Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 32

Page 1

Bali Post Apr Apr pril 2014 2014 201 0 4 32 | 7 - 133 April

Hutan Mangrove Terancam

”Greenpeace” pun Peduli

RP R P 20.000 20 00 000 00 00


DAFTAR ISI KILAS BERITA Longsor di Washington Delapan Tewas 6 LAPORAN UTAMA Hutan Mangrove Terancam 8

KESEHATAN Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi Picu Kanker Kulit 24 LENSA PASAR MAJELANGU 26

”Greenpeace” pun Peduli 10 ADVERTORIAL ’’Udeng Poleng’’ Arjaya Perjuangkan Otsus dan Infrastruktur Bali Perlu Dua Bandara 11 POLITIK Menghitung Coblosan, Membidik Kursi 12 ADVERTORIAL Tingkatkan Partisipasi Pemilih 14 EKONOMI Bisnis Asuransi ’’Dihadang’’ MEA 15 OPINI Membangun Pemilu Cerdas 2014 16 JAJAK PENDAPAT ”Blusukan” Gusur Kampanye Terbuka 17 PENDIDIKAN Buktikan Kesuksesan Program SMK

OLAHRAGA Kembalinya sang Singa di Reli Dakar 28 KRIMINAL Residivis yang Tak Kapok Gasak Motor 32 LINGKUNGAN Korban Proyek Pemerintah 36

Keterserapan Lulusan SMK di Bursa Kerja Wajib Didata 18 MANCANEGARA Polusi Makin Menjadi-jadi 20

DAERAH Pembongkaran Pasar

Ditentang Pedagang 22

PARIWISATA MEA 2015 Penonton atau Pemain? 38 EVENT APRECIATION DAY 40 WISATA Bedulu Desa Wisata Arkeologi 42 TRADISI Lukisan Wayang Kamasan 44 PROPERTI Memilih Material untuk Dinding Rumah 46 HIBURAN ’’Surya Namaskar’’ 48 PROFIL Carolina

Pertahankan Budaya Bali 50

7 - 13 April 2014

3


DARI PEMBACA

Subak Perang Menjerit B

agaikan kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak hendak, begitulah ungkapan yang dialami Subak Perang, Kelurahan Lukluk, Mengwi, Badung. Betapa tidak, sudah satu tahun petani tidak bisa bercocok tanam lantaran tidak ada air yang mengalir pada saluran irigasi tersebut. Kenapa hal ini bisa terjadi di saat pemerintah sedang gencar-gencarnya mendengungkan melestarian subak. Kami khawatir jika kebutuhan air petani tidak teratasi, lambat laun lahan pertanian akan menjadi lahan tidur dan petani akan tergoda dengan bujuk rayu investor pengkapling tanah yang sudah mulai melalap lahan pertanian. Petani berharap pihak-pihak yang terkait dapat mengatasi permasalahan di Subak Perang. I Wayan Suandhi Lingk. Perang Lukluk, Kec. Mengwi, Badung

Membeli Pengalaman K

ata orang, pemilu itu pesta demokrasi. Dalam pemilu, terutama saat pemberian suara (penyoblosan) masyarakat pemilih dapat menyalurkan aspirasi politiknya secara bebas sesuai hati nuraninya. Jauh sebelum hari H (penyoblosan), mereka yang menyalonkan diri sebagai anggota legislatif (nyaleg) sudah banyak aktivitas yang dilakoninya. Semuanya itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI) mengungkapkan bahwa seorang caleg DPR ratarata harus mengeluarkan dana sebesar Rp 1,18 miliar untuk melakukan kampanye agar dapat menduduki kursi legislatif (BP, 20/3). Itu yang di pusat, lalu untuk DPRD (provinsi dan kabupaten kota) berapa? Kalau ditaksir sebesar Rp 300 juta-Rp 500 juta, jelas angka ini cukup besar apalagi bagi mereka yang ekonominya pas-pasan. Apakah pasti jadi atau mampu menembus jalan mulus menuju kursi legislatif? Jawabnya, belum tentu. Tergantung pada sejumlah faktor terutama banyaknya pesaing, entah itu pesaing internal maupun pesaing eksternal. Caleg-caleg yang hendak memperebutkan kursi pada Pemilu 2014 di Bali, meliputi kursi DPR dan DPRD, berjumlah 3.220 orang, sementara jumlah kursi yang direbut sebanyak 414 (BP, 16/2). Itu artinya, ada sebanyak 2.806 orang (87,1%) bakal tersisih alias gagal alias tersingkir dalam pesta demokrasi. Lalu, akan ke manakah mereka itu? Kini sudah banyak yang meramal bahwa di antaranya pasti ada yang stres bahkan stroke. Saran saya, karena jalan yang ditempuh sudah melewati proses penyadaran diri dan ‘siap kalah siap menang’, sebaiknya berbesar hatilah dan tak perlu sampai stres apalagi stroke. Anggap kekalahan ini sebagai kemenangan yang tertunda dan anggaplah hal itu semua sebagai upaya membeli pengalaman. Dengan nyaleg, nama Anda sudah pasti terkenal dan dikenal banyak orang. Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Manik Astajaya, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

7 - 13 April 2014

4


5


KILAS BERITA

Longsor di Washington Delapan Tewas

B

encana longsoran lumpur yang menewaskan sedikitnya delapan orang terjadi di kawasan pedalaman negara bagian Washington. Tim pencari dan penyelamat melakukan upaya dari udara dan darat pada, Senin (24/3) untuk mencari siapa pun yang kemungkinan masih hidup. Semangat mereka sempat meningkat Minggu malam saat mendengar suara-suara minta bantuan dari tumpukan pepohonan, lumpur dan puing. Kondisi yang berbahaya me-

maksa mereka untuk balik ke kegelapan, namun pekerjaan kembali dilakukan saat matahari terbit. “Kami tak melihat atau mendengar tanda-tanda kehidupan hari ini,� jelas Kepala Snohomish County Fire District 21, Travis Hots. Sebanyak 18 orang masih dinyatakan hilang. Longsoran sejauh 2,5 km tersebut juga mencederai seorang bayi dan menghancurkan sekitar 30 rumah. Pihak berwajib menjelaskan banyak rumah dan mobil yang tertimbun reruntuhan sedalam lima meter.

MBP/ap

Delapan orang lain juga mengalami cedera ketika tanggul di jalur Jalan Oso, Washington, sekitar 90 km arah timur laut Seattle tidak mampu menahan air hujan Sabtu pagi, sehingga longsor menyapu sedikitnya enam rumah di tempat itu. Seorang juru bicara dari kantor polisi Snohomish mengatakan, ada delapan mayat ditemukan dalam jarak 2,6 km persegi yang dipenuhi puing, batu dan pohon tumbang serta lumpur. Agustoni

Pertokoan Terbakar, Tiga Motor Hangus WARGA Banjar Tebesaya Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, Selasa (25/3) sekitar pukul 02.00 Wita, dikejutkan oleh peristiwa kebakaran yang menimpa kompleks pertokoan di kawasan tersebut. Dalam kejadian itu, tiga motor hangus terbakar. Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, sumber api diperkirakan muncul pertama kali di toko paling utara. Kemudian menjalar ke beberapa toko yang ada di sebelahnya. Warga yang mengetahui kebakaran itu tak berani terlalu mendekat, karena sempat mendengar suara ledakan. Sekitar lima belas menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api yang sudah membakar empat toko berusaha dipadamkan oleh petugas sehingga tidak menjalar ke toko lainnya. Para korban menangis dan ada yang mengalami shock karena tempat usahanya ludes terbakar.

6

Kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik pertokoan, Ida Bagus Putra Adnyana (30). Pukul 01.30 Wita, dirinya mengaku melihat kepulan asap memasuki ruang tidurnya. Pencarian sumber asap pun dilakukan hingga akhirnya terkejut melihat pertokoan miliknya yang berlokasi di balik ruang tidurnya sudah ada kobaran api. Kobaran api satu jam kemudian berhasil dipadamkan petugas. Aparat kepolisian yang datang juga mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP. Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Sumara mengatakan, hasil sementara, kebakaran diduga lantaran arus pendek perlengkapan elektronik yang ada di toko. Dari pendataan sementara, kerugiaan material yang diderita para korban mencapai tiga ratus juta rupiah lebih. Agung Darmada

7 - 13 April 2014

6


Jalan ke Trunyan Terendam, Warga Terancam Terisolasi DEBIT air Danau Batur yang meluap sejak beberapa bulan terakhir ternyata terus meninggi. Tak hanya merendam belasan rumah warga, kini luapan air danau juga merendam satu-satunya akses jalan di desa setempat. Rendaman air yang ketinggiannya mencapai sekitar 60 cm tersebut mengakibatkan jalan menuju pusat desa sama sekali tak bisa dilalui kendaraan sepeda motor. Warga setempat terancam terisolasi. Kepala Desa Trunyan I Wayan Arjana, saat dimintai konfirmasi Senin (24/3), mengatakan luapan Danau Batur yang kian meninggi telah menggenangi

seluruh badan jalan di desanya, tepatnya di perbatasan Subak Semaralandung dan Tangguntiti. Luapan air danau merendam sepanjang 30 meter jalan. Hal itu sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa hal itu bisa terjadi. Padahal, menurutnya, intensitas hujan yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir sudah tidak terlalu tinggi, bahkan jarang turun hujan. “Cuaca akhir-akhir ini jarang turun hujan. Bahkan setiap harinya panas. Tetapi air danaunya tetap naik terus,� ungkapnya. Swasrina

Situs Perundagian Ditemukan di Pangkungparuk SITUS kubur pada zaman perundagian ditemukan di Dusun Labuan Nangga, Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt. Situs kubur ini ditemukan setelah Balai Arkeologi Denpasar bekerja sama dengan Universitas Australia melakukan penelitian tahun 2013 dan berlanjut hingga tahun 2014. Tercatat, empat sarkofagus berhasil ditemukan dan delapan kotak tes pit yang berisi rangka tubuh manusia. Selain itu, dalam penggalian itu juga ditemukan sejumlah bekal kubur berupa manik-manik dan perlengkapan dapur pada zaman itu. Benda itu semuanya berbentuk gerabah yang terbuat dari tanah liat. Informasi dikumpulkan, Minggu (23/3) menyebutkan, awal ditemukannya situs kubur zaman perundagian ini terkuak setelah pemilik tanah I Wayan

Sudiarjana membangun di atas tanah warisannya seluas dua hektar tahun 2009 lalu. Saat akan menggali lubang untuk septic tank ditemukan sebuah sarkofagus. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Balai Arkeologi Denpasar dan langsung ditindaklanjuti dengan melakukan upaya penyelamatan benda purbakala. Sebelum itu, Sudiarjana sudah menemukan satu buah sarkofagus di sekitar bangunan rumahnya. Temuan ini membuat tim peneliti makin penasaran dan melakukan penelitian lanjutan. Hasilnya, satu lagi sarkofagus dan sebuah kubur tanpa wadah berhasil ditemukan. Ketua tim peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar Luh Kade Cita Yuliadi di lokasi penggalian mengatakan, untuk sementara hasil penelitian ini baru menyimpulkan bahwa di lokasi penelitian itu merupakan situs kubur pada zaman perundagian. Situs ini diperkirakan berumur seribu tahun atau pada satu abad sebelum masehi (SM). Situs ini usianya diperkirakan sama dengan situs purbakala Gilimanuk, Jembrana. Mudiarta

MBP/ina

Sidak Mikol SALAH seorang petugas dari tim gabungan memeriksa minuman beralkohol (mikol) di sejumlah vila dan restoran di Seminyak, Kuta, Senin (24/3). Sidak yang digelar tim gabungan Diskoperindag, Satpol PP, Bagian Ekonomi, BPPT dan Dinas Kesehatan Badung bertujuan untuk pembinaan dan pengawasan peredaran Mikol. Eka Adhiyasa

MBP/eka

7


LAPORAN UTAMA

Hutan Mangrove

K

Terancam

e depan, ancaman terhadap eksistensi hutan mangrove akan semakin besar. Bahkan ancaman tersebut takkan kunjung usai, semasih komitmen para pejabat dalam penegakan aturan penyelamatan lingkungan lemah. Sebagai contoh, mangrove di kawasan Pelabuhan Benoa yang juga tak jauh dari jalan tol di atas perairan (JDP). Sejumlah vegetasi mangrove tampak menghitam, tanpa daun, hanya tinggal batang yang berdiri rapuh. Di sekitarnya berceceran cairan berwarna kuning menyerupai minyak. Kepala UPT Tahura Ngurah Rai Mochtar Irwan Abdullah, membenarkan bila puluhan pohon bakau di kawasan Pelabuhan Benoa itu tercemar oleh limbah minyak. Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi sejak 25 Januari 2014 akibat kebocoran pipa BBM milik PT Indonesia Power. Luas areal yang tercemar mencapai sekitar 75 are. Namun, pencemaran terparah hingga menyebabkan menguningnya daun hanya sekitar 25 are. ‘’Ada beberapa pohon mangrove, kurang lebih 25 - 30 pohon yang mengalami penguningan daun akibat limbah minyak karena kebocoran pipa milik PT Indonesia Power pada tanggal 25 Januari 2014,’’ ujarnya pekan lalu. Irwan menjelaskan, lokasi pencemaran limbah berada di dalam wilayah otoritas Kesyahbandaran Pelabuhan Benoa atau di luar kawasan hutan Tahura Ngurah Rai. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan, termasuk mengevaluasi penyebab menguningnya daun bakau. Dari pemantauan yang sudah dilakukan, PT Indonesia Power sudah memasang oil boom untuk membatasi dan memblokade agar minyak tidak menyebar hingga Tahura Ngurah Rai. ‘’Saya memang menginginkan ini dilakukan segera supaya tidak menyebar ke kawasan Tahura di sebelahnya, kalau menyebar ke kawasan kita kan gawat. Saya tongkrongi upaya melokalisir area itu. Kemudian limpahan minyak itu dihisap pakai sedotan, diambil semua,’’ jelasnya. Pihak PT Indonesia Power melalui Humas Made Sukarma tidak membantah bila pencemaran mangrove di kawasan Pelabuhan Benoa adalah akibat kebocoran pipa milik perusahaannya. ‘’Tetapi permasala-

8

hannya sudah selesai, kita berusan habis rakor sama BLH Kota, Kehutanan Provinsi, Tahura, Pelindo, Syahbandar Benoa, mangrove, kami akan menanam pohon dalam bulan ini. Tidak usah dimediakan lagi,’’ ujarnya melalui pesan singkat. Dari penjelasan PT Indonesia Powor, maka muncul pertanyaan apakah cukup hanya mengganti tanaman tanpa ada sanksi bagi mereka yang melakukan pencemaran akibat keteledoran? Kalau jawabannya ya, tentu akan keberadaan hutan mangrove semakin terancam. Sebab menindakkan bagi yang teledor hanya mengganti tanaman yang belum tentu tumbuh dengan baik. Apalagi bakau yang mati tersebut umurnya belasan tahun, tentu terlalu ringan sanksi yang dijatuhkan. Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Unud I Wayan Arthana, menyatakan minyak merupakan salah satu faktor penyebab kematian mangrove selain plastik. “Secara teori, mangrove itu punya akar nafas. Kalau akar nafasnya tertutup oleh minyak makan tanaman itu akan mati. Karena tidak bisa bernafas. Kalau akar napasnya kena plastik, tanaman juga akan mati,” paparnya. Sementara itu Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah 1 Denpasar merencanakan melakukan pengkajian terhadap limbah minyak yang mencemari hutan mangrove di kawasan pintu masuk Pelabuhan Benoa. Kajian ini dilakukan, salah satunya untuk mengetahui apakah pohon mangrove bisa kembali tumbuh di kawasan itu. Namun, ia belum bisa memastikan kapan pengkajian akan dilakukan. “Akan dikaji oleh orang yang kompeten. Kita cari anggaran dulu, susun anggaran dulu, mungkin secepatnya kalau ada anggaran. Kalau kita bisa revisi tahun ini, kita usulkan tahun depan. Kita akan libatkan orang-orang yang terkait di situ, seperti Dinas Kehutanan, Pelabuhan, Indonesia Power, dan BLH,” ujar Kasubag TU Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah 1, Kahar, pekan lalu. Kendati belum dilakukan pengkajian, Kahar mengaku sudah turun langsung melihat mangrove yang tercemar limbah minyak. Pihaknya mendapati pohon mangrove yang tercemar kini kering dan

daunnya menguning. Meski demikian, menurutnya masih ada harapan mangrove bisa tumbuh lagi dengan baik. Dengan catatan, limbah minyak harus benar-benar sudah tidak ada lagi. “Selama tidak ada cemaran minyak di situ masih bisa tumbuh lagi, yang penting jenis mangrove yang cocok dengan tanah di situ. Dari hasil rapat dengan Indonesia Power, mereka disuruh mengganti medianya itu, jangan sampai kita tanam kembali lagi di situ, juga tetap mati nantinya. Jadi tanahnya diangkat dan diganti dengan tanah atau media baru,” jelasnya. Kahar menambahkan, peristiwa pencemaran mangrove oleh limbah minyak baru pertama kali terjadi. Berbeda dengan pencemaran oleh sampah yang banyak menyebabkan kematian mangrove lantaran menutupi akar nafas. Plastik yang menumpuk juga menimbulkan bau busuk serta cairan yang tidak baik terhadap pertumbuhan mangrove serta ekosistem di sekitar mangrove. “Saya tidak bisa memastikan, yang jelas bisa menimbulkan bau yang sangat busuk dari limbah sampah. Kalau minyak tidak cair dengan tanah, tidak bisa terurai, bisa menutupi akar nafas karena lengket-lengket di akar,” tandasnya. Kepala PPLH Unud I Wayan Arthana menambahkan, pengakuan Indonesia Power terkait pencemaran minyak itu juga tidak bisa dikatakan sebagai bentuk kesengajaan merusak mangrove. Apalagi, Indonesia Power juga berniat akan melakukan penanaman mangrove. Pengamat lingkungan Universitas Mahasaraswati I Wayan Wana Pariartha mengatakan, upaya penyelamatan oleh Indonesia Power jangan sekadar menanam. Mereka juga tetap memantau agar mangrove bisa hidup. Mengingat, mangrove membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dipastikan bisa tumbuh dengan baik. “Tentu saja dia harus bertanggung jawab atas kehidupan mangrove yang dia akan tanam. Tidak hanya menanam sekali sekarang setelah itu lepas tangan, nggak. Sampai mangrove itu dijamin hidupnya, paling tidak setahun dua tahun dia harus tetap bertanggung jawab atas kehidupan itu,” pungkasnya. Rindra

