Skip to main content

Edisi 07 Juli 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 128 tahun IV Rabu, 7 Juli 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Inflasi Tetap Dijaga

100.000 Pekerja Terancam

Keluhkan Kenaikan Listrik

MENTERI Keuangan Agus Martowardojo mengatakan tingkat inflasi 2010 akan tetap dijaga sesuai asumsi pemerintah sebesar 5,3 persen, walau kemungkinan ada kenaikan realisasi akibat tingginya ...hal. 1

SEKITAR 100.000 agen asuransi yang tidak bersertifikat terancam diberhentikan menyusul pendataan ulang yang dilakukan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). “Sekarang ada sekitar 250.000 agen ...hal. 2

SEJUMLAH pengusaha konveksi di Pusat Industri Kecil (PIK), Jakarta Timur, mengeluhkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) oleh PLN mulai 1 Juli 2010 karena berdampak negatif bagi mereka ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Jerman Waspadai

Kerjasama Spanyol

Suluh Indonesia/ade

KPK Pelajari

MATERIL - Mantan Menkeh dan HAM Yusril Ihza Mahendra mendatangi MK Jakarta, kemarin. Tersangka kasus korupsi Sisminbakum ini mengajukan uji materil UU Kejaksaan terkait legalitas Jaksa Agung.

Rekening Gendut Perwira Polisi

Satpol Pamong Praja

JAKARTA - Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan, pihaknya sudah mempelajari laporan yang datang dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan anggota masyarakat lain terkait dengan rekening gendut yang diduga dimiliki perwira polisi. ‘’Kami sudah bergerak untuk mempelajarinya,” kata Jasin di Gedung KPK Jakarta, kemarin. Namun, ujar Jasin, pengkajian yang dilakukan komisi antikorupsi tersebut masih dalam proses analisis tim. Selain itu, lanjutnya, KPK juga akan melakukan sejumlah langkah standard pemeriksaan, seperti pemeriksaan administratif, fisik, dan khusus, sesuai dengan langkah-langkah pedoman pemeriksaan. Sebelumnya, ICW mendesak KPK agar segera dapat menelusuri sejumlah transaksi mencurigakan yang terkait dengan rekening berbagai pejabat Polri. ‘’KPK harus menindaklanjuti dan menelusuri transaksi mencurigakan yang dimiliki petinggi kepolisian,” kata Koordinator ICW Danang Widoyoko. Menurut Danang, sejumlah perwira tinggi kepolisian yang terkait dengan transaksi mencurigakan itu dinilai hampir tidak mungkin bisa mengakumulasi jumlah

kekayaan yang sangat besar. Apalagi, ujar dia, laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengindikasikan bahwa terdapat banyak transaksi yang mencurigakan terkait rekening sejumlah pejabat kepolisian. ‘’KPK yang memiliki kewenangan harus bisa menelisik dari mana asal uang itu,” katanya. Sementara Ketua F-PDIP DPR Tjahjo Kumolo meminta, Kapolri memberikan klarifikasi kepada publik soal rekening mencurigakan itu. ‘’Persoalan rekening gemuk yang mencurigakan milik sejumlah perwira polisi sudah ada sejak lama, tapi Kapolri tidak pernah memberikan klarifikasi secara terbuka,” katanya. Menurut Tjahjo, dengan klarifikasi secara terbuka diharapkan Polri dapat mengusut tuntas masalah ini. Hasil investigasi tim independen yang dibentuk Mabes Polri, kata dia, dipublikasi agar persoalan ini menjadi jelas. Tjahjo mengatakan, penyelesaian kasus rekening gemuk yang mencurigakan milik sejumlah perwira polisi dapat dilakukan melalui pembentukan tim independen Mabes Polri serta pembentukan panja guna mengungkap persoalan rekening ini. (ant)

Dibekali Senjata JAKARTA - Kapuspen Kemdagri Saut Situmorang menegaskan, penggunaan senjata bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilakukan dengan persyaratan yang ketat. Jenis senjata yang dimaksud, sesuai dengan Permendagri 26 Tahun 2010 yaitu senjata peluru gas, semprotan gas, dan alat kejut listrik. ‘’Mekanisme perolehan ijin penggunaan senjata ini demikian ketat, kualifikasi yang dapat diberikan ijin harus melalui pendidikan dan pelatihan khusus,” katanya. Saut mengatakan, Satpol PP dipersenjatai semata-mata untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas. Satpol PP bertugas mem-

bantu kepala daerah untuk menegakkan perda dan membantu mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum. Sesuai dengan ketentuan dalam Permendagri, anggota Polisi Pamong Praja yang dapat menggunakan senjata meliputi Kepala Satuan, Kepala Bagian/Bidang, Kepala Seksi, Komandan Pleton, dan Komandan Regu. Selain pejabat Satpol PP, anggota Satpol PP yang melaksanakan tugas operasional di lapangan dapat menggunakan senjata. Jumlah senjata yang dapat dimiliki untuk digunakan oleh anggota Satpol PP paling banyak sepertiga dari seluruh anggota. ‘’Tidak semua ang-

gota bisa menggunakan senjata,” kata Saut seraya mengatakan, anggota Satpol PP dapat menggunakan senjata setelah mendapat ijin dari Polri. Saut Situmorang menegaskan penggunaan senjata ini bukan untuk menyerang, tetapi sebagai alat untuk mempertahankan diri. ‘’Bukan untuk menyerang atau menakut-nakuti. Senjata ini untuk menjaga diri,” katanya. Sementara Menko Polhukam Djoko Suyanto mengingatkan, kepemilikan senjata oleh Satpol PP harus diatur dan diawasi secara ketat. ‘’Harus diatur dan diawasi kepemilikan dan penggunaannya,” kata mantan KASAU ini. (har/son)

Maraknya Musibah Tabung Gas

Pemerintah Ganti Asesoris JAKARTA - Untuk mengatasi maraknya ledakan tabung gas elpiji 3 kg, pemerintah segera mengganti selang karet dan regulator yang beredar di masyarakat yang berasal dari program perdana yang sebelumnya diperoleh secara gratis. Demikian Menko Kesra Agung Laksono usai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, kemarin. Menko Kesra menjelaskan, mulai Rabu ini masyarakat dapat membeli regulator dan selang karet berkualitas Standard Nasional Indonesia (SNI) di agen-agen pertamina. Untuk mendapatkan selang dan regulator baru, masyarakat membayar dengan harga pabrik Rp 15 ribu untuk selang karet dan Rp 20 ribu untuk regulator. Menurut Agung, masyarakat harus membawa selang karet dan regulator miliknya yang diperoleh secara gratis pada program perdana. ‘’Itulah yang pemerintah lakukan dengan sungguh-sungguh untuk menjaga keselamatan masyarakat. Maka masyarakat yang memiliki

selang dan regulator yang bermasalah dapat ditukar yang baru di agen-agen Pertamina dengan harga tersebut,” tuturnya. Agung mengatakan, pajak penjualan sebesar 10 persen dari harga penjualan selang karet dan regulator ditanggung pemerintah. Namun masyarakat tetap harus membawa selang karet dan regulator milik mereka yang lama guna mencegah pihak yang ingin mencari untung dari kebijakan tersebut. ‘’Kita kan harus mencegah spekulasi dengan adanya orang yang mencari keuntungan sendiri, maka itu masyarakat yang berhak membeli adalah yang membawa selang dan regulator yang lama. Ini supaya bisa kita cegah orang-orang yang mengambil keuntungan karena harga pasar dengan harga pabrik jauh,” tuturnya. Menko Kesra menyatakan masyarakat tak perlu risau dengan kualitas selang karet dan regulator yang baru karena sudah lulus uji Badan Standarisasi Nasional. (har)

Tuntaskan Kejahatan Pajak JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memerintahkan Kapolri untuk melanjutkan pengusutan kejahatan di bidang pajak. Demikian pidatonya pada Syukurn HUT ke-64 Polri di PTIK Jakarta, kemarin. Presiden Yudhoyono tetap meminta Polri menitikberatkan penegakan hukum untuk memberantas tindak pidana korupsi. ‘’Dari aspek penegakan hukum maka di atas segalanya agar pemberantasan korupsi tetap dijalankan dengan sangat intensif, lanjutkan tugas-tugas untuk menegakkan hukum terhadap mereka

yang melakukan kejahatan di bidang pajak,” katanya. Pemberantasan kejahatan pajak, lanjut Presiden, sangat penting di tengah upaya pemerintah terus mengurangi utang luar negeri dan meningkatkan penerimaan dalam negeri dari pajak. Dalam bidang penegakan hukum, Kepala Negara menginginkan agar Polri memberi perhatian khusus kepada kaum marjinal yang pastinya tidak memiliki banyak uang untuk menjaga keamanan mereka sendiri. Selain itu, Presiden meminta agar polisi terus menanga-

ni kejahatan terorisme dengan mengutamakan pencegahan dan penyelamatan kaum muda dari rekrutmen maupun korban praktik terorisme. Demikian pula dengan kejahatan narkoba yang membahayakan generasi muda, Presiden meminta Polri terus berperang memberantas peredaran maupun produksi obatobat terlarang. Polri, kata Presiden, juga harus menjalankan tugas melindungi masyarakat, menjaga nama baik mereka dari pencemaran, serta memberikan jaminan kehidupan umum yang tertib dan aman. (ant)

ERASMIA - Lawan Jerman di semi final Piala Dunia, Spanyol, jauh lebih berbahaya ketimbang Argentina karena permainan mereka merupakan kerja sama tim terbaik dunia, tidak hanya mengandalkan mutu permainan perorangan. Demikian pengakuan pelatih Jerman, Joachim Loew. Jerman mengalahkan Argentina 4-0 pada pertandingan delapan besar setelah pengatur serangan mereka Lionel Messi tidak berdaya tetapi Loew mengatakan juara Eropa Spanyol benar-benar merupakan tim berbeda. ‘’Mereka merupakan negara yang konsistensi sepak bolanya amat bagus dalam dua tiga tahun ini,” katanya. Spanyol tidak memiliki satu Messi. Mereka memiliki lebih dari satu Messi. Khususnya di lini depan, banyak pemain yang dapat memutuskan permainan. Spanyol tidak seperti Inggris dan Argentina, tim yang berbuat kesalahan. ‘’Mereka membuat kesalahan amat sedikit di bagian bertahan, jadi kami harus menekan mereka agar berbuat salah,” katanya. Loew yang akan menggantikan striker yang dihukum Thomas Mueller mengatakan, pemain tengah Spanyol Xavi dan Andres Iniesta sebagai mesin tim itu, harus dipadamkan. ‘’Lini tengah Spanyol merupakan pusat pergerakan yang dimotori Iniesta dan Xavi. Tetapi Sami Khedira dan Schweinsteiger juga bagus dan mereka pun sebagai kunci untuk mengatasi serangan lawan,” katanya. Khedira, mengalami cedera otot paha pada laga perempat final, harus prima menghadapi pertandingan itu. Perhatian pelatih itu kini tertuju pada striker Cacau, pemain yang kemungkinan akan menggantikan Mueller. Loew mengatakan, bisa jadi akan menurunkan Toni Kroos atau Piotr Trochowski pada posisi kosong itu. Sementara pelatih Spanyol Vicente del Bosque dan pemainnya menyatakan kekaguman mereka kepada Jerman, memuji keberhasilan Loew dalam membangun tim tangguh serta hebatnya gabungan antara pemain baru berbakat dan pemain berpengalaman. ‘’Kami sedang memimpikan sesuatu,’’ kata penjaga gawang, Pepe Reina. (ant)

