Skip to main content

Majalah balipost edisi 75

Page 1

75 | 2 - 8 Februari 2015

Bali Harus Diselamatkan

RP R P 20.000 20 000 00 0 00 00


DAFTAR ISI OPINI Fluktuasi Harga BBM 6 BALI SEPEKAN Banjir di Padangsambian Kelod, Puluhan Rumah Terendam 7 LAPORAN UTAMA Bali Harus Diselamatkan 8 Penguasa dan Pengusaha Mesti Punya Komitmen Kawal Ibu Petiwi 9 Lindungi Alam Bali Buktikan dari Teluk Benoa 11

BISNIS Kerajinan Pelepah Pisang Tembus Pasar Ekspor 13 POLITIK Gerindra, Meradang Jelang Suksesi 16 Akhirnya Tetap Dipilih Rakyat 17 PENDIDIKAN Di Trunyan, Kintamani

Banyak Anak Usia Sekolah Belum Nikmati Pendidikan Dasar 18

DAERAH Ruang Terbatas

Pasien Anak Dirawat di Lorong 22

KESEHATAN Penyakit Jantung,

Disebabkan Makanan Terkontaminasi Vestisida 24 LENSA Sawah Jatiluwih 26

OLAHRAGA Tetap Relaks Jelang

Musim Balapan Dimulai 28

LINGKUNGAN Jatiluwih

Wariskan Masalah 36

PARIWISATA Pariwisata Bali Korbankan

Budaya dan Lingkungan 38

TRADISI Ritual “Macakcakan”

Upaya Jaga Keseimbangan Alam Secara ”Niskala” 44 FASHION Gaya Bebas tetapi Damai 46 KERAJINAN Desa Tihingan MANCANEGARA Profesi yang Terancam Teknologi 20

Pusat Kerajinan Gamelan di Bali 48 2 - 8 Februari 2015

3


DARI PEMBACA

Pertimbangan untuk Memilih K

alau rakyat Bali benar sayang kepada desa pakraman, saya anjurkan sebagai berikut. Pertama, jangan memilih desa adat menjadi desa sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 6 Tahun 2014, karena desa adat akan menjadi Badan Tata Usaha Negara masuk pada yurisdiksi Peradilan Tata Usaha Negara wajib mengurus semua warga tanpa membedakan suku, ras dan agama. Hak otonom (kepemerintahan sendiri) dari desa adat akan benar-benar lenyap oleh karena desa adat harus tunduk kepada ketentuan Bab XIII UU tersebut tentang Ketentuan Khusus Desa Adat yang substansinya menentukan bahwa pelaksanaan hak asal usul dan hak tradisional desa adat harus sesuai prinsip NKRI (Pasal 97 ayat I c), substansi hak tradisional desa adat tidak boleh mengancam integritas RI (Pasal 97 ayat 4 a), norma hukum adat dari desa tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan (Pasal 97 ayat 4 b) dan desa adat harus menghormati keragaman yaitu; tidak mendiskriminasi warga atau golongan masyarakat tertentu (Pasal 24 ayat j dan penjelasan yo Pasal 104). Kedua, oleh karena ketentuan Pasal 6 UU No.6 Tahun 2014 tersebut diberikan kekuatan imperatif, harus pilih salah satu; desa adat atau desa dinas dan tidak boleh memilih keduanya, maka pilihan terbaik dalam situasi dilematis ini adalah memilih desa dinas yang akan menjadi Desa Badan Tata Usaha Negara yang wajib menyelenggarakan pemerintahan umum. Sedangkan desa adat akan menjadi Lembaga Adat Desa (Pasal 95), selanjutnya disebut Lembaga Adat Desa Pakraman (tidak merupakan Badan Tata Usaha Negara) menjadi mitra desa dinas dalam melestarikan adat-istiadat (Pasal 95 ayat 3) mempunyai kewenangan untuk menjalankan hak asal-usul, hak tradisional dan adat-istiadat seperti sediakala. Desa dan Lembaga Adat Desa mempunyai hak yang sama atas anggaran pemerintah dalam rangka menjalankan kewenangannya tersebut dapat diatur dalam Peraturan Daerah. Ketut Artadi, S.H., S.U. Jl. Sekar Jepun V/14 Denpasar

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

2 - 8 Februari 2015

4


Revolusi Mental Tersandera Arogansi Keberpihakan dan kepedulian terhadap alam dan krama Bali masih minim. Arogansi kekuasaan masih mendominasi kebijakan pembangunan. Aspirasi krama Bali pun sering diabaikan ketika tak sejalan dengan target penguasa. Hal ini mengindikasikan gerakan revolusi mental yang telah menjadi komitmen bersama dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara belum bergulir di Bali. Pandangan ini dilontarkan responden, ketika Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat terkait revolusi mental di Bali. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 66,28 persen responden menilai revolusi mental belum bergulir di Bali. Ada kecenderungan elite politik dan penguasa Bali belum melakukan langkah nyata untuk menjabarkan revolusi mental dalam tata kelola pemerintahan, pengayoman terhadap krama Bali termasuk pada upaya-upaya menjaga keberlangsungan budaya Bali. Bahkan dalam urusan pajak, arogansi penguasa masih sangat dominan. Pajak yang menjerat rakyat tak kunjung direvisi. Penguasa juga masih cenderung membela investor dan

mengabaikan aspirasi yang bergulir di masyarakat. Sedangkan 29,25 persen mengatakan gerakan revolusi mental sudah bergulir di Bali. Setidaknya di tingkat masyarakat niat untuk membangun perubahan terlihat jelas. Hal ini bisa dicermati dari bangkitnya keberanian krama Bali menentang kebijakan penguasa yang menyimpang. Kuatnya penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa adalah contohnya. Keberanian krama Bali mengkritisi keinginan segelintir oknum dalam menyikapi UU Desa, merupakan indikator adanya gerakan moral yang terbangun. Responden mengatakan revolusi mental ini harus terus digaungkan agar pihak-pihak yang ingin melakukan kooptasi terhadap Bali bisa disadarkan. Sedangkan 4,47 persen responden tidak memberikan respons terkait hal ini. Responden mengaku sering mendengar slogan ini namun tak tahu apa indikatornya. Sejumlah responden justru menuding revolusi mental hanyalah jargon politik yang sulit diukur implementasinya. Dira Arsana 2 - 8 Februari 2015

5

5


OPINI

Fluktuasi Harga BBM

P

emerintah dua kali menurunkan harga BBM. Pada awal Januari dan 19 Januari 2015. Secara hitung-hitungan sederhana penurunan harga BBM tersebut sangat menguntungkan dan meringankan beban masyarakat. Walaupun pada kenyataannya penurunan harga BBM tidak serta merta diikuti dengan penurunan harga-harga barang, apakah itu kebutuhan pokok atau lainnya (seperti onderdil). Sepertinya hargaharga tersebut enggan turun padahal sangat cepat naiknya ketika harga BBM dinaikkan. Ini tentu merupakan PR tersendiri buat pemerintah. Konon katanya akan ada pihak yang ditunjuk sebagai price stabilizator. Dari sektor transportasi, fluktuasi harga BBM ini berapa tariff angkutan harus berubah? Beberapa hal mesti segera dilakukan dalam penetapan kebijakan tersebut. Pertama, Pemerintah mungkin tidak perlu terburu-buru untuk mengubah-ubah harga jual BBM dalam negeri. Sekalipun harga minyak dunia berfluktuasi dalam hitungan waktu yang singkat, sebaiknya pemerintah menetapkan batasan waktu yang terukur untuk mengubah dan menetapkan harga BBM baru. Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari kebijakan tersebut, yaitu: ada kepastian jangka waktu harga BBM, misalnya per triwulanan, semesteran atau bahkan hitungan tahun. Kepastian ini sangat penting untuk penetapan biaya-biaya produksi maupun distribusi dan juga penetapan tarif. Manfaat lain yang dapat diperoleh adalah, ketika harga BBM yang telah ditetapkan ternyata memungkinkan untuk diturunkan dalam waktu yang sangat singkat setelah penetapan sebelumnya, sebaiknya pemerintah menahan dulu harga BBM yang sudah ada hingga periode waktu yang ditetapkan. Hal ini dapat dimungkinkan karena bisa jadi pada periode tersebut harga minyak dunia akan mengalami pen-

6

Oleh I Made Rai Ridartha, ATD, Dipl.UG, M.Eng.Sc

ingkatan atau penurunan lagi. Jika ini diikuti, maka perubahan penetapan harga BBM sangat cepat dan dapat membuat kekacauan dan kebingunan. Selanjutnya, bila harga BBM yang telah ditetapkan sebelumnya ternyata bisa lebih murah lagi, pemerintah tidak harus mengubahnya dan tetap memberlakukan harga sebelumnya. Dalam situasi seperti ini pemerintah akan memiliki “tabungan� dari selisih harga tadi. Dalam situasi yang sama, pemerintah juga tidak harus buru-buru menaikkan harga BBM demi mengikuti perkembangan harga minyak dunia, karena pemerintah bisa menggunakan “tabungan� tadi untuk menutupi defisit yang ada. Disinilah letak kejelian dan kepiawaian pemerintah untuk menghitung, memikirkan dan menerapkannya pada kebijakannya. Kedua, khusus untuk penetapan

tarif angkutan umum, darat, laut dan kereta api, penetapannya tidak menggunakan dasar single price harga BBM. Penetapan tarif dibuat berdasarkan range price harga BBM. Manfaat yang didapat adalah para penyedia dan pengguna jasa transportasi dapat menghitung sendiri berapa besar tarif yang dapat diberlakukan atau dikenakan pada pengguna dengan melihat tabel yang dibuat. Manfaat lain adalah akan menguntungkan dan meringan pekerjaan pemerintah atau pihak-pihak yang bertugas untuk menetapkan tarif. Pemerintah tidak selalu harus membuat keputusan baru tentang tarif, sehingga dapat mempercepat proses pelaksanaan di lapangan. Dari keseluruhan hal di atas, pemerintah sebaiknya tetap fokus pada upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik. Transportasi publik yang berkualitas dan handal akan dapat memberikan dampak positif terhadap penggunaan bahan bakar. Sumber dan untuk penguatan transportasi publik tidak diharapkan dari pajak penggunaan BBM, namun justru harus diperoleh dari penghematan yang dilakukan akibat dari pengurangan penggunaan BBM bersubsidi. Pemerintah harus tetap mengupayakan hal ini untuk memberikan alternatif pilihan pada masyarakat sebelum menerapkan ketentuan atau peraturan dalam upaya untuk menghambat laju pertumbuhan kendaraan pribadi. Masyarakat akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan transportasinya sendiri ketika pilihan terhadap penggunaan transportasi publik tidak mereka dapatkan, apalagi jika perbandingan biayanya sangat tidak menguntungkan mereka. Penulis, PNS Pemkab Gianyar dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali

2 - 8 Februari 2015

6


BALI SEPEKAN

Air Danau Batur Naik

Jalan di Trunyan Terendam MBP/eka

Banjir di Padangsambian Kelod, Puluhan Rumah Terendam HUJAN yang mengguyur Denpasar, Selasa (20/1) mengakibatkan sejumlah kawasan tergenang air. Bahkan, beberapa titik di Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat tergenang air cukup tinggi. Air hujan setinggi paha orang dewasa menggenangi kompleks perumahan purnawira selama kurang lebih tiga jam. Salah seorang warga setempat mengatakan, sejak tahun 2008 tempat tinggalnya sering tergenang air. Setiap hujan pasti banjir. “Kalau dihitung ada 20 rumah tergenang air,” jelas Asri Mardiastuti. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, beberapa perabotan maupun hewan

ternak yang disapu banjir terpaksa harus direlakan hanyut ke sungai. “Jemuran, ayam dan perabotan rumah tangga sudah biasa hanyut. Kalau diambil malah membahayakan diri, karena arusnya deras. Arus dari atas dan dari sungai,” jelasnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra meminta kepada para kepala desa/lurah untuk memantau titik banjir di daerahnya. Terlebih, sampai saat ini masih ada beberapa titik yang rawan tergenang ketika hujan lebat turun. “Antisipasi bencana banjir harus tetap dilakukan untuk mengurangi kerugian bila terjadi banjir,” katanya. Asmara Putra

Truk Jatuh ke Jurang

Tiga Penumpang Luka DIDUGA karena kondisi cuaca hujan deras dan terjalnya medan yang dilalui, sebuah truk Hino berwarna hijau muda mopol DK 9554 HC terperosok jatuh ke dalam jurang sedalam 30 meter di seputaran Dusun Asah Desa Gobleg Kecamatan Banjar, Buleleng. Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi truk langsung dilarikan ke ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, sedangkan anak, istri, dan buruh yang ikut dalam rombongan truk mengalami luka-luka. Informasi di lokasi kejadian, truk itu tengah dalam perjalanan mem-

bawa kayu sengon dari Kediri, Tabanan menuju Jembrana, Minggu (18/1). Truk Hino dikemudikan Kadek Ngurah Antara (40) warga Banjar Tegak Gede Desa Yeh Embang Kangin, Jembrana, bersama istrinya Ni Putu Ayu Utami (36), anaknya, Komang Satia Wiguna (3), dan didampingi satu orang buruh yang berada di belakang badan truk bernama Sudirman (20) asal Banyuwangi. Kasat Lantas Polres Buleleng AKP I Nengah Patrem, pihaknya membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas. Dewa Kusuma

VOLUME air Danau Batur, Kintamani Bangli sejak beberapa hari terakhir kembali mengalami peningkatan. Kondisi ini menyebabkan jalan paving di pinggir danau Desa Trunyan kembali terendam. Meski demikian, peningkatan volume air danau yang terjadi akibat dampak musim hujan kali ini diakui warga belum sampai mengganggu aktivitas mereka. Meningkatnya volume air danau Batur tersebut diakui Perbekel Desa Trunyan I Wayan Arjana, Senin (19/1). Dia mengatakan, akibat meningkatnya volume air di danau Batur saat ini, jalan paving yang tepat berada di pinggir danau kembali tenggelam. Ketinggian air yang menggenangi jalan alternatif menuju pusat desa tersebut, kurang lebih semata kaki orang dewasa. “Jalannya terendam sudah sejak lima hari terakhir. Ketinggiannya sekitar mata kaki warga,” terangnya. Swasrina

Sejumlah Proyek Jalan Gagal Diselesaikan SEJUMLAH proyek di Karangasem terutama proyek jalan gagal diselesaikan alias mangkrak. Selain itu, ada proyek meski sebagian selesai tetapi kualitasnya diduga tak sesuai kontrak kerja. Hal itu mengemuka saat rapat kerja Komisi 2 dengan Kadis PU Karangasem di DPRD Karangasem, beberapa hari lalu. Atas adanya sejumlah proyek tak selesai, Kadis PU Karangasem Ir. Nyoman Sutirtayasa mengakui, sebagian kegagalan pengerjaan proyek. Akibatnya, ada lima proyek jalan yang langsung diputus kontraknya. Mereka juga kena sanksi, di antaranya blacklist, dua tahun tak boleh mengambil proyek. ‘’Jangan khawatir, proyek yang tidak dikerjakan sesuai kontrak kerja atau spesifikasinya, kami tak akan bayar. Kalau kami bayar nanti menjadi temuan BPKP, kami yang ikut kena getahnya,’’ kata Sutirtayasa. Budana 2 - 8 Februari 2015

7

7


LAPORAN UTAMA

Bali Harus Diselamatkan

B

ali kini dihadang banyak persoalan. Tidak saja persoalan lingkungan dan tanah Bali, juga persoalan budaya sampai ancaman terhadap orang Bali sendiri. Bali terdesak, orang-orangnya “terpinggirkan” karena serbuan investor. Konsep pariwisata budaya yang diusung dalam pengembangan Bali mulai melemah, terkikis dan menuju habis. Pada wilayah tertentu kepemilikan tanah sudah dikuasai orang luar Bali dan mancanegara. Sebuah fakta yang tidak bisa dijawab hanya dengan wacana. Kesadaran menyelamatkan Bali harus tumbuh dari dalam oleh orang Bali sendiri.

8

Bali memang harus diselamatkan. Mampukah? Pertanyaan itu nampaknya terjawab oleh pernyataan tokoh spiritual Prabu Darmayasa. Penerjemah Bhagawad Gita ini memberikan gambaran bahwa Bali itu kuat. Kekuatan dalam arti menjaga tradisi yang sudah diwariskan para leluhur. Sayang memang, dalam perkembangannya ternyata banyak warisan leluhur berupa tradisi yang patut diselamatkan mulai bergeser oleh tradisi yang bukan asli Bali. Sekarang ini banyak orang lahir di Bali yang kurang memaknai apa hakikatnya sebagai orang Bali. Orang Bali memiliki kekuatan menjaga tradisi dan budaya. Tidak ada jalan lain untuk mampu menyelamatkan Bali adalah dengan menguatkan diri sendiri. Jangan sampai apa yang ada di Bali dibawa pergi dari Bali. “Sebagai orang Bali mari jaga Bali,” tegasnya. Ia menegaskan, adalah tugas kita bersama (orang Bali) untuk menjaganya. Kembalilah jadi orang Bali yang kuat dengan mempertahankan apa yang menjadi ciri khas Bali. ‘’Mulailah dari diri sendiri, baik berpikir, berbicara dan berbuat. Bekerja sesuai swadharma dan semuanya harus berlandaskan dharma,’’ tegasnya. Penegasan sama juga dikemukakan Ida Pedanda Putu Oka dari Geria Manggis Banjar Brahmana Bukit, Bangli. Ida Pedanda mengemukakan, selama ini di zaman kali (kaliyuga) telah terjadi degradasi moral pada diri manusia. Banyak orang yang

saat ini terlalu nyapa kadi aku (menyombongkan diri) dan terlalu berorientasi pada harta hingga mengesampingkan keharmonisan alam. Seharusnya keharmonisan alam Bali tetap dijaga dengan tidak mengeksploitasinya secara berlebihan. Untuk mencapai keharmonisan itu umat harus lebih memahami konsep Sad Kertih yang diajarkan leluhur, di antaranya Atma Kertih, Danu Kertih, Segara Kertih, Wana Kertih, Jagat Kertih, dan Jana Kertih. Dengan dipahaminya satu per satu dari bagian konsep luhur itu maka niscaya keharmonisan dan keseimbangan alam Bali akan tetap terjaga. “Keseimbangan ini yang harus direnungkan. Jangan mengoyak-ngoyak alam Bali. Karena cita-cita leluhur kita bukan menghancurkan alam Bali, akan tetapi menjadikan Bali ini harmonis,” katanya. Swasrina

