94 |15 - 21 Juni 2015
KAPITAL
BUDAYA
PARIWISATA BALI
BALI
Pariwisata Budaya Dipersimpangan RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI Suvenir Pilkada dan Politik Biaya Tinggi 6 BALI SEPEKAN Harga Tiket ke Pulau Menjangan Naik Pemandu Wisata dan Sopir Boat Geram 7 LAPORAN UTAMA BALI Pariwisata Budaya di Persimpangan 8 Semangat Nawacita VS Kejahatan Lingkungan 9 Masyarakat Lokal akan Tergusur 10
POLITIK Meragukan Netralitas Aparat Desa 16 Memangkas Proyek Infrastruktur 17 PENDIDIKAN Guru Enggan Jamah Penelitian 18 DAERAH Pengelolaan Desa Wisata
LENSA Bermain Layangan 26
OLAHRAGA Anjuran Penuh Risiko 28 LINGKUNGAN Vila di Kawasan TNBB
Untungkan Investor, Pemerintah Terima Getahnya 36
Belum Maksimal 22
PARIWISATA Objek Wisata Ceking Tetap Memesona 38 TRADISI “Melabuh Ketupat” KESEHATAN Permainan Lemari Badut
Latih Komunikasi Anak Autisme 24
Wujud Syukur Atas Hasil Pertanian yang Melimpah 46 PROPERTI Hadapi MEA, Arsitek Perlu Sertifikasi 48 15 - 21 Juni 2015
3
DARI PEMBACA
TPS Sampah di Tengah Permukiman S
ungguh ironis apabila di tengah permukiman padat penduduk masih terdapat transfer dipo (tempat pembuangan sementara). Permukiman penduduk yang sehat adalah impian semua warga. Permukiman yang sehat adalah permukiman yang nyaman ditinggali dan tersedia ruang hijau yang segar. Akan tetapi, hal itu seakan menjadi angan-angan semata bagi masyarakat Jl. Kaswari, Kelurahan Kampung Anyar Singaraja Bali. Pasalnya selama ini di tengah tempat tinggal mereka masih terdapat satu TPS sampah yang tiap harinya penuh dengan sampah dari penduduk Kota Singaraja. Dilihat dari segi kesehatan dan kenyamanan tentu saja hal itu sangat mengganggu kehidupan warga setempat. Aroma sampah yang menyengat setiap hari dan kekumuhan lingkungan yang menyebabkan datangnya penyakit menjadi masalah serius bagi warga setempat. Kami berharap TPS sampah ini dipindah dari permukiman warga. Tempat tinggal yang nyaman dan sehat adalah impian semua warga masyarakat, khususnya warga masyarakat Jl. Kaswari Singaraja Bali. Moh. Mahrus Jl. Kaswari No. 9 Buleleng
Danau Tamblingan Sudah Jomplang D
anau Tamblingan merupakan danau ketiga di atas perbukitan Candi Kuning Pancasari dan kawasan Tamblingan dengan latar belakang hutan lindung yang sudah jomplang karena ulah masyarakat yang bermukim di sekitarnya, terjadi sedimentasi, perubahan karakter tepi dari gambut sekarang agak berpasir, kepunahan ikan �asli� yang hidup di dalam habitat danau seperti kuyuh, lele, betok, ikan kuning, mujair, dan lain-lain. Mengenai kasus penertiban rompok/ rumah semipermanen di sekitar area Pura Gubug, sebenarnya sudah dikelola secara baik oleh Bendesa Adat Munduk, namun pada saat eksekusi dilakukan terjadi hal yang agak emosional. Secara kasatmata persoalan ini sudah ditarik ke ranah politik praktis. I Ketut Bagiastra Desa Celuk Sukawati, Gianyar Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
15 - 21 Juni 2015
4
Kedodoran Jaga Tata Ruang PENGELOLAAN tata ruang di Bali kedodoran. Hal ini ditandai dengan maraknya pelanggaran peruntukan dan tidak tegasnya pemerintah dalam mengambil tindakan. Indikasinya terjadinya kolusi dalam pemanfaatan ruang di Bali pun menguat. Hal ini ditandai dengan makin maraknya ditemui fasilitas penyangga pariwisata baik itu berupa hotel, restoran dan vila yang tidak mengantongi izin. Tak hanya itu, jalur hijau yang dulunya menjadi perlindungan kawasan resapan air dan areal pertanian juga banyak dilanggar. Batasbatas kawasan jalur hijau pun tak jelas. Hal itu terungkap saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali terkait dengan tata ruang Bali. Pada jajak yang dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon ini, ada 62,55 persen responden yang menduga maraknya pelanggaran tata ruang di Bali karena adanya kolusi. Indikasinya, penindakan atas bangunan yang melanggar peruntukan kawasan tak tersentuh. Keberadaan Satpol PP sebagai penengak Perda juga mandul. Selain itu, responden juga menengarai ada negosiasi perizinan terkait dengan maraknya investasi yang
melanggar peruntukan kawasan. Sementara itu, 33,02 persen responden berpandangan maraknya pelanggaran tata ruang bukan merupakan dampak dari lemahnya pengawasan saja. Selama ini, bangunan yang melanggar peruntukan kawasan namun tidak ditindak karena investasi dibangun pada lahan milik pribadi. Selain itu, pemilik modal kini juga sangat lihai dalam bersiasat. Mereka menggunakan celah yang tak diatur dalam perda. Sering kali izin yang dimohon tak sesuai dengan investasi yang dibangun. Bahkan, sejumlah investor menjadikan desa adat sebagai tameng untuk melindungi investasi. Selebihnya, 4,43 responden tak memberikan respons terkait hal ini. Sejumlah responden kelompok ini malah mengaku bosan mengomentari pelanggaran tata ruang karena tak pernah ada reaksi dari pemerintah. Selebihnya, responden mengaku tidak paham betul ketentuan tata ruang wilayah. Mereka hanya berharap pemerintah konsisten menjaga tata ruang Bali. Pejabat jangan hanya mengejar keuntungan ekonomi. Dira Arsana
Pelanggaran tata ruang di Bali makin tak terkontrol, hal ini didasari fakta banyaknya villa/restoran bodong. Menurut anda, apakah hal ini karena pengawasannya lemah? 62,55%
33,02%
4,43% N=636
Tidak Tidak Ya Tahu grafis: tomik cahya
15 - 21 Juni 2015
5
5
OPINI
Suvenir Pilkada dan Politik Biaya Tinggi DALAM pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) melegalkan pemberian hadiah (suvenir) bagi para calon pemilih kepala daerah (pilkada). Peraturan tersebut menyatakan bahwa pemberian suvenir atau hadiah dari calon kepala daerah kepada pemilih berupa barang dengan batasan Rp 50 ribu untuk tiap pemberian. Suvenir itu bisa berupa stiker, kartu nama, bola, kaos, bendera, dan sebagainya. Mengingat banyak kritik dari berbagai kalangan, akhirnya besaran harga suvenir tersebut direvisi menjadi Rp 25 ribu saja. Tentu saja peraturan ini tetap mengundang kontroversi di tengah publik sekaligus sebagai kemandekan demokrasi. Melegalkan suvenir di pilkada, sama saja dengan mempertaruhkan kualitas demokrasi kita. Pemberian suvenir sama saja dengan bermain-main dengan praktik politik uang yang seharusnya diperangi secara masif. Pemilihan kepala daerah serentak Desember mendatang terancam diselimuti awan kelam politik uang. Harapan untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi akan hangus dalam beberapa tahun terakhir apabila sistem pemilihan kepala daerah malah melegalkan praktik pemberian suvenir. Praktik demikian hanya akan menjadi penyakit kronis yang menggerogoti kualitas demokrasi. Ini juga sebagai sumber kegagalam calon kepala derah memenuhi kewajibannya sebagai perangkat dan penguat demokrasi ke arah lebih modern. Michael dan Levis Kochin (1996) mengungkapkan bahwa, dalam sistem demokrasi modern, menawarkan uang kepada voters dalam rangka untuk mendukung salah satu calon merupakan tindakan yang salah dan ilegal. Bagi yang sepakat dengan pandangan tersebut, jelas sekali bahwa legalitas pemberian suvenir merupakan bentuk degradasi politik yang mengarah pada jual beli suara. Dalam hal ini, kerangka yang ditawarkan bukan lagi visi-misi. Melainkan sejauh mana membayar pemilih sebanyak mungkin untuk menetapkan pilihannya. Memang dari segi jumlah pemberian suvenir tidak terlalu besar. Namun perlu
6
Oleh Aminuddin
diingat bahwa dalam dunia politik, apa pun bisa terjadi. Bahkan celah sedikit pun dapat menjadi jalan untuk melakukan tindakan yang lebih besar. Dalam hal ini, regulasi pemberian souvenir akan menjadi celah untuk melakukan praktik politik uang. Salah satu cara yang paling mungkin dilakukan adalah memainkan harga suvenir tersebut. Calon kepala daerah akan memanipulasi harga-harga barang yang yang dibeli dan disesuaikan dengan peraturan dalam pilkada. Belum lagi, calon kepala daerah akan memberikan kuantitas barang, dengan harga rata-rata Rp 25.000. Jika dikalkulasi, maka harga tersebut melebihi harga yang telah ditetapkan. Inilah yang akan dimainkan untuk menyiasati regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Jebakan Biaya Tinggi Regulasi kontroversi itu jelas merupakan kegagapan dari pemerintah untuk menanggulangi biaya politik yang tergolong tinggi. Tingginya biaya politik yang selama ini dikeluarkan oleh para kandidat menjadi problem tersendiri untuk melakukan berba-
gai hal termasuk korupsi. Sejauh ini, politik biaya tinggi masih menjadi sebuah ikhtiar politik terutama bagi calon kepala daerah yang tidak memiliki visi dan misi jelas. Berkaca kepada pemilihan legislatif beberapa waktu lalu, biaya politik yang tinggi disinyalir karena tidak berfokus pada biaya kampanye. Namun untuk membeli suara guna memobilisasi pemilih. Langkah ini dilakukan guna mengalahkan calon lain dalam menyogok konstituen. Mereka yang bertarung tidak hanya bersaing dengan kompetitor beda partai. Namun separtai pun mereka saling sikut. Ini yang membuat para caleg pun akhirnya jor-joran mengeluarkan biaya politik untuk meraih kemenangan. Melihat hal itu, kita semakin mengukuhkan disertasi Pramono Anung (2013) bahwa modal seorang calon legislatif (caleg) DPR periode 2009-2014 berkisar Rp 300 juta hingga 6 miliar. Fakta politik biaya tinggi inilah yang mendorong pemerintah melegalkan suvenir politik. Disinyalir, dengan pembatasan suvenir maksimal Rp 25.000 akan mendorong calon kepala daerah tidak melakukan praktik politik uang secara masif. Artinya, calon kepala daerah bisa memanfaatkan legalitas suvenir tersebut untuk lebih dekat kepada pemilih. Namun, melegalkan suvenir politik tidak menggaransi praktik politik uang akan hilang. Melegalkan politik uang dengan membatasi maksimal Rp 25.000 ribu tidak sertamerta menghentikan politik uang. Dengan demikian, akar yang harus dibenahi adalah mental pemilih, yang dipilih, maupun penyelenggara. Pemilih dapat diberikan pendidikan politik secara masif. Sedangkan bagi calon, regulasi yang ketat harus dilakukan agar tidak melakukan praktik kotor. Misalnya, mendiskualiďŹ kasi dan tidak dapat mengikuti pemilihan kepala daerah dalam jangka waktu cukup lama. Dengan demikian, ada efek jera yang timbul kepada calon kepala daerah. Penulis, peneliti politik di Bulaksumur Empat, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
15 - 21 Juni 2015
6
BALI SEPEKAN
Harga Tiket ke Pulau Menjangan Naik
Pemandu Wisata dan Sopir Boat Geram
MBP/dgk
KENAIKAN harga tiket ke Pulau Menjangan (kawasan TNBB) dari Pelabuhan Banyuwedang, Gerokgak, membuat sopir boat dan pemandu wisata menjadi geram. Mereka menilai penetapan kenaikan harga tiket bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari Rp 20 ribu menjadi Rp 200 ribu tidak adil. Kenaikan dipicu atas terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 tahun 2014 yang mengatur tiket masuk kawasan Taman Nasional, lalu ditindaklanjuti Balai TNBB dengan menyosialisasikan melalui SE.718/BTNBB-1/2015.
Akibat kenaikan harga tiket masuk, aktivitas wisatawan di dermaga Banyuwedang menjadi sepi. Sopir boat dan pemandu wisata berharap Kementerian Kehutanan melakukan pengkajian ulang. Harga baru tiket masuk dinilai sangat tinggi dan pelaku pariwisata bersama wisman mengeluh. Bahkan, banyak di antaranya yang mengurungkan niat berkunjung ke Pulau Menjangan. Berdasarkan PP nomor 12 tahun 2014, mengatur tiket masuk kawasan Taman Nasional, di dalamnya termasuk Kawasan Pulau Menjangan. Harga tiket untuk wisman awalnya Rp 20.000 menjadi Rp 200 ribu. Bagi wisatawan domestik harga tiket Rp 10 ribu pada hari biasa, Rp 15 ribu pada hari libur, dan khusus mahasiswa Rp 6.000. “Tiketnya terlalu mahal, jadi banyak wisman enggan membeli tiket semahal itu,” ujar Sandi Senin (1/6). Dewa Kusuma
Dua Proyek Tower Seluler Distop DUA proyek pembangunan tower seluler di Kelurahan Baler Bale Agung dan Banjar Tengah Senin (1/6) dihentikan Satpol PP Jembrana lantaran belum berizin. Petugas terpaksa menyita peralatan dan mesin genzet untuk pembangunan tower yang rencananya untuk operator Telkomsel itu. Selain itu dua tower mobile (sementara) yang berada di sekitar lokasi proyek juga disegel petugas. Petugas melakukan pengecekan ke lokasi setelah laporan dari masyarakat terkait tower mobile yang sudah beroperasi itu. Dari pengecekan, ternyata di kedua lokasi juga terdapat pembangunan untuk tower namun belum berizin. Kendati masih
dalam tahap penggalian, petugas menghentikan pembangunan dan menyita sejumlah alat termasuk genzet. Kasi Trantib Satpol PP Jembrana Gede Nyoman Suda Asmara mengatakan pembangunan tower untuk seluler itu melanggar Peraturan Daerah (perda) Nomor 1 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Menara dan Perbup Nomor 33 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Perda Penyelengaraan Menara. Saat petugas mendatangi lokasi, tidak ditemukan penanggung jawab pengelola tower itu, hanya sejumlah buruh yang menggarap pembangunan untuk tower. Surya Dharma
Alih Fungsi Lahan Eks Galian C
25 KK Terancam Tergusur RENCANA Pemkab Klungkung untuk melakukan alih fungsi lahan eks galian C menjadi kawasan pariwisata diprediksi akan membuat ratusan warga setempat akan kehilangan pekerjaan. Selain itu, puluhan perumahan milik warga terancam digusur dari lahan eks galian C seluas 300 hektar itu. Masyarakat yang saat ini masih menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut mengaku khawatir dengan dampak alih fungsi ini. Mereka mengaku akan kehilangan pekerjaan. Sebab, setelah nantinya lahan tersebut diambil alih investor, mereka tak bisa lagi memanfaatkan lahan yang menjadi tempat mencari nafkah puluhan tahun itu. Seorang warga asal Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung Wayan Wasta (55), Selasa (2/6) mengaku masih menggantungkan hidupnya di lahan eks galian C di Desa Gunaksa. Buruh pengangkut tanah ini setiap harinya mendapatkan upah rata-rata 50 ribu sehari dari jasanya meratakan lahan galian C seluas 50 are milik keluarganya. Material tanah sisa perataan tersebut diangkut secara manual ke atas truk dengan ongkos Rp 100 ribu untuk satu truk yang dikerjakan oleh lima orang. Pekerjaan sebagai pengangkut material tanah di eks galian C digeluti sekitar 200 orang warga. Dewa Farendra
Pedagang Pasar Seni Geopark Keluhkan Penjualan Anjlok SEJUMLAH pedagang yang menempati kios di Pasar Seni Geopark mulai mengeluh. Pascamenempati kios sejak tiga minggu terakhir, omzet dagangan mereka menurun. Penyebabnya adalah karena minimnya wisatawan yang berbelanja, tidak seramai ketika masih berjualan di kios mereka yang lama. Seperti dikatakan salah seorang pedagang Wayan Sumerta, Selasa (2/6).
Dia mengaku sejak menempati kios Pasar Seni Geopark pertengahan Mei lalu, pendapatan yang diperoleh dari hasil berjualan menurun tajam. Sejak berjualan di kios tersebut, dia mengaku hanya dikunjungi 2-3 orang pembeli. Tentunya kondisi ini dirasakannya berbeda ketika masih berjualan di kiosnya yang lama. “Kalau dibanding yang sekarang, jelas lebih ramai yang dulu,” ungkapnya.
