92 |1 - 7 Juni 2015
MoU KPK-DPD
Reklamasi Mesti Jadi Prioritas
RP 20.000
DAFTAR ISI OPINI Krisis Kepercayaan Rakyat 6 BALI SEPEKAN Satpol PP Stop Reklamasi di Teluk Penerusan 7
LAPORAN UTAMA Sektor Riil Tergelincir 8 MoU KPK-DPD Reklamasi Mesti Jadi Prioritas 9 Lebih Berat di Luar Sarbagita 10 POLITIK Kisruh Golkar Agung Melawan Putusan PTUN 16 Pemerintah Isyaratkan Tolak Revisi 17 PENDIDIKAN Nilai Indeks Integritas UN Rendah
LENSA ”Manyi” 26
OLAHRAGA Guyonan Berbuah Sanksi 28 LINGKUNGAN Surga Mangrove yang Hilang 36
”Pil Pahit” bagi Dunia Pendidikan Bali 18 DAERAH Sepi Pembeli
Dewan Tuding OP Elpiji Setengah Hati 22
TRADISI “Aci Tatebahan” Desa Bugbug
Ungkapkan Rasa Syukur, Saling Pukul dengan Pelepah Pisang 46 KESEHATAN Telat Haid, Antara
Diharapkan dan Dicemaskan 24
PROPERTI DP Beli Rumah Hanya 10 Persen 48 AKSESORI Etnik Modern, Sebuah Karya Seni Kombinasi 49 1 - 7 Juni 2015
3
DARI PEMBACA
Revolusi Mental Mulai dari Bali S
ebagai orang Bali saya sungguh prihatin menyaksikan perilaku para pejabat, politikus, wakil rakyat dan tokoh-tokoh masyarakat yang belum sadar atau tidak mau sadar bahwa Bali sesungguhnya sudah “dikuasai” para investor yang demi keuntungannya tidak peduli dengan rusaknya lingkungan alam dan budaya Bali yang adiluhung serta nasib masyarakat Bali yang terpinggirkan dan terpaksa “mengungsi” ke daerah lain. Baca berita baru-baru ini bahwa banyak masyarakat Tabanan yang sampai antre untuk bertransmigrasi, demikian pula sebelumnya dari Ubud yang notabene lumbung beras dan turis. Kiranya revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo perlu sekali dimulai di Bali khususnya bagi para pejabat/calon pejabat dan wakil rakyat/politikus serta tokoh masyarakat agar mereka secara jujur menyadari bahaya kehancuran Bali ke depan. IB Rai Djendra Lingk. Teges Kaja Gianyar
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan
Bagi Hasil untuk Bali S
oal dana bagi hasil pusat dan daerah saya kira perlu diperjuangkan atas nama kesejahteraan masyarakat Bali. Dana bagi hasil antara pusat dengan Bali dengan perbandingan 50:50, diharapkan mampu menjadi salah satu solusi agar masyarakat Bali lebih sejahtera di berbagai bidang. Misalnya saja dalam hal sekolah, kesehatan, olahraga, sosial, termasuk biaya beban pepeson atau peturunan, yang semuanya itu saat ini memang dirasakan membebani dan memberatkan. Karena Bali mengandalkan pariwisata yang berasaskan budaya, kalau kita cermati pepeson/peturunan adalah salah satu syarat budaya tetap ajeg di Bali. Dengan dipungutnya pepeson/peturunan tersebut maka masyarakat Bali baru dapat melaksanakan upacara, sedangkan upacara merupakan modal dasar Bali yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke pulau ini. Jadi sangatlah wajar untuk Bali memperjuangkan bagi hasil dalam upaya mengurangi beban tersebut. Karena, Bali penyumbang devisa terbesar untuk Indonesia melalui pariwisata yang tidak lepas dari tradisi, adat dan upacara agama. Dewa Nyoman Suardana, S.Ag. Jl. Wibisana/Taman Sari Denpasar Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
1 - 7 Juni 2015
4
Bali Menikmati Pertumbuhan Semu KRAMA Bali makin terdesak di tanah kelahirannya. Dalam hal penikmatan pertumbuhan perekonomian Bali yang dikendalikan pemilik modal dan pendatang, krama Bali semakin tidak berdaya. Sebagian besar pendapatan Bali justru dinikmati orang luar. Kondisi ini membuat kepincangan pembangunan ekonomi. Krama Bali juga makin sulit mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah. Kecenderungan peningkatan angka kemiskinan di Bali juga sangat terbuka. Kondisi ini mengisyaratkan kemandirian Bali dalam hal perekonomian sangat rapuh. Fakta ini terungkap ketika Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait dampak perekonomian Bali terhadap kesejahteraan masyarakat. Pada jajak yang dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon di seluruh Bali ini hanya 29 persen responden yang mengaku sudah merasakan dampak pembangunan ekonomi Bali. Responden berasumsi hal ini bisa dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi Bali dan mulai menyebarnya investasi baik di sektor pariwisata maupun dalam hal pengembangan daya dukung ekonomi. Pembangunan infrastruktur juga berjalan sesuai rencana. Daya tahan Bali dalam menghadapi krisis ekonomi juga relatif stabil. Di lain pihak, 66,28 persen responden mengaku pertumbuhan dan kebijakan pengelolaan ekonomi Bali belum dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat Bali. Bahkan, terjadi kecenderungan kini rakyat semakin susah mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga murah. Kuat kecenderungan krama Bali makin tersisih dalam merebut peluang kerja. Semakin padatnya penduduk di Bali, membuat kompetisi semakin sulit. Ironisnya, kata responden, kondisi ini diperburuk oleh tidak siapnya SDM Bali merebut peluang ekonomi yang ada. SDM Bali belum memiliki etos kerja yang maksimal. Bahkan, dari segi penikmatan pertumbuhan investasi, orang Bali nyaris tak berdaya. Investasi yang dominan dikuasai pemodal dan pendatang membuat pertumbuhan ekonomi Bali sebagian besar dinikmati oleh orang luar. Krama Bali, kata responden, hanya menikmati predikat semu bahwa Bali memiliki daya tahan ekonomi yang kuat. Dalam hal pemenuhan produk pangan, sandang dan sarana upakara, krama Bali juga tergantung pada produk dari luar Bali. Ini membuktikan pertumbuhan ekonomi Bali belum mampu membuat krama Bali mandiri. Perekonomian Bali justru rapuh karena tidak ditopang oleh kemandirian ekonomi krama Bali. Selebihnya, 4,47 persen responden tak memberikan jawaban terkait hal ini. Responden hanya berharap pemimpin Bali jangan hanya menilai keberhasilan pembangunan dari pertumbuhan ekonomi semata. Indikator lainnya juga harus dicer-
mati. Pemimpin harus melihat kondisi riil masyarakat Bali dalam menghadapi pertumbuhan investasi. Kini, kuat kecenderungan krama Bali makin terdesak oleh kepentingan pemodal dan tidak jelasnya sikap pemimpin Bali dalam membela aspirasi krama Bali. Dira Arsana Menurut Anda apakah Men masyarakat Bali sudah mas merasakan dampak dari m as mer kebijakan pengelolaan keb ekonomi Bali? Sudah 29,25% Belum 66,28% N=294
Tidak Tahu
GraďŹ s : Arya
1 - 7 Juni 2015
5
5
OPINI
Krisis Kepercayaan Rakyat
B
erbagai survei menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat tidak puas dengan kinerja legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Rakyat yang bermimpi hadirnya tatanan baru yang berkeadilan akhirnya putus asa, karena penyelenggara negara terus menghadirkan berbagai kebijakan yang mencederai hati rakyat. Visi kerakyatan para penyelenggara negara makin tergerus ulah dan perilaku buruknya yang mencederai kepercayaan rakyat. Turunnya krisis kepercayaan rakyat ini disebabkan beberapa hal. Pertama, kapasitas yang penuh keraguan. Banyak penyelenggara negara tidak mempunyai kapasitas yang sepadan dengan kursi yang didudukinya. Akhirnya, terlihat sekali masih amatir dalam berdiskusi dan menjelaskan persoalan kerakyatan. Kedua, moralitas penyelenggara negara yang makin tergerus oleh ambisi dan kekuasaan. Ketiga, penyelenggara negara makin miskin komitmen dalam pemberantasan korupsi. Banyak pejabat negara yang makin “tertawa” dengan makin terpojoknya KPK. Padahal, KPK inilah yang menjadi amanat reformasi yang paling berani menjaga tegaknya NKRI. Kebobrokan penyelenggara negara memang bukan berita baru. Tidak sedikit penyelenggara negara yang sudah mau bui, ngantre di pengadilan, dan tersandera kasus korupsi di berbagai kementerian. Ini bukti bahwa penyelenggara negara sudah tidak lagi mempunyai komitmen dalam menjaga tegaknya martabat dan karakter bangsa. Ini sebuah pengkhianatan kepada rakyat. Dalam konteks ini, Busyro Muqoddas (2011) pernah melihat adanya dasamuka dalam kondisi politik sekarang ini. Politik dasamuka yang tercermin pada karakter “esuk dele, sore tempe, malam onde-onde”. Pagi (berjualan) kedelai, sore tempe dan malamnya onde-onde, adalah sifat dan sikap yang menclamencle dalam mengemban amanah publik di lembaga negara.
6
Oleh Muhammadun
Menurut Busyro, pemberhala nafsu dan syahwat politik kekuasaan itu tak jelas rekam jejaknya, apakah mereka berpihak atau membela yang lemah atau bahkan memangsa mereka. Lambang burung garuda emas di seragam safari dengan enam saku berisi selusin (dia menyebutkan merek HP yang menjadi tren saat ini). Mobil dinas Crown Royal Salon yang jauh lebih mewah dari mobil perdana menteri tetangga. Begitulah, wakil rakyat dan partai politik selain dihuni oleh sedikit mereka yang punya keterpanggilan nurani, mayoritas mereka lebih mencerminkan politikus yang pragmatis dan hedonis. Tragedi kongkalikong penyelenggara negara merupakan indikasi kuat minimalisnya kontribusi pejabat negara dan lembaga negara dalam memperjuangkan nasib rakyat. Tragedi ini juga indikasi bahwa penyelenggara negara telah melakukan erosi demokrasi. Untuk bekerja, penyelenggara negara telah menghabiskan miliaran rupiah. Sungguh uang rakyat tidaklah bisa digunakan dengan seenaknya, harus dipertanggungjawabkan.
Dari sisi gelap pejabat negara tersebut, tidak salah kalau masyarakat tetap menilai yang dilakukan sebagian pejabat negara sebagai penyelewengan jabatan yang memalukan. Lebih dari itu, pejabat negara sejatinya telah menjual moralitas politiknya di hadapan rakyat yang memberikan mandat kepadanya. Pejabat negara belum sepenuhnya mengabdikan dirinya secara total sebagai wakil seluruh rakyat, namun masih menyandarkan pada sektarianisme partai politik yang penuh ambisi dan kepentingan. Penampakan pejabat negara sekarang hanya sebatas “permainan” untuk mengeruk kekuasaan sebesar-besarnya. Mereka tidak memerdulikan lagi kenyataan pahit di sekelilingnya, karena nalar politik yang mereka gunakan bukan untuk memberdayakan dan memajukan bangsa, namun untuk memberdayakan kepentingan individu dn kelompok. Dengan nalar yang irasional, mereka juga sering menggunakan dalih agama, sosial, dan budaya untuk memuluskan alur permainan politiknya. Semua hanyalah fatamorgana yang absurd. Ruang politik fatamorgana pejabat negara, menurut kacatamata politik Baudrillard dalam The Evil Demon of Images (1993: 139), hanya akan menghadirkan politisi yang mendistorsi dunia dengan membangun ilusi-ilusi tentang kejahatan dengan wajah yang suci, demokratis, dan manusiawi. Wajah kebenaran, keadilan, kemanusiaan, demokrasi telah dipalsukan dan ditampilkan dalam wajah-wajah yang penuh trik dan tipuan. Di tengah berbagai tudingan miring tersebut, sudah saatnya pejabat negara kembali kepada khittahnya. Kembali ke khittah, berarati pejabat negara harus menaati segala yang diamanatkan rakyat. Kembali ke khittah akan menjadikan para penyelenggara negara kembali berwibawa untuk merealisasikan kesejahteraan rakyat. Penulis, analis Studi Politik pada Program Pascasarjana UIN Yogyakarta
1 - 7 Juni 2015
6
BALI SEPEKAN
Satpol PP Stop Reklamasi di Teluk Penerusan
MBP/dgk
PEMBANGUNAN fondasi menjorok sepanjang 200 meter di Teluk Penerusan Dusun Banyuwedang Desa Pejarakan, Gerokgak, ternyata belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Hal ini berdasarkan hasil tinjauan lapangan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng bersama Komisi II DPRD Buleleng. Satpol PP akhirnya menyetop semua kegiatan untuk pembangunan resort dan hotel tersebut, Senin (18/5).
Kepala Satpol PP Buleleng Drs. I Made Budiastawa, M.Si., mengatakan, hasil pantauan pembangunan fisik proyek jalan penghubung yang menjorok ke arah Teluk Penerusan tidak dilengkapi IMB. Pembangunan terpaksa distop, sebelum pemilik lahan melengkapi perizinan. “Kami menanggapi dan turun melihat ke lapangan, lalu langsung menyetop kegiatan berdasarkan Perda No. 2 tahun 2012 tentang Perizinan. Artinya, pembangunan yang dilaksanakan kalau belum memiliki izin langsung kita stop,” ujar Budiastawa. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa menambahkan, proses reklamasi termasuk tindakan ilegal mengingat belum mengantongi izin. Proses pengurukan melalui menimbun kawasan pantai akan merusak mangrove di sekitar lokasi. Dewa Kusuma
Ditemukan, Ratusan Makanan Kedaluwarsa BELAKANGAN ini tim dari Disperindag kerap melakukan sidak makanan dan minuman kedaluwarsa. Namun, tindakan dan pengawasan yang dilakukan belum membuat para pedagang khususnya di pasar umum merasa keder bahkan masih saja berulah. Seperti yang dikeluhkan oleh seorang warga di media sosial, dalam statusnya yang cukup panjang warga tersebut merasa ditipu oleh seorang oknum pedagang di Pasar Umum Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Karena dia membeli air minum dalam kemasan gelas dan
masih tersegel, merek yang tercantum tidak sesuai dengan barang yang ada di dalamnya. Menindaklanjuti adanya keluhan tersebut Dinas Perindagkop, Senin (18/5) melakukan sidak ke Pasar Umum Yehembang. Saat sidak yang dilakukan tersebut petugas menemukan makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa dalam jumlah cukup banyak. Ratusan makanan dan minuman ringan seperti snack dan minuman dalam kemasan botol berbagai merek ditemukan di tiga toko yang berbeda. Suryadharma
MBP/gik
Klian Banjar Dinas Se-Karangasem Ancam Boikot Pilkada PP nomor 43 tahun 2014 terutama menyangkut batasan umur sampai 42 tahun mengundang reaksi para klian banjar dinas se-Kabupaten Karangasem. Klian banjar dinas yang tergabung dalam sebuah forum memilih demo ke Gedung DPRD Karangasem, Senin (18/5). Para klian banjar menuntut dewan memperjuangkan nasib mereka yang terancam. Bahkan, jika tidak direspons, para klian banjar dinas mengancam memboikot pelaksanaan Pilkada di Karangasem. Para klian banjar dinas yang hadir adalah perwakilan masing-masing pengurus forum di setiap kecamatan. Mereka tiba di gedung dewan sekitar pukul 10.00 wita. Mereka diterima langsung unsur pimpinan dewan dan Komisi I DPRD Karangasem. Klian Banjar Dinas Benasari, Desa Seraya Tengah, Nengah Dugdug, menegaskan keberadaan PP nomor 43 tahun 2014 sebagai turunan dari Undangundang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, dinilai telah mempermainkan nasib para klian banjar dinas di Karangasem. “Jika aspirasi kami tidak digubris oleh wakil rakyat, kami akan mogok kerja saat pilkada Desember nanti,” katanya dengan nada tinggi. Bagiarta
Pelanggaran Sempadan Pantai Marak PELANGGARAN sempadan pantai di Kabupaten Klungkung paling tinggi terjadi di Nusa Lembongan. Bangunan tak berizin terus bertambah di pinggir pantai namun tak kunjung ditertibkan. Bahkan, kawasan hutan mangrove yang dilindungi juga menjadi sasaran pembangunan. Petugas penegak perda pun tidak bisa berbuat banyak akibat belum terbentuknya Rencana Detail Tata
Ruang (RDTR) Kabupaten Klungkung yang saat ini masih dalam proses. Anggota Komisi I DPRD Klungkung A.A. Sayang Supartha mengungkapkan, sudah banyak bangunan tak berizin yang dibangun di pinggir pantai. Padahal sesuai dengan Perda 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali, seharusnya tidak ada pembangunan
di sempadan pantai 100 meter dari garis pasang air laut. Pada rapat kerja yang dilaksanakan Komisi I di DPRD Klungkung, Gung Sayang mempertanyakan upaya dari pihak eksekutif dalam menindak pelanggaran tersebut. Apalagi, banyaknya bangunan di pinggir pantai ini disinyalir ada kepentingan orang asing di belakangnya. Dewa Farendra 1 - 7 Juni 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Sektor Riil Tergelincir Deretan toko seni yang ‘’memagari’’ jalan utama Tegallalang menjadi bukti betapa daerah itu pernah menjadi primadona kerajinan Bali. Namun, kini toko-toko itu menjadi ‘’saksi’’ bisu keterpurukan sektor industri kecil di Bali. Puluhan toko sudah berubah fungsi dan sebagian lagi ibarat kerakap tumbuh di batu; mati segan hidup tak mau.
