Skip to main content

Majalah balipost edisi 82

Page 1

82 |23 - 29 Maret 2015

Warga Sekitar Lokasi Tolak Reklamasi Sikap Dewan Dipertanyakan ForBALI ’’Walk Out’’

RP 20.000 RP 20 00 20 000 000 00


DAFTAR ISI OPINI Jalan ”Islah” Partai Beringin 6 BALI SEPEKAN Angin Kencang Koyak Bangli dan Gianyar 7 LAPORAN UTAMA Warga Sekitar Lokasi Tolak Reklamasi 8

Sikap Dewan Dipertanyakan 9 ForBALI ’’Walk Out’’ 11 POLITIK Pahlawan Nasional Berjuang Meyakinkan Pusat 16 Mengantisipasi Konflik Perebutan Air Bersih 17 PENDIDIKAN Pengawasan UN

LENSA Tanam Padi 26

OLAHRAGA Mencintai Kecepatan 28 LINGKUNGAN Eksploitasi Pasir Laut 36

Dikembalikan ke Sekolah 18

MANCANEGARA Legenda Monster Danau Lochness 20 DAERAH Kapal Roro

Mulai Ditinggalkan 22

PARIWISATA ”City Tour” Denpasar

Terhadang Sampah 38

PROPERTI Pengerajin Genteng Lokal Kelimpungan 44 TRADISI ‘‘Tektekan’’ di Kediri

Netralisir Aura Negatif 46

KESEHATAN Tangani Penyakit Jantung Hipertensi

Kondisikan Kualitas Hidup Lebih Baik 24

GAYA Intip Gaya Busana di IFW 48 BUDAYA Pura Pucak Pausan

Ademkan dan Tenangkan Pikiran 50 23 - 29 Maret 2015

3


DARI PEMBACA

Kembalikan Produk Unggulan Bali S

api Bali, salak Bali, jeruk Bali, beras Bali, anjing Bali, pernah sangat Berjaya di era 70-80-an. Belakangan, ketika lahan-lahan pertanian Bali diserbu ‘tanaman beton’ semuanya di ambang kepunahan. Celakanya, generasi muda Bali bahkan kini banyak yang terjerembab karena narkoba. Kalau ada yang bisa mewujudkan mimpi mengembalikan keunggulan produk-produk Bali itu, alangkah idealnya. Dengan kecanggihan teknologi mestinya bisa, asal ada komitmen. Pemda-pemda mestinya bekerja sama dengan fakultas-fakultas yang ada di Bali (bila perlu luar Bali/luar negeri) untuk menemukan benih/varietas unggul yang kemudian didistribusikan ke masyarakat. Di sisi lain masyarakat yang berminat untuk mengembangkan produk-produk unggul Bali, mesti diproteksi dan disubsidi, diberikan pendampingan melalui teknologi terbaru di bidang yang digelutinya. Mudah-mudahan ada yang mengulurkan kepedulian untuk itu, guna mengembalikan kejayaan Bali di bidang produk pertanian dan peternakan. Denaya S.Kurdi Denpasar

Fungsikan Lahan Telantar L

ahan telantar di seputaran Denpasar perlu diberdayakan. Dengan diberdayakannya lahan kosong ini akan memberikan efek positif, baik bagi pengelola maupun pemilik lahan. Apabila nantinya ada hasil dari olahan tegalan tersebut tentunya akan diberlakukan bagi hasil sebagai win-win solution. Selain dari segi ekonomis dampak dari dibukanya lahan produksi pertanian ini, akan memberikan ruang hijau bagi kota serta memberikan kesejukan dan ruang terbuka, demi menyerap pantulan panas sinar matahari ketika musim panas tiba. Selain daripada itu juga tegalan dari pengelolaan lahan kosong bisa juga menjadi ‘seraptampung’ debit air apabila musim hujan tiba, dan tentunya menjadi alternatif mencegah terjadinya musibah banjir. Ketika dibukanya lahan tegalan tersebut, hendaknya juga dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar anak-anak tidak mudah masuk ke lahan kelola tersebut. Ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan. Dewa Nyoman Suardana, S.Ag. Jl. Wibisana/Taman Sari Br./Link.Panti Gede Denpasar

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

23 - 29 Maret 2015

4


Di Antara Spekulan dan Kartel HARGA beras tetap mahal. Operasi Pasar (OP) digelar pemerintah dan Bulog dinilai belum efektif. Hingga Minggu ketiga Maret, harga beras belum turun bahkan cenderung naik. Menyikapi mahalnya harga beras di pasaran, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 58 persen responden yakin mahalnya harga beras ini akibat permainan spekulan. Presiden pun diminta segara melakukan penindakan atas hal ini. Janji pemerintah memidanakan pelaku kartel beras harus dibuktikan. Responden juga mendesak Memperindag segera mengungkap pelaku penimbunan beras agar harga beras segara turun. Praktik kartel juga harus dihentikan. Bila perlu cabut izin usaha pelaku kartel. Sementara itu, 37,99 persen responden mengaku tidak yakin mahalnya harga beras karena adanya permainan

spekulan atau kartel. Mahalnya harga beras karena stok memang terbatas sebagai dampak gagal panen dan menyusutnya lahan pertanian. Responden berharap pemerintah segera melakukan langkah nyata untuk menekan harga beras. Stok beras Bulog harus segera disalurkan dengan harga murah. Responden berharap operasi pasar jangan dijadikan ajang untuk menjual beras stok Bulog yang menumpuk. Responden juga menengarai isu adanya kartel dalam perdagangan beras hanya bentuk pengalihan isu terhadap kegagalan pemerintah menekan harga beras. Sementara itu, 3,49 persen responden tak memberikan respons. Responden berpandangan mahalnya harga beras semata karena berlakunya hukum dagang. Ketika stok terbatas, permintaan banyak, harga otomatis mahal. Responden kelompok ini juga tak ingin berpolemik terkait mahalnya harga beras. Dira Arsana

Yakinkah Anda ahal harga beras makin mahal karena permainan spekulan?

Ber

as

Beras Beras 3,49% 9% Tidak dak Tahu

37,99% Tidak yakin 58,52% Yakin

N=687 grafis: tomik cahya

23 - 29 Maret 2015

5

5


OPINI

Jalan �Islah� Partai Beringin

S

engkarut kepengurusan di tubuh Partai Golkar setelah Musyawarah Nasional (Munas) IX yakni antara kubu Abu Rizal Bakrie dengan kubu Agung Laksono akhirnya menemukan titik terang paska keputusan Mahkamah Partai. Apa yang dilakukan oleh Mahkamah Partai merupakan langkah terbaik sementara ini untuk mengurangi tensi konflik yang terjadi di tubuh partai berlambang beringin tersebut. Namun, yang paling penting ialah political will yang nantinya diambil oleh kedua belah kubu untuk sama-sama legowo dan melakukan langkah konsolidasi guna menyelamatkan masa depan partai. Tanpa disangka-sangka Mahkamah Partai akhirnya memberikan keputusannya untuk memenangkan kubu Agung Laksono yang melakukan Munas IX di Jakarta atas pihak Abu Rizal Bakrie yang melaksanakan Munas IX di Bali. Keputusan ini tentunya sangat mengejutkan karena selama ini publik disuguhkan tontonan perseteruan dua kubu yang sama-sama mengjastifikasi pihaknya yang paling benar. Pun, jauh sebelum Mahkamah Partai memberikan keputusannya, pihak Abu Rizal Bakrie telah melayangkan surat keberatan kepada Tjahyo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri yang turut mengesahkan hasil Munas IX di Jakarta. Wacana ini tak ayal memberikan sebuah pencitraan bahwa Munas versi Balilah yang seharusnya sah secara de jure. Terlepas dari konflik yang selama ini terjadi, ketetapan telah diambil. Apa yang dilakukan oleh Mahkamah Partai diharapkan benar-benar menjadi jalan menuju islah di antara kubu yang bertikai. Kubu Agung Laksono telah mendapat mandat untuk meneruskan estafet kepemimpinan Partai Golkar setidaknya selama 5 (lima) tahun mendatang. Seturut dengan hal tersebut, Mahkamah Partai juga memberikan mandat untuk tetap melakukan konsolidasi dengan pihak Abu Rizal Bakrie Cs. Pesan islah ini semoga saja ditangkap dengan baik dan jernih oleh kedua belah pihak, utamanya kubu Abu Rizal

6

Oleh Agung SS Widodo, M.A

Bakrie agar tidak melakukan manuvermanuver politik yang justru kontradiktif dan menambah carut marut. Apa yang dilakukan oleh Mahkamah Partai merupakan langkah awal atas penyelesaikan konflik dan kunci keberhasilan dari proses ini sangat tergantung dari niatan baik masingmasing pihak. Agung Laksono selaku pemenang dalam perseteruan ini, alangkah baiknya mengawali komunikasi guna membangun konsolidasi dengan pihak Abu Rizal Bakrie. Langkah ini setidaknya untuk meredam serta memberikan rasa hormat atas apa yang sudah terjadi. Pun demikian, melihat peta politik yang dilakukan oleh kubu Abu Rizal Bakrie bukan tidak mungkin perseteruan ini masih akan terjadi. Hal ini mengingat masih dimungkinkan adanya jalur politik hukum atas hasil Munas IX versi Jakarta sebagaimana dilayangkannya surat protes ke Kementerian Dalam Negeri. Segala kemungkinan masih bisa terjadi karena beradasarkan pengamatan tidak ada nomenkaltur maupun hasil keputusan yang benar-benar bisa mengikat secara kuat untuk ditaati.

Adanya keputusan Mahkamah Partai secara internal kepartaian seharusnya mengikat dan dijadikan pegangan. Namun di sini masih menyisakan ruang komunikasi yang kemudian ditafsirkan sebagai political will kedua kubu untuk benar-benar mengakhiri perseteruan yang terjadi. Dengan kata lain, kata kuncinya ada pada seberapa legowo masing-masing pihak untuk ber-islah. Pertanyaannya kemudian, bagaimana jika salah satu pihak tidak menerima hasil keputusan tersebut? Dilaksanakan atau tidak putusan tersebut Mahkamah Partai telah melakukan tugasnya dengan baik dan hal tersebut patut diapresiasi. Jalan islah maupun konsolidasi partai telah dibuka tinggal bagaimana kemudian masing-masing memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Ini adalah momentum yang cukup baik untuk membangun komunikasi serta menata ulang mekanisme kepartaian yang sempat carut marut. Jika momentum ini tidak digunakan dengan baik Partai Golkar bukan tidak mungkin berada di ambang kehancuran. Setidaknya analisis atas hal tersebut bisa jadi bukan bubarnya partai akan tetapi lebih pada konteks preferensi (keterpilihan) politik Golkar di pemilu mendatang. Jargon sebagai partai terbesar dan penguasa pemerintahan hanya akan tinggal kenangan. Sengkarut yang terjadi di tubuh partai beringin tentunya bukan yang pertama kali. Paska meninggalnya Presiden Soeharto dan tragedi 1998, Partai Golkar mengalami pergolakan internal yang tidak mudah. Namun, seturut dengan hal tersebut sampai saat ini kekuatan mereka masih bisa dikatakan yang tersolid. Hal tersebut akan tetap terjadi jika Partai Golkar mampu melewati masa-masa sulit seperti saat ini. Penulis, peneliti sosial-politik Pusat Studi Pancasila UGM dan Direktur Riset Lembaga Kajian Isu-Isu Strategis & Kawasan (LiSan-Indonesia)

23 - 29 Maret 2015

6


BALI SEPEKAN

Didesak, Cabut Izin Operasional Kapal LCT KEPALA Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Klungkung Nengah Sukasta meminta Pemprov Bali mencabut izin operasional kapal LCT (Landing Craft Tank), yang mengangkut BBM ke Nusa Penida. Ia berharap pengangkutan BBM ke Nusa Penida tetap menggunakan kapal roro Nusa Jaya Abadi milik pemerintah daerah. Sukasta, Minggu (8/3) menyampaikan, jika pengangkutan BBM terus menggunakan kapal LCT, Dermaga Nusa Penida dikhawatirkan semakin cepat rusak. Apalagi, pemerintah daerah sendiri sudah memiliki kapal roro, yang masih layak dimanfaatkan mengangkut BBM.

‘’Saya berharap Pemprov Bali mau mencabut izin yang diberikan untuk operasional kapal LCT tersebut. Pengakutan BBM ke Nusa Penida agar tetap menggunakan kapal roro,’’ ujarnya. Ia mengatakan dengan cara ini, Klungkung bisa menyelamatkan PAD sebesar Rp 1,2 miliar. Total anggaran operasional kapal roro sekitar Rp 5 miliar lebih, sementara pendapatan sekitar Rp 3 miliar lebih. Berarti masih ada subsidi sekitar Rp 1,5 miliar. Jika sampai kehilangan pendapatan lagi Rp 1,2 miliar, total subsidi akan membengkak. Bagiarta

Suhaimi Tewas Tertimbun Longsor LONGSOR yang terjadi di Desa Lumbanan, Sukasada, memakan korban. Suhaimi alias Fitri (42) asal Kampung Taman, Sumber Malang, Situbondo, Jawa Timur, tewas tertimpa reruntuhan beton senderan setinggi sekitar lima meter. Selain Suhaimi, rekannya, Hor asal Bondowoso, mengalami luka serius dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, Selasa (10/3). Salah seorang saksi, Mahfud, asal Bondowoso mengatakan, kejadian terjadi pukul 07.35 wita. Ia bersama rekanrekannya saat ini sedang mengerjakan proyek senderan dan rumah milik Wayan

menjadi terisolasi dan jalan menjadi rusak. ‘’Kami sudah berusaha untuk mengatasi longsoran dengan sesegera mungkin membersihkannya,’’ ujar Juru Karya Jalan Pemeliharaan di Bunutan Cekik, I Gede Putu Lanus. Ia mengakui ruas jalan yang mengalami kerusakan sedikitnya 6,5 kilometer sudah berstatus rusak parah. Dalam jangka pendek, selain melakukan pembersihan longsoran di jalan, pihaknya juga melakukan penambalan dengan membetonnya. Namun, tindakan pemeliharaan ini tidak bisa bertahan lama, mengingat longsoran terus terjadi.

DUA kabupaten bertetangga, Bangli dan Gianyar, Selasa (10/3) dikoyak angin kencang. Di Gianyar angin kencang mengguncang Desa Sidan. Sementara di Bangli, puting beliung menerjang Banjar Guliang Kawan, Desa Bunutin. Peristiwa itu menghancurkan puluhan rumah. Selain itu, sejumlah pura dan gedung sekolah juga mengalami kerusakan. Di Gianyar kejadiannya berlangsung sore hari. Selain rumah, sejumlah bangunan pura/merajan rusak. Dalam insiden ini, I Wayan Nyampuh mengalami luka di kepala. Ketut Rai Artana, anak Wayan Nyampuh, menerangkan sebelum kejadian hujan turun dengan derasnya. Namun hanya sebentar. Berselang beberapa menit, ada suara gemuruh. Awalnya terlihat gumpalan awan dari arah barat laut, hal ini pun diduga ada kebakaran di kejauhan. Namun, setelah diperhatikan ternyata gumpalan tersebut angin kencang. “Gumpalan hitam itu terus mendekat dan sejumlah atap warga beterbangan. Kami sekeluarga masuk kamar untuk menyelamatkan diri,“ terangnya. Kejadian di Bangli hampir terjadi bersamaan. Salah seorang warga, Wayan Mertana, mengatakan sebelum kejadian, Dusun Guliang Kawan diguyur hujan cukup deras. Setelah hujan berhenti, tiba-tiba dari arah utara muncul gulungan seperti asap hitam dan meratakan atap rumah warga. Genteng, seng serta asbes rumah warga beterbangan hingga ke jalan.

Dewa Farendra

Tim MBP

Teren. Korban Suhaimi baru bekerja kurang dari satu bulan. “Kejadian begitu cepat. Saya waktu itu sedang sarapan pagi. Tiba-tiba saja terdengar suara reruntuhan dan terjadi longsor di belakang bedeng tempat tinggal kami. Saya kaget karena korban terjepit batu dan langsung tewas di tempat,” ujarnya. Kapolsek Sukasada Kompol Wayan Sudira seizin Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi, S.H., S.IK., M.Si., menegaskan, kejadian murni akibat faktor alam. Pihaknya telah memeriksa empat orang saksi dan satu orang mandor proyek. Dewa Kusuma

Jalan Bunutan - Cekik Rusak Parah HUJAN yang terjadi sejak akhir Desember 2014 hingga sekarang menyebabkan jalur yang menghubungan Bunutan dan Cekik mengalami rusak parah. Jalan sepanjang 10 kilometer tersebut mengalami rusak parah sekitar 6,5 kilometer. Akibat kawasan tersebut rawan longsor, warga pun harus berhati-hati melewati jalan tersebut agar tidak celaka. Apalagi saat hujan, jarang warga berani melalui jalur tersebut kecuali sangat terpaksa. Sedikitnya ada sepuluh titik longsor terjadi di jalur yang ada di Dusun Sega Desa Bunutan Kecamatan Abang. Longsoran tersebut membuat warga

Angin Kencang Koyak Bangli dan Gianyar

23 - 29 Maret 2015

MBP/nik

7

7


LAPORAN UTAMA

Warga Sekitar Lokasi Tolak Reklamasi REKLAMASI Teluk Benoa semakin mengerucutkan munculnya dua kubu. Ada yang setuju dan ada yang menolak. Kubu yang menolak lebih mengutamakan keselamatan Bali dalam jangka panjang. Baik itu menyangkut lingkungan, budaya dan ekonomi. Sementara kelompok yang pro reklamasi hanya memandang dari sudut ekonomi dan lapangan kerja dan jangka pendek.

P

T Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) menggelar konsultasi publik Amdal kegiatan revitalisasi Teluk Benoa, pekan lalu. Banyak tokoh masyarakat hadir dalam acara itu. Tokoh masyarakat yang berada di sekitar Teluk Benoa; Kuta, Sesetan, Tanjung Benoa, Kedonganan dan Pemkot Denpasar menolak rencana reklamasi. Sementara tokoh masyarakat yang mewakili asosiasi setuju dengan reklamasi karena dianggap akan menguntungkan secara ekonomi. Konsultasi publik bertempat di kantor Gubernur Bali itu dipimpin Sekda Provinsi Bali Cok Pemayun. Hadir sejumlah elemen masyarakat, BLH Bali, Dinas Kehutanan Bali, Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan, anggota DPRD serta anggota DPD asal Bali. Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Bali, Cok Pemayun meminta peserta konsultasi publik agar melihat kepentingan Bali kedepan. Masyarakat diharapkan tidak melihat dari sisi destruktif, namun bisa melihat manfaat, bagaimana peran pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat untuk berkontribusi memberi masukan dan saran terhadap rencana PT TWBI itu. Sementara itu, Direktur Utama TWBI Heru Budi Wasesa mengatakan, konsultasi publik ini adalah tambahan dari konsultasi publik yang pernah digelar TWBI pada 19 Juni 2014 lalu. Menurutnya, rencana reklamasi Teluk Benoa dilatarbelakangi oleh laju aktivitas ekonomi dan terbatasnya lahan untuk pembangunan pariwisata di Bali. Menanggapi pemaparan itu, I Gusti

8

MBP/edi

Konsultasi publik yang digelar PT TWBI.

Agung Made Agung dari LPM Kuta mengatakan, Bali sejatinya tidak membutuhkan destinasi pariwisata baru seperti di Singapura yang dicontohkan TWBI. Menurutnya, Bali justru menjadi destinasi pariwisata favorit karena menganut adat dan budaya Bali, serta masyarakatnya menonjolkan sikap sopan santun. Gede dari LPM Sesetan mengatakan, rencana reklamasi akan memberi dampak sosial, kemacetan yang luar biasa, serta banjir. Sementara Wakil Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Tromat menyerahkan surat pernyataan dari Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya. Atas nama masyarakat Desa Pakraman Tanjung Benoa, Bendesa tetap konsisten dan tegas menolak revitalisasi Teluk benoa dengan alasan apapun karena dampak terbesar akan dirasakan masyarakat Tanjung Benoa. Ketua LPM Kedonganan menegaskan, rencana reklamasi akan memberikan dampak yang sangat negatif bagi wilayah Kedonganan. Jembatan hidup yang menghubungkan Badung Utara dan Selatan ini disebut akan menjadi teluk dengan sendirinya. Dengan demikian, rencana reklamasi perlu dikaji ulang, bahkan dibatalkan. Sementara itu Pemkot Denpasar yang diwakili Kepala BLH Sudarsana tetap kukuh pada surat pertimbangan yang dikirim Walikota ke Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil tanggal 4 Juli 2014 lalu. Inti surat, ada lima aspek pertimbangan

menyangkut legalitas, teknis, lingkungan, sosial budaya, dan sosial ekonomi. “Aspek legalitas ini ada 5 poin yang disampaikan bahwa pada intinya ini harus mengacu pada rencana tata ruang kota Denpasar di kawasan Teluk Benoa, karena kawasan itu merupakan kawasan konservasi dan kawasan lindung sehingga apabila direvitalisasi atau reklamasi dengan fungsi destinasi pariwisata akan bertentangan dengan RTRW yang ada di Denpasar,” ujar Sudarsana. Dari aspek teknis, kawasan Teluk Benoa merupakan muara Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Punggawa sehingga sedimentasi terjadi disitu. Reklamasi juga disebut menyebabkan perubahan arus laut yang signifikan dan abrasi atau mengganggu stabilitas pantai. Belum lagi menimbulkan kepadatan lalu lintas di Bali Selatan, mempengaruhi bentang alam, dan berdampak psikologis lantaran hilangnya teluk. “Dari sosial budaya, Teluk Benoa sebagai muara lima sungai yang disucikan. Aspek sosial lainnya, adanya beberapa sikap dan persepsi masyarakat dimana ada penolakan masyarakat, ini juga menjadi pertimbangan. Aspek sosial ekonomi, penambahan penduduk menyebabkan daya dukung tidak stabil karena dari paparan ada 250 ribu tenaga kerja. Reklamasi juga akan bertentangan dengan konsep ekonomi kerakyatan,” imbuhnya. Rindra

23 - 29 Maret 2015

8


Tergiur Ekonomi SELAIN suara menolak reklamasi, pada konsultasi publik yang digelar PT TWBI juga hadir kelompok yang setuju reklamasi. Beberapa tokoh masyarakat yang proreklamasi, melihat keuntungan dari segi ekonomi di balik rencana menguruk Teluk Benoa seluas 700 hektar itu. “Kalau berbicara aspek kepentingan kami, rencana ini kami anggap akan menjadi pundi-pundi yang membawa keuntungan luar biasa dalam pandangan kami. Yang perlu dihindari tolong jangan dibiarkan isu ini menggelinding seperti bola liar, karena akan mempengaruhi image pariwisata Bali,” ujar Khadafi dari Persatuan Sopir Taksi Bali. Drs. I Wayan Suata dari Asosiasi Supir Angkutan Pariwisata Freelance (ASAP) mengaku sangat setuju dengan rencana reklamasi Teluk Benoa bila dilihat dari aspek ekonomi. Namun, dirinya mengatakan tidak tahu bila dilihat dari dampak yang lain. “Saya setuju proyek ini berjalan karena akan menambah lapangan pekerjaan. Anak-anak Bali tidak perlu ke luar negeri. Kalau sudah ini berjalan, cuma satu yang saya minta dari TWBI agar tidak menggunakan kendaraan di luar Bali pakailah kendaraan dari Bali terutama ASAP. Saya yakin Bali tidak akan tenggelam,” tandasnya. Sementara Gusde mengatakan, reklamasi untuk pembentukan daratan baru dikatakan sebagai solusi untuk mengembalikan lahan pertanian. Menurutnya, lahan pertanian saat ini banyak terkikis untuk pembangunan akomodasi pariwisata dan perumahan.