Hadapi Kritik

Polri Jangan Emosi JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau Polri agar tetap tenang dan tidak emosional menghadapi berbagai kritik dan kecaman dari masyarakat. ‘’Khusus menanggapi kritik masyarakat terhadap Polri yang terjadi akhir-akhir ini, saya meminta segenap keluarga besar Polri untuk tetap tenang, berpikirlah secara rasional dan tidak perlu emosional,” kata Presiden Yudhoyono pada peringatan HUT ke-64 Polri di Halaman PTIK Jakarta, kemarin. Presiden menilai, kritik dan kecaman dari masyarakat kepada Polri tidak sepenuhnya benar. Sejak 2005, menurut Presiden, dirinya telah menerima jutaan pesan pendek dari masyarakat yang menyampaikan kritik, kecaman, aduan, dan bahkan hujatan kepada Polri. Setelah ditelaah, lanjut Presiden, sebagian memang benar, namun sebagian lagi tidak benar karena kekurangan informasi, dilebih-lebihkan, atau faktor-faktor lain yang jauh dari objektivitas. ‘’Dengan posisi itu, maka saya berharap langkahlangkah saudara dalam menghadapi kritik atau kecaman dari masyarakat itu jangan gentar. Saya pun sebagai Presiden juga mendapat kritikan dan kecaman,” katanya. Presiden meminta, Polri melakukan identifikasi terhadap berbagai kritik yang datang dari masyarakat. Apabila kritik itu benar, maka Polri harus ikhlas menerima dan melakukan perbaikan. Namun, apabila tidak benar, maka Polri memberikan penjelasan kepada publik dengan cara paling efektif. ‘’Saya tahu tidak selalu penjelasan saudara yang lengkap itu bisa diliput secara utuh oleh media massa. Ulangi lagi atau pilih wahana lain,” ujarnya. Apabila Polri telah melakukan pembenahan atau penjelasan atas kritikan masyarakat, Presiden mengatakan, maka langkah selanjutnya adalah tetap meneruskan tugas-tugas menjaga ketertiban umum dan penegakan hukum yang tidak bisa tertunda. ‘’Saya yakin Polri di tengah-tengah prestasi menerima kritik dan kritik itu dibenarkan maka masa depan bertambah positif, cerah berjaya, tugas lebih berhasil,’’ katanya. (son)


K ta

Suluh Indonesia, Rabu 7 Juli 2010

K ilas

Korban Gas ke Komnas

Meninggal di Waduk Cengkareng SEORANG warga Kampung Duri RT03/14, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengapung di Waduk Bojong Indah, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa. Warga yang diketahui bernama bernama Andi Setiawan (17) itu diduga korban tenggelam di waduk itu sejak Minggu. Menurut Kapolsek Cengkareng, Komisaris Polisi (Kompol) Ruslan, dugaan sementara korban tenggelam di Waduk Bojong Indah, namun untuk memastikannya pihaknya akan menyelidiki lebih mendalam lagi. “Korban ditemukan dalam posisi mengapung dengan keadaan tertelungkup, serta ditemukan luka di bagian pelipis mata kiri. Kita masih menyelidiki dan meminta keterangan saksi-saksi yang menemukan dan melihat korban saat berada di sekitar waduk,” ujar Kapolsek Cengkareng. Lebih lanjut Ruslan mengatakan, saat ini pihaknya telah memeriksa seorang saksi yang pertama kali menemukan jenazah korban. Sedangkan untuk keperluan otopsi, jenazah korban langsung dibawa ke RSCM Jakarta Pusat. “ Seorang saksi bernama Ahmad (30) warga setempat telah kita mintai keterangan mengenai penemuan mayat tersebut,” ujar Ruslan. Ruslan juga mengingatkan agar warga berhatihati saat melakukan aktivitas di sekitar waduk untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidakdiinginkan. (ant)

Tersangka Insiden Tanah Abang PENYIDIK Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya telah melimpahkan berkas tersangka insiden ambruknya bangunan pusat perbelanjaan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati). “Sudah dilimpahkan sekitar tiga pekan lalu,” kata Kepala Satuan Keamanan Negara (Kasat Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Daniel Tifaona saat dihubungi melalui telepon selular di Jakarta, Selasa. Daniel mengatakan penyidik melimpahkan berkas tiga tersangka terkait dengan kejadian ambruknya kontruksi bangunan salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Tanah Abang. Danile tidak menyebutkan identitas tersangka itu, namun ketiganya terlibat langsung pada proyek pembangunan Pusat Grosir Tanah Abang. Daniel memperkirakan kemungkinan ketiga tersangka itu sudah memasuki proses persidangan di pengadilan. Sebelumnya, konstruksi bangunan di Pusat Grosir Pasar Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk saat proses pengerjaan berlangsung hingga menewaskan empat orang, 23 Desember 2009. Penyidik Polda Metro Jaya sempat memeriksa sekitar 20 saksi mata dan enam orang yang bertanggung jawab pada insiden itu. Keenam orang yang dianggap bertanggung jawab itu, yakni Y dari PT Rointa Eka Jaya (pemilik bangunan), AT dari PT Tri Manta Jaya Persada (konsultan pengawas bangunan), ES dari PT Sesapto Eka Cipta Jaya (konsultan struktur bangunan). Selanjutnya, EH dari PT Jaya Baja Prima Utama (kontraktor pelaksana), YT dari Megatika Internasional (konsultan arsitek), dan EW sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Penertiban Bangunan Kecamatan Tanah Abang. (ant)

Tenda Sirkus Kembali Ambruk JAKARTA - Tenda panggung tempat pagelaran Festival Sirkus Internasional 2010, ambruk kembali, Selasa (6/7) sekitar pukul 13.00 WIB. “Tenda sebelah utara yang ambruk sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Manajer Pemasaran PT. Nant Adi Pariwara sebagai penyelenggara acara, Rizkika Purliageng di Jakarta, Selasa. Rizkika mengatakan insiden tenda jatuh itu terjadi saat hujan mengguyur deras dan tribun panggung tanpa penonton karena pagelaran sirkus belum mulai. Sehingga pihak panitia memastikan tidak ada korban jiwa saat insiden jatuhnya tenda panggung tempat pertunjukkan sirkus itu. Rizkika menuturkan pihak panitia penyelenggara juga sempat memeriksa kondisi panggung dan tenda sebelum insiden itu terjadi. Rizkika menyatakan panitia membatalkan pertunjukkan sirkus pada Selasa (6/7) dan melanjutkannya, Rabu (7/7), serta memindahkan lokasi acara ke Balai Kartini, Pancoran,

Jakarta Selatan. “Bagi yang sudah membeli karcis bisa menukarkan kembali dengan uang,” ujar Rizkika. Rizkika menambahkan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban kepada Garlic Production sebagai kontraktor tenda terkait jatuhnya tenda itu. “Kita serahkan semuanya kepada kuasa hukum,” tutur Rizkika. Sebelumnya, tenda berukuran 40 X 15 meter sempat ambruk saat berlangsugnya pagelaran Festival Sirkus Internasional Tahun 2010, Sabtu (3/7) di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan. Insiden pada pagelaran sirkus taraf internasional itu, melukai dua korban, yakni Patar Tampubolon (37) dan Illona Freddy (21) yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian sempat memeriksa lima orang saksi, terdiri dari pengunjung dan pengelola sirkus termasuk manajemen, serta penanggung jawab kegiatan. (ant)

Suluh Indonesia/ant

KORBAN TABUNG GAS - Sejumlah konsumen pengguna tabung gas melaporkan dirinya ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta, Selasa(6/7). Komnas HAM menyatakan banyak peristiwa meledaknya tabung gas 3 kg diduga melanggar hak asasi manusia karena Peristiwa tersebut sangat mencemaskan warga masyarakat yaitu unsur rasa tidak nyaman dan menghilangkan nyawa manusia.

JAKARTA - Dewan Pers menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas kasus serangan bom molotov di kantor majalah Tempo, pada Selasa dinihari, dan mengadili para pelakunya demi tegaknya kebenaran dan keadilan di Indonesia. “Saya sempat shock mendengar kabar, kantor majalah tempo dibom oleh orang tidak dikenal,” kata ketua Dewan Pers, Bagir Manan, saat melakukan konferensi pers di Jakarta, Selasa petang. Kantor majalah berita mingguan Tempo di Jalan Proklamasi 72, Jakarta, pada Selasa pukul 02.40 WIB dilempari tiga bom molotov oleh orang tidak dikenal. Ia mengecam keras serangan bom molotov ke kantor Tempo tersebut karena tindakan seperti

itu tidak dibenarkan oleh hukum. “Kami minta pemerintah konsisten melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada wartawan dan warga Indonesia dalam menjalankan aktivitasnya,” ucapnya. Dewan Pers juga menuntut pemerintah untuk melindungi dan menjamin prinsip-prinsip kemerdekaan pers sebagai bagian internal dari kehidupan demokrasi dan tolok ukur dari kemajuan peradaban bangsa. Bagir menambahkan, meski ada kasus serangan bom molotov di kantor majalah tempo, namun mediasi antara Polri dan majalah tempo pada Kamis (8/7) tetap berjalan. Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakkan Etika Dewan Pers, Agus Sudibyo, meminta

agar aparat penegak hukum mengungkapkan kasus serangan bom molotov di kantor majalah Tempo. “Kami minta kasus ini tidak dipeti-eskan,” katanya. Dalam memberikan dukungannya kepada majalah Tempo, Ketua Dewan Pers Bagir Manan didampingi Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudibyo, Ketua Komisi Hukum dan Perundangan-undangan Wina Armada Sukardi mengunjungi kantor majalah Tempo. Sementara itu, Pemred Majalah Tempo, Wahyu Muryadi, menegaskan, adanya serangan bom molotov di kantornya tidak menyurutkan jajarannya untuk bekerja secara profesional dalam melakukan pengawasan sosial dan melakukan kritikan.

Sidang Terdakwa Anggodo

Nama Susno Muncul di Persidangan JAKARTA - Nama Mantan Kabareskrim Susno Duadji muncul dalam persidangan terdakwa Anggodo Widjojo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (6/7) kemarin. Mantan Kabareskrim Polri itu, ternyata akan dijadikan jaminan Anggodo untuk membebaskan Ary Muladi di tahanan. Tetapi pembebasan ini disertai syarat, Ary Muladi harus mau ikut skenario Anggodo untuk merekayasa kriminalisasi terhadap Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah. Hal ini diungkapkan paman Ary Muladi, Hardjono yang dihadirkan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Ditegaskannya, permintaan Anggodo tersebut disampaikannya saat bertemu di Hotel Formula One sekitar Agustus 2009. Ary Muladi saat itu ditahan Bareskrim Polri dengan tuduhan penggelapan uang milik Anggodo.

