76 | 9 - 15 Februari 2015
Soal Reklamasi
Susi Siap Beda Pendapat
Harus Ada Lahan Pengganti RP R P 20.000 20 000 00 0 00 00
DAFTAR ISI OPINI Yang Berpotensi yang Bunuh Diri 6 BALI SEPEKAN Pelanggaran Jalur Hijau Marak 7 LAPORAN UTAMA Soal Reklamasi Susi Siap Beda Pendapat 8
Harus Ada Lahan Pengganti 10 Jokowi Mesti Cabut Perpres Reklamasi 11 BISNIS Lampu Hias Rotan ”Terbang” Hingga Jepang 13 POLITIK Membidik Ormas Anarkis 16 Bukti Pergeseran Perilaku 17 PENDIDIKAN 24 Sekolah di Bali
LENSA ”NGELAWANG” CILIK 26
OLAHRAGA Suksesi Kepemimpinan 28 LINGKUNGAN Jalan Berbatu Belum Diaspal 36 PARIWISATA ”Mass Tourism” atau ”Quality Tourism”? 38 TRADISI Tari Gandrung Desa Pengotan
Pantang Bersentuhan, Diupah dengan Beras 44
Ikuti UN ”Online” 18
MANCANEGARA Pembajakan Misterius Cooper 20 DAERAH Galian C Ancam Pura Dalem Selaungan 22
PROPERTI Ukiran Dekoratif Modern Makin Diminati 46 SOSOK dr. Emilia Sabiruddin KESEHATAN Penyakit Kusta
Menular tapi Tak Mudah Menular 24
Komunikasi Hati ke Hati 48
SENI Jegog Jembrana yang Memesona 50 9 - 15 Februari 2015
3
DARI PEMBACA
Kembali ke Buah Lokal B
adan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan pernyataan tentang pelarangan peredaran buah apel jenis Granny Smith dan Gala yang diproduksi di Bidart Bros, BakersďŹ eld, California, Amerika Serikat (AS) karena diduga terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes. Dampak dari bakteri Listeria Monocytogenes adalah bakteri termasuk yang kerap menempel di kulit apel bisa menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Masyarakat Bali sepatutnya berpola hidup kembali ke buah lokal. Tentunya dalam kemasan penyajian dengan berbagai inovasi serta penataan yang seindah mungkin. Beryadnya menurut Hindu di Bali mengandung prinsip, apa pun yang kita haturkan atau persembahkan kepada Sang Hyang Widhi dalam bentuk itulah yang juga menjadi anugerah Beliau (Tuhan) kepada kita yang dinamakan prasadam atau lungsuran. Dewa Nyoman Suardana, S.Ag. Jl. Wibisana/Taman Sari Br./Link. Panti Gede Denpasar
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan
Evaluasi Hibah dan Bansos K
ami sangat mendukung langkah-langkah Pemerintah Provinsi Bali yang akan melakukan evaluasi terhadap penyaluran anggaran hibah dan bansos. Apabila dalam evaluasi tersebut ditemukan penyimpangan sebagaimana yang diungkapkan oleh Gubernur Bali, maka sistem penyaluran bantuan hibah dan bansos ini perlu diperbaiki. Hal yang sama kami harapkan juga dilakukan pemerintah Kabupaten/ Kota se-Bali, seperti pemerintah Kabupaten Badung yang alokasi anggarannya untuk disalurkan sebagai dana hibah dan bansos cukup besar. Pemerintah Kabupaten Badung perlu segera melakukan evaluasi penggunaan dana bansos dan hibah, apakah sudah sesuai dengan maksud, tujuan dan sasaran. Perlu dilakukan evaluasi secara objektif, cek satu per satu penerima dana hibah dan bansos dan teliti ertanggungjawabannya yang meliputi administrasi dan fisik. I Gusti Putu Wija Br.Pangsan, Desa Pangsan, Kab.Badung
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
9 - 15 Februari 2015
4
Bali Tergerus Modernisasi Menurut Anda apakah prilaku masyarakat Bali sudah bergeser/berubah sebagai aman dampak perkembangan zaman dan teknologi?
N=602 N=6 602
63,79% Sudah
% 2,16% Tidakk u Tahu
34,05% Belum
grafis: tomik cahya
PERILAKU orang Bali bergeser. Fenomena ini cenderung menguat di tengah pesatnya laju modernisasi. Pertumbuhan pariwisata Bali juga membuat peradaban dan perilaku orang Bali terkoreksi. Pragmatis dan konsumtif menjadi identitas baru. Pengakuan ini terungkap saat Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali terkait dengan pergeseran perilaku orang Bali. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 63,67 persen responden mengakui kini identitas orang Bali sebagai orang yang santun ramah dan beretika mulai terkoreksi. Kini, banyak orang Bali terjebak budaya hidup mewah, pragmatis dan cenderung bergerak menuju modernisasi peradaban. Etos kerja masyarakat Bali juga berubah. Gotong royong yang dulunya menjadi identitas kehidupan juga bergeser menjadi kehidupan transaksional. Perubahan penggunaan nama orang Bali juga bergeser. Nama orang Bali kini cenderung bernuansa nasional dan kebaratbaratan. Identitas orang Bali yang dulunya arif juga mulai bergeser
pada perilaku beringas, suka konflik, korup dan cenderung bergaya hidup mewah. Sementara itu, 34,05 persen responden mengatakan dampak modernisasi, pariwisata dan teknologi belum berdampak terhadap karakter orang Bali. Pergeseran memang ada namun belum signifikan. Sampai kini, karakter orang Bali masih tetap ramah, santun dan arif. Budaya gotong royong juga masih terpelihara di desa窶電esa. Kalaupun ada orang Bali yang kini tersangkut kasus tindak kriminalitas, bergaya hidup konsumtif dan terjerat kasus korupsi itu hanyalah kasus perorangan. Pergeseran perilaku semacam ini belum bisa dijadikan dalil untuk mengeneralisasi perilaku orang Bali telah bergeser. Sedangkan 2,15 persen responden tak memberikan respons terkait hal ini. Responden kelompok ini hanya meyakini lambat laun perilaku orang Bali akan tergerus perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Hal ini juga akan berimbas pada pewarisan budaya dan tradisi orang Bali. Dira Arsana 9 - 15 Februari 2015
5
5
OPINI
Yang Berpotensi yang Bunuh Diri KEMAUAN orang untuk bunuh diri sepertinya susah dibendung. Berita tentang kasus bunuh diri dikatakan menarik lantaran pelakunya masih sangat muda, penuh potensi, dan masih sangat diharapkan untuk membenahi negeri ini yang lagi carut-marut mengenai banyak persoalan seperti misalnya merebaknya kasus korupsi. Kasus bunuh diri sudah merambah hampir ke seluruh daerah dan wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Penyebabnya antara lain, putus asa, depresi, perilaku bipolar, ketergantungan obat/alkohol, stres, kesulitan masalah keuangan, dan hubungan interpersonal yang kurang sehat. Upaya pencegahan dan penanggulangan bunuh diri biasanya beranjak pada faktor penyebab terjadinya bunuh diri yaitu berupaya menjaga jangan sampai orang-orang di sekitarnya mengalami keputusasaan, depresi, terjadinya perilaku bipolar, ketergantungan obat/alkohol, stres, kesulitan dalam segi keuangan, dan agar terhindar dari hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi) yang kurang sehat. Berkait dengan kasus bunuh diri yang sepertinya sangat susah dihilangkan/ ditiadakan, penulis pernah melakukan penelitian (penelitian deskriptif) sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2006 dan tahun 2009. Penelitian pertama (2006) mengambil objek sasaran bunuh diri yang dilakukan siswa-siswi di Provinsi Bali pada kurun waktu 2005-2006, sedangkan penelitian kedua yang objek kajiannya serupa dengan yang pertama melibatkan kasus-kasus bunuh diri pelajar di Provinsi Bali rentang waktu 2006-2009. Kedua penelitian ini mengambil objek sebatas pemberitaan koran Bali Post. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunuh diri yang terjadi di Bali dan terekpose di koran Bali Post mencapai 227 kasus selama rentang waktu 2006-2009, dari jumlah ini 17 kasus (7,5%) menimpa anak-anak yang masih berstatus pelajar, yakni SD – SMA/ SMK. Yang menarik dari hasil penelitian tersebut bahwa mereka (pelajar) melakukan bunuh diri disebabkan oleh faktor ekonomi/ kemiskinan dalam keluarga, ada juga lan-
6
Oleh Romi Sudhita
taran dilarang pacaran oleh orangtuanya, bertengkar dengan orangtua yang umumnya otoriter, terlambat membayar SPP atau uang komite, dan dimarah gara-gara sepeda motor pemberian orangtua rusak. Malah penyebab yang tampak sangat sepele yaitu gara-gara tidak diberikan shampo oleh ibunya lalu bertengkar dan berujung pada perbuatan gantung diri. Semua penyebab yang disinggung ini bersumber dari pesan lisan korban sebelum melakukan bunuh diri, ada pula lewat pesan singkat (SMS), dan beberapa di antaranya melalui sepucuk surat yang ditaruh di atas meja belajar atau masih tersimpan di sakunya. Ada berbagai upaya yang dapat ditempuh agar bunuh diri dapat segera dicegah dan ditanggulangi. Melalui berbagai sumber, terutama wawancara dengan sejumlah pakar (tokoh spiritual, psikiater, psikolog, dan kalangan pendidik) serta dengan mengikuti paparan teoretis dan kegiatan seminar-forum diskusi tentang bunuh diri,
upaya pencegahan dan penanggulangan bunuh diri dapat diidentiďŹ kasi seperti berikut. Pertama, berikan layanan psikologi atau semacam pendampingan bagi mereka dan keluarga mereka yang memiliki tanda-tanda hendak bunuh diri. Kedua, anak-anak perlu diajarkan keterampilan menghadapi dan menyelesaikan permasalahan sejak dini. Ketiga, media massa dalam memuat kasus bunuh diri hendaknya jangan sampai mendetail dan vulgar sehingga seolah-olah ingin mengajak mereka yang lain untuk bunuh diri. Keempat, secara spiritual anak-anak perlu mendapat pembinaan misalnya dengan menekankan bahwa orang yang meninggal gara-gara bunuh diri (ngulah pati) atma-nya kelak akan sengsara dan terlunta-lunta di alam neraka. Pencegahan yang berbau saran dan ajakan, salah satunya datang dari Ketua PHDI Kabupaten Buleleng Drs. Putu Wilasa. Ia menyoroti cara mencegah dan menanggulangi bunuh diri terutama di kalangan pelajar, yaitu dengan (1) Memberikan pemahaman tentang hakikat dan tugas hidup pada umumnya seperti kewajiban belajar, berbakti kepada Hyang Widhi/ Tuhan Yang Maha Kuasa, berbakti kepada leluhur, cinta kepada sesama hidup, (2) Memberikan pemahaman bahwa hidup ini penuh tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar diri, dan (3) Memberikan pemahaman tentang fungsi agama dalam kehidupan. Pemahaman terhadap ajaran agama terkandung maksud di dalamnya untuk meredam gejolak jiwa yang sedang ditimpa kesedihan dan memberikan harapan hidup sesudah mati melalui ajaran karma. Andaikata mereka (pelajar) tetap tidak menghiraukan apa yang termuat dalam ajaran suci agama tersebut, boleh jadi mereka telah mengingkari adanya kemurahan Tuhan sebab selama ini beliau telah bermurah hati kepada setiap umat/manusia melalui segala kelengkapan “alatâ€? (cipta, rasa, karsa, dan karya) yang diberikan-Nya. Penulis, pemerhati pendidikan dan masalah sosial, tinggal di Singaraja
9 - 15 Februari 2015
6
BALI SEPEKAN
Pelanggaran Jalur Hijau Marak MARAKNYA pelanggaran jalur hijau di Kabupaten Gianyar memang tidak bisa dipungkiri. Seperti di kawasan objek wisata Bukit Jati dan seputaran Goa Gajah hingga ke Peliatan Ubud. Sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar yang menjadi ujung tombak penegakan perda mengaku kesulitan, sebab terbentur dengan hak masyarakat mendirikan bangunan di lahan pribadinya. Kasat Pol PP Gianyar I Gede Daging mengatakan fakta yang ditemui di lapangan, pihaknya kesulitan membatasi alih fungsi lahan pada jalur hijau. Hal ini disebabkan jumlah penduduk di Gianyar terus bertambah, sehingga kebutuhan
mendirikan bangunan sangat tinggi. “Itu kan tanah pribadi orang yang barangkali di rumahnya sudah penuh sehingga di sana (jalur hijau) harus membangun. Kecuali pemerintah mau membeli tanah tersebut, pemerintah menukar guling jalur hijau pasti bisa terjaga. Tetapi kalau kondisi sekarang tanah sudah disertifikatkan dan orang mau membangun, bagaimana kita melarang?“ ucapnya, Minggu (26/1). Meski demikian, Gede Daging menegaskan pihaknya bersama tim terkait akan terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kawasan jalur hijau yang masih bertahan. Manik Astajaya MBP/ina
Bupati Kecewa
Kantor BPT Dibangun Asal-asalan Pasar Seni Geopark Mubazir BUPATI Klungkung Nyoman Suwirta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, setelah melihat hasil pembangunan Kantor Badan Pembibitan Ternak (BPT) di Nusa Penida, Minggu (25/1). Gedung tersebut terkesan dibangun asal-asalan. Beberapa bagian dinilai tidak sesuai dengan perencanaan. Bupati Suwirta mengultimatum pihak rekanan dan akan menjadi evaluasi pengerjaan fisik berikutnya di Nusa Penida. Kantor BPT ini dibangun di Dusun Prapat, Desa Ped, dengan anggaran dari pemerintah pusat. Hal yang membuat bupati kecewa, karena pemasangan pintu depan yang masih renggang, pemasangan ornamen
paras yang seharusnya ditempel ternyata dipasang menggunakan paku. Pemasangan batu alam yang masih renggang, sampai pemasangan kayu variasi bangunan malah menggunakan bahan kayu dengan disambung-sambung. Temuan tersebut sangat tidak layak untuk bangunan yang baru dan juga mengurangi nilai estetika. Melihat kondisi itu, Bupati Suwirta langsung mengintruksikan kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Gusti Ngurah Badiwangsa untuk menindaklanjuti hasil pengerjaan ini agar dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dan gambar awal yang diberikan. Bagiarta
Salah Kelola, 28 LPD “Sakit” MODAL bukan satu-satunya masalah yang dihadapi sejumlah LPD di Karangasem. Ada sekitar 28 LPD dalam kondisi tidak sehat karena permasalahan pada pengurus yang mengelolannya. Apalagi ketidakcocokan antara pengurus LPD dan desa adat selaku pemiliknya terjadi pada sejumlah LPD sakit. Dari 190 LPD yang ada di Karangasem diketahui ada 25 LPD dalam kondisi sakit dan dua LPD telah bangkrut. Kepala Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKSLPD) Kabupaten Karangasem I Made Mastiawan meminta adanya pembinaan terhadap LPD yang tidak sehat. Mengingat, sejumlah LPD yang bermasalah ini karena SDM yang melakukan penyim-
pangan dalam pengelolaan. Permasalahan pengelolaan yang dialami LPD sangat kompleks ada pinjaman tidak tertagih, pengurusan nonaktif, kredit fiktif yang disebabkan permainan pengurus LPD tersebut. Mengatasi permasalahan LPD, pihaknya akan berusaha untuk duduk bersama antara desa adat sebagai pemilik dan pengurus LPD. ‘’Kita perlu memberikan pemahaman. Kita punya program untuk pembinaan pelatihan di masing-masing kecamatan tahun 2015. Itu dari dana pemberdayaan yang kita setor 5 persen, bekerja sama dengan Dinas Koperasi,’’ bebernya saat ditemui, Minggu (25/1). Dewa Farendra
KEBERADAAN Pasar Seni Geopark yang berlokasi di Penelokan Kintamani terancam mubazir. Pasalnya hingga jelang akhir Januari ini, pasar yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu tak kunjung ditempati pedagang. Sikap Pemkab Bangli pun semakin gamang menyusul belum adanya titik temu mengenai besaran sewa yang disepakati bersama 14 pedagang/pemilik kios yang ada di depan pasar tersebut. Belum adanya kesepakatan besaran sewa diakui salah seorang pemilik kios di depan Pasar Seni Geopark Wayan Sumerta, Minggu (25/1). Dia mengatakan sejauh ini pihak pedagang belum pernah lagi diajak duduk bersama oleh pemerintah untuk membicarakan kesepakatan besaran sewa tersebut. Terakhir kali pertemuan untuk membahas besaran sewa dilakukan pada 12 November 2014 lalu. Meski pertemuan itu sudah merupakan yang keempat kalinya, namun pembahasan sewa yang melibatkan Disperindag, Dispenda dan Disbudpar diakui Sumerta tidak menghasilkan kesepakatan apapun alias nihil. Pemkab tetap ngotot agar harga sewa Rp 2,7 juta per tahun sesuai Perda, sementara pihak pedagang juga tetap meminta agar diberikan keringanan. Swasrina 9 - 15 Februari 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Soal Reklamasi
Susi Siap Beda Pendapat
K
omitmen Susi Pudjiastuti terhadap penyelamatan kawasan pesisir, patut menjadi teladan para pejabat di Bali. Dalam kasus Teluk Benoa, Menteri Kelautan dan Perikanan itu secara tegas menyatakan siap berbeda pendapat. Ia menyatakan akan tegas terha d a p i n v e s t o r, meskipun dirinya harus
berbeda pendapat dengan institusi berwenang lainnya. Ia menegaskan pembangunan apapun bentuknya bukan cuma memikirkan tentang konstruksi saja tetapi juga diperlukan memikirkan dampak ekologinya. “Tapi kembali lagi, ini hanya pendapat pribadi saya. Sikap saya untuk menandatangani keputusan juga akan merefleksikan posisi saya. Sebagai institusi, kalau
saya tidak bisa, ya saya hanya bisa teken dissenting opinion,� tegasnya. Ketika rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Susi mengatakan, pemerintah pusat memutuskan mengkaji kembali secara menyeluruh rencana reklamasi Teluk Benoa, Bali. Keputusan tersebut diambil agar upaya mereklamasi laut menjadi daratan di pesisir laut wilayah Selatan Bali itu, tidak merugikan masyarakat di sekitar wilayah yang direklamasi. “Saya terakhir rakor dengan Menko Perekonomian, bersama lima Menko Maritim, Bapenas, PU, bersama Dirjen-Dirjen, dan pada akhirnya waktu itu deadlock. Untuk semuanya (Teluk Benoa dan reklamasi Pantai Jakarta) di-hold, dianalisa dan dikaji ulang,� katanya, pekan lalu.
