Skip to main content

Majalah balipost edisi 79

Page 1

79 | 2 - 8 Maret 2015

Tony Abbott Sewot

Ancam Bali

RP R P 20.000 20 00 000 000 00


DAFTAR ISI OPINI Mewujudkan Bali Swasembada Pangan 6 BALI SEPEKAN Tak Punya Alkes Rumah Sakit Belum Beroperasi 7 LAPORAN UTAMA Tony Abbott Sewot Ancam Bali, ’’Rumah Kedua’’ Turis Australia 8

Pariwisata Kuta Mesti Berbenah 9 Tak Berdampak Signifikan 10 PENDIDIKAN Kurang Sosialisasi

LENSA Arja Cilik 26

OLAHRAGA Belajar Berjalan Lagi 28 LINGKUNGAN Tak Dilirik Generasi Muda 36

Kuota Beasiswa Bidik Misi Kerap Tak Terisi 18 MANCANEGARA Legenda Atlantis yang Abadi 20

PARIWISATA Desa Belimbing

Potensi Pariwisata yang Terpendam 38

TRADISI “Nimpung” DAERAH Upaya Damai

Putusan Gugatan Ruko Pasar Kidul Ditunda Dua Kali 22 KESEHATAN Pola Makan Anak

Harus Terjadwal 24

Wujud Syukur Atas Karunia Tuhan 44

PROPERTI Menikmati Rumah Adat Bali

dalam Suasana Modern 46

PROFIL I. A. Istri Yanti Agustini

Kuncinya Kebersamaan 50 2 - 8 Maret 2015

3


DARI PEMBACA

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata

Pekerja Anak MASIH maraknya orang-orang yang mempekerjakan anak kecil membuat hati saya gundah. Contohnya, saat saya berhenti di perempatan dari arah Jalan Dewi Sartika menuju Teuku Umar (perempatan Kimia Farma) saat itu pukul sepuluh malam. TrafďŹ c light memberi sinyal berhenti dengan warna merahnya, dan saya yang kebetulan di sana memperhatikan sekeliling sambil menunggu lampu hijau menyala. Saat saya menoleh ke kiri, terlihat seorang anak kecil duduk di pinggir trotoar sambil memeluk setumpuk koran. Sementara para pengendara motor lain sibuk memelototi detik hitungan mundur menuju lampu hijau. Saat ia sadar tengah saya pandangi, ia menunduk malu sambil menutup wajahnya dengan koran yang ia peluk tadi. Sayangnya saya tidak sempat menghampiri karena trafďŹ c light telah memberikan isyarat untuk jalan. Saat saya menceritakan hal tadi pada teman saya, ia mengaku pernah mendengar cerita yang sama dari teman sekolahnya. Itu berarti yang saya lihat itu bukan hanya kebetulan. Jadi berarti di sana memang sering ada anak kecil yang menjajakan koran sampai malam. Saya tidak mengerti kenapa hal seperti ini masih ada, padahal setahu saya anak di bawah umur tidak boleh dipekerjakan seperti itu. Kenapa hal-hal seperti itu malah dianggap angin lalu? Hal seperti tadi juga pernah saya lihat ketika saya study tour. Seperti biasa setiap bus berhenti, para pengamen silih berganti mencari rezeki. Saya sangat tidak tega melihat anak kecil seusia adik saya mengamen dengan suara yang sudah mau habis. Saat pengamen itu ditanya oleh teman saya, dia sekolah di mana, dia terdiam lesu dan mengaku tidak bersekolah. Saya harap kegundahan saya ini dapat menjadi perhatian pihak-pihat terkait, agar orang lain peka terhadap sekitar, bahkan hal-hal seperti tadi (seharusnya) dapat diantisipasi mengingat adanya Undang-undang Perlindungan Anak di Indonesia. Dwi Antari Denpasar Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

2 - 8 Maret 2015

4


Publik Meragukan Pansus APZ PEMBENTUKAN pansus Arahan Peraturan Zonasi (APZ) DPRD Bali dominan mendapat respons negatif. Pansus ini diduga akan melegalkan rencana reklamasi Teluk Benoa jika kinerja mereka merujuk Perpres No.51/2014. Kekhawatiran pansus ini disusupi kepentingan –kepentingan terselubung dan personal menguat di masyarakat. Terlebih sebelumnya, DPRD Bali menolak pembentukan Pansus reklamasi Teluk Benoa. Semua fraksi mengerucut pada sikap yang sama, bahwa DPRD Bali tidak perlu membentuk Pansus Reklamasi Teluk Benoa. Kekhawatiran warga juga tercermin dari jawaban responden saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait pembentukan dan kinerja pansus APZ DPRD Bali. Berdasarkan tabulasi jawaban responden yang masuk, tercatat 59, 45 persen responden meragukan pansus ini akan membela kepentingan krama Bali dan alam Bali. Terlebih sejak awal anggota pansus mengaku tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa merujuk Perpres 51/2014 dalam merancang

zonasi peruntukan kawasan termasuk kawasan Teluk Benoa. Kawasan ini sesuai Perpres %1/2014 peruntukannya digeser dari lahan konservasi menjadi lahan pemanfaatan. Responden menduga ada kepentingan terselubung yang ingin dicapai DPRD Bali dengan pembentukan pansus ini. Pansus ini pun diyakini tidak akan bekerja untuk menyelamatkan pertiwi Bali melainkan menyiapkan aturan pendukung agar reklamasi bisa bergulir. Sementara itu, 38,24 persen responden mengaku yakin pansus APZ akan bekerja untuk kepentingan penyelamatan pertiwi Bali baik itu terkait dengan reklamasi, KSPN dan penyelamatan tata ruang Bali. Responden yakin, anggota DPRD Bali yang duduk dalam pansus ini masih memiliki nurani untuk menyelamatkan Bali. Responden berharap pansus APZ benar-benar mengakomodasi aspirasi krama Bali bukan mengamankan ambisi–ambisi yang bermuara pada kepentingan ekonomi pragamtis sekelompok orang. Sedangkan 2,31 persen responden tidak memberikan jawaban terkait hal

ini. Mereka bahkan mengaku tidak tahu agenda kerja pansus APZ dan apa sasarannya. Responden berharap DPRD Bali membela kepentingan rakyat Bali dan mengatur tata kelola alam Bali untuk kepentingan krama Bali. Dira Arsana

59,45% Tidak 38,24% Ya 2,31% Tidak Tahu

N=693

Bali Menurut Anda apakah pansus APZ akan mampu membuat aturan yang bisa menjaga pertiwi/tanah Bali? grafis: tomik cahya

2 - 8 Maret 2015

5

5


OPINI

Mewujudkan Bali Swasembada Pangan

P

emerintahan Joko Widodo– Jusuf Kalla menargetkan surplus produksi beras sebesar 8 juta ton sepanjang tahun 2015. Bagi Bali, untuk mewujudkan swasembada pangan (PJK) di tahun ini dilaksanakan melalui program Upaya Khusus (UPSUS) yang juga melibatkan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, fokus kegiatan program UPSUS adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk meningkatkan intensitas pertanian dan peningkatan produksi per satuan luas panen (produktivitas) dengan target peningkatan produksi padi di tahun ini sebesar 5 persen; jagung 5,36 persen; dan kedelai 9,40 persen. Pemerintah pusat pun menggelontorkan dana UPSUS untuk Bali yang bersumber dari APBN Induk 2015 senilai Rp 57,09 miliar. Dana hibah atau bantuan sosial ini nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masik subak atau kelompok tani (Gapoktan/ Poktan) dengan sasaran kegiatan utama mencakup: Pertama, Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2015 dengan rincian untuk GPPTT padi seluas 7.500 hektar dengan sasaran 172 subak di 6 kabupaten (Tabanan, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem dan Buleleng) dengan total dana senilai Rp 21,75 miliar. Selanjutnya, untuk GPPTT jagung seluas 500 hektar yang hanya menyasar 20 subak di Kabupaten Buleleng dengan dana senilai Rp 1,09 miliar, kemudian untuk GPPTT kedelai seluas 2.000 hektar dengan sasaran 34 subak di 4 kabupaten (Tabanan, Badung, Gianyar dan Klungkung) dengan total dana senilai Rp 3,29 miliar. Paket kegiatan GPPTT ini meliputi benih, pupuk dan biaya tanam pada padi jajar legowo dengan prioritas pada lokasi dengan intensitas produktivitasnya yang relatif rendah. Kedua, program kegiatan optimasi lahan (OPLA) seluas 9.800 hektar dengan

6

Oleh

Achmad Ali, SST, M.Agb sasaran 191 subak di seluruh kabupaten/ kota se-Bali. Total dana untuk kegiatan ini mencapai Rp 11,76 miliar. Paket kegiatan ini meliputi pupuk (urea, NPK dan organik) dan intensif olah tanah (sewa traktor) dengan kriteria lokasi pada lahan yang intensitas pertanamannya relatif masih rendah. Ketiga, program kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) seluas 19.200 hektar dengan sasaran 268 subak di seluruh kabupaten/ kota se-Bali. Total dana untuk kegiatan ini mencapai Rp 19,20 miliar. Paket kegiatan ini meliputi 75 persen bahan dan 25 persen insentif (integrasi dengan karya bhakti TNI) dengan kriteria lokasi pada lahan yang intensitas pertanamannya relatif masih rendah. Proteksi Pertanian Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan (PJK) di Bali, ada beberapa hal yang pantas kita beri perhatian. Pertama, sangatlah penting jika penerima atau pelaksana program UPSUS yang mencapai 685 subak ini dikawal

secara transparan, terutama dalam aspek pengalokasian dan penggunaan dana UPSUS tersebut. Karena total dana senilai Rp 57,09 miliar itu sangat rawan dikorupsi. Dan bagi subak yang belum menerima dana untuk kegiatan program UPSUS tersebut dapat segera diusulkan pada APBN-P 2015 dengan melihat keperluan dan pemanfaatannya. Kedua, di luar sejumlah program reguler yang tertuang dalam UPSUS tadi, setidaknya terdapat tiga langkah revolusi agribisnis pangan yang dapat ditempuh pemerintah untuk memastikan target swasembada pangan dapat tercapai. Pertama, penyediaan benih unggul murah dan cukup bagi petani. Penyebab utama rendahnya produktivitas pangan secara nasional maupun di Bali bukan buruknya irigasi, kurangnya areal atau kurangnya pupuk, tetapi karena rendahnya mutu dan ketersediaan benih unggul bersertiďŹ kat. Kedua, membangun kebun pangan modern berbasis komunitas. Swasembada atau kedaulatan pangan mempersyaratkan dukungan pilar entitas agribisnis pangan modern, tidak cukup dengan pilar “usaha tani keluargaâ€? saja. Ketiga, petani di Bali wajib diproteksi dalam segala hal, misalnya melalui penerapan regulasi bebas pajak untuk lahan pertanian. Salah satu yang mendorong derasnya alih fungsi lahan pertanian di Bali adalah tingginya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal itu disebabkan tingginya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah di Bali, terutama yang berdekatan dengan kawasan wisata. Selain itu, proteksi juga diperlukan terhadap pemberian bantuan sarana produksi pertanian, perluasan akses pemasaran produksi pertanian, termasuk proteksi pemerintah terhadap adanya jaminan kepastian harga produksi pertanian di saat panen raya. Penulis, pemerhati pertanian, bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali

2 - 8 Maret 2015

6


BALI SEPEKAN

Tak Punya Alkes

Rumah Sakit Belum Beroperasi RUMAH Sakit Pratama (RSP) di Banjar Tamansari, Tianyar Barat, Kubu, Karangasem sampai saat ini belum beroperasi. Proyek fisik yang menghabiskan anggaran hingga Rp 12,7 miliar di APBD induk 2014 melalui dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Pemprov Bali ini, tidak bisa beroperasi lantaran belum memiliki alat kesehatan (alkes). Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, Senin (16/2), mengaku masih berusaha mencari sumber pendanaan agar RSP yang digadang-gadang dapat mendekatkan pe-

layanan kesehatan kepada masyarakat Kubu ini mendapatkan anggaran pengadaan alat kesehatan baik dari pusat ataupun Provinsi Bali. Bupati Geredeg mengakui sampai saat ini anggaran untuk alkes di RS Pratama masih belum jelas. Menurutnya, untuk pengadaan alkes itu diperlukan anggaran sekitar Rp 7 miliar. Hal ini menjadi penyebab tidak beroperasinya gedung RS Pratama yang memiliki 30 tempat tidur tanpa kelas tersebut. Dewa Farendra

Pohon Tumbang

Jalur Singaraja-Bedugul Macet POHON lamtoro tumbang dan menutup badan jalan Singaraja - Bedugul tepatnya di wilayah Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Senin (16/2). Akibatnya, arus kendaraan di jalan ini macet total hingga menimbulkan antrean kendaraan sepanjang satu kilometer. Pohon berdiameter setengah meter ini tumbang karena tanahnya labil. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, menyebutkan sebelum kejadian hujan disertai angin kencang melanda wilayah Buleleng pada Minggu (15/2) lalu. Tanah

pekarangan milik Mongol yang berada pada posisi di atas jalan, tanahnya labil. Di atas tanah ini tumbuh pohon lamtoro yang cukup rimbun. Lantaran tanahnya tidak kuat menahan gerusan air setelah dilanda hujan, pohon tersebut tumbang. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Ketut Yasa yang didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik I Ketut Sensus mengatakan, evakuasi pembersihan pohon yang tumbang itu bisa diselesaikan dan jalan kembali bisa dilalui kendaraan. Mudiarta

20 Persen Trotoar di Gianyar Rusak Parah KONDISI trotoar yang ada di ruas jalan di Kabupaten Gianyar masih memprihatinkan. Banyak trotoar yang rusak parah. “Dari sisi usia memang sudah lama. Jadi seperti sebuah bangunan, semakin tua usianya, pasti kerusakannya semakin banyak. Seingat saya pembuatan trotoar besarbesaran di Gianyar itu sekitar 1994 lalu. Jadi sudah 20 tahun lebih usia trotoar di Gianyar,” ujar Kadis PU Gianyar I.B. Sudewa. Dibeberkan dari 125 km panjang trotoar di kawasan Gianyar, 20 persen atau sekitar 24 km dalam kondisi rusak parah. Karena keterbatasan anggaran, pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan total, karena itu pihaknya hanya bisa mengupayakan perbaikan ringan,

MBP/nik

seperti pemeliharaan. “Dari panjang keseluruhan trotoar di Gianyar, memang 20 persen di antaranya rusak parah. Beberapa titik di antaranya malah sudah jebol,” katanya. Manik Astajaya

Ratusan Kaling Datangi Puspem Badung RATUSAN kepala lingkungan, Senin (16/2) mendatangi Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Lingkungan dan Klian Dinas (FK3D) Badung memprotes PP Nomor 43 Tahun 2014. Kehadiran sekitar 200 klian dinas dan kepala lingkungan sekitar pukul 9.00 wita itu untuk bertemu dengan Bupati Badung Anak Agung Gde Agung dan ingin menyampaikan aspirasi terkait dengan adanya peraturan baru tentang klian dinas. Aturan itu tertuang dalam PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengatur terkait batas maksimal umur sebagai seorang perangkat desa, yakni 42 tahun dan minimal 20 tahun. Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua FK3D Badung I Nyoman Kosan Sidik Kusuma, diterima Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintahan Desa (BPMD-PD) I Putu Gede Sridana di Wantilan DPRD Badung. Parwata

Mobil Seruduk Warung, Satu Tewas KECELAKAAN maut terjadi di jalan umum jurusan Denpasar-Pupuan km 45.5, Dusun Belimbing Tegal, Pupuan, Senin (16/2). Kendaraan Daihatsu Feroza nopol DK 433 EO yang melaju kencang dari arah selatan jurusan Antosari menuju arah Pupuan keluar jalur, kemudian menyeruduk warung. Akibatnya, seorang yang tengah berada di teras warung, Nyoman Sudarsana (30) tewas ditabrak kendaraan yang dikemudikan Wayan Darmaja (46) asal Banjar Mertasari, Pupuan. Informasi di lapangan, peristiwa lakalantas tersebut terjadi pukul 06.30 wita. Saat musibah terjadi, diduga pengemudi tidak mampu menguasai kendaraannya dan oleng ke kiri. Kendaraan itu akhirnya menabrak orang yang sedang duduk di depan warung. Kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Wayan Sudita didampingi Kanit Laka Ipda Made Sukiarta seizin Kapolres Tabanan AKBP Komang Suartana membenarkan adanya insiden laka lantas tersebut. Dikatakannya, kejadian tersebut diduga lantaran sopir dalam kondisi mengantuk. Puspa Dewi 2 - 8 Maret 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Tony Abbott Sewot

Ancam Bali, ’’Rumah Kedua’’ Turis Australia IKAP panas dan sewot Tony Abbott menyikapi kasus terpidana mati Bali Nine yang merupakan warga Australia menimbulkan kekhawatiran pelaku pariwisata Bali. Pernyataan Perdana Menteri Australia yang mengancam akan menarik warganya dari Indonesia (travel ban) berdampak pada pariwisata Bali, terutama Kuta yang selama ini dianggap sebagai rumah kedua mereka. Seperti yang diungkapkan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Sangtu Subaya, akhir minggu lalu. Memanasnya pemerintah Australia menyikapi eksekusi mati warganya akan berdampak pada pariwisata Bali, terlebih, Australia merupakan pasar utama pariwisata Bali. “Dampaknya pasti ada, karena pemeritah Australia dengan kondisi itu bisa saja mengeluarkan travel ban (larangan berkunjung), sehingga masyarakatnya tidak akan berani berkunjung,” ujarnya. Kalau selama ini pelaku pariwisata tidak merespons protes Australia terhadap Indonesia, dikatakan Sangtu lantaran selama ini peringatan yang dikeluarkan Negeri Kangguru itu hanya sebatas imbauan atau peringatan (travel advisory dan travel warning). “Kalau hanya travel advisory dan travel warning, saya kira tidak akan berpengaruh terhadap kunjungan mereka ke Bali. Apalagi, Australia telah menganggap Bali sebagai rumah kedua dan Kecintaanya dengan Bali,” katanya.

S

8

Selain menganggap Bali sebagai rumah kedua, mendominasinya kehadiran turis Australia ke Pulau Dewata dikarenakan jarak antarkedua negara itu dekat. “Bali lebih dekat ketimbang liburan ke negara lain dan lebih murah. Yang kami takutkan travel ban,” ungkapnya. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kuta Made Rudika mengakui, jika akhirakhir ini kedatangan wisatawan asing, termasuk Australia mengalami penurunan. “Dampak dari eksekusi itu saya tidak tahu, tapi kalau dilihat dari kunjungan memang turun, baik dari Eropa maupun Australia. Apakah karena travel advisory atau karena musim kunjungan turun,” sebutnya. Pemilik Hotel Simpang Inn ini mengatakan, lesunya kehadiran wisatawan Australia juga dirasakan oleh teman-teman seprofesi yang bergerak di bidang akomodasi pariwisata. “Saya tanya teman-teman juga merasakan begitu,” ucapnya. Sementara, Ketua BPC PHRI Badung IGN Rai Suryawijaya meminta pelaku pariwisata tidak khawatir ketegangan Indonesia dan Australia berdampak terhadap pariwisata Bali. Bahkan, dia mendorong pemerintah Indonesia segera melakukan eksekusi mati Andrews Chan dan Myuran Sukumaran. “Kami dukung pemerintah RI tetap pada pendiriannya (melakukan eksekusi– red), kita negara berdaulat, Bali sebagai destinasi pariwisata tetap menjadi the most

tourism yang favorit bagi semua wisatawan termasuk Australia,” tegasnya. Menurutnya, berwisata merupakan pilihan individu, tidak tergantung pada kebijakan pemerintah. Terlebih, Australia juga memiliki kepentingan dengan Indonesia dalam bidang perdagangan, di mana Indonesia merupakan pasar potensial daging sapi dan buah asal Negeri Kangguru itu. “Jadi saya kira ancaman-ancaman seperti itu gertak sambal, tidak perlu dikhawatirkan, karena Australia juga mengespor produknya ke Indonesia, seperti buah-buahan dan daging sapi, sehingga tidak kita saja yang membutuhkan dia (Australia), dia juga perlu kita,” sebutnya. Dia berpendapat, jika Australia melarang warganya berkunjung ke Indonesia, pemerintah juga dapat bersikap dengan tidak menyerap produk dari Australia. “Kita bisa juga memboikot Australia, hotel di Bali juga banyak menyerap produk daging dan buah dari Australia,” tegasnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat, menurut kebangsaan, wisatawan mancanegara (wisman) yang paling banyak datang ke Bali pada Desember 2014 adalah wisman dengan kebangsaan Australia sebesar 27,88 persen dari total kunjungan selama yang mencapai 347.370 orang. Secara kumulatif (Januari-Desember 2014), turis Australia tetap mendominasi 26,33 persen dari wisman yang datang ke Bali sebanyak 3.766.638 orang. Parwata

2 - 8 Maret 2015

8


Pariwisata Kuta Mesti Berbenah ANCAMAN pemerintah Australia melarang warganya berkunjung ke Indonesia, diakui tokoh masyarakat Kuta bakal mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan dari Australia. Meski sejauh ini dampaknya tidak signifikan, namun hal tersebut patut menjadi sebuah pembelajaran bagi komponen masyarakat dan stakeholder untuk terus membenahi sektor pariwisata. Bendesa Adat Legian I G.N. Sudiarsa mengungkapkan, dari pengamatannya, kondisi pariwisata Kuta bisa dibilang masih normal. Kunjungan wisatawan mancanagera juga relatif sama dengan periode yang sama tahun lalu. “Masih biasa-biasa saja. Memang bulan Februari sampai Maret ini seperti tahun-tahun sebelumnya adalah masa low season,” kata anggota DPRD Badung itu. Masyarakat Kuta, sebenarnya amat menyayangkan adanya ancaman dari pemerintah Australia tersebut. Sikap itu dinilai berlebihan apalagi mengingat vonis hukuman mati bagi dua warga negara Australia sudah sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku di Indonesia. Namun, Sudiarsa yakin warga negara Australia akan cukup dewasa menyikapi masalah tersebut karena memang berawal dari kasus kejahatan narkoba. Pihaknya pun berharap, ancaman dari pemerintah Australia itu tidak sampai berpengaruh besar terhadap jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Bali. Apalagi selama ini wisatawan Australia sudah banyak yang menganggap Bali khususnya Kuta

sebagai rumah kedua mereka. Sementara itu, tokoh masyarakat Kuta yang juga anggota DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, harus diakui, ancaman dari pemerintah Australia cukup berpengaruh bagi tingkat kunjungan wisatawan Australia. Dari pengamatannya, wisatawan Australia di Kuta sudah mulai berkurang walaupun tidak signifikan. Yang patut disyukuri, ancaman itu sendiri tidak berpengaruh terhadap wisatawan Australia yang sudah sering ke Bali. “Pengaruhnya lebih kepada mereka yang belum pernah ke Bali,” katanya. Memang diakuinya sikap pemerintah Australia itu sangat disayangkan. Namun justru dengan hal ini ada pelajaran penting yang dapat dipetik bagi masyarakat dan komponen pariwisata di Kuta. Kuta haruslah berbenah. Tak hanya soal meningkatkan daya tarik wisata tetapi juga dari sektor keamanan. Keamanan dan kenyamanan wisatawan di tujuan wisata mutlak menjadi prioritas. Makanya, ke depan perlu ada pola dan sistem keamanan yang komprehensif di daerah pariwisata khususnya Kuta dengan melibatkan masyarakat, aparat keamanan dan pemerintah. Dengan ketahanan destinasi pariwisata yang salah satu unsurnya terjaminnya keamanan dan kenyaman wisatawan, Anom Gumanti yakin, Bali akan tetap menjadi pilihan berwisata. Dedy

MBP/dok

2 - 8 Maret 2015

9

9


LAPORAN UTAMA

Tak Berdampak Signifikan AUSTRALIA AUSTRA R LIA boleh b saja mengancam akan memboikot pariwisata Bali B terkait rencana hukuman mati anggota “Bali Nine”. Nine Tetapi warga Australia biasanya imbauan atau ajakan pemertidak terpengaruh dengan den intahnya. Pengalaman Pengalama sebelumnya, sering pemerintah memperingatkan travel warning, tetapi warAustralia mempering keindahan dan keunikan ganya tetap datang menikmati m Bali. Demikian halnya saat ini. berdampak signifikan. Apalagi “Sepertinya tidak akan a sekarang ini adalah adala masalah hukum kriminal yang merupakan musuh musu bersama,” papar Ketua PHRI Bali Tjokorda Art Arta Ardana Sukawati saat dihubungi, minggu lalu. Jumat min Bah Bahkan mantan Bupati Gianyar ini menyayangkan sikap pemerintah Australia nyaya yang melayangkan ancaman terhadap pemerintah Indonesia. pem I menilai, hal ini tidak pantas Ia dilakukan dengan negara yang sudah dilak menjalin hubungan bilateral sejak lama. “Saya sangat sayangkan apalagi di media diwacanakan bantuannya b terkait tsunami di Aceh. sayangkan sikap seperti itu sebagai negara Kita sayangk yang sudah membina hubungan baik selama tegasnya. ini,” tegasn Hubung bilateral antara Indonesia dan Hubungan Australia merupakan hubungan yang saling menguntu menguntungkan. Jadi jika pihak Australia memutus hubungan antara kedua negara, pemerin pemerintah Indonesia bukan satu-satunya pihak yyang rugi. “Australia dan Indonesia sama-sama membutuhkan, kita tidak sam main-main, Indonesia juga negara besar,” main-m ungkapnya ungkap Menurutnya, pemerintah Indonesia Me sudah memahami maksud pemerintah Australia yang ingin menyelamatkan Aust warganya. Namun, ia menegaskan warg tidak seharusnya sampai ada intervensi antara anta kedua belah pihak. “Bahwasanya pemerintahannya berusaha untuk pem menjaga warganya itu kita pahami tapi men jangan jang sampai menekan. Kita juga akan melakukan hal yang sama ketika warga mel kita di luar negeri, karena mengikuti aturan suatu negara. Tapi kita tidak atu akan ak mengintervensi,” ucapnya. Pria yang akrab disapa Cok Ace

ini berharap pemerintah Australia dapat memaklumi terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Apalagi persoalan narkoba merupakan permasalahan yang dihadapi semua negara di dunia tidak hanya Indonesia. “Yang kita hadapi sekarang adalah narkoba sebagai masalah serius, jadi kita dari pariwisata di Indonesia berharap Australia memahami kondisi tersebut. Serta agar tidak mempengaruhi hubungan manusia dengan manusia antara Bali dengan Australia,” katanya. Sisi lain, Kadis Pariwisata Gianyar AA Bagus Ari Brahmanta mengatakan, panasnya hubungan Australia dan Indonesia pascarencana eksekusi mati dua warga Australia yang tergabung dalam Bali Nine terus dipantau pihak Disparda Gianyar.

10


Suasana Ubud Gianyar

Bahkan saat ini komunikasi terus dilakukan terhadap hotel-hotel yang ada di Gianyar guna mengetahui perkembangan kunjungan atau wisatawan yang menginap, khususnya dari Australia. “Info teman-teman yang punya hotel, belum ada pengaruh. Bahkan saat ini wisatawan Australia yang menginap masih tetap ramai. Tidak itu saja, saat ini wisatawan Australia yang memboking hotel sampai Maret nanti masih ramai. Belum ada laporan adanya pembatalan boking yang dilakukan wisatawan,” terangnya. Dia menerangkan, masih stabilnya kunjungan wisatawan dari negara tetangga itu juga terkait dengan sikap resmi pemerintah Australia. Dalam artian belum ada larangan bagi warganya untuk melakukan liburan ke Indonesia, termasuk Bali. Agen-agen perjalanan yang ada di Negara tersebut masih merekomendasikan nama Bali sebagai salah satu tujuan utama bagi warga Australia untuk berwisata. “Sepanjang tidak ada larangan resmi, saya kira

MBP/dok

kunjungan wisatawan Australia masih stabil. Karena warning untuk travel di sana dari pemerintahnya belum ada. Makanya sampai saat ini tidak ada pembatalan kunjungan atau wisatawan Australia dan menginap di Gianyar,” paparnya. Berdasarkan data, wisatawan Australia yang menginap di Gianyar menyentuh angka 35 persen dari total wisatawan yang mencapai 320 ribu. Sedangkan untuk wisatawan Australia yang berkunjung ke Gianyar mencapai 42 persen dari total kunjungan wisatawan yang mencapai 1,2 juta orang. “Kalau dilihat dari kesenangan wisatawan Australia memang berbeda, tergantung usia. Khusus wisatawan yang relatif usianya masih muda, senangnya pasti ke pantai. Beda dengan wisatawan yang sudah berumur, tujuannya lebih banyak ke objek wisata berbau seni dan budaya, termasuk objek wisata alam dengan situasi yang relatif lebih tenang,” tandasnya. Manik Astajaya 2 - 8 Maret 2015

11


A KT I V I TA S P R E S TA S I - Anggapan atau pendapat segelintir orang yang mengatakan bahwa Denpasar tidak melakukan pembangunan yang bersifat monumental dan hanya memperhatikan beberapa bidang pembangunan, tidaklah tepat. Beberapa prestasi yang berhasil diraih Denpasar masa kepemiminpinan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, menjadi bukti bahwa Denpasar sedang bergerak dan menggeliat untuk melangkah lebih maju. Semenjak dilantik tahun 2010 lalu, Rai Mantra yang berduet dengan Jaya Negara telah mencanangkan visi “Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan menuju Keharmonisan.” Pencanangan visi tersebut berdasarkan Denpasar yang merupakan ibu kota Provinsi Bali menjadi pusat segala aktivitas, mulai dari pendidikan, ekonomi, pariwisata.

MBP/ist

SOSIALISASI - Memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba semakin gencar dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Pada Kamis (12/2), sosialisasi dan advokasi dilaksanakan di SMP Widya Sakti Denpasar Jalan Trenggana, Penatih, Denpasar Timur. Pada kesempatan tersebut, BNNP Bali dan SMP Widya Sakti Denpasar sepakat memerangi narkoba. Kegiatan tersebut diikuti para guru dan siswa setempat. Diantaranya kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pembina OSIS, pembina kelompok siswa peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), guru kelas, guru BP, guru biologi dan fisika, pengurus OSIS dan KSPAN, berjumlah sekitar 40 orang. Sosialisasi mengusung tema ‘’Advokasi Bagi Lembaga Pendidikan Tingkat SLTP dalam Rangka Menyusun Kebijakan P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba)’’.

MBP/ist

MBP/ist

DATANGKAN PROFESOR - SUN Education Bali bekerja sama dengan INTO mendatangkan empat profesor dari tiga universitas ternama di United Kingdom (UK) dan USA ke Sekolah Tunas Daud, Denpasar, Selasa (17/2). Keempat professor itu merupakan ahli di bidang science, technology, engineering, dan matematika atau MIPA. Masing-masing Ellen Momsen dari INTO Oregon State University, USA memberikan materi tentang robotic arms, Simon Brewis dan Chris Philips dari INTO Newcastle University, UK dengan materi masing-masing hydropolimer dan software, serta Dr. Lian Mc Crudden dari INTO Queen’s University Belfast, UK dengan materi DNA extraction.

BEASISWA - Lily Sura Ningrum adalah salah seorang penerima beasiswa Generasi Lestari (Gen L) yang saat ini sudah selesai menempuh pendidikan Strata Satu Manajemennya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Lily, begitu ia biasa dipanggil, merupakan si bungsu dari dua bersaudara, tetapi hal itu tidak membuat Lily tumbuh menjadi anak manja. Dia menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Sekolah Harapan dengan sangat baik. Gadis cantik kelahiran 9 Juli 1992 ini, awalnya tidak terpikir tentang beasiswa, namun di sisi lain dirinya sempat bertanya-tanya apakah ibunya mampu membiayai kuliahnya secara penuh hingga selesai.

12

2 - 8 Maret 2015


MBP/ist

GURU BESAR - Dalam upaya mewujudkan visi menjadi universitas teladan dan unggulan, Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali mengundang 14 guru besar dari berbagai perguruan tinggi, Rabu, 11 Februari 2015 lalu. Undhira mengundang para guru besar tersebut untuk berdiskusi tentang metode pendidikan masa kini dan pengelolaan universitas untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hadir dalam pertemuan tersebut Pembina dan Pengurus Yayasan Dhyana Pura, Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyadra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS., WR I Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., WR II I Made Daramayasa, S.E., M.M., para Dekan dan Kaprodi di Lingkungan Undhira. Rektor Undhira mengucapkan terima kasih atas kesediaan para guru besar untuk hadir dan memberikan berbagai masukan yang sungguh bermanfaat dalam pengembangan pendidikan anak bangsa yang berkualitas dan berkarakter.

MBP/ist

SIDAK - Komitmen Grup Hardys dalam mendukung secara nyata program pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mencegah sekaligus menekan angka penyalahgunaan narkoba, menjadi harga mati. Buktinya, secara rutin Grup Hardys mengundang BNN melakukan sidak penyalahgunaan narkoba setelah sidak terakhir dilaksanakan pada 24 April 2014 dan Grup Hardys mendapatkan penghargaan khusus dari BNN pada 7 Desember 2014 lalu sebagai perusahaan yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Direktur Eksekutif HardysFoundation Putu Ary Widiartha, S.H. menyatakan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Bali selain melaksanakan penyuluhan guna mencegah penyalahgunaan narkoba, Grup Hardys juga rutin mengundang BNN untuk sidak.

MBP/ist

MBP/ist

PENUHI JANJI - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya menjadi pengayom seluruh perguruan tinggi di Bali. Hal ini ditunjukkan ketika Dr. Wedakarna yang juga anggota Komite III DPD RI bidang Pendidikan, hadir di Seminar Nasional Interpersonal Life Skill yang diadakan Fakultas Teknik (FT) Unud di Aula Widyasabha Kampus Unud Jimbaran. Dr. Wedakarna yang didaulat menjadi narasumber utama memberikan motivasi tentang konsep komunikasi dan interpersonal skill dalam menaklukkan globalisasi. Hadir Rektor Unud Prof. Swastika bersama sejumlah pejabat FT dan panitia dari unsur BEM. Senator Wedakarna bercita-cita agar ke depan, Unud mampu menjadi PTN 10 besar terbaik di Indonesia bahkan di Asia. Untuk itu semua pihak harus memulai sejak saat ini.

PEMBEKALAN - Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Administrasi Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wira Bhakti Denpasar mengikuti pembekalan kewirausahaan di Gedung PLUTKUKM Provinsi Bali, Selasa lalu. Pembekalan kewirausahaan ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan kemampuan bisnis, seperti perencanaan dan strategi bisnis, kemampuan melihat peluang bisnis serta aplikasinya. Ketua Stispol Wira Bhakti Denpasar I Nengah Merta, S.Sos., M.Si. dalam sambutannya mengatakan, saat ini tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi masih cukup tinggi. Kondisi tersebut didukung kenyataan bahwa sebagian besar lulusan perguruan tinggi cenderung lebih sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). 2 - 8 Maret 2015

13


P E M E R I N TA H A N

Suwirta Gugah Kesadaran Tangani Kemiskinan Disambut IDI Klungkung, Berharap Lembaga Lain Menyusul MENANGANI persoalan kemiskinan, memerlukan kesadaran bersama, bahwa masih banyak warga kurang beruntung di sekitar kita. Itulah yang ditekankan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dalam melihat persoalan kemiskinan dari setiap blusukan-nya ke tengah-tengah masyarakat. Sensitivitas Bupati Suwirta melihat kemiskinan disambut IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Klungkung. Sehingga, Bupati dan IDI turun bersama mendatangi warga penderita gangguan jiwa dan warga miskin untuk memberikan bantuan. Bupati Suwirta mengapresiasi inisiasi IDI Klungkung, menyambut kampanye Bupati Suwirta ke tengah masyarakat untuk memerangi kemiskinan. Bahwa penanganan kemiskinan perlu dilakukan bersama, bukan hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Semakin banyak lembaga non pemerintah berkontribusi membantu pemerintah daerah dalam menyikapi masalah kemiskinan, maka gerakan penanganan kemiskinan akan semakin masif dan hasilnya jadi lebih nyata. Aksi turun langsung secara bersama, guna mengetahui langsung bagaimana nasib warga yang tidak beruntung berjuang hidup di tengah berbagai kekurangan. IDI Klungkung bersama Bupati Suwirta pekan kedua Februari ini mendatangi langsung warga miskin dan penderita gangguan jiwa di Kecamatan Dawan dan Banjarangkan. Kondisi beberapa warga di daerah ini sangat memprihatinkan. “Kami ingin terus membantu warga yang berhak mendapat bantuan. Kami ingin mendapatkan data dan gambaran yang jelas mengenai kondisi warga, sehingga dapat dipikirkan bersama solusi jangka panjang oleh dinas terkait bersama lembaga non pemerintah yang peduli dengan kondisi warga kita saat ini,” katanya. Dengan sensitivitas ini, Bupati Suwirta ingin menggugah kesadaran, bahwa kemiskinan di sekitar kita harus ditangani bersama-sama. Aksi blusukan bersama ini didampingi langsung Ketua IDI Klungkung dr. I Nyoman Adi Putra. Warga kurang beruntung yang didatangi Bupati Suwirta, antara lain warga penderita gangguan jiwa (skizoprenia) yaitu Komang Budiasa (45) di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Wayan Budur

14

2 - 8 Maret 2015

(45) di Dusun Sukahati, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, I Gusti Suardana (48), Gusti Juliana (32) dan I Nyoman Warda (38) di Desa Sarimerta Kecamatan Banjarangkan. Dalam aksi kepedulian tersebut, IDI Klungkung memberikan pakaian dan sembako kepada keluarga penderita serta bunga mawar sebagai wujud kasih sayang yang kebetulan bertepatan dengan Valentine Day. “Kepedulian seperti ini harus kita tanamkan bersama, kita ta yang mampu harus membantu tu warga yang kurang mampu,” ,” kata Adi Putra. Usai aksi blusukan berrsama ini, Bupati Suwirta ta menyampaikan rasa terima ma kasih kepada IDI Klungkung, g, yang sudah menunjukkan an kepedulian kepada sesama, a, terutama kepada penderita ta gangguan jiwa dan kemiskiinan. Bupati Suwirta sangat at menyadari, masih banyak ak warga seperti ti ini yang luput lupuut dari perhatian an pemerintah, h, bahkan tidak ak terdata di diinas terkait. t. “Mereka itu tu layak menerrima bantuan. n. Tapi, kadang ng mereka takk ada di database kita. a. Itulah perluunya kita tuurun langsung. g. Semakin sering kita turun, n, hal-hal seperti ini akan seemakin sering kita temukan,” ,” tegas Bupati Suwirta, yang ng kerap menghabiskan waktu tu luang ke rumah-rumah warga ga miskin di setiap desa. Bupati Suwirta mengimmbau kepada aparat desa agar ar jangan ragu-ragu untuk uk menyampaikan data yang ng sesungguhnya dan valid. d. Sehingga pemerintah daa-

pat mengambil langkah-langkah jangka pendek dan panjang untuk mengatasi masalah sosial yang ada di masyarakat. Bupati Suwirta juga berharap peran serta lembaga non pemerintah lainnya, untuk ikut bersama-sama memerangi kemiskinan di sekitar kita. Bagiarta

Aksi blusukan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan IDI Klungkung ke rumah-rumah penderita gangguan jiwa dan warga miskin.