7 - 13 April 2014

8


Mengancam Kelestarian

MBP/dok

9


LAPORAN UTAMA

”Greenpeace” pun Peduli

P

erjuangan tolak reklamasi Teluk Benoa makin masif. Tak hanya di Bali, gaungnya pun sampai ke Jakarta. Bahkan greenpeace juga mengkritisi utamanya dalam kaitan ditahannya empat aktivis Jalak Sidakarya. Apresiasi terhadap perjuangannya diwujudkan dalam pemberian penghargaan oleh Walhi. Direktur Walhi Bali Suriadi Darmoko menyerahkan penghargaan bagi empat aktivis yakni I Wayan Tirtayasa, I Wayan Adi Jayanata, I Wayan Saniyasa, dan I Kadek Murdana yang diwakili keluarga masing-masing. Penghargaan ini sebelumnya diberikan oleh Walhi Nasional saat menggelar rapat konsultasi nasional lingkungan hidup pada 13-15 Maret lalu. Koordinator Posko Pembebasan Empat Pejuang Lingkungan Hidup I Made Suardana mengatakan, selain menyerahkan penghargaan, acara itu juga bertujuan untuk memperkuat kembali soal penolakan reklamasi yang sudah lama tenggelam. Tak hanya melibatkan ratusan warga Sidakarya, pihaknya juga mengundang warga di daerah pesisir lainnya seperti Sanur, Pemogan, Panjer, Kesiman dan sejumlah aktivis yang menolak reklamasi. Menurutnya, posko yang didirikan setelah terjadi penahanan empat aktivis pada 3 Maret lalu, dibangun untuk menerima partisipasi dari semua elemen masyarakat untuk memperjuangkan tiga hal. Di antaranya; menolak reklamasi Teluk Benoa dan stop kriminalisasi aktivis lingkungan hidup. Masing-masing keluarga dari empat aktivis Jalak Sidakarya mengaku sangat terharu dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan Walhi. Pihak keluarga mengaku tidak menyangka bila perjuangan keempat aktivis mendapat dukungan dari banyak pihak. ‘’Ini kita merasa terharu dengan adanya penghargaan. Tidak menyangka banyak yang mendukung perjuangan anak kami,’’ ujar Wayan Kadra, ayah dari I Wayan Adi Jayanata. Kadra mengaku prihatin dan trauma

10

atas penahanan yang dilakukan Polda Bali terhadap putranya. Terlebih, tulisan dalam spanduk hingga saat ini masih belum jelas siapa yang membuat. ‘’Saya sedih, anak saya tidak tahu siapa yang menulis justru ditahan,’’ tuturnya. Hal senada diungkapkan Ketut Sucipta, sepupu dari I Wayan Saniyasa. Sucipta mengaku sedih lantaran sepupunya bukanlah kriminal, koruptor atau teroris. Sebaliknya, Saniyasa yang masih berstatus mahasiswa justru dianggap sebagai pejuang lingkungan hidup yang ingin menyelamatkan desanya sendiri. Dengan adanya penghargaan dari Walhi, telah menandakan bila perjuangan menolak reklamasi belum selesai. Selain memberikan penghargaan, sejumlah lembaga yang konsen terhadap lingkungan hidup juga beramairamai menyesalkan penahanan empat aktivis Jalak Sidakarya. Lembaga itu di antaranya IHCS (Indonesian Human Right Committee for Social Justice), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) nasional beserta 27 organisasi Walhi se-Indonesia, Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan), dan Greenpeace Indonesia. Seluruh lembaga tersebut kompak menyatakan protes atas upaya kriminalisasi terhadap empat warga Sidakarya itu melalui surat dan rilis masing-masing. “Beberapa organisasi sipil di Indonesia menghubungi Walhi dan menyatakan keprihatinannya, mereka melayangkan nota protes dan bahkan akan menempuh upaya pengaduan dengan mekanisme internasional,” ujar Direktur Walhi Bali Suriadi Darmoko, pekan lalu sembari menyodorkan sejumlah surat dan rilis yang ditembuskan kepada Walhi Bali. Sementara itu dalam surat IHCS yang ditandatangani wakil ketuanya, Ridwan Dharmawan, S.H. menyatakan apa yang dilakukan Masyarakat Bali menolak Reklamasi Teluk Benoa cermin ketaatan warga negara kepada hukum dan peraturan perundang-undangan khususnya UU No. 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang di

dalamnya juga menjamin Imunitas bagi mereka,” ujar Ridwan Dharmawan, S.H. Demikian pula dengan Walhi Nasional. Dalam surat bernomor 191/DE/WALHI/ III/2014, yang ditandatangani Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Nasional Walhi itu menyatakan, penolakan reklamasi oleh masyarakat Sidakarya sungguh beralasan jika melihat pada proyek-proyek reklamasi sebelumnya, seperti proyek reklamasi (1) Pulau Serangan Bali, (2) Teluk Manado, (3) Teluk Jakarta yang telah berdampak pada kerusakan lingkungan hidup, pencemaran laut, kerusakan pantai dan telah menyebabkan bencana banjir, abrasi dan krisis air bersih,” ungkap Abetnego. Sementara itu, Kontras melalui Surat Terbuka No: 142/SK-KontraS/III/2014 juga menyoroti hal serupa. Surat itu ditandatangani Ketua Kontras Jakarta Haris Azhar. Haris mengharapkan tidak ada upaya kriminalisasi untuk membungkan suara kritis masyarakat dalam mempertahankan hak-haknya atas tanah, air, dan lingkungan yang sehat. Teranyar protes datang dari Greenpeace melalui Surat dengan nomor GPID-010/CAMP04/III/14. Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting menilai apa yang dilakukan oleh keempat aktivis Jalak bukan merupakan tindak kriminal namun semata-mata untuk menyampaikan aspirasi dan kepedulian perlindungan lingkungan hidup yang berdampak terhadap kehidupan mereka. Longgena menjelaskan bahwa hak untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat dinyatakan secara tegas pada Pasal 28 ayat 1 UUD 1945. Hak atas lingkungan yang baik dan sehat juga merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagaimana dinyatakan oleh UU No. 39 Tahun 1999 Pasal 9 ayat 3. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi (BP 22/3), menyatakan proses penyelidikan sudah dijalankan. ‘’Saya harap masyarakat dapat bersabar,” katanya. Pusat Data

7 - 13 April 2014

10


ADVERTORIAL

’’Udeng Poleng’’ Arjaya

Perjuangkan Otsus, Akar Budaya Bali Jangan Tercerabut KEUNIKAN dan ciri khas adat istiadat dan kebudayaan Bali yang kini menjagi magnet daya tarik pariwisata merupakan warisan peradaban adiluhung dari para leluhur yang mana kebudayaan ini mengalami proses ribuan tahun hingga seperti sekarang. Menurut Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya yang juga calon DPD RI nomor urut 19 dengan ciri khas udeng poleng itu, kehidupan budaya dan agama Hindu masyarakat Bali ibarat menjadi napas dan roh kehidupan masyarakat Bali yang mampu menggerakan elemen-elemen lainnya. Jika akar budaya dan agama ini tercerabut dari kehidupan sosial masyarakat Bali, maka sejatinya Bali bukanlah Bali lagi. Ia hanya tinggal kenangan dan akan masuk daftar buku sejarah sebagai sebuah “peradaban yang hilang” di tengah riuh gemuruh arus globalisasi yang merasuk dalam tiap aspek kehidupan masyarakat Bali. Dalam konsepsi yang dicetuskan Arjaya yakni “pohon yang tumbuh di tanah Bali” sebagai representasi bagaimana kita ke depan harus menjaga Bali, Arjaya menekankan betapa pentingnya menjaga akar pohon ini yakni kehidupan beragama Hindu masyarakat Bali. “Kehidupupan masyarakat Bali tidak boleh tercerabut dari akar agama dan budaya di tengah serbuan arus globalisasi. Kita harus menjaga akar ini agar ‘pohon di tanah Bali’ mampu tumbuh

fesi

pro

oh sor t raka asya an m

lapis

a

a

a

ag am

am

Arjaya

kumentasikan lewat buku biografi berjudul “Made Arjaya, Nyawa Bali,” itu. Sementara untuk menjaga batang pohon atau masyarakat Bali agar dapat aliran makan (kesejahteraan) yang adil dan merata adalah adanya pemerataan pembangunan infrastuktur baik di Bali Selatan, Bali Utara, Bali Timur maupun Bali Barat. Melaju ke DPD RI Arjaya membawa misi besar untuk memujudkan Bali memiliki dua bandara baru yakni bandara di Bueleleng dan bandara di Nusa Penida. Menurutnya, sudah saatnya Nusa Penida mendapat perhatian serius dalam hal infrastruktur dan akses transportasi dengan membangun bandara di Nusa Penida, menambah kapal Roro di Nusa Penida, pembangunan dermaga dan lainnya. Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem dan Celuk Bawang di Buleleng juga harus diperbaiki dan terus dikembangkan juga untuk mendukung pariwisata kapal pesiar (cruise) agar tidak hanya terpusat di pelabuhan Benoa di Bali Selatan. Dengan kiprah serta track record terbukti berjuang untuk masyarakat selama dua periode sebagai Ketua Komisi I DPRD Bali dan komitmen menjaga Bali, sangat pantas calon DPD nomor urut 19 itu mendapat pilihan dan coblosan pada Pileg 9 April 2014. Widana 7 - 13 April 2014

am ag

ag

berkembang dan subur sehingga bisa menghasilkan buah,” kata Arjaya pekan lalu. Putra tokoh PDI-P (alm) Nyoman Lepug itu menegaskan, dalam kesatuan elemen pohon di tanah Bali ini yang pertama kali dan prioritas harus dikuatkan dan dijaga adalah akar pohonnya (agama) agar tanah Bali ini bertahan. Salah satu cara mempertahankan akar agama agar tidak tercerabut dari tanah Bali yakni dengan mempertahankan dan melaksanakan falsafah Tri Hita Karana dengan konsisten, konsekuen dan berkelanjutan. “Kita harus mampu mempertahankan dan mengimplementasikan falsafah Tri Hita Karana. Itu harus menjadi falsafah yang betul-betul dilaksanakan, bukan hanya slogan yang diucapkan. Bagaiman upaya menjaga pawongan, palemahan dan parhyangan. Bagaimana melestarikan dan memperbaiki tempat suci yang ada, bagaimana masyarakat bersatu walau berasal dari berbagai soroh/profesi yang berbeda,” ujar politisi PDI-P asal Sanur itu. Untuk menjaga tanah Bali poinnya adalah bagaimana Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP (Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi) Bali mampu menjadi benteng dalam pembangunan Bali. “Untuk menjaga tanah Bali ini Perda 16/2009 harus dipertahankan menyangkut kawasan suci, sempadan jurang, sempadan pantai, ketinggian bangunan. “Poinnya, tanah Bali bisa bertahan kalau hasil buahnya bisa kita ambil sendiri dan nikmati untuk menjaga tanah Bali ini. Buah ini untuk memupuk tanah Bali agar di tumbuh bibit-bibit pohon yang baru lagi di tanah Bali,” tegasnya. Untuk menjaga pohon di tanah Bali dan dikaitkan dengan kehidupan kebangsaan dan pemerintahan, pertama untuk buah atau hasilnya, Bali harus memperjuangkan otonomi khusus serta memperjuangkan revisi UU Perimbangan Keuangan Daerah. “Otsus untuk Bali ini guna menjaga kelestarian kultur adat budaya Bali yang menjadi kekuatan pariwisata Bali,” tegas Arjaya yang kisah serta kiprah maupun perjuangan politiknya dan membangun kesejahteraan rakyat terdo-

11


POLITIK

Menghitung Coblosan, Membidik Kursi

P

emilu Legislatif 2014 tak hanya berhenti pada saat pencoblosan. Proses lanjutan dari pesta demokrasi ini masih panjang. Potensi kecurangan dan manipulasi suara pun bisa terjadi setelah pemilih mendatangi bilik suara. Kejahatan pemilu justru makin terbuka setelah pemilih menggunakan hak pilihnya. Manipulasi suara bisa terjadi. Para caleg, pasca 9 April nanti harus memahami dan memiliki data terkait dukungan politiknya. Caleg harus memahami teknik konversi coblosan menjadi kursi. Menurut Ketua KPUD Bali Raka Sandhi, jika merujuk pada ketentuan UU Pemilu, pada pasal 208 disebutkan Partai Politik peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang-kurangnya 3,5% (tiga

12

koma lima persen) dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Selanjutnya, Pasal 209 menyebutkan bahwa Partai Politik peserta pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara sebagaimanadimaksud dalam Pasal 208, tidak disertakan pada penghitungan perolehan kursi DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/ kota di setiap daerah pemilihan. Suara untuk penghitungan perolehan kursi DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota di suatu daerah pemilihan ialah jumlah suara sah seluruh Partai Politik Peserta Pemilu dikurangi jumlah suara sah Partai Politik Peserta Pemilu yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 208. Dari hasil penghitungan suara sah yang diperoleh Partai Politik Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di suatu daerah pemilihan ditetapkan angka BPP DPR, BPP DPRD provinsi, dan BPP DPRD kabupaten/kota dengan cara membagi jumlah suara sah Partai Politik Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan jumlah kursi di satu daerah pemilihan. Selanjutnya, pada Pasal 211 dijelaskan Penentuan perolehan jumlah kursi anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota Partai Politik Peserta Pemilu didasarkan atas hasil penghitungan seluruh suara sah dari setiap Partai Politik Peserta Pemilu yang memenuhi ketentuan Pasal 209 di daerah pemilihan yang bersangkutan. Dari hasil penghitungan seluruh-

7 - 13 April 2014

12


suara sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan angka BPP DPR, BPP DPRD provinsi, dan BPP DPRD kabupaten/kota. Dalam hal terdapat sisa suara Partai Politik Peserta Pemilu di suatu daerah pemilihan sama jumlahnya, maka kursi diberikan kepada Partai Politik Peserta Pemilu yang sisa suaranya memiliki persebaran yang lebih banyak. Penetapan calon terpilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/ kota dari Partai Politik Peserta Pemilu didasarkan pada perolehan kursi Partai Politik Peserta Pemilu di suatu daerah pemilihan dengan ketentuan sebagai berikut. Calon terpilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/ kota ditetapkan berdasarkan calon yang memperoleh suara terbanyak. Dalam hal terdapat dua calon atau lebih yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dengan perolehan suara yang sama, penentuan calon terpilih ditentukan berdasarkan persebaran perolehan suara calon pada daerah pemilihan dengan mempertimbangkan keterwakilan perempuan.

Dalam hal calon yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, jumlahnya kurang dari jumlah kursi yang diperoleh Partai Politik Peserta Pemilu, kursi yang belum terbagi diberikan kepada calon berdasarkan perolehan suara terbanyak berikutnya. Penjabaran hal ini tertuang pada pasal 216. Penetapan calon terpilih anggota DPD didasarkan pada nama calon yang memperoleh suara terbanyak pertama, kedua, ketiga, dan keempat di provinsi yang bersangkutan. Dalam hal perolehan suara calon terpilih keempat terdapat jumlah suara yang sama, calon yang memperoleh dukungan Pemilih yang lebih merata penyebarannya di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut ditetapkan sebagai calon terpilih. KPU menetapkan calon pengganti antarwaktu anggota DPD dari nama calon yang memperoleh suara terbanyak kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan di provinsi yang bersangkutan. Dira Arsana /Pusdat BP

Menghitung Kursi KPU sisihkan i ihk partai t i kecil k il simpan i partai ti besar. Syarat untuk menjadi partai besar adalah mendapatkan suara 3.5% atau lebih dari jumlah suara secara nasional. KPU mengaloksikan kursi yang tersedia untuk partai. Untuk kursi DPR RI 560 kursi. Jumlah ini disebar ke seluruh dapil. Selanjutnya KPU menghitung Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Partai yang mendapat suara sama/lebih dari BPP akan dialokasikan satu atau beberapa kursi. Sisa suara akan dibawa ke tahap dua. Partai yang mendapat suara kurang dari BPP akan dibawa ke tahap 2. Pada tahap selanjutnya, Apabila masih ada sisa kursi yang belum teralokasi akan dilakukan tahap 2. Pembagian kursi dimulai dari Parpol yang memiliki sisa suara terbanyak. Partai menunjuk caleg untuk duduk di kursi. Masing-masing partai yang mempunyai jatah kursi di DPR akan memilih caleg-caleg dengan total perolehan suara terbanyak.

13


ADVERTORIAL

I Nyoman Suendi

Tingkatkan Partisipasi Pemilih KECENDERUNGAN penurunan tingkat partisipasi pemilih terjadi di sepanjang pelaksanaan tiga pemilu sejak tahun 1999 hingga tahun 2009. Maka dari itu, Pemkab Badung bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim daerah yang kondusif menghadapi pelaksanaan Pemilu 2014 sangat diperlukan. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Badung Drs. I Nyoman Suendi, tingkat partisipasi pemilih pada tahun 1999 sebesar 92,74 persen. Angka partisipasi pemilih menurun pada penyelenggaraan pemilu tahun 2004 yakni 84,07 persen dan kembali turun menjadi 71

14

7 - 13 April 2014

persen pada Pemilu 2009. Menyikapi hal ini, Badan Kesbangpolinmas Badung secara rutin melakukan kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat. Untuk bulan Maret 2014, Badan Kesbangpolinmas Badung melalui Bidang Politik telah menyelenggarakan dua kegiatan yaitu pendidikan politik bagi pemilih pemula yang menyasar siswa-siswi SMA/SMK dengan tujuan memberikan dan menanamkan pemahaman serta mentransformasikan pendidikan politik bagi pemilih pemula dalam rangka menambah wawasan serta cara berpikir dalam berdemokrasi. Ini untuk mewujudkan kepedulian generasi

muda sebagai pemilih yang cerdas untuk menggunakan hak pilihnya dan meminimalkan golput. Kegiatan lain yang dilakukan berupa pendidikan politik bagi perempuan yang diikuti ibu-ibu PKK desa di Kabupaten Badung. “Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah dalam upaya membangkitkan semangat kaum perempuan khususnya di Kabupaten Badung untuk berpartisipasi aktif dalam dunia politik sekaligus mendorong kaum perempuan untuk menggunakan hak politiknya,� kata Suendi. Humas Badung