8
Menteri KKP menegaskan, dalam rakor tersebut disepakati perlu ada kajian lebih mendalam dari segala aspek. “Pak Menko memang meng-quote agar semua analisa dikaji ulang. Betul-betul komprehensif, jangan sampai merugikan,” imbuhnya. Sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian khusus, menurut Menteri KKP adalah apabila dipaksakan direklamsi maka harus disediakan flatland (dataran) sebagai pengganti lahan yang direkalamsi. “Ada nggak flat plan-nya, ada nggak water save-nya, kalau itu nggak ada airnya mau ke mana? Bali akan banjir Pak. Apapun yang akan kita lakukan, kita tidak bisa membuang air, just to no where. Air has to have a place. Karena air tidak mungkin pergi, jumlah hujan setiap tahunnya sama,” kata Menteri KKP. Genangan air, menurutnya, akan berfungsi menjadi waduk penampung air di saat hujan, dan bisa menjadi lahan produktif di saat musim kemarau. Oleh karena itu, apabila lahan yang akan direklamasi seluas 10 hektar maka pemerintah harus menyediakan juga lahan seluas 10 hektar. “Daerah genangan itu adalah berbentuk powder, di mana kalau hujan itu deras, dibuka pintunya dengan lumpurnya juga keluar. Flat plan tadi akan menjadi daerah pertanian pancaroba, bukan pertanian sepanjang umur. Dan ini saatnya pemerintah menuju pada pembangunan sungai yang suistanable development, bukan project suistanblity,” kata Menteri KKP. Mengenai lolos atau tidaknya rencana reklamasi, Menteri Susi mengaku secara pribadi, sikapnya akan tegas terhadap investor, meskipun dirinya harus berbeda pendapat dengan institusi berwenang lainnya. “Jangan sampai nanti bendungan dan revitalisasi lingkungan dari reklamasi itu sendiri jadi beban APBN. Ini juga berlaku di Jakarta, bendungan
dibuat dulu jangan pulaunya direklamasi dulu. Karena kalau pulaunya sudah jadi, airnya banjir ke mana-mana, dia tidak mau akhirnya pemerintah keluarkan APBN untuk bangun bendungan,” ingatnya. Ia menegaskan pembangunan apapun bentuknya bukan cuma memikirkan tentang konstruksi saja tetapi juga diperlukan memikirkan dampak ekologinya. “Tapi kembali lagi, ini hanya pendapat pribadi saya. Sikap saya untuk menandatangani keputusan juga akan merefleksikan posisi saya. Sebagai institusi, kalau saya tidak bisa, ya saya hanya bisa teken dissenting opinion,” tegasnya. Sejauh ini, menurutnya, untuk rencana reklamasi Tanjung Benoa, Kementerian KKP baru menerbitkan izin lokasi. “Untuk Benoa, sudah diterbitkan oleh KKP, izin lingkungan yang belum Pak. Tapi, pertanyaan saya, wilayah untuk genangan air mau di kemanakan? Harus disiapkan danau, wilayah air yang akan dikeruk. Saya akan bikin opini se-clear dan seterang mungkin,” tegasnya. Tak Dilanjutkan Mendapati jawaban tersebut, anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, I Made Urip merasa belum puas. Ia kembali menginterupsi. “Rencana reklamasi itu sekitar 800 hektar. Jadi kalau Ibu bilang harus dicari lahan pengganti, dimana mencari lahan pengganti seluas 800 hektar itu? Tidak akan mungkin itu Bu!” tegasnya. Karena dinilai tidak mungkin, politisi dari PDI Perjuangan ini menyarankan sebaiknya tidak dilanjutkan. Pembatalan menurutnya merupakan pilihan terbaik. Dia mengaku membawa aspirasi masyarakat Bali untuk dititipkan kepada Menteri KKP. Aspirasi penolakan itu, menurutnya juga termasuk dari kelompok masyarakat adat yang ada di Bali. “Jangan dilanjutkan lagi. Jadi jangan lagi
Bali digoda oleh reklamasi. Wilayah Bali di situ sudah jenuh, sarat dengan bangunan. Ini akan mengubah eksositem. Kami orang Bali, sangat menjunjung tinggi ajaran Tri Hitna Karana, keseimbangan manusia dengan alam. Itu akan merusak Bu,” tegasnya. Namun, interupsi Made Urip ditepis Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron. “Saya ingin memastikan, penjelasan ibu sudah cukup. Kami hanya ingin ada kepastian, apakah Kementerian KKP menghentikan sementara, sampai hal-hal yang ibu sampaikan tadi,” kata politisi Partai Demokrat ini. Menteri Susi menjawab, “Kalau wilayah genangan air, tidak dibuat dulu saya tidak approve. Kalau berani buat dan dibuat dulu, baru saya approve,” kata Menteri Susi. Wakil Ketua Komisi IV DPR Edi Prabowo mengatakan, “Artinya, izin yang tadi ibu sebut bisa dicabut,” timpal politisi dari Gerindra ini. Menteri Susi menjawab, “Kalau itu hanya izin lokasi, belum izin melaksanakan. Karena izin pelaksanaannya belum ada,” katanya. Namun, Menteri Susi menegaskan, sebagai pejabat publik, dirinya tidak mau disalahkan oleh masyarakat bahkan hingga anak cucunya karena membuat kebijakan yang keliru. “Mami what you do, Benoa is destroyed.” Sementara itu, anggota Komisi IV dari Daerah pemilihan Bali lainnya, A.A Bagus Adhi Mahendra Putra mengatakan hingga saat ini secara pribadi dirinya belum menyetuji rencana reklamasi Tanjung Benoa sebelum ada kajian menyeluruh secara rinci dan jelas yang bisa dipertanggungjawabkan dari pemerintah pusat. “Ini penting Bu Menteri, karena akan berdampak pada turunnya wilayah konservasi yang luasnya mencapai 800 hektar. “Ini luas sekali,” tegasnya. Hardianto
9 - 15 Februari 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
Harus Ada Lahan Pengganti
D
PRD Bali akhirnya memutuskan untuk tidak membuat pansus reklamasi Teluk Benoa. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama menyatakan, dewan akan segera bersikap soal reklamasi Teluk Benoa. Hal itu didukung semua fraksi di DPRD Bali. Ketua Fraksi PDI-P Nyoman Parta menegaskan jika ingin menuntaskan polemik reklamasi Teluk Benoa, Dewan sebenarnya tidak perlu lagi membentuk Pansus. Sebab prosesnya akan lama dan tidak serta merta menyelesaikan masalah. Fraksinya mengusulkan agar Dewan langsung membuat sikap dan keputusan tegas tentang reklamasi Teluk Benoa ini. “Dewan langsung saja mengambil sikap dan keputusan tegas sebab masalah reklamasi ini sudah berlarut-larut,” kata Parta. Sementara itu Ketua Fraksi Golkar Wayan Gunawan sependapat dengan Fraksi PDI P. Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Demokrat Wayan Adnyana, Ketua Fraksi Gerindra Nyoman Suyasa dan Ketua Fraksi Panca Bayu Wayan Kari Subali. Pada prinsipnya mereka sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua Fraksi PDI-P agar Dewan langsung mengambil sikap dan keputusan terkait rencana reklamasi Teluk Benoa ini. Action DPRD Bali rupanya kalah cepat kalau dibandingan dengan langkah yang diambil DPR RI. Komisi IV DPR telah membuat kesimpulan setelah melakukan rapat kerja dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pekan lalu. Dalam kesimpulan rapat kerja bersama itu disepakati, proses yang sudah berjalan selama ini dihentikan dan dilakukan kajian ulang secara menyeluruh. “Jadi kesimpulan penghentian itu, agar diberi ruang kajian. Karena menurut Bu Menteri (Menteri Susi Pudjiastuti), selama aturan-aturan itu sesuai. Ada ruang sekian, ada ruang pengganti sekian, tetap diberi celah. Tapi manakala nggak ada, ya nggak bisa terus. Penghentian sementara bisa menjadi selamanya,” kata Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo di Gedung DPR. Adapun bunyi kesimpulan yang terdapat dalam poin 6 kesimpulan raker yang berlangsung Senin (26/1) malam itu, yaitu “Komisi IV DPR RI meminta pemerintah cq Kementerian KKP, untuk menghentikan reklamasi Teluk Jakarta dan tidak melanjut-
10
Komisi IV DPR RI meminta pemerintah cq Kementerian KKP, untuk menghentikan reklamasi Teluk Jakarta dan tidak melanjutkan rencana reklamasi Teluk Benoa, serta mengkaji ulang prosesnya sesuai dengan UU No.1 Tahun 2014 tentang Perubahan UU atas UU No.27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Kesimpulan Komisi IV DPR kan rencana reklamasi Teluk Benoa, serta mengkaji ulang prosesnya sesuai dengan UU No.1 Tahun 2014 tentang Perubahan UU atas UU No.27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan PulauPulau Kecil.” Menurut Edhy, dari masukan Menteri KKP, reklamasi akan menimbulkan daerah resapan air berkurang. “Bali yang selama ini tidak banjir, jangan sampai gara-gara direklamasi menjadi banjir. Maka dari itu, kita hentikan dulu, termasuk dari sisi aturannya,” katanya. Soal kalimat dalam kesimpulan tegas menyatakan “tidak melanjutkan rencana reklamasi”, Edhy menampik jika itu diartikan sebagai rekomendasi membatalkan dari DPR. “Tidak melanjutkan itu, bisa j definitif, bisa sementara. entara. Manakala itu, baik bisa diteruskan.. Kan kajiannnya harus jelas dulu. Di Universitas rsitas Udayana juga masih debatebel, meski eski sebelumnya menyatakan tidak boleh,” oleh,” ujarnya. Menurutnya, Komisi misi IV mencerr mati adanya pro kontra tra masyarakat di Bali antara yang menolak dan menyetujui rencanaa reklamasi. Dalam hal ini, DPR menyerahkan soal lanjut atau tidaknya knya rencana reklamasi berdasarkan an persyaratan dan alasan yang ditetapkan etapkan Kementerian KKP berdasarkan arkan aturan main ketentuan perunundangan. Salah satu contoh yang diper-
syaratkan adalah keharusan pengelola menyediakan lahan pengganti sesuai dengan lahan yang diambil untuk reklamasi. “Akan dihentikan selamanya, kalau tempat lahan pengganti penampungan airnya nggak ada. Ya nggak bisa diteruskan,” imbuhnya. Universitas Udayana (Unud) telah mengeluarkan hasil Feasibility Study (FS) yang menyatakan rencana reklamasi Teluk Benoa tidak layak. Namun, Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo menyebut bila kajian Unud ini debatebel atau masih bisa diperdebatkan. Dengan kata lain, kesimpulan rapat antara DPR dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyatakan “tidak melanjutkan rencana reklamasi Teluk Benoa” tidak bisa diartikan sebagai rekomendasi membatalkan dari DPR. Terkait pernyataan Edhy Prabowo bahwa FS Unud masih debatebel, Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika SpPD KEMD. tidak membantah hal tersebut. Menurutnya, penelitian atau ilmu apapun (tidak hanya masalah reklamasi, red) pasti debatebel karena prinsip ilmu yang terus berkembang sehingga tidak ada nilai absolut atau mutlak demikian. “Oh iya memang, kalau penelitian kan pasti debatebel. Unud dengan metode yang biasa kita lakukan oleh peneliti itu, hasilnya seperti itu. Tapi kan boleh aja mempertanyakan dan memang nggak ada ilmu benar mutlak, begitu prinsip dasarnya,” ujarnya. Meski demikian, Suastika mengaku Unud tetap pada prinsip awal menyatakan reklamasi Teluk Benoa tidak layak y untuk dilanjutkan. Pihaknya juga belum memikirkan untuk membuat kajian baru dan tetap bertahan dengan hasil hasi kajian terakhir. ‘’Kita sih belum ada mikir begitu (buat kajian baru, red), red) d jadi tetap dengan hasil kajian kemarin. kemarin Terserah orang lain,” tegasnya. Hardianto/ Hardianto Rindra
9 - 15 Februari 2015
10
Jokowi Mesti Cabut Perpres Reklamasi PADA 30 Januari lalu, tepat 100 hari Jokowi dilantik sebagai presiden. Dalam jangka waktu itu, Jokowi belum merespons apa yang menjadi aspirasi masyarakat Bali. Tiga masalah Bali; Reklamasi Teluk Benoa, KSPN Besakih dan Tahura Ngurah Rai, belum tersentuh sama sekali. Mereka menginginkan Jokowi mempunyai sikap tegas tentang masalah Bali tersebut, utamanya rencana reklamasi Teluk Benoa. Jokowi yang mendapat dukungan 74 persen masyarakat Bali pada Pilpres lalu, diharapkan mencabut Perpres 51/2014 yang diterbitkan saat rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi seperti yang diamanatkan dalam Perpres 45/2011. Anggota DPRD Badung I G.N. Sudiarsa, pekan lalu, mengungkapkan, untuk menghentikan reklamasi Teluk Benoa, peran Presiden Jokowi sangatlah besar. Sebab reklamasi Teluk Benoa dipayungi Perpres 51/2014. Kalau mau membatalkan maka presiden harus mencabut Perpres tersebut. Untuk itu menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa perlu ditindak lanjuti secara kelembagaan oleh DPR. Wakil rakyat di Senayan patut mengambil langkah lebih tegas untuk benar-benar menyetop rencana reklamasi. Untuk itu Sudiarsa menyebut, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan DPR adalah mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan rencana reklamasi. Pada poin ini Sudiarsa menekankan pada acuan peraturan yang memberikan ruang bagi pelaksanaan reklamasi Teluk Benoa adalah menjadi hal utama yang harus diperhatikan wakil rakyat di senayan. Sebab tanpa acuan aturan dari pemerintah, reklamasi tak punya dasar hukum. Jadi, rekomendasi yang mesti dikeluarkan DPR adalah berupa pencabutan Perpres No. 51 tahun 2014 yang memuluskan rencana reklamasi Teluk Benoa. “Secara yuridis, kunci menghentikan rencana reklamasi itu ada di perpres. Dan hanya presidenlah yang berwenang menarik perpres. Maka dari itu, DPR sebaiknya memberikan rekomendasi kepada presiden agar mencabut Perpres 51,” kata Bendesa Adat Legian itu.
MBP/dok
Masyarakat Kedonganan memasang baliho tolak reklamasi
Apa yang disampaikan Sudiarsa mengacu pada keputusan Raker antara Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Keputusannya adalah menunda dan mengkaji ulang rencana reklamasi Teluk Benoa. Terhadap keputusan itu pula, Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya mengatakan, keputusan itu memberikan angin segar bagi penyelamatan lingkungan. “Dengan keputusan itu, kami merasa sudah ada tanggapan dari pemerintah pusat terutama Menteri Kelautan dan Perikanan agar memperhatikan lingkungan dan nasib masyarakat,” ujar Wijaya, Selasa lalu. Apresiasi serupa juga dating dari ForBALI. Setidaknya kasus reklamasi Teluk Benoa menjadi perhatian serius dan pemerintah tak gegabah mengizinkan reklamasi Teluk Benoa seperti rezim SBY. ‘’Namun, dengan pengalaman buruk kita selama ini dengan praktik kekuasaan dan pemodal yang cenderung manipulatif tentu saja kami masih khawatir hasil raker itu tidak terimplementasi degan konsisten. Bagi kami, degan proses kebijakan reklamasi Teluk Benoa yang manipulatif, memaksakan kehendak dengan mengubah
Perpres 45/2011, membohongi rakyat, mengabaikan studi kelayakan Universitas Udayana, sudah sepatutnya, khusus dalam kasus ini Bu Susi segera meninjau ulang izin lokasi yg diterbitkan menteri KKP sebelumnya dan menghentikan reklamasi Teluk Benoa dengan tidak menerbitkan izin pelaksanaan. Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Badung I Made Sugita. Menurutnya, langkah yang dilakukan pemerintah pusat dan DPR RI patut diapresiasi. Namun, tetap saja belum ada kepastian rencana reklamasi Teluk Benoa dihentikan untuk selamanya. “Kalau seperti sekarang, bisa dibilang masih dalam wilayah abu-abu,” katanya. Oleh karena itu pihaknya juga menyebut, kunci satu-satunya adalah Presiden harus mencabut Perpres No. 51 tahun 2014 dan kembali pada Perpres No. 45 tahun 2011. Pasalnya, dalam Perpres 45/2011, kawasan Teluk Benoa jelas dimasukkan sebagai kawasan konservasi sehingga tidak boleh diutak-atik. Terkait hal tersebut pihaknya juga meminta DPRD Bali bersikap tegas untuk meminta Perpres 51/2014 dicabut. Rindra/Dedy 9 - 15 Februari 2015
11
A KT I V I TA S
MBP/ist
UJIAN TERBUKA - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Rabu (28/1) , menggelar ujian terbuka progam doktor. Salah satu mahasiswa Pascasarjananya, Mujiyono, S.Ag., M.Ag. ujian dengan mengangkat disertasi ‘’Eksistensi Liau pada upacara Tiwah dalam kosmologi Hindu Kaharingan Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah (Kalteng)’’. Setelah memaparkan ringkasan disertasinya tersebut dan menjawab pertanyaan dari panitia penguji terdiri dari 9 dosen yang diketuai Rektor IHDN Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., Mujiyono berhasil meraih predikat cumlude dan berhak menyandang gelar doktor. Setelah meraih gelar doktor dengan predikat cumlude, Mujiyono didampingi keluarga (tengah) foto bersama panitia penguji.
MBP/ist
TENAGA KERJA - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya ikut campur dalam sengkarut tenaga kerja di Bali. Selama ini masalah tenaga kerja merupakan masalah dasar yang dialami dunia industri di Bali. Masalah itu tidak kunjung menemukan titik temu. Selain masalah UMR Bali yang dinilai tidak layak, juga keluhan terhadap maraknya outsourcing di Bali serta perlindungan hukum dan hak-hak dari pekerja Bali yang dirasa masih kurang maksimal. Ini terungkap dalam pidato Senator Wedakarna saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite III DPD RI Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi bersama seluruh jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Se-Bali, termasuk dengan lembaga tenaga kerja se-Bali.
12
9 - 15 Februari 2015
MBP/ist
MERIAH - Puncak HUT ke-62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Rabu (28/1) dilaksanakan secara meriah. Acara syukuran dipusatkan di Aula Yayasan, sementara malam hiburan dipusatkan di Taman Budaya dengan agenda utama kreativitas seni, Layon Sari dan Meet and Greet with Sheila on 7. Puncak HUT ditandai nyurud tumpeng banten dapetan oleh Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, M.S. Chandra Jaya sebagai simbol dan doa agar panjang umur dan mendapatkan segala yang diharapkan. Puncak HUT dihadiri pengurus yayasan dan Putu Karti, istri salah seorang pendiri. Di acara itu juga diserahkan piala dan hadiah bagi pemenang lomba.
MEMUASKAN - Prestasi sangat memuaskan diraih Sekolah Ti n g g i B a h a s a Asing (STIBA) Saraswati Denpasar di bulan pertama 2015. Kedua program studi yang dibuka yakni Prodi Sastra Inggris dan Prodi Sastra Jepang meraih akreditasi B (baik). Ini menunjukkan pemerintah pusat mengakui kualitas input, proses hingga output STIBA Saraswati Denpasar termasuk baik dan berstandar nasional. SK BAN PT ini diterima secara sukacita warga STIBA Saraswati karena mencerminkan juga STIBA Saraswati termasuk perguruan tinggi sehat dan memiliki asas legalitas. Nampak dalam foto Ketua STIBA Saraswati Denpasar, I Komang Sulatra, S.S., M.Hum., dan Dewa Putu Adnyana, S.S. menunjukkan SK BAN PT akreditasi B untuk kedua prodinya.
BISNIS
Lampu Hias Rotan
”Terbang” Hingga Jepang
K
ebutuhan buyer akan produk kerajinan unik berbahan alami tampaknya tetap tinggi. Lampu hias rotan adalah salah satu kerajinan berbahan alami yang permintaannya tetap stabil dari konsumen. Bahkan, saat ini seiring dengan desain yang makin variatif, pangsa pasar lampu rotan makin cerah. Lampu hias rotan kini hadir dengan beragam desain yang unik. Selain unik, sebagai hiasan sekaligus penambah aksen cahaya pada malam hari, lampu hias rotan tampaknya memiliki daya tarik pada bahan alaminya sehingga membuat konsumen luar negeri terpikat. “Buyer luar lebih menyukai kerajinan berbahan alami. Lampu hias rotan sangat diminati, karena cocok sebagai aksen
pada bangunan-bangunan modern minimalis, yang sedang berkembang saat ini,” ujar Handayani, eksportir kerajinan rotan di Jalan By-pass Ngurah Rai. Ia mengaku, mampu menjual lampu hias rotan ke berbagai negara ekspor seperti Jepang, Malaysia, Australia, Amerika, dan Thailand. Hingga saat ini, permintaan lampu-lampu unik tersebut tetap lancar di tempatnya. Dalam sebulan dirinya mampu mengekspor hingga ratusan pcs. lampu rotan. Desain yang terus berkembang dari kerajinan tersebut, kata Handayani, menjadi salah satu keunggulannya. Buyer asing cenderung menyukai produk dengan desain-desain baru, karena akan dijual kembali di negara mereka. “Pelanggan kami sebagian besar adalah pebisnis,
mereka membeli untuk dijual kembali di negaranya,” ujarnya. Selain pasar luar negeri, konsumen di pasar lokal juga tertarik pada lampu hias rotan. Sudiastini, rekan pedagang lain mengungkapkan, konsumen lokal dari kalangan pemilik hunian pribadi, vila, restoran, dan hotel adalah pangsa pasar utama produk tersebut. “Justru ketika pasar ekspor melesu, produk lampu hias lebih banyak dipasarkan di pasar lokal. Bahkan, persentase pembelian konsumen lokal rata-rata melebihi ekspor,” katanya. Ady
Bisnis Bali Info Bisnis di Bali
MBP/ist
BERBENAH - Sebagai satu satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Bangli yang bergerak dibidang perbankkan, PD BPR Bank Pasar Bangli terus berbenah baik dari sisi peningkatan kualitas SDM maupun sarana prasarana insprastrukur pendukung lainnya. Untuk memberikan kenyamanan kerja kepada karyawan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik guna meningkatkan kepercayaan masyarakat khususnya para nasabah, PD BPR Bank Pasar Bangli segera melakukan pembangunan gedung baru. Nampak Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum. didampingi Direktur Utama Bank Pasar Bangli Ir. Made Astawa, Senin (26/1) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru PD BPR Bank Pasar Bangli.
9 - 15 Februari 2015
13
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
SHARING SESSION - BadanPenyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Regional XI mengadakan sharing session dan media gathering pada Jumat (23/1) bertempat di ruang rapat kantor BPJS Regional XI. Dihadiri sejumlah media, Kepala BPJS Kesehatan Regional XI (Bali Nusra), Dr.dr. Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi, AAK., memaparkan tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Nampak dalam foto Peserta sharing session dan media gathering berfoto bersama dengan Dr.dr Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi, AAK, Kepala BPJS Kesehatan Regional XI usai acara.
TAMBAHAN MODAL - Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba Senin (26/1) di sela acara pengenalan pengurus BPR Kanti mengatakan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada UMKM BPR Kanti melakukan penambahan modal setor dan penambahan posisi baru yaitu Direktur Bisnis. Diungkapkannya, tahun 2014 para pemegang saham BPR Kanti telah menyetorkan modalnya 2 kali dalam setahun yaitu pada Agustus 2014 sebesar Rp 3 miliar sehingga modal setor yang semula Rp 7 miliar menjadi Rp 10 miliar dan modal dasar ditingkatkan dari Rp 10 miliar menjadi Rp 25 miliar. Nampak dalam foto Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba (bagian tengah no 3 dari kiri) bersama Direktur Bisnis, Direktur Operasional dan Komisaris BPR Kanti yang baru.
MBP/ist
MBP/ist
PEACE RUN - Di awal tahun 2015 ini, Kabupaten Badung memperoleh kehormatan pertama di kunjungi peserta Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run. Peserta Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run yang terdiri dari 35 perwakilan negara di dunia ini diterima langsung Wakil Bupati Badung, Made Sudiana dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Kompyang R. Swandika beserta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Tjok. Raka Darmawan di Depan Pura Lingga Bhuwana, Pusat pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat (23/1). Nampak dalam foto Wakil Bupati Badung, Made Sudiana terima api obor perdamaian dari Exc. Directur Peace Run Inter National, Mr. Salil Wilson di Depan Pura Lingga Bhuwana.
PALEBON - Keluarga ageng Puri Pemecutan menggelar upacara palebon salah seorang tokoh adat dan budaya Bali, (alm) I Gusti Ngurah Oka Pemecutan di setra Badung, Minggu (25/1). Palebon mendiang IGN Oka Pemecutan yang dikenal sebagai salah seorang perintis Majelis Pembina Desa Adat (MPLA) Bali yang menjadi cikal bakal Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) ini, diyakini sebagai tonggak pemersatuan keluarga besar Puri Pemecutan. Hal tersebut terlihat dari hadirnya ribuan keluarga besar mengantar almarhum ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Dalam plebon tersebut, hadir pula penglingsir Puri Gianyar yang juga Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata.
14
9 - 15 Februari 2015
MBP/ist
UPSUS - Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, S.H., menghadiri pelaksanaan acara Pencanangan Gerakan Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai. Acara dihadiri Komandan Kodim 1623/Karangasem Letkol Arm. Erdi Eka Widjayanto, SIP, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir. I Nyoman Mertha Tanaya, M.Si., Camat Selat I Ketut Mertadina, S.STP, Muspika Kecamatan Selat, seluruh Kepala SKPD terkait, serta krama Subak Uma Desa, Desa Duda, bertempat di Subak Uma Desa, Desa Duda Kecamatan Selat, Jumat (23/1). Wakil Bupati menyambut baik kerjasama di bidang pertanian supaya mempercepat pencapaian swasembada pangan khususnya padi, jagung dan kedelai di Kabupaten Karangasem.
MBP/ist
KETAHANAN PANGAN - Bupati Badung A.A. Gde Agung, Jumat (23/1) lalu menghadiri pertemuan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla beserta Kabinet Kerja dengan para bupati wilayah sebagian Sumatera, Bali, NTB, NTT dan Kalimantan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan dengan presiden dan wakil presiden serta Kabinet Kerja tersebut, Bupati Gde Agung menyampaikan pemaparan tentang prioritas pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Badung di bidang ketahanan pangan, infrastruktur dan perizinan/penanaman modal. Nampak dalam foto Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Wapres Moh. Yusuf Kalla berbincang dengan Bupati Badung A.A. Gde Agung saat menghadiri pertemuan di Istana Kepresidenan, Jumat (23/1) lalu.
MBP/ist MBP/ist
SEKOLAH PILOT - AHA Aviasi Indonesia merupakan satu-satunya marketing resmi di Indonesia dari Sekolah Pilot American Aviation Academy (AAA) yang berlokasi di San Diego California Amerika Serikat. AHA Aviasi juga telah memberangkatkan salah satu muridnya yang bernama Made Abiyoga Pradipta Dharma yang berasal dari Singaraja untuk training pilot di Califonia U.S.A. pada 20 Januari 2015. Saat ini AHA Aviasi sedang mendidik basic aviation knowledge & Flight Simulator Device untuk para calon siswa yang akan menyusul berangkat ke Amerika dalam waktu dekat ini. AAA merupakan sekolah pilot yang sudah berhasil menamatkan banyak siswa internasional dengan standar dan kualitas terbaik di Amerika.
SUKSES GANDA - Program Pasca Sarjana (PPS) Undiknas tahun ini meraih sukses ganda. Pertama jumlah mahasiswa barunya naik tajam. Pada acara welcoming student PPS Undiknas yang dibuka Direktur PPS Undiknas, Prof. Gede Sri Darma, DBA., Jumat (23/1) menerima 48 mahasiswa baru. Dari jumlah itu 54 mahasiswa memilih Prodi Magister Manajemen (MM) yang berubah nama menjadi Undiknas Business School (angkatan 41a dan 41b) dan 14 mahasiswa memilih Prodi Magister Administrasi Publik (MAP, angkatan 32). Setahun PPS Undiknas menerima tiga periode mahasiswa baru. Sukses kedua, Undiknas University termasuk PT sehat dan PTS unggulan. Tahun ini PPS Undiknas sedang mengajukan pembukaan prodi baru yakni Program S-3 Manajemen. 9 - 15 Februari 2015
15
POLITIK
MBP/dok
Suasana bentrok melibatkan ormas di Denpasar. Bentrok ormas kerap terjadi akibat tidak tegasnya penindakan hukum terhadap perilaku anarkis.
Membidik Ormas Anarkis
J
udi sambungan ayam (tajen) di Desa Peliatan, Ubud, Gianyar gaungnya menggema. Bukan karena taruhan bebotoh-nya yang tinggi, melainkan karena adanya aksi premanisme di arena judi. Penusukan terhadap Jero Soli berbuntut. Bentrok susulan pecah di Pejeng, Tampaksiring. Premanisme dengan perilaku anarkis. Ini memperkuat indikasi terjadinya pergeseran perilaku orang Bali di tengah modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi. Jika ditelusuri bentrok antara ormas sudah berulang kali terjadi di Bali. Bentrok ormas ini pun terus berulang dan tak kunjung menuju titik nol. Dendam tampaknya menjadi bagian yang tak terpisahkan. Konflik yang berulang antar ormas ini membuat geram Kapolda Bali Irjen Pol A.J. Benny Mokalu. Ia pun memerintahkan jajarannya di Mapolres Gianyar segera melakukan penertiban serta penanggulangan ormas yang melakukan tindak anarkis. ‘’Kita harus menertibkan mereka (ormas anarkisred) untuk menjaga kamtibmas di Bali khususnya di Gianyar,“ tegas jenderal bintang dua ini. Dijelaskannya, Polri kini menjabarkan program quik win. Program ini merupakan perintah khusus dari Mabes Polri
16
Preman itu kan berasal dari kata Belanda free man, artinya mereka manusia bebas, tapi kita akan membuat mereka mengikuti aturan yang berlaku di suatu daerah
yang ditunjukan untuk memberantas, menertibkan serta menanggulangi preman atau ormas anarkis. “Preman itu kan berasal dari kata Belanda free man, jadi artinya mereka manusia bebas, tapi kita akan membuat mereka mengikuti aturan yang berlaku di suatu daerah,“ ujarnya. Irjen Beny kembali menegaskan, bila para ormas sudah terbukti melakukan tindak pidana, proses hukum harus tetap dilakukan, serta para pelaku yang masih diburu harus secepatnya ditangkap. “Kalau sudah melakukan pelanggaran hukum yang pasti kita proses hukum,” tegasnya. Hal senada disampaikan Kapolres Gianyar AKBP Komang Sandi Arsana terkait kasus keributan antarormas yang terjadi di kawasan lumbung seni Gianyar, bahwa pihaknya akan mengutamakan proses hukum untuk anggota ormas yang sudah terbukti melakukan tindak pidana. Pihaknya mengaku akan lebih optimal menjaga kamtibmas di wilayah Gianyar. Apalagi kawasan tersebut menjadi tujuan utama para wisatawan, sehingga pihaknya berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali sendiri dan para wisatawan. Ngurah
Irjen Pol A.J. Benny Mokalu Kapolda Bali Bentrok Ormas 24 Desember 2012 Bentrok ormas melibatkan Laskar Bali dengan pemuda Padangsambian bersatu. Bentrok ini membuat 7 motor hangus dan dua mobil rusak. 28 Januari 2013 Bentrok antar organisasi masyarakat pecah di Denpasar, Bali. Bentrok akibat kesalahpahaman hingga terjadi perusakan saat massa saling berhadap-hadapan. Bentrokan melibatkan dua ormas besar dan sangat berpengaruh di Bali itu pecah di depan Rumah Sakit Dharma Yadnya, Tohpati, Denpasar, pukul 21.30 wita. 27 Januari 2015 Suasana tenang di Desa Pejeng Gianyar tiba-tiba berubah mencekam, Selasa (27/1). Penyulutnya dua ormas yang beberapa waktu lalu sempat berseteru kini kembali nyaris terlibat bentrok tepat di perempatan Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar.
9 - 15 Februari 2015
16
Bukti Pergeseran Perilaku PERGESERAN perilaku orang Bali terjadinya karena berbagai faktor. Terlalu terbukanya orang Bali menerima pengaruh budaya membuat pergeseran perilaku membuat banyak orang menjauh dari identitas ramah, santun dan berbudaya. Indikasi ini terbaca jelas dengan makin seringnya terjadi konflik antarormas termasuk konflik antara krama Bali. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. I Nengah Duija mengatakan ada lima respons masyarakat terhadap masuknya budaya luar. Di antaranya, langsung mengadopsi budaya luar yang masuk, melakukan adaptasi atau filter dalam waktu lama, revitalisasi atau budaya luar justru membangkitkan semangat kebudayaan di Bali, revitalisasi atau membangkitkan kembali kebudayaan lama, serta resistensi atau perlawanan dengan p g tidak memberikan ruang bagi kebudayaan luar untuk hidup. “Respons masyarakat Bali lebih banyak yang adaptasi, karena ada bermacam gempuran nilai kebudayaan luar. Itu lama-lama juga akan menjadi entitas sendiri dalam kebudayaan Bali,’’ ujarnya. Duija menambahkan, proses adaptasi cenderung membawa dampak negatif bagi Bali. Pasalnya, Bali lambat laun bisa saja kehilangan budaya aslinya. Namun berganti menjadi kebudayaan luar yang sudah kadung diadaptasi sejak lama. “Jelas, kita khawatirnya di situ. Makanya
bagaimana sekarang kekuatan Bali membangun identitas diri melalui agama dan adat ini supaya mereka di satu sisi terjadi gempuran dari luar, di sisi lain justru terjadi penguatan. Oleh karena itu konsentrasi kita di berbagai sektor kehidupan ini memang harus berlandaskan pada apa yang kita sepakati sebagai sebuah nilai dalam kebudayaan Bali,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, ketika sebuah konsep kebudayaan berubah maka nilai orientasinya juga akan berubah. Kalau nilai orientasinya berubah, maka karakter masyarakat juga akan berubah. Saat ini, kata Duija, dalam aspek psikologis masyarakat Bali sudah mengalami perubahan yang signifikan. Misalnya, telah ada perubahan tata nilai dalam hal makan, dalam hal kehidupan, gaya p g y hidup, domestik rumah tangga, dan hubungan sosial. “Jadi jelas itu sudah mulai s berubah, pragmatis dan individualistik sudah pra mulai berkembang, demokrasi yang kebablasan, berkem kriminalitas tinggi, kemudian kejahatan seksual tinggi, aborsi abors juga tinggi itu artinya disitu ada perubahan karakter orang Bali. Ruang ekspresi k kita mulai terbatas, yang dulu masyarakat kita te punya ruang ekspresi yang cukup tinggi, yang cukup luas, cukup representatif, misalnya mereka c sama-sama di balai banjar untuk transformasi sosial kemudian mereka gotong royong, sekarang kemud balai banjar banyak juga yang berubah menjadi lahan bisnis, disitu mulai ruang ekspresi terbatas. Maka gesekan gesek akan semakin kuat, persaingan semakin kuat, kua kontestasi ekonomi semakin luas kelihatan,” paparnya. p Rindra Jelas itu su sudah mulai berubah. Pragmatis dan individualistik individua sudah mulai berkembang, demokrasi yang kebablasan, kriminalitas y tinggi, kemudian kejahatan seksual tinggi, kemu aborsi juga ju tinggi. Itu artinya di situ ada perubahan karakter orang Bali Prof. Dr. I Nengah Duija Rektor IHDN Denpasar
9 - 15 Februari 2015
17
17
PENDIDIKAN
24 Sekolah di Bali Ikuti UN ”Online”
A
da yang berbeda dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Selain UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa, sejumlah sekolah di Indonesia termasuk Bali juga menerapkan UN yang dilakukan secara online atau computer based test (CBT). Untuk di Bali, tercatat 24 sekolah SMP dan SMA/SMK ditunjuk pemerintah pusat untuk melaksanakan UN online yang baru pertama kali dilakukan dan menjadi semacam pilot project ini. “Di Bali ada 24 sekolah yang sudah menyatakan siap melaksanakan CBT atau UN online ini. Kami akan pantau serta cek kesiapan mereka,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali TIA Kusuma Wardhani, belum lama ini. Menurut Kusuma Wardhani, UN online atau CBT ini tidak seperti UN tahun sebelumnya yang menggunakan lembar soal dan lembar jawaban computer (LJK). Dengan UN online ini, siswa langsung diberikan soal UN di masing-masing komputer yang disiapkan pihak sekolah dan menjawab secara online. UN online
18
9 - 15 Februari 2015
ini persis seperti test penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Sehabis mengerjakan soal UN online, siswa langsung bisa mengetahui bagaimana hasilnya. Jadi ini bisa mempercepat proses dan juga tidak perlu menggunakan banyak naskah soal,” katanya. Dari aspek tingkat objektivitas hasil UN, kata dia, pengerjaan UN secara online ini dirasakan lebih transparan dan objektif karena mampu menekan potensi kecurangan siswa. Sebab, soal UN antara komputer satu dengan yang lain berbeda dan tidak ada potensi siswa menyontek. Dengan demikian tidak juga dibutuhkan terlalu banyak pengawas seperti UN tahun-tahun sebelumnya. “CBT atau UN online ini spiritnya bagus sebab ke depan kita semua mesti mengarah ke sana,” ujarnya. Namun, yang perlu mendapat perhatian serius adalah kesiapan sekolah menyiapkan perangkat komputer yang terkoneksi dengan sistem yang ada sehingga jangan sampai pelaksanaan UN online ini malah kacau balau. Karenanya, dalam waktu dekat Disdikpora Bali akan mengkoordi-
nasikan kembali dan mengecek kesiapan pihak sekolah. Jika memang dari 24 sekolah yang ditetapkan ada yang tidak siap, maka jumlah itu akan dikurangi. “Namun jika di luar yang sudah ditetapkan itu ada sekolah yang siap, Disdikpora tentu mempersilakan dan perlu dikoordinasikan lebih awal. Sementara itu, sekolah yang tidak melaksanakan UN online, tetap melaksanakan UN seperti pola tahun sebelumnya dengan lembar soal dan LJK,” ujar Kusuma Wardhani. Untuk jadwal, UN online bagi SMP dilaksanakan pada tanggal 4, 5 dan 6 Mei 2015. Untuk SMA digelar 6 hari pada tanggal 7, 8, 9, 13, 14, 15 April 2015. Sementara untuk UN online SMK pada tanggal 13, 14, 15 dan 16 April. Sedangkan UN biasa pada SMP dilaksanakan pada tanggal 4, 5 dan 6 Mei. Untuk SMA/ SMK digelar pada tanggal 13, 14, dan 15 April. “Nantinya, soal UN online dan UN biasa ini tentu berbeda. Kalau UN dijawab langsung di tempat di komputer kan tidak bisa dilacak,” tandasnya. Widana
Sekolah Jangan Dijadikan Kelinci Percobaan RENCANA pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah menerapkan pilot project Ujian Nasional (UN) online atau Computer Based Test (CBT) di sejumlah sekolah termasuk 24 sekolah di Bali mulai tahun 2015 ini diharapkan tidak sekadar coba-coba. Sekolah-sekolah yang menggelar UN online ini jangan sekadar menjadi kelinci percobaan yang malah merugikan sekolah dan siswa. Karenanya, pihak sekolah harus benarbenar siap terutama menyangkut perangkat komputer dan sistem yang terhubung dengan UN online ini agar tidak malah pelaksanaannya menjadi kacau balau. Demikian disampaikan anggota Komisi IV DPRD Bali yang membidangi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial Wayan Rawan Atmaja, belum lama ini. Ia mengingatkan spirit UN online ini memang bagus agar pelaksanaan UN lebih objektif, transefektif paran, d a n
efisien. Namun, tidak semua sekolah siap dari sisi perangkat sarana prasarananya. Kemampuan siswa menggunakan komputer dan sistem UN online ini juga berbeda -beda, terlebih siswa di pedesaan. Jika memang UN online ini mulai dilaksanakan tahun ini, persiapannya harus matang dan jangan tergesa-gesa. “Jangan coba-coba dulu kalau kita tidak siap dengan UN online itu. Terlebih 24 sekolah SMP dan SMA/SMA di Bali ini hanya sebagaian kecil dari ribuan sekolah di Bali. Perlu dipikirkan kesiapan perangkat sarana prasana dan kesiapan siswa. Kalau siswa di kota kan sudah biasa memakai komputer dan laptop. Tapi siswa kampung, jangankan memakai laptop, sekolah saja nyambi bekerja membantu orang tua,” kata politisi Golkar asal Nusa Dua itu. Dari sisi sis teknis perangkat komputer dan perangkat peranggkat terkait, Rawan berharap juga disiapkan disiappkan dengan baik. Utamanya juga menyangkut menyyangkut listrik. Tentu jika listrik mati,, siswa tidak bisa mengkuti UN online ini dan tentu hal tersebut akan membuat membbuat UN menjadi molor. “Mesti adaa back-up listrik dengan diesel. Sebab, Seebab, bisa saja listrik sewaktu-waktu sewaktu-w waktu mati dan akhirnya UN bisa molor dan amburadul,” m kata Rawann yang sudah dua periode duduk di DPRD Bali itu. D Melihatt berbagai potensi permasalahan akan munn yang cul ini, Komisi I V Koomisi
berinisiatif dalam waktu dekat mengunjungi sekolah-sekolah di Bali yang akan melaksanakan UN online ini guna mengecek sejauh mana kesiapan mereka. “Komisi IV harus turun ke lapangan mengecek kesiapan sekolah dan melakukan koordinasi. UN online ini harus dikawal bersama agar dapat berjalan lancar,” tegasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali TIA Kusuma Wardhani menerangkan UN online atau CBT ini tidak seperti UN tahun sebelumnya yang menggunakan lembar soal dan LJK (Lembar Jawaban Komputer). Dengan UN online ini siswa langsung diberikan soal UN di masingmasing komputer yang disiapkan pihak sekolah dan menjawab secara online. UN online ini persis seperti test penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). “Sehabis mengerjakan soal UN online, siswa langsung bisa mengetahui bagaimana hasilnya. Jadi ini bisa mempercepat proses dan juga tidak perlu menggunakan banyak naskah soal,” kata TIA Kusuma Wardhani. Widana
9 - 15 Februari 2015
19
MANCANEGARA
Pembajakan Misterius Cooper
S
ebuah kejadian misterius terjadi beberapa puluh tahun yang lalu. Pada tanggal 24 November 1971, seorang pria kurus berambut gelap membayar $20 di bandara Portland, Oregon, untuk membeli tiket ke Washington. Dengan jas berwarna gelap, dasi, kaca mata hitam dan penampilan yang sopan, tidak ada yang menyangka bahwa pria ini akan melakukan salah satu kejahatan yang paling misterius dalam sejarah FBI. Pria itu bernama Dan Cooper. Ia berjalan dengan santai memasuki pesawat Boeing 727 milik maskapai Northwest Airlines dan duduk di kursi 18C. Beberapa menit setelah pesawat tinggal landas, Cooper memanggil pramugari bernama Florence Schaffner yang sedang duduk di dekatnya dan menyerahkan sebuah kertas kecil yang terlipat. Schaffner mengira Cooper hanya pria iseng lainnya yang berusaha memberikan nomor teleponnya. Jadi ia menerima catatan tersebut dan langsung menyimpannya ke saku tanpa melihat isinya. Tapi Cooper kemudian membisikan bahwa dia membawa bom. Schaffner tidak mempercayai Cooper begitu saja. Tapi ia segera membuka catatan itu dan membaca tulisan yang tertera disitu. “Aku membawa bom di dalam koperku. Aku akan menggunakannya jika dibutuhkan. Pesawat ini telah dibajak.� Dalam catatan Cooper juga tertulis kalau ia menginginkan uang sebanyak $200.000 dalam pecahan $20 dan dua parasut utama beserta dua parasut cadangannya dikirim ke pesawat ketika mendarat di
bandara Seattle-Tacoma, Washington. Pilot William Scott yang menerima catatan itu kemudian segera menghubungi pusat pengendali udara di Seattle yang kemudian segera meneruskan pesan itu ke polisi dan FBI. FBI lalu meminta para kru pesawat menuruti keinginan sang pembajak. Sementara itu Cooper duduk dengan tenang di dalam pesawat sambil menikmati minuman ringan. Pada pukul 17:24, kru pesawat diberitahu bahwa permintaan Cooper telah dipenuhi. Ketika pesawat mendarat di bandara SeattleTacoma, Cooper segera memerintahkan pilot Scott untuk memarkir pesawat di tempat sepi di bandara dan mematikan semua lampu. Seorang kru pesawat kemudian diperintahkan untuk mengambil uang beserta parasut dari tangan FBI. Setelah uang dan parasut sampai ke tangan Cooper, seluruh 36 penumpang dan pramugari Schaffner dilepaskan. Hanya empat orang kru pesawat yang sekarang ada bersamanya. Hingga saat itu, para petugas FBI masih tidak mengerti mengapa Cooper meminta parasut. Pada pukul 19:40, ketika pesawat telah diisi kembali dengan bahan bakar, Cooper memerintahkan pilot untuk menerbangkan pesawat menuju bandara Reno. Di sana pesawat kembali diisi dengan bahan bakar. Lalu Cooper memerintahkan pilot untuk menerbangkan pesawat ke arah Meksiko. Pada saat itu juga otoritas terkait telah memerintahkan dua pesawat tempur mengikuti pesawat yang diba-
jak. Di sinilah legenda Cooper dimulai. Tidak lama setelah take off, Cooper menyuruh semua kru untuk masuk ke kokpit pesawat sedangkan ia mengikat parasut ke tubuhnya dan berjalan menuju buritan pesawat. Di dalam kokpit, para kru melihat lampu indikator menyala dan tekanan udara berubah dengan drastis. Tepat pada pukul 20:13, mereka merasakan pintu di buritan pesawat bersuara dengan keras. Seseorang sepertinya telah membukanya! Cuaca di luar pesawat saat itu hujan lebat. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi setelah itu sebab para kru tetap berada di kokpit. Dua jam setelah peristiwa itu, pesawat itu mendarat kembali di bandara Reno dengan kondisi pintu buritan terbuka. Para agen FBI dan polisi lokal segera mengepung dan menyerbu masuk serta memeriksa semua sudut pesawat. Mereka menemukan sisa dua parasut, puntung rokok, sepotong dasi hitam dengan penjepitnya. Mereka tidak menemukan Cooper, koper berisi uang dan dua parasut lainnya. Para agen FBI berkesimpulan bahwa Cooper telah terjun dari pesawat. Namun, para pilot pesawat tempur yang mengikuti pesawat itu mengaku tidak melihat adanya seseorang yang terjun dari pintu buritan. Tapi mereka juga mengakui bahwa cuaca yang gelap dan hujan lebat mungkin telah membuat pandangan mereka menjadi terbatas. Pencarian terhadap Cooper terus dilakukan k pada tahun 1971 hingga tahun 1972. Namun usaha itu sia-sia. Cooper menghilN ang an seperti ditelan bumi. Lalu, pada tahun 1980, Jejak yang mulai mendingin kembali menghangat setelah sem orang anak laki-laki bernama Brian Ingram or menemukan uang sejumlah $5.880 dalam m bentuk pecahan $20 yang telah hancur di b sungai Columbia. FBI menemukan nomor su seri se uang tersebut sama dengan yang telah diserahkan ke Cooper. d Apakah ini berarti Cooper tenggelam di d sungai Columbia? Ataukah seikat uang itu it hanya terlepas dari ransel Cooper? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak pernah P mendapat jawaban yang pasti. m Gugiek Savindra
20 20
9 - 15 Februari 2015
Polisi Perang Lawan Mafia KEPOLISIAN Italia melancarkan perang terbuka terhadap para mafia yang paling berpengaruh di negara itu. Sedikitnya 163 orang telah ditangkap polisi di beberapa kota. Sebagian besar penangkapan dilakukan di Italia bagian utara, tempat kelompok Ndrangheta berkembang dalam beberapa tahun belakangan, yang mendominasi perdagangan kokain di kawasan Eropa. Jaksa Wilayah Bologna, Roberto Alonso, dalam konferensi persnya menjelaskan, 40 orang ditangkap di wilayah Calabria, yang merupakan kampung halaman Ndrangheta, Italia selatan, dan 117 orang ditangkap di kawasan utara Italia, yang lebih makmur secara ekonomi. Pihak kepolisian selama ini menganggap Ndrangheta sebagai kelompok mafia yang paling berpengaruh di Italia, diikuti oleh Cosa Nostra di Sisilia dan Camorra di Napoli. Operasi penangkapan para mafia itu mendapat pujian dari Jaksa nasional untuk Kejahatan Mafia Franco Roberti. Ia mengatakan penangkapan itu sebagai hal yang bersejarah dan tidak pernah terjadi sebelumnya. “Ini merupakan langkah yang
mengesankan dan menentukan melawan mafia di utara. Kelompok itu telah berakar sangat dalam dan merupakan organisasi kriminal yang berbahaya,” kata Franco Roberti. Belakangan ini, aparat keamanan Italia meningkatkan operasi untuk memberantas kejahatan. Pekan lalu, polisi menangkap 31 orang di Roma terkait dengan dugaan perdagangan narkoba. November lalu, puluhan orang ditangkap di Milan dan sekitarnya dengan tuduhan antara lain pemerasan. Dengan pendapatan senilai 53 miliar Euro (Rp 836 triliun), Ndrangheta menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan Deutsche Bank dan McDonalds digabungkan, menurut hasil penelitian sebuah lembaga lokal. Lembaga riset Demoskopika meneliti sumber-sumber pandapatan sindikat kriminal internasional itu, termasuk perdagangan narkoba senilai 24,2 miliar Euro dan bisnis pembuangan sampah ilegal senilai 19,6 miliar Euro. Jika ditotal, penghasilan kelompok mafia ini setara 3,5% PDB Italia tahun lalu, menurut laporan tersebut, yang
menganalisa dokumen-dokumen dari Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian Italia, komisi anti-mafia di parlemen dan gugus tugas nasional anti-mafia. Kelompok Ndrangheta diduga memiliki 400 tokoh kunci di 30 negara, namun aktivitas yang sebenarnya diperkirakan melibatkan 60.000 orang di seluruh dunia. Pemerasan dan bisnis simpan pinjam menghasilkan 2,9 miliar Euro, sementara penggelapan menghasilkan 2,4 miliar Euro dan perjudian 1,3 miliar Euro. Bisnis lain termasuk perdagangan senjata, pemalsuan barang dan penyelundupan manusia yang relatif kurang menguntungkan, dengan total pendapatan kurang dari 1 miliar Euro. Nama Ndrangheta berasal dari bahasa Yunani yang berarti semangat atau kesetiaan. Kelompok ini memiliki struktur klan yang ketat sehingga sulit untuk ditembus. Dengan jaringan yang beranggotakan ratusan keluarga kriminal, Ndrangheta disebut-sebut jauh lebih ditakuti dan lebih misterius dibandingkan kelompok mafia Sisilia. Gugiek Savindra 9 - 15 Februari 2015
21
DAERAH
Galian C A Ancam Pura Dalem Selaungan
22
9 - 15 Februari 2015
ktivitas galian C di Desa Songan Kintamani seakan menjadi persoalan yang paling sulit dituntaskan Pemerintah Kabupaten Bangli. Meski pemerintah telah mengeluarkan moratorium penghentian galian, namun aktivitas yang berlangsung sejak puluhan tahun itu masih jalan terus. Bahkan karena semakin tak terkendali, aktivitas penambangan yang ada di Banjar Dalem tepatnya di sekitar areal Pura Dalem Selaungan malah mengancam keselamatan pura setempat. Pura yang awalnya berada di atas bukit kini dikelilingi jurang-jurang bekas galian. Kondisi ini pun memicu keresahan para pengempon pura setempat. Sebagaimana yang disampaikan pangempon Pura Dalem Suci Selaungan, Wayan Gede Parwata didampingi Wayan Darmayuda aktivitas galian di atas tanah pelaba yang dikuasai oknum warga itu terjadi sejak 2011 lalu. Awalnya, aktivitas galian hanya dilakukan oleh satu orang, namun lama-kelamaan jumlah penggali di dekat areal Pura Dalem Suci Selaungan terus bertambah hingga kini sebanyak sembilan orang. Bahkan aktivitas penggalian tidak lagi hanya dilakukan dengan cara konvensional, melainkan dengan memanfaatkan alat berat. Parwata mengakui, sejak awal keberadaan aktivitas galian tersebut, pihak pangempon pura sebenarnya sudah sempat menyampaikan keberatan. Jalan mediasipun sudah dilakukan beberapa kali dengan harapan dapat menghentikan aktivitas tersebut. Parwata mengatakan, saat mediasi berlangsung, pihak penggali selalu memberikan jawaban iya. Akan tetapi kesanggupannya untuk menghentikan aktivitas galian itu tidak pernah terwujud. Hingga kemudian, pada 5 April 2014 lalu, mediasi dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat, camat serta pihak kepolisian kembali digelar. Dalam mediasi tersebut, disepakati bahwa aktivitas galian C hanya boleh dilakukan dengan batas maksimal 30 meter dari areal pura. Akan tetapi, dalam perjalanannya lagi-lagi kesepakatan tersebut dilanggar pihak penggali.
Bupati Hentikan Penambangan
Penambangan dengan alat berat terus terjadi hingga membentuk jurang-jurang yang nyaris mengelilingi areal pura. “Jarak yang tersisa dari areal pura dengan galian tak lebih dari 26 meter,� terangnya. Meski terus dilanggar, upaya mediasi kembali dilakukan. Dalam mediasi yang kesekian kalinya tersebut, kembali disepakati bahwa batas maksimal penggalian tak lebih dari 30 meter, sebagaimana kesepakatan yang dibuat sebelumnya. Namun tak berselang lama, saat pihak pengempon yakni Nyoman Pariarta dan Wayan Gede Arisupadma melakuan pengukuran di lokasi dengan menggunakan tali dan patok, tiba-tiba oknum warga yang diketahui merupakan salah seorang pemilik galian mendatangi keduanya dan melakukan pengancaman dengan bambu. Alhasil, kedua orang pengempon pura tersebut lari untuk menyelamatkan diri. Adanya ancaman tersebut, pihak pengempon akhirnya memilih untuk menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polres Bangli. Sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut, petugas kepolisian dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Sukanada langsung turun mendatangi lokasi penggalian dan memerintahkan para penggali untuk menghentikan aktivitasnya. Swasrina
PROTES yang disampaikan pihak pangempon Pura Dalem Suci Selaungan melalui Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) perihal perusakan lingkungan ditanggapi Bupati Bangli Made Gianyar. Secara tegas, Bupati akhirnya menyatakan menghentikan segala aktivitas penambangan pasir yang selama ini berlangsung di sekitar lingkungan Pura Dalem Selaungan, Desa Songan, Kintamani. Untuk menghentikan aktivitas itu, Bupati pun meminta jajarannya, serta pihak kepolisian baik Polda Bali maupun Polres Bangli untuk membantu menuntaskan persoalan pertambangan liar yang mengancam keberadaan dan kesucian Pura Dalem Selaungan. Pernyataan penghentian aktivitas penambangan pasir tersebut disampaikan langsung Bupati Made Gianyar di hadapan pihak pangempon pura saat acara sosialisasi dan mediasi yang digelar di Gedung BMB Setda Bangli belum lama ini. Pada kesempatan tersebut Bupati Made Gianyar pada intinya menampik adanya tudingan yang menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangli sama sekali tidak melaksanakan pengawasan maupun pembinaan terhadap para penambang liar. Bupati juga menampik adanya tudingan yang menyebutkan dirinya melakukan pembiaran terhadap aktivitas galian pasir yang mengancam keselamatan pura setempat. Tak hanya itu saja, di hadapan pihak pangempon pura, Made Gianyar membantah telah melanggar surat edaran (SE) Gubernur Bali nomor 604.1/1526/ESDM. DPU perihal pertambangan tanpa izin di kawasan Kaldera Batur Kintamani dan surat edaran (SE) Bupati Bangli No.545/756/SDA tentang pertambangan mineral bukan logam dan batuan. Bupati mengklaim pihaknya di pemerintahan selama ini telah melakukan langkah-langkah konkret yang bersifat preventif dalam mengendalikan, membina dan mengawasi kegiatan pertambangan liar yang ada di kawasan Kaldera Batur. Mulai dari tidak pernah menerbitkan izin penambangan pasir, menggelar rapat koordiasi penertiban dan pengendalian pertambangan hingga
melakukan konsultasi dan koordinasi ke Dirjen Minerba Kementerian ESDM di Jakarta. Walaupun hasil dari upayanya itu diakui Gianyar tidak signiďŹ kan dalam menghentikan pertambangan karena beberapa alasan, permasalahan, tantangan dan keterbatasan kemampuan aparat yang ada. “Jadi selama ini kami tidak pernah membiarkan dan melanggar SE Gubernur Bali. Apalagi melindungi kegiatan pertambangan tanpa izin yang telah mengakibatkan kerusakan lingkungan,â€? terangnya. Untuk menghentikan aktivitas pertambangan di sekitar areal Pura Dalem Selaungan, Bupati pun meminta jajarannya dalam hal ini Satpol PP maupun dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti perintahnya tersebut. Khusus untuk Dinas Perhubungan, Bupati meminta jam operasional truk pengangkut material galian yang selama ini diterbitkan dalam sebuah peraturan dapat kembali diefektifkan. Menanggapi apa yang disampaikan Bupati, Tim LABHI atas nama pengempon Pura Dalen Selaungan minta agar komitemen bupati untuk menghentikan aktivitas pertambangan di sekitar Pura Dalem Selaungan tersebut bisa dituangkan dalam media hitam di atas putih. Sehingga ada kejelasan dalam meproteksi keberadaan Pura tersebut. Selain itu, LABHI juga meminta Bupati agar memerintahkan langsung Camat, Perbekkel setempat, Satpol PP maupun Dinas Perhubungan untuk bisa mengawal komitmen tersebut. Termasuk meminta aparat penegak hukum melakukan tindakan apabila masih ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan pihak penggali. Sementara itu anggota DPRD Bangli asal Desa Songan Kintamani Made Joko Arnawa berharap sikap tegas yang dilakukan Bupati Bangli tersebut bisa memberi keadilan bagi kedua pihak, baik pihak pengempon pura maupun pihak penggali. Setelah dilakukan penghentian penggalian, Bupati juga diharapkan dapat memikirkan kelanjutan nasib pihak penggali yakni dengan mencarikan solusi pekerjaan pengganti bagi mereka. Swasrina 9 - 15 Februari 2015
23
K E S E H ATA N
Penyakit Kusta
Menular tapi Tak Mudah Menular
P
ada zaman dahulu, kusta adalah penyakit sangat menakutkan. Karena itu, penyakit kusta ini begitu ditakuti masyarakat Indonesia terutama di Bali. Pasalnya penyakit kusta tersebut dapat memberikan dampak mengerikan bagi penderita. Efek yang ditimbulkan dari kontraktur yaitu hilangnya jari-jari tangan hingga bagian kaki penderita bisa bernasib sama. Sudah pasti, hal ini memberikan stigma mengerikan bagi masyarakat. Kenyataan itu membuat penyakit ini sangat ditakuti masyarakat. Namun hal tersebut tidaklah akan terjadi, apabila penderita segera mengobati dirinya ke pelayanan kesehatan terdekat. “Kusta adalah penyakit menular namun paling tidak menular,” terang Prof. Dr. dr. Made Swastika Adiguna, Sp. KK, Kepala Bagian Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah, beberapa hari lalu. “Kusta juga bukan penyakit keturunan,” tegasnya. Kusta memang penyakit menular, namun penularannya tidak mudah. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang tertular penyakit tersebut. Penyebab penyakit kusta adalah mycobacteriym leprae. Kuman tersebut berada di hidung dan dapat ditularkan melalui
24
9 - 15 Februari 2015
udara alias airbone infection. Kuman kusta tersebut bertebaran di udara. Ketika dihirup seseorang, maka orang tersebut rentan terkena kusta, terutama pada anak-anak. “Kumannya ada di hidung, kemudian orang tersebut melakukan kontak yang erat dengan penderita secara terus menerus, maka hal itu bisa menyebabkan tertular,” jelasnya. Berangkat dari hal inilah, mitos kusta yang merupakan penyakit keturunan dapat ditepis. Ia pun berbagi pengalamannya ketika menangani pasien kusta. Kebetulan yang menderita kusta itu adalah seorang ibu. “Ibunya menderita kusta. Tetapi anaknya tidak begitu parah,” ujarnya. Beberapa faktor lain juga mempengaruhi penularan penyakit lain mengingat kumannya bertebaran di mana-mana. Mekanisme sebarannya, jika kuman kusta itu terjangkit pada seseorang, ketika imunitas orang itu menurun, maka orang itu bisa tertular penyakit kusta itu. Penyakit kusta ini berkembang dari fase ke fase. Ia kembali menegaskan penyakit kusta hanya bisa ditularkan oleh orang yang menderita penyakit kusta terbuka. Hal itu karena kumannya lebih banyak daripada
penyakit kusta tertutup. Penyakit kusta ini memiliki masa inkubasi 5-15 tahun. Jika seseorang terinfeksi virus mycobacteriym leprae, maka 5-10 tahun mendatang baru orang tersebut menunjukkan gejala-gejala penyakit kusta itu. Cittamaya
Pengobatan Kusta
Terlambat Berarti Cacat GEJALA Kusta yang muncul biasanya, terjadi kelainan pada kulit menjadi kemerahan. Kulit berwarna putih mirip panu, namun tidak bersisik dan kering. Terjadi bentol-bentol jika ditusuk tidak terasa karena mati rasa. Selain itu penebalan saraf yang menyebabkan rasa nyeri. Kedua tangan mati rasa lantaran saraf sudah terjangkit. Akibatnya, tangan menjadi kaku. Pada stadium lanjutan, muncul gejala alis menghilang. Wajah memerah seperti singa. Bahkan terjadi kontraktur yaitu hilangnya jari-jari tangan dan kaki. Akibat saraf menyerang, terjadi penyusutan dan mengecil organ tubuh. Pada penyakit kusta fase lanjut menyebabkan terjadi kecacatan, kerusakan saraf dan kulit. Di samping itu kelenjar
getah bening bisa terganggu. Penyakit kusta ini bukan akhir segalanya. Penyakit kusta dapat disembuhkan, jika si penderita itu sesegera mungkin melakukan pengobatan. Namun bila terlambat mendapat penanganan, kecacatan bisa saja terjadi. Namun hal tersebut berlaku bagi penderita kusta terbuka. Biasanya penyakit kusta identik dengan masyarakat miskin. Alasannya, karena kurangnya menjaga kebersihan. Selain itu pada populasi penduduk padat penyakit kusta ini dapat menjangkiti masyarakat. “Di Bali masih ada kantong-kantong wilayah yang rentan terjangkit penyakit kusta,” ungkapnya. Pasien itu dinyatakan sembuh, jika telah berhenti mengkonsumsi obat-obatan.
