Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771
No. 126 tahun IV Senin, 5 Juli 2010 8 Halaman
Free Daily Newspaper
Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)
OJK Bebani Perbankan
Aksesoris Konversi Elpiji
Wapres Minta Pembangunan
PENDIRIAN lembaga Otoritas Jasa Keuangan yang diamanatkan undang-undang harus terbentuk pada akhir tahun ini akan menja dibeban perbankan, kata pengamat perbankan Ryan Kiryanto ...hal. 1
PT Pertamina (Persero) berencana menjual aksesoris paket konversi elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) pengganti yang pendistribusiannya dilakukan secara terbatas. Stasiun Pengisian Bahan Bakar ...hal. 2
WAKIL Presiden Boediono meminta agar proyek pembangunan 24 ruas tol segera dilaksanakan dalam waktu tiga bulan kedepan secara bertahap, setelah evaluasi dilakukan. “Wapres minta semua ...hal. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
www.suluhindonesia.com
Video Porno Ariel Digemari di Australia
Polri Harus
Buka Ruang Kritik KUTACANE - Ketua Umum DPP KNPI, Ahmad Doli Kurnia mengatakan Polri harus memberikan ruang atau kesempatan lebih besar kepada publik untuk melakukan kritik dan memonitor proses reformasi yang sedang berjalan dalam institusi tersebut. ‘’Kalau kita semua sepakat bahwa reformasi harus dilakukan secara total, terutama kepolisian maka Polri harus memberi ruang itu kepada publik,” katanya di Kutacane, ibukota Kabupaten Aceh Tenggara, kemarin. Disela-sela Rakerda Partai Golkar DPD I Aceh, Doli Kurnia mencontohkan dalam masalah pemberitaan yang disiarkan sebuah majalah nasional, misalnya Polri tidak perlu panik. ‘’Dalam masalah itu, Polri tidak perlu panik, apalagi sampai memberikan reaksi yang berlebihan,” katanya. Dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, maka ia mengharapkan Polri agar dapat memberikan komitmen serius dan tegas untuk melakukannya. ‘’Saya juga menilai ada komitmen kuat Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menegakkan wibawa hukum, terutama terkait kasus-kasus tindak pidana korupsi,” kata dia. Untuk itu, Ahmad Doli Kurnia mengharapkan upaya
penegakan kewibawaan hukum tersebut juga harus didorong oleh berbagai elemen bangsa ini. Kendati demikian,ia mengharapkan pemerintah terutama melalui institusi terkait agar tidak pandang bulu dalam penegakan hukum tersebut. Sebelumnya, pengamat dan mantan polisi, Bambang Widodo Umar mengatakan, permasalahan rekening gendut kepolisian kini lebih vulgar dibandingkan pada saat dirinya masih aktif di kepolisian. Menurut Bambang, kondisi yang sedemikian vulgar bisa berpotensi menurunkan semangat pengabdian yang seharusnya dimiliki setiap polisi. ‘’Merebaknya kasus ini sebenarnya merupakan momentum agar hal semacam ini distop,” ucapnya. Bambang mengatakan, bila tidak dibongkar dengan sungguh-sungguh pada saat ini maka berpotensi akan terus terjadi proses pengumpulan uang dari berbagai sumber yang tidak benar. Ia juga menyatakan rasa syukurnya karena pimpinan KPK telah menunjukkan kesediaan untuk membongkar perkara rekening gendut kepolisian. ‘’Kasus ini ternyata sudah diikuti sejak 2008 dan tinggal menunggu keputusan dari rapat pimpinan,” tuturnya. (ant)
Suluh Indonesia/ap
SEDIH - Pemain Paraguay Oscar Cardozo yang gagal melakukan eksekusi finalti menutup wajahnya dengan kaos usai dikalahkan Spanyol pada perempatfinal Piala Dunia di Staion Ellis Park Johannesburg, kemarin.
Jaksa Agung Sah JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menegaskan posisi Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung secara legal karena sudah sesuai dengan ketentuan. ‘’Legal, karena Jaksa Agung itu bukan dalam kabinet lagi menurut UU Kementerian,” katanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. Sudi menyatakan hal itu terkait pernyataan mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) yang diduga merugikan keuangan negara Rp 420 miliar. Namun, Sudi Silalahi mem-
bantah pernyataan tersebut. Menurut dia, pemerintah berpedoman pada UU 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Sudi menjelaskan, UU itu tidak mengatur Jaksa Agung sebagai bagian dari kabinet. ‘’Jaksa Agung itu bukan dalam kabinet lagi menurut UU kementerian itu,” kata Sudi menegaskan. Sudi menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum memberikan tanggapan tentang hal itu. Yang jelas, kata Sudi, pemerintah berpedoman pada UU Kementerian Negara tersebut. ‘’Yang jelas, ada UU Kementerian yang terakhir, ya itu referensi kita,” katanya Sudi menambahkan, Keputusan Presiden tentang penga-
ngkatan Jaksa Agung tidak mencantumkan ketentuan mengenai pencabutan atau pemberhentian Jaksa Agung. ‘’Oleh sebab itu, posisi Hendarman sebagai Jaksa Agung itu valid,” katanya. UU Kementerian Negara disahkan 6 Nopember 2008 dan mulai berlaku dua tahun kemudian. Pasal 25 UU Kementerian Negara hanya mengatur hubungan fungsional antara kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian. Ketentuan itu menyatakan bahwa lembaga pemerintah nonkementerian berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden melalui Menteri yang mengoordinasikan. (ant)
Selamatkan Parpol Gurem
PAN Usulkan Konfederasi JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan untuk membentuk konfederasi partai politik. Wacana ini dinilai cocok untuk penyederhanaan parpol dan menarik untuk diterapkan di Indonesia. ‘’Wacana ini sama sekali bukan untuk menyingkirkan partai gurem yang tidak lolos PT (Parliamentary threshold-red) dan ET (Electoral threshold-red),” kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan di Jakarta, kemarin. Menurut dia, justru dengan konfederasi, ada penyederhanaan partai secara sistematis. Partai-partai kecil masih bisa menyampaikan aspirasi politiknya. Semula ada puluhan partai, nantinya tinggal enam atau lima partai yang akhirnya mengecil menjadi dua sebagai peserta pemilihan pemilu. ‘’Dua partai final itu, berdasar situasi sosial politik Indonesia adalah partai agamis bernuansa nasionalis dan partai nasionalis bernuansa agamis,” kata Taufik. Konfederasi partai yang diusulkan PAN tersebut, jelas Wakil Ketua DPR ini, mengacu kepada negara-negara maju, seperti Amerika
Serikat, Australia, Kanada, dan Inggris. Di negara itu, hanya dua partai yang maju dalam pemilihan. Dengan adanya dua partai dalam pemilu, bisa lebih efektif dan efisien, baik dari segi pembiayaan dan waktu. Namun, hingga kini PAN tidak pernah berusaha mendekati ataupun merayu ormas dan partai lain untuk bergabung. ‘’Konfederasi partai masih dalam tahap rencana. Teman-teman partai tiap hari bertemu di DPR dan pasti membahas mengenai hal itu. Jika nanti rencana itu sudah matang, tentu saya akan diumumkan. Jika konfederasi itu akhirnya disepakati, PAN takkan meninggalkan koalisi Setgab yang selama ini sudah dibangun,” ujarnya Sementara Ketua DPP PKB Marwan Jafar menilai, konfederasi bukan isu baru. Tetapi sebagai gagasan, konfederasi perlu dipertimbangkan secara cermat. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah belum matangnya berpolitik partai-partai. Situasi ini, bisa membuat pertimbangan praktis kekuasaan lebih besar bagi partai saat memutuskan berkonfederasi. (har)
Rivalitas Ical-Hatta Kian Jelas JAKARTA - Wasekjen PPP Romahurmuziy mengatakan rivalitas antara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum PAN Hatta Radjasa menuju kursi Presiden pada pemilihan presiden tahun 2014 kian jelas. ‘’Hal ini terlihat dari ramainya tarik-menarik antara ormas dan parpol yang tidak lolos persyaratan parliamentary threshold yang diinisiasi oleh Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) pada sepekan terakhir,” katanya di Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan, rivalitas antara Aburizal Bakrie dan Hatta Radjasa memanfaatkan momentum karena menjelang bera-
khirnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014 belum ada figur dari internal Partai Demokrat yang dinominasikan oleh Presiden Yudhoyono. Menurut dia, munculnya rivalitas seperti ini tidak terhindarkan dan merupakan konsekuensi demokrasi. ‘’Presiden Yudhoyono sering membuat keputusan strategis pada menit-menit terakhir, sehingga momentum tersebut dimanfaatkan figur lain,” kata Romy, panggilan akrabnya. Sekretaris Fraksi PPP DPR ini memperkirakan, momentum rivalitas Aburizal dan Hatta Radjasa ini masih akan bany-
ak menyimpan manuver mengingat waktu menuju Pilpres 2014 masih lama. Sebagai pemimpin yang sangat peduli terhadap pencitraan diri, kata dia, keputusan pada menit-menit terakhir akan sangat dipengaruhi hasil survei elektabilitas berkala para pemimpin nasional yang sampai saat ini masih terus dilakukan. ‘’Jika hal ini tidak segera diantisipasi dengan baik,maka rivalitas seperti ini berpotensi mendepopularisasi sekaligus mendiselektabilisasi Demokrat,” katanya seraya mempertanyakan apakah rekrutmen partai kecil ini merupakan upaya yang sehat dan sah. (ant)
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR mendapat sindiran dari menteri kominfo Australia soal video porno Ariel Peterpan ketika mereka melakukan kunjungan kerja ke negara kangguru tersebut pada 19-24 Juli 2010. ‘’Pada saat kunjungan kerja ke Australia, menteri kominfo Australia sempat menyindir dengan mengatakan jika masyarakat Australia ikut menikmati video porno penyanyi Indonesia Ariel Peterpan,” kata anggota Komisi I DPR Max Sopacua, kemarin. Menurut Max, video porno Ariel Peterpan tersebut bisa diakses masyarakat Australia melalui browsing di internet. Angggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan menyikapi perkembangan teknologi informasi melalui internet ini cukup dilematis. Di satu sisi, kata dia, pemerintah Indonesia mendorong kemajuan teknologi informasi melalui internet untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap perkembangan informasi tapi di sisi lain memiliki dampak negatif yakni sulitnya dicegah penyebaran informasi yang tidak diharapkan seperti video porno. Menurut dia, menteri kominfo Australia sempat menyindir rombongan anggota Komisi I DPR ketika mereka berdialog pada saat kunjungan kerja ke Australia. Pada saat itu, anggota Komisi I DPR membahas soal perkembangan teknologi informasi dan konvergensi media serta bagaimana Indonesia maupun Australia menyikapinya. Selain bertemu dengan menteri kominfo, katanya, rombongan Komisi I DPR juga berkunjung ke stasiun televisi SBC untuk melihat pengeloaan stasiun televisi tersebut terutama program-program yang disiarkan. Menurut Max, anggota Komisi I DPR juga berkunjung ke Kementerian Pertahanan Australia guna membahas hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di bidang pertahanan seperti persoalan batas negara. Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mendesak kepolisian untuk mempercepat penuntasan kasus video porno yang diduga dilakukan oleh artis. ‘’Peredaran video itu sudah sangat meresahkan masyarakat Indonesia yang dikenal agamis,” katanya. Taufik saat melakukan tugas reses ke daerah menerima aspirasi dan mencermati ada kegelisahan di masyarakat akibat peredaran video tersebut. Aspirasi itu disampaikan secara langsung oleh tokoh masyarakat. (ant)
K ta
Suluh Indonesia, Senin 5 Juli 2010
K ilas
Warga Nigeria Tewas
Rivalitas Antar Pati Polri MASA jabatan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang menyisakan waktu sekitar tiga bulan lagi hingga Oktober 2010 mendatang dikabarkan telah memunculkan rivalitas antar perwira tinggi (pati) yang memiliki peluang menduduki jabatan prestisius tersebut. “Saya dengar sudah mulai ada tim sukses melobi pihak ini dan pihak itu,” kata anggota Komisi III DPR Nasir Djamil di Jakarta, Sabtu (3/7) kemarin. Dari kabar yang diperolehnya, menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sudah terjadi blok-blokan di tubuh korps kepolisian. Masing-masing kelompok bersaing untuk memenangkan calon yang dijagokan menjadi Kapolri. “Kalau jadi, maka dia (Kapolri baru) akan bawa gerbong. Jadi, mungkin ada praktik bumi hangus, bagi yang tidak mendukung ditempatkan pos tidak strategis,” kata Nasir. Terlepas dari su itu, Nasir berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat menyeleksi dan memilih kandidat Kapolri yang tepat untuk diajukan ke DPR. Karena itu, Nasir meminta agar calon yang diajukan bukan calon tunggal, tetapi minimal dua calon. “Nah, kalau yang disodorkan dua orang, akan ada kompetisi, itu cermin demokrasi,” ujarnya. Pengamat kepolisian, Alfons Loemau menampik adanya anggapan merebaknya rekening tidak wajar yang dimiliki sejumlah pati Polri yang kebetulan disebut-sebut sebagai kandidat pangganti Kapolri BHD terkait dengan suksesi dalam menduduki jabatan Kapolri. “Itu kebetulan saja karena kita belum bisa pastikan apakah rekening ini dilemparkan untuk saling menjahili sesama kandidat,” kata Alfons. (har) Suluh Indonesia/ant
Isteri Munir Desak Jakgung Dicopot
Suciwati
JAKARTA - Bukan hanya mantan mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra yang mempersoalkan jabatan Jaksa Agung Hendarman Supandji, tetapi istri mendiang aktivis HAM Munir, Suciwati pun juga mempersoalkan orang nomor satu di Kejaksaan Agung itu. Hanya saja, Suciwati bukan mempersoalkan legalitas Hendarman sebagai Jaksa Agung tetapi mempersoalkan kinerja Hendarman yang dinilai tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. “Kita minta Hendarman diganti. Kejaksaan semakin hancur di bawah kepemimpinannya, banyak jaksa-jaksa yang bermasalah,” kata Suciwati di Kantor Kontras, akhir pekan kemarin. Menurutnya, tidak adanya kelanjutan siapa sebenarnya dalang dan pelaku pembunuhan suaminya itu karena tidak adanya keseriusan Hendarman. “Kasus Munir berhenti di tangannya, stagnan di kejaksaan Agung,” sealnya. Padahal, selama ini dirinya sudah mendesak tetapi selalu menemui jalan buntu karena tidak ditindaklanjuti. Oleh karena itu, Suciwati meragukan kredibilitas Hendarman Supandji sebagai pemimpin di lembaga penegakan hukum itu. “Saya rasa Hendarman ini yang membuat kasus kasus Munir mentok, tidak ada kelanjutan
hingga kini,” tandasnya. Soal legalistas jabatan Hendarman Supandji yang dipersoalkan Yusril, diakui anggota Komisi III DPR Nasir Djamil karena memang tak diatur eksplisit dalam UU Kejaksaan. “Dia (Jaksa Agung) mengikuti Presiden terpilih. Makanya, pada masa sidang mendatang kita akan memanggil Jaksa Agung, meminta supaya membawa dokumen-dokumen tertulis terkait posisinya sebagai Jaksa Agung,” ujarnya. Mencermati persoalan ini, anggota Komisi Hukum DPR ini menegaskan pengangkatan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung tidak mungkin dilakukan dengan lisan tetapi harus tertulis. “Ini persoalan ketatanegaraaan. Perlu ada revisi UU Kejaksaan,” kata Nasir. Seperti diketahui, pada Kamis lalu Yusril Ihza Mahendra menolak diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung karena menganggap jabatan Hendarman sebagai Jaksa Agung illegal. Dia berargumen, Hendarman seharusnya ikut diberhentikan secara hormat seiring dengan berakhirnya masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Oktober 2009. Namun, Hendarman tetap berada dalam jabatannya hingga sekarang tanpa pernah dilantik lagi. (nas/har)
BHAYANGKARA FUNBIKE - Salah satu peserta Bhayangkara Funbike yang melintas di Jalan M.H. Thamrin, berpenampilan ala polisi dengan membawa anaknya, Jakarta, kemarin. Bhayangkara Funbike dengan tema “Indonesia Bersepeda” tersebut memecahkan rekor MURI.
JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya berharap Pemerintah Daerah setempat secepatnya merealisasikan pembuatan jalur khusus sepeda. “Kita harapkan pemerintah daerah setempat segera mengakomodir jalur khusus sepeda,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar kemarin. Boy mengatakan jalur sepeda harus segera tersedia karena jumlah pengguna sepeda semakin banyak di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Pihak kepolisian sengaja mengadakan sepeda santai (Fun Bike) secara serentak pada 31 polda yang tersebar di tanah air dalam rangka Hari Bhayangkara ke-64yang jatuh pada 1 Juli 2010. Boy menuturkan salah satu tujuan sepeda santai adalah
memasyarakatkan penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi yang ramah lingkungan. Boy mencatat peserta sepeda santai di seluruh polda se-Indonesia mencapai 243.000 orang, sedangkan jumlah partisipan pengguna sepeda di DKI Jakarta sekitar 31.000 orang pada Hari Bhayangkara ke-64 itu. “Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi menguntungkan karena mengurangi polusi dan volume kendaraan,” ujar Boy. Kabid Humas Polda Metro Jaya mencontohkan masyarakat di sekitar Jakarta yang tempat kerjanya berjarak sekitar 10 hingga 20 kilometer bisa memanfaatkan transportasi sepeda. Terkait dengan fungsi kepolisian untuk mempersiapkan jalur sepeda, Boy menjelaskan Polda Metro Jaya
hanya membantu pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merekayasa dan menyampaikan saran tentang rencana jalur. Sementara itu, Sekjen Konsorsium Sepeda Sekolah Indonesia Arifin juga mendesak segera terealisasi jalur sepeda di Ibu Kota. “Pemprov tidak boleh lagi menunda pembuatan jalur sepeda ini. Jakarta sudah semakin polutif. Transportasi sepeda sebagai human energi harus segera alternatif solusi mengurangi polusi udara di Ibu Kota, tegas Arifin, kemarin. Arifin mengungkapkan Konsorsium SSI segera meluncurkan program Laskar Sepeda. Program ini guna mensosialisasikan bersepeda di kalangan pelajar Ibu Kota untuk pergi ke sekolah. Selain lebih sehat, bersepeda juga me-
ngurangi polusi. Jumlah siswa di Ibu Kota yang jutaan juga bisa mengurangi kemacetan pada jam-jam sibuk seperti di pagi hari atau siang hari. “Yang paling penting bersepeda juga turut menyelamatkan dunia dari ancaman global warming dan hemat energi sejak dini,” tandasnya. Tahun ini, lanjut Arifin, Konsorsium akan membagikan 2.500 unit sepeda kepada sekolah bantuan dari PT Pertamina. Perusahaan plat merah ini memiliki komitmen tinggi untuk ikut menyelamatkan siswa dari ancaman putus sekolah akibat siswa tak kuat lagi membayar angkutan umum untuk pergi ke sekolah. “Dengan adanya sepeda, siswa tak perlu mengeluarkan ongkos,” tegas Arifin. Sementara itu, jumlah peserta
“Fun Bike” pada peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-64 Tahun 2010, meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia yang digelar di seluruh Kepolisian Daerah di Indonesia. Ketua Panitia Komisaris Jenderal Pol. Imam Haryatna di Jakarta, Minggu, mengatakan jumlah peserta kegiatan bersepeda itu mencapai 247.000 orang di seluruh Indonesia. Sedangkan peserta sepeda yang berpartisipasi di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, mendapai 31.000 orang. Acara bersepeda ria itu juga dihadiri Wakil Presiden RI Boediono, Kepala Polri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, serta sejumlah menteri lainnya. (her/ant)
Gudang Kemasan Biskuit Terbakar SEBUAH gudang milik pabrik biskuit berisi tumpukan kertas karton kemasan di Jalan Raya Daan Mogot km 13,8 Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat terbakar pada Minggu sekitar pukul 16.20 WIB. Sebanyak 18 kendaraan pemadam kebakaran dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Jakarta Barat yang tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian segera mengendalikan dan memadamkan api. “Api bisa segera dilokalisasi (dikendalikan red) dan dipadamkan hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah 18 mobil Damkar tiba di lokasi,” kata petugas piket Sudin Damkar Jakarta Barat, Heri, ketika dihubungi, kemarin. Menurut Heri, api yang berkobar di gudag karton kemasan milik sebuah pabrik biskuit itu bisa segera dipadamkan karena lokasinya di
dekat tanah kosong sehingga kendaraan damkar bisa masuk sampai ke lokasi dan segera mengatasi kobaran api. Api cepat membesar dan melahap salah satu sisi bangunan gudang karena tumpukan karton kemasan biskuit cukup tinggi sekitar satu hingga dua meter. “Karena lokasinya cukup luas dan jauh dari rumah warga sehingga api cepat di lokalisasi dan dipadamkan,” katanya. Menurut Heri, dari laporan petugas Damkar yang memadamkan api di lokasi kebakaran diduga penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dan belum diketahui berapa kerugiannya. Kebakaran gudang kemasan biskuit tersebut juga sempat mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Raya Daan Mogot di Kelurahan Rawa Buaya menjadi padat merayap. (ant)
BUDAYAWAN Sudjiwo Tedjo menilai akar persoalan korupsi yang dilakukan banyak anggota Polri adalah mudahnya para aparat penegak hukum itu terpancing gaya hidup konsumerisme yang berlebihan. pun, tidak akan pernah mencukupi hasrat konsumerisme aparat Polri. Padahal, tuntutan hidup anggota polisi begitu besar. Terutama keluarga anggota Polri bersangkutan. Dia memahami salah satu pemicu keinginan korupsi anggota Polri dipicu pula oleh minimnya alokasi jaminan kesejahteraan bagi aparat penegak hukum. Misalnya, jaminan sosial, jaminan kesehatan, dan anggaran pendidikan bagi anak-anak anggota polisi yang sangat kecil. “Kalau Polantas tak punya mimpi, maka tak heran dia hanya mengejar duit semata. Ini karena kegagalan pemerintah kita yang tidak bisa menawarkan impian kepada masyarakat,” ujarnya.
SEORANG warga Nigeria yang diketahui bernama Al Uiju Twiter Obina, Sabtu sekitar pukul 15.10 WIB ditemukan tewas di dalam sebuah mobil di pelataran parkir Plaza Senayan, Jakarta Selatan. Informasi dari situs Pusat Komando dan Kendali Lalu Lintas (TMC) Polda Metro Jaya, Sabtu, menyebutkan, pria berkewarganegaraan Nigeria itu ditemukan telah tewas di dalam mobil Honda Accrod bernomor polisi B 289 EW. Aiptu Sriyoko selaku petugas operator Radio TMC Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengatakan, dugaan sementara, korban tewas akibat “over dosis” narkoba. Namun, kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan. Hingga kini, kata dia, petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara untuk mengidentifikasi sebab-sebab kematian korban. (ant)
Segera Realisasikan Jalur Sepeda
Suluh Indonesia/ant
GUDANG KEMASAN TERBAKAR - Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melalap gudang karton di Km 18. Daan mogot, jakarta Barat, kemarin. Kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah.
Gaya Hidup Konsumtif Dorong Polri Korupsi Dalam persoalan ini, konsumerisme terbentuk dari budaya yang lemah dan tidak tegas dari para pemangku kekuasaan termasuk Presiden. “Meskipun dilakukan reformasi gaji seperti yang diterapkan bagi Kementerian Keuangan, tetap saja praktik korupsi yang dilakukan oknum aparat penegak hukum akan terjadi. Pasalnya, untuk mengubah paradigma Polri perlu intervensi dari Kepala Negara,” kata Sudjiwo dalam diskusi bertema “Polisiku Ulang Tahun” di Jakarta, Sabtu (3/7) kemarin. Menurutnya persoalan gaji bukanlah pangkal dari budaya korupsi dari para aparat penegak hukum maupun birokrasi. Karena itu, mau digaji berapa-
2
Suluh Indonesia/ade
DISKUSI POLEMIK - Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho dalam diskusi akhir pekan kemarin.
Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengakui banyaknya anggota Polri berpangkat rendah hingga perwira tinggi yang bergaya hidup mewah. “Gaya hidup mahal dan tak sesuai dengan gaji yang diterima tiap bulan akhirnya mendorong
mereka untuk korupsi. Misalnya, memiliki mobi mewah, olahraga golf, makan di hotel mewah, dugem, dan lain-lain,” ujarnya. Bagaimana praktik itu bisa terjadi? Emerson menjelaskan salah satu yang kerap terjadi justru dari adanya kasus ataupun perkara yang ditangani.
“Fenomena soal rekening Pati Polri, asal muasalnya justru datang dari tindak pidana, penebangan liar, penambangan, tindak korupsi,” ujarnya. Hal di atas merupakan contoh beberapa tindak pidana yang jadi lahan basah aparat kepolisian di daerah. Pemanfaatan kasus-kasus di atas sebagai sumber pemasukan lebih dikarenakan sistem pembinaan yang tidak terjadi. Ini berawal dari penempatan atau mutasi reguler yang tidak berdasarkan kinerja tetapi soal kedekatan perwira bersangkutan atasan dan kedekatan dengan pengusaha. “Kedekatan dengan pihak swasta itu, dalam beberapa kasus, ada sistem yang namanya sistem ijon,” kata Emerson. Dia menilai korupsi di lembaga Polri cenderung berbentuk piramida terbalik. “Penyimpangan di jajaran prajurit ini jumlahnya kecil, tapi semakin tinggi ada di puncak nilainya luar biasa,” kata peneliti ICW ini. (har)
Aktivis HAM Tolak Muchdi
Pimpin Muhammadiyah JAKARTA - Aktivis HAM menolak pencalonan mantan Danjen Kopassus Muchdi Purwopanjono (Muchdi Pr) dalam bursa calon Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Muktamar Muhammadiyah ke-46 yang digelar 3-8 Juli, di Yogyakarta. Mereka khawatir jika tersangka kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir yang telah bebas dari tututan itu terpilih maka akan merugikan Muhammadiyah sendiri sebagai ormas agama yang memiliki banyak pengikut di negeri ini. “Kami khawatir dan resah, karena Muchdi Pr adalah sosok yang bermasalah. Meskipun dia bagian dari jajaran inti pengurus Muhammadiyah,” ujar Wakil Koordinator Kontras, Haris Azhar di Kantor Kontras, Jakarta, Sabtu (3/7) kemarin. Haris mengaku prihatin atas masuknya Muchdi yang juga pernah menduduki jaba-
tan sebagai Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN). Meskipun, pihaknya tidak bisa mengintervensi dan menekan Muhammadiyah dalam pencalonan ini, namun dia mengimbau agar sebagai institusi Muhammadiyah dapat mendengar aspirasi mereka dengan pertimbangan kemanusiaan. Haris mengatakan, imbauan tersebut telah disampaikan secara langsung kepada pihak-pihak di internal Muhammadyah yang dinilai berkompeten mewujudkan harapan mereka. Karena itu, meski secara kelembagaan Kontras tidak memberikan pernyataan sikap secara resmi kepada Muhammadiyah, namun secara personal Haris mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yang juga calon incumbent dalam muktamar kali ini. (nas)
Metr politan
Suluh Indonesia, Senin 5 Juli 2010
3
Muhammadiyah
Jangan Terlena
Suluh Indonesia/ant
TIBA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono disambut Menko Kesra Agung Laksono sejumlah pejabat negara lainnya sesaat setelah mendarat dengan pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin.