EKONOMI

Bisnis Asuransi ’’Dihadang’’ MEA

P

enerapan pasar bebas yaag diawali dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 diprediksi akan menimbulkan hambatan pada bisnis asuransi nasional. Setahun menjelang pemberlakuan MEA, regulator perasuransian Indonesia belum membahas persoalan integrasi asuransi dengan para regulator negara-negara ASEAN. Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Perasuransian OJK Firdaus Djaelani, bahkan mengaku pesimistis industri asuransi nasional dapat bersaing dengan asuransi asing dalam lingkup Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 mendatang. Ia mengatakan persaingan bisnis asuransi ini bahkan akan diterapkan dengan persaingan di sektor lainnya, keculai sektor perbankan. “Untuk jasa perbankan integrasi di ASEAN lebih mundur menjadi 2020. Waktu pencanangan itu, saya tidak tahu kenapa asuransi didahulukan menjadi 2015,” ujar Djaelani. Ia pun mengaku merasa kurang terlalu optimistis persaingan bisnis asuransi akan tiba-tiba terbuka di 2015. Namun, kata dia, sulit bagi industri perasuransian un-

tuk menunda pemberlakuan pasar bebas ASEAN di 2015. “MEA itu kan sudah dicanangkan sejak lama. Cuma persoalannya, itu bisa tercapai atau tidak di lapangan? Kalau penundaan, tentu harus ada kesepakatan bersama,” ujarnya. Firdaus mengatakan, pada tahun ini regulator negara-negara ASEAN akan menggelar pertemuan di Brunei Darussalam untuk membahas persolan pasar bebas sektor asuransi. “Mungkin kami akan membahas lebih dalam mengenai kesiapan kita. Pasar ASEAN bukan berarti pasar bebas tanpa ada aturan. Kami juga ingin ada perusahaan yang masuk ke sini adalah perusahaan yang sehat,” kata dia. Di pihak lain, sejumlah kalangan mengatakan negara-negara maju lebih diuntungkan oleh globalisasi dibandingkan negara-negara berkembang. Hal tersebut diungkap suatu studi baru-baru ini terhadap 42 negara oleh Bertelsmann Foundation, sebuah lembaga riset Jerman. Semua negara yang diteliti mendapat manfaat dari globalisasi, karena mereka semua mengalami peningkatan pertumbuhan akibat proses saling ketergantungan. Namun demikian, pertumbuhan mer-

eka meningkat pada kecepatan yang berbeda, kata lembaga yang berbasis Guetersloh itu. Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita di 20 negara industri utama ratarata meningkat sekitar 1.000 euro (sekitar 1.377 dolar AS) per tahun akibat globalisasi. Sebaliknya, kenaikan itu kurang dari 100 euro di negara-negara berkembang seperti Meksiko, Tiongkok dan India. Para ahli dari lembaga riset itu mengatakan bahwa negara-negara maju harus menawarkan bantuan lebih lanjut kepada rekan-rekan mereka negara berkembang dalam rangka untuk menutup kesenjangan kemakmuran. Negara-negara industri harus membuka pasar mereka bagi produk dari negara-negara kurang berkembang, kata mereka, selain mengurangi subsidi untuk produk-produk pertanian di dalam negeri, mendanai program-program pendidikan, serta perluasan infrastruktur, fasilitas produksi dan teknologi yang relevan di negara berkembang. Pusat Data BP


OPINI

Membangun Pemilu Cerdas 2014

P

emilu-pemilih cerdas, dua kata yang sering kali kita dengar selama proses persiapan pemilu tahun 2014, sosialisasi terus digencarkan oleh pihak yang bertanggung jawab dalam kesuksesannya yaitu KPU. KPU mungkin lembaga Negara yang paling sibuk sampai pertengahan tahun ini, karena memang tugas yang dijalankan oleh KPU bukan tugas yang main-main, karena kesimpulan dari jerih payah KPU menentukan nasip bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan. Tugas berat yang diamanahkan pada KPU ternyata direspons baik oleh berbagai elemen masyarakat kita, meski tidak seluruhnya. Elemen-elemen yang merespons baik adalah mereka yang mengaku lembaga independen atau mereka yang terbebas dari kepentingan politik paraktis. Misalkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang merekrut elemen mahasiswa sebagai mitra kerja yang dianggap mampu membantu selama proses pemilu. Kepedulian elemen-elemen ini merupakan kabar baik untuk bangsa Indonesa. 2014 adalah tahun penting bagi Indonesia, mungkin juga bagi bangsa lain yang mempunyai kepentingan diplomatik dengan Indonesia. Bila kita berkaca kembali pada tahun 2004, dimana pada tahun itu adalah awal dilaksanakannya pesta demokrasi, pemilihan langsung oleh seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Tentu saja antusiasme pada saat itu sangat tinggi, optimisme mengalir pada masyarakat, harapan Indonesia yang lebih baik adalah cita-cita bersama. Sampai hari ini pun cita-cita itu masih menjadi impian kita bersama. Kini harapan baru itu telah tiba, tepat pada tanggal 9 April adalah Pemilu Legislatif (pileg), 9 Juni pemilu presiden dan wakil presiden. Selama sepuluh tahun dalam lingkaran demokrasi, Indonesia terus mengalami kemajuan di segala sek-

16

7 - 13 April 2014

tor, baik di sektor internal maupun eksternal bangsa. Pengembangan dan pembangunan dalam bidang-bidang kerja terus dilakukan di antaranya, bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, sampai di bidang politik terus diupayakan oleh pemerintah Indonesia, tentu dengan tujuan untuk Indonesia ke arah yang lebih baik. Meski pada akhir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) banyak kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh muda bangsa ini. Tentu saja kasus korupsi yang melibatkan tokoh muda maupun tua ini, menjadi pukulan yang sangat menyakitkan buat masyrakat kita. Kepercayaan dan harapan yang dipercayakan pada meraka ternyata disalahgunakan dan mengorbankan masyarakat itu sendiri. Sampai di depan pintu Pemilu 2014 kasus kasus-kasus korupsi terus terungkap. Tokoh-tokoh yang terlibat pun adalah orang-orang yang sebelumnya dipercaya bersih dan

idealis memperjuangkan keadilan. Tentu bukan saja tugas pemerintah Indonesia untuk memperbaikinya, I melainkan setiap individu yang m ada di dalam wilayah NKRI dan harus merasa berkewajiban untuk h menyelesaikan setiap masalah yang m ada dalam bangsa ini. Khususnya kaum terdidik harus secara suka k rela memberikan pemahaman berr demokrasi pada masyarakat luas. Seperti disampaikan oleh Plato, ‘’demokrasi akan berjalan maksimal m apabila warga negara sudah terdidik’’. t Sepuluh tahun berdemokrasi, kita sudah tentu tahu apa yang k dirasakan selama ini. Hasil yang baik sudah kita rasakan sebagai b warga negara, meski tidak sedikit w yang merasakan penderitaan akiy bat b perbuatan oknum-oknum yang terlibat kasus-kasus koropsi. Tentu t pengalaman ini menjadi bahan rep nungan dan pembelajaran bersama n pada pesta pemilu tahun ini. Sikap p selektif dalam memilih pemimpin harus menjadi pertimbangan. Sudah saatnya kaum terdidik berperan dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya belajar dari pengalaman, pentingnya memahami sejarah sebagai landasan bersikap, sejarah sebagai studi untuk membangaun masa depan bangsa. Optimisme tetap harus digaungkan. Membangunkan jiwa-jiwa anak bangsa adalah janji kita bersama untuk pembangunan bangsa yang lebih maju. Kita harus bisa memastikan kemerdekaan yang hakiki, kemerdekaan harus tetap dirasakan oleh rakyat Indonesia kapan pun, di mana pun rakyat menginjakkan kakinya di dalam wilayah NKRI. Kesejahteraan Indonesia ada di tangan orang Indonesia sendiri, ini menjadi tugas bersama dalam menjalankan amanat sejarah dan UUD ‘45. Penulis, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, tenaga honorer di MA At-Taufiq Singaraja


J A J A K P E N DA PAT

”Blusukan” Gusur Kampanye Terbuka

R

aungan sepeda motor dan deretan motor hias menjadi pemandangan ‘’wajib’’ saat musim kampanye pada zaman Orde Baru. Iring-iringan kader partai menuju tempat kampanye membuat jalanan macet. Kerawanan juga muncul seiring perilaku arogan kader partai. Konflik antarkader partai pun mengundang kerawanan Kamtibmas. Namun, kini pemandangan semacam itu intensitasnya menurun. Hanya satu dua partai yang menggunakan masa kampanye dengan melakukan mobilisasi massa. Banyak parpol bahkan meninggalkan kesempatan kampanye terbuka dengan melakukan blusukan. Partai melakukan aksi sosial untuk memikat calon pemilihnya. Selain rawan, kampanye terbuka juga sangat boros. Itulah sebabnya elite partai meninggalkan kampanye terbuka untuk melakukan sosialisasi program partai. Bahkan, ketika Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait efektivitas kampanye terbuka ini, dominan responden mengaku sudah tidak efektif lagi. Jajak dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon ini juga mengisyaratkan adanya pergeseran pemilih mengelola hak pilih. Responden memandang kampanye terbuka dituding sebagai tahapan pemborosan dalam pesta politik. Tahapan ini tak akan mampu mengubah pilihan politik. Terdapat 64 persen responden menilai kampanye tak lagi efektif untuk mengubah pilihan politik pemegang hak pilih. Kini, pergeseran hak pilih justru dimungkinkan oleh tingkat komunikasi personal caleg dengan konstituennya. Fanatisme terhadap partai politik terkoreksi seiring gagalnya politisi meyakinkan publik terhadap perubahan kehidupan baik secara ekonomi, keamanan dan kemandirian pangan. Selain itu, pemilih juga sudah melakukan ‘’kontrak politik’’ secara personal dan organisasi berdasarkan hubungan profesi, kekerabatan dan

hubungan kerja. nye terbuka untuk kepentingan sosialisasi Sedangkan 32 persen responden strategi dan program partai sangat kecil meyakini kampanye terbuka termasuk mengingat kampanye terbuka cenderung kampanye dialogis tetap efektif untuk bersifat hura-hura dan unjuk kekuatan melakukan perubahan pilihan politik. politik. Idealnya, kata responden, parpol Buktinya, pergeseran dukungan politik membudayakan kampanye dialogis densulit diprediksi. Hal ini mengindikasikan gan mendatangi organisasi–organisasi bahwa pilihan politik tetap bisa terkoreksi kemaysarakatan sehingga peserta kampasepanjang ada momentum melakukan nye tak lagi menjadi wilayah kader parpol sosialisasi program dan peluang untuk saja. Cara ini justru lebih efektif memenmeyakinkan pemilih. Sedangkan 4 garuhi pemilih yang dulunya bukan kader persen responden lainnya tak memberikan partai. Sedangkan, 1 persen responden respons atas pertanyaan terkait dengan tak memberikan respons atas pertanyaan efektivitas masa kampanye untuk melaku- ini. Pemilih mengaku tak tertarik dengan kan perubahan pilihan politik. dunia politik. Ketika responden disodori pertanyaan Dira Arsana apakah kampanye terbuka efektif untuk mesosialisasikan program partai, 64 persen responden mengatakan tidak. Umumnya, kata responMenurut Anda, apakah kampanye terbuka den, peserta kampanye masih efektif untuk mensosialisasikan terbuka adalah kader dan program partai? simpatisan partai. Para peserta kampanye umumnya tidak mencermati 1% program partai tetapi lebih Tidak Tahu condong pada spirit kebersamaan untuk berkampanye. Sangat jarang kampanye terbuka memicu perubahan cara pandang kader terhadap program 35% partai, melainkan lebih Masih tertarik pada figur partai 64% yang menjadi Jurkam. Tidak Masih Artinya, kata responden, sosialisasi program partai harus dilakukan secara N= 660 kontinu bukan hanya saat kampanye. Selebihhya, 35 persen responden meyakini kampanye adalah salah satu tahapan untuk kepentingan sosialisasi program partai. Grafis/Tomik Cahya Namun, responden mengakui efektivitas kampa7 - 13 April 2014

17


PENDIDIKAN

Buktikan Kesuksesan Program SMK

Keterserapan Lulusan SMK di Bursa Kerja Wajib Didata

B

eberapa tahun terakhir, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) memacu pertumbuhan SMK dengan berbagai jenis program keahlian yang diperlukan oleh dunia usaha/industri. Pasalnya, program ini dinilai sangat efektif untuk memangkas jumlah pengangguran di Indonesia karena lulusan SMK memang dikondisikan siap memasuki dunia kerja maupun berwiraswasta. Sayangnya, upaya tersebut belum diikuti dengan pendataan akurat terkait keterserapan lulusan SMK di bursa kerja. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ((Disdikpora) p ) Provinsi Bali maupun p Dis-

Bali, misalnya misalnya, dikpora kabupaten/kota di Bali sampai saat ini belum memiliki data yang valid tentang proporsi jumlah lulusan SMK yang sudah bekerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang masih mengganggur. Menyikapi hal itu, pengamat pendidikan I Made Gede Putra Wijaya mendesak Disdikpora Provinsi Bali dan Disdikpora kabupaten/ kota se-Bali secepatnya mendata hal tersebut guna mengetahui apakah penyelenggaraan pendidikan SMK itu sudah berjalan efektif atau tidak. ”Menurut saya, pendataan itu

18

7 - 13 April 2014

sangat mendesak untuk dilakukan. Jangan sampai, pemerintah terus membangun SMK baru namun bursa kerja ternyata tidak mampu menyerap mereka,” kata Putra Wijaya kepada Bali Post, belum lama ini. Putra Wijaya mengaku sangat merespons positif program pemerintah untuk ”menggiring” lulusan SMP dari keluarga miskin melanjutkan pendidikannya ke SMK. Dibandingkan dengan sekolah umum (SMA - red), lulusan SMK memang jauh lebih siap memasuki dunia kerja karena kurikulum pendidikannya memang dirancang untuk kepentingan tersebut. Sedangkan lulusan SMA diproyeksikan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi (PT) sehingga materi life skill (kecakapan hidup - red) yang diberikan kepada siswa-siswa SMA tidak sepadat rekan-rekannya di SMK. Kendati begitu, dia menilai pendataan keterserapan lulusan SMK di bursa kerja tetap merupakan hal yang bersifat mutlak. Dari pendataan itu, Disdikpora juga bisa mengetahui secara pasti program-program keahlian apa saja yang sebenarnya sangat diperlukan oleh dunia usaha di Bali dan program keahlian apa saja yang diperlukan dalam jumlah yang sangat terbatas. ”Saat ini, saya melihat ada kecenderungan lembaga pendidikan di Bali berlomba-lomba membangun SMK baru. Pokoknya, asal SMK pasti mampu menjaring siswa baru,” katanya mengkritisi. Pendapat senada juga dilontarkan Kepala SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Madiadnyana. Dikatakan, pendataan yang akurat terkait program-program keahlian apa saja yang sebenarnya bisa diserap oleh dunia usaha di Bali bersifat mutlak. Jika pembangunan SMK ini dipaksakan tanpa melihat potensi pasar yang tersedia, dia khawatir nantinya banyak lulusan SMK yang tidak terserap alias menganggur. ”Pendataan itu merupakan hal yang sangat urgen. Berapa lulusan SMK yang langsung kerja, berapa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan berapa yang menganggur memang harus dipetakan

secara baik,” katanya mengingatkan. Madiadnyana tidak menampik, program SMK saat ini tengah memasuki masa booming seiring meningkatkan kegairahan lulusan SMP untuk melanjutkan ke sekolah kejuruan. Namun, dia memastikan kondisi itu suatu saat nanti akan memasuki titik jenuh. Pasalnya, ada kecenderungan pembangunan SMK-SMK baru hanya terkonsentrasi pada program keahlian tertentu saja seperti pariwisata dan teknologi informasi sehingga jumlah lulusan suatu saat nanti akan berlebihan sehingga tidak bisa diserap oleh dunia usaha/industri. Apalagi, jika pembangunan SMK baru itu tidak didukung dengan ketersediaan tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya sehingga kualitas penyelenggaraan pendidikan akan menjadi taruhan. ”Dalam konteks ini, pemerintah wajib bersikap ekstra selektif dalam mengeluarkan izin untuk pendirian SMK baru. Jika memang ketersediaan tenaga pengajar berkompeten dan sarana-prasarana penunjang pendidikan lainnya tidak memenuhi persyaratan, jangan dipaksakan untuk mengeluarkan izin baru,” tegasnya. Sumatika


Tjok. Istri Sri Ramaswati

Wanita Rektor Terlama Pimpin PTS di Indonesia UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kini berusia 32 tahun. Dari angka itu ternyata 16 tahun dipimpin seorang rektor wanita yakni Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M. Bahkan Tjok. Istri Sri Ramaswati tercatat sebagai wanita rektor terlama. Pada dekade 2000 dia adalah wanita rektor satusatunya di wilayah Kopertis VIII, Bali, NTB dan NTT. Sekalipun dibilang sukses membawa Unmas Denpasar pada masa emasnya, Rektor Tjok. Istri Sri Ramaswati mengaku masih belum puas karena evaluasi dan upaya peningkatan ke arah yang lebih baik harus terus dilakukan. Salah satu indikator kesuksesan dia memimpin Unmas adalah bertambahnya jumlah mahasiswa. Hampir tiap tahun Unmas Denpasar diserbu calon mahasiswa baru padahal koutanya hanya untuk 1.500 mahasiswa. Buktinya lagi, Unmas sampai membangun kampus di Gianyar untuk mahasiswa yang datang dari Bali Timur. Sedangkan di Denpasar dibangun kampus Soka. Bukan itu saja, Unmas yang kini memiliki 12 prodi, berkat tangan halus Tjok. Istri Sri Ramaswati kini menambah tiga prodi S-2 yakni P2WL, S-2 Pendidikan Matematika dan Magister Manajemen. Salah satu langkah strategis yang dilakukan Rektor Unmas bersama jajaran Wakil Rektor Dr. A.A. Agung Putu Agung, M.Si., Ir. Nengah Subagia, M.T., I Made Suryawan, S.H., M.H. dan Dr. Ni Nyoman Utari Vipriyanthi, M.Si. adalah merampungkan akreditasi institusi sebelum menyerahkan jabatan 21 April mendatang. Semua isian borang dan kelengkapan akreditasi institusi, kata Tjok. Istri Sri Ramaswati, sudah lengkap tinggal diserahkan ke Dikti. Dengan demikian Unmas Denpasar mengawali penyerahan data akreditasi institusi ke BAN PT sebelum deadline Agustus mendatang. ‘’Kami tak mau membebani pejabat rektor baru agar Unmas berhak mengeluarkan ijazah,’’ ujarnya. Rektor yang dikenal rendah hati ini selalu mengajak sivitas akademika Unmas Denpasar di usia yang ke-32 tahun selalu

mencapai kemajuan berkat karunia Tuhan dan kerja keras serta kebersamaan. Hal ini menjadi dasar untuk meraih visi menjadikan Unmas Denpasar sebagai perguruan tinggi (PT) unggulan di Bali, nasional juga di kancah internasional. Target itu dijadikan tantangan sekaligus peluang untuk berkiprah di dunia internasional. Apalagi menjelang diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN, PT asing akan menyerbu Bali. ‘’Orang lain mengakui kami sudah menjadi yang terbaik di Kopertis VIII, namun kami merasa belum puas dengan prestasi tersebut,’’ tegas istri tercinta IGB Yudhara, MBA. ini. Alasannya, Unmas Denpasar harus mampu menghasilkan lulusan yang berhasil memenangkan persaingan di tingkat ASEAN, apabila tidak, lulusan Unmas Denpasar hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri. Dia menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan sembilan keunggulan yang dimiliki yang membuat Unmas Denpasar dipercaya masyarakat. Melalui input yang berkualitas, Unmas memoles dengan proses berkualitas untuk menghasilkan output berkarakter dan outcomes yang kompetitif dalam persiangan global sebagai job creator. Sembilan keunggulan tersebut antara lain unggul dalam menyelenggarakan Tri Darma PT menuju terciptanya community service and research based learning. Kedua, unggul dalam menginternasilisasikan local genius dalam budaya dan pariwisata, selanjutnya ungguk dalam iklim akademis, unggul dalam pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keenam, unggul dalam pengembangan jejaring kerja terutama sains, budaya dan pariwisata, unggul dalam menghasilkan lulusan yang berpotensi membuka dan merebut peluang kerja. Juga unggul dalam mengembangkan tata kelola yang ramping struktur tapi kaya fungsi dan keunggulan kesembilan Unmas yakni memasukan produk institusional khususnya berbasis industri kreatif dalam budaya dan pariwisata. Tahun 2014 Unmas Denpasar memiliki student body sebanyak 6.883 orang. Jumlah ini didukung 300 dosen, tiga guru besar dan 25 doktor. Prestasi mahasiswanya sudah go international. Terakhir Unmas memenangkan muhibah seni ke Eropah dan menjalin kerja sama dengan universitas di Jerman. Khusus dalam pengabdian masyarakat Unmas memiliki desa binaan, Desa Peninjoan, Bangli. Desa ini dibina selama empat tahun menjadi desa mandiri. Program pengabdian sebelumnya juga diisi dengan program bedah rumah sebanyak 15 unit. Sedangkan BEM Unmas 2014 sukses membuat permandian umum di Desa Manikyang, Selemadeg. Di ajang penelitian mahasiswa dan dosen, Unmas Denpasar diberi penghargaan sebagai PTS terbanyak menerima dana hibah Dikti oleh Kopertis VIII. Sekaligus dicatat dalam sejarah Unmas Denpasar sebagai PTS pertama di luar Jawa yang dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Naisonal (Pimnas). Ini semua berkat hasil proposal penelitian mahasiswanya di PKM mendominasi PTS lainnya. Sueca

Rektor Unmas Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M. menyerahkan potongan tumpeng kepada Wakil Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji dan Pembina Yayasan IGB Yudhara.

