Skip to main content

Majalah balipost edisi 63

Page 1

63 | 10 - 16 November 2014

Selamat dan Sukses

Atas Pelantikan Kabinet Kerja BUNG JOKOWI Lanjutkan Nawacita dan Tri Sakti Bung Karno!

Bangkitkan KUD, Mungkinkah?

balipost @balipost www.suluhindonesia.com

www.balipost.com

Bali Post on Gadget

www.bisnisjakarta.com

RP 20.000


DAFTAR ISI BALI SEPEKAN l Jembatan Searcorm Perancak Rusak 6 LAPORAN UTAMA lUKM Harus Inovatif 8

lPemerataan Gagal Dilakukan 9 lBangkitkan KUD, Mungkinkah? 10 OPINI lPeran Civil Society

Dalam Pemerintahan Jokowi 12

JAJAK PENDAPAT lMewaspadai Jebakan Politik Kabinet Kerja 13 PEMERINTAHAN lRAPBD Badung 2015

Belanja Aparatur Hanya 33,68 Persen 14

POLITIK lMenggelorakan Revolusi Mental Generasi Bangsa 16 lPenguasa Harus Ada di Sisi Masyarakat 17 PENDIDIKAN lPelajar Deklarasikan Peduli Sampah Plastik 18 MANCANEGARA l1.000 ”Bangau” untuk Kesembuhan 20 DAERAH lRestoran di Kintamani Bangkrut

Ancam PAD Bangli 22

LENSA lAku Juara 26

OLAHRAGA l Rumput Buatan Vs Alami 28 LINGKUNGAN l Krisis Air Bersih

Paling Parah 36

PARIWISATA lJalan di Kampung Seni

Tak Ramah dengan Turis 38

TRADISI l Identitas Klungkung

Seni Pahat Selongsong Peluru 44

PROPERTI lJaga Estetika

Developer Ingin Kabel Listrik Tanam 46

PRESTASI l Aura Gizella

Tanpa Ambisi Raih Prestasi 48

KESEHATAN lSiaga Ebola Darat, Laut, dan Udara 24 10 - 16 November 2014

3


DARI PEMBACA

Potensi Wisata Fashion K

ota Denpasar berpotensi besar sebagai pusat mode bertaraf nasional maupun internasional. Salah satu kawasan yang pantas dikembangkan sebagai zona wisata fashion adalah Panjer, tepatnya sepanjang Jalan Waturenggong hingga Tukad Yeh Aya. Kebetulan sekarang ada pembangunan dan penataan pedestrian, trotoar lebar yang nantinya ditanami pohon palm sebagai peneduh, tempat para pejalan kaki atau beragam komunitas mengadakan aktivitas fashion. Di Panjer sudah ada deretan atau sentra toko fashion, distro, aksesoris dan salon tata rias, baik yang khas Bali maupun modern. Kawasan Panjer sebagai pusat fashion bisa belajar dari kawasan yang sudah terkenal seperti Cihampelas di Bandung, Malioboro di Jogya dan untuk kelas dunia seperti kawasan Harajuku di Tokyo. Pemkot Denpasar bisa mengembangkan ekonomi kerakyatan bersinergi dengan upaya pemerataan kesejahteraan dengan cara membangun berbagai sentra atau cluster ekonomi kreatif di pelosok kota sesuai dengan potensi masing-masing. IGN Nitya Santhiarsa Jl. PB Sudirman FS 5 Sanglah Timur Denpasar Barat

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto

Jalan Satu Arah J

alan alternatif yang menghubungkan antara Br. Celuk, Br. Pemebetan, Br. Gangga Sari dan Br. Langon Desa Kapal Mengwi (Badung) sebaiknya satu arah. Jalan alternatif yang melintas di depan Pura Sada yang merupakan objek wisata di Badung Tengah ini setiap harinya selalu macet. Apalagi pada hari Rabu dan Minggu dimana pada hari-hari tersebut aktivitas pasar Beringkit yang selalu padat pengunjung. Parahnya kemacetan setiap hari terjadi di pertigaan depan balai Banjar Celuk menuju Pura Sada. Walaupun di sana acapkali ada polisi yang jaga namun tidak bisa berbuat banyak. Dulu pernah dipasang tanda stop di sebelah timur Br. Celuk yang tujuannya agar semua jenis kendaraan tidak masuk ke selatan yang menuju Pura Sada tersebut. Semua kendaraan hanya boleh datang dari selatan, jadi jalan alternatif yang sempit itu dipergunakan hanya satu arah. Tapi tanda stop yang dipasang hanya beberapa hari raib dari tempatnya, entah siapa yang mencabut. Akhirnya kembali terjadi kemacetan. Wayan Beratha Yasa Kapal, Mengwi Badung Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

10 - 16 November 2014

4


Energi Muda Kabinet Kerja T e r e p r e s e n ta s i k a n n ya anggota kabinet ke dalam ragam etnik, agama, wilayah, profesional, politik, dan gender telah menunjukkan kepada rakyat keseriusan pemerintahan baru untuk mengakomodasi potensi Nusantara. Karenanya pantas kita apresiasi Kabinet Kerja untuk bekerja, bekerja dan bekerja guna membuktikan kemampuan dan profesionalitasnya. Pemetaan program dan perencanaan sosial sangat perlu dilakukan menjelang bekerja selama lima tahun ke depan. Karena kerja kabinet pada hakikatnya adalah bekerja untuk sosial, untuk masyarakat. Tujuannya tidak lain memberikan kehidupan yang lebih baik, kesejahteraan lebih tinggi kepada masyarakat. Kerja personel Kabinet Kerja mungkin tidak akan mudah. Karena Kabinet

sebelumnya diguncang berbagai skandal. Beberapa menteri telah terindikasi korupsi dan kasus-kasus lainnya. Kabinet baru harus membuktikan bahwa kiprah dan kinerjanya memang sejalan dengan kehendak dan harapan rakyat, dan tidak melukai rakyat. Nilai-nilai kerakyatan harus mewujud bukan saja dalam kebijakan yang pro rakyat, tetapi juga dalam penampilan dan gaya hidup personel Kabinet. Kita melihat perkembangan baru dalam kementerian sekarang, seperti adanya penggabungan beberapa menteri menjadi satu atau sebaliknya ada pemecahan satu kementerian menjadi dua kementerian. Ini memerlukan pemikiran strategis untuk melaksanakan kinerjanya. Diperlukan kehati-hatian dan kecermatan menyusun kerangka kerja. Jangan

terlalu grasa-grusu sehingga misi tidak tercapai. Kabinet Kerja yang diisi banyak tokoh muda saat ini juga perlu menjadi catatan lain. Inilah kalangan muda mendapatkan ‘arenanya’ untuk melakukan tindakan nyata. Sejak Indonesia berdiri peran pemuda memang sudah sangat besar. Kini saatnya kalangan muda bukan hanya menjadi evaluator dan pengkritik, tetapi harus turun langsung memimpin negeri ini. Kabinet Kerja akan lebih enerjik dan tidak peragu sebagaimana dipesankan Presiden Jokowi. Dengan berpusat pada Presiden Jokowi yang lumayan muda, kita berharap energi mudanya bersinergi dengan energi muda para pembantu presiden akan mampu menggerakkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa. 10 - 16 November 2014

5

5


BALI SEPEKAN

Proyek Kantor Air Terjun Tegenungan Keruh Lurah Molor KEINGINAN Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra agar proyek fisik yang digarap tahun 2014 ini rampung November 2014, agaknya tidak bisa terpenuhi. Sebab, sejumlah proyek fisik yang dikerjakan tahun ini banyak yang molor. Setelah proyek pembangunan SD 17 Dauh Puri molor dari target waktu yang ditentukan, kini muncul lagi kasus serupa. Proyek kantor Lurah Tonja di Jalan Seroja, Denpasar Utara, juga molor dari waktu yang ditentukan. Proyek senilai Rp 1,08 miliar tersebut belum rampung. Padahal sesuai pengumuman di papan proyek, Minggu (26/10) merupakan batas jatuh tempo. Pihak kelurahan menyebutkan, permasalahan itu menjadi tanggung jawab rekanan dan Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP). Kepala Kelurahan Tonja Ade Indah Sari Putri mengaku proyek kantornya belum rampung. Pengerjaan dimulai 26 Mei selama 150 hari (5 bulan) kalender. Proyek ini dikerjakan CV Werdi Utama dengan konsultan pengawas PT Mitra Trisakti. l Asmara Putra

TAK ada hujan dan banjir, namun warna air yang mengalir di objek wisata air terjun Tegenungan, Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati, Gianyar, keruh. Hal ini pun menjadi pertanyaan dari sejumlah wisatawan yang datang ke lokasi objek wisata air terjun Tegenungan. Mereka dibuat bertanya, melihat air terjun Tegenungan yang warnanya kecokelatan dan keruh. Minggu (26/10) kunjungan wisatawan ke objek wisata Tegenungan cukup ramai. Bahkan, penjaga tiket masuk mengakui bahwa tamu yang datang ke objek wisata tersebut rata-rata per hari mencapai 50 orang wisatawan. Sayang, Kabupaten Gianyar yang memiliki potensi alam di Tegenungan yang cukup besar ini kondisinya memprihatinkan. Wisatawan yang datang dan ingin me-

lihat keindahan air terjun Tegenungan, terusik dengan kondisi air yang tercemar. Pencemaran diperkirakan akibat kegiatan galian batu padas yang dilakukan di hulu sungai, di sekitar aliran sungai Petanu Desa Kemenuh, Sukawati. l Agung Darmada

KONDISI jembatan Searcorm di Perancak, Jembrana yang menghubungkan antara Desa Mertasari, Loloan Timur dengan Desa Perancak serta beberapa

desa lainnya kini makin mengkhawatirkan. Bahkan beberapa pengendara dan pengemudi mobil nyaris jatuh dan menjadi korban di jembatan tersebut. Wayan Murdi, seorang warga Melaya, Minggu (26/10) mengatakan, Jumat (24/10) petang lalu nyaris menjadi korban jembatan ini. Dia mengemudikan pick-up melewati jembatan tersebut. Namun, tiba-tiba ban mobilnya nyangkut di tengah-tengah jembatan, tepatnya di lokasi patahan aspal karena tiang penyangga di jembatan itu ada yang amblas sehingga posisinya tidak rata. l Witari

Jembatan Searcorm Perancak Rusak

Dibekuk, Pembobol ATM di Joger

TIGA pelaku pembobol ATM di depan Jogger, Banjar Luwus, Baturiti awal Oktober lalu dibekuk Satreskrim Polres Tabanan, Jumat (24/10). Ketiga pelaku masing-masing Hengky Pravasta (26) asal Sumbermalang, Situbondo Jawa Timur, Jems Samuel Salmon (19) asal Desa Gundih, Kecamatan Bubutan Surabaya dan Muhammad Wahyu Saputra (20) asal Desa Tegal Harum, Denpasar Barat. Ketiganya ditangkap di wilayah berbeda. Dua pelaku diamankan di Surabaya dan satu pelaku diamankan di Denpasar. ‘’Polisi sejak awal menduga ada orang dalam ikut bermain. Dugaan ini ternyata benar karena terbukti salah satu dari pelaku masih berstatus karyawan di perusahaan jasa tersebut,� papar Kapolres Tabanan AKBP Dekananto Eko Purwono, Senin (27/10). l Dewi Puspa

6

RPJMD Diubah Dua Kali DPRD Badung menyoroti sikap pemerintah atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Badung. Hal ini dipicu adanya dua kali perubahan RPJMD hanya dalam kurun waktu satu tahun. Anggota dewan menilai perubahan tersebut sebagai bentuk ketidakcermatan pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan. Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat kerja Pansus RPJMD Badung dengan

eksekutif, Selasa (28/10). Rapat dipimpin Ketua Pansus I Nyoman Dirgayusa dan dihadiri di antaranya Ketua Badan Legislasi DPRD Badung I Made Retha, Asisten III IGN Oka Darmawan, Sekretaris Bappeda dan Litbang Made Agus Ariawan dan Kabag Hukum Komang Budhi Argawa. Dalam rapat tersebut, Dirgayusa mengaku heran lantaran RPJMD berubah sebanyak dua kali dalam setahun. l Dedy Sumartana

10 - 16 November 2014

6


Tabrak Pohon, Truk Terguling Si Jago Merah Hanguskan Kebun Komak

MOBIL truk boks milik Indemaret terguling melintang di tengah jalan di depan SPBU Sengkidu, Candidasa, Minggu (26/10). Sopir diduga mengantuk sehingga kehilangan kendali dan menabrak lima pohon perindang di sisi kiri jalan. Akibatnya, sopir truk boks berikut kernetnya mengalami luka-luka. Kecelakaan di jalur utama AmlapuraDenpasar tepatnya di perbatasan antara Desa Nyuh Tebel dan Sengkidu Kecamatan Manggis. Truk dikendarai Eka Perdana dengan kernet I Nyoman Darsana alias Bagong (27) pemuda asal Banjar Sayan

Baleran Desa Werdi Buana, Mengwi, Badung. Truk nahas yang mengangkut tujuh ton roti tersebut, rencananya menuju ke sejumlah toko jaringan di Lombok, NTB sesuai Surat Perintah Jalan (SPJ). Di lokasi kejadian, korban kehilangan kendali dan membiarkan truknya menabrak lima pohon perindang yang berada di pinggir jalan di depan SPBU Sengkidu. Seketika itu pula, truk boks bernomor polisi DK 9412 FI itu terguling dan melintang di tengah jalan sekitar pukul 03.00 wita. l Dewa Farendra

Warga Tulang Nyuh Protes Pembangunan Vila WARGA Desa Pakraman Tulang Nyuh, Desa Selat, Klungkung protes terhadap pembangunan vila di desa setempat. Masalahnya, pembangunan vila itu dilakukan tanpa izin, baik dari desa adat setempat hingga pemerintah daerah. Proyek ini sempat dilaporkan ke Satpol PP dan pengerjaannya sempat dihentikan. Namun, para pekerja masih membandel dan tetap beraktivitas membangun fondasi vila. Bendesa Tulang Nyuh Nengah Sudarna, Minggu (26/10) menyampaikan, proses

pembangunan vila itu sudah berlangsung dua bulan lalu. Ia mengaku sempat mengecek ke lokasi. Awalnya, lokasi tanah yang dibangun vila itu diketahui milik Wayan Sabda. Ternyata, setelah ditelusuri tanah seluas sekitar 60 are itu dijual kepada salah satu investor yang namanya dirahasiakan para buruh setempat. “Saat saya cek, ternyata belum mengantongi izin pemerintah daerah. Sementara koordinasi dengan pihak desa adat juga tidak ada,” kata Bendesa Sudarna. l Bagiarta

Tanaman Jeruk dan Kopi Terancam Mati

KEMARAU semakin panjang. Angin kering pun masih bertiup cukup kencang. Akibatnya, hektaran tanaman jeruk dan kopi di sejumlah titik di Kintamani kondisinya makin memprihatinkan dan terancam mati akibat kekeringan. “Pengala-

man tahun lalu hujan biasanya akan turun usai piodalan di Pura Puncak Penulisan,” ungkap Wayan Sarta, salah seorang warga ditemui Minggu (26/10). Diungkapkan, jika dalam beberapa minggu ke depan hujan belum juga turun, dipastikan hektaran tanaman perkebunan di Kintamani akan gagal panen. “Kami khawatir, jika dalam beberapa minggu ke depan hujan belum juga turun, bukan saja warga akan makin sulit untuk memenuhi kebutuhan airnya, hektaran tanaman perkebunan juga akan kekeringan,” ungkapnya.Pantauan di sejumlah lokasi menunjukkan kemarau panjang menyebabkan tanaman jeruk, maupun kopi tampak layu. l Gung Jelantik

KEBUN yang berisi tanaman komak dan pisang di Dusun Bangah Desa Panji Kecamatan Sukasada terbakar, Senin (27/10). Si jago merah dengan cepat membakar tanaman komak siap panen, pisang, dan semak liar. Bahkan, kobaran api ini nyaris merembet ke permukiman warga BTN Sunari yang berlokasi tepat di sebelah selatan lokasi kebakaran. Diduga, kebakaran itu dipicu karena api bekas membakar sampah. Informasi yang dikumpulkan di lokasi kejadian, menyebutkan kebun seluas 30 are di Dusun Bangah itu milik Ketut Derestika alamat Jalan Jalak, Singaraja. Oleh petani penggarap Gede Sudarma (44), warga Dusun Bangah Desa Panji lahan itu, kemudian ditanamai komak dan pisang. Lahan yang ditanami komak dan pisang itu sekitar tiga are. Belakangan, di lahan itu sering dijadikan lokasi pembuangan sampah dan kerap kali warga membakar sampah di lahan tersebut. l Mudiarta

Dana Bansos Belum Cair DANA hibah dan bansos (bantuan sosial) dari Pemerintah Provinsi Bali di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Perubahan Tahun 2014 yang diperuntukkan kelompok masyarakat dikabarkan hingga kini belum cair. Sejumlah kelompok masyarakat pemohon bantuan hibah dan bansos pun merasa waswas dan khawatir seandainya kisruh dan ngadatnya pencairan hibah bansos pada tahun 2013 terulang kembali tahun ini. Anggota Komisi III DPRD Bali Ketut Kariyasa Adnyana, Selasa (29/10) mengaku belum tahu detail soal perkembangan terakhir pencairan hibah bansos di APBD Perubahan 2014. “Saya belum mengecek apakah sudah cair atau belum. Tapi mestinya dana itu sudah cair sebab ini sudah mau akhir tahun anggaran,” kata politisi PDI-P asal Buleleng itu. l Widana 10 - 16 November 2014

7

7


LAPORAN UTAMA

UKM Harus Inovatif

D

eretan toko barang seni di kanan-kiri jalan raya Tegalalang mengingatkan kita akan kejayaan Usaha Kecil dan menengah di Bali. Namun itu cerita lama. Kini kejayaan itu tinggal kenangan. Sebab deretan toko yang ‘’memagari’’ jalan hotmix selebar lima meter itu banyak yang tutup. Kalau toh mereka buka hanya untuk pengisi waktu di kala tak ada kegiatan lainnya. Sementara yang lain banyak yang dikontrakkan untuk toko celuler, dagang bakso atau lalapan asli Jawa Timur. Itulah gambar kecil dari masa kini usaha kecil di Bali. Banyak hal penyebabnya. Salah satunya adalah kehadiran pengusaha besar yang ikut dalam bisnis tersebut. Pasaroleh-oleh contohnya. Para wisatawan yang dating ke Bali lebih memilih belanja di pasar yang dikelola secara modern. Alasannya sederhana; nyaman, banyak pilihan dan harga lebih murah. Apalagi sekarang banyak pasar oleh-oleh yang buka 24 jam. Sehingga sangat memudahkan wisatawan untuk mencari oleh-oleh dan tidak mengganggu waktu mereka untuk mengunjungi objek wisata atau mandi di pantai Kuta. Karenanya perlu merekontruksi lagi sehingga UKM di Bali kembali pada kejayaannya di era 1980 an. Hal itu pulalah yang disroti akademisi Unud Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si. Ia menyatakan, UKM termasuk koperasi memiliki potensi yang sangat besar, bahkan 99 persen dari usaha yang ada. Hanya saja, selama ini pertumbuhan sektor ini cukup fluktuatif, yakni cepat muncul dan cepat pula hilang. “Inilah yang perlu dilakukan pengkajian dengan melakukan pemetaan, sehingga kendala maupun penghalang majunya UKM bisa diatasi,” ungkap Murjana Yasa. Menurutnya, salah satu barier atau hambatan dalam pengembangan UKM adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Kelemahan ini merupakan hal yang mendasar dalam pengembangkan UKM, yakni tidak hanya pada saat bagaimana mendirikan usaha, tetapi unsur kreatif dan inovatif yang harus dimiliki. Kedua adalah permodalan. Banyak sekali kredit murah yang digulirkan pemerintah, namun tidak dapat diakses oleh pelaku UKM akibat tidak bisa memenuhi prosedur yang ditetapkan perbankan. Ini

