Skip to main content

Majalah balipost edisi 99

Page 1

99 |3 - 9 Agustus 2015

Bali Mesti Bangkit RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI z Pariwisata Berkembang, Pertanian Bali Terpojok 6 BALI SEPEKAN zDenpasar Krisis Sumber Air Bersih 7 LAPORAN UTAMA zEkonomi Terpuruk Bali Mesti Bangkit 8

zMeratakan Kesempatan Berusaha 9 zSilpa Tinggi Kegagalan Birokrasi 10 zPenyelamat Ekonomi Rakyat 11 POLITIK zAPBD Tersandera 16 zTiga Solusi Pemilu Elektronik 17 PENDIDIKAN z Coret Program

”Rakus” Anggaran 18

MANCANEGARA z Usaha Mencari

Makhluk Asing 20

DAERAH z Objek Wisata

Pengelolaan Penelokan Belum Profesional 22

KESEHATAN z Satu Desa, Tak

Cukup Satu Bidan 24

LENSA z Panen 26

OLAHRAGA z Penyerang Bertubuh

Jangkung Itu Telah Tiada 28

LINGKUNGAN z Suhu Ekstrem

Produksi Udang Merosot 36 PARIWISATA z Mengikis Citra Negatif

”Money Changer” di Mata Asing 39

TRADISI z “Masegeh” di Tambakan

Krama Persembahkan ”Bulu Geles” 46

PROPERTI z Bisnis Properti Lesu Hingga 2016 49 3 - 9 Agustus 2015

3


DARI PEMBACA

Siswa Miskin Menunggu Bebas Semua Biaya Pendidikan P

emkab Gianyar menjamin siswa miskin yang sudah masuk ke sekolah lanjutan, baik SMP, SMA/SMK tidak akan dikenakan biaya, iuran atau pungutan dalam bentuk apa pun. Bahkan Sekda telah menindaklanjuti dengan memerintahkan jajaran di bawahnya yaitu Disdik dan Camat untuk memonitor dan memfasilitasi agar jangan sampai ada lagi siswa di Gianyar yang putus sekolah karena alasan dibebani biaya pendidikan. Masyarakat pada umumnya dan khususnya dari kalangan keluarga siswa miskin di satu sisi menyambut gembira adanya jaminan Pemkab tersebut tetapi di lain sisi masih ada kekhawatiran. Hal ini mengingat pengalaman tahuntahun sebelumnya mereka pada kecewa dengan janji-janji pemerintah yang membebaskan biaya pendidikan tetapi tetap saja mereka dipungut biaya ini-itu dengan berbagai alasan dari pihak sekolah masing-masing. Sehingga, bebas biaya pendidikan tidak seperti dibayangkan siswa/keluarga miskin. Dalam pengertian mereka bebas dari segala bentuk pungutan, tetapi kenyataannya hanya sedikit biaya yang dibebaskan. Artinya, siswa miskin tetap terbebani biaya, meskipun tidak seluruhnya. Dan itu tetap saja berarti beban biaya yang memberati kehidupan keluarga/siswa miskin. Masyarakat sudah pada tahu bahwa alokasi dana untuk anggaran pendidikan sangat besar melalui APBN/APBD (sebesar 20 persen). Tetapi kenapa biaya pendidikan tetap membebani masyarakat?Kini berpulang kepada pihak terkait terutama pendidik dan komite sekolah untuk menindaklanjuti perintah Pemkab tersebut dengan hati nurani yang sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-cita anak bangsa menjadi manusia berkualitas cerdas dalam menghadapi persaingan global yang semakin berat. IB Rai Djendra Gianyar

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

3 - 9 Agustus 2015

4


Zona Rawan Ekonomi Bali KETERGANTUNGAN Bali terhadap pariwisata dikhawatirkan akan membuat Bali berada dalam zona rawan dalam menjaga ketahanan ekonomi. Meskipun sektor pariwisata bertahun–tahun menjadi andalan ekonomi Bali, namun sektor ini tergolong rapuh di tengah keterpurukan ekonomi. Hal ini pun membuat banyak kalangan meragukan sektor pariwisata bisa membuat Bali bertahan dari ancaman keterpurukan ekonomi. Hal itu terungkap saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali terkait dengan daya dukung pariwisata terhadap ketahanan ekonomi Bali. Pada jajak yang dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon ini, 34,01 persen responden mengaku yakin bahwa Bali bisa mengandalkan pariwisata dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Responden berpandangan Bali hanya perlu melakukan proteksi dan membatasi investasi yang merusak alam Bali. Jika hal ini bisa dilakukan Bali akan tetap bisa bertumpu pada sektor pariwisata. Terjaganya alam Bali serta budaya Bali akan membuat Bali memiliki identitas parwisata yang jelas. Selain itu, sektor pariwisata juga

merupakan lokomotif ekonomi global yang dijadikan andalan sejumlah negara. Sementara 64,35 persen responden mengaku tidak yakin Bali bisa terus bertumpu pada sektor pariwisata. Responden menilai mulai rusaknya alam Bali dan melemahnya ekonomi global akan membuat sektor parwisata ikut terkoreksi. Terlebih, belakangan ini identitas pariwisata Bali sudah bergeser. Sektor pariwisata yang sudah membias dari pariwisata akan membuat Bali tidak lagi menjadi primadona wisatawan mancanegara. Bali yang sudah memfasilitasi berkembangnya pariwisata berbasis alam, binatang dan hiburan malam akan kalah saing. Ini akan memicu keterpurukan ekonomi. Selain itu, rapuhnya sektor pariwisata dari ancaman stabilitas dan pelemahan ekonomi, akan membuat Bali sulit menjaga pertumbuhan ekonomi jika tak memiliki kekuatan ekonomi alternatif. Responden justru berpandangan, Bali akan tetap memiliki daya tahan ekonomi jika sektor pariwisata diimbangi dengan pertumbuhan sektor pertanian. Sedangkan 1,64 persen responden tak memberikan respons terkait hal ini. Mereka berharap Bali segera membangun sektor per-

Yakinkah anda, sektor pariwisata Bali bisa membuat Bali tetap bertahan menghadapi tekanan ekonomi di tengah melemahnya perekonomian global dan daya tahan ekonomi nasiaonal?

Tidak Yakin 64,35%

Yakin 34,01% Tidak 1,64% Tahu

N=788

grafis: tomik cahya

tanian jika ingin daya tahan ekonomi bertahan. Responden juga berharap Bali membatasi investasi yang merusak alam Bali. z Dira Arsana 3 - 9 Agustus 2015

5

5


OPINI

Pariwisata Berkembang, Pertanian Bali Tumbang

P

ermasalahan yang kini muncul di Bali, berkait erat dengan proses pembangunan sektor pariwisata. Pembangunan sektor pariwisata menyebabkan adanya alih fungsi lahan yang masif di Bali. Meskipun sawah, subak, dan pertanian di Bali sangat penting artinya bagi budaya dan pariwisata, tidak ada usaha yang strategis dan nyata agar eksistensi subak, sawah, dan pertanian di Bali dapat terus berlanjut. Hancurnya pertanian, sawah, dan subak di Bali, nyata terlihat seiring dengan perkembangan sektor pariwisata. Atau seiring dengan trend sumbangan sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) terhadap PDRB Bali yang terus membesar. Sementara itu, sumbangan sektor pertanian terus mengecil. Bank Indonesia Prov. Bali, secara rutin melakukan kajian ekonomi dan keuangan regional Bali. Dalam kajian pada Triwulan II tahun 2014 menunjukkan betapa terpojoknya sektor pertanian dibandingkan dengan perkembangan sektor pariwisata. Oleh karenanya, untuk apa terus mengembangkan sektor pariwisata di Bali, apalagi dengan melakukan reklamasi? Pemerintah seharusnya membuat program untuk mengembangkan sektor ekonomi yang sudah hampir “pingsan�, seperti halnya sektor pertanian di Bali. Kalau tidak, maka Bali akan terus-menerus terjebak dalam ekonomi kapitalis, di mana sektor yang kaya akan semakin kaya, sedangkan sektor yang miskin semakin miskin. Pada tahun 2014, pertumbuhan sektor pertanian hanya 0,02%, dibandingkan dengan tahun 2011 yang bertumbuh 2,22%. Sementara itu sektor PHR tetap meningkat di atas 8%. Yakni pada tahun 2014 meningkat 8,43%, dan pada tahun 2011 meningkat 8,69%. Seiring dengan kondisi perekonomian seperti itu, penduduk miskin di Bali justru naik sebesar

6

Oleh Wayan Windia

0,04% (pada Maret 2014), dibandingkan dengan tahun 2013. Penduduk miskin di Bali saat ini adalah 185.200 Rumah Tangga Miskin (RTM)/Rumah Tangga Sasaran (RTS). Menurut BI, hal ini terjadi karena adanya pertumbuhan yang rendah di sektor pertanian. Sementara sektor PHR yang glamor tidak mampu mengentaskan kemiskinan di Bali. Data di atas mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata (PHR) yang tinggi, tidak menjamin adanya pengurangan penduduk miskin di Bali. Selanjutnya untuk melihat kondisi petani di Bali, dapat dilihat dari Nilai Tukar Produk (NTP) pertanian. Pada tahun 2014, NTP di Bali turun sebesar 1,79% dibandingkan dengan tahun lalu. Kini NTP di Bali adalah 104,58. Hal ini berarti bahwa nilai produk pertanian di Bali adalah 104,58 sedangkan pengeluarannya adalah 100. Jadi, rendah sekali pendapatan petani di Bali. Nilai

NTP yang sedikit di atas 100, ditunjang oleh nilai pendapatan di sektor hortikultura. Sedangkan NTP petani di sektor pertanian tanaman pangan adalah di bawah 100. Hal ini menandakan bahwa para petani di sektor pertanian tanaman pangan ada dalam kondisi merugi. Dengan demikian wajar kalau mereka perlu mendapatkan bantuan (dukungan : subsidi dan proteksi), agar mereka tidak menjual sawahnya. Hal ini akan mengakibatkan subak di Bali akan punah, dan budaya Bali akan goyah dan hancur. Patut dicatat bahwa seirama pertumbuhan sektor PHR di atas 8%, maka pada tahun 2014, BPS Bali mencatat bahwa sawah di Bali berkurang ratarata 750 ha/tahun. Sebelumnya sawah di Bali menurun sebesar 400 ha/tahun (menurut Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prov. Bali). Namun dalam kurun waktu tahun 2005-2009, sawah di Bali sempat berkurang rata-rata lebih dari 1000 ha/tahun (BPS, 2010). Sementara sawah terus berkurang, maka jumlah petani di Bali juga terus menurun. Pada tahun 2014 petani di Bali tercatat 528.506 orang, yakni turun sebesar 61.663 orang (10,45%) bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini juga menandakan bahwa pendukung budaya Bali di sektor pertanian telah menurun dengan drastis. Pada akhirnya budaya Bali akan semakin punah, karena pendukung budaya Bali semakin berkurang dan terdesak. Faktor lain yang mendesak sektor pertanian dan subak di Bali di antaranya adalah nilai pajak PBB yang tinggi (karena dasarnya adalah NJOP), air yang semakin terbatas dan persaingan pemanfaatan air dengan berbagai sektor lainnya. Penulis, Ketua Pusat Penelitian Subak Univ. Udayana

3 - 9 Agustus 2015

6


BALI SEPEKAN

Air Irigasi Tercemar Limbah

BPM/ara

Denpasar Krisis Sumber Air Bersih TINGGINYA pertumbuhan pendududk di Denpasar yang mencapai 4 persen, menimbulkan sejumlah persoalan ikutannya. Selain masalah sosial, kebutuhan akan air bersih juga semakin meningkat. Sementara sumber-sumber air bersih di daerah ini sangat minim. Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, sedangkan di sisi lain, krisis sumber air bersih, berdampak tingginya minat warga menggunakan air PDAM. Ketua Dewan Pengawas PDAM Denpasar Dewa Nyoman Semadi dalam kegiatan temu pelanggan beberapa waktu lalu men-

gatakan, permasalahan krisis air bersih di Kota Denpasar bukan hanya karena PDAM belum mampu memberikan pelayanan secara optimal. Namun, lebih disebabkan karena keterbatasan sumber-sumber air di kota ini. “Karena itu, Pemkot Denpasar melalui PDAM telah mencoba untuk meningkatkan cakupan layanan PDAM dengan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Pusat mengatasi persoalan pasokan air ini,� jelas Dewa Semadi yang juga Kepala Dispenda Kota Denpasar ini. z Asmara Putera

UPAYA menciptakan lingkungan bebas limbah, sulit terealisasi. Mengingat, masih banyak peternak babi yang membuang limbahnya ke saluaran irigasi. Seperti yang terlihat di Desa Demulih, Susut. Selain mencemari udara, limbah tersebut mengakibatkan air saluran, sehingga tak layak untuk dipakai oleh warga setempat. Petani setempat juga banyak yang mengeluhkan gatal-gatal akibat air sawah mereka tercemar limbah kotoran babi. Seperti diakui salah seorang warga setempat, Nengah Nonok, Rabu (22/7) lalu. Ia mengaku sering gatal-gatal setelah mengolah lahan pertaniannya. Gatalgatal dirasakan paling sering di bagian kaki. Karena kaki mereka yang sering terendam saat mengolah lahan pertaniannya. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Bangli I Made Alit Parwata mengharapkan peternak babi memikirkan dampak dari pembuangan limbah yang sembarangan. Bahkan, ia mengancam akan menutup usaha para peternak yang masih membuang limbah sembarangan. z Sosiawan

Karangasem Kantongi 5.590 Rumah Tak Layak Huni KABUPATEN Karangasem sampai saat ini masih mengantongi 5.590 unit rumah tak layak huni. Dari jumlah itu, tahun akan ditangani sebanyak 1.068 untuk mendapat perbaikan. Sisanya akan ditangani pada tahun berikutnya. Hal ini ditegaskan Kepala Bappeda Karangasem

Ketut Sedana Merta, Selasa (22/7) lalu. Sedana Merta mengatakan, sejak tahun 2010 Pemkab Karangasem telah melakukan perbaikan. Sedikitnya 11.545 unit rumah tak layak huni sudah tertangani. Artinya, dalam lima tahun ini sudah banyak terjadi perbaikan untuk rumah

tak layak huni. Perbaikan itu dilakukan dengan menggunakan dana dari berbagai sumber, selain APBD Karangasem. “Perbaikan rumah dikemas dalam program bedah rumah dan rehab rumah,� katanya. z Bagiarta 3 - 9 Agustus 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Ekonomi Terpuruk

Bali Mesti Bangkit

B

ali terbuka untuk investasi. Tak hanya mengabaikan daya dukung Bali, juga tidak memperhatikan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang akan terserap. Kondisi ini tentu saja mengundang berbagai ancaman kerusakan lingkungan dan budaya termasuk lingkungan sosial. Buktinya tenaga kerja luar masuk Bali, melebihi serapan naker lokal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah pengangguran pada Agustus 2014 mencapai 44.126 orang (1,90 persen). Jumlah ini meningkat dibandingkan Agustus 2013 yang mencapai 1,83 persen dan Februari 2014 sebanyak 1,37 persen. Sementara jumlah tenaga kerja terserap tahun 2014 di Bali sebanyak 2.272.632. Oleh karenanya, pemerintah harus merancang pembangunan Bali ke depan secara terencana dan bertahap, jangan sampai over dosis. Kalau membuka lapangan kerja terlalu banyak, maka daya dukung Bali akan terancam. Daya serapnya harus disesuaikan secara bertahap. Demikian pula perlu langkah nyata dan bersama untuk mengatasi ancaman tersebut. Masyarakat Bali agar memiliki peluang yang lebih besar dalam mengeliatkan ekonomi Bali khusus di sektor pariwisata, perlu dibuat pengaturan mengenai bisnis pariwisata yang arahnya menguntungkan pada domestik. Sebagai contoh dari segi SDM, yang bisa masuk ke dunia pariwisata KDQ\D \DQJ VXGDK EHUNXDOLÂżNDVL EXGD\D %DOL 6HODLQ itu, pemerintah daerah juga harus memfasilitasi sektor pertanian, perikanan dan UMKM dengan meluncurkan produk-produk pembiayaan yang pro rakyat. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Prof. Dr. Wayan Gede Supartha, S.E., S.U., mengatakan, sejumlah pihak khususnya pengusaha lokal mesti mengambil langkah strategis. Salah satunya dengan lebih menggali keunikan Bali, sehingga peluang bisnis bisa digarap. “Gali potensi yang unik, misalnya di industri SPA yang ngetren saat ini khususnya yang berbahan herbal. Itu orang Bali sendiri yang memang mengerti tentang tanaman herbal, kalau istilahnya ayur weda, justru-

Tenaga kerja lokal banyak mengais rezeki di pasar sebagai tukang angkut barang. Sementara SDM luar lebih banyak menggeluti sektor informal utamanya pedagang kaki lima.