Kata Sumerta, minimnya pembeli tidak hanya dialami dirinya. Namun juga beberapa rekan sesama pedagang lainnya. Bahkan karena dirasa sepi, ada pedagang yang berjualan di luar kios, meski proses pembongkaran kios sudah selesai dilakukan. Sejauh ini Sumerta mengaku belum memiliki keinginan untuk ikut berjualan di luar kios. Sosiawan 15 - 21 Juni 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
BALI
Pariwisata Budaya di Persimpangan
K
onsep pariwisata budaya telah menjadi komitmen dalam pengembangan kepariwisataan di Bali. Namun belakangan, konsep pariwisata budaya sedikit demi sedikit mulai tergerus. Bali pun berada di persimpangan apakah Bali masih bangga dengan mempertahankan budaya dan lingkungan sebagai ikon Bali, atau mengikuti ambisi pengusaha dan penguasa untuk mencari secara cepat dan sebanyak-banyaknya. Ketua PHRI Bali Dr. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati tak menampik kecenderungan itu. Menurutnya, Joop Ave (alm) ketika menjadi menteri pariwisata di era 90-an pernah mengatakan, pengembangan pariwisata Bali jangan melebar ke mana-mana. Misalnya, Kuta diperbaiki sesuai dengan konsep pengembangan Kuta. Begitu juga dengan kondisi di Ubud, biarkan begitu, dan tingkatkan kualitas destinasi budaya di Ubud. Cok Ace tak menampik saat ini telah terjadi penyimpangan meski Bali masih bertahan di pariwisata budaya. Belum lagi ada kebijakan pemerintah yang menargetkan 30 juta wisatawan di tahun 2029. Mantan Bupati Gianyar ini menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan konsep pariwisata budaya. “Menurut saya sih jangan ubah konsep budaya Bali. Kalau budaya kan harus tertentu jumlahnya, nggak boleh terlalu banyak. Seperti Raja Ampat, dulu rafting tahun 90-an hanya 3 perusahaan tiket bisa jual 68 dolar. Sekarang perusahaannya 14, tiketnya hanya 20 dolar,” lanjutnya. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengatur RDTR agar tetap ada keadilan pariwisata di Bali. “Nanti ada daerah-
daerah tugasnya hanya menjaga budaya saja, tapi nggak mendapat apa-apa. Ada daerah-daerah yang hanya mendapat uang saja, dsb. Ini bagaimana, masih dicarikan formatnya,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua GIPI Bali Bagus Sudibya berpendapat perlu ada kompromi agar Bali tetap bisa mempertahankan sustainability pariwisata. Menurutnya, apa yang diinginkan pemerintah terkait pertumbuhan, persaingan dan perkembangan budaya harus disikapi sebagai sebuah sesuatu yang dinamis atau berkembang. “Ada kubu konservatif yang hanya dengan kultur budaya, titik, sepertinya tidak boleh diganggu gugat. Tetapi jangan lupa, kultur budaya kita itu bersifat dinamis. Kultur budaya itu senantiasa selalu berubah, inilah yang harus disikapi, inilah yang harus dipahami, inilah yang harus ditempatkan sebagai satu subjek yang harus kita bicarakan,” ujarnya. Bagus sendiri tidak ingin ada dikotomi
antara kubu konservatif dan kubu dinamis, maupun antara pariwisata berkualitas dan pariwisata massal. Karena itulah, dirinya menyarankan adanya focus group discussion antara dua kubu untuk mencari solusi dari permasalahan pariwisata Bali saat ini dan ke depan. Rindra
Cok Ace
8
15 - 21 Juni 2015
8
Semangat Nawacita Kejahatan Lingkungan PEMBANGUNAN yang berkelanjutan didengungkan sejak era 1990-an. Kelestarian lingkungan, salah satu indikatornya. Bali, sangat cocok dengan konsep tersebut. Apalagi, falsafah Tri Hita Karana yang mengajarkan menjaga hubungan antara manusia dengan lingkungan telah menjadi komitmen bersama. Namun konsep itu tidaklah cukup, kalau tidak diikuti dengan penegakan hukum yang jelas dan tegas. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti Nurbaya dalam pidatonya, pekan lalu secara tegas mengatakan, kedaulatan negara dalam menjaga sumber daya alam (SDA) tidak boleh kalah oleh siapapun termasuk oleh kejahatan sumber daya alam. Oleh karena itu, kelestarian lingkungan dan hutan harus sesuai dengan komitmen, aksi dan gerakan perlindungan lingkungan hidup yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK dalam program Nawacita di bidang lingkungan dan kehutanan. ‘’Cara kerja kementerian sesuai dengan semangat Nawacita, yang paling penting menegaskan kedaulatan negara. Bagaimana cara kita menjaga sumber kekayaan alam,” kata Siti Nurbaya dalam diskusi bertajuk “Hutan Indonesia di Simpang Nawacita” di Jakarta, pekan lalu. Penegasan tersebut disampaikan Siti terkait dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh pada 5 Juni 2015. Menurut Siti, Nawacita adalah sembilan agenda prioritas pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Dan salah satunya adalah menyoal tentang lingkungan dan sumber daya alam yaitu upaya mewujudkan kemandirian ekonomi domestik dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Menurut dia, menjaga sumber kekayaan alam merupakan salah satu unsur penting dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional bangsa. “Bagaimana sumber daya alam kita jaga kalau teknologinya tidak kita miliki, dan hanya yang kuat yang menang, dan bagaimana kedaulatan bisa kita jalankan kalau rakyat tidak sejahtera,” katanya. Siti mengakui penanganan lingkungan dan hutan tidak bisa dijalankan dan ber-
tumpu pada lembaganya saja, tetapi juga pihak terkait termasuk dalam penegakan hukumnya. Luasnya dimensi persoalan dalam pembenahannya menyebabkan persoalan aspek hukumnya menjadi sulit. “Oleh karena itu dengan semangat Nawacita, kita ingin menyelesaikan kejahatan tentang sumber daya alam,” kata Siti. Siti menjelaskan ada tiga sasaran strategis pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Yaitu pertama, menjaga kualitas lingkungan hidup dengan pengelolaan, pengendalian serta daya dukung. Kedua, menjaga jumlah dan fungsi hutan serta isinya, dan ketiga menjaga keseimbangan ekosistem dan keberadaan sumber daya alam untuk kelangsungan kehidupan. “Tentu saja utamanya menjaga konsep kesinambungan,” terangnya. Siti menilai isu lingkungan hidup dan sumber daya alam setara dengan isu pertumbuhan ekonomi dan hak asasi manusia. Sebab, UndangUndang Dasar tahun 1945 memasukan mandat pembangunan berwawasan lingkungan dalam pasal 33 ayat 4 dan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dalam pasal 28 H ayat 1. Terkait dengan pembalakkan hutan, Siti mengakui praktik illegal logging di Indonesia merupakan persoalan pelik dalam membenahi lingkungan hidup dan kehutanan. “Yang paling berat adalah soal illegal logging karena kejahatan ini bermetamorfosis. Akibatnya hal ini menjadi tidak mudah penanganannya,” kata dia. Kejahatan illegal logging, adalah kejahatan dengan pola sangat terstruktur. Karenanya tidak cukup diselesaikan oleh satu kementerian saja, tapi harus juga melibatkan banyak pihak. “Dan kita harus perangi bersama karena mereka kejahatan terorganisir dan korporat,” tegasnya. Terkait dengan perizinan, untuk izin tambang Siti memastikan tidak ada izin baru lagi. “Tidak ada izin baru lagi untuk perusahaan batubara karena mereka tidak melakukan reklamasi dengan baik dan sesuai aturan,” ujarnya. Hardianto
Oleh karena itu dengan semangat Nawacita, kita ingin menyelesaikan kejahatan tentang sumber daya alam. Menteri KLH Siti Nurbaya Strategi Cegah Kerusakan Menjaga kualitas lingkungan hidup dengan pengelolaan, pengendalian serta daya dukung. Menjaga jumlah dan fungsi hutan serta isinya. Menjaga keseimbangan ekosistem dan keberadaan sumber daya alam untuk kelangsungan kehidupan. 15 - 21 Juni 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
Masyarakat Lokal akan Tergusur
P
emerintah pusat menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan di tahun 2019. Sementara pemerintah daerah Bali menargetkan 30 juta wisatawan di tahun 2029. Banyak yang mengkhawatirkan target tersebut. Bukan masalah fisimistis terhadap realisasi target tersebut, tetapi lebih kepada daya dukung Bali. Kalau saja ada 30 juta wisatawan yang datang tahun 2029, Bali akan penuh sesak. Akan diperlukan banyak hotel, restoran dan fasilitas pariwisata untuk menampung mereka. Akan banyak diperlukan rumah dan tempat kos untuk menampung tenaga kerja yang melayani mereka. Belum lagi
10
kendaraan yang akan mengangkut mereka selama di Bali. Demikian pula akan diperlukan ratusan ribu tenaga kerja untuk memberikan pelayan dari karyawan hotel sampai tukang pijit dan penjalin rambut di pantai. Bisa dibayangkan, Bali akan penuh sesak. Lingkungan Bali akan terkoyak dan budaya pertanian akan hilang tergusur bangunan hotel, rumah dan tempat kos-kosan. Koordinator ForBALI Wayan “Gendo” Suardana tidak ingin target tersebut dijadikan alasan pembenar untuk mengeksploitasi Bali atas nama pembangunan pariwisata. “Tapi sekarang kan madzhabnya atau
aliran yang disampaikan pemerintah hanya menambah wisatawan datang. Kemudian Bali misalkan, dieksploitasi untuk kepentingan turisme dan setelah itu tidak ada upaya untuk mengembalikan ke wisata budaya yang menghidupkan Bali,” ujarnya, pekan lalu. Gendo menambahkan, target ini juga jangan dijadikan kedok untuk membuat destinasi wisata baru. “Kalau modelnya seperti sekarang, seperti prediksi Walhi dalam 10-20 tahun ke depan, pariwisata Bali akan mengalami kebangkrutan. Bali itu hidup dari pariwisata budaya, sebelum ada objek wisata buatan, Bali sudah terkenal. Dan ingat, objek wisata buatan itu nggak ada yang hidup di Bali. Mana ada yang maksimal,” tegasnya. Namun, lanjut Gendo, untuk mendatangkan wisatawan ini memang tidak serta merta dipandang buruk. Kendati harus diingat, bila wisatawan yang datang tidak hanya membawa uang tapi juga menghasilkan sampah dan limbah. Studi dari BLH Bali di tahun 2011 menurutnya sudah jelas menyebut ada sekitar 11 titik pantai -
1 - 7 Juni 2015
10
tercemar akibat limbah industri pariwisata. Begitu juga sampah yang menumpuk. “Kemudian konsumsi air kan sudah jelas, bahwa konsumsi air paling banyak itu industri. Akhirnya tetap kita berhitung daya dukung dan daya tampung. Pemerintah harus fair,” lanjutnya. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) wilayah Bali Putu Anom menyatakan, Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya yang berbasis pada Tri Hita Karana. Artinya pembangunan di Bali terlebih pariwisata harus mengacu pada kedua hal tersebut. Karenanya Bali jangan disamakan dengan daerah lain, apalagi negara lain. Tidak! Bali telah memiliki ciri khas sesuai dengan akar budaya Bali yang sangat menghormati lingkungan. Jadi, akan sangat menyimpang apabila pengembangan pariwisata Bali dilakukan dengan mengenyampingkan budaya. Pariwisata Bali yang berlandaskan budaya tidak bisa disamakan dengan pariwisata yang berkembang di negara lainnya. “Membangun pariwisata Bali jangan
disamakan dengan daerah tujuan wisata (DTW) di luar Bali, seperti Jakarta apalagi dengan atau luar negeri, seperti Singapura,” ungkap Putu Anom, pekan lalu. Menurutnya, keunikan Bali harus tetap menjadi ikon Bali, baik alam maupun sosial budayanya. Sebab, motivasi wisatawan berkunjung mencari sesuatu yang beda di daerah atau negara asalnya. Masyarakat Bali tidak alergi dengan investor dalam mendukung pembangunan. Namun, investor yang ingin berinvestasi wajib mengacu pada konsep Tri Hita Karana agar terwujud keharmonisan dalam kehidupan. Selain itu, investor juga harus tetap mengacu kepada Perda Pariwisata Budaya yang bersumber dari nilai-nilai luhur agama Hindu, RTRWP Bali, RTRW kabupaten/kota. “Pada prinsipnya kita tidak menolak kehadiran investor untuk membangun Bali, tetapi investor agar membangun di Bali dengan memperhatikan lingkungan, kawasan suci dan juga mengutamakan pemerataan pembangunan di semua wilayah, bukan semua memilih membangun di Bali Selatan,” tegasnya.
Ia melihat Bali Selatan telah mengalami over capacity, sehingga banyak memunculkan permasalahan. Karena itu, masalah moratorium memang harus dilaksanakan dan harus secara tegas dilaksanakan oleh pemerintah (eksekutif) sebagai pengambil, penentu dan yang memutuskan kebijakan publik dengan persetujuan legislatif. Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Drs. I Made Sendra, M.Si., mengatakan, pengembangan pariwisata Bali harus sesuai dengan pedoman yang tertuang dalam Perda tentang Cultural Tourism. Dalam perda itu diatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan manusia sesuai ajaran Tri Hita Karana. Menurutnya, pedoman yang sudah dimiliki ini mesti diperkuat lagi. “Artinya ketika sebuah daerah dikembangkan sebagai destinasi wisata, maka harus mengedepankan kepentingan masyarakat lokal, jangan mereka sampai tergusur. Tidak hanya orientasinya untuk kaum kapitalis atau pemilik modal,” tandasnya. Rindra
25 - 31 Mei 2015
11 MBP/dok
Sejumlah wisatawan mengabadikan prosesi keagamaan yang dilaksanakan umat Hindu di Bali. Prosesi budaya ini menjadi salah satu daya tarik wisawatan datang ke Bali.
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/Wan
MUSDA - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Denpasar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang ke-4 di Gedung Shanti Graha, Jalan PB Sudirman Denpasar, Sabtu (30/5). Musda kali ini bertemakan ‘’Dengan Musyawarah Daerah Kita Wujudkan Kreativitas, Kemandirian dan Etos Kerja Berbasis Kearifan Lokal Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN’’. Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar Drs. I Komang Sugiarta, M.Si., perwakilan Dandim 1611/Badung, perwakilan Kapolresta Denpasar, Kejaksaan Negeri Denpasar, anggota DPRD Denpasar, Kementerian Agama Kota Denpasar, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LDII Kota Denpasar, Ketua Dewan Pimpinan Daerah LDII Kota Denpasar, Ketua FKUB, Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan, Ketua MUI Kota Denpasar, Ketua NU Kota Denpasar, Pimpinan Muhammadiyah, Ketua Forum Hindu Muslim, Seluruh Danramil se-Kota Denpasar, Seluruh Kapolsek se-Kota Denpasar, dan unsur masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
UNGGUL - Upaya SMAN 1 Tabanan terus mempertahankan predikatnya sebagai sekolah unggul di Kabupaten Tabanan tampaknya tak hanya angan-angan. Pasalnya, tahun ini sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Agung Tabanan itu kembali menorehkan beragam prestasi, baik di kalangan siswa maupun guru-guru setempat. Prestasi tahun ini tak hanya di tingkat provinsi, juga mampu membawa sejumlah siswa berprestasi hingga tingkat nasional. Seperti dalam ajang lomba cerdas cermat (LCC) empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, tim Smasta yang berjumlah sembilan orang siswa berhasil meraih juara di tingkat provinsi dan selanjutnya akan berlenggang ke tingkat nasional pada Agustus mendatang. Prestasi yang tak kalah serunya yakni juara Olimpiade Sains Nasional (OSN), Maret lalu. Dari sembilan mata pelajaran dengan dua puluh tujuh juara yang diperebutkan, Smasta berhasil menggondol 19 juara. Nampak dalam foto Wakasek Kesiswaan Mulyadi Djoyo Astowo saat berbaur dengan sejumlah siswa berprestasi di lingkup SMAN 1 Tabanan.
MBP/ist
ABDIMAS - Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bersama BEM Unmas, Sabtu (30/5) melakukan pengabdian terpadu di Desa Manikyang, Selemadeg, Tabanan. Pengabdian masyarakat (Abdimas) terpadu kemarin melibatkan semua civitas akademika fakultas di lingkungan Unmas. Pengabdian ditandai dengan penyerahan bantuan pembangunan proyek BEM Unmas di desa ini. Pembangunan tersebut mencakup sarana permandian dan toilet. Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat Terpadu dan Peresmian Permandian Umum BEM Unmas Ni Putu Ayu Arianti menjelaskan, program ini sudah digarap sejak dua tahun lalu. Permandian umum dituntaskan senilai Rp 8 juta, BEM Unmas juga menyerahkan sembako sebanyak 100 bingkisan. BEM juga sejak lama menurunkan tim untuk mengajar anak-anak SDN 2 Pupuan Sawah serta penyuluhan kesehatan gigi bagi siswa SD dan masyarakat umum. Nampak dalam foto Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta dan Sastra Wibawa saat memimpin abdimas terpadu di Desa Manikyang.
12
15 - 21 Juni 2015
MBP/ist
SEDERHANA - Pelepasan siswa kelas IX SMPN 3 Denpasar berlangsung sederhana penuh nuansa spiritual. Pelepasan siswa diawali persembahyangan bersama bertepatan purnama sadha, Senin (1/6). Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdhana, S.Pd., M.Psi. melepas 341 siswa kelas IX ditandai penyerahan siswa kepada Ketua Komite SMPN 3 Denpasar Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Wayan Murdhana mengungkapkan pelepasan siswa kelas IX sengaja dilakukan sederhana karena menyadari masa depan dan tugas anakanak masih panjang. Mereka yang lulus 100 persen ini harus dihadapkan pada keputusan menentukan studi lanjut ke SMA dan SMK. Hasil pelacakan studinya, alumni SMPN 3 Denpasar tahun lalu 100 persen diterima di sekolah negeri. Nampak dalam foto Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdhana didampingi Ketua Komite IGB Arthanegara dan Wakasek saat melepas siswa kelas IX.
MBP/ist
APRIORI - Sebagian masyarakat cenderung apriori dan memukul rata semua politisi. Bahwa politisi itu busuk, tebar pesona dan janji, instan, pura-pura, dan lainnya. Walau suara sumbang cuma datang dari segelintir -- yang bisa saja nama samaran dari lawan politik -- relawan yang mendukung pencalonan Wayan Sudirta sebagai bakal calon Bupati Karangasem tak tinggal diam. Sudirta juga tak terganggu oleh komentar miring segelintir orang di ruang maya. Minggu (31/5), ia turun di Kecamatan Selat, membagikan 974 lebih sembako untuk rumah tangga miskin 3 desa dari 21 dusun. “Diambil hikmahnya saja. Sinisme itu jalan buat kami sajikan fakta, apa yang telah dikerjakan oleh Pak Wayan Sudirta dkk. sejak Orde Baru sampai era Reformasi. Kami sajikan di akun kita, Relawan Sudirta Karangasem (RSK) di Facebook,” kata Putu Wirata Dwikora, operator akun RSK. Sebulan ini, di akun tersebut diunggah foto-foto Sudirta disalami warga, setelah menerima bingkisan sembako. Total paket yang diserahkan di puluhan desa bagi warga miskin ratusan buah dusun/lingkungan, mendekati 20 ribu.
MBP/ist
UKIR PRESTASI - Siswa SMAN 3 Denpasar (Trisma) kembali mengukir prestasi nasional. Kali ini di ajang akademis paling bergengsi Olimpiade Sains Nasional (OSN) anak-anak Trisma meraih tiga medali yakni satu perak dan dua perunggu. Dari empat siswa Trisma yang memperkuat tim OSN Bali ke tingkat nasional, tiga siswa meraih medali. Medali perak diraih Ni Putu Cyntia Suryadewi (XI Mia-2) untuk OSN bidang ekonomi. Medali perunggu masing-masing diraih Ni Gusti Agung Ayu Sugita Sari (XI Mia-1) di bidang kebumian dan Pande Ketut Cahya Nugraha (X-Mia-5) bidang komputer. Sedangkan I Dewa Agung Basthara (X-IPS) masuk final di bidang kebumian. Cyntia tercatat sudah dua kali mengikuti OSN, hanya tahun lalu belum berhasil meraih medali. Kini dia dengan sukacita memboyong medali perak untuk bidang ekonomi, padahal dia siswa berbasis IPA.
MBP/ist
MUNAS - Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) V tanggal 28-31 Mei. Munas tahun ini mengusung tema “Meningkatkan FSP RTMM-SPSI yang Solid dan Mandiri”. Munas V yang dibuka pada Kamis (28/5) lalu dihadiri 536 anggota FSP RTM-SPSI seluruh Indonesia. Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP RTMM-SPSI H. Mukhyir Hasan Hasibuan mengatakan, hal yang dibahas pada munas adalah masalah regulasi IHT (industri hasil tembakau) dan masalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2015 tentang penjualan minuman beralkohol (mikol). Adanya regulasi-regulasi tersebut berpengaruh pada produk rokok yang menyebabkan penjualannya menurun hingga tujuh juta batang. Otomatis, perusahaan tersebut melakukan efisiensiefisiensi seperti PHK terhadap para pekerja.
REVITALISASI - Peletakan batu pertama dalam rangka revitalisasi Pasar Desa Pakraman Poh Gading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (3/6) berlangsung khidmat. Acara ini dihadiri Wali Kota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kota Denpasar. Acara diawali dengan ucapan selamat datang oleh Bendesa Desa Pakraman Poh Gading, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota. Setelah itu, Wali Kota melakukan peninjauan pasar, kemudian dilanjutkan dengan sembahyang bersama. Tujuan revitalisasi Pasar Desa Pakraman Poh Gading, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara ini ialah untuk mewujudkan kondisi pasar tradisional dengan pelayanan yang semimodern, baik dari segi bangunan fisik dengan sarana dan prasarana modern maupun peningkatan kualitas pengelola dan pedagang agar dapat memberikan pelayanan yang baik.
15 - 21 Juni 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
WISUDA - Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra, S.E., M.M., Jumat (29/5) mewisuda 29 ahli madya akuntansi. Hingga kini Akademi Akuntansi Denpasar sudah menamatkan 460 ahli madya. Yang membanggakan Akademi Akuntasi Denpasar sejak 2013 meraih akreditasi B. Kedua, semua tenaga ahli madya yang diwisuda kemarin 100 persen sudah mendapat pekerjaan. Ini berarti masa tunggu lulusannya nol bulan. ‘’Tak ada kata menganggur bagi lulusan Akademi Akuntansi Denpasar,’’tegas I Wayan Wetra. Tampil sebagai lulusan terbaik I, II dan III Ni Putu Riazza Ayu Sundari, Ni Kadek Yudiasih dan Ita Herawati. Direktur Akademi Akuntansi Denpasar, Wayan Wetra mengatakan prestasi ini sebagai bukti bahwa lulusannya memiliki daya saing tinggi. Mapan dalam keilmuan dan terampil di dunia kerja. Tuntutan ini sangat diperlukan dalam persaingan MEA dan era global.
LEPAS - Dalam rangka pelepasan on the job training mahasiswa Alfa Prima tahun angkatan 2014/2015, Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra melepas sekaligus memberikan kuliah umum bertema ‘’Pemuda dan Profesionalisme’’. Acara pelepasan ini diikuti 543 mahasiswa D-1 dan D-2 dari tujuh jurusan yakni Manajemen Informatika dan Komputer, Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Manajemen Administrasi Bisnis, Komputer Akuntansi, Desain Grafis dan Animasi, Teknisi Komputer dan Handphone, dan Broadcasting. Pada acara yang dilaksanakan Sabtu (30/5) di The Grand Santhi Hotel Denpasar, Wali Kota Rai Mantra mendorong agar lulusan ini nantinya bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau menjadi wirausaha serta terus memupuk sifat profesionalisme dalam dunia kerja maupun lingkungan pendidikan. Nampak dalam foto Wali Kota Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menerima kenangkenangan dari Dirut Alfa Prima I Made Artana.
MBP/ist MBP/ist
DIPERHITUNGKAN - Mediteranian Bali, salah satu lembaga pelatihan di bidang perhotelan dan kapal pesiar di Indonesia, makin diperhitungkan keberadaannya. Terbukti, Jumat 29 Mei 2015 lalu, bertempat di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, lembaga ini menerima penghargaan Indonesia Education Innovative Award 2015 dengan kategori Institution Of Highly Recommended In Hotel & Cruise Line Training Centre Of The Year 2015. Penghargaan ini dianugerahkan oleh Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI yang diserahkan oleh Ir. Asep Komaruddin MP selaku Asst. Deputy Pengembangan dan Pengkaderan Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI kepada Direktur Mediterranean Bali. Penghargaan ini dianugerahkan atas inovasi secara berkesinambungan Mediterranean Bali dalam produk berupa program studi ter-update dengan industri saat ini, layanan kepada mahasiswa/alumni dan tingkat kepuasan masyarakat dan seluruh stakeholder-nya.
