REK
LAM
ASI
23 | 3 - 9 Februari 2014
Ke Jakarta Selamatkan Bali
RP RP 20.000 20 00 000 0
DAFTAR ISI KILAS BERITA Dugaan Suap Pilkada Bali FOR Bali Lapor ke KPK 6 LAPORAN UTAMA Ke Jakarta Selamatkan Bali 8
Satukan Langkah Selamatkan Bali 10 Jangan Ada Lagi Upaya Intimidasi 11 POLITIK Menggugat Hibah, Membidik Kursi 12 LINGKUNGAN Angin Barat, ’’Banjir’’ Sampah Kiriman 14 Sampah Jadi Bubur 15
Berubah Jadi ’’Letter S’’ 24 Penanganan Skoliosis
Lebih dari 40 Derajat, Wajib Dioperasi 25
LENSA Destinasi Baru 26 OLAHRAGA Genie, ”Sharapova” dari Kanada 28
Julio Bria Pengalaman Diskualifikasi 30 KRIMINAL Teganya Membuang
Bayi di Jalan 32
EKONOMI Bisnis Kendaraan di Bali
Menarik, bak Wanita Cantik 36
OPINI Transaksi Demokrasi Lokal 16 JAJAK PENDAPAT Jajak Pendapat
PARIWISATA Profesi ”Guide” Dilirik Warga Asing 38 Pramuwisata Ujung Tombak Pariwisata 39 EVENT Bersih Sampah 41 BUDAYA Disarankan, Jangan Ajak Pacar
ke Pura Tanah Lot 42
Netralitas Hanya Jargon Politik 17
PENDIDIKAN Perencanaan Pembelajaran Tak Matang
Transfer Ilmu Tak Terarah 18
MANCANEGARA Aksi Mafia Berkedok Pizza 20 DAERAH Rakus Lahan dan Air
Pro-Kontra Rencana Lapangan Golf di Kintamani 22 KESEHATAN Cara Duduk Salah Tulang Belakang Dapat
TRADISI Gambang, Karawitan Tua yang Langka 44 PROPERTI Pintu Kamar Berhadap-hadapan
Bikin Penghuni Sering Bertengkar 46 Ruang Bermain Anak Utamakan Faktor Keselamatan 47 WISATA DTW Alas Kedaton
Jalan Setapak Menuju ke ’’Kerajaan Kera’’ 50 3 - 9 Februari 2014
3
DARI PEMBACA
Bermasalah dengan Rakyat
S
aya mengutip pembicaraan tokoh veteran Bapak I Wayan Rugeg berapa waktu lalu. Katanya, untuk saat ini memang seperti apa yang dikatakan presiden pertama RI, pemerintahan di Bali bermasalah dengan rakyat kalau sampai reklamasi terjadi. Bermasalah dengan rakyat berarti bermasalah dengan Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Karena kita orang Bali punya budaya, adat-istiadat menyucikan laut, tempat kita melakukan upacara melasti pada waktu sebelum hari raya brata panyepian pada hari raya Nyepi. Pan Kobar Tabanan
Pulau Bali Bisa Habis
J
ika Teluk Benoa jadi direklamasi maka ke depannya malah Pulau Bali bisa habis. Dasar analisisnya sebagai berikut: Teluk Benoa adalah kantong yang bisa melemahkan derasnya arus air laut selatan. Kalau teluk ini ditutup maka arus air laut selatan akan menghantam pesisir selatan Bali baik ke timur maupun ke barat. Ini sudah terbukti dengan direklamasinya Pulau Serangan, maka abrasi besar terjadi di pantai Sanur ke timur. Bisa dicek, lahan masyarakat yang kena abrasi sudah mundur di atas 10 meter, itu hanya beberapa tahun saja.Pertanyaan saya: 1. Apakah kita rela mendapatkan daratan di Tanjung Benoa yang tidak seberapa, dengan mengorbankan daratan Bali lainnya yang akan terus menerus tergerus arus? 2. Siapakah yang akan diberikan daratan Tanjung Benoa tersebut, sedangkan daratan orang Bali terus menerus berkurang? 3. Apakah begini karakter orang Bali sekarang? Merusak diri sendiri dan hanya mementingkan diri sendiri serta tidak berpikir panjang jauh ke depan. Semoga Bali masih bisa diselamatkan. Jero Mangku Prajapati Buduk, Mengwi, Badung
Waspadai Musim Hujan
D
alam musim hujan yang berkepanjangan ini tentu kewaspadaan kita bersama dituntut lebih, terutama terhadap kemungkinan terjadinya banjir. Kita di Bali masih bersyukur banjir tidak terjadi sebagaimana terjadi di daerah lain di Indonesia. Namun, kewaspadaan semua pihak harus terus ditingkatkan, karena musim hujan bisa membawa musibah. Seperti tumbangnya pohon besar yang sudah hidup puluhan tahun hendaknya diperhatikan oleh para petugas, apakah mesti ditebang atau dipotong ranting dan dahannya. Jika tidak, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Yang juga penting ditertibkan dan dibersihkan, tempelan reklame yang masih banyak menghiasi tempat-tempat strategis di Denpasar. Mesti ditugaskan petugas khusus untuk melakukan gebrakan kebersihan kota dari reklamereklame liar ini, demi kenyamanan kota dan warga kota. I Made Jara Atmaja Jl. Nusa Indah, Gang II/3 Denpasar
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Sri Hartini, Suana, Sueca, Yudi Winanto Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Diah Dewi, Yudi Karnaedi, Wira Sanjiwani, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Widana. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Adnyana, Gianyar: Agung Dharmada, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Budi Wiryanto Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Syamsudin Karim, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
3 - 9 Februari 2014
4
5
KILAS BERITA
Dugaan Suap Pilkada Bali
FOR Bali Lapor ke KPK
F
orum Masyarakat Peduli dan Cinta Bali (FOR Bali) untuk kedua kalinya menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan mereka ke gedung lembaga antirasuah tersebut dilakukan untuk melaporkan adanya
MBP/ade
dugaan suap senilai Rp 200 miliar yang mengalir ke Akil Mochtar, mantan Ketua MK yang menjadi ketua hakim panel Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilkada Bali. ‘’Hari ini kita sudah melakukan pelaporan pengaduan atas dugaan kasus suap sengketa Pilkada Provinsi Bali. Kemudian bukti-bukti sudah kita sampaikan semua (ke KPK), kita tunggu tindak lanjut pemeriksaan dari KPK,’’ kata kuasa hukum FOR Bali Risa Mariska, Senin (20/1). Risa meyakini bahwa dalam memutus perkara Pilkada Bali, Akil telah berbuat curang dengan menerima suap seperti halnya pada kasus sengketa Pilkada Gunung Mas dan Kabupaten Lebak. Oleh karena itu, pihaknya merasa yakin untuk melaporkan dugaan suap tersebut kepada KPK, meski tak menyebut secara pasti siapa pihak yang menggelontorkan duit Rp 200 miliar ke Akil. Wandi
Air Subak Genangi SDN 1 Baktiseraga HALAMAN sebelah barat SDN 1 Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, sejak musim hujan ini setiap hari mengalami banjir. Banjir ini terjadi lantaran saluran irigasi milik Subak Lobong, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dan Subak Uma Panji, Kecamatan Suaksada tertutup sampah, hingga airnya meluap dan menggenangi halaman sekolah. Akibatnya, siswa kesulitan tempat bermain dan halaman sekolah terkesan kumuh karena luberan air subak itu juga menghanyutkan sampah plastik dari kawasan permukiman di sekitarnya. Pantauan di lapangan, Selasa (21/1), saluran irigasi itu tepat berada di sebelah SDN 1 Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Tepat pada batas sekolah yang belum dilengkapi dengan pagar, saluran irigasi itu tampak sempit. Bahkan sudah tertutup oleh sampah dan batang pohon yang ikut dihanyutkan oleh air ketika hujan turun. Volume air yang cukup besar kemudian meluber dan menggenangi halaman belakang SDN 1 Baktiseraga.
6
Kepala SDN 1 Baktiseraga, Kecamatan Buleleng Putu Ada, membenarkan jika sekolah yang dipimpinnya itu sejak musim hujan selalu kebanjiran. Masalah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun belum mendapat perhatian untuk perbaikan dari kelompok subak yang memakai air irigasi tersebut. Mudiarta
MBP/mud
MBP/bud
Molor, Penyelesaian Proyek Stadion Amlapura PROYEK pembangunan Stadion Amlapura, penyelesaiannya molor. Ketua Komisi B DPRD Karangasem Nyoman Oka Antara dan anggota Nyoman Suardana, Selasa (21/1), saat meninjau pembangunan stadion itu di Padangkerta, Karangasem, menyampaikan proyek itu ditargetkan selesai akhir Desember lalu. Namun, dari laporan pihak Dinas PU baru selesai dikerjakan sekitar 75 persen. Sementara dari pengamatan, pekerjaan masih sekitar 10 persen. Saluran air atau drainase belum selesai dikerjakan. Kontraktor baru tampak membuka papanpapan pengecor tembok keliling. Padahal, kata Oka Antara, pekerjaan proyek senilai Rp 3,390 miliar itu dianggarkan melalui APBN melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. Selain pembangunan stadion berupa pembuatan lintasan, perataan dan penanaman rumput, pembangunan saluran air atau draninase, serta tembok keliling belum tuntas. Tembok keliling ada dari batu bata, sebagian lagi juga dengan pagar besi. Budana
3 - 9 Februari 2014
6
7
LAPORAN UTAMA
Ke Jakarta Selamatkan Bali
P
uluhan komponen yang peduli lingkungan, Rabu (22/1) lalu, menyatakan sikap bersama menolak reklamasi kawasan pesisir di Indonesia. Komponen yang menyatakan sikap tersebut; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Serikat Petani Indonesia (SPI), Komite Mahasiswa Pemuda Anti-Kekerasan (Kompak), Youth Food Movement (YFM), Lembaga Studi Aksi untuk Demokrasi (LS-ADI), Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Indonesian Human Right for Social Justice (IHCS), PBHI Jakarta, Walhi Jakarta, Jaringan Riset Kolektif (Jerk), Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI). Dalam pernyataan sikap yang dikirim ke redaksi Bali Post itu disebutkan, sebagai negeri bahari dengan panjang pantai mencapai 81.000 km, mestinya wilayah pesisir merupakan potensi besar yang dimiliki oleh bangsa ini dengan seluruh kekayaan alam di dalamnya dan memiliki fungsi ekologis yang tidak terhingga untuk hari ini dan generasi yang akan datang. Sayangnya, kawasan pesisir yang memiliki fungsi ekologis yang tinggi terancam dengan berbagai kebijakan pembangunan. Salah satunya adalah proyek reklamasi di berbagai wilayah, antara lain Teluk Benoa, Teluk Palu, Teluk Kendari dan Teluk Jakarta. Sementara Perubahan Undang-undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pesisir dan Pulau Pulau Kecil tidak memproteksi kawasan pesisir Indonesia dari proyek reklamasi. Secara khusus, mereka mendesak agar pemerintah pusat menghentikan segala upaya yang memuluskan proyek reklamasi Teluk Benoa, termasuk dengan alasan Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan menyiasati melalui tata ruang wilayah. Tata ruang, baik di nasional maupun wilayah, mestinya
8
menjadi instrumen penting untuk memproteksi kawasan-kawasan yang memiliki fungsi ekologis tinggi. Selain menyatakan sikap bersama, mereka juga mengirim surat kepada Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Mereka meminta agar segera mencabut dan atau mengeluarkan dan atau membatalkan penetapan KPI Benoa dengan fokus investasi rencana reklamasi Teluk Benoa karena penetapan KPI Benoa dengan fokus investasinya reklamasi Teluk Benoa dari program MP3EI karena bertentangan dengan tata ruang (vide: Perpres 45 Tahun 2011, Pasal 55 ayat 5 jo Perpres 122 Tahun 2012, Pasal 2 ayat (3). Selain kepada UKP4, mereka juga bersurat kepada Presiden Yudhoyono. Jakarta, 23 Januari 2014. Kerusakan lingkungan hidup Indonesia semakin masif yang berujung pada berbagai bencana lingkungan yang terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia dalam beberapa hari ini dengan korban jiwa yang begitu besar dan kerugian lain yang ditimbulkan akibat bencana. Teluk Benoa di Bali adalah salah satu dari sekian banyak wilayah yang memiliki fungsi ekologis yang begitu tinggi yang harus diselamatkan untuk hari ini dan generasi yang akan datang. Proyek Teluk Benoa yang dilakukan oleh PT TWBI yang akan menghabiskan kawasan mencapai 838 hektar. Karenanya, bencana banjir dan abrasi pantai akan setiap saat mengancam warga jika reklamasi pantai tetap dilakukan. Koordinator Pendidikan dan Penguatan Jaringan Kiara Selamet Daroyni, menyatakan bahwa proyek reklamasi yang ada di berbagai Indonesia merupakan bentuk kemudahan bagi pengusaha untuk menguasai lahan-lahan di pesisir dan memberikan dampak bagi penghidupan nelayan dan semakin memperparah kota-kota pesisir karena hilangnya daya dukung lingkungan yang berakibat pada bencana banjir. I Wayan “Gendo” Suardana menga-
takan, bahwa selama ini penyelamatan Teluk Benoa bukan hanya disuarakan oleh aktivis lingkungan hidup, namun seluruh elemen masyarakat Bali di antaranya para seniman dan musisi yang peduli dengan kondisi lingkungan hidup di Bali dan Indonesia. Jerinx SID (Superman is Dead), Gembul Navicula, Coki Netral, Sarasdewi di antaranya yang mendukung penyelamatan lingkungan hidup di Bali. Lagu ‘’Tolak Reklamasi’’ diciptakan dan disuarakan oleh para musisi dan aktivis. Panggung-panggung solidaritas dari para musisi adalah salah satu bukti kepedulian terhadap lingkungan yang begitu besar. Jerinx SID, Gembul Navicula dan Coki Netral sebagai musisi yang menyuarakan penyelamatan Teluk Benoa menyatakan bahwa, “penyelamatan Teluk Benoa me-
3 - 9 Februari 2014
8
MBP/dok
Penolakan reklamasi Teluk Benoa akhirnya sampai juga ke Jakarta. Kali ini, forum yang terdiri dari sejumlah LSM di Bali mendatangi Istana Merdeka, Jakarta. Mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa. Langkah Perjuangan ForBALI yang ‘’mengadu’’ kepada Presiden SBY, Komnas HAM dan Ombudsman dinilai sangat tepat, sebab segala upaya dan saluran di Bali sudah tertutup .