Sikap Dewan Dipertanyakan POLEMIK reklamasi Teluk Benoa terus berlanjut. Harapan masyarakat agar Perpres 51/2014 dicabut, belum ada respons dari anggota dewan (DPRD Bali, DPR RI mapun DPD). Mereka seolah tutup mata dan telinga. Bahkan dalam konsultasi publik yang dilakukan PT TWBI, mereka malah menyatakan tidak dalam kapasitas menyetujui atau menolak. Anggota DPD RI, Kadek Arimbawa menegaskan bahwa DPD tidak berada dalam posisi pro atau kontra. Begitu juga yang disampaikan anggota DPRD Bali, Wayan Diesel Astawa yang mengapresiasi keberanian PT TWBI untuk menyampaikan rencana revitalisasi Teluk Benoa di tengah gencarnya penolakan masyarakat. “Porsi saya bukan menerima dan menolak, tugas saya fungsi legislasi, fungsi budgeting, dan membuat peraturan perundang-undangan. Secara hirarki perundang-undangan, ini sudah langkah yang tepat, sudah diambil oleh pihak PT TWBI,” ujarnya. Atas pernyataan tersebut, anggota dewan dinilai lepas tangan menyikapi masalah reklamasi yang ditolak secara masif oleh masyarakat. “Ini perlu dipertanyakan kepada anggota dewan. Siapa sesungguhnya yang mereka bela. Kalau melihat sikap mereka ini, patut diduga mendukung reklamasi secara terselubung,” tegas akademisi I Gede Wirata, S.Sos., S.H.,M.H.,MAP. Mestinya, lanjut Wirata, mereka dengan tegas menolak reklamasi kalau representasi sebagai wakil rakyat. Selain itu, sebenarnya mereka mampu memperjuangkan dicabutnya perpres tersebut ke pusat. “Selama belum ada permintaan resmi dari lembaga resmi, perpres tersebut tidak akan pernah dicabut walaupun desakan masyarakat begitu kuat. Kuncinya sekarang ada di DPRD Bali, mau enggak meminta secara resmi untuk mencabut perpres itu,” ujarnya.

Kalau kondisi seperti ini, dia menduga proyek yang akan merusak Bali itu akan jalan. Pasalnya secara lembaga belum ada permintaan untuk membatalkan proyek tersebut. “Karena semua mengacu kepada legal formal. Siapsiap saja Bali akan tenggelam,” imbuh dosen Universitas Ngurah Rai, Denpasar ini. Sebelumnya dalam konsultasi publik yang digelar di kantor Gubernur Bali, juga dihadiri sejumlah perwakilan dari Kementerian. Perwakilan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Eko Rudiyanto ditemui usai acara tersebut menyatakan, dikeluarkannya izin lokasi untuk PT TWBI karena proposal yang diajukan memenuhi sejumlah check list atau persyaratan Kementerian. Salah satunya memenuhi persyaratan dalam Perpres atau sesuai dengan tata ruang. “Izin itu bukan untuk mereklamasi. TWBI mengantongi izin lokasi saja dari KKP, izin-izin lain saya nggak tahu. Dari KKP nanti ada izin pelaksanaan, itu hanya bisa diterbitkan kalau dia sudah punya dokumen ajutnya. Sementara perwakilan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ary Sudijanto menjelaksan, tidak akan mengeluarkan izin lingkungan kalau PT TWBI tidak bisa mengatasi dampak yang ditimbulkan dari rencana reklamasi. Sebaliknya, kalau PT TWBI terbukti bisa mengatasi semua dampak negatif yang disebutkan oleh masyarakat, maka tidak ada alasan untuk menolak mega proyek reklamasi. “Masyarakat punya hak untuk dilindungi, untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat tetapi pengusaha itu juga dilindungi Undang-undang. Saya tidak bisa menghentikan proses ini karena punya hak, mereka sudah penuhi semua persyaratan administrasinya,” tandasnya lagi. Ngurah

Rindra 23 Februari - 1 Maret 2015

9 MBP/eka

Kemacetan di Kuta. Ini dampak dari kebijakan dari pengembangan pariwisata massal, bukan pariwisata yang berkualitas.

9


LAPORAN UTAMA

Sawah di Gianyar yang berada di pinggir pantai tergerus abrasi. Abrasi ini semakin parah pascareklamasi Pulau Serangan. Kini ada rencana reklamasi Teluk Benoa yang juga dikhawatirkan akan menyebabkan abrasi semakin parah di Gianyar, Klungkung, Karngasem dan Jembrana. Foto ini diambil dari udara pada 2008.

Abrasi di Cupel, Jembrana

10

MBP/olo

23 - 29 Maret 2015

10


ForBALI ’’Walk Out’’

S

etelah sempat diberitakan alamat bodong, ForBALI hadir di dalam pertemuan konsultasi Amdal yang diadakan oleh PT TWBI, pekan lalu. Bersama dengan ForBALI hadir juga WALHI Bali, Puskor Hindu Indonesia, Yayasan Manikaya Kauci, Forum Kuta Perjuangan, dan alcoholic rider bersama eksponen masyarakat yang menyatakan penolakan terhadap rencana Reklamasi Teluk Benoa. Kehadiran ForBALI dan WALHI Bali bersama ekponen masyarakat yang menolak reklamasi di dalam pertemuan tersebut untuk mempertanyakan keabsahaan proses konsultasi Amdal. Berkaitan dengan proses konsultasi tersebut, Wayan Gendo Suardana, koordinator ForBALI memandang bahwa proses pelibatan masyarakat tidak dilakukan secara sepenuhnya mengingat di dalam konsultasi publik tersebut masyarakat terdampak tidak dilibatkan secara keseluruhan misalnya kelompok nelayan yang menggantungkan sumber kehidupannya di Teluk Benoa. Selain kelompok nelayan, Bendesa Adat Kelan, Bendesa Adat Sidakarya dan Kepala Desa Sidakarya juga tidak diundang dalam konsultasi tersebut. “Hal tersebut sangat aneh karena desa adat Kelan yang berdampingan dengan desa adat kedonganan dan desa adat tuban adalah desa adat lingkar inti teluk benoa yang selama ini terpublikasi luas menolak reklamasi” Ujar Gendo menjelaskan. Demikian halnya dengan masyarakat yang terpengaruh dengan segala bentuk keputusan dalam proses Amdal. PT TWBI tidak mengundang organisasi ataupun forum-forum masyarakat yang selama 2 tahun mengadvokasi rencana proyek reklamasi teluk benoa. Menurut pandangan ForBALI, hal tersebut seharusnya diperhatikan jelas oleh PT TWBI jika berniat baik untuk melakukan proses pelibatan Masyarakat dalam analisis dampak lingkungan (Amdal) secara transparan, akuntabel dan berkualitas. Masyarakat yang terpengaruh dengan keputusan tersebut yang dalam kategori harus di undang dalam konsultasi public diantaranya adalah sekaa teruna–

teruni (pemuda adat), LPM (pemberdayaan masyaraka), lembaga swadaya masyarakat yang selama ini menolak reklamasi, komponen masyarakat bidang pariwisata yaitu GIPI (gabungan industri pariwisata Indonesia) sebuah lembaga sektor pariwisata yang diakui oleh undang-undang. Kelompok masyarakat tersebut adalah kelompok masyarakat yang terpengaruh keputusan Amdal yang seharusnya diundang dan dilibatkan. Sementara kelompok masyarakat yang selama ini mendukung revitalisasi teluk benoa diundang secara terpisah. Oleh karena komposisi kesetaraan dari unsur masyarakat tidak berimbang dan tidak setara sehingga menyebabkan ketidakadilan dan melanggar prinsip kesetaraan pihak-pihak yang terlibat. Usai menyatakan protes terhadap

proses amdal yang sedang dikerjakan oleh PT. TWBI, ForBALI dan WALHI Bali secara resmi menyampaikan nota protes kepada PT TWBI. Selain disampaikan kepada PT TWBI juga disampaikan kepada Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan dan ditembuskan kepada BLH Bali, BLH Denpasar, BLH Badung dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Setelah menyampaikan pernyataan sikapnya ForBALI bersama WALHI Bali, Puskor Hindu Indonesia, Yayasan Manikaya Kauci, Forum Kuta Perjuangan, dan alcoholic rider bersama eksponen masyarakat yang menyatakan penolakan terhadap rencana Reklamasi Teluk Benoa walk out (WO) dari konsultasi tersebut. Humas ForBALI

MBP/Edi

Wayan ’’Gendo’’ Suardana saat konsultasi publik yang digelar PT TWBI di Kantor Gubernur Bali. 23 - 29 Maret 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

PENDIDIKAN KARAKTER - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali kembali menggelar kuliah umum tentang pendidikan karakter, Rabu (4/3) lalu. Kuliah umum yang bertemakan “Kondisi, Tantangan dan Ancaman Keberagaman di Bali” ini menghadirkan narasumber Majelis Utama Desa Pakraman Bali Ir. I Gede Arya Sena, M.Kes. Seminar tersebut diikuti oleh sekitar 300 orang mahasiswa dari 13 program studi (prodi) yang ada di Undhira yang kini telah terakreditasi, didampingi Ketua Prodi. Acara dikoordinir oleh Kepala Lembaga Pembelajaran Karakter Undhira, Rahmadi Prasetyo, S.T.,M.T. Dalam pengantarnya Kepala Lembaga Pembelajaran Karakter, Rahmadi Prasetyo, S.T., M.T. mengatakan, Undhira memang mengkhususkan hari Rabu sebagai Hari Karakter, di mana dalam satu hari tersebut tidak ada perkuliahan rutin seperti biasa, namun dikemas dalam bentuk seminar atau kuliah umum yang berhubungan dengan penanaman dan pembentukan karakter bagi seluruh civitas akademika Undhira.

MBP/ist

UNDIAN - Program berhadiah dengan tajuk “Cellular World Hadiah Impian” sudah digelar sejak 1 November 2014 lalu. Berakhirnya masa pengumpulan kupon untuk diundi dalam program ini 28 Februari 2015 dan pengundiannya dilakukan pada Jumat (6/3) lalu. Dalam pengundian yang berlangsung meriah tersebut, hadir perwakilan dari Dinas Sosial, Nyoman Suweni, Korwas PPNS Polda Bali, N. Arnaya, Notaris IB Subawa, S.H., M.Kn., dan Marketing Manager Cellular World Gede Wirakusuma. Wirakusuma mengatakan, program ini merupakan bentuk apresiasi bagi pelanggan setia Cellular World. Sebelumnya sudah banyak program berhadiah yang ditawarkan Cellular World dengan menggandeng perbankan, maskapai penerbangan, dan operator selular. Nampak dalam foto Marketing Manager Cellular World, Gede Wirakusuma (kanan) menyerahkan hadiah kepada pemenang hadiah utama “Cellular World Hadiah Impian”, I Made Widia.

MBP/ist MBP/ist

YOGA MASSAL - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar gencar melakukan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai implementasi tri dharma perguruan tinggi. Belum lama ini, Unhi bekerja sama dengan Pemkot Denpasar serangkaian HUT-nya ke-227, menggelar kegiatan yoga massal di Lapangan Puputan Badung. Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, M.A., Sabtu (7/3) mengatakan kegiatan ini diikuti sekitar 5.000 orang, berasal dari berbagai lapisan masyarakat, sebaga salah satu bentuk partisipasi Unhi dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui yoga, di samping mendekatkan yoga kepada masyarakat. Dalam menjalankan swadharmanya, Unhi Denpasar juga berupaya membentuk SDM Hindu sehat jasmani-rohani, lewat latihan yoga. Karena itu yoga wajib diikuti oleh para mahasiswa Unhi sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Melalui gerakan yoga asanas, badan atau fisik diharapkan menjadi lebih sehat.

12

23 - 29 Maret 2015

AWARD - Rumah Sakit Umum Manuaba meraih Bali WOW Service Excellence 2015. Award ini diberikan oleh Markplus Insight yaitu salah satu lembaga survei pasar yang mempunyai kredibilitas yang sangat baik untuk saat ini. Award ini diserahkan Selasa (10/3) di Harris Hotel, Kuta. Bali WOW Service Excellence Award merupakan penganugerahan yang diberikan kepada perusahaan atau lokal champion di Bali yang didasari oleh hasil survei pasar yang dilakukan MarkPlus Insight dengan mengukur kualitas pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa yang ada di Bali kepada para konsumennya. Terpilihnya Rumah Sakit Umum Manuaba sebagai pemenang dalam Bali WOW Service Excellence Award 2015, karena memiliki service level tertinggi di antara penyedia layanan jasa rumah sakit untuk kelompok rumah sakit tipe D. Nampak dalam foto Kepala Pembina Yayasan Keluarga Dr. dr. IBG Fajar Manuaba (kanan) menerima penganugerahan Bali WOW Service Excellence Award dari Markplus Insight.


MBP/IST

AUDIENSI - Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Badung, Senin (2/3) melakukan audiensi ke DPRD Badung. Selain Ketua KTNA Badung Ir. Made Suparsa, audiensi juga diikuti Ketua Forum Pekaseh Nyoman Renda, dan pengurus sejumlah organisasi pendukungnya. Saat audiensi, KTNA diterima Wakil Ketua I DPRD Badung Drs. I Ketut Suiasa didampingi Ketua Komisi II Nyoman Dirgayusa dan sejumlah anggota dewan. Hadir juga Kadis Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan IGAK Sudaratmaja dan wakil dari instansi terkait. Pada kesempatan itu, Ketua Forum Pekaseh Nyoman Renda menagih janji Ketua DPRD Badung Nyoman Giri Prasta soal asuransi pertanian yang sangat dibutuhkan kalangan petani. Pertimbangannya, petani tak jarang mengalami gagal panen akibat berbagai hal, seperti musim kemarau dan serangan hama. Dengan adanya asuransi pertanian, tegasnya, kerugian petani bisa dikurangi.

MBP/IST

LOMBA - Untuk ketiga kali sejak 2012, sekolah bahasa Jepang Pandan College di Renon menyelenggarakan Lomba Pidato Bahasa Jepang (LPBJ) dengan hadiah tiket gratis ke Jepang pergipulang dari Indonesia ke Tokyo bagi pemenang utama. Selain pengenalan bahasa dan budaya, Pandan College berusaha meningkatkan gairah masyarakat Indonesia untuk belajar bahasa Jepang, guna peningkatan jumlah tenaga kerja di Indonesia yang bisa berbahasa Jepang. Hal ini penting di tengah meningkatnya investasi Jepang di Indonesia serta kebutuhan tenaga kerja bagi perusahaan Jepang yang bisa berbahasa Jepang. LPBJ kali ini diperuntukkan bagi mereka yang berusia 14 tahun hingga 23 tahun. Lomba akan diselenggarakan Sabtu, 25 April 2015 di Denpasar. Nampak dalam foto salah satu budaya Jepang yang diajarkan di sekolah Pandan College.

MBP/IST

MBP/IST

OLIMPIADE - Ratusan peneliti muda dari siswa SMP se-Bali, Sabtu dan Minggu (8/3) berkumpul di SMAN 3 Denpasar (Trisma) guna mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora (OPSSH) III. Lomba dibuka Wali Kota Denpasar diwakili Asisten II Sekot Denpasar Jimmy Sidarta didampingi Sekretaris Disdikpora I Wayan Sukana dan Ketua Komite Trisma I.B. Putu Bintana. Berbagai jenis penelitian sains dasar hingga humaniora ditampilkan para peserta di mana satu kelompok diwakili tiga siswa. Di antaranya penemuan alat jemuran otomatis, alat menaikkan teganggan listrik, jaket bagi tukang cat dan bangunan, rak sampah multifungsi, bata dari koran bekas, alat mengukur berat badan ideal, dan lain-lain. Nampak dalam foto Jimmy Sidarta didampingi Wayan Sukana dan Kasek Ketut Suyastra mendapat penjelasan dari peserta OPSSH di Trisma.

BERGENGSI - Lomba Pramuka TP 45 Scout Competition kini menjadi ajang bergengsi bagi Pramuka tingkat penggalang SD di Kota Denpasar. Tiap tahun jumlah peserta lomba meningkat dengan jenis lomba yang makin beragam. TP 45 Scout Competition 2015 kini memasuki tahun keempat. Lomba yang digelar SMP TP 45 Denpasar ini dibuka Sabtu (7/3) oleh Kakwarcab Pramuka Kota Denpasar diwakili Sekretaris Drs. I Wayan Arawan, M.M. didampingi Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya. Pembukaan juga dihadiri Ketua Yayasan TP 45 I Gede Ngurah Ambara Putra, S.H., Wakil Ketua Yayasan IB Sanjaya, S.E., M.M., Kakawaran Denut dan kasek di lingkungan Yayasan TP 45 Denpasar. Pembukaan ditandai penyerahan piala bergillir dan pemukulan kentongan oleh Kakwarcab Pramuka Kota Denpasar. 23 - 29 Maret 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

TINJAU - Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya didampingi Kabid Dikmen I Wayan Supartha sengaja memilih SMA PGRI 4 dan SMK PGRI 5 Denpasar sebagai lokasi pemantauan hari pertama ujian pemantapan bersama SMA/ SMK, Senin (2/3). Saat itu Eddy Mulya diterima langsung Kepala SMA PGRI 4 Denpasar Drs. Nyoman Kartha dan Kepala SMK PGRI 5 Dra. Ni Ketut Nuka. Selain memantau pemantapan juga melihat kondisi sekolah bersangkutan. Di SMA PGRI 4 Denpasar tercatat 142 peserta UN masingmasing IPA sebanyak 104 dan IPS (38). Sedangkan di SMK PGRI 5 tercatat 486 peserta UN masing-masing Jasa Boga (198) dan AP (288). Nampak Kadisdikpora IGN Eddy Mulya berfoto bersama dengan Kasek Ngakan Nyoman Kartha, guru dan siswa saat meninjau SMA PGRI 4 Denpasar.

PUTRA TERBAIK - Bali kehilangan salah seorang putra terbaiknya, menyusul, meninggalnya I Wayan Surpha, S.H. Mendiang adalah mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat. Lahir di Banjar Belaluan Sadmerta, Denpasar, 1 Mei 1935, Surpha meninggal di kediamannya, Jalan Dahlia No. 33 Denpasar, Kamis (5/3) sore, bertepatan dengan Purnama Sasih Kesanga. Oleh umat Hindu Bali, Purnama Sasih Kesanga diyakini sebagai hari baik. Mendiang yang menikahi Nengah Murtiasih Sulasmi ini, dikarunia tujuh orang anak. Mereka I Wayan Suambara, S.H., M.H. (Ketua Bappeda Pemkab Badung), I Made Artana (almarhum), I Nyoman (almarhum), dr. I Ketut Suyasa, Sp.B. Sp.O.T. (K) (dosen pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana), Ir. Ni Luh Wayan Suparmi, M.M. (Kasubdin Distan Pemkab Badung), I Made Sudharma, S.Sos., S.H., M.M. (Pimpinan Bidang Pelayanan BNI Surabaya), dan dr. Ni Nyoman Ayu Sutrini, M.Repro. Sp.K.K. (dokter di Kota Denpasar).

MBP/ist

MBP/ist

MODAL UTAMA - Disadari, pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu modal utama dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Badung. Makanya, selain sektor pendidikan yang mendapat perhatian serius Bupati Badung A.A. Gde Agung, pembangunan sektor kesehatan juga menjadi prioritas. Hal ini dilakukan, mengingat sektor pendidikan dan kesehatan menjadi pilar penting pembangunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Badung. Urusan kesehatan di Badung dilaksanakan oleh dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait langsung, yaitu Dinas Kesehatan dan RSUD Kabupaten Badung. Nampak dalam foto Bupati Badung A.A. Gde Agung meninjau RSUD Badung, Jumat lalu.

