Skip to main content

Majalah balipost edisi 80

Page 1

80 | 9 - 15 Maret 2015

Kondominium Fuad Amin di Kuta Dari Wawan Sampai Djoko Susilo

RP R P 20.000 20 000 20 00 00 00 0


DAFTAR ISI OPINI Kedaulatan Hukum Indonesia Jangan Tersandera Narkoba 6 BALI SEPEKAN Banjir Landa Denpasar Ratusan Rumah Terendam 7 LAPORAN UTAMA Kondominium Fuad Amin di Kuta 8

Bali Surga “Cuci Uang’’ 9 Dari Wawan Sampai Djoko Susilo 11 POLITIK Legislator Sarat Tuntutan 16 Jokowi Melawan Intervensi 17 PENDIDIKAN Pencetakan Naskah ”Try Out”

LENSA Kecak 26

OLAHRAGA Dilema 28 LINGKUNGAN Banjir dan Macet 36

UN Harus Tepat Waktu 18

MANCANEGARA Zodiac Killer Kasus Misterius 20 DAERAH Dampak Badai Gusty

Puluhan Bangunan di Bangli Rusak 22

TRADISI Di Desa Ababi

’’Nangluk Merana’’ Melalui Prosesi ’’Palebon” Jero Ketut 44

KESEHATAN Angka Kematian

Persalinan di Bali Rendah 24

PROPERTI Pakai Bahan Sintetis Lebih Ekonomis 49 TIPS Aroma Kaki Tak Sedap,

Turunkan Kepercayaan Diri 50

9 - 15 Maret 2015

3


DARI PEMBACA

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata

“City Tour” Denpasar R

encana Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar meluncurkan program city tour Maret mendatang patut diapresiasi. Wisata kota jenis ini memang belum dimiliki Denpasar, sedangkan kota-kota besar lainnya lazim memiliki program city tour. Seperti Yogyakarta dan Bandung. Selain rute yang dirancang, perlu juga dipikirkan secara matang angkutannya. Saya mengusulkan digunakan dokar. Tentu dikemas khusus untuk angkutan wisata kota. Misalnya, dokar maupun kudanya dihias, bersih, kuda tidak membuang kotoran di jalan. Kalau ini bisa diwujudkan, selain menghidupkan sarana angkutan dokar yang saat ini ‘mati suri’, rasanya dokar lebih artistik dibandingkan kendaraan bermotor (minibus?). Hanya, harus dibuatkan jalur khusus sehingga tidak mengganggu lalu lintas umum. Laju dokar yang cukup pelan bisa membuat wisatawan menikmati perjalanan dan objek-objek yang dilalui, dengan embusan angin yang leluasa menyentuh. Kalau dengan kendaraan bermotor rasanya kurang afdol, meskipun lajunya pelan. Mumpung masih ada waktu, Dinas Pariwisata Denpasar perlu melakukan kajian rute, objek dan angkutan city tour ini. Saya setuju dengan pihak Dewan, jangan grasa grusu dan kaji dulu kondisi yang ada, kepadatan lalu lintas, areal parkir dan sebagainya. Meski bukan gagasan baru, program city tour sangat menarik. Karena itu perlu dimatangkan dari berbagai aspek. Perlu juga dipertimbangkan sarana penunjang lainnya seperti toilet yang layak, dalam arti menampilkan kebersihan yang senantiasa terjaga. Soal toilet ini menjadi problem kita di beberapa objek wisata. Ada yang tidak terkelola secara layak sehingga toilet yang tidak bersih dan berbau justru menjadi bumerang bagi upaya kita menjual objek wisata. Kalau kota-kota besar lain bisa, mengapa Denpasar tidak? Ini perlu dipikirkan oleh pemangku kebijakan tertinggi di Ibu Kota Bali ini maupun jajaran yang terkait. Semoga saja program city tour terwujud. Ni Wayan Serani Denpasar Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

9 - 15 Maret 2015

4


Dibayangi Transaksi Rekomendasi SILANG pendapat sistem pilkada berakhir. Legislatif dan pemerintah memutuskan pemilihan kepala daerah (pilkada) satu putaran. Sejumlah opsi dalam draf pilkada pun dihapus. Uji publik yang diharapkan memberi ruang kepada masyarakat melakukan koreksi pra pencalonan dihapus. Tahapan ini diganti dengan pendekatan sosialisasi. Reaksi publik terhadap hal ini pun beragam. Pilkada satu putaran ditengarai rawan kecurangan. Kualitas figur juga ditengarai akan tersisih oleh harga suara pemilih. Pilkada diyakini tetap dibayangi transaksi rekomendasi dan politik uang. Terkait dengan pilkada satu putaran ini, 59,26 persen responden tidak yakin pilkada akan melahirkan figur terbaik sebagai kepala daerah. Responden menilai pilkada hanya akan menjadi proses legitimasi atas calon yang diajukan partai atas restu elite politik. Kondisi inilah yang membuat pilkada hanya akan menjadi pesta politik untuk memilih calon yang sejak awal dipilih tanpa melibatkan partisipasi publik. Rakyat hanya memilih kandidat-kandidat yang

dijual partai politik bukan menawarkan figur sejak awal. Tampilnya figur independen juga tak menjamin pemimpin yang terpilih berkualitas. Masalahnya, pilkada tak hanya mengandalkan kualitas figur tetapi lebih memberikan bobot pada faktor finansial. Politik uang yang masih kuat juga akan membuat pilihan tak berdasarkan kualitas figur melainkan berdasarkan harga suara. Sementara itu, 38,16 persen responden mengaku yakin pilkada satu putaran akan melahirkan figur yang berkualitas. Terlebih pilkada mengakomodasi calon independen. Figur independen ini diharapkan menjadi penyeimbang dominasi partai politik. Selain itu, koalisi lintas partai dalam penjaringan calon diyakini akan merekomendasikan figur merakyat. Koalisi akan membatasi dominasi alit partai tertentu dalam merekomendasikan calon. Sementara itu, 2,58 persen responden tak memberikan respons terkait hal ini. Mereka bahkan mengaku tak tertarik dengan pesta politik karena hanya menguntungkan segelintir orang. Dira Arsana 9 - 15 Maret 2015

5

5


OPINI

Kedaulatan Hukum Indonesia Jangan Tersandera Narkoba ikap tegas Pemerintah Indonesia terhadap penjahat narkoba sangat penting guna menghindari intimidasi negara lain yang warganya terbukti terjerat kasus narkoba di Indonesia. Ketegasan ini akan mencegah negara yang merasa dirugikan terus bermanuver mengintervensi pelaksanaan hukum di Indonesia. Di sisi lain ketegasan sikap tidak akan membebani pemerintah yang mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Narkoba telah menjadi ancaman serius negara-negara di dunia. Satu data menyebutkan, Polri sepanjang tahun ini mengungkap 32.470 kasus narkoba sepanjang 2013, atau terjadi kenaikan 5.909 kasus (22,25 persen) dibandingkan 2012. Sebanyak 40.057 tersangka narkoba diamankan sepanjang 2013. Kasus narkoba jenis narkotika sepanjang 2013 terdapat 19.362 kasus, naik 9,38 persen atau 1.660 kasus dibandingkan 17.702 kasus pada 2012. Kasus narkoba jenis psikotropika 1.485 kasus, turun 7,48 persen atau 120 kasus dibandingkan 1.605 kasus pada 2012. Kasus jenis bahan berbahaya, yakni tercatat 11.623 kasus, naik 60,23 persen atau 4.369 kasus jika dibandingkan 7.254 kasus pada 2012. Dari seluruh tersangka, tersangka narkotika yang diamankan 26.099 orang dan mengalami kenaikan 11,42 persen atau 2.674 orang jika dibandingkan 23.425 orang pada 2012. Tersangka psikotropika selama 2013 1.723 orang, turun 10,63 persen atau 205 orang dibandingkan 1.928 orang pada 2012. Jumlah tersangka berbahaya sepanjang 2013 terhitung 12.235 orang dan mengalami kenaikan 62,29 persen atau 2.390 orang jika dibandingkan 7.539 orang pada 2012. Melihat realitas ini Indonesia perlu upaya maksimal agar tidak menjadi pasar narkoba. Maka dari itu, tidak sepatutnya gembong narkoba mendapatkan perlindungan dari pemerintah maupun negara asalnya. Jika mau berpikir jernih dan masa depan generasi bangsa menjadi orientasi utama, maka seharusnya siapa

S

6

Oleh I Kadek Ksama Putra, S.Pd., M.H.

pun dan dari negara mana pun gembong narkoba berasal, negara tersebut harus berani mengakui dan merelakan warga negaranya demi kepentingan bersama. Bukan malah sebaliknya, mengintimidasi negara yang hendak mengeksekusi para gembong narkoba hanya karena warga negara sendiri. Apabila Indonesia terus membiarkan diintimidasi, berarti Negara Indonesia telah berada dalam tekanan besar. Seperti yang dilakukan Brazil yang menarik Dubesnya pascaeksekusi mati warganya. Indonesia bisa saja membalas perilaku Brazil dengan melakukan persona non grata atau pengusiran Duta Besar atau Diplomat Brazil di Indonesia. Namun, bukanlah itu jalan terbaik untuk persahabatan kedua negara. Di sini bukan persoalan membalas dendam perilaku Presiden Brazil, namun lebih pada sikap toleran yang harus ditunjukkan sebagai sama-sama negara berdaulat. Sebagai negara berdaulat, Indonesia berdaulat penuh atas hukum di negaranya. Tidak dibenarkan apabila hukum di In-

donesia dapat dipengaruhi negara lain. Dalam kasus narkoba yang melibatkan warga negara lain sebagai terpidana mati, seharusnya pemerintah maupun negara bersangkutan memahami posisi Indonesia sebagai negara korban narkotika. Apalagi Hukum Internasional sendiri tidak melarang pemberlakuan hukuman mati untuk diterapkan di suatu negara. Kedaulatan hukum Indonesia jangan sampai tersandera oleh negara lain dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Tanah Air. Untuk itu Pemerintah Indonesia saat ini harus mulai peka terhadap negara-nagara yang hendak memberi bantuan kepada Indonesia. Sehingga jangan sampai bantuan yang diberikan hanyalah modus yang digunakan untuk dapat mencampuri urusan dalam negeri dan hukum di Indonesia. Prinsip penting hubungan internasional yang seharusnya dijunjung tinggi adalah hubungan yang toleran, berperikemanusiaan, tidak membenci bangsa lain, sama derajat, tidak saling menyerang, dan tidak dilandasi chauvinisme. Hubungan yang terjalin baik selama ini jangan sampai rusak karena narkoba. Pemerintah negara lain harus menghargai dan menghormati eksistensi kedaulatan Bangsa Indonesia. Berdasarkan azas teritorial yang dianut Indonesia, hukum negara berlaku bagi semua orang dan semua barang yang berada di wilayahnya, baik warga negara asli maupun warga negara asing. Begitu juga sebaliknya, bila berada di negara lain akan berlaku hukum di negara tersebut. Untuk itu, masing-masing negara harus memahami hal itu. Karena hubungan internasional bersifat timbal balik antar dua negara, maka perlu kesadaran untuk memelihara dan mengatur hubungan tersebut agar bisa memberikan manfaat dan menguntungkan bagi kedua belah pihak, serta dapat memulihkan kembali hubungan antar negara. Penulis, pengajar ilmu sosial dan pendidikan kewarganegaraan

9 - 15 Maret 2015

6


BALI SEPEKAN

Banjir Landa Denpasar Mobil Tabrak Empat Ratusan Rumah Terendam Pejalan Kaki HUJAN lebat pada Jumat (20/2) lalu, menyebabkan banjir di sejumlah titik Kota Denpasar. Ratusan rumah dan perkantoran terendam. Demikian pula sejumlah ruas jalan tergenang air hingga ketinggian 70 cm dan menyebabkan lalu lintas lumpuh. Genangan air hingga sepinggang orang dewasa terjadi di kawasan Civic Centre Renon, Jalan Sudirman dan Jalan Raya Sesetan. Hal serupa juga terjadi Panjer, Jalan Tangkuban Perahu, Padangsambian, Monang-maning, dan sejumlah kawasan di Denpasar Timur. Di Padangsambian, siswa SDN 11 Padangsambian terpaksa harus dievakuasi dari ruang belajar dengan menggunakan perahu karet oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar. Ini lantaran ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Menurut Kepala SDN 11 Padangsambian Ayu Suyatmini, air mulai menggenang sejak pukul 11.00 wita. Sementara itu, di Perumahan Padang Asri dan Padang Indah, juga terendam air cukup tinggi. Sekda Kota Denpasar AAN Rai

MBP/eka

Iswara didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar I Ketut Winarta mengungkapkan, pihaknya telah menyiagakan tenaga medis di masing-masing puskesmas. Pihaknya juga telah meminta petugas melakukan pendataan para korban banjir termasuk memberikan bantuan yang diperlukan. Dedi Sumartana

Angin Kencang Landa Bali ANGIN kencang melanda Bali, Sabtu (21/2) lalu. Akibatnya, sejumlah kendaraan rusak dan beberapa korban luka-luka akibat tertimpa pohon tumbang. Kondisi ini terjadi di Denpasar, Karangasem, Tabanan, Bangli, dan Jembrana. Bahkan, di Tabanan menimbulkan korban tewas atas nama Made Putra Darmawan (21). Ia tertimpa pohon beringin yang tumbang. Sementara di Karangasem, menyebabkan sejumlah rumah hancur. Di Bangli, empat warung warga tertimpa patahan pohon beringin. Sementara pohon tumbang di Kediri, Tabanan memakan satu orang tewas. Di Denpasar, pohon tumbang di Jalan Hayam Wuruk menimpa dua

orang pengendara sepeda motor. Satu orang harus dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami luka serius. Selain itu, juga menimpa mobil Nissan Evalia bernomor polisi DK 1070 AV milik Ruswi Utami yang tengah diparkir. Angin kencang terjadi sekitar pukul 14.00 wita. Sebelumnya, hujan turun sangat lebat. Di simpang empat Jl. By-pass Tohpati, sebuah baliho roboh akibat diterpa angin kencang. Kepala UPT Call Centre Denpasar Gusti Ngurah Gede Budita, mengungkapkan, angin kencang telah menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik di Kota Denpasar. Peristiwa itu terjadi hampir bersamaan. Tim MBP

MOBIL yang dikendarai Ketut Mupu menabrak empat orang pejalan kaki di Jalan Umum Dusun Pringalon, Rendang, Minggu (22/2). Kerasnya benturan menyebabkan satu orang korban tewas dalam perjalanan menuju RSUD Klungkung. Korban adalah Ni Ketut Pepet (75). Sedangkan satu korban lainnya kritis dan dua orang luka. Pelaku diduga mengantuk sehingga tidak bisa mengontrol kendaraannya. I Ketut Mupu (47) yang diketahui berasal dari Alasngandang, Desa Pempatan, Rendang, mengendarai mobil Suzuki Carry Pick-up DK 9087 BL. Pagi sekitar pukul 02.50 dini hari, Mupu melaju dari Bukit Jambul, Desa Pesaban menuju arah Besakih. Dalam kondisi masih mengantuk dia memaksa melanjutkan perjalanan dengan kecepatan sedang. Tiba di TKP, mobil yang dikemudikan malah melaju ke kiri jalan. Mupu belingsatan dan tak mampu menguasai mobilnya hingga menabrak empat pejalan kaki yang saat itu berjalan di sisi kiri jalan dari arah selatan. Humas Polres Karangasem Aiptu Ketut Dasta seizin Kapolres AKBP Gede Adhi Mulyawarman membenarkan telah terjadi kecelakaan di wilayah hukumnya. Ia menuturkan, mobil pelaku kecelakaan sudah diamankan di Mapolsek Rendang untuk proses hukum lebih lanjut. Dewa Farendra

Warga Protes Sumbangan Jalan WARGA pengguna jasa penyeberangan protes lantaran diminta sumbangan jalan di pelabuhan tradisional Banjar Tribuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. Saat keluar pelabuhan, mereka dicegat warga dan dimintai uang sumbangan jalan Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 4.000 untuk pengendara mobil.Seorang warga Inten Pradnyani, Minggu (22/2) mengeluhkan hal tersebut. Sebab, sejak pelabuhan Banjar Tribuana melayani penyeberangan penumpang dengan boat ke Nusa Penida, setiap warga yang keluar dari pelabuhan, kena biaya sumbangan jalan. Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, I Made B. Mandraguna. Ditemui di pinggir jalan menuju pelabuhan, salah satu petugas saat dikonďŹ rmasi perihal masalah ini, menyampaikan sumbangan jalan ini katanya sudah menjadi keputusan bersama di Desa Adat Tribuana, Kusamba. Bagiarta 9 - 15 Maret 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Kondominium Fuad Amin di Kuta

B

angunan lantai tiga di sebuah perumahan di Jalan Imam Bonjol, sore itu terlihat sepi. Hanya ada satu karyawan di lobi rumah mewah yang bertuliskan Avanee Risidence tersebut. Tak banyak yang tahu bangunan dengan 40 kamar tersebut tersangkut kasus korupsi tersangka Fuad Amin. Tak hanya itu, rumah di Perumahan Kubu Pratama Indah No.A1-A2 Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, juga milik mantan Bupati Bangkalan yang kini menjadi Ketua DPRD Bangkalan. Rumah mewah itu juga masuk daftar sita KPK dan sudah disegel, Kamis (22/1) lalu. Kondominium Avanee Residence kini masih menerima tamu. Sebab bangunan tersebut belum disegel KPK. ‘’Belum pernah petugas KPK datang ke sini. Mungkin karena belum ke sini, jadinya belum disegel,’’ kata Denny, supervisor kondominium lantai 3 tersebut. Denny mengaku sangat tahu terkait kondominium tersebut. Menurutnya izin tempat tersebut sebenarnya pondok wisata dan pemilik pertama yakni Doni. Di atas tanah seluas 9,3 are tersebut lalu dibangun tempat menginap standar hotel, pada 2009. ‘’Fasilitasnya sekelas hotel, tapi izinnya pondok wisata. Jumlah kamarnya 40,’’ tambahnya. Lewat perantara seorang makelar, lanjut Denny, Doni menjual kondominium tersebut kepada Fuad. Sepengetahuannya, Doni menjualnya seharga Rp 12.250.000.000. ‘’Tapi saya tidak tahu berapa harga yang diberikan kepada Fuad oleh makelar itu,’’ tegasnya. Setelah harga disepakati, transaksi dilaksanakan pada 2014. Sejak saat itu, kepemilikan kondominium tersebut berpindah kepada Fuad. Namun Fuad belum pernah melihat asetnya itu. “Sampai sekarang dia (Fuad-red) belum pernah ke sini,’’ kata pria bertubuh kurus itu. Mengenai harga kamarnya, ia menyatakan per malam Rp 2,5 juta. ‘’Tamunya lumayan banyak,’’ tandasnya. Meski KPK menyita aset milik Fuad tersebut, hingga sore kemarin kondominium itu masih buka dan banyak tamu yang menginap. “Kalau KPK menyegel tempat ini, kami menunggu petunjuknya. Apakah ditutup atau bisa buka,’’ tegas Denny. Walau jumlah kamarnya banyak, karyawan yang bekerja di sana hanya 5 orang. Ada yang

8

MBP/wan

Tampak kondominium Avanee Residence di Perumahan Graha Kencana Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Kondominum dengan 40 kamar ini milik Fuad Amin.

tugas pagi, sore, dan malam. Sebelumnya (BP 23/2) Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyita harta milik tersangka Fuad Amin Imron lebih dari Rp 250 miliar. Selain uang juga disita puluhan mobil dan sejumlah properti yang salah satunya berlokasi di Bali. “Dalam penyidikan TPPU atas nama FAI (Fuad Amin Imron), penyidik sejak Januari 2015 hingga hari ini telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset FAI yang berada di Jakarta, Bangkalan, Surabaya dan Bali, berupa uang kurang lebih Rp 250 miliar,” kata kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, pekan lalu. Menurut Priharsa, sekitar Rp 234 miliar sudah berada dalam kas penampungan KPK, selebihnya masih dalam proses pemindahan. “Selanjutnya KPK juga menyita 14 rumah dan apartemen berlokasi di Jakarta dan Surabaya,” ungkap Priharsa. Masih ada juga 70 bidang tanah (tanah kosong dan beberapa tanah dengan bangunan di atasnya) termasuk kantor Dewan Pimpinan Cabang partai Gerindra, butik dan toko. “Disita juga 1 kondominium (dengan 50-60 kamar) di Bali dan 19 mobil yang disita di Jakarta, Surabaya dan Bangkalan,” tambah Priharsa.

