98 |13 - 19 Juli 2015
Pariwisata Lesu
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI Legislatif Tak Aspiratif 6 BALI SEPEKAN Petani Batu Ampar Datangi DPRD 7 LAPORAN UTAMA Pariwisata Lesu 8 Dalam Empat Tahun Badung Tambah 22.158 Kamar 9
LENSA Danau Beratan 26
Ada Hostel di Badung 10
POLITIK PDI-P Membidik Kemenangan Partai 16 Tak Terpengaruh Hinaan 17 PENDIDIKAN Mutasi Guru Libatkan Pengawas
dan Dewan Pendidikan 18
MANCANEGARA Sonagachi, Kawasan
”Red Light” Terbesar di Asia 20
DAERAH Kualitas Raskin Rendah
Dipakai Pakan Ayam 22
KESEHATAN Mendapatkan STR, Bidan Harus
Ikuti Uji Kompetensi 24
OLAHRAGA Semangat Nasionalisme 28 LINGKUNGAN Gangguan KKP Nusa Penida
Dari Bom Sampai Ponton 36
PARIWISATA ”Quality Tourism” Hanya Mimpi 39 TRADISI “Ngaturang” Upeti ke Pura Kehen
Ungkapan Rasa Syukur atas Hasil Panen Berlimpah 46
PROPERTI Arsitektur Bali Dikhawatirkan
Tergusur di Tanahnya Sendiri 48 13 - 19 Juli 2015
3
DARI PEMBACA
Subak Dilanda Sampah S
ubak Tanahyeng yang termasuk pasedahan Yeh Lauh terdiri dari lima munduk mewilayahi Perbekelan Desa Sedang dan Perbekelan Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, mendapat predikat terbaik di Bali. Akhir-akhir ini terusik, selain karena kesemrawutan dan alih fungsi lahan pertanian yang sulit dibendung, juga karena dilanda sampah plastik kemasan minuman segala macam bentuk meluber sampai ke tengah sawah. Sampah yang dibungkus kantong plastik di samping menutup aliran air ke sawah-sawah juga berserakan di pematang. Sampah-sampah ini dibuang dari mobil yang lewat. Hal ini sudah diketahui umum. Apakah karena tidak sadar akan kebersihan? Saya mohon semua prajuru subak serta jajaran Subak Tanahyeng agar sangat peduli akan kelestarian subak. Begitu pula bapak-bapak di Pemkab Badung serta jajarannya yang membidangi pertanian. I Gusti Made Sena Desa Mekar Bhuwana, Abiansemal, Badung
Gianyar Jadi Kota Dagang S
emenjak dulu diwacanakan dan diusahakan Kota Gianyar yang merupakan ibu kota daerah wisata budaya Gianyar, dikembangkan sebagai kota budaya/ wisata sampai-sampai balai besar di pusat kota dinamakan Balai Budaya. Namun, sekarang kenyataannya Kota Gianyar berkembang sebagai kota dagang, pasar Gianyar paling besar di belahan Bali Timur, beroperasi dua puluh empat jam penuh. Beberapa swalayan besar dan kecil memadati kota, belum lagi sepanjang jalan di seluruh kampung Kota Gianyar dijejeri warung kebutuhan hidup sehari-hari. Apakah Kota Gianyar tidak bisa mengembangkan diri sebagai kota wisata? Saya sangat berharap kepada yang berkepatutan dan semua pihak yang mencintai Kota Gianyar, agar Kota Gianyar bisa menciprati warganya dengan kepesatan pariwisata yang sangat berkembang di daerah Gianyar. Tidak seperti sekarang Kota Gianyar sangat kelihatan berpijar sebagai kota dagang. Nyoman Manda Br. Teges Gianyar
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
13 - 19 Juli 2015
4
Menentang Kompromi Mandulkan KPK REVISI atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya diputuskan masuk ke dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2015. Keputusan ini memunculkan perdebatan panjang. Reaksi masyarakat terhadap wacana ini beragam. Namun, sebagian besar menentang UU KPK direvisi. Revisi dinilai sarat kepentingan dan berpotensi melumpuhkan KPK. Pembenahan KPK bukan harus lewat UU melainkan harus lewat mentalitas aparatnya. Publik berpendangan sebaik apapun undangundangnya jika mental aparatnya buruk, kinerja lembaganya juga akan buruk. Setidaknya, ada 63, 09 persen responden yang menyatakan penolakannya terhadap rencana revisi UU KPK. Hal ini terlihat saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait revisi UU KPK di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon. Menyikapi rencana revisi ini, responden menyatakan revisi UU KPK bukanlah hal mendesak untuk dilakukan. DPR dan pemerintah diingatkan fokus menata perekonomian bangsa, bukan malah melumpuhkan KPK dengan memangkas hak penyadapan. Responden berharap untuk memberantas
korupsi, KPK jangan digembosi apalagi dibuat mandul. Hak penyadapan saat penyelidikan merupakan senjata utama KPK yang harus dipertahankan. Responden berpandangan dibandingkan mengajukan revisi undang-undang KPK, lebih baik semua pihak mendukung konsolidasi yang dilakukan KPK dengan lembaga penegak hukum lainnya. Di lain pihak, 34,56 persen responden mengaku mendukung langkah ini. Revisi tidak mutlak berkonotasi dengan pelemahan KPK. Revisi bisa jadi merupakan langkah untuk mengoptimalkan kinerja KPK agar tidak menjadi lembaga super bodi. Sebagai lembaga hukum, penyidik KPK tetap harus dalam batas kontrol sehingga tidak disalahgunakan. Kewenangan KPK perlu diatur lebih jauh, termasuk kewenangan penyadapan. Responden mengatakan pengaturan penyadapan perlu diatur agar penyadapan yang dilakukan KPK pada tahap penyelidikan tidak membuat pejabat atau penyelenggara negara takut. Jika ini terjadi, dampaknya juga pada realisasi pembangunan infrastruktur. Sedangkan 2,35 persen responden tak memberikan respons terkait revisi UU KPK. Responden mengaku penegakan hukum saat ini sarat kompromi dan kolusi.
Undang undang (UU) Tentang KPK digodok di DPR. Setujukah Anda UU KPK tersebut direvisi? 63,09%
34,56%
Tidak setuju
2,35% Tidak
Tahu
Setuju
Revisi Undang undang
KPK
N=680 grafis: tomik cahya
Sebaik apapun undang-undangnya jika mental aparatnya buruk, kinerja lembaganya juga akan buruk. Dira Arsana 13 - 19 Juli 2015
5
5
OPINI
Legislatif Tak Aspiratif
R
akyat selalu menjadi tuan di negara demokrasi, meski realitasnya seringkali dijungkalkan ke jurang yang paling dalam. Sebagai kasus teranyar, dana aspirasi menjadi polemik di tengah masyarakat. Anggota DPR masih saja berdalih pengesahan dana aspirasi sebagai kerja nyata dari kehadiran DPR pada konstituen. Masih terdengar ramai, dana aspirasi untuk rakyat, meski nyata-nyata rakyat menolak dana aspirasi. Orang ramai menyebutnya, dana aspirasi yang tak aspiratif. Logika sederhana yang dapat kita bangun, bagaimana bisa DPR menyebutnya dana aspirasi, sedang aspirasi rakyat yang menolak kehadiran dana tersebut tidak digubris. Ada dua arus pandangan ďŹ lsuf besar yang berbeda dalam memandang kuasa negara. Pertama, Thomas Hobbes yang berpandangan bahwa kuasa negara itu mutlak, tidak ada warga negara yang boleh melampaui kuasa negara. Seperti simbolisasi Leviathan yang menjadi judul buku Hobbes, sebuah binatang buas dalam mitologi Timur Tengah, negara harus berkuasa mutlak dan ditakuti oleh rakyatnya. Kekuasaan mutlak negara dalam rangka memudahkan langkah pemerintah (legislatif) merealisasikan kebijakannya. Meski hal ini berbias buruk bagi lahirnya otoritarianisme yang berujung pada kehilangan hak-hak hidup dan kejahteraan rakyat akibat tidak adanya pengawas berupa legislatif. Kedua, pandangan filsafat politik John Locke. Baginya, kekuasaan negara itu terbatas hanya pada kesepakatan yang dibuat bersama. Sepanjang tidak ada dasar kesepakatan bersama. Maka rakyat berhak menggugat dan tidak menaati ketentuan negara. Dalam rangka membatasi kekuasaan negara, Locke menghadirkan dua sistem pemerintahan, sistem parlemen berdasarkan prinsip mayoritas dan pembagian kekuasaan menjadi tiga unsur; legistlatif, eksekutif, dan federatif. Padangan filsafat politik Locke cocok dalam konteks Indonesia yang memberlakukan konsep trias politica. Karena sebenarnya, pemikiran politik Montesquieu dalam buku L’Esprit des
6
Oleh Masduri
Lois (The Spirit of the Laws) merupakan pengembangan dari pemikiran John Locke dengan perubahan menjadi legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Urgensi dari konsep trias politica dalam rangka menghadirkan check and balances (saling koreksi, saling mengimbangi), karena seperti bahasa Locke, kekuasaan yang mutlak cenderung destruktif. Kita pernah mengalami peristiwa kelam di masa lalu, pada masa Orde Baru, akibat kekuasaan mutlak eksekutif, rakyat menjadi korban dari kehadiran pemerintahan yang tidak memiliki kekuatan legislatif seperti sekarang. Dualisme Fungsi Pemberlakukan konsep trias politica tentu bukan tanpa alasan. Banyak negara di dunia memberlakukan konsep ini karena dinilai paling ideal dalam rangka menjaga kesimbangan kerja. Sehingga tidak ada yang lebih dominan daripada semua penyelenggara negara. Hanya, ironisnya kini DPR berlagak sebagai eksekutif dengan mengesahkan dana aspirasi. Dalih mereka untuk menyejahteraan konstituennya di masingmasing daerah. Tetapi sejatinya mereka telah menyalahi tugas legislatif sebagai
pengawas eksekutif. Dana aspirasi sebesar Rp 20 miliar bakal digunakan untuk apa? Mereka tentu harus melakukan pembangunan secara nyata di daerah pemilihannya. Sehingga seperti pandangan SBY, kehadiran dana aspirasi bakal tumpang tindih dengan tugas pemerintah pusat dan daerah yang bertanggung jawab terhadap pembangunan secara nasional ataupun di daerahnya masingmasing. Dualisme fungsi ini tentu akan merancukan konsep bernegara kita. Karena ketika kekuasaan tidak berjalan sebagaimana mestinya, yang menjadi korban dalam hal ini adalah rakyat. Mestinya DPR mengawasi berjalannya kebijakan pemerintah. Fungsi pengawasan ini harus berjalan dengan baik, sehingga arah pembangunan negara dan penyejahteraan rakyat dapat berjalan lancar seperti telah direncanakan di awal. Sebagai wakil rakyat, DPR berkewajiban menyampaikan aspirasi rakyat. Mereka adalah penyambung lidah rakyat yang tidak boleh turun tangan menjadi pelaku eksekusi kebijakan pemerintah. Ada tugas masing-masing keduanya. Pencampuradukan fungsi ini akan berujung pada minimnya fungsi pengawasan DPR, sehingga mudah terjadi penyelewengan dari pihak eksekutif. Visi besar kehadiran Indonesia Raya yang berdaulat, adil, dan makmur akan menjadi ilusi, ketika wakil rakyat yang mestinya mewakili rakyat malah menolak aspirasi rakyatnya, yang secara nyata menolak keras dana aspirasi. Karena, selain akan mengacaukan fungsi legislatif juga rawan terjadi korupsi. Korupsi merupakan musuh besar kita bersama. Kini Indonesia sedang darurat korupsi. Korupsi menjadi petaka bagi hadirnya negara pesemakmuran (commonwealth), yang dalam bahasa Locke, akan melahirkan negara yang damai sentosa dan mampu menyejahterakan rakyatnya. Itu kalau legislatif aspiratif, tunduk pada kuasa dan kehendak rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di republik ini. Kalau tidak, semua hanya ilusi. Penulis, Koordinator Pol-Tracking Institute Jawa Timur
13 - 19 Juli 2015
6
BALI SEPEKAN
Petani Batu Ampar Datangi DPRD PETANI penggarap Banjar Dinas Batu Ampar Desa Pejarakan, Gerokgak, Buleleng mendatangi kantor DPRD setempat untuk meminta kejelasan status tanah yang mereka tempati, Senin (29/6). Mereka diterima Ketua DPRD dan sejumlah pejabat di instansi terkait. Pertemuan melibatkan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buleleng Made Sudarma, Asisten I Setda Pemkab Buleleng I.B. Surya Manuaba, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kepala Kejaksaan Negeri Singaraja Sumarjo, Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi. Salah seorang petani, Wayan Sukrada mengatakan ia memiliki tanah bersama 77 kepala keluarga (KK) lainnya secara turun-temurun sejak perabasan hutan pada 1958. Dia memiliki legalitas SK
Mendagri 1982. Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menilai, dengan luas 45 ha tanah di Batu Ampar tercatat sebagai aset dengan dasar HPL Nomor 1 Tahun 1976, di mana penerbitan HPL berdasarkan SK Mendagri tahun 1975. Berlanjut tahun 1989 Pemkab Buleleng melalui Perusahaan Daerah (PD) Swatantra selaku pengurus dan pengelola lahan memberikan pengelolaan tanah tersebut kepada empat investor. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna meminta persoalan petani Batu Ampar agar dituntaskan secara benar. Pihaknya tidak ingin persoalan Batu Ampar malah menjadi komoditas politik dan rakyat justru malah tidak mendapat kebenaran atas haknya. Dewa Kusuma
Ratusan Anjing Dieliminasi MEREBAKNYA kasus rabies menjadi kekhawatiran Pemkab Gianyar. Dinas Peternakan Kabupaten Gianyar pun diturunkan secara rutin. Bahkan sejak April hingga Juni 2015 ini, sudah terdeteksi sepuluh temuan kasus anjing positif rabies yang tersebar di seluruh wilayah Gianyar. Sebagai langkah antisipasi, ribuan anjing sudah divaksinasi dan ratusan anjing dieliminasi. Koordinator petugas penanggulangan rabies Disnak Gianyar I Gusti Ngurah Dibia Presasta, mengatakan, upaya deteksi dini terus dilakukan Dinas Peternakan
Gianyar terhadap beberapa kasus anjing yang positif mengidap rabies. Hasilnya, berdasarkan data yang dihimpun sejak April hingga 26 Juni tercatat 10 kasus anjing dinyatakan positif rabies. “Sampai saat ini, kami catat ada 10 kasus anjing yang positif rabies,” katanya. Diungkapkannya, 10 kasus anjing yang positif rabies itu ada di delapan desa, seperti Desa Sayan, Ubud, Desa Tampaksiring, Desa Pupuan, Desa Taro, Batuan Kaler, Guwang, Sukawati, dan terakhir di wilayah Desa Buruan. Manik Astajaya
Pasien ’’Suspect’’ Rabies Meninggal PASIEN didiagnosis tertular rabies asal Banjar Kubu, Dusun Gunung Rata, Getakan, Banjarangkan, Klungkung meninggal dunia setelah sempat dirawat selama sehari di RSUD Klungkung, Minggu (28/6). Korban atas nama I Gusti Ngurah Ari Krisna (12) dibawa ke RSUD Klungkung setelah digigit anjing di paha kiri sekitar sebulan lalu. Sebelum dibawa ke RSUD Klungkung, korban diketahui tidak mendapatkan perawatan pada luka gigitan dan tidak mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR).
Menurut dokter jaga UGD RSUD Klungkung dr. Ayu Widayanti, dari diagnosis, korban telah tertular rabies sejak satu bulan lalu dan tidak pernah mendapatkan penanganan sebelumnya. Setelah muncul panas tinggi korban baru dilarikan ke RSUD Klungkung. “Sempat dikoordinasikan ke RSUD Sanglah, untuk penanganan rabies. Namun disampaikan setelah muncul gejala maka penanganan dilakukan di daerah. Walaupun dibawa ke Sanglah penanganannya juga serupa,” jelasnya. Dewa Farendra
MBP/dgk
Belum Beroperasi
Gedung RS Pratama Sudah Rusak RUMAH Sakit (RS) Pratama yang berdiri di Banjar Dinas Labuan Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, saat ini dalam kondisi rusak. Padahal, RS Pratama ini belum beroperasi. Kondisi itu ditemukan saat tim Pemprov Bali mendatangi lokasi RS Pratama itu, Minggu (28/6). Gedung RS Pratama ini terdiri dari satu unit gedung poliklinik, satu unit gedung UGD dan rawat inap serta beberapa unit lainnya untuk rumah dinas dokter dan petugas medis. Seluruh gedung itu berdiri diatas lahan seluas 1,3 hektar di atas lahan Pemprov Bali. Saat dicek, gedung polikliniknya sudah ditemukan dalam kondisi bocor, plafonnya jebol, pemasangan keramik di bagian dinding juga mengelupas. Demikian juga di unit gedung UGD dan ruang rawat inap. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, mengatakan pembangunan RS Pratama ini masih dalam tahap pemeliharaan selama enam bulan hingga 30 Juni besok. Sehingga, pihaknya meminta pihak rekanan segera memperbaiki kerusakan tersebut, sesuai batas waktu masa pemiliharaan. Pihak rekanan dari PT Asri Cipta Nata Alam dipastikan bakal di-blacklist. Bagiarta 13 - 19 Juli 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Pariwisata Lesu P
ertengahan tahun lalu, Bali Post menggelar jajak pendapat tentang masa depan pariwisata Bali. Ketika itu 63,69 persen responden mengaku pesimis-pesimis pariwisata Bali akan bertahan. Kuat kecenderungan Bali akan mengalami pergeseran dari pariwisata budaya ke pariwisata modern. Dominannya kepentingan ekonomi dan pragmatisme pelaku pariwisata, membuat mereka akan mengelola pariwisata berdasarkan pendekatan bisnis. Kecenderungan ini makin terbuka ketika pejabat daerah mentoleransi berkembangnya pembangunan hotel dan vila di daerah–daerah yang dulu mengandalkan home stay. Kebijakan pemerintah ini diyakini akan membuat pariwisata berbasis kerakyatan akan tergerus. Pengelolaan pariwisata dengan mengedepankan pendekatan bisnis pragmatis dengan mengabaikan upaya-upaya pelestarian budaya membuat ancaman degradasi pariwisata budaya makin menguat. Ada banyak hal yang bisa diacu untuk menguatkan akan adanya ancaman tersebut. Di antaranya tingkat hunian yang mengalami penurunan serta lama tinggal wisatawan juga menurun. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan, jumlah wisman yang berkunjung ke Bali pada Januari 2015 mencapai 301.748 orang. Angka ini naik sebesar 8,05 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, yakni 279.257 orang. Begitu juga pada Februari 2015, jumlah kunjungan wisman mencapai 338.991 orang. Angka ini meningkat sebesar 22,91 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, yakni 275.795 orang. Dengan tingkat kunjungan yang melonjak 22,91 persen pada Februari
8
2015 hanya mampu mendongkrak tingkat penghunian kamar (TPK) pada hotel berbintang mencapai ratarata 60,03 persen. Sedangkan, tingkat TPK hotel berbintang di Bali pada Januari 2015 hanya mencapai ratarata 53,45 persen. Kondisi itu menunjukan ketimpangan antara jumlah kunjungan dibandingkan tingkat hunian kamar. Kondisi ini sangat ironis di tengah peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung Gusti Kade Sutawa mengakui, merosotnya kualitas pariwisata Bali akibat petumbuhan akomodasi tidak sejalan dengan tingkat kunjungan wisatawan. Akibatnya, okupansi atau tingkat hunian kamar hotel rendah, karena jumlah kamar yang berlebihan. “Memang sekarang ada peningkatan 9 persen kunjungan wisatawan ke Bali, namun dengan peningkatan jumlah kamar yang naik hampir 20 persen menyebabkan ketidakseimbangan antara supply dengan demand,” tegasnya. Dikatakan, banyaknya kamar hotel juga membuat pariwisata Bali murah, karena banyak hotel yang banting harga. Solusinya adalah pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan izin pembangunan hotel dan mengarahkan pembangunan Bali pada perbaikan infrastruktur penunjang pariwisata agar terjadi pemerataan pembangunan. “Jangan banyak hotel yang dibangun lagi di Bali, karena membuat pariwisata murah,” ucapnya. Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana melihat lesunya industri pariwisata saat ini akibat perkembangan jumlah kamar hotel yang tidak terkendali. Padahal dari pengamatannya, kunjungan wisatawan sejatinya meningkat.