“Saya dimintai tolong Anggodo untuk merayu Ary Muladi balik kepada BAP pertama soal rekayasa penyerahan uang kepada Bibit dan Chandra. Jika berhasil, Anggodo menjanjikan untuk membebaskan Ary. Pembebasan itu dijamin langsung Susno,” ungkap Hardjono. Pengakuan itu sempat mengundang perdebatan sengit antara Harjono dengan tim penasihat hukum Anggodo. Tetapi Hardjono berani menjamin bahwa pernyataannya itu adalah benar. Pasalnya, ia bersedia hadir dalam pertemuan itu, karena diundang penyidik kepolisian bernama AKBP Nilo. Anggodo ketika diminta tanggapannya, menyebut Ary Muladi pernah mengucurkan dana ke AKBP Nilo melalui transfer rekening. Tetapi dijawab Hardjono tidak tahu. Anggodo pun ngotot mendesak Harjono untuk membantah kesaksiannya soal Ary

PELECEHAN seksual terjadi lagi di Bus Transjakarta Busway pada Senin malam (5/7). Asisten Manager Pusat Pengendali dan Koordinasi BLU Transjakarta, Bano Yogaswara, di Jakarta, Senin, mengatakan, pelecehan seksual menimpa Dian Novita yang berada pada busway Koridor I jurusan Kota - Blok M pada sekitar pukul 21.45. jadian ini kami laporkan ke Polres Jakarta Selatan,” ujarnya. Antrean dipisah Sebelumnya, Badan Layanan Umum Transjakarta Busway memisahkan antrean khusus pria dan wanita di halte busway mulai Kamis, menyusul terjadinya pelecehan seksual beberapa waktu lalu. “Pemisahan ini dilakukan bukan hanya karena terjadi pelecehan seksual saja, tapi karena BLU (Badan Layanan Umum) ingin melakukan perbaikan,” kata Manager Pengen-

JAKARTA - Korban tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, Nuraman warga Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, melalui organisasi Benteng Demokrasi Rakyat mengadukan Pertamina dan Pemerintah ke Komisi Nasional Hak Azasi Manusia karena dinilai melanggar HAM. “Kami datang ke sini mewakili korban Nuraman yang merupakan Ketua PAC PDIP Senen dan mewakili korban-korban yang lain. Kami datang ke Komnas HAM karena Pertamina dan Pemerintah telah melanggar HAM dengan adanya ledakan tabung gas yang menimbulkan korban luka dan kerugian materiil,” kata Humas Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), M Husni Thamrin Barubu, kemarin. Sementara itu, Ketua Asosiasi Usahawan Briket Batubara Indonesia (AUBI), Ir. Ladjiman Damanik meminta pemerintah mengganti gas dengan briket karena lebih aman. (ant/her)

Kantor TEMPO Dibom Polri Merasa Disudutkan

yang diminta untuk kembali pada BAP pertama. Namun, Hardjono tidak melayaninya dan tetap keterangannya itu. Sementara saksi lainnya, penasihat hukum Ary Muladi, Sugeng Teguh Santoso enggan membeberkan mengenai tudingan penerimaan uang sebesar Rp 1 miliar dari terdakwa Anggodo Widjojo kepada kliennya. Alasannya, sikap ini bagian dari kode etik advokat untuk menjaga kerahasiaan kliennya. “Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu,” ujarnya di hadapan mejelis hakim yang diketuai Tjokorda Rai Suamba. Sugeng hanya mau menjelaskan, memang benar terjadi penawaran uang Rp 1 miliar yang disampaikan terdakwa Anggodo melalui pengacara Raja Bonaran Situmeang kepada Ary Muladi. Uang itu dimaksudkan untuk membujuk Ari Muladi, agar tetap pada BAP pertamanya. Tetapi kliennya menolak. (nas)

Pelecehan Seksual Terjadi Lagi di Busway

Dia menjelaskan Dian yang naik busway dari Terminal Grogol menuju ke Blok M, tibatiba diraba bagian dadanya oleh penumpang di sebelahnya yang bernama Pitoyo (51), pada saat busway melewati halte Tosari. “Korban yang tengah duduk tiba-tiba diraba bagian payudaranya oleh pelaku yang duduk tepat di sampingnya,” kata Bano. Dian yang tidak terima dengan kejadian tersebut, langsung menampar pelaku. “Selanjutnya, korban dan pelaku kami turunkan di halte Dukuh Atas. Dan ke-

2

dalian BLU Transjakarta, Gunardjo, di Jakarta, Kamis (10/6). Dengan demikian, keseluruhan halte busway sejumlah 140 buah di delapan koridor akan dibuat dua antrean. Pengaturan itu, katanya, diharapkan dapat mengurangi atau bahkan meniadakan tindakan pelecehan seksual seperti

yang dilakukan salah seorang penumpang pria bernama Anton kepada penumpang wanita Foni yang terjadi pada Sabtu (5/6) lalu. “Tapi ini memang masih hari pertama, jadi pasti sosialisasinya masih belum berjalan penuh. Penumpang juga masih belum terbiasa pastinya,” kata Gunardjo.

Untuk penumpang cacat, lanjut usia (lansia), anak-anak dan orang sakit akan diarahkan untuk mengantre di antrean khusus perempuan karena dinilai akan lebih rapi dari antrean untuk pria. Sementara untuk antrean bagi pria, diharapkan untuk tertib di jalur antrean yang sudah disediakan. Namun, meskipun antrean dipisahkan, di dalam bus para penumpang tidak akan dipisahkan tempat duduknya. Penumpang akan dipersilakan masuk tanpa diarahkan ke kursi tertentu. Tidak adanya pemisahan di dalam bus, kata Gunardjo, karena kurang memadainya fasilitas BLU untuk melaksanakan itu karena jumlah bus yang masih kurang. Usulan DPRD untuk menambah petugas keamanan di bus juga akan dilakukan BLU Transjakarta meskipun tidak merata. (ant)

“Bekerja seperti biasanya dan tidak ada pengaruh dengan serangan bom tersebut,” katanya. Sudutkan Polri Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang menduga pelaku pelemparan botol berisi bensin ke kantor Redaksi Majalah Tempo ingin menjatuhkan nama baik lembaga kepolisian. “Bisa jadi ada dugaan ingin mengadu domba,” kata Edward kemarin. Edward menuturkan, saat ini Polri mengadakan syukuran Hari Bhayangkara ke-64 dan berupaya menyelesaikan permasalahan dengan Majalah Tempo, namun justru ada pihak yang ingin menjatuhkan nama baik kepolisian. “Ini juga akan

sangat merugikan kami (Polri),” ujar Edward. Direktur Eksekutif LBH Pers Hendrayana mengecam keras tindakan pengeboman kantor redaksi majalah Tempo. “Ini bentuk pengekangan terhadap kebebasan pers,” katanya dalam siaran pers yang diterima Suluh Indonesia, kemarin. LBH Pers mencatat, dalam kurun waktu Februari 2010 Juni 2010, pengekangan terhadap kebebasan pers serta kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh aparat keamanan maupun organisasi masyarakat menunjukkan kenaikkan. Aliansi Jurnalis Independen Indonesia meminta kepolisian segera mengejar dan menangkap pelaku. (her/ant)

Polisi Periksa Lima Saksi JAKARTA - Anggota Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memeriksa lima saksi terkait pelemparan bom molotov di kantor redaksi Majalah Tempo. “Kita masih dalami apa motif pelemparan bom molotov tersebut,” kata Kepala Polrestro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Hamidin di Jakarta, Selasa. Hamidin mengatakan pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kantor redaksi Majalah Tempo. Polisi menemukan tiga bom molotov yang dilemparkan orang tidak dikenal, terdiri dari dua botol pecah dan satu botol masih utuh. Hamidin menyebutkan ketiga botol itu sudah dibawa anggota Pusat Laborato-

rium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. Kapolrestro Jakarta Pusat mengungkapkan berdasarkan saksi, diduga pelaku pelemparan bom molotov berjumlah dua orang mengenakan jaket hitam dengan menumpang sepeda motor. Kedua pelaku melaju dari arah timur, kemudian melemparkan tiga bom molotov, salah satu botol itu mengenai dinding kaca kantor redaksi Majalah Tempo. Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Boy Rafli Amar mengatakan teror pelemparan bom molotov tidak terkait dengan pemberitaan yang dilakukan Majalah Tempo mengenai rekening mencurigakan sejumlah petinggi Polri, beberapa waktu lalu. (ant)

Sistem “Online” PPDB

SMA/SMK Berjalan Normal JAKARTA - Penerapan sistim online untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk siswa SMA dan SMK di wilayah Jakarta Utara berjalan normal. Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas (SMA) Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara, Didiek Suprijadi saat dikonfirmasi, Selasa mengatakan, berdasarkan pantauannya di sekolah-sekolah di wilayah Jakarta Utara panitia pendaftaran telah dapat melakukan proses penerimaan siswa. “Semuanya sudah berjalan baik, semoga tidak ada masalah,” ujar Didiek, Selasa. Memasuki tahun ajaran 2010 kuota penerimaan siswa SMA dan SMK di Jakarta Utara sebanyak 6.620 kursi. Kuota SMA sebanyak 4.758 kursi dan SMK sebanyak 1.862 kursi. Ia mengakui bahwa proses penerimaan peser-

ta didik baru (PPDB) untuk siswa SMA dan SMK di DKI Jakarta sistem “online” nya sempat bermasalah, namun telah dapat diatasi. Salah satu orangtua murid, Ny Lina Nasution (53) mengeluh akibat adanya masalah sistem online. “Saya sudah sampai di sini sejak pukul 06.30, takut tidak kebagian formulir,” ujar Ny Lina yang ingin mendaftarkan putrinya di SMA Negeri 75, Jalan Komplek Dinas Kebersihan, Semper Barat, Jakarta Utara, Selasa (6/7) siang. Lina mengaku kecewa dengan “adanya masalah” yang sempat terjadi pada sistem pendaftaran “online” PPDB. Padahal pada saat pendaftaran SD dan SMP yang sebelumnya berlangsung, tidak terdapat masalah. “Kok bisa eror ya untuk SMA/SMK. Padahal, sebelumnya untuk SD/ SMP semuanya lancar-lancar saja,” katanya. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Rabu 7 Juli 2010

3

Hambatan Akses Pendidikan

Kemiskinan Naik

Suluh Indonesia/ant

HUT POLRI - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wapres Boediono dan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menghadiri acara Syukuran HUT Bhayangkara ke-64 tahun 2010 di Lapangan PTIK Jakarta, kemarin.

Alternatif Sederhanakan Parpol Menurut Muhtadi, dengan adanya konfederasi, partai kecil yang selama ini memiliki basis pemilih yang kuat di beberapa daerah tetap akan bisa menempatkan perwakilannya di DPR. Sementara di sisi lain, partai politik dalam parlemen juga akan semakin sederhana. Hal ini menurut dia, akan mengurangi perdebatan terkait suara keterwakilan yang hilang akibat dari pengenaan hambatan parliamentary treshold (batas minimal partai politik di DPR). Ia mengatakan parliamentary treshold pemilu 2009 sebesar 2,5 persen atau minimal 14 orang wakil partai ada di DPR. Bila sebuah partai tak

mampu menempatkan minimal 14 orangnya di DPR maka suaranya hilang dan diganti partai yang masuk parliamentary treshold. Akibat parliamentary treshold, ia mengatakan, sekitar 20 persen suara terhapus. ‘’Nanti bila parliamentary treshold dinaikkan lagi menjadi lima persen, maka kalau dihitungnya secara linear, kalikan dua saja menjadi 40 persen suara yang hilang. Jadi, hemat saya konfederasi ini akan bisa menjadi jembatan agar suara yang hilang itu semakin kecil,” katanya. Namun demikian, ia mengusulkan agar konfederasi yang digagas tersebut bersifat per-