14
15 - 21 Juni 2015
BERSAING SEHAT - Semua pihak, seperti tim dari sejumlah bakal calon Bupati Karangasem, hendaknya bersaing sehat dan saling menghormati. Termasuk pemasangan spanduk dan baliho menyambut Galungan-Kuningan dan Idul Fitri. Etika harus dijaga, hak setiap warga harus dihormati. Jika ada yang melanggar etika, mengancam dan menebar teror, pasti akan dilaporkan ke polisi, sebagai tindakan pidana. Hal itu disampaikan Relawan Wayan Sudirta dan Forum KBD/ Kaling (Klian Banjar Dinas/Kepala Lingkungan) Kecamatan se-Karangasem pendukung bakal calon bupati PDI Perjuangan, Wayan Sudirta. Ditegaskan penasihat KORdEM Bali dan Relawan Sudirta, memang ada laporan Wayan Sumerta, relawan Wayan Sudirta yang mendengar keluhan pemilik warung di Ulakan, Manggis. Pemilik warung mengaku ditekan seorang oknum yang diduga preman agar mencabut baliho Wayan Sudirta tersebut. Padahal, baliho dipasang atas permintaan pemilik warung, yang memang bersimpati ke Wayan Sudirta. Namun, permintaan itu ditolak.
MBP/ist
MBP/ist
WTP - Pemerintah Kabupaten Buleleng berhasil meningkatkan performa akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dengan mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Buleleng Tahun 2014 yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali. Opini WTP sebagai hasil audit BPK Perwakilan Provinsi Bali itu diterima Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna di kantor BPK RI Perwakilan Bali, Rabu (3/6). Bupati Agus Suradnyana usai menerima penghargaan mengatakan, keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan sejarah dan penantian panjang sejak era reformasi. Nampak dalam foto Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menerima penghargaan WTP dari Kepala BPK RI Provinsi Bali Arman Syifa, M.cc.Ak.
RUMUSKAN - Kementerian Luar Negeri Belanda menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) se-Bali dalam merumuskan program-program apa saja yang sesuai untuk mempromosikan pariwisata Pulau Dewata. “Bali diakui dunia bertahun-tahun memimpin kepariwisataan kawasan Asia, sehingga sudah saatnya Bali memapankan klaim posisinya sebagai Pulau Dewata. Pemerintah Belanda sudah membuatkan kajian untuk melihat apa saja hal-hal yang sudah baik terlaksana dan hal-hal yang perlu dibenahi oleh Bali dalam berpromosi,� ujar Alfons Van Vuijvenbode, tim ahli dari Kementerian Luar Negeri Belanda, yang memfasilitasi rapat perumusan di ruang rapat Bali Tourism Board, Jumat (29/5). Selama tiga tahun ke depan, 2015 hingga 2017, pemerintah Belanda ditunjuk oleh negara-negara Uni Eropa untuk mengirimkan tim ahli ke Bali untuk mendampingi dewan yang duduk sebagai unsur penentu kebijakan di Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Bali, BPPD Kabupaten Badung serta BPPD Kota Denpasar.
MBP/ist
MBP/ist
TINGKATKAN KUALITAS - STMIK Denpasar terus berusaha meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di pasar global, salah satunya dalam persaingan di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Upaya itu dilakukan melalui mengadakan kerja sama dengan NIIT Indonesia yang berkantor pusat di India guna membuka program pelatihan dan sertiďŹ kasi di bidang IT. Penandatanganan MoU dilakukan Rabu (3/6) di gedung aula STMIK Denpasar oleh Ketua STMIK Denpasar I Putu Putra Astawa, S.Kom., M.Kom. dan Direktur NIIT Indonesia Mr. Cummar, disaksikan Ketua Yayasan Pendidikan Kertha Wisata Drs. Putu Bagus Wisnuwardhana, M.Si., Direktur Kerja Sama Internasional Yayasan Pendidikan Kertha Wisata Fehmeed Anwar serta semua jajaran pengurus yayasan dan sivitas akademika STMIK Denpasar. Nampak dalam foto President Director BSCA Mr. Fehmeed Anwar bersama Ketua Yayasan STMIK Denpasar Putu Bagus Wisnuwardhana, Direktur STMIK Denpasar Mr. Putu Putra Astawa serta NIIT India Mr. Pravest Kumar berfoto bersama seusai melakukan penandatanganan MoU.
INOVASI - Pemerintah Kota Denpasar terus melakukan berbagai inovasi pelayanan untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan masyarakat, sehingga dapat mewujudkan Denpasar sebagai Kota Pintar (Smart City). Kali ini Dinas Kesehatan Kota Denpsar membuat rujukan online yang terintegrasi antara pelayanan di puskesmas se-Kota Denpasar dengan Rumah Sakit Wangaya. Melalui rujukan online masyarakat tidak harus menunggu lama bila dirujuk ke Rumah Sakit Wangaya. Program ini telah diresmikan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dengan ditandai penyerahan rujukan online pada salah seorang pasien lansia, Sabtu (30/5) di Puskesmas I Denpasar Timur. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra menyampaikan untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat semua dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus terus melakukan inovasi pelayanan dengan menggabungkan teknologi untuk meningkatkan akses pelayanan pada masyarakat yang tujuannya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 15 - 21 Juni 2015
15
POLITIK
Meragukan Netralitas Aparat Desa
K
ecurangan dan keberpihakan pada Pilkada serentak mulai mengundang kekhawatiran. Bahkan, Bawaslu RI pun mengkhawatirkan potensi tidak netralnya aparat desa dalam Pilkada. Bahkan, dalam pesta politik ini oknum perangkat hingga perbekel justru berjuang mati-matian memperjuangkan salah satu pasangan calon di masing-masing daerahnya. Ungkapan kekhawatiran itu dilontarkan Ketua Bawaslu RI Prof. Dr. Muhammad, S.IP., M.Si. saat berkunjung ke Karangasem. ‘’Peran perangkat desa saya khawatirkan tidak bisa menempatkan diri dalam Pilkada Karangasem nanti. Soalnya, banyak oknum perangkat desa hingga perbekel disebut kerap tidak netral dalam menghadapi pilkada. Bahkan, dalam perjalanannya, oknum perangkat hingga perbekel justru berjuang mati-matian memperjuangkan salah satu pasangan calon di masing-masing daerahnya,’’ ujarnya. Ia mengatakan mobilisasi perbekel dan perangkat desa, masuk dalam salah satu bentuk pelanggaran dalam kampanye. Karena mereka dituntut netral oleh undang-undang. “Jadi, sebenarnya mereka tidak boleh terlibat mendukung pasangan calon siapapun,” tegas Muhammad. Masalah ini sangat lazim terjadi dan bisa mengancam asas pemilu yang jujur dan adil. Untuk di Karangasem, mobilisasi perangkat desa dan perbekel sebenarnya sudah terjadi dan dilakukan oleh salah satu bakal calon bupati. Bahkan, di Karangasem salah satu perangkat desa seperti klian banjar
16
dinas, sudah terang-terangan menyatakan mendukung salah satu bakal calon, hingga membentuk forum untuk memenangkannya. Melihat hal itu, Muhhamad meminta jajarannya di Bawaslu Bali dan Panwaslih Karangasem agar serius menyikapi setiap pelanggaran, ketika mereka sudah mulai bertugas sebagaimana perintah undangundang. Sebab, saat ini Bawaslu dan Panwaslih belum bisa berbuat banyak melihat potensi pelanggaran yang ada, karena tahapan pilkada saja belum dimulai. Selain mobilisasi perangkat desa dan perbekel, Muhammad juga mengingatkan, agar petugasnya memantau bentuk pelanggaran lain berupa mobilisasi PNS. Ini juga berbahaya jika tak dikontrol, karena PNS dituntut netral dalam menyikapi pilkada. Namun, ia mengaku bersyukur, karena di Karangasem saat ini potensi mobilisasi PNS oleh pasangan calon, bakal susah dilakukan, karena tidak ada calon incumbent. Meski demikian, hal ini patut diingatkan dan dipantau, karena pasangan calon pasti akan melakukan upaya ini. Terlebih pejabat dan PNS tertentu juga ingin kariernya menanjak dengan membantu memenangkan salah satu pasangan calon. Dengan munculnya beberapa tokoh yang sudah bergerilya ke desa-desa, potensi black campaign juga sangat bisa terjadi. Melihat karakteristik Karangasem, dengan dimanika politik yang cukup tinggi, hal ini harus diantisipasi dengan baik. “Jangan sampai ada pasangan
calon saling menjelekkan dan saling menjatuhkan. Itu bisa memancing keributan yang lebih besar,” tegasnya. Oleh karena itu, ketika Bawaslu dan Panwaslih sudah memulai tugasnya nanti, potensi-potensi pelanggaran dalam kampanye nanti harus diantisipasi dengan baik. Selain potensi masalah kampanye di atas, masih banyak lagi bentuk masalah dalam kampanye lainnya. Seperti money politics, penggunaan fasilitas negara, pemasangan APK yang tidak sesuai aturan, kampanye di luar jadwal, hingga penggunaan tempat ibadah, lembaga pendidikan dan kantor pemerintah untuk kampanye. Kepada masyarakat, Muhammad menegaskan, bisa membantu pihaknya dalam melakukan pengawasan. Jika melihat suatu pelanggaran, agar segera direkam dan dilaporkan kepada Bawaslu atau Panwaslih di kabupaten. “Saya siapkan satu handphone blackberry, bagi yang bisa melaporkan pelanggaran kampanye di sekolah,” katanya. Bagiarta Di Karangasem, mobilisasi perangkat desa dan perbekel sebenarnya sudah terjadi dan dilakukan oleh salah satu bakal calon bupati. Bahkan, di Karangasem salah satu perangkat desa seperti klian banjar dinas, sudah terangterangan menyatakan mendukung salah satu bakal calon, hingga membentuk forum untuk memenangkannya
15 - 21 Juni 2015
16
Memangkas Proyek Infrastruktur PESTA politik dengan biaya mahal akan digulirkan serentak di Bali. Untuk memilih paket bupati dan wakil bupati Kabupaten Tabanan, Pemkab harus menyiapkan anggaran mencapai Rp 24,1 miliar. Mahalnya anggaran politik ini membuat Bappeda Tabanan mengambil keputusan memangkas sejumlah proyek infrastruktur termasuk melakukan penundaan. Sebagai gambaran, Pilkada Tabanan menyedot APBD Rp 24,1 miliar. Rinciannya, KPUD Tabanan menyedot Rp 16,4 miliar, Panwas Rp 4,7 miliar dan dana pengamanan Rp 3 miliar. Dana tersebut digunakan selama proses pilkada seperti pencetakan dokumen dan surat suara serta formulir lainnya. Namun, sebagian besar digunakan untuk honor penyelenggara Pilkada mulai di PPK, PPS sampai KPPS di tingkat TPS. Beruntung dalam pilkada ini tidak ada putaran kedua tapi hanya satu
putaran sehingga anggaran masih bisa diirit dari sebelumnya dirancang sekitar Rp 23 miliar lebih. Menyikapi besarnya anggaran politik ini, Kepala Bapeda Tabanan IB Wiratmaja mengaku terpaksa memangkas sejumlah proyek infrastruktur dan ditunda. “Anggaran kami hanya Rp 384 miliar. Dana ini banyak tersedot untuk kegiatan rutin. Hanya kegiatan-kegiatan nonrutin yang bisa ditunda termasuk di dalamnya infrastruktur,� jelasnya. Di lain pihak, Ketua KPUD Tabanan Luh Darayoni mengatakan anggaran Rp 16 miliar yang dimohonnya sudah masuk rekening KPUD Tabanan. Panwaslu Tabanan seperti diungkapkan Ketuanya I Made Rumada mengaku pihaknya memerlukan dana cukup besar. Pemkab Tabanan telah menganggarkan dana sebesar Rp 4,7 miliar. Diakui dana
sebesar itu sebagian besar digunakan untuk honor petugas. “Kini di tiap TPS ada satu petugas pengawas, sehingga dana yang dibutuhkan sangat besar untuk pengawasan,� katanya. Selain dana untuk KPUD dan Panwaslu, Pilkada juga butuh pengamanan yang sangat ketat. Pengamanan ini melibatkan kepolisian tetapi juga TNI, Linmas dan pecalang. Tidak salah kemudian pihak keamanan mengajukan anggaran sebesar Rp 3 miliar. Kapolres Tabanan AKBP I Komang Suartana menyebutkan telah mengajukan perencananan anggaran tersebut ke Pemkab Tabanan. Di tengah minimnya APBD Kabupaten Tabanan, tentu saja pihak eksekutif harus membuat strategi agar kebutuhan anggaran tersebut bisa terpenuhi. Puspadewi
MBP/san
Warga Desa Gadungan Selemadeg Timur menutup jalan dan menanam pohon pisang di tengah jalan. Warga protes karena jalan sepanjang dua kilometer yang dijanjikan dihotmik ternyata diganti dengan lapen. Keputusan ini diambil karena anggaran tahun ini disedot untuk biaya Pilkada. 15 - 21 Juni 2015
17
17
PENDIDIKAN
Guru Enggan Jamah Penelitian
B
udaya meneliti di kalangan guru-guru di Bali sangat rendah. Boleh jadi, rendahnya budaya meneliti itu lantaran budaya membaca mayoritas guru di Bali juga masih rendah. Akibatnya, penguasaan materi terhadap info-info pendidikan terkini juga sangat terbatas sehingga mereka sulit menemukan ide untuk dijadikan bahan penelitian. Keengganan para guru untuk menjamah aktivitas penelitian itu ternyata berdampak negatif. Banyak guru terpaksa harus terhambat kenaikan golongannya lantaran terganjal masalah penelitian. Hal itu ditegaskan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali Dr. I Made Alit Mariana kepada Bali Post, belum lama ini. Menurut Alit Mariana, saat ini tercatat 21.631 orang guru di Bali tertahan di golongan IV/a (Pembina tingkat 1) alias tidak mampu naik ke golongan IV/b (Pembina). Penyebab utama mandegnya kenaikan golongan puluhan ribu guru itu lantaran terganjal karya tulis ilmiah yang di kalangan guru lebih dikenal sebagai penelitian tindakan kelas. Dikatakan, jumlah guru di Bali yang memiliki golongan IV/b ke atas sangat timpang dengan jumlah guru bergolongan IV/a yang jumlahnya mencapai 21.631 orang. Rinciannya, jumlah guru dengan golongan IV/b tercatat 517 orang, IV/c 4 orang, IV/d 1 orang dan tidak satu pun guru di Bali mencapai golongan tertinggi IV/e. “Komposisi ini menandakan, banyak sekali guru di Bali yang kenaikan golongannya tertahan di golongan IV/a,” ujarnya. Setelah ditelusuri, kata dia, ternyata sebagian besar dari mereka malas membuat karya tulis ilmiah. Padahal, karya tulis ilmiah itu memiliki kredit poin yang cukup tinggi alias sangat menentukan bisa tidaknya seorang guru bergolongan IV/a naik ke golongan IV/b. “Kelemahan
mendasar mayoritas guru di Bali memang terletak pada karya tulis ilmiah ini. Mereka sangat jarang melakukan penelitian. Saya tidak tahu pasti, apakah hal itu disebabkan karena guru-guru bersangkutan memang malas melakukan penelitian, tidak menguasai metodelogi penelitian, tidak memiliki dana atau karena faktor lainnya. Semua itu perlu ditelusuri lebih lanjut,” katanya. Alit Mariana tidak menampik, ketiadaan biaya penelitian seringkali dijadikan ”kambing hitam” oleh para guru sebagai penyebab ketidakmampuan mereka melakukan penelitian tindakan kelas. Diakuinya, sejak beberapa tahun lalu, pemerintah pusat memang tidak lagi mengalokasikan block grant Penelitian Tindakan Kelas kepada guru secara perseorangan. Kendati begitu, pemerintah pusat melalui Direktorat Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejatinya masih mengucurkan block grant itu secara terbatas melalui kelompok mpok kerja guru (tingkat SD) dan Musyawarah warah Guru Mata Pelajaran (tingkat SMP dan SMA/ SMK). Hanya saja, pendistribusian usian block grant itu sangat selektif. “Selama ma ini, ketiadaan block grant seringkalii dijadikan dalih mengapa guru-guru itu enggan nggan menjamah aktivitas penelitian. Jikaa itu benar, sudah seharusnya pemerintah daerah baik itu Pemprov maupun pemkab/pemkot /pemkot di Bali memikirkan solusi untuk keluar dari kebuntuan tersebut. Misalnya, secara rutin mengalokasikan anggaran dalam am APBD untuk membantu para guru yang ingin melakukan penelitian tindakan an kelas,” katanya menyarankan. Alit Mariana mengingatkan,, penelitian tindakan kelas merupakan salahh satu kunci kesuksesan seorang guru dalam am melaksanakan tugasnya. Melalui penelitian nelitian itu, para guru bisa mengevaluasi sekaligus ekaligus Dr. Made Alit Mariana
18
15 - 21 Juni 2015
melihat perkembangan anak didik terutama di bidang daya serap materi pelajaran yang diajarkan. Dengan melakukan peneltian secara rutin, mereka juga akan tergerak mengeksplorasi diri guna menemukan metode-metode pembelajaran yang lebih praktis dan lebih mudah dipahami oleh anak didik sekaligus mampu meningkatkan prestasi akademik anak didiknya. “Jadi, penelitian tindakan kelas itu sangat berkaitan dengan upaya peningkatan kuali kualitas pendidikan secara umum,” tegasnya. Sumatika
Prof. Wayan Maba Guru-guru wajib meningkatkan kompetensinya untuk bisa bersaing di era MEA 2015.
