Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 9

Page 1

09 | 28 Oktober - 3 November 2013

Pemuda, ’’Miskin’’ Pemimpin Teladan Sumpah, Bukan Sampah

BANGSA TANAH AIR BAHASA

RP 20.000


DAFTAR ISI LAPORAN UTAMA lGenerasi Muda Bali Mesti Bangkit 6 lSumpah, Bukan Sampah 7 lPemuda, ’’Miskin’’ Pemimpin Teladan 8

FIGUR lHarapan Itu Masih Ada 9

lGusti Made Oka Sulaksana Nelayan dan Selancar 30 lPutu Gede Juni Antara Pantang Menyerah Meraih Mimpi 31 KRIMINAL l Ortu Cerai, Sejak Belia Bikin Susah Polisi 32 lMinim Tindakan Tegas Jumlahnya Tambah Banyak 34 EKONOMI l Sektor Kerajinan Beri Peluang Generasi Muda Berkembang 36 PARIWISATA l Mimpi Buruk bagi Wisata Bahari 38 l Reklamasi Lepas dari Sosioreligi Orang Bali 39 EVENT l ”Workshop Bebantenan Bayuh Pawotonan” 40

KILAS BERITA lBali Jadi Pulau Narkoba? 10 lWacana Pertanian Berkelanjutan 11 POLITIK lDibayangi Manipulasi Data Pemilih 12 LINGKUNGAN lKontradiktif Lapangan Golf di Kawasan Hutan Kintamani 14 lTak Ingin Investor Kabur 15 OPINI l Membersihkan Generasi Muda dari Virus Korupsi 16 JAJAK PENDAPAT l Menunggu Komitmen SBY Menjaga Bali 17 PENDIDIKAN lHati-hati Kelola Anggaran 18 lSMKN 3 Sukawati, Pencetak Seniman Nasibnya Tak Seindah Tariannya 19 MANCANEGARA lPerundingan Nuklir Iran Hadirkan Harapan 20 lJutaan Orang Kelaparan Konflik Perparah Derita 21 DAERAH lKawasan Pantai Lebih Lahan Pertanian Terancam22 lRadius Kesucian Pura pun Direvisi 23 KESEHATAN lSehat dengan Berjemur Ditimbun Pasir, dan Mandi 24 lPerlu Ditradisikan “Treatment” Konsep Rangkap Tiga 25 CENTER l Galungan Penjor Hiasi Pulau Dewata 26 OLAHRAGA l ”Zmajevi” Terbang ke Brazil 28 lMenuju ’’Playoff’’ dengan Keberuntungan 29

TRANSPORTASI l Jembatan Tukad Bangkung 42 TRADISI l Perang ’’Tipat Bantal’’ Wujud Rasa Syukur 44 lMelambangkan Kehidupan dan Kemakmuran 46 GAYA HIDUP lKeyzha Rama Jangan Hanya Bermimpi 48 lYang Muda yang Bergaya 49 HOBI lLangka, Mahal Sulit Dibiakkan 50

28 Oktober - 3 November 2013

3

3


DARI PEMBACA

Oktober 2013 dan Nilai di Dalamnya

B

ulan Oktober tahun 2013 ini perlu diresapi dengan hati nurani didorong pikiran yang suci kembali kepada jati diri sebagai evaluasi menuju shanti dan jagatdhita. Sebab dalam perjalanan sejarah ada terkandung nilai ritual dan spiritual serta lintasan sejarah sebagai cermin umat manusia, baik sebagai pemimpin dan masyarakatnya harus bersatu dalam meresapi semua ini. Tanggal 1 Oktober 2013 sebagai hari Kesaktian Pancasila. Di sini terkandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan betapa berbagai tantangan dihadapi dalam menuju bangsa yang berkeadilan dengan wawasan, kearifan, kesadaran dan ketulusan semua pihak mengantarkan rakyat ke kehidupan lebih baik. Tanggal 5 Oktober hari ABRI sebagai pijakan bersama bersatu menuju suasana harmoni dalam segala bidang. Bersatunya rakyat dengan ABRI bertekad menjaga kelestarian lingkungan. Tanggal 12 Oktober sebagai peristiwa menyedihkan terjadinya Bom Bali I. Kita harus berpegang kepada persatuan dan kesatuan, jika tidak porakporandalah kita. Kini kewaspadaan perlu ditingkatkan di semua bidang. Tanggal 22 sampai dengan 24 Oktober 2013 datangnya hari suci bagi umat Hindu yakni hari raya Galungan. Diperlukan pengendalian diri menghadapi berbagai tantangan. Mesti menguatkan kebersamaan antara pemimpin dengan rakyatnya. Sebab Galungan yang dimaknai kemenangan dharma melawan adharma diperlukan kesucian pikiran dan hati. Tanggal 28 Oktober hari Sumpah Pemuda sebagai tekad bersama menentukan satu bahasa, satu tanah air dan satu bahasa. Dalam Sumpah Pemuda tercermin nilai-nilai bersejarah akan terus mengumandangkan rasa persatuan dan kesatuan. Dalam Sumpah Pemuda ini juga tercermin Tri Kaya Parisudha dalam pikiran dan sikap, kejujuran dalam bertindak. I Made Jara Atmaja Jl. Nusa Indah, Gang II/3 Denpasar

B

Menjaga Budaya dan Kawasan Suci di Bali

ali dikenal dengan budaya dan keramahtamahan yang dimiliki masyarakatnya. Begitu pula Bali disebut Pulau Seribu Pura, dan berbagai sebutan menyanjung lainnya. Hal tersebut merupakan daya tarik wisata sehingga Bali digemari oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan demikian semestinya pemerintah ikut menjaga, bukan hanya mempromosikan dan memetik hasil dari kebudayaan yang dimiliki Bali. Sangat tidak pantas jika pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya justru mengubah dan menghancurkan tatanan budaya, religi maupun tanah Bali. Misalnya, reklamasi Teluk Benoa, Besakih yang dimasukkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Ini sangat disayangkan, mempromosikan Bali dengan cara mengusik dan mengorbankan tempat-tempat suci sebagai umpan untuk memenuhi kepentingan ekonomi semata. Seharusnya pemerintah ikut mengembangkan dan menata dengan baik tempat-tempat sakral/pura yang ada di seluruh Bali, sehingga menambah kepercayaan masyarakat Bali dalam melakukan berbagai kegiatan upacara. Bukan sebaliknya tempat yang sudah menjadi kepercayaan masyarakat kini dijadikan sebagai kawasan wisata dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kesakralan tempat tersebut. Bukan tidak mungkin nantinya akan dibangun berbagai sarana pendukung kawasan wisata seperti kafe, hotel/penginapan dan lain-lain di kawasan dekat pura atau tempat suci. Jika itu terjadi jelas akan menodai dan mengurangi nilai kesakralan tempat suci. Demikian pula reklamasi Teluk Benoa dapat menjadi bumerang bagi rakyat kecil yang berada di sekitarnya. Selain merusak lingkungan Bali, reklamasi juga akan berdampak negatif bagi masyarakat. Misalnya abrasi pantai semakin parah, mata pencaharian nelayan menurun drastis dan berbagai dampak penyakit sosial lainnya, seperti judi, prostitusi, penyakit dan sebagainya. Apabila semua itu terjadi apa yang akan terjadi pada alam dan budaya Bali ke depan? Kita bisa bayangkan kehancuran dan terganggunya keharmonisan Bali yang sudah dibangun oleh leluhur. Kita berharap pembangunan Bali tetap pada garis Tri Hita Karana yang kokoh. Pemerintah pusat, daerah dan petinggi Bali agar tidak lagi merusak Bali demi kepentingan ekonomi semata. Tetapi sungguh-sungguh melindungi dan menjaga alam, budaya, tradisi dan kawasan suci Bali. I Putu Eka Parananda Desa Besakih, Karangasem

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Sri Hartini, Suana, Sueca, Yudi Winanto Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Diah Dewi, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Widana. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Adnyana, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Budi Wiryanto Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

28 Oktober - 3 November 2013

4


5


LAPORAN UTAMA

Generasi Muda Bali Mesti

B

erikan aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, tetapi berikan aku satu pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia. Demikian pesan yang digaungkan Presiden pertama RI yang juga tokoh Proklamor Bung Karno. Tampaknya makna dari pesan itu masih sangat relevan dalam konteks pembangunan peradaban bangsa dan pembenahan kondisi bangsa Indonesia yang kini tengah karut-marut akibat korupsi di segala lini. Harapan besar untuk perubahan nasib bangsa memang ada di tangan pemuda dan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober ini diharapkan menjadi cambuk penyemangat bagi bangkitnya generasi muda Indonesia untuk berkarya demi bangsa. “Sejarah telah mencatat bahwa pemuda mempunyai peran besar dalam perjuangan mengubah nasib bangsa. Di pundak pemuda harapan perubahan itu tersemat dan momentum Hari Sumpah Pemuda mari kita jadikan refleksi agar generasi muda Indonesia khususnya generasi muda Bali bangkit berkarya untuk bangsa,” kata tokoh pemuda Hindu yang juga Rektor Universitas Mahendradatta Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III beberapa waktu lalu. Menurut Wedakarna gerakan Sumpah Pemuda perlu direvitalisasi dan digerakkan kembali oleh kaum muda terpelajar Indonesia. Sayangnya belum semua generasi muda mampu memaknai dan mengimplementasi spirit Sumpah Pemuda yakni bertumpah darah satu tanah Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Para generasi muda belum mampu meniru kiprah para founding father yang sejak muda sudah mempunyai semangat nasionalisme dan pengabdian untuk Indonesia. “Anak muda sekarang di bawah umur 30 tahun belum mempunyai wawasan nasional dan nusantara. Kami generasi muda Indonesia tidak menjadi seperti apa yang disampaikan saksi sejarah sekelas Roeslan Abdulgani (alm) bahwa generasi saat ini adalah generasi yang lebih bodoh dari generasi Soekarno-Hatta,” ujar Wedakarna yang juga Presiden The World Hindu Youth Organisation. Namun, Wedakarna meyakini anak muda Indonesia merupakan bagian dari masyarakat

6

cerdas. Ia pun optimis Indonesia bisa bangkit di tangan pemuda. “Buktinya generasi muda Indonesia bisa mengharumkan nama bangsa lewat Timnas Sepak Bola U-19. Ini suatu bukti generasi muda kita mulai bangkit,” katanya. Di sisi lainnya, ia menyayangkan peran generasi muda ikut membangun bangsa tanpa campur tangan serius dari pemerintah. Ironisnya lagi generasi tua yang kini duduk di elite pemerintahan dan elite politik belum mampu memberi keteladanan. Mereka lebih banyak terjebak dalam pusaran nafsu korupsi sehingga permasalahan bangsa kian rumit dan bangsa ini dibuat lelah untuk memerangi korupsi yang sudah merasuk di berbagai lini dan tingkatan pemerintahan. Bahkan, Wedakarna beranggapan generasi antara tahun 1966-1998 merupakan generasi yang sudah dicuci otak untuk menghadapi segala ketakukan, diskriminasi, pandangan sempit, inferior, dan itu merata di seluruh Indonesia. “Masalahnya, sekarang yang memimpin bangsa ini dan pejabat di trias politika baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif merupakan orang-orang yang masuk kategori lost generation (generasi yang hilang). Jadi kita tidak bisa berharap pada generasi tua kita yang masuk kategori lost generation. Jadi wajar ketika generasi tua kita tidak memberi kepercayaaan dan kesempatan kepada generasi muda menjadi pemimpin. Mereka hanya berkoar-koar memberi kesempatan pada generasi muda tapi mereka tidak legowo mendorong generasi muda menjadi calon pemimpin bangsa lewat posisi politik,” katanya. Kunci agar generasi muda Bali mampu bangkit melakukan perubahan atas kondisi Bali yang menghadapi berbagai tantangan globalisasi, lanjut Wedakarna, anak muda Bali harus berpendidikan tinggi. “Tidak hanya cukup S-1, kita harus menyiapkan generasi master dan doktor. Mereka yang bisa berhadapan dengan globalisasi adalah anak muda yang cerdas, menguasai bahasabahasa PBB, bisa mempertahankan martabat dan harga diri Bali, menguasai ilmu debat dan biasa berargumentasi, berani berhadapan dengan pendatang asing,” kata Wedakarna yang pernah menerima rekor MURI sebagai Rektor Termuda di Indonesia. Sayangnya, sistem pendidikan di Bali khususnya dan Indonesia umumnya belum

mampu menghasilkan anak muda yang siap berkompetisi di tingkat dunia. Sistem pendidikan Indonesia masih mengacu menghasilkan worker (pekerja) daripada leader (pemimpin). Ia pun berharap pemimpin Bali mampu menjaring dan menfasilitasi pendidikan generasi muda Bali yang jenius dan berprestasi namun lemah secara ekonomi. Di Bali ada lebih dari 300 sekolah menengah. Dan anak jeniusnya banyak. Harus ada sistem blue print yang bisa melacak generasi muda Bali yang pintar. “Mereka bisa disiapkan menjadi calon PNS atau calon-calon profesional. Satu tahun kita cuma merekrut 500 orang yang sudah jenius dan ketahuan prestasinya. Dalam kurun waktu 10 tahun kita punya generasi emasnya Bali dan tidak mungkin mereka tidak balas jasa kepada Bali. Tapi masalahanya apa pemimpin Bali mulai dari gubernur hingga bupati/wali kota punya komitmen untuk itu. Faktanya generasi muda Bali yang pintar setelah tamat SMA/ SMK dilepas begitu saja dan perguruan tinggi kita juga terkadang agak cuek dengan potensi itu,” pungkas Wedakarna yang pernah menerima gelar doktor termuda di Indonesia pada tahun 2008 saat berumur 27 tahun. Hal senada disampaikan akademisi IB Radendra Suastama. “Ketika spirit Sumpah Pemuda kita diabaikan dan dianggap sampah, sebetulnya kita telah lupa dengan sejarah. Kita generasi muda telah kehilangan jati diri,” ujar Radendra. Namun, Radendra tak menampik optimisme dan semangat generasi muda berjuang melakukan perubahan terkadang dipatahkan oleh perilaku generasi tua yang duduk di birokrasi pemerintahan, para elite politik di legislatif. “Terjadi krisis keteladanan dari generasi tua kita yang duduk sebagai pemimpin. Sangat sedikit bahkan tak ada yang layak menjadi contoh atau model ideal bagi pemuda,” ujar dosen Stimi Handayani itu. Dikatakan, pejabat yang korup, hipokrit, mengatasnamakan rakyat padahal hanya memperkaya diri, adalah contoh amat buruk. Pejabat seperti itu hanya memuaskan syahwat akan kekuasaan dan kekayaan. “Mereka adalah parasit bagi bangsa ini. Dan kami harapkan generasi muda mampu memperbaiki dan mengubah kondisi itu,” pungkas Radendra yang juga dosen politik Hindu di Unhi Denpasar. l Widana

28 Oktober - 3 November 2013

6


Bangkit Sumpah,

Bukan Sampah

S

Wedakarna

etiap 28 Oktober, selalu diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Seluruh siswa dari SD sampai SMA mengikuti apel bendera. Mereka pun hafal betul bunyi Sumpah Pemuda yang diucapkan oleh pemuda gagah berani 85 tahun lalu. Pada zaman itu ada banyak pemuda yang berkorban demi membela kesatuan bangsa dan negara. Tapi entah kenapa, semua itu menjadi monumental saja. Peristiwa demi peristiwa patriotisme zaman dahulu itu hanya terekam lengkap dalam buku sejarah. Namun pemuda tidak diberi contoh bagaimana dengan patriotisme tindakan, nasionalisme yang bisa terwujud dalam setiap aksi sosial kebangsaan. Contoh baik sebagai bukti patriotisme tindakan dari para orangtua benar-benar tenggelam di dalam hiruk-pikuk kepentingan: politik, ideologi, egoisme partai. Jadi jangan salahkan pemuda, kalau sekarang mereka tak lagi paham akan kepentingan bangsa. Sebab, mereka hanya melihat pemimpin dan tokoh yang harus dijadikan panutan hanya menghamba dengan pangkat, jabatan dan uang. Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia dari hasil rumusan rapat pemuda-pemudi Indonesia atau yang dikenal dengan Kongres Pemuda I dan Kongres Pemuda II. Nah, melalui kongres itulah kita bisa mengenal Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda I berlangsung di Jakarta, 30 April - 2 Mei 1926. Di kongres itu, mereka membicarakan pentingnya persatuan bangsa bagi perjuangan menuju kemerdekaan. Pada 27-28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia kembali mengadakan Kongres Pemuda II dan tepat pada 28 Oktober, dibacakanlah teks Sumpah Pemuda sehingga momen bersejarah tersebut ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Inti dari isi Sumpah Pemuda itu adalah Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa. Inilah yang selalu menjiwai pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda pun kemudian menjadi senjata ampuh untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dengan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kesadaran para pemuda Indonesia saat itu pun semakin kuat karena mereka tidak berjuang sendiri. Maka tak heran, Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia. Tokoh pemuda Bagus Santa Wardana yang juga Wakil Ketua Garda Pemuda NasDem Bali mengatakan, spirit dan nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda harus benar-benar merasuk dalam sanubari generasi muda lalu diimplemantasikan dalam keseharian. Generasi muda jangan tak acuh dan cuek dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda. Bahkan ia mengingatkan jangan sampai Sumpah Pemuda dilupakan dan dianggap sampah. “Sumpah Pemuda adalah warisan luhur dari generasi muda pada pendahulu kita sehingga spiritnya wajib kita teladani. Jangan Sumpah Pemuda dianggap sampah yang harus dijauhi dan dibuang,� ujar pria yang akrab dipanggil Gus Santa itu. Menurutnya, nilai-nilai Sumpah Pemuda oleh generasi muda Bali juga harus terimplementasikan dalam upaya menjaga Bali dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Ia mengajak momentum peringatan Sumpah Pemuda ini dijadikan tonggak sejarah pemuda Bali menggugat keserakahan para pemimpin Bali, menggugat perusakan alam dan lingkungan Bali, menggugat dieksploitasinya kawasan suci di Bali serta berkomitmen untuk menjaga alam lingkungan, budaya, adat istiadat serta manusia Bali. “Generasi muda Bali harus berada di garda terdepan membela Bali ketika para pemimpin dan elite politik telah berubah menjadi rampok, bermental korup, mengeluarkan kebijakan yang eksploitatif pada lingkungan Bali. Perubahan ada di tangan kita para pemuda. Cita-cita restorasi ada di pundak kita. Memang berat beban kita, tapi siapa lagi yang kita harapkan ketika wakil rakyat kita di legislatif cuek, ketika pemimpin kita di eksekutif juga tuli dengan aspirasi rakyat,� pungkas mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi Unud itu. l Widana 28 Oktober - 3 November 2013

