dimana setiap daerah dapat mengembangkan visi dan strategi pengembangan sumber dayanya sendiri? Jika pemerintah pusat belum mampu menetapkan pendidikan dasar gratis meski telah diamanatkan UU bukankah pemerintah daerah dapat mengambil inisiatif sendiri untuk itu? Kepala daerah yang memiliki komitmen untuk ikut mencerdaskan kehidupan rakyat di daerahnya semestinya tanpa raguragu meaksanakan amanat ini karena sudah jelas bahwa pemenuhan manat ini akan dapat membawa rakyatnya kepada kemakmuran di masa mendatang. Kepala-kepala daerah yang membebaskan baiya pendidikan bagi rakyatnya sebenarnya adalah pahlawan-pahlawan daerah masing-masing. Tidak heran jika Bu-

pati Jembrana Prof Drg. I Gede Winasa memperoleh penghargaan dari MURI sebagai kabupaten pertama yang berhasil menyelenggarakan pendidikan secara cuma-cuma bagi segenap warganya. Ia memang pantas memperoleh penghargaan karena banyaknya fasilitas gratis yang ia berikan kepada rakyatnya. Apakah Kabupaten Jembrana daerah yang kaya sehingga mampu melaksanakan itu semua? Tidak samasekali. Jembrana termasuk relatif miskin. Untuk skala propinsi kita harus mengacungkan jempol kepada JP Solossa, Gubernur Papua dan Imam Utomo, Gubernur Jawa Timur, yang melaksanakan pembebasan biaya pendidikan bagi warga di daerah masing-masing. Tapi memang bukan dana yang menjadi permasalahan. Yang menjadi masalah adalah komitmen para pejabat untuk melaksanakan amanat undangundang ini. Satria Dharma, Ketua Ikatan Guru Indonesia

Suluh Indonesia menerima tulisan Anda untuk dimuat di rubrik Debat Pembaca di halaman ini. Panjang tulisan maksimal 4.000 karakter. Tulisan akan diedit. Sertai dengan foto terbaru anda. Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com.

Hotel prodeo

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Selasa 12 Januari 2010

6

Biliar Berupaya Ikut Asian Games SEMARANG - Cabang olah raga biliar berupaya bisa diturunkan pada Asian Games yang berlangsung di Guangzhou, China, November 2010, meskipun gagal memenuhi target pada SEA Games XXV/2009 Laos. Ketua Umum PB Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Tutuk Kurniawan, kemarin, mengatakan, dirinya berharap induk organisasi biliar di Tanah Air ini bisa memberangkatkan cabang ie China. “Bila perlu kami siap jika harus membiayai sendiri. Kami menyadari kalau kita tidak bisa memenuhi target di Laos, tetapi harus diingat bahwa cabang ini tidak seperti matematika karena banyak faktor yang terlibat di dalamnya termasuk keberuntungan,” katanya. Pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Laos, cabang ini hanya mampu meraih tiga medali perak dan satu perunggu, padahal targetnya dalah mempertahankan perolehan dua medali emas di SEA Games Thailand 2007. KONI Pusat sendiri hanya akan memberangkatkan cabang olah raga yang berpeluang meraih medali dan saat ini baru 10 cabang olahraga yang sudah ditetapkan yaitu atletik, wushu, dan gulat, sedangkan sisanya menyusul menunggu hasil pertemuan dengan induk-induk organisasi ca-

bang olah raga yang bersangkutan. “Pada pertemuan dengan KONI Pusat mendatang, kami akan mengupayakan agar cabang olahraga ini tetap diberangkatkan ke China mendatang,” kata Tutuk yang juga Ketua Umum Pengprov POBSI Jateng. Ia menambahkan, pada saat tampil di Laos faktor mental membuat para atletnya kehilangan kesempatan menjadi juara. “Ini yang perlu diasah dan salah satunya dengan memperbanyak pengiriman atlet ke luar negeri,” katanya. Pada SEA Games di Laos, tiga medali perak itu disumbangkan Ricky Yang dari nomor bola sembilan perorangan dan beregu (Ricky Yang berpasangan dengan Muhammad BW Simanjuntak yang seharusnya dengan Muhammad Zulfikri tetapi gagal berangkat karena sakit). Satu perak lagi disumbangkan Angel Magdalena Ticoalu, sedangkan perunggu disumbangkan Tan Kiong An. Ketika ditanya pebiliar yang disiapkan tampil pada Asian Games mendatang, dia mengatakan, yang berpeluang meraih medali adalah Ricky Yang dan zulfikri. “Mungkin kami hanya menurunkan tiga pebiliar saja. Saya masih menyeleksi yang lain dengan syarat tentunya mentalnya siap,” katanya. (ant)

Chris John Siap Bertarung

Suluh Indonesia/ant

MELOLOSKAN DIRI - Pemain Persis Solo, Taufik Permadi (kanan), berupaya meloloskan diri dari kawalan pemain PSIS Semarang, Eko Pujianto (kiri), pada pertandingan lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Jatidiri Semarang, kemarin. PSIS menang 2-0.