Guru Harus Berstandar ASEAN MENGHADAPI persaingan global di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ini, kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu negara sangat menentukan posisi mereka untuk memenangkan persaingan. Salah satu unsur yang memegang peranan penting mencetak SDM berkualitas adalah para guru. Nantinya, para guru di kawasan ASEAN harus memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan bersama oleh menteri-menteri pendidikan semua negara di ASEAN. Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr. Adi Sujak, M.Sc. menegaskan hal itu, belum lama ini. Menurut Abi Sujak, saat ini menterimenteri pendidikan semua negara di ASEAN sudah sepakat membuat standar kompetensi guru di kawasan Asia Tenggara. Jadi, guru-guru se-Asia Tenggara termasuk Indonesia kom-
petensinya harus sesuasi dengan standar yang ditetapkan bersama. “Ketika MEA 2015 sudah berlaku dan dengan adanya standar kompetensi guru ini diharapkan tidak ada lagi kesenjangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Ketika sumber daya manusia (SDM) guru saling bekerja antarnegara maka akan didukung standar mutu yang sudah disiapkan bersama,” ujarnya. Di Indonesia, kata Abi Sujak, seorang guru dalam menyelenggarakan pembelajaran ada standar kompetensinya. Misalnya, menyangkut standar pedagogik, standar profesional, standar sosial, standar kepribadian dan lainnya. “Nanti standar-standar seperti itu di antara negara ASEAN akan disusun dan disepakati bersama,” katanya. Dia menambahkan, di bidang profesi tertentu standar kompetensi untuk ASEAN sudah disusun misalnya di sektor pariwisata, arsitek, bidang teknik kejuruan dan lain-lain. “Jadi di bidang profesi
guru ini, kita juga perlu menyiapkan SDM yang level kualitasnya minimal setara dengan Asia Tenggara. Tidak lagi lokal atau nasional,” tegasnya. Sementara itu, Dekan FKIP Unmas Denpasar Prof. I Wayan Maba mengatakan tantangan para guru dalam menyongsong MEA sangat berat. Para guru dituntut wajib menguasai bahasa Inggris dan IT (teknologi informasi dan komputer). “Di luar guru mata pelajaran bahasa Inggris juga wajib menguasai bahasa Inggris ini dan juga IT jika memang ingin bisa bersaing secara global,” tegasnya. Untuk menyongsong MEA 2015, pihaknya selaku LPTK produk guru juga sedang menggalakkan kurikulum guru masa depan yang berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). “Ke depan guru kita tidak hanya bisa mampu bersaing di negeri sendiri tapi di negara-negara ASEAN,” ujarnya. Widana
15 - 21 Juni 2015
19
MANCANEGARA
Tragedi Tiananmen, Sejarah Kelam Tiongkok
L
ima belas tahun yang lalu, sebuah tragedi kemanusiaan terjadi di Tiongkok. Puluhan ribu mahasiswa yang menuntut demokratisasi di lapangan Tiananmen dikenai tindakan represif. Sejumlah tank pasukan Tentara Merah menggilas mereka, ribuan mahasiswa tersungkur dan tewas berlumuran darah. Ribuan lainya ditangkap dan dijebloskan ke penjara, ratusan dinyatakan hilang entah ke mana. Sampai sekarang para aktivis mahasiswa masih banyak yang berada di penjara dan mereka yang berhasil melarikan diri terus memperjuangkan demokrasi di negeri itu. Peristiwa Tiananmen yang terjadi pada 4 Juni 1989 adalah sejarah kelam pemerintahan komunis Tiongkok setelah Revolusi Kebudayaan. Meskipun sudah lima belas tahun berlalu, dosa sejarah ini sepertinya terus membayangi. Peringatan tragedi ini dilarang dilakukan di negeri tirai bambu tersebut. Para wisatawan yang mengambil gambar juga dipaksa untuk menghapus dari kameranya. Seorang fotografer dari Assosiated Press sempat ditangkap ketika mengambil gambar di lokasi pembantaian mahasiswa itu. Tindakan pengawasan terhadap para
20
15 - 21 Juni 2015
aktivis demokrasi lebih diperkeras dari tahun-tahun sebelumnya, dalam seminggu sejumlah aktivis yang gigih memperjuangkan agar tragedi Tiananmen diusut, ditangkap. Jiang Chanyong, seorang dokter yang pernah menulis surat mempersoalkan peristiwa Tiananmen, diciduk bersama istrinya dari kediamannya. Wang Guoqi, seorang dokter diamankan ke sebuah hotel di Kota Dalian, 450 kilometer dari Beijing. Demikian pula Zhang Chunzu, seorang aktivis buruh juga diamankan di Beijing. Meskipun peringatan tragedi berdarah di Tiananmen tidak bisa dilangsungkan di Tiongkok karena tekanan politik yang kuat, perayaan justru berlangsung di beberapa negara. Puluhan ribu orang di Hongkong mengikuti acara penyalaan lilin bersama di lapangan Victoria, Hong Kong. Begitu juga di Taiwan dan Amerika. Liu Junghuo, salah seorang mantan demonstran yang kini menetap di Washington, melakukan aksi keprihatinan di depan Kedutaan Tiongkok. Para aktivis demokrasi dari sejumlah negara Asia termasuk dari Indonesia yang tergabung dalam The Asian Federation Against Involuntary Disappearances (AFAD) juga merayakan tragedi itu di Filipina. Pada saat yang sama, Amnesty International yang bermarkas di London juga menyerukan agar pemerintah Tiongkok melakukan penyelidikan yang independen atas pembantaian berdarah terhadap aktivis pro-demokrasi itu. Selain itu, mereka meminta pemerintah Cina membebaskan seluruh tahanan yang terkait dengan Tiananmen yang tidak mendapatkan pengadilan yang adil. Menurut Amnesty, ada sekitar 50 orang yang masih ditahan dan dipenjara. Sedangkan sikap AS melalui Kongresnya mengeluarkan resolusi yang mengutuk tindakan brutal terhadap para mahasiswa di lapangan Tiananmen dan menuntut pemerintah Tiongkok membebaskan para pemimpin prodemokrasi
dari penjara. Para ibu dari korban yang tewas mendirikan organisasi bernama “Ibuibu Tiananmen”. Bertahun-tahun mereka menuntut pertanggungjawaban pemerintah. Sejak organisasi itu didirikan, pemerintah mengawasi aktivitasnya secara ketat dan melakukan aksi reperesi. Kini setelah 26 tahun berlalu, pemerintah Cina berusaha menyogok keluarga korban dengan uang, agar mereka membisu. Xu Jue, seorang ibu yang anaknya menjadi korban, mengungkapkan kemarahannya, “Pemerintah berutang keadilan kepada kami. Namun yang dibicarakan hanyalah soal uang. Bagaimana nyawa anak kami bisa tergantikan dengan uang? Apakah ini semacam penghinaan terhadap kami?” Di pihak lain, mantan kepercayaan sekjen partai Komunis Cina Zhao Ziyang tahun 1989, Bao Tong, berpendapat, tawaran kompensasi yang diberikan oleh pemerintah Cina merupakan wujud pengakuan negara terhadap insiden itu, “Ini merupakan hal baik. Orang-orang yang dulunya bersimpati pada korban Tiananmen disebut kontra revolusioner dan didepak dari jabatannya. Kini pemerintah menawarkan kompensasi dan mengakui kesalahan.” Namun “Ibu-ibu Tiananmen” masih memperoleh tekanan. Sepekan sebelum tanggal 4 Juni, mereka mendapat kunjungan dari petugas jawatan keamanan. Mereka dilarang untuk meninggalkan rumah pada tanggal sensitif itu, atau mengunjungi makam anak-anaknya. Xu Jue dan ibu-ibu lainnya tetap memperjuangkan tuntutan mereka kepada pemerintah Cina. Mereka mendesak penyelidikan menyeluruh atas peristiwa pembantaian Tiananmen dan konsekuensi hukum bagai para pelakunya. Apakah pemerintah akan tetap diam? Gugiek Savindra
Mers Serang Korsel PEMERINTAH Korea Selatan (Korsel) mengumumkan bahwa ratusan sekolah telah ditutup untuk sementara terkait virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang mulai melanda wilayah tersebut. Lebih dari 700 sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, telah ditutup untuk sementara menyusul kepanikan publik terkait virus MERS yang mulai menyerang Korsel. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Korsel,terdapat lebih dari 35 kasus warga Korsel yang positif terinfeksi MERS. Otoritas berwenang Korsel telah mengonfirmasi dua kasus kematian akibat virus MERS. Kasus pertama virus MERS ditemukan di Korsel pada 20 Mei 2015. Ketika itu, seorang pria 68 tahun didiagniosa terjangkit MERS setelah ia baru saja bepergian dari Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah lainnya. Di Kota Seoul, Korsel, kekhawatiran publik akan virus MERS mulai memuncak. Hal itu tercermin dari tindakan para warga Seoul yang selalu memakai masker ketika bepergian ke mana pun. Organisasi pariwisata Korsel bahkan melaporkan, sekitar 7.000 wisatawan yang mayoritas berasal dari China dan Taiwan telah membatalkan perjalanannya menuju Korsel. “Pembatalan perjalanan itu sangat jarang terjadi. Saya pikir kabar virus MERS yang melanda Korsel diyakini sebagai alasan utama para wisatawan membatalkan perjalanannya,� ujar juru bicara organisasi pariwisata Korsel.
MERS merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus, sehingga dikenal dengan sebutan MERSCoV. Virus ini pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada tahun 2012. Sejak itu, MERS-CoV juga dilaporkan terjadi di negara-negara lain di Timur Tengah, Afrika, Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Sebagian besar kasus di luar Timur Tengah dilaporkan dibawa oleh orang-orang yang baru saja bepergian ke sana. MERS-CoV terutama menyebabkan demam, batuk dan sesak napas. Gejala lain mungkin termasuk mual, muntah dan diare. Pneumonia atau radang paru juga umum terjadi, dan kadang-kadang dapat
menyebabkan cedera pada organ, seperti ginjal, seperti dilansir dari Mayo Clinic. Pengobatan untuk MERS-CoV diarahkan pada menghilangkan gejala, misalnya istirahat cukup, pemberian cairan, obat penghilang rasa sakit, dan terapi oksigen pada kasus yang berat. Sekitar 30 persen orang dengan MERS-CoV tak dapat diselamatkan. Orang-orang lanjut usia dan memiliki sistem kekebalan yang lemah atau penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit paru, berada pada risiko paling tinggi tertular MERS-CoV. Gugiek Savindra
15 - 21 Juni 2015
21
DAERAH Desa Bayunggede, salah satu desa wisata di Kabupaten Bangli.
Pengelolaan Desa Wisata Belum Maksimal
B
angli memiliki potensi besar dalam pariwisata. Bahkan salah satu kawasan wisatanya yakni Kintamani dengan keindahan Danau Batur dan Penelokannya begitu terkenal di mancanegara. Selain Kintamani, keberadaan desa wisata yang menjadi salah satu andalan untuk menambah PAD juga menjanjikan seperti desa wisata Penglipuran yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Namun, potensi desa wisata yang cukup besar itu nampaknya belum digarap maksimal. Seperti disampaikan anggota Komisi II DPRD Bangli, I Wayan Jamin, Minggu lalu. Untuk itu pemerintah daerah diminta serius terhadap program yang telah digagas sejak beberapa tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangli, desa wisata di Bangli mencapai 22. Namun dari jumlah itu, baru segelintir yang mampu berkembang, lain-
22
15 - 21 Juni 2015
nya nyaris tak dikenal oleh wisatawan. Ia mencontohkan, pengetahuan wisatawan terhadap desa wisata lebih banyak mengacu pada objek wisata Desa Tradisional Penglipuran dan Desa Pengotan. Sedangkan yang lainnya belum dikenal. Sejauh ini perhatian pemerintah terhadap desa wisata lebih banyak ke kuantitas dari pada kualitas. Pemerintah gencar melakukan penambahan desa wisata, namun dari sisi kualitas belum begitu menjadi perhatian. Menurut Jamin untuk menarik minat wisatawan, yang paling penting adalah kenyamanan dan fasilitas objek wisata. Meskipun jumlah desa wisata minim, kalau memberi kenyamanan dan pelayanan maksimal, hal itu akan menarik wisatawan untuk berkunjung. Begitu juga sebaliknya. “Yang paling penting untuk desa wisata adalah kualitas, bukan kuantitas. Maksimalkan dulu satu objek, baru buat objek
lain,� tegasnya. Apa yang disampaikan Jamin ini dimaksudkan untuk menghindari kegagalan program yang telah dirancang. Di sisi lain, ia juga mengkritisi SDM yang ada di sejumlah desa wisata yang dinilai belum memadai. Pasalnya, pengetahuan akan objek wisata belum diketahui secara baik. Begitu juga dengan penguasaan bahasa yang belum maksimal. Dikatakan, minat wisatawan untuk berkunjung salah satunya disebabkan oleh kemampuan SDM dalam menjelaskan seluk beluk desa wisata. Akan tetapi hal itu juga belum menjadi perhatian serius. Jamin berharap pemerintah gencar melakukan pembinaan terhadap SDM yang ada, baik dari segi berbahasa maupun cara pengelolaan objek wisata. Program ini juga harus diimbangi dengan promosi yang maksimal. Sosiawan
Kembangkan Pariwisata
Disbudpar Terkendala Dana PEMERINTAH Kabupaten Bangli sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada. Namun, minimnya anggaran menjadi salah satu kendala yang membuat kabupaten ini sulit merealisasikan keinginan tersebut. Kondisi itu diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangli Wayan Adnyana, belum lama ini. Dikatakannya, sejauh ini Bangli hanya memiliki beberapa objek wisata yang sudah berkembang. Di antaranya Batur, Kintamani, Penglipuran, Pura Kehen dan Penulisan. Keberadaan objek wisata tersebut selama ini sudah mampu menyumbang pendapatan asli daerah. Sementara itu, beberapa objek wisata yang kini sedang berkembang di antaranya Desa Tembuku, Desa Bayung Gede, Guliang Kangin, tempat pemandian tirta Sudamala di Sedit Bebalang, dan beberapa objek wisata lainnya. Adnyana mengatakan, objek wisata yang masuk dalam klasifikasi sedang berkembang adalah objek wisata yang sedang memantapkan diri sebagai objek wisata berkembang. Dimana objek wisata yang sedang berkembang sudah dilengkapi dengan
sarana pariwisata seperti akses jalan, rambu penunjuk objek wisata dan lainnya. Sementara beberapa objek wisata yang sama sekali belum tergarap atau masuk dalam objek wisata belum berkembang di antaranya lembah pantunan di Tembuku, Bukit Demulih dan lainnya. Dia mengatakan, sebenarnya pihaknya di Disbudpar sangat ingin mengembangkan potensi objek wisata yang belum berkembang itu. Hanya saja, semua itu terkendala minimnya anggaran. “Kalau dana memungkinkan pasti kita kembangkan. Tetapi saat ini yang kita kembangkan disesuaikan dengan skala prioritas,” kata Adnyana. Mengingat saat ini seluruh desa sudah digelontorkan alokasi dana desa (ADD) oleh Pemkab Bangli, menurut Adnyana, hal itu sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh masingmasing desa untuk mengembangkan potensi wisata yang ada. Sebab bagaimanapun juga hasil pengembangan potensi wisata tersebut nantinya juga akan kembali ke masyarakat desa itu sendiri. Swasrina
Kurang Pembinaan dan Pelatihan TERKAIT minimnya SDM untuk mengelola desa wisata juga disampaikan Kepala Desa Bayunggede Kintamani, I Wayan Suarjaya. Ditetapkannya desa tradisional ini sebagai desa wisata hingga saat ini belum bisa berkembang secara maksimal. Bahkan pengelola objek wisata ini sudah banyak yang mengundurkan diri lantaran penghasilan yang didapat tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya, pengelola objek wisata setempat sebanyak empat orang, namun karena rendahnya penghasilan, mereka tidak aktif lagi. “Dulu ada pengelola, tapi karena penghasilannya sedikit, mereka memilih
berhenti,” katanya. Suarjaya menambahkan, kurangnya pembinaan dan pelatihan terhadap masyarakat di Desa Bayunggede dari pemerintah terkait dengan pengelolaan pariwisata menjadi salah satu penyebab lambatnya perkembangan objek wisata ini. Pasalnya, warga Bayunggede yang menekuni pariwisata sangat sedikit, di sisi lain objek pariwisata ini perlu dikembangkan. Disebutkan keadaan lingkungan di desa Bayunggede sudah terlihat memadai untuk daerah pariwisata. Namun akibat minimnya promosi pariwisata, daerah ini tidak mampu berkembang dengan pesat. “Untuk lingkungan kami sudah terus tata, hanya saja promosi yang kurang,” ucapnya. Sosiawan
I Wayan Jamin
15 - 21 Juni 2015
23
K E S E H ATA N
Permainan Lemari Badut Latih Komunikasi Anak Autisme
P
ermainan lemari badut dapat melatih sekaligus meningkatkan kemandirian dan komunikasi anak-anak dengan autisme. Permainan itu dibuat tim mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD). Pemainnya terdiri dari Angga Dwi Putra, Kadek Indah Paramitha A.S, Gregory Rickzy Verysa, Rudy Prayogo, dan Stefiana Tasmin. Caranya, mereka berbentuk sebuah labirin yang di dalamnya terdapat lingkaran perintah dan sepasang karakter yang mewakili masing-masing anak pada permainan itu. Permainan itu dilengkapi buku tutorial dua versi yaitu, versi gambar dan tulisan. Selain itu dilengkapi peralatan peraga. “Hal ini memudahkan anak-anak autisme belajar melalui gambar,” ujar Kadek Indah Paramitha A.S, salah satu anggota tim beberapa waktu lalu. Seperti telah diketahui, anak-anak dengan autisme memang memiliki kesulitan melakukan hal-hal yang memerlukan konsentrasi. Hal ini disebab-
24
15 - 21 Juni 2015
kan anak-anak autisme, itu mudah dialihkan. Anak-anak autisme ini juga masih sulit melakukan, kendati hal-hal bersifat sederhana. Seperti mengenakan baju, kemeja, menggosok gigi, mencuci tangan secara mandiri. Anak-anak autisme,ini juga mengalami kesulitan berkomunikasi. “Melalui permainan lemari badut ini diharapkan komunikasi dan kemandirian anak-anak autisme dapat berkembang,” ujarnya. Permainan lemari badut ini telah digunakan sebagai salah satu media pengajaran di SLB Citra Mulia Mandiri, Sleman, Yogyakarta. “Kami juga melaksanakan program pelatihan kemandirian dan komunikasi anak-anak dengan autisme di SLB Citra Mulia Mandiri,” jelasnya. Hasilnya, anak-anak di SLB Citra Mulia Mandiri cukup mampu berkomunikasi dan melakukan aktivitas kemandirian sederhana, melalui permainan Lemari Badut tersebut. Citta Maya
Di Bali, Sulit Bebas DBD
Peran Masyarakat Tak Optimal SEJAK kemunculan kasus pertama Deman Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia tahun 1968, hingga kini Bali masih diliputi kekhawatiran penyakit DBD. Pasalnya, kasus DBD tahun 2015 sejak Januari hingga April mencapai 5.249 kasus. Angka tersebut jauh meningkat dibandingkan periode bulan dan tahun sama sebelumnya (2014) sebesar 3.970. Incident rate (IR) tahun 2015 yaitu 127/100.000 penduduk. Dan angka kematiannya 18 orang (CFR 0,34 persen), sedangkan 2014, IR nya 94,4/100.000 penduduk dan angka kematiannya 9 orang (CFR 0,23 persen). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Rabu (3/6) lalu mengatakan, tahun 1968 itu, angka kematian DBD masih tinggi, mencapai 30-40 persen per tahun. Melalui berbagai upaya, angka kematian DBD dapat ditekan. Dari tahun ke tahun angka tersebut terus menurun, hingga akhirnya tahun 2006, angka kematian DBD di Indonesia berhasil mencapai kurang dari satu persen. “Yang menjadi kendala mengatasi kasus DBD selama ini belum optimalnya peran serta masyarakat PSN,” ujarnya. Dikatakan, pembukaan pemukiman baru menambah kantong-kantong wilayah penularan DBD. Selain karena ada pertumbuhan dan mobilisasi penduduk cukup tinggi, kerentanan vector, ketersediaan air bersih yang kurang, sehingga masyarakat membuat tempat-tempat penampungan air. Di samping itu perubahan iklim musim hujan tidak menentu, sehingga periode perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti bertambah panjang. Hal-hal lain yang mempengaruhi jumlah penularan DBD yaitu, perkembangan wilayah dari sebuah desa menjadi kota, penataan kota yang kurang memperhatikan unsur kesehatan, pengaruh lingkungan, pengaruh climate change diduga juga berperan sebagai ventor penularan DBD, partisipasi masyarakat terhadap upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masih perlu ditingkatkan. Penanggulangan wabah DBD pun sudah dilakukan. Mulai dari surveilans epidemiologi secara aktif maupun pasif. Surveilans aktif dilakukan dengan cara turun langsung ke masyarakat yang terkena DBD. Melakukan penyelidikan epidemiologi (PE). Sedangkan surveilans pasif dilakukan di pelayanan kesehatan menunggu pasien datang ke pelayanan kesehatan. Penemuan dan tatalaksana kasus ditangani di puskesmas dan rumah sakit. Penanggulangan cara DBD lainnya, dengan pengendalian vector. Upaya pengendalian vector dilaksanakan pada fase nyamuk dewasa dan fase jentik nyamuk. Pada fase nyamuk dewasa dilakukan fogging (pengasapan) untuk memutuskan rantai penularan antara nyamuk yang terinfeksi kepada manusia. Fase jentik dilakukan PSN dengan kegiatan 3M plus. 3M Plus yaitu secara fisik menguras, menutup, dan memanfaatkan barang bekas. Secara kimia larvasida (membubuhkan abate pada tempat penampungan air), secara biologis pemberian ikan pemakan jentik. Sedangkan, cara lainnya digunakan repellen,
obat nyamuk bakar, kelambu, memasang kawat kasa, dll. “Terpenting peningkatan peran serta masyarakat,” pintanya. Peran serta masyarakat terdiri dari keluarga melalui PKK dan organisasi kemasyarakatan atau LSM, murid sekolah melalui UKS dan pelatihan guru. Berbagai upaya secara politis juga dilaksanakan. Seperti instruksi Gubernur/Bupati/Walikota, surat edaran Mendagri/ Gubernur. Penanggulangan lainnya, dengan cara meningkatkan kewaspadaan dini Caranya di lapangan dilakukan kegiatan PE dan penanggulangan seperlunya meliputi, fogging focus, penggerakan masyarakat, dan penyuluhan PSN serta larvasida. Penyuluhan juga sangat penting dilakukan yaitu promosi kesehatan tentang penyakit DBD, tidak hanya menyebarkan leaflet atau poster, tetapi juga ke arah perubahan perilaku PSN, sesuai kondisi setempat. Citta Maya
15 - 21 Juni 2015
25
LENSA
BERMAIN LAYANGAN Memasuki bulan Juni, masyarakat Bali mulai bermain layangan. Umumnya, masyarakat lebih menyukai layangan tradisional Bali yang berukuran besar. Nampak dalam foto, sekelompok anak muda berpakaian adat Bali sedang mengangkat layangan di Pantai Padanggalak.
OLAHRAGA
MBP/ap
Pelatih dan mantan pelari jarak jauh Alberto Salazar memberi arahan pada pelari jarak menengah Inggris Mo Farah pada Kejuaraan Atletik Prefontaine Classic Eugene, Oregon.
Anjuran Penuh Risiko B ila badan sepak bola dunia FIFA dijangkiti kasus korupsi, penyakit dopping atau penggunaan obat terlarang lebih parah terjadi di dunia atletik, angkat besi dan balap sepada. Laporan terbaru BBC menyebutkan sejumlah pelatih justru menyarankan atletnya menggunaan obat terlarang untuk meningkatkan kemampuan fisik yang berujung pada pencapaian prestasi. Laporan ini langsung dibantah Alberto Salazar. Mantan pelari jarak jauh yang kini menjadi pelatih sejumlah atlet top itu, ditengarai mengarahkan atletnya menggunakan obat laknat itu. Arahan pelatih berusia 56 tahun, salah satunya ditujukan pada Glen Rupp, peraih medali emas Olimpiade nomor lari 10.000m. Tuduhan itu itu langsung ditanggapi pabrik peralatan olahraga AS Nike. “Kami menanggapi tuduhan ini dnegan serius karena Nike tidak memaafkan pengunaan obat terlarang dalam bentuk apapun,” kata Nike dalam pernyataannya.