I
nilah salah satu sebab keterpurukan ekonomi rakyat di tengah laju pertumbuhan ekonomi Bali yang selalu di atas rata-rata nasional. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi Bali yang rata-rata di atas enam persen dominan dinikmati orang luar. Sementara sektor ekonomi kecil makin terpuruk. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengakui adanya pelambatan ekonomi Bali. Namun, yang digarisbawahi mengalami pelambatan hanyalah di bidang ekspor. Utamanya ekspor kerajinan dan produk-produk furniture. “Yang melambat itu sebenarnya ekspor kita. Kenapa melambat karena yang beli di sana menurun juga. Ekonomi Eropa, Amerika semuanya menurun, Jepang juga, jadi barang-barang kerajinan kita yang kita ekspor selama ini juga menurun,” ujar Pastika singkat saat meninjau persiapan Pesona Budaya di ISI Denpasar, pekan lalu. Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengatakan, Pemda Bali selalu berupaya untuk meningkatkan dan menggeliatkan ekspor. Baik dengan melakukan promosi yang lebih intensif terhadap produk yang dimiliki Bali, maupun dengan peningkatan kualitas daripada produk-produk itu sendiri. “Sebagian besar produk yang kita miliki di Bali berasal dari handycraft, kerajinan. Kalau kita melihat ekspor secara nasional, kita di Bali masih sangat bagus dibanding nasional karena produk kita memiliki ciri khas tersendiri untuk bisa diminati oleh masyarakat dunia
8
internasional,” ujarnya usai memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5). Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Bali Prof. Dr. Ketut Rahyuda, MSIE menilai, kondisi itu terjadi karena investasi di Bali masih dikuasai investor luar. Untuk itu, pemeritah harus meningkatkan sektor riil. Selain menbangun sektor riil, kata dia, pekan lalu, Bali yang mengandalkan sektor jasa juga memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetisi tinggi, di samping harus mau bekerja keras. Sebab, mereka yang memiliki kemampuan biasa saja akan tersisihkan dalam mencari lapangan pekerjaan. Karena itu, kata dia, pajak yang dipungut pemerintah besar-besar sudah selayaknya digunakan untuk meningkatkan daya saing SDM Bali. “Selain menggenjot sektor riil, pemerintah juga harus mem-back-up sektor pertanian. Dengan begitu, tingginya tingkat pengangguran akibat kalah bersaing dapat teratasi,” ucapnya. Dia mengakui, tingginya tingkat partisipasi pendatang dalam mengerakan ekonomi Bali tidak terlepas dari mental priyayi masyarakat Bali. Padahal, tingginya campur tangan pendatang dalam mengerakan ekonomi daerah justru akan berdampak buruk. “Diakui atau tidak, sektor informal memiliki peran yang besar di negaranegara sedang berkembang, termasuk Indonesia,” katanya. Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Un-
war, Ngurah Sanjaya, S.E., M.Si., Ak., juga mengakui, tingginya kesenjangan di Bali akibat ekonomi Bali dominan digerakan oleh pendatang atau investor luar. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Bali yang rata-rata di atas enam persen dominan menguap keluar. “Bali selama ini kan hanya jadi persimpangan saja. Semuanya yang dihasilkan dari investasi di Bali kebanyakan lari keluar. Sehingga, sama saja kehadiran mereka hanya mengisap darah rakyat tanpa adanya multiplier effect,” sebutnya. Sanjaya juga menyarankan pemerintah mengatur kontribusi mereka terhadap Bali, tidak hanya dari sisi pajak, namun juga berpihakan terhadap masyarakat sekitar. “Memang investasi di Bali tinggi, namun apakah uang yang masuk Bali berputar di sini? Kalau perputarannya di Bali maka tidak akan ada kesenjangan, namun realitanya terjadi gap yang luar biasa. Artinya, uang yang masuk tidak dinikmati masyarakat di Bali,” ucapnya. Sementara, Konsultan Bisnis Kadek Agus Mulyawan menyatakan, perekonomian Bali tidak bisa hanya tergantung pada sektor pariwisata. Pasalnya, pariwisata Bali berasal atau ditunjang dari alam dan sektor agraris. Selain itu, hampir semua kegiatan adat istiadat dan agama menggunakan hasil pertanian. Oleh karena itu, sektor lain seperti pertanian dan kerajinan juga harus digalakkan. Pariwisata, kata Agus, mesti mampu memelihara aset agraris dan sinergitas antara industri kepariwisataan dengan dunia pertanian. Hal ini menjadi sangat penting ketika berbicara tentang kesejahteraan masyarakat lokal. Di samping itu, kedua sektor ini mesti saling menunjang sehingga Bali yang terkenal dengan pariwisata budayanya betul-betul mampu memberi berkah kepada masyarakatnya. “Dengan demikian akan mampu saling menunjang sehingga sama-sama harus diperkuat,” ujar Agus. Parwata/Ngurah
1 - 7 Juni 2015
8
MoU KPK-DPD
Reklamasi Mesti Jadi Prioritas PT TWBI pernah menyatakan nilai total proyek reklamasi Teluk Benoa mencapai Rp 30 triliun. Dari jumlah itu, diperkirakan PT TWBI telah membelanjakan sekitar Rp 1 triliun untuk ongkos konsultan, uji lapangan dan uji kelayakan serta CSR. Ke mana larinya uang tersebut, inilah yang menjadi pertanyaan sejumlah elemen masyarakat. Adakah hal itu terkait dengan pilkada atau kegiatan lain yang menguntungkan individu dan golongan? Makanya sejumlah penggiat antikorupsi dan peduli lingkungan mendesak KPK mengusutnya. Kini desakan itu kembali disuarakan menyusul ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara KPK dengan DPD untuk memberantas korupsi di daerah utamanya terkait sumber daya alam (SDA). Plt. Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki mengatakan, sumber daya manusia yang terbatas membuat KPK harus melakukan berbagai strategi termasuk meminta bantuan DPD mendukung kerja lembaganya. Kerja sama dengan DPD, kata Ruki, karena KPK tidak dapat memantau secara keseluruhan daerah terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan keuangan daerah. Kerja sama yang selalu diperbarui selama lima tahunan itu, dilakukan dengan harapan DPD dapat mendukung pengawasan ketat terhadap pengelolaan sumber daya alam (SDA) di daerah. Saat ini, KPK sedang fokus pada pengelolaan SDA di daerah. Peran DPD dinilainya sangat penting, karena tiap tiga bulan sekali mereka reses dan bisa membantu KPK melakukan pengawasan apakah program-program pengelolaan SDA dilakukan secara benar atau tidak. “Kami butuh pengawasan dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah,” katanya. Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengakui fokus KPK terkait pengelolaan SDA dititikberatkan pada pemberian perizinan yang sangat mudah diberikan oleh para kepala daerah. “Iya, pencegahan itu kan memang perizinan yang diberikan kepala daerah,” katanya. Selain masalah perizinan, KPK juga
menyoroti minimnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetor pemerintah daerah ke kas negara berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selaku auditor negara. Ketua DPD Irman Gusman mengatakan nota kesepahaman tersebut merupakan perbaharuan atas MoU yang ditandatangani pada 15 Agustus 2006. Menurutnya, MoU tersebut sebagai bentuk keseriusan lembaganya dalam mendukung pemberantasan korupsi di daerah. Kerja sama yang dijalin KPK dengan DPD untuk mengusut korupsi sumber daya alam (SDA) di daerah, disambut baik sejumlah komponen di Bali. Mereka adalah I Putu Anom, Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) wilayah Bali dan Ketua Aliansi Pemerhati Kesejahteraan Karangasem (Apisemar) Nyoman Pasek. Anom, menegaskan, semua jenis pelanggaran, kriminalitas, terlebih pelanggaran yang mengorbankan lingkungan harus diproses secara hukum. “Masalah korupsi harus dan wajib diperiksa KPK, baik masalah korupsi dengan pelanggaran dan perusakan SDA dari semua jenis baik pelanggaran sempadan pantai, danau, gunung, sungai, jurang, perusakan terumbu karang, biota laut, mangrove, dan laut. Seperti halnya rencana reklamasi sekarang ini,” ungkapnya. Menurutnya, masyarakat Bali, bahkan dunia wajib membangun, menyelamatkan Bali berdasarkan sastra Hindu tentang Sad Kertih, yakni enam pelestarian atau kesucian (Samudera Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Giri Kertih, Tukad Kertih, Atma Kertih). “Semua komponen masyarakat harus mendukung KPK dalam melaksanakan tugasnya, tidak boleh diintervensi, dihalang-halangi. Apalagi wakil Bali di DPD telah menyatakan penolakan terhadap reklamasi. Dan ini harus didukung,” pungkasnya. Sementara Nyoman Pasek berharap KPK secepatnya melakukan penyelidikan dan menindak perusak SDA di Pulau Dewata ini, termasuk oknum-oknum pejabat yang terlibat. “Saya sangat setuju sekali dan mendukung langkah KPK ini. Jan-
gan sampai Bali yang kecil ini semakin dirusak oleh oknum-oknum pengeruk keuntungan dari perusakan SDA tersebut,” tegas Pasek, Rabu (20/5). Dia mencontohnya perusakan SDA di Karangasem. Dari hasil pengamatan dan penyelidikan polisi, lanjut Pasek, penambang-penambang ilegal di sana leluasa melakukan galian C karena didukung oknum-oknum pejabat. Demikian pula upaya investor untuk melakukan reklamasi juga semestinya menjadi perhatian pihak KPK. Untuk itu anggota DPD asal Bali lebih serius menyikapi masalah ini dan mengutamakan kepentingan Bali. Sebagai perwakilan masyarakat Bali di pusat, DPD mesti bersuara lantang terkait kerusakan SDA di Pulau Dewata yang kecil ini. “Sekali lagi saya berharap KPK secepatnya turun ke Bali, supaya melihat langsung betapa parahnya perusakan SDA di sini (Bali-red),” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya (BP 20/5), untuk melakukan pemberantasan korupsi di daerah, KPK menjalin kerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kerja sama ini diwujudkan dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Plt. Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki mengatakan, sumber daya manusia yang terbatas membuat KPK harus melakukan berbagai strategi termasuk meminta bantuan DPD mendukung kerja lembaganya. Kerja sama dengan DPD, kata Ruki, karena KPK tidak dapat memantau secara keseluruhan daerah terkait dengan pengelolaan sumber daya alam dan keuangan daerah. Saat ini, KPK sedang fokus pada pengelolaan SDA di daerah. Peran DPD dinilainya sangat penting, karena tiap tiga bulan sekali mereka reses dan bisa membantu KPK melakukan pengawasan apakah program-program pengelolaan SDA dilakukan secara benar atau tidak. “Kami butuh pengawasan dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah,” katanya. Ngurah/Parwata 1 - 7 Juni 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
Lebih Berat di Luar Sarbagita
P
erlambatan ekonomi Bali di triwulan I tahun 2015 diakui sejumlah pihak lebih diakibatkan faktor internal atau bukan akibat pengaruh perekonomian nasional. Untuk itu pemerintah harus mampu memberikan stimulus agar pertumbuhan ekonomi Bali tetap dalam kondisi sehat. Tak hanya itu, pemerintah daerah diingatkan masih punya pekerjaan yang tak kalah penting yakni pemerataan pembangunan dan pendapatan masyarakat. Anggota Ikatan Doktor Ekonomi Unud Dr. Drs. Putu Parwata, M.K., M.M., pekan lalu mengungkapkan, pemerintah di Bali harus memberikan perhatian terhadap struktur ekonomi Bali. Sebab, itulah yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Untuk pelambatan ekonomi Bali harus disikapi pemerintah. Sebagai pemegang kebijakan, pemerintah harus mengambil langkah konkret yang tidak sekadar rencana, tetapi sudah dengan tindakan yang pasti. “Ada empat sumber pertumbuhan ekonomi apabila ingin menumbuhkan kegiatan ekonomi, yakni konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor,” ucap Guru Besar Universitas Udayana Prof. Dr. I Made Kembar Sri Budhi, M.P., pekan lalu. Dari empat komponen itu adalah investasi dan ekspor. Jika berbicara investasi, pertama yang mesti dijaga adalah stabilitas makro ekonomi, termasuk inflasi jangan dibiarkan berfluktuasi sedemikian rupa. Karena akan menyebabkan perhitungan pada investor menjadi tidak jelas dan menjadi ragu berinvestasi apabila variabel tersebut berfluktuasi. Untuk mendorong investor berinvestasi diperlukan kemudahan berinvestasi, seperti izin yang diberikan oleh pemerintah harus jelas dan cepat, tidak berbelit-belit. “Pemerintah harus perbaiki lagi hal ini dan harus berpegang pada janji, karena di awal jabatan Pak Jokowi beliau mendengungkan tentang perizinan akan dipercepat dan dipermu-
10
dah,” paparnya. Sementara terkait ekspor, katanya, pemerintah di Bali dengan konsep ekonomi kreatif yang dilandasi ekonomi dan budaya itu harus mendapatkan perhatian lebih. Terlebih dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. “Karena produk lokal yang terkait seni tidak mungkin bisa dikelola oleh negara-negara lainnya yang lebih maju dari Indonesia,” ujarnya. Pelambatan ekonomi Bali akan terasa lebih berat dialami warga yang bermukim di wilayah di luar Sarbagita yaitu kawasan tertinggal Bali Utara, Tengah, Barat, dan Timur. Untuk itu pemerataan hasil pembangunan ke semua wilayah tertinggal di Bali, adalah keharusan. “Sehingga ada semangat kebersamaan dalam menghadapi siklus ekonomi seberat apa pun. Kebersamaan adalah modal sosial yang memiliki kekuatan tersendiri dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi menjadi normal kembali,” ujar Ketua Pusat Analisis Data Ekonomi dan Bisnis Unud, Dr. Sudjana Budhi. Dikatakan, pelajaran yang perlu disimak atas kelambatan pertumbuhan ekonomi Bali saat ini adalah upaya untuk melakukan sejumlah antisipasi yang semestinya telah dipersiapkan jauh sebelum pelambatan ekonomi terjadi, seperti dinyatakan pada awal tulisan ini, tidak ada ekonomi di dunia yang dapat memberikan jaminan teoretis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara terus-menerus. “Mesin pelumas yang akan berfungsi menggerakkan mesin pertumbuhan ekonomi adalah penyebaran dan perluasan destinasi wisata ke daerah kabupaten yang masih tertinggal Bali Utara, Timur, dan Bali Barat,” ungkapnya. Selama ini, objek tersebut membeku dan memerlukan mesin pelumas untuk percepatan pemerataan hasil pembangunan yang dapat dinikmati masyarakat di seluruh Bali. Keragaman objek wisata, daya tarik wisata, dan pengembangan komponen wisata yang bernilai tambah
bagi kabupaten tertinggal adalah pilihan dalam rangka memperkuat daya saing pariwisatya internasinonal dengan penganekaragaman destinasi wisata, daya tarik wisata, dan atraksi wisata. “Ketika pelambatan ekonomi terjadi seperti saat ini, maka daerah tertinggal tidak dapat memfungsikan diri mereka sebagai pemberi minyak pelumas, karena mengurus diri mereka untuk bertahan saja merupakan kerja antara hidup dan mati. Sebagai wilayah tertinggal tidak memiliki kemampuan lebih untuk diberikan pihak lain,” paparnya. Dia berpendapat, tidak ada ekonom yang dapat memberikan jaminan teoritis maupun empirical bahwa pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara terus- menerus. Bahkan, negara dengan ekonomi terkemuka dunia yakni Amerika Serikat melalui Bank Sentral the Federal Reserve sengaja menurunkan pertumbuhan ekonomi dengan menaikkan suku bunga the Fed. Langkah tersebut diambil, karena ekonomi yang terlalu panas (heating economy) dapat mengorbankan kepentingan pertumbuhan ekonomi domestik Amerika Serikat dalam jangka panjang. Seperti diberitakan, pertumbuhan ekonomi periode Januari-Maret 2015 tumbuh 4,71 persen atau melambat dibanding periode yang sama pada tahun 2014 sebesar 5,14 persen. Perlambatan ekonomi nasional juga diikuti perlambatan pertumbuhan ekonomi di daerah, salah satunya Bali. Perekonomian Bali pada triwulanan I-2015 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 41,99 triliun dan berdasarkan atas dasar harga konstan mencapai Rp 31,02 triliun. Ekonomi Bali triwulan I-2015 bila dibandingkan triwulan I-2014 (y-on-y) tumbuh 6,20 persen melambat jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,55 persen. Parwata/Dedy
1 - 7 Juni 2015
10
Pedagang di pasar seni Kumbasari duduk-duduk menunggu pembeli yang kian sepi.
MBP/dok
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
TERTIB - Pengumuman kelulusan di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, Jumat (15/5) lalu berjalan tertib. Pengumuman dilakukan lewat website sekolah diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Saraswati. Dengan demikian tak memungkinkan siswa melakukan aksi corat-coret baju sekolah. Di sekolah ini semua siswa yakni 306 dinyatakan lulus 100 persen. Dari jumlah itu IPA sebanyak 243 dan IPS (63). Nilai UN rata-rata sekolah untuk IPA (487,56) dan IPS (460,05). Rata-rata IPA masingmasing untuk Bahasa Indonesia (80,24), Bahasa Inggris (86,89), Matematika (74,05), Fisika (89,58) Kimia (79,93) dan Biologi (76,87). Tampil sebagai lulusan tiga terbaik UN di IPA masingmasing IA Agung Larasati Dewi (557,8), Ni Nyoman Inten Trinita (548,8) dan A.A. Ngurah Doni Dwijayana (548,7). Di IPS masing-masing diraih Gusti Bintang Candraputra (493,7), Kadek Dodi Sentana (491,9) dan Aldryanto Ramlan (490,9).
TERBANYAK KEDUA - SMK PGRI 4 Denpasar terbanyak kedua di Bali meluluskan siswanya. Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., Rabu (13/5) melepas 602 siswa kelas XII. Dari jumlah itu 237 siswa dari Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga 206 dan Multi Media (MM) 159. Pelepasan ditandai penyerahan siswa kepada Ketua Komite Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd., disaksikan Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Ketua PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. Kasek Ketut Suarya mengungkapkan, di usia ke-15 SMK PGRI 4 Denpasar tampil dewasa dan bermutu. Hal ini dibuktikan sekolah ini ber-ISO 9001-2008, SMK PGRI 4 Denpasar dipercaya pemerintah pusat sebagai sekolah calon rujukan nasional. Sehingga sekolah ini berpeluang mendapatkan bantuan Rp 1 miliar untuk peningkatan mutu.
MBP/ist
MBP/ist
BEBERKAN - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Rabu (20/5) di depan Staf Ahli Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Madsukur membeberkan pembangunan yang telah dilakukannya selama hampir 10 tahun menjabat. Saat itu, kata Bupati asal Desa Sibetan ini, embung geomembran cukup efektif mengatasi kekeringan di Karangasem. Bupati Geredeg mengatakan, saat kunjungan Pangdam IX/Udayana beberapa waktu lalu di Karangasem, Pangdam juga sempat melihat langsung proyek embung. Dikatakannya, Pangdam bakal menjadikan embung itu untuk kemungkinan diadopsi ke wilayah Kodam IX/Udayana, seperti ke NTB dan NTT yang juga mengalami masalah krisis air bersih bagi penduduknya. Bupati Geredeg mengatakan, atas masukannya beberapa waktu lalu di pusat, kini sudah turun surat dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup soal diperbolehkannya membangun proyek embung geomembran di dalam hutan lindung.
SEPAKATI - TBI (The British Institute) Bali bersama dengan IDP South Jakarta secara resmi menyepakati TBI Bali sebagai approved offsite testing venue IELTS Akademik dan UKVI IELTS serta IELTS Life Skills di wilayah Bali. School Coordinator TBI Bali, Indri M. Lisaholet mengungkapkan, setelah melakukan Soft Opening pada November 2014, TBI Bali terus meningkatkan kualitas dan layanannya sebagai penyedia jasa pembelajaran bahasa Inggris terbaik di Provinsi Bali. ‘’TBI Bali memberikan fasilitas berupa pendaftaran dan tempat tes resmi IELTS Akademik di Bali sebagai bentuk dukungan TBI dalam memfasilitasi pembelajaran Bahasa Inggris bagi masyarakat yang ingin bekerja dan belajar ke luar negeri (melalui Exam preparation programme). TBI Bali juga memberikan diskon 50% kelas persiapan IELTS bagi peserta yang mendaftar tes IELTS Akademik di TBI Bali,’’ ujar Indri.
12
1 - 7 Juni 2015
MBP/ist
MBP/ist
TERTINGGI KETIGA - Prestasi Pendidikan dalam Ujian Nasional (UN) tidak saja terdapat di tingkat program IPA, namun juga di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah kejuruan yang mengharumkan nama Kabupaten Badung adalah SMK Tiara Nirwana Badung. Sekolah kejuruan yang memfokuskan program kelistrikan ini berhasil meraih nilai rata-rata tertinggi ketiga di Bali. Hal ini pun mendapat apresiasi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Ketut Widia Astika, Senin (18/5). Menurut Widia Astika, pemerintah patut berbangga terhadap prestasi yang telah diraih untuk sekolah SMK ini. Di Badung ada empat SMK yang masuk sepuluh besar dan nilai rata-rata paling tinggi adalah SMK Tiara Nirwana Badung. Sementara itu, Kepala SMK Tiara Nirwana Ni Nyoman Alit Susanti, M.Pd. mengatakan, dibangunnya sekolah ini tidak saja untuk mencetak lulusan ketenaga listrikan, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter siswa utamanya kedisiplinan mereka.
SIAPKAN DIRI - Warga SMAN 7 Denpasar yang lebih dikenal dengan sebutan Sisma kini sedang mempersiapkan diri secara matang untuk mengikuti lomba Adiwiyata se- Bali. Pada Jumat (15/5) lalu Tim Lomba Adiwiyata Provinsi Bali melakukan veriďŹ kasi dan evaluasi di SMAN 7 Denpasar. Tim langsung diterima Kepala SMAN 7 Denpasar Ida Bagus Suyasa Putra, M.Si. didampingi Wakasek Drs. I Ketut Mudita, M.Pd. dan Kabid Dikmen Drs. I Wayan Supartha, M.Pd. Kepala SMAN 7 Denpasar Ida Bagus Suyasa Putra menjelaskan, karena bersamaan dengan kedatangan tim veriďŹ kasi, makanya pengumuman kelulusan siswa kelas XII SMAN 7 Denpasar dilakukan lewat website. Hal ini juga mampu mengerem siswa yang konvoi dan aksi corat-coret di sekolah. Secara akademis, nilai rata-rata UN SMAN 7 Denpasar sangat luar biasa. Nilai rata-rata UN untuk IPA yakni 89,39 dan IPS 83,16. Untuk IPA ada di ranking empat Bali dan IPS di ranking lima untuk Bali. Sedangkan di Denpasar menduduki ranking empat untuk IPA dan IPS.
KEHILANGAN - Bali kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya, menyusul berpulangnya praktisi pendidikan tinggi Drs. I Wayan Sumantra. Mendiang yang merupakan dosen Kopertis Wilayah VIII di IKIP PGRI Bali di Denpasar ini lahir di Desa Pecatu, Kuta Selatan, 54 warsa silam, meninggal di RS Wangaya Denpasar, Selasa (15/5) lalu karena menderita penyakit dalam (kanker). Almarhum yang memiliki 2 orang saudara, yaitu Ni Ketut Astriwati dan I Wayan Pujaya, S.H., meninggalkan seorang istri Komang Sri Gustiari dan 2 orang anak I Putu Martha Kresna Raditya dan I Made Ananda Kresna Aditya. Selama hidupnya almarhum mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk kemajuan pendidikan dan pengembangan dunia seni rupa.
PRESTASI - Predikat tempat berkumpulnya siswa cerdas pantas disandang SMAN 1 Denpasar (Smansa). Tiap tahun prestasi siswanya selalu menjadi pemuncak pada peraihan nilai ujian nasional (UN). Tahun ini siswa Smansa kembali meraih predikat terbaik di Bali. Siswanya, I Gusti Agung Ayu Andra Yusari, meraih nilai UN tertinggi di Bali untuk Program IPA dengan nilai 577,3 sekaligus mengungguli pencapaian nilai UN tertinggi Program IPS dan Program Bahasa. SMAN 1 Denpasar juga berhasil mengantarkan siswanya, I Nyoman Andika Kumara, menempati peringkat terbaik ketiga se-Bali dengan nilai 573 untuk Program IPA. Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd. bersama para wakil kepala sekolah langsung memberi selamat kepada Andra Yusari, Kamis (14/5). Purnajaya mengaku sangat bangga dengan prestasi yang dicatat siswa-siswanya. Ia puas target yang diidam-idamkan tercapai. Ia menyebut prestasi ini sebagai salah satu dari enam program layanan pendidikan di SMAN 1 Denpasar.
MBP/i st
1 - 7 Juni 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist
AJAK - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengajak seluruh kepala lingkungan (Kaling), kepala dusun (Kadus) dan kepala desa (Kades)/lurah se Kota Denpasar untuk konsentrasi dalam percepatan pembangunan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Rai Mantra saat membuka Bintek Kaling/ Kadus se-Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (19/5) di Kantor Desa Dauh Puri Kaja. Pembukaan Bintek tersebut dihadiri anggota DPRD Kota Denpasar Ketut Suteja Kumara serta instansi terkait. Rai Mantra mengatakan, data pembangunan yang dipaparkan Camat Denpasar Utara harus dimiliki juga oleh kades/lurah dan kaling/kadus. Hal ini untuk mempermudah koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam penanganan permasalahan di lapangan.
KOMPETENSI - Berdasarkan SK Panitia Uji Kompetensi Nasional Kemendikbud RI No: 011/PUK – Nas / II/2015, lulusan Akbid Bali Wisnu Dharma Denpasar tahun 2014/2015 sebanyak 74 orang mengikuti uji kompetensi dan dinyatakan lulus 73 orang (99 %), hanya 1 orang (1%) dinyatakan tidak lulus. Ini menunjukkan prestasi luar biasa yang diraih Akbid Bali Wisnu Dharma Denpasar, Kampus Jl. Kebo Iwa I No. 2 Mengwi. Mereka yang dinyatakan lulus uji kompetensi berhak mendapatkan sertifikat kompetensi. Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan kompetensi atas prestasi lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan keahliannya. I Made Sumartha, S.H. selaku Ketua Yayasan Bali Wisnu Jaya sebagai Badan Penyelenggara Akbid Bali Wisnu Dharma menyatakan puas terhadap hasil yang diperoleh lulusannya. Oleh karena itu atas nama Yayasan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para dosen, baik dosen tetap Yayasan maupun dosen tidak tetap dan para pegawai Akbid Bali Wisnu Dharma atas kerja kerasnya sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.