Dalam kasus TPPU ini, KPK sudah pernah memeriksa orang-orang dekat Fuad yaitu anaknya yang juga menjabat sebagai Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad pada 10 Februari 2015 dan istri muda Fuad, Siti Masnuri. Selain terlibat dalam TPPU, Fuad juga menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan suap dalam jual beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur. Kasus suap terhadap Fuad Amin terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Direktur PT Media Karya Sentosa (MKS) Antonio Bambang Djatmiko dan perantara penerima suap yaitu Rauf serta perantara pemberi suap yaitu Darmono pada 1 Desember 2014. Selanjutnya pada Selasa 2 Desember 2014 ini hari, KPK menangkap Fuad di rumahnya di Bangkalan. Fuad Amin saat menjabat sebagai Bupati Bangkalan mengajukan permohonan kepada BP Migas agar Kabupaten Bangkalan mendapatkan alokasi gas bumi yang berasal dari eksplorasi Lapangan Ke-30 Kodeco Energy Ltd di lepas pantai Madura Barat di bawah pengendalian PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO). Ngurah

9 - 15 Maret 2015

8


Bali Surga “Cuci Uang’’ SELAIN bisnis narkoba, Bali juga menjadi incaran para koruptor untuk pencucian uang. Meski terindikasi banyak bisnis terutama bidang properti merupakan uang hasil kejahatan, hanya segelintir yang terungkap. Itu pun berkat kerja keras dan keuletan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Contohnya KPK menyita rumah mewah milik tersangka dalam kasus pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo di Kuta. Rumah ditaksir senilai Rp 5 miliar itu beralamat di Perumahan Harvest Land di Jl. By-pass Ngurah Rai, Kuta. Kasus teranyar yakni penyitaan rumah mewah senilai Rp 15 miliar milik Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Fuad Amin Imron di Perumahan Kubu Pratama Indah No.A1-A2 Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat. Juga kondominium Avanee Residence di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat. John Sadewa selaku pengamat properti mengakui Bali menjadi primadona investasi banyak kalangan kelas menengah hingga atas, dari Indonesia, bahkan luar negeri. Termasuk para koruptor mengincar bisnis properti di Bali untuk mengamankan dana ilegalnya. Dalam bahasa hukum disebut sebagai pencucian uang atau TPPU (tindak pidana pencucian uang). “Memang agak sulit di-filter karena pada umumnya pelaku menggunakan strategi penyamaran dalam melakukan transaksi sehingga terkesan sebagai transaksi investasi yang wajar. Apalagi properti yang disasar memang dikomersialkan oleh pemilik atau pengembang,” tegas John. Dari kasus-kasus hukum korupsi dan TPPU yang berhasil diungkap, menurutnya, menunjukkan jumlah yang lumayan besar terjadi money laundering di Bali. Seperti kasus yang terjadi pada petinggi partai dan pejabat negara seperti bupati, gubernur bahkan anggota dewan. “Ada juga kasus besar berkaitan denga korupsi dana salah satu bank besar di Bali yang dananya terindikasi diinvestasikan ke sektor real estate perhotelan di Badung Selatan,” ujarnya. Sebenarnya dengan pengalaman seperti sekarang ini, pemerintah harus

mengambil hikmah dan membuat regulasi yang dapat mencegah serta meminimalisasi terjadinya kasus TPPU, misalnya menerapkan transaksi diatas 100 juta harus nontunai alias transfer sebagai salah satu opsi filterisasi. “Mengapa dipilih Bali? Karena Bali aman untuk berbagai transaksi dalam bentuk pembelian properti atau pembuatan usaha. Bali sudah menjadi market internasional sehingga pelaku yakin kalau pelacakan di Bali akan sulit. Kemudian, uang yang diperoleh dari kejahatan mudah dibelanjakan karena daerah yang punya berbagai macam produk,” tegas praktisi hukum I Made Suardana, S.H., M.H. Untuk menghilang jejak, lanjut Suardana, pelaku meminjam nama orang lokal. Upaya itu dilakukan supaya PPATK dan KPK sulit melacak aset pelaku. “Terungkapnya aset koruptor di Bali setelah mereka ditangkap sehingga bisa diusut. Coba yang belum tertangkap, apa bisa mengendus harta mereka,” tambah Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) Bali ini. Bali memang tempat menarik bagi dunia internasional. Tak hanya untuk investasi, tetapi juga berbagai aksi kejahatan seperti penyelundupan dan peredaran narkoba sampai praktik money laundering. Khusus untuk praktik money laundering, pelaku memakai kedok investasi di bidang pariwisata seperti pembangunan hotel dan sejenisnya. ‘’Saya memang tak punya data, namun kita harus waspada terhadap praktik money laundering berkedok investasi hotel,’’ ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali, Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, beberapa waktu lalu di Seminyak, Kuta. Menurut Tjok Ace, kemungkinan itu selalu ada. Hal ini dilihat dari banyaknya investor membangun hotel tanpa hitung-hitungan bisnis yang jelas. ‘’Mau untung atau rugi membangun hotel di Bali, mereka (pelaku money laundering) tak peduli, yang penting uangnya bisa bersih,’’ sebutnya. Kaitan dengan ini, lanjut dia, pemerintah daerah sebagai regulator dan pengawas harus mewaspadai praktik seperti ini. Jika tidak, tentu saja

Bali bisa dijadikan tempat pencucian uang. ‘’Kami imbau agar pemerintah daerah hati-hati memberikan izin kepada investor,’’ jelasnya. PHRI, lanjutnya, mencatat ada 165 hotel berbintang dengan total 22.161 kamar. Hotel kelas melati sampai 2011 tercatat 3.346 hotel dengan total 62.407 kamar. ‘’Mungkin jumlah hotel yang ada bisa lebih dari yang kita data, banyak vila yang tak dilengkapi izin atau bodong. Hotel di Bali memang harus ditata lagi,’’ katanya. Ia menjelaskan, hotel di Bali harus diklasifikasi dan reklasifikasi. ‘’Klasifikasi dan reklasifikasi ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada calon konsumen terhadap kualitas dan golongan hotel,’’ jelasnya. Kegiatan klasifikasi dan reklasifikasi ini juga melibatkan BPP PHRI yang mengirimkan tiga asesor (penilai). Keputusan Menteri Pariwisata tahun 2002 mengharuskan adanya penggolongan kelas hotel. Selain itu, UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan juga menyebutkan tentang hal yang sama. ‘’Kalau berdasarkan kepmen, otorisasi penilaian diberikan kepada PHRI. Namun berdasar pasal 54 UU Nomor 10 Tahun 2009, penilaian diserahkan ke lembaga independen,’’ kata Carla Parengkuan yang juga Wasekjen PHRI Pusat. Ngurah

Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati

9


LAPORAN UTAMA

MBP/eka

Rumah Fuad Amin di Perumahan Kubu Pratama Indah No. A1-A2 Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, disegel KPK.

10

9 - 15 Maret 2015

10


Dari Wawan Sampai Djoko Susilo

B

ali memang sangat menarik. Tak hanya panorama alamnya, juga prosek investasi yang menggiurkan. Sehingga tak salah, banyak orang Jakarta yang berburu tanah di Bali. Akibatnya harga tanah melambung. Namun, di balik prospektifnya tanah di Bali, ternyata sejumlah pihak memanfaatkan untuk pencucian uang, bukan sekadar investasi. Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, satu di antara banyak tersangka yang berinvestasi di Bali. Tersangka menyuap Ketua (nonaktif) Mahkamah Konstitusi Akil Mocthar, diduga memiliki aset tanah sekitar dua hektar di kawasan Ubud. Aset tanah yang dimiliki oleh adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu terletak di Subak Semujan, Jalan Bisma, Ubud. Atas kepemilikan tanah yang bernilai miliar rupiah itu, dua orang penyidik KPK langsung datang ke Ubud untuk mengumpulkan data. Mereka juga mengecek kebenaran akan keberadaan tanah milik Wawan di Ubud. Dua orang KPK itu datang dua hari sebelum upacara palebon Puri Ubud, 30 Oktober 2013. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua penyidik KPK itu mendatangi Pekaseh Semujan Wayan Suda. Saat menerima penyidik KPK di rumahnya, Suda juga ditemani oleh pengurus Jalan Bisma, Nyoman Nada. Dikonfirmasi Selasa (5/11) kemarin, Wayan Suda membenarkan dirinya didatangi penyidik KPK sekitar pukul 15.00 wita. Kedatangan mereka meminta informasi keberadaan tanah berdasarkan transaksi yang dilakukan oleh Wawan. ‘’Kedatangan mereka ke saya karena kapasitas saya sebagai pekaseh,’’ jelasnya. Suda yang juga sebagai Pekaseh Gede Dam Ubud mengatakan, tanah yang dimaksud oleh penyidik KPK itu adalah tanah yang sebelumnya milik warga dari Padangtegal seluas 1,5 hektar. Tanah itu diberikan uang muka terlebih dahulu oleh seorang makelar senilai Rp 500 juta. Kemudian dilakukan pengurusan surat-surat. Hingga hampir enam bulan tanah itu tak laku, akhirnya datang pembeli yang merupakan tangan kanan

dari Wawan. ‘’Transaksi tanah waktu itu senilai Rp 375 juta per are, sudah termasuk jalan. Transaksi yang dilakukan sebelum hari Nyepi,’’ katanya. Dari pantauan di lokasi, tanah yang dibeli Wawan ini terletak di belakang Vila Bucu View. Akses jalan menuju lokasi belum selesai. Setelah berhasil mendapatkan tanah sekaligus jalan, kembali ada transaksi dari orang kepercayaan Wawan dan makelar lokal yang sama sebanyak 40 - 45 are di sebelah tanah sebelumnya, sehingga total tanah yang kini dimiliki sekitar dua hektar. Selain wawan, mantan Kakorlantas Irjen Pol. Djoko Susilo juga membidik Bali untuk investasi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang papan plang penyitaan atas tanah sawah sekitar 85 are di Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. Tanah itu diduga milik. Djoko Susilo yang menjadi tersangka dalam kasus pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri. Penyitaan oleh KPK atas tanah di timur Vila Waka Gangga itu tidak banyak yang mengetahuinya. Namun beberapa warga setempat mengatakan, baru mengetahui adanya papan plang penyitaan itu pada Jumat (15/3) lalu. “Saya saja baru tahu hal ini (penyitaan oleh KPK) sekarang setelah ada warga yang menyampaikan informasi kepada saya,” ujar

Leget, prajuru Adat Yeh Gangga. Disebutkannya, tanah yang disita itu dulu milik warga Yeh Gangga, Ketut Merta, yang sudah almarhum. Soal proses jual-beli atas tanah tersebut, Leget mengaku tidak pernah tahu. Sedangkana warga setempat ada yang mengatakan, bahwa pembeli tanah seluas itu orang dari Jakarta. “Kalau soal jual-beli tanah di sini, biasanya ada permainan dari calo dengan pemilik tanah, sehingga kami tidak pernah tahu. Kecuali jika sudah ada investasi atau pembangunan di atas tanah itu barulah bisa diketahui, karena ada aturannya,” terang Leget. Sejak kepemilikannya berpindah tangan kepada si pembeli, tanah tersebut masih berupa lahan sawah yang ditanami padi. Seperti yang dilansir berbagai media massa, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus proyek pengadaan simulator SIM roda dua dan empat di Korps Lalu Lintas Polri tahun anggaran 2011 ini. Mereka adalah mantan Kakorlantas Irjen Pol. Djoko Susilo, Wakil Kepala Korlantas Polri nonaktif Brigjen Pol. Didik Purnomo, Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S. Bambang, dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto. Agung Darmada

9 - 15 Maret 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist

GENERAL ASSEMBLY - PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequislife) mengadakan General Assembly di Denpasar awal tahun 2015. Kegiatan ini diresmikan oleh Tatang Widjaja, President Director & CEO Sequislife, Edisjah, Director & Chief Agency Officer Sequislife, yang diikuti oleh Agency Head, VP, dan IC Sequislife. Kegiatan bertema ‘’Quantum Transformation: Actively Leading, Managing and Intensifying Agents to Secure High Business Growth’’. Tujuannya untuk menetapkan komitment goal tahun 2015 serta membangun motivasi dan memacu semangat tenaga pemasar untuk mencapai prestasi terbaik. Sebagai perusahaan pilihan masyarakat, Sequislife telah melayani lebih dari 250.000 nasabah didukung oleh 12.764 tenaga pemasar profesional, 600 karyawan. Sequislife juga memiliki satu National Service Center (NSC) di Jakarta, lima Regional Service Center (RSC) di lima kota besar, dan 82 kantor pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia.

MBP/ist

DISERBU - Sekolah Kapal Pesiar Balindo Paradiso & PT Bali Paradise Citra Dewata (BPC) sebagai Sekolah Pelatihan dan Pengiriman TKI ke Kapal Pesiar MSC ke Eropa tetap diserbu calon mahasiswa baru. Hal ini menunjukkan minat masyarakat bekerja di kapal pesiar sangat tinggi. Lulusan Balindo Paradiso khusus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan Kapal Pesiar MSC dalam menyiapkan tenaga kerja. Masyarakat Bali sudah mengetahui bahwa Balindo Paradiso terbukti telah mengirim banyak mahasiswa bekerja di kapal pesiar kelas dunia. Tercatat sampai tahun 2014, sudah 6.000 crew dari Bali diberangkatkan melalui PT Bali Paradise Citra Dewata & Balindo Paradiso.

MBP/ist

INSPIRASI - Keberadaan Museum Agung Bung Karno memang mampu menjadi magnet dan inspirasi bagi para tokohtokoh bangsa baik di tingkat nasional maupun lokal. Museum ini juga menjadi sumber pembelajaran terhadap sejarah NKRI berikut sang proklamator Bung Karno. Jika sebelumnya, Kapolda Bali dan Kajati Bali yang mendiskusikan persoalan penegakan hukum di museum ini, kini giliran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangli Ida Ayu Komang Retnasari Kusumadewi S.H.,M.H., menimba ilmu hukum dan semacam studi banding soal hukum melalui membaca berbagai buku tentang hukum di Indonesia yang menjadi koleksi museum di bawah Yayasan Kepustakaan Bung Karno ini. Kunjungan Kajari Bangli, Minggu (22/2) diterima Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno Gus Marhaen.

12

9 - 15 Maret 2015

MBP/ist

KARTU - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyerahkan kartu “Sewaka Karya Guna” kepada warga kurang mampu di Pasar Nyangelan, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (25/2). Kartu ini diserahkan ke seluruh kecamatan di Kota Denpasar sesuai data base RTM yang ada di masing-masing SKPD (satuan kerja perangkat daerah) terkait, sama jumlah maupun orangnya. Dengan demikian, bantuan baik untuk pendidikan, kesehatan maupun bedah rumah, orang yang diberikan juga harus yang berhak. Sampai awal tahun 2015, jumlah RTM di Kota Denpasar 1.844 KK, mengalami penurunan dari sebelumnya 2.106 KK. Penurunan ini tidak terlepas dari keseriusan Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai usaha dan program


MBP/ist

MBP/ist

KONSOLIDASI - DPC PDI-P Bangli menggelar rapat konsolidasi di Seketariat DPC PDI-P, Kelurahan Kubu, Bangli, Senin (23/2). Rapat perdana kepengurusan 2015-2020 ini dipimpin langsung Ketua DPC PDI-P Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta didampingi pengurus lainnya. Dalam rapat itu terungkap, jajaran pengurus PAC dan DPC telah membulatkan tekad untuk kembali mencalonkan Megawati Soekarno Putri menjadi Ketua Umum (Ketum) DPP PDI-P dalam kongres April mendatang. Ditemui usai rapat kemarin, Ketua DPC PDI-P Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, rapat ini digelar bertujuan untuk menyusun agenda kerja kepengurusan baru DPC PDI-P Bangli.

PENGUATAN - Universitas Warmadewa (Unwar) terus memberi penguatan pada implementasi kurikulum berbasis Kerangka KualiďŹ kasi Nasional Indonesia (KKNI). Untuk itu semua dosen Unwar, Rabu (25/2) dikumpulkan guna mengikuti workshop penyusunan kurikulum KKNI. Workshop dipandu langsung Rektor Unwar Prof. Dr. I Made Sukarsa, S.E., M.S. menghadirkan pembicara Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kementerian Riset dan Teknologi dan PT, Dr. Illah Sailah, I Made S. Utama dari Tim KPT Dikti dan pengamat pendidikan Prof. Nyoman Dantes. Workshop diikuti 300 dosen, kaprodi dan pimpinan, menurut Ketua Panitia, Ir. Cok. Gung Yujana, M.T., berlangsung dua hari.

MBP/ist

MENGHADAP - Menindaklanjuti disahkannya UndangUndang (UU) Pilkada, KPU Badung langsung menghadap Bupati Badung untuk melakukan koordinasi terkait hal tersebut di Puspem Badung, Jumat (20/2). Dalam pertemuan antara Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Wabup. I Made Sudiana, Sekda Badung Kompyang R. Swandika serta pimpinan SKPD terkait dengan Ketua KPU Badung A.A. Raka Nakula bersama komisioner KPU, terungkap bahwa Pilkada akan digelar bulan Desember 2015 dengan satu putaran saja. Menurut Ketua KPU Badung A.A. Raka Nakula, setelah disahkan oleh DPR RI, UU Pilkada belum dapat diterima KPU Badung karena masih diundangkan selama 30 hari. Sementara sesuai dengan rancangan UU Pilkada yang telah disahkan menjadi UU tersebut, pilkada dilaksanakan secara langsung dengan jadwal pilkada tiga gelombang.

MBP/ist

LKPJ - Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Wabup Made Sudiana menyerahkan LKPJ untuk AMJ periode 20102015 dan LKPJ tahun 2014 kepada Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Ketua DPRD I Made Sunartha di Puspem Badung, Selasa (24/2). Kedua dokumen ini tergolong sangat istimewa, yakni memuat laporan pelaksanaan tugas Bupati untuk akhir masa jabatan bupati periode 2010-2015 serta LKPJ tahun 2014. Mengingat hal itu, secara administratif surat pengantarnya ditandatangani langsung Bupati. Penyerahan kedua dokumen tersebut juga dilakukan langsung oleh Bupati Badung A.A. Gde Agung kepada Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Ketua DPRD I Made Sunartha. 9 - 15 Maret 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

LOMBA - Menyambut HUT-nya yang ke-2 yang jatuh pada Rabu (25/2), RSU Kasih Ibu Tabanan menggelar acara lomba mewarnai, fashion show dan lomba fotogenik, Minggu (22/2). Acara diikuti 300 peserta anak-anak usia 3-5 tahun. Direktur RSU Kasih Ibu Tabanan dr. I. G. Ngurah Buana, M.Kes. memaparkan kegiatan yang menyasar anak-anak dan ibu ini adalah untuk mengingat cikal bakal RSU Kasih Ibu sebagai klinik bersalin. “Klinik bersalin identik dengan ibu dan bayi yang merupakan cikal bakal RSU Kasih Ibu,� ujarnya. Selain sebagai pengingat cikal bakal, kegiatan yang menyasar ibu dan anak ini juga sebagai langkah pendekatan dan pengenalan RSU Kasih Ibu Tabanan ke masyarakat.

SEMANGAT - Usaha kecil kalau semangatnya besar akan dapat menjadi usaha hebat dan dapat memandirikan kehidupan keluarga dan kekuatan usaha terletak pada kemampuan mengelola, bukan besar kecilnya modal. Inilah goresan tangan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di atas kertas dan akan diabadikan sebagai penyemangat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Kekuatan usaha bukan dari pihak lain, melainkan menanamkan semangat tinggi untuk mampu berusaha dengan baik. Kemudian dengan semangat berusaha melaksanakan pengelolaan dengan baik dan benar, maka yakin usaha akan mampu memandirikan kehidupan keluarga. Nampak dalam foto Rai Mantra sedang menggoreskan kalimat penyemangat bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Kota Denpasar.

