Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 36

Page 1

Bali Post Me eii 2014 2 201 014 01 14 14 36 6 | 5 - 11 Mei

Boneka dan Premanisme Bali Perlu Presiden Pro-Lingkungan

R 20.000 RP 20 00 20 000 000 00


DAFTAR ISI KILAS BERITA Kewalahan Tangani Sedimentasin 6 LAPORAN UTAMA Boneka dan Premanisme 8 Bali Perlu Presiden Pro-Lingkungan 10 Jokowi Mesti Sabar 11

DAERAH Pemkab Ngotot Terapkan Sewa

Pemilik Ruko Siap Melawan 22

KESEHATAN Kekerasan Seksual pada Anak

Bagaikan Fenomena Gunung Es 24

LENSA Hari Buruh 26

POLITIK ”Pasar” Demokrasi

Pinggirkan Caleg Perempuan 12 EKONOMI Subsidi Listrik Dicabut

Industri Menunggu Kompensasi 14

OPINI Mengembalikan Harkat

Kemanusiaan sebagai Orang Bali 16

JAJAK PENDAPAT Menunggu Terobosan Politik Para Senator 17 PENDIDIKAN Tanpa Peraturan Bimbel

Dikhawatirkan Tumbuh Liar 18

MANCANEGARA Everest, Puncak

Tantangan Setiap Pendaki 20

OLAHRAGA Mesias yang Perlu

Perlindungan dan Dukungan 28

KRIMINAL Pembuat Film Porno Dibekuk 32 LINGKUNGAN DAS Compang-camping 36 PARIWISATA Pariwisata Bali Dimanfaatkan Sindikat 38 EVENT Touring Kartini 40 YOGA Mudra Terapi Menetralkan

Ketidakseimbangan Unsur Tubuh 42 TRADISI “Mapag Nyeti” Cara Petani

Jaga Kelestarian Subak 44

PROPERTI Menata Ruang Belajar Anak 46 PROFIL Daniel Mananta

Kenalkan Budaya Bali Lewat ”Fashion” 50 5 - 4 Mei 2014

3


DARI PEMBACA

Anjing Liar Ganggu Pejalan dan Pengendara M

asalah anjing liar tampaknya tidak pernah tertuntaskan. Masih banyak anjing liar berkeliaran di sejumlah ruas jalan raya maupun di jalan-jalan kompleks perumahan. Anjing-anjing liar itu terkadang mengejar pejalan sehingga membuat rasa takut. Atau mengejar pengendara motor sehingga mengganggu konsentrasi, bahkan mengakibatkan kecelakaan. Saya pernah menyaksikan seorang remaja pengendara motor terjungkal gara-gara dikejar anjing liar di satu ruas jalan di Perumnas Monang-Maning Denpasar. Kejadiannya pagi hari, matahari belum terbit. Mungkin remaja tersebut hendak berangkat olahraga, melihat dari pakaian yang dikenakannya. Si pengendara mula-mula mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, tetapi kemudian didekati dan diendus-endus dua ekor anjing cukup besar. Mungkin karena takut, dia kemudian menambah kecepatan motornya dan dikejar terus oleh dua anjing tadi. Mungkin karena konsentrasi ke anjing yang mengejarnya, dia tidak sadar di depannya ada lubang yang tidak terlalu besar sebenarnya, juga ada serakan kerikil. Itulah yang menyebabkannya terjungkal dari motor. Saya mohon kepada aparat atau siapa pun yang bertanggung jawab terhadap keberadaan anjing-anjing liar yang berkeliaran di jalan-jalan di Denpasar, baik di jalan raya maupun di kompleks perumahan, agar terus-menerus melakukan pengawasan dan menciduk anjing-anjing liar. Kalau ada pemilik yang sengaja melepas-liarkan piaraannya, dengan alasan apa pun, berikan sanksi saja. Karena hewan-hewan liar tersebut mengganggu lalu lintas maupun pejalan atau pengendara. Ibu Putu Paing Denpasar

Pemotongan Bansos M

embaca berita Bali Post tanggal 22 April 2014, hal.11 berjudul ‘’Bansos Dipotong, Dewan Berang’’, saya sebagai masyarakat kecil sangat mendukung apa yang menjadi wacana dan program Bapak Bupati Klungkung pada tahun 2015, yang akan melakukan pemotongan bansos. Karena pemotongan bansos tersebut akan dipergunakan untuk perbaikan infrastruktur seperti perbaikan jalan, got, pengairan yang ada di pedesaan, baik yang ada di wilayah Klungkung daratan maupun yang ada di wilayah Nusa Penida, yang masih banyak rusak dan perlu perbaikan secepatnya. Kalau jalannya sudah bagus tentunya dapat memperlancar perekonomian di pedesaan sekaligus menambah pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu wacana/program yang digagas oleh Bapak Bupati Klungkung, secara pribadi saya pasti mendukungnya. Sebab programnya untuk kepentinga masyarakat. Saya mohon kepada anggota dewan yang terpilih dan apa pun ideologinya, lima tahun ke depan mari bersama-sama kita dukung program Bapak Bupati demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Klungkung khususnya dan Bali umumnya. I Nyoman Wisna Dusun Bucu Desa Paksebali, Klungkung

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Manik Astajaya, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

5 - 11 Mei 2014

4


5


KILAS BERITA

Limbah Cemari Selokan

MBP/dok

Kewalahan Tangani Sedimentasi

B

anyaknya sampah dan limbah yang dibuang ke aliran sungai, menyebabkan sedimentasi di muara Tukad Mati sulit ditangani. Hal ini membuat warga sekitar muara dan kawasan Kuta dihantui banjir. Pemkab Badung mengaku kewalahan mengatasi hal ini karena muara ini terus dijadikan tempat pembuangan limbah. ‘’Sampai saat ini penataan Tukad Mati terutama masalah sedimentasi masih menjadi PR bagi kami,’’ ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba, Kamis (24/4). Dijelaskan, dulunya muara Tukad Mati digunakan sebagai alur perahu. Tetapi karena endapan sampah dan

6

limbah tak terbendung, muara Tukad Mati semakin dangkal. Bahkan akibat sedimentasi yang telah berlangsung sejak lama, sedimentasi berubah menjadi delta (pulau yang tumbuh akibat sedimentasi). Masalah ini, kata Surya Suamba, sudah beberapa kali dikoordinasikan ke pemerintah pusat. Pemkab Badung telah melaporkan dan memohon bantuan pembersihan sedimentasi muara Tukad Mati yang merupakan jalur kewenangan pemerintah pusat. Namun, pemerintah pusat belum meresponsnya. ‘’Karena lama tidak ditangani pusat, akhirnya kami lakukan pembersihan sendiri,’’ katanya. Dedy Sumartana

LIMBAH dari industri rumah tangga pengolahan krupuk kulit babi ‘’Sri Rejeki’’ di Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan, dikeluhkan sejumlah warga. Pasalnya, air limbahnya meluber ke parit warga. Selain berminyak, limbah yang dihasilkan juga mengeluarkan bau busuk. Wirawati (45), Salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi usaha krupuk kulit babi itu mengatakan, keluhan terhadap limbah pengolahan krupuk babi ini tidak hanya datang dari dirinya, melainkan juga dari sejumlah warga lainnya. Hanya, kata dia, sebagian dari warga yang terkena dampak limbah tersebut enggan dan tidak berani mengeluarkan unek-unek mereka. ‘’Hampir delapan tahun semenjak saya tinggal di sini, sudah kena dampak limbah ini. Tidak hanya pagi dan siang hari, saat malam hari baunya paling menyengat bahkan sampai membuat saya tidak bisa tidur. Saya juga sudah sering menyampaikan keluhan ini kepada pemiliknya langsung, malah saya disalahkan karena got kecil,’’ ungkapnya dengan nada kesal, Kamis (24/4). Warga lainnya, Wayan Sudiana (52), juga mengatakan sumur miliknya terkena resapan limbah hasil pengolahan krupuk kulit babi tersebut. Bahkan, karena khawatir akan kadar air sumur tersebut, ia akhirnya mencari air PDAM. Sementara itu, pemilik usaha industri rumah tangga krupuk kulit babi ‘’Sri Rejeki’’, Surya Harta (56), saat dimintai konfirmasi terkait limbah yang dikeluhkan warga tersebut, mengatakan pihaknya telah berupaya mengatasi limbah hasil usahanya dengan membuat got sesuai dengan permintaan warga. Meski diakuinya upaya tersebut belum sepenuhnya bisa mengatasi permasalahan limbah, namun pihaknya mengaku upaya mengatasi limbah usahanya tidak sebatas itu. Surya Harta mengaku juga telah membuat septick tank untuk menampung limbah hasil usahanya. Bahkan, dirinya berencana membuat penampungan berukuran 4 x 2,75 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Dewi Puspa

5 - 11 Mei 2014

MBP/bit

6


Belasan Caleg ’’Incumbent’’ Terpental

PILEG telah usai. Pertarungan dan persaingan merebut kursi wakil rakyat di DPRD Bali di masing-masing dapil (9 kabupaten/kota) dalam Pileg 2014 ini cukup berat. Bahkan tidak ada jaminan bagi caleg incumbent (petahana) untuk lolos seketika ke Renon, kendati mereka berbekal bantuan sosial (bansos) yang tiap anggota dewan dijatah rata-rata Rp 4,5 miliar tiap tahun anggaran serta makin gencar digelontorkan jelang pileg.

Belasan caleg incumbent DPRD Bali terpaksa gigit jari dan tak lagi mampu menikmati nyamannya duduk di kursi wakil rakyat periode 2014-2019. Dari 44 caleg incumbent di seluruh dapil, hanya 32 yang lolos, sementara 12 lainnya harus terpental. Di sisi lain tercatat 23 caleg new comer (pendatang baru) yang bakal mengisi gedung wakil rakyat. Caleg incumbent yang gagal ini lima dari PDI-P yakni Gusti Made Suryanta Putra (Tabanan), Nyoman Laka (Badung), Mega Kajeng (Buleleng), Hening Puspitarini (Bangli) dan Gde Sudarma (Karangasem), tiga dari Golkar yakni Gusti Lanang Bayu Wibiseka (Karangasem), Cok. Budi Suryawan (Gianyar) dan Cok. Gde Ngurah (Klungkung). Sementara dua incumbent dari Demokrat dapil Badung yakni Ida Bagus Putu Parta dan A.A. Gerana Putra dan dua lagi yang tidak lolos yakni Wayan Pinta Yadia (Jembrana) dan Ketut Andi Mahayasa (Buleleng). Widana

’’Docking’’ Kapal di Pengambengan Mangkrak SEJUMLAH aset Pemkab Jembrana di Pelabuhan Pengambengan sudah lama mangkrak. Aset untuk menunjang sektor kelautan itu kini dikelola Dinas Kelautan Perikanan dan Kehutanan Pemkab Jembrana. Seperti docking kapal dan conveyor yang dibangun tidak jauh dari pelabuhan beberapa tahun lalu sudah lama tidak dimanfaatkan. Kini setelah kawasan pelabuhan berkembang malah docking itu hampir tidak bisa digunakan. Dinas saat ini mengupayakan penghapusan aset yang dibangun bersumber dari DAK kelautan itu. Sebab, selain menjadi beban, docking juga tidak bermanfaat. Kepala Dinas Kelautan, Made Dwi Maharimbawa yang didampingi Plt. Kabid Kelautan, Ngurah Indrawan Senin (21/4), mengatakan dinas mengupayakan penghapusan aset yang saat ini tidak bermafaat itu. Di Pengambengan, aset yang masih berfungsi adalah cool storage yang saat ini disewakan kepada pihak ketiga. ‘’Pabrik es masih berfungsi dan sampai akhir tahun sudah dikontrak. Beban listrik pabrik es ini cukup besar,’’ terangnya. Sedangkan docking kapal diakui sama

sekali tidak bisa digunakan. Sejak awal, para nelayan enggan memperbaiki kapal atau perahu mereka di sana. Apalagi air selalu surut sehingga menyulitkan kapal bersadar di sana. Perencanaan awal menjadikan lokasi itu untuk pusat perbaikan perahu-perahu selerek gagal total. Pasalnya, para pemilik perahu memilih memperbaiki di Perancak atau di Banyuwangi yang juga terdapat bengkel perbaikan perahu. Upaya melakukan pendangkalan tidak membuahkan hasil. Air tetap saja surut dan perahu-perahu ikan tidak bisa bersandar. Suryadarma

MBP/olo

SPSI Gugat Manajemen Hotel Jimbarwana GEJOLAK karyawan Hotel Jimbarwana tampaknya akan berlanjut dengan melakukan gugatan ke pengadilan. Pihak Serikat Pekerja Pariwisata (SP Par) menunjuk DPC SPSI Jembrana untuk melakukan langkah tersebut. Sementara itu, pihak manajemen Selasa (22/4), dipanggil Sekda Jembrana dan diminta untuk menyelesaikan permasalahan intern itu. Ketua DPC SPSI Jembrana, Sukirman, sangat menyayangkan tidak hadirnya pihak manajemen dalam pertemuan bipartit yang digagas karyawan. Upaya bipartit itu sebenarnya merupakan solusi komunikasi antara karyawan dan manajemen terkait permasalahan yang dihadapi karyawan sekarang ini. Seperti gaji yang belum utuh dibayar, THR, upah servis dan permasalahan intern lainnya. ‘’Tetapi manajemen tidak mau datang dan tidak ada niat untuk datang, sehingga komunikasi terputus,’’ujarnya. Karena itu, DPC SPSI akan melakukan upaya lain yakni gugatan ke pengadilan. Bukan tidak mungkin gugatan itu disertai dengan aksi mogok para karyawan. Ketua SP Par Hotel Jimbarwana Gusti Ngurah Agus Sasmita, mengatakan dari awal pihak karyawan mengedepankan prosedur dan mengupayakan pembicaraan dengan manajemen. Tetapi pembicaraan itu tidak pernah terjadi. Manajemen terkesan tidak mau bertemu. Termasuk upaya bipartit Selasa lalu gagal lantaran pihak manajemen tidak hadir. GM Hotel Jimbarwana Made Sukadayana mengatakan, memang sengaja tidak hadir dalam bipartit itu karena tidak etis karyawan memanggil atasannya. Pihak manajemen yang mengontrak hotel, bukan karyawan. Tetapi pihaknya mengaku sudah mulai membenahi, di antaranya dengan membayar kekurangan gaji para karyawan Rabu pagi kemarin. Suryadarma 5 - 11 Mei 2014

7

7


LAPORAN UTAMA

Boneka dan Premanisme Pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden belum dibuka KPU, tetapi perang kampanye negatif terhadap sosok bakal capres sudah dilakukan. Perang opini terus disuarakan masing-masing kubu untuk mendapat simpati publik. Para kandidat memang tidak melontarkan pernyataan keras yang saling menyerang, namun tim pendukung para kandidatlah yang bekerja untuk menyusun kampanye negatif bagi lawan, dan sebaliknya menyusun pujian bagi kandidatnya. Kampanye nagatif dianggap cara efektif sebagai pengikis suara lawan politik.

K

ampanye negatif calon presiden tertentu sudah bergaung saat pemilu legislatif. Sejauh ini, publik masih menilai banyaknya serangan politik melalui pembentukan opini dengan mengangkat sisi buruk capres tertentu masih dianggap sebagai kampanye negatif. Namun, terkadang ada juga kampanye hitam yang diembuskan karena tidak berdasar atas fakta yang ada. Ini diibaratkan kerja dari sebuah mesin yang bernama tim sukses kampanye untuk mengikis elektabilitas dan popularitas calon dengan mengesankan hal-hal buruk. Sebelum dimunculkan ke publik, isu atau rumor yang masuk diinventarisir kemudian dimasukkan untuk menentukan strategi yang digunakan, model serta media apa yang akan digunakan. Dengan demikian, isu kampanye negatif yang dilempar ke publik sudah melalui pembahasan matang di rapat tim dan sangat mungkin telah mendapat persetujuan dari Pimpinan Tim Pemenangan, atau bahkan atas persetujuan bakal capres bersangkutan. Dari pengalaman Pemilu Presiden 2004 dan Pilpres 2009, perang SMS, rumor, catatan kelam kandidat dibuat sedemikian rupa untuk mengubah persepsi publik terhadap kandidat tertentu yang tujuannya agar publik menjadi antipati tehadap capres bersangkutan. Semua itu merupakan “peluru” bagi tim kampanye yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Ibarat pistol yang siap ditembakkan, isu-isu kampanye negatif telah melalui proses inventarisir, penggodokkan hingga dianggap matang untuk dikeluarkan. Pada Pemilu 2014, perang opini yang mengarah pada perang opini secara terbuka tampaknya lebih terasa. Kasus iklan “Nagih Janji” yang tayang di stasiun televisi beberapa hari pascapengumuman Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres oleh DPP

8

PDI Perjuangan menjadi bukti. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun telah menyemprit stasiun televisi bersangkutan, namun sifatnya hanya teguran. Media sosial juga dijadikan ajang kampanye negatif. Kasus yang ramai di media sosial ini adalah kasus melancongnya Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) bersama dua artis cantik Zalianty bersaudara ke Maladewa. Capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto juga tidak lepas dari pencitraan negatif. Meski dengungnya kecil, namun isu tentang sosok Prabowo yang bertemperamen keras dan isu hubungannya dengan Hercules yang diidentikkan dengan dunia kekerasan dan premanisme sempat muncul. Menjelang pilpres, diperkirakan kampanye negatif yang dimunculkan akan makin banyak dan lebih bervariatif media dan modelnya. Namun, serangan bertubi harus diakui terus tertuju pada Jokowi. Bahkan, saat kampanye pemilu legislatif (pileg) juru kampanye dari Gerindra melontarkan pernyataan yang membuat kubu Jokowi panas telinga. Kala itu terlontar pernyataan agar publik jangan mau dipimpin oleh capres boneka. Dalam kesempatan lain, juga muncul pernyataan tentang adanya pemimpin yang mencla-mencle, serta pemimpin pembohong. Apakah semua itu ditujukan kepada Jokowi? Soal ini, Jokowi menjawab soal capres boneka yang diyakini menyasar kepadanya. Jokowi pun menjawab dengan enteng. Aku rapopo (Aku nggak apa-apa). Belakang jawaban nyeleneh Jokowi itu malah menjadi bahasa tren di masyarakat. Dan terakhir, Wakil Ketua Umum Gerindra membuat satire dengan puisi bertema aku raisopopo (aku nggak bisa apa-apa). Kasus ujian nasional (UN) SMA yang menampilkan nama dan profil Jokowi, ke-

mudian berbuah kritik kepadanya. Jokowi menilai tekanan dan upaya menyerang dirinya sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Setelah serangan bertubi-tubi lewat iklan, pernyataan dan lainnya, kali ini serangan lewat jebakan. Dia menilai langkah itu bukanlah promosi untuk mengenalkannya kepada siswa sekolah, tetapi sebenarnya jebakan untuk menjatuhkan popularitasnya. “Kalau kaya gitu tidak diurus nanti orang berpikir, ah… Jokowi diserang saja sabar kok,” kata Jokowi menanggapi persoalan itu. Terakhir, berkembang isu yang mendesak agar Jokowi segera melepas jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Wakil Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, mengakui serangan kampanye negatif merupakan hasil kerja sebuah tim. Dia mengungkapkan untuk kampanye negatif, Jokowi banyak menerima serangan politik. Tetapi, dia menganggap hal itu biasa dalam kompetisi seperti pilpres, karena untuk bisa menjadi pemimpin di negera sebesar Indonesia butuh pemimpin berjiwa besar dan tidak emosional. Hasto mengaku beruntung, karena Jokowi merupakan tipikal yang tidak mengumbar emosional. Meski terkadang gemas, selalu “menerima” apabila selalu diserang, Hasto pada akhirnya mengaku salut dengan figur capres tersebut yang memiliki kebesaran jiwa, kerendahan hati, dan keteguhan untuk terus menjaga etika politik meskipun lawan-lawan politik melakukan serangan secara bertubi-tubi. Pilihan untuk tetap memegang etika politik itu yang tetap dikedepankan pihaknya. Betapa bahayanya negeri ini, kata Hasto, apabila pemimpinnya bertemperamen emosional, suka memfitnah dan menghamburhamburkan energi hanya untuk menghabisi lawan-lawan politiknya. Koordinator Prabowo Media Center, Budi Purnomo Karjodihardjo mengatakan, capresnya juga kerap diterpa kampanye negatif. Dia mengaku kesalahan Prabowo di masa lampau dijadikan peluru bagi lawan politiknya untuk pembunuhan karakter. “Tetapi kampanye negatif akan kita ambil energi positifnya saja,” kata mantan Ketua Tim Sukses Pemenangan JokowiAhok saat Pilgub DKI Jakarta lalu itu. Hardianto

5 - 11 Mei 2014

8


5 - 11 Mei 2014

9

9


LAPORAN UTAMA

Bali Perlu Presiden Pro-Lingkungan Selama ini, masyarakat Bali selalu berjuang sendiri meski presiden terus berganti. Karenanya, pada Pilpres 9 Juli mendatang, masyarakat Bali harus bijak menentukan pilihan. Jangan memilih karena uang. Masyarakat Bali harus memilih presiden yang tidak hanya diterima tetapi juga diyakini tidak akan menjual Bali.