MBP/ist
SEMBAHYANG - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg dan Wabup I Made Sukerana melakukan persembahyangan “mapilayu yasa kerti” (mohon pengampunan) di Pura Jagatnatha, Amlapura, Senin (19/5). Persembahyangan itu dalam rangka mengakhiri masa jabatan per 21 Juli, dua bulan lagi. Persembahyangan itu juga diikuti Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Sekda I Gede Adnya Mulyadi, seluruh Kepala SKPD, lembaga umat seperti PHDI, MADP dan MMDP Karangasem. Bupati Wayan Geredeg usai persembahyangan mengatakan, tujuan dari persembahyangan ini adalah memohon pengampuan dan permakluman pada akhir jabatannya. Bupati Geredeg selama sepuluh tahun dan Wabup Sukerana sudah menjabat lima tahun dalam upaya membangun Karangasem. Dikatakannya, dilihat dari sekalanya secara nyata, Bupati Geredeg bersama Wabup Sukerana telah melaksanakan tugas–tugasnya dengan maksimal. Namun, secara niskala hal tersebut masih belum dapat diketahui sejauh mana dapat diterima.
14
1 - 7 Juni 2015
MBP/ist
GEMILANG - Prestasi gemilang kembali diraih oleh Kabupaten Badung. Kali ini Pemerintah Kabupaten Badung meraih penghargaan Arsip Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dalam penerimaan penghargaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung diwakili oleh Wakil Bupati Badung Made Sudiana dan Kepala Kantor Arsip Daerah Badung A.A. Arimbawa, Senin (18/5) di Gedung Kearsipan Negara Republik Indonesia, Jakarta. Kepala Arsip Negara Republik Indonesia, Mustari Irawan mengatakan, pemberian pengharaan ini sebagi wujud partisipasi dan kepedulian pemerintah terhadap arsip yang mempunyai nilai historis, dokumen dan sejarah. Nampak dalam foto Wakil Bupati Badung Made Sudiana menerima penghargaan Arsip Tingkat Nasional yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia.
MBP/ist
SOSIALISASI - Kabupaten Badung menjadi satu-satunya dan pertama di Indonesia yang menggelar sosialisasi dan workshop pembangunan integritas berbasis keluarga khususnya bagi pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Badung. Hal tersebut ditegaskan perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Antok Kariadi saat menghadiri acara pembukaan sosialisasi dan workshop pembangunan integritas berbasis keluarga di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Senin (18/5). Kegiatan tersebut dibuka Sekda Badung Kompyang R. Swandika dan dihadiri pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung. Menurut Anto Kariadi, terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil kreasi dari Kabupaten Badung sendiri dan ini membuktikan Pemkab Badung sangat komit dalam upaya pencegahan korupsi hingga ke lingkungan keluarga.
MBP/ist
TERTIB - Pengumuman kelulusan di SMA PGRI 4 Denpasar, Jumat (15/5) lalu berjalan tertib. Pengumuman dilakukan lewat website sekolah, sehingga tak memungkinkan siswa melakukan aksi corat-coret baju sekolah. Di sekolah ini semua siswa yakni 142 dinyatakan lulus 100 persen. Dari jumlah itu IPA sebanyak 104 dan IPS 38. Nilai UN rata-rata sekolah 487,02 masing-masing Bahasa Indonesia (77,91), Bahasa Inggris (82,86), Matematika (79,98), Fisika (84,50), Kimia (80,10) dan Biologi (81,67). Tampil sebagai lulusan tiga terbaik UN di IPA masing-masing Ni Luh Made Dian Uttari (533,5), Ni Luh Gede Dian Hermayanti (533,4) dan Ketut Ayu Lestari (525,0). Di IPS nilai tertinggi diraih Surya Sulvester Kundre (494,8), Tyagi Zippon (488,9) dan Komang Gede Indra Dwipayana (387,6).
MBP/ist
MBP/ist
SEMBAKO - Sebanyak 520 wanita lanjut usia menerima bingkisan sembako bakal calon bupati Wayan Sudirta. Mereka sangat terharu menerima langsung paket sembako itu yang berisi beras, gula dan mi instan. Para penerima berasal dair 17 dusun sekedesaan Bebandem dan Sibetan, Bebandem, Rabu (13/5). Bakal calon bupati dari PDI-P itu adalah Wakil Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali. Ia menyalami hangat nenek-nenek lanjut usia yang menerima bingkisan itu. Pembagian sembako dilaksanakan di bawah terik matahari. Pasalnya, posisi truk berada di lapangan terbuka. Sebelum menyerahkan sembako, sekitar 30 menit Sudirta yang didampingi relawan memaparkan alasan pemberian sembako dari Yayasan Bunda Luh Ronce (YBLR). Dikatakan, YBLR didirikan beberapa tahun lalu untuk menghormati ibundanya, Ni Luh Ronce.
BERBEDA - Suasana pengumuman kelulusan di SMA Dwijendra berbeda dengan sekolah lainnya. Tak satu pun siswa kelas XI ke sekolah, karena sekolah melakukan pengumuman kelulusan lewat website. Sejak pukul 00.00 wita Kepala SMA Dwijendra Denpasar Ida Bagus Alit Bajra Manuaba, S.Pd. sudah menyebar hasil kelulusan 100 persen bagi siswanya. Padahal standar minimal kelulusan sekolah ini tergolong tinggi yakni 75. Jumlah siswa yang dinyatakan lulus sebanyak 445 orang masing-masing IPA (330) dan IPS (116). Cara pengumuman yang ditempuh ini sesuai dengan visi dan misi SMA Dwijendra yang mengedepankan pendidikan karakter, agama Hindu dan budaya Bali. Bahkan tahun ini 29 lulusannya langsung diterima lewat jalur SMPTN di berbagai PTN favorit seperti Unud, Undiksha dan Poltek Negeri Bali. 1 - 7 Juni 2015
15
POLITIK
Kisruh Golkar
Agung Melawan Putusan PTUN
Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mencabut SK Menkumham bersifat sementara. Sebab pihak tergugat yakni Menkumham telah mengajukan banding termasuk kubunya. Banding menjadi hak tergugat dan tergugat intervensi
Agung Laksono
16
KISRUH kepengurusan ganda Partai Golkar masih bergulir. Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan sebagian gugatan Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) terhadap SK Menkumham tentang pengesahan kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono tak mengakhiri konflik. Kubu Agung Laksono melakukan perlawanan. Banding atas PTUN pun dilakukan Menkum HAM. Sidang putusan majelis PTUN, Senin (18/5) lalu mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, dan menyatakan batal Surat Keputusan Menkumham. Ketua Majelis Hakim Teguh Satya Bhakti bahkan mewajibkan tergugat, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), menarik Surat Keputusan yang mengesahkan kepengurusan Golkar di bawah kepemimpinan Agung Laksono. Hakim menolak seluruh eksepsi tergugat kubu Agung Laksono dan mewajibkan mereka membayar biaya perkara pengadilan. Atas putusan itu, Kubu Aburizal Bakrie
meminta kubu Agung Laksono tidak lagi menduduki kantor DPP Partai Golkar yang terletak di Jalan Anggrek Nelly, Jakarta Barat. “Konsekuensi putusan PTUN adalah Agung Laksono dkk. harus menghentikan kegiatan di DPP Golkar dan mengosongkan kantor tersebut,” kata Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin. Namun, desakan Aburizal ini tak digubris. Kubu Agung bahkan menuding kemenangan rivalnya hanya beberpa menit saja setelah majelis membacakan putusan. Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono menyatakan, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mencabut SK Menkumham bersifat sementara. Sebab pihak tergugat yakni Menkumham telah mengajukan banding termasuk kubunya. ‘’Banding menjadi hak tergugat dan tergugat intervensi. Kendati yang dibolehkan banding pihak tergugat, sebagai tergugat intervensi, pihaknya mengaku juga memiliki hak,’’ tegasnya. Golkar kubu Agung mengajukan banding karena merasa keberatan setelah hakim PTUN dalam pertimbangannya menyebutkan masalah pengurusan pilkada diserahkan kepada Munas Pekanbaru, Riau tahun 2009 silam. Terkait siapa yang pantas mengurusi pilkada di Golkar, Agung mengklaim, pihaknya yang berhak berdasarkan kepengurusan yang masih terdaftar di Kemenkumham. Di lain pihak, Ketua Umum Partai Golongan Karya periode 2004-2009, Jusuf Kalla mengharapkan agar Partai Golkar bersatu. “Siapapun yang menang tentu supaya cepat bersatu, mudah-mudahan Golkar bersatu,” katanya. JK meminta kedua kubu baik Aburizal Bakrie atau Agung Laksono diharapkan menerima keputusan PTUN, guna menunjukkan kebesaran partai dengan warna kuning itu. Hardianto
1 - 7 Juni 2015
16
Pemerintah Isyaratkan Tolak Revisi WACANA revisi UU Pilkada memasuki babak akhir. Pemerintah mengisyaratkan menolak revisi dan berharap pilkada serentak berjalan sesuai jadwal. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta DPR mempertimbangkan kembali rencana revisi UU Pilkada. Menyikapi isyarat pemerintah ini, Ketua DPR-RI Setya Novanto mengatakan ada tiga hal hasil dari rapat konsultasi dengan Presiden Jokowi. Pertama soal legislasi, dari 37 RUU dalam Prolegnas 2015 banyak yang jauh dari target capaian lantaran hingga kini menteri-menteri belum menyerahkan hasil kajian akademik. Dia mencontoh soal revisi UU KUHP. “KUHP yang dijanjikan bulan April menyerahkan yang berkaitan dengan masalah proposal atau hal yang berkaitan dengan pengkajian atau naskah akademis, sampai sekarang belum diserahkan. Presiden akan minta kepada Menkumham untuk sesegera mungkin diselesaikan,”
KPU adalah penyelenggara pilkada serentak dan sudah menetapkan 10 Peraturan KPU (PKPU) yang berkaitan dengan kepesertaan pilkada. Oleh karena itu, apabila niat revisi menyangkut kepesertaan maka dikhawatirkan bisa berdampak pada revisi masalah yang lain pula
papar Setya. Kedua, berkaitan dengan APBN, ada beberapa hal yang sekarang belum selesai yang berkaitan dengan nomenklatur yang sudah diberikan oleh DPR-RI, namun sampai saat ini ada beberapa yang belum selesai. “Kita mohon untuk bisa segera diselesaikan masalah reorganisasi yang ada karena menyangkut masalah penyerapan. Kalau masalah reorganisasi belum selesai, maka berpengaruh pada penyerapan dan pada akhirnya masalah anggaran bisa terlambat, khususnya berpengaruh terhadap daerah yang mengharapkan anggarannya bisa lebih cepat,” tutur Novanto. Adapun mengenai revisi UU Pilkada, Setya mengatakan presiden akan mempertimbangkan usulan pimpinan DPR tersebut. “Sudah diberikan pendapat juga oleh Mendagri. Ini akan menjadi pertimbangan oleh Presiden,” kata Setya Novanto. Menteri Dalan Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan hingga saat ini pemerintah belum bisa memutuskan menerima usulan DPR merevisi UU Pilkada karena harus membahasnya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggaranya. Sedangkan, apabila niat revisi UU Pilkada lebih pada mengakomodir sengketa kepengurusan di internal Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), maka sebenarnya sudah diatur mekanismenya. “Menurut KPU kan udah
ada mekanisme. Dasar putusan Menkumham, yaitu UU, mahkamah partai dan AD-ART. Sekarang juga lagi tahap putusan,” kata Tjahjo. Tjahjo menambahkan, KPU adalah penyelenggara pilkada serentak dan sudah menetapkan 10 Peraturan KPU (PKPU) yang berkaitan dengan kepesertaan pilkada. Oleh karena itu, apabila niat revisi menyangkut kepesertaan maka dikhawatirkan bisa berdampak pada revisi masalah yang lain pula. Hal ini yang dikhawatirkan oleh KPU. Hardianto
Tjahjo Kumolo Mendagri
17
Sejumlah siswa SMA/ SMK merayakan kelulusannya dengan aksi corat-coret seragam. Sayangnya, Indeks Integritas Ujian Nasional SMA/SMK di Bali tergolong rendah
PENDIDIKAN
Nilai Indeks Integritas UN Rendah
”Pil Pahit” bagi Dunia Pendidikan Bali
K
ementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis nilai Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) SMA/SMK tahun 2015. Hasilnya cukup mencegangkan untuk Bali yang berada pada posisi 11 daerah dengan nilai IIUN terendah dari 34 provinsi di Indonesia. Rendahnya IIUN mengindikasikan masih banyak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UN. “Hasil analisis UN melalui Indeks Integritas UN ini sangat menyakitkan bagi Bali dengan posisi 11 terendah. Kenyataan ini memang pahit. Tapi harus kita telan dan jadikan obat bagi dunia pendidikan di Bali,” kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali Dr. I Made Alit Mariana, belum lama ini. Menurut Alit Mariana, IIUN diukur dari tingkat persentase jawaban siswa yang tidak menunjukkan pola kecurangan. Kecurangan yang diukur merupakan gabungan persentase contek-menyontek antarsiswa dan persentase keseragaman pola jawaban soal UN dalam suatu sekolah. Berdasarkan data dari rilis Kemendikbud terhadap IIUN 2015, nilai IIUN Bali jauh lebih rendah dibanding beberapa daerah. Rinciannya, IIUN untuk
18
1 - 7 Juni 2015
Denpasar hanya 65,44 yang merupakan tertinggi di Bali, diikuti Bangli 63,14, Gianyar 62,44, Buleleng 61,09, Jembrana 60,13, Badung 59,29, Karangasem 53,82, Tabanan 51,63 dan nilai IIUN terendah didapatkan Klungkung hanya dengan 49,76. Dengan demikian rata-rata IIUN di Bali 58,53, masih jauh di bawah rata-rata nasional yang 63,28. Sementara untuk provinsi yang nemiliki rata-rata IIUN tertinggi yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diikuti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan lainnya. Untuk daerah yang memiliki angka IIUN tertinggi adalah Kota Yogyakarta dengan angka 82,37; Kota Pangkal Pinang 81,32; Kota Magelang 81,26; Kabupaten Belu 80,61 dan Kabupaten Purworejo dengan angka IIUN 80,33. Sementara untuk IIUN terendah dimiliki oleh Kabupaten Nduga 18,40; Kabupaten Buru Selatan 19,60; Kabupaten Yalimo 19,97; Kabupaten Simalungun dengan 21,79 dan Kabupaten Jeneponto 25,14. Sementara untuk daerah dengan nilai UN tertinggi masih diraih oleh Denpasar dengan nilai rata-rata nilai SMA/ MA 83,26 dan rata-rata nilai SMK 81,02. Alit Mariana menegaskan, fakta masih rendahnya IIUN di Bali mesti menjadi pelajaran berharga dan bahan evaluasi semua pihak khususnya pemerintah
MBP/dok
provinsi dan kabupaten/kota melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), pihak sekolah, orang tua, siswa, dan elemen masyarakat pemerhati pendidikan. “Makna rilis Mendikbud ini mesti disikapi dengan kerja serentak seluruh komponen masyarakat, pemda provinsi, kabupaten/kota, guru, orang tua dan siswa untuk membangun integritas dan kejujuran. Sebab, ke depan kejujuran dan integritas juga menjadi instrumen utama, kreditor di dunia kerja,” tegasnya. Dalam waktu dekat ini, kata Alit Mariana, LPMP Bali juga akan akan membangun dialog yang dilaogis bersama Disdikpora kabupetan/kota, penggiat pendidikan untuk menyikapi hasil analisis produk UN yang berfungsi sebagai pemetaan termasuk rendahnya IIUN untuk Bali tersebut. Selanjutnya agar ada rumusan rencana tindak lanjut di masing-masing kabupaten/kota di Bali untuk mengurangi indeks kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaaan UN ke depan. “Pentingnya momen UN yang berfungsi sebagai pemetaan yang diumumkan hasil analis IIUN ini untuk mencegah sedini mungkin peserta didik melakukan berbagai kecurangan,” ujar Alit Mariana. Widana
Sekolah Wajib Introspeksi BERBAGAI pihak menyangka rendahnya Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) SMA/SMK di Bali tahun 2015. Hal ini membuktikan pihak sekolah masih mengutamakan mengejar nilai tinggi ketimbang mengedepankan proses pelaksanaan UN yang jujur dan berintegritas. Di sisi lain, Bali menjadi daerah dengan peraih rata-rata nilai UN tertinggi menjadi tidak bermakna ketika nilai IIUN ini rendah. “Rendahnya Indeks Integritas UN ini mesti menjadi bahan evaluasi pihak sekolah bahwa jangan hanya mengejar nilai tinggi dengan mengabaikan kejujuran dan integritas pelaksanaan UN,” kata anggota Komisi IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan I Wayan Rawan Atmaja. Pihaknya mendorong pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kabupaten/kota hingga provinsi menyikapi secara arif dan bijaksana rendahnya IIUN ini, kemudian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaksanaan UN selama ini. “Terlepas dari bagaimana metode lalu apakah hasil analisis IIUN yang dirilis benar atau tidak, pihak sekolah mesti menjadikan hasil analisis ini sebagai bahan evalusasi dan introspeksi,” kata politisi Golkar asal Nusa Dua ini. Secara terpisah, Kepala Disdikpora Bali Tjok Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani mengatakan, spirit pelaksanaan UN yang tahun ini hasilnya tidak lagi menjadi penentu kelulusan adalah bagaimana UN ini berlangsung jujur dan berintegritas. Lalu ketika IIUN di masing-masing sekolah rendah, tentu permasalahannya ada di satuan pendidikan atau sekolah bersangkutan. Jika dilihat dari sisi proses pendistribusian soal dari percetakan ke Disdikpora Provinsi lalu ke Disdikpora kabupaten/kota hingga ke masing-masing sekolah, dalam UN tahun ini tidak ada kebocoran. Sehingga potensi kecurangan seperti kerja sama atau saling contek, yang paling besar terjadi adalah ketika pelaksanaan UN di masing-masing sekolah. “Indek Integritas UN di sekolah itu adalah menyangkut proses UN yang dilaksanakan di sekolah. Kalau hasilnya seperti itu (rendah-red), maka ini menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bagi kita semua utamanya sekolah, bagaimana proses UN berjalan jujur,” ujar TIA Kusuma Wardhani. Ia menambahkan, kendatipun siswa memperoleh hasil tinggi tapi di prosesnya ada yang tidak benar atau ada kecurangan tentu IIUN di sekolah akan rendah. Tentunya, hal ini menjadi PR bagai semua elemen pendidikan di Bali. Ditambahkanya, hasil UN tidak bisa disandingkan dengan hasil IIUN. Sebab, yang dituntut dalam UN ini adalah kejujuran. “Kami akan sampaikan kepada Kepala Disdikpora kabupaten/kota, bahwa untuk UN tahun depan semua siswa tidak harus memenuhi nilai ketuntasan minimal dalam UN dan tidak mesti mereka lulus 100 persen, tapi bagaimana prosesnya harus benar dan jujur,” tegasnya. TIA Kusuma Wardhani menambahkan, pihaknya akan meminta secara rinci IIUN masing-masing sekolah ke Kemendikbud dan menyampaikannya ke Disdikpora Kabupaten/ Kota lalu meminta mereka mengumpulkan Kepala SMA/ SMK guna menyikapi IIUN ini agar ada pemahaman bersama bahwa ke depan UN mesti mengutamakan kejujuran dan integritas. “Sekolah nantinya harus paham seperti apa posisisnya,” ujarnya.
Dr. I Made Alit Mariana
Widana 1 - 7 Juni 2015
19
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
WISUDA - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar wisuda bagi program Sarjana Strata Satu ke-47, Program magister yang ke-19, dan Program Doktor yang ke-7 pada Jumat (15/5). Sebanyak 334 wisudawan/ti yang diwisuda yaitu dari Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan 27 orang, Fakultas Teknik 16 orang, Fakultas Kesehatan 7 orang, Fakultas Ekonomi 176 orang, Fakultas PAS 68 orang, program Pascasarjana baik Magister dan Doktor sebanyak 35 orang. Dari 334 wisudawan/ ti, satu wisudawati berhasil meraih IPK tertinggi yaitu 3,81 dari Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen yang diraih oleh Anak Agung Ayu Semari Adi. IPK tertinggi dari program Magister yaitu IPK 3,78 diraih oleh I Kadek Satria dari Prodi Pendidikan Agama Hindu, dan Strata Tiga diraih oleh Nanang Sutrisno dari prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan dengan IPK 3,88.
RESES - Salah satu anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. mengakhiri agenda resesnya dengan menyapa rakyat di daerah pemilihan (dapil) di Bali, lewat acara menghadiri serangkaian undangan dari perayaan Tumpek Landep hingga kegiatan Lomba Mancing Mania. Dalam minggu terakhir masa reses anggota DPR-RI empat periode ini dilalui dengan beragam aktivitas turun langsung ke masyarakat, di antaranya dengan menghadiri undangan kegiatan adat dan upacara keagamaan maupun kegiatan lomba mancing hingga di pelosok desa, terutama di daerah Tabanan. Uniknya, undangan yang disampaikan masyarakat tersebut sebagian besar bersifat nonformal karena hanya lewat telepon dan SMS. Nampak dalam foto anggota DPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. didampingi Wabup Tabanan Komang Gede Sanjaya bersama pemenang dengan ikan lele seberat 5 kg saat lomba mancing di Banjar Adat Ngis Jegu, Penebel, Tabanan.
MBP/ist
MBP/ist
KEBERSAMAAN - Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2015 nampaknya dijadikan sebagai spirit membangun kebersamaan sekaligus tonggak penting dalam peningkatan kinerja selaku aparatur sipil negara bagi segenap pejabat Struktural di Kabupaten Badung. “Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, semua pejabat struktural di Kabupaten Badung kini wajib untuk membuat dan menandatangani Perjanjian Kinerja. Casscading ini di dalamnya mencakup janji/komitmen kepada atasan masing-masing untuk mewujudkan target kinerja yang telah ditentukan dengan indikator yang jelas dan terukur,� kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika saat memberikan pengarahan pada acara penandatanganan Perjanjian Kinerja bagi pejabat struktural di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung di Ruang Kriya Gosana, Rabu (20/5).
