71 | 5 - 11 Januari 2015
Berharap Komitmen Mega
RP R P 20.000 20 00 000 000 00
DAFTAR ISI OPINI Kemandirian Beras 6 BALI SEPEKAN Hotel Jimbarwana Nunggak PBB Empat Tahun 7 LAPORAN UTAMA Jokowi Mesti Jaga Alam Bali 8
Bali Memilih Tak Memilih 9 Berharap Komitmen Megawati 10 KARIER Minim Ketertarikan pada Agama
Dirjen Bimas Hindu Ingin Tingkatkan Pembinaan Umat 12 PEMERINTAHAN Evaluasi APBD Badung Triwulan IV 2014
Efisiensi 16,31% dari Belanja Rp 3,6 T 14
KESEHATAN Menular Melalui Udara
Curigai Pneumonia, Jika Anak Sesak dan Batuk 24 LENSA Peternakan Sapi 26
OLAHRAGA Misteri Baju Olimpiade 28 LINGKUNGAN Rawan Bencana, Buleleng Tertinggi di Bali 36 PARIWISATA Berburu Hotel Murah di Pulau Dewata 38
POLITIK Menelisik Rekening Gendut Birokrat 16 Hukum Diskriminatif bagi Pejabat 17 PENDIDIKAN Lingkungan Pengaruhi
Siswa Putus Sekolah 18 TRADISI “Bumi Sudha”
Mengharmoniskan Jagat, Antisipasi Bencana Alam 44 PROPERTI Kayu Semakin Sulit
”Parket Laminate” Jadi Trend 46 WISATA Yeh Pulu MANCANEGARA Film yang Membuat Panas 20 DAERAH Di Bangli Banyak Jalan Rusak
Anggaran Tetap Minim 22
Gambarkan Kehidupan Masyarakat Bali Kuno 48 PROFIL dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes.
Menuju Pelayanan CEMPAKA 48
5 - 11 Januari 2015
3
DARI PEMBACA
Apresiasi Menteri Berani G
erakan menenggelamkan kapal pencuri ikan oleh Menteri Kelautan menjadi trending topic di mana-mana. Banyak kalangan menyebut hal tersebut sebagai langkah berani karena berhadapan langsung dengan negara lain. Dan keberanian menteri seperti inilah sejatinya diperlukan oleh bangsa ini. Kerugian negara akibat penangkapan ikan ilegal oleh para pencuri di perairan kita diperkirakan mencapai Rp 300 triliun. Tentu nominal ini sangat fantastis. Langkah ini patut diikuti oleh menteri yang lain. Harus ada gebrakan berani lainnya dari para menteri. Sebab kita perlu menteri-menteri pendobrak yang berani bertindak demi menjaga perekonomian bangsa ini. I Wayan Sutarsa Br. Piakan, Desa Sibangkaja Abiansemal Badung
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan
Antisipasi Bencana B
adan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi Januari 2015 merupakan puncak terjadinya bencana di sebagian besar wilayah Indonesia. Sebagaimana diberitakan Bali Post, Senin kemarin, diprediksi lebih dari 90% bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi yaitu banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan. Bencana alam terkait erat dengan perilaku manusia terhadap alam. Bagaimana manusia memperlakukan alam begitulah alam nanti akan menurunkan berkah atau bencana. Di Bali sudah kita saksikan secara kasat mata bagaimana kerusakan lingkungan semakin parah. Ini tentunya potensi besar datangnya bencana. Karenanya, harus dilakukan langkah-langkah antisipatif oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Beberapa peristiwa longsor dan banjir sudah terjadi di Bali. Sebelumnya kekeringan panjang kita alami. Kalau BNPB sudah memberi warning seperti itu, langkah-langkah apa yang harus dilakukan di Bali? Jangan menungga atau menganggap angin lalu. I Wayan Bramantiastra Karangasem Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
5 - 11 Januari 2015
4
’’Membunuh’’ Budaya Bali PEMBANGUNAN fasilitas pariwisata Bali membunuh identitas pariwisata budaya. Bahkan pembangunan fasilitas pariwisata Bali terkesan “alpaka guru” karena menyimpang dari budaya Bali. Pandangan ini tampaknya sejalan dengan makin berjejalnya fasilitas pariwisata di Bali. Banyak fasilitas pariwisata di Bali meninggalkan identitas Bali. Menyikapi makin tidak terkontrolnya pembangunan fasilitas pariwisata di Bali, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, ternyata 61,99 persen responden berkeyakinan bahwa penumpukan pembangunan fasilitas pariwisata di Bali akan mempercepat kehancuran budaya Bali. Bahkan, kehancuran ini makin terbuka ketika pejabat terlalu ringan tangan merekomendasikan izin-izin pembangunan fasilitas pariwisata tanpa mendengar aspirasi pelaku pariwisata termasuk masyarakat Bali yang menjadi penyangga budaya Bali. Selebihnya, 35,96 persen responden mengatakan pembangunan fasilitas pariwisata Bali saat ini belum menjadi ancaman. Yang justru harus dipikirkan adalah pemerataan pembangunan fasilitas pariwisata. Sepanjang ada zone–zone yang jelas dalam pembangunan fasilitas penunjang kepariwisataan, responden yakin pembangunan ini tak akan mempercepat kehancuran. Sedangkan, 2,05 persen mengaku tak tahu tentang perkembangan di sektor pariwisata. Mereka berharap Bali tetap menjaga identitas dirinya dengan melakukan pengaturan terhadap bentuk, arsitektur dan zone yang layak dikembangkan untuk pembangunan fasilitas pariwisata. Dira Arsana 5 - 11 Januari 2015
5
5
OPINI
Kemandirian Beras
K
emandirian beras, nampaknya merupakan hal penting yang harus dilihat dalam konteks keindonesiaan. Nasi merupakan makanan pokok dari rakyat Indonesia. Keperluan dasar dari rakyat adalah tersedianya makanan pokok itu agar mereka dapat berinteraksi secara sosial. Maka, dalam konteks kemandirian beras, itu merupakan pilihan pertama bagi Indonesia, yang kalau digabungkan dengan pilihan mengembangkan perikanan kelautan, menjadi kombinasi yang paling bagus. Para ahli menyebutkan bahwa mengkonsumsi ikan akan mencerdaskan. Indonesia pernah menyatakan diri sebagai negara berswasembada beras pada tahun 1984, tetapi pada saat itu sektor perikanan kelautan belum diperbincangkan. Jika sekarang Indonesia mampu berswasembada beras, dengan perikanan laut yang mendukung, hasil ini jauh melampaui dari apa yang didapatkan tahun 1984. Sebagai negara pertanian, mayoritas masyarakat Indonesia tidak terlalu sulit mencari buah dan sayuran sebagai pelengkap konsumsi makanan sehari-hari. Menjadikan negara yang berswasembada beras dalam waktu tiga tahun, mungkin mudah secara teori. Misalkan, asal tersedianya bendungan, penyuluh pertanian handal, tidak menganaktirikan petani, dalam waktu tiga tahun hal itu bisa dilakukan. Saat menberikan pidato pembukaan itu, Presiden Joko Widodo juga menyebut-nyebut soal pembangunan bendungan sebanyak 49 di seluruh Indonesia. Namun, yang sering menjadi penghambat pembangunan itu adalah tidak adanya saling pemahaman antarkementerian. Seolah tidak ada saling mendukung rencana kerja dalam waktu yang ditetapkan. Atau bisa jadi, perintah proyek yang dilakukan itu tidak dipahami dengan baik. Modelnya bisa dilihat pada tataran paling bawah. Bagaimana mungkin bisa meningkatkan produksi beras apabila lahan-lahan persawahan secara mudah dibuldoser untuk dijadikan perumahan. Air untuk persawahan mati akibat di-
6
Oleh GPB Suka Arjawa
hambat oleh pembangunan hotel, atau sumber air sengaja disedot untuk suplai air hotel. Sungai pun dieksploitasi untuk kepentingan bisnis, juga bibir jurang. Sementara tidak ada proyek untuk membuat persawahan baru atau proyek untuk pembuatan irigasi sangat lambat. Ini merupakan paradoks dari cita-cita pembangunan yang memprioritaskan menghasilkan beras sebagai hasil utama Indonesia di masa depan. Di samping kerakusan, penyebabnya adalah tidak adanya saling pengertian antara kementerian, terutama pada jajaran paling bawah. Hobi blusukan Presiden bisa sebagai metode untuk menjalankan pemerintahan. Sektor pertanian, “lahan� penghasil beras (seperti yang dicita-citakan presiden) itu ada pada basis blusukan
presiden. Ia ada pada tingkat paling bawah, bahkan bersentuhan dengan kemiskinan dan kemarginalkan. Banyak petani yang miskin di Indonesia dan sektor pertanian seolah terpinggirkan. Karena itu, orientasi blusukan presiden sekarang haruslah pada petani sawah ini, menanyakan tentang masalah-masalah yang ada di lapangan, “ketidakadilan buldoser� yang meratakan sawah menjadi perumahan, penghentian air sawah dan penyedotan sumber air untuk mengaliri hotel. Dengan cara blusukan juga presiden akan tahu sejarah sebuah lahan persawahan yang kemudian berubah menjadi kompleks kantor pemerintahan. Dengan metode yang sama juga presiden tahu bagaimana latar belakang kompleks perumahan. Bali juga bisa dilihat sebagai “percontohan� krisis persawahan sekaligus bisa dipakai model untuk menyetopnya kelak apabila presiden berhasil melakukan itu. Blusukan dalam hal ini dipakai sebagai survei yang sangat berguna sebagai masukan, bukan saja kepada presiden sebagai pemimpin negara, tetapi juga para menterinya untuk membuat kebijakan secara tepat. Bukan tidak mungkin hal ini akan ditiru oleh bawahan presiden. Secara akademis, blusukan itu merupakan metode kualitatif, yang bermakna melihat secara langsung ke masyarakat, merasakan kehidupan sosial mereka dan mencoba memahami bagaimana cara masyarakat berpikir. Akan lebih komplit apabila misalnya, presiden mau datang, bermalam, sambil ikut melakukan aktivitas sosial. Bagi desa yang mayoritas sumber dayanya dari pertanian sawah, harus dimaksimalkan dan diberikan rangsangan untuk meningkatkan hasil swadaya tersebut. Juga memungkinkan adanya kerja sama antardesa yang berkaitan dengan wilayah kabupaten atau kota, lewat apa yang disebut dengan kawasan perdesaan. Penulis, dosen FISIP Universitas Udayana
5 - 11 Januari 2015
6
BALI SEPEKAN
Hotel Jimbarwana Proyek Kantor Nunggak PBB Empat Tahun Camat Molor SELAIN masalah karyawan dan pengelolaan, Hotel Jimbarwana juga didera permasalahan pajak. Tidak saja pajak Hotel dan Restoran (PHR), pajak lain yang belum tersetor dari pengelola adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sumber terpercaya mengatakan hotel pelat merah itu nunggak PBB hingga empat tahun. Sedangkan untuk PHR, hanya belum terbayar tahun ini, namun juga sempat nunggak. Kepala Dinas Pendapatan Jembrana Dewa Gede Kusuma saat dikonďŹ rmasi membenarkan adanya tunggakan PBB Hotel Jimbarwana itu. Surya Dharma
MBP/olo
Bupati Buleleng Stop Izin Usaha Perikanan MASUKNYA pemilik modal (investor) di bidang perikanan dan kelautan akhir-akhir ini ditengarai tidak memberikan keuntungan bagi nelayan lokal di Buleleng. Bahkan justru merugikan nelayan lokal. Untuk itu mulai tahun 2015 mendatang, Pemkab Buleleng akan menghentikan penerbitan izin usaha di bidang perikanan. Terobosan yang dilakukan pemkab ini nampak-
nya sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mulai melindungi keberadaan nelayan lokal di tanah air. Rencana penghentian penerbitan izin usaha perikanan ini diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat bertatap muka dengan sejumlah nelayan di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, belum lama ini. Mudiarta
Warga Desak Perbaiki Trotoar Amburadul KEADAAN trotoar di Jalan Nusantara sangat memprihatinkan. Tingginya curah hujan yang mengguyur Bangli belakangan ini membuat trotoar amburadul. Paving menjadi lepas, penutup got terbuka. Hal ini merupakan pemandangan buruk dalam kota. Salah seorang warga, Ketut Sanih, Minggu (21/12) mengatakan rusaknya trotoar ini sudah berlangsung sejak lama. Ada sekitar dua puluh hari lalu. “Sampai sekarang masih seperti ini,� katanya. Sanih berharap, rusaknya trotoar ini segera ditangani agar air tidak meluap lagi. Sosiawan
MBP/sos
PROYEK pembangunan dua buah kantor camat saat ini penyelesaiannya molor. Untuk itu, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg bakal menerapkan aturan dan kemungkinan nantinya kontraktor itu bakal dikenai sanksi blacklist (masuk daftar hitam) rekanan. Hal itu disampaikan Bupati Geredeg saat ditemui usai evaluasi pembangunan di Balai Masyarakat Abang, Jumat (19/12). Menurutnya, sanksi blacklist itu nantinya akan diterapkan sesuai aturan yang berlaku. Tentunya dengan melewati tahapan teguran tiga kali dan jika tetap tak bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai kontrak kerja, nanti kena denda. Proyek dua buah gedung kantor camat megah itu, yakni pembangunan kantor camat baru di Abang dan proyek gedung kantor Camat Sidemen. Budana
Calon Pamangku Ngamuk SEORANG calon pamangku I Gede Sika (38), asal Banjar Bayad Desa Pakraman Bayad Desa Kedisan Kecamatan Tegallalang, Gianyar, mengamuk Minggu (21/12). Hal tersebut diduga warga akibat gangguan kejiwaan dan mental yang dialaminya pascadipilih menjadi pemangku di Pura Prajapati di Desa Pakraman Bayad. Sika yang mengamuk dengan mengayun-ayunkan tongkat itu sempat membuat resah warga masyarakat setempat. Bahkan, warga sempat ngulkul bulus (membunyikan kentongan bertalu-talu tanda bahaya), mencoba menghentikan aksi tersebut. Karena tak ada yang berani mendekati, takut menjadi korban, satu peleton Dalmas Polres Gianyar diturunkan guna mengamankan Sika. Sejumlah petugas Satpol PP yang biasa menangkap orang gila juga diturunkan, namun tak bisa berbuat banyak. Agung Darmada 5 - 11 Januari 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Jokowi Mesti Jaga Alam Bali Bom Bali I dan II mengoyak Bali. Itu telah dicatat dunia sebagai kejahatan luar biasa. Namun, Bali bisa pulih dalam dua tahun. Sebab peristiwa itu hanya berakibat kerusakan fisik dan citra tidak aman. Tidak demikian halnya dengan rencana reklamasi Teluk Benoa, KSPN Besakih dan UU tentang Desa. Ketiga aturan yang bermuara dari pemerintah pusat diyakini akini menjadi ‘’bom’’ yang bisa mengoyak budaya, adat-istiadat dan lingkungan serta sugan Bali lit untuk dipulihkan seperti sediakala.