mang harus disuarakan oleh lebih banyak lagi, karena proyek reklamasi Teluk Benoa bukan hanya mengancam lingkungan hidup, kawasan konservasi dan biota laut yang ada di dalamnya, namun juga penghancuran nilai sosial dan kultural masyarakat di Bali. Jerinx SID menambahkan bahwa sampai kapanpun dengan sekuat tenaga kami akan terus berupaya menyelamatkan Teluk Benoa dan LH di Indonesia, dan perjuangan inilah yang akan kami sampaikan kepada anak cucu kami. Nur Hidayati, Kepala Departemen
Advokasi dan Kampanye Walhi mengatakan keterlibatan musisi dan para seniman dalam setiap advokasi dan kampanye penyelamatan lingkungan hidup bersama Walhi, menandakan bahwa memang isu lingkungan hidup adalah isu semua orang karena ini menyangkut soal keberlanjutan kehidupan, bukan hanya untuk hari ini, juga generasi yang akan datang. Proyek reklamasi pantai bukan hanya terjadi di Teluk Benoa, namun daerah lain seperti Jakarta, Manado, Kendari, dan Palu. Banjir di Jakarta dan Manado
harusnya bisa menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk tidak terus melanjutkan proyek reklamasi. Situasi bencana ekologis di berbagai daerah di Indonesia yang semakin masif dan meluas juga sekaligus dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk terus menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup Kami percaya bahwa dukungan dari masyarakat yang kuat akan menjadi warning agar pemerintah dan pemilik modal besar tidak seenaknya berinvestasi dan merusak lingkungan hidup dan sumber kehidupan rakyat. (*) 3 - 9 Februari 2014
9
9
LAPORAN UTAMA
Satukan Langkah Selamatkan Bali
P
erjuangan ForBALI yang tak kenal lelah mendapat apresiasi banyak kalangan yang peduli Bali. Langkah mereka ‘’mengadu’’ kepada Presiden SBY, Komnas HAM dan Ombudsman dinilai sangat tepat. Laporan ke instansi di pusat itu diyakini sebagai langkah tepat, sebab segala upaya dan saluran di Bali sudah tertutup dan membuktikan lembaga legislatif dan eksekutif di Bali tak bisa diandalkan. Misalnya saja, tidak pernah ada respons dari DPRD Bali kendati berkali-kali ForBALI demo menuntut Dewan mendesak atau merekomendasikan Gubernur agar mencabut SK 1727 yang memberi izin PT TWBI melakukan kajian rencana reklamasi selama dua tahun. “Kami mendukung upaya perjuangan ForBALI ke pusat. Sebab perjuangan ke legislatif dan eksekutif di Bali sudah mentok, tak ada respons,” kata pengamat tata ruang Universitas Udayana (Unud) Dr. Putu Rumawan Salain, pekan lalu. Rumawan menilai semua saluran di Bali sudah ditempuh dalam upaya menolak reklamasi Teluk Benoa, mulai dari perjuangan ke wakil rakyat di DPRD Bali hingga ke Gubernur Bali. Tetapi memang sejauh ini penolakan itu tak digubris. “Ke eksekutif dan legislatif tak ditanggapi. Lalu ke mana kita harus mengadu? Memang salah satu alternatifnya adalah ke pusat lewat Komnas HAM dan Ombudsman RI. Bagi orang yang mencintai Bali dan memahami kebohongan yang sekarang sedang berlangsung di Bali, perjuangan ke pusat itu adalah langkah tepat. Itu upaya yang diharapkan masyarakat Bali,” kata Rumawan. Menurutnya, mestinya wakil rakyat di DPRD malu, sebab tak mampu menyerap aspirasi dan bersama-sama rakyat berjuang menolak upaya eksploitasi alam dan lingkungan Bali. “Kita di Bali dicurangi
10
pusat dengan cara-cara yang tidak elegan. Misalnya, ada upaya mengubah aturan untuk melegalkan reklamasi. Tetapi ke mana wakil rakyat kita? Lalu siapa yang membela kepentingan masyarakat Bali? Di sisi lain kekuatan masyarakat Bali juga dipecah belah oleh pihak tertentu, katanya. Ia berharap Komnas HAM dan Ombudsman RI segera menindaklanjuti laporan. “Publik juga harus terus mendorong dua lembaga itu agar segera menyikapi laporan itu. Masyarakat Bali juga mesti terus kenceng menolak reklamasi. Jangan sampai kita mau dipecah belah,” tandasnya. Akademisi Universitas Warmadewa Prof. Wayan Runa juga menilai Perjuangan ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi) ke pusat untuk menolak reklamasi Teluk Benoa patut mendapat dukungan. “Semasih bisa berjuang mari kita berjuang seoptimal mungkin. Ketika perjuangan sudah maksimal tetapi belum berhasil, berarti ada kekuatan lain yang lebih kuat dari penolakan masyarakat Bali,” katanya. Ketika aspirasi masyarakat Bali, katanya, diabaikan bisa saja pola kekuasaan lebih banyak bermain. Namun, perjuangan tak boleh berhenti. “Kita harus tetap berjuang sekala niskala dan masyarakat Bali harus kompak,” tegasnya. Pihaknya mengapreasi penuh perjuangan ForBALI dan berharap nurani masyarakat Bali tergerak untuk berjuang bersama-sama. “Kami berharap pemerintah lebih bijak menyikapi masalah ini. Kalau reklamasi ditolak, lebih baik rencana itu ditunda, jangan dipaksakan,” ujarnya. Membisunya pihak legislatif dan aksekutif terkait asiparasi penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa, juga disayangkan Ketua DPD Partai Nasdem Badung Putu
Suyantha. Oleh karena itu, azas transparansi dan akuntabilitas pemerintah serta DPRD Bali patut dipertanyakan. “Makanya kita harus mempertanyakan komitmen para wakil rakyat yang tidak pernah bersuara keras untuk kepentingan masyarakat. Kita sebagai masyarakat Bali harus menjaga alam dan lingkugan di sini (Bali-red). Jangan mau mereklamasi dengan alasan untuk menjaga lingkungan,” tegasnya secara terpisah. Suyantha mendukung upaya ForBALI melapor ke Komnas HAM dan Komisi Ombudsman RI serta aksi demo di depan Istana Merdeka. Daripada bersuara keras di Bali tetapi tidak didengar dan ditanggapi, lebih baik disampaikan langsung ke pusat. Supaya masyarakat di luar Bali juga tahu dengan situasi penolakan yang dilakukan kalangan masyarakat Bali. Dikatakannya, masyarakat Bali mestinya bersatu merapatkan barisan mendukung perjuangan itu jika tidak ingin lingkungan Bali hancur dan diobrak-abrik. “Dewan itu kan wakil dari pada masyarakat sehingga wajib hukumnya mendengarkan aspirasi rakyat. Selain itu, mereka duduk di sana digaji oleh rakyat,” ujarnya. Dia berharap pemerintah pusat, Komnas HAM, dan Komisi Ombudsman RI menindaklanjuti perjuangan ForBALI itu. Alam dan lingkungan Bali harus dijaga oleh semua pihak, bahkan rakyat Indonesia. Praktisi hukum, Rizal Akbar Maya Poetra juga menilai perjuangan ForBALI ke pusat itu langkah tepat. Namun apabila pengaduan ke Komnas HAM tidak mendapat respons positif, Rizal Akbar menyarankan lebih baik ajukan class action (gugatan yang mewakili kepentingan masyarakat). Karena jika reklamasi dilaksanakan akan menimbulkan kerugian bagi kepentingan umum. Widana/Ngurah
3 - 9 Februari 2014
10
Jangan Ada Lagi Upaya Intimidasi GAUNG penolakan reklamasi Teluk Benoa akhirnya sampai juga ke Jakarta. Kali ini, forum yang terdiri dari sejumlah LSM di Bali itu mendatangi Istana Merdeka, Jakarta, pekan lalu. Mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa. “Kedatangan kami di sini untuk meminta Presiden SBY menghentikan segala upaya politik untuk mereklamasi Teluk Benoa. Kami juga meminta Presiden SBY memerintahkan Gubernur Bali untuk mencabut seluruh rencana terkait reklamasi Teluk Benoa,” kata Ketua Dewan Daerah Walhi Bali Wayan Gendo Suardana saat orasi di depan Istana Merdeka. Gendo mengaku akan terus berjuang menghentikan berbagai pihak, termasuk dari salah satu Dirjen di Kementerian Perikanan dan Kelautan yang hendak mengubah Teluk Benoa menjadi lahan bisnis baru pihak-pihak berkepentingan. Dia memahami perjuangan menghentikan program reklamasi ini tidak mudah. Oleh karena itu, pihaknya bergabung bersama sejumlah LSM maupun ormas di seluruh Indonesia yang memiliki misi dan visi sama yaitu mencegah meluasnya kerusakan lingkungan dan menghentikan proyek reklamasi di seluruh Indonesia. Dengan merapatkan barisan, Gendo mengaku penolakan memiliki kekuatan besar. “Kami di sini tergabung dalam jaringan nasional yang tidak hanya bicara Teluk Benoa saja, tetapi juga bicara seluruh proyek-proyek reklamasi di Indonesia yang telah merusak lingkungan. Oleh karena itu, segala tindakan kami tentu akan menjadi tindakan kolektif,” katanya. Dalam pernyataan sikapnya ForBALI mendesak Pemerintah Pusat menghentikan segala upaya yang memuluskan proyek reklamasi Teluk Benoa, termasuk dengan alasan Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan menyiasati melalui tata ruang wilayah. ForBALI-
juga mengajak rakyat Bali untuk kritis dan mengoreksi model pembangunan yang eksploitasi dan mengabaikan daya dukung lingkungan yang terbatas. “Fungsi ekologis hutan Mangrove tidak tergantikan dengan teknologi secanggih apa pun. Selain bencana ekologis yang mengancam, proyek reklamasi di Teluk Benoa juga menghancurkan tatanan sosial budaya masyarakat, khususnya preservasi kultural. Bagi masyarakat Bali, alam memiliki ikatan yang begitu kuat dengan kehidupan religius masyarakat Bali”. Sebelum aksi demo, tiga hari sebelumnya, ForBALI bersama Coki (gitaris band Netral) dan Ketua Prodi Filsafat UI DR. Sarasdewi, melakukan audiensi dan melaporkan kasus reklamasi Teluk Benoa ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Komisi Ombudsman. Laporan itu terkait dengan dugaan maladministrasi. “Gendo” Suardana membuka pelaporan kasus ini dengan mengungkap faktafakta penting terkait dengan proyek reklamasi. Bahwa rencana poyek reklamasi Teluk Benoa itu akan menimbun perairan Teluk Benoa seluas 838 Hektar. Hal ini dapat berakibat pada rusaknya lingkungan hidup dan hancurnya fungsi ekologis dari Teluk Benoa. Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Nasional Walhi menambahkan bahwa proyek reklamasi terus digenjot di beberapa kota di Indonesia. Di mana Pemerintah Daerah berlomba-lomba melakukan reklamasi seperti Jakarta, Bali, Palu, Manado, dan Kendari. Ini tentu menjadi ancaman besar bagi lingkungan hidup dan rakyat, mengingat bencana ekologis, khususnya banjir yang terus meningkat intensitasnya dari tahun ke tahun dengan jumlah korban yang besar. Dr. Sarasdewi, Ketua Prodi Filsafat UI yang turut hadir dalam pengaduan ini memperkuat apa yang dipaparkan oleh ForBALI, bahwa “selain pelanggaran hukum, proyek reklamasi ini juga melanggar hak sosial budaya masyarakat, khususnya preservasi kultural. Bagi
masyarakat Bali, alam memiliki ikatan yang begitu kuat dengan kehidupan religius masyarakat Bali. Komisioner Komnas HAM Nurkholis, yang menemui ForBALI menyatakan bahwa ada dugaan pelanggaran HAM di dalam proyek reklamasi Teluk Benoa ini. Yakni terkait dengan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana yang terdapat dalam Konstitusi dan juga UU HAM. Selain hak atas lingkungan hidup yang dilanggar, juga ada dugaan pelanggaran terhadap hak berekspresi dan menyampaikan pendapat terhadap masyarakat yang menolak reklamasi ini. Komnas HAM berjanji akan memberikan fokus penuh pada kasus ini dan dalam waktu dekat akan mengirimkan surat kepada Gubernur Bali dan Kapolda Bali, agar tidak ada lagi upaya-upaya yang bersifat intimidatif dan mengancam kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat bagi warga negara yang ingin memperjuangkan hak atas lingkungannya. Sementara Komisioner Ombudsman RI yang menerima pengaduan ForBALI menyatakan, segera menindaklanjuti laporan dari ForBALI ini, selain akan mengkoordinasikan dengan Ombudsman Bali, juga akan melakukan pendalaman terhadap fakta-fakta pelanggaran hukum yang dilakukan dalam proyek reklamasi Teluk Benoa ini. Karo Humas Pemprov Bali Ketut Teneng tak mau menanggapi atas dilaporkannya Gubernur Bali ke Komnas HAM dan Ombudsman RI oleh ForBALI. Ia menegaskan, baru akan bersikap jika sudah ada pemberitahuan atau panggilan resmi dari Komnas HAM atau Ombudsman RI terkait hal itu. “Nanti kami akan tanggapi secara bijaksana. Pada saatnya kalau sudah ada panggilan, kami akan siapkan tim hukum. Tetapi kami tegaskan tidak ada maladministrasi oleh Gubernur sebagaimana laporan itu,” tandasnya. Hardianto/Widana 3 - 9 Februari 2014
11
POLITIK
Demokrasi Tak Sebatas Regulasi
P
emilu Legislatif (Pileg) 2014 tinggal hitungan hari. Bahkan, Februari ini para calon wakil rakyat akan memasuki tahapan kampanye. Tahapan Pileg tinggal bergulir, semuanya sudah tersusun rapi. Namun, dalam perjalanannya, Yusril Izha Mehendra melayangkan gugatan uji materiil Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK). Calon Presiden Partai Bulan Bintang ini mengdan Pemilu ggungat g agar g Pemilu Legislatif g Presiden serta Wakil Presiden (Pilpres) bisa digelar serentak. Gugatan ini, hingga ketiga Januari minggu 2014
masih tahap persidangan di MK. Langkah Yusril ini ini tak pelak menimbulkan perdebatan di masyarakat. Politisi pusat dan daerah berada dalam posisi menolak dan menerima. Mereka perang argumen. Bahkan, KPU selaku penyelenggara perintah UU terkait pesta demokrasi juga belum bisa menentukan sikap. KPU berharap MK mengambil keputusan tak sebatas merujuk regulasi, melainkan mencermati potensi konflik dan tantangan jika Pileg dan Pilres digelar serentak tahun ini. ‘’Semua komponen harus berada pada kondisi siap menyelenggarakan demokrasi. Partai politik, lengg KPU dan masyarakat haruslah berada dalam kesepahaman untuk mengelola demokrasi. Tidak bisa hanya mengandemo dalkan dalka regulasi,’’ ujar Ketua KPUD Bali Raka Sandi. Ia mengatakan, hingga saat ini belum melakukan antisipasi khusus terhadap melak langkah langk Yusril Izha Mahendra ini. Ia mengatakan akan tunduk pada perintah meng UU dan d keputusan KPU Pusat dalam menyikapi putusan MK. ‘’Sampai saat meny ini ka kami masih fokus pada pelaksanaan pileg. pileg Belum ada agenda khusus untuk mengantisipasi gugatan tersebut,’’ tegasmeng nya lagi. la Ia berharap MK harus memerhatikan berbagai aspek dalam mengambil kepuberba tusan. tusa ‘’Pesta demokrasi tak hanya tergantung pada regulasi. Jika partai te politik menentang dan rakyat belum siap, maka pesta politik tak akan optimal. Hasilnya juga tak akan mengakomodasi kepentingan
negara secara utuh,’’ ujarnya. Ia mengatakan, plus-minus pemilu serentak memang ada. Setidaknya dari sisi anggaran. Kalaupun ada penyatuan pemilu, tentu ada anggaran yang bisa dihemat. Bahkan, partisipasi pemilih juga akan lebih optimal. Namun, ketika keputusan ini terlalu mendadak, maka semuanya harus dievaluasi kembali. Potensi munculnya masalah baru terhadap pesta demokrasi sangat terbuka. Selain itu, kata dia, secara geografis wilayah Indonesia sangat luas. ‘’Apa mungkin melakukan persiapan Pilpres dalam hitungan hari. Piplres itu menyangkut banyak hal. Mulai dari tahapan sosialisasi, pencalonan, verifikasi hingga persiapan surat suara. Tahapan ini memakan waktu, sehingga MK perlu melakukan pertimbangan dari berbagai sisi dalam mengambil keputusan,’’ ujarnya. Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansyah juga mengaku belum menghitung kemungkinan-kemungkinan bila pemilihan umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilu Presiden - Wakil Presiden dilaksanakan secara serentak. Ferry mengatakan, pihaknya masih fokus untuk melaksanakan Pemilu Legislatif pada 9 Maret nanti dan Pemilu Presiden - Wakil Presiden pada 9 Juli. “Kita belum menentukan apa pun,” kata Ferry. Jika permohonan ini dikabulkan, syarat pengajuan calon presiden dan wakil presiden tidak memerlukan syarat ambang batas perolehan suara di parlemen. Pelaksanaan dua pemilu itu juga akan
Semua komponen harus berada pada kondisi siap menyelenggarakan demokrasi. Partai politik, KPU dan masyarakat haruslah berada dalam kesepahaman untuk mengelola demokrasi. Tidak bisa hanya mengandalkan regulasi Ketua KPUD Bali Raka Sandi
12
3 - 9 Februari 2014
12
dilaksanakan serentak. Ferry mengatakan, pihaknya akan melakukan apa pun perintah undangundang, sekalipun jika MK memutuskan untuk mengabulkan uji materi Yusril. Sementara itu, anggota DPR-RI dari Fraksi PDI-P Hendrawan Supratikno, menegaskan pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) belum bisa dilangsungkan serempak pada Pemilu 2014, tahun ini. “Karena perlu pertimbangan kesiapan KPU, kebutuhan dipertimbangkan, artinya jika itu dilakukan 2019, artinya para caleg ini tidak dirongrong lagi. Menurut dia, lebih bijaksana jika Pileg dan Pilpres serentak diselenggarakan pada Pemilu 2019 mendatang. Ketua Komisi II DPR-RI Agun Gunandjar Sudarsa, yang juga mantan anggota pansus UU paket politik (UU Pileg, Pilpres dan MPR,DPD,DPR,DPRD) menjelaskan bahwa bisa saja MK mengabulkan gugatan tersebut, namun tidak bisa serta-merta langsung dilaksanakan pada 2014 ini. Menurut Agun, andaikata keputusan MK mengabulkan, tetapi selama belum ada aturannya maka putusan belum bisa dijalankan. Dengan demikian yang akan berlaku adalah hukum yang
sudah ada. “Jika putusan MK justru menimbulkan kekacauan, maka sebaiknya diabaikan saja. Sebab, harus ada hal yang lebih diutamakan yaitu kepentingan bangsa dan negara. Logikanya, hukum itu untuk ketertiban, kalau putusan MK itu berpotensi bikin keributan maka tidak usah dijalankan karena belum tentu bermanfaat untuk bangsa dan negara ini,� tegas Agun. Agun juga menjelaskan sebenarnya wacana Pilpres dan Pileg serentak merupakan gagasan semua pihak dan telah dibicarakan lama. Sama halnya dengan pelaksanaan pilkada serentak. Karena itu, tambahnya, jika memang diinginkan adanya pemilu serentak maka sangat mungkin dilaksanakan pada 2019 mendatang. Dira Arsana/Wandy
3 - 9 Februari 2014
13
13
LINGKUNGAN
Angin Barat, ’’Banjir’’ Sampah Kiriman
H
ujan deras disertai angin barat tak hanya menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Indonesia. Kawasan pantai di Badung yang terkenal dengan pasir putihnya juga menerima sampah kiriman. Sampah kiriman yang membanjiri pantai berasal dari sampah yang dihanyutkan air laut di sebelah berat wilayah perairan Kuta, Seminyak dan Legian. Sungai-sungai yang membawa kiriman sampah ke laut
barat memang sangat sulit ditangani. Begitu habis ditangani kebersihannya, datang lagi sampah kiriman baru yang dihempaskan air laut. Inilah fenomena alam hujan disertai angin barat yang membawa sampah kiriman. Di musim angin barat ini jangan harap wisatawan menemukan surga di Pantai Samigita. Siap-siaplah berada di pantai neraka saat hujan dan angin barat sekarang ini. Pantai yang biasanya berpasir putih
MBP/dok
Hujan disertai angin barat membuat wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kuta tak nyaman. Dalam kondisi seperti ini sangat sulit menikmati liburan menyenangkan.