Lesunya industri pariwisata berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat Bali yang bergantung pada sektor tersebut. “Walaupun tamunya tambah banyak, pembaginya juga tambah banyak dengan banyaknya kamar. Hal ini mengakibatkan pendapatan dari penduduk Bali yang bekerja di hotel menurun secara rata, sehingga kemampuannya juga menurun untuk berbelanja,” ujarnya. Adhi Ardhana sejatinya mendukung upaya pemerintah yang terus meningkatkan target kunjungan wisatawan. Dengan catatan, peningkatan target harus dibarengi dengan moratorium pembangunan hotel. Moratorium yang selektif harus dilakukan agar faktor pembagi tidak lagi terlalu besar seperti sekarang. “Saya berpikir pilihannya ada dua, yakni menambah jumlah tamu yang datang dan menyetop hotel. Boleh tetap orang berinvestasi di hotel, tapi hotel yang bisa menarik harga. Kedua, melindungi pengusaha asli Bali. Bisa dengan meningkatkan pertanian atau memarketingkan produkproduk pertanian dan kerajinan Bali,” lanjutnya. Dia juga mengatakan pelambatan ekonomi secara global juga berpengaruh pada minat masyarakat untuk berwisata. Oleh karenanya, terobosan sangat perlu dilakukan baik oleh pemerintah maupun komponen pariwisata. Bebas visa terhadap puluhan negara merupakan langkah positif untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Namun, tidak bisa dihindari kebijakan itu akan menimbulkan peningkatan kunjungan wisatawan yang tidak berkualitas. Padahal Bali memerlukan wisatawan yang berkualitas bukan sekadar jumlah yang datang. Rindra
13 - 19 Juli 2015
8
Dalam Empat Tahun
Badung Tambah 22.158 Kamar PESATNYA pembangunan akomodasi di Pulau Dewata menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan pariwisata Bali ke depan. Pasalnya, pembangunan yang tidak terkontrol berujung pada lemahkan daya saing pariwisata Bali dan persaingan tak sehat akibat para pelaku mengobral sewa kamar hotel untuk menutupi biaya operasional. Di Badung salah satunya. Dalam empat tahun terakhir Badung menambah 22.158 kamar hotel. Dengan pertambahan tersebut kini Badung memiliki 51.175 kamar. Data dari Dinas Pariwisata (Diparda) Badung, tahun 2010 hotel non bintang berjumlah 541 dengan 12.657 kamar. Pada tahun 2014 jumlahnya menjadi 855 dengan jumlah kamar 34.815. Artinya dalam 4 tahun jumlah kamar bertambah 22.158. Sedangkan hotel bintang tetap dalam posisi 98, dengan jumlah kamar 16.360. Merosotnya kualitas pariwisata Bali tidak terlepas dari pertumbuhan akomodasi yang tidak terkendali. Akibatnya muncul perang tarif sehingga membuat kualitas pariwisata merosot. Anggota DPRD Badung asal Legian I GN Sudiarsa mengungkapkan, perang tarif yang terjadi harus disikapi oleh pemerintah setempat. Pemerintah harusnya mengerem perang tarif yang semakin tak terkendali. “Hotel berbintang bisa menjual kamarnya di bawah standar, agar bisa bersaing dengan city hotel yang kian menjamur,” kata Sudiarsa, Rabu (1/7). Menurutnya, kehadiran city hotel juga memicu terjadinya perang tarif. Seperti halnya perang tarif hotel di kawasan Kuta, Legian dan Seminyak tidak terkendali, akibat menjamurnya hotel-hotel kecil ini. “Ada yang salah dalam perencanaan. Perbup pengendalian akomodasi wisata juga keluarnya terlambat, karena kondisi di lapangan city-city hotel sudah menjamur,” ujarnya. Politisi PDI Perjuangan ini menilai, penataan kawasan peruntukan akomodasi wisata, yang hanya mengutakan kuantitas dan mengesampingkan kualitas, makin
tak terbendung. “Sudah saatnya Badung melakukan promosi ke negara-negara yang warganya sebagai turis kelas atas,” katanya. Kepala Diparda Badung Tjok Raka Darmawan menegaskan, pemerintah tidak bisa melakukan intervensi terhadap harga jual kamar. Dia tidak menampik adanya persaingan tidak sehat dengan terjadinya perang tarif. “Tarif menyesuaikan dengan pasar, kami tidak bisa melakukan intervensi apalagi mengeluarkan regulasi batas atas dan batas bawah,” tegasnya. Menurutnya, pemerintah akan disalahkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha, jika pemerintah memproteksi harga kamar. Terkait berkembangnya city hotel, dikatakan Tjok Darmawan tak akan bisa bertahan lama. “Mereka tidak akan bisa membiayai operasionalnya, karena menjual kamar dengan sangat murah. Jadi tidak perlu dikhawatirkan,” kelitnya. Dijelaskan, keluarnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengendalian akomodasi wisata, dinilai sangat efektif dalam mengerem pembangunan city hotel. Karena didalamnya mengatur luasan minimal lahan untuk membangun hotel, termasuk mengatur besaran kamar. Obral Sewa Kamar Hotel Lemahkan Daya Saing Pariwisata Bali. Berdasarkan pantauan Bali Post di Kuta, beberapa hotel bintang tiga dengan fasilitas lengkap ditawarkan dengan harga miring. Banyak hotel menawarkan harga kamar Rp 400 ribu. Di kawasan Sanur bahkan ada mematok tarif Rp 250 per malam dengan fasilitas bintang tiga. Hal ini akan menciptakan image dan dampak yang buruk untuk Bali, karena akan terjadi persaingan yang tidak sehat antara sesama hotel dan Bali akan dikenal menjadi destinasi murahan. Sejumlah pengamat ekonomi menilai murahnya harga sewa kamar yang ditawarkan tidak akan menutupi biaya operasional. Namun, hal itu terpaksa dilakukan di tengah persaingan yang ketat. “Seharusnya Bali dijual dengan harga yang sesuai, jangan murahan, karena kita punya keunikan yang tidak dimiliki
negara lain. Wisatawan yang datang ke Bali ingin melihat budaya, bukan hotel. Untuk itu jangan lagi membangun yang baru, apalagi dengan cara reklamasi yang merusak lingkungan,” tegas akademisi tersebut. Dia mengakui merosotnya kualitas pariwisata Bali akibat pertumbuhan akomodasi tidak sejalan dengan tingkat kunjungan wisatawan. Akibatnya, okupansi atau tingkat hunian kamar hotel rendah, karena jumlah kamar yang berlebihan. Dia berharap pemerintah tidak lagi mengeluarkan izin pembangunan hotel di Bali, terutama di Bali Selatan. Ia berharap pembangunan Bali pada perbaikan infrastruktur penujang pariwisata agar terjadi pemerataan pembangunan. “Jangan banyak hotel yang dibangun lagi di Bali, karena membuat pariwisata murah,” urainya. Pertumbuhan kamar yang tidak terkendali, diakui Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Ngurah Wijaya, belum lama ini. Ia melihat kondisi ini membuat para pengusaha tak lagi bisa memprediksi laba atas investasi terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. “Masing-masing hotel mempunyai perhitungan Return On Investment (ROI) untuk menentukan harga kamar. Namun, sekarang dengan diberinya izin pembangunan kamar yang begitu banyak membuat perhitungan itu tidak visible lagi,” ucapnya. Dia berpendapat, pemberian izin seharusnya diatur, sehingga harga kamar tidak terus merosot turun. Ini menyebabkan Bali kebanjiran wisatawan-wisatawan murah, sehingga pulau surga ini sulit mendapakan pariwisata yang berkualitas (quality tourism). “Apalagi, yang terjadi sekarang persaingan di bintang tiga ke bawah, city hotel dan lainnya yang cukup kebablasan. Di tempat-tempat yang tidak bisa dibangun hotel, sekarang ada hotel,” katanya seraya berharap pariwisata Bali harus berkualitas dengan tetap berpegang teguh pada pariwisata budaya. Parwata 13 - 19 Juli 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
Ada Hostel di Badung
T
ak hanya city hotel, Badung kini memiliki hostel. Jumlahnya puluhan menyebar di Badung Selatan dan sebagian di Kuta Utara seperti Canggu. Harganya gila-gilaan. Tarifnya ada yang Rp 75.000/malam per tempat tidur. Informasi itu disampaikan anggota Komisi I DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan dan I Made Subawa. Mereka menegaskan, bukan hanya city hotel yang menjadi biang kerok perang tarif, diamdiam ternyata beroperasi akomodasi jenis lainnya yang kerap disebut hostel. Hostel menjual dengan harga yang sangat murah kisaran antara Rp 75 ribu – Rp 100 ribuan per tempat tidur. Dijelaskan Ponda, perbedaan dengan hotel pada umumnya, hostel menjual per tempat tidur bukan per kamar. Satu ruangan minimal ada empat tempat tidur dengan posisi bertingkat. Bahkan ada satu ruangan besar dengan belasan tempat tidur bertingkat mirip asrama. Hostel bisa ditemukan di Kuta, Legian, Seminyak bahkan kini sampai di Canggu. “Untuk hostel yang lebih bagus biasanya menjual
10
Rp 100 ribu per tempat tidur per malam,” tambah Subawa. Fasilitas yang disediakan memang sangat sederhana. Kamar mandinya dipakai terbatas, juga kadang disediakan dapur. Hostel biasanya menyasar turis-turis dengan kemampuan keuangan pas-pasanya atau sering disebut backpaker. Kadang turis yang tinggal dalam satu kamar tidak saling mengenal. “Saya sudah konfirmasi ke BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu), bahwa belum pernah mengeluarkan izin hostel,” ujar Ponda. Perang tarif kamar hotel di Bali, khususnya di Kabupaten Badung harus disikapi serius, dengan mengerem pertumbuhan akomodasi pariwisata. Sehingga, pariwisata yang tercipta dapat berkesinambungan (sustainable tourism). Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Bagus Sudibya, berpendapat pertumbuhan akomodasi yang tidak terkendali menimbulkan dilema. Sebab, pemerintah tidak mungkin menutup jumlah akomodasi yang sudah sedemikian rupa banyaknya. Namun, jika dibiarkan harga akan turun.
“Sehingga sekarang harus ada upaya, yakni meningkatkan promosi, melakukan pembatasan pembangunan, dan kaji ulang berapa idealnya,” ungkap Bagus Sudibya pekan lalu. Tak hanya mengerem pertumbuhan akomodasi, pariwisata yang berkembang kata Bagus Sudibya juga diformat agar masyarakat lokal lebih menikmati. Upaya ini dapat ditempuh dengan cara memperbaiki infrastruktur, mengugah kesadaran masyarakat akan kebersihan, karena pariwisata ke depan adalah green tourism dan meningkatkan hospitality, yakni bagaimana mendidik masyarakat berprilaku ramah. “Sesudah itu baru berkelanjutan, karena apapun pembangunan itu harus sustainable atau berkelanjutan jangan membangun sesaat. Kita harus tahu persis apa yang namanya carrying capacity (daya dukung), karena jika masyarakatnya sudah mulai tidak nyaman dia akan membuat wisatawan juga tidak nyaman,” tegasnya. Menurut pemilik Bagus Agro ini, daya dukung pariwisata terdiri dari beberapa aspek, seperti kesediaan listrik, air, jumlah-
13 - 19 Juli 2015
10
Wisata berkuida di kawasan Canggu, Badung. MBP/wan
manusia, kendaraan, tenaga kerja, dan wisatawan. “Di suatu tempat dimana ada akumulasi manusia yang padat, dia akan menunjukan ketidaknyamanan. Karena itu, pemerataan jangan hanya di satu tempat, jadi aksebilitas menjadi penting,” katanya. Terkait dengan pandangan pemerintah Bali masih membutuhkan kamar hotel dengan merujuk pada kedatangan wisatawan yang terus meningkat, Bagus Sudibya berharap pemerintah dan pelaku pariwisata saling terbuka, jujur, dan terbuka. “Tentang apa namanya daya dukung, okupansi rate, dan sebagainya yang kita belum sepaham dan belum kita pahami,” sebutnya. Seperti halnya membandingkan lama tinggal (length of stay) wisatawan Asia dan Eropa. Lama tinggal wisatawan Asia hanya 2,7 hari, sedangkan Eropa 12-30
hari. Artinya, perbandingan turis Asia dan Eropa adalah 1 banding 4. “Kalau kita kedatangan 1 juta wisatawan Eropa, itu sama dengan 3-4 juta wisatawan Asia. belum lagi daya belinya, ini semua harus dikaji,” ungkapnya. PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengakui pariwisata Bali dalam persimpangan jalan. Apakah ke pariwisata budaya ataukah ke mass tourism. Kalau pariwisata budaya harusnya ada perhitungan carrying capacity dan mengedepankan kualitas. Tapi faktanya kita sekarang condong ke pariwisata massal. Ini jelas berbeda dengan konsep pariwisata budaya,” kata pria yang akrab disapa Cok Ace. Menurutnya, telah terjadi penurunan kualitas pariwisata Bali. Secara sederhana itu bisa dilihat dari sisi lama tinggal dan
daya beli wisatawan. Sekarang, jumlah wisatawan ke Bali memang meningkat. Akan tetapi dari sisi lama tinggal dan daya beli wisatawan selama berada di Bali justru menurun. Salah satu faktornya penurunan kualitas pariwisata itu jelas dampak dari penambahan akomodasi pariwisata khususnya hotel yang tak terkendali. Faktor lainnya terletak pada makin melemahnya ikon-ikon budaya Bali. Mantan Bupati Gianyar itu mencontohkan, atraksi budaya di Kabupaten Gianyar paling banyak digelar dibandingkan daerah lainnya di Bali. Akan tetapi, atraksi-atraksi budaya itu justru tidak dapat penguatan dari pemerintah. Bahkan terkesan terjadi pengerdilan. Parwata 13 - 19 Juli 2015
11
A KT I V I TA S
MBP/ist
TIRTAYATRA - Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) se-Kabupaten Karangasem bersama PKK Kabupaten Karangasem melaksanakan tirtayatra ke sejumlah pura yang ada di Bali, Kamis (25/6). Semua anggota WHDI dan PKK Kabupaten sangat antusias melaksanakan tirtayatra. Rombongan ini terbagi menjadi 9 bus berangkat pada pukul 06.30 Wita dipimpin oleh Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana bersama Ketua PKK Kabupaten Karangasem Nyonya Sujani Geredeg dan Ketua WHDI Kabupaten Karangasem Nyonya Sumawati Sukerana. Wabup Sukerana sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan WHDI Desa, Kelurahan, Kecamatan maupun Kabupaten. Keberadaan WHDI dianggap mampu turut serta membangun Karangasem ke arah yang lebih baik. Untuk itu, diharapkan melalui tirtayatra ini, mereka dapat meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi guna mendoakan bersama kemajuan pembangunan khususnya di Karangasem.
MBP/ist
BEASISWA - Launching SIDAB dan penyerahan beasiswa kepada siswa miskin meramaikan peringatan puncak HUT ke-18 PDAM Kota Denpasar, Rabu (1/7) malam di Wantilan PDAM IPA, Blusung. PDAM Kota Denpasar yang telah memasuki usia 18 tahun, dengan kedewasaan diri berkomitmen memberikan pelayanan berkesinambungan kepada masyarakat. Moto Sewaka Dharma yakni melayani adalah kewajiban, sebagai pijakan PDAM Kota Denpasar memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat. Pada peringatan HUT tahun ini, berbagai langkah dan inovasi telah dilakukan dan dipaparkan di hadapan masyarakat. Program inovasi pengembangan teknologi informasi sistem distribusi air bersih (SIDAB) yang berbasis web, menjadi kado istimewa untuk masyarakat Kota Denpasar.
MBP/ist
TPID - Juli merupakan bulan berat bagi pengendalian inflasi. Sejumlah hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan serta Idul Fitri, jatuh pada bulan ketujuh tahun 2015 ini. Untuk itu, Pemkab Badung melalui Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) di bawah komando Sekkab Kompyang R. Swandika, berupaya sekuat tenaga mengerem laju inflasi. Salah satunya, memastikan stok kebutuhan pangan yang selama ini menjadi pemicu utama inflasi. Untuk ini, Bupati Badung turun langsung ke lapangan mengecek stok beras yang ada di gudang Bulog. Saat ini, dipastikan stok bahan pangan khususnya beras sangat aman. Tak hanya bupati, sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memastikan stok bahan pangan. Hal itu terungkap saat jumpa media terkait pengendalian inflasi Badung di Bagus Agro Plaga, Kamis (2/7). Nampak dalam foto Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang juga Wakil Ketua TPID Badung, Dewa Made Apramana bersama Kepala SKPD memberikan penjelasan terkait stabilisasi ketersediaan pangan menjelang hari raya.
12
13 - 19 Juli 2015
MBP/ist
DEKLARASI - Forum Perempuan tingkat kecamatan, Selasa (30/6) lalu akhirnya dideklarasikan di Kecamatan Bebandem. Ibu-ibu PKK yang hadir dalam simakrama dengan bakal calon bupati Karangasem Wayan Sudirta sangat antusias membentuk forum setelah mengetahui di kecamatan lain di Karangasem ibu-ibu membentuk Forum Perempuan, guna menyambungkan aspirasi dan masalah kaum perempuan, apalagi bila Sudirta terpilih menjadi Bupati Karangasem. “Kami sudah mendengar program Pak Sudirta. Sudah tahu beliau peduli rakyat kecil sejak lama, dan Karangasem memang memerlukan pemimpin seperti ini. Beliau ternyata peduli kaum perempuan dan tidak membedakannya dengan lelaki,” kata Dayu Artini, yang terpilih menjadi Ketua Forum. Sebagai Wakil Ketua adalah Putu Suterni, Sekretaris Nyoman Ekawati, Bendahara Ni Luh Sari, Wakil Bendahara Ni Luh Murniasih, Kordes Desa Buanagiri Ni Luh Sari dan Ketut Wirta.
MBP/ist
MBP/ist
BERTANDANG - Usai pertemuan dengan Parlemen Norwegia dan Kementerian Urusan Pemerintahan di ibu kota Norwegia, Oslo, Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III berkesempatan bertandang ke Nobel Peace Prize Center di pinggir Pelabuhan Oslo. Kehadiran Senator Gusti Wedakarna ini untuk melihat langsung kehebatan Norwegia sebagai sebuah negara kecil di Eropa namun memiliki pencitraan yang sangat kuat dalam hal branding kegiatan penghargaan internasional yakni Nobel Prize. Demikian diungkapkan Senator Gusti Wedakarna di sela-sela kunjungan di Oslo.
JOB FAIR - Dalam upaya menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Badung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja kembali menggelar Bursa Lowongan Kerja (Job Fair) sebagai upaya memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak, baik pencari kerja maupun pengguna tenaga kerja. Job fair Badung tahun 2015 secara resmi dibuka Bupati Badung A.A. Gde Agung di Lippo Mall, Kuta, Kamis (2/7). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Badung I Ketut Suiasa, kepala SKPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kabupaten Badung, Kepala BP3TKI, Ketua Apindo, Ketua Kadin. Bupati menjelaskan, Pemkab Badung berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan serta harkat dan martabat masyarakat.
MBP/ist
FBP - Festival Budaya Pertanian (FBP) kembali digelar tahun ini. FBP yang akan dihelat 4-7 Juli mendatang di kawasan Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, merupakan kegiatan yang ke-4. FBP sendiri digelar dalam rangka membangun citra Badung Utara dengan memanfaatkan potensi pertanian dan keindahan alam yang eksotik dan semakin ramai dikungjungi masyarakat. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan (DP2K) IGAK Sudaratmaja, Kamis (2/7), menyatakan festival yang digelar kali ini tidak saja bagaimana mempromosikan potensi pertanian, tetapi yang utama adalah penginvestasian dan pengedukasian masyarakat bagaimana sektor pertanian ternyata bisa bersinergi dengan pariwisata. Malah, kata Sudaratmaja, tahun 2014 lalu FBP sudah mampu keluar sebagai “Top 99� Inovasi Pelayanan Publik, menyisihkan lebih dari 500 peserta lomba dari kementerian, lembaga, pemda, provinsi, kabupaten dan kota.
MBP/ist
TEMPAT PELATIHAN - Perkembangan pariwisata, telekomunikasi dan transportasi seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang dinamis, menjadi salah satu meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas. Tak hanya bidang pariwisata di darat saja, kini kapal pesiar juga menjadi tempat pariwisata yang diminati oleh wisatawan. Untuk itu, dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja professional dan berkualitas LP2B International siap menjadi tempat pelatihan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata maupun kapal pesiar. Direktur LP2B, Dedek Arimbawa, S.H., di sela kegiatan penerimaan pendaftaran siswa baru mengatakan hal itu, Rabu (1/7). Sekolah Pariwisata dan Kapal Pesiar LP2B yang berlokasi di Gianyar dan Jembrana, siap menjadi tempat pelatihan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata maupun kapal pesiar. 13 - 19 Juli 2015
13
A KT I V I TA S PILIHAN Tipe Cruiser macho besutan AJS Motorcycles satu ini menjadi salah satu kuda besi yang banyak menjadi pilihan biker di dunia. Pun di Indonesia. Harga yang reasonable Rp 50 juta, bermesin twin cylinder 350 cc, twin knalpot. AJS Raptor Daytona selain terlihat macho nan gagah, motor gede (moge) pabrikan Inggris itu begitu enak dikendarai. Tak panas dan mudah bermanuver di tengah kemacetan jalanan di Bali. Berbalut desain tangki yang elegance dan enak di pandang. Pantas sudah, AJS Daytona menjadi salah satu motor idaman biker. “Melihat Daytona pertama kali seperti melihat gadis dan langsung jatuh cinta. Baru beli, saya bawa langsung keliling-keliling di Kuta,� kata dr. I Gede Budiarta, kolektor motor kawakan asal Inggris. Dia menilai, dari rancangan desain hingga material yang digunakan, AJS Daytona menjadi moge yang pantas dikoleksi. Ini pun diakui builder Amerika, Australia, Eropa, Jepang, dan tentu saja Indonesia.
MBP/ist
SAFARI KESEHATAN - Salah satu bakal calon Bupati Badung dari Koalisi Bali Mandara Merah Putih (KBM-MP), I Made Sudiana terus diperkenalkan ke publik oleh relawan Badung Bagus. Kali ini dilakukan di wilayah kecamatan Kuta yang digelar dalam acara Safari Kesehatan. Safari kesehatan Badung Bagus digelar di pantai Kuta, Minggu (28/6) sore dengan melakukan pemeriksaan kesehatan mata gratis, pembagian kacamata gratis, pelepasan tukik di pantai Kuta, bersih-bersih pantai. Ratusan pedagang di pantai Kuta pun antusias mengikuti pengobatan gratis dan bertatap muka dengan I Made Sudiana yang saat ini menjabat sebagai wakil Bupati Badung. Sudiana tak cangung untuk berbaur bersama masyarakat terlebih saat pemeriksaan kesehatan dan pembangian obat. Pria berkumis itu bahkan sangat akrab menyapa masyarakat yang hendak memeriksakan kesehatan juga menyarankan untuk menjaga kesehatan.