Standar Kompetensi Pariwisata Kesepakatan itu merupakan hasil pertemuan pariwisata ASEAN ke-32 yang diselenggarakan di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, NTB sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2010. Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura dan Vietnam. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Jepang, China dan Korea Selatan, India dan UNEP (lembaga PBB urusan lingkungan) sebagai peserta pendukung. Peserta pertemuan pariwisata ASEAN itu merupakan pejabat setingkat d ibawah menteri. ‘’Ini pertemuan
pertama dan Indonesia menjadi lead country dalam pembahasan sertifikasi kompetensi tenaga kerja pariwisata karena sejumlah pertimbangan, termasuk keseriusan Indonesia dalam mengembangkan sektor kepariwisataan,” kata Putu. Putu mengatakan, bukan rahasia lagi kalau ingin memajukan kualitas dan penyaluran SDM pariwisata di lingkungan ASEAN maka perlu digunakan syarat kualifikasi kompetensi. Pembahasan sertifikasi kompetensi tenaga kerja pariwisata ASEAN atau yang dikenal dengan sebutan ASEAN Tourism Professional Monitoring Committee (ATPMC) itu merupakan
Ekspedisi Kapal Spirit of Majapahit
Refleksi Kejayaan Bahari JAKARTA - Menbudpar Jero Wacik melepas pelayaran ekspedisi Kapal Spirit of Majapahit dari Marina Batavia, Jakarta Utara, kemarin. Kapal Spirit of Majapahit ini merupakan hasil rekontruksi atau replika kapal dagang pada zaman Majapahit yang disadur dari relief yang ada di Candi Borobudur. Rencananya, kapal ini melakukan ekspedisi ke delapan negara yakni Brunei Darussalam, Filipina, Jepang, China , Vietnam , Thailand , Singapura, dan Malaysia. Menbudpar mengharapkan, ekspedisi ini dapat menggugah semangat anak bangsa untuk mengapresiasi spirit Majapahit yang telah diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia dengan meninggalkan segala kebesaran dan kejayaannya agar dapat dinikmati, dihargai dan menjadi kebanggaan semua anak bangsa. ‘’Pelayaran ekspedisi Kapal Spirit
of Majapahit ini mencerminkan semangat kebaharian bangsa Indonesia yang terus meng-
Jero Wacik
gelora. Semangat bahari ini menjadi karakter bangsa Indonesia,” kata Wacik. Kapal yang dibuat Sapardi bersama 15 perajin di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Madura ini sangat khas karena berbentuk oval dengan kedua
ujung melancip supaya dapat memecah ombak setinggi 5 meter. Sebagai kapal tradisional terbesar di Indonesia dengan panjang 20 meter, lebar 4,5 meter, dan tinggi 2 meter, Spirit of Majapahit ini dibuat dari 28,63 kubik kayu jati tua dan kering dari Kabupaten Tuban dan Rembang, bambu petung dan kayu pereng di daerah Sumenep. Kapal ini memiliki dua kemudi dari kayu di buritan dan cadik pada kedua sisi yang berfungsi sebagai penyeimbang. Layar dipasangkan pada tiang membentuk segitiga sama sisi dan buritan kapal lebih tinggi dari haluan depan. Kapal ini dilengkapi fasilitas navigasi modern seperti GPS, Nav-Tex, dan Marine Radar. Kapal dinakodai dua perwira TNI-AL Mayor (Laut) Eko Deni Hartono dan Risky Prayudi dengan kru tiga warga negara Jepang. (son)
atau menjadi calon yang berminat mau dalam pilkada. Selain itu, keluarga besar Muhammadiyah juga tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi krisis visi dan karakter bangsa. Sikap proaktif ke luar dan korektif ke dalam perlu diambil, karena Muhammadiyah bukan saja terkena imbas dan dampak negatif dari krisis bangsa, tapi juga lebih dari itu sebagai panggilan sejarah yang menjadi perhatian keberadaan ormas Islam di negeri ini. ‘’Muhammadiyah sesuai khittahnya tetap menjaga jarak dengan parpol dan tidak berafiliasi dengan salah satu partai mana pun,” katanya. Berdasarkan khittah perjuangan (1971 dan 1978) dan khittah Denpasar (2002) Muhamadiyah mempersilahkan kader dan anggotanya menyalurkan kepentingan politik sesuai aspirasinya masing-masing de-
ngan ketentuan harus menaati aturan main yang telah ditentukan. Dalam kondisi godaan politik yang menguat, PP Muhammadiyah telah mengeluarkan kebijakan resmi bagi seluruh pimpinan dan anggota, termasuk yang berkecimpung di amal usaha Muhammadiyah. Sementara itu, Sekretaris Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan DPP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Fani Dirgantara mengharapkan Muktamar mampu memilih pimpinan yang cakap sehingga dapat mengayomi seluruh warganya. Harus diakui, Muhammadiyah semakin besar, sehingga banyak permasalahan yang terabaikan. ‘’Guna mencari solusi, Muhammadiyah memerlukan figur kepemimpinan yang tak sekedar mumpuni dari segi intelektual dan segi keimanan dan kesalehan mereka,’’ katanya. (ant)
Pemberhentian Andi Nurpati
ASEAN Seragamkan Sertifikasi JAKARTA - Negara anggota ASEAN sepakat melakukan penyeragaman sistem sertifikasi standar kompetensi bidang pariwisata atau ASEAN Common Competency Standard for Tourism Professionals (ACCSTP). ‘’ACCSTP itu sendirinya sebenarnya merupakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang biro perjalanan wisata, hotel, dan restoran, sehingga Indonesia sudah mempunyai standar kompetensi ASEAN,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Kembudpar I Gusti Putu Laksaguna di Jakarta, kemarin.
YOGYAKARTA - Keluarga Besar Muhammadiyah diharapkan jangan sampai terlena oleh kepentingan politik sesaat, lantas beramai-ramai meninggalkan persyarikatan itu. ‘’Diharapkan keluarga besar tidak terlena kepentingan politik sesaat sehingga meninggalkan persyarikatan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Rosyad Sholeh saat menyampaikan laporan dalam Sidang Pleno Muktamar Seabad Muhammadiyah di Yogyakarta, kemarin. Menurut Rosyad, peringatan itu disampaikan berkenaan dengan tarikan dan godaan politik praktis seperti melalui parpol, pilkada serta tawaran menjadi caleg. Akibatnya sebagian pimpinan Muhammadiyah dan organisasi otonomi berpindah haluan dan berperan ganda dan jabatan, baik di struktur persyarikatan, juga di parpol atau menjadi caleg
tindak lanjut dari Mutual Recognition Arrangement (MRA) atau standar kompetisi sumber daya manusia (SDM) bidang pariwisata tingkat ASEAN. MRA ditandatangani oleh para menteri pariwisata negara ASEAN, 29 Januari 2010, dan penandatanganan kesepatakan MRA itu merupakan langkah maju negara ASEAN dalam menyongsong liberalisasi pariwisata ASEAN 2010. ‘’Kita tahu bahwa kesepakatan melunturkan hambatan dalam pergerakan SDM Pariwisata di wilayah ASEAN,’’ katanya. (son)
SBY Belum Terima Rekomendasi JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menerima surat Komisi Pemilihan Umum tentang rekomendasi Dewan Kehormatan KPU mengenai pemberhentian anggota KPU nonaktif, Andi Nurpati. Andi Nurpati direkomendasikan diberhentikan karena dianggap melakukan pelanggaran kode etik. ‘’Belum, saya baru saja datang,” kata Sudi di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, kemarin. Sudi memastikan, dirinya akan memberikan informasi tentang hal itu di kemudian hari. ‘’Nanti kita lihat ya,” katanya sambil bergegas.
Dewan Kehormatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merekomendasikan pemberhentian anggota KPU nonaktif, Andi Nurpati, karena melakukan pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu dan Peraturan KPU nomor 31 tahun 2007 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu. ‘’Dewan Kehormatan KPU merekomendasikan agar Saudari Andi Nurpati diberhentikan,” kata DK KPU Jimly Asshiddiqie. Dewan Kehormatan menyatakan KPU wajib menjalankan dan menindaklanjuti rekomendasi tersebut paling lambat tiga hari kerja sejak rekomendasi itu
dibacakan. Andi Nurpati diajukan dalam sidang Dewan Kehormatan KPU karena diduga melakukan pelanggaran kode etik dalam dua kasus, yaitu berkaitan dengan pilkada Tolitoli, Sulteng dan keterlibatan Andi dalam Partai Demokrat sebagai pengurus. Berdasar ketentuan, KPU harus menggelar rapat pleno untuk membahas rekomendasi Dewan Kehormatan KPU. Setelah itu, KPU akan membuat keputusan pleno dan mengirimkan surat tentang keputusan itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian, Presiden akan mengeluarkan keputusan presiden tentang kasus Andi. (ant)
Megap litan
Suluh Indonesia, Senin 5 Juli 2010
4
K ilas Linda Wati
Perduli Perkembangan Anak Usia Dini MENJADI contoh dan tauladan, bagi anak-anak usia dini memang bukan perkara mudah. Untuk itu setiap orang tua atau guru, senan tiasa dituntut harus mampu memberikan contoh positif baik itu ucapan dan tingkah laku yang baik dihadapan anak-anak. “Karena pada dasarnya anak berumur dibawah lima tahun itu rasa ingin tahu dan belajar meniru apa-apa yang meraka lihat dan dengar sangat tinggi. Untuk itu kita sebagai orang tua harus mampu menunjukkan prilaku atau perbutan positif pada anak-anak kita agar bisa meraka tiru,” saran Linda Wati, salah satu tenaga pengajar di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) ‘Ar Rafi’, Cipayung, Kab.Bogor ini. Wanita kelahiran Bogor, 16 Oktober 1978 mengatakan, bahwa orang tua haruslah lebih faham bagaimana perkembangan karakter anak usia dini, untuk itu sangatlah penting jika anak-anak mulai dikenalkan dalam pendidikan anak usia dini. “Pendidikan Paud sendiri membantu perkembangan anak dalam bersosialisasi,belajar dan meningkatnya kemampuan motoriknya,” ujarnya. Mendidik anak-anak usia dini diakui Linda, tentu memang tidak gampang. “Kiat saya dalam mengajar adalah dengan ikhlas dan sabar,” pungkasnya. (drb/bas)
Polisi Tembak Mati Residivis Ranmor DEPOK - Ansori, residivis pencuri motor (39) ditembak mati oleh Tim Reserse Polres Depok usai beraksi di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, kemarin. Ansori tertangkap tangan mencoba membawa lari motor Mio B 6452 ERI di dekat Masjid Ukhuwah Islamiyah, UI sekira pukul 12.45 WIB. Ansori membobol motor korban dengan menggunakan kunci letter T. Polisi sempat memberi tembakan peringatan namun tak diindahkan Ansori. Polisi pun melepaskan 3 timah panas polisi di bagian pinggang kanan belakang. Ditemui di lokasi, Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Ade Rahmat Idnal menuturkan, pelaku adalah residivis yang selama ini sudah menjadi target. Pelaku biasa beroperasi di wilayah kampus UI. “Sudah diintai anggota, karena tadi memang sedang ada ujian di UI, jadi pintu masuk ditutup, dia sudah celingukan dan kami
tanam orang sudah satu minggu di UI,” kata Ade, kemarin. Lokasi yang kerap disantroni pelaku antara lain Pusat Administrasi UI dan Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa). Selain itu parkiran ATM di UI juga kerap mejadi sasaran pelaku yang biasa beroperasi pada hari libur. Sebelum tertangkapnya Ansori, pihaknya menerima laporan kehilangan lima unit sepeda motor di wilayah kampus tersebut. “Paling sering pencurian terjadi di UI pada hari libur Sabtu dan Minggu, setiap bulan rata-rata 20 motor hilang di UI, karena itu setelah Ansori tertembak kita harap kasus curanmor tak ada lagi di UI,” ujarnya. Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, jenazah Ansori langsung dibawa ke Gedung Biru UI. Sementara itu, barang bukti kejahatan pelaku diamankan Polres Depok. “Jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati setelah dilakukan identifikasi,” tandasnya. (rin)
Ledakan Gas Elpiji
Lukai Tiga Warga Bekasi BEKASI - Ledakan tabung gas elpiji melukai tiga warga Perumahan Pondok Ungu Permai Sektor V, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu. “Ledakan itu terjadi di dalam rumah yang terletak di Perumahan Pondok Ungu Pemai Sektor V Blok A4 RT 001/006, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi sekitar pukul 15.00 WIB,” kata warga setempat, Suci. Saat kejadian, kebetulan rumah itu dalam keadaan kosong, karena pemiliknya Aceh Sulaiman (45) sedang menghadiri resepsi pernikahan di luar kota bersama keluarganya. Suci mendengar ledakan keras menyerupai suara bom dari belakang rumah di bagian dapur, sehingga rumah itu hancur be-
rantakan. “Kebetulan, saat kejadian ada tiga orang tetangga kami yang sedang berbincang di depan rumah itu yang terkena percikan api dan sebagian tubuhnya terbakar,” katanya. Ketiga korban tersebut adalah Sumantri, Dasidi, dan Purwanto. Korban mendapat luka bakar yang cukup serius dan harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi Barat. Sementara itu, pihak Kepolisian Metro Bekasi dan Polsek Babelan yang datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) belum mau memberikan keterangan seputar peristiwa itu. “Kami belum mengetahui penyebab ledakan gas itu. Yang jelas gas yang meledak berukuran tiga kilogram,” kata salah satu petugas identifikasi Polrestro Bekasi Kabupaten. (ant)
Baliho Nur Mahmudi
Dinilai Sosialisasi Terselubung DEPOK - Ketua DPRD Kota Depok, Rintis Yanto mengatakan sejumlah baliho yang menampilkan wajah Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail dinilai sebagai bentuk sosialisasi terselubung, menjelang Pilkada. “Banyak foto Nur Mahmudi yang terpampang di tempat-tempat keramaian dan ini bisa menjadi alat sosialisasi terselubung,” kata Rintis, di Depok, kemarin. Baliho maupun spanduk Nur Mahmudi dapat dilihat di sepanjang pusat kota Depok Jalan Margonda Raya baik terkait iklan layanan masyarakat (ILM), maupun keberhasilan Pemerintah Kota. “Kalau terlalu banyak foto Nur Mahmudi bisa jadi alat terselubung, saya minta itu diturunkan,” tegasnya. Seharusnya kata dia foto Nur Mahmudi yang berada di
belakang mobil pemadam kebakaran bersama kepala dinas, maupun baliho Nur Mahmudi yang tengah memakai pakaian dinas pemadam kebakaran diturunkan. Untuk itu kata Rintis, dirinya akan segera mengecek apakah Daftar Penerimaan Anggaran (DPA) di Dinas Pemadam Kebakaran terkait kegiatan sosialisasi melalui baliho. Dikatakannya dirinya akan melihat apakah gambar yang dimuat di mobil atau baliho di jalan lainnya, memakai anggaran darimana, kalau ada berarti itu tidak sah karena baliho dan spanduk adalah bentuk sosialisasi yang masih sangat diminati masyarakat. Rintis berharap PNS di kalangan pemerintah Kota Depok untuk netral dan tak memihak salah satu calon. (ant)
Suluh Indonesia/rin
SUNATAN MASSAL - Salah satu anak yang dikhitan di ITC Depok. Mereka terlihat antusias kendati cemas saat menunggu giliran.
