Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771
No. 128 tahun IV Rabu, 7 Juli 2010 8 Halaman
Free Daily Newspaper
Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)
Inflasi Tetap Dijaga
100.000 Pekerja Terancam
Keluhkan Kenaikan Listrik
MENTERI Keuangan Agus Martowardojo mengatakan tingkat inflasi 2010 akan tetap dijaga sesuai asumsi pemerintah sebesar 5,3 persen, walau kemungkinan ada kenaikan realisasi akibat tingginya ...hal. 1
SEKITAR 100.000 agen asuransi yang tidak bersertifikat terancam diberhentikan menyusul pendataan ulang yang dilakukan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). “Sekarang ada sekitar 250.000 agen ...hal. 2
SEJUMLAH pengusaha konveksi di Pusat Industri Kecil (PIK), Jakarta Timur, mengeluhkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) oleh PLN mulai 1 Juli 2010 karena berdampak negatif bagi mereka ...hal. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
www.suluhindonesia.com
Jerman Waspadai
Kerjasama Spanyol
Suluh Indonesia/ade
KPK Pelajari
MATERIL - Mantan Menkeh dan HAM Yusril Ihza Mahendra mendatangi MK Jakarta, kemarin. Tersangka kasus korupsi Sisminbakum ini mengajukan uji materil UU Kejaksaan terkait legalitas Jaksa Agung.
Rekening Gendut Perwira Polisi
Satpol Pamong Praja
JAKARTA - Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan, pihaknya sudah mempelajari laporan yang datang dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan anggota masyarakat lain terkait dengan rekening gendut yang diduga dimiliki perwira polisi. ‘’Kami sudah bergerak untuk mempelajarinya,” kata Jasin di Gedung KPK Jakarta, kemarin. Namun, ujar Jasin, pengkajian yang dilakukan komisi antikorupsi tersebut masih dalam proses analisis tim. Selain itu, lanjutnya, KPK juga akan melakukan sejumlah langkah standard pemeriksaan, seperti pemeriksaan administratif, fisik, dan khusus, sesuai dengan langkah-langkah pedoman pemeriksaan. Sebelumnya, ICW mendesak KPK agar segera dapat menelusuri sejumlah transaksi mencurigakan yang terkait dengan rekening berbagai pejabat Polri. ‘’KPK harus menindaklanjuti dan menelusuri transaksi mencurigakan yang dimiliki petinggi kepolisian,” kata Koordinator ICW Danang Widoyoko. Menurut Danang, sejumlah perwira tinggi kepolisian yang terkait dengan transaksi mencurigakan itu dinilai hampir tidak mungkin bisa mengakumulasi jumlah
kekayaan yang sangat besar. Apalagi, ujar dia, laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mengindikasikan bahwa terdapat banyak transaksi yang mencurigakan terkait rekening sejumlah pejabat kepolisian. ‘’KPK yang memiliki kewenangan harus bisa menelisik dari mana asal uang itu,” katanya. Sementara Ketua F-PDIP DPR Tjahjo Kumolo meminta, Kapolri memberikan klarifikasi kepada publik soal rekening mencurigakan itu. ‘’Persoalan rekening gemuk yang mencurigakan milik sejumlah perwira polisi sudah ada sejak lama, tapi Kapolri tidak pernah memberikan klarifikasi secara terbuka,” katanya. Menurut Tjahjo, dengan klarifikasi secara terbuka diharapkan Polri dapat mengusut tuntas masalah ini. Hasil investigasi tim independen yang dibentuk Mabes Polri, kata dia, dipublikasi agar persoalan ini menjadi jelas. Tjahjo mengatakan, penyelesaian kasus rekening gemuk yang mencurigakan milik sejumlah perwira polisi dapat dilakukan melalui pembentukan tim independen Mabes Polri serta pembentukan panja guna mengungkap persoalan rekening ini. (ant)
Dibekali Senjata JAKARTA - Kapuspen Kemdagri Saut Situmorang menegaskan, penggunaan senjata bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilakukan dengan persyaratan yang ketat. Jenis senjata yang dimaksud, sesuai dengan Permendagri 26 Tahun 2010 yaitu senjata peluru gas, semprotan gas, dan alat kejut listrik. ‘’Mekanisme perolehan ijin penggunaan senjata ini demikian ketat, kualifikasi yang dapat diberikan ijin harus melalui pendidikan dan pelatihan khusus,” katanya. Saut mengatakan, Satpol PP dipersenjatai semata-mata untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tugas. Satpol PP bertugas mem-