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

DONOR DARAH - Jajaran Armada Finance Cabang Bali memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-11 berdirinya Armada Finance di Bali. HUT diisi antara lain aksi sosial donor darah di kantor Armada Finance Perwakilan Karangasem, Sabtu (14/2) lalu. Usai donor darah, dilanjutkan dengan baksos penanaman ratusan bibit berbagai jenis bunga di areal Pura Penataran Lempuyang. Di sana juga digelar ngaturang ayah bersih-bersih, mapunia serta ngaturang wastera (pakaian) pamangku. Kepala Cabang Armada Finance Bali I Wayan Warka, usai mendonorkan darahnya menyampaikan aksi donor darah itu tak hanya melibatkan karyawan Armada. Namun juga dari kalangan masyarakat, termasuk para nasabah.

TEROBOSAN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Denpasar atau BNI 46 kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan kepada masyarakat, khususnya para nasabah pengguna sepeda motor. Bertempat di jalan raya Kampus Universitas Udayana Bukit Jimbaran, Kamis (12/2), ATM Sepeda Motor pertama dan satu-satunya di Bali diresmikan Gubernur Bali yang diwakili Dewa Sunarta dengan didampingi Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD.-KEMD. dan CEO BNI Wilayah Denpasar Aryanto Purwadi. Ikut hadir dalam acara peresmian tersebut perwakilan Pemkab Badung. ATM Sepeda Motor tersebut merupakan salah satu terobosan baru BNI merespons pertumbuhan pengguna sepeda motor yang cukup besar.

MBP/kmb

MBP/ist

BERAS - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan bantuan beras secara simbolis oleh kepada perwakilan kelompok subak, Kamis (12/2) di Wantilan Desa Pakraman Jelantik, Apuan, Kecamatan Baturiti. Tiga subak di Baturiti menerima 9,533,385 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Penyerahan bantuan pusat ini, sebagai tindak lanjut petani subak di Baturiti mengalami tunda tanam dan gagal panen akibat kekeringan. Turut mendampingi bupati, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gunawan, Kasat Pol PP I Wayan Sarba, serta Camat Baturiti Tos Partha. Gusti Agung Putu Gede mengatakan tiga kelompok subak yang menerima CPP, diantaranya Subak Anyar Tegeh, Desa Angseri, Subak Bugbugan Jelantik dan Subak Tinungan, Desa Apuan.

KAMPUS FAVORIT - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali wajar disebut kampus favorit di Bali. Setelah pada 2014 meraih The Best Good Education Governance Award dan Top Ten Best Academy of Nursing and Midwifery, di awal 2015, Stikes meraih The Best Favorite School of The Year dari School Chalenges Award 2015. Penghargaan ini ditandatangani Mendibud Anies Rasyd Baswedan,P,Hd., diterima Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M., Sabtu (7/2) di Kuta. Dia menerima penghargaan ini bersama pimpinan sekolah dan kampus di seluruh Indonesia. Kata Ketua YP3LPK Bali, Drs. Ida Bagus Arka, Stikes Bali Bali tampil luar biasa sebagai satu-satunya wakil Bali yang meraih penghargaan ini. Makanya dia berbangga dengan prestasi ini hasil penilaian lembaga bergengsi. 2 - 8 Maret 2015

15


POLITIK

Taktik Balik Kandang Kader Banteng

MBP/dok

Suasana kampanye kader banteng. PDI-P Bali kini merangkul kader yang sempat hengkang untuk balik kandang.

USCAB PDI-P di Bali telah digelar. Pimpinan DPC dominan dijabat muka lama namun di sejumlah kabupaten kepengurusan didominasi muka baru. Sejumlah politisi yang sempat hengkang kini balik kandang menjadi pengurus partai. Taktik ini diharapkan mengembalikan kejayaan PDI-P di Bali. Pertengahan Februari lalu, PDI-P menerapkan model baru dalam memilih ketua DPC. Pemilihan dilakukan serentak dan terpusat di salah satu hotel di Bali. Agenda Musyawarah Cabang (Muscab) ini merupakan muara dari pemilihan pengurus anak cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Muscab pun berjalan lancar nyaris tanpa konflik. Kader terpilih hanya mengaku dibebani target, mengembalikan kebesaran dan kejayaan PDI-P di Bali. Setidaknya, Ketua DPC PDI-P Tabanan terpilih Made Sanjaya mengaku telah diberi target untuk mengembalikan kejayaan PDI-P Tabanan. “Sebagai Ketua DPC terpilih, saya harus mampu mengembalikan kursi PDI-P Tabanan yang diambil partai lain,” ujarnya. Menurutnya, proses pemilihan Ketua DPC PDI-P Tabanan untuk periode 2015-2020 berlangsung secara

M

16

musyawarah. Selain itu juga berlangsung paling cepat dibandingkan dengan kabupaten/ kota se-Bali lainnya dan sangat demokratis. Selain juga telah mengakomodir semua kader-kader PDI-P yang ada di masing-masing kecamatan. Sanjaya mengatakan akan melakukan terobosan politik untuk mencapai target yang dibebankan kepadanya. Baginya, pekerjaan rumah yang telah menunggunya adalah memperkuat solidaritas kader-kadernya. Ini dikarenakan Bali diberi kehormatan sebagai tuan rumah kongres ke-4 PDI-P yang akan berlangsung pada tanggal 8 12 April mendatang. Sanjaya mengakui bahwa di tubuh PDI-P Tabanan terkesan terpecah dalam berbagai kelompok. Baginya ini harus segera dicairkan agar PDI-P di Tabanan tetap solid dan kuat serta para kadernya selalu menjaga semangat kebersamaan. Selain itu, ia juga bertekad agar kader-kader PDI-P Tabanan yang telah loncat pagar bisa kembali pulang kandang. Terlebih lagi bagi para kadernya yang telah ikut berjasa membesarkan PDI-P Tabanan. “Saya segera akan merangkul para kader PDI-P Tabanan yang loncat pagar untuk diajak pulang kandang dan bersama-sama kembali membesarkan partai,” ungkapnya.

Di Klungkung, taktik PDI-P nyaris serupa. Pengurus DPC didominasi muka baru. Ketua DPC PDI-P Klungkung AA Gde Anom mengatakan politisi yang duduk di struktur DPC juga tidak hanya ada dari kader murni. Ada dari nonkader di antaranya Komang Karnawan yang sebelumnya merupakan kader PKPB dan Caleg Hanura, dan Ketut Panca mantan anggota DPRD Klungkung dari PDP dan kader PKPI. Keduanya diberikan kursi sebagai Wakil Ketua di struktur DPC PDI-P. Anom mengatakan masuknya nama-nama baru tersebut juga atas pertimbangan Wayan Koster. Diapun berdalih hal ini murni karena pertimbangan kebesaran partai ke depan. “Tidak ada kedekatan dengan orang tertentu,” ujar Gung Anom. Komang Karnawan, mantan anggota DPRD dari PKPB ini mengaku masuk PDI-P karena sejarah. Ia menepis dirinya sengaja masuk ke PDI-P karena ada tawaran dari kader PDI-P Klungkung. Justru dia berdalih sengaja berlabuh ke PDI-P karena pulang kandang. Karena sebelum menjadi kader PKPB dan caleg Hanura, Karnawan mengaku sempat menjadi simpatisan Megawati. Puspa Dewi/Bagiarta

2 - 8 Maret 2015

16


PBBKB

Masih Menjerat Rakyat Bali HARGA BBM di Bali masih termahal di Indonesia. Revisi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) belum tuntas. Harapan menikmati harga premium Rp 6.600 per liter masih belum bisa terpenuhi. Hingga Minggu ketiga Februari 2015, PBBKB masih menjerat rakyat Bali. Padahal, rakyat Bali telah menentang PBBKB 10 persen sejak Desember 2014. Sebenarnya, revisi PBBKB sudah ketok palu di DPRD Bali. Namun, hasil revisi PBBKB ini masih belum final sebab tersendat di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Perda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah sampai saat ini masih dalam proses verifikasi di Kemendagri. Perda tersebut telah disahkan oleh DPRD Bali pada 27 Januari lalu. Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry mengatakan Perda tersebut sempat ada perbaikan dari Kemendagri. Perubahan tersebut yakni semula diberikan kewenangan kepada Gubernur

melalui Pergub untuk menurunkan tarif PBBKB, ternyata tidak dibenarkan oleh Kemendagri. Revisi harus dilakukan pada Pasal 37 langsung, yang diturunkan dari 10 persen menjadi 5 persen. “Kami sudah perbaiki hal itu selama dua hari dan Pemprov langsung mengantarnya ke Kemendagri,” ujarnya. Sampai saat ini, hasil perbaikan yang juga sudah dikirim ke pusat, belum ada kabarnya dan pihaknya juga belum mendapatkan informasi seperti apa hasilnya. Pemprov Bali sampai beberapa kali bolak-balik Bali-Jakarta untuk mengawal Perda tersebut agar cepat selesai. Sebagai wakil rakyat, pihaknya ingin secepatnya ada kepastian dari pusat. Dengan demikian masyarakat Bali tidak menunggu terlalu lama. “Sebagai wakil rakyat di DPRD Bali, kita sudah bergerak cepat melakukan revisi terhadap Perda 1 tahun 2011 dan kita berharap secepatnya dilakukan penyesuaian harga,” ujarnya. Menyikapi hal ini, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali I Putu Armaya, S.H., menegaskan

Gubernur Bali dan DPRD Bali mesti segera merealisasikan janjinya secepatnya menurunkan PBBKB. Jika masih ada kendala di Kemendagri, pihak eksekutif bersama legislatif mesti sigap segera mengawal revisi Perda tersebut di Kemendagri. “Jangan sampai Gubernur dan Dewan terkesan cuek. Jika revisi Perda ini tak kunjung selesai dan harga premium tak kunjung turun, rakyat Bali semakin dirugikan. Beban masyarakat makin berat. Jadi pemerintah harus peka dengan jeritan rakyat. Jangan sampai gara-gara mekanisme adminstratif semata kepentingan rakyat jadi korban,” tandasnya. Kepala Dinas Pendapatan Pemprov Bali Made Santa mengatakan sesuai Permendagri Nomor 1 Tahun 2014, Kemendagri punya waktu 15 hari kerja untuk menindaklanjuti atau memberi jawaban atas permohonan revisi perda dari pemerintah daerah. Jadinya, Kemendagri mesti memberi jawaban atas permohonan revisi PBBKB tersebut paling lambat 24 Februari. Widana

2 - 8 Maret 2015

17

17


PENDIDIKAN

Kurang Sosialisasi

Kuota Beasiswa Bidik Misi Kerap

Tak Terisi S elama ini program bantuan beasiswa pendidikan bagi calon mahasiswa dari pemerintah pusat melalui bidik misi ternyata kurang disosialisasikan secara luas ke publik. Banyak calon mahasiswa dan pihak orang tua yang tidak tahu keberadaan program ini. Bahkan, kuota atau jatah bidik misi di sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Udayana (Unud) tiap tahun masih banyak yang kosong atau tidak terisi. Padahal, masih banyak calon mahasiswa yang berprestasi di SMA/SMK namun tidak mampu secara ekonomi yang sangat membutuhkan beasiswa bidik misi ini agar mereka tidak putus sekolah dan bisa mengenyam pendidikan tinggi. Karenanya, Unud berupaya lebih mengoptimalkan sosialisasi beasiswa bidik misi ini dengan “jemput bola” ke kabupaten/ kota dan sekolah-sekolah dengan harapan lebih banyak calon mahasiswa yang bisa mengakses program ini. “Sosialisasi bidik misi selama ini memang belum optimal. Karenanya mulai tahun ini kami tingkatkan sosialisasi ini dan langsung datang ke kabupaten/kota menemui siswa dan pihak sekolah,” kata Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unud Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. dalam acara sosialisasi beasiswa bidik misi dan SNMPTN 2015 yang menghadirkan siswa, pihak sekolah dan pihak Disdikpora se-Kota Denpasar dan Kabupaten Badung di aula Fakultas Kedokteran Unud, belum lama ini. Damriyasa mengatakan, beasiswa bidik misi ini diperuntukan bagi calon mahasiswa

18

2 - 8 Maret 2015

lulusan SMA/SMK yang berprestasi secara akademik namun memang tidak mampu secara ekonomi dan potensi lulusan seperti itu banyak tersebar di luar Badung dan Denpasar khususnya di pedesaan. Ia tak menampik informasi bidik misi ini belum tersosialisasikan secara luas dan banyak masyarakat belum tahu keberadaan program ini. “Karenanya, strategi sosialisasi kami ubah dan kami lakukan keliling Bali,” tegasnya. Ia juga tak menampik kuota bidik misi di Unud tahun-tahun sebelumnya selalu ada yang tak terisi apakah karena faktor belum optimalnya sosialisasi ataupun terkait persyaratan yang belum bisa dipenuhi calon mahasiswa dan dinyatakan gugur saat diverifikasi. “Karenanya, kami harapkan calon penerima bidik misi mengisi data sesuai kondisi riil di lapangan sebab nanti itu akan diverifikasi,” tegasnya. Damriyasa menegaskan, secara nasional dari tahun ke tahun kuota bidik misi terus meningkat. Tahun 2010 jatahnya ada 20 ribu mahasiswa di 104 PN, tahun 2010 ada 30 ribu mahasiswa di 117 PTN, tahun 2012 menjadi 40 ribu mahasiswa untuk PTN dan 2 ribu untuk PTS, tahun 2013 ada 53 ribu mahasiswa untuk PTN dan 8 ribu untuk PTS, tahun 2014 ada 60 ribu mahasiswa dan 98 PTN dan PTS. Sementara untuk Unud, realisasi bidik misi tiap tahun juga meningkat. Rincian-

nya, 2010 (375 mahasiswa), 2011 (375), 2012 (425), 2013 (425), 2014 (495) dan rencana kuota atau jatah untuk 2015 ada 500 mahasiswa. Menurut Damriyasa, komponen pembiayaan beasiswa bidik misi bagi penerimanya menyangkut beberapa hal. Pertama, penerima bidik misi dibebaskan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi mandiri pada salah satu perguruan tinggi. Kedua, penerima bidik misi mendapat bantuan biaya penyelenggaran pendidikan yang dikelola perguruan tinggi maksimal Rp 2,4 juta per semester per mahasiswa yang digunakan untuk pembayaran kuliah seperti pembayaran pertama, SPP, dan biaya lainnya. Ketiga, mahasiswa penerima bidik misi juga mendapat biaya hidup minimal Rp 3,6 juta per semester. Sementara bagi mahasiswa penerima bidik misi yang terbukti melakukan pelanggaran berupa memberikan keterangan yang tidak benar baik lisan dan tulisan serta melakukan pemalsuan dokumen pendukung pendaftran, maka yang bersangkutan dicabut status lulus seleksi PTN/PTS dan dibatalkan pemberian bidik misinya. Ban-


Jangan Diskriminasikan Pendidikan di SD dan SMP

MBP/dok

Beasiswa bidik misi yang dikucurkan pemerintah sangat membantu guna menyelamatkan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

tuan beasiswa bidik misi diberikan sejak mahasiswa ditetapkan sebagai penerima bidik misi di PT yaitu 8 semester untuk program D-IV dan S-1, serta 6 semester untuk D-3. Khusus untuk program studi yang memerlukan pendidikan keprofesian tertentu (Kedokteran Umum, Gigi, Hewan dan Ners), bantuan biaya pendidikan diberikan selama 10 semester. Sementara itu. Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD KEMD. menegaskan Unud berupaya mempermudah akses masyarakat yang kurang mampu dan berprestasi secara akademik untuk mengenyam pendidikan di Unud dengan berbagai bantuan beasiswa. “Kami konsisten di Unud minimal 10 persen mahasiswa kami berasal dari orang tua tidak mampu. Kami juga perlu terus meningkatkan daya saing lulusan di Bali dengan mendorong generasi muda mengenyam pendirikan hingga perguruan tinggi,” tegasnya. Widana

RENCANA Pemprov Bali mengurangi bantuan anggaran pendidikan untuk PAUD, SD dan SMP di kabupaten/kota dikritisi kalangan pemerhati pendidikan. Pemprov diharapkan tidak melakukan diskriminasi terhadap keberadaan PAUD, SD dan SMP ini kendati kewajiban Pemprov hanya mengelola SLB dan SMA/ SMK. Jika diskriminasi pendanaan itu terjadi, dikhawatirkan kualitas pendidikan di Bali makin terpuruk. “Tidak boleh ada diskriminasi terhadap tanggung jawab pendanaan pendidikan di PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK. Pemprov harus tetap mendanai semua tingkat satuan pendidikan di Bali,” kata akademisi yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., belum lama ini. Rumawan Salain menambahkan, dari aspek keadilan dan pemerataan jika Pemprov Bali hanya membiayai SMA/SMK lalu mengabaikan pendanaan PAUD, SD dan SMP se-Bali, tentu hal tersebut sangat tidak adil. Sebab jumlah SMA/SMK jauh lebih sedikit daripada PAUD, SD dan SMP. Terlebih jika di ketiga satuan pendidikan tersebut kekurangan anggaran, maka kualitas pendidikan dasar akan menurun dan tentunya akan berpengaruh pada kualitas SMA/SMK nantinya. “Jika ingin pendidikan di Bali maju, seharusnya Pemprov mengayomi pembiayaan seluruh jenjang sekolah di Bali. Dana pendidikan minimal 20 persen dari APBD harus dipenuhi dan diadakan redesain terhadap pembiayaan yang adil dan merata,” tegasnya. Rumawan Salain meminta DPRD Bali mengawal permasalahan ini jangan sampai anggaran pendidikan dari APBD Bali terputus ke kabupaten/kota. Jika memang permasalahannya kebutuhan anggaran Pemprov untuk sektor pendidi-

kan k membengkak, hal tersebut sebenarnya t tidak masalah. Sebab, t jika pendidikan di Bali j makin maju dengan m ketersediaan anggak ran r yang cukup, maka kualitas dan daya saing k SDM Bali tentu akan S meningkat. “Pemerintah m bisa b melakukan efisiensi dan d memangkas anggaran untuk program g yang tidak jelas lalu y dananya diarahkan ke d pendidikan,” kata dosen p Fakultas Teknik UniverF sitas Udayana ini. s Sebelumnya, Gubernur n Bali Made Mangku Pastika mengakui penP galihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke Pemprov Bali berimplikasi pada menurunnya bantuan anggaran kepada tingkat satuan pendidikan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota seperti PAUD, SD, dan SMP. Sebab beban anggaran Pemprov akan membengkak. “Untuk bantuan ke kabupaten/kota nanti tergantung berapa sisa duitnya. Harus kita hitung dulu untuk ngurus SMA/ SMK ini berapa duitnya habis, kan termasuk gaji gurunya, sarana prasarana dan operasional lainnya,” kata Pastika lantas menambahkan Pemprov akan menginventarisis keberadaan SMA/SMK di Bali untuk proses pengalihan kewenangan itu. Sementara itu, kalangan DPRD Bali berharap Pemprov Bali tetap membantu anggaran pendidikan di kabupaten/kota misalnya dengan tetap menganggarkan Beasiawa Miskin (BSM) untuk siswa SD dan SMP se-Bali. “Jika dana masih memungkinkan, Pemprov tetap bisa membantu beasiswa miskin untuk siswa miskin yang ada di SD dan SMP dalam bentuk bansos,” kata anggota Komisi IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial Nyoman Parta. Widana 2 - 8 Maret 2015

19


MANCANEGARA

Legenda Atlantis yang Abadi

L

egenda yang berisi tentang Atlantis, pertama kali ditemui dalam karangan ďŹ lsafat Yunani kuno yakni dalam dua buah catatan Plato (427-347 SM) yang berjudul Critias dan Timaeus. Pada buku Timaeus, Plato menjelaskan bahwa di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam di dasar laut. Negara besar yang mempunyai peradaban tinggi itupun lenyap dalam semalam. Atlantis digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi. Konon pesawat terbang, pendingin ruangan, dan batu baterai, telah ada pada masa itu. Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun sehingga sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan bahwa hal itu adalah nya. Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun, di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah ditemukan hal-hal yang menggemparkan dunia. Di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke pulau tersebut, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar. Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan yang dibuat oleh kerajaan Atlantis? Awal tahun ‘70-an, sekelompok peneliti telah tiba di sekitar kepulauan Yasuel, Samudera Atlantik telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut. Berdasarkan penelitian ilmiah, tempat itu memang benarbenar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang dihasilkan begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato. Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis? Tahun 1974, sebuah kapal laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika digabungkan membentuk sebuah bangunan

20

2 - 8 Maret 2015

kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis? Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang. Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis? Hingga kini belum ada seorang pun ilmuwan dapat memastikan apakah sebuah bangunan yang benar-benar dibangun oleh tenaga manusia, sebab mungkin saja sebuah puncak gunung bawah air yang berbentuk limas. Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang diambil tim ekspedisi Rusia, juga tidak dapat membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke dasar lautan Atlantik dekat Pulau Bimini, mengambil sampel “jalan batu� dan dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa. Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya belum mencapai 10.000 tahun. Jika jalan ini dibuat oleh bangsa kerajaan Atlantis, setidak-tidaknya akan berumur 10.000 tahun. Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh adalah benar ada sebuah daratan yang karam di dasar laut Atlantik. Jika memang benar di atas laut Atlantik pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di dasar laut Atlantik pasti dapat ditemukan bekas-bekasnya. Hingga saat ini, kerajaan Atlantis tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa. Gugiek Savindra


Tujuh Saudara yang Terpenjara SEBUAH cerita mengejutkan muncul dari salah satu kota terbesar di AS, New York. Tujuh saudara yang tinggal di kota berjuluk The Big Apple tersebut diketahui belum pernah meninggalkan rumahnya selama hampir 14 tahun. Mereka mengenal dunia hanya melalui film dan berita dari layar kaca. Ketujuh bersaudara yang bernama Bhagavan (23), si kembar Govinda dan Narayana (22), Mukunda (20), Krisna (18), Jagadesh (17), dan Visnu itu dikurung di dalam rumah oleh ayah mereka Oscar Angulo. Sang ayah adalah penganut ajaran Hari Vhisnu yang percaya bahwa dunia luar akan membawa pengaruh buruk bagi anak-anaknya. Oscar selalu mengunci pintu apartemennya. Namun, setelah 14 tahun, satu dari tujuh bersaudara tersebut berhasil kabur dan membawa saudara-saudaranya keluar. Crystal Moselle, seorang sutradara film, bertemu dengan mereka yang sedang berada di luar apartemen. Moselle kemu-

dian menjadikan kisah ketujuh bersaudara ini menjadi sebuah dokumenter berjudul The Wolfpack. “Saat itu terasa seperti saya menemukan suku yang telah hilang, namun saya bukan menemukannya di tempat antah berantah, melainkan di jalanan Manhattan,” kata Moselle mengenang pertemuannya dengan ketujuh bersaudara itu. Moselle berhasil meyakinkan kedua orangtua mereka untuk merekam ketujuh bersaudara tersebut. Mereka telah menonton lebih dari 5.000 judul film selama terkurung di apartemen. Ibu mereka, Susanne, menjadi pencari nafkah dan pendidik bagi ketujuh saudara tersebut. Mereka tidak punya teman dan sumber pengetahuan mereka mengenai dunia luar hanya berasal dari film-film yang mereka lihat. Hal ini menyebabkan penggambaran mereka terhadap dunia luar sangat dipengaruhi oleh film yang disaksikan. Walaupun terpenjara selama 14 tahun,

tampaknya tidak ada pengaruh buruk yang terjadi pada ketujuh bersaudara tersebut. Sang ayah tampaknya masih merasa Kota New York akan membawa pengaruh buruk terhadap anak-anaknya, meskipun begitu di luar ketakutannya dia bukanlah ayah yang buruk. “Ketujuh bersaudara ini adalah orangorang yang paling lembut, cerdas, dan penuh rasa ingin tahu. Beberapa hal jelas dilakukan dengan benar,” kata Moselle. Pada akhirnya ketujuh bersaudara ini, kecuali Vishnu, diperbolehkan untuk keluar. Bhagavan bergabung dengan sekolah hip-hop, Govinda bekerja di industri film, Narayana menjadi aktivis lingkungan, Makunda menjadi penulis dan sutradara, Krisna dan Jagadesh berminat pada musik dan budaya 1980-an. The Wolfpack mendapatkan Grand Jury Prize di Festival Film Sundance untuk film dokumenter terbaik. Gugiek Savindra

2 - 8 Maret 2015

21


DAERAH

Upaya Damai

Putusan Gugatan Ruko Pasar Kidul Ditunda Dua Kali

G

ugatan yang dilayangkan pemegang sertiďŹ kat hak guna bangunan (SHGB) ruko Pasar Kidul Bangli terhadap Bupati Bangli Made Gianyar sejak pertengahan 2014 lalu masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Bangli. Perkembangan terakhir, sidang yang mengagendakan pembacaan putusan ditunda hingga dua kali. Adanya penundaan pembacaan putusan tersebut disebabkan karena pihak penggugat dan tergugat saat ini masih mencoba untuk mengupayakan perdamaian. Pertama penundaan pembacaan putusan dilakukan pada 3 Februari lalu. Sehari sebelum sidang putusan, pihak penggugat yang terdiri dari 12 orang pemilik SHGB mendatangi Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. Maksud kedatangan mereka adalah menyatakan siap untuk dimediasi. Hanya saja, pihak penggugat yang saat itu diwakili Made Darma, A.A. Susila, Haji Lukman serta didampingi kuasa hukumnya Fredrik Billy, S.H. meminta ketua dewan untuk memfasilitasi tiga poin tuntutan.

Adapun tiga poin tuntutan yang disampaikan sejumlah pemilik SHGB di rumah jabatan Ketua DPRD Bangli pada 2 Februari siang itu isinya antara lain pertama para penggugat yang saat ini berjumlah 12 orang dengan objek HGB sebanyak 17 buah tetap menginginkan HGB yang telah jatuh tempo tersebut dapat diperbaharui untuk jangka waktu tertentu sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kedua, bilamana HGB sebagaimana poin pertama tidak dapat dilakukan melalui rekomendasi atau persetujuan dari pihak tergugat, maka para penggugat tetap menuntut ganti rugi dari pihak tergugat, yang jumlahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan tetap memberikan prioritas hak sewa kepada para penggugat sebagaimana dengan keberadaan kios-kios yang dimiliki oleh para penggugat saat ini yang berada di Pasar Kidul Bangli. Poin ketiga, bahwa terhadap penawaran alternatif lain, selain hak sewa yaitu Bangun Guna Serah dan Bangun Serah Guna yang pernah disampaikan kepada penggugat untuk dipertimbangkan, maka para penggugat sangat apresiasi. Namun, para penggugat menginginkan suatu proposal dari pihak tergugat sehingga dapat dipelajari dengan baik, dan saatnya dapat memberikan keputusan yang dapat diterima oleh masing-masing pihak. Apa yang disampaikan penggugat kemudian diupayakan dimediasi oleh Ketua Dewan. Karena kasus gugatan tersebut saat itu masih diupayakan mediasi, pembacaan putusan pun akhirnya ditunda hingga 16 Februari. Selanjutnya, pada tanggal 16 Februari, pembacaan putusan kembali ditunda untuk kedua kalinya. Kuasa hukum penggugat, Fredrick Billy saat ditemui usai sidang mengatakan, alasan pihaknya meminta penundaan pembacaan putusan hingga dua minggu ke depan lantara masih mengupayakan perdamaian dengan pihak tergugat.

Made Gianyar

Menurutnya, dari berbagai opsi yang ditawarkan Pemkab Bangli saat ini, sudah mulai mengerucut ke arah perdamaian. Di mana selain menawarkan sistem sewa, Pemkab Bangli juga menawarkan beberapa opsi lainnya yakni serah guna bangun dan bangun guna serah. Saat disinggung apakah upaya perdamaian yang diajukan pihaknya ini dikarenakan penggugat sudah ngeh akan kalah, Billy membantahnya. Menurutnya, upaya perdamaian masih sangat memungkinkan untuk dilakukan, sebelum adanya putusan majelis. “Kalau sampai tercapai perdamaian itu kan sangat bagus. Kami menginginkan terjadinya win-win solution,� ujarnya. Atas hal itu, dirinya mengupayakan waktu dua minggu ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga dalam tempo tersebut bisa terjadi kesepakatan antara pihaknya dan pihak tergugat. Swasrina


Dewan Optimis Berdamai UPAYA untuk memediasi kedua pihak, penggugat dan tergugat, terus dilakukan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. Terlebih dengan adanya waktu penundaan pembacaan putusan hingga dua minggu ini. Rencananya kedua pihak yang selama ini bersengketa tersebut akan segera dipertemukan pada Jumat (20/2) guna mencari kesepakatan terbaik. “Kami akan coba damaikan sebelum ada keputusan di pengadilan. Harapan saya dalam mediasi Jumat ini permasalahan tersebut bisa kelar. Tetapi kalau tidak kelar, saya serahkan kembali untuk dilanjutkan di pengadilan,” kata Kutha Parwata saat dihubungi Kamis (19/2). Melihat perkembangan proses persidangan saat ini, dirinya optimis perdamaian antara penggugat dan tergugat akan dapat terwujud. Sebab baik pihak penggugat dan tergugat kini sudah mulai sama-sama melunak. Melunaknya pihak penggugat dikarenakan pihak tergugat kini memberikan beberapa opsi lain terkait status ruko tersebut. Dimana selain menawarkan hak sewa, pihak tergugat juga memberikan beberapa opsi lainnya

yakni sistem kerja sama, bangun guna serah dan serah guna bangun. Dari beberapa eberapa opsi lainnya tersebut, peluang yang mirip dengan sistem hak guna bangunan ngunan (HGB) sebagaimana yang selama ama ini diinginkan penggugat adalah sistem stem bangun guna serah. “Dengan adanya ya opsi itu, saya melihat ada sinyal-sinyal nyal mulai melunak. Sehingga besar kemungkinan mungkinan akan bisa berdamai,” terangnya. a. Selamaa ini Kutha Parwata menilai persoalan antara tara belasan pemegang SHGB dengan Bupati Bangli Made Gianyar hingga berlanjut rlanjut ke pengadilan ini terjadi karena adanya anya kesalahan pada tahap awal. Dimana saat itu Pemkab Bangli hanya memberikan kan opsi sewa kepada pemegang SHGB. GB. Padahal sebenanrnya ada tiga opsi lainnya yang bisa ditawarkan oleh Pemkab kab Bangli yakni sistem kerja sama, bangun ngun guna serah dan serah guna bangun. “Tetapi pi karena saya baru mulai di DPRD Agustus, gustus, sementara proses sidangnya sudah ah terjadi sebelumnya, sehingga upaya aya mediasi baru bisa kami

lakukan sekarang,” ujarnya. Kutha Parwata berharap upayanya memediasi kedua pihak ini bisa menelorkan kesepakatan damai. Sebab menurutnya sangat tidak elok jika Pemkab Bangli terus berkasus dengan warganya di pengadilan. Swasrina


K E S E H ATA N

Pola Makan Anak Harus Terjadwal

M

asalah kesehatan pada anak, khususnya batita (bayi tiga tahun) menjadi tanggung jawab si ibu. Mulai dari pola makan, jadwal makan, kebersihan diri anak, gaya hidup anak, pola hidup, dll. Anak merupakan tahap awal kehidupan seorang manusia. Maka dari itu penting sekali untuk menjaga kesehatan dan asupan makanan seorang anak guna mendapatkan pertumbuhan yang maksimal. Tentunya pula akan menjadi seorang manusia dewasa yang tangguh. Peran ibu dalam hal menjaga asupan makanan anak sangatlah penting. Maka dari itu seorang ibu harus telaten dalam menjaga pola makan anak serta jadwal makan anak. Penting diketahui, kebutuhan makanan pada anak-anak dibedakan menjadi dua, makanan pada anak usia 0-6 bulan dan anak usia 6-24 bulan. Pada usia 0-6 bulan, makanan utamanya adalah ASI atau jika tidak ada ASI dapat diberikan susu formula sebagai makanan pengganti. “Namun tetap saja ASI tak bisa tergantikan,” demikian pemaparan awal dokter anak spesialis gizi anak RSUP Sanglah Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A (K) pada Senin (16/2) lalu. Setelah usia 6 bulan, yaitu dari usia 6 hingga 24 bulan, ASI sudah mulai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak, maka dari itu perlu diberikan makanan pendamping. Makanan pendamping pun tidak serta merta diberikan makanan keluarga melainkan makanan transisi dari segi konsistensinya seperti bubur dan nasi tim, perlahan-lahan baru beralih ke makanan keluarga (makanan seperti orang tuanya). Pola makan anak yaitu, bubur/nasi tim 3 - 4 kali, sisanya dengan jarak 2 jam diberikan ASI atau makanan selingan. “Makanan selingan bukan diberikan setiap saat,” tegasnya. Menginjak usia di atas dua tahun, sudah mulai diberikan makanan keluarga, sedangkan ASI sudah mulai dihentikan. Ia kembali menegaskan bahwa ASI eksklusif diberikan hingga 6 bulan, kemudian pemberian ASI dilanjutkan hingga durasinya dua tahun atau lebih. Pada saat mulai makan makanan keluarga, ada yang namanya basic foods

24

2 - 8 Maret 2015

role yaitu, pertama, anak harus diberikan makan secara terjadwal. Makanan utama diberikan sebanyak tiga kali, selingan dua kali. “Jika ingin memberi tambahan susu, diberikan setelah makan makanan utama,” tandasnya. Kedua, situasi pada saat makan harus netral, tidak boleh dipaksa. Dalam hal ini orang tua hanya mengatur waktu dan jenis makanan anak, sedangkan yang menentukan jumlah yang harus dimakan adalah anak itu sendiri. Karena keinginan makan seorang anak dibatasi rasa kenyang dari hasil metabolisme tubuh, dan juga lambungnya yang sudah penuh. “Yang sering terjadi adalah orang tua yang memaksakan keinginannya agar si anak menghabiskan makanannya. Itu artinya orang tua merampas hak anak sebagai penentu jumlah makanan yang harus dimakan,” paparnya. Dan satu hal yang terpenting adalah, satu kali periode makan, tidak boleh lebih dari 30 menit, karena dalam waktu demikian makanan sudah mulai bercampur aduk, kondisinya juga sudah tidak baik lagi. Ketiga adalah prosedurnya. Makanlah makanan yang padat terlebih dahulu, baru kemudian makanan yang cair. Dalam hal ini buah sama fungsinya dengan sayur. “Jika tidak suka sayur, boleh diganti dengan buah,” tambahnya. Ketentuan makan berikutnya yaitu makanlah terlebih dahulu dengan porsi yang sedikit, jika kurang barulah ditambah.

Satu porsi makanan anak biasanya 500 kalori. Sehingga jika diberikan tiga kali artinya sudah 1.500 kalori. Seorang anak, rata-rata membutuhkan 1.700 kalori, maka dari itu anak dapat diberikan makanan selingan sebanyak 200 kalori. Jika ingin memberikan makanan selingan berupa susu formula, hanya bisa diberikan maksimal 3 gelas, namun secara teori 2 gelas saja cukup (400cc). Sementara itu susu formula mengandung protein sebesar 12%, sedangkan seorang anak di atas dua tahun membutuhkan asupan protein sebanyak 15%. Lemak yang dikandung susu formula mengandung 40-45%, sedangkan anak di atas dua tahun hanya membutuhkan tidak lebih dari 30%. Karbohidrat yang terkandung dalam susu formula 40-45%, sedangkan seorang anak membutuhkan 55% karbohidrat. “Jadi komposisi susu formula tidak cocok sebagai makanan utama,” terangnya. Karena susu formula bentuknya cair berfungsi sebagai minuman sehat. Jika seorang anak diberikan susu secara berlebih, maka makanan utamanya menjadi tersisih, lalu dapat memicu obesitas. Anak di atas dua tahun komposisi makanannya adalah 80% makanan utama dan 20% susu formula. Sedangkan anak usia 6-12 bulan, makanan utamanya ASI/ susu formula masing-masing 50%. Citta Maya


A KT I V I TA S

MBP/ist

TANTANGAN - Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menunjukkan sikap kenegarawanannya, dengan merangkul semua perguruan tinggi (PT) se-Bali, baik PTN maupun PTS bersatu menghadapi tantangan Bali ke depan di bidang pendidikan tinggi. Sikap ini tampak dalam pemaparan programnya yang menuai pujian sejumlah kalangan pendidikan tinggi di Bali. Sebagai Rektor di Universitas Mahendradatta Bali yang merupakan PTS tertua di Bali, NTB dan NTT, ia merasa sudah cukup banyak makan asam garam terkait masalah dan tantangan PTS selama ini. Kini anggota Forum Rektor Bali yang duduk di Komite III DPD-RI membidangi pendidikan tinggi, berjanji memanfaatkan akses yang dimilikinya membela kepentingan PTS di Bali. Hal itu ia tegaskan usai RDP (rapat dengar pendapat) di Aula Kopertis Wilayah VIII bersama Rektor PTN dan PTS se-Bali.

NAMBAH RUMAH Ayu, ibu rumah tangga, murid Cipto Junaedy, pemilik kompleks perumahan di Jakarta, tanpa utang. Bosan dililit utang terus? Belum jago nambah rumah idaman? Yuk tatap muka dimentori oleh Bp Cipto Junaedy, biar ketularan jago beli rumah bukan jago ngutang. Jika berutang, MBP/ist lubangnya di sini: Bayarnya pasti, tetapi sumber yang dipakai untuk bayar sifatnya tak pasti. Ikuti Seminar Gratis Strategi Membeli Banyak Properti tanpa Utang, meskipun uang belum cukup, langsung bersama Bp. Cipto Junaedy, pelopor strategi beli banyak properti tanpa utang (Rekor Dunia Muri). Seminar tersebut diadakan Jumat (13/2) di Hotel Aston Denpasar.

MBP/ist

MBP/ist

SAFARI KESEHATAN - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berbaur dengan masyarakat pada pelaksanaan Safari Kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan umum, pemeriksaan mata hingga fisioterapi, Kamis (12/2) di Banjar Lelangon, Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Safari Kesehatan menjadi salah satu pendekatan program kesehatan ala Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Tidak saja menunggu masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, namun memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan masyarakat dengan mendatangi langsung warga` masyarakat ke banjar-banjar. Hal ini sebagai langkah pendukung berbagai infrastruktur yang telah dibangun, seperti puskesmas yang telah memberikan pelayanan rawat inap 24 jam yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai fasilitas kesehatan pertama sebelum rumah sakit.

HIDROPONIK - Bupati Badung A.A. Gde Agung bersama Wakil Bupati I Made Sudiana, Sekda Badung Kompyang R. Swandika melakukan panen perdana sayur hidroponik di parkir utara Puspem Badung, Selasa (17/2). Seusai melakukan panen perdana, Gde Agung menyampaikan bahwa pengembangan pertanian hidroponik ini merupakan salah satu pendukung program pemerintah dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan. Pembudidayaan secara hidroponik akan dapat mempermudah tempat dan lahan sempit digunakan secara efisien. “Inovasi ini perlu disosialisasikan serta ditularkan kepada masyarakat Badung, sehingga ke depannya dengan lahan sempit masyarakat masih bisa berkebun, minimal untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari,” pinta Gde Agung.

2 - 8 Maret 2015

25


LENSA

ARJA CILIK Di tengah derasnya arus globalisasi, ternyata masih ada generasi muda yang menekuni seni tradisional Bali, salah satunya Arja. Nampak dua seniman cilik sedang menunjukkan kebolehan mereka dalam melakoni peran di pementasan arja.

MBP/Komang Sri Dewi Savitri


OLAHRAGA

Belajar Berjalan Lagi A tlet ski Rusia Maria Komissarova mendapat berita gembira. Ia kini dapat melanjutkan kesehariannya kendati itu tak mudah bagi atlet yang pernah bermimpi merebut medali emas di olimpiade musim dingin sochi. Mimpinya sekarang adalah hanyalah bisa berjalan lagi. Tahun lalu, dia diklaim sebagai olahragawan dengan masa depan cerah setelah menjadi satu-satunya atlet ski Rusia yang mampu meraih medali di Kejuaraan Dunia 2012 di Swiss. Bahkan ia difavoritkan bisa meraih medali emas di nomor freestyle Olimpiade Sochi 2014. Namun, segalanya berubah seketika beberapa pekan sebelum pesta olahraga musim dingin dimulai. Saat menjalani latihan Rosa Khutor Extreme Park, ia mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan lumpuh dari pinggang ke bawah. Saat latihan ia terjatuh dengan posisi yang amat tidak menguntungkan dan menyebabkan patah pada tulang punggung. “Dari posisi yang cukup tinggi sekali, saya mendarat dengan lutut lebih dahulu,” ujar atlet berusia 24 tahun itu mengenang kecelakaan yang genap setahun lalu. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit Krasnaya Polyana di Sochi untuk menjalani operasi selama enam jam termasuk dengan memasukan pelat logam di bagian punggungnya. Politisi Rusia seperti tersengat karena potensial kehilangan pahlawannya di Olimpiade Sochi. “Saat Presiden Vladimir Putin membezuk, saya tidak ingat apaapa karena masih dalam proses pembiusan. Hanya kemudian saya diberitahu bahwa saya meminta padanya agar saya dikirim ke Jerman untuk menjalani perawatan,” katanya yang tidak banyak bisa diingat di hari-hari awal setelah kecelakaan itu. Dan apa yang dikhawatirkan itu pun terjadi. Perawatan dan rehabilitasi itu memerlukan

28

2 - 8 Maret 2015

biaya mahal dan Rusia tidak bisa sepenuhnya menyokong program itu. Sesaat setelah operasi awal itu, ia memutuskan untuk berangkat ke Munich untuk menjalani operasi lanjutan. Memang pemerintah Moskow pernah memintanya pulang untuk menjalani proses rehabilitasi di dalam negeri. Namun, Komissarova menolak dan April lalu ia melanjutkan proses pemulihan itu di sebuah klinik di Marbella, Spanyol. Ia ditangani Evgeny Blum yang menjanjikan pemulihan sepenuhnya. Sepanjang 9 bulan selanjutnya, ia menjalani masa-masa yang menyakitkan jauh berbeda dengan foto-foto yang diunggah di Instagramnya yang penuh suka cita, kemenangan dan kejayaan. “Dokter meminta saya untuk melupakan semua peristiwa yang terjadi sebelumnya. Saya harus mempunyai target baru dalam hidup,” paparnya yang dijanjikan

bisa berjalan seperti orang normal. “Saya harus melupakan olahraga dan semua kegiatan sebelumnya. Saya harus menatap ke depan. Memikirkan masa lalu hanyalah merintangi dan menghambat proses rehabilitasi,” tambahnya yang menjalani 10 program berbeda dalam waktu 6-7 jam per hari. Namun, program ini bukan tanpa biaya dan terlalu besar bagi Komissarova untuk menanggungnya sendirian. Setelah bantuan dari pemerintah terhenti, ia memasang besaran biaya yang ditanggung yang mencapai 655.346 dolar AS. “Federasi ski Rusia pernah memberi bantuan namun sekarang berhenti, padahal proses rehabilitas ini terus berlangsung,” katanya yang menggalang dana secara pribadi melalui websitenya. Sembilan bulan setelah kecelakaan fatal itu, ia telah mengalami banyak kemajuan. Komissarova belum mempunyai rencana untuk pulang ke Rusia sebelum dirinya pulih sepenuhnya. Setidaknya ia berharap bisa berjalan kembali. “Saya tidak bisa hidup di atas kursi roda,” katanya yang mendapat sebuah rumah di kota St. Petersburg, Rusia. “Tapi di Rusia, tidak ada infrastruktur yang mendukung bagi warga pengguna kursi roda.” Setelah menjalani 9 bulan dari rencana setahun proses rehabilitasi, dia bersyukur bisa berdiri lagi. Dukungan pacarnya Alexei juga membantu. Kini selain ingin memulihkan diri sendiri, dia juga mempunyai misi lain yakni membantu atlet-atlet yang mengalami nasib nahas serupa.

MBP/maria-komissarova.com

Atlet Ski Rusia Maria Komissarova

Yudi Winanto


Mengaku Bersalah AKHIRNYA Lance Arsmtrong mengaku bersalah. Mantan atlet top balap sepeda yang kemudian terseret kasus penggunaan obat terlarang, itu mengirim surat ‘mengaku bersalah’ pada pengadilan kota Aspen, Colorado karena urusan pelanggaran lalu lintas. Sebelum diseret ke pengadilan, Armstrong lebih dahulu mencapai kata sepakat dengan jaksa untuk mengakui kasus itu sekaligus menutup sidang tanpa kehadiran mereka. Dua tuntutan yang akhirnya diakui Armstrong itu adalah tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas yang dialaminya dan mengendarai mobil terlalu cepat. Armstrong akhirnya harus membayar denda 238,50 dolar AS untuk perkara itu dan 150 dolar untuk pelanggaran lalu lintas. Anna Hanssen, pacar Armstrong, semula mengakui dia yang berada di balik kemudi mobil SUV Armstrong. Ia menjalankan mobil tersebut karena pacarnya dalam kondisi mabuk sepulang pesta di Aspen Art Museum pada akhir Desember lalu. Tapi mobil GMC Yukon itu tergelincir di jalanan yang licin kar-

ena salju dan menghajar dua mobil yang sedang diparkir. Belakangan Hansen mengaku pada polisi yang menyelidikinya dan menarik semua ucapan sebelumnya termasuk Armstrong yang mabuk dan dia yang mengemudikan kendaraan. Ia terpaksa melakukan itu semua untuk menghindari publikasi media. “Kami menjadi target media di seluruh dunia sepanjang beberapa tahun terakhir. Dan jujur saja, saya mempunyai anak remaja dan saya hanya ingin melindungi anggota keluarga saya,” kata polisi mengutip ucapan Hansen, seperti ditulis media di Aspen. Hansen dan Arsmtrong meninggalkan lokasi kecelakaan sebelum polisi tiba. Namun, mereka telah meminta maaf pada pemilik mobil itu dan berjanji akan mengganti kerusakannya. Deputi Jaksa Wilayah Aspen Andrea Bryan menjelaskan kasus semacam itu bisa diselesaikan tanpa melalui persidangan dan pengakuan pelaku bisa dikirim via surat. Namun kasus kecerobohan mengendara bisa dihukum penjara 10-90 hari atau denda 150-300 dolar kendati

Seri Penutup

digelar di dalam Kota London di Taman Battersea pada Juni. Ini bisa dipahami karena mobil yang dipacu bertenaga listrik dan lomba itu diklaim ramah lingkungan. Dewan kota menyetujui acara tersebut

LOMBA balap mobil Formula E mendapat pengakuan istimewa karena

hukuman penjara jarang terjadi. Selain itu Armstrong juga telah mengakui kesalahannya dan menanggung biaya kerusakan. Armstrong menjuarai lomba balap sepeda paling prestisius Tour de France dari 1999 hingga 2005. Namun, gelar tersebut dilucuti setelah lembaga doping AS mengungkap penggunaan obat terlarang ada Armstrong dan timnya US Postal Service, laporan Associated Press. Yudi Winanto

MBP/rtr

Mantan pembalap sepeda AS Lance Arsmtrong

karena tidak merusak lingkungan. Selain itu arena ini juga menjadi event penutup lomba yang untuk pertama kali digelar di dunia. Formula E dimulai dari Beijing pada September lalu dan akan ditutup di Taman Battersea, London 27 dan 28 Juni setelah menjalani 10 seri. Insinyur Inggris Simon Gibbons ditunjuk untuk merancang sirkuit dengan 15 belokan dan panjang 2,92km di barat daya Kota London itu. “Formula E merupakan kegiatan besar yang akan masuk kalender olahraga kota London,” kata Wali Kota London Boris Johnson kepada Reuters. Menjelang digelarnya seri di Miami 14 Maret mendatang, pembalap Lucas di Grassi masih memimpin klasemen. Sedangkan pembalap AS Sam Bird di posisi kedua disusul Sebastien Buemi (Prancis) berada di posisi ketiga pada lomba yang menggunakan mobil listrik Spark-Renault SRT_01E. Yudi Winanto Tim Mahindra Racing menyiapkan mobilnya untuk balapan seri pembuka Formula E di Beijing. 2 - 8 Maret 2015

29


OLAHRAGA

MBP/nan

Olahraga dansa akan dilombakan Porprov Bali XII/2015 di Buleleng.

Dansa Akhirnya Masuk Porprov CABANG olahraga (cabor) dansa untuk kali pertama dipertandingkan resmi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII/2015 yang bakal berlangsung di Buleleng, September mendatang. Sebelumnya, dansa hanya diekshibisikan pada ajang multievent dua tahuan antarkabupaten dan kota tersebut. Kepastian itu disambut positif Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Provinsi Bali. Ketua Umum IODI Bali yang baru Ni Made Suparmi merasa senang dansa akhirnya menjadi agenda Porprov. Ia berharap dansa makin berkembang di setiap kabupaten dan kota. ‘’Mudah-mudahan ini merupakan awal kebangkitan dansa di Bali,’’ katanya di Denpasar pekan lalu. Sekarang ini baru beberapa daerah mempunyai atlet dansa di antaranya Denpasar, Badung, dan Gianyar. Sementara Klungkung, Tabanan, Buleleng, Bangli,

30

2 - 8 Maret 2015

dan Karangasem mulai mengembangkan dan membina dansa. Pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan mampu melahirkan talentatalenta dansa yang nantinya memperkuat Bali di ajang nasional, bersaing dengan daerah lainnya di seluruh Indonesia. Menyambut diterimnya dansa di Porprov, pihaknya mempersiapkan program awal berupa pelatihan juri dan wasit yang akan memimpin kejuaraan nanti. Ajang ini sekaligus untuk pengkaderan, sehingga Bali memiliki juri dan wasit untuk memimpin pertandingan di daerah sendiri dan kejuaraan tingkat nasional. Dengan demikian, IODI Bali tidak perlu lagi mencari juri dan wasit dansa dari luar daerah atau nasional untuk bertugas memimpin lomba di Pulau Dewata. Menurut mantan pelatih tim nasional vovinam itu, Porprov Bali 2015 akan

diikuti atlet dansa dari enam kontingen, yaitu Badung, Tabanan, Buleleng, Gianyar, Klungkung, dan Denpasar. Sementara Bangli dan Jembrana belum memastikan ambil bagian. IODI Bali bakal melakukan pendekatan dan sosisalisasi olahraga dansa kedua kabupaten terakhir. Dengan upaya ini, mereka diharapkan bersedia membina dansa dan kalau memungkinkan mengirimkan atlet ke Buleleng. Suparmi melihat jumlah anak-anak yang menggeluti dansa makin banyak. Ini merupakan nilai positif untuk perkembangan olahraga yang memadukan tarian, gerak tubuh, kelincahan, dan keindahan ini. ‘’Semoga dansa bisa menjadi olahraga favorit di masyarakat. Itu akan memudahkan kami mencetak atlet dan prestasi,’’ ujarnya. Eka Parananda


Jaring Atlet Lewat Piala Wali Kota SELAMA Februari, Kota Denpasar dimeriahkan dengan kejuaraan sejumlah cabang olahraga (cabor) bertajuk Piala Wali Kota 2015. Ajang yang dirangkaikan dengan HUT Kota Denpasar ini merupakan program rutin KONI Denpasar yang harus dijalankan oleh semua cabor yang bernaung di bawahnya. Piala Wali Kota adalah salah satu arena pembinaan atlet muda atau junior di Denpasar. Oleh karena berdekatan dengan penyelenggaraan Porprov Bali XII/2015 di Buleleng yang akan berlangsung September mendatang, sejumlah cabor memanfaatkan ajang ini untuk menyeleksi atlet. Sementara cabor yang sudah membentuk tim Porpov, Piala Wali Kota adalah tempat pemanasan dan pematangan atlet. Seperti dikatakan Ketua Panpel yang juga Ketua Pengkot Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Denpasar Farid Ahmad, pihaknya berhasil menjaring 12 atlet putra dan 12 putri lewat Piala Wali Kota yang akan dipersiapkan terjun ke Porprov Bali 2015. Mereka selanjutnya digenjot dalam pemusatan latihan di SMPN 2 Denpasar empat kali dalam sepekan.

Atlet yang terjaring tercatat Gustav, Agus Mahendra, Pica, Kristiawan, Koming, Faisal, Gung Teddy, Gung Wahyu, Panji, Luhur, Ari, Rio (putra), Anik, Novi, Evi, Ayu Desy, Dwi Yunita, Dwi Karisma, Sri, Vina, Geria, Gung Is, Yunika, dan Ayu Wahyuni (putri). Tim putra dilatih Udiana, sedangkan atlet putri ditangani Anik. Kejuaraan sepak takraw Piala Wali Kota yang diputar di Aula SMPN 2 Denpasar melahirkan sejumlah juara. Tingkat SMA putra dan putri dimenangkan SMAN 7 Denpasar (Sisma). Tingkat SMP putra dan putri dijuarai SMPN 2 Denpasar. Sementara kelompok SD putra menampilkan SDN 1 Padangsambian A sebagai kampiun. Dari ajang tenis, Ketua Panpel Ketut Dirga menyatakan, Pelti Denpasar mendapatkan tim bayangan Porprov lewat Piala Wali Kota. Kekurangannya akan dicari lewat seleksi pada Maret atau April mendatang, dan selanjutnya dibentuk tim deďŹ nitif. Tim putra dilatih Hamzah, sedangkan putri dipoles Nancy Metriya. Dari Piala Wali Kota pula Pemkot Denpasar mendapat sorotan dari anggota DPR RI AA Bagus Adi Mahendra terkait

lapangan tenis indoor Kompyang Sujana. Menurutnya, lapangan ini tidak layak lagi dipakai menggelar pertandingan. Pemkot semestinya memperhatikan fasilitas olahraga untuk mewadahi minat generasi muda. Tenis Piala Wali Kota melahirkan pasangan Nur Rahman Noviandy Pangestu/IGNB Aditya Sambu Viswanata sebagai juara ganda KU-21, AAN Panji PA/ Komang Harsa Abhinaya Duarsa menjadi jawara ganda KU-16, dan IGNB Aditya Sambu Viswanata berjaya di tunggal KU-16. Sementara itu, Pengkot Indonesia Woodball Association (IWbA) Denpasar menjadikan Piala Wali Kota sebagai arena pembentukan tim bayangan menghadapi Porprov Bali 2015. Menurut Binpres Pengkot IWbA yang juga pelatih woodball Denpasar Budi Hardianto, pihaknya menjaring pemain dari tim juara pertama hingga ketiga kategori SD, SMP, dan SMA/SMK. Perkembangan prestasi mereka akan dilihat dalam TC desentralisi selama sebulan untuk memastikan yang berhak masuk tim deďŹ nitif. Mawa

MBP/nel

Tim sepak takraw putra dan putri SMAN 7 Denpasar (Sisma) mengawinkan juara Piala Wali Kota 2015. 2 - 8 Maret 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

BERHIAS - Sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para nasabah yang merayakan Tahun Baru Imlek 2566 yang akan jatuh pada Kamis (19/2), seluruh outlet PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI 46 sudah tampak berhias dengan berbagai ornamen dan hiasan menarik khas Imlek. Area banking hall BNI yang selama ini merupakan tempat yang nyaman bagi para nasabah yang sedang melakukan transaksi, tampak semakin menarik dengan hiasan lampion, pohon angpao hingga hiasan naga merah. “Ornamen khas Imlek ini sudah kami pasang sejak awal pekan ini,’’ ungkap Aryanto Purwadi CEO BNI Wilayah Denpasar.

KUNJUNGAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang terkenal merakyat, bersahaja dan sederhana tentu tidak diragukan lagi kedekatannya dengan segenap rakyat Indonesia termasuk di Bali. Sebelum menjadi presiden pun Jokowi seringkali ke Bali termasuk salah satu kunjungan yang paling bersejarah di Bali yakni saat berkunjung ke Musem Agung Bung Karno di Denpasar. Saat itu Jokowi didampingi Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno Gus Marhaen sempat menuliskan prasasti yang berisi pesan kepada rakyat Indonesia dan terkesan dengan keberadaan musem Agung Bung Karno ini. Kali ini Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno Gus Marhaen membalas kunjungan Jokowi tersebut di Istana Bogor. Pertemuan ini berlangsung pada Minggu (16/2), dan cukup lama yaitu dua jam dari pukul 16.30 WIB sampai pukul 19.30 WIB.

MBP/ist

MBP/ist

UKK - Sebanyak 602 siswa SMK PGRI 4 Denpasar sejak Selasa (17/2) mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Dari jumlah itu 206 dari Program Keahlian Jasa Boga, Multi Media (MM) sebanyak 159 orang dan Akomodasi Perhotelan (AP) sebanyak 237 orang. Yang menarik hasil UKK siswa SMK PGRI 4 Denpasar langsung dinikmati Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya beserta pejabat di Disdikpora dan YPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar. Kadisdikpora IGN Eddy Mulya mengapresiasi UKK SMK PGRI 4 Denpasar sebagai wujud menyiapkan naker siap kerja. SMK PGRI 4 Denpasar yang sukses melakukan investasi capital juga diteruskan dengan penguatan technical skill dan softskill akan mencetak human capital yang berdaya saing tinggi serta paling siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

SINERGI - Visi HardysFoundation menjadi lembaga sosial terdepan dan terpercaya yang mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan Bali dan Indonesia, terus diwujudkan dalam bentuk program sinergi dengan pemerintah daerah secara berkelanjutan. Konsistensi HardysFoundation tersebut, mendapatkan penghargaan berturut-turut yakni penghargaan tahun 2013 yang diserahkan pada Jumat (21/2) dan tahun 2014 yang diserahkan Senin (16/2) bertepatan dengan pelaksanaan Seminar ‘’Wow Marketing Menyongsong MEA 2015’’ yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar. Presiden HardysFoundation Ir. Gede Agus Hardyawan menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, masyarakat dan khususnya pelanggan setia Hardys karena telah ikut serta berperan mendukung kegiatan HardysFoundation.

32

2 - 8 Maret 2015


MBP/Wan

MBP/ist

CUCI GUDANG - Bosan model perhiasan yang dimiliki saat ini? Tidak ada salahnya bila berkunjung ke Abang Room, Hotel Aston Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Pasalnya, Felice Jewellery menggelar pameran cuci gudang spesial merayakan Hari Valentine yang mulai buka, Senin (16/2). Perhiasan emas dan berlian serta batu-batu berharga Felice Jewellery juga bisa menjadi alternatif kado Valentine untuk orang-orang terkasih. Sales Felice Jewellery, Lukluk, mengatakan ada banyak item perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin selama masa pameran. Item perhiasan pun tidak sebatas untuk para wanita, tetapi juga disediakan sejumlah item untuk para pria.

PEMENANG - SMAN 1 Denpasar (Smansa) selain dikenal gudangnya siswa berotak cerdas di bidang akademik, juga gudangnya artis dan atlet potensial. Buktinya pada gelaran Honda Development Basketball League (DBL) 2015 seri Bali, pemenang menjadi milik Smansa dengan mengukir prestasi legendaris yakni juara I tim basket putra dan putri, juara I modern dance, juara I mading dan juara I basket 3 on 3. Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd. tersenyum lebar saat menerima lima piala di ajang DBL 2015 seri Bali dari siswa saat upacara bendera, Senin (16/2). Purnajaya mengatakan, prestasi ini sangat luar biasa. Apalagi mampu mengukir prestasi legendaris dengan menyapu bersih lima gelar juara I sekaligus plus juara favorit untuk lomba mading.

MBP/ist

PENGABDIAN - Sebanyak 150 mahasiswa, dosen dan alumni Program Pascasarjana (PPS) Unmas Denpasar, Minggu (15/2) melaksanakan pengabdian masyarakat terpadu ke Desa Sibetan . Mereka dipimpin langsung Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd., Direktur PPS Unmas, Prof. Dr. Anak Agung Putu Agung, M.Si., dan Sekretaris Ir. I Made Nada, M.Si. Menariknya, mereka mengundang berbagai komponen masyarakat dan pariwisata untuk mengoptimalkan Sibetan sebaga desa agrowisata. Para mahasiswa, dosen dan alumni PS Unmas menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Melalui pengabdian masyarakat terpadu kita tingkatkan sinergisitas pertanian dan pariwsata guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan terwujudnya ekosistem berkelanjutan”.

MBP/ist

DOKTOR - Sosok Dr. Dra. Nyoman Aryaningsih, M.M. tidak asing lagi dalam dunia pendidikan di Bali, sebagai pembina siswa berprestasi di bidang ekonomi. Ibu empat anak ini banyak mengantarkan siswa dari tahun 2010 sampai 2014 selalu langganan meraih prestasi bergengsi di tingkat nasional. Sedikit bicara dan banyak kerja, itulah motto hidup yang diterapkan dalam kehidupan sosial seharihari ibu dari Putu Rany Wedasuari, Kadek Rima Anggensuari, Komang Bayu Trisetiawan dan Ketut Diva Prayoga tersebut. Pengalaman organisasi di LSM sekaligus sebagai komisioner salah satu LSM di Bali tertarik untuk mengkaji tentang keadilan masyarakat melalui disertasi berjudul “Komoditisasi Produk, Teknologi, Entrepreneurship terhadap Pendapatan Ekonomi Berkeadilan pada Industri Patung”. 2 - 8 Maret 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

RUTIN - Sudah menjadi program rutin mahasiswa semester V FE Unmas diajak melakukan visit company ke sejumlah perusahaan. Kali ini visit company diikuti 360 mahsiswa Prodi Manajemen yang dilepas, Kamis (12/2) oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. I Gusti Alit Wiswasta, M.P. Ketua Program Visit Company yang juga Kaprodi Manajemen, Drs. I Ketut Setia Sapta, S.E., M.Si., menjelaskan visit company selama empat hari menyasar perusahaan di bawah PT Bela Mitra Food, diantaranya Es Teller 77, Wisata Oleh-oleh, Bakpia Kencana dan Restoran Baledono. Tujuan visit company, kata dia, sebawai wujud aplikasi teori kewirausahaan yang diberikan di bangku kuliah. Kemudian mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja. Termasuk sebagai follow up dari pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Unmas.

MBP/Wan

DIPERPANJANG - Pameran cuci gudang spesial Hari Valentine yang digelar Felice Jewellery diperpanjang Selasa (17/2). Cuci gudang masih berlangsung di Abang Room, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Perpanjangan ini tidak lepas dari tingginya animo pecinta perhiasan emas dan berlian serta batu-batu berharga keluaran Felice Jewellery. Apalagi Felice mendatangkan berlian berkualitas dari Afrika dengan tingkat kejernihan atau clarity sudah mencapai tingkat Very-very Slight (VVS1), yaitu inclusion atau berlian yang cacat di dalam sangat halus hingga sangat sulit terlihat. Kendati berlian lebih identik dengan para wanita, pihaknya juga memberi penawaran istimewa untuk para pria di Pulau Dewata. Dalam pameran cuci gudang ini, Felice menawarkan promo cincin pria mulai Rp 15 juta.

MBP/ist MBP/ist

FILM ANIMASI - Stikom Bali terus berupaya meningkatkan kualitas institusi dan lulusan serta terus menangkap peluang terkait perkembangan teknologi. Stikom Bali kini berupaya mendorong mengembangkan kreativitas dan kemampuan mahasiswanya dalam menggarap dan membuat film animasi. Bahkan, Stikom Bali menargetkan diri untuk menjadi pusat pengembangan animasi di Bali dan mendukung pengembangan industri kreatif dalam bidang perfilman aninasi di nasional, khususnya Bali. Upaya itu ditunjukkan Stikom Bali dengan menggelar seminar kupas tuntas film animasi, Senin (16/2) di kampus setempat menghadirkan pembicara ahli film animasi yang juga Ketua Stimik Amikom Yogyakarta Prof. M. Suyanto. Seminar ini dihadiri siswa SMK Multimedia se-Bali, mahasiswa dan dosen Stikom Bali serta sejumlah pecinta dan penggiat film animasi.

34

2 - 8 Maret 2015

KONSULTASI - Setelah melaksanakan Musrenbang RKPD Kabupaten Badung di masing-masing kecamatan, Bappeda dan Litbang Badung lanjut menggelar Forum Konsultasi Publik, Selasa (17/2) di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bappeda Litbang I Wayan Suambara serta dihadiri oleh Pimpinan SKPD terkait, Rektor Unud, Ketua Dekranasda Badung Ny. Ratna Gde Agung, Wakil Ketua TP PKK Badung Ny. Made Sudiana, Ketua DWP Ny. Kompyang Swandika, para perbekel, lurah, tokoh masyarakat serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan profesi. Menurut Suambara, forum konsultasi publik ini merupakan lanjutan dari Musrenbang kecamatan. Melalui forum ini, diharapkan mendapat masukan dan pemikiran, guna memantapkan penyusunan dokumen perencanaan program kegiatan pembangunan tahun 2016. Setelah forum ini akan dilaksanakan pula Forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten.


MBP/ist

HUT - Menyambut HUT-nya ke-5, Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar seminar bertajuk “Air dalam Perspektif Agama Hindu”, Selasa (17/2) di aula gedung Rektorat Unhi. Seminar itu menampilkan Ida Pedanda Gde Made Gunung dan Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum. sebagai narasumber, dipandu Dekan FPAS Drs. IB Mertha, M.Pd. Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, M.A. saat membuka acara tersebut menyampaikan, seminar dengan mengangkat tema air ini sangatlah menarik. Air sebagai unsur apah dalam panca mahabuta, memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Demikian pula dilihat dari kacamata agama Hindu, air sangat disucikan dan berhubungan erat dengan pelaksanaan upacara yadnya. Karenanya Rektor menyambut baik seminar ini.

MBP/ist

KENANG-KENANGAN - Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana Profesor Ir. I Wayan Redana MA.Sc. Ph.D menyerahkan kenang-kenangan kepada salah satu mahasiswa calon wisudawan yang berhasil menyesaikan studinya dengan Cum Laude pada acara yudisium bersama, pada kelulusan mahasiswa Fakultas Tehnik Universitas Udayana periode Februari 2015 yang berlangsung, di Undagi Graha, Fak Teknik Univ Udayana, Jimbaran, Kamis (12/2). Para yudisiawan ini berasal dari lima program studi (prodi) yang ada di Fakultas Teknik Unud yakni Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin dan Teknologi Informasi, 71 orang berasal dari program S-1 Reguler dan 23 orang dari program S-1 Non-Reguler.

MBP/ist

MBP/ist

KONPROV - Keluarga besar PGRI Bali, Jumat (13/2) kemarin menggelar Konferensi Provinsi (Konprov) PGRI Bali. Konprov dibuka Wagub Bali Ketut Sudikerta, dihadiri Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya dan pengurus PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Konprov sehari bertemakan ‘’Peran strategis PGRI sebagai organisasi profesi guru Indonesia dalam mewujudkan guru yang bermartabat menuju pendidikan bermutu’’. Konprov, menurut Ketua Panitia Drs. I Wayan Dhania, M.Pd., diikuti 158 peserta mengagendakan pertanggungjawaban pengurus, menyusun program kerja serta pemilihan Ketua PD PGRI Bali periode 2015-2020. Setelah melewati berbagai sidang pleno akhirnya Ketua PGRI Bali demisioner Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dan Mercy terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PGRI Bali dan sekretaris.

PENGUKUHAN - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar acara pengukuhan guru besar tetap, Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, M.Si., Jumat (13/2) bertempat di aula IHDN Denpasar. Pengukuhan guru besar yang ke-5 ini dihadiri juga oleh Dirjen Bimas Hindu, perwakilan Gubernur Bali, Kepala PHDI Bali, DPRD se-Bali, Kemenag se-Bali, PTN/PTS se-Bali. Orasi ilmiahnya berjudul “Bahasa Bali Dalam Kehidupan Sosial, Budaya, dan Agama Hindu di Bali (Perlu Kebijakan dan Perencanaan Bahasa Lebih Realistis)”. Bahasa Bali juga sangat erat kaitannya dengan agama Hindu. Melihat peranan penting bahasa daerah Bali, maka dipandang perlu diambil langkah pelestarian secara sistematik dan terprogram. Salah satu yang bisa dilakukan dengan cara mengambil kebijakan dan perencanaan bahasa secara tepat dan realistis.

2 - 8 Maret 2015

35


LINGKUNGAN

Berkurangnya minat generasi muda menjadi petani tentu mengancam kelestarian sawah di Tabanan.

Tak Dilirik Generasi

Muda 36

2 - 8 Maret 2015

ini, petani dipandang sebagai profesi yang begitu ketinggalan zaman dan tak menjanjikan di mata generasi muda. Hanya sebagian kecil generasi muda mau melirik bidang yang berkutat dengan lumpur ini. Kecenderungan menurunnya minat generasi muda berakibat fatal. Mereka lebih tertarik menjual tanah pertanian di tengah harga yang semakin meroket. Kondisi ini jika terus dibiarkan akan membuat petani lebih memilih untuk menjual lahannya dibandingkan terus mengelolanya. Apalagi tawaran pengembang makin menggiurkan. Berdasarkan data sensus BPS 2013, selama 10 tahun terakhir, profesi petani di Tabanan terus mengalami penurunan.

K

Dari data jumlah rumah tangga usaha pertanian pengguna lahan tahun 2003 tercatat 70.459 Ruta (rumah tangga tani) yang berkurang menjadi 63.500Rruta di tahun 2013. Sementara berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tabanan, alih fungsi lahan di Tabanan cukup mengkhawatirkan. Tahun 2009, alih fungsi lahan persawahan mencapai 21 hektar dan 10 hektar pada tahun 2010. Pengurangan lahan persawahan kembali berkurang sebanyak 20 hektar pada tahun 2011 dan 47 hektar pada tahun 2012. Selama 4 tahun tersebut jika ditotalkan terjadi pengalihan lahan persawahan di Tabanan sebanyak 98 hektar. Berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani tentu menjadi an-


Swasembada Pangan Hanya Angan-angan TARGET Presiden Jokowi swasembada pangan tiga tahun lagi, tepatnya 2018 tentu akan meleset jika pertanian tidak ada yang mau meneruskannya. Putusnya generasi penerus pertanian tak hanya ancaman bagi kelangsungan hidup manusia juga menjadi bencana nasional. Sebab ketergantungan dari pangan terutama beras semakin besar. Di sisi lain terjadi kecenderungan penurunan jumlah petani. Penurunan itu tak hanya terjadi di Tabanan, di seluruh Bali bahkan nasional. Gembargembor upaya menarik minat generasi muda tanpa dibarengi solusi konferensif hanya menjadi angin surga. Di kalangan petani keluhan mendasar kenapa generasi muda enggan bertani karena pekerjaannya banyak, perlu modal besar tetapi hasil sedikit. Kondisi amat kontradiktif dengan meningkatnya tuntutan generasi muda yang serba instan ditengah persaingan global yang sengit dewasa ini. Selama ini sejumlah langkah memang telah disiapkan baik secara nasional, regional maupun daerah. Secara nasional pupuk bersubsidi dan bibit tanaman padi sudah disiapkan. Namun pupuk atau bibit padi itu menumpuk di kelompok tani. Pemerintah daerah pun mencoba mencarikan solusi ditengah kian berkurangnya petani dari kalangan muda. Pihak Pemkab Tabanan telah menyiapkan berbagai kemudahan dalam menarik minat dan memudahkan petani dalam mengelola lahannya. Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan Tabanan, Nyoman Budana memaparkan untuk mencapai swasembada pangan pihak Pemkab Tabanan mengambil beberapa langkah. Mulai dari bantuan bibit, pupuk

sampai menyediakan fasilitas modern untuk mengelola lahan pertanian. Budana menambahkan bantuan fasilitas modern mulai traktor maupun alat bantu tanam merupakan salah satu cara pemerintah menarik generasi muda untuk bertani. “Dengan kemudahan dalam mengelola tanah pertanian diharapkan bisa menarik minta generasi muda untuk bertani,” tuturnya. Namun diakuinya, dalam operasi bantuan traktor, masih mengalami kekurangan operator. Hal ini disebabkan makin enggannya generasi muda terjun mengambil pekerjaan berat ini. Dituntut kesiapan fisik yang amat prima baik dalam cuaca cerah maupun hujan. Untuk menyikapi bagaimana menarik generasi muda menjadi operator diberikan kompensasi berupa pendapatan. “Mulai ada yang tertarik. Biasanya kita sasar generasi muda yang tidak punya penghasilan,” ujarnya. Ia juga menambahkan untuk mencapai swasembada pangan, Tabanan juga mendapatkan bantuan pusat untuk meningkatkan potensi pertanian mulai dari irigasi, optimasi lahan dan DAK (Dana Alokasi Khusus). “Untuk Tabanan sudah difasilitasi beberapa paket baik irigasi, optimasi lahan dan DAK,” ujarnya. Dana DAK sendiri digunakan untuk perbaikan irigasi. Alokasi DAK untuk irigasi di Tabanan mencapai 4,7 miliar. Harapannnya tentu dengan saluran irigasi yang baik, petani merasa lebih nyaman bekerja di sawah. Dengan demikian upaya mewujudkan swasembada pangan tak sekadar angan-angan. Wira Sanjiwani

MBP/dok

caman semakin besarnya alih fungsi lahan pertanian. Untuk itu profesi petani harus memiliki nilai tawar yang bisa menjadikannya daya tarik untuk dilirik generasi muda. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tabanan Nyoman Sukania memaparkan, untuk mengatasi hal ini pemerintah dituntut tidak hanya memperbaiki dan menyediakan fasilitas tetapi juga membina SDM. Tabanan sebagai daerah lumbung beras di Bali masih belum bisa memberikan fasilitas yang maksimal untuk pertaniannya. Ini bisa dilihat dari saluran irigasi yang banyak rusak. Menurut Sukania, sekitar 40 persen irigasi pertanian di Tabanan rusak terutama di daerah Megati, Kerambitan dan Baturiti. ‘’Salurannya pun masih tradisional sehingga 60 persen airnya terbuang kembali ke sungai,’’ keluhnya.

Selain fasilitas, pembinaan SDM dianggap penting terutama untuk mengoperasikan peralatan canggih seperti traktor. Sukania memaparkan jika saat ini pemerintah memiliki progam bantuan traktor. Hal ini dipandang sangat baik dan menguntungkan petani. Hanya saja, program ini tidak didukung oleh pemenuhan SDM, dimana masih mengalami kekurangan operator untuk mengoperasikan traktor. Traktor yang banyak tidak disertai dengan ketersediaan operator menjadikan program ini percuma. ‘’Petani kita sudah tua-tua. Kalau tidak ada operator tidak mungkin mereka yang sudah berumur mengemudikan traktor,’’ tuturnya. Permasalahan ini pun harus dipikirkan pemerintah untuk mendorong lagi minat generasi muda menjadi operator traktor dengan cara perlindungan selama bekerja

dan tentu dengan janji penghasilan. Sukania melanjutkan untuk menarik minat generasi muda bertani, pemerintah terlebih dahulu melakukan perbaikan harga produk pertanian di pasaran. Petani menurutnya tidak perlu diajarkan bagaimana cara bertani tetapi saat ini sangat memerlukan bagaimana cara memasarkan produknya. ‘’Pemerintah saat ini harus menyediakan pasar bagi petani untuk menjual hasil produknya. Harga yang ditetapkan pemerintah pun harus dinaikkan,’’ ujarnya. Dengan adanya kepastian harga, fasilitas, serta kemudahan lain seperti pembebasan pajak lahan maka profesi petani diyakini memliki nilai tawar untuk dipilih menjadi profesi generasi muda ke depan. Wira Sanjiwani 2 - 8 Maret 2015

37


PARIWISATA

Desa Belimbing

Potensi Pariwisata yang

T

erkenal dengan predikat lumbung berasnya Bali, Kabupaten Tabanan ternyata memiliki potensi daerah wisata yang cukup banyak. Tak hanya objek wisata Tanah Lot, Bedugul dan Jatiluwih, Kabupaten Tabanan potensi wisata di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan. Pemandangan terasiring sawah layaknya replika kawasan Jatiluwih sangat indah dipandang. Desa Belimbing merupakan salah satu desa wisata dari delapan desa wisata Tabanan yang sudah mendapatkan perhatian dari pusat lewat pendanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Kendati, memiliki banyak potensi wisata yang terpendam, pengelolaan Desa Wisata Belimbing belum maksimal baik dari sisi infrastruktur, akomodasi dan SDM.

38

2- 8 Maret 2015

“Pengembangan potensi wisata di desa ini terbentur SDM dan infrastruktur,” ujar Gusti Nyoman Omardani, tokoh masyarakat Desa Belimbing, Pupuan. Menurutnya, tak hanya panorama hamparan sawah dengan keindahan terasiringnya, desa Belimbing juga memiliki dua wisata air terjun yang sangat indah, dan wisata hutan Mekori. “Saat ini belum bisa untuk menambah PAD dan desa, karena masih gratis sambil promosi,” ujarnya. Omardani menerangkan, setidaknya ada delapan objek tracking yang memiliki karakteristik berbeda. Misalnya, yang menawarkan pemandangan sawah saja, ada juga yang menawarkan kolaborasi sawah dan kebun dan ada yang menawarkan menelusuri sungai dan air terjun. Kepala Dinas Pariwisata Tabanan Wayan

Adnyana mengatakan, Tabanan sebenarnya memiliki 40 titik desa wisata dan delapan diantaranya sudah mendapatkan perhatian pusat. Salah satu dari delapan desa tersebut adalah Desa Belimbing. Dikatakannya, potensi Desa Belimbing sebagai desa wisata memang sangat besar. Ada tiga potensi yang hendak diunggulkan desa tersebut, yaitu wisata budaya dimana ada pura Luhur Mekori yang terkenal dengan nilai historis, kebudayaan penduduk dan hutannya, potensi agrowisata serta tracking. Desa Wisata Belimbing sendiri sebenarnya sudah mulai dirintis sejak tahun 2010. “Namun, pengembangannya masih terbentur minimnya fasilitas dan akomodasi,” ujar Adnyana. Selain potensi


Terpendam yang diunggulkan tersebut, Desa Belimbing juga memiliki wisata air terjun, namun akses menuju objek tersebut juga masih terbentur oleh infrastruktur. Dalam pengembangan desa wisata, lanjut Adnyana tidak hanya wacana. Namun, banyak yang harus disiapkan terutama kesiapan SDM dan dana dalam mengelola desa wisata. Selain objek wisata, pengembangan home stay di Desa Belimbing juga patut mendapatkan dorongan. “Tidak perlu sampai membangun hotel maupun bungalo dan vila. Cukup dengan homestay yang pengelolaannya langsung ke masyarakat,” tutur

Adnyana. Pembangunan homestay ini bertujuan agar wisatawan tidak hanya ke desa belimbing untuk berkunjung ke tempat wisata tetapi juga menginap beberapa hari. Dengan banyaknya waktu tinggal wisatawan tentu menambah pendapatan dari wisata di daerah tersebut dan juga langsung menyentuh masyarakat. Puspa

MBP/bit

Hamparan sawah di Desa Belimbing, Pupuan bak miniatur Kawasan Jatiluwih. Sayangnya, akibat terbentur SDM dan infrastruktur, potensi wisata tersebut belum bisa menambah pundit-pundi PAD.

Giring Investasi ke Desa SEIRING dengan persaingan di dunia pariwisata yang semakin ketat, Pemerintah Provinsi Bali kini tengah mengembangkan sejumlah desa menjadi desa wisata. Sayangnya, banyak destinasi desa wisata yang telantar akibat terbentur dana pengelolaan, seperti dana promosi, pengembangan infrastruktur dan lainnya, sehingga dibutuhkan investasi. Karena itu, Anggota Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Nyoman Kandia mengatakan, pemilik modal yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata harus diarahkan untuk perbaikan desa menuju desa wisata. Pemilik modal yang ingin menanamkan modalnya di Bali tidak mesti membangun infrastruktur seperti hotel atau vila, tetapi yang diperlukan bagaimana upaya melestarikan budaya dan fasilitas yang telah ada di desa. “Jika pemerintah bisa mengarahkan penanam modal, pembangunan pariwisata di Bali akan langsung dinikmati oleh masyarakat. Seperti, mengemas desa wisata dengan baik, sehingga wisatawan yang mengunjungi desa wisata bisa menginap di rumah penduduk tidak di hotel berbintang,” ungkapnya. Menurutnya, konsep mendatangkan investasi ke desa merupakan program usang pemerintah, namun hingga sekarang hanya sebatas wacana saja, belum ada realisasi nyata. Pemerintah Bali harusnya berpikir holistik dan pemerataan dalam membangun pariwisata, sehingga warga yang selama ini daerahnya dijadikan objek wisata merasakan dampaknya. “Bali diminati wisatawan karena seni budaya serta lingkungan alamnya, jika salah satu dari komponen itu bergeser maka Pulau Dewata tidak akan menjadi daya tarik wisatawan. Jika pemerintah masih fokus untuk membangun hotel atau vila dengan terus mengizinkan investor membangun dampak Bali ke depan wisatawan tidak tertarik lagi terhadap Bali,” terangnya. Parwata 2- 8 Maret 2015

39


AKTIVITAS

MBP/ist MBP/ist

DISKUSI - Museum Agung Bung Karno, yang berada di bawah naungan Yayasan Kepustakaan Bung Karno kerap menjadi tempat pertemuan dan diskusi serta urun rembug para tokoh-tokoh Bali dan nasional guna memberi sumbangsih untuk pembangunan bangsa dan negara. Bahkan belum lama ini Kapolda Bali Irjen Pol Benny Mokalu, Kajati Bali Momock Bambang Sumiarso, anggota DPD RI asal Bali AA Ngurah Oka Ratmadi, dengan mediator Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno Gus Marhaen mendiskusikan banyak hal khususnya terkait penegakan hukum seperti pemberantasan narkoba dan proses eksekusi mati dua terpidana mati kasus narkoba Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Dalam pertemuan sekitar 30 menit ini, Gus Marhaen memulai membuka diskusi. Kemudian giliran Cok Ratmadi banyak memompa semangat Kapolda dan Kajati.

HUT - Menginjak usia ke-29 tahun, SMK Rekayasa Denpasar terus berupaya meningkatkan kualitas institusi dan lulusan. Bahkan di tengah persaingan global dan menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015, SMK Rekyasa juga siap memenangkan persaingan dan menjamin lulusannya memiliki keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Demikian disampaikan Kepala SMK Rekayasa Denpasar I Wayan Konol, S.Pd. di selasela perayaan HUT ke-29 SMK Rekayasa Denpasar di sekolah setempat, Selasa (17/2). Hadir juga dalam acara ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Ir. IGN Eddy Mulya, S.E., M.Si., Ketua Yayasan Pendidikan SMK Rekayasa Denpasar Drs. I Made Adayana Jelantik, para guru serta siswa SMK Rekayasa. Acara peringatan HUT ke-29 SMK Rekayasa ini berlangsung semarak dan diserahkan pula hadiah kepada para pemenang lomba yang digelar serangkaian HUT ini.

MBP/ist MBP/ist

TLCI - Komunitas Toyota Land Cruser Indonesia (TLCI) Capter Gianyar merayakan HUT II di Pantai Masceti, Gianyar pada Minggu (15/2). Serangkaian HUT bertemakan “Langkah Kecil Kita Untuk Aksi Nyata� ini sudah menyentuh program pemerintah menjaga lingkungan, serta membantu pendidikan dan sosial. Ketua TLCI capter Gianyar Tjokorda Gde Putra Pemayun mengatakan serangkaian HUT kedua TLCI Gianyar, pihaknya yang beranggotakan 130 pecinta land cruiser ini menyelenggarakan bakti sosial seperti pengobatan gratis di desa Buahan, Payangan. Puncak HUT kedua TLCI Gianyar diadakan di pantai Masceti untuk turut serta mempromosikan objek wisata Gianyar Timur yang memiliki 11 km laut bahari.

BPJS - Penyerahan penghargaan dan plakat dalam acara BU Gathering BPJS Kesehatan Dengan BUMN, BUMD, dan Badan Usaha Swasta se-Provinsi Bali yang dihadiri Direksi BPJS Kesehatan, Kadis Disnakertrans dan Apindo Provinsi Bali. Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XI Dr. dr. Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi, M.M. AAK. mengimbau kepada seluruh badan usaha atau perusahaan khususnya yang berada di wilayah kerja BPJS Kesehatan Divisi Regional XI untuk segera mendaftarkan diri. Karena, sesuai UU No. 24 Tahun 2011 pasal 17 ayat 1 dan 2 serta Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 2013 pasal 5, 6, 7, 8, 9, akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, denda, tidak mendapatkan layanan publik seperti izin usaha, perizinan tender, mempekerjakan tenaga asing, izin penyedia jasa naker, dan IMB.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40

2- 8 Maret 2015


MBP/ist

MBP/ist

IKON TI - Stikom Bali Group sebagai lembaga yang bergerak d bidang akademis, selama 12 tahun ini sudah mengukir begitu banyak prestasi membanggakan. Saat ini Stikom Bali sudah menjadi ikon Teknologi Informasi (TI) khususnya wilayah Bali Nusra. Hal ini tidak berlebihan mengingat apa yang diraih dan dilakukan Stikom Bali selama ini dalam memajukan dunia Teknologi Informasi khususnya di Bali. Seiring semakin besarnya Stikom Bali Group, pada 30 dan 31 Januari 2015 diadakan rapat koordinasi (rakor) diikuti semua lembaga yang tergabung dalam Stikom Bali Group. Di antaranya Stikom Bali, Politeknik Ganesha, Politeknik Nasional, Bisma Informatika, STTB Bandung, SMK TI Bali Global, SMK TI Singaraja, SMK TI Karangasem, dan SMK TI Ponorogo. Rakor ini membahas perkembangan masing-masing lembaga di lingkungan Stikom Bali Group.

SINERGI - Kepala Pinca BRI Gianyar Narto Laksono dan Owner Waterboom Bukit Jati, Agung Raharjo, melakukan sinergi dalam mendukung program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia pada Tahun 2014, melalui penggunaan Kartu BRIZZI di wahana rekreasi air, Waterboom Bukit Jati, Gianyar. Sabtu (14/2), soft launching kartu BRIZZI dilakukan di waterboom Bukit Jati, Gianyar. BRIZZI merupakan uang isi ulang elektronik (Unik) Bank BRI yang menggunakan teknologi chip dan dapat berfungsi sebagai sarana pembayaran. Uang isi ulang elektronik Bank BRI ini dapat diisi mulai dari Rp 1 sampai dengan maksimal Rp 1.000.000. Kerjasama BANK BRI dan Bukit Jati Waterboom terkait Kartu BRIZZI diimplementasikan dalam hal pembayaran tiket masuk ke wahana rekreasi air Bukit Jati Waterboom serta sebagai alat pembayaran pada area food court di Bukit Jati Waterboom.

MBP/ist DONOR DARAH - Menyemarakkan perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine), puluhan karyawan Alfamart dan masyarakat dari Banjar Kepisah yang dekat dengan lokasi pelaksanaan donor darah yakni di Toko Alfamart Hayam Wuruk 3, tampak antusias mengikuti kegiatan sosial tersebut. Kegiatan itu bekerja sama dengan UDD PMI Kota Denpasar yang diselenggarakan, Minggu (15/2). Deputy Branch Manager Alfamart Andri Wijaya mengatakan pelaksanaan donor darah di lingkungan Alfamart menjadi agenda rutin perusahaan untuk membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat Pulau Dewata. Andri mengatakan kegiatan donor darah sudah menjadi agenda rutin Alfamart di Bali.

KKN - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud) melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Penelitian Pengabdian Masyarakat (KKNPPM) periode X tahun 2015. Pelepasan itu dilakukan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD., KEMD Jumat (12/2) di Gedung Widya Sabha, Bukit, Jimbaran. Tema KKN-PPM periode X yaitu ‘’Sewaka Guna Pariposana’’ (mengabdikan ilmu, memberi solusi). Sebanyak 1.025 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dilepas untuk KKN-PPM. Mereka akan disebar ke-47 desa di Bali selama satu bulan dari 14 Februari sampai 16 Maret. Nampak dalam foto Rektor Unud Prof. didampingi Ketua LPM Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara serta Ketua Panitia KKN-PPM Periode X tahun 2015, Prof. Dr. Drh. Nyoman Suarsana, M.Si. bersama sejumlah mahasiswa yang akan mengikuti KKN-PPM.

MBP/ist

2- 8 Maret 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

KPPN - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Amlapura, meraih KPPN terbaik nasional tahun 2014. Kamis (12/2), KKPN terbaik itu menggelar sosialisasi pembangunan zona integritas dalam rangka menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Kegiatan itu dibuka Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral PPN Bali Ida Bagus Kartika Manuaba dihadiri ratusan peserta dari kepala satuan kerja wilayah pelayanan KPPN Amlapura, yakni Karangasem, Klungkung, dan Bangli. Selain sosialisasi, saat itu juga dilakukan penandatanganan fakta integritas peningkatan kinerja pelayanan. Kepala KPPN Amlapura, Lasmaria Manurung, menyampaikan, guna mewujudkan pembangunan zona integritas dalam rangka menuju wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani, dilakukan sosialisasi guna menuju ke arah itu.

YUDISIUM - Sudah menjadi budaya para dekan di lingkungan Undiknas University Denpasar meyudisium sarjana secara bersama-sama. Pada yudisium sarjana, Jumat (13/2), Undiknas University melepas 153 sarjana S-1 untuk tujuh program studi. Dekan FEB Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M. melepas masing-masing 50 sarjana dari Prodi Manajemen dan 54 sarjana dari Prodi Akuntansi. Dekan FISIP Dr. Nyoman Subanda, M.Si. melepas 12 sarjana Prodi Ilmu Komunikasi dan 9 sarjana dari Prodi Administrasi Negara. Sementara Dekan FH Dr. AAN Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H. meyudisium 20 sarjana Ilmu Hukum dan Dekan FTI Dr. IGL Eratodi, S.T., M.T. melepas 5 sarjana dari Prodi Teknik Sipil dan 3 sarjana dari Prodi Elektro. Nampak dalam foto Dekan FTI Dr. Eratodi bersama dekan lainnya saat meyudisium 153 sarjana di lingkungan Undiknas University.

MBP/ist

BISA DIATASI - Kompleksitas permasalahan tiap wilayah berbeda. Begitu pula kompleksitas masalah di wilayah Kuta Selatan. Namun, Kepala Bappeda Litbang Badung Wayan Suambara meyakini semua persoalan bisa diatasi asal ada kebersamaan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun pelaku dunia usaha. “Pelaku dunia usaha banyak di sini (Kuta Selatan), oleh karenanya kita bangun komunikasi. Kita berharap proses pembangunan komunikasi ini tak hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten, karena desa, lurah, tokoh-tokoh masyarakat yang duduk di DPRD, bendesa adat, kita harapkan semuanya berperan. Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin persoalan apa pun di wilayah Kuta Selatan bisa diatasi. Kami pemda siap memberikan dukungan,” kata Suambara saat membuka Musrenbang di Kantor Camat Kuta Selatan, Kamis (12/2).

42

2- 8 Maret 2015

MBP/ist

KUNDALINI - Bagi masyarakat yang menderita berbagai macam penyakit baik fisik maupun nonfisik, mendapat kesempatan untuk penyembuhan dengan mengandalkan Energi Kundalini secara gratis, di lobi Barat RRI Denpasar, Sabtu (14/2) mulai pukul 09.00 sampai selesai. Pembina Yayasan Spiritual Dharma Sastra Putu Ngurah Ardika, menjelaskan, para peserta diajak melakukan meditasi bersama, kemudian dilakukan penyembuhan dengan menggunakan Energi Kundalini. Dijelaskannya, oleh karena penyembuhan ini bersifat massal, pihaknya mengajak sekitar 30 murid untuk ikut bersama-sama menyembuhkan masyarakat yang digerogoti berbagai macam penyakit.


MBP/ist

MBP/ist

PERAYAAN - Grya Mas Tumbakbayuh, 19 Januari lalu menggelar perayaan Siwaratri besar-besaran dengan mengundang puluhan sulinggih dan pejabat teras. Bahkan, perayaan malam perenungan di Grya yang terletak di Banjar Pempatan, Desa Tumbakbayuh, Kecamatan Mengwi, Badung juga dihadiri oleh keluarga besar Bhujangga Waisnawa seluruh Bali dan Wakil Bupati Badung, I Made Sudiana. Tak hanya itu, perayaan yang berlangsung khidmat juga dihadiri oleh Ida Pandita Siwa, Ida Pandita Boda, Ida Bhujangga Rsi, Ida Begawan, Ida Mpu Pande, Ida Mpu Dukuh, Camat Mengwi, Kepala Desa Tumbakbayuh, Ida Dalem Klungkung, Cokorda Puri Kesiman, Cokorda Puri Denpasar (Satria), Cokorda Puri Bangli, Cokorda Puri Kediri, dll. Nampak dalam foto Ida Rsi Hari Dantam menerima punia dari Wakil Bupati Badung, I Made Sudiana dalam perayaan hari Siwaratri bertempat di Pesraman Agung Grya Mas Tumbakbayuh.

DUKUNGAN - Momentum empat tahun kepemimpinan Bupati I Putu Artha dan Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Februari 2015, mendapat dukungan langsung Grup Hardys Holdings melalui HardysFoundation. Diserahkan tiga unit motor roda tiga pengangkut sampah bertempat di panggung terbuka Gedung Kesenian Bung Karno, Minggu (15/2). Bupati Jembrana dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Pemkab Jembrana secara langsung menerima sumbangan, bertepatan dengan jalan santai peringatan empat tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana. Presiden Direktur sekaligus Founder GH Holdings Ir. Gede Agus Hardyawan bersama Ketut Rukmini Hardy, S.P. selaku Komisaris Utama dan didampingi Putu Ary Widiartha, S.H. yang langsung hadir menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) anak perusahaan yang telah beroperasi di Jembrana.

MBP/ist

MBP/ist

WISUDA - Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA., Selasa (17/2) mewisuda 227 sarjana S-1 dan S-2 di Bali Nusa Dua Convention Center. Dari jumlah itu, 50 dari Prodi Manajemen, Akuntansi (54), Ilmu Komunikasi (12), Ilmu Administrasi Negara (9), Ilmu Hukum (20), Teknik Sipil (5), Teknik Elektro (3), MM (55) dan MAP (19). Dengan demikian alumni Undiknas kini mencapai 19.823 orang. Rektor menegaskan Undiknas menghasilkan human capital yang memiliki kompetensi dan siap berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Tampil sebagai lulusan terbaik Apin Ranils (manajemen), Nadia Ayu Rizky Gunawan (akuntansi), Ni Made Asia Sulastri (komunikasi), Ni Ketut Ariadi (administrasi negara), Luh Putu Cynthia Gitayani (hukum), Baptista De Asis Da Silva Preitas (sipil) dan I Ketut Mariano Suarbawa (elektro).

EKSPEDISI - Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H. selaku Inspektur Upacara membuka secara resmi Ekspedisi NKRI Korwil Bali Subkorwil-1 Karangasem di Kotis Lapangan SMP 2 Kubu, Dusun Darma Winangun, Desa Tianyar Timur Kecamatan Kubu, Jumat (13/2). Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda pita oleh Bupati Geredeg kepada peserta ekspedisi. Upacara pembukaan yang dikomandoi Kasi Ops. Korem 163/WSA Mayor Inf. Panca Rahardi, diikuti kurang lebih 1.200 orang dari Korsik Ajendam IX/Udayana, Yonif 900 Rider, Kompi Gabungan Zipur dan Kompi Kavser, Kompi Korem 163/WSA, Tim Ekspedisi NKRI, Kompi Gabungan Brimob Polres Karangasem dan Pol. Airud, Kompi Gabungan SAR, BPBD dan PMI, Kompi gabungan generasi muda, PPM, FKPPI dan Menwa. 2- 8 Maret 2015

43


TRADISI

MBP/gik

Warga Desa Pakraman Semaya larut dalam tradisi nimpung, sebagai wujud syukur terhadap karunia Tuhan.

“Nimpung”

Wujud Syukur Atas Karunia Tuhan

D

ominasi pengaruh luar dalam berbagai aspek kehidupan, telah banyak mempengaruhi tatanan hidup masyarakat Bali. Nilai yang terkandung dalam ajaran Tri Hita Karana dirasakan kian luntur. Untungnya, filosofi Tri Hita Karana masih hidup dalam balutan berbagai pelaksanaan tradisi di Bali. Salah satunya, dalam Tradisi Nimpung yang berlangsung di sekitar Pura Batu Mas Kuning, Desa Pakraman Semaya, Kecamatan Nusa Penida. Tradisi setiap musim panen tiba ini, terakhir berlangsung pada Wrespati Wuku Kaulu. Tepat pada hari baik ini, warga setempat berkumpul dengan mengenakan pakaian adat. Sebelumnya, warga setempat menghaturkan hasil bumi mereka yang telah dirangkai menjadi banten pajegan di sebuah palinggih Padmasana di simpang empat desa setempat. Usai melakukan persembahyangan bersama, sebagai bentuk sujud syukur, tradisi nimpung pun disambut antusias warga sekitar. Nyaris seluruh warga berteriak lantang. Warga yang sebelumnya duduk melingkar, membagi diri menjadi sejumlah kelompok. Sebagian dari mereka mengambil sejumlah buah dan hasil bumi lainnya, bahkan ayam panggang yang dihaturkan sebelumnya. Di sisi lain, Bendesa Adat

44

2- 8 Maret 2015

yang berperan memberikan aba-aba untuk memulai tradisi ini menyiapkan diri, berbekal pengeras suara. Suasana semakin gaduh, warga makin riuh tanda tak sabar. Begitu Bendesa Adat memberikan aba-aba, seluruh warga langsung larut dalam suka cita. Warga mulai mengambil aneka buah, jajan, hingga ayam panggang dan bagian banten pajegan lainnya. Semua itu digunakan warga untuk saling lempar antarkerumunan warga. Seolah larut dalam kesenangan, tidak ada yang merasa kesakitan, atau sampai membawa dendam. Tradisi nimpung seolaholah membuat warga melupakan sejenak, ketika mengalami kesulitan pangan saat musim kemarau dan berbagai persoalan lainnya, sebagai masyarakat di wilayah kepulauan. Perang makanan itu berlangsung lebih dari satu jam. Di akhir tradisi, semua mendapatkan makanan dari milik peserta nimpung lainnya dan disantap bersama warga lainnya. Bendesa Adat Semaya I Ketut Suarna, usai acara mengatakan, tradisi nimpung merupakan bentuk perwujudan pelaksanaan Tri Hita Karana di desanya. Di mana, untuk menyelaraskan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi dilakukan melalui persembahyangan bersama sebagai wujud syukur (parahyangan). Unsur pawongan

tampak ketika warga satu dengan lainnya, akrab bergembira di acara ini. Unsur palemahan yaitu hubungan manusia dengan alam melalui penggunaan sarwa prana-prani atau semua unsur tumbuh-tubuhan dan binatang hasil pertanian dan peternakan warga sendiri, sebagai persembahan. Saling Lempar Jro mangku setempat, Jero Nyoman Data mengatakan, nimpung berasal dari kata nimpug yang berarti menghantam dengan saling lempar. Pelaksanaan tradisi ini, sebagai lanjutan dari upacara Don Kayu Samah di desa setempat, yang bermakna syukur terhadap tumbuh-tumbuhan, setelah berbuah dengan baik. Dia menegaskan, tradisi ini berlangsung tidak tentu. Biasanya pelaksanaannya baru digelar setelah musim panen tiba. “Apa yang sudah diberikan biar dilimpahkan rezeki serta kerahayuan kita bersama baik secara sekala dan niskala,” katanya. Melihat unik dan langkanya tradisi nimpung, pihaknya berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Klungkung menginventaris tradisi unik semacam ini. Selanjutnya agar bisa dilestarikan dan sekaligus dijadikan daya tarik wisata Klungkung khususnya Nusa Penida. Bagiarta


AKTIVITAS SERIUS - Keseriusan A.A. Ngurah Panji Astika, S.T. untuk maju sebagai bakal calon Bupati Tabanan lewat jalur independen ditunjukkan melalui program unggulan yang spektakuler dan mendunia untuk Tabanan. Dalam tata kelola pemerintahan, Panji Astika berkomitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap prilaku korupsi yang dilakukan jajaran pemerintahan – zero tolerance to corruption. Selain itu dirinya juga akan membangun sistem perizinan satu pintu, meningkatkan pelayanan publik agar lebih cepat, transparan, efisien, berkualitas dan berbasis pada e-government. Panji Astika juga akan melakukan reformasi birokrasi dengan mengutamakan kualitas SDM dan menjadikan kompetensi sebagai indikator dalam penempatan pegawai.

