Skip to main content

Majalah balipost edisi 90

Page 1

90 |18 - 24 Mei 2015

Pak SBY Bantu Saya

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI KPK Dilemahkan di Era Jokowi 6 BALI SEPEKAN Lab Puskesmas Buleleng I Kurang Representatif 7 LAPORAN UTAMA Tim Ekonomi Jokowi Kebobolan 8 Turunnya Rupiah upiah Picu Usulan Turunkan Menteri 10

LENSA Lautan Sampah 26

Pak SBY Bantu Saya 11 POLITIK Terjebak Kepengurusan Ganda 16 UU Pilkada, Antara Revisi dan Fatwa MA 17 PENDIDIKAN Calon Guru Besar Tak Cukup

OLAHRAGA Inspirasi Piala Dunia 28 LINGKUNGAN Warga di Hulu Melestarikan,

Tengah dan Hilir Menikmati 36

Bermodal Gelar Doktor 18

MANCANEGARA Pelacur, Profesi Tertua di Dunia 20 DAERAH Nasib GOR Tembuku

di Tangan Provinsi 22

PARIWISATA Kejayaan Ubud Terongrong 38 TRADISI Pemakaman Jenazah di Terunyan

Perempuan Pantang Masuk Areal ”Sema Wayah” 46

FASHION Kebaya Lawas yang Luwes 48 PROPERTI RST di Bali

Terbentur Harga Tanah 50

18 - 24 Mei 2015

3


DARI PEMBACA

Orang Bali “Terdepak” O

rang Bali baik hati, ramah dan penuh toleransi. Sedari dulu orang Bali terkenal seperti itu, baik hati, ramah dan penuh toleransi. Dalam kehidupan sehari-hari hal itu sangat nampak. Sampai sekarang pun tidak berubah, selalu bernuansa baik hati ramah dan penuh toleransi. Sekarang jika ada piodalan di Pura apalagi Pura Sungsungan Jagat, pasti diperkenankan kerabat sebangsa dan setanah air mencari nafkah saat keramaian upacara di Pura tersebut. Demikian pula jika ada perayaan di kota baik dalam HUT atau peringatan hari-hari nasional pasti banyak teman-teman setanah air (hampir 99,9%) mengais rezeki saat keramaian itu dengan segala fasilitas yang tersedia dan orang Bali sangat bergairah sebagai pembeli dan ‘terdepak’ sebagai penjual. Ini sebuah kenyataan, mengapa orang Bali yang terkenal baik hati ramah dan penuh toleransi kalah bersaing dalam mengais rezeki di tanahnya sendiri. Bagaimana generasi Bali ke depannya? Apakah akan selalu sebagai pembeli/ konsumen yang handal? Nyoman Manda Br. Teges Kaja Gianyar

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani

“Telajakan” Dikontrakkan? D

i Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, banyak telajakan dibiarkan begitu saja ditumbuhi semak-semak dan rumput tak dipelihara walaupun ada juga telajakan ditanami tanaman hias. Di desa lain juga ada hal yang sama. Namun, banyak juga saat ini yang tak punya telajakan karena disulap jadi warung. Malahan ada telajakan-nya dikontrakkan karena yang punya telajakan mungkin tak mampu membangun warung. Hal ini saya lihat bukan di Badung tapi di Desa Batuan, Sukawati Gianyar. Di atas telajakan yang lebarnya sekitar 2 meter dan panjang sekitar 15 meter terbentang spanduk dengan tulisan “Telajakan ini dikontrakkan, Hubungi Hp dengan nomor ….” Demikianlah situasi saat ini. Semua mengejar uang. Memang uang diperlukan namun kenyamanan dan keindahan itu perlu, apalagi Bali adalah tujuan wisata. W. Beratha Yasa Kapal, Mengwi-Badung Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

18 - 24 Mei 2015

4


Pariwisata Berbasis Kerakyatan Tergerus DOMINANNYA pendekatan bisnis dalam pengelolaan pariwisata membuat perjalanan pariwisata Bali menjauh dari konsep pariwisata budaya. Terjadi kecenderungan, pariwisata Bali akan berkembang sebagai destinasi pariwisata modern dengan bertumpu pada keragaman daya tarik objek. Pendekatan pengelolaan pariwisata dengan mengedepankan pendekatan bisnis pragmatisme dengan mengabaikan upaya-upaya pelestarian budaya membuat ancaman degradasi pariwisata budaya menguat. Kebijakan pemerintah dalam mengelola perizinan di sektor pariwisata juga diyakini akan membuat pariwisata berbasis kerakyatan tergerus. Pandangan itu terungkap saat Pusat Data Bali Post menggelar Jajak Pendapat terkait perkembangan pariwisata Bali. Jajak dilakukan di seluruh kabupaten dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 33,14 persen mengaku masih yakin pariwisata Bali akan tetap bertahan. Responden berpandangan, walaupun ada kecenderungan modernisasi, pariwisata Bali tidak akan terdegradasi. Selain memiliki Perda yang mengatur tentang pari-

wisata Bali, Bali juga memiliki karateristik yang khas. Kepedulian tokoh-tokoh Bali dan masih kuat desa pakraman Bali akan membuat pengaruh pariwisata modern sulit berkembang. Terlebih wisatawan yang datang ke Bali ingin menikmati alam dan budaya Bali. Di lain pihak, 63,69 persen responden mengaku pesimis pariwisata Bali akan bertahan. Kuat kecenderungan Bali akan mengalami pergeseran pariwisata budaya ke pariwisata modern. Dominannya kepentingan ekonomi dan pragmatisme pelaku pariwisata, membuat mereka akan mengelola pariwisata berdasarkan pendekatan bisnis. Indikasinya, Bali mulai mengembangkan keragaman daya tarik objek wisata. Kini, objek wisata dengan menawarkan binatang, wahana air, karaoke dan destinasi baru termasuk memanjakan wisatawan dengan wanita juga berkembang. Kecenderungan ini makin terbuka ketika pejabat daerah mentoleransi berkembangnya pembangunan hotel dan vila di daerah窶電aerah yang dulu mengandalkan home stay. Kebijakan pemerintah ini diyakini akan membuat pariwisata berbasis kerakyatan

akan tergerus. Sedangkan 3,17 persen responden tak memberikan pandapat. Mereka hanya berharap pariwisata Bali jangan sampai tinggal kenangan. Pejabat Bali harus tegas membentengi pariwisata Bali bukan malah mengakomodir kepentingan investor. Dira Arsana 18 - 24 Mei 2015

5

5


OPINI

KPK Dilemahkan di Era Jokowi

T

elah lama ada wacana bahwa pada suatu saat nanti, KPK pasti akan dilemahkan ramairamai. Seperti halnya lembaga KPK di Hongkong. Wacana itu muncul tatkala KPK sangat masif membasmi korupsi di Indonesia. KPK membasmi korupsi di kalangan elite parpol, elite DPR, menteri, jaksa, hakim, dubes, PNS-pejabat publik, pengacara, kepala daerah, BPK, dan tak ketinggalan di polri. Masyarakat mengira bahwa KPK akan dilemahkan di era SBY, yang diasosiasikan oleh publik sebagai presiden yang peragu. Hal itu nyaris terjadi dalam kasus Antasari, dan kasus cicak vs buaya. Namun bisikan-bisikan politis kepada SBY dengan cepat dapat direspons, KPK kembali dapat tegak dan disegani. Tampaknya, KPK adalah satu-satunya lembaga di era reformasi yang masih mendapat respek dari publik. Hal itu diperoleh, tidak lain karena kinerjanya yang masih konsisten, berintegritas dan memihak publik. Mengapa KPK masih tetap bisa eksis? Karena lembaga itu memang mengandung aura antikorupsi. Tentu saja para komisioner KPK sangat peka terhadap unsur-unsur yang bisa menjebaknya ke arah tindakan korupsi. Tampaknya sudah sangat sering ada upaya untuk melemahkan KPK. Di antaranya, dengan cara ingin mengubah UU KPK, mengubah SOP penyadapan, menarik penyidik KPK yang berasal dari Kejaksanaan dan Polri, dan lainlain. Tetapi entah kenapa, KPK tetap saja bisa tegak untuk memenuhi harapan rakyat, guna memberantas korupsi di Indonesia. Korupsi sepertinya sudah membudaya. Banyak masyarakat yang memilih Jokowi, karena ia diharapkan lebih memperkuat KPK. Di samping itu, karena janji serta prilakunya yang sederhana, dan antikorupsi. Bukan karena ia kader PDI-P, lalu serta merta masyarakat memilih Jokowi. Sama sekali bukan.Saat ini, di era kepemimpi-

6

Oleh Wayan Windia

nan Polri di tangan Badrodin Haiti, dan era Presiden Jokowi-JK, justru KPK betul-betul dilemahkan. Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjanarko (BW) dilengserkan karena alasan-alasan (yang menurut masyarakat) sangat remeh-temeh, dan kasusnya sudah sangat lama. Padahal AS dan BW sedang mengungkap kasus-kasus yang sangat besar, termasuk kasus BG di Polri. Presiden Jokowi tampaknya belum berani melakukan tindakan tegas untuk membela KPK (sesuai janjinya untuk memberantas korupsi). Meskipun ia berkali-kali mengatakan bahwa “jangan ada lagi kriminalisasi, tetapi pihak Polri tampaknya tidak peka menangkap pesan Presiden. Polri terus saja melakukan tindakan proses-teknis terhadap AS dan BW. Meskipun banyak wacana yang mengatakan bahwa tindakan itu adalah bagian dari kriminalisasi. Belum reda kasus KPK-Polri Jilid III, ternyata lagi-lagi Polri membuat “terobosan”. Mereka menangkap dan menahan Novel Baswedan. Hal ini

membuat berbagai elemen masyarakat menjadi kembali “geger”, dan bahkan menjadi isu politik. Sepertinya tak pernah ada ketenangan politik di Indonesia. Hal ini bisa sangat membahayakan perekonomian di Indonesia. Kasus Novel Baswedan yang sudah berlalu 14 tahun, lalu diungkap lagi (padahal, dulu sudah dihentikan oleh SBY). Hal yang analogis dilakukan pula dalam kasus AS dan BW. Dalam kasus Novel, keterangan-keterangan Kabareskrim tampaknya mengandung nafsu dan aura balas dendam. Bukan bersikap kenegarawanan dan untuk menjamin ketenangan politik di Indonesia. Sementara itu Kapolri tampaknya agak repot mengendalikan Polri dalam bekerjasama dengan Wakapolri dan Kabareskrim yang sekarang ini. Tampaknya perlu ada reorganisasi kembali dalam tubuh Polri agar dapat sepenuhnya bersikap mendukung kebijakan kerja Jokowi-JK. Di tengah kasus pro-kontra penangkapan Novel Baswedan, terbetik kabar bahwa Jokowi sudah mulai berani unjuk gigi dan turun tangan. Jokowi telah memerintahkan agar Kapolri tidak menahan Novel Baswedan. Hal yang sama, sebaiknya dulu dilakukan pula dalam kasus AS dan BW. Kalau hal itu dilakukan Jokowi, mungkin peta politik di Indonesia akan tidak seperti ini. Perlu dicatat bahwa Novel adalah seorang penyidik, yang banyak diwacanakan sebagai orang yang punya integritas. Kalau memang dulu ia dianggap bersalah, kenapa tidak dulu dihukum, pada saat ia masih di lingkungan Polri? Jangan-jangan dulu Novel justru dielu-elukan di lingkungan Polri dengan tindakannya itu. Tampaknya aspek politis ikut bermain dalam kasus Polri-KPK belakangan ini. Novel memang dibebaskan sesuai perintah Presiden, maka hal ini merupakan tamparan yang keras terhadap Kabareskrim Polri. Penulis, anggota PWI Bali

18 - 24 Mei 2015

6


BALI SEPEKAN

Lab Puskesmas Buleleng I Kurang Representatif PUSKESMAS Buleleng I yang lokasinya di perkotaan ternyata masih mengalami hambatan dalam kelengkapan sarana dan prasarana penunjang. Salah satunya ruang laboratorium (lab) hingga kini belum representatif. Sejatinya, sarana ini sangat diharapkan. Namun, karena terbentur anggaran, sehingga rencana penambahan ruang lab hingga kini belum juga terwujud. Untuk memberikan pelayanan di bidang laboratorium, puskesmas ini hanya mengandalkan ruang kecil dan tidak representatif.

Demikian terungkap ketika Wakil Ketua DPRD Buleleng I Made Adi Purnawijaya, S.Sos., meninjau Puskesmas Buleleng I, Senin (4/5). Dia didampingi oleh Ketua Komisi IV I Ketut Wirsana bersama angotanya. Rombongan dewan ini diterima oleh Kepala Puskesmas Buleleng I Drg. Suteja. Di hadapan dewan Drg. Suteja mengungkapkan, sejak memimpin lembaga ini pihaknya sudah berbuat banyak untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan bagi warga kota dengan maksimal.

Tunggakan Pajak Capai Rp 10 Miliar TUNGGAKAN wajib pajak hingga bulan April 2015 ini tercatat Rp 10 miliar. Tunggakan ini didominasi dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tak pelak, hal ini membuat pemerintah daerah harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan persoalan ini. Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Bangli Gd. Suryawan, Senin (4/5) mengungkapkan, tunggakan pajak ini merupakan limpahan piutang dari kantor pelayanan pajak pusat kepada pemerintah daerah sesuai dengan berita acara yang diserahkan pada Januari 2014 lalu. Besaran

tunggakan wajib pajaknya pun terbilang tinggi, yakni mencapai Rp 11 miliar. Namun, dalam kurun waktu satu tahun, beberapa pajak itu sudah ada yang terbayar, hingga sisanya sampai saat ini mencapai Rp 10 miliar. Dikatakan, tunggakan ini lebih banyak berasal dari pajak bumi dan bangunan. Ia juga tidak menampik bahwa pajak lain juga mengalami penunggakan, namun nominalnya tidak begitu besar. “Penunggakan wajib pajak ini lebih banyak berasal dari PBB, untuk yang lain tidak begitu banyak,” jelasnya. Sosiawan

BPSK Badung Sidangkan Kasus Sengketa ‘’Finance’’ BADAN Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Badung, Senin (4/5) mengelar sidang gugatan konsumen. Dalam sidang pemanggilan pertama itu, pihak konsumen (pelapor) Hamad Suryadi asal Kerobokan, Badung mengadukan PT Summit Oto Finance lantaran tidak memberikan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) setelah pelapor melunasi kreditnya. “Konsumen melaporkan masalahnya ke BPSK Badung, karena setelah melunasi kredit kendaraannya, pihak finance tidak memberikan BPKB,” ungkap Ketua BPSK Badung Agung Putrajaya, S.H., M.Si. usai sidang yang digelar di Kantor BPSK Ba-

dung, Puspem Badung. Perusahaan finance di Bali marak melakukan pelanggaran pada konsumen. Misalnya, dengan tidak menerbitkan akta fidusia kepada konsumen. “Banyak finance di Bali melanggar aturan dengan tidak mendaftarkan jaminan fidusia sehingga finance tidak membayar pajak ke negara,” ungkap Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali Putu Armaya di Denpasar. Dia menyebutkan, YLPK Bali menerima 474 kali pengaduan konsumen selama tahun 2014 terkait pelayanan kepada masyarakat luas. Parwata

MBP/mud

Hanya, tingginya tingkat kunjungan pasien, sehingga terkadang pelayanan sempat mengalami gangguan. Pasien pun terpaksa harus antre agar bisa mendapatkan giliran pemeriksaan kesehatan atau penebusan obat-obatan. Selain itu, kendala yang lebih serius, kata Suteja, Puskesmas Buleleng I hingga kini belum memiliki ruang laboratorium yang memadai. Mudiarta

Kasus CPNS

Penyidik Tetapkan Dua Tersangka SETELAH memeriksa sejumlah saksi dengan masa yang cukup panjang, akhirnya penyidik Kejari Tabanan menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan pemerasan CPNS di lingkungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Tabanan. Keduanya itu I Gede Jagrem (JG), mantan Kabid Peralatan dan Angkutan DKP yang kini menjabat sebagai Kabid Promosi dan Pengendalian di Disnaker, serta satu orang lagi Candra Dewi (CD) yang menjabat Kasubag Hukum dan Kepegawaian di DKP. Penetapan kedua tersangka tersebut dibeberkan langsung Kajari Tabanan Atang Bawono, Senin (4/5). Menurut pejabat asal Sukaharjo ini, untuk memecahkan misteri siapa yang bertanggung jawab terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan DKP, pihaknya telah membentuk tim sejak awal Maret 2015 lalu. “Tim inilah yang kemudian bekerja keras mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat penyidikan,” ungkapnya. Dari hasil penyidikan dan alat bukti serta diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi, keduanya dipastikan naik status dari saksi menjadi tersangka. “Bukti sudah kuat, dan status kedua tersangka sudah naik dari saksi menjadi tersangka,” ucapnya. Puspadewi 18 - 24 Mei 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Tim Ekonomi Jokowi Kebobolan

I

su reshuffle kaibnet Kerja Jokowi ditanggapi beragam. Ketua DPR Setya Novanto setuju pergantian menteri dilakukan, pabila terbukti tidak memberi kontribusi. Sementara Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai belum saatnya mengganti menteri. Sebab pelambatan ekonomi yang dijadikan alasan untuk reshuffle, bukan hanya dialami Indonesia. Pelambatan ekonomi juga dialami banyak negara. Lalu apa tanggapan elite PDI-P yang menjadi pengusung utama Jokowi? Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya mendukung apabila Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet. “PDI-P tidak suka mendorong-dorong. Kami sukanya mendukung (reshuffle),” kata Hasto. Apabila dilakukan reshuffle kabinet, PDI-P menekankan perlunya dilakukan evaluasi pada tim ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK. “Ekspektasi rakyat begitu besar khusus pada perekonomian. Presiden punya hak untuk melakukan penggantian,” sebutnya tanpa mau menyebut menteri bidang apa yang pantas diganti. Hasto tidak menampik partainya sudah menyiapkan kadernya untuk mengisi kursi menteri jika Presiden Jokowi menginginkannya. “Sebagai parpol kami siapkan kader untuk pemimpin baik untuk jabatan strategis,” tandasnya. Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Didik J Rachbini menilai tim ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK bak pemain sepak bola yang tengah kebobolan gawangnya. “Ekonomi tidak terjaga, sama dengan pemain bola tidak jaga gawang. Kalau gawang kebobolan namanya pemainnya tidak berhasil,” kata Didik di sela acara Pelantikan Pengurus DPP PAN dan Rakernas I PAN di Jakarta, pekan lalu. Menurut Didik, tim ekonomi Kabinet Kerja Jokowi-JK kebobolan dalam hal menjaga nilai tukar rupiah yang kian turun, pertumbuhan ekonomi kian turun, hingga naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Didik menekankan kesalahan itu

8

tidak dapat dibebankan terhadap orang per orang menteri ekonomi Kabinet Kerja. “Itu tidak bisa (disalahkan) orang per orang. Itu kan tim ekonomi,” kata Didik. Sementara itu terkait wacana perombakan kabinet, Didik mengaku mendengar isu yang beredar bahwa Presiden Jokowi belum mau melakukan perombakan itu, karena dinilai terlampau dini. Tetapi menurut dirinya pribadi perombakan kabinet yang merupakan hak prerogratif presiden dapat dilakukan jika tidak ada pilihan lain. “Saya tahu dari bisik-bisik presiden dan wakil presiden, katanya perombakan terlalu dini di masa enam bulan pemerintahan. Ya bisik-bisik itu dari mana-mana. Tapi menurut saya, kalau tidak ada pilihan, apa boleh buat (perombakan harus dilakukan),” jelas Didik. Sementara itu sejumlah pengamat mengingatkan Jokowi apabila benar dilakukan reshuffle, agar tidak serta merta mengganti kabinetnya atas dasar desakan politik, tetapi lebih pada evaluasi kinerja menteri bersangkutan. “Reshuffle kabinet harus dipisahkan antara berbasis kinerja dan desakan politik. Tidak boleh mengganti menteri karena desakan eksternal. Itu harus dipisahkan dan semuanya kembali kepada leadership seorang presiden,” kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Publik (PSHK), Ronald Rofiandri, pekan lalu. Selain tim ekonomi yang santer disebut, Ronald mengakui bidang hukum juga mendapat sorotan untuk dievaluasi. Pengamat politik Lely Arriane mengakui ada desakan perombakan kabinet yang didasari muatan politis seperti yang disuarakan sejumlah politisi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Di saat kepentingannya terganggu dan tidak sejalan, KMP menganggapnya sebagai lawan yang perlu disingkirkan. “Jadi penilaian yang dipenuhi subjektivitas politik itu tidak fair,” katanya.