8

3 - 9 Agustus 2015

MBP/Eka

8


Meratakan Kesempatan Berusaha

itu harus ditangkap,” ujarnya, pekan lalu. Namun, lanjut Supartha, masyarakat Bali cenderung kurang giat dalam berbisnis. Kebanyakan dari mereka cenderung hanya ingin bekerja sebagai pegawai negeri. Padahal, momen untuk menggerakkan lagi perekonomian seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi pengusaha lokal. Utamanya dalam merebut kembali bidang-bidang yang kini banyak dikuasai orang asing ataupun orang luar Bali. Supartha menambahkan, orang Bali hanya bisa bersaing di kelas menengah (tengah, red \DQJ PHPEXWXKNDQ NRPSHWHQVL DWDX VHUWL¿NDVL WHUWHQWX Sementara di kelas atas, orang Bali sudah dikalahkan oleh ekspatriat atau tenaga ahli asing. Di kelas bawah sekali, orang Bali dikalahkan tenaga kerja kasar dari luar Bali. Dengan demikian, akan sangat sulit untuk merebut peluang yang sudah dikuasai orang asing maupun orang luar Bali. Anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, ST mengatakan, sektor pariwisata memang yang paling mempengaruhi pelambatan ekonomi di Bali. Apalagi saat ini, jumlah hotel terlalu banyak sehingga menyebabkan angka hunian atau okupansi menjadi turun. Pemerintah pun diminta untuk melakukan moratorium pembangunan hotel secara selektif untuk mendongkrak okupansi hotel. Moratorium selektif artinya memilih bisnis di kelas atas yang mampu menarik harga kamar, atau di level bawah hanya memilih bisnis pariwisata yang bisa menguatkan suatu daerah. “Agar masyarakat Bali memiliki peluang yang lebih besar, perlu juga dibuat pengaturan mengenai bisnis pariwisata yang arahnya menguntungkan kepada domestik. Sebagai contoh dari segi SDM, yang bisa masuk ke dunia SDULZLVDWD KDQ\D \DQJ VXGDK EHUNXDOL¿NDVL EXGD\D %DOL VHKLQJJD PDV\DUDNDW Bali memiliki peluang lebih besar,” imbuhnya.

GELIAT ekonomi Bali kini lebih banyak bergerak di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita). Empat daerah itu semuanya berada di Bali Selatan. Sementara Bali Barat, Utara dan Timur nyaris ditinggalkan. Termasuk oleh pekerja lokal. Mereka memilih ijrah ke kawasan Sarbagita. Ketua Pusat Analisis Data Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. Sudjana Budhi berpendapat, saatnya difokuskan pembangunan infrastruktur di luar wilayah Sarbagita. Upaya ini untuk memanfaatkan peluang pasar yang akan berkembang dan memeratakan kesempatan berusaha bagi masyarakat Bali. Kata dia, jika momentum pembangunan infrastruktur dapat dimulai pada 2015 ini, maka likuiditas perekonomian Bali akan mencair kembali, yang tampak saat ini seakan beku dan tidak bergerak sama sekali. “Realisasi investasi bidang infrastruktur adalah ‘minyak pelumas’ yang dapat menggerakkan kembali dinamika pangsa pasar, melalui proses penggandaan pembelanjaan investasi terhadap bahan baku, permintaan lapangan kerja,” ujar Sudjana Budhi, pekan lalu. Pembangunan infrastruktur di wilayah non-Sarbagita, di samping berfungsi sebagai percepatan pembangunan pada wilayah tertinggal di Bali, juga akan membuka dengan sendirinya perluasan jaringan bisnis yang baru. Ini kesempatan pasar dan tantangan pengusaha lokal untuk merespons peluang pasar. Ini berdampak kepada the new generating income. Tidak saja bagi pengusaha, juga pada kesempatan kerja di sektor pertanian untuk berpeluang bergeser ke sektor industri dan jasa. Dijelaskan, pembangunan infrastruktur menjadi strategis, karena akan memberi peluang dalam rangka menghadirkan pangsa pasar baru, khususnya pada sektor pariwisata yang diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pertumbuhan industri penunjang pariwisata, termasuk penginapan, atraksi wisata, serta sektor jasa lainnya.

z Rindra

z Parwata

MBP/Eka

Pedagang kaki lima yang dikelola para pendatang sukses merambah hingga ke pelosok desa.

3 - 9 Agustus 2015

9

9


LAPORAN UTAMA

Silpa Tinggi

Kegagalan Birokrasi RENDAHNYA serapan APBD 2015 menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, hingga akhir Juni (kwartal ke-2) serapan APBD masih pada kisaran 30 persen. Ini terjadi hampir di seluruh Bali. Akibatnya dikhawatirkan sisa lebih perhitungan anggaran akan semakin tinggi. Terbukti dalam kurun waktu empat tahun terakhir, Silpa Pemprov Bali ratarata 24 persen dari APBD. Di tahun 2011, besaran Silpa bahkan pernah mencapai 27 persen. Itu artinya hampir seperempat anggaran belanja tidak termanfaatkan. Kondisi ini tak pelak menuai kritik anggota DPRD Bali. “Dengan kata lain selama empat tahun terakhir kita berjalan dengan 76 persen APBD saja. Apakah Silpa yang besar ini DNLEDW VHPDWD GDUL DGDQ\D H¿VLHQVL" 7HQWX tidak, karena itu menjadi pemikiran kita semua bagaimana ke depan Silpa bisa lebih ditekan lagi dalam kisaran yang tidak melebihi 10 persen dari APBD,” ujar Ketua Pansus Drs. Gede Kusuma Putra, M.M.Ak. dalam Rapat Kerja Daerah di DPRD Bali, pekan lalu. Tak hanya dari segi persentase, dewan lainnya, I Nyoman Adnyana juga mempertanyakan aspek perencanaan APBD. Pasalnya, Silpa yang mencapai hampir seperempat dari APBD dikatakan sebagai sebuah kegagalan. Dengan demikian perlu ditelusuri apakah ada penyimpangan dalam unsur perencanaannya. “Kalau lihat persentase hampir seperempat dari APBD, tentu ini sebuah APBD yang tidak sehat kalau dilihat dari unsur perencanaan, karena ketika kita bicara APBD dan itu bisa direalisasikan untuk kepentingan masyarakat baik pembangunan, kemasyarakatan, dsb. bahkan bisa terwujud sesuai dengan perencanaan, tidak ada lagi sisa yang berbentuk Silpa, itu yang hebat, luar biasa,” ujarnya. Menanggapi sorotan dewan ini, Sekda Provinsi Bali Cokorda Pemayun mengatakan bila Silpa memang tidak bisa dihindari. Apalagi Pemprov Bali menganut

10

MBP/dok

Proyek pengerjaan trotoar sering menjadi pilihan karena dinilai paling cepat terealisasi. Akibatnya banyak trotoar yang masih bagus harus dibongkar demi proyek bergulir.

anggaran berbasis kinerja. Lalu bagiamana dengan rendahnya serapan APBD hingga akhir triwulan NHGXD" .HSDOD %DSSHGD %DOL , 3XWX Astawa menyebutkan proyek-proyek memang biasa dimulai pada triwulan ketiga. Oleh karena itu, serapan APBD baru akan terlihat meningkat mulai pertengahan hingga akhir tahun ini. “Di pertengahan baru kita start, karena kan penyiapan administrasi biasanya awal itu,” katanya, Rabu kemarin. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Cokorda Pemayun mengklaim bila serapan APBD Bali kini sudah merambat lagi ke angka 42 persen. Dana APBD menurutnya banyak diserap untuk sektor pendidikan, pertanian, dan desa dalam program gerbangsadu. “Memang kita kan setiap tahun hampir di triwulan ketiga tumpuan semua karena itu menyangkut persoalan ada kewajiban dari pusat, itu persoalannya. Infrastruktur sebagian besar dari pusat, Bali paling memperbaiki atau pemeliharaan biasanya. Nanti triwulan ketiga pasti akan melonjak, serapannya 42 persen ini bisa menjadi mungkin lebih dari 60 persen,” paparnya. Anggota Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana tak menampik bila serapan APBD Bali masih terhitung kecil. Menurutnya ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu. Tidak melulu faktor lokal, tapi juga menyangkut kebijakan dan regulasi di pusat. Apalagi, saat ini terjadi peruba-

han nomenklatur pemerintah pusat, melemahnya nilai tukar rupiah, serta sektor primer yang tidak begitu menggeliat. “Kita berharap sih cepat. Kita selalu mengingatkan eksekutif supaya lebih serius, lebih gencar, artinya lebih cepat semuanya bisa ditindaklanjuti. Ini ambang toleransi masih tinggi tentang itu,” ujarnya. Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan bila serapan APBD Bali hingga Juni lalu mencapai 30 persen dari total APBD sebesar Rp 5,6 triliun. Menurutnya, kondisi Bali masih jauh lebih baik dengan kondisi nasional dengan persentase serapan yang tidak terlalu besar. Mengingat saat ini sudah memasuki pertengahan tahun atau triwulan kedua.“Serapannya 30 persen, secara nasional malahan ada yang 20 persen. Jadi kalau secara nasional itu antara 20-25 persen,” ujarnya. Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan, I Nengah Laba mengatakan kecilnya serapan APBD Bali tidak lepas dari proses tender yang memakan waktu lama. Apalagi, pada beberapa proyek atau lelang ada juga yang tidak melakukan proses penawaran. “Ya… wajar karena proses administrasi sampai tender itu lama,” kilahnya seraya optimis serapan APBD Bali ke depan mampu menembus angka 98 persen. z Rindra

3 - 9 Agustus 2015

10


Penyelamat Ekonomi Rakyat TOTAL APBD di Bali tahun 2015 ini mencapai Rp 18,582 triliun. Jumlah ini meningkat lebih dari Rp 5 triliun dibandingkan tahun 2014 yang mencapai Rp 13,025 triliun. Peningkatan anggaran ini tentu salah satunya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Namun, harapan itu rupanya belum terwujud hingga akhir triwulan kedua ini. Salah satu indikasinya adalah masih rendahnya serapan APBD. Demikian pula masih terjadi pelambatan ekonomi di Bali. Akademi Unud Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si., pekan lalu, mengatakan, realisasai Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Terlebih, di tengah melambatnya perekonomian dunia dan nasional, percepatan penyerapan APBD akan menstimulus pendapatan masyarakat. Menurutnya, dana yang diambil dari masyarakat harus segera dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk proyek atau program. “Pengeluaran pemerintah pada intinya menstimulus pendapatan masyarakat, melalui kesempatan kerja dan juga melalui belanja pemerintah. Jadi pengeluaran yang dilakukan pemerintah menjadi penerimaan bagi masyarakat,” ungkapnya. Karena itu, kata dia, semakin cepat pengeluaran pemerintah turun, maka perputaran transaksi di masyarakat juga akan mengeliat, sehingga mendorong meningkatnya daya beli masyarakat. “Kalau serapan APBD lambat mengakibatkan tenaga kerja yang biasa mengarap proyek pemerintah itu tidak memperoleh pekerjaan, termasuk perputaran

traksaksi barang juga lambat. Inilah menjadi perlambatan, karena ekonomi tidak bergerak,” tegasnya. Dia berpendapat, di tengah perekonomian yang sedang lesu, peran dari pengeluaran pemerintah menjadi sangat penting menjadi stimulus peningkatan pendapatan masyarakat. “Realisasai APBD harusnya menjadi penyelamat di tengah lesunya ekonomi dunia dan nasional. Kita tidak harapkan perlambatan ini menimbulkan kekisruhan sosial lantaran terjadi kesenjangan,” ucapnya. Dia berharap, pemerintah segera merealisasikan proyekproyek yang telah dianggarkan dalam APBD, sehingga tidak menimbulkan kekisruhan sosial akibat kesenjangan yang terjadi. “Sekarang kita harapkan bagaimana pemerintah segera merealisasaikan proyek-proyek yang telah dianggarkan,” tambahnya. Guru Besar Undiknas University, Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., menyebutkan, masyarakat Bali tidak bisa berharap banyak dari pemerintah. Selain karena terbatasnya anggaran, juga akibat belanja modal atau pembangunan yang ada di APBD proporsinya tidak memadai untuk ikut mendorong perekonomian daerah. Bahkan ada struktur APBD di Kabupaten yang proporsi untuk belanja pegawai dan rutin berkisar 70 persen. “Dapat dibayangkan, bagaimana bisa proporsi jumlah yang jomplang tersebut bisa menjadi stimulus pembangunan. Struktur yang ideal adalah prosentase belanja rutin dan pegawai kurang dari 50 persen, sisanya untuk belanja modal dan pembangunan,” sebutnya. z Parwata 3 - 9 Agustus 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

LAYANAN PUBLIK - Pemkab Badung menjadikan pelayanan publik sebagai prioritas utama tahun 2015. Terbukti, berbagai sarana-prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, digenjot di akhir masa jabatan Bupati Badung A.A. Gde Agung. Pelayanan publik yang dibangun, tak hanya yang ada di pusat pemerintahan (Puspem) Badung, namun juga tersebar hingga ke masing-masing kecamatan. Bahkan, semua kantor camat di Badung sekarang dibangun lengkap dengan gedung pelayanan. Bupati Badung A.A. Gde Agung saat meninjau SUR\HN ÂżVLN $3%' %DGXQJ 7DKXQ 6HODVD ODOX menyatakan tahun ini sebagai tahun pelayanan.

MBP/ist

BEDAH RUMAH - Serangkaian HUT ke-31, Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) kembali melakukan bedah rumah KK miskin. Setelah menggarap tiga KK miskin di Penatih, kini bedah rumah menyasar lima warga Desa Siangan dan Desa Babakan, Gianyar. Nampak dalam foto Ketua YKKPB A.A. Gede Oka Wisnumurti bersama Nyoman Arnawa, Made Johny Sanger dan Cok. Istri Raka Indrawati meletakkan batu pertama bedah rumah Wayan Karya.

MBP/ist MBP/ist

PENAWARAN - Harga murah bukan berarti tidak berkualitas. Hal ini diwujudkan oleh Sipoa Group, sebuah perusahaan pengembang asal Surabaya. Setelah sukses memasarkan Project Royal Mutiara Village di Kampial, Nusa Dua, Bali, dan Sunset Riverview di daerah Pamogan, kini perusahaan tersebut memberikan penawaran menarik yaitu Royal Mutiara Village 2. Unit apartemen cantik 1,5 lantai ini ditawarkan dengan harga yang tidak menguras kantong. Hanya dengan Rp 800.000 sudah bisa pesan unit.

12

3 - 9 Agustus 2015

TERBAIK - SMP PGRI 9 Denpasar patut menyandang predikat terbaik di bidang akademik. Sekolah ini tercatat sebagai sekolah swasta (SMP) terbaik I dalam raihan ratarata Nilai Ujian Nasional (NUN) di Denpasar dan Bali. Kini sekolah ini makin memperkuat diri untuk menerapkan Kurikulum 2013 (K-13). Para guru SMP PGRI 9 Denpasar, .DPLV PHQJLNXWL ZRUNVKRS 5HYLHZ . GDQ 3HPHQXhan Delapan Standar Pendidikan Sekolah Standar Nasional (SSN). Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Denpasar Madiadnyana didampingi Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. saat membuka Workshop K-13.


MBP/ist

MBP/ist

PENGUATAN - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar terus memberi penguatan dalam bidang akademis. Kamis (9/7) lalu, Unwar mengundang pakar kesehatan dari AS, Dr. Ronald Rosenberg, Sc.D. Ronald Rosenberg diundang Unwar pada kuliah tamu bertemakan ‘’Finding Emergeny Pathogens: Learning from Arbovirus Discoveries”. Dia adalah Deputy Director for Global Health Division of Vector Borne Diseases Centre for Diseases Control and Prevention (CDC Fort Collins). Nampak dalam foto Ronald Rosenberg (tengah) didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana saat kuliah tamu di Unwar.

TUAN RUMAH - Pada momen Ramadan tahun 2015 ini, Bank Rakyat Indonesia (BRI) ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Buka Puasa Bersama, Tarawih, dan Taushiah yang merupakan agenda rutin Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bali, Kamis (9/7) di aula Kantor Wilayah BRI Denpasar. Acara yang bertajuk “Sucikan Harta dengan Zakat” tersebut dihadiri pimpinan, karyawan, karyawati, pengurus dan anggota IWABA Muslim seluruh perbankan di daerah Bali. Sebanyak 25 santunan diserahkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali sekaligus Ketua Umum BMPD Bali Dewi Setyowati, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali Zulmi, dan para pimpinan perbankan anggota BMPD Bali.

MBP/ist

RESMIKAN - Setelah merampungkan gedung B, C dan E RSUD Badung, Bupati Badung A.A. Gde Agung akhirnya meresmikan gedung tersebut, Kamis (9/7). Selain melakukan peresmian serta pamelaspasan untuk gedung paviliun, Gde Agung juga telah menerbitkan Perbup penamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Badung menjadi RSUD Mangusada. Hadir dalam peresmian tersebut perwakilan BPKP Provinsi Bali, Perwakilan Ombudsman RI di Bali, BNNP Bali, BNNK Badung, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung serta sejumlah kepala SKPD Pemkab Badung.

