Skip to main content

Majalah balipost edisi 91

Page 1

91 |25 - 31 Mei 2015

Jokowi Jangan Terjebak

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI Partai Politik dan Mitos Orang Kuat 6 BALI SEPEKAN Usaha Galian C Distop 7 LAPORAN UTAMA Berjuang Cabut Perpres 51/2014 8 Soal Reklamasi Wakil Bali Terbelah? 9 Jokowi Jangan Terjebak 10

POLITIK Bali Menolak Jadi ”Pilot Project” 16 Merumuskan Strategi Pengamanan Pilkada 17 PENDIDIKAN Gedung Perpustakaan pun

LENSA Tradisi 26

OLAHRAGA Tak Pernah Berhenti Berlari 28 LINGKUNGAN Mimpi Kubu Gersang

Jadi Segar Merangsang 36

akan Disewakan 18

MANCANEGARA Irena Sandler,

Pahlawan Perang Dunia II 20

DAERAH Pemanfaatan Eks RSUD Bangli

Antara Kepentingan SKPD dan Rehabilitasi Narkoba 22

PARIWISATA Ketika Petani di Petang Ogah Bertani

Saatnya Pariwisata Menjadi Berkah 38

TRADISI ’’Panyejeg Bhuana’’ KESEHATAN LPP Bali Tinggi,

BKKBN Gencarkan Program KB 24

Mohon Kerahayuan ”Bhuana Agung lan Bhuana Alit” 46 PROPERTI Rumah Ramah Lingkungan 50 25 - 31 Mei 2015

3


DARI PEMBACA

Antisipasi Kebisingan A

pabila melintas di kawasan seputaran Denpasar atau di daerah lainnya di Bali, akan banyak kita saksikan semangat arogansi kelompok atau perorangan yang secara sengaja memperdengarkan latihan makidung (perorangan) menggunakan alat pengeras suara. Kalau ada karya yadnya mempergunakan alat pengeras suara, itu sah-sah saja, akan tetapi kalau hanya latihan makidung, perlu kiranya kita koreksi bersama. Ada juga yang secara sengaja memutar lagu-lagu, wayang, tetabuhan dan lainnya melalui loudspeaker tanpa ada kaitan hari spesial. Hal ini tentunya mengganggu resonansi gelombang suara di udara dan kenyamanan masyarakat, sehingga perlu dievaluasi kembali. Penggunaan pengeras suara saat memutar Tri Sandhya pada waktu yang tepat misalkan tiga waktu yakni pada saat pagi, siang dan sore hari, hal ini sangat wajar, seperti layaknya umat Islam yang menyuarakan adzan saat shalat lima waktu (subuh, zuhur, azar, magrib, isya). Di luar dari kepentingan keumatan, perlu dievaluasi penggunaan loudspeaker tersebut. Dewa Nyoman Suardana, S.Ag Jl. Wibisana/Taman Sari, Denpasar

Imbauan Gemar Makan Ikan P

ejabat dan istri pejabat sering mengimbau masyarakat agar gemar makan ikan. Menurutnya, dengan makan ikan banyak kandungan gizi dan protein yang didapat. Hal itu jelas akan menjadikan anak-anak bangsa ini menjadi tumbuh kuat, sehat, dan cerdas. Sesungguhnya masyarakat Bali tidak anti dengan ikan karena sejak dulu kita sudah mengetahui bahwa masyarakat Bali suka makan ikan, terutama ikan yang diawetkan/dikeringkan semacam sudang, gerang, dan peja. Kalau boleh disebut mungkin lebih dari 75% masyarakat Bali sudah gemar makan ikan. Persoalannya sekarang, andaikata masyarakat sudah bertubi-tubi diimbau gemar makan ikan, tapi uangnya tidak ada apa mungkin hal itu terjadi? Katanya kita hidup di negara maritim, penghasil ikan yang luar biasa tapi kenapa harga-harga ikan di pasar tak dijangkau oleh masyarakat, lebih-lebih mereka yang tergolong RTM (Rumah Tangga Miskin)? Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

25 - 31 Mei 2015

4


Bandar Narkoba Investasi di Bali EKSEKUSI mati dan gencarnya penindakan terhadap bandar narkoba diyakini tak membuat peredaran narkoba tiarap. Bahkan pasar narkoba cenderung menguat. Sindikat narkoba internasional malah memosisikan sejumlah daerah termasuk Bali sebagai pasar potensial. Bahkan, sindikat narkoba ditengarai telah menjadikan Bali sebagai lahan investasi. Mereka melakukan kejahatan pencucian uang dari bisnis gelap narkoba. Para bandar dan sindikat narkoba terus menyasar lintas generasi dan profesi. Indikasi ini terlihat dari kerap tertangkap sindikat narkoba internasional yang mencoba menyelundupkan narkoba ke Bali dalam jumlah besar. Inovasi bandar narkoba dalam membuka pasar narkoba harus diwaspadai masyarakat. Menyikapi peredaran narkoba, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, hanya 32,54 persen responden yang yakin peredaran narkoba akan tiarap setelah penerapan hukuman mati dan gencarnya razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian. Responden yakin dalam kurun waktu tertentu predikat Indonesia termasuk Bali sebagai pasar narkoba akan terkoreksi.

Syaratnya, penegak hukum tidak main mata dengan bandar narkoba. Sedangkan, 62,71 persen responden mengaku tidak yakin peredaran narkoba akan tiarap pascaeksekusi mati dan gencarnya razia yang dilakukan polisi dan BNN. Responden menyakini sindikat narkoba akan terus mencari celah memasarkan barang haram ini mengingat keuntungnya sangat tinggi. Faktanya, kini banyak varian baru narkoba yang tidak diatur dalam undang-undang. Sindikat internasional juga akan terus melakukan perluasan jaringan dan melakukan inovasi pemasaran narkoba. Salah satunya dengan mengolah narkoba menjadi makanan ringan termasuk permen. Responden juga meyakini sepanjang aparat hukum masih bisa disuap, sindikat narkoba di Indonesai termasuk Bali akan tetap bisa memasarkan narkoba. Buktinya banyak sindikat yang masih bisa memperdagangkan narkoba dari penjara. Tak hanya itu, sejumlah oknum polisi malah ditangkap karena ikut menjadi bagian dari jaringan pengguna dan pengedar narkoba. Bahkan, yang lebih memprihatinkan ada perwira polisi yang memeras bandar narkoba. Sedangkan 4,75 persen responden tak memberikan respons terkait hal ini. Mereka hanya berharap polisi dan BNN bekerja profesional dalam memberantas perdagangan

narkoba. Selain itu, responden juga berharap aparat hukum yang main mata dengan bandar narkoba sebaiknya dipecat. Dira Arsana Bali dijadikan pasar empuk oleh bandar narkoba. Polisi juga mengakui hal ini dan telah melakukan berbagai strategi untuk menindaknya. Menyikapi hal ini, yakinkah anda pemberantasan narkoba di Bali akan berjalan optimal?

4,75% Tidak tahu

N=673

62,71% Tidak Yakin

32,54% Yakin grafis: tomik cahya

25 - 31 Mei 2015

5

5


OPINI

Partai Politik dan Mitos Orang Kuat

D

alam penyelenggaraan kongres partai, pemilihan ketua umum menjadi sangat krusial sekaligus menjadi acuan keberlangsungan parpol. Pemilihan ketua umum juga menjadi atensi publik karena akan dinilai sejauh mana partai tersebut menegakkan arus regenerasi. Marshment dan Rudd (2003) memandang bahwa pemimpin parpol merupakan salah satu aspek produk partai yang penting, di mana publik akan menaruh perhatian. Kuatnya tokoh-tokoh partai lawas menginisiasi bahwa partai masih memiliki ketergantungan terhadap orang kuat. Sikap ketergantungan terhadap sosok tetentu menandakan bahwa partai tersebut telah gagal dalam mengelola dan mengorbitkan regenerasi. Tidak heran apabila kader-kader parpol masih memiliki harapan besar kepada tokoh lawas. Akibatnya, partai dikelola dan dan dianggap sebagai hak milik dan bukan hak kolektif. Simpul ketergantungan parpol terhadap tokoh tertentu diakibatkan oleh minimnya pengetahuan dan akselerasi politik yang dimiliki para kadernya. Kader parpol hanya menjadi cukong politik di internalnya. Artinya, kader dititikberatkan sebagai bagian dari kelengkapan parpol. Dalam hal ini, kader hanya sebagai pencari keuangan partai. Sementara pengelolaan tidak dilibatkan. Dalam hal ini, pengelolaan partai hanya melibatkan orang-orang tertentu. Misalnya orang-orang dekat, orang yang memiliki finansial, dan keluarga. Akibatnya, partai menelurkan “anak-anak politik”. Dalam khazanah perpolitikan Indonesia, anak-anak politik sudah mulai merebak. Di internal partai PDI-P ada Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Di PAN ada Ahmad Hanafi Rais yang sekarang menjadi anggota DPR RI. Sedangkan di Partai Demokrat ada Edhie Baskoro Yudhoyono. Semua nama tersebut memiliki peran dan kursi strategis di internal partainya.

6

Oleh Aminuddin

Dalam kongres partai politik, estafet kepemimpinan merupakan hal utama yang diperhatikan mengingat ketua umum akan menjadi mandor sekaligus simbol politik setidaknya lima tahun berikutnya. Meskipun demikian, peluang untuk memenangkan pemilihan umum maupun pemilihan presiden juga tidak boleh luput dari radar pertimbangan. Untuk itu, politik dua arah harus menjadi pertimbangan politik dalam menentukan ketua umum. Dua arah tersebut meliputi konflik internal dan hubungan parpol dengan masyarakat (konstituen). Gioia dan Chittipeddi (1991) mengungkapkan bahwa partai politik dengan masyarakat memiliki hubungan iterasi. Artinya, parpol dan masyarakat memiliki kerangka berfikir yang berbeda. Untuk itu, pemahaman parpol tidak hanya meliputi alasan meredam konflik dalam pemilihan ketua umum. Namun harus memikirkan arus pemilih yang terdiri dari banyak golongan. Firmansyah dalam buku Marketing Politik (2008) memandang bahwa ori-

entasi pemilih terdiri dari tiga kriteria. Pertama, pemilih rasional (rational voter). Pemilih jenis ini memiliki orientasi tinggi pada policy-problem-solving dan orientasi rendah kepada faktor ideologi. Pemilih ini menganalisis kinerja partai di masa mendatang dan masa lampau. Pemilih tidak hanya menganalisis sejauh mana platform partai ke depan. Namun juga menganalisis apa saja yang telah ditinggalkan oleh partai tersebut di masa lampau. Kedua, pemilih kritis. Jenis pemilih ini merupakan kombinasi dari tingginya orientasi pada kemampuan partai politik dalam menuntaskan permasalah bangsa. Jenis pemilih ini menganalisis ideologi parpol dan program kerja yang ditawarkan ole parpol. Kemudian, mereka mencoba memahami nilai-nila dan paham yang melatarbelakangi pembuatan sebuah kebijakan. Ketiga, pemilih tradisional. Jenis pemilih ini tidak terlalu memikirkan kebijakan partai. Jenis pemilih ini didasari atas kedekatan sosial-budaya, nilai asalusul, paham dan agama sebagai ukuran untuk memilih sebuah partai politik. Kebijakan ekonomi, politik, pendidikan, merupakan paameter kedua. Terkait dengan hal ini, di sinilah calon ketua umum harus melihat dan memiliki kepekaan dalam arus pemilih. Calon ketua umum tidak hanya dipertimbangkan dalam aspek untuk menekan konflik partai. Jika orientasi pemilih tersebut tidak menjadi acuan, bukan tidak mungkin dalam pemilihan umum akan ditinggalkan begitu saja. Lebih nahasnya lagi, bukan tidak mungkin partai tersebut akan mengalami kebangkrutan dalam dukungan politik. Oleh sebab itu, mitos ketergantungan parpol terhadap tokoh tertentu menjadi sebuah ikhtiar untuk diakhiri. Jika tidak, hukuman politik akan diterima dari publik. Peneliti Politik di Bulaksumur Empat dan Alumnus UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

25 - 31 Mei 2015

6


BALI SEPEKAN

Pedagang Serobot Lahan Parkir PENYEROBOTAN lahan parkir oleh pemilik toko sebagai tempat berjualan terjadi di Pasar Ubud. Hal ini dilakukan dengan memasang terpal dengan memanfaatkan teras toko dan lahan parkir. Padahal, lahan parkir kendaraan di Ubud sudah semakin sempit. Berdasarkan pantauan, usai pasar tradisional pagi berlangsung, sekitar pukul 09.00 wita, para pemilik toko mulai memasang atap terpal di depan tokonya. Pemasangan ini secara langsung menyerobot lahan parkir dengan panjang sekitar empat meter kali lebar toko. Sehingga, setiap toko mendapat

tambahan tempat untuk memajang barang dagangannya. Salah seorang pemilik toko, Kadek Tama, mengaku hanya ikut-ikutan memasang terpal seperti yang dilakukan pedagang lainnya. Sebab bila hal ini tidak dilakukan, barang dagangannya tidak terlihat. Diceritakannya, sebelumnya sempat dilakukan penertiban, namun semenjak bulan lalu penyerobotan kembali terjadi. “Saya tidak tahu siapa yang memulai. Saya ya ikut saja. Kalau tidak, dagangan tidak akan terlihat,“ ucapnya. Manik Astajaya

Wantilan Pura Watu Klotok Rawan Ambruk

MBP/dwa

WANTILAN Pura Watu Klotok yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan upacara dan kegiatan sosial, kondisinya rusak parah. Warga pun tidak berani lagi menggunakan wantilan tersebut untuk beraktivitas. Selain sudah bocor, wantilan yang dibangun tahun 2002 ini juga rawan ambruk akibat kerangka bangunan mengalami keropos terutama bagian beton dan besi. Sayangnya, upaya pangempon Pura Watu Klotok untuk mengajukan permohonan perbaikan, sampai saat ini belum ditanggapi Pemkab Klungkung. Klian Pura Watu Klotok Nengah Widana (47) mengungkapkan, kerusakan wantilan di Pura Klotok sudah terjadi sejak dua tahun silam. Menurutnya selain karena faktor umur bangunan, keberadaan wantilan yang dekat dengan pantai mem-

buat bangunan tersebut menjadi cepat keropos. Ini terlihat dari besi beton kerangka bangunan yang sudah lapuk. Kondisi ini pun membuat anggota pangempon Pura Watu Klotok yang berjumlah 80 KK tidak berani lagi menggunakan wantilan untuk kegiatan upacara. Apalagi setiap angin kencang ada saja bagian wantilan yang terlepas atau pun terjatuh sehingga sangat berbahaya bila berada di dalamnya. Kini wantilan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan agama dan sosial tersebut ditutup untuk umum demi keselamatan masyarakat. Seorang petugas yang setiap hari ada di Pura Watu Klotok pun terpaksa harus memperingatkan agar pengunjung tidak duduk di dalam wantilan. Dewa Farendra

MBP/dgk

Usaha Galian C Distop JAJARAN unit IV/Tindak Pidana Tertentu Sat. Reskrim Polres Buleleng, menghentikan paksa kegiatan usaha tambang galian C di dua lokasi berbeda di Kabupaten Buleleng. Penghentian dilakukan lantaran usaha tambang tersebut tidak memiliki izin. Salah satu tambang diduga milik salah satu kerabat anggota DPRD Buleleng. Lokasi galian itu, yakni di Desa Tukad Sumaga Kecamatan Gerokgak. Usaha ini distop Jumat (8/5) lalu. Berikutnya usaha tambang lainnya di Desa Bungkulan Kecamatan Sawan. Penyetopan usaha ini dilakukan, Senin (4/5) lalu. Polisi juga sudah menahan dua pengelola usaha galian. Di antaranya, Kadek Muliawan (45) warga Banjar Dinas Pengumbahan Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dia diduga menjadi pengelola di usaha pertambangan di Desa Tukad Sumaga. Sedangkan di TKP di Desa Bungkulan, Putu Soma Widiarsana (48), warga Banjar Dinas Dauh Munduk Desa Bungkulan. Dia diamankan diduga terlibat dalam aktivitas pengelolaan tambang tanpa izin. Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ., mengatakan, usaha tambang di Desa Tukad Sumaga dan di Desa Bungkulan, terpaksa dihentikan akibat tidak mengantongi izin. Dewa Kusuma 25 - 31 Mei 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Berjuang Cabut Perpres 51/2014

S

ikap Ketua Komite III DPD RI Hardi Slamet Hood, sangat tegas soal reklamasi Teluk Benoa. Ia menyatakan menolak reklamasi dan akan berjuang agar Perpres 51/2014 yang melegalkan reklamasi Teluk Benoa dicabut. Penegasan itu disampaikan Hardi Slamet Hood, pekan lalu. Ia mengungkapkan Komite III DPD RI akan menyampaikan hal itu kepada pimpinan DPD. Selanjutnya pihaknya minta kepada pimpinan agar bersurat kepada Presiden Jokowi supaya mencabut Perpres 51/2014. “Setidak-tidaknya ditinjau kembali dan dirundingkan kembali menjadi keputusan terbaik. Selain itu keputusan tersebut harus memenuhi hak kedaulatan kebudayaan dan rakyat,” ujar Hardi. Dia juga menegaskan komitmennya untuk berjuang supaya Perpres itu dicabut. “Saya juga dapat keluhan dari berbagai elemen masyarakat Bali terhadap persoalan kebudayaan atau adat istiadat seakan-akan tereliminir oleh pembangunan modernisasi,” ujarnya. Ia mengakui telah melihat dan mendengar aspirasi masyarakat terkait reklamasi teluk Benoa. Banyak yang melakukan protes terhadap rencana tersebut. Karenanya, sudah sewajarnya kebijakan atau keputusan pemerintah terkait hal tersebut ditinjau kembali. Hardi melihat proses pembangunan apapun dilakukan baik di Bali dan tempat lain, harus prorakyat. Di samping itu, harus ada skenario mempertahankan kearifan lokal yang ada di daerah tersebut. “Misalkan kita sangat mengatahui di Bali ini, kedaulatan adatnya menjadi

bagian tak bisa dipisahkan dari kehidapan masyarakat,” ungkapnya. Oleh karena itu, dia berharap apapun yang dilakukan di Bali harus menghindari ketersinggungan atau perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat. Apalagi berkaitan dengan kebudayaan dan adat istiadat. “Inilah saya kira jalan yang harus ditempuh supaya Bali dengan ciri khas kekuatan kedaulatan adat itu menjadi njadi bagian tak terpisahkan, daripada kekuaekuatan membangun Bali itu sendiri. Bagi kami di Komite III yang salah satunya tunya bidang adalah kebudayaan, tentu terus memperjuangkan bahwa Bali memiliki miliki kedaulatan kebudayaan itu dan terus dapat dilestarikan. Sepanjang keputusan pemeremerintah dianggap melanggar adat istiadat dat itu sebaiknya dicabut,” ujarnya. Terkait keluhan-keluhan investasi besar yang tidak memperhatikan kekuatan pelakuelakupelaku ekonomi daerah, menurut Hardi,, akan menggerus proses kebudayaan itu sendiri. endiri. Oleh karena itu Bali sebagai ciri khas kekuaekuatan kebudayaan menjadi modal besarnya, arnya, harus dijaga. “Saya berpikir Komite te III mempunyai sikap untuk memperjuangkan ngkan dan menyelesaikan masalah ini (reklamasimasired) dengan Bapak Presiden Jokowi dann berr harap presiden mencabut perpres tersebut,” ebut,” tegasnya yang didampingi sejumlah anggota ggota Komite III DPD RI. Aroma berbeda terjadi ketika dilakukan kukan konsultasi publik di kantor Gubernur Bali. Sejumlah wakil rakyat yang hadir dalam alam konsultasi publik belum menunjukan kan ketegasan sikap dalam membela lingngkungan Bali. Anggota DPD-RI Kadek Arimbawa wa menegaskan bahwa DPD tidak berada da

dalam posisi pro atau kontra. Begitu juga yang disampaikan anggota DPRD Bali Wayan Diesel Astawa yang mengapresiasi keberanian PT TWBI untuk menyampaikan rencana revitalisasi Teluk Benoa di tengah gencarnya penolakan masyarakat. “Porsi Porsi saya bukan menerima dan menolak, tugas saya fungsi legislasi, fungsi budgeting, dan membuat peraturan perundang-undangan. Secara hirarki perundang-undangan, ini sudah langkah yang tepat, sudah diambil oleh pihak PT TWBI,” ujarnya. Ngurah/ Rindra

Saya juga dapat keluhan dari berbagai elemen masyarakat Bali terhadap persoalan kebudayaan atau adat istiadat seakan-akan tereliminir oleh pembangunan modernisasi Hardi Slamet Hood Ketua Komite III DPD RI

8

25 - 31 Mei 2015

8


Soal Reklamasi

Wakil Bali Terbelah?