J

oko Widodo dan Prabowo Subianto sepertinya memiliki kans yang sama untuk menjadi orang nomor 1 di negeri ini. ‘’Untuk di Bali, ARB saya rasa cukup berat karena banyak persoalan utamanya menyangkut Lapindo. Saya kira Jokowi dan Prabowo yang paling mendekati. Namun dalam politik apa pun bisa terjadi,’’ ujar pengamat politik Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, pekan lalu. Lanang juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Jokowi dan Prabowo. Jokowi dinilai sebagai tokoh muda yang egaliter dan merakyat. Sementara Prabowo dianggap punya kecakapan dalam membuat kebijakan makro atau nasional. Keduanya juga sama-sama berideologi nasionalis seperti yang banyak diidamkan masyarakat Bali. ‘’Jokowi langsung bisa menyelesaikan permasalahan dan dia berprestasi sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur DKI, tetapi secara nasional belum teruji. Prabowo secara nasional hanya di militer dan bisa melakukan kebijakan-kebijakan nasional, tetapi kebijakan mikro yang langsung menyelesaikan persoalan belum tentu juga, belum berpengalaman. Artinya tidak pernah menjadi wali kota atau gubernur, sehingga tidak pernah menyelesaikan kasus riil di daerah,’’ urainya. Lanang juga menyebut persoalan Prabowo lainnya adalah soal kasus pelanggaran HAM 1998 yang membuat citra negatif pada sosoknya. Sedangkan Jokowi dikatakan masih dibayang-bayangi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. ‘’Ada yang mempertanyakan apakah betul Jokowi mampu memimpin di tingkat nasional tanpa Megawati. Mega juga diyakini akan membawa kendali pada pemerintahan Jokowi,’’ jelasnya. Kendati demikian, Lanang meng-

10

harapkan masyarakat Bali dapat memilih presiden yang tidak hanya diterima tetapi juga memiliki kebijakan riil untuk Bali. Pasalnya, selama ini masyarakat Bali selalu berjuang sendiri meski presiden terus berganti. ‘’Pilih capres mana yang mau memperjuangkan kekhasan Bali. Capres yang saat terpilih mau memberikan otonomi khusus untuk Bali, baik dari segi budaya, pemerintahan, ekonomi, termasuk pajak-pajak, pemerintah pusat harus mau memberikan pajak yang memang menjadi hak Bali,’’ ujarnya. Sementara itu, pengusaha I Wayan Sukarja menyatakan banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam pilpres mendatang. Menurutnya, presiden mendatang harus bisa memberi jaminan akan tidak merusak lingkungan dan budaya Bali. Jangan sampai terjadi pemerkosaan alam oleh investor yang didukung oleh pemerintah. Sukarja tidak secara spesifik menjelaskan siapa yang semestinya dipertimbangkan untuk memimpin bangsa ke depan. Ia hanya menyatakan bahwa masyarakat Bali mengidamkan pemimpin berani, jelas, tegas, dan bertanggung jawab. ‘’Menurut saya, masyarakat Bali mengidamkan pemimpin tegas. Juga yang benar-benar berkomitmen menjaga alam, budaya, dan keajegan Bali,’’ ujarnya. Rektor Universitas Mahendradatta Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengatakan, para capres yang tampil di panggung pilpres nanti harus benar-benar punya komitmen kuat menjaga Bali dan terhadap berbagai permasalahan tersebut. Jangan sampai capres yang tampil malah berniat menjual Bali. “Capres harus pro terhadap lingkungan Bali, termasuk capres harus berkomitmen menolak reklamasi Teluk Benoa, berani mencabut status KSPN Besakih, dan capres yang tidak menjual tanah air Bali. Jangan juga presiden terpi-

lih nanti melanjutkan rencana mengubah Perpres Sarbagita,” kata Wedakarna. Ia menegaskan presiden terpilih nanti juga jangan memaksakan kehendak dan mengintervensi soal lingkungan Bali sebagaimana terjadi pada pemerintahan saat ini. “Tampak sekali pemerintah pusat mengintervensi dengan berbagai cara untuk menggolkan reklamasi Teluk Benoa,” tegasnya. Para capres yang tampil nanti diharapkan punya komitmen mendorong perekonomian dan mampu memeratakan pembangunan Bali serta juga meningkatkan kualitas SDM orang Bali. Ia menekankan pemimpin yang ideal merupakan tokoh pemimpin sipil. Sebab, ciri bangsa demokrasi yang sehat adalah adanya kepemimpinan sipil. “Dari tiga capres yang ada saat ini, kami menyarankan pilih pimpinan sipil,” katanya. Wedakarna juga berharap pemimpin bangsa ini yang lahir dari proses pilpres nanti berasal dari partai nasionalis. Dari tiga sosok capres saat ini yakni Prabowo Subianto, ARB, dan Jokowi, Wedakarna menilai Jokowi paling mampu mengemban amanat bangsa Indonesia, dan secara khusus juga berkomitmen untuk Bali. “Kami dari PNI M dan The Soekarno Center lebih mengurucut pada Jokowi karena merupakan pemimpin sipil dan seorang nasional yang berkomitmen terhadap bangsa ini dan punya visi yang sama sebagaimana ajaran Bung Karno,” tandas Wedakarna. Menurut pengamat ekonomi dan pemerintahan Viraguna Bagoes Oka, dari ketiga nama kandidat capres yang mencuat sejauh ini yakni, Jokowi, ARB dan Prabowo, cawapres yang akan mendampingi sangat ditentukan keputusan cerdas partai masing-masing (partai koalisi pengusung) sehingga bisa mencerminkan duet yang handal dan menjanjikan bagi bangsa ini. Capres dan cawapres nanti harus mampu menunjukkan kualitas diri sebagai calon pemimpin yang visioner, kompeten, kredibel (berintegritas, bersih KKN), terpercaya dan memahami/mengerti permasalahan bangsa saat ini serta berani dan mampu

5 - 11 Mei 2014

10


untuk memperjuangkan nilai-nilai ajaran Trisakti Bung Karno. “Dari ketiga sosok tersebut, yang memenuhi/mendekati memenuhi kriteria tersebut ada pada diri Jokowi dan Prabowo. Bahkan apabila keduanya bisa bersatu, akan menjadi kekuatan yang tiada tertandingi lagi. Harusnya duet ini bisa mudah terwujud kalau para calon itu dan partainya memang benar komit dan tulus untuk mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok/golongan apalagi dalam situasi yang sangat memprihatinkan saat ini seperti korupsi akut, kekuasaan asing terhadap SDA dan ekonomi neoliberalisme di era pasar bebas, hutang luar negeri yang pada titik kritis dan SDM yang tertinggal di ASEAN. Pusat Data

Jokowi Mesti Sabar Ketut Rindjin

H

asil hitung cepat telah menetapkan tiga peraih suara di atas 10 adalah PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra. persen. Ketiganya Ke Selebihnya hanya han meraih suara di bawah 10 persen, termasuk partai berkuasa saat ini, i Demokrat. Namun sayang saya ketiganya tak memenuhi kuota suara untuk mengajucapres/cawapres sendiri. Sebab perolehan suaranya belum mencakan capres/caw sesuai dengan syarat PT, untuk mengajukan presiden dan pai 25 persen se presiden. Karenanya, ketiganya harus menjalin koalisi dengan wakil presiden suaranya 10 persen. partai tengah yang y awal mencapai kesepakatan dengan Partai Nasdem. PDI-P telah lebih l Ketika bertemu Jokowi, sehari setelah pileg, Surya Paloh (pendiri Partai sepakat untuk koalisi yang didasarkan pada kesamaan visi. NasDem) sepa Bahkan Surya Paloh menyebutkan kesepakatan yang dicapai tidak ‘’transaksi’’ suara baik dalam posisi wakil presiden maupun dibarengi ‘’tran menteri. ‘’Tidak ‘’Tida ada kesepakatan itu. Semuanya untuk kepentingan bangsa. Tidak ada bagi-bagi jabatan menteri,’’ kata Jokowi, sehari setelah pertemuan pertemu itu. Gerindra juga telah menjalin komunikasi dengan Demikian pula p partai-partai lain lai termasuk dengan Demokrat. Golkar, walaupun belum tentu dapat dipastikan para elitenya juga telah muncul ke permukaan, pe melakukan komunikasi dengan parpol lain. Sebab tidak ada satu parpol pun pu yang bisa mengajukan calonnya sendiri. Lalu ssiapa calon presiden yang cocok untuk bangsa Indonesia ke depan? depan Kalau dilihat dari rekam jejaknya, Joko Widodo merupakan calon yang patut mendapat perhitungan. Pengalamanya c sebagai Wali Kota Solo, adalah salah satu yang bisa dijadikan barometer barome untuk menakar keberhasilannya dalam mengatasi masalah ekonomi rakyat yang merupakan masalah klasik semasala di Indonesia. luruh daerah d Jokowi telah berhasil menata kota, pasar dan pedagang kaki Jok lima, jujur, merakyat (yang dikenal dengan istilah blusukan), j peduli pedul dan belas kasihan pada mereka yang kurang atau tidak mampu. mamp Istilah PDI-P adalah wong cilik, istilah Bung Karno adalah kaum marhaen, bertanggung jawab, kosisten dengan pendirian sesuai dengan ajaran agama Islam dan Pancasila. pendir Salah Sal satu contoh adalah keberaniannya menolak kehadiran investor invest untuk membangun mall di Solo, sekalipun sudah mendapat restu dari atas. Mana ada wali kota atau bupati lain mend berani menolak investor besar. beran Hal H serupa juga telah dilakukannya, ketika memimpin DKI Jakarta. Sebagai seorang gubernur yang dibantu oleh wakil Jakar gubernur, Jokowi telah berhasil menata pasar dan pedagang kaki gubernu dari Pasar Minggu, kemudian ke Tanah Abang, selima, dimulai dim lanjutnya ke tempat lain. Apa yang telah dikerjakan Jokowi secara langsung telah membantah bahwa ia adalah calon presiden boneka dan ora iso opo-opo. Karenanya Jokowi mesti sabar.

5 - 11 Mei 2014

11


POLITIK

”Pasar” Demokrasi Pinggirkan Caleg Perempuan

K

Sosialisasi pileg kepada para pedagang.

12

uota 30 persen bagi perempuan tak banyak menguntungkan caleg perempuan. Politisi perempuan bahkan hanya menjadi pelengkap. Banyak dari mereka juga menjadi korban kecurangan pemilu. Budaya transaksi yang kuat juga membuat caleg perempuan gagal merebut pasar pemilih. Tingginya laporan transaksi dukungan politik mengindikasikan bahwa demokrasi di Indonesai tak ubahnya pasar bebas bagi para caleg. Dalam konteks ini, caleg perempuan gagal merebut ‘’pedagang’’ suara. Jika dicermati, ada ribuan caleg perempuan yang bertarung merebut kursi legislatif di semua tingkatan baik DPRD kabupaten/kota se-Bali, DPRD provinsi Bali, serta DPR-RI maupun juga DPD-RI. Kebanyakan dari mereka harus menelan pil pahit. Mereka kalah walaupun telah berjuang dan mengeluarkan dana ratusan juta rupiah. Caleg perempuan yang lolos menjadi anggota dewan pun masih dalam hitungan jari dan tak jauh bergeser dari hasil Pileg 2009. Minimnya keterwakilan perempuan di parlemen hasil pileg ini tentu tidak menjadi kado yang indah bagi kaum perempuan saat perayaan hari Kartini 21 April lalu. Namun, hasil itu juga diharapkan tidak membuat perempuan patah semangat berkecimpung di ranah politik. Fakta ini menurut Dr. Luh Riniti Rahayu, membuktikan stagnasi keterpilihan perempuan di lembaga legislatif. Ini harus menjadi cambuk penyemangat dan PR besar bagi calon perempuan termasuk parpol pengusungnya. Pengamat politik Fisip Universitas Ngurah Rai Denpasar (UNR) ini berharap ke depan caleg perempuan mampu berbicara dan belajar strategi politik. ‘’Caleg perempuan yang belum berhasil jangan putus asa, tapi harus terus meningkatkan kualitas diri memperdalam pendidikan dan komunikasi politik serta harus mampu kembali maju dalam pencalegan berikutnya untuk mengubah kondisi saat ini,” sarannya.

Ia mengatakan secara umum di Bali keterwakilan anggota legislatif perempuan dari pemilu ke pemilu memang meningkat, namun peningkatan sangat kecil. Pada pileg 2004, jumlah perempuan yang menjadi anggota legislatif hanya 4,5 persen, meningkat di 2009 menjadi 7,5 persen dan pada pileg 2014 angka finalnya diprediksi tidak terlalu jauh bergeser di kisaran 8 persen. “Keterpilihan perempuan di Pileg 2014 masih sama dengan Pileg 2009. Padahal caleg perempuan yang bertarung sekarang jauh lebih banyak dari 2004 dan 2009. Ini menunjukkan stagnansi persentase perempuan di parlemen,” kata Riniti yang juga Ketua LSM Bali Sruti itu. Namun, Riniti menilai stagnasi ini bukan berarti kemunduran bagi perjuangan caleg perempuan. Baginya, stagnasi ini malah menunjukkan perjuangan gigih dan habis-habisan perempuan melawan sistem politik dan sistem pemilu yang kacau dengan banyaknya kecurangan dan masifnya praktik money politics. “Kecurangan yang dihadapi caleg perempuan di setiap level begitu sistemik. Money politics sangat masif dengan metode-metode yang lebih canggih dari 2009. Investasi politik perempuan terhadap konstituennya yangg dibangun sejak pemilu 2009 sudah tidak mempan dan berguna lagi setelah saat-saat terakhir konstituen disiram uang oleh caleg lakilaki,” kata Riniti. Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali Dewa Ayu Sri Wigunawati mengatakan komposisi dan keterwakilan perempuan yang masih sangat minim di lembaga legislatif di semua tingkatan. Hasil Pileg 2014, menurutnya tidak akan membawa perubahan khususnya terkait pembenahan nasib dan pemberdayaan perempuan serta anak. Kepentingan dan permasalahan seputar perempuan dan anak tentu tetap saja tidak bisa disuarakan secara optimal seperti yang terjadi selama ini. Widana

5 - 11 Mei 2014

12


13


EKONOMI

Subsidi Listrik Dicabut

Industri Menunggu Kompensasi

K

risis energi membuat pemerintah terus melakukan revisi kebijakan. Yang terbaru, pemerintah akan menghapus subsidi listrik bagi kalangan industri. Langkah ini pun harus segera diimbangi dengan menyiapkan kompensasi baru bagi pelaku usaha. Jika tidak, penghapusan subsidi listri akan berdampak langsung terhadap biaya produksi. Rencana pemerintah mencabut subsidi listrik untuk industri besar secara berkala dituangkan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 9/2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PLN.

“Yang berhak mendapat subsidi adalah masyarakat,� kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman. Ia mengatakan kenaikan tarif listrik untuk industri besar akan dilakukan dalam empat tahap yakni 1 Mei 2014, 1 Juli 2014, 1 September 2014 dan terakhir 1 November 2014. Untuk golongan I-3 go public sebesar 8,6 persen per dua bulan sedangkan golongan I-4 adalah 13,3 persen per dua bulan. Jadi, kumulatif kenaikan tarif listrik sebanyak empat kali sehingga total kenaikan tarif listrik bagi golongan I-3 yang terbuka mencapai 38,9 persen dan golongan I-4 sebesar 64,7 persen.

Dengan kenaikan tarif listrik secara bertahap itu bisa dilakukan penghematan subsidi listrik sebesar Rp 8,9 triliun. Di sisi lain, penertiban subsidi ini sesuai Undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi serta UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, yang menyatakan dana subsidi hanya untuk kelompok masyarakat tidak mampu. “Yang berhak mendapat subsidi adalah masyarakat. Diharapkan roadmap ini dapat dilakukan setiap tahun sehingga sesuai dengan UU Ketenagalistrikan, yang bukan termasuk golongan tidak mampu akan dicabut subsidinya,� tegas Jarman.

Rencana pemerintah menghapus subsidi listrik bagi kalangan industri diprediksi akan menimbulkan beban baru bagi pelaku industri. Langkah ini harus segera diimbangi dengan pemberian kompensasi. Tampak industri rumah tangga yang mengolah rotan menjadi beragam bentuk kerajinan.