2 - 8 Februari 2015

8


Penguasa dan Pengusaha

Mesti Punya Komitmen Kawal Ibu Pertiwi PENGUASA dan pengusaha memang menjadi tumpuan utama dalam menjaga alam. Merekalah penentu. Penguasa adalah pemimpin yang mengeluarkan sebuah kebijakan atas arah pembangunan. Sedangkan pengusaha punya kekuatan modal yang terlibat dalam kebijakan pembangunan yang punya sasaran dapat keuntungan. Dalam penyelamatan Bali, penguasa dan pengusaha ini paling menentukan. Komitmen penguasa dan pengusaha dalam menjaga dan memelihara alam Bali haruslah kuat. Ibarat mencari susu dari sapi, ketika ingin mendapatkan susu yang lebih banyak, peliharalah sapi itu dengan baik, bukan malah meracuninya. Untuk itu, siapapun yang tinggal, berusaha, termasuk sebagai pemimpin Bali dalam tatanan pemerintahan, mulai sadar diri dan berhentilah berbuat tidak baik kepada alam Bali. Menurut Ida Pedanda Made Gunung, saat ini, banyak yang terlalu ingin memenuhi keinginan duniawi. Sehingga kegelapan itu akan selalu ada pada hati mereka. Dosa itu ada karena kotoran (klise) dari pikiran manusia. Setelah kotor, maka akan lahir kegelapan (papa). Ada momen-monen tertentu yang bisa dipakai untuk merenungkan semua itu. Pada Siwaratri beberapa waktu lalu bisa digunakan untuk perenungan menyadari diri bagi mereka yang mengalami kegelapan agar mencari sinar, agar kita bisa berjalan pada tutur yang memberikan penerangan pada diri kita. “Yang perlu direnungkan adalah siapa sebenarnya diri kita? Apa gunanya kita hidup di bumi ini? Setelah ini mau ke mana? Setelah di sana apa yang dibawa ke sana?” katanya. Dalam kehidupan, manusia memiliki panca indria. Sehingga keingian untuk memiliki mobil banyak dan rumah banyak. Tentu keinginan itu boleh dan wajar-wajar saja selama dilandasi dengan dharma. Akan tetapi, patut juga diingat ketika ‘’pulang’’ di mana Atma menyatu dengan Brahman, apa semua itu bisa kita bawa? Ida Pendanda menegaskan, yang bisa dibawa hanya karma. Untuk itu, lebih baik dalam hidup kita berkarma dalam arti mengabdi pada Tuhan, diri sendiri dan lingkungan. Dalam rasa pengabdian itu juga perlu dicamkan bahwa bumi ini adalah sebuah titipan. Ibu pertiwi yang ada bukan milik kita, melainkan untuk generasi penerus. Untuk itu yang hidup pada zaman ini mesti melestarikannya. “Alangkah durhakanya kita kalau Bali hilang di tangan kita,” katanya. Dharmada

Ida Pedanda Made Gunung 2 - 8 Februari 2015

9

9


LAPORAN UTAMA

Pemandangan dari udara Teluk Benoa yang mesti diselamatkan

10

2 - 8 Februari 2015

10


Lindungi Alam Bali

Buktikan dari Teluk Benoa

S

ebuah tantangan berat kini dihadapi para pemimpin dan wakil rakyat di Bali. Harapan besar berada di pundak mereka untuk mampu memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya. Komitmen dan kesungguhan para wakil rakyat ini ditunggu untuk membela dan melindungi tanah kelahirannya Bali. Pembentukan Pansus Reklamasi Teluk Benoa dan Serangan disambut positif. Dengan catatan, Pansus yang nantinya dibentuk bukanlah Pansus abal-abal yang justru semakin memuluskan rencana menguruk Teluk Benoa seluas 700 hektar itu. Di sinilah Dewan diminta mendengarkan aspirasi masyarakat agar melindungi alam Bali. Buktikan perjuangan dan memulainya dari Teluk Benoa untuk bias menyelamatkan Bali. “Harapan kami biar Pansus ini memang berjalan dengan terbuka, jangan Pansus ini menjadi Pansus abal-abal, dipakai untuk kedok malah memuluskan rencana reklamasi itu. Maksudnya saya agar apa rencana dari awal reklamasi itu terbuka dengan jelas rencana itu dari mana, terus siapa yang merekomendasi, segala macam itu agar semua terungkap dengan jelas,” ujar Ketua LPM Tanjung Benoa Kadek Duarsa belum lama ini. Duarsa juga meminta Pansus yang dibentuk DPRD Bali bisa cepat membongkar kekeliruan di balik proses perizinan reklamasi. Dirinya seperti mayoritas warga Tanjung Benoa sangat mengharapkan agar rencana reklamasi tidak terjadi di Teluk Benoa yang sebelumnya merupakan kawasan konservasi. “Kita ingin DPRD itu yang katanya itu membawa aspirasi masyarakat, itu memang benar-benar serius. Masyarakat yang sudah memang benar-benar menolak rencana reklamasi itu agar tercerahkan dan keinginan masyarakat itu agar alam Bali ini memang benar-benar kita lindungi,” jelasnya. Hal sama juga dikemukakan Direktur Yayasan Manikaya Kauci Komang Arya Ganaris. Ia mengatakan, Bali sudah sering menjadi sasaran megaproyek yang berakhir memprihatinkan. Oleh karena itu, penolakan masyarakat terhadap megaproyek reklamasi yang sudah berjalan lama ini harus segera berujung. Selain dari pihak investor yang harus menghentikan niatnya untuk mereklamasi, pemerintah juga harus segera mencabut izin serta membatalkan Perpres No.51 Tahun 2014 yang memuluskan rencana itu. “Megaproyek dengan slogan untuk kepentingan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan mereka, merekrut lebih besar tenaga kerja warga Bali itu sudah usanglah model-model, cara-cara seperti itu. Proyek besar itu selalu kampanyenya seperti itu, sudah sering dengan pendekatan investasi seperti itu. Akhirnya ujung-ujungnya ya… masyarakat Bali tidak mendapatkan atau tidak terlibat secara penuh dalam persoalan-persoalan yang besar itu,” tandasnya. Kata dia, masyarakat Bali khususnya tidak menginginkan lagi modelmodel pembangunan pariwisata yang super mewah. Kita menginginkan yang selaras dengan alam dan budaya dan semua itu tidak hanya menjadi slogan tapi mesti mampu diwujudnyatakan. Rindra

MBP/edi

2 - 8 Februari 2015

11


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

SKALA PRIORITAS - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya untuk memperjuangkan kebutuhan umat Hindu dengan menyusun skala prioritas perjuangan Hindu di masa yang akan datang. Hal ini mengemuka saat rapat dengar pendapat (RDP) Komite III DPD RI yang membidangi bidang agama dengan Kanwil Agama Provinsi Bali termasuk bersama lembaga agama Hindu dan non-Hindu yang diadakan di Kantor Kanwil Agama Provinsi Bali. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (anggota DPD/MPR–RI) bersama Kanwil Agama Provinsi Bali saat RDP Reses Komite III.

MBP/ist

DEKATKAN DIRI - AJS Raptor makin mendekatkan diri dengan pelanggan yang ada di Tabanan dan Gianyar. Ini seiring dibukanya Benelli-AJS Tabanan di Jalan Ir. Soekarno dan Benelli-AJS Sukawati di Jalan Raya Sakah. Bagi biker, bicara sepeda motor bukan untuk transportasi semata. Namun, lebih dari itu, harus ada karakter dan aura dalam kuda besi kesayangan mereka. Nampak dalam foto AJS Daytona, moge tipe cruiser besutan AJS yang tampil macho dengan karakter Inggris dihadirkan di Benelli-AJS Tabanan dan Benelli-AJS Sukawati di Jalan Raya Sakah.

12

2 - 8 Februari 2015

LONTAR - Sebuah naskah lontar berusia 380 tahun dibaca pada saat hari suci Siwaratri Senin (19/1) lalu. Lontar berjudul ‘’Brati Sasana dan Siwa Sasana’’ ini milik Griya Aan Klungkung. Lontar ini ditulis di Desa Siku Gelgel pada tahun 1556 Çaka atau 1634 Masehi. Menurut IBG Agastia, pemrakarsa kegiatan ini, lontar ini merupakan salah satu lontar atau manuskrip tertua di Bali. Dan teks lontar ini diduga telah menjadi pedoman para pandita pada zaman Majapahit dan sebelumnya. Nampak dalam foto Ida Pedanda Putra Tembau membaca lontar didampingi IBG Agastia (kanan).

BUDAYA - Idiom pariwisata budaya yang diusung Bali memang belum berdampak serius terhadap pemeliharaan kebudayaan di Bali. Bisa dikatakan, pariwisata sangat tidak ramah terhadap kebudayaan Bali. Tak jarang budaya seolah jadi pelayan pariwisata. Padahal, budaya adalah spirit dan produk utama pariwisata Bali. Hal ini memantik kegelisahan tokoh Puri Anom Tabanan A.A Ngurah Panji Astika ST yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati Tabanan melalui jalur independen. Menurutnya, pariwisata Bali, khususnya di Tabanan berkembang karena kultur masyarakat, bukan hanya karena alam-lingkungan.


BISNIS

Kerajinan Pelepah Pisang Tembus Pasar Ekspor

B

erbagai produk kerajinan berbahan baku pelepah pisang, masih mampu menembus pasar ekspor. Pelepah pisang kini bisa disulap menjadi berbagai produk kerajinan. Seperti kap lampu, tempat tisu, lukisan, bahkan seperangkat mebel artistik. Pernak-pernik dari pelepah pisang memiliki beragam fungsi. Berbagai barang kerajinan dari pelepah pisang itu pun diminati konsumen asing, karena dinilai ramah lingkungan. Menurut Riyanto, penyedia aneka produk kerajinan pelepah pisang di Jln. By-pass Ngurah Rai, aneka produk dari pelepah pisang telah dikembangkan lebih dari 50 jenis produk mulai dari tas wanita, mebel, dompet, keranjang lilit, wadah serbaguna, album foto, bingkai, kotak tisu, dan lain sebagainya. “Di antara kerajinan tersebut, yang paling diminati adalah kotak tisu,� ungkapnya. Produk kerajinan seperti pelepah pisang, harganya mahal tetapi jangan dilihat dari sisi fungsi dan manfaatnya saja. Menurut Riyanto, barang kerajinan merupakan barang seni yang menuntut kreativitas tidak terbatas. Oleh karena itu, bahan bakunya juga harus berkualitas. Ia mengatakan, selama ini pasokan bahan baku cukup lancar karena tersedia melimpah. Namun, hal yang paling sulit justru mencari bahan baku berkualitas. Selain di Bali, pelepah pisang kering juga didatangkan dari daerah Jawa Timur dengan harga Rp 1.500 - Rp 2.000 per kilogram (kg). Khusus pelepah kering bertekstur berharga Rp 2.500 per kg. Selain di pasar dalam negeri, pesanan juga banyak dari Italia, Malaysia, dan Singapura. Barang yang dicari adalah jenis kotak pensil serta hiasan bunga pada pensil. “Kami belum mengekspor sendiri. Pembeli asing dari Singapura, Italia, dan Malaysia datang sendiri ke tempat kami,� katanya. Ia menambahkan, prinsip dalam kerajinan adalah kreativitas. Produk kerajinan bukan untuk menciptakan pekerja, tetapi membuat orang kreatif menuangkan ide. Artinya, konsumen tidak mau tahu barang terbuat dari apa. Barang unik pasti dibeli. Intinya jangan pernah berhenti berinovasi, agar tidak tergilas. Seperti halnya pelepah pisang yang bisa dibuat apa saja asalkan kreatif. Ady /Bisnis Bali

Bisnis Bali Info Bisnis di Bali

2 - 8 Februari 2015

13


A KT I V I TA S

MBP/ist

MACARU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar telah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama 94 tahun. Untuk menetralisir alam beserta unsur-unsur negatif lainnya, RSUD Wangaya melaksanakan upacara Mecaru Sangsa Medasar Walik Sumpah di halaman belakang RSUD Wangaya, Rabu (21/1). Upacara dipuput Ida Pedanda Gede Karang Pemaron dari Geriya Menara Munggu dengan menggunakan banten pecaruan sapi, kambing, anjing dan ayam. Dalam upacara ini juga dilakukan penandatanganan prasati pembangunan Gedung C oleh Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Direktur RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan, Kadis Kesehatan Kota Denpasar Luh Putu Sri Armini dan Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra.

MBP/ist

LOMBA - HUT ke-62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar tahun ini benar-benar berjalan semarak. Hampir semua lomba yang dikordinir oleh BEM Universitas Dwijendra berlangsung sukses. Pada Jumat (16/1) digelar lomba modern dance antarsiswa SMA/SMK se- Bali. Lomba ini diikuti 18 peserta. Ketua Panitia HUT ke-62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar yang langsung dijabat Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum., tak mampu menahan rasa harunya karena semua gelaran acara dihadiri banyak penonton dan peserta. Nampak dalam foto Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati bersama Drs. IB Rai, M.Si., dan Ketua BEM Aditya Tahira di sela-sela kegiatan lomba.

MBP/ist

SIWARATRI - Sejak berdiri tahun 1963, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar selalu merayakan hari suci umat Hindu, termasuk melaksanakan hari suci Siwaratri, Senin (19/1). Untuk perayaan tahun ini, seluruh dosen dan mahasiswa melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Maha Widya Mandira dan dilanjutkan dengan diskusi mengupas makna hari suci Siwaratri tersebut. Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. mengungkapkan, mengingat Unhi memiliki mata kuliah pokok agama dan kebudayaan, sehingga untuk mewujudkan hal itu, dilaksanakan perayaan beberapa hari-hari raya suci. Nampak dalam foto Rektor Unhi bersama dosen dan mahasiswa sembahyang bersama saat Siwaratri di Pura Maha Widya Mandira.

14

2 - 8 Februari 2015

MBP/ist

SEMINAR NASIONAL - Serangkaian HUT ke- 62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar digelar seminar nasional dengan tema “Peningatan efektivitas program gerbang sadu dan Simantri dalam pembangunan berkelanjutan�. Seminar menampilkan Prof. Dewa Ngurah Suprata, Dr. Sita T. Van Bemmelen, Prof. P. Windia, dan Gede Sedana. Tampil sebagai keynotespeakers Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) Prov. Bali Lihadnyana. Nampak dalam foto Ketua BPMPD Bali, Lihadnyana bergambar bersama M.S. Chandra Jaya, Putu Dyatmikawati dan pembicara seminar HUT Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar.


MBP/ist MBP/ist

RAPAT PERDANA - Pansus Penyertaan Modal di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, Kamis (15/1) menggelar rapat perdana. Pada rapat tersebut, pansus mengusulkan Pemkab Badung menarik sahamnya dari BPD Bali. Tak hanya itu, terlontar wacana agar Badung membuat bank sendiri. Di antaranya hadir pada rapat tersebut, pimpinan dan anggota pansus, jajaran eksekutif Badung, petinggi BPD Bali, Bank Indonesia (BI) serta pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta didampingi Ketua Pansus I Nyoman Satria. Nampak dalam foto Ketua Pansus Penyertaan Modal di BPD Bali DPRD Badung.

PENYERTAAN MODAL - RUPS BPR Lestari menyetujui penambahan modal disetor menjadi Rp 100 miliar. Hal ini disepakati dalam RUPS tahunan yang dilenggarakan 17 Januari lalu, bertempat di Rimba Jimbaran Hotel. Dikatakan Komisaris Utama BPR Lestari, Alex P. Chandra, peningkatkan permodalan ini dalam rangka menghadapi tantangan dan pengembangan usaha ke depannya. Dalam rapat tersebut, Pribadi Budiono, CEO BPR Lestari mempresentasikan bahwa di tahun 2014 aset BPR Lestari tumbuh 32,89%. Secara keseluruhan performance BPR Lestari di tahun 2014 mencapai target yang telah ditentukan. Selain aset yang tumbuh di atas 30%, proďŹ t bank menjadi Rp 130 miliar.

MBP/ist MBP/ist

MUTASI - Awal tahun 2015, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H. kembali melaksanakan mutasi sekaligus pelantikan pejabat struktural eselon III, IV dan V di lingkungan Pemkab Karangasem. Sebanyak 40 PNS dilantik untuk menduduki jabatan baru, termasuk 8 pejabat promosi di antaranya eselon IVa sebanyak 5 orang, eselon IVb sebanyak 2 orang, eselon V 1 orang dan 32 pejabat di jajaran Pemkab Karangasem yang mengalami pergeseran. Nampak dalam foto Bupati Karangasem Wayan Geredeg menandatangani berita acara pada mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem.

BERSIH PANTAI - Gerakan Bersih Pantai di Kabupaten Badung nampaknya mendapat sambutan hangat tidak hanya dari pemerintah dan masyarakat namun juga mendapat dukungan penuh dari personil TNI-Polri. Nampak dalam foto Bupati Badung, A.A. Gde Agung bersama Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Djoko Hariutomo melaksanakan kegiatan bersih-bersih di kawasan pantai Seminyak, Legian dan Kuta (Samigita), Jumat (16/1). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung, I Made Sudiana, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut Julius Widjojono, Dandim 1611 Badung Letkol Inf. Teddy AriďŹ yanto, Kasdim Badung, Mayor Kav. Andi Hermawan, SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, Muspika Kecamatan Kuta, Lurah, LPM, Bendesa Adat Legian, Seminyak dan Kuta. 2 - 8 Februari 2015

15


POLITIK

Gerindra, Meradang Jelang Suksesi

G

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta

16

erindra mendominasi di Bumi Serombotan, Klungkung. Perjungan kader Gerindra menjungkalkan harapan PDI-P untuk kembali menguasai kursi bupati pasca-Wayan Candra. Tak hanya kursi bupati yang lepas, PDI-P juga tersungkur dalam perebutan Ketua DPRD. Gerindra menang. Namun, belakangan riakriak muncul di internal Kader Gerindra. Perdebatan Jabatan ketua DPC Gerindra Klungkung memanas. Kader Gerindra di tingkat elite pun meradang. Walaupun suksesi pergantian kursi ketua DPC, sejumlah kader partai Gerindra di Klungkung tampaknya mulai harap-harap cemas. Hal itu menyusul ada rencana DPP Gerindra pusat melakukan pembenahan terkait AD/ ART Partai. Rancangan AD/ART Partai Gerindra nantinya cukup ketat untuk posisi kursi ketua DPC. Ada aturan kalau bupati, wakil bupati dan ketua DPRD serta anggota DPRD tidak boleh maju menduduki jabatan ketua DPC Gerindra. Sehingga peluang kader yang telah menduduk jabatan bakalan sangat kecil untuk menjadi ketua DPC. Menyikapi hal ini, Sekretaris Gerindra Klungkung Made Kasta mengaku sempat mendengar informasi tersebut. Made Kasta yang juga Wakil Bupati Klungkung mengatakan rencangan AD/ART Gerindra nanti akan cukup ketat. Kalau ini diterapkan maka Gerindra Klungkung dipastikan akan dipegang kader-kader anyar. Karena kader sebelumnya seperti Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru yang sekarang ini merangkap sebagai Ketua DPC Gerindra akan tidak bisa maju lagi. Begitu juga dengan dirinya yang sekarang duduk sebagai Sekretaris Gerindra juga akan diisi orang lain. Sementara, peluang Bupati Klungkung Nyoman Suwirta untuk merebut posisi Ketua DPC juga menjadi kecil. Jika aturan tersebut diterapkan, Made Kasta menilai hal itu tidak jadi masalah. Karena menurut Kasta, Gerindra di Klungkung memiliki banyak kader yang cukup mumpuni.

Panasnya suhu politik menjelang pemilihan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Klungkung nampaknya menyulut kekhawatiran. Ketua DPC Partai Gerindra Wayan Baru buru-buru menepisnya. Ia menegaskan belum ada instruksi untuk pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) dari DPP Gerindra. Demikian juga AD/ART partai belum ada yang berubah. Ia mengaku gerah dengan riak-riak yang mulai terjadi di internal partainya. Padahal, kapan dan bagaimana mekanisme pemilihan Ketua DPC nanti, juga belum jelas. Soal pemilihan Ketua DPC, politisi asal Nusa Penida ini mengaku sudah berupaya berkomunikasi dengan “ring 1” DPP Gerindra Pusat yang mewilayahi Bali. Pihak DPP Gerindra bahwa DPC Partai Gerindra Klungkung masih tetap dipimpin Wayan Baru. ‘’Kalaupun nanti sudah waktunya ada pergantian kepengurusan, pasti ada surat langsung dari DPP Gerindra, apakah akan melalui muscab atau penunjukkan langsung seperti sewaktu dirinya ditunjuk sebagai Ketua DPC Gerindra pertama di Klungkung,’’ ujarnya. Wayan Baru mengaku tidak ambisi harus menduduki kursi Ketua DPC lagi. Ia yakin DPP Gerindra akan selalu memberikan yang terbaik bagi perkembangan partai dan kader di daerah. Bukan dengan cara ribut-ribut yang bisa merusak citra partai di mata masyarakat. “Kalau tidak tahu persoalannya apa, mending diam saja. Saya sebagai Ketua DPC aktif lebih tahu apa yang terjadi di partai,’’ tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, juga dibuat gerah dengan isu perebutan Ketua DPC Gerindra di Klungkung. Ia pun menegaskan sama sekali tidak pernah berharap menjadi Ketua DPC Gerindra. Ia mengaku lebih fokus melaksanakan tugasnya setelah diberikan kepercayaan menjadi Bupati Klungkung lewat mesin Partai Gerindra. Bagiarta

2 - 8 Februari 2015

16


Akhirnya Tetap Dipilih Rakyat SISTEM pemilihan penguasa daerah sempat memacing polemik. Ketegangan politik dua kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) sempat membuat suhu politik di negeri ini panas. Akhirnya kompromi politik tetap memutuskan bupati dan gubernur tetap dipilih rakyat. Perppu Pilkada pun disetujui DPR–RI menjadi Undang-Undang. Keputusan DPR ini pun akhirnya membuat tarik ulur sistem pemilihan dalam pilkada mendatang jelas. KPU Bali pun langsung melakukan koordinasi dan memutuskan pilkada di lima kabupaten/kota di Bali digelar 16 Desember mendatang sedangkan putaran kedua akan digulirkan 26 Januari 2016. Keputusan ini dicapai setelah dilakukan rapat koordinasi. Bahkan kabupaten/kota yang akan melaksanakan pemilukada anggarannya sudah disediakan, yakni Denpasar dengan anggaran Rp 16,6 miliar, Badung Rp 18,4 miliar, Tabanan Rp 16,4 miliar, Bangli Rp 8 miliar dan Karangasem Rp 13,9 miliar. Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi memaparkan dalam draf rancangan tahapan pilkada baik gubernur, bupati dan wali kota tetap mengacu pada Perppu yang menjadi undang-undang. Dalam draf rancangan tersebut ada sejumlah perbedaan kalau dibandingkan dengan peraturan yang berlaku sebelumnya. Pada rancangan yang baru, partai politik yang bisa mengajukan bakal calon adalah partai politik yang mempunyai kursi di DPRD di kabupaten/kota besarnya 20 persen. Bagi bakal calon perseorangan harus mengantongi dukungan sebanyak 5 persen dari jumlah penduduknya. Partai politik yang berhak mengajukan calon sebelumnya diperkenankan untuk mengajukan bakal calon kepala daerah lebih dari satu yang nantinya

akan diikutkan dalam uji publik. Setelah mengikuti proses tersebut barulah partai memutuskan untuk mendaftarkan salah satu dari bakal calon yang ada dengan melihat hasil uji publik. Bagi calon perseorangan yang mendaftarkan diri sebagai calon, apabila dukungannya tidak memenuhi persyaratan dari yang disyaratkan, masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki dukungannya itu sambil proses tahapan berjalan. “Jika ada kekurangan dukungan saat diverifikasi, calon perseorangan itu harus melengkapi dukungannya dua kali lipat dari kekurangan sebelumnya,” kata Raka Sandi. Adanya kesempatan partai politik mengajukan bakal calon lebih dari satu, dinilai akan sangat berpeluang terjadinya sengketa di internal partai politik bersangkutan. “Kalau ini terjadi dipastikan KPU juga akan ikut diminta menyelesaikannya,” ujarnya. Sunadra menambahkan aturan yang ada dalam rancangan sekarang, kalau setelah penghitungan suara ada perselisihan terhadap hasil pilkada penyelesaiannya tidak lagi di Mahkamah Konstitusi melainkan pada pengadilan tinggi yang ditunjuk oleh mahkamah agung.

Ketua KPU Tabanan Darayoni memastikan segera menggelar tahapan pilkada. “Tahapan pilkada memang dimulai Februari atau enam bulan sebelum masa jabatan Bupati berakhir, jelasnya. Ia mengatakan balon bupati yang sudah didaftarkan ini nantinya akan dilakukan uji publik sebelum didaftarkan sebagai calon,” ucapnya. Dalam pendaftaran balon bupati, parpol atau gabungan parpol boleh mendaftarkan lebih dari satu orang untuk mengikuti uji publik. Namun nantinya yang didaftarkan sebagai calon bupati hanya satu orang sesuai rekomendasi Parpol pengusung. Terkait uji publik ini, Darayoni menambahkan, akan dilakukan selama tiga bulan. Widana/Puspadewi Anggaran Pilkada Denpasar Badung Tabanan Bangli Karangasem

Rp 16,6 miliar Rp 18,4 miliar Rp 16,4 miliar Rp 8 miliar Rp 13,9 miliar

2 - 8 Februari 2015

17

17


PENDIDIKAN

Jauhnya jarak lokasi sekolah dengan pemukiman membuat banyak anak usia sekolah di Desa Trunyan tidak menikmati pendidikan dasar.

MBP/dok

Di Trunyan, Kintamani

Banyak Anak Usia Sekolah Belum Nikmati Pendidikan Dasar

P

rogram Wajib Belajar Sembilan Tahun yang selama ini digalakkan pemerintah nampaknya belum bisa berjalan sepenuhnya di Kabupaten Bangli. Hingga tahun 2015 ini, masih banyak anak usia sekolah yang belum menikmati pendidikan dasar. Kondisi ini terjadi di Dusun Madya, Desa Trunyan, Kintamani. Karena jauhnya jarak untuk mencapai sekolah, banyak anak usia sekolah di dusun terpencil itu yang terpaksa putus sekolah, bahkan tak sedikit di antara mereka yang sama sekali tidak bersekolah. Perbekel Trunyan Wayan Arjana tidak menampik kondisi tersebut. Dirinya mengakui ada banyak anak usia sekolah di Dusun Madya yang masih belum mengenyam pendidikan dasar. Hanya saja dirinya mengaku tidak memiliki data yang valid perihal jumlah anak yang tidak

18

2 - 8 Februari 2015

bersekolah termasuk yang putus sekolah. “Memang ada banyak anak di Dusun Madya yang tidak bersekolah. Tapi terkait berapa jumlahnya, kami belum punya data yang valid,” ujar Arjana saat dikonfirmasi belum lama ini. Selain karena keterbatasan ekonomi, kata Arjana, hal yang menjadi persoalan utama warga setempat adalah jauhnya jarak yang harus ditempuh untuk mencapai sekolah SD maupun sekolah menengah dari dusun tersebut. Di mana sekolah SD yang terdekat dari Dusun Madya adalah SDN 3 Trunyan yang terletak di Dusun Bunut. Meski disebut paling dekat, namun untuk mencapai sekolah tersebut warga tetap harus menempuh jarak kurang lebih tiga kilometer. Tak hanya itu saja, jauhnya jarak untuk mencapai sekolah tersebut juga belum didukung dengan infrastruktur

jalan yang memadai. Hal yang sama juga diakui Kepala Dusun Madya Wayan Besar. Dia menambahkan, adapun sekolah SMP terdekat dari Dusun Madya berlokasi di Kecamatan Kubu, Karangasem, yang jaraknya kurang lebih sekitar 12 kilometer. “Begitu juga untuk sekolah menengah atasnya, yang paling dekat ada di Kecamatan Abang, Karangasem,” terangnya. Kondisi inilah yang diakui Wayan Besar menjadi pemicu banyaknya penduduk di Dusun Madya, yang kemudian memilih tidak bersekolah termasuk tidak melanjutkan pendidikannya ke tingkat menengah. Sehingga tidak sedikit warga di Dusun Madya yang sampai sekarang masih buta aksara. Swasrina


Kurikulum 2006 Diterapkan

Peran Guru TIK di 71 Sekolah Dikembalikan TERCATAT 71 sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK di Gianyar yang kembali menerapkan ke Kurikulum 2006 sejak awal Januari 2015 lalu. Kebijakan ini serta merta mengembalikan peran guru mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komputer (TIK). Sebab, tahun sebelumnya dalam penerapan Kurikulum 2013, peran guru tersebut dimasukkan dalam Pusat Teknologi Pendidikan yang ada di sekolah, untuk membantu guru lain dalam mempersiapkan materi ajar. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Post, tecatat 356 sekolah yang kembali ke Kurikulum 2006, di antaranya 285 sekolah tingkat SD, 40 sekolah tingkat SMP, 11 sekolah tingkat SMK dan 20 sekolah tingkat SMK. ”Peran guru TIK di sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK yang kini menerapkan Kurikulum 2006 sudah dikembalikan sesuai penerapan kurikulum yang berlaku,” kata Kadis Pendidikan Kabupaten Gianyar Dewa Alit Mudiarta, belum lama ini. Sementara di sekolah floating kurikulum 2013, peran guru TIK tetap disesuaikan dengan Permendikbud No 68 tahun 2014. Bahwa peran guru TIK dalam

rangka pelaksanaan kurikulum 2013 hampir mirip dengan guru Bimbingan Konseling (BK). ”Jadi, kalau di sekolah floating perannya seperti guru BK dan seorang guru TIK per semester harus membimbing seratus lima puluh orang anak didik,” ujarnya. Sementara Kepala SMAN 1 Blahbatuh I Ketut Sulatra, sebagai sekolah floating pihaknya sudah menyesuaikan dengan Permendikbud No 68 tahun 2014 mengenai guru TIK. ”Sesuai permen mungkin proses pembimbingannya masih sama dengan BK. Bila ada keluhan mengenai teknologi bisa meminta bantuan pada guru TI untuk menjelaskan segala sesuatunya,” terangnya. Di samping memberikan bimbingan, lanjut Sulatra, guru TIK juga memberikan pelayanan kepada para guru bidang studi yang lain. Bentuk pelayanannya bisa dalam bentuk pengembangan dan sumber pembelajaran. ”Misalnya, guru meminta tolong untuk mencarikan materi di internet atau membuatkan media pembelajaran seperti membuatkan media power point hingga membantu persiapan pembelajaran,” tegasnya. Dia menambahkan, khususnya dalam menyusun penilaian pembelajaran yang tergolong rumit, seperti penilaian sikap, bisa dibantu oleh guru TIK. Diakuinya melalui pola tersebut tidak setiap hari siswa ada keluhan mengenai teknologi. Bahkan guru juga tidak banyak yang meminta bantuan pada guru TIK terkait pengunaan teknologi. ”Kalau siswa tidak setiap hari mengeluhkan masalah teknologi, kalau dari guru lain palingan guru TIK hanya diminta bantuan membuat power point, tapi guru baru yang muda semua malah sudah bikin sendiri,” bebernya. Kini di SMA 2 Blahbatuh terdapat tiga guru TIK. Di samping mebimbing tentang teknologi, tiga guru honorer tersebut juga meberikan bimbingan ekstrakulikuler kewirausahaan. ”Hal ini saya lakukan agar guru TIK tidak sampai nganggur. Rencananya, saya juga arahkan guru ini untuk meberikan les gratis,” tegasnya. Manik Astajaya

2 - 8 Februari 2015

19


MANCANEGARA

Profesi yang Terancam Teknologi

D

i zaman yang telah maju, berbagai macam teknologi dikembangkan untuk mempermudah kehidupan manusia. Inovasiinovasi muncul untuk mempersingkat waktu, memudahkan aktivitas sehari-hari hingga memangkas pengeluaran suatu perusahaan. Namun konsekuensi dari hal ini, akan ada beberapa profesi yang punah karena pekerjaannya telah dapat digantikan oleh teknologi ataupun mesin. Tukang Pos Bentuk ďŹ sik kini mulai digantikan dengan email, karena jauh lebih murah, tidak membutuhkan prangko, menghemat kertas, dan dapat terkirim hanya dalam hitungan detik saja. Kemajuan teknologi telepon selular juga semakin memudahkan manusia untuk berkomunikasi jadi surat sangat jarang digunakan. Operator Telepon Sebagian perusahaan besar mulai banyak menggunakan mesin penjawab. Bahkan, saat ini mesin penjawab mampu membantu memecahkan beberapa masalah sederhana, seperti memblokir kartu kredit. Petugas Tiket Di beberapa tempat kini mulai banyak ditemui scanner otomatis untuk mengidentifikasi informasi dan data. Scanner ini mulai banyak ditemui di pintu masuk stasiun kereta api, bandara, bioskop, bus, hingga gedung perkantoran. Di banyak stasiun kereta api kini telah disiapkan mesin penjual tiket otomatis dan juga penerima tiket otomatis. Agen Perjalanan Adanya situs-situs resmi maskapai penerbangan kini membuat pembelian tiket pesawat menjadi sangat mudah. Anda bahkan tidak perlu melangkah keluar dari rumah. Dengan adanya situs-situs ini, konsumen juga dapat lebih leluasa memilih harga tiket dan maskapai yang ingin digunakan. Bukan hanya itu, pilihan akomodasi juga banyak

20

2 - 8 Februari 2015

tersedia di internet jadi sangat mudah bagi mereka yang ingin bepergian. Juru Ketik Bila saat ini Anda masih berkutat dengan rekaman dan komputer untuk mentranskrip data, Anda tak perlu berlama-lama khawatir. Kini mulai banyak perusahaan yang mengembangkan software pengenal suara untuk memudahkan Anda menuangkan suara ke dalam bentuk tulisan. Teller Bank Peran dari pekerjaan ini mulai banyak diambil alih oleh mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Seperti yang kita ketahui,

saat ini ATM tidak hanya dapat digunakan untuk mengambil uang, mentransfer dana, dan membayar tagihan, namun ATM juga dapat digunakan untuk menyetor uang tunai hingga membeli pulsa. Menurut Mark Gilder, Director of Distribution Strategy Citibank, saat ini setidaknya 85 % pekerjaan teller bank dapat dilakukan di ATM. Bila kita menengok kembali ke tahun 1970-an dan membandingkan dengan saat ini, kita dapat melihat bahwa hampir lima puluh tahun yang lalu, sebagian besar perusahaan masih banyak mempekerjakan tenaga manusia. Namun sekarang, 90% tenaga manusia pada masa lampau telah tergantikan oleh mesin.


Kim Yo-Jong, Adik yang Ambisius

Teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan manusia, ternyata memiliki dampak yang tidak begitu baik juga. Namun, kita harus mengingat bahwa teknologi secanggih apapun, tidak ada yang menandingi kehebatan otak manusia. Berpikir strategis dalam memecahkan masalah hingga menemukan inovasi kreatif tentu tidak dapat dilakukan oleh mesin manapun. Oleh karena itu, kita harus cerdas dalam memanfaatkan teknologi yang ada, jangan sampai kita malah dikendalikan oleh teknologi yang semakin canggih. Gugiek Savindra

NAMA Kim Yo-Jong mungkin tidak setenar kakaknya. Sosok adik pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un itu, berbeda jauh dari kakaknya. Kim Yo-Jong saat ini naik tingkat dalam kekuasaan Korut dan dianggap menjadi orang kepercayaan Kim Jong-Un. Namun, perawakannya jauh dari Kim Jongun yang gempal dan terkesan kejam. “Tidak seperti kakaknya, dia (Kim YoJong). Dia juga gemar mengenakan jaket hijau,” tulis sebuah harian di Korea Selatan. Sama seperti pejabat senior lainnya, Yo-Jong kerap membawa buku catatan setiap menemani kakaknya melakukan kunjungan. JoYong saat ini diperkirakan berusia 27 tahun dan lahir dari istri keempat Kim Jong-Il, Ko Yong Hui. Pada musim semi 1996, Kim Yo-Jong menyusul kedua kakaknya untuk sekolah di Berne, Swiss. Dirinya kembali ke Korut pada akhir 2000. Media Tiongkok dan Korsel menyebutkan bahwa Yo-Jong lahir pada 1987. Dirinya kuliah di Universitas Kim Il-Sung dan fasih berbahasa Inggris serta Prancis. Sejak lulus kuliah, Yo-Jong bekerja sebagai sekretaris kakaknya. Kini dirinya menjabat sebagai wakil ketua departemen di pada komite pusat pemerintahan Korut. Jabatan ini praktis membuat dirinya sebagai orang kedua dalam pemerintahan, setelah kakaknya. “Ada dugaan, ketika Kim Jong-Un tengah sakit, Kim Yo-Jong bertindak sebagai pemimpin sementara. Dia sangat berkuasa dan ambisius. Pada pertemuan keluarga, dirinya memesan makanan dan minuman untuk tamu sebelum pesta dimulai” ujar pengamat Korea Utara dari ANU School of History and Culture, Dr Leonid Petrov. Menurut Petrov, dalam kondisi sakit yang dialaminya, Kim Jong-Un memerlukan sosok yang dapat dipercaya. Kemunculan Kim YoJong bisa jadi seseorang yang memberikan bantuan dan tidak akan mengambil kekuasaan selama Kim Jong-Un masih hidup. Namun, bila tiba saatnya Kim Jong-Un wafat,-baik itu karena sakit atau tewas di tangan musuh-, Kim Yo-Jong akan melanjutkan garis kepemimpinan yang sudah turun temurun diturunkan dalam keluarga Kim. “Yo-Jong sangat haus akan kekuasaan. Beberapa kali dirinya menemani sang kakak dalam acara politik dan kegiatan lainnya,”

imbuh Petrov. Para pengamat memprediksikan bahwa Kim Yo-Jong sangat memiliki kekuasaan di departemen yang mengurus pergantian personel. Tetapi banyak juga yang menyebutkan dirinya juga memiliki kuasa di unit propaganda. Ketergantungan Kim JongUn terhadap adik perempuannya, sama seperti ketika ayahnya bergantung kepada adik perempuannya sendiri selama 17 tahun berkuasa di Korut. Tampaknya sudah jelas tampuk kepemimpinan Korut akan jatuh pada siapa nanti. Gugiek Savindra

2 - 8 Februari 2015

21


DAERAH

Ruang Terbatas

Pasien Anak Dirawat di Lorong

S

elama seminggu terakhir, Sal Cempaka RSUD Negara yang merupakan sal khusus anak-anak penuh dengan pasien. Bahkan sejumlah kamar kelas III untuk pasien JKBM penuh dan beberapa pasien terpaksa dirawat sementara di lorong sal itu. Sal khusus anak itu ternyata didominasi pasien dengan gejala yang sama bahkan datang nyaris berbarengan. Mereka dirawat lebih dari tiga hari, lantaran pasien tak sadarkan diri hingga berhari-hari. Kondisi sal yang dijejali pasien ini hingga dirawat di lorong bukan pertama kalinya. Bahkan terlampau sering, karena terbatasnya ruangan khususnya untuk pasien anak kelas III (jaminan kesehatan gratis). Sejatinya sal baru khusus untuk menampung pasien kelas III sudah dibangun yakni Sal Flamboyan. Namun, sal ini hanya diperuntukkan untuk pasien dewasa. Direktur RSUD Negara I Made Dwipayana, mengakui terbatasnya ruang rawat inap anak itu sehingga sering menyebabkan pasien dirawat sementara di lorong menunggu pasien lain keluar. Upaya lain, menurutnya dengan memanfaatkan bed kosong sementara di kelas lain, seperti kelas II. “Kalau di sana (kamar kelas II) juga penuh, kita pindahkan ke Sal Flamboyan. Di lorong sementara saja, karena juga untuk administrasi,� ujarnya. Ternyata sal anak itu didominasi dengan pasien anak yang diindikasi suspect arbovirus. Virus berasal dari hewan mamalia yang mudah menjangkiti anakanak lewat gigitan nyamuk. Dampak virus ini cukup berbahaya, selain panas tinggi disertai kejang, pasien juga tak sadarkan diri selama berhari-hari. Dampak jangka panjang, apabila terlambat penanganan bisa mengakibatkan cacat. Surya Darma

22

2 - 8 Februari 2015


Arbovirus Ancam Anak-anak SELAMA sepekan terakhir, RSUD Negara menerima lima pasien anak dengan gejala yang sama dan dirawat bersamaan. Kendati telah dirawat sesuai dengan suspect arbovirus, namun RSUD belum bisa memastikan penyakit yang dialami empat dari lima pasien yang dirawat dengan gejala yang sama itu. RSUD Negara menunggu hasil pengecekan sampel darah pasien dari laboratorium di Denpasar. Dari hasil diagnose dokter spesialis, melihat gejala yang ada mengarah ke penyakit yang disebabkan virus itu. Sedangkan satu pasien lagi, dipastikan mengalami penyakit meningitis yang mengakibatkan peradangan pada selaput otak. Hasil tes sampel darah menurutnya membutuhkan waktu hingga beberapa minggu. Arbovirus ini dipicu infeksi virus yang disebarkan lewat nyamuk. Virus itu muncul dari lingkungan yang kumuh dan terdapat kotoran ternak misalnya babi. Saat musim penghujan seperti ini, virus itu mudah muncul. Menurut Dwipayana, pasien seperti ini bukan yang pertama kali. Tahun lalu, juga terdapat tiga pasien namun waktu dirawat berbeda. “Biasanya muncul pada masa pergantian hujan dan kemarau, memang yang sekarang ini datang bersamaan. Tahun lalu bulan Januari hanya satu pasien,” tambahnya. Tiga dari empat pasien itu menurutnya sudah membaik. Hanya satu yang masih belum sadarkan diri karena gejala sudah lama tetapi baru dibawa ke RSUD Negara. Pasien yang belum sadarkan diri itu Rahmadatul Aulia (7) asal Banjar Puana, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara. Ibu pasien, Hayatul mengatakan anaknya sudah dirawat seminggu. “Tidak jelas apa penyakit anak saya, memang kadang dia pingsan, namun sebentar. Tapi ini tumben lama sekali,” ujarnya. Terkait sal yang penuh, untuk jumlah sal anak itu memang masih kurang. Apalagi di saat terjadi lonjakan jumlah pasien. Namun saat ini menurutnya telah dirintis pembangunan gedung tambahan RS termasuk ruang anakanak. Permasalahan ini juga menjadi perhatian pemerintah setempat. Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan sempat melihat kondisi sal dan para pasien mengimbau agar masyarakat melaksanakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) termasuk di Desa Tegalbadeng Barat dan sekitarnya. “Salah satu penyebabnya adalah lingkungan kurang sehat, saya harapkan tentu harus ada gerakan bersama memberantas sarang nyamuk terutama di daerah itu. Saya imbau kepada masyarakat supaya bergotong royong memberantasnya,” harap Kembang. Terkait kelima pasien, Kembang menjelaskan karena empat pasien sudah membaik dan tidak perlu dirujuk ke RSUP Sanglah. Sementara yang satunya lagi kondisinya belum sadar dan harus dirujuk ke RSUP Sanglah. Surya Darma 2 - 8 Februari 2015

23


K E S E H ATA N

Penyakit Jantung, Disebabkan Makanan Terkontaminasi Vestisida

D

ata Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) gejalanya meningkat. Peningkatan itu umumnya seiring bertambahnya umur. Prevalensi PJK gejalanya lebih tinggi pada perempuan (0,5% dan 1,5%). Juga lebih tinggi pada masyarakat tidak bersekolah dan tidak bekerja. Penyakit ini mempengaruhi masyarakat bukan saja di perkotaan tetapi juga di desa-desa. Gejala penyakit gagal jantung meningkat seiring bertambahnya umur. Kategori tertinggi berada pada level umur 65 – 74 tahun (0,5%). Menurun sedikit pada umur 75 tahun (0,4%). Kepala Bagian Pelayanan Jantung RSUP Sanglah Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp.JP., menjelaskan penyakit jantung memang sudah menjadi ‘’mesin’’ pembunuh masyarakat dewasa ini. Sesuai asal-usulnya, penyakit jantung ini dikategorikan menjadi lima. Pertama, penyakit jantung yang diderita sejak lahir. Kelainan pada jantung itu kerap terjadi sejak bayi tersebut telah berada di dalam kandungan. Penyebabnya pun beragam. Bisa karena terpapar virus. Bisa karena sakit kronis seperti paru-paru. Tetapi, bisa juga karena TBC diderita oleh ibunya sendiri. Dalam hal ini, ibunya yang telah memberi kontribusi untuk sakit jantung si bayi. “Belakangan ini faktor makanan menjadi salah satu penyebab penyakit jantung koroner ini. Alasannya, tidak sedikit bahan makanan mengandung pestisida,” ungkapnya, Kamis (15/1) lalu. Air yang diminum sering terkontaminasi. Hal ini memberi pengaruh sangat signifikan. Bisa juga umur ibu yang mengandung terlalu tua. Penyakit jantung bawaan ini sulit dideteksi. “Banyak penderita jantung koroner ini tidak diketahui

24

2 - 8 Februari 2015

penyebabnya,” tambahnya. Jika kelainan jantung bawaan, biasanya ketika menjalani perawatan dengan berkoordinasi dengan bagian anak. Kategori penyakit jantung kedua, yaitu penyakit jantung rematik. Penyebabnya karena infeksi. “Bisa terinfeksi kuman dan virus,” ujarnya. Namun ia menegaskan tidak semua demam rematik menjadi penyakit jantung rematik. Untuk penanggulangannya dengan diberikan antibiotik, secara rutin. “Jika terpapar, gampang sekali memang kambuh kembali,” imbuhnya. Kategori penyakit jantung ketiga adalah penyakit jantung akibat kelainan organ-organ lain. Seperti hipertensi, ginjal, diabetes, paru, kekurangan darah, alkoholik, gondok beracun, dll. Yang keempat penyakit jantung koroner. Penyakit jantung ini diakibatkan oleh gangguan oksigenasi dan nutrisi otot jantung. “Faktor utama pemicunya adalah gangguan pembuluh darah koroner. Pembuluh ini yang memberikan makanan ke jantung,” tegasnya. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung sangat membahayakan. Jangan dianggap enteng penyakit ini. Pasalnya penyakit jantung ini bisa menyebabkan mati mendadak. “Orang mati mendadak, sering disebabkan jantung koroner, ini,” ujarnya. Serangan jantung juga termasuk bagian penyakit jantung koroner. Orang bisa tiba-tiba meninggal tanpa rasa sakit. Kondisi seperti ini merupakan dikarenakan sakit jantung. Pada kondisi itu terdapat gangguan listrik pada jantung. Denyut jantung manusia normal antara 60-100 kali per menit. Sedangkan mereka yang mengalami serangan jantung, denyutnya mencapi 200 kali per menit. Jika denyut jantung

yang frekuensinya tinggi itu berlangsung lama, maka menyebabkan kematian itu sendiri. Sedangkan, jika berlangsung sebentar hanya menyebabkan pingsan. Sedangkan penyakit jantung kelima adalah penyakit jantung yang mengenai selaput jantung dan pembuluh darah. Misalnya: radang selaput jantung, “Ada juga kasus terjadi sumbatan pada kaki sehingga tidak aman satu-satunya harus diamputasi,” ujar Prof. Wayan Wita. Cittamaya


Penyakit Jantung Koroner

Minimalisir Dimensi Fisik, Mental dan Spiritual PENYAKIT jantung begitu populer sebagai pembunuh nomor satu masyarakat. Dari beragam kategori penyakit jantung tersebut, penyakit jantung koroner termasuk penyakit jantung paling berbahaya. Guru Besar FK Universitas Udayana Prof. Wayan Wita, mengatakan, saat ini 20 persen penderita penyakit jantung berasal dari golongan usia di bawah 40 tahun. Data itu mengindikasikan terjadi peningkatan sangat berarti. Dari hasil riset tahun 1992 menyebutkan penderita penyakit jantung di usia di bawah 40 tahun hanya 11%-13%. “Ini menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penderita di usia muda,” ujar Kepala Bagian Pelayanan Jantung Prof. Wayan Wita. “Jangan heran kalau umur 35 sudah mengalami serangan jantung,” imbuhnya. Mudahnya terkena penyakit ini pada usia muda, alasannya karena gaya hidup masyarakat saat ini. Pola hidup masyarakat dewasa ini, sejak dini bisa dikatakan kurang sehat. Kondisi tersebutlah memicu penyakit jantung itu. Seperti perilaku makan, gaya hidup merokok dan alkoholik. Selain itu warga kurang menjalani aktivitas berolahraga sejak dini. “Untuk mengeliminir penyakit jantung, saya mohon masyarakat agar tidak merokok, karena merokok

pemicu penyakit jantung sangat krusial,’’ ujarnya. Penyakit jantung tidak selalu ada pemicunya. Pasalnya sakit jantung ini bisa juga karena terjadinya penyempitan pembuluh darah secara perlahan. Namun ia juga menjelaskan selain tanpa pemicu, penyakit jantung ada pencetusnya. Seperti kurang makan, telat makan, mencret, bisa juga pecahnya pembuluh darah karena tekanan darah tinggi kambuh. “Penyakit Jantung bukan akhir dari segalanya,” ujarnya. Sebagian besar bisa ditanggulangi. Dan sebanyak 50 persen bisa dicegah. Salah satu tindakan pencegahan itu adalah dibukanya Klinik Stop Merokok di PJT RSUP Sanglah. Upaya ini salah satu tindakan mencegah penyakit yang ditimbulkan asap rokok, sebagai salah satu yang memicu penyakit jantung. Dikatakan, penyakit jantung, pembuluh darah dan stroke penyebab nomor satu membunuh seseorang. Penyakit-penyakit tersebut saling berhubungan. Bagi mereka yang mengalami penyakit jantung, pengobatan yang bisa dilakukan sesuai jenis penyakit jantung yang diderita. Secara garis besar, penyakit jantung ditangani melalui lebih banyak program terapi dengan obat-obatan. Selain itu penanganan

pemicu penyakit komplikasi. Jika seseorang menunjukkan tandatanda dini serangan jantung. Segera ke pusat rujukan di RSUP Sanglah. Penanganan dini juga harus diberikan seperti diberi obat di bawah lidah sambil perjalanan menuju ke RSUP Sanglah. “Semua komplikasi bisa terjadi 24-48 jam pertama. Baiknya, sesegera mungkin dibawa ke pusat rujukan,” tegasnya. Penyakit jantung ini juga dapat dipicu penyakit lainnya. Untuk mengeliminir, semua faktor risiko pemicunya itu diobati. Hindari makanan tinggi kolesterol, tinggi asam urat. Contohnya nasi. Lakukan diet seimbang. Cukup karbohidrat, kalori, mineral, dan vitamin. “Asupan nutrisi yang masuk dengan yang keluar harus seimbang,” terangnya. Terapkan pola hidup sehat. Rajin berolahraga dan hentikan merokok. Beberapa penelitian juga menyebutkan penyakit jantung koroner dapat diminimalisir dengan pendekatan dimensi fisik, mind dan spiritualitas. Sehingga tiga hal tersebut sangat penting diperhatikan dalam kaitan pengobatan penyakit jantung koroner ini. Cittamaya 2 - 8 Februari 2015

25


LENSA


SAWAH JATILUWIH Hamparan sawah di Jatiluwih memang indah dan menyejukkan mata. United Nations Educational, ScientiďŹ c and Cultural Organization (Unesco) bahkan memberikan predikat sebagai World Cultural Heritage karena keindahan lanskap Jatiluwih dan organisasi subaknya yang sudah mendunia.

MBP/Bagus Putu Pramana Putra


OLAHRAGA

Tetap Relaks Jelang Musim Balapan Dimulai

M

usim balapan 2015 tinggal dua bulan lagi tapi pembalap Inggris Lewis Hamilton tetap tenang-tenang saja. Ia berkonflik dengan timnya musim lalu dan kini belum menandatangani kontrak terbaru dengan tim Formula 1 Mercedes. Bos tim Jerman itu Toto Wolff telah memberi sinyal jelang akhir musim lalu bahwa pembalap berusia 30 tahun itu akan menandatangani kontrak baru begitu musim balapan berakhir. Pembicaraan sempat berlarut-larut dalam dua bulan terakhir saat semua pembalap termasuk Hamilton tidak mempunyai kegiatan apapun dengan Formula 1 sepanjang musim dingin. Tapi Hamilton menyatakan bahwa dirinya tidak khawatir meski menjalani musim terakhir dalam kontrak berdurasi tiga tahun bersama Mercedes. “Sesaat setelah usai balapan, saya berada di markas tim selama beberapa hari. Tapi sebenarnya saya tidak berbicara dengan tim,” tutur Hamilton. “Tapi seperti yang telah saya katakan, kami tidak perlu terburu-buru. Kami tenang-tenang saja. Tim faham betul bahwa

mereka ingin melanjutkan kerja sama dengan saya demikian pula sebaliknya. Jadi tak ada tekanan apapun,” lanjutnya yang yakin Mercedes tidak akan bernegosiasi dengan pembalap lain dalam menghadapi musim balapan 2015. Musim lalu, Hamilton tampil spektakuler dengan memenangkan 11 seri sebelum menjadi juara dunia untuk kedua kalinya. Musim ini dia ingin mengulang pencapaian itu dengan seri pembuka digelar di Australia pada 15 Maret mendatang. “Bagi saya, sebagai seorang olahragawan, saya ingin menjadi yang terbaik. Jadi apapun yang lebih buruk dibandingkan yang saya perbuat musim lalu, itu tidaklah memuaskan.” Akan ada 20 balapan musim ini dan 8 seri di antaranya gagal dia menangkan musim lalu. Jadi ada peluang untuk memperbaiki diri. “Saya akan berusaha untuk lebih baik lagi,” janjinya. Bos Formula 1 Bernie Ecclestone memberi dukungan dengan menyebut Mercedes akan mendominasi lagi musim ini dan Hamilton akan menjadi juara untuk ketiga kalinya. “Apakah dia difavoritkan atau tidak, saya kira Hamilton akan juara

lagi,” ungkap Ecclestone saat diwawancarai stasiun televisi Sky Sports. Ia memuji mesin Mercedes dan kinerja orang-orang dibelakangnya yang membuat mobil tersebut melaju kencang dan tak terkejar oleh lawan-lawannya. Barangkali dalam tiga tahun ke depan, tim ini tak tertandingi. Disisi lain, Mercedes diuntungkan dengan memiliki Hamilton yang juara sejati. “Dia lebih baik dibandingkan Rosberg,” puji Ecclestone seperti dikutip Reuters. Namun Hamilton menghadapi konflik internal. Meski memenangkan 11 dari 19 lomba musim lalu, ia bersaing ketat dengan rekan setimnya Nico Rosberg yang asal Jerman. Persaingan itu tidak hanya melibatkan strategi tim, namun di lintasan keduanya saling salip menyalip layaknya rival. Rosberg mengakhiri musim dengan menempati peringkat kedua setelah memenangkan 5 lomba. Keduanya seperti telah mengubur kapak peperangan setelah balapan di seri terakhir di Brazil. Entah pada musim ini. Yudi Winanto

MBP/ap

Pembalap tim Mercedes Lewis Hamilton (kiri) dan Nico Rosberg saat menghadiri gerai IWC di acara Salon International de la Haute Horlogerie (SIHH) di Jenewa, Swiss.

28

2 - 8 Februari 2015


Duta Membaca FRANK LAMPARD punya cara untuk melepaskan ketegangan setelah bermain sepak bola. Gelandang Manchester City itu yang mempunyai kebiasaan membaca, itu menulis buku untuk mengimbangi kegemarannya itu. Hobi yang mendidik itu menarik perhatian lembaga National Literacy Trust, dan dia jadikan duta bagi kampanye gemar membaca di Inggris. Pemain berusia 36 tahun itu telah menerbitkan buku serial untuk anak-anak dengan judul “Frankie’s Magic Football.” Saat masih membela Chelsea, ia menggelar program ‘Reading Star’ di Stamford Bridge tahun lalu. Lampard meneruskan program nir laba itu di stadion Etihad untuk membantu anak-anak mencintai buku dan memotivasi mereka gemar membaca. Lewat program online, program itu tidak hanya sebatas membacakan buku namun juga mendongeng atau menggelar kuis tentang buku bacaan. Sejalan dengan kampanye National Literacy Trust, lembaga itu pun memilih Lam-

pard menjadi duta membaca. “Saya gembira dengan diberi peran sebagai duta membaca oleh National Literacy Trust dan membantu Inggris menemukan kegembiraan dalam membaca dan mengembangkan kemampuan anak-anak,” kata pemain City itu. “Membaca itu seharusnya menjadi sebuah kenikmatan, tak peduli berapa usia Anda dan Premier League Reading Stars menjadi bukti keberhasilan program itu dalam mengajak anak-anak menyukai buku,” lanjutnya. Ia mengakui saat ini begitu mudah anakanak terpikat dengan permainan komputer atau televisi. Tapi mengajak anak-anak untuk menikmati buku juga tak akalh penting bahkan hal itu menjadi inspirasinya dalam menulis buku. “Apakah anda membaca buku dengan anak-anak anda atau hanya menikmati sebuah buku yang bagus, itu merupakan pengalaman yang luar biasa dan itu adalah salah satu hal yang menakjubkan dalam hidup,” katanya seperti dikutip Dailymail.co.uk.