tersebut, kembali dimuntahkan oleh air laut ke pantai lewat tiupan angin barat yang terkenal kencang. Gelondongan kayu, ranting pohon, plastik, dedaunan dan sebagainya terhempas ke Pantai Samigita (Seminyak, Legian dan Kuta). Sampah kiriman inilah yang memusingkan aparat terkait di Badung serta pihak-pihak yang terkait dengan kebersihan pantai di wilayah Samigita. Fenomena sampah kiriman menjadi momok di kawasan pantai wisata di Badung sejak akhir Desember 2013. Lonjakan serbuan sampah kiriman yang dihembuskan angin
14
3 - 9 Februari 2014
berubah kelam dikotori sampah. Sampah berserakan di mana-mana. Air laut yang biasanya bening kebiruan, warnanya berubah kemerahan. Sementara di permukaan air laut tampak gelondongan kayu serta ranting-ranting yang siap berlabuh ke Pantai Kuta, Legian dan Seminyak. Kesan kumuh jelas tak bisa dihindarkan. Banyaknya sampah di pantai akan membahayakan wisatawan yang ingin beraktivitas di air laut Pantai Kuta dengan deburan ombak yang memukau itu. Pemandangan yang kurang mengenakkan ini akan terus terjadi sampai
pertengahan Maret 2014. Sampah kiriman ini dikhawatirkan berimbas pada citra pariwisata di Badung.Dari data yang dipaparkan Kepala Unit Reaksi Cepat DKP Badung Made Gede Dwipayana, selama periode 22 Desember 2013 atau awal kemunculan fenomena sampah kiriman hingga 15 Januari 2014, total sampah yang terkumpul di kawasan Pantai Samigita (Seminyak, Legian dan Kuta) telah mencapai lebih dari 1.000 ton. Dengan adanya sampah kiriman di Pantai Samigita, volume sampah yang diangkut per harinya meningkat rata-rata 2 kali lipat sejak awal Januari 2014 atau mencapai 30 ton. Sampah tak hanya berserakan di tepi pantai. Sampah juga banyak berserakan hingga trotoar dan badan jalan. Biasanya sampah yang berserakan di badan jalan jenisnya dedaunan atau plastik yang terbawa oleh angin barat. Ironisnya, pasir yang ditiupkan angin barat juga turut meluber ke jalanan sehingga membahayakan bagi pengendara motor. Begitu angin barat datang, pengendara mesti segara melindungi matanya dari pasir yang beterbangan. Pengendara mobil otomatis menutup kacanya agar terlindungi dari pasir. Saat kondisi seperti ini memang tak nyaman berkunjung ke Pantai Kuta, Legian atau Seminyak. ‘’Sangat tidak nyaman berkunjung ke Pantai Kuta disaat kondisi seperti ini. Banyak sampah, jadinya sulit menikmati liburan dengan menyenangkan,’’ ujar Anto, pengunjung Pantai Kuta asal Banyuwangi. Kepala DKP Badung Putu Eka Merthawan juga tidak membantah jika melubernya sampah dapat membuat citra kawasan pantai terpuruk. Untuk menangani sampah kiriman kali ini, pihaknya mengaku cukup kewalahan. Selain volume sampah yang melonjak drastis, DKP Badung juga sempat mengalami kendala teknis khususnya peralatan dan minimnya tenaga. ‘’Makanya kami selalu mengimbau masyarakat dan pengusaha sekitar pantai untuk berperan aktif menjaga kebersihan,’’ katanya. Dedy
Sampah Jadi Bubur TAK hanya di Samigita (Seminyak, Legian dan Kuta), sampah kiriman menyerbu pantai lainnya di Badung. Bahkan di kawasan Pantai Kedonganan, sampah kiriman yang tidak ditangani segera oleh pemerintah, sempat membuat masyarakat resah. Di beberapa titik kawasan Pantai Kedonganan, sampah kiriman tertumpuk dan sempat sekitar seminggu tidak ditangani. Jenis sampah mulai dari ranting dan batang pohon hingga sampah plastik. Saking banyaknya, sampah plastik yang tertimbun seperti sudah menjadi bubur. Tebal sampah plastik mencapai 30 cm. Bau yang ditimbulkan juga menusuk hidung. Kondisi ini sangat merisaukan
masyarakat. Apalagi mengingat Pantai Kedonganan merupakan pusat perekonomian masyarakat nelayan sekaligus kawasan pariwisata. Beberapa kali tokoh masyarakat meminta pemerintah segera turun tangan mengatasi permasalahan tersebut. Sayangnya, respons pemerintah lamban. Sebab setelah sekitar seminggu dikeluhkan, DKP Badung baru turun ke lapangan. Hasilnya, pada 19 Januari lalu, petugas DKP Badung mengumpulkan sekitar 30 ton sampah di Pantai Kedonganan. ‘’Masyarakat sebenarnya sangat berharap pemerintah melalui instansi terkait bisa segera turun dan melakukan penanganan. Masyarakat saja tidak bisa karena minimnya tenaga dan peralatan,’’ kata tokoh
masyarakat Kuta I Made Sugita. Soal penanganan sampah kiriman di Pantai Kedonganan, Kepala DKP Badung Putu Eka Merthawan memiliki alasan tersendiri. Pihaknya baru bisa turun mengingat sebelumnya fokus menangani kawasan Samigita, terutama Pantai Kuta. Dalam menangani sampah, dia beralasan, DKP menggunakan skala prioritas. ‘’Bukan saja karena Pantai Kuta itu kawasan pariwisata yang paling populer, tetapi memang karena di Kuta-lah volume sampah kiriman paling tinggi,’’ kata Eka, sembari mengingatkan masyarakat dan pengusaha setempat untuk lebih aktif berperan serta menjaga kebersihan pantai. Dedy
MBP/edi
Sampah kiriman yang tak ditangani membuat resah masyarakat. Gelondongan kayu, cabang pohon plastik berserakan di Pantai Kedonganan menjadikan pemandangan kurang sedap di mata wisatawan. 3 - 9 Februari 2014
15
OPINI
Transaksi Demokrasi Lokal
L
okalitas selalu memberi warna terhadap dinamika demokrasi. Itulah fungsi budaya. Kehadiran metode sebaru apa pun, tetap harus berdialog dengan kenyataan lokalitas yang sudah ada sejak dulu. Suksesi kepemimpinan selalu berakar pada, ‘’Apa yang telah Anda perbuat untuk kami?’’ Artinya tingkat keterpilihan seorang calon tidak cukup dengan integritas dan kapabilitas yang dimiliki. Tetapi juga melihat bukti konkret yang telah diberikan oleh calon bersangkutan. Dalam transaksi apa pun, selalu ada motif mengapa orang membeli sebuah barang. Dalam Pemilu pun demikian, seorang warga memilih calon tertentu juga karena ada motif yang mendorongnya. Motifnya itu bemacam-macam, selama ini yang sering terjadi, motif keluarga, sahabat, bos kerja, money politic, hasil kerjanya, serta melihat integrias dan kapabilitas yang dimiliki calon. Tetapi belakangan ini yang terus menarik perhatian, demokrasi Indonesia terus mengarah pada jalan yang semakin baik. Idealisme telah menjadi bagian dari politik. Motif keluarga, sahabat, bos kerja, serta transaksi money politic semakin menyusut. Popularitas calon pun mulai diabaikan. Hasil kerja, integritas, dan kapabilitas sang calon selalu mendapat perhatian utama. Pada konteks ini, kita bisa memahami bahwa demokrasi telah meneguhkan konsep ‘memberi dan menerima’. Ada bahasa bijaksana begini, ‘’Mari saling memberi, karena ketika kita saling memberi pada saat itu kita sebenarnya juga saling menerima’’. Orang-orang selama ini biasanya suka diberi (menerima) ketimbang memberi. Penyakit itu berkembang dalam realitas sosial. Betapa sangat banyak fakta ketika ada pembagian sembako gratis warga berbondong-bondong berebut. Tetapi ketika ada imbauan untuk mengeluarkan sumbangan bagi pemberdayaan desa, tidak sedikit yang mengelak dan berpura-pura tidak punya uang.
16
3 - 9 Februari 2014
cerdas. Setiap kebijakan dan gaya kepemimpinan seseorang selalu bisa dianalisis. Sehingga tidak mudah mengelabui masyarakat. Belum lagi para pengamat politik selalu bersuara bila ada realitas politik mutakhir. Sehingga mudah bagi masyarakat menilai baik-buruknya politisi atau calon pemimpin. Menjelang pemilihan legislatif pada 9 April dan pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang, gegap-gempita politik terus menjadi perhatian publik. Lembaga survei terus melakukan pengukuran elektabilitas parpol dan calon pemimpin. Optimisme pun terus bermunculan, mengingat calon-calon pemimpin yang memiliki integritas dan kapabilitas tinggi terus mendapat dukungan dari masyarakat. Tokoh-tokoh dengan elektabilitas tinggi perlu terus melakukan gerakan besar guna mendapat dukungan yang lebih banyak. Waktu menjelang Pemilu masih lumayan lama, bisa Masduri saja realitasnya nanti berbalik seProses transaksi dalam Pemilu itu ratus delapan puluh derajat. Karena tidak jauh berbeda dengan konsep mem- permainan politik uang masih mungkin beri dan menerima. Semakin sering sang mewarnai Pemilu mendatang. calon memberi atau menorehkan karya Logika transaksi demokrasi lokal selanyata dalam kepemimpinannya, semakin ma ini terus menjadi bagian dari dinamika besar kemungkinan diberi (dipilih) saat Pemilu. Tetapi logika transaksi demokrasi Pemilu. Di dunia ini sulit sesuatu tanpa lokal, ‘’Apa yang telah Anda perbuat ada pamrihnya. Perhitungan untung dan untuk kami?’’ sering disalahgunakan rugi selalu menjadi acuan mendasar menjadi money politic. Uang selalu saja setiap aktivitas ekonomi, sosial, dan mampu mengubah permainan peta politik politik. Karena itulah, tidak heran bila Indonesia. Sebab itu, optimisme terhadap kandidat yang telah menorehkan karya kepemimpinan Indonesia mendatang besar selalu mendapat dukungan luar harus selalu diiringi kewaspadaan mengbiasa. hadapi serangan money politic. Dalam Calon yang mendapat dukungan besar, sekejap pada pagi hari sebelum berangkat mayoritas berangkat dari bawah. Mereka ke tempat pemungutan suara, peta politik telah menjadi bagian dari masyarakat bisa berubah karena ‘serangan fajar’ alias dan memuaskan masyarakat dengan money politc. Selama ini serangan fajar kinerjanya. Tindakannya telah memberi terbukti ampuh melumpuhkan idealisme perubahan warna kehidupan masyarakat demokrasi. khususnya masyarakat bawah, baik yang benar-benar peduli atau hanya berpuraPenulis, pengelola Laskar Ambisius pura peduli pada nasib masyarakat (LA) UIN Sunan Ampel Surabaya dan bawah. Koordinator Peneliti Wilayah Jawa Timur Tetapi masyarakat kini sudah semakin Pol-Tracking Institute
J A J A K P E N DA PAT
Jajak Pendapat
Netralitas Hanya Jargon Politik
P
olitik sarat kepentingan. Pandangan ini sudah menjadi pemahaman umum bahkan sangat mengakar di masyarakat. Paham ini juga telah mengaburkan fungsi lembaga politik sebagai penyangga demokrasi untuk melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter dan memahami rakyatnya. Menguatnya ambisi untuk berkausa, membuat kepentingan pribadi, kelompok dan partai politik berkolaborasi menjadikan lembaga politik sebagai lembaga industri. Lembaga politik menjadi wadah menyatukan ambisi kekuasaan dan kerakusan terhadap uang, tanah dan hak-hak protokoler ‘’kadernya’’. Untuk mewujudkan ambisi ini berbagai jargon politik pun ditebar. Tujuan hanya satu, menjebak pemilih agar ikut dalam gerbong politiknya. Namun, pemilih dipastikan tidak akan ikut menjadi bagian penikmat ‘’hasil’’ politik. Konstituen hanyalah massa penggembira yang perannya akan putus ketika keuasaan yang dibidik telah dicapai. Praktik meperdaya ini juga terselip dalam jargon netralitas dalam berpolitik. Ketika tak ada kepentingan pribadi, pejabat politik dengan gampangnya meminta para guru, PNS dan TNI/Polri untuk menjaga netralitas. Namun, saat kepentingan partai dan pribadinya menguat, pejabat politik akan segera berubah wajah. Ia pun akan melakukan mobilisasi PNS dan mendekati para guru untuk mendukungnya. Bahkan, TNI/polri yang petinggi selalu getol meminta anggotanya netral, juga sering ‘’memainkan’’ peran. Fakta ini tidak saja terungkap dalam perbincangan tetapi dalam hasil Jajak Pendapat Pusat Data Bali post, terkait dengan netralitas PNS, TNI/Polri dalam pilkada muapun pemilu lainnya. Buktinya, ketika responden disodori pertanyaan, menurut anda apakah netralitas PNS, TNI/Polri sudah dijabarkan dalam pemilu? Merespons pertanyaan ini ada 55 persen responden mengakui secara kelembagaan PNS, TNI/Polri sudah menjabarkan hal ini. Namun, secara personal PNS dan anggota TNI/Polri diragukan melakukan hal ini. Pesan terselubung pimpinan instansi sering kali menggiring anggotanya untuk mendukung kandidat tertentu. Netralitas sering disiasati dengan pesan-pesan terselubung. Dan, anggota TNI/Polri sudah sangat paham isyarat pimpinannya. Ketika hak-hak politik melekat pada oknum PNS maka netralitas sulit diwujudkan. Bahkan, 21 persen responden yang menilai netralitas PNS, TNI/Polri hanyalah jargon politik. Meskipun secara kelembagaan PNS dan TNI/Polri diwajibkan netral, namun secara personal mereka masih terjebak kepentingan politik. Kaburnya netralitas terlihat jelas saat ada pilkada. Secara terang-terangan banyak birokrat yang memihak salah satu kandidat. Cara-cara ini dilakukan untuk mempertahankan jabatan, jika calon yang
didukungnya menang. Sering kali, birokrat juga melakukan mobilisasi terselubung terhadap stafnya. Demosi dan penggusuran birokrat pascapilkada merupakan bukti adanya blok-blok politik di tengah PNS. Selebihnya 24 persen responden mengaku tidak tahu-menahu soal netralitas. Saat ini, kata responden, sangat sulit membedakan perilaku politik para PNS dan TNI/Polri. Dalam konteks lain, terkait dengan pilihan politik terdapat 52 persen responden mengaku tidak akan terjebak lagi pada fanatisme partai. Mereka akan mencermati kualitas figur, bukan lagi dari partai mana mereka dicalonkan. Sedangkan, 29 persen
lagi mengaku tidak terpengaruh oleh popularitas partai politik atau figur. Pemilih kelompok ini mengaku akan melakukan pendekatan pragmatis mengelola Pileg 2014. Jika caleg mau mendapatkan hak suaranya, maka imbal balik atau transaksi dukungan akan dipolakan. Sedangkan, 19 persen responden mengaku mengedepankan pendekatan berdasarkan soroh atau klan akan tetap menjadi pilihan sikap politik. Responden kelompok ini menilai, soroh atau kelompok tidak hanya terjebak pada dadia atau kawitan. Dira Arsana 3 - 9 Februari 2014
17
PENDIDIKAN
Perencanaan Pembelajaran Tak Matang
Transfer Ilmu Tak Terarah
U
niversitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) selaku Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya sebagai penyelenggara program sertifikasi guru untuk wilayah Bali sudah mengumumkan nama guru-guru yang tidak lulus Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) kuota 2013 lalu. Penyebab utama ketidaklulusan mereka lantaran memiliki nilai yang rendah pada skor ujian praktek (SUP). Ini berarti, para guru itu memiliki kelemahan mendasar pada kemampuan mengajar yang selanjutnya berpengaruh signifikan terhadap rendahnya kualitas transfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya. Menurut Koordinator Penyelenggara Program Sertifikasi Guru Rayon 121 Prof. Dr. Nyoman Sudiana, M.Pd. kemamp u a n
mengajar yang rendah itu juga merupakan dampak langsung dari rendahnya kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Lantaran tidak me memiliki perencanaan pembelajaran yang matang, proses pembelajaran di kelas pun cenderung pembel tidak terstruktur dan tersistematisasi alias tidak terarah. Bertersistemat dasarkan pengamatannya selam selama proses sertifikasi guru berlangsung, titik kelemahan guru itu selalu dari itu, ke itu saja. “Apabila mereka tetap tidak tida membiasakan diri membuat perencanaan pembelajara pembelajaran yang matang, jangan pernah berharap kualitas pembelajaran di kelas akan menjadi pembe lebih baik,” ujarnya. Dia menambahkan, pperencanaan pembelajaran yang lemah itu jelas akan berpengaruh signifikan terhadap ber kemampuan mengajar gu guru yang akhirnya mempengaruhi kualitas proses transfer transf ilmu pengetahuan dari guru kepada anak didiknya. Tanpa didukung perencanaan T pembelajaran yang terstru terstruktur dan tersistematisasi, maka daya serap anak didik terhadap materi pelajaran dipaster tikan tidak tercapai sesuai target. “Kami sejatinya sudah berupaya memecahkan problem kelemahan mendasar p para guru di bidang perencanaan pembelajaran tersebut. perenc Yakni, dengan memberikan materi Peer Teaching kepada m guru-guru peserta PLPG,” ujarnya. ujarn Aplikasi dari materi itu, kkata dia, para guru tidak hanya digembleng dengan penguasaan teori bidang studi yang mereka ajarkan. Namun, juga dibekali aj dengan “jurus-jurus” dalam menyusun “ju perencanaan pembelajaran di kelas. perencan Tak kalah pentingnya, guru peserta ka PLPG PLP juga diberikan pelatihan mengajar yang dilanjutkan denm gan praktik mengajar dalam bentuk simulasi. “Dengan pola ini, mudah-mudahan kemampuan mengajar dapat ditingkatkan,” katanya penuh harap. Sumatika
Nyoman Sudiana
18
3 - 9 Februari 2014
SMAN 3 Denpasar
Dulu Wajib Naik Sepeda, Kini Jadi Pusat Riset DI TAHUN 1970-1980-an, SMAN 3 Denpasar memiliki ikon khusus di Kota Denpasar sebagai sekolah yang konsisten mewajibkan siswanya naik sepeda ke sekolah sekaligus melarang memakai kendaraan. Sekolah di Sumerta ini juga memiliki program wajib yakni mendaki ke sejumlah gunung di Bali. Sekolah ini juga mencatatkan diri sebagai sekolah yang pertama memiliki baju seragam ber-trademark SMAN 3 sejenis batik berlengan panjang. Makanya sekolah ini dikenal mencetak SDM yang bersahaja melalui disiplin tinggi. Semua itu berkat tangan halus mantan Kasek Putu Sedana. Dia yang mengarsiteki pendidikan karakter siswa lewat naik sepeda dan mendaki gunung dan pakaian seragam. Salah satu pesaingnya dulu adalah SPGN Denpasar di bawah asuhan alm. Djiwa Duarsa. Di SMAN 3 Denpasar siswa baru wajib diajak dan diberi pengalaman mendaki gunung agar tahu bahwa untuk mencapai sebuah cita-cita sama beratnya mendaki gunung. Berbagai tantangan termasuk menahan haus dan lapar serta melewati medan yang licin, berliku harus dilalui hingga mencapai puncak. Seiring perkembangan zaman dan aktivitas siswa kian padat dengan les tambahan, ekstra hingga mengelola dan mengikuti berbagai event tentu tak masuk akal lagi siswa harus naik sepeda ke mana-mana. Program wajib itupun telah dimetamorfosiskan oleh Kasek Drs. I Ketut Suyastra, M.Pd. Siswa SMAN 3 Denpasar hanya diperbolehkan naik sepeda motor ke sekolah, dilarang membawa mobil. Ketentuan yang terakhir inilah yang membedakan siswa SMA lainnya di Denpasar. Siswa dari orangtua yang kaya harus menahan diri memamerkan kekayaaan orangtuanya di sekolah. Dengan demikian siswa SMAN 3 Denpasar tak tampil jor-joran soal mobil ke sekolah. Di usianya yang ke-37, visi sekolah ini kian berkembang. Tak cukup menjadi barometer pendidikan di Denpasar, prestasinya juga digenjot hingga tingkat nasional dan internasional. Kepala SMAN 3 Denpasar Drs. I Ketut Suyastra, M.Pd., mengajak semua warga SMAN 3 (Trisma) untuk melakukan introsfeksi diri dan jangan merasa cepat berpuas diri dengan prestasi yang diraih selama ini. Kasek asal Desa Sampalan, Klungkung ini ingin menggenjot diri dan membuktikan bahwa Trisma menjadi pusat riset di Bali tanpa meninggalkan budaya lokal. Trisma dikatakannya sudah menyiapkan gedung pusat riset beserta semua fasilitasnya bagi anak SMP dan masyarakat umum. Hal ini untuk mengimbangi kemajuan Singapura yang memiliki rumah sains beserta alat peraganya, Trisma memiliki rumah riset. Hal ini untuk memotivasi makin banyaknya lahir peneliti-peneliti muda di Bali. Sueca
Untuk menghindari siswa berkendaraan ke sekolah, budaya naik sepeda ke sekolah perlu ditanamkan sejak dini.