S
epanjang tahun ini (2014) Bali mendapat serangan yang menimbulkan pro-kontra. Berawal dari keluarnya Perpres 51 tahun 2014. Perpres tersebut dinilai telah mengancam Bali dari sisi laut. Perpres yang ditandatangani Presiden SBY pada 30 Mei 2014 mengizinkan untuk merevitalisasi dan mereklamasi Teluk Benoa seluas maksimal 700 hektar. Badung dan Kota Denpasar telah menyatakan sikap terkait rencana itu. Kota Denpasar tegas menolak reklamasi, sebab dikhawatirkan akan menimbulkan banjir rob di wilayah tersebut. Sementara sikap Badung tercermin dalam RTRW yang telah dimiliki, yakni Teluk Benoa adalah kawasan konservasi. Artinya tidak boleh ada pembangunan apapun di kawasan tersebut, apalagi menguruk laut. Itu baru ‘’bom’’ di laut. Ada pula aturan yang dikhawatirkan mengoyak sendi-sendi keyakinan masyarakat Bali melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50/2011. Salah satunya dengan dimasukkannya kawasan Besakih dan Gunung Agung sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dengan ditetapkannya hulunya Bali masuk dalam KSPN, maka lambat laun kawasan itu akan diserbu investor. Terakhir adalah Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Untuk penerapan undang-undang ini Bali harus memilih antara desa adat dan desa dinas untuk didaftarkan ke pusat. Kompensasinya masing-masing desa yang memenuhi syarat (penduduk 5.000 jiwa) akan mendapat bantuan Rp 1,4 miliar. Atas persoalan itu, masyarakat Bali yang telah memenangkan Jokowi pada Pilpres lalu berharap pada Presiden untuk menjaga alam Bali. Dalam menjaga budaya dan alam Bali, Jokowi harus mendengarkan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Krama Bali sebagai penjaga dan pelestari budaya Bali telah melakukan berbagai upaya un-
8
tuk menjaga aga kearifan lokal kal yang dimiliki. Demikian ikian pula masyarakat yarakat Bali selalu menjaga kerukunan antarwarga. Toleransi inii jangan menjadikan pusat sat seenaknya ‘’mengatur’’’Bali tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat. Seperti penetapan Besakih sebagai KSPN. N. Penetapan ini tentu sangat bertentangan entangan dengan konsep orang Bali yang sangat menyucikan kawasan tersebut rsebut termasuk Gunung Agung. ‘’Usulan Usulan Pura Besakih masuk KSPN PN tidak sesuai dengan status Pura Besakih sebagai kawasan strategis untuk tuk kepentingan sosial dan budaya dalam Perda RTRWP,’’ kata pengamat tata ruang yang juga akademisi Unud Dr. Putu Rumawan wan Salain. Dalam Pasal asal 83 Perda RTRWP disebutkan kawasan an strategis provinsi dari sudut kepentingann sosial budaya Bali mencakup kawasan radius dius kesucian Pura Sad Kahyangan berdasarkan arkan konsepsi Rwa Bhineda, Tri Guna, Catur Lokapala, Sad Winayaka/ Padma Bhuana uanaa mencakup: Pura LempuyLempuyang Luhur, Pura Andakasa, Pura Batukaru, Pura Batur, Pura Goa Lawah, Pura Luhur Uluwatu, Pura ura Pucak Mangu, Pura Agung Besakih, Pura ura Pusering Jagat, dan Pura Kentel Gumi. mi. Akademisi isi yang memang getol mengkritisi pelanggaran ggaran tata ruang ini menambahkan, kawasann Pura Besakih juga mempunyai fungsi strategis egis daya dukung lingkungan hidup, sehingga ngga harus dipertahankan jangan sampai masuk uk KSPN. Ketika sudah masuk KSPN, kewenangan wenangan mengatur kawasan Pura Besakihh ada di pemerintah pusat. Serta bisa saja ditunggangi tunggangi kepentingan investor dengan membangun mbangun akomodasi pariwisata dengan melabrak labrak tata ruang, apalagi dulu
juga sempat beredar wacana dibangun lapangan golf di kawasan Besakih. Apa yang dikhawatirkan Rumawan memang beralasan. Sebab pada PP 51/2011 menyebutkan KSPN merupakan kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata nasional yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. Sep-
erti pada pasal 25 menyebutkan fasilitas yang bisa dibangun meliputi pembangunan prasarana umum, fasilitas umum dan fasilitas pariwisata. Termasuk prasarana umum di antaranya fasilitas olahraga, fasilitas rekreasi, fasilitas ibadah, dan lain-lain. Termasuk fasilitas pariwisata meliputi fasilitas akomodasi, dan lain-lain. Rindra
Presiden Jokowi
5 - 11 Januari 2015
8
Bali Memilih Tak Memilih PERTENGAHAN Januari 2015 merupakan deadline bagi daerah kabupaten di seluruh Indonesia untuk mendaftarkan jumlah desanya ke pusat sehubungan penerapan Undang Undang No. 6 /2014 tentan tentang Desa. Pendaftaran itu suatu keharu keharusan agar bisa menentukan program pem pembangunan dan penyaluran anggara anggarannya ke depan. Mungkin kebanyakan daerah di Indonesia tidak menjadi ppersoalan tentang mendaftarkan desanya ke pusat, tetapi sangat berbeda halnya dengan Bali. Bali dengan sembilan daerah kabupaten/kota, selama ini memiliki m dua jenis desa yakni desa di dinas dan desa adat yang berjalan berdam berdampingan tanpa ada masalah. De dinas Desa fokus pada penanganan administrasinya dan desa adat mengurus sisi budaya dan agamanya manya. Mengharuskan mendaftarme kan salah satu, apak apakah desa adat atau desa dinas, me menjadikan pembahasan dan perdebatan soal ini di masyarakat luas menjadi “p “panas”. Mencermati gejolak rasa dialami masyarakat Bali soal memil memilih salah satu desa ini, dipahami sang sangat berat. Bagaimana tidak, dua desa (a (adat dan dinas) ini sudah lama hidup bberdampingan serta berjalan dengan ba baik sesuai dengan tugasnya, tiba-tiba sa salah satu darinya harus dihilangkan. Ibar Ibarat suami istri yang sudah hidup rukun, kemudian k mesti “dibunuh” salah satuny satunya, maka dipastikan hidup satu “belaha “belahan jiwa” itu akan pincang dan meran merana. Tentu sangat masuk akal bila tim khusus masing-masing kabupaten di B Bali saat dengar pendapat dengan Pan Pansus UU Desa DPRD Bali belum lama ini, i tidak berani bersikap. Terungkap ddari mereka yang hadir, secara pribadi mereka semua ingin agar desa adat di dikuatkan untuk mampu membentengi Bali ke depan. Demikian halnya Bu Bupati Gianyar AA Beratha yang satu satu-satunya bupati yang hadir saat dengar ppendapat itu juga menginginkan secara pribadi desa adat semakin kuat. Me Mengingat hanya desa adatlah merupakan benteng
terakhir dalam penyelamatan Bali, baik dari sisi lingkungan, manusia Bali, budaya termasuk agama Hindu yang dianut sebagian besar masyarakatnya. Memilih pada dasarnya tidaklah sulit. Intinya tidak sekadar memilih tapi mesti cermat dan cerdas memikirkan apa dampak atas pilihan itu. Pilihan yang diambil haruslah memberikan dampak yang sangat baik untuk Bali ke depan. Rumitnya persoalan sebagai dampak atas pilihan itu, menjadikan Badung dan Denpasar termasuk kabupaten lainnya tidak ada tanda-tanda menjatuhkan pilihan. Badung misalnya lewat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) I Putu Gede Sridana sepertinya sudah memutuskan membiarkan kondisi desa adat dan desa dinas seperti sekarang ini. Pemerintahan Badung rupanya sudah merasakan dua jenis desa yang ada sekarang sudah dalam posisi harmonis yang justru akan menimbulkan dishamonis bila harus meniadakan salah satunya. Belum adanya kebulatan tekad daerah kabupaten/kota dalam menentukan pilhan tidak lepas atas keberadaan kewilayahan. Ada beberapa desa adat pada satu desa dinas. Ada juga satu desa adat yang mewilayahi beberapa desa dinas. Termasuk kemungkinan desa dinas pada satu daerah, tetapi dia madesa adat pada kabupaten lainnya. Dalam UU Desa menyebut satu desa itu minimal terdiri atas 1.000 KK atau sekitar 5.000 jiwa. Itulah sebabnya dalam dengar pendapat di DPRD Bali itu, persoalan wilayah dan penduduk ini juga menjadi bahasan sangat pelik. Bila ada satu desa adat dengan jumlah KK sedikit, tentu sangat riskan untuk menggabungkannya dengan desa adat lainnya untuk memenuhi kuota sesuai UU Desa. Desa adat masing-masing sudah mempunyai Tri Kahyangan, Pura Desa—Puseh dan Dalem termasuk kuburan dengan Pura Dalem Prajapatinya. Apakah mungkin krama desa mau Pura Desanya di-marger atau digabung dan tapakan Ida Batara yang ada di Pura Dalem disatukan. Kondisi seperti ini akan sulit serta cenderung menimbulkan konflik di atas panatisme
krama desa adat masing-masing atas sungsungan-nya. Kehadiran UU Desa pada 2014 ini memang terasa “mengganggu” eksistensi Bali ke depan. Apalagi mengharuskan memilih salah satu desa didaftarkan. Kata “harus” memberikan konotasi tekanan pusat atas daerah dengan menghilangkan musyarawah mupakat. Tidakkah ada tawar menawar yang mesti diberikan kepada Bali khususnya yang saat ini dalam kegalauan untuk menentukan pilahan yang bagai makan buah simalakama itu? Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si, misalnya menyarankan agar daerah Bali meminta pengecualian ke pusat terkait kasus ini. Pengecualian seperti penerapan UU Pornografi dan UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang mengatur harus meminang? Inilah ujian bagi pemimpin Bali untuk mampu dan mau mengusulkan agar UU Desa 2014 ini tidak diberlakukan untuk kepentingan lebih luas mencegah konflik di Bali. Pengecualian bagi Bali atas UU Desa ini akan mampu menenangkan dan menghilangkan keresahan dan kegalauan masyarakat. Desa adat tetap dengan otonominya untuk mengatur diri sendiri menyangkut pelaksanaan kegiatan kehidupanannya sesuai desa, kala, patra. Ini penting agar desa adat sebagai benteng terakhir pertahanan menjaga ajegnya Bali (budaya, manusia dan agamanya--Hindu) masih tetap rapat, tidak semakin terbuka dengan intervensi luar termasuk pemerintah. Apalagi selama ini bersanding dengan desa dinas tidak ada persoalan krusial dan justru saling mendukung. Misalnya, bila ada salah satu kegiatan/pembangunan yang tidak kuasa ditolak desa dinas, maka desa adat bisa mengambil peran dan mem-back-up-nya. Ketika kondisi sekarang ini tidak ada persoalan, maka sebuah kewajaran daerah kabupaten/ kota tidak bersikap alias “diam” terkait kasus memilih salah satu jenis desa yang ada. Sikap “diam” itu sebenarnya juga sebuah pilihan yakni memilih untuk tidak memilih demi kebaikan Bali. Alit Purnata 5 - 11 Januari 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
Berharap Komitmen Megawati
L
ol olos tidaknya rencana reklam masi Teluk Benoa kini tergantung pada kebijakan pemerintah tun pusat. Masyarakat Bali berharap pu banyak pada pad Presiden Jokowi agar mendaspirasi rakyat Bali. Demikian pula engar aspir ditambatkan pada Menteri harapan serupa ser Kelautan ddan Perikanan Susi Pudjiastuti. investor yang berencana menguruk Sebab, inve laut lebih ddari 700 hektar tersebut, telah memohon izin i ke Kementerian Kelautan dan Perikan ( ) di Jakarta. Perikanan (KKP) Lalu ba agaimana dengan Megawati? bagaimana Apakah m asyarakat Bali juga j masyarakat menitipkan harapannya haarapannya pada Ketua K Umum PD DI Perjuangan tersebut? ter PDI Tentu y Sebab partai politik yang ya. peme menguasai pemerintah saat ini PD adalah kader PDI-P. Apalagi pada Pileg ma maupun Pilpres PDI menjuarai lalu, suara PDI-P t di Bali. Tentu tidak berlebihhan apabila masyarakat mas Bali menggantungkan harapan pada m M Jok Megawati dan Jokowi. Pascabertemu Pascabertemunya Megaw dengan Tommy Tom wati Winata, masyarakat juga m jug masih berhharap agar Mega Meg tetap pada komitmenn komitmennya menjaga sepert yang sering Bali seperti diungka diungkapkan ketika kampan pada Pilkampanye gub, Pileg maupun Pi Pilpres. Pilpres Plt. Sekretaris Jenderal Jender DPP PDI Perjuangan Hasto Perjua Kristiyanto telah memberi pernyataan bahwa perny pertemuan Mega perte dengan Tommy deng Winata Winat tidak membahas baha kepentingan dan kelangsungan k bisnis bisn pengusaha kondang tersekon
but. Hasto juga menampik anggapan pertemuan dilakukan dalam rangka melobi Megawati untuk memastikan invetasi Tommy Winata di sejumlah daerah termasuk di Bali tetap dipertahankan. “Nggak ada Mas. Pertemuan murni membicarakan keterlibatan beliau (Tommy Winata) dalam aksi sosial di acara PDI-P,” kata Hasto. Hasto juga menampik pertemuan menyinggung soal kelangsungan dari nasib Peraturan Presiden No.51/2014 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita), yang salah satu poin terpentingnya adalah mengubah peruntukkan Perairan Teluk Benoa dari kawasan konservasi perairan menjadi zona budi daya yang dapat direklamasi maksimal seluas 700 Hektar. Perpres yang ditetapkan tertanggal 30 Mei 2014 tersebut merevisi Peraturan Presiden No.45/2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Sarbagita yang memasukkan kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi perairan. Pascapergantian kepemimpinan, nasib Perpres tersebut terancam dibatalkan setelah sejumlah pihak meminta agar Presiden Joko Widodo mencabut perpres tersebut. “Isu dari mana itu. Tidak benar Mas. Kita hanya membicarakan bantuan kemanusiaan,” tegasnya. Mantan Deputi Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla itu menjelaskan pertemuan Megawati, dirinya dengan Tommy Winata hanya pertemuan biasa. “Nggak ada apa-apa. Pertemuan biasa saja,” imbuhnya. Tommy Winata, awal pekan, bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati. Pertemuannya berlangsung di Kantor DPP PDI-P Lenteng Agung, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut juga dihadiri sejumlah kader PDI Perjuangan. Hardianto
Susi Pudjiastuti
10
Jangan Sampai Terbeli SATU dari tiga ‘’bom’’ yang dikhawatirkan akan menghancurkan Bali adalah Undang-Undang No. 6/2014 tentang Desa. Sebab undangundang ini akan menjadi ancaman terhadap keberlangsung desa adat. Sebab kekhasan Bali dalam mengatur palemahan, pawongan dan parahyangan akan semakin terdegradasi. Karenanya, tak salah kalau banyak akademisi, tokoh adat, bupati dan kalangan dewan menghendaki agar Bali tetap dikelola seperti sekarang. Jangan sampai memilih desa adat karena tergoda insentif Rp 1,4 miliar, dengan mengorbankan harmonisasi yang telah tercipta di Bali. Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata juga menyampaikan pandangannya terhadap UU Desa. Pada pertemuan dengan Pansus UU Desa di DPRD Bali, ia mengatakan; yang sudah harmonis jangan dirusak. Biarkan seperti sekarang. Sekarang tidak ada masalah. Tidak ada tumpang tindih antara desa adat dan desa dinas. Komposisi adat dan dinas sudah sangat sempurna. Wakil Badung pada pertemuan itu juga menyatakan hal serupa. Kepala BPMPD Badung Putu Gede Sridana menegaskan, Badung tidak ingin memilih salah satu apakah desa dinas atau desa adat. Sebab, apa pun pilihan itu akan membuat rumit pengaturan di masyarakat dan juga menimbulkan berbagai permasalahan. Untuk itu, Badung ingin mempertahankan apa yang sudah ada saat ini. “Badung ingin tetap seperti sekarang, ada desa dinas, ada desa adat. Jadi kami tidak memilih,” tegasnya. Hal senada disampaikan Wakil Kota Denpasar Ketut Mister. Kata dia, Kota Denpasar juga sejauh ini belum menentukan pilihan. “Kita belum (memilih). Kami ingin seperti yang sekarang (desa dinas dan adat berdampingan) tetap dipertahankan,” katanya. Ia juga menegaskan antara desa dinas dan desa adat di Bali faktanya tidak ada tumpang tindih dalam menjalakan fungsi koordinatif dan konsultatif. Kalangan suling juga ada yang menyampaikan kekhawatiran itu. Sulinggih asal Bumi Makepung Ida Bujangga Rsi Hari Anom Palguna dari Gerya Batur, Tegal Cangkring, juga mendukung mendaftarkan desa dinas ketimbang mendaftarkan desa adat. Sulinggih asal Bali barat ini memiliki sejumlah alasan dengan mengetahui sepintas dari isi UU Desa 6 tahun 2014. Ida Bujangga Rsi mengatakan, kalau desa pakraman di daftarkan maka keberadaan desa pakraman atau desa adat di Bali ini nantinya akan bisa diatur oleh negara, tidak otonom lagi. Sebab, desa adat masuk dalam undang-undang. Menurutnya apa yang ada selama ini nampaknya sudah bisa berjalan dengan cukup bagus namun demikian, ke depannya desa adat memang harus perlu diperkuat. Beda dengan pernyataan Ida Pedanda Bajing ketika diundang Pansus ke DPRD Bali. I Ida Pedanda Gde Putra Bajing dalam paparannya mendukung penuh didaftarkannya desa adat atau desa pakraman. Alasannya mendukung mendaftarkan desa adat bukan lantaran orientasinya pada wacana alokasi dana pusat yang mencapai Rp 1,4 miliar. Namun lebih bertujuan untuk memperkuat, mempertahankan, desa adat di Bali dalam rangka pelestarikan adat dan budaya Bali. “Kalau Bali ini tanpa ada desa adat, Bali ini tidak akan berarti apaapa. Sekali lagi kita tidak berbicara uang tetapi bagaimana menjaga Bali ini ke depan tetap ajeg,” ujarnya. Pusat Data 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
11
KARIER
Minim Ketertarikan pada Agama
Dirjen Bimas Hindu Ingin Tingkatkan Pembinaan Umat ’’SILAKAN masuk Mas,’’ ucap Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. singkat kepada Majalah Bali post, saat menyapa dan mempersilakan masuk ke ruang kerjanya, di suatu siang yang terik, di kantornya di Jl. M.H. Thamrin No.6 Lantai 14, Jakarta Pusat, Kamis (18/12) lalu. Setelah menunggu cukup lama sekitar 30 menit, dengan langkah pelan, akhirnya Majalah Bali post pun menerima tawaran masuk ke ruangan yang besarnya kurang lebih sebesar lapangan bulu tangkis. Serius tapi ramah, begitulah kesan pertama ketika berkunjung ke ruang kerja pria kelahiran Serangan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali tersebut. Selain itu, ia juga terkesan tak memberi jarak dan batasan informasi ketika berbincang, meskipun status sosialnya sekarang mejadi pejabat eselon satu di Kementerian yang kini dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin. Sehingga waktu sekitar satu jam untuk melakukan sesi wawancara, terasa singkat sekali. ‘’Saya kira ini mustahil ketika ditelepon Kabiro ditunjuk menjadi Dirjen Bimas Hindu pada 16 Oktober 2014 lalu,’’ kata Ketut dengan wajah sumringah saat menceritakan awal mulanya menjabat sebagai pejabat eselon satu di lingkungan Kementerian Agama. Selanjutnya, atas kabar baik tersebut, ia yang tengah beranjangsana ke seorang pendeta, langsung bergegas pontang-panting mencari tiket untuk ke Jakarta, karena pagi harinya ia akan dilantik menjadi pejabat teras di lingkungan Kementerian Agama. ’’Awalnya saya takut tidak dapat tiket pesawat ke Jakarta, karena penerbangan ke Jakarta-Denpasar, Denpasar-Jakarta kan padat. Tapi akhirnya dapat tiket juga. Malam itu juga saya berangkat, padahal ada undangan dari Kedutaan Besar India di Bali,’’ jelas pria yang hobi bermain tenis tersebut. Ketut menuturkan, menjadi seorang
12
5 - 11 Januari 2015
Dirjen bukanlah cita-cita yang diidamkanya. Karena itu merupakan sesuatu hal yang mustahil, mengingat ia sendiri lahir dari keluarga nelayan miskin di Desa Serangan, sebuah desa yang terletak di wilayah Denpasar Selatan. Dulu, tak banyak masyarakat di desanya yang bisa melanjutkan sekolah menengah, selepas lulus sekolah dasar. Suami Ni Made Suci ini justru menganggap, jabatan yang kini diembanya bukanlah sebuah hal yang bernilai. Ia justru menganggap jabatan yang dimilikinya saat ini merupakan sebuah amanah yang besar, yang akan ia jaga dengan sebaik-baiknya, karena hal ini merupakan anugerah dari buah kerja kerasnya yang tak pantang menyerah sedari kecil. ’’Saya tidak ada orientasi (jadi Dirjen), pokoknya saya bekerja saja, mengalir saja, kalau memang akhirnya sampai di sini (jadi Dirjen), kita terima saja karena sekarang kan berat sekali jadi pemimpin di sini,’’ ujarnya merendah. Oleh karena itu, saat menerima pekerjaan yang berat dan keras seperti sekarang ini, bukanlah sesuatu hal yang baru bagi Ketut. Pasalnya, selepas lulus sekolah dasar dulu, ia sudah terbiasa hidup keras dengan cara bersekolah sembari bekerja hingga saat sekolah di Perguruan Guru Agama (PGA) Hindu, serta pada saat kuliah di Universitas Hindu Indonesia (UHI). ‘’Waktu di SMP saya juga bekerja mengambil-ambil bola tenis di KONI Bali. Jadi kan saya masuk siang, pagi mengambil-ambil bola ibu-ibu yang main tenis di sana. Saya juga pernah kerja di pertamanan, ikut orang, Pak Tampono namanya,’’ tutur ayah tiga orang anak ini. Selanjutnya katanya, pada saat menjalani Pendidikan Guru Agama (PGA) Hindu, hingga lulus dari kuliah, ia terus mengembangkan bakatnya menjadi seorang jurnalis di sebuah harian lokal di Bali, yang kini sudah tidak beropera-
sional lagi. ’’Pada saat di PGA liputan lebih banyak di desk olahraga, setelah kelas 3 saya menulis banyak artikel seperti mimbar Agama Hindu, soal kebudayaan budayaan dan lain-lain. lain lain. Saya terus jalani ani hidup sebagai wartawan (selama mahasiswa). hasiswa). Dari sanalah saya bisa membiayai mbiayai sekolah karena waktu itu jarang ng ada beasiswa, Depertemen Agama belum lum memberikan beasiswa,’’ jelas priaa yang mengaku pernah bergabung menjadi njadi wartawan Bali post tersebut. Dari bakatnya menulis inilah, kemudian udian yang mengantarkan mantan Direktur rektur Pasca Sarjana IHDN Denpasar tersebut sebut menjadi seperti sekarang ini. Diawali awali menjadi pegawai negeri biasa, yang ng kerap disuruh menulis pidato sambutan, mbutan, hingga dipercaya menjadi seorang orang pembina masyarakat Hindu di Kalimantan limantan Barat. ‘’Di sini (Ditjen Bimass Hindu Kementerian Agama) dulu 7 tahun un di Pontianak, Kalimantan Barat 6 tahun, un, setelah di Pontianak saya dapat beasiswa asiswa dari Kedubes India, tahun 1990 saya ya tamat S-2, terus saya lanjut ke S-3 di India juga. Mulai tamat S-2 dipindah dari ri pembina masyarakat menjadi dosen di Institut Hindu Dharma Negeri(IHDN) Denpasar,’’ npasar,’’ urainya. Selanjutnya setelahh lulus S-3 di India, ia dipercaya menjadi njadi Direktur Pasca Sarjana di kampus mpus yang sama. Setelah kurang lebih ih empat tahun menjabat, ia kemudian udian dipercaya menjadi Ketua Sekolah kolah Tinggi Agama Hindu Negeri geri (STAHN) Gde Pudja Mataram, ataram, sebelum akhirnya ditunjuk unjuk Rektor IHDN menjadi Direktur rektur Pasca Sarjana kembali di kampus yang terletak di Kota Denpasar npasar tersebut. ‘’Dari bulan Juni ni - Oktober 2014, jadi Direktur Pascasarjana, November dilantik antik jadi Dirjen, jadi itulah perjalanan rjalanan karier singkat saya,’’ tukasnya. kasnya. Kuswandi
Akan Maksimalkan Anggaran
Buat Standar Pendidikan Lebih Tinggi MENJADI seorang Dirjen Bimas Hindu menurut Ketut bukanlah perkara yang mudah, pasalnya jabatan Dirjen yang kini diembannya punya tugas yang berat sekali mengenai masalah pembinaan umat. ‘’Kalau sekarang jadi Dirjen bisa saja, tapi yang penting kan buat sejarah bina umat, itu yang terpenting, bukan Dirjen itu dengan segala fasilitasnya, tapi yang terpenting tanggung jawabnya. Kalau kita tidak merasa punya tanggung jawab bina umat ya salah sekali,’’ tegasnya dengan nada berapiapi. Hal ini sangat cocok dengan filosofis hidupnya yang sangat mencintai pekerjaan bukan mencintai jabatan. Selain itu, menjadi Dirjen Bimas Hindu imbuhnya, berarti harus bisa membimbing, melaksanakan administrasi, pendidikan, kegiatan keagamaan, dan yang terpenting katanya, bagaimana bisa membawa umat supaya bisa
pandangannya satu terhadap ajaran agama. ’’Itu yang paling sulit karena sekarang umat Hindu tingkat pemahaman agama boleh di biang kurang, ini yang harus lebih banyak disentuh di bina, karena mereka kurang pemahaman agamanya,’’ ucapnya. Namun, dengan segala keterbatasannya seperti minimnya anggaran untuk pembinaan umat dibanding untuk pendidikan, Ketut berjanji akan berusaha memaksimalkan hal yang ada menjadi lebih efektif. ’’Anggaran Ditjen Bimas Hindu Tahun 2015 kurang lebih Rp 679 miliar, 80 persennya untuk pendidikan, sisanya untuk yang lain. Oleh karena itu kita mungkin akan membuat kelompok, melakukan gerakan dharma wacana ke seluruh Indonesia dengan maksud supaya ada perubahan. Kalau sudah ada beberapa kelompok yang ahli memberikan penerangan, nanti bisa akan ada perubahan, paling tidak ada kesadaran untuk mengerti agama itu. Apalagi yang tua, mereka tidak punya pegangan, kalau mencari pegangan ke mana, mungkin dari membaca, tapi kan tidak semua orang bisa membaca, sebagian besar mendengar. Pokoknya kita akan melakukan revolusi mental supaya mental mereka ada perubahan ke agama,’’ tandasnya. Selain itu, untuk mengatasi kendala yang lain seperti sumber daya manusia pembina masyarakat yang masih rendah pemahaman agamanya, rencananya ke depan, di era kepemimimpinannya, Ketut akan membuat standar pendidikan bagi para pembina masyarakat Hindu menjadi lebih tinggi pendidikanya dari sekarang. ‘’Nanti kita akan anjurkan bahwa pembina masyarakat itu paling tidak S-2 keagamaan, karena itu ujung tombak. Karena Dirjen ini kan di pusat, 1 tahun belum tentu ke daerah 2 kali, paling 1 kali ke daerah berikan pembinaan. Jadi yang sehari-hari kenal detail umatnya, mengenal berapa jumlah umat, polanya umat, tingkat pemahaman umat bagus apa tidak ini kan pembina masyarakat yang tahu peta umatnya,’’ tukasnya. Dengan peran yang begitu sentral, jika ditambah pengetahuan dan pendidikan agama yang lebih tinggi, maka diharapkan para pembina umat Hindu yang ada di seluruh provinsi di Indonesia, dapat menularkan pengetahuan, meningkatkan wawasan serta menambah keimanan umat Hindu yang masih minim ketertarikanya dengan agama. ‘’Di Hindu orang ketertarikan pada agama masih dominan, membawa mereka untuk tertarik itu tugas yang berat sekali, apalagi zaman sekarang. Untuk menjadikan orang tertarik, ini tugas berat. Tentu harus bekerja sama dengan Parisada, harus bersinergi, Parisada dengan sayapnya, bersinergi dari pusat ke daerah,’’ pungkasnya. Kuswandi
5 - 11 Januari 2015
13
P E M E R I N TA H A N
Evaluasi APBD Badung Triwulan IV 2014
Efisiensi 16,31% dari Belanja Rp 3,6 T PEMERINTAH Kabupaten Badung sangat konsisten melakukan fungsi monitoring, evaluasi dan pengawasan (Monev) terhadap pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerahnya. Selain melakukan inspeksi fisik di lapangan, secara berkala juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBD dilihat dari segi serapan anggaran, capaian penyelesaian secara fisik dan administrasi keuangan. Dalam rapat evaluasi triwulan IV pelaksanaan APBD Badung TA 2014, Senin (22/12) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung yang dihadiri langsung Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Wakil Bupati Badung I Made Sudiana dan dipandu oleh Sekda Badung Kompyang R. Swandika serta dihadiri segenap Pimpinan SKPD, PPK, PPTK serta Bendahara di lingkungan Pemkab Badung terungkap bahwa dari 3,6 triliun total belanja tahun 2014 melalui pelaksanaan tender proyek secara terbuka dan akuntabel melalui Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) berhasil dilakukan efesiensi anggaran belanja barang dan jasa sebesar 16,31% dengan nilai mencapai sekitar Rp 193,9 miliar lebih. Sedangkan serapan anggaran mencapai 81,14 % dan capaian fisik mencapai 93,17% hingga pertengahan Desember ini. Namun demikian diharapkan nanti menjelang tutup anggaran tahun 2014 baik capaian fisik, serapan anggaran akan meningkat. Dalam pengarahannya Bupati Gde Agung memberi apresiasi atas kinerja dan kerja keras yang dilakukan seluruh jajaran SKPD Badung yang telah melaksanakan program kegiatan melalui anggaran APBD TA 2014 dengan baik. Namun Bupati menilai masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki ke depan yakni berkenaan dengan laporan. “Prestasi-prestasi dan capaian-capaian yang diraih selama ini, tidak termonitor oleh pemerintah atasan karena kurangnya pelaporan. Saya tekankan biasakan membuat laporan,” tegasnya. Selain itu Bupati memerintahkan SKPD terkait, lurah, perbekel untuk menyadarkan masyarakat yang mengajukan proposal untuk membuat laporan pertanggungjawabannya. Untuk itu perlu dilakukan pendampingan. Ditambahkan, mulai tahun 2012 lalu Badung telah memberlakukan pencairan Bantuan Keuangan Khusus dan hibah secara on line. Dengan sistem on line ini luncuran dana tersebut dapat dimonitor langsung oleh BPD dan BPK, karena ada akses khusus BPK ke BPD dan Pemkabp. Badung “Dengan sistem ini, tak akan ada penyunatan dana hibah oleh aparat, karena langsung masuk ke rekening penerima,” jelasnya. Di bagian lainnya, Bupati menjelaskan, dari besaran APBD Badung TA 2014 sebesar 3,6 triliun, terhitung hingga tanggal 22 Desember 2014 untuk realisasi keuangan sebesar 81,14 persen dan realisasi belanja modal 74,31 persen, belum termasuk efesiensi yang terhitung 16,31 persen. Sementara pencapaian realisasi fisik sudah mencapai 93,17 persen. “Ini cukup mengembirakan, namun dari catatan terjadi ketimpangan. Dan kelemahan tersebut bisa terjadi pada pihak penyediaan barang dan jasa, yang kurang cekatan memperhatikan administrasi keuangan. Hal ini agar menjadi perhatian dari PPK,” jelas Bupati. Di akhir pengarahannya, Bupati mengharapkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Badung untuk tetap memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat, di lain pihak diharapkan masyarakat Badung agar lebih ulet. “Mari kita berdayakan budaya melayani bukan dilayani,” pungkas Bupati. Sementara itu Sekda Badung Kompyang R. Swandika me-
14
5 - 11 Januari 2015
nyampaikan, terkait dengan hibah untuk tahun 2013 sebesar 96,8 M, dari jumlah tersebut 45,5 M dialokasikan untuk masyarakat sesuai proposal dan difasilitasi oleh DPRD. Untuk 2014 besar pagu anggaran yang sudah ditetapkan 102 M, dari anggaran tersebut 61,6 M difasilitasi dewan yang diarahkan untuk pembangunan infrastruktur pedesaan yang tidak terakomodir dalam musrenbang maupun di APBD. Di bagian lain Sekda mengatakan, bahwa Badung sudah bisa memulai untuk RUP (Rencana Umum Pengadaan) serta monitoring dan evaluasi secara online. Di samping itu dijelaskan Bupati telah menerbitkan Peraturan Bupati tentang Akrual Basis yang diharapkan terhitung 1 Januari 2015 Badung akan menerapkan metode akuntansi berbasis akrual basis. “Yang artinya bahwa hak-hak kita sepanjang sudah memenuhi kreteria yang sah menurut sistem akuntansi bisa dicatatkan dalam sistem akuntansi kita,” jelasnya. Terkait penerapan sistem ini SKPD telah mengikuti Bimtek yang diselenggarakan BPKP Pusat, dalam upaya penguatan SDM dalam rangka pengelolaan keuangan dan aset dan ini nantinya menjadi bagian terpenting dalam menentukan untuk mendapatkan opini BPK. “Terkait dengan hal tersebut, Badung juga telah membangun e-SAKIP, sebagai sebuah piranti untuk memfasilitasi SKPD, bahwa setiap kegiatan di SKPD harus bersenyawa dengan SPM dan ekuel dengan RPJM dan muara dari semua ini adalah kesejahteraan masyarakat,” katanya. Rapat evaluasi APBD 2014 diawali dengan penyampaian laporan dari Asisten Pemerintahan dan Kesra I.B.A. Yoga Segara selaku Ketua Tim Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Hibah Bansos terkait tindak lanjut atas rekomendasi BPK, dan tindak lanjut atas koordinasi dan superpasi KPK terkait dengan pertanggungjawaban hibah 2013, sekaligus realisasi hibah 2014. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dewa Made Apramana yang ditugaskan sebagai fungsi pengendalian pembangunan dan pelelangan melalui Unit Layanan Pengadaan menyampaikan realisasi fisik APBD 2014. Dan Asisten Administrasi Umum I Gst. Ngr. Darmawan menyampaikan serapan anggaran, e-SAKIP dan perjalanan dinas. Dedy
Bupati Badung A.A. Gde Agung memberikan pengarahan saat rapat evaluasi triwulan IV pelaksanaan APBD Badung TA 2014, Senin (22/12) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.
KOMITMEN
AA Ngurah Widiada
Jalankan Revolusi Mental dan Restorasi Indonesia SEBAGAI satu-satunya partai baru peserta pemilu legislatif (pileg) 2014, partai NasDem (Nasional Demokrtat) menorehkan prestasi politik yang mengagumkan dengan meraih hampir 7 persen suara sah nasional. Partai besutan Surya Paloh ini berhasil mencuri hati publik dan menawarkan cara berpolitik baru yang bebas dari transaksional politik serta menggaungkan gerakan perubahan atau restorasi Indonesia. Pencapaian NasDem di Bali juga cukup mengembirakan dengan mampu meraih total 19 kursi legislatif yakni 17 kursi di DPRD kabupaten/kota dan 2 kursi di DPRD Bali. Di DPRD Kota Denpasar dimana persaingan politik sangat ketat, NasDem juga mampu meloloskan satu kadernya yakni AA Ngurah Gede Widiada yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Denpasar. “Tahun 2014 merupakan awal perjuangan NasDem di parlemen. Di Kota Denpasar, NasDem mampu meloloskan satu kadernya dan kami megucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Denpasar atas kepercayaan ini. Dan menyongsong tahun 2015 ini, NasDem terus meningkatkan pengabdian untuk masyarakat” kata AA Ngurah Gede Widiada saat ditemui di Puri Paguyangan, Denpasar belum lama ini. Kendati NasDem di DPRD Denpasar hanya mendapat satu kursi dan bergabung dengan Fraksi PDI-P di legislatif, posisi NasDem ini diyakini memberi warna baru di legislatif serta membawa spirit baru dengan gerakan perubahannya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi, golongan atau kelompok. “Kami ingin membawa spirit perubahan. NasDem ingin melihat dan mengimplementasikan cara-cara berpolitik sesuai filosofis orang Bali yakni Tri Kaya Parisudha, dimana terjadi keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan. NasDem ingin menunjukkan keteladanan berpolitik di tengah suasana politik yang ambivalen, transaksional serta komunikasi politik yang sekadar ambilaven juga dan doubel standar. NasDem melihat cara-cara berpolitik seperti ini sudah usang, tidak lagi menjadi suatu yang membanggakan bagi rakyat dan kami ingin mengubah hal tersebut,” kata Gung Widiada. Sebagai kader NasDem yang dipercayakan oleh masyarakat Denpasar duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Denpasar,
Gung Widiada menegaskan komitmennya melakukan gerakan perubahan, restorasi Indonesia dan mengimplementasikan spirit revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Misalnya bagaimana mengawal postur APBD Kota Denpasar tahun anggaran 2015 agar sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat dan agar ada efisiensi untuk kegiatan-kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat, salah satunya mengefisienkan anggaran perjalanan dinas. Mewujudkan efisiensi ini, NasDem juga ingin mengintrospeksi budgeting kelembagaan di legislatif dan tidak menggunakan beberapa fasilitas yang memang disediakan untuk anggota Dewan. “Kami di NasDem tidak ingin memanfaatkan beberapa fasilitas kekuasaan yang diberikan di DPRD Kota Denpasar, antara lain menyangkut fasilitas kendaraan. Lebih baik kami gunakan dengan pinjam pakai. Anggaran untuk perjalanan dinas seperti kunker (kunjungan kerja) ke luar daerah juga kita akan efisienkan dan pangkas. Kita alokasikan dana tersebut kembali untuk pembangunan dan kepentingan rakyat. Sebab selama ini anggaran kunker yang terlalu besar dan seringnya anggota Dewan melakukan kunker ke luar daerah terus mendapat sorotan dan atensi publik.
Jadi NasDem harus peka atas masalah ini,” ujarnya. Selaku wakil rakyat, Gung Widiada tentu menjadi jembatan aspirasi antara rakyat dengan pemerintah dan terus secara aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat termasuk mengawal program-program pemerintah Kota Denpasar agar benar-benar pro rakyat. Misalnya menyangkut dana hibah bansos yang disalurkan ke masyarakat jangan sampai menjadi alat politik dan dipangkas oleh oknum tertentu. “Kami informasikan fasilitas untuk rakyat yang sudah mampu dimasukkan dalam kebijakan pemerintah kota, sehingga hal itu tidak menjadi alat komunikasi politik. Dalam konteks pembangunan di Kota Denpasar, Gung Widiada mengapresiasi kinerja Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra dan Wakil AA Ngurah Jaya Negara yang telah mampu menyeimbangkan pembangunan fisik dan non fisik terutamanya menyangkut pembangunan mental karakter generasi muda serta menggalakkan kegiatan-kegiatan kebudayaan sehingga menjadikan Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya. “Kami apresiasi pemerintahan Rai Mantra dan Jaya Negara berinvestasi membangun kekuatan karakter generasi muda, menggalakkan kegiatan kesenian dan kebudayaan. Kekuatan budaya ini harus kita jaga demi ajegnya Bali,” ucap panglingsir Puri Paguyangan itu. Gung Widiada menambahkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga menaruh perhatian besar terhadap terjaganya adat budaya Bali. “Bapak Surya Paloh berharap, masyarakat Bali dengan kekuatan budayanya mampu tetap menjaga Bali. Tidak terlalu riuh dengan hiruk pikuk politik di nasional. Sebab, budaya Bali bisa menjadi modal sosial untuk mengawal Bali, menjaga kenyamanan dan kedamaian Bali. Beliau berpesan dan berharap Bali agar jadi pulau perdamaian yang punya keunggulan di tingkat dunia,” katanya. Menyongsong Tahun Baru 2015 ini, Gung Widiada berharap semua elemen masyarakat Bali memiliki spirit baru untuk ikut berkontribusi mengisi pembangunan di segala bidang. “Tahun Baru ini momentum kita untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. Kita harus terus berkarya untuk nusa dan bangsa,” pungkasnya. Widana 5 - 11 Januari 2015
15
POLITIK
Menelisik Rekening Gendut Birokrat
Bambang Widjojanto
P
agi itu, sesorang jaksa di Kejari Negara menyimak isi surat kaleng yang dilayangkan seseorang ke kantornya. Isinya menyebutkan adanya indikasi gratifikasi aliran dana ke sejumlah anggota DPRD Jembrana. Dana ini diduga disalurkan melalui salah satu staf di DPRD Jembrana berinisial YA. Surat kaleng ini pun ditindaklanjuti. Aliran dana atau transaksi dengan total Rp 3,5 miliar pun ditelisik. Kasus ini mengindikasikan adanya pungli dan bisnis tak sehat birokrat di negeri ini. Birokrat yang punya kuasa sering kali memanfaatkan semua celah untuk mendapatkan uang. Modusnya pun beragam. Aksi ini akhirya membuat rekening mereka tumbuh tak wajar. Rekening mereka ditengarai terlalau gendut untuk ukuran pejabat. KPK pun turun tangan menelisik rekening gendut sejumlah orang di negari ini. Namun, untuk kasus di Jembrana, Kasi Pidsus Kejari Negara, I Putu Sauca Arimbawa Tusan mengaku tidak menemukan aliran yang secara khusus disebutkan untuk keperluan tes CPNS. Pihaknya hanya menemukan transaksi dicantumkan sebagai bentuk bisnis properti, bisnis jual-beli mobil, termasuk ada beberapa pembelian pulsa. Untuk memverifikasi mengenai korban yang disebutkan menyetorkan uang itu, pihaknya juga telah memeriksa pihak BKD Jembrana. Pihaknya juga telah meminta sejumlah data dari BKD. ‘’Setelah dicocokan dari nama pendaftar yang diterima dari BKD, tidak ada ditemukan nama para korban sebagai pendaftar,’’ ujarnya. Dampaknya, kasus rekening gendut ini pun terancam kandas. Namun, langkah para jaksa di Kejari Jembrana tak sejalan dengan apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini, lembaga anti rasuah ini sedang membidik sejumlah peat daerah yang ditengarai memiliki rekening gendut. Berdasarkan data Laporan Hasil Analisis(LHA) yang diserahkan oleh Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan ke KPK, sejumlah petinggi negeri ini memiliki
16
saldo rekening yang tak wajar. Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan data yang kini dikantonginya merupakan data intelijen yang sangat rahasia, sehingga tidak bisa diungkap ke publik. ’’Data intelijen itu masih perlu kajian kajian lagi. LHA yang dikirim dari PPATK kepada KPK atau lembaga lain harus bersifat rahasia,’’ kata Bambang. Yang pasti, selama ini, kata Bambang, dalam rangka membantu proses penyelidikan maupun proses penyidikan terkait dugaan tindak pidana yang sedang ditangani, KPK selalu bekerja sama dengan pihak PPATK.’’Ada yang kita minta (LHA) tentu itu jadi prioritas. Ada juga yang dikirim. Yang dikirim itu kita pelajari,’’ jelas mantan pendiri Indonesia Corruption Watch tersebut. Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan dikabarkan telah menyerahkan Laporan Hasil Analisis(LHA) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
dengan tindak pidana asal korupsi yang menyangkut pejabat pemerintah daerah kepada Kejaksaan Agung dan dan KPK. LHA dan LHP tersebut sudah diserahkan sejak akhir 2012 sampai dengan awal 2014. Dari 10 LHA tersebut Kejaksaan Agung tengah mengusut 8 LHA, sementara sisanya diusut KPK. Dari informasi yang dihimpun, dari 10 LHA yang dikirimkan, terdapat nama seorang kepala daerah berinisial NA dan seorang mantan kepala daerah berinisial FB. Belum diketahui secara persis apakah keduanya terindikasi melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Yang pasti, LHA dan LHP merupakan hasil analisis PPATK terhadap sebuah transaksi rekening yang dimiliki seseorang, yang terindikasi mencurigakan, sebab tidak sesuai dengan profil pendapatannya, yang biasanya bermuara terindikasi tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Suryadarma/Wandi
5 - 11 Januari 2015
16
Hukum Diskriminatif terhadap Pejabat PENEGAKAN hukum terhadap pejabat yang tersandung kasus korupsi berbelokbelok dan sarat kejutan. Hukum diskriminatif bagi pejabat pun menjadi model di Bali. Idealnya, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi jangan tersandera kepentingan politik dan kekuasaan. Pandangan ini dilontarkan pengamat hukum Dr. Ida Bagus Radendra Suastama S.H., M.H. kepada Majalah Bali Post. Menurutnya Walaupun hukum berkaitan dengan politik, tapi dalam rangka penegakan hukum mestinya tidak dikaitkan dengan politik atau kekuasaan agar hukum tidak bersifat tebang pilih dan diskriminatif. ‘’Mestinya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Bali jangan tersandera kepentingan politik dan kekuasaan,� ujarnya. Hukum harus ditegakkan dengan landasan konsistensi dan ketegasan. Ketika secara aturan memang sudah memadai untuk menindak para pejabat yang terlibat kasus korupsi maka mestinya aparat penegak hukum segera mengambil tindakan, tidak harus menunggu habis masa jabatan atau setelah tidak menjabat lagi. Misalnya, dalam kasus dugaan korupsi di Dermaga Gunaksa Klungkung dimana mantan Bupati Klungkung Wayan Candra ditetapkan sebagai tersangka setelah selesai menjabat. Untuk itu, aparat penegak hukum harus mulai mengubah paradigma dan melakukan revolusi mental dalam penegakan hukum. Revolusi mental haruslah dimaknai sebagai perubahan cara pandang seluruh komponen penegak hukum dari yang tebang pilih menjadi non diskriminatif. Siapapun dia, jika melanggar hukum, maka demi keadilan dan kepastian hukum, haruslah diproses sesuai ketentuan. Hanya dengan cara itulah kewibawaan hukum dan kepercayaan publik kepada dunia hukum bisa dikembalikan seperti seharusnya. Anggota Komisi I DPRD Bali yang membidangi hukum, pemerintahan Nyoman Tirtawan menilai lambatnya penuntasan kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat tak terlepas dari adanya faktor kekuasaan dan kepentingan politik. Ia juga menyayangkan tidak adanya ketegasan dari
pimpinan pemerintahan ketika ada pejabat yang tersandung kasus korupsi. Misalnya, kasus Art Center yang melibatkan dua pejabat Pemprov Bali. Kendati telah menjadi terdakwa kedua pejabat ini masih menjabat dan belum dicopot oleh gubernur. Tirtawan menegaskan sudah semestinya gubernur melakukan bersih-bersih di pemerintahannya dari pejabat-pejabat yang tersandung kasus korupsi. Jika pejabat yang tersandung kasus korupsi tetap dipertahankan akan menjadi duri dalam daging dan mencoreng citra pemerintah. “Kami tunggu komitmen dan bukti nyata Gubernur untuk mencopot dua pejabat yang sudah menjadi terdakwa korupsi ini. Kalau itu ternyata tidak dilakukan, kami akan pertanyakan ada apa. Apa ada niat melindungi koruptor untuk kepentingan tertentu,� ujar politisi NasDem asal Desa Bebetin, Sawan, Buleleng itu. Dua kasus yang ditangani pengadilan Tipikor Denpasar adalah contohnya. Kasus Ida Bagus Putu Sutika alias Aji Rarud. Pria yang dipercaya menjadi Ketua Simantri Lembu Rarud, Dusun Penatahan, Desa Batu Agung, Jembrana, itu hanya korupsi Rp 10 juta. Namun, ia langsung ditahan oleh pengadilan ketika memasuki sidang perdana. Beda dengan kasus art center. Dua terdakwa yang merugikan keuangan Negara ratusan juta rupiah malah ditetapkan sebagai tahanan kota. Sampai sidang kedua, mereka tetap tahanan kota.
Hukum harus ditegakkan dengan landasan konsistensi dan ketegasan. Ketika secara aturan memang sudah memadai untuk menindak para pejabat yang terlibat kasus korupsi maka mestinya aparat penegak hukum segera mengambil tindakan, tidak harus menunggu habis masa jabatan atau setelah tidak menjabat lagi
Miasa/Widana
IB Radendra
5 - 11 Januari 2015
17
17
PENDIDIKAN
Lingkungan Pengaruhi Siswa Putus Sekolah
S
ejatinya, masalah biaya kini sudah tidak selamanya menjadi kendala masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Dengan adanya program Wajib Belajar Sembilan Tahun, anak-anak dapat terbantu untuk tetap bersekolah dan orangtua pun diringankan masalah biaya pendidikan. Meski begitu, ternyata masih banyak kasus putus sekolah di Kabupaten Karangasem. Pada tahun 2014 ini ada sebanyak 622 anak yang memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya. Kondisi lingkungan di sekolah ternyata mempengaruhi psikologi siswa sehingga memilih tidak bersekolah lagi. Sesuai dengan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem, kasus putus sekolah terjadi pada tingkat SD (236 anak), tingkat SMP 144 dan tingkat SMA/SMK (242). Jumlah yang sangat tinggi tersebut sungguh sangat mengherankan di tengah tingginya anggaran pendidikan yang terus ditingkatkan tiap tahun. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem I Gede Ariyasa mengatakan, biaya sekolah tidak menjadi penyebab anak-anak di Kabupaten Karangasem menjadi putus sekolah. Menurutnya, di lapangan paling sering ditemui anak putus sekolah karena pengaruh lingkungan. Ia mengakui masih banyak daerah yang belum menyadari kepentingan pendidikan untuk masa depan anak. Rata-rata anak putus sekolah mendapatkan dorongan mengambil pekerjaan guna memenuhi kehidupan sehari-hari sehingga meninggalkan pendidikan di sekolah. “Kalau dibilang karena faktor ekonomi, kurang pas juga karena kompleks sekali masalahnya. Kebanyakan masalah budaya di keluarga. Jadi, ada anak yang diajak orangtuanya ke tempat kerja,” tuturnya. Dari sekian banyak kasus putus sekolah, ia mengakui paling banyak terjadi di Kecamatan Kubu terutama di daerah-daerah yang sangat jauh dari akses pendidikan. Seperti di Desa Munti Gunung, wilayah yang luas mencapai ratusan hektar tersebut kini sudah memiliki lima sekolah filial (kelas jauh) dan satu SMP satu atap untuk mengatasi banyaknya siswa yang putus sekolah. Kepala Dusun Munti Gunung Kangin I
Nyoman Gemuh mengungkapkan, sebelum ada sekolah filial memang jarak sekolah yang jauh sering menjadi pemicu terjadinya putus sekolah di Munti Gunung. Namun, saat ini sudah teratasi dengan keberadaan sekolah filial yang semakin dekat dengan permukiman masyarakat di Munti Gunung. Meski begitu, sampai saat ini pihaknya mengaku masih ada kasus putus sekolah di desanya. Kebanyakan kasus putus sekolah terjadi karena adanya ajakan untuk bekerja. Bahkan, tidak sedikit siswa yang tidak sekolah karena mengikuti orangtuanya menggepeng di Denpasar. Untuk mengatasinya, guru-guru SD terpaksa harus mendatangi siswa dan membujuknya agar kembali bersekolah. “Kalau sudah usia sekolah, anak-anak di sini masuk sekolah semua. Tapi, saat berjalan sekitar kelas III bahkan kelas VI ada yang putus sekolah itu masalahnya,” bebernya. Ajakan untuk bekerja tidak satu-satunya pemicu terjadinya putus sekolah. Beban yang amat berat dirasakan anak-anak asal Munti Gunung saat menimba ilmu malah datang dari lingkungan sekolah itu sendiri. Banyak siswa yang berasal dari Munti Gunung selalu dicap sebagai gepeng sehingga menjadi bahan olok-olokan. Hal ini dirasakan siswa yang sudah memasuki jenjang sekolah menengah. Bullying yang dilakukan baik dari sesama siswa atau pun dari tenaga pendidik menyebabkan psikologi siswa menjadi terganggu. Masalah tersebut sering menjadi pemicu anak-anak asal Munti Gunung untuk berhenti bersekolah dan memilih langsung bekerja. Keluhan tersebut dirasakan baik para siswa yang belajar ke daerah lain atau masyarakat yang merantau. “Saya merasakan sendiri, sebutan gepeng sudah melekat kepada orang dari Munti Gunung sehingga dijadikan olok-olok,” ceritanya. Dedy Farendra Kendala biaya tidak selamanya menjadi penyebab siswa putus sekolah. Kondisi lingkungan di sekolah ternyata mempengaruhi psikologi siswa sehingga memilih tidak bersekolah lagi. MBP/dok
18
5 - 11 Januari 2015
Lulusan SD di Klungkung
94 Persen Melanjutkan Sekolah DI Kabupaten Klungkung masih banyak siswa yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, tidak sedikit siswa yang tidak dapat menempuh Wajib Belajar Sembilan Tahun. Dari data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung, siswa yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi kebanyakan diakibatkan masalah ekonomi. Siswa harus meninggalkan bangku sekolah untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadisdikpora Kabupaten Klungkung I Nyoman Mudarta mengakui saat ini pihaknya sedang berjuang untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah (ASP) di Kabupaten Klungkung. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klungkung tahun 2013, hanya 94 persen siswa SD yang melanjutkan pendidikan ke tingkap SMP. Sedangkan yang melanjutkan ke tingkat SMA/SMK hanya 71 persen dan keperguruan tinggi hanya 11 persen. Pihaknya mengakui banyak faktor yang mempengaruhi siswa sehingga tidak dapat melanjutkan sekolah. Namun, kebanyakan disebabkan karena permasalahan ekonomi. “Permasalahan ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap jenjang pendidikan siswa. Kecamatan Nusa Penida yang paling banyak terjadi siswa yang tidak melanjutkan sekolah karena jumlah masyarakat miskin juga paling banyak,” bebernya. Untuk itu, Disdikpora Kabupaten Klungkung berupaya untuk meningkatkan persentase ASP dengan pemberian beasiswa untuk siswa kurang mampu. Mengingat jumlah ASP di tingkat SMA/SMK paling kecil, tahun 2015 ini Disdikpora telah mengalokasi anggaran untuk beasiswa kepada 600 siswa kurang mampu yang mau melanjutkan ke pendidikan ke tingkat SMK. Program yang mulai dilaksanakan tahun 2014 tersebut akan terus diadakan tiap tahunnya hingga mencapai jumlah 3 ribu beasiswa selama lima tahun terakhir. “Dengan mengarahkan ke SMK selain mendapatkan pendidikan formal seperti di SMA, juga mendapatkan keterampilan untuk bekerja setelah tamat nanti jadi bisa segera memperbaiki kesejahteraan,” ujarnya. Sementara untuk siswa yang harus bekerja demi memenuhi kebutuhan seharihari, Disdikpora mengarahkan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan atau kejar paket sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh. “Sudah banyak yang lulus paket, meski bekerja tetap bisa mendapatkan pendidikan dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ucapnya. Dedy Farendra 5 - 11 Januari 2015
19
MANCANEGARA
Film yang Membuat Panas kandal Sony Pictures mengakibatkan hubungan Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) kian panas. Sejak Washington menuding Pyongyang berada di balik serangan cyber yang memaksa Sony Pictures membatalkan penayangan The Interview pada Hari Natal, pemerintahan Kim Jong-un menebar berbagai ancaman terhadap AS. Dalam surat ancamannya, Korut memperingatkan seluruh penduduk AS untuk waspada. Hal ini karena mereka
S
Washington. “Tapi, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para peretas Sony Pictures meski tidak mengenal mereka. Mereka telah melakukan hal yang benar,” lanjut KCNA yang mengutip komentar pejabat senior Korut. The Interview, film parodi tentang kisah fiksi pembunuhan Kim Jong-un, seharusnya akan tayang pada 25 Desember. Tetapi, serangan cyber terhadap Sony membuat cuplikan The Interview muncul di internet dan memantik
tidak hanya akan menyerang Gedung Putih dan Pentagon alias markas Departemen Pertahanan, namun juga seluruh wilayah Negeri Paman Sam. “Militer dan rakyat DPRK (Korut) sangat siap berkonfrontasi dengan AS dalam segala bentuk perang apa pun, termasuk cyber,” terang Korean Central News Agency (KCNA). Pyongyang menuding Presiden AS Barack Obama menebarkan rumor. Sebab, Korut tidak pernah berada di balik peretasan Sony Pictures seperti tuduhan
amarah sekelompok masyarakat. Terutama masyarakat Korut yang tidak bisa menerima skenario matinya pemimpin mereka di tangan dua wartawan AS. Selain bocoran The Interview, serangan cyber terhadap Sony itu mengakibatkan tersebar luasnya cuplikan beberapa film Holywood lain. Naskah film terbaru James Bond pun kini bisa bebas dibaca di internet. Bukan hanya itu, beberapa e-mail pribadi antara tokoh film dan produser, serta surat elektronik penting sejumlah lembaga keuangan
20
5 - 11 Januari 2015
juga bocor ke muka publik. Obama sempat memberikan tanggapan resmi terkait dengan skandal Sony Pictures. Dia menyayangkan keputusan Sony Pictures yang membatalkan premiere alias penayangan perdana The Interview di seluruh bioskop AS karena ancaman kelompok-kelompok tidak jelas. Kelompok-kelompok itu mengancam melancarkan serangan mirip 11 September 2001 alias 9/11 jika The Interview tetap tayang pada Natal. Soal tudingan tersebut, Korut menyatakan bersedia menginvestigasi skandal peretasan itu bersama AS. Pyongyang tidak yakin dengan laporan FBI dan intelijen AS yang menyebut adanya identitas Korut pada peretas. Sayangnya, AS tidak menanggapi ajakan Korut untuk bersama-sama menelusuri kasus tersebut. Obama juga memilih berpegang teguh pada laporan FBI dan intelijennya. Partai Republik lantas mendesak Obama menjatuhkan sanksi baru terhadap Korut. Gagasan itu sempat memantik amarah Pyongyang. Mereka berjanji tidak tinggal diam bila Washington benar-benar menjatuhkan sanksi baru. Namun, Obama tidak menganggap serangan cyber itu sebagai ancaman perang. “Saya rasa, ini tidak berkaitan dengan perang. Menurut saya, ini adalah vandalisme. Vandalisme yang menghabiskan biaya tidak sedikit. Sangat mahal,” tegas Obama. Dalam pidato kenegaraannya, politikus Partai Demokrat itu berencana mencantumkan kembali Korut dalam daftar negara-negara pendukung terorisme. “Kami memiliki kriteria yang sangat jelas untuk bisa memasukkan sebuah negara ke dalam kategori negara pendukung terorisme atau bukan. Kami juga tidak menilai hanya berdasar kabar dari media. Kami akan melakukan peninjauan sistematis tentang ini semua,” kata Obama lebih lanjut. Apakah sebuah film fiksi mampu memantik Perang Dunia III? Gugiek Savindra
Misteri Peradaban Sanxingdui SUATU hari pada tahun 1929, seorang penduduk desa yang sedang memperbaiki selokan di area dekat Chengdu, Sichuan menemukan artefak berupa batu giok dan batu kuno. Ia melaporkan temuannya itu namun tak ada yang tahu dari mana gerangan asalnya. Hingga akhirnya pada 1986, 57 tahun kemudian, para Arkeolog menemukan harta karun dari Zaman Perunggu dari 2 lubang. Ada batu-batu giok, sekitar 100 gading gajah dan patung perunggu mengagumkan setinggi 2,4 meter. Hal ini menunjukkan kemampuan teknis luar biasa yang tak ada tandingannya di seluruh dunia, pada masanya. Demikian diungkap Peter Keller, seorang ahli geologi sekaligus Presiden Bowers Museum di Santa Ana, California yang sedang memamerkan temuan tersebut. Harta karun tersebut, yang diduga sengaja dirusak dan dikubur seakan-akan
adalah bagian dari ritual pengorbanan, adalah peninggalan dari sebuah peradaban yang hilang, yang kini disebut sebagai Sanxingdui, kota yang dikelilingi tembok di tepian Sungai Minjiang. “Itu adalah sebuah misteri besar,� kata Keller. Para ahli kini menemukan jawaban atas misteri penyebab hilangnya peradaban tersebut yakni sebuah gempa bumi dahsyat yang terjadi sekitar 3.000 tahun yang lalu. Gempa tersebut diduga menyebabkan longsor katastropik, yang menghilangkan akses ke sumber utama air bersih, sehingga menyebabkan kebudayaan Sanxingdui harus berpindah ke lokasi yang baru. Peristiwa itu diduga mendorong kebudayaan kuno di Tiongkok itu untuk berpindah makin dekat ke aliran sungai yang baru. Demikian ujar salah satu penulis studi, Niannian Fan, ahli dari Tsinghua
University, Chengdu. Para arkeolog kini yakin, kebudayaan tersebut terpecah antara 3.000 sampai 2.800 tahun yang lalu. “Penjelasan awal bahwa ia akhirnya punah akibat perang dan banjir, keduanya tidak meyakinkan,� kata Fan. Sekitar 14 tahun lalu, para arkeolog menemukan reruntuhan sebuah kota kuno lain yang disebut Jinsha yang terletak di dekat Chengdu. Meski situs itu tak memiliki kerajinan perunggu mengesankan ala Sanxingdui, namun di sana ditemukan mahkota emas yang diukir dengan motif ikan, panah, dan burung, mirip dengan karya dari emas yang ditemukan di Sanxingdui. Temuan itu membuat sejumlah ahli yakin, orang-orang dari Sanxingdui mungkin pindah ke Jinsha. Peninggalan seperti ini memang menyimpan banyak misteri sekaligus ilmu pengetahuan. Gugiek Savindra
5 - 11 Januari 2015
21
DAERAH
Di Bangli Banyak Jalan Rusak
Anggaran Tetap Minim
K
omisi III DPRD Bangli menyoroti kualitas proyek jalan yang dituding kurang bagus serta kecilnya anggaran pemeliharaan jalan. Padahal, kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bangli banyak yang rusak saat ini, sehingga membutuhkan dana pemeliharaan yang besar. Namun, sayang masalah anggaran untuk jalan nampaknya ke depan semakin sulit. Apalagi daerah ini dalam waktu dekat akan menggelar pilkada yang sudah tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar dan atas kondisi itu tak tertutup kemungkinan akan mempengaruhi anggaran untuk jalan. Dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) masalah infrastruktur terutama yang menyangkut perbaikan jalan menjadi salah satu hal utama yang dibahas. Seperti yang disampaikan anggota Komisi III Wayan Subagan. Selain menyorot kualitas proyek yang dituding kurang bagus, Subagan juga menyayangkan kecilnya anggaran dana pemeliharaan jalan. Padahal, menu-
22
5 - 11 Januari 2015
rutnya kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bangli banyak rusak, sehingga membutuhkan dana pemeliharaan yang banyak. Apalagi saat musim hujan tiba, dipastikan akan ada banyak jalan yang rusak akibat digerus banjir. “Harapan kami dana pemeliharaan jalan agar dianggarkan lebih,â€? katanya. Hal yang sama juga disampaikan anggota dewan lainnya Satria Yudha. Dia mengungkapkan bahwa pemeliharaan jalan yang dilakukan Dinas PU selama ini terkesan tambal sulam. Buktinya, ada beberapa ruas jalan yang belum lama diperbaiki kondisinya sudah rusak. Selain soal pemeliharaan jalan, kecilnya serapan APBD tahun 2014 juga dipertanyakan Satria Yudha. Wakil rakyat asal Susut ini mengaku bahwa pihaknya sampai sekarang tidak pernah mendapatkan tembusan serapan penggunaan dana terkait kegiatan ďŹ sik di PU. Sementara itu, Komisi III dalam kesempatan itu juga mempertanyakan program yang akan menjadi prioritas PU di tahun anggaran 2015 mendatang. Menanggapi hal tersebut, Kadis PU Ida Bagus Wediatmika yang juga di-
dampingi sejumlah kabidnya menjelaskan, anggaran pemeliharaan rutin yang boleh dibiayai nilainya Rp 23 juta per satu kilometer. Dana pemeliharaan itu hanya diperbolehkan untuk perbaikan bahu jalan. Jika terdapat jalan berlubang, maka pihaknya tidak boleh menambalnya dengan anggaran tersebut. Dikatakannya saat ini kondisi jalan yang bagus di Bangli hanya 51 persen, sementara sisanya masih rusak. Sementara terkait serapan penggunaan dana terkait kegiatan ďŹ sik di PU, diakuinya bahwa serapan anggaran tahun 2014 memang kecil. Pihaknya mengakui ada ada sekitar tiga proyek binamarga yang tidak jalan. Itu terjadi dikarenakan adanya aturan tender saat ini yang dinilainya cukup berat. Dimana satu rekanan tidak diperkenankan mengambil proyek lain, bila proyek yang dikerjakannya belum kelar. Terkait adanya harapan dewan yang menginginkan dana pemeliharaan jalan dapat diangarkan lebih besar, pihaknya pun mengaku sepakat. Swasrina
Hotmik Tersedot Pilkada RENCANA Pemerintah Kabupaten Bangli untuk menghotmik seluruh jalan desa di tahun 2015 nampaknya tidak akan bisa terealisasi seratus persen. Pasalnya, pada tahun 2015 nanti sejumlah anggaran tersedot untuk mendanai beberapa kegiatan salah satunya yakni untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Kita targetkan tahun depan semuanya sudah digarap. Tetapi kemungkinan tidak bisa semuanya, karena anggaran kita tersedot untuk pilkada,� ungkap Bupati Bangli Made Gianyar belum lama ini. Diakuinya tak hanya untuk pilkada, sejumlah anggaran juga tersedot untuk kegiatan Porprov dan kegiatan Pemda. Meski demikian, Gianyar mengaku akan memprioritaskan anggaran yang ada untuk jalan yang kondisinya sudah rusak parah. Dikatakan pada tahun 2014 ini sejatinya ada banyak jalan desa yang sudah digarap. Di Kecamatan Tembuku misalnya, perbaikan jalan dengan aspal hotmik sudah mencapai 90 persen. Sementara Bangli-Susut baru mencapai 70
persen. Sedangkan untuk Kintamani baru mencapai 65 persen. Gianyar mengakui, capaian penghotmikan ruas jalan di Kintamani masih rendah dibandingkan tiga kecamatan lainnya. Itu dikarenakan ruas jalan yang ada di Kintamani tergolong cukup panjang. Untuk sisa jalan yang belum diperbaiki, pihaknya berencana akan melanjutkannya di tahun 2015 mendatang. Dengan anggaran yang ada, jalan-jalan desa seperti yang ada di Tembuku, Susut maupun Bangli dipastikan sudah bisa diselesaikan semuanya. Sementara untuk Kintamani kemungkinan belum bisa sepenuhnya diperbaiki karena selain jalan yang rusak sangat panjang juga anggarannya yang tidak mencukupi. Sementara itu seperti yang diberitakan sebelumnya, salah satu ruas jalan desa yang kondisinya rusak parah ada di Dusun Penyebeh menuju Padpadan, Desa Pengotan Bangli. Bebatuan aspal di jalan selebar kurang lebih tiga meter itu banyak yang berhamburan
hingga membuat permukaan jalan menjadi tidak bergelombang dan tidak rata. Tak hanya itu, lubang berukuran cukup besar yang berada di tengahtengah jalan juga berubah menjadi kolam lumpur akibat dipenuhi genangan air hujan. Selain di sepanjang Dusun Penyebeh menuju Padpadan, jalan berlubang yang kondisinya sangat parah, juga banyak ditemukan di Dusun Besenga menuju Dusun Yoh, Pengotan. Bahkan karena saking rusaknya, jalur tersebut nyaris tidak bisa dilalui kendaraan. Siswa di dusun tersebut yang sehari-harinya bersekolah ke SMP 4 Bangli di Desa Pengotan, terpaksa harus memutar jalan menuju Sekardadi, Kintamani. Mengingat jalan tersebut juga merupakan satusatunya akses terdekat untuk membawa hasil bumi ke pasar, warga pun berharap kedepan jalan tersebut diberikan prioritas untuk segera diperbaiki. Swasrina
Kondisi jalan rusak di Dusun Penyebeh menuju Padpadan, Desa Pengotan Bangli.