8

yang perlu dicarikan terobosan. Sebab secara konseptual UKM dan lembaga keuangan mikro itu harus berdekatan. Artinya lembaga keuangan mikro itu berkebang di sekitar orang-orang yang berpendapatan rendah, sehingga hubungan informal antar perbankan dan UKM berjalan yang searah. Dikatakan, sulitnya mengakses sektor keuangan telah menyuburkan bisnis rentenir yang menawarkan suku bunga tinggi. Padahal, di sekitar UKM ada sektor keuangan yang bisa diberdayakan, yakni koperasi. Contohnya, bank umum yang ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan kredit murah menunjuk pihak ketiga, yakni koperasi sebagai partner dalam mendistribusikan program tersebut. “Lembaga penyalur kredit murah harus memiliki tangan-tangan lain, seperti koperasi yang menyalurkan kredit ke perajin atau koperasi yang didirikan perajin. Namun yang perlu diingat jangan sampai perpanjangan tangan ini membuat suku bunga semakin mahal. Dia berpendapat, pengembangan koperasi harus dikembalikan kejati diri koperasi, yakni dari anggota untuk anggota dengan mengedepankan aspek kebersamaan. Jangan sampai koperasi berkembang hanya dari aspek ekonomi dengan mengabaikan aspek sosial. Apalagi, ketika sektor itu tumbuh besar, melupakan anggotanya. “Jadi membangun koperasi sama dengan membangun struktur sosial sekaligus struktur ekonominya dari mereka-mereka yang menjadi anggota koperasi. Ini poin penting yang sering kali hilang, terutama aspek sosialnya. Jangan sampai koperasinya untung, tapi anggotanya buntung,” ucapnya. Pemerintah juga perlu memikirkan regulasi yang memberikan rasa aman kepada sektor UKM dalam mengakses modal dari sektor perbankan, seperti memberikan jaminan simpanan. Selama ini, jaminan simpanan hanya berlaku pada bank umum dan BPR, sedangkan unit perbankan lainnya seperti koperasi belum menjamin dana masyarakat yang dihimpun. Rektor Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, D.B.A., juga menilai, kesulitan UKM dalam mengakses sektor perbankan tidak hanya dirasakan di Bali. Masalah klasik ini juga dialami oleh pelaku UKM di seluruh Indonesia, karena kalangan

perbankan masih ragu dengan track record pelaku UKM. “Permasalahan utama dalam mengakses perbankan adalah trust dan track record dari pelaku UKM. Perbankan akan melihat prospek bisnis yang akan dilakukan, apakah menguntungkan di masa depan, sehingga pelaku UKM dapat melunasi hutang-hutangnya dan tidak akan terjadi NPL (non performing loan),” katanya. Dia berpendapat, kalangan pelaku UKM tidak serius dalam menjalankan usahanya. Mereka kebanyakan menjalankan usahanya tanpa adanya inovasi dan terobosan yang dapat meningkatkan kepercayaan perbankan terhadap sektor UKM. “Banyak pelaku UKM menjalankan bisnisnya biasa-biasa saja, belum banyak pelaku UKM mengedepankan bisnis yang memiliki sesuatu yang unik dan memiliki nilai tambah (value added),” katanya. l Parwata

10 - 16 November 2014

8


Pemerataan Gagal Dilakukan

MBP/dok

Nasib toko-toko yang menjual barang kerajinan di Bali kini terpuruk. Era kejayaannya tinggal kenangan karena tergeser pemodal besar dan tidak punya kemampuan mengakses pasar secara luas.

Jumlah UKM di Bali Tahun 2013 Buleleng

11.196

Jembrana

20.512

Tabanan

18.961

Badung

26.863

Denpasar

Gianyar Bangli Klungkung Karangasem

11.515

91.099

33.907

9.705

38.279

Bali tidak dibangun secara holistik. Bali hanya mengejar sektor pariwisata. Sektor lainnya yang menunjang kemajuan pariwisata malah diabaikan. Inilah kesalahan pembangunan Bali sehingga menimbulkan kepincangan dalam pemerataan. Ketidakseimbangan inilah yang terus menjadi sorotan sejumlah tokoh masyarakat Bali. Tidak hanya dari sektor pariwisata dan pertanian, tetapi kepincangan juga dilihat dari segi lapangan pekerjaan. Untuk itu, hal yang paling penting dalam menyeimbangkan pembangunan Bali sekarang yakni menciptakan lapangan kerja massal di Bali Utara, Timur dan Barat. Penegasan itu disampaikan perintis Paguyuban Merah Putih, Drs. I Gusti Made Putera Astaman, pekan lalu. Selama ini, kata dia, pemerintah hanya berwacana pemerataan. Namun hal itu gagal dilakukan, karena kesalahan dalam mengambil kebijakan. Seperti ketersediaan lapangan pekerjaan. Semuanya berpusat di Bali Selatan. Terbukti dari jumlah total penduduk Badung, sebanyak 53 persen merupakan orang dari kabupaten lainnya di Bali. Itu harus ada solusi, sehingga Bali menjadi seimbang. Baik dalam pemerataan pembangunan, lapangan pekerjaan maupun kesejahteraan. Untuk itu ia meminta kepada pihak yang mengemban amanat rakyat di Bali seperti gubernur, bupati dan wali kota serta seluruh jajaran DPRD, supaya melihat rakyat sebagai mitra. Sementara Penglingsir Puri Jembrana Anak Agung Gede Agung B. Sutedja mengatakan, membangun Bali tidak boleh bersifat sektoral, namun harus menyeluruh. Dengan adanya potensi masing-masing daerah (di Bali Utara, Timur dan Barat), SDM yang dimiliki harus ditingkatkan untuk mencapai pengembangan. Misalnya, lapangan kerja akan melahirkan pekerja yang akhirnya mengurangi ketergantungan satu sama lainnya atau pengangguran. Di Jembrana misalnya. Banyak yang berpotensi, namun belum tereksplorasi. Memang hal ini sangat membutuhkan keseriusan. Dari jumlah penduduk Jembrana kurang lebih 400 ribu jiwa, tenaga kerjanya mencapai 50-60 persen. Namun, 90 persen tenaga kerja yang ada, hijrah ke Badung dan Denpasar. Sebab, kesempatan kerja di Jembrana sangat kecil. “ Makanya, kita akan membuka peluang kerja sehingga orangorang ini kembali ke Jembrana untuk mengelola daerahnya sendiri,� ucapnya. Ketua Forum Gerakan Buleleng Bangkit Atang Wiguna. Ia menegaskan, pihaknya sepakat dalam hal pembangunan Bali ke depan yang paling penting adalah mencipatkan lapangan kerja. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan masyarakat Buleleng, bahwa pembangunan Bali ini, masih pincang. Untuk itu, peran masyarakat Buleleng sangat dibutuhkan untuk mengejar supaya seimbang dengan Bali Selatan. l Pramana Wijaya 10 - 16 November 2014

9

9


LAPORAN UTAMA

Bangkitkan KUD, Mungkinkah?

K

etua Untung Duluan, demikian pelesetan yang menyindir keberadaan koperasi yang anggotanya para petani. Padahal sejatinya KUD kepanjangannya Koperasi Unit Desa. Mengapa pelesetan itu lebih populer dari kepanjangan aslinya? Beragam alasannya yang melatarbelakangi. Salah satunya, kinerja KUD yang dinilai tak memihak anggotanya; petani. Sehingga banyak KUD yang untungnya sangat minim bahkan banyak pula yang rugi. Sementara gaji ketua tetap harus dibayar bahkan mengalami kenaikan setiap tahun. Adalah Menteri Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah (UKM) Anak Agung Ngurah Puspayoga yang kembali

10

mengingatkan kita bahwa masih ada KUD di negeri ini. Sebab selama ini KUD tenggelam dengan swasta yang bergerak di sektor yang sama. Bahkan banyak gudang KUD berikut RMU (penyosohan beras) yang dimiliki disewakan kepada swasta. Alasannya, penyewaan gudang, tempat jemur dan RMU lebih menguntungkan daripada mengelola sendiri. Ini artinya apa, bahwa para pengelola KUD tidak profesional, tidak mau bekerja keras. Mereka seperti birokrat, terima untung bersih tanpa harus bekerja berat apalagi masuk ke sawah. Tidak mau. Salah satu terobosan yang akan dilakukan Puspayoga, putra Bali yang mantan Wakil Gubernur Bali itu adalah mengembalikan distribusi pupuk bersubsidi kepada koperasi khususnya Koperasi Unit Desa (KUD) yang beranggotakan para petani. “Kita ingin bagaimana distribusi pupuk subsidi ini kembali ditangani koperasi karena memang sudah sepantasnya,” kata AAGN Puspayoga setelah menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk KUD. Ia mengatakan KUD memiliki infrastruktur termasuk kantor dan gudang yang memadai untuk kembali mendistribusikan pupuk bersubsidi seperti pada masa era 1990-an. Menurut dia sumber daya manusia (SDM) di dalamnya pun relatif siap untuk menangani pendistribusian pupuk tersebut. “Semua sudah siap, infrastruktur ada, kantor ada, gudang ada sampai ke tingkat desa-desa. Sekarang tinggal regulasinya,” katanya. Dia mendukung revitalisasi KUD sebagai salah satu langkah jangka pendek untuk mengembalikan distribusi pupuk kepada koperasi. “Kita targetkan ini bisa secepatnya kembali didistribusikan oleh koperasi,” katanya. Apa yang menjadi keinginan Puspayoga memang tidak berlebihan. Sebab pada esensinya koperasi merupakan suatu wahana pengembangan demokrasi ekonomi dan sekaligus merupakan wahana untuk menghimpun potensi pembangunan yang terpencar diantara para warga masyarakat golongan ekonomi lemah. Dengan wadah

koperasi, para warga masyarakat tersebut akan dapat meningkatkan harkat dan kesejahteraan hidupnya melalui peningkatan secara maksimal partisipasi dan prestasinya dalam pembangunan sesuai dengan potensi masing-masing atas dasar asas otoaktivitas dan solidaritas. Pembangunan KUD dapat membangkitkan swadaya masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan meningkatkan taraf hidupnya. Lagi pula, pembangunan KUD juga akan membantu masyarakat pedesaan untuk mendorong perkembangan kewirausahaan. Demikian pula KUD juga dapat mendorong pemerataan kesempatan berusaha yang selanjutnya akan mendorong perluasan kesempatan kerja dan peningkatan produktivitas penduduk daerah pedesaan. Dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan bahwa, “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Pada awal berdirinya, KUD diberikan tugas oleh pemerintah untuk menyalurkan sarana produksi pertanian seperti pupuk, bibit tanaman, obat pemberantas hama, dan alat-alat pertanian. Selain itu juga memberikan penyuluhan teknis bersama dengan petugas penyuluh lapangan kepada para petani. Namun kedua tugas tersebut belum dapat dijalankan maksimal. Terutama dalam-

10 - 16 November 2014

10


Mengembalikan kejayaan KUD tahun 80-an akan mampu menggairahkan sektor pertanian. Kemampuan KUD menampung produksi padi dengan menyediakan lantai jemur memadai akan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

pembelian hasil produsi petani seperti gabah, cengkeh maupun kakao. Kesulitan para petani dalam pascapanen tersebut belum berhasil dipecahkan KUD. Ketidakberhasilan itu bukan dicarikan solusinya, malah KUD membentuk unit usaha baru. Misalnya unit simpan pinjam. Bahkan salah satu KUD di Tabanan; KUD Timpang pernah memiliki usaha karoseri. Ini tentu tidak salah apabila persoalan petani sudah dapat dipecahkan. Atas kondisi tersebut, maka masayrakat mulai kehilangan kepercayaan kepada KUD dan koperasi pada umunnya. Masyarakat belum mampu sepenuhnya diyakinkan bahwa koperasi merupakan sarana yang efektif dalam mengatasi kelemahan ekonomis dan dalam meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu belum adanya prasarana yang memadai untuk bias membangkitkan kegairahan berkoperasi. Inilah yang menjadi tantangan Puspayoga kedepan dalam menghidupkan kembali KUD dan usaha kecil di Bali. Pengalaman menjadi wali Kota Denpasar dan wakil Gubernur Bali tentu akan menjadi nilai plus dalam memecahkan masalah koperasi dan UKM. Sebab sudah diakui, Kiprah A.A. Puspayoaga dalam meningkatkan geliat usaha kecil dan menengah (UKM) sudah terlihat sejak menjadi Wali Kota Denpasar. Buktinya, sejumlah program kerja yang dilakukan, cukup banyak bermuara pada peningkatan UKM di Denpasar. Bahkan, salah satu program yang diluncurkan, yakni kredit tanpa agunan (KTA) menjadi contoh bagi daerah

lainnya di Indonesia. Program ini juga menjadi inspirasi pemerintah pusat meluncurkan program serupa dengan nama lain. “Komitmen Pak Puspayoga untuk meningkatkan UKM tidak perlu diragukan lagi. Beliau memiliki sejumlah program yang inovatif dalam mengembangkan UKM di Denpasar, ketika menjadi Wali Kota Denpasar, ia mengeluarkan program KTA. Ini menjadi program rintisan bagi daerah lain dan juga pusat,” ujar Sekretaris Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pekan lalu. Ketika Puspayoga menjadi Wali Kota, Rai Iswara sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Denpasar. Kebijakan dalam membangkitkan koperasi juga menjadi perhatian serius Puspayoga saat menjadi orang nomor satu di Denpasar. Sejumlah penghargaan tingkat nasional di bidang koperasi, seperti bhakti koperasi pun diraihnya. “Kebetulan saat itu saya menjadi Kadis Koperasi, jadi tahu betul komitmennya dalam meningkatkan UKM dan koperasi,” kata Rai Iswara. Kiprah lainnya, kata Rai iswara, yakni

kepala daerah yang pertama juga menetapkan penggunaan kain tenun lokal (endek) sebagai seragam wajib para PNS di lingkungan Pemkot Denpasar. Artinya, kebijakan ini berusaha untuk menjaga dan melestarikan UKM di bidang tenun lokal yang saat itu mengalami masa sulit. Kebijakan ini pun akhirnya ditiru sejumlah kabupaten/kota lainnya untuk menggunakan kain lokal sebagai seragam PNS, seperti batik dan kain tenun lokal lainnya. “Jadi ketika Puspayoga diberikan tugas sebagai Menteri UKM, bagi saya itu pilihan yang tepat. Karena track recordnya sejak lama sangat konsen di bidang UKM,” kata Sekot Denpasar ini. Apa yang disampaikan Rai Iswara tentu sangat beralasan. Sebab dalam setiap kesempatan Puspayoga selalu berbicara ekonomi kerakyatan. Bahkan ketika seminar Outlook 2013 di Sanur, 20 November 2012, Puspayoga menyatakan bahwa pola BTDC menjadikan rakyat Bali jadi penonton. Karenanya kue pariwisata harus dibagi secara merata. Caranya dengan memeratakan infrastruktur dan mengoptimalkan kearifan local, maka akan tercipta pemerataan secara ekonomi. Ketika itu ia yang Wagub Bali menyatakan, dalam mengoptimalkan kearifan lokal, minimal ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, mendokumentasikan kearifan lokal Bali, baik yang berbentuk fisik maupun tata nilai. Setelah didokumentasikan, kearifan lokal itu harus dilestarikan. Apabila sudah berhasil melestarikannya, baru bisa berbicara untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kearifan lokal itu untuk bersaing dalam ekonomi global. ‘’Kalau tidak ada manajemen seperti itu, saya yakin kearifan lokal kita tidak akan bisa bersaing dalam kancah ekonomi global,’’ tegasnya. l Asmara/Hardianto

Koperasi Unit Desa (KUD) di Bali Tahun

KUD

Anggota

Modal Sendiri

Vol Usaha

2012

91

215 133

124 935 890

296 785 506

2011

91

223 121

119 042 523

213 657 873

2010

91

251 604

122 583 641

281 027 497

2009

91

251 425

112 232 960

272 836 820

2008

91

250 733

111 694 000

270 073 000

10 - 16 November 2014

11


OPINI

Peran Civil Society Dalam Pemerintahan Jokowi

P

erangkat Eksekutif dalam pemerintahan Jokowi telah terbentuk. Arsitektur dan nomenklatur kementerian pun disusun sesuai dengan visi Presiden Jokowi pada masa kampanye lalu. Perangkat eksekutif ini diisi oleh komposisi profesional dan profesional partai. Dari kalangan partai, menteri yang masuk dalam kabinet adalah dari partai Koalisi Indonesia Hebat ditambah satu orang menteri dari PPP yang baru bergabung di koalisi ini. Komposisi tersebut, 4 orang menteri dari PDI-P, 4 orang menteri dari PKB, 3 orang menteri dari NasDem, 2 orang menteri dari Hanura serta 1 orang dari PPP. Hal ini bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa Koalisi Indonesia Hebat memegang penuh kendali Eksekutif. Sedangkan pada perangkat politik negara yang lain yakni DPR dan MPR, jajaran pimpinannya dipegang oleh partai Koalisi Merah Putih. Hal tersebut bisa dilihat dari komposisi pimpinan DPR yang diisi oleh masing-masing satu perwakilan dari Partai Golkar, Gerindra, PAN dan Demokrat. Begitu pula dalam jajaran pimpinan MPR yang dikuasai oleh Koalisi Merah Putih. Situasi ini tentunya tidak melanggar hukum atau legal oleh karena acuan pemilihan pimpinan DPR dan MPR adalah UU MD3 yang memakai sistem paket dalam pemilihan pimpinan lembaga tersebut. Pemetaan kendali politik yang terlihat sangat terkutub menjadi 2 poros dalam Eksekutif dan Legislatif tentunya bisa menimbulkan saling ‘jegal’ kepentingan untuk mempertahankan supremasi politik antara dua koalisi ini. Dengan sistem Presidensial yang dianut oleh Indonesia, terdapat ruang check and balances untuk saling mengontrol agar kegiatan pemerintahan selalu berorientasi pada kehendak rakyat. Namun apabila dipandang melalui perspektif political interest, kekhawatiran masyarakat terhadap situasi politik Indonesia yang terkutub sangat wajar.