MBP/ist

SEMINAR - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali menggelar seminar bertema air. Kali ini digelar VHPLQDU LQWHUQDVLRQDO WHQWDQJ ¿ORVR¿ DLU PHQXUXW +LQGX (The Philosophy of Water in Hindu Culture), Kamis (9/7) di aula Gedung Rektorat Unhi. Seminar ini menghadirkan narasumber Prof. C. Upender Rao dari Universitas Jawaralhal Nehru, New Delhi, India, dan Dr. I Wayan Wirata, M.Si. dari STAHN Mataram serta Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. (Unhi), dimoderatori WA Gitananda, S.S., M.Hum.

3 - 9 Agustus 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

PERESMIAN - PT BPR Hari Depan kini hadir di Denpasar. Pada Jumat (3/7) lalu, PT BPR Hari Depan meresmikan kantor pusatnya di Jalan Hayam Wuruk nomor 242, Denpasar Timur. Sebelumnya BPR ini berkantor di Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Gianyar. Acara peresmian kantor pusat tersebut dihadiri Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, keluarga besar BPR Hari Depan dan instansi terkait.

TANAM MANGROVE - PT Bank Central Asia (BCA) kembali mengungkapkan rasa syukur atas 58 tahun usianya dengan melakukan kegiatan sosial. Kali ini, BCA bersama organisasi lingkungan World Wide Funds for Nature (WWF) Indonesia kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di Pejarakan, Bali, 25 Juni lalu. Penanaman bibit mangrove secara simbolis dilakukan oleh Kepala BCA Kantor Wilayah IV Denpasar Frenky Chandra, Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, Kepala BCA KCU Singaraja Saswito, Perwakilan WWF Adji Santoso.

MBP/ist

ISTIMEWA - KKN Unmas Denpasar tahun ini lebih istimewa. Pasalnya KKN 2015 difokuskan menggarap 16 desa di dua kecamatan di Kabupaten Tabanan yakni Kecamatan Selemadeg Timur dan Kecamatan Kerambitan. KKN kali ini, menurut Ketua Pantia Drs. I Nengah Astawa, M.Hum., diikuti 478 mahasiswa. Mereka diterjunkan di 16 desa masing-masing delapan desa di Selemadeg Timur dan delapan desa di Kerambitan. Nampak dalam foto Rektor Unmas Made Sukamerta saat menyerahkan mahasiswa KKN yang diterjunkan di 16 desa di Tabanan.

ANTUSIAS - Masyarakat Bali khususnya dan Indonesia umumnya sangat antusias untuk mengikuti program A.H.A. Aviasi Indonesia. Sebab dengan biaya yang sama, bahkan lebih rendah, siswa akan memperoleh Lisensi Pilot lengkap PPL, CPL, IR, MER dari F.A.A. yang berlaku seumur hidup. Dengan perbandingan satu siswa akan mendapat fasilitas satu instruktur dan satu pesawat latih maka bisa dipastikan siswa bisa tamat on time yaitu 10 bulan. Nampak beberapa foto siswa yang sedang mengikuti pendidikan di Bali.

14

3 - 9 Agustus 2015


MBP/ist

BERSAMA - Rektor Unwar Prof. Dewa Widjana (dua dari kiri) bersama Ketut Sugihantara, Prof. Nyoman Kardana dan IGB Udayana. Baru pertama kali mengikuti Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), 80,4 persen dokter lulusan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) dinyatakan lulus. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. didampingi Sekretaris Yayasan Made Johnny Sanger, B.T., S.H., M.H. dan Wakil Ketua Ir. I Ketut Sugihantara, MSA., langsung memberi ucapan selamat kepada Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana dan Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngr. Anom Mhurdana, Sp.FK. di sela-sela workshop anggaran, Jumat (3/7) lalu.

MBP/ist

TINJAU - Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. meninjau perbaikan jalan Banjar Dinas Canguang menuju ke Kantor Desa Bunutan Kecamatan Abang, Jumat (3/7). Di sela peninjauannya, Wabup Made Sukerana berharap akses jalan tersebut bisa bermanfaat bagi semua warga khususnya masyarakat Banjar Dinas Canguang.

MBP/ist

MBP/ist

SATYAGRAHA - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyerahkan dana punia kepada Dewa Rai Budiasa (panitia karya) di Pura Murwa Bhumi, Gianyar. Ia pun berpesan agar Gianyar menerapkan strategi untuk mengamankan Gianyar sebagai basis Hindu.

LOKA SABHA - Bupati Gde Agung didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika membuka secara resmi Loka Sabha IV Pratisentana Bendesa Manik Mas se-Kabupaten Badung di STP Nusa Dua, Jumat (3/7). Loka sabha sehari ini dihadiri Ida Pandita Bendesa Manik Mas se-Badung dan Gianyar, para pemangku, anggota DPRD Badung Nyoman Kariana, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Kementerian Agama Badung, Majelis Madya, PHDI, pimpinan umat beragama Puja Mandala Nusa Dua dan Pratisentana Bendesa Manik Mas se-Badung. 3 - 9 Agustus 2015

15


POLITIK

APBD Tersandera

R

endahnya penyerapan APBD di Bali mengundang cibiran. Walaupun hal ini dimungkinkan oleh banyak faktor, banyak kalangan berpandangan hal ini terjadi karena kinerja kepemimpinan nasional dan kepemimpinan di daerah belum memiliki kesamaan pandang/komitmen. Eksekusi penyerapan APBD pun ditengarai tersandera kepentingan politik. Pengamat ekonomi dan UKM, Viraguna Bagoes Oka menengarai lambatnya eksekusi APBD salah satu faktor dominan pemicu terjadinya perlambatan ekonomi. Sebab, realisasi APBD turut andil menggerakkan ekonomi daerah dalam mengatasi masalah sosial di masyarakat. Seperti lapangan kerja baru, pengangguran dan kemiskinan yang saat ini sangat dirasakan oleh seluruh rakyat di Indonesia, termasuk Bali. Ada beberapa penyebab utama yang mempengaruhi lambannya penyerapan APBD. Salah satunya, kepemimpinan nasional dan kepemimpinan di daerah belum memiliki kesamaan pandang/ komitmen kuat dalam menerapkan eksekusi penggunaan APBD yang transparan, akuntabel, responsibel, independen dan taat azas yang berpihak kepada kepentingan rakyat. “Karena masih sarat atau tersandera oleh kepentingan politik partai, kekuasaan kelompok dan golongan semata,� ujarnya. Penegakan hukum dan sistem hukum atau hukum keadilan yang juga belum sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya, dan hukum yang masih sering berpihak atau sebagai alat kekuasaan, diakui Viraguna telah dijadikan dalih atau ketakutan berlebihan oleh para pemimpin daerah beserta jajaran di bawahnya untuk berbuat sehingga menghambat eksekusi penyerapan APBD. “Mentalitet para birokrat di lembaga pemerintahan di daerah seting-

16

kat Dinas/SKPD yang tidak committed, kompetence dan tidak kreatif serta cenderung masih berperilaku penguasa yang terbiasa dengan budaya dilayani, bukan melayani publik adalah juga menjadi penyebab utama terjadinya rendahnya penyerapan APBD yang berujung pada Silpa,â€? terangnya. Untuk mengatasi semua itu, mantan Pimpinan Bank Indonesia Denpasar ini mengatakan, agar dalam triwulan ke depan bisa terjadi percepatan penyerapan APBD. “Harus segera dilakukan langkah-langkah drastis, agar perlambatan penyerapan APBD tidak berdampak kepada ekonomi masyarakat,â€? katanya. Dia berpendapat, Presiden dan Wapres dengan Menteri terkait, segera menginstruksikan melalui perpres kepada Gubernur, Bupati/ Wali kota dan perangkat di bawahnya untuk mempercepat penyerapan APBD. Tentunya percepatan ini harus tetap berbasis akuntabel dan prosedur yang taat azas serta memprioritaskan proyek-proyek yang berdampak langsung kepada penggerakan ekonomi rakyat. “Koordinasi yang konkret, akurat, terukur serta sosialisasi yang terpadu antara para kepala negara, penegak hukum dan jajaran pengawas terkait untuk mewujudkan situasi yang mumpuni. Sehingga, proses penyerapan APBD dapat berjalan secara HÂżVLHQ GDQ HIIHNWLI ´ WHJDVQ\D Langkah tersebut, kata dia, sesuai dengan target penguatan ekonomi dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi, sehingga pemerataan bisa berjalan secara optimal. “Perlu dibentuk semacam task force tim percepatan pertumbuhan ekonomi yang kredibel dan terpercaya dan mampu terus mengawal serta memastikan terwujudnya penyerapan APBD yang akurat, kredibel dan dipercaya, sehingga benar-benar berpihak kepada rakyat,â€? pungkasnya.

Harus segera dilakukan langkah-langkah drastis, agar perlambatan penyerapan APBD tidak berdampak kepada ekonomi masyarakat.

Viraguna Bagoes Oka

z Parwata

3 - 9 Agustus 2015

16


Tiga Solusi Pemilu Elektronik PENATAAN sistem perpolitikan nasional terus ditata. Selain penataan partai politik (parpol), mekanisme pengelolaan Pemilu pun terus dibenahi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan kajian untuk penerapan pemilihan umum elektronik dengan menitikberatkan pada pembangunan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi tersebut. KPU memiliki tiga rencana terkait dengan penerapan teknologi dalam pemilu, yaitu “e-voting”, “e-recap”, dan “e-counting”. Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan KPU membentuk tim kajian untuk teknologi informasi dan komunikasi, dengan salah satu bahan kajiannya adalah mengenai pelaksanaan pemilu melalui elektronik. Terdapat empat aspek yang akan diteliti oleh tim kajian tersebut, yaitu teknologi, hukum,

sosio-politik, dan anggaran. Tim kajian tersebut nantinya akan memberikan rekomendasi terkait hal-hal apa saja yang harus digunakan. Ferry berharap jangan terlalu memaksakan penerapan ‘e-voting’ pada pemilihan umum kepala daerah di tahun tertentu. Di lain pihak, untuk mendukung program ini pengawasan terkait pencatatan data pemilih oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dilakukan secara berjenjang di internal serta oleh pihak pengawas pemilu yang bertugas di lapangan akan diawasi secara ketat. “Alat kontrol bagi PPS (Panitia Pemungutan Suara) sangat sederhana, semua harus bekerja berdasarkan dokumen yang disediakan oleh KPU Daerah,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Husni Kamil Manik. Ia mengatakan pencatatan data pemilih untuk Pilkada serentak 2015 sudah memasuki proses pencocokan dan penelitian oleh PPDP dengan mendatangi alamat yang tertera dalam daftar. “Tugas PPDP memberi penandaan bagi data yang benar, bahwa datanya sudah lengkap dan orangnya ada,” ucapnya. Bagi data yang tidak lengkap, petugas PPDP bertugas untuk melengkapi apabila secara faktual memang terdapat data pemilih di alamat tertera. KPU sudah mengarahkan kepada pihak-pihak terkait bahwa pencatatan data tidak dimulai dari nol. Pencatatan dilakukan cukup untuk data yang terjadi perubahan, seperti penambahan atau pengurangan, karena tidak memenuhi syarat. z Hardianto

3 - 9 Agustus 2015

17

17


PENDIDIKAN

Coret Program

”Rakus” Anggaran MBP/dok

Mengantisipasi biaya pendidikan yang memberatkan orang tua siswa, para pengawas sekolah diminta ekstracermat dan teliti dalam memeriksa RAPBS.

P

ara pengawas sekolah jenjang SD, SMP dan SMA/SMK negeri di Denpasar diminta bertindak ekstracermat dalam memeriksa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang diserahkan masing-masing sekolah. Jika ditemukan ada program kegiatan sekolah yang “rakus” anggaran dan sangat memberatkan orang tua siswa dari segi pembiayaan, para pengawas sekolah yang bertugas PHQYHUL¿NDVL 5$3%6 LWX GLPLQWD WLGDN segan-segan mencoret program tersebut. Apalagi jika urgensi pelaksanaan program itu nyata-nyata tidak berkorelasi langsung dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan. “Mengingat Kota Denpasar belum memiliki peraturan yang mengatur tentang standardisasi biaya pendidikan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya pembebanan biaya pendidikan yang memberatkan orang tua siswa itu melalui pemeriksaan RAPBS,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, belum lama ini. Eddy Mulya berharap, para pengawas sekolah memerankan fungsinya dengan sebaik-baiknya saat memeriksa RAPBS tersebut. Jangan sampai mereka langsung

18

3 - 9 Agustus 2015

setuju begitu saja tanpa mengkaji besaran biaya yang harus ditanggung orang tua siswa akibat pelaksanaan program tersebut. Meskipun proses penyusunan RAPBS itu sudah melibatkan komite sekolah selaku perwakilan orang tua siswa, bisa saja biaya untuk pelaksanaan program tersebut sangat memberatkan orang tua siswa. “Di sinilah dituntut kecermatan dari pengawas sekolah. Khususnya dalam memeriksa program-program kegiatannya yang pos pendanaannya bersumber dari partisipasi orang tua siswa. Apabila program itu memerlukan biaya yang sangat besar tapi urgensinya untuk peningkatan kualitas pendidikan tidak berkaitan langsung, para pengawas sekolah bisa saja memending bahkan mencoret program kegiatan tersebut,” katanya menegaskan. Eddy Mulya menambahkan, ketelitian para pengawas sekolah dalam memeriksa RAPBS yang diserahkan sekolah itu bersifat mutlak. Pasalnya, saat ini tidak ada peraturan yang mengatur tentang standar biaya dan penyelenggaraan pendidikan di Denpasar. Dengan begitu, tidak ada lagi patokan biaya maksimal yang membatasi sekolah dalam menetapkan besaran iuran komite yang dipungut setiap bulan. Oleh karena itu, regulasi agar biaya pendidikan itu tidak terlalu memberatkan orang tua siswa hanya bisa dilakukan lewat pemer-

iksaan RAPBS secara cermat. “Partisipasi orang tua siswa dalam pembiayaan program-program pendidikan memang sangat diharapkan dan itu dibenarkan oleh undang-undang. Namun, pembebanan biaya pendidikan itu harus selalu dikontrol sehingga pihak sekolah tidak semena-mena dalam menetapkan biaya tersebut,” katanya mengingatkan. Peringatan senada juga dilontarkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar A.A. Ngurah Gede Widiada. Mengantisipasi pembiayaan pendidikan yang “mencekik leher” orang tua siswa, penglingsir Puri Agung Peguyangan ini mendesak Pemkot Denpasar melalui Disdikpora Kota Denpasar secepatnya menerbitkan ketentuan tentang standar biaya pendidikan yang diterapkan secara ketat. Tentunya, penyusunan instrumen itu wajib didahului dengan penetapan Perda Pendidikan yang salah satu materinya adalah mengatur tentang standar biaya pendidikan tersebut. “Kami berharap eksekutif secepatnya merampungkan draf Ranperda Pendidikan yang kini masih saja menggantung. Keberadaan Perda Pendidikan itu sangat urgen karena masalah pendidikan di Denpasar sangat kompleks,” tegasnya. z Sumatika


PPDB Jalur Prestasi ”Panen” Keluhan KEKHAWATIRAN sejumlah kalangan terhadap transparansi penyelenggaraan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat jalur prestasi akademik/non akademik, akhirnya jadi kenyataan. Paling tidak, hal itu tercermin dari sejumlah laporan dari masyarakat yang masuk ke meja Ombudsman RI Perwakilan Bali. Terkait proses PPDB jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK tahun pelajaran 2015/2016 ini, Ombudsman Bali sampai saat ini sudah menerima 12 laporan dari masyarakat. Tujuh laporan di antaranya mengeluhkan tentang tidak transparannya PPDB jalur prestasi di sejumlah sekolah negeri di Denpasar. “Terkait PPDB, sampai saat ini Ombudsman Bali sudah menerima 12 laporan dari masyarakat. Laporan tertinggi datang dari Denpasar,” kata Koordinator Posko Pengaduan PPDB Ombudsman RI Perwakilan Bali Aditya Permana Putra, belum lama ini. Dari tujuh laporan tersebut, kata dia, mayoritas orang tua siswa mempertanyakan transparansi PPDB jalur prestasi di Denpasar. Orang tua siswa merasa sekolah tidak transparan dalam merekrut siswa berprestasi. Pasalnya, saat perekrutan hanya dicantumNDQ MXPODK \DQJ GLWHULPD WDQSD VSHVL¿NDVL prestasi yang diperlukan oleh pihak sekolah. “Selanjutnya, ketika hasil PPDB jalur

prestasi diumumkan, ternyata didapati bahwa siswa lain dengan prestasi yang sama namun kategori juaranya lebih rendah justru yang dinyatakan lolos. Sementara yang prestasinya lebih tinggi justru tidak diterima,” kata Aditya mengutip laporan dari orang tua siswa yang masuk ke Ombudsman Bali. Kondisi ini, tentu saja memancing kecurigaan. Sejumlah orang tua siswa menduga PPDN jalur prestasi itu dijadikan celah untuk memasukkan siswa titipan lewat jalur belakang. Guna menindaklajuti laporan tersebut, Ombudsman langsung turun ke lapangan untuk bertanya kepada panitia PPDB dan Disdikpora Kota Denpasar untuk menggali informasi. “Namun, kami memang tidak bisa berbuat banyak karena jalur prestasi menjadi otoritas dari sekolah masing-masing. Kendati begitu, ke depan kami berharap pihak sekolah lebih terbuka mengenai jenis prestasi yang diperlukan dan hasil seleksinya seperti apa. Harus ada pembobotan poin yang jelas antara prestasi tingkat internasional, nasional, provinsi dan seterusnya. Jangan sampai, prestasi di tingkat nasional justru dikalahkan prestasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk jenis prestasi yang sama,” katanya mengingatkan. Aditya menambahkan, pihaknya juga menerima laporan tentang adanya pungutan dan siswa titipan di SDPN Tulangam-

piang serta penerimaan siswa baru melebihi kuota di SDN 11 Pedungan. Ditegaskan, pihaknya juga sudah menkordinasikan permasalahan itu dengan Disdikpora Kota Denpasar maupun Provinsi. “Sampai saat ini, kami baru minta komitmen dari mereka agar tahun depan tidak boleh lagi muncul permasalahan yang sama,” tegasnya. Menurut Aditya, PPDB di Kota Denpasar memang paling banyak “panen” keluhan. Selain di Denpasar, Ombudsman juga menerima laporan PPBD di Kabupaten Tabanan (1 laporan) dan Badung (4 laporan). Di Tabanan, ada sekolah negeri yang dilaporkan menerima siswa titipan. Sebagai contoh, kuota siswa baru di SMAN 1 Tabanan sebenarnya hanya 360 kursi. Namun, kenyataannya sekolah bersangkutan menerima 500-an orang siswa baru. “Kami sudah tindaklanjuti perPDVDODKDQ LQL GHQJDQ PHPLQWD NODUL¿NDVL dari Kepala Sekolah. Ternyata, pihak sekolah mengakui ada menerima siswa titipan sekitar 150-an orang,” ujarnya. Aditya menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Disdikpora Tabanan. “Ombudsman justru mendapat jawaban bahwa tidak bisa mengelak dengan alasan HAM. Katanya, pendidikan harus diutamakan,” ujar Aditya. z Sumatika

Sejumlah siswa yang lolos seleksi PPDB tingkat SMP mendatangi sekolah untuk melakukan pendaftaran ulang dan pengukuran seragam.