GOTONG ROYONG - Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 di Kota Denpasar, Rabu (13/5), dipusatkan di Banjar Jabapura, Desa Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat. Pencanangan ini dilakukan Wakil Wali (Wawali) Kota Denpasar I G.N. Jaya Negara bersama-sama masyarakat dengan melakukan penghijauan penanaman pohon bersama di bantaran DAM Umaduwi aliran Tukad Mati. Kehadiran Wawali Jaya Negara disambut ribuan masyarakat Padangsambian Klod yang telah berbekal alat kerja bakti seperti cangkul, sapu dan sabit. Usai melakukan penanaman pohon yang juga diikuti para siswa sekolah, Wawali Jaya Negara dengan berjalan kaki juga berkesempatan meninjau berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya kegiatan ibu-ibu PKK Banjar Umaduwi yang sedang melakukan persiapan majejahitan Tumpek Landep.
20
1 - 7 Juni 2015
MBP/ist
MBP/ist
SIDAK - Pemerintah Kabupaten Karangasem dipimpin Sekda I Gede Adnya Mulyadi, Kamis (21/5) menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko besar penjual beras di kota Amlapura. Sidak itu untuk memantau langsung pascaberedarnya beras plastik di Jawa. Sekda sidak didampingi Kabag Ekonomi Setda Wayan Sutrisna dan Kadis Perindag Karangasem Gusti Ngurah Suarta. Sidak dilakukan ke sejumlah toko yang menjadi suplayer penjualan beras di Jl. Gajah Mada. Sekda Adnya Mulyadi mengatakan, perlunya masyarakat dan pedagang pemasok beras ke Karangasem mewaspadai kemungkinan peredaran beras plastik atau beras sintetis dari luar. Meski baru ditemukan di satu tempat di Jawa, tetapi mesti waspada. Sekda Adnya Mulyadi menyarankan para pedagang tetap waspada terhadap peredaran beras plastik.
PRESTASI - Lengkap sudah prestasi yang diraih Program Pascasarjana (PPS) Undiknas. Setelah mengantarkan Prodi Magister Manajemen (MM) meraih akreditasi A, kini disusul Prodi Magister Administrasi Publik (MAP) meraih akreditasi A dari BAN-PT. Dengan demikian Undiknas University sudah mengantongi tiga nilai akreditasi A yakni dua di pasca dan satu lagi di Prodi Manajemen FEB Undiknas. Dengan demikian 33 persen prodi di Undiknas memiliki nilai sangat baik (A). Undiknas menargetkan enam prodinya meraih nilai A. Direktur PPS Undiknas yang juga Rektor Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA., Kamis (21/5) langsung menyampaikan berita gembira tersebut saat acara syukuran di kampus PPS Undiknas. Hadir pada acara itu Koordinator Kopertis VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, Wakil Rektor Undiknas Prof. Nyoman Budiana, Wadir PPS Undiknas Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, KPS MAP Dr. I Nyoman Subanda, M.Si. dan KPS MM Dr. Ni Nyoman Sunariani, M.M.
MBP/ist
KAMPANYE - Mengulang program tahun lalu, Rumah Sakit (RS) BaliMéd Denpasar kembali mengkampanyekan cara mencuci tangan atau hand hygiene di rumah sakit setempat, Rabu (20/5) dengan sasaran seluruh staf RS. BaliMéd dalam kampanye, Kamis (21/5) dengan sasaran pasien, keluarga pasien, dan pengunjung serta dokter Spesialis Konsultan di Rumah Sakit BaliMéd. ‘’Kampanye pertama dilaksanakan Mei tahun lalu, setelah kampanye itu dilakukan evaluasi tentang kepatuhan cuci tangan. Untuk menjaga konsistensi sekarang kita ulang lagi kampanye dan kedepan ini akan dijadikan program rutin,’’ ujar Wakil Direktur Medik Keperawatan dan SDM RS BaliMéd, dr. A.A. Ngurah Budiarta, MARS. Dikatakan, kampanye hand hygiene bertujuan mengingatkan staf rumah sakit tentang pentingnya cuci tangan. Sekalipun langkah sederhana, cuci tangan sangat penting untuk mencegah infeksi nosokomial atau penularan infeksi dari satu pasien ke pasien lainnya, dari pasien ke petugas kesehatannya, atau dari pasien ke pengunjung atau keluarganya.
MBP/ist
SEMINAR - Seminar internasional tentang Biosecurity yang bertajuk ‘’Secure Food Futures’’ digelar di Aula Kopertis Wilayah VIII, Tembau, Denpasar, Kamis (21/5). Selaku tuan rumah, Universitas Mahasaraswati (Unmas), Kopertis Wilayah VIII dan Plant Biosecurity Cooperative Research Centre (PBCRC) Australia didukung oleh Universitas Kristen Satya Wacana (Salatiga), Universitas Nusa Cendana (Kupang), Universitas Sam Ratulangi (Manado), dan Pacific Institute (Manado). Seminar ini bertujuan untuk memberikan solusi mencapai target nasional Indonesia dalam pasokan pangan dan kedaulatan pangan selama empat periode sampai tahun 2019. Dua strategi pokok dalam mencapai tujuan tersebut terdiri atas peningkatan hasil panen melalui teknologi, air, benih dan pupuk yang lebih baik, kemudian mengurangi kerugian tanaman yang ada melalui pencegahan hama yang lebih baik, manajemen penyakit, kondisi penyimpanan dan kualitas rantai pasokan. 1 - 7 Juni 2015
21
DAERAH
Sepi Pembeli
Dewan Tuding OP Elpiji Setengah Hati
K
urangnya sosialisasi pelaksanaan Operasi Pasar (OP) gas elpiji 3 kilogram yang dilakukan Pertamina bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli yang berdampak pada sepinya pembeli menuai kritikan dari kalangan anggota DPRD. Pelaksanaan kegiatan ini dituding tak serius dan setengah hati. Operasi pasar ini digelar selama dua hari, yang berada di tiga titik, yakni SPBU Bangli di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Lapangan Kapten Mudita, dan Pasar Kidul. Ribuan gas yang dijual, sebagian besar justru tidak laku dan terpaksa dibawa kembali ke gudang. Salah satu petugas agen menyebutkan, hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi ke masyarakat. Pasalnya, informasi kegiatan baru disampaikan sehari bahkan beberapa jam sebelum dimulai. Menyikapi
22
1 - 7 Juni 2015
hal itu, anggota Komisi II DPRD I Nyoman Gelgel Wisnawa, mengungkapkan kegiatan operasi pasar ini sesungguhnya sangat baik karena mampu meringankan beban masyarakat di tengah-tengah terjadinya fluktuasi harga beberapa kebutuhan pokok. Kendati demikian, ia menuding operasi pasar yang digelar ini setengah hati dan tak sesuai dengan esensinya. Dikatakan, jika program ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat, sosialisasi seharusnya dilaksanakan jauh hari sebelumnya sehingga operasi pasar tidak sepi pembeli. Tidak hanya itu, buruknya sistem sosialisasi ini dianggap menjebak masyarakat lantaran tidak bisa melakukan persiapan untuk mengikuti program yang ditunggu-tunggu ini. “Kalau memang niatnya serius, harusnya sosialisasi dari jauh hari. Bukan seperti sekarang
yang terkesan setengah hati,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengkritisi tempat pelaksanaan Operasi Pasar yang bertempat di SPBU dan Lapangan Kapten Mudita. Ia menilai tempat itu kurang representatif dan tidak bisa dijangkau oleh masyarakat yang berada di pedesaan. Menurutnya, operasi pasar ini sebaiknya digelar di daerah-daerah yang masyarakatnya kurang sejahtera, bukan diadakan di tengah-tengah kota yang lebih banyak ditempati oleh orang mampu. “Program ini kan untuk orang yang kurang mampu, jadi carilah tempat yang masyarakatnya kurang mampu,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya. Ia berharap, untuk operasi pasar selanjutnya, segala aspek harus diperhitungkan agar program ini tidak sebatas formalitas saja. Sosiawan
Kembali ke Gudang MUNCULNYA isu terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dan terjadinya fluktuasi harga sejak beberapa hari lalu, PT Pertamina melalui agen elpiji PT Intan Ayu bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Bangli melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Operasi Pasar (OP) gas melon di SPBU Bangli, Jalan Brigjen. Ngurah Rai Bangli, Selasa lalu. Kurangnya sosialisasi, membuat operasi pasar ini sepi peminat. Tak pelak, ratusan tabung gas tak laku dijual. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak dimulainya operasi pasar ini pukul 10.00 Wita dan berakhir pukul 12.00 Wita, masyarakat yang datang untuk membeli gas melon ini sangat sedikit. Meskipun dibandrol dengan harga yang lebih murah daripada di pasar, yakni Rp 14.500 per tabung, namun hal ini tidak mampu menggugah keinginan masyarakat untuk membeli. Dampaknya, dari 560 tabung elpiji yang dijajakan, yang terjual hanya 109 tabung. Tak pelak, ratusan tabung yang masih tersisa harus dibawa kembali ke gudang. Kepala Gudang PT Intan Ayu, Made Ceraka mengakui kegiatan operasi pasar ini tidak diimbangi dengan sosialisasi yang maksi-
mal. Pasalnya, surat edaran ke kelurahan baru disampaikan beberapa jam sebelum operasi pasar digelar. Tidak hanya itu, sosialisasi ke masyarakat juga tidak dilakukan sebelumnya. “Surat baru kami kirimkan ke kelurahan tadi pagi, mungkin itu yang menyebabkan sepi,” katanya. Sementara itu, Kadisperindag Bangli I Nengah Sudibia mengatakan kegiatan yang digelar oleh pertamina ini merupakan salah satu langkah untuk menepis adanya isu kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Dikatakan dalam beberapa pekan terakhir banyak keluhan masyarakat terkait dengan langkanya elpiji tiga kilogram. Harga elpiji itu juga meningkat tajam. Terkait sepinya pembeli, ia berharap sosialisasi kegiatan ini bisa disampaikan jauh hari sebelum pelaksanaan. “Kami berharap sosialisasi bisa dilakukan seminggu sebelum kegiatan dimulai. Agar banyak yang tahu,” katanya. Dikatakan lebih lanjut, sepinya operasi pasar ini tidak serta merta disebabkan karena minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara. Namun hal lain yang diduga sebagai penyebab, yakni minimnya tabung kosong yang dimiliki masyarakat. “Kemugkinan masyarakat
tidak memiliki tabung kosong, jadinya tidak bisa membeli,” ucapnya. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan kebutuhan elpiji, khususnya ukuran 3 kilogram. Bila terjadi ketidakstabilan harga, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pertamina untuk meminta melakukan operasi pasar. “Kami akan terus lakukan pemantauan, kalau harganya belum stabil, kami akan ajukan ke pertamina lagi untuk melakukan operasi pasar,” terangnya. Ditambahkan juga, selain melakukan operasi pasar di SPBU, sebelumnya hal serupa juga sempat digelar di beberapa daerah di Bangli, di antaranya Desa Susut, Pasar Kayuamba dan Desa Batur Utara. Di sisi lain, dari hasil pantauan lapangan, diungkapkan Sudibia pihaknya tidak menemukan terjadinya kelangkaan gas elpiji. Pasokan di sejumlah agen dikatakan masih sangat lancar dan permintaannya selalu terpenuhi. Selain itu, untuk tingkat pengecer juga tidak ditemukan kelangkaan dan hal yang terjadi hanya fluktuasi harga. “Dari pemantauan yang kami lakukan, tidak ditemukan adanya kelangkaan gas elpiji,” tandasnya. Sosiawan
Di Jembrana
Elpiji 3 Kg Langka GUNA mengatasi kelangkaan gas di wilayah Jembrana pihak Pertamina sudah beberapa kali melakukan operasi pasar. Namun hingga saat ini kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg belum teratasi. Kondisi ini terbukti dengan adanya suplai ke para pengecer yang masih dibatasi. Beberapa pengecer elpiji di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kamis lalu mengatakan pasokan elpiji untuk mereka belum kembali normal. Salah seorang pengecer elpiji di desa Pengambengan, Wati mengatakan dia hanya mendapatkan jatah 10 tabung setiap tiga hari. Sementara sebelumnya berapapun tabung yang habis di toko saya, seluruhnya diganti dengan yang isinya. Dia juga mengatakan dengan jatah yang terbatas dari agen tersebut, jauh dari mencukupi untuk melayani warga yang membutuhkan elpiji 3 kg. Menurutnya sebagai pengecer, dirinya tidak tahu pasti penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg ini, termasuk adanya warga yang berpindah dari tabung ukuran 12 kg ke 3 kg. Sementara beberapa anggota DPRD Jembrana yang mendatangi stasiun pengisian gas elpiji (SPBE) di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan mendapatkan penjelasan, jatah dari Pertamina untuk stasiun tersebut tidak berkurang, sehingga kelangkaan elpiji tiga kilogram diduga karena jumlah warga yang memakai elpiji subsidi tersebut bertambah. “Kami juga berharap agar pemerintah segera mengatasi masalah ini,” kata Wati. Suryadharma
Operasi pasar yang dilakukan oleh pihak Pertamina belum mampu mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg di Jembrana. 1 - 7 Juni 2015
23
K E S E H ATA N
Telat Haid, Antara Diharapkan dan Dicemaskan
M
endengar kata ‘terlambat’ pada perempuan sering diasosiasikan sebagai hamil. Terlambat yang dimaksud adalah telat haid dan sering menjadi fenomena menarik di kalangan perempuan dan pasangannya. Ada yang menanti dan mengharapkan, ada juga yang tidak. Berbagai pertanyaan bahkan pernyataan sering timbul, hamilkah saya? Bagi sebagian pasangan yang mendambakan kehamilan, tentu hal ini tidak masalah bahkan menggembirakan. Namun, bagi yang tidak mengharapkannya akan kecewa dan menjadi kecemasan yang memengaruhi pikiran. Awam berpendapat setiap kali terjadi telat haid diyakininya sebagai telah terjadi proses kehamilan, namun hal itu keliru karena tidak setiap telat haid adalah suatu kehamilan, walaupun ditunjang dengan hasil tes kehamilan/test pack positif. Hati-hati, karena tidak setiap tes kehamilan positif adalah kehamilan. Berbagai penyakit organ reproduksi dapat memberi gambaran hasil test pack positif, seperti adanya kista indung telur (ganas), teknik pengambilan sampel urin yang kurang tepat, atau sampel terkontaminasi darah, sekret/cairan tubuh lainnya. Alat tes kehamilan pemeriksaannya didasarkan pada kemampuannya mendeteksi kadar beta-hormone chorionic gonadotropin/?-HCG, makin tinggi kadarnya maka makin terang garis merah yang terbentuk pada alat tes. Pada kehamilan tahap awal/di bawah 1 bulan sering garis yang terbentuk masih kabur, hal ini terkait dengan jumlah peningkatan hormon tersebut yang terdeteksi alat, makin meningkat usia kehamilan, maka makin terang warna garis yang terbentuk. Peningkatan dimulai sekitar usia kehamilan 3 bulanan, dan mencapai puncak peningkatan kadar hormon ini sekitar usia kehamilan 4 bulan, serta menghilang sebelum usia kehamilan 5 bulan. Dampak yang sering ditimbulkan oleh peningkatan kadar hormon ini adalah ibu sering mengeluhkan rasa mual, muntah bahkan
24
1 - 7 Juni 2015
berlebihan oleh pengaruh peningkatan kadar hormon dimaksud, seperti pada kasus mual muntah berlebihan/hiperemesis gravidarum, kehamilan anggur, terjadi peningkatan kadar yang menimbulkan gejala mual muntah lebih dari 10 kali, mengganggu aktivitas sehari-hari. Adanya mual dan muntah pada kehamilan awal masih wajar, sepanjang ibu hamil masih dapat makan minum cukup, walaupun sedikit asal sering, makan minum dalam porsi kecil, menghindari telat makan, makanan bersifat asam, pedas, dan istirahat yang baik. Strategi menghindari mual-muntah di pagi hari salah satunya dengan mengkonsumsi 2 potong biskuit di tambah segelas teh manis atau makanan kering dan mengurangi konsumsi lemak. Setelah usia kehamilan di atas 4 bulan, mual dan muntah umumnya berkurang bahkan menghilang, 10-20% berlanjut selama kehamilan, namum bila berlanjut bisa juga bukan hanya karena faktor hormonal, dapat disertai gangguan pada lambung atau organ saluran pencernaan. Penanda pasti kehamilan awal (usia di bawah 20 minggu) dapat dikonďŹ rmasi dengan menemukan kantong kehamilanpada pemeriksaan ultrasonograďŹ /USG. Pemeriksaan awal ini penting karena di samping memastikan adanya kehamilan, saat itu USG dapat menilai usia kehamilan, letak kehamilan di luar ataukah di dalam rahim, jumlah janin dalam kantong,
kondisi janin, perkembangan kehamilanhamil normal ataukah tidak berkembang/ tidak ada bakal janin/blighted ovum, usia kehamilan dan perkiraan persalinan dengan lebih akurat tingkat kesalahan/ deviasi 3-5 hari, bila USG dilakukan di bawah usia kehamilan 5 bulan/20 minggu. Juga sangat penting terutama pada ibu hamil yang tidak mampu mengingat hari pertama haid terakhirnya/HPHT yang akan digunakan dalam menghitung usia kehamilan dan taksiran persalinan/TP. Telat haid sebagai suatu kondisi tidak berlangsungnya haid sesuai siklus haid normal, atau tidak terjadinya haid lebih dari 35 hari. Siklus haid dikatakan normal/ teratur berkisar 21-35 hari, lamanya 2-7 hari, jumlah haid per hari tidak lebih dari 80 cc. Hendaknya setiap telat haid dipastikan apakah suatu penanda kehamilan ataukah gangguan haid? Fenomena ini dapat dikonďŹ rmasi kepastiannya dengan pemeriksaan penunjang yang dalam kondisi tertentu memiliki peranan penting, seperti pemerikasaan darah dan atau urine/tes kehamilan. Menjaga pikiran tetap tenang dan sehat adalah salah satu kunci agar pola haid tetap teratur. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG, M.M., C.Ht Dokter Spesialis Obgin RSU Premagana & RSIA Puri Bunda
BERZIARAH - Ketut Arya Budi Giri ( ABG) diam-diam berziarah kemakam Bung Karno Putra sang fajar. Bung karno adalah tokoh idola ABG. Makam Bung Karno memang kerap diziarahi sejumlah politisi yang mencalonkan diri dalam pemilu termasuk ABG. ABG mencetuskan visi dan Misi taksu sepulang dari Makam Bung Karno. Taksu adalah akronim dari kata “ tertib, anti korupsi, kreatif, sejahtra, dan Unggul. Jadi taksu adalah solusi terwujudnya Tabanan yang tertib, anti korupsi, dan kreatif menuju masyarakat Tabanan yang sejahtra dan unggul. ABG percaya Taksu bisa memecahkan persoalan yang sekarang lagi mendera Tabanan tanah kelahirannya. Melalu 9 program pokok Taksu, dia berharap nantinya lolos dari uji kelayakan dan kepatuhan jadi calon bupati oleh koalisi bali mandara dan menang di pilkada 9 desember 2015 di Tabanan.
MBP/ist
INTEGRITAS - Pendidikan dan Pelatihan Formal pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Badung dalam rangka pembentukan tunas, sistem dan komitmen integritas oleh KPK belangsung Rabu (20/5) hingga Kamis (21/5) ditutup dengan pendandatangan pakta integritas. Dalam fakta Integritas komitmen bersama yang ditandatangani oleh ketua DPRD Badung, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. Wakil Ketua I, Drs. I Ketut Suiasa, S.H. dan Wakil Ketua II, Drs. I Made Sunarta, MM., M.Si. beserta seluruh anggota DPRD Badung itu termuat. Pertama Mewujudkan legislator yang berintergritas menuju Kabupaten Badung yang shanti dan jagadhita. Kedua Menjadi garda terdepan dalam menyatukan seluruh elemen penyelenggara pemerintah kabupaten Badung yang incorporated dan ketiga Membangun sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat untuk terwujudnya transparansi tata kelola pemerintah yang bersih dan berpihak pada kepentingan pelayanan Umum.
MBP/ist MBP/ist
POSITIF - Pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan/Perlindungan Sosial di Kabupaten Badung dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran terbuka yang terus mengalami penurunan signiďŹ kan. Tahun 2006 tingkat kemiskinan di Kabupaten Badung 4,57%, setara dengan sekitar 18.250 orang dari total penduduk Kabupaten Badung pada tahun 2006. Pada perkembangan tahun-tahun berikutnya, persentase kemiskinan ini terus berkurang, hingga tahun 2013 menjadi 2,46 persen atau setara dengan sekitar 14.550 orang. Demikian pula dengan tingkat pengangguran terbuka, tahun 2007 sebesar 4,58%, setara dengan sekitar 10.700 orang. Selanjutnya pada tahun 2014, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 0,48% atau setara dengan sekitar 1.590 orang.
PELEPASAN - Kali pertama SMKN 4 Denpasar menggelar acara pelepasan di luar sekolah. Kamis (21/5), Kepala SMKN 4 Denpasar Drs. I Nyoman Selem Darmana, M.M. melepas 339 siswa kelas XII yang lulus 100 persen. Dari jumlah itu 153 dari Jurusan Tata Boga, 35 dari Jurusan Tata Busana dan 151 dari Akomodasi Perhotelan. Pelepasan ditandai dengan penyerahan siswa kepada Ketua Komite Dr. Nyoman Madiun, M.Sc. Saat itu Kasek Selem Darmana didampingi para Wakasek I Made Suarta, S.Pd., M.Pd., Dra. Ni Nyoman Santiasih, M.Pd., Jarot Syamyurijal, S.St.Par., M.Pd., Dra. Ni Nyoman Saraswati, M.Pd. beserta Kaprodi Dra. A.A. Ayu Oka, Miswati, S.Pd., M.Pd. dan IA Yuli Astuti, S.Pd., M.Pd. juga menyerahkan penghargaan kepada siswa peraih nilai tertinggi dan siswa berprestasi. Salah seorang siswanya sukses meraih peringkat III UN tingkat Provinsi Bali atas nama I Ketut Adi Putra Adnyana. 1 - 7 Juni 2015
25
LENSA
MANYI DUA orang petani memanen padi atau yang dikenal dengan “manyi� dalam bahasa Bali. Di tengah kemajuan teknologi, proses manyi masih banyak dilakukan petani yang ada di wilayah Bali. Bahkan sekaa (grup) manyi kembali dihidupkan untuk meningkatkan pendapatan petani.