28
15 - 21 Juni 2015
“Baik Alberto maupun Galen (Rupp) keduanya telah memberi pernyataan jelas dan sepenuhnya menyanggah tuduhan yang diarahkan kepada mereka.” Salazar yang memimpin pusat pelatihan “Oregon Project” milik Nike, serta Rupp membantah keras laporan BBC itu. Ditegaskan pula bahwa seluruh atlet yang tergabung di pusat pelatihan itu tak satu pun yang gagal dalam tes uji obat terlarang. Salazar juga menangani peraih dua medali emas Olimpade Mo Farah dari Inggris. Hingga saat ini belum pernah ada dugaan Farah melanggar aturan tersebut dengan menyatakan bahwa dia tidak pernah menggunakan obat terlarang atau dianjurkan oleh Salazar memakai zat yang penuh resiko itu. Namun juara lari 10.000m m Eropa Jo Pavey pernah berkata kepada Farah bahwa jika dia menjadi dirinya maka tidak akan lagi menggunakan jasa Salazar sebagai pelatihnya. “Sebagai seorang atlet, anda tentu tidak ingin dihubungkan dengan orang-orang yang mendapat tuduhan dan
dugaan melakukan pelanggaran,” jelas Pavey saat diwawancarai Radio 4. Laporan BBC tersebut disiarkan dalam program Panorama. Acara tersebut mengulas kamp pelatihan di Portland, Oregon dimana Salazar sebagai pelatih kepalanya . Steve Magness yang menjadi asisten Salazer di kamp tersbeut pada 2011, menyatakan bahwa dia pernah melihat sebuah dokumen yang memperlihatkan tabel darah Rupp. Tabel etrsebut memperlihatkan bahwa Rupp menggunakan zat terlarang testosterone saat menkalani pengobatan saat masih remaja. David Howman, ketua eksekutif lembada anti doping dunia (WADA), yakin bawa apa yang tertera dalam dokumen tersebut terjamin pengawasannya. “Saya tidak hanya terganggu, saya juga akan sangat kecewa dan oleh karena itu saya kira perlu ada pengawasan dari lembaga independen seperti kami,” katanya. Yudi Winanto
Start Tepat DOMINASI Jamaika dan AS di nomor lari jarak pendek 100m dan 200m, membuat atlet-atlet negara lain ingin menembusnya. Salah satunya adalah Dafne Schippers yang rela meninggalkan nomor favoritnya sapta lomba demi berlaga di lari jarak pendek. Atlet berusia 22 tahun itu meraih medali perak di Kejuaraan Dunia dua tahun lalu. Perempuan bertinggi badan 1,79m itu juga bergekar juara Eropa di nomor lari 100m dan 200m. “Sapta lomba sangat berat persaingannya. Ada banyak hal yang menahan saya turun di nomor ini,� jelas Schippers dalam konferensi pers di Den Haag. “Lari jarak pendek merupakan pilihan tepat untuk
diambil. Tapi ini jelas bukan jalan yang mudah,� tegasnya kepada Associated Press. Dalam dua tahun terakhir, ia menyadari bakatnya di nomor lari jarak pendek itu tidak diasah dengan cermat. Perhatiannya justru tercurah di nomor kompetisi multilomba. Namun dalam beberapa kejuaraan terakhir, dia mulai memperhatikan dengan serius penampilannya di kedua nomor lari itu. Contohnya, pada bulan lalu, dia menjadi atlet pertama Belanda yang mampu membukukan waktu di bawah 11 detik untuk lari 100m. Catatan waktunya saat tampil di FBK Games di Hengelo adalah 10,94 detik. Bahkan saat mengikuti kejuaraan di Glasgow tahun lalu, ia mampu mengalahkan juara Olimpiade Allyson Felix di nomor 200m. Sepanjang dekade terakhir, atletatlet Eropa gagal menorehkan prestasi di nomor lari jarak pendek baik itu di Ke-
juaraan Dunia maupun Olimpiade. Tapi Schippers mampu menjadi tercepat kedua di 200m pada tahun lalu. Bahkan di Kejuaraan Eropa dia mampu mengawinkan gelar di kedua nomor itu. Hasil mengesankan dalam dua itu membuat dia difavoritkan sebagai juara di Olimpiade Rio de Janeiro tahun depan. Dengan lebih memfokuskan pada sprint, ia mulai mengurangi porsi latihan tolak peluru dan lempar lembing yang selama ini menjadi menu utama kala turun di sapta lomba. Dengan menaruh perhatian di sprint, ia juga mulai belajar membuat start yang tepat. Selama ini, dia terlalu lambat untuk membuat tolakan saat tanda start dibunyikan. Inilah persoalan uatama sekaligus kelemahan pada dirinya yang hendak dikikis bila ingin memburu emas di event tingkat tinggi. Yudi Winanto
MBP/ap
Atlet sapta lomba asal Belanda Dafne Schippers saat berlaga di Kejuaraan Indoor Atletik Eropa di Praha, Rep. Ceko. 15 - 21 Juni 2015
29
OLAHRAGA
Made Adi Binter Wirahadi
Balik ke Mabes Polri DIHENTIKANNYA kompetisi Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, dan Liga Nusantara, membuat sejumlah klub sepak bola di Tanah Air tidak mempunyai pilihan selain memutus kontrak pemainnya. Kondisi ini tentu saja membuat para pemain kelimpungan, terlebih yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan. Untuk menyiasati itu, ada yang memilih berbinis, mengikuti pertandingan tarkam (antarkampung), dan kembali ke tempat bekerja yang sempat ditinggalkan. Bomber Persiba Balikpapan, Made Adi Binter Wirahadi, termasuk pemain yang balik ke profesi awalnya sebagai anggota polisi. Ia kembali ke Mabes Polri guna berdinas di Pelayanan Markas (Yanma) bersama Indra Kafi Ardiansyah yang membela PSPS Pekanbaru, Riau, di Divisi Utama. Binter baru sekali melakoni laga tandang ke kandang PSM Makassar di Stadion Mattoangin. Meski kalah tipis 0-1, ia masih betah bermain di Persiba. ‘’Saya senang di Persiba, sebab pembayaran gaji dan hak pemain lainnya berjalan lancar. Saya sudah terima gaji tiga bulan,’’ ujar pria kelahiran Denpasar, 24
April 1983, ini. Suami Ni Nyoman Sukerti ini mengaku prihatin terhadap nasib pesepak bola dan perangkat pertandingan yang tidak menerima honor dari lapangan hijau sejak dihentikannya kompetisi. ‘’Dampaknya sangat besar karena pemain dan perangkat pertandingan kehilangan mata pencaharian,’’ terangnya. Libur kompetisi dimanfaatkan Binter untuk menjaga kondisi dan kebugaran. Ayah dua anak ini tetap rajin berlatih dan mengikuti turnamen. Ia masuk skuad tim Denpasar Selection yang akan berpartisipasi dalam kejuaraan Piala Bung Karno di Stadion Debes, Tabanan. Binter awalnya ditempa di SSB Perseden Denpasar, kemudian masuk tim Perseden U-12, U-15, dan Suratin (U-17). Selanjutnya, pemain berposisi penyerang ini membela Perseden di kompetisi Divisi I, direkrut Persita Tangerang, Pelita Jaya, Persebaya 1927 Surabaya, Persijap Jepara, Persiba Bantul, Perseru Serui Papua, dan Persiba Balikpapan. Anggota Polri ini akan berpangkat Bripka pada Juli mendatang. Daniel Fajry
MBP/wan
Made Adi Binter Wirahadi
Menjadi Olahragawan
MBP/rtr
Mantan petenis Tiongkok Li Na
30
15 - 21 Juni 2015
SEBAGAI petenis putri pertama yang meraih trofi grand slam, Li Na menginginkan anaknya mengikuti jejaknya sebagai olahragawan. Namun ia tidak akan mengarahkan dia menjadi petenis. Peraih dua trofi grand slam itu, melahirkan anak pertama [ada awal 3 Juni lalu. Bayi perempuan itu diberi nama Alisa dan foto kakinya dipublikasikan via website Li Na. Li Na tahun lalu mengundurkan diri karena cedera otot kaki yang tak kunjung sembuh. Perempuan kelahiran Wuhan 33 tahun lalu itu, berjanji akan memperkenalkan dunia olahraga pada Alisa sejak dini. Ia telah berjanji tidak
akan membatasi putri sebagai petenis, olahraga yang membesarkan namanya. Meski saat hamil ia tetap menyempatkan diri bermain tenis sebagai bagian dari program olahraga menjelang melahirkan. Sebagai petenis yang paling sukses di Asia, Li Na menjuarai Prancis Terbuka 2011 dan Australia Terbuka 2014. Menurut majalah Forbes, kekayaan mencapai 70 juta dolar AS meliputi hadiah yang dikumpulkan sepanjang menjadi petenis rofesional pada periode 2010-2014, laporan Associated Press. Yudi Winanto
Komang Ngurah Arya Perdana
Rindu Stadion Dipta MANTAN penjaga gawang Bali Devata, Komang Ngurah Arya Perdana, kini mengikuti seleksi di Bali United Pusam (BUP). Eks kiper PSM Makassar ini sudah sejak Sabtu (31/5) lalu b e rg a b u n g b e rsama Bayu Gatra dan kawan-kawan dalam latihan di L a p a n g a n Tr i sakti, Legian, dan Lapangan Banteng, Seminyak, Kuta, Badung. Ngurah Arya mencari peruntungan di BUP setelah kiper utama Yoo Jae Hoon pulang ke Korea Selatan akibat dihentikannya kompetisi Indonesia Super League (ISL). Ia kini bersaing melawan Awan Seto dan Putu Pager yang lebih dulu direkrut BUP, untuk menjadi penjaga gawang pilihan pertama. Meski baru beberapa kali mengikuti latihan, pelatih kepala Indra Sjafri mengaku sudah mengetahui kualitas Ngurah Arya. Soalnya, sang kiper pernah mengikuti seleksi di Yogyakarta, namun tidak lolos lantaran BUP lebih memilih merekrut Yoo Jae Hoon yang lebih berpengalaman membela Persipura Jayapura di ISL. Ngurah Arya senang menjalani latihan dan berharap bisa memperkuat tim berjuluk Ser-
dadu Tridatu. “Mudah-mudahan rezeki saya ada bersama BUP. Jika bermain di Bali, saya bisa dekat dengan keluarga. Saat bermain di Persiba Balikpapan dulu, saya baru bisa pulang kampung tiga bulan sekali,” ungkapnya di Denpasar pekan lalu. BUP merupakan satu-satunya tim sepak bola asal Bali yang berlaga di kompetisi tertinggi Tanah Air. Jadi, menjadi kebanggaan tersendiri baginya jika bisa berkostum Serdadu Tridatu. “Semoga saya lolos. Saya sudah mengetahui situasi lapangan Stadion Dipta. S a y a t e l a h b e rmain di sana pada 2 0 1 0 / 2 0 11 s a a t membela Persegi Bali FC dan kemudian memperkuat Bali Devata. Saya sangat merindukan kembali bisa merumput di stadion kebanggaan masyarakat Gianyar itu dan didukung Semeton Dewata,’’ katanya. Ngurah Arya sudah melanglang buana di kancah sepak bola Indonesia. Ia pernah membela Perst Tabanan, Persegi Bali FC, Persik Kediri U-21, Bali Devata, Arema Malang, Persibol Boul, PSM Makassar, dan Persiba Balikpapan. Eka Parananda 15 - 21 Juni 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
SIMPATI - Mendengar kabar duka dari salah satu keluarga miskin Sang Wayan Putu (38), anggota DPRD Karangasem I Gede Dana menunjukkan rasa simpatinya dengan mendatangi langsung rumah duka di Banjar Tanah Aji, Desa Abang, Kecamatan Abang, Rabu (3/6). Gede Dana merasa prihatin, salah satu anak Sang Wayan Putu, Sang Kadek Sugiantara (11), akhirnya meninggal setelah bertahuntahun menderita gizi buruk. Gede Dana pun tidak membiarkan keluarga miskin ini makin terpuruk, dengan menanggung biaya sekolah kakak almarhum Sang Kadek Sugiantara yakni Sang Ayu Putu Metri (13) yang hampir saja putus sekolah lantaran kedua orangtuanya sudah tak sanggup lagi membiayainya. Kepedulian Gede Dana terhadap warga kurang mampu di Karangasem, bukan kebiasaan baru baginya. Hal itu tak lepas dari kehidupan masa lalunya yang terlahir dari orangtua yang juga tak mampu.
MBP/ist
BAGI SEMBAKO - Sebulan ini, bakal calon bupati Karangasem dari PDI Perjuangan, Wayan Sudirta, tak kenal lelah turun ke masyarakat. Ia membagikan antara 800 sampai 1.100 sembako sebagai ‘’jotan’’ menyambut Galungan dan Kuningan sebulan mendatang. Pada Jumat (29/5), Sudirta turun di Desa Subagan, Desa Seraya Tengah dan Seraya Timur, menyerahkan 1.234 paket sembako untuk warga kurang mampu dari 30 dusun. Di Subangan, didampingi istrinya, dokter Sulili Indawati, Sudirta menjenguk warga lanjut usia penderita katarak dan lumpuh. Senator Bali 2004-2014 itu memang bukan orang asing di dua desa tersebut. Program pendampingan rumah sakit yang digarapnya bersama KORdEM, telah membantu belasan warga setempat memperoleh pengobatan gratis di rumah sakit. Ada yang patah tulang pinggang karena terjatuh dari atap rumah, awalnya dimintai biaya Rp 150 juta lebih. Karena miskin dan didampingi Made Dewantara Endrawan, relawan Sudirta di KORdEM Bali, yang bersangkutan hanya membayar Rp 800 ribu, untuk membeli penyangga pinggang agar bisa berdiri tegak.
32
15 - 21 Juni 2015
NGUSABHA DESA - Serangkaian pelaksanaan upacara Mamungkah, Padudusan Agung dan Ngenteg Linggih di Pura Desa, Desa Pakraman Kepaon, Pemogan, Denpasar Selatan, Senin (1/6), digelar upacara Ngusabha Desa. Ngusabha Desa ini digelar untuk menyejahterakan jagat Bali, dan Desa Pakraman Kepaon khususnya. Upacara Ngusabha Desa ini di-puput Ida Pedanda Putra Bajing dari Geria Lebah, Ida Pedanda dari Klungkung dan Ida Pedanda Buda dari Geria Ubud. Rentetan upacara ini merupakan yadnya tingkat madya dengan menggunakan dua ekor kerbau dan pada ngusabha tersebut menggunakan dua ekor kambing sebagai persembahan. Pada upacara tersebut dipersembahkan tari Rejang Dewa dan Topeng Wali. Prawataka Karya I Gusti Ketut Oka didampingi Bendesa Desa Pakraman Kepaon Ida Bagus Suteja mengucapkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas lancarnya pelaksanaan rangkaian upacara tersebut.
RAIH GELAR Satu lagi dosen Universitas Warmadewa (Unwar) meraih gelar doktor. Ini mempercepat program pencapaian 70 doktor Unwar di tahun 2017. Pada Rabu (3/6), Dr. A.A. Gde Raka, M.Si. meraih gelar doktor Bidang Kajian Budaya PPS Unud. Penggiat seni ini lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam waktu studi 3 tahun 10 bulan. Dalam sidang uji disertasi yang dipimpin Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A., Gung Raka mampu menjawab semua pertanyaan penguji dengan lugas saat mempresentasikan disertasinya berjudul ‘’Komodifikasi Warisan Budaya sebagai Daya Tarik Wisata di Pura Penataran Sasih Pejeng, Gianyar’’. Para penyanggah dan penguji terdiri atas promotor Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., kopromotor Prof. Dr. A.A. Bagus Wirawan, S.U., Dr. Ketut Setiawan, M.Hum., Prof. Dr. AAN Anom Kumara, Prof. I Made Sukarsa, Dr. I Putu Sukaja, Dr. I Gusti Ketut Gde Arsana, Dr. I Gede Mudana dan Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurthi, M.Si.
MBP/ist MBP/ist
SAMAWARTANA - Sudah menjadi tradisi siswa Hindu yang menamatkan studi di Dwijendra mengikuti upacara Samawartana. Upacara pawintenan Saraswati ini merupakan rangkaian upacara Sisya Upanayana yang dilakukan ketika mereka memasuki hari pertama belajar di lingkungan Dwijendra. Upacara Samawartana, Jumat (29/5) dipuput Ida Pedanda Gede Pemaron dari Griya Yangbatu, Denpasar. Upacara Samawartana diikuti 918 lulusan masing-masing 30 siswa TK, 39 siswa SD, 348 siswa SMP, 56 siswa SMK dan 445 siswa SMA. Sebelum acara Samawartana dilakukan sosialisasi Univ. Dwijendra yang langsung dibawakan mahasiswa Undwi. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, M.S. Chandra Jaya menjelaskan upacara Sisya Upanayana dilakukan untuk memohon tuntunan dan penyucian diri menerima ilmu pengetahuan serta memohon kemudahan dan ingatan tajam.
PERTAHANKAN GELAR - Setelah berhasil menyapu bersih gelar juara 1, 2 dan 3 seri perorangan dan juga menjadi juara 1 team dalam gelaran Kejuaran Nasional (Kejurnas) Offroad IOF Seri I di Balikpapan beberapa waktu lalu, HardysLand Pobaepo Bali kembali terjun di Kejurnas Offroad IOF Seri II di Lombok pada 30 – 31 Mei 2015. Fokus untuk mempertahankan gelar juara pada Seri I, HardysLand Pobaepo Bali kembali akan menurunkan pasangan pembalap-navigator utamanya yakni; Nyoman “Mangbe” Birawan - Nyoman Nyalik, I Gede Wianta Delem - Rah Aya dan Ketut Wardika Lotto - Kadek Dwik, dengan Manajer Tim Agus “Gejes” Sanjaya. Gejes yang ditemui pada Kamis (28/5) di Head Office Grup Hardys Holdings dalam acara silaturahmi pembalap dan official team dengan Direksi menyatakan optimistis menyambut gelaran Kompetisi Kejurnas ke II di Lombok. Selain latihan, Gejes bersama seluruh tim mengaku telah meramu strategi khusus untuk menghadapi Kejuaraan Nasional Seri II ini.
MBP/ist MBP/ist
TIRTAYATRA - Tirtayatra adalah perjalanan suci menuju tempat-tempat suci, bertujuan untuk menyucikan tubuh, pikiran dan jiwa seseorang. Tirtayatra diyakini sebagai yadnya yang paling utama di antara semua yadnya yang ada. Karena yang mendapat manfaat dari tirtayatra adalah dia yang melaksanakannya. Hal inilah yang menyebabkan saat ini tempattempat suci, baik di Bali maupun di luar Bali ramai dikunjungi oleh orang yang beragama Hindu. India adalah pusat agama Hindu. Ada banyak tempat suci yang patut dikunjungi. Namun ada beberapa yang paling ramai didatangi yaitu seperti Kuruksetra, Rsikesh dan Mathura. Di Kuruksetra tempat yang wajib dikunjungi adalah lokasi turunnya Bhagawad-Gita, tempat wafatnya Rsi Bhisma, danau tempat persembunyian Duryodana dan Sumur Drupadi. Di Rsikesh ada Swargha Ashram, Kuil Dewi Dhurga dan Sungai Gangga.
PENERIMAAN - Memasuki tahun ajaran 2015 penerimaan mahasiswa baru tidak hanya dilakukan oleh perguruan tinggi negeri, namun mulai juga dilakukan oleh perguruan tinggi swasta, Universitas Hindu Indonesia (Unhi). Seleksi penerimaan mahasiswa ini diikuti oleh ratusan lulusan SMA/SMK dari berbagai daerah. Seleksi penerimaan mahasiswa baru Unhi dilaksanakan dengan sangat ketat, hal ini didasarkan atas pemikiran untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang lebih berkualitas sesuai tuntutan sistem penjaminan mutu yang sudah ditetapkan Unhi. Seleksi penerimaan mahasiswa baru ini dilaksanakan lebih awal bila dibandingkan dengan perguruan tinggi (PT) yang yang ada di Bali, boleh dikatakan penerimaan tahap pertama ini merupakan PMDK Unhi. Rektor Universitas Hindu Indonesia Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. mengungkapkan, jumlah mahasiswa yang direkrut pada gelombang pertama ini sebanyak 594 orang tersebar di enam fakultas. 15 - 21 Juni 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
KADARKUM - Banjar Karang Suwung Kelurahan Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan mewakili Kota Denpasar dalam Lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) Provinsi Bali, Jumat (29/5), bertempat di Panggung Ayodya Denpasar. Lomba ini diikuti 8 kabupaten/kota seluruh Bali, yakni Kabupaten Bangli, Denpasar, Tabanan, Klungkung, Karangasem, Jembrana, Gianyar, dan Badung. Kepala Bagian Hukum Setda Kota Denpasar I Made Toya mengatakan, untuk menghadapi lomba ini, sudah banyak persiapan dan latihan yang dilakukan Pemkot Denpasar. Made Toya mengatakan, pembinaan Kadarkum ini sebenarnya sudah dimulai dari bulan Februari dalam rangka menyambut HUT Kota Denpasar. Pembina Kelurahan Pedungan Ketut Mara menambahkan, perjalanan Kadarkum Kelurahan Pedungan ini mulai dari bulan Oktober 2014 untuk persiapan menghadapi HUT Kota Denpasar dalam mewakili Denpasar Selatan.