MBP/ist

ADIWIYATA - SMKN 2 Denpasar sukses meraih predikat sekolah adiwiyata tingkat nasional. Penghargaan itu diterima langsung Kepala SMKN 2 Denpasar Drs. I Wayan Sarjana dari Menteri LH. Kota Denpasar menambah satu anggota komunitas sekolah adiwiyata yakni SMKN 2 Denpasar bersama SMAN 5, SMAN 6, SMAN 1, dan SMAN 3 Denpasar. Bahkan SMKN 2 Denpasar satu-satunya sekolah yang memiliki toilet sejumlah kelas yakni 31 toilet. Belum termasuk toilet guru dan umum. Siswa di semua kelas langsung diberi tanggung jawab atas kebersihan dan kerusakan toilet. Ini semua berkat manajemen dan kepemimpinan Kepala SMKN 2 Denpasar Drs. I Wayan Sarjana yang mampu merubah sekolah langganan banjir menjadi sekolah bersih dan asri.

14

9 - 15 Maret 2015

MBP/ist

LOMBA - Pemerintah Kota Denpasar Melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar Kembali menggelar lomba kano yang bertempat di Tukad Badung, Banjar Gelogor Carik Pemogan Denpasar Selatan, Minggu (22/2) lalu. Kegiatan lomba Kano yang diselenggarakan di Tukad Badung ini merupakan upaya untuk menggugah kesadaran semua pihak dalam menjaga dan memelihara serta membudayakan hidup bersih, dengan tidak membuang sampah ke sungai serta menjadikan tempat ini tempat rekreasi alternatif. Sehingga nantinya bisa memberikan kontribusi dan menumbuhkan ekonomi kreatif dalam upaya pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.


MBP/ist

SEMINAR - Akademi Kebidanan (Akbid) Kartini Bali menggelar seminar internasional “Midwifery Update� Sabtu (21/2). Seminar ini menghadirkan empat pembicara, tiga di antaranya berasal dari Charles Darwin University, Australia dan seorang pembicara dari RSUP Sanglah yaitu dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG (K). Pembicara dari Charles Darwin University menyampaikan tentang pelayanan KB dan model praktik kebidanan bersalin di Australia, serta bimbingan asuhan persalinan kala III dan IV. Sedangkan dr. Dwi Aryana menyampaikan tentang tata cara penanganan kegawatdaruratan kebidanan terkini. Nampak dalam foto Pembicara dari Charles Darwin University sedang memaparkan materi kebidanan dalam seminar yang digelar Akbid Kartini kemarin.

MBP/ist

SERAHKAN ALAT - Setiap mendengar laporan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti kursi roda, tongkat dan alat bantu dengar, K3S turun berbagi kasih menyerahkan bantuan. Nampak dalam foto Wakil Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara menyambangi kediaman Andika di Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Rabu (25/2). Kerti Rai Iswara menyerahkan 18 bantuan kepada para lansia dan penyandang disabilitas di empat kecamatan se-Kota Denpasar. I Made Dwi Andika Putra, anak umur 9 tahun asal Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, sangat gembira saat Ny. Antari Jaya Negara menyerahkan alat bantu dengar.

MBP/ist

MUSCAB - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Buleleng menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II tahun 2015 di Lovina, Senin (23/2). Dalam muscab ini, Kadek Suarjana, S.T. terpilih sebagai Ketua DPC AKLI Buleleng masa bakti 2015-2019. Dari 12 utusan pemilik perusahaan yang masuk anggota DPC AKLI Buleleng sepakat memilih Suarjana. Suarjana didampingi Putu Bagus Dharmawan, S.T. sebagai sekretaris dan Freddy Suhartadi Hanjaya, S.T. sebagai bendahara. Selain itu, kepengurusan DPC AKLI Buleleng dilengkapi bidang organisasi yang dipercayakan kepada Siswanto, S.T. Bidang hubungan masyarakat (Humas) dipilih Iwan Susanto, S.T.

RUSAK - Angin puting beliung disertai hujan yang melanda Bali pada Sabtu (21/2) sore dalam sekejap telah menimbulkan gangguan ketenagalistrikan. Hal ini disebabkan banyak aset PLN yang tersebar di seluruh Bali porak poranda disapu angin kencang. Menurut Humas PLN Bali Wayan Redika, PLN berupaya untuk secepatnya melakukan pemulihan jaringan. Ia mengatakan tak kurang dari 25 tiang beton roboh, bahkan ada yang patah akibat tertimpa pohon yang tumbang tersebar hampir merata di seluruh Bali. Selain itu 2 buah trafo PLN rata dengan tanah, salah satunya terjadi di Desa Talibeng Karangasem. Nampak dalam foto upaya perbaikan yang dilakukan PLN di Sidemen, Karangasem.

MBP/ist

9 - 15 Maret 2015

15


POLITIK

Legislator Sarat Tuntutan

S

aat rakyat Bali terjerat harga beras yang terus melabung, anggota DPRD Bali malah menuntut tunjangan kerja. Tuntutan ini pun dituding mengabaikan etika. Rakyat Bali pun diingatkan ke depan tak memilih wakil rakyat yang serakah dan tak peka aspirasi. Tuntutan mendapat tunjangan kerja pertama dilontarkan juru bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Bali Komang Nova Sewi Putra. Menurut Nova, usulan itu berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah. “Oleh karena DPRD adalah unsur penyelenggara pemerintah daerah, Fraksi Partai Demokrat mengusulkan agar anggota dewan juga mendapatkan hak sebagai penyelenggara pemerintah daerah berupa tunjangan kinerja,” kata politisi asal Buleleng ini. Sebelumnya, DPRD Bali juga telah menuntut kenaikan tunjangan perumahan. Usulan tersebut langsung mendapat sambutan hangat dan aplaus dari peserta sidang. Begitu Nova kembali ke tempat duduknya, pimpinan sidang yang juga Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiry-

atama, meminta hadirin memberi aplaus kepada Nova. “Mohon aplaus. Ini berupa usulan. Saya setuju dengan usulan tersebut,” kata Adi Wiryatama. Menyikapi usulan ini, suara sumbang berhembus di luar parlemen. Tuntutan anggota DPRD Bali agar mendapat tunjangan kinerja mendapat kritikan sejumlah kalangan. Menurut akademisi yang juga pengamat politik Dr. Luh Riniti Rahayu, para anggota Dewan mengajukan tunjangan kinerja berdasarkan peraturan yang berlaku bahwa anggota DPRD juga sebagai penyelenggara pemerintah, secara hukum sah-sah saja. “Namun secara etika sangatlah tidak pantas,” kata Riniti. Sebagai wakil rakyat yang bermartabat, tidaklah pantas menuntut tunjangan kinerja untuk dirinya sendiri. Menjadi legislator bukanlah pekerjaan untuk mensejahterakan diri sendiri dan keluarganya. Legislator adalah kerja untuk mensejahterakan masyarakat. Dikatakannya, insentif dalam bentuk tunjangan kinerja konsepnya adalah pay for performance yang bertolak belakang dengan tunjangan jabatan atau pay for intitle yang bertujuan untuk menambah semangat dan produktivitas kerja pegawai

Menjadi legislator bukanlah pekerjaan untuk mensejahterakan diri sendiri dan keluarganya. Legislator adalah kerja untuk mensejahterakan masyarakat Dr. Luh Riniti Rahayu

di perusahaan swasta maupun PNS. Menurutnya sebagai wakil rakyat yang diberi mandat kepercayaan oleh para pemilih dari daerah pemilihannya masingmasing, anggota Dewan haruslah bekerja memperjuangkan aspirasi berdasarkan kebutuhan masyarakatnya. Bukan berdasarkan insentif tunjangan kinerja. “Bila tidak ada tunjangan kinerja apakah anggota Dewan tidak akan bekerja? Bila dapat tunjangan apakah baru mau bekerja?” imbuh Riniti yang juga Direktur LSM Bali Sruti itu. Semestinya para anggota Dewan kini fokus menjalankan tugas sesuai tupoksinya. Tak hanya pengamat, kawan Global ketika berkomentar di Warung Global Interkatif juga menuding anggota DPRD Bali tak tahu malu. Kinerja belum jelas, malah sudah minta tunjangan, kritik sejumlah pengopini. Bahkan, sejumlah pengopini seperti Gung Raka di Gianyar, Erik di Denpasar mengingatkan krama Bali agar tidak memilih wakil rakyat yang serakah dan tak peka aspirasi masyarakat pada pemilu mendatang. Widana

16

9 - 15 Maret 2015

16


Jokowi Melawan Intervensi DUTA Besar RI untuk Brazil Toto Rityanto ditarik. Fakta politik ini bukan sekadar dampak ketegangan diplomasi. Jauh lebih bih penting dari itu, langkah ini mencerminkan adanya keteguhan sikap untuk menjaga kedaulatan bangsa. Intervensi atas hukum positif, kedaulatan bangsa dan harga diri bangsa harus dijunjung. Intervensi dengan cara–cara tak beretika harus dilawan. Keputusan Presiden Jokowin ini pun diapresiasi si banyak pihak. Langkah ini merr upakan bentuk nyata pentingnya menjujung harga ga diri bangsa dan kedaulatan. Dalam penjelasannya kepada pers, Presiden n Jokowi menegaskan intervensi egara lain terkait eksekusi mati patut disikapi dengan engan tegas. Kedaulatan hukum dan kedaulatan politik Indonesia harus tetap dijaga. aga. “Masalah Dubes RI di Brazil kenapa saya tarik, karena ini adalah masalah kehormatan negara, kehormatan bangsa. Kenapa saya tarik, karena arena itu masalah. Buat saya itu masalah besar,” tegas Jokowi. Panasnya hubungan Indonesia-Brazil terjadi pascaperlakuan Presiden Brazil Dilma Rousseff, yang mempermalukan malukan Duta Besar designate Indonesia untuk Brazil, Toto Riyanto, di Istana Presiden Brazil dengan membatalkan penyampaian enyampaian credentials (surat kepercayaan) secara mendadak. k. Merespons langkah Presiden Jokowi ini, Komisi misi I DPR RI menyambut positif. “Sikap pemerintah sudah benar dan patut didukung,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR R Tantowi Yahya. Ia mengatakan pemberian credential adalah alah hak negara akreditasi tapi pembatalan penyerahan kepada Dubes kita di saat yang bersangkutan sudah berada erada di istana keperesidenan bersama dengan dubes-dubes bes lain adalah pelecehan diplomatik, oleh karenanya patut tut kita protes keras,” tegas Tantowi. Politikus Golkar ini menegaskan tidak ada negara egara yang bisa mendikte hukum negara lain dan Brazil sebagai negara berdaulat seharusnya memahamii dan memaklumi hukum di Indonesia. Menyikapi ketegangan diplomasi ini, mantan Duta Besar RI untuk PBB, Makarim Wibisono berharap rap ada komunikasi politik yang lebih intens. Langkah ah ini merupakan cara efektif untuk membuat hubungan an bilateral kedua pihak membaik. “Ini untuk mencapai ai tujuan keharmonisan hubungan bilateral,” katanya.. Hardianto to Masalah Dubes RI di Brazil kenapa saya tarik, karena ini adalah h masalah kehormatan negara, kehormatan bangsa. Kenapa saya tarik, karena itu masalah. Buat saya itu masalah besar. Jokowi wi 9 - 15 Maret 2015

17

17


PENDIDIKAN

Pencetakan Naskah ”Try Out” UN Harus Tepat Waktu MBP/dok

Sejumlah siswa sedang mengikuti try out UN. Diharapkan pelaksanaan try out UN tahun ini berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan.

P

roses tender atau lelang ulang pencetakan naskah soal ujian pemantapan (try out) Ujian Nasional (UN) yang ditangani ULP (Unit Layanan Pengadaan) Pemprov Bali akhirnya sudah ada pemenangnya, Kamis (26/4) lalu, yakni Percetakan Bali. Diharapkan pemenang tender ini bisa mencetak naskah soal tepat waktu sehingga ujian pemantapan SMP, SMA/ SMK sederajat tidak molor lagi. “Sudah ada pemenangnya yakni Percetakan. Kami berharap percetakan agar melaksanakan dengan tepat waktu. Jangan sampai terlambat dan menggaggu persiapan ujian pemantapan,” kata anggota Komisi IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan Nyoman Parta. Parta juga meminta pihak sekolah tetap mempersiapkan dan memotivasi siswa agar benar-benar serius mengikuti ujian pemantapan dan UN ini. Sebab ujian pemantapan atau try out dan UN yang hanya jadi pemetaan ini penting sebagai cerminan dan bahan evaluasi sejauh mana

18

9 - 15 Maret 2015

kemapuan anak dan sejauh mana keberhasilan proses belajar selama tiga tahun. Parta yang juga Ketua Fraksi PDI-P DPRD Bali itu berharap karena UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, maka UN mestinya dibiarkan berjalan alami dalam suasana kejujuran dan keterbukaan. Jangan lagi ada guru yang memberikan jawaban kepada siswa. “Biarlah UN berjalan dengan jujur agar kita mengetahui sejauh mana sudah kualitas pendidikan di Bali. Itu penting juga agar eksekutif dan legislatif punya acuan untuk melakukan evaluasi, apakah persoalannya ada pada guru, sarana prasarana atau pada siswa,” tegas politisi asal Gianyar itu. Sebelumnya, pencetakan naskah soal ujian try out UN Pemprov Bali ini sempat gagal tender karena peserta tender atau lelang yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan atau kualifikasi. Gagal tender ini mengakibatkan pelaksanaan ujian pemantapan UN molor dari jadwal yang ditetapkan. Pelaksanaan ujian pe-

mantapan awalnya direncanakan digelar Disdikpora Bali mulai 26-28 Februari 2015 untuk tingkat SMA/MA dan SMK, disusul SMP/MTs mulai 2-5 Maret 2015 kini dijadawalkan ulang. Jadwal baru ujian pemantapan SMA/ SMK yakni tanggal 12, 13, 14 Maret. Sementara ujian pemantapan untuk SMP digelar tanggal 25, 26, 27 dan 28 Maret. Kepala Disdikpora Bali Tjok Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani menerangkan, pengunduran jadwal ujian pemantapan dari Disdikpora Provinsi ini sudah disampaikan ke Disdikpora dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) kabupaten/kota se-Bali. Pada intinya, tidak ada permasalahan serius akibat pengunduran jadwal ini. “Ujian pemantapan tetap akan digelar dan sudah kami jadwalkan ulang. Karena ujian pemantapan ini mengacu seperti UN sebelumnya dan tidak ada perubahan berarti, kami yakin siswa sudah siap,” tegasnya. Widana


Tunjangan Guru SMA/SMK Mengacu ke Badung LEMBAGA Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali kini tengah menyusun tiga alternatif pola pembiayaan tunjangan atau insentif guru SMA/SMK se-Bali yang nantinya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali. Atas alternatif itu, sejumlah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten di Bali berharap Pemprov Bali memilih alternatif yang pertama, yakni besaran tunjangan guru SMA/SMK mengacu pada nilai tunjangan yang diberikan Kabupaten Badung yakni berkisar Rp 900 ribu hingga Rp 1,1 juta per guru per bulan untuk guru PNS tergantung pangkat dan golongan dan tunjangan untuk guru non-PNS yakni Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per guru per bulan tergantung di sekolah mana mengabdi. Dengan pola itu diharapkan terjadi pemerataan dan keadilan di antara guru SMA/SMK seluruh Bali. “Kami berharap Pemprov Bali memilih opsi pertama yakni besaran tunjangan guru SMA/SMK ini mengacu ke Badung. Hal ini agar ada pemerataan di seluruh Bali,” kata Kadisdikpora Karangasem Drs. I Gede Ariyasa, M.Pd., belum lama ini. Ariyasa meminta Pemprov jangan hanya berpikir pengelolaan pendidikan itu di masing-masing kabupaten melainkan harus berpikir Bali secara makro dan keseluruhan. Jika nantinya tunjangan guru SMA/SMK antara kabupaten satu dengan yang lainnya berbeda-beda, maka rasa keadilan dan pemerataan tidak ada. Padahal guru di seluruh Bali mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama mendidik dan ikut memajukan pendidikan. “Jadi rasa kebersamaan itu penting sehingga kami harapkan tunjangan yang diberikan provinsi untuk guru SMA/SMK se-Bali bisa sama dan merata,” katanya dan menambahkan, besaran tunjangan kinerja guru SMA/SMK di Karangsem rata-rata Rp 650 ribu per orang per bulan dan untuk pengawas SMA/SMK sebesar Rp 950 ribu per orang per bulan. Jika besaran tunjangan guru ini berbeda-beda, kata dia, dikhawatirkan akan memicu jurang kesenjangan dan kecemburuan sosial di antara para guru ini. Akhirnya, hal tersebut juga berpengaruh pada motivasi kerja dan kinerja masing-masing guru. “Kalau guru yang tunjangannya lebih rendah motivasi dan kinerjanya

bisa turun dan berpengaruh pada kualitas pendidikan. Jadi, mestinya bisa sama seluruh Bali,” kata Ariyasa. Hal senada disampaikan Kadisdikpora Klungkung Nyoman Mudarta. Pihaknya sepakat jika besaran tunjangan guru SMA/SMK se-Bali besarannya sama mengacu pada nilai tunjangan yang diberikan Kabupaten Badung saat ini. Hal itu dipandang cukup adil dan mampu merangsang kinerja guru menjadi lebih baik. Sementara pandangan berbeda disampaikan Kadisdikora Kabupaten Tabanan I Putu Santika. Pihaknya berpendapat pendanaan pendidikan tetap menjadi tanggung jawab bersama pemerintah pusat, provinsi dan kabupatn /kota mengacu pada PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Dari tiga opsi atau alternatif pembiayaan tunjangan guru SMA/SMK yang sedang disusun LPMP Bali, pihaknya menyatakan tidak sepakat dengan ketiganya. Pihaknya berharap pendanaan tunjangan guru ini dilakukan bersama-sama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sebab memang pendanaan pendidikan tanggung jawab bersama. “Kami lebih mengharapkan pendanaan ini bersama-sama sebab kita punya kewajiban bersama mendanai pendidikan,” katanya. Ditemui terpisah, Kadisdikpora Denpasar IGN Eddy Mulya mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya bagaimana pola pembiayaan SMA/SMK baik menyangkut personalia (pendidik dan tenaga kependidikan), sarana prasarana dan penggangaran. Terlebih saat ini belum ada Peraturan Pemerintah (PP) sebagai petunjuk teknis pembagian kewenangan pengelolaan sekolah. “Kami serahkan ke provinsi sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Kami juga masih menunggu PP serta petunjuk teknis seperti apa nantinya. Yang jelas harus menjadi komitmen kita bersama memajukan dunia pendidikan di Bali,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, LPMP Bali menyiapkan tiga alternatif pola

pemberian tunjangan. Pertama, pemberian tunjangan kepada guru SMA/SMK ini besarannya bisa merata di seluruh Bali dengan mengacu kepada besaran tunjangan guru yang diberikan Pemerintah Kabupaten Badung selama ini yakni berkisar Rp 900 ribu hingga Rp 1,1 juta per guru per bulan untuk guru PNS tergantung pangkat dan golongan dan tunjangan untuk guru non PNS yakni Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per guru per bulan tergantung di sekolah mana mengabdi. Alternatif kedua, tunjangan guru SMA/ SMK ini dihitung berdasarkan rata-rata keseluruhan besaran tunjangan di kabupaten/kota se-Bali. Dengan demikian tentu tunjangan guru ini akan lebih kecil dari nominal di Badung. Dan mungkin ada daerah lain, seperti guru di Denpasar yang akan menerima lebih kecil dibandingkan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar saat ini. Alternatif ketiga yakni besaran tunjangan ini tetap mengacu pada besaran tunjangan yang diterima guru SMA/SMK saat ini di masing-masing kabupaten/ kota. Artinya, besaran tunjangan ini tidak merata alias berbeda antarsatu kabupaten dengan yang lainnya. “Semua alternatif ini belum ada yang pasti dan masih kami matangkan dan kaji serta diskusikan bersama Disdikpora, mana yang terbaik buat Bali dan sesuai dengan anggaran yang tersedia di provinsi,” kata Kepala LPMP Bali Dr. I Made Alit Mariana, M.Pd. Widana 9 - 15 Maret 2015

19


MANCANEGARA

Zodiac Killer Kasus Misterius

P

ernahkah Anda mendengar kisah tentang Zodiac Killer? Pembunuh misterius ini masih menjadi kasus yang belum terpecahkan hingga sekarang. Zodiac Killer merupakan seorang pembunuh berantai yang beroperasi di daerah California Utara. Pembunuh ini beraksi sekitar tahun 1960-an. Identitas Zodiac Killer belum diketahui hingga saat ini. Dari mana pembunuh berantai ini mendapat julukannya sebagai “The Zodiac Killer” ? Nama Zodiac killer diciptakan karena sering munculnya penyebutan kata “Zodiac” dalam serangkaian surat yang dikirim ke media pers setempat. Tidak ada yang mengetahui siapa pengirimnya, yang jelas, di dalam surat- surat itu tersimpan kriptogram dan sandi-sandi yang membingungkan. Tiga dari serangkaian surat itu belum terselesaikan hingga saat ini. Diduga surat-surat itu berasal dari Zodiac Killer. Korban dari Zodiac Killer dibunuh di empat tempat yang berbeda, di antaranya Benicia, Vallejo, Danau Berryessa, dan San Fransisco. Empat pria dan tiga wanita yang diperkirakan berumur 16 - 29 tahun menjadi korbannya antara bulan Desember 1968 sampai Oktober 1969. Para korban kebanyakan ditusuk belasan bahkan hingga puluhan kali. Sejumlah tersangka telah ditetapkan oleh penegak

20

9 - 15 Maret 2015

hukum, namun tidak ada cukup bukti yang membuktikan bahwa mereka adalah pelakunya. Kepolisian San Fransisco menutup kasus ini pada tahun 2004 karena mengalami kebuntuan dalam penyelidikannya, namun kasus dibuka kembali pada tahun 2007. Kasus ini juga dibuka kembali di kota Vallejo, Napa County, dan Solano County. Bahkan Departemen Kehakiman California telah mempertahankan kasus ini sejak tahun 1969. Dalam suratnya yang dikirim ke surat kabar lokal, penulisnya mengklaim telah melakukan pembunuhan sebanyak 37 kali. Tetapi, setelah dilakukan penyelidikan, hanya ada 7 korban yang diketahui, bahkan dua di antaranya selamat. Bahkan dalam salah satu suratnya, dia pernah menyertakan diagram bom rakitan yang akan digunakannya untuk meledakkan bis sekolah. Di bagian bawah surat, ia menyertakan simbol The SF Chronicles yang menerima surat lagi pada tanggal 8 Juli 1974. Surat ini tidak ada nama pengirimnya, hanya sebuah surat yang berisi keluhan tentang kolumnis dan ditandatangani dengan “Phentom Red”, seperti lilin yang dicairkan dan ditempel dengan stempel khusus. Sejak surat itu diterima oleh SF Chronicles, ada beberapa surat lagi yang

datang, namun surat-surat itu dianggap hanya sebagai ulah iseng beberapa orang saja. Jadi, bisa dianggap surat pada tanggal 8 Juli 1974 itu merupakan surat terakhir dari Zodiac Killer, meski banyak yang meragukannya. Lalu, ke manakah Zodiac Killer? Arthur Leign Allen adalah tersangka utama yang diduga sang Zodiac Killer. Namun, sidik jarinya tidak cocok dengan sidik jari yang ditemukan pada korban. Arthur meninggal pada tahun 1992 karena diabetes dan gagal ginjal. Kemudian, penyelidik mencoba mencocokkan DNA Zodiac Killer dengan DNA Arthur. DNA Zodiac Killer diambil dari air liur yang berasal dari perangko dan amplop yang telah dikirim beberapa kali ke media cetak. Namun hasilnya tidak cocok, beberapa orang berpendapat bahwa belum tentu DNA dari air liur perangko itu berasal dari Zodiac Killer. Identitas dari Zodiac Killer masih misterius hingga saat ini. Perilaku unik dan kekejamannya bagi sebagian orang menganggap Zodiac Killer adalah seorang psikopat. Psikopat atau bukan, yang jelas Zodiac Killer merupakan tokoh misterius yang belum terungkap kebenarannya hingga saat ini. Gugiek Savindra


Pemimpin ISIS Pernah Ditahan SEJAUH ini, sangat sedikit yang diketahui soal pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar alBaghdadi. Namun, sebuah dokumen militer yang baru saja dirilis mengungkap sejumlah informasi baru terkait Al-Baghdadi. Dokumen yang dibuka berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi AS itu mencakup masa-masa saat AlBaghdadi menjadi tahanan tentara AS di Irak. Dalam dokumen itu, Al-Baghdadi diidentifikasi dengan nama lahirnya, Ibrahim Awad Ibrahim Al Badry. Menurut dokumen itu, Al-Baghdadi ditangkap tentara AS pada 4 Februari 2004 dan dibebaskan pada 8 Desember 2004. Al-Baghdadi ditangkap di Kota Fallujah dan ditahan di sejumlah penjara, termasuk penjara di Kamp Bucca dan Kamp Adder. Dalam buku ISIS: Inside The Army of Terror, kedua penulis buku ini, Michael Weiss dan Hassan Hassan, mendapatkan informasi penangkapan Al-Baghdadi dari

pakar ISIS, Dr. Hisham al-Hashimi. Dalam wawancara untuk kepentingan penulisan buku itu, Al-Hashimi mengatakan, Al-Baghdadi ditangkap intelijen militer AS saat mengunjungi kawannya di Fallujah, Nessayif Numan Nessayif. “Al-Baghdadi sebenarnya bukan sasaran penangkapan. Sasarannya adalah Nessayif,” kata Al-Hashimi yang mengklaim pernah bertemu Al-Baghdadi pada 1990-an. Pada tanda pengenal tahanan, Al-Baghdadi tertulis sebagai seorang “tahanan sipil”, yang berarti dia bukanlah anggota militer asing atau milisi bersenjata. Namun, dia ditahan dengan alasan keamanan. Dalam data itu, pekerjaan Al-Baghdadi tertulis sebagai “pekerja administrasi (sekretaris)”. Pada 2014, Al-Baghdadi diyakini berusia 43 tahun meski semua data waktu kelahirannya dihapus. Dokumen ini juga memberikan sejumlah informasi soal keluarga Al-Baghdadi. Pria ini tercatat sudah menikah dan kerabat

terdekatnya adalah seorang paman. Nama-nama anggota keluarga Al-Baghdadi dalam dokumen ini dihapus. Tentunya AS sangat menyesal telah membebaskan seseorang yang kini menjadi target utama bagi banyak negara di seluru dunia. Islamic State (ISIS) menjadi sorotan global. ISIS adalah kelompok militan kaum Sunni Islam yang berbasis di Irak dan Suriah. Grup ekstremis ini juga menyebarkan pengaruhnya di wilayah timur Libya, Semenanjung Sinai Mesir dan kawasan lainnya di Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Asia Selatan dan Asia Tenggara. Salah satu tujuan ISIS adalah mendirikan negara Islam di Irak dan wilayah al-Sham, yang meliputi Suriah, Yordania, Israel, Palestina, Lebanon, Siprus dan provinsi Hatay di Turki. Sudah banyak korban berjatuhan akibat sepak terjang kelompok radikal ini. Gugiek Savindra

9 - 15 Maret 2015

21


DAERAH

Dampak Badai Gusty

Puluhan Bangunan di Bangli Rusak

A

ngin kencang sesaat yang menerjang Sabtu (21/2) membuat beberapa wilayah di Bali tertimpa bencana. Salah satunya Kabupaten Bangli. Terjangan angin membuat sejumlah pohon berukuran besar tumbang dan merusak beberapa bangunan yang ada di sekitarnya. Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli tercatat, 3 fasilitas umum milik pemerintah berupa bangunan sekolah rusak. Selain itu, 8 fasilitas masyarakat seperti pura, dan 44 unit rumah pribadi juga rusak. Di Kecamatan Bangli bencana terjadi di beberapa titik. Di pasar Desa Tamanbali terjangan angin menyebabkan pohon beringin berusia tua tumbang dan menimpa enam warung yang ada di sekitarnya. Tak hanya menghancurkan bangunan warung, kejadian ini juga sempat men-

22

9 - 15 Maret 2015

gakibatkan arus lalu lintas Bangli-Gianyar macet. Selain itu, pohon tumbang juga menimpa rumah warga di Dusun Sidawa, dan sebuah pura di Dusun Uma Anyar. Di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, pohon tumbang menimpa rumah warga. Pelinggih yang berada di jaba tengah Pura Kehen juga terkena pohon tumbang. Sementara itu, di Kecamatan Susut, pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik. Di antaranya di pertigaan Demulih, di jalur Tanggahan Peken-Kayuambua dan di Dusun Manuk yang menyebabkan arus lalu lintas setempat macet. Selain itu, di Dusun Tanggahan Tengah Desa Demulih, dua unit rumah warga rusak parah akibat ditimpa pohon albesia. Di Dusun Serokadan Desa Apuan sebuah pelinggih warga juga rusak terkena pohon. Di Jalur Demulih-Sala, pohon tumbang juga memacetkan arus lalu lintas. Di Desa

Penglumbaran, pohon menimpa seorang warga hingga mengalami patah kaki dan harus dilarikan ke rumah sakit. Di Kecamatan Tembuku, sebuah pohon di Dusun Nyanglan Kaja, Desa Bangbang tumbang dan menyebabkan arus lalu lintas Bangbang-Klungkung macet. Selain itu pohon tumbang juga menimpa pura di Metro, Desa Yangapi yang menyebabkan bangunan pura rusak parah. Di Desa Tambahan, pohon kelapa tumbang dan menimpa sebuah rumah milik warga hingga menyebabkan bangunan bale dangin dan angkul-angkul rusak. Sementara di Desa Jehem, pohon tumbang juga menimpa rumah seorang warga. Selain itu tiga desa di Kecamatan Kintamani yakni Desa Subaya, Desa Kutuh dan Dusun Kubu Salya, Desa Sukawana diterjang angin kencang hingga mengakibatkan sejumlah rumah rusak berat. Bahkan ada dua kepala


Rumah Roboh, Jalur Penyeberangan Ditutup

keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya hancur tidak bisa ditempati. Sementara di Desa Sekardadi pohon tumbang mengakibatkan arus lalu lintas macet. Selain merusak rumah dan fasilitas umum, terjangan angin juga merusak jaringan listrik di beberapa titik kejadian bencana. Kepala BPBD Bangli Wayan Karmawan didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik Ketut Agus Sutapa mengatakan akibat dari terjangan angin sesaat atau yang disebut badai gusty itu, total kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp 1,8 miliar. Kerugian tersebut berasal dari kerusakan sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum di seluruh Bangli. Selain merusak bangunan dan fasilitas umum, terjangan angin kencang Sabtu lalu juga menyebabkan petani ikan di Danau Batur Kintamani mengalami kerugian yang tidak sedikit. Sebanyak 13 ton ikan siap panen terlepas dari keramba jaring apung (KJA). Tak hanya itu 135 lubang KJA juga dilaporkan mengalami rusak berat. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (P2) Bangli Nengah Sukartana memprediksi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana itu mencapai Rp 500 juta lebih.

HUJAN lebat disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah rusak di Jembrana. Selain itu, transportasi baik darat dan laut terganggu akibat amukan angin itu. Di jalan DenpasarGilimanuk, Banjar Sumbul, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, sebuah mobil Grandmax pick-up DK 9793 EN yang mengangkut empat sepeda motor Honda Scoopy dan Beat tertimpa pohon perindang jalan. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun arus lalu lintas dari Denpasar dan Gilimanuk sempat terganggu hingga pohon tumbang berhasil dievakuasi. Di Yehembang, gardu PLN meledak akibat arus pendek (konsleting) yang awalnya terkena angin. Di beberapa desa juga gelap gulita hingga lima jam akibat sejumlah gardu rusak. Pihak PLN mengaku selain akibat kerusakan gardu, juga diakibatkan pemeliharaan jaringan dari PLTG Gilimanuk. Sehingga di beberapa lokasi jaringan seperti Kelurahan Pendem, Batuagung hingga Pulukan listrik padam. Angin kencang juga memutus beberapa kabel listrik milik PLN. Data di unit Pelayanan Teknik (Yantek) PLN Rayon Negara, saat terjangan angin kencang Sabtu (21/2), banyak laporan kerusakan jaringan listrik dari warga. Sedikitnya terdapat 82 laporan kerusakan listrik yang terjadi di saluran rumah (SR) warga dan beberapa laporan titik di saluran jaringan tegangan menengah (JTM) di kota. Manajer PLN Rayon Negara I Wayan Eka Susrawan mengatakan perbaikan terkendala hujan disertai angin. Sehingga banyak pohon-pohon tumbang dan merusak kabel-kabel listrik. Angin kencang juga merusak sejumlah atap rumah dan ruko di sejumlah lokasi. Di Yehembang dan Yehembang Kangin dilaporkan ada beberapa rumah yang rusak akibat terjangan angin. Di Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad, sebuah rumah milik Ketut Purnata (36) yang tercatat KK miskin. Rumah yang berukuran 4x3 meter dan terbuat dari bambu dan seng dan asbes hancur. Untuk sementara, keluarga ini menumpang di rumah tetangga. Sementara di Yehembang, sedikitnya ada tiga rumah dan ruko atapnya hancur akibat angin kencang. Yang paling parah menimpa rumah milik Made Budini (56). Janda yang baru memperbaiki rumahnya akibat diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu, kembali rusak akibat tertimpa pohon perindang jalan. Warga Dusun Sumbul, Desa Yehembang Kangin, ini mengaku baru memperbaiki rumahnya. Selain mengakibatkan sejumlah rumah dan ruko rusak, angin kencang juga mengakibatkan jalur pelayaran Ketapang-Gilimanuk ditutup selama satu jam. Kepala Syahbandar Gilimanuk Nyoman Daelon Wirawan mengatakan penutupan mulai dari pukul 16.25 wita akibat angin kencang dengan kecepatan angin 35 km per jam. Pelabuhan baru dibuka sekitar pukul 17.25 wita, setelah cuaca kembali normal dan dirasa layak untuk pelayaran. Syahbandar terpaksa menutup pelayaran mengedepankan keselamatan penumpang.

Swasrina

Surya Dharma 9 - 15 Maret 2015

23


K E S E H ATA N

Angka Kematian Persalinan di Bali Kecil

B

agi seorang ibu, persalinan merupakan hal yang sangat didambakan dan dinantikan. Alasannya sangat logis, karena akan kedatangan seorang anggota keluarga baru. Namun, tidak sedikit proses persalinan berlangsung mulus dan memunculkan akibat tidak diinginkan. Relatif banyak kasus meninggal ibu dan bayi saat. Begitu beratnya, persalinan sampai memunculkan adagium ibarat ‘’magantung bok akatih’’ – hidup bagai bergantung pada sehelai rambut. Betapa berat situasi persalinan itu sesungguhnya. Dari data terakhir tahun 2014, tercatat 48 kasus kematian ibu saat persalinan, mencapai Angka Kematian Ibu (AKI) 70,2 per 100.000 kelahiran hidup di Bali. Dibandingkan tahun sebelumnya, 2013, kasus kematian ibu sudah menurun yaitu 49 kasus dengan AKI 72.1 per 100.000 kelahiran hidup. Secara nasional, Bali termasuk memiliki angka kematian persalinan kecil dibandingkan daerah lainnya. ‘’Karena itu, Bali memperoleh MDG’s Award,’’ ungkap Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. Sukses itu dicapai, kata Kadis Kesehatan, karena segenap dokter, dan paramedis yang menjadi ujung tombak terdepan, melakukan langkah-langkah efektif dalam upaya meminimalisir sesuatu yang mungkin terjadi pada kasus persalinan itu. Dari data tersebut, kata dokter spesialis Obgin di RSUP Sanglah dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG (K), mendeskripsikan, ada tiga kelompok penyebab persalinan. Dari 48 kasus 2014, sebanyak 25 kasus disebabkan penyebab langsung (obstetric) dan 23 kasus dari penyebab tak langsung (non obstetri), misalnya kelainan jantung. Penyebab langsung kematian ibu, yaitu pendarahan 12 kasus, eklamsia 11 kasus, dan infeksi dua kasus. Pendarahan pascamelahirkan disebabkan oleh tonus, trauma, tissue, thrombin. Pendarahan akibat Tonus paling banyak terjadi di Bali. “Penyebab pendarahan ada

yang namanya atonia uteri,” jelasnya (23/2). Atonia uteri merupakan kondisi berisiko saat persalinan. Atonia uteri merupakan tidak stabilnya kontraksi rahim, sehingga menyebabkan pendarahan. “Lembek rahimnya, kendor,” tambahnya. Pascamelahirkan, mengeluarkan ari-ari, selama 15 detik saja rahim tidak berkontraksi, dinamakan Atonia uteri. Kejadian seperti itu harus mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat. Dalam keadaan seperti ini bidan tidak bisa menyelamatkan dengan obat-obatan. “Harus segera dirujuk ke pelayanan kesehatan tingkat pertama,” tegasnya. Di rumah sakit pun harus diangkat rahimnya karena merupakan hal itu sumber masalah. Semakin cepat diangkat, semakin bagus. Penyebab pendarahan yang kedua yaitu trauma. Trauma adalah robeknya jalan lahir, serviks, mulut rahim yang harus segera dijahit. Ada tingkatan-tingkatan robek yaitu grade 1, 2, 3, 4. Tingkat robek grade 1, 2 masih bisa ditangani bidan. Namun, jika tingkat kerobekan sampai grade 3, dan 4 harus segera mendapatkan tindakan spesialistik. Alasannya, robeknya sampai ke anus, rektum, atau pantat. “Jika tidak bagus jahitannya, kasihan kualitas hidup pasien tidak baik. Pasien itu bisa tidak merasakan saat kentut. Bukan itu saja juga tidak bisa menahan BAB,” ujarnya. Penyebab pendarahan ketiga yaitu tissue, yakni masih tersisanya jaringan. Misalnya setelah mengeluarkan ari-ari, masih ada sisa darah yang belum keluar semua. “Biasanya terjadi pada hari ketujuh setelah melahirkan,” tambahnya. Maka dari itu harus segera dibersihkan dengan cara dikuret. Hal ini terjadi karena sisa darah/jaringan membusuk di rahim. Akibat rahim mendeteksi adanya benda asing, rahim itu berusaha mengeluarkannya dengan berkontraksi secara alami. “Hal itu menyebabkan terjadilah pendarahan,” tuturnya. Penyebab pendarahan keempat yaitu thrombin, merupakan terjadinya gangguan pada proses pembekuan darah. Pembekuan ditandai turunnya trombosit. Namun, kasus ini jarang terjadi. Pendarahan pasien akibat thrombin misalnya ibu mengalami leukemia, anemia aplastik.

dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG (K)

Citta Maya


Jaga Kondisi Saat Hamil SESEORANG yang hamil bukanlah seseorang yang sakit. “Hal itu merupakan proses alamiah,” ujar dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG (K). Pada saat hamil semua organ dalam tubuh mengalami perubahan, seperti payudara membesar, mual, muntah, dll. “Jika perubahan itu dialami pada batas normal, hal itu tidak masalah,” terangnya. Dengan adanya perubahan tersebut, seorang ibu harus menjaga kesehatannya, rajin kontrol kehamilan minimal empat kali, makan makanan bergizi dan seimbang seperti seimbang protein nabati, hewani, vitamin, mineral. Jika kehamilan terdahulu pernah bermasalah, atau mengalami kelainan medis seperti asma, jantung, hipertensi, HIV, malaria. Pada kondisi ini perlu ekstra hati-hati. ‘’Kami sarankan si ibu harus telaten menjaga kondisi dan memilih pelayanan kesehatan tingkat I, kelak untuk proses persalinannya,’’ saran dr. Made Bagus Dewi Aryana. Citta Maya

Hamil Lebih dari Empat Kali Berisiko Alami Perdarahan PENYEBAB pendarahan itu murni karena proses persalinannya. Tim medis biasanya sudah tahu sebelumnya. Karena itu, tim medis telah memprediksi pasien yang berisiko mengalami pendarahan. “Ada faktor risiko yang melatarbelakangi pendarahan. Namun juga ada tanpa faktor risiko pendarahan,” ujarnya. Faktor risiko tersebut seperti hamil lebih dari empat kali. Dalam kondisi ini rahim sudah kendor. Akibatnya, rahim tidak mampu berkontraksi dengan baik. Bisa juga karena hamil terlalu tua dan sebaliknya hamil terlalu muda. Tidak jarang terjadi, hamil besar dengan berat badan bayi lebih dari 4 kilogram. “Hal itu terjadi murni karena proses persalinan,” tegasnya kembali. Kejadian pendarahan juga bukan hal yang tidak bisa diduga. Sebetulnya pada saat kontrol kandungan, sudah dapat diprediksi. Misalnya, berat badan ibu naik

secara ekstrem. Hal itu menandakan bayinya besar. Di samping itu pemeriksaan wajah dan mata terlihat pucat. Kondisi itu menandakan anemia. Dalam kasus ini dipandang perlu melakukan cek Hb. “Jika Hb-nya kurang dari 12, kita masukkan ke golongan anemia, sehingga saat persalinan bisa diantisipasi dengan membawa ke pelayanan kesehatan tingkat I,’’ ujarnya. Model perawatan terbaru pascamelahirkan, tidak diberikan antiobiotik jika persalinan itu normal, sepanjang kondisi fisiknya baik dan hasil laboratorium juga baik. “Persalinan normal, selain anak pertama hanya perlu dirawat satu hari saja,” tandasnya. Apabila ada tanda-tanda infeksi berat, ditunjukkan antara lain, suhu badan tinggi, ibu terlihat kelelahan, vulva vagina bengkak, mengeluarkan cairan berbau, denyut jantung bayi tidak teratur.

Itu semua termasuk fase persalinan kasep. Semua itu memerlukan antibiotik dan perawatan khusus. Ia juga mengatakan, tidak mengalami menstruasi pascamelahirkan juga merupakan hal wajar. Dia menjamin, darah yang tidak keluar dari menstruasi tidak akan menjadi kanker. Ia menyebutkan menstruasi yang tidak dialami seorang ibu pascamelahirkan berbeda-beda waktunya. Hal itu tergantung dari masing-masing ibu. “Ada yang 42 hari tidak mens, tiga bulan, bahkan sampai setahun,” katanya. Yang penting harus segera memakai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. “Secara umum jarak kehamilan pertama dan kedua 18 bulan. Tetapi kita para dokter membuat kesepakatan, jarak dua tahun itu dianggap lebih ideal,” terangnya. Citta Maya 9 - 15 Maret 2015

25


LENSA

KECAK Para penari kecak menunjukkan kebolehannya dalam sebuah pementasan yang dilakukan di depan Patung Catur Muka, Denpasar. Kecak adalah pertunjukan tarian seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak� dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

MBP/Alya Sabathina Rosa


OLAHRAGA

MBP/ap

Petenis Swiss Roger Federer.

Dilema

T

im Piala Davis Swiss telah memastikan tidak akan diperkuat pemain terbaiknya Roger Federer pada pertandingan Grup Dunia Maret ini. Di satu sisi Federer ingin fokus pada kariernya dan disisi lain tugas membela negara tak bisa dipungkiri. Sepanjang 2014, Federer tampil di turnamen beregu putra itu hingga mencapai partai puncak. Di final, Swiss mengalahkan Prancis 3-1 dan Federer melengkapi koleksi 17 gelar Grand Slamnya dengan trofi Piala Davis, piala yang belum pernah ia menangkan sebelumnya dan pertama bagi Swiss. Memang ia sempat diisukan bentrok dengan rekan setimnya Stan Wawrinka, namun keduanya bisa melupakan rumor tersebut dan tampil profesional untuk memenangkan negaranya. Maka saat Swiss memulai proses mempertahankan gelar melawan Belgia awal Maret ini, nama Federer tak masuk dalam daftar. Ia mengaku memang tidak mempunyai rencana untuk membela timnas.

28

9 - 15 Maret 2015

“Itu bukan keputusan yang sulit,” jelas petenis berusia 33 tahun yang masih mempunyai ambisi meraih trofi grandslam. “Saya telah bermain untuk Swiss selama ini. Dengan memenangkan trofi itu (2014), berarti saya telah telah mewujudkan apa yang saya inginkan selama ini,” tambah petenis peringkat 2 dunia itu kepada Associated Press. Federer tercatat 50 kali meraih kemenangan dan 17 kali kalah sepanjang penampilannya di Piala Davis sejak 1999. Ia mengakui tampil di turnamen ini membawa beban yang sangat berat. “Beban ini amat berat dan salah satu hal yang menyulitkan sepanjang karier saya dibandingkan persoalan lain. Saya merasa ada banyak kesalahan yang ditumpahkan federasi atau ITF kepada saya dibandingkan pada petenis lainnya,” katanya yang bersyukur berani mengambil keputusan dan melakukannya. Ia mengakui menumpahkan seluruh dedikasinya sepanjang Piala Davis 2014 demi tim bukan pemenuhan ambisi pribadi. “Saya lebih menginginkan Michael (Lammer) dan Marco (Chiudinelli) serta Stan membela timnas. Jadi posisi saya jelas, bahwa saya tidak akan bermain,” lanjut Federer yang meraih kemenangan ke-1.000 saat menjuarai Brisbane Inter-

national. Wawrinka diminta tetap memperkuat Swiss menghadapi pertandingan mendatang atau mungkin pada September. Swiss tetap diinginkan masuk dalam Grup Dunia. “Anda tidak akan pernah tahu Swiss bisa menang tanpa kehadiran kami. Ini sebuah kesempatan tapi memang negara kami tidak diunggulkan pada pertandingan melawan Belgia,” lanjut Federer. Absennya Federer, melengkapi kerja keras yang harus dilakukan Swiss. Ini dikarenakan Wawrinka, juara Australia Terbuka 2013, juga belum memutuskan akan terus membela timnas atau tidak. Namun mengacu pada aturan yang dikeluarkan Federasi Tenis Internasional (ITF), Federer seharusnya tampil di ajang ini setidaknya sekali dalam dua tahun karena itu Mmerupakan syarat menuju Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Namun ia juga bisa memanfaatkan fasilitas wild card yang mungkin diberikan padanya supaya bisa tampil di Olimpiade mendatang. Namun tetap saja itu menjadi dilema bila di turnamen Tur ATP ia kalah bersaing dengan Novak Djokovic, Rafael Nadal, Andi Murray atau petenis-petenis muda yang kini banyak bermunculan bermunculan. Yudi Winanto


Optimis Menuju Rio 2016 TIM balap sepeda Australia menuju Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan penuh optimisme menyusul keberhasilan atletnya di Kejuaraan Dunia di Prancis lalu. Target memangkas jarak dengan rival terutama dari Eropa, malah menghasilkan keberhasilan dengan menempati peringkat kedua di bawah tuan Prancis. Di klasemen keseluruhan, Australia mengumpulkan 11 medali termasuk membuat empat rekor baru di katagori putri. Tim pursuit memecahkan rekor dunia dan Anna Meares mencatat sejarah dengan memenangkan nomor keirin. Tidak hanya menjadi juara dunia Meares juga mencatatkan dirinya sebagai pembalap tersukses karena menghasilkan medali ke-11 sepanjang keikutsertaanya di event ini sejak 2004. Pelatih balap sepeda Australia Gary Sutton mengaku puas dengan penampilan skuadnya. Mereka akan menjalani masa

istirahat sepulang dari Prancis seblum berkumpulkan kembali untuk mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga multievent di Brazil. “Mereka telah menunjukkan penampilkan yang meyakinkan sebelum berangkat. Jadi hasil ini (yang mengejutkan ini) memang kami harapkan,â€? katanya seperti dikutip Reuters. Meares seperti menjadi ratu sehari setelah memenangkan nomor keirin. Setidaknya dalam 11 kali mengikuti kejuaraan dunia ini dia telah memenangkan nomor ini tiga kali yakni pada 2011 dan 2012. Diusianya yang ke-31 tahun itu, ia masih mampu memberi teladan pada junior-juniornya dengan Meares. Di ďŹ nal ia mengalahkan seniornya Felicia Ballanger dari Prancis yang 10 kali menjadi juara dunia. Meares yang juga meraih medali perak

di nomor 500m time trial dan perunggu di team sprint, total mengumpulkan 26 medali di event ini. Ia melewati pencapaian pembalap Inggris Chris Hoy dengan 26 medali. Pembalap yang paling sukses di Kejuaraan Dunia UCI ini adalah Arnaud Tournant yang mengoleksi 14 medali emas. Di kancah Olimpiade, Meares telah mengumpulkan dua medali emas denga memenangi 500 time trial di Athena 2004 dan sprint di London (2012). Di kedua event itu ia juga menghasilkan dua perunggu di sprint dan team sprint. Sedangkan di pesta olahraga negara Persemakmuran, pembalap kelahiran Queensland, tiga kali meraih kemenangan di Melbourne (2006), Delhi (2010) dan Glasgow (2014) di nomor favoritnya 500m time trial. Yudi Winanto

MBP/rtr

Pembalap sepeda Australia Anna Meares. 9 - 15 Maret 2015

29


OLAHRAGA

AA Istri Kania Ratih Atmaja

Makin Gemilang Bersama DKI ATLET renang AA Istri Kania Ratih Atmaja hanya menduduki peringkat keempat pada PON XVIII/2012 di Riau. Turun di nomor spesialisnya gaya punggung 100 meter, Kania berada di bawah peraih medali emas Jessica Venesa Joseputra dari Jabar, perebut perak Nurul Fajar Firiani (Jatim), dan penyabet perunggu Febriana R. Marita (Jatim). Kania sempat memimpin lomba hingga jarak 75 meter, namun pada 25 meter terakhir tidak mampu mempertahankan posisinya, sehingga gagal finis terdepan. ‘’Kendati demikian, tak menyurutkan niat Riau, Jabar, dan DKI untuk memboyong Kania,’’ sebut sang manajer AA Gede Ngurah Trindra Mayun di Denpasar pekan lalu. Alasannya sangat logis, Kania kala itu masih berusia 14 tahun, sedangkan lawan-lawannya berumur di atasnya. Apalagi, ketiga daerah tersebut memang getol memburu atlet berbakat untuk masa depan. Sebagaimana perenang Bali lainnya Gede Siman Sudartawa yang lebih dulu mengusung bendera Riau pada PON 2012. Kania dan Siman kini sama-sama mengibarkan bendera Jakarta. Bahkan, mereka bernaung dalam satu klub Millenium dan sama-sama jago di nomor gaya punggung. Di Pelatda DKI, Kania menghuni pelatda prioritas yang levelnya di atas pelatda 1 dan 2. Tidak cuma itu, ia bahkan menghuni pelatnas SEA Games 2015. Untuk mematangkan persiapan, Kania dan kawan-kawan dijadwalkan melakukan uji coba ke Selandia Baru dan Thailand. Mayun tidak ingin Kania nantinya sekadar meramaikan hajatan multievent dua tahunan tingkat Asia Tenggara tersebut. Untuk itu, dia harus mempunyai catatan waktu minimal 1 menit, 02 detik untuk gaya punggung 100 meter. Saat ini catatan waktunya 1 menit, 03 detik. Awalnya Kania bernaung di Klub Elang Laut, Denpasar. Ia kemudian mengajukan surat pindah ke Millenium. Keinginannya berlatih di ibu kota berjalan mulus menyusul surat keterangan keluar dari Pengkab PRSI Badung yang dibelanya dalam Porprov Bali. Perenang kelahiran Kuta, Badung, 28 Mei 1998 ini selanjutnya menjadi siswi kelas II SMA Taruna Persada, Cililitan, Jakarta Utara, dilatih mantan perenang nasional Albert C. Sutanto. Polesan tangan dingin sang pelatih sejak 2013 membuat prestasi Kania makin gemilang. Pada ajang Popnas, ia menyabet empat medali emas pada nomor gaya punggung 50 dan 100 meter, estafet gaya ganti, dan gaya bebas. Prestasi serupa diukirnya pada Kejuaraan Renang Antar-Perkumpulan Seluruh Indonsia (PRSI) 2014. Sementara pada PON Remaja I/2014 di Surabaya, putri ketiga atau bungsu pasangan mantan Kadiskes Badung dr. AA Mayun Dharma Atmaja (alm) dan AA Oka Masyuni Sari Hati ini, mendulang tiga keping emas di nomor gaya punggung 50, 100, dan 200 meter, perak di dada 50 meter, serta perunggu di bebas 50 meter. Kania yang sekarang menempati peringkat pertama nasional gaya punggung 50 dan 100 meter, menjadi perenang putri yang paling banyak mengoleksi medali. MBP/nel

30

9 - 15 Maret 2015

Daniel Fajry


I Gusti Ayu Yuniastari

Dari Bulu Tangkis ke Panahan MENGGELUTI olahraga panahan sejak 2011 berkat arahan sang paman, atlet panahan I Gusti Ayu Yuniastari kini menjadi andalan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Denpasar dan Bali. Dara berbintang Cancer ini sudah mengukir banyak prestasi. Ia awalnya menggeluti bulu tangkis. Mengingat persaingan di olahraga tepok bulu ini sangat ketat sehingga tidak pernah lolos seleksi, Ayu selanjutnya berpaling ke panahan. ‘’Paman saya yang menyarankan untuk mencoba panahan. Semenjak itulah saya meninggalkan bulu tangkis,” katanya di Denpasar pekan lalu. Ayu sempat setengah hati mendalami panahan, sebab sebelumnya tidak tertarik sama sekali. Namun, setelah dicoba berulang-ulang, ia akhirnya ketagihan dan terus berkecimpung di panahan sampai sekarang. “Meskipun dulu sempat pesimis, pada akhirnya keragu-raguan itu bisa mendatangkan prestasi yang membanggakan diri sendiri, keluarga, dan daerah yang saya bela. Sekarang saya fokus di panahan untuk mengejar prestasi yang lebih baik lagi,” ungkap mahasiswi semester II Penjaskes IKIP PGRI Bali ini. Kini, dara kelahiran Denpasar, 21 Juni 1996 ini, mematangkan diri untuk mengikuti Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, September mendatang. Sebelum tampil di sana, Ayu melakukan pemanasan di kejuaraan Piala Wali Kota Denpasar. Di ajang ini ia bisa melihat segala kekurangan dan kelemahan yang masih ada, untuk kemudian dibenahi agar benar-benar siap tampil di Porprov. Pada Porprov Bali 2013 di Denpasar, Ayu sukses menyumbangkan dua medali emas. Ia bertekad mempertahankan hasil tersebut di Buleleng, bahkan kalau bisa meningkatkan. ‘’Target itu saya canangkan supaya bisa mengantarkan panahan Denpasar mempertahankan gelar juara umum. Untuk itulah saya berharap mampu meraih emas sebanyak-banyaknya,” terangnya. Belum lama ini Yuniastari mengikuti seleksi nasional (seleknas) di Jakarta sebagai persiapan mengikuti ke SEA Games 2015 di Singapura. Akan tetapi satu-satunya pemanah Bali yang dipanggil menjalani seleknas ini hanya mampu bercokol di peringkat keenam dari 12 peserta. Oleh karena itu, ia harus menahan impiannya berlaga di ajang tingkat Asia Tenggara. “Saya bangga meski hanya ranking enam di seleknas. Ini bukan akhir dari segalanya, melainkan perjuangan awal. Saya tetap berharap bisa membela tim nasional Indonesia di kemudian hari,” ujarnya. Prestasi yang disabet Ayu di cabor panahan antara lain mendulang 3 medali emas dan 1 perak pada Porprov Bali 2011 di Jembrana, 2 emas di Piala Wali Kota 2013, 2 emas dan 1 perak pada Porprov Bali 2013 di Denpasar, serta 1 emas dan 1 perak dalam Invitasi Panahan Junior di Yogyakarta sekaligus mengantarkan Denpasar merengkuh juara umum. Eka Parananda

MBP/nan

9 - 15 Maret 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

BERTEMU - Kondisi memprihatinkan yang dialami Ketut Sareng, warga Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana, menjadi perhatian serius Bupati Jembrana I Putu Artha. Sareng (65) yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung mengumpulkan barang bekas, hidup bersama istrinya, Nyoman Runtini, dan tiga anaknya yang sudah berkeluarga di sebuah rumah yang tidak layak huni. Bahkan rumah itu dipenuhi dengan barang rongsokan. Rabu (18/2) pagi, Bupati Jembrana I Putu Artha menemui Ketut Sareng di gubuknya yang berdekatan dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Negara. Artha tidak menyangka kalau ada warganya di daerah perkotaan yang tinggal di rumah yang sama sekali tidak layak huni.

ATMA KERTIH - Desa Adat Kerobokan melaksanakan upacara Atma Kertih dan Caru Nila Pati Rabu (25/2) di Pura Dalem Batu Belig, Kerobokan. Upacara tersebut melibatkan tokoh masyarakat puri, gria, prajuru Desa Adat Kerobokan, juga mengundang pemerintah yaitu Camat Kuta Utara, dan Kelurahan yang ada di wilayah Desa Adat Kerobokan. Upacara tersebut dilakukan pertama kali sejak G-30S/PKI tahun 1965 karena ratusan orang meninggal (dibunuh) secara tidak wajar. Nampak Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja (tengah) dan bendahara (petengen) Desa Adat Kerobokan A.A Made Yoga, Putu Parwata, sekretaris (penyarikan) Desa Adat Kerobokan memaparkan tujuan upacara atma kertih dan caru nila pati di Desa Adat Kerobokan, Rabu (25/2).

MBP/ist

BERPULANG - Keluarga besar Puri Agung Jrokuta Denpasar, SMKN 4 Denpasar dan SMK PGRI 3 Denpasar berduka. Salah seorang guru senior I Gusti Ayu Agung Setyari, B.A., dari Puri Agung Jrokuta telah berpulang, Selasa (17/2) lalu. I Gusti Ayu Agung Setyari berpulang dalam usai ke-72 tahun. Almarhum sempat dirawat di Wing RS Sanglah karena mengalami infeksi paru-paru. Almarhum lulusan sarjana muda Sastra. Begitu diangkat menjadi guru almarhum ditugaskan di SMKN 4 Denpasar yang dulu bernama SKKA sebagai guru agama Hindu. Masa pensiunnya juga diakhiri di SMKN 4 Denpasar. Bahkan setelah pensiun almarhum dipercaya mengabdi di SMK PGRI 3 Denpasar. Makanya almarhum dikenal sebagai guru pekerja keras dan memegang teguh disiplin.

32

9 - 15 Maret 2015

MBP/ist

MENINJAU - Bupati Gde Agung meninjau bale pewedan di Pura Dang Kahyangan Taman Sari Mengwi yang ambruk akibat angin puting beliung, Senin (23/2). Bupati Badung A.A. Gde Agung kembali mengingatkan segenap jajarannya mulai pimpinan SKPD, camat, lurah dan kepala desa untuk “standby on dut� 24 jam. Khusus kepada camat, Bupati Gde Agung perintahkan agar selalu berada di wilayah masing-masing. Bupati minta dalam kondisi cuaca seperti ini, segenap pimpinan SKPD, camat, lurah dan kepala desa agar mengambil tindakan dan langkah yang dianggap penting dan harus ada di tengah masyarakat yang mengalami musibah.


MBP/ist MBP/ist

GEBYAR UNDIAN - PT BPR Nusamba Group Wilayah Bali menggelar gebyar penarikan undian Tabungan Harmoni Plus periode VII, Kamis (19/2) di Hongkong Garden, Sanur. Gebyar penarikan undian ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun BPR Nusamba. Gebyar penarikan undian periode VII ini berhadiah empat mobil Toyota Avanza, 20 sepeda motor, 60 TV, 40 kulkas dan 60 sepeda gunung. Komisaris P.T. BPR Nusamba Group, Ketut Komplit mengatakan gebyar penarikan undian ini merupakan wujud kepedulian atau apresiasi kepada nasabah yang telah mempercayakan dananya kepada BPR Nusamba sehingga BPR juga patut dipercaya, serta BPR juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 2 M untuk pemilik rekening tabungan. Nampak dalam foto Salah seorang nasabah melakukan pengundian didampingi pihak Dinas Sosial Provinsi Bali.

BUDAYA - Aktivitas anakanak SMP PGRI 2 Denpasar patut ditiru dalam upaya tranformasi dan revitalisasi budaya Bali. Anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar yang dikenal dengan Grisda, Senin (23/2) menggelar gebyar budaya serangkaian HUT ke-227 Kota Denpasar. Hebatnya gebyar budaya 2015 dikoordinasikan oleh OSIS melibatkan semua siswa dibuka Ketua PPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., didampingi Ketua PPLP Dikdasmen PGRI Bali, Dr. I Made Suada, M.M.,M.Si. Suasana semakin meriah karena gebyar budaya juga diisi dengan pentas potensi siswa. Di antaranya tari Merak Angelo, Kebyar Duduk, drama modern, Tari Cilinaya, musik dan dance modern. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya bersama Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. ikut mencicipi olahan siswa.