3 - 9 Februari 2014
19
MANCANEGARA
Aksi Mafia Berkedok Pizza
K
epolisian Italia mengeluarkan surat perintah penangkapan atas 90 terduga anggota mafia. Selain penangkapan, kepolisian akan menyita puluhan restoran pizza terkenal yang tersangkut jaringan hitam tersebut. Aset yang akan disita Kepolisian Italia ditaksir bernilai triliunan rupiah. Para mafia yang masuk daftar pencarian adalah kelompok mafia dari Naples. “Para ‘mafioso’ dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba, pemerasan, dan praktik pinjaman uang dengan bunga tinggi,” tulis pernyataan resmi Kepolisian Italia. “Mereka melakukan aksi pencucian uang dengan mendirikan 27 kedai kopi
20
3 - 9 Februari 2014
dan restoran pizza di Roma,” tambah pernyataan tersebut. Lebih mengejutkannya lagi, restoran pizza yang akan disita adalah Pizza Ciro. Restoran ini merupakan salah satu restoran pizza terkenal di Roma. Sejumlah aset lain yang disita adalah 30 tempat pengisian bahan bakar di Naples, toko grosir makanan, klub sepak bola semi profesional, sejumlah toko perhiasan dan puluhan properti, rekening bank, dan mobil. Secara keseluruhan, nilai total aset yang disita mencapai 250 juta euro. Menurut perhitungan Kantor PBB untuk Narkotika dan Perbuatan Kriminal, kelompok-kelompok mafia besar di Italia - Costa Nostra di Sisilia, Ndrangheta di
Calabria, dan Camorra di Naples - secara tahunan berhasil meraup keuntungan sebesar 116 miliar euro. Angka tersebut lebih besar dari jumlah penjualan tahunan perusahaan terbesar di Italia, yaitu produsen minyak Eni. Italia memiliki tiga kelompok mafia utama, Sisilia Cosa Norta, Ndrangheta, dan Camorra. Sejak kemunculannya di tahun 1800-an, organisasi kriminal ini telah menguasai segi sosial dan ekonomi di Italia dan menyebar ke penjuru dunia. Mereka adalah organisasi paling berbahaya dibandingkan organisasi kriminal lainnya dan tersebar luas jaringannya. Gugiek Savindra
Jepang Ingin Perdamaian di Asia SENGKETA antara Jepang dan Cina semakin meruncing. Kedua negara menggunakan semua hal yang ada untuk memenangkan pertikaian tersebut termasuk pamer kekuatan milited. Hal ini yang membuat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengecam fenomena militerisasi di kawasan Asia. Sikap Abe tersebut merespons peningkatan kekuatan militer yang dilakukan Cina. “Jepang bersumpah tidak akan lagi melancarkan perang. Kami terus berharap dunia berada dalam keadaan damai,” ujar Abe, dalam Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Kota Davos, Swiss. “Pertumbuhan ekonomi di Asia jangan sampai menjadi sia-sia karena militerisasi,” tambahnya. Jepang sedang bersengketa dengan Cina atas Kepulauan Senkaku di Laut Cina Timur. Abe menyatakan, klaim Jepang terhadap Senkaku didasari oleh hukum internasional. “Kita
harus menjalankan aksi sesuai dengan hukum laut internasional,” katanya. Bulan lalu, Abe membuat geram Cina dengan melakukan kunjungan ke Kuil Yasukuni. Cina merasa tindakan Abe sebagai bentuk provokasi. Kuil Yasukuni adalah kuil yang dibangun untuk menghormati arwah tentara Jepang. Kuil Yasukuni menjadi momok bagi Cina dan Korea yang menganggapnya sebagai simbol militerisasi Jepang. Bagi Cina, masa lalu itu amat menyakitkan. Ratusan ribu orang di Cina dibantai habis-habisan oleh tentara militer Jepang. Kekejaman militer Jepang kala itu memang sangat menyakitkan orang Cina. Sejarah kelam inilah yang rupanya masih tersimpan di memori kolektik pemerintahan komunis Cina sekarang. Cina seolah masih menyimpan dendam sejarah pada Jepang. Buktinya, setiap ada seorang Perdana Menteri Jepang yang
hendak berkunjung ke kuil Yasukuni, tempat abu prajurit Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II, Cina baik pemerintah maupun orang-orang Cina sendiri mengecam tindakan tersebut. Fenomena anti-jepang rupanya masih sangat mengakar di Cina. “Saya sama sekali tidak berniat memprovokasi Cina dan Korea,” ujar Abe. Sang perdana menteri juga menyerukan pertemuan dengan Cina dan Korea Selatan untuk membantu memecahkan sengketa sejarah dan wilayah yang telah memburuk hubungan antarnegara-negara itu. “Kita harus mengadakan pertemuan puncak dan memiliki diskusi yang jujur,” kata Abe dalam sebuah wawancara di NHK. Seruan ini dilayangkan Abe setelah Menteri Luar Negeri Jepang menyerukan digelarnya pembicaraan serupa. Gugiek Savindra
3 - 9 Februari 2014
21
DAERAH
Rakus Lahan dan Air
Pro-Kontra Rencana Lapangan
G
aung rencana pembangunan lapangan golf di kawasan Kintamani, Bangli tak ubahnya seperti angin. Setelah sempat mencuat, kemudian kembali meredup. Namun, ternyata dukungan maupun penolakan terhadap rencana proyek prestisius tersebut diam-diam masih tetap berhembus. Sampai saat ini banyak kalangan yang mendukung rencana investor yang sudah mendapat dukungan Bupati secara prinsip itu, namun tak sedikit juga yang justru menolaknya dengan berbagai pertimbangan. Salah satu alasan adanya penolakan terhadap rencana pembangunan lapangan golf itu karena keberadaannya dinilai tak senapas dengan geopark. Banyak yang menilai keberadaan lapangan golf di Kintamani akan memicu permasalahan baru, salah satunya alih fungsi lahan yang semakin tak terkendali. Apalagi lapangan golf itu menggunakan lahan yang tidak sedikit alias rakus lahan. Pasalnya, sesuai rencana awal lapangan golf yang dibangun dengan dana yang tak sedikit oleh investor PT Anyar Asri Pratama akan memanfaatkan lahan hutan yang berada kawasan hutan Taman Wisata Penelokan. Keberadaan lapangan golf yang akan mencaplok 120 hektar lahan hutan itulah yang banyak disayangkan berbagai kalangan jika sampai beralih fungsi. Seperti yang sempat diungkapkan anggota DPRD Bangli Ida Bagus Made Santosa. Politisi asal PKPI ini sangat getol menolak adanya rencana alih fungsi lahan hutan yang akan dijadikan lapangan golf itu. Menurutnya, keberadaan lapangan golf yang selama ini diyakini Bupati Bangli Made Gianyar akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat setempat, justru berbanding terbalik dengan semangat konservasi geopark dalam hal pelestarian hutan di Kintamani. Sebagaimana diketahui, salah satu poin penting yang di-
22
3 - 9 Februari 2014
wacanakan geopark selama ini adalah untuk mengonservasi kawasan kaldera Batur termasuk lahan hutan agar dapat tetap lestari. Sehingga, hal itu tentu akan berdampak pada berubahnya kawasan hutan termasuk kaldera Batur yang selama ini dibanggabanggakan. Sebagaimana yang diungkapkan anggota DPRD Nyoman Adnyana. Menurut Adnyana, rencana pembangunan lapangan golf di kawasan Kintamani merupakan salah satu jalan keluar yang dinilai paling potensial untuk dilakukan sebagai pengganti sektor galian C yang selama ini dinilai lebih meresahkan. Ditemui pada Kamis (16/1) lalu, Adnyana menilai dengan adanya lapangan golf di kawasan itu akan dapat membantu pemerintah untuk menyelamatkan kawasan galian C. Kendati tidak didasari hasil kajian ilmiah, namun Adnyana berpendapat bahwa keberadaan lapangan golf yang rencananya akan dibangun di areal kawasan hutan sangat ramah lingkungan. Lapangan golf yang rencananya akan dibangun di salah satu kawasan hutan di Kintamani akan lebih dapat bermanfaat dibandingkan jika kawasan hutan itu dibiarkan begitu saja. “Misal jika ada keinginan investor untuk membangun lapangan golf di sana. Itu kan dapat memanfaatkan lahan yang selama ini kering dan dipenuhi bebatuan untuk menjadi hijau. Selain potensial untuk dijadikan pengganti lapangan pekerjaan, ancaman kerusakan juga dapat dikendalikan,� ujarnya. Pernyataan Adnyana memang sangat kontraproduktif dengan Santosa. Menurut Caleg PDI-P ini, keberadaan lapangan golf sangat ramah lingkungan sehingga sejalan dengan geopark yang rohnya memelihara lingkungan. Dibandingkan dengan pembangunan hotel dan bungalo, keberadaan lapangan golf jauh lebih bagus karena tidak menciptakan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Kesejahteraan Hanya Kedok
Golf di Kintamani Bangunan penunjangnya nanti memang harus dibuatkan bungalo tetapi dalam jumlah yang tidak banyak. “Kalau konstruksi hotel cenderung merusak lingkungan. Sementara lapangan golf mengubah bebatuan menjadi taman rumput. Investor golf memang sudah ada yang sempat presentasi ke DPRD,” imbuhnya. Tak hanya Adnyana, pembangunan lapangan golf di Kintamani juga sangat didukung oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangli. Badan yang selama ini concern di bidang lingkungan ini menilai, terobosan dengan mendatangkan investor golf untuk mencegah kerusakan alam akibat galian C dinilai sangat tepat. Dengan adanya lapangan golf, aktivitas galian C diyakini Kepala BLH Bangli Wayan Sukartana dapat diminimalisir sekalipun itu menyangkut sumber kehidupan masyarakat. Karena jika terus-terusan dilakukan penggalian akan menciptakan kerusakan lingkungan, bahkan tidak menutup kemungkinan Gunung Batur hanya tinggal sejarah. Sementara itu, disinggung soal kebutuhan air yang akan digunakan jika dibangun lapangan golf, menurut Sukarnata semua rencana itu ada SOP tertentu termasuk akan dibuatkan sumur dan penyimpanan air. Jika rencana itu terwujud, tentunya akan ada kajian Amdal terkait layak tidaknya dibuat lapangan golf. “Kami rasa kalau lapangan golf benar-benar dibangun akan sangat bagus. Jika dilihat dari atas akan nampak seperti permadani hijau karena rerumputan. Dibandingkan saat sekarang tidak memberikan dampak apapun,’’ imbuhnya. Dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan adanya pemanfaatan air Danau Batur secara berlebihan, termasuk adanya alih fungsi lahan untuk kepentingan pariwisata. Bahkan, untuk menyelamatkan geopark Kaldera Batur dari eksploitasi galian C, dia berharap lapangan golf benar-benar bisa diwujudkan secepatnya. Namun demikian, di balik pro kontra tersebut, hingga saat ini rencana yang sempat menggaung di kabupaten berhawa sejuk ini tampak masih adem ayem. Belum ada kelanjutan dari rencana awal yang sudah memasuki tahap presentasi investor ke meja Dewan itu.