Sementara itu pimpinan DPR menyambut baik rencana Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinetnya. Ketua DPR Setya Novanto mengatakan sudah seharusnya Presiden Joko Widodo mengevaluasi bahkan mengganti menteri-menterinya apabila dirasakan tidak dapat memberikan kontribusi terhadap roda pemerintahan yang dijalankannya. Dia mengakui, ada beberapa menteri yang memang harus di-reshuffle dari Kabinet Kerja. Hal itu agar capaian target dari program yang diberikan presiden berhasil. “Kita harapkan tidak jadi muatan yang baru karena ada beberapa menteri dalam evaluasi yang bisa berikan kontribusi besar,” tegasnya. Menurutnya, enam bulan pemerintahan Presiden Jokowi sudah cukup untuk mengevaluasi para pembantunya. Namun, sebagai pemegang hak prerogatif dalam menentukan susunan kabinet pemerintah, Setya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. “Kita berikan kepercayaan sepenuhnya kepada Presiden untuk berikan rencana kabinetnya untuk jadi Indonesia hebat,” tandasnya. Berbeda dengan Setya Novanto, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyarankan agar evaluasi yang mengarah para perombakan menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK sebaiknya dilakukan setelah satu tahun pemerintahan berjalan. Menurutnya, melemahnya perekonomian akhir-akhir ini tidak bisa dijadikan ukuran untuk mendesak Presiden Jokowi mereshuffle kabinetnya. “Bidang ekonomi memang melambat, tetapi apakah tim ekonomi perlu diganti. Menurut saya tunggu satu tahun,” kata Zulkifli usai menutup Rakernas I PAN. Menurut Zulkifli sebenarnya pelambatan ekonomi tidak hanya dirasakan masyarakat di Indonesia, juga di negara lain. Menurunnya pertumbuhan di bidang ekonomi merupakan permasalahan global. Hardianto

18 - 24 Mei 2015

8


Presiden Jokowi saat meninjau kesiapan Bulog untuk salurkan beras menyusul naiknya harga beberapa 11 - beras 17 Mei 2015 bulan lalu.

9

MBP/dok

9


LAPORAN UTAMA

Turunnya Rupiah Picu Usulan Turunkan Menteri

T

erjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di atas 13.000, pengangguran, dan hal-hal yang memberatkan masyarakat merupakan indikator kurang optimalnya kinerja para menteri di sektor ekonomi. Atas hal tersebut banyak yang mengusulkan perlunya reshuffle. Lalu bagaimana tanggapan Jokowi? Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi rencana perombakan kabinet dengan kembali menyatakan bahwa dirinya mengevaluasi kinerja para menteri setiap saat. “Setiap pekerjaan, setiap yang kerja, semua menteri, kita lihat harian, mingguan, bulanan, itu kita lihat,” katanya pekan lalu. Ia menyatakan akan melihat rencana perombakan kabinet itu. “Ya nanti dilihat,” katanya, singkat. Pernyataan tersebut tidak berbeda dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya. “Saya sudah sampaikan bolak-balik, setiap pekerjaan, setiap yang kerja, semua menteri kita lihat harian, mingguan, bulanan, itu kita lihat,” katanya. Beda dengan pernyataan Wapres Jusuf Kalla. Ia membenarkan ada rencana perombakan susunan Kabinet Kerja karena diperlukan peningkatkan kerja dalam pemerintahan. “Ya tentu dalam waktu ke depan ini, karena banyak perlu peningkatan kinerja tentu dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya,” kata Kalla. Namun, Wapres enggan merinci lebih lanjut kriteria menteri yang akan digeser maupun dicopot jabatannya dari Kabinet Kerja. Dia juga belum memastikan waktu pelaksanaan perombakan tersebut. Wapres hanya mengatakan perlu dilakukan evaluasi terhadap para menteri di Kabinet Kerja dan memandang perlu dilakukan perombakan jika kebutuhan mendesak. Sementara itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan setuju jika Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berencana meng-

10

ganti menteri di dalam Kabinet Kerja yang dinilai berkinerja lamban guna meningkatkan kinerja pemerintah. “Kalau menurut Presiden ada menteri yang kinerjanya lamban, kendor setelah delapan bulan dilantik, kita sebagai ormas oke saja,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Ia mengatakan bahwa harus diakui ada menteri dalam Kabinet Jokowi-JK yang berkinerja bagus. Ia mencontohkan di bidang keamanan mampu menunjukkan stabilitas yang baik dan bisa dirasakan oleh masyarakat. “Begal ditindak, gembong narkoba ditangkap,” kata Said Aqil. Namun, ada juga menteri yang berkinerja kurang menggembirakan, terutama di sektor ekonomi. Terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang hingga saat masih di atas 13.000, pengangguran, dan hal-hal yang memberatkan masyarakat merupakan indikator kurang optimalnya kinerja para menteri di sektor ekonomi “Ini menandakan tim ekonomi Presiden kurang berhasil selama delapan bulan ini,” kata Said Aqil. Hardianto Jusuf Kalla

18 - 24 Mei 2015

10


Pak SBY Bantu Saya SELAIN menolak menandatangani berita acara penahanan, Jero Wacik juga meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, serta mantan bosnya di Partai Demokrat sekaligus Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono. ‘’Saya mohon Pak Presiden Jokowi. Bapak mengenal saya dengan baik. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Pak Wapres, Pak JK, lima tahun saya di bawah Bapak. Pak SBY juga, Pak Presiden ke-6, karena saya diperlakukan seperti ini, saya mohon dibantu. Saya tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Saya merasa ini ketidakadilan. Seharusnya warga negara semua sama diperlakukan. Itu mengapa saya tidak mau menandatangani berita acara penahanan,’’ tegasnya sebelum memasuki mobil tahanan yang akan membawanya ke ‘’hotel prodeo’’. Lalu apa kata pimpinan Partai Demokrat terkait hal itu? Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penahanan mantan Menteri ESDM Jero Wacik. Ia juga menegaskan, Partai Demokrat tidak akan meminta bantuan kepada mantan Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono untuk membantu Jero Wacik. “Kalau minta tolong SBY, saya rasa tidaklah. Ini dilebihlebihkan. Itu gak mungkin karena semuanya berasaskan aturan hukum. SBY juga menganut taat hukum. Sehingga kita semuanya harus ikut proses ini,” kata Wakil Ketua DPR RI itu. Namun, untuk bantuan hukum dari Partai Demokrat untuk Jero Wacik, Agus mengatakan, tentu akan diberikan. “Kalau bantuan hukum itu hak setiap warga negara. Jangankan Partai Demokrat tapi partai lain juga ada hak itu. Minta bantuan hukum ke mana, dipersilakan dari Pak Jero Wacik sendiri,” kata

MBP/dok

Jero Wacik ketika bersama SBY pada pembukaan PKB.

Agus. Selain SBY, JK juga diminta bantuan. Terhadap permintaan itu, JK mengatakan; Kalau sudah masuk ranah hukum seperti itu, tentu kalau memang ada unsur-unsur yang keliru ya kita bela. ‘’Kalau memang KPK dapat membuktikannya ya tentu dibelanya di pengadilan,’’ tegas JK. Tak hanya kolega Wacik di partai yang memberi tanggapan, para kerabat dan sesepuh di Batur, tempat kelahiran Wacik juga memberi tanggapan. “Saya sangat prihatin. Tapi apa daya ini persoalan hukum,” ujar Jero Gede Batur. Jero Gede Batur mengatakan, Jero Wacik sejak kecil dikenal sangat baik dan tidak sombong. Saat masih menjabat maupun sudah tidak menjabat, Jero Wacik tidak pernah menjaga jarak dengan keluarga maupun masyarakat. ‘’Sejak kecil dia selalu baik pada siapa saja, dan mudahmudahan ia tabah menjalani cobaan ini,’’ imbuh Jero Gede Batur Alitan. Terkait adanya penahanan Jero Wacik oleh KPK, Jero Gede Batur memastikan tidak akan mengganggu jalannya pelayanan umat di Pura Bukit Mentik, Kintamani. Sebab tugas Kepemangkuan yang disandang Jero Wacik masih bisa digantikan oleh pamangku-pamangku lainnya. Sementara itu rumah Jero wacik di Batur, Kintamani, Rabu kemarin terlihat sepi. Sepupu Jero Wacik, I Ketut Ganteng mengatakan Jero Wacik merupakan sosok pria yang sangat sederhana. Hal yang sama juga disampaikan kerabat Jero Wacik lainnya, Putu Puspawati. Dia mengatakan se-

lain sederhana Jero Wacik juga merupakan sosok yang rajin sembahyang. Saat masih aktif menjadi menteri, Jero Wacik kerap pulang ke Batur untuk sembahyang. Terakhir kali Jero Wacik pulang ke kampung halamannya di Batur bulan lalu ketika karya Ngusaba Kadasa di Pura Hulundanu Batur. Saat pulang Jero Wacik lebih banyak menghabiskan waktunya di pura. “Saat pulang Pak Jero jarang tidur di rumah, seringan makemit di Pura,” terangnya. Kini pihak keluarga di Batur hanya berharap Jero Wacik bisa segera dibebaskan dari hukuman. Sebab keluarga yakin Jero Wacik tidak pernah melakukan tindak melanggar hukum sebagaimana yang disangkakan KPK. Selain ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Menteri ESDM, KPK juga menetapkan Wacik sebagai tersangka perkara kasus dugaan korupsi dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2008-2011. Dalam perjalananya, Wacik sempat mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta selatan atas penetapan status tersangkanya. Wacik berharap penetapan tersangkanya oleh KPK akan digugurkan pihak pengadilan. Namun, nasib baik belum berpihak padanya. Praperadilan Wacik ditolak hakim tunggal Sihar Purba, karena seluruh gugatannya sudah masuk materi pokok perkara yang bukan menjadi domain hakim praperadilan. Wandi/Rina 18 - 24 Mei 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

SOSIAL - Pada Sabtu (2/5), ABG center dipimpin Ketut Arya Budi Giri, S.E. (ABG) melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat Bajra. ABG center kali ini mengunjungi pasar Bajra. Tujuannya untuk mengetahui kondisi pasar di tanah kelahirannya. Ketut Arya Budi Giri, melihat pelataran parkir yang begitu becek karena lumpur dan digenang air hujan. ABG merasa terpanggil untuk memperbaiki pelataran parkir pasar. Di hadapan ratusan warga di pasar Bajra, ABG perihatin melihat kondisi pasar yang tak memberi rasa nyaman baik kepada pengunjung maupun para penjual lantaran pelataran parkir becek, kondisi bangunan yang tidak terawat.

DIMINATI - Line up AJS Raptor Motorcycles begitu diminati krama Bali. Motor hobi tak hanya nyaman ditunggangi, pun pantas dikoleksi. AJS Daytona tipe cruiser pabrikan motor gede (moge) asal Inggris, menurut dr. I Gede Budiarta, salah satu kolektor motor kawakan di Bali, layaknya gadis seksi yang begitu menggoda. “Lihat Daytona pertama kali seperti melihat gadis dan langsung jatuh cinta,” ungkapnya. Pengelasannya begitu rapi, bahkan diakui builder Amerika, Australia, Jepang, Eropa, dan tentu Indonesia. Mesin dua cylinder 350cc dengan twin knalpot, twin cakram, dan mengaplikasikan shock depan up side down khas motor sport.

KARANGASEM SATU - I Nyoman Ngurah Purwa Arsana, S.T., tokoh masyarakat Desa Bugbug dari Jero Kanginan, Karangasem didorong maju untuk menuju Karangasem Satu. Purwa yang menyatakan diri telah siap dicalonkan oleh ppartai manapun ini, men mengaku sudah saatnya turun gunung ke tanah kelahira kelahirannya untuk meng mengabdikan diri se sebagai “Putra Da Daerah” di Bumi L Lahar ini. M Mantan Wakil K Ketua DPRD Pr Provinsi Bali periode 20042009 yan yang kini menggeluti bisnis Properti dan Rent Car yang berk berkantor di Jalan Raya Pup Puputan Renon Denpas Denpasar ini, sudah sangat lama baru mau bersedia menya menyatakan diri maju berebu berebut tiket Balon B Bupati Karang Karangasem.

12

18 - 24 Mei 2015

MBP/ist

SYUKURAN - Setelah 7 kabupaten/kota se-Bali, Tim Relawan 41 bersama The Marhaenisme Institute dan Kantor DPDRI Provinsi Bali kembali menggelar Syukuran Kemenangan Senator RI Dr. Arya Wedakarna di Tabanan. Acara yang dirangkaikan dengan sosialisasi MPR-RI ini, dihadiri hampir 300 undangan dari seluruh Tabanan yang terdiri dari Pemkab Tabanan, SKPD, angga puri, kepala SD, SMP, SMA/SMK se-Tabanan, geria se-Tabanan, organisasi kepemudaan, tokoh agama, LSM dan STT se-Tabanan. Di Puri Gede Kaba-Kaba, Senator RI Gusti Wedakarna diterima Panglingsir Puri Ida Ratu AA Mayun Teja Sukma, AA Ngurah Santika, AA Ngurah Gede Surya Bhuana, dan AA Ngurah Alit Suteja, S.H., M.H. berserta keluarga besar Puri Gede Kaba-Kaba.


MBP/ist MBP/ist

SEMINAR - Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar bekerja sama dengan STMIK Primakara dan Future Preneur menyelenggarakan seminar, Rabu (29/4), di Balai Diklat Industri Denpasar, Tohpati. Tema yang diusung adalah ‘’Mewujudkan Generasi Emas Indonesia’’. Topik seminar yang dibahas yaitu ‘’Membangun Kemandirian Teknologi Informasi Bangsa’’. Selain seminar, juga diadakan workshop pada Kamis (30/4) dengan topik mengembangkan ide bisnis digital kreatif. Acara itu diikuti SMA/SMK dan perguruan tinggi di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, khususnya teknologi informasi dan multimedia. Di sela-sela acara juga dilangsungkan pameran produk digital kreatif yang diikuti Start Up Incubator Business Tohpati, Primakara, dan Start Up dari Kota Malang. Seminar dibuka Kadisperindag Kota Denpasar I Wayan Gatra bersama Kepala Diklat Industri Kota Denpasar Paryono.

MBP/ist

KERJA SAMA - Prestasi SMA Negeri 1 Denpasar selama ini sudah dikenal masyarakat Bali. Berbagai prestasi lokal maupun nasional diraih siswanya. Untuk menunjang peningkatan prestasi di masa depan, sekolah mempercayakan kepada Bimasakti School untuk menyediakan sistem teknologi informasi (IT) dalam pengelolaan manajemen sekolah. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama sekaligus penyerahan mobil operasional dari Bimasakti School kepada SMAN 1 Denpasar, Senin (4/5). Menurut Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., kehadiran Bimasakti School di sekolah yang berlokasi di Jalan Kamboja Denpasar tersebut, sangat baik untuk manajemen sekolah yang berbasis teknologi informasi. Nampak dalam foto Penyerahan mobil operasional dari Bimasakti School kepada SMA 1 Denpasar disaksikan Ketua Komite Prof. Wayan Ramantha.

HIPNOTERAPI - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali kembali menggelar seminar internasional. Rabu (29/4) diadakan Seminar ‘’Complementary Teraphy a Better Health’’. Seminar dibuka Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. Yang menarik, seminar kali ini memberi ilmu hipnoterapi dan meditasi bagi calon bidan dan keperawatan. Tampil sebagai pembicara Hanung Prasetya yang membawakan ‘’Hipnoterapi sebagai Terapi Komplementer pada Pelayanan Kesehatan’’, dr. I Wayan Murdita memaparkan ‘’Terapi Akupunktur’’. Selain itu dr. I Made Maitrya soal ‘’Usada dan Kesehatan Secara Holistik’’ serta Sompon Kanthara Triamchaisri dari Mahidol University. Pembicara dari Thailand ini juga memberikan praktik Meditition Healing Axercise yang sudah terkenal di negaranya. Nampak dalam foto Ketua YP3 LPK Bali Ida Bagus Arka, Ketut Widia dan Wayan Sandiyasa bersama pembicara seminar internasional soal terapi komplementer.

MBP/ist

DUKUNGAN - Sebagai salah satu dukungan BNI kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung dalam mengembangkan Desa Wisata Kamasan, mulai Jumat (1/5) pagi salah satu rangkaian acara Festival Kamasan yaitu program Capacity Building telah dilaksanakan. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada para mitra binaan BNI terkait pengembangan produk, pengelolaan keuangan serta strategi promosi. Hadir secara langsung dalam kesempatan tersebut Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang membuka program Capacity Building dan juga sekaligus berbagi pengalaman tentang kewirausahaan. Selanjutnya BNI menghadirkan Yuliani Djaya Negara dari PT Bali Tangi yang berbagi ilmu mengenai strategi pemasaran disusul oleh Sang Putu Subaya selaku Ketua DPD HPI Bali yang banyak memberikan pengalamannya di dunia pariwisata.

18 - 24 Mei 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

PEMBICARA - Menjalani masa resesnya, anggota Komisi III DPR-RI daerah pemilihan (dapil) Bali dari Fraksi Demokrat I Putu Sudiartana menjadi narasumber atau pembicara dalam seminar Badan Peneliti Independen Kekayaan Pengusaha Nasional dan Pejabat Negara (BPI-KPN-PN) di Jakarta, Rabu (29/4). Seminar ini membahas masalah penegakan hukum dan instansi penegak hukum seperti KPK, kepolisian dan kejaksaan. Kegiatan ini dihadiri pihak Mabes Polri, Jampidsus, pihak Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat, pengurus BPI se-Indonesia serta penggiat dan pemerhati penegakan hokum, termasuk sejumlah warga masyarakat Bali. Dalam kesempatan ini, Sudiartana juga mendapat penghargaan dari BPI-KPN-PN.

PERHATIAN - Sejumlah warga lanjut usia maupun yang masih bocah dan remaja, yang menderita berbagai cacat dan penyakit, di tengah keluarganya yang sangat kekurangan secara ekonomi, mengundang keprihatinan pendiri Yayasan Bunda Luh Ronce, Wayan Sudirta. Di antara mereka ada yang hidupnya sangat menyedihkan, karena mengidap penyakit yang memerlukan perawatan kontinu, dan biayanya pastilah sangat mahal. Pemerintah berkewajiban memberikan perhatian khusus, melalui program kerja yang lebih nyata. Karena pemerintah memiliki anggaran, fasilitas kesehatan, tenaga medis serta aparat yang cukup memadai. Lagi pula, konstitusi mewajibkan agar fakir miskin dan orang terlantar dipelihara oleh negara. Di beberapa desa di Kecamatan Bebandem dan Manggis, Sabtu (2/5), Sudirta menjenguk beberapa warga, yang di antaranya mengalami cacat permanen dan benar-benar memerlukan penanganan pemerintah.

MBP/ist

PELUNCURAN BUKU - Dalam rangka menyambut hari raya Saraswati dan hari Pendidikan Nasional, dilakukan peluncuran buku kumpulan cerpen “Kau Juga Pendosa” hasil karya siswa/siswi SMA 8 Denpasar, di Puri Peguyangan, Jumat (1/5). Ada 49 siswa/siswi yang menulis di dalamnya. A.A. Ngurah Gede Widiada, Ketua Komite SMA 8 Denpasar menjelaskan, dilakukannya peluncuran buku kumpulan cerpen “Kau Juga Pendosa” di Puri Peguyangan, Denpasar merupakan bentuk kontribusi puri terhadap dunia pendidikan khususnya. Puri diharapkan menjadi rumah budaya dalam konteks kekinian yang mampu menjaga etika, sopan santun dan tata krama ketradisian. Sehingga orang puri mampu memberikan keteladanan dalam konteks sosial religus. Puri juga diharapkan menjadi agen perubahan yang harus melakukan transformasi pemikiran. Pihak puri berusaha memberikan wadah kepada kelompok masyarakat atau siswa/ siswi berprestasi untuk memberikan ruang sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka yang memiliki ide dan gagasan.

14

18 - 24 Mei 2015

MBP/ist

RESMIKAN - Bahamas Maritime School (BMS) diresmikan bertepatan dengan hari raya Saraswati dan hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5) lalu. Kampus yang berstandar internasional ini berorientasi mencetak lulusan yang siap kerja di luar negeri, khususnya kapal pesiar, kapal offshore dan perhotelan. Pembukaan sekolah ini menjadi momen yang dinanti-nanti masyarakat Klungkung dan Bali pada umumnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat acara pembukaan BMS menyatakan apresiasi dan dukungannya atas dibukanya BMS ini di Klungkung. Nampak dalam foto Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menandatangani prasasti didampingi Raja Klungkung, Ketua DPRD, Ketua Yayasan, Direktur BMS dan Direktur CTI, Sabtu (2/5), saat pembukaan Bahamas Maritime School.


MBP/ist

BAKTI SOSIAL - Club Motor Besar (CMB) Mongols menggelar bakti sosial berupa penyerahan bantuan peduli pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) Nurul Huda Subagan, Karangasem, Senin (4/5) . Bantuan awal diserahkan Mongols Nations Harry Symeonides berupa 1.000 dolar Australia, diterima Kepala TK setempat, Erni Kurniati. Rombongan yang menyerahkan bantuan dikoordinasi President Mongols Bali, Andreas Seran, mantan petinju profesional yang pernah juara PABA di Australia. Andreas mengatakan, CMB Mongols bermarkas di AS dan didirikan 46 tahun lalu yakni pada 1969. Di Bali motor club Mongols baru berjumlah 10 orang. Sebelumnya sempat menggelar kegiatan sosial di Thailand, termasuk membantu penderita kanker. Club yang bertujuan mencari banyak teman itu berasal dari 17 negara dengan jumlah anggota ribuan. Andreas Seran mengatakan, CMB itu lebih banyak mengisi hobi, dan mencari teman, serta ikut peduli kepada masalah-masalah sosial, terutama di bidang pendidikan.