Kapolri Pimpin Inkanas JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs.Bambang Hendarso Danuri (BHD) terpilih secara aklamasi untuk memimpin Institut Karatedo Nasional (Inkanas) periode 2010-2014 dalam Munas Inkanas II, di Jakarta, kemarin. Dari 30 Pengurus Propinsi (Pengprop) Inkanas yang hadir dalam Munas yang dibuka Ketua Umum PB.FORKI, Luhut Binsar Panjaitan itu, semuanya memilih Bambang Hendarso Danuri. BHD menggantikan Ketua Umum sebelumnya Taufik Effendi yang sejak awal tidak bersedia dipilih lagi. Sebagai Ketua Umum Inkanas, BHD diberi tenggang waktu satu bulan atau 30 hari menyusun kepengurusan lengkap (Kabinet) Inkanas. Munas Inkanas II yang juga dihadiri Menegpora Andi Malarangeng itu mengambil tema masyarakat karate bersatu padu menuju prestasi dunia. Inkanas yang baru didirikan empat tahun lalu dan merupakan sempalan dari Lembaga Karatedo Indonesia (Lemkari) itu kini memiliki 1,2 juta anggo-

Bambang Hendarso Danuri

ta yang tersebar di Indonesia. Dari segi prestasi, karateka Inkanas pun cukup menggembirakan karena dari tiga emas yang direbut karateka Indonesia di SEA Games Laos lalu, dua diantaranya adalah karateka In-

kanas. Ketua Umum PB.FORKI, Luhut Panjaitan pun mengakui hal itu. Luhut minta kepada Inkanas agar tetap meningkatkan prestasi yang sudah diraih sebelumnya. “Pada Asian Games

tahun ini di Guangzhou, Cina dan SEA Games XXVI/2011 di Indonesia, karateka Inkanas harus menjadi penyumbang emas terbanyak,” kata mantan Menperindag di era pemerintahan Gus Dur ini. (oli)

Liga Champion Asia

Persipura Pakai GBK Untuk “Kandang” JAKARTA - Persipura Jayapura akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta untuk menjamu lawan-lawannya dalam kompetisi Liga Champion Asia (LCA). “Kami telah dihubungi oleh PT Liga Indonesia terkait dengan rencana Persipura menggunakan GBK untuk pertandingan liga champion,” kata Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha (PPU) GBK M Nigara di Jakarta, kemarin. Penggunaan GBK dikarenakan Stadion Mandala Jayapura

masih dalam tahap renovasi. Untuk menjalani kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) saja mereka harus berbagi tempat dengan PSM Makassar. Menurut dia, meski sudah dihubungi oleh PT Liga Indonesia pihaknya belum mendapatkan konfirmasi yang resmi secara administrasi dari Persipura Jayapura. “Meski sudah ada kepastian, kami belum mendapatkan jadwal pertandingannya. Itu masih kami tunggu,” katanya menambahkan.

Pertandingan Liga Champion Asia di GBK oleh Persipura Jayapura sesuai dengan jadwal akan dilakukan pada bulan Februari 2010. Sementara itu CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono saat dikonfirmasi membenarkan jika Persipura akan menggunakan GBK sebagai kandang saat bertanding di Liga Champion Asia. “GBK digunakan karena renovasi Stadion Mandala belum tuntas. Jika sudah tuntas pertandingan baru di sana,”

katanya saat dikonfirmasi. Menurut dia, GBK kemungkinan besar akan digunakan selama pertandingan penyisihan grup (32 besar). Jika sudah tuntas Stadion Mandala akan digunakan pada pertandingan babak 16 besar. Persipura masuk grup berat di Liga Champions Asia. Juara Indonesia Super League (ISL) 2008-09 itu berada di Grup F Zona Timur, bertemu Kashima Antlers (Jepang), Jeonbuk Motors (Korea Selatan), dan Changchun Yatai (China). (ant)

Pelatih Timnas Harus Mampu Komunikasi JAKARTA - Pemain Persebaya, Djayusman Triasdi, mengatakan, pelatih baru timnas senior harus mampu berkomunikasi baik dengan para pemain. “Jangan sampai seperti pelatih timnas U-23. Karena kesulitan berkomunikasi dengan pemain, hasilnya tidak maksimal,” kata Djayusman kepada wartawan di Jakarta, kemarin, menanggapi siapa yang layak menjadi pelatih Timnas Indone-

sia menggantikan Benny Dolo. Bendol sendiri akan habis kontraknya pada Januari 2010 ini. Sementara PSSI belum menetapkan siapa yang bakal menggantikan posisinya. PSSI berencana akan tetap memakai sementara Bendol untuk laga terakhir Pra Piala Asia 2011 melawan Australia pada Maret mendatang. Menurut Djayusman, pemain belakang ini yang masuk skuad Pra Piala Asia ini ber-

harap pengganti Bendol juga pelatih lokal. “Saya pikir Rahmad Darmawan (pelatih Sriwijaya FC), yang paling layak menjadi pelatih timnas,” katanya. Menurut Djayusman, Rahmad memiliki prestasi di liga Indonesia dan memiliki kemampuan berkomunikasi baik dengan pemain. “Rahmad mampu memahami karakter para pemain Indonesia. Beliau juga

mampu menjaga kondisi timnya dengan baik,” katanya. Sedang bek kiri Sriwijaya FC, Isnan Ali, menilai, soal pelatih jangan hanya pelatih lokal saja. “Bagi saya, siapapun pelatihnya tidak ada masalah. Namun yang penting sosok pelatih baru harus mampu memahami pemain-pemainnya dan punya banyak pilihan strategi sehingga memungkinkan pemain lebih berkembang,” katanya. (ant)

Regenerasi Pemain Timnas Mendesak JAKARTA - Kegagalan timnas senior di Pra Piala Asia 2011 merupakan sinyal bahwa regenerasi pemain harus segera dialkukan. “Sudah waktunya pemain-pemain muda ditampilkan agar mereka lebih matang di timnas senior,” kata mantan striker timnas Indonesia era 1980-an,

Ricky Yacoby, kemarin. Ricky menilai, banyak pemain muda potensial dan layak diberi kesempatan masuk timnas senior. Namun, jika pemain senior yang ada sekarang masih dipertahankan sulit bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuannya.