Polri Diharapkan

Obyektif Sikapi Kritik Masyarakat JAKARTA - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso berharap Polri lebih obyektif dalam menyikapi kritik masyarakat, termasuk pemberitaan mengenai dugaan sejumlah jenderal polisi yang memiliki rekening mencurigakan, dengan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. ‘’Polri hendaknya mengikuti langkah TNI dalam menyikapi kritik dari masyarakat,” katanya di Gedung DPR Jakarta, kemarin. Menurut Priyo, langkah terbaik yang dilakukan Polri hendaknya merespons dan mengevaluasi kritik dari masyarakat sehingga tidak menjadi heboh. Kritik dari masyarakat termasuk pemberitaan soal rekening mencurigakan milik sejumlah jenderal polisi, kata dia, hendaknya dinilai sebagai masukan yang ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi. ‘’Evaluasi untuk mengetahui

sejauh mana kebenaran atau ketidakbenaran apa yang disinyalir masyarakat seperti

Priyo Budi Santoso

pemberitaan di media massa,” kata Ketua DPP Partai Golkar ini. Menurut Priyo, jika Polri memilih bersikap konfrontasi dengan media hal itu justru tidak akan menguntungkan bagi Polri. Akan lebih baik bagi Polri, katanya, jika sinyalemen

masyarakat seperti pemberitaan di media massa itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan internal. ‘’Dengan cara itulah pimpinan Polri bisa menjelaskan kepada masyarakat persoalannya seperti apa untuk menyikapi opini yang selama ini berkembang negatif terhadap institusi Polri,” katanya. Pilihan untuk berkonfrontasi dengan media massa, kata dia, misalnya justru akan menambah beban psikologis yang tidak akan menguntungkan Polri. Menurut dia, Polri hendaknya menjadi yang terdepan dalam merespon kritik masyarakat dengan menyatakan akan melakukan evaluasi dan siap akan melakukan pembersihan internal. Priyo juga menyarankan hendaknya Polri mengikuti langkah TNI dalam menyikapi kritikan dengan terus melakukan evaluasi. (har)

mendukung upaya pemberian peluang yang sama kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan pendidikannya juga merupakan prasyarat mencapai keadilan sosial. Pada kesempatan itu, Marzuki mengakui bahwa ada permasalahan mendesak yang harus dihadapi guna mengatasi beragam rintangan terhadap upaya penyediaan pendidikan bagi seluruh masyarakat di dunia secara berkelanjutan. ‘’Tantangan ke depan untuk merealisasikan enam target pendidikan untuk semua semakin kompleks dan karenanya sudah sewajarnya peningkatan kerjasama dan koordinasi di antara parlemen di Asia Pasifik lebih diupayakan,” ujarnya. Enam target pendidikan itu adalah memperluas cakupan pendidikan termasuk pendidikan anak usia dini, menyediakan pendidikan dasar gratis untuk semua kalangan,

memasyarakatkan dan membekali anak-anak serta orang dewasa dengan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya. Selain itu, target lainnya adalah meningkatkan melek huruf hingga 50 persen dan meningkatkan kualitas pendidikan. Terkait peningkatan kualitas pendidikan, ia berpendapat bahwa melalui peningkatan kualitas para guru di setiap tingkatan pendidikan, pengajaran pendidikan moral dan karakter serta penanaman nilainilai perdamaian dapat membantu memutus lingkaran konflik dan kekerasan. ‘’Menjadi tugas kita bersama untuk terus menggalang dukungan sumber daya manusia dan keuangan guna mendukung dan memasyarakatkan upaya pemberian peluang yang sama kepada seluruh masyarakat untuk mengenyam pendidikan,” demikian Marzuki Alie. (har)

MUI Harus Dorong

Konfederasi Permanen JAKARTA - Peneliti Senior Lingkar Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai konfederasi partai politik secara permanen merupakan alternatif terbaik untuk menyederhanakan jumlah partai politik sehingga sesuai dengan sistem presidensial. ‘’Saat ini sistem pemerintahan presidensial, sementara sistem kepartaiannya multipartai, cukup sulit untuk mendapatkan pemerintahan yang efektif. Pembentukan konfederasi partai politik untuk menyederhanakan partai politik merupakan ide yang layak untuk didukung,” katanya dalam diskusi penyederhanaan partai di Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Presiden Forum Parlemen Asia-Pasifik untuk Pendidikan (Faspped) yang juga Ketua DPR RI Marzuki Alie meyakini hambatan terhadap akses di bidang pendidikan berdampak nyata terhadap peningkatan angka kemiskinan dari generasi ke generasi. Saat membuka Sidang Umum I Faspped di Jakarta, kemarin, Marzuki menjelaskan bahwa masyarakat yang tertinggal di bidang pendidikan akan kehilangan kesempatan untuk mencapai kesuksesan dalam banyak hal, semisal pekerjaan, kesehatan, partisipasi dalam proses politik yang semuanya berdampak pada kehidupan masyarakat itu sendiri. ‘’Karenanya keterbatasan peluang untuk mengenyam pendidikan menjadi hal penting yang perlu diatasi,” ujarnya. Marzukie menyatakan, mengenyam pendidikan itu merupakan hak asasi manusia dan

manen, sehingga akan semakin memperkuat sistem presidensial. Ia mencontohkan konfederasi partai politik Barisan Nasional dengan partai terbesarnya UMNO di Malaysia. Menurut dia, bentuk konfederasi ini bisa dicontoh. ‘’Pembentukannya sangat dipengaruhi oleh kepentingan bersama anggotanya. Adanya persamaan kepentingan terkait dengan munculnya perseteruan rasial pada tahun 60-an, membuat mereka bersepakat untuk membuat sebuah konfederasi bersama,” katanya. (ant)

Polisi Sikapi Pornografi JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia meminta Majelis Ulama Indonesia harus lebih keras mendorong kepolisian sikapi kasus-kasus pornografi. ‘’Kami harap Majelis Ulama Indonesia(MUI) lebih keras untuk mendorong polisi dalam menangani kasus pornografi,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno di Jakarta, kemarin. Hadi Supeno menyampaikan hal itu usai melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk membicarakan masalah peredaran video porno mirip artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, yang hing-

ga kini masih dalam proses hukum di kepolisian. Dalam pertemuan itu, jajaran pengurus MUI dipimpin Ketua MUI KH Ma’ruf Amin. Menurut Hadi, MUI adalah lembaga yang sangat kompeten untuk menyuarakan persoalan bahaya pornografi bagi anak. Hadi mengatakan, MUI merupakan lembaga yang didirikan untuk menjaga nilai-nilai moral masyarakat termasuk melindungi anak-anak dari nilai moral yang negatif. ‘’Kami yakin, pornografi sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama mana pun, termasuk Islam,” kata Hadi. KPAI, katanya, menyesalkan sikap pemerintah yang

terkesan permisif dan tidak terlihat upaya-upaya nyata untuk memerangi pornografi. Sebagai Ketua KPAI, Hadi memohon kepada MUI agar melalui kewenangan yang dimiliki, untuk melakukan revitalisasi peran tempat-tempat ibadah seperti masjid, majelis taklim, dan sejenisnya sebagai basis pencegahan peredaran pornografi di kalangan anak. Hadi menyatakan keprihatinan atas peredaran video porno mirip artis itu karena dikhawatirkan ditonton anak-anak sehingga akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Sementara itu, penyidik telah menetapkan delapan tersangka baru. (ant)


Megap litan

Suluh Indonesia, Rabu 7 Juli 2010

4

K ilas Endro

Siapkan Strategi Penjualan SEIRING meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi, sepeda motor menjadi pilihan utama. Selain karena harga yang terjangkau, lebih lincah, lebih irit bahan bakar juga mudah penggunaanya bila dibandingkan mobil. Sebagai supervisor di Kusuma Motor Tajur Kota Bogor, sosok Endro telah menerapkan strategistrategi khusus. “Mengingat persentase peminat konsumen yang sangat tinggi strategi yang kami lakukan adalah dengan mengadakan pameran-pameran produk sepeda motor” ujarnya. Dalam rangka untuk meningkatkan volume penjualan dan menarik pelangganan sebanyakbanyaknya, perusahaan dituntut menerapkan kebijaksanaan yang tepat dan efektif dengan menggunakan berbagai strategi pemasaran. “Kiat-kiat kami adalah mempermudah dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen dengan proses cepat dengan sarat yang lengkap, motor yang dipesan siap kirim pembeli datang bisa langsung bawa pulang” ujar pria kelahiran Jakarta 1 Februari 1965 ini. “Harapannya adalah dengan strategi tersebut ke depannya penjualan lebih baik serta makin meningkat,” harapnya. (drb)

Sekolah Dilarang

Memungut Biaya Pendaftaran Ulang BOGOR - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kota Bogor, Aim Halim Hermana, melarang sekolah-sekolah memungut bayaran untuk pendaftaran ulang bagi siswa kelas I naik ke kelas II, kelas II naik ke kelas III. “Daftar ulang menggunakan uang dilarang, tidak diperbolehkan adanya pendaftaran ulang dengan bayaran,” katanya kemarin. Hal ini diungkapkan setelah menerima informasi adanya laporan para orangtua murid yang mengeluhkan adanya pembayaran daftar ulang yang dilakukan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Bogor. Ada dua orangtua murid yang melaporkan sekolah tempat anaknya belajar mengharuskan orang tua membayar uang pada saat pendaftaran ulang dengan jumlah kisaran berbeda-beda sesuai jurusan, mulai dari Rp 470 ribu hingga Rp 480 ribu. “Setiap kali kenaikan pada saat daftar ulang harus bayar uang, katanya uang daftar ulang,” kata salah seorang wali murid yang tak ingin namanya disebutkan.

Menurut orangtua murid, uang tersebut diperuntukkan untuk SPP selama satu bulan dan biaya praktikum sekolah selama satu semester. Dengan alasan keperluan pendidikan, mereka menyanggupi untuk membayar setiap kenaikan kelas agar pendidikan anaknya tidak terganggu. Menanggapi laporan tersebut, Aim menyebutkan bahwa sesuai dengan peraturan Penerimaan Siswa Baru (PSB) Kota Bogor, pihak sekolah dilarang melakukan pungutan biaya pendaftaran PSB dan daftar ulang. “Segala bentuk pendaftaran yang menggunakan uang dilarang. Itu sudah kita sampaikan ke setiap sekolah,” katanya. Mengenai laporan tersebut, Aim mengatakan dirinya akan langsung melakukan pengecekan ke sekolah tersebut dan sesegera mungkin akan menelpon kepala sekolah yang bersangkutan. Dengan tegas Aim menyebutkan, bahwa jika kedapatan ada sekolah yang melakukan pungutan biaya pendaftaran dan daftar ulang akan diberikan sanksi sesuai dengan PP nomor 30 tahun 1980. (ant)

Suluh Indonesia/ant

SIDAK TABUNG GAS - Sejumlah Petugas Dinas Perindusterian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan ditemani petugas SPBE Pertamina meneliti tabung-tabung gas yang berstandar Indonesia di sebuah tempat pengisian Gas Elpiji di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Polisi Sita 2.500 Tabung Elpiji Ilegal BEKASI - Sedikitnya 2.500 tabung “liquified petroleum gas” (elpiji) ilegal dari berbagai ukuran diamankan Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi dari lokasi pengoplosan di Jalan Cikunir Raya, Kelurahan Jati Mulya, Kota Bekasi, Jawa Barat, kemarin. “Pada penyergapan yang berlangsung sekitar pukul 00.30 WIB, ditemukan sedikitnya 2.570 tabung gas oplosan ukuran 50 kilogram dan 3 kg,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi, Kompol Ade Ari Syam

Indradi, di Bekasi, kemarin. Tabung ilegal itu terdiri atas 164 tabung ukuran 50 kg kondisi kosong dan 258 dalam kondisi isi. Sementara, tabung ukuran 3 kg terdiri atas 972 tabung dalam keadaan kosong dan 1.306 dalam keadaan terisi. “Ratusan lainnya ditemukan dalam keadaan rusak. Para pelaku menggunakan bantuan es balok untuk memindahkan isi tabung gas dari ukuran 3 kg bersubsidi ke ukuran 50 kg untuk memengaruhi tekanan udara,” kata Ade. Dalam penyergapan yang dilakukan sekitar 50 anggota

polisi di Jalan Cikunir Raya RT 001, RW 02, Kelurahan Jati Mulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, diamankan 17 selang “stainless steel” dan regulator serta puluhan es balok. Barang bukti lain yang disita polisi, yakni tiga unit truk yang diduga untuk pendistribusian tabung elpiji ilegal ke sekitar wilayah Jabotabek. “Kami juga mengamankan 11 orang karyawan yang terdiri atas tukang isi gas, petugas keamanan, dan pemilik pabrik berinisial AP,” katanya. Pemilik pabrik, AP, bersama