ATENSI - Menghindari kian panjangnya antrean pasien cuci darah di RSUD Badung, disikapi cepat Wakil Ketua DPRD Badung, Drs. Made Sunarta, M.M. Bahkan wakil ketua yang mengoordinasikan anggaran ini, Selasa (5/5) langsung menghubungi Ketua Bappeda Wayan Suambara, S.H. agar masalah itu dapat diatensi secepatnya. Politisi yang juga Bendesa Adat Abianbase ini mengaku sangat memahami problem yang dihadapi manajemen RSUD Badung, sehingga pihaknya berharap manajemen segera mengambil langkah-langkah taktis. Salah satu langkah yang paling mungkin dengan mengajukan penambahan alat kepada pemerintah Badung secepatnya, sehingga itu nanti bisa dibahas dalam APBD Perubahan.

MBP/ist

MBP/ist MBP/ist

LOMBA DESA - Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar lomba desa tingkat kabupaten tahun ini. Pelaksanaan penilaian lomba desa dimulai Rabu (29/4) lalu. Desa Sengkidu, wakil Kecamatan Manggis, yang pertama dinilai hari itu. Sejumlah desa dari delapan kecamatan se-Kabupaten Karangasem ikut berkompetisi mewakili kecamatan masing-masing yakni selain Desa Sengkidu, juga Desa Tulamben Kec. Kubu, Desa Datah Kec. Abang, Desa Muncan Kec. Selat, Desa Jungutan Kec. Bebandem, Desa Lokasari Kec. Sidemen, Desa Seraya Kec. Karangasem dan Desa Pesaban Kec. Rendang. Kegiatan yang difasilitasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) ini pada hari kedua penilaian, Kamis 30 April 2015 bertempat di Desa Tulamben Kec. Kubu, dihadiri langsung Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H.

SUMBANGAN - Paket sembako yang merupakan sumbangan dari Yayasan Bunda Luh Ronce Wayan Sudirta benar-benar dinanti warga kurang mampu di Karangasem. Selama tiga pekan membagi-bagikan langsung ribuan paket sembako dari tangannya, warga selalu menyambut senator Bali 2004-2014 itu dengan antusias. Sudirta bahkan berhujan-hujanan menyerahkan sembako itu, karena penyerahan diagendakan berpindah-pindah dari dusun satu ke dusun berikutnya. ‘’Mewakili mendiang ibu saya sebagai pemilik yayasan, saya berbahagia bisa berbagi seperti ini. Walaupun tidak banyak dan tidak melimpah, sumbangan ini dirasakan sangat membantu, khususnya di tengah harga sembako yang tidak stabil setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak,’’ kata Wayan Sudirta. Dibantu oleh relawan KORdEM serta kepala dusun, para penerima paket sembako dibatasi secara selektif dan diupayakan bisa menjangkau warga yang benar-benar miskin dan membutuhkan. 18 - 24 Mei 2015

15


POLITIK

Terjebak Kepengurusan Ganda

K

epengurusan ganda partai politik (parpol) membuat KPU Bali belum bisa mengambil keputusan. Konsultasi ke KPU Pusat menjadi pilihan. Sedangkan Partai Golkar dan PPP masih melakukan langkah hukum. Dua partai ini pun terancam absen dalam Pilkada serentak di enam kabupaten/kota di Bali. Menyikapi sengketa politik ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali mengaku masih menunggu arahan dari KPU Pusat. “Terkait Golkar absen atau tidak ada pilkada dan kisruh internal mereka, kami masih menunggu arahan dan petunjuk dari KPU RI,” tegas Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi. Mengenai dinamika kepengurusan dan konflik internal yang terjadi pada Partai Golkar, baik di pusat hingga daerah, KPU Bali mengimbau permasalahan tersebut bisa diselesaikan sebelum tahap pendaftaran pasangan calon dimulai. Sementara itu sesuai PKPU (Peraturan KPU) Nomor 2 Tahun 2015 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pengumuman pendaftaran

16

pasangan calon dilaksanakan 14-25 Juli 2015. Sementara pendaftaran pasangan calon ke KPU provinsi atau kabupaten/ kota dilaksanakan 26-28 Juli 2015. Itu artinya, Golkar hanya punya waktu sekitar 2 bulan menyelesaikan konflik internal dan menyepakati masing-masing pasangan calon kepala daerah yang akan diusung dan didaftarkan dalam pilkada serentak. “Jadi kalau Golkar tidak ingin absen dalam pilada, segala bentuk konflik internal mesti diselesaikan sebelum tahapan pendaftaran calon. Jadi kami harapkan semua pihak yang berkonflik mampu mencari solusi,” kata Raka Sandhi. KPU Bali menegaskan bahwa sukses pilkada sangat ditentukan oleh segenap stakeholder termasuk penyelenggara, peserta dan pemilih. Di samping itu, situasi yang kondusif dan damai tetap harus menjadi komitmen semua pihak untuk mewujudkan keseluruhan tahapan pilkada dapat berjalan tertib dan lancar sesuai ketentuan yang berlaku. Ketua Plt. DPD Golkar Bali dari kubu kepengurusan Agung Laksono yakni Gde Sumarjaya Linggih menyerahkan Surat Keputusan Penunjukan Pelaksana Tugas Pengurus DPD Partai Golkar

Provinsi Bali kepada Ketua KPU Bali, Kamis (30/4) lalu. Sumarjaya Linggih alias Demer menyebutkan berkas yang diserahkan kepada KPU Provinsi Bali di antaranya Keputusan Kemenkumham Nomor M.HH-01.AH.11.01 Tahun 2015 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga serta Komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Amar putusan Mahkamah Konstitusi Partai Golkar dan Surat Keputusan DPP Nomor Kep-28/DPP/ GOLKAR/III/2015 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang ditandatangani oleh Ketua Umum HR. Agung Laksono dan Sekretaris Jendral Zainudin Amali. Ia mengklaim hal ini untuk memperkuat dasar hukum bagi Partai Golkar dalam pelaksanaan pesta demokrasi pilkada serentak di 6 kabupaten/kota di Bali. Menyikapi konflik dua partai politik ini, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Purdijatno mengungkapkan, Partai Golkar dan PPP bisa jadi absen dari Pilkada serentak tahun ini bila masih terjadi konflik di internalnya. “Aturannya memang demikian. Undangundang mengatakan tidak bisa mengikuti Pilkada apabila masih terjadi perselisihan internal dalam partai,” ujarnya. Menurut dia, bila Golkar dan PPP tak segera menyelesaikan konflik internal berupa dualisme kepengurusan, maka sudah menjadi konsekuensi yang harus diterima bagi keduanya untuk tidak bisa ikut serta dalam Pilkada. “Itu kan kemauan mereka sendiri. Tidak ada parpol yang mempunyai dua ketua. Harus satu ketua,” kata Purdijatno. Hardianto/Widana

18 - 24 Mei 2015

16


UU Pilkada

Antara Revisi dan Fatwa MA WACANA revisi UU Pilkada bergulir di DPR. Kubu partai berkonflik berharap UU Pilkada bisa mengadopsi putusan terakhir penengak hukum dalam kepesertaan Pilkada. DPR juga berharap ada kesepakatan antara KPU dan DPR, Fatwa Makamah Agung (MA) jadi solusi. Namun, wacana ini ditentang kubu partai pendukung pemerintah. Dalihnya, hanya partai yang mendapat pengakuan Menkum HAM yang bisa ikut Pilkada. Wacana revisi UU Pilkada dihembuskan Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy. Ia berharap pimpinan DPR meminta masukan lebih dahulu kepada Mahkamah Agung (MA) daripada melakukan revisi terbatas UU No.8 tahun 2015 tentang Pilkada dan UU No. 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik menyusul konflik di Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengancam kedua partai itu tidak dapat mengikuti pilkada serentak tahun ini. Namun, keinginan itu ditolak dua partai politik pendukung pemerintah yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem). “Langkah revisi merupakan untuk jangka panjang, sehingga ditakutkan akan mengganggu jadwal Pilkada serentak yang sudah dekat. Karena itu, fatwa MA menjadi formula yang praktis, cepat, paling sakti,” kata Lukman Edy. Penegasan tersebut menyikapi hasil rapat konsultasi DPR, pemerintah dan KPU membahas Peraturan KPU (PKPU) yang salah satu pointnya adalah usulan dilakukan revisi UU Pilkada dan UU Parpol. Poin lainnya adalah DPR tetap merekomendasikan hasil panitia kerja Komisi II DPR harus dimasukkan dalam PKPU terkait penggunaan putusan pengadilan terakhir dalam memutus kepengurusan yang sah ikut dalam pilkada. Selain itu, poin lainnya adalah pimpinan DPR akan melakukan konsultasi dengan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung. Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan DPR perlu meminta masukan dari MA terkait dengan rekomendasi Komisi II DPR poin ketiga soal keikutsertaan parpol yang bersengketa bisa ikut pilkada dengan menggunakan

putusan pengadilan terakhir meski putusan pengadilan tersebut belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah). Sebab, kata dia, KPU sendiri menolak poin itu karena dinilai bertentangan dengan UU. “Dalam UU Parpol, untuk menentukan siapa kubu dalam partai berkonflik yang boleh ikut Pilkada adalah yang punya SK Menkum dan HAM,” tegasnya. Fatwa dari MA, sangat penting untuk mengetahui apakah benar rekomendasi poin ketiga Komisi II DPR itu melanggar UU Parpol. Dengan begitu, nantinya fatwa dari MA tersebut dapat dijadikan patokan siapa pihak yang harus mengalah. “Hal ini untuk mengetahui apakah rekomendasi poin tiga itu, apakah bertentangan dengan UU Parpol atau tidak. Konsekuensi kalau bertentangan dengan UU Parpol, maka Komisi II dan DPR harus legowo menerima pendapat itu,” katanya. Sekretaris Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Syarif Abdullah Al Kadrie juga mengaku keberatan dengan rencana revisi dua UU tersebut. Dia beralasan penyelesaian 37 RUU yang masuk Prolegnas 2015 lebih penting daripada merevisi UU Parpol dan Pilkada yang terkesan politis. Apabila adanya keinginan merevisi, maka seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan dalam jangka waktu panjang, bukan secara terbatas pasal perpasal

yang nantinya dikhawatirkan hanya akan dijadikan alat kekuasaan. “UU Pilkada juga sudah beberapa kali direvisi dalam satu tahun ini. Dan perdebatannya hanya pada kepentingan politik,” ujarnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengakui, revisi UU merupakan salah satu solusi yang ditempuh DPR karena KPU bersikeras tidak akan merevisi PKPU yang dibuat pasca penolakan KPU yang tidak mengakomodir rekomendasi Panja PKPU Komisi III DPR yang mengusulkan agar KPU menggunakan putusan pengadilan terakhir untuk menentukan kepengurusan yang bersengketa untuk bisa mendaftarkan calonnya dalam pilkada serentak, meski putusan pengadilan tersebut belum inkrah. Hardianto Dalam UU Parpol, untuk menentukan siapa kubu dalam partai berkonflik yang boleh ikut Pilkada adalah yang punya SK Menkum dan HAM

18 - 24 Mei 2015

17

17


PENDIDIKAN

Calon Guru Besar Tak Cukup Bermodal Gelar Doktor MBP/dok

M

enjadi seorang profesor atau guru besar kini makin susah dan tak segampang dulu. Tak hanya harus mengantongi angka kredit (AK) kumulatif 850 (IV/d) dan 1.050 (IV/e), para akademisi calon guru besar ini harus rajin melakukan penelitian atau riset serta harus melakukan pengabdian ke kampus-kampus yang dinilai perlu dikembangkan.

Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD.

18

18 - 24 Mei 2015

“Untuk meraih gelar guru besar kini makin sulit dan harus rajin melakukan riset,” kata Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., belum lama ini. Untuk meraih gelar seorang guru besar, kata Suastika, seorang calon guru besar tidak cukup hanya bermodalkan gelar doktor atau menamatkan pendidikan S-3. Melainkan yang lebih ditekankan pemerintah dalam pencapaian gelar guru besar ini adalah bagaimana seorang calon guru besar mampu lebih banyak menghasilkan penelitian atau riset dan publikasi di jurnal-jurnal internasional terakreditasi. “Jadi, penelitian atau riset harus gencar dilakukan dan harus dipublikasikan di jurnal internasional yang terakreditasi,” katanya. Menurut Suastika, jurnal internasional yang terakreditasi bisa dilihat dari tingkat indeksnya. Sementara pemerintah Indonesia mewajibkan para akademisi mempublikasikan haisl risetnya di jurnal yang terindeks di Scopus. “Jadi, kita harus kejar di sana,” tegasnya. Dirjen Pendidikan Dikti (Dikti) juga mewacanakan calon guru besar harus melakukan semacam pengabdian ke kampus yang dinilai perlu dikembangkan sekitar dua sampai tiga bulan. Tujuannya, agar calon peraih gelar akademis tertinggi ini benar-benar bermanfaat bagi kampus lain sehingga pendidikan di Indonesia bisa merata. Tujuan pemerintah dengan persyaratan makin ketat dalam

meraih gelar guru besar ini adalah untuk meningkatkan kualitas para guru besar di Indonesia. “Sekarang memang pemerintah membuat aturan yang relatif makin ketat bagi dosen untuk memperoleh gelar guru besar. Jadi, saya kira hal itu masih relevan dan perlu usaha yang makin besar untuk meraih gelar guru besar,” ujar Suastika. Ia menambahkan, hingga saat ini Unud memiliki lebih dari 200 orang guru besar. Namun dalam beberapa tahun ke depan akan banyak guru besar yang memasuki masa pensiun. Dengan begitu, jumlah guru besar di Unud akan berkurang jika tidak diimbangi dengan adanya penambahan guru besar baru. “Guru besar di Unud akan banyak yang pensiun. Jadi, kami memerlukan banyak guru besar yang baru,” tegasnya. Menyikapi hal itu, kata Suastika, Unud mendorong calon guru besar atau para dosen yang telah bergelar doktor agar terus meningkatkan kredit poin dan menggenjot penelitian sehingga bisa memenuhi persyaratan Dikti untuk diangkat dan dikukuhkan menjadi guru besar. “Kami mendorong para dosen yang sudah S-3 untuk memperbanyak publikasi agar bisa lebih cepat meraih gelar guru besar. Kami juga meningkatkan dana penelitian. Dengan demikian ada kegairahan dalam bidang penelitian dan publikasi,” pungkasnya. Widana


Evaluasi UN SMP

Masih Diwarnai Pelanggaran Kecil PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) SMP sederajat sudah berakhir beberapa hari lalu. Secara umum, pelaksanaan UN SMP ini tergolong lebih baik ketimbang UN SMA/SMK beberapa waktu lalu. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi lebih sedikit dalam skala kecil di sejumlah sekolah namun pelanggaran itu tidak masif. Namun Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali saat memantau pelaksanaan UN SMP masih menemukan sejumlah pelanggaran kecil. “Secara umum memang pelaksanaan UN SMP ini lebih baik UN SMA/SMK. Ada peningkatan kualitas pengawasan. Tapi masih ada beberapa catatan kecil atau pelanggaran yang mengganggu,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Ibnu Umar Alkhatab, belum lama ini. Ibnu Umar Alkhatab mengatakan, setelah pihaknya melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah sekolah di beberapa daerah seperti Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Bangli, secara umum pelaksanaan UN SMP berjalan lancar dan tertib. Semua soal terdistribusi dengan baik dan proses UN berjalan sesuai POS

(Prosedur Operasional Standar) UN. Namun diakui masih ada beberapa temuan pelanggaran kecil misalnya di sejumlah sekolah di Denpasar masih ada beberapa siswa yang membawa alat komunikasi ke dalam ruangan ujian. Hal ini menunjukkan sisi pengawasan masih longgar dan lengah. “Masih ada siswa yang membawa alat komunikasi ke dalam ruang ujian. Hal ini mestinya dicegah dan ditegur oleh pengawas ruangan,” katanya. Di samping itu, sejumlah ruangan ujian juga tertutup dengan korden yang mestinya terbuka agar bisa memberi ruang bagi pengawas ekternal. “Meskipun berbagai pelanggaran kecil di UN SMP ini juga melanggar POS UN, tapi itu tidak masif terjadi seperti di UN SMA dan SMK,” ujar Ibnu Umar Alkhatab. Pihaknya berharap sejumlah sekolah yang masih ditemukan ada pelanggaran kecil mampu mengevalusi diri dan mencegah hal itu terjadi lagi di UN tahun depan. Sekolah-sekolah lain juga diharapkan mampu menjaga kondusivitas dan ketertiban pelaksanaan UN secara optimal. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tjok Istri

Agung (TIA) Kusuma Wardhani, S.H., M.H. mengatakan, pihaknya mengapresiasi keterlibatan pengawas eksternal seperti Ombudsman yang membantu mewujudkan pelaksanaan UN yang berintegritas, jujur dan objektif. Pihaknya juga akan menyikapi berbagai temuan pelanggaran atau rekomendasi yang disampaikan Ombudsman untuk perbaikan pelaksanaan UN ke depannya. “Pengawas internal dan eksternal punya komitmen yang sama mewujudkan pelaksanaan UN lebih baik. Kami di Disdikpora juga terus akan melakukan evaluasi,” tegasnya. Kusama Wardhani menambahkan, pihak sekolah mesti tetap mengikuti POS sehingga UN berjalan lancar hingga hari terakhir. Pengamanan naskah soal di rayon dan pengawalan distribusi hingga ke sekolah juga tetap berlangsung ketat sehingga tidak ada kebocoran soal. “Saya harapkan pihak sekolah tetap menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan UN. Kejujuran menjadi kunci penting pelaksanana UN yang tidak lagi menjadi penentu kelulusan ini,” tegasnya. Widana

Suasana pelaksanaan UN SMP belum lama ini. Pelanggaran-pelangaran kecil masih ditemukan.

MBP/dok


MANCANEGARA

Pelacur, Profesi Tertua di Dunia

C

erita tentang profesi pelacuran ini memang tidak ada habisnya untuk dibahas, tidak hanya di zaman sekarang profesi pelacuran ini menyeruak. Profesi ini sejak zaman dulu sudah ada di dunia. Para antropolog menggambarkan bahwa pelacuran merupakan fakta yang tak dapat dielakkan, karena adanya pembagian peran laki-laki dan perempuan yang sudah muncul pada masyarakat primitif. Tugas perempuan diarahkan untuk melayani kebutuhan seks laki-laki. Para antroplog melihat bahwa pelacuran tidak lepas dari peninggalan masyarakat primitif yang berpola matriarkhi. Sedangkan kaum feminis memandang bahwa pelacuran adalah akibat dari kuatnya sistem patriarkhi. Sementara kaum Marxis melihat pelacuran sebagai akibat yang niscaya dari perkembangan kapitalisme. Pelacuran dalam sejarahnya juga bersanding erat dengan kepercayaan keagamaan. Ada istilah “pelacur kuil� (temple prostitutes). Pelacuran model ini ditemukan di pada kebudayaan zaman Babilonia, Mesir Kuno, Palestina Kuna, Yunani, dan Romawi. Para pelacur ini berkeliaran di jalan-jalan dan di kedai-kedai minuman, mencari mangsa laki-laki. Kemudian, penghasilannya diserahkan

20

18 - 24 Mei 2015

kepada para pendeta untuk membantu pembangunan kuil. Di Romawi, pelacur dianggap penjahat dan pengganggu anak-anak. Di Roma, pelacur diharuskan menggunakan pakaian tertentu untuk membedakan dengan wanita kalangan bangsawan. Lebih ketat lagi, Asysyiria menetapkan pasal hukuman bagi pelacur yang membuka tutup kepalanya sebagai trade mark-nya. Di India Kuna, pelacur rendahan ini disebut khumbhadasi. Pada masyarakat India Kuna, kaum wanita dari golongan rendah hanya diberi dua pilihan, menikah atau menjadi pelacur. Sementara di Cina, pelacuran sudah mulai ditempatkan di rumah-rumah khusus. Pelacur yang berasal dari golongan rendah disebut wa she. Pada masa Dinasti Han, pelacur golongan ini dirumahkan bersamasama dengan kelompok penjahat, tahanan perang, dan budak. Namun, pelacur tidak selamanya dipandang sebagai profesi rendahan. Dalam beberapa bangsa dahulu, pelacur justru menempati kedudukan terhormat. Pelacur terhormat ini memberikan pengaruh yang mendalam terhadap politik, seni, sumber inspirasi puisi, dan mode pakaian. Mereka datang dari kelas atas dan menengah. Mereka memilih profesi pelacur karena waktu itu profesi ini menjadi satu-satunya

jalan terbaik untuk meraih kekayaan dan gengsi sosial dalam masyarakat yang dikuasasi oleh kaum laki-laki. Mereka wanita terdidik dan mempunyai fungsi sosial yang besar, di saat kaum wanita dibatasi tinggal di rumah dan tidak diberi tempat dalam ruang publik. Selama Perang Dunia II, sekitar 600.000 pelacur diterjunkan. Meskipun para pelacur secara resmi tidak didukung pemerintah, angkatan bersenjata AS diajarkan bagaimana melindungi dan terbebas dari penyakit kelamin. Sebuah studi tentang penyakit kelamin di kalangan tentara AS di Eropa setelah Perang Dunia II menguak, rumah pelacuran yang mendapatkan izin menjadi sumber penyebaran penyakit kelamin. Sebagian besar tentara yang terinfeksi penyakit tersebut tidak mampu lagi kembali ke medan perang. Hingga kini, bisnis prostitusi berkembang makin marak sesuai dengan perkembangan zaman. Di AS sendiri, hampir semua negara bagian melegalkan prostitusi. Bahkan, prostitusi yang dulunya identik dengan kaum hawa, kini juga dilakoni oleh pria. Memang perlu pemikiran mendalam untuk mengatasi hal ini. Gugiek Savindra


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/Edi

BANGLI GOWES - Hadiah utama berupa satu unit mobil Daihatsu Ayla dalam acara Bangli Gowes 2015 diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menjadi puncak acara Fun Bike menyambut HUT ke-811 Kabupaten Bangli. Minggu (3/5) menjadi hari yang mencerahkan untuk seluruh warga Bangli dan ribuan goweser seluruh Bali diacara Fun Bike Bangli Gowes 2015. Acara ini diprakarsai oleh KGS Productions dan didukung Pemerintah Kabupaten Bangli dalam rangka menyambut HUT ke 811 Bangli. Bangli Gowes 2015 yang bertajuk Go Bike Back Nature mengangkat tema kembali ke alam, sebab alam telah memberikan banyak sekali sumber kehidupan bagi manusia, hasil alam yang menopang keberlangsungan kehidupan manusia.