ANGGOTA DPRD Bangli Ida Bagus Made Santosa menilai sejauh ini kepentingan investor masih selalu berada di atas kepentingan rakyat. Bahkan, kesejahteraan rakyat selama ini kesannya hanya dijadikan kedok untuk mencaplok tanah negara yang strategis. Tak hanya soal alih fungsi lahan, beberapa kalangan juga mengkhawatirkan adanya pemanfaatan air Danau Batur secara tidak terkendali. “Lapangan golf itu sangat banyak membutuhkan air,” ujar Santosa. Pasalnya, sebagaimana diketahui, lokasi lapangan golf yang berada di dataran tinggi akan sangat riskan bila sampai terjadi penggunaan air secara besar-besaran. Dapat dipastikan dalam pengoperasionalannya lapangan golf itu akan memerlukan air yang banyak setiap harinya guna menjaga pertumbuhan rumput dan pepohonan yang ada. Kendati jarak antara kawasan bukit Payang dengan danau cukup jauh, namun bukan tidak mungkin segala cara akan dimanfaatkan investor demi memenuhi kepentingan tersebut, salah satunya dengan memanfaatkan mesin penyedot air. Sehingga kekhawatiran terhadap pemanfaatan air danau selama ini dinilai banyak pihak sangat cukup beralasan. Namun demikian, di samping adanya reaksi penolakan, tak sedikit juga kalangan yang justru mendukung rencana itu. Bahkan banyak yang mengharapkan rencana tersebut dapat dapat terealisasi secepatnya. Dayu Swasrina
Dayu Swasrina
IB Santosa
K E S E H ATA N
Cara Duduk Salah
Tulang Belakang Dapat Berubah Jadi ’’Letter S’’
D
uduk meski harus ekstra hati-hati. Jika cara duduk salah maka bukan tidak mungkin g menyebabkan terjadinya kerusakan pada tulang belakang. Bahkan, kerusakan itu bisa membuat tulang belakang berubah bentuk sangat signifikan, seperti letter S. Barangkali tidak asing dan aneh menyaksikan seseorang saat
berdiri posturnya agak miring ke kiri atau sebaliknya miring ke kanan. Kemiringan tubuh itu sesungguhnya gg y dapat p disebabkan kelainan bentuk tulang belakang. Kelainan ini dalam dunia kedokteran biasa disebut Skoliosis. Penyebab skoliosis pada masyarakat awam sebetulnya macam-macam dan dapat dipicu beberapa faktor. Salah satunya adalah cara duduk salah telah menjadi ‘’tradisi’’ sejak kecil. Akibatnya membuat tulang belakang tampak miring, bahkan membentuk hurup S. . Namun, ternyata salah posisi duduk hanya sebagian kecil, sebagai pemicu terjadinya skoliosis tersebut. Kelainan skoliosis 75-85 persen merupakan kasus idiofatik atau kelainan yang tidak diketahui sumber penyebabnya. Sedangkan 15-25 persen dikarenakan efek samping akibat menderita kelainan tertentu, seperti distrofi otot, sindrom marfan, s i n drom
down, dan penyakit lainnya. Dokter spesialis bedah tulang dr. I Ketut Suyasa, Sp., B., Sp.OT (K). meny jelaskan, kklasifikasi idiofatik skoliosis ada empat kategori dilihat berdasarkan usia penderita pender saat kelengkungan tulangnya terlihat terliha pertama kalinya. Keempat kategori itu adalah skoliosis idiofatik yang terjadi terjad pada anak-anak, remaja, pada remaja yang berada di sekitar masa pubertas, dan da dewasa. Berdasarkan kebengkokannya, skolioBerdasar sis dibedaka dibedakan atas tiga yaitu kasus ringan dengan pembengkokan kurva tulang bepem lakang tidak lebih dari 20 derajat. Kasus skoliosis ringan ini biasanya si penderita rin tidak meng mengeluhkan gejala sakit. Sedangkan, pembengkokan sedang yaitu pada pemb kategori 20-40 20- derajat dan pembengkokan berat jika lebih dari 40 derajat. le Kata Suyasa, jika skoliosis tidak tertanSuy gani secara memadai, maka penderita bisa mengalami sesak. Pembengkokan tulang bisa menekan menek paru-paru, lantaran terjadi bengkokan pada tulang belakang itu. Kemungkinan untuk bisa diluruskan menjadi sangat kecil. keci Dalam kondisi ini, tentunya penderita perlu mendapat penanganan p ekstra, agar si pasien terhindari dari cacat fisik. Penelitian juga menyebutkan, skoPenel liosis lebih banyak ditemukan pada kaum b wanita dari pada pada kaum pria. Hal ini disebabkan tulang belakang wanita lebih lentur dibandingkan laki-laki. Sebaliknya, diban pria memiliki memili tulang punggung yang lebih tebal dan kuat. k Wira Sanjiwani
dr. I Ketut Suyasa
24
3 - 9 Februari 2014
Penanganan Skoliosis Lebih dari 40 Derajat, Wajib Dioperasi KASUS Skoliosis tidak banyak muncul di permukaan. Salah satu penyebabkan, kelainan pada tulang punggung ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala-gejala yang menonjol. Karena itu, banyak masyarakat mengabaikan begitu saja tanda-tanda penyakit ini. Aksi membiarkan justru kontra produktif. Sebab, akan membuat penyakit ini tambah parah saja. Penyakit ini baru terlihat, biasanya saat kebengkokan pada tulang belakang itu pada tahap berat. Tindakan untuk memperbaiki kebengkokan tulang belakang sudah ada. Penanganannya bisa dengan tindakan operasi maupun nonoperasi. Hasilnya akan menjadi lebih baik jika ditangani sejak dini dan masih dalam stadium ringan. Ahli bedah tulang dr. I Ketut Suyasa, Sp. B, Sp. OT., (K). menyatakan, penyandang skoliosis di bawah usia 19 tahun dengan pembengkokan di bawah 20 derajat dapat di atasi dengan terapi nonoperatif. Pengobatannya dengan melakukan program rehabilitasi spine (tulang belakang) yang berupa latihan-latihan fisik yang didesain secara khusus. Tujuan dari program latihan ini adalah agar progres skoliosis dapat dihentikan dan tulang belakang secara bertahap dikondisikan menjadi lebih seimbang. Dengan perbaikan ini, tidak saja tampilan menjadi lebih kokoh juga kualitas hidup lebih baik. Ada berbagai macam rehabilitasi spine untuk penanganan skoliosis ini. Pelatihan yang dimaksud adalah latihan peregangan, penguatan otot serta perbaikan postur tubuh. Pelatihan ini harus dijalankan dengan teratur, kontinyu dan berkesinambungan di bawah supervisi terapis yang ahli. Program ini menjadi home
programme, yang harus dilakukan terus-menerus secara rutin. Pelatihan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Selain mengikuti program rehabilitasi spine. Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah melakukan pendekatan kognitif. Perilaku (behavior) dengan memberikan edukasi antara lain tentang pemahaman skoliosis. Rancangan berbagai aktivitas dan pengertian bagaimana postur tubuh ideal, membuat penderita skoliosis memiliki visi yang baik untuk mengatasi penyakit ini. Program latihan wajib dilakukan secara rutin dan teratur sehingga derajat pembengkokan penyakit ini tidak kian bertambah. ‘’Misalnya cara duduk di meja dan kursi yang baik saat belajar. Kursi maupun meja harus didesain sesuai kaidah-kaidan fisiologis alias dirancang ergonomis,’’ ujar Suyasa
Untuk skoliosis dengan kurva pembengkokan mencapai 20 derajat hingga 40 derajat, maka penanganan rehabilitasi spine-nya meliputi terapi latihan aktif serta pemakaian brace (baju penyangga). Tujuan pemakaian brace adalah untuk koreksi dan atau menahan laju perburukan skoliosis. Sedangkah pada penbengkokan kurva lebih dari 40 derajat , perbaikannya tidak mungkin dilakukan hanya dengan terapi latihan saja. Solusi yang terbaik dengan cara operasi. ‘’Untuk di Indonesia khususnya Bali kebanyakan kasus skoliosis ini diketahui setelah kasus pembengkokannya berat, sehingga tidak mungkin mendapatkan tindakan pelatihan fisik. Alternatifnya hanya satu, dia wajib menjalankan tindakan dioperasi,’’ terang Suyasa. Wira Sanjiwani
3 - 9 Februari 2014
25
LENSA
DESTINASI BARU Tebing bekas galian kapur yang kini ditata dengan ditambahi patung berukuran raksasa berupa tokoh Pandawa, yakni Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa, menjadi destinasi wisata baru yang berada di Desa Kutuh, Kuta Selatan. Tak hanya patung berukuran raksasa yang bisa dilihat, terdapat pula pantai dengan hamparan luas pasir putih seperti di Kuta dan Nusa Dua. Sesuai dengan adanya para Pandawa yang “menjaga� pantai itu, masyarakat menyebut destinasi baru ini Pantai Pandawa.
MBP/Edi
OLAHRAGA
Genie, ”Sharapova” dari Kanada
M
emiliki penampilan menarik, rambut pirang dan panjang serta kepribadian yang terbuka, belum cukup untuk menjadi selebriti di lapangan tenis. Prestasi adalah adalah faktor utama bila ingin menjadi bintang di olahraga yang kompetisinya berjalan ketat dan keras ini. Grand Slam Australia Terbuka memunculkan bintang baru : Eugenie Bouchard. Gadis berusia 19 tahun itu lebih dikenal dengan panggilan Genie. Tubuhnya yang jangkung (178 cm) dan gaya servisnya, membuat banyak pengamat memprediksi dia akan menjadi Maria Sharapova baru. Penggemarnya yang menyebut diri “Ginie’s Army” juga semakin banyak tidak hanya karena ketertarikan pada penampilan fisiknya, namun lebih pada kegigihannya memburu kemenangan di lapangan. Kehadiran petenis Kanada masuk dalam jajaran petenis papan atas mulai diperhitungkan setelah sukses yang diraih di Grand Slam Australia pembuka musim ini. Bouchard di luar perkiraan mampu menembus babak semifinal sebelum dihentikan juara Prancis Terbuka Li Na dari Cina. “Saya bangga dengan kemampuan saya memperbaiki diri sebagai petenis profesional melalui turnamen ini. Tetapi saya tidak pernah senang dengan kekalahan ini,” ujar petenis yang diprediksi masuk 20 besar ranking WTA usai Australia Terbuka. Kekalahan dua set langsung 2-6, 4-6 dalam waktu 90 menit dari Li Na itu dirasa menyakitkan dan mengecewakan. Ambisinya adalah meraih kemenangan demi kemenangan dan bermain lebih baik lagi setelah berhasil melewati sejumlah petenis unggulan di pertandingan sebelumya. Pemegang trofi WTA Newcomer of the Year 2013, itu menjalani pertandingan semifinal melawan Li Na dengan buruk. Tiga kali servisnya tidak menghasilkan kemenangan dan malah direbut lawannya yang lebih unggul pengalaman. Kegugupan itu baru bisa diatasi setelah tertinggal 0-5 dan perlawanannya terlambat untuk menghentikan Li Na merebut set pertama. “Memang itu bukan gayaku. Saya seperti membiarkan dia meraih kemenangan demi kemenangan dengan mudah,” ujar gadis kelahiran Westmount, Quebec, 25 Februari
28
3 - 9 Februari 2013
1994. “Saya mencoba untuk sedikit bermain reli, mendekati net dan lebih menekan dia karena dia memberikan banyak tekanan pada saya,” jelasnya mencoba keluar dari ritme permainan petenis nomor satu Cina itu. Pengalaman memang nampak jelas pengaruhnya dalam pertandingan itu. Bouchard baru empat kali tampil di level grand slam setelah merebut trofi Wimbledon untuk kategori junior pada 2012. Tahun lalu di Wimbledon ia mampu melangkah hingga putaran ketiga. Sedangkan di AS Terbuka dan Prancis Terbuka terhenti di putaran kedua. Tetapi permainannya yang agresif dan penguasaan diri yang bagus bertolak belakang dengan usianya yang masih belia. Wajahnya yang fotogenik membuat sejumlah sponsor mulai antre di depannya. Sam Duval yang tujuh tahun bekerja padanya sebagai agen, yakin kliennya bisa melewati pencapaian Sharapova. Tahun lalu petenis Rusia itu menjadi atlet putri dengan pemasukan terbanyak di dunia : 29 juta dolar AS. “Saya kira dia (Genie) bisa menjadi paling terkenal di dunia,” kata Duvall kepada Fairfax Media. Bouchard memiliki sisi marketing yang menonjol yakni kepribadian dan
prestasi. “Bahkan dia menguasai dua bahasa (Prancis dan Inggris). Penonton dari Australia menyukai dia, sama dengan Prancis. Saya kira langka petenis memiliki kemampuan seperti itu,” tegas Duvall yang kliennya telah dikontrak perusahaan olahraga AS, Nike. Bagi Bouchard, keberhasilan di Melbourne itu sebenarnya tidak mengejutkan. Ia telah terbiasa menghadapi latihan keras sejak kecil dan sepertinya gelar grand slam tinggal menunggu waktu mendarat di tangannya. “Ya, saya kira hal terbesar dalam kehidupan saya adalah saat menjuarai grand slam,” katanya. Keberhasilannya mencapai semifinal Australia Terbuka dirasa sebagai kemajuan luar biasa dalam karier pro yang baru dijalani pada 2009. Langkah besar itu masih memerlukan kerja keras lagi untuk mencapai tujuan utama yakni juara grand slam. Dalam empat tahun terakhir, selalu ada kejutan dalam empat grand slam. Francesca Schiavone dari Italia untuk pertama kali meraih trofi grand slam dengan menjuarai Prancis Terbuka pada 2010 meski usianya telah 29 tahun. Sukses Schiavone disusul petenis lain. Setahun kemudian giliran Li Na mencapai puncak kejayaan di Roland Garros. Disusul Petra Kvitova (Rep. Ceko) menjuarai Wimbledon dan Samanta Stosur (Australia) menyabet AS Terbuka. Saat Serena Williams mendominasi kompetisi 2011 dan Sharapova memenangi Prancis Terbuka, Victoria Azarenka untuk pertama kalinya juara grand slam di Australia Terbuka. Meski Williams kembali memperlihatkan kehebatannya dengan menyabet AS Terbuka dan Prancis Terbuka 2012 serta Azarenka berhasil mempertahankan Australia Terbuka, turnamen Roland Garros menghasilkan juara baru : Marion Bartoli. Memang, tunggal putri tenis lebih dinamis dibandingkan putra yang selama ini dikuasai Big Four Rafael Nadal, Novak Djokovic, Andy Murray dan Roger Federer sejak 2010. Dan itulah yang menjadi keinginan utama Bouchard : juara grand slam.