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor secara khusus memberikan apresiasi kepada Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Wikrama atas keberhasilannya dalam memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2010 dari Kementerian Lingkungan Hidup. SMK Wikrama Kota Bogor sendiri berhasil meraih penghargaan tersebut karena dinilai berhasil dalam upaya ikut menjaga kelestarian alam sekitar. “Kami sangat bangga atas apa yang diraih sekolah SMK Wirakrama ini. Untuk itu kami selaku pemerintah daerah sangat mengapresiasi hal ini. Semoga prestasi yang telah diraih SMK Wirakara ini akan terus berkelanjutan dan kedepan bisa diikuti sekolah lain di Kota Bogor,” harapan Wakil Walikota Bogor, Achmad Ru’yat, kepada Kepala Sekolah SMK Wikrama, Itasia Dina Sulvianti,

di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, kemarin. Kepala SMK Wikrama, Hj. Itasia Dina Sulvianti mengatakan, dalam menyabet gelar tersebut tentu saja bukan perkara mudah dan perlu perjuangan keras. “Perjuangan kami akhirnya membuahkan hasil karena pada tahun 2006 kami berhasil mendapat penghargaan Go Green School bersama sekolah lain di Indonesia, yakni SMA Negeri 13 Jakarta, SMA Negeri 69 Jakarta dan SMK Al Muchsin di Bekasi,” ungkapnya. Selain itu, sekolah ini juga terpilih menjadi sekolah berbudaya lingkungan terbaik seJawa Barat pada 2008 lalu. “Alhamdulillah, pada tahun ini tepatnya pada 8 Juni lalu kami berhasil memboyong penghargaan Sekolah Adiwiyata tahun 2010 dari Mentri Lingkungan Hidup,” paparnya. (bas)

April 2010 dengan omset mencapai lebih dari Rp 800 juta per bulan. “Dalam satu hari pelaku mampu memasarkan ribuan tabung ke wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dengan menggunakan truk,” ujarnya. Salah satu karyawan Ryanto (32) mengaku telah bekerja di tempat itu sejak satu bulan lalu. “Dalam sehari saya memindahkan lima tabung gas ukuran tiga kilogram hasil subsidi pemerintah ke tabung 50 kilogram. Upahnya Rp 10 ribu per tabung,” ujarnya. (ant)

PT KA Kesulitan

Tertibkan Penumpang

SMK Wikrama Bogor

Raih Adiwiyata 2010

dengan 11 orang karyawan telah diamankan polisi. “Pengungkapan ini telah kami lakukan sejak satu bulan lalu. Tersangka tidak kami tahan dan hanya akan dimintai keterangan. Kami akan kembangkan terus kasus ini,” ujarnya. Para pelaku dijerat Undang-undang (UU) Perlindungan Konsumen, Migas, dan Metrologi Legal karena dapat berdampak buruk terhadap keselamatan konsumen. Usaha ilegal pengoplosan gas yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi telah berlangsung sejak bulan

Suluh Indonesia/ant

MACET - Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Puncak Cisarua, Bogor, Jabar. Macet dua arah dari Bogor menuju Jakarta dan sebaliknya diakibatkan banyaknya kendaraan yang menuju kawasan wisata di kawasan Bogor untuk mengisi liburan sekolah.

Jalur Sukabumi-Bogor Padat BOGOR - Jalur SukabumiBogor pada Selasa terlihat padat sehingga kendaraan harus berjalan merayap dan kondisi itu dialami hampir setiap hari selama liburan sekolah berlangsung. Beberapa titik khususnya di daerah industri, seperti di Kecamatan Cibadak hingga Kecamatan Cicurug-Kabupaten Sukabumi, pada jam-jam tertentu kondisi kendaraan macet total hingga berjarak dua kilo meter. Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Yayan Sopiyan kemarin mengatakan, hampir di seluruh jalur utama Sukabumi-Bogor kondisi arus lalu lintas padat merayap. Ditambah, liburan sekolah kali ini, banyak bus yang be-

rasal dari Jakarta menuju Bandung seharusnya melalui jalur Puncak dialihkan ke jalur Sukabumi. “Ini yang memperparah kondisi arus lalu lintas,” kata Yayan. Kemacetan panjang sering terjadi saat bubarnya puluhan ribu buruh pabrik yang ada disepanjang jalur utama Sukabumi menuju Bogor. Minimnya petugas lalu lintas dan buruknya kondisi jalan memperburuk arus kendaraan yang melewati daerah tersebut. Untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah kendaraan dan mengantisipasi kemacetan panjang, pihaknya telah mengalihkan kendaraan melalui jalur alternatif. Selain itu, juga dipasang rambu-rambu lalu lintas agar

pengemudi kendaraan bisa memperhatikan kondisi jalan raya. “Kami telah membuat papan himbauan yang kami pasang di beberapa titik rawan kemacetan agar pengemudi kendaraan bisa melalui jalur alternatif apabila terjadi penumpukan kendaraan,” himbau Yayan. Ada beberapa titik di jalur rawan kecelakaan yang harus diantisipasi oleh pengendara dalam memacu kendaraannya. Daerah rawan tersebut adalah Cibadak, Parungkuda, dan Cicurug, di daerah ini sering sekali terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa. Untuk itu, warga yang melalui jalur ini untuk berhati-hati,” tandasnya. (ant)

BEKASI - Manajemen PT Kereta Api stasiun Kota Bekasi kesulitan menertibkan penumpang yang berada di atas gerbong kereta meski sudah berkali-kali menghimbau dan bahkan memberikan tindakan berupa denda kepada mereka. “Kita sudah himbau, ingatkan dan bahkan memasang baliho bahaya berada di atas gerbong, namun setiap hari masih ditemui penumpang berada diatas gerbong terutama saat jam masuk sekolah dan kantor,” ujar kepala cabang PT. KA Stasiun Bekasi, Eman Sulaeman, di Bekasi, kemarin. Pihaknya sudah berkalikali melakukan razia terhadap penumpang yang berada di atas gerbong serta disambungan lokomotif. Razia ternyata tidak cukup ampuh untuk menghilangkan kebiasaan di atas gerbong itu. Petugas di stasiun menurut Eman seringkali meneriaki agar penumpang di atas gerbong masuk ke dalam lokomotif, tapi setelah kereta jalan mereka kembali naik keatas gerbong. Penumpang yang berada di atas gerbong, sulit untuk ditagih karcisnya oleh petugas karena selain membahayakan mereka juga kurang riskan melakukan pengecekan diatas gerbong. “Akhirnya penumpang di atas gerbong tersebut tidak terkontrol apakah punya karcis atau tidak. Kemungki-

nan mereka memang ingin sampai ketempat tujuan tanpa membayar,” ujarnya. Penumpang kereta yang berada di atas gerbong biasanya naik dari berbagai stasiun seperti Lemah Abang, Tambun dan Kranji dengan tujuan Kota Bekasi ataupun Jakarta. Kadang dalam satu rangkaian kereta, penumpang yang berada di atas gerbong mencapai jumlah seratusan orang dan mereka menikmati berada di atas gerbong meski bahaya setiap saat mengancam jiwanya. Di sisi lain ia juga menyesalkan masih adanya baut dan kabel ada yang hilang di perlintasan kereta api di Kota Bekasi. Setiap malam petugas kita mengontrol lintasan kereta dan mengganti kekurangan baut bila ditemukan. Terhadap kabel yang hilang, menurut Eman akan berdampak pada sistem sinyal otomatis yang tidak berubah warnanya. Biasanya kalau aman sinyal menampilkan warna hijau, kuning untuk hati-hati dan merah berhenti. “Kalau kabel dicuri warna sinyal akan selalu merah hingga mengganggu kelancaran kereta api dan dan keselamatan penumpang. Kabel berperan dalam penyambungna arus massa,” ujarnya. Akibat kekurangan baut, lebar spur akan berubah sehingga ketika dilewati kereta akan anjlok. (ant)

BMPS Bekasi Khawatirkan Kekurangan Murid SEKOLAH yang tergabung dalam badan musyawarah perguruan swasta (BMPS) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengkhawatirkan dalam penerimaan siswa baru mereka kekurangan murid akibat sudah tersedot ke sekolah negeri baik umum maupun kejuruan. Idealnya sekolah swasta mendapatkan porsi murid memadai untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga keberadaan yayasan yang mengelola sekolah itu bisa bertahan dan berkembang.

Suluh Indonesia/bas

PENGHARGAAN - Wakil Walikota Bogor, Achmad Ru’yat saat menyerahkan cendramata kepada Kepala Sekolah SMK Wikrama, Hj. Itasia Dina Sulvianti atas keberhasilannya memboyong penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2010 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Demikian harapan Ketua BMPS Kota Bekasi, Omid Suryana, di Bekasi, kemarin. Tiap tahun ajaran baru, bagi pengurus yayasan yang mengelola lembaga pendidikan swasta selalu ada kekhawatiran apakah institusi pendidikan mereka akan didatangi murid baru untuk mendaftar sekaligus men-

jadi siswanya. Untuk sekolah swasta yang sudah mendapat nama seperti Al Azhar yayasan tidak akan kesulitan mendapatkan siswa tapi bagi yayasan lain mendapatkan satu kelas siswa pun sudah teramat sulit. Kekurangan murid yang dialami lembaga pendidikan swasta menurut Omid disebabkan per-

soalan intern sendiri seperti sarana belajar, guru, kurikulum serta alumni. Selain itu ada juga persoalan eksteren berupa terus tumbuhnya sekolah negeri umum dan kejuruan yang didirikan pemerintah kota sehingga porsi siswa yang melanjutkan ke yayasan swasta tambah berkurang. Di lingkup perguruan swasta sendiri, menurut Omid, juga kurang kompak. Ia mencontohkan peran sekolah swasta yang mencapai 60 persen namun anggota BMPS baru 25 persen saja dari total yayasan yang mengelola pendidikan swasta. Omid yang sebelumnya pengurus di yayasan yang

mengelola lembaga pendidikan Islam terkenal Al Azhar itu mengatakan, ada kendala dalam mengajar perguruan swasta menjadi anggota BMPS. Ia menyebut seperti mengetahui mana yang duluan telur dengan ayam. Pengurus yayasan minta BMPS berbuat dulu untuk mereka dan setelah itu baru menjadi anggota, sementara BMPS menginginkan yayasan mendukung dulu organisasi baru bisa berbuat sesuai fungsinya. “Harus ada yang mengalah. Kita akan perbanyak turun ke yayasan-yayasan menjelaskan program BMPS dan manfaat apa yang didapat dengan menjadi

anggota,” ujarnya. Di kalangan pengurus BMPS sendiri, hanya beberapa orang saja yang aktif hingga proses sosialisasi kurang berjalan optimal. Omid yang kini menjadi pengurus yayasan yang mengelola sekolah Martia Bakti itu menyatakan, BMPS telah melaksanakan program dalam meningkatkan perbaikan mutu guru dan juga tenaga tata usahanya. Pihaknya juga sudah bersilaturahmi dengan pengurus yayasan dalam menyosialisasikan program kerja sekaligus meminta masukan apa yang mereka inginkan dari keberadaan BMPS. (ant)