7

Radendra MBP/dok

7


LAPORAN UTAMA

MBP/dok

Upacara bendera siswa SD

Pemuda, ’’Miskin’’ Pemimpin Teladan

M

asa depan bangsa ada di pundak generasi muda. Kalimat itulah yang sering didengungkan para pemimpin saat mengisi sebuah acara ataupun saat memberikan sambutan. Terlebih lagi pada hari Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap 28 Oktober. Sayang, kata-kata penuh pesan moral itu hanya menjadi teori tanpa praktik yang sesuai. Bahkan belakangan ulah para pemimpin telah mencederai kepercayaan generasi muda. Mereka para pemimpin asyik memikirkan diri dan kroninya. Akibatnya generasi muda “miskin” pemimpin yang bisa diteladani. Krisis pemimpin yang bisa jadi teladan menggiring generasi muda alami kegamangan. Banyak fenomena pemuda terlibat tawuran baik antar sekolah antargeng hingga antar kelompok. Di mana kejadian ini terjadi secara masif hampir di semua sektor kehidupan sosial generasi muda. Belum lagi generasi muda yang terlibat kasus kriminal, seperti pencurian, perampokan hingga pembunuhan. Kalau sudah begini, apa yang bisa diharapkan dari para generasi

8

muda ke depan sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini? Tokoh masyarakat Klungkung Dewa Gede Sena, mengungkapkan pemuda sudah tidak punya lagi tokoh pemimpin panutan yang layak diteladani. Dari lingkungan keluarga yang cenderung tidak mampu menyediakan waktu mengawasi anak-anaknya, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah hingga para pejabat pemegang amanah menegakkan hukum tak memberi ‘’pelajaran’’ yang baik. “Lalu ke mana pemuda harus bercermin? Pejabat-pejabat yang sekarang berkuasa, dulunya juga sebagai pemuda harapan bangsa. Namun nyatanya juga korupsi. Padahal tingkat kerusakan moral pemuda saat itu relatif tidak separah sekarang. Bisa dibayangkan bagaimana kelak jika pemuda sekarang tiba giliran memegang kekuasaan. Apa yang terjadi dengan bangsa ini?” tanya Ketua DPD LSM Jaringan Anti Korupsi (JARRAK) Bali ini. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Klungkung A.A. Gede Anom juga tidak menampik kondisi itu. Menurutnya krisis tokoh pemimpin yang

bisa jadi teladan benar-benar mengancam masa depan generasi muda. Bahkan, Ketua DPRD Klungkung ini menilai ulah pemimpin dari tingkat nasional hingga di daerah telah “meracuni” pola pemikiran generasi muda yang cenderung berperilaku sama. “Tentu situasi ini sangat memprihatinkan, di tengah harapan bangsa menaruh masa depan di pundak generasi muda,” ujarnya. Situasi ini juga membuat prihatin tokoh agama dan budaya, Dewa Soma. Dia menggarisbawahi untuk wilayah Bali, menurutnya, belum ada tokoh pemimpin yang pantas menjadi teladan. Pemimpin yang mengeksploitasi alam untuk kepentingan sesaat hingga komersialisasi kawasan suci untuk pariwisata sangat tidak layak jadi panutan. Dia mengatakan butuh waktu lama untuk mampu mengubah fenomena ini. Meski demikian, menurutnya, masih ada harapan mengubah penomena ini agar tidak semakin membudaya dan memupus harapan membentuk generasi muda yang berkualitas dari sisi inteletual dan budi pekerti. l Bagiarta

28 Oktober - 3 November 2013

8


FIGUR

Harapan Itu Masih Ada

W

ahai pemuda, masa depan bangsamu ada di tanganmu. Demikian selalu yang diucapkan pejabat ketika memperingati hari lahirnya Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Ini berarti bahwa nasib bangsa ada di tangan pemuda yang nanti berkuasa, bukan pada pejabat yang saat ini memimpin. Pernyataan ini pernah dikritisi oleh mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, ketika konferensi pemanasan global di Nusa Dua. Ketika itu, Emil Salim menyatakan nasib bangsa jangan digantungkan pada generasi muda. Tetapi bagaimana pejabat yang ada sekarang mewariskan lingkungan yang baik kepada anak cucu mendatang. Artinya, para pejabat harus berkata; apa yang bisa saya wariskan untuk generasi muda mendatang. Lalu apa kata Bupati Badung tentang fenomena itu? Ditemui akhir pekan lalu, A.A. Gde Agung mengakui, perjuangan generasi muda dalam membangun bangsa ini menuju arah lebih baik, akan sangat berat dan penuh tantangan. Dia juga tidak memungkiri, banyak generasi muda yang mungkin sudah kehilangan tokoh yang mampu menjadi panutan sekaligus inspirasi dalam pembangunan. Karena faktanya, banyak tokoh bangsa yang justru melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan atau tersangkut kasus hukum.

Meskipun demikian, Gde Agung menegaskan, harapan generasi muda untuk membawa perubahan itu masih ada. Peluang sangat terbuka jika generasi muda mampu memahami dengan benar semangat Sumpah Pemuda. “Saya optimis generasi penerus masih bisa membangun bangsa ini ke arah lebih baik,� ujar pang-lingsir Puri Ageng Mengwi ini. Kata dia, Hari Sumpah Pemuda seyogianya dimaknai atau dijadikan momen bagi generasi muda untuk merevitalisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar kebangsaan sudah harga mati dan tidak bisa ditawartawar lagi. Empat pilar inilah yang mestinya terus dijaga sehingga arah pembangunan ke depan tidak melenceng. Soal minimnya tokoh yang bisa dijadikan panutan, Gde Agung menyatakan, kita tidak boleh merasa pesimis. Menurutnya, tiap manusia pasti ada kekurangan dan kelebihannya, tak terkecuali para pemimpin. Sekarang tinggal bagaimana generasi muda bisa lebih bijaksana dalam menyikapi fenomena yang terjadi pada para pendahulu, tokoh dan pemimpin bangsa ini. “Generasi muda harus lebih cerdik. Ambil dan teladani sisi positifnya. Sementara sisi negatifnya, harus ditinggalkan,� kata Gde Agung. l Dedy

28 Oktober - 3 November 2013

9

9


K I L A S B E R I TA

Bali Jadi Pulau Narkoba?

P

rediksi Bali sebagai daerah pariwisata bakal rentan menjadi sasaran kejahatan trans-internasional, sepertinya mendekati kenyataan. Beberapa bandar narkoba internasional tertangkap di wilayah ini. Dari penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia (UI), tahun 2011 jumlah penyalahgunaan narkoba di Bali mencapai 63.734 orang. Penyalahgunaan barang telarang ini, paling banyak terjadi di wilayah Kuta, Kuta Selatan serta Kuta Utara. Yang lebih miris lagi, tahun ini diperkirakan 27.029 pelajar mengonsumsi narkoba dan jumlah ini akan terus meningkat. Tahun 2014 diprediksi meningkat menjadi sekitar 28.919 dan tahun 2015 menjadi 30.856 orang. Bahkan, narkoba sudah menyeruak masuk ke pelosok desa dan dilakoni oknum perangkat desa seperti di Ban, Karangasem dan di Sulangai, Badung. Bisa-bisa Bali jadi pulau narkoba! l Manik/Asih Pramana Wijaya

MBP/dok

KTT APEC, Nelayan Libur Seminggu Pengamanan KTT APEC demikian superketatnya. Warga yang tak berkepentingan dilarang menuju kawasan Nusa Dua selama perhelatan akbar itu digelar. Bandara Internasional Ngurah Rai bahkan sampai harus buka-tutup hanya untuk kelancaran, keamanan dan kenyamanan para delegasi. Tak hanya itu, pintu-pintu gerbang Bali diawasi ekstraketat dan nelayan di sekitar Nusa Dua maupun Bandara Ngurah Rai dilarang beraktivitas selama kurang lebih seminggu. Tak pelak, nelayan pun mengeluh karena pendapatan mereka jeblok karena tak bisa melaut selama sepekan. Adakah perhatian atau sekadar Thank You apalagi This for You buat mereka setelah perhelatan itu bubar? l Dedy Sumarthana

MBP/eka

10

28 Oktober - 3 November 2013

Macet Pindah-pindah? Sebenarnya siapa atau apa sih yang menyebabkan kemacetan? Dulu kemacetan di kawasan simpang Dewa Ruci Kuta, katanya disebabkan antrean kendaraan di traffic light dan teratasi dengan underpass. Tapi begitu jalan tol dibuka -- yang katanya untuk mengatasi kemacetan menuju Nusa Dua -- eh‌ kemacetannya malah pindah ke wilayah sekitar gerbang tol Benoa sampai ke wilayah Sesetan, Denpasar Selatan. Terus, beberapa ruas jalan di Denpasar juga sering macet, katanya karena padatnya arus kendaraan saat jam kantor dan sekolah maupun sepulangnya. Lantas, diusulkan mengubah jam sekolah. Apa tidak kemacetannya nanti malah hanya berpindah jam? Jadi, macetnya pun hanya berpindah-pindah, pindah lokasi dan pindah jam. l Sumatika


Wacana Pertanian Berkelanjutan

P

emerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mewacanakan menetapkan lahan pertanian berkelanjutan. Ditargetkan, minimal 18 ribu hektar luas lahan pertanian berkelanjutan yang tersebar di seluruh kecamatan di Badung, terdiri atas 10 ribu hektar lahan basah atau sawah dan 8 ribu hektar pertanian lahan kering. Hanya saja, sampai saat ini Perda RTRW Badung belum rampung sehingga pemerintah belum bisa menentukan, titik mana saja yang bakal dikategorikan sebagai lahan pertanian yang tidak boleh diutak-atik tersebut. Kalangan DPRD setempat sendiri malah khawatir, lahan pertanian yang sudah ditetapkan justru tidak mampu dipertahankan karena pembangunan sudah sedemikian pesat dan masif merambah lahan pertanian. Masyarakat atau investor sudah sedemikian rupa menyiasati aturan dan fatalnya tidak mampu diantisipasi pemerintah. Ini fakta di lapangan, bukan wacana! l Dedy Sumarthana

MBP/dok

Lelang Alkes RSUD Badung Terancam Diulang Dua kali lelang pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD Badung gagal dilaksanakan. Bahkan, lelang tahap ketiga juga tidak berjalan mulus. Dua rekanan mengajukan sanggahan terhadap PT Mapan Medika Indonesia (MMI) yang diumumkan sebagai pemenang lelang. Lelang alkes RSUD Badung pun kembali terancam diulang. Kapan RSUD kebanggaan Pemkab Badung ini lepas dari masalah sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal kepada krama Badung? l Dedy Sumarthana

MBP/dok

Digigit Anjing, Beli VAR Sendiri

MBP/dok

Bali bebas rabies sepertinya hanya wacana. Mengingat, belakangan masih ada kasus warga yang digigit anjing dan kesulitan untuk mendapatkan Vaksin Anti-Rabies (VAR). Di RS Sanglah, stok VAR dikatakan kosong dan beberapa pasien yang digigit anjing disarankan mencari VAR ke Rabies Centre lain atau membeli sendiri. Sementara harga VAR tidaklah murah dan pasien tak cukup mendapatkannya sekali. Rumor pun berembus, stok VAR sengaja dikatakan kosong dan pasien digiring untuk membeli secara swadaya. Karena kenyataannya, di tempat-tempat atau apotek tertentu VAR tersedia dalam jumlah cukup. Memang sial jika sampai digigit anjing. l Wira Sanjiwani 28 Oktober - 3 November 2013

11


POLITIK

D

Dibayangi Manipulasi Data Pemilih

aftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 diputuskan. Jumlah pemilih yang berhak menggunakan hak pilihnya mencapai 183 juta jiwa lebih. Mereka tersebar di 497 satuan kerja pengelola pemilu. Namun, DPT ini tetap dikritisi. Peluang terakomodasinya pemilih ganda termasuk pemilih yang sudah meninggal tetap terbuka. Terlebih, sejumlah KPU kabupaten/kota sempat gagal melakukan rapat pleno melakukan finalisasi daftar pemilih. Namun, memasuki pertengahan bulan Oktober, KPU pusat berhasil menetapkan DPT. Seluruh satuan kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat kabupaten/kota yang berjumlah 497 satuan kerja telah menetapkan DPT Pemilu 2014. Namun, DPT ini tetap dikhawatirkan disusupi kepentingan politis dengan melakukan manipulasi data pemilih. Terkait dengan penetapan DPT Pemilu 2014, Staf Ahli Tim Teknis KPU Partono Samino mengatakan, pihaknya telah menerima seluruh data DPT dari kabupaten/kota. Namun, sebagian dari data tersebut masih ada yang belum masuk dalam Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) KPU. “Masih ada beberapa daerah yang belum masuk Sida-

lih. Dari total DPT ada 97 persen yang sudah diunggah ke Sidalih. Sedangkan yang belum masuk Sidalih sekitar 4 juta pemilih,” ujarnya. Ia pun mengatakan sejumlah daerah Provinsi Jawa Tengah sebanyak dua juta pemilih, daerah Istimewa Yogyakarta sekitar 200 ribu pemilih, Papua Barat sekitar 700 ribu pemilih, Sumatera Utara sekitar satu juta pemilih, serta Sumatera Selatan 200 ribu pemilih. Sebelumnya, dalam proses pemutakhiran data pemilih ditemukan adanya beberapa yang menyebabkan penetapan DPT mengalami penundaan. Antara lain, adanya pemilih ganda maupun pemilih yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) tetapi tidak memiliki nama. Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengatakan hingga kini pihaknya belum mengeluarkan surat rekomendasi di kabupaten/kota mana pun di Indonesia untuk menunda penetapan DPT. Jika hingga batas akhir penetapan DPT ternyata masih ada daftar pemilih yang dianggap belum valid dan akurat, maka Bawaslu mempersilakan KPU memperbaiki daftar pemilih tersebut. Dia menilai, sepanjang data pemilih dinyatakan belum valid, maka sebaiknya

KPU tidak terburu-buru dalam menetapkan DPT. Sebab, akurasi dan validitas data akan menentukan kualitas daftar pemilih pada pemilu 2014 nanti. “Kami akan tetap meninjau akurasi DPT yang telah ditetapkan KPU tersebut. Walaupun tahapan pemilu rekapitulasi nasional dijadwalkan pada 23 Oktober 2013, tetapi jika ternyata DPT belum valid, tentu Bawaslu akan meminta KPU melakukan koreksi,” katanya. Sementara itu, Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menilai keterbukaan dalam penetapan DPT di kabupaten/kota sangat diperlukan agar tercipta transparansi dalam penyelenggaraan pemilu. “Tentu dalam memastikan keterbukaan ini KPU harus berkoordinasi dengan KPU Kabupaten/ Kota untuk memastikan proses penetapan itu berjalan terbuka sehingga semua pihak yang berkepentingan akan kualitas DPT ini pun dapat mengetahuinya, termasuk partai politik,” katanya. Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, DPT yang telah dimasukkan ke dalam sidalih suah mencapai 183.582.740 orang. (Data per 16 Oktober). Jumlah tersebut akan bertambah lantaran pemilih dari beberapa kabupaten/kota yang telah menetapkan DPT belum dimasukan ke dalam sistem. “Ada beberapa kabupaten/kota di beberapa provinsi yang belum masuk, sekitar empat jutaan pemilih. Diperkirakan rekap pemilih sekitar 187 jutaan, dari angka DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih) yang berjumlah 190 juta-an,” kata Ferry. Dira Arsana Surat suara yang akan menjadi media coblos saat pemilih menggunakan hak pilihnya di TPS.


Demo menentang penetapan UU Pemilu.