bantu kepala daerah untuk menegakkan perda dan membantu mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum. Sesuai dengan ketentuan dalam Permendagri, anggota Polisi Pamong Praja yang dapat menggunakan senjata meliputi Kepala Satuan, Kepala Bagian/Bidang, Kepala Seksi, Komandan Pleton, dan Komandan Regu. Selain pejabat Satpol PP, anggota Satpol PP yang melaksanakan tugas operasional di lapangan dapat menggunakan senjata. Jumlah senjata yang dapat dimiliki untuk digunakan oleh anggota Satpol PP paling banyak sepertiga dari seluruh anggota. ‘’Tidak semua ang-
gota bisa menggunakan senjata,” kata Saut seraya mengatakan, anggota Satpol PP dapat menggunakan senjata setelah mendapat ijin dari Polri. Saut Situmorang menegaskan penggunaan senjata ini bukan untuk menyerang, tetapi sebagai alat untuk mempertahankan diri. ‘’Bukan untuk menyerang atau menakut-nakuti. Senjata ini untuk menjaga diri,” katanya. Sementara Menko Polhukam Djoko Suyanto mengingatkan, kepemilikan senjata oleh Satpol PP harus diatur dan diawasi secara ketat. ‘’Harus diatur dan diawasi kepemilikan dan penggunaannya,” kata mantan KASAU ini. (har/son)
Maraknya Musibah Tabung Gas
Pemerintah Ganti Asesoris JAKARTA - Untuk mengatasi maraknya ledakan tabung gas elpiji 3 kg, pemerintah segera mengganti selang karet dan regulator yang beredar di masyarakat yang berasal dari program perdana yang sebelumnya diperoleh secara gratis. Demikian Menko Kesra Agung Laksono usai menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, kemarin. Menko Kesra menjelaskan, mulai Rabu ini masyarakat dapat membeli regulator dan selang karet berkualitas Standard Nasional Indonesia (SNI) di agen-agen pertamina. Untuk mendapatkan selang dan regulator baru, masyarakat membayar dengan harga pabrik Rp 15 ribu untuk selang karet dan Rp 20 ribu untuk regulator. Menurut Agung, masyarakat harus membawa selang karet dan regulator miliknya yang diperoleh secara gratis pada program perdana. ‘’Itulah yang pemerintah lakukan dengan sungguh-sungguh untuk menjaga keselamatan masyarakat. Maka masyarakat yang memiliki
selang dan regulator yang bermasalah dapat ditukar yang baru di agen-agen Pertamina dengan harga tersebut,” tuturnya. Agung mengatakan, pajak penjualan sebesar 10 persen dari harga penjualan selang karet dan regulator ditanggung pemerintah. Namun masyarakat tetap harus membawa selang karet dan regulator milik mereka yang lama guna mencegah pihak yang ingin mencari untung dari kebijakan tersebut. ‘’Kita kan harus mencegah spekulasi dengan adanya orang yang mencari keuntungan sendiri, maka itu masyarakat yang berhak membeli adalah yang membawa selang dan regulator yang lama. Ini supaya bisa kita cegah orang-orang yang mengambil keuntungan karena harga pasar dengan harga pabrik jauh,” tuturnya. Menko Kesra menyatakan masyarakat tak perlu risau dengan kualitas selang karet dan regulator yang baru karena sudah lulus uji Badan Standarisasi Nasional. (har)
Tuntaskan Kejahatan Pajak JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali memerintahkan Kapolri untuk melanjutkan pengusutan kejahatan di bidang pajak. Demikian pidatonya pada Syukurn HUT ke-64 Polri di PTIK Jakarta, kemarin. Presiden Yudhoyono tetap meminta Polri menitikberatkan penegakan hukum untuk memberantas tindak pidana korupsi. ‘’Dari aspek penegakan hukum maka di atas segalanya agar pemberantasan korupsi tetap dijalankan dengan sangat intensif, lanjutkan tugas-tugas untuk menegakkan hukum terhadap mereka
yang melakukan kejahatan di bidang pajak,” katanya. Pemberantasan kejahatan pajak, lanjut Presiden, sangat penting di tengah upaya pemerintah terus mengurangi utang luar negeri dan meningkatkan penerimaan dalam negeri dari pajak. Dalam bidang penegakan hukum, Kepala Negara menginginkan agar Polri memberi perhatian khusus kepada kaum marjinal yang pastinya tidak memiliki banyak uang untuk menjaga keamanan mereka sendiri. Selain itu, Presiden meminta agar polisi terus menanga-
ni kejahatan terorisme dengan mengutamakan pencegahan dan penyelamatan kaum muda dari rekrutmen maupun korban praktik terorisme. Demikian pula dengan kejahatan narkoba yang membahayakan generasi muda, Presiden meminta Polri terus berperang memberantas peredaran maupun produksi obatobat terlarang. Polri, kata Presiden, juga harus menjalankan tugas melindungi masyarakat, menjaga nama baik mereka dari pencemaran, serta memberikan jaminan kehidupan umum yang tertib dan aman. (ant)