14

5 - 11 Mei 2014


Sementara itu, peneliti lembaga kajian publik Indepth Research, Andri Riswandi mengatakan bahwa pelaku usaha di industri golongan I-3 go public dan I-4 mau tidak mau harus mematuhi kebijakan penghapusan subsidi tersebut. “Saya yakin pelaku usaha sudah mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelum pemerintah mengetok palu kebijakan penghapusan subsidi. Kalaupun terjadi guncangan, saya yakin hanya sesaat,” ujar Andri. Menurut dia, agar guncangan itu tidak berlarut-larut maka pemerintah harus mulai memikirkan kompensasi yang harus diberikan kepada pelaku usaha khususnya di golongan I-3 go public dan I-4. Kompensasi itu bertujuan untuk mengurangi tekanan biaya perusahaan. “Dana hasil pengurangan subsidi ini

sebaiknya digunakan untuk pemberantasan biaya siluman (high cost economy), perbaikan infrastruktur dan logistik, reformasi birokrasi dan kemudahan dalam perizinan,” ujarnya. Salah satu kompensasi yang paling krusial adalah terkait dengan jaminan kepastian oleh PLN mengenai pasokan listrik bagi industri karena dengan kenaikan tarif tenaga listrik itu akan mampu meringankan beban PLN terutama dari sisi keuangan sehingga PLN bisa lebih konsentrasi pada pasokan listrik. Di lain pihak, pelaku industri menilai rencana pemerintah mengurangi subsidi listrik bagi industri besar dinilai sebagai kebijakan populis yang sarat kepentingan pemilu 2014. “Ini kan kebijakan populis, karena mau pemilu, jadi yang dikorbankan industri,” kata Ketua Umum Asosiasi

Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi. Menurut Sofjan, kebijakan pengurangan subsidi listrik industri yang berujung pada meningkatnya tarif listrik bagi industri itu bertolak belakangan dengan upaya pemerintah mendorong berkembangnya iklim investasi di Indonesia. “Akibatnya perusahaan industri yang sudah go public menjadi sulit. Bahkan saya dengar ada yang menyatakan mau menjadi perusahaan swasta lagi (agar tidak dibebani kenaikan listrik),” ujar dia. Menurut Sofjan seharusnya kenaikan listrik diberlakukan bagi masyarakat, sehingga industri yang saat ini menjadi salah satu sektor penopang perekonomian tidak terbebani seorang diri. Wandy

Hardys Supermarket Batubulan

Renovasi, Mulai 1 Mei 2014 Operasional Tutup Sementara RENOVASI total sebagai komitmen tingkatkan pelayanan kepada pelanggan setia, hadirkan program Renovation Discount ambil 4 bayar 1 dari tanggal 24–30 April 2014, sebagai apresiasi kepada pelanggan setia Hardys. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelanggan setia, HardysRetail akan melakukan renovasi total Hardys Supermarket Batubulan sehingga harus melakukan penutupan operasional sementara mulai tanggal 1 Mei 2014. Hal ini disampaikan oleh Komang Indrayani, Direktur Operasional Hardys Retail yang didampingi Abdi Negara, S.Sos., selaku Corporate Secretary Grup Hardys Holdings seusai Rapat Regular Direksi di Head Office GH Holdings, Jalan Tukad Pakerisan 100 X, Panjer, Denpasar 80225 pada Senin (21/4). Menurut Indrayani, pelaksanaan renovasi dan penutupan operasional sementara menjadi satu-satunya alternatif untuk bisa meningkatkan kenyamanan dan pelayanan kepada pelanggan setia Hardys, sehingga ketika renovasi tuntas pelanggan setia Hardys akan mendapatkan kenyamanan, outlet yang lebih lengkap, tempat yang lebih luas, namun harga tetap yang paling murah. “Selain melengkapi format outlet yakni supermarket, hardware, dept.

store, gourmet dan craft center serta perluasan parkir untuk kenyamanan pelanggan, kami juga akan menggandeng Hardys Funzone melalui PT Sarana Rekreasi Keluarga Indonesia untuk membuka Game Center-nya kKe-15 di Batubulan,” ujarnya. Sebagai alternatif untuk tetap mendapatkan produk-produk lengkap dan murah Hardys Malls, Indrayani mengarahkan pelanggan setia untuk berbelanja di Hardys Malls terdekat seperti Hardys Malls Gianyar, Hardys Malls Sanur dan Hardys Supermarket Panjer. “Kami juga mengadakan renovation discount yakni program ambil 4 bayar 1 untuk berbagai jenis barang mulai pakaian anak, remaja, dewasa, sepatu-sandal, aksesoris hingga ke barang-barang di supermarket dan perabotan selama 1 (satu) minggu penuh mulai tanggal 24 sampai 30 April 2014 di Hardys Supermarket Batubulan. Ini adalah wujud apresiasi kami untuk kecintaan dan fanatisme pelanggan setia Hardys Supermarket Batubulan,” imbuhnya. Abdi Negara, Corporate Secretary GH Holdings dalam konfirmasi terpisah menyatakan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan setia Hardys menjadi prioritas utama sesuai budaya Hardys Nomor 1 yakni Menomorsatukan

Pelanggan. “Jaminan harga murah tel (PT Hardys Hotel Indonesia), dengan berbagai program diskon, HardysAgro (PT Bali Agro Lestari kenyamanan pelanggan, kelengka- Indah), HardysFunzone (PT Sapan barang dan perluasan parkir ada- rana Rekreasi Keluarga Indonesia), lah bagian terpenting untuk menjaga HardysInvestment (PT Hardys konsistensi pelaksanaan Budaya Corpora), HardysTrans (PT Sarana Hardys Nomor 1 tersebut,” papar Transportasi Indonesia) dan Harmantan Staf Ahli Anggota Dewan dysAdvertising (PT Sarana Media Perwakilan Daerah (DPD) RI yang Advertindo). “Selain itu, upaya strategis ini adalah salah satu langberalih ke dunia bisnis tersebut. Menurut Abdi, selain pening- kah untuk mempersiapkan rencana katan pelayanan melalui renovasi, IPO (initial public offering) atau GH Holdings melalui Hardys Retail Go Public pada tahun 2016 untuk juga akan melakukan pengemban- HardysRetail melalui PT Hardys gan bisnis dengan menambah unit Retailindo,” pungkasnya. (adv) bisnis Hardys Malls secara organik dan non-organik di seluruh Bali yang berjalan integral dengan upaya pengembangan bisnis Grup Hardys Holdings di 9 core business yakni, HardysProperty (PT HardysProp- Hardys Supermaket Batubulan atau yang sering disebut ertindo), Hardys Batubulan akan tutup operasional sementara mulai 30 April 2014. Pelanggan setia Hardys selama HardysLand (PT Hardys masa renovasi dipersilahkan berbelanja di Hardys Malls terdekat, yakni Hardys Malls Gianyar, Hardys SuperRealtindo), market Panjer dan Hardys Malls Sanur. HardysHo-


OPINI

Mengembalikan Harkat Kemanusiaan sebagai Orang Bali

D

alam beberapa wacana lisan atau tulis, resmi atau tak resmi, tidak jarang disinggung masalah kekalahan bersaing sekelompok warga Bali dalam merebut peluang dan kesempatan kerja telah mengakibatkan mereka harus mengikuti program transmigrasi pemerintah. Kata ‘transmigrasi’ tampaknya memiliki stigma bagi mereka yang tidak pernah memahami apa yang sesungguhnya telah terjadi pada kelompok yang melakoni pindahmukim ini. Secara sepintas, nampaknya, asumsi ‘kekalahan’ ini ada benarnya secara kasat mata bila ihwal ini dikaitkan dengan perkembangan dan kemajuan daerah. Perkembangan di sini harus tegas dilihat dari sisi perkembangan pasar. Bali sudah dengan tegas-tegas dijadikan pasar; pasar jasa dalam bentuk industri pariwisata. Berkembang pesatnya pariwisata Bali hampir empat dasawarsa hingga petaka bom di kawasan Kuta sebanyak dua kali telah menyurutkan akselerasi industri ini. Namun, kegiatan pasar jalan terus, meski tertatih-tatih, karena daerah ini sudah dan terus dikembangkan menjadi pasar. Pasar, sudah tentu, akan menarik siapa dan apa saja yang bisa dipasarkan; apa-apa yang sifatnya tangible dan intangible. Semua juga paham bahwa ikutan dari kegiatan pasar ini banyak jumlah dan ragamnya; ada yang berterima ada yang tak berterima. Demikian gambaran umum sekilas ihwal kegiatan pasar dalam bentuk industri pariwisata di daerah ini setelah 1965 hingga petaka bom pada 2002. Apakah sebelum masa ini tidak ada pasar atau kegiatan pasar? Tentu saja ada. Namun, kegiatannya yang paling tinggi sebatas kegiatan pasar dari masyarakat rural yang erat berkait dengan tradisi keruralannya dan kental berbau kepertanian. Pasar yang ada dan ramai adalah pasar untuk memenuhi permintaan dan penawaran lokal saja dari kelompok-kelompok petani. Kita tidak bisa memungkiri bahwa sejumlah wisatawan telah datang ke Bali sejak akhir tahun 1920-an. Ini bagian dari rekayasa pemerintah Kolonial Belanda untuk menarik pelancong datang ke Bali menyaksikan ikhwal yang eksotik dari belahan dunia di bagian timur (oriental). Namun, kegiatan ini tidak penah mengusik keberadaan kehidupan masyarakat rural petani. Ini yang terjadi sebelum 1965. Setelah itu apa? Pengembalian Harkat Diri Penelitian kebahasaan dan tradisi hidup masyarakat Bali di kawasan transmigrasi Bali di Lampung, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, Sumbawa dan kawasan sekitar Kupang di Timor telah, secara tidak langsung, menyadarkan saya bahwa ada unsur lain dari hanya unsur skala yang mendorong kelompok Bali berpindah mukim. Mereka pindah tidak semata-mata karena mereka

16

5 - 11 Mei 2014

‘kalah’ dalam persaingan. Kelompok atau krama yang sementara ini dianggap ‘kalah’ tetap gigih bersaing untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya. Unsur yang hakiki yang saya temukan, setelah mengamati mereka hingga kini sejak 1990, terutama yang bermukim di kawasan Lunyuk Kabupaten Sumbawa, adalah usaha mereka untuk mengembalikan harkat kemanusian sebagai orang Bali. Harkat ini sangat terkait dengan kepemilikan lahan; lahan pertanian sebagai penunjang suratan hidup mereka sebagai kelompok masyarakat petani. Berapa banyakkah dari kita yang hidup di Bali yang sungguh tahu dan paham akan perikehidupan baru mereka? Siapakah yang sungguh peduli pada kemiskinan mereka sewaktu mereka masih di Bali (dan juga kemiskinan yang terjadi kini)? Siapakah yang sungguh-sungguh secara terencana mengurusi kelompok petani miskin di Bali agar mereka tetap bisa berlanjut bekerja sebagai petani? Kini, di pemukiman baru mereka, kelompok yang sebelumnya dianggap ‘miskin’ ini telah merasakan harkat diri mereka terpulihkan karena kegigihan dan ketekunan mereka. Dan, dengan sendirinya mereka bisa melanjutkan tradisi ke-Bali-annya secara patut sesuai tingkat kemapanan perikehidupannya. Pesan titipan yang terus-menerus disampaikan kepada saya adalah yang berikut ini. ‘’Tolong jangan kami dicap sebagai warga Bali yang kalah lantas melarikan diri (apalagi tergusur). Kami juga bukan kelompok yang merasa menang, tetapi kami adalah kelompok yang berusaha mencari jalan hidup kami sendiri agar bisa melakoni hidup layak, dan mampu meletakkan dasar kehidupan patut bagi masa depan keturunan kami sebagai orang Bali; meski kami tidak lagi bermukim di tanah leluhur.’’ Sebuah pertanyaan bagi kita (cendekiawan dan politisi di pemerintahan dan parlemen, seberapa banyak kepedulian mereka atas kondisi keamanan setelah mereka berhasil membangun kemapanan?) Kemapanan ekonomis ternyata tidak menjamin kemapanan berkebangsaan. Di sinilah peran pemerintah harus ditunjukkan. Tidak hanya mendorong-dorong migrasi, tetapi juga menjamin keamanan pascakeberhasilan. Bali adalah milik Indonesia, demikian pula Indonesia adalah milik Bali dalam pengertian: dia adalah bagian dari Republik ini. Sudah tentulah tindakan resiprokal akan terjadi pada tataran daerah dan republik. Dampak dari keresiprokalan ini patutlah dicarikan penyelesaian agar terhindarkan pengeksploitasiannya ke pemancingan di air keruh bagi kepentingan-kepentingan instan kelompok tertentu. Penulis, Guru Besar FS B-Unud, peneliti masalah bahasa dan tradisi Bali


J A J A K P E N DA PAT

Menunggu Terobosan Politik Para Senator

K

ehadiran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai saluran aspirasi masyarakat ternyata tak membawa perubahan signifikan. Saluran ini juga dirasakan belum efektif dalam menyuarakan aspirasi dan kepentingan Bali sebagai bagian dari Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI). Dua periode kinerja DPD dalam pengelolaan demokrasi nasional belum menghasilkan hal-hal yang signifikan bagi perubahan nasib masyarakat termasuk optimalisasi pengelolaan demokrasi untuk kesejahtrean. Kinerja para senator nyaris identik dengan politisi yang hanya menyambangi konstituennya menjelang pesta lima tahun bergulir. Rakyat juga meragukan bahwa empat sentor Bali yang terpilih dalam Pemilu 2014 akan akomodatif dan aspiratif terhadap isu-isu strategis yang bergulir di Bali. Demikian pandangan yang terungkap dalam jajak pendapat yang digelar Pusat Data Bali Post terkait kinerja DPD Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 55 persen responden mengaku tidak yakin akan terjadi perubahan kinerja DPD Bali hasil Pemilu 2014. Responden mengaku tak mengenal betul para senator terpilih. Responden juga mengaku selama dua periode kinerja DPD, hingga kini belum ada hal–hal signifikan yang diperjuangakan para senator asal Bali. Selebihnya, 43 persen responden mengaku meyakini senator hasil Pemilu 2014 akan mampu membawa aspirasi Bali. Sejumlah kandidat yang bersaing dikenal memiliki konsep dan strategi perjuangan untuk menjaga dan mengawal Bali. Namun, responden tak bisa menaruh harapan penuh terhadap para senator yang akan terpilih, mengingat mereka umumnya melupakan janji-janji politiknya setelah duduk di Senayan. Selebihnya, 2 persen responden tidak memberikan respons atas pertanyaan yakinkah Anda empat calon hasil Pemilu 2014 akan mampu membawa dan memperjuangkan aspirasi krama Bali? Sementara itu, terkait dengan tingkat kepuasan responden terhadap kinerja DPD Bali, terdapat 22 persen responden yang mengaku, kinerja senator asal Bali sangat memuaskan. Hal ini tercermin dari masuknya Otsus Bali dalam agenda nasional. Perjuangan para senator ini layak diaspirasi mengingat sudah lama menjadi agenda krama Bali. Bahkan, 46 persen respons mengaku kinerja DPD Bali sudah memuaskan. Mereka menilai walaupun tidak ada dampak langsung bagi krama Bali, kiprah para senator Bali tetap layak dibanggakan mengingat kinerja para senator Bali cukup memberikan warna atas kinerja DPD secara nasional. Sedangkan, 17 responden lainnya menilai kinerja DPD asal Bali mengecewakan. Tak ada perubahan signifikan yang

dilakuakn para senator Bali. Bahkan, isu–isu strategis terkait dengan pengawalan terhadap budaya dan lingkungan Bali tak pernah digaungkan di Senayan. Selama ini para senator Bali juga tak banyak bersikap ketika krama Bali berjuang menentang investasi yang merusak alam Bali. Responden menilai ada kecenderungan para DPD ini juga melakukan pendekatan politis atas berbagai kasus, padahal mereka adalah orang-orang independen. Bahkan, 15 persen responden lainnya mengaku sangat kecewa dengan kinerja para senator Bali. Sejak dua periode posisi keterwakilan kalangan indenpenden di Bali, tak ada hal-hal strategis yang dilakukan. Bahkan, lima tahun terakhir tak ada gerakan berarti yang dilakukan selain menyerap aspirasi. Dira Arsana

Yakinkah Anda akan terjadi perubahan kinerja pada senator (DPD) asal Bali berdasarkan hasil Pemilu 2014?

60

55% 50

43% 40

30

20

10

Tidak Yakin Yakin Tidak Tahu

2% 0

N= 1.500 Grafis/Tomik Cahya

5 - 11 Mei 2014

17


PENDIDIKAN

Tanpa Peraturan

Bimbel Dikhawatirkan Tumbuh Liar

B

elakangan ini, pendirian lembaga-lembaga bimbingan belajar (bimbel) untuk siswa-siswa SMP dan SMA serta bimbingan tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Bali sangat marak. Bimbel yang mempromosikan diri siap mengantarkan para siswa sukses lulus UN dengan nilai istimewa dan sukses menembus PTN bergengsi itu tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Denpasar, tetapi juga merambah kabupaten lainnya di Bali. Sementara di pihak lain, mayoritas pemerintah daerah

18

5 - 11 Mei 2014

di Bali hingga saat ini belum memiliki peraturan yang secara khusus mengatur penyelenggaraan lembaga bimbel itu sehingga tidak punya kekuatan hukum yang jelas dalam melakukan penindakan bagi lembaga yang dinilai melanggar. Jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut, ada kekhawatiran lembaga bimbel itu akan tumbuh makin liar. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana dan pengamat pendidikan Drs. Putu Sarjana, M.Si. mengatakan hal itu, Jumat (25/4) lalu. Kedua sumber Bali Post ini menilai, keberadaan sebuah peraturan yang mengatur operasional lembaga bimbel bersifat mutlak. Peraturan itu bisa berupa peraturan daerah (perda) atau cukup berupa peraturan wakil kota/bupati jika ruang lingkupnya dinilai terlalu sempit untuk dituangkan ke dalam perda tersendiri. “Menurut saya, sudah saatnya pemerintah daerah di Bali mengatur dan menertibkan operasional lembaga bimbel itu lewat sebuah peraturan khusus. Hal ini untuk menghindari terjadinya budaya latah mendirikan bimbel untuk tujuan komersial semata tanpa disertai dengan jaminan kualitas yang memadai,� kata Kariyasa Adnyana yang pada Pemilu Legislatif 2014 ini dipastikan kembali sukses meraih salah satu kursi di DPRD Bali. Hal senada juga dilontarkan Sarjana. Dosen Universitas Hindu Indonesia ini menegaskan urgennya keberadaan peraturan khusus yang mengatur bimbel tersebut. Dengan adanya payung hukum yang jelas, pemerintah daerah akan memiliki dasar hukum yang kuat untuk

melakukan pengawasan terhadap kualitas penyelenggaraan bimbel termasuk menertibkan lembaga bimbel yang melakukan pelanggaran, “Tentunya, dalam peraturan khusus itu harus dijabarkan secara rinci persyaratan-persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh sebuah lembaga untuk menyelenggarakan bimbel. Fasilitas penunjang pendidikan apa saja yang harus mereka miliki sehingga penyelenggaraan bimbel itu mampu menghasilkan output yang terjamin dari segi kualitas,� tegasnya. Sumatika