pini F OKUS Yang Penting Simpatik dan Apa Adanya ELEMAHAN partai politik di Indonesia sekarang terletak pada pembawaannya. Anak muda sering mengatakannya dengan ja’im atau jaga imej. Orang Jakarta sering menyebutnya dengan kata ‘sok’. Seluruhnya bermakna tindakan yang berlebihan. Itulah yang kelihatan pada perilaku partai politik kita sekarang. Sering terdengar, partai politik mengaku sebagai yang terbaik, mengecam yang lain. Perilaku seperti ini biasanya sering muncul dalam hubungan vertikal antarpartai politik. Sedangkan pada hubungan vertikal antara massa dengan partai, kita melihat ada pola ancaman dalam rekruitmen. Kedua sikap itu adalah terjemahan maknawi dari kata ja’im dan sok yang diperlihatkan partai politik kita. Akibatnya kita tahu, massa pendukung partai politik sering kali berubah-ubah, kembang kempis karena mudah berpindah-pindah. Perpindahan ini disebabkan mereka tidak suka dengan perilaku partai politik tersebut. Jika sekarang mulai terdengar ada partai politik yang memakai beragam cara untuk meraih dukungan dan siasat, seperti melobi pemerintah, membuat kebijakan yang kelihatan pro-rakyat, atau merekrut anggota penyelenggara pemilu, ini tidak lain disebabkan oleh kegagalan mereka dalam mempertahankan massa yang menjadi simpatisannya. Dalam pandangan kita, pasti ada yang keliru dengan tingkah laku dan cara-cara mereka merekrut anggota sebelumnya. Padahal, hemat kita, sebagai sebuah oraganisasi yang memerlukan massa untuk mendukung, partai politik tidak ubahnya sebagai sebuah lembaga perbankan. Lihatlah sekarang, lembaga-lembaga keuangan di Indonesia berlomba-lomba memperlihatkan sikapnya yang ramah, sopan, informatif dan rapi ke hadapan nasabah. Sikap ini adalah sikap simpatik. Mengapa lembaga tersebut melakukan tindakan demikian, mengubah cara pandangnya di masa lalu secara radikal? Tidak lain karena mereka ingin rakyat mendekatinya, mendekatkan dirinya untuk memakai jasanya. Hanya dengan cara demikian lembaga itu bisa hidup dan berkembang. Partai politik lebih besar dari lembaga perbankan tersebut. Jika lembaga perbankan hanya mempunyai 50 cabang di seluruh Indonesia (misalnya), partai politik pasti punya ratusan. Jika perbankan memerlukan nasabah sekitar 1000 orang dalam setiap cabang, partai politik sepuluh kali lipat dari itu. Dengan logika demikian, sudah seharusnya partai politik meningkatkan keramahannya sepuluh kali dari apa yang dilakukan oleh lembaga perbankan yang bersangkutan. Yang kita lihat sekarang adalah sebaliknya. Partai politik hanya berdekatan dengan rakyat menjelang hari pencoblosan saja. Ini juga dengan cara-cara yang kurang simpatik. Misalnya dengan memberikan janjijanji yang kurang mampu dibaca dengan jelas oleh nalar. Menjanjikan bantuan 1 miliar kepada setiap desa di Indonesia setiap tahun, bukanlah cara yang mudah untuk diterima nalar. Negara yang dalam keadaan sulit membangun ekonominya, sangatlah susah memberikan bantuan dengan jumlah sebesar itu. Atau kalau memang negara punya uang sebanyak itu, mestinya setiap tahun kebijakan demikian bisa dijalankan. Ini adalah salah satu contoh janji muluk yang kita dengar menjelang pemilu. Cara yang lebih efektif untuk mendekati masyarakat adalah berbicara apa adanya. Jika memang partai politik tersebut masih kecil dan masih membangun, sebaiknya dikatakan saja terus terang. Tetapi akan berjanji terus dekat dengan rakyat dan mengantarkan perjuangan yang dilakukannya. Cara seperti ini akan lebih realistis dan masyarakat justru merasa lebih dekat dengan parpol tersebut. Cara-cara sederhana seperti ini akan mampu mendekatkan masyarakat dengan partai politik. Jadi, ke depan para elite partai harus mampu membuat langkahlangkah yang lebih nyata dan lebih kongkret untuk mendekatkan diri. Jika perusahaan selalu memperbaiki kinerjanya dalam hitungan bulan, atau bahkan hitungan hari, tidak ada salahnya hal demikian juga dilakukan oleh partai politik. Ini demi kemajuan partai juga. ***

K

Bang D

el

Satpol Pamong Praja dibekali senjata

Suluh Indonesia, Rabu 7 Juli 2010

Demokrasi Etalase di Zaman Reformasi ADA tanda-tanda persaingan di antara partai politik besar di Indonesia untuk mempertahankan kekuatannya. Partai Demokrat melakukan hal itu dengan memilih pemimpin umum yang muda, Anas Urbaningrum. Partai Golkar dengan berbagai trik politik seperti memimpin koalisi partai pendukung pemerintah dan mengusulkan dana aspiratif dan juga hendak meminang partai lain. Yang paling baru, partai ini menargetkan menang dengan 30 persen suara pada 2014 mendatang. Sebanyak 43 persen pilkada diklaim berhasil dimenangkan oleh Partai Golkar. PDI Perjuangan menyatakan hendak berminat menarik partai-partai sempalannya seperti PNBK, PNI Marhaenisme dan Partai Pelopor. Hal menarik yang harus dilihat dari fenomena itu adalah masa depan partai politik di Indonesia. Berbagai trik yang muncul dari tiga partai besar itu, sebenarnya memperlihatkan tingkat kompetisi partai politik yang kini telah mulai semakin sengit untuk menguasai jagat politik Indonesia. Pemikiran awal yang mesti dilihat adalah upaya penyederhanan partai politik. Banyaknya partai yang kini ada di Indonesia sesungguhnya tidak memberikan gambaran tentang kualitas politik, tetapi lebih menekankan pada keterbukaan sistem politik yang berlaku di Indonesia. Eksistensi kemultipartaian itu memang harus diakui sebagai prestasi demokrasi, tanda keterbukaan dan tanda kebebasan berekspresi. Keadaan seperti ini adalah legitimasi sekaligus fakta tentang keberhasilan reformasi. Sehingga kalau dibandingkan dengan apa yang terjadi di masa Orde Baru, yakni masa yang menjadi titik tolak perjuangan reformasi, zaman sekarang yang dipenuhi dengan berbagai partai politik tersebut, bisa disebut sebagai keberhasilan perjuangan reformasi. Namun, seperti juga yang sering diolok-olok oleh pengamat asing tentang Indonesia di zaman Orde Baru, kehidupan politik pasca Orde Baru haruslah pula bisa menghilangkan cap sebagai demokrasi etalase. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, demokrasi yang dipraktikkan sering disebut sebagai demokrasi etalase. Semua perlengkapann demokrasi itu ada seperti pemilu yang kontinyu, kampanye, perwakilan rakyat (DPR dan MPR), pembagian kekuasaan, dan sebagainya. Tetapi itu hanya pajangan pameran saja untuk memperlihatkan kepada rakyat dan negara luar bahwa Indonesia telah menerapkan sistem demokrasi. Tetapi praktik dan hasil dari demokrasi tetap tidak bisa dihasilkan dengan baik. Tidak Berkembang Seluruh praktik politik yang terjadi sesungguhnya terkonsentra-

Buat nembak burung ...

5

Oleh : Ranuardi Wicaksana Apa yang terlihat dari fenomena banyaknya partai politik di Indonesia sekarang, hampir mirip dengan demokrasi etalase tersebut. Partai politik yang bersliweran di Indonesia sekarang, jelas memperlihatkan praktik demokrasi Indonesia. Praktik demokrasi juga jelas terlihat. Tetapi bagaimana kontribusi banyaknya partai tersebut terhadap kualitas dan taraf hidup masyarakat? Persoalan inilah yang harus diperhatikan betul oleh para elite politik dan para pemimpin partai politik di Indonesia.

si pada istana presiden dan Golkar pada waktu itu. Hasil demokrasi tidak berkembang karena rakyat tetap tidak bisa mengembangkan pemikirannya dan secara ekonomi, meski pertumbuhannya bisa dikatakan tinggi, tetapi ternyata palsu. Krisis moneter tahun 1997 memuktikan kepalsuan tersebut. Jadi tujuan akhir berupa kebebasan ekspresif dan peningkatan taraf hidup rakyat, tidak kelihatan. Apa yang terlihat dari fenomena banyaknya partai politik di Indone-

sia sekarang, hampir mirip dengan demokrasi etalase tersebut. Partai politik yang bersliweran di Indonesia sekarang, seperti yang diungkapkan tadi, jelas memperlihatkan praktik demokrasi Indonesia. Praktik demokrasi juga jelas terlihat. Tetapi bagaimana kontribusi banyaknya partai tersebut terhadap kualitas dan taraf hidup masyarakat? Persoalan inilah yang harus diperhatikan betul oleh para elite politik dan para pemimpin partai politik di Indonesia.

Pertama, secara ekonomi, kualitas kehidupan masyarakat jelas sangat sukar meningkat, meski Indonesia telah berada pada jarak lebih dari 12 tahun setelah reformasi. Beberapa media massa menyebutkan bahwa masih ada sekitar 31 juta masyarakat Indonesia yang bisa dikategorikan miskin. Tingkat korupsi juga tidak mampu ditekan secara signifikan. Kasus Gayus Tambunan, Bank Century dan upaya-upaya tersembunyi untuk menghancurkan eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi adalah signal bagaimana fenomena korupsi tersebut tidak berhasil ditangani. Karena partai politik mempunyai fungsi sebagai upaya jembatan penghubung komunikasi politik antara rakyat dan pemerintah, maka tetap eksisnya kemiskinan dan semakin meluasnya budaya korupsi itu, boleh dikatakan sebagai kegagalan partai politik untuk bertugas secara baik. Kedua, dari sisi formulasi kebijakan, keberadaan partai politik yang melebihi lima organisasi itu, memperlihatkan adanya deal-deal politik yang lebih dominan ketimbang upaya untuk mengurusi kepentingan rakyat. Deal-deal politik itu terlihat mulai tingkat atas sampai bawah. Partai politik yang ada di DPR pusat berupaya saling menjalin kesatuan untuk tujuan bargaining kekuasaan. Munculnya koalisi partai politik pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono secara samara-samar memperlihatkan upaya membagibagi jabatan kekuasaan menteri. Kita tidak tahu apakah posisi tersebut berkontribusi terhadap ‘kekayaan partai’. Pada tingkat yang lebih rendah, terutama di kabupaten, muncul berbagai koalisi partai politik untuk mendukung kandidat calon kepala daerah tingkat II. Partai politik, dengan demikian, justru terlihat hanya untuk membuat berbagai deal-deal politik itu. Fungsi komunikasi politik yang menjembatani antara rakyat dengan pemerintah, tidak kelihatan. Kalau dilihat di media massa, saling tuding dan saling serang kecurigaan juga terlihat dari begitu banyaknya partai politik. Karena itu, agar tidak muncul berbagai persaingan untuk memperebutkan massa, karena bisa meledak keras menjelang pemilu, maka sebaiknya sejak sekarang haruslah dipikirkan penyederhaaan partai politik. Bagaimanapun caranya, penyederhanaan itu penting ke depan. Lima partai politik mungkin telah cukup di Indonesia. Yang tidak mempunyai kemampuan politik, lebih baik bergerak di bidang lain saja. ***