3 - 9 Agustus 2015

19


MANCANEGARA

Usaha Mencari Makhluk Asing

L

ewat proyek ‘Breakthrough Listen’ yang dibiayai miliuner Rusia, Yuri Milner, Profesor Stephen Hawking akan mencari kehidupan lain di luar Bumi di jajaran bintang Galaksi Bima Sakti. Para astronom akan meneropong melalui teleskop paling tajam sedunia yang berada di AS dan Australia serta sinyal radio yang kuat. Menurut Hawking, kekuatan alat terbaru ini 50 kali lebih sensitif dari alat sebelumnya dan lebih tajam 10 kali lipat lebih tajam untuk menangkap gambar. Green Bank Observatory di West Virgina, tempat teleskop terbesar di planet ini dan Parkes Observatory di New South Wales telah dikontrak oleh proyek yang akan

20

3 - 9 Agustus 2015

dimulai Januari 2016 itu. Keduanya akan dipasangkan dengan Lick Observatory di California untuk mengirimkan gambar yang paling tajam yang pernah dibuat oleh manusia lewat teleskop. Proyek ini dikerjakan oleh para ahli terkenal di bidangnya dengan Kosmologis Stephen Hawking sebagai kepala proyek Breakthrough Listen. Mereka adalah Lord Martin Rees, astronom kerajaan, Geoff Marcy, penemu puluhan planet di galaksi Bima Sakti, dan Frank Drake, veteran astronomer dari US yang mumpuni dalam upaya menemukan makhluk ekstraterresterial lewat SETI atau Search for extraterrestrial intelligence. Menurut Hawking, usaha ini sangat penting karena menjawab pertanyaan

paling hakiki manusia, “Apakah kita punya teman di luar sana?” “Manusia pada dasarnya makhluk pencari, makhluk pembelajar dan punya keingintahuan yang tinggi. Penting buat kita untuk mempertanyakan apakah kita sendirian di kegelapan semesta,” kata Hawking. Proyek ini sendiri akan berjalan dalam kesunyian, maksudnya, Bumi tidak akan memancarkan sinyal suara ke luar planet manusia. Proyek itu bertujuan mendengarkan sinyal radio di luar angkasa sana. Ada jutaan suara di luar angkasa, para astronom harus benar-benar bisa memilih mana suara sampah, suara radio transitor, atau suara orang iseng dengan suara dari mahluk luar angkasa.


Hawking sendiri telah memperingatkan untuk jangan coba-coba membalas sinyal apapun yang diterima karena bisa jadi makhluk di luar angkasa mempunyai kebiasaan melakukan kekerasan, sama dengan makhluk di Bumi. “Sebuah peradaban bisa mendengar suara dari Bumi. Suara kita akan diterima miliaran tahun ke depan oleh mereka. Jadi, bisa saja mereka jauh lebih maju dari kita saat suara diterima olehnya, dan melihat peradaban di Bumi tidak sama seperti kita melihat bakteri,” kata ilmuan paling kontroversial di jagad raya ini.

Proyek US$100 juta atau Rp 1,3 triliun ini dibiayai oleh Yuri Milner, seorang miliuner dari Rusia. Ia lebih tertarik membiayai proyek-proyek pencarian makhluk ET dibanding menyelesaikan Phd nya di ELGDQJ ¿VLND 1DPD <XUL GLSLOLK RUDQJtuanya karena kelahirannya persis sama saat Yuri Gagarin berhasil ke luar angkasa tahun 1961. “Tanggung jawab kita sebagai manusia yang mampu membuat peralatan canggih untuk menjawab pertanyaan paling hakiki, ‘apakah kita sendirian?’” kata Milner.

Kepala ilmuan NASA Ellen Stofan pada 7 April lalu dalam sebuah diskusi panel mengatakan bahwa manusia akan menemukan jejak makhluk luar angkasa dalam 10 tahun ke depan. “Saya pikir, usaha manusia mendapatkan indikasi kuat bahwa ada kehidupan lain di luar Bumi akan terjadi dalam satu dekade ke depan. Dan bukti nyata berhadapan dengan mereka dapat terjadi 20 hingga 30 tahun lagi,” katanya. Apakah hal ini akan terwujud? z Gugiek Savindra

Korut “Ekspor” Tenaga Kerja PEMERINTAH Korea Utara (Korut) dilaporkan terus “menjual” rakyat mereka, untuk menjadi pekerja di luar negeri. Hal ini dilakukan guna mendanai program nuklir mereka, termasuk untuk pengembangan senjata nuklir. Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un setidaknya sudah mengizinkan pengiriman warganya untuk menjadi tenaga kerja di lebih dari 40 negara. Beberapa di antara mereka bekerja di pertambangan di Mongolia, industri tekstil di Cina, atau proyek konstruksi di Timur Tengah. Sebuah badan non-pemerintah atau LSM North Korean Watch mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan mereka, sejak Jong-un memimpin Korut jumlah pengiriman warga Korut untuk men-

jadi pekerja di luar negeri meningkat dua kali lipat dibanding ketika ayah Jong-un, Kim Jong-il masih menjadi pemimpin Korut. “Sejak Kim Jong-un berkuasa, jumlah buruh kerja paksa membludak,” kata Direktur Eksekutif Norh Korean Watch, Myeong Chul Ahn. “Kami memperkirakan ada sekira 90 ribu orang buruh dan mereka menyumbang USD 2 miliar (sekitar Rp26 triliun) per tahun untuk Pemerintah Korut,” sambung pemimpin LSM yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan itu. Pernyataan Chul Ahn diperkuat oleh pengakuan seorang buruh asal Korut yang bekerja di Kuwait bernama Rim Il. Pada awalnya dirinya menganggap

hal ini sebagai kesempatan emas untuk mengubah nasib, terlebih dirinya mendapatkan penghasilan USD 120 dan mendapatkan makan tiga kali sehari. Namun, pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu di Kuwait berubah menjadi neraka ketika dia mulai bekerja selama 16 jam per hari dan terperangkap dalam sebuah kamp. Dia juga tidak pernah menyentuh gajinya, sebab seluruh penghasilannya masuk ke kantong pemerintah. “Bila menengok ke belakang, saya dapat melihat kalau kami diperlakukan seperti binatang, bukan manusia. Kami pada dasarnya bukanlah manusia,” kata Rim Il. z Gugiek Savindra

3 - 9 Agustus 2015

21


DAERAH

MBP/swasrina

Objek Wisata

Pengelolaan Penelokan Belum Profesional

P

emkab Bangli belakangan ini terus berbenah khususnya di bidang pariwisata. Sektor ini mendapat perhatian selain karena memang menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Bangli juga kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) cukup tinggi. Bahkan tak sedikit masyarakat yang mendapatkan berkah dari sektor ini. Namun sayang di balik potensi besar itu, fasilitas untuk wisatawan yang datang ternyata belum tersedia memadai, seperti toilet bagi pengunjung yang datang ke objek wisata Penelokan Kintamani. Tidak tersediannya toilet umum yang representatif untuk wisatawan menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan objek pariwisata Penelokan Kintamani selama ini masih belum dilakukan secara profesional. Pemerintah Kabupaten Bangli selaku pengelola terkesan hanya sibuk

22

3 - 9 Agustus 2015

menaikkan tiket retribusi tanpa berupaya mengimbanginya dengan memberikan servis kepada wisatawan. Wakil Ketua Organinasi Asita Bali Putu Winastra mengatakan sebagai destinasi yang selama ini cukup mahal dijual pemerintah, Penelokan seharusnya dilengkapi dengan fasilitas umum yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan, salah satunya adalah toilet. Toilet, menurutnya adalah fasilitas umum yang paling mendasar yang harus disediakan pihak pengelola wisata dimanapun, baik swasta maupun pemerintah. â&#x20AC;&#x153;Objek wisata Penelokan selama ini kan dijual pemerintah. Artinya kalau wisatawan membeli, dia berhak mendapat kenyamanan. Baik kenyamanan berupa jaminan keamanan, toilet yang representatif, termasuk perlindungan kecelakaan,â&#x20AC;? terangnya. Winastra sangat menyayang-

kan sekali jika selama ini wisatawan di Penelokan yang ingin buang air sampai harus menyewa WC ke rumah-rumah warga. Seharusnya hal ini tidak sampai terjadi terlebih nama Kintamani sudah banyak dikenal wisatawa sejak lama. â&#x20AC;&#x153;Ini harus dipikirkan pemerintah. Bagaimana memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung,â&#x20AC;? ujarnya. Untuk saat ini yang harus dilakukan Pemkab Bangli adalah menyediakan toilet yang representif untuk wisatawan. Jika memang sudah ada toilet seperti di Pasar Seni Geopark, seharusnya pemerintah segera memperbaikinya sehingga bisa digunakan wisatawan. Bahkan bila memungkinkan pemerintah juga menyediakan toilet untuk wisatawan berkebutuhan khusus. z Swasrina


Toilet Tak Berfungsi

Wisatawan Terpaksa Sewa WC Warga PENELOKAN dan sekitarnya dikenal sebagai kawasan yang cukup ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat musim liburan seperti sekarang ini. Ribuan wisatawan setiap liburan mendatangi objek-objek wisata yang bertebaran di kawasan wisata berhawa dingin ini. Namun sayangnya objek wisata yang memesona ini belum dilengkapi dengan fasilitas yang memadai bagi wisatawan seperti halnya toilet. Penelokan ternyata belum dilengkapi dengan fasilitas toilet umum yang representatif. Meski sudah ada empat unit toilet di Pasar Seni Geopark, namun toilet yang dibangun pemerintah itu tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya karena tidak ada air dan semua pintunya ditutup rapat. Akibat kondisi tersebut, wisatawan yang hendak buang air kebingungan. Mereka pun terpaksa antre menyewa WC warga yang berada di bawah dekat pos polisi.

Seperti yang terpantau pada pekan lalu, tampak sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Penelokan terpaksa antre di depan rumah milik warga. Mereka terpaksa menyewa WC warga lantaran di kawasan wisata tersebut tidak ada satu pun toilet umum yang bisa dimanfaatkan wisatawan. Padahal di dalam Pasar Seni Geopark terdapat empat unit toilet umum. Akan tetapi, tak satu pun toilet tersebut yang bisa digunakan lantaran pintunya terkunci rapat. Ni Komang Sudiani, salah seorang pedagang yang ada di Pasar Seni Geopark, membenarkan keempat toilet yang ada di pasar tersebut selama ini memang tidak bisa dipergunakan, baik oleh wisatawan maupun pedagang setempat. Selain karena tidak ada air, keempat toilet itu juga terkunci rapat. â&#x20AC;&#x153;Dari awal memang tidak pernah bisa dimanfaatkan. Semua pintunya terkunci,â&#x20AC;? ujarnya. Dia mengaku sempat meminta kunci

toilet tersebut kepada petugas yang datang ke pasar tersebut, akan tetapi tidak diberikan. â&#x20AC;&#x153;Saya sempat minta kuncinya, tetapi tidak dikasi. Kalau dikasi maunya saya bersihkan biar bisa dipakai,â&#x20AC;? imbuhnya. Lantaran tidak bisa digunakan, Sudiani mengaku terpaksa meminjam toilet milik Yayasan Bintang Danu yang ada di sebelah pasar jika ingin buang air. Sementara wisatawan yang berkunjung ke Penelokan biasanya akan menyewa WC milik warga yang ada di seberang jalan dengan harga Rp 2 ribu per orang. Sudiani mengungkapkan akibat kondisi toilet yang seperti itu, tak sedikit wisatawan yang berkunjung ke Penelokan mengeluh. Bahkan, banyak wisatawan menilai tak ada perbaikan fasilitas apa pun yang dilakukan pemkab pascamenaikkan tiket masuk ke Kintamani sejak awal Januari lalu. z Swasrina Wisatawan terlihat antre untuk menyewa WC warga yang berada di bawah dekat pos polisi.

MBP/swasrina

3 - 9 Agustus 2015

23


K E S E H ATA N

Satu Desa, Tak Cukup Satu Bidan

M

engingat letak geografis wilayah di Bali yang memiliki lahan bergelombang, lahan curam dan sangat curam yang lumayan tinggi, sehingga mempengaruhi pelayanan kesehatan di WHPSDW WHPSDW WHUVHEXW ³/HWDN JHRJUD¿V di Bali kurang bagus, sehingga bidan kami yang ada di desa-desa sulit menjangkau masyarakat,” ujar Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali Ketut Adi Arini saat puncak perayaan HUT ke-64 IBI. Lanjutnya, desa di Bali hanya memiliki satu orang bidan untuk melayani kesehatan masyarakat. Dengan begitu, saat menghadapi situasi gawat darurat seperti membantu persalinan dua orang ibu dalam waktu yang bersamaan menjadi kewalahan. “Saat melakukan pelayanan, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau dalam keadaan darurat, dia tetap disarankan untuk menolong persalinan dua orang dan itu sudah dilakukan, namun

24

3 - 9 Agustus 2015

kalau yang jauh di pedesaan tentu akan kewalahan,” ujarnya. Sejauh-jauhnya desa, diupayakan agar dapat dijangkau selama setengah jam atau satu jam. Namun diakuinya, penyebaran tenaga bidan di Bali sudah merata, satu bidan satu desa. Ia berharap untuk wilayah-wilayah di %DOL \DQJ PHPLOLNL OHWDN JHRJUD¿V \DQJ sulit ditempuh, ada dua atau tiga bidan yang ditugaskan di desa tersebut agar bisa saling bekerja sama. “Kalau di kota tidak masalah kalau satu,” ujarnya. Dengan begitu dapat saling berkoordinasi jika menghadapi kasus kegawatdaruratan, karena bidan harus menyelamatkan minimal dua nyawa, yaitu nyawa ibu dan anak. Saat ini di Indonesia terdapat 200.000 bidan, sedangkan di Bali terdapat 2.800 bidan mendekati 3.000. Dari 3.000 bidan tersebut, terdapat 900 bidan yang melakukan praktik mandiri. Pihaknya memang terus berupaya agar anggotanya dapat melakukan praktik mandiri, namun yang terpenting adalah tetap melakukan pengawasan. Bidan yang melakukan praktik mandiri hanya bisa dilakukan jika telah mendapatkan surat rekomendasi dari IBI. “Karena adik-adik kami ada yang baru tamat, jadi belum bisa langsung praktik mandiri karena syaratnya harus ada surat izin. Untuk mengeluarkan surat izin tersebut harus ada rekomendasi dari IBI kabupaten/kota,” jelasnya. Sehingga untuk mendapatkan surat izin praktik bidan (SIPB) tersebut tidak mudah karena yang nantinya mengawasi praktik tersebut adalah IBI. “Jadi pengurus IBI yang akan memberikan rekomendasi, wajar atau enggak bidan itu dikasi, karena IBI memiliki tanggung jawab di situ. Jika nanti terjadi apa-apa, toh IBI yang melakukan pembinaan dengan puskesmas yang terkait serta dinas kesehatan kabupaten/kota,” paparnya. Arini menjelaskan tugas bidan yaitu, tugas mandiri, tugas kolaborasi, tugas delegasi, dan tugas merujuk. Tugas

mandiri adalah melakukan pelayanan mandiri, praktik mandiri, yaitu melakukan pelayanan sama dengan dokter tapi bidan khusus melayani bidang kesehatan ibu dan anak serta KB. “Ada kewenangannya yang tercantum dalam Permenkes Nomor 1464,” ujarnya. Tugas kolaborasi yaitu melakukan koordinasi dengan tenaga medis lain dalam menangani pasien yang memang harus melakukan kolaborasi. “Seandainya menghadapi ibu hamil dengan kekurangan gizi, berkolaborasi dengan dokter gizi misalnya,” jelasnya. Setiap bidan diharapkan dalam praktik mandirinya, harus menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan ke dokter XQWXN PHQJHWDKXL NHDGDDQ ¿VLNQ\D 7Xgas merujuk adalah, melakukan rujukan bagi pasien dimana keadaan pasien memang bukan lagi kewenangan bidan untuk mengambil tindakan. Arini juga sangat prihatin dengan maraknya pembuangan orok/bayi yang terjadi di Bali. Namun, ia mengakui IBI tidak mungkin bisa bergerak karena hal tersebut menyangkut personal seseorang. IBI berupaya agar anggotanya yang ada di desa tetap meningkatkan tupoksi (tugas dan fungsi) bidan desa seluruhnya. “Kalau ada yang mencurigakan bisa melapor,” ujarnya. Terjadinya hal tersebut dikatakan karena banyak faktor, salah satunya mobilitas penduduk di Bali sangat tinggi. “Mereka yang baru datang ke Bali bisa saja dalam keadaan hamil, kita kan tidak tahu. Kalau sudah dalam keadaan darurat baru datang ke bidan sehingga dalam hal ini bidan yang ingin menolong pun jadi terlambat,” ujarnya. Untuk itu pihaknya tetap mendorong anggota untuk melek terhadap lingkungan sekitar karena bidan mempunyai tugas dalam pelayanan kebidanan khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak serta KB. z Citta Maya


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

TANDA TANGAN - Bupati Badung A.A. Gde Agung disaksikan Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta menandatangani prasasti dua membatan, yakni Jembatan Tanah Ayu yang berada di wilayah Desa Darmasaba dan Jembatan Tukad Pekandelan di wilayah Sibang Gede yang diresmikan, Kamis (9/7). Dua jembatan di poros tengah Badung ini diharapkan mampu membangkitkan urat nadi perekonomian masyarakat di sekitarnya. Peresmian ditandai dengan pemecahan kendi yang berisi air suci dan penandatanganan prasasti.