“Jujur saja, hampir 70 persen pemain senior sekarang ini sudah waktunya mundur. Masa jaya mereka sudah habis dan kini giliran pemain muda dimunculkan,”kata Ricky. Ricky menyebut pemain muda seperti Yongki Aribowo, (Persik), Arif Suyono (Sriwi-

jaya FC), Djayusman Triasdi (Persebaya), Rahmat Latif (Persiram), Engel Berd Sanni (Persiram) dan Elvis Nelson (Persija) merupakan pemain penuh talenta tidak bisa berkembang karena masih bercokolnya pemain-pemain senior yang sudah tua. (oli)

SEMARANG - Juara dunia kelas bulu WBA, Chris John, siap menghadapi petinju Amerika Serikat dalam rangka mempertahankan gelarnya ke-13 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, awal April 2010. “Siapapun calon lawan yang dipilih pelatih saya, Craig Christian, baik itu petinju yang masuk peringkat 15 besar WBA atau tidak, saya siap menghadapinya,” kata Chris John, kemarin. Petinju yang memiliki rekor bertanding 43 kali menang (22 di antaranya dengan KO) tersebut belum memberitahukan atau menyebut nama petinju yang akan dihadapi pada pertarungan mendatang. “Yang jelas petinju tersebut berasal dari Amerika Serikat. Soal nama, nanti pada saatnya akan saya beritahu, sabar saja,” kata petinju yang mendapat gelar Super Champions karena mampu mempertahankan gelarnya sebanyak 10 kali tanpa putus tersebut. Suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati tersebut, akhir Januari 2010 ini rencananya akan berlatih di Sasana Herry ‘s Gym Perth, Australia, selama sebulan kemudian dilanjutkan ke Banyuwangi, Jatim, di Sasana Mirah Boxing Camp milik Zaenal T h a y e b yang sekaligus promotor pertarungan Chris John mendatang. Sebelumnya, Promotor Chris John, zaenal Thayeb, mengatakan, lawan yang akan dihadapi petinju dengan julukan The Dragon ini akan ditentukan dua hingga tiga minggu mendatang. “Saat ini penata tanding

Chris John sedang melakukan negosiasi dengan calon lawannya. Yang jelas berasal dari Amerika Serikat,” katanya menegaskan. Menurut dia, mengingat pertarungan mendatang sifatnya bukan “mandatory” atau wajib maka Chris John bisa memilih calon lawannya. Ayah dua orang putri tersebut (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) sudah 12 kali mempertahankan gelarnya sejak merebut sabuk juara dunia kelas bulu dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon melalui pertarungan adinterim di Bali, 2003. Dari 12 kali upaya mempertahankan gelarnya tersebut, lima di antaranya melalui tarung wajib atau “mandatory fight”, yaitu melawan Juan Manuel Marquez (Meksiko), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang). Kemudian tujuh kali melalui pertarungan pilihan atau “choice”, yaitu melawan Renant Acosta (Panama), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Osamu Sato dan Zaiki Takemoto (Jepang), Tommy Brouwn (Australia), dan dua kali lawan Rocky Juarez (Amerika Serikat). (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Selasa 12 Januari 2010

7

Piala Afrika

Mali Bikin Keajaiban

Suluh Indonesia/ap

AMANKAN BOLA - Penyerang AC Milan asal Brazil, Ronaldinho, berusaha mengamankan bola dari ‘sergapan’ pemain Juventus, Zdenek Grygera, dalam pertandingan seri A Liga Italia, di Stadion Olympic, Turin, Italia, kemarin.

Milan Bantai Juventus ROMA - AC Milan membantai Juventus 3-0 dalam pertandingan Seri A Liga Italia di Stadion Olimpico, Turin, kemarin. Kemenangan ini makin memperkokoh posisi Rossoneri di urutan kedua, sekaligus makin membenamkan Juventus dan mengancam posisi pelatih Ciro Ferrara. Milan saat ini menguntit pimpinan klasemen Inter Milan dengan selisih delapan poin. Klub asuhan pelatih Leonardo ini memiliki sisa satu partai lebih banyak dan akan menghadapi Inter dalam laga derby kota Milan dua pekan mendatang. Sementara Juve terpuruk di posisi ketiga dengan perbedaan 12 poin dari Inter. Si Nyonya Tua telah kalah enam kali dalam delapan pertandingan terakhirnya di semua kompetisi dan telah tersingkir dari ajang prestisius Eropa, Liga Champions. Satu gol dari Alessandro Nesta dan dua gol dari Ronaldinho menjadi penentu kemenangan Milan. Ketiga gol

tersebut lahir dari lemahnya pertahanan Juve dalam mengantisipasi tendangan penjuru. Penggemar Juve melancarkan protes ketika Milan mencetak gol keduanya dan beberapa berkelahi dengan polisi di luar stadion begitu laga berakhir sebagai wujud kekecewaannya. Meski demikian, Ferrara tetap berusaha membela diri. “Sudah jelas 3-0 memang hasil yang adil, ini periode yang benar-benar sulit untuk kami. Namun sejujurnya saya tidak merasa jabatan saya beresiko. Saya berkonsentrasi secara penuh,” ungkap Ferrara. “Bukan saya yang mengambil keputusan. Energi saya harus dikonsentrasikan pada tim dan mencoba mengatasi masa-masa ini. Saya memahami kekecewaan penggemar. Itu dapat dimengarti karena kami tidak memperoleh hasil, semuanya tergantung kami untuk mengubah keadaan ini,” papar Ferrara. Di pihak Milan, Leonardo

menampik bahwa kemenangan ini diraih dengan mudah. “Sejujurnya laga ini sangat sulit, terutama di babak pertama ketika kami memerlukan waktu untuk mengorganisir diri. Kami kesulitan, tetapi kami tidak menyerah. Kami memang tidak banyak menciptakan peluang, namun juga tidak kecolongan. Babak kedua sempurna, kami menguasai bola, mengumpan dengan cepat dan menghadirkan masalah bagi Juve,” ungkap Leonardo. Milan membuka keunggulan di menit ke-29 diuntungkan oleh buruknya pertahanan Juve. Sebuah umpan tendangan sudut Andrea Pirlo yang sebetulnya tidak begitu berbahaya gagal dihalau oleh Christian Poulsen, Felipe Melo, begitu juga kiper Alex Manninger. Nesta yang lepas dari kawalan Zdenek Grygera dengan mudah menceploskan bola dari jarak dua meter. Juve gagal tetap gagal memberikan tekanan bagi Milan di babak kedua kendati sudah