MBP/AA. Sagung Oka Candradewi
OLAHRAGA
MBP/ap
Pesenam Brazil Angelo Assumpcao saat berlaga pada Gymnastic World Challenge 2015 di Sao Paulo, Brazil.
Guyonan Berbuah Sanksi
T
iga atlet senam Brazil mendapat pelajaran berharga dari guyonan yang mereka lakukan. Ekspresi spontan mereka dinilai melecehkan orang lain dan akibatnya harus menanggung sanksi. Federasi Senam Brazil menjatuhkan hukuman larang tampil selama 30 hari di event nasional maupun internasional kepada pesenam Arthur Nory Mariano, Fellipe Arakawa dan Henrique Flores. Mereka juga tidak berhak mendapatkan tunjangan ďŹ nansial hingga ada keputusan resmi yang memastikan nasib mereka di pelatihan tim nasional karena video guyonannya. Semua itu bermula saat mereka bercanda dengan rekannya yang berkulit hitam Angelo Assumpcao. Dalam video itu, mereka berkata bahwa ponsel pintar layarnya akan berwarna putih saat dion-kan, namun bila mati berubah gelap.
28
1 - 7 Juni 2015
Sedangkan tas plastik di toko swalayan berwarna putih, sementara plastik sampah berwarna hitam. Video itu muncul di publik dan diperoleh koran O Globo. Koran tersebut menyebutkan video itu diperoleh melalui aplikasi Snapchat milik salah satu dari ketiga pesenam itu. Akibat pemberitaan itu, federasi senam Brazil akan melakukan penyelidikan termasuk dengan memeriksa Assumpcao dan ketiga rekannya yang telah dijatuhi hukuman itu. Tak hanya federasi, sejumlah atlet dan kelompok hak asasi juga membicarakan hal serupa. Mereka menyerukan agar ketiga pesenam itu membuat pernyataan minta maaf secara terbuka pada Assumpcao. Namun Assumpcao menjelaskan bahwa ketiga rekannya itu hanya bercanda saja dan tidak mempunyai maksud apa pun. Namun saat penonton video itu salah
mengerti sehingga menjadi permasalahan rasial. “Tak ada yang sakit hati. Kami semua berteman,� ungkap Assumpcao yang duduk disamping ketiga rekannya. Meski demikian, pemerintah kota Sao Paulo, seperti dilaporkan Associated Press, meminta federasi senam dan Komite Olimpiade Brazil untuk serius menangani persoalan tersebut. Mereka akan terus memantai penanganan kasus tersebut dan kemungkinannya untuk mengajukan tuntutan terhadap pelanggaran atas undang-undang anti diskriminasi. Assumpcao merupakan salah satu pesenam andalan Brazil setelah tampil sebagai juara di nomor kuda-kuda pelana di World Challenge Cup di Sao Paulo awaln bulan ini. Dia diharpkan meraih medali pada Olimpiade 2016 yang digelar di Rio de Janeiro. Yudi Winanto
Demi Tampil di Olimpiade KERINDUAN untuk berkompetisi nampak pada diri Jessica Ennis-Hill. Atlet sapta lomba dari Inggris itu tak memungkiri anggapan bahwa dirinya ingin memperkuat timnas negaranya tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ennis-Hill terakhir kali berlomba adalah di Olimpiade London 2012 dan memenangkan medali emas. Usai pesta olahraga multi event itu, ia istirahat untuk memulihkan cedera dan mempunyai bayi. Atlet berusia 29 tahun itu berjanji akan tampil maksimal di event perdananya di Gotzis, Austria, akhir Mei. Demi tampil di Giotzis, ia melakukan pemanasan di sebuah kejuaraan atletik Loughborough, Inggris tengah dan mencatat hasil mengesankan di nomor lempar lembing dan lompat jauh. “Usai menyelesaikan ajang Loughborough, saya merasa baik-baik saja. Achilles saya juga demikian. Ini luar biasa,” ungkap perempuan berusia 29 tahun dan sering diganggu cedera otot kaki itu. Ia mengaku memerlukan sedikitnya 6.200 agar meraih tiket menuju Olimpiade Rio tahun depan. Harapannya adalah bisa mempertahankan emas di lomba yang mempertandingkan nomor lari 100m, loncat tinggi, tolak peluru, lari 200m, lompat jauh, lempar lembing dan lari 800m. Hasil Loughborough menunjukkan fisiknya telah mampu untuk berlaga penuh di sapta lomba. Dengan demikian, itu memungkinkan dirinya tampil di Austria demi meraih poin demi poin. Puncaknya tentu saja Kejuaraan Dunia di Beijing Agustus mendatang. “Jika saya mendapatkan ini semua di awal musim, maka itu mengurangi tekanan pada saya di. Semua indikator menunjukan tanda positif,” ungkap ibu dua anak itu. Ennis-Hill yang kelahiran Sheffield, sebelumnya adalah mantan juara dunia indor panca lomba. Anggota City of Sheffield Athletic Club itu memiliki spesialisasi nomor lari 100m gawang. Dia juga pemegang rekor lompat tinggi, lari gawang 100m dan panca lomba indoor Inggris, lapran Agence France-Presse. MBP/rtr
Yudi Winanto
Atlet sapta lomba Inggris Jessica Ennis-Hill 1 - 7 Juni 2015
29
OLAHRAGA
Putu Roy Nugraha
Berprestasi Meski Minim Fasilitas HINGGA Seri III Kejurnas Balap Motor Region III (Bali, NTB, NTT), Putu Roy Nugraha masih bercokol di peringkat teratas kelas MP2 (110 cc seeded). Sementara di MP 1 (125 cc seeded), berada di urutan kedua di bawah Donny Kalbuadi asal NTB. Kendati demikian, pembalap Bali yang menjadi juara MP2 tahun lalu ini, bertekad mengawinkan gelar juara MP1
dan MP2 tahun ini. Dua seri terakhir, yakni Seri IV di Sirkuit El Tari, Kupang (NTT) yang berlangsung Juli mendatang, dan Seri V sekaligus pamungkas di Bali, akan dimaksimalkannya untuk merebut banyak poin. Pembalap kelahiran Desa Gobleg, Banjar, Buleleng, 18 Februari 1990 ini optimis mengingat di MP1 sudah mengemas 50 poin bersama Donny
disusul pembalap Bali lainnya Marizal Rusjianto dengan 47 poin. Sementara di MP2, Roy mengoleksi 32 poin, dikuntit rekan setimnya di Astra Racing Team (ART) Bali, Yudha Mandhiry, yang meraih 23 poin. Roy mengincar gelar juara, walaupun di Bali tidak ada tempat latihan. ‘’Pembalap Bali rata-rata tak bisa latihan teknik karena tak ada fasilitas sirkuit,’’ tuturnya. Dia dan rekan-rekannya hanya berlatih fisik dengan berlari mengitari Taman Kota di Lumintang, Denpasar, tiap hari. Sebagai ganti latihan teknik, Roy berlatih grasstrack dengan motor trail di Sirkuit Padangsambian dan Wahana Bali Adrenaline (WBA) di Suwung. Dia prihatin Bali tidak memiliki sirkuit. Padahal, NTB mempunyai Sirkuit Selagalas yang lintasannya rencananya diperlebar dan diperpanjang. Akibat minimnya fasilitas balap motor, regenerasi atau pembibitan atlet balap motor di Bali menjadi mandek. Daerah ini hampir tidak memiliki pembalap pemula, selain Candra dari Buleleng. Roy sendiri saat ini menyiapkan diri turun pada ajang Honda Racing Championship (HROC) di Purwodadi, Jawa Tengah, 14 Juni mendatang. Dia akan tampil pada kelas 125 cc menunggang New Blade Injection dan CB 150 cc didampingi tenaga mekanik Komang Dana dan Sugenk. Pada ajang Porprov Bali 2015 di Buleleng yang digelar September, Roy mengibarkan bendera Kota Denpasar bersama Eko Adi serta dua pembalap U-19, Ricky Susanto dan Mirko Andrew O. Roy dan Eko berlaga di kelas 125 cc, sedangkan Ricky dan Mirko berlomba di kelas 110 cc perorangan dan beregu. ‘’Saya menargetkan minimal menyumbang satu keping emas,’’ jelasnya. Roy hobi trek-trekan atau balapan liar sejak duduk di bangku kelas V SDN 1 Gobleg. Ia selanjutnya melanjutkan pendidikan ke SMPN 5 Denpasar dan mulai terjun pada Kejurnas Region. Setamat SMP, Roy meneruskan sekolah ke SMA TP 45 Denpasar. Daniel Fajry
30
1 - 7 Juni 2015
Griselda Nadya Billy
Ikuti Jejak sang Ayah UNGKAPAN buah jatuh tidak jauh dari pohonnya layak disematkan kepada gadis yang satu ini. Sang ayah Fredrik Billy, mantan kenshi Bali yang pernah turun di arena PON, membuat Nadya jadi jatuh cinta pada olahraga beladiri asal Jepang tersebut. Bagaimana kisahnya? Ketika itu, Nadya kecil kerap diajak sang ayah ke arena latihan dan pertandingan. Bermula karena hasrat ingin tahu lebih jauh tentang kempo, akhirnya sang bapak mendaftarkan Nadya di dojo saat menginjak kelas I SD. Perjalanan dari tidak tahu tentang olahraga ini membuat Nadya akhirnya menuai sukses di kala usianya beranjak remaja. Berbagai prestasi ia genggam, mulai dari penghargaan prestisius seperti juara dua Porprov Bali 2011, juara Kejuprov 2013, juara Porprov Bali 2013, juara Piala Wali Kota 2015, dan berturut-turut menghuni podium pertama pada Kejurnas 2014 dan 2015. Sementara baru-baru ini, Nadya berhasil menyabet emas pada Kejurnas
Kempo di Surabaya. Apa kiat-kiat sukses Nadya sehingga menjadi jawara padahal masih berstatus pelajar? Putri pasangan Fredrik Billy dan Lony Rihi ini bercerita bahwa pendidikan dan olahraga tidak bisa dikesampingkan. Terpenting pintar membagi waktu dan menerapkan hidup disiplin. “Kalau ada tugas sekolah saya kerjakan dulu sampai kelar. Kalau sudah selesai baru lanjut latihan sampai malam,” ujar Nadya yang baru diterima SMPTN di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Yang lebih membanggakan lagi, di usinya yang masih muda, alumnus SMAN 5 Denpasar ini juga didapuk menjadi pelatih di Dojo Udayana. Anak didiknya kalangan teman sejawatnya yang usianya di bawah Nadya. “Saya tidak takut, karena memang dari awal ingin tahu kempo. Apalagi, ayah juga mantan juara PON. Beliau turut andil besar dalam perjalanan saya di beladiri ini hingga sekarang,” jelasnya. Sebagai seorang gadis, Nadya sudah
tentu tidak lepas dari hal asmara. Namun, posisinya selaku memegang predikat juara nasional kemungkinan membuat para Arjuna takut mendekatinya. “Rasa takut sih enggak, semua tahu kalau saya ikut kempo. Bahkan, saat bertanding pun teman-teman ikut mendukung. Ya, ada motivasi lebih,” kilah Nadya dengan sedikit senyum di wajahnya. Krisna Pradipta
MBP/dip
MBP/ist MBP/ist
PENGUATAN - Fakultas Hukum (FH) Universitas Dwijendra memberi penguatan secara serius terhadap kompetensi advokasi dan keilmuan dengan menghadirkan beberapa narasumber berkompeten di bidangnya. Rabu sore (20/5) Fakultas Hukum Undwi menggelar seminar akademik bertema ‘’Strategi Pengelolaan Anggaran untuk Mengentaskan Kemiskinan dalam Perspektif UU Pemerintah Daerah’’. Seminar dibuka Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., menampilkan narasumber Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar M.S Chandra Jaya dan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. Seminar dimoderatori Dekan FH Undwi Dr. A.A. Sagung N. Indradewi, S.H., M.H. Dekan FH Undwi Dr. A.A. Sagung N. Indradewi, S.H., M.H. mengungkapkan seminar akademik ini untuk menambah wawasan mahasiswa FH dalam kebijakan publik dan hubungannya dengan produk hukum. Seminar diikuti 200 mahasiswa.
SEMINAR - Fakultas Ekonomika dan Humaniora Universitas Dhyana Pura (Undhira) menggelar seminar bertema ‘’Manajemen Transportasi, Peluang dan Tantangan Menyambut MEA 2015’’ dengan mengundang pembicara dari Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali, Rabu (20/5). Seminar serangkaian Dies Natalis ke-4 Undhira tersebut diikuti para dosen dan mahasiswa di lingkungan Undhira. Hadir dalam seminar tersebut, Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS., Wakil Rektor I Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., Wakil Rektor II Made Darmayasa, S.E., M.M., Dekan Fakultas Ekonomika dan Humaniora Gusti Ngurah Joko Adinegara, S.E., M.A. Sedangkan dari Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali hadir Kepala Bidang Perhubungan Darat Standly J.E. Suwandhi, ATD., M.T., Kepala Bidang Perhubungan Kelautan Ir. I Ketut Dana, M.T. dan dari Bidang Perhubungan Udara Gatot Sanjaya, S.T. 1 - 7 Juni 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
MERIAH - Kali pertama acara pelepasan siswa kelas XII SMAN 7 Denpasar diadakan secara meriah di sebuah hotel berbintang. Pelepasan angkatan ke-23 Sisma, Senin (18/5), mengusung tema ‘’Berprestasi, berinovasi, berkreasi, beriman, berbudaya membentuk manusia berkarakter menyongsong masa depan’’. Kepala SMAN 7 Denpasar Drs. Ida Bayus Suyasaputra, M.Si. bersama para Wakasek Drs. I Ketut Muditha, M.Pd., Nyoman Sedana, S.Pd., M.Pd., Drs. Made Siarta, M.Pd. dan Dra. CIM Kusuma W. melepas 464 siswa kelas XII SMAN 7 Denpasar angkatan ke-23. Pelepasan ditandai dengan penanggalan jas almamater serta pengalungan insinye kepada semua siswa yang lulus 100 persen. Saat itu juga diserahkan penghargaan kepada siswa peraih nilai tertinggi. Untuk Jurusan IPA diraih Ni Putu Wisma Ekawati (2.149), Maria Roulina Sitorus (2.143), dan Aryaning Dwi Antyesti (2.136).
CFD - Program Car Free Day (CFD) yang digagas Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H. kini memasuki tahun ke-2. Program bebas kendaraan setiap Minggu mulai pukul 05.00 wita-10.00 wita di Jalan Veteran Amlapura (jalur 11) ini mulai diminati masyarakat, terlihat dari antusias masyarakat berolahraga di jalur CFD yang berbaur dengan aparat pemerintah. CFD diatur dalam Peraturan Bupati Karangasem nomor 3 tahun 2014 tentang Penetapan Kawasan Jalan Veteran Amlapura Sebagai Tempat Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Berkaitan dengan ditetapkannya Peraturan Bupati Karangasem no 3 tahun 2014, Pemkab. Karangasem sudah menyiapkan fasilitas dan infrastruktur untuk menunjang program CFD. Dilihat dari sisi perjalanannya penetapan Perbup tersebut dibentuk melalui kajian yang panjang dan adanya proses waktu bagi masyarakat untuk mengetahui Program CFD dan fasilitas penunjangnya. Kegiatan CFD ini hampir setiap minggu dibarengi dengan kegiatan jantung sehat, cek kesehatan gratis serta senam kebugaran yang difasilitasi Dinas Kesehatan serta RSUD Amlapura.
MBP/ist MBP/ist
DEDIKASI - Bali Safari & Marine Park kembali memperingati World Endangered Species Day, hari yang didedikasikan untuk satwa-satwa liar yang kehidupannya terancam punah. Kegiatan yang diselenggarakan di Bali Safari & Marine Park ini bertujuan untuk mengundang para pengunjung mengenal lebih jauh tentang satwa-satwa apa saja yang terancam punah, melalui kegiatan yang edukatif dan informatif. Pengunjung juga diberikan kesempatan berkontribusi melestarikan satwa tersebut dengan membeli artificial stamps yang seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan langsung ke lembaga-lembaga pelestarian dan perlindungan satwa–satwa langka. Beberapa program yang diselenggarakan di antaranya adalah Ranger Talk oleh tim edukasi dan konservasi. Didampingi para keeper, mereka memberikan informasi seputar satwa sekaligus memberi kesempatan kepada pengunjung untuk dapat berinteraksi dengan satwa secara lebih dekat.
32
1 - 7 Juni 2015
DIES NATALIS - Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) dan SPB menutup rangkaian acara Dies Natalis STPBI VII dan SPB XV dengan acara Gala Dinner, Jumat (15/5). Acara penutupan dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah VIII, BPD PHRI Bali, BHA, perwakilan Dinas Pariwisata Kota Denpasar, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, dan pemenang kompetisi. Acara dinner dipandu tiga Master of Ceremony (MC) dengan tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris, dan Prancis. Dalam kegiatan itu diumumkan pula pemenang kompetisi serta penyerahan hadiah. Usai pengumuman pemenang, para tamu undangan dijamu dengan makan malam yang disiapkan mahasiswa mulai dari menu hingga pelayanan meja. Ketua STPBI IGM Sudjana, S.E., MM., CHT., CHA. menjelaskan, rangkaian Dies Natalis STPBI dan SPB telah dilakukan dari seminggu yang lalu seperti kegiatan olahraga, kompetisi antara mahasiswa, dosen, karyawan, juga mengundang SMK/SMA se-Bali untuk mengikuti kompetisi seperti speech contest dan job fair.
MBP/ist
MBP/ist
HUT BPD - Bank BPD Bali membagikan beras dan baju kaos untuk tenaga kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar dalam kaitan peringatan HUT-53 Bank BPD di Pantai Matahari Terbit, Kamis (14/5). Pembagian beras dan kaos itu khusus kepada mereka yang bertugas di Pantai Matahari Terbit. Ada 100 paket beras dan baju kaos dibagikan kepada petugas kebersihan itu. Acara dihadiri Direksi Bank BPD Bali yakni IGN Agustana DM, S.E., M.M. selaku Direktur Kredit BPD Bali dan I Made Subaga Wirya, S.E., M.M., Direktur Kepatuhan BPD Bali, didampingi Kepala Divisi Sekper, Kepala Cabang Utama BPD Denpasar, dan seluruh panitia HUT ke-53 Bank BPD Bali. Bantuan secara simbolis diterima I Ketut Adi Wiguna, S.H., M.Si., Kabid Operasional Kebersihan DKP Kota Denpasar mewakili Kepala Dinas DKP Kota Denpasar.
ANGKUT SAMPAH - Selain dibanjiri wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, Pantai Tanjung Benoa juga dipenuhi sampah, seperti rumput laut, plastik dan ranting. Tumpukan sampah akibat angin timur yang kencang ini cukup banyak di sepanjang pantai itu dengan bentangan hampir dua kilometer. Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, S.E. yang juga menjabat sebagai anggota Komisi II DPRD Badung bersinergi dengan DKP Badung khususnya Unit Reaksi Cepat (URC) DKP dalam menangani sampah kiriman sampah tersebut, Senin (18/5). Kepala DKP Badung I Putu Eka Merthawan pada kesempatan tersebut memaparkan, dari proses awal kerja sama, URC dengan Desa Adat Tanjung Benoa saat ini sudah berhasil mengangkut sekitar 20 ton sampah dari pantai tersebut. Kebanyakan sampah tersebut berupa ranting pohon dan rumput laut. Sampah kiriman ini sudah berlangsung sejak minggu lalu dan diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan ke depan, mengingat masih banyaknya tumpukan sampah yang masih mengapung di perairan lepas berupa organik dan plastik.
MBP/ist
RAIH KEPERCAYAAN - Universitas Mahendradatta Bali kembali meraih kepercayaan dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) untuk menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) angkatan III di Provinsi Bali. Kepercayaan ini datang menyusul suksesnya pelaksanaan PKPA di Kampus Unmar sebelumnya. Kesiapan dari pihak Fakultas Hukum Unmar untuk menyelenggarakan PKPA angkatan III/tahun 2015 ini disampaikan Ni Ketut Wiratny, S.H., M.H. (Dekan Fakultas Hukum Unmar) di sela–sela kunjungan rombongan Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin Bengkulu. “Tahun ini kami menargetkan minimal 50 calon peserta PKPA akan mendapatkan pendidikan khusus dari Peradi. PKPA di Unmar akan dimulai pada 22 Mei 2015 dengan sistem pendidikan setiap hari Jumat dan Sabtu. Lama pendidikan kurang lebih dua bulan atau 14 kali tatap muka. Syarat yang bisa mengikuti pendidikan adalah lulusan S-1 Hukum atau S-2 Hukum. Dengan ikut PKPA ini maka peserta didik akan bisa mendapatkan sertifikat yang akan dijadikan pintu masuk untuk menjadi calon pengacara (advokat).