14

23 - 29 Maret 2015

KURANG BAIK - Tata niaga babi di Bali kurang baik sehingga terjadi uktuasi harga babi yang tajam. Wakil Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, Ketut Sudiarta Minggu (8/3) mengatakan pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan Provinsi Bali bersama Dinas Peternakan Kabupaten/Kota bisa memediasi peternak rakyat yang tergabung GUPBI bisa bekerjasama dengan jagal untuk menciptakan harga babi yang mampu dijangkau konsumen. Ketut Sudiarta mengatakan kondisi tata niaga babi di Bali dalam beberapa tahun terakhir tidak terkontrol. Harga babi mengikuti musim upacara sehingga terjadi uktuasi harga babi yang sangat tajam. Dampaknya peternak tidak mendapatkan kepastian harga jual. Harga babi lebih banyak dipermainkan para jagal dengan berbagai isu. Di tengah kepanikan peternak, jagal mencari keuntungan turunya harga babi padahal harga daging babi di pasar masih relatif tinggi.


MBP/ist MBP/ist

RAMPUNG - Bangunan utama Gedung Kantor Lurah Baler Bale Agung telah rampung dibangun. Gedung berlantai dua yang berlokasi di sebelah kantor lama tersebut merupakan program Pemkab Jembrana sekaligus terobosan Bupati Jembrana I Putu Artha untuk menstandarkan bentuk dan luas bangunan kantor lurah maupun kantor perbekel di Jembrana. Kantor Lurah Baler Bale Agung yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan heterogen tersebut Senin (9/3) pagi dikunjungi Bupati Jembrana I Putu Artha. Lurah Baler Bale Agung I Putu Nova Noviana saat menerima kedatangan Bupati Artha menyebutkan Kantor Lurah tersebut dibangun secara bertahap. Tahap pertama tahun 2014 membangun gedung utama dan sudah rampung. Tahap kedua pada tahun 2015 ini dilanjutkan dengan ďŹ nishingnya.

TUMPEK KANDANG - Bali Zoo menggelar ritual upacara Tumpek Kandang bagi ratusan satwa yang menghuni kebun binatang, Sabtu (7/3). Satwa yang diupacarai meliputi satwa jinak seperti gajah, siamang, owa Jawa, beruang madu, dan binturong. Ritual yang selalu rutin digelar Bali Zoo ini bertujuan untuk memohon keselamatan agar seluruh satwa terbebas dari segala penyakit. Hari Tumpek Kandang yang jatuh setiap 210 hari sekali ini, memiliki makna untuk mengembangkan rasa kasih sayang dan penghormatan kepada semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, khususnya satwa. Satwa diupacarai dengan menghaturkan sesajen dan diperciki air suci yang dipimpin oleh pemangku pura. Ritual ini sekaligus sebagai simbol untuk memuja Tuhan dalam manifestasi sebagai dewa yang berkuasa atas kehidupan makhluk hidup khususnya satwa, yaitu Sang Hyang Rare Angon perwujudan Dewa Siwa.

MBP/ist

MBP/ist

KETERAMPILAN - Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Bandara Ngurah Rai, Tuban, setiap hari berhadapan dengan 10 ribu wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Berbagai pengasahan keterampilan dilakukan demi meningkatkan pelayanan kepada turis, termasuk terjalinnya komunikasi yang baik. KPPBC Tipe Madya Bandara Ngurah Rai berkerja sama dengan Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menggelar kursus bahasa Mandarin. Kursus diikuti puluhan petugas Bea dan Cukai yang kesehariannya bertugas di bandara. Acara tersebut dibuka Kepala KPPBC Bandara Ngurah Rai, Budi Harjanto, didampingi Konjen RRT di Denpasar, Hu Yinquan, Selasa (10/3) di Bandara Ngurah Rai, Tuban. Nampak dalam foto Kepala KPPBC Bandara Ngurah Rai, Budi Harjanto, menyerahkan cenderamata kepada Konjen RRT di Denpasar Hu Yinquan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Tuban, Badung.

BEDAH RUMAH - BPD Bali kembali meresmikan program bedah rumah yang secara simbolis dilaksanakan dalam bentuk penyerahan kunci kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang selanjutnya diserahkan kepada warga penerima bantuan. Peresmian itu berlangsung di rumah I Ketut Nuada (39), warga Banjar Pande, Desa Gubug, Tabanan. Selain Bupati Eka, peresmian itu juga disaksikan Direktur Operasional BPD Bali I Wayan Sujana, Direktur BPD Bali Cabang Tabanan Ida Bagus Ary Guntur, Kepala Dinas Sosial I Nyoman Gede Gunawan, Kadis Kesehatan dr. Nyoman Suratmika, Camat Tabanan I GAN Supartiwi, serta sejumlah mahasiswa Universitas Udayana yang kebetulan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gubug. Selain Nuada, ada juga I Gede Komang Wijaya (39), warga Banjar Batanpoh, Desa Pandak Gede, Kediri dan I Made Wena di Banjar Batugaing Kaja, Desa Beraban, Kediri yang menerima bantuan ini. 23 - 29 Maret 2015

15


POLITIK

Pahlawan Nasional

Berjuang Meyakinkan Pusat

P

engajuan Ida I Dewa Agung Istri Kanya sebagai pahlawan nasional dua kali ditolak pemerintah pusat. Kini, wacana mengajukan sosok pejuang wanita ahli sastra Rakawi ketika melawan kolonialisme Belanda di zaman Kerajaan Klungkung kembali dimunculkan. Sejumlah persyaratan, yang dulu gagal dilengkapi kini dipersiapkan. Patung sosok raja perempuan Klungkung ini pun siap dibangun di Kusamba. Sosok Ida I Dewa Agung Istri Kanya merupakan pelaku sejarah perjuangan kebanggaan masyarakat Bali. Ia dikenal sebagai pejuang wanita rakawi ketika melawan kolonialisme Belanda di zaman Kerajaan Klungkung. Salah satu pahlawan Perang Kusamba ini pun dinilai layak diusulkan kembali menjadi pahlawan nasional. Kali ini, wacana itu dimunculkan oleh mantan Bupati Klungkung Tjokorda Gde Ngurah. Menurutnya Ida I Dewa Agung Istri Kanya adalah seorang raja putri yang ahli mengatur strategi perang ketika melawan penjajahan Belanda. Almarhum juga dikenal sebagai sastrawan Rakawi, dengan karya sastra yang berpijak pada kenyataan hidup dalam sejarah Kerajaan Klungkung pada abad 19. “Saat itu eksistensi dan pengaruh Kerajaan Klungkung sudah semakin memudar,” kata Tjok. Ngurah. Ia mengatakan tahun 2003 Pemkab Klungkung sempat mengusulkan Ida I Dewa Agung Istri Kanya, melalui Gubernur Bali dengan surat nomor 465/415/ KESBANG tertanggal 26 Agustus 2003 ke pemerintah pusat. Namun, usulan Klungkung belum bisa diproses karena masih ada persyaratan yang belum dipenuhi. Antara lain, bangunan monumental yang diberi nama tokoh ini, makam pahlawan Kabupaten Klungkung dan lain-lain. Untuk menyikapi kekurangan itu, Bupati Klungkung membentuk Tim Pengusul Calon Pahlawan Nasional Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Tim ini bertugas meneliti, me-

nyempurnakan usulan usullann sesuaii kriteriaa dari darii Kementrian So-sial siaal RI RI c.q Dirjen Dirjen PemPeem-berdayaan Sosial dan Penangguland ann Penan n ggulan-gan Kemiskinan, Jakarta. Kemiskinaa n, Jaa karta. Usulann yang kedua ini, kata Tjok. kata T jok. Ngurah N gurah h juga berhasil. Alasannya, uga belum be e rhaAlaasannya, setelah hasan etelah hasil pembapeembahaasan dari Badan Pembina Pahlaw a n Pusat (BPPP), pe perjuangan erjuangan Ida Agung da I Dewa Ag g ung Istri Kanya dinilai te terlalu erlalu singkat dan terbatas. Kedua, K edua, sikapnya sikapny ya tidak idak jelas setelah Klungkungg berdamai dengan Belanda. Belanda. “Kami waktu waaktu itu sudah udah dua kali gagal. gaagal. Tapi masih ada adda satu keskesempatan dan mpatan lagi, da an harus disiapkan. Kami akan terus erus berjuang untuk untuk meyakinkan meyakinkkann pemerintah pemerrintah Pusat,” tegasnya. tegasnyaa. Ia berharap satu kesempatann in ini ni benar-benar benarr-benar dimanfaatkan un untuk mempersiapkan usulan ntuk mempersiap pkaan usula an baru. Persiapannya bisa bissa dilakukan dari darri sekarang sekarangg karena perlu waktu relatif lebih lama, duaa tahun taahun sampai sam mpai tigaa tahun memenuhi persyaratan ahun untuk mem menuhi persyarata an yang belum bisa dipenuhi. Iaa berharap Pem Pemkab mkaab Klungkung Klunggkung dan Pemprov Bali Baali bisa bersama-sama bersamaa-sama berjuang berrjuang mewujudkan obsesi obssesi masyarakat Klungkung, Kluungkungg, agar tokoh Dewa okoh pahlawan wanita Ida I Dew wa Agung Istri Kanya bisa menjadi mennjadi pahlawan nasional. nassional. Mantan Wakil Wakiil Bupati Klungkung Klunggkuung Dewa Dew wa Sena, juga mendukung men ndukung upaya ketiga keetiga kalkaalinya nya ini. Ia yang pernah mendampingi mendam mpiingi Tjok Tjook Ngurah sebagai Bupati, ikut bersama-sama berrsam ma-sam ma memperjuangkann pengusulan itu. ituu. Walaupun Walauppun berjuangannya dinilai singkat, tapi yang yaa ng dilakukannya sangat saangat berdampakk terhadap terhaddap pasukan musuh. Saat itu, Ida I Dewa Dew wa Agung Agunng Istri stri Kanya berhasil berh hasil membunuhh salah salah satu saatu Jendral endral Belandaa bernama Mayjen Mayjjen n Michiels. Selain itu, tokohh masyarakat asal asaal Kusamba Kusamba ini juga uga mendukung adanya wacana pendirian pen ndirian patung patung Ida da I Dewa Agung Aguung Istri Kanya di simpang simpanng empatt Tihingadi, sebag sebagai penghormatan jasa-jasa dan gai penghormata an aatas tas jasa a-jasa da an mengenang histori histoori heroik yang pernah peern nah dilakukan dilakkukan satusattusatunya atunya pahlawan pahlawaan wanita di Balii itu. ittu. Bag Bagiarta giarrta Maket patung Ida I Dewa Agung Istri Kanya ini sudah dibuat sejak beberapa tahun lalu.

16


Mengantisipasi Konflik Perebutan Air Bersih BALI terancam krisis air bersih bersih. Tingpenduduk ginya investasi dan pertambahan pen Bali membuat penyedotan air bawah tanah tingginya (ABT) tak terkendali. Di sisi lain, tin permintaan terhadap air bersih membuat me swasta berlomba berebut sumber mata m air perdagangan air dengan petani. Maraknya perdagan bersih dikhawatirkan akan membuat konflik perebutan air bersih terjadi di Bali. Kekhawatiran Bali akan berhadapan berha dengan krisis air bersih dilontarkan Kepala K Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana Prof. Ir. I Wayan W Arthana, M.S., Ph.D. Menurutnya, indikasi in Bali bahkan mengalami defisit air bersih dan air irigasi terlihat saat PPLH Unud melakukan penelitian tahun 2009 200 lalu. “Tahun 2009, Bali sudah defi defisit air. Sekarang terjadi alih fungsi lahan, kemudian jumlah penduduk meningkat, wisatawan meningkat. meni Akibatnya tentu konsumsi konsum air juga tambah banyak. P Padahal curah hujan dan penghijauan pengh masih seperti itu. Sekarang Sek saja kita lihat suplai P PDAM juga berkurang. Bahan baku airnya sendiri berkurang,” berku ujarnya. Ia mendukung Dinas Pekerjaan Umum melakukan pembanpe gunan embun embung dan gan untuk menahan bendunme air hujan supaya tidak langsung masuk ke laut. Masalahnya, saat musim hujan hu air terlalu keruh sehingga susah untuk mengolahnya menjadi air minum. Proses Prose pengendapan juga memerlukan zat koagulasi ko agar sedimentasi bisa lebih cepat. Karena K itulah, masalah air menjadi cukup pelik di Bali. “Bali Selatan yang paling rentan mengam lami krisis air karena konsumsinya paling tinggi. Kalau Bali Utara masalahnya adalah Krisis juga sumber airnya yang sedikit. Krisi akhirnya,” tandasnya. Arthana mengatakan, meng khusus di Bali Selatan, hotel-hotel berbinb tang lima yang banyak membutuhkan membutuhk air saat ini sudah didorong untuk melakukan mela desalinisasi air laut. Terlebih, dari hitungh hitungan ekonomisnya, hotel-hotel hotel-ho itu

MBP/bud

Dampak kekeringan di Desa Datah, Karangasem membuat warga setempat berjalan kaki melintasi dataran tandus untuk mendapatkan air bersih. Krisis air bersih kini membayangi Bali seiring meningkatnya investasi dan pesatnya pertambahan penduduk.

masih lebih untung bila dibandingkan memakai air PDAM. Pasalnya, hotel berbintang memiliki standar kualitas air. Kendati sudah membeli di PDAM, tak jarang mereka harus mengolah kembali sehingga ada pengeluaran lagi. “Kalau air laut, hanya sekali ngolah. Kelihatannya masih untung, cuma regulasi pengambilan air laut itu masih tidak mudah. Kalau mengambil di daerah sempadan pantai, harus ada studi amdal,” jelasnya. Terkait dengan pengelolaan air, Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Heri Gunawan mengatakan dengan dicabutnya Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, maka pengelolaan air seharusnya dikuasai negara. “Sumber

daya air sekarang mayoritas dikuasai oleh perusahaan asing seperti air minum dalam kemasan. Seharusnya sumber daya tersebut sepenuhnya dikuasai oleh negara dan yang mengelolanya bisa dipegang oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kata Heri. Menurutnya, pascadicabutnya UU Nomor 7/2004 tersebut pemerintah harus segera melakukan berbagai regulasi agar pengelolaan sumber daya air bisa dikuasai sepenuhnya oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Untuk itu, DPR akan melakukan rapat dengan beberapa perusahaan BUMN agar sumber daya air ini bisa dikelola negara. Rindra 23 - 29 Maret 2015

17

17


PENDIDIKAN

Pengawasan UN Dikembalikan ke Sekolah

P

engawasan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2015 yang dirancang tidak lagi melibatkan pihak perguruan tinggi mengawasi masuk ke ruang kelas melainkan mandat pengawasan dikembalikan ke pihak sekolah diapresiasi kalangan akademisi. Pola pengawasan seperti ini, menurut akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Putu Rumawan Salain, M.Si., pemerintah lebih memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah. Namun, tentu kepercayaan ini harus dipertanggungjawabkan pihak sekolah dengan menjaga integritas dan kejujuran pelaksanaan UN. “Perguruan tinggi tidak dilibatkan pengawasan langsung dan mandat pengawasan dikembalikan ke masing-masing sekolah, artinya pemerintah memberi kepercayaan kepada sekolah. Ini langkah bagus yang harus dijawab dengan tanggung jawab penuh pihak sekolah memastikan tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan UN,” kata Rumawan Salain, belum lama ini. Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar itu menambahkan, tidak dilibatkannya perguruan tinggi dalam pengawasan UN bukan berarti tidak ada lagi kepercayaan pemerintah terhadap lembaga ini. Namun, memang sudah seharusnya pengawasan UN dikembalikan ke sekolah. Selama ini pengawasan UN dengan melibatkan per-

guruan tinggi hingga pihak kepolisian mengesankan UN sangat menyeramkan. Namun ketika pengawasan dikembalikan ke sekolah jangan sampai pula malah menjadi kendor. “Soal pengawasan kendor atau kenceng tidak bisa diukur dengan adanya keterlibatan polisi dan perguruan tinggi. Kita konsisten saja mengacu ke aturan bahwa tidak boleh ada kerja sama, bantu membantu. Kalau memang ada oknum guru yang bertindak tidak benar, tindak oknumnya bukan lembaga sekolahnya,” ujarnya. Ia menegaskan pengembalian mandat pengawasan ke sekolah ini sebuah tantangan bagi sekolah. Jadi mereka harus mempersiapkan diri dengan matang dan menjalankan pengawasan secara objektif serta profesional. “Sekolah harus menunjukkan kinerja pengawasan dengan baik. Jangan sampai hak ini dicabut lagi,” tambahnya. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Pen Olahraga (Disdikpora) (Disdikkpoora) Bali Tjok Istri Agung (TIA) Kusuma Kuusum ma Wardhani menegaskan, sesuai informasi inform masi dalam draf POS UN, pihak perguruan perguuruaan tinggi dalam UN tahun ini meman memang tidak g ti idak lagi dilibatkan dalam pengawasa pengawasan an ddi masuk ke ruang kelas. “Untuk pen pengawasan ngaawasan UN kalau dulu melibatkan melibatkkann pihak kampus (perguruan tinggi), tinngggi), sekarang cukup (pengawasan) (pengaw wasaan) dari sekolah saja,” kata TIA T A Kusuma Wardhani belum m lama lam ma ini. Diterangkannya, Diteranngkkannya, pengawasan UN tahun N ta ahun sebelumnya melibatkann Universitas Unniversitas Udayana (Unud) dan d n perguruan tinggi lainnya. “Tapi “ api pemindaian “Ta jawaban sis siswa swa di LJK (Lembar Jawaban Komputer) Koompputer) tetap di perguruan tinggi. sampai tingggi. Hanya H

saat ini POS (Prosedur Operasional Standar) UN belum turun, tapi kisi-kisinya seperti itu,” katanya. Bagaimana teknis detil pengawasannya dan siapa saja yang terlibat, pihak Disdikpora Bali belum bisa memastikan sebab sampai saat ini POS UN dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum turun. Namun untuk UN tahun ini pengawasan diperkirakan hanya dari guru-guru di sekolah atau juga dengan sistem silang. Misalnya guru di SMAN 1 Denpasar mengawasi UN di SMAN 2 Denpasar dan sebaliknya. Ditanya soal kemungkinan pengawasan pelaksanaan UN tahun ini lebih longgar jika tidak melibatkan perguruan tinggi terlebih UN yang tidak lagi menjadi syarat penentu kelulusan, TIA Kusuma Wardhani mengaku belum tahu persis. Namun, ia tetap berharap pihak sekolah dan siswa mampu mengikuti UN dengan jujur dan tanpa kecurangan. “Seperti apa teknis pengawasan, apa lebih ketat atau longgar dan melibatkan siapa saja kami belum tahu,”tegasnya. Widana


MBP/dok.

Pramuka Penegak di Karangasem dirancang ikut berpartisipasi aktif untuk membina warga buta huruf yang tergolong usia produktif.

Terjunkan Pramuka untuk Pangkas Buta Huruf ADA ide bernas yang digulirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Karangasem I Gede Ariyasa dalam menyikapi masih tingginya angka buta huruf di Karangasem. Guna memangkas angka buta huruf bagi warga usia produktif itu, pihaknya berencana menerjunkan Pramuka Penegak. Di mana satu Penegak diberikan tugas untuk mengajar masyarakat yang buta huruf sampai mengenal huruf dan bisa membaca serta menulis. Terkait rencana itu, pihaknya siap menggelar rapat koordinasi pendidikan (rakordik). Dalam rapat itu juga diundang para perbekel/lurah dan camat. Mereka nantinya diminta mendata warganya yang masih buta huruf. Selanjutnya,

anggota Pramuka Penegak terdekat akan ditugasi untuk membina warga buta huruf khususnya warga yang tergolong masih usia produktif. Tujuannya, agar Pramuka Penegak juga mampu melaksanakan Dasa Dharma Pramuka dan ada hasil karyanya. ”Anggota Pramuka kita cukup banyak. Pramuka dari SMA/SMK di Kubu, nantinya bertugas mengajar warga terdekat di sana yang masih buta huruf,’’ katanya. Ariyasa menambahkan, tenaga dari Pramuka Penegak itu tidak perlu dibayar honor, tetapi murni mengabdi. Namun diperlukan anggaran untuk pengadaan alat tulis. ”Itu yang nantinya perlu kami anggarkan,” katanya.

