62 | 3 - 9 November 2014
Langkah Jokowi pun Tersendat
RP R P 20.000 20 00 000 000 00
DAFTAR ISI BALI SEPEKAN Sawah Dipasangi ’’Not For Sale’’ 7 LAPORAN UTAMA Langkah Jokowi pun Tersendat 8
Hentikan Rezim Kapitalis 10 Sepakat dengan Jokowi 11 OPINI Era Baru Pemerintahan 12 JAJAK PENDAPAT Biarkan Desa Adat Otonom 13 PEMERINTAHAN Pekaseh dan Klian Subak Se-Badung
LENSA Perangkat Digital 26
OLAHRAGA Karl Heinz Rummenigge
Kejutan 28
LINGKUNGAN Menjangan Tak Terawat 36 PARIWISATA Pariwisata Kota Kanaya
Mengemas Bekas Tambang Jadi Objek Wisata 38
Dukung Penataan Kawasan Taman Ayun 14
POLITIK Bali Menuntut Janji 16 Berdiri di Bawah Kehendak Rakyat 17 PENDIDIKAN Sekolah Satu Atap, Tekan
Siswa Putus Sekolah 18
MANCANEGARA Misteri Kematian Elisa Lam 20 DAERAH Retribusi KKP Nusa Penida Meroket
Pelaku Pariwisata Ketar-ketir 22
TRADISI Perang “Tipat Bantal”
Tradisi Unik Desa Adat Kapal pada Sasih Kapat 44 PROPERTI Spekulan Rusak Citra
Pengusaha Properti 46
KESEHATAN Hapus Stigma dan Diskriminasi ODHA 24
SENI Desa Batubulan
sebagai Destinasi Barong 50 3 - 9 November 2014
3
DARI PEMBACA
Momentum “Mengobati� Rakyat A
ntusiasme rakyat di seluruh Nusantara menyambut pelantikan presiden baru kita Joko Widodo. Rakyat bukan hanya di Ibu Kota, tetapi juga di daerah-daerah merayakan dengan cara mereka masing-masing. Ada yang menggelar syukuran dengan memotong tumpeng, di Ibu Kota digelar pesta kuliner dan pentas musik serta pelepasan lampion. Momentum yang indah dan sejuk sudah terasa dari gedung MPR saat pelantikan dan pengambilan sumpah pasangan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Tokoh-tokoh yang berbeda pandangan politik, berkompetisi secara ketat sebelumnya, bersalaman dan suasana yang sejuk dan cair itu terasa sampai ke hati rakyat. Banyak harapan ke depan agar pemerintahan baru bekerja keras untuk membuktikan janji-janji kampanyenya. Mengembangkan dan mengelola sumber daya kelautan kita yang kaya, sesuatu yang oleh presiden-presiden sebelumnya hanya dijadikan retorika belaka tanpa ada realisasinya. Selain itu, tentu saja berbagai masalah di bidang pendidikan, korupsi, kesehatan, kemiskinan, lapangan kerja dan lainnya perlu mendapat perhatian. Untuk itu diperlukan kekuatan dari personel kabinet yang profesional di bidangnya. Sudah lama rakyat sengsara menyaksikan begitu maraknya korupsi di negeri ini. Rakyat haus dengan hadirnya pejabat-pejabat yang bersih dari atas sampai terbawah, dari pusat sampai daerah. Rakyat dahaga akan hadirnya para pejabat publik yang tidak mendustai rakyat melalui kebijakan-kebijakannya yang menguntungkan diri dan kroni-kroninya. Semoga inilah momentumnya, sakit hati dan kesengsaraan rakyat terobati, sekalipun secara perlahan. Karena presiden kita kali ini benar-benar menghayati kerakyatannya, tidak berpura-pura merakyat. Keistimewaan ini adalah kekuatannya, semoga dia bisa memanfaatkannya secara benar. Made Gigir Ginarta Denpasar
Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab Alit Purnata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry, Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Dedy Sumartana, Parwata, Rindra, Agustoni, Widana, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Agung Dharmada, Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto
Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.