UNDIAN - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Denpasar Gatot Subroto, Rabu (18/2) lalu mengelar penarikan Undian Simpedes semester II 2014. Penarikan yang digelar di Wantilan Desa Adat Kapal, Badung dihadiri para nasabah setia BRI, Penarikan undian yang dilakukan di hadapan notaris, Dinas Sosial Bali, Kepolisian dan nasabah Simpedes yang hadir, menyediakan banyak hadiah. Hadiah utama, satu mobil Suzuki Ertiga, satu motor Suzuki Hayate 125cc, empat motor Suzuki Shooter 110, sembilan motor Suzuki Nex 110, dua Led TV 48 Inchi, empat kulkas dua pintu, lima buah mensin cuci 7 kg. Pengundian yang dilakukan setiap enam bulan sekali ini juga dibanjiri hadiah hiburan menarik. Nampak dalam foto Wakil Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Denpasar, Ida Bagus Ketut Suamba Manuaba foto bersama Pemimpin Cabang BRI Denpasar Gatot Subroto, Wahju Hidajat beserta jajarannya di depan hadiah utama undian Simpedes.

MBP/ist

MBP/ist

INVESTASI - Saat ini Republik Rakyat Tiongkok (RRT) salah satu negara investasi terbesar di Indonesia yang memiliki prospek kerja sama handal terutama di bidang infrastruktur. Selain ada kesamaan budaya dan sejarah, hubungan Indonesia dengan Cina saat ini sedang mengalami masa keemasan, yakni adanya kesempahaman akan solidaritas Asia dalam menaklukkan abad ke-21. Dukungan atas investasi Cina di Indonesia ditunjukkan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI saat menerima investor Cina yang akan menanamkan investasi asing senilai US$ 250.000.000 atau setara Rp 2,5 triliun di Indonesia. Nampak dalam foto Senator RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (paling kanan) saat mendampingi Irman Gusman (Ketua DPD-RI) menerima Shaoming Gu (Chairman) dan PuGu (Vice President Shenzhen Bauing Construction Group Co.Ltd) di kompleks MPR-RI Senayan. 9 - 15 Maret 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

GO INTERNATIONAL - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali kini menjadi incaran calon mahasiswa baru lewat jalur PMDK dan jalur reguler. Hal ini disebabkan Stikes Bali dikenal memiliki program go international yang dijalankan secara kontinu. Pada Sabtu (21/2), sebanyak 18 mahasiswa dan dua dosen Thailand memulai program student dan lecture exchange di Stikes Bali. Dari jumlah itu, enam mahasiswa dan seorang dosen dari Saint Louis College, 12 mahasiswa dan seorang dosen dari Mahidol University, Thailand. Enam mahasiswa dari Saint Louis dipimpin Prof. Maleewan, bersama mahasiswa Navachanok, Chirakorn, Korsalee, Nacsudakaewrad, Nongkransameedee, Ntthiyhgarn dan Pichcahporn. Dari Mahidol terdiri dari Jiraporn, Natatwut, Surooud, Metta, Weranut, Kitpipat, Parinya, Phennapa, Nisrin, Natida, Praiya dan Jaruneth.

MBP/ist

TERBAIK - Untuk ketiga kalinya, tim English Club SMAN 4 Denpasar (Foursma) menyabet juara I Economic Debate Competition (EDC) dalam Kompetisi Ekonomi (Kompek) yang digelar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), 9-13 Februari lalu. Foursma diwakili Yandiaz Maulana Siregar, Gracia Nicole Tan, dan I Gede Sthitaprajna Virananda. Ketiganya bisa terbang ke Jakarta setelah essai mereka tentang Bonus Demografi menjadi satu dari 24 essai terbaik yang lolos seleksi. Di ajang EDC Kompek, tim Foursma harus melewati lima debat di babak preliminary, babak penyisihan hingga final. Tantangan terberat mereka ketika harus menghadapi Raffles International School di babak preliminary 5 dan final.

34

9 - 15 Maret 2015

MBP/ist

ABDIMAS - Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) dan 144 mahasiswa Fakultas Pertanian Unmas, Sabtu (21/2) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas) di Desa Batur Selatan, Kec. Kintamani, Bangli. Peserta Abdimas dilepas Rektor Unmas, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. Ketua Panitia Abdimas Drs. I Ketut Setia Sapta,M. Si., melaporkan, abdimnas sehari ini juga bersinergi dengan Fak. Pertanian Unmas diisi dengan aksi kebersihan, ngayah mareresik di Pura Ulundanu, Batur, penanaman 500 pohon upacara dan 1.000 pohon penghijauan serta penyuluhan kepada 80 pelaku pariwisata di Banjar Toyabungkah. Nampak dalam foto Rektor Unmas didampingi Dekan FE Wayan Sujana, Dekan FP Sukerta serta Ketut Setia Sapta menyerahkan alat kebersihan saat melepas peserta Abdimas.

MBP/ist

MANFAAT - Kehadiran Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Ganti) Bali di bawah komando I Nyoman Suardita dan Pembina Ir. Putu Gde Rasjmawan, IPM. sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat petani dan nelayan. Pasalnya, program kerja Ganti Bali langsung menyentuh kebutuhan masyarakat petani dan nelayan. Dalam konteks itu, Ganti Bali turun langsung ke lapangan memberikan pembinaan dan pendampingan kepada petani. Di samping memberikan teknologi dan informasi untuk memajukan para petani meningkatkan produktivitas yang mempunyai daya saing yang kuat dan mandiri. Nampak dalam foto Pembina Ganti Bali Ir. Putu Gde Rasjmawan berdiskusi dengan petani di tengah-tengah tanaman edamame, baru-baru ini.


MBP/ist

PELEPASAN - Sebagai wujud penghormatan kepada guru besar purnabakti, Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) menggelar acara pelepasan di aula kampus FH di Jalan Pulau Bali, Denpasar, Jumat (20/2). Acara tersebut merupakan pertama kali dilaksanakan di Unud dan dikemas dengan bedah buku Refleksi Tentang Pancasila dalam Memahami Konstitusi merupakan karya dari Prof. Dr. I Dewa Gede Atmadja, S.H.,M.H. Selain Prof. Dr. I Dewa Gede Atmadja, FH Unud juga melepas dua guru besar lainnya yakni Prof. Dr. I Nyoman Sirtha, S.H., M.S., dan Prof. Dr. I Gusti Ayu Agung Ariani, S.H., M.S., telah memasuki masa pensiun.

MBP/ist

KONKAB - Seminggu setelah Konferprov PGRI Bali, jajaran PGRI Badung, Sabtu (21/2) menggelar Konferensi PGRI Kabaputen Badung di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung. Konferda dibuka Bupati Badung diwakili Asisten III Gusti Ngurah Oka Darmawan. Konkab dengan tema ‘’Melalui konkab kita tingkatkan peran strategis PGRI sebagai lembaga guru yang bermartabat menuju pendidikan bermutu’’ juga dihadiri Ketua PGRI Bali Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Kadisdik Kabupaten Badung Dr. I Ketut Widia Astika, M.M., camat dan Ka UPT se-Badung. Nampak dalam foto Asisten III Oka Darmawan bersama Kadis Widia Astika, Ketut Kertha, Wenten Aryasuda dan Made Kupasada di sela-sela Konkab PGRI Badung.

MBP/ist MBP/ist

KOLEKSI - Felice Jewellery kembali hadir di Bali membawa berbagai koleksi emas dan berlian bagi para pecinta perhiasan. Felice Jewellery menggelar pameran emas dan berlian di Ruang Bedugul, Sanur Paradise Plaza Hotel, Kamis (26/2). Sales Felice Jewellery, Lukluk, mengatakan kali ini pihaknya menawarkan berbagai perhiasan keluaran terbaru yang sayang untuk dilewatkan. Lukluk menambahkan, Felice juga memberikan beragam promo pada sejumlah perhiasan yang ditawarkan. Di antaranya, promo one price mulai Rp 299 ribu untuk liontin, promo cincin berlian marquise mulai Rp 7,999 juta, hingga promo 1 karat berlian seharga Rp 35 juta.

PRESTASI - PTS tertua di Bali, Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen), seakan tidak henti membuat prestasi mengagumkan. Bagaimana tidak, setelah mencapai Rekor Muri sebagai satu-satunya PTS di Indonesia yang dikunjungi oleh tujuh menteri kabinet beberapa waktu lalu, kini Kampus Reformasi yang dibangun Bung Karno pada 1963 ini juga menunjukkan kualitas jaringannya. Hal ini tampak ketika Prof. Gayus S. Lumbuun (Hakim Mahkamah Agung RI) hadir ketika memberikan kuliah kepada mahasiswa S-2 Unmar. Disambut oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Rektor), Dr. Inosentius Samsul (Ketua Prodi S-2) dan Ni Ketut Wiratny, S.H., M.H. (Dekan FH), Hakim Agung Prof. Gayus menyampaikan sejumlah materi terkait hukum di Indonesia. 9 - 15 Maret 2015

35


LINGKUNGAN

Banjir dan Macet Bali Post/dok

Banjir yang terjadi di Kota Denpasar menyebabkan kemacetan lalu lintas makin parah.

P

ersoalan utama kota besar adalah macet dan banjir. Sebagaimana Kota Jakarta, Denpasar juga mengalami masalah serupa. Tampaknya topografi Kota Denpasar memang relatif landai. Daerah pemukiman padat tersebar di hampir semua kecamatan. Daerah resapan semakin berkurang akibat tekanan alih fungsi sawah ke pemukiman. Renon dulunya kawasan persawahan yang subur. Kini Renon telah dijejali pemukiman dan perkantoran. Sawah tersisa hanya di bagian selatan Renon. Sehabis Renon, pemukiman dan toko menyerbu ke utara wilayah Pakis Aji Tanjung Bungkak dan Kesiman. Jalur hijau di Jalan Sedap Malam kini tinggal nama. Papannya entah dibuang ke mana. Kini perkembangan pemukiman dan toko di sana begitu pesatnya. Kawasan ini jika tak cepat diantisipasi akan menjadi langganan banjir karena sungai dan saluran subaknya tak terurus. Selain itu kawasan Padanggalak juga makin diserbu pemukiman. Syukur petugas selalu sigap membersihkan sungai secara rutin di wilayah Subak Delod Sema. Air sungai mengalir lancar dan banjir pun tak mengkhawatirkan. Namun, perilaku warga masih banyak membuang sampah semabarangan ke sungai. Meski ada petugas yang setiap saat memantau dan mengambil sampah warga, agaknya ada yang kucing-kucingan. Tak pelak begitu turun hujan seperti Jumat (20/2) siang lalu, banjir hampir menggenangi seluruh wilayah

36

9 - 15 Maret 2015

Kota Denpasar. Saat itu kemacetan lalu lintas terjadi di mana-mana. Kondisi kemacetan diperparah dengan adanya banjir. Celakanya saat itu nyaris tak terlihat petugas lalu lintas mengaturnya. Tampaknya air saat itu ‘’kebingungan’’ mencari saluran. Maklum hampir semua tanah di wilayah kota tertutup aspal, paving dan sebagainya. Hanya sedikit celah diantara paving sebagai saluran air. Di kawasan Perumahan Padang Asri, Perumahan Purnawira, Perumahan Padang Indah yang satu kawasan dengan Sekolah Dasar 11 Padangsambian, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat menjadi langganan banjir. Hal ini tak luput dari perhatian pemerintah kota. Musim hujan memang belum berakhir. Ancaman banjir masih menghantui warga. Kawasan rawan banjir tersebar di sejumlah titik di Denpasar Timur, Denpasar Selatan, Denpasar Barat. Di wilayah Denpasar Barat Jalan Buluh Indah dan sekitarnya. Jalan Gunung Agung, Jl. Gunung Batur dan Jl. Gunung Rinjani. Selanjutnya di seputaran Abiantimbul. Di Denpasar Selatan, seperti di Jalan Tukad Yeh Aya dan Jl. Waturenggong. Jalan Bedugul, Jalan Tukad Pakerisan dan Jalan Dewata. Sementara di kawasan Sanur, lingkungan Bumi Ayu, Jalan Sekuta, By-pass Ngurah Rai. Jalan Penyaringan, Kutat Lestari dan sekitarnya. Daerah rawan banjir di Padangsambian Kaja, Padangsambian Kelod, Jalan Tangkuban Perahu. Sementara Denpasar Timur, Jalan Siulan

dan sekitarnya masih rawan luapan air. Jalan perempatan Sumerta di dekat Banjar Pande kerap air tergenang. Kawasan Perumahan Padang Asri dan Perumahan Padang Indah terdapat 116 rumah kebanjiran. Dari jumlah tersebut, 40 rumah terendam banjir karena berada di kawasan cekungan serta berada dalam DAS (daerah aliran sungai). Sekkot Rai Iswara menyebutkan, pembangunan infrastruktur, perbaikan drainase dan pembuatan sodetan sungai telah dilaksanakan. Dari 16 titik banjir yang ada di kawasan Denpasar Barat, dengan perbaikan infrasturktur ini, masih terdapat 4 titik banjir yang segera ditangani. Kepala Dinas PU Kota Denpasar I Ketut Winarta mengatakan, kawasan rawan banjir sejatinya sudah ditangani sejak lama. Namun banjir disana sangat sulit dituntaskan karena letak kawasan sangat rendah. Namun diyakini kawasan banjir sudah semakin berkurang. Mengingat selama ini banyak proyek perbaikan alur sungai di Kota Denpasar. Anggota Komisi B DPRD Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra menilai upaya jangka pendek yang paling efektif dilakukan adalah penggelontoran got tertutup atau di bawah trotoar. “Di samping normalisasi aliran sungai, terutama di wilayah desa atau kelurahan yang dilalui sungai besar atau drainase primer,’’kata Suadi. Suana


Banjir di Denpasar, Salah Siapa? KOTA Denpasar dikepung banjir pada 20 Februari lalu. Musibah Jumat siang itu sontak mengejutkan warganya. Pasalnya genangan air hingga ketinggian hampir 1 meter tidak hanya terjadi di wilayah permukiman tetapi juga di sejumlah ruas jalan utama Kota Denpasar. Ratusan rumah, sekolah dan perkantoran terendam. Dua orang terseret derasnya arus sungai waktu itu. Akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Banjir seakan jadi musibah tahunan di Kota Denpasar. Tiap musim hujan, kekhawatiran akan banjir bermunculan. Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar mencatat, sampai saat ini masih ada 12 titik genangan di Denpasar yang belum bisa diatasi. ‘’Sebelumnya ada 26 titik banjir. Tapi itu sudah ditangani secara bertahap baik melalui dana APBD Kota Denpasar maupun hasil kerja sama dengan PU provinsi melalui dana APBN,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Denpasar Ketut Winarta. Titik banjir yang belum bisa ditangani yakni kawasan Bumi Ayu Sanur, Pemogan Mitra 10, Jl. Danau Tempe, Jl. Teuku Umar, Jl. Gunung Payung, Jl. Tangkuban Perahu, Jl. Gunung Atena, Perum Pondok Purnawira Padangsambian, Jl. Sulatri, Jl. Kembang Matahari, Jl. A. Yani Utara dan Simpang Gatsu-Gatsu I-Gatsu II. Wilayah ini memang sudah menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Di Jalan Tangkuban Perahu misalnya rutin terjadi genangan air karena sebagian jalan berada di dataran rendah. Sejumlah permasalahan dituding sebagai penyebab banjir. Beberapa diantaranya yakni penyempitan sungai atau saluran drainase akibat pembangunan permukiman, pembuangan sampah di sungai, tersumbatnya gorong-gorong, sulitnya membebaskan lahan untuk pelebaran sungai, masalah penempatan pompa hingga masalah penempatan saringan. Jika dicermati pada banjir Jumat lalu, sebagian besar sungai dan saluran mengalami penyempitan baik karena pelebaran jalan atau pembetonan secara swadaya yang dilakukan masyarakat guna memperlancar arus lalu lintas. Kondisi ini tentu saja membuat alur sungai semakin sempit dan dangkal. Begitu ada air deras mengalir, sungai atau saluran air itu tak mampu lagi menampung air hujan seh-

Salah seorang warga perumahan terendam banjir, Jumat (20/2) lalu.

ingga meluap ke jalan. Sementara tersumbatnya gorong-gorong disebabkan masih adanya perilaku sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Tampaknya jika hanya mengandalkan petugas pemerintah untuk membersihkan gorong-gorong ini tanpanya sulit karena jumlah petugas yang terbatas sedangkan gorong-gorong yang mesti ditangani begitu banyaknya di Denpasar. Mau tak mau jika tak ingin terjebak banjir, warga mesti ikut turun tangan membersihkan gorong-gorong agar aliran air deras mengalir lancar. Sementara untuk pelebaran sungai di Denpasar amatlah sulit ditengah harga tanah yang semakin menggila. Karena itu sungai-sungai yang ada saat ini banyak mengalami pendangkalan oleh adanya lumpur yang dibawa dari hulu maupun penyempitan. ‘’Kami terus mengupayakan agar masalah-masalah tersebut bisa terselesaikan,’’ kata Winarta diplomatis. Khusus mengenai banjir yang terjadi pada 20 Februari lalu, Winarta menyebut, penanganan dari Pemkot Denpasar tidaklah cukup. Hal ini mengingat titik banjir terjadi pada kawasan protokol yang membutuhkan campur tangan

berbagai komponen. Curah hujan yang tinggi menyebabkan saluran drainase tak mampu menampung debit air yang masuk. Apalagi masih ada masalah pada sejumlah saluran utama. ‘’Untuk itu kita kerjasama dengan provinsi dan pusat untuk menangani masalah pada saluran utama,’’ ujarnya. Akademisi Unud Rumawan Salain mengatakan, Kota Denpasar yang cukup terbuka sebagai barometer Provinsi Bali membuat laju pembangunannya begitu cepat. Dengan jumlah penduduk 800 ribu lebih dan daerah terbangunnya 60 persen lebih, tentu perlu berhati-hati terhadap peresapan air. Dari sisi internal, pihaknya menilai upaya yang dilakukan Pemkot Denpasar saja tidak akan cukup mengantisipasi banjir. Banjir di Kota Denpasar tidak secara keseluruhan menjadi tanggung jawab Pemkot Denpasar, namun juga beberapa kabupaten yang berada bersebelahan. Maka dari itu, manajemen pengaliran air membutuhkan peran pemerintah provinsi untuk dapat melakukan koordinasi lintas kabupaten/kota. Dedy 9 - 15 Maret 2015

37


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

APPB - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali memenuhi janjinya untuk melebarkan sayap gerakan Ekonomi Satyagraha dengan merestui pembentukan Asosiasi Pengusaha Pribumi Bali (APPB). Adapun tujuan dari pembentukan APPB ini adalah untuk memberikan kontribusi untuk perjuangan para pengusaha Hindu Bali dalam sebuah wadah yang lebih nyata, mengingat sejumlah isu ekonomi sudah menjadi bagian dari perjuangan Satyagraha. Arya Wedakarna bersama Ida Ayu Suartini (Ketua Umum APPB) dan Jajaran Pengurus APPB.

KADARKUM - Pembinaan keluarga sadar hukum (kadarkum) merupakan salah satu upaya memasyarakatkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepatuhan hukum bagi masyarakat. Selain itu, untuk menciptakan budaya hukum yang lebih baik di segala lapisan masyarakat serta semakin meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Demikian dikatakan Kabag Hukum Setda Kota Denpasar I Made Toya di sela-sela acara Lomba Kadarkum Kota Denpasar, Rabu (18/2) di kalangan Ayodya Art Centre. Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan pemukulan gong.

MBP/ist

MBP/ist

SERIUS - Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini dan di sektor perbankan 2020 menjadi perhatian serius lembaga keuangan lokal. MEA dinilai menyimpan peluang, tantangan sekaligus ancaman bagi eksistensi lembaga keuangan lokal. Karenanya lembaga keuangan lokal baik bank umum--Bank BPD Bali, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan gerakan koperasi di Bali berkomitmen membangun ‘’koalisi besar’’menghadapi MEA. Dengan berkoalisi atau bersinergi, lembaga keuangan lokal akan memiliki daya saing lebih menghadapi para pesaing dari negara di Asean. Demikian terungkap dalam seminar dengan tema ‘’Membangun Lembaga Keuangan kuat di Era MEA’’ di Hotel Nikki Denpasar Rabu (25/2).

WORKSHOP - Rumah Sakit (RS) BaliMed Denpasar menggelar Pelatihan dan Workshop Laundry Rumah Sakit di aula rumah sakit setempat, Rabu (25/2) hingga Jumat (27/2). Acara ini menghadirkan narasumber dari RSUP Sanglah dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pesertanya 50 perwakilan dari rumah sakit, tidak hanya di Bali tapi juga luar daerah seperti Makassar, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, dan Jawa. Materi yang dibahas dalam pelatihan dan workshop hari pertama kemarin, di antaranya Kebijakan Pelayanan Laundry di Rumah Sakit serta Transformasi Pelayanan Laundry di Rumah Sakit yang disampaikan oleh Ka Inst. Sterilisasi dan Binatu RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Ali Syamlan Apt.,MARS.

38

9 - 15 Maret 2015


MBP/ist

MBP/ist

MENWA - Ketua Umum Pengurus Pusat Korps Menwa Indonesia Ir. Budiono Kartohadiprodjo akan melantik kepengurusan daerah Korps Menwa Ugracena Bali periode 2015-2019 yang diketuai Bagus Ngurah Rai, S.H., M.M. di Momumen Perjuangan Bangsal (MPB) Pertigaan Gaji, Dalung, Badung, Sabtu (21/2). Nampak dalam foto Komandan Menwa Ugracena Bali Bagus Ngurah Rai menyerahkan buku kajian hukum Revitalisasi Pemberdayaan dan Pembinaan Resimen Mahasiswa dan buku Monumen Perjuangan Bangsal kepada Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Johar Banguntoro.

DIMATANGKAN - Persiapan gelaran Nusa Dua Pandawa Board Riders Surf Extibition 2015 di Pantai Pandawa, terus dimatangkan. Persiapan sudah dilakukan sejak dini oleh panitia untuk menyukseskan pelaksanaan event yang dilangsungkan Minggu (22/2). Tokoh masyarakat Kutuh yang juga anggota DPRD Badung I Nyoman Mesir menyambut baik kegiatan ini. Apalagi kegiatan dilakukan anak pantai. Hal ini, kata dia, perlu didukung berbagai lapisan masyarakat. Pelaksana Nusa Dua Pandawa Board Riders Surf Exhibition 2015 ini adalah Nusa Dua Pandawa Boys. Perlombaan akan dikemas dalam beberapa divisi yaitu beginner division, open division, master division dan tag team.

MBP/ist

MBP/ist

PENARIKAN UNDIAN - Pelaksanaan penarikan undian tabungan Simpanan Pedesaan (Simpedes) yang diselenggarakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanca Tabanan bertabur hadiah. Beragam hadiah spektakuler tersebut diserahkan kepada nasabah beruntung. Dalam penarikan undian Simpedes BRI semester II/2014 yang digelar Rabu (18/2) di wilayah Penebel, yang disaksikan oleh saksi, nasabah BRI kantor unit Surabrata, I Nyoman Tjetog berhasil meraih hadiah utama satu unit mobil Toyota Rush. Tak hanya salah seorang nasabah dari unit Surabrata, sejumlah nasabah beruntung lainnya juga berhasil mendapatkan hadiah sepeda motor yang telah disiapkan oleh bank terkemuka di Indonesia ini.

TERBAIK - Memasuki usianya ke-51 pada 20 Februari 2015, PT Angkasa Pura I gencar memantapkan posisinya menjadi salah satu pengelola bandara terbaik di Asia. Upaya nyata yang dilakukan melalui transformasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Transformasi tak hanya ďŹ sik bangunan tetapi juga seluruh aspek pelayanan kebandarudaraan. Dengan tren trafďŹ c penerbangan dan penumpang yang terus meningkat setiap tahunnya, Bandara I Gusti Ngurah Rai tahun 2015 akan mengalami titik kejenuhan. Hal ini berdasarkan hasil kajian lembaga research internasional L&B. Nampak dalam foto General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Herry AY Sikado, bersama awak media melakukan peninjauan pelayanan di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (23/2). 9 - 15 Maret 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

HUT - Kopertis Wilayah VIII (Bali, NTT, NTB) memperingati HUT ke-33 yang dipusatkan di Kantor Kopertis, Tembau, Penatih, Denpasar. Peringatan HUT diawali dengan apel yang dipimpin Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa, dilanjutkan pemotongan tumpeng yang dihadiri segenap pengurus dan dosen Kopertis Wilayah VIII. Menginjak usia ke-33 telah banyak hal dilakukan Kopertis Wilayah VIII guna mendorong peningkatan kuantitas sekaligus kualitas perguruan tinggi swasta (PTA) di Bali, NTT dan NTB. Nampak dalam foto Koordinator Kopertis wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa didampingi Sekretaris Wilayah VIII melakukan peniupan lilin kue ulang tahun pada puncak perayaan HUT ke-33 Kopertis Wilayah III.

ASPIRASI - Anggota Komisi III DPR-RI dapil Bali I Putu Sudiartana dan Kepala BNN Bali usai acara penyerapan aspirasi. Menjalani masa resesnya, anggota Komisi III DPR-RI dapil Bali I Putu Sudiartana melakukan penyerapan aspirasi di berbagai institusi penegak hukum di Bali. Salah satunya di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Rabu (25/2). Diterima Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. I Gusti Ketut Budiartha bersama jajaran dan pimpinan BNN Kabupaten/Kota se-Bali, Sudiartana menegaskan komitmen dan perjuangannya mendukung pencegahan dan pemberantasan narkoba di Bali.

MBP/ist

MBP/ist

SANGGING - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra (dua dari kiri) menjadi sangging (juru tatah) dalam upacara mapandes (potong gigi) massal di Desa Pakraman Padangsambian, Kamis (19/2) lalu. Masyarakat Desa Pakraman Padangsambian mendapat kehormatan karena Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra tidak saja hadir, tetapi juga sudi menjadi sangging (juru tatah) dalam upacara mapandes (potong gigi) massal di desa setempat, Kamis (19/2) lalu. Upacara matatah massal diikuti 119 warga dan ditatah oleh 15 sangging. Dengan mantap, khusyuk dan khidmat Wali Kota Rai Mantra menatah dua warga.

RIDING - Pada Minggu (22/2) lalu, Dewata Harley-Davidson速 menyelenggarakan Safety Riding Course di lapangan parkir sebuah hipermarket di bilangan Kota Denpasar. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Dewata Harley-Davidson速 selaku dealer resmi merek Harley-Davidson di Pulau Bali untuk memberikan pengetahuan serta mengasah keterampilan berkendara bagi para pelanggannya, yaitu para pencinta HarleyDavidson速, sehingga mereka dapat berkendara dengan tertib, aman dan nyaman di jalan raya. Kegiatan Safety Riding Course ini dipimpin instruktur dari JDDC yaitu Jusri Pulubuhu dan Fery Susanto yang memiliki lisensi internasional dalam bidang defensive riding/driving sehingga dapat memberikan pelatihan serta berbagi teknik mengendarai motor yang aman dan aman.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40

9 - 15 Maret 2015


MBP/ist

MBP/ist

JALI - Tak menyalahkan bila masyarakat Nusa Penida merasa tepinggirkan. Betapa tidak, ada tiga masalah pokok yang yang sering dikenal dengan istilah Jali. Yaitu Jalan, Air dan Listrik (Jali) yang belum bisa tergarap maksimal. Meski sementara ini, masalah listrik bisa diatasi dengan upaya pemerintah daerah dibawah komando Bupati I Nyoman Suwirta, sehingga kapasitas saat ini terpasang 5 megawatt. Namun, perlu diingat Nusa Penida masih memerlukan penambahan daya listrik cukup signifikan karena masih banyak warga yang belum menikmati listrik. Nampak dalam foto Bupati Suwirta berhenti sejenak ketika melihat jalan rusak, kemudian meminta instansi terkait mencatatnya, agar nantinya bisa segera ditindaklanjuti.

GOLE - Artis Penyanyi Single lagu Nasional Ikke Putri pemilik Goyang Sensasional “GOLE” Goyang Lele kini telah menyelesaikan syuting pembuatan video klip lagu “Lho Kok Marah”. Sebuah lagu yang pertama dilantunkan oleh Ratu Dangdut era tahun 70 an Elvy Sukaesih. Demikian disampaikan Manager Ikke Putri, Lelyana Febry. Lelyana menjelaskan, dia dan Ikke Putri sempat menemui Ketua Umum DPP Persatuan Artis Selebriti Indonesia Casko Wibowo saat di Villa C 151 Seminyak Kuta Bali yang sedang bersama Ketua Umum DPP Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI) Anwar Fuady ,SH. MH.,. Selain kedua tokoh itu, hadir pula Konsul Srilangka Eswenty Sanato, Dra.Lusiana ,SH.MH. dan Krisna Pabhicara Penulis Novel & Naskah Skenario Film Layar Lebar ‘’Sepatu Dahlan’’ (Dahlan Iskan). Pertemuan ini untuk memperlihatkan video klip lagu terbaru Ikke.

MBP/ist

MBP/ist

CANANG - Wali Kota Rai Mantra menyapa para peserta lomba membuat canang yang digelar Sekaa Teruna Banjar Kepisah, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur dalam memeriahkan Hut ke-227 Kota Denpasar. Dalam usia yang ke-227 tahun, kemeriahan Hut Kota Denpasar menjadi milik masyarakat Kota Denpasar. Wali Kota Rai Mantra mengatakan, dalam membangun Kota Denpasar tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah yang memiliki tugas pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat, namun juga dibutuhkan sinergi partisipasi masyarakat. Hal ini untuk mewujudkan lingkungan yang baik, mulai dari rumah masing-masing hingga di lingkungan banjar setempat, serta nantinya dapat bermuara pada kemajuan generasi muda dan lingkungan setempat.

PENDIDIKAN - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Komite III Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DPD RI) memenuhi komitmen dan janjinya pada rakyat Bali terutama bagaimana memperjuangkan pendidikan, pemuda dan olahraga. Salah satunya adalah alokasi anggaran Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI untuk Provinsi Bali pada APBN tahun 2015 yakni sebesar Rp 5.340.477.000 yang terdiri atas Bidang Pemuda sebesar Rp 2.799.819.000 dan Bidang Olahraga Rp 2.540.658.000. Ke depan, Gusti Wedakarna berharap agar alokasi dana tersebut dapat diawasi oleh masyarakat Bali untuk peningkatan kualitas olahraga dan pemuda. Nampak dalam foto Senator RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menyerahkan hasil RDP Komite III DPD RI kepada Imam Nahrawi di Gedung DPD RI. 9 - 15 Maret 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

PEMBERDAYAAN - Ciri khas manusia modern yang ingin mendapatkan pelayanan terbaik, cepat dan tidak jauh dari rumah, membuat ritel modern seperti minimarket dapat berkembang dengan pesat di Tanah Air. Namun, kehadiran minimarket di Indonesia, bukan berarti menutup kesempatan warung tradisional untuk ikut berkembang. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk., pengelola minimarket Alfamart dan Alfamidi, telah menjalankan program pemberdayaan kepada pedagang kecil atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tanggung jawab sosial perusahaan dijalankan melalui Program Outlet Binaan Alfamart Alfamidi (OBA) yang diwujudkan dalam bentuk binaan terhadap warung tradisional yang berada di sekitar toko Alfamart dan Alfamidi.

MBP/ist

KEMISKINAN - Tabanan dengan predikat Lumbung Padi Bali ternyata tak lepas dari persoalan kemiskinan. Buktinya, dari data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Tabanan saat ini mencapai 5,21 persen dari jumlah penduduk 500 ribu warga. Jumlah kemiskinan ini lebih tinggi dibanding angka kemiskinan secara umum di Bali yakni hanya 4,49 persen. Selain itu, data yang dipublikasi media beberapa pekan lalu, rumah tak layak huni di Tabanan mencapai 5.000-an rumah. Fakta statistik ini mengundang keprihatinan tokoh muda Puri Anom Tabanan A.A. Ngurah Panji Astika, S.T. untuk bersikap. Menurut calon Bupati Tabanan lewat jalur independen ini, sejak zaman agraris, Tabanan tergolong daerah yang paling makmur daripada daerah lainnya di Bali.

MBP/ist MBP/ist

REPLIKA - Wali Kota Rai Mantra bersama Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra menyerahkan replika kunci kepada Putu Adi Yasa di kediamannya di Wangaya Kelod, Denpasar, Rabu (18/2) lalu. Dengan menggandeng BPD Bali melalui dana CSR, Wali Kota Rai Mantra menyerahkan satu unit rumah yang layak dan sehat. Menyusuri Jl. Kartini Denpasar di antara himpitan bangunan pertokoan dan kegiatan Pasar Adat Wangaya, tampak kediaman Putu Adi Yasa dan keluarga di sebelah utara kawasan Banjar Wangaya Kelod. Rumah kecil dengan ukuran 24 meter persegi itu menjadi tempat beristirahat keluarga Putu Adi Yasa.

42

9 - 15 Maret 2015

ATENSI - Perancang muda berbakat asal Bali yakni I Gusti Ayu Sita Wedastiti Wedasteraputri Suyasa, S.E. atau yang akrab disebut Gek Sita, kembali mendapatkan atensi publik dalam pagelaran busana di sela–sela kegiatan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Dengan mengambil warna–warna berani yang menjadi trend di tahun 2015 ini, Gek Sita mempersembahkan rancangan terbarunya di awal 2015 dan berhasil memukai puluhan ribu pemirsa. Sejauh ini, Gek Sita tergolong desainer yang aktif mengeluarkan rancangan di setiap musimnya. Ia pun bercita–cita agar Bali menjadi pusat mode dunia di kemudian hari. Nampak dalam foto Sita Wedastiti, Direktur The Royal Bali Fashion Week, bersama para model di pagelaran busana Jembrana.


MBP/ist

MBP/ist

PENDIDIKAN - Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra pasti merasa senang membaca berita ini karena aparatnya tak hanya bersemangat menanamkan pendidikan karakter lewat pendidikan formal namun juga berbuat untuk mengolah karakter. Penguatan karakter itu diwujudkan dalam bentuk senam Olah Karakter yang diperkenalkan oleh Disdikpora Kota Denpasar, Jumat (20/2) di Lapangan Puputan Badung. Senam Olah Karakter diikuti 2.000 siswa SD se- Kota Denpasar berlangsung semarak dan penuh gembira. Atraksi serangkaian HUT ke-227 Kota Denpasar ini langsung dipantau Wakil Ketua Tim Pengerak PKK Kota Denpasar Gusti Antari Jaya Negara, Ketua DW Kota Denpasar Kerthi Rai Iswara, dan Ketua DW Disdikpora Suwandewi Eddy Mulya serta pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

PMHD - Secara rutin Pasemetonan Mahasisya Hindu Darma (PMHD) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Gebyar PMHD. Tahun ini memasuki gebyar ke-8 yang dibuka oleh Sekdis Kebudayaan Kota Denpasar Dra. Nyoman Sujati, M.Si. didampingi Sekretaris Disdikpora Drs. I Wayan Sukana, M.Si. Pembukaan Gebyar PMHD Unwar juga dihadiri Rektor Unwar Prof. Made Sukarsa dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Ketua Panitia A.A. Ngurah Gede Punia Artawan Putra menjelaskan Gebyar PMHD 2015 menghabiskan dana Rp 116 juta ini memperebutkan piala bergilir Rektor Unwar dan piala tetap dari Wali Kota Denpasar. Nampak dalam foto Sekdis Kebudayaan Denpasar Ni Nyoman Sujati didampingi Sekdisdikpora Wayan Sukana, Wisnumurti, Rektor Made Sukarsa dan pengurus PMHD saat membuka Gebyar PMHD Unwar.

MBP/ist

MBP/ist

TUMPENGAN - Direksi dan pegawai Bank Sinar mengadakan tumpengan untuk memperingati 45 tahun berdirinya Bank Sinar Harapan Bali atau Bank Sinar ‘Jreeeng...’ pada Senin (23/2) di Kantor Pusat Bank Sinar Jalan Melati No. 65 Denpasar. Mengawali kiprahnya sebagai MAI Bank Pasar Sinar Harapan Bali pada tahun 1970, Bank Sinar terus fokus dalam melayani pelaku usaha mikro di Bali. Pada tahun 2008 Bank Sinar resmi diakuisisi dan menjadi perusahaan anak Bank Mandiri. Akhirnya pada Desember 2014 Bank Sinar resmi dimiliki oleh tiga BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero). Direktur Utama Bank Sinar I Wayan Sukarta Dharmawan mengatakan, dalam usia yang makin matang, Bank Sinar mampu tumbuh berkesinambungan dari tahun ke tahun.

FORUM - Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika serta Kepala Bappeda dan Litbang I Wayan Suambara membuka Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah di Puspem Badung, Selasa (24/2). Kegiatan tersebut dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan pembangunan tahunan yaitu Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2016 sebagai tahap lanjutan dari musrenbang desa/kelurahan dan kecamatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Acara dihadiri Bupati Badung A.A. Gde Agung, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Kepala Bappeda dan Litbang I Wayan Suambara serta pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Badung. 9 - 15 Maret 2015

43


TRADISI

Di Desa Ababi

’’Nangluk Merana’’ Melalui Prosesi ’’Palebon” Jero Ketut

D

esa Pakraman Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, memiliki sejumlah tradisi yang unik. Di desa ini baru saja usai Nyepi Luh (catur brata panyepian bagi para wanita) dan Nyepi Muani (catur brata panyepian bagi warga laki-laki). Selain Nyepi Luh dan Nyepi Muani, di desa yang juga mewilayahi objek wisata Taman Tirtagangga ini juga terkenal dengan tradisi nangluk merana dengan palebon Jero Ketut (pengabenan tikus). Palebon Jero Ketut hanya digelar pada saat hama tikus mengganas. Pada Minggu, 29 September 2013, sempat digelar palebon Jero Ketut di desa ini. Saat itu pengabenan tergolong besar. Sebelumnya, seingat para tetua desa, sudah sekitar 21 tahun belum sempat digelar lagi palebon Jero Ketut. Upacara itu lagi dilakukan mengingat hama tikus terus merajalela. Tanaman penduduk, baik padi di sawah, ketela pohon dan ketela rambat di ladang, diserang tikus. Hampir tiap musim panen, petani mengalami kegagalan. Kalaupun masih bisa dipanen dan disisakan tikus, paling tinggi hasilnya 20 persen. Bendesa Pakraman Ababi Wayan Su-

diarsa beberapa waktu lalu mengatakan, sawah milik desa juga nyaris tak dapat bagian beras dari para panyakap sawah desa, karena hasilnya jauh menurun. Hasil pertanian di Desa Pakraman Ababi dan sawah dan ladang di desa tetangganya, diserang hama tikus. Petani dan krama merasakan yang menyerang tanaman mereka, lain dari tikus biasanya. Tikus itu besar-besar. Mereka juga tak takut dengan orang dan para petani di sawah. Kucing, bahkan anjing juga tidak ditakuti. Selain populasi tikus sangat banyak, juga besar-besar. Bahkan ada yang aneh. Ada petani melihat keanehan, di mana ada tikus besar berbulu putih, tinggal di pohon. Sementara, tikus-tikus lainnya kerap membawakan makanan padi naik ke pohon. Petani lainnya, memantau hama tikus saat itu, tidak sekadar mencari dan memakan padi, tetapi seperti sengaja hanya merusak dengan memotong pangkal-pangkal padi. Berbagai keanehan itu, selain padi di sawah ludes diserang hama tikus, masyarakat desa setempat mempercayai kalau itu pertanda karena sudah lama tak digelar ngaben tikus di desa itu. Masalahnya, kenapa lama tak pernah

Menggunakan ”Bade” PROSESI ngaben tikus nyaris sama dengan pangabenan orang meninggal. Namun, pada palebon Jero Ketut, sebelum digelar ngaben, dilakukan ngeropyok atau (memburu dan menangkap hama tikus itu). Pangropyokan digelar beberapa kali, dengan menerjunkan ribuan krama desa setempat, tak hanya krama petani di sawah, juga anak-anak sekolah, dipimpin prajuru desa dan para klian subak atau klian tempek. Pusat ‘’operasi’’ pangropyokan pun berpindah-pindah. Hama tikus yang berhasil ditangkap, dikeringkan. Bangkai tikus yang sudah dikeringkan itulah nantinya diabenkan. Namun, tentunya tak semua berhasil ditangkap, yang tertangkap sebagai simbol mewakili tikus lainnya. Puncak prosesi palebon Jero Ketut (ngaben tikus), digelar di setra (pakuburan) tikus Desa Pakraman Ababi, Karangasem, Minggu (29/9/2013). Palebon ditandai dengan ngeseng sawa di setra Jero Ketut di Banjar Pikat, tepatnya di hilir desa. Usai ngeseng sawa dan pengabenan, digelar nganyut ke