Wiyata

M andala 7 - 13 April 2014

19


MANCANEGARA

Polusi Makin Menjadi-jadi

L

ondon, polusi udara menjadi ancaman risiko kesehatan terbesar di dunia karena menyebabkan kematian tujuh juta orang pada 2012 lalu. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) jumlah tersebut naik 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Polusi udara menjadi penyebab satu dari delapan kematian yang terjadi di seluruh dunia pada 2012. WHO menegaskan upaya pengurangan polusi di dalam dan di luar rumah dapat menyelamatkan jutaan nyawa di masa depan. Kematian akibat polusi udara biasanya terjadi dalam bentuk penyakit jantung, stroke, penyakit paru-paru kronis, infeksi saluran udara, dan kanker paru-paru. “Bukti yang ada menunjukkan bahwa kita harus melakukan aksi bersama untuk membersihkan udara yang kita hirup. Risiko polusi udara saat ini jauh lebih besar dibanding yang sebelumnya kami pikirkan, terutama untuk penyakit jantung dan stroke,” kata kepada Departemen Lingkungan dan Kesehatan Sosial WHO, Maria Neira. Kaum miskin dan menengah di sejumlah negara Asia Tenggara dan Pasifik Barat menjadi pihak yang paling terdampak polusi udara pada 2012, dengan 3,3 juta kematian akibat polusi di dalam rumah

20

7 - 13 April 2014

dan 2,6 lainnya dari polusi di luar. Polusi di dalam rumah biasanya disebabkan oleh proses memasak yang menggunakan kayu dan batu bara. Ahli kesehatan keluarga WHO, Flavia Bustreo, mengatakan bahwa perempuan dan anak-anak -- terutama yang tinggal di kawasan miskin -- sering menjadi pihak yang harus menanggung beban polusi dalam rumah paling besar “karena mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah dengan menghirup kepulan asap dari kayu yang digunakan untuk memasak.” Sementara di luar, udara biasanya dikotori oleh kendaraan, pembangkit listrik, emisi industri dan pertanian, serta alat pemanas rumah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tingkat polusi di luar rumah telah naik secara signifikan di beberapa negara dengan populasi besar dengan tingkat industrialisasi yang cepat seperti Cina dan India. Tidak hanya berpengaruh pada kesehatan namun polusi telah menyentuh sisi ekonomi di beberapa negara. Polusi udara yang makin hari makin parah membuat Cina kehabisan turis. Bahkan dikabarkan jumlah turis yang berkunjung ke Cina tahun ini mengalami penurunan hingga 16 persen. Berbagai cara digunakan untuk kembali meng-

gairahkan minat turis berkunjung ke negeri Tirai Bambu tersebut. Sebuah agen perjalanan online terbesar di negeri Tirai Bambu ini pun menawarkan asuransi kepada para turis. Paket asuransi itu kemudian dikenal dengan nama haze-travel insurance. Gagasan tentang asuransi ini dicanangkan oleh agen perjalanan online terbesar di Cina bernama C-trip, bekerja sama dengan raksasa asuransi Ping An dan rencananya akan mulai dijual dalam waktu dekat. Namun yang bisa mendapatkan asuransi ini hanyalah turis yang mem-booking tiga dari tujuh paket wisata yang ditawarkan C-trip ke sejumlah kota besar di Cina, yaitu Beijing, Xian, Harbin, Chengdu dan Guangzhou. Penawarannya, bila dalam perjalanan selama dua hari atau lebih mereka merasakan dampak negatif dari polusi parah yang menghantui kota-kota yang mereka kunjungi tersebut, maka mereka dapat mengajukan klaim asuransi. Istilahnya untuk mengganti kerugian atas risiko gangguan kesehatan yang dialami para turis ketika berlibur ke Cina. Polusi memang menjadi masalah yang harus ditemukan solusinya. Gugiek Savindra


Venezuela di Ambang Kudeta PEMERINTAH Venezuela dilaporkan menangkap tiga Jenderal Angkatan Udara. Penangkapan ini dikaitkan dengan tuduhan kudeta yang dilancarkan kepada Presiden Nicolas Maduro. “Ketiga jenderal itu telah menjalin kontak dengan politisi oposisi dan mereka mencoba menghasut angkatan udara untuk melawan pemerintah yang dipilih dan memiliki legitimasi,” ucap Presiden Nicolas Maduro. “Kelompok yang sudah ditangkap ini memiliki hubungan langsung dengan sektor oposisi dan mereka mengatakan bahwa pekan ini adalah pekan yang menentukan,” imbuhnya. Saat ini ketiga jenderal yang namanya masih dirahasiakan, ditangani langsung di kantor Maduro. Para jenderal juga akan dihadapkan ke pengadilan militer. Venezuela di bawah kepemimpinan Maduro mengalami pergolakan anti-

pemerintahan. Massa antipemerintahan mengatakan, Maduro telah gagal mengantisipasi kemerosotan ekonomi Venezeula. Demo ini pun sudah menelan 34 korban jiwa. Untuk meredam demo, Maduro menegaskan akan menangkap siapa saja yang mencoba mengacau di negara yang baru diperintahnya satu tahun ini. Maduro juga menyebut demo tersebut merupakan cara barat untuk menumbangkan pemerintahannya. Cara-cara ekstrem pun ditempuh pemerintah untuk meredam ketegangan yang terjadi. Di bawah arahan Maduro, pemerintah menerapkan sanksi berat bagi para wali kota yang gagal menghentikan demo. Mahkamah Agung Venezuela telah menjatuhkan hukuman penjara satu tahun pada seorang wali kota karena gagal mengatasi demonstrasi antipemerintah. Mahkamah Agung Venezuela mem-

vonis Wali Kota San Cristobal – Daniel Ceballos – karena tidak mematuhi perintah pengadilan sebelumnya untuk membongkar barikade yang dipasang para demonstran yang menuntut pengunduran diri Presiden Nicolas Maduro. Ceballos telah mengecam secara terbuka Presiden Maduro dan mendukung para demonstran dalam unjuk rasa yang dimulai awal bulan lalu. Pihak berwenang baru-baru ini menarget pemimpin-pemimpin kelompok oposisi di seluruh Venezuela. Mahkamah Agung pekan lalu telah memvonis wali kota dari kelompok oposisi lainnya dan parlemen mencopot seorang wakil kelompok oposisi dari kursinya di parlemen. Apabila konflik terus berlanjut bukan tidak mungkin korban akan terus bertambah. Gugiek Savindra

7 - 13 April 2014

21


DAERAH

Pembongkaran Pasar Ditentang Pedagang

U

paya revitalisasi Pasar Umum Negara nampaknya tidak semudah yang diperkirakan. Dari penolakan pedagang yang tidak menginginkan pasar dibongkar hingga relokasi ke Peken Ijo Gading (pasar tradisional modern). Benarkah pasar dengan bangunan tua ini sudah tak layak digunakan? Beberapa pedagang pasar mengaku sudah terbiasa dengan kondisi pasar tradisional yang kumuh, becek dan pembeli yang berhimpitan. Sinatra, pedagang sekaligus penasihat paguyuban pedagang, mengatakan sejak awal pembangunan patron Peken Ijo Gading dirinya sudah merasa keberatan. Mau dijadikan apa tempat itu apabila nanti tidak ada yang menggunakan. Sementara saat ini pedagang diminta untuk pindah ke sana sementara Pasar Negara dibongkar. Ia menilai, di mana-mana pasar tradisional identik dengan kesemrawutan. Itu karena tidak becusnya pengelola pasar. “Sebenarnya, tata ruang pasar ini sudah benar. Tapi semakin tahun semakin bertambah pedagang dan aturan itu dilanggar, jadilah seperti ini, semrawut,� terangnya. Sinatra yakin, bila pun pasar diperbaiki atau dibangun, tetap akan semrawut karena pengelolaan yang tidak bagus. Ia mencontohkan Pasar Umum Negara sekarang ini yang sebelumnya teratur dalam beberapa blok, kini semrawut karena oknum-oknum yang membolehkan pedagang masuk dan menempati lokasi tidak sesuai tata ruang. Jalan blok-blok pasar untuk pembeli yang seharusnya steril, dipenuhi dagangan. Bahkan untuk lapak pedagang. Padahal itu merupakan hak para pembeli agar bisa berjalan. “Kalau benar-benar mau menegakkan aturan, saya rasa pasar sedekil apa pun nyaman,

22

7 - 13 April 2014

karena memang di mana-mana beginilah pasar tradisional,� tambah Sinatra. Pemerintah harus memperhatikan nasib para pedagang apabila mereka direlokasi. Sebab, sumber pencaharian utama mereka dari sana. Pemerintah juga harus berpikir panjang, bukan hanya membangun dengan dana miliaran. Tapi juga harus diperhatikan fungsi bangunan tersebut. Mau dijadikan apa Peken Ijo Gading apabila pedagang pindah lagi ke Pasar Umum yang baru? Banyaknya pedagang yang tidak hadir dalam setiap sosialisasi merupakan bukti bahwa banyak pedagang yang tidak setuju relokasi itu. Pedagang lain, MT mengatakan selain pedagang resah pemindahan, mereka juga meragukan barang-barang mereka tertampung di kios yang disediakan. Praktik jual beli kios pun sampai sekarang masih berlangsung. Jual beli dilakukan pemilik lama dan baru disaksikan pengelola pasar. Nilainya pun tak sedikit. Hal itu juga menjadi pemicu pedagang enggan pindah. Pedagang yang kini memiliki beberapa kios untuk gudang barang dagangan ketar-ketir. Pasalnya muncul informasi bahwa setelah direlokasi, pedagang hanya berhak memperoleh satu kios. Sementara mereka telah keluar duit untuk transaksi jual beli kios. Di sisi lain, pemerintah telah menganggarkan dana hingga miliaran rupiah untuk revitalisasi Pasar Umum Negara dan semestinya sudah mulai dikerjakan tahun ini. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) mengaku akan menempuh berbagai cara untuk sosialisasi dan pedagang mau dipindah sementara ke Peken Ijo Gading. Kepala Disperindagkop Ni Made Ayu Ardini mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan bedeng

untuk menampung pedagang yang tidak kebagian kios. Mengingat jumlah pedagang lebih banyak dibanding jumlah kios. Peken Ijo Gading menurutnya akan aktif setelah para pedagang kembali ke Pasar Umun Negara. Menurutnya, perbaikan pasar itu direncanakan bisa selesai satu tahun. Pasar dirasa perlu diperbaiki karena kondisinya yang banyak rusak dan tak terawat. Pembangunan itu perlu supaya pasar terlihat bersih dan nyaman. Apalagi pasar dikepung pasar-pasar modern yang memberikan kemudahan bagi pembeli. Sebelumnya beberapa pasar di Jembrana juga telah diperbaiki seperti di Gilimanuk, Yehembang dan Pekutatan. Di Pasar Yehembang, para pedagang juga sempat relokasi di tempat yang jauh dari jalan Denpasar-Gilimanuk. Tetapi, masyarakat dan para pembeli tetap mencari barang ke pasar tersebut. Surya Dharma


Dikepung Toko Modern

B

erbeda dengan pasar-pasar tradisional serupa di Jembrana, Pasar Umum Negara bersaing dengan toko modern yang jaraknya cukup dekat. Saat inipun, pedagang sudah cukup tersaingi oleh toko-toko modern itu. Apalagi, toko-toko tersebut berjaringan dan menjamur di sekitar permukiman warga. Persaingan tidak sehat pun timbul dan merugikan pedagang pasar yang bermodal cekak. “Mereka berani menurunkan harga, apa boleh toko jual grosiran?” tandas salah seorang pedagang. Belum lagi jam buka yang lebih lama dibandingkan pasar serta pelayanan mengantar barang. Pedagang kelontong di pasar umum paling

merasakan dampak persaingan itu. Omset mereka turun lantaran pelanggan memilih ke toko modern tersebut. Perda yang mengatur toko modern, pasar tradisional hanya macan kertas. Sorotan itu dilontarkan LSM Forda Jembrana, Ketut Sujana alias Cong. Ia mencontohkan kebijakan penertiban parkir di pertokoan depan Pasar Umum Negara merupakan kebijakan banci. Sebab tidak dilaksanakan penuh. Hanya siang hari, sementara malam hari diperbolehkan satu lajur. “Kalau memang tidak boleh ya tidak boleh total, bukan siang tidak, malam boleh,” ujarnya. Hal itu juga hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu saja dan bukan pedagang kecil.

Dengan Perda yang dibuat tahun 2010 itu, pemerintah sebenarnya bisa leluasa mengembangkan pasar-pasar tradisional. Tetapi faktanya pelaksanaannya tidak dilakukan. “Adanya perda itu, sebenarnya memberi peluang bagi pemerintah mengembangkan pasar tradisional hingga ke desa-desa, tapi nampaknya hanya macan kertas,” kritiknya. Toko-toko modern berjaringan bisa dibatasi tidak sampai ke desa. Tetapi pengawasan terhadap toko semacam ini juga masih lemah. Beberapa toko modern seperti Indomaret di Lelateng lokasinya sangat dekat dengan Peken Ijo Gading yang baru dibangun oleh Pemkab. Surya Dharma 7 - 13 April 2014

23


K E S E H ATA N

Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi Picu Kanker Kulit

V

itamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh. Tubuh ini perlu asupan vitamin, sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Tubuh sendiri tidak bisa memproduksi vitamin C itu, karena itu perlu asupan vitamin C dari luar. Kebutuhan vitamin C ini didapatkan dari makanan terutama buah yang rasanya asam manis atau berbuah kuning. Radikal bebas jika masuk dalam tubuh, relatif berbahaya buat tubuh. Ini merupakan ion yang tidak punya pasangan. Biasanya ion ini terdapat banyak melalui polusi udara, paparan sinar matahari, metabolisme tubuh yang banyak sehingga memproduksi banyak racun. Dokter konsultan kulit dan kelamin Dr. dr. A.A.G.P. Wiraguna, SpKK., (K) FINSDV. menyatakan, beberapa fungsi vitamin C yaitu sebagai antioksidan yang menangkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan ion yang tidak punya pasangan. Biasanya terdapat banyak melalui

24

7 - 13 April 2014

polusi udara, paparan sinar matahari, metabolisme tubuh yang banyak sehingga memproduksi banyak racun,” ujarnya. Karena ion radikal bebas itu tidak berpasangan, maka ia mencari pasangan dengan mengambil sel dalam tubuh. Sel dalam tubuh yang diambil pasangannya akan menjadi radikal bebas. Proses selanjutnya akan kembali mengambil pasangan dari sel tubuh. Demikianlah mekanisme dan berproses selanjutnya. “Agar sel radikal bebas tidak mengambil sel tubuh dan menciptakan radikal bebas baru, maka perlu diberikan sel pasangannya yang disebut antioksidan. Untuk antioksidan, terkandung dalam vitamin C,” papar Wiraguna. Selain sebagai antioksidan, vitamin C juga berfungsi dalam produksi kolagen sehingga mempertahankan elastisitas kulit dan juga berfungsi untuk mencegah scurvy atau sariawan. Di samping fungsi tersebut, ternyata vitamin C memiliki kemampuan untuk menghambat pembentukan pigmen melanin. Pigmen melanin

ini berfungsi menangkal sinar ultraviolet pada kulit. Jika kulit semakin banyak terpapar sinar matahari, maka pigmen melanin terbentuk kian banyak dan dapat merubah kulit menjadi berwarna cokelat. “Konsumsi vitamin C mengurangi pembentukan pigmen melanin sehingga kulit terlihat lebih bersih atau tidak terlalu cokelat,” tambah Wiraguna. Kemampuan dalam mengurangi pembentukan pigmen ini kemudian digunakan untuk pemutihan kulit. Kata Wiraguna, dosis vitamin C yang dianjurkan WHO adalah 45 mg per hari. Namun untuk pemutihan kulit dosis rendah tidak bisa digunakan. Karena itu digunakan vitamin C dosis tinggi. “Vitamin C dosis tinggi berefek menghambat total pembentukan pigmen melanin. Dengan terhambatnya pigmen itu membuat kulit menjadi putih,” tutur Wiraguna. Namun dosis tinggi vitamin C untuk pemutihan kulit ini memiliki efek samping. Akibat pigmen melanin tidak terbentuk, kulit menjadi rentan terpapar sinar ultraviolet dari matahari.