KONFERENSI - Coalition against Typhoid (CaT) bekerja sama dengan Bio Farma menyelenggarakan The 9th International Conference on Typhoid & Invasive Non-Typhoid Salmonella (NTS) Disease di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, 30 April - 3 Mei 2015. Dihadiri sekitar 200 ahli kesehatan masyarakat global, mereka berkumpul mendiskusikan strategi untuk memberantas tifoid. Pertemuan tiga hari tersebut membahas strategi pemberantasan penyakit tifoid dan invasive non-typhoid salmonella (iNTS). Para pembicara mempresentasikan penelitian mereka mengenai beban penyakit (disease burden), strategi intervensi yang efektif dan efisien dan rekomendasi kebijakan global untuk salmonella invasive. Penyakit tifoid menyerang sekitar 21 juta orang dan menyebabkan kematian 216.000 orang per tahun.

MBP/ist

MBP/Wan

SEMINAR - TUV Rheinland Indonesia bersama TUV Rheinland Bali menggelar seminar dan sosialisasi hotels star rating sertification (sertifikasi rating hotel berbintang) di kantor Bali Hotels Association, Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, Rabu (6/5). Acara ini dimaksudkan untuk melakukan roll out TUV Rheinland Indonesia sebagai salah satu LSU (Lembaga Sertifikasi Usaha) Pariwisata yang ada di Bali. Juga sebagai sarana promosi produk jasa TUV Rheinland Indonesia di bidang industri perhotelan dan pariwisata seperti Hygiene inspection, HACCP & ISO 22000 certifications, Eco Hotel & Resort Management System, energy audit dan lain-lain yang dapat menunjukkan bukti komitmen dari industri perhotelan khususnya di Bali dalam memasuki era kompetisi saat ini yang makin ketat.

KHIDMAT - Perayaan Saraswati di lingkungan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Sabtu (2/5) dilakukan secara khidmat. Peringatan hari turunnya ilmu pengetahuan itu juga dirangkaikan dengan Hardiknas. Upacara juga dirangkaikan dengan upacara majaya-jaya sejumlah pejabat baru di Undwi. Upacara dipuput Ida Pedanda Gede Pemaron Mandara dari Griya Yangbatu Denpasar. Hadir di acara itu Ketua Pembina dr. Karlota dan Sekretaris Abdi Negara serta para kasek di lingkungan Dwijendra. Saat itu juga diserahkan beasiswa bagi siswa berpretasi di lingkungan Dwijendra. Anak-anak SMA Dwijendra meraih juara I lomba yoga asana di IHDN, serta peraih medali di Porsenijar Kota Denpasar. SMA Dwijendra meraih dua emas, tiga perak dan 12 perungu. Emas diraih di silat dan taekwondo. Di SPSR meraih juara II lomba darma wecara. Sang juara Ni Putu Debia Kriscahyani langsung memberikan darma wacana di depan seribu siswa. Nampak dalam foto Ketua Yayasan Dwijendra Pusat M.S. Chandra Jaya saat memberikan darma wacana. 18 - 24 Mei 2015

21


DAERAH

GOR di Tembuku yang menganggur akibat proses tukar menukar tanah yang tak kunjung tuntas.

Nasib GOR Tembuku di Tangan Provinsi

K

eberadaan gelanggang olahraga (GOR) bantuan Kemenpora di Desa Tembuku, Bangli hingga saat ini tak kunjung bisa dimanfaatkan masyarakat. Akibatnya sejak beberapa tahun terakhir, GOR yang berlokasi di depan Puskesmas Tembuku tersebut dibiarkan nganggur alias tidak terpakai. Padahal fasilitas itu sejatinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Lantas apa penyebab gedung cukup megah bernilai miliaran rupiah itu menganggur? Proses tukar tanah GOR Tembuku sepertinya masih akan memakan waktu yang cukup lama. Ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Bangli masih harus menunggu persetujuan tertulis dari pemerintah provinsi, agar tanah bekas rumah jabatan camat Tembuku yang akan ditukarkan dengan tanah GOR Tembuku sekarang bisa diserahkan terlebih dahulu menjadi milik Pemkab Bangli. “Untuk proses tukar tanah GOR Tembuku, saat ini kami masih harus menunggu persetujuan tertulis dari pemerintah

22

18 - 24 Mei 2015

Provinsi, agar tanah bekas rumah camat yang sekarang sudah diratakan itu bisa menjadi hak Kabupaten. Nantinya setelah itu diserahkan, barulah kami lakukan proses tukar menukar dengan warga pemilik tanah,� kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Bangli Pasek Lanang Sadia, Selasa lalu. Dia menjelaskan, adanya keharusan Pemkab Bangli meminta persetujuan tertulis dari Pemprov Bali kaitannya dengan proses tukar tanah GOR ini dikarenakan tanah bekas rumah jabatan camat Tembuku itu awalnya merupakan milik Pemrov Bali. Sehingga jika Pemkab Bangli akan melakukan perubahan terhadap tanah itu harus seizin Pemerintah Provinsi. Selama ini Pemkab Bangli sebenarnya sudah memohon ke Pemprov agar status tanah bekas perumahan Camat tersebut bisa menjadi milik Pemkab Bangli. Bahkan permohonan tersebut sudah diurus sejak beberapa tahun yang lalu saat masa kepemerintahan Camat Tembuku Tesen. Hanya saja sampai saat ini belum mendapat jawaban.

“Sampai saat ini belum ada jawaban dari biro aset provinsi,� terangnya. Lanang Sadia mengatakan, jika nantinya Pemprov Bali sudah memberikan jawaban tertulis dan tanah bekas perumahan camat Tembuku itu menjadi hak Pemerintah Kabupaten, barulah pihaknya akan melakukan proses administrasi tukar menukar dengan keluarga Sutama, yang tanahnya kini sudah dibanguni GOR. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, keberadaan fasilitas umum berupa gelanggang olahraga (GOR) bantuan Kemenpora di Desa Tembuku, Bangli hingga saat ini tak kunjung bisa dimanfaatkan masyarakat. Sejak beberapa tahun terakhir, GOR yang berlokasi di depan Puskesmas Tembuku tersebut dibiarkan nganggur tidak terpakai. Menurut Camat Tembuku Dewa Agung Purnama, adapun pemicu belum bisa dimanfaatkannya GOR tersebut adalah karena belum rampungnya proses tukar tanah terkait bangunan GOR tersebut. Swasrina


GOR Nganggur Bertahun-tahun KEBERADAAN fasilitas umum berupa gelanggang olahraga (GOR) bantuan Kemenpora di Desa Tembuku, Bangli hingga saat ini tak kunjung bisa dimanfaatkan masyarakat. Sejak beberapa tahun terakhir, GOR yang berlokasi di depan Puskesmas Tembuku tersebut dibiarkan nganggur tidak terpakai. Adapun pemicu belum bisa dimanfaatkannya GOR tersebut adalah karena belum rampungnya proses tukar tanah yang sudah diproses sejak beberapa tahun lalu. Berdasarkan pantauan di lokasi, keberadaan GOR di Tembuku tampak kurang terawat. Halaman bangunan GOR tampat dipenuhi banyak rumput gajah yang meninggi. Pintu GOR yang menghadap ke utara juga terlihat terkunci rapat. Camat Tembuku Dewa Agung Purnama saat ditemui di kantornya pagi kemarin membenarkan bahwa GOR yang dibangun sekitar tahun 2010 tersebut memang tidak pernah dimanfaatkan lagi sejak

beberapa tahun terakhir. GOR tersebut hanya sempat dimanfaatkan masyarakat sesaat setelah proses pembangunannya rampung. “Dulu pernah dipakai masyarakat untuk berolahraga, tapi sejak beberapa tahun terakhir memang tidak lagi dimanfaatkan. Ini dikarenakan proses tukar tanahnya belum kelar,” terangnya. Dijelaskan Agung Purnama, GOR serbaguna itu dibangun atas pembiayaan Kemenpora. Awalnya GOR hendak dibangun di atas tanah bersertifikat milik pemerintah, yakni bekas perumahan Camat Tembuku. Akan tetapi jelang proses pembangunan tersebut muncul permintaan dari pemilik tanah di sebelahnya atas nama Sutama agar lokasi GOR bisa ditukar karena alasan lahan miliknya negenin. Oleh Komite pembangunan permintaan tersebut disetujui sehingga tempat GOR digeser ke lokasi sekarang di tanah milik keluarga Sutama. Proses tukar

tanah inilah yang sampai sekarang tidak kunjung rampung hingga mengakibatkan GOR yang berdiri di selatan jalan raya itu tidak bisa dimanfaatkan. Camat asal Desa Kayubihi ini mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut selama ini pihaknya sudah sempat melakukan pertemuan dengan melibatkan Bupati Bangli, Perbekel serta pemilik tanah. Pertemuan sudah dilakukan sebanyak dua kali. Dari pertemuan tersebut pada intinya semua pihak menginginkan agar GOR bisa dimanfaaatkan kembali. “Baik pemilik tanah, Komite pembangunan maupun pemerintah, semua menginginkan agar persoalan itu cepat kelar. Semua mengharapkan GOR itu bisa digunakan masyarakat,” katanya. Dia menambahkan pasca pertemuan tersebut penanganan terkait tukar tanah kini dilakukan oleh Bagian Tata Pemerintahan Setda Bangli. Swasrina

Dewan Pertanyakan Keseriusan Eksekutif BELUM tuntasnya proses tukar tanah GOR Tembuku yang dilakukan Pemkab Bangli hingga saat ini mengundang pertanyaan sejumlah kalangan. Pasalnya selama bertahun-tahun proses tersebut tidak kunjung selesai hingga menyebabkan bangunan GOR terbengkalai. Dewan pun menilai Pemkab Bangli selama ini tidak serius untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Menurut anggota Komisi III DPRD Bangli Dewa Gede Oka, agar persoalan GOR Tembuku ini bisa selesai dengan cepat, eksekutif harus aktif. Jika persoalannya selama ini mandek karena Pemprov Bali belum memberikan persetujuan tertulis terkait pelimpahan lahan bekas rumah jabatan Camat Tembuku agar bisa menjadi milik Pemkab Bangli, maka eksekutif harus melakukan komunikasi intensif terus-menerus dengan Pemprov Bali. “Sekarang Pemkab Bangli mengurusnya dengan serius atau hanya saja? Jangan cuma ngurusnya saat awal-awal. Harus ditindaklanjuti terus. Pemkab Bangli harus melakukan komunikasi intensif dengan Pemprov biar cepat selesai,” kata Dewa Oka. Anggota dewan asal Susut ini juga mengatakan, kalau memang selama ni eksekutif mengalami kendala lainnya maka hal itu harus disampaikan dengan terbuka. Dewa Oka meyakini jika hal tersebut dilakukan, maka prosesnya bisa segera kelar. Tidak berlarut-larut seperti yang terjadi selama ini. Swasrina 18 - 24 Mei 2015

23


K E S E H ATA N

Fobia Ganggu Fungsi Sosial

P

ernah merasa takut terhadap suatu hal? Seperti takut kecoa, tikus, durian, gelap, ketinggian, atau takut lapangan luas. Tidak sedikit orang yang mengalami kondisi seperti ini. Dalam dunia kedokteran khususnya spesialis kesehatan jiwa, kondisi seperti ini disebut fobia yang termasuk gangguan jiwa ringan. Dokter Ni Ketut Sri Diniari, Sp.KJ menjelaskan bahwa, fobia adalah ketakutan terhadap suatu hal. Fobia ini, memiliki objek ketakutan jelas. Rasa cemas juga termasuk gangguan jiwa, namun cemas tidak memiliki objek jelas.

Secara garis besar, fobia dibagi menjadi tiga, yaitu agoraphobia, fobia sosial, dan fobia khas/spesifik. Agorafobia adalah takut pada keramaian. Bisa juga takut pada suasana sepi. Orang yang memiliki fobia ini, akan merasa ketakutan kemudian muncul rasa cemas tingkat tinggi. “Mereka merasa terdesak, seperti akan mati,” ujarnya. se Fobia yang ya kedua yaitu fobia sosial. Diniari menerangkan fobia sosial takut me dinilai oleh orang lain. Akibatnya, ia tidak berani mak makan di tempat umum, tidak berani tampil di depan umum. “Fokus pada penilaian dirinya sendiri,” imbuhnya. d Fobia ketiga yaitu fobia khas/spesifik, ke takut pada suatu objek tertentu. Seperti, takut kecoa, keco takut tangan kotor, tikus, durian, mayat, may lubang-lubang kecil, takut ketinggian, dll. Seseorang Seseoran mengalami fobia, disebabkan dua hal ha yaitu, faktor genetik dan pola asuh. Faktor Fak genetik, maksudnya orang tersebut telah memiliki bakat ke arah fobia. “Mungkin ibunya takut akan hal “M tertentu, sehingga bahan dari ketakutan juga ada a pada keturunannya,” tuturnya. turny Penyebab kedua yaitu pola asuh. asu Pola asuh yang dimaksud dr. Ni Ketut Sri Diniari, Sp.KJ dr

yaitu menanamkan suatu ketakutan pada anak dari sejak kecil, sehingga ketakutan tersebut tertanam. “Kita perlu menggali lagi, penyebab ketakutannya,” ujarnya. Sama halnya dengan penyakit lain, fobia pun dapat disembuhkan. Fobia disembuhkan melalui tiga terapi yaitu farmakoterapi. Terapi ini menggunakan obat-obatan. Misalnya, terjadi perubahan neurotransmiternya atau hormon serotoninnya rendah, bisa diobati dengan obatobatan. “Kadang juga konstruksi otaknya berbeda,” ujar Dini. Terapi kedua yaitu psikoterapi, dan terapi ketiga memanipulasi lingkungan. Seperti yang dijelaskan di atas, fobia merupakan gangguan jiwa ringan. Fobia menjadi berbahaya, apabila mengganggu fungsinya sebagai manusia termasuk fungsi sosialnya. “Ke depannya orang tersebut bisa menjadi disorder,” ujarnya. Fobia dapat pula menjadi gangguan jiwa berat (skizofrenia), jika ketakutannya menjadi-jadi atau terlalu berlebihan yang mengakibatkan munculnya waham/delusi. “Fobia bisa menjadi gangguan jiwa berat, tapi tidak harus,” kata Dini. Citta Maya


Tifus, Berjuta Kuman Salmonella Serang Usus Halus TIFUS, merupakan penyakit infeksi, yang disebabkan kuman salmonella. Proses kuman salmonella memasuki usus halus, itu perlu waktu relatif panjang. Tak serta merta kuman yang masuk melalui makanan tersebut menyebabkan tifus. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, India, Pakistan, memang rentan terjangkit tifus. Itu disinyalir, karena tingkat kebersihan rendah juga tingkat pendidikan masyarakatnya. Penyakit tifus yang dikenal dengan tifoid adalah penyakit endemis. Artinya, penyakit ini selalu ada. Tifus, yang terjadi di suatu daerah, erat dengan kemiskinan. Pada skala global, tifoid menyerang sekitar 21 juta orang. Penyakit ini mengancam kematian 216.000 per tahun. Kasus terbanyak terjadi pada anak usia di bawah 15 tahun. Sedangkan invasive non typhoid salmonelles (iNTS) menyebabkan sekitar 3,4 juta kejadian dan 681.316 kematian per tahun. Data itu terungkap pada Konferensi International Vaksin Tifoid di Nusa Dua Bali lalu. Kepala Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes, Kementerian Kesehatan Indonesia, Pretty Multihartina, Ph.D. bersama Magdarina, dari Peneliti Muslitbang Kemenkes, menyampaikan, pihaknya pernah melakukan riset

berdasarkan wawancara. Dari sekitar satu juta penduduk Indonesia dari berbagai umur di 33 provinsi tahun 2007 mendapatkan hasil riset, angka penderita tifoid di Indonesia rata-rata 1,6 persen. Insiden rate tertinggi terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun, dimana merupakan usia anak sekolah. dr. Tjokorda Gde Dharmayuda, Sp.PD., KHOM., Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Sanglah, menjelaskan proses terjadinya tifus. Dikatakan, tifus, diakibatkan kuman salmonella. Kuman ini terdapat pada makanan yang tidak bersih, termakan manusia yang kurang bersih. Kuman tersebut melalui kerongkongan, tenggorokan, lambung, kemudian usus. Di usus kuman tersebut mencari tempat. “Habitat tifus ini berada di usus halus,” ujarnya. Di lambung kuman tersebut dibunuh asam lambung. Namun kuman yang tidak mati, akan melanjutkan perjalanan menuju usus halus. Kuman tersebut menempel men pada dinding epitel usus halus, menunggu men giliran masuk. Ada banyak kuman kuma yang masuk, namun tidak mudah menembus men sel epitel usus. “Yang masuk tidak sedikit tapi berjuta-juta. Kuman K itu menempel menunggu giliran masuk,” ujarnya. Pada sel epitel terdapat li limfosit T, yang melindungi tubuh tubu dari serangan kuman salmonella. salmonell Ada beberapa kuman yang mati ma dan ada beberapa kuman menan menang, sehingga dapat menembus sel penjaga p di dalam tubuh yaitu limfosit limfosi T. Kuman, itu membelah dalam beberapa jam, sehingga seh jumlahnya bisa menjadi banyak. Yang terjadi sel-sel sel-se tersebut mengalami meng pembengkakan, pembeng sehingga sehingg usus pun bengkak. be “Dalam kondisi tersebut, te seseorang sese akan men-

jadi sakit,” ujarnya. Tujuh hari pertama usus mulai membuang hasil perlawanannya dengan kuman salmonella. Gejalanya berupa diare. Hal itu membuat gerakan peristaltik pada lambung meningkat. Pada saat usus mengalami pembengkakan agar tidak meradang, usus berhenti bekerja. Pada saat fase itu, orang tersebut akan mengalami susah BAB. Kondisi ini disebut obstipasi. Hal ini terjadi pada 7-14 hari berikutnya. Efek selanjutnya jika kuman salmonella menang, maka usus menjadi robek. Jadi, bengkaknya semakin hebat. “Hal ini terjadi pada 14-21 hari kemudian,” ujarnya. Pada fase itu terjadi berak darah, infeksi, demam tinggi. Pada hari ke-21 sampai hari ke-28 terjadi fase penyembuhan. Tubuh akan terus berusaha melawan kuman salmonella dengan antibodinya. Tubuh juga terus membentuk antibodi secara otomatis. “Maka setiap kali orang tersebut kena kuman salmonella, tubuhnya akan otomatis membentuk antibodi terhadap kuman salmonella,” terangnya. dr. Tjok, sapaan akrabnya menyarankan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. “Jangan makan macam-macam makanan,” ujarnya. Makan-makan yang sederhana dan bergizi, jangan stres. Stres dapat mempengaruhi pola makan, dan pola tidur sehingga menyebabkan sistem imunitas turun. Obat diperlukan pada saat sakit, namun sejatinya tubuh dapat mengobati dirinya sendiri, karena telah memiliki sistem imun. “Yang terjadi masyarakat tidak sabaran, sehingga mencari obat,” ujarnya. Dengan begitu, dokter akan memberi antibiotik kepada pasien tersebut. Penyakit tifus sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Penting juga menjaga pikiran agar tidak stres. Caranya bisa melakukan meditasi. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan vaksin untuk mencegah terjadinya tifus atau tifoid, itu. Di beberapa negara, sebelum mereka memutuskan ke luar negeri, mereka akan divaksin terlebih dahulu. Citta Maya

18 - 24 Mei 2015

25


LENSA

LAUTAN SAMPAH Sampah merupakan masalah terbesar yang hingga kini tak kunjung ada solusinya. Nampak pantai di wilayah Badung berubah menjadi lautan sampah karena adanya sampah kiriman saat musim hujan.