PEMBICARA - Senator DPD-RI dengan suara tertinggi di Bali kini menjadi ikon baru generasi muda Hindu. Hal ini dibuktikan dengan intensitas pertemuan yang digelar oleh organisasi pemuda di Bali dengan Arya Wedakarna. Selain Sekaa Teruna, Karang Taruna dan LSM, kiprah Senator Wedakarna juga diakui oleh organisasi mahasiswa di kampus. Dan perjuangan akan pergerakan pemuda ini terus menjadi agenda utama senator Wedakarna. Hal ini disampaikan saat bertemu dengan ratusan mahasiswa Hindu Universitas Udayana di Auditorium Agro Nusantara di Kampus Sudirman.

MBP/ist

MBP/wan

BERBESAR HATI - Walaupun daerahnya kering, lapangan kerja sulit, banyak yang pendidikannya tidak sampai SLTA/sederajat, bakal calon Bupati Karangasem di PDI-P, Wayan Sudirta, mengajak teruna teruni di Kecamatan Kubu, berbesar hati dan memanfaatkan potensi dirinya untuk meraih cita-cita. Tidak boleh meratapi keterbatasan yang ada. Asalkan ulet, mau bekerja keras dan berani mengadu nasib, terbukti banyak pemuda dari Kecamatan Kubu dengan modal keberanian dan keuletan, merantau ke Denpasar, kini termasuk pengusaha sukses, pemilik hotel dan restoran di Pantai Tulamben.

PRASASTI â&#x20AC;&#x201C; Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra didampingi Kadis Pendidikan dan Olahraga Kota Denpasar I Gusti Ngurah Edy Mulya dan Ketua Yayasan Dharma Wiweka Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, Sp.B., Sp.OT.(K), Kepala Sekolah SMP Dharma Wiweka Drs. I Wayan Mariana, M.Si. serta pejabat lainnya saat penandatanganan prasasti peresmian gedung baru Yayasan Dharma Wiweka. Pada peresmian gedung baru juga dilakukan upacara pamelaspasan yang di-puput Ida Pedanda Gede Made Pengiyasan dari Geria Pengiyasan, Banjar Beraban, Denpasar. 3 - 9 Agustus 2015

25


LENSA

PANEN Seorang petani sedang melakukan panen padi di sawah yang digarapnya. Di belakangnya, nampak sebuah proyek pembangunan perumahan sedang dikerjakan. Pemandangan kontras antara lahan produktif dan lahan pemukiman yang berhimpitan merupakan hal yang lumrah di Bali saat ini, di tengah pesatnya alih fungsi lahan produktif.


MBP/Made Praditha Gutama


OLAHRAGA

Penyerang Bertubuh Jangkung Itu Telah Tiada

B

elanda kehilangan salah satu pahlawannya dari lapangan hijau: Dick Nanninga pada 21 Juli lalu. Pemain bertubuh jangkung itu dikenal sebagai penyumbang JRO VDDW WLP 2UDQ\H WDPSLO GL ÂżQDO 3LDOD Dunia 1978. Nanninga hanya 15 kali membela timnas dan menghasilkan 6 gol. Namun pada laga yang digelar di ibukota Buenos Aires 37 tahun lalu, kontribusinya mampu menMDGLNDQ ÂżQDO LWX EHUODQJVXQJ PHQHJDQJkan.Bagaimana tidak, Argentina yang didukung penuh penonton, memimpin 1-0 hingga delapan menit sebelum pertand-

ingan usai. Namun di menit-menit akhir jelang peluit panjang, Nanninga yang bertubuh jangkung berhasil memenangkan duel udara dan menanduk bola ke gawang tim Tango, gol dan skor menjadi imbang 1-1. Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Kali ini Tim Oranye harus mengakui keunggulan Mario Kempes dkk dengan skor 1-3. Kekalahan itu jelas amat mengecewakan Nanninga. Namun mereka merupakan salah satu dari tiga keberhasilan tim Oranye mencapai partai ÂżQDO GLPDQD NHWLJD WLJDQ\D EHUXMXQJ GHQgan kekalahan.

Pada turnamen itu, Nanninga menjadi pemain pengganti pertama yang menerima kartu merah. Lantaran menertawakan keputusan wasit pada laga melawan Jerman, Nanninga terpaksa di usir dari lapangan. Mantan klubnya Roda JC mengumumkan Nanninga meninggal pada usia 66 tahun. Tak disebutkan apa penyebabnya. Namun pada 2012 ia pernah tak sadarkan diri selama beberapa bulan setelah bagian bawah kakinya diamputasi akibat sakit diabetes, laporan Reuters. z Yudi Winanto

MBP/ap

3HQ\HUDQJ WLPQDV %HODQGD 'LFN 1DQQLQJD WHQJDK EHUXVDKD PHQ\XQGXO EROD SDGD SHUWDQGLQJDQ ÂżQDO 3LDOD 'XQLD PHODZDQ Argentina di Buenos Aires.

28

3 - 9 Agustus 2015


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

SIAP - PLN se-Bali siap menyambut hari raya suci di Bali yang dirayakan berurutan yakni Galungan, Kuningan dan Idul Fitri 1436 H. Bertempat di Lapangan Timur Bajra Sandi Renon, Denpasar berlangsung ‘’Apel Siaga PLN Bali Satu’’ pada Jumat (10/7). ‘’Siaga PLN Bali Satu’’ merupakan bentuk sinergi PLN se-Bali yakni PLN Distribusi Bali, PT Indonesia Power, P3BJB APP Bali dan APB Bali, UPKJJB 10, Icon + dan juga kontraktor listrik.

BEDAH WARUNG - Program bedah rumah yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan sejak beberapa tahun lalu secara perlahan mendapatkan apresiasi. Bukan hanya di wilayah Tabanan semata, khususnya oleh para penerimanya. Namun, program kreatif ini juga mulai dilirik sebagai model program serupa di daerah lainnya. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Tabanan. Seperti diungkapkan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam penyerahan secara simbolis bantuan bedah warung di Banjar Perean Kauh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Jumat (10/7).

MBP/ist

HARI RAYA - Pada pertengahan bulan ini, terjadi pertemuan antara dua hari raya yang cukup penting bagi umat Hindu dan umat Islam. Pada 15 Juli umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan, dua hari kemudian 17-18 Juli umat Islam merayakan Idul Fitri dan selanjutnya 25 Juli umat Hindu kembali merayakan Hari Raya Kuningan. Hari Raya Idul Fitri I Syawal 1436 Hijriah yang berada di antara Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, menjadi momentum penting. Pasalnya dua hari raya ini sejatinya memiliki makna yang sama yaitu sebuah kemenangan dharma atau kebajikan melawan kebatilan atau adharma. Untuk itu hubungan yang rukun dan harmonis umat Hindu dan umat Islam harus tetap dijaga dengan konsep “menyama braya” (bersaudara-red). Hal tersebut dikatakan Bupati Jembrana I Putu Artha saat menghadiri buka puasa bersama Minggu (12/7) di Kelurahan Loloan Timur.

MBP/ist

TRIDATU - Masyarakat Hindu Bali sudah biasa memakai benang tridatu sebagai gelang. Sebagai aksesoris dia kelihatan unik, namun lebih jauh dari itu benang ini memiliki QLODL ¿ORVR¿V \DQJ PHQGDODP GDQ EDKNDQ EDQ\DN PH\DNLQL kekuatan magisnya. Tri artinya tiga dan datu berarti elemen atau warna. Jadi tridatu adalah tiga warna terdiri atas merah, hitam dan putih sebagai lambang Brahma, Wisnu dan Iswara (Siwa). 3 - 9 Agustus 2015

29


A KT I V I TA S

MBP/ist

JUMBARA - Sebanyak 63 kontingen Kabupaten Badung mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) yang dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Margarana dari tanggal 5 hingga 10 Juli, dan berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai Juara Umum (Teladan I). “Prestasi ini sangat membanggakan. Prestasi ini kita peroleh dengan kerja keras, disiplin dan semangat kebersamaan untuk bisa ditularkan kepada sesama siswa, generasi muda, bahwa prestasi ini adalah virus positif untuk menyebarkan kecintaan, kepedulian kepada kemanusiaan dan kepalangmerahan” ujar Ketua Umum PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika di sela penyerahan piala dari kontingen kepada Ketua PMI Kab. Badung, Jumat (10/7) di Markas PMI Badung, Kecamatan Mengwi.

MBP/ist

KAMPANYE - Wakil Wali Kota (Wawali) Denpasar I G.N. Jaya Negara bersama Ketua Perhimpunan Pecinta Tanaman (PPT) Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra menggeber kegiatan kampanye kebersihan, Jumat (10/7) di Taman Kota Lumintang. Masyarakat yang ramai memanfaatkan fasilitas Taman Kota Lumintang untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga di pojok taman burung dan taman digital, sontak ikut serta dalam pelaksanaan kampanye kebersihan. Nyanyian lantang dari Nanoe Biroe yang konsern akan aksi kebersihan di Kota Denpasar, menjadi daya tarik. Acara yang berlangsung sejak pagi, dikoordinir Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar, melakukan kampanye “Berdesah” (Bersih Desa dari Sampah), mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

MBP/ist MBP/ist

SELEKSI - Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar terus dikejar masyarakat. Pada seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) gelombang I yang digelar, Jumat (10/7), diikuti 2.183 peserta. Jumlah ini meningkat sekitar 400 orang dibandingkan tahun lalu. Seleksi Penmaru Unwar 2015, langsung dipantau Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana bersama wakil rektor dan dekan di lingkungan Unwar. Pemantauan juga dihadiri Ketua Pembina Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Drs. I Nyoman Yasa, M.Si. bersama Sekretaris I Made Johnny Sanger B.T., S.H., M.H. dan Bendahara Cokorda Istri Raka Indrawati, S.E.

30

3 - 9 Agustus 2015

TELADAN - Ketua PMI Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra saat memberikan piala penghargaan bagi kontingen yang meraih posisi terbaik dalam kategori Teladan, Jumat (10/7). Setelah digelar selama lima hari, kegiatan Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) 2015 di TMP Margarana, ditutup Jumat. Acara ditutup Ketua PMI Provinsi Bali I Gusti Bagus Alit Putra. Kegiatan Jumbara sendiri merupakan salah satu acara berupa latihan anggota PMR (Palang Merah Remaja). Pelatihan yang diberikan berbentuk jumpa bakti dan bergembira.


MBP/ist MBP/ist

SATYAGRAHA â&#x20AC;&#x201C; Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna (Komite III DPD-RI) bersama Sukmawati Soekarno (Pembina Lembaga Nasional Kekayaan Intelektual/LNKI) saat meninjau PKB 2015. Raut wajah kecewa menyelimuti Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat mengunjungi sejumlah stan pameran seni, kuliner dan ekonomi kreatif di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) di Art Center. Pasalnya, ditemukannya kenaikan harga stan hingga 100% jika dibandingkan PKB 2014 lalu.

PASAR MURAH - Dalam rangka menyambut hari raya Galungan, Kuningan dan Idul Fitri 1436 H serta mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari raya ini, untuk kedua kalinya Kecamatan Denpasar Selatan mengadakan kegiatan Pasar Murah. Acara digelar di Lapangan Banjar Pitik, Pedungan, Jumat (10/7). Sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Sidakarya. Acara di Kecamatan Denpasar Selatan ini bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Indonesia Power UPJP Bali, PT PLN dan Pelindo Energi Logistik.

MBP/ist

MBP/ist

FORUM - Wayan Sudirta dengan ibu-ibu Forum Perempuan Kecamatan Sidemen saat simakrama. Simakrama dihadiri 500-an ibu PKK serta Teruna Teruni se-Kecamatan Sidemen, berlangsung hangat. Usai acara, Sudirta menyerahkan sembako kepada semua ibu dan Teruna Teruni yang hadir.

KULIAH INTENSIF - Sepuluh mahasiswa Faculty of Law Charles Darwin University Australia mengikuti perkuliahan intensif (summer law course) selama dua minggu di Fakultas Hukum (FH) Universitas Udayana (Unud) sejak 29 Juni sampai 11 Juli. Perkualihan tersebut merupakan kerja sama melembaga (institutionalized cooperation) FH Unud dengan FH Charles Darwin yang telah berlangsung sejak 2012. Nampak dalam foto Para peserta Summer Course berfose bersama dengan para pengajar, Dekan FH Unud Prof. Dr. I Gusti Ngurah Wairocana dan Deputi Dean FH Charles Darwin Prof. Dr. Danial Kelly saat pembukaan, 29 Juni lalu. 3 - 9 Agustus 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

DANA INSENTIF - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H., M.A. menyerahkan dana bantuan insentif (bantuan sosial) kepada desa pakraman, subak dan subak abian se-Kabupaten Karangasem, Jumat (3/7) di Amlapura. Bupati Geredeg saat itu didampingi Kadis Budpar I Wayan Purna, S.Sos., M.Si. Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan, membantu pembangunan di tingkat desa pakraman, subak dan subak abian bisa menjadi jalan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat desa pakraman, subak dan subak abian.

MBP/edi

MEMPERKENALKAN - PT Bestari Jaya, agen tunggal pemegang brand Pierre Lannier, memperkenalkan produk jam tangan Jumat (3/7) di TS Suites, Seminyak. Martial Butscher, Export Director Pierre Lannier menjelaskan, Pierre Lannier merupakan perusahaan terbesar di Prancis dengan produk jam tangannya. Pierre Lannier adalah seorang desainer dari Prancis yang mendirikan perusahaan Pierre Lannier sejak tahun 1977.

MBP/ist

KESEPAKATAN - STIKOM Bali dan Tochinoki Japanese Language School mencapai kesepakatan untuk menempatkan sarjana STIKOM Bali yang ingin berkarir di Jepang. Disepakati pula sebagai langkah awal, per Januari 2016 STIKOM Bali akan mengirim 10 alumninya guna mengikuti pendidikan lanjutan bahasa Jepang di Tochinoki sambil berkerja di berbagai perusahaan teknologi informasi (TI) di Jepang. Nampak dalam foto (dari kiri - kanan) Achmad Sastra, Taadi Tani, Jalaudin, Dadang Hermawan, Chiaki Yukuhiro, Shin Yoshioka, dan Nogami Mitsuyuki.

32

3 - 9 Agustus 2015

MBP/ist

GERAK CEPAT - Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III bergerak cepat. Usai mensponsori penelitian Desa Tua di Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa di Buleleng dan Desa Tua Trunyan di Bangli, kini pihaknya sedang merancang rencana penelitian Desa Tua di Desa Tua Tenganan Karangasem sekaligus menerbitkan buku. Nampak dalam foto Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyerahkan penghargaan ke Bendesa Adat Tenganan Karangasem usai menyampaikan ide tentang Baliwood.