14
13 - 19 Juli 2015
MBP/ist
PENGOBATAN - Program Studi Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali menggelar Gebyar Pengobatan Ayurweda. Kali ini pengobatan gratis tersebut dilangsungkan di Wantilan Kantor Lurah Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Sabtu (27/6). Dalam gebyar pengobatan itu Prodi Ayurweda Unhi menggunakan berbagai teknik penyembuhan di antaranya akupunktur dan accupresure. Kedua sistem pengobatan ini digunakan untuk membantu menyeimbangkan tri dhosa yakni kapa (unsur air), pita (unsur panas), dan vata (udara) dalam tubuh seseorang. Kalau ketiga unsur itu seimbang maka seseorang akan sehat jasmani dan rohani (sukayu dan hitayu). Dalam kegiatan itu, selain dengan pengobatan akupunktur dan accupresure, Prodi Ayurweda Unhi juga menggunakan kompres ball atau steam untuk membantu masyarakat menderita sakit rematik. Pengobatan ini menggunakan uap yang tercampur ramuan obat kemudian disemprotkan ke kaki.
PRESTASI - Menjadi kepala sekolah di Kota Denpasar jauh lebih sulit dibandingkan dengan memimpin sekolah di daerah lain. Masalahnya kompleks, tuntutan tugas makin berat dan prestasi pun terus menunjukkan kemajuan. Seperti yang dilakoni Kepala SMPN 10 Denpasar Drs. I Ketut Sukarta, M.Si. Sejak memimpin SMPN 10 Denpasar, dia sukses menjadikan sekolah ini berprestasi di bidang akademik di tingkat nasional dan membebaskan sekolah dari langganan banjir. Maklum sekolah ini pas berada di bibir Tukad Badung. Bapak tiga anak asal Banjar Apit Yeh, Desa Bangli, Baturiti, Tabanan ini mengawali profesi gurunya di SMPN 1 Baturiti, pindah tugas ke SMPN 10 Denpasar sejak Juli 1994. Dia termasuk tokoh mendirikan SMP Harapan Nusantara sekaligus dipercaya sebagai Kepala SMP Harapan Nusantara sejak 2000-2010. Nampak dalam foto Kepala SMPN 10 I Ketut Sukarta, M.Si. foto bersama dengan peraih perunggu OSN Gusti Made Raka Alpin Aditya.
MBP/ist
GANDENG - Kementerian Koperasi dan UMKM menggandeng perbankan PT Bank BRI dan industri penjaminan Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) meluncurkan dan menyerahkan kartu IUMK (Izin Usaha Mikro dan Kecil), Sabtu (27/6), di Gedung Kesenian Bung Karno, Kabupaten Jembrana. Kartu ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) dalam membangun dan mengembangkan usahanya. Perum Jamkrindo sebagai anggota Asippindo juga menyerahkan bantuan Bina Lingkungan (BL) sebesar Rp 30 juta. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koperasi dan UKM A.A. Ngurah Puspayoga. Nampak dalam foto Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha, Kemenkop UKM, Braman Setyo (kanan) dan Kepala Kantor Wilayah II Perum Jamkrindo, Imam Wahyudi (paling kiri) bersama tiga kelompok penerima Bina Lingkungan dari Jamkrindo.
MBP/ist
SHUTLE BUS - Program city tour yang telah diluncurkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Mantra beberapa waktu lalu, terus mendapat sambutan dari pelaku wisata di Kota Denpasar. Kali ini, sebuah perusahaan angkutan wisata dari Jepang akan ikut meramaikan objek wisata di tengah kota dengan mengantarkan wisatawan mengunjungi pura, puri dan pasar di Kota Denpasar. Peluncuran Kura-Kura Shutle Bus ini dilakukan Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara didampingi Presiden Direktur Kura-Kura Bus, Michiya Mizukoshi di areal Museum Bali, Denpasar, Jumat (26/6). Peluncuran ini juga disaksikan para wisatawan mancanegara yang sedang menikmati liburan di Kota Denpasar dan melihat langsung fasilitas Kura-Kura Bus yang terparkir di depan Museum Bali. Nampak dalam foto Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara bersama Presiden Direktur KuraKura Bus, Michiya Mizukoshi dan instansi terkait melepaskan balon bersama-sama tanda peluncuran Kura-Kura Bus.
MBP/ist
HOLISTIK - Inflasi yang stabil merupakan pijakan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta sebagai landasan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Di Kota Denpasar, pengendalian inflasi telah dilakukan secara holistik dan komprehensif dengan melibatkan koordinasi lintas sektor maupun pemerintah dalam wadah Forum Tim Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar. Harga-harga menjelang hari raya Galungan yang bersamaan dengan Lebaran tahun ini, harus dilakukan pengendalian inflasi secara komprehensif. Di samping yang telah dilakukan Pemkot Denpasar, juga dapat dilakukan komunitas Denpasar Corporate Social Resposibility (DCSR). “Kami mengharapkan komunitas CSR dapat ikut serta dalam membantu pemerintah dan masyarakat menangani inflasi lewat gelaran pasar murah secara menyeluruh di empat kecamatan di Kota Denpasar,” ujar Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat bertatap muka dengan DCSR Kota Denpasar di Inna Bali Hotel Denpasar, Selasa (30/6).
MBP/ist
ARISAN - Arisan Lestari yang telah digelar sejak tahun 2010, kembali digelar untuk kesekian kalinya di Sector Bar and Restaurant pada Jumat (26/6) lalu. Arisan Lestari yang merupakan komunitas bagi para wanita aktif di Bali ini telah beranggotakan lebih dari 350 wanita, kali ini mengambil tema ‘’Cooking Class: Healthy and Fun with Yummy Sushi’’. Seperti event arisan sebelumnya, pengocokan arisan didahului oleh kegiatan sederharna namun fun. Kali ini demo membuat sushi dari bahan-bahan sehat. Didemokan langsung oleh chef berpengalaman, para peserta arisan kemudian ditantang mempraktikan membuat sushi seperti yang telah dicontohkan sebelumya. Tampak keseruan para peserta membuat sushi yang berlangsung sekitar 15 menit, dengan kreasi dan kreativitas masing-masing. Peserta dibagi menjadi 3 tim, kemudian berlomba untuk membuat dan mempresentasikan sushi terbaiknya. 13 - 19 Juli 2015
15
POLITIK
MBP/dok
Megawati
PDI-P Membidik Kemenangan Partai
P
DI-P mengisyarakatkan tak akan kompromi dengan kader partai yang berjuang semata untuk pribadinya. Selain itu, ancaman mencoret kader yang hanya membidik kekuasaan juga dilontarkan Megawati. PDIP mengaku fokus pada kemenangan partai pada pilkada serentak Desember 2015 mendatang. Sinyal partai ini dilontarkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri mengingatkan kepada para kadernya. Kemenangan PDI-P dalam pilkada ditegaskan bukan kemenangan orang per orang calon terpilih. “Saya butuhkan kemenangan partai bukan kemenangan orang per orang. Bila ada orang yang tak becus atau tidak bagus tapi mau maju dua kali, tentu saya coret. Karena saya penanggung jawab partai, bukan penanggung jawab perseorangan,” katanya. Ia menengarai selama ini banyak calon kepala daerah yang maju dalam pilkada atas dasar kekuasaan semata untuk memperjuangkan kepentingan pribadinya, yang akhirnya terjerat masalah hukum. ‘’Sebagai ketua umum yang paling senior di republik ini, saya banyak mengalami asam dan garamnya. Kepedihan saya kalau anak-anak
16
saya jadi pimpinan di eksekutif mempunyai masalah hukum. “Untuk itu, saya tegaskan jangan hal-hal seperti itu berada dalam benak saudara-saudara,” katanya. Mengawati mengingatkan, PDIP akan selektif dalam merekomendasikan seseorang untuk diusung sebagai calon kepala daerah. Hal ini penting agar calon kepala daerah yang diusung partainya tidak memiliki pikiran pragmatis, yang hanya berjuang untuk kepentingannya pribadinya saja. Semua syarat sekecil apapun harus dipenuhi, sebab dari pengalamannya ada juga calon kepala daerah tidak hafal lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Apabila itu masih terjadi maka Megawati menganggap sama saja tidak tahu makna dan tujuan bangsa Indonesia ke depan. “Akhirnya karena hanya berpikir praktis sehingga pragmatis. Jadi kepala daerah cuma ambisi kekuasan dan kepentingan pribadi. Kalau disini ada niat itu dibuang saja atau keluar dari sini,” tegasnya. Untuk menghadapi pilkada, menurutnya tiap partai memiliki persiapan masingmasing. PDIP sendiri telah merancang beberapa persiapan, baik internal maupun eksternal. “Internal itu fit and proper test dan psikotes. Setelah itu mendapat reko-
mendasi untuk pelatihan yang berguna. Sedangkan eksternal kita lakukan survei secara umum dan tertutup. Kita mencoba mempertajam situasi lapangan yang ada,” imbuhnya. Semua persyaratan yang dipenuhi oleh calon kepala daerah termasuk kepribadian di bidang budaya. “Bangkitkan budaya daerah itu, seperti bahasa daerah. Ada yang bilang mereka merasa prihatin. Karena bangsa Indonesia itu bangsa yang malas untuk menulis. Mereka lebih senang bahasa verbal. Kalau tidak dipergunakan ya dicatat, sehingga generasi berikutnya yang ingin mempelajari bisa mudah,” tegasnya. Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan ada sekitar 70 calon kepala daerah menghadiri kegiatan ini. Di antara yang hadir adalah calon kepala daerah dari Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Tabanan, Samosir, Maluku Barat Daya, Nias dan calon dari daerah lainnya. Menurutnya, pada angkatan pertama ini akan diikuti 137 peserta, yaitu para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sudah mendapat rekomendasi dari DPP Partai. Hardianto
13 - 19 Juli 2015
16
Tak Terpengaruh Hinaan SALAH seorang menteri ekonomi Kabinet Kerja dituding menghina presiden. Kutipan singkat terkait hinaan tersebut pun beredar. Namun, Presiden tak terpengaruh hinaan ‘’pembantunya’’. Ia justru meminta menterinya tetap bekerja. Soal adanya menteri yang menghina presiden awalnya dilontarkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Katanya, Minggu kemarin, ada menteri di Kabinet Kerja yang mencela Presiden Jokowi. Namun ia enggan untuk menyebutkan nama dari menteri yang dimaksud. Sementara dua politisi dari PDI-P TB Hasanuddin dan Masinton Pasaribu sedikit membuka identitas menteri bersangkutan. Menurut Masinton, menteri yang disebutsebut menghina Presiden Jokowi adalah perempuan dari kalangan profesional, bertugas di bidang perekonomian. “Dia dari kalangan profesional, mengelola bidang pereko-
Presiden Jokowi
nomian, tapi kerjanya nggak profesional. Dia bukan berasal dari partai pendukung. Kebijakannya sering bertentangan dengan Nawacita Presiden,” kata Masinton. Masinton menduga, yang bersangkutan panik, karena masuk yang mungkin akan di-reshuffle. PDI-P juga sudah sering mengingatkan Presiden Jokowi untuk selalu berhati-hati terhadap para menteri dan juga orang di sekelilingnya. “Kami sudah sering mengingatkan di sekeliling Presiden ada brutus-brutus yang akan menikam dari belakang,” ungkapnya. Di Kabinet Jokowi ada delapan menteri perempuan, yang berada dalam koordinator bidang perekonomian hanya tiga, yaitu Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Rini Suwandi, dan Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti. “Kalau sebut nama, ya tidak etislah. Cirinya perempuan, ada sektor di bawah koordinasi perekonomian,” ujar Masinton. Hal yang sama diungkapkan Politikus PDI-P lainnya, TB Hasanuddin. Namun kata dia, menteri yang terekam menghina
Jokowi hanya satu orang, dan itu perempuan. Menyikapi isu ini, Presiden Joko Widodo meminta agar para menteri tetap bekerja dan menyelesaikan tugasnya masing-masing dengan baik. “Beliau kan selalu konsisten bahwa kita harus meningkatkan kerja dan kapasitas delivery ke rakyat, selalu pertimbangannya itu. Presiden juga selalu tidak mudah terpengaruh,’’ kata Mensesneg Pratikno. Mensesneg mengatakan Presiden sudah tahu mengenai adanya menteri yang dianggap menjelekkan Presiden melalui sebuah pernyataan. Pratikno mengatakan Presiden mengatakan agar para menteri tetap bekerja. Yang dikhawatirkan oleh Presiden atas hal tersebut justru perlambatan kinerja kabinet. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan belum ada komunikasi dengan Presiden mengenai masalah tersebut. Seskab mengatakan menunggu arahan lebih lanjut dari Kepala Negara apakah memerlukan data atau pertimbangan lainnya. Hardianto Kalau memang saya harus dicopot, silakan! Yang penting Presiden bisa tunjukan apa kesalahan saya dan jelaskan bahwa atas kesalahan itu, saya pantas dicopot! Belum tentu juga Presiden ngerti, apa tugas saya. Wong Presiden juga nggak ngerti apa-apa.
Bunyi transkrip yang dianggap mencela p residen
13 - 19 Juli 2015
17
17
PENDIDIKAN
Mutasi Guru Libatkan Pengawas dan Dewan Pendidikan
P
ansus I DPRD Bangli melakukan perombakan total terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Sistem Penyelengaraan Pendidikan Dasar (Dikdas). Perombakan ini dilakukan setelah adanya masukan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Bangli. Adapun salah satu aspirasi yang diakomodir dalam pasal Ranperda itu adalah soal mutasi guru. Dimana mutasi guru dan tenaga kependidikan saat ini tidak hanya berdasarkan pertimbangan Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (Baperjakat) saja, namun juga harus berdasarkan pertimbangan pengawas pendidikan dan dewan pendidikan. Menurut Ketua Pansus I DPRD Bangli Made Sudiasa, ranperda yang diajukan eksekutif banyak yang kurang. Hal ini diketahuinya setelah pihaknya melakukan
18
13 - 19 Juli 2015
rapat kerja dengan insan pendidikan tersebut. Dikatakan, adapun yang mendasar pada perombakan itu, adalah soal mutasi guru. Sebagaimana yang disampaikan PGRI, mutasi guru kerap membuat guru tidak nyaman dan sering menjadi beban. Mutasi juga tidak disertai dengan reward dan punishment. Oleh Pansus I, masukan ini kemudian diakomodir dalam salah satu pasal Ranperda itu. ‘’Kalau sebelumnya mutasi hanya berdasarkan pertimbangan Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (Baperjakat) saja. Tetapi sesuai Ranperda ini, mutasi guru dan tenaga kependidikan sepenuhnya di tangan bupati, namun berdasarkan pertimbangan pengawas pendidikan, dewan pendidikan dan Baperjakat, jelasnya. Tak hanya soal mutasi, dalam ranperda tersebut pansus juga membahas soal pungutan terhadap orangtua dan wali siswa. Dimana mengacu dalam Permendagri
No. 60 Tahun 2011, tidak diperbolehkan melakukan pungutuan apapun. Namun sesuai dengan Permendagri No. 24 Tahun 2011, pungutan justru diperbolehkan. Terkait hal itu, dalam ranperda nanti akan diatur sumbangan dari orang tua, yang tentu nanti bakal dijabarkan melalui Peraturan Bupati (Perbup). Dalam ranperda ini, pemangku pendidikan dibolehkan memberikan sumbangan seperti dalam bentuk CSR untuk pendanaan pendidikan. Sudiasa mengatakan, dengan selesainya pembahasan panjang dengan berbagai elemen pendidikan tersebut, maka tugas Pansus I untuk membahas Ranperda itu sudah rampung. Selanjutnya, hasil pembahasan itu akan dilaporkan pihaknya ke pimpinan DPRD Bangli untuk dilakukan pembahasan bersama seluruh anggota. Swasrina
Tunda Rencana Pengambilalihan SMA/SMK WAKIL rakyat di DPRD Kabupaten Badung meminta penerapan Undangundang Nomor 23 Tahun 2014, ditunda. Pasalnya, pihak legislatif masih khawatir, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mampu menjalankan amanat yang mewajibkan mengelola SMA/SMK di Badung. “Kami mengkhawatirkan apakah nantinya pihak provinsi mampu memberikan jaminan setelah dihibahkan sekolahsekolah ini akan lebih baik,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Badung, Putu Parwata, belum lama ini. Menurut Parwata, dampak dari undang-undang pemerintah daerah itu membuat Pemkab Badung tidak bisa menganggarkan lagi dana untuk sekolah tersebut. Padahal, SMA/SMK di Badung masih perlu anggaran untuk biaya sarana dan prasaran infrastruktur utamanya pengembangan lahan untuk menunjang kualitas pendidikan di Badung lebih baik. “Dampak pengambil alihan SMA/SMK di Badung ke Provinsi Bali juga akan berdampak pada penganggaran untuk sekolah tersebut pada Oktober 2016,” ujarnya. D a l a m mengembangkan sektor pendidikan, kata Parwata, Pemkab Badung sangat taat undangundang yang berlaku. Bah-
kan, pemerintah telah menganggarkan anggaran pendidikan diatas 20 persen dan tenaga pengajar yang profesional. “Kalau sekarang ini diambil alih, apakah provinsi siap memenuhi itu? Kalau tidak bisa akan terjadi stagnan fasilitas pendidikan, seperti tunjangan guru akan menurun, dan saya khawatir akan terjadi ketimpangan ini. Kemungkinan insentif tidak sama, guru-guru yang mengajar di tingkat SMA/SMK bisa migrasi ke SMP,” jelasnya. Anggota Dewan yang membidangi pendidikan ini meminta Pemkab Badung mengajukan surat permohonan penundaan pemberlakukan Undang-undang pemerintah daerah khususnya untuk bisang pendidikan ini. “Saya setuju kebijakan ini, namun tidak tahun ini diberlakukan. Jika provinsi sudah siap dengan segala konsekuensinya, tidak masalah,” tegasnya. Kendati demikian, Parwata berharap kebijakan itu jangan disamaratakan dengan kabupaten lain. Sebab, Badung minimal butuh Rp 100 miliar untuk dana pendidikan tahun ahun 2015. “Jika Provinsi Bali mampu, pembiayaan ini mesti berkelanjutan,”” ujarnya. ujarny Di sisi lain, Pengamat P Pengam mat pendidikan Prof. Dr. Ir. Putu Rum Rumawan mawan Salain, M.Si. mengatakan, Pemka Pemkab Badung ab Badu ung tidak perlu khaterbitnya watir. Justru te erbitnyaa UU tersebut harus dimanfaatkan dapat diman faatkann pemkab setempat untuk meningkatkan meninngkatkaan kualitas pendidikan di tingk tingkat kat SD, S SMP hingga PAUD yang masihh di bawah baw wah pemkab. “Itu sudah sudah amanat amaanat UU, jadi tidak ada yang perlu perlu dikhawatirkan. dikkhawatirkan. Apalagi, sudah ditentuk dditentukan kan 20 persen kuota pendapat untuk pos u pos pendidikan. Ini
Artinya, Badung mempunyai 20 persen pos dana yang longgar dan itu bisa dimanfaatkan untuk mendanai pendidikan di bawah SMA/SMK yang masih di bawah pemkab, seperti SMP, SD dan PAUD,” ujarnya. Menurut Rumawan Salain, UU terkait Pemerintah Daerah ini justru menjadi beban tambahan bagi Pemprov Bali, di mana harus meng-cover seluruh sekolah SMA/SMK yang ada di Bali. “Paling berat berpikir adalah provinsi yang harus men-cover sekolah di seluruh Bali, yang sebelumnya hanya memikirkan SMK Bali Mandara yang justru saya kira itu tidak adil,” tegasnya. Seperti diketahui, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung mencatat, saat ini Kabupaten Badung memiliki 8 SMA negeri dan 19 SMA swasta serta 2 SMK negeri dan 11 SMK swasta. Sedangkan, untuk dana penyelenggaraan belajar mengajar (BOS APBD) SMA/SMK negeri per tahunnya sekitar Rp 10,4 miliar dan swasta Rp 19 miliar. Parwata
13 - 19 Juli 2015
19
MANCANEGARA
Sonagachi, Kawasan ”Red Light” Terbesar di Asia
K
etika melangkah ke pintu masuk ke salah satu terbesar kawasan “lampu merah” se-Asia, kita akan disambut dengan pemandangan yang tidak jauh berbeda dengan apa yang ada di Indonesia. Wanita-wanita pun akan segera datang menyambut. “Saya seorang pekerja seks,” kata Geetha Das, seorang wanita berusia 39 tahun. “Sama seperti orang lain adalah insinyur dan dokter dan pilot, pekerjaan saya adalah untuk memberikan kenikmatan seksual,” imbuhnya. Das telah menjadi penduduk Sonagachi, lokalisasi yang merupakan rumah bagi sekitar 7.000 pekerja seks, sejak tahun 1992. Dia berumur 16 tahun pada saat itu. Lahir di negara bagian timur India Benggala, di daerah miskin yang dikenal sebagai Parganas Utara 24, Das menikah pada usia 12 tahun dengan pria 37 tahun. Perilaku kasar dan keras menyebabkan Das kembali ke rumah orangtuanya, bersama dengan dua anaknya. Kemiskinan dan kelaparan memaksa Das berangkat ke kota yang ramai untuk mencari pekerjaan. Seorang teman membawanya ke Sonagachi, sebuah langkah, yang menurut sang teman, menjamin masa depan anak-anaknya.