MBP/dok

Dr. Arya Wedakarna

SIKAP tegas Ketua Komite III DPDRI Hardi Slamet Hood menolak reklamasi Teluk Benoa dan akan berjuang agar Perpres 51/2014 dicabut, semestinya menjadi kritik para wakil rakyat yang masih abuabu membela lingkungan Bali. Akademisi bidang politik Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.H.,MAP, Kamis (14/5) kemarin. Malah menyatakan heran dengan sikap sejumlah senator Bali yang kurang perhatian terhadap nasib Bali. Mereka mesti malu dengan rakyat Bali. Senator seperti ini perlu dipertanyakan komitmennya menjaga tanah kelahirannya. Keheranan Gede Wirata tentu tanpa alasan. Sebab sejumlah senator DPD yang notabena bukan orang Bali dan bukan mewakili Bali, malah gencar melakukan penolakan terhadap upaya-upaya yang merusak lingkungan Bali. Salah satunya anggota DPD dari Nusa Tenggara Barat Lalu Suhaimi. Dalam rapat dengar pendapat di DPD RI, Suhaemi mengakui Bali dikenal dunia karena memiliki kekhasan, baik seni, budaya dan alamnya. “Oleh karena itu, kalau mau mengubah atau merevitalisasi maupun mereklamasi, harus hati-hati,” ingatnya. Selain itu, dari sisi lingkungannya. Suhaimi mengatakan wilayah NTB yang disebut-sebut akan menjadi lahan sumber material reklamasi juga harus diperhatikan kelangsungan alamnya. “Sebab, Bupati Lombok Timur ingin pasir di wilayahnya diambil, tetapi Gubernur NTB justru menolaknya,” katanya. Lalu bagaimana dengan sikap senator asal Bali? Adakah mereka terbelah menyikapi rencana reklamasi Teluk Benoa? Pertanyaan ini tentu dilatarbelakangi kegamangan sikap anggota DPD wakil Bali. Seperti yang pernah dinyatakan Made ‘’Lolak’’ Arimbawa, bahwa dia bukan dalam posisi pro atau kontra terkait dengan

reklamasi. Pernyataan itu disampaikannya dalam konsultasi publik Amdal kegiatan revitalisasi Teluk Benoa, di Gedung Wiswasabha, Kantor Gubernur Bali. Sementara anggota DPD Cok Ratmadi dalam catatan Bali Post, belum pernah menyuarakan tentang pro-kontra reklamasi di Bali. Namun ketika menjadi Ketua DPRD Bali, Ratmadi berulang kali menyampaikan agar rencana itu dikaji kembali. Sementara itu dua anggota lainnya, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E. (MTRU), M.Si. dan Gede Pasek Suardika telah menyampaikan sikap tegasnya. Di beberapa pertemuan, Arya Wedakarna secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Pada pertemuannya dengan utusan KMHDI, Rabu lalu, ia pun mengaku akan mengusahakan pencabutan Perpres No.51 Tahun 2014 yang selama ini memuluskan rencana reklamasi. “Saya akan mengusahakan, kemarin Ketua Komite III sudah menolak. Komisi IV DPR sudah menolak. DPD RI, sebagian anggota menolak. Saya bicara dengan Menteri Agraria dan Kepala BPN, ditolak oleh beliau, Astungkara. Saya ngomong sama Menteri Perikanan, Ibu Susi, sinyalnya menolak walaupun ada opsi tukar guling atau pengganti, tapi intinya menolak. Saya tanya Pak Puspayoga, beliau menolak,” ujarnya. Sikap serupa juga dinyatakan Gede Pasek Suardika pada rapat dengar pendapat DPD RI, bulan lalu. Dalam rapat tersebut, Pasek Suardika mementahkan semua penjelasan yang disampaikan investor yang menyertakan tim kajiannya dari sejumlah akademisi. Ia juga mengkritik penjelasan dari pihak KLH dan KKP. “Kalau pendekatannya Tri Hita Karana, masih jauh sekali. Orang Bali enggak perlu Benoa direklamasi. Dulu Pulau Serangan juga dijanjikan seperti itu, tetapi nyatanya saat ini pantai dari Gianyar sampai Karangasem rusak. Lalu yang bertanggung jawab mengeluarkan izin itu sekarang ke mana? Kami sudah tidak tahu ke mana. Jangan (investor) diperlakukan sebagai dewa untuk memperbaiki Bali,” kata Pasek Suardika. Sejumlah perwakilan dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bali, KMHDI Denpasar, dan

KMHDI Badung mendatangi kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali, pekan lalu. Mereka menyatakan sikap menolak atau tidak mendukung izin dan hak pemanfaatan, pengembangan dan pengelolaan wilayah perairan Teluk Benoa untuk direvitalisasi dengan cara mereklamasi. Sejumlah alasan penolakan tertuang dalam penyataan sikap yang dibaca Sekretaris KMHDI Bali A.A. Ngurah Lokanata. Rencana reklamasi dinilai tidak mendesak bagi pembangunan Bali Selatan, bahkan Bali secara umum. Rencana ini juga disebut akan memperparah ketimpangan antara Bali Selatan dengan wilayah Bali lainnya. “Kami menilai wacana untuk menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 200 ribu tenaga kerja tidak sesuai dengan kondisi angka pengangguran di Bali pada bulan Februari 2015 yang jumlahnya hanya mencapai 33.611 orang,” imbuh Lokanata. Pihaknya menyarankan agar masalah pengangguran diatasi dengan mengoptimalkan lapangan kerja yang ada di destinasi pariwisata luar daerah Bali Selatan. Termasuk mengoptimalkan program Pemprov Bali seperti Simantri, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa, serta menggiatkan job fair. Terkait pariwisata, KMHDI meminta pemerintah, pelaku industri pariwisata dan masyarakat segera mengevaluasi dampak-dampak negatif yang membuat wisatawan jenuh datang ke Bali. “Bukan malahan harus melakukan pengembangan destinasi pariwisata baru yang berlokasi di Teluk Benoa. Rencana ini kami pandang telah membuat harmonisasi masyarakat di wilayah Bali Selatan menjadi terpecah belah. Kalau ini dibiarkan, kami nilai akan mengancam stabilitas harmonisasi krama Bali Selatan,” jelas Lokanata. Pihaknya pun meminta Pemerintah Pusat, DPR RI, DPD RI, Pemprov Bali, DPRD Bali, pemerintah dan DPRD di kabupaten/kota untuk menyikapi dan memutuskan bahwa izin dan hak pemanfaatan, pengembangan dan pengelolaan wilayah perairan Teluk Benoa tidak perlu dilaksanakan. Pemerintah dan DPRD dikatakan lebih baik menangani kawasan pesisir pantai di Bali yang mengalami abrasi. Rindra 25 - 31 Mei 2015

9

9


LAPORAN UTAMA

Jokowi Jangan Terjebak

S

ekitar 30 surat dikirim kepada Presiden Jokowi. Isinya mendukung reklamasi/revitalisasi Teluk Benoa. Surat itu dikirim sejumlah bendesa adat, mantan bendesa adat dan forum. Sebagian besar dari pengirim surat itu berlokasi jauh dari Tanjung Benoa. Karenanya masyarakat Tanjung Benoa menyayangkan adanya surat pernyataan sikap tersebut. Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya menyatakan, gerakan tersebut mencederai perjuangan masyarakat Tanjung Benoa yang telah sepakat menolak reklamasi Teluk Benoa. Ia juga menyesalkan ada mantan bendesa adat yang masih mengaku-aku sebagai bendesa adat mengirim surat dukungan. “Kalau cantumkan atas nama pribadi, itu tidak kami persoalkan. Masalahnya ini menggunakan embel-embel mantan bendesa. Bahkan dalam surat itu tertulis bendesa adat periode 2012-2105. Padahal ia sudah diganti pada 2014. Itu tidak tahu malu namanya dan terkesan ada balas budi,” ujar Wijaya, pekan lalu. Menurut anggota DPRD Badung ini, masyarakat Tanjung Benoa sampai saat ini tidak mau tawar menawar lagi dengan investor yang berencana menguruk Teluk Benoa. Diduga oknum-oknum bersangkutan telah mendapat sesuatu atau janji-janji, mereka pun mengirim surat dukungan terhadap rencana reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa. Apalagi tersiar kabar investor sampai saat ini telah mengeluarkan biaya sekitar Rp 1 triliun untuk memuluskan rencana reklamasi. “Kita sudah lakukan penolakan reklamasi dan kita punya bukti sikap masyarakat untuk itu. Apa maksudnya mereka mengirim surat ke presiden.

10

Itu membawa-bawa nama desa kami,” kata Wijaya. Jika memang surat itu sampai ke presiden, Wijaya berharap Presiden Jokowi cermat dalam mempertimbangkan kebijakan yang akan diambil. Jokowi harus mampu menelaah, apakah surat itu murni keinginan masyarakat atau justru permainan orang-orang tertentu yang mendapat keuntungan. Jangan sampai surat itu justru menjadi rujukan dalam pengkajian Amdal untuk reklamasi Teluk Benoa. “Kami mohon Bapak Jokowi menyimak maksud dari itu semua. Kalau meminta persetujuan masyarakat pesisir untuk Amdal, coba turun ke lapangan dan lihat sebenarnya apakah masyarakat menerima atau menolak reklamasi,’’tegasnya. Sementara itu akademisi bidang Hukum Laut Internasional Anak Agung Arjawa, S.H., M.H., mengatakan, strategis apapun akan dilakukan untuk memuluskan reklamasi Teluk Benoa. Oleh karena itu, Presiden Jokowi diharapkan jangan terjebak terhadap orang-orang yang mengaku bedesa adat dan sebagainya. “Kemungkinan orang-orang yang mengirim surat setuju revitalisasi Teluk Benoa ke Bapak Jokowi, diperalat oleh orang-orang di balik layar. Padahal sebagian besar masyarakat Bali menolak reklamasi tersebut,” tegas Arjawa, pekan lalu. Kalau benar mereka bendasa adat, sebelum bersurat ke Jokowi harus ada paruman dulu. Apalagi hanya sebatas mantan bendesa adat, tidak bisa dianggap mewakili warga adat. “Kalau merasa dicatut namanya, masyarakat adat semestinya bersikap. Saya curiga rekayasa mengatasnamakan desa adat,” ujarnya. Supaya masalah ini cepat selesai, sebaiknya Jokowi menerjunkan tim yang netralitasnya tinggi. Tim tersebut harus merekam kemauan masyarakat Bali dan kondisi riil di lapangan, supaya saat mengambil keputusan tidak keliru. Arjawa juga mengimbau supaya masyarakat Bali jangan cepat terpengaruh terhadap iming-iming investor.

Pasalnya fakta di lapangan, janji-janji investor kebanyakan tidak terbukti. “Sekarang mereka kan ada maunya, jadi janji-janjinya manis sekali. Coba setelah proyek itu jadi, paling segelintir orang lokal yang diserap. Buktinya bisa kita lihat sekarang ini,” imbuhnya. Sebelumnya sejumlah elemen yang masyarakat Bali mengirim surat kepada Presiden Jokowi yang menyatakan dukungan terhadap reklamasi Teluk Benoa. Mereka terdiri atas; sejumlah bendesa adat, mantan bendesa adat, forum, LSM dan pengurus koperasi. Mereka kompak bersurat ke Presiden pascadrummer Superman Is Dead (SID), Jerinx bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Jerinx menyampaikan penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Dari data yang disampaikan sumber Bali Post, sedikitnya 30 surat pernyataan sikap mendukung reklamasi/revitalisasi Teluk Benoa yang dikirim ke Presiden Joko Widodo. Masing-masing, 22 surat dibuat oleh forum/lembaga/koperasi/ perwakilan masyarakat, 5 surat dibuat oleh Bendesa Adat di Kuta Selatan, dan 3 surat dibuat oleh Mantan Bendesa yang juga dari Kuta Selatan. Lima surat yang dibuat Bendesa memakai kop resmi desa masing-masing. Namun isi surat lebih menyiratkan kepada dukungan secara pribadi, yang dibuat seolah-olah mewakili masyarakat desa masing-masing. Sementara tiga surat dari Mantan Bendesa tidak disertai kop resmi. Namun dalam suratnya seolah-olah masih menjabat bendesa adat. Seperti salah satu mantan bendesa di Kuta Selatan mencantumkan jabatan sebagai Bendesa periode 2006-2009, 2009-2012, dan 2012-2015. Padahal, ia sudah digantikan secara resmi oleh bendesa baru sejak hari raya Galungan, Desember 2014. Surat-surat dari bendesa dan mantan bendesa ini ditandatangani antara tanggal 10 dan 11 April 2015. Bahkan ketiga mantan bendesa kompak membuat dan menandatangani surat pada tanggal 11 April 2015.

25 - 31 Mei 2015

10


Sementara surat-surat pernyataan sikap yang dibuat oleh forum/lembaga/koperasi/perwakilan sebagian masyarakat rata-rata dibuat pada akhir Maret atau awal April 2015. Dari sejumlah surat yang dikirim kepada Presiden terdapat kemiripan redaksionalnya. Dalam surat dukungan masyarakat terhadap reklamasi Teluk Benoa terdapat lampiran yang bertuliskan ‘’Dari masyarakat yang mempunyai hak yang sama dan tidak bisa diwakili oleh keputusan apapun selain diri sendiri. Setiap warga negara mempunyai hak bebas berpendapat tanpa tekanan.’’ Sementara dalam surat bendesa adat juga terdapat kesamaan redaksional utamanya dalam alasan mendukung revitalisasi Teluk Benoa. Dalam surat itu tertulis; Bahwa dalam rangka rencana pelaksanaan revitalisasi Teluk Benoa, oleh PT TWBI kami pada prinsipnya memberi dukungan, adapun yang mendasari yakni Teluk Benoa selama ini terus mengalami pendangkalan yang berdampak akan tersumbatnya alur sungai yang menuju teluk, keindahan teluk benoa akibat tersedimentasi menjadi hilang, jika direvitalisasi maka terdapat daerah wisata baru yang sangat menjanjikan untuk kemajuan Bali. Apabila revitalisasi dilakukan kami berharap pembangunan yang dilaksanakan sesuai dengan konsep pembangunan Bali yakni mengikuti konsep Tri Hita Karana. Demikian pernyataan ini kami buat tanpa ada tekanan dari pihak manapun.’’ Dedy/Ngurah

Drummer Superman Is Dead (SID), Jerinx bersama-sama seniman lainnya usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Jerinx menyampaikan penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. MBP/dok

25 - 31 Mei 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

TATAP MUKA - Serangkaian HUT ke-811 Kota Bangli sekaligus Peda (Pekan Daerah) ke-25 KTNA tingkat Provinsi Bali, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., bertatap muka dengan para Petani dan Nelayan seluruh Bali dalam Temu Wicara di Gedung Bukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, Minggu (10/5) lalu. Temu Wicara menghadirkan Pejuang Kaum Marhaen, Made Urip didampingi Anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Adhi Ardana dan Perwakilan dari Bappeda Provinsi Bali yang dihadiri para anggota KTNA se-Bali untuk membahas penguatan kedaulatan dan ketahanan pangan di Bali. Penyelenggara sekaligus Ketua KTNA Bali, Ir. I Nengah Mawan mengaku Peda merancang Temu Wicara dengan Gubernur dan pejabat teras provinsi terutama Anggota Komisi DPR RI, Made Urip serta Anggota DPRD Provinsi Bali. Tatap muka ini untuk penyampaian aspirasi para Petani dan Nelayan di Bali agar bisa diketahui dan diperjuangkan oleh pemerintah, terutama Made Urip selalu hadir setiap kegiatan Peda.

MBP/kmb

TINJAU - Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya meninjau langsung pelaksanaan UN di SMP Negeri 3 Tabanan, Kamis (7/5). Dalam kesempatan itu, Wabub Sanjaya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tabanan (Kadisdikpora) Putu Santika, Camat Tabanan IGA Supartiwi serta Kepala Sekolah SMPN 3 Tabanan Nyoman Sulendra. Dalam kunjungannya, Wabub Sanjaya memuji SMPN 3 Denpasar karena sangat disiplin dalam menjalankan UN. Sanjaya pun berharap ke depannya SMPN 3 Tabanan serta sekolah-sekolah lain di Tabanan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia maupun sumber daya alam sekolah. Pada kesempatan itu, Wabub Sanjaya juga membahas mengenai sistem ujian online yang memungkinkan untuk diselenggarakan beberapa tahun ke depan.

MBP/ist

MBP/ist

SERAHKAN PIALA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyerahkan piala pemenang Try Out Online Tingkat SMP se-Kota Denpasar dalam acara pembukaan Gelar Teknologi SMK Tahun 2015 yang berlangsung di Jl. Kamboja Denpasar pada Jumat (8/5). Penyerahan hadiah kepada para pemenang Try Out Online ini didampingi oleh Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Executive Vice President Telkom Regonal V Iskriono Widiarjanto, GM Witel Bali Selatan I Gusti Bagus Ranuh dan Kepala Ganesha Operation Cabang Bali I Dewa Ketut Kanjaya. Acara Try Out Online ini diselenggarakan oleh PT Telkom Wilayah Bali Selatan bekerjasama dengan Disdikpora Kota Denpasar serta Ganesha Operation yang telah berlangsung dengan baik pada tanggal 21 -30 April 2015 di Wifi Corner Ganesha Operation Melati. Acara Tryout ini diikuti oleh 229 siswa SMP dari 15 sekolah se-Kota Denpasar

EDUKASI - Guna mengedukasi tren internet dewasa ini, BEM FH Unmas Denpasar, Selasa (12/5) menggelar talkshow bertema ‘’Berinternet yang Sehat’’. Talkshow dibuka Dekan FH Unmas I Nengah Susrama, S.H., M.H. didampingi WD I I Gusti Ngurah Anom, S.H., M.H., WD III Ni Luh Gede Yogi Arthani, S.H., M.H. dan Kaprodi Dr. I Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H. Talk show, menurut Ketua Panitia Putu Manika Putri, diikuti 100 mahasiswa. Tema ini dipilih karena Indonesia sebagai pengguna internet terbesar di dunia masih banyak menyalahgunakan internet dewasa ini. Misalnya mengakses materi yang berbau pornografi, bahkan tindak kriminalitas mengejar korban lewat internet. Acara ini juga serangkaian Hari Pendidikan Nasional. Ketua BEM Unmas Denpasar Ni Made Dwi Patmawati mengungkapkan berinternet yang sehat bisa diarahkan untuk mengakses materi internet yang berguna bagi diri dan orang lain.

12

25 - 31 Mei 2015


MBP/ist

DIANGKAT - Memasuki tahun ajaran baru, Universitas Warmadewa (Unwar) berinovasi untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mahasiswa. Tahun ini sebanyak 34 dosen muda diangkat sebagai dosen tetap, ditambah empat karyawan baru. Para dosen muda dan karyawan baru tersebut, Selasa (12/5) dikumpulkan oleh Kabiro Umum dan Keuangan Unwar I Made Wijaya, S.IP. dan Kabag Kepegawaian Ni Wayan Mulyani untuk mendapatkan pengarahan dari Rektor Unwar Prof. Dewa Putu Widjana beserta Wakil Rektor dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Saat itu A.A. Gede Oka Wisnumurti menekankan pentingnya para dosen dan karyawan baru untuk mematuhi Peraturan Karyawan No. 004 yang diterbitkan yayasan. Dengan pemahaman yang sama mereka akan mengetahui tugas dan fungsi, tanggung jawab serta hak-haknya.

MBP/ist

BAGIKAN - Bakal calon Bupati Karangasem I Wayan Sudirta, membagikan ratusan bungkus sembako kepada ratusan warga miskin di Desa Bhuana Giri Kecamatan Bebandem, Karangasem, Selasa (12/5). Aksi ini disambut hangat masyarakat setempat. Sebab, di tengah kesulitan hidup dengan melambungnya harga kebutuhan pokok, sembako dari tokoh nasional asal Desa Pidpid ini, dirasakan sangat berarti bagi keberlangsungan kehidupan warga. Aksi bagi-bagi sembako dipusatkan di balai desa setempat. Lebih dari 300 bungkus sembako dibagikan kepada warga di 15 banjar dinas di Desa Bhuana Giri. Ia menegaskan, setiap aksinya tidak pernah memakai uang pemerintah. Pemberian sembako cuma-cuma sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat, yang masih kesulitan memperoleh bahan pokok lantaran kesulitan hidup. Sebagai salah satu bakal calon, Ia memilih bersikap dewasa.