5 - 11 Januari 2015
23
K E S E H ATA N
Menular Melalui Udara
Curigai Pneumonia, Jika Anak Sesak dan Batuk
P
neumonia adalah radang pada paru-paru. Penyakit ini banyak diderita balita baik bayi maupun anak-anak. Angka kejadiannya mencapai enam juta kasus per tahun di dunia. Realitas itu menyebabkan pneumonia perlu mendapat perhatian khusus. Kematian balita akibat pneumonia sendiri mencapai dua juta setahun, sehingga bisa dihitung per hari 400 balita meninggal di seluruh dunia. Data tahun 2011 telah terdapat 1,3 juta balita meninggal. Di tahun 2013 terdapat 1,1 juta balita meninggal.
dr. Ida Bagus Subanada, Sp.A (K)
24
5 - 11 Januari 2015
Indonesia berada di peringkat keenam dunia terkait kasus pneumonia ini. Tahun 2012, pneumonia menjadi penyebab kedua kematian pada balita di Indonesia atau sebanyak 13,2%. Sedangkan 17,2% akibat diare. Dokter Pulmonologi anak RSUP Sanglah dr. Ida Bagus Subanada, Sp. A(K) mengatakan penyebab pneumonia beragam. Dua menjadi penyebab terbanyak yaitu virus dan bakteri. “Menghirup minyak tanah, tenggelam kemudian menghirup air kolam atau laut bisa menjadi salah satu penyebab pneumonia,” ujarnya . Biasanya balita pneumonia mempunyai tanda dan gejala yang susah dibedakan dengan penyakit pernapasan lainnya. Karena itu, untuk memastikan diagnosa perlu dilakukan pemeriksaan fisik stetoskop. Tanda yang muncul biasanya batuk, pilek, demam, nafas cepat, kemudian 3-4 hari muncul sesak nafas. Pemeriksaan menggunakan alat stetoakop akan terdengar suara “krek.. krek..” pada paru-parunya. Daya tahan tubuh anak mempengaruhi kondisi seorang anak yang menderita pneumonia itu. Jika anak yang daya tahan tubuhnya baik ditambah penanganan baik, maka anak itu bisa bertahan bahkan sembuh. “Namun jika daya tahan tubuhnya kurang bagus, ditambah keterlambatan penanganan, 5-7 hari bisa meninggal,” terangnya. Maka dari itu pengobatan pun dilakukan minimal selama tujuh hari. Dikatakan, umumnya penderita pneumonia bisa sembuh, namun ada beberapa meninggal. Keterlambatan penanganan menjadi salah satu faktor penyebabnya. Pneumonia itu sendiri dibagi menjadi tiga kategori yaitu pneumonia ringan, pneumonia berat, dan pneumonia sangat berat. Pneumonia ringan menunjukkan gejala batuk, nafas cepat, sesak nafas,
pilek. Jika seperti ini biasanya hanya dilakukan rawat jalan. Sedangkan, pneumonia berat ditandai gejala yang sama dengan pneumonia ringan ditambah tarikan-tarikan di bawah tulang rusuk. Diantara tulang rusuk saat bernafas, merintih, pernafasan cupang hidung (lubang hidung kembang kempis), dan harus dirawat inap di rumah sakit. Sedangkan pneumonia sangat berat ditandai munculnya warna kebiruan pada ujung jari, mukosa pipi, kejang-kejang, tidak bisa minum, tertidur terus, hingga kepala mengangguk-angguk. “Biasanya yang tidak diketahui orang tua pasien, yaitu cekungan pada tulang rusuk karena memakai baju apalagi baju tebal-tebal,” ujarnya. Ia mengimbau semua orang tua, jika anak menderita batuk, pilek, sesak napas curigai pneumonia. Ini penting agar anak itu cepat diperiksa dan mendapat penanganan. Pneumonia merupakan penyakit yang bisa menular melalui udara seperti batukbatuk, tidak mencuci tangan memakai sabun sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. “Satu orang batuk, pilek dalam suatu rumah, maka satu isi rumah akan tertular. Mobilitas tangan yang tinggi seperti memegang kran juga dapat menularkan penyakit. Penularan cara ini disebut droplet infection,” paparnya. Kondisi memburuk, yang dialami penderita pneumonia bisa saja terkena paparan asap rokok. Alasannya asap rokok merusak daya tahan tubuh alamiah di saluran nafas. Akibatnya penderita pneumonia menjadi gampang sakit. Ini merupakan resiko yang dialami penderita pneumonia akibat paparan asap rokok. Faktor risiko lainnya misalnya bayi dengan status gizi buruk, terinfeksi HIV/AIDS, BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), belum imunisasi mempermudah balita sakit. Cittamaya
Leukemia dan Lupus, Serupa tapi Tak Sama MANUSIA lahir sudah membawa bekal sistem pertahanan tubuh masingmasing. Sistem pertahanan tubuh menjaga tubuh terhadap pengaruh luar dan dalam. Tugasnya menstabilkan kondisi badan akibat pengaruh luar dan dalam. Pengaruh dari luar misalnya ďŹ sik (partikel polutan), kimia (zat kimia yang bereakasi terhadap tubuh), biologi (mikrobiologi). Sedangkan, pengaruh dari dalam seperti asupan makanan termasuk juga pikiran, emosi, perasaan, keinginan, kemauan, kepentingan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Tjokorda Gde Dharmayuda, Sp.PD, KHOM, mengatakan hal itu. Tubuh jika terpapar pengaruh tersebut akan menimbulkan reaksi berlebih atau reaksi kurang. Jika sistem pertahanan tubuh kuat, maka akan menimbulkan reaksi berlebih. Namun jika sistem pertahanan tubuh kurang maka tubuh akan menjadi lemah. Reaksi yang ditimbulkan tersebut harus distabilkan agar kembali normal. Dan jika reaksi tubuh tidak bisa distabilkan, maka akan timbul hiperreaktif, hipersensitif disebut auto imun. Jika reaksi tersebut tidak diketahui penyebabnya dan tidak bisa distabilkan maka akan timbul reaksi tubuh seperti kulit kaku, hidung tersumbat, hidung meler, anemia, sistemik lupus eritematosus. Cara penanganan pasien lupus adalah menstabilkan sistem imunnya. Termasuk melakukan terapi agar pasien dapat bersikap tenang menghadapi penyakitnya. Reaksi tubuh berlebih justru dapat menimbulkan sakit, apalagi ditambah pemikiran pasien tidak sehat. Dewasa ini mulai dikembangkan sistem imum untuk menstabilkan reaksi tubuh. Yang namanya imun adalah modulator berupa obat diminum secara terus-menerus. Selain itu terapi juga harus terus dilakukan. Pada umumnya penderita Lupus memiliki buttery rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi. Model seperti itu serupa dengan pipi Serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Ketika penyakit ini menyerang seluruh tubuh
atau sistem internal manusia. Biasanya hormon tertentu memproduksi estrogen tinggi pada perempuan. Hal itu bisa saja menyebabkan atau memperparah penyakit lupus. Para ahli dan peneliti percaya bahwa jumlah penderita memang kebanyakan perempuan. Hal itu disebabkan hormon tertentu, stres berlebihan, penggunaan obat antibiotik seperti amoxilin, ampicilin, sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu, dan obat-obatan berbahan dasar sulfa seperti Bactrim dan septra, silsoxazole, tolbutamide. Lupus penyakit yang banyak berhubungan dengan sel darah putih limfoid T. Sel darah putih terdiri dari dua kelompok yaitu sel darah putih kelompok myeloid dan limfoid. Sedangkan Leukemia atau lebih dikenal sebagai kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker pada darah atau sumsum tulang. Penyakit ini ditandai sel-sel pembentuk darah tidak normal di sumsum tulang dan jaringan limfoid.
Umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita. Leukemia berarti darah putih. Pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih tampak banyak sel muda, misalnya promielosit. Jika jumlahnya kian meninggi maka dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya. Penanganan leukemia pun berbeda dengan lupus. Pasalnya, leukemia adalah penyakit yang diakibatkan banyaknya sel darah putih sehingga memangsa sel-sel tubuh lainnya. Sedangkan lupus merupakan penyakit yang diakibatkan oleh reaksi berlebih dari sistem pertahanan tubuh. Pada sistem pertahanan tubuh ini, di dalamnya terdapat sel darah putih. Cittamaya
dr. Tjokorda Gde Dharmayuda, Sp.PD, KHOM 5 - 11 Januari 2015
25
LENSA
PETERNAKAN SAPI Foto ini merupakan salah satu pemenang Lomba Foto HUT ke66 Bali Post. Foto yang mengambil tema “TPA� (Tempat Peternakan Sapi) ini berhasil meraih Juara II. Foto ini menyoroti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kini beralih fungsi menjadi peternakan sapi karena banyaknya sapi yang mencari makan di lokasi itu.
MBP/Prana Jagannatha
OLAHRAGA
Misteri Baju Olimpiade
M
antan pelari terkenal Australia Cathy Freeman tak menyangka jika seragam unik yang dia kenakan saat pembukaan Olimpiade Sydney 2000, raib di ruang ganti. 14 tahun kemudian ada sinyal baju itu kembali. Seragam itu dirancang dengan unik. Tubuh Freeman diselimuti baju berwarna putih yang didesain futuristik. Ia mengenakan seragam itu sambil membawa obor dan mengelilingi stadion sebelum dipakai untuk menyalakan kauldron. Ironinya, setelah acara tersebut ia tak bisa menemukan baju yang dia tinggalkan di ruang ganti. Kasus
itu menjadi misteri dalam sejarah Olimpiade Australia. Pekan lalu karyawan Klub Kriket Melbourne menemukan baju mirip yang dikenakan Freeman saat membuka Olimpiade 14 tahun lalu. Baju itu kemudian diserahkan kepada polisi untuk diperiksa keasliannya. Diharapkan baju itu benarbenar yang dikenakan Freeman dan mengakhiri misteri selama ini. “Kami berharap baju yang diserahkan kepada Museum MCC, benar dan misteri tersebut terungkap,” kata pejabat dari Komite Olimpiade Australia kepada Associated Press. Yudi Winanto
Mantan pelari Australia Cathy Freeman saat pembukaan Olimpiade Sydney 2000. MBP/olympic.org
Patung yang Tak Diharapkan USAI mengantarkan Real Madrid menjadi juara dunia turnamen Piala Dunia antar Klub FIFA, Cristian Ronaldo langsung pulang kampung. Di Funchal, di Pulau Madeira, penyerang timnas Portugal itu menghadiri upacara khusus yang diadakan warga kota tempat dia dilahirkan itu. Dewan kota memberinya medali sebagai warga kehormatan. Selain itu sebuah patung perunggu juga didirikan, untuk menghormati pemain yang disebut mengharumkan nama kota itu. “Seumur hidup saya tidak pernah mengharap dibuatkan patung,” kata pemain yang juga telah dibuatkan museum bernama CR7 di kota itu seperti dikutip Reuters. Ibunya, Dolores Aveiro, menamPemain Real Madrid Cristiano Ronaldo dan putranya berpose di depan patung dirinya di Funchal, Madeira, Portugal.
bahkan, “Dia tidak pernah melupakan kampung halamannya.” Sayangnya, patung itu justru menghasilkan reaksi beragam oleh warga kota. Sebagian mengkritik ukuran patung yang terlalu besar dan tidak cocok dengan postur pemain yang subur mencetak gol itu. Sebagian yang lainnya, menyebut patung tidak dikenali. Saat fotonya diunggah di dunia maya, kritik pun mengalir deras karena patung itu tidak cocok dengan profil Ronaldo. Mantan pemain Manchester United, kini menjadi pencetak gol terbanyak Liga Spanyol. Popularitasnya kian melejit karena dia juga difavoritkan memenangkan penghargaan Ballon D’Or yakni untuk Pemain Terbaik Dunia 2014 meski gagal mengantarkan Portugal mencatat prestasi di Piala Dunia 2014. Yudi Winanto
28
5 - 11 Januari 2015
Menuju Kesuksesan, Kejayaan dan Surga ANGIN perubahan telah berhembus di Maranello setelah tim Formula 1 Ferrari menjalani musim-musim tanpa gelar. Namun petinggi tim Italia itu , Sergio Marchionne, mengingatkan bahwa 2015 menjadi tahun penuh kerja keras. Musim lalu Tim Kuda Jingkrak itu mencetak sejarah. Untuk pertama kali sejak 1993, Ferrari tak sekali pun meraih kemenangan. Kedua pembalapnya baik yang mantan juara dunia, Fernando Alonso maupun Kimi Raikkonen tak sekali pun berada di podium puncak. Konsekuensi dari kegagalan itu adalah dengan dilengserkannya ‘team principal’ Luca Di Montezemolo dan kursi presiden tim itu berpindah ke Marchionne. “2015 akan menjadi tahun pembangun kembali tim ini. Pilihan telah dibuat pada 2014 dan itu menjadi reaksi yang tak terelakan untuk 2015. Jadi kami akan memulainya sedikit terlambat,” ungkap Marchionne. Untuk mempercepat kesiapan tim, Ferrari memilih Maurizio Arrivabene sebagai team principal, menggantikan Marco Mattiacci, yang bertugas hanya tujuh bulan. Mattiacci direkrut pada April lalu untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Stefano Domenicali. Menghadapi persaingan sengit menghadapi tim Mercedes, Red Bull atau pun rival sejati McLaren yang musim depan menggunakan mesin Honda, Arrivabene mencoba realistis. “Jika kami bisa memenangkan dua grand prix saja itu sebuah kesuksesan. Kalaupun kami mampu tiga kali juara, itu sebuah kejayaan,” ujarnya sambil menambahkan bahwa empat kemenangan akan membawa Ferrari ke surga. Tak bisa dipungkiri musim 2014 menjadi pukulan paling telak yang diterima Ferrari. Di akhir
musim 2013, FIA memutuskan untuk menggunakan mesin V6 turbo hibrid sekaligus sinyal yang menghancurkan dominasi Red Bull dalam empat musim terakhir. Dan memang benar, Red Bull tak berkutik karena Mercedes yang berkuasa dengan Lewis Hamilton dan Nico Rosberg seperti bersaing sendirian memperebutkan gelar juara. Red Bull hanya tiga kali naik panggung kehormatan itu pun tidak dilakukan oleh sang juara bertahan Sebastian Vettel namun rekan setimnya Daniel Ricciardo. Ferrari bahkan terlempar ke posisi ke-4 klasemen konstruktor karena kalah bersaing dengan Mercedes, Red Bulls dan Williams. Di klasemen pembalap Alonso ditempat ke-6 dan Raikkonan lebih parah: 12. “Kami harus melupakan 2014. Saya tidak akan membicarakan 2014,” tegas Marchionne yang juga pejabat Fiat Chrysler (FCA). Ferrari menggantikan Alonso dengan Vettel yang ingin mengulang kejayaan pendahulunya Michael Schumacher di tim ini. Dia akan mendampingi Raikkonen yang bertahan dan tetap terobsesi menjadi juara lagi. Sementara Alonso kembali ke tim lamanya McLaren. Marchionne juga mengingatkan bahwa timnya sedikit terlambat mempersiapkan diri menghadapi musim 2015. Diperlukan waktu cukup lama untuk kembali menjadi tim yang diperhitungkan. “Saya kira Ferrari mungkin akan setara dengan Mercedes di akhir 2015. Sebagian upaya perbaikan telah dimulai. Kami harus mampu mengulang kesuksesan itu,” kata Marchionne kepada Reuters. Yudi Winanto Pembalap Jerman Sebastian Vettel mencoba mobil Formula 1 Ferrari F2012 di sirkuit Fiorano, Italia.
5 - 11 Januari 2015
29
OLAHRAGA
Bali Belum Siap Gelar DU dan ISL TAHUN depan pencinta sepak bola di Bali sudah bisa menyaksikan pertandingan sepak bola Divisi Utama (DU) dan Indonesia Super League (ISL) di daerah sendiri. Ini menyusul promosinya tim Persatuan Sepak Bola (PS) Badung ke Divisi Utama dan kehadiran Bali United Pusam di Gianyar. Selama kompetisi Divisi I lalu, PS Badung menjamu lawan-lawannya di Stadion Samudra di Kuta, dan Yoga Perkanthi di Jimbaran. Itu karena kedua stadion tersebut layak untuk menggelar pertandingan Divisi I. Akan tetapi pada kompetisi Divisi Utama 2015, Stadion Samudra dan Putra Perkanthi tampaknya tidak memenuhi standar PSSI, misalnya dalam hal tribun, kamar ganti pemain dan wasit, serta areal parkir untuk menampung animo penonton yang datang menyaksikan laga. Meski begitu, pengurus PS Badung tetap mengajukan kedua stadion kebanggaannya untuk menghelat pertandingan Divisi Utama. Sebagai alternatif dipilih
Stadion Wayan Dipta di Gianyar dan Stadion Ngurah Rai di Denpasar. ”Kami mengajukan Stadion Dipta dan Ngurah Rai sebagai cadangan jika nantinya Stadion Samudra dan Yoga Perkanti tidak memenuhi standar PSSI untuk menggelar pertandingan Divisi Utama,” kata Ketua Umum PS Badung Dewa Putu Manik di Mangupura pekan lalu. Sementara itu, Bali United Pusam mengajukan Stadion Dipta sebagai kandang tim. Dilihat dari fasilitasnya, Stadion Dipta merupakan satu-satunya stadion di Bali yang layak untuk memutar pertandingan Divisi Utama dan ISL, meski masih memerlukan perbaikan di sana-sini. Stadion ini hanya belum memiliki lampu penerang untuk menghelat kompetisi pada malam hari. Soal keberadaan stadion-stadion di Bali, pengamat sepak bola I Made Ngenteg yang juga guru olahraga di SD 4 Tonja, Denpasar, menilai Bali belum siap menggelar pertadingan sekelas Divisi Utama dan ISL. Situasi ini jelas
menghambat perkembangan sepak bola di Pulau Dewata. Padahal, daerah ini sekarang sudah memiliki PS Badung yang berkiprah di Divisi Utama, sehingga kebutuhan akan stadion bertaraf nasional makin mendesak. ‘’Semoga Pemerintah Provinsi Bali secepatnya membangun stadion sepak bola. Jika punya stadion besar plus ada tim Bali yang berlaga di Divisi Utama atau ISL, sepak bola di Bali akan makin berkembang,’’ ujarnya. Menurut Ketua Umum KONI Badung Si Putu Raka Arnaya, Bali khususnya Badung sangat membutuhkan stadion level nasional bahkan internasional. Tidak hanya karena faktor PS Badung, namun juga bisa bisa digunakan oleh cabang olahraga (cabor) lainnya. “Sebagai daerah pariwisata, keberadaan stadion yang representatif sangat penting. Klub-klub mancanegara bisa bertanding di Bali,” ungkapnya. Eka Parananda
MBP/nan
Stadion I Gusti Ngurah Rai rencananya digunakan PS Badung untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2015.
30
5 - 11 Januari 2015
Berburu Pelatih dan Pemain TIM Persatuan Sepak Bola (PS) Badung tidak hanya giat mencari stadion sebagai kandang pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim depan. Tim Keris juga tengah gencar berburu pelatih mengingat tantangan pada kompetisi nanti lebih berat dibandingkan sebelumnya. Pada kompetisi Divisi I lalu, PS Badung dipoles Alexander Saununu dan asisten pelatih Nyoman Sujata. Di pertengahan jalan, Alex Saununu didepak dan tempatnya diisi Sujata. Sebagai pendamping Sujata ditunjuk Putu Mahardika. Tandem SujataMahardika terbukti sukses membawa PS Badung promosi ke Divisi Utama setelah menempati peringkat keempat pada babak delapan besar Liga Nusantara di Yogyakarta. Akan tetapi keberhasilan itu belum menjamin Sujata aman di posisinya. Pengurus PS Badung sekarang mendekati Made Pasek Wijaya sebagai pelatih untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama 2015. Mantan pemain tim nasional ini terakhir bertugas sebagai asisten pelatih di Arema Cronus Indonesia, Malang. Kans PS Badung mendapatkan Pasek cukup besar karena kotraknya di Arema akan berakhir. Selain itu, sang pelatih sendiri sangat ingin melatih PS Badung agar bisa dekat dengan keluarganya di Denpasar. Maklum, pria asal Karangasem ini sudah lama berkelana di Arema setelah sebelumnya berlabuh di Pelita Jaya. Sebaliknya, Bali United Pusam (Busam) sibuk menyeleksi pemain guna menghadapi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Pelatih Indra Sjafri melakukan seleksi di Yogyakarta, 21-24 Desember. Seleksi melibatkan 35 pemain, 14 di antaranya muka lama termasuk Bayu Gatra. Mantan penjaga gawang Persipura Jayapura, Yoo Jae Hoo, merupakan pemain pertama yang dinyatakan lolos seleksi dan tinggal melakukan kesepakatan kon-
trak. Indra merekrut kiper asal Korea Selatan itu karena membutuhkan penjaga gawang berpengalaman dalam kompetisi nanti. Jae Hoo (31) membela Persipura sejak 2010 lalu dan ikut membantu klubnya merebut juara ISL musim 2011 dan 2013. Menurut Indra, posisi penjaga gawang sangat penting dalam kompetisi, apalagi
Jae Hoo sudah lama berkiprah di Liga Indonesia. Mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 itu mengaku sengaja mencari kiper asing, tanpa mengecilkan kemampuan pemain lokal. Ini berdasarkan pengalamannya menukangi Timnas U-19 di Piala AFF 2014 dan Piala Asia 2014. Mawa
A KT I V I TA S
MBP/ist
MBP/ist
KERJA SAMA - Universitas Ngurah Rai pada Selasa (23/12) menandatangani naskah kerja sama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) wilayah Bali tentang upaya pengendalian tuberkulosis di Provinsi Bali. Acara dihadiri Ketua Yayasan Universitas Ngurah Rai, Rektor Universitas Ngurah Rai, Wakil Rektor I, II, dan III, Ketua PPTI wilayah Bali, para dekan, BEM dan mahasiswa Universitas Ngurah Rai. Nampak dalam foto Rektor Universitas Ngurah Rai Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si., Ketua PPTI wilayah Bali I Gusti Bagus Puspanegara, S.H., ketua yayasan, dekan fakultas dan pengurus PPTI wilayah Bali foto bersama usai penadatanganan kerja sama.
BPJS - Rumah Sakit Siloam Bali Jalan Sunset Road No. 818 Kuta pada Senin, 22 Desember 2014 melakukan penandatanganan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan sebelumnya juga membuka pelayanan BPJS Kesehatan. Direktur Rumah Sakit Siloam Bali dr. I Wayan Sutarga, MPHM., mengatakan Siloam Bali dibangun untuk melayani seluruh lapisan masyarakat walaupun fasilitasnya terkesan mewah untuk lapisan kelas atas. Kenyataannya hampir 40 persen tempat tidur di Rumah Sakit Siloam Bali itu kelas tiga dan tarifnya hampir sama dengan rumah sakit swasta lainnya di Bali.
MBP/ist
RUPSLB - PT Bank Sinar Harapan Bali atau yang dikenal Bank Sinar ‘Jreeeng…’ menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (22/12) di Sanur. Hadir pada kesempatan tersebut para pemegang saham, Dewan Komisaris dan Direksi Bank Sinar serta perwakilan dari PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero). Digelarnya RUPSLB Bank Sinar ini merupakan tindak lanjut realisasi pembentukan bank joint venture antara PT Bank Mandiri (persero) Tbk., PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero). Prosesnya diawali dengan penandatangan kesepahaman untuk membentuk bank joint venture pada April 2013 silam dan pada Agustus 2014 juga telah menandatangani kesepakatan pemegang saham untuk membentuk bank joint venture.
32
5 - 11 Januari 2015
MBP/ist
SEMARAK - Lembaga Internasional The Sukarno Center Tampaksiring, merayakan hari jadinya yang ke-5 pada tahun 2014 di Provinsi Jawa Tengah. Atas fasilitasi dari Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, acara ulang tahun The Sukarno Center berlangsung semarak dan dihadiri tamu– tamu penting dari seluruh Jawa Tengah. Acara hari jadi The Sukarno Center ini pun dirangkaikan dengan kegiatan rutin lainnya, yakni Peluncuran The President Sukarno Heritage List ke-6 Tahun 2014 di Provinsi Jawa Tengah serta pemutaran film Bung Karno di Ende. Nampak dalam foto Sukmawati Sukarno, Senator RI Dr. Arya Wedakarna (President The Sukarno Center), Ir. H. Anwar Qamran, M.Si. (Raja Banteng Sulawesi) bersama penerima Sertifikat Heritage di Pendolo Walikota Solo.
MBP/ist
PEMILIHAN - Teruna Teruni Bali sudah lebih dari 12 tahun dibangun dengan komitmen menjadi Duta Wisata Indonesia yang berwibawa dan memiliki sejarah hebat dalam organisasi. Kebanggaan itu tercermin dengan pemilihan Teruna MBP/ist
WISUDA - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar mewisuda 51 lulusan pada Wisuda Sarjana II di Hotel Oranjje, Denpasar, Sabtu (20/12). Wisuda juga diisi dengan orasi ilmiah dari Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. Ketua STAI Denpasar, Drs. H. Mahrusun, M.Pd.I mengatakan, sejak berdiri pada 2008 lalu, pihaknya telah meluluskan total 113 mahasiswa Strata 1 (S-1). Nampak dalam foto Senat STAI Denpasar ketika akan memasuki ruangan wisuda. Acara Wisuda II ini berlangsung khidmat dan tertutup.
Teruni Bali yang digarap luar biasa oleh para senior yang tergabung di Alumni Teruna Teruni Bali 2014. Nampak dalam foto Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS (Pembina Teruna Teruni Bali) saat pembekalan sosialisasi UU Pemuda dan Olahraga di Karantina Teruna Teruni Bali di The Harrads Hotel Convention and Spa Sanur.
MBP/ist
MONITORING - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali MBP/Edi
FESTIVAL - Konderatu Duta Nusantara berinisiatif menyelenggarakan festival seni dan budaya “Timeless Indonesia Festival� (TIF) pada 24 - 31 Desember di Pantai K-land, Jimbaran. Acara yang menyatukan kesenian, fashion show, kerajinan, dan kuliner ini menampilkan tak hanya Bali, namun 7 provinsi yang ada di Indonesia. Demikian dikemukakan President Director PT. Konderatu Duta Nusantara, Dra. Herlinda Siahaan, Sabtu (20/12) lalu saat jumpa pers pelaksanaan acara ini di Konderatu Beach Club, Pantai Kelan, Jimbaran.
mengedepankan mutu sebagai wujud dan implementasi dari visi dan misinya yakni perguruan tinggi yang teladan dan unggulan. Dengan demikian Undhira selalu mengagendakan mutu sebagai langkah prioritas penting. Sehubungan dengan itu pada Selasa (23/12) Undhira menerima monitoring hasil pendampingan pertama implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 2014 dari Tim Pengembangan SPMI Dirjen Dikti yakni Prof. Dr. Johannes Gunawan, S.H., LLM dan Prof. Dr. Bernadette M. Waluyo, S.H., M.H.,CN. 5 - 11 Januari 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist MBP/ist
TAMU ISTIMEWA - Tak hanya pemerintah daerah di Bali yang menjalin kerja sama dengan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar. Banyak kepala pemerintahan daerah dan universitas luar negeri melakukan hal serupa. Pada Rabu (24/12) lalu, Unhi dikunjungi tamu istimewa yakni Wali Kota Yiyang, Cina, Hu Zhongxiong. Tujuannya untuk menandatangani MoU dalam rangka mempererat kerja sama dengan universitas yang beralamat di Jalan Sangga Langit, Tembau, Denpasar Timur ini. Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. dalam sambutannya mengatakan sangat gembira dikunjungi Wali Kota Yiyang bersama rombongan.
BALIWOOD - Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Founder Royal Bali International Film Festival) didampingi Ida Ayu Kondi (President Bali International Women Center) menjamu Baim Wong dan Istri Duta Besar Mesir di Istana Mancawarna. Sejumlah sineas film dari Singapura, Mesir, Hungaria dan Timur Tengah hadir dalam acara 12th Royal Bali Internasional Film Festival 2014 yang berlangsung sukses di Karangasem, Denpasar, Badung, Gianyar. Sejak awal didirikan pada tahun 2002, BIFFEST telah menjelma menjadi film festival yang berpengaruh di Indonesia, dan hal inilah yang menggerakkan sineas internasional berkepentingan terhadap Bali sebagai panggung besar pusat film di Indonesia.
MBP/ist MBP/ist
LOKAKARYA - Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) mengadakan lokakarya kurikulum pada Selasa dan Rabu, 23 - 24 Desember 2014. Peninjauan kurikulum ini melibatkan beberapa pemangku kepentingan, baik internal maupuan eksternal, sehingga akan lebih menggambarkan kebutuhan pasar kerja. Pelaksanaan kegiatan ini mendatangkan ahli kurikulum Prof. Dr. Nyoman Dantes membahas Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merujuk KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) sesuai dengan Perpres No. 8 Tahun 2012 dan UU Pendidikan Tinggi No. 12 Tahun 2012 serta Pemendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
34
5 - 11 Januari 2015
KURIKULUM - Komite SMAN 4 Denpasar saat meminta masukan sekolah lain dan PGRI terkait kurikulum, Rabu (24/12) lalu. Komite SMAN 4 Denpasar menginginkan agar SMAN 4 Denpasar kembali menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. Sebelum memutuskan hal ini, Komite yang diketuai Nyoman Budi Adnyana, S.H. meminta masukan kepada sejumlah sekolah, termasuk PGRI Bali. Budi mengatakan, pihaknya tidak pernah mempersoalkan substansi Kurikulum 2013 yang diberlakukan saat ini. Namun, implementasi Kurikulum 2013 yang saat ini bermasalah disebut akan berpengaruh pada siswa.
MBP/ist
MBP/ist
PACTO CHARITY - Pada akhir tahun 2014, Pacto Ltd. di kedua kantor cabangnya di Bali, Pacto Inbound dan Bali Prima Holidays, kembali berinisiatif mengadakan kegiatan sosial Pacto Charity Day. Acara ini dilaksanakan secara marathon dengan agenda rutin akhir tahun yaitu acara Pacto Family Day. Kegiatan yang populer dengan sebutan CSR (Company Social Responsibility) ini bertemakan “Giving Back to Community�. Acara yang digelar pada Sabtu (13/12) ini tak hanya secara nyata menyentuh masyarakat, kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan ini juga didedikasikan untuk lingkungan.
PENGHARGAAN - Buleleng menjadi salah satu kabupaten di Bali yang berhasil memboyong tiga penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Tiga penghargaan sekaligus yaitu penghargaan Program Adiwiyata tingkat Nasional yang diberikan kepada SMPN 4 Singaraja, penghargaan Program Menuju Indonesia Hijau (MIH) tahun 2014 dan penghargaan untuk pecalang laut Desa Adat Pemuteran Kecamatan Gerokgak dalam bidang penyelamatan pantai. Nampak Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG, ketika menerima penghargaan di Gedung Manggala Wana Bhakti Departemen Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, Senin, (22/12).
MBP/ist
BAGI SEMBAKO - PT Indonesia Power UBPOH (Unit Bisnis Pembangkitan Operasional dan Pemeliharaan) Bali, Senin (22/12), membagikan sembako bagi ratusan warga di sekitar PLTG Gilimanuk. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Camat Melaya, I Putu Eka Suarnama mewakili Bupati Jembrana dan General Manager PT Indonesia Power Bali, IGN Subawa Putra di areal PLTG Gilimanuk. Penyerahan selain dihadiri ratusan warga Lingkungan Arum Timur, juga disaksikan oleh pihak Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dan Kelurahan. Nampak penerima bantuan Community Development (Comdev) di Gilimanuk berfoto bersama dengan jajaran PT Indonesia Power UBPOH Bali di PLTG Gilimanuk.
MBP/ist
SEMINAR - Sedikitnya 50 guru dan pengawas se-Kota Denpasar mengikuti Seminar Karya Tulis Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah (PTK dan PTS) di SMP Negeri 1 Denpasar, Selasa (23/12). Seminar ini berlangsung selama empat hari, masing-masing 23, 24, 29, dan 30 Desember 2014. Nampak dalam foto Kabid Dikdas Disdikpora Denpasar Made Raka, S.E., M.Si., Ak. saat membuka seminar ditandai pemukulan gong. 5 - 11 Januari 2015
35
LINGKUNGAN
Rawan Bencana, M
emasuki musim hujan yang puncaknya diperkirakan Januari 2015, masyarakat sejumlah daerah rawan longsor dan banjir merasa was-was. Pasalnya semakin sering hujan turun dalam waktu cukup lama tingkat kecemasan penduduk di wilayah itu semakin meningkat. Buleleng adalah salah daerah dengan daerah rawan paling banyak di Bali. Ada 140 daerah rawan bencana di bumi panji sakti. Bercermin dari bencana yang terjadi tahun-tahun sebelumnya, tampaknya bencana longsor dan banjir paling mendominasi. Salah satu penyebabnya rusaknya daerah hulu sebagai penyangga karena alih fungsi lahan. Dengan adanya alih fungsi lahan, otomatis vegetasi yang memegang tanah selama ini akan semakin berkurang. Begitu diterpa hujan, kondisi tanah yang gundul menjadi labil. Tak heran longsor paling cepat terjadi di daerah yang terjal dengan tanah hutan yang gundul. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng I Ketut Yasa tak memungkiri kenyataan itu. ‘’Bencana tanah longsor dan banjir yang mendominasi bisa saja
36
5 - 11 Januari 2015
karena kawasan hutan di pegunungan yang mengalami kerusakan,’’ ujarnya. Tak hanya itu, maraknya perubahan fungsi lahan di daerah pegunungan juga sering memicu longsor. Jika dikaji lebih jauh, longsor dan banjir disebabkan kondisi hulu dan perubahan fungsi tanah di daerah atas yang semakin tidak terkendali. Dari hasil pengamatan atas kejadian bencana alam yang sudah terjadi, daerah yang dinyatakan sebagai rawan bencana alam tanah longsor seperti, Kecamatan Gerogak, Busungbiu, Sukasada dan Kecamatan Tejakula. Karena itu memasuki musim penghujan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng gencar melakukan upaya untuk mengantisipasi bencana alam. Hal ini tidak lepas dari kondisi tofografi di Bali Utara yang memiliki 140 daerah rawan bencana alam. Masyarakat diingatkan agar waspada menyusul hujan yang mulai turun akhir-akhir ini. Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, potensi bencana alam yang terjadi di Buleleng seperti tanah longsor, banjir badang, gelombang pasang hingga
angin puting beliung. Dari sejumlah potensi bencana tersebut, hampir semua wilayah di Buleleng memiliki kerawanan bencana alam. Bahkan, dari catatan BPBD Buleleng dalam kurun waktu empat tahun terakhir, bencana alam yang menonjol adalah tanah longsor, banjir badang dan gelombang pasang. Daerah yang rawan terjadi tanah longsor di 66 lokasi dan banjir badang di 48 lokasi. Daerah rawan tanah longsor dan banjir badang hampir terdapat di sembilan kecamatan. Sementara itu gelombang pasang berpotensi terjadi di delapan titik. Daerah yang rawan terjadi gelombang pasang di lima kecamatan, yakni Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Buleleng, Banjar dan Seririt. Sementara itu, wilayah Kecamatan Seririt, Banjar, Buleleng, Sawan dan Kubutambahan menjadi langganan bencana tanah longsor. Daerah rawan bencana tanah longsor, di Kecamatan Sukasada meliputi jalur Jalan Singaraja-Bedugul pada kilometer 56 hingga 72, Kecamatan Busungbiu jalur Singaraja-Pupuan kilometer 73 hingga 79. Sedangkan, di Kecamatan Kubutambahan, jalur Singaraja-Kintamani pada kilometer 85 hingga 88. ‘’Data yang kami miliki ini sesuai kejadian tahun 2011 sampai dengan 2014. Data ini belum sempurna, tentu nanti kami terus perbaharui. Data ini sebagai gambaran lokasi rawan bencana alam. Sehingga pemerintah bersama masyarakat bisa lebih waspada terhadap lokasi yang rawan bencana alam,’’ katanya. Selain itu, desa yang termasuk rawan tanah longsor meliputi Desa Bebetin, Sekumpul, Galungan, Lemukih, dan Desa Sudaji (Kecamatan Sawan). Desa Tajun (Kecamatan Kubutambahan), Desa Bestala (kecamatan Seririt), Desa Sidatapa, dan Desa Munduk (Kecamatan Banjar), Desa Sarimekar (kecamatan Buleleng), Desa Wanagiri dan Desa Gitgit (Kecamatan Sukasada). ‘’Biasanya daerah yang dinyatakan rawan tanah longsor, kemiringannya cukup terjal,’’ katanya.
Buleleng Tertinggi di Bali
Bali Post/dok
Tanah longsor di Bulelelng
Rawan Banjir Bandang Sementara itu rawan banjir badang berpotensi terjadi di semua wilayah. Dia mencontohkan, Kecamatan Gerogak daerah yang rawan banjir adalah Desa Banyupoh. Kecamatan Seririt di Kelurahan Seririt, Kecamatan Banjar meliputi Desa Banjar, Dencarik dan Temukus. Kemudian Kecamatan Sawan meliputi Desa Lemukih dan Galungan, Kecamatan Buleleng meliputi Kalibukbuk, Baktiseraga, Banyuasri, Kampung Anyar, Kampung Bugis, Kampung Baru dan Banjar Bali. Sementara gelombang pasang, meliputi Kecamatan Kubutambahan di Desa Kubutambahan dan Desa Bukti, Kecamatan Buleleng dii Kampung Bugis dan Kampung Anyar. Sedangkan di Kecamatan Banjar gelombang pasang terjadi di Desa Banjar dan Kecamatan Seririt di Desa Pengastulan. Mengantisipasi dan sekaligus memperkecil jatuhnya korban jiwa dan material, Kepala BPBD mengingatkan para camat agar menyebarluaskan langkah-langkah menghadapi bencana alam. Para camat ini diminta mengimbau warganya yang
bermukim pada titik rawan bencana, mencari perlindungan ke tempat yang lebih aman saat curah hujan tinggi dan tekanan gelombang laut besar. ‘’Ini sebagai upaya antisipasi dan kalau terjadi hujan atau gelumbang pasang, bisa memperkecil jatuhnya korban jiwa atau korban meteriil. Mudiarta Data Bencana Tahun 2010 - 2014 No 1 2 3 4
Jenis Bencana Banjir Tanah Longsor Angin Puting Beliung Kebakaran
Total Kerugian Materiil
Jumlah Kejadian 815 433 220 194 Rp 118.067.640.418
5 - 11 Januari 2015
37
PARIWISATA
Berburu Hotel Murah di Pulau Dewata
P
ariwisata Bali di 2014 masih diramaikan oleh kedatangan wisatawan berkantong tipis dengan budget rendah. Mereka pun berburu hotel budget (hotel dengan biaya murah) yang kini mulai memenuhi Pulau Dewata. “2014 kunjungan wisatawan budget ke Bali mengalami peningkatan signifikan. Karena sekarang di Bali semakin banyak ada hotel dengan tarif murah dan tiket pesawat promo yang ditawarkan oleh beberapa maskapai penerbangan,” Ketua Indonesia Congress & Convention Association (INNCA) Bali, IB. Surakusuma. Menurutnya, wisatawan budget umumnya berlibur ke Bali bertepatan libur hari besar dan liburan sekolah. Mereka sebagian besar tinggal di hotel-hotel budget. Dengan fasilitas yang serba promo sebenarnya memudahkan para wisatawan yang low budget untuk bisa berlibur ke Bali. “Mau tidak mau Bali akan menjadi wisata budget. Hotel-hotel budget tidak hanya ada di Bali tapi di Singapura juga ada,” kata pria yang akrab disapa Gus Lolec. Hotel budget kini mulai memenuhi Pulau Dewata. Bahkan, dalam waktu dua tahun ini terhitung sudah ada puluhan hotel budget yang dibangun untuk menerima tamu mulai back packer sampai tamu-tamu bisnis. Sepanjang By-pass Ngurah Rai misalnya, kawasan yang dulunya steril dari akomodasi pariwisata, kini justru dipenuhi oleh akomodari yang menawarkan fasilitas berbitang dengan harga murah. Menurut Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) wilayah Bali, Putu Anom, dalam undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang Pariwisata tidak mengenal istilah hotel budget, yang ada hanya hotel bintang dan hotel melati. Namun, faktanya banyak hotel baru yang menawarkan tarif di bawah standar, yakni Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Melihat fakta dan fenomena itu, banyak pengusaha hotel teriak-teriak agar izin hotel murah itu distop. “Sekarang hotel budget justru banyak dibangun berdampingan dengan hotel berbitang yang menimbulkan persaingan tak sehat,” ujarnya. Menurutnya, wisatawan yang menginap
38
5 - 11 Januari 2015
di hotel budget kebanyakan wisatawan domestik, seperti rombongan wisatawan pelajar, mahasiswa, grup domestik, keluarga, perseorangan yang daya belinya rendah atau para karyawan perusahaan, seperti sales, sopir perusahaan dengan budget/anggaran rendah. “Akomodasi seperti itu sebenarnya hotel yang masuk kategori melati dengan tarif relatip murah. Sebab, pangsa pasarnya adalah wisatawan golongan menengah ke bawah. Hanya saja, pelayanan yang ditawarkan setara hotel berbintang,” katanya. Dikatakan, banyaknya budget hotel di Bali telah merusak pasar, sehingga timbul perang tarif yang membuat image pariwisata Bali menjadi murahan di mata wisatawan asing. “Kalau hotel dengan tarif murah sudah mengambil lokasi di kawasan elite atau resort, tentunya akan mengambil porsi pangsa pasar hotel berbintang yang tarifnya memang lebih mahal. Sebab, fasilitas lebih lengkap, karena memang diperuntukkan bagi wisatawan menengah ke atas,” katanya. Mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud ini menyebutkan, banyak akomodasi yang izinnya klasifikasi hotel melati, tetapi kualitasnya hotel berbintang. Hal ini perlu dicermati pemerintah, karena akan tetap terjadi kalau tidak ada ketegasan dari pihak pemerintah dan solusinya dengan memberikan peran dan wewenang kepada asosiasi pariwisata, seperti PHRI dalam pemberian izin akomodasi yang tentunya bersama-sama dengan pemerintah. “Di sinilah pentingnya ketegasan dan kecermatan pemerintah dalam mengeluarkan izin akomodasi, di mana diperlukan kepastian zona-zona lokasi akomodasi sesuai klasifikasi hotel,” tegasnya. Penasihat DPD Asita Bali, Bagus Sudibya juga mengatakan, pariwisata Bali kini diramaikan oleh pertumbuhan budget hotel. Maraknya pembangunan hotel budget di kawasan Bali menjadi penyebab turunya tingkat hunian di hotel berbintang. “Hotel budget terus menjamur, lihat saja nanti, jika tidak segera disikapi akan menjadi kos-kosan. Orang nanti kosnya di hotel,” ketusnya. Sementara, berdasarkan data Puslit Kebudayaan dan Kepariwisataan, Uni-
versitas Udayana. Total kamar hotel di Bali Pada 2009 mencapai angka 46 ribu, hingga 2011 telah terjadi peningkatan kamar sekitar 16 ribu atau mencapai 62 ribu. Berdasarkan wilayah, Kabupaten Badung menempati posisi terbanyak yakni 77 persen. Namun, grafik pertumbuhan kamar hotel berbintang di Badung menurun menjadi 74 persen. Kendati demikian, dilihat dari pertumbuhan kamar hotel non bintang di 2011 lonjakan luar biasa terjadi di Kabupaten Badung menjadi 54 persen dibandingkan periode 2009 dimana Badung memiliki 41 persen. Jumlah kamar hotel berbintang dan non bintang pada tahun 2000 hampir seimbang, namun tiba-tiba melonjak dimana hotel non bintang jauh lebih tinggi jumlahnya dari hotel bintang. Ini adalah upaya mensiasati aturan (moratorium). Parwata
Banjir Sampah
Pantai Kuta Tak Sedap Dipandang Mata SETIAP pengujung akhir tahun, Pantai Kuta selalu dipenuhi sampah. Penyebabnya adalah angin barat yang mulai berhembus dan sampah kiriman itu kini sudah mulai terlihat di pesisir kawasan pantai di Seminyak, Legian dan Kuta. Liburan sebagian wisatawan pun diwarnai dengan pemandangan kurang menyenangkan. Tumpukan sampah tersebar di sepanjang Pantai Kuta, Bali. Tak ayal, tumpukan sampah, yang terdiri dari sampah plastik maupun organik, membaur jadi satu. Tumpukan sampah ranting, dahan, dan batang juga semakin menambah volume sampah di pantai berpasir putih. “Kok kotor sekali pantainya, sayang banget kalau kotor begini, jadi tak sedang dipandang mata,” kesan pertama Mulyawan, wisatawan asal Bandung yang berkunjung ke pantai berpasir putih itu. Dia yang berniat menghabiskan akhir tahun di Bali hanya bisa melihat pantai dari kejauhan dan enggan bermain di laut karena kotor oleh sampah. Beberapa pengunjung lainnya juga memilih hanya
berdiri dan duduk-duduk sembari sekali mengabadikan pemandangan dengan kamera. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, Ngurah Rai Surya Wijaya mengakui, Bali yang telah menjadi rumah kedua bagi wisatawan, terutama bagi wisatawan asal Australia sangat mencintai pantai Kuta. Karena itu, kebersihan dan pantai kuta ini perlu dijaga. Menurutnya, kalangan hotel dan restoran selama ini telah melakukan daur ulang sampah seperti sampah cair yang dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman. Sedangkan sampah basah yang dihasilkan dikirim ke TPA untuk diproses kembali. “Masalah sampah bukan tanggung jawab industri saja, tapi juga masyarakat dan pemerintah. Karena itu mari kita duduk bersama mencarikan solusi yang terbaik bukan dibebankan kepada pihak industri saja,” tegasnya. Sementara Pengamat Pariwisata, Nyo-
Sejumlah karyawan hotel dengan mengenakan pakaian ala Santa Clause melakukan aksi bersih sampah di sekitar Pantai Kuta. Kegiatan bersih-bersih sampah ini serangkaian dengan perayaan hari Natal.
man Kandia menilai persoalan sampah dari tahun ke tahun tidak akan selesai jika penegakan hukum dan penerapannya tidak tegas agar menimbulkan efek jera. “Desa pakraman mempunyai peran penting dalam mengatasi sampah. Dengan membuat awig-awig atau perarem tentang lingkungan akan mendorong masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” ucapnya. Menurutnya, salah satu sumber sampah adalah rumah tangga. Jika sejak dari rumah tangga sudah dilakukan pengelolaan, persoalan sampah akan mudah diselesaikan. Pasalnya, masih banyak oknum masyarakat tak bertanggung jawab membuang sampah tidak pada tempatnya. “Selain mengganggu pemandangan, penumpukan sampah itu juga menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan sekitar,” katanya seraya menegaskan, menjaga Bali agar selalu bersih dan indah bukan hanya tugas pemerintah semata, juga diperlukan peran aktif masyarakat. Memang, masalah sampah kiriman di sejumlah wisata pantai di Badung menjadi kekhawatiran tersendiri bagi dunia pariwisata. Meski secara umum target jumlah kunjungan wisatawan tahun 2014 telah terpenuhi, namun langkah antisipasi tetap dilakukan demi menjaga citra pariwisata Bali khususnya Badung. “Sampah kiriman sudah jadi fenomena tiap tahunnya. Dan perlu dipahami, pemerintah tentu tidak bisa menyetop datangnya sampah. Masalah ini menjadi perhatian khusus karena kami tidak ingin wisatawan kecewa dengan destinasi pariwisata yang mereka kunjungi sehingga bisa menyebabkan citra pariwisata tercoreng,” kata Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Badung Tjokorda Raka Darmawan. Sebagai langkah antisipasi, Disparda Badung telah bersurat kepada asosiasi pariwisata, pengelola pantai dan stake holder pariwisata terkait lain. Pada intinya, Disparda Badung meminta agar pihak asosiasi atau pengelola pantai bisa meminta permakluman kepada wisatawan mengenai fenomena sampah kiriman. Jangan sampai ada kesan, sampah tidak ditangani. Dedy 5 - 11 Januari 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
MUSPROV - Pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprop) ke-1 tahun 2014 Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia Provinsi Bali di Hotel Aston Denpasar, Sabtu (20/12). Acara Musprov ke-1 mengangkat tema ‘’Dalam Menghadapi MEA, Kita Tingkatkan Kemampuan para anggota Gakeslab, untuk Dapat Memberikan Pelayanan yang Baik Kepada Masyarakat’’. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketua Umum Gakeslab Indonesia, Ketua Umum Kadinda Provinsi Bali, dan Pimpinan Rumah Sakit seluruh Bali.
PELANG - Warga Batu Ampar, Desa Penjarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng masih tak menyerah memperjuangkan sertifikat hak milik atas tanah yang telah ditempati dan digarap sebagai lahan pertanian sejak tahun 1958. Sayangnya hingga kini kasus ini dibiarkan berlarut-larut oleh pemerintah Kabupaten Buleleng. Ketua Dewan Pembina LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK) Buleleng Gede Suardana, mengecam ketidakberpihakan pemimpin Buleleng pada masyarakat kecil, penggarap tanah Batu Ampar yang sudah tinggal di tempat tersebut sejak tahun 1950-an. Nampak plang perpanjangan HGB yang dipasang oleh perusahaan di tanah yang diperjuangkan Warga Batu Ampar.
MBP/ist
MBP/ist
BINAAN - Universitas Warmadewa Sabtu (20/12) melaunching Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Bangli sebagai desa binaan. Acara launching desa binaan yang dibuka Wakil Rektor III Universitas Warmadewa Ir. A.A. Mayun Wirajaya, M.M. diintegrasikan dengan kegiatan kerja sosial Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa. Selain mengadakan penyuluhan kepada masyarakat, acara yang digelar selama dua hari hingga Minggu (21/12) juga diisi dengan kegiatan penghijauan ratusan pohon di lingkungan desa setempat.
BERBAGI GALUNGAN - Sebagai bagian dari rangkaian program BNI Berbagi Galungan th 2014, bertempat di aula lantai III Kantor BNI Wilayah Denpasar, Jumat (19/12), Badan Pembina Kerohanian Hindu Dharma BNI (Bapekhind) menggelar acara Dharma Shanti. Acara tersebut menutup rangkaian acara bertajuk BNI Berbagi Galungan yang telah dilaksanakan mulai akhir bulan November lalu. Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda memberikan renungan bertema “Membangun Harmoni & Profesionalisme di Era Global”. Ida Pandita mengajak umat Hindu untuk terus mengembangkan kualitas diri dan menjaga tali silaturahmi antar umat manusia.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40
5 - 11 Januari 2015
MBP/ist
BOOK FAIR - Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) dan Forum Intelektual Muda Hindu Dharma (FIMHD) secara konsisten tetap menyelenggarakan kegiatan berbau Jnana Yadnya yakni Pameran Buku Hindu (Hindu Book Fair Ke-13) dan Festival Anak Hindu Indonesia (FAHI Ke-12) yang diselenggarakan pada 20–24 Desember 2014 di Rumah Pintar Kota Denpasar. Dalam pameran kali ini, dipamerkan sejumlah buku Hindu terbaru dan digelar perlombaan untuk anak Hindu Indonesia.
MBP/ist
HUT NIRMALA - Merayakan HUT ke-12 Nirmala Group pada 27 Desember 2014, segenap komisaris, direksi dan karyawan Nirmala Group menggelar donor darah di lantai 2 Hotel Nirmala Jimbaran, Jumat (19/12). Donor darah yang digelar bekerja sama dengan PMI Bali unit Sanglah, diikuti 42 orang karyawan. Pemilik Nirmala Group, I Made Sujana didampingi Komisaris Ni Nyoman Sudiasih menyatakan, rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, selama 12 tahun usaha yang dirintisnya telah mampu eksis. Hal ini tidak lepas dari komitmen para karyawan yang selama ini telah bekerja keras untuk membesarkan Nirmala Group, dengan menumbuhkan rasa memiliki di antara karyawan.
MBP/ist
HUT BRI - Dalam rangka memperingati HUT BRI yang ke-119, Kanwil BRI Denpasar menyelenggarakan beragam kegiatan. Di antarannya donor darah, lomba menari Bali, lomba menyanyi atau BRI Idol, dan lomba olahraga. Pada Sabtu, 20 Desember 2014, puncak acara kegiatan HUT BRI digelar di Lapangan Niti Mandala Renon dalam bentuk Family Gathering. Acara Family Gathering dihadiri oleh Komisaris Bank BRI Bapak Heru Lelono, Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Widodo Januarso, Inspektur BRI Denpasar Wahyu Waluyo, dan seluruh jajaran, karyawan Bank BRI se-Bali beserta keluarganya.
MBP/ist
MANGUPURA CUP - Kejuaraan Mangupura Cup II Kejuaraan Silat Perisai Diri Kabupaten Badung digelar di GOR Pratu Gentir, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada 20 hingga 21 Desember lalu. Kejuaraan ini disambut antusias dan diikuti 256 atlet PD dari siswa SD, SMP dan SMA se-kabupaten Badung. Para peserta kejuaraan ini terbagi dalam 12 kontingen, yakni ranting PD Mengwi A, Mengwi B, Kapal, Sempidi, Carang Sari, Sading, Jimbaran, Pecatu, Munggu A, Munggu B, Legian, dan Seminyak. 5 - 11 Januari 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
MERIAH - Puncak Dies Natalis V Monarch Bali dan Anniversary PT Ratu Oceania Raya Bali berlangsung meriah di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (20/12) lalu. Sebelumnya beberapa rangkaian kegiatan antara lain peduli kasih Monarch Bali diisi pemberian sumbangan ke panti asuhan maupun penduduk kurang mampu di lima kabupaten di Bali. Seperti Panti Asuhan Widya Asih dan Shidi Astu di Badung, masyarakat kurang mampu di Br. Samuh, Candidasa, Panti Kesayanikang Papa dan Guna Senang Hati di Gianyar, masyarakat kurang mampu di Desa Lokapaksa, Buleleng, dan lansia kurang mampu di Negara.
DISERTASI - Putu Parwata saat memaparkan disertasinya di hadapan tim penguji. Sukses berkarier di dunia politik dan bisnis, tak membuat Drs. I Putu Parwata, MK.MM., melupakan pentingnya pendidikan. Buktinya, pada Senin (22/12), anggota DPRD Badung itu menuntaskan kuliah S-3 dengan mengikuti Ujian Terbuka Promosi Doktor di Program Pascasarjana Universitas Udayana (Unud). Pada ujian terbuka tersebut, di hadapan tim penguji dan undangan, Parwata memaparkan disertasinya “Peran Pemerintah Terhadap Modal Sosial dalam Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan di Badung Utara.”
MBP/ist
MBP/ist
DOKTOR - Universitas Warmadewa (Unwar) melahirkan doktor baru yang berasal dari Fakultas Hukum Unwar. Doktor ketujuh ini, Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. sukses mempertahankan disertasinya berjudul “Kedudukan Hukum Anak Luar Kawin dalam Perspektif Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUUVIII/2010” di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) dengan predikat lulusan cumlaude. Nampak dalam foto Ketua YKKPB Wisnumurti bersama Prof. Sukarsa dan dosen FH Unwar memberi selamat kepada peraih doktor, I Nyoman Sujana.
SUKSES - Pameran kali kedua Pengembang Properti HardysLand dan merupakan yang pertama di Bali yang digelar di Mall Bali Galeria berlangsung sukses. Pameran Properti yang dimulai pada 13 Desember 2014 tersebut, di hari perdana langsung dikunjungi artis nasional, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Gigi). Mereka berdua mengunjungi lokasi unit vila yang dibeli saat pameran Perdana HardysLand dalam gelaran Real Estate Expo (REE) 2014 di JCC, Senayan-Jakarta pada 15 – 23 November 2014 lalu. Nampak dalam foto Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy mengapit Raffi Ahmad dan Nagita Slavina saat berkunjung di Expo HardysLand di Mall Bali Galeria pada Sabtu (13/12) lalu.
42
5 - 11 Januari 2015
MBP/ist
MBP/ist
GERAK JALAN - Lomba gerak jalan gembira serangkaian HUT ke-62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar patut diacungi jempol karena mampu menggelorakan semangat perjuangan dan nasionalisme. Jalan gembira pada Minggu ( 21/12) dilepas langsung Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, M.S. Chandra Jaya, bersama Ketua Pembina Dr. Karlota dan Ketua Pengawas, Made Karmajaya. Sebanyak 57 regu dari SMP, SMA,SMK hingga mahasiswa Undwi mengikuti lomba ini. Nampak Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya beserta pengurus saat melepas peserta lomba jalan gembira HUT ke-62 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar.
HADIAH UTAMA - Salah satu rumah di bilangan Sanur Denpasar, tiba-tiba saja ramai oleh suara sirene motor dan mobil polisi. Bukan karena ada suatu tindak kejahatan, melainkan karena rombongan hadiah utama mobil Undian Tabungan Jumbo Wow 2014 periode III yang dikawal oleh satuan Pengawal Jalan Raya (PJR) Polda Bali. Ibu Ong Mei Ling sangat terkejut menerima tamu rombongan dari BPR Lestari. Nampak dalam foto Ong Mei Ling saat menerima hadiah utama mobil Undian Tabungan Jumbo Wow 2014 periode III BPR Lestari.
MBP/ist
MBP/ist
HARI IBU - Peringatan Hari Ibu, Senin (22/12) di Unwar berlangsung sumringah dan kocak. Panitianya semua laki-laki dan penari jogednya juga semua kaum laki. Mereka langsung menghibur anggota Ikatan Wanita Warmadewa (Iwanwar) Denpasar. Termasuk mengibing bersama Ketua Iwanwar Nyonya Suryati Sukarsa, Ketua Pembina Iwanwar Ir. A. Diah Wisnumurti serta Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Prov. Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Acara ini membuat ratusan kaum ibu tertawa terpingkal-pingkal. Acara utamanya sebenarnya penyerahan dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) YKKPB 2015.
HADIR - Koperasi Mitra Bakti Nusantara (Komitra) kini hadir di Bali untuk berkontribusi memperkuat ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat Bali. Bahkan, Pengurus Komitra Provinsi Bali dan kabupaten/kota di Bali telah secara resmi dilantik, Senin (22/12), di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar bersamaan dengan pelantikan pengurus Komitra Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB dan kabupaten/kota di provinsi tersebut. Hingga kini kepe-ngurusan Komitra telah terbentuk di 13 provinsi dan di 70 kabupaten kota se-Indonesia. 5 - 11 Januari 2015
43
TRADISI
“Bumi Sudha”
Mengharmoniskan Jagat, Antisipasi Bencana Alam
M
enjelang pergantian tahun, Pulau Bali masih dalam suasana cuaca buruk. Hujan deras disertai angin kencang, belakangan telah banyak menimbulkan bencana alam. Mulai dari gelombang pasang yang berakibat abrasi, tanah longsor, banjir, hingga hawa penyakit bagi manusia. Mengantisipasi ancaman bencana alam lebih parah, warga akhirnya menggelar upacara Bumi Sudha, guna memohon keselamatan. Upacara Bumi Sudha digelar bertepatan dengan tilem sasih kaenem, Minggu (21/12) lalu. Upacara Bumi Sudha yang keenam sejak tahun 2009 ini, dipusatkan di Pura Watu Klotok, Klungkung. Warga percaya, dengan melaksanakan upacara ini, dapat menjaga keseimbangan alam beserta isinya. Selain itu juga sebagai langkah antisipasi terharap kemurkaan alam dengan makin banyaknya terjadi bencana alam. Upacara Bumi Sudha dilaksanakan tiap tahun. Pelaksanaan tahun ini di-puput Ida Pedanda Gede Putra Tembau dari Gria Aan, Banjarangkan. Upacara diawali dengan mendak Ida Batara Tirta dari Pura Agung Besakih dan Pura Lempuyang (Gunung) serta Ida Batara Tirta dari Pura Ulundanu Batur (Danau) di madya man-
dala Pura Watu Klotok. Selanjutnya, tirta pamarisudha dari ketiga pura ini dicampur menjadi satu dengan tirta pamarisudha di Pura Watu Klotok (Laut). Ida Pedanda mengatakan tahun ini ada penambahan tirta pamarisudha dari Pura Luhur Lempuyang, karena adanya berbagai peristiwa serangan kera terhadap para pamedek yang hendak tangkil ke Pura Lempuyang. Situasi itu menimbulkan kekhawatiran terhadap umat dan pelaksanaan setiap piodalan di pura setempat. Setelah dibahas dalam rapat diputuskan ada penambahan tirta pamarisudha dari Pura Luhur Lempuyang. “Sehingga setelah rapat diputuskan, di Pura Lempuyang juga digelar upacara Bumi Sudha,” ujarnya. Setelah tirta pamarisudha dicampur, selanjutnya tirta tersebut dibagikan kepada masingmasing Bendesa se-Bali lengkap dengan tirta penawar dan ajengan (nasi) tawur panukun jiwa. Setelah nantinya dibagikan kepada krama (masyarakat) oleh para bendesa, tirta pamarisudha tersebut dipercikkan untuk banten pangenteg hyang dan untuk diri sendiri. Sedangkan tirta penawar dipercikkan untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan, terutama yang terkena penyakit atau virus
dan ajengan tawur panukun jiwa ditebar di areal pekarangan rumah hingga ke pintu gerbang atau jaba pekarangan. Panitia upacara, Dewa Soma mengatakan upacara ini awalnya tercetus dari hasil paruman sulinggih, dalam mengantisipasi adanya bencana seperti tanah longsor, banjir, abrasi dan bencana lainnya yang diakibatkan perubahan cuaca. Sebab, para sulinggih berpandangan, alam juga harus diharmoniskan, agar tidak malah menimbulkan malapetaka bagi umat manusia. “Upacara ini juga untuk membersihkan alam dan sebagai peneduh agar semua kembali ke titik nol,” jelas tokoh agama asal Desa Satra ini. Ia menambahkan, dengan adanya penambahan tirta pamarisudha dari Pura Luhur Lempuyang ini, keganasan kawanan kera di bukit itu bisa mereda. Umat pun nantinya tidak was-was lagi saat pedek tangkil. Sesuai dengan sastra agama (rogha sanghara bhumi, tutur babad dewa, usadhaning sarwa sato), berbagai kejadian bencana alam saat ini disimpulkan sebagai kadurmangalan jagat, yang harus disikapi dengan melaksanakan ritual pembersihan alam makro-mikro. Baik secara sekala maupun niskala, yakni upacara Bumi Sudha. Secara sekala, umat harus selalu membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta pengendalian diri. Tidak berperilaku anarkis terhadap alam. Secara niskala, dengan melaksanakan ritual Bumi Sudha di tiga lokasi yakni gunung (Besakih), danau (Batur), laut (Klotok). Budayawan ini menegaskan, ritual ini dilaksanakan pada tilem kaenam. Sebab dalam perhitungan astronomi Hindu di Bali, sasih kaenam adalah ‘’sasih ganjih’’. Artinya sasih rentan atau sasih disharmoni. Sehingga, wabah penyakit maupun bencana terjadi dalam kurun waktu sasih ini hingga sasih kesanga. “Jika ritual ini dilaksanakan dengan landasan sikap mental yang baik, akan memberikan kontribusi yang baik terhadap alam beserta isinya,” katanya.
MBP/bagiarta
Bagiarta
Pamedek saat mengambil ajengan nasi tawur manukun jiwa.
44
5 - 11 Januari 2015
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
TEGEH KORI – Suasana piodalan pura kawitan dari Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) ini terasa berbeda mengingat bahwa di 2014 ini, telah lahir dua orang sulinggih dari Trah Ksatria Dalem Tegeh Kori, sehingga nuansa kebahagiaan dirasakan oleh seluruh semeton di Nusantara. Nampak dalam foto Ida Shri Bhagawan Bajra Mukti, Ida Pandita Nabe Shri Bhagawan Dwija Putra Yoga Wiswa, Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Wira Kerti, Drs. Nyoman Gde Suweta (Ketum), Dr. Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS III (Sekjen), I Gst. Bgs. Hadipta Sukarna (Wakil Ketua I) saat Mahasabha PANDBTK 2014 di Buleleng.