20
13 - 19 Juli 2015
“Kedua anak-anak saya telah menyelesaikan pendidikan mereka dan bekerja sekarang,” kata Das. “Apakah saya telah mampu membayar untuk studi mereka jika saya tetap tinggal di rumah? Masyarakat harus pertama melihat sendiri sebelum menyalahkan kami... Apakah ada yang memberi kita pekerjaan yang baik?” terang Das lagi. Das menjelaskan bahwa baginya, harga diri adalah segalanya, istilah aneh mengingat bahwa pekerja seks di India dikucilkan dari arus utama masyarakat. “Kami pekerja seks di Sonagachi tidak punya siapa-siapa untuk mendukung kami, apa yang kami lakukan jika suami kami meninggalkan kami? Kebanyakan dari kami tidak memiliki pendidikan dan pumya dua sampai tiga anak. Ya, kami bisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk mendukung keluarga. Namun, bahkan kemudian pria memaksa ke kami. Uang adalah satu-satunya hal yang menjamin penghargaan di masyarakat,” ujarnya. Dia juga mengatakan uang adalah godaan besar untuknya, tapi sensasi mengejarnya bahkan lebih menarik. “Saya ingin memiliki seks dengan lakilaki yang berbeda,” ujarnya sambil tertawa. Dia memiliki seorang suami dan
seorang anak muda yang tinggal di tempat lain di Kolkata. Perempuan lain berusia 33 tahun yang menolak disebutkan namanya menjelaskan bahwa penghasilannya telah membantu dia membayar untuk perawatan medis mahal untuk orangtuanya yang dia tidak akan mampu membayarnya. “Pekerjaan ini telah memberi saya uang dan kegembiraan dan bahkan memberi saya sekilas ke dalam masyarakat kelas atas untuk sementara waktu,” jelas perempuan itu. “Saya akan terus melakukan ini sampai klien berhenti meminta saya,”imbuhnya. Pekerja seks yang lebih tua biasanya hanya bisa pasrah melihat klien mereka menghilang. Misalnya saja Purnima Chatterjee (55), yang lahir dalam sebuah keluarga besar dan miskin dan didorong ke perdagangan seks oleh ayahnya sendiri. Para perempuan ini merupakan anggota masyarakat di pinggiran utama India. Mereka adalah masyarakat yang dijauhi tapi sering dikunjungi sembunyi-sembunyi oleh banyak pria. Meskipun prostitusi adalah ilegal di India, pemerintah tidak ikut campur dalam Sonagachi. Gugiek Savindra
Krisis Yunani Semakin Parah RAKYAT Yunani kini berada dalam kondisi perekonomian yang memprihatinkan akibat krisis yang berkepanjangan. Kendati demikian, mereka memilih untuk tetap bertahan hidup di tengah badai krisis yang belum mereda. Berikut ini adalah gambaran mengenai kehidupan masyarakat di Yunani yang berjuang di tengah krisis hutang. Kehidupan para Pensiunan Terancam Para pensiunan di Yunani terancam tidak bisa mengambil asuransinya, hal ini disebabkan berhenti beroperasi seluruh perbankan di Yunani. Para pensiunan berharap perbankan kembali beroperasi untuk dapat mengambil pensiunnya. Krisis obat Sebagian besar obat-obatan berasal dari negara lain sehingga harus impor. Dengan semakin melemahnya nilai tukar Euro maka harga obat semakin mahal, sehingga banyak rumah sakit yang kekurangan stok obat untuk para pasiennya. Kekurangan bahan kebutuhan pokok Kini pasar di Yunani mulai kehabisan bahan kebutuhan pokok, kalaupun ada maka harganya akan meroket. Rakyat Yunani pun terpaksa membayar mahal untuk membeli barang kebutuhannya, apalagi barang-barang impor. Pariwisata terancam Yunani merupakan negara yang cukup
bergantung pada pariwisata apalagi saat ini adalah musim panas yang merupakan waktu untuk berlibur. Namun dengan tutupnya layanan perbankan di Yunani menyebabkan kartu kredit tidak bisa digunakan, padahal sebagian besar turis menggunakan kartu kredit. Hal inilah yang menyebabkan para turis kebanyakan beralih ke negara lain. Perekonomian Yunani pada 20002007, merupakan salah satu yang terkuat di Eropa. Selama delapan tahun Yunani mempertahankan pertumbuhan 4,2 persen, karena besarnya aliran modal asing. Hasil dari perekonomian yang kuat, serta jatuhnya bunga obligasi, membuat pemerintah Yunani menjalankan deďŹ sit struktural yang besar. Sejak Yunani memasuki demokrasi pada 1974, deďŹ sit publik telah menjadi salah satu model sosial Yunani, seiring upaya pemerintah mengarahkan kelompok kiri, masuk dalam arus utama ekonomi dunia. Untuk mencapai itu, terjadi deďŹ sit untuk penyediaan dana pensiun, membuka lapangan kerja publik, serta berbagai tunjangan sosial. Sejak 1993 perbandingan utang pada PDB lebih dari 100 persen. Awalnya meminjam dimungkinkan, karena devaluasi mata uang di Yunani. Setelah diperkenalkannya mata uang Euro, Yunani juga masih dapat banyak utang, hingga resesi global pada 2008. Dua industri utama Yunani, perkapalan dan wisata jatuh secara drastis, mencatatkan pendapatan sangat rendah
pada 2009. Pada 27 April 2010, peringkat utang Yunani diturunkan hingga peringkat terbawah. Ketakutan akan bangkrutnya Yunani merebak. Banyak pakar keuangan meragukan kemampuan Yunani membayar utang. Investor akan kehilangan 50 persen uang mereka jika terjadi gagal bayar. Pada 5 Maret 2010, pemerintah Yunani meloloskan UU Perlindungan Ekonomi, memangkas gaji sektor publik, yang menjadi awal dari pengetatan anggaran luar biasa di Yunani. Pada 23 April 2010 Dana Moneter Internasional (IMF) dan Uni Eropa menghidupkan paket dana talangan, agar Yunani tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran cicilan utang $11,3 miliar pada 19 Mei. Kesepakatan dicapai pada 2 Mei 2010 antara Yunani, IMF dan negara-negara Uni Eropa, untuk pinjaman sebesar 45 miliar Euro pada 2010, serta jumlah lebih besar pada tahun-tahun selanjutnya. Total dana yang akan diterima Yunani adalah 110 miliar Euro, dengan bunga utang sebesar 5 persen. Pakar memperingatkan itu bunga yang sangat tinggi untuk paket dana talangan. Ada banyak syarat untuk menerima dana talangan. Yunani harus memangkas gaji pekerja publik, menghapus penghasilan diatas 3000 Euro, pembatasan tunjangan pensiun sebesar 800 Euro. Meski dengan dana talangan tersebut, Yunani masih terbenam dalam krisis ekonomi. Gugiek Savindra
13 - 19 Juli 2015
21
DAERAH
Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa mengecek raskin yang didistribusikan ke desa-desa.
Kualitas Raskin Rendah Dipakai Pakan Ayam
B
eras dari Bulog untuk warga miskin (raskin) yang baru didistribusikan ke sejumlah desa di Jembrana ternyata masih didapati kualitasnya rendah. Hal itu dilihat langsung Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa, saat mengecek beras raskin di Desa Dangintukadaya Rabu lalu. Ketua DPRD menerima informasi bahwa raskin yang diterima selama ini tidak layak dikonsumsi. Sejumlah warga penerima raskin juga mengeluhkan hal serupa. Bahkan lantaran kecewa beras yang akan dikonsumsi itu tidak layak, akhirnya diberikan untuk pakan ayam. Menurut sejumlah staf desa, sejatinya beras yang datang saat ini lebih bagus dibanding dua bulan lalu, dimana beras yang diterima rusak. “Banyak warga penerima yang mengeluh dan kami di desa yang jadi sasaran. Bahkan dari kemasannya saja mudah robek,” terang salah seorang staf. Di Desa Dangin Tukadaya ini ada ratusan penerima raskin. Namun, beberapa belum
22
13 - 19 Juli 2015
tersalurkan dan masih berada di desa lantaran penerima belum mengambil. Sugiasa yang masih mendapati kualitas beras rendah itu mengaku perlunya ada pengawasan dari pengadaan hingga distribusi. Menurutnya semestinya memang harus ada standar, apakah layak dikonsumsi atau tidak. Begitu halnya pengawasan dari awal untuk pengadaan beras. “Kalau begini masyarakat yang kena dan yang disalahkan pasti aparat di bawah, baik desa maupun kepala dusun. Ibu Menteri (Menteri Sosial) juga sudah menginstruksikan masalah ini, tapi yang tahu dan merasakan masyarakat di bawah langsung,” ujarnya. Karena itu pihaknya berharap ada solusi dari pemerintah pusat dan Bulog untuk mengatasi hal tersebut. Padahal akhir pekan lalu, pihaknya bersama Muspida sempat melakukan sidak ke depot logistik dan didapati beras yang kurang berkualitas. “Saya cek (raskin) yang baru datang ternyata masih pecah-pecah, ini penting karena yang
merasakan masyarakat,” ujarnya. Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman S. Kusumayasa terkait beras terutama raskin menurutnya akar permasalahan pada pendistribusian. Bisa dikarenakan terlalu lama di gudang sehingga beras menjadi berkurang kualitasnya. Begitu halnya ketika distribusi ke desa, bisa karena penerima lama mengambil sehingga tambah turun kualitasnya. Kalaupun disalurkan, warga terkadang terkena biaya tambahan selain membeli beras, karena tidak ada ongkos untuk mengantar. Karena itu, dewan mengusulkan agar pendistribusian dibiayai oleh pemerintah daerah selaku penerima beras itu. “Kita akan usulkan ada pembiayaan distribusi langsung ke penerima,” terang Kusumayasa. Selain langsung diterima oleh penerima, petugas juga bisa langsung mengecek kondisi riil penerima apakah layak menerima raskin atau tidak. Surya Dharma
Diganti, Raskin Tak Berkualitas TERKAIT sorotan terhadap beras rakyat miskin (raskin) yang beredar di Jembrana, DPRD Jembrana, Kamis lalu bertemu dengan Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Bali di Kantor DPRD Jembrana. Pertemuan tertutup yang diikuti pimpinan DPRD, Ketua Komisi B dan Kepala Bulog Divre Bali ini selain soal raskin juga membahas pemberdayaan petani. Kepala Bulog Divre Bali I Wayan Budita seusai pertemuan mengatakan terkait beras yang didistribusikan Bulog khususnya yang diterima kurang berkualitas, akan diganti. “Mekanismenya ada, desa silakan laporkan ke Bulog dan akan kami ganti. Itu gratis tanpa biaya apapun,” terangnya. Namun, untuk penggantian itu hanya berlaku selama dua hari atau 2 x 24 jam setelah diterima. Bulog juga hanya berkewajiban mendis-
tribusikan raskin hingga ke desa-desa dan selanjutnya menjadi kewajiban desa. Namun diakuinya, pola pendistribusian ke penerima sering menjadi kendala. “Itu yang menjadi kendala dan kita bicarakan dengan DPRD tadi, kadang sampai dua minggu, jangan sampai (beras) rusaknya di desa,” tambahnya. Selain itu, Bulog juga sepakat untuk menyejahterakan petani di Bali terutama disaat harga gabah anjlok, sehingga petani tidak dirugikan. Menurutnya saat ini, pihaknya menjamin bahwa beras yang diterima lebih baik dari sebelumnya. Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa didampingi Ketua Komisi B I Nyoman S. Kusumayasa mengatakan perlunya koordinasi antara Kabupaten, Bulog, Perpadi, KUD dan Dinas Pertanian. Seperti misalnya mekanisme pengadaan jangan sampai mentok berdasarkan aturan dari
pusat. Sedangkan daerah tanpa diberikan kuasa. “Kadang-kadang menunggu datangnya bagaimana, butir patahnya 20 persen apakah patah sampai dua sampai empat atau bagaimana? Minimal Dolog (depot logistik) di Kabupaten menerima kadar 20 persen yang dimaksudkan,” pintanya. Sehingga masyarakat tidak lagi menerima beras remuk dan wajar mereka menerima pelayanan yang sama. Begitu halnya dengan penanganan penjualan gabah petani saat panen raya. Sering terjadi selisih harga standar yang disubsidi. Dari standar Rp 7.300, namun ada yang menjual hingga Rp 7.500 sampai Rp 8.000. Untuk distribusi dari desa ke penerima, dewan akan mengusulkan agar dianggarkan biaya langsung sampai ke penerima dan tidak ada lagi ongkos bagi penerima. Surya Dharma Pimpinan DPRD Jembrana, Komisi B dan Perum Bulog Divre Bali seusai pertemuan membahas terkait kualitas beras dan pemberdayaan petani.
13 - 19 Juli 2015
23
K E S E H ATA N
Mendapatkan STR, Bidan Harus Ikuti Uji Kompetensi
S
eorang bidan juga harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) agar dapat melakukan praktik bidan. “STR adalah syarat seorang bidan yang akan melakukan pelayanan kebidanan, harus tercatat di Kemenkes karena menyangkut kompetensi dan knowledge,” ujar Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali Ketut Adi Arini, Sabtu (27/6). Untuk mendapatkan STR, calon bidan harus mengikuti uji kompetensi yang baru, yang dilaksanakan di institusi sejak tahun 2014. Dikatakan, hasilnya, di Bali, sedikit bidan yang tidak lulus. Arini juga menga-
24
13 - 19 Juli 2015
takan sudah hampir 80 persen bidan telah memiliki STR dari yang mengajukan. Hal itu bisa tercapai karena pihaknya terus melakukan pendekatan ke Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI). “Kami sudah tiga kali datang ke MTKI. Akhirnya yang pengajuan bulan Maret sudah akan datang pada bulan Juli,” ujarnya. Sementara sisanya yang 20 persen dikatakan masih terkendala pada ijazah, nomor ijazah, ada yang belum mengurus, ada yang tertinggal. “Mengingat manusia yang mengerjakan, bisa saja salah atau terlewati,” ujarnya. Selain itu, sebelumnya MTKI juga
belum memiliki sistem sehingga pengajuan STR menjadi terhambat, namun di tahun 2014 dikatakan sistem sudah ada, sehingga anggotanya nanti lebih mudah mengajukan STR. “Kalau Surat Ijin Bidan (SIB) yang masih berlaku sampai 2016 tentunya dia yang belum mengurus kembali, karena enam bulan setelah masa berlakunya habis, baru ngurus lagi,” ujarnya. Sedangkan untuk bidan praktek mandiri harus memiliki surat ijin praktek bidan (SIPB). “Jadi dia ada persyaratan lain salah satunya ada STR,” ujarnya. Citta Maya
Penularan HIV/AIDS dari Ibu Hamil ke Anak
Dapat Dicegah dengan PPIA IBU hamil yang mengidap HIV/ AIDS dapat menularkan ke anaknya. Namun, pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) atau Prevention Prevention of Mother-to-Child Transmission (PMTCT) dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko tersebut. PPIA/PMTCT adalah upaya yang ditujukan untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak yang dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif dengan program-program lainnya yang berkaitan dengan pengendalian HIV/ AIDS. Seorang ibu pengidap HIV/ AIDS, dapat menularkan bayinya selama hamil dengan presentase 5-10 persen, penularan saat persalinan dapat terjadi dengan presentase 10-20 persen, dan penularan selama menyusui dengan presentase 5 – 20 persen, sehingga total risiko penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak sebesar 20-50 persen. Ditemui saat mengisi seminar pada perayaan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Sabtu (27/6) lalu, dr. I Ketut Surya Negara, Sp.OG (K), MARS menjelaskan, tujuan PPIA/PMTCT adalah mencegah penularan HIV dari ibu ke bayi dan mengurangi dampak epidemi HIV terhadap ibu dan bayi. Konsep dasar intervensi PPIA adalah mengurangi jumlah ibu hamil dengan HIV positif, menurunkan viral load serendah-rendahnya, meminimalkan paparan janin/bayi dengan cairan tubuh ibu HIV positif, optimalkan kesehatan ibu dengan HIV positif, optimalkan kesehatan ibu dengan HIV positif. Melalui program PPIA, dilakukan integrasi program PPIA dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dilakukan kegiatan komprehensif (4 Prong), konseling dan tes HIV sukarela (VCT), pemberian obat anti retroviral (ARV), persalinan yang aman, pemberian makanan bayi. Lanjut, penularan HIV melalui darah dan cairan genital. Penularan melalui darah bisa dengan kontak langsung dengan darah yang terinfeksi, transfusi darah yang terinfeksi. Sedangkan penularan melalui cairan genital seperti kontak seksual baik
melalui oral, anal, vaginal, dan kontak langsung dengan sperma atau cairan serviks. Penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak dapat terjadi selama kehamilan, bisa juga penularan melalui air susu ibu selama masa laktasi, atau penularan bisa terjadi selama proses persalinan pervaginam. Faktor risiko penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak bisa dari tiga faktor yaitu faktor ibu, anak, dan obstetrik. Faktor ibu dilihat dari kadar virus HIV itu sendiri, status gizi, penyakit infeksi. Sedangkan faktor bayi dilihati dari prematuritas dan berat bayi lahir, lama menyusu, luka di mulut bayi. Seadngkan faktor risiko obstetrik dilihat dari jenis persalinan, lama persalinan, tindakan episiotomi, vacuum, forcep. Surya Negara menegaskan, “HIV/ AIDS tidak dapat ditularkan melalui kontak fisik biasa, seperti kontak di tempat kerja/sekolah, kontak di tempat umum, kontak intim biasa seperti berjabat tangan, bersentuhan, berpelukan, berciuman, melalui makanan dan minuman, transmisi tak langsung seperti gigitan serangga, batuk, bersin, menggunakan kolam renang bersama, ada pada penggunaan toilet umum.” Kegiatan komprehensif yang dapat mencegah penularan yaitu, mencegah terjadinya penularan HIV pada perem-
puan usia reproduksi dengan konsep ABCDE, tidak melakukan hubungan seks bagi yang belum menikah, bersikap saling setia kepada satu pasangan seks, dilarang menggunakan narkoba, memakai alat-alat yang bersih, steril, sekali pakai, tidak bergantian, seperti alat cukur. Kegiatan komprehensif yang kedua yaitu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu dengan HIV. Selain itu, kegiatan komprehensif yang dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu hamil dengan HIV ke bayi yang dikandungnya dengan layanan Antenatal Care (ANC) terpadu termasuk penawaran dan tes HIV, diagnosis HIV, pemberian antiretroviral pada ibu hamil, persalinan yang aman, tata laksana pemberian makanan bagi bayi dan anak, pemberian profilaksis ARV dan kotrimoksazol pada anak, pemeriksaan diagnostic HIV pada anak. Kegiatan komprehensif keempat yaitu memberikan dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu dengan HIV beserta bayi dan keluarganya. “Dengan pengobatan ARV jangka panjang, teratur dan disiplin, penularan HIV dari ibu ke anak bisa diturunkan hingga 2 persen,” jelasnya. Citta Maya 13 - 19 Juli 2015
25
LENSA
DANAU BERATAN Bali memang memiliki keindahan alam yang sudah diakui dunia internasional. Salah satu objek wisata yang cukup banyak menyedot kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik adalah Danau Beratan yang terletak di Kabupaten Tabanan.
MBP/Made Sudiana
OLAHRAGA
Semangat Nasionalisme
D
ia dikenal sebagai Seabiscuit asal Hungaria karena membangkitkan semangat nasionalisnya negara itu dari keterpurukan akibat krisis keuangan. Overdose, demikian nama kuda pacu itu, tak mampu menghadapi penyakit yang merenggut nyawanya. Tak ada yang tahu apa penyakit yang mematikan kuda pacu kelahiran Inggris itu. Kuda yang berwarna hitam kecoklatan itu, berumur 10 tahun, demikian pesan di website pannoniaoverdose.hu. Overdose diketahui terjangkit laminitis
yang menyerang pada kuku dan tapak kakinya. Sakit itu memaksanya istirahat sepanjang setahun sejak April 2009. Setahun kemudian, ia turun di pacuan dan memenangkan dua lomba sekaligus sebelum kalah di penampilan ketiga pada Agustus 2010. Secara keseluruhan Overdose memenangkan 16 dari 19 lomba yang diikuti. Bahkan 14 diantaranya dimenangkan secara beruntun. Overdose mendapat julukan “Budapest Bullet� selain “Seabiscuit dari Hungaria.�
Kemenangan beruntun itu mengejutkan Hungaria. Bahkan perhatian warga negeri itu teralih setiap kali Overdose tampil di arena balapan. Padahal saat itu Hungaria dilanda krisi politik dan perekonomian nasional nyaris bangkrut pada 2008 Overdose pensiun dari balapan setelah memenangi balapan terakhir pada 13 November 2011 di Roma. Selanjutnya oleh pemiliknya ia dijadikan pejantan di Jerman, laporan Associated Press. Yudi Winanto
MBP/ap
Kuda pacu Overdose dan pemiliknya Zoltan Mikoczy.