MBP/ist
LANTIK - Ilmu kedokteran selalu berkembang berpacu dengan waktu, berubah tiap menit bahkan tiap detik. Jika tidak mau belajar, maka akan jauh ketinggalan. Apalagi masyarakat saat ini sudah pintar dan kritis memilih tempat pelayanan kesehatan. Seorang dokter selain harus tetap memegang teguh kode etik, juga harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal ini ditegaskan Ketua IDI Wilayah Bali dr. I Made Kompyang Gautama, Sp.A. saat melantik pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gianyar periode 2015-2018 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Rabu (3/6). Menjadi pengurus organisasi, menurut dr. Kompyang Gautama, adalah suatu kehormatan dan bukti kepercayaan yang diamanahkan oleh anggota. Namun amanah ini jangan dianggap sebagai beban, hendaknya dimaknai sebagai suatu kewajiban dan tanggung jawab diri dan organisasi ke arah yang lebih baik.
MBP/ist
MBP/ist
WISUDA - Berjuang dan jangan pernah menyerah. Ketika kita tak menyerah, maka kita tak bisa gagal. Itulah motivasi yang dikumandangkan Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. pada setiap acara wisuda guna menggugah hati lulusannya untuk terus mengisi diri. Rektor IKIP PGRI Bali didampingi PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., PR II Drs. Dewa Nyoman Juana, M.Pd. dan PR III Dr. Wayan Citrawan, Sabtu (30/5) ini akan mewisuda 579 sarjana. Dari jumlah itu, Prodi Pendidikan BK 62 orang, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah 147 orang, Prodi Pendidikan Seni Tari Drama dan Musik 15 orang, Prodi Pendidikan Seni Rupa 18 orang, Prodi Pendidikan Ekonomi 43 orang, Prodi Pendidikan Sejarah 2 orang, Prodi Pendidikan Olahraga Kesehatan 171 orang, Prodi Pendidikan Matematika 95 orang dan Prodi Pendidikan Biologi 26 orang. Hingga kini, jumlah alumni IKIP PGRI Bali menjadi 19.916 orang. Tampil sebagai lulusan terbaik Komang Eka Swardana (3,85) dengan predikat pujian.
MEMBANGUN - Antusiasme warga Desa Tribuana Banjar Adat Basangalas untuk membangun jalan antardesa dari Banjar Dinas Basangalas Kawan ke Pura Maksan Kaja Kanginan dan Banjar Dinas Gamongan Desa Tiyingtali Kecamatan Abang, mendapat perhatian serius Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. Ini dibuktikan dengan menerjunkan alat berat yang difasilitasi Dinas Pekerjaan Umum Karangasem. Memastikan dengan baik proses pembukaan jalan tersebut, Wabup Sukerana didampingi Camat Abang AA Made Agung Surya Jaya, S.Sos. dan Kepala Bidang Badan Kesbangpollinmas Pasek Yasa meninjau langsung ke lokasi, Minggu (31/5). Rombongan diterima Ketua Panitia Pembangunan Jalan I Wayan Mandi dan I Nengah Suta bersama 145 anggota dadia di Pura Dadia Pesucian Desa Adat Basangalas Desa Tribuana Kecamata Abang. Wayan Mandi menyampaikan telah bertahun-tahun warga Desa Tribuana Banjar Dinas Basangalas Kawan mendambakan dibangunnya jalan untuk memperlancar akses antardesa.
34
15 - 21 Juni 2015
MBP/ist
MBP/ist
AKREDITASI - Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Balindo Paradiso telah merampungkan Desk Audit Akreditasi pada Selasa (26/5) di kampus Balindo Paradiso oleh Komite Akreditasi Provinsi Bali. Hal itu ditandai penyerahan sertifikat akreditasi oleh Komite Akreditasi Provinsi Bali. Proses akreditasi ini oleh Balindo Paradiso adalah bentuk komitmen lembaga ini untuk selalu menjadi lembaga yang mengedepankan kualitas baik tenaga kepelatihan, management maupun output lulusannya. Proses akreditasi ini adalah proses perpanjangan karena sebelumnya lembaga ini sudah terakreditasi A. Pada Kamis (28/5) LPK Balindo Paradiso mengadakan Seminar Implementing the Indonesian National Qualification Framework (KKNI) dan Quality Training Framework (KPBI) oleh Mr. Ray Powell, Team Leader TVET-SED GIZ Component 4, Mr. David Key, International Consultant, Ibu Ida Trisnasari dan I Gusti Putu Laksaguna sebagai Indonesian Consalting di bidang pengembangan sistem dan tenaga kepariwisataan.
MELASPAS - The Royal Mahendradatta Property makin melebarkan sayapnya. Setelah membangun sejumlah unit properti di Denpasar dan Jembrana, kini The Royal Villa mulai merambah kawasan timur Bali yakni Karangasem. Hal ini terekam dalam upacara pamelaspasan salah satu unit properti baru yakni The Royal Villa Mahendradatta River View di Karangasem pada Minggu (31/5) lalu. Karya pamelaspasan di-puput oleh Ida Bhagawan Nabe Wira Kerthi asal Geria Tegeh Kori Buleleng yang diikuti oleh sejumlah keluarga besar Puri Ageng Tegeh Kori. Dan rasa angayubagia atas peresmian properti ini disampaikan I Gusti Ayu Dewi Wastu Manggala MWS, S.S., M.H. (President The Royal Mahendradatta Property). Pada kesempatan itu, Dewi Wastu juga menyampaikan ke depan sejumlah unit properti akan didirikan pada 2015/2016. Nampak dalam foto Shri I Gst. Ngrh. Wira Wedawitry WS, S.H., M.H., Shri I Gst. Ngrh. Bhisma Vedanta Wisvakarma Suliwa WS, Ida Ratu Bhagawan Nabe Wira Kerthi dan I Gst. Ayu Dewi Wastu Manggala MWS, S.S., M.H. (Founder & President The Royal Mahendradatta Property) saat peresmian The Royal Villa Karangasem.
MBP/ist
MBP/ist
PANCASILA - Berbicara Pancasila tidak akan bisa melupakan akar dari Pancasila itu yakni kedigjayaan Sriwijaya Buddha dan Majapahit Hindu yang merupakan dua kerajaan di nusantara yang telah melahirkan sejumlah nilai universal. Kata ‘’Pancasila’’ berasal dari bahasa Sansekerta, bahasa resmi Kitab Suci Weda yang diusung oleh dua miliar lebih umat Hindu dan Buddha di seluruh dunia. ‘’Panca’’ berarti lima dan ‘’Sila’’ berarti nilai. Para pendiri republik ini telah menjadikan Pancasila secara filosofi diambil dari nilai-nilai agama Hindu sebagai fondasi dasar bangsa ini. Dan Majapahit Bung Karno yang memiliki seorang ibu berdarah Bali, kerap mengakui bahwa dirinya bukanlah penemu Pancasila, tetapi hanya penggali Pancasila. Sesuatu yang digali sudah dipastikan tertanam, tenggelam dan terkubur, dan banyak ahli sejarah yang memiliki pendapat bahwa hilangnya nilai-nilai Pancasila di Nusantara akibat keruntuhan Majapahit di abad XV.
RUANG EKSPRESI - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memberikan ruang ekspresi kepada para lanjut usia (lansia). Salah satunya lewat peringatan Hari Lanjut Usia (Halun) dengan menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya. Meski usia mereka sudah uzur, para lansia tetap memiliki semangat tinggi untuk berkreasi dan berekspresi yang mampu menghadirkan decak kagum bagi para penonton. Lewat ruang ekspresi yang diberikan Wali Kota Rai Mantra, para lansia mampu mengikuti berbagai perlombaan dari cak, joged, karaoke hingga senam, Minggu (31/5) di halaman Graha Sewaka Dharma Lumintang. Peringatan Halun tahun ini diawali dengan penampilan tari Pendet massal yang dibawakan 150 lansia. Berbeda dengan perayaan Halun sebelumnya, pada perayaan Halun kali ini juga di kumandangkan untaian syair lagu ciptaan khusus Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang berjudul “Bahagia Dalam Pengabdian”. 15 - 21 Juni 2015
35
LINGKUNGAN
Vila di Kawasan TNBB
Untungkan Investor, Pemerintah Terima Getahnya
Hutan rimba di kawasan TNBB mencapai ribuan hektar.
K
awasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) berada di wilayah Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Kawasan ini termasuk hutan lindung yang berbatasan dengan laut tenang berpasir putih. Sejak bertahun-tahun TNBB ditetapkan sebagai aset pemerintah pusat. Kawasan ini sesuai aturan telah ditetapkan zona yang bisa dimanfaatkan untuk dikelola oleh pihak ketiga (investor). Kawasan TNBB ditetapkan melalui Keputusan Direktorat Jendral (Dirjen) Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) No. SK.143/IV-KK/2010 tentang Zonasi Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Berdasarkan SK ini, kawasan TNBB luasnya mencapai sekitar 19.002,89 hektar. Sebagian besar arealnya hutan lindung dan berbatasan langsung dengan pantai dengan gelombang tenang serta hamparan pasir putih. Selain itu, arealnya merupakan kepulauan bernama Pulau Menjangan. Pulau Menjangan ini bisa ditempuh dengan menggunakan perahu bermesin dari daratan sekitar 40 menit. Dari total luas wilayah TNBB ini, pemerintah pusat membagi menjadi beberapa zonasi. Zona inti seluas sekitar 8.023,22 hektar. Zona rimba luasnya sekitar 6.174,756 hektar. Zona perlindun-
36
15 - 21 Juni 2015
gan luasnya sekitar 221.741 hektar. Zona pemanfaatan luasnya sekitar 4.294,43 hektar. Zona budaya atau relegi dengan luas sekitar 50.570 hektar. Zona khusus seluas sekitar 3,967 hektar, dan zona tradisional 310,943 hektar. Beberapa investor dalam negeri sejak lama telah mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk menanamkan investasinya pada zona pemanfaatan. Sebagian besar investor ini bergerak dalam bidang pembangunan akomodasi pariwisata seperti penginapan, restoran, dan paket wisata alam dan wisata bahari. Investor yang telah direkomendasi menanamkan modalnya di kawasan TNBB ini sampai sekarang masih ada yang melakukan pengembangan. Sayangnya, pengembangan akomodasi pariwisata itu terkesan melanggar perizinan yang diatur oleh pemerintah daerah. Menariknya, dalam kondisi ini, pihak investor sepertinya begitu bebas mengembangkan akomodasi wisatanya tanpa harus mengurus dokumen perizinan seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah. Hal ini tak bisa dihindari karena adanya Surat Edaran (SE) No.2/Menhut-IV/2007 tanggal 6 juli 2007 tentang perizinan dan pengutan pajak/
retribusi dalam pengusahaan pariwisata alam di kawasan konservasi. SE tersebut memberikan investor keleluasaan sehingga tidak perlu mencari izin di daerah karena dianggap membebani. Terlebih lagi, regulasi perizinan pengelolaan TNBB itu diterbitkan oleh pemerintah pusat sebagai pemilik aset TNBB. Tak pelak, investor yang mengembangkan investasinya seolah berlindung di balik SE tersebut. Sementara, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa memaksakan investor bebas mengembangkan investasinya. Investor yang kini tengah mengembangkan investasinya pada zona pemanfaatan TNBB adalah PT. Trimbawan Swastama Sejati. Dari penelusuran Komisi II DPRD Buleleng, investor ini sebelumnya telah membangun akomodasi pariwisata. Kini investor melakukan pengembangan dengan membangun vila dengan kapasitas 10 kamar, restoran dan kolam renang. Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, pengembangan akomodasi wisata ini tidak dilengkapi dengan IMB. Pihak investor berdalih tidak mengurusi IMB karena adanya SE Menhut yang tidak mewajibkan untuk mengusun izin di daerah.
TNBB di Kecamatan Gerokgak, Buleleng mulai menggeliat menyusul pengembangan akomodasi wisata di kawasan tersebut. Bali Post/mud
Atas kondisi ini, DPRD Buleleng meminta penjelasan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Pasalnya investasi tersebut tidak hanya merugikan pemerintah daerah dari segi retribusi dari perizinannya, juga adanya kekhawatiran dampak kerusakan lingkungan akibat pengembangan investasi tersebut. ‘’Karena SE itu bukan dasar hukum dan pemerintah daerah juga punya aturan, sehingga kita akan koordinasikan masalah ini ke kementrian. Sebab dampak kerusakan lingkungannya dan kalau sudah rusak Buleleng yang menerima getahnya dan keuntungan justru dinikmati investor dan pemerintah pusat,’’ tegasnya. Pengamat hukum yang juga Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja I Putu Sugiardana mengatakan, kebijakan pemerintah daerah menata investasi termasuk di kawasan yang kewenangan pengelolaanya di tangan pemerintah pusat sejalan dengan semangat otonomi daerah. Pengaturan dalam bentuk perizinan ini pun dilakukan untuk mencegah munculnya dampak kerusakan lingkungan oleh setiap aktifitas investasi baik yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri maupun investor asing. Dia
mencontohkan, pembangunan vila dengan kapasitas 10 kamar, restoran, dan kolam renang di TNBB. Investasi yang sudah dilakukan ini jelas merugikan pemerintah daerah dalam hal retribusi IMB. Bahkan, investasi ini dicurigai melanggar sempadan pantai, sehingga investasi ini terkesan hanya memberikan keuntungan investor. Sementara ancaman kerusakan lingkungan itu justru diterima oleh pemerintah daerah. Sugiardana menambahkan, salah satu solusi dalam menyelesaikan kontradiksi norma dalam pengelolaan TNBB itu harus dilakukan koordinasi dan duduk bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Upaya koordinasi ini akan memberikan ruang bagi para pihak ini untuk mengambil jalan tengah, sehingga persoalan yang terjadi bisa diatasi dan tidak menimbulkan polemik panjang. Dia menyarankan SE tersebut hendaknya dikaji ulang. ‘’Saya kira lembaga dewan dan pemerintah daaerah segara melakukan korodinasi ke pusat. Dari upaya ini SE itu patut ditinjau ulang karena kesannya kebijakan di daerah dikesampingkan,’’taksirnya. Sayangnya, dampak pengelolaan ini masih seutuhnya diterima oleh pemerintah pusat. Sementara, Buleleng sebagai kabu-
paten yang mewilayahi TNBB nampaknya belum merasakan dampak dari menggeliatnya pengelolaan kawasan tersebut yang didominasi bidang pariwisata. Mudiarta
MBP/mud
Pengamat hukum dan Dekan Fakultas Hukum Unipas Singaraja I Putu Sugiardana.
15 - 21 Juni 2015
37
PARIWISATA
Sepasang wisatawan tengah menikmati hamparan sawah berundak-undak yang terletak di Desa Ceking, Tegalalang, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Objek Wisata Ceking Tetap Memesona
H
amparan sawah berundak-undak yang terletak di Desa Ceking, Tegalalang, Kecamatan Ubud, Gianyar Bali sanggup menyuguhkan suasana indah. Hamparan sawah berteras ini seindah tempat wisata Jatiluwih, yang terletak di Tabanan. Tapi yang ini lokasinya sangat strategis, terletak di jalur wisata Kintamani dan Ubud, sangat sayang sekali untuk dilewatkan. Kendati diwarnai berbagai permasalahan kompleks, seperti kemacetean, namun objek wisata ceking nampaknya masih tetap memesona. Terbukti, setiap hari ratusan turis asing memadati objek wisata Ceking Terrace. Di lokasi tersebut para wisatawan mengagumi penataan sawah yang tersusun rapi di sela-sela tebing. Ratusan wisatawan yang berkunjung terlihat sangat menikmati objek wisata Ceking dengan pemandangan sawah yang tersusun rapi. Bahkan, dominan dari para wisatawan memilih untuk turun ke tebing, dengan penataan sawah tersebut untuk berfoto ria. Ada pula dari mereka yang menikmati keindahan ceking dari kejauhan, dengan tetap berada di sisi barat yakni seputaran art shop. Berkat ramainya kunjungan wisatawan tersebut, men-
38
15 - 21 Juni 2015
jadi berkah bagi warga sekitar, banyak rumah makan dan toko kerajinan milik warga yang menawarkan kerajinan lukisan, gantungan kunci, patung dan berbagai kerajianan khas Bali lainnya. Perbekel Desa Tegalalang, Dewa Rai Sutrisna mengungkapkan, di balik besarnya kontribusi ceking utuk ekonomi masyarakat, pengaruh kemacetan hingga kini memang belum teratasi. Namun, sudah diupayakan penataan tempat parkir yang berloaksi di selatan objek wisata tersebut. “Nanti kapasitas parkir 70 mobil, sekarang sudah difungsikan tapi masih dalam penataan sehingga baru bisa menampung 30 mobil,� terangnya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, A.A. Ari Brahmanta, S.E. menjelaskan, jutaaan wisatawan asing maupun domestik, setiap tahunnya selalu berlibur di kawasan penelur seni Gianyar. Namun, dari 20 tujuan objek wisata yang tercatat, hanya tujuh yang dikelola oleh Pemda. Sementara sisanya digarap oleh pihak swasta atau investor. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar tercatat ada 20 objek wisata, paling banyak ada di Kecamatan Ubud dengan tujuh lokasi objek wisata, di Kecamatan Gianyar ada empat, Tampaksiring ada tiga, Blahbatuh ada dua, Sukawati ada dua, Tegalalang ada dua tujuan objek wisata. Hanya di Kecamatan Payangan masih nihil tujuan objek wisata. Dari 20 tujuan objek wisata tersebut, Pemda Kabupaten Gianyar hanya mengelola Tujuh objek wisata. Ironisnya, dari ketujuh objek wisata tersebut hanya Tirta empul, Goa Gajah yang menjadi mascot andalan. Sementara sisanya mulai mengalami penurunan kunjungan seperti objek wisata Gunung Kawi Sebatu di Tegalalang, dari 41.879 kunjungan wisatawan asing pada 2011, menurun menjadi 34.352 pada 2012, kembali menurun pada 2013 menjadi 30.350 dan terakhir hingga Juli 2014 menjadi 16.847. Manik
PEMERINTAHAN
Bupati Badung Terima Penghargaan BPK RI
Opini WTP Paralel dengan Kesejahteraan Masyarakat Badung
Piagam penghargaan yang ditandatangani anggota VI BPK RI Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali Arman Syifa, MAcc, AK.CA kepada Bupati Badung A.A. Gde Agung di ruang pertemuan Kantor BPK RI.
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan yang diterima Bupati Badung A.A. Gde Agung atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2014. Sebelumnya, kabupaten berlambang keris ini juga meraih opini WTP atas LHP LKPD pada 2011, dan 2012. Predikat ini tidak terlepas dari kerja keras segenap jajaran Pemkab Badung. Piagam penghargaan yang ditandatangani anggota VI BPK RI Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali Arman Syifa, M.Acc, AK.CA kepada Bupati Badung A.A. Gde Agung di ruang pertemuan Kantor BPK RI, Kamis (4/6) lalu. Selain menyerahkan piagam kepada Bupati, BPK Perwakilan Provinsi Bali juga menyerahkan LHP atas LKPD tahun 2014 kepada Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta. Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali Arman Syifa menjelaskan, bahwa pada 2015, BPK RI telah melaksanakan tugas konstitusional, yakni melakukan pe-
meriksaan atas LKPD Kabupaten Badung tahun 2014. “Kami memberikan apresiasi atas langkah-langkah serta upaya-upaya perbaikan yang sangat signifikan yang telah dilakukan oleh Bupati Badung beserta segenap jajaran Pemkab Badung,” katanya. Menurutnya, pemeriksaan oleh BPK ini ditujukan untuk memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan pemerintah kabupaten Badung tahun anggaran 2014 dengan memperhatikan kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan dan efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). Dari hasil pemeriksaan selama dua bulan, maka BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas neraca Pemkab Badung per tanggal 31 Desember 2014, di mana laporan realisasi anggaran. “Laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material sehingga Pemkab badung berhasil meraih opini tertinggi yakni WTP,” ucapnya. Bupati Badung AA Gde Agung, usai
menerima piagam penghargaan mengungkapkan, apresiasi dan ucapan terimakasih kepada segenap Tim pemeriksa BPK yang telah melaksanakan tugas profesional dan konstusionalnya dalam melakukan pemeriksaan di Kabupaten Badung. Terkait Opini WTP yang merupakan opini tertinggi ini, Bupati Gde Agung mengungkapkan, dalam perjalanan sejarah pemerintahan di Badung sejak awal menjabat bupati badung telah berhasil meraih tiga kali opini WTP, walaupun pernah jeda LHP untuk tahun 2013 dengan opini tidak wajar. Dari opini tidak wajar yang pernah diraih bukan membuat pemkab terpuruk namun justru segenap jajaran dengan dukungan Dewan menjadi bangkit kembali untuk melakukan perbaikan dalam upaya mewujudkan tata kelola keuangan sesuai dengan rekomendasi BPK RI. “Opini WTP berturut-turut kemudian pernah dinilai tidak wajar, bukan membuat kami terpuruk apalagi frustasi, namun justru kami jadikan sebagai pemantik dan pemicu semangat bersama untuk melakukan berbagai pembenahan,” ungkapnya. Alhasil atas kerja keras yang sungguhsungguh serta terukur itu, kata Gde Agung akhirnya opini BPK atas LKPD tahun 2014 berhasil diraih. Dikatakan, dengan penghargaan khusus ini yang penekanannya bahwa opini terdapat korelasi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. “Kami di Badung sejak awal terobsesi akan kondisi yang paralel antara opini WTP dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dan telah menjadi obsesi Pemkab Badung bahwa opini BPK dapat paralel dengan tingkat kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan, atas nama pimpinan serta lembaga DPRD menyampaikan apresiasi kepada BPK yang telah melaksanakan tugas konstitusional dalam melaksanakan pemeriksaan di Badung. Opini ini akan dijadikan tindak lanjut dalam pengambilan keputusan politik dan strategis di DPRD Badung. (adv) 15 - 21 Juni 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
WORKSHOP - Dalam rangka meningkatkan kemampuan skill dan wawasan segenap anggota PKK di kabupaten dan kecamatan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng dirangkaikan dengan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVII tahun 2015 menyelenggarakan Workshop Kewanitaan. Workshop tersebut meliputi peragaan busana adat ke pura, busana adat menghadiri undangan manusa yadnya dan busana modiďŹ kasi songket dan endek untuk pakaian kerja. Selain itu workshop ini juga diisi dengan pelatihan merangkai bunga dan janur, perlengkapan muspa dan sikap muspa. Bukan hanya itu, praktik tata rias dan praktik pemasangan sanggul juga ada di workshop kali ini. Workshop yang diadakan selama satu hari ini dilaksanakan di Gedung Laksmi Graha, Sabtu (30/5) lalu.