MBP/ist

MBP/ist

ASPIRASI - Kantor DPD-RI menerima aspirasi dari masyarakat Bali terkait sejumlah RUU yakni RUU Ekonomi Kreatif dan pengawasan terhadap UU Sisdiknas dan UU Pendidikan Tinggi. Hal ini terekam dalam dialog DPD -I dengan komponen masyarakat Bali di Gedung DPD-RI di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar. Rombongan DPD yang hadir di antaranya Hardi Selamat Hood (Ketua Komite III DPD-RI/Senator Kepri), Sudirman (Senator Aceh), Daryati Uteng (Senator Jambi), Abdul Aziz (Senator Sumsel), Habib Hamid Abdullah (Senator Kalsel), Maria Goreti (Senator Kalbar), Novita Anakkota (Senator Maluku) dan Senator Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dalam acara yang juga dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dasi Astawa, perwakilan mahasiswa Universitas Mahasaraswati Fika Virgiyan Handayani menyampaikan aspirasi terkait program pratikum yang selama ini mendapat kendala.

RAYAKAN - Sebagai wujud rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa serta ucapan terima kasih kepada para nasabah dan seluruh stakeholder, keluarga besar BPR Padma merayakan hari jadi yang ke-10. Serangkaian perayaan HUT ini dilaksanakan beberapa kegiatan seperti: Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melaksanakan kunjungan di salah satu Yayasan Yatim Piatu (YAPPA) serta keluarga raskin (masyarakat miskin) di sekitar lingkungan BPR Padma, kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan untuk karyawan/wati BPR Padma yang dilaksanakan pada Jumat (1/5) di halaman depan Kantor BPR Padma Jl. Raya Sesetan No. 324 Denpasar. Serta melaksanakan kegiatan Customer Gathering “Appreciation Night� yang juga merupakan salah satu dari rangkaian perayaan HUT, Sabtu, 9 Mei 2015 di The Trans Resort Bali. 25 - 31 Mei 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/Ist MBP/Ist

ALUMNI - April 2015 merupakan salah satu bulan istimewa bagi Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar Mediterranean Bali karena pada April 2015 lalu, ada 52 orang alumni maupun mahasiswa aktif dari ke empat Kampus Mediterranean Bali yang lulus tes akhir di Kapal Pesiar Ternama yaitu Carnival Cruise Line dan Kapal Pesiar Norwegian Cruise Line (NCL ) dengan berbagai posisi mulai dari Asst. Waiter/ss, Rest Steward/ss, Asst Cook, Asst Butcher, Galley Steward, Hotel Steward, Hotel Utility, dan Cook Trainee. Final Interview tersebut diadakan di Agent CTI Group Bali pada 11 dan 12 April untuk Kapal Pesiar Carnival dan 21 dan 22 April untuk Kapal Pesiar NCL. Direktur Mediterranean Bali A.A. Gede Abdiarta sangat bersyukur karena lulusan Mediterranean Bali semakin diincar industry Pariwisata baik hotel maupun kapal pesiar.

AKREDITASI - Kemajuan luar biasa ditunjukkan Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar sejak dipimpin Rektor Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Kini PTS unggulan ini segera meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT). Pada Kamis (7/5), tiga asesor BAN-PT melakukan visitasi untuk AIPT di Undwi. Mereka masing-masing Prof. Dr. Ir. Jamasri (UGM), Prof. Soesanto (Universitas Negeri Semarang) dan Prof. Dr. Ir. Ikhsan Semaoen, M.Sc. (Universitas Brawijaya). Saat divisitasi semua civitas akademika Undwi Denpasar tampil all out dengan mengeluarkan produk unggulan dan program kerja setiap divisi. Dipamerkan puluhan jenis buku hasil karya dosen Undwi serta produk penelitian dosennya. Para asesor ini diterima Ketua Yayasan Dwijendra Pusat M.S. Chandra Jaya, Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati bersama Wakil Rektor Dr. Putu Gde Ery Suardana, Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si. dan Drs. IB Rai, M.Si. Ikut hadir para dekan dan pimpinan unit di Undwi.

MBP/ist

MBP/ist

MAHASABHA - Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen menggelar musyawarah besar Mahasabha III/2015 di Gedung PHDI Provinsi Bali, Jl. Ratna Denpasar, Minggu (10/5). Seluruh pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen yang tersebar di Bali, Lombok, Jakarta, Surabaya, Lampung, sampai Sulawesi diundang pada Mahasaba III, itu. Pasemetonan ini terdiri atas Catur Warga, di antaranya Arya Wang Bang Pinatih, Arya Wang Bang Ngurah Sidemen, Arya Wang Bang Waya Beya, dan Arya Wang Bang Sigra Manikan. Mahasaba III ini merupakan konsolidasi Pasemetonan setiap lima tahun sekali.

14

25 - 31 Mei 2015

SUDAH BEKERJA - Kepala SMK TP 45 Denpasar, Drs. I Wayan Dastera, Senin ( 11/5) melepas 42 siswa kelas XII. Yang menarik dari semua lulusan itu, sebagian besar sudah bekerja di dunia industri. Acara pelepasan diawali dengan upacara samawartana di parahyangan setempat karena ketika memasuki sekolah ini mereka diupacarai sisya upanayana. Hadir di acara itu Ketua Yayasan TP 45, I Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. beserta Sekretaris I Drs. Dewa Nyoman Dana, jajaran pengurus lainnya, Wakil Ketua Komite SMK TP 45, Drs. I Ketut Nuda dan kepala sekolah di lingkungan TP 45 Denpasar. Kasek I Wayan Dastera didampingi para wakasek Drs. I Wayan Sujana, Drs. I Made Suana, Dra. Ni Nengah Wirawati mengungkapkan dari 42 siswa yang dilepas terdiri dari Program Keahlian Akuntansi dan Administrasi Perkantoran.


MBP/ist MBP/ist

KESEPAKATAN - Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kejaksaan Negeri Denpasar dan Tabanan dengan Kantor Cabang Denpasar BPJS Kesehatan dilangsungkan Senin (11/5) di Bale Udang, Kuta. Kerja sama tersebut dalam rangka peningkatan kualitas layanan khususnya mewujudkan kepatuhan badan usaha terhadap peraturan perundangan terkait BPJS Kesehatan. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. I Putu Gede Wiadnyana masing-masing dengan Kepala Kejari Denpasar Emanuel Zeboa dan Kepala Kejari Tabanan Atang Bawono. Penandatanganan disaksikan langsung Kepala Divisi Regional XI BPJS Kesehatan dr. Ni M.A.S. Ratna Sudewi.

PENILAIAN - Road Show penilaian lomba Desa Tingkat Kabupaten Karangasem memasuki Desa keenam dari delapan desa yang akan dinilai. Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. bersama Tim Penilai Kabupaten yang dipimpin oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa I Komang Daging, S.Sos.,M.Si. bertandang ke Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Senin (11/5). Kehadiran Wakil Bupati Karangasem bersama Tim Penilai Kabupaten disambut dengan pengalungan bunga oleh Kepala Desa Lokasari I Wayan Nedeng, S.E. Kepala Desa Lokasari I Wayan Nedeng, S.E., menyampaikan berbagai potensi yang dimiliki oleh Desa Lokasari, di antaranya, di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan kerajinan rumah tangga.

MBP/ist

KOMITMEN - Tidak boleh ada kader PDI-P ngambul bila tidak mendapat rekomendasi Bu Megawati, Ketua Umum DPP PDI-P, tapi harus berkomitmen memenangkan calon yang direkomendasi partai. Hal itu ditegaskan 3 balon Bupati Karangasem dari PDI-P, Wayan Sudirta, Gde Dana, dan Agung Gde Ngurah serta seorang balon wakil Wayan Suastika dalam sosialisasi balon di Desa Seraya, Desa Bugbug, dan Desa Pertima wilayah PAC PDI-P Kota Karangasem, Minggu (9/5). Gde Dana berkomitmen dia tidak akan “ngambul� kalau tidak direkomendasikan partai tetapi akan bekerja memenangkan siapapun yang direkomendasi partai. Wayan Sudirta menegaskan bahwa siapa pun yang diberi rekomendasi dan menjadi bupati nantinya kerja sama tetap harus dilanjutkan.

MBP/ist

LEPAS SISWA - Sudah menjadi budaya SMAN 4 Denpasar melepas siswa kelas XII sebelum pengumuman kelulusan. Pada Kamis (7/5) acara pelepasan siswa kelas XII dilakukan di sebuah hotel namun dengan konsep sederhana. Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. I Wayan Rika, M.Pd. melepas 290 siswa kelas XII. Pelepasan angkatan ke-31 ini ditandai dengan penanggalan atribut jas sekolah dilanjutkan dengan penyerahan siswa kembali kepada orangtuanya melalui komite sekolah. Wayan Rika mengajak siswa yang dilepas merenung sejenak untuk mengingat dan membayangkan kasih sayang yang pernah diterima para gurunya di sekolah dan peran orangtuanya. 25 - 31 Mei 2015

15


POLITIK

Bali Menolak Jadi ”Pilot Project” TABUNG gas melon dalam dua pekan terakhir mulai sulit ditemukan di pasaran. Konsumen pun mengeluh. Kondisi inipun langsung dikaitkan dengan rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) melakukan uji coba (pilot project) penghapusan subsidi elpiji berukuran 3 kilogram di Bali. Sejumlah komponen pun menentang. Tak hanya agen, Komisi III DPRD Bali juga keberatan. Menyikapi rencana menjadikan Bali sebagai pilot project penghapusan subsidi elpiji disikapi wakil rakyat Bali dengan menyampaikan pernyataan secara resmi. Mereka meminta penundaan bahkan pembatalan Bali menjadi pilot project tersebut. “Kami dari Komisi III DPRD Bali tetap memohon kepada Kementerian ESDM agar Bali jangan dulu dijadikan sebagai percontohan penghapusan subsidi elpiji 3 kg. Kalau di daerah lain sukses dan tidak ada masalah, silakan baru Bali berikutnya,” kata Ketua Komisi III DPRD Bali Nengah Tamba. Tamba mengatakan Bali menolak jika menjadi pilot project penghapusan subsidi elpiji 3 kg ini. Langkah ini diyakini akan memberatkan dan menyengsarakan rakyat miskin. Ia mengungkapkan ketergantungan Kami dari Komisi III DPRD Bali tetap memohon kepada Kementerian ESDM agar Bali jangan dulu dijadikan sebagai percontohan penghapusan subsidi elpiji 3 kg. Kalau di daerah lain sukses dan tidak ada masalah, silakan baru Bali berikutnya.

16

masyarakat terhadap elpiji 3 kg sangat tinggi. Presentase pemakaian gas elpiji 3 kg di Bali mencapai 86 persen, pemakaian elpiji 12 kg sebesar 11 persen dan pemakaian elpiji 50 kg hanya 3 persen. “Jadi kalau subsidi ini dihapus tentu sangat memberatkan masyarakat yang sangat tergantung pada elpiji 3 kg,” tegas politisi Demokrat asal Jembrana itu. Menyikapi hal ini, Kementerian ESDM menyampaikan Perpres Nomor 104 tahun 2010 bermaksud memberikan subsidi elpiji kepada rumah tangga miskin dan usaha mikro. Namun, kalau dilihat dari jumlah pengggunaan elpiji 3 kg sampai mencapai 5,7 juta metrik ton secara nasional maka posisi subsidi mengalami tren kenaikan atau membengkak, bukan penurunan. Jadi ada kelemahan di sektor pengawasan distribusinya. Disebutkan pula, rencana uji coba (pilot project) penghapusan subsidi elpiji berukuran 3 kilogram di tiga daerah yakni Batam, Bangka dan Bali dalam rangka pemberian subsidi tepat sasaran. Rencananya subsidi ini akan dialihkan untuk masyarakat miskin dengan mendapatkan bantuan non tunai sebesar Rp 45 ribu per bulan,

melalui Kartu Keluarga Sejahtera. Kalangan pelaku bisnis elpiji 3 kilogram juga menentang rencana ini. Agen elpiji 3 kg PT Gadarata. Menurut Made Nuraja, Komisaris PT Gadarata, pencabutan subsidi elpiji 3 kg tentunya akan memberatkan masyarakat. “Saya berharap agar subsidi tidak dihapus. Kasihan masyarakat,” ujarnya. Meski mendengar adanya rencana pencabutan subsidi elpiji 3 kg, namun ia mengaku belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari Pertamina. Ia justru mendengar jika Bali menolak pencabutan subsidi tersebut. Tiap harinya, ia mengaku masih menjual elpiji 3 kg seharga Rp 13.300 per tabung. Ia mendistribusikan dua truk tabung yang berisi 560 tabung per truk. “Kami mendistribusikan tabung di wilayah Kota Tabanan, Kediri dan paling jauh Bajra,” ujarnya. Hal yang sama juga dipaparkan salah satu karyawan di agen penjualan elpiji 3 kg, Dewa Ayu. Ia mengaku belum mengetahui informasi mengenai pencabutan subsidi elpiji 3 kg. “Belum dapat informasi,” ujarnya. Sanjiwani/Widana

25 - 31 Mei 2015

16


Merumuskan Strategi Pengamanan Pilkada PILKADA serentak diprediksi sarat konflik. Selain aturannya belum jelas, dualisme kepengurusan partai diprediksi akan menjadi masalah tersendiri. Mencermati potensi konflik ini, pihak kepolisian pun mulai memetakan potensi konflik. Strategi pengamanan pun disusun. Usulan dana pengamanan pun dirancang. Pilkada di Kabupaten Tabanan, persiapan pengamanan pilkada pun mulai digulirkan. Berdasarkan usulan, rancangan anggaran pengamanan pilkada mencapai Rp 3 miliar. Namun, usulan ini belum diputuskan. Pengakuan ini dilontarkan Kapolres Tabanan AKBP Komang

Suartana. Ia memaparkan anggaran sebesar Rp 3 miliar ini masih dalam tahap usulan dan belum diputuskan. “Usulan ini sedang dibahas,” ujarnya. Sementara itu, mengenai persiapan dalam menghadapi adanya sengketa dalam pilkada, lanjut Suartana mengatakan pihak Polres Tabanan telah menyiapkan anggotanya dengan melakukan pelatihanpelatihan rutin berupa simulasi keamanan untuk pilkada. “Saat ini, pelatihan dilakukan di Polres dulu,” ujarnya. Setelahnya simulasi ini akan diintensifikan menjelang pilkada dan langsung diterapkan ke lokasi seperti TPS, kantor DPRD maupun Pemkab Tabanan ataupun daerah rawan konflik saat pilkada berlangsung. Jumlah personel yang akan dilibatkan, menurut Suartana akan disesuaikan dengan jumlah TPS nantinya. “Apabila TPS-nya 100, personelnya juga 100,” tuturnya. Untuk satu TPS memang akan dialokasikan satu petugas kepolisian yang nantinya dibantu oleh Limas maupun anggota TNI dalam menjaga keamanan. Terkait dengan anggaran Pilkada, KPU Tabanan mengaku merancang anggaran Rp 16 miliar. Dana ini untuk pilkada satu putaran. Dari jumlah ini, Rp 48 persen digunakan untuk honor

MBP/dok

Suartana

penyelenggara ad hoc. Ketua KPUD Tabanan Luh Darayoni mengatakan, honor bagi penyelenggara ad hoc seperti PPK yang berjumlah 100 orang, PPS berjumlah 798 orang, KPPS – 7.020 orang , PPDP (petugas pemutahiran data pemilih) 8.969 orang dan 5 orang anggota KPU, mencapai Rp 7,5 miliar. “Untuk besarannya kita masih mengacu pada honor saat pelaksanaan pemilu presiden,” katanya. Ditambahkanya, penyusunan pos-pos anggaran ini tentu saja masih berpedoman pada Permendagri nomor 57 tahun 2009. “Bila nanti ada permendagri yang baru, maka rancangan ini akan disesuaikan juga,” ujarnya. Sementara itu disinggung masalah data pemilih, KPU Tabanan sifatnya masih menunggu dari departemen dalam negeri (depdagri) dan KPU RI, setelah itu prosesnya baru diserahkan ke masing-masing KPUD. Puspadewi/Sanjiwani

Darayoni

25 - 31 Mei 2015

17

17


PENDIDIKAN

Gedung Perpustakaan pun akan Disewakan edung Daerah Bali kini dilirik untuk mendatangkan pendapatan asli daerah. Lokasi gedung di Jalan Teuku Umar, Denpasar memang cukup strategis untuk pengembangan bisnis. Namun, Kepala Biro Aset Pemprov Bali Drs. Ketut Adiarsa, M.H. beralasan daerah tersebut sudah agak krodit, sehingga pihaknya berencana untuk merelokasi Perpustakaan Daerah ke Kantor Arsip di kawasan civic center Renon. “Perpustakaan dan arsip ini terpencarpencar, ada dua kantor sehingga ini kurang efektif. Akan lebih baik alternatifnya adalah perpustakaan itu ditempatkan di satu tempat yang lebih representatif itu di kawasan Renon. Jadi satu kantor, akan ditata ulang,” ujarnya. Setelah digabung menjadi satu, kata Adiarta, otomatis gedung per-

G

18

25 - 31 Mei 2015

pustakaan di Jalan Teuku Umar tidak lagi berfungsi untuk pelayanan. Oleh karena itu, nantinya gedung tersebut akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Kerja sama ini sekaligus untuk mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah. “Semua aset itu fungsinya adalah fungsi pelayanan. Kalau tidak digunakan dalam fungsi itu baru dapat dilanjutkan untuk fungsi pemanfaatan,” jelasnya. Adiarsa menambahkan, saat ini pihaknya masih menyiapkan tempat baru untuk UPT Pertanian yang menempati gedung di belakang Kantor Arsip. Setelah itu, secara bertahap baru bisa melakukan relokasi gedung Perpustakaan ke gedung yang kini ditempati UPT Pertanian. Dengan demikian, masih belum diketahui gedung Perpustakaan nantinya akan dikerjasamakan dengan siapa atau dalam bentuk apa.

“Setelah nanti itu tidak dimanfaatkan lagi baru kita buat kajian lebih lanjut untuk rencana pemanfaatan kedepan. Sekarang masih digunakan, belum bisa kita,” tandasnya. Selain rencana penggabungan Perpustakaan dan Kantor Arsip, Pemprov Bali sebelumnya telah menggabungkan Kantor Dinas Peternakan di Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan. Kantor Dinas Peternakan kini dimanfaatkan untuk perluasan Rumah Sakit Indera. Biro Aset juga masih melakukan kajian untuk menggabungkan juga Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perkebunan dengan kedua kantor dinas tersebut. Penggabungan kantor-kantor dinas yang serumpun ini dinilai dapat memudahkan koordinasi serta pelayanan kepada masyarakat. Rindra


Minat Baca Rendah, Perpustakaan Wajib Berbenah PERKEMBANGAN teknologi berpengaruh besar terhadap menurunnya minat baca masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Kecenderungan itu sulit dibendung dan dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap masa depan remaja. Terlebih, perpustakaan sekolah hingga perpustakaan yang dikelola pemerintah daerah tak kunjung berbenah. Persoalan itu terungkap dalam interaktif program “Anak Bangsa” yang disiarkan langsung Radio SWiB 106,8 FM, belum lama ini. Program interaktif itu mengundang khusus I Gede Aries Pidrawan, S.Pd., guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA PGRI 1 Amlapura. Salah satu guru berprestasi ini, mengungkapkan kecenderungan saat ini, minat baca masyarakat, khususnya para remaja cenderung memilih media online, ketimbang pergi ke perpustakaan. Kalau tujuannya mencari bahan bacaan masih bisa dimaklumi. “Tetapi, orang yang gemar membuka media online, sepenuhnya bukan mencari bahan bacaan. Tetapi lebih gemar membuka media sosial,” terangnya. Pembina ekstrakurikuler sastra dan jurnalistik ini menyarankan, sebaiknya

memanfaatkan perpustakaan untuk memperoleh sumber informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dari pada di media online yang keakuratan informasinya masih meragukan. Namun, untuk membuat kalangan remaja ataupun masyarakat umum agar gemar membaca juga tidak mudah. Alumni SMAN 2 Amlapura ini menegaskan, perlu kerja sama semua pihak. Misalnya di sekolah, perpustakaan yang baik harus menyediakan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya berkaitan dengan pelajaran di sekolah, tetapi juga sisi lain dari kebutuhan siswa. Terutama yang berkaitan dengan sastra, seperti novel populer dan karya sastra populer lainnya. “Sejauh pengamatan saya, perpustakaan di sejumlah sekolah, update bukunya kurang. Kadang lebih banyak buku-buku keagamaan yang tidak akrab dengan para pelajar. Perlu diperbanyak novel-novel remaja,” kata Aries yang sempat menjadi juara III dalam lomba esai antar guru se-Bali tahun 2014. Namun, syukurnya beberapa sekolah lainnya di Karangasem juga sudah menyadari persoalan itu. Dimana, kebutuhan buku-buku bagi remaja sudah mulai diperbanyak. Untuk menambah wawasan, lulusan Undiksha