MBP/ap
Petenis Remaja Kanada Eugenie “Genie” Bouchard
Bouchard memulai Australia Terbuka tahun lalu dengan menempati peringkat 147 dan tak mampu melewati babak kualifikasi. Peringkatnya meroket setelah tampil di tiga grand slam dan mencapai semifinal di Quebec City September lalu. Kekalahannya atas Stosur di Osaka Oktober lalu pantas disesali. Namun, dia masih mendapat keuntungan karena den-
gan mencapai final peringkatnya terkoreksi menjadi 32 yang merupakan batas akhir bisa tampil di Australia Terbuka. Keberhasilannya menggulung unggulan ke-14 Ana Ivanovic di perempatfinal dan mencapai semifinal Australia Terbuka, jelas menjadi bonus tersendiri dari perbaikan rankingnya. Selain itu tabungannya pun membengkak dengan hadiah 540 ribu dolar
AS dari kerja kerasnya di Melbourne itu. Disisi lain, sebelum menghadapi Li Na, ia mendapat dukungan sepesial dari penyanyi pujaannya dan juga remaja lainnya : Justin Beiber. “Saya gembira,” katanya setelah mendapat tweet Beiber, Good Luck. Yudi Winanto
OLAHRAGA
Julio Bria
Pengalaman Diskualifikasi
K
ekalahan pahit dirasakan Julio Bria pada PON 2012 di Riau. Petinju andalan Bali dan Indonesia ini diskualifikasi dari ajang multievent empat tahunan tersebut, sehingga gagal memenuhi target membawa pulang medali emas. Petaka itu terjadi saat Julio berlaga meladeni petinju Riau. Wasit menilai ia memukul bagian daerah terlarang atlet tuan rumah. ‘’Saya tidak pernah memukul bagian tersebut, tetapi wasit bilang saya memukulnya. Mungkin itu hanya akal-akalan karena di mana-mana atlet tuan rumah pasti dibela oleh wasit agar bisa menang,” ungkap Julio di Denpasar pekan lalu. Meski kecewa atas keputusan tidak mengenakkan tersebut, dirinya dan tim pelatih Bali tidak bisa berbuat banyak. Oleh karena di atas ring dan arena pertandingan mana pun, wasit yang menentukan segalanya. ”Saya pasrah karena itu keputusan wasit. Meskipun diprotes, namun kalau wasit sudah memutuskan seperti itu, saya tidak bisa apaapa, jadi diterima saja,” terangnya. Julio hanya bisa berharap ke depannya wasit tinju dan cabang olahraga lainnya di Tanah Air makin berkualitas memimpin pertandingan. Para pengadil lapangan harus mengedepankan sportivitas, tanpa ada niat membedakan antara atlet tuan rumah dan tamu. Hanya dengan cara itu mereka akan dipercaya oleh olahragawan dan penonton. Ironisnya, walau gagal meraih medali di PON, namanya tetap dipanggil memperkuat timnas di SEA Games Myanmar pada Desember 2013 lalu. Namun, nasib sial kembali datang dalam hajatan multievent Asia Tenggara dua tahunan tersebut. Julio mengalami cedera serius pada kepala bagian depannya saat berlaga melawan petinju tuan rumah, sehingga harus mendapat perawatan khusus yang membuat dirinya tidak bisa melanjutkan laga. Buntutnya, ia gagal mempertahankan medali emas yang direbutnya pada SEA Games 2011 di Tanah Air. Julio Bria mengenal olahraga adu jotos saat berumur 18 tahun. Awalnya ia hanya iseng-iseng berlatih tinju bersama sahabatnya. Namun, setelah menjalani dengan serius, ia akhirnya menjadi atlet seperti sekarang ini. ”Saya tidak menyangka bakal menjadi atlet berprestasi yang mampu mengharum-
30
3 - 9 Februari 2013
kan nama Bali dan Indonesia di kejuaraan berbeda, yaitu untuk kesehatan badan dan mengejar prestasi. Oleh karenanya, Julio bernasional dan internasional,’’ terangnya. Kejuaraan pertama yang diikutinya ada- harap putra–putri Bali yang suka berolahraga lah Piala Bupati di NTT pada 2005. Turun agar mau menekuni tinju. Untuk itu, KONI di kelas 48 kg, Julio meraih medali perak. dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali harus Pada tahun yang sama ia berlaga di Porda menyiapkan sarana dan prasarana berlatih Bali dengan hasil medali emas. Namun, yang memadai. dalam kejurnas di Sukabumi, Jabar, hanya mampu masuk delapan besar. Pada kejuaraan Putu Eka Parananda di Banten 2006, Julio yang tampil di kelas 51 kg sukses mendulang emas bagi Pulau Dewata. Prestasi Julio semakin mentereng ketika mengikuti seleksi Pra-PON 2007. Berlaga di kelas 51 kg, ia kembali menyumbangkan emas bagi Bali. Di tahun yang sama dalam kejuaraan Piala Udayana yang berlangsung di Bali, Julio hanya memeroleh perunggu. Saat mengikuti Piala Gubernur Banten, ia sekali lagi membuktikan talentanya dengan merebut emas, dan pada PON 2008 Kaltim hanya kebagian perak. Pada kejuaraan 2009 di Manado, pria kelahiran NTT ini kembali mempersembahkan emas bagi kontingen Bali. Ajang berikutnya yang akan menjadi arena penambahan koleksi medali Julio adalah Asian Games 2014 di Korea Selatan yang berlangsung November mendatang. Akan tetapi sampai saat ini ia belum tahu apakah akan dipanggil mengikuti pelatnas untuk kemudian dikirim mengikuti multievent tingkat Asia tersebut. Hanya, sebagai seorang atlet, ia selalu siap jika Pengurus Besar (PB Pertina) dan KONI Pusat memerlukan tenaganya. ”Saya dan pelatih masih menunggu panggilan. Kalau dipanggil, saya siap tampil membela Merah Putih,” ungkapnya. Melihat perkembangan tinju di Bali, Julio Bria mengaku khawatir mengingat minimnya pemuda dan pemudi yang mau menggeluti olahraga ini. Mereka melihat tinju sebagai MBP/eka cabor keras, padahal semua olahraga dapat Julio Bria menimbulkan cedera. Akibatnya, belum apaNama : Julio Bria apa mereka sudah takut duluan. Menurut dia, Tempat/Tgl. Lahir : NTT, 12 Juli 1988 apabila dilakukan denStatus : Atlet gan baik, takaran yang Cabang Olahraga : Tinju benar, serta latihan rutin dan teratur, tinju sama Istri : Rini Mulyani saja dengan cabor lainAnak : Michelle Roberta Bria nya. Muaranya tidak
KRIMINAL
Teganya Membuang Bayi di Jalan
B
elum sirna ingatan kita mengenai ditemukannya jasad orok berjenis kelamin perempuan di tempat pembuangan sampah, tepatnya di hutan Nyerebeh, Desa Sukawana, Kintamani, Bangli, pada 3 April 2013, dan tulangbelulang manusia cerai-berai di kawasan hutan lindung, Penulisan, Kintamani, pada 3 September 2013 lalu, warga Kintamani kembali digegerkan dengan kasus pembuangan orok (bayi). Ketika itu seorang warga Bayunggede, Kintamani, Minggu (19/1) lalu, tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan orok yang masih bernapas di pinggir jalan tak jauh dari Pura Dukuh setempat. Warga tersebut segera mengambil bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih tersambung itu. Untuk menyelamatkan nyawanya, warga segera membawa si bayi ke puskesmas setempat, termasuk melapor ke Polsek Kintamani. Polisi sempat sibuk mencari siapa gerangan wanita yang tega membuang bayinya yang tak berdosa di pinggir jalan. Tak kurang, Kapolsek Kintamani Kompol Ketut Widia mesti mengerahkan semua anggota Babinkamtibmas setempat untuk mencari tahu orang hamil, tetapi kini kehamilannya hilang tanpa anak. Sedangkan menurut informasi, bayi malang ini diduga sengaja dibuang oleh seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih dengan strip merah. ‘’Pemilik bayi sampai sekarang masih diselidiki. Belum ada titik terang,’’ tegas Kompol Widia. Kuat dugaan bayi orok tersebut sengaja dibuang oleh orangtuanya karena kelahirannya memang tak diinginkan alias hasil dari hubungan gelap. Menurut Kapolsek Kintamani, orok ini diperkirakan dilahirkan sekitar dua jam sebelum ditemukan warga. “Ketika itu ari-arinya masih menempel, namun kondisi bayi sehat dan dalam kondisi normal,” tegasnya. Seorang warga Bayunggede Tut Yuli, menduga ibu bayi tersebut memang sengaja membuang bayinya lantaran hasil hubungan gelap. “Mungkin saja bayi itu hasil hubungan gelap, sehingga kelahirannya tak diinginkan,” tegasnya. Kenapa ada orangtua yang begitu tega
32
3 - 9 Februari 2013
membuang bayinya begitu saja di jalan? Orangtua semacam ini jelas berdosa besar karena tak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Selain mendapat hukuman duniawi, orangtua tersebut pasti bakal mendapat ganjaran setimpal di alam baka. Jika masih memiliki hati nurani dan prikemanusiaan, orangtua semacam ini mestinya tidak sampai membuang bayinya di jalan. Kalau merasa janin yang dikandungnya bukan dari hasil hubungan suami-istri, paling tidak setelah lahir, sang bayi bisa dititipkan di panti asuhan atau diserahkan kepada orang yang mau bertanggung jawab. Dengan demikian, dosa yang ditanggung lebih ringan. Paling tidak bayi yang dilahirkan tanpa ikatan suami-istri itu nanti bisa menjadi besar dan menjadi orang berguna. Ketimbang membuangnya di jalan, sehingga dapat mengancam nyawa si bayi. Kalau sampai tak ada yang menemukannya, tentu si bayi bisa dimangsa binatang atau meninggal dunia karena ditelantarkan. Jika orangtua si bayi yang tega menelantarkan darah dagingnya, beda halnya dengan sejumlah pasangan suami-istri (pasutri) yang ingin mengadopsinya. Salah satunya, keponakan orang yang pertama kali menemukan bayi perempuan tersebut. Selain itu seorang polisi dari Gianyar, juga tertarik untuk memelihara sang bayi. Tetapi untuk urusan adopsi, polisi tidak bisa memutuskannya. Jika orangtua si bayi ini tidak terungkap, maka polisi menyerahan bayi tersebut kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangli. ‘’Nanti urusan adopsi dengan Pemkab Bangli melalui Dinsos,’’ imbuh Kapolsek Kintamani Kompol Ketut Widia. Tim yang mengurusi adopsi nanti terdiri dari Pemkab Bangli maupun kejaksaan. Mereka akan memeriksa siapa-siapa saja yang mengajukan permohonan untuk melakukan adopsi. Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi yakni kesanggupan memelihara dan kemampuan untuk menghidupi si bayi secara layak. Tujuannya agar si anak tidak sengsara di kemudian hari. ‘’Yang jelas kami hanya bertugas memburu pemiliknya. Kalau urusan adopsi itu nanti dengan pemkab,’’ tambah Kompol Widia. Sedangkan Kepala Dinas Sosial, Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli Nengah Sukarta mengatakan, baru beberapa hari ditemukan, ada tujuh pasangan pasutri yang mengajukan adopsi si bayi secara resmi. Mereka ada yang wiraswasta dan anggota Polri. Tanggung jawab bayi masih tetap berada di tangan pemerintah. Tetapi Dinsos telah berkoordinasi dengan provinsi untuk mengurus klaim pembiayaan perawatan si bayi di RSUD Bangli. Menurut Nengah Sukarta, bila enam bulan dilakukan penyelidikan dan tidak diketahui pemiliknya, maka bayi itu bisa dikatakan telantar. Sedangkan ari-ari yang dibawa si bayi rencananya diawetkan. Selain permohonan adopsi secara resmi, pihaknya juga banyak menerima pesan SMS dari warga yang ingin memelihara bayi malang tersebut. Untuk dapat mengadopsi anak, sedikitnya harus ada 11 persyaratan yang dipenuhi. Persyaratan tersebut yakni KTP suami-istri, foto pasangan suami-istri, surat permohonan adopsi, surat pernyataan hak perwalian, surat pernyataan hibah perwalian, surat pernyataan mengangkat anak, surat pernyataan pasutri belum punya anak, dan surat pengantar dari perbekel.
MBP/puspajingga
Perawat saat menyelamatkan bayi yang dibuang orang tak bertanggung jawab di pinggir jalan di Desa Bayunggede, Kintamani, Minggu (19/1) lalu. Bayi berjenis kelamin perempuan itu kini dalam kondisi sehat.
Masih ABG, Sandang Predikat Residivis
K
elakuan Komang AA alias Kokok ini memang keterlaluan. Baru berusia 16 tahun alias masih anak baru gede (ABG), Kokok yang asal Br.Switrayasa, Pesinggahan, Dawan, Klungkung ini, sudah menyandang status residivis. Dia sebelumnya terlibat berbagai kasus pencurian di Dawan. Kendati pernah dijebloskan ke sel, rupanya tersangka Kokok tidak insyaf juga atau kembali ke jalan yang benar. Dia rupanya keranjingan mencuri. Pada Senin (20/1) lalu Kokok mencongkel sadel motor milik I Nengah Nuranta (68) asal Br. Sukahati, Pesinggahan, yang diparkir di sebelah timur tembok Pura Segara Goa Lawah, Dawan. Sebelum kejadian, Nuranta memakirkan sepeda motor Supra nopol DK 4733 EH, miliknya, di sebelah timur panyengker Pura Segara Goa Lawah sekitar pukul 09.00. Dia kemudian menyimpan dompetnya yang berisi uang Rp 400 ribu dan beberapa surat penting di dalam sadel motornya, dengan dibungkus kain warna hitam. Rupanya tersangka Kokok sudah mengamati gerak-gerik Nuranta yang meninggalkan motornya begitu saja karena lokasi itu dianggapnya aman. Begitu si pemilik motor berlalu, tersangka Kokok beraksi. Caranya, dia pura-pura duduk dulu di atas motor Nuranta. Begitu mendapat kesempatan emas, Kokok mencongkel sadel motor tersebut, lalu menggasak barang-barang yang ada di dalamnya. Dalam hitungan menit dia kabur membawa hasil curian. Sedangkan Nuranta, yang baru saja habis sembahyang di pura sekitar pukul 11.00 kembali ke motornya. Dia kaget bukan main menyaksikan kain pembungkus dompetnya sebagian menyembul dari sadel. Curiga terjadi sesuatu, Nuranta segera membuka sadel motornya. Ternyata dompet dan surat-surat penting miliknya raib digondol maling. Dia sempat mencari tahu siapa gerangan pencuri yang mencongkel sepeda motornya
kepada Sumardi alias Kacir (35) asal Br. Kanginan, Pesinggahan. Dari keterangan Sumardi-lah akhirnya ketahuan kalau tersangka Kokok sempat duduk di atas sadel sepeda motor korban. Mendapat informasi seperti itu, Nuranta bergegas melapor ke Polsek Dawan. Polisi yang mendapat informasi kasus pencongkelan sadel motor segera bergerak ke lapangan. Petugas Polsek Dawan tak terlalu membutuhkan waktu lama untuk menciduk si pencuri karena sebelumnya telah mengantongi diri-cirinya. Tetapi saat dibekuk, tersangka Kokok sempat mengelak dikatakan mencongkel motor milik Nuranta. Tetapi setelah terus didesak, ABG berusia 16 tahun ini akhirnya mau mengakui perbuatannya. Di hadapan polisi, Kokok mengaku bahwa setelah mencongkel sadel motor korban, dia kemudian membuang dompet korban di sekitar TKP. Aksinya juga ke-
tahuan warga sehingga Kokok tidak bisa mengelak ketika ditunjukkan barang bukti kejahatan oleh polisi. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Made Sudanta ketika dimintai konďŹ rmasi menyebutkan, memang benar tersangka Kokok diciduk gara-gara mencongkel sadel motor di sebelah timur Pura Goa Lawah. Mirisnya, saat diperiksa di kantor polisi, tersangka Kokok mesti didampingi orangtua dan adiknya yang masih kecil. Di hadapan polisi, tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Tetapi polisi agaknya tidak mau percaya begitu saja dengan ucapan Kokok. Apalagi tersangka pernah ditangkap polisi karena melakukan perbuatan yang sama di tempat kelahirannya.
MBP/sriwiadnyana
Tersangka Komang AA alias Kokok (paling kanan), asal Pesinggahan, Dawan, Klungkung, didampingi orangtuanya saat menjalani pemeriksaan di Polres Klungkung garagara mencongkel sadel motor. 3 - 9 Februari 2013
33
KRIMINAL
Empat Dibekuk, Pembobol ATM Lainnya Beraksi
A
njungan tunai mandiri (ATM) bertebaran di mana mana, terutama di wilayah Denpasar dan Badung. Penempatannya kadang-kadang di daerah rawan aksi kriminal, misalnya di areal parkir dan pusatpusat perbelanjaan. ATM saat ini memang dilengkapi CCTV dan dipasangi berbagai pengaman. Tetapi yang namanya garong, pasti akan melakukan berbagai upaya untuk memuluskan aksinya, karena satu mesin ATM berisi uang ratusan juta rupiah. Sedangkan di Bali belum ada ATM yang dilengkapi alarm yang langsung berbunyi jika dijamah pencuri. Kendati empat pembobol berhasil diciduk polisi, seperti tersangka Susilo dan
temannya, Eko Wibowo, serta I Nengah Naya dan I Made Juniarta, kasus pembobolan ATM masih saja terjadi di Bali. Untuk diketahui, tersangka Susilo dan Eko Wibowo dibekuk di Pelabuhan Gilimanuk, pada 30 Juni 2013. Sedangkan tersangka Nengah Naya dan I Made Juniarta ditangkap anggota Dit. Reskrimum Polda Bali pada 20 Desember 2013. Kasus teranyar dan pertama kali di awal 2014 yakni pembobolan ATM BRI di areal Apotek Kimia Farma di Jalan Cokroaminoto, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Senin (20/1) lalu. Ketika itu maling gagal membuka pintu brankas. Dia hanya mampu membongkar perangkat mesin ATM hingga rusak parah. “Dugaan sementara kasus ini
percobaan pencurian karena maling tidak mampu membuka tempat penyimpanan uang. Kasusnya masih kami selidiki,” kata Kapolsek Denbar, Kompol Erwin Pratomo. Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga mengecek rekaman CCTV yang terpasang di sudut timur ruangan ATM. Kasus ini diketahui berawal ketika karyawan BRI bagian cleaning service (kebersihan) Arif Rendi, sekitar pukul 08.00 tiba di areal parkir Apotek Kimia Farma – tempat ATM itu bercokol. Begitu membuka pintu ATM, Arif kaget bukan kepalang karena mesin ATM rusak. “Saya sendirian ke sini (TKP). Sebelumnya, saya membersihkan ruang ATM di tempat lain,” tambahnya.
Polisi saat mengadakan olah TKP di areal ATM BRI di di Jalan Cokroaminoto, Ubung Kaja, Denpasar Utara, yang dibobol maling pada Senin (20/1) lalu.
34
3 - 9 Februari 2013
Saat tahu mesin rusak, Arif segera melapor ke kantornya dan batal membersihkan ruang ATM. Kejadiannya juga dilaporkan ke polisi. Beberapa menit kemudian, petugas Polsek Denbar dan Polresta Denpasar tiba di lokasi kejadian. Selain itu, beberapa karyawan BRI dan jasa pengiriman uang, PT Kejar, datang ke sana. “Kami menerima laporan kasus ini sekitar pukul 08.00,” kata Wakapolresta Denpasar AKBP I Gusti Kade Budi Harryarsana, saat ditemui di TKP. Mengenai kasus percobaan pencurian tersebut, anggota Bankamdes Ubung Kaja Made Sudana (34) yang beralamat di Jalan Made Bina, Denpasar, mengatakan sempat patroli melintasi lokasi kejadian sampai pukul 03.00. “Tidak ada apa-apa. Beberapa kali kami lewati tempat ini, aman-aman saja,” tegasnya. Selain itu, menurut Sudana, lampu di ruang ATM terang-benderang, termasuk sinar LPJ. Karena itu, dari jauh pun bisa dipantau jika ada hal-hal mencurigakan. “Sampai pukul 03.00 ATM ini sepi. Kalau setelah itu, saya tidak tahu karena tugas saya sudah selesai,” tandas Sudana. Sedangkan Apotek Kimia Farma, menurutnya, hanya dijaga
petugas waker. Apotek itu tutup sekitar pukul 22.00. “Mungkin ATM itu dibobol setelah pukul 03.00,” tegasnya. Dari hasil olah TKP polisi, sebelum beraksi, maling terlebih dahulu mematikan kilometeran listrik yang posisinya di belakang bangunan ATM. Tujuannya, supaya CCTV di dalam ATM tidak berfungsi. Dari hasil rekaman CCTV pada Minggu (19/1) lalu, sekitar pukul 23.18 ada mobil yang datang dan parkir di sebelah barat ATM. “Dari rekaman CCTV tidak ada transaksi,” tegas Kompol Erwin. Sekitar pukul 00.30, CCTV kembali merekam ada gerakan di ruangan mesin. Beberapa menit kemudian, mesin ATM dan CCTV-nya mati. Pascakejadian, polisi memeriksa karyawan Apotek Kimia Farma Komang Budi (34) sebagai saksi. Kepada polisi, pria yang beralamat di Jalan Seroja, Dentim ini, mengaku bahwa saat menyapu di depan apotek, ada seseorang yang masuk ATM. Beberapa menit kemudian orang itu keluar sambil mengatakan bahwa ATM dibobol. Sedangkan pihak BRI hanya melaporkan kerusakan mesin akibat ulah pencuri. Sedangkan kerugian akibat rusaknya mesin
mencapai Rp 30 juta. “Mereka (BRI) tidak melaporkan kehilangan uang, tetapi hanya kerusakan perangkat mesin ATM,” tandas Kompol Erwin. Dengan demikian, polisi sama sekali belum tahu apakah ada uang yang hilang atau masih utuh. Untuk memastikannya, Polsek Dentim harus memanggil BRI, tetapi belum ada persetujuan dari bank bersangkutan. Selain itu, polisi belum berani menyimpulkan apakah pembobol Atm BRI ini pemain lama atau baru. Di samping itu, jumlah pencurinya juga belum bisa dipastikan karena minim saksi. Sedangkan menurut karyawan PT Kejar (pengisi uang ATM) mengatakan, pada 18 Januari 2014 ATM itu diisi uang Rp 400 juta. Hingga dibobol maling, pihaknya belum mengisi uang lagi. Setelah olah TKP selesai, satu tim dari PT Kejar dikawal polisi bersenjata laras panjang mengambil uang di brankas ATM untuk dibawa ke kantor PT Kejar.