44

9 - 15 Maret 2015

digelar palebon Jero Ketut, bahkan lebih dari 20 tahun, karena warga di desa setempat tak mampu dari segi ekonomi. Pembiayaan palebon itu juga cukup besar. Soalnya, kata Sudiarsa, sebagian besar juga krama di desanya petani, dan tak mampu urunan untuk palebon Jero Ketut itu. Pada akhirnya, dengan bantuan dana punia dan sedikit urunan krama disepakati digelar palebon Jero Ketut. Kini, Sudiarsa mengaku bersyukur, usai palebon Jero Ketut itu, kini serangan hama tikus jauh berkurang. Tanaman padi, maupun hasil ladang pun sudah membaik. Hasilnya ada, bahkan cukup bagus. ‘’Sudah ada cihna (bukti) bahwa usai palebon Jero Ketut, ada hasil pertanian,’’ kata Sudiarsa, beberapa waktu lalu. Kawasan persawahan di Desa Ababi terkenal indah. Suburnya sawah di desa ini dan sekitarnya, karena banyak sumber mata air, di antaranya sumber mata air Bledgondang, Yeha, Embukan dan Tirtagangga. Itu yang besar-besar. Mata air yang kecil juga banyak. Mata air besar, banyak disadap untuk keperluan air baku PDAM Karangasem. Budana

Pantai Jasri Karangasem. Bendesa Pakraman Ababi Wayan Sudiarsa, memanjang atau naik bade yang diusung puluhan krama. Seperti layaknya pengabenan jenazah manusia, Sudiasa juga memegang ulap-ulap dari burung cenderawasih (burung surga) yang diawetkan. Iring-iringan sekitar 8.000 krama Desa Pakraman Ababi baik tua dan anak-anak mengiringi bade dan segala perlengkapan ngaben itu menuju setra Jero Ketut yang berjarak sekitar 1,5 km dari tempat ngaben. Bendesa Wayan Sudiarsa, Ketua Panitia Pengabenan Ketut Wijana menyampaikan saat itu, pengabenan itu seharusnya rutin digelar tiap 10 tahun sekali. Namun, karena ketidakmampuan krama yang umumnya petani, baru kali itu digelar palebon Jero Ketut. Saat itu, para tokoh desa menyampaikan, krama Ababi merasakan kesusahannya, karena tanaman terus diganggu hama tikus. Padi di sawah selalu gagal panen Tikus itu dipercaya bukan tikus biasa, karena besar-besar, bahkan ada sebesar kucing, berwarna-warni, ada tikus putih, merah, hitam dan berumbun. Melalui beberapakali rembuk, krama lantas sepakat menggelar palebon tikus (nanggluk merana). Budana


Palebon Jero Ketut atau upacara pangabenan tikus di Desa Pakraman Ababi, Karangasem. 9 - 15 Maret 2015

45


AKTIVITAS

MBP/ist

KOMPETENSI - Pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) merupakan ajang yang sangat bagus untuk menunjukkan kompetensi para Teruna Teruni Denpasar guna menumbuhkan rasa percaya diri dan membentuk sikap entrepreneurship. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka grand final Teruna Teruni Denpasar 2015 di Ballroom Hotel Aston Denpasar, Sabtu (21/2). Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta Ny. Kerti Rai Iswara dan Ny. Antari Jaya Negara. Nampak dalam foto Wali Kota Denpasar Rai Mantra didampingi Ny. Selly D. Mantra foto bersama peserta pemilihan Teruna Teruni Denpasar 2015.

HUT - Galaxy Team menggelar acara Galaxy 4 Th Award Celebration 2015 dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya ke-4 dan dihadiri ribuan member. Acara super meriah tersebut dilaksanakan di GOR Lila Bhuana Denpasar, pada Minggu (22/2). Pada kesempatan baik itu, juga diberikan penghargaan kepada Independent Representative (IR) dari QNet dan para member Galaxy Team yng berprestasi. Adapun struktur Galaxi Team berkantor di Jalan Sunset Road, Kuta ini, terdiri dari Managing Directur Ida Bagus Dipa Abadi dan 4 G. Partner yakni I Wayan Astawa, Anak Agung Made Wiyasa, Dewa Ketut Widia, dan I Wayan Yudana. Yudana selaku G. Partner Galaxy Team mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memberikan penghargaan kepada member dan IR yang berprestasi.

MBP/ist

MBP/ist

MBP/ist

KUNKER - Pansus Retribusi Tempat Rekreasi DPRD Badung, Selasa (24/2) mengadakan kunjungan kerja ke objek wisata Uluwatu dan Pantai Pandawa di Kecamatan Kuta Selatan. Kunjungan di kedua objek wisata ini untuk menyerap aspirasi, terkait rencana pemerintah menaikkan tarif retribusi ke tempattempat yang masuk objek daya tarik wisata (ODTW) di Kabupaten Badung. Dikonfirmasi usai kunjungan, anggota Pansus, I Made Duama menyatakan, dari dua objek yang didatangi pansus, yakni objek wisata Uluwatu dan Pantai Pandawa belum semuanya setuju ada kenarikan tarif tiket masuk. Sementara dari dua objek yang sudah disurvei pansus, baru pengelola objek wisata Uluwatu yang mendukung kenaikan tarif tiket masuk.

DIALOG - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali menyelenggarakan dialog publik di Kampus STIMI Handayani Denpasar Jalan Tukad Banyusari 17 Denpasar, Sabtu (21/2) lalu. Dialog publik bertajuk “Membangun Karakter Kebangsaan” menghadirkan narasumber. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Dr. Ida Bagus Radendra S., SH, MH., Ketua KNPI Bali Nyoman Gede Antaguna, aktivis yang juga mantan Ketua Walhi Bali Muamar Kadafi serta dihadiri mahasiswa, dosen di lingkungan STIMI Handayani Denpasar serta sejumlah tokoh masyarakat.

46

9 - 15 Maret 2015


MBP/ist

MBP/ist

UNDIAN - Penarikan undian BRI Simpedes periode semester II Tahun 2014 kembali digelar BRI cabang Singaraja, sebagai program rutin yang digelar setiap enam bulan sekali. BRI cabang Singaraja senantiasa hadir memberikan kejutan hadiah-hadiah menarik. Hal ini merupakan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada nasabah setia di wilayah kerja Kabupaten Buleleng. Pimpinan BRI cabang Singaraja Hidayat Akbar, dalam acara tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nasabah BRI cabang Singaraja. Di mana telah memberikan kepercayaan untuk berinvestasi mengembangkan wirausaha dan perekonomian di Buleleng. Nampak dalam foto Suasana penarikan undian utama BRI Simpedes semester II Tahun 2014 Kantor cabang Singaraja oleh pimpinan BRI cabang Singaraja Hidayat Akbar (tengah empat dari sebelah kiri), Jumat (20/2) lalu.

YKKPB - Sejak dipimpin Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) padat dengan berbagai kegiatan. Senin (23/2) YKKPB menurunkan puluhan tim medis dan paramedis untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga Desa Petak Kaja, Gianyar. Aksi sosil pelayanan kesehatan gratis langsung dipimpin Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali, A.A. Gede Oka Wisnumurti. Yang menarik, aksi sosial ini diikuti ratusan warga yang sejak pagi sudah berkumpul di Balai Banjar Padpadan menunggu pelayanan dari YKKPB dan Fak. Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar. Nampak dalam foto Ketua YKKPB, Dr. A.A. Gede Oka Wisnumurti saat memimpin pelayanan kesehatan gratis di Desa Petak, Gianyar.


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

TINJAU - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, mempercepat kepulangannya usai mengikuti rapat kerja Wali Kota se-Indonesia dengan Presiden RI Jokowi di Istana Bogor. Begitu mendarat dari Bandar Ngurah Rai, Sabtu (21/2), ia langsung meninjau beberapa titik kawasan pascabanjir. Seperti kawasan Perumahan Padang Asri, Perumahan Padang Indah, dan Perumahan Purnawira Desa Padangsambian Kelod Kecamatan Denpasar Barat yang sempat terendam luapan air sungai. Wali Kota Rai Mantra didampingi Kadis PU Ketut Winarta, dan Camat Denpasar Barat I.B. Joni Ariwibawa langsung datang ke lokasi banjir.

BANGKIT - Pasemetonan Mahagotra Tirta Harum (MGTH) yang sempat meredup kini kembali bangkit. Kebangkitan itu ditandai dengan pelantikan pengurus MGTH Bangli periode 2015-2020 yang digelar di LC Uma Bukal, Rabu (18/2) lalu. Dalam pelantikan pengurus MGTH Bangli itu, juga dilakukan peluncuran buku sejarah MGTH Bali dan Bangli. Pelantikan semeton MGTH selain dihadiri Ketua MGTH Bali, Dewa Beratha, juga Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha; Ketua DPRD Bangli, Ngakan Made Kutha Parwata serta sejumlah undangan lainnya. Dalam pelantikan tersebut, mantan Gubernur Bali, Dewa Beratha mengaku sangat bersyukur dengan dibentuknya pengurus MGTH Bangli.

MBP/ist

MBP/ist

BDPHN – Jro Melati Merry Dyanti, S.T., Penasihat BDPHN (dua dari kanan) bersama AA Bagus Magha Sambhara, S.E. (Pendiri Pusat Buku Bali/PBB), Ni Ketut Purniti, M.Pd. (Bali Sanskrit Institute Unmar), I Ketut Gerejed, M.PdH (Ashram Hare Krisna) dan Surpi Arya Dharma (Direktur Vivekananda Spirit) saat meresmikan Toko Buku Hindu di Jl. Beliton 4 Denpasar. Setelah bermunculan gerakan makanan suci Sukla dan brand “Makanan Celeng 100% Haram” di Singaraja, Tabanan dan Karangasem, kini BDPHN lembaga sosial penyalur dana punia Hindu, kembali menorehkan prestasi dengan mendukung Pusat Buku Bali (PBB) untuk membuka cabang Toko Buku Hindu PBB di kantor Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) di Jalan Beliton No.4 Kawasan Puputan Badung Denpasar.

SPMI - Menjalin kerja sama dalam penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali kembali menerima kunjungan tamu, Senin (23/2). Kali ini tamu datang dari Akademi Pariwisata Mataram. Kunjungan seperti ini merupakan yang ke sekian kalinya dari berbagai universitas di Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas melalui SPMI, di samping juga ingin berbagi ilmu serta pengalaman tentang program studi dan program pelatihan pariwisata yang ada di Undhira. Kunjungan ini diterima Wakil Rektor I, Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E.,M. MA, MA, Wakil Rektor II, I Made Darmayasa, S.E., M.M., dan Direktur Direktorat Sistem Penjaminan Mutu Internal Undhira Jaya Pramono, S.Pd., M.Par.

48

9 - 15 Maret 2015


PROPERTI

Pakai Bahan Sintetis Lebih Ekonomis DI tengah harga bahan material dan ongkos tukang terus melambung, membuat pengembang dan pengusaha akomodasi pariwisata khususnya hotel mencari bahan alternatif. Yang jelas, bahan tersebut kualitasnya tidak kalah dengan yang aslinya. Seperti bahan sintetis, dari baja ringan, batako, genteng, beton, dan lainnya, semakin laris di pasaran. “Sekarang kecondongan pemakaian bahan sintetis. Dari atap menggunakan baja ringan pengganti kayu, genteng dari beton atau bahan dari PVC kombinasi pasir dan bahan lain,” kata arsitek senior Ir. I Made Suardana. Dinding batako dan bata diganti dengan bata ringan. Bahkan sekarang mulai menggunakan bahan dari steroform dan wall plus. “Di Jakarta dan Surabaya sudah banyak yang pakai,” tambahnya. Suardana menegaskan, sangat mendukung inovasi. Banyak keuntungan menggunakan bahan ini. Saat ini, sangat kesulitan mencari bahan seperti kayu dan lainnya. Kemudian untuk pelestarian lingkungan serta yang paling penting adalah masalah ekonomis. Juga, penghematan waktu karena kebanyakan efisiensi pada waktu pelaksanaannya dan mengurangi pemakaian tenaga kerja. Sementara pengamat properti John Sadewa mengungkapkan, penggunaan batako, bata ringan, dan atap baja ringan sampai dengan genteng pabrikan dengan bobot lebih

ringan, memang mulai meningkat. Dalam artian, makin banyak proyek-proyek besar baik milik swasta maupun gedung perkantoran pemerintah mensyaratkan dalam spesifikasi teknisnya bahan-bahan baru tersebut dengan berat ringan. Demikian juga pada proyek-proyek yang dikembangkan oleh para developer, sudah mulai ikut mengaplikasikan bahan bata ringan, baja ringan, dan genteng ringan dari berbagai jenis merek yang beredar dipasaran saat ini. Hal ini tidak terlepas dari tuntutan kualitas bangunan yang lebih baik, waktu pelaksanaan lebih cepat, biaya lebih bersaing dengan performa bangunan dari segi kekuatan (secara sipil) dan segi keindahan (secara arsitektur) tetap terpenuhi dan tercapai sesuai tujuan dari perencanaan sebuah bangunan. “Dampak positifnya tentu ada, khususnya efisiensi pelaksanaan bangunan dan bobot sendiri bangunan akan jadi berkurang,” ujarnya. Dampak negatifnya pun pasti ada. Salah satunya tersainginya pemakaian bahan-bahan lokal dan bahan-bahan yang telah ada sebelumnya seperti batako dari pasir alam, bata-bata dari tanah liat dan juga genteng industri kecil yang ada di Bali. Pasalnya, hampir semua bahan baru ini (batako, bata, atap ringan) didatangkan dari luar Bali karena pabriknya ada di Jawa. Pengaruh ekonominya cukup luas

terasa di Bali. Berkurangnya permintaan bahan-bahan alam seperti pasir untuk pemasangan bata dan plester, berdampak banyak sopir truk yang kehilangan peluang kerja. Persaingan usaha di tingkat toko bangunan juga meningkat. Omzet usaha mereka turun karena banyak bahan yang biasanya dibeli dari toko mereka, kini sudah bisa order langsung para kontraktor ke toko besar bahkan ke pabriknya. Pengunaan tenaga kerja pun berkurang, khususnya tenaga lokal karena bahan yang baru ini memang bisa dikerjakan dengan sedikit tukang saja. Lagi pula, biasanya pihak pabrik sudah menyiapkan tukang terlatih melalui rekanan aplikator mereka masing-masing. “Kalau dari segi harga dan kemampuan daya beli, bahanbahan ini kurang cocok untuk masyarakat bawah karena harganya lebih mahal. Namun, jika pemakaian porsi besar, baru bisa mencapai tingkat efisiensinya,” kata pengamat asal Petang, Badung ini. Oleh karenanya, sampai saat ini masih banyak diaplikasikan pada proyek-proyek besar. “Lama-lama juga semua kalangan bisa memakainya, setelah bahan aslinya mulai langka. Para pengusaha sudah tidak kuat lagi bersaing dengan pabrik-pabrik besar itu,” ucapnya. Kertanegara

9 - 15 Maret 2015

49


TIPS

Aroma Kaki Tak Sedap, Turunkan Kepercayaan Diri AROMA tidak sedap pada kaki memang sangat mengganggu. Selain menimbulkan perasaan tidak nyaman juga menurunkan tingkat kepercayaan diri. Karenanya, perawatan kaki sangat penting dilakukan secara rutin agar mendapatkan sepasang kaki cantik yang terbebas dari bau keringat atau bau tidak sedap lainnya. dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM)., pemilik Indivara Aesthetic di kawasan Jalan Barito mengatakan tanpa disadari kaki adalah salah satu bagian tubuh yang paling sibuk. Jalan kesana kemari, naik–turun di segala cuaca dan sebagainya. Hal ini yang memungkinkan memunculkan masalah aroma kaki tidak sedap tersebut. Menurutnya penyebab bau kaki diakibatkan beberapa faktor. Penyebab utamanya adalah keringat. Manusia memiliki sekitar 250 ribu kelenjar keringat yang bisa menghasilkan 236 ml keringat per hari. Keringat sebenarnya tidak memiliki bau, namun terjadinya akibat faktor

bakteri. Selain bakteri yang sudah ada di permukaan kulit ada juga bakteri dan jamur yang tumbuh karena kebersihan yang kurang atau daya tahan tubuh yang sedang melemah. Ditambahkan Dokter Kadek, pada setiap kaki terdapat bakteri yang normal dan tidak menyebabkan bau. Namun, saat bakteri tersebut berinteraksi dengan bahan dari kaus kaki, sepatu maupun pelembab kaki, akan memunculkan bau yang tidak sedap. Hal itu karena bakteri tidak mendapatkan oksigen, sehingga mengeluarkan bau akibat reaksinya dengan kaus kaki, sepatu maupun pelembab kaki. Bisa juga terjadi akibat adanya infeksi kulit. Keratolysis adalah infeksi kulit yang terjadi jika seseorang terlalu lama mengenakan sepatu yang tertutup dan lembab. Infeksi ini biasanya muncul di telapak atau jari kaki. Imbasnya, infeksi ini memunculkan bau tak sedap. Selanjutnya akibat makanan yang salah tidak hanya menyebabkan bau badan atau bau mulut, tapi juga bau kaki. Nutrisi dan

senyawa yang terkandung dalam makanan sangat penting, karena akan diserap tubuh dan dikeluarkan melalui keringat. Begitu pula dengan kebiasaan hidup tidak sehat. Seperti memakai sepatu dalam jangka waktu lama, dan setelahnya tidak mencuci kaki. Keringat yang menempel menjadi mudah bercampur dengan bakteri akhirnya memunculkan aroma tidak enak. “Misalnya setelah seharian mengenakan sepatu tidak mencuci kaki dengan sabun khusus antibakteri, maka akibatnya keringat masih menempel pada kaki yang tertutupi yang kemudian tercampur bakteri, hingga timbul masalah bau kaki,� katanya. Bakteri actinomycetes timbul akibat pemakaian sepatu dengan bahan yang menghambat pertukaran udara. Biasanya bahan plastik atau bahan sintetis, karena keduanya tidak dapat menyerap keringat dengan baik, sehingga kaki akan basah dan lembab.

Tips Hilangkan Bau Kaki ADA beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangan aroma kaki tak sedap. Seperti tips berikut ini yang dipaparkan dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM). Gunakan kaus kaki yang menyerap keringat, sebaiknya kaus kaki dipilih yang berbahan katun. Menggunakan sepatu sebaiknya maksimal dua hari, setelahnya segera diganti dengan sepatu yang bersih. Meletakkan sepatu pun upayakan di ruang yang sirkulasi udaranya baik. Kaus kaki sebaiknya setiap hari diganti. Usahakan tidak pinjammeminjam sepatu maupun kaus kaki orang lain. Dapat pula memakai spray antijamur atau menaburkan bedak khusus untuk kaki, sebelum memasang kaus kaki. Rajin membersihkan kaki hingga ke sela jari pada saat mandi. Mencuci kaki secara teratur. Sesekali juga dapat merendam kaki dengan air hangat setelah dari bepergian dan setelah menggunakan

50

9 - 15 Maret 2015

sepatu. Untuk mengeringkannya gunakan handuk yang lembut dan segera oleskan lotion untuk mencegah dan menghilangkan bau kaki. Bila bau kaki tetap menyengat meskipun sudah menjaga kebersihan dan ventilasi kaki, lakukan terapi dengan merendam kaki dengan air teh hitam yang pekat selama 30 menit setiap hari selama seminggu. Zat asam dalam air teh hitam pekat akan membunuh bakteri dan mengecilkan pori-pori di area kaki, sehingga kaki akan kering lebih lama. Takarannya, 5 kantong teh hitam direndam dalam 4 cangkir air panas, biarkan sampai air menjadi hangat baru dipakai untuk merendam kaki. “Alternatif lainnya adalah merendam kaki menggunakan 1 bagian vinegar dan 2 bagian air putih,� ujarnya. Sri Ardhini LAPORAN

Sri Ardhini


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 80 by e-Paper KMB - Issuu