JUMBARA - Bupati Badung melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika menyampaikan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) V Palang Merah Remaja (PMR) dilaksanakan dalam rangka memperteguh kesetiakawanan sosial dalam upaya penanggulangan bencana, kepalangmerahan serta stop AIDS dan narkoba. Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, kegiatan seperti ini dipandang sangat strategis terutama dalam menggugah sekaligus meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana dan kemanusiaan. Terlebih, Kabupaten Badung memilki potensi bencana yang cukup besar. Hal itu diungkapkan Sekda Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Badung saat membuka kegiatan Jumbara V PMR PMI Kabupaten Badung di Lapangan Umum Petang, Rabu (3/6).
MBP/ist
MBP/ist
SEMINAR - PT Moment Global Internasional menyelenggarakan seminar nutrisi kesehatan dan bisnis, Minggu (31/5), di The Yani Hotel, Pesanggaran. Seminar kali ini yang kedua. Sebelumnya Moment juga pernah menyelenggarakan seminar 28 Februari lalu. Dewi Yanti, salah satu leader Moment yang menyelenggarakan acara tersebut mengatakan, ia melihat seminar yang dilakukan sebelumnya mendapat respons yang baik dari masyarakat Bali karena peserta yang hadir sekitar 100 orang. Ia berharap pada seminar yang dilakukan kali kedua ini juga dapat melebihi target peserta. Dr. Ayundria Purwitasari, dokter konsultan Moment, menjelaskan bahwa produk yang dijual Moment adalah produk nutrisi makanan, yang sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia sehingga memiliki konsep yang berbeda dengan suplemen atau obat.
40
15 - 21 Juni 2015
PERTEMUAN - Paiketan Perantauan Semeton Karangasem Desa Pakraman Dukuh Penaban (Sekar Dupa), Minggu (31/5) melakukan pertemuan dan pengukuhan pengurus paiketan di Denpasar. Pengukuhan pengurus ini dilakukan Bendesa Pakraman Dukuh Penaban Nengah Suarya, dan menetapkan Dr. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd. sebagai Ketua Paiketan Perantauan Sekar Dupa. Acara dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra serta Bupati Karangasem Wayan Geredeg. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra bersama Bupati Geredeg juga mendapatkan kehormatan memasangkan destar kepada pengurus sebagai tanda pengukuhan para pengurus Paiketan Perantauan Sekar Dupa. Nampak dalam foto - Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Bupati Karangasem Wayan Geredeg foto bersama dengan Pengurus Paiketan Perantauan Semeton Karangasem Desa Pakraman Dukuh Penaban (Sekar Dupa).
MBP/ist MBP/ist
PERTAMA DI BALI - Skales Residence Nusa Dua, Service Apartment pertama di Bali, mulai dibangun. Dari Kika: Lily Elidanita, Komisaris PT Villaku Nyaman (Developer), Ir. Budi Teguh, PT Graha Parama Sentosa (Kontraktor). Gunawan Jahja, Direktur PT Villaku Nyaman, di depan maket Skales Residence Nusa Dua, seusai meresmikan tiang pancang pertama Skales Residence Nusa Dua, beberapa waktu lalu. Service apartment di kawasan Nusa Dua terdiri atas 2 tower, 110 unit service apartment, dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern di lingkungan yang hijau untuk kenyamanan bagi penghuninya. Selain service apartment, hadir pula hotel bintang 4, menggandeng Louvre Hotels Group Prancis, selaku operator Skales Hotel & Residence.
SOSIALISASI - Subak merupakan warisan budaya Bali berupa sistem irigasi yang mengatur pembagian pengelolaan airnya yang berdasarkan pada pola pikir harmoni dan kebersamaan yang berlandaskan pada aturan-aturan formal (awig-awig subak) dan nilai-nilai agama. Subak merupakan salah satu bentuk kearifan lokal. Demikian disampaikan Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. saat Sosialisasi Majelis Subak Kabupaten Karangasem degan menyambangi lima Kelompok Subak Balepunduk Desa Tegallinggah Kecamatan Karangasem, Kamis (28/5) lalu. Kata Sukerana, dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang didengungkan Pemerintah Kabupaten Karangasem, keberadaan subak tidak bisa diabaikan dalam meningkatkan produktivitas hasil sawah yang dibarengi dengan pemakaian teknologi tepat guna, serta peningkatan infrastruktur pertanian.
MBP/ist
MBP/gie
CSR - PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Manggis, Karangasem, merealisasikan CSR tahun ini dengan menyasar kelompok tani-ternak di Desa Pakraman Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis. Program pemberdayaan tersebut menggandeng Pusat Pengembangan Agribisnis dan Kewirausahaan (PPAK) Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Unud). Pemberdayaan tersebut dengan memberikan pelatihan dalam integrasi ternak sapi dengan pertanian lahan kering menuju zero waste (tanpa limbah terbuang). Ketua Panitia Pelatihan Ir. Gede Suarta, M.Si. didampingi Sekretaris Eksekutif PPAK Fakultas Peternakan Unud Tjokorda Istri Agung Sry Ardani, S.Pt., Jumat (29/5), mengatakan pelatihan pemberdayaan dari program CSR ini, menyasar Kelompok Tani-Ternak Putrayasa di Desa Pakraman Tenganan Dauh Tukad.
BERKUNJUNG - Jalan-jalan ke Ubud belum lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner Bali yang satu ini. Ubud merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari tempat makan di Bali. Sejak tahun 1990 kuliner di Desa Ubud sudah terkenal dengan hidangan bebek goreng. Dan sekarang di Jalan Goa Gajah, Ubud, Bali telah dibuka restoran masakan bebek yang tidak kalah saing kelezatannya yaitu Restoran Bebek Tepi Sawah. Nyoman Sumerta selaku pemilik restoran ini mengatakan, bebek yang digunakan adalah bebek lokal sekitar daerah Ubud, Bali. Selain untuk mendukung kemajuan peternak bebek lokal di desa setempat, dipastikan pula bebek lokal yang digunakan adalah daging segar yang baru habis dipotong. Apabila mengambil daging dari luar memerlukan proses yang alot dengan membekukan daging terlebih dahulu dan akan mengurangi kualitas rasa olahan masakan bebek tersebut. Nampak dalam foto Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarga berkunjung ke Resto Bebek Tepi Sawah. 15 - 21 Juni 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
MACARU - Usaha Nirmala Group di bawah pimpinan Made Sujana terus mengembangkan sayap usaha. Kali ini divisi bangunan melebarkan sayap, dengan meresmikan toko bangunan ke-6 di Nirmala Bangunan Cengiling, Jimbaran, Senin (1/6). Pembukaan ditandai pamelaspasan, macaru dan Rsi Gana di-puput Ida Pedanda Ngurah dari Geria Tegeh, Kesiman. Hadir sejumlah undangan, tokoh masyarakat Jimbaran dan para kerabat keluarga Made Sujana dan Nyoman Sudiasih. Menurut Made Sujana, Toko Nirmala Bangunan Cengiling dibangun sejak tiga bulan lalu. Sesuai target, bertepatan purnama sadha, toko yang berlokasi di pusat keramaian Banjar Cengiling dibuka. Pembukaan ini sekaligus untuk mewujudkan obsesi Made Sujana, yang masa kecilnya dihabiskan di Banjar Cengiling. Nampak dalam foto Made Sujana dan Nyoman Sudiasih bersama Ida Pedanda Ngurah dari Geria Tegeh, Kesiman.
RAYAKAN - Setiap tahun, kaum nasionalis Indonesia khususnya tokoh Marhaenisme secara khusus merayakan bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno yakni 1 Juni (Hari Lahir Pancasila), 6 Juni (hari lahir Bung Karno), 21 Juni (hari wafat Bung Karno) dan 4 Juli (hari lahir PNI). Kebangkitan ajaran Bung Karno kembali sangat terasa di Bali saat runtuhnya rezim Orde Baru yang mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu reformasi. Hasil setelah 15 tahun reformasi, telah muncul anak-anak ideologis Bung Karno yang merupakan kehendak zaman. Salah satunya, muncul tokoh muda Sukarnois di Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Apa yang sudah dikerjakan oleh Senator Wedakarna, sungguh merupakan teladan. Salah satunya menggagas Bulan Bung Karno di Bali sejak ia memimpin PNI Marhaenisme Bali sejak 2007 hingga kini. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Wakil Presiden Venezuela Jorge Arreaza dan putri Hugo Chavez, Maria Chavez, saat menyerahkan The Sukarno Prize di Kota Caracas, Venezuela.
MBP/ist
JALAN SEHAT - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menggelar jalan sehat menyongsong peringatan Dies Natalisnya ke-4 yang jatuh pada tanggal 7 Juli mendatang. Jalan sehat yang diikuti sekitar 1.000 peserta ini diselenggarkan pada hari Sabtu, 30 Mei 2015. Jalan sehat yang menempuh rute sekitar 5 km tersebut, dilepas Ketua Yayasan Dhyana Pura Dr. I Wayan Damayana S.Th., M.Si. didampingi Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., Wakil Rektor I Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A. dan Wakil Rektor II Made Darmayasa, S.E., M.M. Hadir sebagai peserta dalam kegiatan jalan sehat ini yakni para dosen, pegawai berserta keluarga, mahasiswa, siswa SMA/ SMK di seputaran Dalung dan juga warga sekitar. Rektor Made Nyandra menyampaikan, selain ikut berpartisipasi dalam kegiatan menyehatkan masyarakat, jalan sehat ini juga dalam rangka menjalin rasa kekeluargaan dan silaturahmi antardosen, keluarga dan mahasiswa.
MBP/ist
KULIAH UMUM - Program Studi (Prodi) Ayurweda Fakultas Kesehatan (F-Kes) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar kuliah umum, Senin (1/6) lalu di kampus setempat. Kuliah umum yang juga masih serangkaian kegiatan bulan HUT ke-7 Prodi Ayurweda Unhi itu mengambil tema “Cara Pembuatan Obat Tradisional Loloh (Decoktum) yang Baik�. Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber Drs. I Wayan Bagiarta Negara, Apt.M.M. dan Ni Putu Ekayani Scorpiasanty L, S.Si.Apt. dari Balai Besar POM Denpasar. Ketua Panitia Ni Luh Gede Sudaryati, S.Si., M.Si. dan Sekretaris Panitia dr. Ida Bagus Wiryanatha, M.Si. mengatakan, kuliah umum ini dihadiri para mahasiswa, dosen, alumni F-Kes Unhi dan para praktisi. Kuliah umum ini digelar juga dalam rangka pengembangan ilmu, khususnya di bidang Ayuweda.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
MBP/ist MBP/ist
WISUDA - Universitas Udayana (Unud) melaksanakan wisuda ke-113, Sabtu (30/5), di Gedung Widya Sabha, Bukit, Jimbaran. Periode Mei ini dilepas 1.057 wisudawan, terdiri dari 2 orang program Diploma 3, 9 orang program Diploma 4, 630 orang program Sarjana-1, 30 orang profesi Apoteker, 45 orang profesi Dokter Hewan, 156 orang Profesi Dokter, 35 orang Dokter Spesialis-1, 128 orang program Magister, dan 22 orang program Doktor. Keseluruhan wisudawan Universitas Udayana sampai saat ini mencapai 71.860 orang. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD. mengatakan, mungkin kata-kata berpikir global dan berkarakter lokal sudah klise. Namun kini dan di masa mendatang tetap menjadi menarik dan secara konsisten harus dikumandangkan.
TERBARU - Widi Widiana kembali hadir dengan karya terbaru. Setelah cukup lama absen dengan rekaman lagu baru, sekarang saatnya ia menyapa lagi penggemarnya dengan album berjudul “Nasi Goreng Spesial”. Album dalam format CD audio ini diluncurkan secara resmi ke pasar musik sejak 1 Juni lalu. Tak hanya “spesial” dalam judul, album ini memang memiliki sejumlah hal yang spesial, mulai dari proses hingga keputusan untuk meluncurkannya awal bulan ini. “Proses penggarapan memakan waktu sekitar satu tahun, karena dikerjakan secara bertahap. Selain itu sambil mengumpulkan lagu yang benar-benar pas atau cocok untuk saya bawakan,” ujar Widi Widiana saat beramah-tamah dengan wartawan di Seminyak, Kuta, Rabu (3/6). Ada 8 lagu yang terangkum di album terbaru penyanyi bernama asli Ketut Widiana ini. Melihat deretan pencipta yang lagunya dinyanyikan, tentu sudah tak asing lagi bagi penggemar lagu pop Bali.
MBP/ist
PALING BESAR - Seminar ‘’Revolusi Mental dan Inovasi Pendidikan Menuju Denpasar Sejahtera’’ yang digelar Disdikpora Kota Denpasar, Sabtu (30/5), bisa disebut seminar paling besar di Bali, karena diikuti 1.000 lebih peserta. Mereka adalah para guru, kasek dan wakasek serta pengawas dari TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Denpasar. Seminar langsung dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya. Seminar menampilkan pembicara Hengki Setiawan dipandu Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si. Yang menarik di acara itu, Wali Kota langsung me-launching Innovation Award bagi dunia pendidikan. Hebatnya lagi, Wali Kota langsung membuat yel-yel untuk Innovation Award dengan tangan dikepalkan ‘’Denpasar: semangat, Denpasar: Kreatif dan Inovasi: Tanggung jawabku’’. Nampak dalam foto Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra menyerahkan cenderamata kepada Hengki Setiawan dan Murjana Yasa.
MBP/ist
WISUDA - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Wisuda XIX di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Sabtu (30/5) lalu. Sebanyak 274 wisudawan dilepas, masing-masing 128 orang dari Fakultas Dharma Acarya, 63 orang dari Fakultas Brahma Widya, 50 orang dari Fakultas Dharma Duta, dan 33 orang wisudawan Pascasarjana. Tiga wisudawan di antaranya merupakan pandita yakni Ida Pandita Mpu Acarya Nanda (Drs. I Wayan Miartha, M.Ag.) dan Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Dharmita (I Ketut Sudarsana, S.Pd., M.Ag., M.Si) yang meraih predikat cumlaude dari Program Doktor Ilmu Agama, serta Ida Pandita Mpu Istri Putri Dharmaji Jayati (Ni Ketut Sari) dengan predikat sangat memuaskan dari Program S-1 Fakultas Dharma Acarya. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. mengaku terus berupaya meningkatkan mutu lulusan. 15 - 21 Juni 2015
43
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
WTP - Kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dalam membenahi sektor pengelolaan anggaran daerah tidak sia-sia. Setelah sempat diganjar disclaimer oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk pengelolaan anggaran tahun 2012, perbaikan menyeluruh mulai diterapkan. Hasil yang diperoleh dari upaya itu, pengelolaan anggaran tahun 2013 mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Dan kini, setelah dua tahun melakukan upaya yang sama secara konsisten, opini tersebut terdongkrak menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sehingga hal ini menjadi sejarah tersendiri bagi Pemkab Tabanan. Kepastian mengenai opini tersebut terungkap Rabu (3/6) dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabanan Tahun 2014 di Kantor BPK RI Perwakilan Bali. LHP tersebut diterima langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dari Ketua BPK Perwakilan Bali Arman Syifa.
PENGHARGAAN - Piagam penghargaan yang ditandatangani anggota VI BPK RI Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA. diserahkan langsung Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bali Arman Syifa, M.Acc., Ak., C.A. kepada Bupati Badung A.A. Gde Agung di ruang pertemuan Kantor BPK RI, Kamis (4/6). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2014. WTP atas LHP LKPD juga sempat diraih Badung pada tahun 2011 dan tahun 2012. Atas kerja keras segenap jajaran Pemkab Badung itu, BPK RI Perwakilan Bali memberikan piagam penghargaan kepada Pemkab Badung yang meraih opini WTP atas hasil pemeriksaan laporan keuangan daerah tahun 2014. Selain menyerahkan piagam kepada Bupati, BPK Perwakilan Provinsi Bali juga menyerahkan LHP atas LKPD tahun 2014 kepada Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta.
MBP/ist
MBP/ist
PILIHAN - Berkendara nyaman menerabas belantara jalan raya di Bali. AJS Raptor Daytona bisa menjadi pilihan. Kuda besi asal Inggris dengan tipe cruiser bermesin twin cylinder 350cc itu selain terlihat macho, pun enak dikendarai dan tak panas. Berbalut desain tangki yang elegance dan enak dipandang. “Melihat Daytona pertama kali seperti melihat gadis dan langsung jatuh cinta. Baru beli, saya bawa langsung keliling-keliling di Kuta,� kata dr. I Gede Budiarta, kolektor motor kawakan asal Inggris. Dia menilai, dari rancangan desain hingga material yang digunakan, AJS Daytona menjadi moge yang pantas dikoleksi. Ini pun diakui builder Amerika, Australia, Eropa, Jepang, dan tentu saja Indonesia.
44
15 - 21 Juni 2015
TEROBOSAN - Berbagai terobosan kebijakan dalam pengelolaan keuangan daerah mengantarkan Kabupaten Gianyar meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Perwakilan Provinsi Bali. Opini WTP ini sekaligus menjadi WTP pertama yang pernah diraih Kabupaten Gianyar atas LKPD, di mana sebelumnya hanya meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2014 diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Bali Arman Syifa kepada Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta dan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata didampingi Sekda Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra di Ruang Rapat Lantai tiga Kantor BPK Perwakilan Bali, Kamis (4/6).
MBP/ist
MBP/ist
CANDI - Siapa sangka di tanah Sumatera Utara, agama Hindu memiliki sebuah simbol Candi yang masih eksis keberadaanya yakni Candi Bahal. Tidak itu saja, kekayaan sejarah Sumut juga tercermin dari ratusan situs Siwa Budha yang tersebar di seluruh tanah Sumatera. Maka dari itu, tokoh Hindu Indonesia, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa III bergerak cepat untuk membentuk The Hindu Center Of North Sumatera dengan melibatkan kader terbaik Hindu di Sumut. Bertempat di Hall Mariaman Temple, ratusan undangan memenuhi acara Peresmian THCI Sumut yang juga dihadiri oleh utusan Pemerintah Kota Medan dan Provinsi Sumut. Pujian atas gotong-royongnya umat dalam mendirikan Hindu Center dilontarkan oleh Dr. Arya Wedakarna. Nampak dalam foto Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (President The Hindu Center Of Indonesia) bersama Kuna Indra Gunawan, S.T. (Direktur THCI North Sumatera) dan Pemerintah di Mariaman Temple, Kota Medan.
SIAP - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, sejak dini telah mempersiapkan guru yang berkualitas dan berkarakter serta berdaya saing global, meningkatkan kualitas pendidikan di Bali khususnya dan Indonesia umumnya untuk memenangkan persaingan di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015. Hal ini juga penting agar guru-guru lokal mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Demikian terungkap dalam seminar nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unmas Denpasar, Kamis (4/6) di aula Kopertis Wilayah VIII Bali Nusra, Denpasar. Seminar nasional ini mengambil tema “Melalui Seminar Nasional (Semnas) Kita Siapkan Calon Guru Yang Berkualitas dan Berkarakter Dalam Menghadapi MEA di Tahun 2015� dan menghadirkan pembicara Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr. Adi Sujak, M.Sc., dan Dekan FKIP Unmas Denpasar Prof. I Wayan Maba serta dibuka Kepala Bidang Tata Usaha Kopertis Wilayah VIII Drs. I Made Sudarwa.