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Walikota Jago Nampang WALIKOTA Depok, Nurmahmudi Isma’il akhir-akhir ini tampaknya kian sering tampil alias ‘nampang’ di berbagai spanduk layanan umum yang ada di berbagai wilayah di Kota Depok. Tampaknya, tampilnya sang walikota ini berkaitan dengan bakal digelarnya pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Kota Depok yang bakal berlangsung Oktober mendatang. Berbagai spanduk yang memasang gambar walikota yang juga mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini contohnya terlihat di pertigaan Jalan Juanda-Margonda Raya (yang berisi tentang buah belimbing sebagai maskot Kota Depok), pertigaan Jalan Juanda-Nusantara (pemekaran kecamatan) dan pertigaan Jalan Raya Kukusan-Bungur, yang memasang gambar sang walikota dengan seragam pemadam kebakaran dan entah

berapa tempat lagi yang memasang gambar Nurmahmudi. Apa tujuan pemasangan gambar sang walikota –yang tentu saja dengan biaya yang berasal dari pajak? Orang mungkin akan berspekulasi, pemasangan gambar itu ada hubungannya dengan rencana sang walikota yang ingin mencalonkan diri kembali sebagai orang nomor satu di Kota Depok untuk masa jabatan keduanya? Jika semua spanduk itu keluar dari koceknya pribadi, saya sebagai warga Depok tak merasa keberatan, meski tindakan itu tetap dapat digolongkan sebagai upaya mencuri start kampanye. Namun sebaiknya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok segera menertibkan spanduk-spanduk bermasalah itu, meski saya tahu, KPUD kesulitan menindak, karena sang walikota belum menca-

lonkan diri secara resmi dalam pilkada mendatang, yang artinya, tindakan itu belum layak dikategorikan sebagai langkah

mencuri start kampanye. Aliffa Krukut, Depok

Tayangan Sinetron Membosankan BEBERAPA acara tv yang disiarkan sejumlah stasiun tv sudah begitu membosankan. Tayangan sinetron di sebuhan stasiun bahkan hampir memenuhi seluruh jam tayangnya dengan sinetron. Setiap perusahaan televisi jelas memiliki strategi untuk merebut pasar, tetapi sebaiknya dalam meraup keuntungan tetap mempertimbangkan dampak sosial yang bisa ditimbulkan. Saya khawatir, tayangan sinetron yang seolah tanpa jeda itu membuat orang malas beraktivitas dan lebih jauh lagi terlalu terbuai dengan cerita yang mengajak pemirsa untuk bermimpi. Tayangan sinetron yang kejar tayang juga telah membuat orang malas. Anak-anak dipastikan me-

milih untuk menonton sinetron dibandingkan jika disuruh untuk belajar. Banyak yang bilang tv itu benda mati, jika tidak suka matikan saja. Ini jelas keliru, sebab, frekuensi hakekatnya adalah ruang milik publik. Jadi publik berhak untuk mendapatkan tayangan yang berkualitas dan tidak membuatnya lebih bodoh. Beberapa sinetron yang ditayangkan saat ini juga sudah tidak masuk akal, karena sering mengarahkan pemira untuk diajak pada kemusrikan. Lebih menjengkelkan lagi, sinetron diisi dengan dubing, yang jelas amat membosankan. Budihani Damayanti Gambir, Jakarta

Masih Adakah Kegarangan Jerman? JERMAN kini tengah menyihir para penggila bola di seluruh jagat raya. Penampilannya yang spektakuler di babak 16 besar (menggusur Inggris 4 -1) dan suksesnya melibas Argentina 4–0 di babak perempat final, membuat mata dunia terbelalak. Pengamat dan pakar sepakbola dari manapun tak menyangka Jerman akan begitu dahsyat saat melawan Inggris dan Argentina. Bahkan saat melawan Argentina, pasar taruhan di Jakarta, memposisikan Jerman di ‘bawah’, artinya tidak diunggulkan menang. Akankah Jerman kembali garang saat meladeni Spanyol untuk memperebutkan tiket ke final, Kamis dini hari nanti ? Saya menduga permainan Jerman sudah mencapai puncaknya saat menggilas Argentina 4–0. Jadi, kemenagan telak seperti saat

menghadapi Inggris dan Argentina tak akan terulang saat bertemu Spanyol. Jerman nanti akan menghadapi ‘masa sulit’, bukan hanya karena permainan cepat Tores dan kawan-kawan, tetapi karena ‘problem’ internalnya. Salah satu persoalan pelik bagi sebuah tim yang ambil bagian dalam sebuah tunamen besar adalah menjaga ‘irama bertanding’ sehingga puncak permainn mereka terjadi di babak final. Saya melihat, Jerman terlalu bersemangat dan gagal menjaga ‘irama beretanding’, sehingga Tim Panser ini sudah mencapai puncak permainannya sebelum babak semi final. Singkatnya, saya menduga pertarungan sengit Kamis dini hari nanti akan menjadi milik Spanyol. Pratma Vila Pamulang Mas, Tang-sel

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga Chris John Belum Teken Kontrak SEMARANG - Istri pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, Anna Maria Megawati, tidak terlalu berharap pada pertarungan suaminya melawan penantangnya dari Argentina, Fernando David Saucedo, di Jakarta, 26 Juli mendatang. “Saya tidak punya rasa pada pertarungan itu karena saya melihat manajemennya juga kurang bagus. Mau dibayar syukur, nggak juga tidak apaapa yang penting suami saya pulang dengan selamat,” kata Anna Maria Megawati di Semarang, kemarin. Menurut mantan atlet wushu Jawa Tengah tersebut, sampai kini dirinya belum tahu apakah pertarungan mendatang, terutama untuk Chris John, ada kontraknya atau tidak. Ia mengatakan, dirinya pernah menanyakan hal itu kepa-

da Chris John dan yang bersangkutan juga belum menandatangani kontrak pertarungan. Ia mengatakan, dirinya tidak ingin kejadian saat Chris John melawan petinju Panama, Roinet Caballero di Jakarta beberapa waktu lalu terulang lagi. “Saat lawan Cabellero, kita harus mengeluarkan uang sendiri Rp1 miliar,” kata ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani). “Pokoknya pada pertarungan melawan Fernando nanti di Jakarta, kami tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun,” katanya menegaskan. Apalagi, kata dia, dirinya mendengar produk minuman berernergi “Kuku Bima” sudah tidak menjadi sponsor lagi pada pertarungan di Jakarta mendatang. Makanya, kata dia, dirinya

berharap pertarungan melawan Fernando mendatang merupakan yang terakhir kali setelah itu dirinya minta Chris JOhn “gantung” sarung tinju. Ketika ditanya untuk beberapa tahun mendatang, Chris John masih kuat untuk bertarung, apakah tidak ingin berusaha mencari manajemen yang lain atau dirinya sendiri yang menjadi manajernya, dia mengatakan, kalau dirinya jelas tidak bisa. “Kalau saya tidak bisa dan tidak mampu tetapi di Indonesia kan masih banyak orang yang bisa dan mau menjadi manajernya,” katanya. Kalau pelatih, kata dia, tidak masalah kalau dari luar negeri karena bidangnya sendirisendiri, pelatih mengurusi soal teknik sedangkan manajemen mengurusi keuangan dan lain sebagainya. (ant)

Divisi II Liga Indonesia 2010

Jumlah Peserta Menurun JAKARTA - Jumlah peserta kompetisi Divisi II Liga Indonesia 2010 mengalami penurunan dari 96 menjadi 78 klub. Penurunan jumlah peserta Divisi II itu dikarenakan banyaknya pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di Indonesia sepanjang tahun 2010 ini. Untuk itu, Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI telah menjadwalkan kompetisi Divisi II yang mulai digulirkan 23 Juli nanti selambat-lambatnya berakhi pertengahan Desember 2010. “Tentunya dengan mempertimbangkan kompetisi tidak akan terganggu oleh

pelaksanaan pilkada di berbagai provinsi, kabupaten atau kota yang hingga tahun ini masih mencapai 200-an pilkada,” jelas Iwan Budianto, Ketua BLAI PSSI, kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Seperti tertuang dalam Manual Divisi II Liga Indonesia 2010, gelaran kompetisi Divisi II ini akan dilangsungkan dalam lima putaran dengan 12 peserta yang sudah lolos ke putaran III otomatis memperoleh promosi ke Divisi I pada Liga Indonesia 2011. Karena jumlah peserta yang menurun dibanding sebelumnya, BLAI terpaksa membagi ke-78 peserta pada putaran

pertama dengan hanya 18 grup, dari rencana menempatkannya dalam 22 grup seperti ditentukan dalam Manual Liga. Dari 78 peserta yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi Divisi II Liga Indonesia 2010 ini, terbanyak dari Jatim dengan 12 tim, disusul Jateng (7), Sumut dan NAD dengan masing-masing enam peserta, sementara PSJS Jakarta Selatan dan PS Jakarta Barat menjadi dua wakil Jakarta. Provinsi Banten juga menghadirkan dua peserta, yakni Perserang Serang dan Persipan Pandeglang. (oli)


lahraga

Suluh Indonesia, Rabu 7 Juli 2010

7

Karpet Merah Untuk “Bintang Hitam” ACCRA - Tim Ghana pulang kampung dan disambut ribuan orang dengan bersuka cita pada Senin dini hari. Jet yang mereka naiki disemprot dengan air dan karpet merah digelar untuk lajur perjalanan mereka, setelah tim itu dengan mengejutkan maju ke putaran perempat final Piala Dunia 2010. Tim “Black Stars” (Bintang Hitam) itu mengikuti jejak negara tetangga mereka Kamerun (1990) dan Senegal (2002) yang maju ke putaran delapan besar. Tetapi mereka tidak dapat memanfaatkan peluang emas untuk menjadi negara Afika pertama yang maju ke semifinal Piala Dunia, setelah kandas pada menit akhir lewat tendangan dari titik putih yang dilancarkan pemain Uruguay. Striker Asamoah Gyan gagal melakukan tendangan penalti setelah terjadi “handball” di mulut gawang sedangkan kedudukan imbang 1-1, sehingga dilakukan tendangan penalti dan Uruguay menang 4-2. Terlihat juga wajah duka di bandara, tapi lebih banyak yang bersuka cita dengan mengenakan pakaian dan spanduk berwarna bendera nasional negara itu, hijau, kuning dan merah. “Para pemain Bintang Hitam berjuang keras sepenuh hati mereka dan hal itu tidak saja membua Ghana bangga, tetapi

juga seluruh negara benua Afrika,” kata Felicia Acheampong, guru berusia 53 tahun yang berada di tengah pesta rakyat itu. Orang-orang sudah membanjiri kawasan Bandara satu jam sebelum pesawat mendarat. Mereka meniup vuvuzela, bernyanyi dan memukul genderang dalam suasana mirip karnaval itu. Tony Bakah, pria berusia 42 tahun yang meniup vuvuzela berwarna hijau, kuning, merah, memberi nama bayinya yang baru lahir “Olele”, panggilan masyarakta Ghana terhadap penjaga gawang Richard Kingson. “Ini merupakan salah satu cara untuk mengingat penampilan Bintang,” katanya. Ghana, mendapat sambutan hangat dengan amat dikagumi di benua itu, setelah harapan negara Afrika terhadap Pantai Gading, Kamerun, Nigeria, Aljazair dan tuan rumah Afrika Selatan, kandas di babak penyisihan grup. “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan terhadap Ghana dan Afrika, tetapi keberuntungan belum berpihak pada kami, kata kapten Stephen Appiah di bandara. “Saya bukan nabi, tapi saya ingin mengatakan bahwa Ghana akan lolos ke Piala Dunia 2014,” katanya. “Kami siap menjadi pesaing untuk merebut gelar,” ungkapnya. (ant)