Singaraja ini juga sempat menyarankan agar para siswa pergi ke Perpustakaan Daerah yang dikelola Pemerintah Kabupaten Karangasem. Sayangnya, disitu juga menghadapi masalah yang sama. Koleksi bukunya cukup bagus, tetapi pelayanan dan penataan bukunya masih bermasalah. Dia menegaskan, menumbuhkan minat membaca perlu pengelolaan perpustakaan yang profesional. Dimana, untuk membuat seseorang berminat ke perpustakaan, petugas di dalamnya juga harus mengerti isi perpustakaan. Artinya, seorang petugas harus benar-benar memahami buku apa saja yang ada di perpustakaan itu. Ketika seorang siswa butuh sebuah buku yang dia cari, petugas bisa mengarahkannya. Termasuk menunjukkan mana buku yang bagus untuk kebutuhan yang dicari dan mana buku yang belum sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, juga mesti bisa memperkenalkan, mana buku baru yang perlu dipromosikan kepada masyarakat, karena layak dibaca dan bermanfaat. “Makanya, agar bisa seperti itu, petugas perpustakaannya juga harus rajin membaca,” tegasnya. Bagiarta


MANCANEGARA

Irena Sandler, Pahlawan Perang Dunia II

B

agi sebagian orang, nama Irena Sandler mungkin terdengar asing. Namun bagi sebagian lagi, Irena adalah pahlawan. Selama Perang Dunia II berlangsung, Irena Sendler bersama teman-teman sejawatnya telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan anak-anak Yahudi dari tragedi kamar gas. Dengan mengenakan seragam perawat, dia membawa anak-anak itu dari Kota Warsawa dan menempatkan mereka di rumah yang aman di keluarga non-Yahudi atau di panti asuhan atau biara dimana mereka dapat hidup aman dengan identitas baru. Sendler saat itu masih berusia 29 tahun dan menjadi pekerja sosial kota ketika Jerman menginvasi Polandia, September 1939. Setelah itu, warga keturunan Yahudi-Polandia itu dikurung di sebuah wilayah yang dikelilingi tembok yang bernama Ghetto. Khawatir dengan nasib anak-anak di dalam Ghetto, Sendler melakukan operasi rahasia yang penuh risiko. Dengan dalih menginspeksi kondisi sanitasi di tengah wabah demam, ia ditemani seorang asisten menelusuri ghetto. Ia kemudian menyelundupkan bayi dan anak-anak kecil dalam ambulans, trem, dan bahkan dibungkus dalam keranjang. Sementara, para remaja meloloskan diri dengan bergabung pada para pekerja yang dipaksa bekerja di luar ghetto. Kemudian mereka ditampung dalam keluarga, panti

asuhan, rumah sakit, atau biara. Irena juga memiliki seekor anjing yang ia latih untuk menggonggong kepada tentara Nazi saat ia masuk/keluar dari Ghetto supaya tangisan bayi-bayi yang ia selundupkan tidak terdengar. Selama masa itu, ia berhasil menyelundupkan keluar dan merawat sekitar 2.500 bayi/anak-anak. Pada tahun 1943, Irena ditahan, dipenjara, dan disiksa oleh Gestapo, tetapi tak seorang pun yang dapat meruntuhkan semangatnya. Dia tidak besedia membocorkan rahasia apapun. Dengan harapan suatu saat anak-anak itu bisa bersatu lagi dengan keluarganya, Sendler menulis nama asli anak-anak itu dalam secarik kertas yang dia simpan di rumah. Namun, sebagian besar keluarga anak-anak itu sudah lenyap di kamp maut. Ketika polisi Jerman menangkapnya, asisten Sendler menyimpan kertas itu di dalam toples lalu ditanam di bawah pohon apel di halaman rumah tetangga. Dari catatan itulah terungkap 2.500 nama. Dengan hukum mati yang sudah dijatuhkan kepadanya, dia diselamatkan pada menit terakhir oleh anggota Zegota, Dewan Bantuan kepada orang

Yahudi. Setelah perang usai, ia mencoba mencari orang tua mereka untuk menyatukan keluarganya kembali. Tapi sebagian besar orang tuanya telah mati digas. Anak-anak itu kemudian ia bantu untuk mendapat tempat di rumah keluarga angkat atau diadopsi. “Sungguh, dia adalah perempuan agung dan seorang yang amat peduli pada kemanusiaan yang menyelamatkan ribuan anak,� kata Stanlee Stahl, Wakil Presiden Eksekutif Jewish Foundation for the Righteous yang bermarkas di London. Setelah Perang Dunia II, Sendler bekerja sebagai petugas kesejahteraan sosial dan direktur sebuah sekolah kejuruan sambil melanjutkan membantu anak-anak yang pernah ditolongnya. Pada 1965, Sendler menjadi orang pertama yang mendapat penghargaan Righteous Gentiles dari Yad Vashem Holocaust di Yerusalem untuk para pahlawan selama perang. Para pemimpin komunis Polandia melarangnya pergi ke Israel dan ia baru menerimanya pada 1983. Tahun 2007, Irena mendapat nominasi hadiah Nobel Perdamaian. Namun ia tidak terpilih karena dikalahkan oleh Al Gore. Perjuangan Irena dikalahkan dengan issue Pemanasan Global dari Al Gore. Irena meninggal tanggal 12 Mei 2008 pada usia 98 tahun. Gugiek Savindra


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

AJAK - Bupati Badung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggelorakan semangat gotong royong menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Bupati Badung A.A. Gde Agung saat mencanangkan peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 Kabupaten Badung yang ditandai dengan pemukulan gong di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (12/5). Bupati mengatakan, peningkatan partisipasi masyarakat di Badung telah memberikan sumbangan nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh masyarakat, antara lain ditunjukkan dengan makin meningkatnya swadaya masyarakat.

MEMBANGGAKAN - Kinerja BPJS Kesehatan dalam mengelola sistem jaminan sosial nasional tahun 2014 menunjukkan hasil membanggakan. Dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip keterbukaan, kehati-hatian dan akuntabilitas, Kantor Akuntan Publik (KAP) Kanaka Puradireja memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) dan BPJS Kesehatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2014. Dengan kinerja yang baik sepanjang tahun 2014, BPJS Kesehatan pun siap menyukseskan pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengungkapkan, audit tersebut merupakan amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Dari data per 31 Desember 2014, pendapatan iuran mencapai Rp 40,72 triliun yang bersumber dari pemerintah, pemberi kerja dan pekerja, serta kelompok peserta bukan penerima upah.

MBP/ist

MBP/ist

LEPAS SISWA - Kepala SMA PGRI 6 Denpasar Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd., Selasa (12/5) melepas 136 siswa kelas XII. Mereka sebagian sudah bekerja sebelum pengumuman kelulusan. Pelepasan siswa kelas XII ditandai dengan penanggalan atribut sekolah oleh Kasek IGB Wiadnyana kemudian siswa diserahkan kepada Ketua Komite Drs. I Ketut Antara, M.Ag. disaksikan Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. dan Ketua PD PGRI Bali Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. Kasek IGB Wiadnyana mengungkapkan dari 136 siswanya yang mengikuti UAS dan UN semuanya memenuhi syarat untuk menempuh studi lanjut. Bahkan sebagian dari mereka sudah diterima di dunia industri. Dia menekankan agar lulusan SMA PGRI 6 Denpasar bekerja dulu baru melanjutkan studi

PERAN - Peranan dan partisipasi Tim Penggerak PKK Kota Denpasar dalam ikut membangun Kota Denpasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sangat tinggi. Keterlibatan PKK sampai di tingkat banjar sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini tentu bisa mempercepat program pembangunan di Kota Denpasar, terutama masalah kesehatan dan lingkungan. Demikian dikatakan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat pembukaan bintek bagi istri kepala lingkungan/kepala dusun dan sekretaris desa se-Kecamatan Denpasar Selatan di Wantilan Pura Dalem Desa Pakraman Panjer, Selasa (12/5). Dikatakannya, terkait peningkatan kesehatan masyarakat lewat program Posyandu, PKK Kota Denpasar telah berhasil dengan baik mengatasi kematian ibu dan bayi dan telah memenuhi target MDG’s. 25 - 31 Mei 2015

21


DAERAH

Pemanfaatan Eks RSUD Bangli

Antara Kepentingan SKPD dan Rehabilitasi Narkoba encana pemanfaatan gedung Eks Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli oleh pemerintah daerah setempat hingga saat ini masih bergulir. Bahkan rencana itu kemungkinan sulit terwujud dalam waktu dekat ini. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Bali juga merencanakan memanfaatkan bangunan eks rumah sakit itu sebagai rumah sakit rehabilitasi narkoba. Di sisi lain, Pemkab Bangli sudah sangat mendesak membutuhkan ruang kantor bagi sejumlah SKPDnya. Jika Pemprov bersikeras untuk memanfaatkan eks rumah sakit itu untuk RS rehabilitasi narkoba, maka upaya Pemkab Bangli untuk memakai gedung itu bagi kepentingan kepentingan sejumlah SKPD yang ruang kantornya saat ini kurang representatif dipastikan akan gagal. Terkait hal itulah, kini pemerintah daerah kembali membuat rencana baru berupa saling ibah aset antara

R

gedung eks rumah sakit umum Bangli itu dengan gedung RSUD Bangli. Kepala Bagian Umum Setda Bangli I Made Mahindra Putra belum lama ini menjelaskan pemerintah provinsi Bali tetap merencanakan pemanfaatan gedung eks RSUD Bangli sebagai Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba. Adanya hal itu, disinyalir akan sedikit menghambat rencana pemerintah daerah untuk memanfaatkan gedung itu sebagai kantor beberapa SKPD yang tempatnya kurang representatif. Kendati demikian, dikatakan Mahindra Putra pihaknya tetap berusaha agar bisa memanfaatkan bangunan yang merupakan milik pemerintah daerah itu. Agar bisa dipergunakan, pemerintah daerah merencanakan untuk saling ibah aset dengan RSUD Bangli yang merupakan aset pemerintah provinsi Bali yang kini berstatus sebagai hak pakai. “Kami berencana untuk saling ibah aset antara Eks Rumah Sakit dengan

RSUD Bangli sekarang yang merupakan milik provinsi dan sekarang masih berstatus sebagai hak pakai oleh pemerintah daerah,� katanya. Dijelaskan juga, apabila tidak melakukan saling ibah aset, pemerintah daerah hanya bisa meminjam gedung eks RSUD itu. Namun, waktunya sangat singkat. Jika waktu peminjaman itu sudah berakhir, secara otomatis pemerintah daerah harus kembali mencari tempat untuk SKPD yang gedungnya kurang representatif. Oleh sebab itu, saling ibah ini dianggap sebagai salah satu solusi untuk menyikapi keadaan ini. Sebagaimana diketahui gedung eks RSUD ini direncanakan akan ditempati Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kantor Pelayanan Perizinan dan Kantor Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah. Sosiawan


Mangrove Nusa Penida Diminati Wisatawan KAWASAN Nusa Penida masih banyak menawarkan objek wisata selain yang sudah dikenal seperti alam bawah laut, wisata spritual, ternyata hutan mangrove yang membentang dari Desa Jungutbatu hingga Desa Lembongan Nusa Penida sangat diminati oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dalam melayani wisatawan penduduk lokal menawarkan wisata menyurusuri hutan mangrove dengan sampan. Menyusuri hutan mangrove ini memang menawarkan warna lain sisi pariwisata di Nusa Penida. Beberapa wisatawan baik Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun menyempatkan diri berwisata menyusuri hutan mangrove saat kunjungannya ke Nusa Penida beberapa waktu lalu.

lokal maupun mancanegara nampak sangat menikmati alam hutan mangrove ini. Tak ketinggalan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam kunjungannya di Nusa Penida menyempatkan diri berwisata menyusuri hutan mangrove, Rabu (6/5). Ditemani Kabag Humas dan Protokol I Wayan Parna dan beberapa staf serta aparat desa setempat, Bupati nampak sangat terkesan dengan potensi yang terpendam di hutan mangrove ini. Bupati Nyoman Suwirta melihat kawasan hutan mangrove ini dengan luas

mencapai 230 ha dan 13 jenis spesies menawarkan potensi yang cukup besar bagi peningkatan pendapatan desa maupun daerah. Terlebih hutan mangrove sudah menjadi Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida. Untuk pengelolaannya bisa mohonkan untuk dikelola oleh desa. Beberapa hal yang ditawarkan salah satunya dengan membuatkan jogging track untuk wisatawan. Agar tidak terjadi persaingan atau mematikan usaha pemilik sampan bisa jalur track dibuat berbeda di tempat lainnya. “Bisa dibayangkan bila hutan yang begitu luas dikelola dengan baik tentu akan mendatangkan pendapatan yang cukup besar bagi desa atapun daerah,� kata Bupati Suwirta. Made Mandi warga Jungutbatu seorang pemandu sampan mengungkapkan, dirinya sudah sering mengantar wisatawan untuk menyusuri kawasan hutan mangrove ini. Wisatawan sangat menyenangi kegiatan tracking hutan mangrove. Bahkan wisatawan minta untuk mengantar jangan memakai sampan bermesin. “Mereka meminta jangan pakai sampan mesin untuk menjaga kelestarian alam mangrove� katanya. (adv)


K E S E H ATA N

LPP Bali Tinggi, BKKBN Gencarkan Program KB I.B Wirama

M

eningkatnya pertumbuhan penduduk Bali, tidak serta merta karena faktor fertilitas. Sebenarnya, faktor migrasi menyumbang peningkatan signifikan. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Bali tahun 2000-2010 cukup tinggi yaitu, 2,15 persen. Angkanya lebih tinggi dari LPP nasional 1,49 persen. “Itu menandakan perkembangan penduduk di Provinsi Bali cukup pesat,” ujar Kepala BKKBN Wilayah Bali I.B Wirama, S.H., M.Kes. Jika LPP tersebut dibiarkan, diperkirakan tahun 2020 penduduk Bali mencapai 4,7 juta. Kontribusi Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Bali tinggi. Lembaga Unud menyatakan banyak pendatang masuk Bali. Tiga kabupaten, Badung, Gianyar, dan Kota Denpasar memiliki LPP tinggi. “Umumnya penduduk banyak datang, karena Bali merupakan daerah wisata,” ujar IB Wirama. LPP itu memang kecenderungannya meningkat. Di samping faktor kelahiran juga faktor migrasi. Dibuktikan LPP Kota Denpasar mencapai 4 persen. Malah LPP Kabupaten Badung 4,63 persen. Juga di sana ada seks ratio di atas 100 persen. “Itu menandakan

laki-laki lebih banyak di sana. Umumnya pencari kerja,’’ ujarnya. Berdasarkan survei 2010, jumlah penduduk Bali 3,9 juta, sekitar 10,5 persen merupakan migrasi semasa hidup, yang artinya ketika digelar sensus, saat ditanyakan tempat kelahirannya, tercatat 10,5 persen atau sekitar 380.000 penduduk itu menunjukkan bukan kelahirannya di Bali. Untuk mengatasi LPP yang tinggi dan menekan angka pertambahan penduduk, BKKBN mempunyai beberapa program, yang menyasar generasi muda (generasi berencana) agar terjadi pendewasaan usia perkawinan. “Namanya Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). Angka harapan kawin pertama di usia 21 tahun,” ujarnya. Itu, agar anakanak remaja terhindar dari gangguan kesehatan reproduksi seperti seksualitas, HIV/AIDS, narkoba. Sasaran lebih fokus lagi pasangan suami istri, memakai alat kontrasepsi. Ada tujuh alat kontrasepsi yang ditawarkan yaitu vasektomi, tubektomi, IUD, implant, suntik, pil, kondom. Dari tujuh jenis alat kontrasepsi itu diupayakan ada pola rasional pemakaian. Pola

pertama menunda kehamilan. Dianjurkan memakai alat kontrasepsi yang sifatnya jangka pendek. Bisa berupa pil, injeksi, atau kondom. Pola kedua menjarangkan kehamilan. Di sini, dapat memakai alat kontrasepsi jangka panjang. Seperti implant dapat dipakai selama tiga tahun, IUD dapat dipakai 8 - 10 tahun. Pola ketiga mengakhiri kehamilan, sifatnya permanen seperti tubektomi dan vasektomi. Juga dilakukan promosi, komunikasi, informasi, edukasi, advokasi bahkan konseling bagi pasangan-pasangan. “Tidak serta merta diberikan KB, tetapi konseling untuk memutuskan apa yang dilakukan pasangan tersebut,” ujarnya. Dari sekian penduduk Bali, baru 61,9 persen sudah ber-KB. Program dalam mengisi BKKBN yaitu mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Selain itu memakai alat kontrasepsi, guna mendapatkan waktu luang lebih banyak. Sebuah keluarga juga diarahkan membangun keluarga dari sisi ekonominya. Caranya, melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Citta Maya

Ibu Menyusui, Hati-hati Pilih Kontrasepsi PEMILIHAN metode kontrasepsi untuk ibu menyusui haruslah teliti dan hati-hati. Permasalahannya, jika sampai salah, dapat menghentikan ASI. Memilih alat kontrasepsi yang non hormonal progestin only. Protapnya, seorang ibu usai persalinan, wajib ditanyakan apa program selanjutnya, apakah memberikan ASI atau tidak. Dokter spesialis obgin RSUP Sanglah dr. Made Dwi Bagus Aryana, Sp. Og, mengatakan bagi ibu menyusui, dapat ditawarkan IUD. Cara kerja IUD ini membuat serbukan radang dan membuat lender serviks mengental sehingga sperma sulit masuk. “Spermanya menjadi pingsan,’’ ujarnya sembari bercanda. Dikatakan, keuntungan menggunakan IUD adalah simpel. Alasannya, hanya satu kali pasang untuk lima

24

25 - 31 Mei 2015

tahun. “Bayangkan jika menggunakan pil. Maka harus setiap hari meminumnya. Lalu kalau lupa bagaimana,” ujarnya. Pemakaian IUD tidak perlu perawatan khusus. Jika tidak ada keluhan, tidak perlu melakukan kontrol. Namun, kelemahan memakai IUD yaitu terjadinya flek atau spotting, perdarahan banyak, bisa juga keputihan. Dan terkadang jika tali IUD panjang, suami akan mengalami nyeri saat berhubungan. Dijamin, kasus kegagalannya kurang dari satu persen. IUD juga tidak mengandung hormon. Dapat juga memakai implant, atau pil KB khusus menyusui (pil laktasi), atau injeksi. “Tapi pilih injeksi yang dipakai selama tiga bulan saja. Karena untuk program satu bulan tidak boleh,” ujarnya. Pasalnya, injeksi yang satu bulan mengandung hormon

estrogen. Hal ini justru akan menghentikan ASI. Sedangkan alat kontrasepsi kombinasi, di samping sebagai alat kontrasepsi juga mencegah perdarahan. Alat kontrasepsi tersebut mengandung hormon estrogen dan progesteron. Alat kontrasepsi yang mengandung hormon seperti pil, injeksi dapat mempengaruhi kulit dan juga bentuk tubuh. “Alat kontrasepsi yang mengandung hormon tentu ada pengaruhnya di dalam tubuh,” ujarnya. Memang, pemakaian alat kontrasepsi yang mengandung hormon dapat menyebabkan kegemukan. Selain itu kulit mengalami flek atau kusam. ‘’Tetapi tidak selalu seperti itu,’’ pungas Dwi Bagus Aryana. Citta Maya


MBP/ist

WAKILI BALI - Seorang siswi SMKN 1 Manggis, Karangasem, Ni Putu Dewi Maharani, mewakili Bali pada ajang Olimpiade Sains Terapan Nasional di Universitas Gajah Mada (UGM). Saat pamitan dengan Wakil Bupati Karangasem Made Sukerana, Selasa (12/5) di Amlapura, Wabup Sukerana memberikan motivasi dan pesan kepada siswi berprestasi itu berjuang untuk menjadi yang terbaik. Dewi Maharani diminta tetap percaya diri (pede) berlomba di tingkat nasional. Wabup Sukerana asal Banjar Juntal Kelod, Kubu itu memberikan apresiasi kepada siswa SMKN 1 Manggis yang berhasil maju ke tingkat nasional mengikuti Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) di UGM Yogyakarta. Saat pamitan, Dewi didampingi Kadisdikpora Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, Kepala SMKN 1 setempat Nyoman Wage, S.Pd. dan guru pembina Sutriari, S.Pd.

MBP/ist

MAKNA - Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK janganlah sekadar untuk menciptakan kemeriahan sesaat, tetapi lebih memberikan makna dan ungkapan rasa syukur atas kiprah dan karya nyata Gerakan PKK selama ini. Peringatan seperti ini hendaknya memberikan motivasi dan semangat bagi kader PKK agar tetap giat melaksanakan tugas dan fungsinya yang utama, yaitu untuk terus berupaya memberdayakan dan menyejahterakan keluarga. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-43 Tahun 2015, di ruang rapat bawah kantor Bupati Tabanan, Selasa (12/5). Hadir dalam peringatan tersebut Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya selaku pembina, para unsur istri Muspida Tabanan dan seluruh pengurus PKK kecamatan.