MBP/ist
PEMENANG - Pengundian Program Dobel Untung BritAma periode kedua telah dilakukan 24 Mei lalu di Kantor Cabang BRI Praya, Lombok Tengah. Salah satu pemenang yang berhasil memenangkan grand prize 1 unit Honda Brio Satya merupakan nasabah Kantor Cabang BRI Renon, Denpasar atas nama dr. Ida Bagus Putra Adnyana, Sp.OG. Penyerahan hadiah dilakukan di Kantor Cabang BRI Renon, Kamis (4/6). Fadjar Kusuma Nugraha, Pemimpin Cabang BRI Renon, Denpasar mengatakan, pengundian program Dobel Untung BritAma dilakukan dua kali dalam setahun. Pengundian tahap pertama telah dilakukan pada Januari 2015 dan periode kedua April 2015. Pemimpin Cabang BRI Denpasar Kantor Cabang Renon Fadjar Kusuma Nugraha (kiri) didampingi Asisten Manager Pemasaran Dana Komang Ayu Sriwidari (kanan) secara simbolis menyerahkan kunci kendaraan roda empat satu mobil Honda Brio putih kepada peraih hadiah Dobel Untung BRI BritAma yang diraih nasabah dari Denpasar yakni dr. Ida Bagus Putra Adnyana, Sp.OG. (tengah).
MBP/ist
AKREDITASI B - Setelah sebelumnya selalu meraih penghargaan di berbagai ajang, baik regional maupun nasional sebagai kampus terbaik dan tercerdas serta masuk dalam jajaran kampus kelas dunia, kali ini Stikom Bali makin melengkapi kualitas yang sudah dimiliki dengan diraihnya nilai Akreditasi B untuk Program Studi Sistem Informasi. Dengan demikian, seluruh program studi yang ada di Stikom Bali sudah terakreditasi B oleh BAN-PT setelah sebelumnya Program Studi Sistem Komputer dan Program Studi Manajemen Informatika meraih akreditasi B. Hal ini menjadikan Stikom Bali sebagai satu-satunya perguruan tinggi di bidang Teknologi Informasi yang seluruh program studinya terakreditasi B oleh BAN-PT di Bali dan Nusa Tenggara. Nampak dalam foto Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Puspayoga bersama Prof. I Made Bandem beserta Prof. I Nengah Dasi Astawa dalam acara Wisuda XV Stikom Bali. 15 - 21 Juni 2015
45
TRADISI
“Melabuh Ketupat�
Wujud Syukur Atas Hasil Pertanian yang Melimpah
K
rama subak yang berasal dari empat desa adat di Kabupaten Gianyar berduyun-duyun ke Pura Masceti, sejak pukul 02.30 wita. Krama berdatangan dengan membawa sesajen berisi ketupat. Sesajen yang dibawa pun menggunakan tempat yang tidak lazim.
Tidak menggunakan bokor atau keben/sokasi, melainkan menggunakan kisa--semacam kantong jinjing yang dibuat dari anyaman daun kelapa. Mereka berkumpul khusyuk untuk melakukan ritual Melabuh Ketupat. Tradisi unik ini sudah dilakukan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas berkah yang diberikan dalam bidang pertanian. Rasa syukur atas limpahan hasil pertanian itu diwujudkan dalam sebuah ritual Melabuh Ketupat. Ritual ini kembali dilakukan oleh ratusan petani di Pura Kahyangan Jagat Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, belum lama ini. Awalnya, tradisi Melabuh Ketupat dilakukan dengan prosesi nuwur tirtha di Pura Desa, Desa Pakraman Medahan. Dilanjutkan dengan ritual mempersembahkan sesajen di pantai. Prosesi yang di-puput oleh Pemangku tersebut juga dimeriahkan dengan tarian sakral dan diiringi gamelan gong. Belasan orang yang sudah sepuh secara spontan menarikan tari baris tombak dan tari pendet sebagai simbol kegembiraan mereka pascamusim panen. Ritual Melabuh Ketupat merupakan prosesi kaul massal tahunan. Upacara itu diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat petani dari Desa Pakraman Keramas, Medahan, Cucukan dan Tedung. Krama desa yang menjalankan profesinya sebagai petani itu menghaturkan sesajen khusus, berupa rangkaian sesajen yang berisi ketupat. Kemudian prosesi berlanjut di Pura yang dilakukan oleh pemaksan Pura Masceti. Di palinggih yang ada di Pura juga dihaturkan ketupat yang jumlahnya mencapai 250 kelan (satu kelan terdiri atas 6 biji). Keunikan pun terjadi seusai prosesi di Pura tersebut, yaitu Siat Ketupat. Dalam prosesi ini para petani saling lempar ketupat. Ketupat-ketupat itu dilempar, ada yang mengenai tubuh, ada yang melesat begitu saja. Selain itu, juga digelar adu telur dan buah kelapa. Siat ketupat terbagi dalam dua sesi. Mereka saling lempar isi sesajen yang terdiri atas buah-buahan, telur dan ketupat. Para pecalang pun ikut larut dalam perang ketupat. Ketua Pemaksan Pura Masceti, Nyoman Soma Wirawan, mengatakan, aci Melabuh Ketupat merupakan ungkapan rasa syukur para petani yang hasil panennya terhindar dari merana (hama). Wujud syukur ini dilakukan ke hadapan Ida Batara Segara, kemudian dilanjutkan ke Pura Kahyangan Jagat Masceti, yang juga sebagai Pura swagina subak. Prosesi Melabuh Ketupat ini juga berlanjut pada aci klecan yang digelar selama empat hari.
MBP/dar
Agung Darmada
Krama subak terlibat perang ketupat dalam prosesi Melabuh Ketupat.
46
15 - 21 Juni 2015
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
MOU - Guna mengembangkan kualitas lulusan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Bali menandatangani MOU (Memorandum Of Understanding) dengan Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (Ipomi). Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di aula BP2TD, Kamis (4/6). Kepala BP2TD Bali Drs Subroto menerangkan pada lulusan sebelumnya SDM dari BP2TD yang dikhusus untuk pengujian kendaraan bermotor, hanya dijejal dengan pengetahuan teori, tanpa memahami secara teperinci setiap fungsi pada sistem kendaraan. Kini melalui kerja sama dengan Ipomi, proses edukasi terhadap peserta didik tersebut akan dievaluasi, dengan mendahulukan praktek dari pada penanaman teori. Nampak dalam foto Kepala BP2TD Drs Subroto saat menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Ketua Ipomi Kunia Lastani Adnan.
BANGGA - Grup Hardys Holdings cukup berbangga karena HardysLand Racing Team Pobaepo Bali kembali bisa menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, HRT Pobaepo Bali meraih juara 3 dan juara 4 di kelas Rockie dalam Kejurnas Offroad IOF (Indonesia Offroad Federation) Seri 2 Tahun 2015 yang diselenggarakan di Senggigi - Lombok pada 30-31 Mei 2015 lalu. Menurunkan pasangan pembalap-navigator utamanya yakni: Nyoman “Mangbe” Birawan - Nyoman Nyalik, I Gede Wianta Delem - Rah Aya dan Ketut Wardika Lotto - Kadek Dwik, HRT Pobaepo Bali harus bersaing dengan kurang lebih 60 mobil balap di event ini. Made Agus Sanjaya “Gejes” selaku manager tim mengaku belum puas dengan hasil yang dicapai. Nampak dalam foto Gede Wianta Delem dan Ketut Wardika Lotto saat menerima piala sebagai Juara 3 dan 4 di Kejurnas Offroad IOF Seri 2 Tahun 2015 di Lombok.
MBP/ist
MBP/ist
SIDANG - Pemerintah Kota Denpasar bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar mengadakan sidang yustitia kebersihan di Banjar Abian Kapas Kelod, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur, Kamis (4/6). Sidang pertama Juni ini dipimpin hakim I Dewa Gede Suarditha dan panitera pengganti I Made Arta Jaya Negara. Selain itu dihadiri jaksa Yudi Parwanta dan Nyoman Bela Putra Atmaja. Dalam sidang ini, semestinya ada 17 orang pelanggar kebersihan disidang, namun hanya 12 orang pelanggar kebersihan yang datang. Lima pelanggar yang absen sidang, di hari berikutnya dilimpahkan ke pengadilan. Nampak sejumlah warga yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran ketertiban dan kebersihan, Kamis (4/6) di sidang di Banjar Abian Kapas Kelod.
PENDAMPINGAN - Setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bali menyatakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2014, Pemkab Gianyar menerima rombongan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali, untuk Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) korupsi tahun 2015. Rombongan diterima Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata, Sekda Ida Bagus Gaga Adi Saputra, DPRD, pimpinan SKPD, dan instansi terkait lainnya di ruang sidang Kantor Bupati Gianyar, Kamis (4/6). Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Didik Krisdiyanto, menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya untuk melakukan pendampingan dalam upaya pencegahan tindak korupsi pada pengelolaan keuangan di Kabupaten Gianyar. Nampak dalam foto Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Didik Krisdiyanto, melakukan pendampingan dalam upaya pencegahan tindak korupsi pada pengelolaan keuangan di Kabupaten Gianyar, di ruang sidang Kantor Bupati Gianyar. 15 - 21 Juni 2015
47
PROPERTI
Hadapi MEA, Arsitek Perlu Sertifikasi GEMPURAN arsitektur modern (baca asing) memang kini benar-benar dirasakan di Bali. Kondisi ini diprediksi akan makin parah saat diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai pada awal tahun 2016. Bukan hanya dari segi arsitekturnya saja, tetapi juga dari sisi SDM arsiteknya. Arsitek dari kawasan dipastikan juga akan menyerbu Bali yang telah menjadi daerah internasional ini. Sementara untuk merambah atau memasuki kawasan Asean, tenaga arsitek kita dipastikan akan menghadapi berbagai hambatan dan standar-standar yang ada. Harus diakui, kontraktor nasional belum cukup kuat bersaing dengan kontraktor luar karena masih terkendala modal usaha dan akses teknologi. Utamanya, untuk biaya modal belum kompetitif dari perbankan. Karenanya, beragam perusahaan kontraktor nasional termasuk lokal mesti meningkatkan kompetensi dan daya saing yang dimiliki. Terkait hal ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) telah menyiapkan tiga paket kebijakan untuk mempersiapkan pelaku usaha jasa konstruksi nasional dalam menghadapi MEA tahun 2015. Tiga paket kebijakan itu, menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Pupera Taufik Widjoyono, terkait dengan
48
15 - 21 Juni 2015
rantai pasok jasa konstruksi, kebijakan terkait segmentasi pasar usaha jasa konstruksi, dan pemaketan pekerjaan konstruksi. Bagimana dengan bidang arsitekturnya? Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. NPG Suardana, Ph.D., sebelumnya telah mengakui akan ancaman yang akan menimpa arsitektur tradisional Bali. Dia juga mengaku prihatin dengan semakin pudarnya arsitektur Bali menghiasi bangunan-bangunan yang tumbuh bak jamur di musim hujan. Di luar itu, para arsitek dari kawasan Asean pun akan segera menyerbu dan menggusur arsitek lokal Bali. Dalam menghadai MEA ini, sertifikasi bagi arsitek penting untuk meningkatkan daya saing arsitek nasional. “Lisensi atau sertifikat penting untuk arsitek, karena pada MEA nanti kita tidak bisa menghalangi arsitek asing masuk ke Indonesia,” kata Direktur Penataan Bangunan dan LingkunganKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Adjar Prajudi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Terkait hal itu pula, menurut Adjar, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Arsitek juga sedang dibuat dengan tujuan melindungi profesionalitas dan integritas arsitek. Selain itu, konsultan atau arsitek yang merancang juga agar tidak berhenti di
perencanaan, tetapi juga sampai ke tahapan konstruksinya. Sebelumnya, Dirjen Cipta Karya Kemenpupera Andreas Suhono mengatakan, arsitek Indonesia jangan hanya jadi penonton tetapi harus benar-benar mempersiapkan diri dalam pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun 2015. “Pada tahun 2015 ini Indonesia akan memasuki MEA yang melahirkan konsekuensi untuk bersaing dengan arsitek asing,” kata Andreas Suhono. Karenanya, kata dia, RUU Arsitek yang saat ini sedang digodok juga penting untuk segera diselesaikan karena merupakan implementasi dari kebijakan ASEAN terkait jasa arsitektur. Pada praktiknya, sekarang terjadi beberapa ketidakadilan seperti banyak bangunan karya arsitek Indonesia yang tidak punya lisensi sehingga yang muncul adalah nama arsitek asingnya. “Jangan sampai nanti kita hanya jadi penonton. Pada saat ini sebetulnya telah dilakukan upaya guna mendorong penyelamatan ataupun memberikan perlindungan kepada arsitek lokal, salah satunya dengan adanya asosiasi kota pusaka,” katanya. Ia berharap, dengan adanya UU Arsitek akan dapat melecut rasa percaya diri arsitek Indonesia untuk dapat bersaing dengan arsitek asing. Sugiarta/dari berbagai sumber
AKTIVITAS
MBP/ist
SEMINAR - Prodi Ayurweda, Fakultas Kesehatan (F-Kes) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menyelenggarakan seminar nasional bertema “Peranan Air Dalam Kesehatan Ayurweda� di aula Gedung Rektorat Unhi, Kamis (4/6). Seminar tersebut dibuka Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, M.A., dipandu Wakil Dekan F-Kes Unhi Ni Luh Gede Sudaryati, S.Si., M.Si. Ketua Panitia Seminar Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si., M.Si. menyampaikan, seminar yang digelar ini masih serangkaian kegiatan bulan HUT ke-7 F-Kes Unhi, di samping sebagai salah satu bentuk kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Tema ini dipilih, karena air sangat penting dalam kehidupan. Acara tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR (guru besar UGM) yang membawakan materi “Air Tubuh dan Rakta Moksa�, Dr. Abhishek Joshi (pakar Ayurweda India) menyampaikan materi “Peranan Air dalam Kesehatan Ayurweda� dan Ir. Nyoman Prastika, M.Si. (Dekan F-Kes Unhi) membawakan materi “Air Dalam Usadha�.
MBP/ist
USUT - Polres Karangasem mendapat ujian berat. Mengusut ‘’dalang’’ di balik penganiayaan Relawan Wayan Sudirta, saat 7 orang memasang baliho bakal calon bupati PDI Perjuangan tersebut, Rabu (3/6) di persimpangan Desa Tiingtali dengan Dusun Kertawarah, Kec.Abang. Pelaku penyerangan sudah dilaporkan ke Polres Karangasem, Rabu malam itu juga. Tiga orang menjadi sasaran amuk adalah Made Kutang, yang memar karena pukulan di kiri kepala. Nyoman Panca yang kena tebas bilah bambu di kepala, sehingga luka sobek dan mendapat 8 jahitan. Komang Kaning Darmayasa, yang dibanting pelaku, ketika berusaha melerai dan mencegah penganiayaan. ‘’Kami minta Polres mengusut sampai ke aktor intelektualnya. Karena tidak mungkin pelaku bertindak spontan, karena relawan kami memasang baliho bukan di lahan pribadi, tapi di pinggir jalan. Relawan kami juga melihat ada baliho pasangan lain dekat TKP, hingga tidak ada alasan untuk melarang. Namun, tidak hanya melarang, pelaku juga menganiaya. Polisi harus mampu mengusut sampai dalangnya, agar tidak ada yang merasa kebal hukum,’’ kata Made Dewantara Endrawan, S.H., Ketua Tim Bidang Litigasi para korban.
DPDQ XQWXN GLNRQVXPVL EHEDV GDUL EDKDQ EDKDQ \DQJ GDSDW PHQJJDQJJX NHVHKDWDQ
7 , '$ . 0 ( 1 * $ 1 ' 8 1 *
7$'$),/ 6,75$7 6,/'(1$),/ 6,75$7 9$5'(1$),/ 6,75$7 6HFDUD WUDGLVLRQDO GDSDW GLJXQDNDQ XQWXN PHQLQJNDWNDQ VWDPLQD GDQ YLWDOLWDV SULD GHZDVD GDQ PHQJKDVLONDQ PDQIDDW \DQJ SULPD NKXVXV SULD GHZDVD \DQJ GLEXDW GDUL EHEHUDSD EDKDQ WXPEXKDQ EHUNKDVLDW \DQJ GLHNVWUDN GHQJDQ WHNKQRORJL PRGHUQ VDQJDW SHNDW ODUXW GDQ ODQJVXQJ GDSDW GLVHUDS NHGDODP WXEXK VHKLQJJD PDQIDDW GDSDW GLUDVDNDQ GHQJDQ FHSDW
'LPDNDQ V G PHQLW VHEHOXP EHUKXEXQJDQ
)25 $'8/7 21/< +$1<$ 8178. 35,$ '(:$6$
',-$0,1 7$13$ %$+$1 .,0,$ 2%$7 6HKLQJJD WLGDN DGD HIHN VDPSLQJ WHUKDGDS RUJDQ RUJDQ WXEXK SHQWLQJ NLWD
7,'$. 0(0%8$7 7(.$1$1 '$5$+ 1$,. 7,'$. 0(1<(%$%.$1 -$1781* %(5'(%$5
'$3$7.$1 ', 6(/858+ $327(. '$1 72.2 2%$7 ', .27$ $1'$
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
PENILAIAN - Pembangunan desa merupakan bagian yang sangat strategis dari pembangunan nasional. Sebab, di sinilah semangat antara pemerintah dan masyarakat terjalin dalam satu tujuan, yaitu dapat terwujudnya tingkat kesejahteraan masyarakat lahir dan batin yang berkeadilan. Demikian disampaikan Bupati Badung A.A. Gde Agung pada Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali Tahun 2015 di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (29/5). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, Kepala BPMPD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana, anggota DPRD Badung I Wayan Suyasa, Ketua TP PKK Badung Ny. Ratna Gde Agung, Ny. Sudiana, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Kompyang R. Swandika, Camat Kuta Selatan serta pimpinan SKPD terkait. Dikatakannya, lomba desa merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan perbekel beserta jajarannya bersama masyarakat dalam membangun desanya.
PERINGATAN - Usia perusahaan yang tepat menyentuh angka cantik merupakan awal perjalanan panjang dan patut mendapatkan apresiasi. Karakter kreatif, kuat, sabar, dan penuh rasa syukur terdapat di dalam diri seluruh karyawan perusahaan yang didirikan oleh seorang anak muda Bali yang dulu pernah bekerja sebagai tukang kebun ini, Tommy Sujana. Mr. Tommy, panggilan akrabnya, mengajarkan pengalamannya kepada seluruh karyawannya sehingga perusahaan ini memiliki visi dan misi yang sama mulai dari direksi, manajemen dan karyawannya. Kini, Phenom Event Indonesia menjadi perusahaan event terbesar berpusat di Bali. Dengan tema ‘’Better, Bigger & Stronger’’, Phenom Management Group merayakan peringatan Hari Ulang Tahunnya yang ke-9 dengan sederhana. Dengan dipimpin oleh Founder dan CEO Phenom Management Group Mr. Tommy yang memiliki nama lengkap A.A. Tommy Adhi Sujana, tetap berada dalam jalur untuk menjadi perusahaan event organizer kelas dunia.
MBP/ist
KHUSUS - Menjelang Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak dienam kabupaten/kota di Bali, Bawaslu RI memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Karangasem. Ketua Bawaslu RI Prof. Dr. Mohamad, S.IP., M.Si, secara khusus melakukan tatap muka dengan stakeholder dan masyarakat dalam rangka pengawasan dan penanganan pelanggaran pemilihan bupati dan wakil bupati Karangasem, Rabu (3/6). Melihat dinamika politik yang cukup tinggi di Karangasem, Ia meminta kepada jajarannya mengawal penuh tahapan pilkada Karangasem. Sosialisasi dilakukan di Kantor DPRD Karangasem sekitar pukul 10.00 wita. Dihadiri sekitar seratusan warga dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Karangasem. Selain menghadirkan Ketua Bawaslu RI, juga hadir sejumlah tokoh penting lainnya, seperti I Ketut Rudia Ketua Bawaslu Bali, I Nengah Wirta Wakil Ketua DPRD Karangasem, I Gede Adnya Muliadi Sekda Karangasem, anggota KPU Karangasem Desy Natalia dan FKPD Karangasem.
50
15 - 21 Juni 2015
MBP/ist
KREATIF - Selain dikenal sebagai smart city, Kota Bandung juga terkenal dengan banyaknya Industri Kecil Menengah (IKM) yang memproduksi produk-produk kreatif. Dari kunjungan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung, ternyata cukup banyak produk yang bisa dicontoh terutama cara mempromosikannya. Misalnya, memanfaatkan momen car free day yang dilaksanakan pada hari Minggu sebagai media memperkenalkan produk IKM. Sekretaris Diskominfo Pemkot Bandung Ahmad Yayan menjelaskan, menjamurnya IKM kreatif di Bandung ini juga berdasarkan kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Salah satunya, memberikan ruang kepada IKM untuk berpromosi di car free day. Nampak dalam foto Sekretaris Diskominfo Pemkot Bandung Ahmad Yayan memaparkan keberadaan IKM yang berkembang di Kota Bandung di hadapan rombongan PIP Kabupaten Badung.