MBP/ist

MBP/ist

PENGABDIAN - STIMI Handayani Denpasar menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelestarian lingkungan di Pura Sakenan, Serangan, Denpasar Selatan, Sabtu (4/7). Sedikitnya 250 mahasiswa, dosen dan karyawan STIMI Handayani mengikuti pengabdian masyarakat dengan menanam pohon di areal objek wisata spiritual itu. Pohon yang ditanam adalah pohon yang cocok untuk daerah pantai serta terkait dengan upacara dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan.

KERJA KERAS - Asalkan mau bekerja keras, ulet dan sekaligus belajar secara otodidak, kaum muda Karangasem pasti bisa maju. Sebab sudah banyak contoh, bagaimana dulunya sejumlah generasi muda Bali dengan pendidikan pas-pasan, ada yang cuma sampai SMP, namun karena mau belajar dan bekerja keras, mereka bisa menjadi pengusaha sukses. Bakal calon bupati Karangasem, Wayan Sudirta, melontarkan ‘’provokasi’’ tersebut untuk membangkitkan generasi muda di Karangasem saat masimakrama dengan 600-an Teruna Teruni dan Ibu-ibu PKK Kecamatan Rendang, beberapa waktu yang lalu.

MBP/ist MBP/ist

PEREKRUTAN - Untuk kesekian kalinya The St.Regis Resort yang berlokasi di Bal Harbour, Miami FL melakukan perekrutan mahasiswa perhotelan di kampus SPBSTPBI untuk melaksanakan internship di hotel mereka. Hotel-hotel yang sebelumnya sudah melaksanakan kunjungan ke Kampus SPB-STPBI, seperti The Setai South Beach Miami yang merupakan salah satu hotel besar tersebut berlokasi di Florida.

MARHAENISME - Sukmawati Soekarno usai meresmikan Patung Proklamator bersama Bapak Santoso disaksikan Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna di Taman Nusa Bali. PNI Marhaenisme yang pernah berjaya di Pemilu 1955 dan Pemilu 2009 di Bali ternyata masih menunjukkan eksistensinya. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya ratusan kader PNI dan organisasi sayap seperti Gerakan Pemuda Marhaen (GPM), Gerakan Satuan Tameng Marhaen (GASTAM) dan Gerakan Wanita Marhaen (GWM) memenuhi Pelataran Patung Proklamator di Taman Nusa Gianyar untuk menyambut kehadiran Sukmawati Soekarno, Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme. 3 - 9 Agustus 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

MERIAH - HUT ke-3 Program Pascasarjana (PPS) Unwar, Sabtu (4/7) digelar secara meriah. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur PPS Unwar Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, M.P. diserahkan kepada Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Saat itu juga diluncurkan online jurnal system (OJS). Dengan demikian semua artikel ilmiah fakultas dan universitas disinergikan lewat OJS.

BERKEMBANG - Sistem manajemen berbasis Teknologi Informasi (TI) dari PT Bimasakti Sanjaya yakni Bimasakti School, makin berkembang dan terus mendapatkan respons masyarakat, utamanya para pengelola sekolah. Hampir semua sekolah favorit di sembilan kabupaten/kota di Bali telah menggunakan sistem yang dikembangkan anak-anak muda kreatif Bali itu. Sejak diperkenalkan tahun 2009 silam oleh the founder sekaligus Direktur Utama PT Bimasakti Sanjaya, Ir. Ida Bagus Surya Sanjaya, pesanan untuk menggunakan sistem ini pun bertambah.

MBP/ist

UNDIAN - Setelah sukses menyelenggarakan pengundian periode pertama pada 5 Oktober 2014, Bali Zoo kembali menyelenggarakan program undian “Berburu Sepeda Motor di Bali Zoo” periode kedua pada Minggu (5/7) kemarin. Program undian berhadiah periode kedua sudah berlangsung selama delapan bulan mulai 15 November 2015 dan berakhir 5 Juli 2015. Melalui undian berhadiah “Berburu Sepeda Motor” ini Bali Zoo ingin memberikan kejutan kepada para guide (pemandu wisata) yang selama ini telah bekerja sama secara kooperatif terhadap Bali Zoo.

34

3 - 9 Agustus 2015

MBP/ist

MENJENGUK - Sudirta ketika menjenguk Wayan Dharma yang lumpuh di Bebandem. Dalam dua bulan ini Sudirta memang intensif menyambangi penderita berbagai penyakit, melanjutkan programnya dalam 10 tahun lebih ini, mendampingi warga miskin memperoleh pengobatan gratis. Senator Bali 2004-2014 itu tetap menjaga kesehatan dengan berolahraga, tidak makan nasi beberapa tahun belakangan ini, mengimbangi dengan olahraga secara rutin.


MBP/ist

PRESTASI - Tabanan kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Prestasi tersebut tiada lain dengan dianugerahinya Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya sebagai salah satu dari tujuh penerima Indonesian Best Economic Award 2015 yang berlangsung pada Jumat (3/7) malam. Penyerahan penghargaan dari Yayasan Penghargaan Indonesia ini berlangsung di Yudistira Ballroom, The Grand Shanti Hotel, Denpasar. Nampak dalam foto Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya saat menerima penghargaan Indonesian Best Economic Award 2015.

MBP/ist

FBP - Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga membuka secara resmi FBP Kabupaten Badung ke-4 tahun 2015, Sabtu (4/7) di areal Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang. Pembukaan FBP ditandai dengan memanah simbol inovasi Badung yang masuk ‘’top 25, top 40 dan top 99’’ Kemen-PAN RB oleh Menkop UKM Puspayoga bersama Sekretaris Men-PAN RB Dwi Wahyu Atmaji disaksikan Bupati Badung A.A. Gde Agung dan Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta.

MBP/ist

JALAN SEHAT - Wawali Jaya Negara membuka Jalan Sehat di Banjar Wangaya Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Minggu (5/7). Selain kegiatan jalan sehat, memperingati HUT ke-16, Sekaa Teruna Dharmaning Yowana Desa Wangaya Kaja melakukan penataan sungai serta lomba mancing di Tukad Badung, sebelah Rumah Sakit Wangaya, Minggu (5/7). Ketua Sekaa Truna Dharmaning Yowana Banjar Wangaya Kaja, Pt. Gede Arya Arnawan mengatakan, HUT Sekaa Taruna Dharmaning Yowana ke-16 ini mengambil tema olahraga, melestarikan budaya dan melestarikan lingkungan.

MBP/ist

NGANYARIN – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wawali I G.N. Jaya Negara memimpin rombongan Pemkot Denpasar melaksanakan upacara nganyarin di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (3/7). Bakthi panganyar yang melibatkan seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar, juga dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara, serta para bendesa adat. 3 - 9 Agustus 2015

35


LINGKUNGAN Contoh induk udang vaname yang kini sedang dikembangkan di BPIU2K.

Suhu Ekstrem

Produksi Udang Merosot MBP/gik

L

ingkungan Kabupaten Karangasem rupanya cukup bersahabat dengan budi daya udang vaname (litopenaeus vannamei). Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan tambak udang vaname sudah terbangun di Kecamatan Kubu. Bahkan, Karangasem memiliki Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K), yang secara khusus melakukan pengembangan induk udang vaname berskala nasional. Namun, belakangan budi daya udang ini terancam dengan perubahan suhu yang kerap terjadi secara ekstrem. Perubahan suhu yang tidak seperti biasa di Karangasem, membuat produksi udang vaname merosot. Setidaknya, hal itu sudah terjadi pada sejumlah bidang tambak di Kecamatan Kubu. Situasi itu disebabkan perubahan suhu di wilayah itu yang semakin dingin pada malam hari. Soalnya, suhu dingin tidak cocok untuk perkembangbiakan udang vaname. Salah satu buruh setempat, Saiman, saat ditemui di lokasi tambak udang di pesisir pantai wilayah Tigaron, Kubu, belum lama ini, mengatakan udang vaname kurang â&#x20AC;&#x153;bersahabatâ&#x20AC;? dengan suhu dingin. Sebab, situasi itu membuat nafsu

36

3 - 9 Agustus 2015

makan udang vaname menurun. Sehingga, mengganggu pencernaan dan daya tahan tubuhnya terhadap lingkungan sekitarnya. Akhirnya udang vaname banyak mati sebelum masa panen dalam satu tambak tiba. Kalau dalam situasi normal, dari satu areal tambak seluas 2.000 meter persegi, dari bibit 300 ribu ekor, bisa menghasilkan udang vaname siap panen sebanyak 3,5 sampai 4 ton. Namun, pada panen terakhir bulan lalu, hanya menghasilkan 1,5 ton udang vaname siap panen. Biasanya, panen dilakukan selama empat bulan sekali. Hasil panen ini dijual ke luar Bali, seperti Banyuwangi dan beberapa kota besar lainnya di Jawa. Sementara, udang yang perkembangannya kurang bagus, baru dijual ke sejumlah pasar tradisional di Denpasar dan Badung. Harga udang vaname di luar Bali berlaku tentatif, tergantung situasi pasar. Perubahan suhu, diakui kendala paling sulit yang dihadapi dalam budi daya udang vaname. Situasi ini menurut dia sebenarnya jarang terjadi, di daerah seperti Kubu. Sebab, sebelumnya di pesisir Kecamatan Kubu jarang terjadi perubahan suhu yang cukup dingin pada malam hari. â&#x20AC;&#x153;Kalau dingin, peletnya (makanan udang

vanamei) sedikit dimakan. Ini memang sulit diantisipasi,â&#x20AC;? katanya. Udang akan mati jika berada pada suhu dibawah 15 derajat celcius atau diatas 33 derajat celcius dalam waktu 24 jam atau lebih. Sub letal stres terjadi pada 15-22 derajat celcius dan 30-33 derajat celcius. Temperatur optimum untuk perkembangan udang vaname adalah antara 23 - 30 derajat celcius. Efek temperatur terhadap pertumbuhan adalah perkembangan stadia dan ukuran. Sebagai contoh, udang kecil (1 gram) tumbuh cepat dalam air hangat dengan suhu 30 derajat celcius, udang medium (12 gram) dan udang besar (18 gram) pertumbuhan tercepat terjadi pada temperatur 27 derajat celcius dari pada 30 derajat celcius. Selain itu pemilihan lokasi yang tepat untuk usaha budidaya udang vaname akan menentukan tingkat keberhasilan produksi. Ternyata, Kecamatan Kubu dinilai cocok untuk lokasi pengembangan udang vaname ini. Kepala BPIU2K Karangasem Ir. IBM Suastika Jaya, M.Si, ditemui di kantornya, mengatakan perubahan suhu secara ekstrim juga bisa memicu sejumlah penyakit udang. Sementara, untuk mengatasinya juga tidak mudah, karena udang vaname cukup


Kepala BPIU2K memperlihatkan lokasi pembibitan yang ada di salah satu gedung pembibitan setempat. Setiap blok, diperuntukan untuk umur udang yang berbeda, mulai dari satu bulan sampai delapan bulan.

Salah satu petakan tambak udang seluas 2.000 meter persegi di Kecamatan Kubu. Saat ini ada puluhan tambak di wilayah itu. MBP/gik

MBP/gik

sensitif. Kalau penanganan di BPIU2K, kesehatan udang menjadi faktor yang paling diperhatikan. Pengujian kesehatan laboratorium dilakukan sangat ketat. Mulai dari uji kualitas air (salinitas, DO, pH dan suhu), uji mikrobiologi (pembuatan media agar), uji penyakit (VCR-WSSV, IHHNV,IMNV dan TSV) dan bentuk uji lainnya. Saat ini produksi dari BPIU2K Karangasem sudah didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia. Seperti Banyuwangi, Sitobondo, Cilacap, Tuban, Renbang, Anyer, Lampung, Makassar, Kalimantan Barat dan seputar Bali. Permintaan udang vaname saat ini cukup tinggi, sehingga pihaknya selalu kekurangan induk udang vaname. Kepala Seksi Pengelolaan Produksi dan Penjaringan Mutu, Joko Sumarwan, menambahkan, BPIU2K Karangasem tiap tahun ditargetkan mampu menghasilkan 20 ribu induk udang vaname. Tetapi selama ini, pihaknya mengaku tidak kesulitan, karena sejak tahun 2012, sudah mampu menghasilkan induk udang vanamei sekitar 42 ribu per tahun. Bahkan, kalau pengelolaan BPIU2K Karangasem dimaksimalkan, maka diyakini mampu menghasilkan induk udang vaname sekitar 108 ribu ekor. Namun, analisis itu belum bisa dicapai saat ini, karena operasional BPIU2K Karangasem masih mengalami beberapa kendala. Seperti kendala operasional listrik dilokasi pembibitan yang belum bisa diatasi. Akibatnya, dari enam bangunan tempat produksi, hanya bisa dimanfaatkan empat bangunan. Pasalnya, generatornya hanya berkekuatan 60 KVA (Kilo Volt Ampere). Sementara idealnya dibutuhkan listrik berkekuatan 160 KVA. z Bagiarta

3 - 9 Agustus 2015

37


PEMERINTAHAN

Jelang Akhir Masa Jabatan

Bupati Gde Agung Pamitan dengan Masyarakat Badung PADA 5 Agustus 2015 mendatang adalah akhir masa jabatan Bupati Badung AA Gde Agung untuk periode II 2010-2015. Sebelum mengakhiri masa baktinya, Bupati Gde Agung melakukan roadshow untuk berpamitan dengan masyarakat Badung. Pamitan Bupati yang selama 10 tahun memimpin Badung ini diawali di Kecamatan Petang, dilanjutkan ke Desa Adat Kuta, dan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Badung. Sebagai sosok pemimpin Badung yang didukung dan dipilih langsung oleh masyarakat, ia ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada masyarakat yang selama ini telah mendukung penuh program, maupun kebijakan Bupati dan Pemkab Badung, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung. Acara yang dihadiri seluruh perangkat desa, desa adat, pekaseh, kepala sekolah serta tokoh masyarakat itu diawali dengan pemutaran Film Dokumenter 10 tahun kepemimpinan Bupati Badung. Film ini mengisahkan kehidupan Bupati Gde Agung dari masa kecil hingga dicalonkan menjadi Kepala Daerah dan berhasil terpilih menjadi Bupati Badung selama 2 periode. Selain itu, ditampilkan pula program-program pembangunan yang berhasil dilakukan Bupati Badung dan prestasi yang diraih Bupati dan Pemkab Badung selama 10 tahun memimpin Badung. Pada kesempatan tersebut Camat Petang I Gst. Ngr. Ariawan menyampaikan, terima kasih kepada Bupati Badung AA Gde Agung yang telah memberikan kontribusi besar atas kemajuan pembangunan maupun peningkatan sumber daya manusia khususnya di Kecamatan Petang. Senada disampaikan Penglingsir Puri Agung Petang I Gst. Agung Suryajaya, yang menilai Bupati Gde Agung telah banyak berhasil dalam membangun

38

3 - 9 Agustus 2015

berkat kebijakan dan inovasi. Begitu pula yang disampaikan salah seorang Tokoh Kuta, IGN Anom Gumanti yang ditunjuk mewakili masyarakat Kuta dalam tatap muka. Dia menyampaikan terima kasih atas berbagai pembangunan yang telah dilaksanakan untuk Kuta selama dua kali memimpin Badung. Dia juga berharap jika selama ini ada perbedaan pendapat ataupun selisih pandangan dia berhaap hal itu bisa dianggap sebagai vitamin dalam memotivasi pembangunan yang ada. Sementara Bupati Badung menyampaikan, acara pamitan ini dilaksanakan, karena akan berakhirnya masa kepemimpinannya selama 10 tahun di Badung. Dan sudah seyogyanya untuk pamitan kepada masyarakat Badung yang telah memilih dan mendukungnya menjadi bupati. Bupati Gde Agung

menyampaikan puji syukur, dan terima kasih kepada masyarakat Petang yang sudah mendukung program-program pemerintah yang dilaksanakan selama 10 tahun ini. Sebab, jika tidak didukung masyarakat, pemerintah tidak akan bisa membangun jagat Badung seperti ini. â&#x20AC;&#x153;Saya sampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan masyarakat selama saya memimpin Badung dan mohon maaf bila ada keinginan masyarakat yang belum bisa saya penuhi,â&#x20AC;? jelasnya. Dengan acara pamitan ini Bupati ingin menanamkan sikap sopan santun seorang pemimpin, agar bukan pada saat pemilihan saja datang berdharma suaka menggebu-gebu, namun setelah selesai tidak ada beritanya. (adv)

Bupati Badung AA Gde Agung saat roadshow untuk berpamitan dengan masyarakat di Wantilan Serbaguna Petang. Menjelang akhir masa jabatan, Bupati Badung juga tatap muka dengan Warga Kuta.