12

10 - 16 November 2014

Oleh K.G. Wiguna

Karena, dua koalisi tersebut memiliki kepentingan politik yang sama-sama ingin dipertahankan serta saling berusaha membuat citra positif di masyarakat guna memeroleh dukungan politik. Maka dari itu kehadiran kelompok-kelompok independen yang tanpa kepentingan subjektif sangat diperlukan untuk menjaga kinerja pemerintahan. Civil Society atau masyarakat sipil merupakan kelompok yang sangat bisa diharapkan dalam situasi politik negara seperti ini. Masyarakat sipil adalah kelompok masyarakat yang tidak memiliki afiliasi kepada pemerintah serta tanpa afiliasi politik praktis. Kelompok civil society biasanya terdapat dalam lembaga swadaya atau badan-badan independen lainnya. Civil society diharapkan menjalankan peran sebagai kelompok kepentingan dan kelompok penekan dalam konstelasi politik antara Eksekutif dan Legislatif, maka

stabilitas serta kebijakan yang diproses oleh pemerintah bisa selalu pro rakyat. Rakyat harus merasakan akibat konkret dari kebijakan pemerintah dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini terhubung dengan stabilitas politik dan stabilitas sosial dan kemungkinan harapan di masa depan. Dengan cara pandang seperti ini maka keberhasilan pemerintahan baru untuk mencairkan kebekuan antara Koalisi Merah Putih dengan Koalisi Indonesia Hebat sudah merupakan langkah positif. Bagaimanapun ini telah mampu mengurangi ketegangan sosial. Dengan telah disumpah dan dimulainya sidang Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo telah membuktikan katakatanya untuk segera “mempekerjakan pembantunya� itu untuk membangun Indonesia sesuai dengan misi yang ditetapkan. Anggota kabinet telah memenuhi keragaman etnis, agama, wilayah, profesional, politik, dan gender. Jadi marilah berikan mereka bekerja, bekerja dan bekerja untuk membuktikan kemampuannya terlebih dulu. Sebagai salah satu kontrol sosial, dalam kehidupan demokrasi sebenarnya keberadaan civil society sangat penting. Akses terhadap tahap-tahap pemerintah dalam membuat kebijakan pun bisa diakses dan dianalisis oleh civil society untuk memastikan kebijakan tersebut menjadi alat politik yang menguntungkan pihak tertentu. Dengan berjalannya fungsi civil society dengan baik dalam demokrasi Indonesia saat ini, kehidupan demokrasi kita akan naik pada tingkatan demokrasi substansial yang melibatkan masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam pembuatan kebijakan. Sikap pro aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengawal sebuah gerakan untuk Indonesia yang kuat. Penulis, mahasiswa hubungan Internasional, Universitas Udayana


J A J A K P E N DA PAT

Mewaspadai Jebakan Politik Kabinet Kerja

K

abinet kerja mulai take off menjalankan tugasnya. Politisi, akademisi dan kalangan profesional yang menempati posnya masing-masing harus segara mengidentifikasi masalah dan merancang agenda kerja. Para menteri ini diharapkan dapat mengatasi berbagai persoalan bangsa untuk mengantarkan Indonesia menuju kejayaan. Namun, tantangan kabinet ini juga diyakini akan berat. Harapan publik yang begitu besar terhadap Jokowi – JK akan menjadi tantangan tersendiri. Jebakan politik juga akan menghambat laju kabinet kerja dalam hal membela kepentingan publik. Menyikapi formasi, figur dan program kerja yang menduduki pos kementerian di era Jokowi-JK ini, Pusat Data majalah Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Jajak dilakukan dengan mengajukan kuesioner dan wawancara via telepon. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden, 66,24 persen responden yakin kabinet kerja ini akan mengambil langkahlangkah nyata untuk kepentingan alam dan budaya termasuk tuntutan pembatalan Perpres No 51/2014. Responden berharap dengan adanya konsentrasi dan agenda strategis di bidang kemaritiman, tidak ada alasan bagi Jokowi-JK dan kabinetnya untuk mengabaikan tuntutan krama Bali agar reklamasi Teluk Benoa dibatalkan. Jika Jokowi memang fokus ingin menjaga maritim, ekspolitasi terhadap laut termasuk teluk harus ditinjau. Langkah ini bahkan diharapkan menjadi langkah awal JokowiJK dalam membuktikan komitmen berpihak pada kepentingan maritim, alam dan budaya serta aspirasi publik. Sedangkan 32,48 persen responden mengaku tidak yakin kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi-JK akan memberikan perhatian serius terhadap tuntutan krama Bali. Harus dilihat lebih dulu, apa agenda pengelolaan potensi kemaritiman yang digulirkan Jokowi-JK. Jika nanti muaranya untuk mengeksploitasi potensi laut untuk modal pembangunan, tuntutan pencabutan Perpres reklamasi Teluk Benoa ini akan dikesampingkan. Terlebih jika nanti ada kompromi politik tingkat atas untuk meloloskan proyek reklamasi ini. Sedangkan 1,27 persen responden mengaku belum bisa memberikan respons terkait hal ini. Kabinet Kerja yang baru terbentuk harus diberikan ruang untuk bekerja baru dievaluasi. Terkait dengan agenda revolusi mental yang digulirkan Jokowi-JK, terdapat 57,32 persen responden yakin akan berjalan. Harapan ini muncul setelah mencermati gaya Jokowi-JK dalam menyusun kabinet. Dengan dilakukannya konsultasi awal terkait rekam jejak kandidat menteri dengan KPK dan PPATK, responden yakin figur yang dipilih terindikasi bersih dan transparan. Figur ini diharapkan tidak menjadikan jabatan untuk memperkaya diri dan mengelola anggaran untuk kepentingan politik. Responden memandang nama-nama yang diumumkan Jokowi-JK mencerminkan adanya upaya untuk membangun

bangsa di atas kepentingan golongan dan partai. Dengan gaya pemerintahan jujur dan sederhana, responden berkeyakinan revolusi mental akan berjalan walaupun awalnya akan berhadapan dengan banyak tantangan. Selebihnya, 40,76 persen responden mengaku tidak yakin revolusi mental akan bergulir. Responden berpandangan walaupun ada komitmen membangun Indonesia dengan dedikasi dan ketulusan mengabdi, namun Jokowi-JK dan kabinetnya tetap akan berhadapan dengan banyak tantangan. Setidaknya, pendekatan politik yang digalang Koalisi Merah Putih akan

menjadi hambatan dalam menggulirkan revolusi mental dalam mengelola pemerintahan. Responden mengatakan Jokowi-JK dan kabinetnya pada tahun pertama pemerintahannya akan tetap terjebak perdebatan politik sehingga akan menghambat kinerjanya menuju kejayaan Inonesia. Responden khawatir program ini akan dihadang oleh kompromi kepentingan politik. Selebihnya, 1,91 persen responden tidak memberikan jawaban atas hal ini. Figur dalam kabinet Kerja yang dominan muka baru belum bisa dinilai kinerjanya dalam menjabarkan program pemerintah. Perlu waktu adaptasi untuk mengenal kinerja mereka. l Dira Arsana 10 - 16 November 2014

13


PEMERINTAHAN

Bupati Gde Agung menyerahkan laporan RPJMD dan RAPBD Tahun 2015 kepada Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta, dalam rapat paripurna DPRD Badung belum lama ini.

RAPBD Badung 2015

Belanja Aparatur Hanya 33,68 Persen Bupati Badung A.A. Gde Agung menyampaikan 3 dokumen perencanaan pembangunan Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung pada 29 Oktober lalu. Ketiga dokumen tersebut adalah Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda No. 13 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Badung Tahun 2010-2015, Penyesuaian Kebijakan Umum APBD dengan rancangan APBD Badung TA 2015 dan Penyesuaian PPAS dengan RAPBD Badung TA 2014. Terkait komposisi RAPBD Badung 2015, Bupati Gde Agung memaparkan, total belanja daerah sebesar Rp 3,46 triliun lebih dengan kontribusi terbesar bersumber dari pendapatan asli daerah

14

10 - 16 November 2014

Rp 2,581 triliun lebih atau sekitar 74,61 persen. Sementara dari total pendapatan daerah yang besarnya Rp 3,184 triliun lebih, kontribusi terbesar bersumber dari pendapatan asli daerah yakni 81,07 persen sedangkan kontribusi dari dana perimbangan sebesar 11,18 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 7,75 persen. Berdasarkan kelompok belanja, maka belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung 53,91 persen dan belanja langsung 46,09 persen. “Apabila ditinjau dari aspek manfaat dari belanja daerah tersebut, maka sebagian besar merupakan belanja publik yakni 66,32 persen dan sisanya merupakan belanja aparatur yang manfaatnya diterima aparatur pemerintah, yakni hanya 33,68

persen. Ini berarti RAPBD Badung 2015 masih berpihak pada rakyat,� papar Gde Agung. Gde Agung menambahkan, alokasi anggaran beberapa bidang urusan pemerintahan daerah yang diprioritaskan pada RAPBD 2015 di antaranya anggaran pendidikan dialokasikan 21,36 persen dari total belanja daerah. Hal menunjukkan persentase anggaran pendidikan 1,36 persen di atas batas minimal yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan sebesar 20 persen. Untuk anggaran kesehatan dialokasikan sebesar 12,29 persen dari total belanja daerah yang artinya 2,29 persen di atas batas minimal yakni 10 persen. l Dedy


KERAJINAN

Songket Budaya Leluhur

Lahir dari Kesabaran

M

engundang decak kagum, memesona dan sangat menarik. Semakin diamati terkesan rumit, ruwet dan menjelimet. Tak terbayangkan betapa sabarnya perajin untuk menyelesaikan satu lembar kain songket. Luar biasa sabar dan lahir dari hati dan cinta sang perajin dalam mempertahankan budaya leluhur itu. Kain songket yang merupakan kain khas Bali memang dibuat dengan kesabaran total sang perajin. Kain tradisional ini dibuat dengan alat yang namanya ‘cagcag’. Perajin bekerja dengan posisi duduk kaki selonjoran di bawah. Cagcag bukan masuk ATBM (alat tenun bukan mesin). Alat tenun cagcag memasukkan benang secara manual per helai benang. Sedangkan ATBM, memasukkan benang dengan sekoci. Serat cagcag ini pun dari bambu tradisional alias bumbung. Sedangkan serat ATBM memakai besi. Keberadaan kain songket tradisional umumnya dibuat lebarnya 55 cm dan panjang 180 cm. Bila menginginkan songket yang ideal makan dua lembar kait disatukan hingga lebarnya menjadi 110 cm. Bagaimana peminat kain songket dewasa ini? Seorang perajin dan pengusaha songket Gusti Ayu Made Mardiani melihatnya masih diminati. “Biasanya orang Bali masih senang dengan hasil tenunan tradisional orang Bali, artinya senang dengan songket asli,” kata dia. Ia menyebut songket yang baik songket yang kaku. Hasil kaku dari songket tersebut didapat dari proses benang yang dicelupkan ke bubur kanji yang telah dibuat sebelumnya. Setelah dicelupkan, benang didinginkan dengan cara dikibaskibaskan. Selain untuk mendinginkan, proses pengibasan itu juga bertujuan untuk memisahkan benang-benang agar tidak menyatu dengan benang lainnya. Baru dijemur bolak-balik hingga kering. Benang pun siap untuk ditenun. Songket bisa dibuat berbagai variasi kreatif seperti kamen/ kain, udeng/destar sampai tempelan pada tas. Harga songket yang cenderung mahal dari Rp 4 juta hingga Rp 16 juta. Mahalnya songket dikarenakan prosesnya yang masih tradisional dan pengerjaannya yang membutuhkan waktu lama. Bahkan untuk mendapatkan satu lembar kain 55 cm dikerjakan dalam waktu tiga bulan. Mardiani mengakui, lebih mementingkan kualitas songketnya dibandingkan kuantitas. Maka dari itu ia tidak pernah mengejar karyawannya untuk menghasilkan songket yang banyak. “Kami menjual kualitas bukan kuantitas,” paparnya sedikit berpromosi. Ia membuka rahasia, bahwa benang yang digunakan untuk membuat songket pun benang sutra untuk menghasilkan songket dengan kualitas bagus. Penggunaan benang sutra pada songket menghasilkan warna yang bagus, tidak mudah luntur. Jika memiliki songket maka berhati-hatilah dalam perawatannya. Perlu ketelatenan dalam perawatan. Menjaga kebersihan songket hanya bisa dengan cara diangin-anginkan, tidak terkena sinar matahari langsung dan tidak boleh dicuci. l Cittamaya

10 - 16 November 2014

15


POLITIK

Menggelorakan Revolusi Mental Generasi Bangsa

G

erakan perubahan digulirkan. Jokowi, Presiden Republik Indonesia sebagai inspirator gerakan revolusi mental telah melakukan berbagai langkah untuk menjabarkan program ini. Kerja, kerja dan kerja menjadi motto dalam mengelola pemerintahan. Budaya hidup sederhana pun mulai diterapkan dengan memberikan keteladanan. Bersaamaan dengan momentum peringatan HUT ke-86 Sumpah Pemuda, generasi muda diharapkan melakukan langkah cepat menata negeri menuju kejayaan. Tampaknya, jargon revolusi mental yang selalu didengungkan oleh Presiden RI Joko Widodo menular hingga daerah. Revolusi mental merupakan satu gerakan untuk berani membangun nilai-nilai baru dan memulai tradisi-tradisi baru. Kalimat sederhana ini, sangat kaya makna dan mengandaikan adanya komitmen yang kuat dan kesiapan untuk bekerja keras. Tanpa komitmen dan kerja keras maka pembangunan nilai dan tradisi baru hanyalah jargon politik yang tidak ada bedanya dengan iklan antikorupsi Partai Demokrat beberapa waktu yang lalu. Wakil Bupati Tabanan Komang Gde Sanjaya menilai revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo amatlah

16

relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Pembangunan kepemudaan secara berkelanjutan harus terus dilaksanakan melalui proses penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan. “Pemuda yang maju adalah pemuda yang berkarakter dan berdaya saing,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen pemuda mampu berperilaku sebagai pemuda harapan bangsa dan daerah yang santun, cerdas, inovatif dan berprestasi. Ia meyakini pemuda Bali telah dikenal memiliki daya saing, dan etos kerja tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya generasi muda Bali telah mengharumkan nama daerah di berbagai bidang. ‘’Pemerintah Daerah harus selalu memberikan apresiasi dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para pemuda untuk berkontribusi bagi pembangunan Bali,’’ ujarnya. Sumpah Pemuda jangan dijadikan sejarah. Memontum ini harus dimaknai untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat dan kualitas generasi penerus bangsa. Pandangan ini dilontarkan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta. Baginya Sumpah Pemuda ke-86 tahun 2014 ini merupakan momentum sejarah yang sangat penting dan menjadi bagian tak

terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa Indonesia. Bahkan dengan segala kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia, Hari Sumpah Pemuda merupakan momen sejarah yang berhasil menyatukan tekad dan semangat seluruh komponen bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme. Ia berharap para pemuda dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional. Di samping itu Wabup Kasta juga mendorong para pemuda untuk memegang teguh nilainilai luhur Pancasila. Termasuk selalu menjaga keutuhan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia. “Jika pemuda solid maka bangsa Indonesia akan semakin maju, kuat dan bersatu sehingga pembangunan berjalan lancar dan berkelanjutan,” ujarnya. Di lain pihak, Prof. Nyoman Sudiana, Rektor Undiksha Singaraja menilai revolusi mental tak harus diartikan secara teoritis. Revolusi mental merupakan satu gerakan untuk berani membangun nilainilai baru dan memulai tradisi-tradisi baru. Kalimat sederhana ini, sangat kaya makna dan mengandaikan adanya komitmen yang kuat dan kesiapan untuk bekerja keras. Tanpa komitmen dan kerja keras maka pembangunan nilai dan tradisi baru hanyalah jargon politik yang tidak ada bedanya dengan iklan antikorupsi Partai Demokrat beberapa waktu yang lalu. Seruan Jokowi ini, menurutnya secara kasat mata dilakukan selama menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Nilai plus yang harus diberikan kepada Jokowi adalah melakukan sendiri terlebih dahulu sebelum mengajak lainnya melakukan. Namun, kuatnya tantangan tak harus membuat kita bersikap pesimistis, melakukan revolusi mental sama dengan mengurai benang yang sudah sangat kusut. Mental bangsa ini terlanjur dicemari arus pragmatisme yang menggilas habis nilai-nilai budaya bangsa dan idealisme perjuangan yang seharusnya menjadi orientasi seluruh pembangunan. l Dira/Puspawati

10 - 16 November 2014

16


Penguasa Harus Ada di Sisi Masyarakat

MBP/dok

I Gusti Made Putera Astaman

Ketidakseimbangan pembangunan di Bali harus segara diurai. Orang Bali harus memikirkan Bali secara keseluruhan. Penguasa harus ada di sisi masyarakat. Pengelolaan atas Bali harus sikron. Pandangan ini dilontarkan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp. PD-KEMD saat menerima Perintis Paguyuban Merah Putih Mayjen Pol (Purn) I Gusti Made Putera Astaman dan Ketua Forum Gerakan Buleleng Bangkit Mayjen. Pol (purn) I Gede Atang Wiguna, S.H. Prof. Suastika menilai pemikiran komponen masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih, amat baik demi menyelamatkan Bali dari kehancuran dan menyejahterakan rakyat Bali seluruhnya. Desakan agar masyarakat Bali diminta melawan investor yang tujuannya hanya mencari keuntungan di Bali harus diterjemahkan. “Melawan itu bukan berarti dalam bentuk fisik. Tapi bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah bersatu menyamakan pikiran untuk menyeimbangkan pembangunan supaya tidak semua bisa menikmati, khususnya dampak pariwisata. Kalau ditanya satu

per satu orang Bali pasti setuju,” tegas Suastika. Ia mengtatakan sering kali masyarakat dan pemerintah daerah dihadapkan dengan pihak-pihak luar termasuk investor. Namanya investor pasti orientasinya mencari untung dan itu hal wajar. Keuntungan itu bukan ekonomi semata, tapi harus melibatkan masyarakat secara utuh. “Orang Bali harus memikirkan Bali secara keseluruhan. Pemprov Bali mesti ada di sisi masyarakat. Di sisi lain, investor yang ingin majukan pariwisata Bali juga dapat keuntungan. Seharusnya sikron, investor untung dan masyarakat Bali tidak rugi dari segi keseimbangan pembangunan. Saya senang sekali ada usaha sesepuh dan orang Bali lainnya yang memperjuangkan Bali,” ujarnya. Dia berharap gerakan-gerakan untuk membangkitkan dan menyadarkan masyarakat Bali yang selama ini acuh tak acuh terhadap Bali harus dibangun. “Jangan hanya memikirkan skup kecil saja, tapi pikirkan Bali secara keseluruhan. Kalau hal ini bisa diperjuangkan dan diwujudkan, Bali akan jadi contoh keseimbangan pembangunan di Indonesia,’’ ujarnya.

MBP/dok

Prof. Ketut Suastika

Di lain pihak Mayjen Pol (purn) I Gusti Made Putera Astaman mengajak seluruh komponen masyarakat Bali jangan bicara sektoral. Apalagi tata ruang di Pulau Dewata ini tidak didesain secara benar sehingga investor main serobot dan mampu menembus ketentuan berlaku. Akibatnya kerusakan tata ruang terjadi di mana-mana. Kepincangan yang terjadi hingga saat ini harus dicarikan solusi. Dia memprediksikan Bali Selatan 25 tahun ke depan tidak seperti sekarang. “Di Bali akan terjadi krisis air seperti di Jawa. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat harus mempersiapkan diri untuk mengatasi krisis air tersebut,” tegasnya. Apalagi 15 tahun ke depan, jumlah penduduk Kota Denpasar dua kali lipat sehingga daya dukung Kota tidak memadai. Badung juga demikian, pertumbuhan jumlah pendudukanya lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena separuh warga Buleleng, Jemberana, Bangli, Klungkung, dan Karangasem, kerja di Bali Selatan. l Ngurah 10 - 16 November 2014

17

17


PENDIDIKAN

Pelajar Deklarasikan Peduli Sampah Plastik

P

eran aktif generasi muda untuk menjaga lingkungan dari bahaya sampah terutama sampah plastik sangat penting demi mencegah pencemaran lingkungan. Sebagai contoh, ratusan siswa melaksanakan pembersihan sampah plastik di sekitar lingkungan SMK Giri Pendawa Rendang, Karangasem. Kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi nyata dari Deklarasi Pemuda Peduli Sampah dalam mempringati Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10) lalu. Seluruh sampah yang telah dipungut tersebut selanjutnya dikumpulkan untuk diolah menjadi barang-barang yang bisa dimanfaatkan. Namun, upaya untuk membersihkan limbah sampah plastik ini terganjal dengan pengolahan yang belum maksimal.

berbagai kerajinan tangan seperti dekorasi di ruang kelas dan tempat menanam tanaman. Namun, sampah yang bisa diolah kembali masih terbatas baik dari kuantitas maupun jenisnya. “Akibatnya, sampah yang tidak habis diolah tertumpuk begitu saja,” katanya menyesalkan. Hal senada juga dilontarkan pendamping Waka Kesiswaan I Made Agus Suciarta. Dikatakan, sampah plastik yang telah dikumpulkan itu tertumpuk di sekolah. Pihaknya pun menjual sampah plastikitu ke pengepul. “Tidak semua bisa dijual. Sampah yang tidak laku terpaksa dibakar. Namun, hal ini justru menimbulkan polusi udara yang menjadi masalah baru,” ujarnya. SMK yang berada di Dusun Bujaga, Desa Nongan, Rendang, Karangasem

MBP/dedy farendra

Siswa SMK Giri Pendawa Rendang mendeklarasikan diri sebagai pemuda peduli sampah, belum lama ini.