KOPERASI

MBP/Budi Wiriyanto

Mengangkat Pamor Koperasi

B

ali pernah sebagai daerah dengan koperasi berprestasi. Itu terjadi pada era sembilan puluhan. Ada sejumlah koperasi terutama Koperasi Unit Desa (KUD) yang tampil dengan prestasi moncer di tingkat nasional. Sebut saja KUD Timpag, Kerambitan atau KUD Kediri di Kabupaten Tabanan. Ada juga KUD Sulahan dan sejumlah KUD lainnya tersebar di Bali. Pada era itu KUD menjadi motor penggerak dalam membantu masyarakat, khususnya petani. Penyaluran pupuk dan saprodi lainnya, simpan pinjam sampai berkembang pesat ke usaha karoseri dan sebagainya. Tidak saja KUD, koperasi lainnya juga berkembang pesat. Ada koperasi serba usaha, simpan pinjam, koperasi sekolah dll. Jumlahnya ribuan unit. Sebagai ilustrasi tercermin dari data pada 2011-2012. Jumlah koperasi aktif tercatat 3.883 unit (2011) dan menjadi 4.066 unit pada 2012. Di balik perkembangan secara kuantitas meningkat, namun secara kualitas mengalami gangguan. Banyak koperasi gagal termasuk KUD-KUD yang berprestasi sebelumnya terpuruk dan tinggal nama saja. Justru yang tumbuh lebih banyak saat ini adalah koperasi simpan

pinjam bahkan ada koperasi khusus meminjamkan uang saja tanpa menerima tabungan. Keterpurukan koperasi di Bali ditengarai karena salah kelola. Maka berkembanglah di tengah masyarakat bahwa KUD singkatan dari ketua untung duluan adalah bentuk protes tidak seriusnya pengelola menggarap potensi yang ada. Akibatnya, kini bermunculan pedagang pupuk, saprodi, dll. yang langsung melayani petani karena KUD sudah tak berdaya lagi melayani. Apa langkah menyelamatkan koperasi dan UMKM? Kini ada program pusat yang mencoba mensuportnya. Adalah Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) kini turun tangan. Caranya dengan menggelotorkan bantuan hingga Rp 400 miliar untuk Bali. Sedangkan untuk koperasi seluruh Indonesia dianggarkan sampai Rp 3,65 triliun. Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial saat bertandang ke Bali di Kantor Dinas Koperasi Provinsi Bali, Selasa (22/4) lalu, menekankan bahwa LPDB-KUMKM memberi prioritas koperasi di Bali dalam penyaluran dana bergulir. Kenapa? Ternyata Kemas melihat selama ini koperasi di Pulau Dewata ini bagus

dalam pengembalian dana bergulir. Demi kemajuan koperasi, ia pun berharap Dinas Koperasi seluruh Bali tidak ragu-ragu menyerap bantuan tersebut. “Tidak usah takut. Yang penting dana tersebut jangan disalahgunakan. Ini uang rakyat dan harus dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha serta kesejahteraan rakyat,” papar Kemas. Ada beberapa syarat yang mesti diikuti pengurus koperasi. Bila usaha koperasi yang menyerap dana itu gagal karena bencana alam atau fluktuasi dolar, akan diberi kemudahan. Bakan LPDB sangat terbuka bila koperasi menghadapi kendala atau masalah, tidak perlu lari dari masalah. “Terpenting ada koordinasi dengan kami dan bisa dihubungi. Kalau lari akan menyulitkan kami untuk koordinasi. Apalagi di Bali sudah ada dua koperasi yang berhasil disehatkan,” paparnya. Kerja sama LPDB dan Dinas Koperasi mesti terjalin dengan baik untuk mengembangkan koperasi. Diminta saat pengurusan pinjaman lunak itu tidak pakai calo. Pasalnya banyak calo yang menawarkan diri untuk mengurusnya yang ternyata mereka mencari keuntungan pribadi dari proses tersebut. Kertanegara 5 - 11 Mei 2014

19


MANCANEGARA

Everest, Puncak Tantangan Setiap Pendaki

P

uncak Everest merupakan puncak tertinggi di dunia yang mengundang setiap pecinta adrenalin untuk menaklukkanya. Dengan ketinggian lebih dari 8.000 meter di atas permukaan laut, tentu banyak tantangan yang akan dialami pendaki yang ingin sampai ke puncak. Udara yang sangat dingin dan tipisnya oksigen merupakan kondisi ekstrem yang harus diperhatikan oleh setiap pendaki. Meski demikian, tiap tahun semakin banyak yang ingin menaklukan Everest. Hingga kini, telah lebih dari 4.000 orang yang berhasil tiba di puncak gunung tertinggi di dunia tersebut. Sir Edmund Hillary dari New Zealand dan Tenzing Norgay dari Nepal adalah orang pertama yang berhasil mendaki Gunung Everest pada 29 Mei 1953. Namun, tidak sedikit pula yang gagal dan bahkan harus meregang nyawa. Selama lebih dari enam dekade, sekitar 300 orang tewas dalam usaha pendakian. Tragedi di gunung tersebut kembali terjadi beberapa waktu lalu. Sebanyak 16

20

5 - 11 Mei 2014

pemandu pendakian asal Nepal, yang tengah mempersiapkan rute untuk pendakian komersial ke Gunung Everest, dilaporkan tewas akibat longsoran salju. Kecelakaan ini merupakan yang paling mematikan yang pernah terjadi di kawasan tersebut. Mereka yang tewas adalah kelompok besar pemandu yang berasal dari suku Sherpa, Nepal. Longsoran salju terjadi pada ketinggian sekitar 5.800 meter, di daerah yang dijuluki “ladang popcorn� yang membentang menuju rute air terjun salju Khumbu. Setiap musim panas di saat kondisi cuaca ideal, ratusan pendaki dari seluruh dunia berupaya menggapai puncak Everest. Kecelakaan kali ini menggarisbawahi risiko besar yang ditanggung oleh Sherpa, yang membawa tenda, membawa persediaan makanan, tangga perbaikan dan tali untuk membantu pendaki yang membayar puluhan ribu dolar untuk menggapai puncak. Sebagian besar pemandu telah memutuskan untuk meninggalkan gunung selama sisa musim pendakian, yang telah

dijadwalkan akan berlangsung sampai akhir Mei. Hal ini telah menimbulkan ketidakpastian di antara para pendaki gunung. Tindakan pemandu itu diambil menyusul bencana salju longsor maut tersebut. Pemerintah Nepal menyetujui sebagian tuntutan pemandu Sherpa itu seperti memberikan dana bantuan bagi mereka yang tewas atau cedera dalam kecelakaan pendakian. Tetapi, dana tersebut tidak mencukupi tuntutan suku Sherpa tersebut. Setelah salju longsor itu, pemerintah mengatakan pemerintah akan membayar para keluarga setiap Sherpa yang meninggal kira-kira US$ 415. Sherpa mengatakan mereka patut memperoleh jauh lebih besar dan menuntut lebih banyak uang asuransi, bantuan keuangan yang lebih besar bagi keluarga korban dan peraturan baru yang akan menjamin hak pendaki. Tentunya jika para pemandu tidak mau melakukan pekerjaan mereka akan sangat sulit bagi para pendaki untuk mencapai puncak. Gugiek Savindra


Penyebaran MERS Mengkhawatirkan ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) khawatir dengan meningkatnya jumlah penderita gangguan virus pernapasan parah atau MERS. Pekan lalu saja, ada 50 kasus baru yang muncul di Arab Saudi. Peningkatan jumlah kasus juga terjadi di Uni Emirat Arab. 93 orang telah meninggal dunia sejak virus itu pertama kali muncul dua tahun lalu. WHO mengatakan sebagian besar kasus terjadi di fasilitas-fasilitas kesehatan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Menurut WHO, banyak pasien yang justru tertular ketika mengobati pasien yang sakit. Para ilmuwan masih belum tahu asal virus tersebut dan bagaimana virus menyebar, meski dicurigai sumbernya dari unta. WHO kini menawarkan bantuan pakar internasional untuk dikirim ke Arab Saudi dan UAE guna menyelidiki apa yang terjadi. Mereka ingin memastikan apakah virus itu bisa bermutasi atau bisa berubah

menjadi lebih berbahaya lagi. Akibat hal ini Menteri kesehatan Arab Saudi dipecat. Negara teluk itu dituduh tidak cukup terbuka tentang wabah MERS. Sedangkan menteri sementara yang baru ditunjuk menjanjikan transparansi. Apa itu MERS? MERS sendiri disebabkan oleh infeksi virus Corona, salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS. Karena itu, gejalanya pun tak jauh berbeda dengan penyakit SARS. Indikasi utamanya adalah demam, bersin, dan batuk, yang akhirnya berujung pada kematian akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal ginjal serta pneumonia berat. Karena masih tergolong sebagai penyakit baru, belum ada vaksin khusus yang dapat mencegah terjadinya penya-

kit ini. Meski begitu, pencegahan tetap dapat dilakukan dengan memperkuat imunitas tubuh. Pemerintah Indonesia pun telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus ini. Kementerian Kesehatan menyatakan belum menemukan penyakit yang disebabkan virus MERS di Indonesia. Meski demikian, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan P2PL Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga mengatakan, antisipasi pencegahan dilakukan dengan memeriksa WNI yang menderita demam dan batuk sepulang dari Arab Saudi. Kementerian Kesehatan juga telah memeriksa Jemaah haji dan umroh yang memiliki gejala demam dan batuk, sejak virus MERS merebak dan hasilnya negatif. Tentu penyebaran penyakit ini harus dicegah oleh semua pihak. Gugiek Savindra 5 - 11 Mei 2014

21


DAERAH

Pemkab Ngotot Terapkan Sewa

Pemilik Ruko Siap Melawan

M

asalah yang dialami forum pemilik ruko pasar kidul (FPRPK) yang keberatan atas keinginan Pemerintah Kabupaten Bangli untuk mengganti status kepemilikan ruko Pasar Kidul dari sistem hak guna bangunan (HGB) menjadi sistem sewa ibarat api dalam sekam. Cukup lama bergulir, namun sampai saat ini keinginan kuat kedua pihak untuk sama-sama mempertahankan haknya tak kunjung mendapat titik temu. Bahkan FPRPK menyatakan siap mengadakan perlawanan baik secara hukum maupun secara langsung dalam bentuk apapun jika Pemkab Bangli tetap memaksa mereka untuk menyerahkan tanah dalam keadaan kosong seperti deadline yang ditentukan Pemkab Bangli selama ini. Salah seorang pemilik ruko yang juga Ketua FPRPK I Made Darma didampingi beberapa pemilik ruko Pasar Kidul mengatakan, pada prinsipnya mereka menolak keinginan pemerintah tersebut. Pihaknya sampai saat ini mengaku masih belum mengerti mengapa Bupati Bangli Made Gianyar berupaya memaksa untuk mengganti status kepemilikan ruko Pasar Kidul dari sistem hak guna bangunan (HGB) menjadi sistem sewa. Padahal, menurut Darma, kalau mengacu pada undang-undang yang berlaku, yakni UU No. 5 Tahun 1960, Pasal 35 (ayat 1 dan 2) dan Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1996, para pemilik S HGB berhak selama 50 tahun. Sementara S HGB baru berjalan 20 tahun. Sehingga mereka masih mempunyai hak untuk memperpanjang kepemilikan sampai 30 tahun ke depan. Terlebih selama ini peruntukannya masih tetap sebagai pasar. Darma juga sangat menyayangkan peringatan Bupati Bangli Made Gianyar terhadap para pemilik ruko di Pasar Kidul dianggapnya tidak etis. Pasalnya, peringatan dan surat peringatan kedua tertanggal yang ditujukan kepada mereka dipasang melalui selebaran yang ditempel di dinding ruko. Dalam selebaran itu, mereka diingatkan untuk menyerahkan tanah dalam keadaan kosong tanpa bangunan atau menyerahkan

22

5 - 11 Mei 2014

tanah dan bangunan kepada Pemerintah Kabupaten Bangli sebagai pemegang Hak Pengelola tanpa tuntutan ganti rugi selambat-lambatnya tanggal 29 Mei 2014. Menurut Darma, jangankan diberikan ganti rugi atas musibah kebakaran tersebut, atas rencana penerapan sistem sewa tersebut kini mereka justru merasa dirampas hak-haknya. “Jangankan diberikan ganti rugi. Kami justru diarahkan untuk mendaftar sebagai calon penyewa. Dan kami tetap tidak mau sebab ruko ini kami miliki dengan cara kredit. Kami sangat menyayangkan keinginan pemerintah. Selama ini kerugian dan masalah yang kami hadapi setelah kebakaran Pasar Kidul sudah banyak. Baik materi maupun psikologis. Namun kami malah dibebankan dengan masalah seperti ini,” paparnya diamini sejumlah pemilik ruko lainnya. Sebagai wujud penolakan atas selebaran yang ditempelkan pemerintah belum lama ini di masing-masing dinding depan ruko, mereka kemudian mencabut selebaran tersebut. Bahkan mereka juga memasang spanduk perlawanan yang menyatakan bahwa keberadaan ruko mereka telah bersertifikat SHGB dan dilindungi oleh undang-undang. Merasa gerah dan resah karena diintervensi oleh pemerintah, FPRPK juga berencana menyurati Kapolres Bangli yang ditembuskan kepada Gubernur, Kapolda, DPRD Tingkat I dan sejumlah instansi lainnya. Hal itu dilakukan guna memohon perlindungan hukum di dalam memperjuangkan hak-haknya. “Pada prinsipnya kami tidak mau ada eksekusi. Kami hanya ingin hak kami kembali,” kata Darma. Sementara itu, secara terpisah Kabag Ekonomi Setda Bangli Luh Ketut Wardani saat dimintai konfirmasi mengaku tetap akan komit pada rencana tersebut. Sesuai undang-undang yang berlaku, pemerintah tetap akan mengganti status kepemilikan ruko Pasar Kidul dari sistem hak guna bangunan (HGB) menjadi sistem sewa. Hal itu dilakukan guna pembenahan dan penataan aset daerah. “Sesuai dengan pernyataan Bupati sejak awal dan surat

peringatan yang selama ini dilayangkan ke pemilik ruko, kita tetap komit menerapkan sistem sewa dalam rangka pembenahan dan penataan. Karena memang ada aturannya seperti itu,” ujarnya. Jika saat mendekati batas waktu yang sudah ditetapkan per 29 Mei mendatang ternyata para pemilik ruko belum juga mengosongkan lahannya, maka Pemkab Bangli kembali akan melayangkan surat peringatan ke-3. “Terkait apa upaya kita nantinya saat tanggal 29 Mei itu kita masih dalam pembahasan. Namun, menjelang deadline akan kita berikan SP-3. Kalau mereka mau mengikuti SP dari pengelola, kita tidak ada eksekusi. Tapi kalau mereka ada perlawanan dan mereka juga tidak mengindahkan SP-1 sampai SP-3, mungkin nanti akan ada tindakan-tindakan yang diputuskan sesuai dengan kesepakatan,” ujarnya. Dijelaskan, sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah, disebutkan bahwa pihak pengelola memang diperbolehkan mengatur kekayaan milik daerah baik dengan sistem sewa maupun sistem HGB. Dan untuk melakukan perpanjangan HGB, para pemilik ruko seharusnya mengajukan perpanjangan HGB sejak dua tahun sebelum jatuh tempo berakhir. “Tetapi baru pada 29 Mei tahun lalu mereka melakukan perpanjangan. Itu permasalahannya. Sementara kita berpijak pada aturan,” ujarnya. Dia juga mengakui bahwa dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 yang selama ini dijadikan acuan oleh FPRPK memang ada disebutkan bahwa HGB bisa diperpanjang hingga 50 tahun. Namun dengan garis bawah, kalau pengelola dalam hal ini Pemkab Bangli, menyetujui untuk memperpanjangnya dan semua persyaratan tersebut terpenuhi. “Jadi semuanya tergantung pengelola, karena tanah itu kan milik pengelola. Kalau sudah jatuh tempo kan harus kembali ke pengelola. Kalau misalnya pengelola mau memperpanjang, ya monggo dilanjutkan lagi. Tetapi kalau tidak diperpanjang, kan tidak bisa dipakai lagi,” tandasnya. Swasrina


Renovasi Pasar Kidul Tak Kunjung Rampung MUSIBAH kebakaran yang terjadi September 2011 lalu ternyata masih menyisakan pilu di benak sejumlah pedagang Pasar Kidul. Bagaimana tidak, kobaran api yang melalap bangunan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Bangli itu telah menghanguskan hampir seisi barang dagangan milik pedagang. Akibat kejadian itu, para pedagang yang telah berpuluhpuluh tahun berjualan di pasar itu pun harus menanggung beban psikologis dan kerugian materi yang tidak sedikit. Kini, sudah hampir tiga tahun berlalu bangunan Pasar Kidul masih menyisakan puing-puing. Akibatnya banyak pedagang yang belum mendapat tempat berjualan yang layak. Meski sejak musibah kebakaran itu pemerintah telah mengalih fungsikan terminal Loka Carana menjadi bangunan pasar berbentuk los. Kondisi itu memaksa mereka berjualan dengan beratapkan tenda. Memang selama ini pedagang enggan mengeluh, namun harapan para pedagang di Pasar Kidul untuk memiliki pasar yang representatif nampaknya masih cukup besar. Mereka berharap pemerintah Kabupaten Bangli dapat secepatnya melakukan perbaikan terhadap beberapa bagian bangunan pasar yang saat ini masih belum diperbaiki sehingga dapat digunakan kembali untuk berjualan. Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang Pasar Kidul, Sumiasih.