Soal kenapa pihaknya berencana menerjunkan Pramuka Penegak dan bukannya menerjunkan guru, karena mereka dinilai independen. Menurutnya, pihaknya menerjunkan pramuka bukan karena dirinya sebagai Ketua Pramuka di Kabupaten Karangasem. ”Kalau saya menerjunkan guru, nanti khawatir ada yang menilai itu dalam rangka politik untuk menyuruh masyarakat mendukung atau mencoblos kandidat ini atau itu. Soalnya, ke depan ini di Karangasem menjadi tahun politik. Selama ini, pramuka dilihat masyarakat sebagai orang independen,” tegas mantan Kepala SMAN 2 Amlapura itu. Budana 23 - 29 Maret 2015

19


MANCANEGARA

Legenda Monster Danau Lochness

D

anau Lochness mungkin sama saja dengan banyak danau lain di belahan dunia ini. Dipenuhi air, luas, pemandangan yang cukup indah dan berisi hewan-hewan air. Nah, yang terakhir ini yang membuat danau yang terletak di Skotlandia itu istimewa. Ada sebuah legenda tentang mahluk air yang masih dipercaya hingga kini. Legenda Nessie, biasa ia dipanggil, diperkirakan muncul pertama kali 1.500 tahun yang lalu. Beberapa orang yang mengaku melihat makhluk misterius ini mendeskripsikan Nessie sebagai makhluk yang berleher panjang dengan punuk di punggungnya seperti dinosaurus. Diperkirakan panjangnya sekitar 15 hingga 40 kaki dengan berat lebih dari 1.000 kg. Hingga kini, penampakan makhluk misterius ini masih terus terjadi. Istilah Nessie pertama kali diciptakan oleh seorang jurnalis surat kabar pada tahun 1933, dan sejak saat itu Nessie mendunia. Namun sejarah Nessie sebenarnya jauh lebih tua dari itu. Bermula pada tahun 565 Masehi, Seorang misionaris kristen bernama St. Columba bertemu dengan sekelompok orang yang sedang menguburkan satu jenazah yang dikatakan telah diserang oleh

20

23 - 29 Maret 2015

monster danau. Ia lalu mengutus seseorang untuk menyelidikinya. Ketika perahu utusan St. Columba berada di danau, Monster itu muncul dan bersiap untuk menyerang. Utusan St. Columba sangat ketakutan hingga tidak bisa bergerak. St Columba yang menyaksikan kejadian itu dari tepi danau segera membuat tanda salib dan berteriak, “Engkau tidak boleh maju lagi - pergilah�. Monster itu segera pergi. Itulah laporan pertama yang terdokumentasi mengenai penampakan Nessie. Tidak heran, menyusul peristiwa itu, masyarakat menyebut danau itu dengan sebutan Loch na Beiste yang berarti lake of the beasts - Danau para makhluk buas. Ada banyak penampakan monster ini yang dilaporkan dalam kurun waktu ratusan tahun. Pada tahun 1725, sekelompok tentara Inggris tiba di Skotlandia untuk membangun jalan menuju bagian selatan danau dan secara tiba-tiba mereka mendengar suarasuara aneh di dalam air. Lalu mereka melihat dua monster sebesar ikan paus berenang menyeberangi danau. Tahun 1919, Margaret Cameron dan tiga sudaranya berjumpa dengan seekor monster yang sedang bergerak diantara pepohonan menuju ke danau di teluk Inchnacardoch. Menurut mereka monster itu memiliki dua

kaki kecil yang bulat dan bergerak seperti ulat. Seorang lain bernama Alfred Cruikshank juga menyaksikan monster ini di darat. Pada April 1923, ia sedang menyetir mobilnya ketika ia melihat seekor monster setinggi 1,8 meter dengan punuk di punggungnya berdiri dihadapannya. Menurutnya monster itu memiliki 4 kaki besar seperti kaki gajah. Menurutnya lagi, hewan itu mengeluarkan suara lenguhan yang keras. Pada tahun 1933, para pekerja yang juga sedang membangun jalan di dekat danau menggunakan dinamit untuk memecahkan batu-batu besar. ledakan ini menyebabkan batu-batu berjatuhan ke danau. Kejadian ini kelihatannya menggangu Nessie. Ia muncul ke permukaan air menatap para pekerja, lalu kembali masuk ke dalam air. Pada tahun 1933 itu, paling tidak ada 50 penampakan yang dilaporkan. Sejak St. Columba, paling tidak ada sekitar 2.000 laporan penampakan makhluk misterius ini yang dilaporkan. Bahkan, ada beberapa orang yang berhasil mendokumentasikan penampakan Nessie. Dalam kurun waktu sejak terciptanya kamera, ada 50 lebih foto yang dihasilkan yang dianggap sebagai penampakan Nessie, namun hanya 6 foto yang lolos uji. Foto lainnya adalah tipuan


“Exit”, Organisasi Bunuh Diri

ataupun salah identifikasi. Hampir mustahil untuk menentukan apakah foto-foto Nessie yang beredar luas adalah asli atau palsu. Pada masa sekarang, seseorang yang merekayasa penampakan biasanya merekayasa foto. Namun pada masa itu ketika komputer belum ada, maka mereka yang merekayasa penampakan akan merekayasa objek yang terfoto. Inilah yang menyulitkan para peneliti dalam penentuan keaslian sebuah foto. Ada banyak usaha, baik Ilmiah ataupun tidak untuk mencari keberadaan Nessie. Tidak terhitung banyaknya ekspedisi yang telah dilakukan. Banyak dari antaranya menghasilkan rekaman dan foto yang dapat kita saksikan sekarang. Ekspedisi-ekspedisi perburuan Nessie masih berlanjut hingga kini. Bagi beberapa orang, monster Lochness hanya ada di dalam imajinasi, salah persepsi, kebohongan dan lainya. Namun bagi para penduduk di sekitar danau, monster lochness adalah sebuah legenda yang nyata. Apapun makhluk Nessie itu, apakah ia ada atau tidak. Apakah ia masih hidup atau tidak, makhluk itu sesungguhnya telah membantu kehidupan warga sekitar Lochness. perekonomian bergerak, sekarang ada banyak hotel dan penginapan disekitar situ, perusahaan penyewaan perahu dan toko-toko suvenir. Kelihatannya legenda monster dari Lochness tidak akan lenyap dalam waktu singkat. Gugiek Savindra

SWISS memiliki sebuah organisasi yang sangat unik. Organisasi tersebut membantu anggotanya bunuh diri dan membela hak mereka menolak perawatan kesehatan. Bahkan, organisasi bernama “Exit” tersebut juga menyediakan sejumlah obat mematikan untuk pasien sulit sembuh total. Kelompok tersebut menyatakan jumlah anggotanya naik menjadi 81.015 orang dari 67.602 pada 2013. Namun, dari jumlah anggota itu, tercatat sekitar 583 orang berhasil meninggal dengan bantuan Exit pada 2014. Tiga penyebab lonjakan organisasi Exit adalah menunjuk kenaikan jumlah orangtua, peningkatan jumlah penderita lupa ingatan dan naiknya hasrat masyarakat menentukan sendiri umurnya. Organisasi itu juga mengatakan bahwa faktor penyebab lain adalah liputan luas dari media massa mengenai tuntutan anggota pada tahun lalu untuk memperluas layanan tidak saja untuk orang tua yang sakit-sakitan, tetapi juga untuk orang-orang yang mengalami masalah psikologis dan juga fisik. Bantuan bunuh diri memang diperbolehkan dalam undang-undang Swiss selama dilakukan oleh pihak yang tidak berkepentingan terhadap kematian. Sebagai akibatnya, organisasi bunuh diri di Swiss seperti Exit dan Dignitas menjadi perhatian masyarakat internasional. Pada 2009, pemimpin orkes terkenal asal Ing-

gris, Sir Edward Downes dan istrinya terbang ke Swiss untuk mengakhiri hidup mereka dengan bantuan. Di Eropa, eutanasia hanya diperbolehkan di Belgia dan Belanda. Belanda pada tahun 2000 melegalkan euthanasia. Tahun 2002 giliran Belgia melegalisir Euthanasia seperti di Belanda. Di Belgia menetapkan kondisi pasien yang ingin mengakhiri hidupnya harus dalam keadaan sadar. Saat penyataan itu dibuat dan menanggulangi permintaan mereka untuk Euthanasia. Sedangkan di Swiss Euthanasia masih ilegal tetapi terdapat tiga organisasi yang mengurus permohonan tersebut dan menyediakan konseling dan obatobatan yang dapat mempercepat kematian. Exit salah satunya Di asia Jepang adalah satusatunya negara yang melegalkan euthanasia yang disahkan melalui keputusan pengadilan tinggi pada kasus Yamaguchi di tahun 1962. Namun setelah itu karena faktor budaya yang kuat, euthanasia tidak pernah terjadi lagi dijepang setelah itu. Parlemen Prancis kini tengah membahas rancangan undangundang yang mengizinkan dokter untuk membuat pasien sakit berada dalam kondisi tidak sadar sampai meninggal. Di balik pro dan kontra yang menyelimuti euthanasia, masih banyak hal yang perlu dipikirkan sebelum melegalkan hal ini. Gugiek Savindra


DAERAH

Kapal Roro Mulai Ditinggalkan

T

ransportasi laut dengan kapal roro, menjadi salah alternatif bagi daerah yang memiliki wilayah kepulauan. Seperti Kabupaten Klungkung, kapal roro awalnya menjadi transportasi andalan guna menghubungkan masyarakat Nusa Penida dengan pulau Bali. Seiring perkembangan zaman, ragam transportasi laut mulai bermunculan. Perkembangan transportasi laut pun menjadi mimpi buruk bagi pengelolaan kapal roro, yang mulai ditinggalkan masyarakat. Pengelolaan kapal roro berada di bawah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Tandatanda kapal roro mulai ditinggalkan sudah nampak dari perkembangan transportasi sampan cepat maupun boat dari pulau Bali ke Nusa Penida. Warga makin menggemari transportasi ini, karena lebih efesien dan cepat sampai, dengan jadwal penyeberangan yang tepat pada pagi hari. Sementara kapal roro jadwalnya siang hari dan hanya satu trip. Sempat ada desakan dua trip, tapi tak bisa terealisasikan hingga saat ini. Lebih parah lagi, kapal roro belakangan makin susah nyandar di Pelabuhan Padangbai, akibat kekroditan yang terjadi karena salah satu dermaganya rusak. Di tengah usaha jasa penyeberangan kapal roro yang berjalan stagnan, kesan kapal roro makin ditinggalkan semakin nyata, ketika penyuplai BBM ke Nusa Penida, memutuskan tak lagi memakai jasa kapal roro. Fakta itu mencuat dalam rapat evaluasi realisasi dan target PAD tahun 2015 oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Daerah Klungkung di Lantai III kantor

22

23 - 29 Maret 2015

Nengah Sukasta

setempat. Kasi Penyusunan Program Dishubkominfo IGN Candra dalam pertemuan itu, menyampaikan berbagai kendala dalam upaya pengejar target PAD tahun ini, dengan estimasi meningkat 20 persen. Salah satunya melalui suplayer yang mengirimkan pasokan BBM ke Kecamatan Nusa Penida dengan nilai kontrak setahun mencapai Rp 1,2 miliar. Namun tahun ini pihak supplier (pemasok) tak mau lagi memanfaatkan kapal roro. Karena pihak supplier lebih tertarik menggunakan transportasi kapal LCT (Landing Craft Tank). Bahkan, pihak supplier sudah berhasil mengantongi izin dari Pemprov Bali. Kadishubkominfo Klungkung Nengah Sukasta, mengaku sangat kecewa dengan keputusan pihak suplayer. Sebab, beban pemerintah daerah

mensubsidi operasional kapal roro tiap tahun makin membengkak. Sukasta akhirnya bersurat ke Dinas Perhubungan hubungan (Dishub) Provinsi Bali. Isi suratnya memohon kepada Dishub Bali, ali, agar pengiriman BBM ke Kecamatan atan Nusa Penida oleh supplier, tetap menggunakan ggunakan kapal roro. Sekaligus mempertimbangkan mbangkan kembali izin yang sudah diterbitkan. itkan. Ia mengingatkan, kapal roro ro adalah kapal bantuan pemerintah provinsi. insi. Jadi, sudah sewajarnya provinsi membantu operasional Kapal Roro akar bisa tetap “hidup”. Setiap bulan, pihak supplier p katanya mengirimkan BBM ke Nusa Penida sebanyak 10 kali. Terlebih, dengan perkembangan Nusaa Penida belakangan, permintaan BBM M sudah semakin meningkat. Kapal LCT yang mengangkut BBM ke Nusaa Penida sudah beroperasi selama dua bulan. Setiap bulan, kapal LCT sandar dar di Dermaga Nusa Penida empat at sampai lima kali. Ia mengaku sudah beberapa kali mendapat keluhan dari kepala UPT Dermaga Nusa Penida, bahwa proses sandar kapal LCT di Dermaga Nusa Penida dapat merusak dermaga setempat. Penyebabnya, ramdor kapal LCT dikatakan lebih besar dari kapal roro. Sehingga, bisa merusak MB (Movable Bridge), yang dibuat ideal untuk kapal roro. “Dermaga Nusa Penida dibuat untuk sandar kapal roro, bukan sandar kapal LCT,” tegasnya. Bagiartaa


Kapal Roro

Tak Pernah Untung Sejak Beroperasi SEJAK dibeli tahun 2006 seharga Rp 18 miliar dan diresmikan penggunaannya pada 28 April 2007 oleh Presiden SBY, kapal roro belum pernah meraup keuntungan. Setiap tahun total anggaran operasional kapal roro sekitar Rp 5 miliar, sementara pendapatan sekitar Rp 3,5 miliar. Berarti masih ada subsidi sekitar Rp 1,5 miliar. Dengan kehilangan pendapatan lagi Rp 1,2 maka total subsidi dipastikan bakal miliar, ma membengkak lagi. Sampai kapan kapal roro membeng “disusui� pemerintah? Pemerintah daerah dinilai gagal mengelola Pemeri kapal roro. roro Sebagai kapal milik pemerintah, harusnya kapal ini bisa mendatangkan keuntungan, bukan disubsidi setiap tahun keuntung merugi. Sorotan itu disampaikan karena m DPRD Klungkung Komang Ayu anggota D Ningrum, pekan lalu. Politisi Golkar Ari Ning berlasan, kapal roro sudah kehilangan ini berlas kepercayaan memberikan pelayanan kepada kepercaya masyarakat. Sejak dibeli dari tahun 2006, masyarak kapal roro selalu disubsidi setiap tahun fakta kapa menyedihkan. Seharusnya, kapal roro sangat me dikelola dengan benar dan profesional, jika dikel sudah bisa menguntungkan bagi pemerintah Minimal, biaya operasionalnya tidak daerah. M disubsidi oleh pemerintah daerah. lagi disub Ningrum meminta Dishubkominfo Ningr berhenti bbertindak konyol dengan mendesak Bali agar izin kapal LCT itu dicabut, Pemprov B sehingga pengiriman BBM atau material menggunakan kapal roro. apapun tetap t Dishubkominfo harus menerima kenyataan Dishubko ini kapal roro telah kalah bahwa saat s bersaing ddengan bentuk alat transportasi lain, yang gagal. Apalagi, akibat pengelolaan p operasional kapal LCT pada dasarnya juga operasi membantu percepatan pembangunan mem segala sega sektor di Kecamatan Nusa Penida. Baik itu pengangkutan BBM, Peni maupun mengangkut material lain mau untuk unt pembangunan Nusa Penida. Lagi Lag pula, Ia juga menilai kapal angkut penumpang tidak elegan jika dicampur pen dengan pengangkutan BBM, karena de dinilai sangat berisiko. di Disinggung kapal LCT itu dikhawatirkan merusak Dermaga d Nusa Penida, dimana ramdor kapal N LCT dikatakan lebih besar dari L kapal roro, sehingga bisa merusak MB (Movable Bridge), yang

dibuat ideal untuk kapal roro, Ningrum justru meragukannya. Sebab, Dermaga Nusa Penida pada dasarnya juga cocok untuk sandar kapal LCT. Jika pengangkutan BBM menggunakan kapal LCT, lantas bagaimana dengan nasib PAD Klungkung dari pos pengangkutan BBM dengan kapal roro sebesar Rp 1,2 miliar per tahun? Menurutnya hal itu menjadi konsekuensi dari Dishubkominfo yang membuat kapal roro agar bisa bersaing dalam melakukan penyeberangan. Jika masyarakat juga tak mau memanfaatkan kapal roro, Dishubkominfo juga harus berbenah, di mana letak kekurangan kapal roro yang harus disempurnakan agar bisa bersaing. “Kalau kapal roro merugi terus, tanggung jawab Dishub di mana,� tegasnya. Dishubkominfo Nengah Sukasta mengatakan sedang berupaya berkomunikasi dengan Pemprov Bali, agar mempertimbangkan pengangkutan BBM ke Nusa Penida oleh suplayer menggunakan kapal LCT. Kadishubkominfo berharap agar kapal roro masih tetap dimanfaatkan agar beban subsidi pemerintah daerah lebih ringan. Apalagi, saat ini pihaknya juga sedang berupaya untuk meningkatkan pendapatan dari operasional kapal roro, untuk menekan jumlah subsidi yang dikeluarkan pemerintah daerah sebesar Rp 1,5 miliar setiap tahunnya. Bagiarta Tentang Kapal Roro Nusa Jaya Abadi Dibeli tahun 2006 seharga Rp 18 miliar Diresmikan penggunaannya pada 28 April 2007 oleh Presiden SBY Panjang 39,50 meter Lebar 11,60 meter Tinggi 3 meter Kecepatan 12 Knot Jumlah ABK 14 orang Kapasitas 6 truk, 8 mobil biasa dan 210 penumpang Mesin Induk 2 x 80 HP Bobot Kapal 629 GT Melayani Penyeberangan 11 mil dari Padangbai menuju Nusa Penida (sumber :Dishubkominfo Klungkung)

23 - 29 Maret 2015

23


K E S E H ATA N

Mual dan Muntah yang Mengkhawatirkan

K

eluhan mual dan muntah bagi sebagian masyarakat seringkali dinyatakan sebagai “petunjuk awal” suatu kehamilan, terlebih dijumpai pada usia kehamilan dini. Padahal sesungguhnya kurang tepat, karena tidak setiap mual dan muntah itu ciri kehamilan, banyak penyakit fisik maupun psikis yang memunculkan gejala ini. Mengenali penyebabnya menjadi hal penting dalam memilah apakah seseorang menderita penyakit tertentu ataukah memang benar sebagai penanda awal kehamilan? Peningkatan kadar hormon β-HCG/ Hormon Chorionic Gonadotropin dalam tubuh wanita hamil sebagai salah satu “aktor” mual dan muntah (emesis) pada sebagian ibu hamil 50-90% (rata-rata 80%). Peningkatan hormon ini bertujuan “menggantikan” sementara peran plasenta yang dalam tahap awal kehamilan fungsinya belum berkembang dengan baik, sampai rata-rata memasuki usia 4 bulan kehamilan (16 minggu). Tujuannya untuk menjaga kehamilan dapat terus berjalan secara normal. Jadi adanya keluhan mual dan muntah selama kehamilan awal hendaknya dipandang sebagai suatu yang wajar, sepanjang ibu hamil masih dapat makan, minum walaupun sedikit asalkan sering, dan istirahat yang cukup, serta tidak mengalami gangguan nutrisi atau dehidrasi akibat mual muntah hebat, ini dikenal sebagai Hyperemesis Gravidarum (HG) atau Pernicious Vomiting of Pregnancy. HG merupakan mual dan muntah lebih 5-10 kali sehari yang mengganggu aktifitas, kulit kering, mata cekung/cowong, elastisitas kulit berkurang/turgor buruk, dapat terjadi dehidrasi, gangguan fungsi hati/ginjal bahkan kesadaran yang diakibatkan oleh kekurangan elektrolit/ mineral tubuh. Menurut The International

24

23 - 29 Maret 2015

Statistical Classification of Disease and Related Health Problems, Tenth Revision, mendefinisikan HG sebagai kondisi muntah yang menetap sebelum usia kehamilan 22 minggu, dibedakan atas kondisi ringan dan berat, beratnya dihubungkan dengan gangguan metabolik, seperti : kekurangan karbohidrat, gangguan elektrolit, atau dehidrasi. HG dicirikan dengan mual dan muntah yang berlangsung lama dengan dehidrasi, ketonuria, dan kehilangan berat badan 5%. Menurut The Hyperemesis Education and Research Foundation, di Amerika Serikat HG menyita biaya paling sedikit 200 juta setahun. Wanita 35% kehilangan waktunya bekerja selama muntah, dan faktanya biaya ekonomi menjadi sangat tinggi. Mual dan muntah menjadi mengkhawatirkan bila dijumpai tanda-tanda dehidrasi akibat kekurangan cairan atau nutrisi berupa gangguan makan, minum terus menerus tanpa ada yang dapat dikonsumsinya. Dampaknya tidak hanya terjadi pada ibu hamil juga janin yang dikandungnya, hal ini dimungkinkan karena sirkulasi darah ibu terkait dengan aliran darah ke janin. Jika kebutuhan untuk ibu saja masih kurang apalagi bagi janin yang dikandungnya. Walaupun mual dan muntah terjadi pada wanita hamil di trimester pertama, ibu hamil yang mengalami kesulitan makan karena muntah-muntah, sebaiknya tidak mengurangi porsi dan kualitas makanan. Memang saat demikian sangat mungkin akan ada makanan yang terbuang, namun pilihannya tetap menjaga asupan makan agar paling tidak ada zat gizi yang masih bisa diserap tubuh, dan tidak terlalu banyak terbuang, sebaiknya jangan langsung makan dalam jumlah banyak, makanlah sedikit-sedikit tapi sering. Pola makan yang kurang tepat perlu diperbaiki sejak awal kehamilan.

Strategi yang dianjurkan dalam mengatasi keluhan mual dan muntah terutama pada kehamilan muda antara lain : setiap hari menjelang bangun pagi sebelum ibu hamil beranjak dari tempat tidur, sebelum beraktifitas atau turun dari tempat tidur bahkan untuk MCK (mandi, cuci, kakus) terlebih dahulu mengkonsumsi biskuit/ roti kering 2 potong ditambah secangkir teh manis. Manfaatnya adalah mengurangi keluhan mual bahkan muntah yang sering meningkat dan dialami pagi hari (morning sickness), akibat perubahan sistem hormonal tubuh. Menghilangkan penyebab psikis adalah suatu hal yang penting karena 70% keluhan fisik akibat faktor psikis (psikosomatik), juga pada ibu hamil terutama pada awal kehamilan dan pertama kali dialami, dimana dominan pada sebagian ibu hamil masih mencemaskan kehamilan bahkan proses persalinannya akibat dari pengetahuan ibu yang minim. Kehamilan ilan dan persalinan tentu merupakan peristiwa iwa alamiah yang seharusnya dipandang sebagai peristiwa membahagiakan bahkan kan membanggakan bukan suatu hal yang ang mencemaskan apalagi menakutkan. an. Mengenali penyebab keluhan adalah yang ang melatarbelakangi pengambilan keputusan san terapi, mengetahui penyebab menjadi hal penting untuk tatalaksana yang lebih baik. aik. Faktor-faktor risiko mual dan muntah hebat pada kehamilan di antaranya : hamil mil pertama kali, kegemukan, gangguan metabolik, gangguan tropoblast, psikologis, gis, gangguan makan seperti : anorexia nerr vosa atau bulimia, riwayat mual muntah ntah sebelum kehamilan, riwayat berpindah dah tempat/migrasi, kehamilan kembar, berat badan sebelum hamil rendah, ganti anti pasangan, hamil anggur, usia ibu hamil mil lebih dari 30 tahun, penyakit pada ibu, bu, seperti : hipertiroid, diabetes, gangguan an kejiwaan, pencernaan, asma, dll.