menurunkan Alessandro Del Piero. Malah Milan yang menambah keunggulan di menit ke-72 berawal dari tendangan suduh Pirlo yang diteruskan oleh Ronaldinho. Bola lebih dulu mengenai kepala Paolo De Ceglie sebelum menjebol gawang Manninger. Dua menit menjelang bubaran David Beckham melepaskan umpan dari sisi kanan lapangan berawal dari sepak pojok. Pertahanan Juve kembali terkecoh dan Ronaldinho berhasil mencetak gol dari jarak enam meter. Sementara itu, Napoli memperpanjang rekor tak terkalahkan di bawah arahan pelatih Walter Mazzarri menjadi 14 pertandingan dengan mengungguli Sampdoria 1-0. Gol dari German Denis di babak kedua mengatrol posisi klub asal kota Naples itu ke urutan keempat dengan hanya berselisih jumlah gol dari Juventus. Fiorentina menguntit di posisi keenam setelah mengalahkan Bari 2-1. (adn/afp)

Piala Afrika

Mesir dan Nigeria Berebut Juara Grup BENGUELA - Juara bertahan Mesir akan bertarung dengan Nigeria dalam pertandingan Piala Afrika Grup C di stadion baru Ombaka, dini hari nanti. Kedua tim ini difavoritkan lolos ke fase sistem gugur menyisihkan Mozambik dan Benin. Nigeria sekaligus menggunakan Piala Afrika di Angola sebagai persiapan tampil di Piala Dunia 2010. Sedangkan juara Piala Afrika enam kali Mesir sekali lagi gagal lolos ke final pesta sepakbola dunia itu setelah mereka dikecewakan oleh rival sesama Afrika, Aljazair di play-off. Mesir tidak pernah mengalahkan Nigeria sejak 1997 dan pertemuan terakhir kedua negara ini di Piala Afrika sudah berlangsung 16 tahun lalu, ketika mereka bermain 0-0 di penyisihan grup. Saat itu Nigeria merebut gelar keduanya di Tunisia. “Mesir sedang merosot sekarang, sementara kami memiliki salah satu tim terbaik untuk Piala antar Negara ini suah sejak lama,” koar asisten pelatih Nigeria, Daniel Amokachi, kemarin.

Namun rekan setim Amokachi ketika menjuarai Piala Afrika di Tunisia, Austin ‘Jay Jay’ Okocha memperingatkan bahwa The Pharaohs harus dihadapi secara serius. “Mereka juara dua kali karena sebuah alasan dan keahlian para gelandangnya dapat membawa mereka meraih hat-trick,” ujar Okocha. Mesir menjadikan laga ini sebagai tolak ukur mengenai seberapa besar peluang mereka mempertahankan gelar. “Pertandingan kami melawan Nigeria akan menunjukkan bagaimana kami akan tampil di pertandingan berikutnya, sama seperti pada 2008,” kata kapten Mesir, Ahmed Hassan. Di Ghana dua tahun lalu, Mesir memulai turnamen dengan impresif lewat kemenangan 4-2 atas Kamerun di Kumasi. Tiga pekan kemudian mereka menorehkan rekor gelar Piala Afrika keenam dengan melangalahkan tim yang sama di Accra. “Nigeria tim kuat, tetapi kami sudah akrab dengan seluruh tim Afrika. Saya memberitahu pemain agar mereka melakukan

yang terbaik untuk mewujudkan mimpi mereka. Secara pribadi saya ingin memenangkan gelar Afrika keempat bersama timna,” jelas Hassan. Meskipun lolos secara dramatis ke final Piala Dunia keempatnya November lalu, masih ada ketidakpuasan dari publik terhadap pelatih Nigeria, Shuaibu Amodu dan performa tim berjuluk Super Eagles itu. Amodu boleh saja membawa Nigeria ke Piala Dunia untuk yang kedua kali, tetapi taktik dan pilihan timnya terus dipertanyakan. Tekanan bermunculan agar ia digantikan oleh pelatih asing di Piala Dunia Juni nanti. Ia kemungkinan dipecat bila mereka gagal minimal meraih semifinal di Angola. Eagles hanya mampu menang tipis lewat gol penalti atas tim Divisi Utama Afrika Selatan, Thandra Royal Zulu, sebelum ditahan tanpa gol oleh Zambia selama laga pemanasan. Striker Locomotiv Moscow, Osaze Odemwingie sepertinya akan absen karena menderita infeksi. Itu berarti bomber Ever-

ton, Yakubu Aiyegbeni yang akan ditemani oleh Obafemi Martins atau Obinna Nsofor di lini depan. Nsofor mencetak empat gol untuk Nigeria selama babak kualifikasi Piala Dunia. Kapten berusia 33 tahun, Nwankwo Kanu juga akan bersaing memperebutkan posisi starter setelah tampul memukau melawan Zambia di Durban pekan lalu. Ini barangkali akan menjadi Piala Afrika terakhirnya, dan keberhasilan mengakhiri kutukan tak pernah mencetak gol akan menjadi kado perpisahan yang manis buatnya. Mesir kehilangan striker Amr Zaki, Mohamed Barakat dan Mohamed Aboutrika yang seluruhnya cedera. Bek Al Ahly, Wael Gomaa menjadi pemain terakhir yang bergabung ke dalam skuad, namun ia juga diragukan bisa tampil. Sementara di sektor depan yang dihuni pemain kurang berpengalaman, Mesir akan mengandalkan striker Borussia Dortmund, striker Mohamed Zidan yang melakoni debutnya di Piala Afrika dua tahun lalu. (adn/afp)