PARIWISATA

Mengikis Citra Negatif ”Money Changer” di Mata Asing KEGIATAN Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) atau yang lebih populer dikenal dengan Money Changer merupakan salah satu bagian dari jasa layanan yang sangat bertalian erat dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan industri pariwisata di Bali. Dalam perkembangannya, muncul beberapa stigma kepada para pelaku KUPVA Bukan Bank (BB) yang dianggap sebagai salah satu perusak citra pariwisata di Bali. Hal itu, terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati, disebabkan oleh ulah nakal pedagang Uang Kertas Asing (UKA) liar yang melakukan kecurangan kepada sejumlah wisatawan asing. Karena itu, permasalahan ini harus cepat ditindaklanjuti. Sebab, sebagai salah satu lokasi wisata favorit di dunia, setiap tahunnya Bali dikunjungi oleh jutaan wisatawan mancanegara. “Selama ini kemajuan industri pariwisata telah berkontribusi besar terhadap perekonomian Bali. Kerena itu, berbagai sektor usaha yang bersinggungan dengan dunia pariwisata wajib diberikan perhatian khusus untuk menjaga citra positif yang telah terbentuk di mata wisatawan asing,” ungkapnya. Perkembangan KUPVA Bukan Bank berizin di Provinsi Bali mengalami peningkatan yang cukup pesat. Dari data terakhir Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Bali, total KUPVA Berizin di Bali pada tahun 2014 mencapai 526 kantor layanan KUPVA dengan 117 diantaranya adalah kantor pusat, dan tersebar di seluruh Provinsi Bali. Dominasi sebaran terbesar ada di Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar, dengan masing-masing sekitar 67 persen, 21 persen, dan 9 persen. Total aset KUPVA BB Berizin di Bali pada 2013 tercatat sejumlah Rp 209,62 miliar, tumbuh sebesar 9,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp191,28 miliar. “Dalam rangka mencegah berbagai kejahatan pada KUPVA, BI telah menyempurnakan ketentuan dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 16/15/PBI/2014 tanggal 11 September 2014 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank,” jelasnya. Lahirnya PBI ini menekankan pada pemurnian bahwa setiap Badan Usaha Bukan Bank yang akan melakukan kegiatan usaha sebagai Penyelenggara KUPVA wajib terlebih dahulu memperoleh izin dari Bank Indonesia. Proses perolehan izin sangatlah mudah selama memenuhi syaratsyarat yang ditentukan. Ayu Astuti D., salah seorang pengurus Badan Pusat Asosiasi Pedagang Valuta Asing, mendorong BI merevisi Peraturan Bank Indonesia No. 12/22/PBI/2010 tentang Pedagang Valas dan mengklasifikasikan pedagang valuta asing yang memiliki izin resmi dari bank sentral dalam rangka memperbaiki tata kelola industri perdagangan valas.

“Selain merugikan konsumen dengan mengurangi mengurangi hasil penilaian uang yang ditukar, perusahaan money changer ilegal itu juga sangat berpotensi menjadi salah satu tempat pencucian uang atau money laundering. Perusahaan itu pun sangat sulit dilacak laporan keuangannya. Itu sangat merusak citra dari perusahaan yang memiliki lisensi,” terangya. Ayu menjelaskan, maraknya keberadaan perusahaan penukaran uang atau valuta asing ilegal itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Padahal, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak berwenang, termasuk Bank Indonesia. z Parwata

Keberadaan Money Changer di Bali, diharapkan mampu mengikis kesan negatif di mata wisatawan asing lantaran mereka kerap tertipu. 3 - 9 Agustus 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

FOTO BERSAMA - Wedakarna dan Sukmawati foto bersama pemilik Restoran Bebek Garing di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, usai santap makan bersama Minggu (5/7). Tokoh nasional Sukmawati Soerkarno Putri didampingi Senator asal Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyempatkan diri mampir dan menikmati Bebek Garing milik pengusaha Bali, pasangan suami-istri I Putu Arnawa, S.E. dan Ni Luh Parwati, S.E.

BUKA PUASA - Berlokasi di Pabrik Coca- Cola dan juga di 30 kantor pemasaran digelar acara Buka Puasa bersama dengan tema ”Menjalin Kepedulian Antar Sesama serta Silahturahmi Untuk Menjadikan Insan dan Insani yang Bertaqwa”. Acara Buka Bersama tersebut dihadiri oleh Para Pimpinan Perusahaan beserta jajaran Management dan karyawan Coca - Cola. Selain itu hadir Muspika, para Lurah Kecamatan dan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama di lingkungan masyarakat, yang penuh suka cita menyambut buka puasa bersama ini.

MBP/ist

EKAJAYA- Komponen masyarakat Seltim bertekad bulat

MBP/ist

mendukung Ekajaya dalam Pilkada Tabanan 2015 mendatang.

KALSI - Setelah sukses launching di Surabaya, Bandung,

Deklarasi ini berlangsung ,Sabtu (4/7) di Bedugul Wates,

Jakarta, Yogyakarta, Madiun, dan Kediri, giliran Pulau Dewata

Desa Tangguntiti, Kecamatan Salemadeg Timur. Pembacaan

menjadi tempat perilisan Serial Kayu dari KALSI. “Launch-

deklarasi ini dilakukan oleh I Ketut Manuaba yang juga

ing” Serial Kayu dari KALSI digelar, Jumat, 3 Juli 2015 di

merupakan Bendesa Adat Desa Pakraman Gadungan. Manu-

Griya Agung Ballroom Sanur Paradise Plaza Hotel. Beragam

aba menjelaskan, ratusan krama yang hadir dalam deklarasi

hiburan digelar untuk mereka yang hadir. Tak ketinggalan,

ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat Selemadeg Timur.

puluhan hadiah menarik pun dibagikan.

40

3 - 9 Agustus 2015


MBP/ist

MBP/ist

PUNIA -Bupati Badung A.A. Gde Agung menyerahkan punia kepada bendahara karya disaksikan prawartaka Karya Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat bhakti penganyaran Pemerintah Kabupaten Badung di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Senin (6/7). Pemkab) Badung melaksanakan bhakti penganyaran di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bhakti Penganyaran tersebut merupakan rangkaian Puja Wali Krama di Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang puncaknya telah dilaksanakan pada 1 Juli lalu. Bhakti penganyaran Pemkab Badung dipimpin Bupati Badung A.A. Gde Agung.

POTONG TUMPENG – Kabag Mikro Kanwil BRI Denpasar, Y. Wisnu (kedua dari kanan) memotong tumpeng dan menyerahkan kepada Kepala Unit BRI Ngurah Rai, Negara saat peresmian Kantor Unit tersebut. Acara dihadiri Sekcam Negara, Lurah Lelateng dan Pinca BRI Negara, Ronald Roho (paling kanan). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk oleh Sekcam Negara I Gusti Putu Anom Saputra dan pemotongan tumpeng oleh Kabag Mikro Kanwil BRI Denpasar Y. Wisnu.

MBP/ist

MBP/ist

SENATOR - Gusti Kanjeng Ratu Hemas (Wakil Ketua DPD RI) diterima oleh Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi W.S., S.E., M.M., Senator RI Dr. Gusti Arya Wedakarna dan Sukmawati Sukarno Putri (Pembina The Sukarno Center) di Tampaksiring. GKR Hemas hadir di tengah acara perayaan Dies Natalis Universitas Mahendradatta (Unmar) untuk menerima penghargaan ”Mahendradatta Gunapriya Dharma Patni”. Dalam sambutannya, GKR Hemas merasa tersanjung dengan penghargaan dari akademisi di Bali.

HIPMI - Wali Kota Rai Mantra mengucapkan selamat kepada pengurus HIPMI Denpasar dengan terselenggaranya Muscab, Senin (6/7) di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Wali Kota Rai Mantra mengatakan, HIPMI menjadi organisasi bagi para pengusaha, terutama dari pengusaha-pengusaha muda yang ingin maju dan berkembang. Organisasi HIPMI memberikan manfaat yang sangat baik seperti kemandirian, dan akses yang tidak terlepas dari kemampuan masing-masing para pengusaha. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra yang juga sempat menjadi Ketua HIPMI, berbagi pengalaman dengan pengurus HIPMI Denpasar. 3 - 9 Agustus 2015

41


AKTIVITAS

MBP/bud

MBP/ist

RANPERDA - DPRD Karangasem dalam beberapa hari ini sibuk membahas dua rancangan peraturan daerah (ranperda). Dua ranperda yang dibahas sampai Jumat (3/7) sore di antaranya Ranperda Penyertaan Modal di PDAM Karangasem, Rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Karangasem. Pada rapat gabungan komisi dengan eksekutif, Jumat (3/7), terjadi perdebatan cukup alot sampai pukul 15.30 wita. Saat itu Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi, S.E., M.Si. didampingi Wakil Ketua Nyoman Karya Kartika, S.H. dan Ida Bagus Adnyana, S.H.

DIMANTAPKAN - Penanganan masalah kemiskinan dan masalah sosial di Kabupaten Buleleng semakin dimantapkan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng. Terutama menyangkut data warga miskin, telantar, dan menderita kelumpuhan selama ini datanya terkesan kurang valid. Tak heran kalau belakangan ini warga miskin maupun warga telantar dan lumpuh sepertinya tidak masuk dalam data. Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Komang, M.Si., di ruang kerjanya Senin (6/7) mengatakan, selama kurun waktu 2010 hingga 2014 pemerintah daerah belum maksimal melakukan pemutahiran data warga miskin maupun warga telantar dan menderita kelumpuhan.

MBP/ist

MBP/ist

FORUM - Guna menyelamatkan nyawa kaum ibu dan perempuan di Kec. Rendang dari kanker serviks, bakal calon bupati Karangasem dari PDIP, mengajak mencegah penyakit mematikan itu melalui pembentukan Forum Perempuan Kecamatan Rendang. Dalam simakrama yang dihadiri 600 ibu-ibu PKK, bergabung dengan 300 lebih Teruna Teruni sekecamatan Rendang, beberapa waktu lalu Sudirta menyarankan ibu-ibu melakukan pap smear secara berkala dan mestinya pemerintah memprogramkan untuk menggratiskan ibu-ibu dalam melakukan pap smear ini.

DISAMBUT - Turunnya rekomendasi paket Abang (Artha-Kembang) dalam Pilkada Jembrana tahun ini disambut, Ketua DPC PDIP Jembrana I Made Kembang Hartawan dengan ketulusan dan kerja keras. Kembang yang diutus kembali menjadi calon Wakil Bupati (Cawabup), mendampingi Cabup, I Putu Artha, mengaku tidak akan pernah kecewa. Kembang menegaskan akan mengikuti instruksi partai dan memegang teguh arti kesabaran revolusioner yang didengungkan Bung Karno. Kembang mengatakan setelah PDIP sukses pada 9 Desember dan paket Abang kembali memimpin pemerintahan lima tahun ke depan, dirinya siap menjadi calon Bupati.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42

3 - 9 Agustus 2015


MBP/wan

MBP/ist

SEMBAHYANG - Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama sejumlah umat Hindu panitia karya anta sapa dan pegat sot melangsungkan upacara persembahyangan bersama dan matur piuning serangkaian pelaksanaan Karya Anta Sapa dan Pegat Sot Maha Warga Arya Wangbang Pinatih, Senin (6/7), yang berlangsung di Pura Dalem Muterin Jagat, Kertalangu, Kesiman Denpasar Timur. Ketua Panitia Karya, Drs. I Nyoman Sukada menjelaskan upacara anta sapa dan pegat sot adalah merupakan persembahan suci untuk memutus dan menetralisir sesangi, sumpah, dosa, kutukan yang mungkin pernah terjadi beberapa puluh bahkan ratusan tahun sebelumnya.

JENGUK - Di sela-sela simakrama dengan Teruna Teruni dan Ibu-ibu Forum Perempuan, bakal calon bupati Karangasem, Wayan Sudirta, selalu menyempatkan menjenguk warga yang menderita berbagai penyakit, langsung ke rumahnya. Senator Bali 2004-2014 itu langsung menyaksikan warga yang lumpuh dan berbaring di dipan sederhana tanpa kasur, nenek renta yang sakit menahun dan hanya berbaring di gubuk reot, atau warga yang buta dan hidup sebatangkara di pondok terpencil di tengah kebun. Itulah pemandangan di depan Wayan Sudirta, saat ia ‘’door to door’’ menjenguk para penderita di puluhan dusun sejak ia duduk sebagai senator, dan terus berlanjut ketika ia mendaftar calon bupati Karangasem di PDIP.

MBP/ist

MBP/ist

HUT - Serangkaian dengan perayaan HUT Yayasan Siwa Agung Jagadhita Provinsi Bali pada 12 Juli 2015, dilaksanakan pelantikan pengurus Perguruan Siwa Murti Bali cabang Tabanan, Minggu (5/7). Perguruan Siwa Murti Bali bernaung di bawah Yayasan Siwa Agung Jagadhita. Yayasan ini terbentuk dengan izin Keputusan Menteri Kehakiman Nomor: AHU-4139. AH.01.02 Tahun 2008 dengan tujuan meningkatkan sradha bhakti masyarakat, umat Hindu pada khususnya dan Bali pada umumnya. Pada acara pelantikan kemarin terpilih Jero Mangku Dharma Yuda sebagai ketua pengcab Tabanan dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos didampingi Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M sebagai Dewan Penasihat Perguruan Siwa Murti cabang Tabanan.

PENGABDIAN - Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Darma Perguruan tinggi, di samping dharma yang lain, yaitu: pendidikan dan penelitian. Bagi Pascasarjana Universitas Ngurah Rai, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan sebagai bentuk interaksi antara warga sivitas akademika dengan pemerintah, dan masyarakat. Menurut Direktur Pascasarjana Dr. Nyoman Suartha, Kegiatan ini dirasakan sangat penting, mengingat konsep keterpaduan Tri Dharma Perguruan mampu membentuk perpaduan antara hard skil dan soft Skill melalui pendekatan Student Catered learning and team based learning. Lebih-lebih Misi Visi Pascasarajana berlandaskan Tri Hita Karana. 3 - 9 Agustus 2015

43


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

UANG TUNAI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Denpasar atau BNI menyiapkan uang tunai sekitar Rp. 1,1 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Bali. Khususnya dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Idul Fitri 1436 H, pekan depan. Kebutuhan uang tunai tersebut meningkat sekitar 22 % dibandingkan saat hari raya di tahun 2014 lalu. â&#x20AC;&#x153;Sekitar 80 % persediaan uang tunai tersebut untuk menunjang operasional 353 ATM tarikan tunai yang ada di Bali. Peningkatan jumlah uang tunai tersebut disebabkan karena bertambahnya jumlah nasabah BNI dan jumlah mesin ATM yang kami miliki,â&#x20AC;? ujar CEO BNI Kantor Wilayah Denpasar, Aryanto Purwadi setelah syukuran HUT BNI ke-69, Senin (6/7) lalu.

MENINJAU- Bupati Badung AA Gde Agung, Selasa (7/7), memantau sembilan proyek fisik yang dianggarkan melalui APBD Badung Tahun 2015. Proyek-proyek yang ditinjau bupati tersebut sebagian besar berada di wilayah Badung Utara. Pembangunan ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik hingga ke tingkat kecamatan. Dalam pemantaunnya yang didampingi Sekda Badung Kompyang R Swandika, Kepala Bappeda Badung I Wayan Suambara dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung, Gde Agung meminta rekanan agar mengutamakan kualitas. Selain kualitas penggarap proyek juga diminta memperhatikan waktu pengerjaan.

MBP/kmb

MBP/ist

GEDUNG BARU - Kantor Cabang Denpasar BPR Kanti yang awalnya di Jl. Teuku Umar 121 Ruko Investama No.3-5 Denpasar kini dipindahkan ke Jalan Diponegoro 192 C dengan bangunan yang lebih representatif dan lokasi yang strategis. Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba Senin (6/7) mengatakan pengoperasian gedung baru Kantor BPR Kanti Cabang Denpasar ini untuk makin mendekatkan BPR Kanti dengan nasabah. Arya Amitaba, dan perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali melakukan pengguntingan pita sebagai tanda beroperasinya kantor baru.

REKOR - Penanaman padi serentak dalam sehari di areal Subak Pulagan, Tampaksiring, Gianyar, mencatatkan rekor penanaman padi di atas lahan terluas dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri). Penanaman bibit padi di atas lahan seluas 10,057 hektar itu merupakan kegiatan yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Pemkab Gianyar dan para petani. Penyerahan rekor Muri dilakukan Senior Manager Muri Sri Widayati kepada BI Provinsi Bali, Pemkab Gianyar dan Subak Pulagan. Acara antara lain dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pangdam IX Udayana yang diwakili Asisten Teritorial, Danrem 163/Wirasatya, Direktur Sabhara Polda Bali, Dandim Gianyar, para pejabat BI, Bupati dan Sekda Gianyar, serta unsur terkait lainnya.

44

3 - 9 Agustus 2015


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

PARTISIPASI - PT Tirta Investama-Pabrik Mambal (Aqua Mambal) turut berpartisipasi dalam Festival Budaya Pertanian Badung di area Jembatan Tukad Bakung, Desa Plaga-Petang, Badung, 4-7 Juli. Di hari terakhir Festival, Aqua Mambal bersama Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Badung juga menggelar Lokakarya Penyusunan AD/ART Paguyuban Petani Organik Lumbung Amertha Sari di Kantor Desa Plaga, Selasa (7/7). Nampak dalam foto Kepala Distanbunhut Badung Ir. IGAK. Sudaratmaja, MS (dua kiri) didampingi Stakeholder Relation Aqua Mambal, Ngurah Warassutha (kiri) menyerahkan penghargaan di sela-sela Lokakarya Penyusunan AD/ART Paguyuban Petani Organik Lumbung Amertha Sari.