Akibatnya, sampah yang sudah dipungut tersebut lama tertumpuk dan menimbulkan masalah baru. Ketua Osis SMK Giri Pendawa Ni Kadek Yuliani Arianti (16) mengatakan, seluruh siswa memanfaatkan sampah plastik tersebut untuk bahan baku

18

10 - 16 November 2014

ini berada di daerah terpencil. Tidak ada pengangkutan sampah dari DKP Karangasem di daerah tersebut. Untuk itu, SMK Giri Pendawa harus secara mandiri mengelola sampah di sekitar lingkungan sekolah. “Kami harapkan adanya bantuan

pengolahan sampah plastik sehingga bisa mengelola sampah tanpa menimbulkan masalah baru,” katanya penuh harap. Gerakan peduli sampah plastik juga digelorakan oleh komponen pelajar lainnya. Pengurus OSIS SMPN 2 Rendang, Karangasem Putu Yudi Setiawan, misalnya, menegaskan perlunya komitmen keras untuk berjuang menjaga Bali baik dari luberan sampah plastik. Terkait kebiasaan buruk membuang sampah secara sembarangan, kata dia, perlu kerja keras dan gerakan bersama untuk merubah mental yang masih biasa menjadikan got, sungai, laut, danau atau tebing menjadi tempat pembuangan sampah. ”Perlu gerakan bersama dan berkesinambungan dalam mengubah sikap mental kita. Sampah plastik meluber ke desa. Karena itu, menurut saya, di desa-desa perlu dibentuk ”DPRD” atau Dewan Pemungut Rongsokan di Desa,” katanya memberi solusi. Menurut Yudi Setiawan, anggota ”DPRD” itu bisa dipilih dari warga banjar atau desa itu yang belum memiliki pekerjaan atau mereka yang mau bekerja dengan hati tulus. ’’Selama ini, rongsokan atau sampah plastik itu dipungut orang luar. Orang Bali malu dan tak mau mengais rezeki berlimpah dari sampah. Menurut saya, di desa atau di banjar perlu dibentuk ”DPRD”. Dengan begitu, kita berharap lingkungan di banjar, di desa bersih dan uang dari sampah plastik atau rongsokan bisa dijadikan kas desa,’’ ujarnya. Yudi Setiawan juga melihat sudah ada program dari pemerintah untuk menjadikan sekolah bersih. Buktinya, ada penilaian Sekolah Adi Wiyata. Namun, terkadang gerakan bersih itu hanya sebatas wacana dan bersih pada saat ada penilaian alias tidak ada kesinambungan. ”Penyebabnya, karena hidup dengan lingkungan bersih belum membudaya,” katanya menyesalkan. l Dedy Farendra/Budana


Krisis Guru Agama Hindu Tak Kunjung Tuntas

Pemda Didesak Berjuang ke Pusat DUNIA pendidikan di Bali mulai tingkat SD, SMP, SMA/SMK masih dihantui kekurangan tenaga pengajar guru agama Hindu. Kondisi ini pun menngundang keprihatinan kalangan anggota DPRD Bali. Terlebih lagi dalam perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2014 ini belum ada formasi untuk pengangkatan guru agama Hindu. Padahal, kebutuhan guru agama di Bali khususnya pada sekolah-sekolah di pelosok desa masih sangat tinggi dan secara umum bahkan Bali masih kekurangan ribuan tenaga guru agama Hindu. “Permasalahan kekurangan guru agama Hindu ini tak kunjung tuntas dan belum pernah ada solusinya. Pemerintah daerah di Bali mesti melakukan langkahlangkah strategis dan intensif berkoordinasi ke pusat,” kata anggota Komisi IV DPRD Bali Tjokorda Raka Kerthyasa, belum lama ini. Menurut Raka Kerthyasa, beberapa tahun lalu, pengangkatan tenaga guru agama Hindu di Bali dilakukan oleh Kementerian Agama dan dibarengi dengan pengangkatan tenaga guru agama lainnya.

Dengan demikian, kuota pengangkatan guru agama Hindu di Bali selalu minim. Ia menambahkan, beberapa tahun ke depan ini akan ada pensiunan tenaga guru Agama Hindu secara bersamaan. Sebab, pada pengangkatannya pada angkatan 1969 diperkirakan tahun-tahun ini akan banyak memasuki pensiun dan jumlahnya mencapai ribuan. Dengan demikian, kekurangan tenaga guru diperkirakan mencapai 4-5 ribu tenaga guru Agama Hindu seluruh Bali. ”Kalau semuanya sudah memasuki pensiun akan terjadi kekosongan guru Agama Hindu karena sudah sejak lama tidak pernah ada pengangkatan guru Agama Hindu,” kata poitisi Golkar asal Gianyar ini. Dia menegaskan, perjuangan pengangkatan tenaga guru Agama Hindu sudah pernah dilakukan beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada hasil yang signifikan. Pada pemerintah Jokowi-JK ini diharapkan kebutuhan guru Agama Hindu dapat terpenuhi. Mengantisipasi hal tersebut, Raka Kertayasa meminta pada Pemprov Bali secepatnya berkoordinasi dengan pemerintah

pusat. Dewan sendiri khususnya Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan akan mempelajari aturan undang-undang yang ada. Demikian juga kepastian angka akan kebutuhan guru Agama Hindu di Bali kalau terjadi pensiunan bersamaan. “Kami berharap pemerintah daerah bisa melakukan pengangkatan guru Agama Hindu sehingga kebutuhan guru Agama Hindu akan dapat terpenuhi,” pinta anggota Dewan yang dua periode duduk di kursi DPRD Bali ini. Raka Kertyasa juga berharap pada Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan pada kabinet Kerja Jokowi-JK mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat Bali. Sebab, keberadaan tenaga pendidik guru Agama Hindu d isemua jenjang pendidikan di Bali sangat penting dengan harapan semua siswa dapat meningkatkan budi pekertinya. “Kesempatan semua siswa untuk mendapat pendidikan Agama Hindu jangan sampai terlantarkan, karena pendidikan agama bagian dari pendidikan karakter terhadap anak,” tegasnya. l Widana 10 - 16 November 2014

19


MANCANEGARA

1.000 ”Bangau” untuk Kesembuhan

M

eski kisah ini terjadi lebih dari setengah abad yang lalu namun masih pantas untuk dijadikan suatu pembelajaran. Cerita ini adalah tentang seorang anak yang berusia 12 tahun asal Jepang Sadako Sasaki yang meninggal dunia akibat leukimia. Penderitaan gadis kecil itu berawal dari sebuah tragedi besar yang mengguncang dunia. Malapetaka yang dipicu manusia: perang. Kala itu, 6 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom ‘Little Boy’ di Hiroshima, Jepang dan membunuh 140.000 orang yang ada di kota itu. Sadako yang masih berusia 2 tahun berada dalam jarak 1 mil dari titik jatuhnya bom di dekat Jembatan Misasa. Ia dan seluruh keluarganya berhasil lari, meski sang nenek yang kembali ke rumah untuk mengambil barang yang tertinggal, tak pernah diketahui nasibnya. Perang pun berakhir dan Jepang berupaya pulih. Sadako menjalani masa kecil yang relatif normal meski serba kekurangan. Ia seorang gadis yang ceria juga pelari unggul. Berkat kemampuannya itu, kelasnya langganan juara lari estafet. Suatu hari, di tengah perlombaan, Sadako terjatuh. Usianya saat itu 11 tahun, namun hari demi hari tubuhnya makin lemah. Pada November 1954, leher dan bagian belakang telinga Sadako membengkak. Dua bulan kemudian bercak ungu bermunculan di kedua kakinya. Sadako dilarikan ke rumah sakit pada Februari 1955. Dokter mendiagnosisnya menderita leukemia. Kanker darah adalah penyakit yang diderita banyak anak yang terkena radiasi. Orangtuanya diberi tahu bahwa putri kesayangan mereka hanya punya waktu kurang dari setahun. “Aku dan suamiku menangis di dekat Sadako yang sedang tertidur tenang. Seandainya ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya dari penyakit akibat bom atom. Jika di dunia ada obat untuk menyembuhkan penyakitnya, aku akan pinjam uang, 10 juta yen sekalipun. Atau, jika mungkin, biarkan aku mati untuknya...” demikian isi surat yang ditulis sang ibu, Fujiko Sasaki pada tahun 1956. Suatu hari, seorang sahabat Sadako,

20

10 - 16 November 2014

Chizuko Hamamoto datang menjenguk. Ia bercerita tentang sebuah legenda Jepang. Konon, seseorang yang bisa melipat 1.000 bangau kertas, akan dikabulkan permintaannya. Bangau adalah simbol panjang umur. “Kau ingat legenda yang menyebut jika kau melipat 1.000 bangau kertas, para Dewa akan mengabulkan keinginanmu?,” kata dia. Hamamoto lalu melipat selembar kertas berwarna emas menjadi sebuah bangau kertas. Lipatannya sangat bagus. Ia memberikannya ke Sadako. “Ini milikmu yang pertama.” Sadako tak punya kertas lipat. Harganya sangat mahal saat itu. Jadi, ia menggunakan apapun, koran, bungkus obat, juga kertas pelapis bingkisan semoga cepat sembuh. Ia melipat dan terus melipat. Sang kakak, Masahiro Sasaki mengatakan, origami adalah semacam pelarian Sadako, yang tahu soal usianya yang tak bakal panjang. Namun ia memilih diam dan berpura-pura tak tahu di depan keluarganya. “Kupikir, melipat bangau membantunya mengalihkan pikiran dari kesedihan, penderitaan, dan rasa sakit. Itu bukan hanya lipatan kertas. Itu adalah hasil karya yang penuh dengan seluruh emosi Sadako,” katanya Masahiro mengatakan, dengan bantuan keluarga dan teman, Sadako berhasil menyelesaikan 1.000 bangau kertas. Ia baru setengah jalan, untuk menyelesaikan seribu kedua saat maut menjemputnya.

Hingga kematiannya, gadis kecil itu tak pernah menyerah, tabah, dan bersikap ceria hingga akhir hidupnya. Teman-teman sekelasnya yang terpukul dengan kepergiannya menggalang dana untuk mendirikan peringatan untuk Sadako dan anak-anak lain yang tewas akibat bom atom. Mereka menulis dan mempublikasikan buku tentang Sadako, surat-surat dikirim ke seluruh sekolah di seantero Negeri Sakura. Butuh 3 tahun bagi mereka mendapatkan cukup dana untuk membangun Children’s Peace Monument, di Peace Memorial Park, Hiroshima. Ada patung Sadako di puncak monumen. Di bawahnya terdapat plakat berisi pesan dari anak-anak. Tulisannya: Kore wa bokura no sakebi desu. Kore wa watashitachi no inori desu. Sekai ni heiwa o kizuku tame no. “Ini adalah seruan kami. Ini adalah doa kami. Untuk membangun perdamaian di dunia.” Setiap tahun ribuan anakanak datang ke sana, meninggalkan lipatan origami burung bangau. Untuk mengenang jiwa-jiwa kecil yang tewas akibat bom atom. Patung Sadako juga terdapat di Taman Perdamaian di Seattle. Ia menjadi simbol dampak perang nuklir. Jadi, perang tidak menghasilkan apapun kecuali kepedihan. l Gugiek Savindra


Membela Diri Malah Dieksekusi Seorang wanita Iran dieksekusi akibat pembunuhan. Yang menjadi polemik adalah sang wanita dihukum karena membunuh pria yang mencoba memperkosanya. Reyhaneh Jabbari (26) dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan yang terjadi pada 2007. Ia membunuh Morteza Abdolali Sarbandi, seorang mantan karyawan Iran Departemen Intelijen dan Keamanan. PBB mengatakan, dia tidak menerima pengadilan secara adil. Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan, mereka merasa khawatir atas persidangan tersebut. “Ada kekhawatiran yang serius dengan keadilan yang terjadi dalam persidangan dan kasus ini, termasuk laporan dari pengakuan yang dibuat secara paksa,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki “Kami mengutuk eksekusi di Iran terhadap Reyhaneh Jabbari, seorang wanita Iran yang dihukum karena menikam pria. Sikap yang diduga sebagai wujud pembelaan diri terhadap serangan seksual,” kata Psaki. PBB dan Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan atas keadilan yang terjadi dalam

persidangan Reyhaneh Jabbari ini. Eksekusi Jabbari ini awalnya dijadwalkan pada 30 September, tapi ditunda. Amnesty International mengatakan, penundaan itu dilakukan sebagai langkah dalam menanggapi kemarahan publik terhadap eksekusi tersebut. “Jabbari dihukum karena pembunuhan setelah penyelidikan yang cacat dan pengadilan yang tidak adil,” kata Amnesty International. PBB mengatakan, Sarbandi menyewa Jabbari - seorang desainer interior 19 tahun - untuk bekerja pada kantornya. Menurut PBB, Jabbari menusuk laki-laki tersebut setelah penyerangan seksual terhadapnya. Amnesty International mengatakan, Jabbari telah ditahan di sel isolasi tanpa akses pengacara dan keluarga selama dua bulan. Menurut Amnesty International, Jabbari disiksa selama di sel isolasi tersebut. “Amnesty International memahami pada awal penyelidikan, Reyhaneh Jabbari mengaku ia telah menikam pria itu sekali di belakang, kemudian dia menjelaskan bahwa ia melakukannya karena melindungi diri dari pemerkosaan,” kata kelompok hak asasi.

“Dia juga menyatakan bahwa orang ketiga dalam lokasi pembunuhan juga terlibat dalam pembunuhan itu. Jika klaim ini terbukti, maka jabbari bisa dinyatakan tidak bersalah. Namun klaim ini tidak pernah diteliti dengan benar, meski pertanyaan tentang keadaan pembunuhan terus meningkat,” kata Amnsety International Sutradara pemenang Oscar asal Iran Asghar Farhadi juga ikut bergabung dengan sejumlah seniman Iran dan musisi untuk menyerukan penghentian eksekusi. Dalam sebuah surat terbuka, Farhadi meminta keluarga korban untuk mengampuni jabbari, kemungkinan di bawah hukum Iran. Kelompok-kelompok HAM juga telah banyak mengkritik pemerintahan Iran semenjak jumlah eksekusi yang terus melonjak di bawah kepemimpinan Hassan Rouhani. Menteri Luar Negeri Inggris untuk Timur Tengah Tobias Ellwood mengatakan, ia sangat prihatin dan sedih bahwa Jabbari telah dieksekusi, terutama mengingat pertanyaan mengenai proses hukum dalam kasus ini. l Gugiek Savindra


DAERAH

Restoran di Kintamani Bangkrut

Ancam PAD Bangli

K

eberadaan hotel dan restoran di sepanjang kawasan pariwisata Kintamani yang memilih untuk berhenti beroperasi alias tutup terus bertambah. Sepinya kunjungan wisatawan akibat adanya perang tarif yang dilakukan para pengusaha diduga menjadi salah satu pemicu tutupnya hotel dan restoran tersebut. Bahkan, dari jumlah hotel dan restoran yang tersisa beberapa di antaranya kondisinya juga megap-megap. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Bangli tahun 2014 disebutkan, dari 36 hotel dan restoran yang tercatat sebagai wajib pajak, 10 di antaranya telah berhenti beroperasi alias tutup. Tutupnya kesepuluh restoran tersebut terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada tahun 2009, sebanyak tiga restoran menyatakan tutup. Disusul pada tahun 2010 sebanyak tiga restoran, 2011 satu restoran, 2012 satu restoran, dan 2013 sebanyak dua restoran. Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Bangli Ketut Riang, saat ditemui belum lama ini mengatakan, tutupnya hotel dan restoran yang selama ini menjadi wajib pajaknya diduga karena banyak yang di antaranya tidak kuat mengikuti perang tarif yang dilakukan oleh para pengusaha hotel dan restoran. Terlebih pemandu wisata biasanya berusaha membawa tamunya

22

10 - 16 November 2014

ke restoran yang paling murah. Sehingga restoran lainnya yang tidak mampu mengikutinya menjadi gulung tikar. Tak hanya itu, banyaknya restoran mati di kawasan tersebut karena view yang dijual banyak dihalangi oleh bangunan restoran di sisi timur jalan. Akibatnya, restoran yang berdiri di sisi barat jalan tidak kebagian view sehingga tak lagi memiliki daya tarik. Karena semakin banyaknya restoran di Kintamani yang tutup, secara otomatis pendapatan asli daerah Bangli dari sektor pajak hotel dan restoran menjadi berkurang. Meski Riang mengakui bangkrutnya sejumlah restoran di Kintamani terjadi akibat adanya perang tarif sesama pengusaha. Namun untuk menghentikan hal tersebut, Riang mengaku tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya di Dispenda tidak bisa membatasi harga yang dijual kepada wisatawan. Menurutnya, lembaga yang paling berkompeten untuk menuntaskan persoalan ini dengan membuat standar harga adalah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Sementara itu Ketua PHRI Bangli Ketut Putranata, saat dikonfirmasi terpisah mengakui bahwa perang tariff memang menjadi salah satu penyebab dari tutupnya beberapa restoran di Kintamani. Namun menurutnya penyebab utama dari itu semua adalah karena tata ruang Kintamani yang tidak jelas. Banyaknya restoran mati di kawasan

tersebut dikarenakan view yang dijual banyak dihalangi oleh bangunan restoran di sisi timur jalan sehingga mengakibatkan restoran yang berdiri di sisi barat jalan tidak kebagian view. “Saya berharap keadaan ini cukup berhenti sampai di sini saja tanpa ada pengerusakan lanjutan. Tanpa ada good will dari pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan terlebih melihat situasi saat ini, saya pesimis pembangunan pariwisata ke arah yang lebih baik untuk semua pihak akan sulit terwujud,� terangnya. Terkait banyaknya restoran yang memilih perang tarif, pihaknya mengaku bahwa selama ini PHRI cukup kesulitan mengundang para pengusaha pemilik restoran untuk mencari jalan keluar permasalahan tersebut. Jangankan duduk bersama membicarakan hal itu, mengundang saja diakuinya sangat sulit. “Pengusaha belum memiliki kesadaran duduk bersama untuk bicara dan mencari solusi terbaik untuk dirinya sendiri sebagai pengusaha. Kami ingin semua pihak diuntungkan, bukan dirugikan. Tapi sepertinya niat baik ini belum mereka sadari,� kata Putranata. Hal ini kian diperparah dengan kenyataan pemerintah daerah yang terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan kondisi tata ruang di Kintamani. l Swasrina


Bangunan Liar Tak Terkendali Pemerintah Kabupaten Bangli diminta tegas menegakan aturan terkait larangan membangun di sempadan jurang di Kintamani. Pasalnya, keberadaan bangunan liar di kawasan pariwisata yang kian tak terkendali itu, tidak hanya memicu banyaknya restoran yang mati namun juga dikhawatirkan akan berdampak terhadap kelanjutan pariwisata Kintamani ke depan. Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles saat ditemui baru-baru ini. Menurutnya, menjamurnya bangunan liar di sempadan jurang yang menghalangi view Gunung dan Danau Batur, merupakan suatu bukti ketidaktegasan pemerintah Bangli selama ini. Pemkab Bangli yang selama ini menggantungkan pendapatan pariwisata di Kintamani justru terkesan tak berdaya menata wilayah tersebut. Bahkan kondisi itu terkesan sengaja dibiarkan sehingga menjadi persamasalahan klasik yang berlarut-larut. Terhadap kondisi itu, Carles meminta Pemkab Bangli dapat mengakan aturan yang ada dengan tegas, khususnya terkait larangan membangun di sempadan jurang. Bahkan jika memang dibutuhkan dapat dibuatkan sebuah aturan untuk menekan menjamurnya bangunan liar di kawasan tersebut. “Kuncinya kalau sudah ada payung hukum, harus ada ketegasan dari pemerintah. Menurut saya pemerintah bisa membuatkan semacam MoU dengan pengusaha. Jika ada pengusaha yang melanggar tentu bisa dikenakan sanksi,� terangnya. Sementara itu, terkait banyaknya restoran yang tutup sebagai dampak dari adanya perang tarif para pengusaha, Carles berharap hal ini dapat segera dicarikan solusi. Asosiasi maupun perkumpulan pengusaha penyedia pariwisata, salah satunya seperti PHRI diharapkan dapat merangkul para pengusaha untuk mengadakan suatu komunikasi dan membangun kesepakatan mengenai standar harga. “Selain peranan PHRI, pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) juga semestinya mencari tahu apa penyebab ataupun kendalanya. Kenapa PHRI sulit mengumpulkan pengusaha untuk duduk bersama. Ini perlu ditelusuri,� kata politisi asal Kintamani tersebut. l Swasrina

10 - 16 November 2014

23


K E S E H ATA N

Siaga Ebola Darat, Laut, dan Udara VIRUS Ebola adalah vektor penyakit pada manusia yang disebabkan virus tersebut. Gejala terserang virus ebola itu biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus itu. Sakit terserang virus itu ditandai adanya demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat ini beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan. dr. I Ketut Agus Somia, Sp.PD-KPTI menjelaskan orang yang terkena virus ebola ini akan ditempatkan di ruang isolasi, Nusa Indah. Ruangan khusus itu memang dirancang spesial, bertekanan negatif. Dokter dari RSUP Sanglah itu, mengatakan, ruangan tersebut tertutup sangat rapat. Udara di dalam ruangan sangat minim, karena disedot, melalui saluran khusus kemudian dibuang jauh ke atas. Ruangan seperti ini dipersiapkan dengan maksud agar udara di ruangan tersebut tidak bisa kem ana-mana.