MBP/ist MBP/ist

SOSIALISASI - Dalam setiap reses penyerapan aspirasi II 2015 di sejumlah desa/kabupaten di Bali Selatan, anggota Fraksi PDI-P DPR-RI Nyoman Dhamantra melakukan sosialisasi Empat Pilar Bangsa. Dia yakin Indonesia akan tetap utuh selama Empat Pilar Bangsa tetap dipertahankan dalam setiap keputusan politik dan pembangunan. Sebaliknya akan menjadi ancaman jika pembangunan hanya memikirkan keuntungan penguasa dan kroninya seperti dalam sejumlah proyek kontroversial di Pulau Seribu Pura ini. Menurut Nyoman Dhamantra, sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang seyogianya menjadi pedoman dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Dia berharap masyarakat dapat meningkatkan pemahaman serta penerapan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan keseharian.

UNIK - Tradisi unik yang menggambarkan betapa eratnya hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya (Manunggaling Kawula lan Gusti) yang dibangun oleh dinasti Kerajaan Mengwi sejak abad ke-16, hingga kini tetap berlanjut. Tradisi petani di wilayah Kabupaten Badung itu diawali dengan mendak tirta ketika akan memulai bercocok tanam dan padinya sudah memasuki fase mulai berisi. Selanjutnya, menghaturkan sebagian hasil panen suwinih sebagai wujud rasa bakti dan rasa terima kasih krama subak kepada Puri Ageng Mengwi. Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung yang ditemui di sela-sela menerima krama Subak Pangsut Sari, Banjar Sidan, Kecamatan Petang usai menghaturkan upacara mendak tirta di Merajan Puri Ageng Mengwi, Senin (11/5) lalu mengungkapkan, tradisi nunas ica sekaligus mendak tirta dan Nyuwinih ini sudah terjadi sejak dulu dan hingga kini tetap dipertahankan. 25 - 31 Mei 2015

25


LENSA


TRADISI PARA perempuan di Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, menggelar tradisi yang dikenal dengan “mbed-mbedan”. Tradisi para leluhur yang diwariskan turun-temurun ini dimainkan bertepatan dengan hari Ngembak Geni, sehari setelah Nyepi. Tradisi “mbedmbedan” mirip olahraga tarik tambang. Tetapi tali yang digunakan spesial dari batang pohon menjalar, yang oleh masyarakat Semate disebut “bun kalot”.

MBP/Nyoman Hendra Adhi Wibowo


OLAHRAGA

Tak Pernah Berhenti Berlari

H

aile Gebrselassie tidak akan pernah berhenti berlari. Hanya saja atlet legendaris dari Ethiopia berhenti mengikuti kompetisi. Juara dua kali Olimpiade dan pemegang rekor dunia lari jarak menengah itu, memutuskan pensiun dari kompetisi resmi pada awal pekan ini setelah mengikuti kejuaraan Great Manchester Run. Dalam kesempatan itu ia bersama-sama dengan atlet amatir lainnya mengikuti lomba lari 10 km. “Saya pensiun dari kompetisi lomba lari, saya tidak berniat berhenti berlari,” tegas pria berusia 42 tahun itu. “Anda tidak bisa berhenti berlari. Ini kehidupan saya,” lanjutnya setelah menempati peringkat ke-16 di antara peserta. Keputusan ini mengakhiri kariernya yang membentang sepanjang 23 tahun. Selanjutnya ia akan berkiprah di dunia bisnis di negaranya. Namun untuk pesta perpisahannya di kompetisi formal, ia akan mengikuti Great Scottish Run di Glasgow pada Oktober nanti sebagai event terakhirnya. Gebrselassie memenangkan medali emas nomor 10.000 m di Olimpiade 1996 Atlanta dan 2000 Sydney. Di nomor favoritnya ini menggaet 4 medali emas di Kejuaraan Dunia. Ia juga berjaya di nomor 3.000m dan 5.000m di kejuaraan indoor. Tak kurang 27 rekor dunia dan 60 rekor nasional Ethiopia berhasil dipecahkan. Ia juga memang rekor cross country, half marathon, marathon dan road race. “23 tahun yang luar biasa, perjalanan karier saya di atletik,” katanya yang ingin menjadi duta lari. Kegigihanya berkompetisi itu tak pernah dihalangi oleh usia. Ia pernah pensiun namun kembali lagi berkometisi pada 2010. Kualifikasi Olimpiade 2012 diikuti dengan terjun di nomor

28

25 - 31 Mei 2015

favortinya 10.000 m. Sayangnya, usaha itu gagal dan ia tak bisa tampil di London. Kegagalan itu tak menghentikan hasratnya untuk berlari. Barangkali itu karena kebiasaan yang dilakukan sejak kecil. Tak berbeda dengan pelari lainnya dari Afrika, ia membiasakan diri berlari 10 km dari rumah ke sekolah dan pulang saat masih sekolah dasar di Ethiopia. Kebiasaan tersebut membentuk dirinya memiliki fisik serta mental yang tangguh dan teruji saat mengikuti kejuaraan dunia atletik untuk junior. Ia memenangkan medali emas di nomor 3.000 m dan 5.000 m pada 1992. Setahun kemudian ia memenangi nomor 10.000 m di kejuaraan dunia di Stuttgart. Gelar itu dipertahankan hingga tiga kali. Melengkapi masa keemasannya adalah medali emas Olimpiade 1996 dan 2000 di nomor yang sama. Setelah berlomba di nomor 3.000 m dan 5.000 m, ia mengalihkan di nomor road race. Hasilnya ia dua kali memecahkan rekor dunia maraton pada 2007 dan sekali lagi pada 2008. Kala itu usianya telah 35 tahun. Seiring dengan usianya yang bertambah dan munculnya atletatlet muda, Gebrselassie mempunyai mimpi lain: mempromosikan pembangunan di negaranya. Dalam keterangan tertulis saat mengundurkan diri, ia menjelaskan bahwa ia memiliki proyek real estate, hotel, perkebunan kopi dan distribusi mobil. Serupa dengan legenda tinju Filipina, Manny Pacquiao, dia juga ingin terjun di dunia politik. Namun sepatu sneaker tak akan pernah lepas dari kakinya. Di setiap waktu lengang dia akan berlari. “Saya tidak akan pernah berhenti berlari,” ujar Gebrselassie kepada Associated Press. Yudi Winanto


Pensiun Dini TAK semua petinju memiliki fisik sehebat Bernard Hopkins. Mantan juara dunia kelas menengah dari AS itu, masih mampu naik ring dan memainkan pertarungan ke-55 kali di usia 49 tahun. Sebaliknya petinju Argentina Sergio “Marvellous” Martinez, memilih untuk gantung sarung tinju di usia 40 tahun.

Mantan juara kelas menengah itu diganggu cedera lutut yang memaksanya harus mengakhiri karier profesionalnya lebih dini. “Saya seorang petinju, lutut saya bermasalah. Saya telah berusia 40 tahun, mulai keriput dan rambut saya rontok,” kata petinju berjuluk Maravilla itu kepada koran Argentina La Nacion. “Saya telah membuat keputusan. Tapi dalam beberapa pekan ke depan saya akan bertemu dengan dokter sebelum mengumumkan secara resmi pensiun saya,” jelas petinju kidal kelahiran Buenos Aires itu. Martinez yang telah malang melintang dua dekade di atas ring, kehilangan sabuk kelas menengah versi badan tinju dunia WBC setelah ditundukan Miguel Coto dari Puerto Rico, Juni tahun lalu. Pada pertarungan yang digelar di Madison Square Garden, New York itu, tak mampu bebas bergerak di atas ring. Ia memutuskan tidak mampu melanjutkan pertarungan pada ronde ke-10. Rekornya pun terkoreksi menjadi 51-3-2 dengan 28 KO. Cedera pada lutut membuat Martinez kesulitan menjaga jarak dengan lawannya. Sejak kekalahan atas Cotto itu kariernya meredup dengan drastis. “Sekarang pun saya tidak bisa bermain sepak bola dengan teman-teman seperti saat masih kecil,” ungkap Martinez penuh kekecewaan kepada Agence France-Presse. Yudi Winanto

MBP/afp

Petinju Argentina Sergio “Marvellous” Martinez.


OLAHRAGA

Made Witarka dan Wayan Ganya

Batal Bertugas di Lamongan dan Jember PENGAWAS Pertandingan (PP) sepak bola asal Bali, Made Witarka dan Wayan Ganya, memiliki pengalaman unik menjelang bertugas di lapangan setelah dibekukannya PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi pada April lalu. Kedua wasit senior itu sudah berada di daerah tujuan, namun urung menjalankan kewajibannya. Witarka yang menjadi PP di ajang kompetisi Indonesia Super League (ISL), bertugas di Lamongan pada laga tuan rumah Persela menjamu Semen Padang di Stadion Surajaya, 25 April. Seperti biasa, sehari menjelang laga diadakan pertemuan teknik. Dalam pertemuan kedua tim datang perangkat pertandingan wasit dan asisten wasit, serta Kabag Ops Polres Lamongan. Kehadiran Kabag Ops Polres Lamongan ternyata untuk menyampaikan bahwa atasannya tidak mengeluarkan izin keramaian dan pengerahan aparat kepolisian. Mendapat penjelasan demikian, Witarka tegas-tegas menyatakan tidak berani menggelar pertandingan. Meskipun urung digelar,

30

25 - 31 Mei 2015

ia tetap berkewajiban mengirimkan laporan ke PSSI seputar kejadian menjelang pelaksanaan pertandingan. ‘’Saya mengirim laporan apa adanya,’’ jelasnya. Sementara Ganya mendapat tugas di Jember. Dia sedianya mengawasi pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia Grup V antara Persewangi Banyuwangi dan Laga FC Surabaya di Stadion Notonegoro, Jember, pada 28 April. Ganya belum sampai memimpin pertemuan teknik, sebab begitu tiba di hotel sudah ditelepon oleh pengurus PSSI bahwa pertandingan dibatalkan menyusul pembekuan segala kegiatan PSSI oleh Menpora. Atas saran dari PSSI itu, ia spontan cabut balik ke Bali. ‘’Oleh karena ada instruksi dari PSSI, saya memilih pulang,’’ kata Ganya. Mantan wasit asal Abiansemal, Badung, ini tidak tahu apakah tim Persewangi dan Laga FC sudah tiba di Jember atau belum. Yang jelas duel Persewangi kontra Laga FC batal dihelat. Witarka dan Ganya gagal bertugas di

kancah persepakbolaan nasional pada musim kompetisi 2015. Kendati demikian, di event lokal keduanya tetap akan mengawasi jalannya pertandingan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII di Buleleng, September mendatang. Daniel Fajry

MBP/nel

Made Witarka (kiri) dan Wayan Ganya.


Dennis Prasetya Wijaya

Tumpuan Karangasem di Bulu Tangkis SELURUH atlet kabupaten dan kota di Bali tengah gencar mempersiapkan diri untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII di Buleleng, 9-16 September mendatang. Salah satunya Dennis Prasetya Wijaya, tumpuan kontingen Kabupaten Karangasem di cabang olahraga (cabor) bulu tangkis. Dennis mendulang medali emas saat Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) di Denpasar belum lama ini. “Ini merupakan awal positif sebagai motivasi untuk menghadapi Porprov. Semoga di Buleleng nanti saya kembali mendulang hasil terbaik bagi Karangasem,” ungkapnya di Amlapura pekan lalu. Diakuinya, mempertahankan medali emas lebih sulit daripada merebutnya. Untuk itu, ia harus bekerja keras dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam sisa waktu sekitar empat bulan ke depan. Dennis juga akan ambil bagian dalam sejumlah turnamen nasional guna mengukur sejauh mana kesiapannya menghadapi Porprov. Lewat kejuaraan tersebut bakal dievaluasi kekurangan yang mesti dibenahi sebelum berlaga di Buleleng. Soal lawan yang akan menjadi pesaing beratnya nanti, Dennis menyebut pemain Denpasar dan Badung. Dua daerah ini sudah mempersiapkan atletnya jauh-jauh hari. Atlet tuan rumah Buleleng juga diwaspadainya. Bermain di hadapan publiknya sendiri, mereka sudah tentu tidak mau kalah dari daerah lainnya. ‘’Pemain Buleleng pasti bermain habis-habisan untuk mendulang medali emas dan meraih juara umum,” ujar Dennis. Made Wijaya, ayah kandung Dennis, berharap berharap Pengkab PBSI dan KONI Karangasem memberikan bantuan dana sehingga anaknya dapat mengikuti beberapa kejuaraan sebagai pemanasan menjelang Porprov. Ia yakin melalui persiapan lebih awal dan mendapat tambahan pengalaman tampil di turnamen akan berguna buat Dennis dalam usahanya merebut medali untuk Karangasem. Saat ini Dennis menjalani latihan

intensif pagi dan sore di Lapangan Sidharta untuk mematangkan fisik, teknik, dan taktik sebelum berjibaku di Buleleng. “Saya selalu minta Dennis agar terus belatih dan berlatih. Meraih medali emas di Porprov tidaklah mu-

dah, apalagi kekuatan lawan merata. Dia membutuhkan pengorbanan dan kerja keras demi menggapai harapan tersebut,’’ papar Wijaya. Eka Parananda

MBP/nan

Dennis Prasetya Wijaya (kiri) dan Made Wijaya. 25 - 31 Mei 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

KEBANGGAAN - Suatu kebanggaan dari sekolah Anugrah Denpasar, pada Selasa (5/5), anak-anak dikunjungi oleh 3 seniman besar dari Tiongkok, mereka bergembira bisa memparktikkan Bahasa Mandarin mereka. Selain bisa berkomunikasi dalam bahasa Mandarin, para seniman juga memperkenalkan budaya, seni rupa dan juga seni kaligraďŹ Cina. Para seniman tersebut merupakan praktisi seni dan akademisi seni dari Institut Seni Qi Lu, Provinsi Shandong, Kota Jinan. Tiga seniman Cina tersebut adalah Han Qingzhao, Tao Yanhua, dan Yu Hong.

BERSIH PANTAI - Grup Hardys melalui HardysFoundation melaksanakan “Beach Clean Up�, Minggu (10/5). Kegiatan itu bertempat di Pantai Mertasari, Denpasar. Kegiatan tersebut, menjadi rangkaian acara Beach Clean Up yang dilaksanakan di Pantai Singaraja pada Sabtu (9/5) melalui POP!Hotel Hardys Singaraja Square. Kegiatan di Pantai Mertasari bertajuk Bakti Alam, juga melakukan penanaman Pohon Cemara dihadiri Kepala Desa Sanur Kauh, I Made Ada dan Perwakilan Dekan Fakultas Kedokteran Unud, dr. I Gusti Ngurah Pramesemara, S.Ked. Selain mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Udayana, acara ini total diikuti sekitar 350 orang.

MBP/ist

DATA KELUARGA - Bupati Badung Anak Agung Gde Agung didampingi Nyonya Ratna Gde Agung memberikan data keluarga kepada kader pendata kependudukan pada Rabu (6/5) lalu. Turut mendampingi pada acara tersebut, Kadus Lebah Pangkung Mengwi, Kades Mengwi serta Camat Mengwi Jaya Saputra. Hadir pula Kepala Perwakilan BKKB Provinsi Bali Ida Bagus Wirama, Kepala Badan Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera Kabupaten Badung Putu Rianingsih, Kabid Data dan Informasi KBKS Kabupaten Badung I Made Arnaya beserta staf. Menurut Bupati Gde Agung, pendataan keluarga wajib dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota secara serentak setiap lima tahun. Hal ini untuk mendapatkan data keluarga yang akurat, valid, releven dan dapat dipertanggungjawaban.

32

25 - 31 Mei 2015

MBP/ist

PENTAS - Pentas Cilik persembahan Denpasar Children Center (DCC), digelar Sabtu (9/5) di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar. Acara yang dihelat tiap tahun di gedung pementasan megah Art Center itu selalu mengundang decak kagum. Demikian pula Pentas Cilik DCC yang digelar kali ini. Pentas kolosal tersebut melibatkan ratusan siswa-siswi DCC yang meliputi Playgroup, TK dan SD Cerdas Mandiri. Pentas cilik kali ini juga menyajikan beragam kesenian, baik seni tradisi maupun seni modern.


MBP/ist MBP/ist

PADIKSAN - Pada Kamis (7/5) merupakan hari yang amat penting bagi bhakta Pasraman Sri Nahhuna Dhantha. Hari tersebut merupakan hari perayaan Padiksaan Ida Maha Guru Suci Sri Bhagawan Nehwa Jagad Karana yang ke17. Tema perayaan yang diusung tahun ini adalah: Sinar Kasih Tuhan Menyinari Seluruh Alam Semesta. Rangkaian acara untuk menyambut hari penting tersebut telah diawali dengan kegiatan rutin yaitu tirtayatra. Tirtayatra pertama ke Pura Poten yang terletak di Gunung Bromo, Jawa Timur, pada pertengahan Desember 2014. Dilanjutkan dengan dharmayatra ke tanah suci Hindustan, India pada tanggal 6-9 Maret 2015 yang meliputi daerah Mathura yang merupakan tempat kelahiran Sri Krisna, Haridwar, Sungai Suci Gangga dan Rsikeh.

DIES NATALIS - Pada Minggu (10/5), keluarga besar Sekolah Tinggi (Stikes) Bali menggelar puncak dies natalis ke-10. Puncak HUT diisi pemotongan tumpeng oleh Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. bersama Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka dan Koordinator Kopertis VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa. Di puncak dies natalis, Ketut Widia ingin mencapai Stikes Bali yang digjaya. Target ini bukan saja tugas pimpinan, tetapi memerlukan dukungan kolektif dari civitas akademika dan pihak lainnya. Target menjadikan Stikes Bali digjaya bukan tanpa alasan. Di 2015 ini Stikes Bali sukses meraih prestasi ganda. Nampak dalam foto Ketua YP3LPK Bali IB Arka bersama Ketut Widia, Prof. Dasi Astawa berfoto bersama dengan Presiden Hapiness Fukushikai Fumihiko Nagano usai menandatangani MoU di puncak Dies Natalis Stikes Bali.

MBP/ist MBP/ist

PRESTASI - SMAN 4 Denpasar (Foursma) tak pernah sepi prestasi. Tak hanya kerap menjuarai lomba debat nasional, bahkan beberapa kali mewakili Indonesia dalam lomba debat internasional, siswa sekolah di bawah kepemimpinan Dr. I Wayan Rika, M.Pd. ini juga berjaya dalam olimpiade sains dan olimpiade akuntansi. Belum lama ini, siswa Foursma kembali berjaya dalam Olimpiade Akuntansi tingkat SMA/MA se-Bali yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undhiksa pada 28 April 2015. Dalam lomba yang diikuti 25 tim dari seluruh Bali ini, tim Foursma berhasil mempertahankan gelar juara I sekaligus mempertahankan piala bergilir Gubernur Bali. Tim Foursma tersebut diperkuat I Komang Arjava Samartha, Ahmad Fauzi dan I Gusti Agung Satya Pratiwi, yang ketiganya duduk di bangku kelas XI.IIS.

AUDIENSI - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dengan melibatkan usaha jasa kontruksi, jajaran pengurus Gapensi Badung, Kamis (7/5) menggelar audiensi dengan DPRD Badung. Pada pertemuan yang dipimpin Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta dibahas sejumlah persoalan di antaranya upaya memberdayakan para pengusaha kecil dalam setiap proyek pemerintah, sehingga pertumbuhan ekonomi kerakyatan menjadi lebih baik. Para pengurus Gapensi Badung diterima Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta, Ketua Komisi II DPRD Badung Nyoman Dirga Yusa beserta jajarannya. Ketua Gapensei Badung Made Sujana mengatakan ada empat persoalan penting yang perlu dibahas. Di antaranya masalah umum mengenai nilai proyek pemerintah, perencanaan kegiatan, proses tender serta proses pembayaran. 25 - 31 Mei 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

SOLUSI - Pendiri Yayasan Bunda Luh Ronce (YBLR), Wayan Sudirta yang pernah 10 tahun mewakili Bali di DPDRI berkunjung ke SMK Giri Pendawa, memenuhi undangan pendiri Yayasan, Dewa Suaria, yang juga Ketua PAC Kecamatan Rendang. “Pendidikan merupakan solusi berbagai problem kehidupan. Dengan pendidikanlah kemiskinan, kebodohan, dan ketakutan akan menemukan pemecahannya. Negara-negara maju, mencapai kemajuannya karena melalui pendidikan. Sebab, dengan pendidikan yang baik, orang jadi percaya diri, orang dibentuk karakternya. Karena itu, anak-anak semua harus bersyukur bisa mengenyam pendidikan di sekolah ini, dan tidak perlu berkecil hati walaupun sekolahnya di desa. Tetapi, kalian harus gantungkan cita-cita untuk melanjutkan sekolah setinggi-tingginya,” katanya saat memotivasi siswa-siswi SMK Giri Pendawa di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Jumat (8/5).