Penyebab Tak Diketahui Pasti PENYEBAB mual dan muntah pada kehamilan tidak diketahui pasti, walaupun beberapa faktor seperti biologi, ďŹ siologi, dan psikologi, sosial budaya turut berkontribusi. Hormon β-HCG sebagai faktor yang paling berpengaruh pada kejadian HG, seperti : kehamilan mola, kembar, atau kasus keganasan lain yang diakibatkan oleh adanya peningkatan produksi. Faktanya, insiden HG paling tinggi ketika produksi β-HCG mencapai puncaknya selama kehamilan, mulai sekitar 9 minggu kehamilan. Namun ada beberapa kasus tidak terdapat bukti yang mendukung hipotesa bahkan ibu hamil tidak mengalami mual dan muntah walaupun terjadi peningkatan kadar β-HCG. Beberapa hormon juga dapat mengakibatkan mual dan/atau muntah, seperti estrogen, progesteron, adrenokortikotropin (ACTH), kortisol, hormon pertumbuhan dan prolaktin. Penyakit-penyakit yang dihubungkan dengan mual dan muntah selama kehamilan, seperti penyakit saluran cerna, metabolik, saraf. Kehamilan yang dihubungkan dengan berbagai penyakit sepertiperlemakan hati, kehamilan kembar, penyakit saluran perkemihan, dan penyebab-penyebab lainnya, pemberian zat besi, keracunan obat/makanan, dll. Puncak beratnya HG terjadi sekitar usia 12 minggu kehamilan, dan paling banyak menghilang di usia 20 minggu, sedangkan 10% akan berlanjut selama kehamilan. Dukungan emosional jika diperlukan dapat dirujuk ke psikolog atau dokter. Pemberian obat-obatan berdampak positif pada kasus mual muntah. Penanganan awal kasus ini dianjurkan pengaturan diet dan gaya hidup sering dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup, seperti pengaturan asupan cairan dalam jumlah sedikit dibandingkan dengan makanan harian, makan sedikitsedikit tetapi sering/ngemil. Konsumsi makanan yang kaya karbohidrat, rendah lemak, asam, snack, kacang-kacangan, biskuit direkomendasikan, ditambah minuman pengganti elektrolit dan suplemen nutrisi oral untuk menangani keseimbangan keseimba elektrolit dan masukan kalori yang adekuat. Gaya hidup menghindari menghi stres, dan istirahat saat mual. Terapi non obat, seperti menghindari menghi pencetus, akupunktur, akupresur, akup hipnoterapi, dll, sedangkan terapi t obat antara lain, ibu hamil dapat pula mengkonsumsi obat mual dan muntah tertentu yang relatif r aman bagi kehamilan. Ber Berbagai macam obat mual mu muntah yang beredar bereda dipasaran, seperti se golongan vitamin B6, antihistamin/H1 histam antagonis: antag

(ďŹ rst-line: diphenhidramin, dimenhidrinat, second-line antagonis dopamin: klorpromazin, metoklopramid, domperidon, bahkan sampai pada kasus emesis berat menggunakan antagonis serotonin 5-hidroksitriptamin/ondansetron (serotonin terlibat pada kemoterapi yang dapat menginduksi mual dan muntah), dan/atau complementary medicine; jahe/ginger. Pada kasus dehidrasi memerlukan terapi cairan/infus, nutrisi enteral. Konsumsi obat ada baiknya hanya atas indikasi, pilihan obat mual dan muntah akan disesuaikan dengan keadaan atau indikasi berdasarkan pada risiko lebih rendah dan manfaat lebih tinggi dengan mempertimbangkan segala kepentingan bagi ibu dan janinnya. Muntah hebat tentu memerlukan rawat inap di rumah sakit, terjadi pada 0,3-20% dari seluruh kehamilan. Konsultasikan keluhan mual dan muntah selama kehamilan agar tidak mengkhawatirkan, karena dampak yang ditimbulkan tanpa penanganan adekuat adalah fatal, hubungi petugas kesehatan terdekat, dan layanan pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Mencegah penyakit jauh lebih baik daripada mengobati, namun bila telah mengalami sakit, mengobati adalah pilihan tepat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG, M.M., C.Ht Dosen Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan RSU Premagana

23 - 29 Maret 2015

25


LENSA

TANAM PADI Seorang petani nampak mempersiapkan lahannya sebelum melakukan penanaman padi. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil padi yang sesuai dengan harapan.


MBP/Windi Eka Setiawan


OLAHRAGA

M

antan petinggi tim Formula 1 McLaren McLaren, Martin Whitmarsh masih mencintai kecepatan kendati tak lagi berkecimpung di dunia balap jet darat itu. Mimpinya yang membuat Inggris berjaya kembali di lautan diwujudkan dengan bergabung tim Ben Ainslie Racing (BAR) and Red Bull. BAR merupakan salah satu peserta tim lomba kapal layar di kejuaraan America’s Cup. Tim ini dipimpin oleh atlet Inggris yang empat kali meraih medali emas Olimpiade. BAR mempunyai target menjadi tim pertama yang mampu mengembalikan trofi ke Inggris seperti yang terjadi 160 tahun lalu. Whitmarsh yang berusia 56 tahun, memperkuat jajaran tim balap McLaren selama 25 tahun dengan menduduki jabatan ketua ekskutif dan team principal. Ia akan menggunakan pengalamannya itu di tim barunya. Di BAR, ia menduduki jabatan ketua eksekutif tim yang akan mengikuti gelaran ke-35 America’s Cup. “Luar biasa bisa menyalurkan energi dan pengalamanku ke dunia yang memerlukan tantangan teknis dan sportivitas,” ucap pria Inggris itu kepada Associated Press. Dia kembali bekerja sama dengan Adrian Newey yang kini memimpin Red Bull Advanced Technologies, team partner dari BAR. Whitemarsh pernah satu tim dengan Newey di McLaren selama 10 tahun untuk mengembangkan mobil Formula 1. Yudi Winanto

MBP/Ben-Ainslie-Racing.com

Tim kapal layar Ben Ainslie Racing (BAR).

Denda untuk Komentar Kasar Penyerang West Ham Carlton Cole (kiri) menendang bola dengan rivalnya dari Tottenham Hotspur Jan Vertonghen pada pertandingan kompetisi Liga Inggris.

282233 - 2299 Maret 2015 28

UNTUK kesekian kalinya Asosiasi A menjatuhkan Sepak bola Inggris (FA) menja hukuman denda pada pemain yang yan mengeluarkan komentar di Twitter Twitte yang bernada menyerang, menghinaan meng rasis. Kali in ini hukua t a u man dijatuhkan dija pada penyerang pen klub West We Ham Carlton Cole. C Pemain bertubuh b jangkung itu jangku didenda d 20 2 ribu pound ribu ( 3 0 e n a dolar AS) karofensif pernyataannya yang o itu. Dia di media jejaring sosial D juga mendapat peringatan keras atas komentarnya kome terhadap pernyataan pendukung Tottenham setelah

West Ham menhan imbang klub itu 2-2 di kompetisi Liga Inggris. Cole menjawab pesan pendukung Spurs itu dengan kalimat, “Saat rekan setim anda tidak menendang bola ketika anda terkapar karena cedera selama dua menit, apakah kamu pikir itu saatnya untuk berhenti bermain?” Komentar semacam itu menurut FA tidak pantas dilontarkan oleh pemain sekaliber Cole. Bahkan kepada FA, Cole mengakui komentarnya di Twitter itu kasar, menghina, tidak pantas atau membuat pertandingan menjadi lebih buruk. Untuk musim ini saja, FA telah menjatuhkan serangkaian hukuman termasuk larangan mengeluarkan komentar di jejaring sosial media kepada sejumlah pemain. Mereka yang terkena hukuman itu yakni bek Queens Park Rangers Rio Ferdinand, penyerang Liverpool Mario Balotelli dan bek Stoke Robert Huth yang dipinjamkan ke Leicester. Yudi Winanto


Perginya sang Petarung

di babak perempatfinal di kelas welter. Kekalahan itu amat memukul dia yang berjanji mempersembahkan emas untuk Prancis. Atlet berusia 28 tahun sempat depresi namun berhasil bangkit dan berlatih keras mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Rio. “Target utamanya adalah menjadi juara Olimpiade dan dia telah siap menghadapi Rio 2016,” jelas rekan setimnas Brahim Asloum, satu-satunya pentinju Prancis yang berhasil mengawinkan gelar kejuaraan dunia dan Olimpiade. Sementara Florence Arthaud dikenal sebagai atlet layar yang berani dan kalau bicara blak-blakan. Pikirannya yang terbuka dan bebas serta hasratnya pada dunia petualangan, membuat dia sebagai salah satu sosok yang disegani di dunia yang didominasi kelompok laki-laki itu. Perempuan yang mengidolakan Eric Tabarly, itu memiliki sederet penghargaan termasuk layar solo trans Atantik Route du Rhum. Ia nyaris tewas saat terjatuh darai kapalnya di lepas pantai Korsika. Ia diselamatkan oleh ponsel anti airnya yang berhasil mengirimkan pesan darurat. “Itulah hari terbaik itu, dan itu benarbenar keajaiban,” katanya kepada AFP. saat diangkat ke helikopter penyelamat dalam kondisi terkena hipotermia.

SELURUH pemain Paris Saint Olimpiade Rio 2016. Padahal sosok Germain tampil dengan pita hitam di perenang kelahiran Nice itu pemalu itu lengan saat menghadapi Chelsea pada dan sedikit minder. Akibatnya ia kesulitan menghadapi pertandingan Liga Champions di stadion Stamford Bridge, London. Sementara publikasi berlebihan dari media. Ia tekarangan bunga terus mengalir di French lah merasakan hal itu sebelumnya saat National Institute For Sports di Paris mengalahkan salah satu atlet hebat dan saat digelar upacara perkabungan atas bintang renang Prancis Laure Manaudou tewasnya olahragawan Prancis Florence saat berusia 15 tahun. “Saya tidak siap menghadapi itu seArthaud, Alexis Vastine dan Camille mua,” kata Muffat yang lebih muda tiga Muffat di Argentina. Kompetisi Liga Prancis di berbagai tahun dari lawannya itu kepada media strata dimulai dengan hening cipta 1 me- sebelum berangkat ke Olimpiade Lonnit untuk mengenang ketiga olahragawan don. Maka setelah memutuskan pensiun, yang telah mengharumkan Prancis di Muffat ingin menghabiskan waktu berkancah internasional. Di Nice, warga sama pacarnya, seorang pemain golf. Lebih tragis lagi yang dialami keluarga sepakat untuk menamai sebuah kolam renang dengan nama Camille Muffat. Di Vastine. Belum genap setengah tahun ketempat ini perenang itu berlatih sebelum luarga itu berduka. Adik Alexis Vastine, meraih medali emas nomor 400m gaya Celie, tewas dalam kecelakaan lalu lintas bebas dan perak 200m gaya bebas Olim- Januari lalu dalam usia 21 tahun. Alexis merebut medali perunggu piade London 2012. Potret Muffat yang pensiun dari kompetisi renang pada Juli di kelas welter ringan di Olimpiade 2014, juga tergantung di seluruh kolam Beijing. j g Empat p tahun kemudian di London, dia tersingkir renang di Kota Riviera. Lima kru televisi Prancis, dua pilot Argentina juga tewas dalam tabrakan di udara yang melibatkan dua helikopter dalam pengambilan gambar acara reality show w “Dropped” itu. Selain Muffat, helii tersebut juga mengangkut atlet layar ar Arthaud dan petinju Vastine. Yudi TF1, saluran televisi Prancis is Winanto yang menyiarkan acara tersebut, ut, menghentikan program tersebut. ut. ‘Dropped” merupakan acara sururvival dimana pesertanya ditempatatkan di lokasi yang tak diketahui dan diberi waktu 72 jam untuk menuju uju lokasi tertentu. Sayangnya, acaraa ini berujung fatal yang memicu keperpergian ketiga petarung itu. Muffat masih berusia 25 tahun namun namanya telah cukup dikenal karena keberhasilannya mengoleksi tiga medali di Olimpiade London. Keputusannya untuk pensiun di usia yang masih 24 tahun, mengejutkan publik. Ia beralasan kelelahan menghadapi pola latihan yang ekstrem. Atlet bertubuh jangkung MBP/ap dan rambut pirang itu dipredikPelayat meletakan karangan bunga di depan foto tiga olahragawan Prancis Florence Arthaud (kiri), si akan menjadi bintang di Alexis Vastine (tengah) dan Camille Muffat (kanan) di French National Institute For Sports, di Paris. 23 - 29 Maret 2015

29


OLAHRAGA

I Made Dharma

Terapkan Ilmu Polisi di PS Badung PARA pemain Persatuan Sepak Bola (PS) Badung mendapat tambahan turun pada komkkekuatan ekuaatann menjelang me petisi D Divisi iv vis Utama Liga Indonesia yang rencana diputar ya angg menurut me April Modal ekstra Aprril mendatang. m itu oleh sang manajer ittu disisipkan disiisi tim Made Dharma, mantan m I M polisi tamatan SPN Singaraja po o lisi ta pada pa adaa 1982. 1998 Seabrek Seeabbre pengalamannya sebagai baagaai intel int di kepolisian bakal diterapkan dit teraapk kan pada kesebelasan yang dilatih Ambara, Nyoman dila atihh Nyoman Ny Sujata, Suja ataa, dan dan Putu Mahardika itu. Pasalnya, menilai sepak bola P asaln nyaa, Dharma Dh mirip tugas intelegensia, mi iripp dengan den yakni yaaknni harus bersatu padu saat diserang dan menyerang diss e lawan. laaw ‘’Kalau PS Badung diserang, otomatis perdi tahankan harus kokoh ta guna menghalau serang gan g lawan. Sebaliknya, jika Tim Keris memj borbardir benteng pertahanan lawan, striker atau bomber dituntut melakukan tembakan jitu ke gawang sehingga tercipta gol. Tendangan tidak boleh salah sasaran, sebab energi yang dikeluarkan bakal sia-sia belaka,’’ jelas pria yang akrab disapa Kadek Dharma ini. Suami Ni Made Suwiryani ini sebelumnya memiliki pengalaman menjabat ketua harian dan manajer tim Persekaba Badung dua kali. ‘’Dulu saya manajer Persekaba saat berlaga di kompetisi divisi I. Sangat berbeda d dibandingkan menjadi d manajer PS Badung sekam rang raang ini,’’ ungkapnya. Ya, Ya, tim divisi I dianggap amatir am matiir dan masih bisa mendapat kucuran dana dari APBD ku uc

30

23 - 29 Maret 2015

Badung. Sementara divisi utama digolongkan ajang semiprofesional. Dengan demikian, PS Badung yang berkiprah di divisi utama dilarang menggunakan APBD. Kondisi ini memaksa pengurus PS Badung minta bantuan para pengusaha di kabupaten ini untuk membentuk PT guna mendanai Tim Keris. Ini dilakukan karena peraturan PSSI sangat ketat. Usai kompetisi tidak boleh ada lagi tunggakan gaji pemain dan pelatih. Tim kontestan kompetisi tahun depan harus bebas utang. Kadek Dharma lahir di Jimbaran, Badung, 29 September 1960. Berkarier di Polri selama 16 tahun, ia berpangkat tertinggi serma saat berdinas terakhir di Intel Polda Bali pada 1998. Purna bakti lebih awal dari jajaran kepolisian, Dharma selanjutnya menjabat Direktur Security di Hotel Four Seasons, lalu menjadi Supervisor Detection di Hotel Intercontinental. Sementara di bidang politik lewat jalur PNBK Indonesia, ia dua periode menjadi anggota DPRD Badung. Di cabang sepak bola, selain pernah menjadi manajer dan ketua harian Persekaba, Kadek Dharma adalah ketua umum klub Putra Perkanhti Jimbaran dipegangnya sampai sekarang. Jabatan terbarunya adalah manajer tim PS Badung. ‘’Hati saya memang di bola,’’ sebutnya. Kadek Dharma yang gila bola dan kini tidak lagi duduk di kursi legislatif, tetap bertekad kembali ke gedung wakil rakyat. Hanya, dirinya belum menentukan masuk partai mana. Yang jelas ia tidak suka politik uang. Dirinya bersedia memberikan bansos, asalkan semampu dan semaunya. ‘’Bukan memberikan duit kepada perseorangan,’’ kilahnya. Pensiun dini dari kepolisian, Dharma bertani dan beternak di kawasan Petang, Badung. Hasil pertanian dan ternaknya disuplai ke hotel-hotel. Ia menjadi pemasok aneka barang ke hotel. Selain itu, Kadek Dharma berbisnis bahan bangunan, properti, dan lapangan futsal mengibarkan bendera Surya Dharma. Daniel Fajry


Kadek Diana Putra

Impikan SEA Games ATLET tembak muda I Kadek Diana ana Putra m mengikuti engikuti ng ini untuk menjaring seleksi nasional (seleknas) di Jakarta. Ajang petembak terbaik di Indonesia guna menghadapi nghadapi SEA Games XXVIII/2015 di Singapura, Juni mendatang. ang. Ini adalah seleksi kedua buat Kadek Diana. Padaa seleknas per perrtama lalu, petembak Kota Denpasar dann Bali ini sebetulnya sebetulnya lolos, lollos, namun tetap gagal membela tim nasional Indonesia ppada Games ada SEA Gam mes 2013 di Myanmar. Ini karena Pengurus Besar Persatuan Menembak esar Persatu uan Menemba ak dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) kekurangan ekurangan dana dana sehingga harus menciutkan jumlah atlet di pelatnas elatnas dan yang yang dikirim ke SEA Games. ‘’Semua atlet sudah siap 100 persen berlaga erlaga di SEA Games, namun tiba-tiba dicoret begitu tu saja karena alasan dana. Semoga pelatnas kali li ini sungguh-sungguh, sebab atlet telah banyak yak berkorban. Selama mengikuti pelatnas, kegegiatan kerja dan kuliah saya harus terhenti. ti. Buat apa meluangkan waktu hanya untuk uk gagal lagi,” ungkapnya di Denpasar pekann lalu. Kadek Diana berkeinginan kuat bisa bergabung ke pelatnas dan bisa menembus timnas tembak Indonesia di SEA Games. Sebab, kesempatan seperti ini belum tentu didapatnya kembali. “Semoga saya bisa masuk timnas. s. Merupakan harapan dan cita-cita setiap atlet bisa membela negara di ajang internasional,’’ al,’’ terangnya. Mimpi Kadek Diana bertanding di arena ena olahraga tingkat Asia Tenggara cukup terbuka. uka. Ia membukukan skor 580 hingga pada terakhir khir seleknas, Selasa (10/3) lalu. Itu merupakan kan nilai tertinggi yang dikumpulkan peserta selekleknas. Selama ini belum ada petembak Indonesia nesia yang bisa mencapai nilai sebesar itu. Pelatih Perbakin Denpasar Made Sugiantara antara berharap Kadek Diana dapat membela Indonesia donesia pada SEA Games 2015. Dengan demikian,, ada petembak Pulau Dewata yang membela Merah rah Putih dalam kejuaraan tingkat Asia Tenggara. Akan tetapi nilai tinggi yang dikumpulkan lkan Kadek k Diana belum bisa menjamin dirinya lolos os seleknas. seleknass. Pasalnya, dia harus melalui tahap selanjutnya, utnya, yakni yakn ni meraih hasil maksimal pada Kejuaraann Menembak Menembaak Antarklub di Jakarta, April nanti. Hasil yang diraih di kejuaraan ini akan menentukan lolos tidaknya daknya dia ke ke SEA Games. Eka ka Parananda Paranan nda 23 - 29 Maret 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

LPMP - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali MBP/ist

terus berupaya menggalang dukungan dan kesadaran

ITB BERLIN - (Kiri ke kanan) Viaggidea Italy Rocco Talia,

masyarakat Bali untuk mencegah peredaran gelap narkoba.

TUI Jerman Jesko Krengel, BPPD Badung Herdy Sayogha,

Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali yang akan membangun

Kali ini dukungan datang dari Lembaga Penjamin Mutu satuan kerja (satker) untuk pendidikan antinarkoba Provinsi BPPD Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Kepala Dinas Pariwisata Badung Cok Raka Darmawan, Singapore Airlines Jerman RafďŹ , FTI Swiss Ulrike

Bali. Hal itu terungkap saat BNNP Bali menggelar acara Advokasi bagi Instansi Pemerintah dalam Penyusunan Kebijakan P4GN di kantor LPMP, Denpasar, Senin (2/3). Tahun ini, LPMP berharap guru, kasek, dan pengawas untuk pengembangkan kurikulum uji kompetensi, sertiďŹ kasi, dan

Messiner dan Wettstein Swiss Cristoph Infanger.

semua itu bahan suplemennya antinarkoba.

MBP/Eka MBP/ist

SEREMPAK - Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) area Surabaya, Makassar dan Bali Nusa secara serempak menggelar aksi donor darah yang diselenggarakan di Kantor Pusat Pemasaran di masing-masing. Kegiatan donor darah ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata dari keluarga besar CCAI bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan donor berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan mendapat respons positif dari ratusan karyawan CCAI yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Donor darah merupakan proses sirkulasi yang mudah, praktis namun sangat besar manfaatnya baik bagi kesehatan si pendonor maupun bagi penerima donor.

32

23 - 29 Maret 2015

AUDIENSI AQUA - Sejumlah program Pemkot Denpasar ternyata sejalan dengan komitmen dan program Aqua khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu terungkap saat audiensi Aqua dengan jajaran Pemkot Denpasar, Senin (9/3). Stakeholder Relation Aqua Mambal Ngurah Warassutha didampingi Government Relation Advisor PT Tirta Investama Hendro Baruno menjelaskan, pihaknya kembali melakukan audiensi dengan jajaran pemerintah daerah terkait program-program sosial yang telah dan akan dilaksanakan Aqua. Audiensi juga dimaksudkan mempererat jalinan silaturahmi selama ini. Pada audiensi di Pemkot Denpasar, pihaknya diterima oleh Kabag Ekonomi Setda Kota Denpasar Made Sariawan dan Dirut PDAM Kota Denpasar Putu Gede Mahaputra.