Cantik Bukan dari Fisik

Jika sampai inti kulit terpapar, akibatnya menjadi mudah bermutasi sehingga mempercepat terjadinya penuaan pada kulit. Bisa juga menimbulkan kanker kulit. “Secara tidak langsung pemberian vitamin C dosis tinggi memicu penuaan dini dan kanker kulit,” tutur Wiraguna. Pemberian vitamin C dosis tinggi juga mempertinggi pembentukan asam urat. Berproduksinya batu pada ginjal menjadi lebih cepat. Di sisi lain, metabolisme vitamin C juga dapat membentuk asam askorbat. Jika berlebihan akan menimbulkan maag atau kerusakan pada lambung. Pemberian vitamin C dosis tinggi untuk pemutihan kulit, kata Wiraguna memang bukan tindakan ilegal. Selama bisa dipertanggungjawabkan serta diberikan sesuai indikasi, maka hal itu sah-sah saja. “Sebenarnya vitamin C dosis tinggi ini diberikan untuk memicu efek segar dan sehat terutama bagi yang merasa tidak enak badan. Di sini perlu dilihat kondisi lambung dan ginjal si pasien, apakah lambung dan ginjalnya, tahan terhadap paparan dosis tinggi secara terus-menerus,” jelas Wiraguna. Wira Sanjiwani

MEMANIPULASI kulit menjadi berwarna putih dengan vitamin C dosis tinggi saat ini tidak dianjurkan dalam dunia medis. Pasalnya, intervensi suntikan vitamin C ke tubuh dalam dosin tinggi itu masih kontroversi. Konsultan dokter kulit dan kelamin, Dr. dr. A.A.G.P. Wiraguna, SpKK., FINSDV memaparkan belum ada metode penilitian untuk mendukung hasil dari pemberian vitamin C dosis tinggi ini, dalam kaitan pemutihan kulit. Selama ini keberhasilan yang dipaparkan hanya melalui testimoni semata. Karena itu, pengalaman orang itu, efeknya secara pribadi, artinya tidak sama untuk setiap orang. Dikatakan, belum ada metode penelitian berarti, yang menghasilkan data akurat mengenai kelompok orang yang diberikan vitamin C serta yang tidak. Jadi, apakah hasil yang diberikan sama atau ada efek sampingnya. Dari data ini belum bisa diambil kesimpulannya secara

signifikan. “Persoalannya antara kelompok yang diberikan maupun tidak, serba belum jelas datanya. Sehingga masih belum ada kesimpulan hasil finalnya. Baik metode yang diterapkan maupun hasil yang didapat, belum ada postulat pasti yang mendukung pemberian vitamin C dalam pemutihan kulit itu” jelas Wiraguna. Ia melanjutkan kulit cantik dalam definisi dokter adalah kulit tanpa tumor, bintik merah dan alergi. Kulit cantik adalah kulit yang bebas dari penyakit dan sehat. Tetapi banyak orang berpikir cantik itu adalah sosok wanita berkulit putih bersih, rambut lurus, badan tinggi dan ramping. “Jika cantik dideskripsikan seperti kategori di atas, sudah tentu semua orang yang ingin cantik menginginkan kulitnya berwarna putih. Padahal cantik itu tidak hanya perspektif fisik semata, tetapi cantik itu dilihat dari perilaku dan kepribadiannya,’’ paparnya. Wira Sanjiwani


LENSA


PASAR MAJELANGU Pedagang mempersiapkan dagangannya di pasar rakyat Majelangu yang khusus digelar sehari setelah hari raya Nyepi di sepanjang Pantai Kuta. Mulai pagi hingga malam digelar tradisi pasar tradisonal yang menjual beraneka barang kerajinan, pakaian, hingga aneka mainan anak-anak. MBP/Eka


OLAHRAGA

Kembalinya sang Singa di Reli Dakar

D

MBP/ap

Rute Reli Dakar 2015 yang dimulai tanggal 4 dan berakhir 17 Januari.

28

7 - 13 April 2014

irektur Reli Dakar Etienne Lavigne mengumumkan penyelenggaraan Reli Dakar 2015 yang akan mengambil start di Buenos Aires, menuju Bolivia, Chile dan kembali lagi ibu kota Argentina itu dari 4 hingga 17 Januari mendatang. Sepanjang hampir dua pekan ratusan peserta seperti tradisinya akan menghadapi medan berat yang bervariasi dari jalanan berlumpur, pantai hingga padang pasir. Yang menggembirakan dari penyelenggaraan ke-37 lomba yang semula bernama Reli Paris-Dakar itu, adalah kembalinya tim Peugeot. Pabrik mobil Prancis itu adalah salah satu tim legendaris lomba yang banyak memakan korban ini. “Kami menyambut kembalinya sang Singa (simbol Peugeot) pada penyelenggaraan Reli Dakar ini,” jelas Lavigne saat konferensi pers, 11 bulan jelang pelaksaan lomba. Tim Peugeot mendominasi lomba ini pada 1980-an. Pereli Finlandia Ari Vatanen memenangkan edisi 1987, 1989, 1990 dengan mobil Peugeot 405 T16 sedangkan rekan senegaranya Juha Kankkunen juara 1988 dengan mobil Peugeot 205 t16. Namun sejak 1995 Peugeot menarik diri dan lebh banyak berkiprah di sportcar. Pada lomba tahun depan, pabrikan Prancis ini menurunkan pemebalap veteran Spanyol Carlos Sainz. Pembalap berusia 51 tahun itu merupakan mantan juara dunia reli (WRC). Rekan setimnya adalah Cyril Despres (39) yang lima kali juara Reli Dakar untuk katagori sepeda motor. Sedangkan pembalap ketiga belum diumumkan namun nominasi utamanya adalah juara 11 kali Reli Dakar Stephane Peterhansel. Ketiganya akan menggunakan mobil 2008 Crossovers. “(Carlos) benar-benar pembalap berpengalaman, istimewa dan karisma luar biasa,” jelas Direktur Peugeot Sport Bruno Famin. Sedangkan sosok Despres dinilai sebagai penerus generasi istimewa pem


MBP/www.arivatanenrally.com

Pereli Finlandia Ari Vatanen dengan mobil Peugeot 405 T16 Pikes Peak. MBP/afp

Pereli Spanyol Carloz Sainz menjajal mobil lama Peugeot 205 Turbo 16 di jalanan Kota Paris, Rabu (26/3).

MBP/afp

MBP/www.echappatoires.com

Juha Kankkunen dengan mobil Peugeot 205 T16.

balap reli itu. “Dia akan pindah dari roda dua ke empat dan membawa suasana generasi muda di tim ini,” tambahnya. Direktur Peugeot Maxime Picat menjelaskan timnya akan mengikuti Reli Dakar dalam beberapa musim ke depan dan menargetkan gelar juara sejak 2015. Namun timnya tetap berusaha merendah, menghadapi persaingan yang ketat di lomba ini dan alam ganas yang tak akan mudah ditaklukan. Lomba tahun depan akan menempauh jarak keseluruhan 9.000 km dengan start dan finish di Argentina. Dalam perjalanannya, peserta akan melintasi tiga negara Chile dan Bolivia di wilayah Amerika Selatan. Total 13 etape yang akan dihadapi peserta. Untuk edisi tahun depan, panitia tidak melintasi negara Peru dengan alasan finansial.

Pembalap Prancis Cyril Despres (kiri) dan Carlos Sainz dari Spanyol memegang trofi juara Reli Dakar saat dipresentasikan sebagai tim Peugeot untuk Reli Dakar 2015.

Lavigne menambahkan salah satu etape akan menjadi yang terberat di mana peserta dipaksa menghadapi rute panjang dengan medan dan waktu tertentu. Jalur maraton itu akan ditempuh peserta baik sepeda motor atau quad (kendaraan roda empat), mobil atau pun truk. “Tujuannya meningkatkan tingkat kesulitan dan tantangan lomba edisi 2015 ini,” ujarnya. “Pembalap pada kategori mobil (dan truk) akan menghadapi keterbatasan selama dua hari. Mereka akan tidur dengan kondisi yang tak jauh berbeda dengan pembalap sepeda motor,” lanjut Lavigne. “Dan sepanjang waktu itu, tidak ada dukung mekanik ataupun logistik. Artinya peserta diharuskan mandiri dan tidak akan ada bantuan dari luar.” Peserta juga dihadapkan medan terberat yakni Gurun Atacama di pegunungan An-

des. Wilayah ini diklaim sebagai tempat yang paling kering di dunia. Penyelenggaran ke-27 lomba tersebut atau ke-7 kalinya di Amerika Selatan, juga dijamin keamanannya terutam dari kelompok pemerhati lingkungan yang menyebut event ini mengancam kelestarian lingkungan. “Lingkungan adalah salah satu prioritas kita. Reli Dakar diizinkan digelar setelah mendapat persetujuan dari penguasa setempat,” lanjut Lavigne. Musim lalu lomba ini dimulai dari Roasrio, Argentina dan berakhir di Valparaiso. Pembalap tim Mini, Nani Roma dari Spanyol menjuarai katagori mobil. Sedangkan Marc Roma dari Spanyol dengan motor KTM, memenangkan kategori sepeda motor. Yudi Winanto 7 - 13 April 2014

29


OLAHRAGA

Made Yudiana

Pemain Bola Jadi Pemangku

P

emain sepak bola yang berprestasi kebanyakan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai kantoran dan menggeluti profesi lainnya setelah menggantung sepatu. Namun, yang satu ini ceritanya berbeda. Made Yudiana, S.E. sekarang menjadi Jero Mangku setelah melakukan proses pawintenan atau penyucian diri. Peralihan profesi tersebut bukan semata-mata karena keinginan Yudiana, melainkan atas kehendak alam. ”Bukan kemauan saya sendiri untuk menjadi Jero Mangku. Ini merupakan panggilan dari Ida Shang Hyang Widhi Wasa,’’ ungkapnya di Denpasar beberapa waktu lalu. Setelah menjadi seorang pemangku, ia sedikit mengurangi kegiatan sepak bola yang digelutinya sejak kecil. Yudiana tidak mau menjadi ofisial tim Pra-PON Bali dan jabatan lainnya karena sibuk melayani umat. ”Saya selalu ngayah di mana pun ada upacara di berbagai daerah di Bali. Saya mendoakan agar semua masyarakat Bali diberikan keselamatan lahir dan batin sehingga tetap rahajeng dan ajeg,” paparnya. Akan tetapi, pria kelahiran Denpasar, 5 Maret 1969 ini tidak mau berhenti mengembangkan sepak bola di Pulau Dewata. Itu dibuktikannya dengan membangun Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) di Kabupaten Badung yang diresmikan pada 2010. Berdirinya asosiasi tersebut mendapat tanggapan positif dari pemain muda, orangtua pemain, pejabat dan tokoh olahraga di Bali. Yudiana membentuk ASSBI karena melihat pembinaan sepak bola usia muda di daerah ini tidak berkelanjutan. Setelah berumur di atas 14 tahun, pelatihan terputus atau tidak ada lagi yang membina mereka. ”Pada intinya saya ingin membina pemain dari usia 12 sampai 21 tahun sehingga mereka bisa melanjutkan kariernya ke jenjang lebih tinggi. Setelah Nama Tempat/Tanggal Lahir Istri Anak

30

7 - 13 April 2014

dilepas, saya ingin mereka direkrut oleh klub-klub baik di Bali maupun di luar daerah,” ujarnya. Yudiana memulai karier bolanya bersama Perseden Junior. Ia kemudian membawa kesebelasan Universitas Warmadewa berlaga pada ajang tingkat nasional di Kupang (NTT). Setelah itu ditunjuk menjadi asisten pelatih Perseden U-14 saat berlaga di Madiun. Pernah menjadi pelatih SSB Kerobokan, namanya semakin melejit setelah mengantarkan SMA Santo Yosep Denpasar menjadi juara tiga Porjar Denpasar dan Liga Pelajar Bali Post (LPBP) Denpasar. Yudiana selanjutnya mendirikan Bali All Star (BAS) pada 10 Oktober 2013 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ayah dari dua orang putra ini berharap besar Perseden Denpasar dan PS Badung yang kini berkiprah di Divisi I, mampu lolos ke Divisi Utama musim depan dan selanjutnya berkompetisi di Liga Super Indonesia. Keberadaan tim divisi utama di Bali akan membuat hasil pembinaan sepak bola usia dini ada wadah penyalurannya. Keinginan Yudiana lainnya adalah adanya stadion sepak bola bertarap nasional dan internasional di Pulau Dewata. Paling tidak Stadion Ngurah Rai, Denpasar, harus diperbaiki karena merupakan peninggalan sejarah perjuangan bangsa. ”Saya pribadi ingin menangis ka-

: Jero Mangku Made Yudiana, S.E. : Denpasar, 5 Maret 1969 : Ni Nyoman Suartini : I Gede Adi Purmana Putra (17) : Ni Kadek Sinta Oktaviana Dewi

lau melihat kondisi Stadion Ngurah Rai saat ini. Stadion ini mesti segera direnovasi, terutama bagian tribunnya. Apalagi, Timnas U-19 bakal datang ke Bali,’’ ungkapnya. Putu Eka Parananda


KRIMINAL

MBP/wiadnyana

Komplotan pencuri sepeda motor ketika diamankan Polsek Kuta, masing-masing, M. Rohaiman alias Ogim (kanan), Marlin (tengah) dan Yusuf Abdul Mustofa.

Residivis yang Tak Kapok Gasak Motor R

esidivis yang satu ini memang ahlinya menggasak sepeda motor. Tersangka M. Rohaiman alias Ogim, asal Dusun Lengkok Embok, Wanasaba, Lombok Timur, NTB, pencuri motor itu, telah tiga kali dijebloskan ke penjara, tetapi tak pernah kapok-kapok juga. Pemuda berusia 19 tahun ini akhirnya dibekuk aparat Reskrim Polsek Kuta bersama komplotan pencuri lainnya, tersangka Marlin (25), asal Makassar, dan Yusuf Abdul Mustofa (21) asal Wonogiri, Jawa Tengah. Ketiganya diciduk di tempat berbeda pada Senin (24/3) lalu. Menurut Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Sebudi didampingi Kanit Reskrim Iptu Wahyu Setyo, tersangka Ogim mengaku beraksi sendirian, tetapi polisi terus mendalami pengakuannya. Diciduknya Ogim berawal dari informasi masyarakat di Kuta. Ketika itu seorang pria dengan ciri-ciri bertato menawarkan sepeda motor Honda Scoopy untuk digadaikan kepada seorang warga asal Seminyak. Mendapat informasi seperti itu, aparat Buser Polsek Kuta segera melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian. Setelah ditelusuri, pencuri itu ternyata residivis yang juga pernah dibekuk aparat Polsek Kuta. ‘’Kami akhirnya memburu tersangka

32

7 - 13 April 2014

ke tempat kosnya di Jalan Gunung Lumut, tepatnya di belakang Pasar Uma Dui, Denpasar,” ujar Kompol Sebudi. Tanpa kesulitan, polisi akhirnya berhasil menangkap Ogim di tempat kosnya beserta barang bukti sepeda motor Honda Scoopy nopol DK 9961 BN. Tersangka di hadapan polisi mengaku bahwa sepeda motor itu dicurinya di tempat kos-kosan di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat, dengan cara didorong sampai di jalan raya. Selanjutnya tersangka Ogim membuat kunci palsu di Jalan Gunung Salak, Denpasar. “Tersangka mencuri motor sehari sebelum ditangkap sekitar 03. 00 dini hari,” tambah Kapolsek Kuta. Sedangkan tersangka Marlin dan Yusuf, yang yang tinggal satu kos di Jalan Simpati Gang Mahoni No. 26 X, Tuban, Kuta, beraksi sejak Agustus 2013. Hebatnya, dalam sehari keduanya pernah menggasak lima motor sekaligus. Saat beraksi, keduanya hanya berbekalkan tang, serta melarikan motor yang kuncinya masih nyantol di stang. Kasus pencurian ini terungkap ketika warga melihat dua pria, Bambang Sugianto dan Andi Sugiono, sering menawarkan motor tanpa surat-surat dengan harga miring di seputar Kedonganan, Kuta. Polisi

segera turun ke lapangan. Lewat penyelidikan, ulah Bambang dan Andi akhirnya terungkap. Mereka ternyata penadah motor hasil curian dari tersangka Marlin dan Yusuf. “Keduanya (penadah) ditangkap di Jalan Segara Madu, Kuta, bersama motor Yamaha Jupiter MX nopol DK 4898 IN,” tegas Kompol Sebudi. Dari ocehan kedua penadah itu, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka Marlin dan Yusuf di dekat patung kuda di Tuban, pada Senin (24/3) lalu sekitar pukul 23.30. Berdasarkan pengakuan tersangka, motor-motor hasil curiannya dijual sangat murah yakni di bawah Rp 2 juta per unit. Sedangkan uang dari hasil menjual motor curian, mereka gunakan untuk foya-foya. “Dari tangan kedua tersangka, kami menyita tiga sepeda motor yang disebunyikan di tempat kos mereka. Sedangkan motor lainnya yang diperikrakan tiga unit masih dalam pencarian, termasuk Yamaha Mio yang dibuang di seputar Sanur,” tandas Kompol Sebudi. Wiadnyana


G

agahi Bocah Ingusan ara-gara Doyan BF

BEBASNYA peredaran blue film/BF atau film porno di masyarakat berdampak luar biasa bagi generasi muda kita. Mereka ini agaknya tak asing lagi dengan namanya BF, sebab film khusus untuk dewasa ini ada di mana-mana. Filmnya tak hanya berbentuk CD/DVD, tetapi juga ada di komputer/laptop, flashdisc dan di HP. Begitu canggihnya teknologi, film porno ini bisa disimpan dan dibawa ke mana saja kalau kita pergi. Tak heran kalau sekarang banyak anak di bawah umur yang sudah memahami dan sering menonton film ini, sehingga mereka ketagihan. Sayang, mereka yang tidak tahan menahan nafsu akhirnya melakukan halhal kurang terpuji seperti pelecehan seks hingga pemerkosaan. Salah satu contoh kasus film porno yang menyebabkan anak baru gede (ABG) masuk penjara yakni yang dialami tersangka Ag (17), warga Dusun Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Lantaran sering nonton dan

ketagihan film porno, Ag akhirnya tega menggagahi bocah ingusan sebut saja Bunga (6) di kamarnya. Kasus ini kemudian menggelinding ke jalur hukum karena orangtua Bunga melapor ke polisi. Tak hanya itu, sejak ketahuan menggagahi bocah, tersangka Ag mesti dikeluarkan dari sekolahnya. Kejadian ini terungkap ketika Bunga mengeluh merasa perih dan sakit pada alat kelaminnya. Kasatreskrim Polres Buleleng AKP I Ketut Adnyana, T.J., Selasa (25/3) lalu mengungkapkan, kasus pelecehan seks ini terjadi pada Jumat (21/3) lalu sekitar pukul 11.00. Bunga yang tak lain tetangga tersangka Ag saat itu melewati rumah tersangka di Dusun Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Saat melintas itulah, Bunga kemudian dipanggil Ag supaya masuk ke rumahnya. Sang bocah manut saja karena dijanjikan bakal diberikan binder (semacam buku catatan). Sesampainya di dalam rumah, Bunga

segera digiring ke kamar tersangka, dan pintu kamarnya dikunci dari dalam. Bocah ingusan tersebut selanjutnya ditidurkan di tempat tidur hingga terjadilah adegan layak sensor. Hal mengejutkan muncul dari mulut tersangka Ag. Dia nekat menggagahi bocah ingusan itu lantaran terangsang setelah menonton BF milik temannya. ‘’Saya nonton film gituan (porno), jadinya saya terangsang,’’ ucap tersangka. Setelah kejadian dan diciduk polisi, Ag mengaku menyesali perbuatannya. Tak hanya itu, gara-gara perbuatan bejatnya, dia langsung diberhentikan dari sekolahnya di Gerokgak. ‘’Saya nyesel, karena setelah kasus ini saya dipecat dari sekolah,’’ sesalnya. Atas perbuatannya, Ag dijerat Pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun, serta denda Rp 300 juta. Nasi sudah menjadi bubur. Tersangka Ag kini merasakan pengapnya sel tahanan polisi. ABG yang mestinya tekun belajar, malah tersandung masalah hukum. Paling tidak kasus Ag ini menjadi pelajaran berharga bagi para orangtua di tengah mudahnya mendapatkan BF di masyarakat. BF tak hanya beredar lewat HP atau saling tukar lewat flashdisc, tetapi juga sangat mudah diakses di internet. Untuk mencari situs itu memang sangat mudah, bahkan sangat gampang diunduh. Sedangkan kalangan orangtua, guru-guru, maupun pemerintah, tak bisa berbuat banyak mengenai begitu bebasnya peredaran film porno di masyarakat kita. Walau sering dilakukan razia pada HP para siswa di sekolah, fakta di lapangan, peredaran film porno di kalangan generasi muda tetap saja marak. Pun langkah pemerintah memblokir situssitus porno di internet tak bisa dilakukan sepenuhnya, karena masih ada ribuan situs porno yang gampang diakses. Robin