MBP/ist

SEMINAR NASIONAL - Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar seminar nasional bertajuk “Wariga: Kalender Jawa dan Bali”, Jumat (13/2). Seminar yang diselenggarakan di aula gedung Rektorat Unhi itu menampilkan sejumlah narasumber yaitu Romo Wijaya dari Keraton Surakarta, Ir. Made Suatjana, Drs. Ketut Sudarsana, dan penyusun kalender Bali I Gede Marayana. Seminar itu dipandu dosen Program Pascasarjana Unhi Dr. Wayan Suka Yasa. Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI yang diwakili Direktur Urusan Agama Hindu Ketut Buda saat membuka seminar ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Kata Buda, wariga tak terlepas dari ajaran Weda, yaitu jyothisa atau ilmu perbintangan (astronomi).

MBP/ist

MBP/ist

SOSIALISASI - Sosialisasi MPR RI tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika berlangsung pada Senin (16/2) di Kantor DPD RI di Kawasan Niti Mandala Renon. Tampak hadir undangan dari seluruh Bali baik dari unsur mahasiswa, pemuda, Forum Bidan Indonesia cabang Bali, LSM serta pengurus IGTKI Se-Bali. Peserta sosialisasi MPR RI ini disambut oleh Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III didampingi Ni Ketut Nesa Santini, S.E. (Staf Ahli DPD RI Provinsi Bali) dan Ida Bagus Alit Sudewa, S.H. (Staf Khusus DPD RI B-65 Wilayah Kota Denpasar). Adapun sejumlah materi sosialisasi MPR RI langsung disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna yang juga merupakan anggota MPR RI.

MBP/ist

KADER TERBAIK - Jabatan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Badung kembali jatuh kepada I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. Sementara di posisi sekretaris Dr. Drs. Putu Parwata, M.K., M.M. Dua kader terbaik tersebut bakal menjadi kekuatan baru PDI-P Kabupaten Badung. Selain dua posisi tersebut, posisi penting lainnya yakni bendahara dijabat Nyoman Dirga Yusa. Ketiga nama tersebut sama-sama mendapat rekomendasi DPP PDI-P sebagai calon Ketua DPC PDI-P Badung yang dikeluarkan pada 13 Februari 2015. Sebelumnya ada lima nama yang disetor ke DPP yakni Nyoman Giri Prasta, Putu Alit Yandinata, Wayan Disel Astawa, Nyoman Dirga Yusa dan Putu Parwata. 2- 8 Maret 2015

45


PROPERTI

Menikmati Rumah Adat Bali dalam Suasana Modern RUMAH minimalis kini memang lagi trendnya. Ini tak lepas dari keterbatasan ruang namun konsepnya tetap bisa menikmati suasana lega. Bagaimana dengan rumah (adat) Bali? Ini pun bisa dikemas menjadi rumah minimalis Bali modern. Dalam artian, rumah itu tetap menonjolkan kekhasan rumah adat Bali namun dibalut dengan suasana modern. Hal ini akan memberikan nilai lebih pada setiap rumah minimalis. Desain eksterior yang ditonjolkan pada desain dinding luar rumah tanpa plesteran, dipadu dengan tekstur alamiah Bali dari warna cat yang disesuaikan dengan warna alami batu bata. Selain itu, beberapa replika ukiran khas Bali pada desain eksterior akan mempertahankan aroma Bali. Desain rumah ini, dapat diterapkan untuk semua tipe bangunan rumah minimalis. “Kalau turis yang datang ke Bali tetap menyukai rumah Bali modern. Kalau sudah datang ke sini (Bali-red), pasti rumahnya ada ciri khas Balinya. Di luar atau eksterior minimalis, ke dalam pasti Bali modern,” kata Ketua Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) Cabang Bali dan NTB I Made Gede Sumayasa. Adakalanya, turis yang memiliki rumah atau vila di Pulau Dewata ini, memadukan konsep rumah Bali modern tersebut dengan teknologi. Hal ini merupakan kebiasaan di negaranya yang menggunakan teknologi seperti diterapkan pada kunci rumah. “Turis paling senang melihat rumah adat Bali. Oleh kerena itu, sering dipadukan dengan konsep modernnya,” ujar Sumayasa. Bila dilihat dari desain interior yang digandrungi saat ini, banyak yang menggunakan kayu. Tapi kadangkadang ditambahkan dengan besi atau aluminium. “Kalau untuk perumahan kebanyakan menggunakan tripleks karena harganya murah dibandingkan kayu,” tegasnya pria yang akrab dipanggil Mangku ini.

46

2- 8 Maret 2015

Sedangkan untuk elemen interior, masyarakat sudah mulai ke pakai parket, pengganti ubin atau keramik. Dia mencontohkan, lobi kantor Bupati Karangasem pakai parket semua. Menurutnya tradisi rumah Bali harus tetap dipertahankan, meskipun melihat kondisi saat ini sepertinya sangat sulit. Walau didesak rumah gaya modern, ditegaskannya, di beberapa bagian rumah masih ada nuansa Balinya. “Contohnya ukiran tetap ada. Kalau rumah tinggal, masih bisa dipertahankan. Masih ada Bale Daje, Bale Delod, dan Bale Dangin,” tandasnya. Dia khawatir konsep ini sulit dipertahankan bila masuk ke perumahanperumahan. Selain luas lahannya terbatas, bentuk bangunan sudah ditentukan oleh pengembang. Apalagi sudah

masuk perkotaan yang harga tanahnya melambung tinggi. “Kalau di perkotaan susah dipertahankan karena harga tanahnya mahal. Tapi paling tidak, stil Balinya ada,” tegas Sumayasa. Apalagi banyak pendatang beli rumah di Bali dan undang-undang properti tidak mengikat aturan seperti itu. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan supaya tradisi rumah Bali bisa dipertahankan. Kalau hal itu tidak dilakukan maka perkembangan perumahan sulit dikontrol dan tradisi rumah Bali semakin ditinggalkan. “Hal itu juga menjadi dilema teman-teman arsitek di Bali karena susah mengaturnya. Harus ada atensi dari pemerintah,” tandasnya. Kerta Negara


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

SEMINAR - Dalam rangka menyambut HUT ke-227 Kota Denpasar, Pemkot Denpasar menggelar Seminar Nasional “Wow Marketing” dengan tema “Menyongsong MEA 2015” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Senin (16/2). Seminar yang menghadirkan pakar marketing nasional Hermawan Kartajaya disambut antusias masyarakat. Terbukti membeludaknya jumlah peserta yang hadir. Seminar dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra serta dihadiri Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda AAN Rai Iswara, Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, dan Wakil Ketua DPRD A.A. Ketut Asmara Putra. Para peserta seminar terdiri dari PNS, guru, mahasiswa dan wirausahawan muda. Hermawan Kartajaya dalam paparannya mengungkapkan, orang Bali mestinya menjadi yang paling siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

LOMBA - Memperkenalkan bank yang kini menjadi kepercayaan masyarakat di Wilayah Denpasar, BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Hari Depan menggelar lomba mewarnai tingkat TK dan Paud se-Kota Denpasar, di Art Canter, Sabtu (14/2). Mengusung tema “Belajar menabung sejak dini”, BPR Hari Depan juga memberikan edukasi kepada anak-anak untuk memahami pentingnya menabung. Direktur Utama BPR Hari Depan Dewa Ayu Sri Wahyuningsih kegiatan mewarnai ini digelar untuk memperkenalkan keberadaan BPR Hari Depan di wilayah Denpasar. Selain itu pihaknya juga menanamkan edukasi perbankan melalui tema yang diusung sehingga mengajak anak-anak untuk belajar menabung. Ia mengutarakan BPR Hari Depan sudah berdiri sejak 1990. Namun dilakukan pengalihan saham dari pemilik yang lama pada April 2008, dengan kini manajemen baru, di bawah kepemilikan Ida Bagus Rai Budarsa.


AKTIVITAS

MBP/ist

ATCS - Merespons ekspektasi masyarakat terutama untuk menyuguhkan inovasi pelayanan publik, Pemkab Badung telah memiliki Area TrafďŹ c Control System (ATCS). Ini dalam upaya rekayasa lalu lintas melalui sistem informasi transportasi serta dalam upaya menyuguhkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Terutama, mengantisipasi kriminalitas. Kini, juga tengah dirancang seluruh wilayah Kabupaten Badung akan dipantau dengan CCTV selama 24 jam. Hal ini memang menjadi obsesi Bupati Badung Anak Agung Gde Agung dalam upaya menyuguhkan pelayanan publik sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Demikian terungkap saat presentasi DED Surveillance Camera di ruang Nayaka Gosana Puspem Badung, Kamis (12/2). Nampak dalam foto Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika saat presentasi DED Surveillance Camera.

MBP/ist

SEMUA LINI - Untuk mewujudkan kebersihan di Kota Denpasar, gerakan kebersihan harus sering dilakukan di semua lini. Hal ini untuk membangun karakter masyarakat dalam mewujudkan kebersihan di Kota Denpasar. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang berbaur dengan masyarakat di sela-sela gerakan kebersihan untuk memungut sampah di sepanjang Jalan Kamboja, Denpasar, Jumat (13/2). Gerakan kebersihan ini melibatkan TP PKK Kota Denpasar, desa/lurah, masyarakat serta siswa sekolah dan TNI/Polri. “Gerakan kebersihan harus terus menerus dilakukan oleh semua komponen masyarakat, termasuk pihak swasta melalui CSR,� ujar Rai Mantra.

MBP/ist

MBP/ist

PENTING - Minggu bukan menjadi hari libur bagi seorang Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Justru, hari libur menjadi hari penting dalam meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan warga masyarakat dengan memotivasi, mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan. Dengan mengayuh sepeda, Rai Mantra yang gemar gowes ini hampir setiap minggu melakukan aktivitas bertatap muka dengan warga masyarakat. Berangkat dari kediamannya di kawasan Renon, Denpasar, Wali Kota Rai Mantra diikuti rombongan pimpinan SKPD Pemkot Denpasar menyusuri ganggang dan jalan-jalan sempit di wilayah desa di empat kecamatan. Dari rutinitas kegiatan ini, Wali Kota Rai Mantra benar-benar ingin mengajak warganya untuk senantiasa berprilaku hidup bersih.

DIAPRESIASI - Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata yang mampu mendorong kemajuan pembangunan di Gianyar diapresiasi Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pencapaian tersebut berkat apiknya pengelolaan manajemen pemkab yang sangat concern, dalam upaya memberikan program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Gianyar, Kamis (12/2). Hadir dalam kesempatan itu Wagub Bali Ketut Sudikerta, Wabup Gianyar I Made Mahayastra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan pimpinan SKPD Kabupaten Gianyar. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pastika mengatakan, pihaknya berkomitmen memberi perhatian serius terhadap Kabupaten Gianyar.

48

2- 8 Maret 2015


MBP/ist

MBP/ist

PESAN - “Janganlah menganggap bahwa kita telah selesai dan cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubug-gubug, pekerjaan kita belum selesai. Berjuanglah terus dengan mengucap syukur sebanyak-banyaknya�. Itulah pesan Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, yang diucapkan Bupati Jembrana I Putu Artha saat memperingati tahun keempat ia bersama wakilnya I Made Kembang Hartawan di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Sabtu (14/2). Pesan tersebut begitu kental ketika Bupati Artha menggucapkannya di akhir sambutan yang mengisyaratkan, sebagai pemimpin tidak perlu besar kepala dengan keberhasilannya sebab ketika kemiskinan masih ada, maka tugas seorang pemimpin belum selesai dan harus terus berbuat melanjutkan perjuangan demi senyum tawa kesejahteraan masyarakat.

YUDISIUM - Pertama kalinya Program Pascasarjana (PPS) Undiknas Denpasar melepas 74 sarjana S-2. Mereka masingmasing 55 sarjana dari Prodi Magister Manajemen (MM) yang kini bernama Undiknas Business School dan 19 sarjana Magister Adminstrasi Publik (MAP). Direktur PPS Undiknas, Prof. Gede Sri Darma, DBA., saat membuka rapat Badan Penyelenggara PPS Undiknas tentang pelepasan sarjana, Sabtu (14/2) mengungkapkan pelepasan kali ini yang terbanyak sepanjang sejarah PPS Undiknas yang dia pimpin. Jumlah ini akan makin banyak sejak MM meraih akreditasi A dan akreditasi B bagi MAP. Di momen yudisium sekaligus di Valentine Day, Gede Sri Darma mengungkapkan PPS Undiknas kini dikejar calon mahasiswa yang gila ilmu pengetahun, bukan oleh mereka yang gila mengejar gelar.

MBP/ist

MBP/ist

BAYI TABUNG - Tak dipungkiri kehadiran seorang anak dalam setiap perkawinan adalah harapan setiap pasangan. Ketika impian itu tidak terwujud dalam waktu lebih dari satu tahun pernikahan akan menimbulkan keresahan bagi pasangan. Yang belum mengerti akan mencari jalan sendiri dan berupaya berbagai cara yang belum tentu tepat dan benar. Program Bayi Tabung adalah salah satu solusi ketika terjadi masalah atau gangguan reproduksi yang menghambat hadirnya seorang anak secara alamiah. Melalui seminar yang digelar ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jelas dan benar mengenai cara yang tepat dalam mendapatkan seorang anak melalui program yang paling sederhana maupun melalui program bayi tabung. Di mana fasilitas tersebut sudah tersedia di Klinik Bayi Tabung RS Prima Medika. Nampak dalam foto narasumber dan peserta seminar. Dr. dr. Aucky H, Sp.And. (paling kiri) dan dr. Ilyas Angsar, Sp.OG.(K) (paling kanan).

BISNIS - Jika Anda selalu kehabisan modal untuk bisnis, saatnya Anda punya lembaga keuangan sendiri! Bisnis lembaga keuangan, sebut saja (Bank, BPR, BPD, Koperasi) terbukti menjadi bisnis idaman dari banyak pengusaha besar baik di tanah air maupun di luar negeri. Banyak pengusaha sukses di Indonesia yang berkembang cepat, karena mereka didukung oleh lembaga keuangan yang sangat bagus. Bila diamati para konglomerat Indonesia, kebanyakan dari mereka pasti punya lembaga keuangan sendiri. Hal ini wajar saja karena bisnis lembaga keuangan memiliki pasar yang sangat besar. Bahkan semua bisnis pasti memerlukan suatu lembaga keuangan untuk memperlancar transaksinya dan sebagai partner dalam bisnisnya. Hal yang menarik adalah keuntungan yang bisa diraih dalam suatu bisnis lembaga keuangan juga sangat besar dan tak terbatas. Menarik bukan kalau Anda sekarang bisa punya lembaga keuangan sendiri? Dan kabar baiknya Anda bisa mempunyai hal itu. 2- 8 Maret 2015

49


PROFIL

I. A. Istri Yanti Agustini

Kuncinya Kebersamaan

P

erempuan ini sangat bersemangat ketika berbicara dengan para petani asparagus di Pelaga, Petang, Badung. Saat ditemui beberapa waktu lalu di Pelaga, ia mengatakan, asparagus sudah banyak mengubah kehidupan petani di Pelaga. “Pengembangan produk unggulan daerah dengan pendekatan one village one product (OVOP) melalui koperasi ini, kami lakukan di Desa Pelaga. OVOP ini berbasis potensi lokal seperti pertanian asparagus yang dikembangkan di Desa Pelaga. Ini merupakan pilot project di Indonesia untuk program OVOP ini. Kini, para petani asparagus mulai merasakan keuntungan dan pelan-pelan mulai dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,”

kata Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi dan UKM, Dinas Koperindag Kabupaten Badung, IA Istri Yanti Agustini. Dayu Yanti begitu ia akrab disapa, memang selalu sigap dalam menjalankan tugasnya turun ke masyarakat. Terkadang, Hari Sabtu dan Minggu, ia tetap menjalankan tugas. “Itu memang sudah tugas saya untuk memfasilitasi para petani,” tuturnya. Selain melakukan pembinaan ke petani di Desa Pelaga, kini ia juga sedang konsen dengan tugasnya dalam memfasilitasi pelaku UKM di Badung. Bagi yang tertarik untuk belajar ekspor ada satu kemitraan yang sudah dibentuk. Bekerja sama dengan Bali Paviliun Group, kemitraan yang dibentuk ini, melakukan seleksi ke UKM yang memang layak untuk mengekspor produknya. “Syarat untuk ekspor itu tidak mudah, jadi pelaku UKM harus mempunyai satu standar yang sudah ditentukan,” ucapnya. Ada beberapa kerajinan UKM yang kini sedang difasilitasi, yakni kerajinan besi, keramik, kayu, tedung pantai, dan furnitur dari kayu sampah pantai. Bahkan, UKM kayu sampah pantai yang bertempat di Abiansemal ini sudah mendapatkan order tiap tiga bulan. Dengan kesibukannya menjalankan tugas, tentu ia tak mampu bekerja sendiri. Ia dibantu tiga kepala seksi, dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki. Namun, kata Dayu, bukan berarti karena dia perempuan, stafnya lebih banyak perempuan. “Saat saya menjabat, memang sudah begini. Keseluruhan staf di sini berjumlah 14 orang,” kata Dayu Yanti. Baginya, memaksimalkan staf yang sudah ada, adalah tipsnya dalam memimpin. Ia menerapkan sistem, tidak ada atasan atau bawahan. “Kalau punya ide, silakan tunjukkan. Saya tak pernah menutup pintu, siapa saja yang ingin melakukan koordinasi saya siap,” lanjutnya. Menjaga saling percaya juga tak pernah ia lepaskan. “Sudah ada aturan yang harus kami patuhi, jadi kita bekerja sesuai tugas masingmasing. Satu kegiatan bisa selesai dengan baik, karena kuncinya kebersamaan. Artinya, tidak ada yang bekerja sendirian, semua saling membantu. Itu yang saya tekankan,” kata Dayu Yanti. Wirati Astiti

LAPORAN

50

2- 8 Maret 2015


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 79 by e-Paper KMB - Issuu