24

10 - 16 November 2014

Tujuannya, virus pun tidak bisa bebas berkeliaran. “Penularan virus ebola ini bisa kontak langsung dengan tangan. Apabila tidak memakai sarung tangan sangat rentah terkena virus ini” katanya. Petugas rumah sakit yang menangani orang terjangkit virus ini, diproteksi dengan pakaian pelindung khusus. Pasien ebola itu memang dikondisikan tidak boleh kontak langsung dengan pasien lain. Dokter Somia juga menyebutkan, pihak RSUP Sanglah, telah mempersiapkan alur perjalanan pasien dari tempat kejadian hingga dibawa ke ruang isolasi. “Misalnya ditemukan kasus mencurigai di bandara Ngurah Rai. Maka prosedurnya pasien itu akan dibawa langsung dari bandara dengan ambulans ke ruang isolasi RSUP Sanglah,” katanya. Mengingat obat dari virus ebola ini hingga kini belum ditemukan. Ia menyarankan menggunakan penanganan sportif. Maksudnya penanganan terhadap gangguan-gangguan penderita ebola itu

sifatnya secara langsung saja. Misalnya, penderita mengalami kerusakan pada paruparu. Maka yang ditangani oleh dokter adalah paru-parunya saja. “Penyakit ebola ini seperti demam berdarah. Namum penyebarannya cepat dan massif.” Penyakit ini juga memicu pendarahan. Bahkan pendarahan bisa terjadi dimana-mana. Seperti di bagian otak, di paru-paru sehingga tidak heran penyakit ini dapat menyebabkan kematian dengan cepat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi sebaran penyakit ini. Dikatakan, penjagaan dini tidak saja dilakukan pada kasus ebola. Tetapi semua kasus, terutama kasus yang bisa menimbulkan penularan yang berimplikasi memicu kejadian luar biasa (KLB). Caranya, dengan selalu melakukan promosi kesehatan dari puskesmas sampai tingkat kabupaten.


Berat Badan dan Infeksi Dapat Sebabkan Kematian pada Bayi

A

ngka kematian bayi di Bali bisa dikatakan stag. Sedangkan, angka kelahiran bayi sesuai data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2013 sebanyak 67.992. Dari jumlah tersebut sebanyak 373 bayi meninggal. Sedangkan sampai Agustus 2014, terdata 285 terjadi kasus kematian bayi. Kepala Bidang Kesmas I Wayan Widia, SKM, M.Kes. membenarkan hal itu. “Angka kematian bayi di Bali ini, sudah mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” jelasnya Kamis (23/10). Memang hal itu bisa disebutkan, stag. Alasannya, penurunan angka kematian bayi itu tersebut sangat sedikit. Kematian pada bayi cenderung disebabkan Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR), asfiksia, dan infeksi. Namun pihaknya dengan segala upaya telah

melakukan penyuluhan melalui sosialisasi. Edukasi secara regular dan sistematis itu disampaikan kepada ibu-ibu hamil, khususnya para ibu hamil di usia muda. Sementara upaya pemerintah mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada ibu hamil, dengan cara-cara yang dipandang efektif. Solusinya, dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan seperti susu, roti yang mengandung zinc/ seng. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko BBLR. Imunisasi TT1 dan TT2 juga diberikan kepada ibu hamil pada umur kandungan tertentu. Namun hal itu juga tergantung dari status imunisasi si ibu. Daerah Bali ini, termasuk daerah terkonsentrasi HIV/AIDS. Karena itu, wajib ditawarkan tes HIV untuk ibu hamil. Hal ini dilakukan dengan tujuan pence-

gahan penularan dari ibu ke anak. Upaya pencegahan itu bisa dengan PMTCT, skrining HIV pada waktu hamil. Program tes HIV wajib ditawarkan kepada ibu hamil. Pasalnya, Bali merupakan daerah epidemi terkonsentrasi penyakit post modern itu. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH, menjelaskan, itu artinya, HIV/AIDS hanya menyebar di kalangan populasi kunci saja. Seperti kelompok LSL, penasun, pekerja seks dan pasangannya, dan prevalensinya lebih dari 5%. Namun dari hasil survei tes HIV ke ibu hamil tersebut, didapatkan prosentase di bawah 1%. Dengan penanggulangan seperti itu, diharapkan dapat menurunkan angka kematian bayi. l Cittamaya

Deteksi dan inspeksi terhadap pelaku-pelaku perjalanan juga diperketat. Pihaknya juga mengadakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Semua pintu masuk ke Bali baik dari bandara Ngurah Rai, pelabuhan Gilimanuk, pelabuhan Padang Bay, dan sebagainya juga dijaga ketat petugas kesehatan di sana. Khususnya para wisatawan asing yang berasal dari negara-negara yang terpapar seperti Afrika. “Di bandara juga terdapat alat deteksi thermoscanner,” katanya Minggu (26/10). Alat tersebut dapat mendeteksi jika ada peningkatan suhu tubuh seseorang. Bila seorang turis menunjukkan ada gejala mirip ebola, maka akan segera diisolasi. Lebih dulu dilakukan pemeriksaan lab. Sambil menunggu penanganan terhadap pasien yang terjangkit, juga dilakukan investigasi kepada orang-orang yang melakukan kontak langsung. Langkah ini dilakukan, untuk memastikan tidak tertular. Ketua PHRI Badung Agung Ray Suryawijaya, S.E., MBA, pada kesempatan yang sama menjelaskan kewaspadaan harus selalu ditingkatkan. Prinsip kehati-hatian itu penting apalagi dunia pariwisata itu ibaratnya membuka peluang warga bersentuhan langsung dengan penyakit itu melalui vektor turis. Kasus Ebola yang terjadi terutama di Afrika tidak menyebabkan kedatangan wisatawan ke Bali menurun. Justru tahun 2014 ditargetkan meningkat hingga 32 juta touring turis. “Kita juga melakukan pengecekan asal wisatawan tersebut.” Jadi benar-benar sangat selektif. Artinya, tidak serta merta memberikan kecurigaan kepada orang asing terinfeksi virus ebola. l Cittamaya 10 - 16 November 2014

25


LENSA


AKU JUARA Makepung saat ini biasa digelar di atas lahan kering. Padahal dulunya di atas lahan basah untuk mempermudah penggarapan lahan pertanian. Atribut yang dikenakan joki makepung di lahan basah hanya mengenakan udeng atau penutup kepala khas Bali. Sementara kerbau yang digunakan tetap dihiasi berbagai atribut, khususnya pada bagian kepala dan tanduknya. Nampak dalam foto ekspresi gembira dari joki yang berhasil memenangkan lomba.

MBP/Putu Agus Eka Kurniawan


OLAHRAGA

MBP/rtr

Pemain-pemain Argentina merayakan kemenangan adu penalti melawan Belanda di babak semifinal Piala Dunia 2014 di stadion Corinthians, Sao Paulo, Brazil 9 Juli lalu.

Rumput Buatan Vs Alami

T

im sepak bola putri AS belum lama ini mengajukan protes karena akan melakoni Piala Dunia 2015 di Kanada dengan bermain di atas lapangan rumput buatan. Mereka ingin kesamaan hak dengan tim putra yang bermain di lapangan dengan rumput alami. Panitia penyelenggara bersikukuh dengan keputusannya demikian juga dengan badan sepak bola internasional FIFA yang tetap akan menggunakan rumput buatan. Bahkan Sekjend FIFA Jerome Valcke mengeluarkan pernyataan yang lebih mengejutkan bahwa cepat atau lambat tim putra juga akan bermain di atas rumput buatan. Soal Piala Dunia 2015, Valcke mempunyai alasan tersendiri: iklim. Jadi keputusan panitia penyelenggara menggunakan rumput buatan bukan dikarenakan gender. “Sulit ditemukan lapangan dengan rumput alami di semua venue pertandingan,” katanya merujuk enam kota yang menjadi tuan rumah yakni Edmonton, Vancouver, Montreal, Moncton, Ottawa dan Winnipeg. “Jadi ini bukan masalah dana, perbedaan antara arena pertandingan putra atau putri. Tapi ini persoalan kondisi alam di Kanada. Kami ingin menjamin sarana pertandingan kelas satu bagi 24 tim yang akan berlaga di turnamen ini.”

28

10 - 16 November 2014

Alasan lain, katanya, terdapat aturan FIFA yang mengizinkan pertandingan di gelar di lapangan dengan rumput buatan, asalkan itu dengan kualitas tertinggi dan digunakan di arena-arena lainnya dalam turnamen yang sama. “Jadi, cepat atau lambat Piala Dunia (putra) nantinya juga akan di gelar di lapangan dengan rumput buatan,” tegas Valcke. Konsultan FIFA yang membidangi lapangan dengan rumput buatan, Eric Harrison menjelaskan musim dingin yang parah di Kanada menjadikan rumput buatan sebagai yang paling cocok dengan iklim seperti itu. “Saat musim dingin berlangsung lama, lapangan dengan rumput alami akan terbengkalai. Proses perbaikan lapangan itu hanya bisa dilakukan setelah musim itu berakhir,” jelasnya seperti dikutip website FIFA. Efek dari embun beku itu adalah dapat membuat rumput tidak rata permukaannya sehingga diperlukan proses perataan yang ekstensif. Kejadian seperti ini hampir selalu terjadi dan baru pada juliAgustus rumput alami itu bisa tumbuh dengan cukup. Tapi Hampton Dellinger, pengacara yang mewakili kelompok pesepak bola putri yang mengajukan gugatan ke pengadilan, mengatakan bahwa Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar akan dimainkan di atas lapangan dengan

rumput alami. Ini menunjukan bahwa kedua negara tersebut mempunyai kualitas dalam mengatasi persoalan cuaca yang sulit. Bahkan lapangan di BMO Field Toronto terlihat cukup layak untuk dipakai Piala Dunia (putri) pada musim panas tahun depan, katanya seperti dikutip Associated Press. Final Piala Dunia 2915 rencananya menggunakan stadion BC Place di Vancouver. Sayangnya stadion dengan kapasitas 55 ribu penonton itu, mempunyai lapangan dengan rumput buatan. Bahkan semua pertandingan turnamen itu dari 6 Juni hingga 5 Juli seluruhnya dimainkan di lapangan dengan rumput buatan. Keputusan asosiasi sepak bola Kanada (CSA) dan FIFA menggunakan lapangan dengan rumput buatan itu mendapat protes dari sejumlah pemain termasuk Nadine Angerer (Jerman), Yuki Ogimi (Jepang), serta Shannon Boxx, Sydney Leroux, Alex Morgan dan Abby Wambach dari AS. Mereka mengajukan petisi dan gugatan ke pengadilan serta Komisi Hak Asasi Internasional, karena terjadi pembedaan antara putra dan putri di turnamen Piala Dunia. Selain itu bermain di lapangan rumput buatan itu lebih membahayakan dan menimbulkan konsekuensi cedera lebih tinggi. l Yudi Winanto


Charlotte Hornets

Kenangan Lama Ribuan pendukung klub bola basket NBA Charlotte Hornets terkejut saat mereka memasuki stadion Time Warner Cable Arena untuk menyaksikan pertandingan pembuka kompetisi itu melawan Milwaukee Bucks. Seluruh sandaran kursi penonton di dalam stadion itu berubah menjadi hitam putih layaknya tuksedo. Kebingungan mereka baru terjawab setelah pembawa acara menjelaskan maksud “kejutan” itu. Klub ingin mengembalikan kenangan para penggemar tentang tim kesayangan mereka, terlebih pada musim ini, kembali bernama Charlotte Hornets setelah 10 tahun menggunakan

nama Bobcats. Di sisi lain, ada alasan yang lebih sentimentil. Pada musim kompetisi 19881989, pendukung Hornets dengan penuh kebanggaan mengenakan jas hitam untuk menyaksikan pertandingan pembuka musim kompetisi. Maklum, mereka merayakan untuk pertama kalinya kotanya mempunyai klub profesional. “Ini ide luar biasa, membawa kembali Hornets,” jelas Chris Barta yang duduk di barisan depan kursi penonton, kepada Associated Press. “Saya tidak menginginkan klub ini pindah ke mana-mana.” Untuk memuaskan penonton, klub juga memberikan kenang-kenangan yang agak konyol yakni handuk dan ‘glowstick’ untuk merayakan hari bersejarah itu. Tiket pertandingan itu juga dirancang lebih spesial dibandingkan biasanya. “Saya tak menyangka nama Hornets

memiliki implikasi emosional pada pendukungnya di Charlotte,” kata mantan komisionaris NBA David Stern yang dulunya pemain Charlotte. Legenda NBA Michael Jordan yang memiliki klub ini, mengungkap bahwa sebenarnya ia menolak ide tersebut. Ia tidak ingin hidup terkekang masa lalu termasuk didalamnya menggunakan nama Hornets dan seragam tim yang berwarna toska dan ungu. Namun para staf membujuk agar dilakukan survei pada fans terlebih dahulu. “Mereka menginginkan kembali nama itu,” kata Jordan yang akhirnya mengalah. Namun yang lebih penting adalah Hornets memenangkan pertandingan pembuka kompetisi 2013/2014 dengan keunggulan tipis 108-106 atas Bucks. l Yudi Winanto

MBP/ap

Sandaran kursi penonton di stadion Time Warner Cable Arena di Charlotte dirancang berbentuk jas.

Alberto Contador

Pembalap Terbaik 2014 Meski mengalami kecelakaan di Tour de France, pembalap sepeda Spanyol Alberto Contador masih bisa tersenyum merayakan salah satu musim terbaiknya. Pembalap dengan julukan El Pistolero mendapat penghargaan Velo d’Or sebagai pembalap terbaik 2014. Atlet berusia 31 tahun itu menggantikan Chris Froome yang juga mengalami kecelakaan dan gagal di Tour de France lalu. Contador mengalami patah tulang kaki akibat kecelakaan itu. Namun pembalap tim Tinkoff-Saxo, berhasil

pulih dan tampil di lomba besar lainnya Vuelta bulan lalu. Kesuksesannya

MBP/net

Pembalap sepeda Spanyol Alberto Contador

di Tirreno-Adriatico berlanjut dengan memenangkan Tour of the Basque Country. Contador tercatat enam kali menyabet gelar grand tour termasuk tiga kali di Vuelta (2008, 2012, 2012). Kemenangan terbaiknya adalah saat menjuarai Tour de France (2007,2009) dan Giro d’Italia (2008). Velo d’Or merupakan penghargaan yang penel jurinya adalah wartawan balap sepeda internasional, laporan Reuters. l Yudi Winanto 10 - 16 November 2014

29


OLAHRAGA

Piala AFF

Sepak Bola Pantai pun Gagal SEPTEMBER dan Oktober sepertinya tidak bersahabat buat cabang olahraga (cabor) sepak bola, futsal, dan sepak bola pantai Indonesia. Dalam dua bulan terakhir ini, empat tim nasional dari ketiga cabor itu gagal total di ajang tingkat Asia dan Asia Tenggara. Timnas sepak bola U-23 yang dilatih Aji Santoso mengawali kegagalan pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, dengan hanya melaju sampai babak 16 besar setelah dihentikan Korea Utara. Selanjutnya timnas futsal cuma mampu bercokol di peringkat keempat pada Piala AFF di Malaysia di bawah Australia, Thailand, dan Vietnam. Timnas sepak bola U-19 yang ditukangi Indra Sjafri mengikuti seniornya tidak berkutik pada Piala Asia (AFC) di Myanmar, padahal digadang-gadang akan melaju ke semifinal sekaligus lolos ke Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015 mendatang. Kalah tiga kali beruntun di babak penyisihan grup membuat Evan Dimas dan kawan-kawan menangis di lapangan.

Kegagalan keempat dialami timnas sepak bola pantai yang berlaga dalam Piala AFF Felda Beach Soccer Championship di Kuatan, Malaysia. Timnas yang diperkuat seluruhnya pemain asal Bali, tersingkir setelah hanya memetik satu kemenangan dan dua kekalahan dalam penyisihan grup. Usai mencukur tuan rumah Felda dengan skor 10-2 pada pertandingan pembuka (23/10), Indonesia kemudian dipaksa mengakui ketangguhan Vietnam 2-6 dan Thailand 3-4. Tersingkirnya timnas sepak bola pantai bukan hal yang mengejutkan. Duet pelatih Ida Bagus Mahayasa dan Kadek Swartama hanya mempersiapkan tim dalam waktu singkat. Asuhannya juga cuma mendapat kesempatan beruji coba dalam ajang Bali International Sports Week (BISW) di Nusa Dua, Badung. Event ini memang berhasil dijuarai, namun lawan-lawannya adalah klub-klub lokal, sehingga sulit mengukur kekuatan timnas yang sesungguhnya. Kedua pelatih kesulitan mendapatkan

pemain berkualitas karena stok atlet bola pantai di Bali terbatas. Tidak ada kompetisi sepak bola pantai di Pulau Dewata mengingat minimnya klub, meski memiliki pantai yang luas untuk menggelar pertandingan seperti di Sanur, Kuta, dan Nusa Dua. Para pemain yang menggeluti olahraga ini hanya untuk menyalurkan hobi, tanpa ada kejuaraan yang menjadi sasaran untuk diikuti. Bandingkan dengan negara-negara lain khususnya di kawasan ASEAN yang sudah menggelar kompetisi sepak bola pantai secara regular dan lama. Jadi, pantas saja Vietnam dan Thailand bisa membentuk tim yang tangguh dalam waktu singkat karena memiliki pemain berlimpah. Menurut Mahayasa dan Swartama, pemain Indonesia bisa mengimbangi permainan Vietnam dan Thailand. Namun, akibat tidak ditempa dalam kompetisi dan minim pengalaman bertanding, pasukannya akhirnya takluk. l Mawa

Berlari Lebih Jauh dengan Ziptech Jakarta, 19 Oktober 2014 – Melompat di atas trampoline selalu menyenangkan dan tidak membuat badan terasa lelah. Trampolin dapat menyerap benturan dan mengembalikannya dalam bentuk energy tambahan sehingga badan melenting keatas nyaris tanpa impak. Cara kerja trampoline ini menjadi inspirasi Gagaswara, Senior Shoe Designer League dalam mendesain sepatu lari terbaru League. Setelah keberhasilan sepatu Volans Bali dengan desain minimalis, League mengembangkan teknologi sepatu untuk memenuhi kebutuhan pelari jarak jauh atau long distance runner. “Di kelas sepatu lari jarak jauh, kami kembangkan teknologi Ziptech. Teknologi ini terinspirasi dari trampolin yang mampu memberikan mechanical cushioning system sehingga dapat mengurangi impak dan mengembalikan energy tersebut saat tolakan,” jelas Gagaswara, Senior Shoe Designer League.” Bantalan Ziptech diaplikasikan pada kedua sepatu

30

10 - 16 November 2014

terbaru, League Zip Run dan League Sportiva. Dengan prinsip kerja trampolin, energy return yang dihasilkan Ziptech akan memberikan dorongan sehingga kaki dapat berlari lebih efisien. Bertepatan dengan launching sepatu ke dua sepatu tersebut,pada Minggu, 19 Oktober 2014, League mengajak pencinta lari mengikuti lomba lari 8K dan 15K “League Grip the Road 2014.” League menampung masukan pelari setelah mengenakan sepatu League Zip Run dan League Sportiva. Di jelaskan oleh Amrit Hassaram, Deputy Managing Director League, “Dengan berkembangnya olahraga lari, League selalu mengedukasi pelari melalui inovasi dan membuka diri dalam mendapatkan umpan balik dari konsumen untuk improvisasi produk kedepan.” Amrit juga menjelaskan kalau event League Grip the Road kemungkinan besar akan di adakan di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Apakah Bali menjadi kota berikutnya?