28
13 - 19 Juli 2015
Perjalanan Tragis ”the Lionesses” INGGRIS masih tak percaya saat timnas putrinya tersingkir dengan tragis di babak semifinal Piala Dunia di Kanada. Mimpi kemenangan the Lionesses seketika musnah setelah Laura Bassett membelokan bola tembakan Nahomi Kawasumi namun bola malah berbelok dan memasuki gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut terjadi hanya beberapa menit sebelum babak kedua berakhir. Jepang selaku juara bertahan turnamen ini, meraih kemenangan 2-1 dan melaju ke final menghadapi AS. Kekalahan itu seperti nasib buruk yang dialami tim putra di level Piala Dunia. the Three Lions tercatat enam kali kalah lewat adu penalti sejak berhasil mencapai semifinal pada Piala Dunia 1990. Empat tahun lalu, gol Frank Lampard tidak disahkan oleh wasit meski bola telah melewati garis gawang. Jerman akhirnya memenangkan laga perempatfinal itu. Tapi seusai pertandingan seruan untuk menggunakan teknologi garis gawang menggema seluruh
MBP/ap
KALAH - Pemain Inggris Josanne Potter (kanan) menenangkan rekan setimnya yang menangis Laura Bassett. Inggris kalah 1-2 atas juara bertahan Jepang di semifinal Piala Dunia putri di Edmonton, Kanada akibat gol bunuh diri Bassett menjelang akhir pertandingan.
dunia. Kembali ke tim putri, usai peluit akhir pertandingan dibunyikan, Bassett tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia menangis sesenggukan dan harus ditenangkan rekan-rekannya. Tragedi di stadion Commonwealth, Edmonton itu juga dirasakan seluruh Inggris. “Betapa mengerikannya kekalahan itu! Sayang sekali Bassett, sayang sekali,” pesan yang diunggah legenda penyerang timnas Inggris Gary Lineker seperti dikutip Associated Press. “Meski menelan kekalahan yang amat menyakitkan, timnas putri Inggris tampil luar biasa dan mereka pantas keluar lapangan dengan kepala tegak,” tambah Lineker yang timnya kalah pada adu penalti atas Jerman pada Piala Dunia 1990. Pertandingan itu ditonton tak kurang dari 2,4 juta warga Inggris. Menurut laporan BBC, ini menjadi tontontan terbanyak peminatnya dalam sejarah sepak bola putri Inggris. Antusiasme publik didukung oleh fakta bahwa tim kesayangannya belum sekali pun pernah mencapai babak semifinal Piala Dunia. Sementara tim putra malah gagal total di Piala Dunia 2014 di Brazil. Meski sempat kalah dari Prancis, the Lionesses kemudian menundukan Meksiko dan Kolombia di pertandingan kedua penyisihan Grup F di Kanada. Penampilan tim asuhan Mark Sampson itu terus meningkat dengan menghajar Norwegia 2-1 di babak 16 besar. Kanada menjadi korban berikutnya di babak perempatfinal dengan skor sama. Ironinya Inggris justru kalah dari Nadeshiko Jepang dengan skor 1-2. “Indah sekali, menyaksikan pemberitaan timnas Inggris di seluruh media di Inggris,” jelas mantan bek Manchester United Rio Ferdinand yang mengomentari publikasi media cetak dan elektronik atas pasukan Sampson. “Anda mewakili diri anda sendiri dan negara anda dengan cerdas,” puji mantan pemain timnas AS Mia Hamm di Twitter. Yudi Winanto
Warna Kuning KUNING menjadi warna istimewa di setiap lomba balap sepeda. Warna itu menunjukan status sang pembalap yang berada di puncak klasemen umum. Di akhir etape, sang pemilik jaket kuning itu akan dinobatkan sebagai juara. Lain halnya dengan pembalap sepeda Spanyol Alberto Contador. Saat mengikuti konferensi pers jelang etape pembuka Tour de France di Utrecht, Belanda, ia sempat terkesima dan kemudian terkenang masa kecilnya. Itu bermula saat wartawan Belanda memberinya hadiah seekor burung kenari berwarna kuning. Burung kecil yang ditempatkan dalam sebuah sangkar itu, diletakan di meja di depannya. Dalam hitungan detik, Contador memandang dengan serius ulah sang wartawan. Namun, selanjutnya ia tersenyum lebar. Ia pun menceritakan masa remajanya sebagai peternak burung kenari. Namun, aktivitas itu ditinggalkan setelah ia menekuni karier sebagai pembalap sepeda profesional, laporan kantor berita Reuters. Contador yang sesekali memandangi burung kenari tersebut sepanjang konferensi pers, mengakui kuning adalah satu-satunya warna yang diinginkan dalam mengikuti lomba sepeda Tour
MBP/rtr
Pemimpin tim Tinkoff-Saxo Alberto Contador (kiri) berbicara dengan rekan setimnya Peter Sagan dalam latihan jelang etape pembuka Tour de France 2015 di Utrecth, Belanda.
de France. Ia ingin mengenakan kembali jaket kuning tersebut seperti saat menjadi juara pada 2007 dan 2009. Yudi Winanto 13 - 19 Juli 2015
29
OLAHRAGA
Wayan Sukadana
Pelatih Bersertifikat C AFC NAMA Wayan Sukadana tidak asing lagi bagi pencinta sepak bola di Bali. Ia sudah malang melintang di kancah sepak bola daerah aerah dan nasional. Puluhan klub di Tanah Air pernah ah dibelanya mulai awal hingga akhir kariernya. Sejak 20122 lalu aksinya tidak terlihat lagi di lapangan hijau au dalam kompetisi resmi. Ia hanya terlibat dalam m kejuaraan atau turnamen membela sejumlah tim lokal Bali. Itu karena dirinya sudah pensiun dari gemerlap sepak bola profesional seiring bertambahnya hnya usia. Selama inii Sukadana sudah beberapa kali menjalani kursus kepelatihan nasional. Berbekal sertifikat yang didapatnya, nya, ia sudah dipercaya melatih tim Perseden Denpasar U-17 yang turun di Piala Soeratin oeratin tahun lalu. Terakhir, iaa menempuh kursus pelatih C yang g yang diadakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Wayan, n, begitu panggilan akrabnya, nya, ditempa duet instruktur ur asing Park asal Kambojaa dan Sivaji (Singapura). Sebagai pemegang emegang sertifikat C AFC, FC, Sukadana sudah bisa sa menjadi pelatih kepala la tim divisi utama atau asisten isten pelatih klub Indonesia esia Super League (ISL). ). Mantan striker, gelandang dang bertahan, dan stoper toper ini sebenarnya dipercaya ipercaya menangani tim divisi utama, namun sayangnya PSSI SSI keburu dibekukan an oleh Menpora, sehingga hingga batal menularkan arkan ilmu kepelatihan tihan yang telah diperiperolehnya. ‘’Sejak PSSI SSI dibekukan, banyak pihak ak kehilangan mata pencahaarian, terutama ma
30
13 - 19 Juli 2015
pemain dan pelatih,’’ tutur ayah ddua anak buah perkawinannya dengan Vione Vion ini. Untuk mengisi waktu luang, dia kini melatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Guntur (DenG pasar) dan SSB Putra Dewata Canggu Dew (Badung). Kalau kompetisi sepak bola kembali b diputar, Sukadana ingin mel melatih tim lokal Bali. Seandainya diberikan kesempatan, pemain yang terkenal tidak mau kompromi di lapangan ini, siap melatih tim Bali me United Pusam (BUP) U-21. Menurutnya, manajemen dan khususnya pelatih kepala p BUP Indra Sjafri mesti memanfaatkan me tenaga pelatih lokal untuk unt memoles skuad mudanya. ‘’Saya siap mengerahkan se segala kemampuan. Pelatih Pelati ibaratnya sosok ayah atau a guru yang harus mampu mamp mengajari, mengarahkan, mengarahk dan mengayomi pemain. Kami pe tak boleh sewenangwenang menyalahkan anak asu asuh,’’ jelas pria kelahiran kelahira Denpasar, 23 Juli 1973, ini. Sukadana menjadi Sukad pemain te termuda (18 tahun) saat saa bergabung di Gelora Dewata pada D 1991. Setelah Setela Gelora pindah kandang kandan ke Sidoarjo, Jawa Timur Timur, dan berganti nama menjadi Deltras men pada 2000, ia bergabung dengan Pe Perseden Denpasar, Pe Persegi Gianyar (divisi utama), dan Persekaba Badung. ManB tan kapten tim Perseden Junior ini selanjutnya membela B Bali FC (2007), Mitra Kukar (2008) hingga promosi ke ISL, PS Mojokerto Putra (2010), dan Bali Devata (2011). De D Daniel Fajry
P E M E R I N TA H A N
Mengisi Libur Akhir Pekan
Bupati Suwirta “Blusukan” di Kota Semarapura BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta yang biasanya menghabiskan libur akhir pekannya di pelosok-pelosok desa, kali ini melakukannya di seputar Kota Semarapura, Sabtu (27/6). Mulai dari pasar senggol, pertokoan di Jalan Diponegoro hingga ke pasar seni Semarapura. Didampingi Kabag Humas dan Protokol I Wayan Parna dan Kepala UPT Pasar Komang Widyasa Putra, Bupati Suwirta berjalan kaki memantau tiap lokasi yang didatanginya sambil memaparkan berbagai ide-idenya. Di pasar senggol yang pertama disambanginya, Bupati Suwirta hanya gelenggeleng kepala melihat kondisi aspal area berdagang yang makin rusak dan tambah jorok oleh genangan air limbah bekas dagangan. Bupati juga mendapati kondisi trotoar yang hancur akibat terjangan akar pohon perindang. Atas kondisi tersebut, Bupati berencana akan menata ulang seluruh area pasar senggol termasuk jalur drainase sehingga tidak ada genangan air seperti sekarang. “Nantinya kita buat pasar senggol jadi semacam foodcourt, dimana para pedagang berada dipinggir mengintari tempat makan pembeli yang berada di tengah-tengah, biar terliat lebih modern,” ujar Bupati Suwirta. Namun, pengelolaan senggol nantinya akan diambil alih Pemkab Klungkung melalui UPT Pasar. Bupati juga mengungkapkan idenya akan membuat pasar senggol khusus untuk masakan tradisional Bali. Dimana lokasinya akan menggunakan area parkir pertokoan Diponegoro ketika malam hari. “Kita tidak usah malu meniru kabupaten lain, jika hal itu baik dan berguna bagi masyarakat kita,” ujar Bupati Suwirta. Dengan catatan kebersihannya harus diawasi supaya tidak menjadi jorok. Gedung Bank BPD Bali yang sudah tidak digunakan lagi, juga tidak luput dari perhatian. Gedung yang berlokasi di pertokoan Diponegoro tembus di pasar senggol ini nantinya akan dibongkar jadi jalan tembus menuju area pertokoan Diponegoro dan pintu utara pasar seni. “Waktu pagi sampai siang pasar senggol akan kita pakai areal parkir untuk pengunjung Kertha Gosa dan Pasar Seni Semarapura yang pengunjungnya selalu ramai, sehingga tidak ada lagi mobil parkir dipinggir jalan di seputar catuspata seperti yang sering terjadi belakangan ini,” ujar Bupati asal Ceningan. Sampai di komplek pertokoan Jalan
Diponegoro, Bupati Suwirta lanjut berjalan dan menemui satu per satu para pemilik toko. Dengan ekspresi terkejut, para pedagang yang tidak pernah menyangka mendapat kunjungan Bupati ini, menyambut pejabat nomor satu di Klungkung ini. Kepada para pemilik ini bupati mengajak untuk sama-sama menjaga kebersihan, merawat pertamanan dan kebersihan lingkungan sekitar. Menghias dan mempercantik toko juga wajib dilakukan pemilik ketika menyambut hari–hari besar nasional. Bupati juga mengimbau untuk tidak menutupi ukiran Bali yang menghiasi di sepanjang gedung pertokoan dengan papan nama dan iklan. “Seni dan budaya lokal harus tetap kita tunjukkan,” ujar Bupati Suwirta. Namun keluhan juga datang dari para pemilik toko, dimana banyak reklame yang sudah rusak dan tidak berfungsi masih menghiasi trotoar. Selain itu kabel listrik menggantung sangat rendah sangat membahayakan pejalan kaki. Bupati pun berupaya akan menindak lanjuti keluhan itu. Yang menarik di tengah–tengah kunjungannya itu Bupati Suwirta melayani permintaan foto selfi bersama para SPG toko yang dikunjunginya. Setelah puas berbincang dengan para pemilik toko bupati lanjut memasuki area pasar seni Semarapura. Tampak para peda-
gang menyambut hangat kedatangan Bupati Suwirta mengingat Bupati Suwirta yang sebelum menjabat, dirinya telah dikenal luas oleh para pedagang ini ketika bergelut di dunia koperasi. Kepada Kepala UPT Widyasa Putra, Bupati menyarankan untuk dibuatkan papan nama besar yang mudah terbaca. Mengingat pasar seniSemarapura merupakan salah satu pasar yang sangat diakui produknya di seluruh Bali. Kondisi lantai dua pasar sangat memprihatinkan, dengan banyak atap dan plafon yang jebol, pintu-pintu kios yang hancur dan tambah jorok dengan bau kencing di mana-mana akan menjadi fokus Pemkab dalam merevitalisasi pasar ini. “Ke depan kita akan jadikan area ini sebagai tempat pameran expo,” ungkap Bupati kepada Kepala UPT Pasar Widyasa Putra. Menuju revitalisasi pasar, jalan lingkar diarea pasar akan difungsikan lagi serta penataan kios kios yang tidak terpakai. Hal ini menimbulkan kerugian baik kepada pihak pemilik maupun pemerintah karena tidak adanya retribusi dari kios yang terbengkalai. Rencananya guna memulai revitalisasi ini, para pemilik kios akan di kumpulkan pada awal Juli ini guna melakukan dialog sosialisasi rencana penataan pasar seni ini. Pasar Seni Semarapura kedepannya akan dikelola dengan konsep modern yang di dalamnya terdiri dari produk-produk UMKM. Bupati berupaya akan terus mengawal cita-cita penataan pasar ini, meskipun dengan dana yang terbatas setidaknya hal hal kecil seperti kebersihan, ketertiban dan keindahan dapat terwujud terlebih dahulu dan tentunya dengan dukungan semua komponen masyarakat. Sementara itu Kepala UPT pasar Klungkung Komang Widyasa Putra sangat mendukung semua ide dan masukan yang dipaparkan Bupati Suwirta. Serta atas segala temuan dan kondisi yang didapat dari hasil blusukan Bupati Suwirta, pihak UPT pasar sebenarnya sudah dan akan terus secara bertahap melakukan kegiatan penataan dan penertiban termasuk masalah kebersihan yang menjadi masalah selama ini. “Kami UPT Pasar Klungkung dengan SDM dengan sarana dan prasarana yang ada saat ini yang kami rasa sangat perlu diperhatikan dan dukungan pemkab, sehingga perbaikan dan penataan hal hal kecil bisa kami lakukan dengan lebih baik,” ujar Widyasa Putra. (adv) 13 - 19 Juli 2015
31
A KT I V I TA S DOKTOR PERTAMA - Ir. Ni Wayan Sri Ariyani, M.M. staf pengajar di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana, berhasil meraih gelar Doktor setelah dinyatakan lulus ujian terbuka pada Program Pascasarjana Universitas Udayana, Jumat (19/6). Dalam ujian terbuka promovenda mempertahankan disertasinya dengan judul : “Peran Mediasi Customer Relationship Marketing Dalam Meningkatkan Kinerja Bisnis Berbasis Budaya Organisasi dan Sumber Daya Teknologi Informasi : Studi Pada Industri Komputer Di Indonesia” dihadapan rapat senat Badan Perwakilan Pascasarjana Unud, yang dipimpin oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp. S(K). Selaku promotor Prof. Dr. I Ketut Rahyuda, S.E.,M.S.I.E., kopromotor-I Dr. I Putu G. Sukaatmadja, S.E., M.P., dan kopromotor-II Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S. Sri Ariyani yang menempuh pendidikan pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Universitas Udayana dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude.
MBP/ist
PRESTASI - Musim libur panjang tidak menjadi halangan bagi siswa SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda mempersembahkan prestasi. Atlet karate SMP PGRI 2 Denpasar belum lama ini sukses mendulang tiga medali emas di ajang bergengsi Kejuaraan Karate antar-pelajar dan mahasiswa. Dari segi nama saja kejuaraan ini tak mengenal kategori SMP, SMA dan mahasiswa. Mereka berlaga di tiap kelas, makanya atlet SMP bisa bertarung dengan SMA dan mahasiswa. Seperti dilakoni karatedo Lemkari SMP PGRI 2 Denpasar. Untuk kategori kadet dan junior atlet karate SMP PGRI 2 Denpasar membuktikan mereka lebih tangguh dibandingkan karate SMA dan mahasiswa. Ini semua berkat semangat dan kerja keras tim. Tiga medali emas diraih di kelas +54 kg putri atas nama Umang Prasista. Emas kedua diraih di kelas -63 kg oleh Yoga Adisaputra dan emas ketiga di kelas +76 kg oleh Gelgel Adiadnyana.
MBP/may MBP/ist
SRI FARM - Di tengah kebutuhan akan bahan baku kayu yang kian meningkat, produktivitas hutan alam justru mengalami penurunan akibat penebangan liar, kebakaran hutan dan berkurangnya luas kawasan hutan karena konversi lahan hutan menjadi areal pemukiman, perkebunan dan pertanian. Menyadari kondisi tersebut PT Sukses Rimba Investama (Sri Farm) sebuah perusahaan bergerak di bidang perkebunan khususnya tanaman Jabon, membuka peluang usaha bagi masyarakat luas untuk menghasilkan keuntungan sampai ratusan juta rupiah. Jabon menjadi pilihan investasi dengan pertimbangan memiliki banyak keunggulan dibandingkan tanaman kayu lainnya. Jabon (anthochephalus cadamba) merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis. Gampang tumbuh dan tidak memerlukan perawatan yang ekstrim. Dalam kurun waktu 10 tahun Jabon bisa dipanen hingga dua kali. Nampak dalam foto investor tanaman Jabon Sri Farm.
32
13 - 19 Juli 2015
FGD - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggelar forum grup diskusi (FGD) dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali pada Senin (29/6). FGD dengan Kejati dilakukan karena Kejaksaan termasuk dalam Criminal Justice System, yaitu polisi, jaksa, hakim. “Sekarang penuntutan tidak hanya dilakukan polisi di bidang pemberantasan, penangkapan, tapi BNN juga,” ujar Kepala BNNP Bali, Drs. I Putu Gede Suastawa, SH. Tujuan FGD untuk menyamakan persepsi agar dapat melakukan penyidikan, pengungkapan, pemberantasan kasus, mengingat keterbatasan waktu dan ketentuan UU yang menyatakan percepatan dari penyidikan tersebut. Selain itu juga untuk mengingatkan adanya peraturan bersama tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi baik itu dekriminalisasi dan depenalisasi. “Orang bawa narkoba sudah pasti salah, tapi kalau terindikasi pengguna walaupun membawa, maka akan digiring ke rehabilitasi, bukan ke Lapas,” imbuh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (CEMAS) BNNP Bali, Ketut Adi Lisdiani, SKM., MHP., Ed.
MBP/ist
DISAMBUT HANGAT - Bakal calon bupati dari PDI-P Karangasem Wayan Sudirta, terus menemui kaum mudamudi seantero bumi lahar. Kaum Teruna Teruni pun menyambut hangat tawaran program Wayan Sudirta, serta mengajak generasi muda Karangasem sama-sama mendukung bakal calon bupati PDI-P tersebut. Hal itu dilontarkan jajaran pengurus Forum Teruna Teruni Sektor II Karangasem Kadek Ananta Husada, S.H. selaku ketua, didampingi sejumlah Koordinator Desa/Kelurahan, usai simakrama dengan Sudirta dan para relawannya di Lapangan Chandra Buana Amlapura, Senin (29/6). Di forum tersebut Sudirta menawarkan program membantu Teruna Teruni yang disalurkannya dalam bentuk orangtua asuh untuk menyekolahkan siswa-siswi ranking satu sampai tiga sampai ke perguruan tinggi, atau menyalurkan tenaga-tenaga yang berkemauan bekerja keras untuk pekerjaan tertentu, misalnya dengan kursus mengemudi, kursus komputer, kursus bahasa asing, secara prakarsa, sementara Sudirta menawarkan biayanya.
MBP/ist
WORKSHOP - Program Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memberikan kesempatan kepada siswa sekolah di Kota Denpasar untuk mengisi hari libur dengan kegiatan kreatif. Siswa pun menyambut dengan antusias. Kegiatan yang digelar mulai dari seni budaya, supercamp, hingga workshop fotografi jurnalistik. Semua kegiatan ini merupakan ide cemerlang wali kota sebagai wujud pemberdayaan potensi generasi muda. Kegiatan Workshop Fotografi Jurnalistik yang diselenggarakan Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, mendapat sambuatan antusias dari siswa SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar membuka Workshop Fotografi Jurnalistik yang ditandai dengan foto selfie bersama peserta dan narasumber.
MBP/ist MBP/ist
FUTSAL - Grup Hardys Holdings kembali sukses menggelar Hardys Futsal Championship 2015 yang merupakan rangkaian HUT ke-18 Grup Hardys yang puncaknya pada Sabtu, 11 Juli 2015 mendatang. Final Hardys Futsal Championship (HFC) 2015 kali ini digelar di Lapangan Sanur Futsal, Jl. Pantai Matahari Terbit, Sanur, Sabtu (27/6) lalu. Dalam sambutan sebelum pertandingan, Ketua Panitia HUT Ke-18 Grup Hardys Tjokorda Alit Darmaputra, S.H. menyatakan kompetisi diikuti 24 tim yang merupakan perwakilan dari seluruh unit bisnis yang terafiliasi di GH Holdings. Kompetisi kali ini kembali mengantarkan kemenangan untuk Tim Hardys Sanur FC setelah mematahkan perlawanan Tim Hardys Negara FC dengan skor telak 3-0. Sementara di posisi ketiga Hardys Tabanan FC usai mengalahkan Hardys Sanur II FC melalui adu penalti.