Gaji ke-13 Disunat
Ratusan Guru Ngamuk BOGOR – Gara-gara gaji ke-13 disunat, para guru di Kab.Bogor khusunya di UPT Dinas Pendidikan Kec. Sukajaya, Kab.Bogor ngamuk. Para guru mengaku kecewa dengan tindakan oknum UPT Sukajaya yang berani memotong gaji ke-13 para guru sebesar Rp 200 ribu per orang dengan alasan tidak jelas. “Kami seharusnya menerima gaji sebesar Rp 3 juta, tapi faktanya kami hanya terimanya Rp 2,8 juta,” ungkap
Wahid (46), salah satu guru. Menurut Wahid sejauh ini dirinya mengaku hanya mengetahui pemotongan itu dengan alasan untuk keperluan dinas. “Alasan itu yang membuat kami tidak mengerti,” protesnya. Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rony Kusmaya menegaskan, Dinas Pendidikan, Kab Bogor sejauh ini tak pernah mengintruksikan adanya pemotongan gaji ke-13 bagi para guru. “Ah itu ndak
benar, sebab semua guru yang menerima gaji ke-13 harus menerima utuh dan tidak ada potong memotong,” kilah Rony, kemarin. Apa pun alasannya jika terbukti ada oknum UPT yang berani melakukan pemotongan maka pihaknya akan segera memeriksa oknum bersangkutan dan akan menindaknya. “Kalau itu benar maka kita akan tindak tegas oknum UPT tersebut,” tegasnya. (bas)
KPA Desak Remisi Khusus Napi Anak BOGOR - Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kota Bogor mendesak pemerintah dalam hal ini Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menhukham) agar memberikan remisi khusus bagi narapidana (napi) anak-anak di Lapas Paledang, Kota Bogor pada peringatan Hari Anak Nasiional (HAN) pada 22 Juli mendatang. “Kita akan sampaikan usulan ini kepada Menhukham agar anak-anak warga binaan Lapas ini mendapat remisi khusus bertepatan dengan hari Anak Nasional tanggal 22 Juli nanti,” kata Ketua KPA Kota Bogor, drg Hj Aisjah Wan Granie, saat menyambangi napi anak-anak di Lapas
Kelas II, Paledang Kota Bogor, kemarin. Kedatangan pengurus dan Ketua KPA Kota Bogor di Lapas Paledang ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada napi anakanak yang sedang menjalani hukuman di lapas tersebut. “Pemerintah selama ini hanya memberikan remisi kepada para narapidana yakni remisi umum setiap tanggal 17 Agustus dan remisi khusus diberikan setiap hari besar keagamaan Idul Fitri dan Natal ,” jelasnya. Aisjah mengungkapkan, bahwa selama ini remisi-remisi yang diberikan pemerintah pada momentum itu ternyata setelah dicek langsung di Lapas Paledang ternyata belum
pernah diberikan pada napi anak-anak. “Untuk itu hal ini akan kita bawa pada Kongres Anak Nasional di Bangka Blitung (18-25/07) dan yang pasti kita akan desak Pemerintah sampai usulan kami direalisasikan,” tegasnya. Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas II Paledang, Risman mengungkapkan, bahwa saat ini sedikitnya ada 29 anak yang sedang menjalani hukuman di lapas Paledang. “29 napi anak-anak di lapas ini kita berikan program pembinaan melalui pesantren, kejar paket dan kegiatan lainnya. Meraka juga kita perlakukan khusus, berbeda dengan napi dewasa,” kata Risman. (bas)
Dua Karyawan Toko Emas Dibegal Rampok BOGOR – Dua karyawan toko emas di Bogor bernama Abudul Aziz alias Abas (48) dan Marhali (33), Jumat petang mengaku telah dibegal dan dirampok dua orang pengendara speda motor saat melintas di Jalan Raya Rumpin, tepatnya di Kampung Cisirung, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kab.Bogor. Dari pengakuan korban, pelaku berhasil merampas tas berisi uang tunai sebesar Rp 10 juta dan emas seberat 1,5 Kg yang akan meraka antarkan ke rumah bosnya bernama
Aslamiyah, di Kampung Sukamanah, RT 11/05, Desa Tamansari, Kec. Rumpin, Kab. Bogor. Dari pengakuan korban dihadapan polisi, kejadian yang menimpanya itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu dia bersama seorang karyawannya ketika dalam perjalanan menuju rumah bosnya, tiba-tiba dipepet pengendara sepada motor lainnya sambil menodongkan pistol. “Saya boncengan naik motor Mio. Tiba-tiba dari belakng ada motor GL warna hitam memepet saya, sambil menodongkan pistol dan merampas tas yang kami
bawa,” kata Abas. Polisi begitu menerima laporan dari korban langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP dan ketarangan saksi korban, petugas mengaku menemukan beberapa kejanggalan dari keterangan kedua korban. “Kita masih selidiki kasus itu. Tapi kalau melihat dan mendengar ketarangan saksi korban, memang ada kejanggalan dalam kasus ini,” terang Kapolsek Rumpin AKP. Ahmad Syofwan, kemarin. (bas)
Pokja Wartawan Depok Gelar Khitanan Massal DEPOK - Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Depok bekerjasama dengan ITC Depok dan pengurus Masjid Al Barkah ITC Depok mengadakan sunatan massal bagi kaum dhuafa dan anak yatim se-Depok. Area lantai 3 ITC Depok kemarin dipenuhi antrian 94 anak beserta orangtua yang mengantar. Bahkan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan tokoh masyarakat terlihat hadir. Diantaranya, Asisten Tata Praja Setda Depok Sayyid Cholid, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok Rintis Yanto dan tokoh masyarakat Depok Nursi Arsyirawati. Ketua pelaksana sunatan masal Muhammad Adi Wibowo mengatakan, acara rutin ini sudah empat kali digelar. Wak-
tu pelaksanaan biasanya digelar pada liburan sekolah. Jumlah peserta setiap tahun bertambah, bahkan hingga dua kali lipat. “Targetnya anakanak yatim dan dhuafa yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Ini terbuka bagi semua, tidak terbatas usia maupun agama,” kata Adi. Dokter yang diterjunkan berjumlah lima orang dokter dan empat asisten dari Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C). “Teknik penyunatan dilakukan dengan cara laser,” tandasnya. Ditemui di tempat yang sama Ketua Panitia Pokja Wartawan Depok, Sidharta Arya Agung menuturkan, kerjasama semacam ini baru pertama kali dilakukan dengan ITC Depok dan Masjid Al Barkah ITC Depok. (rin)
Rehabilitasi RS Cibitung Dipertanyakan CIKARANG - Lembaga Swadaya Masyarakat Sniper mempertanyakan kegiatan rehabilitasi gedung C Rumah Sakit Daerah Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang diduga tidak sesuai peruntukkan anggaran. Ketua Presedium Sniper Kabupaten Bekasi, Gunawan kemarin mengatakan biaya rehabilitasi yang dikeluarkan Pemkab Bekasi pada tahun anggaran 2009 sebesar Rp 4.093.705.100. Hal itu sesuai dengan rekening bernomor 1.02.102.02.25.14. “Dalam pelaksanaannya hanya tercantum Rp3.461. 493.000 dengan nomer SPMK: 602.1/773.2-C/SPPRSUD/X/2009 melalui pelak-
sana kegiatan PT Lince Romauli Raya,” katanya. Dari hasil temuan di lapangan, pemasangan lantai gedung tidak menggunakan ukuran standar, pemisahan ruang dan pintu menggunakan skat dengan kualitas rendah, pemasanagn plafon terkesan asalasalan. “Termasuk pembayaran 122 pengawas lapangan yang mencapai harga Rp15.250.000. Bahkan, beberapa plafon saat ini sudah mulai jebol,” katanya. Direktur RSD Cibitung Kabupaten Bekasi, Suwarno, mengatakan dugaan KKN dalam proyek tersebut harus melalui kajian tim bangunan terlebih dahulu. (ant)
15 Ribu Penyandang Cacat Dapat BLT SEBANYAK 15 ribu penyandang cacat berat dapat bantuan langsung tunai dari pemerintah masing-masing sebesar Rp 300 ribu perbulan untuk waktu satu tahun guna membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ketua umum Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI), Siswadi di Bekasi, Minggu, mengatakan, bantuan yang dikirim melalui pos sudah mulai diterima. “Penyandang cacat berat yang mendapat bantuan betul-betul sulit untuk diberdayakan agar mandiri. Bahkan untuk sekedar beraktivitas sehari-hari mereka tidak bisa melakukan tanpa bantuan or-
ang lain,” ujarnya. Pemerintah sudah memberikan bantuan kepada penyandang cacat itu sejak empat tahun lalu dan jumlah penerima terus meningkat. Pada 2007 ada sebanyak 3.000 orang yang dibantu, 2008
menjadi 6.000 orang dan pada 2009 menjadi 9.000 orang, sedangkan jumlah penyandang cacat berat mencapai 200 ribuan orang. Ia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan langsung tunai itu bagi 50.000 orang penyandang cacat. Dana bantuan langsung tunai itu sebenarnya juga tidak sepenuhnya digunakan untuk membiayai kehidupan mereka, melainkan juga dipakai untuk biaya kesehatan, karena mereka belum masuk dalam program Jamkesmas ataupun Jamkesda. “Biaya kesehatan itu kadangkala
melebihi besarnya nilai BLT yang diterima. Sebagai penyandang cacat berat mereka sebenarnya butuh biaya kesehatan yang cukup besar setiap bulannya,” ujar pengusaha properti itu. Disisi lain Siswadi juga menyesalkan masih adanya dana BLT yang diganti secara sepihak dari uang tunai menjadi berbentuk natura seperti dialami di beberapa daerah. Ia mencontohkan yang terjadi di Kalimantan Tengah dari seharusnya dikirim via pos diubah jadi pemberian dalam bentuk barang. “Kita belum mengaudit nilai barang yang
diberikan apakah sesuai dengan nilai uang sebesar Rp 300 ribu itu. Kita berbaik sangka sajalah,” ujarnya. Ia menegaskan harusnya perubahan dari bentuk uang tunai ke natura itu dikomunikasikan dahulu dengan pengurus PPCI sehingga tidak ada yang merasa dilangkahi atau setidaknya melalui pendekatan. Jumlah penyandang cacat di Indonesia baik kategori berat, sedang dan ringan mencapai 6,5 juta sampai 7 juta sementara bila mengacu pada standar PBB jumlahnya menjadi 10 juta jiwa. (ant)
pini
Suluh Indonesia, Senin 5 Juli 2010
F OKUS Mempertanggungjawabkan Kualitas Politik INI ada gejala yang sangat sering kita dengar menyertai perhelatan politik, yaitu politik uang. Setiap ada pemilu, baik pada tingkat nasional dan daerah, mantra politik uang tersebut selalu kedengaran. Bisa jadi ini merupakan gejala yang terjadi di berbagai negara. Tetapi menurut perkiraan kita, politik yang tidak bermartabat seperti ini lebih banyak terjadi di negara-negara yang masyarakatnya masih banyak berada pada garis kemiskinan. Paling logis, rakyat yang tidak mampu memenuhi keperluan hidupnya seharihari adalah mereka yang paling mudah menerima sogokan seperti ini. Atau pada masyarakat yang keperluan komunalnya tinggi, politik uang juga sangat mudah dipraktikkan. Keperluan komunal itu adalah keperluan untuk memenuhi kepemilikan bersama, misalnya biaya untuk perawatan dan pembangunan balai RW, biaya dan keperluan untuk pembangunan tempat sembahyang. Balai RW, tempat persembahyangan dan sejenisnya itu adalah bangunan komunal. Kita di Indonesia tampaknya terindikasi oleh dua hal itu. Masyarakatnya masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga mempunyai bangunan komunal yang berbiaya banyak. Jadi pantaslah politik uang itu laris manis menjelang pemilihan umum. Kita merasa bersyukur bahwa dalam salah satu keputusannya untuk melaksanakan pemilihan ulang terhadap Pilkada Kota Surabaya, Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa pemberian kaos atau sarung dan sejumlah uang dinyatakan sebagai politik uang. Cara seperti ini hemat kita sangat bagus untuk memberikan peringatan kepada calon kepala daerah yang hendak coba-coba memberikan uang sogokan kepada pemilih. Politik uang boleh dikatakan penipuan yang berlatar politik. Satu hal yang kita soroti di sini, politik uang itu tidaklah akan mampu meningkatkan kinerja politisi. Ini adalah hal serius yang mesti dilihat jika kita ingin meningkatkan kualitas kinerja dan pengabdian para politisi kita. Sesungguhnya mantra ini telah sering diutarakan tetapi sebegitu sering juga dilupakan. Secara kasar kita perkirakan, seorang kepala daerah akan mengeluarkan uang sekurangnya lima miliar rupiah hanya untuk menyogok anggota masyarakat untuk memilihnya. Bahwa ada calon kepala daerah yang sampai stres, gila atau tidak berani keluar rumah setelah gagal pilkada, ini adalah indikasi yang sangat kuat betapa pencalonan itu memerlukan banyak biaya. Ketika politisi yang memakai politik uang ini mampu berkuasa, seperti yang sudah sering diberitakan, mereka hanya mencari-cari uang lagi untuk menggganti uangnya yang dipakai dulu. Bentuknya adalah nepotisme dan kolusi. Hasil nyatanya yang kita lihat misalnya, jalan raya tidak pernah bisa kita pakai lebih dari setahun. Terkena banjir sedikit sudah hancur. Bangunan publik juga hanya berumur tidak lebih dari setahun. Ini adalah hasil kolusi yang mempunyai latar politik uang. Kualitas politik sudah pasti juga menurun. Rakyat hanya akan terbiasa menunggu uang untuk berjalan menuju tempat pemungutan suara. Jika tidak mendapatkan uang, mereka akan lebih baik tinggal di rumah. Kualitas politik jelas tidak akan representatif apabila jumlah pemilih dari tahun ke tahun selalu berkurang. Karena itu, kita harapkan agar siapa pun yang kelak akan menjadi politisi, bersiaplah sejak sekarang untuk menghindari politik uang tersebut. Berjanjilah kepada diri sendiri bahwa terjun ke politik itu merupakan pengabdian. Untuk mengabdi kepada rakyat, haruslah terlebih dulu mampu memperlihatkan prestasi. Di sinilah kuncinya: prestasi. Prestasi itu bisa dinilai dari keahlian yang kita miliki. Maka manfaatkan keahlian tersebut untuk berprestasi dan kemudian tunjukkanlah kepada masyarakat. Dengan cara demikian, orang akan meengenal. Jika sudah dikenal dan berprestasi, tidak perlu lagi menyertakan uang sebagai suapan untuk memperoleh suara. Kita bertanggung jawab atas kualitas politik di negara kita. ***