SERIUS - Pada era informasi dan teknologi dewasa ini telah terjawab bahwa pendidikan dan kesehatan bukan lagi sebuah kepentingan, melainkan kebutuhan yang harus mendapat perhatian khusus dan serius. Inilah yang menjadi embrio serius bagi I Made Sundayana di tengah-tengah multi kesibukannya terus meningkatkan kualitas SDM di segala lini pada lembaga yang dipimpinnya. Tak heran dengan cerdas Sundayana mampu meringankan beban biaya awal memasuki perkuliahan di Stikes Buleleng mulai tahun ajaran 2015/2016. Hal ini mampu terwujud serangkaian dengan kegiatan pengabdian masyarakat dalam menunjang dan ikut menyukseskan program Pemkab Buleleng di antaranya melalui Safari Kesehatan. Bagi masyarakat yang berminat menyekolahkan putra-putrinya di Stikes Buleleng masih disiapkan sebanyak 10 orang penerima beasiswa kurang mampu untuk melanjutkan perkuliahan lewat visitasi tim Home Visit yayasan.

MBP/ist MBP/ist

SEMINAR - Pada Jumat (8/5), keluarga besar FK Unud menggelar seminar ergonomi mengambil topik ‘’Total Ergonomic Approanc Anticipate Multidimensional Development Problems’’. Seminar di Gedung Pasca Unud ini diadakan serangkaian HUT ke-79 Prof. Drs. I.B. Adnyana Manuaba, S.F., Hon.Erg.S., FIPS. Ketua Panitia Seminar Dr. dr. Made Muliarta, MKK. Menjelaskan, di seminar ini Prof. I.B. Adnyana Manuaba tampil sebagai pembicara tunggal. Seminar ini juga dirangkaikan dengan temu alumni dalam upaya meningkatkan peranan alumni dalam pembangunan. Acara ini terselenggara berkat dukungan Fakultas Kedokteran, Program Pascasarjana, dan Bali HESG. Seminar yang diikuti 150 peserta dari berbagai kalangan ini bertujuan untuk mengemukakan buah pikiran I.B. Adnyana Manuaba sebagai rangkuman perjalanan karier serta membangun Bali, Indonesia dan dunia.

34

25 - 31 Mei 2015

MEMBANGGAKAN - Berbagai inovasi terus dilakukan SMP Dharma Wiweka sehingga mampu bersaing dan prestasi siswanya sangat membanggakan. Berbagai prestasi baik di bidang akademis dan non akademis diraih siswasiswi SMP beralamat di Jalan Pulau Moyo I, Pedungan, Denpasar Selatan ini. Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si., Senin (11/5) mengatakan SMP dengan status terakreditasi A ini, berkomitmen mewujudkan visi sekolah terutama dalam penjamin disiplin sekolah. Sedangkan misinya yakni unggul dalam mutu berlandaskan disiplin, berwawasan budaya, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tahun ini, pihaknya menargetkan penerimaan siswa baru 9 kelas atau 349 orang. Untuk membuka pengetahuan sekolah SD di wilayah Denpasar Selatan, Mariana mengundang beberapa SD bertandang ke sekolahnya. Tujuannya supaya mereka paham terkait profil sekolah, sarana prasarana, tenaga pendidik, esktrakurikuler, dan prestasi yang diraih anak didiknya.


MBP/ist

MBP/ist

PANTAU - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sejak hari pertama hingga terakhir, Kamis (7/5), di SMP Ganesha Denpasar berjalan lancar dan jujur. Sebanyak 342 siswa peserta UN hadir 100 persen. Yang menarik, pelaksanaan UN di sekolah ini langsung dipantau tim Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendikbud Pusat. Dua pengawas Irjen yang memantau di SMP Ganesha yakni Dr. Fuad Wiyono, S.H., M.H. dan Drs. Djoko Handoyo, M.M. Keduanya menyatakan pelaksanaan UN di sekolah ini berjalan sesuai aturan. Kepala SMP Ganesha Denpasar Drs. I Ketut Jawita mengungkapkan, untuk menjamin UN berintegritas dan mengutamakan kejujuran sejak hari pertama, peserta UN dilarang membawa HP dan alat komunikasi lainnya.

MBP/ist

FIC - SMK PGRI 4 Denpasar kembali menyelenggarakan Fourgriska IT Competition (FIC) tingkat SMP se- Bali. FIC ke-6, Senin (11/5) dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya didampingi Ketua PPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madianyana, M.M. dan Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. Kasek Ketut Suarya mengungkapkan Fourgriska IT Competition merupakan agenda rutin tahunan SMK PGRI 4 Denpasar untuk memotivasi kreativitas generasi muda dalam menuangkan gagasan, ide kreatif bidang IT. FIC keenam tahun ini diikuti ratusan peserta SMP se-Bali. Lomba meliputi lomba microsoft word, excel, power point dan desain poster. Kasek Ketut Suarya menambahkan FIC ini sepenuhnya dikelola OSIS SMK PGRI 4 Denpasar bersama Fourgriska Technology Club. Nampak dalam foto Ketua YPLP Nengah Madiadnyana menyerahkan piala kepada Kasek Ketut Suarya disaksikan Kadisdikpora IGN Eddy Mulya saat Fougriska IT Competition.

DUKUNG - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang juga Sekjen Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori mendukung eksistensi Yogyakarta di masa depan dan masa kini. Hal itu dilakukannya di sela-sela kunjungan kerja di Yogya. Ia berterima kasih atas perhatian Keraton Yogya terhadap umat Hindu. ‘’Kehadiran Sri Sultan dan Ratu Hemas pada acara perayaan Nyepi Nasional di Candi Prambanan tempo lalu adalah sebuah sejarah. Saya mengaturkan terima kasih pada Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang mendukung pendirian Sanggar Pamujan atau Pendopo umat Hindu dan Budha di Zona II Candi Prambanan. Begitu juga rencana pemanfaatan tanah keraton untuk pembangunan tempat spiritual di Pantai Selatan (wilayah Parangkusumo). Semua akan kami tindak lanjuti dengan kerja sama yang baik dengan semua pihak terutama PHDI, Kementerian Agama RI dan Komite III DPD-RI Bidang Agama dan Budaya,’’ ungkap Gusti Wedakarna.

VISITASI - ISI Denpasar, perguruan tinggi seni satu-satunya di Bali telah divisitasi oleh asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), Jumat (8/5) lalu. Visitasi ini merupakan salah satu bagian proses akreditasi yang telah diajukan oleh ISI Denpasar kepada BAN PT. Empat asesor BAN PT yang berkunjung ke ISI Denpasar adalah: Prof. Dr. Muhammad Nasikin, M.Eng. (UI), Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, M.Pi (UNHAS), Prof. Dr. Ir. Moch. Mukhlish Mustajab, M.Sc. (UB), dan Prof. H. Hery Purnabasuki, M.Si.,Ph.D. (UNAIR). Tim asesor yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Nasikin, M.Eng disambut sangat meriah oleh ISI Denpasar. Rangkaian acara visitasi diawali dengan tari penyambutan Stuti Puja persembahan para mahasiswa Jurusan Tari ISI Denpasar yang juga diiringi oleh mahasiswa Jurusan Karawitan ISI Denpasar. Setelah itu menyanyikan hymne dan mars ISI Denpasar oleh para mahasiswa Jurusan Musik. 25 - 31 Mei 2015

35


LINGKUNGAN

Mimpi Kubu Gersang Jadi Segar Merangsang bsesi menjadikan Kecamatan Kubu dari wilayah gersang menjadi hijau segar dan merangsang tampaknya masih sebuah angan-angan. Selain disebabkan luasnya lahan kering di wilayah tandus ini, tantangan untuk menghijaukan wilayah juga tidak ringan terutama kondisi tanahnya berpasir serta cuaca kering dengan curah hujan hanya beberapa bulan. Ironisnya di tengah gencarnya program penghijauan, investor luar maupun dalam malah lebih terangsang mencari dan membuka lahan untuk dijadikan galian C. Hal ini dinilai lebih merangsang ketimbang menghijaukan lahan yang gersang karena lebih cepat mendatangkan uang. Secara keseluruhan kondisi geograďŹ s wilayah Karangasem memang 92 persen kering. Wilayah tergersang berada di Kecamatan Kubu. Banyak orang, termasuk Bupati Karangasem I Wayan Geredeg memimpikan mengubah wilayah Karangasem, khususnya di Kubu yang gersang menjadi merangsang. Merangsang orang untuk berbuat menghijaukan bumi nan gersang itu. Tahun lalu, tak kurang program penanaman semiliar pohon digelar Kementrian Kehutanan di Banjar Tegallanglangan, Desa Datah, Karangasem. Desa itu bertetangga dengan kecamatan Kubu. Kegiatan yang dipusatkan di desa yang tak kalah gersangnya di barat Pura Manik Kembar atau Pura Batu Belah itu, dihadiri Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono serta sejumlah menteri. Namun bibit tanaman

O

36

25 - 31 Mei 2015

yang ditanam pejabat di areal upacara itu juga tak banyak yang hidup. Bupati Geredeg juga sejak menjabat 10 tahun lalu tak kalah gembar-gembor program guna menghijaukan lahan kering, tandus dan kritis di Karangasem. Namun saking luasnya lahan kering, sampai kini mimpi Kubu gersang menjadi merangsang belum terwujud. Alih-alih menjadi hijau dan sejuk, kini tantangan baru menghadang. Masalahnya, desakan ekonomi warganya untuk cepat mendatangkan uang lebih menarik ketimbang menghijaukan lahan. Investor lokal maupun luar daerah justeru makin berlomba mencari dan membuka lahan untuk dijadikan galian C. Memang, mengeruk emas hitam di wilayah tandus di Karangasem lebih menarik. Walaupun di balik pengerukan galian C itu cukup banyak berdampak pada lingkungan. Tanah longsor dan banjir mengancam di musim penghujan. Lebih-lebih wilayah Kubu yang sebagian besar tanahnya berpasir. Begitu curah hujan turun gerusan material galian disertai pasir akan cepat menghatam pemukiman. Menyadari adanya kenyataan itu tim ekspedisi NKRI subkorwil Karangasem lantas berbuat mengurangi wilayah Kubu yang gersang. Pekan lalu mereka mencanangkan penanaman bibit di dekat lokasi galian C nan gersang. Mereka khawatir pemukiman penduduk di dekat pengerukan galian C seperti di desa Tianyar Timur tanahnya longsor karena berada di tebing jalan. terlebih lagi pada musim hujan rawan bencana banjir. Sebanyak

4000 bibit pohon lebih ditanam di lahan gersang itu. Simbolis penanaman dilakukan tim ekspedisi dengan menerjunkan puluhan siswa terutama dari kalangan pramuka. Kekhawatiran tim ekspedisi NKRI itu cukup beralasan. Di wilayah galian C di Karangasem sering terjadi longsor. Bahkan, telah banyak menelan korban tewas tertimbun longsoran tanah dari sisa pengerukan galian C. Terakhir dua pekan lalu, seorang operator alat berat penggali pasir di galian C wilayah Pangleg Desa Jungutan, Karangasem, tewas di tempat. Tebing galian di atasnya setinggi 30 meter tiba-tiba ambrol, saat korban pria yang baru menikah itu tengah asyik mengeruk galian C. Dia tak menyadari tebing diatasnya longsor dan menimbunnya hidup-hidup. Sebenarnya, cukup banyak orang tergerak guna menjadikan wilayah Kecamatan Kubu menjadi hijau sejuk dan merangsang. Tahun lalu, di pertengahan musim hujan ratusan warga, pejabat bersama Bupati Karangasem I Wayan Geredeg juga sempat melakukan penghijauan di kaki timur Gunung Agung, tepatnya di wilayah Bejug, Batudawa Kaja, Tulamben. Belum lagi penghijauan demi penghijauan. Tampaknya upaya mereka menghijaukan lahan tersebut tak diimbangi pemeliharaan teratur tanaman yang telah ditanam. Tak sedikit tanaman penghijauan mati karena tak disiram, dipupuk, dibersihkan gulamnya dan sebagainya. Dari Data Dinas Perkebunan dan Kehutanan, sampai kini di Karangasem tak kurang 47 ribu hektar


Tak mudah mewujudkan mimpi menjadikan wilayah Kubu yang gersang menjadi segar me-rangsang. Buktinya Jati belanda yang ditanam warga di Batudawa Kelod, Kubu pada musim kemarau lalu mati. MBP/bud

lahan kritis, setengah kritis dan hampir kritis. Memang lumayan luas dan hamparan lahan gersang itu kian menyiksa mata karena cuaca yang panas dan pandangan terik yang menyilaukan. Bupati Geredeg mengatakan kini masyarakat sampai Kubu cukup terang-

sang menanam bibit kayu. Bibit paling pavorit ditanam yakni gamelina atau jati belanda. Alasan memilih gamelina karena banyak manfaatnya. Kayunya relatif cepat besar dan bisa dijadikan bahan bangunan. Daun gamelina sangat disukai ternak sapi, kambing bahkan babi. ‘’Usai jadi Bupati

saya ingin berinvestasi menanam kayu,’’ katanya memotivasi warga. Mudah-mudahan mimpi dan angan-angan orang nomor satu di bumi lahar itu segera bisa terwujud demi kesejahteraan warganya. Budana

MBP/ist

SERTIFIKASI - SMK Pembangunan Denpasar tidak hanya mewajibkan siswanya mengikuti UKK, Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional (UN), juga uji sertifikasi kompetensi bidang akuntansi. Selasa (12/5) sebanyak 28 siswa program keahlian Akuntansi SMK Pembangunan Denpasar mengikuti uji sertifikasi kompetensi akuntansi. Uji kompetensi berlangsung sehari dilakukan oleh Poltek Negeri Bali. Sebelum UN, siswa SMK Pembangunan juga mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK). UKK ini bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesiaa (IAI). Perjanjian kerja sama ditandatangani Kepala SMK Pembangunan Drs. I Wayan Taman dan Ketua IAI Prof. Dr. I Wayan Rhamanta, S.E., M.M., Ak. Kedua, SMK Pembangunan Denpasar juga mengadakan kerja sama dengan Poltek Negeri Bali untuk menyelenggarakan uji sertifikasi kompetensi akuntansi (USKA). Yang diujikan mata pelajaran siklus akuntansi dan komputer akuntansi (myob).

MBP/wan

WISUDA - Lembaga Pendidikan Kerja (LPK) Balindo Paradiso menyelenggarakan wisuda XII terhadap 325 mahasiswanya pada Sabtu (9/5), bertempat di Agung Room, Hotel Bali Beach Sanur. Direktur Bali Paradise Crew “Citra Dewata” yang menjadi agency dari LPK Bali Paradiso, I Wayan Kawan Setiawan BA., S.Sos., menjelaskan bahwa pihaknya ingin mencetak tenaga kerja yang berkualitas baik dalam bidang bahasa dan tentunya di bidang mereka masing-masing seperti di bidang restoran, housekeeping, bar, dll. Selain itu Balindo Paradiso kini juga sudah satu atap dengan Bali Paradise Crew “Citra Dewata” agency sehingga diberikan kuasa penuh untuk mendidik dan mencetak kemudian ditempatkan di kapal-kapal pesiar MSC (Mediterranean Shipping Cruise), dan juga telah ada MoU serta dicap oleh duta besar Indonesia di Roma.

25 - 31 Mei 2015

37


PARIWISATA

Ketika Petani di Petang Ogah Bertani

Saatnya Pariwisata Menjadi Berkah

B

adung Utara memang terkenal dengan keindahan desa-desanya yang masih alami dan belum tersentuh elemen modernitas. Salah satunya, Desa Petang yang oleh para turis kerap dijadikan sebagai tujuan wisata. Apa yang bisa didapatkan dengan berkunjung ke Desa Petang? Mayoritas penduduk Desa Petang bermata pencaharian sebagai petani, meskipun ada beberapa penduduk yang bekerja di sektor perdagangan dan pegawai negeri maupun swasta. Kawasan yang terletak di sebelah Utara Kabupaten Badung ini juga dikenal sebagai daerah resapan air. Namun, paradgima tersebut kini berubah. Masyarakat setempat tak mau hanya menjadi penonton di tengah gelimang dolar dari pariwisata. Seperti halnya, masyarakat di Banjar Kerta, Desa Patang Kecamatan Petang menjadikan rutinitasnya sebagai daya tarik wisatawan. Rutinitas tersebut diantarnya budidaya manggis hingga pengelolaan menjadi minuman wine, termasuk budidaya salak. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) I Made Sukanto, menuturkan

tujuan dibentuknya desa wisata tiada lain untuk menumbuhkan kegiatan pariwisata di kawasan Badung Utara khususnya di bidang pertanian sebagaimana potensi yang dimiliki. Selain itu, dibentuk desa wisata yang menitik beratkan pada rutinitas masyarakat dalam bertani, sehingga kegiatan pertanian mengeliat dan mampu memberikan penghasilan tambahan tidak hanya dari hasil pertanian melainkan juga dari hasil kunjungan wisatawan. “Kami ingin ativitas pertanian tempat berjalan sebagaimana petani lainnya, namun juga masyarakat dapat menikmati kue pariwisata,” ucapnya yang juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten Badung. Lanjut dia, di atas lahan seluah 40 hektar tersebut terdapat beberapa jenis tanaman yang akan disuguhkan kepada wisatawan yang hendak menikmati liburanya. Di atas lahan tersebut pula nantinya dijadikan sebagai sarana untuk menyalurkan ilmu oleh para pemuda yang saat ini sedang menempuh pendidikan di SMK Pertanian petang. “Ini sangat baik

untuk mencegah urbanisasi, sehingga masyarakat tidak bebondong-bondong ke selatan (Kuta, Nusa Dua–red) mencari kerja,” ujar Made Sukanto seraya menyebutkan pihaknya, ingin ke depanya pertanian di Badung Utara menjadi icon pariwisata Badung. Sementara Kabag Humas Kabupaten Badung A.A Gede Raka Yuda menjelaskan, pemerintah kabupaten Badung sangat mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh Pokdarwis dalam menikatkan aktivitas pertanian menjadi daya tarik pariwisata, sehingga petani pun dapat menikmati pariwisata sebagaimana yang telah terjadi selama ini. Dukungan Pemkab Badung untuk wisata di Br. Kerta Petang ini akan digelontorkan dana Rp 700 juta yang bersumber dari APBD tahun 2016 untuk membangun infrastruktur seperti jalan setapak dan gazebo. “Ini sebagai bentuk dorongan pemerintah dalam mengembakan kreativitas masyarakat membangun ekonomi kreatif,” pungkasnya. Parwata

MBP/ist

Sekelompok wisatawan asing menikmati trekking mengelilingi desa wisata yang berkembang di Badung Utara.

