Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771
No. 104 tahun IV Kamis, 3 Juni 2010 8 Halaman
Free Daily Newspaper
Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)
BI Seriusi Kasus Suap
Ekonomi ‘Siaga’
Dinilai Salah Waktu
BANK Indonesia (BI) berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut isu suap senilai 1,3 juta dolar AS terkait pencetakan uang pecahan Rp 100.000 di Australia. “Kami sudah ...hal. 1
PEJABAT Semantara Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengakui bank sentral sempat menyatakan situasi perekonomian Indonesia mendekati “lampu kuning” atau dalam situasi siaga ...hal. 2
RENCANA kenaikan tarif dasar listrik dan gas oleh pemerntah pada Juni ini sangat tidak tepat karena alokasi anggaran rumah tangga masyarakat difokuskan pada biaya sekolah. “Saya ingin pemerintah aware ...hal. 3
Pengemban Pengamal Pancasila
www.suluhindonesia.com
Napi Korupsi Meninggal
Suluh Indonesia/ant
FREEEDOM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjalan menuju tempat konferensi pers tentang nasib relawan Indonesia yang tergabung dalam misi armada kapal kebebasan (Freedom Flotilla) di teras Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
JAKARTA - Hengky Samuel Daud yang merupakan terpidana kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di sejumlah daerah di Indonesia, meninggal dunia. ‘’Benar, meninggal sekitar pukul 21.00 tadi malam,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, kemarin. Johan mengatakan, Hengky meninggal ketika sedang dalam perawatan kesehatan. Pemilik PT Istana Sarana Raya itu diduga mengalami serangan jantung. Dalam kasus ini, Hengky divonis 18 tahun penjara, karena terbukti melakukan korupsi, diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan penjara serta membayar uang pengganti sebesar Rp 82 miliar. Dalam kesempatan tersebut, Johan Budi menegaskan, meski Hengky meninggal, KPK tetap akan mengusut kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran atau damkar di sejumlah daerah di tanah air ini. ‘’Kami masih melakukan pengembangan kasus damkar itu,” tegasnya. Sampai saat ini, katanya, KPK masih terus mengumpulkan data dan alat bukti untuk membuktikan keterlibatan pihak lain dalam kasus itu. ‘’Apabila dalam pengembangan itu kami menemukan dua alat bukti yang cukup, siapa pun yang terlibat akan ditindak,” kata Johan seraya mengungkapkan, sejumlah pejabat di derah terseret kasus ini. (nas)
Tak Penuhi Janji Kampanye
PM Jepang Mundur TOKYO - PM Jepang Yukio Hatoyama dengan berlinang air mata menyatakan mengundurkan diri, tepat sembilan bulan setelah kemenangan pemilu yang menakjubkan. Kekuasaannya berlangsung relatif sebentar karena keputusan yang tidak populer terhadap markas udara AS. Hatoyama mengakhiri lebih dari setengah abad kekuasaan konservatif pada pemilu menggemparkan pada Agustus lalu, namun kemudian mendapat reputasi buruk karena bimbang mengambil keputusan dalam mengurus negeri ekonomi terbesar kedua itu. Jutawan 63 tahun itu, turunan dari keluarga berpenga-
ruh yang dipanggil Kennedy versi Jepang, mengundurkan diri saat rapat dengan partai pengusungnya, Partai Demokrat Jepang (DPJ). ‘’Saya akan mengundurkan diri. Kegiatan pemerintah tidak sesuai dengan permintaan masyarakat,” kata Hatoyama. Hatoyama yang secara resmi menjabat sebagai PM hingga penerusnya telah terpilih menyampaikan permohon maaf kepada para pembuat keputusan, karena telah menyulitkan. Partai tersebut berencana untuk memilih ketua partai baru. Menteri Keuangan Jepang Naoto Kan, yang menjadi Deputi PM diperkirakan
akan menjadi penerus Hatoyama. Ketua DPJ kemudian harus dipilih sebagai perdana menteri oleh parlemen pada pemilihan beberapa hari ke depan. Spekulasi telah beredar tentang kapan Hatoyama akan turun dari jabatan karena popularitas yang awalnya di atas 70 persen, jatuh hingga posisi di bawah 20 persen. Penyebab dari kemunduran PM sejak ia menjabat pada September karena pertikaian akan markas udara di pulau Okinawa yang sangat merusak hubungan dengan AS. Hatoyama, seorang insinyur lulusan Stanford, sebelumnya berjanji mengurangi hubungan dengan Washington. (ant)
Sebagai Calon Gubernur BI
SBY Ajukan Darmin Nasution JAKARTA - Anggota DPR Achsanul Kosasih mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani surat usulan calon Gubernur BI Darmin Nasution untuk mendapatkan persetujuan dari DPR. ‘’Presiden SBY sudah tanda tangani surat usulan nama calon gubernur BI dan sekarang sudah diterima DPR,’’ katanya di Jakarta, kemarin. Achsanul menjelaskan, usulan yang disampaikan oleh Presiden SBY untuk calon gubernur BI tersebut hanya satu nama yakni Darmin Nasution. Berdasarkan UU, kata dia, memang presiden diberikan kewenangan untuk mengusulkan sebanyak-banyaknya tiga nama. Namun tambahnya jika hanya mengusulkan satu nama juga tidak melanggar UU. ‘’Memang kami melihat setelah Agus Martowardoyo menjadi Menkeu, yang paling layak jadi Gubernur BI adalah Darmin Nasution.,” kata Achsanul. Achsanul juga mengakui untuk kasus calon Gubernur BI ini, Sekretariat Gabungan (sekgab) Koalisi tetap solid. F-PD sendiri tambah Ach-
sanul akan mendukung dan mengawal terus Darmin Nasution. ‘’Insya Allah semua mulus sehingga pertengahan Juni atau sebelum reses sudah selesai,” kata Achsanul. Achsanul juga mengaku telah melakukan diskusi informal dengan fraksi lain selain yang tergabung dalam sekgab koalisi. Secara terpisah, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso membenarkan tentang usulan presiden itu. ‘’Surat dari Presiden sudah sampai di meja pimpinan DPR,’’ katanya. Setelah membaca surat dari Presiden tersebut, dirinya segera meminta Sekjen DPR Nining Indra Saleh untuk memberitahuan pimpinan DPR lainnya perihal surat tersebut. Sesuai dengan tata tertib, kata dia, surat tersebut akan dibacakan pada rapat paripurna dan selanjutkan akan dibahas pada rapat badan musyawarah (bamus). ‘’Seusai kelaziman dari rapat bamus akan menugaskan pada komisi yang sesuai bidangnya untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan,” kata Priyo. (har)
RI Dorong
PBB Hukum Israel JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mendesak PBB agar mengambil langkah tegas terkait penyerangan militer Israel terhadap misi kemanusiaan armada Kapal Kebebasan atau Freedom Flotilla yang berada di perairan internasional. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di teras Kantor Kepresidenan Jakarta, kemarin mengatakan, Indonesia juga akan terus menggalang dukungan internasional agar Israel menghentikan pembangunan pemukiman baru beserta segala bentuk agresi militer yang justru memperburuk prospek perdamaian di kawasan Timteng. ‘’Dan mendorong negara-negara lain untuk meminta Israel menghentikan segala aktivitas militer dalam arti serangan-serangan Israel dan kembali ke perundingan, yang perundingan itu utamanya adalah untuk segera memberikan kemerdekaan bagi Palestina. Ini diplomasi yang terus kita jalankan pada tingkat global,” tuturnya. Kepala Negara menyatakan kesiapan Indonesia untuk terlibat aktif dalam perundingan bagi kemerdekaan Palestina. Apabila perundingan perdamaian nantinya membawa prospek kemerdekaan bagi Palestina, lanjut Presiden, Indonesia pun siap mengirimkan kontingen
penjaga perdamaian di bawah bendera PBB guna memastikan perdamaian di wilayah tersebut seperti yang telah dilakukan Indonesia di Lebanon hingga saat ini. ‘’Karena Indonesia ingin tidak hanya mengeluarkan pernyatan dan membebaskan WNI yang memang mutlak harus dilakukan, tetapi juga ingin kemerdekaan bagi Palestina dan menyelesaikan konflik Timteng,” katanya. Presiden juga menyeru pemimpin dunia lain Sekjen PBB Ban Ki-moon agar serius menangani persoalan di Palestina termasuk aksi-aksi militer Israel yang bahkan ditujukan kepada misi kemanusiaan. ‘’Sebab Indonesia punya pendapat perdamaian dan keamanan di dunia sangat dipengaruhi oleh situasi politik dan keamanan di Timteng, utamanya di Palestina,” katanya. Presiden berharap agar masyarakat dunia bersatu memberikan perhatian sangat serius untuk menangani masalah Palestina yang tujuannya tiada lain kemerdekaan bagi rakyat Palestina dan terwujudnya perdamaian secara permanen. ‘’Barangkali banyak negara berkepentingan terhadap situasi di sana, tapi saya menyerukan agar mengutamakan kepentingan perdamaian,’’ tegas Presiden. (har)
Sekolah Bertaraf Internasional Tak Jamin Mutu LIMA tahun pelaksanaan sekolah bertaraf internasional untuk pendidikan dasar dan menengah pada kenyataannya belum memberikan pengaruh yang berarti baik bagi peningkatan mutu pendidikan maupuan kemajuan pendidikan nasional. Kenapa ? Menurut Direktur TK/SD Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Kemdiknas, Mudjito Ak., dewasa ini masih dijumpai banyak persoalan dalam penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional
(SBI). ‘’Masih terdapat persoalan, antara lain beberapa faktor yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan belum berperan secara optimal. Faktor tersebut baik yang bersifat legal, konseptual maupun faktual,” katanya dalam menyam-
paikan disertasi untuk memperoleh gelar doktor pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Jakarta, kemarin. Masalah aspek legal terkait dengan peraturan perundangundangan atau peraturan-peraturan perundangan yang menjadi justifikasi terhadap teknis dan mekanisme pelaksanaan SBI di Indonesia. Mengenai masalah konseptual, berkaitan dengan pemahamam berbagai pihak terhadap SBI dan masalah faktual berkaitan dengan kesiapan pendidik dan tenaga kependidikan,
pembiayaan serta kesiapan sarana dan prasarana. ‘’Padahal pemerintah telah menyiapkan segala perangkat untuk keberhasilan penyelenggaraan SBI, karena tujuan penyelenggaraan SBI ini untuk menghasilkan lulusan yang berkelas nasional dan internasional sekaligus,” ujarnya. Pelaksanaan kebijakan (SBI) pada setiap jenjang pendidikan merupakan strategi peningkatan mutu pendidikan secara sistematik. Oleh karena itu, keberadaannya lebih dimasudkan sebagai upaya memberikan la-
yanan pendidikan secara berkualitas yang dapat disetarakan dengan berbagai negara lain, terutama yang tercakup dalam negara-negara OECD. ‘’Walau demikian bukan berarti sekolah bertaraf internasional merupakan lisensi sekolah asing ataupun sekolah bertarif internasional. Namun sebagai konsekuensi dari penyelenggaraan pendidikan dengan standar melebihi Standar Nasional Pendidikan (PP 19/2005) dapat berimplikasi pada beban pembiayaan pendidikan oleh masyarakat,” katanya. (ant)
K ta K ilas
Minta Perlindungan
Bonaran Ikut Daftar KPK RAJA Bonaran Situmeang, pengacara terdakwa kasus dugaan percobaan penyuapan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anggodo Widjoyo, berminat mendaftarkan diri menjadi calon pimpinan KPK. Bonaran mendatangi sekretariat panitia seleksi calon pimpinan KPK di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, kemarin, untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Namun, panitia belum bisa menerima berkasnya karena dianggap belum lengkap. Bonaran belum membawa Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). “Akan segera saya lengkapi,” kata Bonaran kepada wartawan. Rencananya, dia akan menyerahkan seluruh dokumen pada 4 Juni 2010. Bonaran menegaskan, dirinya berkomitmen untuk menjadi pimpinan KPK. Dia berharap publik tidak perlu ragu kepadanya hanya karena dia membela Anggodo Widjojo, terdakwa dugaan percobaan penyuapan. “Masyarakat tidak boleh ragu dengan seorang Bonaran, tugas advokat adalah tugas untuk memberantas korupsi,” kata Bonaran. Sampai hari kelima pendaftaran calon pimpinan KPK, sudah ada 20 orang yang resmi melengkapi dan menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia. Dari kalangan advokat antara lain Henry Yosodiningrat, Otto Cornelis Kaligis, Yusuf Asyid, Pangihutan Nasution, Farhat Abbas, Alam P. Simamora, dan Cacang S. Murtado. Kemudian purnawirawan TNI AD Mayjen Kivlan Zein, pegawai negeri Madju Dharyanto dan pensiunan PT Pertamina Mahdhie Hamdi, praktisi perbankan Hertanto Cahyosuryo, purnawirawan Polri Budi Setiawan, dosen Seminari Teologi Internasional Harvest Stevanus Wiji Suratno, dan mantan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol. Weni Warouw. (ant)
Materi Narkoba Masuk Kurikulum KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya mengusulkan materi bahaya narkoba masuk pada kurikulum mata pelajaran tingkat sekolah dasar hingga universitas. “Tujuannya untuk memperkenalkan bahaya narkoba sejak usia dini,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Anjan P. Putra di Jakarta, Rabu. Anjan menuturkan Polda Metro Jaya akan menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan (Dindik) DKI Jakarta guna mencantumkan materi bahaya narkoba pada kurikulum, Jumat (4/6) lusa. Pihak kepolisian dan Dindik DKI Jakarta akan menyusun modul dan melakukan penataran terhadap guru se-DKI Jakarta agar memahami materinya. Rencana penyusunan modul dan penataran terhadap guru se-DKI Jakarta selama satu bulan setelah penandatanganan nota kesepahaman. Selain menyusun modul, polisi juga mempersiapkan sekitar 20 instruktur dari Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), kedokteran dan psikolog untuk memberikan pelatihan. Anjan menuturkan materi pelajaran yang diberikan kepada setiap pelajar disesuaikan dengan kebutuhannya, seperti kurikulum bagi murid sekolah dasar berupa cerita komik bergambar. Dalam hal ini, kata dia, pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan menjadi tim pengawas terhadap kurikulum mata pelajaran bahaya narkoba tersebut. (ant)
Demo Kutuk Israel Terus
Suluh Indonesia/ant
KORBAN PERKOSAAN - SK (24), korban percobaan pemerkosaan dibawa anggota Polisi ke Polsek Pamulang untuk mendapat perawatan, kemarin. Pelaku adalah seorang ABG bernama A (16) yang merupakan tetangga SK di Komplek perumahan Sinar Pamulang Indah, Tangerang Selatan.
Klender Terbakar, Ribuan Warga Ngungsi JAKARTA - Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kebakaran besar yang menghanguskan ratusan rumah di kawasan padat penduduk di Kebon Singkong, Klender, Jakarta Timur, Selasa (1/6) malam. “Terdapat 662 KK (Kepala Keluarga) atau 2410 jiwa yang mengungsi,” kata Lurah Klender, Agus Mulyadi, kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Agus juga menjelaskan, api berkobar di empat RT yang terdapat di RW 1 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Berlangsung di Jakarta JAKARTA - Aksi demonstrasi untuk mengutuk serangan Israel terhadap konvoi kapal pembawa bantuan kemanusiaan terus berlangsung di berbagai lokasi di wilayah DKI Jakarta, kemarin. Berdasarkan pantauan ANTARA, terdapat sekitar 100 orang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut digelar berbagai spanduk seperti “Gaza Blokade = Mass Murderer” dan “Israel is The Real Terrorist”. Di depan Kantor Perwakilan PBB di Jalan MH Thamrin, Jakpus, terdapat sekitar 100 orang dari kelompok Keluarga Persatuan Islam (Persis) yang mengecam badan dunia tersebut karena tidak bisa bertindak tegas terhadap Israel. Sedangkan ratusan orang yang sebagian terdiri dari perempuan berjilbab berpakaian warna putih-putih melakukan aksi berjalan kaki di Jalan Medan Merdeka Selatan dari Bundaran Patung Kuda menuju ke depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Berdasarkan data Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, aksi demonstrasi baik di depan Kedubes
2
Suluh Indonesia, Kamis 3 Juni 2010
AS maupun Bundaran HI berlangsung sejak sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Setelahnya, para peserta aksi juga berencana melanjutkan aksinya di depan Istana Merdeka yang terletak di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yordania siap menjemput relawan Indonesia yang tergabung dalam misi armada kapal kebebasan (Freedom Flotilla) yang akan dibebaskan oleh pihak Israel di perbatasan antara Yordania dan Israel. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers di teras Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin, menjelaskan ia telah berkomunikasi dengan Dubes Indonesia untuk Yordania, Zainul Bahar, agar memberikan segala fasilitas yang diperlukan bagi relawan Indonesia tersebut. Berdasarkan komunikasi dengan Dubes Indonesia untuk Yordania, menurut Presiden, empat bus yang membawa 128 relawan Armada Kapal Kebebasan sudah ada di gerbang perbatasan antara Israel dan Yordania. (ant)
Jumlah rumah yang hangus terbakar akibat kebakaran tersebut mencapai 380 unit tempat tinggal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Lurah Klender juga mengemukakan, peristiwa kebakaran telah terjadi beberapa kali di kawasan Kebon Singkong. Sebagian warga yang mengungsi kini ditampung di sejumlah tenda pengungsian yang dibangun antara lain oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Namun, dilaporkan masih terdapat warga yang membawa sejumlah peralatan rumah tang-
ga yang terpaksa mengungsi di tepi jalan seperti di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Api mulai berkobar pada sekitar pukul 20.00 WIB. Sehingga pemadam kebakaran menurunkan sekitar 30 unit mobil pemadam dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur dibantu dengan Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat. Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Hasanuddin mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan tiga orang saksi dan sedang
menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim Pusat Laboratorium Forensik untuk mengetahui penyebab kebakaran. Pada saat peristiwa kebakaran itu terjadi, petugas juga sempat menutup jalan dari Pondok Kopi menuju ke arah Kebon Singkong dan mengalihkan kendaraan melalui Pondok Bambu. Pengalihan arus lalu lintas itu juga sempat mengakibatkan kemacetan yang parah hingga sepanjang dua kilometer di Jalan I Gusti Ngurah Rai. (her/ant)
JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) Yohannes Waworuntu mengadu ke Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia guna meminta keadilan dan perlindungan hukum. “Saya minta keadilan hukum dan perlindungan hukum. Apakah keadilan di Indonesia bisa dibeli dengan uang?” ujarnya kepada pers di sela Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR, Jakarta, kemarin. Yohannes adalah terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kepada Komisi III DPR, Yohannes berkukuh bahwa dirinya telah dikorbankan dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp378 miliar itu. Ia juga menilai putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan vonis kepada dirinya dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp378 miliar tidak adil serta merupakan penzaliman terhadapnya. Putusan kasasi tersebut lebih tinggi daripada putusan Pengadilan Tinggi yang menjatuhkan vonis dua tahun penjara. Menurut dia, penegak hukum pilih kasih. Pihak yang benar telah dikorbankan, sedangkan yang jelas-jelas bersalah mendapat perlindungan hukum. “Di tingkat kasasi saya dikenai 5 tahun penjara, dan anehnya saya harus mengembalikan uang Rp378 miliar. Padahal saya tak makan satu sen pun karena uang itu dinikmati keluarga Hartono Tanoesoedibjo,” katanya menegaskan. Karena itu, ia berharap Komisi III DPR dapat membantunya menunda eksekusi sebab kondisi tubuhnya saat ini juga tidak sehat setelah menjalani operasi jantung. Selain itu, ia juga pernah terserang stroke, darah tinggi, dan diabetes. “Tolong eksekusi ditunda,” ujarnya sambil menangis. (ant)
Polisi Kantongi
Kejati Akui Penyimpangan
23 Artis Gunakan Narkoba
SDN UNJ Rp 400 Juta
JAKARTA - Anggota Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya mengantongi sebanyak 23 nama selebritis yang menggunakan narkoba. “Ada beberapa nama di antaranya terindikasi sebagai pengguna yang sudah lama,” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Anjan P. Putra di Jakarta, kemarin. Anjan tidak menyebutkan nama selebritis yang menggunakan narkoba itu, namun pihaknya melakukan pengejaran terhadap sejumlah figur terkenal itu. Direktur Narkoba Polda Metro Jaya itu mengungkapkan penyidik mengantongi sejumlah nama artis berdasarkan keterangan seorang pengedar narkoba pada kalangan artis, Br yang berhasil ditangkap polisi. Polisi memperkirakan sejum-
lah kalangan artis itu mendapatkan narkoba dari Br melalui proses pertemanan dan informasi dari sesama pengguna narkoba. Anjan mengungkapkan dugaan sementara, alasan artis menggunakan narkoba untuk menjaga stamina karena tuntutan beban pekerjaan yang berat “Mayoritas mereka menggunakan shabu untuk menjaga staminanya,” ujar Anjan. Anjan mengimbau agar para figur terkenal untuk berhenti menggunakan narkoba agar tidak tersangkut hukum, sebelum polisi berhasil menangkapnya. Sebelumnya, seorang artis sinetron, Fahria Ade alias Fahria Mumtaz (22) dibekuk anggota Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya, karena kedapatan menggunakan narkoba. Penangkapan artis itu
berawal saat penyidik menerima informasi dan melakukan penangkapan terhadap seorang pengedar narkoba, Br di rumah kos No. 2/A-4 Jalan Tanah Kusir 2 No. 18, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 5 Mei 2010. Penyidik berhasil menyita satu gram shabu, lima butir ekstasi, lima butir pil “happy five” dan dua unit telepon selular milik tersangka, Br. Polisi mengembangkan kasusnya dan mengintai aktifitas di rumah kontrakan lantai dua No. 218 Jalan Tegal Parang Utara No. 17, Pancoran, Jakarta Selatan. Pada 24 Mei 2010 di rumah kontrakan itu, polisi menangkap tersangka BRN dengan barang bukti 2,9 gram shabu, dua unit telepon selular, serta membekuk Fahria Mumtaz, beserta barang bukti berupa 0,2 gram shabu dan satu unit telepon selular. Fahria Mumtaz pernah membintangi film sinetron berjudul “Satu Cincin Dua Cinta” (2008), Jomblo (2008), Hantu Rambut Palsu (2009), Hantu Karet Bivak, Hidayah (2007), Embun (2007), Dongeng (2007) dan Promo Istri Muda. (ant)
JAKARTA - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengakui adanya penyimpangan anggaran di Sekolah Bertaraf Internasional Universitas Negeri Jakarta sebesar Rp400 juta. “Penyimpangannya hanya menyangkut sumbangan orang tua murid sebesar Rp400 juta,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta, Hidayatullah, di Jakarta, kemarin. Indonesia Corruption Watch menuntut Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana “block grant” Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional 2007 di Sekolah Dasar Negeri Percontohan Universitas Negeri Jakarta sebesar Rp500 juta. Aspidsus mengingatkan penyimpangan tersebut merupakan hasil penyelidikan sementara. “Kasus itu bukan
wilayah tindak pidana korupsi, melainkan tindak pidana umum, hingga akan kami serahkan ke Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti,” katanya. Kendati demikian, kata dia, Kejati DKI Jakarta juga akan melapisi adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut saat diserahkan ke Polda Metro Jaya mendatang. Penyelidikan itu dilakukan setelah Kejati DKI Jakarta menerima laporan dari orang tua murid sekolah bertaraf internasional itu terkait dengan dugaan korupsi dana “block grant” berupa “Build Operate Transfer” (BOT) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selain itu, dilaporkan juga soal penyalahgunaan dana sumbangan orang tua murid sebesar Rp400 juta. “Kami baru menemukan dugaan pada dana orang tua murid sebesar Rp400 juta,” katanya. (ant)
Pemerintah Mulai Lakukan
Proses Pengadaan Vaksin Meningitis KEMENTERIAN Kesehatan mulai melakukan proses tender pengadaan vaksin meningitis untuk pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji. Menurut Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Wan Alkadri di Jakarta, Rabu, proses tender diikuti tiga produsen vaksin besar dunia. Ketiga produsen vaksin yang terdiri atas GlaxoSmith Kline, Novartis dan Sanofi Pasteur itu, katanya, menawarkan vaksin meningitis yang hasil akhirnya tak mengandung unsur babi dengan beberapa keunggulan dalam efektivitas. Ia mengatakan pemerintah
memutuskan memulai proses tender sebelum ada rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena MUI baru akan mengeluarkan rekomendasi soal itu pada akhir Juli 2010. “Calon jemaah haji dijadwalkan berangkat ke tanah suci tanggal 14 Oktober 2010, vaksinasi paling tidak harus diberikan 1014 hari sebelum keberangkatan. Kalau pengadaan harus dilakukan setelah Juli menunggu bisa terlambat, makanya kita mulai dulu nanti hasilnya diselaras-
kan dengan rekomendasi MUI,” katanya. Wan Alkadri menjelaskan proses tender pengadaan vaksin paling tidak membutuhkan waktu dua bulan sehingga paling tidak baru bisa selesai akhir Juli. Sediaan Vaksin meningitis, ia melanjutkan, harus sudah mulai dikirim ke provinsi pada awal Agustus sehingga sudah siap digunakan pada awal September 2010. “Karena batas akhir penyuntikan vaksin meningitis akhir September,” katanya serta menambahkan calon jemaah bisa mendapatkan vaksinasi meningitis pada fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.
Lebih lanjut dia menjelaskan pemerintah mempertimbangkan beberapa hal dalam menentukan pemasok vaksin meningitis bagai calon jemaah haji diantaranya keamanan dan mutu vaksin, kehalalan vaksin, kapasitas produksi pabrik, dan harga vaksin. “Kapasitas produksi juga dipertimbangkan, itu untuk memastikan kita bisa memenuhi kebutuhan vaksin untuk semua calon jemaah, karena anggota jemaah kita banyak,” katanya serta menambahkan tahun ini pemerintah memberangkatkan sekitar 211 ribu orang yang akan menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Pemerintah, kata dia, meng-
haruskan semua calon jemaah haji mendapatkan vaksinasi meningitis karena disyaratkan pemerintah Arab Saudi. “Vaksinasi dilakukan karena pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh calon jemaah mendapatkan vaksinasi meningitis,” katanya serta menambahkan pemerintah menanggung biaya pengadaan vaksin meningitis bagi calon jemaah haji. Pemberian vaksinasi meningitis dimaksudkan untuk melindungi jemaah haji dari penularan penyakit meningitis meningokokus yang endemis di negara-negara kawasan “sabuk meningitis” Afrika dan sejumlah negara kawasan Timur Tengah. (ant)
U.003430-Peng
Metr politan
Suluh Indonesia, Kamis 3 Juni 2010
3
40 Persen Perokok
Alami Gejala Adiktif
Suluh Indonesia/ade
ANTI ISRAEL - Sejumlah demonstran dari berbagai elemen berunjuk rasa di depan Kedubes AS di Jakarta, kemarin. Mereka mengutuk serangan Israel terhadap Kapal Mavi Marmara yang membawa relawan kemanusiaan 31 Mei 2010 lalu yang menewaskan 19 relawan Gaza.
Realisasi Jamkes
Parliamentary Threshold
Terkendala Populasi Ganggu Demokrasi JAKARTA - Pemerintah masih menghadapi sejumlah kendala dan tantangan untuk mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh populasi pada tahun 2014 mendatang. Dalam forum diskusi kebijakan pembiayaan kesehatan yang diselenggarakan di Jakarta, kemarin, Deputi Kepala Bappenas Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Nina Sardjunani mengatakan kebutuhan anggaran untuk jaminan kesehatan yang makin bertambah besar seiring pertumbuhan populasi merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi. ‘’Selain itu, meski sekarang sebagian pemerintah daerah menjalankan program jaminan namun kalau dihitung kontribusinya terhadap cakupan nasional belum besar, jangan-jangan ada yang tumpang tindih. Skema dan paket jaminannya juga ber-
beda-beda,” katanya. Ia menjelaskan, skema jaminan kesehatan yang diterapkan di tingkat pusat dan daerah saat ini juga belum diketahui besaran pengaruhnya terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat miskin yang menjadi target. Perubahan skema jaminan kesehatan yang sebelumnya direncanakan, kata dia, sampai sekarang juga masih disusun rinciannya. ‘’Termasuk seperti apa penetapan paket jaminannya, serta penentuan dan penarikan iurannya,” kata Nina. Badan pengelola jaminan yang menurut amanat UU 40 Tahun 2004 paling lambat sudah dibentuk pada Oktober 2009 pun sampai sekarang belum terwujud karena regulasinya belum terbit. Draf rancangan tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan dibahas tahun ini. (ant)
JAKARTA - Ketua Pimpinan Kolektif Nasional Partai Demokrasi Pembaruan Roy BB Djanis menilai usulan meningkatkan persyaratan parliamentary threshold (ambang batas perolehan kursi di parlemen) menjadi lima persen merupakan sikap yang bertentangan dengan semangat demokrasi. ‘’Usulan parliamentery threshold hanya merupakan tameng untuk menghalangi partai-partai kecil berada di DPR. Hal ini bertentangan dengan semangat demokrasi,” katanya di Jakarta, kmarin. Menurut Roy, usulan meningkatkan persyaratan parliamentary threshold ini disuarakan untuk mengakomodasi kepentingan beberapa partai besar guna meningkatkan jumlah kursinya di parlemen dengan mematikan kesempatan partai kecil berada di parlemen. Roy mengatakan, idealnya
tidak perlu diberlakukan persyaratan parliamentary threshold terhadap partai politik peserta Pemilu, karena tidak sejalan dengan semangat demokrasi. Ia mencontohkan, pada Pemilu legislatif 2009 ada sekitar 13 persen suara partaipartai peserta Pemilu yang menjadi hangus karena partai yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan parliamentary threshold 2,5 persen. Konsekuensinya, kata dia, calon anggota legislatif dari partai politik yang tidak memenuhi persyaratan parliamentary threshold gagal ke Senayan. (son)
JAKARTA - Guru Besar Farmakologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr Amir Syarief, SpFK, mengatakan, sebanyak 40 persen dari perokok akan mengalami gejala adiktif atau tingkat kecanduan yang berbahaya. ‘’30 - 40 persen orang yang merokok akan jatuh dalam keadaan adiksi,” kata Amir ketika memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang uji materi tentang ayat tembakau UU Kesehatan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, kemarin. Menurut Amir, jumlah itu jauh lebih besar dibanding tingkat resiko adiksi bagi peminum alkohol yaitu sekitar 15 persen. Ia juga menuturkan, tingkat “intoksikasi” (keracunan) zat nikotin yang terdapat dalam rokok bernilai dua (rendah), sedangkan tingkat intoksikasi alkohol adalah
enam (tinggi). Namun, lanjutnya, nikotin memiliki tingkat ketergantungan bernilai enam yang berarti tinggi. Amir mengemukakan, orang yang merokok juga akan mengakibatkan terdapatnya kadar nikotin dalam darah. Selain itu, menurut dia, merokok juga bisa berpotensi mengakibatkan terjadinya abortus pada perempuan hamil dan penurunan produksi air susu ibu (ASI) bagi ibu-ibu menyusui. Ia memaparkan, kadar hanya sebesar 1 - 2 miligram nikotin sudah bisa menimbulkan efek euforia yang dapat mengakibatkan kecanduan. Amir juga mengingatkan bahwa di dalam rokok terdapat sekitar 60 karsinogen (penyebab penyakit kanker). Sementara itu, Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dr Widyastuti Soerojo
mengemukakan, UU Kesehatan yang diujimaterikan di MK sama sekali tidak mematikan hak atas penghidupan para petani tembakau. ‘’UU Kesehatan tidak mematikan hak atas hidup dan penghidupan para petani tembakau. Karenanya UU Kesehatan tidak bertentangan dengan UUD 1945,” kata Widyastuti. Sebelumnya, Ketua DPRD Temanggung Bambang Soekarno mengajukan permohonan uji materi untuk membatalkan Pasal 113 UU No 36/ 2009 tentang Kesehatan karena dinilai diskriminatif karena hanya mencantumkan tembakau sebagai satu-satunya contoh tanaman yang mengandung zat adiktif. Selain itu, menurut Bambang, ayat tembakau dalam UU Kesehatan juga akan mengakibatkan kerugian bagi para petani tembakau dan cengkeh di Indonesia. (ant)
DPR-KPU Segera
Evaluasi Pelaksanaan Pilkada JAKARTA - DPR segera melakukan evaluasi pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah yang saat ini diselenggarakan dibeberapa daerah di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Pusat Hafiz Anshari di Jakarta, kemarin. Menurut Hafiz, secara nasional pelaksanaan Pilkada berjalan cukup baik kendati terdapat beberapa daerah terjadi kerusuhan dan perusakan fasilitas umum. Kerusuhan tersebut, kata Hafiz, antara lain terjadi di Mojokerto, Sibolga dan Toli-Toli namun kini Pilkada ditiga daerah tersebut tetap berlanjut hingga selesai. Guna mendapatkan bahan evaluasi, kata dia, beberapa
anggota DPR dan KPU turun langsung kelapangan untuk memantau dan meminta penjelasan terhadap apa yang terjadi. Bila ternyata dari hasil evaluasi terdapat hal-hal yang menyimpang atau ada persoalan yang serius maka DPR-RI akan memberikan rekomendasi apakah Pilkada layak dilanjutkan atau dihentikan. ‘’Kalau sampai saat ini belum ada rekomendasi karena masih proses evaluasi,” katanya. Khusus kerusuhan Pilkada di Mojokerto, kata dia, karena salah satu bakal calon tidak lolos masuk menjadi salah satu calon dalam Pilkada karena faktor kesehatan. Karena calonnya tidak lulus
verifikasi akhirnya kerusuhan terjadi dengan menghancurkan beberapa fasilitas umum dan lainnya. ‘’Sebenarnya kalau persoalannya kesehatan bukan lagi urusan KPU tetapi karena persoalan Pilkada akan tetap kita tangani,” katanya. Tentang penetapan Kalsel menjadi salah satu daerah percontohan untuk pelaksanaan Pilkada, kata dia, akan ditunggu hingga proses Pilkada berjalan dengan baik sampai penetapan para calon yang menang. Menurut Hafiz, sampai saat ini Pilkada Kalsel berjalan cukup baik, karena masih yang dalam proses, hal-hal yang tidak diinginkan masih bisa terjadi. (ant)
Megap litan
Suluh Indonesia, Kamis 3 Juni 2010
4
Kota Tangerang
S osok Sutarmanto
Wujudkan Sunat Gratis di Bogor MENJADI seorang pengusaha konveksi jaket kulit sukses di Bogor seperti sekarang, tak membuat Sutarmanto menjadi sombong apalagi lupa diri. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini mengaku, sebelum sukses dia pun pernah mengalami pahit getirnya kehidupan. “Saya bisa seperti sekarang ini tentu berkat dukungan, bantuan doa, baik dari keluarga, teman dan tentunya Ibu Walikota Bogor selaku Ketua Dewan Pembina, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bogor yang sabar membina kami selama ini,” ujar bapak empat anak ini. Sebagai ungkapan rasa syukurnya, Sutarmanto tak segan-segan menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagai kegiatan sosial di Bogor. “Saya ingin sekali mewujudkan harapan anak-anak kurang mampu di Bogor ini bisa disunat secara gratis, tapi bukan disunat massal seperti yang selama ini dilakukan,” harapnya. Untuk mewujudkan itu, Sutarmanto mengaku telah menghubungi salah satu klinik kesehatan di Kota Bogor agar mau menyediakan fasilitas sunat gratis bagi warga kurang mampu. “Disunat adalah kewajiban bagi semua muslim laki-laki yang sudah akhil balig. Jadi kalau ada warga kurang mampu di Bogor ini yang ingin menyunatkan anaknya namun masih terkendala biaya, silahkan datang ke tempat kami ini, yakni di toko Konveksi Jaket Kulit Asli Kalong di Jalan Raya Kedunghalang, No.189, samping Polresta Bogor. Kemudian kami akan memberi semacam suarat pengantar (voucher) rujukan ke klinik yang akan bekerja sama dengan kami untuk disunat secara gratis. Sebab, soal biaya sunatnya kami yang tanggung,” ujarnya.(bas)
Tertinggi Pengidap HIV/AIDS SERANG - Kota Tangerang merupakan wilayah tertinggi pengidap HIV/AIDS di Provinsi Banten, yang sejak 1998 hingga Maret 2010 ditemukan 476 kasus HIV dan 78 kasus AIDS, 17 diantaranya meninggal dunia. Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten Arief Mulyawan mengatakan, kasus HIV/ AIDS yang terjadi di Banten hingga Maret tahun 2010 sebanyak 1.299 kasus HIV dan 349 kasus AIDS dan 86 orang penderita diantaranya meninggal dunia sejak 1998. “Se-
lama Januari hingga Maret 2010 jumlah kasus HIV/AIDS di Banten bertambah 19 kasus dan diantaranya empat orang penderita meninggal dunia,” kata Arif Mulyawan. Arief mengatakan, kasus HIV/AIDS di wilayah Banten meningkat menjadi 1.629 kasus hingga Tahun 2009 dengan jumlah korban meninggal sebanyak 82 orang, dari jumlah kasus sebanyak 1.444 sejak tahun 1998. Bahkan Sampai Maret Tahun 2010 meningkat menjadi 1.648 kasus dengan jumlah korban meninggal ber-
tambah empat orang menjadi 86 orang. Menurut Afief, pesatnya peningkatan kasus HIV/ AIDS di Kota Tangerang disebabkan tingginya populasi pengguna narkotika, psykotropika dan zat adiktif (Napza) dengan menggunakan jarum suntik, sehingga mempercepat proses penularan penyakit tersebut. Sedangkan perkembangan kasus penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang ditularkan melalui hubungan seksual (seksual transmisi), dengan jumlah kasus di Kabupat-
en Tangerang 328 HIV dan 113 AIDS dengan jumlah meninggal 10 orang. “Oleh sebab itu, outlet atau klinik layanan metadone dipusatkan di Kota dan Kabupaten Tangerang,” kata Arif. Kasus HIV dan AIDS di Banten meningkat cepat sehingga mengancam populasi rawan dan umum. Bahkan, Banten saat ini menjadi peringkat tujuh besar penyebaran penularan penderita HIV/AIDS secara nasional. Penularan penyakit tersebut sebagian besar atau 59 persen diantaran-
ya disebabkan penggunaan jarum suntik bekas narkoba secara bergiliran, kemudian hubungan seks bebas dengan gonta-ganti pasangan, tranfusi darah dari penderita serta melalui air susu ibu yang orangtuanya tertular HIV/AIDS. Daerah lainnya yang termasuk tinggi kasus temuan HIV/ AIDS di Banten adalah di Kabupaten Serang dengan temuan kasus hingga Maret 2010 sebanyak 327 diantaranya kasus HIV dan 50 kasus AIDS dengan jumlah korban meninggal sebanyal 17 orang. (ant)
Tiga RSBI
Tak Memenuhi Standar DEPOK - Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Sri Rahayu Purwitaningsih menilai tiga sekolah berstandar Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) tak memenuhi standar. Ketiga sekolah tersebut tak menjalankan pola standar internasional dalam kegiatan belajarnya. Padahal, RSBI seharusnya menggunakan metode belajar sesuai dengan cambridge. “Dalam metode tersebut pendekatannya bukan pada outputnya, tapi juga prosesnya. Pendekatan ini yang belum dilaksanakan pada RSBI di sini, para guru masih melakukan pendekatan output dalam kegiatan belajar mengajarnya,” kata Sri Rahayu kepada wartawan, kemarin. Lebih lanjut diungkapkan Yayuk, sapaan akrabnya, pihaknya juga menemukan adanya tenaga pengajar yang tak sesuai dengan kualitas internasional. Demikian pula dengan fasilitas yang ada seharusnya disesuaikan. “Padahal pemer-
intah sudah mengalokasikan dana untuk fasilitas dan peningkatan mutu tenaga pengajar,” bebernya. Langkah ke depan, pihaknya akan merancang regulasi terkait dengan RSBI, terutama mengenai biaya pendidikan yang akan dimasukkan dalam klausul rancangan peraturan daerah (Raperda) pendidikan kota Depok. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, RSBI wajib menyediakan kouta sebesar 10 persen bagi siswa yang tidak mampu. Namun, pada kenyataannya masih banyak orangtua murid yang mengeluhkan sulitnya masuk ke RSBI lantaran terganjal biaya. Mengenai Raperda Pendidikan Kota Depok, akan dimasukkan klausul mengenai kuota. Dalam rancangan tersebut, sekolah RSBI diwajibkan menyiapkan kuota khusus untuk anak-anak yang cerdas namun tidak mampu secara ekonomi. (rin)
Walikota Himbau
Warga Depok Donor Darah DEPOK - Walikota Depok Nurmahmudi Ismail menghimbau kepada warga Depok yang memiliki golongan darah A agar melakukan donor darah. Pasalnya, permintaan darah golongan tersebut terhitung sulit. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok pun tidak dapat memenuhi golongan darah jenis tersebut. “Untuk itu saya mengajak warga Depok untuk menyumbangkan darah golongan A karena darah jenis itu memang sulit,” kata walikota kepada wartawan, kemarin. Walikota juga menghimbau kepada Pegawai negeri Sipil (PNS) Depok untuk turut serta mendonorkan darah golongan A. Himbauan tersebut terutama ditujukan bagi pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok yang memang menangani masalah social kemasyarakatan. “Bagi mereka yang memilik darah A dan ingin mendonorkannya berarti mereka sangat mulia karena mereka akan mengisi stok kelangkaan golongan tersebut dan dapat menolong sesama
manusia. Setetes darah yang disumbangkan masyarakat akan bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” jelasnya. Permintaan darah golongan A sangat tinggi. Permintaan tersebut tidak hanya berrasal dari Depok, bahkan wilayah di luar Depok. Walikota menambahkan, partisipasi warga Depok untuk menyumbangkan darah golongan A memang dirasa kurang. “Permintaan golongan darah A memang sangat tinggi. Permintaan tersebut juga dari daerah Bogor dan sekitarnya,” beber Nur. Donor darah sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan. Dengan adanya partisipasi warga diharap dapat menolong sesama warga yang sedang membutuhkan. Selain itu, dia juga berharap agar persediaan darah di PMI Kota Depok selalu tersedia. “Saat ini memang Depok kekuranga stok darah golongan A. Untuk itu saya berharap jangan sampai stok darah tipe lainnya juga kurang,” harap walikota. (rin)
Suluh Indonesia/bas
MOU - Walikota Bogor, H. Diani Budiarto bersama Bupati Bogor, H. Rachmat Yasin, saat menandatangani MoU Peningkatan Pelayanan Publik antara Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kab.Bogor, beberapa waktu lalu.
Hilangnya Dekotomi Kota-Kabupaten
Sindikat
Kado Istimewa di Hari Jadi Bogor ke-528 Penculik BOGOR - Hari Jadi Bogor (HJB). Itulah bahasa resmi untuk menyebut hari ulang tahun Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang jatuh pada tanggal 3 Juni. Tidak ada monopoli baik dari Pemerintah Kota Bogor maupun Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk mengukuhkan 3 Juni sebagai hari jadi daerah masing-masing. Pada tahapan ini, ke dua pemerintahan dan masyarakat berada pada kesamaan pandangan bahwa ke dua wilayah sejatinya memiliki latar belakang sejarah sama. Juga dengan entitas budaya yang sama yaitu budaya Sunda. Jika kesamaan ini telah terbangun sejak lama, maka beda halnya dengan semangat bersinergi untuk memberikan layanan publik dari kedua pemerintahan daerah terhadap masyarakat Bogor . Karena
dalam perjalanannya, ego sebagai pemerintahan daerah sendiri acap kali menyebabkan ketidaksinkronan kebijakan antar kedua wilayah. Terlebih lagi, Kota dan Kabupaten Bogor berada pada hamparan wilayah yang sama. Untuk menyebut contoh ketidaksinkronan ini, polemik Bubulak dan Laladon merupakan salah satu gambaran nyatanya. Namun, momentum untuk saling bersinergi itu seperti mendapatkan kekuatan baru saat tanggal 20 Mei 2010 lalu atau bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Karena pada hari bersejarah itu, Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor bertempat di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, sepakat untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang memuat beberapa kesepakatan penting ke dua pe-
merintah daerah. Kesepakatan itu yakni saling bekerja sama di bidang lingkungan hidup, penataan ruang, pekerjaan umum, pariwisata, perhubungan, kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan dan perikanan, koperasi dan UKM, perdagangan, sosial, ketertiban umum, pelayanan air bersih, pengelolaan aset, penanaman modal, komunikasi dan informatika, dan ketenagakerjaan. Walikota Bogor, H. Diani Budiarto dan Bupati Bogor, H. Rachmat Yasin, yang telah memiliki kesepahaman untuk itu juga telah sepakat bersamasama meningkatkan kerjasama pelayanan publik bagi warga di kedua wilayah. “Penandatangan kerjasama ini memunculkan harapan adanya peningkatan pelayanan publik bagi warga Bogor. Saya juga berharap pelayanan publik di area tapal ba-
tas, seperti bidang kesehatan, air bersih, masalah sosial, dan jalan dapat disinergikan serta memberikan manfaat yang lebih banyak bagi warga Kota dan Kabupaten Bogor,” harap Diani. Sementara bagi Bupati Bogor, Rahmat Yasin, penandatangan MoU ini adalah sebuah keniscayaan sekaligus menandakan kesatuan antara kota dan kabupaten. “Ini bukan lips service. Buat kami, Kota Bogor adalah kotanya orang Bogor dan Kabupaten Bogor adalah desanya orang Bogor,” tegas, Rachmat Yasin. MoU ini, selain menjadi bukti sejarah baru, juga dapat dikatakan sebagai kado istimewa bagi warga Kota Bogor yang hari ini merayakan ulang tahunnya ke-528 tahun. Selamat Hari Jadi Bogor ke-528!!! (adv/bas)
Polisi Bekuk 23 Tersangka Kriminal BEKASI - Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Bekasi Kabupaten, Jawa Barat, menangkap 23 tersangka berbagai kejahatan kriminal di wilayahnya dalam Operasi “Berantas Jaya” yang dilaksanakan sejak tanggal 19 hingga 29 Mei 2010. Kapolrestro Bekasi Kabupaten, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Setia Junianta, di Cikarang, ibukota Kabupaten Bekasi, Rabu, mengatakan mayoritas tersangka terlibat kasus pencurian dengan kekerasan, premanisme dan perjudian. Selain itu, kasus minuman keras menjadi perhatian khusus pihak kepolisian dalam operasi itu. “Kami tidak main-main jika terdapat orang mengolah minuman keras oplosan tersebut di wilayah hukum Kabupaten Bekasi,” kata Setia. Dari puluhan minuman keras yang disita petugas dalam razia tersebut, kata Setia, rata-rata golongan C dengan kadar alkohol di atas 15 persen dan seluruhnya merupakan barang ilegal yang didapat dari sejumlah kios di Kabupaten Bekasi. “Para tersangka kejahatan juga disinyalir mengkonsumsi minuman
keras sebelum mereka beraksi. Hal ini untuk meredam rasa takut saat menjalankan aksinya,” katanya. Dari 23 tersangka, satu diantaranya adalah perempuan berinisial HN (40) warga Kabupaten Bekasi yang mengaku pada saat ditangkap tengah membeli satu kupon judi jenis togel di Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi. “Saya hanya iseng dan untuk mencari tambahan saja untuk keperluan hidup keluarga,” kata HN. Polrestro Bekasi Kabupaten menyita barang bukti antara lain empat unit sepeda motor, puluhan botol minuman keras, satu unit televisi dan berbagai senjata tajam. Setia meminta kepada masyarakat yang telah menjadi korban untuk melapor ke Polrestro Bekasi Kabupaten jika ada barang berharganya yang hilang,. Operasi itu, menurut Kapolres, masih akan terus dilakukan guna meminimalisir angka kejahatan. “Angka kejahatan diperkirakan bertambah seiring laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bekasi, sehingga kita harus meningkatkan pola pengamanan yang ketat,” ujarnya. (ant)
Balita Diciduk BEKASI - Aparat Polres Metro Bekasi menangkap Wiji Astuti (20), seorang pembantu rumah tangga yang diduga bagian dari sindikat penculik balita dan menculik dua anak majikannya Naima Naila Husna (6 bulan) dan M. Amar Faadil (3). Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol. Ade Ary Syam Indradi, mengatakan, tersangka ditangkap delapan jam setelah melarikan dua anak majikannya, di stasiun kereta Tawang Jawa Tengah, Senin kemarin. Tersangka Wiji bekerja sebagai pembantu di rumah pasangan Chairul Anwar, pegawai Bea Cukai Depkeu dan Dahlia, pegawai Ditjen Pajak Depkeu, warga perumahan Bintang Metropole blok A 12 No 7 RT 6 RW 13 Bekasi Utara sejak 10 Mei setelah diambil dari yayasan penyalur pembantu di Solo, Jawa Tengah. Penculikan tersebut sudah direncanakan sejak beberapa hari tersangka bekerja dengan melakukan kontak intensif dengan tersangka lain bernama Rian. Saat kedua majikannya bekerja, tersangka membawa dua balita tersebut ke stasiun Kota Bekasi. Di stasiun sudah menunggu Rian. Di tengah perjalanan Rian meninggalkan tersangka bersama kedua anak yang diculiknya. Pelaku akhirnya meneruskan perjalanan ke Semarang hingga tertangkap di stasiun Tawang. (ant)
STP Trisakti
Berikan Beasiswa kepada 130 Mahasiswa DALAM rangka Dies Natalis ke 41 Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti memberikan beasiswa kepada 130 mahasiswa. Mereka yang secara otomatis mendapat beasiswa adalah di bidang akademik, non adademik, presiden & kongres mahasiswa, ASEAN skill serta mahasiswa yang kesulitan secara ekonomi namun memiliki semangat menyelesaikan studynya.
Suluh Indonesia/bas
KESENIAN DAERAH - Tarian tradional Gondang Buhun kemarin dipentaskan para seniman Bogor dalam ajang Pentas Seni dan Budaya, di kawasan Taman Topi, Kota Bogor.
Humas STP Trisakti Rietsy Kermite Dandel mengatakan, beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian yang diberikan pihaknya kepada mahasiswa berprestasi STP Trisakti. Sebagai bentuk simbolis pembe-
rian beasiswa, Christina Dewi dengan IPK 3,96 dan Alvin Intan dengan IPK mencapai 3,81 dan sejumlah nama lainnya menerima beasiswa dari Ketua STP Trisakti Djoko Sudibyo. Dia menjelaskan, beasiswa
tersebut hasil kerjasama STP Trisakti dengan dunia industri yang selama ini menjadi mitranya. Dunia industri yang kami ajak kerjasama, lanjutnya, tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta saja. “Kami juga telah melakukan kerjasama dengan dunia industri lain dan dunia pendidikan bidang pariwisata,” terang Rietsy. Ke depan, dia berharap STP Trisakti dapat menciptakan lulusan mahasiswa yang handal dengan cara meningkatkan
kualitas proses pembelajaran. “Seperti peningkatan pendidikan formal ke jenjang S2 kemudian pelatihan non formal lainnya hasil kerjasama dengan dunia industri,” tandasnya. Ditemui di tempat yang sama, Ketua STP Trisakti Djoko Sudibyo menuturkan, pihaknya telah melalui berbagai pengalaman dalam mengembangkan diri. “Sejak berdirinya STP Trisakti tahun 1969 kami terus berupaya meningkatkan kualitas. Sehingga
harapan saya pada acara HUT ini kami akan terus meningkatkan kualitas yang kami miliki,” harap Djoko. STP Trisakti telah menghasilkan lulusan baik dari bidang perhotelan maupun usaha perjalanan wisata yang tersebar di seluruh dunia. “Lulusan kami selalu habis terserap oleh dunia industri. Untuk itu kami terus berupaya menciptakan lulusan terbaik yang akan diserap oleh dunia industri,” pungkas Djoko. (rin)
pini F OKUS Sekolah Bertaraf Internasional Tak Menjamin Mutu IMA tahun pelaksanaan sekolah bertaraf internasional untuk pendidikan dasar dan menengah pada kenyataannya belum memberikan pengaruh yang berarti baik bagi peningkatan mutu pendidikan maupuan kemajuan pendidikan nasional. Dewasa ini masih dijumpai banyak persoalan dalam penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional (SBI). Masih terdapat persoalan, antara lain beberapa faktor yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan belum berperan secara optimal. Faktor tersebut baik yang bersifat legal, konseptual maupun faktual. Masalah aspek legal terkait dengan peraturan perundang-undangan atau peraturan-peraturan perundangan yang menjadi justifikasi terhadap teknis dan mekanisme pelaksanaan SBI di Indonesia. Mengenai masalah konseptual, berkaitan dengan pemahamam berbagai pihak terhadap SBI dan masalah faktual berkaitan dengan kesiapan pendidik dan tenaga kependidikan, pembiayaan serta kesiapan sarana dan prasarana. Padahal pemerintah telah menyiapkan segala perangkat untuk keberhasilan penyelenggaraan SBI, karena tujuan penyelenggaraan SBI ini untuk menghasilkan lulusan yang berkelas nasional dan internasional sekaligus. Pelaksanaan kebijakan (SBI) pada setiap jenjang pendidikan merupakan strategi peningkatan mutu pendidikan secara sistematik. Oleh karena itu, keberadaannya lebih dimasudkan sebagai upaya memberikan layanan pendidikan secara berkualitas yang dapat disetarakan dengan berbagai negara lain, terutama yang tercakup dalam negara-negara OECD. Walau demikian bukan berarti sekolah bertaraf internasional merupakan lisensi sekolah asing ataupun sekolah bertarif internasional. Namun sebagai konsekuensi dari penyelenggaraan pendidikan dengan standar melebihi Standar Nasional Pendidikan (PP no 19 tahun 2005) dapat berimplikasi pada beban pembiayaan pendidikan oleh masyarakat. Pada umumnya hasil ujian nasional (UN) siswa SBI lebih unggul dibanding sekolah lain dan umumnya berhasil masuk ke jenjang pendidikan tinggi yang diharapkan. SBI mampu menghasilkan kompetensi lulusan lebih baik melalui prestasi pada kompetisi olimpiade bidang pelajaran seperti fisikia, kimia, matematika dan biologi pada skala internasional. Namun demikian, pada tataran kebijakan terdapat sejumlah aturan yang tidak konsisten dalam mengatur penyelenggaraan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Tidak konsisten dalam arti kebijakan tertinggi sudah dirumuskan dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional no 20 tahun 2003 namun peraturan pemerintah yang khusus secara tegas mengatur penyelenggaraan SBI belum ada. Penelitian terhadap sekolah penyelenggara SBI untuk pendidikan dasar dan menengah dilakukan di dua propinsi, yakni DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Alasan pemilihan dua wilayah tersebut, yakni Jakarta sebagai ibukota negara memiliki tingkat keberagaman sosial masyarakat cukup tinggi sekaligus menjadi barometer pendidikan Indonesia. Sedangkan pemilihan Yogyakarta karena merupakan wilayah yang menjadi titik tengah antara propinisi yang tingkat pendidikannya tergolong tinggi dan propinisi lain yang masyarakatnya memiliki tingkat pendidikannya tergolong rendah. Yang pasti, beragam dan menjamurnya sekolah dengan sebutan baru seperti RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri), RSBN (Rintisan Sekolah Bertaraf Nasional), SKM (Sekolah Kategori Mandiri), SBN (Sekolah Bertaraf Nasional), SBI (Standar Bertaraf Internasional) menambah kebingungan masyarakat dan para orangtua siswa dalam menyekolahkan anaknya. Terlepas dari itu, jika dicermati sebenarnya UU Sisdiknas Tahun 2003 mengamantkan bahwa dibentuknya sekolah RSBI tidak lain untuk membuat sekolah yang berlabel unggul, sehingga sekolah ini diharapkan nantinya menjadi pionir untuk mengangkat nama bangsa khususnya bidang pendidikan di kancah Internasional. Tujuan sekolah RSBI secara khusus juga sebagai rows of models bagi sekolah-sekolah yang lainnya agar terpacu dan termotivasi untuk menjadi yang lebih baik, oleh karena itu niatan baik pemerintah sebaiknya disikapi dengan pikiran jernih dan positif. ***
L
Bang D
el
Hengky Samuel Daud, terpidana korupsi meninggal dunia
Suluh Indonesia, Kamis 3 Juni 2010
5
Evaluasi Sekolah RSBI
Harapan Menuju Pendidikan Berkualitas RENCANA pemerintah untuk melaksanakan evaluasi terhadap sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Indonesia patut diberikan apresiasi positif dalam rangka menunjang peningkatan kualitas pendidikan yang ada saat ini. Hasil evaluasi ini akan sangat penting di tengahtengah adanya paradigma negatif sekolah RSBI yang berkonotasi ‘bertarif’ internasional. Tak dipungkiri tarif sekolah RSBI memang lebih tinggi dibandingkan sekolah-sekolah yang NonRSBI. Kondisi ini juga banyak didukung oleh siswa-siswanya yang sebagian besar disinyalir memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas. Kondisi ini besar kemungkinannya terjadi pada setiap sekolah yang ber-RSBI, hingga memicu rumor bahwa sekolah RSBI adalah sekolah khusus bagi orang-orang kaya, sekolah yang eksklusif (walau tidak semestinya begitu). Jika ini terjadi, maka siswa yang pintar namun miskin akan tersisihkan, sedangkan siswa yang tidak pintar namun kaya malah terakomodasi. Hal inilah yang membuat banyak kalangan menyangsikan keberadaan program ini, bahkan banyak pula yang bertanya-tanya mau dibagaimanakan sekolah-sekolah ini. Beragamnya sekolah dengan sebutan baru seperti RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri), RSBN (Rintisan Sekolah Bertaraf Nasional), SKM (Sekolah Kategori Mandiri), SBN (Sekolah Bertaraf Nasional), SBI (Standar Bertaraf Internasional) menambah kebingungan masyarakat dan para orangtua siswa dalam menyekolahkan anaknya. Terlepas dari itu, jika dicermati sebenarnya UU Sisdiknas Tahun 2003 mengamantkan bahwa dibentuknya sekolah RSBI tidak lain untuk membuat sekolah yang berlabel unggul, sehingga sekolah ini diharapkan nantinya menjadi pionir untuk mengangkat nama bangsa khususnya bidang pendidikan di kancah Internasional. Tujuan sekolah RSBI secara khusus juga sebagai rows of models bagi sekolah-sekolah yang lainnya agar terpacu dan termotivasi untuk menjadi yang lebih baik, oleh karena itu niatan baik pemerintah sebaiknya disikapi dengan pikiran jernih dan positif. Untuk meminimalisir berbagai pandangan-pandangan negatif terhadap program RSBI ini, maka pemerintah wajib memberikan informasi dan feedback kepada masyarakat/orang tua siswa, bahwa program tersebut benar-benar bermanfaat dan layak. Hal ini dapat direalisasikan dengan mengadakan evaluasi program RSBI secara berkesinambungan diikuti dengan kegiatan monitoring secara berkala. Pelaksanaan evaluasi suatu program sebaiknya dilaksanakan secara berkesinambungan minimal setiap tahun sekali, namun walau rencana evaluasi pemerintah dilaksanakan setelah empat tahun program RSBI berjalan, bisa dikatakan
Oleh : Made Agus Dharmadi* cukup baik daripada tidak dilakukannya evaluasi sama sekali. Evaluasi seperti yang tercantum dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 Pasal 57 Ayat 1 dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelengaraa pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan diantaranya terhadap peserta didik, lembaga dan program pendidikan. Sehinggam mau tidak mau, pemerintah wajib melaksanakan evaluasi dan sudah sepantasnya menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dalam kaitanya dengan evaluasi suatu program. Evaluasi juga dimaksudkan untuk melihat sejauh mana program tersebut telah berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahkan tanpa evaluasi program-progarm yang telah berjalan tidak akan dapat dilihat efektifitasnya. Bertalian dengan tujuan evaluasi tersebut maka, pelaksanaan evaluasi sekolah RSBI, akan menelorkan pemahaman yang mencerahkan terhadap keberadaan sekolah RSBI yang ada saat ini, pandangan, rumor, persepsi negatif terhadap sekolah RSBI dimungkinkan akan sirna jika saja informasi dan solusi permasalahan yang dihadapi selalu tersampaiakan dan teraktualisassi secara berkelanjutan kepada masyarakat dan orangtua siswa. Model Evaluasi Di sisi lain, berbagai model evaluasi program sangat bervariasi adanya, seperti Discrepancy Models, Countenance Models, Goal Oriented Models, Responsive Models, CIPP (Context, Input, Process, Product) Models, Goal Free Models (Arikunto,2008). Oleh karena itu pemerintah harus benar-benar selektif terhadap model yang akan digunakan untuk mengevaluasi program RSBI, agar sesuai dengan target tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan karakteristik program RSBI yang sangat kompleks menyangkut konteks, input, proses dan produk, maka pemilihan model evaluasi haruslah mengacu pada empat variabel tersebut. Sehingga model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) akan lebih tepat digunakan. Secara garis besar variable Context meliputi pencarian informasi mengenai kebijakan pemerintah, kebutuhan masyarakat, status sosial ekonomi, variabel Input meliputi visi dan misi, kurikulum, keuangan,
sasaran, peserta didik, guru, program kerja, variabel Process meliputi proses pengelolaan program, proses pengelolaan sekolah, proses pengelolaan pembelajaran, proses pengambilan keputusan, proses kebutuhan, proses berkelanjutan, variable product meliputi prestasi akademik dan non akademik. Kesemuanya ini dapat diperoleh melalui diskusi (wawancara mendalam), observasi, penyebaran kuesioner, studi dokumentasi kepada lembaga sekolah/pihak-pihak yang terkait dalam program sekolah RSBI. Hasil dari pengumpulan informasi-informasi tersebut kemudian dapat dianalisa menjadi sebuah temuan tentang seberapa efektifkah program sekolah RSBI ini dilaksanakan. Selanjutnya hasil temuan ini digunakan sebagai acuan untuk membuat rekomendasi terhadap pelaksanaan sekolah RSBI agar lebih baik, lebih efektif dan lebih berkualitas. Hasil rekomendasi ini diharapakan bersifat mengikat, sehingga sekolah RSBI yang telah dievaluasi wajib untuk melaksanakan rekomendasi yang ditawarkan oleh para evaluator/ asessor. Sehingga, dimungkinkan program sekolah RSBI bisa ditingkatkan statusnya menjadi program SBI (Standar Bertaraf Internasional) atau malah sebaliknya. Hal ini sebaiknya dilakukan pada program-program rintisan yang sejenis secara holistik. Evaluasi yang direncanakan pemerintah sebaiknya dituangkan dalam peraturan pemerintah melalui pemerintah daerah sampai pada lembaga sekolah, yang khusus mengatur tentang pelaksanaan evaluasi secara berkala dan berkesinambungan. Selama ini pelaksanaan evaluasi program sekolah masih sangat minim adanya, supervisi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan terhadap sekolah disinyalir masih cukup dasar dan kurang mendalam, hal ini lebih disebabkan oleh keterbatasan SDM dan sumber meteriil lainnya. Di lain pihak pelaksanaan evaluasi program harus dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, seluruh penyelenggara program haruslah melakukan evaluasi secara berkala. Tentu saja agar berjalan dengan baik perlunya pembentukan tim evaluasi dalam lembaga tersebut menjadi sebuah kewajiban. Namun kelemahannya, evaluasi internal ini dimungkinkan bersifat subyektif,
karena mengevaluasi sendiri. Oleh karena itu yang tidak kalah pentingnya adalah penyelenggara program wajib mengajukan/meminta/ melaksanakan evaluasi secara eksternal kepada lembaga-lembaga pendidikan yang berkompeten, independen (misalnya LPTK, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), atau suatu badan pemerintah yang bertugas sebagai evaluator (misalnya sejenis BAN, Badan Akreditasi Nasional) ataupun yang lainnya. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan evaluasi dapat dilakukan secara objektif dan memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi. Permasalahan Penyelenggara Program Sementara itu permasalahan yang ada saat ini adalah, (1) pemahaman penyelenggara program terhadap manfaat evaluasi mungkin masih rendah, (2) tidak adanya SDM yang memiliki kompetensi di bidang evaluasi, (3) keterbatasan sarana dan prasaran evaluasi, (4) keterbatasan sumber dana, (5) manajemen mutu pendidikan pada sekolah belum berjalan (6) pola kepemimpinan belum optimal, dan masih banyak hal lainnya yang membuat pelaksanaan evaluasi program menjadi terhambat/terbengkalai. Oleh karena itu kondisi ini harus mendapat perhatian pemerintah di dalam melaksanakan evaluasi dan pemenuhan terhadap kekurangan yang ada wajib pula dilakukan untuk menunjang pelaksanaan evaluasi tersebut. Secara ekplisit pemerintah dan pihak-pihak terkait wajib pula melakukan sosialisasi secara menyeluruh agar pemahaman penyelenggara program terhadap program evaluasi meningkat. Selanjutnya perlunya mengadakan pelatihan-pelatihan tentang proses evaluasi menjadi sangat penting, mensuplai keberadaan sarana penunjang program evaluasi, mensubsidi dana, menjalankan serta mengoptimalkan fungsi manajemen pendidikan. Jika saja seluruh permasalahan yang ada dapat teratasi, maka rencana pelaksanaan evaluasi program sekolah secara umum niscaya akan berjalan dengan lancar, dan menghasilkan temuan-temuan yang bermanfaat. Yang tidak kalah pentingnya adalah melekatnya kesadaran dalam sanubari terhadap pentingnya program evaluasi bagi penyelenggara pendidikan (termasuk pimpinan, guru, orangtua, siswa, masyarakat). Akhirnya momen rencana pelaksanaan evaluasi sekolah RSBI ini, sebaiknya segera diikuti oleh program sekolah yang lainnya. Dengan salah satu cara ini, harapan peningkatan kualitas pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. *Penulis, staf pengajar Undiksha Singaraja
Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.
Urusan selesai ...
SURAT A NDA Uji Emisi Tak Berguna GENCARNYA kampanye tentang upaya untuk meningkatkan kuliatas udara di ibukota, yang diimplementasikan pada kebijakan mewajibkan setiap kendaraan (pada tahap awal khusus kedaraan roda empat) menjalani uji emisi yang digelar Pemerintah DKI Jakarta sejak akhir tahun lalu, tampaknya mulai kehilangan gaungnya. Jika di tahap awal pelaksanaan Desember 2009 atau Januari lalu, banyak pemilik mobil yang menyambut kampanye itu dengan membawa kendaraannya ke bengkel untuk menjalani uji emisi, hingga membuat banyak bengkel kebanjiran pelanggan,
maka di pekan-pekan ini, keadaan itu tak terlihat lagi. Animo masyarakat pemilik kendaraan roda empat untuk memiliki stiker uji emisi (sebagai tanda memenuhi baku mutu emisi), tampaknya sudah menurun. Di jalanan kondisi ini dapat terlihat dengan belum banyaknya kendaraan yang tak memiliki stiker uji emisi, karena kendaraan mereka memang belum menjalani uji emisi. Boleh jadi kondisi itu disebabkan oleh tidak adanya sanksi tegas dari pihak Pemda DKI untuk ‘memaksa pengguna kendaraan mematuhi aturan itu.Buktinya, hingga kini masih banyak pusat perbelanjaan (yang di awal pro-
gram ini dilaksanakan dikabarkan bakal menolak kendaraan yang tak dilengkapi stiker uji emisi) yang mau menerima kendaraan yang tak dilengkapi stiker berbentuk bulat itu. Jika kondisi ini tak diperbaiki, maka boleh jadi, kewajiban bagi kendaraan roda dua untuk menjalani uji emisi yang bakal dilak-
sanakan tahun ini, juga bakal menemui kegagalan. Artinya, jika kondisi ini yang terjadi, maka cita-cita untuk melihat udara Jakarta menjadi lebih bersih, hanya akan menjadi sebatas impian saja. Luthfi Cibinong, Depok
Jalanan Rusak Membahayakan SERING kita jumpai jalanan yang hancur dan rusak parah di jakarta, namun belakangan ini telah ada sedikit upaya dari pihak yang berwenang untuk memperbaikinya. Sangat disayangkan upaya yang seharusnya memberi
harapan baik bagi masyarakat itu kembali memebuat kecewa karena perbaikan jalan yang dilakukan sangat tak membawa perubahan yang berarti. Masyarakat dibuat tak berdaya menghadapi keadaan yang tidak
nyaman dalam kondisi sebuah kota besar yang terbengkalai. Seharusnya Jakarta menjadi kota yang paling indah di Indonesia karena Jakarta adalah Ibukota negara yang akan membawa gambaran tentang Indonesia bagi tamu mancanegara. Jika tidak bisa mewujudkan kota yang paling indah ya sewajarnya menjadi tempat tinggal yang layak untuk melakukan mobilitas hidup warganya. Tingginya tingkat frustrasi warga Jakarta yang harus berhadapan dengan berbagai kerasnya persaingan harus dapat diredam dengan pembenahan jalanan yang maksimal. Hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi karena sudah menjadi kebutuhan sebagai manusia yang berbudaya. Jakarta yang sudah macet de-
ngan segala macam sebabnya itu, juga diperparah dengan banyaknya proyek galian jalan yang jelas-jelas mengganggu dan membahayakan pengguna jalan. Rakyat telah susah payah membayar pajak namun tak pernah mendapat perhatian serius dalam masalah keamanan terutama di jalan raya. Harapan rakyat sebenarnya sederhana jika pemerintah daerah mau sedikit memperhatikan. Mohon kesigapan dan kepekaan dari Pemprov DKI untuk menyegerakan perbaikan jalan-jalan di Jakarta. Untuk daerah-daerah penyangga juga butuh perbaikan yang tak kalah seriusnya. Arif Rawa Belong, Jak-Bar
Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.
Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI ‰ Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.
lahraga
Suluh Indonesia, Kamis 3 Juni 2010
6
Tour de Singkarak
Pembalap Iran Dominasi Etape 2B AGAM - Pembalap asal Iran mendominasi pembalap tercepat pada Tour de Singkarak (TDS) 2010 etape 2B yang menempuh jarak 83,9 km dari Pariaman-Mukomuko dan finis di Danau Maninjau, Agam, kemarin. Pembalap Iran yang finis pertama berasal dari Tim Azad University, Amir Zargari, dengan catatan waktu 2.11.37. Posisi kedua pembalap asal Tabriz Petrochemical Team Ghader Mizbani dengan catatan waktu 2.11.37. Diposisi ketiga adalah pembalap Tabriz lainnya Hossein Askari dengan catatan waktu 2.11.37. Dan, posisi empat Farshid Salehan dari Azad University dengan catatan waktu 2.11.45. Untuk pembalap Indonesia yang sukses finis tercepat adalah Dadi Suryadi dari Putra Perjuangan Bandung dengan catatan waktu 2.12.14. Berikutnya pembalap United Bike Kencana Malang Usman Ali dengan catatan wak-
tu 2.12.41 dan posisi tiga adalah Endra Wijaya dari Custums Cycling Club dengan catatan waktu 2.12.53. Pembalap asal Kota Malang itu juga mampu menjadi yang tercepat pada intermedite sprint di Lubuk Basong tepatnya di kilometer 71,8. “Saya tidak tau kalau menjadi yang tercepat. Saya mengayuh sepeda biasa saja,” kata Ali Usman usai perlombaan. Menurut dia, dengan hasil ini diharapkan mampu memacu semangat untuk menuntaskan etape-etape berikutnya. Apalagi etape 3, yaitu MukomukoBukittinggi, memiliki tanjakan yang relatif cukup tinggi yang dikenal dengan Kelok 22 dan Kelok 44. Pada etape 2A yang menjadi pembalap tercepat adalah Sung Baek Park dari Korea Selatan yang memperkuat tim KSPO Korea, sedangkan pembalap dalam negeri direbut oleh Matnur dari Polygon Sweet Nice Surabaya. (ant)
Suluh Indonesia/ant
ETAPE IIA - Seorang pebalap meminta air minum di antara pebalap lain pada saat berlomba pada etape IIA Tour De Singkarak di Pariaman, Sumatera Barat, kemarin. Etape IIA Padang hingga Pariaman menempuh jarak 85,6 kilometer.
Perang Bintang
Dipindah ke Malang
Joko Driyono
JAKARTA - Duel Perang Bintang Liga Super 2009/2010 yang mempertemukan juara Liga Super musim ini Arema Malang melawan tim bintang pilihan masyarakat dipindahkan ke Stadion Kanjuruhan Malang, 6 Juni. Semula Perang Bintang yang digagas PT Liga Indonesia ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pemindahan itu menurut CEO PT Liga Indonesia Joko
Christo Lolos dari Hadangan Akaba JAKARTA - Petenis terbaik putra Indonesia, Christoper Rungkat, melaju ke babak kedua Okeshop Oneject International Tennis Tournament Men’s Futures seri pertama setelah lolos dari hadangan petenis Jepang, Takero Akaba, 6-4, 7-5 di Lapangan Tenis Tertutup Siliwangi, Bandung, kemarin. Pertandingan Christo melawan Akaba berlangsung sengit dan menegangkan. Akaba yang tidak memiliki peringkat dunia dan lolos ke babak utama melalui babak kualifikasi, bermain solid dan memberikan perlawanan ketat menghadapi Christo yang berperingkat 1.710 dunia. Petenis Jepang ini memiliki servis keras sehingga tidak mudah bagi Christo untuk menekannya. Christo mengaku harus terus mencoba mengubah irama permainan dan berganti-ganti strategi untuk meraih poin demi poin sehingga akhirnya menang. Pada set pertama kedua pemain tampil terkesan sangat berhati-hati hingga kedudukan 4-4. Christo baru dapat mematahkan servis Akaba pada game kesembilan ketika petenis Jepang ini melakukan double
fault, sebelum kemudian menguncinya pada kedudukan 6-4. Pada set kedua Akaba tampil luar biasa. Servisnya semakin bagus dan penempatan bolanya di tepi-tepi lapangan menyulitkan Christo mengembalikannya dengan baik. Petenis Jepang ini mematahkan servis Christo pada game kedua setelah Christo melakukan double fault. Keberhasilan mematahkan servis Christo itu tampaknya memberi kepercayaan diri Akaba untuk tampil terus menekan Christo dengan penempatan bola di sudut-sudut lapangan. Petenis jepang ini sempat unggul hingga 4-1. Sebaliknya Christo tetap tampil tenang meski telah tertinggal cukup jauh. Dia tampak mencoba tetap tampil dengan konsentrasi penuh dan mengumpulkan poin demi poin. Christo baru dapat membalas mematahkan servis Akaba pada game ketujuh. Hal ini terjadi setelah pukulan forehand kembalian Akaba nyangkut net, sehingga kedudukan 3-4. Christo kemudian dapat meraih dua poin dari dua servisnya hingga kedudukan 5-5 dan kembali mematahkan servis Ak-
aba pada game kesebelas. Poin ini direbut Christo pada break point keempatnya. Poin ini direbut juga karena double fault yang dilakukan Akaba. Perlawanan Akaba berakhir pada game ke-12 ketika bola pukulan forehand pengembaliannya yang tanggung dipotong oleh Christo di depan net dengan backhand slice. Bola Christo sempat melenting membentur net sebelum kemudian jatuh perlahan di depan net Akaba tanpa dapat dikembalikan oleh pemain Jepang ini. Sekitar seratus penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut dan sebagian besar pendukung Christo akhirnya dapat menarik napas lega. Christo menuntaskan pertandingan babak pertama dengan kemenangan dalam waktu 1 jam, 35 menit. “Dia (Akaba) main sangat bagus. Bola-bolanya menekan dan tidak mudah dijinakkan. Saya masih harus beradaptasi dengan lapangan yang berkarakter cepat di sini. Saya mencoba terus mengubah irama permainan dan arah bola sehingga dapat mengalahkan dia. Kalau tidak dengan cara ini, hasilnya bisa lain,” tutur Christo. (oli)
Kejurnas Karting Seri 3
Ajang Pemanasan Bagi Andra JAKARTA - Kejurnas Karting Seri 3 yang berlangsung 5-6 Juni di Sirkuit Gokart Sentul, Bogor, Jabar dijadikan Alexandra ‘’Andra” Asmasoebrata sebagai ajang pemanasan jelang Asian Karting Open Championship (AKOC) Seri I, 12-13 Juni di Manila, Filipina. Pembalap putri andalan Indonesia itu mematok target juara dalam kejuaraan yang melibatkan 29 negara di kawasan Asia ini. ‘’AKOC menjadi target utama saya karena even ini sekaligus kualifikasi kejuaraan dunia di Spanyol, Oktober mendatang. Jadi saya butuh pemanasan sebelum AKOC dan ajang kejurnas ini sangat besar manfaatnya,” kata wanita berusia 22 tahun itu di Jakarta, kemarin.
“Dan untuk kejurnas, targetnya juga menang. Kami telah menyiapkan segala sesuatunya untuk kejuaraan nanti karena itu bagian dari persiapan ke AKOC,”kata Andra. Menurut dia, pada kejurnas seri 3 nanti dirinya beserta tim akan bermain dengan maksimal. Karena pada dua seri sebelumnya selalu gagal akibat beberapa hal seperti masalah teknis kendaraan. Sukses menembus delapan besar di kejuaraan dunia di Jepang dua pekan lalu menurut dia, akan dijadikan motivasi agar mampu kembali bersaing dengan pembalap-pembalap Indonesia lainnya. “Saya di Jepang malempaui target masuk 8 besar. Jadi saya tidak ingin gagal lagi dan harus
mampu naik podium,” tambahnya. Dikatakan, saat berlomba di Jepang banyak pelajaran yang diraih mulai dari skill saat membalap serta pemilihan ban untuk perlombaan. Pemilihan ban, kata dia, harus cermat. Jika salah memilih maka akan berpengaruh terhadap kinerja pembalap dalam setiap perlombaan. “Hasil di Jepang akan kami aplikasikan di kejurnas nanti. Kami berharap semuanya berjalan dengan lancar,” kata putri mantan pembalap kawakan Alex Asmasoebrata ini. Tahun ini Andra memang konsentrasi di karting. Untuk tahun depan, kemungkinan besar Andra akan terjun lagi di Formula Renault. (oli)
Driyono dalam jumpa wartawan di Jakarta, kemarin dikarenakan tak ada izin pertandingan dari Polda Metro Jaya. “Malang telah welcome untuk menjadi tuan rumah bagi Perang Bintang. Untuk program pendukung lainnya akan dilakukan penyesuaian,” kata Joko. Menurut Joko, sebelumnya PT Liga Indonesia melakukan diskusi dengan pihak Polda Metro Jaya. Dalam pertemuan tersebut, kepolisian ibu kota
mengusulkan agar laga dipindahkan ke Malang. “Dua pekan lalu, kami sebenarnya sudah mendapat green light (lampu hijau) dari pihak kepolisian. Namun dalam pertemuan tadi siang (kemarinred), Polda akhirnya mengusulkan agar perang bintang dipindah ke Jatim,” kata Joko. Joko menambahkan, pembatalan izin Perang Bintang ini tak lepas dari rangkaian kerusuhan yang melibatkan The Jakmania usai laga Persija Ja-
karta vs Arema Indonesia, 30 Mei 2010. Kejadian ini dianggap sudah cukup meresahkan. “Kerusuhan dan perkelahian yang melibatkan oknum The Jakmania menurut kacamata Polda sudah sangat meresahkan masyarakat. Dan kami memahami keputusan ini,” tambahnya. Yang merekomendasikan pindah ke Malang, lanjut dia adalah Polda Metro Jaya. Dan keputusan ini bukan untuk menghalangi, tapi melindungi
sepakbola dari hal-hal negatif. Pemindahan Perang Bintang ke Malang membuat beberapa agenda pendukung dibatalkan. Antara lain, Perang Bintang tim ISL U-21, kunjungan sosial, Olimpiade Suporter dan One Day Footbal Festival. “One day footbal festival yang rencananya melibatkan 40 SSB akan digelar pada final Piala Indonesia, awal Agustus mendatang,’’ kata mantan manajer tim Pelita Krakatau Steel (PKS) ini. (oli)
lahraga
Suluh Indonesia, Kamis 3 Juni 2010
7
Belanda Libas Ghana ROTTERDAM - Pelatih Bert van Marwijk tampaknya telah berhasil membangun skuad Belanda menjadi tim yang solid. Itu dibuktikan dengan kemenangan 4-1 yang diraih Tim Oranye atas Ghana dalam pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia, kemarin. Penyerang sayap Dirk Kuyt membuka skor setelah pertandingan berjalan setengah jam dari bola muntah hasil tembakan Robin van Persie yang diblok kiper Richard Kingson. Tiga gol lainnya dihasilkan di sisa waktu 20 menit babak kedua. Rafael van der Vaart mengubah skor menjadi 2-0 di menit ke-73. Lima menit setelah itu Asamoah Gyan membalas satu gol untuk Ghana berawal dari blunder bek Joris Mathijsen. Gol terbaik di pertandingan ini datang dari gelandang Wesley Sneijder. Bintang Inter Milan ini menyambut umpan sepak pojok Van der Vaart dengan tendangan voli dari luar kotak penalti. Van Persie menambahkan gol keempat dari eksekusi penalti setelah Kingson melanggar Van der Vaart. Ini menjadi gol ketiganya dalam dua pertandingan persahabatan. Van Marwijk mengungkapkan, berkat kesabaran yang tinggi, timnya mampu mengatasi permainan Ghana yang lebih banyak mengandalkan serangan balik. “Bila kita bermain dengan banyak pemain kreatif yang semuanya berusa-
ha merebut bola, sulit untuk mendapatkan ruang di dekat gawang, tetapi hari ini kami melakukannya dengan sangat bagus dan memiliki kedalaman dalam permainan kami,” kata Van Marwijk. Van Marwijk menyesalkan gol balasan Ghana yang tercipta dari kesalahan pemainnya. “Terasa konyol kami kebobolan gol karena kami biasanya sulit membiarkan itu terjadi, namun ini hanya salah komunikasi,” imbuh pelatih pengganti Marco van Basten itu. Dalam laga ini, hanya Arjen Robben yang absen karena cedera pinggul ringan. Sementara untuk lebih memantapkan skuadnya secara menyeluruh, Van Marwijk memberikan kesempatan bermain kepada gelandang Ibrahim Afellay dan kiper cadangan Michel Vorm serta Sander Boschker. Van Marwijk telah mengumumkan daftar 23 pemainnya untuk putaran final 27 Mei lalu, sehari setelah Belanda mengalahkan Meksiko 2-1 di laga persahabatan di Freiburg, Jerman. Mereka menjamu Hungaria Sabtu nanti dalam partai pemanasan terakhirnya sebelum berangkat ke Afrika Selatan. Van Persie dan kawan-kawan akan menghadapi Denmark pada pertandingan pertamanya di Grup E 14 Juni nanti, diikuti duel dengan Jepang dan Kamerun. (adn/rtr)
Tak Ada Beck Dalam Skuad Jerman BERLIN - Bek Andreas Beck menjadi satu-satunya pemain yang didepak oleh pelatih Jerman, Joachim Loew saat mengumumkan 23 pemain yang dibawa ke Piala Dunia, kemarin. Loew memang tidak memiliki banyak opsi dalam skuadnya karena badai cedera. Skuad sementara Jerman yang terdiri dari 27 pemain, berkurang menjadi hanya 24 pemain setelah kapten Michael Ballack, gelandang Christian Traesch dan bek serba guna, Heiko Westermann dinyatakan harus absen akibat cedera. Loew tak memanggil pemain lain untuk menggantikan mereka dan memutuskan hanya mencoret satu pemain untuk skuad finalnya untuk putaran final di Afrika Selatan mulai 11 Juni sampai 11 Juli. Loew juga mempertahankan enam strikernya walaupun kekurangan amunisi di lini teng-
ah. Tim yang kini dipimpin oleh kapten baru, Philipp Lahm ini hanya memiliki enam gelandang. Lebih istimewanya lagi, ia berani mengandalkan pemain-pemain lebih muda yang menjuarai Piala Eropa U-21 tahun lalu, termasuk kiper yang akan menjadi starter, Manuel Neuer, bek Dennis Aogo dan Jerome Boateng, serta pengatur serangan Sami Khedira dan Mesut Ozil. Beck total baru bermain tujuh kali untuk Tim Panser. Pemain 23 tahun ini melakukan debutnya Februari tahun lalu. Di putaran final nanti, tim juara dunia tiga kali ini dipertemukan dengan Ghana, Australia dan Serbia di Grup D. Mereka akan melakoni laga persahabatan terakhir melawan Bosnia di Frankfurt, Kamis (3/6) hari ini sebelum berangkat ke markas mereka di Pretoria, Afrika Selatan 6 Juni nanti. (adn/rtr)
Skuad Jerman
Suluh Indonesia/ap
REBUT BOLA - Pemain Belanda, Mark van Bommel (kanan) berupaya merebut bola dari pemain Ghana, Stephen Appiah, dalam pertandingan persahabatan, di Rotterdam, Belanda, kemarin.
Italia Coret Borriello dan Rossi MILAN - Striker AC Milan Marco Borriello dan penyerang Villarreal, Giuseppe Rossi dicoret dari skuad Italia untuk Piala Dunia, kemarin. Nama mereka tidak masuk dalam 23 pemain pilihan pelatih Marcello Lippi yang secara mengejutkan lebih senang menyertakan Fabio Quagliarella. Kiper Salvatore Sirigu, bek Mattia Cassani dan gelandang Andrea Cossu adalah pemain lain yang tidak diboyong ke Afrika Selatan. Pemain sayap Mauro Camoranesi tetap dimasukkan walaupun tidak mengikuti sesi latihan Selasa lalu karena cedera lutut. Ia dapat digantikan sebelum turnamen dimulai pada 11 Juni bila cedera yang awalnya dinyatakan tak serius itu bertambah parah. Italia yang menghadapi Meksiko dan Swiss di pertandingan persahabatan terakhirnya Kamis (3/6) ini dan Sabtu
lusa, akan berjumpa Paraguay pada partai pembuka Grup F di Cape Town 14 Juni nanti. Selanjutnya kampiun Piala Dunia 2006 ini bertanding dengan Selandia Baru dan Slovakia. Lippi rela menunggu sampai saat-saat terakhir dari batas waktu pengumuman skuad untuk final yang ditetapkan FIFA. Awalnya pelatih yang akan digantikan oleh Cesare Prandelli usai Piala Dunia ini berniat mengumumkan skuadnya pertengahan Mei lalu. Borriello sendiri menikmati musim yang sukses di Milan dan melengkapi penampilannya dengan sejumlah gol spektakuler. Sedangkan Rossi dapat bermain di semua posisi di lini depan. Namun Lippi lebih memilih Quagliarella yang memiliki kecepatan dan bertenaga meski hanya menyumbang 11 gol untuk Napoli musim lalu. Giampaolo Pazzini juga disertakan dalam daftar striker
COVILHA - Portugal menundukkan Kamerun 3-1 dalam laga persahabatan di Covilha, kemarin. Kemenangan ini terbantu oleh dikeluarkannya striker Inter Milan, Samuel Eto’o di babak pertama. Portugal mendominasi sejak awal pertandingan dan membuka skor melalui penyerang FC Porto, Raul Meireles di menit ke-32. Eto’o mengajukan protes kepada wasit atas gol tersebut. Ia kemudian diganjar kartu merah karena telah lebih dulu mengantongi kartu kuning garagara melanggar bek Duda. Portugal mengambil keuntungan dari keunggulan jumlah pemainnya. Meireles yang tengah dalam performa terbaiknya selanjutnya mendapatkan gol keduanya di menit ke-46. Namun Kamerun tak mudah menyerah. Mereka menunjukkan semangat bertarung tinggi di babak kedua meskipun tanpa Eto’o yang baru saja memenangkan tiga gelar bersama Inter. The Indomitable Lions memperkecil ketertinggalan di
menit ke-69 lewat tandukan Webo. Mereka melakukan segala cara untuk bisa mengejar gol penyeimbang. Sayangnya usaha anak asuh pelatih Paul Le Gueen ini tidak berhasil walaupun Portugal telah kehilangan gelandang Pedro Mendes di menit ke-72 karena cedera. Adapun striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo kembali tidak mampu menunjukkan pengaruhnya untuk Portugal. Ia tidak mencetak gol di laga ini. Gol keempat Seleccao lahir dari mantan rekan setimnya di Manchester United, Nani sembilan menit menjelang bubaran. Kamerun akan memainkan satu partai persahabatan lagi dengan Serbia di Beugrade 5 Juni nanti sebelum terbang ke Afrika Selatan. Mereka tergabung di Grup E bersama Denmark, Jepang dan Belanda. Sementara Portugal akan berangkat ke Afsel pekan ini dan membuka turnamen dengan menghadapi Pantai Gading pada 15 Juni. Brazil dan Korea Utara menjadi lawan mereka berikut di Grup G.. (adn/afp)
Marco Borriello
Giuseppe Rossi
Gelandang Juventus, Claudio Marchisio adalah salah satu pemain muda yang sudah berhasil merebut tempat di skuad inti Azzurri. Ia dapat menjadi solusi bagi masalah di sayap kiri bila Italia memainkan pola 4-4-2. Pemain 24 tahun ini juga bisa ditempatkan sebagai playmaker dalam formasi 4-2-31 yang dipraktekkan dalam sesi
latihan belakangan ini. “Saya berterimakasih pada Lippi atas kepercayaan yang ditunjukkannya pada saya. Saya tidak menganggap diri saya sebagai striker kedua, tetapi sebagai gelandang yang menawarkan kontribusi sedikit lebih banyak dan membukakan ruang bagi dirinya sendiri,” ungkapnya. (adn/rtr)
Hiddink Tolak Latih Inter
Kiper : Manuel Neuer (Schalke 04), Tim Wiese (Werder Bremen), Hans-Joerg Butt (Bayern Munich). Bek : Arne Friedrich (Hertha Berlin), Per Mertesacker (Werder Bremen), Jerome Boateng (Hamburg SV), Philipp Lahm (Bayern Munich), Serdar Tasci (VfB Stuttgart), Marcell Jansen (Hamburg SV), Holger Badstuber (Bayern Munich), Dennis Aogo (Hamburg SV). Gelandang : Sami Khedira (VfB Stuttgart), Toni Kroos (Bayer Leverkusen), Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich), Marko Marin (Werder Bremen), Mesut Ozil (Werder Bremen), Piotr Trochowski (Hamburg SV). Penyerang : Thomas Mueller (Bayern Munich), Miroslav Klose (Bayern Munich), Lukas Podolski (Cologne), Mario Gomez (Bayern Munich), Stefan Kiessling (Bayer Leverkusen), Cacau (VfB Stuttgart).
Portugal Kalahkan Kamerunnya
bersama Alberto Gilardino, Vincenzo Iaquinta dan Antonio Di Natale. Lippi selama ini dikritik oleh media Italia karena terlalu banyak mengandalkan pemain yang menjadi pahlawannya di Piala Dunia 2006, namun masuknya beberapa pemain muda seperti bek Bari, Leonardo Bonucci sedikit memupus anggapan itu. “Usia pastinya bisa menjadi menjadi faktor yang berpengaruh. Motivasi dan kondisi fisik pemain yang lebih tua dapat menjadi penentu pemilihan,” ungkap mantan gelandang Italia, Stefano Fiore mencoba menilai keputusan Lippi. “Namun saya tidak merasa ini akan menjadi masalah besar buat Italia. Pelatih telah memilih pemain, mereka yang memenangkan Piala Dunia bersamanya. Kalau pun mereka tidak lagi muda, mereka bisa menghadapinya dengan pengalaman,” imbuh Fiore.
Guus Hiddink
ROMA - Pelatih asal Belanda, Guus Hiddink menjauhkan diri dari kemungkinan menangani klub raksasa Italia, Inter Milan. Menurut agennya, Van Niewenhuizen, Hiddink tengah menikmati pengalaman barunya sebagai pelatih timnas Turki. Inter mencari pelatih baru untuk menggantikan Jose Mourinho yang telah pindah ke Real Madrid. Banyak pelatih top yang dikaitkan dengan Nerazzurri, namun tak satu pun yang pasti. Upaya mendekati pelatih timnas Inggris, Fabio Capello dan pelatih Liverpool, Rafael Benitez juga gagal. “Kita tidak pernah bisa me-
ngatakan seratus persen bahwa Guus Hiddink tidak akan pergi dan melatih Inter, tetapi saya pikir itu mustahil,” ungkap Van Niewenhuizen kepada Telelombardia dan Antenna 3, kemarin. “Pekan lalu Inter memberitahu saya kalau Hiddink bisa menjadi kandidat pelatih untuk Nerazzurri. Mereka mengatakan ia pilihan pertama mereka. Saya katakan tidak mungkin karena Hiddink baru saja memulai pengalamannya bersama Federasi Turki dan ia tidak akan pergi atau meminta mereka memutus kontraknya,” beber Van Niewenhuizen. Van Niewenhuizen menam-
bahkan, sampai sekarang Inter memang belum melakukan pendekatan lagi kepada kliennya. “Ini masalah antara Inter dan Federasi Turki. Setelah itu mereka bicara dengan Benitez dan Capello dan mereka belum menghubungi Federasi Turki,” lanjutnya. Hiddink mulai mengukuhkan namanya sebagai pelatih top ketika membawa PSV Eindhoven menjuara Piala Eropa 1988. Setelah itu ia sempat menangani Real Madrid, timnas Belanda, Korea Selatan, Australia dan Rusia. Ia juga pernah menjabat sebagai pelatih sementara Chelsea. (adn/afp)
Piala Dunia
Panitia Tambah 100 Ribu Kursi JOHANNESBURG - Jumlah kursi untuk Piala Dunia bertambah 100 ribu menjadi lebih dari tiga juta, 97 persen di antaranya diyakini akan terjual. Sekretaris Jendral FIFA, Jerome Valcke, kemarin, mengatakan, revisi perencanaan dan alokasi tempat duduk menambah ruang baru, sehingga persentase kursi yang terjual bisa sedikit lebih tinggi dibandingkan pada final di Jerman empat tahun silam. Sebelumnya, Valcke mengatakan jumlah kursi untuk Piala Dunia yang akan dimulai 11 Juni di Johannesburg mencapai 2,88 juta. “Kita makin mendekati rekor dalam hal tiket yang dicapai pada turnamen 1994 di AS,” katanya. “Sungguh mengejutkan capaian ini diraih di Afrika Selatan.”
Pada bulan April, otoritas sepak bola memulai penjualan tiket Piala Dunia Afsel secara langsung di konter-konter dan bukan hanya penjualan lewat internet yang oleh Valcke disebut sebagai kesalahan di negara berkembang. Langkah ini tidak hanya menjadikan tiket Piala Dunia sebagai rebutan namun juga memicu kehebohan luar biasa menjelang turnamen di negara yang oleh FIFA tahun lalu dituding sebagai negara yang tak acuh. Valcke mengkritik keras agen penjualan tiket resmi FIFA, MATCH, atas kerusakan sistem komputer saat menjual 90 ribu tiket final Jumat lalu. “Saya sangat, sangat kecewa ketika sistem komputer tidak bekerja. Saya harus mengatakan, ini sungguh tidak profesional. Sungguh ini suatu
kesalahan,” kata Valcke. Masalah lalu lintas Valcke mengatakan, masalah lain adalah lalu lintas di sekitar stadion Soccer City saat upacara pembukaan pada 11 Juni. Sebelumnya penonton pertandingan bola dan rugby yang digelar di stadion tersebut terlambat menyaksikan pertandingan gara-gara macet di wilayah itu. Ia mengatakan situasi pada 11 Juni nanti bisa menjadi mimpi buruk kecuali para penonton datang lebih awal. Belum lagi bakal ada konvoi pasukan pengamanan untuk mengamankan sekitar 50 kepala negara yang akan memperparah situasi. “Kita harus memulai Piala Dunia ini dengan stadion yang penuh,” kata Valcke. Ia mengimbau penonton
untuk hadir di stadion mulai pukul 13.00 waktu setempat, sejam sebelum upacara pembukaan dimulai. Mengenai kemungkinan serangan teroris, Valcke mengatakan, “Kita harus percaya pada sistem...Kita tahu bahwa polisi Afrika Selatan telah melakukan yang terbaik untuk menjamin keamanan.” Ia mengatakan polisi lokal akan didukung oleh pasukan pengaman dari 31 negara peserta lain. Pertandingan yang menjadi prioritas pengamanan adalah pada saat tim AS melawan Inggris pada 12 Juni, karena keduanya dinilai sebagai target potensial. (ant)
Jerome Valcke
Nasi nal
Suluh Indonesia, Kamis 3 Juni 2010
PT Pindad Meledak, Satu Tewas MALANG - Seorang karyawan tewas akibat ledakan di PT Pindad, di Kecamatan
Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (2/6) sekitar pukul 13.45 WIB. Karyawan
yang tewas akibat ledakan di gedung produksi detonator itu bernama Tri Nurhuda (27), bah-
kan lima orang lainnya mengalami luka ringan dan berat. Korban luka ringan adalah David (22), Syamsul, dan Adi. Ketiganya telah ditangani di Poli Kesehatan PT Pindad, sedangkan dua orang yang mengalami luka berat adalah Sandi dan Muchlis yang dirawat di RS RKZ dan Panti Nirmala Kota Malang. Setelah terjadi ledakan yang
menewaskan satu orang itu, gedung produksi divisi detonator langsung diberi garis batas polisi (“police line”) oleh Polwil Malang untuk melarang orang masuk ke lokasi tersebut, termasuk karyawan PT Pindad sendiri. “Lokasi ledakan masih diberi garis polisi dan siapa pun tidak boleh masuk ke lokasi itu,” kata Dirut PT Pindad. (ant)
8
BC Dumai Amankan Sabu Senilai Rp12 M DUMAI - Petugas Bea dan Cukai Kota Dumai, Riau, Rabu, berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 6 kilogram yang diperkirakan senilai Rp12M. Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean BC Dumai, Hari Prijandono saat ditemui ANT-
ARA di tempat kejadian, Rabu, mengatakan sabu-sabu tersebut teridentifikasi dari dua tas koper yang dibawa oleh sepasang muda-mudi yang turun dari kapal Fery Malaysia Expres. Kapal yang membawa dua tersangka, Editiya (23) dan Titik Ganura (21), kata dia, belakangan diketahui berangkat dari Portlang Malaysia dengan tujuan Pelabuhan Internasional Dumai pada Rabu pukul 14.45 WIB. “Berdasarkan identitas yang tercantum dalam paspornya dengan Nomor V-105750, Editiya merupakan warga negara Indonesia dengan alamat Jakarta Pusat,” katanya menjelaskan. Dikatakan, Titik Ganura juga warga Jakarta Pusat setelah pihaknya memeriksa paspor bernomor U-410190 atas nama yang bersangkutan. Berdasarkan kronologis, menurut Hari, temuan 6 kg sabusabu tersebut berawal dari kecurigaan petugas BC terhadap kedua tersangka yang terlihat gugup saat menjalani pemeriksaan di Pelabuhan Dumai. “Melihat gerak-gerik mencurigakan itu, petugas lantas melakukan pemeriksaan mendalam atas bawaan keduanya, yakni berupa dua tas koper,” tuturnya. Dari pemeriksaan tersebut, kata Hari, ditemukan serbuk kristal berwarna putih yang diindikasi sebagai sabu-sabu dari kedua tas tersebut. “Barang bukti itu ditemukan didua tas tersebut dengan pembagian sama banyak, yakni masingmasing 3 kg,” ujar Hari. Atas temuan itu, BC Dumai mendatangkan tim ahli yang berjumlah 10 orang untuk melakukan pemeriksaan secara detail dengan menggunakan mesin pendeteksi khusus di tempat kejadian. “Sementara ini kedua tersangka sedang kami proses, kemudian akan kami limpahkan kepada kepolisian setempat,” katanya. (ant)