MBP/robin

Tersangka Agus (tutup kepala) saat digelandang polisi gara-gara mencabuli bocah ingusan di Dusun Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. 7 - 13 April 2014

33


KRIMINAL

Wanita Pemalsu BPKB Dipolisikan Lagi SETELAH ditangkap pada Februari 2014 lalu bersama komplotannya dalam kasus pemalsuan BPKB mobil, terpidana Ni Wayan Sudiasih alias Jero Ratna, warga Jalan Matahari I, Kelurahan Semarapura Kelod, Klungkung, kembali berurusan dengan polisi. Wanita berusia 36 tahun itu sekarang dilaporkan ke Polres Bangli oleh istri polisi Ni Wayan Supadmi, warga Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli. Menurut informasi Selasa (25/3) lalu, tersangka Jero Ratna sejatinya sudah ditahan di Polres Klungkung dengan kasus yang sama. Modusnya, dia membeli sejumlah mobil di dealer. Berikutnya mobil yang dibelinya dijual kembali dengan BPKB palsu. Sedangkan BPKB aslinya digadaikan di finance (tempat kredit mobil). Menurut Kasatreskrim Polres Bangli AKP Nyoman Sukanada seizin Kapolres AKBP Suswanto, saat melapor ke Polres Bangli, Ni Wayan Supadmi mengaku membeli Suzuki Karimun Estilo warna putih bernopol DK 1665 MD dari tersangka Jero Ratna seharga Rp 80 juta. Ketika itu Supadmi sama sekali tidak tahu kalau BPKB mobilnya palsu.

Begitu tahu Jero Ratna ditahan di Polres Klungkung karena menipu, barulah korban sadar bahwa BPKB mobilnya palsu, sehingga kasus ini dilaporkan ke polisi. Penyidik Polres Bangli sudah memeriksa tersangka Jero Ratna. Dia mengaku, penggandaan BPKB dilakukan di sebuah tempat di Jawa. “Kasusnya masih kami selidiki. Menurutnya, BPKB palsu itu dibeli di Jawa seharga Rp 8 juta,” ucap AKP Nyoman Sukadana. Mengingat kian canggihnya cara-cara penipuan, dia mengimbau warga yang sering jual-beli mobil bekas agar waspada. BPKB agar dicek dulu ke instansi yang berwenang. Sedangkan pihak dealer yang ditipu hingga kini belum ada melapor ke polisi. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah korban Jero Ratna bertambah. Kini wanita penipu tersebut dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Sekedar diketahui, sebelum di Bangli, aparat Polres Klungkung pada Februari 2014 lalu mengungkap kasus tiga mobil bodong. Setelah melakukan penyelidikan selama dua minggu, tim Buser Polres

Klungkung berhasil menangkap tiga pelaku yang terlibat kasus BPKB palsu. Dari ketiga tersangka yang diamankan itu, dia adalah Ni Wayan Sudiasih alias Jero Ratna. Sedangkan dua tersangka lagi yang masing-masing berperan sebagai perantara bernama Totok Sutanto alias Totok (48) dan Subairi (64) asal Probolinggo, Jatim. Ketiga tersangka ditangkap di tempat berbeda. Tersangka Jero Ratna diciduk setelah polisi mendapat laporan kasus pemalsuan BPKB dari Ni Kadek Sudiawati (48). Kejadiannya berawal ketika Sudiawati membeli mobil Swift nopol DK 168 NN dari tersangka Jero Ratna pada 14 September 2012 seharga Rp 150 juta. Saat itu korban membayar uang mukanya Rp 100 juta kepada tersangka. Sisanya, Rp 50 juta dibayar setelah tersangka Jero Ratna menyerahkan BPKB mobil kepada korban. Kasus pemalsuan BPKB palsu ini akhirnya terbongkar setelah korban didatangi petugas finance 29 Desember tahun 2013. Petugas finance mengatakan bahwa mobil yang dibeli Sudiawati dari tersangka Jero Ratna akan ditarik karena menunggak pembayaran kredit.

MBP/sriwiadnyana

Tersangka Ni Wayan Sudiasih alias Jero Ratna (tengah), bersama komplotannya saat diamankan aparat Polres Klungkung pada Februari 2014 lalu.

34

7 - 13 April 2014


Mengingat ada yang ganjil, korban kemudian mengecek BPKB mobilnya ke Kantor Samsat Klungkung pada 27 Januari 2014. Setelah dicek, ternyata BPKB yang diberikan tersangka memang palsu, sehingga korban akhirnya melaporkan Jero Ratna ke polisi atas kasus penipuan. Setelah diselidiki, Jero Ratna akhirnya ditangkap. Dalam pengembangan di lapangan, polisi mengetahui kalau Jero Ratna tidak bekerja sendirian. Polisi kemudian menangkap pelaku lainnya yakni Totok Sutanto yang berperan sebagai perantara. Totok ditangkap petugas di bengkel las miliknya di Br. Glumpang, Sukawati, Gianyar, pada tanggal 7 Februari 2014. Dari penangkapan Totok, polisi kembali mendapat informasi bahwa ada pelaku yang berperan sebagai perantara dan pembuat BPKB di wilayah Probolinggo. Polisi kemudian mengejarnya

sampai ke sana. Tersangka Subairi (64) yang pensiunan guru SD ini ditangkap di rumahnya. Sedangkan pembuat BPKB palsu yakni Rahiman berhasil kabur ketika diburu. Menurut AKP Nyoman Wirajaya, selain menciduk ketiga tersangka, polisi juga mengamankan sebuah mobil Suzuki Karimun dan Daihatsu Terios yang nopolnya dipalsukan. Selain memalsu BPKB, Jero Ratna ternyata juga memalsukan tiga sertifikat tanah. Sertifikat tanah tersebut juga digunakan untuk mencari uang di bank. Tersangka Jero Ratna mengaku nekat memalsukan BPKB gara-gara punya utang di rentenir Rp 200 juta dengan bunga Rp 1 juta per hari. Selain itu dia mengaku nekat menipu agar tidak diketahui suaminya yang bekerja di kapal pesiar. Atas perbuatannya saat itu Jero Ratna dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Begitu pula dengan

kedua tersangka lainnya dijerat Pasal 378 KUHP juncto 56 karena ikut membantu melakukan penipuan dengan ancaman kurungan penjara maksimal lima tahun. Berdasarkan informasi yang diperoleh aparat Polres Klungkung saat itu, tersangka Jero Ratna diduga memiliki jaringan, karena menurut informasi, ada sembilan mobil lagi di Bali yang dibuatkan BPKB palsu. Hal itu kini terbukti dengan terungkapnya belang Jero Ratna yang menipu istri polisi di Bangli Ni Wayan Supadmi, warga Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli ini. Puspajingga

HardysMalls Sambut Hari Raya Nyepi Çaka 1936 Buka pelayanan dari pukul 08.00 sampai pukul 23.00, promo khusus beli baju baru ambil 4 bayar 1 dan diskon di supermarket hingga 30 persen. SEBAGAI bentuk pelayanan prima kepada pelanggan setia Hardys menyambut hari raya Nyepi, Extra time buka pelayanan HardysMalls mulai tanggal 27 – 29 Maret 2014, yakni buka pelayanan pukul 08.00 Wita dan tutup pelayanan sampai pukul 23.00 Wita. Khusus untuk Hardys Panjer dan Hardys Batubulan, buka pelayanan dimulai pukul 07.00 Wita dan tutup pelayanan sampai pukul 23.00 Wita. Selain itu bagi Pelanggan Setia Hardys juga dimanjakan dengan promo spektakuler ambil 4 bayar 1, diskon barang kebutuhan hari raya Nyepi hingga 30 persen, diskon khusus bagi pemegang kartu HCC serta Program “Beli Lebih Banyak Lebih Murah” untuk pemilik kios, warung kecil dan sektor mikro lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Operasional HardysRetail Ni Komang Indrayani seusai menggelar Rapat Manajemen Final persiapan menyambut season hari raya Nyepi pada Rabu (26/3) di Head Office GH Holdings, Jalan Tukad Pakerisan 100 X, Panjer, Denpasar. Menurut Indrayani, pelayanan ekstra ini diberikan sebagai bentuk apresiasi untuk momen hari raya Nyepi yang biasanya digunakan sebagai momentum berkumpul bagi keluarga besar dalam suasana sukacita dan bahagia. ‘’Segala kebutuhan baik primer maupun sekunder selama persiapan menyambut hari

raya Nyepi bisa didapatkan di HardysMalls di Pengusaha lulusan Fakultas Teknik Inseluruh Bali, apalagi ditunjang dengan parkir dustri, Institut Teknologi Bandung (ITB) yang luas dan nyaman,’’ paparnya. yang sempat menjadi profil di Harian NaKhusus bagi yang menginginkan baju sional Kompas tersebut juga menyampaikan baru pada momen Nyepi atau yang ingin ucapan selamat menyambut hari raya Nyepi membahagiakan keluarga dengan memberi- Çaka 1936 kepada seluruh masyarakat Bali kan hadiah baju baru kepada keluarga besar, dan stakeholder GH Holdings. ‘’Semoga promo ambil 4 bayar 1 menjadi pilihan ter- hari raya Nyepi Çaka 1936 ini bisa menjadi baik untuk berbelanja busana super murah momen terbaik untuk melakukan perenundan berkualitas ‘’Ambil 4 pcs, yang dibayar gan spiritual sehingga bisa menjadi pribadi cukup 1 saja untuk barang-barang bertanda yang lebih baik sesuai ajaran agama,’’ khusus, ini adalah promo terbaik kami yang tandasnya. (ad) diberikan sebagai wujud apresiasi dan kecintaan kepada pelanggan setia Hardys,’’ ujarnya. Ditemui terpisah, Presiden Direktur GH Holdings Ir. Gede Agus Hardyawan didampingi Ketut Rukmini, SP., selaku Komisaris Utama menyatakan, hari raya Nyepi Çaka 1936 di pengujung Maret ini adalah salah satu momen penting di tahun 2014 unPemberlakukan extra time dan diskon di semua outlet HardysMalls, tuk memberikan menyambut hari raya Nyepi Çaka 1936, tanggal 31 Maret 2014. Tampak pelayanan terbaik salah satu outlet HardysMalls mulai dipadati pelanggan setia. Kapasikepada pelanggan tas parkir yang luas dan nyaman dengan berkonsep green juga menjadi setia Hardys. keunggulan penting HardysMalls.


LINGKUNGAN

Korban

Proyek Pemerintah Kawasan hutan mangrove yang menjadi korban di seputar jalan tol di atas perairan Benoa, Nusa Dua.

R

imbun hijau daun mangrove merapat padat. Akar-akarnya kokoh menyembul di balik air yang tenang. Sekilas ada bias cahaya merah, biru, dan sekelebat bayang hitam. Sayang, warna itu bukanlah spektrum yang dihasilkan matahari dan air. Rupanya hanya sampah yang terjebak. Tak banyak yang tahu, Bali memiliki hutan mangrove terbaik di seluruh Indonesia. Hutan mangrove itu tak lain kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai. Berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya, Tahura merupakan kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan. ‘’Jenis asli dan atau bukan asli, mangrove dimanfaatkan bagi kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, budaya, pariwisata dan rekreasi,’’ jelas Kepala UPT Tahura Ngurah Rai Mochtar Irwan Abdullah. Berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan No. 544/Kpts-II/1993 tanggal 25 September 1993, luas kawasan Tahura Ngurah Rai mencapai 1.373,5 hektar.

36

7 - 13 April 2014

Dalam perjalanannya, kawasan Tahura kerap menjadi ‘’korban’’ proyek-proyek pemerintah. Mulai dari perluasan Bandara Ngurah Rai, jalan tol di atas perairan (JDP) Benoa-Nusa Dua dan yang terbaru untuk memuluskan proyek U-Turn timur demi alasan kelancaran arus lalu lintas. Namun, Irwan membantah bila luasan kawasan Tahura mengalami pengurangan akibat adanya proyek. ‘’Yang berkurang adalah vegetasi yang kena perabasan. Karena itu, pengelola proyek diwajibkan untuk menanam kembali hutan mangrove, baik pada lokasi yang terkena proyek maupun di sekitarnya,’’ ujar Irwan. Dari data Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah 1, sedikitnya ada 18 vegetasi mangrove serta 15 mangrove pendamping yang hidup di Tahura Ngurah Rai. Vegetasi ini belum termasuk tanaman lain yang mencapai 12 jenis tanaman. Di dalam vegetasi mangrove yang tergolong lengkap ini, hidup puluhan jenis burung, ikan, krustacea, dan mollusca. Sayangnya, keberadaan mangrove dan satwa di dalamnya kini terganggu dengan sampah. ‘’Tantangan paling utama adalah

masalah sampah. Upaya yang dilakukan adalah mengajak peran serta masyarakat yang mau peduli tentang kebersihan dan kelestarian hutan mangrove. Bagi siapa saja yang mau ikut melakukan aktivitas bersih-bersih di hutan mangrove kami sangat mendukung,’’ kata Irwan. Staf Seksi Kelembagaan Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah 1 I Wayan Suparta menuturkan, sampah-sampah mulai menjejali kawasan Tahura pada 1997. Dulunya di sepanjang sungai kecil dalam kawasan hutan banyak ditumbuhi pohon pisang. Namun, akhirnya banyak dirabas untuk kepentingan pemukiman khususnya kos-kosan. ‘’Bahkan, karena banyak yang datang ke sini mencari pekerjaan, di pinggir sungai itu dimanfaatkan sebagai tempat kos-kosan. Lalu mereka tanpa sadar membuang sampah jauh, akhirnya nyangkutnya di Tahura,’’ tuturnya. Mangrove sejatinya berfungsi sebagai penahan sampah agar tidak lolos ke laut. Namun jika dibiarkan sampah menumpuk bisa membuat mangrove mati. Tak hanya sampah, mangrove juga bisa menahan laju sedimentasi tanah yang dibawa oleh sungai.


Baik sampah atau sedimentasi tanah, semuanya akan terkumpul di akar mangrove. ‘’Jadi di laut terumbu karang aman. Cuma kalau tidak dibersihkan terus menerus, ya mangrove akan mati karena perakaran tertutupi, sama kayak kita kalau leher kita dicekik, otomatis lambat laun akan mati. Itu salah satu dampak sampah kalau kita tidak tanggulangi,’’ lanjutnya. Kekhawatiran Suparta cukup beralasan karena mangrove memiliki fungsi teramat vital, khususnya bagi kelangsungan daerah pesisir. Pasalnya, sebagai hutan lindung mangrove mampu mencegah angin laut masuk ke daratan. Mangrove bisa mengubah air laut menjadi tawar, sehingga sumursumur warga tidak ada lagi yang payau. Perakaran mangrove juga dapat menahan abrasi yang bisa menyebabkan kerusakan di bibir pantai. ‘’Jadi pada saat gelombang itu datang, akar mangrove itu berupa tunjang, dia itu berupa pensil dia akan memecah, setelah dipecah-pecah sampai di daratan, tekanan gelombang itu sudah turun, nol, jadi tidak terjadi abrasi di dara-

tan,’’ paparnya. Dari sisi ekonomi, mangrove mendatangkan manfaat yang tak ka lah vital. Akar-akar mangrove yang menjadi tempat ikan berlindung dan berkembang biak banyak membawa penghasilan bagi warga sekitar. Suparta mencontohkan, masyarakat sekitar biasa memasang perangkap kepiting dan mencari udang di malam hari. ‘’Masyarakat memasang perangkap kepiting kurang lebih 10 sampai 12, karena disini objek wisata biasanya langsung dijual karena ada pengunjung yang ingin beli, per kilonya Rp 35 ribu, dengan waktu 2 jam mereka bisa berpenghasilan Rp 200 ribu lebih, malamnya juga mencari udang,’’ ujar papar Suparta. Satu lagi fungsi mangrove adalah sebagai penyuplai oksigen khususnya di Kota Denpasar. Satu are saja mangrove dirabas atau ditebang, maka akan memberi dampak yang signifikan bagi lingkungan. ‘’Dampaknya pasti ada. Satu are kalau dalam satu persegi are hilang otomatis abrasinya makin besar. Di samping itu bagi hewan, fauna itu kan tempat tinggal-

nya di sana. Burung bangau itu pada siang hari mencari makan ke sawah, sore dia kembali lagi di sini untuk sebagai rumahnya, tempatnya berkembang biak juga. Dengan adanya hilang itu kan memengaruhi flora faunanya,’’ tegas Suparta. Hal yang sama diungkapkan Direktur Walhi Bali Suriadi Darmoko. Menurut Suriadi, mangrove fungsinya lima kali lebih besar dibanding hutan tropis. Namun masa tanamnya memerlukan waktu lama. Mangrove mati akibat sampah, proyek atau pencemaran seperti yang terjadi di dekat pintu masuk Pelabuhan Benoa tidak hanya merusak lingkungan. Tapi juga mengurangi suplai oksigen untuk warga Denpasar. ‘’Jika kemudian kita di Denpasar kehilangan satu are saja, itu adalah kerugian besar bagi Denpasar. Tidak hanya lingkungan yang dirusak, suplai oksigen untuk warga Denpasar juga diganggu karena mangrovenya mati dan hutannya berkurang,’’ ujar Suriadi. Rindra 7 - 13 April 2014

37


PARIWISATA

MEA 2015

Penonton atau Pemain?