38

25 - 31 Mei 2015


PEMERINTAHAN

Tradisi “Mendak Tirta” dan “Nyuwinih” di Puri Ageng Mengwi

Hubungan Harmonis Pemimpin dengan Rakyatnya TRADISI unik yang menggambarkan betapa eratnya hubungan antara pemimpin dan rakyatnya (Manunggaling Kawula Lan Gusti) yang dibangun oleh dinasti Kerajaan Mengwi sejak abad ke-16 hingga kini tetap berlanjut. Tradisi dimana petani di wilayah Kabupaten Badung yang diawali dengan mendak tirta ketika akan memulai bercocok tanam dan padinya sudah memasuki fase mulai berisi, selanjutnya menghaturkan sebagian hasil panen “suwinih” sebagai wujud rasa bhakti dan rasa terima kasih krama subak kepada Puri Ageng Mengwi hingga kini terus berjalan secara harmoni. Penglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung yang ditemui di sela-sela menerima krama Subak Pangsut Sari, Banjar Sidan, Kecamatan Petang yang usai menghaturkan upacara mendak tirta di Merajan Puri Ageng Mengwi mengungkapkankan, bahwa tradisi nunas ica (memohon anugerah) sekaligus Mendak Tirta dan Nyuwinih ini sudah terjadi sejak dulu dan hingga kini tetap dipertahankan. Tradisi dimana hubungan antara puri dengan masyarakat petani yang sangat kental ini diyakini oleh para krama subak mampu meningkatkan penghasilan petani mulai dari, produktivitas pertanian, dapat mengusir hama tanaman serta memudahkan untuk mendapat air. “Tradisi ini sudah dilaksanakan dari dulu di Merajan Puri Ageng oleh beberapa subak, bukan hanya di Mengwi termasuk juga subak dari Abiansemal maupun Petang dan lainnya. Tradisi ini tetap berlanjut hingga sekarang,” jelas Bupati Gde Agung. Gde Agung menjelaskan, tradisi mendak tirta di Merajan Puri Ageng biasanya dilakukan krama subak pada setiap akan menanam dan juga saat padi mulai memasuki fase generatif/ berbuah. Selanjutnya tirta akan ditaruh di Pura Dugul/Pura Pengulun subak dan besoknya baru dipercikkan di masingmasing sawah. sementara untuk upakara

caru/pelaban dibawa ke sumber air dari subak tersebut, sehingga semua subak yang dialiri oleh air mendapat upakara ini. “Tradisi ini sudah diwariskan sejak dulu dan karena keyakinan krama subak ada beberapa subak baru yang memohon tirta ke Merajan Puri Ageng Mengwi, seperti yang dilakukan krama subak Pangsut Sari, Banjar Sidan, Desa Belok/Sidan Petang,” tambahnya. Gde Agung juga menuturkan bahwa, dulu biasanya Ayahnda Beliau langsung turun ke sawah-sawah melaksanakan upacara di Pura Dugul. Beliau juga langsung memimpin upacara sekaligus memercikkan tirta di sawah. “Yang saya tahu tradisi ini sudah ada sejak dulu kala, dan sekarang karena padatnya aktivitas tugas -tugas pemerintahan, pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga pihaknya

belum bisa melaksanakan seperti itu,” katanya. “Mudah-mudahan setelah berakhir masa jabatan sebagai Bupati Badung akan bisa melaksanakan tugas-tugas saya selaku Penglingsir Puri lebih maksimal, dalam rangka mensejahterakan masyarakat secara niskala,” kata Gde Agung. Lebih lanjut dikatakan, bahwa setelah petani itu menghasilkan, biasanya ada persembahkan ke Merajan sebagai rasa bakti dan terima kasih petani, baik berupa padi saetan, gabah atau berupa beras. “Apabila sudah berhasil dalam artian tidak diganggu oleh hama penyakit tananam, hasil penennya bagus, produktivitasnya meningkat, sebagian kecil hasil pertanian disisihkan untuk dipersembahkan ke Merajan sebagai ucapan terima kasih dari krama subak itu,” pungkasnya. (adv)

Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung melaksanakan upacara mendak tirta di Merajan Puri Ageng Mengwi, Senin (11/5) lalu. 25 - 31 Mei 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ama

PENGOBATAN - Jro Sutiawati, sangat popular dengan metode pengobatan alternatifnya. Model pengobatannya menggunakan minyak pawisik. Minyak itu diramu dari bahanbahan alami. Cara pengobatannya dengan pawisik, obat itu pun dari hasil pawisik. “Jika kebetulan tidak dapat pawisik, ya tidak dapat obat,” ujar Jro Sutiawati, Jumat (8/5). Namun, pada dasarnya obat yang digunakan merupakan campuran bahan-bahan alami. “Pada intinya menggunakan dedaunan. Material obat itu sesungguhnya merupakan obat turun-temurun,” jelasnya. Selain membuka pengobatan, Jro Sutiawati juga membuka layanan meditasi. Dia siap mengajar meditasi. Mengingat kesibukannya yang semakin padat, praktiknya pun kini hanya dilakukan hari Rabu, Jumat, dan Minggu, dari pukul 14.00-18.00 di Jalan Drupadi No. 35 Denpasar.

PETINGET - Pemerintah Kota Denpasar, melalui Disperindag Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan Petinget Rahina Tumpek Landep yang ke tujuh tahun ini di depan Museum Bali, yang dibuka pada senin (11/5). Pertama, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang makna dan peranan dari hari Tumpek Landep sebagai motor penggerak teknologi di Bali yang tercipta dari ketajaman Adnyana/pikiran. Kemudian, untuk mendalami secara holistic tentang tata nilai dan filosofi keagungan keris pusakan Indonesia dan warisan budaya dunia terkait kekayaan, keragaman, dan kejeniusan keris nusantara. Petinget Rahina Tumpek Landep ini dilaksanakan dari tahun 2009 dan akan secara berkelanjutan diadakan setiap tahunnya. Kegiatan ini bertemakan “Keris Pusaka Indonesia Warisan Budaya Dunia”. Selain pembukaan pameran juga diadakan peluncuran buku yang berjudul Jelajah Keris Bali seri 3 yang disusun oleh tim penyusun buku Kota Denpasar.

MBP/ist

MBP/ist

PERJUANGAN - Optimisme perjuangan Provinsi Bali di pusat sebagaimana harapan masyarakat Bali, terus digelorakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali yakni Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Hal ini tampak dengan hadirnya pimpinan lembaga tinggi negara yakni Ketua DPD-RI Irman Gusman ke Bali atas undangan dari Senator Gusti Wedakarna. Hal ini tentu menggembirakan dan juga pantas mendapat pujian. Mengingat, dengan hadirnya pimpinan lembaga tinggi negara ke Bali, dapat melihat langsung aspirasi masyarakat Bali. Nampak dalam foto Senator Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Kapolda Bali Drs. Ronny F. Sompie, S.H., M.H. menyambut Irman Gusman (Ketua DPDRI) di Istana Mancawarna Tampaksiring.

KUNKER - Sepuluh orang anggota Komite III DPD RI Bidang Kesra mengadakan kunjungan kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Bupati Gianyar pada Senin (11/5). Diterima oleh Bupati Gianyar, A A Bharata, rombongan DPD RI yang dipimpin oleh Senator Hardi Selamat Hood (Ketua Komite III), didampingi oleh Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (DPD RI Utusan Bali). Dalam kunker ini, DPD RI melaksanakan fungsinya sebagai pembuat UU yang mana usulan UU Ekonomi Kreatif telah masuk Prolegnas 2015 - 2019. Dalam sambutannya Bupati Gianyar AA Bharata menyatakan kebahagiaannya karena DPD RI telah menjadikan Gianyar sebagai tempat mencari masukan RUU Ekonomi Kreatif selain Yogyakarta dan Sumatera Utara. Pujian atas upaya Pemkab Gianyar juga diungkap Hardi Selamet Hood. Nampak dalam foto Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna saat bertemu Rachmat Gobel (Menteri Perdagangan RI).

40

25 - 31 Mei 2015


MBP/ist

MBP/ist

DISKUSI - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali menggelar diskusi dengan topik ‘’Mengawal Demokrasi di Udara Independen Penyiaran dan Kualitas Program Siaran’’ berlangsung di Denpasar, Kamis (7/5). Diskusi tersebut bertujuan mewujudkan siaran yang independen bagi media dalam menyajikan siaran yang berkualitas dan mendidik. Diskusi KPI Daerah Bali yang menghadirkan moderator akademisi yang juga mantan Wakil Ketua KPI Daerah Bali Ida Bagus Radendra Suastama terungkap, KPI selama ini mulai disoroti masyarakat. Hal ini terkait perannya sebagai lembaga kontrol siaran publik. Melalui diskusi ini diharapkan media mengutamakan penyiaran yang berkualitas dan mendidik. Selain itu, media harus lebih mengutamakan berita yang didasari fakta.

MOU - Secara resmi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Badung melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dalam rangka Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Badung tahun 2015, di Puspem Badung, Jumat (8/5). Untuk penyelenggaraan Pemilukada Badung 2015, Pemkab Badung menganggarkan dana Rp 33,6 miliar lebih. Rinciannya, untuk KPU mendapat dana Rp 19,5 miliar lebih, Panwaslu menerima Rp 5,2 miliar dan untuk anggaran keamanan Rp 8,7 miliar lebih. Penandatanganan MoU ini dilakukan Bupati Badung A.A. Gde Agung bersama Ketua KPU Badung A.A. Raka Nakula dan Ketua Panwaslu Badung I Ketut Arka. Penandatanganan tersebut disaksikan Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta, Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Forum Koordinasi Pempinan Daerah Kab. Badung serta pimpinan SKPD Badung.

MBP/ist

MBP/ist

PERTEMUAN – Dialog antara tokoh-tokoh masyarakat Kedonganan dipimpin Bendesa Adat Kedonganan I Ketut Puja, S.Ag. dengan Kepala Dispenda Badung I Wayan Adi Arnawa serta anggota Komisi III DPRD Badung I Putu Alit Yandinata pada pertemuan di ruangan Ball Room LPD Kedonganan, Minggu (10/5). Dalam pertemuan tersebut, sebenarnya membahas keberadaan kafe-kafe di sepanjang pesisir Pantai Kedonganan serta rencana pembangunan Pura Puseh dan Desa, Desa Adat Kedonganan, di mana pencairan bantuan hibahnya difasilitasi oleh Alit Yandinata. Bendesa Adat Kedonganan Ketut Puja, S.Ag. didampingi Ketua Panitia Pembangunan Pura Puseh lan Desa, Kedonganan, I Ketut Madra, memaparkan rencana kegiatan pembangunan Pura Puseh dan Desa diperkirakan menelan dana Rp 7,6 miliar, termasuk upacara ngusaba desa.

KUNJUNGAN - Setelah mendapat kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Jepang Drs. Noboru Nomura, SadaJiwa Bali Healthy Aging Facility, Sabtu (9/5) kembali menerima kunjungan dari Nederlandse Club Bali. Club yang terdiri dari puluhan warga Negara Belanda ini terkagum-kagum melihat fasilitas kesehatan yang diberikan kepada lanjut usia (Lansia) di klinik yang beralamat di Br. Pasekan, Desa Sembung, Mengwi, Badung ini. Ketua Nederlandse Club Bali Mr. Ed Hammingh mengakui, baru mengetahui jika terdapat pusat pelayanan kesehatan khusus melayani lansia. Menurutnya, penting bagi warga negara asing maupun lokal mengetahui keberadaan SadaJiwa. Nampak dalam foto Founder & CEO SadaJiwa dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., (pakaian adat Bali) foto bersama rombongan dari Nederlandse Club Bali di sela kunjungannya ke SadaJiwa. 25 - 31 Mei 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

MASSAL - Sunatan massal gratis dipusatkan di Kampung Telaga Mas, Karangasem, Minggu (10/5). Kepala Cabang Perum Jamkrindo Denpasar, Muhamad Solihin berfoto bersama sejumlah peserta sunatan. Sebanyak 50 anak-anak ambil bagian pada acara sunatan gratis itu. Kepala Cabang Perum Jamkrindo Denpasar, Muhamad Solihin kemarin di sela-sela kegiatan sunatan dan di depan ratusan warga dari beberapa kampung Muslim di Karangasem itu mengatakan, pada acara ini pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Kania Waras. Menurutnya, kegiatan ini sebagai bentuk peduli sosial Jamkrindo Denpasar. Selain sunatan gratis juga memberikan uang saku dan penyerahan bantuan goodibag kepada 50 peserta sunat. Kegiatan sejenis ini akan digelar lagi di Cupel, Jembrana 17 Mei. Program ini direncanakan untuk 20 peserta.

HUT - Dalam rangka HUT ke-811 Kabupaten Bangli, Universitas Warmadewa mengambil bagian dalam Parade Budaya melalui Marching Band Universitas Warmadewa (MBW) di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Minggu (10/5). Menampilkan sejumlah lagu hitnya, MB Unwar mampu memukau penonton karena memberi nuansa berbeda di acara tersebut. Dengan mengenakan seragam kebesarannya dan kekuatan penuh, MB Unwar menjadikan acara Parade Budaya HUT Kabuaten Bangli meriah. Ketua MB Unwar I Made Kusuma Wiranata hadir beserta Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Wakil Rektor III Universitas Warmadewa A.A. Mayun Wirajaya, para pembina Marching Band Universitas Warmadewa, serta Ikatan Keluarga Besar Alumni MBW.

MBP/ist

MBP/ist

PRESSLIST - Anak-anak SMA 3 Denpasar (Trisma) yang tergabung dalam Madyapadma Journalist Park (MP) kembali menggelar Aprpreciation of Sineas and Journalist (Presslist). Preslist ke-6, Jumat (8/5) dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra ditandai penandatanganan empat buku baru MP dan pemutaran film dokumenter ‘’Wayang Sepeda Motor’’. Wali Kota didampingi Kadisdikpora IGN Eddy Mulya juga sempat meninjau perpustakaan Trisma serta menemuai para peserta lomba. Menurut Pemimpin Umum MP Fina Pradnyani Pratiwi, Presslist kali ini melibatkan duta SMP dan SMA di 19 provinsi. Lomba meliputi majalah, kording, foto, blog, karikatur, Youth Sineas Award (YSA) dan Kreativitas Barang Bekas (KBB). Saat itu juga diluncurkan MPTV Blog sebagai metamorfosis dari MPTV online yang dimiliki Trisma dan pemutaran album kompilasi Kantor Berita dan Radio Features (KBRF) pascadibreidelnya Voice of Trisma.

WORKSHOP - Bunda PAUD Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra melihat hasil karya origami dari para pelatih origami pada pelaksanaan workshop origami yang menghadirkan pakar Origami dari Belanda dan pakar ketrampilan Origami Indonesia yang diikuti 400 orang pengajar PAUD se-Kota Denpasar, Senin (11/5) bertempat di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Kegiatan workshop ini menghadirkan pakar Origami dari Belanda Mrs. Jos Heije dan pakar ketrampilan Origami Indonesia Linda Marlina yang diikuti 400 orang pengajar PAUD se-Kota Denpasar. Lebih lanjut Ny. Selly mengatakan origami sebagai salah satu kreativitas melipat kertas yang dijadikan berbagai bentuk menarik seperti burung, bunga hingga bentuk-bentuk binatang serta bentuk permainan anak lainnya yang dapat melatih keterampilan anak sejak dini.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42

25 - 31 Mei 2015


MBP/ist

BAKTI PANGANYAR - Karya Pujawali di Pura Luhur Giri Selaka Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur pada tahun ini puncaknya bertepatan dengan Pagerwesi, Rabu (6/5). Panyineban berlangsung Sabtu (9/5). Bupati Karangasem I Wayan Geredeg memimpin rombongan umat Hindu dari Karangasem ngaturang bhakti panganyar dan sekaligus bhakti panyineb Sabtu itu. Rombongan bakti panganyar selain diikuti Bupati Wayan Geredeg, juga Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, S.E., Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H., Sekda Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si. dan seluruh Kepala SKPD beserta staf di jajaran Pemkab Karangasem. Di Pelataran Pura Luhur Giri Selaka, pamedek dari kabupaten/kota dari Bali itu melaksanakan pamuspaan secara bertahap. Rombongan umat dari Karangasem tampak berbaur dengan masyarakat setempat yang juga melaksanakan pamuspaan bakti panganyar sekaligus panyineban bersama.

LEPAS PEDA - Pemerintah Kabupaten Karangasem diwakili Sekda Karangasem Ir. Gde Adnya Mulyadi, Kamis (7/5) di wantilan kantor bupati melepas kontingen Pekan Daerah (Peda) Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Karangasem. Kontingen itu bakal mengikuti Peda XXV KTNA Provinsi Bali yang digelar di Bangli. Adnya Mulyadi melepas kontingen didampingi Kadis Peternakan Kelautan dan Perikanan Drh. Ketut Artama, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Ir. I Putu Sutha Antara, serta Kabag Ekonomi I Wayan Sutrisna, S.E., M.M. Panitia pelepasan kontingen Peda Karangasem I Wayan Sutrisna, S.E., M.M. mengatakan tujuan Peda KTNA ini diharapkan meningkatkan motivasi dan kegairahan petani nelayan dan masyarakat pelaku agribisnis di Kabupaten Karangasem.

MBP/ist

MBP/ist MBP/ist

PANTAU - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMP PGRI 6 Denpasar yang diikuti 118 siswa, Kamis (7/5), sangat istimewa. Istimewanya karena UN langsung dipantau Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadisdikpora IGN Eddy Mulya dan Kabid Dikdas I Made Raka. Wali Kota langsung diterima Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. I Ketut Antara, M.Ag., Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar Dr. I Nengah Madiadnyana, M.M. Ikut menyambut Wakasek Ni Nyoman Erawati, S.Pd., I Made Sudiarta, S.Pd., Luh Sudiasih, S.Pd. dan KTU Ni Nyoman Pulasari, S.Pd. serta guru pengawas. Wali Kota saat itu bukan saja memantau UN di sekolah ini yang diakui sudah berjalan jujur dan berintegritas, juga menyasar dua siswa miskin di sekolah ini yang dikabarkan menjadi petugas DKP tanpa digaji.

SYUKURAN - Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undiknas University menjelang penerimaan mahasiswa baru sukses meraih akreditasi B. Keberhasilan itu diungkapkan dalam bentuk syukuran, Kamis (7/5) di kampus setempat. Saat itu Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA. dadampingi Wakil Rektor Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si. memberikan dana motivasi yang diterima langsung Dekan FISIP Dr. I Nyoman Subanda, M.Si. Saat itu juga diserahkan SK BAN-PT yang menetapkan Prodi Ilmu Komunikasi meraih akreditasi B dengan nilai 355, tinggal enam poin mampu meraih akreditasi A. Acara syukuran juga dihadiri para direktur di lingkungan Undiknas, BPM Undiknas serta tim borang dan akreditasi civitas akademika Ilmu Komunikasi Undiknas. Acara ini penuh rasa kekeluargaan sekaligus tantangan bagi Nyoman Subanda untuk terus berinovasi guna meraih akreditasi A. 25 - 31 Mei 2015

43


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

LANTIK - Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., Jumat (8/5) melantik sejumlah pejabat eselon dan non-eselon di Auditorium Widyasabha, Kampus Unud, Bukit, Jimbaran. Beberapa pejabat yang dilantik yakni Dekan Fakultas Teknik (FT) Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T., Ph.D., Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, M.T., Ph.D., Kepala Unit Sumber Daya Informasi (USDI) Unud Prof. Dr. I Ketut Gede Darma Putra, S.Kom., M.T. serta sejumlah pejabat lainnya. Sebelum para pejabat baru ini dilantik Rektor Unud, mereka bersama-sama melakukan persembahayangan dan prosesi majaya-jaya di Pura Blembongan Unud dengan harapan mereka mampu mengemban dan melaksanakan tugas barunya dengan baik.

REKTOR - Universitas Mahendradatta (Unmar) telah memiliki nakhoda baru yakni seorang doktor perempuan termuda di Republik Indonesia yakni Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E., M.M. menggantikan Rektor sebelumnya Dr. Shri I Gst. Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta MWS III, S.E. (MTRU), M.Si. Hal ini dikarenakan Wedakarna telah terpilih menjadi anggota DPD dan MPR RI yang kini bertugas mewakili Bali di Pusat. “Saya sudah mengundurkan diri menjadi rektor pada 30 September 2014 yakni sebelum dilantik menjadi Anggota DPD RI dan Anggota MPR RI. Dan selama lebih 6 bulan lebih Unmar dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor dan saat ini kita bersyukur sudah mempunyai rektor definitif yakni Dr. Diah Werhi Srikandi. Selamat bertugas dan semoga sukses membawa Unmar sebagai PTS Unggulan di Bali,” ungkap Dr. Arya Wedakarna.

MBP/ist

MBP/ist

KOMUNIKASI - Komunikasi politik lintas partai yang dibangun Ketua DPC PDI-P Tabanan, I Komang Gede Sanjaya terus berlanjut. Setelah seebelumnya merangkul DPD II Partai Golkar Tabanan versi Agung Laksono kali ini giliran DPD II Nasdem Tabanan yang diajak berkomunikasi. Pertemuan DPC PDI-P Tabanan yang dikomandoi Sanjaya dengan DPD II Nasdem Tabanan dilakukan di warung makan BE Jawa, Tabanan, Senin, (11/5). Dalam pertemuan itu Sanjaya seperti biasa mengajak Sekertaris DPC I Nyoman Arnawa, dan bendahara DPC, AA. Dharma Putra serta anggota Fraksi PDI-P I Wayan Nugraha Giri. Sementara DPD II Nasdem Tabanan dihadiri Ketua DPD II, I Nengah Edy Mulyanto, Ketua DPC Kecamatan Tabanan, Ketut Ariawan. Dalam pertemuan penuh keakraban itu Sanjaya yang juga Wakil Bupati Tabanan menegaskan pertemuan itu merupakan upaya PDI-P dalam membangun komunikasi politik dengan semua partai. Tujuannya tidak lain untuk bersama-sama membangun Tabanan yang lebih baik di masa mendatang.

SEMINAR - Mahasiswa Program Studi Manajemen Akuntansi Hospitality menggelar Seminar Aplikasi Manajemen “Sistem Informasi Villa di Kawasan Badung Selatan” di Gedung Widyatula kampus setempat, Jumat (8/5). Seminar tersebut merupakan tindak lanjut hasil penelitian mahasiswa semester VIII angkatan 2011 yang diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap industri pariwisata khususnya di Bali. Seminar dibuka langsung Ketua STP Nusa Dua Bali Drs. Dewa Gde Ngurah Byomantara, M.Ed. Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Manajemen Akuntansi Hospitaliti I G.N. Agung Wiryanata, S.E., M.Si., para pejabat struktural dan fungsional di STP Nusa Dua Bali serta perwakilan dari industri pariwisata. Ketua STP Nusa Dua Bali Byomantara mengatakan, salah satu mata kuliah yang harus diselesaikan mahasiswa adalah aplikasi manajemen.