Coyle Sambut Tantangan di Bolton LONDON - Klub Inggris Bolton, memperkenalkan Owen Coyle sebagai pelatih baru, kemarin. Coyle menggantikan Gary Megson yang dipecat Minggu lalu. Coyle menyadari kekecewaan yang dirasakan oleh penggemar Burnley, klub yang ia tinggalkan, namun ia menyatakan kepindahannya dari Turf Moor memang tak bisa dihindari lagi. “Dalam sepakbola kita tahu ada dua hal yang terjadi pada manajer: kita tampil bagus dan terus berlanjut, atau tidak dan

tetap berlanjut. Saya kira itu yang terjadi. Ini sangat emosional, namun ada tantangan menarik disini dan itulah yang harus kami hadapi,” papar Coyle. Kedatangan Coyle dipastikan setelah melewati negosiasi alot dengan The Clarets, yang dibawanya promosi dari kompetisi kasta kedua Inggris, Liga Championship musim lalu. Coyle menegaskan keputusan pindah tak bisa diambilnya secara seketika.Ia harus mengesampingkan terlebih dulu masa-masa yang sudah

dilewatinya selama dua tahun bersama klub itu. Keputusan akhir yang muncul murni karena alasan sepakbola. “Saya sepenuhnya mengerti luka dan kekecewaan yang akan dirasakan penggemar Burnley. Itu reaksi alami dan saya kira apa yang kami lakukan selama dua tahun tidak akan menghilang dari orangorang,” jelasnya. “Ketika saya bergabung ke klub ini, kami berada di papan bawah kejuaraan. Kami berusaha bersama dan barangkali karena itu saya disini. Pekerjaan

yang kami lakukan mengundang ketertarikan orang lain,” papar Coyle. Coyle menambahkan keputusannya untuk menolak tawaran dari raksasa Skotlandia, Celtic musim panas lalu membuktikan dirinya tidak pindah hanya untuk mendapatkan gaji besar. “Saya tidak pernah termotivasi karena uang dalam hidup saya. Bila karena masalah keuangan, saya pasti telah menerima jabatan di Celtic. Itu hanya reaksi singkat dari orang-orang yang tidak mengenal saya,” tandasnya. (adn/afp)

LUANDA - Piala Afrika 2010 dimulai dengan pertandingan yang berakhir dramatis, kemarin. Mali secara ajaib berhasil bangkit dari ketertinggalan empat gol untuk bermain 4-4 dengan tuan rumah Angola di Stadion 11 November, Luanda. Angola tinggal selangkah lagi untuk menorehkan start terbaiknya di turnamen ini setelah memperoleh dua gol dari Flavio Armado di babak kedua, ditambah gol penalti dari Gilberto dan Manucho. Dengan hanya masih menyisakan 16 menit, Mali masih terpuruk dan tampaknya akan menderita kekalahan. Namun dua gol dari Seydou Keita dan masing-masing satu gol dari Frederic Kanoute dan Mustapha Yattabare memberikan mereka hasil imbang. Skor akhir ini kontan mengecewakan Angola. “Hasil imbang ini terasa seperti kekalahan bagi saya, ini salah satu pil yang paling pahit yang saya telan dari seluruh pertandingan sepanjang karier saya,” kata pelatih Manuel Jose. “Sepakbola di Afrika sedang dalam tahap belajar, kami memiliki keahlian, namun sedikit naif. Ini membuat pertandingan berikutnya sedikit lebih rumit. Publik layak memperoleh kemenangan,” sesal Jose. “Kami harus mengangkat kepala kami. Saya sangat sedih dan menyesal, tidak ada penjelasan untuk membuang keunggulan sebesar itu. Namun kami harus memberikan respon yang baik di pertandingan kami berikutnya,” tegas kapten Angola, Kali. Pelatih Mali, Stephen keshi yang pernah mengangkat tropi juara bersama Nigeria sewaktu masih menjadi pemain pada 1990an, sambil bergurau mengatakan dirinya tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. “Sedikit sulit untuk percaya kami mampu bangkit. Perasaan saya bercampur, saya senang dengan imbang, tetapi kecewa dengan tim saya,” urainya. Piala Afrika kali ini dimulai dengan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang korban aksi penembakan mematikan terhadap tim Togo di Cabinda Jumat lalu. Hening yang juga diikuti oleh 50.000 penonton yang hadir segera berubah menjadi sorak-sorai beberapa detik setelah laga

dimulai ketika kiper Mali, Mahamadou Sidibe mengantisipasi tembakan Flavio. Angola dipaksa melakukan perubahan pemain di menit ke-22 karena Aderito Carvalho harus ditandu keluar lapangan dan digantikan oleh Djalma Campos. Sementara pelatih Mali, Stephen Keshi terpaksa menurunkan Keita lebih awal karena penyerang Modibo Maiga cedera. Keita memang dicadangkan akibat bermasalah dengan paha. Ini merupakan partai pertama yang digelar di stadion 11 November yang dibangun oleh pemerintah Cina dan menyerupai versi lebih kecil dari stadion Birds Nest di Beijing. Dan “Chick Nest” bergemuruh di menit ke-35 ketika Flavio menyambut tendangan bebas Gilberto dari jarak 20 meter untuk membawa tuan rumah memimpin. Satu menit sebelum jeda Flavio mencetak gol keduanya juga lewat sundulan memanfaatkan umpan Jose Malbina Alberto. Gol tersebut kontan membuat istri kepala negara Angola, Jose Eduardo dos Santos melompat dari tempat duduknya dan menampilkan gaya berjoget yang sama sekali tak terbayangkan dari seorang Ibu Negara. Daya gedor Mali yang dimotori oleh penyerang Sevilla, Kanoute benar-benar tumpul di babak pertama. Mereka baru terlihat lebih menggebrak setelah jeda, meski tembakan Mahamadou Diarra berhasil dihentikan oleh kiper Angola, Carlos Fernandes. Gilberto kemudian menambah keunggulan Angola dari titik penalti setelah dijatuhkan oleh Mamadou Samassa. Gelandang Al-Ahly itu dengan tenang melakukan eksekusi, namun diminta mengulang oleh wasit Mesir, Essam Abdel Fatah. Eksekusi keduanya pun mampu mengelabui Sidibe. Manucho menyumbang gol keempat Angola juga dari titik penalti setelah Gilberto kembali dilanggar. Namun setelah itu giliran Angola yang terpuruk. Keita memulai kebangkitan Mali berkat kesalahan yang dilakukan Fernandes. Kanoute menyusul dengan sundulan kepala, ditambah gol kedua lewat tendangan voli dari Keita, serta gol pamungkas dari Yattabare. (adn/afp)