HUT - Puncak HUT ke-13 Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Bali Bersatu (PBB), Rabu (1/7) diisi pengukuhan Pengurus Pusat PBB selama lima tahun periode 2015-2020. Sebelum acara puncak, diadakan berbagai kegiatan seperti ‘‘Kesepakatan Pagerwesi’’ dengan ormas lain, yakni dengan Baladika dan Flobamora di Payangan, Gianyar. Pengukuhan pengurus baru itu juga dihadiri sejumlah ormas di Bali, Ketua DPRD Bali, anggota DPD Bali Cok Ratmadi, dan pejabat lainnya. Selain itu, dalam HUT kali ini juga digelar lomba motorcross, lomba futsal, sembahyang bersama di Pura Dalem Sakenan, pelepasan tukik atau anak penyu di Pantai Serangan, kegiatan surfing dan kegiatan lainnya. Ketua Harian Pemuda Bali Bersatu (PBB) Made Mulyawan Arya “De Gadjah” mengatakan, ormas PBB ke depan akan menjadi ormas yang makin solid, profesional, dengan manajemen organisasi yang makin baik dan modern. 13 - 19 Juli 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
PEDULI - BRI Cabang Negara kembali memberikan bantuan kepada masyarakat melalui program BRI Peduli. Bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) ini berupa bantuan pembangunan ketiga tempat ibadah di Kabupaten Jembrana. Secara simbolis bantuan senilai Rp 200 juta ini diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah Puspayoga di Gedung Kesenian Bung Karno, Sabtu (27/6). Penyerahan CSR bersamaan dengan penyerahan kartu IUMK (Izin Usaha Mikro dan Kecil) dan Sertifikasi Hak Cipta itu juga dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, muspida, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) dan jajaran BRI Cabang Negara. Kepala Bagian Kredit Program dan CSR Kantor Wilayah BRI Denpasar Elison F. Sianturi mengatakan, selain memberikan transaksi perbankan, BRI juga berkomitmen memberikan CSR kepada masyarakat sekitar di wilayah BRI berada.
MBP/ist
HUT - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-64 pada Sabtu (27/6). HUT tahun ini bertemakan “Bidan mengawal 1.000 hari pertama kehidupan mewujudkan generasi berkualitas”. Selain perayaan HUT, pada acara tersebut juga dilaksanakan Seminar ‘’Pencegahan Penularan Penyakit HIV/AIDS Dari Ibu ke Anak’’. Pada acara tersebut hadir dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat I Wayan Widia, SKM., M.Kes. Ketua IBI Bali Ketut Adi Arini menjelaskan, HUT IBI jatuh pada 24 Juni. Karena ingin mencari momen agar dapat menghadirkan anggota yang lebih banyak, maka puncak perayaan HUT IBI dipilih pada Sabtu (27/6). Selama menjalankan tugas hingga berusia 64 tahun, tentu IBI mendapatkan banyak kendala.
MBP/ist
JEMPUT - Guna membuktikan program kesehatan bakal calon bupati Karangasem Wayan Sudirta selaku pendiri KORdEM dan Yayasan Bunda Luh Ronce bukan sekadar pencitraan, Senin (29/6) Sudirta turun langsung menjemput Ketut Tambun (60), warga Dusun Lantangkatik Desa Telagatawang Kec.Sidemen, Kabupaten Karangasem, dan mengantarkannya ke RS Klungkung untuk melakukan operasi tumor yang tumbuh di ketiak kirinya. Dijadwalkan hari ini, Tambun sudah dioperasi. Sebelumnya, Ketua KORdEM Kec. Sidemen, Ketut ‘’Nyelem’’ Sulendra yang juga Relawan Wayan Sudirta, membantu pengurusan surat-surat yang dibutuhkan, agar Tambun bisa gratis untuk seluruh biaya operasi maupun opname di RS. Perbekel Desa Telagatawang, Nyoman Sukarma, yang ikut mendampingi Tambun di RS, mengapresiasi program Sudirta, yang disebutnya memang sudah melakukan program itu selama menjadi Anggota DPD RI 2004-2014. Diantara yang dilakukannya adalah mendampingi belasan penderita kulit bersisik dan lumpuh layu, langsung ke rumah sakit dan mendapat pengobatan gratis dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM).
34
13 - 19 Juli 2015
MBP/ist
LEPAS - Balindo Paradiso melalui PT Bali Paradise Citra Dewata melepas 1.750 mahasiswa/i ke kapal pesiar Mediterranean Shipping Cruise (MSC) Armonia, MSC Divina, MSC Fantasia, MSC Lirica, MSC Magifica, MSC Poesia, MSC Sinfonia, MSC Splendida. Pelepasan mahasiswa/i tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, Selasa (30/6). Direktur PT Bali Paradise Citra Dewata yang menjadi agency dari LPK Bali Paradiso, I Wayan Kawan Setiawan, B.A., S.Sos., mengatakan dari Januari hingga Juni 2015 telah tercatat 1.750 mahasiswa yang berangkat ke kapal pesiar. Tahun sebelumnya Balindo Paradiso melepas 2.300 dan tahun 2015 pihaknya mencanangkan melepas mahasiswa 2.300 orang. MSC, dikatakannya, sedang membangun tujuh kapal baru lebih besar dari kapal besar yang ada saat ini dengan kapasitas penumpang 4.000-4.500.
MBP/ist MBP/ist
KARYA - Geria Agung Satya Loka Keniten, Jl. Himalaya II No.9 Denpasar menggelar Karya Padiksan Drs. Ida Bagus Mayun, M.M. dan Dra. I Gusti Ayu Setiari, M.M. Rangkaian karya padiksan telah dilaksanakan sejak 19 Mei lalu. Sementara puncak karya padiksan di Pamerajan Geria Agung Satya Loka Keniten berlangsung, Rabu (1/7). Puncak karya diawali dengan masuci atau masiram. Ida Bagus Mayun dan I Gusti Ayu Setiari yang masih disebut Ida Diksita (calon diksa - red) kemudian tangkil ring palungguh nabe untuk nunas padiksan. Keduanya kemudian di-diksa oleh Guru Nabe Ida Pedanda Gede Raka Timbul dari Geria Puseh Intaran, Sanur. Sebelumnya, mereka juga telah melaksanakan upacara diksa pariksa pada 18 Juni lalu. Nampak dalam foto Ida Pedanda Gede Putra Gelgel Keniten (Ida Bagus Mayun) dan Ida Istri Agung (I Gusti Ayu Setiari) saat melaksanakan prosesi puncak karya padiksan di Geria Agung Satya Loka Keniten.
VISITASI - Kepala SMPN 10 Denpasar Drs. I Ketut Sukarta, M.Si., Sabtu (27/6) dinilai Tim Visitasi Pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi Provinsi Bali. Tim tersebut diterima Kabid Dikdas Disdikpora Kota Denpasar I Made Raka, S.H., M.Si. bersama Kepala SMPN 10 Denpasar Drs. I Ketut Sukarta, M.Si., Ketua PD PGRI Kota Denpasar Nyoman Winata, M.Hum., para guru dan Ketua MKKS SMP Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, M.Ag. dan Ketua Komite Made Maja. Made Raka mengungkapkan, SMPN 10 Denpasar adalah sekolah terbaik di Denpasar. Sekolah ini memiliki segudang prestasi di antaranya guru berprestasi hingga tingkat nasional. Anak-anaknya di bidang akademis dan nonakademis sukses meraih perunggu di OSN 2015. Bahkan raihan rata-rata NUN 2015 sekolah ini menduduki ranking III di Bali. Ketua Tim Penilai Nyoman Darta beserta tim berfoto bersama dengan Made Raka dan Kepala SMPN 10 Denpasar I Ketut Sukarta saat penilaian kasek berprestasi.
MBP/olo
KEBUN RAYA - Selain telah memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan lapangan umum, Pemkab Jembrana juga akan membangun Kebun Raya memanfaatkan areal jaba Pura Jagatnatha Jembrana. Kebun Raya yang akan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat ini nantinya tidak sembarangan tanaman yang ditanam dan lebih mengutamakan tanaman endemik lokal Indonesia, Jembrana khususnya. Hal itu diutarakan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan saat sidak ke Pura Jagatnata, Senin (29/6). Pembangunan kebun raya itu akan dimulai tahun 2016 dan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 4 Milyar. Pemkab saat ini tengah mempersiapkan pembuatan Design Engenering Detail (DED). Wabup yang mengecek lokasi didampingi Kakan LHKP Jembrana, I Wayan Darwin dan Deniek G Sukarya selaku konseptor dan pemerhati tanaman ini, mengatakan Kebun Raya Daerah ini jauh berbeda dengan taman. Karena jenis pohon yang ditanam itu mengutamakan tanaman endemik.
MBP/ist
KKN - Pertengahan 2015 ini, Universitas Udayana (Unud) akan menggelar Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Periode XI. Kegiatan ini akan diikuti 2.429 orang mahasiswa. Sebelum mereka diterjunkan ke desa tempat melaksanakan KKN PPM, seluruh peserta diberikan pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) yang dilaksanakan di Gedung Widya Sabha Kampus Unud Bukit Jimbaran mulai Rabu (1/7) hingga Kamis (2/7). Menurut Ketua Panitia KKN PPM XI Prof. Dr. drh. I Nyoman Suarsana, M.S., kegiatan pembekalan ini akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan KKN PPM bagi mahasiswa sehingga lebih efektif, eďŹ sien, berdaya guna tinggi dan mampu memberdayakan masyarakat. Dikatakan, 2.429 orang peserta KKN PPM XI itu merupakan mahasiswa dari 13 fakultas yang ada di lingkungan Unud. 13 - 19 Juli 2015
35
LINGKUNGAN
Gangguan KKP Nusa Penida
Dari Bom Sampai Ponton
K
abupaten Klungkung khususnya perairan Nusa Penida memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah terumbu karang yang mencapai 296 jenis dengan luas 149,05 Ha. Perairan yang kini telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida ini termasuk di dalam kawasan segitiga terumbu karang dunia (the global coral triangle) yang kini menjadi prioritas dunia untuk dilestarikan. Berdasarkan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 24/KEPMENKP/2014, kawasan Taman Wisata Perairan Nusa Penida ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan. Perairan seluas 20.057 Ha tersebut menyimpan potensi terumbu karang, mangrove, padang lamun dan hampir seluruh habitat penting sumberdaya ikan. Termasuk mamalia laut seperti paus dan lumba-luma melintas di kawasan ini. Selain itu ditemukan penyu hijau dan penyu sisik serta ikan Mola-mola yang kini menjadi branding KKP Nusa Penida. Ikan laut dalam seperti Mola-Mola muncul di perairan Nusa Penida sekitar Juli-September setiap tahunnya. Beberapa lokasi perairan Nusa Penida yang menjadi cleaning station bagi ikan Mola Mola seperti Crystal Bay (Desa Sakit), Ceningan wall (Desa Lembongan), Batu Abah (Desa Pejukutan), dan Sental (Desa Ped). Lokasilokasi tersebut menjadi lokasi penyelaman favorit saat Mola-Mola tiba.
36
13 - 19 Juli 2015
Perairan Nusa Penida memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Perairan tersebut kini telah ditetapkan KKP termasuk di dalam kawasan segitiga terumbu karang dunia yang kini menjadi prioritas dunia untuk dilestarikan. Sayang KKP banyak menerima gangguan.
Sementara kelompok ikan yang terdapat di perairan Nusa Penida adalah ikan karang, ikan pelagis dan ikan dasar. Mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba juga kadang melintasi di perairan Nusa Penida, bahkan di sebelah barat Nusa Lembongan beberapa kali dijumpai dugong yang muncul ke permukaan. Perairan di Kecamatan Nusa Penida juga merupakan rumah bagi ikan parimanta. Ikan ini sering dijumpai berkelompok 3 - 4 ekor. Ikan pari manta dapat dijumpai sepanjang tahun di perairan Nusa penida. Lokasi tempat biasa ikan pari manta ditemukan dikenal dengan sebutan Manta Point. Lokasi penyelaman ini terdapat di sekitar Batu Lumbung (Desa Batu Kandik). Dengan berbagai kekayaan alamnya, KKP Nusa Penida mulai menerima gangguan yang berasal dari manusia itu sendiri. Mereka tak hanya ingin menikmati keindahan ikan yang menari-nari di perairan juga ingin menangkapnya. Karena itu muncul aksi pengeboman, pemancingan ilegal hingga pendirian dermaga apung (ponton). Hal ini menjadi permasalahan yang memerlukan pengawasan yang sangat tinggi. Di sisi lain, terbatasnya dana operasional menyebabkan UPT Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida menjadi kesulitan untuk melakukan patroli perairan. Kepala UPT KKP Nusa Penida I Nyoman Karyawan mengungkapkan pihaknya berupaya untuk menjaga perairan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat. Ia mengakui tidak adanya anggaran untuk
melaksanakan patroli membuat personel yang menjaga keberlangsungan terumbu karang dan ekosistem di dalamnya ini tidak dapat melakukan patroli rutin. Meski begitu, dengan partisipasi masyarakat yang semakin tinggi, UPT KKP Nusa Penida dapat memonitor kondisi perairan tersebut. Nyoman Karyawan mengakui sebelumnya cukup sering terjadi aksi pengeboman yang dilakukan di sekitar KKP. Pihaknya pun mengetahui hal itu dari laporan masyarakat sekitar. Untuk itu petugas pun diturunkan untuk menangkap oknum pengebom tersebut. ‘’Kita langsung tangkap pelakunya dan serahkan ke pihak berwajib, pelakunya saat ini masih diproses di kejaksaan,’’ ujarnya. Namun, setelah pengeboman dan pemancingan ilegal mulai berkurang, pihaknya kembali disusahnya dengan keberadaan ponton-ponton yang beroperasi wisata water sport. menjelaskan ada delapan ponton yang beroperasi di KKP Nusa Penida. Tiga di antaranya beroperasi di zona study konservasi yakni di mangrove point. Sedangkan lima lainnya berada di zona wisata bahari yang diperbolehkan untuk keberadaan ponton. Keberadaan tiga ponton yang berada di sekitar hutan mangrove tersebut dirasa sangat meresahkan. Mengingat, keberadaan ponton di atas terumbu karang ini telah mengganggu pertumbuhannya. Kondisi itupun ditindaklanjuti dengan memanggil pemilik ponton untuk bertemu dengan tokoh masyarakat. Dari pertemuan
MBP/ist
MBP/dok
pada 21 Mei lalu ini disepakati zona wisata bahari khusus tersebut tidak diperkenankan sebagai tempat beroperasinya ponton. Untuk itu, tiga ponton yang ada di kawasan tersebut, tidak diperbolehkan untuk beroperasi kembali. ‘’Zona wisata bahari khusus tidak diperbolehkan didirikan bangunan semi permanen atau permanen karena dapat mengganggu,’’ imbuhnya. Nyoman Karyawan menjelaskan, meski telah dilarang masih saja ada ponton yang beroperasi di lokasi yang tidak diizinkan tersebut. Menurut laporan dari masyarakat, ada dua ponton yang beroperasi pada siang hari di mangrove point. ‘’Ponton itu ditaruh di tempat yang tidak ada karangnya saat tidak digunakan, namun saat beroperasi ponton itu dipasang di zona yang dilarang,’’ katanya Kamis (2/7). Keberadaan ponton tersebut tentu saja berdampak merusak terumbu karang. ‘’Ponton menyebabkan lambatnya pertumbuhan terumbu karang yang ada di bawahnya. Selain itu, ada juga aktivitas sea walker yang menyebabkan terumbu karang sekitar dapat terinjak,’’ jelasnya. Pelarangan keberadaan ponton di mangrove point ini menurutnya, bertujuan untuk menjaga terumbu karang dari kerusakan yang bisa timbul akibat beroperasinya ponton. Apalagi saat ini, aktivitas di zona study konservasi itu semakin meningkat karena tingginya jumlah kunjungan. ‘’Jumlah boat yang beroperasi saat ini semakin banyak. Aktivitas yang kami perbolehkan hanya untuk diving dan snorkeling,’’ tambahnya. Terkait dua ponton bandel, pihaknya mengaku akan menyurati Dinas yang memberikan izin keberadaan ponton ini untuk dapat diberikan sanksi lebih lanjut. Sedangkan lima ponton yang berada di zona wisata bahari menurutnya tidak mengganggu kawasan konservasi karena berada di atas kawasan pasir yang tidak terdapat terumbu karang. ‘’Untuk di zona wisata bahari hanya cukup untuk lima ponton dan mereka sudah ada sebelum KKP terbentuk. Sesuai dengan kondisi KKP, sudah tidak ada tempat untuk ponton baru,’’ pungkasnya.
RAPBD-P - Rancangan Perubahan APBD (RAPBD-P) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2015 mengalami peningkatan. Ini dapat dilihat dari pendapatan daerah dan belanja daerah yang dirancang meningkat dari APBD Induk. Hal tersebut terungkap saat Kepala Bappeda Litbang Badung I Wayan Suambara menyerahkan rancangan perubahan APBD Badung TA 2015 kepada DPRD Badung yang diterima oleh Wakil Ketua DPRD Badung I Ketut Suiasa yang didampingi Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria di Kantor DPRD Badung, Puspem Badung, Kamis (2/7). Pada kesempatan tersebut Kepala Bappeda Litbang I Wayan Suambara didampingi Kabag Keuangan I Ketut Gede Suyasa menyampaikan bahwa tema pembangunan Kab. Badung tahun 2015 adalah “Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Potensi Daerah Untuk Mewujudkan Pembangunan Daerah Yang Berkelanjutan”.
Farendra 13 - 19 Juli 2015
37
PEMERINTAHAN
“Job Fair� Badung 2015
Bupati Badung Komit Tingkatkan Harkat dan Martabat Masyarakat DALAM upaya menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Badung, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja kembali menggelar Bursa Lowongan Kerja (job fair) sebagai upaya untuk memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak baik pencari kerja maupun pengguna tenaga kerja. Job Fair Badung tahun 2015 secara resmi dibuka Bupati Badung Anak Agung Gde Agung di Lippo Mall, Kuta, Kamis (2/7) lalu. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Badung I Ketut Suiasa, Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta seKabupaten Badung, Kepala BP3TKI, Ketua Apindo, Ketua Kadin. Bupati menjelaskan, Pemkab Badung berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan serta harkat dan martabat masyarakat. Untuk itu, dalam melaksanakan program-program pembangunan, Pemkab Badung senantiasa berlandaskan pada lima prinsip dasar pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten badung.
Karena itu, Bupati Gde Agung menyambut baik pelaksanaan job fair di Kabupaten Badung tahun 2015, karena dipandang selaras dengan lima prinsip dasar pembangunan yang berkelanjutan, yakni pro job (mendukung pertumbuhan lapangan kerja) yang nantinya juga akan berkorelasi dengan pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan perekonomian. Kegiatan ini dipandang selaras dengan misi Pemkab Badung, yakni meningkatkan perekonomian yang berbasis kerakyatan dan ditunjang oleh iklim kemitraan. Melalui kegiatan job fair diharapkan, dapat menpercepat pertemuan antara pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja atau perusahaan, sehingga kedua belah pihak dapat bertemu secara langsung guna mempercepat proses penempatan. “Job fair ini bermakna strategis dalam memberikan kontribusi mengatasi pengangguran sebagai masalah serius yang harus mendapat perhatian semua pihak dan mencari jalan keluar penyelesaian secara bersam-sama. Penanganan masalah pengangguran dan kesempatan kerja tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah saja tanpa keterlibatan dunia usaha,� jelasnya.
Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik di Badung maupun di seluruh Bali untuk memanfaatkan job fair ini sebaik-baiknya karena sesungguhnya lapangan kerja ini terbuka selebar-lebarnya. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Ida Bagus Oka Dirga melaporkan, bursa lowongan kerja ini bertujuan untuk mempertemukan antara pencari kerja dengan pihak pengguna tenaga kerja/perusahaan melalui sistem antar kerja secara langsung guna memudahkan proses penempatan, baik penempatan di dalam maupun di luar negeri. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Badung mencatat, jumlah pencari kerja sampai dengan awal tahun 2015 sebanyak 0,48 persen atau 1.715 orang, pada tahun 2014 sebanyak 0,77 persen atau 2.552 orang. Hal ini menunjukkan penurunan pencari kerja/pengangguran di Kabupaten Badung sebanyak 0,29 persen atau 837 orang. Untuk itu, job fair tahun 2015 menyiapkan 5.206 lowongan kerja dari 60 perusahaan yang memenuhi persyaratan baik bergerak dalam bidang pariwisata, perbankan, perdagangan dan jasa dan job fair akan dibuka hingga 4 Juli 2015. (adv)
Bupati Badung AA Gde Agung saat menghadiri pembukaan Job Fair Badung tahun 2015 di Lippo Mall, Kuta, Kamis lalu.