44

25 - 31 Mei 2015


MBP/ist

MBP/ist

CSR - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar di bawah kepemimpinan duet Rai Mantra dan Jaya Negara, dengan menggandeng Bank BPD Bali melalui program CSR, kembali memberikan bantuan program bedah rumah sehat kepada warga kurang mampu. Kali ini bantuan bedah rumah sehat diberikan kepada Wayan Sukri, warga Desa Sumerta Kelod. Wayan Sukri pada usianya yang sudah uzur tinggal sebatang kara karena ditinggal menikah oleh anak-anaknya. Mendengar ada warganya yang hidup kesusahan, Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (7/5) mendatangi langsung kediaman Sukri bersama tim CSR dan Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Kota Denpasar. Wali Kota Rai Mantra langsung meninjau tempat tinggal Odah Sukri, sapaan akrabnya. Tampak atap rumah sudah keropos dan beberapa bilah gentengnya sudah hilang.

SEMINAR - Dalam rangka peningkatan mutu perguruan tinggi secara menyeluruh dan berkelanjutan, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Seminar Pendalaman Implementasi Permendikbud Nomor 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Unwar, Kamis (7/5). Seminar ini diharapkan memperkuat pelaksanaan penjaminan mutu dan budaya mutu di lingkungan Universitas Warmadewa. Acara ini dibuka Rektor Unwar Prof. I Dewa Putu Widjana didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Dr. A.A. Gede Oka Wisnumurti, pimpinan fakultas dan program studi serta dosen di lingkungan Unwar. Hadir selaku pembicara Tim Pengembang SMPI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Nyoman Sadra Darmawan.

MBP/ist

MBP/ist

PELEPASAN - SMK TI Bali Global Denpasar menggelar acara Pelepasan Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2014-2015 di Hotel Nikki, Denpasar, Sabtu (9/5) lalu. Tahun ini, SMK TI Bali Global Denpasar melepas 354 siswa dari tiga jurusan. Masing-masing 31 orang dari Jurusan Teknologi Komputer Jaringan (TKJ), 130 orang dari Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan 193 orang dari Jurusan Multimedia. ‘’Kami memberikan reward dan piagam penghargaan untuk anak-anak kelas XII berprestasi, khususnya di bidang akademik. Per jurusan, masing-masing saya cari juara satu, dua, dan tiga,’’ ujar Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. di sela-sela acara pelepasan. Selain siswa berprestasi di bidang akademik, pihaknya memberikan reward bagi siswa berprestasi di bidang nonakademik. Di antaranya siswa yang mengikuti Porsenijar atau lomba. Selama ini, SMK TI Bali Global dikenal unggul dalam berbagai lomba IT. Dalam lomba desain blog, sekolah ini berturut-turut meraih juara satu.

BANTUAN - Kepedulian Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra terhadap warganya yang kurang mampu, tidak pernah berhenti. Kali ini dua siswa kurang mampu, Luh Sinta Oktaviani yang akrab disapa Luh Sinta dan Made Latra Febrianta dibantu dengan Beasiswa Pendidikan. Sinta dan Febrianta harus berjuang keras dengan memulung sampah karena kondisi ekonomi orangtuanya yang kurang mampu. Kedua anak ini yang saat ini mengenyam pendidikan Kelas 9 di SMP PGRI 6 Denpasar, telah lama diajak orangtuanya merantau di Kota Denpasar. Di tengah ketatnya persaingan hidup di Kota Denpasar, tanpa berbekal keahlian membuat mereka harus bekerka keras mengumpulkan pundi-pundi rupiah lewat jalan mengais sampah di salah satu kontainer milik DKP Kota Denpasar di kawasan Jl. Sudirman, Denpasar. Melihat kehidupan ekonomi keluarga itu Rai Mantra menaruh iba dan membantu pendidikan kedua siswa ini. Sinta Otaviana dan Made Latra Febrianta didampingi kedua orangtuanya diundang Wali Kota Rai Mantra ke kediamannya pada Jumat (8/5). 25 - 31 Mei 2015

45


TRADISI

’’Panyejeg Bhuana’’

Mohon Kerahayuan ”Bhuana Agung lan Bhuana Alit”

S

etahun sekali, di Kahyangan Jagat Wasa---Tuhan Yang Mahakuasa), menu- Dewa Brahma. Sugriwa warnanya jingga Luhur Natar Sari, Desa Pakra- runkan anugerah. Tengah malam pada perlambang Dewa Rudra, Sangut atau man Apuan Kecamatan Baturiti Tumpek Krulut, terjadi pertemuan akasa Ratu Ngurah Ketut warnanya kuning Kabupaten Tabanan, berlangsung dan pertiwi. Saat itu umat meyakini bahwa perlambang Dewa Mahadewa. Anila pujawali ageng. Pujawali itu bertepatan Sang Hyang Siwa Pasupati menurunkan warnanya hijau perlambang Dewa Sanganugerah, berupa kerahayuan, kemakmu- kara. Delem atau Ratu Ngurah Made dengan rerahinan Tumpek Krulut. Setiap pujawali atau karya gede di pura ran dan sebagainya. Saat itulah upacara warnanya kehitam-hitaman perwujudan Dewa Wisnu. Sempati warnanya abu-abu ini, ngerawuhin puluhan tapakan Ratu diselenggarakan. Di Pura Natar Sari terdapat pelawatan perlambang Dewa Sambu dan Rahwana Gede (Barong) yang menjadi sungsungan umat Hindu di lima kabupaten, yakni Ida Batara berupa figur pewayangan. atau Ratu Ngurah Sakti Ngawa Rat dengan Tabanan, Gianyar, Badung, Bangli, dan Jumlahnya sembilan, sehingga disebut Ida warna mancawarna perwujudan Dewa Jembrana. Tapakan Ida Batara tersebut Batara Sakti Nawa Sanga. Dalam Purana Siwa. Pewayangan Ida Batara tersebut kairing lunga ke Pura ini guna mengikuti Pura Luhur Natar Sari yang ditulis K. merupakan manifestasi Sang Hyang Siwa prosesi ritual panyejeg bhuana (pangider Sudarsana dan I Wayan Widarsana, S.Sos. Pasupati (Tuhan). Di pura yang satu areal bhuana) atau oleh umat setempat disebut disebutkan, tapakan berjumlah sembilan dengan Pura Puseh Desa Adat Apuan dan katuran. Upacara itu dilangsungkan ten- itu disebut Nawa Sanga atau Gunung Sia Jelantik ini terdapat sejumlah palinggih. gah malam, dilanjutkan dengan ngendag adalah perwujudan atau manifestasi Tuhan Palinggih yang digunakan untuk memuja kalang. Dalam prosesi tersebut, seluruh dalam bentuk Dewata Nawa Sanga yang kebesaran Ida Sang Hyang Widi Wasa adalah Padmasana (Padma Lingga). PadTapakan Ratu Gede napak pertiwi. Sesu- disimbolkan dengan tokoh pewayangan. Anoman, warnanya putih merupakan masana tinggi besar itu berdiri menghadap hunan yang berstana di Pura Luhur Natar Sari yakni Ida Batara Sakti Nawa Sanga perlambang Dewa Iswara bersenjata ba- ke selatan, berdampingan dengan Gedong dan semua Tapakan Ratu Gede diturunkan jra. Anggada, warnanya dadu merupakan Simpen (Pamereman). dari Bale Paruman, Bale Tiang Sanga dan perwujudan Sang Hyang Maheswara. Bale Pemayasan. Semuanya napak pertiwi Singanana warnanya merah lambang Subrata membentuk lingkaran. Para panyungsung silih berganti mundut tapakan Ida Batara selama upacara katuran berlangsung. Waktunya sekitar dua jam. Dalam prosesi itu para pamangku ngiyas tapakan Ida Batara satu per satu dengan rangkaian bunga, kemudian memercikkan tirta. Selanjutnya banten panyejeg bhuana katur ring Ida Sesuhunan sami. Banten tersebut diletakkan di tengah-tengah. Setelah katuran selesai Ida Tapakan Ratu Gede kembali distanakan di Bale Paruman. Selanjutnya umat melakukan persembahyangan bersama. Pemangku Pura Natar Sari, Jro Mangku Ketut Mastrum sempat menyampaikan, sekitar 108 tirta ditambah 45 tirta panyaksi tapakan, kamargiang dalam pelaksanaan upakara panyejeg bhuana atau katuran tersebut. Dalam upacara ini umat memohon karahayuan bhuana agung lan bhuana alit. MBP/lun Pada rerahinan Tumpek Krulut, Hyang Suasana piodalan di Pura Natar Sari belum lama ini. Di Pura ini setiap tahun dilangsungSiwa Pasupati (Ida Sang Hyang Widi kan pujawali dengan prosesi ritual panyejeg bhuana.

46

25 - 31 Mei 2015


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

FESTIVAL - Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar menggelar Festival Budaya Jepang – Bunkasai -- yang ketiga, Sabtu (9/5), dibuka Konsul Jepang di Denpasar Noboru Nomura. Hadir di acara itu Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta dan Pimpinan Yayasan Miyata Gakuen Mr. Miyata serta sejumlah masyarakat Jepang di Bali. Festival Budaya Jepang dengan tema ‘’Back to Nature’’ digelar atas kerja sama STIBA Saraswati Denpasar dengan Konjen Jepang dan Japan Foundation. Festival selama dua hari memperebutkan piala tetap. Ketua Panitia Agus Antara Pranata mengungkapkan, Festival Budaya Jepang ini ajang kreativitas mahasiswa Prodi Sastra Jepang STIBA Saraswati.

APRESIASI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan apresiasi tinggi kiprah Stikom Bali. “Atas nama Pemprov Bali, saya memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Stikom Bali yang telah membantu mencerdaskan generasi muda Bali khususnya dalam menguasai ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK),” kata Drs. I Ketut Wija, M.M., Asisten II Pemprov Bali, saat mewakili Gubernur Bali menerima audiensi Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, Senin (4/5) di kantor Gubernur Bali, Niti Mandala, Renon. Dia menilai langkah kunjungan Ketua Stikom Bali ke pemprov. “Kami bisa dengar langsung program mereka sehingga memudahkan monitoring. Tak banyak perguruan tinggi di Bali mau audiensi seperti ini,” kata Ketut Wija. Nampak dalam foto Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan memberikan cenderamata logo Stikom Bali kepada Drs. I Ketut Wija, M.M., Asisten II Pemprov Bali.

MBP/ist

MBP/ist

DOKTOR - Ujian terbuka promosi doktor atas nama I Dewa Putu Tagel, S.Ag., M.Ag. digelar Jumat (8/5) di Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Jl. Kenyeri No. 57 Denpasar. Ujian terbuka promosi doktor tersebut dihadiri Rektor IHDN Prof. Dr. I Nengah Duija dan undangan lainnya. Dalam ujian terbuka promosi doktor tersebut, I Dewa Putu Tagel mempertahankan disertasi berjudul ‘’Teologi Hindu Dalam Teks Siwagama dan Implementasinya di Kota Denpasar.’’ Selaku promotor Prof. Dr. I Made Suastika, S.U., promotor I Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. dan Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par., kopromotor II. Dewa Tagel menyampaikan, latar belakang ia melakukan penelitian ini karena kehidupan beragama umat Hindu di Bali masih berbeda-beda dalam ajarannya. Nampak dalam foto Penyerahan sertifikat kelulusan oleh Prof. Dr. I Made Suastika, M.Hum. selaku promotor kepada I Dewa Putu Tagel.

PELEPASAN - Acara Pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri 2 Mengwi tahun pelajaran 2014/2015 diselenggarakan di gedung Kertagusana Puspem Badung, Minggu (10/5). Kepala SMA Negeri 2 Mengwi, Drs. Nyoman Windia, MM berkesempatan pertama memberikan sambutan, disusul oleh Ketua komite I Gusti Ngurah Wiadnyana S.Sos, MSi, kemudian mantan Kepsek pertama SMA Negeri 2 Mengwi Drs. I Nengah Morna dalam kapasitasnya sebagai perbekel desa Prerenan, kesampatan terakhir diberikan kepada Wakil bupati Badung, Made Sudiana, SH,MSi sekaligus menerima kembalinya tim SMA Negeri 2 yang telah sukses mengharumkan Indonesia, khususnya kabupaten Badung sebagai peneliti muda di tingkat dunia. Nampak dalam foto Wakil Bupati Badung diapit oleh ketiga siswa berprestasi dunia, paling kiri ke kanan Made Sena Yudana Pembina KIR, Kepala SMA N 2 Mengwi, paling kanan kekiri Ketua Komite, Drs. I Nengah Morna, MM. MPd , I Made Mandi, SPd. MPd. 25 - 31 Mei 2015

47


PROPERTI

Rumah Ramah Lingkungan GELIAT properti Mei 2014 hingga Mei 2015, sangat lambat dan tidak terlalu menguntungkan. Menyiasati kondisi ini, pengembang berlomba-lomba memberikan aneka kemudahan, hadiah maupun bonus dan sejenisnya. Namun sebenarnya ada cara lain yang diberikan pengembang kepada konsumen, yakni dengan membuat rumah ramah lingkungan. “Pengembang harus peduli dengan kelestarian lingkungan. Paling tidak, tiap unit rumah ada biopori,” kata Operation Director PT Grha Giri Kencana Ir. I Made Suardana. Biopori tersebut, lanjut Suardana, merupakan sebuah lubang dalam tanah yang berfungsi menyerap air hujan sehingga bisa berfungsi seperti pohon besar. Dengan demikian biopori memiliki fungsi memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah. “Harus punya komitmen untuk lingkungan. Tanah yang dibangun harus berfungsi sebagai resapan tanah dengan membuat biopori,” ujarnya. Selain itu, alangkah bijaknya dibuatkan bio septick tank yang berfungsi untuk mencegah pencemaran lingkungan. Pasalnya dengan bio septick tank tersebut, air limbah rumah tangga tidak perlu pengurasan dan hasil proses pengolahan limbahnya berupa air bersih. Selain itu, juga dibuatkan

48

25 - 31 Mei 2015

sumur peresapan supaya air bawah tanah kualitasnya tetap baik. “Antara biopori dan sistem pengolahan limbah itu berfungsi untuk mencegah banjir. Air hujan dan air buangan rumah tangga diresap dengan baik,” tegas Suardana sembari menambahkan, tiap produk rumah dapat dibuatkan taman dan minimal ada satu buah pohon. Hal senada juga disampaikan pengusaha properti I Gede Suardita, S.E. Menurutnya membangun perumahan kawasan benar-benar memberikan fasilitas yang memadai bagi penghuninya. Selain itu, juga konsep Tri Hita Karana bisa diserap dengan baik. “Kualitas jalan, fasum, fasos, dan lahan hijau harus ada. Selain itu, customer bisa tenang dan nyaman,” tegas pemilik PT Bumi Cempaka Asri ini Kadang-kadang aturan itu sering diabaikan terutama oleh pengembang liar. Padahal hal tersebut sangat penting untuk menjaga lingkungan yang baik dan keasrian perumahan. Suardita menyayangkan masih banyak pengembang liar beroperasi sehingga pelanggaran tata ruang semakin parah. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah lebih aktif melakukan pengawasan. Edukasi yang positif dan berkesinambungan kepada penghuni rumah untuk senantiasa menjaga lingkungan rumah ramah lingkungan. Tidak hanya menjaga lingkungan dengan baik, rumah ramah lingkungan diharapkan bisa menghemat energi khususnya listrik. Oleh karena itu, perlu dibuat desain rumah yang minim pemakaian listrik. Misalnya rumah yang banyak jendela atau celah sehingga cahaya alami yang masuk memadai dan tidak perlu menggunakan listrik pada pagi serta siang hari. Selain itu, ventilasi yang banyak akan mengatur sirkulasi udara sehingga mengurangi penggunaan AC. “Kalau lingkungan perumahan nyaman, tenang, dan asri, peminatnya pasti banyak. Siapapun perlu ketenangan dan kenyamanan,” imbuhnya. Kerta Negara


FASHION

Berani K Tanpa Melibas Pakem

ebaya khas Bali menjadi sumber inspirasi desainer ternama Bali, Shinta Chrisna dalam berkarya. Tanpa takut melibas pakem yang ada, Shinta Chrisna menemukan ciri khasnya dengan menciptakan kebaya yang berwarna-warni berani dengan sentuhan yang berbeda dari desainer lainnya, unik, tanpa meninggalkan kesan tradisional khas Bali serta memancarkan kemewahan modern yang memesona. Dalam pagelaran Fashion Show Tunggal bertajuk “The Masterpiece: Persembahan Karya untuk Sahabat�, belum lama ini di Ballroom Fave Hotel Tohpati, Shinta Chrisna menampilkan 130 karyanya yang melibatkan 130 model profesional Bali dan Jakarta, serta kalangan sosialita di Bali. Setiap karyanya mencerminkan sebuah

work of piece yang penuh dengan detil dan perenungan seni yang dalam serta kolaborasi dari kebaya tradisional Bali dengan keglamoran akulturasi budaya internasional. Karya-karya kebaya kolaborasi Bali tempoe doeloe hingga kekinian, dihadirkan lewat beberapa tema, di antaranya Opening, Heritage Art of Kebaya, Socialite in Black, Balineese Tatler, Stuning Dusty, Mahabarata, Faboulous White, The Royal Taste, Vintage Velvet, She’s Rainbow, Tribute to Lovely Dad, Incridible Jodha Akbar, dan Gong Gemini Twin. Inten Indrawati LAPORAN

25 - 31 Mei 2015

49


AKTIVITAS

MBP/ist

TOLAK - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Badung sepakat menolak penyebaran paham ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) dan gerakan radikalisme di Kabupaten Badung. Kesepahaman ini dituangkan dalam deklarasi yang ditandatangani Majelis Khonghucu Kabupaten Badung, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Musyawarah Antar-Gereja Kabupaten Badung, MUI Kabupaten Badung, Ketua PHDI Badung, dan Ketua Majelis Madya Kabapaten Badung. Kegiatan ini disaksikan Ketua DPRD Badung, Bupati Badung, Sekretaris Daerah Badung, Dandim Badung, Kapolresta Denpasar, Kapolres Badung serta instansi terkait lainnya. Nampak dalam foto Bupati Badung A.A. Gde Agung berpose bersama Pimpinan FKUB saat deklarasi menolak penyebaran paham ISIS dan gerakan radikalisme di Kabupaten Badung, Kamis (7/5).

DOKTOR - Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan doktor. Doktor ke-19 yang dipromosikan Unhi, Sabtu (9/5) lalu atas nama I Nyoman Sueca, S.Ag., M.Pd. yang dosen STAH Negeri Gde Pudja Mataram. Sueca menempuh pendidikan di Program Doktor (S-3) Pendidikan Agama Hind, Program Pascasarjana Unhi. Mempertahankan disertasi berjudul ”Budaya Organisasi Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama dalam Pembinaan Pasraman di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat”, Sueca dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Selaku promotor Prof. Dr. Ida Bagus Gunadha, M.Si. (Ida Pedanda Rai Manuaba), kopromotor Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si., Ketua Sidang Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. dan Wakil Ketua Sidang Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. Sedangkan tim penguji meliputi Dr. I Ketut Gading, M.Psi. (eksternal), Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S., Prof. Dr. Ida Ayu Yadnyawati, M.Pd., Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si., Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si., Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd., Dr. Ni Putu Suwardani, M.Pd. dan Dr. I Wayan Winaja, M.Si.

MBP/ist

MBP/ist

MBP/ist

SEMINAR - Dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-4, Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menggelar seminar, Kamis (7/5) di kampus setempat. Menariknya, pada saat itu Undhira menggelar seminar dikhususkan bagi para mahasiswi, dosen dan staf perempuan di lingkungan Undhira. Seminar yang mengambil tema ‘’Inspiring Woman dan Citra Cantik Indonesia’’ bekerja sama dengan stasiun televisi swasta dan Citra Indonesia dalam rangkaian road show mereka di seluruh Indonesia, khususnya di lima provinsi yakni Manado, Pontianak, Bali, Makassar dan Aceh. Hadir sebagai narasumber dalam seminar ini yakni Ni Luh Jelantik, seorang pengusaha sepatu yang kini sangat terkenal yang sebelumya hanya seorang ibu rumah tangga dan perempuan biasa yang menjadi sukses karena kerja keras dan ketekunannya dalam berusaha.

PUJAWALI - Anggota DPR RI Drs. I Made Urip, M.Si., (paling kanan) didampingi Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Pujawali di Pura Besi Kalung. Rangkaian aktivitas rutin dilakukan anggota dewan empat periode (1999 - 2019) pada masa resesnya, yang berlangsung 27 April sampai 18 Mei 2015 ini adalah memenuhi undangan masyarakat. Politisi asal Cau, Marga Tabanan ini fokus menghadiri upacara adat dan juga kegiatan keagamaan masyarakat. Itu menjadi tradisi Ketua DPP PDI Perjuangan, yang kembali dipercaya Ketua Umum Megawati Soekarnoini mendatangi undangan sampai ke pelosok desa di Tabanan. Aktivitasnya yakni menghadiri undangan di Pura Pesek Kubayan Desa Wangaya Gede dan Pura Pasek Tangkas Banjar Bongli Desa Sangketan.

50

25 - 31 Mei 2015


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 91 by e-Paper KMB - Issuu