HARI JADI - Melia Bali merayakan Hari Jadinya yang ke-29 dan FSP Par Unit Melia Bali yang ke-28. Mengusung tema “Guest Satisfaction Through Passion for Service”, perayaan yang dilaksanakan pada 6 Desember 2014 di Puri Bali itu mengundang seluruh karyawan beserta keluarganya. Setelah tarian pembuka dan koor Mars SPSI dari karyawan Melia Bali, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Hotel Manager Melia Bali Magdalena Martorell beserta seluruh jajarannya dan Ketua FSP Par Unit Melia Bali Putu Yadnyana, beserta seluruh jajarannya.
MBP/ist
MBP/ist
HUT - Sebagai rangkaian peringatan HUT ke-12, Nirmala Group membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, petani garam dan petugas kebersihan di lingkungan Jimbaran, Selasa (23/12). Pembagian sembako dilakukan Owner Nirmala Group I Made Sujana, BAE. disaksikan Lurah Jimbaran Ketut Rimbawan, S.ST. di Kantor Lurah setempat. Menurut Made Sujana, pembagian sembako yang rutin dilakukan tiap HUT, merupakan program Coorporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang memerlukan.
SEMINAR - Fakultas Hukum Unmas Denpasar bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (22/12) menggelar seminar nasional bertajuk “Alternatif penyelesaian sengketa (APS) dalam rangka perlidungan konsumen sektor jasa keuangan”. Seminar menurut Ketua Panitia I Gusti Ngurah Anom diikuti 200 mahasiswa menampilkan pembicara I Putu Armaya, S.H., (Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali) tentang ‘’Melindungi jasa konsumen’’. Deputi Direktur Pembelaan Hukum Pelindungan Konsumen tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) di sektor jasa keuangan dan Kaprodi FH Unmas, Dr. I Wayan Wiryawan, S.H., M., soal eksistensi LAPS sektor jasa keuangan dalam sistem hukum di Indonesia. 5 - 11 Januari 2015
45
PROPERTI
Kayu Semakin Sulit
”Parket Laminate” Jadi Trend NATURAL dan klasik, kesan itu memang kental pada rumah yang dominan menggunakan material kayu. Namun, pemakaian material kayu ini haruslah tetap disesuaikan dengan kondisi alam sekitar, dimana rumah itu dibangun. Yang terpenting lagi, ketersediaan kayu itu sendiri. Mengingat, saat ini ketersediaan kayu semakin menipis. Namun hal ini sekarang bukanlah terlalu menjadi halangan untuk tetap bisa memiliki rumah terutama dengan lantai kayu, misalnya. Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, muncul ide-ide cemerlang untuk mengatasi masalah ini. Solusinya yakni dibuatlah parket laminate yang merupakan pengembangan dari lantai kayu. Produk ini merupakan beberapa lapis material yang direkatkan menjadi satu. Salah satunya yakni lapisan bermotif kayu yang dibuat dari resin. Sedangkan lapisan paling atas yakni film transparan yang berfungsi sebagai pelindung sehingga parket laminate tahan gores dan tahan air. “Produk ini memang lagi tren di Indonesia, termasuk Bali. Banyak sekali keuntungannya menggunakan produk ini,” kata salah satu arsitek Bali Ir. I Made Suardana. Menurut Suardana, papan jati atau
46
5 - 11 Januari 2015
tripleks jati sudah tidak nyaman digunakan karena kualitasnya tidak bagus dan sulit diaplikasi. Sedangkan keuntungan menggunakan parlet laminate yaitu harga terjangkau, pilihan warnanya banyak, mudah aplikasinya, antigores, dan rendah maintenance serta ramah lingkungan. Produk ini lebih cocok untuk bangunan yang ada interiornya, lebih condong ke bangunan minimalis. “Kalau model etnik kurang bagus. Jika lantai parket boleh untuk bangunan apa saja,” ujarnya. Dibandingkan harga keramik, memang produk satu ini lebih mahal. Tapi kalau dibandingkan dengan granit, harga parket laminate lebih murah. “Semua tergantung selera sih. Tapi parket ini lebih menjanjikan bila dilihat dari sisi estetika dan artistik karena lantai akan kelihatan lebih keren,” tegas Suardana. Saat ini, menurut Operation Director PT Grha Giri Kencana ini, konsumen lebih suka dengan model natural dan pasti menjatuhkan pilihannya ke produk ini. Apalagi bila disejajarkan dengan pemakaian batu alam. Sementara kalau kelemahannya, kata Suardana, salah satunya adalah akan lebih mudah tergores, tapi lebih tahan dibandingkan dengan parket yang murni dari kayu. “Kalau bicara parket, ada dua pilihannya, ada parket asli dari kayu dan parket yang dari bahan
laminating. Selain untuk lantai rumah, juga banyak dipakai untuk kamar vila. Banyak yang sudah pakai,” tandasnya. Parket laminate ini, ditegaskannya, tidak terlalu terpengaruh oleh cuaca. Kalau parket asli dari kayu, itu rawan pada daerah lembab dan juga bahaya kalau daerah tersebut ada unsur kandungan tanah yang ada rayapnya. “Saya sudah dua tahun lebih menggunakannya, khusus buat interiornya. Colour dan motif atau sisiknya itu sama dengan kayu, misalnya model kayu jati. Yang istimewanya lagi, tidak perlu ada polituran,” ujar Suardana. Hal ini juga diakui salah seorang pebisnis properti, Ida Bagus Dedy Darmawan. “Lumayan bagus untuk variasi. Kalau dilihat dari kekuatan, pastinya tidak tahan lama karena kalau kena air pasti gelembung dan hancur,” katanya. Ditambahkannya, jika perubahan cuaca dari panas ke hujan dan lembab, produk yang tergolong baru ini memang lebih cepat lepas. Sedangkan keunggulannya, produk ini terlihat baru dan indah, tapi sementara saja. “Supaya awet, cara pasangnya harus tepat dan yang masang harus ahli. Hindari lembab dan air serta suhu harus stabil,” ujar Dedy. Kerta Negara
Hangat dan Artistik dengan Lantai Kayu RUMAH besar dan megah serta mewah, belum menjadi jaminan membuat betah penghuninya jika desainnya kaku. Sebaliknya rumah mungil minimalis malah terkadang membuat betah bukan hanya penghuninya, mereka yang beraktivitas di dalamnya bahkan tamu yang datang. Tetapi semua itu memang sangat relatif sifatnya karena sangat tergantung dari selera masingmasing. Namun, desain rumah diakui sangat mempengaruhi semua itu. Belakangan yang cukup menjadi trend, desain rumah menggunakan lantai kayu. Jika sebelumnya tegel dianggap sudah cukup, lalu digantikan granit, kini banyak rumah dan perkantoran yang memilih lantainya dengan material kayu. Pilihan pun bermacam-macam, mulai dari gypsum, parket laminate dan banyak lainnya lagi. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dari pemakaian material kayu untuk lantai rumah/perkantoran. Salah satu kelebihan menggunakan lantai kayu atau wood ooring adalah sejuk waktu panas, hangat waktu dingin, indah dan anggun, nyaman akrab, tidak masuk angin kalau ditiduri, hygienic dan non allergy, tidak
membongkar dan merusak lantai kayu awal. Selain itu, lantai kayu mempunyai banyak warna dan corak untuk menyesuaikan dengan interior yang diinginkan, mudah diperbaiki dan diganti, cocok untuk ruangan audio dn video, hemat waktu pemasangan dan pemeliharaan, didukung aksesoris untuk keindahan ruangan. Secara umum, untuk membersihkan lantai kayu di rumah dapat menggunakan sapu lembut berbahan bulu atau sulah. Mengingat, walaupun lantai kayu tersebut antigores, tidak menutup kemungkinan terjadi goresan akibat kesalahan memilih sapu. Sebaiknya pergunakan sikat yang lembut pada vacuum cleaner agar lantai terhindar dari goresan. Bersihkan lantai dengan vacuum 1 atau 2 kali seminggu. Walaupin lantai kayu yang kita miliki termasuk dalam lantai kayu yang bermutu tinggi, alangkah baiknya menghindari lantai kayu dari air yang merupakan musuh terbesarnya. Apabila lantai kayu tersebut terkena air, dapat dibersihkan dengan handuk lembut, lalu keringkan. Pada saat membersihkan lantai kayu, pergunakanlah lap yang kering. Air dari lap basah dapat merembes ke dalam pori-pori lantai kayu yang mengaki-
batkan kerusakan. Pemakaian lantai dari bahan kayu kini makin trend karena kesan alami dan natural dalam rumah akan tercipta. Bagi yang menyukai suasana alam, pemakaian lantai kayu ini bisa membuatnya merasa betah berada di dalam rumah. Motif kayu yang beraneka ragam menjadikan kita lebih leluasa dalam memilih motif sesuai dengan desain interior ruangan. Kelemahan lainnya, lantai kayu yang kurang mendapatkan perlakuan khusus saat akan dipasang terutama penanggulangan terhadap rayap, pasti akan mudah mengalami keropos karena ulah rayap ataupun kelembaban. Kelembaban akan berpengaruh terhadap kayu, karena kayu menjadi mudah lapuk dan menimbulkan bau yang kurang sedap. Kelemahan lainnya, sifatnya yang bisa memuai ataupun menyusut saat terjadi perubahan suhu yang drastis. Jika lantai kayu mengalami pemuaian maka akan menjadikan lantai tidak rata dan tidak nyaman. Jika terkena noda dari tinta atau cat sulit untuk dibersihkan. Sugiarta/dari berbagai sumber
WISATA
DTW Yeh Pulu banyak dikunjungi wisatawan Cina, Jepang dan Eropa.
Yeh Pulu
Gambarkan Kehidupan Masyarakat Bali Kuno
P
ernah mendengar nama Yeh Pulu? Nah, sekali waktu cobalah berwisata ke objek yang terletak di Banjar Batu Lumbang Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar itu. Daya Tarik Wisata (DTW) ini sangat dekat dengan Goa Gajah dan Ubud atau sekitar 14 Km dari Kota Denpasar. Relief yang ada di dinding itu menggambarkan masyarakat Bali Kuno. Tempat wisata itu tergolong damai dan aura positif terasa kental. Saat menuruni jalan setapak perjalanan sangat nyaman karena dihibur oleh suara burung dan binatang lain yang hidup damai di persawahan itu. Jika terasa gerah dan ingin terasa tenang, silakan menyucikan diri di beji yang terletak di sebelah kanan jalan masuk ke areal objek. Suasana suci akan lebih terasa setelah memasuki gapura kecil yang tampak kuno itu. Relief berjejer di tebing yang bergaya pahatan abad XIV Masehi. Relief sepanjang 25 meter dengan tinggi 2 meter itu
48
5 - 11 Januari 2015
melukiskan tentang kehidupan di dalam hutan, sehari-hari dan aktivitas masyarakat tempo dulu. Relief ini ditemukan pada tahun 1951 oleh punggawa Ubud dan berdasarkan gaya pahatan relief ini berasal dari abad XIV Masehi. Yeh Pulu terletak di Banjar Batu Lumbang. Wisatawan asal Cina, Jepang dan Eropa paling banyak berwisata ke sini. Sebab, mereka bisa melakukan tapa semadi di goa-goa tebing itu. Paling selatan ada patung Ganesha sebagai simbul perekonomian. Wisatawan yang ingin bermeditasi, bisa melakukan tapa yoga di goa di sebelah relief yang perkirakan sebagai pertapaan Raja Bali kuno terakhir sebelum runtuhnya Bali administrasi Majapahit di l343. Maka tak heran, kalau tempat ini sering menjadi pusat penelitian bagi para peneliti dari dalam dan luar negeri. Mereka ingin mengenali makna tersirat di balik batuan dinding tebing batu di bukit-bukit itu. Sementara Yeh Pulu itu terletak di sebelah
barat yang dipagar dengan batu bata. Yeh Pulu merupakan air yang keluar dari tengah pulu (seperti payuk). Kawasan ini sangat disucikan, sehingga airnya sering dipakai untuk orang berbisnis ataupun melukat. Yeh Pulu salah satu monumen klasik merupakan sejarah Bali Kuno (abad ke-14 M) sebuah upaya mempertahankan pengetahuan penuh seni hingga kini. Semua benda sejarah itu dirawat oleh anggota Subak di sana. Karena upaya pelestarian itu, suasana alam di sana sangat asri. Percikan air selalu mengalir sepanjang parit membuat suasana di sekitar objek ini benar-benar damai dan memesona. Sebagai DTW yang nyaman dan layak dikunjungi, Yeh Pulu sering dipromosikan oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Gianyar. Budarsana www.bali-travelnews.com
Karya Unik dan Demo Lukis Pura Taman Ayun TAMAN Ayun, Mengwi, Badung, sudah tak asing lagi bagi penikmat wisata. Di sebelah barat areal pura tersebut terletak studio lukis dengan bangunan klasik yang memajang berbagai jenis karya lukisan. Terdapat pula karya lukis telor serta barong yang terbuat dari daun dan berbagai jenis buah lokal. Dalam ruang yang tak terlalu besar, memajang berbagai lukisan di atas kanvas dengan berbagai aliran. Ada yang menempel di tembok, pintu, tiang juga plafon. Bangunan tersebut penuh dengan karya lukis besar dan kecil. Antara lain berukuran 1,5 meter X 1 meter ada pula yang berukuran 20 x 30 cm. Dan yang menjadi daya tarik wisatawan, adanya seniman yang demo membuat lukisan di atas kanvas dan juga melukis telor. Mereka merupakan seniman alam yang berasal dari Desa Mengwi. Sayangnya, demo seni itu biasanya ada setelah pukul 10.00 wita
hingga pukul 14.00 wita. Lukisan yang paling unik dan banyak diminati wisatawan adalah lukisan beraliran modern yang bercorak spiritual. Di antaranya berwujud pura, dewa-dewa, budha dan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. “Karya ini sesuai dengan kondisi seni lukis yang berkembang terus. Lagian, jenis lukisan spiritual ini yang digandrungi wisatawan saat ini,” kata I Ketut Nuada (51), pelukis yang biasa demonstrasi di sana. Nuada mengatakan, lukisan spiritual itu biasa dibuatnya pada saat bulan kartika atau purnama kapat. Karena pada hari itu ada kekuatan dewa dan juga sebagai hari baik melakukan pelayanan kepada Tuhan. “Bagi saya melukis spiritual itu sebagai wujud bakti saya kepada Tuhan. Itu sama dengan melakukan meditasi di samping memiliki nilai ekonomis,” terangnya. Menurutnya, lukisan ini bisa sebagai alat untuk membantu kita berkonsentrasi.
Lukisan itu akan selalu mengingatkan orang kepada Tuhan, selain belajar karakter dan warna Tuhan. Ia kemudian mencontohkan lukisan Dewi Saraswati yang berpakaian putih berdiri di atas bunga lotus, memiliki wajah cantik bertangan empat memegang benda yang memiliki simbul-simbul. Lukisan spiritual itu, tambah Nuada dibuat untuk menyucikan indria kita. Lukisan para dewa misalnya, lukisan ini memberikan vibrasi positif, sehingga harus pintar-pintar memajang di rumah. “Adanya pameran dan demo lukis itu sebagai atraksi wisata tambahan, setelah melihat-lihat keagungan dari Kawasan Taman Ayun sebagai World Haritage Culture oleh UNESCO,” terangnya. Budarsana www.bali-travelnews.com
Karya-karya lukis yang dipajang di studio lukis DTW Taman Ayun, Mengwi. 5 - 11 Januari 2015
49
PROFIL
dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes.
Menuju Pelayanan CEMPAKA
W
anita yang satu ini sangat energik. Ia berprinsip, jika mau maju, harus berani capek. Ketika sudah maju, tentu ada imbas ke dalam. Hal ini yang selalu ditekankan Kepala Puskesmas III Denpasar Selatan, dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes. kepada para stafnya. Pola kekeluargaan dan berlaku adil selalu diterapkannya kepada semua staf. Sejak dipercaya menjadi Kepala Puskesmas tahun 2006, dr. Trisna selalu berupaya melakukan perubahan untuk memajukan puskesmas. Untuk itu ia tak segan-segan belajar ke rumah sakitrumah sakit, hingga ke RS Tabanan guna mendapatkan wawasan terkait pelayanan publik. “Kepala Puskesmas hanya mengkondisikan, memberi arahan dan konsep, selanjutnya semua kembali ke dukungan staf,” ujarnya. Muara dari upaya-upaya tersebut adalah memberikan pelayanan yang makin baik kepada masyarakat. Dengan pelayanan yang baik, didukung kondisi puskesmas yang bersih dan sarat berprestasi, tentunya memiliki nilai lebih dan makin dipercaya masyarakat. Dokter Trisna yang kerap dipercaya sebagai instruktur dan narasumber materi kesehatan ini tak menyangkal, kemajuan pesat pada Puskesmas III Densel tak lepas dari seringnya mengikuti lomba. “Dengan mengikuti lomba-lomba ini, puskesmas yang awalnya minim sarana menjadi memiliki standar,” tegasnya. Sebut saja salah satunya, pengadaan kursi medikal di ruang tunggu pasien yang secara medis bias dipertanggungjawabkan. Selain itu, diterapkan juga standar pelayanan 3S (senyum, salam, sapa) agar para pasien merasa nyaman. Di puskesmas yang dipimpin istri dr. Putu Andrika, Sp. PD, KIC ini memiliki beberapa program prioritas. Salah satunya, promotif dan preventif. Promosi kesehatan (promkes) masyarakat, yang dilakukan melalui penyuluhan-penyuluhan secara langsung ke masyarakat atau melalui siaran keliling, pemutaran film kesehatan melalui TV yang terpasang di ruang tunggu, penyebaran brosur, posyandu. Promkes ini dinilainya paling efektif sebagai tindakan preventif. Karena dengan
50
5 - 11 Januari 2015
dr. Nyoman Sri Trisnawati, M.Kes.
meningkatkan pengetahuan, masyarakat menjadi lebih aware untuk bisa mencegah dan memberikan penanganan awal/ pertama jika keluarganya ada yang sakit. Seperti untuk promotif preventif diare, masyarakat diajarkan bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar.Prioritas lain, program kesehatan lingkungan. Ini telah dikondisikan puskesmas secara utuh, di dalam dan di luar gedung. Puskesmas membuat tim kerja untuk pengolahan sampah secara terstruktur dan terkondisi. Sampah organik (daun, dan sisa makann) diolah menjadi pupuk, sampah kertas dan plastik pengelolaannya bekerjasama dengan desa setempat, dan sampah medis juga dikondisikan dengan mengadakan tenaga outsourcing. Tak ketinggalan, limbah cair yang juga mampu diolah puskesmas melalui IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) menjadi air bersih untuk penyiraman kebun. Puskesmas yang meraih Juara I Lomba Puskesmas Berprestasi tingkat Kota Denpasar tahun 2007, Juara II Lomba Puskesmas Berprestasi tingkat Provinsi Bali tahun 2007 ini selalu berbenah untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan.
“Kami sudah meraih sertifikat ISO 90012008 tahun 2011,” ujar dr. Trisna yang pernah meraih Dokter Teladan Kabupaten Buleleng tahun 1998 ini. Untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat akan pelayanan puskesmas, diadakan poling unit pengaduan dari berbagai sumber, yakni via sms, web, e-mail, telepon, kotak saran pengaduan, dan meja khusus. Pengaduan yang masuk, sesegera mungkin ditindaklanjuti. Contoh, ada permintaan pasien untuk penIndex kepuasan masyarakat ini juga dilakukan dengan pemberian kuisioner kepada masyarakat yang datang ke puskesmas, baik pasien sehat ataupun sakit, dan dievaluasi tim independen (Stikes Bali) melalui MoU. Juga, ada penilaian masyarakat pada masing-masing ruang pelayanan yang dipakai sebagai evaluasi harian. Kualitas mutu pelayanan terus dibenahi. Saat ini Puskesmas III Densel didukung dengan sistem antrian digital, yang menjamin setiap pasien akan mendapatkan prioritas yang sama dalam pelayanan. Selain itu, untuk alasan keamanan, sudah pula dipasang CCTV yang setiap saat melakukan perekaman terhadap segala aktivitas yang terjadi. Pemasangan CCTV ini juga berfungsi sebagai kontrol serta jaminan atas transparansi dan kinerja para petugas puskesmas. Dengan berbagai dukungan IT tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas III Densel menuju pelayanan CEMPAKA (Cepat, Efisien, Mudah, Profesional, Aman, Keadilan, dan Asri). Beberapa prestasi yang diraih Puskesmas III Densel antara lain: Nominee III Lomba Citra Pelayanan Prima tingkat Prov. Bali tahun 2008; Piagam Penghargaan Lomba Citra Pelayanan Prima (CPP) tingkat Nasional 2008; Kategori Baik atas Partisipasi pada Kegiatan Penyelenggaraan CPP Kota Denpasar 2009; Tenaga Gizi Teladan tingkat Kota Denpasar 2010; Tenaga Dokter Teladan tingkat Kota Denpasar 2012; Tenaga Paramedis Teladan tingkat Kota Denpasar 2013; dan meraih Sertifikat ISO 3 tahun pada tahun 2014. Inten Indrawati