38
13 - 19 Juli 2015
PARIWISATA
”Quality Tourism” Hanya Mimpi KEINGINAN mewujudkan pariwisata yang berkualitas (quality tourism) di Bali menjadi mimpi belaka. Pasalnya, selama ini pariwisata Bali dijual murah dan massal. Hotel-hotel saling jor-joran perang harga, mewarkan harga murah kepada para wisatawan. Pariwisata Bali pun menjadi mass tourism (pariwisata massal), banyak dikunjungi wisatawan tapi dari sisi kualitasnya rendah, misalnya menyangkut lenght of stay (lama tinggal wisatawan) yang terus merosot. Di sisi lain, komitmen pemerintah mewujudkan quality tourism (pariwisata berkualitas) dinilai masih sebatas wacana dan belum ada komitmen serius mewujudkannya. “Bagaimana mau mewujudkan quality tourism kalau izin-izin pembangunan hotel di Bali Selatan masih diobral? Ini artinya pemerintah tidak serius mewujudkan quality tourism. Kita akan terjebak terus dalam mass tourism dan ini sangat berbahaya untuk pariwisata Bali ke depan,” kata anggota Komisi IV DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja. Pria yang lama berkecimpung di bidang pariwisata ini menambahkan semestinya pemerintah mengubah mindset pembangunan pariwisata dengan tidak mengobral izin akomodasi di Bali Selatan dan tidak menumpuk pembangunan pariwisata di kawasan yang sudah padat tersebut. Pemerataan dan penyebaran pembangunan pariwisata misalnya ke
Bali Timur dan Bali Utara mutlak dilakukan. Ketimbang mengobral izin hotel, pemerintah mestinya fokus menata dan membenahi destinasi pariwisata di Bali dan melengkapi segala fasilitas serta sarana prasarananya. “Jangan seperti sekarang banyak destinasi pariwisata kita penataannya amburadul, fasilitasnya kurang dan infrastruktur jalan menuju objek wisata banyak yang rusak,” tegas politisi asal Nusa Dua itu. Ketua Program Studi Destinasi Pariwisata STP Nusa Dua Luh Yusni Wiarti, A.Par., S.E., M.Par., M.Rech., mengatakan, quality tourism merupakan sebuah proses yang berimplikasi pada semua aspek baik produk dan pelayanan, pemenuhan kebutuhan dan harapan wisatawan dengan kondisi harga yang dapat diterima sesuai kontrak yang saling menguntungkan, dan faktor penentu kualitas yang mendasar seperti keamanan dan kenyamanan, higienitas, aksesibilitas, transparansi, dan otentisitas serta harmoni dari aktivitas pariwisata yang memperhatikan pada manusia serta lingkungannya. Menurutnya tantangan dan kendala yang paling mendasar adalah apakah kita telah siap untuk melaju pada quality tourism ini? Apakah seluruh lapisan masyarakat paham akan makna dan arti penting quality of tourism? Sementara sadar wisata saja masih terus perlu digalakkan melalui berbagai penyuluhan
MBP/dok
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali menjadi pintu gerbang utama masuknya wisatawan ke Pulau Dewata. Kehadiran mereka yang mencapai 3,5 juta jiwa per tahun, diharapkan mampu mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas.
sadar wisata dan sapta pesona sehingga menyentuh seluruh lapisan masyarakat demi mempersiapkan sumber daya yang kompeten di bidang pariwisata. “Karenanya persamaan persepsi seluruh stakeholder pariwisata sangat diperlukan dalam rangka menuju quality tourism ini. Komitmen bersama semua pihak terkait amat diperlukan bukan hanya menuntut langkah riil pemerintah saja,” katanya. Tantangannya sekarang, imbuhnya, adalah apakah semua pemangku kepentingan sudah memiliki kesepahaman persepsi terhadap quality of tourism ini. Selanjutnya perlu dikaji lebih dalam apakah Bali sudah siap menuju quality tourism ini mengingat supply pariwisata yang telah ada saat ini tanpa dipungkiri juga memerlukan pengembalian investasi. Berdasarkan pendataan terakhir, jumlah akomodasi di Bali 2010 mencapai 2.190 unit dengan 45.408 kamar. Angka tersebut terdiri dari hotel berbintang 158 unit dengan total kamar 20.558, hotel melati 1036 unit dengan total kamar 20.410 serta pondok wisata 996 unit total kamar 4.440. Hingga 2011 jumlah kamar hotel di Bali telah mencapai angka 55.000 kamar. Jumlah ini akan terus bertambah. Sebab, masih terlihat sejumlah akomodasai yang sedang dibangun di 2015 ini. Widana 13 - 19 Juli 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
ISI LIBURAN - Unit Pelayanan Terpadu Lembaga Penyiaran Publik Lokal (UPT LPPL) Radio Publik Kota Denpasar (RPKD 96.2 FM) menggelar kegiatan mengisi hari libur bagi siswa SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar, Kamis (25/6) di Ruang Multimedia Rumah Pintar Jl. Kamboja, Denpasar. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta SMP, SMA/SMK serta dari anak-anak Panti Asuhan Tatwam Asi. Hal ini terlihat sebelum acara pembukaan dimulai, peserta sudah memadati ruang multimedia. Menurut Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Denpasar Ketut Sumerta yang membuka kegiatan secara resmi mewakil Kepala Dinas Kominfo Dewa Made Agung, kegiatan mengisi hari libur dengan Bimtek Kepenyiaran sudah menjadi agenda rutin Diskominfo Denpasar. Kali ini peserta juga datang dari anak-anak panti asuhan. Penyelenggaraan Bimtek yang menyasar siswa sekolah pada saat hari libur, diharapkan memberikan dampak positif menjauhkan kegiatan negatif siswa di luar jam sekolah.
LKPP - Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melakukan sosialisasi e-Catalogue dan e-Purchasing. Sosialisasi yang ditujukan kepada seluruh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten/Kota di Bali ini, dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 1 sampai 2 Juli 2015 di Ruang Kriya Gosana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”. Sosialisasi dihadiri Bupati Badung A.A. Gde Agung, Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Badung Kompyang R. Swandika, para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Badung serta peserta sosialisasi dari ULP seluruh kabupaten/kota se-Bali dan unsur dari Universitas Udayana. Bupati Gde Agung dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang sangat strategis karena memiliki peran penting dalam tahap proses pengelolaan pembangunan. Pengadaan barang/jasa yang kredibel akan memakmurkan rakyat dan e-purchasing adalah salah satu cara dalam mewujudkan hal tersebut.
MBP/ist
MBP/ist
SOSIALISASI - Kegiatan sosialisasi pengembangan informasi peluang pasar perdagangan luar negeri di Kota Denpasar yang dilaksanakan di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Kota Denpasar, mengambil tema ‘’Strategi Peningkatan Ekspor Melalui Upaya Peningkatan Daya Saing Ekspor’’ diikuti peserta dari kalangan pengusaha ekspor Kota Denpasar dan sangat bermanfaat bagi para pengusaha ekspor. Kepala Disperindag Kota Denpasar Drs. I Wayan Gatra, M.Si. mengungkapkan, semua pihak mesti waspada dan harus siap menghadapi tantangan MEA. Diungkapkan lebih lanjut, sosialisasi yang dilaksanakan saat ini sangat baik terlebih ada salah satu narasumber dari pusat yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman terhadap negara-negara mana yang sebenarnya memiliki potensi ke depan untuk disasar. Ada beberapa instruktur dalam sosialisasi ini yaitu dari Disperindag Provinsi Bali I Made Swastika selaku Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Bali.
SUMBANGSIH - Bertepatan dengan upacara Ngenteg Linggih di Pura Ulun Banjar Bringkit Desa Belayu Kecamatan Marga, Tabanan, yang jatuh pada Sabtu (27/6), BPR Lestari kembali ikut memberikan sumbangsih dalam piodalan dengan memberikan dukungan dharma wacana bersama Ida Pedanda Gde Made Gunung. Mengambil tema ‘’Upacara Yadnya sebagai Media Pembelajaran Umat Hindu’’, BPR Lestari dan Ida Pedanda Gde Made Gunung mengajak masyarakat Br. Beringkit khususnya generasi muda untuk lebih aktif dalam mempelajari agama Hindu melalui yadnya. ‘’Saat ini generasi muda Hindu di Bali kurang peduli dengan tradisi ritual agama Hindu. Kita tidak ingin di masa mendatang, budaya Bali yang berakar dari agama Hindu musnah akibat ketidakpedulian generasi mudanya saat ini,’’ terang Ida Pedanda Gde Made Gunung. Acara yang dihadiri ratusan pangempon pura berlangsung dengan santai namun para pangempon sangat antusias mendengarkan dharma wacana yang disampaikan Ida Pedanda.
40
13 - 19 Juli 2015
MBP/ist
MBP/ist
MANDIRI - Dibesarkan di keluarga broken home tidak lantas membuat anak pertama dari seorang ayah I Gusti Made Warta ini terpuruk dengan keadaan orangtua yang tidak lagi utuh. Keadaan ini malah membuat gadis yang memiliki seorang adik laki-laki ini menjadi lebih mandiri dan terbiasa untuk menggantikan peran ibu mengurus semua kebutuhan dan kegiatan rumah tangga sejak duduk di bangku SMP. Dengan keadaan orang tua yang telah berpisah ini tidak lantas membuat gadis yang akrab disapa Getha ini, semangat sekolahnya terhenti dan terpengaruh pergaulan bebas. Getha mengurus semua kebutuhan mencari sekolah SMA dengan mandiri tanpa bantuan orangtua. Getha yang juga atlet volley ini diterima di salah satu SMA Negeri terbaik di Badung atas prestasi akademiknya dan prestasi non-akademiknya di bidang bola voli. Getha merupakan penerima Beasiswa Generasi Lestari I yang melanjutkan kuliahnya di Unud. Selain memberikan bantuan dana, Beasiswa Generasi Lestari juga memberikan pelatihan-pelatihan soft skill seperti pelatihan kepemimpinan, kepribadian dan masih banyak lagi.
MUSDA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan semua koperasi yang ada di Kota Denpasar memiliki sertiďŹ kasi kompetensi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai, akhir tahun 2015 ini. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kota Denpasar, Jumat (26/6) di Gedung Graha Sewaka Dharma. Rai Mantra menambahkan, sertiďŹ kasi kompetensi ini sangat diperlukan karena saat menghadapi MEA semua lembaga keuangan asing yang telah memiliki sertiďŹ kasi kompetensi akan merambah sampai tingkat bawah. Pengembangan koperasi itu sendiri, dimulai dari diri pengurus itu sendiri. Bila sudah mempunyai kompetensi untuk mengembangkan dari diri sendiri, itu sudah pasti akan lebih mudah dan bisa berkembang. Ketua Panitia Musda, Nyoman Kerta Jaya mengatakan, pelaksanaan Musda telah berjalan dengan baik sesuai harapan. Musda ini memilih pengurus Dekopinda Kota Denpasar periode 2015-2020.
MBP/ist
MBP/ist
OTONAN - Keluarga besar Puri Ageng Tegeh Kori Jembrana ring Badung pada Minggu (28/6) lalu atas seizin dan perkenan Ratu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bertempat di pelataran Puri Ageng ring Badung menyelenggarakan upacara Manusa Yadnya Piotonan Enam Bulan untuk putri kedua dari pasangan Shri I Gst. Ngurah Wira Wedawitry Wedasteraputra Suyasa, S.H., M.H. dan Jro Melati Merry Dyanthi yakni I Gusti Ayu Ratu Tri Bhuwana Tungga Dewi Kanaya Wedawitryputri Suyasa. Dalam acara yang dihadiri semeton Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ini dan semeton dari Puri Penyaringan Jembrana dan juga kerabat dekat puri, diselenggarakan ritual secara sederhana sesuai dengan keinginan panglingsir puri. Upacara ini di-puput oleh Ida Ratu Shri Bhagawan Nabe Wira Kerti (Geria Tegeh Kori Buleleng) dan diadakan sesuai dengan tradisi Hindu Majapahit Bali.
KUNKER - Senator DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III melakukan kunjungan kerja ke Oslo, Norwegia. Kehadiran wakil Bali di negara paling utara di Eropa Barat ini serangkaian kerja sama parlemen yang digagas oleh BKSP DPD-RI. Selain Dr. Wedakarna, kunker ini dihadiri juga oleh Senator Bengkulu dan Senator Sultra. Selama kunker lima hari di Eropa ini, Dr. Arya Wedakarna mendapatkan informasi tentang bagaimana Norwegia kini menjadi negara Eropa dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia, yakni hampir mencapai USS 90.000 - US$ 120.0000 per tahun, padahal negara yang tidak lebih luas dari Sumatera ini hanya berpenduduk 5 juta orang. Di satu sisi, Norwegia yang sepanjang hari disinari oleh matahari ini, dikenal sebagai negara terdepan penghasil energi minyak, gas dan perikanan. 13 - 19 Juli 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
DISKUSI - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIMI) Handayani Denpasar menggelar diskusi panel bersama Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Jumat (26/6). Diskusi panel yang digelar di kampus STIMI Handayani Denpasar ini mengangkat tema “Implementasi Strategi Dalam Upaya Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah dan Ekonomi Kreatif Berdasarkan Pendekatan Budaya”. Diskusi panel yang digelar serangkaian dies natalies dan wisuda ini dihadiri Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Udiyana, Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra S, S.H., M.H., akademisi, praktisi dan para pelaku UKM dan ekonomi kreatif, siswa SMA/SMK di Kota Denpasar, dosen dan mahasiswa berbagai PTN dan PTS di Denpasar serta segenap civitas akademika STIMI Handayani Denpasar.
LOMBA - UKM Mapala Bhuana Giri Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar sukses menyelenggarakan Lomba Susur Pantai Bali tingkat Nasional ke-13, Sabtu (27/6). Lomba susur pantai kali ini dimulai dari pantai timur Tulamben, Karangasem berakhir di Pantai Sambirenteng, Buleleng dengan jarak tempuh 29,2 km. Perserta lomba datang dari PTN/PTS seluruh Indonesia di antaranya Merauke, Padang, Riau, Jambi, Makassar, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Palangkaraya, Jakarta, Jember, Bali (Denpasar, Badung, Gianyar, Karangasem, Buleleng) berasal dari organisasi pecinta alam (Sispala dan Mapala) serta masyarakat. Nampak dalam foto Rektor Unmas Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. menyerahkan piala bergilir Lomba Susur Pantai Bali tingkat Nasional XIII kepada panitia pelaksana.
MBP/ist
MBP/ist
HARI BAIK - Adanya perbedaan hari baik saat melaksanakan upacara khususnya pitra yadnya di masyarakat menimbulkan pengaruh buruk terhadap pelaksanaan upacara itu sendiri. Melihat hal tersebut Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakilnya IGN Jaya Negara menggelar paruman sulinggih se-Kota Denpasar untuk menyamakan persepsi di kalangan masyarakat, Senin (29/6) di Pura Dalem Mutering Jagat, Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Paruman sulinggih dihadari Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan 77 sulinggih se-Kota Denpasar dengan menghadirkan pemakalah Ida Pedanda Gede telaga Gerya Gde Telaga Sanur. Dalam paruman tersebut para sulinggih menyepakati larangan pada umat melaksanakan upacara pitra yadnya saat hari Kala Gotongan dan Semut Sedulur.
REVITALISASI - Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan Wali Kota Denpasar melalui video conference di Pasar Desa Pakraman Pohgading, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, Selasa (30/6). Video conference ini terkait Launching Revitalisasi 1.000 Pasar Rakyat di seluruh Indonesia tahun anggaran 2015. Selain Wali Kota Denpasar, Presiden juga berdialog dengan Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Wali Kota Banda Aceh. Pasar Pohgading dijadikan lokasi video conference lantaran menjadi salah satu dari 1.000 pasar yang direvitalisasi sesuai program pemerintah pusat. “Program revitalisasi pasar tradisional yang ada di Pohgading, Kecamatan Denpasar Utara ini sudah berlangsung dengan fisik 2,9 persen sampai hari ini. Jadi dana yang kami terima sebesar Rp 5 miliar dari usulan kami Rp 15 miliar,” ujar Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengawali laporannya kepada Presiden.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
MBP/ist
MBP/ist
BAKSOS - Mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Sabtu (27/6) menggelar bakti sosial (baksos) terpadu di Desa Pelaga. Peserta baksos dilepas WR I Prof. IGN Alit Wiswasta didampingi Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H. Ketua Panitia Baksos Dr. Ketut Sukawati Lanang P. Perbawa, S.H., M.Hum. menjelaskan, baksos diikuti 350 mahasiswa dan dosen. Baksos sengaja memilih Desa Pelaga karena memiliki karakteristik pedesaan yang sedang membangun diri menjadi desa wisata. Untuk itu FH Unmas ingin memahami bagaimana mendorong warga Desa Pelaga menunjang pariwisata Badung secara integritas dengan model pedesaan. Model ini juga termasuk penelitian FH Unmas untuk desa wisata. Nampak dalam foto WR I Unmas Prof. IGN Alit Wiswasta, Dekan FH Unmas I Nengah Susrama dan saat melepas dosen dan mahasiswa peserta baksos.
YUDISIUM - Pusat Pendidikan Latihan Pariwisata Manajemen Pariwisata Indonesia (Mapindo) Singaraja sukses menggelar Yudisium XXIII Tahun 2014/2015 dengan melibatkan 106 wisudawan dan wisudawati. Acara yudisium tersebut dihadiri Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya Pusat Jimmy Suarthana dan Direktur Mapindo Singaraja I Dewa Komang Suardana, S.E., M.M., Selasa (30/6) di aula kampus setempat. Sejumlah undangan disambut tari Sekar Jagat sebagai pembukaan yudisium. Dalam sambutannya, Direktur Mapindo Singaraja I Dewa Komang Suardana, S.E., M.M. mengatakan, melalui ratusan calon wisudawan dan wisudawati Mapindo Singaraja memancarkan corong suara pendidikan kepada masyarakat Singaraja, untuk bersama-sama memajukan pendidikan dan membuka lapangan kerja melalui dunia kepariwisataan.
MBP/ist
MBP/ist
BUKA PUASA - Stikom Bali bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Orwil Bali, Sabtu (27/6) menggelar buka puasa bersama 107 anak yatim dan dhuafa bertempat di aula STIKOM Bali, Denpasar. Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, acara ini sebagai bentuk kepedulian STIKOM Bali dan ICMI Bali terhadap anak-anak yatim dan kaum dhuafa agar mereka juga merasa diperhatikan oleh orang lain. Ketua Panita Edwar Ridwar, S.Ag., MM.Kom mengatakan 107 anak yatim dan dhuafa ini didatangkan dari tiga panti asuhan di Tabanan yakni Al Inayah, Hidayatullah, dan Tarbiatul Islam. Sedangkan dua lainnya dari Denpasar yakni MA Al Muhaijirin Pemogan dan Persatuan Muslim Akasia. Nampak dalam foto Hj. Farida Hanum Ritonga memberikan amplop santunan hari raya kepada salah seorang perwakilan panti asuhan dari Tabanan disaksikan Ketua MUI Bali HM As’adi, S.Ag (kiri)) dan Dewi (kanan).
OTOKRITIK - Selama ini pemborosan upacara agama Hindu di Bali acapkali terlaksana karena adanya satu kedaulatan rakyat yang tidak berfungsi yakni keberanian rakyat Bali dalam berbicara dan mengemukakan pendapatnya dalam forum adat dan agama. Akhirnya sikap diam ini menyebabkan munculnya status quo di Bali yang akhirnya menguntungkan sekelompok kecil yang berusaha menggagas upacara agama secara besar-besaran dengan pemborosan luar biasa. Otokritik ini disampaikan oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, saat memberikan dharma wacana di Pura Baturaya Karangasem. Ia pun menyoroti bahwa makin tingginya tingkat gelar intelektual seseorang belum tentu menjamin kualitas keagamaannya dan hal ini menjadi fenomena yang mengkhawatirkan. 13 - 19 Juli 2015
43
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
APRESIASI - Seluruh Fraksi di DPRD Kabupaten Gianyar menyampaikan apresiasi atas laporan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Bali dimana Pemkab Gianyar dalam pengelolaan keuangan daerah tahun 2014 berhasil memeroleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal tersebut disampaikan pada Rapat Paripurna II DPRD Gianyar, Selasa (30/6) yang beragendakan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Pidato Pengantar Bupati tentang Ranperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2014. Rapat Paripurna dibuka Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Togog, serta dihadiri Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, Wabup Made Mahayastra, jajaran Muspida, pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Gianyar, camat dan unsur terkait lainnya.
KOMITMEN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di Bali melalui kegiatan bedah rumah. Bertempat di Desa Yehembang Kangin Kecamatan Mendoyo, Sabtu (27/6), dengan disaksikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, CEO BNI Kantor Wilayah Denpasar Aryanto Purwadi menyerahkan secara simbolis bantuan lima unit bedah rumah kepada I Gede Suardika, Perbekel Desa Yehembang Kangin. Dalam keterangannya, Sudikerta mengajak dunia usaha lainnya agar turut berpartisipasi dalam upaya Pemprov Bali mempercepat pengentasan warga dari kemiskinan dan menciptakan Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera (mandara) melalui pemberian bantuan bedah rumah. “Manfaatkan dan pergunakanlah bantuan bedah rumah ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya kepada I Komang Suarya, penerima bantuan bedah rumah dari Banjar Sumbul.
MBP/ist
MBP/ist
SIDAK - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karangasem melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Modern Hardys, Jumat (26/6) lalu, guna memantau harga dan ketersediaan bahan pokok serta pangan hewani menjelang Lebaran. Sidak dimulai pukul 09.00, dipimpin langsung Ketua Tim TPID Karangasem Sekda Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si. bersama anggota tim. Selain mengecek harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang lebaran aman, sidak ini juga memastikan makanan dan minuman kemasan, termasuk parcel yang akan dijual kepada masyarakat benar-benar layak konsumsi. Lokasi pertama yang disidak Pusat Pasar di Pasar Amlapura Timur. Di tempat itu Sekda Adnya Mulyadi dan Tim TPID Karangasem langsung memantau harga bahan kebutuhan pokok dari para pedagang.