MBP/ist
OLIMPIADE - Universitas Mahendradatta bekerja sama dengan Bali India Languange Center (BILC) dan Balinese Indian Friendship Association (BIFA) kembali menggelar Olimpiade Bahasa Inggris ke-3 tahun 2015 di sembilan kabupaten/kota se-Bali. Tidak tanggung–tanggung, kegiatan ini didukung Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) khususnya Komite III Bidang Pendidikan dan Pariwisata Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dukungan dari pusat ini tentu akan menambah bobot dari para juara olimpiade ini. Diharapkan agar juara English Olimpiade ini akan makin diperhitungkan di kancah nasional. Hal ini disampaikan oleh Ni Wayan Suarjati Yusni (Chief Committee English Olympiad 2015) di sela–sela persiapan olimpiade. Ia juga menyatakan bahwa nantinya juara olimpiade akan bertemu dengan pihak kementerian di Jakarta di antaranya Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI atas fasilitasi MPR-RI. 1 - 7 Juni 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
GEBRAKAN - Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) kembali membuat gebrakan di Buleleng. Kurang dari enam bulan sejak penelitian, akhirnya PTS yang didirikan Bung Karno ini berhasil meluncurkan buku berjudul ‘’Desa Tua di Bali Utara, Kebanggaan Indentitas Bali Aga: Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa (SCTP)’’. Buku hasil penelitian Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) ini diluncurkan di Kantor Camat Banjar, Buleleng dihadiri ratusan tokoh adat dan desa dari seluruh Banjar. Tampak hadir Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Senator RI/Ketua Dewan Pembina Unmar), Drs. Abdul Samad, M.M. (Wakil Rektor III Unmar), Nyoman Sutrisna, S.Sos., M.Si. (Wakil Dekan FISIP Unmar), Kurniadi (Kapolres Buleleng), I Made Sudarma, S.H., S.Sos., M.Si. (Ketua BPN Buleleng), Dr. Drs. I Gusti Putu Nara, M.Pd. (Intelektual Buleleng), Bendesa Adat/Perbekel Desa Tua SCTP.
MBP/ist
LEPAS - Dekan FPBS IKIP PGRI Bali Dr. I Ketut Yarsama, M.Hum., Rabu (13/5) melepas 180 sarjana baru. Dari jumlah itu 58 sarjana ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 89 sarjana ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali, 18 sarjana Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan 15 orang Prodi Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Ini acara yudisium pertama bagi Dekan I Ketut Yarsama. Dia didampingi PD I Drs. I Nyoman Astawan, M.Hum., PDII Dr. I Wayan Gunartha, M.Pd., PD III Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H., dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia I.A. Agung Ekasridi, S.Pd., M.Hum. juga menyerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik. Acara yudisium dihadiri Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., Wakil Rektor dan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs.IGB Arthanegara,S.H., M.H., M.Pd.
MBP/ist
INTEGRITAS - Ganesha Operation (GO) yang tiap tahunnya berlangganan juara UN tidak terlepas dari konsep “integrity value” untuk membentuk karakter tangguh baik bersaing dalam bidang akademik maupun non-akademik. Hal ini membuahkan hasil sampai enam tahun berturut-turut peraih nilai UN tertinggi diraih oleh siswa yang ikut bimbingan belajar di GO. “Saya katakan integritas akan selalu melahirkan pemenang. Seperti itu nilai yang kami tanamkan kepada seluruh civitas akademika Bimbingan Belajar Ganesha Operation, termasuk juga kepada siswa,” ucap I Dewa Ketut Putra Kanjaya, S.T., selaku Kepala Cabang Ganesha Operation (GO) Bali ketika ditemui bersama peraih nilai UN IPA tertinggi seBali atas nama I Gusti Agung Ayu Andra Yusari asal SMAN 1 Denpasar, Jumat (15/5) lalu di Ganesha Operation Melati 57 Denpasar. GO yang menjadi bimbingan belajar terpopuler se-Indonesia mempunyai fasilitas belajar yang lengkap, terutama ada tutorial service time (TST) yaitu pelayan belajar siswa setiap hari di luar jadwal belajar di kelas.
34
1 - 7 Juni 2015
MBP/ist
KONSISTEN - SMP PGRI 2 Denpasar secara konsisten menjalankan budaya mutu di sekolah. Budaya mutu ini bukan saja menyasar siswa namun juga guru. Terkait dengan hal itu guru SMP PGRI 2 Denpasar, Jumat (15/5) lalu dikumpulkan untuk mengikuti Workshop Pengembangan Profesionalisme Guru. Workshop kali ini memberi penekanan pada dua standar pendidikan yakni standar penilaian dan pembelajaran (standar proses). Workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar diwakili Kabid TGT A.A. Gede Wiratama didampingi Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Hadir pada acara itu Ketua Komite I Ketut Leder, Pembina SMP PGRI 2 yang juga Kepala SMPN 8 Denpasar I Wayan Murah dan Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. Nampak dalam foto Kabid TGT A.A. Gede Wiratama didampingi Kasek Gede Wenten Aryasuda, Madiadnyana, Made Suada saat membuka workshop guru di SMP PGRI 2 Denpasar.
MBP/ist
CEGAH KORUPSI - Bakal calon Bupati Karangasem dari PDI Perjuangan Wayan Sudirta menegaskan, bila dipercaya memimpin Karangasem, dia sudah ancang-ancang untuk fokus mencegah korupsi melalui peningkatan kesejahteraan birokrasi. ‘’Korupsi harus dicegah dari awal, tetapi kesejahteraan birokrasi harus dicukupi. Baik yang di tingkat kabupaten sampai aparat di dusun. Mustahil birokrasi mampu maksimal menjadi pelayan bila kesejahteraannya kurang dan anggarannya tidak cukup. Karena itu, pencegahan penting, juga agar tidak sampai aparat dan birokrat kita tersangkut kasus hukum,’’ kata Sudirta di hadapan Forum Klian Banjar Dinas (KBD) se-Karangasem dalam dialog untuk memantapkan aspirasi Kepala Dusun, Jumat (15/5) di Karangasem. Sudirta didampingi Ketua Bali Corruption Watch Putu Wirata Dwikora, LSM antikorupsi yang selama ini cukup getol mengadvokasi kasus-kasus korupsi di Bali.
MAJAYA-JAYA - Universitas Hindu Indonesia menggelar upacara majaya-jaya untuk para wisudawan/wati, Kamis (14/5). Upacara ini dilangsungkan di Padmasana Maha Widya Mandira kampus setempat. Prosesi di-puput Ida Pedanda Istri Raka dari, Geria Kesiut, Tabanan. Upacara majaya-jaya melibatkan 334 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program dan fakultas. Pada kesempatan ini, Fakultas Ilmu Agama & Kebudayaan terdiri atas 27 wisudawan/wati, Fakultas Teknik 16 wisudawan/wati, selanjutnya Fakultas Kesehatan 7 wisudawan/wati, selain itu Fakultas MIPA 5 wisudawan/wati, Fakultas Ekonomi 176 wisudawan/wati, Fakultas PAS 68 wisudawan/wati. Sedangkan Program Pascasarjana S-2 sampai S-3 sebanyak 35 wisudawan/wati. Acara diawali persembahyangan bersama para wisudawan/wati.
JNANA MARGA - Seorang suami mengeluhkan, jika beberapa waktu belakangan tidak lagi bisa melakukan hubungan intim seperti dulu. Jangankan berinisiatif untuk memulai, justru dia merasa tertekan jika istrinya mengajaknya bercinta. Apa sebenarnya yang sedang dialami oleh si suami? Menurut ahli seksual, owner dan terapis Klinik Jnana Marga Nengah Edy Warsita, kondisi tersebut disebut libido rendah. Tingkat ereksi tetap normal namun kehilangan keinginan untuk berhubungan seks. Libido rendah umumnya terjadi pada pria yang telah berusia lanjut, kondisi ini berkaitan dengan semakin rendahnya produksi hormon testosteron dalam tubuh mereka, namun pada kondisi tertentu terjadi juga pada pria usia muda. Mengingat sulitnya penyakit ini disembuhkan, langkah–langkah pencegahan adalah hal paling bijaksana untuk dilakukan. Pemilik izin nomor 448.3/3.PT.29.VI.12/DIKES, memberikan beberapa langkah pencegahan di antaranya berpikiran positif, setia, saling percaya dan terbuka pada pasangan, santai, jauhi stres, dan bekerja jujur penuh tanggungjawab.
PERHATIAN - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir di tengah masyarakat pendukungnya di Payangan, Gianyar. Sebagai peraih suara tertinggi di Gianyar dalam Pemilu 2014, Gusti Wedakarna merasa perlu memberikan perhatian kepada seniman dan praktisi ekonomi kreatif di Gianyar menghadapi ekonomi ASEAN dengan mendorong terbentuknya RUU Ekonomi Kreatif. Hal ini dilakukan oleh Senator Gusti Wedakarna saat menghadiri pagelaran seni yang dikemas dengan Royal Dinner di Jro Pengaji Payangan, Gianyar. Saat itu tampak puluhan turis Prancis menikmati sajian indah yang dikemas oleh komunitas seni dan keluarga besar Jro Pengaji Payangan. Melalui Yayasan Yasa Putra Sedana dan Sanggar Seni Manggala Putra yang dipimpin Drs. Dewa Rai Budiasa dan Sekaa Gong yang dipimpin Dewa Putra Diasa.
MBP/ist
MBP/ist
1 - 7 Juni 2015
35
LINGKUNGAN
MBP/dgk
Pengurukan lahan seluas 2 Ha di sisi Teluk Penerusan Dusun Banyuwedang Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak, Buleleng, mendapat reaksi keras dari Satpol PP Kabupaten Buleleng. Pembangunan pondasi disetop karena tak mengantongi IMB.
Surga Mangrove yang Hilang
T
ampaknya di mana-mana hutan mangrove menjadi korban proyek pembangunan. Bali Selatan yang dulunya kaya hutan mangrove, perlahan tapi pasti menuju lonceng kematian dengan adanya berbagai proyek pembangunan di kawasan tersebut. Kini bentangan lahan mangrove di Dusun Banyuwedang Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng yang selama ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat juga tak luput dari proyek investor. Di sana ada rencana pembangunan resort dan vila di pesisirnya. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai surganya pohon mangrove, perlahan-lahan hilang ditebang dan digantikan pondasi bangunan. Hal ini sempat luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Buleleng. Terbukti adanya temuan kasus pembangunan fondasi sepanjang 200 meter tanpa IMB (izin mendirikan bangunan) belum lama ini. Akibat pembangunan tersebut, untuk menuju ke lokasi lahan mangrove itu, mobil harus bersusah payah masuk. Jalan menuju
36
1 - 7 Juni 2015
hutan mangrove rusak diduga akibat truk hilir mudik membawa material tanah uruk untuk membuat pondasi fisik. Pondasi fisik yang dipergunakan sebagai jalan penghubung ke arah Teluk Penerusan, memang benar diuruk sepanjang 200 meter dan lebar lima meter. Hal itu diutarakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Buleleng Drs. I Made Budiastawa, M.Si. Atas kenyataan itu anggota Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa melihat langsung kondisi di lapangan. Hasilnya pemilik lahan tidak dapat menunjukkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Atas dasar itu, pihak Satpol PP memasang papan larangan membangun sampai batas waktu tidak ditentukan. ‘’Kami menegakkan aturan dengan menutup paksa proses pembangunan, dengan berpedoman Perda No. 2 Tahun 2012 Tentang Perizinan,’’ ujar Budiastawa, Rabu (20/5). Menurut alumni jurusan Antropologi Unud ini, lahan hutan mangrove itu kini disulap menjadi pondasi bangunan.
Lahan hutan mangrove yang menghijau ditebang, dan mati tertimbun tanah uruk. Padahal tidak mudah menumbuhkan satu batang pohon mangrove. Bahkan untuk mencapai pohon mangrove sebesar yang ditebang menunggu waktu belasan sampai puluhan tahun. Apa boleh buat kendati lahan dengan hutan mangrove mendapat perhatian masyarakat, pemilik tanah telah menjual tanahnya seluas 2 Ha sekitar tiga bulan lalu. Tanah itu beralih ke investor. Lalu investor membangun resort dan vila yang diawali membangun jalan penghubung. ‘’Kami menilai itu bagian dari pengalihfungsian lahan, apalagi tanaman mangrove berfungsi sebagai pencegah abrasi dan daerah serapan air. Itu juga melanggar sempadan pantai, ditambah lagi pemilik bangunan tidak memiliki IMB. Sepanjang belum memiliki IMB bangunan tidak bisa dilanjutkan, kami terpaksa setop dan ini menjadi pelajaran untuk masyarakat lainnya agar menaati perizinan pemerintah,’’ tegasnya. Dewa Kusuma
MBP/Edi
MBP/ist
TES - DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali sedang melaksanakan tahapan penjaringan dan penyaringan calon kepala dan wakil kepala daerah. Fit and proper test dilaksanakan melalui dua tahap, yakni tes wawancara pada Selasa (19/5) dan tes tulis, Kamis (21/5). Calon-calon yang diuji ini akan bertarung pada pilkada serentak di enam kabupaten tanggal 9 Desember 2015 mendatang. Dari Kabupaten Badung, ada 8 bakal calon bupati dan 3 bakal calon wakil bupati yang mengikuti seleksi. I Wayan Adi Arnawa adalah satu-satunya bakal calon dari nonkader. Meski demikian, Adi Arnawa yang sampai saat ini masih tercatat menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah dan Pesedahan Agung Kabupaten Badung merasa mendapat pelayanan yang sangat baik dari Sekretariat DPD PDI Perjuangan Bali.
PERPUSERU - Coca-cola Foundation Indonesia (CCFI) bekerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) sejak tahun 2011 melaksanakan program Perpustakaan Seru (PerpuSeru) dengan misi mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat berbasis teknologi informasi. Sebagai upaya untuk terus mengembangkan potensi perpustakaan daerah, tahun ini tim PerpuSeru kembali mengundang para pemangku kebijakan yang terkait, termasuk 19 bupati/wali kota, Kepala Perpustakaan Nasional, serta lebih dari 100 Kepala Perpustakaan Provinsi dan kabupaten/kota/desa dalam acara Peer Learning Meeting (PLM). PLM 2015 mengambil tema ‘’Peran Perpustakaan dalam Pencapaian Pembangunan Daerah�. Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia Titie Sadarini didampingi Direktur Program PerpuSeru Erlyn Sulistyaningsih, Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sularsih dan Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah mengungkapkan hal itu saat memberikan keterangan pers di Ungasan Hotel & Convention Center, Kamis (21/5).
MBP/ist
MBP/ist
PAUD - Untuk tingkat pendidikan dasar mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai menempuh pendidikan 12 tahun, Kota Denpasar menempati peringkat tertinggi di Provinsi Bali. Bahkan untuk PAUD, semua anak-anak telah terakomodir. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri HUT ke-65 Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI)-PGRI di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Rabu (20/5) sore. Peringatan tersebut juga dihadiri Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra dan Bunda Paud Kecamatan. Rai Mantra menambahkan, saat ini hampir semua banjar yang ada di Kota Denpasar memiliki PAUD. Hal tersebut menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan mulai dari usia dini. Ini juga tidak terlepas dari peran IGTKI Kota Denpasar dalam mengembangkan dan meningkatkan PAUD di Kota Denpasar, karena telah memberikan apresiasi yang luar biasa pada pendidikan di Kota Denpasar.
IKON - Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III benar-benar menjadi ikon kebangkitan Hindu Nusantara. Bagaimana tidak, kerja cepat Senator termuda asal Bali ini kini menampakan hasil terutama dalam pengembangan kedaulatan umat Hindu di luar Bali. Setelah meresmikan The Hindu Center disejumlah provinsi, kini Dr. Wedakarna meresmikan THCI di Provinsi Riau yang merupakan sentral perkembangan Siwa Budha di Tanah Sumatera. Semangat menggebu untuk mewujudkan kebangkitan Sabdo Palon Nayo Genggong ini terus digelorakan oleh Gusti Wedakarna demi jayanya Pancasila terekam dalam peresmian The Hindu Center Of Riau di Kota Pekanbaru. Hadir saat itu pejabat di Provinsi Riau. Di antaranya Kesbangpol Riau Hardi Bazuki, Kabag Kesra Pekan Baru M Amin, Kakanwil Kemenag Riau Tarmizi Tohor, Nengah Sujati, S.Ag (Bimas Hindu Kemenag Riau). 1 - 7 Juni 2015
37
PEMERINTAHAN
Tujuh Tahun Kemiskinan dan Pengangguran di Badung Turun PELAKSANAAN Program Penanggulangan Kemiskinan atau Perlindungan Sosial di Kabupaten Badung dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran terbuka yang terus mengalami penurunan signiďŹ kan. Pada tahun 2006 tingkat kemiskinan di Kabupaten Badung sebesar 4,57 persen, setara dengan sekitar 18.250 orang dari total penduduk Kabupaten Badung pada tahun 2006. Pada perkembangan di tahun-tahun berikutnya persentase kemiskinan ini terus berkurang, hingga tahun 2013 menjadi sebesar 2,46 persen atau setara dengan sekitar 14.550 orang. Demikian pula dengan tingkat Pengangguran Terbuka tahun 2007 sebesar 4,58 persen setara dengan jumlah pengangguran sekitar 10.700 orang. Selanjutnya pada tahun 2014 Tingkat Pengangguran Terbuka telah turun menjadi sebesar 0,48 persen atau setara dengan sekitar 1.590 orang. Untuk terus menurunkan angka kemiskinan tersebut maka dibutuhkan basis data sasaran program perlindungan sosial yang akurat dan divalidasi secara berkelanjutan. Demikian penegasan Bupati Badung, Anak Agung Gde Agung saat memberikan pengarahan di hadapan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Badung dalam rapat koordinasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu Program Perlindungan Sosial (PBDT/PPLS) 2015 di Kabupaten Badung di Ruang Kriya Gosana Kantor Bupati Badung. Lebih lanjut Bupati Gde Agung menyampaikan bahwa sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 460/2254/SJ tanggal 5 Mei 2015 tentang Pemutakhiran Basis Data Terpadu Program Perlindungan Sosial (PBDT/PPLS) 2015 yang ditujukan kepada seluruh Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Indonesia, Menteri Dalam Negeri meminta pemerintah di daerah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan berpartisipasi aktif untuk mendukung pelaksanaan Forum Komunikasi Publik
38
1 - 7 Juni 2015
(FKP) dan pemutakhiran informasi rumah tangga di tingkat desa atau kelurahan. Sementara Wakil Bupati Badung, I Made Sudiana selaku Ketua TKPK Kabupaten Badung dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi TKPK tersebut dilaksanakan untuk merespons sejumlah kebijakan pemerintah dalam rangka pelaksanaan program perlindungan sosial antara lain Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat Untuk Membangun Keluarga Produktif. Wabup Sudiana menjelaskan pula bahwa mengacu pada instruksi presiden tersebut maka BPS bertugas untuk melaksanakan pemutakhiran basis data terpadu, sedangkan pemerintah kabupaten/kota berkewajiban melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program perlindungan sosial. Hal tersebut bermakna pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dengan BPS dalam rangka pelaksanaan pemutakhiran basis data terpadu yang nantinya akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan berbagai program perlindungan sosial.
Berkenaan tentang pelaksanaan PBDT/ PPLS 2015 di Kabupaten Badung, Kepala BPS Kabupaten Badung Dewa Suambara yang dipandu oleh Kepala BPMD Pemdes Kabupaten Badung Putu Gede Sridana menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS, indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Badung tahun 2013 adalah sebesar 0,27 sedangkan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,06. “Data ini menunjukkan bahwa program perlindungan sosial yang dilaksanakan di Kabupaten Badung telah menunjukkan hasil yang positif,� ungkapnya. Pihaknya menjelaskan bahwa PBDT/ PPLS 2015 terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan yaitu Forum Konsultasi Publik di tingkat desa atau kelurahan untuk memperoleh masukan dan umpan balik secara langsung dari masyarakat, yang dilanjutkan dengan pencacahan oleh BPS untuk memperoleh informasi karakteristik masing-masing rumah tangga, yang mengacu pada data hasil Forum Konsultasi Publik. Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kompyang R.Swandika, para kepala SKPD terkait, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Ratna Gde Agung, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Badung Ny. Kompyang R. Swandika. (adv)
Bupati Badung A.A Gde Agung saat memberikan pengarahan di hadapan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Badung dalam rapat koordinasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu Program Perlindungan Sosial (PBDT/PPLS) 2015 di Kabupaten Badung, di Ruang Kriya Gosana Kantor Bupati Badung.
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
KEBUDAYAAN - Kepala SMPN 2 Amlapura dan para guru menjawab kegalauan atau kekhawatiran masyarakat pecinta Bali akan tergerusnya kebudayaan Bali dengan ditinggalkannya bahasa Bali oleh generasi muda. Sekolah setempat menjadikan hari Sabtu sebagai Hari Berbahasa Bali. Guru, pegawai, dan siswa, diwajibkan berkomunikasi di sekolah dengan bahasa Bali halus. Selain tak meninggalkan bahasa ibu, SMPN 2 Amlapura juga bersiap menghadapi globalisasi dengan memberlakukan English Day setiap Jumat. Wakasek Kurikulum SMPN 2 Amlapura I Wayan Aca, S.Pd., M.Pd., Minggu (17/5) di Amlapura mengharapkan penerapan wajib berkomunikasi dengan bahasa Bali bisa menjadikan siswa terlatih untuk berkomunikasi aktif menggunakan bahasa Bali.
MUSPROV - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VI, Jumat, (15/5) di Hotel Aston Denpasar. Musprov VI Kadin Bali ini salah satunya mengagendakan pemilihan ketua umum (ketum) dan pengurus periode 2015-2020, penguatan organisasi termasuk membahas berbagai permasalah ekonomi. Ketua Panitia Musprov VI Kadin Bali Ida Bagus Agung Gunarthawa, Rabu (13/5), didampingi Ketua Steering Commite Made Ardana, Sekretaris Panitia Musprov VI Kadin Bali Wayan Widjaya serta Ketua Umum (Ketum) Kadin Bali Periode 2010-2015 Gede Sumarjaya Linggih mengatakan dalam Musprov Kadin kali ini, ada tiga calon akan memperebutkan suara menjabat Ketum Kadin Bali periode 2015-2020 yakni Gede Darmawijaya yang kini Ketum Kadin Buleleng, Putu Arya Sedana kini Wakil Ketum Kadin Bali Bidang Perdagangan serta Ketum Kadin Badung A.A. Alit Wiraputra.