K
Bang D
el
Polri harus buka ruang kritik publik
5
Ketahanan Ekonomi Lokal dan Pelestarian Budaya BANYAK orang berpikir bahwa pelestarian budaya semata-mata urusan pemerintah atau hanya sekedar menjaga tradisi turun-temurun. Oleh sebab itu seringkali dipandang sebelah mata atau dikompromikan dengan pertimbangan ekonomi. Namun di sisi lain juga sering dibuat berlebih menjadi suatu komoditas produk pariwisata. Hal ini mudah kita lihat atau bahkan pernah kita alami sendiri bahwa sebagai bangsa yang berakar pada budaya agraris, banyak sekali ritual adat, sebagai suatu produk budaya, yang harus kita jalankan dalam kehidupan. Mulai dari kelahiran hingga kematian. Secara pribadi kita mulai berkompromi untuk tidak menjalankan ritual-ritual itu secara lengkap atau bahkan tidak menjalankan sama sekali. Contoh paling umum adalah saat kita akan menggelar upacara pernikahan. Tapi di sisi lain kita memanfaatkan itu apabila merasakan adanya nilai jual dari suatu ritual adat. Contoh paling mudah adalah jika anda bepergian ke Bali atau Tana Toraja. Kedua sikap itu, meski terkesan ambivalen, memang wajar- wajar saja seiring perkembangan jaman yang menggiring orang berpikir menjadi lebih hemat atau mengambil manfaat secara ekonomi. Sayangnya, terkadang sikap hemat tidak selalu efisien dalam jangka panjang. Kita semua tentu masih ingat tragedi pada Okober tahun 2002, saat Bali terguncang oleh bom. Dunia pariwisata Bali sebagai penyumbang pendapatan daerah langsung tertekan. Serangkaian acara digelar untuk segera memulihkan keadaan pariwisata. Tampaknya cukup berhasil, namun pada Oktober tahun 2005 lagi-lagi terjadi pengeboman dan merusak upaya upaya pariwisata yang sudah terbangun. Namun pertumbuhan ekonomi di tahun 2006 tidak mengalami penurunan, seperti pada peristiwa 2002. Artinya pada tahun ini ketahanan ekonomi Bali lebih baik dibanding saat 2003. Lalu apa yang menjadi penguat ketahanan ekonomi ini? Ekonomi Bali didukung kuat oleh bidang pariwisata. Jika dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bidang pariwisata dari kurun waktu tahun 2002 hingga 2006 kecenderungannya selalu naik, namun tidak demikian pertumbuhannya. Tahun 2003 terjadi kenaikan sebesar 284 milyar menjadi 5,843 trilyun rupiah, dan tahun 2004 menjadi 6,114 trilyun rupiah namun kenaikannya sebesar 271 miliar. Tahun 2005 mencapai 6,497 trilyun rupiah dengan kenaikan sebesar 383 miliar dari tahun 2004, dan tahun 2006 meski mencapai 6,830 triliun rupiah namun kenai-
Oleh : Antonius Trisulistiyo*
kannya sebesar 333 miliar. Tekanan Dari pertumbuhannya terlihat bahwa meski PDRB meningkat, namun kenaikannya mengalami tekanan, antara tahun 2002 -2003 sebesar 284 miliar namun 2003-2004 sebesar 271 miliar, ada penurunan 13 miliar, demikian pula yang terjadi pada tahun 2004-2005, yaitu sebesar 383 miliar namun pada 2005-2006 sebesar 333 miliar, penurunan sebesar 50 milyar. Ditinjau dari situ kita bisa melihat bahwa pengeboman itu berpengaruh terhadap pariwisata dan meski terlihat besar, kita harus juga mengkaji fluktuasi nilai mata uang saat itu karena pariwisata berkaitan langsung dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Artinya nilai besar di sini tidak serta merta sama dengan kuat. Selain bidang pariwisata, penyumbang ke dua PDRB terbesar Bali adalah di pertanian, sebesar 20%. Tidak menunjukkan angka-angka yang dahsyat memang tapi pertumbuhannya naik terus. Di tahun 2003 PDRB Bali adalah 4,250 triliun, dengan kenaikan sebesar 149 miliar dari tahun sebelumnya. Padahal ini adalah tahun di saat pariwisata Bali terpuruk akibat
pengeboman. Demikian pula pada tahun berikutnya terjadi kenaikan sebesar 156 miliar menjadi 4,406 trilyun di tahun 2004, dan n a i k 185 milyar menjadi 4,591 triliun di tahun 2005, dan tetap naik 188 miliar menjadi 4,779 triliun di tahun 2006. Ini juga merupakan tahun di saat pariwisata Bali sekali lagi dihantam krisis akibat pengeboman. Secara umum dapat dikatakan bahwa pertanian Bali hanya dapat memenuhi pasokan untuk kebutuhan lokal saja. Tercatat memang ada beberapa komoditas ekspor hasil pertanian tetapi tidak cukup besar sumbangannya dalam angka PDRB Bali. Secara logika asumsi, sewajarnya terjadi penurunan permintaan pada tahun 2003 dan 2006 akibat adanya krisis di bidang pariwisata. Meningkatnya angka pengangguran ditambah kenaikan harga bahan bakar minyak pada tahun 2005, tentu menjadi wajar apabila bidang pertanian akan terimbas juga karena merupakan pemasok kebutuhan pendukung pariwisata paling tinggi. Namun kenyataan dan angkaangka tadi bicara sebaliknya. Dari sini kita dapat menduga bahwa kenaikan pertumbuhan PDRB bidang pertanian tidak terlalu bergantung kepada bidang pariwisata. Artinya ada permintaan lokal yang cukup kuat sehingga pertumbuhannya terus mengalami kenaikan. Secara sosial budaya, masyarakat Bali termasuk pada kelompok yang masih sangat menjaga adat istiadatnya dan langsung atau tidak langsung melestarikan budayanya. Ritual-ritual adat atau pun agama yang berlangsung di sana, seringkali tidak dapat dipahami secara ekonomi oleh kita yang terbiasa dengan konsep hemat dan modern. Biaya yang besar dan pengerahan sumber daya manusia yang tidak sedikit pada upacara-upacara adat tampak irasional, begitu boros
serta sia-sia. Apalagi dengan landas pikir (mindset) bahwa itu semua dilakukan sebatas bagian ‘pertunjukan’ pariwisata. Hal ini menjadi semakin tidak koheren di saat banyak sekali perusahaan yang gulung tikar dan pengangguran bertambah. Tetapi masyarakat Bali melakukan itu semua sesungguhnya memang bukan demi alasan pariwisata. Mereka melakukan itu karena memang bagian dari budaya religius yang mereka pertahankan serta pelihara dari waktu ke waktu. Lebih dari itu, lesunya industri pariwisata malah menjadi saat yang tepat bagi mereka untuk kembali melaksanakan ritual-ritual secara lebih lengkap karena tidak perlu ‘berkompromi’ dengan waktu yang terbatas. Alhasil, permintaan sumber daya pertanian menjadi meningkat karena keperluan ritual adat yang memang memerlukan banyak sekali hasil-hasil pertanian dan turunannya. Keterlibatan sektor-sektor usaha di berbagai bidang tercakup di sini. Pemilik sarana transportasi angkutan barang dan orang juga terlibat karena kepentingan upacara ini perlu adanya mobilisasi manusia. Para pedagang sandang juga diuntungkan karena banyaknya permintaan penggunaan bahan kain. Tak pelak lagi, para petani adalah pemegang peran utama sebagai pemasok terbesar dan terpenting karena hasil bumi merupakan pendukung pokok dalam segala ritual itu. Justru di sinilah sebetulnya pokok penting dari ketahanan ekonomi lokal. Bagaimana pun akar budaya nasional kita adalah tetap budaya agraris yang menggunakan hasilhasil bumi dalam setiap ritual adat budayanya. Jika kita melestarikan budaya kita dengan segala macam ritual adat istiadatnya maka akan terjadi permintaan kebutuhan terhadap hasil bumi di luar kebutuhan pangan kita. Tidak akan berlebihan kiranya apabila kita semua melestarikan budaya dengan jalan melakukan kembali ritual-ritual adat secara lengkap. Sebagai negara agraris, berbudaya agraris, wajarlah jika kita mengandalkan hasil bumi dan para petani sebagai pilar perekonomian kita. Dari sini kita akan mendapat efek beruntun secara ekonomi. Pelestarian budaya yang dapat menjadi obyek pariwisata sekaligus juga membangun ketahanan pangan dan tentu saja akan berlanjut kepada terciptanya ketahanan ekonomi. *Penulis, freelancer arsitektur dan desain grafis, mahasiswa MBA - ITB angkatan 2009
Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.
Ruang tahanan ... ?
SURAT A NDA Kota Depok Gersang SEBAGAI warga Kota Depok sejak awal tahun 1990-an, saya merasa senang sekaligus prihatin dengan pesatnya perkembangan Kota Depok. Setidaknya dalam lima tahun terakhir. Banyak mal, kampus perguruan tinggi, infratstruktur bahkan apartemen baru yang dibangun, yang tentu saja membuat kota yang merupakan hinterland ibukota ini menjadi kian berkembang. Namun, perkembangan pesat itu ternyata membuat suhu dan kualitas udara Kota Depok terasa kian turun dari tahun ke tahun. Indikasinya, jika 10-15 tahun lalu, setiap bangun tidur saya masih bisa melihat kabut saat membuka jendela kamar, maka yang terjadi saat ini justru sebaliknya, saat kita membuka jendela, yang terhirup justru udara kotor yang membuat dada terasa sesak.
Ranjau Paku Makin Banyak
Keadaan kian parah saat kita berada di pusat Kota Depok, tepatnya di kawasan jalan Margonda Raya dan sekitarnya. Di sini, kualitas udara boleh dibilang cukup buruk, akibatnya padatnya arus kendaraan ditambah kurangnya pepohonan di sisi jalan, membuat jalan utama di Kota Depok itu terasa sangvat gersang dan panas, apalagi saat tengah hari. Agar kualitas udara tak memburuk, kami berharap agar pihak Pemkot Depok memperbanyak penyediaan hutan kota (tak hanya di Kampus Universitas Indonesia) dan melakukan penanaman pohon-pohon berukuran besar di sekitar jalan Margonda Raya. Terima kasih. Ramadhani Limo-Depok
RANJAU paku apakah sudah menjadi hal yang lumrah sehingga dari tahun ke tahun tak ada penanganan yang berarti. Kita seringkali melihat dan mendengar bagaimana para pengendara, terutama sepeda motor yang sering menjadi korban ranjau paku. Tetapi anehnya, tak juga bisa ditindak para pelakunya. Beberapa razia memang dilakukan, dan terbukti paku atau alat lain yag digunakan untuk menjebak korbannya dalam jumlah yang mencengangkan. Untuk satu ruas di Gatsu saja, konon, bisa dikumpulkan hingga tiga kiloan. Bisa dibayangkan betapa meratanya ranjau-ranjau itu bertebaran. Memang aparat sulit sekali menangkap para pelaku karena tidak punya bukti. Mereka hanya bisa ditanggap jika ter-
tangkap tangan saja. Dan, bisa diduga penebar ranjau itu pasti ada kaitannya dengan para penambal ban pinggir jalan. Hampir bisa dipastikan, ketika pengendara terkena ranjau, takkan jauh dari sana akan ada penambal ban. Apakah ini tidak mencurigakan. Untuk mengatasi, menurut saja, tertibkan saja para penambal-penambal itu beroperasi. Perlakukan mereka layaknya pedagang kaki lima yang mengganggu ketertiban karena beroperasi di trotoar. Tanpa penambal pun rasanya pengendara justru lebih aman. Terbukti keberadaan mereka justru membuat kegelisana. Jangan para penambal ban itu menjadi musuh masyarakat. Bayu Sanyata Margonda, Depok
Angkot Menyumbat Jalan TAK seperrti biasanya pada Sabtu malam lalu kemacetan lalu lintas di sekitar terminal Lebak Bulus Jakarta Selatan, begitu luar biasa. Atrean kendaraan berderet panjang hingga sampai ke lampu merah di depan Point Square. Apa yang terjadi ? saya pikir ada kecelakaan lalu lintas atau ada mobil mogok sehingga jalan ‘tersumbat’ dan menimbulkan kemacetan. Eh ternyata penyebabnya hany soal ‘sepele’. Angkutan kota (angkot) yang baru keluar dari terminal pada ngetem, berhenti, di jalanan persis di mulut terminal. Menariknya para sopir angkot dengan santai menunggu penumpang tak menghiraukan kemacetan yang ditimbulkan karena ulahnya. Wajah mereka (para sopir) tampak damai, tanpa rasa
bersalah. Selepas terminal, saya pikir arus lalu lintas pasti lancar. Eh ternyata kembali macet. Penyebabnya, lagi-lagi, ulah sopir angkot. Mereka parkir, mencari penumpang di jalanan menjelang perempatan selepas terminl Lebak Bulus (kea arah Ciputat). Kali ini mereka benar-benar nekad. Ketika lampu hijau menyala mereka tetap tidak jalan, sehingga macet parah. Menariknya, rupanya banyak juga sopir angkot yang jengkel dengan kelakukuan sesama sopir angkot. Mereka ramai - ramai membunyikan klason sehingga menciptakan kebisingan di kemacetan. Mohon perhatian pak polisi, terima kasih. Wulan Pasar Minggu, Jak-Sel
Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.
Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.
lahraga
Suluh Indonesia, Senin 5 Juli 2010
6
Terjun Payung Asiania
Indonesia Targetkan Juara SOLO - Indonesia menargetkan menjadi juara umum pada kejuaraan terjun payung “Asiania Parachuting Championship ke-13, kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Andi Mallarangeng, usai membuka kejuaraan terjun payung tersebut di Lapangan Udara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, kemarin. Menurut Menpora, pihaknya mengharapkan tim Indonesia bisa yang terbaik karena memiliki keuntungan sebagai tuan rumah dan juga sudah mengenal situasi udara di wilayah perlombaan. Penerjun nasional andalan Indonesia yang diharapkan merebut juara terutama di bagian putri seperti Pingkan Mandagi, Ratna Sari, Tuti, Endang, dan Agus Riyanti. Kelompok putra penerjuan andalan antara lain, Petrus, Dwijo, dan Kalingkoang.
Kendati demikian, Menpora juga mengatakan jangan melihat sebelah mata karena penerjun dari negara-negara Asiania yang mengikuti kejuaraan tersebut banyak yang memilik kualitas lebih baik sehingga perlu perhitungkan. “Penerjun yang handal dan perlu diperhitungkan antara lain, Saudi Arabia, Kazhakstan, Cina, dan oman,” katanya. Sementara dalam kejuaraan terjun payung “Asiania Parachuting Championship ke-13, di Lapangan Udara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, mulai 4-7 Juli 2010, diikuti sekitar 170 penerjun dari 16 negara. 16 negara tersbeut yakni Australia, Bahrain, Kanada, China, Irak, Jordania, Jepang, Kazhakstan, Malaysia, Oman, Palestina, Polandia, Singapura, Mesir, Arab Saudi, dan Indonesia sebagai tuan rumah. (ant)
Kejurnas Wushu 2010
Sumut Juara Umum JAKARTA - Sumatera Utara (Sumut) tampil sebagai juara umum Kejurnas Wushu 2010 yang berakhir di GOR Pertamina Simprug, Jakarta, Sabtu, pekan lalu. Sumut yang memang merupakan gudang atlet wushu nasional di luar Jawa ini mengoleksi 25 emas, 11 perak dan 14 perunggu. Jawa Timur diperingkat kedua dengan raihan, 13 emas, 21 perak, dana 20 perunggu. Sedangkan, tuan rumah DKI Jaya berada diperingkat ketiga dengan torehan 10 emas, 22 perak dan 15 perunggu. Di nomor Taolo antar klub, gelar juara diraih oleh klub Inti Bayangan dengan meraih, 9 emas, 4 perak dan 7 perunggu. Peringkat kedua, Harmony Wushu (4 emas, 6 perak, 3 perunggu) kemudian diikuti Garuda Emas di peringkat tiga (4
emas, 1 perak, 1 perunggu). Dari kejurnas yang berlangsung sejak 28 Juni dan diikuti 870 atlet dari 20 Pengprov Wushu Indonesia ini juga lahir bibit atlet potensial terutama di kategori junior. Di kategori ini, Sumut dan Jatim memiliki peta kekuatan yang merata untuk nomor sanshou. Sedangkan di nomor alat atau taolo, Sumut lebih mendominasi. Menurut Wakil Sekjen PB. Wushu Indonesia, Iwan Kwok, atlet terbaik hasil Kejurnas di kelompok junior akan dipanggil mengikuti Trainning Center (TC) menghadapi Kejuaraan Asia Wushu Junior di Singapura, Desember mendatang. “Kejurnas sekaligus merupakan seleksi bagi atlet junior untuk menghadapi Kejuaraan Asia di Singapura,” kata Iwan Kwok. (oli)
Suluh Indonesia/ant
KEJUARAAN TERJUN PAYUNG ASIANIA - Seorang penerjun beraksi saat perlombaan Kejuaraan Terjun Payung Asiania ke-13 di Lanud Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, kemarin. Kejuaraan yang diikuti atlet dari 15 negara itu akan berlangsung hingga tanggal 10 Juli mendatang.
Asian Games XVI
Indonesia Bertekad Perbaiki Peringkat SOLO - Indonesia bertekad memperbaiki peringkat dalam pesta olahraga Asian Games XVI yang akan diselenggarakan di Guangzhou, China, tanggal 12-27 November mendatang. “Kami akan berupaya merebut empat medali emas dalam pesta terbesar di Asia itu,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Andi Mallarangeng, usai membuka kejuaraan terjun pa-
Chris John Diminta Segera ‘Pensiun’ SEMARANG - Istri pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA Chris John, Anna Maria Megawati bergarap suaminya segera ‘pensiun’ atau gantung sarung tinju. “Sebagai istri, saya berharap pertarungan melawan petinju Argentina Fernando David Saucedo, merupakan yang terakhir kali bagi Chris John berada di ring,” kata Anna Maria Megawati ketika dihubungi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kemarin. Menurut dia, alasan dirinya meminta Chris John segera mundur dari tinju karena dari sisi ekonomi, apa yang dicapai atau selama ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian, kata mantan atlet wushu Jawa Tengah tersebut, dari segi prestasi, dirinya memperkirakan sudah cukup. “Mungkin dia satu-satunya petinju di Indonesia yang bisa seperti itu,” katanya. Chris John sudah 12 kali mempertahankan gelar juara
dunia kelas bulu setelah merebutnya dari petinju Kolombia Oscar Leon, di Bali 2003, dan pertarungan melawan Fernando merupakan ke-13 kali bagi Chris John untuk mempertah-
Chris John
ankan gelarnya. Ibu dua orang putri —Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani—tersebut mengatakan, saatnya sekarang konsentrasi Chris John untuk keluarga. Ketika ditanya apakah keinginan agar mengundurkan diri itu sudah pernah disampai-
kan pada Chris John, dia mengatakan, pernah tetapi yang bersangkutan mengaku masih kuat untuk bertinju. Bahkan, kata dia, saat melawan Rocky Juarez di Las Vegas Nevada, Amerika Serikat, 19 September 2009, sudah berniat untuk mundur dari tinju tetapi dirinya tidak tahu kenapa akan bertanding lagi. Petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu bakal mempertahankan gelarnya untuk menghadapi penantangnya dari Argentina, El Vasco (panggilan Fernando David Saucedo) di Jakarta, 26 Juli 2010. Anna Maria Megawati mengakui, sebenarnya pertarungan di Bali, 22 Mei 2010, merupakan terakhir bagi Chris John, tetapi kembali tertunda karena Chris John sendiri mengalami cedera saat berlatih. “Sebagai istri, saya hanya berharap pertarungan besok merupakan terakhir bagi Chris John selanjutnya konsentrasi kepada keluarga,” katanya. (ant)
Terkendala Pendanaan
Penyiapan Sarana Pendukung SEA Games Tersendat SEMARANG - Proses pembangunan sejumlah sarana pendukung pelaksanaan SEA Games 2011 di provinsi ini belum dapat dimulai karna terkendala pendanaan, kata Kepala Dinas Cipta Karya, Pemukiman, dan Tata Ruang Jawa Tengah M.Tamzil Menurut Tamzil, di Semarang, Minggu, Jawa Tengah memperoleh alokasi dana sebesar Rp 55 miliar dari pemerintah pusat untuk mempersiapkan berbagai sarana pendukung pelaksanaan pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. “Namun, dana ini tidak hanya untuk persiapan SEA Games, tetapi juga untuk ASEAN Paragames yang digelar setelah pesta olahraga tersebut di Solo,” katanya. Alokasi sementara dana yang disiapkan untuk kedua kegiatan ini, lanjut dia, untuk pelaksanaan SEA Games sekitar Rp 38 miliar dan ASEAN Paragames sebesar Rp 17 mil-
iar. “Kemungkinan pembagian tersebut masih akan berubah, karena masalah ini masih dibahas dengan pemerintah pusat,” katanya. Ia menuturkan, jika dana tersebut tidak segera cair, maka proses penyiapan berbagai sarana pendukung pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara yang digelar di Jawa Tengah akan terganggu. Ia mengharapkan dana bantuan tersebut dapat segera cair pada bulan Juli ini, sehingga masih ada waktu cukup untuk pengerjaan berbagai sarana yang dibutuhkan. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Hadi Prabowo mengatakan, perlu dibuat kajian tentang kesiapan provinsi ini dalam menggelar kedua kegiatan tersebut. Ia mencontohkan perlunya perbaikan lingkungan di sekitar Gelanggang Olahraga Ja-
tidiri atau kesiapan Bandara Ahmad Yani Semarang dalam menyambut para atlet yang akan datang. “Dinas Cipta Karya tidak perlu membuat sesuatu yang spektakuler. Sesuaikan konsep yang akan dibuat dengan alokasi dana,” katanya. Menurut dia, kebutuhan dana untuk pelaksanaan kedua kegiatan ini cukup besar, mencapai Rp200 miliar. Oleh karena itu, lanjut dia, seluruh instansi terkait, seperti Dinas Cipta Karya serta Dinas Pemuda dan Olahraga harus berpikir sistemik dan komprehensif dalam menyiapkan rencana induk yang akan diterapkan. Dalam pelaksanaan SEA Games mendatang, Jawa Tengah akan memperoleh bagian untuk menggelar tujuh cabang olahraga, yakni panahan, sepak takraw, sepatu roda, biliar, soft tennis, tinju, dan bridge. (ant)
yung “Asiania Parachuting Championship ke-13, di Lapangan Udara Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, kemarin. Menurut Menpora, upaya persiapkan para atlet terus dilakukan agar target memperbaiki peringkat tersebut akan tercapai. “Kami opstimistis merebut empat medali emat bisa tercapai. Karena, atlet terus berlatih dan sebagian mengikuti
kejuaraan di luar negeris ebagai ajang pemanasan,” katanya. Menurut Menpora, empat medali emas dapat diperoleh di antaranya, dari cabang karate yang kini sedang mengikuti kejuaraan Asia Pasifik. Selain itu, menurut Menpora, agar atlet memiliki semangat dan pantang menyerah dalam pertanding, mereka juga menjalani pusat latihan Komando Pasukan Khusus TNI
Angkatan Darat, di Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Menurut Menpora, secara umum prestasi para atlet di tingkat Internasional sudah semakin baik. Hal itu, dapat dilihat hasil pesta olahraga Sea Games 2009 di Laos, dapat memperbaiki peringkat. “Kita di Sea Game 2009 Laos, yang sebelumnya menduduki peringkat kelima, kini mampu diurutan ketiga,” katanya.
Oleh karena itu, Menpora mengharapkan dalam Asian Games di China mampu memperbaiki peringkat menjadi belasan dibanding pesta olahraga sebelumnya. “Indonesia pada pesta Asian Games XV di Doha, Qatar, menempati urutan 22 dengan merebut dua medali emas. Di China, nanti diharapkan empat medali emas dapat diperoleh,” kata Menpora. (ant)
lahraga
Jadwal Pertandingan semi final : Kamis, 8 Juli 01.30 WIB
Belanda Vs Uruguay Rabu, 7 Juli 01.30 WIB
Jerman Vs Spanyol
Villa Mendekati Rekor Spanyol JOHANNESBURG - David Villa selangkah mendekati rekor Spanyol dengan gol dia dalam kemenangan tim juara Eropa itu 1-0 atas Paraguay di Ellis Park, dinihari kemarin, dan mencapai semifinal Piala Dunia. Villa menjadi pencetak gol terbanyak turnamen sejauh ini dengan gol kelima dia tujuh menit sebelum pertandingan berakhir. Spanyol kini akan bertemu Jerman di semifinal yang akan digelar di Durban pad Kamis dinihari nanti. Gol tersebut merupakan gol Villa yang ke-43 dalam 63 penampilan internasional dia dan menempatkan dia hanya satu gol di bawah 44 gol yang dibukukan Raul dalam 102 pertandingan sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol sepanjang masa. “Terakhir menjadi pencetak gol terbanyak setidaknya menjadi perhatian saya,” kata Villa
yang baru dikontrak oleh klub Barcelona itu. “Yang penting adalah kami bisa maju ke final, apakah melalui saya yang mencetak gol atau pemain lain.” “Saya senang mencetak gol tapi lebih senang jika tim yang menang,” katanya. Villa (28) sudah menjadi pencetak gol terbanyak Spanyol dalam sejarah Piala Dunia dengan delapan gol, mengungguli beberapa pemain hebat Spanyol Emilio Butragueno, Fernando Hierro, Fernando Morientes, dan Raul, yang semuanya menjalakan lima gol. Villa menjadi salah satu bintang Piala Dunia dengan mencetak dua gol dalam kemenangan Spanyol 2-0 atas Honduras, gol pertama dalam kemenangan 2-1 atas Chili, dan gol tunggal kemenangan atas Portugal di 16 besar sebelum gol terbaru dua ke Paraguay. (ant)
David Villa
Suluh Indonesia, Senin 5 Juli 2010
Spanyol Tantang Jerman JOHANNESBURG - David Villa mencetak satu-satunya gol saat juara Eropa Spanyol mengalahkan Paraguay 1-0 di Ellis Park, Johannesburg, dinihari kemarin, dan mengantar Spanyol ke semifinal untuk menghadapi Jerman. Villa, yang kini mengoleksi lima gol pada turnamen itu, mencetak gol kemenangan tersebut tujuh menit sebelum akhir pertandingan, yang juga diwarnai dengan penalti yang dapat diselamatkan oleh masing-masing penjaga gawang. Jerman, yang dikalahkan Spanyol pada final Euro 2008, pada pertandingan sebelumnya menghancurkan Argentina 4-0 di Cape Town. “Kami tidak bermain bagus terutama karena kami tidak mendapatkan cukup bola,” kata pelatih Spanyol Vicente Del Bosque. “Kami kini berada di antara empat tim terbaik di dunia. Lawan kami berikutnya adalah Jerman, yang merupakan tim terbaik saat ini,” katanya. Pemain Spanyol Cesc Fabregas, yang menggantikan Fernando Torres pada babak kedua, mengaku pertandingan semifinal nanti akan memerlukan peningkatan mutu. “Rasanya senang bisa berada di semifinal, tapi kami sadar ini tidak akan berarti apaapa jika kami tidak mencapai final,” katanya. “Kami menyaksikan Jerman mengalahkan Argentina dan mereka bermain sangat bagus. Mereka salah satu tim terbaik di turnamen ini. Kami harus menampilkan permainan terbaik kami untuk dapat mengalahkan mereka,” katanya. Pelatih Paraguay Gerardo Martino mengatakan timnya harus membayar mahal kegagalan mengambil peluang yang datang pada mereka. Kami memiliki peluang tapi tidak memanfaatkanya. Tapi sudahlah, saya mengucapkan selamat kepada para pemain saya karena kemajuan mereka di Piala Dunia,” katanya. Paraguay sebenarnya melakukan awal yang bagus dalam pertandingan itu dan menciptakan dua peluang pada 10 menit pertama. Jonathan Santana melepaskan tembakan dari jarak 20 yard namun bola mengarah terlalu dekat ke penjaga gawang Iker Casillas dan kemudian Cristian Riveros gagal menjebol gawang dengan sebuah sundulan dari umpan silang Victor Caceres.