MBP/ap

Yudi Winanto

Gelandang Manchester City Frank Lampard

Urusan Lalu Lintas

MBP/ap

Penjaga gawang timnas AS Hope Solo

URUSAN rumah tangga bisa berimbas pada profesi. Hope Solo mengalaminya dan dipastikan tak akan mengikuti jadwal lawatan timnas sepak bola AS ke Eropa dalam sebulan ini karena urusan lalu lintas. Kasus itu bermula saat ia berkendara dengan suaminya Jerramy Stevens, di Manhattan Beach, California, pada dini hari. Polisi memaksa Steven yang mantan pemain tim NFL Seattle Seahawks, meminggirkan kendaraannya karena didapati mobil itu melaju tanpa lampu depan. Stevens ditahan karena mengemudi dalam kondisi mabuk. Solo yang juga berada di dalam mobil, tidak ditangkap atau pun ditahan. Solo berada di California selatan untuk menjalani pemusatan latihan bersama timnas. Rencananya mereka akan diterjunkan di ajang Piala Dunia Juni mendatang. Menyusul kasus tersebut, Solo dibebaskan dari timnas selama 30 hari dan tidak akan memperkuat tim tersebut pada pertandingan persahabatan di Eropa bulan depan. “Saat menjalani pemusatan latihan nasional, Solo membuat keputusan yang buruk dan menimbulkan efek negatif pada tim sepak bola AS dan juga rekan-rekannya,”

jelas pelatih Jill Ellis dalam pernyataannya kepada Associated Press. “Kami merasa lebih baik bagi dia untuk sementara waktu tidak berada di tim,” lanjutnya tanpa memerinci kesalahan-kesalahan yang dibuat sang penjaga gawang itu. Ia bisa masuk kembali ke tim setelah menjalani masa hukuman, sidang banding dan disetujui oleh US Soccer dan Ellis. Kasus itu bukan kali pertama yang dialami Solo. Bulan lalu pengadilan menunda kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dituduhkan pada Steven. Kasus itu terjadi Juni lalu yang melibatkan suami, adik ipar dan keponakannya dalam sebuah pesta di Washington. Solo menyatakan dirinya tidak bersalah dalam kasus itu dan melajutkan aktivitasnya di timnas dan klubnya Seattle Reign sambil menunggu masa persidangan. Pemain yang menghasilkan medali emas di Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012, itu terakhir kami memperkuat timnas pada Desember lalu. AS bermain imbang tanpa gol melawan Brazil di final International Tournament of Brasilia. Yudi Winanto 2 - 8 Februari 2015

29


OLAHRAGA

Bali United Pusam

Menanti Kiprah Trio Bali HANYA tiga pemain sepak bola lokal Bali yang akhirnya kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air. “Yang penting bisa menembus klub Bali United Pusam (BUP) lewat seleksi harapan saya memperkuat tim yang berlaga di ISL sudah panjang di Lapangan Banteng, Seminyak, Kuta, Badung. tercapai. Saya bakal memberikan yang terbaik bagi Bali Mereka adalah I Nengah Sulendra, Junius Felicianus R. United,’’ ujarnya di Denpasar pekan lalu. Junius Bate juga merasa bahagia diterima menjadi pemain Bate, dan I Nyoman Sukarja. Sementara enam pemain lainBUP. Ia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menamnya tersingkir. Trio lokal itu mampu memikat pelatih BUP Indra Sja- bah ilmu dari pemain-pemain yang sudah lama berumput di kompetisi ISL. Eks fri dan telah resmi pemain Perseden ini dikontrak untuk berjanji mengerahkan mengarungi komseluruh kemampuan unpetisi Indonesia Sutuk mengangkat prestasi per League (ISL) BUP dan memuaskan musim ini. Mereka masyarakat pencinta selanjutnya tingsepak bola Bali. ‘’Saya gal membuktikan akan berjuang keras kemampuannya di meyakinkan pelatih Inlapangan pertanddra Sjafri bahwa saya ingan baik pada laga pantas mengisi tim kandang di Stadion starter Bali United,’’ Wayan Dipta, Giantegasnya. yar, maupun dalam Sementara Sukarja partai tandang. berharap dirinya dan Menarik ditungBUP diterima oleh pegu kiprah ketiga candu bola di Pulau Depemain itu di tim wata. Sang striker ingin BUP nanti. Apakah menghibur masyarakat mereka akan menBali yang sudah lama jadi pemain inti haus akan pertandingan atau hanya menISL di daerah sendiri. jadi penghambat ‘’Semoga masyarakat bangku cadangan. memberikan dukungan Pasalnya, Indra Sjadalam setiap laga yang fri memiliki sekitar dilakoni Bali United. 25 pemain untuk Penonton merupakan menjalani kompetisi pemain ke-12 yang dananti. Persaingan pat mempengaruhi haantarpemain untuk sil pertandingan,’’ kata memperebutkan 11 mantan penyerang PS tempat di tim inti Badung itu. sudah pasti sangat ketat. Hanya pemain dengan kualitas ter Eka Parananda baik dan didukung kondisi fisik prima mendapat garansi masuk tim utama. Sulendra sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan BUP. Sudah MBP/wan lama ia memimpiI Nengah Sulendra (paling kiri), Junius Felicianus R. Bate, dan I Nyoman kan bermain di Sukarja.

30

2 - 8 Februari 2015


Bulu Tangkis Bergengsi di Bali AWAL 2015 sangat spesial buat Bali khususnya olahraga bulu tangkis. Daerah ini mendapat kehormatan menjadi tuan rumah hajatan internasional bergengsi bertajuk Djarum Superliga Badminton 2015 yang digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 25 Januari hingga 1 Februari. Ajang beregu ini sebelumnya diputar di Surabaya (Jawa Timur) delapan kali sejak 2007 hingga 2013 lalu. Kejuaraan kesembilan tahun ini diadakan di Bali untuk penyegaran. Sebanyak 10 klub putra dan 10 klub putri terbaik Indonesia, Jepang, dan Thailand beradu kekuatan dan nama besar. Di bagian putra turun Musica Champion Kudus (juara bertahan), Djarum Kudus, Jaya Raya Jakarta, Mutiara Cardinal Bandung, Suryanaga Surabaya,

Hi-Qua Wima Surabaya, USM Blibli Semarang, Tonami Jepang, Hitachi Jepang, dan Granular Thailand. Sementara di kelompok putri tampil Jaya Raya Jakarta (juara bertahan), Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, Suryanaga Surabaya, USM Blibli Semarang, Jaya Raya New Star, Renesas Jepang, Gifu Tricky Panders Jepang, Hokuto Bank Jepang, dan Granular Thailand. Tidak ada klub dan pemain Bali yang berlaga dalam kompetisi ini. Meski begitu, Djarum Superliga Badminton 2015 tetap bermanfaat buat atlet, pelatih, klub, dan pencinta bulu tangkis di daerah ini. ‘’Ajang ini merupakan tontotan pemain level dunia. Lewat kejuaraan ini atlet Bali bisa melihat langsung penampilan pemain-pemain terbaik Indonesia dan luar negeri. Dengan menonton langsung, atlet Bali

dapat belajar cara bermain, teknik, fisik, dan mental dari pemain level internasional. Jadi, ajang ini bisa memberikan kontribusi buat pebulu tangkis Bali,’’ kata Wakil Ketua II Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya di Denpasar pekan lalu. Turnamen di Bali ini sangat istimewa karena beberapa hal. Selain dilaksanakan pada awal tahun, kejuaraan ini menyediakan hadiah terbesar dibandingkan sebelumnya. Panitia menyediakan total hadiah 200 ribu dolar AS untuk diperebutkan oleh peserta. Di samping itu, lapangan dan tribun GOR Lila Bhuana dipercantik, sehingga para pemain dapat menampilkan kemampuan terbaiknya, sedangkan penonton bisa menyaksikan pertandingan dengan nyaman. Mawa

A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

KUNJUNGAN - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menerima kunjungan dari Universitas Al-Azhar Mataram, Kamis (22/1). Kunjungan ini merupakan salah satu bukti bahwa Undhira semakin dikenal oleh perguruan tinggi, baik di Bali maupun luar Bali yang ingin berbagi ilmu serta pengalaman tentang program studi dan program pelatihan pariwisata yang ada di Undhira. Terlebih Undhira kini telah melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang di-launching pada 18 Oktober 2014 dalam rangka mewujudkan sistem pelayanan pendidikan yang berkualitas guna mewujudkan Undhira sebagai universitas teladan dan unggulan.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL - Sebagai bentuk komitmen perusahaan atas tanggung jawab sosial, PT Pacific World Nusantara Jumat (16/1) lalu melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Yasa Kerthi di Amlapura, Karangasem. Kegiatan program charity atau program corporate social responsibility (CSR) ke Bali Timur ini membawa sumbangan yang diserahkan MICE Manager PT Pacific World Nusantara Wayan Sumadiyasa dan diterima Wayan Artadipa selaku Ketua Yayasan Panti Asuhan Yasa Kerthi. Sumbangan yang diberikan dalam bentuk bahan pokok, alat tulis, dan pakaian yang berasal dari kalangan perhotelan, adventure companies, individu dan lain-lain. Nampak dalam foto Rombongan staf dan manajemen PT Pacific World Nusantara melakukan program charity ke Panti Asuhan Yasa Kerthi di Amlapura.

2 - 8 Februari 2015

31


A KT I V I TA S

MBP/ist

EXPO - Expo HardysLand di Pondok Indah Mall 1 (PIM 1), Island A 1st Floor Jakarta yang dilaksanakan pada 12–25 Januari 2015 kembali dikunjungi secara langsung oleh artis nasional Raffi Ahmad. Suami Nagita Slavina ini sedang hadir pada Sabtu (17/1). Presiden Direktur Grup Hardys Holdings, Ir. Gede Agus Hardyawan menyatakan, HardysLand di awal tahun 2015 ini akan mendeliver 7 project di Bali dan Mataram yakni HardysLand Nusa Dua Hill Resort & Villas, HardysLand Villas Canggu, HardysLand Villas Pendem, HardysLand Villas Civic Center, HardysLand River Side Kutuh, HardysLand Villas Siyut dan HardysLand Villas Loang Baloq, Mataram. Nampak dalam foto Raffi Ahmad dalam satu kesempatan di Expo HardysLand bertempat di salah satu mal di Bali pada 13 Desember 2014 lalu.

MBP/ist

SHIVA TANTRA - Ada yang unik di Pura Besakih di malam indah Shivaratri pada 19 Januari 2015 lalu, yakni penjabaran Dharma oleh pelayan spiritual Gede Prama. Di malam sakral itu, beliau bercerita tentang “Shiva Tantra”. Dari 112 ajaran dewa Shiva ke permaisurinya, hanya tiga ajaran yang akan dibahas di malam Shivaratri itu. Acara terbuka untuk umum, tidak dipungut biaya sama sekali. Setelah acara selesai, panitia membagikan buku terbaru Bapak Gede Prama berjudul “Nyanyian Kedamaian” secara cuma-cuma.

MBP/ist

MENGAYOMI - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III MBP/ist

TAK RAMPUNG - Setelah musibah kebakaran pada 2009 lalu, Pura Penataran Agung Klungkung sebenarnya telah mulai dibangun kembali. Namun karena terkendala dana, maka proses penyelesaian pembangunan pura tersebut hingga kini tak kunjung rampung. Artinya, enam tahun pascakebakaran, pembangunan pura masih berjalan. Pura yang di-empon oleh 14 banjar di wewidangan Desa Pakraman Semarapura dan diajegkan oleh Puri Agung Klungkung merupakan salah satu Pura Penataran Agung di Bali yang menjadi sungsungan jagat Bali. Nampak dalam foto Suasana paruman di Puri Den Bukit, Akah, Semarapura, beberapa waktu lalu.

32

2 - 8 Februari 2015

memenuhi janjinya untuk mengayomi sekolah teknik di Bali untuk menjadikan Bali berdaulat di bidang infrastruktur. Ke depan Bali akan memerlukan ribuan insinyur mengingat pembangunan di Bali dan Indonesia Timur akan menjadi prioritas dari Pemerintahan Kabinet Kerja Trisakti Presiden RI, Ir. Joko Widodo. Nampak dalam foto Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Komite III DPD/MPRRI) Saat rapat dengar pendapat dengan Fakultas Teknik dan SMK Teknik Se-Bali di Gedung DPD RI.


MBP/ist

MBP/ist

BPJS - Mengawali tahun baru 2015, Rektor Undiknas University, Prof. Dr. Gede Sri Darma, D.B.A., mengambil langkah cepat dengan menjamin semua karyawan dan dosen diberikan kartu BPJS. Penyerahan kartu BPJS langsung dilakukan Rektor Gede Sri Darma, Jumat (16/1). Kartu BPJS ini menanggung keluarga dosen dan karyawan secara penuh sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dengan katagori kelas I. Unsur dosen yayasan diwakili oleh Drs. NK Jaya, M.M., unsur karyawan diwakili Ni Wayan Widiasih, S.E., dan Wayan Jimbarawan. Nampak dalam foto Rektor Undiknas University didampingi Direktur Kemahasiswaan Wayan Sunia menyerahkan kartu BPJS kepada perwakilan dosen dan karyawan.

HADIAH - Sarah Elizabeth Anderson, mendapatkan telepon langsung dari Presiden Direktur Grup Hardys Holdings, Ir. Gede Agus Hardyawan dan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. Dia berhak mendapatkan hadiah 1 unit All New Daihatsu Xenia melalui pengundian poin Hardys Club Card (HCC). Poin HCC sendiri diundi bersamaan dengan gelaran Hardys Pesta Rakyat di Buleleng yang diselenggarakan pada Rabu, 31 Desember 2014 bertempat di Eks. Pelabuhan Buleleng, Singaraja lalu. Nampak dalam foto Mega Esti Roh Ani (Operation Director) didampingi Setyanto Budi Nugroho (Direktur HardysFunzone), Ary Widiartha (Executive Director HF) dan Ratnady Ganesha (Promotion Div.Head), menyerahkan hadiah utama.

MBP/ist

BANTUAN - Ketua Fraksi Demokrat DPRD Karangasem Wayan Madeg Mariarta yang meninggal saat bertugas, menerima bantuan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Penyerahan bantuan dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si. yang diterima ahli waris Ni Made Suardyani sebesar Rp 95.688.900 disaksikan langsung Kakanwil Bali Nusa Papua (Banuspa) BPJS Ketenagakerjaan Bali II IGN Suartika, Kepala Disnakertrans I Gusti Nyoman Arya Sulang, Kabag Humas Protokol Made Supartha, beserta keluarga almarhum, bertempat di Padang Tunggal Kauh, Kecamatan Selat, Rabu (21/1). Nampak dalam foto ekda Karangasem Karangasem Ir. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si. menyerahkan santunan kepada ahli waris Wayan Madeg Mariarta, Ni Made Suardyani.

MBP/ist

PELANTIKAN - Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka, Sabtu (17/1) lalu melantik pengurus OSIS SMK PGRI 5 Denpasar periode 2015-2016. Menariknya, ketua OSIS baru dipimpin seorang wanita, Ni Made Enik Mardianti. Pelantikan dan pengukuhan pengurus OSIS ditandai dengan penyematan pin dan jas OSIS serta penyerahan panji OSIS oleh Kasek Ni Ketut Nuka didampingi Pembina SMK PGRI 5 Denpasar sekaligus Ketua Komite, Drs. I Wayan Darya Kusuma, M.Pd. Kasek juga memberi penghargaan atas prestasi OSIS lama yang dipimpin oleh I Gede Eka Widnyana Putra.

2 - 8 Februari 2015

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

HUT - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kubu Bali Property dan Taksu Pro yang ke-8 yang jatuh pada 15 Januari 2015 merupakan titik awal yang cukup penting dalam penilaian sebuah perusahaan. Peringatan ini hendaknya dijadikan momentum untuk introspeksi, evaluasi dan mengkaji ulang atas pelaksanaan tugas dan pengembangan usaha serta sebagai sumber motivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas masa kini dan di masa mendatang. HUT ke-1 Kubu Bali Property dan Taksu Pro ke-8 diisi bakti sosial dengan menyantuni tiga keluarga di Desa Tukad Abu, Kecamatan Kubu, Karangasem.

PENUHI JANJI - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya menggelar Syukuran (Puja Astungkara) atas terpilihnya sebagai anggota DPD dan Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR-RI). Bertempat di Kantor DPD-RI Perwakilan Bali di kawasan Niti Mandala Renon, ribuan masyarakat pendukung termasuk tokoh masyarakat hadir penuh sesak sejak pagi hingga malam hari. Acara syukuran yang dikemas sederhana ini diapresiasi sejumlah masyarakat, pendukung, serta tim relawan 41 yang termasuk memenangkan Dr. Arya Wedakarna sebagai peraih suara tertinggi di Bali untuk DPD-RI pada Pemilu 2014.

MBP/ist

PIODALAN - Rumah Sakit (RS) BaliMed Denpasar menggelar piodalan di Padmasana rumah sakit setempat, Selasa (20/1). Piodalan sekaligus menjadi penutup rangkaian HUT ke-7 RS BaliMed yang jatuh 8 Januari lalu. Kendati sempat diguyur hujan, piodalan yang dipuput Ida Pandita Empu Dangka Jaya Ramana dari Geria Wanasari Peguyangan Kaja ini tetap berjalan dengan khusuk. Ketua Panitia HUT RS Balimed, dr. I Ketut Pasek mengatakan, rangkaian piodalan diawali dengan pecaruan, kemudian mendak pedanda, mapios yang diisi dengan tari rejang dan topeng, persembahyangan bersama antara owner, komisaris, direksi dan seluruh karyawan RS BaliMed, serta ditutup dengan tari topeng sidakarya.

34

2 - 8 Februari 2015

MBP/ist

PENGABDIAN MASYARAKAT - FAKULTAS Teknik Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Sabtu (17/1) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kutuh I Wayan Purja, S.E., Sekretaris Perbekel Kutuh Ir. I Nyoman Camang, Manager Unit Pengelola Kawasan Pantai Pandawa I Wayan Kasim, Ketua LPM Desa Kutuh Wayan Mudana, S.T., Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Darmika, M.A., Wakil Rektor II Unhi Dr. A.A. Ngurah Gede Sadiartha, S.E., M.M., Dekan Fakultas Teknik Unhi I Wayan Muka, S.T.,M.T. dan dosen-dosen Fakultas Teknik.


MBP/ist

PENGHIJAUAN - Berangkat dari keprihatian atas kerusakan lingkungan alam Bali, CV Alam Lestari menggandeng The Sumiati Center mengemban visi misi ikut melestarikan. Salah satunya gerakan penghijauan atau penanaman pohon di seputar hutan kawasan suci Besakih, Karangasem, Kamis (22/1) sebanyak 2.500 pohon. Penghijauan ini diikuti ratusan warga, tokoh pemuda, komunitas pecinta lingkungan serta tokoh masyarakat setempat. Pendiri Sumiati Center yang juga anggota DPRD Bali Ni Made Sumiati mengapresiasi dan mendukung penuh penghijauan yang digagas CV Alam Lestari yang dimulai dari kawasan suci Besakih.

MBP/ist

SEMINAR - Untuk meningkatkan kualitas lulusan dan mampu bersaing di dunia kerja, Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Kamis (22/1) menggelar seminar dan workshop tentang teknik pengajaran bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris. Selain mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, kegiatan tersebut melibatkan belasan mahasiswa Messiah College, Pennsylvania, Amerika Serikat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang Widyasabha Unmas Jalan Soka, Denpasar Timur. Rektor Unmas Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. didampingi beberapa dosen, foto bersama dengan Jan Dormer, Direktur Messiah College, dan mahasiswa Messiah College.

MBP/ist

MBP/ist

TABUR BUNGA - Ketua Partai Nasdem Denpasar A.A. Ngr Gede Widiada bersama jajaran manajemen LPD Peguyangan didampingi Bendesa Pakraman, Kertha Desa dan pengurus Desa Peguyangan, Denpasar berziarah ke makam Ir. Soekarno di Blitar jelang hari raya Siwaratri lalu. Di makam Bung Karno (BK) dilakukan tabur bunga dan doa bersama untuk sang Proklamator, sebagai wujud syukur dan hormat atas keteladanan dan jasa perjuangannya. Nampak dalam foto Ketua Partai Nasdem Denpasar A.A. Ngr. Gede Widiada menabur bunga di atas makam Bung Karno di Blitar.

UJIAN TERBUKA - Prodi Ilmu Agama, Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar kembali menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor di Ruang Sidang Vidya Saba Paripurna kampus Pascasarjana, Jl. Kenyeri, Kamis (22/1). Ujian keempat ini diikuti Promovendus Drs. I Wayan Sukabawa, M.Ag. dengan disertasinya berjudul ‘’Teo-Ekologi Caru Labuh Gentuh di Jalan Tol Bali Mandara Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung’’. Nampak dalam foto Penguji ujian terbuka promosi doktor IHDN Denpasar.

2 - 8 Februari 2015

35


LINGKUNGAN

Jatiluwih Wariskan Masalah

J

atiluwih disorot dunia. Kawasan ini telah menjadi Warisan Budaya Dunia (WBD) sejak 2012. Panorama terasering sawahnya telah membuat wisatawan kepincut. Belum lagi bagaimana petani disana mengelola sawahnya, membajaknya, cara panen dan sebagainya. Di balik sanjungan dan pujian atas keindahannnya, Jatiluwih masih mewariskan masalah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah dan masyarakat. Setidaknya itu diutarakan Pekaseh Jatiluwih Nyoman Sutama di hadapan tim ICOMOS dan ICCROM UNESCO belum lama ini. Menurutnya, banyak hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya penanganan sampah plastik. Volume sampah meningkat seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. ‘’Kami berharap agar ada anggaran pengolahan sampah dari pemerintah,’’ pintanya di Wantilan Pura Batukaru. Dengan adanya anggaran rutin yang dikucurkan pemerintah, sistem pengelolaan sampah akan menjadi lebih baik. Masalah kedua, soal kontribusi objek kepada subak yang belum jelas. Guna mempertahankan sawah berterasering ini, warga memiliki tanggung jawab berat mengatasi rongrongan alih fungsi lahan. Apalagi pemerintah sebelumnya berjanji memberikan subsidi PBB (pajak bumi dan bangunan) 50 persen kepada para petani. Para petani subak tentu sangat mengharapkan adanya keringanan tersebut. Sayangnya sampai kini realisasinya belum dirasakan. Kepala Dinas Pendapatan dan Pesedahan Agung Tabanan I Nyoman Sudarma berharap hal itu bisa terealisasi 2015. Rencana subsidi pajak 50 persen kepada petani di Jatiluwih memang telah dirancang tahun 2012 silam. Namun, kendalanya Perda jalur hijau saat itu tengah digodok oleh dewan dan baru disahkan tahun 2014. ‘’Setelah

36

2 - 8 Februari 2015

disahkannya perda jalur hijau itu baru bisa dilakukan pemetaan luasan jalur hijau termasuk siapa pemilik dan luas lahannya,’’ jelas Sudarma. Pejabat asal Desa Belayu, Kecamatan Marga ini mengisyaratkan dalam pemetaan, kawasan WBD Jatiluwih masuk skala prioritas. ‘’Luas jalur hijau di Jatiluwih cukup luas dan perlu pemetaan secara cermat,’’ jelasnya. Ia yakin, setelah pemetaan wilayah dan pendataan pemilik lahan disana, pemberian subsidi pajak 50 persen bisa terealisasi tahun 2015. Ketiga infrastruktur jalan belum mendapatkan penanganan. Infrastruktur jalan di kawasan Jatiluwih memang perlu dibuat mulus sehingga wisatawan kesana menjadi lebih nyaman. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tabanan IGN Anom Anthara mengakui baru sebagian jalan di jalur kawasan wisata tersebut diperbaiki, karena terbentur anggaran. Sisanya tentu saja masih ada yang rusak.

Mengingat minimnya anggaran yang dimiliki Pemkab Tabanan, pihaknya berupaya meminta bantuan pemerintah provinsi melalui program Bantuan Keuangan Kabupaten (BKK) serta APBN. Namun dalam hal drainase, dia berharap peran aktif masyarakat, khususnya petani memperbaiki saluran drainase. Upaya ini penting untuk mengatasi agar air tidak sampai meluber ke jalan sehingga tidak merusak aspal hotmik. ‘’Kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga jalan yang sudah ada dengan melakukan perbaikan drainase sangat kita perlukan,’’ harapnya. Sementara Asisten 2 Setda Tabanan Wayan Miarsana menjelaskan, untuk menjaga kelestarian WBD Jatiluwih, Pemkab Tabanan telah mengambil kebijakan strategis. Dalam pengendalian pemanfaatan ruang, pihaknya tidak memberikan izin pembangunan fisik di areal persawahan. “Pemkab Tabanan telah mengambil be-


Subak Pulagan Tampaksiring

Wisatawan Hanya Tur, Dilarang Menginap

berapa langkah strategis. Kami juga mendorong tumbuhnya aktivitas desa wisata dengan menonjolkan aktivitas tradisional pedesaan,” ujarnya. Namun kebijakan tersebut, tentunya tidak dapat dilaksanakan dalam sekejap mata. Perlu proses serta pendanaan yang cukup besar untuk mewujudkannya karena kemampuan keuangan daerah masih terbatas. Sementara Kristal Buckley dari ICOMOS mengatakan, kedatangannya bukan untuk mengkritisi. Namun ingin mendengar pencapaian dan tantangan yang dihadapi khususnya bagi para petani di kawasan Jatiluwih setelah kawasan ini ditetapkan sebagai WBD. “Kedatangan kami bukan untuk mengkritisi, tapi ingin mendengar permasalahan para petani di sini. Kami harap bisa saling bertukar pendapat,” ujarnya. Sekaligus berbagi pengalaman serta belajar lebih bagaimana mengelola subak agar tetap lestari. Mr. Gamini Wijesari dari ICCROM berharap Pemkab Tabanan dapat terus mempertahankan predikat ini. Dewi Puspa

HAMPARAN sawah yang sejuk, petani membajak sawah atau petani sembahyang di tengah sawah adalah sisi menarik yang selalu dilirik wisatawan. Para wisatawan bukan hanya penasaran dengan hamparan subak nan hijau, mereka ingin menikmati dari dekat keindahan alam desa yang khas dengan panorama sawah dengan latar belakang gunung lengkap dengan petani dan suasana kehidupan di desa. Sebuah lukisan alam yang menakjubkan. Subak Pulagan Tampaksiring yang telah meraih penghargaan UNRSCO pada 2013 sebagai world heritage, telah mulai ramai dikunjungi wisatawan asing dan domestik. Ramainya wisatawan yang berkunjung ke subak berhawa sejuk ini tentu saja membuat Pekaseh Subak Pulagan Sang Nyoman Astika sumringah. Sejak Subak Pulagan ditetapkan menjadi kawasan world heritage oleh UNESCO, telah terjadi peningkatan kunjungan wisatawan sampai 50 persen. Umumnya wisatawan yang senang melihat pemandangan persawahan adalah wisatawan dari Eropa. Hal ini tentu amat dimaklumi karena pemandangan seperti itu amat langka di negaranya. Bagi Sang Nyoman Astika mengalirnya kunjungan wisatawan tentu diharapkan dapat dinikmati melalui peningkatan pendapatan. Paling tidak artshop atau toko cenderamata makin menggeliat. Pedagang kecil-kecilan gembira melihat wisatawan berseliweran. Dengan adanya peluang ekonomi yang menjanjikan itu, akan muncul restoran dan tempat penginapan baru. Jika kondisi ini tak diantisipasi, otomatis menjadi ancaman alih fungsi lahan petani menjadi lahan beton. Untuk menghindari alih fungsi lahan dari rayuan investor, para wisatawan diarahkan hanya tur menikmati keindahan desa. Namun untuk menginap mereka diarahkan ke tempat lain. ‘’Kami sudah berusaha menjaga agar kawasan ini tetap terjaga fungsinya, dan tidak tersen-

tuh pihak luar,’’ ungkap Pekaseh Subak Pulagan Sang Nyoman Astika. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Gianyar guna mempertahankan lahan sawah terutama di subak yang telah mendapat penghargaan dari UNESCO ini, seperti Subak Pulagan adalah memberikan bantuan bibit dan pupuk gratis, serta beasiswa bagi seluruh siswa miskin. Bahkan untuk menjawab kekhawatiran alih fungsi lahan pada 2015 Pemkab Gianyar memberikan bebas pajak bumi dan bangunan bagi petani. “Para petani tidak perlu cemas memikirkan pajak,” ucap Asisten I Pemkab Gianyar Cok Rai Widiarsa, P. Dalam konteks pelestarian ada tiga subak di kawasan DAS Pakerisan yang mendapat pengakuan UNESCO yaitu Subak Pulagan, Subak Kulub atas dan Subak Kulub Bawah. Sementara pura yang mendukung Pura Pagulingan, Pura Tirta Empul, Pura Mengening, Candi Tebing Gunung Kawi, Candi Tebing Kerobokan, Pura Pengukur-Ukuran, Pura Gua Gajah, dan Candi Tebing Tegallinggah. Sementara pelestarian sepanjang kawasan DAS Pakerisan dibagi tiga zona yakni, zona inti yang berjarak 100 m dari bibir sungai, zona penunjang berjarak 200 m dari sungai dan zona pengembangan berjarak 300 m dari sungai. ‘’Tiga zona inilah yang harus diselamatkan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan,” imbuhnya. Pihak pemerintah dalam kaitan melestarikan subak di kawasan DAS Pakerisan telah memberikan kompensasi dari pemerintah provinsi Rp 100 juta per subak setiap tahun. Sementara dari pemerintah Kabupaten Gianyar memberikan subsidi di setiap odalan di pura-pura. Dengan adanya pengakuan UNESCO ini diharapkan memacu semangat masyarakat Bali, Indonesia, dan dunia untuk menjaga subak sebagai warisan budaya yang berlandaskan Tri Hita Karana. Manik Astajaya 2 - 8 Februari 2015

37


PARIWISATA

Pariwisata Bali Korbankan Budaya dan Lingkungan eberhasilan pariwisata Bali telah menjadikan legenda tersendiri dalam pembicaraan nasional, bahkan sampai internasional. Pariwisata yang mendunia tersebut menjadikan Pulau Dewata sebagai tujuan utama pariwisata dunia dan dari hasil tersebut pula telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan Bali. Namum perlu disadari, dari pesatnya perkembangan pariwisata di Bali, berbagai permasalahan muncul yang pada akhirnya mengorbankan lingkungkan dan budaya Bali. Misalnya, sektor pertanian yang hanya menguntungkan sebagian pihak, persawahan yang dulunya hijau dan asri, kini dikaplingkapling untuk pembangunan hotel atau pun sarana penunjang pariwisata lainnya. Dalam hal ini, perlu pengelolaan pariwisata Bali ke depan memperhatikan dan mempertimbangkan kelestarian lingkungan alam maupun adat budaya yang ada di wilayah Bali. Pemerintah diharapkan agar lebih jeli, tegas, dan transparan dalam menciptakan peraturan dan menegakkannya secara konsisten, tegas serta berkeadilan. Sehingga, ke depan kelestarian lingkungan alam tetap terjaga seiring dengan meningkatnya sinar pariwisata di Bali. “Pembangunan Bali secara fisik dan sektor ekonomi khususnya pariwisata memang tergolong bagus, tapi ketahanan sosial budaya dan lingkungan kita keropos. Ini akibat pemerintah terlalu mengejar pembangunan secara fisik dan ekonomi yang mengorbankan adat budaya dan lingkungan,” kata anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan. Ia menegaskan, esensi pembangunan yang sebenarnya adalah bagaimana menciptakan pembangunan merata di segala aspek, segala lini termasuk pembangunan fisik dan non fisik. Pembangunan di Bali tidak boleh bersifat parsial dan sporadis misalnya hanya menganakemaskan pembangunan

K

38

2 - 8 Februari 2015

pariwisata dan menganaktirikan pertanian, mengejar pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi tinggi tapi mencaplok lingkungan dan mendegradasi nilai-nilai kearifan lokal. Pembangunan Bali juga tidak boleh bertumpuk di Bali Selatan. Apalagi jika ditambah dengan reklamasi Teluk Benoa seluas 800 hektar lebih, maka beban Bali akan semakin berat. Pembangunan juga mestinya mendorong akselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat, menciptakan keseimbangan relasi sosial di masyarakat, bukan malah memicu ketimpangan, kecemburuan sosial ataupun konflik sosial dan horizintal. “Kita ingin membangun Bali secara utuh dan seimbang baik fisik dan non fisik. Baik ekonomi, adat budaya, sosial kemasyarakatan dan lingkungannya. Inilah PR para pemimpin di Bali. Jangan semata mengejar pembangunan fisik, tapi aspek sosial kemasyarakatan, adat budaya dan lingkungan kita terus rusak,” kata politisi NasDem asal Desa Bebetin, Sawan, Buleleng itu. Ia menegaskan salah satu cara menyelamatkan Bali dari kehancuran adalah dengan mulai menata ulang konsep pembangunan yang sudah terlanjur salah kaprah dan terkesan tanpa arah ini. Harus ada grand design, master plan atau cetak biru pembangunan Bali secara utuh dan menyeluruh demi terwujudnya pembangunan Bali yang suistainable atau berkelanjuta. “Kami ingin Bali abadi, suistainable. Bukan Bali yang tinggal nama, tinggal cerita dan kenangan. Inilah saatnya revolusi mental presiden Jokowi kita implementasikan untuk menyelamatkan Bali. Itu harus dimulai dari para pemimpin dan pejabat di Bali. Jangan malah ikut merusak dan menjual Bali dengan berbagai kedok kebijakan,” tegasnya. Di sisi lain kalangan DPRD Bali juga terus mendesak dan mendorong Pemprov Bali merancang keberbihakan nyata dan program-program strategis

untuk menyinergikan pariwisata dan pertanian. Jangan sampai pariwisata bertumbuh pesat didukung dengan regulasi dan keberpihakan pada investor, namun di sisi lain pembangunan pertanian terpuruk. “Pertanian adalah ibu dari budaya Bali. Sementara budaya Bali adalah sumber pariwisata Bali itu sendiri. Jelas dan fakta terlihat bagaimana korelasi terkikisnya pertanian Bali terkikis pula budaya/tradisi serta kearifan lokal Bali dan juga diikuti terkikisnya pariwisata budaya,” kata anggota Komisi II DPRD Bali AA Adhi Ardhana. Semestinya, kata dia pemerintah berpihak kepada pertanian dan budaya yang secara tidak langsung telah berpihak pada dunia pariwisata. Keberpihakan itu mesti dilakukan dengan mencegah alih fungsi lahan, memperbaiki irigasi dan infrastrutur pertanian lainnya. Upaya itu mesti disertai menggali potensi budaya sebagai sumber pariwisata dan mempromosikan sinergitas ini sebagai senjata utama dan peran utama sehingga diharapkan cita-cita quality tourism dapat dicapai sebagai salah satu segmen di pasar pariwisata. Sementara itu anggota Komisi I DPRD Bali IGK Kresna Budi meminta pemerintah membuat grand design penyelamatan pertanian Bali yang kondisinya kini ibarat menderitan penyakit akut akibat berbagai ancaman, baik alih fungsi lahan, ancaman berbagai hama penyakit dan perubahan iklim, makin ditinggalnya pertanian oleh generasi muda, dan berbagai permasalahan lainnya. “Pemerintah harus memetakan secara komprehensif baik potensi maupun ancaman sektor pertanian Bali. Kemudian baru dirancang kebijakan dan program untuk menggarap potensi dan mengatasi ancaman yang ada,” tegas politisi Golkar asal Buleleng itu. Widana


Pariwisata Tak Selalu Merusak Alam KEHADIRAN bisnis pariwisata di suatu wilayah tidak selalu berdampak merusak konservasi alam, termasuk adanya ketakutan terjadinya alih fungsi lahan yang akan menjadi kanibal bagi sektor pertanian. Ketua Pusat Analisis Data Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Dr. Sudjana Budhi mengatakan, Strategi pembangunan pariwisata yang tepat guna dan bermanfaat bagi keduanya, akan menjaga pelestarian alam dan sekaligus mensejahtrakan ekonomi masyarakat tentu lebih menjanjikan keberlangsungan sektor pariwisata di masa depan. “Tidak saja dalam konteks mengawal konservasi alam, tetapi juga penguatan ketahanan budaya dan sosial ekonomi kemasyarakatan,” ucapnya. Menurutnya, strategi pembangunan pariwisata yang berbasis kepada kepemilikan masyarakat dikenal sebagai Community Based Tourism (CBT) telah berhasil dipraktikkan di Thailand, Australia dan sejumlah negara di Afrika, yang dapat menjawab tantangan negatif pariwisata, yaitu rusaknya konservasi alam dan alih fungsi lahan. “ Ti d a k a d a n y a k e b e r s a m a a n masyarakat mengakibatkan terjadinya ketimpangan pendapatan. Konflik tidak saja berisiko secara horizontal antarwarga masyarakat, tetapi juga dapat menciptakan ancaman bagi lingkungan dan alam. Pengrusakan alam dapat terjadi karena tidak adanya rasa memiliki sebagai akibat dari kebijakan pemerintah yang dipandang tidak adil,”

ujarnya. Disebutkan, gerakan pembangunan masyarakat pariwisata berbasis CBT dimaksud, termasuk pola pemberdayaan desa wisata Jatiluwuh Tabanan yang dapat di-reviews sebagai model pendekatan ekonomi kerakyatan, di mana kehadiran pariwisata telah berdampak nyata bagi peningkatan kesejahtraan petani, tanpa terjadi alih fungsi lahan dan pengerusakan konservasi alam. Praktisi Pariwisata Universitas Udayana, Ir. Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., sebelumnya menyarankan, pemerintah mengubah paradigma dari pariwisata kuantitas menjadi pariwisata kualitas dengan tidak lagi mentargetkan pertumbuhan kedatangan wisatawan per tahun. Namun, fokus pada peningkatkan kualitas destinasi dan daya tarik wisata sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. “Pengembangan pariwisata ke depan mesti lebih difokuskan pada back to nature dalam skala kecil dan menengah. Dengan begitu ada peluang yang besar bagi pemodal lokal atau masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam penyediaan fasilitas akomodasi dan atraksi pariwisata, sehingga community based tourism development dapat direalisasikan,” paparnya. Sehubungan dengan tren pariwisata alternatif back to nature, Suryawan mengatakan sudah seharusnya pengembangan pariwisata ke depan amat memperhatikan kelestarian lingkungan karena wisatawan akan semakin tertarik dengan ecotourism,

agrotourism, desa wisata, pariwisata spiritual, dan wisata bahari. “Skala usaha pariwisata yang dikembangkan adalah skala kecil dan menengah, karena umumnya peminat wisata alternatif ini akan datang dalam jumlah kelompok yang terbatas dan bahkan banyak yang wisatawan perseorangan, bukan mass tourism,” ungkapnya. Dia juga memberikan beberapa rekomendasi dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan. Di antaranya, mendorong investasi fasilitas akomodasi pariwisata yang berkualitas di luar wilayah Badung, Denpasar dan Gianyar, mengantisipasi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dan peningkatan animo wisatawan nusantara dalam menggunakan pesawat terbang ke Bali dalam kurun waktu 10 – 15 tahun mendatang, dan membuat suatu mekanisme yang mendorong petani untuk mempertahankan lahan pertaniannya, bukan dijual untuk dialihfungsikan. Sebab, lahan pertanian di Bali tidak hanya berfungsi sebagai faktor produksi pertanian namun juga berfungsi sebagai daya tarik/atraksi wisata. Lahan pertanian yang memberikan nuansa keindahan alam (natural view) kepada wisatawan layak diberikan kompensasi dalam bentuk insentif pemandangan oleh pemerintah dari pajak PHR, sehingga petani bersedia mempertahankan lahan pertaniannya tidak hanya demi kepentingan sektor pertanian dan juga untuk sektor pariwisata. Parwata Sektor pariwisata Bali selalu dikatakan sebagai salah satu sumber perusak alam, karena mendorong terjadinya alih fungsi lahan. Padahal, jika Bali mengembangkan strategi pembangunan pariwisata yang berbasis kepada kepemilikan masyarakat, dapat menjawab tantangan negatif pariwisata, yaitu rusaknya konservasi alam dan alih fungsi lahan.

MBP/edi

2 - 8 Februari 2015

39


AKTIVITAS

MBP/Gie

MBP/ist

AIR BERSIH - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Nusa Penida sudah mulai terlihat. Hal ini ditujukkan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk mengajak Prof. Dr. Ir. Arwin Sabar, yang merupakan tenaga ahli yang diutus oleh Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPSPAM) di bawah Kementerian PU untuk meninjau sumber mata air yang ada di Nusa Penida, Jumat (16/1). Peninjauan sumber mata air minum tersebut juga didampingi Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Wakil Ketua DPRD Klungkung Ida Ayu Gayatri, anggota DPRD Klungkung Made Jana, Kabag Humas dan Protokol Wayan Parna, serta dari UPT PAM Provinsi Bali Agus Sugiarta dan Made Sudiana.

APEL - Bupati Badung A.A. Gde Agung saat memberikan pengarahan pada apel bersama di Lapangan Puspem Badung, Rabu (21/1). Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Badung I Made Sudiana, Sekda Badung Kompyang R. Swandika, kepala SKPD serta pegawai di lingkungan Pemkab Badung. Ditegaskan Gde Agung, sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah daerah, seluruh pegawai di Kabupaten Badung memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Untuk itu dibutuhkan kesanggupan seluruh pegawai untuk mematuhi ketentuan disiplin dan peraturan perundang-undangan agar kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan di Badung.

MBP/ist

MBP/ist

HARI JADI - Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-27 tahun, Sri Chinmoy Oneness-Home Peace Run mengadakan kunjungan membawa api obor perdamaian dan mempersembahkan pagelaran musik bernapaskan perdamaian kepada masyarakat, para siswa sekolah dan Pemerintah Kabupaten Badung. Acara digelar Jumat (23/2) mendatang. Rombongan panitia api obor perdamaian yang berjumlah 7 orang diterima langsung oleh Sekretaris Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika acara dilaksanakan di ruang pertemuan Sekda Badung. Hadir dalam acara tersebut Kadis Pariwisata Tjokorda Raka Darmawan, Kadis Perhubungan I Gede Weda Darmaja serta Dinas terkait di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung.

Pada Jumat (16/1), BPR Lestari memberikan bantuan 4 ton beras kepada 20 panti asuhan melalui program Lestari For Kids yang tersebar di Bali. Panti asuhan terletak di Denpasar, Nusa Dua, Klungkung, Gianyar bahkan sampai ke Kerambitan Tabanan ini, diberikan bantuan langsung oleh para staf BPR Lestari. Program Lestari For Kids dari BPR Lestari ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai upaya memberi kembali kepada masyarakat Bali sebagai salah satu stakeholder yang menunjang keberhasilan BPR Lestari selama ini. Nampak dalam foto para staf BPR Lestari berfoto berama dengan anak panti asuhan saat pemberian bantuan beras di panti tersebut.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40

2 - 8 Februari 2015


MBP/ist

MBP/dar

PAMERAN - PT Debindo Mitra Tama (DMT) penyelenggara Bali Indobuildtech 2010 sampai 2014 akan menggelar pameran Bali Decoration Interior Expo (Decorintex) pada 1-5 April 2015 di Sanur Paradise Plaza Hotel. Decorintex didukung penuh oleh para stakeholder dunia interior dan arsitektur seperti Himpunan Designer Interior (HDII) Bali, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali, Asosiasi Chief Engineer Hotel (ACE) Bali, KADIN, Dinas PU Prov. Bali, REI, INKINDO dan juga dari dunia pendidikan yaitu Jurusan Arsitektur Udayana, ISI Denpasar, dan STD Bali. Pameran ini menjadi kesempatan bagi para pelaku industri properti dan perhotelan yang membutuhkan inspirasi produk-produk interior.

TETAP BUKA - Kantor Catatan Sipil Kabupaten Gianyar, tetap buka dan melayani masyarakat, di tengah cuti bersama dari 19-20 Januari 2015. Selain Kantor Capil, Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten (BPPT) Gianyar juga tetap buka dan memberikan layanan kepada masyrakat di saat libur. Kantor yang berlokasi di Kantor Bupati Gianyar ini, buka dari pukul 08.0012.00 wita. BPPT Gianyar sengaja buka di saat libur kerja untuk memberikan pelayanan perizinan kepada masyarakat. Karena dari beberapa kali pengalaman saat libur bersama, BPPT Gianyar tetap buka dan terbukti banyak masyarakat yang datang untuk minta pelayanan. RDP - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali. Di bawah pimpinan Dr. A.A. Rustini Gorda, sejumlah organisasi wanita di bawah BKOW hadir untuk dengar pendapat terkait perjuangan organisasi perempuan sebagai salah satu pilar dari pembangunan bangsa. Nampak dalam foto Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (anggota DPD/MPR – RI) menyambut rombongan BKOW Bali yang dipimpin Dr. A.A. Tini Gorda di Kantor DPD RI Niti Mandala Renon. MBP/ist

MBP/ist

HADIAH - Pada 9 Januari 2015 telah dilakukan penyerahan hadiah Tabungan Siaga Bukopin Otomatis Berhadiah Langsung berupa 3 unit mobil Toyota Avanza Veloz 1.5 cc AT kepada Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. oleh Pemimpin PT Bank Bukopin, Tbk. Cabang Denpasar Arief Hartono.

2 - 8 Februari 2015

41


AKTIVITAS

MBP/ist

DANA PUNIA - Panitia pembangunan Pura Pasucian Ida Batara Kahyangan Jagat melaksanakan pengundian hadiah pendaksinan dana punia, di Balai Desa Muncan Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem. Acara pengundian dihadiri oleh perwakilan Polda Bali, Manggala MUDP Bali, Kapolres Karangasem, perwakilan Polres Badung, anggota DPRD Karangasem, perwakilan daerah Pemkab se-Bali, MMDP Kabupaten Karangasem, MADP Kecamatan Selat, Rendang, dan Sidemen Kabupaten Karangasem, Bendesa Desa Pakraman se-Kecamatan Selat, Rendang, dan Sidemen, serta prajuru dan krama Desa Pakraman Muncan. Nampak dalam foto Hadiah diberikan oleh Jero Mangku Puasa selaku Ketua Panitia kepada pemenang hadiah utama Ni Putu Suartami, di Astra Daihatsu International Sanur.

DIES NATALIS - PTS tertua di Bali, Universitas Mahendradatta (d/h) Marhaen, merayakan hari jadinya yang ke-52 pada 17 Januari 2015. Serangkaian acara menuju Jubileum 52 Tahun Unmar digelar oleh unit–unit di Unmar, baik di pusat maupun LP2M seluruh Bali. Puncak perayaan secara sederhana dilaksanakan dengan penganugerahan Unmar Award 2015 yang diserahkan kepada almarhum Prof. H. Mohammad Hatta (Pahlawan Nasional Proklamator RI). Acara penganugerahan award ini langsung diserahkan oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kepada Halida Nuriah Hatta (putri Proklamator RI Bung Hatta).

MBP/ist

MBP/ist

PAMERAN - Setelah sukses menyelenggarakan Bali Indobuildtech, PT Debindo Mitra Tama (DMT) kembali mengelar pameran Bali Decoration Interior Expo (Decorintex) 2015. Kegiatan yang melibatkan para pakar interior dan arsitektur ini rencana dihelat pada 1-5 April 2015 bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel. Direktur PT Debindo Mitra Tama Ir. Boediono mengatakan, pameran ini menjadi kesempatan bagi para pelaku industri interior dan arsitektur, produsen, distributor, dan agen untuk bertemu dengan para profesional arsitek dan desainer interior, home owner, eksekutif hotel, villa, restoran dan perkantoran yang membutuhkan inspirasi produk-produk interior. Nampak pelaku bisnis di Bali serius mendengarkan pemaparan terkait Bali Decoration Interior Expo (Decorintex) 2015.

TRADISI - Sudah menjadi tradisi puncak HUT ke-38 SMAN 3 Denpasar alias Trisma, Sabtu (17/1), dilakukan secara sederhana namun berkarakter. Puncak HUT diawali dengan persembahyangan bersama, pementasan tari kebesaran Trismaya serta gelar budaya. Puncak HUT dihadiri mantan kasek di antaranya Putu Sedana, Made Bandung dan Made Suana. Saat itu juga diserahkan penghargaan kepada siswa berprestasi dan pemenang lomba intern dan siswa SMP se-Bali. Duta Trisma 2015 terpilih Ni Wayan Bunga Pandan Sari dan Putu Satia Kumara Upadana. Nampak dalam foto Kasek Ketut Suyastra dan IB Putu Bintana bersama duta Trisma 2015.

42

2 - 8 Februari 2015


MBP/ist KENANGAN - Ibu Ni Made Ganis adalah sosok perempuan yang kokoh, penuh perjuangan, dan penyayang. Beliau lahir tanggal PRESTASI - Pada awal 2015, SMPN 1 Petang, Badung sukses 20 November 1947 dan berpulang menghadap Yang Maha Kuasa mengukir sejumlah prestasi. Salah satu prestasi pemuncak adalah pada 8 Januari 2015. Banyak kenangan yang didapatkan oleh sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional. Yang membuat banyak seluruh keluarga, kerabat dekat, sahabat beliau semasa hidupnya pihak heran karena SMPN 1 Petang yang dikenal sekolah gratis yang perlu diteladani sebagai pegangan hidup yang bisa memberi ternyata mampu mengelola SDM hingga meraih sekolah adiwiketenangan dan keiklasan dalam mengarungi kehidupan. Dengan kesederhanaannya beliau secara tidak langsung mengajarkanMBP/ist ke- yata nasional. Piagam dan SK sebagai sekolah adiwiyata langsung pada siapa saja tentang hakikat kehidupan agar menjadi bermanditerima Kepala SMPN 1 Petang, Ni Made Srigati, S.Pd., M.Pd. faat bagi sesama, memaknai hidup tanpa pamrih, begitu mudah di Jakarta. Nampak dalam foto Srigati menyerahkan piagam itu dihayati jika disandingkan dengan kehidupan sehari-hari beliau kepada Ketua OSIS, Putu Widnyana didampingi Ketua Komite I adalah wanita yang sangat penyayang kepada siapapun walau Gusti Ngurah Suryajaya dalam apel bendera, Senin (19/1). bukan family atau kerabat dekatnya.

MBP/ist

MBP/ist

OPEN HOUSE - Kampus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar, Sabtu ( 17/1) “diserbu” ratusan siswa dari Denpasar dan luar Denpasar. Mereka menyerbu brosur, melihat lab klinik dan dan fasilitas lainnya. Hal itu merupakan sebagian suasana open house serangkaian HUT ke-6 FKIK Unwar. Program ini digelar untuk memberi informasi seluas-luasnya kepada masyarakat soal FKIK Unwar. Sementara, di ruang pascasarjana digelar “Warmadewa Continuing Medical Education (WCME) 2015” dengan seminar nasional bertema “Update in Internal Medicine: From Bench to Bedside”. Nampak dalam foto siswa dari Sukawati dan Klungkung bergambar dengan panitia saat open house FKIK Unwar 2015.

ARTIS - Artis single lagu nasional Mahalini diapit Bobby Sandhora dan Casko Wibowo, Ketua Umum DPP PASI. Bobby yang merupakan mantan artis cilik era 70-an ini mengatakan pihaknya menggarap khusus proses rekaman Mahalini dan turun langsung menjadi Music Director dan bahkan untuk produksi video clip langsung diproduseri dan disutradarai oleh Casko Wibowo, pemegang project group hotel international chance di Indonesia. Pada pada awal Februari 2015, video clip lagu ‘’Bawa Dia Kembali’’ yang dibawakan Malini sudah bisa di-download di www.klikmusik.com. 2 - 8 Februari 2015

43


TRADISI

Ritual “Macakcakan”

Upaya Jaga Keseimbangan Alam Secara ”Niskala”

W

arga Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Buleleng berkumpul pada hari Tilem Kepitu untuk mengikuti ritual Macakcakan. Ritual unik yang menjadi warisan leluhur ini digelar untuk menjaga keseimbangan alam secara niskala. Puncak ritual sakral ini diwujudkan dengan acara makan bersama (magibungred) yang dipusatkan di perempatan pusat desa pada Selasa (20/1) malam lalu. Menariknya, menu makanan yang disantap oleh seluruh warga secara bersamaan ini berupa daging ayam aduan (daging cundang-red) dari sabungan ayam yang digelar di Pura Bale Agung (Sanggah Desa). Pergelaran ritual macakcakan tahun ini menyita perhatian Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G. Wabup Sutjidra bersama Ketua DPRD Buleleng I Gede Supriatna dan pimpinan SKPD hadir dan berbaur bersama warga untuk ikut mengikuti ritual macakcakan. Sayang, karena hujan deras sehingga lokasi pergelaran ritualnya yang semula di perempatan pusat desa, terpaksa dialihkan di dalam ruang balai pertemuan warga. Tak pelak, ruang balai desa pun penuh sesak oleh warga dan tamu undangan. Warga bersama panitia pun sibuk menyiapkan ratusan kelakat untuk tempat nasi, lawar, sayur kuah, pepes, dan olahan daging ayam cundang. Setiap klakat ini porsi makannya cukup untuk delapan orang warga. Setelah semuanya siap, pihak prajuru desa memukul kentongan sebagai tanda dimulainya makan bersama. Uniknya, suasana yang semula riuh, saat kentongan dipukul, tiba-tba berubah menjadi tenang. Sementara warga dan tamu undangan tampak asyik menyantap makanan, lawar, sayur kuah, pepes dan daging di atas kelakat beralaskan daun pisang.

44

2 - 8 Februari 2015

Penjabat Perbekel Desa Sambirentang, Kecamatan Tejakula Wayan Ginantri ditemui di lokasi mengatakan, ritual macakcakan ini merupakan pelaksanaan pacaruan yang digelar oleh seluruh krama desa. Pacaruan dimulai dari areal Pura Bale Agung kemudian ke perempatan di pusat desa dan ke batas-batas desa. Sesuai dresta (kebiasaan) di desanya, prosesi ritual diawali dengan kegiatan sabung ayam (tajenred). Masing-masing warga wajib mengeluarkan satu ekor ayam aduan untuk diadu. Sabung ayam ini dipusatkan di halaman Pura Bale Agung. Menariknya, penonton atau pemilik ayam aduan tidak diizinkan untuk memasang uang taruhan seperti pada arena tajen. Ayam aduan yang kalah (pacundang) ini kemudian dikumpulkan. Lantaran begitu banyaknya ayam aduan milik warga, tajen pun dilakukan hingga dua hari yakni Selasa (19/1) dan Rabu (20/1) dengan jumlah pertandingan hingga 130 seet. Ayam aduan yang kalah atau disebut pacundang ini dikumpulkan menjadi satu kemudian dagingnya diolah menjadi menu makan bersama-sama. “Karena dalam sabungan itu, ada ayam yang istilahnya sapih (drow), jadi ada sekitar 130 ekor ayam pecundang yang diolah oleh krama dan olahannya seperti lawar, pepes, dan sayur kuah disuguhkan dalam macakcakan tahun ini,” katanya. Ginantri menambahkan, secara pasti tidak diketahui tahun berapa awal mulanya ritual macakcakan ini. Dia pun mengaku sudah mendapatlan warisan dari para pendahulunya. Dari cerita pendahulunya itu, macakcakan ini adalah upacara pacaruan yang digelar setiap tilem sasih kapitu yang bertepatan dengan hari Siwaratri. Pacaruan ini secara niskala-nya untuk memohon kerahayuan dan kedamaian desa. Sedangkan

rangkaian pacaruan dengan magibung itu yang diikuti oleh seluruh warga ini sebagai ungkapan syukur dan menjaga rasa persatuan dan kesatuan di antara warga desa tua muda, dan anak-anak termasuk tidak membedakan antara yang kaya atau miskin. “Kalau kapan dimulainya itu kami tidak tahu karena dari cerita pendahulu sudah ada seperti ini. Nah warisan ini tentu kami jaga dan lestarikan dengan menggelar setiap waktu yang sudah ditetapkan. Dan pada intinya macakcakan ini sebagai wujud menjalin rasa persatuan dan kesatuan sesama warga baik kaya miskin, tua muda, atau anak-anak,” tegasnya. Sementara itu Klian Desa Pakraman Sambirenteng I Nengah Mas mengatakan, sejarah digelarnya ritual ini karena pada zaman dahulu banyak warga yang mengalami wabah penyakit dan situasi di desa selalu dilanda permasalahan. Atas kondisi itu, pendahulunya kemudian memohon petunjuk secara niskala (nunasang) kepada Ida Sesuhunan yang di-sungsung oleh warga. Saat itu warga diminta melakukan nyakcakin atau melakukan pacaruan. Sarana pacaruan ini pun harus dari ayam aduan yang kalah dalam arena sabung ayam yang dipusatkan di Pura Bale Agung. Selain itu, setiap warga wajib menyerahkan ayam aduan untuk diadu dan kalau tidak punya atau tidak bisa mengadu ayam, maka warga bisa mengganti dengan uang tunai yang nilainya Rp 25.000. “Setelah pendahulu kami mengikuti petunjuk pada saat nunasang itu wabah penyakit itu hilang dan suasana desa aman. Untuk menjaga jangan sampai kesulitan kembali terjadi, makanya sesuai kebiasaan di desa kami rutin menggelar macakcakan ini setiap tahun sekali,” katanya. Mudiarta


Tradisi Sejak Abad 19 SEMENTARA itu tokoh masyarakat Desa Sambirenteng Drs. I Nengah Netra mengatakan, ritual Macakcakan di desanya itu merupakan tradisi yang sudah ada sejak dahulu dan diperkiraan sudah ada sejak abad 19. Namun, sampai sekarang belum diketahui dengan pasti pertama kali ritual itu digelar. Dari petuah dan cerita para pendahulunya, Macakcakan ini wajib digelar setiap setahun sekali, bertepatan dengan tilem sasih kapitu.