Rinny Demonsi

Bekali Diri dengan Pendidikan BANYAK pilihan yang bisa diambil mantan atlet nasional dan internasional setelah tidak bersinar lagi. Ada yang bertahan di dunia olah raga dengan menjadi pelatih. Ada pula yang meneruskan pendidikan yang belum tuntas akibat kesibukan berlatih dan bertanding ketika masih aktif sebagai olahragawan. Tidak sedikit mantan atlet nasional beralih profesi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Polisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan karyawan swasta. Namun, ada juga mantan atlet nasional yang dulunya dijanjijanjikan pekerjaan oleh pemerintah, sampai saat ini tetap tidak bekerja. Contohnya, salah seorang eks atlet pencak silat yang belakangan diketahui menjadi tukang suun barang di Pasar Badung, karena cuma itu yang bisa dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Berbeda dengan mantan karateka Bali Rinny Demonsi yang nasibnya lebih beruntung. Ia kini menikmati pekerjaannya di PT Jenggala Keramik di daerah Jimbaran, Badung, setelah meninggalkan karate. ”Setelah memutuskan berhenti menjadi atlet dan pelatih, saya fokus dengan pekerjaan dan mengasuh tiga buah hati yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD),” katanya pekan lalu. Setelah pensiun dari olahraga keras, Rinny sempat menjadi pelatih. Namun, karena jadwalnya sangat padat dan sulit membagi waktu, ia akhirnya memutuskan berhenti. Meskipun begitu, perempuan yang sudah 15 tahun bekerja ini sering rindu dengan profesi lamanya. ”Sebenarnya saya ingin kembali menjadi melatih, hanya waktunya belum pasti,’’ kilahnya. Rinny Demonsi mengharapkan para atlet mem-

bekali diri dengan pendidikan agar mendapat pekerjaan yang layak setelah pensiun. Sebab, tidak selamanya seorang atlet bisa mengandalkan prestasi olah raga untuk memenuhi kebutuhan hidup. ”Atlet jangan hanya mampu

menjadi juara saat bertanding, namun juga harus bisa menjadi sang juara bagi diri sendiri,’’ ujarnya. l Eka Parananda


A KT I V I TA S

MBP/ist

PERTEMUAN - Bakal calon (balon) Bupati Badung Ir. Putu Gde Rasjmawan melakukan pertemuan dengan Pengurus PAC PDI-P Abiansemal, Badung di Warung Bali, Sangeh, Abiansemal, Badung, Minggu (26/10) malam. Dalam pertemuan itu Rasjmawan didamping Tim Relawan yang dipimpin Drs. Ketut Sumarya dan Pengurus Gerakan Nelayan Tani (Ganti) Bali yang dipimpin I Komang Suardita. Pertemuan itu dihadiri seluruh pengurus inti PAC PDI-P Abiansemal yang dipimpin Ketua PAC Ida Bagus Sunartha. Acara pertemuan itu dibuka oleh Sekretaris PAC Nyoman Wiradana.

MBP/ist

JALAN SEHAT - Penasihat DWP Disdikpora Kota Denpasar Gusti Ayu Putu Swandewi Mulya, didampingi Kasek Wayan Rika, saat melepas jalan sehat serangkaian HUT ke-32 SMAN 4 Denpasar. Jalan sehat diikuti seluruh siswa, guru, pegawai serta alumni SMAN 4 Denpasar itu diikuti Ketua Komite Budi Adnyana beserta pengurus, di antaranya Gusti Ngr. Gede Suyasa, dr. Laksmi Duarsa, A.A. Anie Asmoro, serta Made Putra Suteja. Usai jalan sehat juga diisi senam bersama di halaman sekolah, serta bagi-bagi doorprize untuk peserta yang beruntung.

MBP/ist MBP/ist

OPERASI - Kiprah Bali Royal Hospital (BROS) dalam memberikan pelayanan kesehatan tidak hanya diakui masyarakat lokal Bali. Baru-baru ini wisatawan dari Beijing, Cina sengaja datang ke BROS untuk melakukan operasi ganti sendi panggul. Pasien bernama Tian Li itu mengeluhkan nyeri di bagian panggul lantaran pernah mengalami kecelakaan. Nampak dalam foto Konsultan Lutut Panggul BROS Hospital dr. Cokorda Gde Oka Dharmayuda, Sp.OT.(K) dan Tian Li.

32

10 - 16 November 2014

WISUDA - Monarch Bali mewisuda 798 lulusannya di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur. Monarch Bali, Pusat Pelatihan Perhotelan dan Kapal Pesiar, mewisuda 798 lulusannya di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Jumat (24/10). Wisudawan kali ini berasal dari lima Kampus Monarch Bali tersebar di Bali Monarch Dalung, Monarch Candidasa, Monarch Gianyar, Monarch Singaraja dan Monarch Negara. Sebanyak 18 orang lulusan tak hadir karena sudah berangkat ke kapal pesiar Asia, Amerika dan Eropa.


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

PANTI ASUHAN - Perwakilan siswa/siswi dan guru SMP Dharma Wiweka mengunjungi Panti Asuhan Dharma Wangsa. Serangkaian Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, SMP Dharma Wiweka menggelar kegiatan lomba, seperti lomba speech/pidato berbahasa Inggris, lomba baca puisi bahasa Indonesia dan bahasa Bali, dan lomba kaligrafi huruf Jepang. Semua lomba diikuti semua tingkat dari kelas VII hingga kelas IX. Lomba yang diadakan 27 Oktober itu juga dibarengi dengan kegiatan bakti sosial ke Panti Asuhan Dharma Wangsa, di mana panti asuhan tersebut adalah khusus menampung anak-anak jalanan.

MBP/ist

PENUTUPAN - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Daerah, melaksanakan kegiatan Ganesha Art Festival 2014. Nampak Pembantu Rektor III Undiksha Singaraja Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes., Ketua Panitia Ganesha Art Festival 2014, I Made Sujana Adiputra dan Wakil Ketua UKM Kesenian Daerah Undiksha Singaraja, I Dewa Gede Angga Sitangga Putra, memukul kendang sebagai simbol penutupan Ganesha Art Festival 2014, Minggu (26/10).

PAPARAN - GM PLN Distribusi Bali Syamsul Huda (kanan) memberikan paparan kondisi kelistrikan di Bali, pada forum ke-18 BUMN Marketeers Club Denpasar, Kamis (23/10) di Sanur. PLN Distribusi Bali menjadi tuan rumah acara BUMN Marketeers Club Denpasar ke-18 dengan tema “Gerai Daya-Sinergi Dalam Melayani� yang digelar di Hotel Inna Grand Bali Beach. BUMN Marketeers Club ini merupakan forum diskusi bagi para profesional di perusahaan pemerintah untuk mengenali dan mencari jalan keluar berbagai isu terkait dengan tema yang diangkat.

MBP/ist

KULIAH UMUM - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali, kembali menggelar kuliah umum untuk memantapkan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Pada Rabu (22/10) lalu, Undhira yang kini memiliki tiga belas program studi dan sudah terakreditasi BAN PT, menerima kunjungan sekaligus menggelar kuliah umum bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya. Sekitar 40 orang mahasiswa UPH Surabaya hadir dalam acara studi banding sekaligus mengikuti kuliah umum dari Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra. Sp. KJ, M.Repro. 10 - 16 November 2014

33


A KT I V I TA S

MBP/ist

MBP/ist

DIALOG UU DESA - Made Sujana (kanan) bersama narasumber dalam dialog UU Desa. Acara membedah UU Desa menghadirkan Penyarikan Agung MUDP (Majelis Utama Desa Pakraman) Provinsi Bali Ketut Sumarta dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Nyoman Parta, S.H. Menurut Made Sujana, owner Nirmala Group yang juga bakal calon bupati (bacabup) Badung dari PDI-P, kepeduliannya untuk menjadi inisiator dalam dialog UU Desa, karena adanya pro-kontra di masyarakat, antara memilih desa dinas atau desa adat.

CENDERAMATA - SMP PGRI 2 Denpasar dalam satu hari dikunjungi dua rombongan studi banding, Selasa (28/10). Mereka yang mengadakan kunjungan ke SMP PGRI 2 Denpasar masing-masing rombongan YLLP Bogor yang terdiri atas para kepala sekolah persekolahan PGRI Kota Bogor. Rombongan kedua dari siswa Victoria School Singapura. Kedua rombongan langsung diterima Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. serta para guru dan siswa. Nampak Kasek Gede Wenten Aryasuda menyerahkan cenderamata kepada Mr. Khoo dari Victoria School Singapura.

MBP/ist

YUDISIUM - Program Pascasarjana Unud menggelar yudisium ke-76 periode V tahun 2014, Rabu (29/10). Pascasarjana Universitas Udayana (Unud) setiap 3 bulan menggelar yudisium lulusan magister dan doktor. Pada Rabu (29/10) dilaksanakan yudisium ke-76 periode V tahun 2014 dan dilepas 208 calon wisudawan, terdiri atas 20 doktor dan 188 magister.

34

10 - 16 November 2014

MBP/ist

WORKSHOP - Kadisdikpora IGN Eddy Mulya didampingi Nengah Madiadnyana dan Aryasuda menyalami peserta workshop YPLP Dasmen PGRI Denpasar. Ketua Panitia Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M., melaporkan workshop diikuti 150 peserta terdiri atas unsur kepala sekolah, wakasek kurikulum, bendahara dan petugas perpustakaan sekolah dan tim penjaminan mutu di lingkungan YPLP Dasmen PGRI Kota Denpasar. Workshop dihadiri Ketua PD PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Sekretaris YPLP Dikdasmen PGRI Bali Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Pd., Ketua PD PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., Kabid Dikdas I Made Raka dan Kabid Dikmen I Wayan Supartha.


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

YUDISIUM - Fakultas Teknik Unud mengadakan yudisium bersama lulusan Fakultas Teknik periode November 2014, Rabu (29/10). Pada acara yudisium kemarin dilepas 198 lulusan dari program S-1 reguler sebanyak 138 orang dan program S-1 non-reguler 60 orang. Rinciannya, teknik arsitektur 22 orang, teknik sipil 32 orang, teknik elektro 42 orang, teknik mesin 17 orang dan teknologi informasi 25 orang. Sedangkan program studi non-reguler terdiri atas teknik arsitektur 26 orang, teknik sipil 11 orang, teknik elektro 19 orang, dan teknik mesin sebanyak 4 orang.

WORKSHOP - Program Studi Teknik Informatika Undhira bekerja sama dengan iCamp@Undhira dan NuKash mengadakan workshop internal sehari, bertema “Pemodelan 3D with Blender (Basic)”. Workshop itu mengambil tema “Pemodelan 3D with Blender (Basic)” yang sekaligus merupakan salah satu rangkaian kompetisi desain icon and symbol NuKash dalam Pekan Teknologi e-Money pada hari Sabtu dan Minggu (4-5 Oktober 2014). Workshop yang merupakan bagian dari Pekan Teknologi e-Money ini dipandu Gerson Feoh, S.Kom., M.T. sebagai Ketua Prodi Teknik Informatika Undhira yang sekaligus membuka workshop ini secara resmi.

MBP/ist

MUSCAB - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) V Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Bali kembali mengelar musyawarah cabang (Muscab) ke-9 bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel, Rabu (29/10). Muscab yang diikuti ratusan anggota itu menetapkan Ida Bagus Rai sebagai ketua masa bakti 20142018 yang terpilih secara aklamasi. Nampak Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali Gede Suarjan membuka Muscab DPC V Hiswana Migas Bali ke-9 yang ditandai dengan pemukulan gong.

MBP/ist

PELATIHAN - Pembantu Rektor III Undiksha Singaraja Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes., Komandan Batalyon Infanteri 900/Raider Mayor Inf. Ardiansyah, dan Ketua Panitia Bela Negara Arief Billa saat mengikuti apel pelatihan bela negara, Kamis (30/10) sore. Pelatihan Bela Negara tahun 2014 diadakan Batalyon Raider 900 dan diikuti ratusan mahasiswa-mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Kamis - Minggu (30 Oktober hingga 2 November). 10 - 16 November 2014

35


LINGKUNGAN

BPBD bersama PDAM Buleleng sejak musim kemarau panjang mengoptimalkan distribusi air bersih dengan mobil tangki. Air bersih ini dipasok untuk belasan desa di Buleleng. MBP/mud

Krisis Air Bersih Paling Parah

B

uleleng, satu dari lima kabupaten di Bali yang mengalami krisis air bersih paling parah. Krisis air bersih itu menimpa warga di 16 desa di Buleleng. Kesulitan mendapatkan air bersih membuat warga jarang mandi. Air itu hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak, minum atau mencuci pakaian. Krisis air bersih paling parah terjadi di Desa Pacung, Desa Julah, Kecamatan Tejakula. Warga di Desa Tegallinggah dan Desa Selat, Kecamatan Sukasada juga kondisinya sama. Di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak dan Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu juga sama kesulitan air bersih. ‘’Desa yang paling parah mengalami krisis air bersih itu kita temukan dari pendataan sambil melakukan distribusi air bersih dengan mobil tangki setiap hari,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng I Ketut Yasa. Yasa mengakui krisis air bersih di musim kemarau memang rutin terjadi karena sumber air mengecil. Bahkan, beberapa desa yang awalnya memiliki banyak sumber air, kini debitnya sudah menurun. Mata air yang sudah mengering ditemukan di Desa Selat, Kecamatan Suaksada, Desa Pacung, Desa Julah, Kecamatan Tejakula. Sementara itu desa-desa lainnya sumber

36

10 - 16 November 2014

airnya masih mengalir, tetapi debitnya turun drastis. Satu sumber air yang biasanya debitnya empat liter per detik, kini turun hanya 1-2 liter per detik. Tak pelak warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kepentingan memasak di dapur maupun kepentingan mandi dan mencuci pakaian. Akibatnya keperluan pertanian atau perkebunan dinomorduakan. Melihat kondisi tersebut, BPBD bersama PDAM tetap siaga mendistribusikan air bersih dengan mengoprasikan mobil tangki. Bantuan air bersih dengan mobil tangki ini upaya jangka pendek untuk membantu meringankan beban warga. Bantuan air bersih ini difokuskan untuk desa-desa yang sumber air atau mata air yang dikelola mengering atau mengalami penurunan debit. Sementara bagi desa yang masih memanfaatkan sumber air atau debit mata airnyanya mengecil, BPBD mengimbau agar pengelolaannya seoptimal mungkin. Misalnya, pergiliran pemakaian air diharapkan dilakukan dengan baik, sehingga warga masyarakat tetap terlayani dan kekurangannya bisa ditangani dengan bantuan air bersih dari BPBD maupun PDAM Buleleng. Sementara itu, dampak musim keramau juga mengakibatkan penurunan debit air di sumber air buatan seperti di Bendungan, Gerokgak. Debit air di Danau Buyan dan

Danau Tamblingan, Kecamatan Sukasada belakangan ini terus menurun. Hanya berapa besar penurunan debit air danau tersebut belum diketahui secara detail. Hal ini karena instansi terkait yang membidangi masalah itu belum melakukan pendataan dan pengukuran penurunan debit air tersebut. Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Dewa Made Indra menyebut, Buleleng merupakan satu dari lima kabupaten di Bali yang mengalami krisis air bersih paling parah. BPBD Provinsi Bali selain mendrop air dengan mobil tangki, juga melakukan penanganan kekeringan jangka panjang. Salah satu proyek jaringan air bersih dibangun di Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Dana proyek ini bersumber dari APBN, APBD Provinsi Bali, APBD Buleleng, dan swadaya warga. Dengan penanganan seperti ini, pihaknya berharap daerah lain yang memiliki sumber air atau mata air bisa mengusulkan untuk dibangun jaringan irigasi permanen. ‘’Kalau proyek di Desa Julah sudah dikerjakan. Sumber air dari Bangli kemudian dialirkan ke Buleleng. Daerah lain kita harapkan bisa mengusulkan asalkan di daerahnya ada sumber air atau mata air yang bisa dialirkan untuk kepentingan warga,’’ tegasnya. l Mudiarta


Rp 50.000 Per Satu Jam Ini bukan bisnis panti pijat atau esek-esek yang bayarannnya dalam hitungan menit atau jam setelah memberikan pelayanan. Namun usaha air dadakan yang muncul di balik kelangkaaan air bersih di bumi panas Buleleng. Air yang dijual tak lagi dalam hitungan liter. Namun dalam hitungan jam. Air yang mengucurkan selama satu jam dari mobil tangki ke ember yang dibawa warga dipatok tarif Rp 50.000. Lumayan mahal. Walau mahal, warga tetap membeli air itu. Mereka sangat memerlukan untuk memasak di dapur, mandi dan mencuci pakaian. Warga Dusun Bulu Lada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada Kadek Indahyani mengaku tiga bulan ini kesulita air bersih. Ia terpaksa antre mengambil air bersih. Pelayanan air minum di desanya mati total karena sumber air di hulu desa sudah lama mengering selama musim kemarau panjang. Kondisi tersebut memaksanya meluangkan waktu mengambil air bersih ke sumber-sumber air terdekat dari tempat tinggalnya. Indahyani setiap hari mengambil air bersih menggunakan sepeda motor menempuh jarak sekitar tiga kilometer. Itupun air yang diambil tak begitu banyak karena banyak warga yang antre mengambil air. Kondisi ini memaksanya membeli air tangki yang dijual warga setempat. Untuk memenuhi keperluan air bersih keluarganya selama dua hari, perempuan yang mengeluti usaha berjualan aneka camilan ini membeli air dari sebuah mobil tangki per jam tarifnya Rp 50.000. Artinya air yang mengucur selama satu jam dari mobil tangki ke embernya mesti dibayar semahal itu. ‘’Kalau tidak mau cari air jauh, ya mesti membeli air dari tangki mobil dengan harga mahal. Air di desa kami sudah mati total dan kemarau belum berakhir. Kami sangat mengharapkan bantuan air tangki seperti ini,’’ tukasnya. Nyoman Kena, perempuan tua dari desa ini juga setiap hari berjalan kaki untuk mengambil air bersih agar bisa memasak di dapur. Namun karena kondisi fisik nenek renta ini tidak memungkinkan, dia pun terpaksa menunggu kiriman air tangki dari pemerintah. Jika tidak ada kiriman air tangki, dia mengaku rela tidak mandi dan hanya mendahulukan air bersih untuk keperluan memasak. ‘’Kalau tidak ada air dari mobil tangki ke desa, ya saya ambil air seadanya cukup untuk memasak. Kepentingan lain terpaksa ditunda,’’ tutur Kena seraya berharap bantuan air bersih lebih banyak dikirimkan ke desanya. l Mudiarta Warga Dusun Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada mengambil air bersih bantuan pemerintah. MBP/mud

10 - 16 November 2014

37


PARIWISATA

Jalan di Kampung Seni Tak Ramah dengan Turis

B

erada pada ketinggian 300 meter di atas permukaan laut tentunya membuat Ubud memiliki pemandangan yang indah serta udara yang sejuk. Bagi pecinta seni, Ubudlah tempatnya karena banyak seniman handal lahir di Kampung Seni ini. Ubud menjadi tujuan utama wisata di Wilayah Gianyar. Namun, kondisi trotoar di Ubud kini mulai tidak ramah lagi dengan wisatawan yang kerap berjalan kaki menyelusuri kawasan

wisata tersebut. Pasalnya, selain banyak dijadikan tempat parkir, kondisi trotoar di sejumlah titik terlihat banyak yang sudah rusak dan jebol. Kendati sangat membahayakan wisatawan yang melintas, namun sampai saat ini kondisi tersebut masih belum mendapat penanganan dari instansti terkait. Seperti di seputaran jalan Hanoman, Jalan Wenara Wena dan Jalan Dewi sita ratusan wisatawan melintas setiap

Dua wisatawan yang melintasi trotoar rusak yang harus menghindar dan memilih berjalan di pinggir.