DAFTAR PENCETAK GOL : 5 David Villa (Spanyol) 4 Gonzalo Higuain (Argentina) Miroslav Klose (Jerman) Robert Vittek (Slowakia) Wesley Sneijder (Belanda) Thomas Mueller (Jerman) 3 Luis Fabiano (Brazil) Asamoah Gyan (Ghana) Diego Forlan (Uruguay) Luis Suarez (Uruguay) Landon Donovan (AS) 2 Samuel Eto’o (Kamerun) Lukas Podolski (Jerman) Carlos Tevez (Argentina) Javier Hernandez (Meksiko) Keisuke Honda (Jepang) Lee Chung-yong (Korsel) Lee Jung-soo (Korsel) Brett Holman (Australia) Kalu Uche (Nigeria) Robinho (Brazil) Elano (Brazil) Tiago (Portugal) 1 Raul Meireles (Portugal)
Simao Sabrosa (Portugal) Hugo Almeida (Portugal) Liedson (Portugal) Cristiano Ronaldo (Portugal) Kamil Kopunek (Slowakia) Andres Iniesta (Spanyol) Yakubu Aiyegbeni (Nigeria) Siphiwe Tshabalala (Afsel) Bongani Khumalo (Afsel) Katlego Mphela (Afsel) Florent Malouda (Prancis) Dahl Tomasson (Denmark) Nicklas Bendtner (Denmark) Dennis Rommedahl (Denmark) Park Ji-sung (Korsel) Park Chu-young (Korsel) Gabriel Heinze (Argentina) Martin Demichelis (Argentina) Martin Palermo (Argentina) Yasuhito Endo (Jepang) Shinji Okazaki (Jepang) Dimitris Salpingidis (Yunani) Vassilis Torosidis (Yunani) Cuauhtemoc Blanco (Meksiko) Rafael Marquez (Meksiko) Rodrigo Millar (Chili) Jean Beausejour (Chili) Mark Gonzalez (Chili) Gelson Fernandes (Swiss) Alvaro Pereira (Uruguay) Maicon (Brazil) Juan (Brazil) Ji Yun-nam (Korut) Winston Reid (Selandia Baru) Shane Smeltz (Selandia Baru)
7
Antonio Di Natale (Italia) Fabio Quagliarella (Italia) Daniele De Rossi (Italia) Vincenzo Iaquinta (Italia) Antolin Alcaraz (Paraguay) Enrique Vera (Paraguay) Cristian Riveros (Paraguay) Arjen Robben (Belanda) Robin van Persie (Belanda) Klaas-Jan Huntelaar (Belanda) Dirk Kuyt (Belanda) Arne Friedrich (Jerman) Mesut Ozil (Jerman) Cacau (Jerman) Tim Cahill (Australia) Milan Jovanovic (Serbia) Marko Pantelic (Serbia) Robert Koren (Slovenia) Valter Birsa (Slovenia) Zlatan Ljubijankic (Slovenia) Jermain Defoe (Inggris) Matthew Upson (Inggris) Steven Gerrard (Inggris) Michael Bradley (AS) Clint Dempsey (AS) Kevin-Prince Boateng (Ghana) Sulley Muntari (Ghana) Didier Drogba (Pantai Gading) Yaya Toure (Pantai Gading) Ndri Romaric (Pantai Gading) Salomon Kalou (Pantai Gading)
Suluh Indonesia/ap
BERTUMPUK TUMPUK - Para pemain Spanyol meluapkan kegembiraannya dengan ‘bertumpuk-tumpuk’ setelah timnya memastikan diri maju ke semi final Piala Dunia dengan mengalahkan Paraguay, 1-0 dini hari kemarin.
Spanyol tidak tampil bagus dan bahkan pengatur serangan klub Barcelona Xavi tidak seperti biasanya banyak mengeluarkan umpan yang terbuang percuma. Tapi akhirnya dia bisa membawa semangat bagi permainan juara Eropa itu saat tendangan voli dia dari jarak 25 yard melesat di atas mistar gawang. Empat menit sebelum turun minum, Paraguay bisa menjalakan bola ke gawang Spanyol saat Nelson Valdez menyambut umpan panjang dan menjebol gawang, namun wasit menyatakan dia lebih dulu berada di posisi offside. Pemain depan Liverpool Torres terlihat terisolasi di lini depan dan tidak mengejutkan jika pelatih Spanyol Vicente del
Bosque mengganti dia dengan Fabregas. Permainan mulai hidup setelah berlangsung sekitar satu jam. Paraguay mendapatkan peluang emas untuk meraih keunggulan saat Gerard Pique dihukum karena menarik jatuh Oscar Cardozo di kotak penalti. Namun tendangan penalti yang dilakukan Cardozo dapat diselamatkan oleh Casillas yang memperkirakan dengan tepat arah bola. Lalu Spanyol langsung mendapat giliran tendangan penalti setelah Antolin Alcaraz dinilai wasit menjatuhkan pemain yang baru dikontrak Barcelona, David Villa, di kotak penalti. Xabi Alonso berhasil meng-
eksekusi tembakan penalti itu dan masuk ke gawang Paraguay, namun dia diperintahkan untuk mengulang kembali saat para pemain Spanyol mengerubutinya. Untuk kesempatan kedua ini dia mengubah arah tembakan, tapi penjaga gawang Justo Villar bisa menebaknya dengan tepat dan menyelamatkannya sebelum tembakan susulan dari Sergio Ramos juga dapat dia tahan. Spanyol tidak lama kemudian merasa mereka seharusnya mendapat penalti lagi saat Fabregas terguling di bawah Villar yang melompat. Villar kemudian mementahkan tendangan melengkung dari Andres Iniesta, sebelum del Bosque memasukan pemain
depan Pedro, menggantikan gelandang bertahan Alonso. Spanyol akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke83 setelah umpan-umpan cepat bergerak menembus jantung pertahanan Paraguay. Iniesta melepaskan umpan pada Pedro di sisi kanan dan tembakannya membentur tiang gawang, tapi kemudian bola mengarah ke Villa yang lalu melepaskan tembakan, mengenai tiang lebih dulu tapi kemudian masuk ke gawang, mengubah kedudukan menjadi 1-0. Menjelang akhir pertandingan, Casillas harus melompat ke kaki Roque Santa Cruz untuk mencegah dia menyamakan kedudukan, sementara Villar juga menghentikan sebuah tembakan dari Villa. (ant)
Maradona : “Ini Hari Terberat Dalam Hidup Saya” CAPE TOWN - Diego Maradona yang tengah merasa sangat berduka mengatakan bahwa kekalahan telak Argentina 0-4 dari Jerman pada pertandingan perempat final Sabtu merupakan hari terberat dalam hidupnya. “Hari ini (Sabtu), menjelang usia saya 50 tahun pada 30 Oktober mendatang, ini merupakan hal terberat yang pernah saya alami,” ujar Maradona, yang berperilaku jauh berbeda dari sikap cerianya pada konferensi pers menjelang pertandingan Piala dunia melawan Jerman, Sabtu lalu. “Ini (seperti) sebuah tinju dari Muhammad Ali. Saya tidak memiliki kekuataan untuk melakukan apa pun.” “Hari saat saya berhenti bermain bola kemungkinan serupa tetapi (kekalahan) ini terasa lebih berat,” ungkap Maradona setelah kekalahan terburuk Argentina di putaran final Piala Dunia sejak Argentina ditekuk 6-1 oleh Cekoslowakia pada 1958. Maradona mengatakan dia tidak dapat segera membi-
carakan mengenai masa depannya setelah timnya kembali gagal mencapai babak empat besar atau semi final Piala Dunia. Mereka belum pernah sampai ke babak itu lagi sejak 1990, tahun saat dia melepas Piala Dunia dalam babak final di Italia setelah menjuarai turnamen itu empat tahun sebelumnya saat dia menjadi kapten. “Saya harus berpikir dengan hati-hati mengenai masa depan ... saya harus berbicara dengan keluarga saya, para pemain, ada banyak hal yang harus dibicarakan,” tutur Maradona. Dengan suatu bayangan bahwa masa depannya belum jelas, Maradona mengatakan: “Ini bukan lah akhir yang diharapkan (bagi kami), tetapi siapa pun yang sudah terlanjur masuk harus melanjutkan jalan ini yang merupakan satu hal yang disukai Argentina.” “Saya berterima kasih (kepada para pemain dan staf pelatihan) atas kerja keras yang sudah mereka lakukan, itu saja. Saya tidak meau
membicarakan tentang masa depan,” ujar Maradona, yang muncul dari ruang ganti dengan wajah yang dirundung murung. Dia mengatakan dia tidak meragukan bahwa timnya telah bermain sebagaimana memang harus mereka lakukan, kendati mereka sering terbentur dengan gaya permainan Jerman yang yang jauh lebih tajam dan cepat. “Saya menyadari sebagai pelatih dan pemain bahwa sepak bola yang disukai rakyat (Argentine) adalah yang seperti ini, dengan berusaha secara permanen (bagi gol-gol), bermain, berputar. Saya kira Argentina tidak memiliki gaya yang lain,” tambahnya. Selain itu Maradona juga membela Pemain Terbaik Dunia Lionel Messi, yang sangat brilian dengan kecepatan geraknya pada pertandingan di putaran final ini namun gagal mencap otoritasnya pada turnamen ini atau bahkan mencetak gol. “(Messi) bermain luar biasa di Piala Dunia (walau dia tidak mencetak gol) karena
bola sulit dijinakkannya atau para kiper lawan itu merupakan para pemain bintang dari tim mereka,” kata Maradona. “Melihat Messi menghapus airmatanya di ruang ganti, siapa pun yang bilang kepada saya bahwa ia tidak mempunyai perasaan untuk membela timnas Argentina adalah orang yang bodoh.” Jerman mengakhiri sepak terjang Argentina yang tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan sebelumnya di Piala Dunia ini, dibandingkan dengan kekalahan 0-1 mereka oleh Inggris di Jepang tahun 2002 dan juga hasil imbang 1-1 melawan Jerman dalam perempat final Piala Dunia 2006 dimana Argentina kalah dalam adu tendangan penalti. Maradona, yang mulai melatih timnas pada akhir 2008, telah membuat timnas Argentina menang dalam 18 pertandingan dan kalah dalam enam pertandingan sebagai pelatih walaupun mayoritas kekalahan menimbulkan kekecewaan dalam babak kualifikasi tahun lalu. (ant)
Nasi nal
Suluh Indonesia, Senin 5 Juli 2010
8
Pengguna Gas
Kembali Beralih ke Minyak Tanah PEKANBARU - Sebagian besar masyarakat Pekanbaru yang menggunakan tabung gas paket konversi kembali beralih ke minyak tanah, karena takut meledak seperti yang marak terjadi di Pulau Jawa. “Awalnya memang saya menggunakan kompor dan tabung gas pemberian pemerintah tersebut. Tetapi sejak satu bulan terakhir, saya kembali menggunakan kompor minyak,” jelas Gusniawati, warga Marpoyan Damai, Pekanbaru, kepada ANTARA, kemarin. Menurutnya, maraknya pemberitaan mengenai meledaknya tabung gas tersebut membuat dirinya takut menggunakannya. Walaupun, se-
bagian pihak mengatakan bahwa ledakan disebabkan buruknya kualitas selang. “Memang saya sudah menggantinya dan membeli sesuai dengan kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) baik selang maupun regulatornya. Tetapi tetap saja takut menggunakannya,” ujar dia. Ungkapan senada juga disampaikan Iyang, warga Jalan Lele, Marpoyan Damai, yang mengatakan, ia tetap menggunakan kompor minyak. Walaupun saat ini harga minyak tanah mencapai Rp7.000 perliternya. “Sejak diberikan, saya belum memakainya. Takut meledak, seperti yang diberitakan di televisi,” kata dia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Suraji, mengimbau agar pengguna gas tetap menggunakan kompor yang telah diberikan dalam program konversi tersebut. Ia menambahkan, pengguna kompor gas harus mematuhi peraturan dalam menggunakan gas. Menurut dia, sebelum program konversi dilangsungkan, pihaknya sudah memberikan sosialisasi cara penggunaan kompor gas yang aman. “Sejauh ini di Pekanbaru belum ditemukan adanya ledakan. Kita berharap, agar seterusnya tidak terjadi ledakan akibat tabung gas,” harap Suraji. (ant)
Dua Ruko di Semarang Terbakar SEMARANG - Dua buah rumah toko yang terletak di Jalan Puri Anjamoro Blok G I Nomor 10 dan 11 Semarang, Jawa Tengah Minggu pukul 06.30 WIB terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kebakaran yang terjadi di lantai dua ruko tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Pada bangunan nomor 10 milik Alex Haryanto yang diketahui sebagai pengusaha di bidang konveksi terdapat sekitar 31 mesin jahit dan enam mesin potong kain. Tinah (30), salah seorang saksi mata yang juga pembantu rumah tangga di ruko nomor 11 milik pengusaha di bidang percetakan bernama Priyono (57) mengatakan, dirinya saat bangun tidur mencium benda yang terbakar dan melihat asap tebal dari bangunan disamping tempat ia bekerja. “Saya kemudian membangunkan majikan saya yang sedang tidur dan langsung memeriksa keluar ruko,” katanya.
Setelah berada di luar ruko, saksi bersama majikannya melihat api dengan cepat membesar serta sudah membakar sebagian bangunan lantai dua di sebelahnya. Mengetahui hal tersebut, pemilik ruko dibantu dengan beberapa warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya dan menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Belasan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi kebakaran dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam dan berhasil memadamkan api dalam waktu kurang dari dua jam. Ada dua dugaan sementara mengenai asal api yakni dari hubungan pendek arus listrik serta dari sebuah kompor di ruko nomor 10 yang tidak dimatikan saat ditinggal pergi ketiga pembantu rumah tangga. Dari pengamatan di lokasi kebakaran, semua barang yang ada di lantai dua ruko itu ludes ter-
bakar, sedangkan pada lantai satu hanya beberapa barang yang rusak akibat tersiram air saat petugas pemadam berusaha memadamkan api. Sementara itu, kedua pemilik ruko yang terbakar terlihat cukup tertekan serta tidak bersedia memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang meliput. Hingga saat ini jajaran Kepolisian Sektor Kalibanteng masih melakukan penyelidikan di lokasi kebakaran dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran secara pasti. Sementara itu, sedikitnya sembilan buah rumah dan toko (ruko) di Lontar, Pulau Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Minggu, sekitar pukul 12.00, hangus terbakar. Wakapolres Kotabaru Komisaris Polisi Joko Sulistiyo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp150 juta. (ant)
Suluh Indonesia/ant
TERORIS BOM GAS - Sejumlah anggota Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) memegang tabung gas dengan nisan bertuliskan nama korban ledakan tabung gas di depan kantor Bendera Jl. Diponegoro no. 58, Jakarta Pusat, kemarin.
Mobil Tabrakan Belasan Korban Luka TEMANGGUNG - Sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi G 8579 DC menabrak angkutan kota rombongan pengajian di Jalan Raya Secang-Temanggung Desa Pare, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Minggu, mengakibatkan belasan korban luka-luka. Kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, namun 11 dari 16 penumpang rombongan pengajian mengalami patah tulang kaki dan kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah
Djojonegoro Temanggung. Dalam kecelakaan tersebut pengemudi Avanza, Iptu I Wayan Sunarta (46) yang kini menjabat Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Karanganyar, Polres Pekalongan mengalami luka-luka. Menurut sumber di sekitar lokasi kejadian, kecelakaan tersebut bermula kendaraan Avanza melaju dari arah barat dan memasuki daerah Pare. Mobil Avanza berusaha mendahului mobil di depannya, padahal dari arah berla-
Polrestabes Semarang Buka bil fotonya bagi yang akan memperpanjang dan mengikuti ujian praktik audio visual untuk yang membuat SIM baru. “Selama ini prosedur dalam pembuatan maupun perpanjangan SIM cukup lama dan dirasa kurang efektif serta kurang efisien sehingga cukup menyulitkan masyarakat,” ujarnya. Menurut dia, dengan dipangkasnya beberapa prosedur dalam pembuatan maupun perpanjangan SIM maka masyarakat dapat menghemat waktu dalam mendaftar. Ia mengatakan, layanan SIM secara “online” juga bertujuan untuk mengurangi praktik percaloan yang masih marak meskipun sudah berulang kali dilakukan penertiban oleh pihak terkait. “Diharapkan layanan ini dimanfaatkan sebaikbaiknya oleh masyarakat dan diimbau untuk tidak menggunakan jasa percaloan dengan alasan apapun,” kata Guritno. (ant)
Penetapan Batas Desa Adat
Hindari Konflik DENPASAR - Masing-masing desa adat di Bali perlu membuat peta dan menetapkan batas desa secara bersama-sama dengan tetangganya yang didasari semangat hubungan baik guna mencapai kedamaian dalam bermasyarakat. “Hal itu penting dilakukan, mengingat konflik yang melibatkan antardesa adat bertetangga cenderung meningkat, terutama dipicu perebutan batas wilayah dengan motif ekonomi,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof Dr Wayan P Windia di Denpasar, kemarin. Ia mengingatkan pentingnya mewujudkan kehidupan yang rukun, damai dan harmonis dengan saling mematuhi ketentuan batas wilayah desa adat yang telah disepakati secara lisan maupun tertulis. Hal itu penting untuk menghidari terjadinya konflik antardesa adat bertetangga. Prof Windia mengingatkan, dalam mengatasi konflik adat dan konflik batas desa, semua pi-
hak hendaknya menghindari sikap ingin menang sendiri, apalagi sengaja ingin menyakiti pihak lain. Dengan demikian permasalahan yang dihadapi menjadi sederhana dan dapat dengan mudah diatasi oleh kedua belah pihak. Dengan cara itu, setiap permasalahan adat akan dapat diselesaikan, tanpa harus melibatkan pihak ketiga (mediator) atau aparat penegak hukum. “Terima dan laksanakan secara tulus ikhlas, dengan penuh tanggung jawab, berikut segala konsekuensi yang menyertai masing-masing cara penyelesaian konflik,” harap Prof Windia. Hal itu menjadi penekanan, mengingat konflik adat yang berkaitan dengan batas desa pekraman diperkirakan semakin meningkat di masa mendatang. Masalah tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan berbagai pihak. (kmb/ant)
jeritan keras dari dalam angkot,” katanya. Akibat tabrakan tersebut, kondisi angkot mengalami pecah kaca bagian depan dan kerusakan pada bagian depan kedua mobil. Beberapa penumpang angkot dalam kondisi tidak sadarkan diri, mereka kebanyakan mengalami luka di bagian kaki, kepala dan tangan. Kanit Lakalantas Polres Temanggung Iptu Jianto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut. (ant)
Koruptor Itu Separatis
Layanan SIM “Online” SEMARANG - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Semarang membuka layanan pembuatan maupun perpanjangan surat izin mengemudi golongan A dan C secara “online” untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien bagi masyarakat. “Layanan secara ‘online’ ini telah kami buka sejak tanggal 1 Juli 2010 untuk menambah pelayanan kepada masyarakat,” kata Kepala Satlantas Polrestabes Semarang AKBP Guritno Wibowo, di Semarang, kemarin. Ia mengatakan, dengan diterapkannya layanan secara “online” ini maka masyarakat dapat melakukan pendaftaran pembuatan maupun perpanjangan SIM dari mana dan kapan saja dengan mengakses situs www.satlantassemarang.com melalui jaringan internet. Kendati demikian, kata dia, masyarakat tetap harus datang ke kantor Satlantas untuk melakukan pembayaran, diam-
wanan datang angkot bernopol AA 1206 AE yang dikemudikan Subekti (40). “Avanza menyalip mobil, mungkin sopir tidak melihat kalau dari arah timur ada angkot dan tabrakan tidak bisa dihindari,” kata seorang saksi mata Wajiyanto. Ia mengatakan, angkot tersebut hendak mengantar pulang rombongan ibu-ibu pengajian ke kampung Jambon, setelah mengikuti pengajian di Desa Koripan, Kecamatan Secang, Magelang. “Sebelum terjadi tabrakan terdengar
Suluh Indonesia/ant
FUN BIKE ONLINE - Sejumlah anggota Polres Lamongan memakai kostum wayang orang, saat mengikuti Bhayangkara Fun Bike Online 2010, di Surabaya, kemarin. Perhelatan yang melibatkan 30 ribu lebih peserta dan digelar serentak se Indonesia tersebut, dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-64.
JAYAPURA - Para koruptor di tanah Papua yang jumlahnya sangat banyak di jajaran eksekutif dan legislatif tingkat provinsi hingga kabupaten dapat dipandang sebagai separatis yaitu kelompok yang berusaha melepaskan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika ingin Papua tetap dalam NKRI maka berantaslah korupsi dan tindaklah para koruptor yang dikategorikan kelompok separatis NKRI. Hal itu disampaikan Ketua Umum Badan Pelayanan Gereja Baptis Papua (BPGBP),Pdt Dumma Socratez Sofyan Yoman kepada ANTARA di Jayapura, Minggu menanggapi fenomena tindakan korupsi oleh banyak pejabat pemerintahan tingkat provinsi hingga kabupaten yang belum dapat ditangani secara baik dan benar oleh institusi penagak hukum khususnya Kejaksaan dan Kepolisian di Papua. Menurut Socratez, tindakan para koruptor dengan “memakan” uang negara dalam jumlah yang sangat banyak telah membuat rakyat di kampung-kmpung kecewa yang berujung pada munculnya aspirasi rakyat untuk memisahkan diri dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Uang mereka yang seharusnya digunakan untuk menyejahterakan hidup di kampung dilahap habis oleh koruptor. Rakyat berpendapat, untuk apalagi mereka hidup di dalam NKRI kalau uang mereka yang harus dimanfaatkan untuk menguatkan perekonomian keluarga, membiayai pendidikan anak-anak dan membiayai kesehatan dikorup habis oleh penyelenggara pemerintahan di tanah Papua. “Kalau dicermati secara baik kasus-kasus korupsi di Papua maka dapat kami katakan bahwa begitu banyak uang negara untuk pembangunan rakyat di kampung sebagai pelaksanaan Otonomi Khusus dikorupsi pejabat eksekutif dan legislatif, “katanya. Bersamaan dengan itu, tindakan memberantas korupsi oleh penegak hukum khususnya Kejaksaan dan Kepolisian di Papua pun sangat mengecewakan. Penegak hukum lakukan tebang pilih dalam memberantas korupsi di Papua. “Kekecewaan rakyat ini akan berujung pada munculnya keinginan rakyat untuk lepas dari NKRI. Kesimpulan pun menjadi jelas, para koruptor itu sebenarnya kelompok separatis,” katanya. (ant)
Tirtayatra ke Pura Semeru
Gubernur Pastika Ikut Terkesan RATUSAN umat Hindu Bali terkesan perjalanan suci atau “Tirtayatra” ke Pura Agung Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, bersama Gubernur Made Mangku Pastika dan para pejabat lainnya. “Rombongan kita membaur dengan ribuan umat dari berbagai daerah, guna melakukan persembahyangan terkait upacara ‘piodalan’ atau serangkaian ritual berskala besar,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Putu Suardhika, kemarin. Ia menyampaikan hal itu setibanya di Denpasar bersama rombongan pejabat Pemprov Bali dan lainnya yang melakukan perjalanan suci ke Pura Gunung Semeru tersebut sejak Jumat (2/7). Menurut Suardhika, keha-
diran ribuan umat Hindu yang memadati Pura Agung Mandara Giri Semeru Agung guna melakukan serangkaian ritual berskala besar, mampu memberikan kesan tersendiri yang berbeda dari biasanya. Duta Agama Hindu Nusantara Drs Julianto juga mengakui, umat yang datang melakukan persembahyangan di pura tersebut tidak saja dari wilayah Jawa Timur, melainkan juga dari Pulau Bali, Lombok dan Sumatra. “Upacara kali ini merupakan upacara ritual yang ke-18 sejak pura tersebut dilaku-
Made Mangku Pastika
kan upacara ‘pemelaspas, ngenteg linggih’,” katanya di Lumajang, Jawa Timur. Ia mengatakan berdirinya pura itu sebagai suatu keyakinan umat sedharma untuk
kembali membangun perjalanan leluhur Hindu dari tanah Jawa. “Keberadaan pura tersebut membuat umat Hindu, khususnya di Jawa Timur, memiliki tempat suci sebagai pusat ritual terbesar untuk kegiatan keagamaan,” ucapnya. Sementara Gubernur Bali I Made Mangku Pastika yang hadir bersama pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPDP) dalam kegiatan ritual tersebut mengatakan, dalam tatanan upakara di pura itu agar tidak mengabaikan “desa, kala dan patra” (situasi dan kondisi masyarakat setempat). “Saya berharap untuk melakukan upacara keagamaan di pura tersebut harus tetap berpatokan pada situasi, kondisi umat setempat, sehingga terjadi akulturasi budaya Jawa den-
gan Bali,” katanya pada perjalanan suci yang juga disertai sejumlah Pemangku Pura khayangan Jagat di Bali. Pura Mandhara Giri Semeru “diempon” atau dikelola oleh 2.000 kepala keluarga di desa berhawa sejuk di lereng sisi timur Gunung Semeru itu. Pura suci terbesar umat Hindu di luar Bali itu proses pembangunannya digarap sejak tahun 1969, namun baru dapat diwujudkan seperempat abad kemudian, tepatnya tahun 1992. Pembangunan tempat suci dikerjakan secara bertahap antara lain meliputi candi bentar yang berada di “jaba sisi”, candi kurung di “jaba tengah”. Di areal ini dibangun Bale Patok, Bale Gong, Gedong Simpen dan Bale Kulkul. (ant)