ERASMIA - Lawan Jerman di semi final Piala Dunia, Spanyol, jauh lebih berbahaya ketimbang Argentina karena permainan mereka merupakan kerja sama tim terbaik dunia, tidak hanya mengandalkan mutu permainan perorangan. Demikian pengakuan pelatih Jerman, Joachim Loew. Jerman mengalahkan Argentina 4-0 pada pertandingan delapan besar setelah pengatur serangan mereka Lionel Messi tidak berdaya tetapi Loew mengatakan juara Eropa Spanyol benar-benar merupakan tim berbeda. ‘’Mereka merupakan negara yang konsistensi sepak bolanya amat bagus dalam dua tiga tahun ini,” katanya. Spanyol tidak memiliki satu Messi. Mereka memiliki lebih dari satu Messi. Khususnya di lini depan, banyak pemain yang dapat memutuskan permainan. Spanyol tidak seperti Inggris dan Argentina, tim yang berbuat kesalahan. ‘’Mereka membuat kesalahan amat sedikit di bagian bertahan, jadi kami harus menekan mereka agar berbuat salah,” katanya. Loew yang akan menggantikan striker yang dihukum Thomas Mueller mengatakan, pemain tengah Spanyol Xavi dan Andres Iniesta sebagai mesin tim itu, harus dipadamkan. ‘’Lini tengah Spanyol merupakan pusat pergerakan yang dimotori Iniesta dan Xavi. Tetapi Sami Khedira dan Schweinsteiger juga bagus dan mereka pun sebagai kunci untuk mengatasi serangan lawan,” katanya. Khedira, mengalami cedera otot paha pada laga perempat final, harus prima menghadapi pertandingan itu. Perhatian pelatih itu kini tertuju pada striker Cacau, pemain yang kemungkinan akan menggantikan Mueller. Loew mengatakan, bisa jadi akan menurunkan Toni Kroos atau Piotr Trochowski pada posisi kosong itu. Sementara pelatih Spanyol Vicente del Bosque dan pemainnya menyatakan kekaguman mereka kepada Jerman, memuji keberhasilan Loew dalam membangun tim tangguh serta hebatnya gabungan antara pemain baru berbakat dan pemain berpengalaman. ‘’Kami sedang memimpikan sesuatu,’’ kata penjaga gawang, Pepe Reina. (ant)
Hadapi Kritik
Polri Jangan Emosi JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau Polri agar tetap tenang dan tidak emosional menghadapi berbagai kritik dan kecaman dari masyarakat. ‘’Khusus menanggapi kritik masyarakat terhadap Polri yang terjadi akhir-akhir ini, saya meminta segenap keluarga besar Polri untuk tetap tenang, berpikirlah secara rasional dan tidak perlu emosional,” kata Presiden Yudhoyono pada peringatan HUT ke-64 Polri di Halaman PTIK Jakarta, kemarin. Presiden menilai, kritik dan kecaman dari masyarakat kepada Polri tidak sepenuhnya benar. Sejak 2005, menurut Presiden, dirinya telah menerima jutaan pesan pendek dari masyarakat yang menyampaikan kritik, kecaman, aduan, dan bahkan hujatan kepada Polri. Setelah ditelaah, lanjut Presiden, sebagian memang benar, namun sebagian lagi tidak benar karena kekurangan informasi, dilebih-lebihkan, atau faktor-faktor lain yang jauh dari objektivitas. ‘’Dengan posisi itu, maka saya berharap langkahlangkah saudara dalam menghadapi kritik atau kecaman dari masyarakat itu jangan gentar. Saya pun sebagai Presiden juga mendapat kritikan dan kecaman,” katanya. Presiden meminta, Polri melakukan identifikasi terhadap berbagai kritik yang datang dari masyarakat. Apabila kritik itu benar, maka Polri harus ikhlas menerima dan melakukan perbaikan. Namun, apabila tidak benar, maka Polri memberikan penjelasan kepada publik dengan cara paling efektif. ‘’Saya tahu tidak selalu penjelasan saudara yang lengkap itu bisa diliput secara utuh oleh media massa. Ulangi lagi atau pilih wahana lain,” ujarnya. Apabila Polri telah melakukan pembenahan atau penjelasan atas kritikan masyarakat, Presiden mengatakan, maka langkah selanjutnya adalah tetap meneruskan tugas-tugas menjaga ketertiban umum dan penegakan hukum yang tidak bisa tertunda. ‘’Saya yakin Polri di tengah-tengah prestasi menerima kritik dan kritik itu dibenarkan maka masa depan bertambah positif, cerah berjaya, tugas lebih berhasil,’’ katanya. (son)