Cara mencegah penyakit kusta menular, adalah dengan mencari secara aktif penderita kusta baru. Kemudian dilakukan pengobatan sehingga kuman-kumannya dapat mati. Metode lainnya, menjaga kesehatan secara umum agar tidak mudah terserang kuman penyakit kusta ini. Pengecekan seseorang yang dicurigai kusta, dilakukan dengan menusuk cuping telinga, “Dari tusukan telinga itu dicari serumnya,”. Orang yang sudah menunjukkan gejala kusta, baru bisa teridentifikasi penyakitnya. “Tetapi, jika masih dalam masa inkubasi, maka penyakitnya belum dapat dapat terdeteksi,” pungkasnya. cittamaya
9 - 15 Februari 2015
25
LENSA
Tradisi T Trad Tr rad a is isii ng ngel ngelawang elaw el wan ang me m merupakan eru rup pak pa akan kan kegi k ke kegiatan egiat giia attan an yang dilakukan untuk menolak bala dan penyakit. Umumnya kegiatan dengan menarikan barong bangkung ini digelar secara berpindah-pindah sehari setelah hari raya Galungan. Meski tradisi ini makin jarang dilakukan, nampak dalam foto, anakanak sedang berada di pantai melakukan tradisi ngelawang.
MBP/Gn Prana Jagannatha
OLAHRAGA
Suksesi Kepemimpinan
T
ak berbeda dengan badan sepak bola dunia FIFA, cabang olah raga atletik juga menghadapi suksesi kepemimpinan di tubuh lembaga itu, IAAF. Agustus mendatang pemimpin baru akan menggantikan Presiden Lamine Diack yang telah memimpin institusi itu selama 16 tahun. Tokoh yang mencalonkan diri adalah Sergei Bubka. Pria yang dikenal sebagai legenda loncat galah itu resmi mencalonkan diri. Dia akan bersaing dengan Sebastian Coe untuk menggantikan Diack yang kini telah berusia 81 tahun. Diack memimpin IAAF sejak 1999 dengan menggantikan Primo Nebiolo. Ia telah menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi pada kongres IAAF di Beijing Agustus mendatang seperti dilaporkan Associated Press. Bubka menjelaskan pencalonannya ini dikarenakan ada dorongan untuk memberikan kembali kesuksesan yang telah dia dapatkan di dunia atletik sepanjang kariernya sebagai olahragawan. “Untuk meyakinkan bahwa dunia atletik dan lembaga yang memimpinnya adalah kelas dunia dan menjadi contoh
bagi yang lainnya tentangg bagaimana nsi dan etika pemerintahan, transparansi diterapkan,” kata Bubka yang mantan anggota dewan IAAF sejak ak 2001 dan Wakil Presiden lembaga ituu pada 2007. Bubka menikmati masa sa kejayaan dengan menciptakan 35 rekor dunia dan menyumbang sebuah medali emas untuk Uni Soviet pada 1988. 88. Dia juga mengoleksi 6 gelar juara dunia secara berturutan pada 1983 hingga gga 1997 dan tiga diantaranya dipersembahkan bahkan untuk negaranya : Ukraina. Rivalnya sejauh ini hanyalah yalah Coe. Mantan pelari jarak menengah Inggris dan juara Olimlimpiade itu, sukses menjadi ketua etua panitia pelaksana Olimpiade iade 2012 London. Coe telah menyatakan pencalonannya sejak November ember tahun lalu. Ia menjanjikann akan menarik banyak anak-anakk muda masuk dalam dunia olahraga aga dan mengikis habis ancaman doping yang merusak sportivitas.
Sergei Bubka saat berlaga di Kejuaraan Atletik di stadion Ullevi, Gothenburg, Swedia pada 11 Agustus 1995.
Yudi Winanto
Gembira Meski Kalah GAGAL mencapai semifinal Australia Terbuka, tidak membuat kecewa Kei Nishikori. Petenis Jepang peringkat 5 dunia itu mengaku tak ada yang salah dengan kegagalannya karena kerja keras telah dilakukan hingga terhenti di babak perempatfinal. Petenis berusia 25 tahun itu menjadi harapan baru Asia setelah keberhasilannya mencapai babak final AS Terbuka 2014. Namun, Nishikori tak mampu melewati hadangan sang juara bertahan Stan Wawrinka sebelum mengakui keunggulan lawannya dari Swiss itu dengan skor 6-3, 6-4, 7-6 (6). Ini berarti dia mengulang penampilannya di Melbourne Park pada 2012 yang juga terhenti di babak perempatfinal. Dia menyadari penampilannya tidak menurun dan masih adanya kesempatan untuk memperbaiki diri. DI AS terbuka tahun lalu, dia menyingkirkan Wawrinka di perempatfinal sebelum menciptakan kejuatan dengan menggulung-
28
9 - 15 Februari 2015
kan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic di semifinal. Sayangnya di partai puncak, dia harus kehebatan petenis Kroasia Marin Cilic. “Ini bukan pekan yang buruk,” katanya yang tetap memandang positif kekalahan itu setelah 10 hari berlaga di grand slam awal musim. “Tidak mudah mencapai babak perempatfinal di turnamen selevel grand slam. Tapi saya harus melakukan itu semua, memainkan semua pertandingan, begitu banyak pertandingan di grand slam ini,” kata petenis kelahiran Matsue, Prefektur Shimane dan berguru di pusat pelatihan tenis IMG Academy Florida arahan Nick Bollettieri. Seperti dituturkan kepada Reuters, dia mengaku tegang setelah dikalahkan Wawrinka di set pertama dan kedua. Namun di set penentuan justru menemukan keyakinan diri dan tampil dengan relaks. Yudi Winanto
Mobil Lama TIM Formula 1 Force India tak mau terburu-buru mengeluarkan mobil barunya untuk musim balapan 2015 meski waktunya terbatas. Ada tahapan sebelum mobil tersebut secara resmi digunakan oleh Sergio Perez dan Nico Hulkenberg sebelum dipakai di seri pembuka di Australia 15 Maret. Usai meluncurkan corak dan eksterior mobil di Museum Soumaya, Mexico City, tim tersebut baru akan menggunakan mobil baru VJM08 pada sesi kedua dan ketiga uji coba pra musim di Barcelona 19-22 Februari dan 26 Februari - 1 Maret. Sementara untuk ujicoba pertama di Jerez, Spanyol, tim yang bermarkas di Silverstone itu akan mengunakan mobil lama namun dengan beberapa bagian komponen baru. “Kami memutuskan akan menggunakan mobil lama (2014).
Kesempatan untuk belajar terbatas jadi fokus diarahkan ke Barcelona,� isi pengumuman tim di jejaring sosial Twitter, seperti dikutip Reuters. Musim lalu, tim yang dipimpin oleh Vijay Mallya, menempati peringkat ke-6 di klasemen konstruktor. Optimisnya dilontarkan Mallya yang menyebutkan target kemenangan dicanangkan musim ini. “Kami berharap bisa mencapai podium pada musim ini,� jelas Mallya didepan mobil dengan corak keperakan di bagian atas dan hitam oranye di sisi kanan kiri. Sederet tim mempublikasikan mobil baru atau penampilan luar kendaraan andalannya sepanjang akhir Januari. Selain Force India, tim lainnya adalah Ferrari, McLaren, Sauber, Toro Rosso, Red Bull dan juara dunia Mercedes. Namun sebagian diantara juga mengikuti jejak Force India yakni menggunakan mobil lama dengan komponen baru dalam sesi uji coba di Jerez. Mobil baru mereka baru diuji coba di Barcelona. Yudi Winanto
MBP/ap
Penampilan luar mobil Formula 1 Force India saat diluncurkan di Mexico City bersama kedua pembalapnya Sergio Perez (depan) dan Nico Hulkenberg. 9 - 15 Februari 2015
29
OLAHRAGA
Amadeus Minta Dukungan Masyarakat BILA dilihat sepintas, tidak ada yang percaya bahwa Amadeus Suropati lahir dan besar di Bali. Namun, pria ini ternyata benar-benar terlahir di Pulau Dewata tepatnya di Kuta, Badung. Sebelum menjadi pemain sepak bola profesional dan bersinar di luar negeri, ia pernah memperkuat Persekaba Badung U-16 dan Porda Badung U-23. Putra pasangan Sukamanto dan Geneviene Mckenzie ini kini kembali ke tanah kelahirannya untuk membela Bali United Pusam (BUP) berlaga di Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Amadeus minta masyarakat pencinta bola di Pulau Dewata meluangkan waktunya mendukung BUP saat berlaga di Stadion Wayan Dipta, Gianyar mulai 21 Februari mendatang. “Saya minta dukungan dari semeton Bali dalam setiap pertandingan yang saya lakoni. Saya ingin sekali memberikan yang terbaik bagi masyarakat di sini karena saya lahir dan besar di Bali,’’ ungkapnya menggunakan bahasa campuran Bali dan Indonesia di Denpasar pekan lalu. Menurut dia, tanpa suport dari penonton maka BUP bakal sulit meraih hasil maksimal di ajang ISL. Penonton merupakan pemain ke-12 yang sangat besar kontribusinya untuk kesuksesan sebuah tim. Apalagi BUP bakal bersaing melawan 19 kesebelasan dalam kompetisi panjang dan melelahkan nanti. Di antara klub-klub tersebut termasuk tim-tim besar seperti Persib Bandung, Arema Cronus Indonesia, dan Persipura Jayapura. Di sisi lain, Amadeus akan terus berusaha menunjukkan penampilan terbaiknya di hadapan pelatih Indra Sjafri agar bisa menembus skuad inti BUP. Kesempatan itu terbuka lebar mengingat sampai saat ini BUP masih dalam proses pembentukan tim definitif. ‘’Saya sendiri bakal bersaing di posisi gelandang serang,” katanya. Amadeus sebelumnya bermain di tim-tim luar negeri dan dalam negeri. Ia sempat membela Gianni Oddone Torino U-17 (Italia), Canberra City (Australia), Brandon Park Sahagian (Australia/ FW1), Forrestfield United (Australia), CN Canning International (Australia), Brunswick City (Australia), HSBC Lions (Singapura), Deltras Sidoarjo, PSIM Yogyakarta U-18, Arema Malang (IPL), Porda Badung U-23, Persekaba Badung U-16, dan terakhir mengantarkan Pusamania Borneo FC meraih gelar juara Divisi Utama Liga Indonesia sekaligus promosi ke ISL. MBP/nan
Amadeus Suropati
30
9 - 15 Februari 2015
Eka Parananda
Bali Terlibat di Djarum Superliga ATLET dan pelatih bulu ulu tangkis Bali tidak hanya menjadii penonton dalam Djarum Superliga Badminton 2015 yang berlangsung di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 25 Januari uari hingga 1 Februari lalu. Dua wakil tuan rumah terlibat dalam ajang bulu tangkis angkis bertaraf internasional itu. Mereka adalah Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Made Chandra dra Berata. Mahadewi merupakan satu-satunya tu-satunya pemain asal Bali yang berlaga ga pada kejuaraan antarklub tersebut. Ia bermain di ganda putri berpasangan an dengan Meiliana Jauhari membela klub Suryanaga Surabaya. Sementara ra Chandra Berata melatih tim putri klub Gifu Tricky Panders, Jepang. Mahadewi lahir di Kediri, ri, Tabanan, 12 September 1994 lalu. Ia berlatih bulu tangkis di klub Dewarra, a, Tabanan, sejak duduk di bangku kelas las III SD. Suryanaga menariknya selepas epas mengikuti turnamen di Jember (Jawa awa Timur), saat duduk di bangku kelas II SMPN 2 Tabanan. Gadis ini kemudian dian melanjutkan pendidikan di SMP Mardi Siwi, SMA Practica, dan sekarangg kuliah di FH Unitomo, Surabaya. Bakatnya yang menonjol njol membuat Pengurus Besar ar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) memboyongnya ke Jakarta. Putri keempat pasangan Nengah Subagia ia dan Ni Nengah S. Kartini menenjalani pelatnas sejak Januari ari 2014. Mahadewi tetap fokus us di nomor ganda berduet denngan Anggia Shitta Awanda. a. Sebagai anggota pelatnas, ia diandalkan Jatim pada PON N XIX/2016 di Jabar. Sementara itu, Chandra ra Berata melatih di Jepang seejak 2003, setelah dua tahun un sebelumnya menukangi tim m nasional Kamboja. Pria kelaahiran Buleleng, 20 Juli 19677 ini bertugas di negara Saku-ra karena ditunjuk langsungg
oleh PB PBSI. Salah satu hasil polesan suami Susi Endrawati Anggreni ini adalah Gotoai yang memperkuat tim nasional Jepang di Piala Uber. M a n tan pebulu tangkis andalan Buleleng dan Bali itu menyampaik a n pesan
khusus kepada atlet di daerah ini yang bertanding di luar daerah. Menurutnya, pemain harus didampingi pelatih, bukan pengurus, sebab pelatih yang paling tahu kemampuan atlet di lapangan. Chandra Berata juga mengharapkan tidak diberlakukan pembatasan usia atlet bulu tangkis pada Porprov Bali 2015 di Buleleng. Ia meminta hal ini demi ketat dan berkualitasnya pertandingan untuk kemajuan prestasi bulu tangkis Bali. Mawa
9 - 15 Februari 2015
31
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
KETUA BARU - Berdasarkan hasil musyawarah unit kerja dan hasil penghitungan suara ditetapkan I Ketut Pasek Arianta dari Front OfďŹ ce Departement terpilih sebagai ketua baru pengurus unit kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par) Unit Hotel Amankila untuk periode tahun 2015-2018. Kepengurusan ini nantinya akan menjadi perpanjangan tangan dari pekerja untuk menyampaikan aspirasi kepada manajemen. Pada pelantikan di Hotel Amankila, Ketua Pimpinan Cabang FSP Par Kabupaten Karangasem, I Ketut Tinggal memimpin pembacaan Panca Prasetya yang diikuti oleh seluruh pengurus unit kerja baru periode 2015-2018. Nampak dalam foto Ketua Pimpinan Cabang FSP Par Kabupaten Karangasem, I Ketut Tinggal melantik PUK FSP Par Unit Hotel Amankila.
RDP - Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III berinisiatif mengumpulkan stakeholder kesehatan di Bali menjelang Rapat Kerja DPD RI dengan Menteri Kesehatan RI di Jakarta. Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar di Kantor Dinkes Prov. Bali yang dipimpin dr. IGN Ketut Suarjaya dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Se-Bali, perwakilan Rumah Sakit Negeri dan Swasta, IDI Bali dan organisasi kesehatan. Dr. Wedakarna menyatakan di Bali dengan adanya sistem subsidi baik pusat dan daerah, sudah seharusnya tidak ada lagi penolakan pasien tidak mampu di seluruh rumah sakit negeri dan swasta.
MBP/ist
MBP/ist
RAT - Koperasi Swadana Arta yang berdiri sejak 2 Februari 2008 dengan badan hukum BH No. 02/BH/XXVII.8/2008 menggelar acara Rapat Akhir Tahun (RAT), Minggu (25/1) di Balai Banjar Juntal Desa Kaba-kaba. Setelah hampir 7 tahun berdiri, koperasi yang bergerak di bidang simpanpinjam ini terus mengalami pertumbuhan sebanyak 20 persen setiap tahunnya. Manager Koperasi Swadana Arta, Ni Ketut Indrawati memaparkan Koperasi Swadana Arta saat ini memiliki anggota 173 orang. Koperasi ini sebagian besar melayani simpan pinjam bagi para anggotanya yang bekerja sebagai petani maupun tukang. Nampak dalam foto Pemenang hadiah utama deposito berjangka Koperasi Swadana Arta, Ni Ketut Muriathi mendapatkan satu unit sepeda motor.
BANTUAN - Pemerintah Kabupaten Badung memberikan bantuan ke penyandang Disabilitas yang diutamakan kepada para Veteran Pejuang, berupa 120 alat bantu dengar, 30 kursi roda dan sejumlah bantuan lainnya, Selasa (27/1) di Gedung Kertha Gosana, Puspem Badung. Bantuan tersebut diberikan langsung secara simbolis oleh Ketua K3S Kabupaten Badung Nyonya Ratna Gde Agung didampingi oleh para Dermawan dan Donatur dari kalangan pengusaha di Badung, Turut hadir Bupati Badung AA Gde Agung, Wakil Bupati Made Sudiana, Wakil Ketua DPRD Badung, Made Sunarta, Kepala Dinas Sosial Ida Bagus Oka Dirga, serta perwakilan dari tim Reaksi Cepat Kemensos RI. Nampak dalam foto Bupati Badung AA Gde Agung berbincang dengan salah satu penerima alat bantu dengar.
32
9 - 15 Februari 2015
MBP/ist
DOKTOR BARU - Pada Senin (26/1) lalu lahir satu orang doktor baru Dr. I Made Sara, S.E., M.P., dari jurusan IESP FE Universitas Warmadewa setelah lulus mempertahankan ujian disertasinya dengan judul “Peranan Desa Adat Dalam Pembangunan Pariwisata di Bali (Studi Kasus Bali sebagai Daerah Tujuan Wisata) di Univ. Brawijaya. Sudah menjadi budaya setiap ujian terbuka doktor dosen Unwar dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali, Dr. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., dan Rektor Unwar, Prof. Dr. I Made Sukarsa, S.E., M.S. Hadir pula Sekretaris Yayasan Made Johnny Sanger, S.H., M.H., B.T., dan Dekan FE Unwar I Gusti Lanang Putu Tantra, S.E., M.Si.,
MBP/wan
SATU SET - Satu set perhiasan berupa anting, cincin dan liontin dipatok Rp 25.999.000 dalam pameran perhiasan mewah Felice Jewellery, Rabu (28/1) di lantai dua, Bedugul Room, Hotel Sanur Paradise. Selain itu Felice juga menampilkan cincin black diamond atau berlian hitam yang dipadukan dengan emas putih, sebagai produk unggulan. Warna hitam pada berlian ini tidak hanya memberi kesan magis juga identik dengan kesan mewah dan elegan. Koleksi batu-batu berharga terbaru di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, danemerald/jamrud. Batu-batu berharga ini bahan bakunya didatangkan langsung dari Sri Lanka dan Kolombia.
MBP/ist
MBP/ist
SWASTA FAVORIT - SMP Budi Utama di Kecamatan Kerobokan, Badung sejak lama dikenal sebagai sekolah swasta favorit. Mengawali tahun 2015, sekolah ini menyandang predikat sekolah favorit dalam lomba lingkungan kebersihan sekolah di Badung dalam rangka HUT ke-5 Kota Mangupura. Selain itu sebelumnya siswa kelas VIII SMP Budi Utama Kerobokan, Ni Nengah Erika Kumara Yanti meraih juara II lomba baca puisi se-Kota Denpasar dan Badung di SMK Pariwisata Harapan Denpasar. Selain itu juara I lomba pidato bahasa Inggris se-Badung. Nampak dalam foto Kepala SMP Budi Utama, Gede Mahardika dan Sekretaris Yayasan Wayan Suartama dan guru pembina bersama siswa berprestasi SMP Budi Utama.
SELAMAT – Ketua Umum Baladika Bali, Bagus Alit Sucipta didampingi jajaran pengurus DPD lainnya memberi ucapan selamat kepada pengurus baru DPC Baladika Kota Denpasar periode 2015-2020 saat pelantikan di Hotel Aston Denpasar, Minggu (25/1). Pelantikan pengurus PC Baladika Bali dihadiri Dewan Penasihat AA Alit Mantara, Dewa Putu Ngurah, Nyoman Giri Prasta, Sekretaris I Ketut Sukarta, Wakil Ketua Jero Gede Komang Swastika, Wayan Suarma Wibawa, Kadek Iwan Wirawecana, Jero Deny (bendahara), dan pengurus DPDP Baladika Bali lainnya, DPC Kabupaten/kota, Kapolresta Denpasar, Dandim 1611 Badung, Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra, Kapolsek Denbar, serta ribuan anggota Baladika. Selain pengukuhan pengurus DPC juga dilantik 25 korlap Baladika se-Kota Denpasar. 9 - 15 Februari 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
MOTIVASI - Komisaris Utama BPR Group Sri Partha Made Meiarthayasa, S.E. (paling depan), Dewan Penasihat dan PSP Group Sri Partha serta seluruh SDM Group Sri Partha secara tekun mendengarkan ilmu yang diberikan oleh motivator kondang Nasional/Jakarta Christian Adrianto. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Group Sri Partha (BPR Sri Partha, BPR ASHI, BPR ANTENK, BPR TISH dan BPR PUSAKA, Sabtu (24/1) selama sehari penuh melaksanakan Pendidikan Motivasi Diri (Design Your Careed To The Top). Acara dihadiri 200 orang lebih dari jajaran direksi dan sumber daya manusia (SDM) Group Sri Partha.
KONFERENSI INTERNASIONAL - Setelah Desember 2014 yang lalu STIKOM Bali berhasil menyelenggarakan konferensi ilmiah internasional IEEE yang merupakan konferensi para insinyur Teknologi Informasi terbaik di dunia, Januari ini Stikom Bali kembali menggelar konferensi ilmiah internasional yang bertajuk International Conference for Emerging Markets (ICEM) 2015. Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang resmi diberlakukan pada 30 Desember 2015, Indonesia patut waspada. Nampak dalam foto Rektor Perbanas Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo dan I Made Sarjana, S.E., M.M. membuka International Conference for Emerging Markets (ICEM) 2015.
34
MBP/ist
MBP/ist
CITY TOUR - Program City Tour Pemerintah Kota Denpasar yang terus digalakkan, mulai disambut antusias para wisatawan mancanegara (wisman) dan para guide sebagai paket program wisata di kawasan Kota Denpasar. Tampak pada Rabu (28/1), para wisman didampingi tour guide mengunjungi Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berkesempatan menyapa rombongan wisman. Wali Kota Rai Mantra didampingi Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar I Made Westra mengharapkan PD Pasar agar selalu menjaga kebersihan Pasar Badung dan Kumbasari. Pasar Badung dan Kumbasari juga dapat lebih ditata rapi serta kebersihan toilet agar memiliki standar internasional.
KADO TERINDAH - Sejak pertama kali diakuinya umat Hindu di Republik Indonesia yakni pasca berdirinya Parisadha Hindu pada 1959, umat Hindu Nusantara sangat mendambakan berdirinya sekolah Hindu yang berbasis Weda. Hampir 56 tahun berjuang, perjuangan demi perjuangan akan hal ini gagal diwujudkan karena berbagai macam kendala internal dan eksternal. Dan akhirnya pada awal tahun 2015, umat Hindu mendapatkan kado terindah yakni dengan turunnya Peraturan Menteri Agama No. 54 Tahun 2014 tentang pendidikan keagamaan Hindu yang disahkan pada 23 Desember 2014. Nampak dalam foto President The Hindu Center Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Komite III DPD/MPR-RI) usai raker dengan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin.
9 - 15 Februari 2015
MBP/ist
KUNJUNGAN - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menerima kunjungan tamu dari The Bread for the World (Evangelischer Entwicklungsdienst–EED) Jerman, Senin (26/1). Mereka adalah Prof. Oliver Martin (Kepala Program Eropa dan Negara-negara di Dunia) dan Ms. Nadine (Kepala Program Beasiswa EED). Kedatangan tamu tersebut diterima Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.K.J., M. Repro., Wakil Rektor I Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.M.A., M.A., Kepala Biro Program Internasional Ni Luh Christine Prawita Sari Suyasa, Bs. dan beberapa orang dosen di lingkungan Undhira. Selama ini Undhira telah menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di luar negeri dan beberapa volunteer juga telah dikirim ke Undhira untuk bisa membagi ilmu kepada para mahasiswa.
MBP/ist
MUSDA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perkrditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 di Hotel Inna Grand Bali Beach, Rabu (28/1). Musda yang dihadiri seluruh anggota Perbarindo Bali menetapkan Ketut Wiratjana kembali terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Perbardino Bali masa bakti 2014-2018. Kegiatan empat tahunan itu dihadiri Kepala Kantor OJK Bali Zulmi, Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto, seluruh anggota Perbarindo dan undangan lainnya. Musda IX Perbarindo Bali dibuka Asisten II Sekda Provinsi Bali Ketut Wija.
MBP/ist
MBP/ist
TERHAMBAT - Kabupaten Karangasem memiliki potensi besar di bidang pariwisata dan peternakan khususnya sapi. Namun akibat minimnya infrastruktur di bumi lahar tersebut, menyebabkan kedua sektor yang sedang dikembangkan Pemkab Karangasem, ini menjadi terhambat. Tidak dipungkiri akses jalan menjadi salah satu kendala menghambat geliat pembangunan di wilayah Bali Timur yang mencakup Kabupaten Karangasem dan Buleleng. Akibatnya perkembangan perekonomian termasuk investasi di bidang pariwisata masih dirasa sangat lambat. Nampak dalam foto Bupati Karangasem Wayan Geredeg dalam forum pertemuan para bupati dengan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat.
SEDERHANA - Resepsi HUT ke-15 SMK PGRI 3 Denpasar digelar, Rabu (28/1) secara sederhana. Sekalipun diguyur hujan, namun semangat keluarga besar SMK PGRI 3 Denpasar tak bergeming saat menjalankan apel bendera HUT. Bahkan Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., ikut berbasah ria sebagai pembina upacara. Madiadnyana melepas balon HUT, sedangkan syukuran HUT dipusatkan di aula sekolah setempat ditandai pemotongan tumpeng. Puncak HUT dihadiri Wakil Ketua PPLP Dikdasmen PGRI Kota Denpasar, Dr. Nengah Sukama, S.Pd., M.M. dan Ketua Komite diwakili Rejadi. Nampak dalam foto Kepala SMK PGRI 3 Denpasar didampingi Nengah Sukama dan wakasek saat menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan OSIS. 9 - 15 Februari 2015
35
LINGKUNGAN
J
alan, air dan listrik persoalan mendasar di daerah kritis Kubu. Menuju kawasan hutan di lereng timur Gunung Agung sampai ke selatan betapa susahnya. Mesti jalan kaki melewati jalan tanah dengan semak-semak. Bahkan setiap saat harus meloncati batu besar karena ada sungai kecil di wilayah yang terdiri dari batu dan koral itu. Saat ini masih mendingan karena udara sejuk di musim hujan. Coba melintas di musim kemarau. Batu terlihat berasap, padang ilalang terbakar memerah, mentari begitu menyengat kulit. Tak heran, begitu ditiup angin di musim kemarau, hutan di lereng timur Gunung Agung dengan mudah terbakar. Ironisnya, sangat sulit memadamkan apinya karena sulit dijangkau. Pemandangan hutan lindung terbakar di lereng Gunung Agung sudah rutin di musim kemarau. Ironisnya kebakaran di hutan lindung itu sangat parah. Untuk memadamkan api sangat sulit karena jalan ke hutan lindung belum ada. ‘’Jangankan membawa alat pemadam api, petugas ke sana setengah mati, karena jalan sulit, belum lagi di bawah terik matahari dan ancaman terjebak kebakaran hutan,’’ aku Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. Apa yang disampaikan orang nomor satu di bumi lahar itu tak berseberangan dengan warganya. Ratusan warga Bejug, Banjar Batu Dawa Kaja, Desa Tulamben, Kubu, Karangasem saat musim kemarau kesulitan air bersih. Hendak membeli air bersih sampai Rp 400 ribu per tangki isi 5.000 liter, tak ada yang melayani. Soalnya, mobil tangki air tak bakal bisa membawa air naik ke perbukitan indah itu. Saking indahnya, sampai ada investor membangun rumah pohon. Rumah pohon tergolong objek wisata baru di kaki timur Gunung Agung yang tandus itu. Sayangnya, akses jalan belum diaspal. Masih jalan
36
9 - 15 Februari 2015
tanah. Saat kemarau jalan tanah menjadi gembur, saat dilewati sepeda motor saja, jalan berdebu. Badan jalan sepanjang sekitar 3 km sudah ada. Cuma masih perlu perlebaran di beberapa bagian agar layak untuk diaspal. Hal itu dibenarkan Klian Banjar Pakraman Apadsari Wayan Putra, beberapa hari lalu di desanya. Dia mengharapkan jalan itu di aspal. Selain nantinya warga lebih mudah membeli air bersih dengan mobil tangki, juga akses warga memasarkan hasil ladang seperti jagung, pisang, jambu mete atau ternak sapi. Selain mete, di desa itu juga potensial pengembangan ternak sapi. Hanya pada musim kemarau kesulitan air untuk minum sapi. Per jeriken isian 20 liter pada kemarau, air minum bisa sampai Rp 5 ribu di Bejug. Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengakui, air bersih masih mahal di desa terpencil karena belum bisa dijangkau mobil tangki air. Akibatnya pada musim kemarau ternak sapi makan sapi atau sapi minum sapi. Guna menghindari kerugian lebih besar akibat sapi kian kurus, peternak lebih memilih menjual sebagian ternak sapinya. Sapi dijual, uangnya dibelikan pakan atau air yang harganya mahal. Jadinya, sapi minum sapi. Atas kenyataan masih banyaknya warga di Karangasem terutama di perbukitan atau pegunungan tandus masih membeli air yang mahal, Bupati Karangasem Wayan geredeg mengatakan masih perlunya pengaspalan jalan untuk membuka daerah terisolasi seperti di Batudawa Kaja. Akses jalan atau infrastruktur pembangunan itu dinilai penting guna mendorong masyarakat meningkatkanya perekonomian masyarakat.
Dengan adanya jalan akses pembangunan menjadi lebih mudah. Di Bejug direncanakan dibangun embung atau bak raksasa untuk menampung air hujan atau aliran air agak bersih dari batu massif di lereng Gunung Agung. Diharapkan dengan adanya embung dapat dirasakan manfaatnya bagi petani di sekitarnya, karena air itu akan jauh lebih murah, apalagi untuk sekadar memenuhi kebutuhan minum ternak. Karena itu usai saat melakukan penghijauan di Bejug, Batudawa Kaja dengan mengerahkan siswa dan krama Bali, Bupati asal Desa salak Sibetan itu mengatakan pihaknya sudah memerintahkan Kadis PU Ir. Nyoman Sutirtayasa untuk mengecek dan mengkaji pengaspalan jalan ke Bejug. Jalan itu juga akan menjadi salah satu akses terdekat ke hutan lindung di lereng timur Gunung Agung. Perlunya akses jalan ke hutan lindung, guna mengantisivasi kalau terjadi kebakaran hutan di hutan lindung. Selama ini nyaris tiap kemarau hutan lindung itu terbakar. Sementara tidak adanya akses jalan menyebabkan upaya pemadaman sangat sulit. Jangankan membawa alat pemadam, petugas lewat saja atau mendaki ke lereng itu sudah kesulitan, belum lagi ancaman terkurung api di lereng gunung yang tandus dengan tiupan angin yang kencang menyebabkan penyebaran api tak terkendali dan sangat cepat. Budana
MBP/wan
Ketiadaan jalan aspal, membuat masyarakat mesti berjalan kaki melewati batu besar untuk menghijaukan wilayah Batudawa Kaja.
Investasi, Tanam Gamelina MASIH sangat luas daerah kritis yang tandus dan gundul di Karangasem. Tengok wilayah perbukitan Desa Jungutan atau Seraya, kaki dan lereng timur dan selatan Gunung Agung wilayah Kubu dan Abang masih berbatu dan gersang. Sebenarnya banyak tanaman bisa tumbuh di daerah kritis Kubu. Meski tanahnya pasir berbatu, di sana tak hanya hidup tanaman lontar, tapi juga jambu mete di sana-sini. Belum lagi tanaman jagung dan kacang-kacangan. Bahkan makin ke bawah dekat pantai tampak tanaman mangga dan anggur. Sayang petani di sana belum bisa menghapus trauma kejayaan jeruk tahun 1980-an. Mobil dan bir bergelimang di tengah kebun jeruk di Kubu waktu itu. Pesta bir dan magibung sudah menjadi pemandangan keseharian waktu itu. Sayang itu hanya berlangsung beberapa tahun. Memasuki era 1990-an jeruk habis digilas CVPD. Kini justru tanaman penghijauan gamelina favorit. Pekan lalu, seorang tuan tanah di Desa Tandus Datah, Kecamatan Abang, Karangasem, tampak bolak-balik mengangkut bibit tanaman penghijaun. Tuan tanah
itu mengangkut bibit gamelina dengan mobil, meski ke pelosok bukit melewati jalan sempit yang dirabat beton di dua bagian pas seukuran ban mobil. Sementara, penyakapnya yang selama ini mengerjakan tanahnya ditanami jagung atau palawija, mengaku kelimpungan. Soalnya, ladang si tuan tanah ditanami bibit kayu hutan untuk investasi. Jarak tanam cukup rapat sekitar 1 meter, sehingga diperkirakan nantinya tak bisa lagi bertanam tanaman semusim seperti jagung atau palawija. Begitulah belakangan ini pemilik lahan kian menggebu menanam bibit pohon favorit. Salah satunya gamelina atau jati belanda. Selama ini, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg kerap mensosialisasikan agar pemilik lahan yang masih ada lahannya kosong ditanami bibit kayu. Itu untuk investasi. Harga kayu mahal. Delapan tahun gamelina sudah bisa dipanen. Sayang sejumlah petani menilai gamelina rakus air. Apalagi di tanam di wilayah tandus yang terdiri dari koral dan bebatuan, menyebabkan mata air kian mengecil. ‘’Tak benar gamelina rakus air tanah. Gamelina juga bagus untuk tanaman penghijauan
untuk menyerap air hujan agar meresap ke tanah dan mengantisivasi banjir,’’ bantah Bupati Geredeg. Dia mengatakan, hanya delapan tahun gamelina sudah bisa ditebang atau dipanen kayunya. Harganya lumayan. Karena itu, belakangan pemilik lahan berlomba investasi menanam gamelina. Pohon itu disukai, selain hasilnya lebih cepat dan harga kayunya lumayan, juga daunnya disenangi ternak baik sapi atau babi. Geredeg menilai bagus pemilik lahan di Kecamatan Kubu dan Abang berlomba menanam bibit kayu seperti gamelina itu. Soalnya, kalau hanya mengandalkan pemerintah untuk menghijaukan dengan gamelina, anggarannya sangat terbatas. Potensi daerah yang dihijaukan di Karangasem sangat luas. Wilayah Karangasem yang cukup luas mencapai sekitar 827 km 2, sebagian besar atau 92 persen wilayahnya merupakan lahan kering. Dari 92 persen lahan kering, 45 persennya tergolong lahan kirits yang perlu dihijaukan. Lahan kritis itu, berupa bebatuan atau batu koral. Budana 9 - 15 Februari 2015
37
PARIWISATA
”Mass Tourism” atau ”Quality Tourism”? ariwisata wisata Bali dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit. Di satu sisi, pertumbuhan kamar hotel yang tak terkendali mengharuskan pelaku pariwisata mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya (mass tourism) untuk mengisi kekosongan kamar hotel. Di sisi lain, Bali yang hanya mengandalkan sektor jasa harus menjaga keberlangsungan pariwisata (sustainable tourism) dengan meningkatkan kualitas pariwisata (quality tourism). Menyikapi hal itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ngurah Wijaya berpendapat, pariwisata Bali harus berkualitas dengan tetap berpegang teguh pada pariwisata budaya. Bukan pariwisata man made atau pariwisata yang dibuat manusianya sendiri. Para pelaku pariwisata Bali, kata dia harus merubahan paradigma, dari wisata massal menjadi wisata minat khusus (segmented tourism) mengarah pada pariwisata yang berkualitas. Sebab, pengembangkan pariwisata minat khusus akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan. “Perkembangan pariwisata minat khusus akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, dengan tingkat pengeluaran yang tinggi dan lama tinggal yang panjang, otomastis tingkat konsumsi mereka juga akan meningkat,” sebutnya. Praktisi Pariwisata Universitas Udayana, Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., juga menyarankan, pemerintah mengubah paradigma dari pariwisata kuantitas menjadi pariwisata kualitas dengan tidak lagi mentargetkan pertumbuhan kedatangan wisatawan per tahun. “Pariwisata ke depan harus fokus pada peningkatkan kualitas destinasi dan daya tarik wisata, sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi,” ucapnya. Untuk diketahui, total pertumbuhan jumlah kamar hotel di Bali Pada 2009 mencapai angka 46 ribu, hingga 2011 telah terjadi peningkatan kamar sekitar 16 ribu atau mencapai 62 ribu. Ber-
P
38
9- 15 Februari 2015
dasarkan wilayah, Kabupaten Badung menempati posisi terbanyak yakni 77 persen. Kondisi itu dinilai terjadi seiring bergesernya konsep pariwisata Bali dari pariwisata minat khusus mengarah ke pariwisata massal. Untuk itu, pariwisata Bali harus merubahan paradigma, dari wisata massal menjadi wisata minat khusus (segmented tourism). Pengembangkan pariwisata minat khusus akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali secara keseluruhan. “Pariwisata yang cocok untuk Bali bukan mass tourism, tapi pariwisata minat khusus, karena menarik wisatawan yang bisa membelanjakan sesuatu dengan biaya yang lebih tinggi. Seperti pariwisata spiritual, budaya, golf dan lainya. Untuk itu, kami medorong pemerintah untuk menciptakan wisata yang segmented,” terangnya. Perkembangan pariwisata minat khusus juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, dengan tingkat pengeluaran yang tinggi dan lama tinggal yang panjang, otomastis tingkat konsumsi mereka juga akan meningkat. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hampir didominasi sektor pariwisata, diakui Menteri Pariwisata Arief
Yahya akan berdampak pula dari kualitas pariwisata itu sendiri. Tentu saja, dengan adanya dampak dari pariwisata itu sendiri akan memperoleh pilihan arah pariwisata yang akan dijalankan oleh suatu daerah. “Namun jangan ada lagi dikotomi antara mass tourism dan quality tourism,” ungkapnya. Para pelaku pariwisata ajak Yahya agar tidak menutup peluang terhadap jenis mass tourism yang kini didominasi oleh kedatangan wisatawan Tiongkok. “Kalau kita tidak pilih mass tourism, orang akan pindah ke tempat lain, seperti Puket dan Pattaya di Thailand. Kalau kita tidak ambil (peluangred), orang lain akan ambil,” ucapnya. Budaya berlibur ke luar negeri (outbound) bagi warga Tiongkok, dikatakan Yahya mencapai Rp 100 juta per tahun. Sementara, target pemerintah yang berencana mendatangkan 20 juta wisman ke Indonesia. “Itu artinya, sudah ada demand Rp 100 juta. Pertanyaannya, kita mau tidak mengambil demand itu? Kalau di Bali tidak mau, orang lain sangat mau,” ucapnya. Yahya berharap, tidak lagi ada dikotomi antara mass tourism dengan quality tourism. “Jadi biarkan orang-orang menyasar pasarnya masing-masing,” katanya. Parwata
MBP/dok
Selama ini, wisatawan Tiongkok dianggap sebagai pasar yang daya belinya rendah dibandingkan wisatawan Eropa. Namun, tidak dipungkiri pariwisata Bali masih membutuhkan kehadiran mereka guna memenuhi jumlah kamar yang ada.
MBP/dok
Mendatangkan wisatawan berkualitas ke Bali tidak cukup hanya menyebarkan brosur atau lewat web. Pemerintah harus melakukan promosi langsung untuk menangkap peluang tersebut.
Cari Kualitas Tak Cukup Sebar Kertas MEWUJUDKAN pariwisata Bali yang berkualitas memerlukan modal, usaha serta pengorbanan. Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Bali, Drs. Ec. I Putu Anom, M.Par., berpendapat promosi Bali harus diarahkan ke kawasan asal wisatawan yang berkualitas tidak cukup dengan tehnik Web, menyebar kerta berupa brosur, tapi harus mengikuti eventevent agar bertemu langsung antara seller dengan buyer. Dikatakan, dengan memasang target wisatawan berkualitas, tentu harus lama tinggalnya lama dan tingkat pengeluarannya tinggi. Seperti, wisatawan dari Eropa, Amerika maupun belahan dunia barat lainnya. Sedangkan, wisatawan asal Asean maupun kawasan Asia lama tinggalnya singkat dan tingkat pengeluarannya rendah, karena kawasan tersebut jaraknya relatif dekat dengan Indonesia.
“Tapi walaupun mereka kebanyakan tergolong wisatawan budget, kita masih membutuhkannya untuk memenuhi kamar yang ada,” ungkapnya. Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung ini tidak memungkiri jika saat ini Bali masih memerlukan banyak wisatawan memenuhi target kunjungan 4 juta Wisman di 2015, dan untuk mengisi terlalu banyaknya jumlah kamar hotel di Bali yang telah over supply. “Dengan pertumbuhan kamar hotel yang tidak terbendung, Bali diharuskan mengenjot tingkat kunjungan sebanyak-banyaknya,” katanya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut positif perhatian pemerintah pusat yang memutuskan akan memberikan dana promosi Rp100 miliar un-
tuk mengenjot sektor tersebut. Dengan dana sebesar itu, pelaku pariwisata di Pulau Dewata akan lebih tenang untuk mengejar target kunjuman wisman 4 juta orang pada tahun ini. Perhatian pemerintah pusat dipercaya mempermudah merealisasikan target wisman dengan catatan kondisi keamanan tetap seperti sekarang. Selama ini, Bali sangat membutuhkan promosi karena persaingan antar destinasi semakin ketat dan banyak yang belum dipasarkan dengan baik. “Ini menunjukkan pemerintah pusat memiliki perhatian yang luar biasa kepada Bali, kami berterima kasih dan sangat senang dengan adanya perhatian di tengah kendala yang dialami BPPD [badan promosi pariwisata daerah],” tutur mantan Bupati Gianyar tersebut. Parwata 9- 15 Februari 2015
39
AKTIVITAS
MBP/wid
MBP/ist
PENGHIJAUAN - CV Alam Lestari bersama Rotary Club Bali Taman melakukan gerakan penghijauan di kawasan hutan dan areal Pura Puncak Mundi, Desa Klumpu, Nusa Penida, Minggu (25/1). Kegiatan ini dihadiri Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Kepala Balai Pembenihan Tanaman Hutan Bali Nusra Daru Darmojo, Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Bali Tekstianto, KTNA Klungkung, serta ratusan warga Nusa Penida. Dalam penghijauan ini Rotary Club Bali Taman menyumbangkan 1.000 kelapa genjah untuk ditanam di areal pura dan hutan di Puncak Mundi disertai 5 ton pupuk organik, anjir, dan perangsang penanaman sebesar Rp 2,5 juta.
ASET - LPD Sibetan meraup keuntungan mencapai Rp 3,3 miliar lebih dengan perkembangan aset mencapai Rp 92 miliar. Raihan tersebut mengukuhkan LPD Sibetan sebagai LPD yang memiliki aset tertinggi se-Kabupaten Karangasem. Ketua LPD Sibetan I Made Mastiawan mengungkapkan, dari 190 LPD se-Karangasem, LPD Sibetan memiliki aset tertinggi dari total keseluruhan mencapai Rp 600 miliar. Selain itu, kredit bermasalah di LPD Sibetan tidak lebih dari 1,2 persen dari Rp 65 miliar kredit yang beredar. Nampak dalam foto Mastiawan menyerahkan dana pembangunan desa adat pada RAT ke-14.
MBP/ist
MBP/may
SERAHKAN MOBIL - Pendiri Bimasakti School Surya Sanjaya menyerahkan mobil operasional ke SMK Bali Dewata. Penerapan manajemen berbasis teknologi Bimasakti School kepada sekolahsekolah terus mendapatkan sambutan para pendidik di Bali. Sejak berdiri 2009, penerapan manajemen sekolah berbasis IT (Information Technology) mulai dirasakan manfaatnya oleh pengelola pendidikan. Hal ini tak lepas dari komitmen dan upaya pendiri Bimasakti School Ir. Ida Bagus Surya Sanjaya dalam melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah guna menawarkan inovasi teknologi baru. Seperti dilakukan pada SMK Bali Dewata, Denpasar, Sabtu (24/1), dengan penyerahan sebuah mobil operasional Bimasakti School kepada sekolah yang diterima Ketua Yayasan Bali Dewata Drs. Made Suparta, M.M.
UNDI - Kantor Wilayah BRI Denpasar melakukan pengundian hadiah program Dobel Untung Britama periode I pada Sabtu (24/1) di Sector Bar dan Restaurant Hotel Inna Grand Bali Beach. Acara pengundian dihadiri sejumlah undangan dari nasabah BRI. Pengundian juga disaksikan langsung oleh notaris I Gusti Ayu Rustini Putra, S.H., Dra. Ni Nyoman Suweni dari Dinas Sosial Provinsi Bali dan I Nyoman Arnaya dari pihak kepolisian. Program Dobel Untung Britama adalah program berhadiah tabungan BRI Britama di mana setiap nasabah berkesempatan memenangkan hadiah total miliaran rupiah. Keuntungan pertama yang didapat adalah hadiah langsung setiap membuka tabungan. Keuntungan kedua dari program ini adalah hadiah langsung top up dana.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40
9- 15 Februari 2015
GEMARIKAN - Dalam rangka memasyarakatkan Gerakan Gemar Makan Ikan di kalangan masyarakat khususnya di Karangasem, Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan BDS Tanah Aron menggelar acara “Gebyar Gemarikan Kabupaten Karangasem tahun 2015�. Kegiatan diawali dengan pertunjukan Bondres dari Diskominfo dan pertunjukan musik dari band Exists 86 binaan Lapas anak-anak Karangasem. Acara dibuka Sekda Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si. dan SKPD Pemkab Karangasem, Ketua dan Pengurus BDS Tanah Aron dan seluruh masyarakat Karangasem, guru dan siswa-siswi sekolah di Karangasem, di Gedung UKM Senter Jalan Gajah Mada Amlapura, Minggu (25/1). MBP/ist
RELAWAN - Ribuan warga berpakaian hijau gelap bertuliskan Relawan Adi Braya, Minggu (25/1) memenuhi pelataran parkir GOR Mengwi di Desa Mengwi. Sebuah aksi simpatik yang memadukan kegiatan olah raga jalan santai, dengan gerakan memerangi sampah plastik. Tua, muda, hingga anak-anak memunguti sampah sambil berolahraga. Kegiatan ini bentuk kepedulian Relawan Adi Braya untuk mendukung program pemerintah dan komitmen Relawan Adi Braya mendukung sosok I Wayan Adi Arnawa menjadi calon Bupati Badung, melihat dedikasi, komitmen, serta kemampuannya. Ikrar Komunitas Adi Braya untuk mendukung Adi Arnawa sebagai calon Bupati Badung periode 2015-2020, sempat dibacakan disela-sela acara pengundian doorprize. MBP/ist
MBP/ist
MBP/ist
KEMBALIKAN STATUS - Semangat Otonomi Daerah telah memberikan inspirasi kepada Bupati Badung Anak Agung Gde Agung untuk tidak pernah berhenti berpikir dan bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Disadari, kondisi eksisting dimana sebagaian besar masyarakat Badung saat ini masih berada di wilayah pedesaan. Karenanya, dalam upaya menjadikan desa-desa di Kabupaten Badung menjadi desa yang mandiri sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, maka selain terus mendorong pembangunan infrastruktur di pedesaan, dalam waktu dekat ini Pemkab Badung juga akan mengambil kebijakan dengan mengembalikan status kelurahan menjadi perbekel.
DONOR DARAH - Aksi sosial donor darah serangkaian HUT ke62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar bisa dikatakan yang teramai selama ini. Tercatat lebih dari 300 warga Dwijendra mengikuti donor darah yang dipusatkan di aula Yayasan Dwijendra, Jumat (23/1). Aksi ini dilakukan atas kerja sama Yayasan Dwijendra yang dikoordinir oleh BEM Universitas Dwijendra, pengurus OSIS SMP, SMA dan SMK Dwijendra didukung Pramuka dan Menwa bersama PMI Bali. Yang menarik, PMI Bali yang mengerahkan satu dokter dan tiga paramedis sampai kekurangan bed untuk peserta donor darah. Nampak dalam foto Ketua Yayasan Dwijendra Pusat M.S. Chandra Jaya didampingi Ketua Panitia HUT Putu Dyatmikawati saat memantau pelaksanaan donor darah. 9- 15 Februari 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
CUSTOMER GATHERING - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggelar Customer Gathering kepada nasabah BNI Emerald sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada para nasabah. Acara yang berlangsung di Hotel Sheraton Kuta Resort, Jumat (23/1) cukup meriah. Customer Gathering itu dirangkaikan sosialisasi sekaligus penukaran kartu debit BNI Emerald versi sebelumnya dengan Kartu Debit BNI Emerald Word MasterCard yang merupakan kartu debit paling eksklusif pertama di Indonesia. Kartu Debit BNI Emeral Word MasterCard memiliki fasilitas yang ditujukan kepada nasabah prioritas yang ingin mendapatkan pengalaman terbaik untuk mendukung kesuksesan mereka.
MBP/ist
SIDANG SENAT - Pada Senin (26/1) diadakan sidang senat terbuka Fakultas Teknik UNUD dalam rangka Pemilihan Dekan Fakultas Teknik Periode 2015 - 2019. Telah terpilih tiga paket calon Dekan : 1). Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., PhD dengan 16 suara, 2). Dr. Ir. Nyoman Budiartha RM., M.Sc. dengan 12 suara, dan 3). Prof. Ir. I Nyoman Arya Thanaya, ME, PhD dengan 5 suara. Dengan demikian peringkat I adalah Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT., PhD dengan Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, MT., PhD (PD I), Dr. Eng. Made Sucipta, ST., MT. (PD II), dan Ir. I Nyoman Budiastra, Mkes., MT. (PD III). Memasuki tahun emas (50 tahun) FT Unud besar harapan seluruh civitas FT UNUD dapat lebih baik dalam menyongsong tantangan global ke depan.
42
9- 15 Februari 2015
DISAMBUT POSITIF - Rencana Bupati Badung untuk mengembalikan status kelurahan menjadi perbekelan khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Mengwi, disambut positif para bendesa adat di Kecamatan Mengwi. Pasalnya, hal tersebut sejalan dengan harapan masyarakat. Dengan dikembalikannya kelurahan menjadi perbekelan, potensi desa dinilai bakal mampu dimaksimalkan sehingga akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan status perbekelan maka otomatis nantinya pemimpinnya atau perbekel adalah putra daerah. Putra daerah jelas lebih tahu kondisi wilayahnya sehingga akan lebih mudah memetakan potensi sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat. Kearifan lokal juga diyakini akan lebih dikedepankan. Nampak dalam foto Bendesa Adat Abianbase Made Sunarta (kiri) dan Bendesa Adat Kapal A.A. Gde Dharmayasa.
MBP/ist
HUT - PT BPR Pedungan pada Minggu (25/1) merayakan HUT ke-45 yang dihadiri tokoh masyarakat, pejabat serta nasabah. Pada peringatan kali ini terjadi banjir hadiah. Direktur PT BPR Pedungan I Made Gede Mahendra, mengatakan pesatnya perkembangan usaha BPR Pedungan, tak terlepas dari dukungan dan peran serta masyarakat, terutama warga Pedungan dan Pemogan. Hal itu dibuktikan sebagian besar warga kedua desa tersebut adalah nasabah BPR Pedungan. Banjar-banjar yang ada di wilayah tersebut merupakan nasabah sangat setia dan memiliki loyalitas tinggi.
MBP/ist
MBP/ist
AKSI BERSIH - Ribuan siswa dan guru SMK PGRI 3 Denpasar, Selasa (27/1) diturunkan untuk memungut sampah plastik di sekitar Jl. Drupadi, Jl. Hayam Wuruk dan kawasan Renon. Aksi bersih sampah plastik ini serangkaian HUT ke- 15 SMK PGRI 3 Denpasar. Sekolah berbasis pariwisata tersebut bekerja sama dengan Desa Sumerta Kelod sukses mengumpulkan tiga truk besar sampah plastik. Yang menarik kelas pengumpul sampah plastik diberikan hadiah laptop untuk membantu kelancaran PBM di kelas serta puluhan hadiah hiburan sepeti dvd, kompor gas, kipas angin, dll. Nampak dalam foto Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Nengah Madiadnyana menerima bingkisan sampah plastik dari siswa dan gurunya.
JALAN SEHAT - Kocak, Serem dan menghibur. Itulah kesan mendalam pelaksaan jalan sehat ke-62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Minggu (25/1). Jalan sehat yang biasanya dibuka dengan pengibaran bendera, kali ini dilakukan Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara dengan melepas anak panah. Hal itu sesuai dengan visi dan misi Dwijendra sebagai lembaga pelestarian dan pengembangan budaya Bali dan agama Hindu. Yang menarik di jalan sehat menempuh jarak 6 km tersebut sejumlah peserta berlomba untuk meraih predikat peserta terlucu, terunik dan terserem. Mereka berlomba mengenakan pakaian hantu, badut hingga drakula dan baju robot dari kertas.
MBP/ist
MBP/ist
BINTANG VETERAN - Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra mendapat penganugrahan Bintang Veteran RI dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Pusat. Penghargaan ini diberikan karena perhatian dan kepedulian Walikota Denpasar pada para Veteran Pejuang. Penganugrahan Bintang Veteran RI ini disematkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Sabtu (24/1) di Graha Sewaka Dharma Lumintang, pada peringatan HUT LVRI Provinsi Bali ke-58 yang dipusatkan di Kota Denpasar. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan Veteran sebagai pejuang kemerdekaan RI yang selalu mengingatkan dan menginspirasi generasi penerusnya dalam mengisi kemerdekaannya.
LSP LPK - Monarch Bali, sekolah perhotelan dan kapal pesiar yang ada di 5 kabupaten di Bali secara resmi memiliki lembaga untuk mensertiďŹ kasi lulusannya yakni LSP LPK Monarch Bali. Lisensi yang dikeluarkan dari Badan Nasional SertiďŹ kasi Profesi (BNSP) diserahkan oleh Ketua DPD HILLSI Bali Drs. I Made Juana, M.M., didampingi Sekretaris Sisca Darmawan, S.S., dan diterima oleh Direktur LSP LPK Monarch Bali I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., didampingi Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha I Made Sumitra, Koordinator SertiďŹ kasi I Made Bobi Asmara, S.E., serta disaksikan para Direktur dan Assistant Direktur Monarch Bali beserta instruktur dan staf. 9- 15 Februari 2015
43
TRADISI
MBP/ina
Tari Gandrung Desa Pengotan dipentaskan secara massal saat puncak peringatan Hari Ibu di Kabupaten Bangli belum lama ini.
Tari Gandrung Desa Pengotan
Pantang Bersentuhan, Diupah dengan Beras
G
andrung merupakan salah satu tarian tradisional Bali. Tak banyak yang tahu bahwa tarian yang sempat populer di era tahun 1950-an ini merupakan cikal bakal munculnya tarian Joged Bumbung. Ini terbukti dari banyaknya kesamaan yang terdapat antara tari Gandrung dengan Joged Bumbung mulai dari gerakan, kostum hingga alat musik yang mengiringinya. Saat ini Tari Gandrung masih dapat ditemui di beberapa daerah di Bali. Salah satunya di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli. Di desa ini, sekaa yang melestarikan tari Gandrung masih ada dan eksis pentas di sejumlah even budaya seni. Menurut Kelian Sekaa Gandrung asal Desa Pengotan, I Ketut Suarna alias Nang Gatot, jika dilihat sepintas Tari Gandrung tidak jauh berbeda dengan tari Joged Bumbung yang kini banyak dikenal masyarakat. Dari segi kostum misalnya, penari gandrung wanita mengenakan kostum khas yang menutup hampir seluruh badan. Sama seperti Joged Bumbung, kostum penari gandrung wanita juga dilengkapi dengan gelung kepala. Hanya yang membedakannya, rambut penari gandrung wanita tertutup kain putih, sedangkan tari joged, tidak. “Kostum tari Gandrung full body dengan
44
9- 15 Februari 2015
ciri khas rambut ditutup kain putih. Ini yang membedakan dengan tari Joged Bumbung,” terangnya. Sementara itu penari pria atau pengibing biasanya hanya memakai pakaian bebas namun tetap sopan. Suarna mengatakan, walaupun tarian ini termasuk jenis tari pergaulan namun pada bagian “ibing-ibingan” tidak diperkenankan ada gerakan yang sampai bersentuhan antara penari pria dengan penari wanita. Apalagi sampai menari dengan gerakan erotis. Karena adanya batasan itu, warga Desa Pengotan Bangli mengakategorikan tarian yang diiringi dengan gamelan bambu khas Bali ini sebagai salah satu tarian sakral. Suarna mengungkapkan, sekaa tari Gandrung yang sempat populer di desanya di era tahun 50-an, biasanya beranggotakan dua orang penari dan 15 orang penabuh. Uniknya, tarian ini tidak dicari oleh masyarakat, akan tetapi sekaa tari Gandrung yang ngelawang (berkeliling) ke penjuru desa untuk menghibur masyarakat. Keunikan lainnya, sekaa tari Gandrung yang ngelawang tidak dibayar dengan uang, melainkan diupah dengan beras atau sejenisnya. Hasil dari ngelawang itulah yang kemudian dibagi rata oleh anggota sekaa. “Setelah terkumpul, sampai di rumah beras-beras itu dibagi dengan yang lainnya,” terangnya.
Namun, kejayaan tari Gandrung di Bangli tidak berlangsung lama. Sekitar tahun 60an, terjadi bencana erupsi Gunung Agung di Karangasem yang berdampak hingga ke Desa Pengotan Bangli. Mulai saat itulah sebagian besar ekonomi masyarakat menjadi lemah dan berpengaruh terhadap eksistensi tari Gandrung. Seiring perkembangan zaman, muncullah berbagai jenis tari baru seperti Joged Bumbung dan tari kreasi modern lainnya yang semakin mendesak eksistensi tari Gandrung. Suana mengatakan untuk menyelamatkan keberadaan tari gandrung di Bali, pada tahun 2012 tokoh-tokoh masyarakat Desa Pengotan yang tergabung dalam kelompok “Sekaa Gandrung Candra Seka” mencoba merekonstruksi kembali tari gandrung. Untuk menyempurnakan rekonstruksi tari Gandrung, pihaknya juga menggandeng maestro tari Gandrung Men Coblong (80) dan pembuat musik Nang Rai serta penggelut tabuh Nang Salin. Hasilnya pun cukup menggembirakan, tari Gandrung mulai sering dipentaskan di berbagai kesempatan saat kegiatan adat maupun keagamaan di Desa Pengotan. Dan puncaknya tari Gandrung bisa dipentaskan secara massal saat puncak peringatan Hari Ibu di Kabupaten Bangli belum lama ini. * Swasrina
“Ngerebeg�
Ritual Memohon Keselamatan WAJAH-WAJAH menyeramkan tampak pada diri anak-anak baru gede. Mereka memoles wajah dan tubuhnya dengan cat berwarna-warni. Pernak-pernik mengiasi penampilannya. Demikian juga pakaian yang digunakan, ingin menggambarkan makhluk-makhluk gaib yang konon sering mengganggu kehidupan manusia. Anak-anak baru gede itu berasal dari siswa SD hingga SMA dari tujuh banjar di Desa Tegallalang, Gianyar. Mereka mengikuti tradisi Ngerebeg, serangkaian piodalan di Pura Luhur Duur Bingin, Desa Adat Tegallalang. Tradisi ritual ini telah dilakukan turun-temurun selama ratusan tahun. Upacara Ngerebeg dimulai dengan pembagian paica kecil dan paica besar. Paica bisa disimboliskan sebagai anugerah yang diberikan oleh Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Mahakuasa kepada umatnya. Paica kecil berupa makanan yang telah dibagi menjadi porsi-porsi kecil dengan menggunakan daun pisang sebagai wadahnya. Makanan ini kemudian diberikan ke semua anak-anak dan orang dewasa. Selanjutnya anak-anak membagi diri dan duduk bersama membentuk lingkaran kecil mengelilingi ma-
kanan yang berupa nasi dan lawar disajikan dengan beralaskan daun pisang. Menyantap makanan secara bersama-sama dalam suatu lingkaran ini yang juga disebut magibung merupakan tradisi yang juga ada di beberapa desa di Bali. Ritual Ngerebeg pun dimulai. Dengan diiringi gamelan baleganjur, anak-anak membawa penjor dalam ukuran kecil, dihiasi daun kelapa untuk memperlihatkan bahwa mereka tidak takut terhadap butha kala. Satu per satu anak laki-laki dengan berbagai hiasan sudah memadati Pura Luhur Duur Bingin. Hal ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan ritual Ngerebeg. Hingga pukul 12.00 wita sesaat setelah anak-anak tersebut berkumpul di Utamaning Mandala Pura, rangkaian upacara persiapan Ngerebeg dilakukan. Seperti persembahyangan, hingga nunas paica yang dilakukan dengan cara magibung. Kegiatan ini kata Bendesa Pakraman Tegallalang Pande Wayan Karsa, memang dikhususkan bagi pengayah alit-alit atau anak-anak. Kegiatan ini khusus diikuti anak laki-laki dari tujuh banjar yang ada di Tegallalang yakni Banjar Penusuan, Banjar Tengah, Banjar Tegal, Banjar Triwangsa,
Banjar Tegallalang, Banjar Gagah, dan Banjar Pejeng Aji. Walaupun panyungsung Pura Luhur Duur Bingin ini sebenarnya hanya lima banjar, tapi khusus anak-anak di Banjar Gagah dan Pejeng Aji juga ikut serta dalam ritual. Dalam ritual Ngerebeg yang dimulai dari depan Pura Luhur Duur Bingin itu, anakanak tersebut membawa miniatur penjor dari pelepah pohon salak, selanjutnya berjalan kaki sejauh 10 km dengan mengelilingi Desa Tegallalang. Wayan Karsa menjelaskan, ritual ini sebenarnya juga terkait dengan keberadaan Pura Luhur Duur Bingin yang berbeda dengan lainnya. Sebab sasuhunan yang berstana di pura tersebut tak lain Ida Batara Teruna Gede yang disimbolkan dengan sepasang Barong Landung Lanang-Istri (laki-laki dan perempuan). “Jadi ritual ini memiliki makna seperti syukuran. Karena setelah anak-anak ini menghaturkan sesajen, baik itu buah, bunga dan lainnya pada pagi harinya, pada siang hari mereka melaksanakan ritual ini,� katanya. Manik Asta Jaya
MBP/Nik
Para remaja dan anak-anak mengikuti upacara Ngerebeg di Desa Tegallalang. 9- 15 Februari 2015
45
PROFERTI
Ukiran Dekoratif Modern Makin Diminati
B
agian elemen yang membuat tampilan bangunan atau ruangan terlihat lebih menarik adalah dinding. Solusi yang bisa ditempuh agar dinding lebih terlihat indah yakni diberi hiasan berupa ukiran dinding dekoratif. Penggunaan hiasan tersebut membuat tampilan bangunan dan ruangan lebih cantik serta elegan. Membuat dekoratif dinding harus memperhatikan konsep desain ruangan atau bentuk gaya arsitektur bangunan. Bila menggunakan gaya tradisional, tentu ukiran dekoratif tersebut harus disesuaikan dengan konsep desain etnik yang diaplikasikan sehingga nuansa yang muncul dari hiasan tetap terlihat menyatu. Selain itu, penggunaan ukiran dekoratif ini juga membuat pengeluaran dana tidak terlalu boros. “Kalau dari segi konsep ukiran tersebut, lebih condong ke pos modern. Jadi ukiran ini merupakan kombinasi dan penerapan ide baru dari ukiran tradisional,” ujar arsitek asal Karangasem, Gede Semadi Putra. Kalau dilihat dari sisi pembuatannya, lanjut Semadi, ornamen zaman sekarang sudah mulai dikerjakan dengan mesin dan tidak lagi menggunakan jasa ukir manual. Ornamen kalau dari sisi arsitek, dapat digunakan sebagai kamuflase terhadap bangunan itu sendiri supaya terlihat lebih seni. Keuntungan dari ukiran modern tersebut, dapat dikerjakan dengan cepat karena menggunakan mesin dan bisa dikejar schedule-nya. Sedangkan bila menggunakan ukiran manual, biasanya tergantung tukang ukirnya, apalagi saat ini sudah mulai jarang orang yang bisa menngukir Bali. “Kerugiannya pasti tukang ukir manual jadi tidak diperlukan lagi. Akibatnya, pengukir lokal bakal tergerus oleh mesin yang lebih modern,” tandasnya.