Pedagang sayur yang selama ini berjualan dengan beratapkan tenda tersebut mengaku lebih nyaman berjualan di areal pasar lama. Terlebih saat musim hujan yang bisa mengakibatkan barang dagangannya basah terkena air. “Kalau sayur seperti ini kan sebenarnya tidak boleh banyak kena air, cepat busuk jadinya,” ujarnya. Untuk itu dia sangat berharap pemerintah dapat secepatnya menyelesaikan pembangunan pasar tahap kedua itu. Sehingga para pedagang bisa berjualan di tempat yang lebih representatif dan tidak lagi berjualan dengan tenda. Dirinya juga mengaku sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari pemerintah tentang rencana perelokasian pedagang jika nantinya pasar sudah rampung. “Harapan saya sih secepatnya bisa selesai. Sehingga pedagang-pedagang lama bisa diberikan tempat berjualan di dalam,” ujarnya. Hal yang sama juga diungkapkan Murniasih, salah seorang pedagang sembako di pasar setempat. Dia juga mengaku tidak mengetahui kejelasan kapan renovasi pasar itu akan diselesaikan. Pascakebakaran, Pasar Kidul sudah sempat dilakukan renovasi di tahun 2013. Hanya saja renovasi dengan dana Rp 5 miliar dari Kementerian Perdagangan RI tersebut baru bisa digunakan untuk memperbaiki bangunan pasar bagian dalam lantai 1 dan 2. Sementara bangunan lainnya masih belum bisa dilanjutkan karena masih

terkendala anggaran. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya mengatakan, renovasi tahap dua akan dilanjutkan pada 2014 ini. Untuk melanjutkan pembangunan tersebut Pemkab Bangli telah menganggarkan dana Rp 11 miliar. “Untuk tahun ini kita mendapatkan anggaran sekitar Rp 11 miliar lebih untuk kelanjutan pembangunan Pasar Kidul,” jelasnya. Dana Rp 11 miliar lebih itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus plus pendampingan Rp 1,5 miliar. Sementara sisanya bersumber dari APBD Bangli Rp 9,7 miliar. “Dengan penambahan anggaran ini, kita harap target pembangunan Pasar Kidul tahun 2015 nanti bisa tercapai,” jelas Kadis asal Penglipuran, Kubu itu. Dia menambahkan, pemanfaatan dana tersebut juga telah ditentukan sesuai peruntukannya. Untuk dana Rp 1,5 miliar akan digunakan membangun los yang dibangun tahun 2009 lalu. Sementara untuk anggaran yang bersumber dari APBD senilai Rp 9,7 miliar rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan ruko dan los. Namun demikian, hingga akhir April ini belum ada tanda-tanda kapan renovasi Pasar Kidul akan dilanjutkan. Sudibya hanya mengatakan saat ini pihaknya masih membuat DED proyek tersebut. Swasrina 5 - 11 Mei 2014

23


K E S E H ATA N

Kekerasan Seksual pada Anak

Bagaikan Fenomena Gunung Es

K

asus kekerasan seksual pada anak saat ini, sedang ramai diperbincangkan. Apalagi setelah ditemukannya kasus kekerasan seksual pada anak TK di Jakarta Internasional School (JIS). Anak tersebut menjadi korban sodomi penjaga sekolahnya sendiri. Kasus kekerasan seksual di JIS ini bukanlah satu-satunya di tanah air. Ternyata masih banyak kasus serupa di negeri ini yang tidak terungkap ke permukaan. Sesungguhnya, kasus ini bisa terjadi setiap harinya pada anak-anak di mana saja. Banyaknya kasus yang tidak terungkap, lantaran kekerasan seksual pada anak ini, dianggap aib keluarga. Karena itu, kasus ini baru terungkap setelah dilaporkan pihak ketiga. Kebanyakan keluarga memilih tutup mulut, agar kejadian yang dianggap aib tidak diketahui masyarakat. Di sisi lain korban kekerasan seksual yang masih anak-anak juga sangat susah mengkomunikasikan kepada orang tuanya, kejadian yang menimpa dirinya. Kepala Bagian SMF Pskiatri RS Sanglah, dr. A.A. Sri Wahyuni, Sp.KJ. memaparkan kasus kekerasan seksual pada anak bagaikan fenomena gunung es. Tampak sedikit di puncaknya, padahal yang tidak terlihat kasus dan potensinya sangat besar. Hanya sedikit kasus yang berhasil diungkap. Kasus kekerasan seksual di Bali kata Sri Wahyuni juga cukup banyak. Dalam empat bulan terakhir ini, hanya ada tujuh kasus yang dilaporkan. Bahkan satu kasus menimpa anak-anak panti asuhan. Pelakunya adalah pengasuhnya sendiri. Satu kasus menimpa anak laki-laki usia enam tahun. Anak itu dimasturbasi secara paksa oleh pelaku hingga berdarah. Semua kasus-kasus itu sedang dalam pemeriksaan kepolisian. Sri Wahyuni menambahkan, anak relatif rentan mengalami kekerasan seksual. Anak yang mudah terkena kasus ini, biasanya yang memiliki kepribadian lemah dan

24

5 - 11 Mei 2014

mudah dipengaruhi. Sebagian besar kasus ini menimpa anak, karena parenting atau pola pengasuhannya lemah. Seperti anak yang hanya diasuh ibu atau ayahnya (single parent) . Bisa juga terjadi pada anak-anak yang di- overprotec orangtuanya. Akibatnya, lingkup pergaulan anak itu hanya sebatas teman-teman orangtuanya. Hal ini menyebabkan anak tidak punya kewaspadaan terhadap orang dewasa. Dia menyamakan orang dewasa lainnya, sama baiknya dengan orangtuanya. Pelaku kekerasan seks pada anak biasanya adalah orang yang dominan dan memiliki kuasa terhadap anak tersebut. Selain itu bisa juga orang yang memiliki masalah penyimpangan seksual. “Pelaku dan korban tidak selamanya antara orang dewasa dan anak-anak. Bisa juga antara senior dan junior bahkan anak sebaya,” jelas Sri Wahyuni. Kekerasan seksual pada anak ternyata tidak sebatas adanya penetrasi atau aktivitas seksual saja. Menunjukkan gambar maupun video porno pada anak yang belum cukup umur serta memegang organ intim, juga termasuk kekerasan seksual pada anak. Hanya saja hukum perlindungan anak di Indonesia masih membatasi kekerasan seks anak pada kegiatan perkosaan dan sodomi saja. “Sulit mencari bukti-bukti dan juga hukuman bagi paedofil yang memfoto anak-anak dengan fose tidak senonoh,” tutur Sri Wahyuni. Dampak dari kekerasan seksual pada anak ini sangat berkepanjangan dari sisi psikis. Tidak hanya anak, orangtuanya pun terkena imbasnya. Dampak psikis ini harus segera ditangani. Jika terlambat, anak tersebut bisa mengalami gangguan jiwa berat atau saat ia dewasa anak korban kekerasan seksual itu, bisa berubah menjadi pelaku. “Akibat musibah yang dialaminya, mereka mengalami dr. A.A. Sri Wahyuni, hyuni, Sp.KJ.

deviasi seksual. Libidonya meningkat ketika melihat anak-anak. Hal ini berpeluang besar merubah korban menjadi pelakunya sendiri,” ujar Sri Wahyuni. Gejala-gejala awal menuju gangguan psikis adalah munculnya gejala depresi. Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual biasanya mengalami perubahan prilaku. Anak itu menjadi pendiam dan takut ditinggal sendirian. Kebiasaannya mengompol datang lagi serta ia takut pergi ke sekolah. Terkadang ada yang sering pingsan jika disuruh melakukan sesuatu. Jika anak mengalami pertanda seperti ini harus diwaspadai oleh orangtuanya. Gejala defresi itu patut digali sebab musababnya, defresi ini salah satu parameter anak itu menderita kelainan. Apabila ditangani sejak awal dan tepat, maka kondisi psikis anak berpeluang besar bisa diselamatkan, sehingga masa depan mereka lebih terang. Wira Sanjiwani


Grafis : Wawan

Perlu Dukungan Pemerintah PEMERIKSAAN psikis anak-anak kekerasan seksual tentunya memerlukan fasilitas dan biaya. Kepala Bagian SMF Psikiatri RS Sanglah dr. A.A. Sri Wahyuni, SpKJ., mengatakan, di Indonesia saat ini belum ada dukungan finansial secara penuh dari pemerintah terutama dalam hal pengobatan psikis anak-anak yang mengalami korban kekerasan seksual. “Memang sekarang sudah ada JKN. Namun, para korban dan orangtuanya membutuhkan sebuah tempat agar mereka bisa merasakan aman. Utamanya ketika melapor dan konsultasi psikis tanpa di judge (dihakimi-red) oleh masyarakat,” paparnya. Fasilitas yang paling dibutuhkan adalah rumah singgah. Selain itu korban kekerasan juga perlu fasilitas antar jemput pasien untuk konsultasi. Sebab, memperbaiki kondisi psikis tidak memakan waktu pendek, melainkan bisa bertahun-tahun. Ini sudah pasti, tergantung dari penguatan yang diberikan kepada anak itu. Melihat lamanya waktu pengobatan

yang diperlukan akan lebih baik jika kekerasan seksual bisa dicegah. Sehingga kasus ini tidak terjadi. Dalam mencegah kasus kekerasan seks pada anak kata Sri Wahyuni peran orangtua sangatlah penting. Orang tua harus mewanti-wanti anak-anaknya, mereka harus diajarkan selalu waspada utamanya terhadap orang asing. “Mereka harus diajarkan batasan antara keluarga dengan orang asing. Orang tidak dikenal patut diwaspadai. Anak dianjurkan tidak boleh menerima apapun. Apalagi si anak itu mau diajak orang yang tidak dikenal dengan baik. Ini sangat berbahaya dan membuka peluang terjadinya kasus itu,” jelas Wahyuni. Bahkan anak perempuan pun harus dipisahkan tidurnya dari laki-laki dewasa di lingkungan rumah, meskipun itu ayah maupun kakek. “Orang yang mengalami deviasi atau penyimpangan seksual bisa melakukan dengan siapa saja. Anak perempuan tidak boleh dibiarkan tidur bersama laki-laki yang sudah pubertas,”

papar Wahyuni. Pendidikan seks dini terutama pengenalan organ-organ intim pada anak juga harus dilakukan. Orang tua harus memberitahu anak-anak organ mana yang tidak boleh dipegang sembarang orang. Jika dipegang, harus segera dilaporkan pada orangtua. Daerah intim tersebut adalah daerah sekitar tubuh, mulai dada menyempit ke arah selangkangan. Untuk mencari pegawai, harusnya secara selektif. Orangtua perlu merekrut pembantu atau sopir dengan baik, bila perlu sangat mengenal kepribadian pegawai tersebut. Demikian juga untuk intansi yang menaungi banyak anak. Calon pegawai itu perlu melakukan tes kejiwaannya. Sebab, para pelaku kekerasan seks pada anak-anak, suka mencari kerja dimana banyak komunitas anak-anak. Lewat tes kejiwaan, tentunya akan lebih aman terutama bagi anak-anak. Wira Sanjiwani 5 - 11 Mei 2014

25


LENSA

MBP/Eka


HARI BURUH Perayaan Hari Buruh selalu diperingati pada 1 Mei. Baru pada tahun ini, Hari Buruh ditetapkan sebagai hari libur nasional. Tampak para buruh bangunan sedang bekerja di sebuah proyek.


OLAHRAGA

Mesias yang Perlu Perlindungan dan Dukungan

L

ionel Messi dianggap sebagai dewa sepak bola. Tak berbeda dengan pendahulunya, Diego Armando Maradona, ia dianggap mesias bagi Tim Argentina di Piala Dunia 2014. Namun, tetap saja dia memerlukan dukungan, perlindungan dari partner kerja di tim berjuluk Albiceleste agar bersinar terang di Brazil Juni-Juli mendatang. Dengan label sebagai Pemain Terbaik Dunia, Messi membawa Argentina sebagai salah satu tim unggulan di putaran final mendatang. Konsekuensinya tim Tango langsung disandingkan dengan tim favorit lainnya yakni tuan rumah Brazil yang diklaim sebagai tim paling sukses di dunia setelah lima kali menjuarai turnamen ini. Tapi kurang dari dua bulan sebelum turnamen ini dibuka, penampilan pemain yang membela klub Barcelona itu justru menunjukkan tanda-tanda menurun dan bahkan menjadi biang runtuhnya

dominasi tim Katalan itu di Liga Spanyol. Barca pun disingkirkan Atletico Madrid di perempatfinal Liga Champions, kalah dari seteru abadi Real Madrid di Piala Raja dan tersendat-sendat menghadapi persaingan dengan calon juara La Liga Atletico. Itu semua bermula saat Argentina memainkan pertandingan persahabatan melawan Rumania awal Maret lalu. Messi tidak aktif di lapangan dan sempat terlihat memuntahkan isi perut yang menunjukkan kondisinya tidak cukup bugar. Pertandingan di Bucharest itu berakhir imbang tanpa gol namun efek selanjutnya dirasakan oleh Barcelona di kancah domestik dan Eropa. Menghadapi kondisi genting itu, pelatih timnas Argentina Alejandro Sabella masih menyimpan keyakinan bahwa anak emasnya itu menyimpan potensi untuk diperlihatkan di Brazil nanti. Hanya saja Messi saat ini dan juga seterusnya, memerlukan

banyak bantuan untuk bangkit kembali. “Messi baik-baik saja. Tapi yang lebih utama adalah kami yang harus menjadi tim terbaik untuk membantu dia,” jelas Sabella dalam wawancara dengan Reuters. “Kami berusaha membangun tim yang kompak dan menguasai lapangan.” Messi dianggap telah matang skil dan mentalnya sebagai seorang pribadi serta pemain profesional. Jadi kini diperlukan dukungan tim yang bisa menciptakan suasana yang membuatnya bahagia. “Namun kami juga harus membuat dia relaks,” lanjut Sabella di kompleks pelatih tim Tango di pinggiran Kota Buenos Aires. Menurut pelatih berusia 59 tahun itu, Messi memiliki pengalaman di turnamen ini saat tampil di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kendati tidak mampu mencetak gol, ia berhasil menciptakan sejumlah peluang emas. Hanya karena penampilan gemilang penjaga gawang lawan, gol yang diharapkan itu tidak pernah terwujud.

MBP/rtr

Pelatih Timnas Argentina Alejandro Sabella

28

5 - 11 Mei 2014


Polisi antihuru-hara Brazil berbaris di depan papan iklan bergambarkan penyerang Argentina Lionel Messi yang diapit Gonzalo Higuain (kiri) dan Sergio “Kun” Aguero di Buenos Aires, Argentina. MBP/ap

Messi menjadi pemain termuda dalam sejarah sepak bola Argentina yang mampu mencetak gol di putaran final Piala Dunia. Debutnya terjadi di Jerman pada 2006 dan menghasilkan 1 gol saat menghadapi Serbia Montenegro. Kala itu ia masih berusia 19 tahun dan belum diperhitungkan banyak lawan. Pada dua turnamen itu Argentina terhalang langkahnya maju ke babak semifinal oleh Jerman. “Target yang kami perlukan adalah mencapai empat besar, karena Argentina tak mampu mencapai fase tersebut dalam beberapa kesempatan,” lanjut Sabella. Argentina yang dua kali menjadi juara dunia pada 1978 dan 1986 bersama Mario Kempes dan Maradona, terakhir kali mencapai babak semifinal pada Piala Dunia 1990 di Italia. Messi dkk., sekarang ini diharapkan menghadapi pertandingan per pertandingan dengan hati-hati demi target masuk 4 besar. Karena pada fase putaran final, semua pertandingan tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih

bila telah memasuki babak 16 besar lawan menjadi pelik dan ketidakberuntungan bisa mengirim tim unggulan pulang sewaktuwaktu. Namun, Argentina bukanlah tim sembarang tim. Setiap kali tim biru putih itu memasuki arena pertandingan, mereka selalu diliputi aura sebagai tim favorit. “Ada hasrat, pesona dan prediksi dimana mereka bisa menjadi juara dunia. Saya kira hampir selalu seperti itu,” lanjut Sabella, Tapi kali ini suasananya akan sedikit berbeda. Messi akan mencapai prestasi terbaiknya di timnas di Piala Dunia ini dan Argentina seperti bermain di halaman belakang rumah di Brazil ini. Jadi dalam pandangan Sabella, ‘mood’ pemain seperti tampil di rumah sendiri. Yang membedakan pemilik rumah sekaligus halaman itu adalah juara dunia lima kali dan tim terbaik di dunia Brazil. “Kami akan menjadi tamu istimewa kali ini,” lanjut Sabella yang saat memimpin klub Estudiantes menjuarai Copa Libertadores di Brazil pada

2009. Tidak hanya Messi yang menjadi keprihatian Sabella sekarang. Gelandang Fernando Gago juga dalam pengamatan serius menyusul cedera lutut yang didapat bulan lalu. Tapi diyakini pemain Boca Juniors itu akan kembali bugar saat Piala Dunia dimulai 13 Juni mendatang. Bukan tanpa alasan Gago mendapat perhatian serius. Mantan gelandang Real Madrid itu diklaim sebagai peyalur bola yang paling handal ke lini depan. Bahkan ia mengenal tabiat dan keinginan Messi dalam bermanuver dengan mengirim bola dari sisi kanan. Bila Gago harus absen telah disiapkan pengantinya Lucas Biglia (Lazio) atau Ever Banega (Newell’s Old Boys). Selain Messi, Argentina juga masih memiliki penyerang handal seperti Sergio Aguero, Carlos Tevez, Gonzalo Higuain, Rodrigo Palacio, Mauro Icardi serta Ezequiel Lavezzi. Namun tetap saja Messi yang dipandang sebagai kunci keberhasilan Albiceleste. Argentina akan menghadapi lawan Argentina yang sulit dan rumit Berdiri : 1893 di putaran awal Piala Juara Dunia nanti. Bertemu - Piala Dunia : 2x (1978 di Argentina, 1986 Meksiko) tim Kuda Hitam dari - Copa America : 13x (1993 Uruguay, 1991 Chile, 1959 Argentina, Balkan, Bosnia Herze1955 Chile, 1947 Ekuador, 1946 Argentina, govina di pertandingan 1945 Chile, 1941 Chile, 1937 Argentina, pertama di Rio de Ja1929 Argentina, 1927 Peru, 1925 Argentina, neiro, Messi dkk juga 1921 Argentina) akan diuji Iran dan Ni- Piala Konfederation : 1x (1992 Arab Saudi) geria di pertandingan - Olimpiade : 1x (2004 Athena) selanjutnya. - Pan American Games : 4x (1971 Kolombia, 1959 AS, 1955 Meksiko, 1951 Argentina) - Pemain legendaris

: Daniel Passarella, Diego Maradona, Gabriel Batistuta, Mario Kempes

Yudi Winanto

5 - 11 Mei 2014

29


OLAHRAGA

Pino Jepta Udayana Bahari

Dari Petinju ke Pembina

MBP/nan

30

5 - 11 Mei 2014

PEPATAH buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, paling tepat disandangkan kepada mantan petinju amatir Pino Jefta Udayana Bahari. Ia mengikuti kiprah sang ayah Daniel Bahari yang berjaya di ring tinju pada tahun 70-an, lalu berlanjut sebagai pelatih dan promotor. Dari melihat-lihat ayahnya berlatih di sasana tinju yang berada di belakang rumahnya di Jalan Nangka Utara, Peguyangan, Denpasar, Pino kemudian menjelma menjadi petinju amatir andalan Bali dan Indonesia di kancah nasional dan internasional. �Sejak balita saya sudah belajar tinju dari ayah,’’ katanya di Denpasar pekan lalu. Lingkungan yang membuat Pino tidak bisa mengelak dari tinju. Setelah pensiun, ayahnya kemudian menjadi pelatih tinju amatir dan profesional. Otomatis Pino sering berbaur dengan petinju asuhan Daniel di Sasana Cakti Bali. Apalagi sebagian besar dari mereka langsung tinggal di rumah keluarga besar ini. Julukan sebagai keluarga tinju makin lekat kepada Daniel karena adik-adik Pino juga menggeluti cabang adu jotos ini, termasuk yang perempuan. Adik tertuanya Nemo Bahari cukup lama menguasai kelas bulu nasional. Nemo bahkan sempat merasakan ajang Olimpiade, namun langkahnya dihentikan petinju Kuba. Saat ini Daudy Bahari menjadi penerus dinasti Bahari di ajang tinju profesional. Saat jaya-jayanya, Pino adalah raja kelas berat ringan nasional, Asia Tenggara dan Asia. Prestasi puncaknya adalah merebut medali emas pada Asian Games 1990 di Beijing, Tiongkok. Ketika itu, Pino sampai digadang-gadang akan diberikan kesempatan menantang Mike Tyson, namun rencana itu tidak pernah terwujud.