38

harinya dengan berjalan kaki untuk berbelanja art shop dan sarapan di restaurant. Namun di beberapa titik trotoar banyak yang kondisinya sudah rusak parah. Kerusakan berupa pecahnya penutup beton hingga meninggalkan lubang menganga. Kondisi itu kerap membuat sejumlah pejalan kaki yang melintas di jalan tersebut harus menghindarinya dan memilih berjalan di badan jalan. Hal ini tentu sangat memprihatinkan melihat ubud yang menjadi tujuan pariwisata. Tapi para wisatawan harus dimaklumkan dengan kondisi trotoar yang rusak. “Kalau kondisi yang terkelupas itu banyak. Tapi yang bahaya itu trotoar jebol, ada satu saya lihat, saat malam sempat wisatawan yang terpleset,” kata Made Adi, seorang warga Ubud. Wayan Arta, Pramuwisata menyampaikan keluhannya terhadap kondisi trotoar di Ubud. Pria asal Karangasem ini mengaku sangat terganggu dengan kondisi terotoar yang terkelupas. Bahkan banyak wisatawan yang juga mengeluhkan kondisi tersebut. “Wisatawan yang kerap saya ajak jalan-jalan di seputaran ubud sempat saja mengeluhkan kondisi trotoar,” ucapnya. Sementara Kepala Dinas PU I.B Sudewa beberpa waktu lalu mengatakan, kerusakan ini juga di enam kecamatan lainnya. Ia membeberkan dari 225 panjang trotoar di Kabupaten Gianyar, 10 persennya dalam kondisi rusak dan mendesak untuk diperbaiki. “10 persen kerusakan trotoar tersebar di beberapa titik di tujuh kecamatan di Gianyar,” katanya. Menanggapi hal ini pihaknya sendiri sudah mengajukan pemeliharaan untuk 2015, pemeliharaan ini diusulkan untuk seluruh trotoar di kawasan Gianyar. Sementara itu untuk tahun ini hanya dilakukan normalisasi seperti pembersihan saluran got untuk memperlancar arus air. “Sudah diajukan untuk 2015 akan dilakukan pemeliharan trotoar sepanjang 225 km,” pungkasnya. l Manik

10 - 16 November 2014

3


Sektor tersier, seperti hotel dan restoran menjadi primadona investasi di Pulau Dewata. Bahkan, pemodal besar ini mengikis sektor pertanian.

Pariwisata Pulau Dewata Primadona Investor Kondisi sektor pertanian di Bali kian terkikis oleh pesatnya pembangunan akomodasi pariwisata. Para pemodal asing lebih tertarik menanamkan modalnya di sektor perdagangan hotel dan restoran, ketimbang berinvestasi di sektor yang dominan menyerap tenaga kerja itu. Ketimpangan ini tercemin dari total realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) semester I/2014 yang mencapai 180.310.300 dolas AS dominan terserap di sektor tersier ketimbang sektor primer, yakni pertanian. Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Provinsi Bali mencatat. Investasi asing yang masuk di sektor tersier mencapai 177.596.000 dolas AS dari total PMA di semenster I/2014. Sektor ini dibagi lagi, yakni hotel dan restoran mencapai 41.092.200 dolar AS, transportasi, gudang dan komunikasi 785.800 dolar AS, perumahan, kawasan industri dan perkantoran 920.700 dolar AS. Sedangkan, investasi di sektor primer yakni pertanian hanya 95.000 dolar AS, khususnya pada tanaman pangan dan perkebunan. Sektor primer seperti peternakan, kehutanan dan perikanan belum dilirik investor. Tak hanya pemodal asing yang tidak tertarik dengan sektor yang selama ini menyerap tenaga kerja paling dominan, investor lokal juga menganggap pertanian Bali tidak menguntungkan. Terbukti, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Bali pada periode Januari – Juni 2014 mencatat. Dari total PMDA Rp 1.229.484.509.706 yang terealisasi Rp 4.154.400.000 terserap di sektor pertanian dan tersier Rp 969.391.703.564. Para pemilik modal asing yang ingin menanamkan modalnya di Bali pada periode tersebut mencapai 82 investor. Mereka berasal dari Singapura, Belanda, Perancis, Australia, Amerika Serikat,

Spayol, Jepang, Swiss, Inggris, Korea Selatan, RRC, Bristish Virgin Island, Denmark, Taiwan, Belgia, India, Taiwan, Berazil dan gabungan negara. Rencana proyek puluhan investor asing itu juga menyasar kawasan Bali Selatan, yakni 41 proyek di Kabupaten Badung, Kota Denpasar 14 proyek, Gianyar 9 proyek, Tabanan 4 proyek, Buleleng 5 proyek, Bangli 1 proyek, Klungkung 3 proyek, Karangasem 5 proyek. “Sektor tersier, terutama di bidang pariwisata tetap jadi primadona dari tahun ke tahun, sedangkan minat investor di pertanian memang sedikit,” ucap Kabid Pengkajian Penanaman Modal Provinsi Bali, Wayan Suta Astawa. Kendati demikian, pihaknya terus menerus berupaya mempromosikan investasi bidang pertanian di Bali. Namun, belum mampu menarik investor yang lebih tertarik menanamkan modalnya di sektor unggulan Bali. Investor lebih senang berinvestasi bidang pertanian di Sulawesi atau Kalimantan. “Investasi bidang pariwisata sudah cukup banyak di Bali. Namun kita tidak mungkin melarang para investor di bidang pariwisata asalkan mengikuti aturan yang ada,” ucapnya. Pengamat Ekonomi Bali, Prof. Dr. Ketut Rahyuda, MSIE., menyatakan, Bali tidak harus menolak kehadiran investor asing atau luar yang ingin menanamkan modalnya di Bali. Hanya saja pemerintah perlu mengatur kontribusi mereka terhadap Bali, tidak hanya dari sisi pajak, namun juga keberpihakan terhadap masyarakat sekitar. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan investor lokal, karena kemampuan mereka belum mencapai investasi skala besar,” ucapnya. Namun, kata dia perlu aturan yang tegas dari pemerintah terhadap investor yang

menanamkan modalnya di Bali. Misalnya, mengatur CSR yang disalurkan, tenaga kerja yang diserap, sehingga orang Bali mendapat tretesan dari keberadaan mereka di sini. Sementara, adanya serbuan investasi asing di Bali, dikatakan Dosen Program Doktor Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Udayana, Dr. Gede Sudjana Budhi, S.E., M.Si., akan menjadikan masyarakat Bali ke depan menjadi second citizen atau masyarakat yang terpinggirkan. Disebutkan, masyarakat Bali kini mulai terpinggirkan akibat serbuan dari kapitalis besar yang tidak terbendung. Pembangunan Bali harus dikembalikan pada konsep human holistik, di mana pemerintah melindungi rakyatnya. “Konsep pembangunan Bali harus dikembalikan pada zaman Ida Bagus Mantra yang membangun Bali dengan konsep manusia holistik, yakni para pengerajin dan pengusaha yang belum efisien dilindungi. Seperti di Kuta. Tidak boleh masuk pengusaha besar,” ujarnya. Upaya tersebut dikatakan Sudjana bertujuan agar rakyat memiliki waktu dan kesempatan untuk belajar supaya siap bersaing di pasar bebas. “Kebijakan seperti ini sekarang tidak ada. Contohnya saja perajin di Tegalalang yang 60 persen lebih beralih profesi menjadi penternak, karena sepi order akibat dari kapital besar yang banyak berperan,” ungkapnya. Dia menilai, pemerintah harus membangun comunity base yang sudah banyak diterapkan di sejumlah negara berkembang. Upaya ini dapat terwujud ketika pemerintah mau memberikan perlindungan terhadap mereka. “Yang sudah kita miliki sekarang adalah comunity base tourism yang ada di wisata Kuliner Kedonganan yang dimiliki rakyat,” tandasnya. l Parwata 10 - 16 November 2014

39

4


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

DEKLARASI - Warga Desa Sembung mendeklarasikan diri menjadi relawan Adi Braya. Pada Sabtu (25/10) lalu, warga Desa Sembung mendeklarasikan diri sebagai relawan Adi Braya di depan Pura Desa Adat Sembung, Mengwi, Badung. Koordinator relawan Adi Braya Desa Sembung, Nyoman Wardana didampingi Wayan Mandi Arta mengungkapkan, kegiatan pendeklarasian tersebut diawali kerja bakti di depan Pura Desa Adat Sembung.

BEST BRAND - Indra Bekti (artis nasional & brand ambassador) dan Merry Dyhanti (Secretary Of Lisence Holder BBB-BICSA) dalam Malam Penganugerahan BBB-BICSA. Untuk ketigakalinya, Bali Convex Nusa Dua bekerja sama dengan The ASEAN Entrepreneur Center Bali dan Indra Bekti Management Jakarta menggelar Bali Best Brand (BBB) dan Bali International Costumer Satisfaction Award (BICSA).

MBP/ist

MENDAFTAR - Wayan Sudirta saat mendaftar balon Bupati Karangasem di Sekretariat PDI-P Karangasem, diterima Ketua Tim Penjaringan Komang Oka Antara. Sudirta didampingi pengurus KORdEM Provinsi/Kabupaten/Kota se-Bali, serta pengurus KORdEM seluruh kecamatan se-Kabupaten Karangasem, diterima langsung Ketua Tim Penjaringan Nyoman Oka Antara serta Ketua DPC PDI-P Karangasem Gde Dana, S.H. dan jajarannya.

MBP/ist

BEDAH BUKU - Dekan FPBS IKIP PGRI Bali Dr. Nengah Arnawa,M.Hum., dan IA Ekasriadi saat bedah buku karya Gede Artawan dan IGK Tribana. Serangkaian Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10), Prodi Bahasa Indonesia dan Daerah FPBS IKIP PGRI Bali menggelar bedah buku. Dua buku yang dibedah saat itu masing-masing kumpulan puisi ’’Tubuhku Luka Pesisir. Tubuhku Luka Pegunungan’’ karya I Gede Artawan.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

40

10 - 16 November 2014

5


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

OSIS - Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., menyerahkan panji OSIS kepada Ketua OSIS, Adi Darmawan. OSIS SMK PGRI 4 Denpasar yang lebih dikenal dengan Fourgriska mengadakan gebyar budaya bertema ‘’Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Bentuk Karakter Pemuda yang Santun, Cerdas, Inspiratif dan Berprestasi’’. Gebyar budaya dibuka Ketua Komite Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd. Saat itu juga dilantik pengurus OSIS baru Fourgriska 2014-2015 oleh Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd.

FOTO BERSAMA - Pengurus DPD REI Bali dan petinggi PLN Distribusi Bali foto bersama usai acara audiensi. Pada Senin (27/10) dilaksanakan audiensi dengan General Manager PLN Distribusi Bali Syamsul Huda bersama jajaran. Syamsul Huda mengaku senang sekali pengurus DPD REI Bali menyempatkan diri datang ke Kantor PLN mencari tahu kesiapan PLN dalam penyediaan listrik di Bali.

MBP/ist

PERADILAN SEMU - Fakultas Hukum (FH) Univ. Dwijendra memberi penguatan secara serius terhadap kompentensi advokasi dalam bentuk peradilan semu. Sebelum melakukan praktik peradilan semu, mahasiswa semester VII FH Undwi diberi pembekalan soal praktik peradilan semu, talk show hingga akhirnya mereka dikelompokkan melaksanakan praktik peradilan semu. Pembukaan praktik peradilan semu dilakukan Dekan FH Undwi, Dr. A.A. Sagung N. Indradewi, S.H.M.H. belum lama ini.

MBP/ist

KULIAH UMUM - Bank Indonesia (BI) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana bekerja sama mengadakan kuliah umum Sosialisasi Perkembangan Sektor Eksternal Indonesia, Kamis (23/10), khususnya terkait perkembangan ekonomi global. Sosialisasi dihadiri 200 peserta dari dosen, mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 dibuka secara resmi oleh Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Unud Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, S.E., M.Si.

10 - 16 November 2014

41

6


AKTIVITAS

MBP/wan

MBP/ist

FUN BIKE - Sekitar 3.000 pencinta bersepeda ikut menyemarakkan fun bike serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Listrik Nasional yang digelar PLN Bali di sebelah barat Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Sabtu (25/10) lalu. Peserta dilepas Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Torry Johar Banguntoro didampingi General Manager PLN Distribusi Bali Syamsul Huda.

MUSCAB - Suasana Muscab Gapensi Tabanan di Tanah Lot, Jumat (24/10) lalu. Muscab ke-8 Gapensi Tabanan ini dibuka secara resmi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Muscab mengagendakan pemilihan Ketua BPC Tabanan beserta pengurus periode 2014-2019. Dalam muscab tersebut I Nyoman Yasa, S.Sos. dipercaya sebagai Ketua Badan Pimpinan Harian BPC Gapensi Tabanan, menggantikan ketua sebelumnya Ir. I Wayan Yogantara.

MBP/ist

BANTUAN BANK MANDIRI - Bantuan RP 47.500.000 MBP/ist

PRIMAKARA - Primakara XD Fiesta 2014 yang diselenggarakan Sabtu (25/10) lalu, sukses menarik animo masyarakat. Bertempat di kampus STMIK Primakara, Jalan Tukad Badung No. 135, Renon, acara diisi berbagai kegiatan yang menunjukkan kreativitas mahasiswanya. Acara puncak Grand Final XD Fiesta ini tak hanya menampilkan kompetisi unik, juga menjadi ajang launching game Adventure of Jalak, hasil karya mahasiswa STMIK Primakara.

42

dari Bank Mandiri untuk pengadaan obat dan amplop obat di Klinik Kesehatan Pasar Galiran, Klungkung. Acara ini dihadiri Bupati Kabupaten Klungkung Nyoman Suwirta, Ketua IDI Klungkung dr. I Nyoman Adiputra, Dirut RSUD Klungkung Ibu Adi Supatmi, dari pihak Bank Mandiri diwakili Wayan Sudiarsha selaku Consumer Banking Head.

10 - 16 November 2014

7


AKTIVITAS

MBP/ist

JUARA UMUM - Kadisdikpora Kota Denpasar IGN Eddy Mulya didampingi Wayan Rika menyerahkan piala juara umum lomba ekstern kepada Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana pada puncak HUT ke-32 SMAN 4 Denpasar. Puncak HUT ke-32 SMAN 4 Denpasar (Foursma) digelar meriah dan mewah di Bali Safari & Marine Park, Gianyar, Senin (27/10). Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. Wayan Rika, M.Pd. dan Ketua Komite Budi Adnyana.

MBP/ist

PANMUS DPD - Senator RI Dr. Arya Wedakarna dalam Rapat Panmus DPD RI dengan Komite III dan IV di Senayan. Dalam rapat pleno III disepakati sejumlah masukan dan usulan selain pengesahan jadwal Sidang I DPD/MPR-RI. Adapun usulan dari Senator Bali yakni adanya sebuah upaya international awarness kepada setiap anggota DPD-RI untuk bisa selalu menghubungkan perjuangan daerah dengan peran Indonesia di ASEAN Community 2015.

MBP/ist

JUARA - Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kadisdikpora IGN Eddy Mulya dan Kasek I Wayan Murdhana bergambar dengan juara lomba film dokumenter. Rabu (22/10) lalu Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra MBP/ist

PIALA – Kasek Ida Bagus Suyasaputra saat menerima piala juara I lomba WWM se-Bali dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. SMAN 7 Denpasar memenuhi harapannya menjadi sekolah terbaik juara I lomba Wawasan Wiyata Mandala (WWM) se-Bali 2014. Piala dan hadiah bagi pemenang diserahkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, saat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 di Lapangan Niti Mandala Renon, Selasa (28/10).

menemui tiga siswa SMPN 3 Denpasar yang memborong juara I, II dan III dalam lomba film dokumenter se-Kota Denpasar. Wali Kota diterima Kepala SMPN 3 Denpasar, Wayan Murdhana, S.Pd., M.PSi., beserta dewan guru.

10 - 16 November 2014

43

8


TRADISI

Identitas Klungkung

Seni Pahat Selongsong Peluru

K

lungkung sangat kaya dengan berbagai seni kerajinan. Penggarapan karya seni itu bahkan sudah menjadi tradisi yang dipertahankan turun-temurun di setiap desa. Seperti Desa Kamasan, tidak hanya terkenal dengan lukisan klasik gaya kamasan dengan pakem yang rumit, warga di desa ini masih menyimpan hasil cipta, rasa dan karsa manusia lainnya berupa seni kerajinan selongsong peluru. Tradisi memahat selongsong peluru ini masih tetap dijaga oleh sejumlah perajin di Desa Kamasan. Salah satunya, I Made Sumerta yang sudah menggeluti seni pahat selongsong peluru ini sejak tahun 1982. Warga Banjar Sangging, Desa Kamasan ini menceritakan awal mula dirinya

menekuni tradisi memahat selongsong peluru. Saat itu (1982), ia mempunyai teman dari TNI Angkatan Darat (AD) yang datang ke rumahnya dengan membawa puluhan selongsong peluru berukuran besar. Selongsong peluru berukuran rata-rata 105 milimeter itu didatangkan langsung dari lokasi perang di TimorTimur saat itu. Tahu bahwa Desa Kamasan dikenal sebagai sentra kerajinan logam khas Bali, temannya di TNI AD memintanya mengolah selongsong peluru itu menjadi benda kerajinan bernilai tinggi. “Akhirnya, muncullah ide untuk memahat selongsong peluru itu dengan dasar cerita Ramayana dan Mahabrata,� katanya. Namun, untuk merelisasikannya tidak mudah. Sebab, selongsong peluru itu terbuat dari kuningan. Jadi, bahan kuningan itu harus dibuat lunak terlebih dahulu, agar bisa dipahat. Untuk membuat pahatan itu timbul, Sumerta mengatakan menggunakan bahan jabon, setelah bahan selongsong peluru itu dipanaskan. Satu kerajinan selongsong peluru dapat dikerjakan selama satu minggu. Jika dicermati, gaya pahatannya sangat mirip dengan gaya melukis klasik kamasan, dengan mengambil cerita dan tokoh-tokoh pewayangan, dengan teknik pengerjaan yang

cukup rumit. Ini menjadi kelebihan kerajinan selongsong peluru Desa Kamasan dan diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia. Sebab, sangat jarang ditemukan kerajinan serupa di daerah lain. Kalaupun ada, Sumerta mengatakan kerajinan itu pasti menggunakan cetakan, di mana hasilnya tidak sehalus pahatan manual. Kualitas pahatan ini menjadi kekuatan dan nilai dari hasil kerajinan selongsong peluru. Keahlian para perajin di Desa Kamasan telah membangun identitas kerajinan selongsong peluru menjadi salah satu bagian identitas Kabupaten Klungkung. Bahkan, setiap kunjangan keluar daerah ataupun saat menerima kunjangan kerja dari daerah lain, pihak pemerintah daerah selalu menyertakan kerajinan selongsong peluru itu sebagai cenderamata. Tidak hanya menjadi cenderamata, saat awal kerajinan ini muncul, hasil pahatan warga Desa Kamasan ini sangat digemari wisatawan mancanegara. Bahkan, setiap harinya, hasil kerajinan ini diborong dalam jumlah ratusan untuk cenderamata. “Bahkan, ada yang pesan dari luar negeri dan minta dikirimkan dalam jumlah ratusan,� katanya. Kerajinan selongsong peluru ini dibuat dalam berbagai ukuran. Untuk ukuran 105 milimeter, dijual seharga Rp 800 ribu, 90 milimeter seharga Rp 700 ribu dan ukuran 76 milimeter seharga Rp 500 ribu. Seluruh bahan-bahan selongsong peluru ini kini didatangkan dari Surabaya dalam jumlah ratusan. Kemudian dibagi-bagi kepada setiap pengrajin selongsong peluru di Desa Kamasan. Sayangnya, meski kerajinan ini begitu diminati, tradisi untuk melestarikannya juga terbentur masalah regenerasi. Sumerta mengatakan saat ini perajin yang masih tersisa di Desa Kamasan tinggal lima orang termasuk dirinya. Ia pun terpaksa memangkas jumlah karyawannya dari 20 orang menjadi hanya empat orang, seiring lesunya order dari konsumen. l Bagiarta

9


MBP/gie

Wakil Bupati Klungkung menyerahkan kenangkenangan berupa kerajinan selongsong peluru kepada delegasi Kementerian Bangladesh saat kunjungan kerja ke Klungkung.