MBP/I Kadek Angga Pratama Putra


OLAHRAGA

Inspirasi Piala Dunia

B

ulan lan depan Kanada akan disibukan dengan putaran NCAA. Di final dia menghasilkan satu gol saat mengalahkan finall Piala i l Dunia i sepakk bola b l putri. i Anggota skuad k d Santa Clara l 2-1. Portland yang dibela dari 2001-2005, untuk keduakalinya timnas Kanada Christine Sinclair, tidak hanya bertugas membela nama baik negara itu di lapangan hijau, na- menjadi juara NCAA. Di final Sinclair menyumbang dua gol mun kesibukannya akan bertambah dengan ditunjuknya sebagai saat mengalahkan UCLA 4-0. Total golnya 39 buah. Kariernya di timnas yang dimulai pada 2000, juga mentereng. duta Piala Dunia. “Saya sebenarnya tak banyak berpikir tentang pertandingan Ia mencetak tiga gol di turnamen Algarve di Portugal dan tampil Piala Dunia. Segala sesuatu yang saya fokuskan sekarang hany- di 3 Piala Dunia dan 2 Olimpiade. Timnas Kanada mencatat prestasi dengan merebut medali alah persiapan untuk Piala Dunia itu,” kata perempuan berusia perunggu di Olimpiade London 2012. Ia menyelesaikan event itu 31 tahun itu. Jawaban perempuan kelahiran Burnaby, British Columbia 12 dengan mengoleksi 6 gol termasuk 3 gol saat timnya dikalahkan Juni 1983 itu tak aneh. Dia lebih suka dinilai lewat penampilan- AS 3-4 di semifinal. Namun, ia pulang dengan membawa trofi Golden Boot. nya di lapangan dibandingkan ucapannya yang lugas. Kegagalan di Olimpiade itu meninggalkan pelajaran penting Sinclair merupakan pesepak bola ternama di luar Amerika. Dia anggota tim University of Portland yang dua kali menjua- bagi dirinya. Karena dia sempat memprotes keputusan wasit rai kejuaraan NCAA. Pemain penyerang yang bisa beroperasi pada pertandingan yang digelar stadion Old Trafford itu. “Saya kira peristiwa London memberi kami cita rasa kemesebagai gelandang itu, kini memperkuat tim Portland Thorns di nangan, dan anda pasti tidak ingin melepas begitu saja peluang kompetisi Liga Sepak bola Putri Nasional di AS. Di Kanada popularitasnya seperti selebriti. Sosok pemalu itu, itu,” katanya menyesali kekalahan tipis atas tim AS yang akhirnya merebut medali ternyata telah bermain 222 emas event itu. kali di timnas dan mengPiala Dunia akan digehasilkan 153 gol. Pencalar 6 Juni - 5 Juli dan dilpaiannya itu mendekati angsungkan di enam kota rekor pemain timnas AS besar di Kanada. 24 tim Abby Wambach dengan akan dibagi dalam enam 178 gol. grup dan Kanada yang “Saya pikir aset terbeperingkat ke-8 dunia, tersarnya adalah sikapnya gabung di Grup A bersama yang rendah hati. Meski Tiongkok, Selandia Baru sangat populer, ia hanya dan Belanda. ingin bermain sepak bola Kantos pos Kanada saja, tidak ingin dipebaru-baru ini meluncurkan rumit dengan persoalan perangko seri Sinclair apapun dan hanya ingin dan rekan setimnya untuk bergabung dengan tim,” memeriahkan pergelaran ujar pelatih timnas John Piala Dunia ini. PerisHerdman. “Dia tidak suka tiwa langka ini ditangjalan-jalan atau mengergapi positif dan dinilai jakan sesuatu layaknya inspiratif. yang dilakukan oleh para “Kesempatan ini hanya pesohor lainnya.” sekali seumur hidup bagi Sinclair tumbuh di lingsaya dan juga rekan-rekan kungan olahragawan. PaMBP/ap setim. Kami pernah memmannya Bruce dan Brian Pesepak bola timnas Kanada Christine Sinclair punyai target bisa tampil Grant anggota klub sepak di London untuk merebut bola Portland Timbers yang berlaga di kompetisi NASL. Dia tinggal Portland dengan medali dan mengubah sepak bola Kanada. Kali ini merupakan menyewa rumah pada Clive Charles, mantan pemain yang kelanjutnya, dan masih menjadi target kami,” jelas Sinclair yang bernomor punggung 12 itu. pernah menjadi melatih Timbers. “Mimpi saya adalah anak-anak muda menonton pertandingan in Di tahun pertamanya bersama tim Pilots dari University of Portland pada 2001, Sinclair membawa timnya memimpin dan terinspirasi,” harapnya seperti dikutip Associated Press. Divisi I dengan mencetak 23 gol. Di tahun keduanya, koleksi golnya bertambah menjadi 26 dan Portland Pilots menjuarai Yudi Winanto

28

18 - 24 Mei 2015


Idola yang Tak Terlupakan BAGAIMANA mungkin mengenang jika tidak pernah berhadapan? Mantan pegolf nomor satu dunia Tiger Woods mempunyai sepenggal pengalaman dengan idolanya Calvin Peete yang meninggal akhir April lalu dalam usia 71 tahun. Peete merupakan pegolf kulit hitam yang paling sukses dalam sejarah di AS. Ia dikenang sebagai juara 12 seri PGA Tour. Salah satu kemenangannya adalah di The Players Championship. Sayangnya, Wo o d s t i d a k pernah mempunyai kesempatan berkompetisi dengan dia. Peete pensiun pada 2001, lima tahun setelah Wo o d s b e r a l i h menjadi atlet pro. Namun Woods tidak pernah melupakan rekornya. Apalagi perjalanan hidupnya dari tanah pertanian menjadi atlet yang diperhitungkan di dunia golf. Dan yang utama adalah pukulan lurusnya. “Ada statistik yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang,” kata Wo o d s k e p a d a Associated Press. “Di lapangan golf Muirfield Village, ia tidak pernah meleset setiap kali melepaskan pukulan dari ‘fairway’ sepanjang 2,5 tahun.” “Itu artinya, lebih dari 10 seri tanpa sekali pun gagal di ‘fairway.’ Ok, mungkin anda melakukan kesalahan pukulan dalam rentang waktu 2,5 tahun itu, tapi dia tidak gagal di

‘fairway.’” Woods berusia 9 tahun saat menyaksikan penampilan Peete di TPC Sawgrass, Ponte Vidra Beach, Florida, AS dan memenangkan seri tersebut. Ia mengenang detil-detil peristiwa tersebut sehingga tak pernah melupakan kehebatan idolanya itu. “Jelas, dia sosok panutan yang saya cari, sosok yang yang saya bisa tiru, khususnya pada saat model-model seperti itu langka di lapangan,” katanya merujuk pada kehebatan Peete yang berkulit hitam namun mampu menunjukkan prestasinya ditengah dominasi pegolf berkulit putih. Wo o d s p e r n a h dekat dengan mendiang Charlie Sifford, pegolf kulit hitam prtama yang tampil turnamen PGA. Ia juga bertemu dengan Lee Elder, pegolf kulit hitam pertama yang tampil di turnamen Masters. Elder juga hadir saat Woods merebut jaket hijau di turnamen Ausgusta National. Namun itu tidak berarti peran Peete keil dalam perjalanan kariernya. “Dengan berbagai alasan, ada sejumlah pegolf yang sepanjang sejarah, seperti Teddy Rhodes, Bill Spiller, saya harap mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan mereka. Namun saya tidak pernah mendapat kesempatan itu,” ungkap Woods yang baru-baru ini dilaporkan berpisah dengan teman dekatnya atlet ski es AS Lindsey Vonn. MBP/ap

Pegolf AS Tiger Woods

Yudi Winanto 18 - 24 Mei 2015

29


OLAHRAGA

PSSI Dibekukan, Kompetisi Dihentikan

Sepak Bola Bali Rugi Besar DIBEKUKANNYA Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh Menpora Imam Nahrawi yang berlanjut dengan dihentikannya kompetisi Indonesia Super League (ISL) oleh PSSI, membuat sepak bola di Tanah Air meradang. Semua pelaku cabang olahraga paling populer ini menjadi korban, mulai klub, pemain, pelatih, pengurus, pemilik klub, sponsor, penonton, hingga pedagang. Pihak yang paling terkena imbasnya adalah klub, pemain, dan sponsor. Klub-klub mengalami kerugian materi cukup besar akibat tidak jadi bertanding. Seluruh tim sudah mempersiapkan diri jauh-jauh dari lewat seleksi pemain, latihan, uji coba, serta membayar gaji dan kontrak pemain. Bahkan, ada yang sudah berada di lapangan dan siap bertanding, namun dalam hitungan menit akhirnya dibatalkan karena Kemenpora melarang aparat kepolisian mengeluarkan izin pertandingan bagi panitia pelaksana. Selanjutnya para pemain. Pelaku utama sepak bola ini terancam kehilangan

gaji dan pemutusan kontrak karena tidak bisa membela tim-tim yang merekrutnya di kompetisi. Padahal, mereka menggantungkan hidup keluarganya dari jerih payah bermain bola. Tidak ketinggalan para sponsor. Mereka sudah menggelontorkan uang hingga miliaran rupiah untuk mendukung salah satu klub, namun tidak mendapat imbalan sepadan. Usaha mereka mempromosikan produknya lewat sepak bola tidak menjadi kenyataan sebab tidak ada pertandingan. Salah satu elemen penting lapangan hijau ini terancam kapok berinvestasi di cabang sepak bola. Manajer tim Perseden Denpasar IGAN Anom Jaksa sangat menyayangkan kasus yang menimpa sepak bola nasional saat ini. Ia mengharapkan Kemenpora dan PSSI bisa menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. ‘’Kedua kubu yang berseteru mesti mencari solusi pemecahan masalah. Jangan sampai berkepanjangan, kasihan pelaku sepak bola. Kami sangat mengharapkan kompetisi segera digulirkan demi kemajuan sepak bola Indone-

sia,’’ katanya di Denpasar pekan lalu. Kerugian besar dialami Pengkab PSSI Kabupaten Tabanan yang menjadi tuan rumah Grup A kompetisi Liga Nusantara Rayon Bali 2015. PSSI Tabanan sudah siap menggelar pertandingan pembuka antara tuan rumah Perst dan Putra Dewata Mumbul di Stadion Debes pada 25 April, namun tiba-tiba tidak mendapat izin dari pihak kepolisan setempat. Padahal, para pemain kedua tim yang bertanding, klubklub peserta lainnya, dan pemilik tim seperti Putu Ngurah Ardika (Pro Kundalini), Putra Pemenang, Putra Dewata Mumbul, Undiksha Singaraja, dan Prawira Kubu Bangli, sudah berada di stadion pukul 13.00 wita. ‘’Semuanya batal karena izin keramaian ditarik. Panitia dipanggil pihak kepolisian yang meminta pertandingan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan, padahal izin sudah dikantongi sejak 22 April lalu,” papar Ketua Asprov PSSI Bali IGG Putra Wirasana didampingi Ketua Panpel I Putu Sugi Darmawan. Bendahara PSSI Tabanan IGGN Anom Subudhi mengaku rugi Rp 10-15 juta dengan dibatalnya pertandingan. Pasalnya, pihaknya sudah memesan konsumsi untuk para undangan. ‘’Kami tidak mungkin mengembalikan konsumsi yang sudah datang. Jika disuruh membuat acara seremonial ulang, saya rasa tidak sanggup lagi mengingat anggaran yang diberikan sudah dipakai,’’ ungkapnya. Eka Parananda

MBP/nan

Tim PERST Tabanan batal bertanding di kompetisi Liga Nusantara Rayon Bali 2015.

30

18 - 24 Mei 2015


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

LANCAR - Sebanyak 520 siswa SMP PGRI 5 Denpasar mengikuti Ujian Nasional (UN) secara tertib dan lancar. UN berjalan jujur dan penuh disiplin. Semua tas dan barang elektronik siswa ditempatkan di luar ruangan. UN langsung dipantau Kabid Dikdas Kota Denpasar I Made Raka, S.H., M.Si. Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. Drs. I Wayan Wirasa, M.M. menjelaskan, dari jumlah itu 270 laki-laki dan 250 perempuan menggunakan 26 ruangan. UN melibatkan 54 pengawas dari gabungan Subrayon II yakni SMPN 2, SMP PGRI 5, SMP Muhamadyah, SMPN 6 dan SMP Tunas Daud. Yang menarik setiap hari Kasek Wayan Wirasa mengumpulkan para pengawas untuk menginstruksikan bekerja sesuai aturan UN. Jika siswa dilarang membawa barang elektronik dan barang lain, hal serupa juga berlaku bagi para pengawas. Pengawas juga tak boleh membaca atau ngobrol atau main HP dalam ruangan. Termasuk mondarmandir di ruangan agar siswa nyaman.

MUSDA - Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H. membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke VII DPD Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Karangasem di aula MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Amlapura, Jumat (1/5). Hadir dalam acara ini Nyonya Sumawati Sukerana, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Karangasem, perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Karangasem, Ketua Pengurus Al-Hidayah Karangasem Sujilah Suharyanto serta Pengurus DPD Al-Hidayah Provinsi Bali. Musda tersebut diikuti 200 orang peserta dari unsur DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Bali dan DPD Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Karangasem. Ketua Panitia Penyelenggara Musda Ny. Munawaroh mengatakan, tujuan diselenggarakannya Musda membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2010-2015. Selain itu, untuk menyusun program kerja baru untuk menyatukan visi dan misi Pengajian Al-Hidayah seKabupaten Karangasem.

MBP/ist MBP/ist

JALAN SEHAT - Dies Natalis ke-10 (Dasawarsa) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali diwarnai dengan berbagai atraksi ilmiah, seni budaya dan sosial. Rangkaian dies natalis, Selasa (5/5) diisi dengan jalan sehat bertajuk ‘’Health, Cleen and Funs’’ di Pantai Matahari Terbit. Aksi jalan sehat sambil bersih-bersih sampah plastik di pantai ini dipusatkan di Pantai Matahari Terbit melibatkan 1.000 peserta. Mereka dibagi dua kelompok yakni ke utara hingga Pantai Padanggalak dan ke selatan hingga Pantai Sindhu. Ketua Panitia Dies Natalis Ns. Gede Satria Astawa, S.Kep. mengatakan, jalan sehat berbasis lingkungan ini, selain mengasah kepedulian civitas akademika Stikes Bali terhadap masalah sampah juga untuk kesehatan yang dilakukan dengan menyenangkan.

JUJUR - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMP Wisata Sanur, Senin (4/5) berjalan tertib dan jujur. UN langsung dipantau Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. IGN Eddy Mulya, S.E.,M.Si., didampingi Kabid Dikdas I Made Raka, S.H., M.Si. Mereka diterima Kepala SMP Wisata Sanur, Drs. I Gusti Made Raka bersama Ketua Komite A.A. Ngurah Pujawan, Wakil Ketua Yayasan Pembangunan Sanur I Made Sudarsana dan Drs. Nyoman Muditha, M.Pd. Kasek Drs. I Gusti Made Raka mengungkapkan sebanyak 411 siswanya mengerjakan UN tepat waktu di 21 ruangan. Para siswa sejak setahun lalu dipersiapkan menghadapi UN dengan jujur untuk meraih prestasi terbaik untuk studi lanjut. Makanya dia bangga semangat siswanya mengerjakan UN sangat tinggi. Nampak dalam foto Kadisdikpora IGN Eddy Mulya dan Kasek I Gusti Made Raka (tengah) bersama A.A. Ngurah Pujawan, Made Sudarsana dan Nyoman Muditha saat memantau UN di SMP Wisata Sanur. 18 - 24 Mei 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

PPTKIS - PT Bali Duta Mandiri (BDM) dikenal sebagai Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) milik yayasan Dharma Widya Ulangun berpusat di Jl. Kecak No. 12 Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali (Kampus SPB/STPBI Denpasar). BDM berdiri tahun 2007 dengan Keputusan Dirjen Binapenta Luar Negeri nomor Kep.63/D.PPTKLN/2007 tentang Perubahan Direktur Utama PT Bali Duta Mandiri pemegang SIPPTKI No 186/ MEN/IV/07 (Kepmenakertrans RI nomor : 164 tahun2012 tentang Perpanjangan Izin PPTKI PT BDM) yang pada awalnya bertujuan menyalurkan alumni dari SPB/STPBI yang ingin bekerja ke luar negeri baik di darat maupun Kapal Pesiar. Seiring perkembangan menyalurkan alumnus SPB/STPBI ke luar negeri, BDM berkomitmen membantu masyarakat dan pemerintah dalam hal pengentaskan pengangguran dan kemiskinan di Bali khususnya dan Indonesia umumnya. Nampak dalam foto suasana saat pelepasan pekerja asal Bali pada 9 Mater 2015 ke negara New Zealand di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

PAMERAN Felice Jewellery masih menggelar pameran perhiasan emas dan berlian, Selasa (5/5). Sales Felice Jewellery, Lukluk, mengatakan ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin selama masa pameran. Item perhiasan pun tidak sebatas untuk para wanita, tetapi juga disediakan sejumlah item untuk para pria. Tak ketinggalan, harga-harga promo masih menyertai pameran Felice Jewellery. Perhiasan Felice Jewellery tak hanya memiliki model yang cantik. Clarity atau tingkat kejernihan berlian yang diambil dari Afrika sudah mencapai tingkat Very-very Slight (VVS1), yaitu inclusion atau berlian yang cacat di dalam sangat halus hingga sangat sulit terlihat.

MBP/ist

MBP/ist

MEMIKAT - Pameran Felice Jewellery selalu sukses memikat hati para pecinta emas dan berlian di Bali. Terbukti dari suksesnya pameran emas dan berlian yang digelar di Sanur Paradise Plasa Hotel, Rabu (29/4). Mengulang kesuksesan serupa, Felice Jewellery kembali melanjutkan pamerannya di Abang Room, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Namun pameran yang menampilkan perhiasan emas dan berlian terbaru keluaran Felice ini hanya berlangsung dua hari, Kamis (30/4) dan Jumat (1/5). Sales Felice Jewellery, Lukluk, mengatakan ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin selama masa pameran. Item perhiasan pun tidak sebatas untuk para wanita, tetapi juga disediakan sejumlah item untuk para pria. Tak ketinggalan, harga-harga promo masih menyertai pameran Felice kali ini.

32

18 - 24 Mei 2015

DOKTOR - Fakultas Ekonomi (FE) Unmas Denpasar kembali melahirkan dosen berkualifikasi doktor. Nengah Landra, S.E., M.M., tercatat sebagai doktor kedelapan di FE Unmas. Yang menarik, Nengah Landra adalah alumni FE Unmas yang ketiga meraih doktor bidang ilmu manajemen. Nengah Landra menyelesaikan S-3 di PDIM Pascasarjana FEB Universitas Brawijaya, S-1 di FE Unmas dan S-2 di FE Unud. Dia sukses mempertahankan disertasinya di ujian terbuka 28 April lalu dengan judul ‘’Partisipasi warga dalam pengelolaan ekowisata di Kintamani’’ dengan promotor Prof. Dr. Armanu, S.E., M.Sc., kopromotor Prof. Dr. Made Sudarma, S.E., M.M.Ak., dan Dr. Mintarti Rahayu, S.E.,M.S. Ujian terbuka juga dihadiri Rektor Unmas, Dr. Drs. I Made Sukamerta,M.Pd., Dekan FE Drs. I Wayan Sujana, M.M., (kandidat doctor), WD II Dr. Putu Kepramareni, S.E., M.M., WD III LK Budi Martini, S.E., M.M., (kandidat doktor), Kaprodi Akuntansi Ni Wayan Rusti Arini, S.E., M.Si., Ak., Kaprodi Manajemen Drs. I Ketut Setia Sapta,S.E.M.Si. (kandadat doktor) dan para dosen. Nampak Nengah Landra bersama istri (tengah) bergambar dengan Rektor Made Sukamerta, Dekan Wayan Sujana dan Frans Bambang Siswanto.