4
Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP
3 - 9 November 2014
4
Menyatukan Hati dan Tangan BARU kali ini ada presiden yang dipestakan rakyatnya. Itu terjadi pada Presiden ke-7, Joko Widodo. Ada kirab kereta kencana dari gedung MPR ke Istana Merdeka, pesta kuliner gratis untuk rakyat khususnya warga Ibu Kota dan sekitarnya, pelepasan lampion, dan dilanjutkan dengan pentas musik yang diprakarsai relawan Jokowi-JK. Cairnya kebuntuan politik sudah terjadi sebelumnya, berkat blusukan Jokowi mendatangi bekas pesaingnya di Koalisi Merah Putih, Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto. Gaya merakyat Presiden Jokowi yang menjadi identitasnya selama ini, yaitu blusukan salah satu yang memikat hati pemilihnya. Kini, sebagai presiden ia
berkesempatan untuk berkunjung ke berbagai wilayah dengan gaya blusukan-nya itu. Dia punya kesempatan untuk mengetahui bagaimana kondisi real masyarakat, apa permasalahan dan aspirasi mereka. Dari sana kemudian dapat diambil kebijakan-kebijakan yang menyentuh kehidupan mereka. Optimisme sejak hari ini harus kembali dibangun. Apa pun yang sudah terjadi di belakang, momentum ini harus menjadikan kita kembali menatap ke depan dengan harapan baru. Langkah ringan Jokowi untuk mendatangi berbagai elemen bangsa guna mencairkan kebekuan komunikasi politik, menginspirasi rakyat untuk tidak saling bertikai dalam menyelesaikan perbedaan. Perbedaan akan
menjadi indah apabila dibalut dengan toleransi. Inilah modal kita di masa depan. Bersatunya berbagai elemen bangsa, rakyat sebagai sumber daya manusia yang akan menggerakkan pembangunan dan mengelola sumber daya alam Indonesia yang kaya ini. Pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Tanah Air menjadi dambaan seluruh masyarakat. Dengan janji ‘’menyatukan hati dan tangan’’ untuk bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, duet Jokowi-Jusuf Kalla ditunggu mewujudkan janji-janji itu. 3 - 9 November 2014
5
5
BALI SEPEKAN
Peternak Tak Berizin KESADARAN pengusaha ternak di Kabupaten Bangli mengurus rekomendasi di Balai Lingkungan Hindup (BLH) tentang izin peternakan masih sangat minim. Sejauh, ini hanya ada enam perusahaan ternak di Bangli yang sudah mengantongi rekomendasi BLH. Kondisi itu diakui Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan BLH Bangli Gusti Laksana. Berdasarkan pantauan pihaknya selama ini, masih banyak ditemukan peternakan besar yang dikelola masyarakat belum mengantongi rekomendasi BLH tentang izin peternakan. “Yang tidak berizin cukup banyak. Dari yang saya hitung, baru ada enam peternak yang sudah mengantongi rekomendasi BLH tentang izin peternakan,” terangnya. Swasrina
Hutan Lindung Terbakar SEPULUH hektar hutan lindung kawasan Banjar Pule, Desa Pempatan, Rendang hangus terbakar. Kebakaran dengan cepat meluas dipicu oleh angin kencang dan udara panas menyengat. Akibat lokasi kebakaran hutan yang sulit dijangkau, api baru bisa dipadamkan hingga lima jam. Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Rendang I Wayan Tunas mengungkapkan, kebakaran di areal hutan lindung diketahui sekitar pukul 14.00 wita. Warga sekitar bersama polisi hutan, TNI-Polri di wilayah Rendang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya tetapi api tidak kunjung padam. Bantuan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karangasem tidak bisa langsung memadamkan api. Lokasi yang sulit untuk dijangkau menyebabkan petugas harus berjalan kaki untuk mendekati lokasi kebakaran yang berjarak sekitar satu kilometer. Untuk memadamkan api, warga mesti berjalan kaki menempuh jarak sejauh itu. Warga sempat panik saat kobaran api mengarah ke sebuah Pura Puseh. Dewa Farendra
6
Lima Kabupaten Krisis Air MENYUSUL musim kemarau panjang tahun ini tercatat lima kabupaten di Bali mengalami krisis air bersih. Dari lima kabupaten itu, Buleleng merupakan wilayah yang paling parah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menggenjot distribusi air bersih dengan mobil tangki di lima wilayah di Bali tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, saat menyerahkan bantuan air bersih kepada warga Desa Selat Kecamatan Sukasada. Dewa Made Indra mengatakan, lima kabupaten yang mengalami krisis air bersih itu adalah Kabupaten Karangasem, Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Kabu-
MBP/mud
paten Jembrana. Dari pengamatan, empat kabupaten termasuk Buleleng mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau tiba, sedangkan Jembrana baru mengalami krisis air. Mudiarta
Perbaikan Trotoar Mubazir PERBAIKAN trotoar di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, menuai keluhan. Mengingat, perbaikan tersebut hanya memoles di luarnya saja. Sedangkan saluran air di bawahnya, tidak ditangani dengan baik berupa penggelontoran. Dikhawatirkan perbaikan trotoar tersebut menjadi mubazir. ‘’Semestinya sebelum perbaikan dilakukan pengerukan sehingga ketika musim hujan, fungsi drainase tersebut bisa lebih maksimal,’’ kata anggota DPRD Denpasar Ir. Eko Supriadi. Atas kondisi ini, pihak Bina Marga PU Bali meminta kepada rekanan, PT Adi Murti yang menggarap perbaikan trotoar tersebut, agar memenuhi janjinya sebagaimana komitmen yang ada. “Sebenarnya proses perbaikan trotoar ini tetap harus dilakukan penggelontoran. Karena kurang maksimal, maka kami minta rekanan untuk melakukannya lagi,” ujar Kabid Bina marga Dinas PU Bali Ir. I Nengah Riba, M.T., didampingi Kasi Pemeliharaan Bina Marga Dinas PU Bali Ir. I.B. Narendra, M.T. Asmara Putra
Tabanan akan Kembangkan Segitiga Emas Pariwisata PEMKAB Tabanan akan meluncurkan program Gerbang Wisata tahun 2015. Program ini akan memberikan perhatian lebih dalam upaya pengembangan pariwisata di Tabanan. Jika pogram Gerbang Wisata ini terealisasi, Tabanan akan mengembangkan segitiga emas pariwisata yang mencakup Tanah Lot, Danau Ulundanu dan Jatiluwih. Demikian dijelaskan Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Tabanan I Wayan Adnyana, Senin (20/10). Menurutnya agar bisa menyukseskan segitiga emas wisata ini diperlukan fasilitas dan anggaran promosi yang memadai. ‘’Sayangnya, meski menjadi pemasok PAD terbesar di Tabanan, dana promosi pariwisata Tabanan masih minim,’’ ujarnya. Wira Sanjiwani
3 - 9 November 2014
6
Sawah Dipasangi ’’Not For Sale’’ PRAJURU Desa Tegallalang yang memanfaatkan sawah terasering menjadi objek wisata Ceking, dibuat gusar dengan adanya aktivitas pemasangan seni instalasi bambu di tengah sawah bertuliskan “Not For Sale”. Berbagai pertanyaan dan penafsiran akan arti tulisan tersebut pun muncul. Apakah ‘’Not For Sale’’ dimaksud bagi investor yang ingin membeli, apakah ditujukan kepada pengelola kawasan objek wisata Ceking yang mendapatkan hasil dari keberadaan sawah mereka? Prajuru Desa Pakraman Tegallalang dan Badan Pengelola Objek Wisata Ceking mendatangi pemilik tanah (petani) di rumahnya Banjar Kebon, Desa Kedisan, Tegallalang. Kedatangan prajuru itu bermaksud menanyakan pemasangan instalasi tersebut. Namun dari
pertemuan tersebut didapatkan, pada intinya pemasangan itu dilakukan bukan sebagai bentuk protes yang ditujukan kepada Badan Pengelola, melainkan sebagai jawaban terhadap investor dari berbagai belahan dunia yang selama ini mengincar tanah tersebut untuk dibeli. Ketua Badan Pengelola Objek Wisata Ceking (BPOWC) Dewa Putu Oka membenarkan prajuru dan BPOWC mendatangi rumah petani yang memasang tulisan ‘’Not For Sale’’. Agung Darmada
Razia Pendatang TIM Yustisi Kabupaten Klungkung gencar melakukan razia pendatang. Beberapa pekan terakhir tempat koskosan dan kafe remang-remang terus menjadi bidikan. Seperti dalam sidak Sabtu (18/10), tim mendatangi satu per satu kos-kosan di Desa Jumpai. Hasilnya, Tim Yustisi mengamankan dua pasangan kumpul kebo yang sedang bermalam di dalam kamar kos. Sidak dipimpin langsung Kasat Pol PP Nyoman Sucitra. Ia mengatakan belakangan banyak laporan masuk ke instansinya terkait keberadaan pendatang. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar sidak ke sejumlah tempat kos. Ia menjelaskan saat sidak, pasangan kumpul kebo di salah satu kamar koskosan Pondok Indah 18 diamankan. Saat identitas diperiksa pasangan Wayan Suk (35) dengan Abdul Mnd (35) dari Mojokerto mengaku sudah kawin siri. Meski demikian, keduanya tetap digelandang ke Sat Pol PP untuk penanganan lebih lanjut. Bagiarta
Candi Bentar “City Tour” Minim Peminat Ambruk
KEBERADAAN bangunan peninggalan sejarah zaman Belanda di Buleleng, belakangan ini mulai dikelola untuk mendukung pengembangan pariwisata di Bali Utara. Dengan memanfaatkan sekitar sepuluh unit bangunan
MBP/mud
peninggalan zaman Belanda, pemkab mengelola paket wisata city tour. Hanya, peminat paket wisata ini masih tergolong minim. Hal ini karena paket wisata ini tergolong wisata spesifik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Buleleng Ketut Warkadea, Minggu (19/10) mengatakan, tawaran paket wisata city tour ini dikembangkan sejak lama. Wisatawan ditawarkan paket jalan-jalan di dalam Kota Singaraja. Tur di dalam kota ini, wisatawan diantar berkunjung ke beberapa bangunan bersejarah yang berarsitektur Belanda. Selain itu, wisatawan juga mengunjungi kawasan Puri Buleleng, Gedong Kertya, Museum Buleleng, dan sekitarnya. Hanya, dalam perjalanan pengelolaan paket wisata ini belum optimal. Mudiarta
TIADA angin ataupun hujan, Minggu (19/10), Candi Bentar sisi utara stadion Pecangakan ambruk. Bangunan pintu masuk setinggi lebih dari 10 meter itu roboh hingga menutup akses jalan masuk. Belum diketahui pasti penyebab runtuhnya bangunan bercorak Bali itu. Sejumlah saksi menyebut bangunan ambruk saat situasi lapangan ramai. Ni Made Darmiasih, salah satu penggali gorong-gorong yang berada beberapa meter dari lokasi, mengatakan kejadiannya sekitar pukul 12.30 wita. “Tidak ada angin tidak ada hujan, ambruk begitu saja. Getarannya sampai di sini,” terang warga Kelurahan Pendem ini. Suara gemuruh akibat bebatuan jatuh membuat orang yang kebetulan berada di areal Lapangan Pecangakan terkejut dan mencari tahu sumber suara itu. Surya Dharma 3 - 9 November 2014
7
7
LAPORAN UTAMA
K
Langkah Jokowi pun Tersendat
Presiden Jokowi saat pidato kerakyatan di Monumen Naional (Monas).
8
MBP/dok.
PK telah berdiri 11 tahun lalu, tepatnya 29 Desember 2003. Selama kurun waktu itu, lembaga antirasuah itu lebih banyak terekspos hanya mengurusi soal korupsi. Padahal didirikannnya KPK juga dimaksudkan untuk pencegahan. Bahkan peran ini diharapkan lebih besar lagi di masa depan, sehingga tindak pidana korupsi di negeri ini bisa dikurangi bahkan (bila mungkin) dihilangkan. Rupanya tugas KPK yang masih ‘’tersembunyi’’ tersebut ditangkap sebagai peluang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan pencegahan korupsi terhadap anggota kabinetnya. Ia pun mengirim 43 nama calon menteri ke KPK untuk dimintakan pendapat terkait rekam jejak pembantunya. Tak hanya ke KPK, Jokowi juga mengirim hal yang sama ke PPATK. Alhasil, KPK pun memberikan rekomedasi dengan memberi tanda merah dan kuning pada calon menteri yang terindikasi terlibat korupsi. Bahkan KPK juga mengharapkan Jokowi tidak memilih calon menteri yang sudah diberi tanda merah dan kuning. Pelarangan tersebut dilakukan karena menurut Ketua KPK Abraham Samad, para kandidat calon menteri yang sudah ditandai berisiko tersangkut kasus hukum, jika tetap dipilih jadi Menteri. ‘’Posisi KPK kan sudah memberi rekomendasi ya, ada merah ada kuning. Antara merah dan kuning itu sama, gak boleh jadi menteri. Kadarnya mau tahu? Kalau merah mungkin itu tidak lama lagi (ditetapkan sebagai tersangka-red). Kalau merah satu tahun kalau kuning bisa dua tahun. Begitu. Jadi antara merah dan kuning itu sama, tidak ada yang boleh jadi menteri,’’ tegas Abraham pekan lalu. Menurut Abraham, jika peringatan tersebut tak diindahkan, maka ia menilai pemerintahan yang dipimpin oleh Jokowi-JK tak responsif terhadap rekomendasi yang diberikan oleh KPK. ‘’Itu berarti bisa kita simpulkan bahwa pemerintahan ini tidak bersih,’’ tandasnya. Kata dia, KPK ini harus menjaga moralitas. Kemudian KPK ini harus mempertahankan integritas terhadap publik. ‘’KPK punya kewajiban memberikan rekomendasi ini loh orang yang benar, ini loh orang yang bisa jadi menteri, ini orang gak bisa. Harus jelas hitam putih, gak boleh abu-abu,’’ tegasnya. Atas rekomendasi tersebut Jokowi pun menunda pengumuman calon menteri. Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menunda pengumumnan sampai-
3 - 9 November 2014
8
dua kali. Rencana awalnya kabinet akan diumumkan Selasa (21/10) di istana negara. Namun batal dilakukan. Berikutnya, rencananya diumumkan di Tanjung Priok. Bahkan di kawasan itu sempat dibuat panggung dengan lampu sorot warna-warni. Mirip acara konser musik metal, kesukaan Jokowi. Rencana kedua ini juga batal. Alasannya sama, masih menyesuaikan dengan rekomendasi yang disampaikan KPK. Terhadap penundaan itu, Jokowi menegaskan, penundaan pengumuman kabinet bukan karena adanya tarik-menarik dengan partai politik (parpol) pendukungnya. Keterlambatan itu murni akibat rekomendasi yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait rekam jejak delapan calon menteri yang ditandai warna kuning dan merah karena dinilai bermasalah. Karena rekomendasi itu, Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya mencoret delapan nama untuk diganti dengan calon lainnya. “Tidak ada tarik-menarik di antara parpol pendukung. Tidak ada,â€? kata Jokowi Istana Kepresidenan. Menurutnya, dirinya masih menggodok sejumlah nama untuk mengisi delapan pos di kementerian, dan selanjutnya akan memveriďŹ kasi kembali nama-nama tersebut kepada PPATK dan KPK. Penundaan, menurut Jokowi, untuk memastikan dirinya memilih orang yang tepat untuk membantunya dalam membangun kabinet
Bali Post/ant
Jokowi dan Yudhoyono masing-masing bersama istri foto bersama usai acara pelantikan presiden di Gedung MPR.
pemerintahan yang dibentuknya. Bila dibandingkan dengan gaya seleksi calon menteri Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ada perbedaan dalam proses penjaringannya. Di era SBY untuk periode 2009-2014, calon menteri yang masuk dalam penjaringan tim kecil yang dibentuk SBY, langsung mengadakan wawancara langsung dengan SBY. Setelah itu, calon menteri
menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. Sementara seleksi calon menteri yang dilakukan Presiden Joko Widodo, proses penjaringan dilakukan oleh Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK, dan tim ini diberi tempat khsusus untukk fokus bekerja menjaring calon menteri di Rumah Transisi. Nama-nama yang sudah dijaring Tim Transisi kemudian diserahkan kepada Jokowi-JK untuk dinilai dan diseleksi kembali, hingga menyisakan 43 nama calon. Kemudian, Jokowi-JK menyerahkan kembali 43 nama ini kepada PPATK dan KPK untuk didalami lagi track recordnya menyangkut persoalan hukum yang ada pada tiap calon. Dari rekoemndasi KPK itulah muncul terseleksi delapan calon menteri yang dinilai tidak layak untuk dipilih karena memiliki persoalan hukum, terutama persoalan korupsi. KPK menandai calon menteri bermasalah itu dengan warna kuning dan warna merah untuk calon yang dianggap harus lebih diperhatikan lagi. Hardianto Jokowi dan JK mendapat sambutan hangat dari ribuan warga yang memadati rute Monas-Istana Presiden usai pelantikan, Senin lalu. 3 - 9 November 2014
9
9
LAPORAN UTAMA
Kabinet Persatuan Nasional
3 16 15 3
Menteri koordinator
JUMLAH
Menteri departemen
37
Menteri negara Pejabat setingkat menteri
Kabinet Gotong Royong
3 17 10 3
Menteri koordinator
JUMLAH
Menteri departemen
33
Menteri negara Pejabat setingkat menteri
Kabinet Indonesia Bersatu
4 20 10 3
Menteri koordinator
JUMLAH
Menteri departemen
37
Menteri negara Pejabat setingkat menteri
Kabinet Indonesia Bersatu II
3 31 4
Menteri koordinator
JUMLAH
Menteri departemen
38
Pejabat setingkat menteri grafis:asd/BaliPost
Hentikan Rezim Kapitalis Masyarakat Bali telah muak dengan janji-janji Banyak janji tak ditepati Banyak kebijakan sembunyi-sembunyi Bali diekspolitasi Masyarakat Bali dibodohi Krama Bali hanya bisa gigit jari.