BEDAH - Tindakan operatif pada bagian perut dan panggul seringkali terkesan menakutkan. Hal ini karena pada tindakan operatif konvensional, diperlukan sayatan yang lebar bahkan sampai harus mengeluarkan isi organ. Namun saat ini dengan berkembangnya teknik pembedahan invasif minimal dengan menggunakan alat Laparoskopi, pada beberapa kasus yang memerlukan tindakan pembedahan dapat dilakukan secara lebih efektif. RSUD Badung kini sudah memiliki alat Laparoskopi yang telah digunakan untuk melakukan pembedahan minimal invasif. Hingga saat ini, belum ada rumah sakit daerah di Bali yang memiliki layanan bedah Laparoskopi selain di RSUD Badung. Nampak dalam foto Tim bedah RSUD Badung sedang melakukan tindakan pembedahan dengan alat Laparoskopi.

MBP/ist

MBP/ist

KERJA SAMA - Universitas Dwijendra (Undwi) ternyata jauh lebih awal sudah mengaplikasikan kerjasama internasional menghadapi MEA. Dua mahasiswanya dinyatakan lulus sarjana bahasa mandarin di Huaqiao University, Provinsi Xiamen, Tiangkok. Atas kesuksesan itu Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H.M.Hum. bersama PR I Dr. Putu Gde Erry Suardana, S.T., M.Erg., Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, M.S. Chandra Jaya dan Kepala SMA Dwijendra, Ida Bagus Alit Bajra Manuaba,S.Pd., diundang khusus menghadiri wisuda serta memperkuat kerjasama lanjutan dalam bidang bahasa dan budaya pada 25-29 Juni lalu.

SUKSES - Fakultas Hukum (FH) Unwar selain sukses dengan program singkat seperti Program Pendidikan Advokat (PPA) juga sukses mengembangkan kerjasama internasional. Pada Senin (6/7) bertempat di Kantor Yayasan Kesejahteraan Provinsi Bali (YKKPB), Pusat Kajian Hukum dan CSR (PKHC atau Center For Law and CSR - CLC) Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Bali menerima kunjungan Prof. Danial Kelly, Associate Head Faculty of Law Charles Darwin University, Australia. Nampak dalam foto Ketua YKKPB A.A. Gede Oka Wisnumurti didampingi Made Johny Sanger dan tim PKHC Unwar saat menerima Prof. Daniel Kelly dari Charles Darwin University. 3 - 9 Agustus 2015

45


TRADISI

“Masegeh” di Tambakan

Krama Persembahkan ”Bulu Geles”

K

rama Desa Pakraman Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng memiliki tradisi unik yaitu Masegeh. Pada pelaksanaan ritual ini, krama desa memotong sapi untuk persembahan. Pada pelaksanaan tradisi Masegeh tahun 2015, tepatnya Rabu (1/6) lalu, sebanyak 28 ekor sapi muda dipotong. Pada pelaksanaan tradisi itu krama desa setempat sejak pagi berkumpul nunas duwe, dengan harapan diberkati rezeki dan keturunan. Sehari sebelum dimulainya tradisi Masegeh, warga mempersiapkan puluhan sapi muda untuk dipotong. Dilengkapi sesajen, mereka berharap kegiatan Masegeh yang diselenggarakan setiap Purnama Kasa, dapat berjalan khidmat di Pura Prajapati di Desa Pakraman Tambakan. Menurut Istri Jro Mangku Dalem Jro Mangku Made Suartini, tradisi Masegeh bertujuan untuk mapinunas duwe terhadap I Dewa. Dalam prosesi

itu krama desa mempersembahkan bulu geles atau sapi muda. Setelah diucapkan mantram dan diperciki tirta, sapisapi itu dihaturkan apabila ada sesangi di Pura Dalem Dasar Desa Tambakan. Krama Desa Pakraman Tambakan, menyakini persembahan bulu geles akan memberikan kelancaran terhadap rezeki mereka. “Kami menyakini tradisi ini. Kalau ada warga mau nunas amerta dan berhasil seperti rezekinya lancar, akan masesangi menghaturkan bulu geles. Ada pula yang ingin memohon keturunan supaya diberikan kemudahan, bulu geles dihaturkan setiap tilem,” ucap Suartini. Prosesi Masegeh diawali dengan membersihkan sapi. Sapi-sapi jantan itu dibersihkan untuk prosesi mapiuning di Pura Prajapati. Sapi itu kemudian dilepas supaya tidak merasa stres ketika hendak ditombak. Krama desa kemudian melakukan prosesi nyungsung I Dewa. Mereka mapinunas dengan mengaturkan sem-

bah mapiuning di Pura Bale Agung, Pura Dalem, Pura Prajapati dan Pura Melanting. Dalam doa mapiuning, krama desa memohon keselamatan. Puluhan sapi kemudian diikat dan dipotong dengan cara ditombak. “Saat rahinan Purnama Kasa, kami mapinunas kepada duwe penyungsung jagad Tambakan, untuk melakukan prosesi Masegeh,” tambahnya. Kala itu, sebanyak 28 ekor sapi dihaturkan berdasarkan kesepakatan prajuru desa. Daging sapi tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh warga desa setempat. Tahun ini panitia menyiapkan 28 sapi, dan tahun sebelumnya ada 22 ekor sapi. Konon warga mempercayai sapi yang dipotong bukanlah sembarang sapi, dan yang diperkenankan menombak pertama kali adalah prajuru desa, berikutnya adalah Jro Mangku Dalem, Jro Mangku Gede dan Bendesa Adat dan para krama desa. z Dewa Kusuma

MBP/dgk

Krama Desa Pakraman Tambakan menggelar tradisi Masegeh dengan memotong 28 ekor sapi muda. Melalui prosesi ritual ini krama desa memohon kepada Ida Sang Hyang Widi agar diberi kemudahan mendapatkan rezeki dan anak bagi krama desa yang memohon keturunan.

46

3 - 9 Agustus 2015


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

FORUM PEREMPUAN - Wayan Sudirta di hadapan ibu-ibu dan DEKLARASI - Forum tenaga kontrak Kabupaten Karangasem respengurus Forum Perempuan Kecamatan Kubu. Kepengurusan Fo- mi dideklarasikan, bertempat di wantilan rumah Bupati Karangasem rum Perempuan Kec. Kubu diisi Wakil Ketua Ni Made Sumiantini, I Wayan Geredeg di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Minggu Sekretaris Ni Made Tini, Wakil Sekretaris Nengah Dani, Bendaha- (5/7). Ketua forum tenaga kontrak Kabupaten Karangasem I Kadek ra Ni Nengah Kuna, Wakil Bendahara Ika Wardani, Kordes Kubu Aryawan, S.Pd dalam laporannya menyampaikan terbentuknya Made Adri dan Ni Luh Manik, Kordes Tulamben Ni Ketut Aryati forum ini untuk memberikan wadah silaturahmi, memperkuat dan Ni Luh Sudi, Kordes Sukadana Ni Luh Suti dan Ni Nengah semangat kekeluargaan, dan kerja sama antartenaga kontak. Selain Suarniti, Kordes Ban Ni Made Sumartini, Kordes Tianyar Ni Made itu juga mendayagunakan potensi tenaga kontrak dalam rangka Ayu. Seperti Forum Perempuan di kecamatan lain, mereka sepakat melancarkan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan serta PHQ\RVLDOLVDVLNDQ 多JXU 6XGLUWD XQWXN .DUDQJDVHP di bidang kemasyarakatan Kabupaten Karangasem.

MBP/ist

ANDIL - Politeknik Negeri Bali (PNB) turut andil dalam pengembangkan dan mempertahankan kualitas pariwisata Bali dengan mencetak lulusan bidang kepariwisataan berstandar internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengirim mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti program Student Exchange dengan Raja Manggala University of Technology Phra Nakhon (RMUTP) Bangkok, Thailand. Nampak dalam foto mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB) foto bersama di Raja Manggala University of Technology Phra Nakhon (RMUTP) Bangkok, Thailand.

KENANG-KENANGAN - Dekan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai I Dewa Ayu Yus Andayani memberikan kenang-kenangan kepada perwakilan masyarakat Desa Mambal. Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai melaksanakan bakti sosial (baksos) di Desa Mambal pada Sabtu (4/7). Acara dibuka oleh Perbekel Desa Mambal bertempat di Banjar Undagi, Desa Mambal. Baksos diikuti 325 mahasiswa dari semester II, IV, VI, VIII dan dosen, pegawai, panitia baksos yang berjumlah 22 orang. Kegiatan baksos berlangsung satu hari dimulai dari pukul 08.00. MBP/may

3 - 9 Agustus 2015

47


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

MENGGODA - Minimalis dan berotot! Ban gembot dengan fender mengecil, membuat tampilan AJS Raptor Bobber 350 cc begitu menggoda. Ya, besutan pabrikan asal Inggris ini memang menjadi trand mark dan didemeni banyak biker di dunia, termasuk Indonesia. Roh Bobber yang macho khas single rider begitu terlihat. Krom dibalut pengecatan yang begitu berkualitas. Menjadi nilai tambah motor hobi satu ini. Selain enak dikendarai, Bobber yang dibekali jeroan twin cylinder 350 cc mampu menyemburkan tenaga layaknya motor sport.

PENAWARAN - Harga murah bukan berarti tidak berkualitas. Hal ini diwujudkan oleh Sipoa Group, sebuah perusahaan pengembang asal Surabaya. Setelah sukses memasarkan project Royal Mutiara Village di Kampial, Nusa Dua, Bali, dan Sunset Riverview Village di daerah Pamogan, kini perusahaan tersebut memberikan penawaran menarik yaitu Royal Mutiara Village 2. Unit apartemen cantik 1,5 lantai ini ditawarkan dengan harga yang tidak menguras kantong, hanya dengan Rp 800.000 sudah bisa pesan unit.

MBP/ist

MBP/ist

WORKSHOP - Universitas Mahendradatta (Unmar) melaksanakan Workshop Akademik selama 3 hari dari 24-26 Juni 2015 di Kampus Pusat, Jalan Ken Arok No. 12 Denpasar. Workshop ini mengusung tema ‘’Melalui Workshop Akademik Unmar 2015 Kita Tingkatkan Profesionalisme Kerja Unitunit di Universitas Mahendradatta Bali Menuju Tercapainya Target Akreditasi Program Studi Nilai Unggul’’. Nampak dalam foto Rektor Unmar Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (tengah) bersama para Wakil Rektor, Dekan dan jajarannya saat membuka Workshop Akademik Unmar 2015.

48

3 - 9 Agustus 2015

KEPEDUILIAN - Istri Wakil Bupati Karangasem, Ny. Sumawati Sukerana, memang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat yang kurang mampu. Hal itu terlihat dari diserahkannya bantuan berupa sembako dan sejumlah uang kepada masyarakat miskin di seputaran kota Amlapura, Karangasem dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Penyerahan bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian Ny. Sumawati Sukerana kepada 15 kepala keluarga kurang mampu di Kabupaten Karangasem, mengingat beban hidup masyarakat yang kurang mampu sangatlah berat untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.


PROPERTI

Bisnis Properti Lesu Hingga 2016 LESUNYA perekonomian dunia yang berimbas juga pada perekonomian Indonesia, berdampak pada berbagai sektor. Salah satunya, bisnis properti di Bali. Bisnis properti diprediksi lesu hingga tahun 2016 mendatang. Terlebih lagi, dengan adanya aturan ketat yang diterapkan oleh perbankan. Pengusaha properti John Sadewa menyebutkan, pengembang kena dampak langsung menurunnya pembeli properti di Bali yang diakibatkan lesunya ekonomi hingga pertengahan tahun ini. “Saya berharap setelah hari raya Galungan dan Idul Fitri, ada kebijakan tepat oleh Presiden sehingga pasar mulai bisa bangkit kembali,” tegas John Sadewa, beberapa waktu lalu. Jika pemerintah tutup mata dengan kondisi saat ini yang dialami semua lapisan masyarakat bawah, menengah dan atas, maka akan sangat membahayakan. Banyak perusahaan akan tidak dapat mempertahankan operasionalnya, termasuk perusahaan yang bergerak di

sektor properti atau real estate. “Bisa terjadi PHK secara besar-besaran, apalagi akan ada perhelatan nasional yaitu pemilihan kepala daerah serentak dan ini bisa menimbulkan kerawanan sosial. Saat masyarakat terhimpit oleh beban hidup dan kesulitan ekonomi, maka akan banyak program pemerintah tidak bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. Menurut John, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) perlu melonggarkan likuiditas nasional dengan menurunkan suku bunga. Acuan BI diganti dengan pengawasan yang lebih intensif dan ketat di sektor perbankan serta keuangan. Kebijakan yang ditunggu-tunggu pasar adalah kebijakan yang langsung berpengaruh bagi sektor riil. Misalnya, belanja APBN dan APBD dipercepat dengan sistem lebih sederhana. Jika dipaksakan dengan sistem baru di saat kondisi kurang bagus, maka sistem tersebut bisa gagal, bahkan menjadi faktor penghambat. Pengurus REI Bali Gede Suardita

juga menyampaikan hal serupa. Kondisi ekonomi seperti saat ini makin menyulitkan pebinis properti. Dengan biaya produksi yang cenderung melonjak, kecil kemungkinannya bisa diimbangi oleh pengembang pemula atau perorangan. Kondisi tersebut diperparah dengan produksi masih kecil dan tidak mungkin mampu bersaing dengan industri besar. Hal sama disampaikan salah seorang pengembang asal Tabanan, Wayan Suastha. Secara nasional memang diprediksi pasar properti lesu sampai akhir tahun 2015 ini. “Tetapi Bali berbeda, karena sebelumnya harga properti sangat tinggi,” ujarnya. Kondisi ini, katanya, dipengaruhi money laundering dan aturan perbankan yang kian ketat. Sementara harga lahan di Tabanan belakangan ini sekitar Rp 300 juta per are, Denpasar hampir sama dengan Kabupaten Badung, yakni sekitar Rp 400 juta per are. z Kertanegara/Puspita Dewi


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

INSPIRASI - Konsep suka-duka di banjar-banjar yang ada di Bali rupanya menginspirasi terbentuknya Bali One Society (BOS). BOS pertama kali digagas oleh 12 orang dari latar belakang profesi berbeda. Mayoritas mereka adalah perantau yang terketuk saat melihat para perantau lainnya terkena musibah, namun tidak didampingi oleh keluarga. ‘’Kita berawal dari teman dan kerabat dekat. Kita dari berbagai bidang usaha, tetapi kita satu hati, satu visi, satu misi untuk saling membantu khususnya dalam kedukaan,’’ ujar Ketua BOS Lio Susanto Wijaya didampingi Wakil Sekretaris BOS Gede Rediana Yasa di Badung, Rabu (8/7).

LEBIH LAMA - Buka pelayanan lebih lama hingga pukul 23.00 Wita menjelang Hari Suci Galungan dan Idul Fitri menjadi salah satu bentuk pelayanan yang diberikan HardysRetail kepada seluruh umat Hindu dan Muslim. Pelayanan extra tersebut merupakan salah satu program selain memberikan penawaran promo menarik di seluruh outlet, yang khusus dilaksanakan menyambut Galungan sekaligus Idul Fitri. Menurut Anak Agung Raka Semaraputra, S.T., Direktur Human Capital & General Affair, pelaksanaan buka pelayanan lebih lama hingga pukul 23.00 Wita, dilakukan di seluruh outlet HardysRetail di seluruh Bali.

MBP/ist

PASAR MURAH - Wali Kota Rai Mantra dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara menghadiri pembukaan pasar murah di Taman Kota Lumintang, Rabu (8/7). Pasar murah tersebut digelar selama empat hari hingga 12 Juli mendatang. Ditemui di selasela peninjauan pasar murah, Wali Kota Denpasar Rai Mantra mengatakan, pasar murah yang dilaksanakan ini untuk mengantiVLSDVL WHUMDGLQ\D LQÀDVL DWDX ORQMDNDQ KDUJD PHQMHODQJ KDUL UD\D ,QL MXJD PHUXSDNDQ VDODK VDWX FDUD 7LP 3HQJDZDV ,QÀDVL 'DHUDK Kota Denpasar untuk menghindari terjadinya lonjakan harga.

50

3 - 9 Agustus 2015

MBP/ist

SIWA BUDHA – Dr. Arya Wedakarna (Senator DPD-RI), Ida Pedanda Sebali Tianyar (PHDI Pusat), Nyoman Suraharta (Ketua PHDI Jateng), I.B. Suarnawa dan Nukning Sri Rahayu (The Hindu Center Of Central Java) dan Manajemen PT Taman Prambanan di depan pendopo Sanggar Pamujaan Siwa Budha. Atas doa restu seluruh umat Hindu Indonesia, bertepatan Purnamaning Kasa, 1 Juli 2015, umat Siwa Budha Nusantara berhasil mendirikan sebuah tempat ibadah di kawasan Candi Prambanan, Jawa Tengah.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 99 by e-Paper KMB - Issuu