MBP/ist

MBP/Wan

DIPERPANJANG - Atas permintaan pelanggan, pameran Felice Jewellery kembali diperpanjang di Abang Room, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Pameran diperpanjang mulai Sabtu (2/5) hingga Minggu (3/5). Felice Jewellery masih menghadirkan berbagai koleksi emas dan berlian, serta batu-batu berharga. Sales Felice Jewellery, Lukluk, mengatakan ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin selama masa pameran. Item perhiasan pun tidak sebatas untuk para wanita, tetapi juga disediakan sejumlah item untuk para pria. Tak ketinggalan, harga-harga promo masih menyertai pameran Felice kali ini.

PAMERAN - Felice Jewellery masih menggelar pameran perhiasan emas dan berlian, Minggu (3/5). Sales Felice Jewellery, Lukluk mengatakan ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin selama masa pameran. Item perhiasan pun tidak sebatas untuk para wanita, tapi juga disediakan sejumlah item untuk para pria. Tak ketinggalan, harga-harga promo masih menyertai pameran Felice Jewellery. “Hampir semuanya produk new arrival, mulai dari produk fashion seperti cincin, liontin, dan anting, kalung berlian, dan koleksi batu-batu berharga. Kami beri harga spesial untuk satu set perhiasan berlian,” ujarnya disela-sela pameran. Lukluk menambahkan, perhiasan Felice Jewelley tak hanya memiliki model yang cantik. Clarity atau tingkat kejernihan berlian yang diambil dari Afrika sudah mencapai tingkat Very-very Slight (VVS1), yaitu inclusion atau berlian yang cacat di dalam sangat halus hingga sangat sulit terlihat.

MBP/ist

MELASPAS - Keluarga besar SMAN 4 Denpasar (Foursma) menggelar upacara Melaspas, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Alit, lan Tawur Panca Kelud Wrespati Kalpa, yang puncaknya berlangsung bertepatan dengan hari raya Saraswati, Sabtu (2/5). Serangkaian upacara tersebut, Jumat (1/5) digelar Tawur Panca Kelud Wrespati Kalpa, mendem padagingan, melaspas, mendak lan ngabejiang ke Segara Petitenget. Tawur Panca Kelud kapuput Ida Rsi saking Geria Alangkajeng, sedangkan upacara melaspas kapuput Ida Pedanda saking Geria Gede Sembung. Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menghadiri upacara tersebut sekaligus mendem padagingan. Hadir juga Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar Wayan Supartha, sejumlah kepala sekolah, Ketua Komite Foursma Nyoman Budi Adnyana, S.H. beserta jajaran pengurus dan undangan lainnya.

MBP/ist

SUKSES - Grand Opening HardysMalls Gatsu pada Minggu (3/5) berlangsung sukses dan lancar. Rangkaian kegiatan yang terdiri dari Piodalan Agung di Padmasana HardysMalls Gatsu, Pamelaspasan, Pacaruan Manca Kelud dan Rsi Gana dilanjutkan Dharma Wacana oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda dengan tema ‘’Mewujudkan Kinerja Profesional Berlandaskan Pelayanan’’. Dalam sambutannya mewakili Direksi, I Made Abdi Negara, S.Sos., Director Of Corporate Secretary, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak terutama masyarakat di wilayah Desa Dangin Puri Kaja, pengurus desa dan lingkungan, suplier, tenang dan Direktorat Property Development sebagai ujung tombak perusahaan dalam proses pengembangan dan renovasi gedung-gedung yang merupakan aset unit bisnis di bawah Grup Hardys Holdings. 18 - 24 Mei 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

PENUTUPAN - Bertempat di Lapangan Bina Karya Desa Kamasan Klungkung, selama dua hari dari tanggal 1 s.d. 2 Mei, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI 46 sukses menyelenggarakan gelaran Festival Kamasan. Acara penutupan Festival Kamasan, Sabtu (2/5), dilakukan Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Pariaman Sinaga mewakili Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, AA Puspayoga. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ibu Bintang Puspayoga, Direktur Bisnis Banking BNI Sutanto, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta serta CEO BNI Wilayah Denpasar Aryanto Purwadi. Acara penutupan gelaran Festival Kamasan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan kredit antara BNI dengan mitra binaan serta penandatanganan nota kesepahaman terkait destinasi wisata antara Pemda Klungkung dengan DPD HPI Bali.

LOMBA RESUME - Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) dan SMK Teknologi Nasional bersinergi menggelar lomba resume dan resensi buku Prof. Gorda (alm) bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional sekaligus perayaan Saraswati, Sabtu (2/5). Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas). Ketua Panitia Ni Wayan Suryathi, S.E., S.H., M.M., M.Agb., mengatakan, lomba resume diikuti siswa SMP Nasional, SMA Nasional, dan SMK Teknologi Nasional di bawah naungan Perdiknas. Masing-masing tingkatan meresensi buku Prof. Gorda yang berjudul “Komunikasi Sejuk dan Damai”, “Manajemen Spiritual” dan “Kecerdasan Emosional Spiritual”. Sementara para guru mengikuti lomba resensi buku Prof. Gorda yang berjudul “Membudayakan Kerja Berdasarkan Dharma”. Ketua Perdiknas Denpasar Dr. AAA. Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H., M.M., mengatakan, lomba resume dan resensi sejatinya mengawali peringatan sewindu meninggalnya Prof. Gorda.

MBP/ist

MBP/ist

UNGGULAN - Selain menawarkan program unggulan Ambil 4 Bayar 1 untuk produk busana di Outlet Dept. Store, HardysMalls Gatsu langsung memanjakan masyarakat dan pelanggan setia Hardys dengan diskon hingga 10% untuk pemegang Kartu Hardys Club Card (HCC). Hebohnya lagi untuk pendaftar Kartu HCC di masa promo Grand Opening, langsung mendapatkan bonus 50 poin. Penawaran heboh tersebut berlaku selama masa Promo Grand Opening. Hal ini diungkapkan oleh Mega Esti Roh Ani, S.E., Director Of Operation HardysRetail, di sela mendampingi seluruh jajaran direksi hingga Presiden Direktur Grup Hardys untuk mengecek persiapan akhir, proses Grand Opening yang dilaksanakan Minggu (3/5).

34

18 - 24 Mei 2015

TANAM POHON - Penerapan program GoGreen Hardys, dengan menanam pohon di sekitar lingkungan HardysMalls Gatsu menjadikan suasana yang sejuk dan nyaman. Halaman dan parkir yang dipenuhi dengan pepohonan dengan didominasi pohon Jepun Bali, menjadi salah satu keunggulan Pusat Belanja yang dikelola salah satu dari 9 core business Grup Hardys yakni HardysRetail tersebut. Hal ini ditegaskan Director Of Property Development Ir. I Ketut Santika saat melakukan comisioning test seluruh fasilitas di HardysMalls Gatsu untuk persiapan Grand Opening pada 3 Mei. Santika dalam keterangannya menyatakan seluruh fasilitas yang dibangun untuk Pelanggan Setia Hardys sudah rampung dan siap memanjakan pelanggan mulai dari parkir untuk mobil dan sepeda motor yang luas dan nyaman, eskalator hingga ke lantai tiga, elevator (lift) khusus pelanggan, lima unit toilet yang bersih dan nyaman serta fasilitas pendukung lain siap menyambut masyarakat dan pelanggan setia Hardys.


MBP/ist

MBP/ist

ISU ISIS - Diplomasi terkait isu Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS) disampaikan oleh President The Sukarno Center, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III ke Ahmad Abdullah AlMahmoud (Wakil Perdana Menteri Quatar) di Asian African Summit 2015. Dalam pertemuan antara dua tokoh ini, Gusti Wedakarna menyampaikan dukungan masyarakat Bali terhadap perang yang digagas oleh Aliansi Negara–negara Arab yang dikomandani Arab Saudi untuk membasmi ISIS di seluruh wilayah di Timur Tengah. Nampak dalam foto President The Sukarno Center, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Pangeran Ahmad Abdullah Al-Mahmoud (Wakil Perdana Menteri Kerajaan Quatar).

HUT GIANYAR - Rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-244 Kota Gianyar yang pelaksanaannya dimulai sejak 1 April 2015, masih menyisakan tiga kegiatan hingga 3 Mei 2015. Namun, dari beberapa kegiatan yang masih tersisa, khusus konser musik yang rencananya mendatangkan artis nasional dibatalkan. Sehingga, penampilan Lawak Kolaborasi “Sanggar Topeng Ajer Gianyar, di Open Stage Balai Budaya, Selasa (28/4), sekaligus menjadi penutup pementasan kegiatan di Lapangan Astina Gianyar. Sesuai jadwal HUT ke-244 Kota Gianyar, kegiatan yang masih akan dilaksanakan adalah musik pop dan konser artis lokal dan nasional pada Sabtu (2/5), Lomba Burung Berkicau, Minggu (3/5) di GOR Kebo Iwa Gianyar oleh Komunitas Pecinta Burung dan Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan. Selain itu di Desa Manukaya, Tampaksiring pada Minggu (3/5) juga digelar Enduro Competition oleh Tim Kreatif Pemkab Gianyar bekerja sama dengan G Track, digawangi oleh Tampaksiring Tracker.

MBP/ist

TATAP MUKA - Dialog tatap muka pendiri Yayasan Bunda Luh Ronce (YBLR) Wayan Sudirta dengan ratusan kadus/ kaling di tiga kecamatan -- Kecamatan Karangasem, Abang dan Sidemen -- yang dimaksudkan meminta data warganya yang sakit berat dan cacat permanen, lumpuh, kelainan jiwa, buta, dan sejenisnya, berkembang menjadi curhat nasib kepala dusun dan warganya yang terdengar miris. Di antara isi ‘’curhat’’ itu, mereka mengeluhkan peraturan yang mensyaratkan umur kepala dusun sebatas antara 20-42 tahun, pendidikan minimal harus SLTA, sementara gaji sangat kurang dan di Karangsem sudah empat bulan mereka tidak menerima gaji. Sudirta mendengar hal itu saat bertatap muka secara terpisah dengan kadus se-Kecamatan Bebandem, Karangasem dan Abang, beberapa waktu lalu. Mendengar keluhan tersebut, Sudirta menyatakan siap memperjuangkannya, baik melalui jalur birokrasi ataupun jalur hukum.

MBP/Wan

NGENTEG LINGGIH - Setelah sebelumnya digelar upacara Tawur Pedanan, puncak Karya Pedudusan Agung dan Ngenteg Linggih di Pura Desa dan Puseh Desa Pakraman Kepaon, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, berlangsung Rabu (6/5). Puncak karya tersebut dihadiri antara lain panglingsir Puri Kesiman, Pemecutan dan pejabat terkait lainnya. Upacara tersebut di-puput Ida Pedanda Telaga dari Geria Telaga Sanur, Ida Pedanda Tianyar dari Geria Sindu Sidemen Karangasem dan Ida Pedanda Buda Pesanti Ubud Ayun Widi dari Geria Pesanti Ubud. Pada rangkaian upacara tersebut digelar berbagai macam sesolahan. Di jeroan pura dipentaskan Wayang Lemah dan di jaba tengah pura diawali dengan sesolahan Rejang Renteng, kemudian dilanjutkan dengan Baris Gede, Baris Tunggal, Topeng Sidakarya dan yang lainnya. 18 - 24 Mei 2015

35


LINGKUNGAN

Warga di Hulu Melestarikan, Tengah dan Hilir Menikmati

Sungai Ayung airnya mengalir sepanjang tahun.

M

asih ingat dengan masyarakat Bongkasa, Kecamatan Abiansemal Badung, yang memasang seng beberapa tahun lalu? Dengan memasang seng di barat sungai, wisatawan asing yang berada di timur sungai Ayung menjadi terganggu pemandangannya ketika melihat ke barat. Itu bentuk kekecewaan warga yang tak mendapat kompensasi dari upaya pelestarian tanaman dan hutan di lereng barat sungai Ayung. Sementara di sebelah timur wilayah Ubud Gianyar berdiri sejumlah hotel dan vila. Wisatawan yang menginap di kawasan Ubud menjadikan pemandangan hutan dan tanaman lereng Sungai Ayung sebelah barat sebagai daya tarik yang bisa dijual kepada wisatawan. Para investor pun bergelimang dolar dari tarif yang mereka kenakan kepada para wisatawan yang menginap di hotel dan

36

18 - 24 Mei 2015

vilanya. Ada ketidakadilan yang dirasakan antara mereka yang merawat dan melestarikan tanaman di bagian barat sungai dengan para investor yang membangun hotel dan vila di kawasan Ubud. Tampaknya ketidakadilan tersebut kembali mencuat. Kali ini warga atau petani yang berada di hulu daerah aliran sungai (DAS) Ayung yang mengeluhkan persoalan serupa. Warga di sana lebih banyak dibebankan tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan tanaman karena wilayah termasuk daerah tangkapan air. Mereka setiap hari hanya melihat keindahan tumbuhan menjulang namun tak jelas kontribusinya. Tak heran kesejahteraan mereka jauh ketimbang para penikmat dan investor hotel itu. Keindahan tumbuhan dan tanaman yang menghijau di lereng sungai justru lebih banyak dinikmati

wisatawan yang menginap di vila dan hotel yang berdiri daerah sempadan sungai Ayung di wilayah Ubud. Tak hanya itu, gemericik air yang mengalir di sungai Ayung telah menjadi potensi berharga bagi wisata rafting. Tak terhitung berapa usaha rafting yang memanfaatkan daerah aliran sungai Ayung. Tampaknya DAS Ayung dipilih sebagai usaha rafting karena airnya mengalir sepanjang tahun. Walaupun debitnya bersifat uktuatif dari waktu ke waktu karena berkaitan dengan musim penghujan dan musim kemarau, tetapi air tetap ada sehingga usaha rafting tak akan macet. Bahkan pada bagian tengah sungai debitnya lebih tinggi dibandingkan dengan bagian hulu maupun hilir karena pada bagian tengah banyak anak sungai yang masuk ke badan sungai menyuplai air. Pada bagian tengah inilah banyak persawahan yang sisa airnya mengalir ke sungai Ayung. Tak heran mulai Carangsari, Kecamatan Petang sampai Kecamatan Abiansemal banyak berseliweran perahu rafting karena di sana debit air paling besar. Tak hanya usaha rafting dan hotel, sungai Ayung juga dimanfaatkan airnya untuk keperluan PDAM. Lihatnya berapa meter kubik air sungai Ayung dialirkan ke bak-bak penampung PDAM yang ada di wilayah Belusung. Bahkan sampai di hilir pun airnya masih bisa dimanfaatkan untuk pasokan air permukaan PDAM Kota Denpasar. Sisa air Sungai Ayung dari hulu dibendung di depan Pura Dalem Kesiman untuk dialirkan ke bak-bak penampung air PDAM Kota Denpasar di Jalan Waribang, Kesiman Denpasar. Entah berapa miliar rupiah mengalir dari pemasukan rekening airnya. Sayangnya tak balik limpahan uang yang mengalir ke kalangan investor dan pemerintah, tak jelas berapa kontribusi untuk merawat sungai dan DAS Ayung di kawasan hulu. Suana


Parah, Kerusakan DAS Ayung Usaha rafting yang memanfaatkan aliran sungai Ayung.

SUNGAI Ayung adalah sungai utama mengalirkan air di belahan tengah Pulau Bali. Wilayah DAS (daerah aliran sungai) Ayung, berada di sebelah selatan pegunungan yang membatasi Bali utara dan Bali selatan serta berhilir di Pantai Padanggalak, Kesiman Denpasar. Di bagian hulu sungai Ayung terdapat tiga anak sungai yang cukup besar, yaitu Tukad Bangkung berhulu di Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Tukad Mengani berhulu di Desa Catur dan Tukad Siap berhulu di daerah Kintamani, Bangli. Ketiga anak sungai ini bersatu di wilayah Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Hulu sungai Ayung berada diketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, mempunyai lebar permukaan antara 10,7 m-16,8 m (Bappeda Bali, 2002). Sayangnya sebagian besar DAS di Bali mengalami kerusakan yang semakin parah. Ironisnya kepedulian terhadap keberlangsungan DAS ini masih sangat rendah baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Bahkan ada kesan tak adil antara masyarakat di hulu dan hilir karena perbedaan pendapatan. Masyarakat hulu lebih banyak dibebankan tanggung jawab menjaga kelestarian kawasan hulu, sedangkan di hilir sebagai pengguna terbesar masih banyak yang mengabaikan dan tidak berkontribusi dalam upaya pelestarian DAS dari hulu. Paling tidak itu terungkap dalam Media Gathering, Kamis

(30/4) di Denpasar dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Peneliti DAS yang juga akademisi Universitas Udayana (Unud) Dr. Ir. I Made Sudarma, MS, mengatakan saat ini kondisi ekosistem hutan dan DAS Ayung mengalami berbagai ancaman dan kerusakan karena berbagai permasalahan sehingga dapat mengancam pasokan air baku yang mengalir di sungai yang melewati wilayah Gianyar, Badung dan bermuara di Kota Denpasar. Penutupan vegetasi permanen di bagian tengah dan hulu DAS kian berkurang akibat perubahan tata guna lahan. Kondisi ini diperparah dengan terjadinya kerusakan hutan di daerah hulu DAS Ayung serta budidaya tanaman di hulu yang tidak sesuai dengan kelas dan kemiringan lahan dan tingginya tingkat erosi dan sedimentasi di bagian hulu DAS. Kerusakan di seputar DAS Ayung juga diperparah dengan aktivitas usaha akomodasi pariwisata yang mencaplok sempadan sungai bahkan ada yang membuang limbahnya ke sungai. “Banyak usaha akomodasi pariwisata di sekitar DAS Ayung yang mendegradasi lingkungan,” katanya. Kerusakan DAS ini juga tak terlepas dari kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kelestarian DAS, rendahnya kemampuan masyarakat melakukan usaha konservasi di hulu dan tengah DAS serta belum adanya kontribusi pembiayaan dari pihak “pemanfaat air

sungai Ayung (masyarakat hilir) kepada “penyedia dan penjaga” air (masyarakat hulu) secara terpadu dan terintegrasi. “Jadi ada semacam ketidakadilan antara masyarakat di hilir dan hulu,’’katanya. Masyarakt hulu hanya sebagai objek tidak pernah sebagai subjek,” keluhnya. Sudarma menambahkan, DAS Ayung yang berperan penting sebagai “penyedia air” untuk menjaga keberlanjutan pasokan air mestinya dilestarikan dan dikelola secara terpadu, terintegrasi dan melibatkan para pihak lintas sektor dan lintas wilayah administrasi. Mesti ada kesamaan pemahaman antar para pemangku kepentingan tentang pentingnya peranan DAS sebagai tata kelola air dan didukung dengan adanya kebijakan pemerintah (pusat, provinsi dan kabupaten/kota) serta legislatif dalam pengelolaan DAS berkelanjutan. “Perlu ada peningkatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar DAS,” tambahnya. Ketua Ikatan Ahli Geologo Indonesia (IAGI) Pengda Bali I Ketut Ariantana juga menekankan pentingkan konservasi di kawasan hulu yang menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga ketersediaan air tanah. Hal ini penting agar Bali tidak dilanda krisis air. “Air tanah di Bali perlu diselamatkan, jangan ketika krisis air parah kita bicara penyelamatan,’’ ujarnya. Widana 18 - 24 Mei 2015

37


PARIWISATA

MBP/

Desa Ubud menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kabupaten Gianyar yang telah berjaya sejak 1930.