Messi Lambungkan Barca MADRID - Lionel Messi mempertahankan Barcelona di posisi puncak klasemen La Liga dengan mencetak hat-trick gol ke gawang Tenerife, kemarin. Kontribusi penyerang Argentina itu membawa Barcelona menang besar 5-0. Sementara Real Madrid terus menempel di urutan kedua dengan mengalahkan Real Mallorca 2-0.Barca yang kini memimpin dua poin di puncak klasemen dengan total mengemas 43 poin dari 17 laga, harus berterimakasih pada kiper Victor Valdes untuk kemenangan pertama mereka di tahun 2010 ini. Valdes tiga kali menyelamatkan peluang murni dari tuan rumah di awal pertandingan sebelum Barca berhasil menemukan ritme permainan sesuangguhnya. Bojan Krkic yang menggantikan Zlatan Ibrahimovic karena penyerang Swedia itu diskors, menjadi kreator gol pembuka Messi di menit ke36. Delapan menit berselang kapten Carles Puyol mencetak gol kedua dengan menanduk tendangan bebas Messi. Messi menambahkan gol ketiga di babak kedua berkat kerjasama yang apik antara Andres Iniesta dengan Krkic. Pemain yang disebut-sebut sebagai du-

plikat Diego Maradona itu kembali membobol gawang Tenerife di menit ke-75 untuk meningkatkan pundi-pundi golnya menjadi 12 musim ini. Pesta gol Barca ditutup oleh bunuh diri bek Ezequiel Luna menjelang akhir pertandingan. “Hanya ada satu tim sampai lahirnya gol pertama, yaitu Tenerife. Perbedaan diantara kami adalah mereka tidak memanfaatkan peluang mereka, sementara kami berhasil. Valdes fantastis. Setelah itu kami sedikit lebih mendominasi,” tutur pelatih Barca, Josep Guardiola. Dalam kondisi hujan salju di Santiago Bernabeu, Madrid unggul cepat melalui Gonzalo Higuain di menit ke-7. Kehadiran Kaka yang telah pulih dari cedera selama sebulan benar-benar menambah daya gedor Madrid. Neo Galacticos tampak lebih tajam di segala lini. Namun gol kedua baru lahir di menit ke-49 ketika umpan Higuain disambut dengan tendangan voli oleh pemain pengganti, Esteban Granero. Kemenangan ini harus dibayar mahal oleh pelatih Manuel Pellegrini. Gelandang Rafael van der Vaart mengalami cedera otot sementara Xabi Alonso menderita luka memar. “Skor tidak menunjukkan apa yang saya lihat di lapangan. Kami bermain bagus di semua aspek. Kami harus memastikan merebut poin di kandang. Kami bersaing satu lawan satu dengan Barcelona dan kehilangan poin di kandang akan menentukan pada akhir musim,” papar Pellegrini. Di pertandingan lebih awal, Valencia memetik kemenangan 3-1 atas tim papan bawah Cerez. Tambahan tiga poin makin memperkokoh posisi El Che di urutan ketiga dengan mengantongi 35 poin. Posisi keempat ditempati oleh Deportivo Coruna yang mengalahkan Osasuna 1-0 lewat gol tunggal Juan Rodriguez. Ever Banega menginspirasi gol pertama Valencia yang dilesakkan oleh Juan Mata di menit ke-11. Setelah Xerez menyamakan melalui Carlos Calvo, klub berlambang kelelawar itu segera membalas melalui David Silva di menit ke-33 dan memastikan kemenangan lewat gol spektakuler Carlos Marchena menit ke-69. (adn/rtr)

Dua Tersangka Ditangkap LUANDA - Kepolisian Angola menangkap dua orang yang diduga terkait dengan aksi penembakan terhadap tim Togo yang menewaskan dua orang Jumat lalu. Kedua tersangka tersebut ditangkap di Cabinda, tidak jauh dari lokasi penyerangan tersebut terjadi, Senin kemarin. “Dua orang telah ditangkap. Saat kami memiliki informasi yang lebih banyak, kami akan memberitahukannya pada publik,” ungkap Antonio Nito, pejabat kejaksaan provinsi Cabinda seperti dilaporkan Radio Nasional. Penyerangan tersebut terjadi ketika bus tim Togo memasuki provinsi kaya minyak itu dari Republik Kongo. Emmanuel Adebayor dan kawan-kawan berada disana untuk ambil bagian dalam Piala Afrika 2010 yang dibuka kemarin. Asisten pelatih Togo, Amalate Abalo dan juru bicara bidang media, Stanislas Ocloo tewas dalam peristiwa itu. Sembilan orang lainnya cedera, ter-

masuk kiper cadangan Kodjovi Obilale yang telah terbang ke Afrika Selatan untuk operasi. Togo memutuskan mundur dari turnamen ini dan langsung pulang Minggu lalu. Kelompok gerakan kemerdekaan sparatis FLEC mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. “Ini sangat menyedihkan. Ini berat bagi Afrika dan juga bagi kami. Hal ini bagian dari hidup, kita harus menerimanya,” ungkap Adebayor ketika ditemui di bandara Cabinda. Cabinda memang sejak lama menjadi medan gerakan kemerdekaan. Kesepakatan damai ditandatangani 2006 lalu, namun pemberontakan kecil terus terjadi di daerah-daerah terpencil provinsi ini. Seruan untuk membatalkan jadwal pertandingan yang digelar di Cabinda, ditolak oleh pemerintah Angola meskipun FLEC mengklaim mereka akan kembali menyerang. Burkina Faso dan Ghana akan memainkan partai pertama di Stadion Chiazi dini hari nanti. (adn/afp)