Cedera tulang belakang akhirnya membuat Pino memutuskan berhenti bertinju dan beralih menjadi pembina dan promotor. Pria kelahiran 15 Oktober 1972 ini melatih asuhannya di Sasana Cakti Gibbor Bali persisnya di Jalan Batanghari, Renon, Denpasar. ”Sekarang ini saya fokus menempa Daudy dan petinju lainnya sebagai persiapan mengikuti pertarungan perebutan Sabuk Wali Kota Malang pada 26 April,’’ ujarnya. Pino yang ikut mencalonkan diri sebagai DPR-RI mengusung Partai Gerindra pada pemilu legislatif 9 April lalu, mengharapkan anak-anak Pulau Dewata mau menggeluti tinju seperti keluarganya. Sebab, lewat olahraga kita bisa mengangkat martabat bangsa dan negara di kancah internasional. ”Hanya presiden dan atlet yang menjadi juara disambut dengan pengibaran bendera Merah Putih di negara lain,’’ tegas pria yang kini menanti kelahiran anak keduanya dari hasil pernikahannya dengan Hanny Olii. Prestasi emas Pino di luar Asian Games Beijing 1990 adalah pada Taiwan Terbuka 1990, Jakarta Anniversary Cup 1988, Piala Presiden 1994, Kupang Anniversary Cup 1988, Kejurnas Junior 1988 di Padang, PON 1989 di Jakarta, PON 1993 di Jakarta, PON 1996 di Jakarta, emas STE 1989 di Jambi, STE 1994 di Makassar, dan Pra-PON 1992 di Semarang. Medali perak diraihnya pada SEA Games 1991 di Manila, SEA Games 1993 di Singapura, SEA Games 1995 di Chiang Mai (Vietnam), Venice Terbuka 1994 di Italia, Piala Raja 1993 di Bangkok, Piala Raja 1996 di Bangkok, Piala Mayor 1993 di Manila, dan Piala Mayor 1995 di Cebu. Sementara perunggu disabetnya pada SEA Games 1989 di Kuala Lumpur dan Piala Presiden 1993 di Jakarta. Eka Parananda

Nama Lahir Istri Anak

: Pino Jefra Udayana Bahari : 15 Oktober 1972 : Hanny Olii : Kyla Abigail Shilo Bahari (9)


KRIMINAL

Pembuat Film Porno Dibekuk

T

ersangka Putu Krismantara (27) pasti tak menduga kalau orang yang memesan DVD porno kepadanya adalah polisi yang menyamar. Faktanya, pencetak film-film porno yang beralamat di Perumahan Taman Asri No.3 X, Jalan Batuyang, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar ini, ditangkap polisi bersama kedua anak buahnya, Hendri Gunawan (21) dan Abdul Rozak (22), Selasa (15/4) lalu itu. Dari tangan mereka, aparat Polda Bali juga mengamankan belasan unit CPU komputer rakitan, ribuan keping DVD porno, DVD kosong, dan alat produksi lainnya. Kini tersangka Putu Krismantara, yang asal Banjar Penglumbaran Kangin, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli ini, meringkuk di sel tahanan polisi, serta Terancam Pasal 29 Jo Pasal 4 (1) subsider Pasal 31 subsider Pasal 32 UU No.44 Tahun 2008 tentang pornografi, dengan ancaman hukuman minimal 6 bulan kurungan dan maksimal 12 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 250 juta hingga Rp 6 miliar. Menurut Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Bali Kombes Suryanbodo Asmoro, Selasa (22/4) lalu, kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang mengatakan bahwa adanya penjualan DVD porno melalui online. Pada pertengahan Maret 2014 lalu, polisi kemudian melakukan browsing di internet untuk mengunduh website yang menawarkan DVD porno. Polisi akhirnya berhasil menemukan situs penjual film DVD porno terbesar di Indonesia itu dengan alamat http:// www.perawan.in, http://www.situscinta.com, http:// dvd-perawan.co dan http://dvdperawan.com. “Website tersebut dalam kontennya menawarkan DVD porno dalam bentuk kumpulan beberapa film dari seluruh dunia yang dikelompokkan dalam beberapa item, di antaranya Japan Idol Video (JAV), jenis west (film barat), jenis unik (Asia), jenis parodi (film lucu), dan film porno lainnya,” tegas Suryanbodo Asmoro. Untuk menangkap si pembuat film porno tersebut, polisi tak kekurangan akal. Polda Bali mengutus beberapa polisi yang menyamar untuk pura-pura memesan film melalui HP dan alamat email p3rawan@gmail.com yang tercantum di situs. Tak perlu susah-susah, polisi segera disarankan mentransfer uang ke rekening BCA atau ke rekening Bank Mandiri atas nama Jenny. Sehari kemudian, barang yang dipesan polisi diantar melalui jasa pengiriman, Tiki. “Tim membuntuti kurir hingga di kantor Tiki Denpasar di Jalan Kapten Regug No.1, Denpasar. Di depan kantor Tiki (area parkir), kurir yang

32

5 - 11 Mei 2014

membawa paket kiriman tersebut lalu diamankan,” tambah Dirkrimsus. Di hadapan polisi, sang kurir mengaku bahwa barang tersebut adalah milik Putu Krismantara yang beralamat di Perumahan Taman Asri No.3 X di Jalan Batuyang, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar. Mengingat sudah mengantongi alamat lengkapnya, polisi segera mendatangi alamat yang disodorkan sang kurir untuk melakukan penggerebekan. Tak susah-susah amat, aparat Polda Bali akhirnya berhasil menciduk tersangka Putu Krismantara, dan anak buahnya, Hendri Gunawan dan Abdul. Mereka bersama barang buktinya lalu digiring ke Polda Bali untuk diperiksa secara intensif. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa untuk menggandakan DVD-DVD porno, sindikat ini menggunakan komputer rakitan yang ditempatkan di lantai dua rumah di Jl. Batuyang, Batubulan tersebut. Sedangkan untuk menyamarkan aksinya, lantai bawah rumah difungsikan sebagai ruang tamu. Bisnis penggandaan DVD porno yang dilakoni tersangka Putu Krismantara sejak 1,5 tahun ini cukup menggiurkan. Dalam sebulan, dia mampu meraih omzet Rp 90 juta hingga Rp 150 juta atau di atas Rp 1 miliar per tahun. Hebatnya, tersangka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang komputer ini punya lebih dari 1.500 konsumen yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan dibantu dua karyawanya, ribuan keping DVD porno mampu dihasilkan dalam sebulan. Mereka (para karyawan) hanya digaji Rp 2 juta setiap bulan. Menurut Kombes Suryanbodo Asmoro, dari rumah tersangka Putu Krismantara, polisi mengamankan berbagai barang bukti yang digunakan memproduksi DVD porno, di antaranya 16 unit CPU rakitan dengan kapasitas hardisk 8 TB untuk menyimpan film porno sekitar 9.518 film, 4 monitor untuk layar monitor 16 CPU, 4 unit keyboard. 4 unit mouse, 3 unit hardisk external, 13 dus DVD kosong merek Maxell, 8 dus cassing atau kotak DVD warna hitam, 2 DVD Rom, 1 unit printer merek Epson Type L300 dan 58 paket DVD porno. Wiadnyana


MBP/wiadnyana

Ketiga tersangka pembuat DVD porno, Putu Krismantara, Hendri Gunawan, dan Abdul Rozak, diamankan di Polda Bali setelah diciduk di Perumahan Taman Asri No.3 X, Jalan Batuyang, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar.


KRIMINAL

Polisi Sidak Sekolah, Temukan Film Porno DI tengah kemajuan teknologi, masalah pornografi ternyata juga semakin jauh. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, sangat mudah menemukan gambar atau film porno di lingkungan mereka. Misalnya, di komputer/laptop atau HP canggih yang dilengkapi berbagai fitur, sangat mudah mengakses apa pun lewat koneksi internet. Belum lagi di komputer di warnet-warnet yang tersebar di seluruh pelosok wilayah, sangat mudah dioperasikan untuk mengakses dan mengunduh gambar atau film porno. Terlebih, masih banyak situs biasa maupun porno yang menyajikan gambar yang sejatinya belum tepat dilihat para anak baru gede (ABG). Tak itu saja, perdagangan VCD/ DVD di pasaran sangat marak, termasuk mudahnya penjualan film porno dengan harga yang murah pula. Sedangkan pedagangnya sama sekali tidak memikirkan kepada siapa dia menjual dagangannya, tapi yang penting laku. Begitu mudahnya cara orang mendapatkan film porno, jelas peredarannya juga sangat marak. Apalagi saat ini ada teknologi canggih untuk menyimpan film/gambar porno seperti di HP, flashdisk, dan laptop, sehingga kita tak perlu lagi susah-susah membawa VCD/ DVD yang banyak. Cukup dengan satu peralatan kecil, kita sudah dapat membawa film/gambar porno ke mana-mana.

Pun cara mendapatkannya, bisa dengan cara mentransfer ke berbagai peralatan dalam bentuk yang simpel. Untuk mencegah kasus kenakalan remaja akibat kecanggihan teknologi ini, Polres Klungkung gencar melakukan razia video/gambar porno ke sejumlah sekolah. Seperti halnya, Senin (21/4) lalu, Polres Klungkung yang dipimpin Kapolres AKBP Ni Wayan Sri Yudatni Wirawati, menggelar razia sajam dan video porno di SMAN 1 Semarapura. Dari hasil sidak di sekolah favorit ini, beberapa siswa ternyata menyimpan film bokep (porno) di HP, termasuk laptop yang dibawa siswa ke sekolah. Sidak dimulai pukul 08.00. Setelah minta izin pihak sekolah, petugas Polres Klungkung yang didampingi Disdikpora menyebar ke masing-masing ruangan untuk melakukan pemeriksaan. Tidak hanya tas milik siswa yang digeledah, namun juga HP milik siswa. Semuanya dicek satu per satu. Kebetulan hampir semua siswa SMAN 1 Semarapura membawa HP ke sekolah. Tak ketinggalan laptop milik siswa yang dibawa ke sekolah juga dicek petugas yang mengetahui IT. Penemuan video porno di HP maupun laptop tersebut jelas membuat petugas geregetan sehingga menanyakan alasan siswa tersebut. Namun, beberapa siswa hanya terdiam

dan mengaku iseng. Mereka bahkan ada yang cengar-cengir ketika sejumlah siswa atau rekannya menertawakan kelakukan mereka yang menyimpan film bokep di HP. Sedangkan petugas yang menemukan hal itu langsung mencatat identitas siswa, dan langsung menghapus semua gambar dan video porno tersebut. Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudatni mengatakan bahwa pihaknya turun ke sekolah melakukan sidak video porno karena sebelumnya mendapat laporan ada perilaku siswi yang menyimpang. “Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari banyaknya kasus kenakalan remaja yang kerap terjadi belakangan ini,” tegasnya. Pihaknya sengaja melakukan sidak video porno karena anak-anak sekarang cenderung membawa HP canggih ke mana saja. Padahal HP canggih tersebut dinilai dapat membawa efek buruk bagi anak dan lingkungan sekolah. Apalagi informasi di lapangan, anak-anak yang memiliki HP cendrung menyimpan rekaman atau film berbau porno. “Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga demi kebaikan mereka di masa depan. Karena itu, kami harapkan masing-masing sekolah melakukan pengecekan secara sinergis dengan melibatkan polisi dan Disdikpora,” terang Kapolres. Hal senada dikatakan Kadisdikpora Klungkung Nyoman Mudarta yang mendampingi Kapolres melakukan sidak. Dia tidak menampik kalau banyak siswa saat ini di luar kontrol. Karenanya, Mudarta berharap pihak sekolah lebih ketat mengawasi para siswanya, terutama melakukan pengecekan HP pada jam-jam tertentu untuk mengurangi tindakan kurang terpuji dari siswa karena salah bergaul. “Kita harapkan pihak sekolah lebih berperan mengawasi para siswa. Minimal sepuluh menit melakukan pengecekan, karena tanggung jawab lebih besar pada sekolah itu sendiri,” tandasnya. Sriwiadnyana

MBP/sri wiadnyana

Anggota Polres Klungkung mengecek satu per satu tas siswa dalam razia video porno di SMAN 1 Semarapura, Senin (21/4) lalu.

34

5 - 11 Mei 2014


A

Ibu Tiri

niaya nak hingga Tewas

IBU yang satu ini sungguh tak punya kasih sayang. Tersangka Nur Halimah alias Ulfa (21) diduga tega menganiaya anak tirinya, Ahmad Rifai alias Fai (4), hingga tewas di tempat kosnya di Banjar Batu Lumbung, Mengwi, Badung. Fai sempat menjalani perawatan di RSUP Sanglah hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (19/4) lalu. Ketika ditemui saat diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Badung, Selasa (22/4) lalu tersangka Ulfa mengaku sering memukul Fai lantaran rewel. Selain itu kondisi yang masih hamil lima bulan membuat temperamen Ulfa jadi labil alias mudah marah. Wanita yang menikah dengan ayah Fai yakni Marzuki tahun 2009 itu memukul anak tirinya dengan sapu lidi,

sandal, dan benda-benda apa saja yang dilihatnya. “Anak saya itu (Fai) sering rewel, susah disuruh makan dan mandi. Kadang saking kesalnya, saya pernah memukul kepala dan badannya,” ujar wanita yang kos di Banjar Batu Lumbung, Mengwi, Badung ini. Menurutnya, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Fai mengalami kecelakaan saat dibonceng dengan motor oleh ayahnya, Marzuki, di Banjar Pemenang, Desa Kukuh, Marga, Tabanan. Akibat kecelakaan itu, pelipis dan kaki Fai luka lecet. “Karena hanya lecet, saya obati lukanya di rumah dan tidak dibawa ke rumah sakit. Namun dua hari kemudian, ternyata lukanya bengkak,” tambah Ulfa. Sumber lainnya menyebutkan, melihat kondisinya kian kritis, bocah malang itu

lalu dibawa ke rumah sakit oleh saudaranya. Namun bukannya senang karena anaknya tirinya ditolong, Ulfa justru lepas tangan dan berniat pulang ke kampungnya di Sumbawa, NTB. Dia kemudian kabur dari tempat kosnya di Mengwi. Gara-gara tak punya uang sepeser pun, Ulfa selama empat hari tinggal di Pelabuhan Padangbai, Karangsem. “Dia diam di pelabuhan dan tidur di sana,” kata sumber yang namanya enggan dikorankan. Beberapa hari kemudian Ulfa memutuskan kembali ke tempat kosnya di Mengwi. Saat kembali itulah dia mendapat kabar bahwa Fai sudah meninggal dunia. Seketika itu dia ketakutan. Tak berpikir lama, Ulfa sembunyi di rumah temanya di Sanggulan, Kediri, Tabanan. “Dia bersembunyi karena dicari polisi. Dia akhirnya menyerahkan diri ke polisi karena dibujuk suaminya,” tegas sumber itu. Sejatinya kesalahan hingga menyebabkan Fai meninggal dunia bukan pada ibu tirinya. Ayah sang bocah, Ismail Marzuki, lebih tak bertanggung jawab lagi. Pria asal Lombok Barat, NTB ini, ternyata suka gonta-ganti pasangan. Bahkan Ulfa dikabarkan merupakan wanita kesembilan yang menghiasi hidupnya selama ini. Bagaimana mungkin Marzuki mampu mengurus anak kandungnya, Fai, kalau dia sibuk mengumbar asmara dengan banyak wanita. Yang jelas, Marzuki telah dimintai keterangan di Polres Badung mengenai perilaku istri sirinya, Ulfa, terhadap Fai. Kasat Reskrim Polres Badung AKP Wisnu Wardana menyebutkan bahwa memang benar Ulfa sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia diancam UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 13 tahun penjara. “Mengingat termasuk kasus penganiayaan anak di bawah umur, tersangka diperiksa Unit PPA Polres Badung,” tandasnya. Wiadnyana

MBP/Wiadnyana

Nur Halimah alias Ulfa hanya menunduk saat diperiksa petugas Polres Badung atas dugaan melakukan penganiayaan pada anak tirinya, Ahmad Rifai (4). 5 - 11 Mei 2014

35


LINGKUNGAN

DAS Compang-camping

D

aerah Aliran Sungai (DAS) kian mendapat ancaman serius. Alih fungsi lahan yang membabi buta, telah mengabaikan segala kepentingan lingkungan. DAS yang mestinya dijaga dan dilestarikan, kini justru kian rusak oleh serbuan proyek perumahan. Ironisnya, bentuk perlindungan terhadap DAS sangat minim dan terlambat. Kondisi ini, tentu akan mempercepat datangnya bencana bagi lingkungan sekitar. Klungkung memiliki tiga DAS, di antaranya Tukad Unda, Jinah dan Bubuh. Melihat kondisinya saat ini, proteksi terhadap DAS sangat lambat, meski kualitas DAS di atas belakangan kian merosot. Seperti yang terjadi pada DAS yang membelah wilayah Desa Takmung dengan Desa Satra, Klungkung, yang biasa disebut warga Tukad Jinah. Menurut penuturan tokoh masyarakat Desa Satra, Dewa Soma, aliran air Tukad Jinah berasal dari Batur, melewati Kecamatan Rendang dan mulai memasuki wilayah Klungkung melalui Desa Sangkan Buana hingga membelah Desa Satra dan Takmung. Aliran air ini, ternyata sangat berkontribusi kepada para petani di Klungkung, di mana beberapa titik dari sungai ini, banyak dibuatkan dam, untuk mengairi sawah di sejumlah desa. Mulai dari Desa Takmung, Sidayu hingga Satra. Namun, belakangan Tukad Jinah mendapat berbagai sorotan, lantaran proyek perumahan yang membuka lahan persis di bibir Tukad Jinah dari dua sisi. Baik di sisi Desa Takmung dan Desa Satra, dengan pengembang yang sama. Akibatnya, permukaan sungai kian menyempit dari kedua sisi, alirannya berubah, dasar sungai dikeruk, batu-batunya dipakai dasar lahan. Sehingga, membuat wajah DAS di lokasi compang-camping dan berpotensi menimbulkan bencana. Semua itu dilakukan tanpa izin. Kebiasaan investasi yang buruk, dengan membangun dahulu baru mengurus izin, telah membuat tepian sungai dikepung proyek perumahan. Lingkungan makin rusak, oleh investasi yang membabi buta. Sejak awal, kedua desa sudah menyatakan keberatan. Pemkab juga protes, karena belum mengantongi izin. Tim Yustisi sudah berkali-kali turun, namun tanpa hasil. Sebab, peringatan tak pernah digubris.

36

5 - 11 Mei 2014

Kini bibir sungai yang terlanjur dicaplok investor, sudah berdiri kokoh senderan batu dari kedua sisi sepanjang lebih dari 200 meter. Sungai yang biasa dipakai mandi oleh warga sekitar, bersiap menjadi lingkungan kumuh, layaknya di kota-kota besar. Peristiwa perusakan lingkungan ini, kian memperlihatkan, pengawasan dan penegakan hukum, sebagai salah satu bentuk proteksi, sangat lemah. Perbekel Desa Takmung Nyoman Mudita, menegaskan kini pihaknya menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum kepada instansi terkait. Sebab, keberatan pihak desa sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah. Sementara berkaitan dengan ancaman DAS ini, Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Made Sudiarkajaya mengatakan, pihak Balai Wilayah Sungai Bali Penida akan turun ke lokasi, sebagaimana hasil pertemuan antara pihaknya dan pengembang bersama pihak Balai, terkait proses izin yang diajukan pengembang, Dewa Made Sanjaya. Sementara Dewa Soma menambahkan, apa pun yang dilakukan dengan mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan, hanya mempercepat datangnya bencana. “Mungkin sekarang air sungainya kecil karena musim kemarau. Dengan sungai mengecil seperti ini, kalau terjadi hujan lebat, bencana longsor atau banjir sangat mengancam di sekitarnya. Pada dasarnya kita tidak pernah belajar dari alam. Padahal, sudah begitu banyak contoh yang diberikan,� ujarnya. Mantan Bendesa Satra dua periode ini menegaskan, pemulihan DAS mutlak memerlukan dukungan masyarakat lokal. Caranya adalah pendekatan peningkatan ekonomi-sosial untuk berbagai program merehabilitasnya. DAS tak hanya daerah kanan-kiri aliran sungai, tetapi juga wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya. Kawasan itu menampung, menyimpan, dan mengalirkan air curah hujan ke danau atau laut secara alami atau terpengaruh curah hujan. Dia mengakui, alih fungsi lahan merupakan tantangan rehabilitasi DAS. Dibutuhkan gerakan penyelamatan masif di tingkat masyarakat dan sinergi pengelolaan DAS antarinstansi pemerintah daerah. Bagiarta


Aliran DAS di Tukad Jinah menyempit setelah pondasi lahan yang dipersiapkan untuk kawasan perumahan, dibangun dari wilayah Desa Satra. Sebagian dari batu pondasi itu, berdiri dari batu di DAS Tukad Jinah yang dikeruk dengan beberapa alat berat.