EKONOMI
Bisnis Kendaraan di Bali
Menarik, bak Wanita Cantik
P
ernah memperhatikan lalu lalang kendaraan bermotor (ranmor) pada jalanan utama di Bali? Bila ya, apa yang Anda lihat dalam satu jam memelototkan mata? Yang jelas, pasti ada banyak kendaraan dilihat sampai bikin pusing kepala. Tapi yang juga membuat tercengang selalu saja berseliweran mobil-mobil baru berbagai merek terkenal yang harganya miliaran rupiah. Bali seolah tak pernah mengalami krisis bila dilihat dari masuknya kendaraan-kendaraan baru, baik mobil penumpang, mobil barang, bus sampai sepeda motor. Bisnis kendaraan di Bali sepertinya selalu menarik bak gadis cantik. Dealerdealer sepeda motor misalnya sudah merambah masuk desa. Bahkan lembaga keuangan yang menyalurkan kredit kendaraan juga seperti berlari mengejar “mangsa” untuk mendapatkan keuntungan. Bahkan dampak ikutannya adalah menjamurnya usaha-usaha lain yang merupakan dampak ikutan dari bisnis kendaraan bermotor. Ada bisnis khusus alat-alat kendaraan, bisnis khusus ban, bengkel, usaha permandian kendaraan dll. Dengan kondisi ini, menjadikan Bali
sumpek. Paling terasa tentu saja di pusat Kota Denpasar yang kecil dengan penduduk sekitar 3,5 juta jiwa lebih dan jumlah kunjungan wisatawan semakin padat, membuat krodit lalu lintas. Sebagai gambaran begitu pesatnya perkembangan jumlah kendaraan di Bali (data Dishub Bali), pada 2006 jumlah kendaraan bermotor hanya 1,58 juta unit. Tapi data awal 2011 telah mencapai 2,35 juta unit. Jumlah kendaraan bermotor tersebut separuh lebih, yakni 1,9 juta unit beroperasi di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Menariknya, data sepeda motor pada 2006 hanya tercatat 1,36 juta unit meningkat menjadi 1,48 juta unit pada tahun berikutnya. Terus bertambah lagi menjadi 1,64 juta unit pada 2008. Pada 2009 1,83 juta unit dan 2011 mencapai 2,04 juta unit. Saat ini penduduk Bali sepertinya tak bisa lepas dari “jajahan” kendaraan bermotor. Bahkan anak-anak muda di Bali tak pernah lepas dengan kendaraan pribadi dalam setiap kegiatan. Dari beberapa pengamat menyebutkan, dampak tingginya pemanfaatan kendaraan pribadi menjadikan kendaraan umum makin terjepit dan tersisih. Walau pemerintah
sudah menata transportasi umum pada empat kabupaten/kota yang meliputi Kota Denpasar, Badung, Gianyar dan Kabupaten Tabanan (Serbagita), ternyata belum memberi imbas nyata. Bus sarbagita masih relatif belum berhasil mengubah perilaku warga khususnya Denpasar untuk naik bus. Warga masih tetap naik kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor karena mampu memperlancar kegiatan tanpa terbelenggu waktu dan terjebak kemacetan. Kondisi ini khususnya Denpasar yang makin “macet” karena mengalirnya mobil-mobil baru masuk Bali atas tingginya permintaan, semakin menyuburkan bisnis sektor ini. Bahkan bisnis mobil bekas sudah merambah ke mana-mana. Sudah menjadi pemandangan biasa bila pada sudut jalan strategis berjejer kendaraan pribadi dengan lebel “For Sale” atau “Dijual”, memberi gambaran bisnis ini menjanjikan. Dan itu juga tergambarkan dari maraknya iklan-iklan di media yang menawarkan kendaraan dengan berbagai merek dengan harga terjangkau dan banyak pilihan. LAPORAN
Bisnis Bali Info Bisnis di Bali
MBP/ist
36
3 - 9 Februari 2013
MBP/ist
Mobil Murah Bukan Murahan MASYARAKAT kini dimanjakan dengan masuknya kendaraan-kendaraan murah yang ramah lingkungan. Hampir seluruh merek kendaraan menawarkan kendaraan kecil (city car) dengan model menarik. Kehadiran kendaraan kecil dan relatif murah tersebut nampaknya mampu memberi harapan bagi mereka yang sebelumnya tidak mampu, tentu kini mampu membawanya ke rumah masing-masing. Sampai bula awal 2014 ini, ternyata harga produk ini tidak mengalami kenaikan seperti varian lainnya yang naik antara Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per unit. Kondisi ini relatif memberi angin segar bagi masyarakat. Adalah Head Denpasar Brach PT Astra International Tbk. Daihatsu Cabang Denpasar Tulus Pambudi memberi gambaran bagaimana animo masyarakat atas kehadiran mobil kecil ini. Dikatakannya, dari sisi harga mobil ramah lingkungan ini belum ada perubahan. Jenis Ayla tipe DM/T harganya masih tetap Rp 84.850.000 per unit. Kata dia, untuk menaikkan harga produk bersubsidi ini, pihaknya harus mengajukan proposal kenaikan harga ke pemerintah. “Kami harus mengajukan proposal dulu ke pemerintah untuk menaikkan harga,” ungkapnya belum lama ini.
Hingga kini, peminat mobil murah ini cenderung yang sudah memiliki mobil. Mobil ini menjadi mobil kedua atau ketiga. “Kalangan ekspatriat juga banyak meminatinya,” ujarnya. Selain itu, kata Tulus, pembelian mobil murah ini kebanyakan tunai dan jarang yang kredit. Ini berarti konsumen yang sudah mapanlah yang cenderung memilikinya. Produk yang telah terdistribusi ke konsumen saat ini telah mencapai 600 unit, sedangkan yang inden masih sekitar 350 unit. Dikatakannya, harga murah bukan berarti murahan. Daihatsu Ayla bahkan mengandung teknologi terbaru. Salah satunya di bagian mesin. Mesin Daihatsu Ayla sudah menggunakan bahan baku terbaik, namun dengan fungsi dan performa yang sama. Salah satu syarat dari unit kendaraan ya ng punya label LCGC adalah memiliki efisiensi bahan bakar super irit, yakni tingkat kehematannya harus mencapai 20-21 kilometer per liter BBM. “Ayla bisa mencapai tingkat keiritan, karena menggunakan mesin baru yang lebih ringan. Beberapa komponen sudah menggunakan material terbaru dan menghasilkan performa yang sama,” imbuhnya. LAPORAN
Bisnis Bali Info Bisnis di Bali
3 - 9 Februari 2013
37
PARIWISATA
Profesi ”Guide” Dilirik Warga Asing
S
ecara finansial tak dapat dipungkiri profesi pramuwisata cukup menjanjikan untuk sebuah penghidupan yang layak. Kalau si pramuwisata bekerja di biro perjalanan wisata, ia akan mendapatkan honor dari kantor yang menugasinya. Terkadang pelayanan yang baik kepada wisatawan akan memberikan masukan berupa tips atau uang terima kasih kepada si pramuwisata. Keuntungan lainnya menjadi pramuwisata adalah kesempatan untuk bisa mengunjugi objek wisata di seluruh dunia tanpa perlu merogoh kocek. Peluang ini umumnya diperoleh karena panggilan untuk melakukan tugas pemanduan dan juga undangan dari beberapa mantan wisatawan yang pernah dipandu sebelumnya. Tak ayal profesi ini dilirik warga asing. Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Sang Putu Subaya mengatakan, pihaknya mendapatkan banyak laporan dan temuan di lapangan soal maraknya warga negara asing yang menjadi pramuwisata liar. Setelah Cina, kini mulai bermunculan warga asing yang meng-handle wisatawan mancanegara asal Rusia. Sang Putu Subaya tidak memungkiri lemahnya penguasaan kemampuan SDM
lokal, menjadi penyebab menjamurnya warga asing yang berprofesi sebagai pramuwisata liar. Dikatakannya, dari 6.500 anggota HPI, baru 65 saja yang mampu melayani tamu asal Rusia. “Kondisi ini sudah meresahkan anggota HPI, karena pelanggaran terkait pramuwisata makin hari jumlahnya makin besar, seperti pramuwisata ilegal dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya. Pihaknya menginginkan supaya diberi kewenangan oleh pemerintah setempat untuk turut mengawasi pelanggaran terkait pramuwisata di Bali. Sebab, permasalahan pelanggaran pramuwisata yang makin marak terjadi ini. “Dengan memberikan kewenangan pada HPI untuk ikut mengawasi, maka hasilnya nanti akan disampaikan kepada pemerintah juga, sehingga mempunyai gambaran lebih detail tentang persentase pelanggaran yang terjadi di lapangan,” katanya. Mantan Ketua HPI Bali Made Sukadana menegaskan, sesuai ketentuan, tugas memandu wisatawan hanya boleh ditangani oleh WNI yang telah teregistrasi dan bersertifikat atau memiliki kecakapan untuk pekerjaan tersebut. Berdasarkan Peraturan
Gubernur Bali No. 25 Tahun 2006, yang mengacu Keputusan Menteri Pariwisata tahun 1988, otoritas kepariwisataan di Bali secara bertahap memberikan pelatihan kepada para pemandu pariwisata agar memeroleh sertifikat dan memiliki kecakapan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Sejak tahun 1988 hingga kini, di Bali terdata 7.039 pemandu pariwisata, namun yang kini masih aktif di lapangan sekitar 5.000 orang saja. Pakar Pariwisata Unud Drs. I Putu Anom, M.Par. menilai lemahnya penegakan Perda 5 Tahun 2008 tentang pramuwisata bagi pelaku pelanggaran membuat aturan ini makin tidak berdaya. Maraknya keberadaan guide ilegal menjadi penyebabkan rusaknya citra pariwisata Bali, karena cenderung memberikan pelayanan yang buruk. “Lemahnya penegakan hukum membuat banyak pramuwisata yang tidak berizin,” ucapnya. Dikatakannya, keberadaan pramuwisata yang tidak berlisensi di Bali sudah jelas menyalahi aturan. Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota mesti menurunkan tim untuk menertiban pramuwisata illegal yang beroperasi di Bali. “Tim dari Diparda Bali tegas dalam menindak guide ilegal. Sanksi bagi mereka ini tidak hanya denda tapi bila mungkin sanksi hukum kurungan. Sanksi hukum ini wajar diberikan sehingga memberikan efek jera,” tegasnya. Disebutkan, pramuwisata harus mengetahui dengan benar potensi pariwisata Bali baik alam, budaya, agama, dan mengetahui karakter masyarakat Bali. Pemahaman budaya ini menjadi modal bagi pramuwisata untuk menjelaskan dengan benar budaya Bali kepada wisatawan. Parwata Menjadi pramuwisata adalah pekerjaan yang menggiurkan. Bayangkan saja, selain mendapat kesempatan mengunjungi objek wisata, mereka juga mendapat penghasilan lebih yang diperoleh dari “fee” yang diberikan wisatawan.
MBP/edi
38
3 - 9 Februari 2014
MBP/edi
Pramuwisata harus mampu menerangkan objek wisata yang dikunjungi wisatawan. Bahkan harus tahu banyak hal terkait, karena mereka merupakan ujung tombak pariwisata.
Pramuwisata Ujung Tombak Pariwisata PRAMUWISATA memegang peran penting dan termasuk ujung tombak sekaligus sebagai jembatan antara kepentingan wisatawan dengan industri pariwisata. Karena itu, secara umum, seseorang yang hendak menjadi pramuwisata di Indonesia disyaratkan untuk memiliki lisensi yang diterbitkan oleh HPI. Ketentuan ini terutama bagi pramuwisata yang melayani wisatawan asing agar kualitas pribadi pramuwisata selalu mencerminkan menjaga validitas berbagai informasi yang disampaikan kepada wisatawan. “Pramuwisata adalah orang pertama yang ditemui wisatawan, selanjutnya akan menjadi teman dalam perjalanan, yang dapat memberikan informasi, penjelasan dan petunjuk tentang segala sesuatu, terutama yang menyangkut objek dan atraksi wisata sesuai dengan rencana perjalanan wisata yang sedang diselenggarakan. Sehingga pramuwisata adalah ujung tombak parawisata daerah,” ungkap Dewan Penasihat DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pusat, Jro Mangku Nyoman Kandia.
Menurutnya, pramuwisata adalah profesi yang luar biasa. Pramuwisata harus mengetahui secara terperinci dan keseluruhan objek yang akan diperkenalkan. Dan harus memahami benar objek wisata yang akan diperkenalkan baik secara histori, sosial, dan budaya. Pramuwisata dianggap sebagai guru besar, karena pramuwisata akan selalu menjadi wadah untuk sejuta pertanyaan dari para turis tentang objek wisata, layaknya seorang guru besar di perguruan tinggi yang menjadi tempat bertanya para mahasiswa. “Memang tampak sepele, tapi dari semua itu pramuwisata (tour guide) memiliki peranan penting (important role) dalam dunia kepariwisataan,” katanya. Dikatakan, pramuwisata dianggap sebagai duta besar, karena perwakilan bangsa atau negara untuk memberikan informasi kepada bangsa lain. Dengan kata lain, bagaimana dan siapa bangsa itu di mata dunia, akan dipengaruhi oleh pramuwisata. “Pramuwisata memainkan peranan besar dalam memajukan roda pariwisata, dengan kata lain pramuwisata adalah ujung tombaknya
parawisata daerah,” sebutnya. Berbicara tentang tantangan menjadi pramuwisata sebenarnya tidaklah sedikit. Secara umum tantangan yang paling banyak dihadapi oleh pramuwisata adalah pandangan negatif dari masyarakat, tantangan bahasa, wawasan yang kurang tentang objek wisata Banyak pandangan negatif dilabelkan pada profesi pramuwisata. Pelabelan itu terjadi oleh adanya beberapa oknum pramuwisata yang tidak mengindahkan kode etik kepramuwisataan. Pelabelan ini lebih condong terlihat melalui cara interaksi si pramuwisata dengan wisatawan khususnya luar negeri yang cenderung permisif. “Lebih sulit lagi ketika yang menjadi pramuwisatanya adalah perempuan. Masyarakat awam beranggapan bahwa profesi pramuwisata tidak jauh-jauh dari praktik plus-plus atau prostitusi. Artinya memberikan jasa panduan wisata sekaligus jasa pelayanan ke arah yang lebih intim,” tandasnya. Parwata
3 - 9 Februari 2014
39
EVENT
BERSIH SAMPAH - Gabungan pasukan TNI Kodim 1611/Badung, Polsek Kuta Selatan, masyarakat Pecatu, PNS dan LSM melakukan aksi bersih sampah plastik di sekitar Pura Uluwatu, belum lama ini.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40
3 - 9 Februari 2014
MPB/Eka
BUDAYA
Disarankan, Jangan Ajak Pacar ke Pura Tanah Lot
R
asanya kurang pas jika menyaksikan keindahan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot tanpa ditemani pasangan. Jalan bergandengan menapak setiap bongkah karang kokoh penuh aura sungguh terasa senang. Namun sayang, ada mitos dan pantangan diyakini masyarakat Bali tidak boleh mengajak kekasih (pacar) ke tempat peribadahan tersebut. Meski asal-muasal mitos itu tidak jelas, namun bagi masyarakat di sana
42
3 - 9 Februari 2014
pantangan ini sangat diyakini. Jika pantangan itu dilanggar, maka hubungan dengan sang pacar diyakini tak akan bertahan lama. Suasana menjadi merenggang hingga akhirnya putus. “Mitos tersebut tidak berlaku bagi orang yang sudah berkeluarga,� kata pengurus pura I Ketut Toya Adnyana. Toya mengaku, mitos ini masih dipercaya masyarakat Bali. Namun, belakangan ini jarang diketahui wisatawan yang berkunjung bersama pacar atau
teman. Dan apakah mitos itu juga berlaku bagi mereka. “Kalau wisatawan jarang yang peduli. Apakah mereka bersama pacar atau tidak. Yang jelas tidak ada yang tahu apakah mereka putus atau tidak,� papar Toya. Bagi wanita yang sedang hamil atau wanita sedang haid juga dilarang naik dan masuk ke areal pura yang berada di tengah laut itu. Wanita yang sedang haid dianggap sedang kotor sehingga dilarang melakukan ritual keagamaan.
Di Pura Tanah Lot juga terdapat air suci, tepatnya di bawah pura. Air suci ini diyakini bisa mendatangkan rezeki bagi yang meminumnya. Sementara, di seberang Pura Tanah Lot terdapat gua yang di dalamnya terdapat ular yang disucikan. Wisatawan pun bisa melihat atau memegang ular ini. Masyarakat Bali percaya, ular suci ini sering berpindah-pindah ke Pura Tanah Lot di malam hari untuk menjaga kesucian pura. Menurut Manager Operasional DTW Tanah Lot ini, kejadian-kejadian aneh kerap terjadi di areal Pura Tanah Lot. Pada saat piodalan di pura tersebut ada seorang wisatawan asing memotret pura ternyata ada penampakan. Seorang wanita cantik ikut berfoto di sebelah objek. Ada juga kejadian lain, yakni wisatawan melihat pura lain di tengah laut.