MBP/ist
MBP/ist
JAWABAN - Pada Senin (18/5), Forum KBD (Klian Banjar Dinas) Kecamatan se-Karangasem benar-benar lega. Didampingi Wayan Sudirta selaku pimpinan delegasi yang sekaligus juga tim pembela, segala keluh kesah dan kerisauan para KBD karena terbitnya UU No. 6/2014 tentang Desa dan PP-nya No. 43/2014 mendapat jawaban, karena DPRD Karangasem langsung menerbitkan rekomendasi yang mengayomi aspirasi para KBD, begitu juga sikap Bupati Karangasem setelah delegasi Forum KBD berdialog dengan Wakil Bupati Karangasem Made Sukerena, S.H. Rekomendasi tertulis DPRD Karangasem No.176/122/DPRD tanggal 18 Mei 2015 berisi tiga poin, diteken Wakil Ketua I Made Wirta, S.E. dan Wakil Ketua I Nyoman Karya Kartika, S.H. Poin rekomendasi adalah lembaga/instansi yang berwenang merevisi UU No. 6/2014 dan PP No.43/2014, yang mensyarakatkan KBD sebagai perangkat desa berusia antara 20-42, pendidikan minimal SLTA/sederajat.
PELEPASAN - Sudah menjadi budaya, acara pelepasan siswa kelas XII SMK PGRI 5 Denpasar dilakukan di di Gedung Nari Graha, Renon. Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka, Rabu (20/5) melepas 486 siswa kelas XII dari Jurusan Akomodasi Perhotelan (288) dan Tata Boga (198). Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan siswa kelas XII kepada komite serta penyerahan penghargaan bagi siswa berprestasi peraih terbaik di UN. Untuk program keahlian Akomodasi Perhotelan diraih I Putu Dipta Permana, I Gede Agus Yuda Ariawan, dan Putu Yulianti Pratiwi. Program keahlian Tata Boga diraih I Made Kadek Dwipayana, Ni Dwi Agus Damayanti, dan I Made Wija Astawa. Kasek Ni Ketut Nuka didampingi para Wakasek A.A. Ngurah Gede Udiyana Putra, S.Pd., Drs. IB Nyoman Anom dan Dra. Tati Rachmawati berterima kasih kepada siswanya yang mampu lulus 100 persen dan banyak mencetak prestasi yang mengharumkan citra SMK PGRI 5 Denpasar. 1 - 7 Juni 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
KESEJAHTERAAN - Spirit koperasi adalah kekeluargaan dan peningkatan kesejahteraan anggota melalui pengembangan ekonomi kerakyatan. Spirit ini sesungguhnya sangat sejalan dengan misi pemerintah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Badung. Berkaitan dengan penghentian dana bergulir yang dilakukan Pemkab Badung terhadap Koperasi Jagadhita Badung, itu merupakan wujud kepatuhan dan ketaatan Pemkab dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang normatif, efektif, eďŹ sien dan akuntabel. Nampak dalam foto Sekda Badung Kompyang R. Swandika didampingi Kadisperindagkop I Ketut Karpiana menerima Ketua dan Pengurus Koperasi Jagaditha Badung di Ruang Nayaka Gosana II Puspem Badung.
ATMA WEDANA - Setelah menuntaskan penyucian Nilapati Atma Bung Karno pada tahun 2011 di Tampaksiring yang kemudian dilanjutkan dengan Atma Wedana korban G-30-S/PKI di Bajra Shandi Denpasar pada tahun 2012 dan di Solo pada tahun 2014 silam, kini atas perkenan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III akan menuntaskan satu karya besar yakni Atma Wedana 107 korban tragedi kecelakaan pesawat PANAM– American yang jatuh di Tinga–Tinga Gerokgak pada 27 April 1974. Atas usaha Bupati Badung saat itu yakni Wayan Dana dan Gubernur Bali Soekarmen, akhirnya didirikanlah sebuah monumen peringatan di Pantai Padanggalak sebagai wujud solidaritas korban yang berasal dari 11 negara yakni Indonesia, Jepang, Amerika Serikat, Prancis, Cina, Filipina, Kanada, Jerman, India, Swedia dan Australia. Nampak dalam foto Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Paenglingsir Puri Ageng Pemayun Kesiman A.A. Ngurah Gede (kiri) dan A.A. Adnyana (kanan).
MBP/ist
MBP/ist
PENDIDIKAN - Setelah suksesnya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan formal berkenaan dengan pembentukan tunas integritas, sistem dan komite integritas bagi jajaran eksekutif Pemkab Badung, kini giliran Dewan Badung yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal yang diselenggarakan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Badung dan nantinya diharapkan akan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Kegiatan pendidikan pelatihan formal tersebut diikuti Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta beserta para Wakil Ketua dan seluruh anggota DPRD Badung di Kantor DPRD Kabupaten Badung, Rabu (20/5). Nampak dalam foto Bupati Gde Agung menandatangani kesepakatan bersama antara Pemkab Badung dengan DPRD Badung disaksikan Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta.
SUKSES - Kabupaten Tabanan ternyata masih diperhitungkan di sektor pertanian. Ini terbukti dengan suksesnya Kabupaten Tabanan mempertahankan gelar juara umum dalam Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) selama empat kali berturut-turut. Penghargaan bergengsi ini diserahkan secara langsung oleh Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan AA Alit Darmawan kepada Kontingen Tabanan di Lapangan Umum Mudita Kabupaten Bangli, Kamis (14/5). Ketua KTNA Kabupaten Tabanan Nengah Mawa mengatakan, kontingen KTNA dari Tabanan mampu menyisihkan kontingen dari kabupaten lainnya di Bali dalam berbagai lomba. Tabanan berhasil meraih juara I penyuluh pertanian dan asah terampil, juara II pameran stan, juara III lomba temu karya, juara II unjuk tangkas dan masuk dalam kategori kontingen favorit.
40
1 - 7 Juni 2015
MBP/ist
MBP/ist
DILANTIK - Sebanyak 274 PPK dan PPS Karangasem dilantik di aula Gedung UKM Centre, Senin (18/5). Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. dalam kesempatan itu mengatakan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten Karangasem harus mampu merangkul semua komponen masyarakat dengan selalu mengedepankan netralitas. “Netralitas aparat pemerintah adalah salah satu bentuk dukungan yang real guna suksesnya penyelenggaraan pemilihan ini. Dalam setiap tahapan harus bersifat independen, tidak memihak, tidak diskriminatif, jujur dan adil,” kata Wabup Sukerana. PPK dan PPS memiliki tugas yang sangat vital. PPK dan PPS dalam menjalankan tugasnya mempunyai beban yang cukup berat. Banyak tantangan bahkan ancaman yang bersifat fisik, tekanan, intimidasi, godaan atau iming-iming yang dapat menggoyahkan integritas sebagai penyelenggara pemilihan.
MELANTIK - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di sejumlah kabupaten di Bali, sejumlah komisioner KPU kabupaten/kota di Bali terus mempersiapkan diri. Senin (18/5), KPU Badung resmi melantik anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Badung di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Dalam pelantikan tersebut, komisioner KPU Badung mengharapkan para petugas PKK dan PPS ini jujur dalam menjalankan tugas agar terhindar dari sengketa gugatan hukum Pilkada. Ketua KPU Badung A.A. Gede Raka Nakula menggatakan dalam acara tersebut, ada 30 anggota PPK dan 186 anggota PPS yang dilantik. Turut hadir pada kesempatan tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Anggota DPRD Badung, Pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung, dan seluruh camat se-Kabupaten Badung, perwakilan KPU Provinsi Bali, serta Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Badung.
MBP/ist
MBP/ist
LEPAS - Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H., Kadisdikpora Gede Ariyasa dan Kepala SMAN 2 Amlapura Nengah Miasa, Rabu (13/5) melepas 236 siswa kelas XII sekolah setempat. Di depan ratusan undangan dan seluruh siswa dan guru, Kepala SMAN 2 (Smandapura) Miasa menyampaikan kebanggaannya karena sebanyak 63 prestasi diraih siswa dan guru setempat selama setahun ini. Atas prestasi itu, dia minta siswa dan guru terus memotivasi diri meningkatkan lagi prestasi yang selama ini sudah dicapai. Menurut Miasa asal Desa Pesedahan, Manggis ini, lulusan, siswa dan guru juga harus menyiapkan diri menghadapi era perdagangan bebas,baik MEA atau AFTA 2015. Pelepasan siswa digelar di aula sekolah setempat. Saat itu hadir Kadisdikpora Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd. serta pengurus komite sekolah.
BRIEFING - Pada Senin (18/5), Direktur PT Bali Paradise Citra Dewata & Balindo Paradiso Cruise Training Academy & Recruiting Agency For MSC (Mediterranean Shipping Company. s.r.l) I Wayan Kawan Setiawan, B.A., S.Sos. memberikan briefing langsung kepada 550 calon mahasiswa/i baru beserta wali mereka masing–masing di aula kampus setempat Jl. Kerthapura VIII No. 21 Teuku Umar Barat, Denpasar. Dalam kesempatan itu, Mr. Tim Skinner datang langsung dari kantor pusat MSC Geneva Swiss memberikan breafing tentang new regulation penerapan MLC 2016 kepada kurang lebih 200 mahasiswa/i tamatan Balindo Paradiso yang segera ditempatkan (reapeter). Untuk itulah Balindo Paradiso sedang gencar menyiapkan para mahasiswa/i agar setelah tamat bisa menjadi tenaga–tenaga andal profesional dan siap pakai, mampu berbahasa asing yang baik sehingga bisa bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. 1 - 7 Juni 2015
41
AKTIVITAS APRESIASI - Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana memberikan apresiasi kepada siswa SMKN 1 Amlapura yang berhasil maju ke tingkat nasional untuk lomba olimpiade sains terapan nasional (OSTN) di Yogyakarta. Hal ini disampaikan Wabup Sukerana, Selasa (12/5) di ruang kerjanya saat menerima pamitan siswa berprestasi bersama guru pembinanya serta Kepala SMKN 1 Amlapura I Wayan Artana. Kehadiran siswa berprestasi Ni Putu Dewi Maharani juga didampingi Kadisdikpora Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd. Dikatakan Wabup asal Banajr Juntal Kelod, Kubu itu, keberhasilan siswa berprestasi ini akan membawa nama baik pribadi, sekolah maupun Kabupaten Karangasem, bahkan Bali di tingkat nasional. Karena itu, Pemkab Karangasem juga memberikan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasnya terhadap siswa yang telah berprestasi. Selain itu, Wabup Sukerana menghimbau, agar siswa tersebut mendapat perhatian ekstra dari segenap guru agar dapat berprestasi dengan baik.
MBP/ist
MBP/ist
MASKOT - Memiliki maskot daerah merupakan hal penting untuk memudahkan mengenal dan mengingat suatu daerah karena berkaitan erat dengan identitas suatu daerah. ‘’Maskot daerah bisa dalam bentuk lambang daerah, motto, bendera, lagu hymne dan mars kabupaten, flora serta fauna khas di daerah itu,’’ ucap Bupati Karangasem dalam sambutan dibacakan Asisten Administrasi Umum (III) Setda Karangasem Ir. I Wayan Supandi, M.Si. saat pembukaan Seminar Lagu Maskot Karangasem di Wantilan Kantor Bupati, Rabu (13/5). Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari Tim Pengkaji ISI Denpasar, I Komang Darmayuda, S.Sn., M.Si., Ni Wayan Ardani, S.Sn., M.Si. dan I Ketut Sumerjana, S.Sn. Hadir saat itu para Kepala SKPD di Pemkab Karangasem, Kabid Seni dan Budaya, Ketua Listibya Karangasem, para seniman/budayawan dan tokoh masyarakat.
MBP/ist
MBP/ist
RASA SYUKUR - Anggota Komisi III DPR RI dapil Bali, I Putu Sudiartana S.E., S.H., M.BA., yang juga kader Partai Demokrat mengucapkan rasa syukur atas lancar, terbit, dan suksesnya Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya beberapa waktu lalu. Ia juga mengucap syukur atas terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono kembali sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat periode 2015-2020. Sudiartana juga menyampaikan terima kasih atas doa masyarakat Bali. Rasa syukur dan terima kasih tersebut ia ungkapkan begitu tiba di Bali, Jumat (15/5), dengan langsung melakukan tirtayatra persembahyangan ke Pura Tirta Sudamala, Bangli. Persembahyangan bersama ini ia lakukan bersama rekan-rekan Sudiartana dari Hotel Amandari Ubud, dan para tokoh serta kader Demokrat yang merasa terharu dan bangga Kongres VI Partai Demokrat berjalan lancar.
JIWA - Pandangan manusia mengenai seks bermacam-macam. Ada yang berpendapat seks hanyalah sebuah rutinitas biasa, tanpa melibatkan emosi pelakunya. Ada juga yang berpendapat seks itu merupakan kebutuhan yang harus dilakukan dengan penuh cinta kasih, yang mampu membawa pasangan pada kebahagiaan sehingga perlu dipertahankan dan dipelihara. Sesungguhnya seks adalah sebuah misteri dari manusia yang perlu menjadi sebuah kepedulian. Seks bukan hanya perkara hubungan dua raga, tetapi lebih dari itu. Hubungan yang memenuhi jiwa itu sendiri. Untuk mendapatkan semua itu ahli seksual, terapist yang sekaligus owner Klinik Jnana Marga, Nengah Edy Warsita, menyarankan agar dalam keluarga, pasangan suami-istri harus saling terbuka. Seperti judul lagu “Jangan Ada Dusta di Antara Kita”.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
42
1 - 7 Juni 2015
MBP/ist
MBP/ist
BLUSUKAN - Bakal calon Bupati Karangasem dari PDI Perjuangan Wayan Sudirta rupanya blusukan juga di dunia maya melalui media sosial paling kondang yakni Facebook. Para relawannya membuka akun Facebook Relawan Sudirta Karangasem di relawansudirtakarangasem@yahoo.com. Di sanalah seluruh kegiatan sosial, seperti kunjungan ke penderita cacat, lansia yang sebatang kara dan tinggal di gubuk reot, lansia buta yang bertahan hidup dari bantuan tetangga, penderita lumpuh, gangguan jiwa, dan sebagainya, diunggah. Media sosialnya juga menjadi ruang menerima informasi, di mana ada penderita cacat, lansia telantar, lumpuh, dan lain-lain, untuk dijadwalkan dikunjungi bersama Yayasan Bunda Luh Ronce. Di sisi lain, blusukan langsung ke tengah-tengah masyarakat juga berlangsung tiap hari. Seperti pada Jumat (15/5), Sudirta menyerahkan 600 paket sembako untuk warga miskin di 20 dusun di lima desa di Kecamatan Abang.
SUKSES - Pada Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015 ini, SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar sukses mempertahankan reputasinya sebagai sekolah kejuruan terbaik di Bali. Sekolah favorit yang ”dinakhodai” Drs. Gede Rimaya, DMM. ini berhasil mencatat rata-rata nilai ujian nasional (NUN) tertinggi se-Bali untuk tingkat SMK. Kepala SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Drs. Gede Rimaya, DMM. didampingi Waka Kurikulum I Putu Batu Aksara, M.Pd., Waka Kesiswaan Erlin Fitriyanti, S.Pd., guru Bahasa Indonesia I Komang Rika Adi Putra, M.Pd. dan guru Praktisi Laboratorium Drs. A.A. Santa Arcana Putra, M.M., Senin (18/5), mengatakan jumlah siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar yang mengikuti UN tahun pelajaran 2014/2015 tercatat 259 orang yang terdiri atas 226 orang siswa Program Keahlian Keperawatan dan 33 orang Program Keahlian Analis Kesehatan.
MBP/ist
MBP/ist
MERIAH - Sudah menjadi budaya, acara pelepasan siswa kelas XII SMAN 8 (Smapan) Denpasar dilaksanakan secara meriah. Pada Rabu (20/5), Kepala SMAN 8 Denpasar Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si. melepas 583 siswa kelas XII. Pelepasan siswa ditandai dengan penanggalan atribut sekolah serta penyerahan siswa kepada Ketua Komite Smapan A.A. Ngurah Gede Widiada, S.H., disaksikan Kadisdikpora Kota Denpasar diwakili Kabid Dikmen Drs. I Wayan Suparta, M.Pd. Acara juga diisi dengan aneka seni budaya siswa Smapan. Ketua Panitia IGA Diah Citra Rasmi mengungkapkan dari 583 siswa yang dilepas 100 persen dinyatakan lulus. Mereka terdiri atas Jurusan IPA sebanyak 468 dan IPS 115 orang. Saat itu Kepala Smapan Ida Bagus Ngurah didampingi para Wakasek Drs. IGK Tribana, I Made Madra, I Wayan Winarsa, Made Sugana dan I Wayan Subaga juga menyerahkan penghargaan bagi siswa peraih nilai UN tertinggi.
BANTUAN - Sebanyak 65 Puskesmas Pembantu (Pustu) kecamatan di Kabupaten Gianyar menerima bantuan masing - masing satu sepeda motor. Penyerahan secara langsung dilakukan oleh Bupati Gianyar Anak Agung Bharata, didampingi Sekda Ida Bagus Gaga Adi Saputra, serta Kepala Diskes Ida Ayu Dwi Cahyani di halaman Kantor Bupati Gianyar, Selasa (19/5). Bupati Bharata mengatakan, peran bidan yang bertugas di pelosok–pelosok wilayah setiap desa tidak bisa dikecilkan. Sebab, mereka berkontribusi besar sebagai ujung tombak dalam kesiagaan melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan medis. Tokoh Puri Gianyar itu menekankan, dengan disediakannya alat transportasi penunjang, diharapkan mobilitas kerja para bidan di Pustu masing–masing wilayah kecamatan dapat ditingkatkan. 1 - 7 Juni 2015
43
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
KEMBANGKAN SAYAP - Berkembang dengan semangat melayani dengan produk berkualitas, UD Mitraco Utama terus mengembangkan sayapnya. Perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan chemical atau obat-obatan pembersih housekeeping, engineering, laundry kitchen, pool, spa, mesin-mesin laundry, kitchen, spare part ini pun berencana melebarkan sayap pemasarannya ke Jakarta dan Bandung. Selama ini, UD Mitraco Utama yang berkantor di Jalan Nangka Utara, Gang Belibis No.38, Denpasar ini telah menggarap pasar di Bali, Jawa Timur, Lombok, Sumbawa, Dilli bahkan sesekali ke luar negeri, baik itu ke laundry komersial, hotel, vila, rumah sakit. Owner UD Mitraco Utama I Gusti Putu Ismawan, S.E., Senin (5/5) lalu mengungkapkan, memasuki HUT ke-16 ini, pihaknya menargetkan dapat menjangkau Jawa Timur, Jakarta, dan Bandung.
DHARMA SANTI - Perayaan Dharma Santi serangkaian Hari Suci Nyepi yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Selasa (19/5) di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, mengangkat tema “Era Kebangkitan dan Dharma Santi sebagai Momentum Membangun Nilai dan Semangat Kepahlawanan Menuju Denpasar yang Damai’’, berjalan khusyuk dan khidmat. Diawali dengan pemujaan oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Geria Telaga, Tegal, Denpasar dan diiringi lantunan sloka-sloka suci, semakin menambah khusyuk suasana. Tampak hadir di tengah-tengah masyarakat, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota I G.N. Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda AAN Rai Iswara, Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar, guru-guru, masyarakat serta instansi terkait lainnya. Acara juga diisi dharma wacana dari Ida Sri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun dari Kedhatuan Kawista Bali.
MBP/ist
MBP/ist
PARTISIPASI - Berlico Mulia Farma, salah satu perusahaan farmasi dari Sido Muncul Group, berpartisipasi dalam pameran yang diselenggarakan terkait pelaksanaan Kongres ke-41 International Committee on Military Medicine (ICMM) yang digelar di BNDCC, Nusa Dua. Kongres internasional ini dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (18/5). Ditemui di sela-sela pelaksanaan pameran, Manager PT Berlico Mulia Farma, Marco Hidayat, mengutarakan keikutsertaan Berlico dalam ajang pameran obat-obatan dan peralatan farmasi ini untuk memperkenalkan produk-produk Berlico. Ia mengatakan Berlico saat ini memiliki sekitar 80 produk yang diproduksi di pabrik Berlico yang berpusat di Yogyakarta. Nampak dalam foto Manager PT Berlico Mulia Farma Marco Hidayat (kiri) menjelaskan tentang keikutsertaan Berlico Farma dalam Kongres ke-41 ICMM di Nusa Dua.
PRIHATIN - Berawal dari keprihatinan nasib petani padi di Bali, ditambah makin sempitnya lahan pertanian, membuat Medco Holding terketuk hati seraya memperkenalkan budi daya padi System of Rice Intensification (SRI) Organik. Di bawah bendera Medco Holding, di Bali telah berdiri PT Bali Sri Organik (BSO). Manajer Proyek PT Bali Sri Organik (BSO) Ir. Ida Bagus Gede Arsana saat sosialiasi budi daya padi SRI Organik kepada 40 petani di Peguyangan Kaja, Jumat (15/5) lalu menuturkan, program ini dimulai pada Juli 2013 dengan proyek percontohan pada lahan 1,25 hektar di Subak Batu Tumpeng, Gelgel, Klungkung. Sosialisasi di Pura Dasa Bhuana, Gelgel, pada Agustus 2013 dihadiri 400 petani. Lahan milik BSO di Gelgel dimanfatkan untuk sawah, memberikan pelatihan kepada petani, bahkan dipakai percontohan.
44
1 - 7 Juni 2015
MBP/ist
KEJUTAN - Menyongsong Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2015, Kampus Humanis PPLP Pansophia Singaraja kembali membuat kejutan menyentak yakni melaksanakan Uji Kompetensi Nasional untuk bidang house keeping. Perhelatan berskala nasional yang digawangi Lembaga Sertifikasi Kompetensi Nasional yang dilaksanakan di Hotel Sunari Lovina Singaraja, 23-24 April 2015 menghadirkan tiga orang penguji nasional di bawah koordinasi Dr. Nurmawati Napitupulu, M.Pd. dari LSK Jakarta. Yang mengejutkan dari uji kompetensi nasional tersebut bahwa berdasarkan hasil pengumuman yang diterima Manajemen Pansophia Senin, 18 Mei 2015, dari 50 orang mahasiswa yang diuji, dinyatakan berhasil lulus sebanyak 46 orang atau 92%. Prestasi inilah yang oleh Dr. Made Yudana, M.Pd., dalam kapasitas sebagai Direktur Institusi, sangat disyukuri dan dianggapnya sebagai momentum kebangkitan PPLP Pansophia setelah merayakan Jubilium Perak 2 Maret 2015 lalu.
