70 | 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
Tolak Reklamasi
Makin Kokoh
RP R P 20.000 20 000 00 0 00 00
DAFTAR ISI OPINI HAM di Tengah Problem Kekerasan 6 BALI SEPEKAN Gianyar Larang Penjualan Kembang Api 7 LAPORAN UTAMA Tolak Reklamasi Makin Kokoh 8
KESEHATAN Nyeri Bukan Kepalang 24 LENSA Anak dan Judi 26 OLAHRAGA Momentum 2014 28 PERNIK Terompet, Petasan dan Kembang Api
Identik dengan Pergantian Tahun 35
LINGKUNGAN ”Shortcut”, Tak Hanya
Urai Kemacetan 36
Perjanjian Rahasia Terkoyak 9 ”Sosot Upadrawa” 10 BISNIS Habiskan Dana Rp 70,2 Miliar
Auto2000 Buka Depo di Tabanan 12
PEMERINTAHAN Jelang Akhir Tahun
Bupati Badung Pantau Proyek APBD di Badung Selatan 14
POLITIK Ekspresi Keresahan Kader 16 UU Desa Jangan Tergesa-gesa 17 PENDIDIKAN Tergerus Perkembangan TV,
Minat Baca Masyarakat ”Jeblok” 18
PARIWISATA Hikmah di Balik Melemahnya
Nilai Tukar Rupiah Pariwisata Bali Untung, Impor Buntung 38 TRADISI “Gebug Ende” di Buleleng
Media Mohon Hujan Saat Kemarau Panjang 44
MANCANEGARA AS dan Kuba Siap Damai 20 DAERAH Kabupaten Klungkung
Wilayah Terkecil, Korupsinya Paling Marak 22
PROPERTI Rumah Stil Bali
Terdesak Kos-kosan 46
PROFESIONALISME Rahasia Tampil Profesional 50 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
3
DARI PEMBACA
Warga Desa Kesulitan Air K
esulitan air yang dialami masyarakat di pedesaan yang terangkat dalam pemberitaan media massa hanya sedikit dari banyak cerita duka lara warga pedesaan soal kekeringan, kesulitan mendapatkan air bersih, irigasi yang tidak maksimal, dan sebagainya. Sayang sekali di wilayah Bali yang ‘kaya’ ini masih saja ada duka lara seperti ini. Tidakkah ada yang tergerak, dari jajaran pemerintah daerah atau warga masyarakat biasa, untuk menolong masyarakat yang kesulitan? Apa pun bentuk solusinya, entah bantuan peralatan, teknologi tepat guna, sistem penampungan dan pengelolaan air hujan untuk antisipasi kemarau atau apa pun. Pemerintah Daerah, tergeraklah, lebih pedulilah kepada warganya yang tengah mengalami kesulitan. Jangan biarkan warga desa terus bergulat dengan keprihatinannya. Riandari Saras B. Denpasar Selatan
Reformasi Birokrasi H
al yang penting dalam reformasi birokrasi adalah perubahan mind-set dan culture-set serta pengembangan budaya kerja. Reformasi birokrasi diarahkan pada upaya-upaya mencegah dan mempercepat pemberantasan korupsi, secara berkelanjutan, dalam menciptakan tata pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa (good governance), pemerintah yang bersih (clean government), dan bebas KKN. Beberapa reformasi birokrasi misalnya reformasi kelembagaan dan kepegawaian, keuangan, perbendaharaan, perencanaan dan penganggaran, keimigrasian, kepabeanan, perpajakan, pertanahan, dan penanaman modal. Reformasi birokrasi menjadi bagian penting ketika dikaitkan d e n g a n pe l a y a n a n ya ng efektif dan efisien kepada masyarakat. Makna ini lebih jelas ketika mengaitkannya dengan misi aparat birokrasi yang bertujuan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sehingga, bisa memberikan kesejahteraan dan rasa keadilan pada masyarakat banyak. Kita mendukung upaya pemerintah Presiden Joko Widodo dalam reformasi birokrasi dan efisiensi guna menyejahterakan rakyat. Dini Kinanthi Putri Jl. Raya Lenteng Agung Jaksel
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
4
Mengoyak Peradaban Bali BALI makin terkoyak. Aliran investasi membuat tanah, laut dan budaya Balai terus terkikis. Perimbangan penduduk lokal dan pendatang yang makin mepet membuat Bali di ambang ketidakberdayaan dalam menjaga peradaban, tradisi dan kultural. Beban Bali ini diprediksi akan bertambah jika reklamasi Teluk Benoa gagal dihadang. Bahkan, lonceng kematian budaya Bali akan terdengar ketika Bali ‘’gagal’’ menyatukan persepsi dalam menyikapi UU Desa. Menyikapi fakta ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, ternyata 55,89 persen responden meyakini UU Desa akan menjadi acaman serius terhadap Bali. UU Desa ini akan menjadi pintu masuk untuk mengoyak keberadaan desa pakraman, sehingga identitas Bali dan pertahanan Bali akan rapuh. Responden menilai UU Desa tidak dirancang untuk kepentingan Bali, tetapi untuk memudahkan pemilik modal dan pendatang masuk Bali. Jika Bali gagal mengambil keputusan yang ideal terkait hal ini, implementasi UU Desa akan menjadi lonceng kematian desa pakraman, adat-budaya dan peradaban Bali. Selebihnya, 39,51 persen responden tidak melihat UU Desa sebagai ancaman bagi Bali. UU Desa ini sepiritnya positif untuk membangun desa. UU ini juga memberikan toleransi terhadap Bali. Sedangkan 4,60 persen responden mengaku belum paham isi UU Desa. Mereka berharap, Bali bisa mengambil sikap yang menguntungkan yakni tetap terjaganya identitas dan jati diri Bali. Dira Arsana 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
5
5
OPINI
HAM di Tengah Problem Kekerasan
P
ada prinsipnya setiap manusia memiliki kuasa kebebasan atas pribadinya. Kebebasan itulah yang akan mengantarkan manusia pada kesadaran eksistensial. Kebebasan bagi eksistensialis bukan kebebasan membabi-buta tanpa memperhatikan hak-hak orang lain. Kebebasan pada prinsipnya adalah upaya memanusiakan manusia. Musuh besar dari tegaknya HAM adalah kekerasan. Kekerasan menyimpan sejuta narasi pedih tentang perjalanan umat manusia. Selama ini kekerasan juga sering mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Banyak ragam kekerasan yang terjadi, mulai kekerasan agama, sosial, politik, hingga ekomomi. Semua itu lahir dari egoisme diri. Manusia ingin menang sendiri, dengan mengeksploitasi hak-hak orang lain. Pada saat itu, manusia sering membeda-bedakan dirinya dengan yang lain. Sehingga kekerasan muncul dalam fenomena identifikasi diri manusia ke dalam “aku dan kamu”, dan lebih jauh lagi ke dalam “kita dan mereka”. Indentifikasi tersebut menjadi akar lahirnya permusuhan yang berujung pada kekerasan. Pelaku kekerasan biasanya melakukan tindak kekerasan terhadap korbannya, karena sebagai “sesama” manusia mereka lebih menonjolkan keaku-annya dan ke-kita-annya (Suratno, 2011). Hal ini dimungkinkan terjadi, karena menurut Simmel (1995) manusia secara tak terhindarkan akan berhadapan dengan kondisi-kondisi epistemologis, yakni proses pengenalan manusia. Proses meng-aku-kan dan meng-kita-kan serta meng-kamu-kan dan me-mereka-kan adalah proses pengasingan dalam pengenalan manusia sebagai sesama. Orang lain dianggap asing, bukan sekadar sebagai penduduk, warga negara atau pengikut sebuah kelompok, melainkan lebih dari itu asing sebagai manusia. Akibatnya ketika seperti itu, manusia menjadikan manusia yang lain sebagai “musuh”, bukan sebagai “kawan” dalam mencapai kebahagian yang menjadi
6
Oleh Masduri
kebutuhan dasar setiap manusia. Dalam pandangan Schmitt distingsi yang khas dan bersifat final dari manusia, yaitu distingsi antara “friend (kawan)” dan “enemy (lawan)”. Konsep kawan dan lawan ini bukanlah suatu metafor atau pun simbol melainkan konsep yang harus dimengerti dalam pandangan yang konkret dan eksistensial. Kawan dan lawan dalam realitasnya selalu bersifat antinomi. Munculnya antinomi kawan dan lawan mengantarkan manusia pada sebuah permusuhan sehingga melahirkan kekerasan yang dalam bahasa Hobbes disebut sebagai bellum omnium contra omnes (perang semua melawan semua). Refleksi Kemanusian Manusia yang mengeksploitasi hakhak orang lain dengan cara kekerasan, sejatinya alpa terhadap kesadaran eksistensial tentang makna kebersamaan. Mereka seolah-olah dapat hidup sendirian tanpa orang lain. Sementara, jika kita mau merenung sejenak, tanpa orang lain keberadaan
kita tak ada maknanya apa-apa. Manusia menjadi bermakna karena ada orang lain yang memaknai keberadaannya. Sebab itulah, kesadaran penuh tentang HAM harus menadi bagian dari integritas diri. Orang lain harus kita tempatkan pada posisinya sebagai manusia yang sama seperti diri kita sendiri. Mereka berhak melakukan apa pun sesuai dengan keinginannya. Seperti kita juga yang ingin hidup bebas menentukan beragam jenis pilihan dalam hidup. Sebagai sesama manusia yang mengharapkan kedamaian dan kebahagian dalam hidup, kita harus saling melindungi (to protect), memenuhi (to fulfill), dan memajukan (to promote) hak-hak manusia lain. Tindakan tersebut harus berjalan secara berkesinambungan, antara manusia yang satu dengan lainnya. Karena hanya dengan cara seperti itu harmoni hidup yang damai dan membahagiakan dapat terwujud. Nelson Mandela sebagai pejuang hak asasi manusia di Afrika Selatan yang meninggal tahun lalu, pernah berkata, freedom is a way where all persons live together in harmony and with equal opportunity. Pernyataan ini tidak lain sebagai ungkapan betapa pentingnya kebebasan dalam hidup, sehingga kebebasan menjadi kunci kehidupan yang harmonis dan persamaan kesempatan dalam mendapatkan hakhak kemanusian. Karena itu, kekerasan harus kita perangi bersama. Kekerasan menjadi musuh besar HAM yang merusak harmoni hidup. Apapun motif yang mendorong kelahiran kekerasan tersebut. Kekerasan tetap tidak dibenarkan. Kekerasan sepanjang sejarah umat manusia dari dulu hingga kini selalu menjadi pengacau kehidupan bersama. Karena di balik kekerasan tersimpan sejuta narasi kesedihan: tangis, luka, darah, bahkan hingga kematian. Penulis, pengelola Laskar Ambisius (LA) dan Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis Surabaya
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
6
BALI SEPEKAN
Gianyar Larang Penjualan Kembang Api GUNA mencegah munculnya gesekan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat banyak, menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Natal dan Tahun Baru, pihak kepolisian diminta untuk tidak mengizinkan perdagangan kembang api di wilayah kelurahan dan desa adat Gianyar. Memastikan harapan tersebut, Bendesa Adat Gianyar Dewa
Made Geria dan Lurah Made Arianta telah menghadap Kapolsek Gianyar Kompol Made Oka. Bahkan, Sabtu sore larangan peredaran kembang api dan sejenisnya itu dipertegas lagi dalam rapat koordinasi antara tokoh masyarakat, perbekel se-Kecamatan Gianyar. Agung Darmada
Warga Minta agar Lontar Gedong Kertya Dikembalikan PEMPROV Bali melalui Pusat Dokumentasi (Pusdok) mengambil koleksi lontar yang tersimpan di Gedong Kertya. Awalnya, Pusdok Bali mengambil alih koleksi lontar itu untuk disalin sebagai upaya penyelamatan dari kepunahan. Namun faktanya, Pusdok Bali mengganti koleksi lontar yang asli dengan lontar salinan yang disimpan di Gedong Kertya. Hal itu
-
membuat warga Buleleng kecewa. Sejumlah warga berharap lontar itu segera dikembalikan ke Gedong Kertya. Hal ini mengemuka pada diskusi akhir tahun dengan tema “Enjok Enjing Kaje Kelod” yang digagas Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Jumat (12/12) di gedung MR I Gusti Ketut Pudja eks Pelabuhan Buleleng. Mudiarta
Diterjang Banjir
Jalan ke “Pasucian” Yeh Sah Putus JALAN ke pasucian (lokasi melasti) Pura Kahyangan Jagat Besakih dan pura lain, di Muncan, Karangasem, putus. Jalan yang putus itu terdapat di sejumlah titik akibat jalan di tepi Sungai Yeh Sah itu diterjang banjir saat hujan lebat beberapa hari lalu. Akibatnya, mobil tak bisa lewat. Putusnya jalan itu juga menyebabkan jalur menuju usaha galian C PT Dayu sejak pekan lalu terputus total. Sopir truk yang mengaku biasa membeli pasir di galian C itu mengatakan pihak PT Dayu bakal memperbaiki jalan itu usai hari raya Galungan. Sekda Karangasem Gde Adnya Mul-yadi menyampaikan pihaknya sudah menugaskan pihak Dinas PU Karangasem untuk mengecek dan mendata jalan yang sesuai aspirasi masyarakat diminta diperbaiki atau diaspal. Budana
MBP/olo
Serangan Ulat Meluas PASCAMENYERANG hektaran kebun jati di beberapa desa di Kecamatan Jembrana, dan Negara kini serangan ulat terus meluas bahkan sampai wilayah Melaya dan Banjar Anyar dan Petanahan Desa Batuagung, Jembrana. Akibat serangan ulat ini mengakibatkan hampir setiap kebun yang berisi pohon jati tidak ada yang berdaun. Salah seorang warga Petanahan Ida Bagus Nawa, Minggu (14/12) mengaku ulat yang menyerang tanaman sudah terjadi sejak seminggu lalu. Hampir setiap kebun berisi pohon jati tidak ada yang luput diserang ulat. “Ulat mulai masuk ke rumah, kalau merayap ke tubuh bisa membuat gatal,” jelasnya. Dia khawatir setelah habis menyerang tanaman jati, ulat akan bergeser menyerang tanaman lainnya. Surya Darma
Populasi Sapi di Bangli Menurun KABUPATEN Bangli, dengan kawasan alamnya yang hijau sebenarnya sangat cocok untuk pengembangan sapi Bali. Namun, keadaan alam ini nampaknya belum maksimal dimanfaatkan warga untuk beternak sapi secara besar-besaran. Hal ini diakui Kepala Dinas Peternakan Perikanan Ir. Alit Parwata, Minggu (14/12). Ia menyampaikan dilihat dari potensinya, sesungguhnya Bangli memiliki potensi yang sangat luar biasa. Namun kenyataannya, saat ini jumlah ternak sapi menurun dari tahun sebelumnya. Tahun ini populasinya hanya 78 ribu ekor, sedangkan tahun 2013 mencapai 81 ribu. “Jumlah ternak mengalami penurunan, itu artinya minat masyarakat untuk beternak sapi Bali mulai bergeser,” tandasnya. Sosiawan 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
7
7
LAPORAN UTAMA
Tolak Reklamasi
Makin Kokoh
S
uksesi bendesa adat di Tanjung Benoa telah berlangsung pekan lalu. I Made Wijaya terpilih secara aklamasi menggantikan Wana Putra. Terpilihnya Made Wijaya tentu akan menjadi tonggak baru bagi Tanjung Benoa dalam menyuarakan penolakan terhadap rencana reklamasi. Sebelumnya suara di Tanjung Benoa terbelah menyikapi reklamasi. Apalagi dengan adanya perjanjian kerja sama antara PT TWBI dengan Desa Adat Tanjung Benoa. Perjanjian yang diteken 8 Maret 2013 di hadapan notaris Evi Susanti terkesan memberi perlindungan kepada investor untuk menjalankan bisnisnya. Sejumlah klausul dalam perjanjian dengan akta notaris nomor 45 tersebut menegaskan hal tersebut. Pada pasal 7 disebutkan, bahwa hak dan kewajiban yang timbul berdasarkan perjanjian kerja sama ini tidak akan berakhir karena bubarnya badan hukum salah satu pihak/ dinyatakan pailit atau terjadi perubahan pengurus/pemenang saham/meninggalnya salah satu pihak, akan tetapi wajib diteruskan dan ditaati oleh penggantinya/ahli waris yang sah. Pasal 5 menyebutkan; para pihak setuju dan mengikatkan diri bahwa segala informasi dan keterangan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis dan informasi-informasi lain yang berkaitan dengan kerja sama ini adalah bersifat rahasia, tidak boleh diberitahukan kepada pihak ketiga atau badan/orang lain yang tidak berkepentingan dengan alasan apa pun juga kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu para pihak dan ketentuan ini tetap berlaku walaupun perjanjian kerja sama ini telah berakhir. Sementara pada pasal 4 disebutkan, terhitung sejak perjanjian kerja sama ini ditandatangani, pihak kedua (desa adat) dilarang mengadakan dan/atau menandatangani perjanjian kerja sama serupa dengan pihak lainnya tanpa adanya persetujuan tertulis dari pihak pertama (investor). Selain ketiga pasal tersebut, dalam perjanjian itu juga disebutkan bahwa pihak kedua mewakili Desa Adat Tanjung Benoa mendukung sepenuhnya dalam usaha untuk membangun pariwisata terpadu beserta sarana dan prasarana dalam membangun proyek reklamasi tersebut. Sebagai kompensasi atas dukungan masyarakat Tanjung Benoa, PT TWBI bersedia mengembalikan luas Pulau Pudut ke luasan semula yaitu maksimal 80.000 m2 (8 hektar) dari luas saat ini sekitar 3.000
8
m2 (30 are) yang merupakan bagian wilayah dari Kelurahan Tanjung Benoa. Selain itu, pihak investor akan menyediakan berbagai fasilitas umum dan sosial seperti merehabilitasi penangkaran penyu, membuat lapangan sepak bola, klinik, sekolah dan balai serbaguna. Dalam perjanjian itu juga disebutkan, pihak desa adat tidak dapat memperjualbelikan tanpa persetujuan pihak pertama (investor). Pihak desa adat membantu dan mendukung investor dalam pengurusan perizinan untuk terwujudnya proyek reklamasi dan tidak terbatas pada izin membuat jalan akses sebagai akomodasi keluar-masuk kendaraan bermotor ke lokasi proyek reklamasi. Selain itu, pihak kedua (desa adat) bertanggung jawab atas pengamanan terhadap aktivitas pembanguan proyek reklamasi. Terhadap perjanjian itu, I Made Wijaya, S.E. yang juga anggota DPRD Badung tersebut menyatakan komitmennya untuk tetap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. “Sebagai Bendesa Adat, komitmen saya tidak akan pernah luntur dalam menolak rencana reklamasi di Teluk Benoa,� tegasnya. Komitmen ini sekaligus mempertegas penolakan yang selama ini dilakukan mayoritas warga Tanjung Benoa. Sebelumnya, empat banjar di Tanjung Benoa, yakni Banjar Anyar, Banjar Kertha Pascima, Banjar Purwa Santi, dan Banjar Tengah telah menyatakan sikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Terkait hal itu, Wijaya pun meminta pemerintahan yang baru agar mendengar aspirasi masyarakat di Tanjung Benoa. “Saya meminta kepada Bapak Jokowi sebagai Presiden RI dan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi bagaimana aspirasi kami di Tanjung Benoa yang menolak reklamasi Teluk Benoa,� ujar Bendesa Adat termuda di Kuta Selatan ini. Saat pengukuhan, Wijaya juga menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dan janji mensejahterakan masyarakat Tanjung Benoa disaksikan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Tanjung Benoa. Termasuk diantaranya perwakilan dari LPM Tanjung Benoa, Kelurahan Tanjung Benoa, Majelis Alit Desa Pakraman, PHDI, Camat Kuta Selatan, Polsek Kuta Selatan, serta DPRD Kabupaten Badung. Rindra
MBP/ist
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
8
Perjanjian Rahasia Terkoyak Dua hari lagi, kita akan mencapai tahun 2015. Itu artinya satu setengah tahun perdebatan soal rencana reklamasi Teluk Benoa dan hingga kini belum berakhir. Dalam kurun waktu itu (mulai 25 Juni 2013) banyak hal yang sebelumnya ‘’tersembunyi’’ akhirnya terungkap. Apa saja yang pernah terungkap ke publik dalam kurun waktu satu setelah tahun tersebut?