Nasi nal

Suluh Indonesia, Selasa 12 Januari 2010

8

Longsor, Satu Tewas

Suluh Indonesia/ant

LONGSOR - Satu unit alat berat menyingkirkan tanah bukit Labuh Sampik yang longsor menimbun badan jalan sambil mengevakuasi korban yang diperkirakan masih tertimbun di Kanagarian Aur Malintang, Kab.Padang Pariaman, Sumbar, kemarin. Akibat longsor bukit Labuh Sampik sepanjang 20 meter tersebut satu korban ditemukan tewas saat mereka sedang melintas dengan sepeda motor dan diperkirakan masih ada satu atau dua korban lagi yang masih tertimbun.

Jelang UN

batasnya ruang kelas yang ada, membuat pihak sekolah terpaksa mendirikan tenda darurat agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Meski upaya maksimal telah dilakukan pihak sekolah, namun tidak mengatasi masalah terutama ketika musim penghujan datang. “Ketika hujan turun siswa di dalam tenda terpaksa di bubarkan,”kata Ketua Yayasan Al Ikhsan, KH Abdul Karim. Ia menjelaskan, bangunan di sekolah itu, berdiri sejak tahun 1972. Sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, belum pernah

ada penambahan ruangan kelas. “Dari dulu hingga saat ini, sekolah kami hanya memiliki tiga ruangan kelas dengan jumlah murid sebanyak 258 orang. Sedangkan guru hanya 8 orang, itupun non PNS,” ucapnya. Hanya memiliki tiga ruangan kelas dengan jumlah murid saat ini, berimbas pada ketidakmampuan menampung siswa. Sehingga, pihak sekolah berinisiatif mendirikan tenda darurat bagi ratusan murid kelas 5 dan 6. “Ruangan kelas yang ada, tidak memadai dengan jumlah siswa karena setiap tahunnya murid disekolah ini selalu

Masih Berkabung

Muktamar NU Diundur MAKASAR - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diundur pada Maret 2010 dari jadwal sebelumnya awal 2010. “Ada dua pertimbangan sehingga Muktamar NU di Makassar diundur, yakni faktor cuaca dan masyarakat NU masih berkabung atas wafatnya tokoh NU Gus Dur,” kata panitia lokal muktamar NU Prof Dr Basyir Syam di Makassar, Senin. Basyir Syam mengatakan, terpilihnya Kota Makassar sebagai tuan rumah pada mukhtamar ini merupakan suatu kehormatan, sehingga panitia dan warga serta sim-

patisan NU di daerah ini akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik. “Ini untuk pertama kalinya muktamar diselenggarakan di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Kota Makassar mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah, berdasarkan hasil keputusan pengurus pada 2009,” ujarnya. Pada pertemuan akbar tersebut, lanjutnya, selain akan dilakukan pemilihan ketua umum, pembahasan juga akan fokus pada upaya membangun kerukunan antarumat beragama, termasuk membangun hubungan yang harmonis dengan lembaga Islam

lainnya. Saat ini, Ketua Umum NU adalah Hasyim Muzadi. “Organisasi berbasis keagamaan ini, akan bangkit kembali sebagai oganisasi yang besar yang dapat merangkul semua kalangan,” katanya. Mengenai kesiapan akomodasi selama mukhtamar, ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola tempat yang dipilih termasuk menyiapkan sarana transportasi bagi peserta muktamar. Sementara jumlah peserta muktamar diperkirakan mencapai ribuan orang dari 33 provinsi di Indonesia. (ant)

Akibat FTA

Pengrajin Kaos Terancam Gulung Tikar RIBUAN pengrajin dan pedagang kaos di Bandung terancam gulung tikar, karena produk kaos mereka tidak akan mampu bersaing di pasar domestik menyusul pemberlakuan perdagangan bebas “ASEAN-China Free Trade Agreement: ACFTA.”

Ilustrasi

Industri garmen

Ketua Ikatan Pengrajin Kaos Kabupaten Bandung, H Hidayat, yang dihubungi wartawan, Senin, para perajing kalah bersaing bukan karena masalah kualitas, melainkan karena biaya produksi. “China bisa lebih murah, ketimbang produk kita. Biaya produksi perpotong kaos kualitas sedang kita mencapai Rp 17.500,

Cina hanya Rp 11.250. Soal harga yang kita kalah,” katanya. Ketua Asosisiasi Pengrajin Sentra Kaos Jalan SurapatiCicaheum “Suci” kota Bandung, Marnawie Munamah, juga mengungkapkan para pengrajin kaos Suci sebenarnya siap bersaing dengan produk China di bidang tekstil dan produk tekstil.