Kejayaan Ubud Terongrong erbicara tentang Bali, maka ini tidak akan pernah lepas dari kebudayaan yang hingga sekarang masih erat dipegang oleh setiap penduduk lokalnya. Dari seluruh daerah di Bali, bisa dikatakan bahwa desa Ubud Bali adalah pusatnya aktivitas kebudayaan. Ubud adalah bagian lain dari duopoli pariwisata Bali. Tidak seperti Bali Selatan, bagaimanapun, fokus Ubud tetap luar biasa pada budaya Bali dalam berbagai bentuknya. Tak heran jika banyak orang datang ke Ubud tertarik oleh budaya yang kaya. Namun, kejayaan itu mulai terongrong oleh beberapa permasalahan klasik, seperti kebersihan, masalah infatruktur dan pembangunan akomodasi yang berkembang begitu pesatnya. Pertumbuhan industri pariwisata di Ubud mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Sejak menggeliatnya pariwisata Ubud di tahun 1930, jumlah industri pariwisata yang berkembang di Ubud mencapai jumlah seribu unit lebih. Kini Pemkab Gianyar masih berupaya menjaga pariwisata Ubud dengan berpatokan pada pariwisata Budaya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Ari Brahmanta mengatakan, pemkab Gianyar selalu berupaya memberikan kenyamanan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Gianyar, khususnya Ubud. Salah satu yang menjadi sorotan penting dalam kenyamanan wisatawan ialah sektor kebersihan. “Ber-

B

38

18 - 24 Mei 2015

dasarkan hasil kajian analisa pasar dari Dinas Pariwisata, yang harus dijadikan pedoman dari dinas yang lain adalah sektor kebersihan, sektor ini dominan selalu menjadi sorotan wisatawan, misalnya kebersihan di sepanjang jalan di Ubud,” ucapnya. Sektor terpenting selanjutnya ialah lingkungan, terkait dengan menjaga lingkungan sangat dibutuhkan pengendalian pembanguanan akomodasi pariwisata, agar areal hijau khususnya persawahan tidak serta merta berubah menjadi bangunan. Kondisi yang terjadi saat itu jumlah bangunan pariwisata tidak memperhatikan daya dukung lingkungan Ubud. Berdasarkan data dari dinas pariwisata kabupaten Gianyar, menunjukan jumlah akomodasi pariwisata dikawasan Ubud hampir 80 persen dari seluruh akomodasi di Kabupaten Gianyar. Seperti dari 14 hotel berbintang yang ada di Gianyar, 12 diantaranya terdapat di kawasan Ubud. Selanjutnya dari 129 hotel melati, 103 di antaranya ada di kawasan Ubud. Termasuk pondok wisata dari 593 unit yang ada di Gianyar, di kawasan Ubud ada 309 unit. Termasuk untuk restoran dominan juga berdiri dikawasan Ubud, nampak dari 130 restoran 120 di antaranya berada di kawasan Ubud. Demikian pula untuk rumah makan, dari 269 yang ada di Kabupaten Gianyar 193 ada di Ubud. Sementara untuk usaha transfortasi, dari 95 usaha transfortasi di Gianyar 70 di antaranya ada

di kawasan Ubud. Dari data tersebut, lanjut Ari Brahmanta, harapan untuk bisa menjaring dan membatasi investasi yang masuk ke Ubud, yang akan dapat menghancurkan pariwisata Ubud masih sulit dilakukan. Justru kini pembangunan tidak terkendali bila seharusnya hotel memiliki kepasitas kamar maksimal 30, kini ada yang membangun justru melebihi dengan konsep city hotel. “Ke depan tentu kami harap, bila ada rencana penambahan akomodasi pariwisata di kawasan Ubud, dinas pariwisata turut ambil adil,” ucapnya. Kini padatnya pariwisata di Ubud yang menimbulkan kemacetan mulai teratasi dengan disediakannya kantong parkir serta pengaturan arus jalan. Selain itu, dari Dinas Pekerjaan Umum juga melakukan perbaikan total, khususnya pada trotoar, yang selama ini menjadi tempat wisatawan berjalan kaki sembari menikmati keindahan ubud justru banyak berlubang. “Selain kebersihan dan lingkungan, sektor infrasrtuktur ini tentu juga sangat penting, seperti trotoar yang sudah mulai di tangani dinas PU,” ucapnya. Bila berbagai persoalan yang disodorkan Dinas Pariwisata ini dapat dijamin untuk kenyamanan para wisatawan. Dikatakan, pihaknya bisa melakukan promosi dengan gampang, apalagi Ubud sudah memiliki modal budaya yang sudah mendunia. Manik


PEMERINTAHAN

Lima Istri Menteri Kabinet Kerja RI Terpesona Kerajinan Badung LIMA Istri Menteri Kabinet Kerja RI Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Selasa (5/5) lalu berkunjung ke Kabupaten Badung tepatnya di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala. Kelima Istri Menteri tersebut adalah Istri Mendagri, dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang juga selaku Ketua Harian Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional), Istri Menteri Koperasi dan UKM, Bintang Puspayoga, Istri Menteri Perdagangan, Retno Damayanti Rahmat Gobel, Istri Menteri Perindustrian, Andresca Saleh Husin dan Istri Menteri Pertahanan, Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu. Kehadiran lima istri menteri tersebut disambut oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung bersama Wabup. I Made Sudiana, Sekda Kompyang R. Swandika, Ketua Dekranasda Badung Ny. Ratna Gde Agung, Istri Wakil Bupati Ny. Made Sudiana, Ketua DWP Ny. Kompyang Swandika. Di Puspem Badung, para Istri Menteri diajak berkeliling melihat keindahan Puspem Badung. Beliau juga diajak melihat pameran kerajinan para pengerajin Badung di lantai II gedung sekretariat daerah. Pameran kerajinan ini merupakan hasil karya dari pengera-

jin badung yang tergabung dalam Asosiasi Pengerajin Industri Perdagangan UMKM Daerah (Asperinda) Kabupaten Badung dan di bawah binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Badung. Pameran Kerajinan tersebut melibatkan 12 pengerajin, seperti kerajinan uang kepeng, patung kayu JAS (Jagapati, Angantaka, Sedang), patung tiga dimensi, lukisan pelepah pisang, perah, permata giok serta garmen. Selain itu juga dipamerkan produk Nadis Herbal, Asparagus Plaga melalui program OVOPnya yang sudah menjadi ikon Badung. Semua produk yang dipamerkan merupakan kualitas ekspor. Ibu Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang didampingi Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian RI Euis Saedah mengungkapkan bahwa pentingnya regenerasi dalam kerajinan, sehingga generasi muda diharapkan tidak melupakan kerajinan warisan budayanya. “Kami pengurus Dekranas ingin sekali kerajinan bangsa Indonesia ini dipelihara dan diteruskan oleh oleh generasi muda, terangnya. Dikatakan, sebelum ke Badung para IbuIbu Istri Menteri membuka pelatihan warna

alam di Gianyar. Dengan tujuan mampu mengolah sumber daya alam dan menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru dibidang pengerajin warna alam. Disamping itu untuk melihat produk-produk kerajinan yang ada di Bali khususnya di Kabupaten Badung, karena kerajinan Bali sudah menjadi maha karyanya Indonesia. Khusus di Kabupaten Badung, Istri Mendagri ini mengatakan bahwa produk kerajinan dari pengerajin-pengerajin badung sangat luar biasa. Bahkan produk kerajinan pengerajin Badung dibawah binaan Dekranasda Badung ini kualitasnya sangat baik dan menjadi komoditas ekspor. Beliau juga memberi apresiasi atas keberhasilan Badung dalam mengembangkan program OVOP dengan produk Asparagus. Selain itu Beliau mencatat bahwa PDRB Badung termasuk yang tertinggi dan menjadi teladan, karena Badung mencoba untuk membangun ekonominya yang utuh dari hulu hingga ke hilir. “Dari hulu pertaniannya digeret menjadi produktivitasnya tinggi, untuk kegiatan produksi, produksinya juga dijaga sampai ke hilir agar tidak bolong-bolong. Memang itulah pembangunan ekonomi yang kita harapkan,� imbuhnya. (adv)

Para Istri Menteri Kabinet Kerja RI berpose dengan Bupati Badung A.A. Gde Agung dan Ketua Dekranasda Badung Ny. Ratna Gde Agung saat mengunjungi pameran kerajinan para pengerajin Badung di Puspem Badung, Selasa lalu. 18 - 24 Mei 2015

39


AKTIVITAS PRIORITAS - Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) menjadi salah satu prioritas kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Berdasarkan laporan, laju pertumbuhan penduduk mengalami penurunan dari 4,63 % pada tahun 2013 menjadi 2,33 % tahun 2014. Hal tersebut menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Untuk itu, kerja sama seluruh stakeholder perlu ditingkatkan. Terutama, terhadap penduduk pendatang untuk diajak berpartisipasi dalam menyukseskan program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Badung I Made Sudiana saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Badung Tahun 2015 di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Senin (4/5). Nampak Wabup Made Sudiana menyerahkan secara simbolis plakat/stiker pencegahan korupsi berbasis keluarga kepada Ketua TP PKK Badung Ny. Ratna Gde Agung. MBP/ist

MBP/ist

MENDIDIK - Unik, menarik dan mendidik, kata-kata yang tepat untuk melukiskan perayaan Hari Ulang Tahun ke-10 Sekolah Lentera Kasih (SLK) dan Hari Ulang Tahun ke-11 TK Lollypop. Cara merayakan ulang tahun sekolah ini adalah dengan mengadakan berbagai program dan aktivitas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta kepedulian untuk berkontribusi bagi dunia pendidikan. “Clean the Beach” yang dilaksanakan pada Sabtu (18/4) lalu di Pantai Petitenget, Badung merupakan rangkaian awal program perayaan ulang tahun sekolah. Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia, SLK & TK Lollypop mengadakan aksi donor darah yang dilaksanakan pada Jumat (24/4). Kegiatan ini merupakan rangkaian program perayaan ulang tahun sekolah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Sebagai puncak perayaan ulang tahunnya, SLK & TK Lollypop mengadakan event “SLK & Lollypop Festival 2015”. Dalam rangka HUT SLK dan Lollypop Bali, Ibu Jenny S. selaku Head of School, bersama perwakilan orangtua murid menyerahkan donasi kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Bali.

BERKUNJUNG - Lima istri menteri Kabinet Kerja RI pemerintahan Presiden Joko Widodo, Selasa (5/5) berkunjung ke Kabupaten Badung, tepatnya di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala. Kelima istri menteri tersebut yakni istri Mendagri dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang juga selaku Ketua Harian Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional), istri Menteri Koperasi dan UKM Bintang Puspayoga, istri Menteri Perdagangan Retno Damayanti Rahmat Gobel, istri Menteri Perindustrian Andresca Saleh Husin dan istri Menteri Pertahanan Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu. Kehadiran lima istri menteri tersebut disambut Bupati Badung A.A. Gde Agung bersama Wabup I Made Sudiana, Sekda Kompyang R. Swandika, Ketua Dekranasda Badung Ny. Ratna Gde Agung, istri Wakil Bupati Ny. Made Sudiana, Ketua DWP Ny. Kompyang Swandika.

MBP/ist

SOSIALISASI - Bakal calon Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan bakal calon Wakil Bupati Badung I Putu Alit Yandinata (Adinata) kian gencar menyosialisasikan diri, sekaligus memaparkan visi dan misi dalam membangun Kabupaten Badung ke depan. Bertatap muka langsung dengan masyarakat, juga dijadikan kesempatan menyerap aspirasi dan permasalahan yang berkembang di masyarakat. Salah satunya saat blusukan di Desa Getasan, Kecamatan Petang, Adinata dihadapkan dengan persoalan produksi pertanian khususnya gabah yang harganya sangat anjlok. Tatap muka dengan ratusan warga Petang, Senin (4/5) lalu, berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat Getasan. MBP/ist

40

18 - 24 Mei 2015


MBP/ist

MBP/ist

HARDIKNAS - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini di Karangasem dimulai Jumat (1/5) dengan senam aerobik di lapangan Stadion Padangkerta. Kegiatan murah meriah tersebut dikemas dengan apik oleh panitia di bawah komando Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem. Peserta senam aerobik adalah siswa SMA/SMK se-Kabupaten Karangasem yang telah selesai mengikuti UN. Senam aerobik diikuti para kepala sekolah, guru, dan para PNS di lingkungan Pemkab Karangasem sekitar 500 orang. Kegiatan senam aerobik tersebut dipandu instruktur yang disediakan panitia. Ratusan peserta penuh semangat mengikuti gerakan instruktur. Nampak dalam foto Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Wabup Sukerana, pejabat dan ratusan siswa kelas XII mengikuti senam aerobik dalam rangka Hardiknas 2015.

GELAR - Ketua Umum Ikatan Pasemetonan Pratisentana Bandesa Manik Mas Pusat I Made Sudiana, S.H., menerima gelar Pangeran Mas dan pengalungan kain (selendang) kehormatan oleh Raja Klungkung Ida Dalem Semara Putra pada acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Sultan/Raja-Raja se-Nusantara yang berlangsung dari 28 sampai 30 April 2015 di Pendopo Puri Klungkung. Penganugerahan gelar ini berlangsung di Kayun Restauran, Desa Mas, Kamis (30/4) yang disaksikan oleh para peserta Silatnas sultan/raja-raja se Nusantara, Ketua Panitia Silatnas Sultan/Raja-raja se-Nusantara yaitu Tjokorde Susila, Bendesa Desa Pekraman Mas dan beberapa semeton Bendesa Manik Mas. Usai penganugerahan gelar, Ida Dalem Semara Putra memberikan wejangan yang intinya agar para warih Bandesa Manik Mas mempererat kembali tali persaudaraan dengan warih Dalem yang sejak dahulu telah dijalin oleh para leluhur.

MBP/ist

MBP/ist

MAY DAY - Menjalani masa resesnya, anggota Komisi III DPR RI daerah pemilihan (dapil) Bali dari Fraksi Demokrat I Putu Sudiartana, S.H., M.BA., berbaur dengan para buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Provinsi Bali memperingati hari buruh (May Day), Jumat (1/5). Dalam peringatan May Day yang dirangkai dengan diskusi publik yang digelar K-SPSI Bali ini, Sudiartana sebagai wakil rakyat dari Bali menjadi keynote speaker dan menyerap aspirasi serta mendengar keluh kesah para buruh. Hadir dalam acara ini Ketua DPD K-SPSI Provinsi Bali I Wayan Madra, S.H., para Ketua Serikat Pekerja Anggota (SPA) se-Bali, para buruh serta tokoh masyarakat. Sudiartana menegaskan perlu kesadaran dan pemahaman bersama agar kesejahteraan para buruh atau pekerja diperhatikan pengusaha dan jangan sampai mereka dijadikan sapi perahan dan dieksploitasi.

MENINGKAT - Kepercayaan masyarakat khususnya sekolah dalam menggunakan manajemen berbasis teknologi informasi dari Bimasakti School, kini terus meningkat. Hal ini disebabkan makin berdaya gunanya penerapan Bimasakti School dalam membantu proses pembelajaran di sekolah. Salah satunya adalah dirasakan civitas SMAN 1 Bangli, yang sepakat menjalin kerjasama dengan Bimasakti School akhir pekan lalu. Kerjasama tersebut ditandai dengan penyerahan mobil operasional dari Bimasakti School kepada SMAN 1 Bangli yang disaksikan para guru dan siswa. Menurut Kepala SMAN 1 Bangli, Wayan Darsana, awalnya penggunaan sistem Bimasakti School diketahui dari media dan sejumlah teman sejawatnya. Dari sana dapat disimpulkan penggunaan manajemen berbasis teknologi informasi ini, sangat bermanfaat bagi pembelajaran di sekolah. Nampak dalam foto Mobil Bimasakti School diserahkan kepada SMAN 1 Bangli oleh Dirut Surya Sanjaya. 18 - 24 Mei 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

MUSRENBANGNAS - Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dengan tema “Mempercepat Pengembangan Infrastruktur untuk Meletakkan Fondasi Pembangunan yang Berkualitas� dihadiri Presiden H. Joko Widodo serta sejumlah anggota Kabinet Kerja, termasuk Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago. Musrenbangnas yang berlangsung 28 hingga 29 April tersebut, ditutup Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla. Kegiatan Musrenbangnas ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan inovasi pelayanan publik yang dilakukan kementerian, lembaga, termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Nampak dalam foto Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan inovasi di bidang pengembangan pertanian di Kabupaten Badung yang diterima Bupati A.A. Gde Agung di Ruang Birawa Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (29/4).

SEMINAR – Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan masalah kesehatan merupakan isu yang sangat peka. Hal ini bisa mempengaruhi kredibilitas dari semua kebijakan yang dilakukan pemerintah. Demikian diungkapkan saat memberikan arahan pada seminar sehari manajemen nyeri terintegrasi secara profesional dengan kendali mutu dan kendali biaya di era JKN di Gedung Sewaka Dharma Lumintang, Kamis (30/4). Bahkan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah kepemimpinan. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra sangat mengapresiasi seminar ini, karena dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lembaga kesehatan dalam menangani penyakit yang disertai dengan nyeri. Sehingga pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat dapat diwujudkan.

MBP/ist

TERTIB - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMP PGRI 1 Denpasar berjalan tertib serta penuh integritas. Semua siswa mengikuti UN dengan disiplin dengan kehadiran 100 persen. Di sekolah ini tercatat 431 siswa ikut UN di 22 ruangan. Sebanyak enam ruangan menggunakan SMA PGRI 2 Denpasar. Pelaksanaan UN, Selasa (5/5), langsung dipantau Kabid Dikdas Kota Denpasar I Made Raka, S.H., M.Si. dan Kasubdin Dikdas Bali Drs. Nyoman Subrata, M.M.Sekalipun nilai UN tak dipakai syarat kelulusan, Kepala SMP PGRI 1 Denpasar Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M. menetapkan standar nilai minimal kelulusan 60. Dengan syarat, siswa mengantongi nilai rapor sejak semester I hingga V serta berkepribadian baik. Nampak dalam foto Kabid Dikdas Made Raka dan Nyoman Subrata (tengah) bersama Kasek Dr. Nengah Sukama dan wakasek mengacungkan jempol untuk SMP PGRI 1 Denpasar.

BUKA - Outlet ke-32 HardysRetail, HardysMall Gatsu yang terletak di Jl. Gatot Subroto No. 22, mulai operasional pada Minggu (3/5). Hal ini disampaikan langsung oleh Anak Agung Gede Raka Semaraputra, Director Of HCGA seusai mendampingi Komisaris Utama dan Presiden Direktur Grup Hardys melakukan peninjauan bersama Director Of Property Development dan jajaran Direksi HardysRetail dan HardysHoldings pada Sabtu (2/5). Menurut Agung Semara, selain berbagai penawaran menarik, seperti diskon 20% untuk produk departement store dan 10% untuk produk supermarket bagi pelanggan yang bertransaksi menggunakan Mandiri Kartu Kredit, berbagai offering menarik lainnya, menjadi momen penting dalam grand opening HardysMalls Gatsu yang sebelumnya bernama Nikita Plaza tersebut. Selain itu, manajemen telah menyiapkan 1.000 kemasan minyak goreng yang dibagikan secara gratis untuk 1.000 pelanggan pertama yang berkunjung di HardysMalls Gatsu.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.


MBP/Eka

MBP/ist

TERIMA PLAKAT - BPPD Denpasar mendampingi Kepala Dinas Pariwisata Denpasar menerima plakat Maiden Call 2015 dari Andy Heath, Direktur Insignia Oceania Cruise.

KUNJUNGAN - Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (BPPTSP dan PM) Kota Denpasar menerima kunjungan dari tim Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (30/4) lalu. Pada pertemuan yang dilangsungkan di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang tersebut terungkap sejumlah inovasi dan permasalahan terkait pelayanan perizinan di Kota Denpasar. Kepala BPPTSP dan PM Kota Denpasar A.A. Gde Rai Soryawan mengungkapkan, BPPTSP dan PM Kota Denpasar resmi terbentuk pada 2012, sebelumnya hanya berbentuk UPT. Setelah pindah ke Gedung Sewaka Dharma, BPPTSP dan PM bisa lebih maksimal dalam memberikan layanan publik. Rai Soryawan mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengembangkan inovasi layanan. Transparansi dan penyederhanaan birokrasi menjadi hal yang ditekankan. Dia menyebut, pada mekanisme pelayanan di BPPTSP dan PM Denpasar, pihaknya memisahkan antara back ofďŹ ce dengan front ofďŹ ce.

MBP/Edi

PERESMIAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai dengan Bank Mandiri, Selasa (5/5) meresmikan penggunaan electronic money melalui pemasangan Electronic Data Capture (EDC) di area kedatangan International Bandara Ngurah Rai. Penggunaan EDC ini ditujukan untuk pembayaran import duty kepada wisatawan yang datang ke Bali melalui Bandar Udara Ngurah Rai. Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Bali, NTB dan NTT Syarif Hidayat mengatakan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Ngurah Rai merupakan kantor bea dan cukai yang paling banyak melayani wisatawan asing di Indonesia. Melihat kondisi ini, Kantor Bea dan Cukai Ngurah Rai terus berbenah diri untuk meningkatkan pelayanan maupun pengawasan. Dalam rangka menyikapi perubahan, pada 2013 sudah diterapkan ISO 9001-2008 di bidang pelayanan. Di 2014 diikutkan dalam lomba kantor percontohan tingkat Departemen Keuangan dan memperoleh peringkat kedua. Di tahun 2015 ini ditunjuk mewakili Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai kantor yang membangun zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

MBP/Edi

SILATURAHMI - Rombongan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Raja dan Sultan Nusantara menyempatkan diri melakukan coffee break di Konderatu Beach Club, Pantai Kelan, Tuban, Badung, Kamis (30/4) lalu. Presiden Direktur Konderatu Dra. Herlinda Siahaan mengatakan, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melobi para raja dan sultan nusantara agar terlibat dalam Timeless Indonesia Festival II (TIF II). Rencananya, tujuh kerajaan yang akan terlibat dalam TIF II yakni Kerajaan Sumatera (Batak) mewakili Pulau Sumatera, Kesultanan Palembang mewakili Provinsi Sumatera Selatan, Kesultanan Cirebon mewakili Provinsi Jawa Barat, Kerajaan Solo/Surakarta mewakili Provinsi Jawa Tengah, Kerajaan Klungkung mewakili Provinsi Bali, Kerajaan Kutai mewakili Pulau Kalimantan, dan Kerajaan Ternate mewakili Pulau Maluku Utara. 18 - 24 Mei 2015

43


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

LANTIK - Rektor Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. bertepatan dengan Hari Suci Saraswati dan Hardiknas, Sabtu (2/5), melantik sejumlah pejabat struktural di lingkungan Undwi periode 2014-2018. Para jejabat yang dilantik mencakup wakil rektor, dekan dan wakil dekan. Saat itu juga ditandatangani naskah kerja sama MoU antara Rektor dengan Kantor Pengacara dan Notaris Satria Wibawa dan Fahmi Anwar sebagai mitra magang bagi mahasiswa. Saat itu juga dilepas mantan Kaprodi Magister Hukum Dr. Yasa Negara, S.H., M.H. yang berjasa mendirikan Program Pascasarjana (PPS) Ilmu Hukum Dwijendra. Jabatannya kini dipercayakan kepada Dr. A.A. Sagung Indradewi, S.H., M.H.