P

asar tunggal ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diterapkan mulai Januari 2015 membawa tantangan tersendiri bagi sektor jasa dan bisnis di Indonesia. Seperti diketahui liberalisasi sektor jasa akan mengakibatkan mobilitas tenaga kerja terampil intra-ASEAN. Siap atau tidak siap tantangan dan peluangnya yang sudah ada di depan mata harus disikapi dengan arif. Namun, diakui atau tidak kebijakan ini membuat keder berbagai kalangan. Khususnya yang menilai belum ada persiapan di bidangnya sementara arus ekonomi, distribusi bahkan tenaga kerja akan bebas masuk dan keluar negara yang tergabung dalam MEA. Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Ngurah Wijaya mengatakan, isu mengenai arus bebas pada saat MEA agar menjadi perhatian serius berbagai pihak. Agar pada saat MEA nanti penduduk lokal khususnya di Bali tidak hanya menjadi penonton di negerinya sendiri. “Khususnya mengenai tenaga kerja ini. Sebelum adanya MEA, tenaga kerja asing sudah cukup banyak di Bali. Ditambah lagi dengan adanya MEA nanti. Arus keluar masuknya bisa lebih mudah lagi. Lalu bagaimana tenaga kerja lokal Bali,” ungkapnya. Apalagi, kata dia, dari pemaparan narasumber yang hadir pada saat acara tersebut dikatakan apabila ada warga negara asing yang menikah dengan warga lokal, maka warga asing tersebut diperbolehkan untuk bekerja di Indonesia. Namun, dengan catatan tidak boleh membangun badan usaha. “Kami baru tahu juga ternyata yang seperti ini dibolehkan. Tambah banyak lagi pesaing tenaga kerja di Bali. Persoalan ini mesti dicari jalan keluarnya. Apa yang perlu kita lakukan agar dapat berkompetensi dan menjadi pemain,” terangnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, I Gusti Agung Sudarsana menjabarkan selama tahun 2013 terdaftar 1792 tenaga kerja asing di Bali. Sementara pada 2014 diharapkan hanya bertambah 8 orang saja menjadi 1.800. “Karena target kami berbeda dengan target seperti pendapatan parkir. Kalau pendapatan parkir semakin

38

7 - 13 April 2014

besar pendapatannya semakin bagus artinya kinerjanya. Tetapi kalau soal tenaga asing ini semakin menurun angkanya malah semakin bagus,” ucapnya. Dia berharap para pengusaha yang ada di Bali dapat mengharuskan atau memberikan sertifikasi pada tenaga kerjanya. Karena itu merupakan modal utama untuk bersaing dengan tenaga kerja asing. “Selama ini tenaga kerja asing yang bekerja di Bali diwajibkan untuk mentransger ilmunya pada tenaga kerja lokal. Tetapi sejauh mana prosesnya inilah yan tidak terkontrol. Karena itu jalan yang dapat ditempuh adalah dengan mensertifikasi pekerja. Utamanya pada saat MEA nanti. Persaingannya akan tambah ketat,” katanya. Selain itu, yang perlu menjadi catatan, lanjut Agung adalah belum adanya regulasi mengenai jangka waktu lamanya tenaga asing dapat bekerja di Bali. “Itu yang sayangnya belum ada regulasinya. Padahal itu juga bisa menjadi salah satu cara untuk semakin mengurangi tenaga kerja asing. Sehingga dapat memberdayakan pekerja lokal. Kualitas kita juga tidak kalah kok,” sebutnya. Sementara Akademisi Politeknik Negeri Bali Ir. Made Mudhina, M.T. mengatakan, tenaga kerja lokal harus meningkatkan kompetensi jika tidak ingin jadi penoton di negeri sendiri. Terlebih 2015 pemerintah tidak lagi bisa membatasi naker asing yang ingin bekerja di Bali. Untuk itu, calon tenaga kerja harus dibekali skill sejak di bangku kuliah. “Untuk menghadapi persaingan, naker harus dibekali sertifikasi kompetensi khusus sejak kuliah. Sehingga setelah lulus mereka tidak hanya menjadi pemikir, namun juga siap berkecimpung dunia industri tidak hanya jadi penonton,” ujarnya. Selama ini dikatakan Mudhita perguruan banyak yang hanya melahirkan tenaga pemikir dengan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru. Sayangnya upaya itu terbentur dengan masalah permodalan, akibatnya banyak lulusan sarjana yang menjadi pengangguran. “Lulusan sarjana juga wajib dibekali keahlian khusus untuk menghadapi persaingan,” tandasnya. Parwata


IMTA dan Sertifikasi Benteng Hadapi MEA Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sebagai bagian dari pembangunan komunitas di ASEAN, menjadi mimpi buruk bagi tenaga kerja Bali, karena kualitas SDM belum dipersiapkan untuk menghadapi persaingan melawan tenaga kerja asing. Sekarang hanya izin sertifikasi untuk tenaga kerja lokal prosesnya harus di percepat, dan untuk tenaga kerja asing yang memiliki IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) di Bali harus di seleksi kembali agar dapat mendukung pariwisata budaya Bali. Direktur Lembaga Sertifikasi Pariwisata Indonesia Ketut Putra Suarthana mengatakan, mengantisipasi gempuran tenaga asing yang nantinya datang ke Bali harus ada sistem seleksi yang ketat. Dengan begitu, kahadiran tenaga kerja asing itu mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan pariwisata budaya Bali. “Mereka yang datang ke Bali harus dibatasi dengan menguji kembali kompetensinya. Jadi, mereka tidak masuk secara bebas tetapi perlu penyaringan secara ketat,” katanya. Menurutnya semua tenaga kerja Bali sebenarnya berkompetensi. Namun, kompetensinya itu harus bisa dibuktikan. Dalam UU Pariwisata No : 10 Tahun 2009 tepatnya Pasal 55 dan 54 ditegaskan, setiap tenaga kerja pariwisata harus memiliki sertifikat kompetensi. Hal itu dikuatkan dengan Perpres No : 25 Tahun 2012 yang mewajibkan kepemilikan sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP). Dengan adanya aturan ini, pemerintah sudah menargetkan 10.000 calon tenaga kerja pariwisata yang sudah di-ACC untuk tahun ini yang dibiayai pemerintah. “Tetapi, kami juga ditugaskan untuk mengecek di luar Bali dan juga di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, di Bali dalam tahun ini akan dilaksanakan baru sampai 6.000 tenaga kerja pariwisata,” ucapnya. Kepala BP3TKI Wayan Pageh mengatakan pemkot/pemkab di Bali memegang peran sentral dalam menata masalah ketenagakerjaan tersebut dengan tepat

MBP/dok

Sejumlah buruh mengelar aksi demo menolak pasar bebas yang akan diberlakukan 2015.

menjalin koordinasi yang harmonis dengan Pemprov Bali dalam hal ini Disnaker Provinsi Bali. Pasalnya, pemkab/pemkot itulah yang sejatinya memiliki sumber daya. Ditegaskan, pasar kerja ada dua yakni pasar kerja luar negeri dan dalam negeri. “Di pasar kerja dalam negeri, suplay dan demand bisa di kendalikan oleh pemerintah secara bersama-sama,” ujarnya. Pageh menambahkan, pihaknya bersama Disnaker kabupaten/kota dan provinsi sedang merintis untuk pasar kerja luar negeri. Dalam penyediaan calon tenaga kerja akan dilakukan Disnaker kabupaten/kota dengan melaksanakan pendataan dan wawancara ditambah juga perjanjian penempatan TKI. Namun dia mengakui, hal itu sampai saat ini belum jalan karena belum ada anggaran. “Tetapi konsepnya sudah ada dan nantinya bisa dipergunakan oleh Disnaker kabupaten/kota,” katanya. Kadisosnaker Denpasar Made Erwin Suryadarma mengatakan, SDM Bali harus dipacu kualitasnya secara terus-menerus sehingga benar-benar dalam kondisi siap menghadapi MEA. Mereka harus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang dipersyaratkan dunia kerja. “Syukur ada peluang IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing - red) di Indonesia di mana pendapatan dari IMTA itu diserahkan ke kas daerah. Karena di sana ada dana pengembangan, keahlian dan keterampilan, inilah yang akan dipergunakan untuk mengembangkan keterampilan dan keahlian,” katanya. Menurut dia, Denpasar dalam posisi dilematis. Di satu sisi ada keinginan menutup peluang untuk tenaga asing, namun di satu sisi mereka sangat diperlukan seperti untuk meningkatkan kualitas SDM tenaga kerja lokal. Dikatakan, Kota Denpasar sudah mempunyai perda mengenai pengetatan tenaga kerja asing. Nantinya, pekerja asing yang bekerja di Denpasar, mereka akan kena retribusi 100 dolar per bulan atau 1.200 dolar per tahun. Retribusi ini nanti masuk ke kas daerah dan kas daerah ini nanti diharapkan untuk memperkuat keahlian dan keterampilan penduduk lokal serta lembaga pelatihan kerja (LPK) akan diperkuat. Parwata 7 - 13 April 2014

39


MBP/Ist

APRECIATION DAY XL mengadakan Bali Apreciation Day belum lama ini untuk menunjukkan cinta dan apresiasi pada pelanggan setianya. Acara yang berlangsung setengah hari ini membagikan sekitar 5.000 kartu perdana XL Internet Unlimited seharga Rp 49.000 secara cuma-cuma. Selagi menunggu, pelanggan juga disuguhi hiburan dan makanan serta minuman secara gratis.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40

7 - 13 April 2014


MBP/Suryawan

MELASPAS RESTORAN - Shankara Resto yang terletak di Sanur belum lama ini menyelenggarakan ritual melaspas. 7 - 13 April 2014

41


WISATA

Bedulu, Desa Wisata Arkeologi N ama desa ini, sejatinya tidaklah begitu asing. Baik bagi wisatawan, terlebih lebih bagi para arkeolog. Bedulu, ya Desa Bedulu. Desa tergolong kuno ini terletak di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar atau sekitar 14 km dari Kota Denpasar. Tempat ini banyak menyimpan peninggalan sejarah abad XI. Tradisi-tradisi tempo dulu yang unik masih lestari

42

7 - 13 April 2014

hingga saat ini. Kehidupan masyarakatnya masih asri dan hormonis sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Perbekel Desa Bedulu Drs. Ketut Rinata mengatakan, Desa Bedulu terkenal sebagai desa wisata arkeologi karena banyak peninggalan-peninggalan purbakala. Candi Tebing misalnya. Objek wisata yang terletak di Banjar Tegalinggah merupakan relief manusia zaman dulu yang termasuk situs purbakala.

Objek wisata ini berada di tepi Sungai Petanu. Untuk bisa sampai di sana, wisatawan harus melewati sawah-sawah yang lebih banyak difungsikan sebagai tambak udang, lele dan ikan lainnya. “Meski belum ada pengelola yang pasti, namun objek wisata sejarah ini sering dikunjungi wisatawan, terutama muridmurid sehabis mengikuti tes sumatif,� katanya.


Relief Yeh Pulu juga sebagai tempat wisata sejarah yang menarik. Untuk mencapai relief itu harus berjalan melalui anak tangga yang diiringi suara gemericik air. Begitu masuk Candi Bentar relief sepanjang 25 meter dengan tinggi 2 meter auranya semakin terasa. Pada relief ini dilukiskan tentang kehidupan di dalam hutan sehari-hari dan aktivitas masyarakat tempo doeloe. Yeh Pulu terletak di Banjar Batu Lumbang. Berdasarkan ceritera penjaga di sana, relief ini ditemukan pada tahun 1951 oleh punggawa Ubud dan berdasarkan gaya pahatan relief ini berasal dari abad XIV masehi. Wisatawan asal Cina, Jepang dan Eropa paling ramai berwisata ke sini. Sebab, mereka bisa melakukan tapa semadi di goa-goa tebing itu. Desa Bedulu juga memiliki objek wisata unik lainnya seperti Gua Gajah. Gua itu berbentuk huruf T dan pada dinding pintu masuk sebelah kanan terdapat prasasti singkat ditu-

Yeh Pulu dan relief-relief yang ada menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

lis dengan huruf Kadiri Kwadrant berasal dari abad XI masehi. Di depannya terdapat kolam dan arca pancuran. Dan pada salah satu bangunan tersimpan arca Hariti (Men Brayut dan arca penjaga). Relief ini paling banyak dikunjungi wisatyawan. Di Pura Arjuna Metapa juga menyimpan peninggalan arkeologi berupa dolmen, miniatur candi, arca ganesa yang dikeramatkan dan sebagai media pemujaan. �Desa Bedulu yang dulunya merupakan pusat kerajaan banyak memiliki peninggalan purbakala. Bahkan banyak juga ditemukan di rumah-rumah penduduk berupa stuva,� papar Perbekel Rinata. Tradisi-tradisi unik, jelas Perbekel

Rinata masih lestari hingga sekarang. Beberapa di antaranya nampiog dan siat sampian. Dan untuk melengkapi atraksi wisata yang ada, pihaknya bakal mengembangkan rute trekking. “Rutenya mulai dari Gua Gajah hingga sampai ke selatan pancuran, persawahan Subak Kedangan, Wanayumas, Subak Buruan kemudian tembus di Desa Buruan. Lokasi ini sedang digarap pemerintah Ginyar,� ucapnya. Budarsana LAPORAN

www.bali-travelnews.com


TRADISI

Lukisan Wayang Kamasan

L

ukisan wayang klasik gaya kamasan selalu mencuri perhatian para pencinta seni dan sejarah di Bali, bahkan dunia. Kekhasan lukisan kamasan tiada duanya, karena diciptakan dengan pakem atau tingkat kerumitan tinggi. Itulah karya besar leluhur masyarakat Desa Kamasan, Klungkung sejak zaman kerajaan hingga sekarang, yang telah menjadi identitas Kabupaten Klungkung dalam karya seni. Namun, dalam perjalanannya, para penekun lukisan kamasan mulai khawatir dengan kelestarian tradisi melukis wayang kamasan. Kini, banyak lukisan kamasan tercipta tanpa mempertahankan pakem. Bahkan, yang lebih menghawatirkan adalah regenerasi penekun lukisan kamasan kian menyusut. Bagaimana para tetua di Desa Kamasan menyikapi ancaman ini? Desa Kamasan telah menjadi sentra industri seni di Kabupaten Klungkung. Selain identik dengan lukisan wayang klasik gaya kamasan, juga berkembang industri rumah tangga lain seperti kerajinan blongsong peluru yang telah menjadi ikon cenderamata pemerintah daerah di setiap kunjungan kerja, bersama lukisan kamasan. Lahirnya seni lukis wayang klasik di desa wisata itu, menurut cerita para penekun tradisi lukisan kamasan di desa setempat, terinspirasi dari cerita Raja Boma. Seperti yang pernah diungkapkan pelukis senior asal Banjar Sangging, Desa Kamasan Nyoman Mandra. Raja Boma kala itu memiliki seorang patih bernama Mahodara. Konon, sang Patih Mahodara pernah diutus oleh Raja Boma sebagai duta ke Kerajaan Duarawati, kerajaan yang diperintah oleh Raja Kresna. Ternyata, Patih Mahodara yang dilukiskan sebagai sosok raksasa ini berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Keberhasilan itu tidak terlepas dari taksu yang terpancar dari dalam diri Patih Mahodara. Dari cerita itu, di Desa Kamasan sendiri, seniman pertama yang dikenal menyajikan lukisan wayang klasik gaya kamasan bernama Gede Modara. Sosok Modara terkenal piawai menuangkan inspirasinya dengan menggoresan tangan di atas kain atau reterit. Dari goresan tangannya, dia mampu menghasilkan sebuah lukisan wayang dengan mayoritas narasi cerita legenda Ramayana dan Mahabaratha. Dari Modara ini lahirlah generasi seniman lainnya di Desa Kamasan.

44

7 - 13 April 2014

Wayang klasik sudah ada sejak zaman Kerajaan Gelgel yang diperintah Dalem Waturenggong. Saat ada sebuah upacara di Kerajaan Majapahit, Dalem Waturenggong diberikan hadiah sekeropak wayang bermata satu. Namun, dalam perjalanannya seniman Modara bersama seniman lainnya dalam berkarya, sudah mulai mengubah pakem dengan membuat lukisan wayang bermata dua dengan posisi miring. Hasil karya para seniman, kamasan saat itu kian tersohor. Pada generasi berikutnya, Raja Klungkung, Ida I Dewa Agung Jambe, memberikan kesempatan kepada para seniman ini untuk berkarya. Karya para seniman di Desa Kamasan juga mendapat penghormatan raja. Di mana, hasil karya mereka dipasang di dinding plafon bangunan Kertha Gosa yang dibangun sekitar tahun 1910, yang kini menjadi situs bersejarah kebanggaan masyarakat Klungkung. Namun, Gede Modara sang seniman yang pertama kali menyajikan seni lukis wayang klasik gaya kamasan tidak ikut terlibat langsung dalam pembuatan lukisan untuk Kertha Gosa. Sebab, seniman legendaris itu tutup usia sekitar tahun 1830. Beberapa nama yang diketahui terlibat langsung dalam pembuatan lukisan wayang di Kertha Gosa di antaranya K Rembug, Nyoman Sulaya, Pan Sempreg, Nyoman Dogol, Pan Ngales, Pan Remi, Wayan Kayun dan Wayan Lengep. Atas jasa para seniman ini, Raja Klungkung lalu memberikan sebidang tanah untuk penghidupan para seniman. Masyarakat Kamasan pun memberikan bentuk penghormatan kepada seniman Modara, dengan mengabadikan nama itu sebagai nama jalan utama di Desa Kamasan. Semenjak itulah lukisan wayang klasik kamasan terus berkembang dan mencapai puncak keemasan. Lukisan kamasan selain narasinya mengambil cerita Ramayana dan Mahabaratha, penggambarannya juga tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Ciri khas lukisan wayang klasik kamasan, selain didominasi penggunaan warna alam, lukisan dibuat datar atau dua dimensi, tangan lurus, tidak ada perspektif, anatomi tubuh tidak kelihatan, style langit dibuat dengan lukisan bentuk daun. Karakter lukisan terlihat dari bentuk muka, ukuran badan, kostum dan pewarnaan. Pakem inilah sampai sekarang masih dipertahankan oleh para seniman sepuh di Desa Kamasan dan sangat dikagumi

dunia. Namun, di tengah tingginya perhatian dunia, belakangan muncul lukisan klasik kamasan yang jauh dari pakem aslinya. Nyoman Mandra mengaku prihatin dengan kondisi itu. Tidak sedikit yang sudah melenceng dari pakem asli lukisan klasik kamasan. Situasi ini sulit dibendung. Perkembangan ini cukup mengganggu makna sebenarnya dari lukisan klasik kamasan yang mengedepankan pakem atau gaya klasiknya secara turun-temurun. Dia meminta pelukis dapat menjaga kualitas lukisan. Sehingga pegiat lukisan kamasan tidak hanya mementingkan kuantitas lantaran tingginya permintaan atau pesanan dari luar. “Banyak pelukis saya lihat belum memberi jiwa terhadap lukisannya. Pelukis harus mampu menjaga kualitasnya, bukan hanya mengejar kuantitas demi target-target tertentu,� tegasnya. Bagiarta