MBP/ist

FESTIVAL - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengagumi dan mengapresiasi kreativitas warga Desa Dauh Peken, Tabanan. Kreativitas ini dituangkan dalam Festival Dauh Peken. Menteri Yohana menyaksikan berbagai lomba yang digelar warga Desa Dauh Peken, Minggu (1/3). Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni, Nyonya Wirna Ariwangsa serta SKPD terkait. Menurut Menteri Yohana, festival seperti ini hendaknya bisa dilakukan juga di desa lainnya, karena selain meningkatkan rasa kebersamaan kegiatan seperti ini juga bisa mengasah kreativitas anak-anak dalam mempertahankan adat dan budaya.

MBP/ist

DUKUNG PILKADA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sangat komit mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Badung tahun 2015 yang dijadwalkan bulan Desember mendatang. Komitmen tersebut dibuktikan dengan memberikan suntikan dana Rp 5,2 miliar lebih bagi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Badung. Meskipun, Panwaslu Badung belum ditetapkan karena menunggu pengesahan UU No. 1 Tahun 2015 tentang Pilkada. Hal tersebut terungkap saat Bupati Badung A.A. Gde Agung menerima audiensi Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali di Puspem Badung, Selasa (10/3). Ikut mendampingi Bupati yakni Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kesbangpol Linmas, Kadisduk Capil, Kasatpol PP, Kabag Keuangan, Kabag Aset, Kabag Administrasi Pemerintahan Umum, Kabag Humas dan Protokol dan Sekretaris Bappeda Litbang.

MBP/ist

ENDEK - Tiga orang desainer Gianyar yakni Bintang Mira, Tjok Abi, dan Tude Togog, unjuk kebolehan di ajang pergelaran yang bertajuk “Gianyar Cultural Wonder Design and Fashion� yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 26 Februari – 1 Maret 2015. Trio desainer Gianyar ini ikut meramaikan event tahunan Indonesia Fashion Week 2015 dengan menampilkan 60 rancangan pada hari terakhir Indonesia Fashion Week 2015, Minggu (1/3). Selain mendapat apresiasi yang tinggi dari penggemar fashion di Jakarta, pementasan tersebut mendapat support langsung dari Bupati Gianyar, A.A. Gde Agung Bharata, Ketua DPRD Gianyar, Tagel Winarta, Ketua TPPKK Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika dan Kabupaten Gianyar, Ny. Adnyani Mahayastra serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar.

MBP/ist

FASKES - Fasilitas Kesehatan (Faskes) Primer BPJS Rumah Sakit BaliMed Denpasar resmi di-launching, Senin (9/3). Meski demikian, Faskes Primer yang beralamat di Jalan Mahendradatta No.59x (sebelah selatan RS BaliMed) ini telah mulai menerima pasien peserta BPJS dan umum sejak 2 Maret lalu. Launching Faskes Primer dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT BDM Dr. Kompiang Gautama, Sp.A. didampingi Direktur RS BaliMed Denpasar Dr. Wayan Yupiterika Satrigraha, M.S. Penanggung Jawab Faskes Primer BPJS BaliMed dr. I Made Pradnyana Adi Wiguna mengatakan, sedikitnya ada 14 dokter yang di-rolling dari RS BaliMed untuk memberikan pelayanan pada pasien.

23 - 29 Maret 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

STUDI BANDING - Sebanyak 51 mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati (FE Unmas) Denpasar akan melakukan studi banding 11-15 Maret ke kampus BSRU Thailand. Tim FE Unmas langsung dipimpin Dekan FE Unmas Drs. I Wayan Sujana, M.M. didampingi Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. Rombongan FE Unmas yang mengajak mahasiswa calon wirausaha muda mandiri ini akan mengunjungi fasilitas kampus BSRU, seminar internasional dan melihat keunggulan industri mikro setempat. Selama di Thailand mereka dibimbing Asisten Profesor Linda Gemma. Dekan FE Unmas Wayan Sujana didampingi Ketua Program Iptek Bagi Kewirausahaan (IBK) dan Cooperative Education Drs. I Ketut Setia Sapta, S.E., M.Si., Senin (9/3) mengungkapkan studi banding ke BSRU sudah dipayungi kerja sama Unmas dengan BSRU di mana kedua kampus saling mengirim pertukaran mahasiswa belajar bahasa dan budaya.

MBP/ist

GCG - Penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi komitmen penting Grup Hardys Holdings dalam memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjadi salah satu poin hasil Rapat Dewan Komisaris yang dihadiri Direksi pada Jumat (27/2) lalu di Matsuri Japanese Resto, BTDC Nusa Dua. I Made Abdi Negara, S.Sos., Director Of Corporate Secretary & Compliance, menjelaskan seusai rapat bahwa poin penerapan Good Corporate Governance (GCG) menjadi salah satu keputusan penting yang dikeluarkan Dewan Komisaris. Nampak dalam foto Komisaris Utama dan jajaran direksi berfoto bersama seusai Rapat Dewan Komisaris yang dihadiri Direksi di Matsuri Japanese Garden Resto, Nusa Dua.

MBP/ist MBP/ist

GP PTT- Kepercayaan pemerintah pusat terhadap Kabupaten Tabanan terus mengalir. Buktinya, untuk kedua kalinya Tabanan didapuk sebagai wilayah pertama pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP PTT) yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan) sejak 2014 lalu. Khususnya dalam penanaman komoditas kacang kedelai. Pelaksanaan GP PTT 2015 ini dilaksanakan di Subak Gadon III, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Selasa (10/3). Menariknya, kegiatan pencanangan ini melibatkan unsur TNI yang dalam beberapa bulan terakhir getol melaksanakan programnya yang bertujuan membantu para petani. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali Ida Bagus Wisnu Ardhana dan Staf Ahli Kementerian Pertanian Bidang Inovasi Teknologi Dr. Ir. Matsyukur.

34

23 - 29 Maret 2015

TINGKATKAN KINERJA - Sebagai pusat unggulan seni budaya, ISI Denpasar terus meningkatkan kinerja agar mampu melahirkan sarjana seni berkualitas dan berdaya saing. Hal tersebut dapat diukur dengan tiga kompetensi utama yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Hal tersebut terungkap saat Wisuda Sarjana Seni ke-14 dan Pengenalan Guru Besar Prof. Dr. Drs. I Made Gede Arimbawa, M.Sn. Senin (2/3) di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar. Rektor ISI Denpasar Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum. mengatakan kompetensi sikap menjadi yang terdepan, karena tanpa sikap yang baik, orang pintar belum tentu menggunakan keterampilannya untuk hal yang baik. Untuk itu menjadi tugas lembaga ISI Denpasar agar memunculkan sikap positif anak didik serta menghilangkan sikap negatif. Sementera kompetensi pengetahuan dan keterampilan merupakan hukum yang wajib bagi mahasiswa ISI Denpasar.


MBP/ist

ADVOKASI - Untuk menyelamatkan generasi penerus dari bahaya narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggelar kegiatan advokasi bagi guru SMP swasta se-Denpasar, Senin (9/3). Dari kegiatan yang dilaksanakan di kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja, Denpasar tersebut, diharapkan guru dan pembina Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) berperan aktif dalam rangka menyosialisasikan serta memotivasi anak didiknya menjauhi narkoba. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Gusti Ketut Budiartha mengungkapkan dengan dilaksanakan kegiatan advokasi ini, para guru lebih paham sejak dini tandatanda pecandu narkoba dan cara mengatasinya. Terutama dalam rangka menyelamatkan generasi muda, khususnya pelajar dari gempuran peredaran narkoba tersebut.

MBP/ist

HKG - Kota Denpasar menjadi tuan rumah peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-43 Provinsi Bali. Dalam peringatan puncak HKG tersebut, Selasa (10/3), Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba tingkat Kota Denpasar di halaman parkir Taman Kota Lumintang. Tim Penggerak PKK Kota Denpasar pada peringatan tersebut telah menampilkan berbagai potensi binaan yang telah dilakukan desa/lurah se-Kota Denpasar. Potensi yang ditampilkan meliputi Sepuluh Program Pokok PKK. Di antaranya, kerajinan usaha peningkatan pendapatan keluara (UP2K), posyandu, toga, sampai pada pengolahan barang bekas, sehingga memiliki nilai ekonomi. Nampak dalam foto Wali Kota menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba tingkat Kota Denpasar pada peringatan puncak HKG ke-43 Provinsi Bali.

MBP/ist

TEPAT WAKTU - PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., memastikan proyek Tamansari Jivva di Bali akan selesai pembangunannya tepat waktu. Tamansari Jivva merupakan proyek kondotel dan villatel hasil kerja sama Wika Realty dengan Dwa Investama (DW2) Property, dengan nilai investasi sekitar Rp 350 miliar. Saat ini proyek Tamansari Jivva sudah memasuki tahapan topping off (penutupan atap). Setelah tahapan pekerjaan struktur selesai, pembangunan Tamansari Jivva akan memasuki tahapan ďŹ nishing. Manager Realty Tamansari Jivva Yudhian Hartawan mengatakan, sejak dilaunching pada September 2013, Tamansari Jivva direspons sangat baik oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan hasil penjualan yang saat ini sudah mencapai 60%.

MBP/ist

KESEHATAN - Usai menjalankan pertemuan dengan sejumlah komponen dunia kesehatan di Bali melalui kegiatan reses dan rapat dengar pendapat (RDP), baik dengan Dinas Kesehatan, pimpinan rumah sakit negeri dan swasta, asosiasi dokter, bidan dan perawat se-Bali serta sekolah kesehatan di Bali, Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III memenuhi janjinya untuk membawa aspirasi masyarakat Bali ke Menteri Kesehatan RI. Dalam rapat kerja (raker) Komite III DPD-RI Bidang Kesehatan, Ibu dan Anak, Senator Dr. Wedakarna menyampaikan sejumlah usulan dari rakyat Bali dan berharap agar pemerintahan Presiden Jokowi dapat menuntaskan sejumlah masalah kesehatan yang dihadapi Indonesia.

23 - 29 Maret 2015

35


LINGKUNGAN

Eksploitasi Pasir Laut

A

da pemandangan aneh terlihat di sejumlah pantai di Jembrana. Tampak gundukan pasir laut yang siap diambil untuk digunakan untuk kepentingan pembangunan. Aksi pengambilan pasir laut di pesisir pantai Jembrana nampaknya terus merajalela. Tidak ada gerakan untuk mencegah tindakan yang berdampak pada perusakan lingkungan itu. Bahkan di beberapa tempat terkesan dibiarkan. Sejumlah pihak terkait memilih lepas tangan dengan dalih tidak ada aturan yang mengatur. Seperti yang terjadi di Pantai Pekutatan, Jembrana. Aksi pengerukan pasir laut untuk komersial sudah berlangsung bertahuntahun. Padahal sejatinya, tindakan itu sangat bertentangan dengan visi menjadikan desa tersebut desa wisata. Selain berdampak pada lingkungan, juga mempengaruhi iklim wisata di desa tersebut. Surat Keputusan Bersama (SKB) antarinstansi yang dibuat beberapa tahun lalu juga bukan lagi menjadi solusi. Hanya macan kertas. Dalam kurun waktu setahun terakhir ini, tidak ada tinda-

36

23 - 29 Maret 2015

kan tegas, padahal aktivitas pengambilan pasir laut terus terjadi. Sejumlah warga mengaku masih sering mendapati aktivitas pengerukan pasir laut di pinggir laut itu. Para pencuri pasir, berdalih bahwa pantai itu tanah pribadi mereka. Bahkan tindakan ini dilakukan terorganisir memanfaatkan lahan-lahan warga untuk lokasi penimbunan sebelum diangkut dengan truk. Sejatinya hanya beberapa warga di salah satu banjar yang masih nekat melakukan aktivitas itu. Hasil yang diperoleh dari pengerukan pasir ini cukup menggiurkan untuk dilakoni. Dalam satu truk, bisa meraup hasil hingga Rp 1 juta. Hal inilah yang memicu warga sekitar banjar terus melakukan aktivitas itu. Sejatinya warga di banjar lain tidak setuju dengan aktivitas tersebut lantaran selain merusak lingkungan juga merusak jalan yang sering dilalui kendaraan pengangkut pasir laut. Aktivitas itu juga merusak pemandangan pantai yang sering dikunjungi wisatawan. Pantai yang dulunya lapang hamparan pasir ternoda dengan gundukan-gundukan dan

lubang akibat pengerukan. Sayangnya, hingga saat ini aktivitas tersebut masih berlangsung tanpa tindakan. Sejumlah aparat terkait malah saling lempar tanggungjawab. Bila merunut SKB, penanganan diserahkan kepada desa adat. Selain itu dasar hukum untuk menjerat para pelaku juga tidak ada. Penanganan hanya sebatas peringatan dan pendekatan persuasif. Perbekel Pekutatan I Gede Silagunada disinggung mengenai masalah pasir laut ini juga mengaku sudah kewalahan. Sejatinya hanya beberapa warga tertentu yang masih aktif melakukan aktivitas itu. Pihaknya juga berulangkali telah melakukan langkah persuasif dan memberikan pembinaan terkait dampak yang ditimbulkan dari pengerukan tersebut. Camat Pekutatan I Ketut Eko Susila, mengaku belum lama ini telah mengumpulkan sejumlah pihak terkait terkait pasir laut. Lantaran tidak bisa ditindak melalui adat, pihaknya melakukan pendekatan kepada para pelaku secara persuasif. “Kami dekati dengan kekeluargaan, dan menyampaikan


Dari Warga Sampai Perbekel Ambil Pasir Laut

Aktivitas pengambilan pasir laut di pesisir pantai Jembrana terus merajalela. Hal itu terlihat dari banyaknya tumpukan pasir. Bali Post/olo

bahwa aktivitas mereka ini bisa merusak lingkungan,� terangnya. Tidak dipungkiri bahwa aktivitas ini terkait dengan masalah ekonomi dimana untung yang diraup menggiurkan. Selain itu, tanah lokasi yang digunakan untuk mengeruk itu merupakan lahan warga sendiri. Dampak juga langsung dialami tanah itu sendiri dengan menggerus lahan di bibir pantai. Apalagi lahan tersebut sangat dekat dengan sejumlah akomodasi wisata di Pekutatan. Sehingga seringkali aktivitas ini mengganggu dan membuat tidak nyaman para pengunjung. Di sisi lain, Bendesa Pekutatan Made Ariasa juga mengaku tidak bisa berbuat apa karena tidak ada awig-awig yang mengatur. Ia mengaku tidak bisa membuat awig karena aturan di atasnya tidak ada. Karena itu desa adat tidak bisa menindak tanpa adanya aturan tersebut, karena itu pihaknya berharap ada campur tangan pemerintah kabupaten. Menurutnya protes keras juga pernah disampaikan sejumlah banjar di sekitar lokasi pengerukan pasir laut hingga truk diamankan di Polsek setempat. Menurutnya tindakan itulah yang pernah dilakukan dari desa setempat dan aparat terkait Surya Dharma

AKSI pengambilan pasir laut bukan hanya dilakukan warga. Perbekel atau Kepala Desa pun ikut mengambil pasir laut untuk kepentingan pribadi. Seperti yang terjadi di pantai Delod Berawah, Mendoyo. Perbekel setempat Made Rentana, mengambil pasir laut untuk keperluan pribadinya membangun tembok panyengker. Tindakan tersebut menurutnya masih tergolong wajar, karena diambil tidak untuk dijual melainkan untuk kepentingan sendiri. Pun di dalam awig-awig desa adat setempat pun dibolehkan pengambilan pasir laut untuk kepentingan pembuatan bangunan tetapi jumlahnya dibatasi. Atas tindakan Perbekel tersebut, sejumlah warga mempertanyakan. Mereka menilai perbekel memberi contoh yang kurang baik dengan mengambil pasir laut untuk kepentingan pribadinya. Salah seorang warga, Nyoman Yudi Wartono, menyebut tindakan Perbekel itu dinilai tidak memberi contoh yang baik. Jangan karena jabatan, lantas bisa leluasa melakukan pelanggaran seperti mengambil pasir laut. Semestinya sebagai kepala desa memberikan contoh yang baik bagi warganya. Menurutnya, tindakan Perbekel ini bukan hanya pertama kali ini saja. Saat Yudi masih duduk di kursi DPRD Jembrana, Perbekel juga pernah mengambil pasir laut. Apabila pasir itu digunakan untuk keperluan pribadi, semestinya perbekel bisa membeli. Bukan justru mengambil pasir ke pantai. Sebab akan menjadi contoh kurang baik bagi warga lainnya. Perbekel Delod Berawah Made Rentana ditanya hal tersebut mengakui dirinya memang mengambil pasir laut di Pantai Delod Berawah untuk bahan ukiran bangunan di rumahnya. Namun, jumlahnya tidak terlalu banyak. Menurutnya apa yang dilakukan itu tidak akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Hal itu sudah lumrah di masyarakatnya, dan siapapun warga setempat boleh asalkan tidak untuk dijual. ‘’Pasir di sini kan tidak sebagus pasir di Yehembang atau Pekutatan, warga pun boleh asalkan tidak dijual. Bangunan di dekat pantai kalau tidak dengan pasir laut bisa cepat keropos,’’ terang Rentana. Begitu pula warga pun tak segan menangkap apabila ada orang luar yang mengambil pasir laut di Delod Berawah. Menurutnya sekitar tahun 2004, hampir semua warga di sekitar pantai Delod Berawah dulunya pernah menggali pasir laut. Tetapi tindakan itu kini sudah tidak lagi dilakoni. Pengambilan pasir laut ini sejatinya juga ada awig yang mengatur di desa adat. Asalkan untuk kepentingan pribadi, pengambilan dibatasi dan tidak boleh diangkut menggunakan truk. Bendesa Delod Berawah I Ketut Narya mengatakan desa adat memiliki awig tentang pasir laut. Warga diperbolehkan mengambil pasir laut untuk kepentingan pribadi tetapi jumlahnya dibatasi. Pihaknya pun tak menampik, belakangan ini ada sejumlah warga yang meminta izin mengambil pasir laut. Aktivitas pengambilan pasir laut terus terjadi Warga boleh mengambil pasir sampai kini. Malah terkesan dibiarkan dengan laut seizin Bendesa. alasan tidak ada aturan. Tampak seorang Surya Dharma

warga mengambil pasir untuk dinaikkan ke motornya. 23 - 29 Maret 2015

37


PARIWISATA

”City Tour” Denpasar Terhadang Sampah

P

erkembangan wisata kota (city tour) yang menjadi ikon pariwisata Denpasar masih terhadang masalah kebersihan. Saat ini, produksi sampah di Kota Denpasar mencapai 2.700 meter kubik. Pemerintah Denpasar tidak bisa menanganinya sendirian. Sementara, objek atau rute city tour harus bebas dari sampah jika tidak ingin citra Kota Denpasar tercoreng. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar Ketut Wisada mengungkapkan, masalah sampah memang menjadi perhatian pemerintah dalam pelaksanaan city tour. Untuk itu pihaknya menyiapkan tenaga kebersihan di objek wisata yang menjadi tujuan city tour. Namun, tidak semua objek bakal ditangani petugas DKP. Wisada berdalih, di sejumlah objek wisata sudah ada pihak terkait yang menangani masalah kebersihan. “Kami siapkan tenaga di lokasi. Contoh di Museum Bali, kami punya tenaga di puputan, jadi mereka sekaligus untuk membersihkan depan museum. Tapi kalau untuk objek lain contohnya di dalam Puri Jro Kuta, itu jadi ranah puri. Demikian juga yang di Pasar Badung, diatensi oleh PD Pasar. Sudah ada tenaga kebersihan di sana, tapi kami tetap nantinya memantau, “ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya siap all out dalam mendukung program city tour di Denpasar. Bahkan dia menyebut, tidak hanya objek dan sepanjang rute city tour saja yang perlu mendapat perhatian. Seluruh kawasan Kota Denpasar diupayakan bebas dari sampah. Untuk itu, masih banyak hal yang perlu dibenahi. Dalam penanganan sampah DKP Denpasar dibantu kelompok swakelola sampah yang ada di tingkat desa/kelurahan. Jumlahnya saat ini sebanyak 25 kelompok. Itu pun masih belum cukup lantaran kelompok swakelola seringkali kewalahan. DKP Denpasar memiliki 1.450 orang tenaga kebersihan yang terdiri atas tenaga penyapuan, pengangkutan, taman, tenaga TPA dan bengkel. Terdapat 55 unit truk yang khusus mengangkut sampah. Baik tenaga

38

23 - 29 Maret 2015

maupun sarana sedemikian, masih belum cukup. Setidaknya diperlukan sekitar 120 truk agar pengangkutan sampah bisa dilakukan di malam hari. Sementara dari sisi tenaga kerja, Wisada mengakui sangat sulit mencari orang yang mau bergelut dengan sampah. “Jadi kami usulkan alat berat sebagai solusi, agar di depo tidak lagi memakai tenaga manusia. Perbanyak kontainer sampah, sehingga masyarakat bisa langsung buang sampah di sana. Sekarang jumlah kontainer di seluruh Denpasar sebanyak 120 unit. Rencana tiap tahun kami tambah 20 sampai 30 unit. Untuk tahun ini, sekarang baru bisa menambah 10 kontainer,” ujar Wisada. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Wayan Gunawan mengungkapkan, pihaknya masih mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan paket city tour. Sebab, sejumlah hal masih perlu dibenahi sebelum program city tour bisa diluncurkan. Menurut Gunawan, keberadaan guide liar di kawasan depan Pura Jagatnata menjadi salah satu persoalan utama. Guide liar kerap dikeluhkan wisatawan lantaran terkesan memaksa wisatawan untuk menggunakan jasa mereka. Demikian juga dengan pedagang acung. Namun khusus pedagang acung, Gunawan menyebut, sudah ada pembinaan dari Satpol PP. Diharapkan nantinya saat pelaksanaan paket city tour, para pedagang acung ini tak lagi mengganggu kenyamanan wisatawan. Masalah lain yang tak kalah pentingnya yaitu parkir di Jalan Gajah Mada. Sampai sekarang masih ada pengunjung yang memarkir kendaraannya di depan kompleks pertokoan. “Di depan toko banyak yang parkir. Nanti kita akan lakukan penertiban,” ujarnya. Di sisi lain, dua objek wisata, yakni Pura Maospahit dan Puri Jro Kuta juga masih perlu sentuhan. Gunawan meskipun kebersihan dan toilet di kedua lokasi ini sudah cukup baik, namun pihaknya memandang masih perlunya sedikit pembenahan. Pemasangan papan tata tertib dan brosur

di kedua lokasi ini juga harus dilengkapi. Tak hanya itu, di kedua objek tersebut rencananya bakal disiapkan sejenis tempat penjualan cenderamata bagi wisatawan. Meskipun belum di-launching, ke dua objek wisata tersebut sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun tamu domestik. Itu bisa dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan ke Museum Bali pada bulan Januari 2015 yang mencapai 2.605 orang, yang terdiri dari 1.357 wisatawan domestik dan 1.248 wisatawan asing. Sedangkan, bulan Pebruari 2015 total kunjungan mencapai 2.342 orang yang terdiri dari 1.143 wisatawan domestik dan 1.199 wisatawan asing. Dedy