Terkait dengan makna dan ďŹ losoďŹ ritual ini adalah dresta Desa Pakraman Sambirenteng sebagai wujud syukur yang ditunjukkan dalam kegiatan makan bersama dalam formasi duduk melingkar menyerupai formasi Tari Cak mengelilingi klakat yang berisi nasi putih dan lauk-pauk. Menurut Netra, dalam pelaksanaan Macakcakan secara implisit terkandung ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah dan lindungan-Nya di mana

krama desa sudah dapat menyelesaikan tugas pokok mereka sebagai petani. Sementara filosofi macakcakan adalah usaha untuk memupuk rasa persatuan, kebersamaan dan kesamaan dalam keberagaman krama Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula. “Kami sebagai tokoh masyarakat bangga dan tetap komitmen bersama menjaga dan melestarikan ritual sakral ini,� katanya. Mudiarta

MBP/mud

Sekitar seribu warga Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula menggelar ritual macakcakan bertepatan dengan Tilem Sasih Kapitu, Selasa (20/1) lalu. 2 - 8 Februari 2015

45


FASHION

Gaya Bebas tetapi Damai “RECTOVERSOâ€? demikian tema yang diusung Suandewi pada koleksinya kali ini. Sebuah fashion statement yang mengesankan. Sederet karya yang mengemas bohemian style, gaya busana perpaduan unsur hippie, ethnic, dan vintage namun berkesan modern. Hal ini semakin kuat dengan perpaduan bahan lokal endek dan sifon. Dewi Anyar begitu ia biasa disapa menghadirkan siluert gypsy, di antaranya melalui atasan dengan panjang lengan tiga perempat yang menjuntai atau munculnya model rufy. Ada juga rok tiga perempat bermotif atau rok sampai pergelangan kaki. Begitu pula dengan dress mini atau maxi yang membuat pemakainya bukan hanya lebih cantik tapi juga seksi. Salah seorang anggota Asbest Kota Denpasar ini juga menyatakan, gaya yang diluncurkannya memang menawarkan kesan bebas tapi damai melalui aneka variasi yang mudah disesuaikan dengan pemakainya. Pecinta busana klasik pun dapat mengenakan desainnya, dengan pilihan warna yang lebih lembut. Sementara dalam busana-busananya kali ini Dewi memilih warna yang didominasi nuansa biru dan oranye, lengkap dengan pemakaian ikat kepala, hairbands berbagai jenis syal. Begitu juga aksesori ala gypsy seperti kalung dan anting yang panjang dari manik-manik atau bebatuan dan gelang dari bahan kayu sebagai ornamen berdetil etnik. Sri Ardhini LAPORAN

46

2 - 8 Februari 2015


SOSOK

dr. Lanawati

Wadah Berbagi Rasa INDONESIA sebagai negara berkembang dekade saat ini dan ke depan diperkirakan akan berada pada fase double burden of dissease, yaitu beban ganda kesehatan. “Beban pertama yang dihadapi Indonesia adalah masih tingginya angka kesakitan penyakit menular ‘klasik’ seperti TBC, kusta, diare, dan DBD. Penyakit-penyakit ini merupakan masalah besar terutama pada negara sedang berkembang,” ungkap dr. Lanawati, Kepala Puskesmas II Denpasar Barat. Beban kedua yang dihadapi Indonesia adalah tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular (non communicable dissease), seperti diabetes mellitus, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis), kanker dll. Masalah utamanya adalah angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia sudah lebih tinggi daripada kematian akibat penyakit menular. Perempuan kelahiran Surakarta, 18 September 1965 ini menyampaikan PTM dikenal dengan sebutan “Silent Killer”, bisa membunuh secara diam-diam, dan ketika terdeteksi oleh penderita, sudah pada tingkat keparahan yang tinggi dan sudah sulit disembuhkan. Ini biasanya akan berakhir dengan kecacatan dan kematian. Faktor risiko penyakit ini cukup banyak dan saling berinteraksi. Faktor risiko yang paling sering ditemukan adalah pada perilaku, seperti merokok, minum minuman beralkohol, minum atau makan makanan yang terlalu manis atau asin, mengonsumsi makanan fastfood dengan kolesterol tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik. “Pencegahan yang bisa dilakukan hanya dengan mengubah perilaku menjadi perilaku yang sehat, menjaga pola makan yang baik dan sehat, sering berolah raga serta menghindari rokok dan minuman beralkohol,” ujar istri Ir. Widayat Hutomo, MAP ini. Dari data Poliklinik Umum Puskesmas II Denpasar Barat, jumlah kasus PTM (Diabetes Mellitus dan Hipertensi ) terus meningkat, dan pada evaluasi pengobatan didapatkan hampir 80% dari penderita Diabetes Mellitus memiliki kontrol gula darah yang buruk. Hasil evaluasi pemeriksaan gula darah masih terus tinggi yaitu di atas 200 mg/dl. Hal ini disebabkan karena pengetahuan, sikap dan perilaku penderita Diabetes Mellitus masih rendah. Demi untuk menekan terus berkembangnya kasus Diabetes dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Diabetes, 21 Desember 2010, Puskesmas II Denpasar Barat mengadakan Seminar Sehari tentang Diabetes Melitus, diikuti para diabetisi dan keluarga yang berjumlah 70 orang. Materi yang diberikan adalah edukasi tentang Diabetes Mellitus. Pada akhir seminar peserta menginginkan dibentuknya suatu wadah yang menjadi tempat untuk mendapatkan informasi, pelayanan, serta tempat berbagi rasa antar sesama diabetisi (penderita Diabetes). “Dari sanalah akhirnya terbentuk suatu wadah yang diberi nama Paguyuban Diabetes Sehat Puskesmas II Denpasar Selatan,” papar dr. Lanawati yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas II Denpasar Barat sejak 13 Maret 2009 ini. Disepakati pula, tanggal 21 Desember 2010 tersebut sebagai

hari berdirinya Paguyuban Diabetes, yang setiap tahunnya dirayakan sebagai hari jadi dengan membuat serangkaian acara perayaan, seperti lomba cerdas cermat tentang Diabetes, lomba menyuluh Diabetes Mellitus serta pemilihan “Queen and King”, yaitu dipilih dari peserta yang rajin mengikuti kegiatan Paguyuban atau peserta yang berhasil mengontrol gula darahnya. Melalui Paguyuban ini diharapkan Puskesmas II Denpasar Barat mampu memberikan informasi yang akurat tentang Diabetes Melitus bagi penderita Diabetes, menghambat perkembangan kasus Diabetes Melitus di wilayah Puskesmas II Denpasar Barat, terbentuknya suatu wadah yang dapat memberikan informasi yang terpercaya berkaitan dengan Diabetes Melitus, terbentuknya suatu tempat berbagi rasa, saling menyemangati antar sesama penderita Diabetes dan memperbaiki kesehatan psikologis penderia Diabetes Melitus. Inten Indrawati LAPORAN

2 - 8 Februari 2015

47


KERAJINAN

Desa Tihingan

Pusat Kerajinan Gamelan di Bali

D

aerah ini terkenal sebagai tujuan utama bagi pembeli atau penggelut seni gamelan dari berbagai daerah di Bali bahkan dunia. Itulah sebabnya desa yang memiliki daya tarik alam dan sejarah itu, terkenal sebagai sentra gamelan di Bali. Desa Tihingan terletak di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Dari Denpasar, tempat ini memiliki waktu tempuh kira-kira 40 menit dengan kendaraan roda dua. Desa ini terdiri dari 174 kepala keluarga (KK) dengan 832 orang penduduk yang menetap di desa. Menurut Bendesa Desa Adat Pakraman Tihingan I Made Soma Wandita, membuat gamelan adalah pekerjaan turun-temurun di desa tersebut. Sekitar 90 % dari jumlah penduduk adalah perajin gamelan. Sisanya petani, pedagang, pertukangan, pegawai negeri sipil dan polisi. Profesi petani hanya tiga KK yang mengolah sawah dengan total luas 18 Ha. “Kebanyakan masyarakat memilih kerja di desa dibandingkan ke luar kota,” katanya. Salah satu perajin gamelan, I Ketut Sumantra mengatakan ada dua kelompok perajin gamelan di Tihingan. Pertama, kelompok tukang yang bertugas membuat dan membentuk berbagai macam gamelan. Kedua, kelompok ahli yang berkompeten menyelaraskan nada-nada gamelan. “Hanya orang-orang yang peka dan terbiasa sanggup menyelaraskan

nada,” ungkapnya. Gamelan yang diproduksi sangat bervariasi. Beberapa ada yang mampu memproduksi gamelan satu barung (satu set) yang terdiri dari 15 alat. Antara lain Terompong, Reong, Rangsa Penyacah, Kantilan, Pengentur, Tengur, Jublag, Kempli, Tawa-tawa, Ricik, Cengceng, Gong Lanang Wadon, Bende, Kendang dan Jegogan. Namun ada pula yang mampu membuat beberapa bagian. “Kami membuat dari awal pengolahan bahan hingga finishing,“ terangnya. Pembuatan gamelan di Tihingan masih tradisional. Bahannya krawang (perunggu), yaitu campuran antara tembaga dan timah murni. Tahap awal memanaskan atau mencairkan bahan, lalu dicor pada cetakan untuk dibentuk. Setelah itu, lempengan dikikir untuk mendapat bentuk sempurna hingga akhirnya ke tahap penyesuaian nada yang diukur secara garpu tala (menggunakan kepekaan pendengaran) Seiring perkembangan zaman, kata Sumantra, perajin kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Mulai dari lokal dan nasional seperti Sulawesi, Kalimantan, Lombok, Jawa dan Sumatera hingga internasional seperti Eropa, Amerika, Belanda, Australia dan Cina. Perkembangan yang bagus tersebut menyebabkan pengusaha gamelan mencari tenaga kerja ke luar kabupaten seperti Karangasem, Bangli dan Singaraja. Sumantera sendiri menyelesaikan satu

barung gamelan dalam waktu 6 bulan dengan tenaga kerja 10 orang. Mereka mulai bekerja dari pukul 08.00 hingga 17.00. Satu barung gamelan harganya relatif berbeda tergantung harga bahan baku yang dibeli dari Jawa. Ada yang berkisar Rp 250 juta bahkan lebih, angka tersebut belum dipotong gaji perajin, bahan dan biaya produksi. Sampai sekarang masyarakat di Tihingan masih percaya bahwa desanya memiliki kekuatan yang sakral. Berdasarkan cerita para panglingsir dan masyarakat setempat, konon kerajinan gamelan sudah ada sejak zaman kerajaan. Saat itu terjadi peperangan antara Kerajaan Klungkung dan Gianyar. Raja Klungkung lalu mengutus orang sakti dan kebal senjata untuk menjadi benteng pertahanan di desa yang dulu masih berupa Alas Tihing (hutan bambu). Peperangan dimenangkan Raja Klungkung, lalu para utusan raja yang berasal dari para orang sakti itu memilih tidak kembali ke daerahnya masing-masing. Demi melangsungkan hidup, mereka membuat gamelan. Nah, perajin yang ada sekarang dipercaya berasal dari keturunan orang sakti yang menetap di Alas Tihing, tempat itu sekarang bernama Desa Adat Pakraman Tihingan. Ocha www.bali-travelnews.com

Bendesa Desa Adat Pakraman Tihingan I Made Soma Wandita sedang membentuk salah satu gamelan.

MBP/ocha

Hasil karya gamelan masyarakat di Desa Tihingan, Klungkung.

48

2 - 8 Februari 2015

MBP/ocha


Batu Bata Tulikup Diekspor ke Amerika TAK hanya kesenian Bali yang dihargai oleh masyarakat asing. Hasil kerajinan berupa batu bata olahan masyarakat Desa Tulikup, Gianyar pun menjadi kebanggaan mereka. Buktinya, batu bata merah khas desa tersebut sering dipesan masyarakat asing untuk membuat bangunannya. Beberapa di antaranya dikirim ke Amerika, India dan Eropa. Hasil karya batu bata masyarakat Tulikup ini memang beda. Batu bata ini biasanya khusus digunakan untuk membuat bangunan, seperti palinggih (pura) dan rumah stil Bali tradisional. Bentuknya bisa saja sama dengan bata biasa, tetapi kehalusan bahan dan kepadatannya pasti beda. Karena itu batu bata khas Tulikup harganya tergolong mahal. Bagi masyarakat Tulikup tradisi membuat batu-bata merupakan warisan nenek moyangnya. Ada yang menjadikan pekerjaan pokok karena tidak memiliki lahan persawahan yang digarap, ada pula yang menjadikan sebagai pekerjaan sambilan. Guru, TNI dan juga

karyawan swasta yang biasa membuat batu bata setelah datang dari pekerjaan pokoknya. Tanah yang menjadi bahan utama, merupakan asli desa tersebut. Jenis tanah desa tersebut memang luar biasa, halus dan mengandung warna merah. Namun, belakangan kemudian tanah pekarangan mereka sudah semakin menipis bahkan habis. Karena itu mereka mendatangkan dari desa atau daerah lain. Walau tanahnya kurang bagus, namun masyarakat di sana mengolahnya dengan lebih teliti. Campurannya juga sangat diperhatikan sehingga hasilnya menjadi baik. “Jika mendatangkan tanah dari daerah lain, kami mengolahnya lebih teliti dan intensif. Yaitu melakukan penghalusan bahan berulang-ulang sehingga hasilnya menjadi sangat halus,� kata salah satu pekerja batu bata di Desa Tulikup. Bendesa Adat Desa Pakraman Tulikup Kelod Ir. I Ketut Wita Wiradnyana mengatakan, potensi Desa Tulikup yang kaya

akan seni budaya serta kerajinan akan didorong menjadi desa wisata. Pihaknya bersama pemerintah akan membangun sinergi untuk membangun instrumen penunjang dengan membangkitkan areal Puri Tulikup, pasar senggol kuliner dan pasar desa adat. Budarsana www.bali-travelnews.com


AKTIVITAS

MBP/olo

MBP/ist

TINJAU - Bendungan Pendem yang mengairi sawah Subak Mertasari, belakangan nyaris mangkrak. Pasalnya posisi bendungan itu lebih rendah dari saluran irigasi menuju Subak Mertasari, sehingga ketika musim hujan air tidak bisa dialirkan ke Subak Mertasari. Persoalan itu langsung direspons Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Jumat (16/1), Wabup Kembang terjun meninjau Bendungan Pendem di Kelurahan Pendem. Nampak dalam foto Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama sejumlah pejabat terkait saat mengecek kondisi Bendungan Pendem yang nyaris mangkrak.

MOTIVASI - Mengawali tahun ini, PT BPR Sukawati Pancakanti mendapatkan suntikan motivasi baru yakni dengan diraihnya 5 penghargaan dalam ajang Anugerah Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (ABPRI) 2014. ABPRI 2014 merupakan bentuk apresiasi penghargaan tertinggi kepada BPR dan CEO BPR di Indonesia, yang telah berhasil meningkatkan kinerja atau menciptakan pertumbuhan (Delta Growth) kinerja BPR, juga meningkatkan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan bisnis, pasar modal, investasi dan perekonomian di Indonesia. Nampak dalam foto Dirut BPR Kanti Made Arya Amitaba saat menerima penghargaan ABPRI 2014.

MBP/ist

MBP/ist

TERPILIH KEMBALI - Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD.KEM. terpilih kembali sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana) dalam Musyawarah Pleno Ikayana 2015 di Ruang Sidang Fakultas Kedokteran Unud, Sabtu (17/1). Suastika yang juga Rektor Unud itu terpilih secara aklamasi, karena tidak ada calon lain yang diusulkan peserta Muspleno. Ketua Sidang Prof. Dr. Ir. I Gede Mahardika, M.S. sejak awal membuka kesempatan kepada seluruh peserta dan membacakan surat dukungan calon dari pengurus pusat, pengurus daerah, pengurus komisariat, dan peserta muspleno. Ternyata peserta yang mewakili kepengurusan masing-masing semuanya mencalonkan satu nama yakni Prof. Suastika.

SEMINAR INTERNASIONAL - Akademi Kebidanan (Akbid) Kartini Bali menggelar seminar internasional dengan topik ‘’Midwifery Services and Education Program of Midwifery’’ di kampus setempat, Selasa (20/1). Seminar antara lain menghadirkan narasumber dosen kebidanan dari University of Technology, Sydney (UTS) Australia Dr. Christine Catling RM, M.Sc.(Mid)., Ph.D., Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali Ni Ketut Adi Arini, S.Sos., S.ST., M.M., perwakilan Rumah Sakit Sanglah Vera Christianti, S.ST. dan Direktur Akbid Kartini Bali Ni Made Darmiyanti, S.ST., M.Keb. Nampak dalam foto Dosen Kebidanan dari University of Technology Sydney (UTS) Australia Dr. Christine Catling RM, M.Sc.(Mid)., Ph.D. usai menerima kenang-kenangan dari Ketua Yayasan Kartini Bali Dr. Dra. W. Karthi Suthardjana, M.M. (dua dari kiri).

50

2 - 8 Februari 2015


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 75 by e-Paper KMB - Issuu