Tak hanya pasang baliho di daratan, sejumlah komunitas juga menggelar demo di tengah laut menolak rencana reklamasi.
PERTAMA, SK Gubernur 2138/02-C/HK/2012. SK tertanggal 26 Desember 2012 tersebut baru terungkap pada 7 Juli 2013, enam bulan setelah surat itu ditandatangani. SK tersebut (kini sudah dicabut) memberikan izin dan hak kepada PT TWBI untuk pemanfaatkan, pengembangan dan Pengelolaan Perairan Teluk Benoa. Kedua, perjanjian antara PT TWBI dan Desa Adat Tanjung Benoa. Perjanjian itu dibuat pada 8 Maret 2013 dan baru terungkap ke publik pada 25 Oktober 2013. Perjanjian yang ada kata ‘’rahasia’’ itu dibuat di notaris evi Susanti. Pada akta notaris bernomor 45 tersebut disebutkan bahwa PT TWBI (investor/pihak pertama) dan prajuru Desa Adat Tanjung Benoa (pihak kedua) mengikat perjanjian kerja sama reklamasi. Untuk pihak pertama diwakili satu orang dan pihak kedua diwakili dua orang. Dalam surat perjanjian itu disebutkan, bahwa wakil dari desa adat mengaku sah mewakili Desa Adat Tanjung Benoa dengan dalih sudah mendapat persetujuan dari warga Desa Adat Tanjung Benoa melalui banjar adat yang diwakili prajuru-nya, sebagaimana ternyata hasil keputusan rapat pengurus Desa Adat Tanjung Benoa tertanggal 6 Maret 2013. Namun, perjanjian kerja sama itu disebutkan bersifat rahasia. Seperti bunyi pasal 5 menyebutkan; para pihak setuju dan mengikatkan diri bahwa segala informasi dan keterangan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis dan informasi-informasi lain yang berkaitan dengan kerja sama ini adalah bersifat rahasia, tidak boleh diberitahukan kepada pihak ketiga atau badan/orang lain yang tidak berkepentingan dengan alasan apa pun juga kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu para pihak dan ketentuan ini tetap berlaku walaupun perjanjian kerja sama ini telah berakhir. Perjanjian itu akhirnya memantik reaksi masyarakat dan tokoh masyarakat Tanjung Benoa. Sabha Desa Tanjung Benoa pun menggelar rapat. Keputusannya, meminta bendesa adat untuk mencabut perjanjian tersebut. Bendesa Adat Tanjung Benoa I Nyoman Wana Putra (kini sudah diganti) tidak mau menanggapi soal surat perjanjian kerja sama reklamasi yang ditandatanganinya dengan PT TWBI. ‘’Ampura, saya sudah close/tutup masalah reklamasi dan masalah surat itu mungkin Pak Dibia mau lanjut silakan saja, saya di desa adat membawa misi krama, ampura niki. Terkait Teluk Benoa sudah biarkan terjadi pro dan kontra, saya tidak ikut
campur,’’ tegasnya, Kamis (24/10/2013). Sementara itu pengamat hukum Raymond Simamora, S.H. mengatakan perjanjian kerja sama nomor 45 ini harus dipertanyakan. Apakah mereka benar-benar mewakili desa adat atau tidak. Jika mereka mewakili desa adat tentunya harus ada sosialisasi, ada rapat dan persetujuan dari desa adat, seperti apa surat tersebut harus dibuat tertulis dan tidak boleh lisan. Bila tidak ada, maka posisi mereka ini tidak sah. Raymond mengatakan perjanjian ini harus dikritisi. Sebab, perjanjian ini tidak berpihak, tidak berimbang dan terlalu memproteksi (melindungi) pihak pertama. Lalu pihak kedua sangat dibebani. Salah satunya menjaga dan mengamankan lokasi proyek reklamasi dan lahan di areal konsesi lahan Teluk Benoa dari gangguan warga setempat maupun pihak-pihak lainnya. Perjanjian ini berpotensi menimbulkan benturan horizontal antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya, inilah yang berbahaya. Selain itu, menurut Raymond, perjanjian tersebut berlaku selama 50 Tahun dan diperpanjang selama 50 tahun lagi dengan memakai syarat-syarat dan ketentuanketentuan berdasarkan perjanjian yang sama. Sementara Notaris Evi Susanti memmberi klarifikasi terhadap perjanjian tersebut. Ketika ditemui di kantornya Jumat (25/10/2013) ia mengatakan kedua belah pihak yang ada dalam perjanjian tersebut telah memenuhi semua persyaratan. Ia juga mengakui bahwa perjanjian itu tidak diteken di kantornya, tetapi di Kantor Desa Tanjung Benoa yang menjadi satu dengan Kantor LPD Tanjung Benoa. Ditanya mengapa ada kata ‘’rahasia’’ dalam perjanjian tersebut, Evi mengatakan tidak ada rahasia-rahasiaan. Namun, apa yang disampaikan Evi berbeda dengan salah satu pasal pada akta yang diterbitkannya. Pada pasal 5 tegas disebutan; -----Kerja sama ini adalah bersifat rahasia, tidak boleh diberitahukan kepada pihak ketiga atau badan/ orang lain yang tidak berkepentingan dengan alasan apa pun juga kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu para pihak dan ketentuan ini tetap berlaku walaupun perjanjian kerja sama ini telah berakhir. Evi juga mengatakan bahwa surat kerja sama ini hanya berupa kerja sama saja antara pihak dari PT TWBI dengan pihak Desa Adat Tanjung Benoa. ‘’Intinya mereka ingin ada kesepakatan di antara mereka berdua, dan itu katanya sudah ada sosialisasi, makanya kita buat seperti daftar acara, berita hadirnya. Semua itu disebutkan para pihak. Itu saja kita tidak bisa lebih memberikan keterangan,’’ jelasnya. Apakah para saksi yang ikut dalam perjanjian itu telah menunjukkan surat kuasa, Evi mengatakan, saksi itu tidak perlu membawa surat kuasa. ‘’Artinya, mereka tidak perlu memakai surat kuasa,’’ ucapnya. Pusat Data 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
9
9
LAPORAN UTAMA
”Sosot Upadrawa” DALAM tahun 2014, tujuh kali digelar persembahyangan terkait penolakan rencana reklamasi. Persembahyangan yang ketujuh kalinya itu digelar Selasa (9/9) tepat pukul 9 pagi di Pantai Tanjung Benoa. Persembahyangan yang digelar bertepatan dengan rahina purnama katiga dipimpin 16 pinandita dan rsi. Dua di antaranya datang langsung dari Jawa Timur, masing-masing Ida
Rsi Hasta Dharma Eka Telabah (Sidoarjo) dan Wiku Rahmadi Dharma Catur Telabah (Batu, Malang). Keduanya berharap agar yang kuasa memberikan jalan terbaik untuk Bali, khususnya menyangkut rencana reklamasi. Sementara itu, Ida Pedanda Gde Putra Telabah dari Geria Telabah Denpasar mengaku khawatir dengan dampak negatif yang timbul bila
MBP/dok
Persembahyangan digelar di Pantai Tanjung Benoa. Persembahyangan yang dipimpin 16 pandita dan rsi tersebut terkait penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa.
10
reklamasi dilanjutkan. Menurutnya, upaya pengurukan dalam skala kecil saja bisa menimbulkan gangguan, apalagi dilakukan dalam skala besar seperti yang direncanakan PT TWBI. “Sudah banyak yang membicarakan, Pedanda dalam hati saja sudah sedih,” ujar ketika itu. Hal yang sama dilontarkan Ida Pedanda Gde Giri Dwija Kemenuh dari Geria Keramas, Badung. Menurutnya, reklamasi kalau bisa tidak dilanjutkan mengingat mayoritas masyarakat sudah menyerukan penolakan. Terlebih, rencana reklamasi akan mengakibatkan kerusakan pada Bali. Tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga budaya dan agama Hindu. Penggagas persembahyangan Dr. Luh Kartini menegaskan, rencana reklamasi sangat menentang hukum alam serta hukum adat dan agama. Mengingat, Teluk Benoa merupakan campuhan yang disucikan oleh umat Hindu di Pulau Dewata. Pemerhati Lingkungan ini berharap, doa bersama bisa mengetuk hati Presiden untuk mencabut Perpres 51/2014 dan kembali ke Perpres 45/2011 sehingga reklamasi tidak terjadi. Tokoh Masyarakat Tanjung Benoa I Wayan Wirta mengaku upacara ini digelar agar investor diberikan petunjuk untuk tidak melanjutkan rencana reklamasi. Menurutnya, kehidupan masyarakat Tanjung Benoa saat ini su-
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
10
dah cukup tanpa reklamasi. Sebaliknya reklamasi hanya akan mematikan sumber penghidupan masyarakat setempat sekaligus mengancam tempat tinggal mereka. Ketua TBTR I Wayan Kartika juga berharap agar investor segera melakukan koreksi diri karena reklamasi itu sudah tidak layak. “Tidak usah dipaksakan dan menghalalkan segala cara, serta mengintimidasi dengan uang, itu harapan kami kepada pihak-pihak yang setuju reklamasi,” ujarnya. Sebelumnya, pada 7 Juli (7/7) pukul 7 pagi juga dilakukan persembahnyangan. Prosesi diawali mulang pakelem di Teluk Beboa. Persembahyangan dipuput 7 (Sapta) Rsi dan seorang Pedanda. Rsi dan pandita tersebut; Ida Dalem Surya Dharma Sogata dari Puri Agung Saren Kaler Klungkung, Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang (Geria Bang Bungkulan Buleleng), Ida Rsi Agung Dawan Pemecutan (Geria Pasraman Dawan), Ida Rsi Oka Widyana (Geria Yadnya Sari Ubung), Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali bersama patni Ida Rsi Bhagawan Istri Smerthi Kusuma Wijaya Sari Sebali (Geria Kusuma Sebali Pashraman Sari Mandala Wangi), Ida Bhujangga Rsi Waisnawa Harianom Phalguna serta Rsi Bhujangga Waisnawa Istri Hari Laksmi (Geria Batur BhujanggaWaisnawa Tegalcangkring Jembrana), Ida Pandita Mpu Budha Maharesi Alit Parama Daksa (Geria Agung Buda Salahin Bangli), dan Ida Pedanda Istri Anom Bhawana dari Geria Jelantik Budakeling. Luh Kartini mengatakan, kalau seorang raja, seorang pemimpin dari klian dusun,
bupati, gubernur sampai ke presiden, melakukan kesalahan, maka hukumannya 100 kali bhisama. ‘’Itu ada dalam Prasasti Bulian B, seseorang itu akan mengalami sosot upadrawa, jadi wibawa, taksu itu akan hilang,’’ tegasnya. Ketua Sabha Desa Tanjung Benoa I Wayan Dibia Adnyana, S.Pd., S.Ag. mengatakan, dalam konsep nyegara gunung sudah jelas bila manusia harus menyucikan gunung dan segara (laut, red). Oleh karena itu, setiap tahunnya umat Hindu selalu menghaturkan pangeleb melasti. ‘’Itu tujuannya untuk menyeimbangkan alam daratan dan lautan sehingga tidak terjadi tsunami, gempa dan sebagainya. Persembahyangan ini juga memohon keselamatan Tanjung Benoa khususnya dan umumnya Pulau Bali dari kehancuran akibat tangan-tangan durhaka, agar reklamasi tidak terwujud,’’ ujarnya. Ketua LPM Tanjung Benoa Kadek Duarsa menyatakan LPM Tanjung
Benoa secara tegas juga menolak reklamasi. Terlebih, hasil kajian dan penelitian sejumlah pihak telah menyatakan bila reklamasi sangat merugikan Tanjung Benoa dan Bali pada umumnya. Selain itu, reklamasi juga bertentangan dengan konsep Tri Hita Karana. Politisi Gerindra di Kuta Selatan Made Wijaya mempertanyakan sikap anggota dewan yang seolah diam seribu bahasa melihat penolakan reklamasi warga Tanjung Benoa. Padahal sebagai wakil rakyat, anggota dewan baik di provinsi maupun Kabupaten Badung harus menyuarakan aspirasi tersebut. Politisi yang terpilih sebagai anggota DPRD Badung menambahkan, rencana reklamasi tidak seharusnya dilakukan di wilayah Badung Selatan. Pasalnya, wilayah ini sudah sangat sesak dengan pembangunan, sehingga tidak akan mungkin terwujud pemerataan kue pariwisata. Rindra 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
11
BISNIS
Habiskan Dana Rp 70,2 Miliar
Auto2000 Buka Depo di Tabanan
K
ini, konsumen Toyota tak perlu menunggu berhari-hari untuk pengiriman suku cadang. Pasalnya, Auto2000 yang merupakan main dealer Toyota terbesar di Indonesia, sudah mendirikan gudang suku cadang (depo) dan Pre Delivery Center (PDC/Stock Yard) di Tabanan. Depo dan stock yard ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang bangunannya terdiri dari 2 lantai. Pembukaan depo ini, dikatakan Operation Manager Auto2000 Jatim Plus, Hendra Purnawan, untuk memberikan pelayanan terbaik dalam upaya menambah kecepatan service bagi konsumen. Depo dan Stock yard yang berlokasi di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk ini luas tanah total mencapai 17.992 meter persegi dengan kapasitas daya tampung 418 unit kendaraan dan akan mampu menampung hingga 2.027 unit spare part. Adapun total investasi yang dikucurkan untuk pembangunan depo ini mencapai Rp 70,2 miliar. “Keberadaan depo ini akan mempercepat kebutuhan suku cadang 5 dealer dan 40 part shop yang tersebar di seluruh Bali dan Nusa Tenggara. Dalam sehari, depo ini melayani pengiriman sebanyak dua kali sehingga konsumen tidak harus menunggu satu hari untuk mendapatkan suku cadang,” katanya. Menurut Kepala Depo Tabanan Faizal Wahyu Prabowo, jika sebelumnya konsumen harus menunggu spare part dari Surabaya sekitar 1 hari, maka sekarang kebutuhan dapat dilayani lebih cepat.”Pelayanan kepada pelanggan di Bali akan lebih cepat
Operation Manager Auto2000 Jawa Timur Plus Hendra Purnawan saat peresmian Gudang Suku Cadang dan Pre Delivery Centre Auto2000 di Tabanan, Jumat (19/12).
12
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
dan itu sesuai dengan upaya mewujudkan pelayanan terbaik kepada pelanggan melalui layanan service dan penyediaan suku cadang lebih cepat,” jelasnya saat peresmian di Tabanan, Bali, Jumat (19/12)? Faizal mengungkapkan lokasi Depo di Tabanan sangat tepat karena berada di jalur yang menghubungkan ke berbagai wilayah Bali lainnya. Selain itu, lokasi ini berada dalam akses jalan raya yang meng -hubungkan Denpasar dengan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Untuk menyebarkan spare part dan kendaraan Toyota dari lokasi ini ke beberapa wilayah seperti Kabupaten Jembrana dan Gianyar lebih mudah dijangkau. Pertimbangan lainnya adalah karena tren pertumbuhan ekonomi Bali cukup bagus dalam beberapa tahun terakhir jika dibandingkan dengan daerah lain. Dia optimistis keberadaan depo ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan penjualan di kisaran 15 %-20 % pada tahun depan. Optimisme itu ditopang kondisi perekonomian Bali 2014 tidak menghadapi dampak signifikan atas melemahnya perekonomian global maupun kenaikan harga BBM. Kondisi tersebut sangat unik jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia yang mengandalkan produk ekstraktif. Kepala Cabang Auto2000 Tabanan Triyana Anom menyatakan, Depo Tabanan merupakan salah satu upaya memberikan layanan kepada konsumen akan kemudahan service dan lebih cepat. Dengan depo ini, Auto2000 dapat mewujudkan layanan bagi pelanggan dan memenuhi kebutuhan pasar di Bali yang terus meningkat. Tercatat setiap bulan Auto2000 mampu menjual sebanyak 450 unit kendaraan setiap bulannya. Dia berharap peningkatan layanan service dan kecepatan memenuhi permintaan spare part akan berimbas terhadap kenaikan penjualan kendaraan Toyota di Bali. “Harapan kami jelas, layanan ini dapat meningkatkan penjualan kendaraan dan juga spare part karena membeli mobil Toyota akan mendapatkan kemudahan layanan dan spare part,” tutupnya. Berdasarkan data Auto2000, penjualan retail Toyota di Bali sepanjang Januari hingga November 2014 sebanyak 4.653 unit. Jumlah itu meningkat signifikan atau naik 57% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2.967 unit. Wilayah Tabanan merupakan pemberi kontribusi terbesar ketiga terhadap penjualan Toyota di Bali. Sepanjang Januari-November 2014, penjualan Toyota di Tabanan sebanyak 904 unit. Posisi teratas masih dipegang Denpasar dengan penjualan 2.160 unit lalu kedua ditempati Sanur dengan penjualan 1.081 unit. Sedangkan satu wilayah lagi, Gianyar berada di urutan keempat dengan penjualan 508 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, Tabanan meraih penjualan 620 unit, Denpasar 1.525 unit, Sanur 784 unit, dan Gianyar yang merupakan cabang baru, menjual sebanyak 38 unit. Diah Dewi
Djaya Wardani
Terapkan Sistem Kekeluargaan
S
elalu berpikiran positif di mana pun kita berada dan dalam lingkungan kita, akan memberikan manfaat positif bagi diri kita secara pribadi maupun orang lain. Itulah kiat Djaya Wardani dalam menjalankan kariernya selama ini sebagai Direktur Prop Properti Bagus Discovery Group. Baginya, tiap oran orang pasti punya masalah, namun, bagaimana masalah itu bisa kita sederhanakan sehingga membuat hi hidup kita menjadi lebih simpel. “Mungkin terlihat klise, tapi ketika kita mampu menjalankan, ada sa satu kebahagiaan yang bisa kita dapatkan,” ucap w wanita yang terlihat cantik di usianya yang su sudah tak muda lagi ini. Ia berpandan berpandangan, dalam menjalankan pekerjaan, orang ha harus disiplin dan profesional. Kemauan untu untuk maju dan bekerja sama, harus selalu ditanamkan. ditan Membagi waktu secara efisien da dan ada keseimbangan antara yang mana hharus didahulukan, serta selalu berte bertenggang rasa, juga harus dilakuka kan. “Jika itu semua dilakukan, pasti pekerjaan apapun yang dijalani akan dinikmati dan
membawa kebahagiaan,” katanya sembari tertawa. Wanita yang murah senyum ini, mengawali karier sebagai pengacara, saat era Ida Bagus Mantra menjabat sebagai Gubernur Bali. Ia sempat juga bekerja sebagai PNS di Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah. Saat suaminya, Bagus Sudibya memulai membangun hotel tahun 1989, ia putuskan untuk mengundurkan diri dari PNS. Ia ingin membantu usaha suaminya, sesuai dengan kemampuannya. Kemudian menyusul tahun 1995, satu hotel lagi dibangun di Lovina. Pembangunan beberapa resort membuat kesibukan Djaya Wardani terus bertambah. Ada satu kiat yang dijalankan dalam mengelola sumber daya manusia. “Kami selalu mengedepankan suasana kekeluargaan. Tapi dalam menjalankan pekerjaan harus tetap profesional. Itu yang selalu diajarkan bapak,” ujar wanita yang sangat enerjik ini. Untuk menjaga kebugaran, ia selalu rutin melakukan treadmill tiga kali seminggu. Selain itu, untuk mengecek lingkungan hotel yang luas, dengan berjalan kaki, juga sudah merupakan olah raga baginya. Mengonsumsi lebih banyak sayuran juga kiatnya menjaga kesehatan. Sementara, tips untuk tetap terlihat cantik, sangat sederhana, yakni murah senyum. Wirati
MBP/ist
MBP/ist
PERINGATAN - Memperingati ulang tahunnya yang ke-2 yang jatuh pada 6 Desember 2014, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar mengadakan pelantikan pengurus HMTS dan kuliah umum yang bertemakan “Kerusakan Dini Ruas Jalan Aspal” pada 13 Desember 2014. Diselenggarakan di aula Gedung Rektorat Unhi Denpasar, acara ini dihadiri oleh Ir. I Ketut Mertha Wijaya Kusuma selaku pembicara kuliah umum, Dekan Fakultas Teknik Unhi I Wayan Muka, S.T., M.T. dan seluruh civitas di lingkungan Unhi.
ALAT CANGGIH - RS BaliMed Denpasar tak henti memenuhi standar patient safety dengan terus mengikuti kemajuan dan perkembangan ilmu kedokteran. Salah satunya mendatangkan operating microscope (mikroskop untuk tindakan operasi - red), yang merupakan sarana dan alat canggih di bidang bedah saraf. Dengan adanya operating microscope, RS BaliMed kini menjadi salah satu rumah sakit dengan pelayanan bedah saraf yang canggih dan terpadu. Nampak Konsultan Bedah Saraf RS BaliMed Denpasar dr. I Wayan Niryana, M.Kes. Sp.BS.(K) saat melayani pasien, Rabu (10/12) lalu. 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
13
P E M E R I N TA H A N
Jelang Akhir Tahun
Bupati Badung Pantau Proyek APBD di Badung Selatan JELANG akhir tahun, Bupati Badung A.A. Gde Agung, Senin (15/12), kembali melakukan pemantauan terhadap sejumlah kegiatan APBD Badung tahun 2014 terutama proyek fisik di Badung Selatan. Pemantauan tersebut guna merupakan bentuk pengawasan dari pemerintah guna memastikan kegiatan berjalan sesuai target yang diharapkan. Turut serta dalam kunjungan kerja tersebut antara lain Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dewa Apramana, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Ida Bagus Surya Suamba, Kepala DKP Putu Eka Merthawan, Kepala Disnakanlut Made Badra, Kepala DCK Putu Dessy Dharmayanty dan para pejabat terkait lainnya di Pemkab Badung. Kegiatan yang dipantau antara lain sarana air bersih di Badung Selatan, normalisasi Muara Tukad Mati, taman median gerbang Unud, proyek breakwater Kedonganan, peningkatan jalan Gatot
Subroto – Simpang Sunset Road dan pembersihan Pantai Kuta. Pada setiap lokasi, Bupati Gde Agung langsung memberikan arahan terhadap pelaksanaan kegiatan. Tak hanya itu, dia juga memaparkan berbagai perencanaan terkait kelanjutan dari pelaksanaan kegiatan yang tengah berjalan. Bupati Gde Agung juga memberikan imbauan bagi elemen masyarakat terkait untuk tetap menjaga situasi daerah tetap kondusif jelang perayaan pergantian tahun. Seperti saat meninjau penataan taman gerbang Unud. Gde Agung mengatakan, sejak era Rektor Unud saat ini pihaknya baru bisa diberikan kesempatan untuk melakukan penataan. Penataan taman median terutama di area gerbang sudah dilakukan. Menurut rencana, penataan bakal dilanjutkan setelah pihak Unud selesai melakukan penertiban lahan yang menjadi aset Unud yang masih digunakan masyarakat. Setelah aset Unud ditertibkan, pena-
taan akan diserahkan ke Pemkab. Penataan dimaksud meliputi perluasan jalan dan pembangunan trotoar. Penataan juga meliputi pembuatan taman perindang. “Kami akan perluas jalan dan membangun trotoar, dilanjutkan dengan taman perindang. Sekarang belum bisa karena tanah aset Unud masih dikuasai perseorangan. Tapi penertiban sudah berjalan. Kami minta Unud segera selesaikan penertiban itu agar bisa digunakan untuk perluasan jalan dan pembangunan trotoar. Mudah-mudahan tahun 2015 penataan bisa dimulai,” tegasnya. Masih mengenai taman, Gde Agung memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kawasan Underpass Simpang Dewa Ruci. Menurutnya, perlu dilakukan penataan taman agar kawasan tersebut bisa lebih sejuk tanpa mengganggu pandangan pengendara. Caranya, dengan menanam pohon yang tinggi dan lebat. Dedy
Bupati Badung A.A. Gde Agung bersama para pejabat terkait saat meninjau kondisi taman median di kawasan Simpang Dewa Ruci.
14
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
Bupati Suwirta:
Siapkan Diri Ikuti “Fit And Proper Test”! MARAKNYA dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Klungkung, kini mulai menyeret tokoh-tokoh penting. Bak angin ribut, penanganan dugaan kasus korupsi di Klungkung membuat kalangan pejabat hingga mantan pejabat gusar. Terakhir, yang paling menyita perhatian publik, ditahannya Panitia Pengadaan Tanah atau biasa disebut Tim Sembilan. Betapa tidak, ada tiga pejabat aktif yang akhirnya terpaksa ikut merasakan dinginnya di balik jeruji besi LP Gianyar, menyusul mantan Bupati Klungkung dua periode Wayan Candra. Tiga pejabat aktif itu, memiliki peran strategis di masing-masing bidang tugasnya. Antara lain; Sekda Klungkung Ketut Janapria, Kepala Dinas Pekerjaan Umum A.A Ngurah Agung dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Ditahannya ketiga pejabat aktif itu atas dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Dermaga Gunaksa, membuat kursi panas di tempat ketiga pejabat itu sempat lowong. Namun, akhirnya segera terisi lewat kebijakan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dengan segera menunjuk Pelaksana Harian (Plh). Sebagai Plh. Sekda ditunjuk Kepala Inspektorat Ida Bagus Sudarsana. Plh. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Administrasi Umum Ketut Suayadnya. Sementara untuk Plh. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dipercayakan kepada Staf ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Wayan Sumarta. Namun, langkah Bupati Suwirta tak cukup sampai di situ. Melihat pentingnya pejabat definitif di ketiga fungsi strategis itu, Bupati yang dikenal sederhana ini, mengambil langkah yang tidak sederhana. Ia tidak mau salah pilih, untuk menentukan kebijakan memilih orang yang akan diajaknya berlari cepat, bekerja mengejar ketertinggalan pembangunan Klungkung dari daerah lain. Terutama untuk posisi Sekda, meski Sekda diangkat dan diberhentikan Gubernur Bali, namun untuk menyetorkan tiga nama yang layak, Bupati sudah menyiapkan langkah uji kelayakan dan kepatutan atau biasa fit and proper test. “Setelah digodok tiga nama, baru
kami sampaikan ke Gubernur Bali. Siapapun yang dipilih, mereka sudah yang terbaik,” ujar Suwirta, setelah mengumumkan Plh. pekan lalu. Oleh karena itu, Bupati yang gemar blusukan ini berseru kepada seluruh bawahannya, yang merasa memenuhi syarat dari senioritas kepangkatan dan kompetensi, menyiapkan diri berkompetisi secera sehat dan menunjukkan kualitasnya sebagai pejabat senior. “Kami butuh pemimpin yang siap memimpin dan dipimpin untuk bekerja, mewujudkan seluruh visi misi pemerintahan,” tegasnya. Proses ini tidak hanya untuk posisi jabatan Sekda yang sudah diincar kalangan pejabat senior, Bupati Suwirta juga menyiapkan langkah serupa untuk para pejabat eselon III yang akan promosi jabatan ke eselon II. Ini sekaligus sinyal dari Bupati Suwirta yang merasa kurang puas dengan kinerja jajarannya saat ini setingkat eselon II. Sehingga, juga perlu fit and proper test.
Fit and proper test untuk posisi kepala dinas maupun kepala badan itu, nantinya akan diawali dari kajian Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Sehingga, setelah memenuhi syarat, baru nantinya diperbolehkan mengikuti fit and proper test. Hasil dari uji ini baru akan menjadi dasar Bupati Suwirta untuk menempatkan pejabat yang sesuai dengan kompetensinya. “Semua pegawai yang memenuhi syarat, silahkan mempersiapkan diri mulai sekarang. Siapkan diri ikuti fit and proper test!,” kata Suwirta. Ia memastikan uji kelayakan dan kepatutan pejabat promosi eselon itu, akan dilaksanakan setelah uji serupa untuk calon Sekda. Ia menargetkan tahun depan bulan Januari atau Pebruari, sudah ada pejabat definitif, baik untuk Sekda maupun pejabat setingkat eselon II lainnya. Bagiarta
Bupati Suwirta (dua dari kanan) memberikan salam komando dengan ketiga pejabat yang ditunjuknya menjadi pelaksana harian (Plh.), usai pengumumannya di ruang rapat Bupati Klungkung. 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
15
POLITIK
Ekspresi Keresahan Kader
K
uatnya barikade pengamanan Munas Partai Golkar di Nusa Dua, Bali di pengujung November 2014 ternyata tak memberikan rasa aman bagi kadernya. Keresahan kader Golkar justru menguat. Mereka pun menyampaikan petisi agar kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie segera bersatu. Namun, harapkan kader ini ibarat menuangkan air di gurun pasir. Dua kubu Golkar ini tetap berseberangan jalan. Mereaksi dualisme kepemimpinan Golkar di pusat membuat kader yang berada di tingkat bawah merasa prihatin. Mereka yang selama ini mengaku sangat militan memperjuangkan kejayaan Partai Golkar di masa reformasi merasa sedih. ‘’Melihat dan mendengar para elite partai di pusat terpecah karena ego masing-masing, kami sangat sedih. Kami kecewa,’’ ujar sejumlah kader Golkar Tabanan. Kekecewaan mereka pun diekspresikan lewat petisi. Isi petisi mendesak para elite Partai Golkar di DPP untuk menghentikan dualisme kepemimpinan di pusat. Tuntutan kader Golkar Tabanan ini diserahkan langsung kepada Ketua DPD II Golkar Nyoman Wirya. Petisi ditulis dalam spanduk dengan panjang sekitar 7 meter, berwarna kuning lengkap dengan
16
Jangan partai dijadikan konflik kepentingan. Terbelahnya partai tidak akan memecahkan masalah lambang Partai Golkar. Petisi tersebut berbunyi, “Kami kaderkader Partai Golkar Kabupaten Tabanan meminta elite-elite di DPP Partai Golkar untuk menghentikan dualisme kepemimpinan di Pusat. Mari kita bersatu kembali demi kejayaan dan kebesaran Partai Golkar”. Kader Golkar Tabanan Loka Antara menegaskan, petisi tersebut merupakan aspirasi kader Golkar di tingkat bawah. Dirinya maupun kader Golkar lainnya merasa sedih melihat kondisi Partai Golkar di pusat. Sebagai kader Golkar militan yang mengorbankan semuanya saat-saat Golkar berada di tengah keterpurukan era reformasi, kader Golkar sedih. “Mudah-mudahan, petisi kami ini didengar para elite di pusat,’’ ujarnya. Loka Antara memprediksi akar permasalahan tersebut dikarenakan masingmasing kubu memiliki kepentingan dan prinsip yang berbeda, namun itu semua
MBP/pus
Loka Antara
tujuannya sama yakni membawa kejayaan partai. “Jangan partai dijadikan konflik kepentingan. Terbelahnya partai tidak akan memecahkan masalah,” ujarnya. Ketua DPD II Golkar Tabanan Nyoman Wirya menyambut baik petisi tersebut. Ia mengaku akan melanjutkan aspirasi ini ke tingkat provinsi hingga tingkat pusat. Puspadewi
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
16
UU Desa
Jangan Tergesa-gesa KALAU Bali mendaftarkan desa adat, kami khawatirkan juga Bali akan diatur oleh orang pusat. Jangan sampai adat di Bali dan awig-awig di Bali diatur oleh pusat bahkan nantinya adat di Bali yang sudah kuat dan kokoh, lantaran tidak cocok dengan UU kemudian dilakukan yudicial review oleh pusat dan itu juga bisa dilakukan karena desa pakraman didanai oleh pusat. Pandangan Ida Pandita Mpu Acarya Nanda, pada seminar sehari membahas UU Desa di Ruang Rapat Gabungan DPRD Bali layak dicermati. Ida Pandita Mpu Acarya Nanda meminta supaya pilihan antara desa dinas atau desa adat dipertimbangkan secara matang. Jangan tergesagesa mengambil keputusan mendaftarkan desa adat atau desa pakraman. Menurutnya memang semua masyarakat Hindu yang ada di Bali berkeinginan mempertahankan desa adat atau desa pakraman. Namun, caranya berbeda-beda dan ini akan menjadi sebuah risiko ketika Bali dihadapkan pada dua pilihan. Lahirnya UU Desa No. 6 tahun 2014, Bali sekarang akan diajak memilih apakah desa adat atau dinas yang didaftarkan diakui sangat dilematis. Dari dua pilihan ini, apakah Bali berpikir dalam
jangka panjang atau berpikir pragmatis. Oleh karenanya, imbuhnya, harus hati-hati menentukan pilihan. Seperti pengalaman Departemen Agama di Bali yang dulu diharapkan Bali menjadi Dinas Otonom yang bisa diatur oleh Bali sendiri. Sekarang departemen agama di Bali menjadi Kanwil, dan Bali tidak bisa mengatur, karena departemen agama sekarang sudah sentralistik dari Jakarta. Semuanya diatur dan dikendalikan dari pusat. Demikian juga halnya jika desa adat didaftarkan jangan sampai eksistensi desa adat atau desa pakraman di Bali kian melemah, tidak otonom lagi dan harus tunduk pada aturan pusat. Kemudian berbicara masalah sikap, Pandita Mpu dari Seronggo Gianyar ini memilih kedua-duanya didaftarkan. Kalau desa dinas akan didaftarkan desa adat harus tetap hidup dan dipertahankan sehingga bisa eksis dan tidak sampai mati. Demikian sebaliknya kalau desa adat didaftarkan hendaknya dilakukan penataan kembali secara benar. “Kalau saya, kedua-duanya didaftarkan dan keduanya bisa bersinergi,� tegasnya. Dalam seminar UU Desa, sikap dan pandangan para sulinggih terbelah. Sebab
ada yang memilih desa adat dan ada yang memilih desa dinas. Ida Bujangga Rsi Hari Anom Palguna dari Gerya Batur, Tegal Cangkring, Jembrana lebih mendukung mendaftarkan desa dinas ketimbang mendaftarkan desa adat. Sulinggih asal Bali Barat ini memiliki sejumlah alasan dengan mengetahui sepintas dari isi UU Desa No. 6 tahun 2014. Ida Bujangga Rsi mengatakan, kalau desa pakraman didaftarkan maka keberadaan desa pakraman atau desa adat di Bali ini nantinya akan bisa diatur oleh negara, tidak otonom lagi. Sebab, desa adat masuk dalam undang-undang. Menurutnya apa yang ada selama ini nampaknya sudah bisa berjalan dengan cukup bagus. Namun demikian ke depannya desa adat memang harus perlu diperkuat. Diharapkan dari berbagai pendapat yang disampaikan berbagai sulinggih dan tokoh masyarakat hendaknya dikoordinasikan kembali untuk dijadikan dasar pijakan untuk mengambil keputusan. Sebab, dalam forum seminar yang digelar oleh Pansus, para sulinggih diundang untuk diminta memberikan masukan dan pendapat. Widana
MBP/dok
Umat Hindu mengikuti prosesi melasti. 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
17
17
PENDIDIKAN
Tergerus Perkembangan TV, Minat Baca Masyarakat ”Jeblok”
M
inat membaca masyarakat Indonesia ternyata masih “jeblok” alias sangat rendah. Dari data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia masih di bawah rata-rata negara ASEAN ataupun negara-negara maju dalam urusan membaca buku. Dalam kurun satu tahun, ratarata penduduk Indonesia sama sekali tidak membaca buku dan hanya satu buku yang dibaca. Artinya, dari 1.000 orang hanya satu orang yang membaca buku. Fakta itu disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sunarsih di hadapan ratusan peserta road show Gemar Membaca di Perpustakaan di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana, belum lama ini. Padahal, kata Sri Sunarsih, budaya
18
gemar membaca sangatlah penting, khususnya bagi generasi penerus. Dengan membaca mampu membangun masyarakat yang cerdas, berkualitas, kreatif dan inovatif. ”Budaya membaca bukan hanya di saat pendidikan formal, tetapi juga sepanjang hidup. Dengan membaca, akan menambah pengetahuan, memperluas wawasan, menumbuhkan imajinasi dan inovasi serta sangat penting bagi kualitas hidup seseorang,” katanya mengingatkan. Namun dari data UNESCO, penduduk Indonesia masih tergolong rendah dalam hal membaca jika dibandingkan negara ASEAN yang dalam setahun rata-rata satu orang membaca 2-3 buku. Sementara itu, penduduk Amerika Serikat rata-rata
MBP/surya dharma
membaca 20-30 buku dan Jepang antara 10-15 buku per tahunnya. ”Indonesia satu orang hanya membaca buku antara 0-1 buku per tahun. Salah satu penyebab rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia adalah budaya menonton televisi dan lebih banyak membaca SMS (pesan singkat handphone) atau BBM, hingga media sosial. Hal ini tidak terlepas dari masuknya bermacam gadget yang memberikan akses itu bahkan hingga anak umur satu tahun,” ujarnya. Karena itu, menurut Sri Sunarsih, perlu dibangun budaya gemar membaca lewat perpustakaan yang ada hingga ke daerah, sekolah dan desa. Di perpustakaan, bukan saja koleksi naskah kuno hingga yang koleksi terkini seperti jurnal. Sri mengajak masyarakat membiasakan memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku, surat kabar, majalah ataupun jurnal. ”Perpustakaan Nasional juga mengikuti berkembangnya teknologi membaca lewat media elektronik. Dengan koleksi digital, masyarakat bisa membaca menggunakan gadget untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat membaca buku,” tambahnya. Ketua Kelompok Pecinta Sastra Jembrana IB Dharma Santika Putra mengaku tidak heran dengan fakta tersebut. Secara sosiologis, masyarakat mengalami cultural jump atau loncatan kebudayaan. Berbeda dengan negara-negara di belahan Asia lainnya seperti Jepang, Tiongkok, Korea Selatan bahkan Malaysia, loncatan kebudayaan ditopang tradisi keaksaraan (baca tulis dan berdialog, red) yang kuat. Di Indonesia, budaya membaca tergerus perkembangan media televisi yang memanjakan masyarakat untuk menonton. ”Keberadaan perpustakaan bila benar di dalam mengelola dan memanfaatkannya, akan menjadi salah satu terapi atau jalan keluar dalam menyempurnakan tradisi keaksaraan masyarakat, khususnya tradisi membaca,” tegasnya.
Sejumah pengunjung perpustakaan membaca buku elektronik (e-book) melalui media komputer di perpustakaan daerah.
Surya Dharma
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
15 Sekolah di Karangasem Tetap Berlakukan Kurikulum 2013 GURU se-Kabupaten Karangasem meminta agar kurikulum 2013 yang sudah berjalan selama tiga semester tetap diberlakukan di 15 sekolah pengembangan dan percontohan. Beberapa perbaikan terutama dalam penilaian yang terlalu mendetail harus direvisi karena membuat guru mengalami kesulitan saat memberikan nilai. Para guru menganggap penghapusan Kurikulum 2013 dan menggantinya ke kurikulum 2006 bukan menjadi solusi terbaik untuk pengembangan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Karangasem I Gede Ariyasa telah melaksanakan rapat untuk membahas tentang kebijakan tentang implementasi Kurikulum 2013 bersama para guru dan kepala sekolah yang menerapkan sistem pendidikan tersebut di sekolah masingmasing. Menurutnya, Kabupaten Karangasem telah menerapkan Kurikulum 2013
selama tiga semester di sekolah-sekolah unggulan di Karangasem meliputi 5 SD, 5 SMP dan 5 SMA dan SMK. Dikatakan, selama ini tidak ada masalah pada penerapan Kurikulum 2013. Bahkan dengan pemberlakuan kurikulum tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih mudah diterima para siswa. Pasalnya, kurikulum tersebut mengintegrasikan seluruh pelajaran menjadi berkaitan. ”Antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya saling berkaitan sehingga satu permasalahan bisa dibahas dari berbagai disiplin ilmu,” ujarnya. Kendati begitu, Ariyasa mengakui kendala para guru dirasakan saat akan memberikan nilai kepada para siswa. Menurut Ariyasa, cara pemberian nilai pada Kurikulum 2013 sangat mendetail terutama pada kepribadian. Penilaian tersebut sangat sulit diimplementasikan ketika para guru diminta untuk mengajar dengan jumlah siswa rata-rata 40 siswa
tiap kelasnya. ”Untuk bisa memenuhi kriteria sertifikasi, guru harus mengajar rata-rata 27 ruang belajar. Kalau satu ruang belajar berisi 40 orang siswa, guru harus memberikan nilai kepribadian kepada ribuan murid, itu yang menyulitkan di lapangan,” bebernya. Sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang pelaksanaan Kurikulum 2013, pihaknya tetap akan memberlakukan kurikulum tersebut karena 15 sekolah di Karangasem telah menerapkannya selama tiga semester. Sedangkan buku Kurikulum 2013 untuk siswa dan guru pada semester genap telah datang dan siap untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. ”Kami berharap, Kurikulum 2013 tetap diterapkan dengan beberapa perubahan,” tegasnya. Dewa Farendra 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
19
MANCANEGARA
AS dan Kuba Siap Damai WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Kuba sepakat mengakhiri lima dekade permusuhan mereka. Kedua negara akan menghidupkan lagi jalinan diplomatik melalui sebuah terobosan yang juga segera melepaskan embargo perdagangan AS ke Kuba. Mengenai pertukaran tahanan, Presiden Barack Obama mengatakan bahwa Washington siap untuk babak baru dengan Kuba. AS juga akan mendirikan lagi gedung kedutaan besar di Havana yang ditutup sejak 1961. “Kita semua bangsa Amerika,” demikian pernyataan Obama yang digambarkan Gedung Putih sebagai upaya menegaskan kepemimpinan AS di Belahan Barat. Presiden Kuba Raul Castro, yang berbicara saat bersamaan di Havana, memastikan kedua belah pihak sepakat menjalin kembali hubungan diplomatik setelah setengah abad diselimuti dendam. “Keputusan Presiden Obama layak mendapat penghormatan dan pengakuan dari rakyat kami,” kata Castro, sembari mengingatkan bahwa embargo perdagan-
20
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
gan mesti diakhiri. Di Washington, Obama mengakui bahwa embargo perdagangan oleh AS itu telah gagal. Dia mengatakan akan mendesak kongres untuk mencabutnya, di samping akan menggunakan kewenangan kepresidenannya untuk memajukan hubungan diplomatik dan perjalanan dengan Kuba. “Kita akan mengakhiri pendekatan usang yang selama beberapa dekade gagal memajukan kepentingan kita dan alih-alih kita akan memulai normalisasi hubungan antara kedua negara,” kata Obama. “Melalui perubahan-perubahan ini, kita berniat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi rakyat AS dan Kuba untuk memulai babak baru di antara sesama bangsa Amerika,” sambungnya. Obama lalu mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya kunjungan seorang presiden AS ke Kuba. “Saat ini saya tak punya rencana apa pun, namun kita lihat saja perkembangan nanti,” kata Obama. Tahan awal dari perbaikan hubungan ini adalah diadakanya pertukaran tahanan
di antara kedua negara. Kuba sepakat membebaskan Alan Gross, warga negara AS yang ditahan sejak 2009 silam dan seorang agen dinas rahasia CIA yang dikurung sejak 20 tahun. Sebagai gantinya Washington melepaskan tiga terdakwa mata-mata Kuba. Termasuk dalam kesepakatan itu adalah kemudahan visa dan pertukaran diplomat. Meski demikian, pencabutan embargo tampaknya sulit dilakukan. Sejak pernyataan kedua kepala negara, sebuah aliansi lintas partai terbentuk di Kongres untuk menghadang pencabutan embargo. Karena baik Partai Demokrat dan Republik, menjalin hubungan mesra dengan komunitas Kuba di AS yang sebagian besar adalah korban kekejaman rejim Fidel Castro. Obama sendiri mengatakan dirinya akan mengajak anggota kongres dan senat untuk berdiskusi secara terbuka dan serius untuk mencabut embargo. Patut ditunggu hasil dari usaha sang Presiden tersebut. Gugiek Savindra
Mahkamah Uni Eropa: Hamas Bukan Teroris PENGADILAN tertinggi Uni Eropa membatalkan keputusan Uni Eropa untuk mempertahankan gerakan Islam Palestina, Hamas, sebagai kelompok teroris. Majelis hakim menyatakan bahwa keputusan itu bukan didasarkan pada pengkajian atas tindakan Hamas namun lebih pada tuduhan yang berasal dari media dan internet. Namun pembekuan dana atas Hamas akan berlangsung sampai pada saat ini. Hamas mendominasi Gaza dan berperang dengan Israel awal tahun ini selama 50 hari. Kelompok militan Islam itu memiliki komitmen untuk menghancurkan Israel. Israel, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain memasukkan Hamas sebagai organisasi teroris karena catatan serangan-serangannya selama ini dan keengganan untuk menolak kekerasan. Dalam perkembangan lainnya, parlemen Eropa tidak secara langsung mengakui Palestina sebagai negara namun secara mayoritas anggota parlemen Eropa mendukung yang disebut sebagai jalan yang kompromistis. Mereka menyebutnya pengakuan ‘secara prinsip’ sebagai bagian dari pemecahan dua negara melalui jalan perundingan dengan tujuan berdirinya suatu negara Palestina. Para anggota mensahkah keputusan itu dengan suara 498 suara mendukung dan 88 menolak sementara 111 abstain. “Ini merupakan putusan hukum dari sebuah pengadilan. Kami akan mempelajarinya dan akan memutuskan tindakan perbaikan yang cocok,” ujar Juru Bicara UE, Maja Kocijanic said. Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza sejak 2007 itu selama ini telah mengajukan langkah hukum untuk mencabut nama mereka dari daftar hitam Uni Eropa. Keputusan pengadilan ini muncul beberapa jam sebelum parlemen Uni Eropa dijadwalkan mengambil suara terkait pengakuan terhadap negara Palestina, setelah sejumlah negara anggota Uni Eropa memicu kemarahan Israel karena secara resmi mengakui eksistensi Palestina. Sementara itu, kelompok Hamas menyambut baik keputusan pengadilan Uni Eropa itu dan menggambarkan keputusan pengadilan tersebut sebagai sebuah kemenangan. “Ini adalah kemenangan bagi Palestina dan kemenangan untuk hak-hak rakyat kami,” kata juru bicara Hamas Fawzi Bahrum. “Kami berterima kasih kepada pengadilan Uni Eropa untuk keputusan positif ini yang harus diikuti dengan langkah internasional mengangkat penindasan terhadap rakyat Palestina,” tambah Fawzi. Sayap militer Hamas pertama kali dimasukkan ke dalam daftar hitam kelompok teroris pada Desember 2001 tak lama setelah serangan 11 September di menara kembar WTC New York, AS. Kemudian pada 2003, Uni Eropa memasukkan sayap politik Hamas ke dalam daftar hitam kelompok teroris. Gugiek Savindra 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
21
DAERAH
Kabupaten Klungkung
Wilayah Terkecil, Korupsinya Paling Marak
Sebuah alat berat sedang beraktivitas mengerjakan bagian kepala breakwater sisi barat. Pengerjaan bagian kepala menjadi tahap akhir pembangunan bagian breakwater.
erjalanan penanganan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Klungkung mengalami pasang surut. Dalam sepuluh tahun terakhir, kasus dugaan korupsi cukup marak. Namun hanya sedikit yang diproses hukum. Itupun mayoritas berakhir dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), yang menurut aktivis antikorupsi, muncul tanpa alasan yang logis atau penuh konspirasi. Tidak adanya ketegasan dalam penanganan kasus, membuat praktik korupsi di wilayah paling kecil di Bali ini kian marak. Bahkan, banyak pihak yang menyebut praktik korupsi di Klungkung paling marak di Bali. Kebetulan, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir adalah dua periode kepemimpinan mantan Bupati Klungkung Wayan Candra, yang kini juga harus tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan
P
22
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
tanah Dermaga Gunaksa. Melihat kasus dugaan korupsi sepuluh tahun terakhir, masyarakat Klungkung tentu masih ingat dengan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal nelayan tahun 2004 dengan anggaran Rp 4,1 miliar. Ada empat tersangka ditetapkan Kejari Klungkung saat itu. Antara lain, dua dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) atas nama Ir. Triwilaswandio Wuruk Pribadi, M.Sc. dan Ir. Asjhar Imron, M.Sc., MSE, PED serta Kadis Perikanan Peternakan dan Kelautan (PPK) saat itu Made Matra dan stafnya Putu Suartha (kini Sekretaris Disducapil). Namun, kasus itu berakhir dengan SP3 dengan alasan tidak ditemukan kerugian negara. Setelah kasus ini, tahun berikutnya muncul sejumlah kasus lain. Seperti dugaan korupsi proyek grativitasi senilai Rp 7 miliar dan proyek lapangan tembak Paksebali
dengan anggaran Rp 2,4 miliar. Sempat diselidiki Polda Bali, namun akhirnya dihentikan karena tidak cukup bukti. Namun, di saat bersamaan muncul kasus lain dari pembangunan gedung Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, tahun 2008. Penanganan oleh Kejari Klungkung kembali menetapkan tiga tersangka yakni Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika saat itu Made Budiasa, Panitia Lelang Sentana dan Konsultan Proyek A.A. Sarka. Namun, meski terbukti melakukan korupsi, ketiganya hanya divonis setahun. Setelah penanganan kasus ini, muncul berbagai kasus dugaan korupsi lain. Bahkan, belasan di antaranya terang-terangan menyalahi aturan. Seperti proyek penunjukan langsung yang melanggar ketentuan Keppres 80/2003 tentang tender saat itu.
Sebuah alat berat sedang beraktivitas pada pembangunan breakwater sisi timur proyek Dermaga Gunaksa.
Namun, tidak ada tindak lanjutnya. Penanganan kasus korupsi saat itu menjadi awal sejarah buruk para pencari keadilan di Klungkung. Banyak kelompok masyarakat protes. Namun, intervensi publik tak mampu membuat penegak hukum bisa berbuat banyak untuk semangat pemberantasan kasus dugaan korupsi. Maraknya korupsi tidak hanya di pemerintahan, namun akhirnya menular kepada sejumlah perbekel. Beberapa perbekel yang tersandung kasus, antara lain di Kecamatan Dawan, Perbekel Pesinggahan saat itu, Wayan Murja, yang menjadi tersangka dalam dugaan korupsi kasus penyalahgunaan dana bansos dari tahun 2006 hingga 2013 dengan kerugian negara sebesar Rp 200 juta. Kemudian, Perbekel Bunga Mekar Kecamatan Nusa Penida I Ketut Tantam, yang tersangkut kasus dugaan korupsi Gerbangsadu tahun 2012, dengan total kerugian negara sebesar Rp 449.639.489,92.
Korupsi juga Melanda Dunia Pendidikan
Perbekel Sekartaji Nusa Penida Wayan Suarta juga menjadi tersangka Januari 2014 lalu, karena diduga melakukan pemalsuan dokumen, untuk mensertifikatkan tanah desa pakraman setempat. Terakhir, Perbekel Desa Tusan Kecamatan Banjarangkan, Wayan Nuarsa, yang ditetapkan tersangka oleh Kejari Klungkung Juli lalu, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan bantuan keuangan tahun 2012. Bahkan perbekel ini juga terlibat dua kasus lainnya yakni penyelewengan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan dan tindak pidana korupsi sewa traktor. “Perbekel kena kasus hukum, ini sangat disayangkan. Mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi yang terjerat lagi. Kita harus tetap belajar,” kata Wakil Bupati Klungkung Made Kasta.
MASIFNYA korupsi di Klungkung ternyata juga menular ke dunia pendidikan. Mantan Kepala SMAN 1 Semarapura (Alm) Nyoman Mudjarta, sempat menjadi tersangka dugaan kasus korupsi penyalahgunaan dana komite di SMAN 1 Semarapura. Meski akhirnya divonis bebas. Tragisnya, pascavonis, Mudjarta menghembuskan napas terakhirnya karena sakitnya kambuh. Namun, usai kasus Mudjarta, dunia pendidikan Klungkung kembali tercoreng oleh dugaan tindak pidana korupsi penyalanggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012/2013. Dua tersangka kasus itu adalah mantan Kepsek SMPN 1 Semarapura Wayan Sutama dan Bendahara Ida Bagus Darma Putra. Keduanya akhirnya ditahan, Senin (8/12) lalu. Terakhir, Kasus Dermaga Gunaksa kembali menghangat setelah Kejari Klungkung memutuskan menahan sembilan tersangka dari Panitia Pengadaan Tanah awal Desember ini. Mereka menyusul mantan bosnya Wayan Candra, yang sudah ditahan lebih dulu. Total dari 16 tersangka kasus Dermaga Gunaksa, baru 10 tersangka yang ditahan. Sementara sisanya menunggu giliran sampai Tahun Baru tiba. Dalam perjalanan kasus ini, tercatat ada 30 tersangka, dengan rekor jumlah tersangka, dipegang dari kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Dermaga Gunaksa. Kasus Dermaga Gunaksa baru sebatas pengadaan tanah, lantas bagaimana dengan dugaan korupsi pembangunan fisiknya yang sedang ditangani Kejati Bali? Ada dugaan pembangunan fisiknya, korupsinya melibatkan orang-orang kementerian terkait.
Bagiarta
Bagiarta 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
23
K E S E H ATA N
Nyeri Bukan Kepalang N
yeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan dan sangat individual yang tidak dapat dibagi dengan orang lain. Demikian pula nyeri haid, keluhan yang mengkhawatirkan bagi wanita selama masa reproduksi, , karena selain nyeri menyiksa, dampak kesulitan hamil mengintai. Meski terkait dengan kemandulan, banyak penderita endometriosis mencapai kehamilan tanpa penanganan, sehingga tidak terdiagnosis. Nyeri sesungguhnya sebuah respons terhadap berbagai fenomena penyakit dalam tubuh. Tatkala tubuh mengalami masalah akan memberi respons berupa gejala atau tanda. Pada kasus nyeri haid, sesuai namanya wanita mengalami nyeri saat haid, terutama di hari pertama dan kedua, dikenal sebagai nyeri haid hebat atau mungkin suatu endometriosis. Nyeri yang timbul umumnya hebat, bahkan akibat nyeri yang begitu sangat, wanita dapat mengalami pingsan. Haid/mensruasi merupakan peristiwa alamiah pada wanita yang memasuki usia remaja. Banyak keluhan tentang rasa sakit atau nyeri, biasanya berupa kejang perut bawah yang mulai dirasakan 24 jam sebelum haid berlangsung selama kurang lebih 24 jam sejak haid setelah itu tidak terasa lagi. Penyebab rasa sakit belum diketahui jelas, diduga kejang otot rahim akibat kontraksi alamiah saat pelepasan lapisan dinding rahim, dan aliran darah yang kurang. Nyeri haid adalah hal yang biasa dialami wanita, namun bila terus menerus setiap bulan dalam jangka lama perlu diwaspadai.
24
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
Nyeri haid menurut Smeltzer dan Bare (2002) adalah salah satu proses alami seorang wanita yaitu proses deskuamasi atau meluruhnya dinding rahim bagian dalam keluar melalui vagina. Haid normal terjadi setiap 28 hari selama tahun-tahun reproduksi, siklus normal 21-35 hari, lamanya 2-7 hari. Nyeri haid/dismenorrhea ada dua jenis. Pertama, dismenorhea primer yakni haid yang sangat nyeri, tanpa disertai kelainan/ patologis panggul yang dapat terjadi saat haid pertama kali atau segera setelahnya. Dismenorhea primer ini ditandai nyeri kram sebelum dan setelah munculnya haid, berlanjut 48-72 jam. Diduga akibat prostaglandin berlebihan yang menyebabkan rahim kontraksi. Faktor psikologis, seperti kecemasan dan ketegangan juga menunjang nyeri haid. Dengan bertambahnya umur, nyeri cenderung berkurang dan menghilang setelah melahirkan. Kedua, dismenorhea sekunder terdapat patologis panggul, seperti endometriosis, tumor. Nyeri sering dialami sebelum menstruasi. Gejala pertama pada endometriosis usia reproduksi adalah nyeri panggul, dan tersering (80%) adalah nyeri haid/dismenorrhea. Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan, yang terjadi akibat adanya kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi kerusakan. Nyeri kronik biasanya dideďŹ nisikan sebagai nyeri yang memiliki durasi 6 bulan atau lebih. Berdasarkan rekomendasi Art
and Science of Endometriosis Meeting oleh National Institute of Health (NIH) dan American Society of Reproductive Medicine (ASRM) tahun 2010, bahwa nyeri harian sebaiknya diukur selama minimal satu bulan sebelum terapi untuk pengukuran baseline/garis dasar nyeri yang adekuat dan diukur secara terpisah menggunakan skala rasio numerik 11 poin (mulai 0-10), seperti halnya pada kondisi nyeri kronik lainnya. Penggunaan skor VAS (Visual Analog Scale) adalah instrumen yang tepat dan telah diterapkan dengan baik untuk mengukur nyeri terkait endometriosis. VAS adalah skala respons psikometrik dengan menggunakan kuesioner, dan merupakan metode yang sederhana terdiri dari garis datar sepanjang 10 cm, yang dimulai dengan 0 menandakan tidak ada nyeri, sedangkan 10 nyeri paling buruk yang pernah dialami. Setiap nyeri haid yang terjadi pada usia remaja, maupun pada usia menopause perlu dipikirkan adanya endometriosis. Nyeri panggul, nyeri haid maupun kesulitan hamil erat kaitannya dengan endometriosis, sebanyak 20-60% mengalami kemandulan. Pada wanita dengan kemandulan yang disertai nyeri haid, endometriosis terjadi sekitar 80%. Endometriosis secara klinis adalah jaringan endometrium yang terdapat di luar rongga rahim, seperti pada organorgan genitalia interna, kandung kemih, usus, rongga perut, paru-paru, bahkan dapat dijumpai di otak dan mata. Pada umumnya endometriosis paling sering ditemukan pada masa reproduksi.
Penyebabnya Belum Diketahui Pasti PENYEBAB nyeri hebat hingga kini belum diketahui pasti. Banyak teori yang ikut berperan dalam terjadinya endometriosis, sayangnya tidak satupun teori-teori tersebut yang dapat menjelaskan mengapa jaringan rongga rahim ada di luar rongga rahim, sehingga penyakit ini sering diistilahkan sebagai “penyakit penuh teori/disease of theory”. Dari semua teori yang ada, refluks darah haid dianggap sebagai penyebab tersering dari endometriosis, karena pada pasien ini ditemukan lemahnya otot saluran telur dekat rahim, yang memungkinkan penyebaran sel-sel endometriosis ke rongga perut, disebut endometriosis ronga perut/ panggul. Nyeri panggul siklik adalah nyeri haid khas pada endometriosis, nyeri yang muncul beberapa hari menjelang haid, dan mencapai puncak saat haid, lalu menghilang setelah berhenti haid. Pasien tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari dan memerlukan terapi penghilang nyeri. Nyeri panggul siklik maupun asiklik 70-80% penderita endometriosis. Semua rasa nyeri bila muncul menjelang, selama (hari pertama dan kedua) atau setelah haid, maka perlu
dicurigai adanya endometriosis, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik lanjutan. Diagnosa banding yang perlu dipikirkan adanya nyeri punggung (setelah berdiri lama), nyeri fungsional perut bawah setelah makan, serta nyeri akibat proses keganasan. Jadi jika ditemukan keluhan nyeri perut yang dihubungkan sengan siklus haid atau keluhan kemandulan dengan nyeri haid atau tidak, maka perlu diduga menderita endometriosis. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui penyebab nyeri lain, seperti nyeri ketok, nyeri punggung. Pada kasus yang disertai kemandulan perlu diketahui berat badan, gambaran kulit, seperti: jerawat, pertumbuhan bulu berlebihan. Pada pemeriksaan kandungan, teraba nodul-nodul di daerah belakang rongga perut dan nyeri. Pemeriksaan penunjang seperti USG, CT- Scan/MRI untuk melihat adanya massa kista di kedua indung telur, atau bercak-bercak deep endometriosis pada rahim, bila nyeri disertai darah saat berkemih atau BAB perlu dipikirkan pemeriksaan endoskopi. Pemeriksaan serum marker endometriosis, seperti: CA 125, trypsin inhibitor, c-reactive protein, dll
masih mengecewakan. Juga dapat dilakukan pemeriksaan histerosalpingosintigrafi menggunakan radioaktif untuk mengetahui endometriosis kedua tuba. Pada kecurigaan endometriosis panggul, laparoskopi merupakan pemeriksaan yang utama dan pasti. Kecurigaan nyeri haid akibat endometriosis dapat didasarkan pada beberapa hal, meliputi: adanya nyeri haid kronik/lama siklik maupun asiklik, pasien-pasien yang belum juga hamil dengan pengobatan, nyeri haid pada usia remaja. Diagnosis endometriosis berdasarkan riwayat penyakit, gejala, tanda fisik, pemeriksaan bimanual memang tidak khas, namun pada penderita yang tidak dapat di laparoskopi, maka dugaan endometriosis dapat dipertimbangkan.
Pengobatan dengan Teknik Laparoskopi Operatif PEMBERIAN obat-obatan antinyeri hanya menghilangkan nyeri saja, tetapi tidak menghilangkan penyebabnya. Pengobatan dewasa ini yang dianut adalah dengan teknik laparoskopi operatif. Pengobatan kombinasi pembedahan dan medikamentosa/obatobatan seperti hormon. Pemberian hormon GnRH/ Gonadotropin Releasing Hormon termasuk terapi yang paling efektif. Dapat pula dengan progesteron, pil KB, dll. Terapi endometriosis pada pasien yang ingin hamil terbaik adalah kombinasi tiga tahapan terapi, yaitu laparoskopi diagnostik, hormon GnRH 3-6 bulan, dan laparoskopi operatif untuk penyelamatan fungsi reproduksi/hormon juga dapat diberikan obat penyubur. Bila tetap sulit hamil pilihannya adalah bayi tabung/adopsi. Bila dapat dipastikan penyebab nyeri haid oleh hormon prostaglandin, maka dapat diberikan anti prostaglandin/AINS/anti inflamasi non steroid. Pencegahan terjadinya endometriosis, dahulu menurut Meig’s adalah kehamilan, gejala endometriosis berkurang/hilang pada kehamilan karena regresi endometrium pada endometriosis, tindakan ini tidak hanya untuk mencegah sekaligus menghindari kemandulan. Namun dalam perkembangannya dewasa ini satu-satunya upaya pencegahan endometriosis adalah memastikan aliran keluar haid yang adekuat, pendapat
lain masih belum terbukti, seperti pernikahan dini, mencegah pemotongan sebagian saluran telur, pencucian lapangan operasi, pemeriksaan panggul setiap tahun. Apapun metode terapi yang digunakan, sebenarnya tujuan pengobatan endometriosis umumnya memulihkan kesuburan dan meningkatkan laju kehamilan. Gambaran penyebab yang tidak jelas, keluhan, gejala dan tanda yang tidak khas, banyaknya teori yang mendasari membuat penyakit ini sulit mendapat terapi yang tepat, pengalaman terapi menjadi salah satu pertimbangan kearah penanganan yang tepat. Tugas dokter melakukan pelayanan sebaik-baiknya dengan upaya maksimal dalam memberi terapi, namun tidak pada hasil terapi (inspainning verbentennis), tidak pada posisi memberi garansi kesembuhan. Lakukanlah pemeriksaan ke pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada untuk mendapatkan gambaran terhadap apa yang dikeluhkan, sehingga terapi yang diberikan berdasarkan pada data-data/bukti-bukti ilmiah (evidence based medicine). dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG, M.M., C.Ht Dosen Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Dokter Kandungan RSU. Premagana 29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
25
LENSA
ANAK DAN JUDI Foto ini merupakan salah satu pemenang Lomba Foto HUT ke-66 Bali Post. Foto yang mengambil tema “Anak-anak dan Judi� ini berhasil meraih Juara III. Foto ini menunjukkan keprihatinan terhadap masifnya aktivitas perjudian karena sudah merambah ke anak-anak. Orang tua perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan pengertian mengenai dampak negatif perjudian kepada anak-anaknya untuk membentuk generasi muda yang positif dan berguna bagi bangsa dan negara.
MBP/I Gusti Ngurah Agung Parawira
OLAHRAGA
Momentum 2014 T
ahun 2014 sebentar lagi berganti 2015. Sejumlah peristiwa penting terjadi di dunia olah raga yang tidak hanya berpengaruh secara lokal namun merembet hingga penjuru dunia. Tidak hanya diwarnai keberhasilan Jerman dalam menjuarai Piala Dunia di Brazil namun momentum itu muncul di lapangan tenis, arena balap hingga di dalam stadion saat para olahragawan berkompetisi menjadi yang tercepat, tertinggi dan terkuat seperti yang didengungkan saat pesta olahraga multievent Olimpiade “Citius, Altius, Fortius.” Putaran final Piala Dunia 2014 di Brazil diwarnai hasil mengejutkan sejak awal. Tim tangguh seperti Inggris, Italia dan bahkan juara bertahan Spanyol tersingkir sejak awal. Pemain Terbaik Dunia Cristiano Ronaldo pun tak mampu mengantarkan timnya Portugal lolos ke babak berikutnya. Puncak dari tragedi itu terjadi di babak penyisihan Grup D yang mempertemukan mantan juara dunia Italia vs Uruguay pada 24 Juni. Pada pertandingan di Natal, bek Italia Giorgio Chiellini menuduh penyerang Uruguay Luiz Suarez menggigit bahunya.
cantiknya dengan mengalahkan Argentina 1-0 melalui alui gol Mario jadi tim Eropa Goetze menjelang akhir pertandingan. Jerman menjadi ekaligus menpertama yang juara Piala Dunia di benua Amerika sekaligus jadi gelarnya yang keempat.
Kompetisi Liga Champions 2013/2014 menghasilkan catatan sejarah. Real Madrid sukses mewujudkan mimpi “La Decima”. Di partai final yang digelar di stadion Luz, Portugal 24 Mei, tim asuhan Carlo Ancelotti menundukkan Atletico Madrid 4-1 dan untuk ke-10 kalinya klub ibukota Spanyol itu juara Eropa. Ironinya Atletico telah memimpin 1-0 sejak menit ke-36 dan kurang dari 90 detik menjadi juara sebelum bek Real Sergio Ramos mencetak gol yang menyamakan kedudukan di injury time babak kedua. Selanjutnya Gareth Bale, Marcello dan Cristiano Ronaldo melengkapi sukses Real.
Suarez memang terlihat kesakitan memegang giginya. Dua hari sebelumnya Suarez membantu Uruguay mengalahkan Inggris 2-1, namun kali ini ia terkena hukuman larangan tampil di laga internasional selama empat bulan karena peristiwa kontroversial itu. Uniknya klub Spanyol Barcelona tetap rela mengeluarkan 81 juta euro (110 juta dolar AS) untuk membeli Suarez dari Liverpool. Lepas dari kontroversi Suarez, tuan rumah Brazil justru dinilai sebagai tim yang paling membuang peluang. Bertindak sebagai tuan rumah, Tim Samba dicukur gundul Jerman 1-7 bahkan di babak pertama saja Tim asuhan Joachim Loew itu telah unggul 5-0 (8 Juli). Beberapa hari kemudian Jerman melanjutkan kiprah
28
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
Musim ini menjadi kebangpet kitkan petenis veteran Roger Federer. Federe Petenis Swiss yang telah mengoleksi 17 gran slam itu, mengelar grand gantarkan nega negaranya menjuarai Piala Dav Davis. Bersama Stan Wawrin Wawrinka, Federer untuk pertama pe kali memenang nangkan turnamen ini ddengan mengalahkan Prancis di ďŹ nal di Lille, 23 November.
Di arena Grand Prix Formula 1, persaingan menuju tangga juara diputuskan di seri pamungkas. Pembalap Inggris Lewis Hamilton akhirnya menjadi juara dunia untuk kedua kalinya dengan menyisihkan rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg. Persaingan itu terlihat sengit saat di sirkuit Monza Italia dimana Rosberg (depan) tergelincir dan Hamilton berhasil menyalipnya.
Gran Grand slam Prancis Terbuka menghasilkan Maria Sharapova sebagai juara tunggal putri. Petenis Rusia itu memerlukan tiga set untuk menghentikan perlawanan Simona Halep dari Rumania di ďŹ nal 7 Juni lalu. Untuk pertama kali ďŹ nal di Roland Garros itu berjalan tiga set. Petenis terakhir yang harus emnang tiga set adalah Jennifer Capriati saat mengalahkan Kim Clijsters pada 2001. Atlet Prancis Renaud Lavillenie memecahkan rekor dunia loncat galah dengan lompatan setinggi 4,16m. Rekor tersebut tercipta di kejuaraan indoor di Donetsk 15 Februari lalu. Lavillenie yang kemudian menerima penghargaan Atlet Terbaik versi IAAF, memecahkan rekor lama milik legenda Sergey Bubka dari Ukraina. Yudi Winanto
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
29
OLAHRAGA
Siapa Menyusul PS Badung? KESEBELASAN PS Badung akhirnya menjawab kehausan masyarakat pencinta sepak bola di Kabupaten Badung dan Bali akan kehadiran tim Divisi Utama Liga Indonesia di daerahnya. Tim Keris promosi ke kompetisi satu strip di bawah Indonesia Super League (ISL) itu. Ini merupakan sejarah baru bagi persepakbolaan di Bali setelah era Persekaba sekitar 10 tahun silam. Bahkan, jika sanggup bersaing dengan tim-tim tangguh lainnya di divisi utama tahun depan, bukan tidak mungkin pada 2016 PS Badung akan berlaga di ISL, kompetisi tertinggi di Tanah Air. Kesuksesan PS Badung melaju ke divisi utama disambut gembira pencinta sepak bola dan masyarakat Badung dan Bali. Ketua Umum PS Badung Dewa Manik mengatakan, sepak bola Pulau
Dewata kembali terangkat. Pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat bola di Badung dan Bali yang selama ini sudah memberikan dukungan terhadap perjuangan pemain PS Badung. ”Kami mengharapkan prestasi ini menjadi suntikan motivasi bagi pemain-pemain muda agar makin giat berlatih sehingga kemampuannya semakin berkembang,’’ katanya. Hasil ini merupakan buah doa seluruh masyarakat Badung dan Bali yang mensuport PS Badung sejak awal. Tidak kalah pentingnya kerja keras pengurus, pelatih, dan pemain. Sementara pemerintah Kabupaten Badung memberikan sokongan dana, sehingga pelatih Wayan Sujata dan Putu Mahardika bisa menyiapkan timnya dalam program latihan yang berjalan panjang.
Manajer PS Badung Wayan Adi Arnawa sangat bangga timnya bisa naik dari divisi I. ”Ini merupakan kado manis untuk masyarakat Badung dan Bali serta kado termanis buat Bupati Badung Anak Agung Gde Agung yang akan mengkhiri masa jabatannya,’’ ujarnya. Sekum KONI Badung Made Sutama berharap prestasi PS Badung ini bisa diikuti oleh tim-tim sepak bola Bali lainnya, seperti Perseden Denpasar dan Pro Kunadalini. Bertambahnya wakil Pulau Dewata yang berlaga di kompetisi nasional, akan mendorong klub-klub mencetak pemain berkualitas karena telah ada wadah yang siap menampungnya untuk mengembangkan karier. Siapa menyusul PS Badung? Eka Parananda
MBP/nan
Tim PS Badung
30
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
PON Remaja
Bali Bisa Lebih Baik KONTINGEN Bali datang ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I/2014 di Surabaya, Jawa Timur, 9-15 Desember lalu, mengusung target masuk 10 besar. Hasilnya sungguh menggembirakan, sebab atlet Pulau Dewata sukses menembus peringkat keenam dari 34 provinsi yang ambil bagian. Prestasi itu diraih berkat perolehan 6 medali emas, 6 perak, dan 8 perunggu. Hasil ini diperjuangkan oleh atlet putra dan putri yang berlaga dalam 13 cabang olahraga (cabor) dari 15 cabor yang dipertandingkan. Bali hanya absen pada cabor senam dan dansa. Tuan rumah Jatim tampil sebagai juara umum dengan mengantongi 36 emas, 29 perak, dan 16 perunggu. Selanjutnya DKI Jakarta mengumpulkan 34 emas, 22 perak, dan 18 perunggu, Jabar menyabet 13 emas, 9 perak, dan 15 perunggu, Jateng mendapat 7 emas, 9 perak, dan 14 perunggu, dan Sumatera Barat mendulang 7 emas, 8 perak, dan 10 perunggu. Cabor judo menjadi pahlawan Bali lewat sumbangan empat medali emas. Dua emas lainnya dipersembahkan renang dan atletik. Emas dari judo dihasilkan Nyoman Pasek Krisnanda yang turun di kelas -55 kg putra, Wayan Gede Bima Prasetya (-81 kg putra), Luh Eka Meidiani Pujahasita (-44 kg putri), dan Komachi Amano Lubis (-63 kg putri). Emas atletik didapat Ni Luh Mitayuni (nomor lompat jangkit putri), sedangkan emas renang berasal dari kayuhan Luh Made Citra Dewi (50 meter gaya bebas putri). Hasil itu melampaui target mengingat Ketua Umum KONI Bal I Ketut Suwandi sebelumnya hanya mematok ranking 10 besar. Akan tetapi jika mengacu pada jumlah medali emas yang direbut, Bali gagal karena mengincar 12 emas. “Bali mampu masuk 10 besar, namun target 12 medali emas tidak tercapai,’’ ujar Suwandi pada hari terakhir PON Remaja I/2014. Bali semestinya bisa menembus peringkat lebih tinggi, minimal posisi keempat. Sayang, lima cabor andalan di luar judo, renang, dan atletik, yaitu tembak, bulu tangkis, pencak silat, panahan, dan bola basket, gagal
mendulang medali emas. Tembak hanya menyumbang perak melalui I Kadek Rico Vergian Dinatha di nomor 10 meter air pistol putra. Silat cuma menghasilkan perunggu yang didapat Ketut Adi Wirawan di kelas D putra. Sementara panahan, bola basket, dan bulu tangkis tidak mampu menyabet medali sama sekali. Sejumlah alasan dikemukan para ofisial terkait kegagalan atletnya mendulang emas. ”Keberuntungan belum berpihak kepada kami. Perpani Bali bakal secepatnya
melakukan evaluasi agar tidak mengalami kegagalan serupa pada ajang lainnya,’’ papar Sony Gatot Hariyanto, Ketua Umum Perpani Bali yang juga manajer panahan. Pelatih tembak Made Sugiantara berkilah, asuhannya kalah mental ketika tampil di partai puncak akibat tekanan penonton. Meski tidak mampu merealisasikan target emas, atletnya setidaknya bisa menambah jam terbang melalui PON Remaja. Mawa
A KT I V I TA S
MBP/ist
KEMBALIKAN FORMULIR - Kader Golkar Wayan Muntra (depan, udeng putih) saat mengembalikan formulir Bacabup Badung di DPD Golkar Badung, Minggu (14/12). Salah satunya Wayan Muntra, politisi asal Nusa Dua, Kuta Selatan. Muntra diprediksi akan menjadi “kuda hitamâ€? dalam bursa perebutan rekomendasi Cabup Badung untuk Partai Golkar, karena dalam poling maupun survei memperoleh dukungan cukup signiďŹ kan. Dalam acara pengembalian formulir Bacabup Badung di DPD Golkar Badung di Desa Anggungan, Mengwi tersebut, para pendukungnya dengan sabar menunggu Muntra, mulai saat memasuki sekretariat hingga ke luar ruangan. Muntra pun terus mengumbar senyum untuk para pendukungnya.
MBP/ist
TUTUP - DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung resmi menutup pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Badung pada Minggu (14/15) lalu. Di hari yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Badung I Ketut Suiasa mengembalikan formulir bakal calon bupati yang telah diisi. Yang menarik, politisi senior asal Desa Pecatu, Kuta Selatan itu datang ke kantor DPD II Golkar Badung diiringi ribuan massa dari unsur kader partai, simpatisan, seniman, masyarakat serta menampilkan kesenian tradisional masyarakat petani, okokan.
MBP/ist
MBP/ist
HINDUISME - Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika (PHDI Bali), Ketut Ariasa (Pengurus Mahagotra Pasek Klungkung, dan tokoh Hindu di Ngaben Massal Semeton Pasek Klungkung. Wedakarna mengimbau desa adat di Bali memberikan edaran pada seluruh pengusaha agar saat Galungan Kuningan memasang penjor ditempat usahanya. Tujuannya, pertama Galungan adalah upacara jagat bukan hanya milik Hindu. Kedua, mendukung tetap eksisnya pekerja Hindu di setiap perusahaan di Bali.
32
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
SOSIALISASI - Anggota DPR/MPR daerah pemilihan (dapil) Bali I Putu Sudiartana S.E., M.B.A., mensosialisasikan empat pilar kebangsaan di Monumen Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Kamis (11/12). Ini merupakan acara sosialisasi empat pilar kebangsaan yang pertama dilakukan di Bali di masa pengurusan DPR/MPR periode 2014-2019. Acara ini dihadiri juga Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Adityawarman sebagai pembicara, pihak Polda Bali, Kepala Badan Kesbangpol Gede Putu Jaya Suartama, sejumlah tokoh masyarakat, generasi muda serta masyarakat umum. Nampak Anggota DPR/MPR I Putu Sudiartana (tengah) di sela-sela mensosialisasikan empat pilar kebangsaan.
A KT I V I TA S
MBP/ist
KUNJUNGAN - Komitmen dan perjuangan anggota DPRRI daerah pemilihan (dapil) Bali I Wayan Koster terhadap dunia pendidikan di Bali tak perlu diragukan. Dalam resesnya, anggota Komisi X DPR-RI yang membidangi pendidikan ini mengunjungi sejumlah lembaga kursus dan pelatihan di Bali. Salah satunya PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Agung di Jalan Anggrek, Kreneng, Denpasar, Jumat (12/12). Nampak dalam foto Anggota Komisi X DPR-RI I Wayan Koster (tengah) saat mengunjungi PKBM Agung Denpasar.
MBP/ist
AWARD - SKK Migas menerima tiga Sustainability Reporting Award 2014 untuk laporan keberlanjutan atau Sustainability Report 2013 yang dibuat oleh lembaga ini. Tiga penghargaan ini diserahkan oleh National Centre for Sustainability Reporting (NCSR) kepada Sekretaris SKK Migas Ir. Gde Pradnyana, M.Sc., Ph.D., di Jakarta, Rabu (10/12) lalu. Tiga award tersebut adalah Commendation for First Year Report Award; Commendation for First Time G4 Report Award; dan Commendation for The Most Impressive Government Institution Report. Tampak Mantan Menteri Lingkungan Sarwono Kusumaatmadja yang menjadi Ketua Tim Juri Sustainability Reporting Award 2014 memberikan apresiasi yang tinggi atas keikutsertaan SKK Migas dalam ajang tersebut.
KURSI RODA - Selain menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, Sabtu (13/12) dalam rangka HUT-nya yang ke-2, RSU Kasih Ibu Tabanan juga memberikan bantuan kursi roda bagi warga yang membutuhkan. Direktur RSU Kasih Ibu Tabanan dr. Gede Ngurah Buana, M.Kes. memaparkan pemeriksaan menyasar kurang lebih 1.000 warga. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan secara umum, warga juga bisa melakukan pemeriksaan mata dan gigi. RSU Kasih Ibu Tabanan juga menurunkan dokter spesialis di bidang kandungan, bedah, THT, kulit dan kelamin, penyakit dalam dan dokter spesialis anak. MBP/ist
BAKSOS - Sekolah Lentera Kasih (SLK) Bali secara rutin menggelar program bakti sosial (baksos) tahunan. Tahun ini SLK Bali melakukan penggalangan dana untuk membantu dan mendukung Panti Jompo, Panti Asuhan dan anak yang memerlukan bantuan untuk operasi. Kegiatan penggalangan dana berlangsung selama tiga minggu. Selain mengumpulkan sumbangan dari para orangtua murid, muridmurid SLK Bali juga mengadakan kegiatan penjualan berbagai barang untuk hadiah Natal dan Tahun Baru, kue-kue, lilin Natal, pemutaran permintaan lagu dan pesan.
MBP/ist
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
IEEE - STIKOM Bali kembali dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan para insinyur se-dunia yang digelar di Nusa Dua, Selasa (9/12) Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, acara seminar dan konferensi bertajuk Institute of Electrical and Electronics Engineer adalah event multi conference yang dihadir lebih dari 100 insinyur dari 20 negara. Antara lain dari Amerika, Jepang, Australia, Jerman, Belanda, Inggris dan lain-lain. Nampak Dr. Dadang Hermawan (kiri) dan I Made Sarjana, S.E., M.M (kanan) saat memberikan keterangan pers dalam pembukaan IEEE International Multiconference 2014.
MBP/ist
KONSISTEN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., setelah kembali dilantik empat periode tetap konsisten mengawal dan memperjuangan aspirasi petani dan nasib krama subak di Bali terutama di daerah kelahirnya di Kabupaten Tabanan. Salah satunya dengan menggelontorkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) di Kabupaten Tabanan senilai total Rp 2,44 miliar yang diserahkan secara simbolis di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Tabanan Jumat (12/12) lalu.
MBP/ist
PENGHIJAUAN - Semua warga SMAN 1 Denpasar (Smansa) patut dijadikan contoh dan teladan. Mengakhiri semester ganjil sekaligus menutup lembaran akademis tahun 2014, warga Smansa melakukan penghijauan penanaman pohon upakara di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Jumat (12/12). Acara ini sekaligus dipakai oleh Kepala SMAN 1 Denpasar Drs. I Nyoman Purnajaya, M.Pd. membagikan rapor kelas X, XI dan XII. Nampak dalam foto Kepala SMAN 1 Denpasar Nyoman Purnajaya beserta guru dan siswa menanam pohon upakara di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Jumat (12/12).
34
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
MBP/ist
INTROSPEKSI - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh bersama keluarga besar Partai NasDem di Bali menyampaikan ucapan selamat hari suci Galungan dan Kuningan. Di hari kemenangan ini, masyarakat diharapkan bersyukur sekaligus introspeksi atas apa yang terjadi. Ketua DPD Partai NasDem Kota Denpasar A.A. Ngr. Gede Widiada mengajak seluruh kader partai dan semua pihak menjadikan momentum hari suci kemenangan ini sebagai komitmen pencapaian Indonesia Hebat. Yakni membuka pintu silaturahmi serta saling memberi ruang atas perbedaan.
PERNIK
Terompet, Petasan dan Kembang Api
Identik dengan Pergantian Tahun TEROMPET, petasan dan kembang api seakan tak pernah bisa dilepaskan dari perayaan tahun baru. Termasuk dalam menyambut Tahun Baru 2015 beberapa hari lagi. Suara memekakkan dari petasan sering dikeluhkan warga, apalagi mereka yang punya bayi dan orang sakit. Demikian pula berbahaya bagi “pelempar� petasan, tetapi tetap saja dicari terutama anak-anak dan remaja. Ledakan petasan yang menganggu dan membahayakan itu, akhirnya aparat keamanan pun melarangnya. Hanya saja larangan itu sepertinya tak berdaya. Tepat pada pergantian tahun ledakan itu seolah tak terbendung. Menggelegar dengan pancaran api yang membuncah di langit yang semakin membuat orang ketagihan untuk mencari dan membelinya. Dalam kondisi ramai seperti itu membuat aparat sudah untuk menertibkan, kecuali menghimbau agar berhati-hati dalam meledakkan petasan agar tidak timbul korban. Mengingat dalam perayaan tahun baru selalu saja ada yang terluka dan terbakar api petasan masuk rumah sakit. Tahun lalu misal- nya ada beberapa orang masuk RS Sanglah
yang terluka dan dua tahun lalu tercatat lima orang terbakar karena petasan. Menjelang perayaan 2015 ini rupanya banyak anak-anak yang mulai menggunakan pipa untuk membuat ledakan. Dibuat mirip meriam dan menggunakan methanol atau spritus, maka ledakan mirip dentuman meriam bisa menggema. Bila alat ini bisa digunakan berulang-ulang dengan harga relative lebih murah dibandingkan membli petasan. Apalagi petasan sekarang banyak yang impor dengan jenis beragam. Ada yang kecil dengan percikan api kecil juga sampai yang besar panjang dengan harga sampai ratusan ribu per lonjor. Aparat sudah sejak lama mengeluarkan larangan penjualan kembang api di pinggir-pinggir jalan. Bahkan aksi pelarangan penggunaan petasan dan kembang api berukuran besar juga sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu baru diterapkan desa pakraman se-Denpasar. Tujuannya demi menciptakan rasa aman saat perayaan tahun baru. Melihat kenyataan di lapangan, menjelang Tahun Baru 2015 nanti,
kini sudah bertebaran pedagang petasan di pinggir-pinggir jalan. Bahkan ada menggunakan mobil menjual petasan keliling serta dipajang di pasar-pasar senggol. Akibatnya saat ini ledakan petasan sudah sering terdengar, walau perayaan Tahun Baru 2015 mendatang masih beberapa hari lagi. Beberapa pedagang misalnya mengaku menjual petasan dan terompet sebagai satu kesatuan. Biasanya anak-anak muda selain membeli pernak-pernik tahun baru bewrupa topi dan terompet, juga lenghkapt dengan petasan dan kembang api. Euforia tahun baru dengan petasan dan kembang api sebernarnya bukanlah budaya Bali, bahkan Indonesia. Namun nyatanya di era sekarang dunia sepertinya sudah dekat dan kejadian dibelahan mana pun di dunia akan cepat diikuti di belahan dunia lainnya. Walau bukan budaya asli Indonesia, nyatanya masyarakat berani membeli petasan dan kembang api dengan harga sangat mahal. Apalagi bila dikumpulkan keseluruhan kesannya hanya membakar uang saja dalam jumlah miliaran. Itulah eforia tahun baru yang datang tiap tahun, ditunggutunggu, bersyukur dan bergembira. Purnata
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
35
LINGKUNGAN
Shortcut di Samsam sudah selesai diaspal. Alat berat yang ada di sana sudah tak lagi ada aktivitasnya.
”Shortcut”, Tak Hanya Urai Kemacetan
K
ondisi topografis Tabanan dengan jalan memanjang dan berliku-liku memunculkan sejumlah tikungan serta tanjakan yang rawan kecelakaan lalu lintas. Tikungan jalan tersebut biasanya disertai turunan tajam kemudian berbelok menanjak sebagaimana halnya menuju ke Samsam Tabanan. Lebih-lebih kondisi lalu lintas di daerah lumbung beras semakin macet. Kemacetan lalu lintas itu semakin diperparah adanya jalur-jalur tanjakan tersebut. Jalur tersebut kini dikenal sebagai jalur tengkorak. Disebut demikian karena di jalur tersebut rawan kecelakaan lalu lintas. Kerawanan itu lantaran jalanan yang berliku yang tak begitu lebar. Ketika ada truk di depan, laju kendaraan di belakangnya menjadi tersendat. Karena itu kemacetan lalu lintas telah menjadi pemandangan keseharian di daerah jalur tengkorak tersebut. Keinginan untuk mengurai kemacetan lalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di kawasan itu memang sudah lama tercetus. Namun, gagasan tersebut baru direalisasikan belakangan ini dengan membangun shortcut. Lokasinya di Samsam, Megati
36
29 Desember 2014 - 4 Januari 2015
dan Gadungan. Dari tiga shortcut tersebut, baru satu yang berfungsi yaitu shortcut di Gadungan. Sedangkan dua shortcut lagi masih dalam tahap penyempurnaan. Rencananya selain tiga shortcut tersebut, akan dibangun dua shortcut lagi. Nantinya Tabanan memiliki 5 shortcut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tabanan I Gusti Ngurah Anom Anthara mengakui proyek pembangunan shortcut adalah proyek pemerintah provinsi yang dananya dari APBN. Namun, pihaknya tetap mengkoordinasikan proyek-proyek tersebut dengan Pemprov Bali. “Pembangunan shortcut ini tentu untuk mengurai kemacetan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas terutama di jalur-jalur tengkorak,” harapnya. Jika saat ini yang baru berfungsi adalah shortcut yang berlokasi di Pucuk Gadungan, lalu kapan dua shortcut lainnya selesai tahap pengerjaannya? Anom mengaku belum mengetahui pasti karena belum memperoleh informasi. “Diharapkan tahun anggaran ini keduanya rampung dan bisa difungsikan,” ujarnya. Secara fisik shortcut sudah berdiri dan tinggal disempurnakan. Rata-rata jembatan memiliki tinggi sekitar 15
meter. Sementara mengenai dua shortcut tambahan, Anom mengaku masih dalam tahap rencana dan belum ada informasi kapan akan dibangun. Rencananya dua shortcut tambahan ini akan dibangun di wilayah Bajra dan di Jembatan Yeh Nu Pesiapan. Dari pantauan terakhir, shortcut yang berlokasi di Samsam sudah tersambung dan sudah selesai diaspal. Alat berat masih tampak di lokasi. Namun tidak ada aktiivitas pengerjaan yang berarti. Di sebelah shortcut tampak upacara melaspas jalan beton yang menurut penuturan warga adalah jalan menuju kuburan Penyalin. “Dulu lahan yang dipakai untuk membuat shortcut adalah jalan menuju kuburan. Jadi diganti dengan jalan beton ini,” ujar Gusti, salah satu warga yang ikut dalam acara melaspas. Setahu dirinya, shortcut di Samsam ini sudah diserahterimakan. Hanya dia tidak tahu pasti kapan akan difungsikan. Keberadaan proyek shortcut tampak seperti jembatan layang di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk yang melintasi Tabanan. Dewi Puspa
Kurangi Polusi Udara SHORTCUT tak sekadar untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di jalur rawan, juga sangat berarti dari sisi lingkungan. Dengan adanya shortcut tersebut, paling tidak akan mengurangi jarak, lalu lintas lebih lancar karena melintas di jalan yang lurus dan lebar dan otomatis mengurangi polusi udara. Sebagaimana diketahui tingkat kemacetan yang tinggi apalagi macet menyebabkan emisi gas buang yang mengandung gas karbon monoksida yang beracun itu akan semakin tinggi. Hal itu diakui Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Tabanan, Ir.AA Ngurah Raka Iswara, M.Si. Jika melalui shortcut, otomatis jalannya landai sehingga tidak perlu menginjak pedal gas terlalu besar buat kendaraan besar seperti truk dan bus yang menggunakan solar. Kondisi jalan yang menikung, turunan, serta tanjakan jalan yang cukup tajam. Salah satunya seperti kondisi jalur Gilimanuk-Tabanan. Di jalur tengkorak ini dikatakan awalnya turut menjadi pemicu pembuangan gas dari kendaraan besar. ‘’Bahkan sering kita lihat gara-gara tanjakan yang cukup tajam, kendaraan besar seperti truk dan bus ini mengeluarkan asap kendaraan yang cukup hitam, ini tentu saja membuat polusi udara semakin pekat di wilayah tersebut,’’ ujarnya. Dengan keberadaan shortcut ini, kata Iswara, kendaraan lebih bisa stabil melaju dan secara otomatis emisi lebih bagus. ‘’Bensin juga lebih irit dan polusi udara berkurang,’ucapnya. Tak hanya itu, bagi Iswara, adanya proyek jalan sejenis jembatan layang ini membuat daya dukung dan daya tampung jalan bisa lebih cepat dapat diatasi karena kendaraan sampai ke tujuan menjadi lebih cepat. Namun, di balik nilai positif dari keberadaan shortcut ini, masih muncul kekhawatiran bahwa proyek nasional ini hanya memindahkan kemacetan di tempat lain. Misalnya di simpang empat Kediri. Ini dilihat dari volume kendaraan yang selalu bertambah tiap tahunnya. Menanggapi kekhawatiran tersebut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Drs. I Made Agus Hartawiguna mengatakan, sejauh ini belum ada indikasi kemacetan khususnya di seputaran Kediri pasca rampungnya sejumlah shortcut. Pasalnya, keberadaan shortcut ini sebenarnya diperuntukkan untuk meminimalisir angka kecelakaan khususnya di jalur rawan laka yang sering disebut jalur tengkorak. Kondisi jalan dengan tikungan tajam merupakan salah satu faktor kasus laka kerap terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk Tabanan. ‘’Sebenarnya masalah kemacetan boleh dikatakan, tanpa adanya shortcut saja juga macet. Salah satunya akibat pertumbuhan penggunaan kendaraan tanpa dibarengi dengan kapasitas jalan,’’ ujarnya. Namun, pihaknya tetap memberikan atensi khusus terhadap kemacetan seperti di jalur padat Catus Pata Kediri. Dinas Perhubungan Tabanan akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas. Salah satunya penyesuaian waktu trafight light, dan manajemen rekayasa lainnya. ‘’Tapi tentu saja sebelum menerapkan itu harus melalui survei, kajian dan evaluasi tentang titik kemacetan dan penyebabnya. Sejauh ini belum tampak kemacetan yang saya lihat,’’ pungkasnya. Dewi Puspa
PARIWISATA
Hikmah di Balik Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
Pariwisata Bali Untung, Impor Buntung
D
i tengah-tengah hiruk pikuk pascapengesahan rancangan undang-undang pilkada, pasar telah merespons secara negatif dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kondisi politik dalam negeri yang oleh pemilik modal dianggap kurang kondusif, sehingga mereka membawa dolarnya ke luar Indonesia demi untuk keamanan. Dampaknya, keberadaan dolar AS dalam negeri berkurang yang sudah barang tentu akan mendorong meningkatnya harga per dolar AS. Bila diteluri lebih jauh, merosotnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika (ASD) sebetulnya sudah berlangsung sejak 2010 dimana nilai kurs rupiah terhadap ASD sudah mencapai Rp 9.143 dan kemudian pada 2013 mencapai Rp 10.876. Peningkatan yang cukup tinggi, terjadi menjelang pengujung tahun 2014 yang angkanya telah menembAS level Rp 12,628 per dolar AS (18 Desember 2014). Bila pelemahan nilai rupiah ini tidak segera direspons, dampaknya akan bisa menggoyahkan perekonomian dalam negeri karena defisit neraca berjalan (current-
38
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
account deficits) akan membengkak dan inflasi akan meroket yang pada gilirannya akan menghantam para debitor atau investor dan tanpa kecuali masyarakat berpenghasilan rendah. Namun dibalik semua itu ada hikmahnya bagi daerah yang ekonominya bertumpu pada sektor pariwisata, salah satunya Bali. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bali menilai pelemahan nilai tukar rupiah menguntunkan terhadap Bali yang hidup dari sektor pariwisata. Sebab, hasil bisnis dalam dolar akan memperoleh rupiah yang lebih banyak. “Menguatnya nilai tukar dolar membawa dampak baik dan buruk. Baiknya, bagi industri pariwisata dan pelaku ekspor, maka dengan menguatnya dolar akan menguntungka. Sebab, hasil bisnis dalam dolar akan memperoleh rupiah yang lebih banyak,” ungkap Sekretaris ISEI Bali, Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E., M.M. Begitu juga sebaliknya, kata IB Suardana dengan para importir, maka akan berdampak kurang menguntungkan, karena rupiah yang disediakan untuk membeli barang dan jasa, tentu akan lebih banyak. Namun, jika dibandingkan nilai impor produk masih lebih kecil
dibandingkan ekspor. Nilai ekspor barang asal Provinsi Bali yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia, pada bulan Oktober 2014 mencapai 52.652.082 dolar AS. Angka ini meningkat 12,90 persen dibandingkan dengan nilai ekspor keadaan Oktober 2013 yang mencapai 46.634.041dolar AS dan meningkat 11,86 persen jika dibandingkan dengan September 2014 yang mencapai 47.070.157 dolar AS. Sedangkan, nilai impor Bali pada Oktober 2014 mencapai 21.859.942 dolar AS. Angka ini turun 27,60 persen dibandingkan dengan keadaan Oktober 2013 yang sebesar 30.195.198 dolar AS dan juga turun 64,00 persen dibandingkan dengan keadaan September 2014, yang sebesar 60.716.601 dolar AS. “Jika barang yang dibeli itu berupa bahan baku untuk produk, maka tentu akan berakibat pada naiknya barang akhir yang dijual para produsen dalam negeri. Akibat ini yang diderita oleh masyarakat kita yang menggunakan barang tersebut,” katanya. Kendati demikian, dari sisi sosial, kondisi tersebut kata dia berpotensi menekan laju pertumbuhan ekonomi, sehingga penyerapan tenaga kerja jelas akan menurun dan tentunya-
bisa berakibat pengangguran tidak berkurang. “Fluktuasi kuat-lemahnya rupiah merupakan hal yang lumrah. Lain kalau cadangan devisa kita besar, maka fluktuasi tidak akan banyak terjadi,” katanya. Pengamat Ekonomi Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak., CPA., juga menyakini terpuruknya rupiah justru akan berdampak positif terhadap perekonomian Bali. “Jika melihat dari kepentingan ekonomi Bali, sesungguhnya dampak dari melemahnya rupiah hingga Rp 12 ribu lebih menguntungkan perekonomian Bali,” ungkapnya. Menurutnya, perekonomian Bali yang ditunjang oleh sektor pariwisata terutama
Perdagangan Hotel dan Restoran (PHR) sebagian besar mengunakan rate dolar. Kendati sejumlah akomodasi masih mengunakan rupiah, namun dengan melonjaknya harga dolar akan berdampak pada masa tinggal (length of stay) dan pengeluaranya selama berlibur di Pulau Dewata. “Dengan melonjaknya nilai tukar dolar, mereka (wisman, red) merasakan berlibur ke Bali murah, sehingga mereka lebih lama tinggal. Kondisi ini menguntungkan bagi hotel dan restoran,” katanya. Dari sisi perdagangan, melemahnya rupiah juga dinilai Ramantha menguntungkan, karena sebagai besar sektor ini mengarap pasar luar negeri. Seperti ekspor kerajina, ikan, garmen dan lain-
nya. “Hal itu juga dapat meningkatkan daya saing produk dari Bali di luar negeri. Artinya, volume ekspor kita diharapkan meningkat, sehingga bagi perekonomian Bali secara keseluruhan akan mengalami peningkatan,” terangnya. Dalam situasi melemahnya nilai rupiah terhadap rupiah, salah satu resep ampuh di luar kebijakan moneter adalah dengan menggenjot potensi ekspor. Dengan mendorong ekspor, berarti memperbesar arus dollar masuh ke dalam negeri dan tentunya dengan asumsi bahwa para eksportir tidak menangkringkan uang hasil penjualan barang ekspor tersebut di luar negeri. Parwata
Larang Wisatawan di Bali Gunakan Dolar SESUAI dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 atau undang-undang mata uang, semua transaksi di dalam negeri agar menggunakan mata uang rupiah. Kebijakan Bank Indonesia (BI) berlaku bagi pengusaha maupun wisatawan di Indonesia, termasuk Bali. “Semua transaksi di dalam negeri agar menggunakan mata uang rupiah. Harus diubah, karena bagaimana pun transaksinya terjadi di dalam negeri, termasuk pembelinya dan penjualnya. Memang Bali daerah turis, tetapi tetap saja semua transaksi harus dilakukan dalam rupiah,” tegas Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara. Menurutnya, masih cukup banyak transaksi yang dilakukan di dalam negeri menggunakan mata uang non-rupiah. Padahal, sesuai UU mata uang sudah seharusnya dalam bertransaksi di Indonesia menggunakan rupiah. Untuk itu, pemerintah diharapkan ikut mengawasi transaksi yang menggunakan valas. “Turis pun tukar dulu donk uangnya dalam rupiah. Pengusahaanya juga memasang harga dalam rupiah. Apalagi, Bali yang hidupnya banyak dari tourism, kurs saat ini saya rasa cukup baik buat Bali,” ungkapnya. Disebutkan, nilai ekspor dan impor juga kompetitif. Ini berarti transaksi tidak perlu harus menggunakan dolar, apalagi pembayaran dengan dolar terhadap produk di dalam negeri. Menggunakan mata uang valas itu akan membuat peningkatan pada permintaan valas yang seharusnya tidak diperlukan. Kebijakan menggunakan uang rupiah dalam transaksi dalam negeri sudah diatur dalam UU Mata Uang dan ada sanksi
MBP/dok
Pelaku jasa penyewaan papan surfing sedang meladeni sejumlah wisatawan asing.
pidananya. “Transaksi di dalam negeri tidak perlu dengan dolar, bahkan pengusaha harus minta pembayaran dengan rupiah. Kebijakan ini ada sanksi pidananya yang diatur dalam Undang-Undang Mata Uang, kalau tidak salah 1 tahun,” ucapnya. Bank Indonesia juga telah merelease uang baru pecahan Rp 100 ribu tahun emisi 2014 dengan penggunaan frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa membuat masyarakat makin mencintai uang rupiah. Dalam uang rupiah kertas tersebut
terdapat filosofis rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia. Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan uang rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI, termasuk di daerah terpencil dan daerah terluar Indonesia, sehingga pada gilirannya rupiah diharapkan akan sejajar dengan mata uang utama dunia lainnya. Parwata 29 Desember 2014- 4 Januari 2015
39
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
PIALA - Selain dikenal sebagai sekolah unggulan dalam akademis dan non-akademis, SMPN 1 Abiansemal, Badung juga terbaik dalam menerapkan delapan standar pendidikan. Hal ini dibuktikan sekolah ini melalui penghargaan Adi Widya Utama 2014. Penghargaan tersebut diterima Kepala SMPN 1 Abiansemal Ida Bagus Gede Siwatama, S.Pd., M.M.Pd., dari Kadisdik Badung, Ketut Widya Astika di SMK Wira Harapan. Nampak dalam foto Kasek IBG Siwatama bersama Wakasek IGA Kirana dan IG Mawa memegang piala Adi Widya Utama serta siswa peraih juara melukis internasional.
BANTU - Alfamart mengirimkan Relawan untuk terjun langsung ke lokasi terjadinya longsor di Dusun Jemblungan, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah untuk mengirim bantuan kepada korban dalam bencana longsor Banjarnegara. Alfamart siap mengirimkan bantuan tahap 2 setelah memastikan barang yang dibutuhkan di lokasi bencana. Rencananya Relawan Alfamart akan diterjunkan untuk membantu pengiriman bantuan kepada korban.
MBP/ist MBP/ist
BANTUAN - Sebagai salah satu komitmen BNI untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Universitas Udayana (Unud), bertempat di Gedung Rektorat Kampus Bukit Jimbaran, Senin (15/12) PT Bank Negara Indonesia (BNI-Persero) Tbk. Kantor Wilayah Denpasar menyerahkan bantuan senilai Rp 1 miliar kepada Unud Denpasar. Nampak CEO BNI Wilayah Denpasar Aryanto Purwadi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD.-KEMD.
HUT - Memperingati HUT ke-119 Bank BRI yang dihadiri oleh Komisaris PT Bank BRI (Persero) Bapak Heru Lelono, para anggota Direksi Bank BRI, para pejabat dan pekerja Bank BRI, dan para pengurus Ikatan Wanita BRI. Sebagai bank yang telah melayani negeri selama 119 tahun, bank BRI telah menerima beberapa penghargaan di antaranya, dari Asia Money sebagai Best Domestic Bank in Indonesia 2014 serta penghargaan dari The Bankers sebagai Indonesi Bank of The Year Award 2014. Nampak Pimpinan Wilayah BRI Denpasar Widodo Januarso memotong tumpeng dalam rangka memperingati HUT ke-119 BRI, Selasa (16/12).
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
DISKUSI - Yayasan Pembangunan Bali Berkelanjutan (Bali Sustainable Development Foundation) mengelar Focus Group Discussion (FGD) di Puri Agung Inna Bali Hotel, Senin (15/12). Kegiatan tersebut membahas rencana pembangunan terminal Liquefaction Natural Gas (LNG) di Denpasar. Melalui FGD tersebut terungkap jika Denpasar berada di pusat beban Bali, yakni Sarbagita. Untuk itu, Denpasar perlu jaminan ketahanan energi yang andal dan ramah lingkungan. Nampak dalam foto para narsumber memaparkan makalahnya dalam FGD yang diselenggarakan Yayasan Pembangunan Bali Berkelanjutan di Denpasar.
WORKSHOP - Fakultas Hukum (FH) Undiknas University, Kamis (11/12) menggelar workshop kurikulum Berbasis KKNI. Tampil sebagai narasumber Anna Fidelia Elly Erawaty, S.H., LL.M., Ph.D., dari Universitas Parahyangan. Workshop dibuka Wakil Rektor Undiknas, Prof. Dr. I Nyoman Budiana, S.H., M.Si., diikuti semua dosen di FH Undiknas berlangsung sehari. Nampak dalam foto Dekan FH Undiknas A.A.A.N. Sri Rahayu Gorda bersama Anna Fidelia Elly Erawaty dan para dosen saat workshop Kurikulum KKNI.
MBP/ist
MBP/ist
PRESTASI - Siswa kelas III SMPN 1 Negara Gian Cordana Sanjaya (14 tahun) memang super cerdas. Sabtu (13/12) lalu, pemuda kelahiran 27 Juni 2000 itu, baru tiba dari Argentina, setelah merebut medali perunggu pada event Internationl Junior Science Omlimpiad (IJCO) di bidang ilmu alam gabungan Fisika, Kimia dan Biologi. Putra pertama pasangan Budi Sanjaya dan Ni Ketut Sektasari, ini sangat senang atas prestasi membanggakan itu. Kegembiraan Gian sangat beralasan. Sebab dalam tempo dua tahun dia berhasil mencapai prestasi di dua bidang berbeda.
MERIAH - Puncak HUT ke-30 SMPN 10 Denpasar diperingati secara meriah, Jumat (12/12). Puncak HUT sebenarnya jatuh 20 November lalu, namun karena kesibukan, baru digelar menjelang libur semester ganjil. Istimewanya puncak HUT kali ini dipusatkan di aula yang baru. Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng Utah oleh Kepala SMPN 10 Denpasar Drs. I Ketut Sukartha, M.Si., bersama Kadisdikpora Kota Denpasar diwakii Kabid Bina Program Drs. I Made Merta, M.Si. dan Ketua Komite Juniada Pageh Giri.
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
41
AKTIVITAS
MBP/ist
LESTARI - BPR Lestari melalui Arisan Lestari menggelar demo beauty class dengan mengambil tema “Shining Your Inner Beauty�. Bekerja sama dengan New Melati Salon, The Body Shop dan Aston Fashion, demo beauty class yang digelar kurang lebih 30 menit tersebut mampu mengundang antusias dari para peserta arisan. Setelah didemokan oleh New Melati Salon bagaimana merias wajah yang sederhana dan natural, para peserta arisan juga ditantang untuk merias model yang telah disiapkan sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Arisan kali ini digelar di Hotel Swiss BelHotel Rainforest Sunset Road, pada Sabtu (13/12).
DANA KONTINGENSI - Menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat Komite II DPD-RI dengan Kementerian Pertanian tentang dana kontingensi bagi petani untuk percepatan optimalisasi lahan di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk salah satunya Provinsi Bali yang diperjuangkan Senator asal Bali I Kadek Arimbawa, anggota Komite II DPD-RI yang membidangi sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, termasuk bidang pertanian. Nampak I Kadek Arimbawa didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Ir. IB. Wisnuardhana, M.Si., Kamis (11/12) lalu.
JUARA - SMPN 3 Abiansemal yang dikenal sebagai sekolah gratis dalam seminggu mampu meraih dua predikat juara umum dan juara nasional. Para guru di sekolah ini, Kamis (11/12) mendapat kabar gembira bahwa siswanya, Ni Made Epi Wilantika meraih juara II nasional di PON Remaja yang berlangsung di Surabaya. Epi yang terjun di lomba lompat tinggi putri ini juga meraih emas di Porjar Bali dan Porsenijar Badung. Siswa SMPN 3 Abiansemal sejak dulu dikenal sebagai gudangnya atlet cilik berprestasi. Nampak dalam foto Kepala SMPN 3 Abiansemal Putu Sukadana bersama guru mengacungkan jempol di depan piala bergilir napak tilas.
JUARA UMUM – SMPN 1 Denpasar selain dikenal gudangnya siswa cerdas dalam bidang sains, juga sukses di bidang seni, budaya dan agama. Di pengujung 2014 ini, anak didik Drs. A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, M.Ag., sukses memboyong piala bergilir sebagai juara umum Gelar Lomba Sisma (Gelasis) yang digelar OSIS SMAN 7 Denpasar. Siswa SMPN 1 Denpasar sukses meraih empat emas, satu perak dan dua perunggu. Nampak dalam foto Kepala SMPN 1 Denpasar A.A. Gede Agung Rimbya Temaja foto bersama siswa yang meraih juara umum pada Gelar Lomba Sisma (Gelasis) yang digelar OSIS SMAN 7 Denpasar.
MBP/ist
MBP/ist
42
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
AKTIVITAS
MBP/ist MBP/ist
PRESTASI - SMP Wisata Sanur, sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Sanur menambah deretan prestasi lagi, juara 1 lomba KSPAN Tingkat SMP Provinsi Bali. Penyerahan piagam penghargaan dan hadiah dilangsungkan, Selasa (9/12) di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar. Adapun prestasi yang dicapai sebelumnya terkait KSPAN adalah Juara 1 Lomba Tingkat Kota Denpasar Tahun 2013, Juara Mars KSPAN Tahun 2013, Juara III Musikalisasi Puisi Jambore KSPAN Tahun 2012, Juara III Tutor Sebaya HUT SMAN 5 Denpasar Tahun 2013 dan Juara III Poster KSPAN Tahun 2013.
RAYAKAN - PT BPR Sukawati Pancakanti yang dikenal BPR Kanti, Sabtu (13/12) merayakan HUT ke-25 (jubileum perak) di Restoran Hongkong Garden Sanur Denpasar. Acara ini dihadiri perwakilan dari OJK Provinsi Bali, perwakilan pengurus DPP Perbarindo, DPD Perbarindo Bali, dan DPK Perbarindo Se-Bali, perwakilan dari bank umum, Direksi dan Komisaris BPR Kanti beserta undangan lainnya. Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba mengatakan BPR Kanti didirikan pada tanggal 27 September 1989. Nampak dalam foto suasana pemotongan tumpeng saat puncak perayaan HUT ke-25 BPR Kanti.
PRIHATIN Mantan Ketua DPRD Tabanan periode 19992004, I Made Arimbawa, S.H., M.M. menilai seluruh kader PDI-P Tabanan harus melihat partainya saat ini sedang menghadapi sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan sekaligus mengancam MBP/ist kejayaannya. GRAND OPENING - Pramana Experience, perusahaan ManajeSolusinya, seluruh kader harus men Perhotelan yang berkembang pesat berbasis di Bali, melakukan melepas ego Grand Opening The Kayon Resort di Ubud, Jumat (12/12). The Kayon politik. Berbiresort yang berlokasi di Banjar Kepitu, Desa Kendran, Tegallalang cara mengenai kepemimpinan PDI-P Tabanan, dengan keaktifannya selama 30 ini, dibangun di atas lahan berbatu cadas seluas 50 are. Nampak tahun di PDI-P, Arimbawa dengan tegas menyebutkan DPC PDI-P dalam foto pemotongan pita dibukanya secara resmi The Kayon oleh Tabanan harus dipimpin oleh kader yang mumpuni, berjiwa leadership dan mampu merangkul semua kubu. Figur itu dilihatnya pemilik Putu Suryawan (tengah) didampingi oleh ibu Farah Palupi, ada pada sosok I Komang Gede Sanjaya yang kini duduk sebagai Dirgayusa, (4 dari kanan), dan Wayan Wardika (3 kiri). wakil Bupati Tabanan. 29 Desember 2014- 4 Januari 2015
43
TRADISI
Tradisi Gebug Ende ternyata juga berkembang di Buleleng, tepatnya di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.
MBP/mud
“Gebug Ende” di Buleleng
Media Mohon Hujan Saat Kemarau Panjang
G
ebug Ende merupakan salah satu tradisi yang awal mulanya berkembang di Kabupaten Karangasem. Beberapa tahun silam, tradisi ini mulai menyebar ke daerah lain, salah satunya ke Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Warga di desa ini berupaya keras melestarikan tradisi Gebug Ende ini. Warga desa di ujung Buleleng barat barat ini pun menggunakan tradisi asal Bumi Lahar (Karangasem) ini sebagai media untuk memohon berkah hujan ketika musim kemarau berkepanjangan. Pada kemarau panjang tahun ini, sekaa Gebug Ende merencanakan akan mementaskan tradisi ini. Hanya saja, karena hujan sudah mulai turun, pementasannya pun urung dilaksanakan. Menurut berbagai sumber terpercaya di lapangan, zaman dulu Gebug Ende begitu akrab dikenal dan dilakoni warga di Karangasem. Namun, tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana awalnya Gebug Ende ada di Bali Utara. Sejalan dengan perkembangannya, warga di Desa Patas pintar memainkan tradisi ini. Perkembangan yang begitu pesat, sehingga sejumlah warga memproklamirkan diri untuk membentuk sebuah sekaa (kelompok-red) pemain tradisi Gebug Ende. Kelompok ini kini
44
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
tetap eksis, dengan ketuanya dijabat oleh Mangku Wayan Nadra. Sejak dibentuk, kelompok ini memiliki pemain 30 orang. Kelompok ini selain menunggu waktu pementasan ketika kemarau panjang atau desa dilanda kekeringan parah, mereka juga kerap kali menerima tawaran untuk pentas mengisi acara seremonial di kantor pemerintahan daerah. Selain menunjukkan diri sebagai pewaris tradisi Gebug Ende, di pusat desa tepatnya di pinggir jalan Singaraja-Seririt kini dibangun patung seorang yang menggambarkan salah seorang pemain sedang memainkan tradisi Gebug Ende. Patung yang dengan kokoh berdiri itu seakan menunjukkan kalau di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak memiliki warisan tradisi dari leluhur. Mangku Wayan Nadra, salah seorang pemain Gebug Ende mengatakan, dari bukti sejarah perkembangannya di Buleleng, waktu pementasan Gebug Ende begitu sulit dan tidak menentu. Gebug Ende akan dipentaskan ketika memasuki musim keramau panjang dan warga desa mengalami krisis air bersih. Dari petuah pendahulunya, apabila dari pementasannya salah seorang pemainnya terluka dan mengeluarkan darah akibat pukulan kayu yang dihujankan oleh lawan main, maka warga mempercayainya bahwa hujan
akan segara turun. “Pementasannya tidak sembarangan. Kalau kemarau panjang dan krisis air bersih, baru kami pentas. Kami menggunakan tradisi ini sebagai media untuk memohon berkah hujan kepada Tuhan,” tegasnya. Hal senada diungkapkan Perbekel Desa Patas, Kecamatan Gerokgak I Nyoman Subrata. Kata Subrata, walau pada awalnya tradisi Gebug Ende ada di luar Buleleng, namun di desanya tradisi ini tetap lestari dan “mataksu” dengan keyakinan warganya bahwa Gebug Ende adalah sebuah ritual untuk memohon hujan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan yang Maha Kuasa. Munculnya tradisi ini, tentu menjadi aset desa. Dan, wajib hukumnya pemerintah desa memperhatikan kelestariannya. Apalagi, pementasannya pun kini tidak hanya sebatas memohon hujan saja, namun tradisi ini sering dipentaskan ketika digelar event-event besar yang dijalankan oleh pemerintah di kabupaten. Tak hanya itu, lanjut Subrata warisan kesenian Gebug Ende di Desa Patas ini juga menjadi sebuah potensi pendukung pariwisata budaya. “Saya bangga karena desa kami memiliki sebah warisan tradisi dan ini menjadi aset desa dan wajib kita jaga kelestariannya,” ujarnya. Mudiarta
AKTIVITAS
MBP/ist
MAHASABHA - Pengurus Pusat Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) mengadakan Mahasabha IV yang diadakan di Wantilan Pura Taman Pule Desa Mas, Ubud pada Minggu (7/12). Mahasabha ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang didampingi oleh jajaran Muspida Provinsi Bali, Bupati Gianyar A.A Gede Agung Bharata, Anggota Komisi X DPR RIDr. Ir. Wayan Koster MM. Peserta Mahasabha terdiri atas perwakilan paiketan dari kabupaten/kota di Bali dan perwakilan dari luar Bali serta para peninjau yang berpartisipasi dalam mahashaba ini.
MBP/ist
BAKTI SOSIAL - Kantor Wilayah (Kanwil) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Denpasar menggelar bakti sosial khitanan massal di kantor setempat, Minggu (14/12). Kegiatan ini serangkaian peringatan HUT ke-119 BRI, sekaligus wujud penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR). Khitanan massal dibuka Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Operasional BRI Denpasar H. Djoko Karyono. Nampak dalam foto Penyerahan mock up BRI Peduli secara simbolis kepada salah satu peserta khitanan massal.
MBP/ist
KERJA SAMA - Tiga rumah sakit swasta di Denpasar menandatangani kerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar di Aula Dewandaru, RS BaliMéd Denpasar, Senin (15/12). Ketiga rumah sakit itu yakni RS BaliMéd, RS Surya Husadha, dan Klinik Utama Dharma Sidhi akan mulai menerima pasien BPJS per Januari 2015. Nampak dalam foto (Kiri ke kanan) dr. Prayascita Mahendradata, Direktur Klinik Utama Dharma Sidhi, dr. Ni Putu Dian Sulistyawati,M.M., Direktur RS Surya Husadha, dr. Putu Gede Widnyana, Kepala BPJS Cabang Denpasar, dan dr. I Wayan Yupiterika Satrigraha, M.S., Direktur RS BaliMéd.
MBP/ist
SOFT OPENING - Ratusan orang pemilik dari Villa Mesari Ubud menghadiri acara Soft Opening Villa Mesari Ubud di Jalan Suweta, Banjar Bentuyung, Ubud, Gianyar, Minggu (14/12). Berbagai kalangan masyarakat dengan modal belasan juta rupiah kini telah memiliki sebuah vila di kampung internasional Ubud. Villa Mesari telah rampung 80 persen, dan Februari 2015 telah siap dilakukan grand opening. Konseptor Villa Mesari, Made Robert mengatakan soft opening Villa Mesari ini merupakan bukti kepemilikan dari masyarakat yang telah ikut bergabung sebagai investor. 29 Desember 2014- 4 Januari 2015
45
ER TPRRAODPI S I TI
Rumah Stil Bali Terdesak Kos-kosan
R
umah stil Bali lho! Lontaran kalimat itu menyiratkan kesan prestise tersendiri bagi pemilik rumah stil Bali. Apalagi jika ungkapan itu dilontarkan untuk rumah di perkotaan, ada kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Makanya dulu banyak dari mereka yang cukup berduit berusaha “menyulap” bangunannya dengan stil Bali. Meski misalnya hanya dengan menempel yang sudah ada dengan batu bata merah dan batu padas (bata kosoan dan paras). Namun sejalan dengan tuntutan ekonomi, dimana kamar-kamar dan tiap ruang rumah di perkotaan memiliki nilai ekonomis atau nilai jual tinggi, justru masyarakat sekarang “menyulap” bangunan rumahnya untuk disisihkan sebagian menjadi kamar kos. Apalagi transaksi perumahan tahun 2014 terasa lesu sebagai dampak karena BI rate 7,5 persen, serta dampak kenaikan BBM. Kondisi tersebut membuat harga rumah semakit tak terjangkau sehingga bagi masyarakat menengah ke bawah akan memilih tinggal di kos-kosan. Pembangunan kos-kosan pun semakin banyak bak jamur di musim hujan. Ada yang sengaja membangun kos-kosan hingga puluhan kamar, tak sedikit warga menyulap rumahnya jadi kos-kosan dengan jumlah kamar terbatas. Makin seksinya bisnis kos-kosan, tentunya menggairahkan untuk
digeluti lantaran masyarakat sekarang susah untuk mendapatkan rumah. Apalagi usaha ini hampir dipastikan menguntungkan. “Permintaan rumah kos semakin banyak maka masyarakat memanfaatkan peluang itu. Di sekitar Peguyangan Kaja misalnya, rumah kos yang baru dibangun sudah ada yang booking,” kata pengamat properti John Sadewa. Untung-rugi membangun kos-kosan, kata John, pasti ada. Untungnya, pemilik rumah dapat sumber income baru sehingga yang kaya semakin kaya. Sedangkan kerugiannya, kos-kosan yang menjamur seperti sekarang ini akan menimbulkan kesemrawutan, khususnya pada lalu lintas. Pasalnya, hampir 90 persen pendatang adalah pemakai sepeda motor yang menyumbang kemacetan pada lalu lintas, terutama pada jam-jam kerja. Sedangkan dari segi keamanan, sangat berpengaruh karena kesadaran untuk melapor bagi penduduk pendatang belum optimal. Juga dari sisi kebersihan dan penataan lingkungan, koskosan kebanyakan memunculkan kesan kumuh. Khusus di Bali, semakin banyak pendatang untuk mengadukan nasib dan mencari kerja mengakibatkan kebutuhan tempat tinggal atau kos-kosan semakin meningkat. Apalagi, saat ini kecendrungan masyarakat berinvestasi tanah lalu dibangun kos-kosan
terutama di tempat-tempat pariwisatamkian meningkat. “Kalau bukan pakai dana dingin dan tanah sendiri, dari hitungan bunga bank, bisnis kos-kosan BEP (balik modal)-nya lama. Paling orang yang buat kos-kosan lebih banyak yang mempunyai tanah sendiri dan membangunnya mungkin memakai dana bank. Zaman sekarang apalagi di daerah Denpasar dan Badung yang strategis, dipakai kos-kosan harganya sangat tidak masuk akal. Kalau pakai hitungan bank, pasti merugi,” tegas Direktur PT Bumi Cempaka Asri (BCA) I Gede Suardita, S.E. Suardita juga menyayangkan rumah adat di Bali akan sulit dipertahankan sesuai asta kosala-kosali karena banyak rumah disisipi kos-kosan. Apalagi saat ini semakin berkembangnya penghuni rumah dan dibuat bangunan sana-sini sehingga kesan rumah adatnya mulai hilang. “Untuk daerah perkotaan, saya kira sudah saatnya dipikirkan dibangun rumah susun, kalau tidak ingin lahan hijau kita semakin terkikis. Harus ada kerja sama antara pemerintah dan swasta. REI Bali siap merealisasikan sehingga masyarakat kalangan menengah ke bawah bisa memiliki tempat tinggal layak huni,” ujarnya. Tentu saja kalau bisa tanpa membuat rumah adat kian terdesak. Kerta Negara
Harga Properti Naik Terus BANYAK yang bilang harga tanah termasuk properti tak akan pernah turun. Dasar pemikirannya, luas lahan takkan pernah bertambah sementara jumlah penduduk yang memerlukan hunian baru dipastikan terus bertambah. Tak heran kini banyak yang melirik bisnis jual beli tanah maupun properti ini. Alasannya jelas, keuntungan yang menjanjikan di depan mata. Mereka pun berburu lahan ke pelosok pinggiran kota yang memang masih potensial untuk dijual. Apalagi di Bali yang harga tanahnya tergolong termahal di tanah air. Belakangan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak pengalihan subsidi. Dengan dalih ongkos angkutan naik, biaya produksi naik, harga material bangunan pun ikut melonjak. Belum lagi ongkos tukang juga ikut naik dengan ala-
46
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
san yang juga latah, harga kebutuhan hidup telah naik akibat kenaikan harga BBM tadi. Jadilah haga properti (tanah dan rumah) terus saja melonjak. “Kenaikan harga properti diperkirakan mulai dirasakan awal 2015,” kata Ali Tranghanda dari Indonesia Properti Watch di Jakarta, belum lama ini. Menurut dia, sampai pengujung 2014 harga properti memang menampakkan kenaikan yang signifikan. Malahan di beberapa lokasi terjadi koreksi pasar. Namun, koreksi pasar yang terjadi tidak mencerminkan jatuhnya pasar property, melainkan, lebih dikarenakan aksi individu yang menjual propertinya. “Sebagian besar koreksi pasar terjadi untuk rumah-rumah yang dibeli saat harga over value (sudah ketinggian),” katanya. Sebelumnya, kebijakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate dari 7,5 persen menjadi 7,75 persen diperkirakan bakal menjadi salah satu faktor yang membuat pasar properti terpuruk. Kondisi tersebut diperkirakan bakal membuat situasi perlambatan properti semakin turun tajam, yang terindikasi dari telah terjadinya penurunan lebih dari 69 persen pada kuartal III 2014 dibandingkan kuartal III 2013. Indonesia Properti Watch memperkirakan, setiap kenaikan 1 persen suku bunga akan menu-
runkan daya beli sebesar 4-5 persen. “Namun demikian, dengan adanya multiplier effect dari BBM dan perlambatan properti saat ini, maka diperkirakan penurunan daya beli minimal 30 persen,” katanya. Meski terjadi berbagai dampak dari kenaikan harga BBM, para pengembang akan berhati-hati untuk menaikkan harga propertinya. Hal ini menyusul akan segera naiknya biaya konstruksi dan biaya pendanaan. Sebelumnya, Real Estat Indonesia (REI) mencemaskan turunnya daya beli masyarakat di sektor perumahan terkait
dengan kebijakan Bank Indonesia yang memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate). “Kami sangat khawatir kalau bunga terus naik akan menghambat masyarakat untuk membeli properti,” kata Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy di Jakarta, beberapa waktu lalu. Apalagi, tambah dia, kebutuhan perumahan di tengah masyarakat masih sangat besar. Kebutuhan rumah di tanah air diperkirakan mencapai lebih dari 15 juta unit. Sugiarta/dari berbagai sumber
AKTIVITAS
MBP/ist
LNKI - Lembaga Nasional Kekayaan Intelektual (LNKI) yang didirikan sebagai bagian dari lembaga sayap Universitas Mahendradatta merayakan hari jadinya yang ke-5 di Kampus Unmar dengan mengadakan seminar hukum. Tema yang diambil “Pentingnya kekayaan intelektual bagi kalangan pengusaha di Bali”. Seminar ini digelar sebagai bagian tanggung jawab dari kampus untuk selalu mengedukasi masyarakat agar melek terhadap kebutuhan dan tantangan persaingan industri didunia global yang salah satunya kesadaran dari pengusaha untuk mendaftarkan hak cipta, hak paten, merek dan kekayaan intelektualnya untuk melindungi Bali dari serbuan pembajakan karya intelektual.
MBP/ist
HUT - Wadah komunitas bagi Penggemar Toyota Land Cruicer Indonesia (TLCI) Bali merayakan puncak HUT II di Pelabuhan Cruise Pelindo Benoa, Minggu (14/12) lalu. Saat itu diresmikan Logo TLCI Bali wadah bagi komunitas penggemar otomotif di seluruh Bali yang menjadi pelopor Program Keselamatan Berlalu Lintas. Perayaan dihadiri Dirtlantas Polda Bali Kombes Wayan Sunarta, Perwakilan Pelindo Wilayah III Benoa, para Komunitas IMI Bali, Penasihat dan Pembina serta Ketua Chapter TLCI se-Bali bersama ratusan anggota TLCI dari seluruh Bali. Menurut Ketua Panitia HUT II TLCI Bali Komang Sutriawan, puncak HUT yang jatuh Jumat (12/12) sengaja dirayakan Minggu (14/12) karena terbentur hari raya keagamaan.
MBP/ist MBP/ist
DANA PUNIA - Senator I Kadek ‘’Lolak’’ Arimbawa menyerahkan dana punia satu ekor kerbau kepada bendesa adat di sela-sela masa reses anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPDRI) 6 - 11 Desember 2014. Penyerahan dana punia ini terkait upacara Ngenteg Linggih di Pura Dalem Desa Adat Satra, Kecamatan Kintamani, Bangli, Rabu (10/12). Dana punia tersebut diserahkan langsung kadek ‘’Lolak’’ Arimbawa kepada manggalaning karya dan Bendesa Adat Satra I Ketut Parwata.
48
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
PENUHI JANJI - Senator Republik Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya di hadapan para pangempon dan bendesa adat di Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar. Wedakarna meluncurkan buku sejarah tentang keberadaan Pura Durga Kutri. Dengan menggandeng Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Unmar, Dr. Arya Wedakarna bertindak sebagai donatur yang membiayai penelitian sekaligus mencetakkan 1.000 buah buku yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia dan juga kepada warga pakraman Desa Buruan.
PROFESIONALISME
Rahasia Tampil Profesional
D
alam dunia kerja khususnya pariwisata, tampil profesional adalah kewajiban dan tuntutan. Rahasia tampil profesional itupun akhirnya diungkapkan oleh dua perempuan Bali dalam Half Day Workshop baru-baru ini. Mereka adalah Dr. Ir. Anak Agung Oka Saraswati, M.T., seorang training consultant dan Made Herry Erika Sedana, dari tourism professional. Acara yang bertema “Building Your Profesional Image” itu diselenggarakan oleh Bali Tourism Board Denpasar bekerja sama ional all Convention Organizer dengan Society of Indonesian Professional rasaall dari pelaku pariwisata, (Sipco). Saat itu peserta yang hadir berasal pebisnis dan marketing. m embawakan topik menDalam diskusinya, Oka Saraswatii me membawakan nkaann dalam membangun genai Business Ethics. Dia menekankan mpeerrhatikan beberapa hal citra profesional seseorang harus memperhatikan ertattaa karma, penampilan penting. Di antaranya adalah etiket bertata pakaian dan body language. swaatii, sangatlah penting Etiket bertata krama, jelas Saraswati, teernasional perlu ditsekali. Tata krama dalam pergaulan int internasional ali. Contoh umum erapkan sebagai pekerja pariwisata di B Bali. hatiik kanlah lawan sambil adalah berbicara. Saat berbicara, perhatikanlah angg hhospitality ospitalityy misalnya memberi respons positif. Dalam bidang mujii. hotel, jangan lupa menyapa dan memuji. a, jjangan angan menanyakan hal Saat baru berkenalan, sambungnya, gama karena dianggap pribadi seperti status pernikahan, usia dann aagama nton nggi ‘magic word’ seperti kurang sopan. Tambahnya, selalu kantongi aaaf, ketika bertanya atau kata tolong jika perlu bantuan. Kata ma maaf, ma kkasih asih sebagai ungkapan dalam posisi salah. Terakhir, kata terima apresiasi. errprofesi sebagai Lebih lanjut perempuan yang jugaa be berprofesi maparkan dosen di Universitas Udayana itu mem memaparkan derh haana mengenai penampilan. Tampil sederhana m meememang baik. Namun, untuk tampill meablee. narik, seseorang harus berani fashionable. san n Terbukti, penampilan memberi kesan llah h pertama yang bernilai. Caranya tampillah rapi, harum, berpakaian sesuai tema acris ara, bagi kaum hawa, kenakan aksesoris karena benda itu punya kekuatan. “Pe-nampilan bisa meningkatkan percayaa diri,” tambahnya. Tidak boleh dilupakan, imbuh Saraswati adalah body language k yang baik membantu seseorang untuk k mengkomunikasikan keahlian. Baik n, cara makan, bersalaman, berjalan, an duduk, berdiri dan berbicara. Jangan ngmeletakkan tangan di kantong atau pingtactt gang saat bersalaman, adakan eye contact duk, dan tersenyum. Saat berjalan dan duduk, kan n dahulukan perempuan. “Menunjukan alahh image professional pariwisata Bali, salah onall, satunya ya dengan tampil professional, nyaa. utamanya dalam pergaulan,” tambahnya. ka Se S eTidak kalah menarik dengan Erika Se-
dana. Dia membawakan topik mengenai Bussines Performance Planning Session. Perempuan yang dikenal sebagai motivator, MC sekaligus Director of Sales & Marketing Bali Bird Park ini fokus membahasas tentang self confidence terkait topiknya. Self confidence itu didukung oleh tiga point penting seperti acceptance, acting with value and appreciation. Acceptance harus dimulai dari diri sendiri. “Untuk mengawali planning apapun, kita harus legowo. Maksudnya, kita harus menerima terlebih dahulu kondisi diri dan kemampuan diri Acceptance ini kemudian dilanjutkan deng diri. gan acting withh dengan value. Hasil kerja yang berni ilai adalah hasill bernilai kerja yang memilik ki manfaat. Tidakk memiliki hanya pada diri se endiri tetapi jugaa sendiri orang banyak. Setelah mend dapat hasil kerjaa mendapat yang bernilai, ungkap Erika,, berilah apresi iasi kepada dirii apresiasi sendiri, atau oorang rang lain yangg berpartisipa asi menyukses-berpartisipasi kan hasil kerja kerja kita. “Ac“ “Ac ceptance, ac cting with valuee acting dan apprec c iation adalahh appreciation salah satu ca ara membangunn cara image profesi ional,” dia me-profesional,” nyimpulkan. Ochaa
www.bali-travelnews.com www.bali-trave elnews.com
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
49
DESA WISATA Suasana Desa Bongkasa yang menjadi desa wisata di Kabupaten Badung.
Bongkasa Pertiwi Andalkan ”Rafting”
P
ernah berwisata ke Desa Wisata Bongkasa Pertiwi? Pecinta rafting ataupun pengemar permainan ATV dan bersepeda pasti tahu desa ini. Maklum, desa yang masih asri ini dipilih sebagai tempat finish permainan rafting yang memanfaatkan lintasan Sungai Ayung. Bahkan, jumlahnya lebih dari tiga perusahaan rafting yang mengakhiri permainannya di desa ini. Desa Bongkasa Pertiwi terletak di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung yang dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit dari Kota Denpasar. Perjalanan menuju desa itu sungguh menyenangkan. Di sebelah kanan dan kiri jalan terdapat sawah dan tegalan yang masih dikelola secara tradisional. Rumah-rumah penduduk masih lestari yang dekat dengan aturan rumah Bali yaitu kosala-kosali. Di samping jalannya lebar dan dihotmik, lingkungannya juga bersih, udaranya sejuk dan masyarakat penduduknya terkenal ramah. Wisatawan mancanegara merasa senang berada di desa itu. Karenanya, sehabis bermain rafting mereka menyempatkan diri untuk berjalan-jalan keliling desa, menyambangi rumah pen-
50
29 Desember 2014- 4 Januari 2015
duduk bahkan ada yang menginap. Sekretaris Desa Bongkasa Pertiwi I Wayan Matyana mengatakan, desa ini mulai dikenal oleh wisatawan karena adanya permainan rafting. Banyak perusahaan rafting yang memilih desa ini sebagai tempat finish permainannya. Tak hanya itu, banyak juga wisatawan yang memanfaatkan untuk bermain ATV dan bersepeda santai keliling desa. “Ada juga yang sekadar jalan-jalan melihat suasana desa lebih dekat,” katanya. Adanya berbagai fasilitas permainan itu, jelas Matyana mendorong ibu-ibu rumah tangga untuk berjualan berbagai jenis minuman. Mulai dari air mineral, es kelapa muda, kopi, makanan ringan ataupun nasi bungkus. Lokasinya juga beda-beda, ada yang di tempat finish ada pula di bawah tebing pinggir sungai. “Masyarakat Desa Bongkasa bisa berinteraksi langsung dengan wisatawan,” paparnya. Suasana tersebut juga mendorong masyarakat setempat untuk mewujudkan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai desa wisata. Hal itu juga diperkuat dengan adanya SK Bupati Badung yang menetapkan ada 18 desa wisata termasuk
Bongkasa Pertiwi. “Walau ditetap sejak 2009 sebagai desa wisata, tetapi Desa Bongkasi sudah mengembangkan diri sejak 2003, sehingga memiliki perangkat yang menunjangnya,” ujarnya. Beberapa di antaranya, jelas Matyana, ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kelompok guide prilen. “Kami akan membuat jalan setapak ditepi Sungai Ayung untuk mendukung desa wisata. Karena keindahan sungai itu ada di tebing dengan pohon hijau seperti berada di surga,” ucapnya. Matyana juga mengatakan, sebagai desa wisata Desa Bongkasa Pertiwi juga memiliki akomodasi seperti ada pondok wisata, rumah-rumah penduduk milik masyarakat disewa dan dikontrak wisatawan. Bahkan, ada wisatawan yang mengontrak tanah untuk membuat rumah pribadi. “Jujur, kami belum mempunyai ciri khas desa. Walau sudah ada pengrajin perak yang banyak dipesan para pemilik artshop di Bali,” pungkasnya. Budarsana www.bali-travelnews.com