Lama Mati Suri PROGRAM city tour Kota Denpasar kembali digaungkan oleh pemerintah setempat setelah lama mati suri. Sejatinya, paket perjalanan ini sudah dikemas oleh agen perjalanan pariwisata Bali jauh sebelum Denpasar menjadi kota sekitar tahun 1970-an. Bahkan, sudah berlangsung sejak kepariwisataan mulai berkembang di Bali. Bukti tersebut terlihat dari berdirinya Bali Hotel (kini, Inna Bali Hotel) yang terletak di pusat Kota Denpasar. Pemilik Biro Perjalanan Awi Tour, Mangku Nyoman Kandia mengakui, potensi yang dimiliki Denpasar untuk mengemas paket city tour sejatinya cukup besar. “Sayangnya, gaung city tour sudah tidak terdengar lagi, daya tariknya pun itu-itu aja. Semestinya ada penataan agar menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan,” ungkapnya. Menurut Anggota Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) ini, infrastruktur yang mendukung pengembangan city tour tidak digarap secara maksimal. Misalnya saja, objek wisata pasar tradisional yang ditawarkan kepada wisatawan tidak

diikuti dengan penataan yang jelas dan masih terlihat kotor, sehingga sulit untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke pasar tradisional. “Dibandingkan dengan kota-kota wisata di Dunia, Kota Denpasar tidak memiliki infrastruktur yang menunjang untuk Kepariwisataan. Seperti, informasi berbasis teknologi, website media promosi yang kurang fokus dan toilet bersih yang belum memenuhi standar kebersihan bagi wisatawan asing dan domestik,” terangnya. Disebutkan, pemerintah kota harus bercermin pada pengelolan Museum Seol Korea Selatan. Misalnya, dengan luas hektaran dan nyaman sebagai tempat belajar sangat ramai dikunjungi turis lokal dan asing, khususnya anak-anak sekolah untuk mengenal lebih dekat sejarah purbakala dan modern bangsa Korea. “Bahkan koleksi sisa-sisa peninggalan kerajaan Majapahit mendapat ruangan yang paling luas. Dibandingkan, dengan Badjra Sandhi yang dibanggakan Denpasar belum sema sekali menyentuh eksistensi katagori

museum,” ungkapnya. Anggota DPRD Kota Denpasar Putu Oka Mahendra, S.E. juga mengapresiasi rencana Pemkot menjual paket city tour. Sayangnya, belum tampak ada persiapan untuk mendukung city tour tersebut. Dia yang menekuni dunia pariwisata berpendapat, untuk membangkitkan kembali city tour yang sejatinya telah mencuat sejak lama, pemerintah mesti memperhatikan sejumlah komponen yang krusial dapat menunjang city tour. Pemkot Denpasar mesti melakukan pembenahan atau melengkapi beberapa fasilitas umum, seperti toilet di kawasan paket city tour. Penataan taman di sepanjang jalur heritage city tour (Pura Jagatnatha-Museum Bali-Jaya SabhaPatung Catur Muka-Pasar Badung-Pura Desa) harus dimaksimalkan. “Eksistensi guide sebagai praktisi pariwisata yang benar-benar memahami seluk beluk perjalanan wisatawan ini mesti dijadikan ujung tombak dalam menggairahkan city tour di Kota Denpasar,” pungkasnya. Parwata

MBP/edi

Sejumlah sepeda motor masih terlihat diparkir dan melintas di kawasan heritage Gajah Mada, Denpasar. Wacana Pemerintah Kota Denpasar untuk ‘menjual’ paket Heritage City Tour (Wisata Kota) tampaknya tidak akan berjalan mulus selama kawasan Gajah Mada belum ditata dengan baik.

23 - 29 Maret 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

PAKEM - Wakil rakyat Bali sesungguhnya harus bisa menjadi wakil dari umat Hindu Indonesia. Hal ini seperti pakem tidak tertulis, mengingat keberadaan umat Hindu di Indonesia yang terdiri atas banyak suku dan etnis, tidak akan bisa terlepas dari keberadaan Bali sebagai pusat ketahanan Siwa Budha di Indonesia. Maka dari itu, seyogianya wakil rakyat termasuk para pejabat dari Bali yang berperan di pusat, juga menjadi wakil dari 10 juta umat Hindu Indonesia dalam hal membentengi kepentingan keumatan demi tercapainya cita–cita leluhur. Demikian diungkapkan Senator RI asal Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E.(MTRU), M.Si. saat menjadi pembicara kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara, Jakarta.

PENYEMBUH - Made Suambara satu-satunya penyembuh Bali yang khusus menangani penyakit pikiran akan mengadakan Lokakarya ‘’Menjadi Penyembuh Modern’’. Penyembuh modern adalah penyembuh yang mampu menyembuhkan pasien yang terjangkit penyakit pikiran tanpa obat, tanpa energi dan tanpa sentuh. Ada sembilan manfaat mengikuti lokakarya ini yaitu: Menjadi ahli penyembuh penyakit pikiran yang sangat andal. Bisa mendeteksi penyakit hanya dengan pandangan mata. Mampu menyembuhkan ratusan pesien secara serentak. Ahli menyembuhkan pasien tanpa obat dan tanpa sentuh. Menjadikan orang lain sehat dan bahagia. Disayang oleh Tuhan. Mendapat sertifikat internasional dengan gelar MH (Mind Healer). Boleh buka praktik sendiri. Dan mendapatkan penghasilan tambahan.

MBP/ist

MBP/ist

LEGENDA - AJS bukan pemain baru di dunia otomotif roda dua. Produk-produk AJS pun sudah begitu melegenda dan menjadi trand mark motor Inggris yang terkenal bandel di segala medan. Kini, penikmat motor gede (moge) Britani Raya tersebut dimanjakan dengan hadirnya AJS Raptor Daytona dan AJS Raptor Spyder VIN 2015. Dua moge bermesin 350 cc dua silinder yang terkenal andal dan teruji di ragam jalur di Indonesia. AJS Raptor Daytona di lini moge cruiser dengan tampilan yang eye catching. Striping dengan tangki yang proporsional berikut posisi riding yang nyaman untuk berkendara jauh, menambah nilai plus moge yang sudah dilengkapi suspensi up side down khas motor sport. Tak kalah dengan saudaranya. AJS Raptor Spyder yang mengusung traditional chooper pun tampil gagah layaknya chooper umumnya.

OPERASI PASAR - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Sekda Gde Adnya Mulyadi dan Dandim 1623 Karangasem Letkol (Arm) Erdi Eko Wijayanto, Sabtu (7/3) membuka operasi pasar (OP) di balai masyarakat di barat Pasar Bebandem, Karangasem. Empat ton beras yang digelontorkan Bulog Bali, langsung ludes dibeli masyarakat kurang mampu. Begitu petugas mengumunkan menjual atau membagikan kupon, sekitar 400 KK terutama kalangan ibu-ibu dan juga ada pria lanjut usia (lansia) langsung merangsek. Bupati Geredeg mengatakan, beras Bulog terkadang dalam penyimpanannya menumpuk. Ada yang di bawah, karena itu kalau ternyata ada masyarakat yang membeli beras murah itu ada yang rusak, hendaknya jangan dipolitisasi.

40

23 - 29 Maret 2015


MBP/ist

MBP/ist

PERAYAAN - Sekolah Pelita Bangsa rayakan hari raya Tahun Baru Cina 2015, Jumat (6/3). Tema perayaan Tahun Baru Cina kali ini “Prosperous Through Empathy and Affection”. Turut hadir dalam acara ini Kabid Dikdas Kota Denpasar, UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Denpasar Barat, Pengawas SMP, Playgroup, TK, SD, Himpunan PAUD di Denpasar Barat. Siswa/i serta guru mementaskan sederetan pertunjukan. Musik, tarian, drama, drumband, taekwondo, wushu memeriahkan suasana perayaan Tahun Baru Cina. Ketua Panitia Ni Nyoman Sudiati, S.E., M.M. menjelaskan bahwa acara ini merupakan acara rutin setiap tahunnya. Tak hanya perayaan Tahun Baru Cina, perayaan agama lain juga dilangsungkan di sekolah Pelita Bangsa seperti hari raya Natal, buka puasa, dan hari Saraswati.

SATU DEKADE - Satu Dekade Klinik PENTA Medica merupakan peringatan 10 Tahun berdirinya Klinik PENTA Medica yang beralamat di Jalan Teuku Umar Barat-Marlboro No. 88 Denpasar, telp. 0361-490709, dan sekaligus peringatan 4 Tahun Klinik Cabang yang beralamat di Jalan Raya Manggis No. 88 Manggis-Karangasem, telp. 0363-41909. Adapun klinik yang dipimpin oleh dr.A.A. Gd Yudi Yunardhana Putra, semakin memantapkan diri untuk memberikan pelayanan berkualitas. Sesuai dengan tema ulang tahun Klinik PENTA Medica, “Dengan Semangat Kebersamaan Tim, Mantapkan Langkah Menggapai Sukses”, memberikan makna bahwa semangat dan kebersamaan seluruh tim diharapkan meningkatkan “Service Excellent” Klinik PENTA Medica.

MBP/ist

MBP/ist

BERPRESTASI - Sudah merupakan kebiasaan, Kepala SMA Negeri 2 Mengwi Badung Drs. I Nyoman Windia mengantar siswanya yang berprestasi sebelum berangkat ke Jakarta menghadap Kepala Disdikpora Badung Drs. I Ketut Widia Astika, M.M. untuk berpamitan sekalian mohon doa restu. Tahun ini siswa SMA Negeri 2 Mengwi Badung, Ni Luh Putri Utari Cahyani, menjadi duta Badung yang karya tulisnya sebagai salah satu finalis dari 125 karya finalis dari seluruh Indonesia. Nampak dalam foto dari kiri ke kanan: I Made Sena Yudana, S.Pd., Pembina I KIR , Drs. I Ketut Widia Astika, M.M., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, Ni Luh Putri Utari Cahyani, penerima medali perak, Ni Nyoman Suryani, S.Pd., M.Pd., pembina KIR II, dan Drs. I Nyoman Windia, Kepala SMA Negeri 2 Mengwi.

TANPA IZIN - Pembongkaran bangunan usaha bengkel tanpa izin yang dilakukan Satpol PP Kota Denpasar di Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, beberapa waktu lalu. Dengan telah dibentuknya Badan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Kota Denpasar, maka proses pemberian izin secara administratif dimulai dari tingkat desa hingga di badan perizinan ini. Secara logika, proses ini telah melibatkan peran serta masyarakat melalui proses administrasi seperti penyanding yang diketahui oleh kadus/kaling, kepala desa dan seterusnya. Dalam proses ini, masyarakat seharusnya sudah berperan aktif dan ikut menentukan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi masyarakat mempertanyakan kembali adanya kegiatan pembangunan di daerahnya. 23 - 29 Maret 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

GUDANGNYA PENELITI - SMP (SLUB) Sarawati 1 Denpasar sejak lama dikenal sebagai gudangnya peneliti muda. Prestasi teranyar diukir siswa SLUB Saraswati yakni meraih piala bergilir Wali Kota Denpasar setelah meraih juara umum di Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora (OPSSH) di SMAN 3 Denpasar (Trisma). Di ajang itu siswa SLUB Saraswati meraih lima emas dari tujuh emas yang disiapkan panitia, dua perak dan dua perunggu dan peneliti harapan dari empat kategori yang dilombakan. Di Bidang Humaniora, emas diraih Kadek Nola Arista Putri dan Ni Putu Diah Pradnyanita Setiadi judul penelitiannya ‘’Mengurai Makna Psikologis dan Latar Belakang Coretan Dinding’’. Nampak dalam foto Siswa SMP Saraswati 1 Denpasar menyerahkan piala bergilir Wali Kota kepada Kasek A.A. Adnyani.

PERTEMUAN - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya untuk memboyong tokoh muda Indonesia yakni Imam Harawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), ke Bali. Dalam sebuah acara yang diadakan di Istana Mancawarna Tampaksiring, DPD-RI memfasilitasi pertemuan Menpora RI dengan sejumlah tokoh pemuda dan olahraga Bali. Tampak hadir Kadisdikpora Bali TIA Kusuma Wardhani, Kanwil Agama Provinsi Bali A.A. Made Muliawan, Ketua KONI Bali Ketut Suwandhi, pimpinan KONI se-Bali dan Ketua Cabang Olahraga Provinsi Bali serta sejumlah tokoh pemuda Bali. Dalam acara yang dihadiri setidaknya 200 delegasi olahraga dan pemuda se-Bali ini, Menpora RI menyatakan rasa salutnya pada usaha anggota DPDRI yang sangat getol untuk berjuang bagi daerahnya.

MBP/ist

LKMM - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra akan menjadi salah satu narasumber pada Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar serangkaian menyambut HUT ke-22 Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (FE Unhi) Denpasar. Hal tersebut terungkap saat Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhi melakukan audiensi kepada Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (9/3) di Kantor Wali Kota Denpasar. Wali Kota Rai Mantra menyambut baik kegiatan yang akan diadakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhi Denpasar ini. Dikatakannya, pelayanan masyarakat harus menjadi hal yang penting dalam pemerintahan yang bertujuan menyejahterakan masyarakat. Guna meningkatkan kualitas pelayanan, birokrasi harus siap mengubah paradigma lama dengan menyesuaikan terhadap perkembangan lingkungan agar mampu melayani masyarkat secara baik.

MBP/ist

ASPIRASI - Melanjutkan penyerapan aspirasi dalam masa resesnya, anggota Komisi III DPR-RI daerah pemilihan (dapil) Bali I Putu Sudiartana menggelar rapat dengar pendapat dengan Gubernur Bali dan bupati/wali kota se-Bali, Senin (2/3) di kantor Gubernur Bali. Dalam kesempatan itu, Sudiartana yang juga Panja Penegakan Hukum dari Fraksi Demokrat itu juga menyosialisasikan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia juga menyerap masukan dan aspirasi terkait berbagai permasalahan pembangunan di Bali. Salah satunya pengembangan Nusa Penida. Dalam acara reses ini, hadir Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan perwakilan bupati/wali kota se-Bali.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

42

23 - 29 Maret 2015


MBP/ist

MBP/ist

GEN L - Riza Sartika, gadis kelahiran Mengwi, 20 September 1992 ini merupakan salah satu karyawati BPR Lestari yang sebelumnya menerima beasiswa Generasi Lestari (Gen L). Riza, begitu sapaan akrabnya di kantor, adalah sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Udayana yang memulai kuliahnya di tahun 2010 dan akhirnya resmi menyandang gelar S.H. pada tahun 2014. Perjalanan Riza untuk sampai di dunia perkuliahan tidaklah semulus rencana awal, pada saat dirinya menginjak kelas XI dia harus menerima pukulan berat dalam hidupnya karena I Made Stiawan (alm), ayah tercintanya, harus lebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa. Menurut Riza, tidak ada kata gagal, karena sebenarnya gagal merupakan proses sukses. Ia meyakini bahwa sukses merupakan hak setiap orang, jadi ketika ada seseorang yang merasa dirinya benar-benar gagal itu bukan karena takdir melainkan itu karena dia terlalu cepat untuk berhenti.

WORKSHOP - Workshop Implementasi Kurikulum 2013, khususnya dalam mengembangkan pendekatan saintiďŹ k dan penilaian autentik, di SMAK Santo Yoseph Denpasar, Jumat (6/3) lalu. Workshop ini merupakan kerja sama pihak sekolah dengan Penerbit PT Erlangga. Hadir sebagai pembicara, IGN Khristiyono Prahoro Sakti, S.Pd., M.M., M.Biomed. dari Tim Pengembangan Implementasi Kurikulum 2013 dan Tim Erlangga. Pembicara telah sering menyampaikan materi khusus ini ke sekolah-sekolah di Indonesia. Kepala SMAK Santo Yoseph Denpasar Drs. Nyoman Sunarya M. berharap melalui workshop ini kualitas pembelajaran menjadi makin baik dan berkualitas, sehingga tujuan Kurikulum 2013 yakni pembentukan karakter siswa dapat terwujud.

MBP/ist

PENGOBATAN GRATIS - Pada era globalisasi ini, lebih-lebih dengan diberlakukannya kerja sama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), maka tidak dimungkiri lagi terjadi persaingan yang sengit di Bali. Hal ini perlu disikapi dengan serius oleh masyarakat Bali untuk mempersiapkan dirinya agar memiliki kualitas unggul, sehingga tetap dapat eksis dalam menghadapi tantangan zaman. Kualitas dimaksud tentunya menyangkut kesehatan prima, pendidikan yang cukup, penguasaan life skill yang baik, hubungan sosial yang harmonis, dan moralitas yang unggul. Hal tersebut diungkapakan oleh Dr. Mangku Made Subagia, S.H., M.Fil.H. sebagai Ketua Yayasan Siwa Agung Jagadhita di sela-sela kegiatan pengobatan gratis serta pemberian bantuan sarana pendidikan berupa seragam siswa, sumbangan sembako, penyerahan busana pemangku dan lainnya, Minggu (8/3) lalu di Pura Tamba Waras, Desa Penatahan Kecamatan Penebel, Tabanan. Nampak dalam foto Mrs. Asana Viebeke, Dr. Mangku Made Subagia, Mr. Alek dalam gebyar kegiatan sosial, Minggu (8/3) lalu.

MBP/ist

SK - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Senin (9/3) menyerahkan SK CPNS kepada 24 orang. CPNS itu formasi tahun 2013, yang sempat dipermasalahkan karena nilainya sama tinggi. SK CPNS mereka sudah ditunggu ke-24 CPNS baru itu sekitar setahun. Mereka sempat dites ulang, dan akhirnya dinyatakan lulus. CPNS baru itu 24 orang guru SD dan SMP, serta satu orang dokter pegawai tidak tetap (PTT) dr. IGP Dera Adnyana. Dari 24 guru baru itu, seorang hamil besar dan diperkirakan bakal melahirkan empat hari lagi yakni Komang Ayu Suryadnyani asal Sibetan, Karangasem. Guru SD Suryadnyani mengaku ditugaskan di SDN 1 Tulamben. Bupati Geredeg didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nyoman Tari dan Sekda Gde Adnya Mulyadi menyampaikan selamat kepada CPNS baru itu, termasuk Suryadnyani. 23 - 29 Maret 2015

43


PROPERTI

Pengerajin Genteng Lokal Kelimpungan PEREKONOMIAN Bali berkembang begitu pesat. Pembangunan hotel, restoran, vila, dan rumah bak jamur di musim hujan. Sayangnya, kondisi ini tidak sepenuhnya mendongkrak pengerajin genteng di Bali. Mereka justru pelan-pelan tersingkir karena beragam genteng dari Jawa membanjiri Pulau Dewata ini. Hal tersebut diakui developer Gede Suardita. Menurutnya, saat ini pengembang cenderung pakai genteng dari Jawa, misalnya Karangpilang dan beton. “Kalau saya masih pakai genteng lokal,” tambahnya. Tapi, kata Suardita, tidak semua beralih ke genteng dari Jawa, tergantung segmen rumahnya. Kalau segmen menengah ke bawah masih pakai genteng lokal karena harganya lebih murah. Sedangkan segmen menengah ke atas cenderung pilih genteng dari luar Bali dengan alasan kualitasnya lebih bagus dan tampilannya menarik. “Supaya bisa bersaing, pengerajin lokal harus ada inovasi dan peningkatan kualitas,” tambahnya. Pengaruh membanjirnya genteng dari Jawa dirasakan pengerajin genteng lokal.