Ada juga pengunjung yang tak mau pulang. Setelah diperciki tirta oleh pemangku baru mau pulang. DTW Tanah Lot merupakan objek terfavorit saat ini. Pura Tanah Lot yang ada di tengah laut itu merupakan bagian dari Pura Dang Kahyangan. Merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Pura ini dibangun oleh Brahmana yang mengembara dari Jawa bernama Danghyang Nirartha. Brahmana ini berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot,
Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot Beliau dengan kekuatannya memindahkan bongkahan batu ke tengah pantai dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. LAPORAN www.bali-travelnews.com
TRADISI
Gambang, Karawitan Tua yang Langka
B
ali memiliki banyak jenis karawitan klasik. Salah satunya adalah gambang. Karawitan ini diyakini sudah ada sejak lama. Seperti juga kesenian klasik lain, karawitan gambang kini keberadaannya masih langka. Gambang tersebar di beberapa daerah seperti di Tenganan dan Bebandem (Karangsem), Singapadu, Saba dan Blahbatuh (Gianyar), Kesiut (Tabanan), Kerobokan dan Sempidi (Badung) serta sejumlah daerah di Denpasar. Di Buleleng, gambang tercatat ada di Kecamatan Tejakula, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Banjar. Selain jumlah sekaa gambang sedikit, intensitas pergelarannya juga langka. Ini terjadi karena di beberapa tempat, gambang amat disakralkan, sehingga tak bisa dipentaskan di sembarang tempat. Umumnya gamelan itu hanya dimainkan
pada saat upacara pitra yadnya dan dewa yadnya. Bahkan, masyarakat tidak banyak yang tertarik untuk mendalami karawitan gambang. Namun begitu, ternyata masih tetap saja ada sejumlah warga yang begitu setia menggeluti gambang. Gambang, gamelan sakral yang memang identik dengan upacara pitra yadnya. Karena itu ada pendapat yang menyebut gambang berasal dua suku kata ‘’ga’’ dan ‘’mbang’’. ‘’Ga’’ berarti jalan, ‘’mbang’’ artinya kesunyian. Dengan demikian Gambang diartikan sebagai penuntun jalan bagi sang atma menuju ke Sunialoka. Mungkin karena fungsi gambang secara spiritual untuk menuntun atma ke wilayah sunyi itulah maka nasib gambang sendiri kini boleh dikatakan masih ‘’sunyi.’’ Bahkan gambang dinilai sebagai jenis kesenian yang khusus digeluti para orangtua. Karenanya,
para penabuh gambang umumnya orangorang yang sudah uzur. Memang, kini sudah banyak dari kalangan generasi muda sebagai penabuh-nya. Seniman karawitan Bali, I Wayan Sinti, M.A. yang alumnus San Diego University (AS) (Bali Post, 2003), sempat mengatakan ratusan gending atau lagu gambang kini tinggal dalam hitungan jari tangan. Apalagi perpaduan instrumen dan vokal (kidung) dalam kesenian gambang, terbenam. Ironis, kalaupun masih ada desadesa yang memiliki kesenian gambang, itu hanya untuk sekadar mengiringi upacara yang langka pemanfaatannya sehingga para penabuh rata-rata berusia uzur, lagu-lagunya pun makin langka untuk bisa dimainkan. Menurut pengamatan Sinti yang cukup lama menata tabuh/lagu palegongan dan semarpagulingan di Br. Binoh (Ubung Kaja, Denpasar), banyak yang kurang mengerti notasi gambang.
MBP/dok
Dosen ISI Denpasar Kadek Suartaya mengatakan, gambang di Bali merupakan karawitan langka dan berumur tua. Diperkirakan, karawitan ini sudah ada sejak abad ke-11 pada zaman Kerajaan Airlangga. Di Bali, karawitan ini menyebar di sejumlah daerah, tetapi keberadaannya masih langka. Memprihatinkan, para sekaa-nya umumnya sudah berumur. Di sisi lain seniman muda kurang menaruh perhatian terhadap karawitan tua ini. Padahal, gambang salah satu sumber karawitan Bali. Bahkan gong kebyar dan samara pegulingan banyak mengadopsi model musik gambang yang disebut gegambangan. Gambang secara visual termasuk gamelan dengan barungan kecil. Terdiri atas dua gangsa yang bilahnya menggunakan unsur besi dan empat instrumen gambang yang bilahnya menggunakan bambu. Karena itu penambuhnya hanya enam orang. Dilihat dari asal-usul katanya, kata Suartaya, ada yang menyebut gambang berasal dari kata ‘’kambang’’-- bilah-bilah mambu yang ‘’kambang’’ di atas tunggu. Ada juga menyebut ‘’kembang’’ atau bunga, karena
gending-gending gambang mampu memberi keindahan dan menawan hati. Suartaya mengatakan, tokoh gambang semakin sedikit. Yang masih ada, salah satunya I Nyoman Sinti dari Binoh. Karena itu generasi muda diharapkan menekuni gamelan ini
agar tidak sampai punah. Perhatian instansi terkait juga diharapkan lebih besar sehingga keberadaan gambang makin lestari. Subrata/berbagai sumber
MBP/dok
Para sekaa tampak memainkan nada karawitan Gambang.
ER TPRRAODPI S I TI
Pintu Kamar Berhadap-hadapan Bikin Penghuni Sering Bertengkar
G
aya minimalis begitu populer belakangan ini. Hal ini tidak terlepas dari keterbatasan lahan/luas, di samping kesederhanaan atau kemudahan dalam pemeliharaan. Termasuk, dalam dekorasi dan penataannya. Dengan desain serta dekorasi yang minimalis, akan memudahkan untuk membersihkan rumah. Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian dalam mendesain rumah minimalis adalah pintu. Kalau dulu pintu berfungsi sebagai perantara antara luar bangunan dengan dalam, atau pengubung antara sebuah ruangan dengan ruangan yang lainnya, sekaligus untuk menjaga privasi penghuni rumah, kini pintu bisa menambah nilai estetika. Sebab, kini dengan semakin berkembangnya teknologi, semakin memungkinkan munculnya beragam jenis, desain, ukuran, serta bahan dari daun pintu. Khusus di Bali yang mempunyai kepercayaan demikian kental, justru penempatan pintu ini sangatlah penting diperhatikan.
Masyarakat Bali (Hindu) percaya, jika pintu kamar satu dengan kamar lainnya saling berhadap-hadapan bisa membuat penghuni rumah sering bertengkar. Karena itu, disarankan membuat pintu kamar tidak saling berhadap-hadapan satu sama lain. Minimal, ada penyimpangan arah sedikit atau tidak pas sekali saling berhadapan. Jika terlanjur saling berhadap-hadapn, disarankan untuk mematikan atau menutup pintu satunya dengan kayu hingga terlihat rata sperti tembok. Dua pintu ruangan yang persis lurus berhadapan, misalnya pintu ruang tamu lurus tembus dengan pintu ke ruang belakang juga dipercaya membuat penghuninya menjadi boros. Apalagi, jika satu rumah mempunyai dua pintu yakni pintu gerbang dan pintu ke belakang rumah yang persis lurus, penghuninya dipercaya tidak akan bisa menabung. Dipercaya, rezeki yang masuk rumah langsung kabur lewat pintu belakang. Bahkan, ukuran lebar pintu gerbang di Bali ada ukuran atau hitungannya khusus karena sangat
berpengaruh terhadap kesehatan, rezeki, dan kehidupan sosial-religius penghuninya. Terlepas dari kepercayaan tersebut, begitu banyaknya jenis dan bentuk pintu rumah, kejelian dan kreativitas dituntut dalam memilihnya sesuai penempatan dan fungsi ruangan yang akan diberi pintu. Pastikanlah memilih jenis serta bahan yang tepat. Jangan pilih yang terlalu tipis dan gampang berubah warna oleh cuaca, terutama untuk pintu utama maupun pintu eksterior. Berikutnya, pastikan corak dan motif serta warna pintu rumah cocok dengan konsep desain rumah itu sendiri. Misalnya kita memilih desain rumah klasik lalu diberikan pintu minimalis modern, tentunya ini akan tidak cocok. Bila konsep rumah dengan gaya etnik, bisa menggunakan pintu berukir sebagai pintu utama rumah. Selain menjaga keamanan, pintu luar sebisa mungkin bisa menjadi peredam suara bising dari jalanan. Pintu rumah yang baik adalah yang mendukung sirkulasi udara antar ruangan. Sebaiknya penempatan pintu rumah disesuaikan arah dengan sirkulasi udara agar udara dapat mengalir dari luar ke dalam rumah, juga sebaliknya. Bila anda ingin cahaya alami ke sebuah ruangan (terutama pada pintu luar), pintu berelemen kaca menjadi pilihan tepat. Kita bisa menambahkan gorden untuk memperindah pintu tersebut sekaligus berfungsi untuk meredam panasnya sinar matahari dari luar. Bentuk kusen dan pintu bisa mencerminkan kepribadian dari pemilik rumah. Pilihlah kusen pintu dan jendela yang tepat agar tamu yang berkunjung ke rumah kita merasa nyaman walaupun baru berdiri di depan rumah. Memilih kusen pintu dan jendela rumah tidak semudah memilih furnitur lain. Umumnya pemilihan kusen pintu dan kusen jendela dianggap nomor kesekian pada desain rumah. Padahal jika kusen dan pintu tidak pas dengan desain rumah kita, tidak hanya mengurangi keindahan, namun bisa merusak keasrian rumah kita. Sugiarta/Pusdat
46
3 - 9 Februari 2014
Memilih Kusen Pintu dan Jendela MUNGKIN kelihatannya sepele sehingga pemilihan kusen pintu dan kusen jendela umumnya dianggap nomor kesekian pada desain rumah. Padahal jika kusen dan pintu tidak pas dengan desain rumah kita, tidak hanya mengurangi keindahan, namun bisa merusak keasrian rumah. Memilih kusen pintu dan kusen jendela dari bahan kayu agar cocok terhadap rumah dan bangunannya tentu harus disesuaikan dengan gaya ruangan serta jiwa dari rumah itu sendiri. Dalam memilih warna, juga harus diperhatikan agar terlihat pas dengan interior dan eksterior rumah kita. Oleh karena itu, warna pintu rumah sebaiknya disesuaikan dengan konsep rumah yang dibangun. Untuk rumah bergaya klasik, warna yang cocok adalah putih, hitam, hijau tua, biru tua, dan burgundi. Sementara untuk rumah bergaya modern, warna-warna teranglah yang lebih cocok. Pada umumnya pintu kayu terbuat dari bahan kayu solid alias padat. Namun, ada pula beberapa pintu yang dibuat dengan kepadatan
medium ďŹ breboard inti. Selain itu, ada juga yang dibuat dari bahan polyboard. Pilihan paling ringan adalah pintu yang menggunakan bahan inti honeycomb yang terbuat dari karton. Keunggulannya, sangat cocok untuk rumah yang bergaya klasik, abadi, rapi dan elegan. Penggunaan pintu kayu juga menimbulkan kesan hangat pada ruangan. Namun, hati-hati memilih pintu berbahan inti honeycomb yang kualitasnya buruk karena bisa mengurangi kekuatan dan kurang kedap suara. Pintu kayu butuh pemeliharaan rutin seperti sering dicat dan divernis. Pintu jenis Louvre yakni mempunyai irisan-irisan horizontal yang dapat dibuka untuk aliran udara apabila menginginkan privasi dan keamanan. Keunggulan pintu jenis ini, tetap ada aliran udara bahkan bila pintu ditutup. Hanya saja, pintu jenis ini lebih sulit dibersihkan dan dapat menghalangi pemandangan. Pintu yang paling sederhana adalah pintu jenis ush karena permukaan pintu rata se-
luruhnya. Pintu ush biasanya digunakan untuk bagian dalam rumah dan dibuat dari ďŹ berglass atau kayu. Pintu yang paling umum dipilih adalah jenis swing atau sering disebut pintu kupukupu karena kadang-kadang digunakan sepasang seperti pintu-pintu di tempat minum kecil di dapur. Engsel pintu jenis ini lebih mudah dipasang dan lebih mudah untuk dirawat. Jenis pintu lain yang umum ditemukan adalah pintu geser yang biasanya digunakan sebagai penghubung untuk menuju taman belakang. Pintu dorong yang padat dapat digunakan di dalam rumah apabila ruang yang tersedia sangat terbatas dan tidak cukup untuk pintu satu sayap. Pintu geser juga sering dimanfaatkan untuk pintu kamar mandi. Jenis pintu ini memerlukan ruangan yang lebih sedikit dan dapat disembunyikan, memberikan satu kesan yang bersih dan rapi. Sugiarta/Pusdat 3 - 9 Februari 2014
47
WISATA
DTW Alas Kedaton
Jalan Setapak Menuju ke ’’Kerajaan Kera’’
D
alam urusan memberi pelayanan terhadap wisatawan, pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton ternyata sangat paham. Pada musim low season ini pihaknya melakukan penataan terhadap kawasannya. Mulai dari penataan jalan setapak, taman, dan membuat patung monyet serta peremajaan terhadap tanaman yang ada. “Kami melakukan pembenahan fisik serta mengutamakan pengadaan perlengkapan atraksi serta sarana kerja terutama alat-alat kebersihan. Harapannya, di musim ramai nanti kawasan DTW Alas Kedaton menjadi besih dan indah,” kata Manager Operasional DTW Alas Kedaton I Gst Bagus Suryawan. Suryawan mengaku, pihaknya bakal membuat atraksi wisata di tengah hutan dengan cara menciptakan jalur-jalur trekking. Dengan demikian, wisatawan akan dapat melihat keunikan DTW Alas Kedaton secara lebih lengkap. Berbagai aneka ragam tumbuhan lokal serta binatang-binatang kecil selain kera dan kalong dapat disaksikandi sana. Wisatawan yang memiliki waktu lebih, imbuh mantan pegawai hotel ini, pasti akan senang memanfaatkannya. Termasuk juga para siswa yang sedang menikmati liburan sekolahnya. Mereka akan lebih lama bisa bersantai. Jalan setapak itu akan dibuat lebih manis berbatu sikat dengan panjang sekitar 800 meter. Ini akan membuat akses menuju ke ‘’Kerajaan Kera’’ menjadi lebih menarik. “Kami tak akan memungut bayaran lagi bagi wisatawan yang menikmati jalur trekking di tengah hutan itu. Dengan tiket masuk itu mereka bisa memanfaatkan fasilitas yang ada termasuk asuransi,” ujarnya. Format wisata jalan setapak di tengah hutan itu ada tiga jenis sesuai dengan jaraknya. Bagi yang memiliki waktu pendek bisa memilih keliling dengan setengah pura dan seperempat hutan. Mereka bisa rekreasi di taman jaba pura, melihat hutan dan terakhir bertemu pertunjukan kalong dan ular. Waktunya
50
3 - 9 Februari 2014
hanya 15–20 menit. Format kedua waktunya antara 20-30 menit dengan mengeliling pura secara penuh dan masuk hutan hanya setengahnya saja. Diakhir juga mendapatkan hiburan kalong. Dan bagi wisatawan yang memiliki waktu agak panjang yaitu 30-1 jam bisa mengelilingi hutan secara penuh di mana luasnya mencapai 6.5 hektar. Diakhir perjalanan juga dapat menikmati kalong dan ular show. Surayawan mengatakan, penataan kawasan objek mulai dimulai sejak awal Desember 2013 dengan melakukan pemasangan batu sikat di jaba pura seluas 1.444 meter persegi. Juga menata jalan setapak, taman serta memperindah kondisi wantilan serta dilengkapi dengan patung kera sebagai ikon. Untuk memberikan rasa nyaman, pihak pengelola juga membangun tembok pembatas antara milik masyarakat dan objek sepanjang 150 meter. Upaya menciptakan lingkungan bersih, pihaknya sudah membeli sepeda motor roda tiga khusus untuk mengangkut sampah. Pada hari-hari biasa, terang Suryawan, volume sampah memang tak terlalu banyak. Tetapi, pada hari-hari raya sering dengan membludaknya pengunjung
volume sampah cukup banyak. “Kami bisa mengangkut sampah 4 kali dengan menggunakan motor itu. Sampah organik dijadikan humus dan sampah plastik di daur ulang yang dikirim pada pengepul,” ungkapnya. Khusus untuk penataan ini, jelas Suryawan, murni menggunakan sumber dana dari hasil pengelolaan objek dan bantuan dari Desa Pakraman Kukuh. “Khusus untuk penataan yang telah usai itu sudah dihabiskan dara sebesar Rp 400 juta. Untuk jalan setapak di tengah hutan nanti juga dianggarkan dari pos dana itu,” ungkapnya. Tentang pembagian hasil penjualan tiket masuk ke DTW Alas Kedaton, Suryawan mengatakan, dari pendataan kotor sebanyak 35 persen masuk ke Desa Adat Kukuh, 20 persen ke pemerintah daerah pemda dalam bentuk retribusi, 45 persen untuk biaya operasional yang meliputi pemeliharaan, pengembangan, promosi, gaji pegawai, pakan kera dan dana sosial. LAPORAN www.bali-travelnews.com