S

MBP/dok

Harus Tetap Dikoreksi

empat molornya penetapan DPT Pemilu 2014 mengindikasikan adanya masalah dalam penetapan DPT. Penundaan penetapan daftar pemilih tetap (DPT) menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas daftar pemilih pada Pemilu 2014 nanti. Apalagi persoalan DPT diwarnai dengan perbedaan data antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Kementerian Dalam Negeri. Menyikapi hal ini, mantan Ketua KPUD Kota Denpasar Ray Misno berharap tetap ada ruang koreksi terhadap DPT. Berdasarkan pengalaman, hingga babak akhir penyelenggaraan pemilu pergerakan pemilih sangat mungkin terjadi. Menurutnya, jeda enam bulan saat ditetapkan bulan Oktober 2013 hingga digelar Pemilu 9 April 2014 mendatang, pergerakan pemilih termasuk adanya pemilih yang masuk DPT meninggal sangat mungkin terjadi. ‘’Sebagai mantan komisioner KPU, saya tetap berharap ada

koreksi terhadap DPT. Setidaknya, petugas di tingkat KPPS nantinya melakukan koreksi daftar pemilih sebelum pencoblosan dimulai,’’ ujarnya. Ray Misno mengaku masalah daftar pemilih sangat potensial menjadi masalah krusial dalam penyelenggaraan pemilu. Terlebih proses pendataan sejak awal sarat polemik. ‘’Jangankan di tingkat pusat. Di tingkat kabupaten/kota yang wilayahnya terbatas pun potensi terjadi ketidakvalidan data pemilih sangat mungkin terjadi,’’ ujarnya. Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristanto juga sempat mengkhawatirkan penetapan daftar pemilih. ‘’Pengawasan terhadap pemerintah dan KPU harus ditingkatkan dengan melibatkan pihak lain yang memiliki kecakapan di bidang kependudukan,” ujarnya. Perbedaan data Kemendagri dan KPU, menurut Hasto, menunjukkan adanya masalah fundamental terkait daftar pemilih. DPT harusnya tidak hanya di-

lihat sebagai daftar teknis yang sekadar memuat daftar pemilih. Tetapi DPT merupakan cerminan hak rakyat yang berdaulat untuk dijamin hak konstitusinya untuk memilih. Jika masa perbaikan daftar pemilih tidak diawasi dengan baik, Hasto khawatir masalah DPT seperti pada Pemilu 2009 bisa terulang. Kurangnya pengawasan membuat manipulasi terhadap daftar pemilih tidak bisa dielakkan. “Saat itu secara khusus saya membuat pernyataan di atas meterai bahwa Pemilu 2009 sangat tidak demokratis karena diwarnai dengan manipulasi DPT. DPT saat itu dijadikan alat pemenangan untuk mempertahankan kekuasaan,” ujar Hasto. Dira Arsana Dari berbagai sumber

28 Oktober - 3 November 2013

13


LINGKUNGAN

Kontradiktif Lapangan Golf di Kawasan Hutan Kintamani

L

apangan golf masih terdengar asing di telinga masyarakat Songan, Batur, Kintamani, Bangli. Apalagi rencana lapangan golf itu dibangun di kawasan hutan. Hal ini kontradiktif dengan upaya pemerintah melestarikan kawasan hutan. Saat ini luas hutan terus menyusut di Bali. Khusus di Bangli penyusutan luas hutan terjadi karena ditebang dan dimasuki perambah hutan. Catatan Dinas P3 (Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan) Bangli, khusus di wilayah Kintamani tercatat 9.341,28 hektar. Dari luas hutan sebesar itu, hutan lindung 6.200,28 hektar, hutan produksi terbatas 435 hektar serta hutan wisata alam 2.000,75 hektar. Kini akan dibangun lapangan golf yang melahap lahan lebih dari seratus hektar khususnya di kawasan Penelokan, Batur, Kintamani. Hutan yang disasar adalah hutan wisata alam di kawasan Kintamani yang sebagian besar kritis. Kadis P3 Bangli I Wayan Sukarnata beberapa waktu lalu mengakui menyusutnya areal hutan

di kawasan Kintamani. Tak sedikit luas hutan beralih fungsi menjadi lahan perkebunan. Kini hutan lindung yang seharusnya dilestarikan justru beralih fungsi menjadi bangunan liar. Bangunan liar itu tumbuh di sekitar kawasan Pura Jati. Namun, terlepas dari upaya pelestarian Dinas P3, pihak pemerintah Bangli memiliki kebijakan kontradiksi terhadap kawasan berhawa sejuk ini. Malah Bupati Bangli Made Gianyar menyatakan kawasan ini sangat layak dibangun lapangan golf. Kesejukan udara ini dilatari pemandangan Gunung Batur yang memukau serta keindahan Danau Baturnya. Meski Bupati Bangli Made Gianyar mendukung, sejumlah warga Songan menolak proyek prestisius tersebut. Beberapa warga setempat mengaku kurang setuju. Alasannya beragam. Mereka khawatir setelah lapangan golf dioperasikan, kawasan itu steril dari masyarakat sekitar. Pedagang kecil sulit mengais rezeki

di kawasan itu. Kekhawatiran lain penyedotan air Danau Batur untuk menyiram padang rumput golf begitu banyak. Hal ini dikhawatirkan mengganggu kepentingan masyarakat yang memanfaatkan air Danau Batur. Di samping danau untuk penyeberangan boat ke Trunyan, airnya dimanfaatkan untuk menyiram tanaman hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, kol dan keramba. ‘’Kami belum butuh adanya lapangan golf. Karena bagi saya pribadi, keberadaan lapangan itu tidak akan mampu menjadi sumber nafkah masyarakat di sini. Melainkan itu hanya akan menyuburkan segelintir oknum saja,’’ tukas Bendesa Songan Ketut Kinia yang ditemui beberapa waktu lalu. Kinia juga sangat menyayangkan rencana proyek tersebut yang disebut-sebut akan dibangun di kawasan hutan. Menurutnya, semestinya di tengah maraknya perambahan, hutan di Kintamani mesti terus dijaga sebagai paru-parunya Bangli. ‘’Kenapa harus lapangan golf, kenapa tidak dibiarkan hutannya. Apalagi selama ini hutan di Kintamani terus menyusut akibat


perambahan,’’ ungkapnya. Tak hanya masyarakat yang tak tahu soal rencana golf itu. Anggota dewan juga banyak yang tak tahu rencana tersebut. Awalnya, proyek yang dikabarkan akan dibangun di seputaran Yeh Mampeh itu sempat menggema sekitar sepuluh tahun silam. Namun akhirnya redup setelah mendapat sejumlah penolakan dari warga setempat. Tetapi, tiba-tiba, gaung proyek yang disebut-sebut akan mampu menyejahterakan masyarakat itu kembali mencuat awal Oktober ini. Rencana tersebut sempat dipresentasikan oleh pihak investor ke DPRD Bangli. Hanya dari presentasi tersebut, tidak dicapai titik temu karena investornya dianggap tidak jelas. Selanjutnya, dalam rapat kerja pembahasan Perda RTRW beberapa lalu, pihak eksekutif diam-diam telah mengeluarkan rekomendasi. Rekomendasi itu cukup mengejutkan, lantaran sebelumnya dewan merasa tidak pernah diajak berkoordinasi. Namun desas-desus yang beredar lolosnya rekomendasi itu akibat campur tangan oknum petinggi dewan. Mewakili masyarakat kecil, Bendesa Songan Ketut Kinia mengaku hanya bisa pasrah terhadap rencana itu. Apalagi pemegang keputusan tertinggi di Bangli Bupati Made Gianyar telah memuluskan rencana tersebut. Swasrina Manuaba

Tak Ingin Investor Kabur

B

upati Bangli Made Gianyar buru-buru memberikan keterangan pers merespons penolakan masyarakat. Dia terang-terangan menyampaikan dukungan atas rencana lapangan golf di Batur, Kintamani karena pihaknya tak ingin investor kabur. Orang nomor satu di bumi sejuk itu menegaskan rekomendasinya baru sebatas dukungan. Bupati asal Desa Bunutin, Bangli ini menyatakan dukungan itu terkait pengembangan sarana wisata alam di Taman Wisata Penelokan Bangli. ‘’Ini belum rekomendasi teknis, baru sebatas mendukung keinginan investor. Tetapi saya tidak ingin memperlambat keinginan investor yang akan membangun Bangli,’’ katanya. Makanya dia mencoba memformulasikannya dengan mengeluarkan rekomendasi dukungan terkait rencana pengembangan sarana wisata alam termasuk di dalamnya lapangan golf. Menurutnya, dalam rekomendasi yang dikeluarkannya 23 Juli 2013 itu, Bupati Made Gianyar memberikan penekanan beberapa poin syarat yang harus dipenuhi investor PT Anyar Asri Pratama dalam melakukan pembangunan di wilayah Batur. Di antaranya, Bupati mengharapkan niat investor membangun Bangli tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Hindu, tidak bertentangan dengan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat, tidak bertentangan dengan nilai-nilai kelestarian lingkungan, termasuk pengembangan di kawasan geopark, serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Soal rekomendasi itu dianggap siluman oleh anggota dewan, Bupati Made Gianyar mengaku surat rekomendasi yang dikeluarkannya itu sebelumnya sudah mendapat persetujuan Ketua DPRD Bangli. Jadi tidak ada lagi alasan anggota dewan tidak tahu-menahu rencana tersebut. ‘’Pikiran kita di eksekutif seperti ini, pikiran dewan juga seperti ini. Sehingga eksekutif itu tidak selalu ada di posisi disalahkan. Tidak ada investor, kita dikoreksi, sudah datang investor juga salah. Di mana letak benarnya bupati,’’ keluhnya. Bupati Made Gianyar meyakini, adanya lapangan golf di kawasan itu, selain akan membuat lingkungan Kintamani makin asri. Keberadaan lapangan golf itu juga berkontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan pengerukan material untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, perlahan beralih ke sektor pariwisata. ‘’Kalau dibiarkan begitu saja alam akan rusak oleh perut manusia. Kita ingin mengubah mindset, dari penggali batu ke sektor pariwisata,’’ imbuh Gianyar. Sementara itu, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bangli selaku pihak pengelola kawasan taman wisata alam di Bangli mengaku belum tahu soal rencana tersebut. ‘’Sejauh ini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi. Kami hanya tahu itu dari pemberitaan media akhir-akhir ini,’’ kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bangli Ketut Catur Marbawa, akhir pekan lalu. Catur memaparkan, sejatinya keberadaan hutan konservasi yang di dalamnya termasuk Taman Wisata Alam Penelokan dan Taman Wisata Alam Batur pengelolanya ada di bawah wewenang BKSDA. Namun pada akhirnya semua keputusan terkait pemberian izin rencana proyek tersebut ada di Kementerian Kehutanan. Menanggapi rencana lokasi proyek tersebut, menurutnya, ada sedikit kekeliruan dalam rekomendasi Bupati yang memberikan dukungan terhadap investor untuk membangun lapangan golf di kawasan Taman Wisata Alam Penelokan. ‘’Kalau menurut saya, maksud Bupati itu bukan di TWA Penelokan, tetapi di TWA Batur, itu yang lebih memungkinkan,’’ imbuh Catur. Jika dilihat lokasinya, menurutnya, lebih memungkinkan rencana tersebut dibangun di kawasan TWA Batur. Hal itu karena lokasi taman wisata alam Penelokan berada di kawasan atas, sedangkan TWA Batur berada di kawasan bawah. Catur memaparkan, luas Taman Wisata Alam Penelokan saat ini seluas 540 hektar, sedangkan luas TWA Batur seluas 2000,75 hektar. Namun pihaknya sangat menyayangkan maraknya perambahan hutan yang dilakukan oleh oknum masyarakat secara ilegal dengan mengubah hutan konservasi menjadi areal perkebunan. Swasrina Manuaba

28 Oktober - 3 November 2013

15


OPINI

Membersihkan Generasi Muda

dari Virus Korupsi

K

Sebenarnya korupsi telah ada sejak ita tidak bisa menutup mata dulu kala, sejak zaman kejayaan Kong terhadap kenyataan bangsa Fu ze, telah menganggap bahwa stabilitas khususnya kondisi pemuda saat dalam masyarakat akan terjadi jika minini. Belakangan para pemuda imnya ketidakadilan. Artinya semakin mengalami degradasi dalam fungsinya besar ketidakadilan semakin besar pula sebagai nasionalis muda yang semestinya kemungkinan stabilitas akan terganggu siap mengambil tongkat estafet para pentermasuk stabilitas keuangan sebuah dahulunya. Pemandangan penyedihkan negara. Selanjutnya, Plato berpendapat justru marak kita lihat, sangat bertentanbahwa untuk mewujudkan stabilitas harus gan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda dimulai terpenuhinya kebutuhan pokok yakni persatuan dan kesatuan pemuda masyarakat bawah, dan juga tergantung sebagai sebuah bangsa yang utuh secara pada cara kelompok elite memimpin yang ideologi, tanah air, dan tatanannya. Geng tercermin dari budaya memimpin dan motor, tawuran, ormas-ormasan yang kepemimpinan sebagian besar masyarakat tidak jelas tujuannya, juga telah menjadi Indonesia. nila mengotori kemurnian kebangkitan Menyelamatkan generasi muda dari pemuda menuju bangsa yang besar dan virus korupsi, atau dengan kata lain memberadab. IGB Rai Utama, S.E., MMA., M.A. bangun generasi muda antikorupsi salah Kalau dulu musuh kita para penjajah, kini sangat sulit kita temui musuh seperti apakah yang satunya bisa dengan membangun kejujuran sejak usia dini. sedang kita hadapi. Musuh bersama bangsa Indonesia saat Korupsi saat ini telah mengalami mutasi, tidak hanya berini adalah kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. bentuk uang namun lebih daripada itu yakni berupa hal-hal Ketiga hal tersebut tidak akan terjadi jika korupsi tidak kecil pada awalnya seperti: mengkatrol nilai siswa saat ujian merajalela di negeri kita. Pada konteks korupsi, bukan padahal siswa tersebut seharusnya belum lulus, mencatat banyak atau sedikit jumlah orang yang terlibat atau berapa miskin warga yang sebenarnya sudah tidak terkategori misbesar jumlah uang yang dikorupsi, tetapi lebih pada akibat kin, dan banyak hal yang tidak sesuai dengan etika, moral, yang ditimbulkan bagi masyarakat luas adalah paling tepat dan estetika dalam bermasyarakat yang beradab. Hukum yang tidak mampu menghukum, Lembaga Pemasyarakatan untuk mengukurnya. Meluasnya praktik korupsi bahkan sudah merambah yang tidak mampu lagi menyadarkan para penghuninya, secara luas kalangan generasi muda yang diharapkan akan semakin langkanya keteladanan untuk hidup ‘bersih’ dari muncul sebagai pemimpin di masa depan. Kita prihatin para pemimpin, telah ‘mendidik’ generasi muda kita untuk menyaksikan daftar jumlah koruptor muda yang ditangkap permisif terhadap perilaku koruptif. Bahkan mereka cenddan ditahan. Mereka datang dari berbagai latar belakang, erung ‘terdidik’ oleh kian maraknya kasus-kasus korupsi ada politisi, akademisi, berbagai organisasi, birokrasi dan yang menjerat para pemimpin dan elite. Sudah saatnya kita menambah lapis pertahanan dengan sebagainya. Apabila virus korupsi ini menjadi kuat mencengkeram kaum muda bangsa ini, bagaimana mungkin pendekatan budaya dan membangun kejujuran. Karena melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang bersih begitu parahnya kondisi korupsi dan besarnya dampak yang ditimbulkannya, sudah selayaknya semua komponen dan bertanggung jawab terhadap perjalanan bangsa ini? Perubahan budaya adalah pilihan yang paling mungkin masyarakat berpadu pacu untuk mencari jalan keluar menuntuk mengurangi tindak korupsi. Perubahan terhadap gurangi tindak korupsi. Tentunya usaha yang terbaik adalah perilaku para pemuda, para orangtua, guru, para pimpinan dimulai dari diri sendiri untuk tidak toleran dengan hal-hal perusahaan, dan penerapan hukum melekat pada sebuah yang mengarah pada tindakan korupsi seperti disuap dan budaya dalam masyarakat itu sendiri adalah metode dan menyuap sekecil apa pun bentuknya. teknik yang mungkin sangat ampuh. Perubahan ‘mental Penulis, pengajar matakuliah Pendidikan Anti-Korupsi software’ harusnya telah terbentuk sejak masa kanak-kanak tingkat Perguruan Tinggi dan Wakil Rektor Bidang Akadari apa yang pernah dipelajari hingga seseorang bertumbuh demik dan Kemahasiswaan Universitas Dhyana Pura Bali menjadi dewasa.

16

28 Oktober - 3 November 2013

16


JAJAK PENDAPAT

Menunggu Komitmen SBY Menjaga Bali

P

ura Watu Klotok di pesisir pantai Watu Klotok, Klungkung tak berdaya menghadapi gempuran ombak. Tembok panyengker-nya luluhlantah diterjang ombak. Pelatarannya pun menyempit terkikis air laut. Pemandangan serupa juga terpapar di Dermaga Gunaksa. Proyek Dermaga yang kini terbelit masalah hukum ini juga porak-poranda. Proyek yang telah menelan dana puluhan miliar ini tak berwujud diterjang ombak. Kerusakan ini diyakini akibat salah kelola terhadap pesisir dan alam Bali. Reklamasi Pulau Serangan telah menimbulkan bencana lingkungan di sepanjang bibir pantai timur Bali. Fakta ini pun membuat rakyat Bali makin miris dan waswas hidup di tanah Bali. Selain alamnya makin mengecil dan bopeng, persaingan hidup juga makin sulit. Kerusakan lingkungan yang parah membuat petani dan nelayan Bali terpinggirkan. Ironisnya, ketika alam Bali di ambang kehancuran aliran investasi dan pembangunan infrastruktur padat modal membuat alam Bali makin sesak. Di tengah keprihatinan terhadap nasib alam Bali, sejumlah komponen pun mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk ikut mengajegkan Bali. SBY diharapkan mengambil langkah nyata untuk menjaga Pulau Bali. Namun, aksi nyata terhadap komitemen SBY ikut menjaga Bali diragu-

Yakinkah Anda SBY akan melakukan langkah-langkah nyata dan serius dalam penyelamatan alam dan budaya Bali? Tidak Yakin 63%

Yakin 32%

MBP/dok

Abrasi menggerus kawasan pantai Jumpai, Klungkung. Kerusakan lingkungan yang makin parah membuat Bali mengecil dan bopeng.

kan. Hal ini terungkap ketika Pusat Data menggulirkan jajak pendapat terkait dengan komitmen Presiden SBY ikut menjaga Bali. Berdasarkan tabulasi jawaban responden, 63 persen responden mengaku tidak yakin ke depan akan ada agenda khusus dalam penyelamatan alam Bali. Responden berharap Presiden SBY memerintahkan pemimpin Bali membuat kebijakan yang memihak kepentingan alam dan budaya Bali, bukan mengedepankan kebijakan ekonomis -pragmatis. Selebihnya, 32 persen responden yakin SBY akan mengambil langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan alam Bali. Hal ini tercermin dari kesediaannya untuk ikut menandatangani prasasti Ajeg Bali. Selebihnya, 5 persen responden tak memberikan respons atas pertanyaan ini. Menyikapi hasil jajak pendapat ini, Ketua Yayasan Pengembangan Sanur (YPS) Ida Bagus Sidharta Putra mengingatkan semua pihak harus kembali ke alam. Kebijakan pengelolaan pemerintahan termasuk pendekatan politik dalam membangun Bali, harus tetap berorientasi pada upaya-upaya penyelamatan alam dan budaya Bali. ‘’Alam sebagai wari-

san leluhur ini patut dijaga demi keberlanjutan pariwisata Bali, jangan sampai mengusik kelestarian lingkungan. Apa artinya, kalau alam rusak, pantai abrasi, ekosistem tidak lagi terjaga,’’ ujarnya. Ia pun mengingatkan pemimpin Bali terkait konsep nyegara-gunung yang sangat disucikan di Bali. Menurutnya gunung dan pantai adalah ruang harmonisasi untuk keseimbangan alam. “Konsep ini mengingatkan kita agar secara sadar menghormati alam semesta ini dengan jalan memelihara pantai, laut kebersihan dan sebagainya. Mari kita pelihara laut dan gunung,’’ sarannya. Untuk itu, ia berharap tak hanya pemerintah Bali yang harus dan wajib menjaga Bali. Presiden SBY selaku kepala negara juga harus menjabaran komitmennya menjaga Bali. Masalahnya, Pemerintah Pusat selama ini tetap memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan internasional, regional dan nasional sepanjang tahun. Pilihan ini harus diimbangi dengan aksi nyata menjaga Bali, bukan sebaliknya menjadi penikmat alam Bali. l Dira Arsana/Parwata 28 Oktober - 3 November 2013

17

Tidak Tahu 5% grafis:asd/BaliPost

17


PENDIDIKAN

MBP/eka

Para guru di lingkungan SMAN 1 Semarapura ketika datang ke Pengadilan Tipikor Denpasar guna memberikan dukungan moral kepada Kasek yang tengah terbelit kasus dugaan korupsi penggunaan uang komite.

Hati-hati Kelola Anggaran

K

asus yang saat ini membelit Kepala SMAN 1 Semarapura Nyoman Mudjarta harus dijadikan pelajaran berharga para praktisi pendidikan di Bali untuk lebih berhati-hati, transparan dan akuntabel dalam mengelola anggaran sekolah. Orang nomor satu di sekolah favorit itu kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum lantaran tersandung kasus dugaan korupsi penggunaan uang komite di SMAN 1 Semarapura. Mengantisipasi agar kasus serupa tidak sampai terjadi di Denpasar, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar belum lama ini secara khusus mengundang Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab dan Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Bali Didik Krisdianto untuk memberikan pencerahan kepada para kepala sekolah, kepala tata usaha sekolah dan perwakilan guru di Denpasar. Intinya, para pelaku dunia pendidikan itu diingatkan untuk berhati-hati dan tidak main-main dalam penggunaan anggaran sekolah. Umar Ibnu Alkhatab mengingatkan segenap komponen pendidikan menggunakan anggaran sesuai aturan. Jangan cobacoba untuk melabrak aturan karena hal itu akan berakibat fatal. ‘’Tugas dan fungsi Ombudsman juga untuk mencegah dan mengawasi terjadinya tindakan maladministrasi. Saya mengingatkan pihak sekolah untuk tidak melakukan pungutan yang tidak ada dasar hukumnya. Kalau mau aman, taati saja aturan hukum yang ada,’’ katanya mengingatkan. Hal senada juga dilontarkan Kepala BPKP Perwakilan Bali,

Didik Krisdianto. Dia mengingatkan seluruh pengelola sekolah negeri untuk transparan dalam mengelola dana. Selain itu, pihak sekolah juga didesak meningkatkan pengetahuannya soal penggunaan anggaran. Pasalnya, banyak kasus penyimpangan dana terjadi lantaran ketidaktahuan pengelolaan. ‘’Transparansi pengelolaan dana di sekolah harus dilakukan,’’ pintanya. Guna mengantisipasi kesalahan dalam pengelolaan karena ketidaktahuan, kata dia, pihaknya siap memberikan pendampingan. Apalagi, banyak kasus atau pelanggaran yang terjadi selama ini lebih dikarenakan pada faktor ketidaktahuan para pengelolaannya. Dia juga memberikan tips terbaik dalam mengelola keuangan adalah dengan transparan dan terjaga akuntabilitasnya. ‘’Jika sudah transparan, maka akan mudah diketahui jika ada kesalahan sejak awal,’’ kata Didik Krisdianto yang pada pertemuan dengan praktisi pendidikan itu banyak memberikan rambu-rambu tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dalam pengelolaan dana pendidikan. Kepala Disdikpora Denpasar IGN Eddy Mulya mengatakan, pihaknya sengaja mengundang dua lembaga tersebut dengan harapan agar aparatur pemerintah, khususnya yang ada di lingkungan Disdikpora Kota Denpasar paham mengenai penataan tata kelola keuangan yang benar. Dengan demikian, dia berharap tidak ada lagi keragu-raguan dalam mengelola keuangan daerah, khususnya terhadap dana partisipasi masyarakat yang dikelola pihak sekolah maupun yang lain. l Sumatika


MBP/Sueca

Salah satu atraksi baleganjur yang dibawakan siswa SMKN 3 Sukawati.

SMKN 3 Sukawati, Pencetak Seniman

Nasibnya Tak Seindah Tariannya

S

epak terjang SMKN 3 Sukawati, Gianyar (dulu bernama Kokar - red) mengalami pasang-surut. Meski harus diakui bahwa SMKN 3 Sukawati adalah gudang dan produsennya seniman muda Bali. Mereka cikal-bakal seniman adiluhung Bali dan pencetak maestro di bidangnya. Namun sayang nasibnya tak seindah tari dan kreasi kerawitan yang ditampilkannya. Kepala SMKN 3 Sukawati Drs. I Ketut Suandi Gunastra, M.Pd. menyatakan sebenarnya lulusan SMKN 3 Sukawati tersebar di seluruh Bali dan ngayah di semua sekolah di Bali. Sayangnya, hingga kini sekolah dan alumninya kurang mendapat perhatian Pemkab dan Pemrov Bali. Nasib lulusan seni pertunjukan, kata dia, jarang masuk formasi di seleksi CPNS. Jurusan Seni Pertunjukan tersebut meliputi seni tari, kerawitan, musik dan pedalangan. Di satu sisi jumlah siswanya tergolong kering, apalagi untuk pedalangan hanya diminati empat siswa/tahun. Di sisi lain, nasibnya juga tak jelas karena jika ada untuk formasi guru SMK, itu pun bukan untuk seni pertunjukan. Padahal kita bersama memahami, guru seni itu perlu di semua jenjang pendidikan jika ingin melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali. Bahkan, SMK bidang seni pun kenyataanya masih kekurangan guru seni. Justru sebaliknya SMK banyak digelontor guru sains.

Tak mau menyerah pada nasib, kini Suandhi Gunastra pun mengubah paradigma, yakni SMKN 3 Sukawati kini menjadi SMK berbasis seni plus pariwisata. Konsep ini diperoleh Gunastra, karena pariwisata Bali tak bisa dilepaskan dari seni budaya masyarakatnya. Maka tak salah kalau dia berobsesi mencetak tenaga kerja siap pakai di dua bidang ini sekaligus. Bagi siswa jurusan seni dipoles juga kompetensi pariwisatanya. Sebaliknya, siswa di jurusan pariwisata juga wajib menguasai seni. Inilah konsep teori konvergensi yang diterapkan Suandi Gunastra untuk memberi ruang gerak lapangan kerja yang lebih luas bagi lulusannya. Jika dulu jurusan seni pertunjukan hanya terpaku menjadi guru di bidangnya, kini mereka sudah menjadi SDM siap pakai di bidang pariwisata. Hasilnya bisa dilihat sekolah tersebut kini memiliki 700 siswa, tak lagi hitungan satuan. Bahkan, tiap tahun siswanya mendapat beasiswa khusus dari pusat. Salah satu terobosan yang diwujudkan Suandi Gunastra, yakni memperjuangkan sekolahnya untuk mendapatkan bus pariwisata. Bus itu kini sudah parkir di halaman depan SMKN 3 Sukawati. Prinsipnya, kata dia, bus ini bisa digunakan siswa untuk ngayah ke pura-pura, sebagai media edukasi tepatnya lab praktik bagi siswa seni pertunjukan dan pariwisata. l Sueca 28 Oktober - 3 November 2013

19


MANCANEGARA

I

Perundingan Nuklir Iran Hadirkan Harapan

ran dan keenam negara berpengaruh yang dijuluki P5+1 telah menyelesaikan perundingan tentang program nuklir Iran pekan lalu, di mana kedua pihak menggambarkan perundingan itu penuh harapan. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan perundingan antara Iran dan kelompok yang dijuluki P5+1 menghasilkan keputusan yang berorientasi ke depan dan bahwa perundingan putaran baru dijadwalkan berlangsung di Jenewa tanggal 7 – 8 November. Catherine Ashton yang memimpin perundingan dengan Iran atas nama P5+1, tidak mengungkap rincian substansi pertemuan itu. Ia membaca pernyataan yang dikeluarkan oleh kedua pihak – Iran dan kelompok enam negara – dan mengatakan negara-negara di dunia mengamati dengan seksama usul Iran untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang sudah mencapai satu dekade dengan pihak Barat. Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menggambarkan perundingan itu bermanfaat dan mengatakan ia berharap adanya tahap baru dalam hubungan Iran dengan negara lain. Tetapi, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov dan seorang perunding penting di pihak Iran justru menyatakan bahwa hasil tersebut tidak menjamin kemajuan lebih jauh. Perundingan itu mempertemukan pejabat-pejabat Iran dan wakil-wakil dari Amerika, Inggris, Cina, Perancis dan Rusia ditambah Jerman. Tuntutan utama P5+1 mencakup persetujuan Iran atas verifikasi komprehensif program nuklirnya dengan

pemeriksaan mendadak oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan pengurangan dalam kadar pengayaan uranium Iran. Zarif juga mengatakan usul Iran mencakup tiga tahap yang dapat menyelesaikan krisis nuklir dalam waktu satu tahun, di mana langkah pertama dapat dicapai dalam waktu satu atau dua bulan atau bahkan kurang. Usul Iran bertujuan untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa program nuklirnya bertujuan damai. Sebagai imbalannya, Iran berupaya melonggarkan sanksi-sanksi internasional yang sebelumnya diberlakukan untuk memaksa Iran menyudahi aktivitas pengayaan uraniumnya. Perundingan di Jenewa ini merupakan yang pertama sejak Presiden Hassan Rouhani terpilih dalam pemilu Iran bulan Juni lalu. Ia berjanji akan memimpin upaya diplomatik untuk melonggarkan sanksi-sanksi ekonomi terhadap Iran, tetapi pejabat-pejabat P5+1 telah mengatakan bahwa Iran harus membuktikan ketulusannya lewat langkah-langkah konkret sebelum sanksi-sanksi itu dapat dilonggarkan. Dalam perundingan sebelumnya, keenam negara itu telah menyerukan pada Iran untuk mengirim persediaan uraniumnya yang diperkaya dengan kemurnian hingga 20 persen ke luar negeri. Uranium dengan kadar kemurnian itu dapat diubah menjadi senjata nuklir. l Gugiek Savindra

MBP/ap

20

28 Oktober - 3 November 2013


Jutaan Orang Kelaparan Konflik Perparah Derita Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan BangsaBangsa (FAO) mengungkapkan bahwa masih ada 842 juta orang hidup dalam kelaparan setiap hari di seluruh dunia. Meskipun demikian, FAO mencatat jumlah orang kelaparan di dunia telah turun dalam beberapa tahun terakhir, terutama berkat pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang dan produktivitas pertanian yang tinggi. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, efisiensi, manajemen yang baik, dan keberlanjutan sistem makanan sangat penting untuk mengakhiri kelaparan dan kekurangan gizi, termasuk melindungi lingkungan. “Kunci bagi gizi yang lebih baik, dan akhirnya menjamin hak masing-masing orang ke pangan, terletak pada pendekatan lebih cerdas sistem pangan yang lebih baik, kebijakan dan penanaman modal yang mencakup lingkungan hidup, manusia, lembaga dan proses produk pertanian dihasilkan, diproses dan dibawa ke pelanggan dengan cara yang berkesinambungan,” katanya. Kepala Program Pangan Dunia (WFP) Ertharin Cousin mengatakan, tidak ada waktu untuk “kelelahan memberi.” Dia mengingatkan krisis kemanusiaan di seluruh dunia seperti di Korea Utara dan Yaman yang berisiko dilupakan. “Tantangan terbesar adalah memastikan kita tidak melupakan konflik-konflik yang di

MBP/ap

luar perhatian media. Krisis makanan tidak hanya memengaruhi negara-negara di mana orang-orang kelaparan,” katanya. FAO juga menyoroti tingginya jumlah anak yang mengalami kekurangan gizi. Menurut data FAO sekitar 165 juta anak-anak kekurangan gizi. Akibatnya mereka tidak akan pernah mencapai potensi penuh kemampuan kognitif dan fisik mereka. Sebanyak dua miliar orang di dunia kekurangan vitamin dan mineral penting bagi kesehatan. Sedangkan 1,4 juta orang kelebihan berat badan. Anak-anak dengan gangguan pertumbuhan mungkin berisiko lebih besar terkena obesitas dan penyakitpenyakit ketika dewasa. Kondisi ini juga membuat kaum ulama di Suriah mengeluarkan fatwa menghalalkan daging anjing, kucing, dan keledai di tengah meluasnya ancaman kelaparan yang mendera negara yang dilanda konflik berkepanjangan itu. Fatwa dikeluarkan menyusul beredarnya sejumlah video amatir yang menunjukkan anak-anak tak berdosa yang sedang mengalami kelaparan akut. Tentu ini menjadi peringatan bagi banyak negara, termasuk Indonesia, agar semakin menjaga tidak hanya ketersediaan pengan namun juga pemerataannya. l Gugiek Savindra

28 Oktober - 3 November 2013

21


DAERAH

Kawasan Pantai Lebih

Lahan Pertanian Terancam

B

eberapa tahun silam kawasan Pantai Lebih dan sekitarnya sangat memberi arti bagi masyarakat setempat. Lahan pertanian sekitar pantai tersebut cukup subur sehingga kegiatan bertani cukup produktif. Selain hamparan sawah, di kawasan yang memiliki pantai cukup indah itu, juga memberikan kehidupan bagi nelayan. Tangkapan nelayan saat itu cukup menjanjikan. Maka tak heran pula, sejalan dengan itu, muncul di tepi Pantai Lebih warung-warung makan yang menunya dominan ikan laut, hasil tangkapan nelayan. Itu sekitar tahun 1980-an. Sejalan dengan perkembangan, Pantai Lebih mulai mengalami banyak tantangan. Abrasi telah melalap lahan-lahan pertanian di sana termasuk mata pencaharian petani. Bahkan nelayan serta pemilik warung makan di seputar pantai juga banyak yang gulung tikar. Masalah tak sampai di sana menyusul dibukanya Jalan By-pass IB Mantra. Jalan IB Mantra yang memanjang kurang lebih 25 km, dari Tohpati hingga Kusamba, kini tak lagi dapat menyejukkan pandangan mata. Bentangan petak sawah yang ada di sepanjang jalan itu kini berubah dihiasi oleh bangunan-bangunan properti, ruko, industri hingga bangunan fasilitas pariwisata seperti hotel dan vila. Konversi lahan pertanian yang terjadi di sepanjang kawasan By-pass Ida Bagus Mantra kian menjadi-jadi, hingga masuk ke pelosok desa yang ada sepanjang jalan itu. Ruang hijau lahan pertanian yang ada di desa pun kini banyak dijamah para pengembang lokal maupun non-lokal untuk dijadikan bisnis kaplingan. Bahkan, di Jalan Ida Bagus Mantra kawasan Pering, bisnis properti yang dibangun hampir menyamakan jumlah penduduk desa setempat. Selain itu, munculnya permukiman penduduk baru di sekitar Jalan Ida Bagus Mantra pun tak mampu dibendung. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Gianyar menyebutkan bahwa konversi lahan yang paling besar terjadi pascapembebasan lahan pertanian untuk pembukaan Jalan IB Mantra. “Jumlah lahan pertanian yang tersisa di tahun 2010 hanya sekitar 14,743 hektar,� jelas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Gianyar Ir. Gusti Ayu Dewi Hariyani. Secara khusus, penyusutan lahan pertanian yang ada di Kabupaten Gianyar bukan saja terjadi akibat pembukaan Jalan Ida Bagus Mantra. Di beberapa kecamatan hingga pelosok desa di Kabupaten

22

28 Oktober - 3 November 2013

Gianyar, saat ini banyak terjadi pembukaan akses jalan yang menyebabkan lahan pertanian menyusut. Penyusutan dari tahun 2010 terus terjadi hingga tahun 2011 menjadi-menjadi 14.732 ha. Dan kembali menurun di tahun 2012 menjadi 14.729 ha. Setelah kawasan Jalan Ida Bagus Mantra, konversi lahan yang paling besar dalam tahun terakhir (tahun 2012) terjadi di kawasan Ubud. Sebagai kawasan pariwisata Gianyar, konversi lahan pertanian di Ubud, tiap tahun paling parah. Bahkan, kini ada subak yang tidak mempunyai lahan pertanian seperti Subak Gadon, Desa Sayan, Ubud. Keberadaan Subak Gadon pun kini hanya tinggal kenangan. Ancaman yang sama juga terjadi di Subak Wahem Paregreg, Singapadu. Saat ini luas lahan pertaniannya hanya tinggal tiga hektar. Subak ini pun kini diambang kepunahan. Dari sejumlah kasus konversi yang ada, lebih banyak disebabkan oleh pembukaan akses jalan. Pembukaan akses jalan diibaratkan pisau bermata dua. Pembukaan jalan baru tentu akan lebih mempermudah masyarakat. Namun di sisi lain, keberadaan lahan pertanian di sekitar pembukaan jalan baru dibarengi dengan tumbuhnya bangunan-bangunan yang menggusur lahan pertanian. Anggota DPRD Gianyar Nyoman Arjawa sangat menyayangkan konversi lahan pertanian yang terjadi belakangan ini di Gianyar sudah sangat tinggi. Pembukaan jalan baru selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak negatif bagi perkembangan wilayah khususnya pada sektor pertanian. Mestinya dalam pembukaan jalan baru seperti halnya Jalan Ida Bagus Mantra terdahulu mesti disertai dengan kebijakan ruang hijau yang mesti dipertahankan. Namun sayang, dengan dibukanya akses jalan itu malah justru membuat persoalan baru terhadap sekitar kawasan itu. Di samping konversi, mantan Perbekel Buruan ini juga menilai sepanjang kawasan Ida Bagus Mantra tidak mempunyai master plan jelas terhadap laju pembangunan pascajalan tersebut dibuka. Fakta terkini, kawasan itu tak jelas apakah merupakan kawasan industri, kawasan pariwisata, permukiman penduduk atau tempat penampungan galian C dengan bedengnya. “Tak ada konsep yang jelas dalam melindungi kawasan hijau sepanjang Jalan IB Mantra serta peruntukan dalam hal pembangunannya,� katanya. l Agung Dharmada

MBP/edi


Demi Investasi

Radius Kesucian Pura pun Direvisi Dibukanya akses Jalan Ida Bagus Mantra juga telah mengubah regulasi mengenai perlindungan kawasan jalur hijau yang ada di Kabupaten Gianyar. Di tahun 2010, ketentuan jalur hijau yang diatur oleh Perda Nomor 4 Tahun 1998 dan SK Bupati Nomor 227 Tahun 2002 tentang RDTR Kawasan Pariwisata Lebih dan SK Bupati Nomor 289 Tahun 2003 soal Radius Kesucian Pura, telah dilakukan revisi oleh Pemkab Gianyar. Revisi yang dilakukan itu merupakan keinginan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Bupati Gianyar kala itu. Ketentuan jalur hijau di sepanjang kawasan pantai di Gianyar pun akhirnya mendapatkan persetujuan revisi dari DPRD Gianyar, dalam sidang 20 Agustus 2010. Made Mahayastra yang waktu itu menjabat Ketua DPRD Gianyar menyebutkan, persetujuan revisi yang dilakukan DPRD Gianyar berdasarkan surat Bupati Gianyar Nomor 503/324/BPPT, tertanggal 9 Juli 2010, perihal mohon persetujuan. Berdasarkan hal tersebut, Dewan melalui rapat paripurna menyetujui perubahan peraturan berkaitan dengan proses perizinan pada daerah kawasan pariwisata Lebih Gianyar. Persetujuan itu dituangkan dalam keputusan DPRD Gianyar Nomor 12 Tahun 2010. Isinya, SK Bupati Nomor 227 Tahun 2002 tentang RDTR Kawasan Pariwisata Lebih khususnya Pasal 29 direvisi. Sebelah selatan jalan dengan kedalaman 200 meter tidak lagi ditetapkan sebagai RTH (Ruang Terbuka Hijau) dengan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) 0 persen, tetapi cukup mempertimbangkan

Lahan pertanian beralih fungsi, lahan sawah di pinggir Jalan IB Mantra akan dijejali bangunan baik properti maupun industri.

sempadan jalan sesuai aturan yang berlaku. Pada sebelah selatan jalan arteri Tohpati-Kusamba, ruang antara RTH 0 persen (kedalaman 200 meter) dengan sempadan pantai 100 meter dari titik pasang dapat dibangun tanpa memperhatikan produktivitas tanah dengan KDB 40 persen. Untuk Perda Nomor 4 Tahun 1998 tentang larangan mendirikan bangunan pada jalur sebelah-menyebelah sepanjang jalan dalam wilayah Kabupaten Gianyar perlu dihapus, khususnya akses jalan menuju pantai. Sedangkan SK Bupati Nomor 289 Tahun 2003 tentang penetapan dan pematokan batas-batas radius kawasan suci dan tempat suci di sepanjang Pantai Gumicik Lebih Kabupaten Gianyar tetap diperkenankan sebagai acuan dalam rangka memberikan peluang terhadap laju pembangunan di kawasan pariwisata Lebih, khususnya yang berdekatan dengan tempat suci (Sad Kahyangandan Dhang Kahyangan). Pada bagian akhir keputusan itu menyebutkan, khusus sempadan pantai secara normatif ditetapkan 100 meter dari arus pasang tertinggi di mana sampai saat ini sudah banyak terjadi pelanggaran sehingga untuk itu perlu diambil kebijakan, di antaranya bangunan yang hanya memiliki sempadan pantai 25 meter ke bawah akan diberikan izin bersyarat selama 5 tahun. Bangunan yang memiliki sempadan pantai di atas 25 meter dan di bawah 100 meter akan diberikan izin bersyarat selama 10 tahun. l Agung Dharmada

MBP/agung dharmada


K E S E H ATA N

Sehat dengan Berjemur Ditimbun Pasir, dan Mandi

O

rang Bali tidak sedikit yang menggunakan terapi konsep rangkat tiga, yakni berjemur, ditimbun pasir pantai dan mandi air laut, sebagai media pengobatan segala macam penyakit. Cobalah menyusuri Pantai Sanur sekitar pukul 10.00 - 12.00 wita, utamanya pantai di timur Laut Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar. Di sana akan banyak dijumpai orang yang sudah berusia senja duduk berkumpul bertelanjang dada. Mereka hanya menggunakan celana pendek. Sembari ngobrol santai tentang berbagai topik menarik, mereka datang dengan tujuan utama, sengaja berjemur di bawah terik matahari, ditimbun pasir dan mandi air laut. Metode pengobatan tersebut sesungguhnya merupakan terapi kesehatan purba. Cara itu telah dilakukan para tetua zaman dulu. Jadi, apa yang dilakukan kelompok itu sifatnya natural alias alami. Rata-rata usia mereka sudah di atas 60 tahun. Sesekali bila rasa panas menerpa sehingga punggungnya dirasa perih, mereka berjalan ke laut mencari kesejukan dengan cara rendaman di air laut. Jadi, gaya pengobatan mereka adalah mengusung konsep tri alias tiga atau kombinasi berjemur, ditimbun pasir dan juga mandi air laut. Karena kedekatan relasi mereka secara psykis, mereka kemudian membuat paguyuban yang diberi nama ‘’Grup Pantai’’. Ketua Grup Pantai I Ketut Cekeg Rurung (64 tahun) menyatakan aktivitas terapi pasir ini memang memberikan imbas kesehatan fisik yang signifikan pada dirinya, dan juga teman-temannya yang rutin melakukan terapi ini. Karena manfaat itu, pihaknya setiap hari melakukan terapi pasir ini sejak empat tahun silam. ‘’Tiap hari kami ke pantai antara pukul 10.00 sampai 13.00 wita,’’ ujar Ketut Cekeg Rurung. Mayoritas teman-temannya bergabung dengan Grup Pantai ini, karena latar belakang sakit yang susah disembuhkan. Ada yang diabetes, darah tinggi, asam

24

21 - 27 Oktober 2013

urat, sakit tulang, sakit pinggang. ‘’Semua yang ke sini karena ada keluhan kesehatan pada tubuhnya yang sudah ringkih,’’ ujar Ketut Cekeg Rurung. Apa yang disampaikan mantan anggota DPRD itu senada dengan mantan Kepala PU Tabanan I Nyoman Pegir Wijaya, B.E. Dirinya bergabung dengan Grup Pantai ini juga lantaran sakit. Demikian juga disetujui Panca, Wayan Pageh Asta dan Ketut Warta. ‘’Kami memang sakit. Sakit yang susah dicarikan obatnya. Dengan metode ini, kami ternyata cocok dan pas. Sakit yang kami alami bertahap hilang,’’ ujar Pegir Wijaya yang menambahkan anggota Grup Pantai 25 orang. Ada yang berasal dari Ubud, Gianyar, Batubulan, Denpasar dan Tabanan, Karangasem. Semuanya kemari karena memang ada keluhan sakit awalnya,’’ tambah Pegir Wijaya, yang menyatakan dirinya dulu sakit di bagian punggungnya. Setelah melakukan terapi pasir secara konsisten dan berkesinambungan, pihaknya mendapatkan banyak hal menguntungkan. Bukan saja teman, wawasan lebih luas karena bergaul dengan berbagai latar belakang berbeda, juga kesehatan dan tentunya fitalitas fisik jauh lebih baik. ‘’Banyak keuntungan sesungguhnya kami dapatnya. Namun yang pasti adalah kesehatan,’’ ujar Wayan Pageh Asta. Berbeda halnya dengan Kadek Yudana, S.Pd. Dia yang kini melanjutkan studi S-2 di Unhi itu, menyatakan baru bertama kali mengenal terapi ini. Karateka Dan III itu merasakan hal yang spesial setelah mengikuti metode ini. ‘’Kombinasi mandi air laut dengan terapi pasir dengan cara ditanam ini sangat bagus. Setelah saya lakukan, tubuh rasanya segar bugar,’’ ujar Wakasek SMP PGRI 2 Denpasar itu. l Giriana Saputra


Panas pun Tak Terasa BANYAK warga percaya konsep terapi rangkap tiga ini, ditimbun pasir, berjemur di terik matahari dan mandi air laut memberikan efek kesehatan yang signifikan. Metode kuno ini nyaris diaplikasikan di berbagai tempat sebagai suatu solusi berarti dalam kaitan mendapat kesehatan yang lebih baik. Bukan saja tradisi itu dilakukan di Pengandaran, Jawa Barat, di Pantai Baluk Rening, Jembrana juga di Sanur, Bali. Caranya, warga ‘’mengubur’’ seluruh badannya dan bagian muka saja yang masih kelihatan. Selain itu, dikombinasikan dengan berjemur dan mandi air laut. Kendati terik matahari siang sangat panas, tetapi hal itu tidak mereka rasakan, lantaran imbas kesehatan yang mereka dapatkan. ‘’Saya tidak merasa rasa panas. Barangkali karena sudah biasa,’’ ujar Ketut Cekeg Rurung. Hal sama disampaikan Kadek Yudana. Dirinya baru pertama kali, tetapi juga tidak terganggu oleh terik matahari. Bisa jadi, karena motivasi ingin mendapat kesembuhan secara maksimal. ‘’Saya benar-benar bisa menikmati metode alias treatment timbun pasir, jemur dan mandi air laut ini,’’ ujar Kadek Yudana. Bila ingin meminimalisir panas secara langsung bisa saja disiasati dengan menggunakan handuk dan kaca mata. Namun, jika itu dilakukan, diyakini efek treatment yang diupayakan tidak menjadi optimal. ‘’Sesungguhnya esensi pengobatan ini memang menantang sinar matahari. Ketika panas langsung itu berusaha dihambat, sudah pasti efek dan imbas yang diberikan menjadi berkurang intensitasnya,’’ tukas Kadek Yudana. l Giriana Saputra

Perlu Ditradisikan “Treatment” Konsep Rangkap Tiga KESEHATAN merupakan hal sangat berharga untuk setiap vitamin D. Tujuannya agar tulang kuat. Tidak mudah osteoorang. Untuk menjaga kesehatan itu banyak orang mengusaha- porosis atau rampuh tulang. Sedangkan, mandi air laut, selain kan dengan berbagai cara bahkan tak tanggung-tanggung hingga dapat menghilangkah gatal-gatal, ketombe, juga memberikan menghabiskan biaya sangat mahal. Tidak semua motode pen- efek sangat berarti, untuk meminimalkan asam urat, keseleo gobatan ongkosnya mahal dan tidak terjangkau warga miskin. dan lain sebagainya. Jadi, model treatment ini adalah kombinasi Salah satunya adalah terapi konsep rangkap tiga yakni berjemur, pendekatan pengobatan konsep rangkap tiga. ditimbun pasir pantai, dan mandi air laut. Bagi beberapa orang, Sesungguhnya, terapi timbun pasir ini, tidak hanya disukai pasir pantai dipercaya mengandung mineral dan zat yodium kalangan lanjut usia. Para kawula muda hingga anak-anak juga yang bisa membantu pengobatan be- berapa jenis penyakit. memiliki minat yang tidak kalah semangatnya. Indonesia yang Sementara pecahan gelombang ombak membawa merupakan negara kepulauan, banyak memiliki pantai tersebar di getaran elektromagnetik yang d a p a t mana-mana. Selain dapat dimanfaatkan sebagai wahana rekreasi, meningkatkan energi dan power menyambung roda penghidupan para nelayan, juga sebagai untuk menambah daya fisik. terapi guna menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan. BahDengan cara menanam kan terapi ini banyak juga dikombinasikan dengan yoga bagian tubuh di dalam paasana surya namaskar – memuja matahari dengan sir dan sesekali dilaku12 gerak-gerak yoga, selain itu berjapa dan mediPenelitian Ilmiah kan pemijatan rintasi. ‘’Jika kombinasi itu dilakukan, sepertinya gan, terapi pasir ini treatment yang murah meriah ini menjadi cara Diyakini konsep treatment mendatangkan pengobatan yang holistik. Kiranya pengobatan rangkap tiga ini tidak saja melancarkan kenikmatan warisan nenek moyang yang merupakan sirkulasi darah di daerah kaki yang sakit, tiada tara. konsep treatment rangkap tiga ini perlu juga meringankan penyakit ginjal, stroke, Sedangditradisikan. Saya percaya penuh cara ini sesak napas. Motode ini bukan saja akrab kan bertidak kalah dengan pendekatan metode di Nusantara, masyarakat Jepang pun mempercayai jemur pengobatan lainnya,’’ ujar Kadek terapi ini efektif melancarkan sirkulasi darah seYudana. perempuan, selain itu juga menghilangkan nyeri punggung. Untuk kulit, terapi ini baik l Giriana Saputra bagi penderita alergi cara atopi. tidakPada 1985, Universitas Kagoshima asupan sudah mengadakan langsung akan mendapatkan penelitian ilmiah untuk mengetahui efek mandi pasir terhadap tekanan darah, sistem kardiovaskuler, 28 Oktober - 3 November 2013 25 dan sistem pernapasan.


LINGKUNGAN

Galungan Penjor Hiasi Pulau Dewata

S

uasana Pulau Dewata tampak lebih meriah, karena di mana-mana diwarnai dengan penjor yang menjulang tinggi. Penjor yakni hiasan janur pada sebatang bambu sebagai salah satu kelengkapan dalam upacara agama maupun adat-istiadat masyarakat Bali. Membuat penjor wajib dilakukan pada hari raya Galungan sebagai lambang kemakmuran. Tak heran jika penjor dibuat secara meriah, bahkan ada yang sampai menghabiskan biaya jutaan dilengkapi dengan berbagai hasil pertanian seperti padi dan aneka jenis buah-buahan. Dalam perayaan Galungan, umat Hindu di Bali tidak hanya memasang penjor, pada hari raya yang jatuh pada Rabu (23/10) lalu, sejak pagi umat Hindu mengenakan busana adat Bali. Para perempuan menjunjung sesajen (sesaji) didampingi suami atau putra-putrinya pergi ke pura maupun tempat suci milik keluarga (merajan/sanggah). Galungan merupakan hari Kemenangan Dharma sekaligus kebangkitan, “tangga� menuju pemusatan pikiran dan kesucian diri, agar umat manusia dalam menjalani kehidupan benarbenar suci dan bersih. Umat Hindu pada hari raya Galungan itu menghaturkan sesaji ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dalam semua manifestasinya, sebagai perwujudan rasa bhakti dan syukur atas segala kemakmuran yang dilimpahkanNya. Menurut Lontar Sundarigama, Galungan disebutkan bahwa perayaan Galungan yang sudah ada sejak 882-an M itu sempat tertahan dan dihidupkan lagi ketika pemerintahan Raja Sri Jaya Kesunu (1204 M) setelah mendapat petunjuk/pawisik di Pura Dalem Puri Besakih tentang perlunya upacara biyakala sebagai penangkal fenomena pendeknya usia para raja waktu itu. Legenda yang banyak beredar di penduduk Bali adalah bahwa perayaan Galungan menyimbolkan diperbolehkannya kembali mempersembahkan sesajen ke Pura Besakih yang sebelumnya dihalangi penguasa sebelum Raja Jaya Kesunu. Bisa jadi tekad Raja Jaya Kesunu untuk menghidupkan kembali upacara Galungan itu disambut dengan perayaan (festivital) oleh penduduk sekaligus sebagai pertanda rasa syukur dengan menggantungkan berbagai wujud hasil bumi pada penjor yang dipancangkan tersebut sebagai bagian dari upacara biyakala itu. l Diah Dewi

28 Oktober - 3 November 2013

MBP/Martawan

27


OLAHRAGA

”Zmajevi” Terbang ke Brazil

21

tiket langsung ke putaran final Piala Dunia 2014 telah direbut oleh tim-tim yang lolos kualifikasi dari wilayah Eropa, Afrika, Asia, Amerika Utara dan Selatan plus tuan rumah Brazil. Sisanya 11 tiket akan diperebutkan pada pertandingan playoff November mendatang untuk melengkapi 32 tim yang akan tampil di Brazil. Putaran final Piala Dunia tahun depan mencatat sejarah baru dengan tampilnya Bosnia-Herzegovina sebagai salah satu pesertanya. Dan seperti Prancis kala merebut Piala Dunia 1998, multi kultur menjadi kekuatan tim dari Balkan tersebut. Negeri yang diporakporandakan perang pada 1990-an itu, merayakan salah satu keberhasilannya di bidang olahraga saat mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2014. Tim asuhan Safet Susic itu menjuarai Grup G dan sukses menyisihkan juara Eropa Yunani. Tidak hanya itu, Edin Dzeko dkk. juga berhasil menyisihkan Slovakia, Lithuania, Latvia dan Liechtenstein. Puncak keberhasilan itu adalah saat Vedad Ibisevic mencetak gol semata wayang ke gawang Lithuania di pertandingan terakhir. Penyerang klub Liga Jerman Stuttgart itu memastikan tim berjuluk Zmajevi (naga) itu memimpin klasemen Grup G dengan perolehan 25 poin, sama seperti runner-up Yunani. Namun Bosnia lebih superior dalam produktivitas gol yakni dengan menghasilkan 30 gol dan kemasukan 6 kali dibandingkan Yunani 12-4. Selain itu, pasukan

Pemain Bosnia Herzegovina Emir Spahic merayakan keberhasilan timnya lolos ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brazil.

Susic mampu menahan imbang 0-0 di partai main juga dengan warna-warni etnis. tandang dan menghancurkan Yunani 3-1 di Bosnia nyaris mencapai putaran final Stadion Bilino Polje, Zenica. Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan Sukses ini dirayakan warga di Kota Piala Eropa 2012. Namun di babak playoff Sarajevo yang didominasi warga muslim. langkah mereka dihentikan oleh Portugal. Sedangkan Kota Prnjavor dan Livno, tempat Kini, Susic mengandalkan materi pemain dua etnis lainnya Serbia dan Kroasia, tidak kelas dunia seperti penyerang Manchester semeriah tetangganya. Kedua warga kota itu City Dzeko dan Ibisevic dan hasilnya sungcondong mendukung tetangganya, Serbia guh luar biasa. dan Kroasia. Sukses mereka menuju putaran final, Kroasia mencuri tiket playoff mewakili memberi suka cita tersendiri. Warga melupaGrup A setelah menduduki posisi runner-up kan beban ekonomi, standar hidup yang rendi bawah Belgia. Sedangkan Serbia tersisih dah, pengangguran yang mencapai 25 persen karena berada di posisi ketiga. “Seperti serta hilangnya bantuan sebesar 47 juta euro hal-hal lainnya, sepak bola Bosnia juga ter- dari Uni Eropa akibat intrik politik negeri pengaruh dengan etnis dan politik dalam itu. “Ini bukan lagi sepak bola. Ini adalah pandangan pendukungnya,” kata pengamat perasaan kami, negeri yang terlupakan dan politik Tanya Topik dalam wawancara den- anak-anak muda yang tak pernah merasakan gan AFP. “Jadi kemenangan ini dipastikan masa lalu yang kelam. Ini adalah ekspresi ketidak akan dirayakan di semua kota.” suksesan,” kata Salih Redzic, pengangguran Perang Bosnia pada 1995 memecah yang mengikuti pesta kemenangan Zmajevi negeri tersebut menjadi Republik Bosnia hingga larut malam di Sarajevo. Serbia dan Federasi Kroasia. Komposisi warga negara tersebut meliputi 40 persen l Yudi Winanto Muslim Bosnia, 30 persen Serbia dan 15 Tim yang Lolos ke Putaran Final persen Kroasia serta Piala Dunia 2014 suku-suku kecil lainnya. Demikian pula Tuan rumah : Brazil di timnas. Wakil Eropa : Belanda, Italia, Belgia, Susic me Jerman, Swiss, Spanyol, nyiapkan Inggris, Rusia, Bosnia skuadAsia : Jepang, Australia, Iran, nya yang Korea Selatan berkekuaAmerika Selatan : Argentina, Kolumbia, tan 23 pe Chili, Ekuador Amerika Utara, Tengah dan Karibia : AS, Kosta Rika, Honduras

MBP/ap


Menuju ’’Playoff’’ dengan Keberuntungan Tuhan rasanya terlalu berpihak pada Meksiko. Negeri mendapat citra buruk karena kartel obat bius itu, masih terselamatkan dengan lolos ke babak playoff Piala Dunia 2014, bukan karena usahanya sendiri. “El Tri” demikian julukan tim yang mengenakan seragam hijau-putih, diselamatkan oleh rival abadinya AS di detik-detik akhir pertandingan. Masih segar dalam ingatan bagaimana Raul Jimenez melepaskan tembakan salto yang menggetarkan gawang Panama dan mengantarkan Meksiko menang 2-0 di pertandingan ke-9 kualifikasi Zona Amerika Utara, Tengah dan Karibia (CONCACAF). Kiper Jaime Pinedo hanya diam terpaku di bawah mistar karena tidak menyangka gol semacam itu terjadi. Gol spektakuler yang kemudian diklik hampir dua juta orang di situs YouTube, menjadi penampilan menawan mereka yang terakhir. Selanjutnya tim asuhan Victor Manuel Vucetich menjadi bulan-bulanan pendukungnya karena amat mengecewakan di lapangan. Tak terkecuali pertandingan terakhir di San Jose yang dianggap memalukan. Meksiko menyerah 1-2 atas tuan rumah Kosta Rika yang telah lebih dahulu lolos dari grup ini bersama AS. Javier “Chicharito” Hernandez dkk. menunggu hasil pertandingan di Panama City. Di luar dugaan Panama yang menjadi rival terakhir Meksiko dalam perburuan tiket playoff atau peringkat ke-4 klasemen, masih unggul 2-1 hingga menit ke-90. Di sinilah, hal yang selama ini menjadi misteri dalam pertandingan bola itu terjadi. Dua pemain AS Graham Zusi dan Aaron Johannsson menciptakan gol di injury time yang membalikkan keadaan sekaligus mengubur mimpi Panama untuk pertama kali dalam sejarah tampil di putaran final Piala Dunia. Kemenangan AS 3-2 ini menjadi peristiwa paling dramatis bagi keberuntungan Meksiko tetapi amat menyakitkan bagi Panama. Kejadian ini melengkapi ironi “El Tri” yang menyabet medali emas di Olimpiade London 2012. Saat pasukan Hijau-Putih itu merayakan keberhasilan mereka ke playoff, sehari kemudian koran-koran Meksiko memuji tetangganya. Gracias Uncle Sam, Thank you, USA! dan God bless America. Bahkan harian Record tak segan-segan memajang penyerang yang membela klub Manchester United Chicharito sambil membawa bendera AS dengan judul We Love You! Amigous, seperti laporan The Associated Press. Halaman olahraga koran Cancha secara terperinci menulis tentang keberuntungan Meksiko itu sebagai “salah satu penampilan paling memalukan dalam sejarah, tim yang hancur lebur dan bermain tanpa nyali.” Media pantas mengkritik habis penampilan timnas karena itu sebagai evaluasi dan peringatan: bila mereka tidak lolos ke Brazil itu akan menjadi noda dalam sejarah dan kehilangan dukungan finansial yang amat besar. Meksiko tercatat 14 kali tampil dalam 19 kali turnamen Piala Dunia. Hanya pada 1990 mereka absen karena induk organisasi sepak bola internasional FIFA menjatuhkan sanksi karena pencurian umur pada turnamen di turnamen junior. Perusahaan pemasaran olahraga Dreamatch Solution memperkirakan Meksiko potensial kehilangan hak siar, sponsor dan mitra bisnis dengan nilai hampir 600 juta dolar AS bila mereka tak mampu tampil di putaran final. Raul Jimenez melepaskan tembakan salto ke gawang Panama pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona CONCACAF yang dimenangkan Meksiko 2-0.

Mantan Presiden Meksiko Felipe Calderon bahkan mengingatkan bahwa fans tak perlu meratapi kegagalan Meksiko. Itu dikarenakan mereka tak mampu tampil baik di lapangan. Kalaupun rakyat negeri itu gembira, hal tersebut dikarenakan AS mencetak gol ke gawang Panama. Secara keseluruhan mereka mengecam penampilan timnas terlebih sebagian dari pemain-pemain tersebut mendapat gaji amat besar di klub-klub yang mereka bela di Eropa. Kemarahan publik pantas dimaklumi. Dalam 10 kali pertandingan kualifikasi, Meksiko hanya menang dua kali dan menghasilkan tujuh gol saja. Bahkan tiga pertandingan pertama hanya menghasilkan seri. Harapan para fans menipis saat Eddie Johnson dan Landon Donovan membawa AS menang 2-0 atas Meksiko pada pertandingan ke-8 kualifikasi. Artinya di dua pertandingan terakhir mereka harus menang, termasuk melawan Panama dan Kosta Rika. Dan keberuntungan memang berpihak pada mereka meski dalam kondisi terpuruk sekalipun. Sejarah memang tak bisa dilepaskan dari Meksiko yang menghasilkan pemain-pemain bintang seperti Hugo Sanchez, kiper eksentrik Jorge Campos serta pemain dengan aksi akrobatik Cuauhtemoc Blanco. Dan publik memang telah terbiasa dengan kehebatan tim kesayangannya di wilayah CONCACAF ini terutama dalam mengungguli tetangganya, AS. Sehingga mereka tidak terima bila hal berbeda terjadi. Mungkinkah Meksiko lolos dari hadangan Selandia Baru di pertandingan playoff melawan juara zona Oseania nanti? Tidak ada yang pasti sebelum peluit akhir pertandingan berbunyi. Yang jelas Dewi Fortuna tidak pernah kita tahu ke mana akan memalingkan wajahnya. l Yudi Winanto

21 - 27 Oktober 2013

29

MBP/ap


OLAHRAGA

Gusti Made Oka Sulaksana

Nelayan dan Selancar G usti Made Oka Sulaksana menggeluti selancar angin sejak kecil. Pada usia 12 tahun, dia sudah menunjukkan bakat dan talentanya pada olahraga air ini. Setahun kemudian Oka mewakili Indonesia di kancah internasional, tepatnya mengikuti kejuaraan di Singapura pada 1985. PON 1989 di Jakarta adalah ajang pertamanya di tingkat nasional. Selanjutnya Oka menjadi atlet andalan Bali merebut medali emas di PON dan tumpuan Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di pentas SEA Games. Sejumlah medali juga ditorehkan Oka di ajang Asian Games. Hanya medali Olimpiade yang belum pernah digenggamnya hingga saat ini. Ia baru mampu masuk sembilan besar pada Olimpiade 1996 di Atlanta. Sebagai atlet selancar angin terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Oka pernah mendapat berbagai tawaran menggiurkan dari provinsi lain agar mau pindah dari Bali. Ia juga diimingimingi melatih di Thailand dan Singapura, akan tetapi semua itu ditolaknya mentah-mentah. ‘’Saya pernah disodori uang satu kopor untuk hengkang ke provinsi lain, tetapi saya masih cinta Bali,’’ kilahnya. Nama Oka pun berkibar di mata peselancar dunia. Beberapa peselancar kondang seperti Dorian dari Belanda (peraih emas Olimpiade Sydney 2000), juara dunia Ricardo Giordano (Italia), Hamid Imbar (Israel) dan Cris Sieber (Austria), peraih perak Olimpiade, mengajaknya latihan bersama di Pantai Sanur. Mereka heran dan salut dengan peralatan seadanya dan kondisi pantai yang kurang tertata, Bali mampu Nama Panggilan Lahir Status Istri Anak

30

: : : : : :

28 Oktober - 3 November 2013

mencetak atlet sekaliber Oka Sulaksana. Sadar usianya makin bertambah, Oka ingin melakukan regenerasi atlet dengan mendirikan sekolah selancar angin. Ia mendistribusikan peralatan ke Nusa Dua (Badung), Candidasa (Karangasem), Lovina (Buleleng), dan Nusa Lembongan (Klungkung). Akan tetapi, hasilnya kurang maksimal, sebab mereka sekadar menggunakan alat tanpa didampingi instruktur atau pelatih. Kini ia ingin fokus memiliki lokasi berlatih tersendiri berikut peralatannya, supaya bisa menularkan ilmu kepada peselancar junior. Di luar itu, Oka tidak bisa lepas dari kehidupan memancing ikan. ‘’Saya lahir dari keluarga nelayan. Sejak kecil saya diajari ayah Gusti Putu Raka Adi (alm),’’ ungkapnya. Oka mencari ikan dengan menaiki jukung sendirian, tanpa alat motor penggerak. Ia melaut pukul 07.00 hingga pukul 13.00. Hasil tangkapannya berupa ikan tongkol dan tuna yang bisa mencapai 60 kg. Setibanya di pantai, sudah ada pengepul ikan yang membelinya Rp 15.000 per kilogram. Selama melaut ia terkadang apes. Jukung yang ditumpanginya bersama rekannya pernah dihantam gelombang besar saat melintas di samping kapal besar pukul 01.00 dini hari. ‘’Saya dan teman terjungkal serta jukung kami pecah berantakan,’’ kenangnya.

Gusti Made Oka Sulaksana Oka Sanur, 29 Agustus 1971 PNS Disdikpora Bali A.A. Made Dwi Arini Gusti Candra Pratiwi Sulaksana (16) Gusti Bagus Gopalda Sulaksana (12) Gusti Putra Badantya (2,5)

l Daniel Fajry


Putu Gede Juni Antara

Pantang Menyerah Meraih Mimpi Menjadi pemain Tim Nasional Indonesia U-19 tidak pernah terbesit dalam benak Putu Gede Juni Antara ketika mulai menggeluti sepak bola sejak usia enam tahun. Namun, seiring perjalanan waktu, ia kemudian mengimpikan bermain untuk timnas. Mengawali kariernya di SSB Putra Tresna, Denpasar, Juni hanya berusaha menikmati permainan olahraga ini. Akan tetapi, kemampuannya mengolah si kulit bundar diketahui oleh bapak dan ibunya. “Orangtua melihat kemampuan saya, lalu mendorong saya untuk menggeluti sepak bola dengan memasukkan saya di SSB Putra Tresna,’’ ucapnya. Skill-nya terus terasah. Memasuki usai 14 tahun, Juni mencoba masuk Perseden Denpasar. Sayangnya, pria kelahiran Gianyar, 7 Juni 1995 ini tidak lolos seleksi. Kegagalan ini tidak lantas menyurutkan niatnya untuk terus bermain bola. Setelah berlatih keras selama setahun, Juni akhirnya lolos seleksi Perseden U-15. “Kegagalan tidak membuat saya menyerah, terlebih orangtua mengajarkan saya untuk bekerja keras dan berusaha meraih cita-cita. Hal inilah yang membuat saya semakin termotivasi dan mencoba kembali saat usia 15 tahun. Terbukti kerja keras saya terbayar dan diterima di Perseden U-15,” tuturnya. Setelah mengenyam pengalaman di Perseden, karier anak tunggal ini terus berkembang, terlebih sejak memutuskan pindah ke Jakarta bergabung ke Diklat Ragunan. Di sinilah talenta Juni mulai dilirik oleh pelatih Indra Sjafri yang kala itu mempersiapkan Timnas U-17 menghadapi turnamen di Hongkong. Hasilnya, Indonesia menjadi juara. Berhasil menembus timnas tidak membuatnya cepat puas diri, melainkan terus berusaha memperbaiki kemampuan. Juni kemudian kembali dipanggil Indra membela Timnas U-18. Namanya semakin dikenal di kalangan sepak bola Indonesia ketika membawa Timnas U-19 meraih juara Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jatim. Puncaknya saat mengantarkan Timnas U-19 berjaya pada kualifikasi Piala Asia 2014 melewati hadangan Laos, Filipina dan juara bertahan Korea Selatan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Indonesia menjadi juara Grup G sekaligus lolos ke putaran final Piala Asia 2014 di Myanmar. Dalam dua kejuaraan tersebut, Juni terus dipercaya menjadi pemain inti. Bek kanan adalah langganan tetapnya, namun ia juga sempat dimainkan di belakang tengah. Kepercayaan sang pelatih dibayarnya dengan permainan taktis sehingga gawang Indonesia hanya kebobolan dua gol oleh Korsel. “Suatu kebanggaan bagi saya selaku putra Bali, bisa membela timnas dan menggunakan kostum kebesaran Indonesia. Semua ini berkat kerja keras, usaha yang tidak pernah henti, serta dukungan orangtua tercinta. Prestasi ini saya persembahkan untuk orangtua, pelatih, masyarakat Bali dan pencinta sepak bola,’’ papar Putu seraya berharap sepak bola Bali dan Indonesia terus berkembang dan berprestasi. l Petrus

MBP/ant


KRIMINAL

Ortu Cerai, Sejak Belia Bikin Susah Polisi

N

asib orang memang sulit ditebak, karena merupakan rahasia Tuhan. Begitu juga jalan hidup yang dilakoni Gede Suardika (18). Pria asal Buleleng ini mengaku bahwa dia adalah anak satu-satunya, sehingga seharusnya mendapat penuh kasih sayang dari orangtua. Kenyataannya malah sebaliknya. Sejak kecil, ortu Suardika cerai sehingga perjalanan hidupnya mulai melenceng dari anak seusianya. “Saat kelas II SMP, saya sudah punya niat mencuri motor. Apalagi waktu itu saya tidak dibelikan motor oleh orangtua, padahal teman-teman saya naik motor ke sekolah,” ujar Suardika. Saking besarnya keinginan punya motor, Suardika lalu melaksanakan niatnya. Dia nekat mencuri motor, padahal usianya saat itu baru 14 tahun. Sangat dini bila dia menyandang status tersangka pencuri. Tetapi itulah kenyataannya. Gara-gara mencuri dua motor, dia lalu diburu polisi. “Yang mengejar-ngejar tersangka adalah aparat Polsek Busungbiu dan Polres Buleleng,” kata Kanitreskrim Polsek Densel AKP I Gusti Ngurah Yudistira, belum lama ini. Sebagai ganjaran atas perbuatannya mencuri, Suardika kemudian divonis 5 bulan penjara, dan dalam usia belia dia sudah merasakan hidup di balik jeruji besi. “Saya bebas sekitar tahun 2008. Setelah bebas, saya sekolah lagi,” tegas tersangka yang bertubuh kurus ini. Mendekam di ‘’Hotel Prodeo’’ ternyata tidak mampu membuat garong motor ini kapok. Entah karena hukumannya ringan atau karena ketagihan mencuri, saat duduk di bangku SMA kelas II, tersangka Suardika lagi-lagi mencuri. Tak tanggung-tanggung, saat itu dia menggasak dua motor. Kedua motor curian itu kemudian dijual masing-masing seharga Rp 400.000. Kenapa murah sekali? Menurut tersangka, kondisi motornya tidak lengkap alias pretelan. Selain itu, dia ingin motor curiannya cepat laku. Ulah Suardika ini jelas bikin polisi geregetan dan memeras otak untuk mencari jejaknya. Mengingat berada di Buleleng dan keberadaan Suardika sulit dilacak, polisi akhirnya menerbitkan daftar pencarian orang (DPO). Sejak saat itu Suardika jadi buronan paling dicari polisi. Ternyata dengan pengalamannya pertama, Suardika lebih lihai bersembunyi. Saat polisi di Buleleng mencari-carinya, dia justru memilih kabur dan sembunyi di Denpasar. Sejak saat itu, dia memutuskan berhenti sekolah. Selama berada di Denpasar, tersangka Suardika ditampung di rumah Nyoman Sukra (46) di Jalan Taman Pancing Gang Dewi Uma, Pemogan, Densel. Sukra adalah tetangganya di kampung, yang kasihan melihat nasib tersangka. Belakangan, Sukra menyesal menampung Suardika. Penyebabnya, Suardika justru melarikan motor Honda Vario nopol DK 7458 BW milik Sukra. Sukra makin stres karena motornya itu baru saja dibeli dan baru sekali membayar cicilan. “Kalau sampai hilang, korban tetap membayar cicilan sampai lunas. Untung saja tersangka berhasil kami tangkap di Kuta, dan motor curiannya diamankan,” tegas AKP Yudistira. Belajar dari kasus ini, kita mesti hati-hati dan waspada terhadap siapa pun. Selain itu, jarang orang yang keluar dari tahanan bisa benar-benar insyaf dari kejahatannya. Karena itu, perlu kesadaran dari yang bersangkutan untuk memperbaiki diri dan nasibnya. Dukungan orangtua dan keluarga besar pun punya peran penting. www.denpostnews.com

32

LAPORAN

28 Oktober - 3 November 2013


MBP/kertanegara

Tersangka Gede Suardika (18), pemuda asal Buleleng, mesti berurusan dengan aparat Polsek Denbar gara-gara mencuri motor. Selain beraksi di Denpasar, sejak ABG dia sudah mencuri dua motor di Buleleng.

28 Oktober - 3 November 2013

33


KRIMINAL

Sulitnya Bubarkan Trek-trekan

Minim Tindakan Tegas Jumlahnya Tambah Banyak Balapan sejak dulu memang jadi “penyakit� warga Denpasar. Dari depan Kantor Gubernur Bali di Renon, kini mewabah ke beberapa ruas jalan di Denpasar. Adanya jalan lebar dan lurus, membuat trek-trekan liar semakin beringas. Polisi yang kenyang komplain masyarakat akibat ulah geng motor ini, malah tidak bisa bertindak tegas. Alasannya, kalah jumlah, sering diajak kucingkucingan, dan bila diburu seperti penjahat, risikonya besar. Kalau itu dilakukan dan ada korban, kepolisian akan dicibir dan besar kemungkinan dicaci-maki orangtua pelaku trek-trekan. Makanya selama ini kepolisian berbuat seperlunya saja. Bila ada komplain dari masyarakat, mereka bergerak dan membubarkan trektrekan tersebut. Apalagi bila ada yang ditangkap, dengan enteng pelaku trek-trekan ngeles dengan alasan hanya nonton saja. Padahal dilihat dari

34

28 Oktober - 3 November 2013

usia mereka yang kebanyakan ABG dan berstatus pelajar, mestinya kegiatan trek-trekan tidak boleh terjadi. Seharusnya mereka belajar di rumah demi masa depan, bukan malah kelayapan di jalan sampai subuh. Ironisnya ada juga ABG cewek yang ikut-ikutan. Seperti dua cewek ABG berinisial Vl dan Ev ini. Vl mengaku dipecat karena bolos sekolah menjelang tamat SMP. Sedangkan Ev berstatus pelajar SMK swasta di Dalung, Kuta Utara. Mereka diamankan saat polisi membubarkan trek-trekan di Jalan Mahendradatta, Denbar, akhir pekan lalu. Tak sedikit pun tersirat di wajah mereka rasa sedih atau takut karena diamankan di kantor polisi. Mereka malah cekakakcikikik (tertawa-tawa) saat ngobrol sama teman-temannya. Saat ditanya kenapa berada di kantor polisi, baik Vl dan Ev mengaku hanya nonton trek-trekan, lalu diciduk polisi. Selain


MBP/kertanegara

Sejumlah kendaraan bermotor milik para ABG yang diamankan saat balapan liar di Jl. Mahendradatta, Denbar, belum lama ini. Sayang polisi belum menerapkan sanksi tegas kepada pelaku trek-trekan, sehingga kasusnya terus berulang.

itu, mereka berdalih ditelepon temannya yang berinisial Yr untuk disuruh menjemput karena ban motornya kempes. Bayangkan saja, pukul 01.30, kedua cewek ini masih keluyuran dan nimbrung bersama puluhan pelaku trek-trekan di jalan raya. Mau jadi apa mereka nanti? “Nongkrong di jalan atau toko 24 jam sampai tengah malam, masa mereka belajar? Arahnya pasti negatif, dari merokok, minum miras, rayu-rayuan, dan akhirnya berhubungan seks. Ini sangat berisiko,” ujar Dosen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Unud dr. Oka Negara, FIAS., beberapa waktu lalu. Hal serupa disampaikan dosen Unhi Drs. Putu Sarjana, M.Si. Sarjana minta polisi supaya menindak tegas dan menjatuhi hukuman sesuai aturan yang berlaku, bila pelaku trek-trekan berbuat anarkis. Selain itu, desa pakraman harus ikut andil menjaga keamanan wilayah masing-masing dari aksi balapan liar. Bila ada warganya yang terlibat, mesti dikenakan hukuman moral biar malu dan kapok.

“Kalau sampai disidangkan prajuru adat di paruman, siapa yang tidak malu? Pasti jadi bahan omongan di lingkungannya dan hukuman ini sangat efektif dan mendidik,” tegas Putu Sarjana. Selain itu, menurut dia, menyayangi anak, orangtua bukan berarti harus memberi kebebasan kepada mereka. Justru kalau anak melenceng dari norma, orangtualah yang salah. Karena itu, tugas dan kewajiban orangtua, mendidik anak dengan baik, mengawasi pergaulan anak, dan bila perlu terapkan jam malam. “Apalagi situasi seperti sekarang, seorang anak akan mudah terjerumus ke hal-hal buruk. Isi waktu luang anak dengan kegiatan bermanfaat untuk masa depannya, keluarga, dan masyarakat,’ tandasnya. www.denpostnews.com

LAPORAN

28 Oktober - 3 November 2013

35


EKONOMI

Sektor Kerajinan Beri Peluang Generasi Muda Berkembang

S

elain menuntut ilmu setinggi mungkin, menjadi seorang pengusaha juga bisa menjadi salah satu pilihan generasi muda untuk meraih kesuksesan masa depan mereka. Di era modern ini, banyak jenis usaha yang bisa digeluti, semua kembali ke niat dan jati diri masing-masing. Namun, salah satu jenis usaha yang terbilang jarang dilirik namun masih memiliki potensi besar adalah sektor kerajinan. Produk kerajinan yang menjadi ikon buah tangan khas Bali pun tak pernah berhenti diminati berbagai kalangan. Selain di pasar lokal, perkembangan produk kerajinan khas Bali masih kuat di pasar luar negeri. Produk kerajinan di pasar lokal masih menjadi buruan para wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata. Pasar-pasar tradisional dan ritel-ritel modern yang khusus menjual produk kerajinan pun tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, saat ini jumlah ritel modern terus

bertambah seiring besarnya peluang yang dibawa oleh wisatawan. Keberadaan produk buah tangan buatan perajin Bali juga belum beranjak di pasar ekspor. Meski realisasi ekspor tiap tahun selalu naik-turun namun yang ditunjukan adalah fluktuasi positif. Setelah sebelumnya sukses merambah pasar Eropa, kerajinan Bali mulai dikapalkan ke kawasan Amerika dengan segmen pasar terbesar di kawasan Amerika Selatan. Bertahannya peluang kerajinan Bali di pasar ekspor dapat dilihat dari data realisasi ekspor beberapa tahun terakhir. Membaiknya kondisi perekonomian negara tujuan ekspor membuat realisasi ekspor selama Januari – Desember 2012 naik dari tahun sebelumnya. Total nilai ekspor selama 2012 tercatat sebesar 202,069,115.56 dolar AS atau naik sekitar 2.34 persen dari tahun sebelumnya. Sementara memasuki tahun 2013, realisasi ekspor pada periode Januari – Mei untuk sementara masih menunjukan geliat positif. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012, tahun ini realisasi ekspor Bali meningkat 12.69 persen atau sebesar 79,589,856.04 dolar AS. Para pengusaha kerajinan dan eksportir pun berharap kondisi saat ini dapat terus membaik hingga akhir tahun. Besarnya peluang sukses di sektor kerajinan tersebut rupanya mulai dilirik sejumlah kalangan muda sebagai pilihan usaha mereka. Beberapa bahkan mampu memasarkan produknya hingga ke berbagai daerah di Bali. Ada pula yang beranggapan, menjadi pengusaha kerajinan bisa sekaligus melestarikan apa yang menjadi hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat Bali. Seperti yang disampaikan pengusaha muda Gannie Pradepta. Menggeluti bisnis jual-beli sarana upakara adalah usaha yang sengaja ditekuninya karena melihat besarnya peluang sukses dari produk tersebut. Menurutnya, tingginya kegiatan Yadnya di Bali membuat usaha kerajinan miliknya mampu berkembang. ‘’Di Bali tidak ada istilah musiman bagi penjualan sarana upakara, karena kegiatan Yadnya di Bali sangat tinggi dan dilakukan setiap saat. Jadi, bisa dikatakan bisnis sarana upakara tak akan ada matinya di Bali,’’ tutur pemilik usaha Nyiur Indah ini. Gannie bahkan sukses memasarkan produknya hingga berbagai daerah di Bali di antaranya Gianyar, Tabanan, dan Badung. Produk yang dijualnya adalah produk kerajinan asli buatan perajin Singaraja. Beragam inovasi dan pengembangan pasar telah ia lakukan. Bahkan, tak jarang produk yang ia pasarkan memiliki desain-desain terbaru dan cenderung belum banyak dipasarkan.


Menjatuhkan pilihan menjadi pengusaha kerajinan sejak usia muda juga dilakukan I Nyoman Widana Yasa. Baginya, tak perlu gentar jika ingin memulai bisnis di usia muda, karena pengalaman akan jauh lebih banyak diserap ketika bisnis dimulai sejak dini. Usaha yang ia jalani adalah jual-beli aneka sanggah dan keperluan bangunan khas Bali yang terbuat dari batu alam. Berbekal ilmu ekonomi yang ia peroleh dari Universitas Warmadewa, kini ia menjalankan usahanya dengan penuh kecermatan dan integritas. Dengan usia yang cukup muda yakni 26 tahun, usaha yang ia geluti sejak beberapa tahun silam telah berkembang cukup signifikan. Menurutnya, kelebihan dari memulai usaha sejak usia muda adalah kepekaan pada perkembangan di sekitar, baik itu perkembangan teknologi, pemasaran, serta desain. “Anak-anak muda tentu lebih akrab dengan teknologi informasi. Dengan memanfaatkan internet untuk berbisnis tentu saja akan lebih menguntungkan, jika dibandingkan dengan cara konvensional,� tuturnya. Selain dari segi teknologi, kepekaan dari usia muda juga muncul pada pengembangan desain. Baginya, usia muda adalah usia yang sangat kreatif dan produktif untuk menciptakan sesuatu yang baru, terutama produk yang berorientasi pasar. Karena itu, tidak ada salahnya bagi siapa saja yang berniat menggeluti bisnis kerajinan di usia muda, yang diperlukan hanyalah sikap tegas, pantang menyerah, jujur, dan profesional pada satu bidang. Menjadi seorang pencipta produk seni yang merupakan perwujudan swadharma juga dilakukan A.A. Bagus Eka Didyana.

Meski masih berusia muda, tak menyurutkan minatnya untuk menjadi seorang seniman lukis yang tersohor. Dengan terus menerus menggali potensi yang ada dalam dirinya, ia pun yakin akan mampu memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Gigihnya usaha seniman muda asal Desa Mas, Ubud ini agar diakui sebagai seniman berkualitas nampaknya bukan sebatas buah bibir. Untuk meraih impiannya ia pun berusaha dengan keras untuk mempromosikan diri agar semakin dikenal. Bahkan di usianya yang baru 24 tahun ia sudah mampu menghasilkan satu lukisan berkualitas dan telah masuk ke dalam lukisan kategori fint art (karya seni pilihan) dengan harga puluhan juta rupiah. Sejumlah event pameran kesenian lokal dan Nasional seperti PKB, SMESCO, INA Craf, BKBL dan PRJ pun rutin dijajalnya untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dirinya dalam berkarya. Kini lukisan hasil karyanya makin dikenal banyak orang, harga jualnya pun terus mencuat. Bahkan satu lukisan dibandrol hingga puluhan juta. Selain sejumlah item kerajinan tersebut, tentu saja masih banyak lagi produk kerajinan Bali yang bisa digarap untuk dijadikan ladang bisnis bagi kaum muda. Peluang sukses pun masih terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki ketekunan dan kemauan keras untuk meraih kesuksesan. LAPORAN

Bisnis Bali Info Bisnis di Bali


PA R I W I S ATA

Obsesi Gubernur Bali Punya Pulau Baru

Mimpi Buruk bagi Wisata Bahari

S

udah tidak layak reklamasi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika tetap tidak mencabut SK Gubernur Nomor 1727/01-B/HK/2013 yang memberikan izin kepada PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) untuk melakukan kajian terhadap rencana reklamasi di Teluk Benoa. Begitu getolnya mewujudkan obsesi memiliki pulau baru menjadi mimpi buruk yang belum usai bagi sebagian besar masyarakat Tanjung Benoa. Tak terkecuali para pengusaha wisata bahari yang merasa terancam gulung tikar jika rencana pembuatan daratan baru benar-benar terjadi. Wisata bahari adalah salah satu daya tarik utama pariwisata Tanjung Benoa. Usaha ini menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat sekitar. Wisata bahari Tanjung Benoa malah sudah jadi andalan pariwisata Kabupaten Badung. Bagaimana tidak, ribuan wisatawan berkunjung tiap harinya untuk menikmati wisata bahari di Tanjung Benoa, di mana rencananya 400 ha akan dilakukan reklamasi dengan membuat 8 pulau baru yang mengapit Tol Bali Mandara menuju Nusa Dua. Rencana reklamasi Teluk Benoa sejauh ini memang belum berpengaruh signifikan terhadap wisata bahari di kawasan setempat. Namun, rencana reklamasi sebenarnya telah menimbulkan kecemasan dan polemik di masyarakat Tanjung Benoa. Seperti penuturan Nyoman Suada dari Kelompok Nelayan Deluang Sari. Rata-rata kunjungan per hari wisatawan ke Pulau Penyu di saat musim ramai mencapai 1.000 orang. Sementara di saat sepi, mencapai 200 orang wisatawan. Untuk berkunjung ke Pulau Penyu, wisatawan harus naik perahu atau boat dari Tanjung Benoa. “Jika reklamasi Teluk Benoa direalisasikan, kami khawatir Pulau Penyu yang selama ini menjadi tempat mencari nafkah masyarakat justru tenggelam,” khawatirnya. Menurutnya, upaya memiliki pulau baru berdampak negatif bagi usaha penangkaran habitat laut dan mangrove yang selama ini dilakoni masyarakat. Tak hanya itu, dampak pengurukan laut juga bakal melibas usaha water sport di Tanjung Benoa.

Seperti diungkapkan Made Yonda Wijaya. Pengusaha water sport di Tanjung Benoa ini mengaku khawatir mata pencaharian masyarakat pesisir terancam hilang. Rencana reklamasi Teluk Benoa sudah sangat meresahkan bahkan menjadi polemik di masyarakat Tanjung Benoa. Reklamasi Teluk Benoa dinilai tak perlu dilakukan dan harus segera tutup buku. “Pariwisata di Tanjung Benoa sudah berkembang dengan baik. Yang perlu dilakukan sekarang, bagaimana menjaga kualitas lingkungan. Bukan justru menambah pulau atau akomodasi pariwisata baru,” ujarnya. Penolakan rencana reklamasi juga datang dari pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Bahari (Gahawisri) Bali. Wakil Ketua Gahawisri Ketut Widia mengatakan, reklamasi 838 hektar di Teluk Benoa tidak hanya merusak lingkungan, juga menciptakan ribuan pengangguran. Pasalnya, hampir sebagian besar masyarakat dan para pengusaha lokal menggantungkan hidup di Teluk Benoa. “Perubahan bentang alam akibat reklamasi di Teluk Benoa akan menyebabkan ribuan masyarakat yang bergelut dalam wisata bahari di Tanjung Benoa terancam menganggur. Sebab, reklamasi akan berimbas pada pencemaran. Seperti air laut menjadi keruh, terumbu karang tertutup lumpur, dan terjadi pasang air laut, sehingga otomatis tidak ada wisatawan yang mau ke sana lagi,” keluhnya. Diterangkan, Gahawisri memilik 223 anggota yang bergelut di sektor tersebut. Dari ratusan perusahaan yang ada, 40 di antaranya berada di Tanjung Benoa. Satu perusahaan diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja 50 - 100 orang. ‘”Orang-orang yang menggantungkan hidup di sana (Tanjung Benoa) adalah putra daerah. Mereka yang berprofesi menjadi pengusaha water sport hingga menjadi nelayan ini akan menganggur,” tandasnya. l Dedy


Reklamasi Lepas dari Sosioreligi Orang Bali Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali dengan tegas menolak proyek reklamasi untuk mendukung pariwisata Bali. Sebab, rencana pemanfaatan, pengembangan dan pengelolaan Teluk Benoa tidak sesuai dengan falsafah sosioreligi orang Bali. Sekretaris GIPI Bali Ketut Ardana didampingi para stakeholder pariwisata Bali menyatakan, sebagai komponen industri pariwisata Bali secara prinsip tidak berkeberatan atas adanya investasi baru dalam bidang pariwisata, namun setiap rencana pembangunan di Bali, termasuk pengembangan wilayah perairan Teluk Benoa harus didasarkan pada daya dukung Bali. “Kami tidak alergi dengan investor, namun investor yang masuk harus mengikuti kebijakan pembangunan yang mengacu kepada sistem ekologi. Ini merupakan refleksi dari kearifan lokal Bali yang dikenal dengan konsep Nyegara Gunung berdasarkan filosofi Tri Hita Karana yang sudah terbukti secara ilmiah,” tegasnya. Menurutnya, dampak perubahan bentang alam akibat dari pemanfaatan, pengembangan dan pengelolaan wilayah perairan Teluk Benoa Provinsi Bali dengan cara reklamasi akan memberikan kerugian sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat Bali. Wilayah perairan ini akan lebih bermanfaat bagi masyarakat Bali bila kawasan tersebut ditetapkan dan dikelola sebagai kawasan konservasi. “Rencana pembangunan dan pengembangan kepariwisataan Bali seyogianya dilakukan atas dasar pemerataan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Bali oleh para investor

maupun masyarakat Bali,” ucapnya. Director Executive Conservation International Indonesia Ketut Sarjana Putra juga mengatakan, untuk memperluas wilayah di kawasan Tanjung Benoa tidak mesti dengan reklamasi. Penanaman mangrove di Tanjung Benoa juga secara alami akan memperluas lahan di kawasan tersebut. Pada musim angin Barat hutan mangrove ini bisa difungsikan sebagai tempat berteduh oleh wisatawan yang mengikuti kegiatan wisata bahari. “Ketika direklamasi dampak negatif tidak hanya akan dirasakan oleh masyarakat Tanjung Benoa, tetapi juga kawasan Denpasar. Seperti Panjer, Sidakarya termasuk bandara akan terendam banjir, ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi akibat air hujan yang seharusnya ke laut tidak terjadi,” katanya. Raklamasi di Teluk Benoa juga dipandang para pelaku pariwisata melenceng dari konsep pemerataan. Padahal, jika pemerintah memang ingin sungguh-sungguh menerapkan konsep pemerataan, mestinya pembangunan baru di Bali Selatan tidak terjadi, namun mengarah pada perkembangan Bali Timur, Barat dan Utara dengan meningkatkan infrastruktur penunjang sehingga tercipta pemerataan. l Parwata


EVENT

MBP/balitv

B

�Workshop Bebantenan Bayuh Pawotonan�

anten sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Banten juga merupakan wujud keikhlasan umat Hindu dalam melaksanakan yadnya. Perkembangan teknologi yang begitu pesat secara tidak langsung ikut memengaruhi cara pandang umat tentang bebantenan. Banten yang mengandung berbagai filosofi hidup kini dengan mudah bisa dibeli tanpa harus repot membuat sendiri. Alhasil tak banyak lagi yang tahu makna di balik banten atau upakara yang digunakan dalam yadnya, karena semua sudah bisa diperoleh secara instan. Melihat fenomena tersebut, Bali TV dalam sejumlah off air-nya mencoba mengangkat berbagai jenis banten dan upakara secara lebih menarik untuk dipahami dan kemudian dipraktikkan sehingga kesan instan tak lagi mengaburkan makna dan filosofis banten seharusnya.

40

28 Oktober - 3 November 2013

Deretan perempuan Bali dari berbagai kalangan lebur di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha menyimak satu demi satu penjelasan Ida Pedanda Gede Giri Dwijaguna dalam workshop bebantenan yang mengulas tuntas makna sekaligus cara menyiapkan banten Bayuh Pawotonan. Melalui kegiatan ini anggapan bahwa menyiapkan banten atau mengerti banten sulit akan sirna. Di samping bebantenan untuk upacara Bayuh Pawotonan, cara dan makna bebantenan termasuk cara menyiapkannya bisa rutin anda simak di Program Upakara setiap hari Selasa, pukul 16.00 – 17.00 wita hanya di Bali TV. www.balitv.tv Laporan


MBP/balitv

MBP/balitv MBP/balitv

28 Oktober - 3 November 2013

41


T R A N S P O R TA S I


Jembatan Tukad Bangkung

J

embatan Tukad Bangkung, tentu kalah pamor dengan Jalan Diatas Perairan (JDP) yang baru saja diresmikan oleh Presiden Yudhoyono. Namun bukan berarti jembatan tertinggi di Asia Tenggara itu, tidak menarik. Sebab pemandangan di sekitar jembatan sangat eksotis. Keasrian alamnya juga tetap terjaga. Sehingga tak salah, jembatan yang berlokasi di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung ini selalu dikunjungi wisatawan utamanya saat hari libur. Apalagi jembatan terpanjang di Bali tersebut didesain tanpa tutup. Sehingga pengunjung bisa melihat pemandangan dan panorama gunung, lembah dan ngarai di desa yang terkenal dengan produksi kopinya. Jembatan ini memiliki panjang 360 meter, dengan lebar 9,6 meter. Ketinggian pilarnya mencapai 71,14 meter dengan pondasi yang menancap sampai ke bawah tanah sedalam 41 meter. Secara teknologi rancangbangun jembatan, juga cukup maju. Teknologi yang dipakai adalah balanced cantilever, dengan estimasi usia pakai mencapai 100 tahun. Dengan dibangunnya Jembatan Tukad Bangkung ini, warga yang ada di ujung utara Badung ini lebih cepat terhubung dengan Kabupaten Bangli dan memperlancar pengangkutan produk hortikultura yang menjadi andalan Kecamatan Petang dan Kintamani, Bangli. Ramainya kunjungan wisatawan, penduduk sekitar pun berinisiatif mendirikan kios tempat belanja di area sekitar Jembatan. Dibangunnya Jembatan Bangkung ke depannya tentu diharapkan, akan memberi dampak pada ekonomi warga terutama dalam pengembangan wisata agro. Terlebih di desa itu telah terkenal dengan produk kopinya. Hal itu tentu perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat agar lebih menggali potensi lokal. Apalagi di sekitar objek tersebut pemandangan masih asri dan udaranya sejuk. Bahkan hamparan kebun kopi, sayur-mayur dan komoditi pertanian lainnya masih sangat subur. Selain agrowisata, tentu wisata menantang seperti fasilitas bungy jumping, juga sangat potensi dikembangkan tentu dengan tidak melupakan warga lokal sebagai pendukung objek tersebut. l Pusat Data 28 Oktober - 3 November 2013

MBP/pusat data

43


TRADISI

Perang ’’Tipat Bantal’’

Wujud Rasa Syukur

A

ci rah pangangon atau lebih dikenal dengan perang tipat bantal merupakan tradisi unik di Desa Adat Kapal Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Tradisi ini dilaksanakan tiap Purnama Kapat. Dua kelompok masyarakat saling serang dengan melempar makanan tradisional berupa tipat (ketupat) dan bantal (jajanan tradisional yang berbahan dasar utama beras ketan). Dalam tradisi ini, masyarakat Desa Kapal yang terdiri atas 18 banjar adat berkumpul di Pura Desa. Masyarakat kemudian membagi diri menjadi dua kelompok yang saling berhadapan dengan dipersenjatai tipat dan bantal. Kedua kelompok ini kemudian saling melempar ke udara. Sebelum ‘’berperang’’, masyarakat melaksanakan persembahyangan bersama. Usai persembahyangan, perang kecil terjadi di jaba tengah Pura Desa atau tepatnya di depan Bale Panjang. Hanya dua kelompok kecil yang beradu di sini. Aksi saling lempar antarkubu yang berhadap-hadapan sekitar sepuluh meter ini berlangsung sangat seru dengan diiringi suara gamelan membakar semangat. Usai perang kecil, prosesi biasanya dilanjutkan di Jalan Raya Kapal atau di depan Pura Desa. Aksi saling lempar makin bertambah seru. Sebab, massa yang ikut serta jumlahnya jauh lebih besar dari sebelumnya. Krama desa dengan penuh semangat saling lempar ke udara. Saking antusiasnya, tak jarang di antara masyarakat yang ikut serta justru melempar langsung ke arah lawan. Maka tidak heran jika penonton yang berjibun di sekitar arena ikut waspada dengan hujan tipat bantal ini. Malah tidak sedikit pula dari para penonton yang ikut melempar. Meskipun terkena lemparan rasanya menyakitkan, namun tidak ada rasa marah ataupun dendam muncul. Masyarakat setempat terlarut dalam suasana kekeluargaan dan rasa syukur atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Setelah perang berakhir tipat dan bantal tersebut dipungut oleh warga desa untuk ditaburkan di sawah mereka agar ladang mereka subur dan hasil panennya bagus. Dedy Sumartana Situasi perang tipat bantal yang diikuti oleh krama Desa Adat Kapal.

44

28 Oktober - 3 November 2013


MBP/eka


TRADISI

MBP/eka

Pemangku menghaturkan tipat sebelum digunakan untuk perang tipat bantal.

Melambangkan Kehidupan dan Kemakmuran

P

erang tipat bantal merupakan tradisi unik sekaligus sarat makna religius. Krama Desa Pakraman Kapal, Mengwi, Badung, melakoninya sebagai salah satu wujud rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas berkah kehidupan serta berlimpahnya hasil panen. Menurut tokoh masyarakat Desa Kapal Nyoman Ardana, perang tipat bantal bermakna asal mula kehidupan. Tipat merupakan simbol purusa (laki-laki), sedangkan bantal merupakan simbol predana (perempuan). Pertemuan kedua unsur ini memberikan kehidupan pada semua makhluk. Benturan tipat dan bantal di udara dilambangkan sebagai berkah. “Pertemuan tipat dan bantal melambangkan kehidupan dan kemakmuran,� ujarnya. Tradisi perang tipat bantal ini sangat unik. Tidak heran jika

46

28 Oktober - 3 November 2013

penonton atau wisatawan yang berkunjung menyukai bahkan mengaguminya. Tradisi warisan leluhur yang akan terus dilestarikan ini selain mempunyai fungsi pelestarian budaya, juga potensi menarik sebagai salah satu atraksi pariwisata, asalkan digarap dengan arif dengan tetap mengedepankan unsur budaya atau ritual itu sendiri. Di tahun ini, perang tipat bantal juga telah dilaksanakan. Namun, hanya berupa aci atau upacaranya saja yang dilakukan oleh subak di Pura Desa. Perang tipat bantal tidak melibatkan masyarakat karena tidak sedang masa panen. “Perangperangannya dan ritual kecil diwakili para pekaseh yang ada di Kapal,� kata Ardana. Dedy Sumartana


21 - 27 Oktober 2013

47

MBP/eka


GAYA HIDUP

Keyzha Rama Jangan Hanya Bermimpi

B

ulan Oktober identik dengan Bulan Pemuda karena pada bulan Oktober ada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Zaman dulu para pemuda berjuang untuk mempersatukan diri menjadi satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia. Kini situasi berbeda, “Sumpah Pemuda yang dulu memang untuk mempersatukan seluruh pemuda di Indonesia. Tetapi, sekarang situasinya berbeda. Sumpah Pemuda sekarang harus dimaknai bagaimana caranya membuat pemuda Indonesia lebih bermanfaat untuk negara dengan berkarya dan berprestasi di bidang apa pun,” ujar Keyzha Rama, pewara yang juga berkarier sebagai penyanyi. Perempuan yang memiliki nama lengkap Novita Widiarini ini menambahkan, Sumpah Pemuda di sebagian masyarakat hanya dianggap sebagai pelajaran sejarah sehingga tidak ditanamkan dalam jiwa dan hati masing-masing. “Mungkin tidak semua pemuda paham tentang makna Sumpah Pemuda itu sendiri. Sumpah Pemuda selalu diidentikkan dengan pemberontakan, padahal tidak,” tegas putri pasangan Drs. I Wayan Santra-Sudyastutik ini. Keyzha yang lahir 18 November 1985 ini mengawali kariernya tahun 2005 sebagai penyiar radio dan pewara.

Namun, karena tidak bisa mengatur waktu, ia melepaskan pekerjaan sebagai penyiar radio dan fokus sebagai pewara. Dari pewara, ia merambah ke pembaca acara di televisi. Di luar karier di dunia hiburan, Keyzha bekerja di RS Wangaya sebagai staf Customer Service. Nama Keyzha Rama berasal dari Keyzha (tokoh antagonis yang diperankan Gracia Indri dalam salah satu sinetron yang mencerminkan gadis yang jutek dan judes) serta Rama yang menjadi tokoh idolanya di dunia pewayangan. “Dari kecil aku sudah nyanyi, ikut dharma gita, kawitan, macepat, makidung dan vocal group. Sejak SMP sampai kuliah aku ikut lomba-lomba. Kadang dapat juara, kadang tidak. Waktu KDI 6, aku masuk sebagai finalis. Sekarang aku sering nyanyi juga karena punya grup hiphop ‘Izzy KMC’ dengan single pertama berjudul ‘Selalu Salah’,” tandas penyanyi yang pernah meraih juara I Bahana Suara Pelajar Kabupaten Badung dan juara II Lomba Lagu Pop Bali Radio Gema Merdeka ini. Kepada generasi muda Bali, Keyzha berpesan bermimpilah setinggi-tingginya. Tetapi, bukan hanya mimpi. Harus melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpi itu. “Jangan ragu-ragu dalam mewujudkan impian karena hasilnya tidak akan maksimal kalau ragu-ragu. Satu lagi, generasi muda harus menjadi diri sendiri dan jangan berubah demi orang lain,” tegasnya. www.tokoh.co.id Laporan


Yang Muda yang Bergaya

P

enampilan anak muda saat ini adalah mandiri dan penuh kebebasan berekspresi. Mereka hadir dengan karakter fashion tersendiri, makin stylish dan sering mengeksplorasi padu padan dan aksi yang edgy. Menurut Dwi Iskandar, salah seorang desainer papan atas Bali, cara seseorang berpakaian dapat mencerminkan pribadinya. Maka, katanya, be smart dan sophisticated dengan gaya berbusana yang sopan dan tepat dengan suasana. Karena ini pula, ia menyuguhkan koleksinya yang chic dan pastinya bernuansa jiwa muda. Salah satunya dress berwarna putih bersih. Dikenakan dengan cara ditali, di bagian samping kanan kiri tidak dijahit. Juga, ada pita yang bisa ditali melingkar di pinggang dari sisi depan dan belakang. Dress pendek ini juga bisa dipadukan dengan celana yang lebih pendek, selutut atau yang lebih panjang. Dress ini, katanya, cocok untuk suasana pantai juga dikenakan saat hang out dengan sahabat. Tak ketinggalan Dwi memunculkan kebanggaan dan cintanya terhadap produk lokal, dengan desain busana cocktail, yang etnik modern berbahan endek warna cokelat kombinasi katun Jepang warna kuning terang. Dengan sentuhan detail kerang di bagian hem bawah maka kreasinya ini terkesan eksotis. Sementara untuk tampil semiformal, bisa memilih kombinasi blazer hitam dan celana putih. Atau, sesekali ingin tampil kompak berdua sebagai pasangan muda yang serasi, kenapa tidak, Dwi pun merekomendasikan rancangan yang simpel namun tetap modis. www.tokoh.co.id Laporan

28 Oktober - 3 November 2013 49


HOBI

Langka, Mahal Sulit Dibiakkan

I

kan Hias langka yang berasal dari Kalimantan dan Papua ini merupakan salah satu jenis ikan termahal saat ini. Harganya yang selangit berbanding terbalik dengan jumlah arwana yang saat ini masih sangat terbatas. Salah satu sebabnya adalah karena ikan ini cukup sulit untuk ditangkarkan. Arwana dikenal sangat sulit untuk berkembang biak di luar habitat aslinya, namun pada perkembangannya ikan ini dapat berkembang biak pada tambak ataupun kolam-kolam buatan dengan air yang telah diatur keasaman ataupun suhunya. Hal ini memungkinkan penangkaran dapat dilakukan jauh dari habitat asli ikan ini. Suhu air merupakan hal yang terpenting dalam pengembangbiakan ikan ini. Arwana direkomendasikan untuk diperlihara pada selang suhu 26 – 30 °C. Seperti halnya jenis ikan yang lain, hindari terjadinya perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan shock pada ikan yang bersangkutan dan dapat berujung pada kematian. Untuk pencahayaan agar menghindari cahaya matahari langsung. Untuk kolam yang akan digunakan jenis tanah yang baik adalah

tanah berlempung yang dapat menahan air dan mendukung pertumbuhan pakan alami. Sedangkan jika ingin mengembangkan arwana di akuarium. Secara umum, semakin besar ukuran akuarium akan semakin baik, karena arwana memerlukan ruang gerak yang cukup luas. Ukuran akuarium minimal 3 kali dari panjang ikan dengan lebar 1, 5 kali panjang ikan. Akuarium ditempatkan di area yang jauh dari gangguan, untuk menghindari stres pada ikan. Tutup akuarium dengan tutup yang rapat dan kuat karena arwana dapat melompat atau mendorong tutup ke luar akuarium. Ikan Arwana pada tempat penangkaran dapat bertelur sebanyak kurang lebih 100 - 150 butir. Telur-telur Ikan arwana ini disimpan dalam mulut Arwana jantan. Ketika masih kecil telur Arwana berbentuk bulatan merah dengan jentik kecil seperti berudu menempel pada bulatan tersebut. Setelah beberapa minggu berudu tersebut membesar dan bulatan merah yang berfungsi sebagai makanan makin mengecil dan akhirnya menghilang. l Gugiek Savindra


08 | 21 - 27 Oktober 2013

Kafe ’’Serang’’ Serangan

Pulau n seranga

BAN

GKR

UT

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 9 by e-Paper KMB - Issuu