MBP/ist
BAGI BERAS - Pada Senin, 18 Mei 2015 kemarin, 4 ton beras dibagikan oleh para karyawan BPR Lestari kepada 20 panti asuhan di Bali, di tengah-tengah jam kerjanya. Program berbagi Lestari For Kids ini merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali. “Program Lestari For Kids dari BPR Lestari merupakan salah satu kegiatan yang kami lakukan sebagai upaya kami giving it back kepada masyarakat Bali sebagai salah satu stakeholder yang menunjang keberhasilan BPR Lestari selama ini,” kata Erry Yoga Sugama, Public Relations Manager BPR Lestari. Bantuan ini secara rutin diberikan kepada panti-panti yang hidupnya mengandalkan donatur, namun jarang ada donatur yang tetap, sehingga adakalanya mereka kekurangan makanan. BPR Lestari akan berkomitmen menjadi donatur tetap mereka.
MBP/ist MBP/ist
PENUHI JANJI - Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX memenuhi janjinya pada wargi Pasek Gelgel khususnya di Panti Pemogan, Denpasar yakni dengan penyerahan Prasasti Pura Panti Pasek Gegel ring Pemogan, Denpasar yang diserahkan sebagai punia dari Istana Mancawarna Tampaksiring. Prosesi penyerahan prasasti ini disaksikan ribuan wargi Pasek Gelgel yang berasal dari Pemogan dan sekitarnya, yang hadir bertepatan dengan Pamelaspasan Pura Panti Pasek Gelgel Pemogan. Ucapan terima kasih atas sumbangan prasasti berbentuk lempengan ini langsung disampaikan Panitia Karya I Nyoman Weda, S.Kom. Dalam kesempatan itu, Gusti Wedakarna didaulat untuk memberikan dharma wacana. Dalam kesempatan itu, Gusti Wedakarna menyampaikan sejumlah nasihat pada semeton Pasek di seluruh Bali.
KEPERAWATAN - Bicara tentang perawat dipastikan tidak pernah lepas pemahaman kita mengenai keperawatan, pelayanan keperawatan, praktik keperawatan dan asuhan keperawatan. Untuk menjadi perawat yang berkualitas, harus menjalani uji kompetensi, mampu meraih sertifikat kompetensi, sertifikat profesi yang seharusnya telah menjadi program andalan lembaga/institusi di mana mereka menuntut ilmu keperawatan. Hal tersebut dikupas habis Ketua AIPNI Dr. Muhamad Hadi, M.Kep. di aula Stikes Buleleng yang beralamat di Jalan Air Sanih, Km 11 Bungkulan–Singaraja, dalam acara seminar nasional yang bertemakan “Menjadi Perawat Profesional yang Tangguh Melalui Penerapan UU RI No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan”. Pada seminar itu hadir undangan dari PPNI, perwakilan rumah sakit negeri dan swasta, serta mahasiswa berjumlah 350 orang, dengan moderator Ns. Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Si., M.Kep. yang duduk selaku Puket I Stikes Buleleng. 1 - 7 Juni 2015
45
TRADISI
“Aci Tatebahan” Desa Bugbug
Ungkapkan Rasa Syukur, Saling Pukul dengan Pelepah Pisang
M
MBP/bagiarta
hanya berupa ubi, sayuran, urap, dan lawar kacang. Tradisi ini seolah-olah mencerminkan suatu kesederhanaan masyarakat setempat. Setelah prosesi itu, warga berduyun-duyun mendatangi Pura Bale Agung sebagai tempat prosesi upacara. Sementara para petugas / prajuru desa menyiapkan segala perlengkapan untuk prosesi upacara. Nah, di sinilah adegan pukul memukul antara dua petarung dengan memakai pelepah pisang terjadi. Prosesi ini dilakukan secara adil dan bergiliran antarlawannya dengan diiringi musik gamelan. Namun, sebelum dilaksanakan, para peserta diperciki tirta dengan mengenakan busana pakaian adat namun tidak memakai baju, untuk memudahkan dalam memukul. Sesuai aturan, bagian tubuh yang boleh dipukul hanyalah pada bagian punggung sampai leher. Uniknya seorang yang dipukul dengan pelepah pisang tidak merasakan sakit bahkan bersorak gembira. Salah satu warga, Komang Purna, mengaku tidak ada rasa saling bermusuhan antar lawannya, usai pelaksanaan tradisi. Justru raut wajah kebahagiaan yang muncul dari masyarakat Desa Adat Bugbug, baik yang mengikuti maupun yang menonton. Prosesi saling pukul ini berlangsung cukup lama. Setelah selesai saling pukul, para peserta diperciki tirta lagi untuk memohon ketenangan dan keselamatan. Terang Pawaka menambahkan, selain sebagai bentuk rasa syukur, tradisi ini juga sebagai penolak bala dan penolak wabah penyakit serta diyakini oleh masyarakat dapat menyembuhkan suatu penyakit. Di samping itu ditinjau dari aspek sosial, upacara ini dapat memupuk rasa persatuan dan persaudaraan antarwarga. “Hasil bumi dulu di Bugbug luar biasa, hal itulah dirayakan dalam upacara tatebahan. Kata tebah artinya bersama-sama,” tegas Terang Pawaka yang juga guru IPA SMPN 5 Amlapura ini. Ia berharap warga tetap bisa menjaga dan melestarikan tradisi ini, karena sudah dilaksanakan secara turun-temurun. Bahkan, dampak dari pelaksanaan ini selalu positif bagi warga setempat, di mana hasil panen warga selalu melimpah.
Pelaksanaan tradisi dalam aci tatebahan. Warga saling pukul dengan pelepah pohon pisang. Warga setempat telah melestarikan tradisi ini secara turun temurun.
Bagiarta
asyarakat Bali punya banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur atas karunia Tuhan. Cara-cara itu telah dilaksanakan secara turun-temurun sehingga menjadi sebuah tradisi yang unik pada masa kini. Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Adat Bugbug, Karangasem. Warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya dengan melestarikan tradisi dalam aci tatebahan. Uniknya, dalam pelaksanaan tradisi ini, warga saling pukul menggunakan pelepah pohon pisang. Ritual tatebahan dilaksanakan setiap tahun sekali, bertepatan dengan rahina purnama sasih Jhiesta nuju beteng. Wakil Klian Desa Adat Bugbug bidang Parhyangan I Wayan Terang Pawaka, mengatakan tradisi ini berlangsung awal Mei 2015 lalu. Secara khusus, prosesi upacara tatebahan dilakukan oleh krama laki-laki baik tua maupun muda yang dipusatkan di Pura Desa Bale Agung pada pagi hari. Sebelum ritual dilaksanakan, setiap krama Desa Adat Bugbug menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Seperti pelepah pisang (papah biu) satu ikat, kurang lebih berisi 5 batang. Selain itu krama juga menyiapkan kayu bakar, kelapa, ketela pohon (singkong), sayuran, kacang-kacangan dan perlengka-
46
1 - 7 Juni 2015
pan lainnya. Segala perlengkapan ini akan digunakan membuat gibungan, dengan olahan masakan tradisional yang terdiri atas singkong (sebagai pengganti nasi), sayuran, kacang-kacangan, serta masakan tradisional lainnya. “Semua bahan makanan dari nonberas, karena saat ritual ini digelar, kami mensyukuri atas karunia Tuhan kepada warga kami, berupa hasil bumi di ladang yang melimpah,” kata Terang Pawaka. Perlengkapan dibawa pagi hari ke masing-masing banjar adat di Desa Bugbug. Di antaranya Banjar Adat Bancingah, Madya, Puseh, Garia, Segaa, Baruna, Dukuh Tengah, Dharma Laksana, Celuk Kangin, Celuk Kauh, Asah, dan Samuh. Kemudian krama laki-laki secara langsung ngayah bersamasama di masing-masing banjar adat, menyiapkan perlengkapan dan gibungan yang berupa masakan tradisional dengan bahan pokok berupa ubi perahu (sebagai pengganti nasi), berisi sayuran, urap, lawar kacang dan masakan tradisional lainnya. Setelah semuanya disiapkan, masakan tersebut terlebih dahulu dipersembahkan/ dihaturkan sebagai sesajen. Kemudian krama yang ikut ngayah bersama-sama magibung menikmati makanan tradisional tersebut. Uniknya, di sini adalah gibungan/makanan yang dihidangkan tanpa nasi dan daging,
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
DILANTIK - Pelaksanaan pilkada akan serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Untuk itu diperlukan adanya pembantu KPU dalam penyelenggaraan pilkada di tingkat desa/kelurahan. Bertempat di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Senin (18/5), sebanyak 30 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari enam kecamatan dan 186 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 62 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Badung yang terpilih dilantik Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika. Turut hadir anggota DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Badung, anggota KPU Provinsi Bali I Wayan Jondra, Ketua KPU Badung A.A. Gde Nakula, Ketua Panwaslu Badung I Ketut Arka, para pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung, Camat se-Badung serta pimpinan Forum Komunikasi Perbekel/Lurah se-Badung.
PUJIAN - Penataan areal SMPN 2 Amlapura yang dengan bergotong-royong tak mengenal lelah dan tak mengenal hari libur, mendapat pujian Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. Beberapa waktu lalu pada satu pertemuan diikuti para pejabat dan warga, Bupati asal Desa Sibetan itu menyampaikan terima kasih kepada Kasek I Wayan Gede Suastika, S.Pd. yang telah berhasil menata areal sekolahnya. Menurut Bupati, penataan areal, halaman dan pagar tembok di depan itu sangat penting. Soalnya, sekolah itu berada di dalam kota dan jalur pintu masuk kota Amlapura. Tembok pagar depan sekolah ditata. Sementara di depan pintu masuk dibangun arca Dewi Saraswati dengan indah dan menjulang tinggi. Arca ini seakan menyapa, sekaligus memberi anugerah ilmu pengetahuan bagi yang memasuki areal sekolah ini. Wakasek Sarana dan Prasarana I Nengah Sumardiana, S.Pd., Sabtu (16/5) di sekolah setempat mengakui karena terbatasnya areal dan anggaran, menyebabkan sampai kini sekolah itu masih kekurangan ruang belajar.
MBP/ist
MBP/ist
PERHATIAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang berlatar belakang sebagai pengusaha muda dalam memimpin Kota Denpasar lima tahun ini sangat memperhatikan dan paham terhadap napas perekonomian Kota Denpasar. Rai Dharmawijaya Mantra berkeyakinan bahwa ekonomi Kota Denpasar akan bertambah dengan baik dan relatif stabil bilamana penduduk Kota Denpasar mampu bergerak di bidang wirausaha lebih dari 2% dari jumlah penduduknya. Beranjak dari keyakinan itu, Rai Dharmawijaya Mantra yang berduet dengan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara sejak awal pemerintahan telah berupaya menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru. Menurut Rai Dharmawijaya Mantra kewirausahaan dalam perkembangannya mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan, seperti modal, manajemen, SDM dengan strategi bisnis serta mentransformasikannya menjadi produk baru yang inovatif.
TAK PERNAH BERHENTI - Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, tak pernah henti memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas dan lansia. Melalui program pemberdayaan, Ny. Selly Mantra memberikan bantuan dengan turun langsung bertatap muka dan berbagi kasih dengan para penyandang disabilitas dan lansia. Tanpa menunggu lama, begitu mendengar informasi dari masyarakat, Ketua K3S Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra bersama anggota langsung turun menyambangi kediaman para penyandang disabilitas dan lansia. Seperti pada penyerahan bantuan, Selasa (19/5), Ketua K3S Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Ketua Ny. Kerti Rai Iswara dan anggota, menyambangi lansia dan penyandang disabilitas di Kecamatan Denpasar Utara. Kehadiran Ny. Selly Mantra langsung disambut pihak keluarga lansia dan disabilitas serta tokoh masyarakat desa setempat. 1 - 7 Juni 2015
47
PROPERTI
DP Beli Rumah Hanya 10 Persen
M
emiliki rumah sendiri merupakan impian semua orang. Namun impian tersebut sulit diraih saat ini karena harga tanah dan rumah kian melambung di Bali. Akibatnya, krama Bali masih banyak yang tinggal di kos dan rumah kontrakan. Meskipun, mereka harus hidup di lingkungan tidak nyaman dan tenang. Apalagi untuk mendapatkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di bank tidak semudah membalikkan tangan. Untuk menyokong kemampuan masyarakat membeli rumah, pemerintah mengeluarkan kebijakan cukup bayar down payment (DP) sebesar 10 persen. Direktur PT Bumi Sempaka Asri (BCA) Land I Gede Suardita, S.E. menyambut baik program tersebut dan mengaku siap mendukung program ini untuk mewujudkan keinginan masyarakat kecil memiliki rumah. Apalagi, lanjut Suardita, program membangun Rumah Sederhana Tapak (RST) tidak bisa diralisasikan di Bali karena terbentur harga tanah, bahan bangunan, dan tenaga kerja kian mahal. “Untuk Bali dipatok harganya Rp 135 juta, sedangkan di daerah Tabanan saja untuk rumah kawasan tipe 36/70 semi finishing paling murah dijual Rp 300 jutaan,” ujarnya. Oleh karena itu, DP 10 persen untuk membeli rumah baru sangatlah membantu, terutama bagi masyarakat kecil yang ingin memiliki rumah dengan angsuran rata-rata Rp 3 jutaan per bulan selama 15 tahun. “Sebenarnya pengembang mesti mendukung mewujudkan keinginan masyarakat kecil untuk memiliki rumah,” tegas depelover asal Tabanan ini. Namun, DP 10 persen tersebut khusus kepemilikan rumah pertama dan maksimal nilai kredit di bawah Rp 1 miliar dan luas bangunan di bawah tipe 70. Menurutnya, kenaikan harga rumah saat ini dibandingkan dengan gaji karyawan tidak seimbang. Apalagi sekarang bank sangat selektif mengucurkan kredit, dimana pembiayaan KPR untuk PNS dan pegawai swasta maksimal Rp 300 jutaan. “Kalau tidak ada kebijakan tersebut, kemampuan masyarakat kecil pasti kurang terus dan peluang memiliki rumah sangat kecil,” tegas Suardita. Dia mengakui jika pengembang kurang berminat menggarap program ini karena profitnya kecil. Selain itu, rumah seperti ini sudah jelas peruntukannya yaitu untuk ditempati. Bukan seperti rumah real estate yang biasanya hanya untuk investasi. Kerta Negara
48
1 - 7 Juni 2015
AKSESORI
Etnik Modern, Sebuah Karya Seni Kombinasi
S
aat ini, aksesoris berbahan perak dan gold plated semakin digemari. Selain memiliki pesona tersendiri desainnya pun semakin beragam, seperti koleksi Bara Silver, berupa karya seni kombinasi perak dengan material lainnya. Betapa imajinasi Putu Adnyani, sang pemilik memang selalu berpendar indah. Kreasinya mulai dari cincin, anting, kalung, gelang, hingga bros. Kalung-kalung etnik modern bersusun istimewa yang diberi titel matahari bersinar terang. Kemudian rangkaian bebatuan, turkis, koral dan onik dilengkapi untaian bunga cempaka, yang disebut baliku cempaka semerbak. Ada juga kulit domba yang dikepang menjadi kalung dan diberi nama domba wangi. Juga
beragam pernik-pernik untuk telinga dengan detil-detilnya yang sangat unik dan menarik termasuk kombinasi tulang sapi yang berhasil dibuat menjadi cantik. Dikatakan oleh Putu Adnyani, aksesori termasuk andalan membuat penampilan seseorang menjadi lebih spesial atau stylish. Apalagi aksesori perak yang tergolong eksibel, dapat melengkapi aktivitas keseharian yang kasual maupun penampilan ke pesta. Semuanya tinggal disesuaikan dengan pilihan busananya saja. Aksesori yang tepat, penampilan seseorang yang semula biasa bisa menjadi gaya dan fashionable. Sri Ardhini LAPORAN
1 - 7 Juni 2015
49
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/Edi
BAROMETER - SMPN 2 Amlapura, mantan sekolah rintisan bertaraf internasional. Sebagai SMPN favorit di kota Amlapura, prestasi siswa dan guru menjadi barometer kemajuan pendidikan SLTP di Karangasem. Selama 2013/2015, sedikitnya siswa menyabet 181 prestasi dari tingkat kabupaten, provinsi, regional sampai nasional. Wakasek Kesiswaan Dra. Sri Wahyuni, M.Pd., Sabtu (16/5) di sekolah setempat menjelaskan beberapa guru dan siswa berprestasi. Di antaranya guru setempat Ni Wayan parwati, S.Pd., M.Ag., ďŹ nalis nasional guru berprestasi. Siswa berprestasi di antaranya Michael Titus Prasetyo meraih medali perak Olimpiade Internasional Matematika serta pernah meraih medali perunggu Kontes Matematika Internasional. Atlet I.B. Ngurah Adismara Pidada dua kali juara III nasional tenis lapangan. Siswi Ni Putu Sri Indrani Remitha berungkali juara I umum regional pada lomba cerdas tangkas serta juara II Pemprov IPA Terpadu, serta juara II regional lomba karya tulis ilmiah.
LATIHAN - Rangkaian Latihan Search and Rescue (SAR) Ausindo Tahun 2015 secara resmi dibuka Senin (18/5) di Kantor SAR Denpasar, Jimbaran. Latihan SAR yang melibatkan berbagai unsur SAR di Indonesia dan Australia itu bertujuan mengembangkan kemampuan Kantor SAR Denpasar dalam menumbuhkembangkan koordinasi dan pengendalian operasi SAR di wilayah perbatasan Australia dan Indonesia. Latihan SAR AustraliaIndonesia tahun 2015 diselenggarakan 18 hingga 22 Mei 2015 di wilayah tanggung jawab Kantor SAR Denpasar di perairan laut Indonesia. Peserta latihan yakni Australian Maritime Safety Authority (AMSA) dan dari Indonesia yaitu Badan SAR Nasional (Basarnas) yang didukung Kantor SAR Denpasar, Pemprov Bali, Pemkot Denpasar, instansi militer di Denpasar, Polda Bali, UPT Kementerian Perhubungan, Stasiun Meteorologi Selaparang, PT Angkasa Pura I, ormas serta instansi dan organisasi potensi SAR lainnya.
MBP/ist
MBP/ist
DUKUNGAN - Guna mendukung suksesnya pagelaran Hiburan Rakyat serangkaian Peringatan HUT ke-58 Kodam IX/Udayana yang akan dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, 27 Mei mendatang, Pemkab Badung siap memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan setidaknya 500 penari Sekar Jepun. Mereka akan tergabung dalam pementasan kolosal Tarian Sekar Jepun, Tarian Garuda Wisnu Kencana, Tarian Gajah Mada yang disiapkan Pemkab Gianyar serta Tarian Serbu Teritorial yang akan dibawakan para prajurit TNI dan Polri. Demikian antara lain terungkap saat Rapat Koordinasi Persiapan HUT Kodam, Selasa (19/5) di Ruang Rapat Bupati Badung di Mangupura. Selain dihadiri langsung Bupati Badung A.A. Gde Agung, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, turut hadir Kepala Ajendam IX/Udayana Kolonel Caj Eko Waluyo Setyantoro didampingi Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Teddy AriďŹ yanto, Pasiter Kodim 1611/Badung Kapten Inf. I Made Mustika.
MAKSIMAL - Tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Badung yakni Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Kesehatan yang sempat mengikuti lomba inovasi pelayanan publik di pusat beberapa minggu lalu, ternyata membuahkan hasil yang maksimal. Tiga SKPD tersebut masuk kategori dan meraih tropy Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2015. Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan oleh Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Jumat (15/5). Penyerahan penghargaan tersebut cukup meriah karena dihadiri oleh 99 inovator dari Kementrian, BUMN, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia. Deputi Bidang Pelayanan Publik KemenPANRB, Mirawati Sudjono dalam acara itu memberi apresiasi khusus kepada 3 SKPD dari Kabupaten Badung yang berjaya pada Top 99 tahun 2015.
50
1 - 7 Juni 2015
3 U L D 3H U N D V D ' H Q J D Q
+ H 5 ED /
7 , '$ . . 0 ( 1 * $ 1 ' 8 1 * * 7$'$),/ 6,75$7 6,/'(1$),/ 6,75$7 9$5'(1$),/ 6,75$7 DPDQ XQWXN GLNRQVXPVL EHEDV GDUL EDKDQ EDKDQ \DQJ GDSDW PHQJJDQJJX NHVHKDWDQ
'LPDNDQ V G PHQLW VHEHOXP EHUKXEXQJDQ 6HFDUD WUDGLVLRQDO GDSDW GLJXQDNDQ XQWXN PHQLQJNDWNDQ VWDPLQD GDQ YLWDOLWDV SULD GHZDVD GDQ PHQJKDVLONDQ PDQIDDW \DQJ SULPD NKXVXV SULD GHZDVD \DQJ GLEXDW GDUL EHEHUDSD EDKDQ WXPEXKDQ EHUNKDVLDW \DQJ GLHNVWUDN GHQJDQ WHNKQRORJL PRGHUQ VDQJDW SHNDW ODUXW GDQ ODQJVXQJ GDSDW GLVHUDS NHGDODP WXEXK VHKLQJJD PDQIDDW GDSDW GLUDVDNDQ GHQJDQ FHSDW ',-$0,1 7$13$ %$+$1 .,0,$ 2%$7 6HKLQJJD WLGDN DGD HIHN VDPSLQJ WHUKDGDS RUJDQ RUJDQ WXEXK SHQWLQJ NLWD
7,'$. 0(0%8$7 7(.$1$1 '$5$+ 1$,. 7,'$. 0(1<(%$%.$1 -$1781* %(5'(%$5
)25 $'8/7 21/< +$1<$ 8178. 35,$ '(:$6$
'$3$7.$1 ', 6(/858+ $327(. '$1 72.2 2%$7 ', .27$ $1'$