Dituding Tak Layak Raih Semi Final

Tabarez Berang CAPE TOWN - Pelatih Uruguay Oscar Tabarez berang karena timnya dituding tidak layak mendapat tempat di semi final gara-gara handball yang dilakukan Luis Suarez saat laga perempat final melawan Ghana. “Pertanyaan ini sangat memalukan,” ujarnya saat ditanya apakah Uruguay merasa malu terkait insiden dimana Suarez menahan bola dengan tangannya sehingga Ghana terjegal di menit-menit terakhir. Suarez dikeluarkan dari lapangan. Sayangnya Ghana gagal menjebloskan bola ke gawang saat penalti sehingga pertandingan berakhir imbang dan Uruguay unggul dalam adu penalti. “Kami bangga dengan apa yang telah kami raih di Piala Dunia ini dan cara kami melewati saat-saat sulit. Bukan hanya cara kami bermain tapi juga perilaku kami,” kata Tabarez. “Uruguay telah melewati lebih dari dua laga tanpa kartu kuning. jadi jangan katakan pada saya bahwa tim kami curang. Saya tidak bisa terima

itu kapan pun.” Keluar lapangan Tabarez mengatakan Ghana dihadiahi penalti dan Suarez dikeluarkan dari lapangan, sesuai aturan yang berlaku. “Mereka berspekulasi mengenai apa yang bisa terjadi dan telah terjadi di laga lain, yang sudah ada dalam aturan,” katanya. “Pada Piala Dunia 1990, kami adalah korban insiden serupa saat menghadapi Spanyol. Saat itu, bahkan pemain yang terlibat tidak dikeluarkan dari lapangan,” katanya. “Yang saya sesalkan adalah skandal ini diciptakan oleh jurnalis, terutama jurnalis Inggris — saya tidak tahu kenapa,” katanya. Tabarez juga menolak mengkritisi pemain depan Belanda Arjen Robben yang dituding suka melakukan aksi pura-pura. “Seperti pemain lain, dia terjatuh. Saya tidak akan mengatakan ia telah berbuat curang,” katanya. “Untuk itulah kita punya wasit, yang akan melihat niat pemain dan memutuskan konsekuensinya,” katanya. (ant)

Suluh Indonesia/ap

PEMANASAN - Para pemain Jerman, (dari kiri) Mesut Oezil, Piotr Trochowski, Lukas Podolski, Holger Badstuber and Toni Kroos melakukan pemanasan dalam sesi latihan di Atteridgeville dekat Pretoria, Afrika Selatan, kemarin. Jerman akan menghadapi Spanyol, untuk memperebutkan tiket ke final Piala Dunia, dini hari nanti.

Jerman Akui Spanyol Berbahaya ERASMIA - Kubu Jerman mengakui lawannya di semi final Piala Dunia, Spanyol, jauh lebih berbahaya ketimbang Argentina, karena permainan mereka merupakan kerja sama tim terbaik dunia. ‘’ Mereka tidak hanya mengandalkan mutu permainan perorangan,” kata pelatih Joachim Loew. Jerman mengalahkan Argentina 4-0 pada pertandingan delapan besar setelah pengatur serangan mereka Lionel Messi tidak berdaya tetapi Loew mengatakan juara Eropa Spanyol benar-benar merupakan tim berbeda. “Mereka merupakan negara yang konsistensi sepak bolanya amat bagus dalam dua tiga tahun ini,” kata pelatih

berusia 50 tahun itu kepada wartawan menjelang pertandingan Rabu di Durban. “Spanyol tidak memiliki satu Messi. Mereka memiliki lebih dari satu Messi. Khususnya di lini depan, banyak pemain yang dapat memutuskan permainan. Spanyol tidak seperti Inggris dan Argentina, tim yang berbuat kesalahan,” kata Loew. Loew, yang akan menggantikan striker yang dihukum Thomas Mueller, mengatakan pemain tengah Spanyol Xavi dan Andres Iniesta sebagai mesin tim itu, harus dipadamkan. “Lini tengah Spanyol merupakan pusat pergerakan yang dimotori Iniesta dan Xavi. Tetapi (Jer-

man) Sami Khedira dan (Bastian) Schweinsteiger juga bagus dan mereka pun sebagai kunci untuk mengatasi serangan lawan,” katanya. Khedira, mengalami cedera otot paha pada laga perempat final, harus prima menghadapi pertandingan itu, kata Loew. Perhatian pelatih itu kini tertuju pada striker Cacau, pemain yang kemungkinan akan menggantikan Mueller. Loew mengatakan, bisa jadi ia akan menurunkan Toni Kroos atau Piotr Trochowski pada posisi kosong itu. Kekaguman Spanyol Pelatih Spanyol Vicente del Bosque dan pemainnya menyatakan kekaguman mereka

kepada Jerman, memuji keberhasilan Loew dalam membangun tim tangguh serta hebatnya gabungan antara pemain baru berbakat dan pemain berpengalaman. Del Bosque menyatakan, sebagai juara Eropa, yang mengalahkan Jerman di final Euro 2008, akan bermain cepat, mengalir dan menyerang, seperti taktik yang diperagakan Jerman di Afrika Selatan. Penampilan mengesankan Fernando Torres merupakan hal yang diperhatikan Del Bosque, kendati ia lebih mempercayai adanya duet serangan bersama pencetak gol terbanyak Piala Dunia, David Villa. Pemain tengah Cesc Fabregas mengalami cedera bahu

RCTI Kamis dini hari 1.30 WIB setelah bangkit dari bangku cadangan pada laga kemenangan 1-0 di perempat final atas Paraguay, tetapi rasa nyerinya hilang setelah mendapat injeksi. “Kami menyadari saat ini sedang memimpikan sesuatu seperti yang dialami anak-anak atau pemain sepak bola,” kata penjaga gawang Pepe Reina dalam temu pers Senin. “Tinggal dua pertandingan lagi, sudah amat dekat,” katanya. (ant)

Skuad Argentina Malu Menghadap Presiden BUENOS AIRES - Diego Maradona dan skuad asuhannya menolak halus undangan Presiden Argentina Cristina Kirchner untuk diterima di istana kepresidenan karena mereka merasa tidak layak mendapatkan penghormatan itu. Kirchner yang menggantikan suaminya Nestor sebagai kepala negara pada Desember 2007 mengatakan, ia mencoba berbicara dengan Maradona menyusul kekalahan telak 4-0 menghadapi Jerman pada perempat final Sabtu lalu. Namun mantan bintang sepak bola Argentina itu terlalu

sedih untuk diajak bicara. “Anda tahu bahwa presiden anda ini menunjukkan ‘warna aslinya’ kepada rakyat di saat susah, bukan hanya di saat senang saja,” kata presiden berusia 57 tahun itu di San Miguel. “Dan saya mengundang skuad kita untuk datang ke Pink House (istana kepresidenan).” “Para pemain menolak karena mereka merasa tidak layak mendapat penghormatan itu. Tapi saya yakin mereka salah karena mereka semua layak mendapatkannya dan saya akan menunggu mereka. Ya,

hidup Argentina,” imbuhnya. Kirchner yang menjadi senator selama 12 tahun sebelum terpilih sebagai presiden mengatakan kepada warga Argentina untuk tetap kuat di saat-saat susah, dengan gagalnya juara dunia dua kali itu masuk ke empat besar, kegagalan yang terjadi untuk kelima kalinya berturutturut dalam final Piala Dunia. “Pada Sabtu, saat Jerman menundukkan Argentina, rakyat Argentina sangat sedih,” katanya. “Tapi bersabarlah (kumpulkan kekuatan) Maradona, skuad dan negara. Saya memang-

gilnya (Maradona) setelah jumpa pers Sabtu, tapi ia tidak sanggup berbicara karena menangis.” Seperti halnya sebagian besar rakyat Argentina yang menyambut hangat tim di bandara, Kirchner juga menunjukkan dukungannya bagi Maradona yang mampu membawa Argentina memenangi Piala Dunia 1986 dengan mengalahkan Jerman Barat, serta ke final tahun 1990 saat Jerman membalas kekalahan mereka. “Saya memberikan dukungan karena tidak ada seorang pun selain Diego maradona

yang telah memberi kita kebahagiaan di lapangan,” katanya. Pidato Kirchner tersebut disambut warga dengan teriakan “ole, ole, ole, ole, Diegooo, Diegooo!”. Maradona yang menghadapi masalah keuangan serius dengan menunggak pajak beserta bunganya di Italia saat ia masih bermain untuk Napoli senilai hampir 40 juta euro mengatakan bahwa ia akan mundur. “Cukup sudah. Waktu saya sudah habis,” kata Maradona saat tiba di rumahnya. “Saya sudah memberikan apa yang saya punya.” (ant)

Maradona Merasa ‘Habis’

Diego Maradona

BUENOS AIRES - Pelatih Argentina Diego Maradona mengatakan, “bab-nya sudah berakhir”. “Semua sudah berlalu Bab saya sudah berakhir,” demikian laporan utama koran Cronica mengutip ucapan Maradona, dua hari setelah Jerman menghantam Argentina 4-0 di babak perempat final Piala Dunia. “Saya sudah memberikan semuanya yang dapat saya berikan,” kata Maradona. Juru bicara Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengatakan, Maradona belum mundur secara resmi dan Ketua AFA Julio Grondona akan bertemu dengan dia setelah Piala Dunia usai. Teman dekat Maradona mengatakan, “Saya masih belum dapat berbicara dengan dia. Tentang pemunduran dirinya, merupakan sesuatu yang masih harus didiskusikan.” Temannya itu mengatakan,

keputusan Maradona akan diumumkan dalam temu pers tetapi ia tidak mengatakan kapan rencana temu pers itu. “Diego di rumahnya bersama keluarga dan memikirkan hal ini,” katanya. Asisten Maradona dan rekaNnya mantan pemain nasional Alejandro Mancuso mengatakan, ia yakin Maradona akan meneruskan kiprahnya sebagai pelatih tim nasional Argentina. “Saya kira Diego tidak akan mengundurkan diri setelah timnya tidak memenangi Piala Dunia,” kata Mancuso dalam wawancara dengan radio lokal. “Kami tidak dapat melupakan semua perbuatan baik yang sudah dilakukannya,” katanya. Maradona pulang ke Buenos Aires bersama rombongan tim nasional Minggu lalu, sehari setelah Jerman me-

nyisihkan Argentina untuk tidak melaju ke putaan semi final Piala Dunia. Argentina masih merasakan derita setelah kalah dalam turnamen itu sehingga belum mempertanyakan apakah Maradona akan dipertahankan sebagai pelatih tim nasional. Dalam beberapa jejak pendapat media disebutkan kebanyakan responden meminta agar Maradona mundur. Tetapi Maradona, yang memenangi Piala Dunia 1986 dan sebagai pelatih mulai 2008, masih memiliki banyak pendukung. Dalam penampilan di depan umum, Presiden Argentine Cristina Fernandez mengimbau agar ia bertahan. “Tetap di posisimu, Diego!” katanya, “Tidak ada orang Argentina yang memberikan kegembiraan seperti yang ditunjukkan Diego Maradona.” Ribuan pendukung me-

nyambut kedatangan tim itu di Bandara, Minggu dan berteriak-teriak memanggil Maradona. “Bagi saya Maradona tetap hebat,” kata Enrique Gonzalez (40), “Ia memiliki banyak pengalaman dalam Piala Dunia. Apa yang tidak diketahuinya tentang kepelatihan adalah ia memiliki mistik dan keberanian. Jadi ia merupakan pelatih terbaik bagi kami.” Pendukung lain berpendapat, Maradona, yang memiliki waktu amat singkat dalam mendalami sisi kepelatihan, masih minim pengalaman. “Ia merupakan pemain terbaik tetapi ia tidak disiapkan sebagai pelatih,” kata Jose Parra (40), seorang karyawan pabrik. Maradona memiliki ikatan dengan AFA hingga 2011 ketika Argentina akan menjadi tuan rumah turnamen Copa America. (ant)


Nasi nal Suluh

Free Daily Newspaper

Indonesia Suluh Bangsa

Free Daily Newspaper

Head Office: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Telp. 021 - 5356272, 5357602 Fax. 021 - 53670771 Jakarta Pusat

PASANG IKLAN CEPAT LAKU

www.bisnis-jakarta.com - www.suluhindonesia.com

Suluh Indonesia, Rabu 7 Juli 2010

8


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 07 Juli 2010 | Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu