Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 10

Page 1

10 | 4 - 10 November 2013

RP 20.000


DAFTAR ISI KILAS BERITA lLima ’’M’’ Ganjal UMKM di Bali 6 LAPORAN UTAMA lAkil Mochtar SPJ Fiktif dan Sengketa Pilkada 8 lPotong Jari Koruptor 9

lRatu Rita, ’’Pencuci’’ Uang? 10 lLima Modus Suap MK 11 POLITIK lParpol Gagal Lakukan Kaderisasi 12 lPolitik Dinasti Suburkan Kolusi 13 LINGKUNGAN lPelanggaran pun Disiasati 14 lPembiaran Pelanggaran 15 OPINI l Mengembalikan Citra Mahkamah Konstitusi 16 JAJAK PENDAPAT l Jadi Bumper Penguasa 17 PENDIDIKAN lHOKI yang Hoki 18 lHindu Minim Penyuluh Agama 19 MANCANEGARA lGempa Dahsyat Guncang Filipina 20 lMerkel Marah Disadap AS 21 DAERAH lMengembalikan Kejayaan Jeruk Tejakula 22 lJeruk Terpuruk 23

LENSA l Istana Air di Ujung Bali 26

OLAHRAGA l Perjalanan Panjang Menuju Rio 28 lMengubah Tradisi 29 lPembalap yang Lahir dari Trek-trekan 30 KRIMINAL l Komplotan Waria Sasar WNA Mabuk 32 lPenindakan Ormas Anarkis Tumpul 34 EKONOMI l Tekan Risiko Kredit Macet, LTV Sektor Properti Positif 36 PARIWISATA l Hadirnya Gacong di Tanjung Benoa 38 l ”Tukang Suun” pun Berperan ”Guide” 39 EVENT l Perayaan HUT 40

TRANSPORTASI l Mobil Murah, Kebijakan Murahan? 42 TRADISI l ’’Siat Sampian’’ 44 lMemerangi Kejahatan 46 GAYA HIDUP lEndek Makin Inovatif 48 lEndek, Kita yang Punya 49 KESEHATAN lPemakaian Spiral (IUD) 24 lSehat Bersama Alat Kontrasepsi 25

l’’Launching Hardysland SPTeam’’ di Kejuaraan Nasional ’’Offroad’’ Sukabumi 50

4 - 10 November 2013

3

3


DARI PEMBACA

Jadwal ’’Docking’’ Kapal Roro Harus Direncanakan dengan Baik

K

ami adalah tim dari PT PAL dulu merancang desain dan pembangunan kapal Roro. Kapal Roro didesain sebagai fungsi kapal perintis untuk masyarakat Nusa Penida. Sudah lazim di mana-mana pemilik kapal dalam melaksanakan annual docking (docking tahunan), jadwalnya dipilih pada saat kapal low season. Termasuk pemilik kapal Roro NJA seharusnya memilih jadwal docking pada saat musim sepi, bukan mengikuti jadwal dari galangan kapal. Caranya, merencanakan docking dari sejak awal dengan baik. Melihat dimensi kapal Roro tidak besar, pemilihan tempat tidak usah jauh-jauh ke Surabaya, Lamongan, dan lain-lain, cukup galangan kapal terdekat di Benoa. Sehingga, sangat menghemat biaya mobilisasi kapal, biaya bahan bakar dan lainnya, sehingga anggaran bisa dihemat. Terakhir waktu (lama) docking untuk annual docking bagi kapal-kapal kecil seperti kapal Roro tidak mesti lama (sampai sebulan dan lainnya). Data-data historis kami hanya cukup satu minggu sampai dengan maksimum dua minggu karena scope annual docking adalah standar hanya pembersihan, pengecatan dan maintenance lainnya. Semoga ini dapat menjadi masukan, terutama untuk kepentingan masyarakat Nusa Penida dan azas penghematan anggaran. I G Ngurah Kerta Diksita Bubutan, Surabaya

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Sri Hartini, Suana, Sueca, Yudi Winanto Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Diah Dewi, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Widana. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Adnyana, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Budi Wiryanto Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan

Pengembangan Wisata Jembrana

J

embrana sesungguhnya memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisatanya. Sebagai pintu masuk Bali Barat tentu harus ada kontribusi dari kedatangan wisatawan ke Bali. Jembrana hanya sebagai lintasan sedangkan hasilnya dinikmati daerah lain. Benar juga bahwa Jembrana dilewati begitu saja. Jika potensi ini dikembangkan tidak kalah dengan wisata lainnya di Bali. Objek wisata pantainya seperti Pantai Pekutatan, Dlod Brawah, lingkungan Bali baratnya, monumen perjuangan dan lain sebagainya. Perlu dibuatkan stop over untuk wisatawan domestik, dibuatkan tempat persinggahan dengan kamar mandi yang bersih dan rumah makan yang bersih. Jembrana bisa menjadi daya tariknya luar biasa. Apalagi dengan tari Jegog, Makepung didukung seniman yang banyak berjasa terhadap Bali. Jika itu dikelola secara profesional, terjalin kerja sama dengan komponen pariwisata Bali sungguh Jembrana akan berdenyut dengan kunjungan wisatanya. Di sisi lain masyarakatnya juga perlu dipersiapkan untuk itu. I Made Jara Atmaja Jl. Nusa Indah, Gang II/3 Denpasar

4

NTB Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

4 - 10 November 2013

4


5


KILAS BERITA

Lima ’’M’’ Ganjal UMKM di Bali eakan sesuai namanya, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali banyak yang hidup segan mati tak mau. Menurut salah seorang pakar ekonomi dari Universitas Udayana (Unud), hal itu karena ada lima ‘’M’’ yang mengganjal UMKM di Bali selama ini. Lima M dimaksud, Money (modal), Man (SDM), Market (pemasaran), Material (bahan baku) dan Methode (metode produksi). Lantas, apa solusinya agar mereka bisa bersaing dalam era pasar bebas ini? l Parwata

S

MBP/eka

Ormas Anarkis Harus Dibekukan PRIA berbadan kekar, itulah salah satu ciri anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang kini banyak mendapat sorotan masyarakat. Mendapat sorotan, karena kemunculan ormas ini lebih banyak meresahkan masyarakat karena kerap berulah dan bentrok. Bentrok antar-ormas

di Bali bukan hanya sekali dua kali terjadi, tetapi sudah berkali-kali dan sangat mengkhawatirkan serta meresahkan masyarakat. Tak salah jika kemudian masyarakat merasa antipati dan minta ormas yang kerap berbuat anarkis dibubarkan saja. l Tim

MBP/eka

Terjebak ’’Lirikan’’ Importir Daging Sapi

SEORANG warga Jakarta tewas terinjak-injak saat berusaha berebut sekilo daging sapi yang dibagikan gratis pada perayaan Idul Adha. Maklum, kesehariannya harga daging sapi memang tidak terjangkau masyarakat kecil. Harga daging sapi saat ini antara Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kilogram. Harga daging sapi sangat mahal karena didatangkan dari impor. Tragisnya, dalam impor ini banyak yang bermain. Bahkan, oknum pentolan salah satu partai terkemuka terlibat dan menjadi tersangka. Karenanya, pemerintah diminta lebih berani dan tegas mengintervensi importir daging sapi agar mau menekan harga, bukan malah terjebak dalam ‘’lirikan’’ sang importir. l Hardianto

6

MBP/edi

’’Hattrick’’ Dimas EVAN Dimas memang pantas menyandang gelar pahlawan. Pahlawan bagi Timnas Garuda Muda saat berhadapan dengan tim Korea Selatan pada pertandingan, Sabtu (12/10) malam. Dimas mencetak gol pada menit ke-30, 49 dan 85. Berkat hattrick-nya itu, Tim U-19 lolos ke Piala Asia 2014. l Hardianto

MBP/ade

4 - 10 November 2013

6


Nasib Pasien Kanker Asal Badung I PUTU Dedi Sanjaya (8), salah satu pasien kanker asal Banjar Sedahan, Gulingan, Mengwi, Badung kini tak jelas nasibnya. Menyusul, dihentikannya JKKB (Jaminan Kesehatan Krama Badung) Manguwaras oleh Pemkab Badung. Sebab, selama ini Dedi yang menderita leukimia ditanggung JKKB Manguwaras untuk berobat. Dedi membutuhkan 109 kali kemoterapi dan ia sudah menjalani setengahnya atau sekitar 50 kali. JKKB Manguwaras memang diluncurkan untuk menanggung pengobatan yang tidak ditanggung JKBM bagi warga Badung. Dengan dihentikannya JKKB Manguwaras ini, maka warga Badung tidak lagi mendapatkan tanggungan pengobatan yang tidak ter-cover JKBM. l Wira Sanjiwani

MBP/ded

Aturan untuk Bimbel Hari Raya, Roro Malah �Docking�

MBP/dok

DUNIA pendidikan sekarang memang beda. Anak-anak masih SD saja dikebut ikut les atau bimbingan belajar (bimbel) seolah akan menjadi profesor esok harinya. Kondisi ini pun menjadi peluang sehingga pendirian tempat les dan bimbel pun marak di Denpasar. Sayang, belum ada perangkat hukum yang mengatur keberadaan tempat les atau bimbel ini. Mengingat Pemkot Denpasar saat ini tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Denpasar, pengaturan lembaga bimbel itu diharapkan juga dituangkan dalam salah satu klausul ranperda yang selanjutnya akan disahkan menjadi Perda Pendidikan itu. l Sumatika

Mengais Kontribusi Geopark

MBP/ina

ARDI Negara, salah seorang tokoh Desa Songan, Kintamani, Bangli, mengatakan sebagian masyarakat sekitar Gunung Batur, Kintamani tidak tahu soalR. Maklum, Pemerintah Kabupaten Bangli selaku pihak yang memperjuangkan masuknya kawasan kaldera Batur ke dalam jaringan geopark dunia belum mampu memberikan penjelasan yang detil kepada masyarakat setempat terkait master plan geopark itu. Bahkan, keberadaan geopark itu belum mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, perusakan alam sekitar kawasan geopark justru semakin tak terkendali. l Swasrina

TIAP menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, masyarakat Nusa Penida di perantauan seperti Denpasar dan sekitarnya biasanya pulang kampung. Mereka berharap banyak dari kapal Roro yang dioperasikan di perairan ini. Sayang, kapal itu malah dinyatakan tidak bisa melayani karena jadwal docking. Kontan hal ini membuat berang tidak hanya warga Nusa Penida, tetapi juga wakil rakyat di Bumi Serombotan. Melihat kondisi itu, akhirnya jadwal docking kapal Roro diundur menjadi setelah hari raya Kuningan. l Bagiarta

MBP/dok

4 - 10 November 2013

7

7


LAPORAN UTAMA

Akil Mochtar SPJ Fiktif dan Sengketa Pilkada

C

erita tentang dugaan korupsi Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Muhammad Akil Mochtar tak hanya saat berada di MK, tapi jauh sebelum itu. Akil yang mengawali karier sebagai pengacara, lalu beralih menjadi politisi hingga berlabuh sebagai hakim konstitusi, dikenal memiliki karier penuh warna. Di tiap episode kariernya itu, dia ternyata memiliki catatan soal dugaan korupsi.

Surat perintah jalan (SPJ) perjalanan dinas fiktif mungkin dinilai teramat kecil bagi seorang Akil Mochtar. Delapan tahun lalu saat menjabat sebagai wakil ketua komisi III DPR RI, kasus dugaan korupsi SPJ fiktif menjadi sorotan media. Akil bersama rombongan anggota Komisi Hukum DPR ketika itu diduga membuat SPJ fiktif saat melakukan kunjungan kerja ke Bali. Praktik korup SPJ fiktif tersebut tatkala rekan sejawatnya di Komisi III DPR, Djoko Edhi Sutjipto Abdurrahman mengungkapkan ketidakberesan anggota DPR dalam pembuatan surat perjalanan dinas. “Kunkernya cuma empat hari, tapi tekennya sepuluh hari. Ini kan sama saja dengan korupsi,” kata Djoko Edhi. Akil yang kala itu sedang mengunjungi LP Kerobokan, Denpasar, Bali meradang. Dia membantah semua tuduhan Djoko Edhi. Dengan lantang, dia mengaku bahwa sebagai pimpinan rombongan dia merasa ditusuk dari belakang oleh Djoko, anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN). “Kalau tidak mau ikut, nggak usah bicara macammacam. Saya sangat dipermalukan, sedang di LP Kerobokan diserang isu seperti itu. Ini namanya makan tulang rusuk teman sendiri,” kata Akil kala itu. Celoteh Djoko Edhi berhasil membuat perbaikan. Sistem pembuatan SPJ dibenahi setelah pimpinan DPR merekomendasikan Kesekjenan DPR memperbaikinya. Namun, tidak bagi Akil dan anggota Komisi III lainnya. Mereka lolos dari sanksi. Kasusnya pun menguap tidak ada penyelesaian atas dugaan pelanggaran yang dilakukan wakil rakyat tersebut. Setahun menjelang Pemilu 2009, politisi yang masuk dalam lingkaran mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung itu berputar haluan seiring dengan pergantian elite partai dari Akbar Tandjung kepada Jusuf Kalla. Dalam kepengurusan baru tersebut, dia tak dapat tempat dalam jabatan struktur partai, Akil lantas tak memaksakan diri untuk bertahan sebagai politisi. Pilihannya jatuh ke Mahkamah Konstitusi sebagai hakim. “Ini pilihan (menjadi hakim konstitusi). Saya berharap ini pilihan terbaik buat langkah

8

saya ke depan,” kata Akil saat menjalani fit and proper test calon hakim MK. Rupanya, pilihan hidupnya tepat. Di MK kariernya moncer tidak seperti di partai. Akil Lolos sebagai hakim MK hingga menduduki posisi ketua. Seiring dengan mencuatnya karier Akil, ‘’angin’’ yang menerpa Akil pun makin kuat. Baru beberapa bulan menjabat, Akil digoyang kasus dugaan menerima suap. Kariernya nyaris berakhir saat Refly Harun yang mengungkap dugaan suap sengketa Pilkada Simalungun, Sumatera Utara tahun 2010. Refly mengaku masih merekam jelas peristiwa suap tersebut. Akil Mochtar yang saat itu sebagai anggota hakim MK diduga meminta agar kliennya menyiapkan dana Rp 1 miliar untuk penanganan perkara. Kasus suap itu sempat membuat Ketua MK ketika itu, Mahfud MD terhentak. Tak mau lembaga tercemar oleh tuduhan Refly, Mahfud justru mendorong Refly untuk membuktikan tuduhannya dengan menunjuknya sebagai Ketua Tim Investigasi. Sayang, Refly tak dapat membuktikannya. Aksi patgulipat Akil Mochtar pun selamat. Bahkan, di tengah periode keanggotaannya sembilan hakim MK malah mendaulatnya sebagai Ketua MK menggantikan Mahfud MD. Sukses merebut tapuk pimpinan di lembaga pengadilan konstitusi dan sengketa pilkada rupanya dijadikan peluang olehnya untuk memperbesar pundi-pundinya. Namun, sepak terjang praktik korupsi pria kelahiran Kalimantan Barat itu terhenti oleh penyidik KPK saat menggarap sengketa pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan sengketa pilkada di Kabupaten Lebak, Banten. Akil tertangkap basah sedang membahas rekayasa putusan sengketa pilkada yang sedang digarapnya itu. Akibatnya Akil harus menghuni rumah tahanan KPK. l Hardianto

4 - 10 November 2013

Muhammad Akil Mochtar

8


Potong Jari Koruptor SATU hal menarik dari kasus Akil Mochtar adalah sejumlah pendapatnya mengenai upaya pencegahan korupsi. Saat terjadi pro-kontra hukuman mati bagi koruptor, Akil memberikan solusi dari perdebatan itu dengan mengusulkan lebih baik memotong salah satu jari daripada menghukum mati koruptor. Solusi itu, menurutnya, sebagai jalan tengah. Akil mengatakan kasus korupsi memang harus diberantas karena kalau dibiarkan akan semakin meningkat. Usulan itu penting karena hampir seluruh masyarakat Indonesia sangat menyepelekan masalah korupsi, dan apabila terus dibiarkan maka dampak negatifnya akan muncul korupsi baru sehingga sulit dikendalikan. Selain usulan potong jari tangan, Akil yang mengawali karier sebagai pengacara pada tahun 1984 pernah mengarang dua buku yang juga bertemakan korupsi. Buku pertama yang berjudul “Memberantas Korupsi: Efektivitas Sistem Pembalikan Beban Pembuktian dalam Gratifikasi” yang diterbitkan pada tahun 2006. Lalu, buku berjudul “Pembalikan Beban Pembuktian Tindak Pidana Korupsi” yang diterbitkan pada tahun 2009 yang berasal dari desertasi program doktornya. Buku itu memberi kontribusi teoritis terhadap perkembangan konsep dan teori pembalikan beban pembuktian atas harta milik koruptor yang diperoleh dari hasil korupsi. Dia banyak memberikan pemikiran dari kesulitan aparat penegak hukum selama ini dalam merampas harta milik koruptor. Suara lantang lain Akil tentang pencegahan korupsi adalah upaya memiskinkan koruptor. Kini, apa yang dikupas dan digaungkannya justru dialami dan harus dihadapinya sendiri. Penyidik KPK sedang berupaya mengembalikan harta milik Akil yang diduga diperoleh dari hasil korupsi. Untuk kasus suap Pilkada Gunung Mas, Akil menjadi tersangka penerima suap. Dia dijerat Pasal 12 c atau Pasal 6 ayat (2) Undang-undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan dari pihak penyuap adalah anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, Chairunnisa dan Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih. Keduanya disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Anggota DPR Bambang Soesatyo berpendapat pascaruntuhnya kepercayaan MK, di sisi lain ada Mahkamah Agung (MA) yang mulai mencoba membangun harapan baru. Saat ini, masyarakat sedang bersukacita menyikapi sikap dan keputusan kasasi MA yang memperberat hukuman terhadap terdakwa koruptor dan pencucian uang. Keputusan kasasi terbaru MA, rata-rata memperberat hukuman terhadap terdakwa koruptor hingga tiga kali lipat. Namun, melipatgandakan sanksi hukum bagi terdakwa koruptor dinilainya belum cukup. Pengembalian harta koruptor melalui mekanisme hukum dinilainya tidak kalah penting. Logikanya, kalau seorang pencuri ketahuan dan terbukti mencuri, dia wajib mengembalikannya kepada pemilik barang. Begitulah cara masyarakat kebanyakan memahami persoalan. Artinya, pengadilan Tipikor harus merampas apa pun milik koruptor yang diperoleh melalui tindak pidana korupsi. l Hardianto

Profile

Nama : Dr. H.M. Akil Mochtar, S.H., M.H. Tempat / Tanggal Lahir : Putussibau (Kal-Bar), 18-10-1960 Agama : Islam Pendidikan : t SD Negeri I Putussibau t SD Negeri II Putussibau t SMP Negeri Putussibau t SMP Negeri 2 Singkawang t SMP Muhamadiyah Pontianak t SMA Muhamadiyah Pontianak tS-1 Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti Pontianak tS-2 Magister Ilmu Hukum Universitas Padjajaran Bandung tS-3 Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran Bandung Karier : t Advokat/pengacara (1984-1999) t Anggota DPR/MPR-RI Periode 1999-2004, Periode 2004-2009 tKuasa Hukum DPR-RI untuk persidangan di Mahkamah Konstitusi Pengalaman Organisasi: t Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Univ. Panca Bhakti Pontianak t Komandan Batalyon E Resimen Mahasiswa (Menwa) UPB t Ketua Alumni Menwa Kal-Bar t Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Kalbar Tahun 1998-2003 t Ketua Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) Kalimantan Barat t Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) DPP Pemuda Pancasila t Anggota Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI t Ketua AMPG t Anggota Lembaga Hikmah (PP) Muhammaddiyah t Ketua Umum Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) Kalbar Periode 2006-2010 Sumber: Mahkamah Konstitusi 4 - 10 November 2013

9

9


LAPORAN UTAMA

Ratu Rita, ’’Pencuci’’ Uang?

R

atu Rita, mendadak jadi sorotan media. Pasalnya, ‘’Sang Ratu’’ itu ikut dibawa-bawa dalam kasus suap suaminya, Akil Mochtar. Bak bola salju yang terus menggelinding. Informasi akan adanya dugaan pencucian uang, berupa penempatan dana senilai hampir Rp 100 miliar CV RS (Ratu Semagat) makin santer. CV Ratu Semangat milik Ratu Rita diduga sebagai pengumpul uang hasil transaksi kasus yang dilakukan Akil Mochtra. Perusahaan itu berlokasi di Jalan Karya Baru Nomor 20, Kelurahan Parit Tokayan, Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak, Kalimantan Barat. Pascapenangkapan Akil Mochtar sebagai tersangka penerima suap, banyak pihak yang bereaksi. Mereka terdiri dari beberapa pengacara yang pernah mendampingi kliennya berperkara di MK. Salah satunya Arteria Dahlan, kuasa hukum pasangan Puspayoga-Sukrawan. Sehari setelah penangkapan Akil, Arteria pun berteriak. Ia melaporkan ke KPK, ada dugaan suap Rp 80 miliar ke MK saat menangani sengketa Pilgub Bali. Tak hanya Arteria, banyak lagi pengacara yang melaporkan dugaan suap saat sengketa ditangani Akil. Bahkan CV Ratu Semagat, diduga sebagai tempat menampung aliran dana haram tersebut. Atas dugaan itu, KPK langsung bergerak cepat memblokir sebanyak enam rekening milik Akil dan istrinya Ratu Rita serta anaknya. Akil melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan memprotes keras pemblokiran itu. Ia juga membantah kliennya melakukan pencucian uang. Ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) tersebut mengatakan bahwa semua harta benda yang dimilikii oleh Akil diperoleh dengan cara halal. Tak hanya soal perolehan harta, Otto juga menegaskan bahwa CV RS yang dimiliki oleh istri Akil, Ratu Rita, tak ada sangkut pautnya dengan Akil, sebab menurutnnya semua perihal masalah usaha yang

10

digeluti istrinya tak diketahui sama sekali oleh Akil. ’’Di CV RS tersebut sama sekali tidak ada nama Akil,’’ katanya. Terkait desas-desus CV RS, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan bahwa berdasarkan penelusuran yang dilakukan, CV RS memang terendus melakukan transaksi mencurigakan. Oleh karena itu PPATK tengah memilah-milah aliran dana yang mengalir ke perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, dan budidaya ikan arwana tersebut. “Ya kalau menurut PPATK kan tergolong transaksi mencurigakan, mesti dipilah-pilah mana transaksi yang legal dan kemungkinan ilegal,’’ terang Wakil Ketua PPATK Agus Santoso, beberapa hari lalu. Terkait adanya aliran dana mencurigakan yang mengalir ke perusahaan milik keluarga pejabat, kata dia, perusahaan itu seringkali dijadikan sarana pencucian uang. Hal itu bisa dilihat dari catatan administrasi perusahaan. Namun, ketika ditanya lebih lanjut apakah perusahaan yang dimiliki oleh istri Akil sudah masuk dalam kategori pencucian uang, ia enggan mengungkapkan dengan gamblang. Ia memilih agar masyarakat bersabar dan memilih menunggu hasil penyidikan yang dilakukan o l e h KPK. ’’Nanti dalam proses

penyidikan bisa dilihat pembukuan atau akuntansinya apakah wajar atau tidak wajar, kalau transaksinya tidak wajar, maka dengan proses penuntutan kumulatif dengan TPPU, maka di persidangan bisa dilakukan proses pembuktian terbalik, ditanyakan harta/dana itu berasal dari mana?,’’ tuturnya. CV Ratu Semagat (RS) tak pernah terekspose secara luas. Bahkan tidak banyak yang tahu tentang sepak terjang CV RS yang dimiliki Ratu Rita, istri Akil. Demikian pula perihal perizinan CV RS juga tak banyak diketahui. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pihak Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham), menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Sesditjen AHU) Freddy Haris, perusahaan yang dimiliki oleh Ratu Rita tidak terdaftar di Dirjen AHU, layaknya perusahaan lain yang mempunyai badan hukum yang jelas. ‘’CV Ratu Semagat tidak terdaftar di kami Mas, karena badan usaha CV didaftarkan di pengadilan setempat,’’ terang Freddy ketika dikonfirmasi Bali Post. Namun kendati tidak terdaftar di Dirjen AHU, ia tak bisa mengatakan perusahaan tersebut bodong, sebab berdasarkan penelusuranya, CV RS hanya terdaftar di pengadilan dimana CV RS berdomisili. Karena tidak terdaftar di kantornya, ia pun tidak bisa memberikan dokumen kelengkapan struktur perusahaan CV RS. Secara terpisah, terkait perizinan CV RS, Plt. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu(BP2T) Pontianak, Kalimantan Barat Amirullah menolak memberikan komentar. l Wandi

4 - 10 November 2013

10


Lima Modus Suap MK

D

ugaan suap yang melibatkan Akil Mochtar, kini masih jadi tanda tanya. Apakah suap itu hanya dilakukan sendiri atau melibatkan hakim lain. Terhadap hal ini, pengacara dan pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun mengungkapkan analisisnya. Ia menganalisa, ada lima modus suap di Mahkamah Konstitusi yang bisa mengindikasikan Ketua Mahkamah Konstitusi non-aktif Akil Mochtar bekerja sendiri atau melibatkan hakim lain. “Sejak penangkapan Akil Mochtar oleh KPK muncul pertanyaan publik apakah sesungguhnya hakim konstitusi lain bersih atau tidak. Pertanyaan publik ini akan terjawab sampai berakhirnya sidang KPK mendatang, untuk menentukan apakah Akil bekerja sama dengan hakim konstitusi lain atau tidak. Sekarang masih dalam spekulasi,” kata Refly ditemui usai acara diskusi “Menyelamatkan MK, menyelamatkan pemilu 2014” di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, di Jakarta, minggu lalu. Ia menjelaskan, dalam memutus perkara pemilihan kepala daerah, hakim konstitusi di MK terbagi dalam tiga panel. Dalam setiap panel terdapat tiga hakim. Secara de jure yang memutus perkara adalah sembilan hakim konstitusi, tetapi secara de facto yang memutus tiga hakim. Tiga modus pertama yang diungkapkan, menurut Refly, cukup hanya melibatkan satu hakim saja. Artinya Akil tidak membutuhkan keterlibatan hakim konstitusi lain untuk menerima suap. Modus pertama, lanjutnya, Akil memeras pemenang. “Jadi dari awal permohonan masuk dia sudah tahu bahwa permohonan ini bakal ditolak,” kata Refly. Kemudian modus kedua, kata dia, seperti yang terjadi pada Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih yang juga tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga menyuap Akil dalam pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas. “Dia sudah menang tetapi takut kalah kemudian dia menyuap hakim. Ini cukup keterlibatan satu hakim saja karena sesungguhnya tanpa dia menyuap pun Hambit tetap menang,” ungkap Refly. Modus ketiga, kata Refly, hasil putusan dan

pemenang sudah diketahui dalam rapat para hakim panel. Ia menilai Akil kemudian mencoba mengancam pemenang jika tidak memberi sejumlah uang bisa dikalahkan. “Hakim ini yang kemudian mengancam pemenang kalau kemudian tidak membayar dan sebagainya maka kemudian akan kalah padahal tak mungkin kalah,” tutur Refly. Dua modus lainnya, lanjut Refly sangat tidak mungkin jika Akil tidak melibatkan hakim lain dalam memutus perkara. Dalam modus keempat ini, menurut Refly, Akil sulit bermain sendiri karena membalik putusan yang seharusnya yakni membuat yang menang menjadi kalah atau yang kalah menjadi menang. “Karena saya merasakan ada putusanputusan yang janggal, aneh dan lain sebagainya. Tetapi kita tidak bisa mengatakan langsung pasti ada unsur suapnya. Namun untuk membalikkan keadaan ini kan harus ada persetujuan hakim yang lain, tidak bisa satu saja karena panel kan hakimnya tiga, minimal dia harus menarik satu hakim,” jelas Refly. “Bisa juga terjadi pembiaran. Karena posisi Pak AM ini sebagai ketua panel dan ketua MK bisa saja dia memaksakan putusan lalu hakim yang lain, “ya sudahlah daripada ribut” atau hakim lain bisa memang terlibat,” tambah Refly. Sementara modus terakhir, ia menyebut terdapat sistem paket yang merupakan suap untuk beberapa pemilihan kepada daerah dalam sejumlah daerah. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Banten bahwa pimpinan dinasti di Banten berkepentingan mengamankan seluruh pemilukada yang ada di Banten maka kemudian dia menjalin kontak yang tetap atau kontak permanen kepada hakim konstitusi salah satunya Akil. “Tidak heran ada pertemuan Akil dengan Atut di Singapura. Tidak mungkin hanya satu pemilukada tetapi seluruh Banten,” kata Refly yang menengarai suap paket tersebut tidak hanya terjadi di tiga daerah itu saja. l Pusat data

11


POLITIK

Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

M

ade Bukti pagi itu didatangi elite partainya. Ia diberi baju kaos partai dan uang Rp 50 ribu. Ia diperintahkan ikut kampanye pilkada mendukung jago partainya. Bukti pun manggut-manggut. Ia juga mengontak kader lainnya yang selama puluhan tahun hanya menjadi massa penggembira. Tugasnya hanya wara-wiri dan teriak-teriak ketika musim kampanye. Namun, ketika tiba di lapangan tempat kampanye digelar, Bukti terhenyak. Ia mengaku tak mengenal jago partainya. Figurnya tak pernah tercatat sebagai kader partai apalagi sempat diajak konvoi di jalanan. Penggalan ini merupakan potret dari salah satu sisi massa kampanye pilkada di Bali. Seringkali, Partai Golkar mencalonkan kader PDI-P termasuk PDI-P mencalonkan figur yang dulunya tak pernah terdaftar sebagai anggota partai. Sistem rekomendasi elite politik untuk perebutan jabatan publik inilah yang belakangan dituding sebagai biang kerok munculnya politik dinasti. Pemilihan langsung yang mengedepankan hak publik disabotase oleh petinggi parpol. Sedangkan pialang kekuasaan dan jaringannya mengandalkan uang untuk mendapatkan rekomendasi. Fakta ini, menurut pengamat politik Universitas Udayana GPB Suka Arjawa, masih kuatnya politik dinasti di Bali termasuk di Tanah Air dimungkinkan oleh berbagai faktor. Peran partai politik dalam proses kaderisasi patut digugat. Parpol dalam hal ini gagal melakukan transformasi pengelolaan politik. ‘’Parpol cenderung instan dalam merekomendasikan figur. Targetnya hanya memang tanpa mempertimbangkan dedikasi dan loyalitas terlebih militansi,’’ ujarnya. Suka Arjaya juga menuding menguatnya politik dinasti merupakan bentuk kegagalan pengelolaan reformasi. Politikus masih banyak yang terjebak pola politik Orde baru, sehingga pola pikirnya mengelola demokrasi juga belum dinamis. ‘’Melanggengkan kekuasaan akan

12

Bupati Tabanan Eka Wiryastuti merupakan salah satu produk politik yang beraroma politik dinasti di Bali. Bupati Eka merupakan anak Adi Wiryatama, Bupati Tabanan sebelumnya. Tak hanya itu, praktik serupa juga sempat menguat di Buleleng. Saat itu, Gede Ariadi diusung Golkar untuk menggantikan ayahnya Putu Bagiada, sebagai Bupati Bulelelng. Sayangnya Gede Ariadi kalah dari jago PDI-P.

menggiring individu melakukan pewarisan jabatan publik,’’ ujarnya. Pengajar FISIP Unud ini menilai kegagalan partai politik dalam kaderisasi juga berdampak pada peran partai politik dalam mengisi jabatan publik. Partai politik kemudian hanya menjadi stempel bagi perorangan yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah. “Bagi mereka yang memiliki sumber daya ekonomi dan politik, tentu kondisi ini menjadi tempat yang tepat berkembangnya dinasti politik, cukup mendapatkan stempel dari partai politik pengusung,” katanya. Akibatnya, pemerintahan yang dijalankan sulit diharapkan untuk dapat melayani dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Mengingat kapasitas kepemimpinannya yang juga diragukan,” katanya. Ia pun tak menepis kader militan yang tak memiliki kekuatan finansial akan selamanya

menjadi massa penggembira. Peluangnya untuk mengendalikan partai juga kecil. Selebihnya, Suka Arjawa menilai politik dinasti juga muncul karena lemahnya nilai-nilai demokrasi yang tertanam dalam masyarakat. Menurut dia, sistem demokrasi yang diimplementasikan saat ini tidak dibarengi dengan penanaman nilai-nilai demokrasi. Akibatnya, demokrasi bersifat prosedural, sementara pola pikir masyarakat masih bersifat kedaerahan dan kerajaan. Kombinasi tersebut membuat dinasti politik tumbuh subur. “Meski secara formal demokratis, nilainya tidak demokratis, yang berkembang adalah nilai kerajaan, karena apa? Karena nilai budayanya dari dahulu kerajaan, sementara nilai-nilai demokrasi tidak tertanam,” katanya. l Dira Arsana

4 - 10 November 2013

12


Politik Dinasti Suburkan Kolusi RATU Atut belakangan ini banyak dikaitkan dengan politik dinasti. Gubernur Banten ini dinilai melanggengkan kekuasaan berjaringan melibatkan keluarganya. Gubernur yang kini dicekal bepergian ke luar negeri, pascapenangkapan Akil Muchtar ini di sisi lain juga menyadarkan publik terhadap rapuhnya peran parpol dalam mengelola ruang kekuasaan. Banyak elite parpol yang terjebak kedekatan dan finansial dalam merekomendasikan seseorang menjadi calon pejabat publik. Menyikapi hal ini, pengamat Politik Undiknas Prof. Sri Darma menilai politik dinasti atau fenomena pengisian struktur jabatan kekuasaan berdasarkan hubungan kekerabatan dapat dikendalikan dengan memberdayakan pemilih. Selain itu, KPU dan Bawaslu harus tegas dalam mengontrol politik uang. ‘’Politik uang inilah yang membuat regulasi Pemilu terkesan rapuh. Mestinya, dua faktor itu dioptimalkan agar kualitas demokrasi meningkat,’’ ujarnya. Ia mengaku kurang begitu setuju jika dibuatkan regulasi khusus yang melarang keluarga penguasa ikut dalam politik praktis. Ini merupakan bentuk pengingkaran terhadap hak politik orang. ‘’Kalau pada kenyataannya kesadaran untuk menghindari politik dinasti tidak muncul, memang harus tegas diatur. Namun, regulasinya jangan sampai melanggar hak azazi orang,’’ ujarnya. Menurut Sri Darma dengan sistem politik dinasti rentan mempermudah menjalarnya praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Ia mengatakan dalam mekanisme pengaturan politik dinasti juga harus tetap mempertimbangkan aspek yang tidak cenderung merampas hak, kecuali hanya membatasi. “Melalui pembuatan

regulasi, kecenderungan munculnya politik dinasti secara bertahap dapat dikurangi,” katanya. Sementara itu, kata dia, munculnya politik dinasti juga dipengaruhi oleh faktor pemilih. Calon pemilih perlu mendapatkan pendidikan politik agar tidak terjebak dalam politik pragmatis. “Kalau pemilihnya juga masih menjadi objek politik pragmatis atau terjebak politik uang, maka pemberantasan politik kekeluargaan juga sulit dilakukan,” katanya. Di lain pihak, Sosiolog Universitas Gadjah Mada Drajad Sulistyo Widhyarto mengatakan edukasi politik terhadap calon pemilih pemula perlu diperkuat menyusul maraknya kasus korupsi menjelang pemilihan umum 2014. ‘’Memang perlu upaya untuk menyelamatkan persepsi terhadap kehidupan politik kita, menyusul maraknya kasus korupsi,” kata Drajad. Pemilih pemula, menurut dia, merupakan harapan besar berlangsungnya proses demokrasi yang sehat ke depan sebab baru pertama kali akan memanfaatkan partisipasi politiknya dalam pemilihan umum (pemilu) 2014. “Saya kira pemilih pemula perlu terus menerus diberikan edukasi politik, agar tidak terpengaruh menjadi antipati terhadap politik,” katanya. Menurut dia proses penyelesaian kasus dugaan korupsi di Mahkamah Konstitusi (MK), serta kasus korupsi lainnya sangat menentukan sejauh mana kepercayaan masyarakat termasuk pemilih pemula terhadap partai politik. Apabila tidak dipenuhi dan cenderung bermasalah dikhawatirkan akan memperbesar apatisme masyarakat. l Dira Arsana

Sri Darma 4 - 10 November 2013

13

13


LINGKUNGAN

Hotel makin mendekati bibir pantai di kawasan Badung Selatan. Pihak hotel kini menyiasati pelanggaran sempadan pantai dengan menguruk atau memperluas daratan.

Pelanggaran pun Disiasati MBP/eka

K

awasan pantai berpasir putih di Bali telah lama diincar investor. Daya tarik investor karena ada wisatawan di pantai. Hempasan gelombang pasang yang bercengkrama dengan pasir putih senantiasa memikat wisatawan mancanegara. Daya pikatnya mampu mengusir stres atau memberi keteduhan jiwa. Deretan wisatawan terlentang menantang matahari pagi sembari memandang laut lepas. Sementara pelayanan hotel dan restoran datang minuman atau makanan ringan. Wisatawan tak peduli tempatnya berjemur melanggar sempadan atau tidak. Pengusaha juga cuek. Pengusaha atau karyawan baru peduli ketika petugas datang. Menyadari bahwa mereka berusaha di tempat terlarang. Saking banyaknya pelanggaran sempadan pantai, petugas tak kuasa menindak. Apalagi para petugas diservis dengan baik. Akhirnya urusan pelanggaran sempadan pantai dilupakan. Kalaupun dewan berteriak hanya awalnya saja. Setelah mendatangi pengusaha hotel, nyaris tak terdengar lagi teriakannya. Seperti pembangunan hotel di kawasan Sawangan, Kuta Selatan, yang menuai sorotan DPRD Badung. Tak hanya pelanggaran sempadan pantai disoroti. Mereka juga menyoroti pengerukan tebing. Komisi A dan B DPRD Badung yang menggelar sidak, menemukan pelanggaran itu di hotel Kempinski dan Ritch Carlton. Petugas bukan menindak pengusaha hotel yang melanggar. Tetapi petugas justru sangat kompromis membantu pengusaha. Mereka mencari cara bagaimana menyiasati pelanggaran itu. Adakah Ketua Komisi B DPRD Badung Made Sumerta mengungkap pelanggaran sempadan pantai yang disiasati pengusaha? Caranya, pihak hotel melakukan perluasan daratan pantai

14

4 - 10 November 2013

dengan menggunakan pasir pantai dan tanah urukan sehingga pantai bertambah luas. Atas kondisi itu Komisi A dan B DPRD Badung menggelar rapat di Pemkab Badung menghadirkan pihak hotel. Dari hasil rapat tersebut, pihak hotel diminta melakukan penyesuaian jika memang melakukan pelanggaran. Menariknya, dugaan pelanggaran sempadan pantai bukannya dicarikan sanksi hukum atas pelanggaran perda. Malah tidak dibahas secara khusus pada rapat tersebut. Semua melunak baik eksekutif maupun dewan. Tak ada yang tahu persis apakah di balik itu ada kongkalikong antara pengusaha dengan dewan atau eksekutif. Semua berubah. Rapat justru berkutat pada masalah proses perizinan. Tampaknya aturan tata ruang di Badung masih berada di wilayah abu-abu. Sekretaris Komisi C DPRD Badung Putu Parwata menyebutkan, nasib Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Badung terlalu lama ngambang. Hal ini membuat sejumlah kebijakan strategis yang akan diambil pemerintah tidak memiliki dasar hukum kuat. Di sisi lain, iklim investasi di Badung juga dinilai tidak kondusif karena masyarakat didera kebingungan akan payung hukum tata ruang yang salah satunya mengenai aturan sempadan pantai. ‘’Aturan abu-abu rawan penyimpangan dan berdampak negatif. Akan terjadi banyak kebocoran dan kerugian daerah. Akibat ketidakpastian payung hukum tata ruang, kebijakan pemerintah terhadap pembangunan akan rancu sehingga nantinya berdampak pada perekonomian daerah,’’ katanya. l Dedy


MBP/eka

Wisatawan berjemur di kawasan Pantai Sanur.

Pembiaran Pelanggaran Menyusuri pantai Sanur, menjadi kenangan tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Michael dan Leona, wisatawan dari Kota Brisbane, Australia ini bertutur tentang keindahan pantai Sanur. Pasutri yang kerap datang ke Bali ini menilai hamparan pasir putih di Pantai Sanur ini cukup indah. Belum lagi, saat mereka berdua berkesempatan menikmati dinginnya air laut yang cukup tenang di pantai. ‘’Pantai ini tidak ada duanya, sungguh sangat elok,’’ kata pasutri asal negeri Kanguru ini, belum lama ini. Pantai Sanur terkenal karena pemandangan dan atmosfir yang indah. Pasir putih yang menutupi pantainya dari depan Hotel Bali Beach hingga ke Pantai Mertasari. Keindahan matahari terbit akan selalu dinikmati oleh wisatawan yang berjemur pagi karena pantai menghadap ke timur. Di sisi lain pantai Sanur dimanfaatkan oleh umat Hindu Kota Denpasar untuk upacara keagamaan. Kondisi ini perlu dilindungi karena pantai Sanur merupakan kawasan suci. Keindahan Pantai Sanur, semakin indah dengan dibangunnya jalan setapak di sepanjang pantai itu beberapa tahun lalu. Jalan setapak ini menunjukkan batas antara ruang publik dan ruang private yang dimiliki masyarakat atau investor. Sayangnya, tak sedikit ruang publik yang ada di sepanjang pantai ini digunakan serta diklaim oleh oknum pengusaha. Ironisnya, ketentuan sempadan pantai yang diatur dalam

peraturan daerah (Perda) RTRW Bali juga tidak mudah diterapkan. Bahkan, terkesan ada pembiaran, sehingga menambah sulitnya penertiban bangunan yang melanggar sempadan pantai. Menurut Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, sempadan pantai adalah daratan sepanjang tepian yang lebarnya proposional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, minimal 100 meter dari pasang tertinggi ke arah darat. Sempadan pantai ini berfungsi sebagai pengatur iklim, sumber plasma nutfah, dan benteng wilayah daratan dari pengaruh negatif dinamika laut. Bila mengacu pada undang-undang ini, tentu saja banyak pelanggaran yang bisa ditemukan di pantai ini. Tidak sedikit bangunan hotel yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu, tidak memenuhi jarak sempadan pantai. Namun, untuk menertibkan bangunan yang melanggar tersebut, pemerintah terkesan tidak bisa. Terlebih ada ketentuan terhadap bangunan yang dibongkar, harus ada pemberian ganti ruginya. Ketua Komisi B DPRD Denpasar Ir. Eko Supriadi belum lama ini mengatakan, sungguh sangat sulit untuk melaksanakan aturan sempadan di Sanur. Sudah banyak bangunan yang melanggar sempadan pantai. l Asmara Putra 4 - 10 November 2013

15


OPINI

Mengembalikan Citra Mahkamah Konstitusi

S

etelah kasus tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi menerima uang suap, kepercayaan masyarakat terhadap MK jatuh merosot dan karena itu perlu langkah besar mengembalikan kepercayaan agar lembaga itu kembali berwibawa. Keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi selama ini tidak bisa diganggu gugat. Dengan kasus Ketua MK non-aktif ini, perlu perhatian terhadap suara-suara yang menghendaki hakim MK dipilih ulang. Kalaupun kelak ada pemilihan ulang, hakim yang sekarang duduk di MK kemungkinan akan bisa dipilih kembali kalau ia dinyatakan benar-benar bersih oleh tim seleksi. Ini boleh dikatakan sebagai sebuah jawaban terhadap pertanyaan yang sebelumnya banyak mengedepan, bagaimana cara untuk mengembalikan wibawa Mahkamah Konstitusi. Yang menjadi pekerjaan pemerintah saat grafis:asd/BaliPost ini adalah membuat aturan bagaimana mekanisme pemilihan ulang terhadap para hakim Mahkamah Konstitusi tersebut. Rakyat tidak menginginkan pembubaran lembaga MK. Pembubaran bukanlah pemecahan masalah karena lembaga ini memang amat diperlukan dalam kondisi kegamangan pembuatan peraturan di Indonesia. Mahkamah Konstitisi sangat penting, bukan sekedar untuk mengawasi produk perundangan, tetapi sebagai sebuah pengawal dan sekaligus mengawasi para legislator kita. Sekaligus juga sebagai bukti bahwa kita masih lemah dalam pembuataan perundang-undangan. Kualitas anggota legislatif kita, baik di tingkat daerah maupun pusat, masih banyak yang diragukan. Kedisiplinan, kemampuan membuat produk perundangan, kemampuan berdebat dan berdialektika, serta tingkat keinginan untk membaca dan belajar, masih banyak diragukan. Karena itu tetap dipandang bahwa produk yang dihasilkannya dikhawatirkan banyak menyimpang dari konstitusi. Ada pernyataan seperti ini, bagaimana mungkin anggota legislatif mampu berproduksi (apalagi berkarya) dengan baik kalau saat sidang paripurna mereka sering bolos? Pernyataan ini serta berbagai kekhawatiran terhadap kualitas anggota legislatif itu, membuat fungsi dan kedudukan mahkamah konstitusi menjadi penting dan harus ada di Indonesia. Jadi, pembubaran lembaga ini tidak ada dalam pikiran masyarakat. Dilihat dari kacamata demikian, pemilihan ulang hakim lembaga tersebut merupakan cara paling ampuh untuk mengembalikan wibawa Mahkamah Konstitusi. Masalah sikap terhadap hakim Mahkamah Konstitusi boleh

16

4 - 10 November 2013

dikatakan sebagai hal paling penting untuk Indonesia saat ini. Sebab kepercayaan rakyat yang rendah kepada lembaga itu berpotensi berpengaruh kepada sikap rakyat kepada pemilihan umum tahun 2014. Runtuhnya wibawa Mahkamah Konstitusi bisa saja dikatakan sebagai sebuah kegentingan yang memaksa sehingga presiden berhak mengeluarkan perppu. Kegentingan itu ada pada krisis kepercayaan rakyat. Karena itu mekanisme untuk memulihkan kepercayaan ini harus segera dilakukan. Pemulihan ulang ini merupakan cara paling bagus. Apabila kecepatan untuk melakukan pemilihan ulang itu tidak dilakukan dengan segera, maka masyarakat kemungkinan akan semakin tidak percaya, bahkan bisa jadi protes terhadap pemilihan umum mendatang. Ada dua hal positif bagi pemerintah dengan mengakomodasi permintaan masyarakat terkait pengembalian citra dan wibawa MK ini. Pertama, citra pemerintah akan bagus di GPB Suka Arjawa mata masyarakat. Artinya, respons cepat itu, dan terutama tentang penggantian Hakim Mahkamah Konstitusi, akan mampu mengubah citra pemerintahan yang kini terkesan lamban dan tercoreng akibat beberapa anggota kabinet tersangkut korupsi, termasuk juga soal ketua mahkamah konstitusi ini. Khusus bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan segera mengakhiri jabatannya tahun depan, pencitraan ini penting di akhir masa jabatan. Bahkan kalau mau disebut-sebut, partai politik pendukung pemerintah pun akan mendapatkan keuntungan apabila percepatan langkah ini segera dilakukan (tentu tidak etis apabila partai politik berupaya mencari selamat dari kasus besar seperti ini!) Kedua, hubungan antara rakyat dengan pemerintah secara perlahan akan mampu diperbaiki. Artinya, selalu ada pencitraan bahwa rakyat itu seolah berada di bawah pemerintah. Di samping karena faktor sejarah Indonesia, kebijakan yang datang kepada rakyat itu memang selalu datang dari pemerintah. Konsep atasan dan sebutan pemerintah itu sendiri sudah mengandung dikotomi antara yang menguasai dan dikuasai, antara ordinat dan subordinat. Karena itu apabila pemerintah mau mendengar suara rakyat, hubungan itu akan dapat diperbaiki. Kedua belah pihak akan menang. Rakyat merasa diperhatikan sehingga bukan hanya kepada Mahkamah Konstitusi kepercayaan itu akan pulih, tetapi juga kepada pemerintahan Indonesia. Penulis, staf pengajar sosiologi Universitas Udayana


J A J A K P E N DA PAT Menurut Anda, apakah sikap abu-abu para wakil rakyat akibat adanya “kongkalikong” anggota dewan dengan pihak terkait guna mengamankan kepentingan yang menguntungkan pribadi atau kelompoknya?

Tidak Tahu

33%

Tidak

33%

Ya

55% N=627 MBP Post/edi

Happy Salma berorasi mendukung penolakan reklamasi Tanjung Benoa. Aspirasi penolakan reklamasi yang disuarakan berbagai komponen di Bali diabaikan eksekutif dan legislatif.

Jadi Bumper Penguasa

T

eriakan penolakan reklamasi Tanjung Benoa terus berembus. Penolakan disampaikan dengan berbagai cara termasuk mendemo kalangan legislator di DPRD Bali. Namun, aksi ini tak bersambut. Para legislator acuh. Tak satu pun anggota DPRD Bali yang mau menerima kehadiran para demonstran di gedung mewah yang dibangun dengan dana rakyat. Fakta ini pun memunculkan tudingan miring bagi anggota DPRD Bali. Mereka dinilai gagal menjadi penyambung aspirasi publik. Dalam hal manampung aspirasi publik, anggota DPRD bahkan dituding bersikap abu-abu dan cenderung menjadi bumper penguasa. Tak ada komitmen yang jelas dari lembaga Dewan atas sejumlah aspirasi publik yang muncul ke permukaan. Anggota DPRD pun dituding gagal menjadi penyalur aspirasi publik, karena cenderung membela eksekutif. Demikian terungkap ketika Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Berdasarkan tabulasi jawaban responden, 53 persen responden menilai para legislator belum menjadi wakil rakyat yang profesional dan ideal. Sikap abu-abu yang dipertontonkan anggota dewan kepada publik mencerminkan para anggota Dewan belum sepenuhnya memperjuangkan apirasi publik. Bahkan, untuk kepentingan personal dan partai, anggota DPRD malah menjadi pembela eksekutif dan investor yang tangguh. Banyak anggota dewan memosisikan diri menjadi bumper eksekutif. Selebihnya, 38 persen responden mengakui sudah merasakan peran anggota DPRD dalam mengelola aspirasi publik. Banyak usulan publik yang sudah ditindaklanjuti. Namun, responden kelompok ini tetap mengaku prihatin atas kinerja DPRD dalam hal memfasilitasi dan menjabarkan aspirasi publik terkait penolakan reklamasi di Tanjung Benoa, termasuk penetapan kawasan Besakih sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Na-

sional (KSPN). Menyikapi hal ini pengamat ekonomi dan pemerintahan Viraguna Bagoes Oka dan Ketua Forum Peduli Bali Dwipa (FPBD) Gede Bangun Nusantara menilai DPRD Bali belum mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Legislator di Renon tidak punya kepekaan dan sensitivitas terhadap penderitaan dan aspirasi masyarakat Bali. Padahal, dalam kasus reklamasi sudah jelas masyarakat Tanjung Benoa menolak, komponen masyarakat Bali lainnya juga menolak. Ironisnya ada desakan ForBali (Forum Rakyat Bali Menolak Reklamasi) agar DPRD Bali merekomendasikan Gubernur Bali agar mencabut SK 1727, hal itu tidak dilakukan lembaga Dewan. DPRD Bali juga gamang menyikapi penolakan kawasan suci Besakih masuk KSPN. Padahal DPRD Karangasem sudah bersikap tegas menolak dan berencana bersurat ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) agar status Besakih tak masuk KSPN. ‘’Soal reklamasi Teluk Benoa dan KSPN, DPRD Bali secara kelembagaan tidak punya peran apa-apa, yang ribut menolak hanya masyarakat, DPRD bengong, tidak bunyi. Lalu apa layak mereka disebut wakil rakyat, tidak menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat,’’ kritik Viraguna. Ketua Forum Peduli Bali Dwipa (FPBD) Gede Bangun Nusantara juga menyayangkan kegamangan sikap DPRD Bali terhadap polemik reklamasi Teluk Benoa dan kawasan suci Besakih masuk KSPN. ‘’Sikap cuek anggota Dewan terhadap aspirasi ForBali sangat disayangkan. Sikap DPRD hampir sama dengan sikap Pemerintah Provinsi Bali yang juga tidak mau menerima ForBali. Hal ini membuat masyarakat bertambah curiga, ada apa sebenarnya antara DPRD dan Pemprov Bali dalam hal menyikapi pencabutan SK 1727,’’ kata Bangun Nusantara. l Dira/Widana 4 - 10 November 2013

17


PENDIDIKAN

Helm HOKI hasil ciptaan anak-anak SLUB Saraswati Denpasar juara I nasional.

HOKI yang Hoki

S

MP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar dikenal banyak menyimpan peneliti muda. Hampir setiap tahunnya sekolah ini melahirkan peneliti yang berprestasi, bahkan sampai ke tingkat nasional. Tahun ini siswanya meraih medali emas di ajang bergengsi ini. Tim SLUB berhasil meraih medali emas di bidang teknologi rekayasa yang diperkuat I Made Yana Priyatna, I Made Muliana Nugraha dan Putu Bagus Edo Raditya Pratama. Mereka memaparkan karya tulis ‘’Helm Komunikasi (HOKI): Solusi Berkendara Aman dan Nyaman’’. Ditanya soal inspirasi tulisannya Yana, dkk mengaku terinspirasi tari mainan walkie talkie. Di samping itu, mereka mengaku susah berkomunikasi saat berkendara sepeda motor, apalagi memakai helm, sangat berbahaya jika berkendara sambil berbicara. Beranjak dari permasalahan itulah, tim Yana mencoba menggabungkan mainan walkie talkie ini dengan helm yang biasa digunakan sebagai pelengkap berkendara. ‘’Walkie talkie ini kan bisa berkomunikasi. Jadi kenapa tidak, kita satukan mainan walkie talkie dengan helm yang kita gunakan. Jadi dengan Helm Komunikasi, bisa jadi solusi berkendara yang aman dan nyaman,’’ tambah Yana, siswa yang kini duduk di kelas IX F. Makanya dia menyebut HOKI ini membawa hoki alias rezeki. Bagus yang juga duduk di kelas IX F ini mengatakan, tidak

18

4 - 10 November 2013

MBP/ist

banyak alat-alat yang digunakan untuk membuat Helm Komunikasi ini. ‘’Hanya perlu dua buah helm, dua pasang mainan walkie talkie, volume dan saklar. Jadi keunggulannya adalah harganya terjangkau dan bisa digunakan untuk berkomunikasi untuk jarak dekat,’’ tuturnya. Langkah awal pembuatan Helm Komunikasi (HOKI) ini, yakni persiapan alat dan bahan yang diperlukan. Helm yang digunakan adalah helm yang gabusnya besar dan gampang dibuka. Kemudian mereka membuat tempat rangkaian walkie talkie. ‘’Jadi walkie talkie itu kita lepas rangkaian dengan casing-nya. Rangkaian itu kemudian kita buat sketnya pada gabus, dan rangkaian tersebut kita pasang pada gabus agar tidak mengganggu kepala ketika dipakai. Selanjutnya kita membuat tempat baterai, tepat di bagian dalam gabus agar lebih mudah mengganti baterai,’’ terang Yana. ‘’Mekanisme kerja helm ini, menggunakan dua buah helm dan empat buah mainan walkie talkie. Satu walkie talkie sebagai penerima dan satu walkie talkie sebagai pemancar dipasangkan pada helm yang satu, dan begitu juga pada helm yang lainnya. Jadi saat berkomunikasi kita tidak perlu menekan tombol push-to-talk. Pada saat pengendara berbicara akan dipancarkan melalui walkie talkie dan diterima pada walkie talkie penerima pada helm lainnya. Begitu juga sebaliknya,’’ jelas Yana. l Sueca


Hindu Minim Penyuluh Agama ‘’Umat Hindu di sini sangat haus pembinaan dan siraman rohani. Kehadiran penyuluh agama Hindu yang mampu memberikan pencerahan sesuai sastra-sastra agama merupakan kebutuhan yang mendesak,’’ demikian dikatakan Rabiadi, seorang Basir atau Pinandita Hindu Kaharingan, di sela-sela kegiatan Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Hindu Seluruh Indonesia 2013 di Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Sebagai seorang Pinandita Hindu, dia mengaku punya tanggungjawab moral untuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu Kaharingan kepada Ranying Hattalla Langit (Tuhan). Kendati begitu, dia sangat berharap pemerintah merekrut lebih banyak lagi penyuluh agama Hindu guna membantu tugas pemuka-pemuka agama Hindu di Kalimantan Tengah dalam menggulirkan kegiatan pembinaan umat. Apalagi, komunitas Hindu yang bermukim di Kalimantan Tengah saat ini tidak hanya komunitas Hindu Kaharingan, tetapi juga umat Hindu dari Bali, Jawa dan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Dirjen Bimas Hindu Departeman Agama Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, M.S. tidak menampik jumlah penyuluh agama Hindu di Indonesia masih sangat minim. Dikatakan, perkembangan Hindu dewasa ini menunjukkan dinamika yang cukup menggembirakan. Saat ini, jumlah umat Hindu yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai sekitar 10 juta jiwa. Perkembangan kuantitas umat ini, tentu saja wajib disikapi secara seksama dengan membuat program-program pembinaan umat yang mampu mewadahi kebutuhan-kebutuhan umat dalam tataran praktis. Sayangnya, kata dia, jumlah penyuluh agama Hindu yang diharapkan sebagai pendukung utama pelaksanaan program-program pembinaan umat masih sangat minim. ‘’Di seluruh Indonesia, jumlah tenaga penyuluh agama Hindu yang berstatus PNS hanya tercatat 198 orang. Memang masih sangat kecil jumlahnya,’’ katanya. Mantan Rektor Universitas Hindu Indonesia ini mengatakan, ketersediaan tenaga penyuluh agama Hindu yang sangat minim itu, merupakan permasalahan yang cukup krusial dalam menggulirkan aktivitas pembinaan umat. Ditegaskan, jumlah tenaga penyuluh itu sangat timpang dengan jumlah umat yang mencapai 10 juta jiwa. Ini berarti, dua orang penyuluh harus melayani minimal satu juta umat. Padahal, idealnya satu orang penyuluh agama idealnya melayani 100 orang umat. ‘’Sungguh rasio yang sangat timpang. Terus terang, kami sangat kekurangan tenaga penyuluh agama Hindu,’’ katanya. Kelangkaan tenaga penyuluh agama Hindu itu, kata dia, merupakan salah satu tantangan dalam menggulirkan program pembinaan umat. Apalagi, umat Hindu di Indonesia sebagian besar bermukim di desa-desa terpencil dan berprofesi sebagai petani. Dengan karakteristik umat seperti ini, tentu saja

keberadaan tenaga penyuluh agama Hindu dalam jumlah yang memadai sangat vital. Ini persoalan serius bagi kita. Di pihak lain, jatah dan kemampuan pemerintah sangat terbatas untuk merekrut tenaga penyuluh ini. Apabila hanya mengandalkan kemampuan pemerintah saja, kata dia, rasio ideal bahkan rasio yang mendekati ideal sekalipun sangat sulit direalisasikan dalam rentang waktu yang cepat. Menyikapi hal ini, pihaknya berharap umat Hindu yang secara ekonomi tergolong mapan ikut memikirkan permasalahan ini. Harapan serupa juga ditujukan kepada lembaga sosial keagamaan agar ikut berpartisipasi aktif untuk mengatasi permasalahan tersebut. ‘’Kami berharap umat se-dharma dan lembaga sosial keagamaan ikut memikirkan masalah ini. Kalau ini dipikirkan oleh pemerintah semata, saya kira prosesnya akan sangat panjang,’’ tegasnya. l Sumatika

MBP/ist

Prof. Dr. IBG Yudha Triguna 4 - 10 November 2013

19


MANCANEGARA

MBP/Ap

Gempa Dahsyat Guncang Filipina

B

encana yang menelan banyak korban jiwa kembali terjadi. Kali ini gempa hebat terjadi di Filipina. Gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Filipina Tengah dan menewaskan ratusan orang. Pejabat setempat menjelaskan bahwa korban telah mencapai 185 orang. Berbicara pada konferensi pers, Eduardo del Rosario Direktur Eksekutif Badan Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Dewan Manajemen (NDRRMC) mengatakan sembilan orang masih hilang dan 583 lainnya terluka. “Jumlah penduduk yang terkena dampak gempa ini sekitar 703.244 keluarga atau 3.542.281 orang di Provinsiprovinsi Filipina Tengah, seperti Cebu, Bohol, Siquijor, Negros Oriental, dan Iloilo. Dari jumlah itu, 22.816 keluarga atau 113.227 orang telah berada di 93 pusat evakuasi,” jelas del Rosario. Sebagian besar korban tewas berada di pulau wisata Bohol yang menjadi pusat gempa tersebut. Sebanyak 160 orang dipastikan tewas di wilayah tersebut. 12 orang lainnya tewas di pulau-pulau lain sekitar Bohol. Kepala kepolisian Bohol, Dennis Agustin mengatakan, 22 orang hilang di Pulau Bohol. Ini termasuk lima anak-anak yang sedang bermain di dekat air terjun saat gempa mengguncang. Menurut Agustin, sangat kecil kemungkinan untuk menemukan orang-orang yang hilang itu dalam keadaan hidup. “Itu tampaknya meragukan. Ini hari keempat sejak gempa. Sebagian diyakini

20

4 - 10 November 2013

terkubur tanah longsor, sebagian lagi di bawah bangunan-bangunan yang roboh. Kita kemungkinan akan kembali mendapat laporan korban-korban jiwa,” katanya. Bohol yang dihuni sekitar satu jiwa orang itu, terletak sekitar 600 kilometer dari ibu kota Manila. Pulau wisata itu dikenal akan pantai-pantainya. Akibat gempa yang memicu tanah longsor di pulau itu, jembatan-jembatan pun ambruk, jalan-jalan hancur dan bangunan-bangunan roboh. Del Rosario mengatakan, tim penyelamat telah mengubah operasi mereka, dari pencarian dan pengambilan, menjadi penyelamatan untuk orang hilang. Ia juga menekankan, bahwa ada pasokan bantuan yang cukup bagi orang-orang yang terkena dampak gempa. Masalahnya adalah membawa pasokan bantuan ini kepada mereka yang tinggal di daerah terpencil. Ia juga menegaskan, bahwa saat ini Filipina belum membutuhkan bantuan internasional. “Mungkin lebih pada pemulihan tetapi tidak pada bantuan langsung sekarang,” katanya. Indonesia sendiri sempat diguncang gempa yakni di Aceh dan Denpasar. Meski demikian, para ahli belum bisa memastikan apakah gempa yang terjadi di Tanah Air tersebut merupakan dampak langsung dari gempa Filipina. l Gugiek Savindra


Merkel Marah Disadap AS

B

erlin, Jerman memanggil duta besar Amerika Serikat untuk Berlin terkait kecurigaan bahwa Washington memata-matai pembicaraan telepon seluler Kanselir Jerman Angela Merkel. Pemanggilan itu merupakan langkah besar yang sebelumnya tidak biasa dilakukan di antara dua negara sekutu itu selama beberapa puluh tahun terakhir ini. “Duta besar Amerika dipanggil untuk berbicara dengan Menteri Luar Negeri Westerwelle sore hari ini. Pemerintah Jerman akan menyampaikan sikap dengan jelas,” kata juru bicara pemerintah setempat. Merkel telah menelepon Presiden AS Barack Obama untuk menuntut penjelasan setelah mendengar bahwa para matamata AS telah mengawasi komunikasinya melalui telepon. Merkel memperingatkan tindakan AS itu akan menjadi “pelanggaran atas kepercayaan” antara kedua mitra internasional itu. Juru bicara Gedung Putih mengatakan pihaknya tidak mengizinkan dilakukannya pencurian dengar terhadap Merkel namun tidak membantah kemungkinan bahwa kegiatan-kegiatan komunikasi Merkel telah disadap di masa lalu. Tuduhan soal curi dengar percakapan telepon itu telah membuat Jerman marah dan juru bicara Merkel, Steffen Seibert mengatakan, dalam pernyataan bahwa ia menegaskan tidak bisa menerima tindakan seperti itu. Jika memang terbukti dan menganggapnya sebagai tindakan yang sangat tidak bisa diterima. Merkel menuntut adanya penjelasan yang segera dan menyeluruh dari Washington. “Di antara sahabat dan mitra, yang selama ini menjadi jati diri Republik Federal Jerman dan AS

MBP/Ap

selama berpuluh-puluh tahun, seharusnya tidak ada pengintaian komunikasi seperti itu terhadap seorang kepala pemerintahan. Ini akan menjadi pelanggaran kepercayaan yang serius. Tindakan seperti itu harus segera dihentikan,” kata kanselir Jerman itu kepada Obam. Badan intelijen Jerman dan AS bekerja sama secara erat dalam upaya memerangi terorisme dan dalam masalah-masalah lainnya yang terkait dengan spionase. Namun terungkapnya kabar terakhir soal penyadapan terhadap telepon Merkel telah mengancam lunturnya kepercayaan pribadi dan kerja sama erat antara Obama dan Merkel. Merkel tumbuh di wilayah komunis Jerman Timur, di mana kegiatan oleh mata-mata oleh negara terhadap para warganya merupakan hal yang biasa. Para warga Jerman juga mengalami trauma terjadinya kekerasan massal oleh dinas keamanan di bawah rezim Nazi. Kabar soal kecurigaan pencurian dengar serta protes yang disampaikan Jerman itu muncul pertama kali di Spiegel Online. Majalah utama media itu melaporkan banyaknya klaim soal pengintaian yang dilakukan oleh AS berdasarkan bocoran oleh bekas pegawai kontrak intelijen yang menjadi buronan AS, Edward Snowden. Entah apa maksud AS menyadap telepon Merkel namun tentu hal ini akan membuat negara-negara lain waspada. Jangan-jangan mereka telah mengalami hal serupa. l Gugiek Savindra 4 - 10 November 2013

21


DAERAH

Mengembalikan Kejayaan Jeruk Tejakula

Antara Mimpi dan Kecemasan

K

ejayaan jeruk keprok Tejakula pada era 1970-1980 tampaknya tak bisa dilupakan oleh petani di wilayah Kecamatan Tejakula. Berkat jeruk kehidupan petani meningkat. Bahkan dari hasil jeruk itu, sebagian besar petani bisa menyekolahkan anak-anak mereka ke kota. Namun, masa keemasan itu runtuh saat penyakit CVPD merusak tanaman jeruk petani. Namun, petani tampaknya tak bisa melupakan masa-masa jaya jeruk Tejakula. Kini sejumlah petani di wilayah itu menanam kembali jeruk yang pernah melanglang di pasar-pasar besar di Tanah Air tersebut. Di wilayah Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, sejak beberapa tahun lalu sejumlah petani secara swadaya mencoba mengembangkan kembali jeruk keprok itu. Mereka menanam jeruk di areal sekitar empat hektar dan hingga tahun 2013 ini para petani jeruk itu sudah menikmati dua kali panen. Hasil panen jeruk itu pun lumayan besar, sekitar dua ton dalam satu hektar. Ketut Sudasma, petugas penyuluh pertanian di wilayah Tejakula mengatakan pengembangan jeruk keprok di wilayah Batu Gambir adalah bentuk dari mimpi petani di wilayah itu untuk mengembalikan lagi kejayaan jeruk Tejakula. Untuk itulah mereka menanam jeruk secara swadaya dengan membeli bibit sendiri. “Para petani itu punya mimpi untuk mengembalikan kejayaan jeruk Tejakula,” kata Sudasma. Namun, pengembangan jeruk keprok Tejakula di wilayah Tejakula tetap saja dibayangi kecemasan akan serangan hama CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang sempat memusnahkan seluruh pohon jeruk di Buleleng Timur. Bahkan dari hasil pengamatan petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Buleleng, jeruk petani yang dikembangkan secara swadaya di wilayah Batu Gambir itu pun mulai kelihatan terkena serangan CVPD. Kepala Distanak Buleleng Nyoman Swatantra mengatakan, pengembangan jeruk di wilayah Tejakula sesungguhnya dilarang. Karena hama CVPD belum sepenuhnya musnah di wilayah tersebut. Jika ada yang menanam jeruk di wilayah itu, dikhawatirkan hama CVPD kembali berkembang dan meluas. Namun, ia tak bisa melarang jika ada petani yang secara swadaya mengembangkan kembali jeruk keprok di wilayah Tejakula.

22

4 - 10 November 2013

Karena dimaklumi, warga memang tak bisa melupakan kejayaan jeruk Tejakula sehingga mereka dengan cepat ingin mengembalikan kejayaan itu. “Kita tak bisa keras sama petani. Padahal, jeruk yang dikembangkan di bagian atas di wilayah Batu Gambir itu juga sudah menunjukkan tanda-tanda diserang hama,” ujarnya. Dengan larangan itu, bukan berarti Distanak Buleleng tak ingin mengembalikan kejayaan jeruk keprok Tejakula. Menurut Swatantra, kini jeruk keprok Tejakula sudah dikembangkan di wilayah Desa Sanggalangit dan Desa Musi di Kecamatan Tejakula, Buleleng bagian barat. Pengembangan di wilayah Gerokgak ini dilakukan karena di wilayah itu tak ada hama CVPD. Selain itu, kontur tanah antara di Tejakula dan Gerokgak memang mirip. “Tanahnya mirip, sehingga jeruk keprok Tejakula cocok dikembangkan di wilayah Gerokgak,” katanya. Swatantra mengatakan, penanaman jeruk keprok Tejakula di wilayah Gerokgak itu sudah dimulai sejak tahun 2009 dan beberapa bulan lalu sudah memasuki panen perdana. “Hasilnya bagus, sehingga kita akan terus kembangkan jeruk di Gerokgak. Dan di daerah Tejakula kita kembangkan pisang,” tandasnya. l Adnyana Ole


Tanaman Jeruk di Kintamani

Jeruk Terpuruk

B

agi petani jeruk asal Desa Sukawana, Kintamani, Wayan Armada, menjadi seorang petani jeruk memang membutuhkan kesabaran ekstra. Sebab, harga jeruk sering mengalami fluktuasi, terkadang menguntungkan, namun seringkali terpuruk sehingga merugikan petani. “Hanya menjeleng hari raya seperti Galungan, harga jeruk Kintamani mengalami peningkatan,� ungkap sejumlah petani. Menurut Armada maupun petani jeruk lainnya, dibutuhkan kesabaran ekstra untuk menjadi seorang petani jeruk. Jeruk yang menjadi primadona pertanian di kawasan Kintamani itu terkadang mengalami kenaikan harga hingga belasan ribu rupiah per kilogramnya. Namun tak jarang juga, petani jeruk terpaksa harus gigit jari lantaran harga jeruk yang merosot tajam. Tidak hanya karena permintaan pasar yang bertambah banyak, kenaikan harja juga terjadi seiring dengan menipisnya produksi petani pascapanen raya beberapa waktu lalu. Panen raya jeruk biasanya terjadi antara Juli hingga September. Sehingga saat seperti sekarang, produksi petani sudah semakin berkurang. Justru karena produksi

sedikit mengakibatkan harga jeruk di pasaran meningkat. Kondisi itu tentu sangat menguntungkan petani jeruk di Kintamani. Naiknya harga jeruk sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir. Jeruk Kintamani harganya melonjak Rp 12.000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya hanya Rp 7.000 per kilogram. “Saya berharap harga buah jeruk terus meningkat seperti ini,� harapnya. Namun demikian, seperti jenis usaha lainnya yang selalu mengalami pasang surut, petani jeruk pun tak luput dari kondisi merugi. Armada mengatakan, tak jarang petani jeruk dibuat meradang dengan musim panen jeruk yang datang bertepatan dengan saat anjloknya harga jeruk. Seperti yang terjadi belum lama ini harga jeruk lebih rendah dari biasanya yakni kisaran Rp 5.000 per kilogramnya. Sehingga mengakibatkan petani merugi akibat tak cukup untuk menutup ongkos buruh dan biaya pemeliharaan. Dan tak jarang juga, lantaran dihargai sangat rendah, petani jeruk Kintamani enggan memanen buah jeruknya dan lebih memilih membiarkannya tetap di pohon. l Swasrina 4 - 10 November 2013

23


K E S E H ATA N

MBP/ist

Pemakaian Spiral (IUD)

Waspadai Pindah Tempat

P

rogram Keluarga Berencana (KB) menjadi program unggulan dan serius pemerintah Indonesia sejak Orba (orde baru). Sampai kini program tersebut tetap eksis tak lekang waktu. Bahkan pemerintah makin mengintensifkan pelaksanaan program ini dengan jargon atau slogan seperti “Dua Anak Lebih Baik” terus didengungkan lewat media guna memberi pemahaman betapa pentingnya pengendalian penduduk dangan perencanaan matang para pasangan suami istri. Pesatnya penduduk menghuni negara ini termasuk mengkhawatirkan. Sekitar tahun delapan puluhan sampai si Raja Dangdut Haji Rhoma Irama lewat salah satu hits lagunya mengkritisi perkembangan penduduk Indonesia yang sudah mencapai 135 juta jiwa. Kenyataan sekarang setelah sekitar 25 tahun berlalu, ternyata jumlah penduduk Indonesia sudah melesat menjadi sekitar 250 juta jiwa. Bicara KB maka tidak lepas dari persoalan alat-alat kontrasepsi. Salah satu langkah dari program tersebut adalah memberikan layanan alat kontrasepsi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Bahkan Bali termasuk berhasil dalam pelaksanaan program ini. Sebagian besar pasutri di Bali memiliki anak dua sesuai anjuran pemerintah. Berbeda dengan generasi sebelumnya sampai punya 5-10 anak tanpa mampu dikendalikan. Di balik itu, ada sisi lain dari pemasangan kontrasepsi itu yang mesti menjadi perhatian ekstra. Ada beberapa kasus dimana wanita yang memakai alat kontrasepsi justru hamil. Pernah terjadi pada wanita usia 42 tahun yang memakai alat kontrasepsi jenis IUD (spiral). Kehamilan terjadi karena spiral mengalami perpindahan di dalam tubuhnya dan tidak berfungsi secara semestinya. Adalah dr. Made Suyasa Jaya, SpOG yang Ketua POGI Den-

24

4 - 10 November 2013

pasar mengakui, setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada sisi positif dan negatifnya. Sisi negatif itu dapat ditekan dengan kontrol secara teratur. “Idealnya kontrol alat kontrasepsi ke dokter ataupun bidan 4 bulan sekali,” ujarnya. Prinsipnya, alat kontrasepsi dibagi atas dua jenis yaitu KB hormonal seperti suntik, pil, susuk atau implan serta KB mekanis seperti IUD dan kondom. “KB yang bersifat sementara tidak bebas dari efek samping. Namun efek samping jarang sekali muncul,” ujarnya. Dituturkan dr. Suyasa, efek yang sering ditemukan berupa gejala mual, muntah dan berjerawat terutama untuk pemakaian pil KB. Kegemukan juga menjadi keluhan pemakainya. Sementara untuk IUD/spiral biasanya sering terjadi nyeri pinggang. Jika pemasangan spiral terlalu kuat akan mengalami translokasi atau perpindahan. Pindahnya spiral biasanya menembus dinding rahim secara perlahan-lahan dan menuju organ di dekatnya. “Jika tembusnya terjadi perlahan mungkin tidak disadari karena dinding rahim yang terluka bisa sembuh sendiri. Tetapi jika menembusnya cepat, bisa terjadi perdarahan,” kata Suyasa. Guna mencegah kejadian efek samping diperlukan peningkatan kewaspadaan dini, terutama jika timbul gejala gejala tersebut. Hal terpenting untuk mencegah efek negatif kontrasepsi adalah dengan kontrol teratur. “Informasi juga perlu dari petugas medis. Penjelasan mengenai efek samping setiap alat kontrasepsi perlu dijelaskan sehingga ketika muncul bisa ditangani sejak dini,” tuturnya. l Sanjiwani


Jitu Tunda Kehamilan

IBU rumah tangga yang ingin menjalankan program KB harus teliti memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan. Dokter Made Suyasa Jaya, SpOG (K) yang spesialiasi Obgyn, membagi jenis KB berdasarkan tiga fase reproduksi pada wanita. Fase menunda kehamilan untuk usia di bawah 20 tahun. Fase menjarangkan kehamilan untuk usia 20-35 tahun dan fase mengakhiri kesuburan untuk usia atas 35 tahun. Guna mengetahui alat kontrasepsi terbaik sesuai fase wanita, harus dilakukan konsultasi baik dengan dokter atau pun bidan. Pada fase menunda kehamilan memerlukan alat kontrasepsi yang memiliki reversibilitas tinggi dan jika berhenti masa kesuburan dan kehamilan bisa terjadi dalam waktu cepat. Pada fase ini dipilih pil atau injeksi bulanan. Jika konsumsi obat atau injeksi dilakukan secara disiplin dan teratur, kehamilan bisa dicegah. Apabila berhenti, wanita bisa langsung hamil. Kondom termasuk salah satu kontrasepsi yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan. Selanjutnya untuk fase menjarangkan kehamilan, alat kontrasepsi yang ideal adalah IUD dan suntik depo provera yang dilakukan 3 bulan sekali. “Standar ideal jarak kelahiran 2-4 tahun. Alat kontrasepsi IUD spiral memiliki ketahanan hingga lima tahun sehingga cocok untuk ibu yang ingin jeda sebelum punya anak lagi. Jika usia sudah lebih 35 tahun atau fase mengakhiri kesuburan serta pasangan tidak ingin menambah anak lagi, bisa dipilih kontrasepsi mantap yaitu dengan steril seperti tubektomi untuk wanita dan vasektomi untuk pria. “Untuk KB mantap tidak ada efek sampingnya karena bersifat permanen,” ujar Suyasa. Banyaknya pilihan atas alat KB, pasangan usia subur bisa merencanakan kehidupan berumah tangganya dengan memilih alat kontrasepsi dengan jitu. Langkah ini penting, karena dengan alat memadai maka kualitas hidup anak-anak ke depan akan bisa sukses.

Keberhasilan keluarga berencana (KB) guna menekan kelahiran, sehingga mampu menghambat tingkat perkembangan penduduk. Sasarannya menuju taraf kehidupan dan kesejahteraan rakyat meningkat.

l Sanjiwani

Sehat Bersama Alat Kontrasepsi PASANGAN baru suami istri perlu tahu dan paham atas jenis alat-alat kontrasepsi. Pengetahuan itu akan mampu mengarahkan rencana melakukan keluarga berencana (KB). Ber-KB pada dasarnya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat. Sedikitnya ada 7 jenis alat kontrasepsi yang aman. 1. Kondom Kondom efektif selama digunakan secara tepat dan benar. Alat kontrasepsi ini paling mudah didapat serta tidak merepotkan. 2. Spermatisida Spermatisida sejenis bahan kimia aktif yang berfungsi “membunuh” sperma. Memasukkan spermatisida ke dalam vagina harus menggunakan alat yang telah disediakan dalam kemasan. Sangat tidak diperbolehkan menggunakan tangan. Sudah dibilas dalam waktu kurang dari 6 jam usai berhubungan badan. 3. Vagina Diafragma Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya alat kontrasepsi ini bisa menurun bila terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah berhubungan badan. 4. Pil KB Keuntungan pil ini tetap membuat menstruasi teratur, mengurangi keram atau sakit saat menstruasi. Kesuburan Anda juga dapat kembali pulih dengan cara cukup menghentikan pemakaian pil ini.

MBP/ist

5. Suntik KB Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai cara kerja seperti pil. 6. Susuk KB Implant/susuk KB adalah kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang dilakukan oleh dokter. Tabung kecil berisi hormon tersebut akan terlepas sedikit-sedikit, sehingga mencegah kehamilan. 7. IUD (Spiral) Intrauterine Device (IUD) atau biasa juga disebut spiral karena bentuknya memang seperti spiral. Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga ke dalam rahim. l Sanjiwani/berbagai sumber


LENSA

T

Istana Air di Ujung Bali

aman Soekasada Oejoeng (TSO) memang menakjubkan. Kata itu tepat dipakai menggambarkan keindahan dan kemegahan situs yang dikenal dengan predikat Istana Air atau The Water Palace ini. Saking indahnya taman peninggalan Kerajaan Karangasem ini, banyak pasangan yang akan menikah menggunakan lokasi di ujung Pulau Bali itu sebagai lokasi mengabadikan momen pranikah. Tak hanya orang Bali, pasangan kekasih dari luar Bali maupun mancanegara pun jatuh cinta akan keindahan situs kerajaan yang terletak di dekat Pantai Ujung, Karangasem ini. Begitu memasuki lokasi ini, mata akan tertumpu pada bangunan arsitektur berukiran khas Bali, namun dengan ornamen yang terkesan art deco dipengaruhi zaman kolonial Belanda. Sentuhan kolonial ini bisa dicermati dari bangunan dengan keramik kaca yang mengingatkan kita pada bangunan tua peninggalan Belanda. Kawasan ini memang memadukan arsitektur tradisional Bali

dengan Eropa. Ketua Badan Pengelola Taman Soekasada Oejeong I Nyoman Matal mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan tak hanya pada wisatawan mancanegara juga wisatawan lokal. Tak heran, melihat asrinya suasana di TSO, siapa pun pasti ingin mengunjungi tempat itu. Dibangun pada tahun 1919 pada masa pemerintahan Raja I Gusti Bagus Jelantik (1909–1945) yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman berisi kolam nan luas ini selesai pembangunannya pada 1921. Namun, pembangunan terus dilanjutkan dalam rangka mengembangkan taman ini agar menjadi lebih megah. Pada tahun 1937, akhirnya diresmikan melalui upacara adat Bali yang disebut maligya. Hal ini disebutkan dalam dua prasasti marmer yang dapat ditemukan tertempel di dinding Bale Warak. Taman ini dipergunakan sebagai tempat peristirahatan raja dan juga menjamu tamu-tamu penting seperti

Taman Soekasada Oejoeng Pemerintahan : Raja I Gusti Bagus Jelantik Dibangun : 1919 Diresmikan : 1937 Arsitektur : Perpaduan Bali dan Eropa Kerusakan : - Akibat letusan Gunung Agung (1963) - Akibat gempa (1976) Restorasi : 2001 - 2003 (menggunakan dana bantuan Bank Dunia) Luas Taman : Semula 400 hektar, namun sekarang hanya tersisa sekitar 10 hektar karena landreform

MBP/Dok


raja-raja atau kepala pemerintahan asing yang berkunjung ke Kerajaan Karangasem. Pemerintah akhirnya memutuskan mengembangkannya sebagai objek wisata budaya karena kemegahan dan kekhasan bangunan yang merupakan perpaduan antara arsitektur Bali dan Eropa. Kondisinya sempat rusak berat akibat letusan Gunung Agung pada 1963 dan makin parah dengan terjadinya gempa hebat pada 1976. Meskipun saat itu hanya ada puing bangunan, kemegahan dari arsitektur Bali dan Eropa ini tak pudar. Pada 2001-2003 Pemerintah Kabupaten Karangasem memanfaatkan dana bantuan Bank Dunia membangun kembali taman ini dengan tujuan melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan Karangasem. Dalam areal taman terdapat beberapa bangunan juga kolam besar dan luas. Ada tiga buah pintu masuk atau gerbang menuju areal taman. Gerbang utama berada pada ketinggian di sisi barat sebagai pintu masuk yang disebut “Bale Kapal” karena dulunya bangunan ini dibuat menyerupai sebuah kapal. Selanjutnya dari pintu bale ini pengunjung menuju areal taman dengan menuruni ratusan buah anak tangga. Dari tempat inilah ke seluruhan areal taman dapat dinikmati. Sesuai predikatnya sebagai The Water Palace, ada 3 buah kolam besar dan luas. Di tengah kolam I di sisi paling utara terdapat

bangunan utama yang disebut “Bale Gili” yang dihubungkan oleh jembatan menuju arah selatan. Di tengah kolam ini terdapat patung-patung dan pot-pot bunga. Di sebelah barat kolam I, di tempat yang agak tinggi terdapat bangunan berbentuk bundar, yang disebut “Bale Bunder” yang difungsikan sebagai tempat untuk menikmati keindahan taman dan panorama alam di sekitarnya. Di sebelah barat laut Bale Bunder, pada areal terasering yang tinggi terdapat bangunan persegi empat panjang yang disebut “Bale Lunjuk”. Ada sekitar 107 anak tangga menuju bangunan ini dari arah timur. Di tengah kolam II di sisi selatan kolam I terdapat bangunan yang disebut “Bale Kambang”. Bangunan ini dahulu berfungsi sebagai tempat jamuan makan untuk para tamu kerajaan. Di sebelah timur kolam II terdapat kolam III yang disebut Kolam Dirah dan merupakan kolam pertama yang dibuat oleh Raja Karangasem. Di areal sebelah utara taman, di tempat yang tinggi terdapat patung “warak” (badak) dan juga patung “banteng” yang dari mulut kedua patung tersebut air memancur keluar menuju kolam. Dan sekitar 250 m di sebelah utara taman ini tedapat sebuah pura bernama Pura Manikan yang juga dibangun oleh Raja Karangasem. l Diah Dewi


OLAHRAGA

Mantan perenang AS Michael Phelps

T

Perjalanan Panjang Menuju Rio

ak ada hujan tak ada angin, Michael Phelps tiba-tiba mulai berlatih lagi di North Baltimore Aquatic Club. Perenang yang paling sukses dalam sejarah Olimpiade itu telah pensiun dan menyatakan tak mungkin menyaingi anak-anak muda di Rio de Janeiro 2016. Namun, siapa bisa mengalahkan keinginan itu bila ambisi menjadi perenang terbaik dunia itu masih bergelora. Bob Bowman, yang selama ini menjadi pelatih dan mitra bisnisnya, mengakui Phelps ambil bagian dalam latihan sejak pekan lalu. Namun dia belum menyatakan komitmennya akan tampil dalam kompetisi resmi. Diperlukan latihan resmi dan terjadwal bila ingin tampil di event tersebut. Apalagi untuk kompetisi selevel kejuaraan dunia atau Olimpiade, maka atlet akan menghadapi program latihan yang amat ketat dan melelahkan. “Dia latihan tidak terjadwal untuk mengembalikan kebugaran fisiknya,” kata Bowman kepada The Associated Press. Faktanya memang mendukung demikian. Phelps sibuk menghadiri pertandingan ekshibisi kompetisi bola basket Amerika NBA di Cina. Namanya di negeri Tirai Bambu itu cukup populer sehingga sejumlah produk menggunakan dia sebagai media promosi. Perenang berjuluk The Baltimore Bullet itu, sempat ditanya wartawan tentang kemungkinan kembali ke kolam renang pada kejuaraan dunia di Barcelona beberapa waktu lalu. Kala itu dia menghadiri acara tersebut sebagai komentator. “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Saya bahkan tidak tahu apa yang terjadi besok,” kata Phelps yang berusia 28 tahun itu. Demikian pula dengan Olimpiade 2016 di Rio, Phelps tidak pernah membuat perencanaan sejauh itu sepanjang hidupnya. Namun seperti sudah ditegaskan sebelumnya, bahwa dia berhenti berenang sebelum usia 30 tahun. Artinya ia tak akan mengikuti Olimpade Rio di mana usianya 31 tahun.

28

MBP/ap

4 - 10 November 2013

Phelps seperti mencapai titik akhir kariernya di Olimpiade London tahun lalu ia mencetak sejarah baru sebagai atlet paling berprestasi di event empat tahunan itu. Karier gemilangnya diwarnai dengan raihan 18 medali emas dari total 22 medali yang dikumpulkannya sepanjang mengikuti tiga Olimpide. Ia juga tak terkalahkan sepanjang satu dekade di gaya kupu-kupu sejak Kejuaraan Dunia 2001 di Fukuoka hingga Shanghai 2011. Usai menyatakan pensiun, perenang kelahiran Maryland, 30 Juni 1985, tak memiliki banyak kegiatan selain mengelola sekolah renang dan mendirikan yayasan untuk keamanan berenang. Dia tertarik olahraga golf namun tak menjalani pelatihan khusus. Belum lama ini Komite Olimpiade Internasional (IOC) menunjuk dia, Michelle Wie dan Yelena Isinbayeva sebagai Duta Youth Olympic. Wie merupakan pegolf berusia 24 tahun dan cabang olahraganya mulai dipertandingkan di Olimpiade Rio. Sedangkan Isinbayeva adalah ratu loncat galah dan berada di pengujung kariernya. Phelps mengakui mungkin golf menjadi cabang pilihannya bila tampil di Rio nanti. Olahraga ini jauh dari soraksorai penonton, emosi yang meledak-ledak dan konfrontasi fisik secara berlebihan. “Namun olahraga ini merupakan kompetisi yang paling sengit yang pernah aku hadapi,” tegas Phelps yang mendominasi nomor 100 m gaya kupu-kupu saat jayanya di Olimpiade Athena 2004, Beijing 2008 dan London 2012. Phelps masih memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Rio, termasuk di antaranya menjalani program tes antidoping yang merupakan hal wajib bagai perenang AS. Namun yang utama adalah dia harus mencapai Kejuaraan Dunia di Rusia pada 2015. Jika ia sukses di event itu maka tiket menuju Rio ada di tangannya. l Yudi Winanto


Mengubah Tradisi Pesta? Tak ada lagi acara hura-hura bagi Australia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, terlebih bagi tim renang. Tradisi yang biasa dilakukan di pesta olahraga multi event itu dihapus meski diklaim sebagai ekspresi atas berakhirnya kompetisi yang dihadapi para atlet. Selama ini delegasi negeri tersebut mengizinkan atletnya untuk menikmati suasana setelah menjalani kompetisi yang berat dengan tidak terburu-buru mengirim mereka pulang. Namun aturan baru telah ditetapkan menyusul hasil buruk dan memalukan di Olimpiade London 2012. “Kami akan menerapkan standar tinggi atas perilaku di Rio. Perilaku buruk tak akan mendapat toleransi,” kata chef de mission Australia Kitty Chiller. Atlet, katanya seperti diungkapkan kepada koran The Australian, diminta memahami tanggung jawab masing-masing. Jadi markas atlet dan penerbangan pulang tidak akan ada minuman keras. Atlet diizinkan melakukan aktivitas sosial dan tetap bekerja sama dengan tim seusai menuntaskan lomba. Namun pesta tidak diizinkan hingga larut malam. “Ada konsekuensi yang harus ditanggung bila mereka mencoba-coba melanggar aturan ini. Saya tidak peduli siapa dia,” ujar Chiller seperti dikutip Reuters. Bagi tim negara lain, atlet mereka dikirim pulang setelah menyelesaikan tugas. Namun Australia mempunyai kebijakan tersendiri bahwa atlet memerlukan pengalaman holistik di level internasional sehingga mereka perlu mengetahui dan memahami kompetisi ini secara menyeluruh. Ini untuk untuk menciptakan lingkungan terbaik demi meraih penampilan yang terbaik pula. “Mereka bisa mengikuti pesta setiap waktu, mereka bisa pesta saat pulang. Tetapi dua pekan selama penyelenggaraan Olimpiade barangkali menjadi satu-satunya kesempatan. Jadi jangan sia-siakan,” pesannya. Olimpiade London tahun lalu menjadi pencapaian terburuk bagi tim renang di mana mereka gagal meraih emas di nomor perorangan yang selama ini menjadi lumbung medali. Media melontarkan kritik pedas bahwa tim tersebut lebih mengutamakan kesenangan dibandingkan prestasi. Mereka juga diklaim menyia-nyiakan dana dukungan yang diambil dari para pembayar pajak. Tudingan dialamatkan pada tim estafet 100 m gaya bebas yang tidak disiplin dalam latihan. Bahkan laporan tim independen menyebutkan mereka juga menengguk minuman keras. Tim Australia juga dipermalukan dengan kasus pedayung Josh Booth yang ditahan polisi. Booth dalam kondisi mabuk, merusak etalase sebuah toko setelah menyelesaikan putaran final, nomor yang diikuti. l Yudi Winanto

Perenang Australia James Magnussen

MBP/rtr

4 - 10 November 2013

29


OLAHRAGA

Kadek Mantrajaya Pratidina

Pembalap yang Lahir dari Trek-trekan Knalpot puluhan motor yang ditunggangi kawula muda meraung-raung di seputaran Renon, Denpasar, sore hingga petang, membuat bising pengendara yang lalu-lalang. Aksi kebut-kebutan anak remaja itu menjadi pemandangan tiap hari, walaupun sering dikejar-kejar aparat, ditangkap dan dihukum. Kadek Mantrajaya Pratidina termasuk yang tidak luput dari hukuman aparat. ‘’Saya pernah tertangkap lantaran balapan liar, lalu disuruh push-up di Lapangan Renon. Bahkan, tulang kering saya pernah ditendang petugas,’’ kenangnya. Tidak disangka, berawal dari aksi ugal-ugalan di jalan di seputaran Renon sekitar 1996-1997 silam itulah kemudian lahir seorang pembalap yang akrab disapa Kadek Mantra. Sejak kelas II SMP, ia sering menjadi penunggang motor (joki). Diadu dengan pembalap lain dan dipakai taruhan uang, acap kali dilakoninya. Namun, ini dilakukanya secara sembunyisembunyi karena takut diketahui orangtuanya. ‘’Saya sering menang taruhan. Kesepakatannya tergantung berapa kali putaran dan motor yang digeber. Dulu nominalnya kecil, paling cuma Rp 5.000,’’ ujarnya. Bakat Kadek Mantra makin terlihat ketika duduk di bangku kelas I SMAN 1 Denpasar (Smansa). Pertama kali ikut balapan di Padanggalak, ia langsung menjadi juara di kelas sport. Padahal, dirinya tidak mempunyai baju balapan. Hanya memakai jaket dan celana jins, ia berjaya di atas motor RX King 135 cc. Berkat kepiawaiannya, Kadek Mantra akhirnya didukung orangtuanya. Sejak itu, karier putra kedua pasangan Wayan Rereh dan Ni Made Ekawati ini di cabang olahraga (cabor) makin berkibar.

Berbagai penghargaan dan juara direngkuhnya. Yang paling bergengsi Kadek Mantra masuk tim Yamaha Indonesia dan menjadi juara ASEAN Yamaha Cup Race di Sirkuit Kemayoran, Jakarta, pada 2003. Ia finis terdepan mengendarai motor Jupiter-Z. ‘’Untuk masuk pembalap tim Yamaha Indonesia, seleksinya sangat ketat. Diseleksi dari pembalap yang juara di masing-masing daerah,’’ jelasnya. Meskipun berkibar di level ASEAN, kenyataannya tenaganya tidak pernah dipakai Bali di kancah PON hingga usianya mencapai 33 tahun. Terakhir, pria yang membuka usaha bengkel motor di rumahnya ini, mendulang medali emas dan perunggu untuk Badung pada Porprov Bali XI/2013 di Denpasar, September lalu. Emas diraihnya bersama Gede Ucil Arya Kurniawan di nomor beregu, sedangkan perunggu direbutnya di nomor perorangan kelas 125 cc. Kadek Mantra mengaku prihatin terhadap nasib pembalap junior Bali karena tidak mempunyai sirkuit. Padahal, gejolak kawula muda harus ditampung dan diwadahi, misalnya dengan menutup jalan pada hari Minggu agar hobi dan bakatnya tersalurkan. Dia juga mengeluh karena harus merogoh kocek dalam-dalam jika mengikuti berbagai event ke luar Bali. ‘’Saya pernah juara Region III, kemudian harus mengikuti Indoprix seluruh seri sampai ke Sentul, mengeluarkan biaya sendiri. Berat hanya mengandalkan usaha bengkel. Sementara klub dan tim balap keberatan kalau harus mensponsori semua seri,’’ papar ayah tiga anak ini. l Daniel Fajry Nama Panggilan Lahir Istri Anak

: Kadek Mantrajaya Pratidina : Kadek Mantra : Denpasar, 29 Agustus 1980 : Ivony Mella : 1. Gede Satria Wibawa (9) 2. Kadek Indri Sisilia Putri (7) 3. Komang Viany Gracia (4)

MBP/ist


KRIMINAL

Komplotan Waria Sasar WNA Mabuk

D

entuman suara musik memekakkan telinga di tempat dunia gemerlap (dugem), memang menjadi suguhan lumrah tiap malam di wilayah Kuta. Ditambah sorotan lampu beragam menyemarakkan suasana. Selain warga negara asing (WNA) dan orang-orang berduit, waria pun turut berbaur di kerumunan WNA yang berajojing ria. Mereka bukan semata-mata mencari hiburan, tapi khusus menyasar WNA mabuk. Tidak sedikit waria memanfaatkan suasana remangremang tempat dugem ini untuk mencuri barang pengunjung. Mereka memang tidak menyasar barangbarang warga lokal, melainkan WNA. Selain itu, mereka mencari WNA hidung belang. Bertubuh langsing, pakaian minim, rambut panjang terurai, para waria itu sepintas tidak ada bedanya dengan wanita asli. Mereka pun punya komunitas serta wilayah mangkal. Meski sudah banyak dijebloskan ke sel, toh masih banyak waria yang berkeliaran di Kuta, terutama malam hari. Seperti kasus pencurian yang ditangani Polsek Kuta. Ketika itu polisi menangkap lima waria karena membobol kartu kredit milik Emeric Beyeler (34) asal Prancis pada Jumat (11/10). Kelima waria itu yakni Risha alias Reza (25), Munandar Muchtar alias Nanda (26), Daniel Eko alias Nadya (27), Irwansyah alias Keyla (25), dan Marcell Pangemanan alias Selo (22). Awalnya mereka mencuri kartu kredit dan HP. Selanjutnya kartu itu dipakai membeli barang-barang senilai Rp 38.802.000. “Mereka mencuri barang-barang milik korban di Diskotek Lavida Loka di Jalan Double Six, Legian,� kata Kapolsek Kuta Kompol Agus Tri Waluyo, beberapa waktu lalu. Sementara warga Prancis, Emeric, yang menjadi korban waria ini, menginap di Villa 1 di Jalan Umalas Klecung, Kuta Utara. Dia kemudian meninggalkan vila untuk dugem di Diskotek Lavida Loka. Saat dugem, Emeric meninggalkan tasnya di meja. Tapi setelah kembali, dia melihat tasnya terbuka. Korban lalu mengecek isi tasnya. Ternyata HP Samsung Galaxy 4 III dan kartu kredit Bank Permata, hilang. Korban pun panik, sehingga segera memberi tahu satpam diskotek. Selain itu, dia juga mengecek saldo tabungannya, dan ternyata kebobolan Rp 38.802.000. Dari keterangan saksi-saksi di TKP, akhirnya polisi mengantongi identitas pelakunya, yakni Marcell dan Risha alias Reza alias Yesa. Polisi segera melacak ke-

32

4 - 10 November 2013

beradaan mereka dan ternyata berada di butik di Jalan Kayu Aya, Kuta Utara. Sekitar pukul 19.00, petugas menangkap kedua waria tersebut. Selain itu, polisi meringkus tiga waria lainnya yakni Munandar Muchtar alias Nanda, Daniel Eko alias Nadya, dan Irwansyah alias Keyla. Mereka lalu digelandang ke Polsek Kuta. Kepada petugas, tersangka Risha asal Makassar dan tinggal di Kuta ini, mengakui perbuatannya. Dia mengakui mencuri kartu kredit dan HP bersama Marcell. Mereka juga memakai kartu kredit itu untuk berbelanja. Tersangka Munandar Muchtar alias Nanda alias Wina asal Balikpapan yang tinggal di seputaran Legian juga mengaku berbelanja memakai kartu kredit milik Emeric. Hal serupa dikatakan tersangka Daniel Eko alias Nadya asal Malang dan Irwansyah alias Keyla asal Medan. “Barang bukti yang kami amankan kebanyakan tas dan pakaian. Mereka membobol kartu kredit itu bergantian. Kami masih mengembangkan kasus ini, siapa tahu ada TKP lain,� kata Kanitreskrim Polsek Kuta. Memang banyak juga bencong berprestasi, baik di bidang olahraga, usaha, dan lainnya. Namun mereka cenderung mencari uang secara instan. Bahkan, ada juga yang khusus membobol vila. Polisi tidak bisa menertibkan mereka karena bukan wewenangnya. Dalam kasus ini, keseriusan instansi terkait terutama Satpol PP Badung yang mestinya bertugas menertibkan para waria, sama halnya dengan keberadaan gepeng. Kehadiran kedua komunitas itu jelas menganggu ketertiban dan kenyamanan. Keluhan pun sering terlontar dari masyarakat dan turis asing. Jika kondisi ini tidak cepat ditanggapi, waria-waria dari luar Bali ini akan berlomba-lomba datang ke Kuta atau objek wisata lainnya. Akibatnya, masalah sosial di Bali akan semakin kompleks. Kepolisian hanya bisa menindak mereka bila terlibat kasus pidana. Bila tidak ada penanganan pascadivonis, mereka akan kembali beraksi di Kuta. Karena itu dibutuhkan solusi tepat dan mujarab untuk mengatasi masalah waria ini. www.denpostnews.com LAPORAN


MBP/kertanegara

Aparat Polsek Kuta saat mengamankan para tersangka karena mencuri barang-barang milik WNA di Kuta. 4 - 10 November 2013

33


KRIMINAL

Dibekingi Oknum Pejabat

Penindakan Ormas Anarkis Tumpul


K

ian suburnya organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali tak lepas dari beking kuat, misalnya oknum pejabat pemerintahan. Karenanya, mesti berulang kali bertindak arogan, pemerintah atau aparat penegak hukum belum juga berani menindak ormas anarkis, apalagi membekukannya. “Tahu sendiri kan, ada ormas yang bermain di belakang penguasa di Bali. Jadinya aparat ewuh-pakewuh (enggan). Justru pemerintah seakan tutup mata, padahal masyarakat sudah resah,” ujar praktisi hukum Jhon Korassa, beberapa waktu lalu. Menurut pengacara yang dikenal vokal ini, solusi membekukan ormas anarkis, tergantung pemimpin Bali. Bagaimana bisa ditertibkan bila pemimpin Bali tutup mata. “Kalau ingin memulai yang baik, harus dimulai dari pemimpinnya. Sekarang saya lihat banyak kegiatan pemerintah terang-terangan melibatkan ormas. Justru orang-orang yang menyampaikan asipirasi positif malah dianggap musuh,” tegas John. Sementaran itu, Direktur Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) Bali Made Suardana menyebutkan, ada unsur kekuatan politik yang melindungi preman yakni oknum anggota dewan dan pemerintah. Mereka sebagai serdadu milisi swakarsa dan dihadapkan pada konflik horinzontal. ”Buktinya banyak, misalnya demo-demo khususnya soal penolakan reklamasi, kan mereka dihadapkan dengan ormas yang mendukung pemerintah. Sangat memalukan. Dalam upaya menumbuhkan demokrasi, tapi justru pembodohan yang dilakukan pemerintah,” tegas Suardana. Selain itu, semestinya pembentukan ormas berdasarkan kondisi sosial dan mematuhi anggaran dasar (AD). Terlebih ormas yang mendengung-dengung-

kan pengamanan Bali, harus konsisten dengan misinya. Jika tidak konsisten atau melanggar AD, sebaiknya membubarkan diri saja. Ormas di Bali semestinya lebih fokus pada kegiatan sosial, misalnya penanggulangan bencana, bidang pendidikan, dan ikut mengentas kemiskinan. Ketimbang membentuk ormas hanya untuk melakukan kekerasan. “Saya tidak akan percaya dan yakin anggota ormas anarkis bisa mengubah dirinya. Sepanjang sejarah kekerasan dilakukan ormas, tidak pernah selesai. Saya tidak percaya bila mereka bisa menumbuhkan kesadaran mengubah perilaku. Ormas membutuhkan orang-orang yang memiliki daya nalar baik, tidak mengandalkan fisik. Artinya, bagaimana bisa bikin ormas cerdas, bila anggotanya didominasi preman,” tambah Suardana. Yang lebih ekstrem, bila terjadi perselisihan antar-ormas, para anggotanya selalu membawa beragam senjata tajam (sajam). John Korasa menduga, beberapa titik di wilayah Denpasar, ada ormas yang punya gudang senjata. “Saya yakin polisi tahu itu (gudang senjata). Satu butir ineks saja bisa ditemukan, masak gudang senjata luput dari pantauan mereka?” tegas praktisi hukum itu. Kalau tidak punya gudang senjata, kecil kemungkinan dalam hitungan menit ormas mampu mengumpulkan ratusan anggotanya lengkap dengan sajam. John pun menduga, pentolan-pentolan ormas dilengkapi senjata api (senpi), namun luput dari pantauan aparat penegak hukum. “Belajar dari penggerebekan saat Kapolda Bali Paulus Purwoko, kan banyak diamankan sajam, narkoba, bahkan senpi, serta bahan peledak. Kalau hal ini dibiarkan, situasi keamanan Bali pasti semakin runyam,” ujarnya. Jhon menegaskan, dengan membawa sajam, anggota ormas sejatinya bisa dijerat dengan UU Darurat. “Mestinya polisi di Bali meniru kepolisian di Jakarta yang berani menindak tegas John Key dan Hercules,” tambah Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pembela Tanah Air (LBH-Peta) ini. Polisi juga bisa menjerat pentolan ormas dengan pasal berlapis. Selain undang-undang tindak pidana umum bila berbuat anarkis, mereka juga dapat dikenakan UU No.8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang dan Undang-undang Korupsi No.31 Tahun 1999 yang diperbarui dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang pemerasan. Di tempat terpisah, Kasubbag Humas Polresta Denpasar AKP IB Sarjana akan menindaklajuti informasi praktisi hukum tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Satintelkam Polresta Denpasar untuk menyelidiki dan menindaklanjutinya. “Terima kasih atas informasi itu. Kami akan menindaklanjutinya. Informasi sekecil apa pun akan kami selidiki,” tandasnya. www.denpostnews.com

LAPORAN

Dua pentolan ormas Baladika Bali dan Laskar Bali menyatakan berdamai pascabentrok di Jl. Mahendradatta belum lama ini. 4 - 10 November 2013

35


EKONOMI

Tekan Risiko Kredit Macet, LTV Sektor Properti Positif

B

isnis properti di Bali memang dahsyat. Semahal apa pun harganya, asalkan lokasinya strategis, pasti laku terjual. Pembelinya bukan hanya dari lokal Bali, nasional Indonesia, bahkan asing yang ‘’mimpi’’ agar punya properti di Bali. Bank Indonesia (BI) pun waswas akan terjadi penggelembungan harga tanah dan rumah di Bali yang berakibat buruk terhadap kredit perbankan. Regulasi khususnya loan to value (LTV) dari BI seakan tak menyebabkan aktivitas pencarian properti oleh kalangan investor terhenti. Sejak 9 bulan terakhir 2013, beberapa kawasan di Bali menjadi incaran sejumlah investor luar Bali. Kenapa? Kebijakan Bank Indonesia (BI) lewat pengetatan loan to value (LTV) bisa jadi dipandang kalangan perbankan memiliki arah positif. Namun di sisi lain memang menyebabkan munculnya kekhawatiran kalangan pengembang nasional terkait akan tersendatnya laju pertumbuhan sektor properti yang sejak beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang dahsyat. Tidak bagi Bali. Properti Bali sangat unik sehingga menjadi incaran investor. Indikator keunikan tersebut selain proses pengembangan produk properti khususnya yang dilakukan pengembang Bali (baca Hindu), selalu mengedepankan konsep Tri Hita Karana (THK) yakni menjaga keharmonisan pelaku bisnis dengan Tuhan, sesama, juga lingkungan. Realita dari pelaksanaan konsep THK tersebut juga bertalian erat dengan tiga kerangka dasar agama Hindu yakni filosofis, etika, dan upacara. Wujud nyata dari fenomena/ contoh keunikan pengembangan properti Bali tersebut yakni setiap pengembangan proyek baru, pengembang Bali takkan melupakan ritual seperti ngeruwak, ngantukan Batari Sri, dan ritual terkait lainnya sehingga adanya perubahan status dari tanah sawah/nonproduktif menjadi perumahan/hunian. Penerapan konsep THK oleh pengembang Bali di tanah Dewata itu juga tercermin dari konteks hubungan manusia dengan Tuhan yakni setiap kantor developer di Bali pasti ada pelangkiran, sebagai sarana memuja Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan) atas karunia yang telah diberikan. Begitu disampaikan pimpinan PT Sepa Karya Buana, salah satu developer papan atas di Bali, Dr. Drs. Dewa Putu Selawa, M.M., menyikapi booming properti Bali yang takkan pernah terempas badai bubble property seperti pandangan beberapa kalangan pebisnis properti nasional. Menurut pengembang asal Banjar Batu Kapal, Bongancina, Buleleng ini, bubble property di Bali takkan terjadi karena prospek investasi di Bali makin lama makin cerah. Beberapa indikator penyebabnya adalah faktor keamanan,

36

4 - 10 November 2013

imbas pariwisata Bali yang termasyhur di dunia, serta keramahan masyarakat. Betapa pun regulasi terkait menggoyang, properti Bali akan tetap hidup, bak tanaman di musim semi. Bagaimana dengan sektor perbankan? Praktisi ekonomi dan perbankan Drs. Ida Bagus Kade Perdana mengatakan, ditinjau dari sudut pembiayaan bank kebijakan LTV bermakna positif bagi bank. Itu karena makin besar kemampuan konsumen untuk menyediakan uang muka (self financing) maka risiko kredit macet makin kecil. Di sisi lain kondisi yang ada memang akan berpotensi mengerem laju pertumbuhan sektor properti yang berkembang pesat belakangan ini. Untuk mencegah bubble property, upaya yang dilakukan BI melakukan pengaturan tepat, apalagi dalam situasi adanya kenaikan BI rate yang berdampak pada naiknya suku bunga pinjaman dan ekonomi nasional yang tampak kurang kondusif belakangan ini. Selain itu adanya pelemahan perekonomian yang cenderung menjadi krisis global kiranya kebijakan BI tersebut merupakan langkah yang perlu diapresiasi dengan bijak oleh pihak–pihak berkepentingan. Sales Manager www. Rumah 123.com, satu perusahaan broker properti nasional Meddy H. Papinka, di Kuta baru ini mengaku terkesima dengan properti Bali. Dia membeberkan data pemasaran properti yang dilakukan secara online mengambil objek sejumlah kawasan di Bali. Menurutnya, ada sepuluh kawasan di Bali sejak sembilan bulan terakhir yang menjadi incaran investor. Beberapa kawasan tersebut yakni Sanur, Canggu, Renon, Gatsu, Kuta, Kerobokan, Tuban, Seminyak, Nusa Dua, dan Ubud. Dari top 10 pencarian lokasi tersebut, Jimbaran menduduki peringkat tertinggi mencapai 6.569 dari pencarian top 10 lokasi lainnya yakni sebanyak 108.755 pengunjung. Demikian dengan pencarian lokasi lain secara nasional mencapai 193.000 pengunjung. Dari sisi permintaan harga properti di sejumlah kawasan di Bali bervariasi. Untuk jenis rumah elite harga yang diminta investor berkisar Rp 4,4 miliar, apartemen Rp 1,9 miliar, tanah Rp 6,4 miliar, dan ruko Rp 27,7 miliar. Dari kondisi itu dipandang sektor properti Bali khususnya telah mencatat pertumbuhan yang spektakuler tahun ini. Selama empat bulan pertama tahun 2013, sektor properti Indonesia tumbuh 23,11 persen. Ujungnya belum terlihat karena permintaan domestik untuk properti tetap kuat dan pengembang properti di Indonesia diharapkan berkontribusi pada laba bersih yang naik sekitar 30 persen pada 2013. Dengan demikian, sektor properti bisa tumbuh hingga 30 persen menjelang akhir 2013. Dikatakan pula, kepercayaan yang tinggi kalangan developer kepada broker properti resmi di Indonesia telah memberikan


MBP/ist

dampak positif terhadap kedua belah pihak. Pengembang jadi fokus membangun unit-unitnya saja, sementara urusan pemsaran diserahkan kepada broker. Data yang dikumpulkan juga menyebutkan dengan memanfaatkan jasa broker yang menjual produk properti lewat internet, pengguna internet terus bertambah. Saat ini lebih dari 55 juta masyarakat Indonesia menggunakan internet. Diperkirakan di akhir 2016, sekitar 100 juta orang akan menggunakan internet. Eksposur yang sangat tinggi, pengunjung www. Rumah123.com sudah mencapai 1,2 juta UV di Juni 2013. Seluruh listing property secondary dan proyek perumahan baru

bisa diakses di internet. Selain itu, kemajuan IT telah memberikan kemudahan bagi pihak berkepentingan mengiklankan listing property secondary dan proyek perumahan baru secara mandiri, dan khusus agen properti sudah bisa menggunakan seluruh gadget seperti iPhone, Smartphone, Blackberry. Semua data prospek telah tercatat diakun para agen properti dan developer, termasuk laporan impresi dari setiap listing properti. LAPORAN

Bisnis Bali Info Bisnis di Bali

4 - 10 November 2013

37


PARIWISATA

Hadirnya Gacong di Tanjung Benoa

Antara Untung dan Buntung

F

ollow me, follow me kata-kata ini yang sering terlontar dari gacong-gacong di Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Mereka bukan pramuwisata juga bukan pelaku pariwisata, mereka adalah pengantar tamu di wisata Tirta Tanjung Benoa. Kehadiran para gacong bukan hal baru lagi. Bagi sejumlah pengusaha, mereka adalah pahlawan yang memberikan kontribusi cukup besar, namun bagi Gabungan Pengusaha Wisata Tirta (Gahawisri), mereka adalah hama yang harus dibasmi. Gacong (sebutan pengantar tamu di wisata Tanjung Benoa) merupakan secuil dari masyarakat yang ingin merasakan nikmatnya pariwisata Bali, meski dengan cara menyimpang dari aturan. Mereka juga disebut gacong follow me, karena bahasa khas mereka yang sering mengatakan follow me (ikuti saya - red) kepada calon korbannya. Mereka tak ubahnya perampok yang selalu mencegat para wisatawan. Dengan sepeda motor, para gacong ini mengikuti dan kemudian memepet korbannya. Korbannya adalah wisatawan yang menggunakan kendaraan berpelat luar Bali. Mereka biasanya menggedor kaca kendaraan sambil menunjukkan brosur perusahaan wisata air tertentu. Tak jarang mereka sengaja mengarahkan para korbannya dengan memepet kendaraan korban agar menuju perusahaan water sport yang mau memberikan komisi. Maklum saja sejumlah perusahaan wa-

ter sport di Tanjung Benoa sepakat tidak akan memberikan komisi kepada gacong. Namun, ada juga perusahaan water sport yang melanggar kesepakatan dengan masih tetap memberikan komisi kepada gacong liar. Setidaknya lebih dari lima perusahaan wisata tirta masih tetap memberikan komisi kepada gacong dari puluhan perusahaan wisata tirta yang ada di sepanjang Jalan Pratama Tanjung Benoa. Ada yang merasa diuntungkan oleh para gacong liar ini, sementara perusahaan yang lain merasa dirugikan, karena tamu hanya diarahkan ke perusahaan tertentu saja. Gacong liar ini berkelompok dan mangkal di tempat-tempat tertentu. Mereka seperti terorganisir dan melakukan pembagian tugas. Saat musim ramai, gacong liar ini membengkak hingga 25 orang. Namun, jika hari biasa jumlah gacong menyusut hingga kurang dari lima orang. Penghasilan mereka pun cukup mencengangkan. Dengan hanya bermodalkan sepeda motor dan nekat saat musim ramai, mereka bisa mengantongi uang lebih dari Rp 500.000 per hari. Tiap tamu yang diantar ke perusahaan bersangkutan membayar harga sesuai tarif. Sementara para gacong ini memperoleh penghasilan dari selisih harga jual dengan harga pokok yang dipatok perusahaan bersangkutan. Terkadang juga para gacong liar ini menaikkan harga jual hingga 100 persen. Tentu saja bisa dibayangkan berapa keuntungan yang mereka peroleh setiap hari . Penuturan sejumlah pegawai usaha water sport di salah satu perusahaan yang tidak memberikan komisi

Tanjung Benoa terletak di ujung selatan Pulau Bali, di Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali. Kawasan ini menjadi tempat wisata tirta, yang biasanya dimulai di pagi hari sekitar pukul 08.00 sampai pukul 12.00. Lewat dari pukul 12.00 siang air akan surut dan boat-nya tidak bisa lagi dipergunakan untuk permainan, atau bisa juga sebaliknya, jika pagi air laut surut dan siang hari air pasang maka aktivitas dilakukan siang sampai sore hari.


kepada gacong liar mengaku sangat dirugikan. “Gacong liar selalu mencegat tamu yang sudah pasti datang ke sini. Mereka mengambil komisi yang seharusnya menjadi hak kami,” keluh Sumarna. Para pengusaha yang dirugikan mengaku tidak alergi dengan gacong, namun mereka tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan untuk mengaet tamu yang liar. “Kami kadang iri, mereka hanya bermodal nekat dapat penghasilan besar, sementara kita di sini hanya melihat gacong liar menerima komisi besar,” ujarnya. Mereka sangat menyesalkan sikap sejumlah perusahaan wisata air yang masih tetap melanggar kesepakatan dan memberikan komisi kepada para gacong liar. Mereka berharap pemerintah lebih tegas dan memberantas gacong liar ini. Persoalan gacong liar di Tanjung Benoa seperti bola liar yang belum jelas penyelesaiannya. Pihak Gabungan Pengusaha Wisata Tirta (Gahawisri) Badung menyatakan angkat tangan. Terlebih dinas terkait, gacong tidak diatur dalam kebijakan kepariwisataan sebagai komponen pendukung. Keberadaan gacong dapat merusak citra pariwisata Bali. Mereka menjadi usaha ilegal yang hanya memanfaatkan tamu yang ingin menikmati wisata tirta. Keberadaan gacong ini menjadi salah satu sebab terjadinya perang tarif antara perusahaan wisata tirta. Seringkali gacong ini meminta harga semurahmurahnya dari perusahaan tertentu. Mereka berusaha merebut tamu dengan cara mencegat untuk diarahkan ke perusahaan tertentu sehingga terjadi saling serobot. “Kita imbau para perusahaan wisata tirta agar tidak bekerja sama dengan orang seperti ini,” tegas Ketua Gahawisri Badung Made Tromat. Sulit mengungkap jaringan maupun cara kerja mereka, sebab mereka selalu bersembunyi ketika tim gabungan dari Dinas Pariwisata setempat terjun ke lokasi. Terlebih lagi tidak ada pihak yang mau memberikan informasi dan bukti kasus ini. Parwata

”Tukang Suun” pun Berperan ”Guide” JIKA di Tanjung Benoa banyak gacong liar yang berperan mengantarkan tamu, lain halnya dengan pengantar tamu di Pasar Seni Kumbasari yang diperankan oleh para pembawa barang alias tukang suun. Peran guide dadakan yang banyak dilakoni buruh panggul barang ini dijuluki kere-kere yang berasal dari kata carry-carry (memikul). Aksi mereka banyak dikeluhkan wisatawan yang berkunjung. Maklum saja, sejak turun dari mobil, mereka terus dibuntuti oleh kere-kere. Tak hanya itu, mereka juga mempermainkan harga jual produk kerajinan dan suvenir yang ditawarkan kepada wisatawan. Akibatnya wisatawan banyak yang kapok datang ke pasar seni yang diresmikan tahun 1977 ini. Sama halnya dengan gacong, kere-kere juga meminta komisi pada para pemilik kios seni yang telah dibawakan tamu, selain mendapat ongkos dari wisatawan yang telah dibawakan barang belajaannya. Rakusnya lagi kere-kere yang seenaknya menaikkan harga pasar produk kerajinan dan suvenir di Pasar Kumbasari demi hasil yang melimpah. “Dengan praktik permainan harga melambung tinggi, wisatawan merasa tertipu dan membatalkan membeli produk kerajinan dan suvenir yang kami tawarkan,” keluh Made Sampun, pedang kerajinan perunggu di pasar tersebut. Banyak wisatawan asing yang beralih ke pasar seni lainnya. Seperti Pasar Seni Sukawati, Guwang, dan sentra-sentra penjualan barang seni lainnya, karena merasa tak nyaman oleh perilaku kerekere nakal. Sebab, beberapa dari mereka yang ingin mendapatkan pendapatan lebih, tidak tanggung-tanggung menaikkan harga produk kerajinan dan suvenir milik pedagang bisa mencapai 100-300 persen. “Terang saja wisatawan banyak yang kabur dan memilih shopping di tempat lain, karena harga yang ditawarkan lebih murah,” ungkapnya. Menurutnya, kere-kere tidak berhak untuk menentukan harga barang yang ditawarkan para pedagang karena mereka telah mendapatkan sebagian penghasilan yang didapatkan pedagang dari penjualan produk kepada wisatawan. “Jika kere-kere nakal ini dibiarkan kedatangan wisatawan ke sini akan tambah lengang,” ujarnya. Kadek Sudarmika, salah seorang pramuwisata yang ditemui di lokasi, juga mengakui banyak wisatawan yang mengeluh tidak nyaman berkunjung ke Kumbasari, karena kere-kere terus mengikuti langkah mereka dan selalu ikut campur ketika wisatawan ingin berbelanja. Tak hanya itu, wisatawan juga banyak yang mengeluhkan perilaku kere-kere yang memaksa wisatawan memanfaatkan jasa mereka, kendati wisatawan hanya membeli beberapa produk kerajinan saja. “Kami tahu kalau mereka (kere-kere - red) juga mencari rezeki, tetapi cara yang mereka gunakan terlalu ekstrem sehingga membuat wisatawan kapok datang lagi ke sini. Jangan salahkan wisatawan kalau mereka memilih berbelanja di tempat lain seperti Pasar Seni Sukawati atau Pasar Seni Guwang,” ungkapnya. Khusus di areal Pasar Kumbasari, jumlah kere-kere diperkirakan mencapai 15 orang. Tak sedikit pedangang di Kumbasari merasa diuntungkan dengan keberaaan kere-kere. Pasalnya, di tengah lesunya kunjungan wisatawan, mereka kerap mendapat limpahan tamu dari kere-kere. Praktik kere-kere juga disinyalir tidak hanya menjamur di Pasar Seni Kumbasari, sejumlah pasar seni lainnya juga banyak terdapat kere-kere. Parwata

MBP/edi

4 - 10 November 2013

39


EVENT Kasad Jendral TNI Budiman didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya menyerahkan potongan tumpeng kepada veteran serangkaian syukuran HUT ke-68 TNI di MBO Munduk Malang, Selemadeg Timur, Tabanan. MBO Munduk Malang dipilih oleh Pangdam IX/Udayana sebagai tempat penyelenggaraan syukuran HUT ke-68 TNI tiada lain karena tempat ini memiliki nilai historis sebagai lokasi pendirian MBO DPRI Soenda Ketjil oleh Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai yang menjadi cikal bakal Kodam IX/Udayana.

Perayaan

HUT H

ari Jadi atau Hari Ulang Tahun (HUT) selalu diperingati dengan meriah. Beragam aktivitas dilakukan guna menyambut hari gembira tersebut. Umumnya perayaan dilakukan dengan menggelar berbagai macam lomba, pesta rakyat, maupun kegiatan yang bersifat sosial. Dalam rubrik event kali ini, bisa dilihat peringatan HUT ke-68 TNI yang diselenggarakan penuh khidmat dan penuh kedekatan. Tak hanya TNI, ada pula pelaksanaan HUT ke-6 Easy Speak yang diisi dengan berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), seperti bantuan ke panti jompo, panti asuhan, dan pembersihan Pantai Sindhu, Sanur. Diah Dewi

Dandim 1611/Badung Letkol (ARH) I Made Kusuma Dyana Graha, S.IP. (kanan) melihat seorang tunanetra meng-operasikan laptop dalam serangkaian HUT ke-68 TNI, yang digelar di depan Museum Bali.

40

4 - 10 November 2013


MBP/Denpost

Pelaksanaan kunjungan ke Panti Sosial Tresna Werdha Seraya, Biaung, Kesiman yang dilakukan manajemen Easy Speak belum lama ini.

MBP/Edi

MBP/Udi

MBP/Denpost

Aksi bersih pantai dilakukan pelajar dan kepala sekolah dan guru SD se-Sanur, aparat pemerintahan Kota Denpasar, dan masyarakat serta manajemen Easy Speak di Pantai Sindhu, belum lama ini.

MBP/Edi

4 - 10 November 2013

41


TRANSPORTASI

Mobil Murah, B

anyak yang berekasi ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan mobil murah. Reaksinya tentu beragam. Ada yang setuju, pun ada yang menolak. Mereka yang setuju menyatakan, kebijakan tersebut akan memeratakan kepemilikan mobil di masyarakat. Sementara yang menolak, alasan dan argumentasinya sangat beragam. Di antaranya; mematikan program industri mobil dalam negeri, memunculkan prilaku konsumtif, menambah kemacetan serta akan menambah konsumsi BBM di masyarakat. Adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut. Alasannya sangat sederhana. Kebijakan pemerintahan Yudhoyono tersebut akan menambah ruet lalu lintas di Jakarta. Apalagi Jokowi telah memprogramkan penambahan ribuan angkutan transportasi massal. Tujuannya untuk menjadikan Kota Jakarta tidak macet lagi. Penolakan Jokowi tersebut mendapat simpati banyak pihak. Bahkan ada yang menuding kebijakan pemerintah akan menjegal kebijakan Jokowi mewujudkan kenyamanan berlalu lintas di Jakarta. Ada pula yang menilai kebijakan pemerintah itu merupakan pencitraan dalam menghadapi pemilu legislatif 2014 serta merongrong elektibilitas Jokowi yang meroket, mengalahkan capres dari partai lain. Kebijakan mobil murah ini juga mendapat ‘’perlawanan’’ dari Dewan Perwakilan Daerah. Kebijakan mobil murah dinilai sebagai langkah ‘’murahan’’ karena mundur dari upaya Bangsa Indonesia mengembangkan mobil nasional, serta menambah masalah kemacetan lalu lintas yang selama ini belum mampu diselesaikan. Perlawanan ini pun ditindaklanjuti dengan pengajuan hak bertanya yang digalang 99 Anggota DPD. Inisiator hak bertanya DPD, AM Fatwa mengatakan DPD RI mengambil langkah hak konstitusional dengan mengajukan hak bertanya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal kebijakan PP.No.41/2013 dan Permen No.33/M-IND/ PER/7/2013 tentang pengembangan produksi kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi, dan harga terjangkau. “Kebijakan itu akan makin memperparah kemacetan di berbagai kota besar yang belum memiliki sistem transportasi publik yang terintegrasi, murah, nyaman, aman, dan memadai. Apalagi semua kota besar di Indonesia belum satupun yang mempunyai sistem transportasi publik yang baik,” kata anggota DPD AM Fatwa dalam paripurna DPR RI yang

42

4 - 10 November 2013

dipimpin oleh Ketua DPD RI Irman Gusman, di Gedung DPD RI Jakarta, pekan lalu. Menurut Fatwa, data Infrastruktur Partnership and Knowledge Center disebutkan ongkos sosial kemacetan di Jakarta mencapai Rp 68 triliun per tahun. Sebagaimana proyeksi Bappenas, dan Japan International Cooperation Agency (JICA) akan muncul kerugian ekonomi sebesar Rp 28,1 triliun, dan kerugian nilai waktu perjalanan mencapai Rp 36,9 triliun, bila tidak ada perbaikan sistem transportasi Jabodetabek sampai 2020. Sementara itu perhitungan Kementerian Lingkungan Hidup akibat pencemaran udara di Jakarta, jumlah biaya kesehatan yang dikeluarkan mencapai Rp 38,5 triliun. “Rilis data Infrastruktur Partnership and Knowledge Center ongkos sosial kemacetan di Jakarta mencapai Rp 68 triliun per tahun,” ujar Fatwa. Di sisi lain, tingginya permintaan mobil murah di tengah rendahnya lifting (eksplorasi) minyak nasional akan berakibat pada besarnya ketergantungan BBM impor. “Kebijakan apa yang akan ditempuh saudara Presiden untuk mengendalikan kepemilikan mobil dari mereka yang sudah memiliki mobil, tapi terus menambah jumlah mobil pribadi, dan keluarga untuk mengimbangi permintaan mobil murah?” gugatnya. Alasan lainnya, menurut Fatwa, sekiranya produsen mobil mengimpor secara utuh mobil murah atau kandungan lokalnya tidak memenuhi syarat 80 %. “Langkah apa yang akan diambil untuk memastikan program mobil murah itu akan memenuhi syarat komponen lokal minimal 80 persen?” tanya Fatwa lagi. Dengan kebijakan ini, juga menunjukkan pemerintah tidak memiliki grand desain tentang program pengembangan mobil nasional di masa mendatang. Adakah cetak biru itu, menurut Fatwa yang telah mengalami uji publik dan mendapat dukungan semua pihak termasuk lembaga-lembaga legislatif, sesuai kewenangan yang diberikan konstitusi. Selain itu, dengan makin banyaknya mobil yang masuk ke Indonesia maka akan terjadi kelebihan polusi udara yang dihasilkan dari penggunaan mobil tersebut. Padahal pada pertemuan G20 di Pittsburgh September 2009, Presiden SBY pernah mencanangkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26 % pada tahun 2020, berdasarkan skenario businnes as usual (BAU). Hardianto


Kebijakan Murahan?

MBP/dok

4 - 10 November 2013

43


’’Siat Sampian’’ TRADISI


R

atusan krama berpakaian adat menggerak-gerakkan tangan, mengelilingi Pura Samuantiga. Gerakan tangan mereka menyerupai burung gagak (goak). Mereka tampak larut dalam prosesi Maguakguakan, sebelum tradisi Siat Sampian digelar. Selain Magoak-goakan, ada prosesi Nampiog, Ngober dan Ngombak. Prosesi ini merupakan penyucian sebelum

tradisi Siat Sampian dilakukan di Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Siat Sampian merupakan tradisi kuno yang hingga kini masih dilestarikan. Tradisi ini digelar dalam rangkaian piodalan di pura tersebut. Prosesi ini diikuti oleh ibu-ibu yang telah melewati upacara khusus seperti pawintenan. Selain ibu-ibu, para pemangku pura setempat juga ikut mengelingi areal pura. Setelah prosesi ini selesai dilanjutkan dengan upacara Ngombak, melakukan gerakan seperti ombak yang dilakukan oleh ratusan parekan (laki-laki) juga sudah disucikan. Prosesi gerakan yang bagaikan tarian itu dilakukan dengan cara berpegangan tangan satu sama lainnya. Kemudian bergerak laksana ombak sebanyak tiga kali. Siat Sampian merupakan tradisi yang diwarisi sejak turun-temurun ini dilakukan setiap hari keempat, setelah puncak piodalan Pura Samuantiga. Tradisi Siat Sampian ini juga kerap menjadi daya tarik wisata, bagi turis asing yang ingin secara dekat melihat kebudayaan Bali. Di samping itu setiap pelaksanaan tradisi Siat Sampian, puluhan pencinta fotografi, baik asing maupun lokal juga banyak mengabadikan momen unik tersebut. Seusai prosesi penyucian itu, para laki dan wanita tersebut langsung mengambil sampian -- rangkaian janur untuk sesajen. Kemudian mereka saling pukul serta saling lempar satu sama lainnya. ‘’Perang’’ dengan menggunakan sarana sampian seperti itu, bagi masyarakat setempat dikenal dengan sebutan Siat Sampian. ‘’Ritual Nampiog, Ngober, Meguakguakan dan Ngombak mempunyai makna sebagai suatu proses penyucian sebelum upacara Siat Sampian dilakukan,’’ ujar Ketua Paruman Pura Samuantiga, Wayan Patera. Tarian ini memiliki gerak yang relatif sederhana, sehingga mudah dilakukan dan ditirukan oleh hampir semua peserta yang begitu banyak jumlahnya. Busana yang dikenakan oleh permas terdiri atas kain hitam, sabuk putih, kebaya putih, selendang putih. Hiasan kepala memakai pusung tagel. Sedangkan busana yang dikenakan parekan terdiri atas kain putih, saput putih, baju putih.

Penari yang terlibat sangat terkait dengan keyakinan masyarakat. Artinya, tidak ada proses pemilihan penari. Bagi mereka yang sudah pernah menjadi penari, secara otomatis keturunannya menjadi permas atau parekan. Ketentuan tersebut sangat ditaati oleh panyungsung-nya sehingga keturunan para permas atau parekan tidak berani menolaknya. ‘’Mereka takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau musibah seperti sakit atau terkena bahaya lainnya,’’ katanya. Pada mulanya peserta Siat Sampian adalah orang-orang yang pernah terkena penyakit atau marabahaya lainnya. Kesembuhan mereka berkat anugerah Ida Batara yang berstana di Pura Samuantiga. Mereka berkaul bila sembuh akan mengabdi di pura selama upacara berlangsung, baik sebagai permas atau parekan, maupun pangayah mempersiapkan sesajen. Selain itu ada pula dengan jalan matuan atau menanyakan pada orang pintar. Dalam mapinunas itu mereka disarankan agar menjadi permas atau parekan di Pura Samuantiga. Sementara itu gerak tari Siat Sampian berupa saling pukul dan saling lempar seperti perang-perangan dengan memakai sampian sebagai senjatanya dibarengi teriakan-teriakan histeris para parekan dan permas. Maknanya, dalam diri manusia dan kehidupan akan ada suatu proses ‘’perang’’ antara sifat baik dan sifat buruk. Dalam Siat Sampian, setiap pemain memandang teman mainnya itu sebagai ‘’musuh.’’ Mereka saling kejar, saling pukul, dan saling menghindar. Peperangan makin lama tambah panas, diiringi tabuh gong dan angklung yang sangat dinamik. Para penonton pun bersorak gemuruh mengikuti suasana permainan. Apabila masing-masing permas sudah berhasil memukul teman mainnya sampai tiga kali, maka permainan dapat diakhiri. Selanjutnya, sampian-sampian yang digunakan sebagai senjata, dikembalikan ke tempat semula. Para pemain benar-benar merasakan kepuasan batin, karena telah menghaturkan “sesuatu” kepada Ida Batara tanpa pamrih. Agung Dharmada

Prosesi Magoak-goakan sebelum Siat Sampian dilaksanakan.

4 - 10 November 2013

45


TRADISI

Memerangi Kejahatan

T

radisi Siat Sampian yang dilakukan setiap adanya piodalan di Pura Samuantiga memiliki makna tersendiri. Ketua Paruman atau Panitia Pura Samuantiga I Wayan Patera yang sempat ditemui beberapa waktu lalu menjelaskan, sampian merupakan lambang senjata Dewa Wisnu. Senjata ini dipergunakan untuk memerangi adharma (kejahatan). Filosofi yang diambil dari tradisi ini adalah untuk mengenyahkan adharma atau kejahatan dari muka bumi. Jadi, ritual Siat Sampian ini merupakan simbol perang terhadap kejahatan. Siat Sampian juga untuk merayakan bersatunya berbagai sekte keagamaan

Permas (atas) dan parekan (bawah) tampak larut dalam suasana Siat Sampian.

(Hindu) di Bali, di samping untuk memohon kesejahteraan lahir dan batin. Sebagaimana cerita dari pendahulunya, kata Patera, pada abad ke-10 masehi, di Pura Samuantiga digelar pertemuan besar berbagai sekte Hindu yang ada di Bali dengan mediator pemerintah yang berkuasa di Bali waktu itu. Pertemuan ini menyepakati penyudahan konflik antarsekte Hindu di Bali dan menjadi awal konsep Pura Tri Kahyangan Jagat di Bali, serta penerimaan konsep Tri Murti (Tiga Dewa Utama) di setiap desa yang ada di Bali. “Pada intinya, Siat Sampian itu bermakna untuk menyucikan bhuana

agung (alam semesta) dan bhuana alit (bumi). Siat Sampian secara filosofis bagi masyarakat Bali merupakan simbol perang terhadap kejahatan. Siat Sampian juga untuk merayakan bersatunya berbagai sekte keagamaan Hindu di Bali, di samping untuk memohon kesejahteraan lahir dan batin. Sampian itu merupakan lambang senjata Dewa Wisnu. Senjata ini dipergunakan untuk memerangi adharma atau kejahatan. Filosofi yang diambil dari tradisi ini adalah untuk mengenyahkan adharma atau kejahatan dari muka bumi,� kata Wayan Patra. Agung Dharmada

MBP/dar


MBP/dar


GAYA HIDUP

Endek makin Inovatif S

elain songket, kain tenun endek juga menjadi kebanggaan Bali. Bukan hanya buah keterampilan turun-temurun bagi masyarakat Bali, juga bentuk identitas kultural. Di luar lingkup tradisi masyarakat daerah tujuan wisata, kain tenun Bali pun tidak sebatas oleh-oleh khas Bali, tetapi terus berkembang sebagai komoditas dunia fashion yang berbasiskan budaya. Daerah yang kini masih akrab dengan kain tenun adalah Sideman, Karangasem. Ada juga satu daerah di Nusa Penida yang juga akrab dengan kain tenunnya yang lebih dikenal kain tenun cepuk. Ada dua jenis utama kain tenun yang selama ini dipasarkan di Bali dan luar Bali. Kain tenun ikat, biasa disebut endek, dipakai sehari-hari. Sementara kain tenun songket digunakan untuk beragam upacara penting dalam siklus kehidupan masyarakat Bali, antara lain upacara potong gigi, perkawinan, serta acara adat lainnya. Kini kain tenun khususnya endek telah merambah dunia fashion. Demikian pula songket. Beberapa kreasi baru telah diterapkan dalam pengaturan motif, ragam hias sehingga menjadikan perpaduan yang indah dipandang serta nyaman dipakai. Kini busana dengan kain Endek Bali telah menjadi ikon masyarakat Bali yang memang penuh dengan kreativitas dalam berbudaya. Tidak hanya itu, kain endek juga kerap digunakan sebagai pakaian, dan aksesoris untuk para model kelas menengah atas dalam peragaan busana terkini. Tidak hanya karena motifnya yang mencirikan Bali, tapi juga nilai filosofi budaya adat Bali yang terkandung di dalam lembaran kain tenun endek yang klasik dan alami membuat para perancang desain mode pakaian/busana tergugah untuk menjadikannya sebagai bagian dari ikon fashion Bali. Di beberapa negara di dunia, busana endek telah menjadi fashion unik yang tak kalah menariknya dengan busana lain yang diciptakan oleh desainer-desainer Eropa kelas

dunia. Tidak hanya menjadikan seni tersebut sebagai pakaian, para desainer juga menggunakan seni endek dalam model fashion lainnya, seperti tas, sepatu, dompet, bahkan aksesori lain seperti perhiasan gelang, kalung, dan lain-lain. Ada hal yang harus dijaga dengan munculnya busana endek sebagai salah satu ikon fashion di Bali. Busana yang membawa nilai-nilai filosofis budaya Bali ini seyogianya mampu membawa misi yang juga erat kaitannya dengan nilai budaya lokal. Pusat Data


Endek, Kita yang Punya putra-putri kain endek, yang merupakan salah satu upaya membangkitkan minat masyarakat untuk menggunakan kain endek, sebagaimana mottonya, “Endek kita punya, kita pakai, kita bangga”, sehingga di setiap kesempatan, selalu ada endek. Asmara Putra

B

ila Anda berkunjung ke kantor SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar pada hari Kamis dan Jumat, ada yang sedikit berbeda dengan penampilan para pegawai negeri sipil (PNS) setempat. Bila di kantorkantor pemerintah lainnya, para PNS tentunya akan menggunakan seragam warna coklat, di Pemkot Denpasar tidak demikian. Seluruh pegawai di Denpasar terlihat anggun dengan seragam dari kain endek. Pada Kamis, seragam yang terbuat dari kain endek, motifnya semuanya sama. Namun, pada Jumat seragam resminya tetap dari kain endek, namun motifnya berbeda-beda. Bukan hanya motif, desainnya juga bisa berbeda. “Kami jadi lebih banyak menuangkan ide kreatif untuk membuat desain yang lebih baik, terutama untuk hari Jumat. Karena kami dibebaskan untuk membuat desain dan motif yang beragam,” ujar Eka, staff Humas Pemkot Denpasar. Apa yang dilakukan ini, merupakan komitmen Pemkot Denpasar untuk melestarikan kain endek. Selain itu, beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Ketua Dekranasda Kota Denpasar Nyonya I.A.Selly Dharmawijaya Mantra untuk membangkitkan kebanggaan menggunakan kain endek di masyarakat. Langkah ini telah dilakukan kurang lebih sejak lima tahun lalu. Beragam inovasi dilakukan untuk

menarik minat masyarakat menggunakan kain endek sebagai pakaian kerja. Istri dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ini juga merintis kain endek bordir yang kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Sejalan dengan langkah itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga menggelar berbagai kegiatan untuk merangsang penggunaan kain endek. Se-perti lomba seragam kain endek pada saat Denpasar Festival, pelatihan desain kain endek dengan mendatangkan desainer nasional, serta mendirikan emperiun Pasar Kumbasari. “Apa yang dilakukan ini merupakan wujud kepedulian kita terhadap perajin kain endek di Denpasar yang jumlahnya sangat sedikit, sekitar 363 perajin,” ujar Wali Kota Denpasar I.B.Rai Dharmawijaya Mantra saat peresmian Emperium Pasar Kumbasari beberapa waktu lalu. Beberapa waktu lalu Denpasar juga menggelar pemilihan


HOBI Pembalap utama Wahyu Lamban Jatmiko saat menerima Piala Juara I Kejurnas Djarum di Sirkuit Cikembang Sukabumi. Gede Hardy berharap agar pembentukan team di level nasional ini bisa menjadi media untuk melakukan transfer knowledge kepada pembalap-pembalap muda di Bali

’’Launching Hardysland SPTeam’’ di Kejuaraan Nasional ’’Offroad’’ Sukabumi GRUP Hardys/GH Holdings kembali menunjukkan peran sertanya di kancah nasional melalui salah satu core business HardysLand (PT Hardys Realtindo), anak usaha GH Holdings yang fokus dalam pembangunan properti residensial yakni perumahan berkonsep green di Bali, Lombok, dan Jakarta. Hal ini dibuktikan dengan keseriusan GH Holdings membentuk Team Offroad Nasional pertama melalui core business HardysLand yang bernama HardysLand Sencaki Pobaepo Team atau disingkat HardysLand SPTeam melalui acara launching team bertepatan dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Perorangan Seri I Djarum di Sirkuit Cikembang, Sukabumi, akhir pekan lalu. Menurut Nyoman Birawan, S.E., M.M. yang akrab disapa Mang Be, Manajer HardysPobaepo Team, yang merupakan cikal bakal pembentukan Team Offroad Nasional HardysLand SPTeam melalui sambutan dalam acara launching menyatakan bangga akhirnya bisa membentuk Team Nasional Offroad yang dengan sponsor utama HardysLand tersebut. “Momen yang diambil sangat tepat, karena launching bisa dilaksanakan bertepatan dengan ajang Kejuaran Offroad paling bergengsi di Indonesia yakni Kejuaraan Nasional Perorangan Djarum yang diadakan di Sirkuit Cikembang, Sukabumi,” ujarnya usai di wawancara beberapa jurnalis nasional seperti Trans7, majalah Jip, B-channel, Sportku.com, ma-

50

4 - 10 November 2013

jalah Otosport dan puluhan jurnalis lain yang hadir dalam acara launching. Selain Mang Be, launching juga dihadiri oleh Abdi Negara, selaku Direktur Corporate Secretary & Pengembangan Bisnis GH Holdings I Putu Ari Widiartha, S.H. (Ketua Pelaksana Harian HardysFoundation) I Ketut Wardika “Lotto” (Pembalap Hardys Pobaepo Team) dan Made Agus Sanjaya, S.E. Abdi Negara menjelaskan HardysLand SPTeam diperkuat oleh pembalap utama yakni Wahyu Lamban Jatmiko dengan navigator tandu Setyo, driver Dion R.S. Syarifudin dengan navigator Zidan, dan Aan Kurniawan dengan navigator Fery Satriawan. Ditunjuk sebagai Manajer Team Muhammad Rizali Umarella. Sebagai wujud keseriusan HardysLand, mobil offroad yang digunakan seluruhnya bermesin V8 LS 1 5700 cc dan V8 LS 3 7000 cc. “Mesin V8 LS 1 dan V8 LS 3 merupakan salah satu teknologi tertinggi di dunia offroad Indonesia saat ini, sehingga kami yakin bahwa dengan kemampuan pembalap dan mesin terbaik di kelas offroad, kami akan mampu membawa nama HardysLand dan Bali umumnya di kancah nasional maupun internasional,” imbuhnya. Hal ini langsung dibuktikan oleh HardysLand SPTeam, pembalap utama Wahyu Lamban Jatmiko langsung menyabet gelar juara I di kelas paling bergengsi extreme/Winch Up (1001 – 2501 cc ke atas) dengan raihan poin 150, meng-

ungguli pembalap Sumardji - Mendol di posisi ke-2 dengan raihan poin 124. Sumardji sendiri adalah pembalap yang pada Kejuaraan Batulicin Offroad Challenge meraih gelar Juara 1 di kelas Free For All (FFA). Ir. Gede Agus Hardyawan selaku Presiden Direktur sekaligus founder GH Holdings yang dihubungi via-telepon menyatakan kebanggaan atas kemenangan perdana yang diraih di bawah payung HardysLand ini. “kami siap menjadi perusahaan pertama dari Bali yang memiliki tim offroad profesional serta siap menjadi pendukung untuk menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan nasional offroad di Bali,” tegasnya. Target selanjutnya, menurut pengusaha lulusan Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) yang akrab disapa Gede Hardy ini, adalah bagaimana meraih gelar nasional sampai event internasional seperti Lucas Championship dan lain-lain. Selain itu, yang paling penting adalah bagaimana tim nasional di bawah bendera Hardysland ini bisa melakukan transfer knowledge kepada pembalap-pembalap offroad muda berbakat dari Bali melalui Coaching Clinic dengan tim senior. “Selain memperkuat tim di level nasional, untuk di Bali kami juga terus memperkuat Hardys Pobaepo Team, baik dengan merekrut pembalappembalap muda dari Bali maupun rencana menambah kemampuan dari 15 unit mobil offroad yang dimiliki,” tandasnya. (adv)


10 | 4 - 10 November 2013

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 10 by e-Paper KMB - Issuu