BAIK - IKIP PGRI Bali termasuk LPTK di Bali, NTB dan NTT yang berkualitas baik dari segi proses maupun output. Ini dibuktikan jumlah peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Gelombang I IKIP PGRI Bali konsisten sepanjang tahun. Pada SPMB IKIP PGRI Bali yang digelar, Selasa (30/6) diikuti 444 peserta tersebar di semua program studi yakni BK, Pend. Bahasa Indonesia, Pend. Bahasa Daerah Bali, Pend. Seni Tari, Pend. Seni Rupa, Pend. Ekonomi, Pend. Sejarah, Pend. Matematika, Pend. Biologi dan FPOK. Tiga program studi terbanyak yakni FPOK, Matematika, Ekonomi dan Sejarah. SPMB 2015 langsung ditinjau Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., bersama PD I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., PR II Drs. Dewa Putu Juwana, M.Pd., PD III Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd., dan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd.
44
13 - 19 Juli 2015
MBP/rah
MBP/ist
TES URINE - Guna menciptakan lingkungan desa bebas narkoba 2015, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan tes urine untuk puluhan pemuda dari karang taruna di Kelurahan Semplangan, Gianyar, Minggu (28/6). Hasil tes yang dilakukan pada puluhan pemuda pamudi ini di pastikan nihil dari jangkauan narkotika. Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP Made Pastika menuturkan bahwa kegiatan tes urine yang dilakukan di kantor lurah Semplangan ini, merupakan melanjutkan inturuksi atasan dalam mewujudkan lingkungan desa ebbas narkoba 2015. Ditambahkan kegiatan tes urine ini juga kelanjutan dari sosialisasi yang sudah di lakukan beberapa Minggu sebelumnya. Kali ini pihaknya menyiapkan 100 tes urine untuk karang taruna.
KOMITMEN - Berbagai pihak kini menyoroti ancaman dari sejumlah organisasi dunia yang mengecam tidak maksimalnya perhatian pemerintah daerah untuk memelihara status UNESCO tersebut. Dan komitmen menjaga status UNESCO ini disampaikan oleh Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat menghadiri upacara agama di Pura Pesimpangan Tirta Empul Tampaksiring Gianyar. Saat itu, senator muda yang juga President The Sukarno Center ini disambut oleh pimpinan DPRD Gianyar, Prajuru Adat di Tampaksiring dan juga sejumlah tokoh masyarakat. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ketua DPRD Gianyar, Prajuru Adat di Mancawarna Desa Sanding Tampaksiring.
MBP/san
MBP/ist
ZIARAH - Dalam memperingati HUT ke-69 Bhayangkara, Rabu (1/7) digelar acara ziarah dirangkaikan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta, Selasa (30/6). Acara dihadiri oleh Kapolda Bali, Irjen. Pol. Ronny Franky Sompie berserta jajaran Polda Bali dan perwakilan Polres. Kapolda Bali usai acara menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Bali mewakili keluarga besar Polda Bali, baik yang berdinas di Polda sampai ketingkat Polsek atas dukungan, kerjasama dan konribusi yang diberikan selama ini, sehingga anggota Polri yang betugas di wilayah Polda Bali bisa melaksanakan tugasnya dan merayakan HUT yang ke-69. Ia juga meminta doa restu dari seluruh masyarakat Bali agar pihaknya mampu melakukan tugas pokok dan fungsi sebagai anggota Polri dan bisa mendukung pencapaian visi propinsi Bali yaitu Bali Mandara atau Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera. Memperingati HUT ke-69 Bhayangkara sesuai dengan intruski Kapolri, menurut Sompie seperti tahun-tahun sebelumnya dilakukan secara sederhana.
PELATIHAN - STIMI Handayani Denpasar menggelar pelatihan manajemen perkantoran dan kesekretarisan untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar, Selasa (30/6) di aula kampus STIMI Handayani Denpasar. Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. I.B. Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak. mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi, yaitu dalam rangka meningkatkan penalaran, wawasan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung efektivitas tugas-tugas pimpinan. Kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung efektivitas tugas-tugas pimpinan yaitu belum maksimalnya kinerja SDM, baik itu motivasi, kemampuan, kesadaran dan komitmen dalam memberikan pelayanan. Nampak dalam foto - Ketua Yayasan STIMI Handayani Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. bersama Ketua STIMI Handayani Denpasar Ida Bagus Udiyana dan sejumlah dosen, pembicara dan peserta pelatihan. 13 - 19 Juli 2015
45
TRADISI
“Ngaturang” Upeti ke Pura Kehen
Ungkapan Rasa Syukur atas Hasil Panen Berlimpah
D
esa Penglipuran, Bangli, salah satu desa yang teguh memegang dan menjalankan tradisi serta adat-istiadat. Sejumlah tradisi yang selama ini diwariskan oleh para leluhur mereka masih tetap dijaga dan dilaksanakan. Salah satunya yakni tradisi ngaturang upeti ke Pura Kehen. Sesuai namanya, dalam tradisi ini masyarakat Desa Penglipuran menghaturkan hasil jerih payah mereka ke Pura Kehen. Tradisi ngaturang upeti ke Pura Kehen ini dilaksanakan masyarakat Penglipuran setiap tahun sekali, tepatnya pada sasih Sadha atau dalam kalender masehi jatuh sekitar bulan Juni. Bendesa Adat Penglipuran Wayan Supat menyampaikan, tradisi ngaturang upeti ke Pura Kehen ini sejatinya merupakan suatu rangkaian upacara yang dilaksanakan masyarakat petani di Penglipuran. Tradisi ini biasanya dilaksanakan setelah masyarakat melaksanakan panen. “Sesungguhnya ini adalah rangkaian dari upacara yang dilaksanakan oleh para petani di Penglipuran. Biasanya setelah petani selesai panen, saat sasih Sadha petani harus melakukan upacara
MBP/ina
ayan Supat glipuran W
Bendesa Pen
ngaturang upeti,” terangnya. Upeti yang dihaturkan dalam tradisi ini berupa sesajen. Di antaranya banten pejati, tumpeng penyeneng dan aturan tetegenan yang di dalamnya berisi 5 kilogram nasi, 33 tusuk sate dan lawar. Selain itu, upeti yang dihaturkan masyarakat juga berupa pala bungkah dan pala gantung (umbi-umbian dan
buah-buahan). Upacara ngaturang sesajen ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh warga Desa Penglipuran dengan prosesi mapeed (berjalan beriringan). Menurut Supat, tradisi ngaturang upeti ini tidak terlepas dari sejarah kedatangan masyarakat Penglipuran yang dulunya berasal dari Desa Bayung Gede Kintamani. Konon oleh para leluhur kala itu warga pendatang dari Bayung Gede diberikan sebuah wilayah untuk bisa mereka tempati. Wilayah yang dimaksud itulah yang kini menjadi Desa Penglipuran. “Jadi wilayah Desa Penglipuran ini merupakan wilayah Ida Bhatara Kehen yang diberikan kepada Ida Bhatara Kubu. Dan karena masyarakat Penglipuran istilahnya sebagai penyakap, maka setiap selesai panen kami wajib menghaturkan imbalan jasa berupa upeti ke Pura Kehen,” terangnya. Selain sebagai wujud masyarakat membayar pajak karena sudah diberikan tempat tinggal, tradisi ngaturang upeti ke Pura Kehen ini, menurut Supat, juga merupakan sebuah ungkapan syukur dari masyarakat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas hasil panen yang berlimpah. Sementara itu, meski ngaturang upeti ini wajib hukumnya, namun masyarakat Penglipuran ternyata pernah tidak melaksanakan tradisi ngaturang upeti selama beberapa kali. Supat mengatakan, ditangguhkannya pembayaran upeti saat itu dikarenakan masyarakat di Desa Penglipuran masih melaksanakan pembangunan pura. “Karena saat itu kami masih melaksanakan pembangunan di Pura sehingga ngaturang upetinya ditangguhkan. Kurang lebih pernah hingga tiga kali,” imbuhnya. Dayu Swasrina Pura Kehen
46
13 - 19 Juli 2015
PEMERINTAHAN
Pemkab Klungkung Sosialisasi Penataan Pesisir Pantai Belatung PEMERINTAH Kabupaten Klungkung menggelar acara sosialisasi penataan kawasan pesisir pantai Belatung Goa Lawah, Kecamatan Dawan Senin (16/2). Dipimpin langsung oleh Bupati Suwirta dan Wakil Bupati Made Kasta didampingi Asisten I bidang pemerintahan dan kesejahteraan I Wayan Tika serta para kepala SKPD terkait. Acara sosialisasi berlangsung dibalai Banjar Belatung sebelah timur Pura Goa Lawah. Hadir puluhan masyarakat pesisir pantai Pesinggahan yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani yang didampingi Perbekel Desa Pesinggahan I Nyoman Suastika. Kondisi lahan di sekitar pantai Belatung yang dimiliki oleh sekitar 36 warga saat ini banyak dipenuhi semak belukar serta bangunan-bangunan semipermanen para petani garam tradisional. Dalam pemaparannya kepada warga yang hadir, Wayan Tika selaku moderator acara mengatakan bahwa acara sosialisasi ini bertujuan untuk memaparkan rencana Pemkab Klungkung yang ingin menata kawasan pantai Belatung yang berada diantara pantai wates dan pantai Goa Lawah untuk mendukung objek wisata Pura Goa Lawah. “Selain pantai Belatung, pantai Tegal Besar, Banjarangkan juga rencananya akan ditata,” ujar Tika. Maka dari itu melalui sosialisasi ini Pemkab Klungkung meminta persetujuan warga pesisir terkait rencana penataan ini. Sementara menurut Wabup Made Kasta, rencana penataan ini adalah upaya untuk menarik pengguna jalan untuk menikmati pemandangan dan suasana pantai sambil beristirahat. “Dengan adanya pengunjung tentu akan ada pemasukan bagi warga, desa dan Pemkab melalui jasa parkir maupun berjualan,” ujar Wabup Kasta. Untuk itu Wabup Kasta berharap dukungan dari warga setempat dalam penataaan kawasan pesisir ini. Klian Dusun Belatung I Ketut Suardita mengatakan bahwa dirinya setuju dengan rencana penataan pesisir pantai guna menarik pengunjung, namun selain penataan pesisir Ketut Suardita harapkan penataan jalan raya Goa Lawah yang sangat padat. “Saya
setuju sekali dengan penataan pesisir ini, namun langkah baiknya jika jalur lalu lintas Goa Lawah juga ditata, karena jalur yang ramai sangat menyulitkan warga di perbukitan ketika akan beraktivitas di pesisir pantai,” ujar Ketut Suardita. Salah seorang nelayan I Ketut Artawan juga menyatakan persetujuannya akan rencana Pemkab, namun Artawan harapkan perhatian Pemkab seandainya rencana penataan terealisasi, supaya semua kegiatan keseharian para nelayan dan petani garam tradisional tidak terganggu dengan penataan pesisir ini. “Saya setuju sekali dengan penataan ini, namun mohon diperhatikan pula bagaimana supaya aktifitas kami sebagai nelayan dan petani garam tidak terganggu,” ujar Ketut Artawan. Artawan juga berharap jika penataan telah berjalan sukses, supaya warga setempat diberdayakan untuk bisa bekerja dan mencari nafkah di wilayahnya. Dalam kesempatannya, Bupati Suwirta menceritakan awal mulanya rencana penataan pesisir ini. Berawal dari seringnya Bupati Suwirta melewati pantai Goa Lawah Klungkung
dan pantai Wates Karangasem untuk menuju Padangbay guna menyeberang menuju Nusa Penida, Bupati Suwirta melihat perbedaan yang mencolok antara pantai Wates dengan pantai Pesinggahan. Pantai Belatung Goa Lawah yang sebenarnya memiliki lebih banyak potensi pariwisata daripada pantai Wates terlihat kurang tertata. “Dengan potensi yang dimiliki pantai Belatung, mulai dari kerindangan pantainya sampai aktivitas nelayan dan petani garam tradisional yang sering menarik turis mancanegara saya pikir akan lebih menarik jika ditata,” ujar Bupati Suwirta. Atas dasar pemikiran itu Bupati Suwirta lantas membentuk tim guna merealisasikan rencana ini. Bupati Suwirta apresiasi segala masukan dan saran yang disampaikan warga yang hadir. Dengan disetujuinya rencana ini, selanjutnya bupati akan perintahkan tim penataan turun ke lapangan melakukan kajian teknis dan berdialog dengan warga pesisir guna meminta masukan. Selain penataan pantai Belatung – Goa Lawah, bupati juga rencana akan membuat pelabuhan rakyat di sebelah barat pantai Goa Lawah. (adv) 13 - 19 Juli 2015
47
PROPERTI
Arsitektur Bali Dikhawatirkan Tergusur di Tanahnya Sendiri
P
ada saat arsitektur bangunan mengalami penyeragaman sebagai akibat arus internasionalisme, hal ini bisa berdampak pada arsitektur Bali. Apalagi, kini arsitektur modern terus menggempur bangunan gedung-gedung di Bali. Ditambah lagi dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dikhawatirkan arsitektur warisan para leluhur Bali tersebut makin tergusur di tanahnya sendiri. Kekhawatiran tersebut cukup beralasan. Bangunan-bangunan yang tidak memperlihatkan arsitektur Bali kini menjamur tidak hanya di wilayah Denpasar dan Badung, tetapi juga telah merambah beberapa daerah perkotaan di Bali. Bangunan-bangunan pusat perbelanjaan, perkantoran, lebih banyak menampilkan kesan modernnya. Meskipun, telah ada aturan mengenai ornamen khas Bali untuk setiap ban-
48
13 - 19 Juli 2015
gunan yang dibangun di Denpasar, gempuran arsitektur modern tersebut memang tak bisa dihindarkan. Untuk sekadar memenuhi aturan tentang ornamen khas Bali tersebut, para pemilik gedung seperti dengan rada-rada terpaksa menempelkannya begitu saja pada bangunan yang dibangun. Bahkan, tak jarang yang memaksakan bentuk-bentuk yang lazim digunakan dalam bangunan tradisional Bali sejajar dengan bangunan modern. Kondisi ini disadari betul oleh Dekan Fakultas Teknik Unud, Prof. NPG Suardana, Ph.D. Dia pun mengaku prihatin dengan semakin pudarnya arsitektur Bali menghiasari bangunan-bangunan yang tumbuh bak jamur di musim hujan. “Kita semua tahu, asitektur Bali hanya ada di Bali, tidak ada di tempat lain. Ini seharusnya jadi fokus kita bersama,� tegasnya, beberapa waktu lalu.
Kondisi sangat mencolok, toko-toko yang dibangun di jalan protokol saat ini tidak ada stil Balinya. Menurutnya, model bangunan minimalis kalau dibangun di jalan-jalan protokol sudah tidak cocok. Seharusnya, yang ditonjolkan budaya atau arsitektur Balinya. Tentu saja hal ini kian sangat mengkhawatirkan dengan berlakunya MEA nanti. Karena, pada saat itu dipastikan banyak tenaga arsitektur luar bahkan asing akan menyerbu Bali yang telah menjadi daerah internasional. Pada saat para arsitektur lokal Bali berupaya go internasional dengan diberlakukannya MEA, justru arsitektur khas Bali malah tergusur di tanahnya sendiri. Karena itu, Suardana pun berharap pemerintah lebih tegas lagi memberlakukan aturan tentang ornament khas Bali termasuk melindungi arsitektur khas Bali ini. Kerta Negara
Arsitek Bali Siap Menangkan MEA TAK cuma keindahan alam, masyarakat internasional juga jatuh hati dengan budaya Bali, termasuk arsitektur bangunannya yang tidak ada di negara lain. Ini peluang sangat bagus bagi para arsitek Bali yang mempunyai ciri khas yaitu kearifan lokal. Karenanya, meski beragam arstektur modern kini merambah sektor properti di Bali, sebenarnya tidak perlu khawatir arsitek lokal akan tersingkir oleh pekerja dari luar Bali, termasuk dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015. “Sebenarnya standar ilmu keteknisipilan dimana-mana sama. Di Amerika, Jerman dan negara lainnya, standarnya sama. Misalnya standar beton, di negara mana pun pasti sama,” tegas akademisi Ir. Made Mudhina, M.T. Menurutnya, arsitek Bali harus bangga karena kecil kemungkinan tersingkir oleh tenaga kerja luar negeri. Menurut Mudhina, mereka punya nilai plusnya yaitu arsitektur Bali. Apalagi, bangunan arsitektur Bali banyak diminati warga negara asing dan
turis maupun pengusaha domestik. “Arsitektur Bali yang merupakan kearifan lokal ini harus terus dikembangkan karena hanya ada di Bali. Ini yang menjadi nilai plus kita. Tak hanya di Bali, tapi bidang ini bisa memenuhi kebutuhan pasar hingga ke luar negeri,” ujarnya. Oleh karena itu, ia berharap lembaga pendidikan tinggi yang memiliki program studi keteknisipilan harus dilengkapi dengan kompetensi tentang arsitektur tradisional. Tujuannya, untuk selalu mengembangkan tradisi kearifan lokal. “Harus kita terus gemakan atau suarakan. Di tempat kami sudah melaksanakan sertifikasi kompetensi bidang tersebut sejak lama,” ungkap Direktur Politeknik Negeri Bali ini. Mesti diketahui bahwa arsitektur Bali tidak hanya dikembangkan di Bali. Banyak WNA juga ingin mengembangkan di negaranya. Kebutuhan tersebut harus difasilitasi. “Misalnya, rumah arsitektur Bali banyak dikirim ke Kanada. Mereka
ingin sekali memiliki rumah arsitektur Bali. Bisa pengembangan sayap ke luar negeri,” tandasnya. Kalau bukan orang Bali yang bangun, arsitek luar negeri tidak paham soal ini. Peluang ini bukan hanya untuk kepentingan Bali, sedangkan undagi Bali belum memliki daya saing tinggi. Oleh karena itu, lulusan arsitek Bali yang mengadopsi kearifan lokal tersebut mesti digenjot. “Walau aplikasinya teknologi, tapi jangan lupa kearifan lokal. Kalau ngomong mesin, produksinya dimanamana sama. Sedangkan arsitek kita (Bali-red) punya nilai plus memiliki keunggulan sektor priwisata bidang budaya dan seni. Apalagi, banyak perguruan tinggi internasional justru sangat tertarik dengan budaya seni. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh tenaga kerja Bali,” ujarnya. Soal sertifikasi arsitek local, menurut Mudhina, lulusan perguruan tinggi bidang ketekniksipilan wajib mengantongi sertifikat kompetensi. Kerta Negara
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
ADVOKASI - Guna mewujudkan lingkungan bersih narkoba di lingkungan pekerja, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Senin (29/6) mengelar advokasi mengenai penyusunan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Program untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba ini diselengarakan di Kantor PDAM Tirta Mangutama, yang diikuti oleh jajaran direksi beserta staff dan karyawan. Kepala BNNP Bali Kombes Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, S.H., didampingi Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ni Ketut Adi Lisdiani, SKM, MHP, Ed., mengatakan, kegiatan ini merupakan sosialisasi ke pemerintah maupun swasta tentang bahaya narkoba. Kegiatan advokasi yang diikuti oleh 50 orang lebih, diakui Suastawa hanya sosialisasi tanpa diikuti tes urine. Namun, tidak menutup kemungkinan, BNNP Bali juga akan melakukan kegiatan itu pada kesempatan berikutnya.
PENUHI JANJI - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III memenuhi janjinya mengawal kasus pelecehan hari raya Nyepi 2015 yang dilakukan oleh terduga Irawansyah M.Ali asal NTB yang sempat disorot masyarakat beberapa waktu lalu. Dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPD-RI, Senator Dr. Wedakarna memanggil Polda Bali, PHDI Bali serta Kanwil Agama Provinsi Bali. Dalam kesempatan itu, Senator RI mendapat penjelasan dari pihak Polri bahwa saat ini kasus pelecehan hari raya Nyepi di media sosial ini masih tetap berjalan dan komitmen kepolisian tetap untuk dapat memenuhi rasa keadilan, walau masih ada proses yang harus dijalani. Terhadap hal ini, Senator Wedakarna menyatakan apresiasinya. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Suryambodo Asmoro (Direskrimsus Polda Bali), H. Mustain (Kabat TU Kemenag Bali), Jero Suastika (PHDI Bali/FKUB) dalam rapat di Kantor DPD-RI.
MBP/ist
MBP/ist
WORKSHOP - Pada Selasa (30/6) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kopertis Wilayah VIII menyelenggarakan workshop di Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali. Workshop Pembinaan Debat Bahasa Inggris bagi Mahasiswa PTS di Lingkungan Kopertis Wilayah VIII itu dihadiri Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS. dan Wakil Rektor I Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A. Sedangkan dari pihak Kopertis VIII hadir Kepala Bagian Akademik Drs. I Ketut Sudarwa beserta jajarannya. Narasumber workshop itu Ni Kadek Ary Susandi, S.S., M.App,Ling. Kegiatan itu diikuti 100 mahasiswa yang merupakan wakil PTS yang hendak mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba debat bahasa Inggris pada Agustus mendatang, tempatnya juga di Undhira.
BEBAS VISA - Salah satu kebijakan strategis yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat yakni dibebaskannya VISA masuk ke Indoneia yang mencakup 45 negara diapresiasi oleh Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Sesuai target pemerintah untuk mendatangkan 20 Juta Wisatawan khususnya di luar Bali yang kini sudah penuh sesak tetap dikawal oleh DPD RI. Kini dengan bebas visa untuk 45 negara menjadi bukti bahwa Indonesia sudah mampu mensejajarkan diri dengan negara maju dalam hal diplomasi migrasi. Demikian diungkap Senator RI Dr Wedakarna yang ditemui di Kantor Menteri Luar Negeri Jakarta. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama M. Fachir, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Sukmawati Sukarno selaku Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme, dan Suryawan Sukarno Putra, Pembina The Sukarno Center.
50
13 - 19 Juli 2015