Aliran DAS di Tukad Jinah kian menyempit, setelah pondasi lahan yang disiapkan untuk kawasan perumahan dibangun dari wilayah Desa Takmung.

Pemerintah Tak Berdaya PROYEK perumahan yang mengorbankan DAS, mengudang pertanyaan berbagai kalangan. Terlebih, melihat pemerintah daerah yang tidak berdaya dan hanya menjadi penonton melihat sempadan sungai dicaplok pengembang untuk memperluas areal perumahannya. Menurut tokoh masyarakat Desa Satra Dewa Soma, melihat kasus ini, seperti ada hubungan yang terputus antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan desa pakraman. Mantan Bendesa Satra tahun 2000 sampai 2008 ini, mengatakan menghadapi ancaman ini, proteksi terhadap DAS harus segera dilakukan yang dimulai dari bawah. Desa pakraman perlu menyusun dan menegakkan awig-awig di desa pakraman untuk mengatur pengembangan perumahan yang dilakukan di sekitar DAS. "Kalau sekarang, khususnya di Desa Satra saya lihat belum ada awig-awignya. Ini perlu segera disusun agar tidak semakin banyak lingkungan menjadi korban," katanya. Jika sudah diatur dalam awig-awig, maka desa pakraman lebih mudah dalam

melakukan pengawasan di wilayahnya. Sehingga, sejak awal sudah dapat diketahui aktivitas investasi dan peruntukkannya, apakah berpotensi merusak lingkungan, khususnya DAS atau justru baik bagi desa pakraman. Kalau demikian, niat buruk merusak lingkungan yang selama tidak disadari para pengembang, dapat dicegah sedini mungkin. "Kalau desa pakraman tegas, dan memegang teguh aturan yang sudah disepakati Dewa Soma bersama, maka kita bisa menyeleksi investasi asing yang masuk ke wilayah desa kita atau yang dilakukan warga lokal," tegasnya. M en u ru tn y a, an caman terh adap lingkungan tidak cukup dengan penegakan perda oleh Tim Yustisi. Sebab, pada dasarnya baik buruk investasi, pertama kali yang merasakannya adalah lingkungan sekitar. Jadi, sudah sepantasnya wilayah itu lebih dulu membentengi diri dengan aturan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan lingkungan. Bagiarta 5 - 11 Mei 2014

37


PARIWISATA

Pariwisata Bali Dimanfaatkan Sindikat

S

ecara kumulatif, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali periode Januari–Februari 2014 sebanyak 555.052 orang. Mereka paling banyak datang ke Bali berkebangsaan Australia, RRC, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan dengan persentase masing-masing 24,14 persen, 19,64 persen, 6,05 persen, 5,53 persen, dan 4,38 persen. Sayangnya, banyak wisatawan asing yang datang ke Pulau Dewata tidak semata-mata menghamburkan dolarnya, namun justru jualan barang terlarang tersebut. Kepala BNNP Bali, Kombes I Gusti Ketut Budiartha mengatakan, tidak semua turis memberikan benefit atau profit terhadap pariwisata Bali. Sebab, banyak

38

5 - 11 Mei 2014

wisatawan memanfaatkan gemerlapnya pariwisata untuk mengedarkan narkoba. Selain itu, menjamurnya tempat dugem. Seperti kafe, diskotik dan karaoke serta kos-kosan menjadi lahan subur bisnis barang haram tersebut. “Pulau Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia dan sangat rentan narkoba. Implikasi pariwisata itu sangat rentan dengan peredaran narkoba. Karena itu, saya himbau supaya wisatawan harus diwaspadai,” tegasnya. Keuntungan dari bisnis haram ini sangat tinggi. Hal ini yang mendorong penyelundup tidak kapok-kapok melakukan aksinya, walau pun banyak ditangkap. Di Iran harga 1 kilogram sabu-sabu Rp 15 juta sampai Rp 30

juta. Begitu dibawa ke Bali harganya mencapai Rp 2 miliar. “Kenapa sindikat nekat? karena untungnya besar. Kalau ketangkap masuk penjara, kalau lolos jadi kaya raya,” ujar pria asal Kaba-kaba, Tananan ini. Ditambahkannya, dari tahun ke tahun peredaran narkoba cukup tinggi yang melibatkan WNA. Saat ini saja, 65 WNA ditahan di LP Kerobokan, belum termasuk di lapas lain di Bali. “Dari puluhan wisman yang dijebloskan ke penjara, 60 persen penghuni lapas terkait kasus narkoba, kondisi ini cukup memprihatinkan. Ini jadi tanggung jawab kita semua,” tandasnya. Secara rinci, pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali periode Januari sampai Juli 2013 mengungkap sebanyak 90 kasus,


Jangan Sampai Bali Jadi ’’The Island of Narkoba’’

Banyaknya wisatawan ke Bali tidak serta-merta ingin menikmati keindahan Pulau Dewata. Tak sedikit di antara mereka yang bertujuan mengedarkan narkoba. MBP/dok

Narkoba Polresta Denpasar sebanyak 128 kasus, Polres Buleleng 48 kasus, Polres Tabanan 19 kasus, Polres Gianyar 63 kasus, Polres Klungkung 46 kasus, Polres Bangli 30 kasus, Polres Karangasem 25 kasus, Polres Jembrana 44 kasus dan Polres Badung 32 kasus. Dari sekian tersangka yang ditangkap dan ditahan, di antaranya merupakan warga asing. Berbagai barang bukti disita polisi. Seperti, ganja seberat 14.282,14 gram, heroin seberat 379,44 gram, hasish seberat 157,73 gram, kokain seberat 7,74, sabu-sabu (SS) seberat 3.510,33 gram, ekstasi utuh sebanyak 121 butir dan yang tidak utuh seberat 21,87 gram. Kertanegara

SLOGAN Bali the Island of Paradise (Pulau Surga) sudah lama dikenal bahkan sebelum pariwisata berkembang seperti sekarang ini. Selain disebut Pulau Surga, Bali juga dijuluki Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, Pulau Kahyangan, Pulau Seni dan banyak lagi sebutan yang bernada sanjungan. Tetapi belakangan ini sejalan dengan semakin meningkatnya kunjungan turis mancanegara dan domestik, berkembang rumor miring Bali the Island of Narkoba (pulau narkoba). Pemerhati masalah sosial, tinggal di Legian-Kuta I Nyoman Rutha Ady, S.H. menyatakan, indikasi Bali dijadikan surga bagi pengedar dan pemakai narkoba bisa dicermati dari hasil penangkapan terhadap oknum pembawa narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) beberapa kali oleh aparat keamanan di bandar udara (Bandara) Ngurah Rai. Untuk mengelabui petugas dan menghindar dari kecanggihan teknologi detektor yang ada di bandara, para kurir narkoba bahkan rela mempertaruhkan nyawanya dengan menelan bubuk narkoba yang dibungkus plastik dalam jumlah besar. Di balik keberhasilan petugas menangkap sejumlah oknum yang bermaksud menyelundupkan narkoba lewat bandara, tentu menyisakan pertanyaan besar: apakah tidak mungkin ada sejumlah narkoba lainnya yang lolos dari pengawasan di bandara? Pertanyaan ini sangat relevan dengan fakta di lapangan yang membuktikan peredarannya terus berkembang di Bali. Berdasarkan modus operandi dan pengakuan terpidana pelaku kejahatan narkoba kepada aparat penegak hukum, tersirat lalu-lintas peredaran narkoba di Bali memiliki keterkaitan dengan jaringan narkoba internasional. Pasar narkoba semakin menjanjikan sejalan dengan semakin ramainya lalu lintas orang yang datang dan pergi melalui pintupintu masuk maupun keluar Bali. Tetapi yang sesungguhnya lebih mengkhawatirkan lagi adalah keterlibatan warga pribumi (warga negara Indonesia/WNI) dan penduduk lokal Bali sebagai pengedar (penjual) dan sebagai penikmat alias pemakai jenis barang terlarang tersebut. Dari berbagai hasil pengusutan terhadap para tersangka dan terpidana kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan warga negara asing maupun penduduk pribumi, hampir sebagian besar narkoba yang beredar di Bali dipasok dari luar daerah dan luar negeri. Terdapat trend (kecenderungan) sirkulasi berbagai jenis narkoba melibatkan jaringan internasional yang terstruktur rapi dengan pembagian tugas kepada oknumoknum yang diseleksi berdasarkan kriteria khusus. Begitu menjanjikan pasar narkoba di Bali sehingga berbagai cara dilakukan termasuk dengan risiko yang teramat tinggi seperti menelan melalui mulut dan menempatkan pada bagian-bagian tubuh yang paling tersembunyi. Modus operandi penyelundupan narkoba masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai sudah berkali-kali digagalkan. Tetapi peredaran narkoba cenderung meningkat dengan sasaran tempat-tempat hiburan dan sentra-sentra pemukiman turis. Inilah tantangan besar bagi aparat keamanan yang bertugas di pintu-pintu masuk kedatangan wisatawan dan juga pengawasan terhadap operasi tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik, pub, bar dan karaoke. Lembaga khusus yang dibentuk untuk menanggulangi meluasnya peredaran narkoba seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) di pusat maupun Badan Narkotika Daerah (BND) di provinsi, kabupaten/kota juga telah melakukan operasi dan kerja sama dengan melibatkan aparat keamanan, namun tidak membuat takut dan jera oknum-oknum pemasok, pengedar/penjual serta pemakai narkoba. Nilai transaksi bisnis yang sangat menjanjikan rupanya menjadi pendorong semakin meluasnya kejahatan narkoba di Bali. Cara yang paling berisiko tinggi dan terbukti menyebabkan kematian adalah menyelundupkan bubuk heroin dengan memasukkan ke dalam kondom plastik dan ditelan oleh pembawanya. Modus operandi ini sudah sering digagalkan oleh petugas keamanan bandara, namun karena alasan dibayar cukup mahal oleh pemasoknya, kurir narkoba rupanya tidak memperhitungkan risiko kematian yang dihadapinya. Di lain pihak, penyalahgunaan narkoba akan mengakibatkan kerusakan sel-sel syaraf manusia. Pusat Data 5 - 11 Mei 2014

39


TOURING KARTINI - Astra Motor Honda-Bali selaku main dealer sepeda motor Honda di Bali, belum lama ini memperingati Hari Kartini dengan melakukan touring bersama. Mengambil tema “Safety Riding Fun Touring Kartini Day”, sebanyak 30 Kartini Honda turut serta pada momen ini. Program sejenis juga dilakukan Asaparis Group yang merupakan dealer suku cadang Honda, namun mengusung tema yang berbeda yakni “Eat & Ride”.

MBP/Ist

MBP/Ist

PIALA DUNIA - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) memberikan kesempatan kepada 11 orang pelanggan Speedy, Indihome, UseeTV, Kartu Speedy Instan, dan Kartu Speedy Instan Surprise, untuk mendapatkan tiket nonton langsung partai Final sepak bola piala dunia 2014 (World Club) di Brazil.

40

5 - 11 Mei 2014

MBP/Suryawan

SIMAKRAMA - Danlanal Denpasar Kolonel Pelaut (S) Julius Widjojono, saat masimakrama ke kantor Bali Post belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut diserahkan kenang-kenangan berupa karikatur dari Bali Post kepada Julius Widjojono.


MBP/Ist

MBP/Ist

RETREAT - Yayasan Cahaya Cinta Kasih menggelar pendalaman “The Inner Power of Life” di Fave Hotel Umalas belum lama ini. Acara digelar selama 3 hari.

WORKSHOP - Telkom melalui Qbaca menggelar workshop “Menggagas 1001 Cerita Nusantara; Mengorbit Bersama Qbaca” yang akan digelar di delapan kota. Workshop di Denpasar, menurut GM Telkom Bali Selatan I Gusti Bagus Ranuh, adalah kegiatan keenam setelah sebelumnya digelar di Medan, Padang, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta. Tampak GM Telkom Bali Selatan (tengah) berfoto bersama peserta workshop.

MBP/Ist

YARIS BARU - Toyota meluncurkan All New Yaris untuk dipasarkan di Bali belum lama ini. Produk hatchback milik Toyota ini merupakan generasi penerus Toyota Yaris yang sudah dipasarkan sejak 2006 lalu.

Ra i h su k ses d en gan m en gin f ormasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perus a haan ( CS R) , p elu n cu ran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik E vent deng a n m en gh u b u n gi b agian Ik lan B ali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi d ilak u k an d u a minggu sebelum penerbitan. 5 - 11 Mei 2014

41


YOGA

Mudra Terapi

Menetralkan Ketidakseimbangan Unsur Tubuh

P

enyakit terjadi karena ketidakseimbangan unsur panca maha bhuta di dalam tubuh manusia. Untuk menetralkan hal ini, manusia atau individu bisa melakukannya dengan cara mudah. Melalui mudra terapi, seseorang bisa membangun energi positif untuk menetralkan sakit. Teknik pengobatan dengan mudra terapi bisa menjadi salah satu alternative untuk menjaga keseimbangan unsur tubuh. Para rohaniawan menggali ilmu pengobatan dalam kitab suci weda. Khususnya dalam ajaran yoga tantrik yang menjelaskan tentang mudra (sikap tangan). Mudra terapi menjadi solusi untuk hidup sehat tanpa obat. Bahkan mudra terapi sudah teruji secara ilmiah, bahwa energi pada tangan bila digerakkan sesuai pola pada mudra terapi dan dikombinasikan dengan pengucapan mantra Weda, akan memberi energi positif pada seluruh tubuh. “Dengan mudra terapi ini dapat memeberikan kesehatan ketenangan kedamaian, menjauhkan stres, menyembuhkan penyakit dan berbagai manfaat yang

di perlukan di zaman ini, semua ini bisa didapat melalui teknik mudra dengan sikap tangan, semua ini ada pengaruhnya dan ada maknanya untuk kesehatan,” kata Rasa Acharya Prabhu Darmayasa didampingi President And Founder Sanatana Dhara Foundation Trust Anantbodh Chatanya. Lebih lanjut Prabu Darmayasa mengatakan, pola gerakan tangan ini dipelajari dari berbagai guru dan kitab suci, sekarang semua masyarakat harus mengetahui. Selain itu, ilmu ini sangat mudah diterapkan tanpa ada persyaratan khusus. “Ilmu ini dapat diterapkan dengan sikap duduk, berdiri, bahkan sambil jalan. Ilmu ini pasti efektif hanya dibutuhkan ketekunan, karena badan manusia untuk menerapkan ilmu ini masih memerlukan waktu penyesuaian,”

ujarnya. Prabhu Darmayasa ketika menterjemahkan pernyataan Anantbodh Chatanya mengatakan, penyakit terjadi karena ketidakseimbangan unsur panca maha bhuta di dalam tubuh manusia. Melalui mudra terapi dapat menyalurkan energi positif sehingga panca maha bhuta kembali seimbang. “Aktivitas setiap hari, membuat kesimbangan panca maha bhuta di dalam tubuh terganggu, karena itu dibutuhkan mudra terapi,” katanya. Prof. Dr. Made Merta yang hadir pada kesempatan ini mengatakan, kegiatan ini membuka wawasan baru. Apalagi, mudra di Bali yang awalnya hanya diterapkan oleh sulinggih, ternyata mampu menjaga tubuh agar tetap sehat. “Sekarang baru saya tahu makna dan fungsi mudra. Apalagi sudah terbukti secara ilmiah, bahwa mudra terapi dapat memberi energi positif untuk tubuh, dan tentu saya akan mempraktekkannya secara konsisten,” katanya. Manik

MBP/ist


HIBURAN

Pesohor Menuju Kursi Legislator

M

MBP/ist

usisi Anang Hermansyah tidak hanya piawai menggarang lagu dan olah vocal. Dalam dunai politik, penyanyi asal Jember ini juga suskes. Sebentar lagi, ia akan menyandang predikat legislator. Anang dipastikan lolos melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR-RI daerah pemilihan (dapil) IV Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang. Berdasarkan rekapitulasi perolehan suara DPR-RI di Kabupaten Jember, Anang mendapatkan perolehan suara sebanyak 37.439 suara dan jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan perolehan suara partai sebanyak 15.822 suara untuk surat suara DPR-RI. Menjelang pesta politik, suami Ashanty tersebut berulang kali datang ke Jember. Langkah ini merupakan upaya untuk mendapatkan simpati masyarakat Jember. Bahkan, suara PAN

pada Pemilu 2014 meningkat dibandingkan Pemilu Legislatif 2009. Sebagai gambaran, pada Pemilu 2009, PAN tidak mendapatkan satu pun jatah kursi di DPR. Meningkatnya perolehan suara partai pada pemilu tahun ini merupakan kerja keras mesin politik partai dan semua calon legislator, baik tingkat DPR, DPRD Jatim dan DPRD kabupaten. Secara politik, Jember dan Lumajang adalah basis dari PKB dan PDI-P. Pada Pemilu 2009 Demokrat berhasil menerobos kekuatan dua partai ini di dapil ini. Popularitas Anang membuat dia bisa menutupi kelemahan kekuatan partai politik yang mendukungnya. Status selebritas ditambah dengan fakta bahwa dia memang anak Jember asli membuat Anang bersinar di pileg kali ini. Hardianto


TRADISI

“Mapag Nyeti”

Cara Petani Jaga Kelestarian Subak

S

ubak berperan vital dalam menjaga pertanian di Bali. Guna menjaga agar pertanian tetap lestari, banyak cara dilakukan krama subak (para petani). Salah satunya dengan melaksanakan tradisi Mapag Nyeti. Tradisi ini dipercaya krama subak untuk menjaga debit air agar mereka tetap bisa bercocok tanam. Cara ini juga sebagai bentuk rasa syukur terhadap berkah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap purnama sasih kadasa oleh petani di Subak Desa Penasan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Belum diketahui, sejak kapan tradisi ini digelar. Namun, petani setempat mengungkapkan tradisi ini sudah berlangsung lama secara turun-temurun dari leluhur mereka terdahulu. Awalnya, petani setempat kebingungan saat mengalami krisis air di areal pertanian. Krisis air, membuat petani cukup kelimpungan. Sehingga, untuk menghadapinya, petani melaksanakan persembahan kepada Ida Sang Widhi Wasa melalui tradisi Mapag Nyeti. Menurut kepercayaan petani, setelah menggelar tradisi ini, Tuhan akan memberikan berkahnya melalui turunnya hujan. Dengan demikian, ketersediaan air bagi petani dapat terjaga. Sehingga, kelestarian subak pun tetap terjaga.