Tetapi pemberlakukan perdagangan bebas tersebut, menurut Marnawie, akan mengancam pengrajin yang bermodal lemah, karena serbuan kaos dan pakaian jadi lain produk Cina di pasar domestik menjadi ancaman serius bagi para pengrajin. Kedua ketua asosiasi pengrajin kaos tersebut, menyebutkan sedikitnya 1.800 pengrajin kaos di Bandung kini masih mencoba bertahan. Namun akibat pemberlakuan perdagangan bebas itu, setidaknya 45 persen dari jumlah yang ada terancam gulung tikar. Di sentra pengrajin dan perdagangan kaos Suci, kini beroperasi 400 pengrajin serta produsen berbagai jenis kaos dan spanduk. Dari jumah tersebut, berdasarkan hasil pendataan Marnawie, yang tergolong agak kuat, baik unit usahanya maupun permodalanya, hanya 150 pengusaha. Sisanya, lanjut Marnawie, jangankan untuk masuk dalam persaingan yang memerlukan modal kuat, untuk bertahan hidup saja, sudah kesulitan. “Sisanya sekitar 250 orang pengrajin yang kemungkinan terancam gulung tikar, yang bisa berproduksi bila pesanan. Dan bagaimana akan ada pesanan, jika harga kaos produk Cina lebih murah dari harga pengrajin di sini,” ujar Marnawie. (ant)

jalan sepanjang 20 meter, sehingga akses ke Kabupaten Agam hingga Senin siang masih terputus. Tim evakuasi masih melakukan pencarian dan membersihkan badan jalan yang tertimbun longsoran. Wakil Bupati Padangpariaman Ali Mukhni yang turun ke lokasi longsoran mengimbau warganya untuk mewaspadai kawasan yang rawan longsor ketika terjadi hujan. “Setiap pertemuan dengan masyarakat, wali nagari dan camat, selalu meminta kepada warga untuk waspada ketika terjadi hujan karena sebagian besar wilayah Padangpariaman rawan longsor,” kata dia. Dari 17 Kecamatan di kabupaten tersebut, menurut Ali Mukhni, hanya satu kecamatan yakni Kayu Tanam yang aman. Pada saat gempa 30 September 2009, warga Padangpariaman merupakan yang terbanyak menjadi korban gempa di Sumbar. Lebih 500 warga setempat tewas, dan sebagian besar tertimbun longsoran tanah akibat gempa tersebut. (ant)

Ahli Forensik UI

Setahun Belajar di Tenda CIANJUR - Selama satu tahun lebih ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhsan di kampung Sukamaju, Desa Sukamaju, kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat, terpaksa belajar di dalam tenda. Ruang kelas yang dimiliki sekolah tersebut, tidak sebanding dengan jumlah murid yang ada saat ini. Sehingga ratusan siswa kelas 5 dan 6 terpaksa menjalani proses belajar mengajar dalam tenda. Informasi dihimpun menyebutkan, Senin, menyebutkan kondisi tersebut telah terjadi sejak 1,5 tahun terakhir. Ter-

JAKARTA - Satu warga Batu Basa, Padangpariaman, Sumatra Barat, ditemukan tewas tertimbun longsor di ruas jalan lingkar Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman-Kabupaten Agam, Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Wali Nagari Tigo Koto, Aua Malintang, Kecamatan IV Koto Arie Suparta mengatakan, warga yang tewas itu bernama Bakri (28). Korban ditemukan tim evakuasi yang melakukan penggalian dengan menggunakan alat berat. Bersama korban, ditemukan satu sepeda motor, yang diduga kendaraan yang ditumpangi korban. Arie mengatakan, warga setempat melihat korban dengan sepeda motornya datang dari arah Pasar Sungai Geringging. “Diperkirakan, masih ada satu korban lagin yang masih tertimbun longsoran,” kata wali nagari. Longsoran itu datang dari Bukit Labuah Sampik yang tingginya sekitar 15 meter. Longsoran itu menimbun badan

bertambah,” tuturnya. Ia berharap, agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi tersebut, agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Terlebih diwilayah tersebut, MI Al Ikhsan hanya satu-satunya sekolah yang ada. Sementara itu, murid kelas 5 dan 6 yang terpaksa belajar di dalam tenda darurat, mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Terlebih ketika musim penghujan datang. “Kalau hujan, kami terpaksa libur sekolah dan belajar di rumah. Kami berharap ada kelas baru,” ujar Ratu, siswi kelas 6. (ant)

Pastikan Prabangsa Dibunuh JAKARTA - Ahli Forensik dari Universitas Indonesia Mun’im Idris memastikan, AA Narendra Prabangsa, wartawan Radar Bali, tewas akibat dibunuh setelah melihat hasil identifikasi terhadap jasad korban. “Kematian Prabangsa karena ada kekerasan benda tumpul alias tidak wajar. Itu berarti mempertegas bahwa kematian korban akibat aksi pembunuhan,” ujarnya saat bersaksi di depan sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Prabangsa di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin. Sidang lanjutan kasus pembunuhan redaktur halaman daerah Radar Bali yang dipimpin Ketua Majelis Hakim IGN Adhi

Wardana, SH itu, menghadirkan Mun’im sebagai saksi ahli untuk terdakwa Komang Gede, ST. Hasil identifikasi forensik yang dilakukan Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar atas jenazah korban, Mun’im menilai sudah cukup lengkap dan tepat. Hanya saja, ujar dia, ada beberapa hal teknis yang masih kurang detail. “Ada halhal teknis yang memang kurang detail, seperti tidak lengkapnya obyek identifikasi,” ujarnya. Ketidaklengkapan itu sesungguhnya hanya menyangkut masalah teknis kebahasaan saja. Misalnya dalam keterangan tertulis dinyatakan adanya tindak kekerasan di kepala. “Lantas itu kepala siapa?,”

ujarnya. Ia menjelaskan, sebetulnya harus ditulis ada tindak kekerasan di bagian kepala Prabangsa. Hal-hal yang seperti itulah yang dirasakan belum lengkap, kata dia dengan menambahkan, “Memang sifatnya hanya teknis saja”. Namun secara umum, Mun’im menyebutkan bahwa hasil identifikasi forensik rumah sakit sudah cukup sempurna, hingga bisa disimpulkan bahwa korban Prabangsa meninggal dunia akibat adanya aksi kekerasan benda tumpul. Tim penasehat hukum terdakwa Komang Gede ST, sempat mempertanyakan tidak adanya tes DNA. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook