Skip to main content

Edisi 01 Juni 2010 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771

No. 124 tahun IV Kamis, 1 Juli 2010 8 Halaman

Free Daily Newspaper

Layanan Antar Rp. 35.000/bulan (Jabodetabek)

Hari ini, TDL Baru

Ditemukan, 21 Rekening Liar

Hadapi Kenaikan TDL

KENAIKAN Tarifdasar listrik (TDL) rata-rata 10 persen mulai berlaku efektif hari ini. Namun, pemerintah mengklaim keputusan tersebut tidak akan memberatkan ekonomi masyarakat sekaligus daya saing sektor usaha ...hal. 1

ANGGOTA Badan Pengawas Keuangan (BPK) Rizal Djalil mengatakan pemilik 21 rekening liar senilai Rp 503 miliar di Kementerian Kesehatan (Kemkes) berada di level bawah menteri. “Tidak ada ...hal. 2

HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai pemerintah perlu memberikan insentif bagi pelaku UKM di tanah airdalam menghadapi kenaikan TDL yang akan ditetapkan mulai 1 Juli 2010 ...hal. 3

Pengemban Pengamal Pancasila

www.suluhindonesia.com

Polisi Selidiki Informasi

Beredarnya Video Asusila Ariel-BCL

Suluh Indonesia/ade

DK KPU - Ketua DK KPU Jimly Asshiddiqie didampingi anggotanya membacakan rekomendasi yang menyimpulkan bahwa Andi Nurpati terbukti melanggar kode etik pada sidang DK KPU di Jakarta, kemarin.

Atasan Gayus Lainnya

Segera Diperiksa JAKARTA - Tim penyidik Polri segera memeriksa salah satu atasan Gayus Tambunan terkait dugaan praktik mafia perpajakan. ‘’Ada satu atasan Gayus lagi yang akan diperiksa,” kata Kabid Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Marwoto Soeto di Jakarta, kemarin. Marwoto belum mengetahui identitas dan kapan pemeriksaan terhadap atasan Gayus itu. Namun pejabat Ditjen Pajak itu berstatus sebagai saksi. Meski demikian, Marwoto mengatakan atasan Gayus itu berpotensi menjadi tersangka, apabila penyidik menemukan alat bukti yang menunjukkan keterlibatannya. Sebelumnya, penyidik Polri telah menetapkan dua atasan Gayus terkait dugaan kasus praktik mafia perpajakan yakni HN dan Maruli Pandapotan Manurung. Saat ini penyidik menahan kedua pejabat Ditjen Pajak itu. Kabid Penum Divhumas Mabes Polri itu mengungkapkan HN terjerat tuduhan kasus pencucian uang dengan barang bukti sejumlah dokumen. Penyidik memeriksa Maruli seputar kewenangan pekerjaannya saat kliennya menjabat sebagai Kepala Seksi Keberatan dan Banding

Direktorat Jenderal Pajak dalam menangani sengketa wajib pajak perusahaan yang terkait Gayus. Maruli dan HN termasuk 10 pejabat Ditjen Pajak yang dinonaktifkan karena diduga terkait Gayus Tambunan soal mafia perpajakan. 300 Pengaduan

Secara terpisah, Komite Pengawas Perpajakan (KPP) sejak terbentuk pada 26 Maret 2010 telah menerima sekitar 300 pengaduan mengenai permasalahan pajak. ‘’Pengaduan hampir 300 tentang macam-macam, ada yang hanya menyampaikan terima kasih, ada yang nggak jelas pengaduannya dan dugaan penyalahgunaan,” ujar Ketua KPP Anwar Suprijadi. Ia menyatakan menerima pengaduan merupakan salah satu tugas yang dilakukan KPP, selain melakukan pengamatan, meminta informasi, serta memberikan informasi kepada Menteri Keuangan terkait dengan kasus perpajakan. ‘’Saat ini kami baru lima orang, dan kami terus melakukan eksaminasi, check and balances, memonitoring kasus serius serta dugaan penyalahgunaan fasilitas yang harus ditinjau,” ujarnya. (ant)

DK KPU Rekomendasikan

Andi Diberhentikan JAKARTA - DK KPU merekomendasikan pemberhentian anggota KPU nonaktif Andi Nurpati karena melakukan pelanggaran UU 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu. Andi Nurpati juga dinilai melanggar Peraturan KPU Nomor 31 tahun 2007 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu. ‘’DK KPU merekomendasikan agar saudari Andi Nurpati diberhentikan,” kata Ketua DK KPU Jimly Asshiddiqie membacakan rekomendasi di gedung KPU Jakarta, kemarin. DK menyatakan, KPU wajib menjalankan dan menindaklanjuti rekomendasi tersebut paling lambat tiga hari kerja sejak rekomendasi itu dibacakan.

Pembacaan rekomendasi itu dihadiri oleh anggota DK KPU lainnya Komaruddin Hidayat, Syamsulbahri, dan Endang Sulastri. Dihadiri anggota Bawaslu Wirdyaningsih. Sementara itu, Andi Nurpati tidak menghadiri acara itu. Sementara itu, Wirdyaningsih mengaku, kecewa dengan keputusan tersebut yang hanya merekomendasikan Andi Nurpati, diberhentikan. ‘’Ya jelas kecewa, harusnya diberhentikan dengan tidak hormat,” katanya. Ia mengatakan, seharusnya DK berani membuat terobosan, sehingga menjadi pembelajaran bagi para penyelenggara pemilihan umum.

Sampai saat ini, kata Wirdyaningsih, Bawaslu juga masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus Andi Nurpati. ‘’Kita masih menelusuri apa ada kaitannya dengan pidana. Jadi kami belum bisa simpulkan,” katanya. Meski tidak sesuai keinginan Bawaslu, Jimly menganggap rekomendasi Dewan Kehormatan bisa menjadi pembelajaran bagi Andi Nurpati dan penyelenggara pemilu lainnya. ‘’Saya rasa dia (Andi-red) menyesal,” kata Jimly Andi diadili karena diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait pilkada Tolitoli, dan keterlibatannya sebagai pengurus Partai Demokrat. (son)

Persoalan Rekening Polisi

Langkah Penegakan Transparansi JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, munculnya semangat menelusuri rekening mencurigakan yang diduga milik jenderal polisi adalah langkah yang baik guna menegakkan transparansi dalam berdemokrasi. ‘’Namun, persoalan rekening mencurigakan milik jenderal polisi ini hendaknya tidak dimunculkan menjelang suksesi pimpinan Polri,” katanya Jakarta, kemarin. Menurut Pramono, munculnya persoalan rekening mencurigakan milik jenderal polisi ini terkesan ada persaiangan di internal institusi Polri itu sendiri. Dalam persoalan ini, Pramono meminta agar Polri bisa menelusuri rekening mencurigakan milik perwira tinggi polisi itu. Pramono mengatakan, semangat untuk meminta penelusuran rekening mencurigakan itu adalah langkah yang baik tapi hendaknya hal ini juga bisa diakses oleh publik. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Arito-

nang mengatakan, Polri akan menempuh jalur hukum untuk laporan mengenai Rekening Gendut Perwira Polisi. ‘’Kita akan memproses hukum baik pidana maupun perdata. Dua jalur itu akan berlangsung secara bersamaan,” katanya. Edward mengatakan, Untuk jalur pidana, kata Edward, Polri akan memprosesnya di Bareskrim. ‘’Untuk jalur perdata, kita masih membicarakan secara internal,” katanya. Menurut Edward, laporan tersebut telah mencemarkan nama baik institusi Polri karena memuat gambar perwira polisi yang mengendalikan babi. Gambar di sampul depan majalah menunjukkan bahwa Polri bergelimangan dengan babi yang notabenanya barang haram. ‘’Polri telah terhina dengan gambar itu,” katanya. Selain edisi itu, Polri juga mempermasalah laporan utama majalah yang sama beberapa waktu yang lalu dengan judul Kapolri Dalam Pusaran Mafia Batubara. (ant)

Dana Aspirasi Lahan Korupsi JAKARTA - Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Todung Mulya Lubis mengatakan, usulan dana aspirasi yang jika diimplementasikan bisa menjadi lahan korupsi baru. ‘’Usulan dana aspirasi untuk percepatan pembangunan daerah yang diusulkan oleh DPR dan DPD terjadi tumpang-tindih kewenangan dan membuka peluang korupsi di daerah,” katanya di Gedung DPR di Jakarta, kemarin. Menurut Todung, melalui usulan dana aspirasi untuk percepatan pembangunan di seluruh daerah pemilihan anggota DPR dan DPD maka anggota

legislatif akan memasuki wilayah pengelolaan keuangan yang merupakan wilayah eksekutif. Anggota Komisi III DPR, Muhammad Taslim, mengatakan, jika usulan dana aspirasi ini diterapkan akan berbahaya karena terjadi praktik kolusi antara anggota parlemen dengan kepala daerah. Menurut dia, usulan dana aspirasi Rp 15 miliar per daerah pemilihan atau Rp 1 miliar per desa adalah dana yang besar. Jika usulan tersebut diterapkan tanpa konsep dan regulasi yang jelas maka akan menimbulkan praktik korupsi. Menurut dia, selama ini

pengelolaan dana alokasi khusus atau dana dekonsentrasi dari departemen, pada pelaksanaannya di lapangan banyak yang tidak jelas. Sebelumnya, Fraksi Partai Golkar DPR mengusulkan dana aspirasi bagi anggota DPR Rp 15 miliar per anggota per daerah pemilihan serta DPR mengusulkan dana aspirasi Rp1 miliar per desa. Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso merasa yakin bahwa usulan dana aspirasi yang pernah diwacanakan partainya akan diterima oleh pemerintah, karena mendapatkan dukungan dari DPD-RI. (har)

JAKARTA - Anggota Bareskrim Polri menyelidiki adanya informasi dugaan peredaran video asusila Ariel bersama selebriti berinisial BCL. ‘’Sampai sekarang tentang info lain tentunya akan ada penyelidikan, hari ini kalau ada temuan video (lainnya) tentunya akan ada penyelidikan lain. Kita tunggu saja,” kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Zainuri Lubis di Jakarta, kemarin. Zainuri mengatakan, jika video rekaman itu memang beredar, maka penyidik akan melakukan penyelidikan, kemudian mengambil tindakan lainnya, seperti pemanggilan saksi dan lainnya. Namun demikian, jenderal polisi bintang satu itu, tidak menjelaskan apakah penyidik sudah mendapatkan video Ariel bersama dengan aktris lainnya atau belum. Terkait dengan status kekasih Ariel, Luna Maya dan pembawa acara, Cut Tari sehubungan video asusila, Zainuri menuturkan dirinya belum mendapatkan informasi tentang status keduanya menjadi tersangka. Sementara itu, Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ito Sumardi menyebutkan, dirinya dan penyidik akan mendalami pasal sangkaan yang dapat menjerat Luna Maya dan Cut Tari terkait video asusila yang diduga bersama Ariel. ‘’Kita sedang kaji mendalam pasal yang disangkakan kepada yang bersangkutan,” katanya. Ia menambahkan, kajian pasal yang bisa menyeret dua selebritis terkenal bertujuan agar tidak melanggar hak asasi manusia. Ito tidak menyebutkan kapan pihak kepolisian akan menetapkan sebagai tersangka atau mengenakan pasal kepada kedua pembawa acara televisi swasta itu, namun dirinya akan segera membahas bersama tim penyidik. Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan Ariel sebagai tersangka pelaku pada video mesum itu, sedangkan Luna Maya dan Cut Tari masih berstatus sebagai saksi. Ariel terjerat Pasal 4 UU 44/2008 tentang Pornografi, Pasal 282 tentang Kesusilaan dan Pasal 27 ayat (1), UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Kasus Ariel itu terkait dengan peredaran tiga rekaman video porno yang diduga mirip penyanyi pria, Ariel bersama artis Luna Maya beredar luas. Tak lama kemudian, video porno yang diduga mirip penyanyi pria yang sama dengan artis berinisial Cut Tari beredar di masyarakat. (ant)


K ta

Suluh Indonesia, Kamis 1 Juli 2010

K ilas

Misbakhun Gelapkan Dokumen

Kejari Limpahkan Berkas Arafat KEJAKSAAN Negeri Jakarta Selatan melimpahkan berkas Kompol Arafat dan Alif Kuncoro ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus Gayus Tambunan. “Berkas dua tersangka kasus Gayus Tambunan sudah dilimpahkan ke PN Jaksel,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Yusuf, di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyatakan berkas dua tersangka lainnya yakni Lambertus dan AKP Sri Sumartini juga sudah dinyatakan lengkap. Sedangkan berkas tiga tersangka lainnya, Muhtadi Asnun (hakim Pengadilan Negeri Tangerang), Haposan Hutagalung (pengacara) dan Syahril Djohan, dikembalikan lagi ke Mabes Polri karena berkasnya belum lengkap. Yusuf menyebutkan para tersangka dijerat dengan Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (ant)

Dijadikan Tersangka Korupsi

Yusril Ihza Menantang

Suluh Indonesia/ade

SIDANG PERDANA MISBAKHUN - Mantan anggota pansus angket Bank Century, Misbakhun (depan) menjalani sidang perdana kasus pemalsuan dokumen penerbitan L/C senilai US$ 22,5 juta dari Bank Century di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemarin. Politisi PKS yang juga sebagai Komisaris Utama PT Selalang Prima Internasional (SPI) diduga telah menandatangani Surat Gadai Atas Deposito Berjangka dan Surat Kuasa Pencairan Deposito untuk mendapatkan L/C tersebut.

Kasus Priok Berbau Korupsi KPK Panggil DPRD DKI

Yusril Ihza Mahendra

JAKARTA - Dijadikan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan sistem administrasi badan hukum (Sisminbakum), ternyata tidak membuat mantan Menkeh dan HAM Yusril Ihza Mahendra takut. Justru sebaliknya, ia balik mengancam membongkar kasus Bank Century dan penggelapan aset negara yang banyak melibatkan pejabat serta mantan pejabat. “Kalau saya dipenjara (akibat kasus dugaan korupsi Siminbakum), saya lawan habis-habisan. Mati satu, mati semua. Termasuk kasus Bank Century dan (penggelapan) aset negara,” kata Yusril di Jakarta, kemarin. Yusril mengatakan, dirinya sangat mengetahui kasus Bank Century sejak awal. Begitu juga dengan kasus penggelapan aset negara. Satu di antara kasus asset negara yakni Hotel Hilton telah berganti nama Hotel Sultan yang hingga kini tidak dieksekusi sama sekali oleh pemerintah. “Saya tahu betul. Saya akan bongkar semuanya,” ancamnya dengan nada tinggi. Lebih lanjut, Yusril mengungkapkan, penanganan kasus tersebut sebenarnya yang menjadi target adalah dirinya, sama sekali bukan Komisaris PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) Hartono Tanoesoedibjo seperti yang diduga masyarakat. Langkah itu diambil penguasa untuk menamatkan karier politiknya, terutama untuk pemilu serta pilpres 2014 mendatang. “Saya sudah ada itu,” tandasnya ketus. Dalam kesempatan terpisah, mantan Dirut PT SRD Yohanes Waworuntu menuding tiga bersaudara Tanoesoedibjo yakni Hartono Tanoesoedibyo, Bambang Tanoesoedibyo dan Harry tanoesoedibyo sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus korupsi Sisminbakum. Yohanes pun menantang Hartono Tanoesoedibjo untuk bertanggung jawab terhadap kasus korupsi yang merugikan

keuangan negara Rp 420 miliar itu. “Saya tantang Hartono Tanoesoedibjo! Kalau berani makan uang negara, ya berani tanggung jawab. Indonesia ini bukan punya keluarga Tanoe. Ada Presiden yang mulia, ada Jaksa Agung, ada wartawan yang membela kebenaran. Saya tidak takut dimatiin,” ujarnya. Bahkan, Yohanes menuding keluarga Tanoesoedibjo menggunakan uang Sisminbakum untuk membiayai perusahaan group medianya di bawah induk perusahaan PT Bhakti Investama. Uang itu digunakan pula untuk pengembangan usaha dan pembelian aset. Dana yang diperoleh dari Sisminbakum sejak 2001 itu, terus digunakan untuk kepentingan bisnis keluarga Tanoesoedibjo. “Kalau kesulitan keuangan, pinjamnya ke PT SRD. PT SRD kan kaya mendadak, dalam sebulan dapat Rp 30 milii ar cash dari keuntungan Sisminbakum,” ujarnya. Atas segala tudingan itu, penasihat hukum PT Media Nusantara Citra (MNS) Andi F Simangunsong membantahnya. Dana yang diperoleh perusahaannya itu dari hasil legal, bukan hasil korupsi. Andi balik menuduh Yohanes bahwa ungkapan tersebut tanpa bukti. “Saya tidak bicara spesisifik. Pokoknya statement kami pertama seluruh dana itu masih legal,” tegas dia. Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesoedibjo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Sisminbakum. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 12 (i) UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 1 miliar. (nas)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat pemanggilan kepada sepuluh anggota DPRD DKI Jakarta tentang dugaan gratifikasi terkait hak angket kerusuhan Koja, Jakarta Utara. “Pemanggilan ini untuk memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan gratifikasi dalam persoalan Mbah Priok,” kata Juru bicara KPK, Johan

Budi SP yang dihubungi di Jakarta, Rabu. Johan mengatakan surat pemanggilan tersebut telah dikirimkan Selasa (29/6). Dia tidak menjelaskan nama kesepuluh anggota DPRD DKI tersebut. Sementara itu, Ketua Fraksi Amanat Bangsa DPRD DKI, Wanda Hamidah, mengatakan surat pemanggilan

tersebut telah diterima oleh pimpinan dewan yang ditujukan kepada tim pencari fakta (TPF) Priok. “Surat tersebut disampaikan kepada anggota dewan pada rapat pimpinan,” kata Wanda. Sedangkan Ketua TPF kerusuhan Priok DPRD DKI, Lulung Lunggana, mengaku belum mengetahui adanya surat pemanggilan KPK untuk

Auditor BPK Jadi Tersangka

Johan Budi

JAKARTA - KPK mengumumkan tersangka baru kasus dugaan suap kepada auditor BPK Perwakilan Jawa Barat III. Tersangka tersebut bernama EH (Enang Hermawan). “KPK menambah tersangka dalam kasus dugaan suap auditor BPK Jabar atas nama EH. Dia adalah auditor BPK,” kata Karo Humas KPK Johan Budi kepada pers di gedung KPK, Jakarta, kemarin. Johan menambahkan, hingga kini tersangka Enang masih menjalani pemeriksaan tim penyidik KPK. Hasil penyidikan menyebutkan bahwa auditor tersebut diduga ikut menerima uang suap yang diberikan peja-

bat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Uang yang mengalir ke Enang diduga sama seperti yang diperoleh tersangka Suharto, Kasubdit Auditoriat BPK Perwakilan Jabar III. Namun, Johan belum bisa memastikan apakah akan dilakukan penahanan terhadap tersangka baru itu. Tersangka EH dijerat melanggar UU Nomor 31/ 1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi. “Ada dugaan penerimaan uang yang diterima EH itu adalah pemberian tahap dua sebesar Rp 200 juta,” ungkapnya. Misteri sumber uang yang digunakan dua pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk

menyuap auditor BPK sendiri mulai terkuak. Ketua Koni Bekasi Edi Prihadi, usai diperiksa KPK mengatakan bahwa uang yang ditemukan KPK berjumlah Rp 272 juta berasal dari kas Koni. Edi yang merupakan bekas Asda Pemkot Bekasi, Jawa Barat mengakui Koni Bekasi tiap tahun biasa menerima kucuran dana sebesar Rp 19 miliar dari total anggaran Rp 23 miliar. “Diduga aliran dana tersebut berasal dari Koni,” katanya. Sebelumnya, tersangka Suharto tertangkap tangan menerima uang sebanyak Rp 200 juta dari dua pejabat Pemkot Bekasi, Herry Suparjan dan Heri Lukman. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyuapan itu. Suap itu ditengarai, agar hasil audit laporan keuangan Pemkot Bekasi diberi nilai wajar tanpa pengecualian (WTP). Dalam penangkapan Senin (21/6) lalu, di kediaman Suharto di kawasan Cikutra, Bandung, Jawa Barat, KPK juga menemukan uang Rp 40 juta dalam tas kerja Suharto dan Rp 32 juta yang tersimpan dalam sejumlah amplop. Uang yang ditemukan dalam rumah Suharto diduga sebagai pemberian suap tahap pertama. Sedangkan KPK baru berhasil menangkap mereka, saat dilakukannya pemberian tahap kedua Rp 200 juta. (nas)

Dibangunkan Rusunawa

Ribuan Keluarga Dipindahkan dari Waduk Pluit RUMAH Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Waduk Pluit di Jakarta Utara yang merupakan program unggulan memasuki tahap lelang fisik. “Memang benar, saat ini, kami sedang melakukan lelang fisik untuk pembangunan rusunawa di Waduk Pluit,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta, Agus Subandono, di Jakarta, Rabu. Karena baru memasuki tahap lelang fisik, Agus mengatakan Rusunawa untuk menampung relokasi warga kawasan Waduk Pluit tersebut akan selesai pada 2011. Dia mengatakan sesuai aturan yang ada maka lelang fisik

memerlukan waktu 45 hari, dan dilanjutkan penandatanganan kontrak kerjasama, terus dilakukan pembangunan fisiknya. Rusunawa Waduk Pluit direncanakan dibangun 10 tower, dimana satu tower berisi 100 unit, sehingga total unit yang akan dibangun sebanyak 1.000 unit rumah dengan total anggaran diprediksikan mencapai Rp60 miliar. Agus menjelaskan ada delapan ribu kepala keluarga (KK) yang akan dipindah dari bant-

2

ilustrasi

aran Waduk Pluit, sehingga diperkirakan 1.000 unit rumah susun yang dibangun tidak akan cukup untuk menampungnya. “Karena 1.000 unit ini belum mencukupi kebutuhan yang ada, maka sisanya sebanyak tujuh ribu KK akan ditam-

pung di rusunawa lain yang dimilik Pemprov DKI,” ujarnya. Dia menjelaskan Rusunawa di Marunda, Jakarta Utara, yang terdiri 26 tower dan baru terisi tiga tower tersebut menjadi salah satu alternatif untuk untuk menampung warga ban-

taran Waduk Pluit. Untuk itu, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah akan memperbaiki lingkungan di sekitar Marunda, khususnya dalam segi transportasi. Agus mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI memikiran untuk menyediakan lapangan pekerjaan sehingga warga bisa mencari pekerjaan baru bagi mereka. Pemprov menargetkan akan membangun 10 tower rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di tiga lokasi berbeda yang memiliki seribu unit rumah dengan harga relatif murah dan terjangkau pada 2010. (her/ant)

meminta keterangan. Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferial Sofyan mengatakan pihaknya belum mendapatkan surat pemanggilan dari KPK tersebut. “Sampai saat ini kami belum menerima. Kalau ada, dewan akan kooperatif,” katanya. Ferian mengatakan dirinya menyerahkan masalah tersebut kepada TPF Priok. (ant)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum mendakwa anggota DPR Mukhammad Misbakhun dengan pasal penggelapan dokumen atas kasus L/C fiktif Bank Century. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agoes Djaya, dalam sidang di Pengadilan Jakarta Pusat, Rabu, mengatakan terdakwa Franky Ongkowardodjo dan terdakwa Mukhamad Misbakun diancam pasal 49 ayat 1 UU Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan, pasal 263 ayat 1 dan 264 ayat 2 KUHP. Dalam membacakan dakwaannya, JPU mengatakan bahwa terdakwa dalam mengajukan kredit tidak sesuai prosedur dan permohonan kredit yang diajukan oleh PT Selalang Prima Internasional sehingga mengakibatkan kredit macet sehingga diancam pasal di atas. Sidang pertama pembacaan dakwaan oleh JPU ini dipimpin oleh Hakim ketua Pramodana KK Admadja. Terdakwa pertama adalah Franky Ongko Wardjojo, direktur PT Selalang Prima Internasional dan terdakwa kedua adalah Misbakun sebagai komisaris PT Selalang Prima Internasional. Dalam sidang ini para terdakwa mengajukan permintaan penangguhan tahanan, namun hakim tidak mengabulkannya. Sidang akan dilanjutkan pada Rabu pekan depan untuk membaca eksepsi terdakwa. Sebelumnya Misbakun ditahan karena diduga mengajukan L/C fiktif kepada Bank Century senilai 22,5 juta dolar AS. Hasil audit investigasi BPK menyebutkan PT Selalang termasuk satu dari 10 debitor penerima L/C impor dari Century yang totalnya mencapai 177,8 juta dolar AS. Seluruh kredit itu kini macet. (her/ant)

Residivis Jadi Bandar Heroin JAKARTA - Penyidik Direktorat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya membekuk bandar besar heroin yang juga mantan narapidana (residivis), Bambang Setiawan. “Tersangka masuk jaringan internasional narkoba asal Nigeria,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, kemarin. Boy mengatakan tersangka ditangkap di Jalan Pintu Air Pondok Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/6). Pengungkapan sindikat narkoba internasional itu berawal saat polisi memantau aktivitas mantan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta dan Nusakambangan, Cilacap tersebut. Boy mengungkapkan polisi mengamati dan mencurigai Bambang kembali terlibat kasus narkoba dengan menjadi bandar setelah bebas dari penjara sekitar tahun 2009.

Setelah menangkap tersangka, polisi menggeledah kamar kost, Bambang di Jalan Pintu Air V Nomor 29, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Polisi mendapatkan barang bukti heroin seberat 1,376 kilogram yang terbungkus tas berwarna hitam dan timbangan digital Sementara itu, Pelaksana harian Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Krisno Siregar menyatakan Bambang mendapatkan heroin dari seorang Warga Negara asal Nigeria, Mustofa yang saat masih buron. Krisno menyebutkan barang bukti heroin milik tersangka bernilai sekitar Rp1,9 miliar dan bisa dikonsumsi sebanyak 13.760 orang. Tersangka terjerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup atau maksimal pidana mati. (ant)

Hartono Kabur ke Singapura JAKARTA - Yohanes Woworuntu, mantan Direktur PT Kuasa Pemegang Saham PT Sarana Rekatama Dinamika, menyebutkan bahwa Hartono Tanoesudibyo (mantan Kuasa Pemegang Saham PT Sarana Rekatama Dinamika) sudah kabur ke Singapura. “Hartono Tanoesudibyo sudah kabur ke Singapura, karena dia memiliki izin tinggal di negara itu,” katanya, di Jakarta, Rabu (30/6) malam. Sebelumnya, Kejagung menetapkan Hartono dan Yusril (mantan Menteri Hukum dan HAM) sebagai tersangka dugaan korupsi pada Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) yang merugikan keuangan negara Rp420 miliar. Rencananya, penyidik Kejagung pada Kamis (1/7) akan memeriksa Hartono dan Yusril. Yohanes menyatakan Har-

tono tidak bertanggung jawab dalam menghadapi kasus tersebut dengan mengorbankan dirinya sebagai tersangka. Yohanes mengaku dirinya pernah diancam oleh Hartono Tanoesudibyo jika terus “benyanyi” kasus Sisminbakum. “Pesan dari Hartono kalau bernyanyi terus, saya diancam akan ditidurkan (dibui) selama lima tahun atau dihabisi,” katanya. “MA sendiri akhirnya memutuskan saya harus dipenjara selama lima tahun,” katanya. Sementara itu, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Arminsyah, menyatakan dirinya belum mengetahui apakah Hartono akan memenuhi panggilan Kejagung untuk diperiksa. “Saya belum tahu apakah dia akan hadir besok, tapi yang jelas kami sudah melayangkan surat kepada Hartono dan Yusril sejak sepekan lalu,” katanya. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Kamis 1 Juli 2010

3

TNI/Polri Memilih

Rentan Perpecahan JAKARTA - Pengamat Politik UGM Hasrul Hanif menilai, pengembalian hak pilih TNI/Polri pada Pemilu 2014 sangat rentan menimbulkan perpecahan baik di kedua institusi itu maupun di partai politik. ‘’Banyaknya partai politik memungkinkan setiap pihak dari TNI/Polri akan berafiliasi di dalamnya dan tanpa kesiapan akan rentan terhadap friksi,” katanya di Jakarta, kemarin.

Hasrul masih meragukan kesiapan dari institusi TNI/Polri dan juga partai politik sipil dalam menerima hak pilih TNI/ Polri. Apalagi, katanya, adanya partai politik yang dipimpin oleh para pensiunan jenderal, tentu hal itu akan berpengaruh di dalamnya. Jadi, lanjut dia, pengembalian hak pilih itu sebaiknya menunggu sampai TNI/Polri saat ini benar-benar telah profesional dan dipimpin oleh

mereka yang dididik pada era reformasi. Hasrul menambahkan, pada prinsipnya hak memilih dan dipilih merupakan hak dasar warga negara termasuk anggota TNI/Polri. Tetapi ada konteks yang kemudian mengecualikan hal itu, sehingga perlu adanya penundaan pemberian hak pilih tersebut pada 2014. Ia mengatakan, sejarah panjang generasi militer yang terlibat jauh dalam kebijakan poli-

tik pada masa Orde Baru masih cukup mengakar hingga saat ini. ‘’Generasi-generasi dari pimpinan yang muncul saat ini merupakan hasil dari pendidikan di masa Orde Baru yang tentu saja masih memiliki keterkaitan sejarah dengan masa lalu,” katanya. Untuk itu, menurut dia, perlu ditunda hingga munculnya generasi-generasi baru yang benar-benar terlepas dari sejarah Orde baru. (ant)

KPK Tak Punya Database Korupsi Suluh Indonesia/sep

DIALOG - Anggota DPD I Wayan Sudirta tampil sebagai narasumber dalam Dialog dengan tema Komitmen Calon Pimpinan KPK Terhadap Pemberantasan Korupsi di Daerah di Gedung DPD Jakarta, kemarin.

Reformasi Birokrasi

BPPT Raih Nilai Tertinggi JAKARTA - BPPT meraih nilai tertinggi dalam reformasi birokrasi yang bergulir sejak 2009, seiring dengan tekad lembaga riset tersebut untuk berperan serta dalam meningkatkan pemerintahan yang baik dan bersih. ‘’Berdasarkan hasil evaluasi Tim Reformasi Birokrasi Nasional, BPPT meraih nilai tertinggi dalam reformasi birokrasi dengan skor 3,6 skala 4 dibanding lembaga pemerintah lainnya,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Aziz Iskandar di Ja-

karta, kemarin. Selain itu, urainya, BPPT juga menempati posisi 10 besar Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP), mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan Keuangan BPPT pada 2010 dan penghargaan dua orang personil BPPT sebagai PNS dengan kinerja luar biasa di tingkat nasional. Paket reformasi BPPT juga menghasilkan ditetapkannya BPPT Engineering (BE) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang melayani per-

mintaan kerjasama dan pemasaran hasil-hasil teknologi BPPT. Paket reformasi BPPT itu, ujarnya, dilakukan dengan reformasi keuangan, pertanggungjawaban kinerja dan keuangan, restrukturisasi kelembagaan, sumber daya aparatur, transparansi informasi publik dan peningkatan pelayanan publik. BPPT, lanjut dia, juga terus melakukan pembenahan internal yakni penerapan sistem tata kerja kerekayasaan pada seluruh program dan kegiatan, dan penajaman program. (ant)

Sosialisasi Lagu Anak Kurang JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan sekolah kurang berperan dalam mempopulerkan lagu anak. ‘’Sekolah seharusnya lebih mendorong perkembangan lagu anak-anak,” kata Linda Amalia Sari Gumelar usai membuka Bobo Fair di Balai Sidang Jakarta, kemarin. Ia merasa prihatin terhadap perkembangan lagu anak-anak yang jarang terdengar pada

saat ini. ‘’Sekarang ini anakanak lebih mengenal lagu orang dewasa,” kata Linda. Ia mengatakan apabila lingkungan sekolah kurang dalam mendorong mempupolerkan lagu anak-anak maka akan berakibat lagu anak-anak akan tenggelam. Untuk itu, pihaknya meminta kalangan sekolahan untuk ikut berperan serta dalam mendorong dan mempopulerkan lagu anak-anak. ‘’Peran sekolah bisa dengan berbagai

cara misalnya membuka program ekstrakulikuler bernyanyi lagu anak-anak atau lomba menyanyikan lagu anakanak,” katanya. Selain melalui sekolah, pemerintah juga akan mendorong perkembangan lagu anak-anak melalui kerjasama dengan berbagai media massa di tanah air. ‘’Kami juga akan bekerjasama dengan penyelenggara kontes bernyanyi bagi anak-anak untuk ikut mempopulerkan lagu anak-anak,” katanya. (ant)

JAKARTA - Salah satu hambatan KPK dalam menyelesaikan banyaknya perkara yang mandek untuk ditangani adalah karena lembaga anti korupsi itu tidak memiliki database perkara korupsi yang memadai di seluruh Indonesia. Sehingga pengelolaan manajemen atas laporan masyarakat

dalam kasus korupsi tidak bisa berjalan dengan baik. ‘’Ini salah satu kelemahan yang dimiliki KPK sehingga dampak penindakan dan pencegahan tidak mencapai sasaran,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Wayan Sudirta di Jakarta, kemarin. Sudirta yang juga masuk

dalam daftar calon pimpinan KPK mengatakan hambatan lain yang juga dihadapi KPK adalah tidak adanya penyidik independen. Penyidik KPK berasal dari Kejaksaan dan Kepolisian yang sangat dipengaruhi atasan di instansi mereka berasal. Oleh karena itu, menurutnya, hambatan-ham-

batan tersebut menjadi PR bagi pimpinan KPK ke depan. Ia berharap, pimpinan KPK ke depan haruslah figur yang berpengalaman dan menguasai masalah pemberantasan korupsi. Selain itu, seorang ketua KPK juga memiliki komunikasi agar mendapatkan dukungan politik dari penguasa. (har)


Megap litan

Suluh Indonesia, Kamis 1 Juli 2010

4

K ilas Ir. Erma Wahyuni, MM

Sejahterakan Masyarakat dengan Sampah BAGI kebanyakan orang, sampah adalah sesuatu yang menjijikan lantaran bau,sumber penyakit dan lainnya. Tapi berkat sentuhan tangan Ir. Erma Wahayuni, MM sampah ternyata bisa disulap menjadi sesuatu yang berguna bahkan memiliki nilai ekonomi tinggi untuk mensejahterakan masyarakat. “Di dalam sampah itu ada duit looh, jadi sayang kalau kita lewatkan,” ujar Direktur Program Managemen Quantum di Bogor ini. Lembaga Managemen Quantum adalah salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang sosial yakni untuk membantu masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berwirausaha yang salah satunya yakni dengan daurulang sampah plastic menjadi barang kerajinan bernilai ekonomi tinggi. “Semua barang-barang kerajinan ini awalnya kita pungut dari tempat sampah. Kemudian setelah kita beri sentuhan sedemikian rupa akhirnya menjadi barang bernilai ekonomi,” kata wanita kelahiran Kota Madiun, 8 oktober 1968. Dalam urusan menyulap sampah agar bisa menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi, sosok Erna juga tak segan-segan berbagi ilmu untuk membantu masyarakat di Kota Bogor. “Kami siap memberikan pelatihan dan pendampingan cara daur ulang sampah kepada masyarakat umum dan yang pasti ini semua gratis,” kata dia. (bas/drb)

Pemkot Bogor Sosialisasi

Keuangan Daerah BOGOR – Guna mencegah terjadinya kesalahan dalam hal penggunaan dan alokasi anggran keuangan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar kegiatan berupa sosialisasi Sistim Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah yang dilaksanakan di Gedung Balai Binarum, Kota Bogor, kemarin. Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh 150 peserta yakni dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan Kecamatan se-Kota Bogor itu secara resmi dibuka Walikota Bogor, Diani Budiarto. Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda, Kota Bogor , Toto M. Ulum, SH berharap, melalui sosialisasi para peserta dapat lebih mengetahui dan

memahami tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah berdasarkan peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2008. “Kita berharap SKPD dan Kecamatan akan mengetahui dan memahami mekanisme dan proses perencanaan pembangunan daerah seperti telah tersusun baik di dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) maupun APBD,” jelasnya. Dengan telah memahami perencanaan pembangunan itu diharapkan pelaksanaan pembangunan di Kota Bogor dapat berlangsung secara konsisten sesuai perencanaan pemabangunan dan anggaran yang telah disusun. (bas)

Kepala Satpol PP

Diminta Mundur PANDEGLANG - Seluruh personel Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat, Rabu, menuntut agar pimpinannya diganti karena dinilai tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Seluruh anggota pasukan polisi khusus itu, telah mengirimkan surat permohonan pergantian Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Oya Mulyadi pada Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi yang ditembuskan ke DPRD setempat. “Kami telah mengirimkan surat pada Pak Bupati yang ditembuskan ke DPRD serta pihak terkait lainnya agar segera mengganti Kepala Satpol PP,” kata salah seorang anggota Satpol PP Kabupaten Pandeglang, yang tak bersedia disebutkan indentigasnya.

Surat permohonan itu ditandatangani seluruh anggota Satpol PP yang berjumlah 54 orang. Desakan agar Kepala Satpol PP diganti, karena seluruh anggota menilai saat ini berada dalam penurunan kinerja yang memprihatinkan, di mana tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) tak berjalan. “Sejak dipimpin Oya Mulyadi, Satpol PP tidak menjalankan fungsinya dengan baik, dan kami sebagai anggota tidak mau ini terus terjadi,” kata anggota Satpol PP itu yang dibenarkan rekan-rekannya. Ia menjelaskan, belakangan hampir tak ada kegiatan yang dilaksanakan Satpol PP dan akibatnya peredaran minuman keras serta hal negatif lainnya kini semakin marak. (ant)

Suluh Indonesia/ant

MENDAFTAR SMP - Sejumlah orangtua murid dan anaknya mendaftar di sekolah menengah pertama di Cikokol, Tangerang, Banten, kemarin. Pendaftaran sekolah menengah pertama berlangsung Rabu hingga Sabtu besok.

PN Cikarang Tetapkan

Tiga Tersangka Kasus Korupsi CIKARANG - Kejaksaan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, segera menetapkan tersangka baru dalam tiga kasus korupsi di wilayah hukum setempat. “Ketiga kasus tersebut adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan Beras untuk keluarga miskin, dan terbaru adalah kasus pengadaan sarana multi media di Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus PN

Cikarang Agus Setiadi di Cikarang, kemarin. Menurutnya, untuk kasus BLT Kejaksaan akan menahan tiga orang tersangka baru berdasarkan pengembangan kasus yang melibatkan Kepala Desa Karang Hardja, Ujang Bustaman, yang telah mengelapkan dana BLT sebesar Rp200 juta dan sudah menerima vonis penjara. “Ketiga tersangka baru ini merupakan aparat Desa Karang Harja yang merupakan bawahan dari pelaku yang baru saja

kita vonis,” katanya. Sedangkan, terkait pengembangan Raskin dengan tersangka awal Rohman Bin Rohim, selaku Kepala Urusan Ketenteraman dan Ketertiban Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, PN Cikarang menetapkan satu orang tersangka baru yaitu H Jajat yang merupakan pihak rekanan. Rohman dan Jajat, kata dia, terbukti melakukan tidak pidana korupsi bersama. “Keduanya mengambil beras Raskin dari Bulog Karawang

Sekum MUI Lirik Tokoh Muda DEPOK - Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok Abdul Somad mengaku mendapat dukungan penuh dari kaum ulama se-Depok untuk maju sebagai calon wali kota Depok periode 2011-2016. Bahkan dirinya siap untuk menyambangi calon pendampingnya, Pradi Supriatna selaku Ketua DPC Gerindra. Pertemuan tersebut, kata Somad, dalam rangka melakukan koalisi. “Akhir pekan ini sejumlah ulama Depok akan berkumpul dalam rangka memberikan maklumat dukungan kepada saya yang dinilai sebagai perwakilan dari mereka,” kata Somad kepada war-

tawan, kemarin. Menurut dia, sejumlah komunitas muda saat ini tengah melakukan komunikasi politik kepada sejumlah partai. diantaranya, PDIP dan Gerindra yang mengusung Pradi Supriyatna sebagai bakal calon. “Sedang kita lakukan komunikasi, semoga saja bisa terlaksana,”ujarnya. Baginya, peluang masih terbuka lebar di partai Gerindra. Di mata Somad, Pradi memiliki emosional kedekatan. Dari pengalaman, sambungnya, telah lama melakukan sosialisasi jika dibangdingkan dengannya. “Kita sama-sama memiliki kedekatan kultural atau putra daerah yaitu Depok,” tandasnya.

Dijelaskan Idris, dirinya optimis maju dengan usungan sejumlah partai. Diantaranya, PPP, PAN, Gerindra dan Partai Demokrat. “Kalau mau, saya memiliki kedekatan khusus dengan Anas Urbaningrum melalui HMI. Tapi kan, saya tidak lakukan itu,” aku Somad. Saat ditanya kesediaan dirinya disandingkan dengan Nur Mahmudi Ismail, Somad mengaku siap. Hanya saja, dia menekankan, dia yang akan memimpin sebagai walikota. “Dari segi umur, saya lebih tua dibandingkan dengan Nur. Jadi sewajarnya saya yang memimpin,” pungkas Somad. (rin)

Temulawak dan Pegagan Ampuh

Atasi Kecanduan Narkoba BOGOR – Banyak cara dilakukan untuk mengurangi dan mengatasi ketergantungan (kecanduan) dari yang namanya narkoba. Cara itu salah satunya yakni dengan memanfaatkan terapi ramuan tumbuh-tumbuhan alami (herbal) yang ada di sekitar kita. Dr. Ferdinand Rabain, salah satu praktisi dokter herbal dari Interzone Treatment Center (ITC), mengaku telah menemukan ramuan untuk membantu pecandu narkoba dengan terapi herbal mengatasi efek ketergantungan terhadap zat adiktif tersebut. “Kami telah mengaplikasikan metode terapi herbal ini kepada beberapa pasien kami dan hasilnya terbukti sangat bagus,” kata dia, di kantor Balaikota Bogor , kemarin. Dengan memanfaatkan berbagai tanaman obat asli Indonesia dan dipadukan dengan teknik natural detoksifikasi, praktisi herbal akan membantu pecandu melewati masa ketergantungan dari pemakaian narkoba. “Bahan utama yang digunakan dalam detoksifikasi ini adalah temulawak dan pegagan,” ungkapnya. Tanaman temulawak secara

medis memiliki kegunaan sebagai anti inflamasi (menghilangkan radang), acnevulgaris, menurunkan kadar kolesterol, pencahar, peluruh kencing, membersihkan darah, dan menghilangkan nyeri sendi. “Temulawak fungsinya sebagai hepatoprotektorlah (pelindung hati dari racun) yang ternyata juga bermanfaat dalam proses detoksifikasi bagi pecandu narkoba,” jelasnya. Sementara daun pegagan yang memiliki rasa manis, bersifat mendinginkan. “Karena indikasinya sebagai sedative atau efek menenangkan itu, pegagan juga berfungsi sebagai hepatoprotektor seperti halnya temulawak,” urainya. Cara membuat ramuan ini, satu rimpang temulawak diiris tipis kemudian direbus dengan 4 gelas air. Tunggu sampai mendidih dan air berkurang menjadi 3 gelas, kemudian saring. ”Ramuan ini dikonsumsi 1 gelas/ hari. Untuk daun pegagan, cukup 20 lembar, kemudian rebus dengan 3 gelas air, tunggu menyusut sampai tersisa 2 gelas. Konsumsi 3 x ¼ gelas tiap harinya,” pungkasnya. (bas)

Suluh Indonesia/rin

SIDAK PSB - Wali kota Depok Nurmahmudi Ismail saat sidak PSB Online di SMPN 4 Depok. Wali sempat berdialog dengan orang tua murid yang meminta penambahan sekolah negeri.

seharga Rp1.600 per kilogram lalu dijual kepada masyarakat seharga Rp2.030 per kilogram. Kedua tersangka menikmati kelebihan harga sebesar Rp117 juta atau setara dengan 30.270 kilogram beras,” katanya. Sementara dari kasus Multi media, Kejaksaan akan menetapkan tiga orang tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 27 orang saksi. Pengadaan sarana Multi Media berasal dari anggaran bantuan provinsi senilai Rp 3 miliar un-

tuk 15 sekolah pada awal tahun 2007. Namun baru dilaksanakan pada akhir 2008 dan jumlahnya menjadi lebih dari 15 sekolah. Menurut Agus, terjadi penyelewengan pembelian 11 jenis barang di sekolah yang melibatkan orang Dinas Pendidikan dan pihak rekanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mengerucut pada 3 orang calon tersangka. “Minggu depan akan segera kita umumkan, tapi yang pasti ada tiga orang tersangka dalam kasus Multimedia,” ujar Agus. (ant)

Orangtua Minta

Sekolah Negeri Ditambah DEPOK - Orangtua siswa yang akan mendaftarkan anaknya pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) meminta agar Pemerintah Kota Depok menambah jumlah sekolah negeri. Pasalnya, orang tua resah anak mereka tidak diterima di sekolah negeri di Depok. “Jumlah SD, SMP dan SMA negeri di Depok tidak imbang. Sehingga jumlahnya harus ditambah,” kata Feri (45), salah satu orangtua murid yang mendaftarkan anaknya di SMAN 5 Depok. Pengalaman anak Feri, banyak calon murid yang mengundurkan diri lantaran sekolah yang dituju jauh dari tempat tinggal. Artinya, kata dia, ada sejumlah bangku kosong di sekolah tersebut. “Tetapi tidak diumumkan jumlah bangku kosong tersebut. Seharusnya ada pengumuman mengenai jumlah bangku kosong,” ujar Feri ditemui saat melegalisir ijazah anaknya di SMPN 4 Depok, Jalan Merdeka, Sukmajaya, Depok, kemarin. Permintaan penambahan jumlah sekolah negeri diungkapkan pula oleh Lina (35). Budiman, anaknya, tidak diterima di empat SMP negeri di Depok lantaran salah strategi. Empat SMPN yang dipilih anaknya adalah SMPN 4, SMPN 6, SMPN 14 dan SMPN 17. Dari jurnal sementara pada hari ketiga PSB online kemarin, anaknya ternyata gagal masuk SMP negeri.

“Anak saya salah menentukan pilihan. Sekolah tujuannya adalah sekolah yang dekat dengan rumah, tapi malah nggak diterima karena passing grade-nya tinggi. Padahal nilai anak saya cukup tinggi, rata-rata 8,” tutur Lina. Saat mendaftar, Lina sempat mengungkapkan unekuneknya di hadapan Wali kota Depok Nurmahmudi Ismail yang melakukan sidak PSB online di SMPN 4 Depok. Dia bahkan meminta doa dari walikota agar anaknya dapat masuk SMP negeri. Menanggapi hal tersebut, wali kota memberikan tips agar calon siswa diterima di sekolah negeri. Pertama, jangan hanya melihat lokasi sekolah negeri yang dekat dengan rumah saja. “Biasanya kan calon siswa milih sekolah negeri yang dekat dengan rumahnya,” tandas Nur. Kedua, harus dilihat daya tampung sekolah tersebut. “Seharusnya lihat daya tampung sekolah. Semakin besar daya tampung sekolah, maka kesempatan untuk diterima juga besar,” ujar Nur. Ditanya mengenai kemungkinan menambah sekolah negeri baru, wali kota mengaku Pemkot Depok belum mampu karena keterbatasan lahan. Namun, ujarnya, tahun lalu pihaknya telah menambah dua sekolah negeri baru, yaitu SMPN 17 dan SMAN 7. (rin)

Angka Kematian Bayi di Bekasi Masih Tinggi ANGKA kematian bayi usia 0-28 hari di Kota Bekasi masih tinggi dan selama 2009 ditemukan sebanyak 27 bayi meninggal akibat berat badan lahir rendah, dan 26 bayi lainnya meninggal akibat gangguan pernafasan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr. Retni Yonti, di Bekasi, Rabu, mengatakan, ibu hamil harus memperhatikan kesehatan dirinya, mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi serta memeriksakan kehamilannya pada dokter. “Angka kematian akibat dua penyakit tersebut meningkat tajam dibanding 2008 sebanyak tujuh dan 21 bayi. Ke depan kita harapkan kematian bayi bisa ditekan,”

ujarnya. Kasus kematian bayi dengan dua penyakit tersebut banyak dialami keluarga kurang mampu, sementara pada ibu hamil yang secara rutin memeriksanakan kesehatan

dan mengkonsumsi makanan yang memenuhi kecukupan gizi kasus tersebut jarang ditemui. Selain itu kematian bayi juga disebabkan oleh penyakit infeksi atau tetanus pada bayi akibat penanganan kelahiran dilakukan tidak steril. “Biasanya badan bayi akan menguning. Pada banyak kejadian itu dialami pada persalinan secara tradisional,” ujarnya. Pada usia 0 sampai 11 bulan, penyebabnya kematian bayi adalah Bronkopneumonia atau penyakit paru-paru dan Gastro Entenitis atau gang-

guan saluran pencernaan. Secara keseluruhan dari total kelahiran bayi selama 2009 di Kota Bekasi terdata ada sebanyak 84 bayi yang meninggal namun bila dibandingkan 2008 sebanyak 127 kasus berarti ada penurunan. Angka kematian bayi di Kota Bekasi masih jauh dari standar Jawa Barat, yaitu 40 per 1000 kelahiran hidup. “Kita masih perlu memaksimalkan kembali kinerja untuk menyelamatkan pasien melahirkan di Kota Bekasi menyusul jumlahnya masih jauh dari harapan Pemerintah

Provinsi Jawa Barat,” katanya. “Dalam masa kehamilan, kaum ibu wajib memeriksakan kandungannya sebanyak empat kali. Yaitu pada triwulan pertama, triwulan kedua, dan pada triwulan ketiga sebanyak dua kali,” ujarnya. Kaum ibu juga diimbau memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif setidaknya selama enam bulan pertama kelahiran. Selanjutnya dalam setahun bayi harus diimunisasi sebanyak enam kali. Pemberian imunisasi mulai dari umur 0 sampai 9 bulan. (ant)


pini F OKUS Benahi Aturan Intern KPU UDINGAN miring mendiang Gus Dur terhadap lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepertinya makin mendekati kenyataan. Kasus terakhir soal loncat pagarnya salah satu komisioner yakni Andi Nurpati ke Partai Demokrat. Banyak orang terperangah meski tidak seterkejut saat Anas Urbaningrum mundur dari KPU dan kemudian merapat ke partai bentukan Presiden SBY itu. Persoalan politik ini makin berkembang manakala muncul dugaandugaan negatif bahwa Andi telah bermain mata untuk kepentingan Demokrat di mana kini dia menentukan pilihan. Jangan-jangan kemduian, banyak upaya yang dilakukan Andi untuk kepentingan Demokrat. Jelas, ini sangat mencederai image KPU sebagai lembaga independen penyelenggara pemilu di Tanah Air. Persoalan kemudian tidak berhenti di sini. Andi Nurpati tentu saja dihujat telah mengingkari undang-undang serta aturan intern KPU. Aturan main bahwa anggota KPU tidak serta merta boleh mundur dengan alasan apa pun, apalagi loncat pagar ke parpol, kecuali berhalangan tetap, meninggal atau hilang ingatan. Namun, sepertinya hal ini tidak menghambat langkah Andi Nurpati untuk menyeberang ke politik praktis. Semestinya, celah-celah yang dijadikan untuk meloloskan diri dari jeratan hukum ini harus ditutup kembali dengan memperbaiki undangundang serta aturan intern KPU. Bisa saja ditambahkan bahwa seandainya toh seorang anggota memaksa diri untuk mundur maka dia harus mengembalikan semua gaji serta apa pun yang dia terima selama menjabat sebagai salah satu komisioner. Atau, boleh juga ditambahkan dia harus mengembalikan dengan kelipatan tertentu. Nah, ini akan membuat seorang anggota KPU lebih fokus dan tidak menjadikan jabatannya ini sebagai batu loncatan atau pilihan ke sekian, ataupun sasaran antara untuk menuju pos atau jabatan berikutnya. Terlepas dari semua ini, fenomena ini tentu sangat merugukan citra KPU serta orang-orang di dalamnya yang memang punya komitmen, integritas serta dedikasi untuk memberikan pikiran serta tenaganya untuk kepentingan negara, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu. Dari sisi moral pun apa yang dilakukan Andi Nurpati tidaklah elok bagi pembangunan sebuah bangunan politik yang bersih dan bertanggung jawab. Masih tarik-ulurnya soal ini, seakan-akan disengaja oleh Andi sendiri maupun oleh Demokrat yang di satu sisi juga tidak etis menggaet seorang anggota KPU untuk masuk ke bilik politiknya. Ini tentu saja dapat dianggap sebagai politik balas budi sehingga menumbuh-kembangkan pertanyaan sinis soal apa sebenarnya yang diberikan seorang Andi Nurpati sehingga Demokrat melamarnya sebagai pengurus teras? Utang budi apa Anas Urbaningrum sebagai ketua umum kepada seorang Andi Nurpati? Kalau Andi bukan sebagai anggota KPU dan dibatasi ruang geraknya oleh undang-uandang, masalah ini tidak akan menjadi seramai seperti sekarang ini. Sebab, keluar-masuk ke sebuah parpol adalah hak asasi politik sesorang. Namun, kondisi yang menimpa Andi Nurpati lain. Inilah sebagai gambaran yang sangat umum tentang dunia politik kita. Aturan-aturan normatif maupun positif dengan seenaknya dilanggar seraya menyodorkan alasan serta alibi-alibi menggelikan sebagai alasan pembenar manuver politiknya tersebut. Sebagai masyarakat yang sebagaian besar sudah melek politik akibat pembangunan berbagai moda media massa, tentu saja tindakan ini memantik reaksi keras. Tindakan Andi Nurpati ini sudah mencederai tidak hanya citra KPU sebagai lembaga independen, tetapi juga mencederai demokrasi yang telah sangat jauh disalahartikan di negeri ini. ***

T

Bang D

el

DK KPU Rekomendasikan Andi Nurpati diberhentikan

Selamat tinggal ...

Suluh Indonesia, Kamis 1 Juli 2010

5

Menggugat Independensi KPU INDEPENDENSI Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai digugat setelah Andi Nurpati sebagai salah satu anggota KPU masuk dalam dunia politik praktis sebagai salah satu pengurus inti Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD). Gugatan tersebut sangat wajar, sebab KPU bukan partai politik, bukan onderbouw kekuasaan tertentu, dan bukan pula organisasi sosial kemasyarakatan yang kemudian bisa dekat dengan dan mendekati kekuasaan. KPU seharusnya dan idealnya tetap berada di luar gelanggang kekuasaan, sebab tugas KPU adalah menyelenggarakan kontestasi pemilihan para pimpinan agar selanjutnya bisa masuk ke lini-lini kekuasaan baik di eksekutif maupun legislatif. Tentunya, partai politik merupakan peserta yang ikut dalam pemilihan kontestasi pemilihan tersebut, sedangkan KPU bukan juga ikut pula dengan terjun ke dunia politik kekuasaan tersebut. Ini merupakan sebuah kesalahan sangat besar. Kini sejumlah elemen masyarakat pro-demokrasi dan civil society mulai mempertanyakan komitmen dan idealisme KPU apakah dia akan dijadikan kuda tunggangan politik kekuasaan ataukah KPU akan berselingkuh dengan kekuasaan demi sebuah tujuan tertentu yang bermuara pada kekuasaan dan jabatan sektoral. Pro-kontra gugatan tersebut sudah mulai menggelinding ke publik, bukan hanya kalangan civil society yang mengomentari namun seluruh elemen masyarakat di akar rumput (baca: realitas). Menurut UU Nomor 22 Tahun 2007 pasal 28 ayat 2, masuknya Andi Nurpati ke partai politik bertentangan dengan sumpah jabatan. Sedangkan menurut Peraturan KPU Nomor 31 Tahun 2008 pasal 11 Huruf b dan Pasal 13, Andi Nurpati juga telah melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu. Namun terlepas dari hal tersebut, kecurigaan baru kemudian muncul, jangan-jangan Andi Nurpati merupakan pesanan kekuasaan agar sementara masuk ke KPU sebagai salah satu agenda demi mengetahui kinerja KPU, selanjutnya masuk kembali kepada lubang kekuasaan di mana ia sebelumnya dekat dengan kekuasaan tersebut. Bila ini merupakan sebuah kenyataan, tamat sudah peluang membangun bangsa yang lebih bermartabat. Pasalnya, yang akan terjadi selanjutnya adalah golongan politik kekuasaan yang sudah merambah KPU akan makin mudah memainkan kepentingannya, termasuk bagaimana memenangkan pemilihan umum legislatif dan presiden di 2015 nanti. Ini bukan berarti selalu mencurigai apa yang sedang dipersiapkan sebuah golongan tertentu. Namun sikap curiga adalah sebuah kewajaran, sebab ini menjadi bagian dari sebuah kewaspadaan agar kehidupan berbangsa dan bernegara ini tidak ditempati para penyamun yang sukanya mengejar kekuasaan dan jabatan demi kepentingan sempit serta kerdil. Jangan sampai idealis-

Oleh : Moh. Yamin* me kemudian ditukar dengan sebuah pragmatisme golongan untuk makin menancapkan taring kepentingannya di lintas sektoral. Pasalnya, ini bukan sebuah langkah progresif dan dinamis demi memartabatkan bangsa dan negara. Justru, bangsa ini akan makin berada dalam jurang kehancuran. Tidak akan ada perubahan sangat signifikan yang kemudian dapat dirasakan dalam berkehidupan di negeri ini, sebab semuanya sudah menggunakan cara pandang

sektarian bagaimana meloloskan agenda politik kerdil dan sempitnya. Semuanya berada dalam semangat anarkis dan destruktif demi sebuah kekuasaan dan jabatan. Kutu Loncat Fenomena elite tertentu masuk dari satu tempat ke tempat lainnya atau satu ruang kekuasaan menuju ruang kekuasaan lainnya kini sudah merupakan sebuah kewajaran, kendatipun itu tetap merupakan sebuah kesalahan, sebab menganggap bahwa tugas dan tanggung jawab bukan lagi sebuah amanat yang harus dijalankan dengan sedemikian

rupa, jujur, terbuka dan sesungguhnya. Yang ada dalam benak sejumlah elite adalah bagaimana makin mencari ladang kekuasaan yang lebih prospek (tajir) demi sebuah kepentingan ekonomi dan lain seterusnya tanpa kemudian memikirkan kepentingan yang lebih besar untuk rakyat Indonesia. Akhirnya, inilah yang kemudian disebut fenomena kutu loncat yang sukanya pindah dari rumah lama menuju rumah baru yang lebih bagus dengan fasili-

tas yang lebih menjanjikan. Ini merupakan sebuah ironisitas. Ternyata, sikap, mental dan karakter para elite kemudian sangat buruk, selalu menjadikan kepentingan pribadi dan golongan sebagai prioritas utama ketimbang yang lainnya. Sudah tidak ada niatan secara serius dan sepenuh hati untuk bekerja demi rakyat, bangsa dan negara dengan sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh hati. Kemauan dan kehendak politik mereka sudah tidak ada sama sekali. Paradigma yang dibangun dan dikembangkan dalam realitas adalah bagaimana memperbaiki nasib

√ Elemen masyarakat pro-demokrasi

dan civil society mulai mempertanyakan komitmen dan idealisme KPU apakah dia akan dijadikan kuda tunggangan politik kekuasaan ataukah KPU akan berselingkuh dengan kekuasaan demi sebuah tujuan tertentu yang bermuara pada kekuasaan dan jabatan sektoral.

√ Yang ada dalam benak sejumlah elite

adalah bagaimana makin mencari ladang kekuasaan yang lebih prospek (tajir) demi sebuah kepentingan ekonomi dan lain seterusnya tanpa memikirkan kepentingan yang lebih besar untuk rakyat Indonesia.

√

KPU harus disterilkan dari virus kekuasaan apa pun. Kendatipun Andi Nurpati kemudian melepaskan jabatannya di KPU, dia tetap harus memegang janji untuk tidak membeberkan rahasiarahasia KPU baik yang terkait dengan tugas dan wewenang KPU maupun rahasia partai politik.

diri sendiri sebelum memikirkan orang lain. Etos kerja sebuah dedikasi bagi kepentingan bersama sudah rapuh. Sikap Tegas Andi Nurpati sudah mendapat kritik habis-habisan pascadirinya masuk ke Partai Demokrat (PD). Yang harus dilakukan Andi Nurpati adalah segera berhenti dari KPU sebelum diberhentikan. Sikap kesatria seorang Andi Nurpati harus diperlihatkan secara nyata dan telanjang bulat. Jangan menjadi orang yang menjadi opurtunis dengan tetap samasama aktif, baik di KPU maupun di PD. Kendati demikian, ketegasan seorang Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum DPP PD juga harus ditunaikan. Jangan ada kesan bahwa keberadaan Andi Nurpati yang seolah tidak ingin melepaskan KPU dibiarkan begitu saja. Sekali lagi, ini berbicara profesionalisme, maka itu kemudian harus dipraksiskan dengan sedemikian kongkret. Anas harus mengambil sikap tegas atas posisi Andi Nurpati yang kelihatan gamang dalam mengambil pilihan politik tersebut. Jangan membiarkan suasana yang tidak kondusif terus berlangsung tanpa ada akhir yang jelas dan pasti. KPU membutuhkan independensi dalam bekerja, jadi jangan diganggu tugas dan wewenangnya. KPU harus disterilkan dari virus kekuasaan apa pun. Kendatipun Andi Nurpati kemudian melepaskan jabatannya di KPU nanti, dia tetap harus memegang janji untuk tidak membeberkan rahasia-rahasia KPU baik yang terkait dengan tugas dan wewenang KPU maupun rahasia partai politik. *Penulis, peneliti di Program Pascasarjana Universitas Islam Malang

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Tol Cijago Tanpa Kabar? SEBAGAI warga Cinere, Kota Depok dan bekerja di kawasan Cibubur, dari hari ke hari kami merasakan kian ‘sesak nafas’ dengan kemacetan yang terjadi setiap kali kami akan pergi bekerja. Kian hari kian lama saja waktu yang harus dihabiskan untuk menempuh jarak yang sebenarnya tak terlalu jauh itu. Jika beberapa tahun lalu jarak yang tak lebih dari 10 kilometer itu dapat ditempuh dalam waktu maksimal 45 menit, kini jalur itu hanya dapat ditempuh dalam waktu setidaknya 1,5 jam, itu pun bukan pada jam sibuk. Awalnya kami berharap, ‘penderitaan’ kami itu bakal segera berakhir dengan dibangunnya akses tol baru, yaitu Jalan Tol CinereJagorawi (Cijago). Awalnya, jalan

tol itu bakal beroperasi akhir tahun 2010 ini. Namun kenyataannya, hingga kini kami tak memperoleh kejelasan kapan jalan tol itu bakal segera beroperasi. Bahkan kabarnya, untuk tahap pertama saja, yaitu akses dari Jalan Tol Jagorawi kea rah Jalan Raya Bogor (Cisalak) pun, hingga kini masih belum selesai, karena terkendala proses pembebasan tanah. Kami sangat berharap agar para pemilik lahan yang hingga kini masih enggan melepaskan haknya untuk kepentingan umum, segera ‘mengalah’ demi kepentingan umum, sehingga jalan tol yang kami nilai sangat vital itu segera direalisasi. Selain dapat mempersingkat waktu tempuh kami dan warga di

sekitar jalan tol itu ketika akan meuju kawasan Cibubur/Jagorawi dan sebaliknya, proyek itu juga dapat membuat kawasan yang dilalui

jalan tol itu menjadi kian hidup. Bobby Cinere, Depok

Bahaya Pornografi BAHAYANYA video porno mirip artis-artis papan atas yang semakin gencar dibicarakan telah merasuk ke jiwa anak-anak kecil. Sorotan media yang menyita sebagian besar tayangan televisi telah menimbulkan rasa ingin tahu yang besar anak-anak kecil. Telah banyak kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak di bawah umur yang pemicunya adalah merajarelanya video porno. Indonesia telah menjadi negara yang masuk dalam lima besar yang rakyatnya pengkonsumsi video porno terbesar di dunia. Sebuah ironi dari negara yang dikenal religius dan

menganut budaya ketimuran yang kental. Minimnya pengetahuan tentang sex yang sehat menjadi alasan tejadinya banyak kasus pelecehan seksual. Di Negara yang sekelas Amerika Serikat yang menganut paham liberal justru lebih 'rapi' dalam memperjual belikan majalah pria dewasa dibanding yang kita alami sendiri di jalan-jalan Jakarta. Di Jakarta kita bisa melihat majalah-majalah untuk orang dewasa dan video porno bajakan dengan mudah dan berserakan seperti sampah di kaki lima, stasiun, pedagang koran di jalanan. Keadaan ini sungguh membuat kita

semakin resah dengan generasi yang akan datang karena telah melihat sesuatu yang seharusnya masih dalam tahap pembelajaran. Tindakan yang serentak harus dijalankan secara istiqomah atau konsekuen memerangi pornografi. Masyarakat Indonesia pasti tidak

ingin memiliki generasi yang bermental binatang yang hanya mengedepankan hawa nafsu semata dan tidak memiliki hati nurani serta akal sehat. Oktaviana Wulandari Meruya, Jakarta Barat

Polusi Jakarta Semakin Parah KOTA Jakarta telah menjadi salah satu kota terpolusi di dunia. Ada banyak hal yang membuat kota perjuangan ini mengalami polusi besar-besaran. Satu hal yang menjadi alasan paling umum adalah mental untuk hidup sehat masyarakat kota yang masih memprihatinkan. Salah satu persoalannya adalah Jakarta dihuni oleh masyarakat urban yang datang dan menetap dalam jangka waktu yang lama atau

mungkin selama-lamanya. Padatnya kota Jakarta semakin tak terkendali, kemacetan yang keparahannya terus meningkat semakin menegaskan tak ada yang mampu menemukan solusi terbaik untuk kota Jakarta. Semoga Jakarta akan kembali berseri dengan kia bersama membuat Jakarta sehat. Darwis Pasar Minggu, Jak-Sel

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 1 Juli 2010

6

Spanyol Harus Waspadai Paraguay JAKARTA - Pesepakbola tampan asal Spanyol, Jose Antonio Reyes semakin kukuh timnas Spanyol bakal lolos ke final Brazil Piala Dunia 2010 Afsel dan jumpa tim Brazil. Meski demikian, Reyes mengingatkan David Villa dkk mewaspadai kekuatan Paraguay yang menjadi lawan Spanyol di perempatfinal nanti. “Portugal bisa dilewati tim Spanyol walau hanya menang tipis 1-0 dalam laga 16 Besar, dini hari kemarin. Namun melihat semangat juang yang diperlihatkan para pemain Paraguay saat menang adu pinalti melawan Jepang, saya melihat tim ini bisa menjadi sandungan,” kata Reyes dalam siaran pers yang diriis panitia nonton bareng Gudang Garam Inter Sport Sokkerland World Cup 2010 di Medan, Sumut itu. Pemain yang kini membela Atletico Madrid ini meminta pasukan Vicente del Bosque ini segera fokus pada laga perempat final melawan Paraguay dan tidak meremehkan

wakil Amerika Latin tersebut. “Jangan sampai tim Spanyol dihinggapi perasaan atau sikap memandang remeh Paraguay. Ini penyakit berbahaya dan tim pelatih harus mengingatkan para pemain,”tambah Reyes. Pemain yang pernah merumput bersama Arsenal ini menilai Paraguay patut diperhitungkan sebagai tim yang solid dalam bertahan dan menyerang. “Sekali lagi saya katakan Carlos Puyol dkk tidak terlena dengan kemenangan atas Portugal,” paparnya. Perjalanan tim Matador seperti dikatakan Reyes masih jauh untuk melaju ke semifinal. Tim ini harus terus berkembang dan harus mulai fokus untuk pertandingan berikutnya melawan Paraguay. Paraguay yang pertama kali berhasil mencapai perempat final, menurut dia, tidak punya beban namun mereka termotivasi menampilkan permainan terbaik agar terus bertahan. (oli)

Suluh Indonesia/ap

GEMBIRA - Para pendukung tim Spanyol yang menyaksikan pertandingan antara Spanyol melawan Portugal pada babak perdelapan final Piala Dunia, melalui layar lebar, di Madrid, bersorak gembira ketika tim kesayangannya memimpin 1-0, dini hari kemarin.

Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putri Asia

Zaenal Optimistis Chris John Menang SEMARANG - Mantan promotor Chris John, Zaenal Thayeb merasa optimistis Chris John pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA akan menang dan mempertahankan gelarnya melawan penantangnya Fernando David Saucedo di Jakarta, 26 Juli 2010. “Saya lihat sekarang ini kondisi Chris John masih bagus dan saya merasa yakin dia akan bisa mempertahankan gelar juara dunianya kembali,” kata Zaenal Thayeb di Semarang, kemarin. Menurut dia, kalau lawan Fernando David Saucedo pa-

da pertarungan pilihan atau “choice”, dirinya yakin Chris John bisa mengatasi tetapi kalau untuk pertarungan wajib atau “mandatory fight” mungkin sulit karena lawannya harus penantang peringkat satu di kelas bulu WBA. Ketika ditanya apakah ada kerugian materi akibat pemindahan pertarungan dari Bali ke Jakarta, Zaenal Thayeb mengatakan, tentunya ada. Tetapi, kata dia, bagi dirinya kerugian materi itu tidak masalah baginya. “Kalau untuk tinju, saya tidak perhitungkan kerugian materi,’’ ujarnya. (ant)

Indonesia Terpuruk GRESIK - Tuan rumah Indonesia terpuruk di posisi juru kunci grup A setelah tidak meraih kemenangan sama sekali pada babak penyisihan Kejuaraan Bola Voli Antarklub Putri Asia 2010 di GOR Tri Dharma Gresik, Jawa Timur, kemarin. Pada laga penyisihan terakhir, Indonesia yang diwakili klub Petrokimia Gresik dibungkam tim Korea Utara dengan skor telak 0-3 (10-25, 12-25, 14-25). Selain gagal menembus babak delapan besar, hasil ini juga melengkapi keterpurukan

‘Half Maraton’ di Jepang

Trianingsih Ditarget Masuk Tiga Besar SEMARANG - Pelari putri andalan Jawa Tengah, Trianingsih, ditarget masuk peringkat tiga besar pada lomba lari “half maraton” (21 kilometer) di Jepang, 29 Juli mendatang Pelatih Trianingsih, Alwi Mugiyanto di sela-sela menunggui anak didiknya latihan di Salatiga, Jateng, kemarin, mengatakan mengingat event di Jepang merupakan event tingkat Asia maka dirinya berani memberikan target bagi Trianingsih supaya masuk tiga besar. Menurut dia, event di Jepang ini merupakan ajang uji coba sebelum Tri (panggilan akrab Trianingsih) tampil pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, November mendatang. Alwi Mugiyanto yang juga pelatih sekaligus pembina klub atletik Lokomotif Salatiga, mengatakan dirinya berharap penampilan puncak yang bersangkutan ada pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia di China mendatang. Makanya, kata dia, saat tampil di Jepang mendatang, yang bersangkutan belum mencapai 100 persen tetapi hanya 85 atau 90 persen karena persiapan mencapai 100 persen diharapkan saat tampil pada Asian Games mendatang. Menurut dia, uji coba ini merupakan ajang untuk me-

Trianingsih

ningkatkan kemampuan dan bahan evaluasi Trianingsih sebelum tampil di China. Ia menyebutkan, catatan waktu terbaik adik mantan pelari nasional, Ruwiyati, pada nomor lari “half maraton” ini adalah 74 menit 26 detik yang dicapai pada saat mengikuti lomba lari “half maraton” di Australia 2009. “Kalau di Jepang nanti, Tri bisa menembus waktu 73 menit maka hasil yang dicapai dia sudah cukup bagus karena sudah ada peningkatan prestasinya,” katanya. Peraih dua medali emas SEA Games XXV 2009 Laos tersebut diterjunkan pada lomba lari jarak jauh seperti 10 kilometer dan “half maraton” karena

pada Asian Games di China mendatang akan turun pada nomor maraton (42,195 kilometer) dan 10 kilometer. Catatan waktu terbaik Trianingsih untuk nomor lari 10 kilometer adalah 32 menit 49 detik yang dicapai saat meraih medali emas SEA Games Laos 2009, sedangkan untuk nomor maraton adalah dua jam 34 menit yang dicapai pada saat mengikuti lomba lari maraton di Kenya 2008. Saat tampil di Kenya tersebut, Trianingsih berhasi menembus dominasi pelari Kenya dengan menempati peringkat kedelapan, sedangkan peringkat satu hingga tujuh kemudian sembilan dan sepuluh ditempati pelari tuan rumah. (ant)

Mental Tanding Atlet Prima Dibenahi JAKARTA - KONI/KOI menganggap penting pembenahan mental tanding atlet pelatnas yang masuk Program Indonesia Emas (PRIMA). Oleh karenanya dalam pelatihan tahap pertama ini, dititikberatkan pada pembenahan mental atlet. Demikian dikatakan Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo seusai menutup program Kepelatihan Tahap Pertama (PRIMA) Di Pusat Pendidikan Kopassus Batujajar Bandung, Jabar, Rabu, (30/6) kemarin. Pelatihan tahap pertama itu diikuti 124 atlit dari delapan cabang olahraga yakni taekwondo, bola voli, balap sepeda, senam, sepak takraw, fin swimming, sepatu roda dan anggar. Selain pembenahan mental tanding, pelatihan ini menurut

Subowo, bertujuan memupuk kebersamaan antar sesama atlit sekaligus membentuk karakter atlit sehingga memiliki motivasi dan semangat juang saat berlaga di arena pertandingan. “Kegiatan ini juga menitik beratkan peningkatan karakter seorang atlit dan banyak manfaat yang dapat diambil dari kepelatihan ini. Saya melihat sendiri mereka di tempa oleh instruktur yang sangat pengalaman di bidangnya,” kata Rita Subowo yang didampingi Ketua Satuan pelaksana PRIMA Tono Suratman ini. Kepelatihan Tahap Pertama ini dimulai sejak tanggal 17 Juni lalu dan diresmikan oleh Menpora Andi Malarangeng. Dalam Kepelatihan ini dilibatkan sebanyak 53 Instruktur dari Kopassus yang ahli di masing-

masing bidang. Materi yang diberikan meliputi antara lain orientasi medan, llmu medan, psikolog terapan, defile, menembak, kerja sama sesama atlit dan outbond. Rita mengatakan, kepelatihan seperti ini perlu ditanamkan di segenap atlit dan diharapkan dapat menjadi bagian dari jati diri atlit Indonesia. “Seingat saya cabang pencak silat pun pernah di tempa disini ketika pelatnas SEA Games XXIV/2007 lalu dan hasilnya pun cukup memuaskan” ungkap Wakil Presiden OCA itu. Tahap kedua Kepelatihan PRIMA akan dilaksanakan 6 Juli mendatang diikuti 137 atlit. Sedangkan Tahap ketiga waktu pelaksanaannya dilaksanakan usai Asian games Guangzhou, Nopember nanti. (oli)

Maya Puspita dan kawankawan yang tidak pernah meraih satu set pun kemenangan selama empat laga penyisihan. Pada tiga laga sebelumnya melawan Zobahan Iran, Taiwan dan J.T Marvelous Jepang, tuan rumah Indonesia selalu kalah dengan skor telak 0-3. Bahkan, kekalahan memalukan didapat saat menghadapi Jepang, karena perolehan angka yang didapat Indonesia tidak lebih dari 10 di setiap setnya. Dengan hasil ini, Indonesia tinggal menghadapi klub KT &

G. Ariels Korea Selatan yang juga gagal lolos delapan besar, untuk perebutan peringkat 9 dan 10 pada Jumat besok. Menghadapi Korut, permainan Indonesia yang diperkuat pemain-pemain muda untuk proyeksi tim SEA Games 2011, tetap tidak menunjukkan perubahan dibanding sebelumnya. Pertahanan yang keropos, blok-blok lemah dan serangan yang cenderung monoton serta mudah dibaca lawan, menjadi kelemahan mendasar tim Indonesia pada kejuaraan ini.

“Kami akui kekuatan tim Indonesia masih kalah dibanding tim-tim lain. Serangan kurang bertenaga, kerja sama belum padu dan kelemahan lainnya,” kata manajer tim Indonesia, Syamsul Huda usai pertandingan. Kendati kalah dari Korut, Syamsul Huda mengatakan semangat tempur pemain masih cukup tinggi dan berusaha mengimbangi lawan. “Banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari kejuaraan ini. Tim Indonesia cukup prospektif dan sebaiknya tetap

dipertahankan dalam pemusatan latihan jangka panjang untuk persiapan SEA Games,” tambahnya. “Spiker” tim Indonesia Novia Andriyanti juga mengakui adanya perbedaan kualitas permainan tim Indonesia dibanding tim peserta kejuaraan Asia ini. “Kita masih perlu belajar banyak dan menambah jam terbang bertanding. Teman-teman sudah berjuang maksimal, tapi memang lawan-lawan yang dihadapi jauh lebih bagus,” ujarnya. (ant)


lahraga

Suluh Indonesia, Kamis 1 Juli 2010

7

Spanyol Pantas Diunggulkan CAPE TOWN - Sepak terjang Spanyol hingga babak perdelapan final Piala Dunia menunjukan bahwa David Villa dan kawan-kawan pantas diunggulkan tampil sebagai juara. Dini hari kemarin Spanyol memastikan diri melenggang ke perempat final dengan menggusur Portugal, 1-0 di Cape Town, Striker klub Barcelona David Villa menjebol gawang Portugal pada menit ke-63 dari sebuah bola yang memantul setelah tembakan pertamanya masih bisa ditangkis penjaga gawang Portugal Eduardo. Gol tunggal tersebut sudah cukup untuk menempatkan Spanyol di perempat final pada mendatang untuk menghadapi Paraguay, yang mengakhiri harapan Jepang dengan kemenangan adu penalti 5-3. Siapapun yang bisa melewati pertandingan itu, sudah ada Argentina atau Jerman yang menunggu mereka di semifinal. Villa menolak jika Spanyol menjadi favorit saat melawan Paraguay. “Saya sangat senang malam ini, meskipun ada dua favorit pada perempat final nanti. Tapi bagaimanapun juga saya yakin kami dapat melaju,” katanya. Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque mengatakan bahwa timnya sudah memperlihatkan kekuatannya dan bersikeras bahwa Fernando Torres, yang diganti pada babak kedua, sudah memberikan kemampuannya saat Spanyol sedang berupaya membawa pulang piala untuk pertamakalinya. “Kini kami bisa melihat bahwa kami juga dapat memenangi pertandingan yang sulit. Fernando sudah bekerja keras

seperti kami semua selama sebulan terakhir ini. Kepercayaan diri kami sedang meningkat dan kami ingin membuat sejarah.” Pelatih Portugal Carlos Queiroz mengakui Spanyol memang pantas memenangi pertandingan tersebut. “Ini betul-betul pertandingan yang sulit tapi Spanyol menggerakkan bola dengan sangat bagus dan memiliki penguasaan bola yang lebih banyak dan tim mana pun yang melakukan itu dapat mengendalikan permainan dengan lebih baik,” katanya. “Spanyol meraih kemenangan dengan pantas. Tapi saya juga ingin menggarisbawahi kenyataan bahwa Portugal bermain dengan derajat martabat dan ambisi yang luar biasa. Saya percaya para pendukung kami memiliki alasan yang dapat dibenarkan untuk bangga dengan apa yang sudah dilakukan oleh tim,” katanya. Pada pertandingan tersebut Spanyol langsung menunjukkan niat mereka dengan Torres menguji Eduardo dengan sebuah tembakan dari tepi kotak penalti pada menit pertama. Penjaga gawang tersebut melakukan penyelamatan dengan baik dan tidak lama kemudian dia juga harus melakukan penyelamatan kembali setelah Villa memotong bola dari sisi kanan dan melepaskan tembakan ke gawang. Pada menit keenam Villa kembali mengujinya dan Eduardo kembali harus melakukan penyelamatan gawangnya dari kebobolan. Spanyol tampil mengesankan dengan memainkan umpan-umpan cerdik yang memang menjadi keunggulan mereka. Rekor Portugal yang tidak

kebobolan gol selama di Afrika Selatan terlihat jelas mulai goyah dan Xavi menyulitkan mereka dengan memutar dan melepaskan tembakan yang melintas ke atas mistar gawang dari sebuah sepak pojok. Setelah bertahan dari serangan pada awal pertandingan, Portugal akhirnya bisa menguji pertahanan Spanyol saat Tiago melepaskan tembakan, dengan Iker Casillas harus mendorong bola di udara, lalu harus berebut untuk menyelamatkan gawangnya saat Hugo Almeida melakukan tekanan padanya. Peluang lain terjadi saat Cristiano Ronaldo melepaskan tendangan bebas dari jarak 30 yard dan Casillas harus membuang bola tersebut sebelum barisan pertahanan Spanyol dengan cepat mengamankan daerahnya. Portugal kembali ke dalam perburuan mereka dengan permainan yang mematikan dan mereka nyaris memecahkan kebuntuan pada awal babak kedua saat Carlos Puyol harus menggunakan lututnya untuk menghentikan bola silang dari Almeida, dan bola melambung di atas kepala Casillas, tapi melesat ke sisi luar gawang. Pertandingan mulai terbuka tapi sudah berakhir bagi pemain klub Liverpool Torres, yang ditarik ke luar pada menit ke-58 digantikan oleh Fernando Llorente dan dia hampir membuat kejutan saat sundulan kepalanya mengarah langsung ke Eduardo. Masuknya Llorente terlihat memercikan permainan Spanyol dan beberapa detik kemudian tembakan Villa melewati tiang gawang sebelum striker Barcelona itu menunjukkan bahwa dia salah satu yang ter-

Suluh Indonesia/ap

BENTURAN - Pemain Spanyol, Sergio Ramos, (depan) berbenturan dengan pemain Portugal, Pedro Mendes, pada pertandingan babak perdelapan final Piala Dunia, di stadion Green Point, Cape Town, Afrika Selatan, dini hari kemarin.

baik. Setelah beberapa umpan cepat di tepi kotak penalti, Villa menemukan ruang di sisi kiri dan setelah tembakan pertamanya dapat diselamatkan kiper, Villa menyambar bola

Elano Belum Fit JOHANNESBURG - Pemain Brazil yang kondisinya dikhawatirkan, Elano, meninggalkan lapangan latihan lebih awal kemarin, tiga hari menjelang pertandingan perempat final melawan Belanda. Brazil tidak akan diperkuat pemain tengah Ramires, yang sedang kena hukum setelah dapat dua kartu kuning, pada pertandingan mendatang di Port Elizabeth. Dua pemain tengah lain, Felipe Melo dan Julio Baptista, juga sedang mengalami cedera dan kondisi mereka mengkhawatirkan. Elano, yang mencetak gol pada dua laga awal mereka, merupakan satu dari 10 pemain yang menjalani latihan fisik di lapangan golf di pinggiran Johannesburg, sehari setelah mereka menang 3-0 atas Chile pada putaran kedua. Ia meninggalkan lapangan latihan ketika temannya menjalani separuh waktu sesi latihan dan berbincang dengan dokter tim Jose Luiz Runco. Elano, yang diharapkan turun melawan Chile, Senin lalu, mengalami cedera pergelangan kaki saat timnya menang 3-1 lawan Pantai Gading pada 20 Juni.

Elano

Felipe Melo mengalami cedera pergelangan kaki ketika timnya bermain 0-0 lawan Portugal Jumat dan Julio Baptista cedera kaki pada pertandingan yang sama. Ramires menggantikan posisi Felipe Melo ketika melawan

Chile sedangkan Dani Alves menempati posisi Elano. Konfederasi Sepak Bola Brazil (CBF) belum dapat dihubungi untuk meminta komentar tentang tiga pemain yang dikhawatirkan kesehatannya itu. (ant)

jari-jarinya untuk membuang bola dari tembakan keras itu ke luar gawang yang hanya menghasilkan tendangan pojok. Villa kembali membuat Eduardo harus menyelamatkan gawangnya saat pertandingan

tersisa 13 menit saat Spanyol semakin panas, sebelum kesengsaraan Portugal semakin lengkap saat Costa langsung diganjar kartu merah karena menyikut pemain Spanyol Joan Capdevila. (ant)

Sepak Bola Harus Ikuti Perkembangan Zaman JOHANNESBURG - Perusahaan-perusahaan dunia bersiap-siap panen keuntungan jika FIFA menyepakati penggunaan teknologi garis gawang. Sebelumnya berbagai pihak pesimistis asosiasi sepak bola dunia tersebut akan mengadopsi teknologi yang sudah lazim dipakai di cabang olah raga lain itu. Inggris dan Meksiko adalah korban dari kesalahan wasit pada laga putaran kedua, Minggu, yang kemudian memaksa Presiden FIFA Sepp Blatter meminta maaf dan wasit yang membuat blunder tidak lagi dipakai untuk sisa turnamen selanjutnya. Blatter yang tiga bulan lalu menolak ide penggunaan teknologi garis gawang mengatakan FIFA akan mempertimbangkan kembali hal tersebut meskipun ia tidak mengizinkan penggunakan replay video untuk menentukan offside. Perusahaan Jerman dan Inggris yang khusus memproduksi sistem garis gawang menyambut baik perubahan sikap

Wasit Jorge Larrionda Pulang JOHANNESBURG - Empat wasit yang membuat blunder selama gelaran Piala Dunia 2010, kemarin, berkemas pulang ke negara asalnya setelah mereka tidak dimasukkan dalam daftar pengadil yang masih dipertahankan hingga akhir turnamen. Pengadil asal Uruguay Jorge Larrionda yang menganulir gol Frank Lampard pada laga Jerman melawan Inggris yang berakhir dengan kekalahan Inggris 4-1 termasuk di antara wasit yang harus pulang. Wasit asal Italia Roberto Rosetti yang mengesahkan gol dari posisi offside yang dicetak pemain Argentina Carlos Tevez saat laga melawan Meksiko, juga mulai berkemas. Stephane Lannoy asal Prancis dan Koman Coulibaly asal Mali juga tidak masuk daftar 19 wasit yang dipertahankan oleh FIFA untuk bertugas dari perempat final hingga Piala Dunia berakhir. Lannoy tidak mengindahkan pelanggaran “handball” yang dilakukan Luis Fabiano hingga mencetak gol pada laga melawan Pantai Gading, sementara Coulibaly menganulir gol Maurice Edu yang seharusnya bisa membawa kemenangan 3-2 atas Slovenia. (ant)

yang memantul itu dan menjebol gawang Portugal. Beberapa menit kemudian Sergio Ramos nyaris membuat kedudukan menjadi 2-0, namun Eduardo yang berada di bawah tekanan itu harus menjulurkan

Blatter tersebut dan mengatakan kontroversi mengenai perwasitan tidak akan menghasilkan apapun selain mengurangi arti seni sepak bola. “Cerita bagusnya ada di pemain dan kompetisi. Anda tidak perlu cerita buatan dengan menciptakan kontroversi terkait ofisial,” kata Paul Hawkins, pendiri Winchester, produsen Hawk-Eye Innovations yang berbasis di Inggris. Kontroversi mengenai perlu tidaknya memanfaatkan teknologi garis gawang mencuat kembali akhir pekan lalu saat Argentina dihadiahi gol dari posisi offside pada laga putaran kedua melawan Meksiko, dan gol Inggris ditolak saat menghadapi musuh bebuyutan Jerman. Berpuluh-puluh tahun Jerman mempersoalkan gol yang “dihadiahkan” pada Inggris saat final Piala Dunia 1966, dari tendangan Geoff Hurst yang terpental dari mistar. Kejadian sebaliknya pada laga Minggu lalu, tendangan gelandang Inggris Frank Lampard dari jarak 20 meter jelas-

jelas melewati garis gawang. Jika gol ini dinyatakan sah, skor saat itu bisa imbang 2-2. Inggris pada akhirnya kalah 4-1. Sensor gol Direktur Komunikasi perusahaan Jerman Cairos Technologies AG Olive Braun mengatakan, jika saja teknologi sensor gol yang dimiliki perusahaannya dipakai saat itu, sudah pasti skor kedua tim bisa seimbang. “Hal pertama yang saya pikirkan adalah ‘untung mereka tidak menggunakan teknologi itu’ karena saya pendukung Jerman. Tapi setelah itu tentu saja saya berpikir, itu jelas sebuah gol,” kata Braun dalam wawancara melalui telepon. “Kami senang karena saat hal seperti ini terjadi, diskusi akan kembali marak dan orang-orang akan melihat perlunya penggunaan teknologi untuk memecahkan masalah,” katanya. “Wasit asal Uruguay itu harus menanggung beban ini seumur hidupnya dan kita tidak menginginkan hal itu terjadi.” Wasit asal Uruguay Jorge

Daftar Pemain Terkena Kartu Merah Ricardo Costa Marco Estrada Antar Yahia Yoann Gourcuff Valon Behrami Kaka Harry Kewell Miroslav Klose Sani Kaita Itumeleng Khune

Jorge Larrionda

Larrionda yang menolak mengesahkan gol Inggris dan wasit asal Italia Roberto Rosetti yang mengesahkan gol offsie Argentina, tidak dipertahankan untuk sisa laga turnamen selanjutnya. Peralatan pelacak bola yang bernama Hawk-Eye sudah digunakan dalam cabang olah raga kriket dan tenis. Sementara sistem lokalisasi Cairos yang dinamai “Smartball” sudah diuji coba oleh FIFA pada tahun 2007. Apa pun keputusan FIFA untuk mengadopsi sistem semacam ini akan menjadi keuntungan besar, namun kedua perusahaan tersebut mengatakan masih terbuka kemungkinan untuk setiap perubahan nyata. “Kami belum akan merayakannya. Di masa lalu beberapa kali kami sudah lebih dekat dengan kemungkinan penggunaan teknologi garis gawang ini,” kata Hawkins. “Kami akan menunggu untuk melihat apakah pernyataan ini hanya upaya untuk menghilangkan tekanan publik.” (ant)

Abdelkader Ghezzal Aleksandar Lukovic 3 Tim Cahill Nicolas Lodeiro

Portugal vs Spanyol, 29 Juni Chili vs Spanyol, 25 Juni Aljazair vs AS, 23 Juni Prancis vs Afrika Selatan, 22 Juni Swiss vs Chili, 21 Juni Brazil vs Pantai Gading, 20 Juni Australia vs Ghana, 19 Juni Jerman vs Serbia, 18 Juni Nigeria vs Yunani, 17 Juni Afrika Selatan vs Uruguay, 16 Juni Aljazair vs Slovenia, 13 Juni Serbia vs Ghana, 13 Juni Australia vs Jerman, 13 Juni Uruguay vs Prancis, 11 Juni


Nasi nal

Suluh Indonesia, Kamis 1 Juli 2010

MK Putuskan Lima Kecamatan

Pilkada Surabaya Diulang JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Rabu, memutuskan pemungutan suara ulang di lima kecamatan dan dua kelurahan dalam pemilihan umum kepala daerah Kota Surabaya. Lima Kecamatan itu adalah Bulak, Semampir, Krembangan, Rungkut, Sukolilo sedangkan dua keluarahan itu adalah Kelurahan Putatjaya di Kecamatan Sawahan dan Kelurahan Wiyung di Kecamatan Wiyung. Ketua MK Mahfud MD, pada saat membacakan putusan di sidang pleno mengatakan pemungutan suara ulang di lima kecamatan dan dua kelurahan ini karena terjadi pe-

langgaran yg bersifat terstruktur, sistematis dan massif dalam penyelenggaraan pilkada Kota Surabaya. “Demi sahnya pasangan perlu walikota dan walikota perlu dilakukan pemungutan suara ulang,” katanya. MK menemukan berbagai pelanggaran yang mempengaruhi hasil akhir Pilkada Kota Surabaya, diantaranya politik uang senilai Rp15 hingga Rp20 ribu, kampanye terselubung dengan membagikan piagam pada pelajar saat masa tenang dan mobilisasi pegawai negeri sipil untuk memenangkan salah satu pasangan calon walikota Surabaya. MK juga memerintahkan un-

tuk melakukan penghitungan suara ulang di setiap kotak suara di seluruh wilayah kota Surabaya, kecuali di kecamatan dan kelurahan yang melakukan pemungutan suara ulang. Penghitungan suara ulang ini karena ditemukan 39 ribu suara yang tidak sah. Majelis hakim menyakini bahwa diantara suara yang tidak sah ada suara sah sehingga hal itu dapat merugikan salah satu pasangan calon. Sebelum melakukan putusan final, kata Mahfud, MK membatalkan keputusan KPU Kota Surabaya tentang rekapitulasi hasil perhitungan suara dan calon terpilih pilkada pada 8

Juni 2010. Hasil Pilkada Kota Surabaya pada 2 Juni 2010 telah dimenangkan oleh pasangan Risma-Bambang DH sebesar 38,26 persen, diikuti oleh pasangan Arif Afandi-Adies Kadir diurutan kedua sebesar 35,38 persen, pasangan FandiYulius sebesar 13,98 persen, pasangan Sutadi-Mazlan sebesar 6,25 persen dan pasangan Fitrajaya-Naen sebesar 6,13 persen. Dengan perolehan tersebut, pasangan Arif Afandi-Adies Kadir mengajukan keberatan hasil Pilkada karena diduga terjadi banyak pelanggaran yang mempengaruhi hasil akhir Pilkada. (ant)

Siswa Klaten Ditemukan Jadi Mayat DENPASAR - Salah seorang dari tiga siswa SMPN I Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah yang terseret ombak dan menghilang ketika berenang di Pantai Kuta, Bali, berhasil ditemukan telah menjadi mayat. “Jenazah Angga Widhi Adma (14) ditemukan tergolek oleh warga setempat di tepi pantai yang berjarak sekitar 300 meter arah selatan dari tempat kejadian,” kata Koordinator Balawista Badung I Made Suparka ketika dihubungi ANT-

ARA di Denpasar, kemarin. Ia memperkirakan, memasuki hari ketiga, dua korban lainnya yang hingga kini belum diketemukan akan mengambang ke permukaan air laut. “Kedua korban yang belum ditemukan itu masing-masing Dwi Anggono (14) dan Bagus Dwi Prasetya (14), akan terus kami cari dan pantau di sepanjang Pantai Kuta,” ujar Made Suparka. Ia mengharapkan nelayan dan masyarakat pesisir pantai untuk segera melaporkan jika menemu-

kan korban yang terseret arus saat menikmati deburan ombak Pantai Kuta pada Senin sore (28/ 6) lalu. “Besar dugaan korban akan mengambang di permukaan laut, dan mudah-mudahan cepat terdampar ke pantai,” ujar Suparka yang mengerahkan seluruh anggotanya sejak hari kejadian untuk melakukan pencarian terhadap korban. Sebanyak lima siswa asak Klaten yang baru naik kelas, sore itu sekitar pukul 16.30 wita, mandi bersama di pantai

di sebelah utara bekas Hotel Anggrek Kuta. Korban yang baru beberapa menit menikmati deburan ombak, secara tiba-tiba muncul ombak besar yang menghantam mereka. Dua dari lima siswa yang mandi bersama-sama itu, berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga lainnya menghilang. Rombongan pelajar tersebut, menurut Wakil Kepala Sekolah SMPN I Karangdowo, Jateng, Sukarman, terdiri atas 140 siswa. (ant)

Ponsel dan Komputer PNS Semarang Dirazia SEMARANG - Ponsel dan komputer seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Rabu (30/6) dirazia. Razia ponsel dan komputer di lingkungan Pemkot Semarang tersebut, dilakukan oleh dua tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),

Badan Pengawas Daerah (Bawasda), Inspektorat Wilayah Daerah, dan bagian hukum sekretariat daerah Pemkot Semarang. “Sekarang lagi ‘panaspanas’-nya video porno Ariel dan Luna Maya. Untuk menghindari ‘image’ negatif PNS, maka dilakukan razia terhadap ponsel dan peralatan elektronik

seperti komputer para pegawai,” kata Sumardjo, kepala Bidang Pengendalian Operasional Satpol PP Semarang. Sumardjo menjelaskan dalam razia tersebut pihaknya tidak menemukan PNS yang menyimpan video porno. Ada satu PNS yang menyimpan fotonya sendiri di ponselnya,

akan tetapi masih dalam batasan wajar. “Operasi PNS rutin kita lakukan, tidak hanya di luar lingkungan kantor seperti di pasar dan mal, akan tetapi juga di lingkungan dalam Pemkot Semarang,” kata Sumardjo yang menyebutkan dalam razia tersebut satu tim terdiri dari 10 orang. (ant)

8

Gempa Guncang Padang PADANG - Gempa bumi Rabu petang lebih kurang pukul 17.54 WIB mengguncang wilayah pesisir pantai Sumtera Barat, dan getaran dirasakan di Kota Padang. Guncangan gempa terjadi membuat sejumlah warga kaget, bahkan ada yang ingin berupaya keluar rumah karena merasakan guncangan cukup mengejutkan. Namun, karena saat gempa terjadi hujan dengan intensitas

lebat mengguyur wilayah Kota Padang, warga keluar di pinggir rumah mereka. Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menunjukan, gempa berkekuatan 5,3 skala Richter (SR) dengan kedalaman 69 km berpusat di 61 km barat daya Pariaman, Sumatra Barat dan tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa pada 0,79 Lintang Selatan (LS) dan 99,59

Bujur Timur (BT). Satu jam sebelum gempa mengguncang, wilayah Padang diguyur hujan dengan intensitas lebat yang diserta petir dan angin kencang. “Saya cukup merasakan guncangan gempa, bahkan banyak warga sempat berhamburan keluar gedung,” kata Agung, warga Padang. Namun, masyarakat tidak sampai ke luar gedung tempat kerja karena hujan lebat. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 01 Juni 2010 | Suluh Indonesia by e-Paper KMB - Issuu