MBP/bagiarta

44

5 - 11 Mei 2014

Klian Subak Penasan Nengah Rupa mengatakan, tradisi ini pelaksanaannya diawali dengan mendak tirtha ke Pura Ulun Danu Batur, Pura Agung Besakih dan Pura Watu Klotok, Klungkung. Kemudian, dilanjutkan dengan prosesi ngilehang tumpeng di Pura Masceti desa setempat, mapepada wewalungan berupa seekor babi dan melakukan sembahyang bersama di Pura Masceti. Uniknya, tradisi ini menggunakan sarana babi yang dihias sedemikian rupa dengan berbagai kelengkapan banten dan kain putih kuning pada kandang bambunya. Kemudian, dipikul bersama krama subak dengan alunan baleganjur menuju Pura Ulun Suwi Subak Penasan -- sekitar dua kilometer dari Pura Masceti. Tradisi ini dilakukan dengan suka cita, layaknya masyarakat yang menanti turunnya berkah dari Tuhan. Rupa mengatakan, wewalungan itu akan langsung disembelih di sekitar pura. Sementara darahnya akan disebar ke aliran air yang menuju ke areal pertanian krama subak. Selain itu, darahnya juga langsung disebar ke areal pertanian masing-masing petani. “Tujuannya, untuk menjemput air. Biasanya sehari setelah pelaksanaan tradisi ini akan turun hujan. Sehingga, aliran air juga semakin membesar ke sawah-sawah

kami,” kata Rupa. Dengan demikian, subak akan tetap bertahan dalam menjaga pertanian setempat. Tradisi ini sudah dilakukan sejak dulu, dan masih lestari hingga kini. Krama subak sangat percaya, dengan cara niskala ini, krama subak dapat keluar dari krisis air, di subak yang memiliki lahan sekitar 106 hektar di Kecamatan Banjarangkan. Petajuh Desa Adat Penasan Wayan Surata menambahkan, pelaksanaan tradisi ini setiap tahun dilakukan oleh dua perwakilan tempek dari lima tempek di Subak Penasan secara bergantian. Biayanya pun dari swadaya krama subak, sebanyak Rp 2 ribu per are lahan yang digarap warga. Di subak lain di Kecamatan Banjarangkan, diketahui juga kerap melaksanakan tradisi semacam ini. Namun, bedanya tidak dilengkapi dengan sarana babi, sebagai wewalungan upacara. Dengan melaksanakan tradisi ini, debit air di Subak Penasan masih berkecukupan. Sehingga, aktivitas pertanian juga masih dapat berjalan normal. “Mudah-mudahan setelah melaksanakan tradisi, turun hujan dan ketersediaan air tetap terjaga bagi subak kami dan yang lainnya,” kata Nengah Rupa. Bagiarta

Krama subak saat berjalan menuju Pura Ulun Suwi Subak Penasan, usai melaksanakan persembahyangan di Pura Masceti


MBP/bagiarta

Wewalungan berupa babi dipikul krama subak menuju Pura Ulun Suwi untuk tahapan pelaksanaan tradisi selanjutnya.

Nyepi Subak, Sambut Turunnya Berkah SEHARI setelah pelaksanaan tradisi Mapag Nyeti di Pura Ulun Suwi, Subak Penasan menerapkan aturan unik. Nengah Rupa mengatakan, Subak Penasan secara khusus menggelar Nyepi Subak. Petani dilarang keras bepergian dan beraktivitas ke areal sawah. Hal itu dilakukan untuk menyambut turunnya berkah Tuhan dari pelaksanaan tradisi Mapag Nyeti sehari sebelumnya. Awig-awig di subak setempat, hanya memberi keringanan kepada petani yang juga beternak sapi. “Kalau nyari rumput

untuk peliharaan sapi, boleh. Kalau aktivitas lain dilarang keras. Kalau melanggar, warga itu harus ngaturang guru piduka,� tegasnya. Dalam pelaksanaan Nyepi Subak ini, layaknya perayaan Nyepi pada umumnya, juga ada pengurus subak yang berjaga-jaga di sekitar areal pertanian subak. Syukurnya, sepanjang pelaksanaan tradisi ini, tidak satu pun petani yang berani melanggarnya. Dengan cara ini, hasil pertanian krama subak juga dipercaya dijauhkan dari berbagai hama penyakit yang biasa

menyerang tanaman. Seluruh tanaman petani mampu tumbuh baik dan menghasilkan hasil yang maksimal. Sehingga, masyarakat setempat masih cukup banyak yang menekuni pertanian. Seperti itulah cara petani menerapkan ajaran tri hita karana dalam menjaga kelestarian subak. Menjaga garis vertikal dengan yang Maha Kuasa, dan garis horizontal dengan sesama manusia dan alam di sekitarnya. Bagiarta 5 - 11 Mei 2014

45


ER TPRRAODPI S I TI

Menata Ruang Belajar Anak

R

uang belajar berguna untuk mendukung kebutuhan individual anak untuk belajar, berapa pun usia mereka. Hanya saja, tidak setiap keluarga beruntung mempunyai ruangan khusus atau tempat khusus bagi anak untuk belajar atau mengerjakan PR. Apalagi bagi keluarga kecil di perkotaan yang padat, sepertinya sangatlah sulit untuk mewujudkan ruang belajar khusus untuk anak. Sebenarnya, ruang untuk belajar tidaklah harus merupakan tempat khusus yang didedikasikan untuk belajar. Ruang belajar dapat berupa tempat di meja makan yang telah dibersihkan setelah selesai makan dan dipergunakan pada waktu yang telah ditentukan, serta dihormati oleh seluruh anggota keluarga. Untuk anak-anak yang lebih kecil, ruang belajar mungkin hanya digunakan untuk menggunting, menempel, menyelesaikan PR atau membuat prakarya. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih dewasa, mungkin membutuhkan penggunaan komputer, printer atau scanner, sehingga penyediaan ruang untuk belajar menjadi suatu proses, tergantung dari tingkat akademis anak. Namun sebelum berpikir untuk menyediakan ruang khusus untuk belajar anak, kiranya perlu dipahami terlebih dulu makna belajar itu sendiri bagi anak-anak. Sebab, dunia anak-anak sangat berbeda dengan remaja atau orang dewasa. Dunia anakanak dipenuhi dengan petualangan untuk mencari, mengenali, dan memahami hal-hal yang baru. Semua ibarat permainan teka-teki pencarian tanpa batas yang menyenangkan. Karenanya, yang harus diutamakan dalam ruang belajar adalah masalah keamanan. Mengingat, dalam masa penuh pencarian ini kesadaran anak terhadap hal-hal yang membahayakan keselamatannya belum begitu tumbuh. Setelah faktor keamanan, barulah dipikirkan masalah keindahan dan kenyamanan. Dengan sifat keingintahuannya yang besar, anak-anak selalu mudah bosan jika dihadapkan pada tempat, suasana dan nuansa ruang yang monoton. Karena itu, berikan beberapa alternatif sudut belajar. Mereka tidak harus terpaku duduk di kursi di hadapan meja belajar yang membuat badan kaku, lantas sikapnya mulai gelisah karena bosan. Lantai pun bisa digunakan untuk belajar dengan menyediakan spot karpet yang menarik, meja kecil yang unik

46

5 - 11 Mei 2014

dipadu beberapa bantal dika mereka ingin belajar sambil rebahan. Usahakan dalam jangka waktu tertentu seperti sebulan sekali, beberapa elemen ruang belajar ditata ulang. Misalnya letak mejanya, warna karpet lantainya agar anak terus mendapatkan suasana baru sehingga tidak cepat bosan beraktivitas di dalamnya. Kembali ke masalah keamanan, mengingat keagresifan anak, maka hindarkan menggunakan atau menempatkan perabotan/ furnitur dengan sudut tajam (potongan menyiku). Gunakan furnitur dengan potongan sudut melengkung untuk meminimalkan efek benturan pada anak-anak. Ini bisa dicontoh di pusat-pusat permainan anak, semua perabotannya dibuat melengkung atau bundar agar aman bagi anak. Selain itu, furnitur/perabot dipilih yang ringan sehingga memudahkan dalam penataan. Furnitur yang ringan juga mendidik anak belajar mandiri dan berkreasi karena mereka bisa bebas merubah atau menggeser furnitur/perabot sesuai selera mereka sendiri. Penggunaan perabotan dengan pengencer dasar air dapat menghindari paparan racun dari bahan cat ďŹ nishing furnitur pada anak. Penggunaan karpet pada lantai ruang belajar juga berfungsi mengurangi kelicinan sehingga aman untuk anak-anak yang aktif. Selain itu, jika anak terjatuh efek benturan menjadi lebih ringan dibandingkan dengan langsung membentur lantai yang terbuat dari keramik, teraso, marmer, granit, dan sejenisnya. Bisa juga menutup lantai dengan karet/ busa/gabus berbetuk kotak-kotak dengan aneka warna atau huruf dan angka yang banyak tersedia di pasaran. Ruang belajar anak takkan jadi membosankan dan suasananya menjadi cerah jika dindingnya juga dihiasi warna-warni. Namun, warna utama tetap harus dipilih warna yang teduh dan nyaman seperti warna-warna pastel, misalnya cokelat muda, biru muda, dan sejenisnya. Untuk aksen, boleh menggunakan warna-warna cerah seperti merah, kuning, hijau, biru. Hanya saja, warna cerah yang terlalu dominan dalam ruang akan membuat anak menjadi terlalu aktif, baik dalam berpikir maupun beraktivitas karena warna-warna cerah akan mengaktifkan saraf sensorik mereka. Untuk lebih bervariasi lagi, bisa memakai wallpaper untuk melapisi dinding ruang belajar anak. Dengan wallpaper, akan lebih banyak variasi pilihan nuansa

yang bisa diciptakan. Apalagi jika wallpaper berisi gambar-gambar menarik kesukaan anak. Dinding ruang belajar anak juga bisa dihiasi dengan aneka stiker kesukaan anak, seperti aneka kartun favoritnya, gambar bunga, kupu-kupu dan lainnya. Lampu belajar, sebaiknya dipilih lampu duduk yang saat ini banyak tersedia di pasaran dengan aneka desain khusus untuk anak dengan bentuk yang lucu dan menarik. Sementara untuk pencahayaan ruangnya, sesuaikan dengan ukuran ruang. Yang penting, mencukupi untuk aktivitas anak. Warna cahayanya sebaiknya dipilih yang netral yakni putih. Untuk menjaga bahaya anak kesetrum listrik, gunakan stop kontak dengan tutup pengaman. Upayakan jangan ada tarikan kabel yang terlihat, kalau memungkinkan tanam di dalam tembok. Sugiarta/dari Berbagai Sumber


Furnitur Bantu Semangat Belajar Anak BANYAK orangtua apalagi yang berkatong tebal menyediakan meja belajar dengan perabotan dan perlengkapan wah di ruang belajar anaknya. Harapannya, tentu saja agar anaknya benar-benar terasa nyaman saat belajar. Namun mereka terkadang lupa, saking nyamannya malah si anak tidak jadi atau berkosentrasi belajar, melainkan malah asyik menikmati kemewahan yang disediakan. Tak jarang mereka malah jadi terdidur mendengkur di ruang belajar. Memang harus diakui, keberadaan furnitur yang tepat dalam ruang belajar anak sedikit banyak bisa memengaruhi semangat belajar mereka. Namun yang utama, furnitur belajar anak haruslah disesuaikan dengan ukuran-ukuran ruang. Jangan sampai, peletakkan furnitur justru membuat ruangan menjadi berkesan sempit dan malah tidak nyaman untuk tempat belajar anak. Jika furnitur terbuat dari bahan kayu, bersihkan dari debu dan kotoran setiap hari. Jika terkena air segeralah dilap karena jika tidak segera ditangani akan menyebabkan

ďŹ nishing-nya memudar. Tata letak perabotan seperti meja belajar dan kelengkapannya, juga sangat berpengaruh terhadap kosentrasi belajar anak. Meja belajar anak memang sebaiknya diletakkan di dekat jendela atau tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari langsung agar tidak memerlukan penerangan lampu pada siang hari. Tetapi, peletakan meja belajar di tempat ini berisiko kosentrasi belajar anak terganggu dengan hal-hal atau kejadian di luar sana. Entah ada orang atau binatang yang lewat dan sejenisnya. Namun yang jelas, meja belajar jangan sampai diletakkan membelakangi lampu ruangan agar bayangan tidak menutupi meja karena membuat mata menjadi cepat lelah. Lampu belajar sebaiknya ditempatkan di mana cahaya lampu langsung mengenai objek sehingga objek akan terlihat jelas dan tidak menyebabkan mata cepat lelah. Jika si anak kidal, sebaiknya letakan lampu belajar di sebelah kanan. Letakan lampu di sebelah

kiri jika si anak tidak kidal. Hal ini untuk mengindari terjadinya bayangan yang dapat mengganggu aktivitas belajarnya. Meja belajar anak haruslah ergonomis, sesuai dengan ukuran ďŹ sik anak. Perhatikan faktor kenyamanan dan keamanannya, seperti bahan yang empuk untuk dudukan dan sandaran kursi. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kelelahan, pusing dan pegal-pegal. Kursinya juga dipilih yang adjustable, yakni dapat diatur ketinggiannya. Selain untuk kenyamanan, kursi jenis ini juga bisa mengikuti perkembangan anak. Yang paling utama yang harus diperhatikan, faktor keamanannya karena condong anak akan lebih aktif bergerak dan suka melakukan percobaan–percobaan terhadap sesuatu yang dia lihat. Pilihlah meja belajar yang mempunyai banyak laci atau rak agar anak dengan mudah menyimpan alat-alat belajarnya atau barang pribadinya. Sugiarta/dari Berbagai Sumber

5 - 11 Mei 2014

47


PROFIL

Daniel Mananta

Kenalkan Budaya Bali Lewat ”Fashion”

D

ikenal sebagai artis Indonesia yang multitalenta, fun dan entertaining, Daniel Mananta yang lebih familiar dengan VJ Daniel mengenalkan budaya Bali kepada generasi muda Indonesia lewat bisnis fashion-nya. Hal ini bisa dilihat saat peluncuran produk narsisnya, Damn! I Love Indonesia, yang ke-8 di Bali, Kamis (17/4). Menurut anak muda kelahiran 14 Agustus 1981 ini, Damn! I Love Indonesia adalah produk yang ditujukan untuk anak muda zaman sekarang. Kenapa harus ada kata ‘Damn!’, sebab kalau hanya kalimat I Love Indonesia kesannya terlalu formal. Damn! I love Indonesia adalah proyek yang agak narsis di mana kalimat tersebut tidak selalu condong ke arah negatif. “Damn sendiri tidak jorok ya, melainkan singkatan dari namaku sendiri yakni Daniel Mananta. Hehehe….,” kata Daniel dengan gayanya yang ramah dan santai. Maksudnya, sambung Daniel, Damn! I Love Indonesia artinya Daniel Mananta cinta Indonesia. “Zaman sekarang, tidak dipungkiri bahwa anak muda dengan kultur yang modern, mereka cenderung suka dibilang agak sedikit bad boy, suka dikatakan sedikit ruble dan lain sebagainya. Jadi inilah yang kita kembangkan dan tonjolkan agar terlihat beda. Namun tidak lupa mengangkat ciri khas Indonesia,” terangnya saat wawancara eksklusif bersama media Bali Post dan Bali Travel News. Produk ini tidak sembarangan, kata Daniel, kita ada attitude yang memperlihatkan bahwa kita ini cinta Indonesia dengan attitude kita yang baru dan modern. “Dalam brand Damn! I Love Indonesia, kita sangat menghormati logo garuda dan bendera Merah Putih di bagian dada. Hal itu menunjukkan bahwa dari dalam hati yang paling dalam, kita adalah orang gaul yang cinta Indonesia dan bangga menjadi bagian dari putra putri Indonesia. Terlebih, lambang itu juga yang menyatukan masyarakat Indonesia sebagai satu kesatuan,” ungkap Daniel penuh semangat. Daniel menyampaikan bahwa ketika

50

5 - 11 Mei 2014

seseorang berkata ‘Kimono’ pikiran orang langsung melayang ke Jepang. Lain lagi kalau bilang congsam, pasti orang berpikirnya Cina. Begitu pula dengan kata-kata seperti Sarong, wisatawan akan langsung berpikir, oh Filifina, Malaysia, Thailand. Nah, bagaimana kalau ada yang menggunakan lambang Garuda? Berpakaian Bali? Atau mengenakan baju dengan lambang budaya Bali? Pasti para turis akan berkata ‘‘Oh itu Bali Indonesia. Melihat hal inilah, aku ingin mengenalkan budaya Bali lewat fashion ke mata dunia,” katanya. Inspirasi Damn I Love Indonesia, terang Daniel, adalah brand yang mengambil inspirasi dari budaya tradisional Indonesia. Khusus yang di Bali Daniel tidak mau meninggalkan ciri khas Bali yang identik dengan image-image sakral seperti Barong, tari-tarian, wayang dan segala macam. Budaya seperti ini yang coba dimodernkan lewat fashion yang menarik, bagus dan berkelas sehingga anak muda sendiri suka dan bangga memakainya. “Intinya, bagaimana aku ingin supaya anak muda lebih mengenal budaya sendiri bukan budaya luar seperti Korea,” tegasnya. Uniknya lagi, imbuh Daniel, setiap image yang ada di produk pakaian, misalnya barong dan yang lain, selalu kita ceritakan sejarahnya lewat keterangan singkat yang bisa lihat pada bagian dalam baju. Jadi kalau ada wisatawan dan pembeli lihat gambar-gambar khas Bali, mereka tidak sekadar tahu gambarnya atau hanya bilang, oh gambar ini unik, oh gambar ini lucu tetapi mereka juga tahu apa, siapa dan bagaimana sejarahnya. “Misi kita adalah memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri dan Indahnya Indonesia kepada dunia. Selain itu, aku dan bantuan rekan-rekan ingin menuliskan dan mengingatkan kembali kepada generasi muda betapa Indahnya budaya Indonesia. Yah. Ini movement sederhana yang bisa aku share untuk anak muda. Sementara desain, berasal dari team kita sendiri yang selalu direncanakan setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya itu, mulai dari material/bahan hingga pembuatan, semua created and made in Indonesia

oleh orang-orang Indonesia dan untuk Indonesia bahkan dunia. Dalam kesempatan itu, Daniel juga menceritakan bahwa bisnis yang dia bangun lima tahun lalu ini tidak lepas dari dukungan dan peran serta ayahnya tercinta. Kini, outlet yang dia buka di Beach Walk Shoping Center Kuta lantai dua ini, tidak hanya menawarkan pakaian casual dan formal dengan kombinasi Batik, tetapi juga topi, gantungan kunci, tas ransel, jaket, dress untuk cewek, tangtop buat cewek. Khusus untuk Bali desainnya tidak lepas dari image-image budaya dan seni Bali. Dikatakan bahwa baru pertama kali buka di Bali. Dia juga sangat senang dengan anak-anak muda di Bali masih bisa menjaga budaya dan adat Bali. Ocha www.bali-travelnews.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 36 by e-Paper KMB - Issuu