Dikagumi Asing, “Telantar” di Rumah Sendiri REGENERASI para pegiat tradisi seni lukisan wayang klasik gaya kamasan kini menjadi sorotan. Ironisnya, warga asing dari berbagai belahan dunia sangat mengagumi hasil karya spektakuler para seniman Desa Kamasan ini. Buktinya, sebanyak 130 delegasi APEC Voices Of The Future tahun lalu dari 21 negara, berdatangan melihat dari dekat lukisan kamasan itu. Ada juga mahasiswa dan dosen dari dari Western University Australia bersama dosennya belum lama ini melihat dari dekat proses pembuatannya. Bahkan, mereka langsung belajar dasar-dasar melukis lukisan klasik wayang kamasan. Namun, tingginya perhatian dunia, berbanding terbalik dengan animo masyarakat menekuni

tradisi ini. Bentuk perhatian pemerintah daerah dalam mendorong kelestarian wayang klasik Kamasan juga patut dipertanyakan. Seniman muda lukisan kamasan, Wayan Pande Sumerta mengakui, memang tidak mudah menekuni tradisi leluhur ini. Bagi pemula, hal yang paling sulit adalah tahap awal melakukan sketsa gambar, kemudian melakukan pewarnaan agar nampak hidup atau berjiwa. “Kalau belajar sketsa saja biar bagus membutuhkan waktu lebih dari lima tahun, dengan catatan orangnya ulet dan tekun dalam belajar,” katanya. Perkembangan lukisan klasik kamasan belakangan juga makin bagus, tetapi di luar negeri. Banyak orang asing yang datang padanya untuk belajar langsung bagaimana membuat lukisan klasik Kamasan yang benar, sesuai dengan pakemnya. Bahkan, kata dia banyak order dari luar negeri. Situasinya jauh berbeda di mana seni lukis ini tumbuh. Melihat periodesasi seniman lukis wayang klasik kamasan, dulu hampir setiap rumah, penghuninya adalah seorang seniman lukis. Namun saat negeri ini dilanda krisis berkepanjangan, di mana krisis sudah menghacurkan sendi-sendi perekonomian masyarakat, perlahan para seniman lukis mulai kurang semangat berkarya. Mereka tidak lagi mengelola kesabaran, mengelola rasa dalam menggoreskan tangan di

atas kanvas untuk melahirkan karya seni. Namun orientasi sejumlah seniman mulai bergeser ke arah pragmatis. Hanya segelintir seniman yang waktu itu masih tetap bertahan, bahkan sampai saat ini masih setia melakoni kegiatan mengolah rasa dalam bentuk melukis wayang klasik. Menurut Nyoman Mandra, minat generasi muda untuk terjun ke dunia seni mulai menurun. Malah seniman lukis yang sudah lama bergelut dengan kanvas, banyak yang alih profesi sebagai tukang prada. “Terjadinya pergeseran orientasi, lebih ke materi, karena faktor tuntutan ekonomi,” katanya. Terjun ke dunia seni sangat tergantung dari minat dan hobi. Minat dan hobi itu perlu ditumbuhkan sejak usia dini melalui intraksi yang intensif dengan kegiatan-kegiatan semisal di sekolah agar ada ekstra kulikuler belajar melukis, lomba melukis maupun pameran lukisan. Banyak media yang bisa digarap untuk melahirkan seorang seniman yang punya keteguhan hati, keteguhan rasa untuk melestarikan dan mengembangkan seni lukis di Bali. Hal serupa juga menjadi perhatian seniman lainnya, Gede Weda Smara. Kini, pihaknya aktif melakukan pembinaan terhadap perkembangan lukisan klasik kamasan. Sementara Kadisbudpar Klungkung Wayan Sujana mengatakan juga tetap berupaya menjaga kelestariannya dari sisi sosialisasi hasil industrinya dan menjadikan Desa Kamasan sebagai desa wisata dan sebagai salah satu objek wisata andalan Klungkung. Sementara kalau dari perkembangan industrinya, kata dia, itu menjadi wilayah Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan. Bagiarta

Lukisan kamasan yang dipasang di langit-langit Kertha Gosa kini menjadi magnet bagi wisatawan asing maupun lokal untuk mengunjungi objek wisata Kertha Gosa. 7 - 13 April 2014

45


ER TPRRAODPI S I TI

Memilih Material untuk Dinding Rumah

S

alah satu penopang penting dalam setiap bangunan adalah dindingnya. Terlepas nantinya ďŹ nishing dinding bangunan itu mau diplester atau diwarnai bagaimana, hal yang pertama harus diperhatikan adalah bahan yang menjadi konstruksi dinding. Saat ini banyak pilihan disediakan pasar mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, tidak lagi hanya terpaku pada bata merah, batako atau sejenisnya. Kini ada pilihan hebel atau batako ringan dan gypsum. Sebelum pilihan dijatuhkan, maka perlu diketahui kelebihan dan kekurangan dari material tersebut agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Sebab, apabila material sudah terpasang permanen ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka dengan terpaksa harus dibongkar dan menggantinya. Yang umum ditemukan dalam pembangunan perumahan, material dinding bangunan biasanya dipilih batako yang terbuat dari campuran semen dan pasir kasar. Proses pembuatannya biasanya dilakukan dengan cara dicetak atau dipres, yang pada bagian tengahnya berongga cukup besar. Bagian rongga ini bila tidak diisi dengan adukan pasangan, merupakan titik kelemahan material ini. Sebab, akan terdapat banyak ruang kosong yang menyebabkan daya pikul beban maupun daya tahan terhadap benturan dari dinding sangat lemah. Selain itu, ruangan yang terbuat dari dinding batako akan lebih panas dibandingkan material lainnya. Cuma, kelebihan batako harganya lebih murah terutama dalam hitungan meterpersegi bila dibanding bahan lain. Belakangan terutama di Bali, masyarakat kembali memilih bahan batu merah untuk dinding. Apalagi, dalam bangunan dengan stil Bali (tradisional), pemilihan bata merah sudah pasti dikombinasikan dengan batu padas. Batu bata/bata merah sendiri terbuat dari tanah liat yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan

46

7 - 13 April 2014

berwarna kemerah-merahan. Dinding yang terbuat dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain itu, lebih kuat dan kokoh serta tahan lama sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding. Selain kuat dan kokoh serta adem (tidak panas), pemakaian batu bata untuk dinding juga membuat ruangan kedap suara. Pemakaian batu bata juga mudah dalam pengaplikasian berbagai macam ďŹ nishing, seperti cat dan wallpaper. Pemakaian batu bata juga mudah dalam penempelan furnitur dan aksesoris lainnya. Yang paling menonjol, pemakaian bata merah tanpa diplester akan memberi kesan klasik dan eksotis pada rumah. Ini dapat dilihat dari rumah tradisional Bali, rumah-rumah klasik di Eropa, Inggris dan lainnya. Di balik berbagai kelebihanya itu, dinding batu bata juga mempunyai beberapa kelemahan. Di antaranya, bahan bata mempunyai ukuran yang tidak presisi sehingga waktu pengerjaannya juga menjadi relative lebih lama dibandingkan

batako atau hebel. Stok material di pasaran tergantung musim, karena sebagian besar masih diproduksi secara tradisional. Seiring kemajuan teknologi dan desakan kebutuhan masyarakat, kini muncul material baru untuk pembuatan dinding. Namanya adalah hebel atau masyarakat lazim menyebutnya sebagai bata ringan. Hebel terbuat dari campuran pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang juga berperan dalam memengaruhi kekerasan hebel. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Adonan beton aerasi ini lantas dipotong sesuai ukuran. Sugiarta/dari Berbagai Sumber


Bata Ringan untuk Bangunan Bertingkat DUNIA konstruksi modern belakangan tidak banyak lagi yang menggunakan kayu sebagai rangka bangunan/rumah. Kini lebih banyak digunakan rangka baja ringan dengan pertimbangan berbagai kelebihannya. Salah satunya, ya sesuai namanya lebih ringan dibandingkan kayu. Dalam hal perawatan, juga lebih mudah karena tidak ada kekhawatiran dimakan rayap, busuk atau lapuk karena lembab. Lebih dari itu, bisa diproduksi secara massal dengan ukuran pasti dan rapi serta bahan tidak terbatas (langka atau punah pada kayu). Selain rangka baja ringan, kini untuk dinding juga telah banyak yang memilih atau menggunakan bata ringan (hebel). Material bata ringan sangat cocok bila dipakai pada bangunan yang bertingkat banyak (3 lantai ke atas). Sebab, akumulasi bobot material pada jumlah lantai yang banyak akan jauh lebih ringan daripada material bata biasa, sehingga mengurangi beban struktur. Bata ringan sebenarnya adalah beton ringan Autoclave Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Bahan dasar AAC maupun CLC adalah semen, pasir dan air. Pembuatannya pada prinsipnya hampir sama, yaitu menambahkan gelembung-gelembung udara pada campuran beton sehingga volume beton mengembang dan bersifat lebih perforated daripada beton biasa. Otomatis bobotnya akan jauh lebih ringan daripada beton biasa, bahkan bisa mengapung di air. Untuk bata ringan AAC, digunakan aluminium pasta sebagai pengembang dan pengerasannya dilakukan di dalam

bilik yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Proses ini biasa diterapkan pada industri skala besar. Sedangkan CLC, menggunakan foam agent yang dicampurkan dengan mixer pada adukan beton untuk memunculkan micro bubble di dalam adukan beton. Proses pendinginan dilakukan pada udara terbuka sehingga bisa diterapkan pada industri bata ringan skala kecil. Di pasaran saat ini material bata ringan ada 2 macam, yakni yang berwarna putih dan agak abu-abu. Perbedaannya terletak pada jenis pasir yang menjadi bahan pembuatnya. Bata ringan yang berwarna putih menggunakan bahan dasar pasir silika yang berwarna putih, sedangkan bata ringan yang berwarna abu-abu menggunakan pasir biasa. Secara perbandingan kekuatan, keduanya tidak terlalu jauh berbeda. Dalam setiap kelebihan suatu bahan atau material bangunan yang dipilih, pastilah ada kelebihan dan kekurangannya. Demikian halnya dengan hebel si-bata atau beton ringan, mempunyai beberapa kekurangan. Yang pertama, pastilah harganya lebih mahal. Dalam pemasangannya, perlu tukang dengan keahlian khusus. Sebab, kalau dipasang asal-asalan, kepresisiannya akan hilang. Untuk yang satu ini, jatuhnya pastilah kembali ke soal biaya, yakni ongkos tukang. Selain perlu tukang dengan keahlian khusus, beberapa jenis bata ringan harus dipasang dengan semen khusus (semen instan). Walaupun, ada beberapa jenis yang bisa dipasang dengan semen biasa. Yang lebih riskan lagi terutama bagi mereka yang suka pasang-pasang berbagai aksesoris rumah/dinding, hebel ini tidak bisa dipaku karena material bersifat per-

forated. Bila ingin menggantung lukisan atau furnitur di dinding yang terbuat dari bata ringan, harus menggunakan baut dengan ďŹ sher. Dalam pemasangan bata ringan, untuk menjaga supaya adukan pasangan (baik dengan semen instan maupun semen biasa) bisa mempunyai ketebalan yang sama, maka digunakan sendok khusus yang mempunyai gigi-gigi persegi di ujungnya yang biasa disebut roskam. Beda dengan bata merah dan batako, pasangan ini hanya menggunakan campuran semen dan air saja, tanpa pasir. Selain itu, setelah dinding bata ringan terpasang, tidak perlu diplester. Boleh-boleh saja diplester, tetapi justru kelebihan material ini adalah kepresisiannya yang tinggi sehingga dinding yang dihasilkan sudah akan langsung rata. Selain itu, bata ringan agak susah kering, harus menunggu beberapa hari agar kering betul untuk selanjutnya diaplikasikan ďŹ nishing dinding seperti cat dan wallpaper. Dengan bobot yang ringan, pemakaian bata atau beton ringan sangat cocok untuk bangunan bertingkat. Selain itu, pemakaian bata ringan akan jauh mempermudah deliveri material ke lantai-lantai atas. Pengerjaan yang cepat akan mereduksi beban tenaga kerja. Dengan demikian, harga material bata ringan yang lebih mahal akan terkonversi dengan desain struktur yang lebih murah (karena beban lebih ringan). Biaya tenaga kerja juga jatuhnya menjadi lebih murah karena waktu pengerjaan lebih singkat dibandingkan batako apalagi batu bata atau bata merah. Sugiarta/dari Berbagai Sumber 7 - 13 April 2014

47


HIBURAN

’’Surya Namaskar’’ D

ewa Budjana kembali meluncurkan karyanya. Tahun ini, dia merilis album baru bertitel “Surya Namaskar” (surya = matahari, namaskar = salam). Ada delapan lagu pada album yang diproduseri IGN Bagus Wijaya Santosa. Seperti pada album solo sebelumnya, Budjana pada album ini berkolaborasi dengan musisi internasional seperti drumer Vinnie Colaiuta, basis Jimmy Johson, synthesizer Garry Husband, gitaris Michael Landau. Beberapa musisi tradisi Indonesia juga dilibatkan yaitu Mang Ayi yang mengisi vokal, Kang Pupung memainkan instrumen berdawai tarawangsa dan Kang Iya pada kecapi. “Saya sengaja meramu musik dari Tanah Air dengan musik Barat kontemporer,” kata Budjana yang memainkan gitar malam itu di RW Lounge, Kemang. Diir-

ingi sederet musisi lokal yaitu Shadu (bas), Yandi (drum), Didiet (violin) dan Don Joesran (keyboards), Budjana menggebrak 8 nomor di album barunya dengan manis dan liat. Musisi nasional tak kalah hebat dibanding permainan dan improvisasi musisi mancanegara seperti di rekaman. Delapan nomor tersebut adalah “Fifty”, “Duaji & Guruji”, “Capistrano Road”, “Lamboya”, “Kalingga”, “Campuhan Hill”, “Surya Namaskar” dan “Dalem Waturenggong”. Budjana mengaku, album barunya ini menjadi semacam penghormatan dirinya kepada gitaris yang pernah menginspirasinya sebagai musisi. Komposisi “Duaji & Guruji” (bahasa Bali yang artinya “orangtua dan guru”) terbersit dari impian Budjana untuk bermain lagi dengan gitaris John McLaughlin, yang dianggap sebagai salah seorang “guru”-nya. Ipik Tanoyo

Gitaris Indonesia Dewa Budjana memerlihatkan album terbarunya berjudul “Surya Namaskar” saat peluncuran di Jakarta, baru-baru ini. Album kolaborasi bersama musisi internasional, Jimmy Johnson dan Vinnie Colaiuta tersebut merupakan album solo ketujuh yang direkam secara live di Los Angeles, Amerika Serikat pada Oktober 2013 dan akan rilis di pasar musik internasional pada April 2014.

48

7 - 13 April 2014


Julie Estelle

Berlatih Jadi ’’Pembunuh’’ PERAN menantang sebagai pembunuh bayaran membuat aktris Julie Estelle berlatih keras bela diri. Julie merupakan salah satu pemeran dalam film karya Gareth Evans, “The Raid 2 Berandal”. Julie menjadi seorang pembunuh bayaran yang dijuluki Hammer Girl dengan senjata andalan palu. Adik dari pembawa acara Cathy Sharon ini mengaku tidak memiliki latar belakang bela diri sebelumnya. Ia pun menghabiskan waktu selama enam bulan untuk latihan fisik dan bela diri. Dalam film ini, Julie mendapat porsi dua adegan berkelahi. Julie berlatih intensif hampir setiap hari untuk mempersiapkan film ini. “Birubiru, kena pukul, sih biasa,” kata Julie tentang film action pertamanya itu. Saat ditemui di peluncuran film

“The Raid 2 Berandal”, Julie mengaku dirinya tidak mengalami cedera berat saat latihan maupun pengambilan gambar. “Aku nggak pakai stunt, semua lakuin sendiri,” katanya. “The Raid 2 Berandal” diputar untuk pertama kalinya di Festival Film Sundance, Amerika Serikat, awal tahun ini. Julie berharap sambutan di Indonesia tidak kalah meriah dengan di Sundance. Film ini juga dibintangi oleh Iko Uwais, Yayan Ruhian, Tio Pakusadewo, Arifin Putra, dan Oka Antara. “The Raid 2 Berandal” beredar di bioskop Indonesia mulai tanggal 28 Maret. Ipik Tanoyo/Pusdat BP


PROFIL

Carolina

Pertahankan Budaya Bali B

erkarier di Bali memang memberikan kesan beda bagi perempuan kelahiran Jakarta Selatan, 13 Oktober ini. Rasa kekagumannya terhadap adat, seni dan budaya Bali, membuatnya bersemangat jika ditanya tentang Bali. Dia adalah Carolina, yang saat ini tengah sibuk menjalankan tugasnya sebagai Restaurant Manager di Shankara Resto & Bar. Carolina mengatakan, bahwa di tempat kerjanya sekarang dia selalu mengangkat dan memasukkan unsur Bali. “Saya betah tinggal di Bali karena suasananya beda dengan yang lain. Oleh sebab itu, semua unsur Bali saya masukan di restoran ini. Terutama menu-menu di sini yang sebagian besar tradisional,” ungkap perempuan yang akrab disapa Carol ini. Selain menu, kata Carolina, dia juga masukkan kesenian Bali seperti tari-tarian yang diangkat sebagai hiburan. “Potensi Bali banyak. Saya selalu promosikan Bali, salah satunya dengan mempersembahkan pementasan tari di sini dan ini yang saya promosikan ke kolega-kolega. Tak heran, meskipun baru soft opening, sudah banyak yang datang,” tuturnya. Kecintaannya terhadap budaya Bali, membuatnya senang mempelajari sejarah. Dia juga salut dengan masyarakat Bali terutama di daerah pedesaan yang masih welcome dan bisa pertahankan adat. “Di daerah lain terutama kota-kota besar, adat sedikit ditinggalkan. Padahal, setelah saya pelajari, adat ini yang mempersatukan Bali. Hal ini juga saya terapkan di tempat kerja bersama karyawan. Kita saling bahu-membahu dan bekerja sama dengan baik dalam tim,” terangnya. Namun, yang paling disesalkan, ujar Carolina, banyak pendatang dari luar Bali yang tidak peka terhadap Bali. Bahkan orang Bali sekalipun. “Saya sering kesal di jalan kalau lihat orang buang sampah sembarangan. Sebenarnya, lambat laun ini bisa merusak lingkungan bahkan menjadi kebiasaan buruk. Sebagai pendatang, wisatawan dan pengunjung Bali. Sebaiknya kita bersama-sama jaga keasrian Bali, agar keindahannya selalu bisa kita nikmati di masa depan,” sarannya. Ocha LAPORAN www.bali-travelnews.com

50

7 - 13 April 2014


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 32 by e-Paper KMB - Issuu