46
9- 15 Februari 2015
Keistimewaan dari ornamen jenis ini, ujar ayah dua anak ini, mudah perawatannya, gampang diganti karena bisa dalam bentuk lembaran. Selain itu, pemasangannya juga sangat mudah dan biasanya bahan yang dipakai adalah bahan yang mampu bertahan puluhan tahun. “Awalnya digunakan pada bangunan bertingkat seperti hotel. Tapi sekarang, perumahan juga sudah mulai pakai jenis ornamen ini,” tandasnya. Hal senada diungkapkan Ir. Made Suardana selaku arsitek dan pengembang. “Bagus untuk tambahan variasi pada desain minimalis. Ukirannya sudah menjurus lebih modern dan keluar dari pakem tradisonal. Kebanyakan menyerap konsep daun, bunga, dan cakra sebagai central point-nya,” tegasnya. Bila dilihat sepintas, bahan yang digunakan kebanyakan dari sintetis. Keuntungannya dari sisi ekonomis, biayanya bisa terjangkau. Selain itu, dari sisi kelestarian lingkungan, bisa meminimalisir pemakaian batu alam yang diambil dari alam seperti padas atau sejenisnya. “Cuma cara cetakannya ini akan mengurangi keterampilan dari sisi tukang ukir atau seniman lokal. Pasalnya, model ini bisa dipabrikasi dengan mesin. Apalagi bahannya dari baja ringan, pasti dari sisi life time-nya lebih lama dan sangat menguntungkan,” ujar Suardana. Penggunaan bahan seperti ini juga ada kerugiannya, yaitu bila dilihat dari sisi estetika dan artistik sentuhan seninya, agak kurang. Ukiran model ini bisa digunakan pada bangunan besar dan minimalis karena cocok untuk perpaduannya. “Bagus juga untuk hiasan gapura perumahan. Untuk pelestarian lingkungan, sekarang banyak muncul alternatif. Kalau terus menggunakan bahan-bahan dari alam, pasti akan habis karena tidak bisa diperbaharui,” tandasnya. Kerta Negara
Pengembang Beralih ke Tanah Kapling KONDISI perekenomian dan harga BBM seperti sekarang ini, banyak pengembang tidak mampu bertahan. Apalagi pengembang susah mendapatkan lahan dengan harga murah. Setelah diproses kapling dan ditambah biaya bangunan, harga unit rumah melewati batas daya beli masyarakat menengah ke bawah. Sementara konsumen paling banyak ada di kalangan ini. Pengembang pun tidak kehabisan akal menyikapi kondisi ini. Mereka mengurangi produk unit rumah dan justru perbanyak jual tanah kapling. Tentu harga tanah kapling tidak semahal membeli rumah dan proses pembangunannya bisa dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan konsumen. “Yang nggak kuat (pengembang) ujian memang mengambil langkah seperti itu (jual kapling). Di sinilah kelihatan mana pengembang asli dengan yang hanya ikut-ikutan. Kalau ingin instan memang jual kapling, tinggal pecah lahan di BPN dan langsung jual,” tegas pengembang
yang telah memproduksi ribuan unit rumah, Gede Suardita, S.E. Sedangkan kalau menjual rumah, kata Direktur PT Bumi Cempaka Asri (BCA) ini, prosesnya memang panjang. Dari persiapan lahan, mengurus izin di desa adat dan istansi terkait, hingga pematangan lahan. Setelah itu selesai, baru bisa dibangun rumah. Selain itu, proses birokrasi perbankan juga tidak semudah yang dibayangkan. Hal inilah yang menyebabkan penjualan kapling lebih mudah ketimbang rumah. “Tapi beli tanah kapling ke depannya rawan masalah. Yang beli kapling kebanyakan lahannya lama terlantar. Selain itu, sangat rawan karena banyak pengapling liar dan ujung-ujungnya sulit proses izin saat dibangun,” ujar pengurus DPD REI Bali ini. Namun Suardita tetap optimis, tahun ini bisnis properti tetap cerah. Apalagi, kalau sudah yakin menyelami jadi pengembang. “Kalau memang yakin, tidak usah khawatir. Nanti kan ada seleksi alam,” ucapnya. Berbeda dengan pendapat I Wayan Su-
karja, pengembang asal Petang, Badung. Kembang-kempisnya bisnis perumahan, membuatnya nyambi jual kapling. Pasalnya, tanah kapling lebih cepat laku. “Supaya bisa bertahan, jadi harus cari terobosan lain,” tambahnya. Hal senada disampaikan developer lain, Putu Sarjana. Dia mengaku sulit memasarkan rumah saat ini karena harganya terus naik, sedangkan kemampuan konsumen stagnan. “Terpaksa beralih jual kapling. Selain kemampuan konsumen, mengurus kredit di bank juga sulit,” tegas Sarjana. Selain itu, menjual kapling tanah tidak ada patokan jumlah dan bisa memilih lokasi lahan yang strategis. Hal inilah yang menyebabkan kini lebih banyak yang menjual tanah kapling dibandingkan rumah. “Selain harganya terus naik, lakunya cepat sekali. Tapi konsumen harus hati-hati, jangan langsung tergiur harga murah. Cek status tanah supaya tidak ada masalah saat mengurus izinnya,” kata Sarjana. Kerta Negara
SOSOK
dr. Emilia Sabiruddin
Komunikasi Hati ke Hati
K
amis pagi itu, ruang rapat di lantai 2 Puskesmas II Denpasar Utara dipenuhi kaum waria. Setelah semuanya berkumpul, Kepala Puskesmas dr. Emilia membuka acara kemudian dilanjutkan oleh perwakilan KPA Denpasar yang memberikan penyuluhan seputar HIV/ AIDS. Mengingat perilaku seksual mereka yang cukup berisiko, mau tak mau suka tak suka, Emilia tetap harus menanganinya untuk menekan angka penularan HIV/AIDS, karena mereka tinggal di wilayah lingkup kerjanya. “Tiap empat bulan, kami jadwalkan berkumpul untuk diberikan penyuluhan kesehatan, seperti bahaya suntik KB untuk memperbesar payudara, merokok, IMS, HIV/AIDS, dan sosialisasi JKN/BPJS. Kami juga melakukan tes darah dan IMS, dan tiap Kamis mereka dibagikan kondom gratis,” ujar mantan Bendahara IDI Bali, mantan Ketua IIDI Denpasar, dan mantan Ketua Bundo Kanduang IKMS Bali ini. Puskesmas II Denut yang mewilayahi 2 desa Desa Pemecutan Kaca dan Desa Ubung Kaja, memiliki masyarakat dengan beragam profesi, lengkap dengan permasalahannya yang kompleks. Puskesmas yang dipimpinnya sejak 2009 tersebut memiliki 3 program prioritas. Pertama, pembinaan HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) yang difasilitasi dengan pengadaan Klinik VCT Melati yang di-launching Desember 2011. Klinik VCT ini ditempatkan di belakang, jauh dari klinik pelayanan umum dan ada jalan khusus menuju ke sana. Dengan begitu, mereka yang memanfaatkan layanan ini pun merasa lebih leluasa memeriksakan kesehatannya dan berkonsultasi seputar permasalahan mereka. “Tapi ada juga dari mereka, Warcan (waria cantik) yang ingin pamer, sengaja masuk lewat jalan umum. Jadilah mereka tontonan karena penampilan mereka memang agak norak,” ujar dr. Emilia
48
9- 15 Februari 2015
yang terlihat akrab dengan komunitas Warcan ini. Yang jelas, dengan komunikasi dari hati ke hati dengan komunitas berisiko ini, Emilia berharap mereka bisa berperilaku seksual yang aman. Program kedua adalah kebersihan dan kesehatan lingkungan, yakni dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Kegiatannya antara lain pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gertak (gerakan serentak) PSN dilakukan tiap minggu, berkoordinasi dengan PKK, kepala dusun, dan lurah setempat. Menjaga kebersihan dilakukan mulai dari pemilahan sampah hingga mengolahnya menjadi kompos. Di tiap desa dan kelurahan juga sudah memiliki bank sampah. Selain itu, penyakit yang juga cukup mendapat perhatian adalah TBC. Ketiga, program yodiumisasi yang berjalan sejak 2013. Ini dilatarbelakangi karena ada beberapa masyarakat ditemukan sakit gondok. Padahal umumnya, penyakit ini ditemui pada masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan. D a r i san alah k emu d ian kaderkader jumantik (sekarang kader kesehatan) dilatih,
yang kemudian sembari bertugas mengecek jentik nyamuk ke rumahrumah penduduk, juga menyosialisasikan pemakaian garam beryodium dan membagikannya kepada masyarakat. Penyuluhan tentang garam beryodium, DBD, dan kesehatan lainnya juga dilakukan di posyandu. Sayangnya, target pencapaian tahun 2014 masih rendah, karena hanya diposkan pemerintah bantuan garam beryodium untuk 5 RT per banjar per tahun. Meski demikian, ada satu prestasi yang berhasil ditorehkannya, yakni berhasil membina UKS TK Permata Hati sebagai Juara 1 tingkat provinsi Bali tahun 2014, dan akan bersiap maju ke tingkat nasional. Sebagai Kepala Puskesmas II Denut, istri Dr. dr. Dewa Putu Gde Purwa Samatra, Sp. S (K) ini membawahi 44 staf. Emilia mengatakan, pola kepemimpinannya memakai cara kekeluargaan. “Karena saya lebih tua, mereka sudah menganggap saya seperti ibu. Saya bisa marah ke mereka, mereka juga bisa marah ke saya jika saya salah. Yang penting tahu rambu-rambu dan aturan pemerintah yang dipakai acuan bertindak. Tak hanya urusan pekerjaan, bahkan mereka kerap curhat masalah pribadi kepada saya,” ucapnya tersenyum. Lalu bagaimana membagi waktu antara karier dan keluarga? Syukurnya suami dan anak-anak sudah mengerti dengan aktivitas dr. Emilia. Karena sebagai Kapus, tak jarang pukul 05.30 ia sudah harus di lapangan memantau PSN. “Anak-anak juga sudah besarbesar, jadi sudah bisa mandiri,” ujarnya. Namun biasanya, pagi sebelum berangkat kerja, Emilia masih sempat sarapan bersama suami dan satu anaknya yang masih belum menikah. Sesekali, di sore hari mereka masih sempat berkumpul. Inten Indrawati LAPORAN
Nyoman Masni
Perkaya Diri dengan Ilmu SEJAK didirikan tahun 2003, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali masih eksis hingga kini. Begitu juga dengan ketuanya, Ni Nyoman Masni, S.H. Ia adalah sosok wanita yang dikenal punya jiwa pejuang dan optimisme yang tinggi. Partisipasi istri dari I Made Paterem ini dalam kegiatan perlindungan anak, karena tergerak fakta di lapangan. Betapa kasus yang melibatkan anak sebagai korban semakin meningkat. Di bawah kendalinya pula kiprah LPA Bali cukup menggembirakan baik di Bali sendiri maupun di kalangan LPA se–Indonesia, Komnas Perlindungan Anak hingga Kemensos RI. Akhirnya sejak tahun 2012 LPA Bali beserta beberapa LPA lainnya menjadi mitra Kemensos RI dalam pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) berupa penyaluran Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) bagi Anak Berhadapan Hukum (ABH) dan Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK). Untuk ini pula LPA Bali mendapatkan tiga orang pekerja sosial yang diperbantukan dari Kemensos, sebagai pelaksana PKSA. Selain itu, masih banyak lagi kegiatan atau aktivitas LPA yang dijalankan ibu empat anak ini, seperti untuk mengantisipasi perkawinan anak di bawah umur, pelecehan seksual terhadap anak dan perlindungan anak dari bahaya rokok. Namun, perhatian Masni terhadap kehidupan anak tidak berhenti sampai di situ, di setiap kesempatan seleksi persiapan anak mengikuti Kongres Anak Indonesia yang diselenggarakan tiap tahun oleh Komnas Perlindungan Anak, selalu disisipkannya pembinaan dan pembekalan tentang Bali dan adat budayanya serta masalah aktul lainnya di Bali. Hal ini menjadikan anak Bali selalu tampil prima dalam kongres dan selalu juga berhasil meraih predikat Duta Anak di antara sepuluh anak se-Indonesia yang terpilih. Keberhasilan anak-anak inilah yang memberikan Masni spirit dan melupakan usianya yang sudah kepala tujuh. Ia selalu bersemangat dan akrab bersama anak-anak sampai berlanjut terbentuknya Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Bali. Selain bicara tentang perjuangan dan kepeduliannya pada anak dalam Buku “Nyoman Masni Perempuan Teladan” juga dituangkan pengalaman dari perjalanan
hidupnya. Bahwa Masni, yang dilahirkan pada 12 Januari 1943 ini merasakan masa kecil yang jauh dari berkecukupan. Sejak kecil ia sudah mandiri, biasa mengurus dirinya, bahkan mengurus dua adiknya. Banyak lagi hal lainnya yang mencirikan kesederhanaan dan ketangguhan hidup seorang Masni. Begitu juga dengan dukungan ibunya Ni Nyoman Candri (almh) ,yang memintanya untuk sekolah terus. Sebab, kata sang ibu, anak yang bodoh tidak pernah sukses dan bahagia dalam hidupnya. Juga bijaksananya sang ayah I Made Soekoe (alm) yang tidak membedakan anak-anaknya dalam menempuh pendidikan. Rupanya, hal inilah yang menjadi tonggak atau fase penting dalam sejarah hidup yang berharga bagi Masni sebagai pemacu cita-citanya. Menginjak masa remaja ketegaran Masni semakin terasah, dan ia bertekad memperkaya diri dengan ilmu dan kepintaran. Hingga ia pun bisa merasakan masa sekolah yang menyenangkan, ketika mengikuti pendidikan di Sekolah Menengah Kehakiman Atas (SMKA) Surabaya. Berikutnya digambarkan secara singkat Masni menjalani kariernya di Kejaksaan mulai tahun 1965 dan pensiun pada awal tahun 2000, ketika ia menjadi anggota DPRD Bali, yang semasa aktifnya duduk di Komisi A. Di bidang organisasi, sejak tahun 1972 Masni mulai terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Diantaranya berperan
dalam pembentukan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali. Dari sekian organisasi yang diikutinya salah satu adalah pengadiannya yang cukup panjang di Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Bali. Masni pun tercatat sebagi Ketua BKOW Daerah Bali periodew 19992004. Kombinasi antara Masni yang berdisiplin tinggi dan penuh passion dalam menjalankan tugas-tugas baik di rumah tangga, di masyarakat dan saat menjalankan kariernya rupanya berhasil mengantarkan nenek delapan orang cucu ini sebagai Ibu Teladan se–Bali dan salah satu Tokoh Perempuan Bali. Itulah beberapa hal yang diungkap dalam buku ”Nyoman Masni Perempuan Teladan” yang diluncurkan, Senin (19/1) di Kantor LPA. Ketika ditanya motivasinya meluncurkan buku, Masni mengatakan ia ingin menyampaikan pesan singkat saja bahwa jika kita bekerja dan melakukan apapun dalam hidup ini pedomannya adalah ikhlas. Sri Ardhini LAPORAN
9- 15 Februari 2015
49
SENI
Jegog Jembrana yang Memesona
M
endengar Jegog, kita pasti terbayang dengan Jembrana, sebuah kabupaten di Bali yang terletak 100 km arah Barat Daya Kota Denpasar. Jegog merupakan gamelan (alat musik) yang terbuat dari bambu besar, lahir dan tumbuh subur di Kabupaten Jembrana. Gamelan ini memiliki bentuk khas serta suara yang nyaring dan merdu. Kata Jegog diambil dari instrumen Gong Kebyar yang paling besar. Gamelan tradisional ini diciptakan oleh I Wayan Geliguh yang akrab dipanggil Kiyang Geliduh pada tahun 1912. Ia seorang seniman dari Banjar Sebual, Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Negara, Jembrana. Bahan gamelan ini terbuat dari tiing petung, bambu berukuran besar. Jegog biasa dimainkan saat menggelar tradisi unik yang bernama “Makepung�. Jegog juga berfungsi untuk mengiringi tari khas daerah Jembrana yang bernama Tari Jegog. Tarian ini menampilkan gerak sederhana yang banyak diangkat dari pencak silat. Belakangan, Jegog juga biasa memainkan
50
9- 15 Februari 2015
tabuh-tabuh Gong Kebyar untuk mengiringi tari. Di samping suaranya yang merdu, cara memainkan juga unik yakni posisi penabuh bersila atau duduk di atas sebuah kursi atau berdiri karena ukurannya lebih tinggi. Jenis gamelan ini sering tampil mabarung (bertarung) tampil bersama di atas pentas dengan posisi berhadap-hadapan. Suasana menjadi lebih meriah, suaranya nyaring, riuh dan seru, karena ditambah dengan sorak-sorai para penonton yang mendukung jagoannya. Dan yang betul-betul memberikan ciri khas adalah cara memukul instrumennya yang berukuran terbesar yaitu jegogannya. Penabuhnya dua orang dengan jongkok bertengger di atas selawah bagian belakangnya. Seorang memukul di sebelah kiri di daerah yang bilahannya bernada rendah dan seorang lagi di sebelah kanan yang bilahannya bernada tinggi. Masing-masing membawa panggul besar seperti pemukul gong, namun karena berat dan besar digenggam dengan kedua tangannya. Sedang seorang yang di sebelah kiri memukul dengan cara “polos� dan yang di
sebelah kanan dengan cara sangsih. Untuk instrumen yang lain seperti undir, penyacah, dan kantil sama seperti gerantang masingmasing oleh seorang penabuh dengan menggunakan dua panggul. Tiap-tiap instrumen mempunyai delapan buah yang sama. Larasnya adalah selendro yang hanya memakai empat nada. Satu barung gambelan jegog terdiri dari kantil, penyacah, undir, dan jegogan. Selain pentas dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), kesenian Jegog juga sering ditampil di Negeri Sakura Jepang, juga di negera lain di Eropah. Dan untuk melestarikan kesenian Jegog, Pemerintah Kabupaten Jembrana menyelenggarakan lomba dan festival. Salah satunya adalah Festival Seni Jembrana yang menampilkan sekaa-sekaa Jegog yang ada di daerah itu. festival ini biasanya berlangsung di Areal Gedung Kesenian Bung Karno, Pusat Kota Jembrana. Budarsana www.bali-travelnews.com