Minim Perhatian, “Mati Suri” KERAJINAN selongsong peluru telah lama menjadi identitas Kabupaten Klungkung. Namun belakangan perkembangan kerajinan ini terkesan “mati suri”. Jumlah permintaan kian menurun. Alhasil, produksi kerajinan khas Desa Kamasan ini macet. Tradisi memahat lempengan kuningan selongsong peluru juga terancam punah. Kondisi itu dikeluhkan salah satu perajin selongsong peluru, I Made Sumerta (67) saat ditemui di sentra produksi selongsong peluru di sekitar rumahnya di Banjar Sangging, Desa Kamasan, baru-baru ini. Ia mengaku kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah permintaan sangat minim. Bahkan, dalam sebulan belum tentu ada yang datang ke tempat usahanya. “Padahal, dulu hampir tiap hari pelanggan datang. Kemudian memesan sampai ratusan setiap orangnya,” katanya. Dengan situasi ini, ia juga mengaku tidak bisa mengikuti berbagai undangan pameran kerajinan tingkat provinsi maupun nasional. Padahal, sebelumnya, perajin selongsong peluru ini selalu mendapat undangan untuk mengikuti pameran tingkat nasional dan meraih berbagai penghargaan, atas hasil karya yang dinilai cukup

spektakuler itu. Meski kerajinan ini sudah begitu dikenal masyarakat dan wisatawan, namun belakangan perhatian pemerintah daerah untuk melestarikan kerajinan ini juga masih sangat minim. Baik dalam bentuk program pemberdayaan, maupun membantu pemasaran dari sisi promosi produknya. Sepinya peminat kerajinan ini mengalami puncaknya pada tahun 2007. Selain sepinya peminat, juga karena susahnya mencari bahan baku selongsong peluru lagi. Memasuki tahun 2009, bahan baku dari sisa-sisa latihan perang itu, dikatakan sudah mulai lancar lagi. Sehingga produksinya juga sempat kembali lancar. Lancarnya order seni ukir selongsong peluru ini karena mendapat pesanan dari petinggi-petinggi TNI di Jakarta. Para petinggi TNI sering menggunakannya sebagai souvenir untuk jajaran TNI di negeri tetangga, ataupun kolega militer lainnya. Namun, memasuki tahun 2010, pesanan mulai lesu lagi. Pesanan dari kalangan TNI, juga tidak pernah ada lagi. Demikian dengan wisatawan asing. Ia juga sempat berupaya mengembangkan motif pahatannya. Ada juga dikemas dalam bentuk pas bunga dan hiasan dind-

ing. Namun, usaha kerajinan selongsong peluru tak kunjung berkembang lagi. Meski demikian, dia tetap berusaha mempertahankan tradisi ini. Dengan empat pekerjanya, dia masih memproduksi kerajinan ini. Namun, dalam jumlah yang sedikit. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, menyampaikan pentingnya membangun sentra-sentra UKM yang ada di Klungkung, seperti Desa Kamasan. Ia mengaku ingin membangkitkan kembali Desa Kamasan, agar benar-benar sesuai dengan statusnya sebagai desa wisata, yang berkembang dengan segala potensinya. Tidak terkecuali, berbagai potensi kerajinan yang selama ini sudah dikenal masyarakat. Ia juga mengaku sudah menugaskan instansi terkait, seperti Dinas Koperasi, UKM, Perindag, agar membuat program unggulan, untuk mengkemas potensipotensi UKM yang ada di Klungkung, agar bisa lebih maju dari sekarang. Tidak hanya di dinas ini, tetapi juga di seluruh SKPD di Klungkung, agar membuat program unggulan sesuai dengan tugas, pokok dan fungsinya. l Bagiarta 10 - 16 November 2014

45

10


ER TpRRAODPI S I TI

Jaga Estetika

Developer Ingin Kabel Listrik Tanam

B

entangan kabel listrik semrawut bisa dijumpai di mana-mana. Kabel-kabel tersebut menghubungkan satu tiang ke tiang yang lainnya, ditambah kabel yang digunakan untuk penerangan jalan umum. Pemandangan itu jelas merusak estetika, apalagi Bali merupakan tujuan wisata dunia. Alangkah indahnya bila tidak menjumpai tiang listrik dengan kabel yang semrawut di atasnya. Jaringan listrik di udara yang ada saat ini, terkesan tidak ditata dengan baik. Anggota DPD REI dalam membangun perumahan, berharap supaya kabel listrik ditanam atau di bawah tanah. “Alangkah indahnya kalau semua perumahan kabel listriknya ditanam. Seperti proyek perumahan yang dibuat salah satu developer terkenal, terlihat indah dan rapi karena kabel listriknya ditanam,” kata pengurus DPD REI Bali Gede Semadi Putra saat audensi DPD REI ke Kantor PLN Distribusi Bali. Namun, keinginan tersebut sepertinya sulit terwujud karena terbentur biayanya yang mahal. “Kalau semua kabel listrik di Bali ditanam, mungkin tidak semrawut seperti sekarang ini,” ujar pengurus Bidang Humas dan Publikasi ini. Menanggapi keinginan pihak REI itu, General Manajer PT PLN Distribusi Bali

46

10 - 16 November 2014

Syamsul Huda mengatakan itu merupakan layanan non-standar. Sedangkan PLN hanya menangani layanan standar yaitu jaringan di udara atau pakai tiang. “Kalau dituntut estetika sehingga menggunakan layanan kabel tanam, tentu ada biaya tambahan dan cenderung lebih mahal. Biaya itu dibebankan kepada pemohon,” tegasnya. Selain itu, ada prosedur yang harus dilakukan. Setelah dilakukan survei, kata Syamsul, baru dikalkulasi biayanya dan setelah itu baru bisa disampaikan ke pemohon. “Jadi, besar biayanya tergantung lokasi dan jumlah rumah,” ujar Syamsul di hadapan belasan anggota REI Bali. Pengamat properti John Sadewa mengatakan, sangat bagus membangun estetika Bali khususnya perkotaan dengn kabel listrik tanam. Perlu diawali dengan perencanaan kota atau planologi oleh para konsultan, dimana didalamnya terhimpun tenagatenaga teknik, arsitektur, dan sipil berbagai jurusan, teknik jalan raya, drainase, dan mekanikal elektrikal atau kelistrikan. Ide kabel tanam akan kurang berjalan baik jika tidak diawali dengan perencanaan drainase subway atau sistem drainase terowongan. Sebab, akan berpengaruh pada jalan-jalan yang sudah ada karena harus dipotong dan digali untuk

pembuatan drainase terowongannya. Kalau hanya diterapkan dengan sistem tanam biasa yang parsial dan tidak sinergi dengan sistem lalu lintas serta drainase, akan menimbulkan kesemrawutan, cenderung tidak efisien dan efektif karena akan saling bongkar pasang. “Untuk skala kecil, bisa dimulai dari REI bekerja sama dengn PLN. Untuk selanjutnya, setiap membangun perumahan baru wajib mengaplikasikan infrastruktur kabel tanam sehingga lama-kelamanaan akan membudaya,” tandasnya. Kendala yang ada saat ini jika pengembang menerapkan infrastruktur tanam, yaitu biaya mahal dan PLN belum siap melakukan maintenace jaringan sehingga ini membebani operasional pengembang di kemudian hari. Oleh karena itu, perlu MoU dan kerja sama PLN, developer, dan pemerintah daerah. “Memang sesuatu yang baru dan bagus itu pasti biayanya mahal. Namun perlu dilihat aspek manfaat, keamanan, estetika, dan ekonominya. Misalnya, biaya mahal tapi masa pakai panjang dan aman, berarti balance biaya dengan manfaatnya,” kata John. l Kerta Negara


Klasik dan Estetik dengan Batu Alam KONSUMEN perumahan kini banyak yang melirik material batu alam untuk memberi kesan klasik sekaligus menambah estetika tampilan rumah. Karenanya, batu alam kini tak hanya sebagai material untuk membuat barang–barang tertentu seperti fountain, pot bunga, kolam dan sebagainya. Kini batu alam bisa dipakai untuk hiasan interior dan eksterior rumah. Ada pola tertentu dalam pemasangan batu alam seperti disusun sirih, disusun random/acak, dan disusun bata. Menurut pengusaha batu alam I Wayan Sariana, batu alam yang biasanya dicari untuk dinding rumah adalah batu jenis palimanan dan batu candi. Batu warna putih dan hitam lebih banyak peminatnnya. Batu candi selain bagus ditempelkan di dinding rumah,

juga bisa untuk material pembuatan sanggah dan pura. Di Bali kebutuhan akan batu candi paling banyak. Sebab, di Bali terdapat bangunan pura dan sanggah yang banyak memerlukan material batu candi. Batu alam tak hanya bagus ditempatkan pada eksterior rumah, tetapi juga pada interior rumah seperti ruang tamu, kamar mandi bahkan kamar tidur. Pemakaian material batu alam pada interior rumah akan memberi kesan suasana lebih dingin, sejuk serta sangat cocok untuk desain rumah tropis. Penempatan batu alam mini selain membuat suasana menjadi lebih klasik, juga menjadi lebih estetik. Pemasangan batu alam pada bangunan hunian perlu dilapisi tembok luar agar saat terjadi hujan air tidak masuk atau merembes

ke dalam rumah. Batu andesit memiliki sifat kedap air sehingga air tak terserap, tetapi dalam pemasangannya relatif lebih sulit. “Jenis-jenis batu alam yang lain seperti batu putih, serat jati, Bali green,� jelas Sariana. Kendala lainnya, kebanyakan batu alam mini didatangkan dari luar Bali seperti daerah Jawa dan di Bali tinggal pasang saja. Harganya pun cukup bervariasi. Termahal batu andesit dan yang paling murah batu Jember. Namun, mahal atau murahnya batu alam yang dipakai tidaklah menjamin keindahan estetika suatu rumah. Kaindahan rumah justru sangat tergantung dari desainnya. Batu alam mini hanyalah untuk hiasan menambah klasik atau estetika rumah. l Maya

3 - 9 November 2014

47

16


PRESTASI

Aura Gizella

Tanpa Ambisi Raih Prestasi

P

emilik nama panjang I Gusti Ayu Aura Gizella ini, akhirnya berhak menyandang gelar Duta Endek 2014 untuk kategori putri. Ia berhasil mengungguli 130 peserta lainnya. Bagaimana dara yang akrab disapa Aura ini mempersiapkan diri hingga meraih kesuksesan? Perempuan berkulit putih kelahiran 17 Februari 1994 ini merupakan sosok dengan kepribadian yang hangat dan ramah. Ia menuturkan untuk mengikuti lomba Duta Endek, dirinya hanya mempersiapkan mental, busana-busana berbahan endek serta pengetahuan tentang endek, seperti jenis dan pembuatannya. Aura juga mendapatkan bekal tambahan pengetahuan lagi terkait endek sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan saat pembekalan setelah dirinya masuk sebagai finalis Duta Endek 2014. Cerita keikutsertaannya di ajang ini berawal ketika ia ditunjuk untuk mewakili kampusnya, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Waktu itu, Aura sempat raguragu karena ia dalam kondisi tidak enak badan. “Tetapi, demi orang-orang yang sudah memercayai saya, saya akan melakukannya semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan mereka,” papar mahasiswi yang dikenal multitalenta ini. Putri dari pasangan I Gusti Ngurah Tika Indrawan dan Ayu Rai Sriwulan ini, bercerita dirinya juga sangat didukung oleh keluarganya terutama kakak pertamanya. Sang kakak malah sangat antusias mengatakan bahwa Aura akan menjadi juara kali ini. Aura yang mengaku bukan pribadi ambisius menjalani serangkaian penilaian dari panitia penyelenggara dengan santai dan tidak menjadikannya beban. Namun, ia tetap melakukan yang terbaik. Ketika ditanya tentang kuatnya rasa percaya diri yang dimilikinya, Aura kembali menjawab kalau ia menjalaninya tanpa beban dan dibawa enjoy saja. Ia sangat bersyukur bisa masuk grand final. Meski targetnya cukup bisa berada di jajaran tiga besar dan tanpa ambisi, ia malah terpilih sebagai pemenang. Aura sangat percaya

48

Tuhan sudah mengatur semuanya yang pantas dan tepat untuk dirinya termasuk dalam lomba Duta Endek yang diikutinya itu. Aura menambahkan sejak awal ia merasa kurang yakin dengan jawabannya di babak tiga besar. Ternyata dengan jawaban yang sederhana, ia berhasil menempati posisi pertama. “Saya jadi berpikir terkadang sesuatu yang berlebihan belum tentu menjamin hasil yang baik,” ujar perempuan yang mengidolakan pemain film, Kirsten Stewart dan memiliki setumpuk prestasi di bidang modeling yang sudah ditekuninya sejak usia belia ini. Sebagai perempuan yang dikenal aktif dan multitalenta, untuk urusan seni, Aura mengaku dance dan modelling adalah dua hal yang sangat dikuasainya. Ia meraih posisi lima besar Best Photo Model Competition Miss Celebrity Indonesia 2013, serta 10 Besar Finalis Miss Celebrity Yogyakarta 2013. Aura yang bercita-cita menjadi entertainer sejak kecil ini, mengatakan setelah menyandang Duta Endek tahun ini, ia akan menjalankan tugasnya yang mulia untuk memperkenalkan kain endek ke masyarakat khususnya kalangan remaja. Selain itu ia juga tidak pelit berbagi akan apa dampak positif yang ia dapatkan dari keikutsertaannya dalam pemilihan Duta Endek ini. Sebagai Duta Endek pula, selain menambah wawasanya ia juga bisa bertatap muka dengan Wali Kota Denpasar. “Pemilihan ini juga menjadi ajang menambah teman,” ungkapnya. Juara satu Teruni Jegeg Resman tahun 2009 ini berharap acara pemilihan Duta Endek tahun berikutnya terlaksana dengan baik. “Dalam sebuah pemilihan sudah pasti akan ada yang menang dan kalah, Maka yakinlah bahwa Tuhan sudah mengatur dimana keberuntungan yang akan kita raih atau duduki. Saya berharap dutaduta tahun depan dan seterusnya akan lebih baik,” jelas Aura yang juga piawai bermain teater dan tampil berrmain di beberapa judul FTV SCTV ini. Laporan

10 - 16 November 2014

17


AKTIVITAS

MBP/ist

PEMENANG LOMBA - GM PLN Distribusi Bali Syamsul Huda (dua dari kanan) bersama pemenang lomba animasi. Menjaring animator muda, PLN Distribusi Bali bekerja sama dengan Balai Diklat Industri Kementrian Perindustrian mengadakan Lomba Cipta Karya Film Pendek Animasi dengan tema ketenagalistrikan. Lomba ini menyasar animator muda dan siswa SMK yang menekuni dunia animasi digital. Lomba Karya Film Pendek Animasi menjadi bagian dari serangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-69 yang puncaknya 27 Oktober 2014.

MBP/ist

KARYA - Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mapedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dalem, Desa Pekraman Bebetin, Kecamatan Sawan, Kamis (23/10). Bertepatan Tilem Sasih Kapat, krama Desa Bebetin, Kecamatan Sawan melaksanakan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mapedudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dalem desa setempat. Upacara dalam tingkatan utama ini bertepatan dengan patokan piodalan di Pura Dalem setempat.

MBP/ist MBP/ist

SEMILOKA - Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (BPPTSP dan PM) Kota Denpasar menggelar Semiloka ‘’Menciptakan Dunia Usaha yang Berdaya Saing dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015’’ di Graha Sewaka Dharma, Selasa (28/10). Semiloka yang dimoderatori Ir. Ketut Witarka Yudiata, M.T. ini diikuti kurang lebih 150 peserta dari SKPD terkait, para pelaku usaha, asosiasi usaha dan penggerak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar.

PENGHARGAAN - Direktur RSU Ganesha drg. Chandra Purnama H, M.Kes. (kanan) dan Manajer Keperawatan RSU Ganesha Oktarina menunjukkan dua penghargaan nasional yang diraih RSU Ganesha dalam Persi Award 2014. RSU Ganesha di Jalan Raya Celuk, Sukawati, Gianyar, meraih dua penghargaan nasional dalam ajang Persi Award (Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) di Jakarta Convertion Center pada 15 - 18 Oktober 2014. Penghargaan yang diraih RSU Ganesha dalam kategori Custumer Service, Marketing and Public Relation, dan Poster Session dengan tema Patient Safety. 10 - 16 November 2014 49


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

KTA Polri - BRI bersinergi dengan Polri dalam sosialisasi KTA elektronik Polri. Kali ini, BRI bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Elektronik bagi anggota Polri. KTA Elektronik Polri merupakan salah satu langkah inovatif Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam upaya mengembangkan fungsi kartu identitas anggotanya, bekerja sama dengan Bank BRI.

MBP/ist

ULTAH - Owner Warung Laku Juragan Yatna saat Ultah ke-41 bersama keluarga. Dengan semakin diminatinya Betutu Ayam Laku untuk konsumsi sehari-hari dan upacara agama, serta untuk menjawab kebutuhan konsumen dengan semakin banyaknya peminatnya, Betutu Ayam Laku membuka dua cabang baru yakni yang ke-5 Jl. Ahmad Yani No.179 Denpasar (samping Bank Sinar) Tlp.5530888, dan ke-6 Jl. Raya Batubulan No.8 (depan Terminal Batu Bulan) Tlp.7839958.

50

10 - 16 November 2014

DHARMA SUAKA - Bakal calon Bupati Badung (Bacabup) dari PDI-P I Made Sujana, BAE, madharma suaka dengan jajaran pengurus PAC PDI-P Kecamatan Abiansemal, Jumat (24/10) malam. Pertemuan itu menjadi momentum cukup bersejarah bagi I Made Sujana yang merupakan kader PDI-P Jimbaran, menyamakan persepsi menuju Pilkada Badung 2015. Kedatangan Made Sujana, pemilik Nirmala Group didampingi pengurus PAC Kuta Selatan, Ketut Sudiarsa (Tut Beloh).

MBP/ist

PRESTASI - Kepala SMPN 1 Tabanan Dewa Nyoman Sarjana bersama anggota komite I Gusti Bagus Nyoman Sudanta kompak sehingga SMPN 1 Tabanan panen prestasi. Prestasi akademik maupun nonakademik terus ditorehkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tabanan. Di tahun pelajaran 2013/2014 sejumlah siswa di salah satu sekolah unggulan di daerah lumbung beras Bali ini kembali menambah deretan prestasi yakni 23 prestasi akademik dan 19 prestasi nonakademik.


63 | 10 - 16 November 2014

Selamat dan Sukses

Atas Pelantikan Kabinet Kerja BUNG JOKOWI Lanjutkan Nawacita dan Tri Sakti Bung Karno!

Bangkitkan KUD, Mungkinkah?

balipost @balipost www.suluhindonesia.com

www.balipost.com

Bali Post on Gadget

www.bisnisjakarta.com

RP 20.000


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah balipost edisi 63 by e-Paper KMB - Issuu