RESMI - Pertamakalinya dalam pasca-Indonesia Merdeka 1945, sejarah antara kejayaan Kutai Kertanegara di abad IV dengan Kerajaan Majapahit di abad XIV kini disambungkan secara resmi. Bagaimana tidak, sejarah baru itu digagas oleh DPRD Kutai Kertanegara Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Salehuddin, S.Sos., S.Fil. dalam sebuah muhibah resmi ke Istana Mancawarna. Sambutan atas penghormatan itu disampaikan oleh Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX yang langsung menggelar Jamuan Makan Malam Istana (Royal Dinner). Sejarah pun tercipta sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPRD Kutai Kertanegara dalam sambutannya. Terkait hal itu, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa III menyatakan bahwa keterkaitan Kerajaan Kutai dan Majapahit harus dikonkretkan lewat jalur politik, mengingat para leluhur adalah orang-orang politik yang memiliki kewenangan dalam menentukan hajat hidup orang banyak.

MBP/ist

MBP/Wan

KEGIATAN - Pramuka Penegak Kwartir cabang Denpasar, Gugus Depan 173-174 pangkalan SMAK Santo Yoseph Denpasar menggelar acara kegiatan pramuka semester genap, Kamis (30/4), di SMA Santo Yoseph Denpasar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di dalam sekolah dan luar sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 398 pramuka penegak, 30 orang pengurus OSIS, 5 orang anggota PMR dan 70 orang guru dan pegawai. Pelaksanaan kegiatan mencangkup kognitif, seni, keterampilan dan lomba-lomba. V. Made Berata, S.Ag., Ketua Pelaksana, mengungkapkan kegiatan kepramukaan adalah bagian dari manifestasi pelaksanaan Kurikulum 2013.

PAMERAN - Felice Jewellery masih menggelar pameran perhiasan emas dan berlian pada Senin (4/5). Sales Felice Jewellery, Lukluk, mengatakan ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin selama masa pameran. Item perhiasan pun tidak sebatas untuk para wanita, tapi juga disediakan sejumlah item untuk para pria. Tak ketinggalan, harga-harga promo masih menyertai pameran Felice Jewellery. Lukluk menambahkan, perhiasan Felice Jewellery tak hanya memiliki model yang cantik. Clarity atau tingkat kejernihan berlian yang diambil dari Afrika sudah mencapai tingkat Very-very Slight (VVS1), yaitu inclusion atau berlian yang cacat di dalam sangat halus hingga sangat sulit terlihat.

44

18 - 24 Mei 2015


MBP/ist

PELATIHAN - Pada Senin (4/5), Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, membuka pelatihan bagi Satgas Narkoba di Karangasem. Dari pelatihan itu, nantinya Satgas diharapkan mampu menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Wabup mengatakan, peredaran narkoba tak hanya datang dari intern masyarakat atau pemuda itu sendiri, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dari luar, sehingga Karangasem perlu membentengi wilayahnya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Pelatihan itu difasilitasi Badan Kesbangpollinmas diselenggarakan dua hari dari 4 sampai 5 Mei 2015. Narasumber pelatihan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, Kabid Pencegahan Narkoba Ni Ketut Adi Lisdiani, SKN, MAP, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, unsur Dinas Kesehatan Karangasem, serta dari Dinas Sosial Karangasem. Peserta terdiri atas 22 guru SMA/SMK se-Karangasem serta beberapa tokoh masyarakat.

AMA WARTANA - SMK Rekayasa menggelar upacara Sama Wartana sekaligus merayakan hari piodalan Saraswati pada Sabtu (2/5) lalu. Semua civitas SMK Rekayasa hadir dalam acara tersebut, baik siswa-siswi SMK Rekayasa, guru-guru, staf, dan komite. Acara yang dipuput oleh Ida Pedanda Manuaba dari Ayunan dimulai dengan persembahyangan bersama dilanjutkan dengan simbolis penyerahan siswa-siswa dari pihak sekolah ke komite. I Wayan Konol, S.Pd., Kepala Sekolah SMK Rekayasa menjelaskan bahwa upacara Sama Wartana merupakan upacara niskala pelepasan siswa di akhir tahun ajaran. Ada 181 siswa-siswa kelas XII yang akan dilepas secara niskala. Walaupun pengumuman kelulusan belum keluar, namun hal itu tidaklah menjadi persoalan. IBP/ist

MBP/ist

TERTIB - Ujian Nasional (UN) di SMP PGRI 2 Denpasar berintegritas, jujur, tertib dan penuh disiplin. Semua barang milik siswa dan pengawas dikumpulkan di luar ruang UN. Menariknya, para pengawas dijamu dengan coffee morning oleh Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. sebelum mereka masuk ruangan. Kesempatan itu dipakai Kasek Gede Wenten Aryasuda untuk memberi penekanan pentingnya pengawasan secara jujur guna mewujudkan Denpasar kota terjujur melaksanakan UN. Tercatat 523 siswa SMP PGRI 2 Denpasar mengikuti UN. Jumlah ini termasuk paling banyak di lingkungan sekolah PGRI bahkan di Bali. Nampak dalam foto Kabid Dikdas Made Raka memberi selamat kepada Kasek Gede Wenten Aryasuda didampingi wakasek saat memantau UN di SMP PGRI 2 Denpasar.

MBP/ist

TANGGAPI - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg langsung menanggapi soal SMPN 1 Abang, Karangasem yang sudah overload atau kepenuhan siswa. Di depan ratusan pejabat dan tokoh masyarakat saat sosialisasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah tahun 2014/2015 untuk Kecamatan Abang di Balai Masyarakat Abang, Selasa (5/5), Bupati asal Sibetan itu mengatakan perlunya dibangun satu SMPN lagi di Abang. Untuk itu perlu juga perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Soalnya, Pemprov Bali memiliki tanah di Poh Santen, Desa Tista. Lahan itu sudah pernah dimohon masyarakat untuk pembangunan SMPN. Namun sampai kini belum ada tanggapan. Bupati Geredeg berharap ada perhatian dari Pemprov atau pun pusat untuk pembangunan sekolah baru itu. 18 - 24 Mei 2015

45


TRADISI

Pemakaman Jenazah di Terunyan

Perempuan Pantang Masuk Areal �Sema Wayah�

B

ali memiliki berbagai tradisi yang hingga kini masih tetap dilestarikan. Tradisi yang diwariskan para leluhur tetap dipertahankan. Salah satunya tradisi pemakaman jenazah. Tradisi pemakaman jenazah yang tergolong unik, dimiliki warga Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli. Desa yang terletak di pinggir Danau Batur itu terkenal dengan tradisi penguburan jenazah yang boleh dikatakan sedikit berbeda dengan penguburan jenazah di desa lain. Warganya Terunyan masih teguh mempertahankan tradisi leluhur dalam hal itu. Ini terbukti dari masih dijalankannya tradisi pemakaman jenazah warganya yang tidak dilakukan dengan cara dikubur, melainkan hanya diletakkan di atas tanah sebagaimana yang diwariskan leluhur mereka terdahulu. Tak hanya itu, warga di Desa Terunyan juga masih mematuhi sejumlah pantangan, salah satunya pantangan bagi warga perempuan untuk masuk ke areal kuburan. Perbekel Desa Terunyan Wayan Arjana beberapa waktu lalu menjelaskan, kuburan di Desa Terunyan selama ini dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu Sema Wayah, Sema Nguda dan Sema Bantas. Sema Wayah digunakan khusus untuk memakamkan jenazah tokoh masyarakat

dan masyarakat biasa yang jazadnya utuh dan meninggal secara wajar. Sema Nguda digunakan sebagai tempat untuk memakamkan bayi dan orang dewasa yang belum menikah. Sedangkan Sema Bantas sebagai tempat untuk memakamkan jenazah yang cacat dan meninggal karena tidak wajar, yang dikenal dengan sebutan salah pati ataupun ulah pati. Tiga kuburan tersebut tidak berada dalam satu lokasi yang sama, melainkan saling berjauhan. Arjana mengatakan, dari ketiga kuburan tersebut, Sema Wayah yang terletak di pinggir Danau Batur, kurang lebih setengah kilometer dari pusat desa. Kuburan ini paling banyak dikunjungi wisatawan. Di Sema Wayah ini pengunjung bisa melihat jenazah yang diletakkan begitu saja di tanah dengan kedalaman lubang hanya sekitar 20 cm. Jenazah hanya ditutupi kain dan dibatasi dengan potongan bambu yang disebut dengan ancak saji. Di sinilah letak keunikannya dibandingkan dengan penguburan jenazah di desa lain, yang memang betul-betul dimasukkan ke liang lahat, kemudian diuruk tanah. Keunikan lain, saat proses penguburan berlangsung, warga perempuan sangat pantang ikut masuk ke areal Sema Wayah. Warga perempuan hanya boleh mengan-

MBP/ina

Tengkorak diletakkan berjejer di suatu tempat di Sema Wayah Desa Terunyan.

46

18 - 24 Mei 2015

tar sampai di luar areal kuburan. Proses pemakaman sepenuhnya dilakukan oleh warga laki-laki. Jika sampai ada warga perempuan yang ikut masuk, maka dipercaya warga yang bersangkutan akan tertimpa musibah. Dengan demikian warga yang perempuan tidak pernah tahu kondisi Sema Wayah. Uniknya lagi, di Sema Wayah ini hanya terdapat tujuh liang lahat yang letaknya berjejer. Liang lahat yang ada di ujung timur diperuntukan bagi tokoh masyarakat (peduluan), sementara liang lahat sisanya untuk warga biasa. Liang lahat di Sema Wayah ini tidak pernah bertambah ataupun berkurang. Ini bisa terjadi lantaran di saat ada jenazah baru yang akan dikubur, jenazah yang lama akan diangkat dan liang lahatnya digantikan dengan jenazah yang baru. Kemudian tulang belulang dari jenazah yang lama akan diletakkan di suatu tempat yang tak jauh dari jejeran liang lahat. Mengingat tradisi pemakaman unik ini sudah dijalankan masyarakat setempat sejak dahulu kala, maka tak heran kalau jumlah tengkorak dan tulang yang ada di Sema Wayahan saat ini sangat banyak bahkan hingga menumpuk. Swasrina

MBP/ina

Tampak turis mengunjungi Sema Wayah di Desa Terunyan.


AKTIVITAS

MBP/ist

DOKTOR - Promovendus Ni Putu Sudewi Budhawati, S.Ag., M.Pd.H. berhasil meraih gelar doktor di Prodi Studi Ilmu Agama Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu (29/4). Dalam ujian promosi doktor yang diuji 12 penguji, Sudewi Budhawati berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Eksistensi Pedewaq pada Upacara Pemujaan Umat Hindu dan Islam Wetu Telu di Kecamatan Lingsir Kabupaten Lombok Barat� dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Selaku promotor Prof. Dr. I Made Suastika, S.U. dengan Kopromotor I Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par. dan Kopromotor II Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si. Ujian promosi doktor ini disaksikan pejabat, teman sejawat dan para tokoh masyarakat, sulinggih, dosen dan mahasiswa. Melalui disertasinya, Sudewi Budhawati meneliti bagaimana bentuk, fungsi dan implikasi upacara pemujaan Padewaq bagi umat Hindu dan Islam Wetu Telu di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

DISIPLIN - Hari ketiga Ujian Nasional (UN) di SMP PGRI 3 Denpasar, Rabu (6/5), berjalan tertib dan penuh disiplin. Masyarakat sekitar Jalan Gunung Agung Gang V tempat sekolah ini berada ikut mendukung dengan mengurangi aktivitas di jalan ini agar UN berjalan nyaman. UN di SMP PGRI 3 Denpasar sempat dipantau Ketua YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Kabid Dikdas Kota Denpasar I Made Raka, S.H., M.Si. dan Pengawas YPLP Dikdasmen Kota Denpasar Drs. IGN Wirata. Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. mengungkapkan, sebanyak 372 siswanya mengikuti UN setiap hari dengan kehadiran 100 persen di 19 ruangan. Mereka mengerjakan UN tanpa beban karena sudah diberikan pembekalan akademis lewat les tambahan dan pemantapan, sehingga siap secara materi dan mental.

MBP/ist

DUKUNG - Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Telkomsel memberikan dukungan bagi SMAN 4 Denpasar yang berpartisipasi dalam Kompetisi International Sustainable World Energy, Engineering, Environment Project (I-SWEEEP) Olympiad. Kegiatan ini diselenggarakan pada 7-10 Mei 2015 di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS). Dukungan Telkomsel diberikan dalam bentuk layanan komunikasi gratis bagi pelajar yang mewakili SMAN 4 Denpasar, yakni Ni Made Adnya Suasti, selama berada di AS. Manager Youth & Community Telkomsel Regional Bali Nusra, Agung Priyanto Dwi Nugroho, mengatakan Telkomsel konsisten dengan misi untuk melayani kebutuhan masyarakat akan jasa telekomunikasi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia, salah satunya melalui dunia pendidikan. Nampak dalam foto Supervisor Youth & Community Telkomsel Branch Denpasar Eryk Bagus Harianto secara simbolis menyerahkan dukungan layanan komunikasi gratis kepada Ni Made Adnya Suasti didampingi Kepala SMAN 4 Denpasar I Wayan Rika, Sabtu (2/5) lalu.

MBP/Wan

TAWUR PEDANAN - Serangkaian pelaksanaan upacara Mamungkah, Padudusan Agung, Ngenteg Linggih Pura Desa-Puseh lan Ngusaba Desa, Desa Pakraman Kepaon, Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa (5/5) menggelar upacara Tawur Pedanan. Selain dihadiri krama Pemogan, upacara tersebut disaksikan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, panglingsir Puri Kesiman, Puri Pemecutan, dan Puri Jero Kuta serta pejabat terkait lainnya. Dalam Tawur Pedanan tersebut, dilaksanakan upacara Tawur Balik Sumpah Agung dan Sanggar Tawang di-puput Ida Pedanda Gede Oka Timbul dari Geria Puseh, Ida Pedanda Gede Putra Dalem dari Geria Dalem Sibang, dan Ida Pedanda Gede Putera dari Geria Gunungsari Ubud. 18 - 24 Mei 2015

47


FASHION

Kebaya Lawas yang Luwes KEBAYA tak pernah habis dan tak terbatas untuk diolah. Kebaya juga diyakini mampu mengusung keindahan seorang perempuan. Untuk ini pula desainer papan atas Bali, Tjok Abi terpanggil menyuguhkan gaya unik kebaya lawas yang mengacu kepada kebaya ibu-ibu sosialita tahun 70-80-an. Di panggung “Indonesia Fashion Week” (IFW) di JCC, Jakarta belum lama ini, penampilan kebaya lawas dari Tjok Abi semakin memesona dengan keragaman padanan hasil budaya tradisional Bali melalui endek, poleng, songket serta kain yang diprada perak atau emas. Memilih tema “Lenggang Taksu Sang Prameswari“ seluruh kebaya yang terbuat dari brokat, organdi, poleng, sutra yang dilukis atau dan tenun ikat polos yang diprada emas dan perak, tampil luwes dan elegan. Saat ini, lanjutnya ia tengah mengolah dan mengembangkan seni lukis dituangkan di atas kain, dalam kain sutra maupun katun demi menyempurnakan koleksinya. Sri Ardhini LAPORAN

48

18 - 24 Mei 2015


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

PENTING - Kebutuhan umat Hindu akan tempat yang representatif dalam pelaksanaan yadnya secara kolektif di Jembrana semakin penting. Selama ini, untuk kegiatan kolektif, cenderung diselenggarakan berpindah-pindah serta dengan biaya yang cukup tinggi dan membebani umat Hindu. Apalagi di masa yang akan datang, tentu akan lebih mahal. Hal inilah yang mendasari Yayasan Hindra yang dipimpin oleh I.G.A.K. Suryawantara, S.E., M.B.A. beserta istri, Dra. I.G.A.A Ambarsari, Puri Beraban Jembrana menyediakan tempat yang representatif untuk yadnya kolektif melalui Pasraman Santhi Yadnya yang berlokasi di Banjar Tegalasih, Desa Batuagung, Jembrana. Pesraman yang telah di-pelaspas pada 22 April 2014 itu kini sudah dua kali menjadi tempat pitra yadnya kolektif yang diselenggarakan Gria Megati, Batuagung.

PEMBUKAAN - Para pencinta kuliner di kota Negara kini semakin banyak pilihan menu makanan. Tak terkecuali masakan Jepang. Restoran Yoka Bento, yang berlokasi di pertokoan Jalan Hasanudin, Dauhwaru, Negara (Barat Gedung Kesenian Bung Karno) dengan konsep fast food dan harga terjangkau, menyediakan berbagai menu masakan Bento dan Steak. Pembukaan restoran itu digelar Selasa (5/5). Turut hadir dalam pembukaan, Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa, Camat Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya dan Lurah Dauhwaru Ida Bagus Surya Dharma beserta tokoh masyarakat setempat. Pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Ketua DPRD didampingi Owner Yoka Bento - Negara, I Nengah Supariada. Pembukaan juga diisi hiburan live music.


PROPERTI

RST di Bali Terbentur Harga Tanah

emerintah pusat mencanangkan pembangunan sejuta rumah tiap tahun untuk mengejar backlog hunian yang kini mencapai angka 15 juta. Diharapkan dalam 5 tahun kepemimpinan pemerintah Presiden Jokowi bisa terealisasi 5 juta rumah. Namun, angka itu juga masih sangat jauh dari backlog yang sudah terjadi karena semakin tahun kebutuhan rumah baru terus tumbuh. “Di Bali sendiri belum ada data pasti berapa besar kekurangan rumah yang riil. Namun, yang jelas di Bali juga masih terjadi kekurangan rumah,” kata pengamat properti John Sadewa. Rumah yang akan dibangun pemerintah, kata John, rumah sederhana tapak (RST), rusun, dan rusunami. “Kalau untuk Bali sendiri yang bisa direalisasikan adalah RST. Untuk rusun belum memungkinkan mengingat aturan dan perda yang ada sekarang, kecuali dilakukan revisi dan pembaruan perda tersebut,” ujar Direktur PT Global Nusa Properti (GNP) ini. Sementara pembangunan RST di Bali akan menghadapi kendala klasik yaitu tingginya harga tanah, apalagi untuk Denpasar dan Badung. Pasalnya harga tanah di dua wilayah itu

P

50

18 - 24 Mei 2015

melambung tinggi. Kalau kabupaten penyangga seperti Tabanan, Gianyar, dan Klungkung, harga tanah masih agak terjangkau jika dibangun rumah sesuai program pemerintah. Di wilayah tersebut masih bisa mendapatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan subsidi uang muka. Tapi harus ada campur tangan masingmasing pemda dalam merealisasikan rencana sejuta rumah ini di Bali. “Misalnya bantuan pembebasan lahan yang akan dibangun RST. Hal ini kembali kepada komitmen masing-masing kepala daerah untuk mewujudkan program pemerintah pusat dan sekaligus memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yg membutuhkan rumah,” tegasnya. Kalau semua diserahkan kepada pihak swasta maka akan berlaku harga pasar dimana harga unit RST di atas 250 juta. Dan, yang sudah pasti tidak berhak memanfaatkan bantuan berupa subsidi uang muka Rp 4 juta dan FLPP berupa bunga yang relatif rendah selama masa KPR berlangsung,” kata John. Mengantisipasi monopoli orangorang bermodal yang memanfaatkan program ini, Pemerintah tentu telah

membuat persyaratan administrasi tertentu dalam pelaksanaan pen jualan rumah murah. Tujuannya untuk menghindari pemodal yang melakukan spekulasi pada proyek RST yang notabene diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Lanjut John, bantuan ini hanya berlaku bagi MBR yang belum memiliki rumah didukung dengan surat keterangan dari kepala dusun dan desa setempat. Dalam prakteknya memang sudah lumrah terjadi penyelewengan dan penyalahgunaan fasilitas ini sebagai mana yang telah di publikasikan. “Instansi terkait pasti akan menangani secara tepat dan dengan pengalaman yang sudah ada. Pemerintah tentu akan lebih memperketat lagi aturan main dan persyaratannya agar bantuan untuk MBR bisa tepat guna dan tepat sasaran,” imbuh pengusaha properti asal Petang, Badung ini. “Saya berharap program ini juga bisa diserap di Bali. Selama ini sulit karena terbentur harga tanah. Pemda harus andil dalam memenuhi kebutuhan papan masyarakat Bali,” tegas John. Kerta Negara


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 90 by e-Paper KMB - Issuu