44

23 - 29 Maret 2015

“Pengaruhnya besar sekali dengan banyaknya genteng Jawa masuk Bali. Penjualan kami pun menurun,” kata pemilik UD Dira, Made Lisa (34) beralamat di Jalan Raya Darmasaba, Abiansemal, Badung. Akibat menurunnya permintaan genteng lokal, hasil produksi Lisa menumpuk di gudang. Belum lagi cuaca tidak mendukung berdampak pada menurunnya jumlah produksi. “Kalau cuacanya bagus (panasred), sehari paling banyak bisa produksi 500 lembar genteng. Karena permintaan menurun, jadinya numpuk di gudang,” ujar wanita asal Baler Pasar, Darmasaba ini. Lisa pun mengungkapkan bahwa usahanya itu dirintis sejak tahun 1997. Awalnya dia memproduksi dan menjual genteng di Jalan Darmasana-Luluk. Waktu itu, dia bersama suaminya dapat meminjam tanah kosong untuk buka usaha tersebut. “Saya yang pertama kali jual genteng di pinggir jalan di sana. Setelah itu, baru muncul pedagang lainnya,” ujarnya. Meski baru tahap belajar, usahanya itu langsung menikmati masa kejayaannya. Pasalnya, setahun kemudian terjadi krisis

moneter dan harga barang meroket, termasuk genteng. “Awalnya harganya Rp 100 per genteng, langsung naik Rp 500 dan terus harganya naik. Sekarang harganya Rp 1.200 per lembar. Walau harganya sekarang mahal, tapi penjualan menurun,” ucap Lisa. Untuk bahan baku khususnya tanah liat, lanjut Lisa, ada penjualnya langsung datang ke tempat usahanya. Satu kotak tanah liat tersebut dihargai Rp 1.200. Sedangkan satu kotak tanah tersebut bisa dicetak menjadi enam genteng. “Jadinya tinggal cetak pakai mesin pres,” ucapnya. Supaya tidak tersingkir dari persaingan semakin ketat, Lisa juga menjual genteng dari Jawa. Biasanya ada sales yang datang ke tokonya. “Dari pada kalah saing, saya juga jual genteng dari Jawa. Yang penting bisa hidup saja,” katanya. Terkait jumlah penjualan, kata Lisa, tidak tentu. “Kebanyakan sepinya. Kalau ada yang beli rata-rata dari 1.000 sampai 2.000 lembar karena biasanya untuk satu rumah,” tandasnya. Kerta Negara


Karakteristik Tanah Beda, Konstruksi Bangunan Menyesuaikan PERKEMBANGAN pariwisata di Kuta Selatan memang jauh lebih maju dibandingkan Kuta Utara. Apalagi, Kuta Selatan duluan dikenal. Alhasil, berbagai akomodasi yang mendukung pariwisata terus bermunculan hingga sekarang. Di Kuta Selatan kebanyakan dibangun hotel berbintang, sementara Kuta Utara dominan vila yang menonjolkan view sawahnya. Konstruksi bangunannya juga beda, menyesuaikan karaktersitik tanahnya. “Kalau dilihat dari konstruksi bangunan, khususnya jenis dan tipe strukturnya, jelas ada perbedaan signifikan. Hal ini disebabkan kondisi tanah daerah Kuta Selatan beda dengan Kuta Utara,” ucap pengembang I Wayan Sukarja. Perbedaan ini disebabkan oleh karakteristik dari tanah, dimana tanah di Kuta Selatan cenderung merupakan tanah bebatuan berjenis kapur yang tergolong keras. Sementara tanah di wilayah Kuta Utara berkarakteristik labil. Kebanyakan bangunan dibangun di atas tanah bekas persawahan. “Kalau dari segi

model bangunannya, hampir sama. Di mana banyak bangunan-bangunan baru, khususnya mengadopsi model minimalis modern yang dipadukan dengan nuansa arsitektur tradisional Bali,” tegasnya. Jika ditinjau dari segi konstruksi dan struktur bangunan khususnya bangunan bertingkat lebih dari 2 lantai, masih menggunakan kontruksi beton bertulang dan kontruksi baja. Yang mencolok yaitu pada penggunaan jenis pondasinya pada bangunan di Kuta Selatan. Karena dominan kondisi tanahnya merupakan tanah keras berbatu maka lebih banyak diterapkan pondasi tapak biasa dengan kedalaman kurang dari 3 meter. Sedangkan di wilayah Kuta Utara, selain dipakai pondasi tapak dengan menggunakan cakar ayam, banyak dipakai pondasi borfile dan juga tiang pancang khususnya jika bangunan didirikan pada tanah basah. Bila lapisan tanah keras setelah diperiksa dengan alat sondir berada di kedalaman lebih dari 5 meter, pondasi ini vital

karena merupakan penyangga bangunan sejak didirikan sampai dengan akhir masa efektif kontruksi sekitar 30-50 tahun. Untuk material konstruksi, dominan menggunakan beton bertulang dan rangka baja. Kecuali, untuk bangunan tertentu seperti hotel, vila, bungalo dan rumah tinggal yang bernuansa tradisional modern. Bangunan seperti ini banyak menggunakan kayu kelas 1 seperti bingkirai, merbabu, jati, dan kamper. Untuk material atap, bangunan di Kuta Utara khususnya pada bangunan vila dan bungalo, lebih banyak menggunakan atap ilalang untuk menimbulkan kesan alami dan sejuk sehingga menyatu dengan alam serta lingkungan di sekitarnya. Perbedaan bangunan di Kuta Selatan dan Kuta Utara, juga diakui Semadi Putra selaku developer. Namun, konsepnya sebenarnya sama. Hal ini disebabkan karena view yang dijual antara dua wilayah ini beda. Kerta Negara


TRADISI

MBP/bit

‘‘Tektekan’’ di Kediri

Netralisir Aura Negatif DESA Adat Kediri Tabanan memiliki cara sendiri mengisi kegiatan Pangerupukan, sehari menjelang hari raya Nyepi. Pada saat Pangerupukan, warga Kediri penampilkan seni tradisi yang disakralkan yakni “Tektekan”. Bahkan tahun 2015 ini Tektekan digelar dalam jangka waktu yang lama, dimulai Minggu (1/3) hingga Jumat (20/3) saat Pangerupukan. Tektekan yang ditampilkan masingmasing banjar di Desa Adat Kediri tersebut tidaklah sama dengan tektekan yang ada di wilayah lain yang diperuntukkan sebagai hiburan. Pasalnya, tektekan ini tidak boleh dimainkan sembarangan, hanya pada saat tertentu saja. Sumber setempat menyebutkan, konon tektekan ini hanya boleh dimainkan jika kondisi desa setempat tengah mengalami bencana, misalnya saja paceklik atau gerubug. Itulah sebabnya mengapa tradisi ini sangat dinanti masyarakat luar, akan tetapi sangat dihindari dan tidak diharapkan oleh masyarakat Desa Adat Kediri karena berarti bencana sedang terjadi. Namun seiring perkembangan waktu, tradisi ini mulai diperkenalkan oleh masyarakat lewat kegiatan rutin tahunan atau menjelang umat Hindu merayakan hari raya Nyepi. Bendesa Adat Kediri A.A. Ngurah Panji

46

23 - 29 Maret 2015

mengatakan, tektekan ini digelar bertujuan untuk nangluk merana dan menetralisir aura negatif yang terjadi di desa. Kapan awal tradisi ini muncul, tidak banyak yang tahu. “Layaknya turun temurun, tradisi ini memang sudah dikenal sejak jaman leluhur,” ujarnya. Bahkan salah seorang pemangku yang telah berusia 90 tahun di desa itu ketika ditanya terkait tradisi tektekan ini juga tidak mengetahui secara jelas. “Sejarah pasti tradisi ini, tidak ada yang tahu. Dari cerita orangtua sudah mewarisi tradisi ini turun-temurun. Munculnya Tektekan tidak pernah bisa diprediksi, biasanya diawali oleh keadaan gering/gerubug yang terjadi di desa,” ujarnya. Diceritakan, awalnya tektekan hanya dilakukan oleh anak-anak. Jika tektekan itu istilahnya “nadi”, barulah dilakukan orang dewasa termasuk orangtua, laki-perempuan, semua ikut terlibat. Awalnya, tektekan ini menggunakan alat tradisi kulkul bambu dan okokan. “Jika dilihat secara tradisi, tektekan diamainkan menggunakan alat berupa kulkul bambu dan okokan. Bahkan okokan sempat meminjam sampai Wangaya Penebel, namun seiring perkembangan zaman ada juga yang menggunakan tambahan alat berupa bedug,” paparnya. Dari sekian alat yang digunakan untuk

tradisi ini, ada satu okokan yang memang disakralkan. Biasanya okokan tersebut disimpan di Pura Desa setempat. “Anehnya, tanpa belajar pun warga yang ikut nektek secara otomatis bisa mengikuti ritme yang ada,” ujarnya sembari menambahkan, terkadang alunan suara atau nada yang dihasilkan oleh okokan tersebut membuat bulu kuduk merinding. Sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, tektekan kali ini juga dimainkan oleh enam banjar yang ada di Desa Adat Kediri yaitu Banjar Sema, Banjar Delod Puri, Banjar Panti, Banjar Puseh, Banjar Jagasatru, dan Banjar Pande (Desa Dinas di Kediri). Diawali dengan doa dan sembahyang bersama memohon keselamatan, mereka berkeliling di masing-masing banjar terlebih dahulu dan dilanjutkan mengelilingi Desa Adat Kediri. Mereka percaya dengan prosesi tektekan ini akan dapat mengusir unsur-unsur negatif. “Tektekan ini berangkat dari masingmasing banjar dan mengelilingi Desa Adat Kediri dan memutar di Catus Pata. Karena tergolong sakral, setiap kali tektekan ini tiba di setiap Pura Bale Banjar akan disuguhi haturan segehan panyanggra,” jelasnya. Puspa Dewi


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

RESPONS CEPAT - Kericuhan terkait kesenjangan harga material batuan bukan logam antara Persatuan Sopir Material Kabupaten Buleleng dengan Asosiasi Galian C di Kabupaten Karangasem direspons cepat oleh Pemerintah Daerah Karangasem. Hal ini terungkap saat audiensi koordinasi konsultasi terhadap masalah tersebut antara Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng di Ruang Rapat Bupati, Selasa (10/3). Hadir saat itu Asisten II Buleleng Gireastika, Ketua Komisi II DPRD Buleleng I Putu Mangku Budiasa, Kepala Badan Kesbang Pol Ida Bagus Putu Swastika dan jajaran terkait yang diterima oleh Sekda Karangasem Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si. didampingi Kadispenda I Nyoman Toya, S.E., Kadis Perhubungan Drs. I Wayan Sutapa, M.Si. Audiensi juga dihadiri Ketua Asosiasi Pertiwi Agung I Nengah Suberata dan Wakilnya I Gede Aryana yang mengawasi galian C Kecamatan Kubu.

LOMBA - Secara rutin Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar menggelar lomba pidato bahasa Inggris Speech Contest. Tahun ini lomba yang diikuti puluhan siswa SMA/SMK se- Bali dibuka Ketua STIBA Saraswati Denpasar Komang Sulatra, S.S., M.Hum., Sabtu (7/3). Tim juri yang terdiri dari Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. (Fakultas Sastra Unud), Ketut Rahmadiana (Former Announcer) dan Desak Putu Eka Pratiwi, S.S., M.Hum. (STIBA Saraswati Denpasar) akhirnya memutuskan juara I diraih oleh Harvin T dari SMA Taman Rama. Juara II oleh Cika Theresia Krawing Pingkan Rwata (SMA Santo Yoseph), juara III oleh Kadek Sabda Amoragita D (SMKN 3 Denpasar). Sedangkan harapan I, II dan III masingmasing diraih oleh Gusti Ayu Made Sinta Sulistiani (SMAN 2 Tabanan), IA Tantri Saraswathy (SMAN 1 Gianyar) dan I Putu Idne Wijanoka Hariyanto (SMAN 1 Kuta Selatan).

MBP/ist

MBP/ist

SEMINAR INTERNASIONAL - Serangkaian dies natalis ke-10 dan penguatan pertukaran mahasiswa dan dosen antara Stikes Bali dan Thailand, Selasa (10/3) diadakan seminar internasional bertajuk ‘’Bali Mental Health’’. Seminar menampilkan pembicara Patricilia Barkway dari Flinders University, Australia, Pof. Dr. Maleewan Lertsakornsiri dari Saint Louis College, Thailand, Prof. Dr. Kwanjai Amnatsatsue, Mahidol University, Thailand dan I Gusti Ayu Rai Rahayuni, S.Kep., MNS. dari Stikes Bali. Seminar diikuti dosen dan mahasiswa dari Saint Louis dan Mahidol University Thailand yang sedang menjalani program pertukaran mahasiswa dan dosen. Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. mengungkapkan dengan turunnya UU Kesehatan Jiwa diperlukan kepedulian semua pihak terhadap masalah kesehatan mental bagi masyarakat.

KONSOLIDASI - Temu kader Partai Demokrat dari tujuh provinsi yang berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (7/3), dibuka Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi dan bertukar pikiran para kader. Seperti halnya kader Demokrat Bali yang juga anggota Komisi III DPRRI Putu Sudiartana berkempatan bertemu dan berdiskusi lebih mendalam dengan sahabat-sahabatnya dari provinsi lain seperti kader Demokrat Jawa Barat yang juga Ketua Komisi IX DPR-RI Dede Yusuf serta sejumlah kader lainnya. Nampak dalam foto Putu Sudiartana bersama Dede Yusuf dan kader Demokrat lainnya di sela-sela acara temu kader. 23 - 29 Maret 2015

47


GAYA

Intip Gaya Busana di IFW

S

udah biasa ketika ada ajang mode sebesar Indonesia Fashion Week (IFW), maka Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, areal berlangsungnya acara akan bertabur para pecinta fashion. Seperti yang terjadi pekan lalu, bukan hanya para selebriti yang hadir di perhelatan mode bergengsi ini dengan tampilan yang modis atau fashionable, namun para pengunjung atau street styler lain pun tak kalah gaya demi acara ini. Setiap orang yang hadir di IFW, baik yang hanya jalan-jalan maupun menonton fashion show, punya gaya berpakaian tersendiri. Banyak juga yang berpenampilan menarik dengan sentuhan etnik. Sebagian besar dari mereka mengaku tidak memerlukan persiapan khusus untuk berpenampilan yang berhasil mencuri perhatian ini. Yang pasti, kata Dewi Anyar, salah seorang ibu muda, menghadiri apapun pakaian yang terbaik adalah konsepnya yang nyaman. Kalaupun muncul kesan stylish dengan sisi feminin, karena memang itulah personal style mereka dalam berbusana. Begitu juga aksesori dan pilihan warna yang dikenakan turut melengkapi pesona penampilan mereka. Berikut beberapa penonton yang hadir di acara IFW. Sri Ardhini LAPORAN

48

23 - 29 Maret 2015


Wortel Sembuhkan Mata Minus? BANYAK mitos terkait mata yang masih simpang-siur kebenarannya. Yang paling sering kita dengar adalah wortel yang katanya bisa menyembuhkan mata minus. Bagaimana pendapat Prof. Dr. Ketut Niti Susila, Sp.M (K) terkait pernyataan ini, berikut penjelasannya. Mitos: Makan wortel dapat menyembuhkan mata minus Fakta : Wortel memang makanan bagus yang mengandung betakaroten yang berfungsi antioksidan. Mata seringkali dikaitkan dengan Vitamin A, dan betakaroten adalah inti dari Vitamin A. Memang, mengonsumsi wortel dianjurkan kepada penderita kelainan refraksi seperti minus, namun ditegaskan ini bukan untuk menyembuhkan, tapi lebih kepada untuk mempertahankan atau memperlambat bertambah besarnya ukuran kaca mata. Tak hanya wortel, semua buah yang berwarna kuning dan merah, juga sayuran berwarna hijau mengandung zat yang tinggi. Namun, jika dikonsumsi berlebihan akan mengakibatkan kulit menguning (bukan sakit kuning), karena Vitamin A tidak bisa terbuang, berbeda dengan vitamin lain. Minus pada anak umumnya akan bertambah terus karena bola mata pada anak akan terus membesar dan melonjong, namun sumbu penglihatan anak panjangnya sama/tidak berubah. Inilah yang menyebabkan ukuran kaca mata pada anak akan bertambah terus. Mitos : Membaca sambil tiduran bisa membuat mata minus Fakta : Benar, khususnya untuk anak. Karena tanpa disadari semakin lama media baca akan makin dekat dengan mata, dan mata dipaksa bekerja keras dengan berakomodasi maksimum. Minus pada orang dewasa tidak terlalu berpengaruh. Bisa dikurangi dengan banyak mengonsumsi makanan sehat. Mitos: ASI atau air kencing bisa menghilangkan mata merah Fakta : Air kencing tidak direkomendasikan, karena bisa saja mengandung bakteri yang justru memperparah keluhan pada mata. Air susu ibu (ASI) boleh, asalkan si ibu sehat. ASI umumnya kaya akan protein dan vitamin. Namun perlu dipahami bahwa, mata merah (konjungtivitis) tanpa diobati pun bisa sembuh. ASI sesungguhnya bukan untuk mengobati,

namun hanya sebagai pencuci mata saja yang terserap sebagai antibakteri. Mitos: Memakai kontak lens malah membuat mata semakin rusak Fakta: Boleh saja memakai kontak lens dengan syarat air mata harus bagus, mata tidak infeksi, dan harus disiplin. Kontak lens boleh dipakai setiap hari namun tidak untuk pemakaian dalam waktu lama. Pemakaian terlalu lama bisa menyebabkan konjungtivitis folikularis, yakni munculnya warna merah di batas garis hitam dan putih pada bola mata. Jika sudah begini, sebaiknya pemakaian kontak lens dihentikan. Sesungguhnya, lebih aman memakai kacamata daripada kontak lens. Mitos: Mata minus adalah keturunan Fakta: Tidak benar. Minus dapat terjadi pada siapa saja, terutama bagi mereka yang beraktivitas di tempat gelap dan juga mereka yang berinteraksi secara intens di depan komputer, televisi, dan gudget. Mata minus merupakan salah satu gangguan pada mata yang menyebabkan seseorang tidak dapat melihat suatu objek atau benda dengan normal pada jarak yang terlalu jauh. Biasanya objek yang dilihat dalam jarak yang jauh akan menjadi tidak fokus atau buram. Gangguan pada mata ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang pria maupun anak-anak atau dewasa. Mitos : Melihat yang hijau-hijau bisa

menyembuhkan minus Fakta : Melihat hamparan sawah yang hijau, taman yang sejuk tentunya akan membuat relaks dan mata tak berakomodasi maksimum. Ini sesungguhnya hanya memberikan waktu untuk mata beristirahat dan relaks. Jika terbiasa bekerja di depan komputer atau setelah lama berkonsentrasi dengan sesuatu yang melelahkan mata, tak ada salahnya jika luangkan sedikit waktu untuk sekadar memalingkan mata ke tempat lain, atau bahkan beranjak dari tempat duduk untuk sekedar berjalan-jalan dan melihat pemandangan di luar jendela. Mitos: melakukan senam mata akan menunda kebutuhan anda untuk memakai kacamata Fakta : Sejauh ini belum ada penelitian terkait itu. Dalam pernyataan ini berarti senam mata dihubungkan dengan pembuluh darah. Senam mata bisa bermanfaat untuk melatih daya fokus mata Anda. Senam mata ini bisa dilakukan dengan cara melihat berbagai objek dengan jarak pandang yang berbedabeda, kemudian mengedipkan mata secara normal yaitu jangan terlalu cepat maupun terlalu lambat. Inten Indrawati LAPORAN

Prof. Dr. Ketut Niti Susila, Sp.M (K) 23 - 29 Maret 2015

49


BUDAYA

Pura Pucak Pausan

Ademkan dan Tenangkan Pikiran

P

ura Pucak Pausan tak hanya memiliki suasana sejuk yang membuat pikiran kita menjadi lebih adem dan tenang, tetapi lebih dari itu. Pura yang terletak di Banjar Pausan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Gianyar yang jaraknya sekitar 55 Km dari Kota Denpasar juga menebar aura magis. Pikiran jernih dan ide berlian sering muncul setelah bersembahyang di pura tersebut. Tradisi unik yang ada di pura tersebut adalah upacara Nyelung. Upacara ini digelar setiap 10 tahun sekali. Upacara berskala besar itu dihadiri oleh seluruh warga dari Desa Buahan, Selat, Susut dan Tengipis. “Upacara ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Ida Sanghyang Widi Wasa (Tuhan Yang Esa) atas segala hasil panen yang berlimpah,” kata Jero Bendesa Pakraman Pausan I Wayan Budiartana. Setiap upacara Nyelung, kata Budiartana, selalu melibatkan anggota petani subak dari empat desa tersebut. Dulu, para petani gagal panen karena serangan hama, kemudian warga subak memohon keselamatan di Puncak Pura Pausan dan akan berjanji untuk melakukan ritual Nyelung yaitu menghaturkan pala bungkah pala gantung hasil pertanian baik yang berbuah ataupun yang berumbi jika permohonan dikabulkan. Warisan leluhur ini masih terpelihara lestari sampai sekarang. Berbagai hasil pertanian, baik yang berupa buah dan umbi yang dinamakan “Jelung” serta berbagai duplikat alat pertanian diarak. Juga seekor babi, itik dan ayam diarak warga subak secara bergantian mulai dari warga subak Desa Susut dan Buahan menuju Banjar Selat. Selanjutnya ke Desa Tengipis dan akhirnya sampai ke Pura Pucak Pausan yang jaraknya sekitar 10 Km. Upacara Nyelung ini diiringi dengan gamelan baleganjur serta sorak-sorai warga. Sesampai di Pura Jelung tersebut disucikan terlebih dahulu, kemudian diarak mengelilingi pura sebanyak tiga kali oleh warga secara bergantian dan kemudian diusung ke bagian utama mandala pura. “Pada tahun 2014 ritual Nyelung diikuti hampir oleh 600 orang warga dari empat desa itu,” terangnya. Para pejabat, pengusaha dan orang yang belum memiliki pekerjaan, biasa melakukan persembahayangan di pura ini, terlebih pada saat menjelang pemilu. Sebagai pangemong Pura Pucak Pausan itu terdiri dari tiga desa pakraman, yaitu Desa Pakraman Pausan Pemucuk (penanggung jawab), Desa Pakraman Singaperang dan Desa Pakraman Gata. “Piodalan di pura ini setiap purnamaning kasa atau setiap dua tahun sekali. Upacara biasa di-puput oleh Jero Bayan,” paparnya. Orang yang menjalankan prosesi upacara itu disebut dengan Ulu Apad atau Juru Pitu yang terdiri dari 2 orang Jero Bayan Kiwa - Tengan (kanan kiri) bertugas sebagai pamuput upacara, dua Jero Bau Kiwa-Tengen bertugas nunas tirta,

50

23 - 29 Maret 2015

Jero Malungan bertugas mencari bebek, ayam, celeng dan binatang lainnya dan Jero Petengen. Budarsana www.bali-travelnews.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 82 by e-Paper KMB - Issuu