R
angkaian kata-kata itu menggambarkan betapa masyarakat Bali tak berdaya dengan penguasa. Aspirasi yang disuarakan dianggap angin lalu. Penguasa seolah-olah telah jauh dengan rakyat. Kini satu-satunya harapan hanya tergantung pada Jokowi. Bahkan harapan itu telah ditumpahkan ketika Pilpres lalu. Sebanyak 74 persen masyarakat Bali memilih Jokowi. Akankah harapan itu tinggal harapan? Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla, Senin (20/10) lalu menandai era baru pemerintahan Indonesia. Ekspektasi publik juga begitu tinggi agar pemerintahan Jokowi dapat melakukan perubahan fundamental dan perbaikan kondisi bangsa. Kabinet pemerintahan Jokowi juga. “Harapan publik begitu besar terhadap pemerintahan Jokowi dan JK. Jadi kita semua harus ikut mengawal. Harus dijaga betul kebersihan kabinet Pak Jokowi ini,” kata Ketua DPW Partai NasDem (Nasional Demokrat) Bali Ida Bagus Oka Gunastawa di sela-sela perayaan syukuran pelantikan Jokowi-JK di kantor DPW NasDem Bali. Didampingi Sekretaris DPW NasDem Bali Ketut Gede Adi Saputra dan Bendahara I Gusti Bagus Eka Subagiartha, Gunastawa menyatakan, revolusi mental yang diusung pemerintahan Jokowi harus dilaksanakan. Ini harus dimulai dari Jokowi-JK dan para pembantunya di kabinet. Dalam konteks revolusi
10
mental ini, para menteri di kabinet Jokowi diharapkan mampu menunjukkan ritme kerja dan kinerja yang lebih baik dan lebih cepat serta mempunyai rasa malu untuk melakukan korupsi kemudian berani segera mengundurkan diri tanpa didesak jika terlibat kasus korupsi. “Para menteri harus berani melakukan koreksi total terhadap kementerian yang dipimpinnya,” tegasnya. Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) mengharapkan Presiden RI ketujuh Joko Widodo bisa menjadi antitesis dari pemerintahan sebelumnya. Pasalnya, rezim sebelumnya berwatak kapitalistik. Dengan kata lain, lebih mementingkan kepentingan investasi daripada kepentingan lingkungan hidup. “Terbukti dengan terbitnya Perpres MP3EI dan menjalankan itu secara massif. Jadi MP3EI itulah salah satu produk yang lebih sebagai karpet merah buat investasi dan kemudian mengabaikan lingkungan hidup, termasuk bagaimana kemudian dijalankan reklamasi Teluk Benoa menggunakan mekanisme MP3EI untuk merubah peraturan perundang-undangan termasuk Perpres 51 tahun 2014,” ujar Koordinator ForBALI, Wayan “Gendo” Suardana. Disisi lain, pihaknya melihat euforia ditengah masyarakat terkait pelantikan Jokowi sebagai presiden tidak hanya sekedar mengelu-elukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Namun, hal itu lebih terlihat sebagai simbol bahwa masyarakat mengharapkan memiliki
Presiden baru yang berbeda dengan Presiden sebelumnya. “Kalau dalam konteks ForBALI, kami mengharapkan ada satu Presiden yang berani menghentikan program MP3EI, artinya menghentikan praktik-praktik rezim yang kapitalistik. Dengan cara menghentikan Perpres MP3EI dan turunannya. Dalam konteks Teluk Benoa, menghentikan seluruh proses perijinan reklamasi Teluk Benoa, mencabut Perpres No.51 Tahun 2014 karena produk itu dikeluarkan SBY dengan mengangkangi hukum, mengangkangi lingkungan hidup dan dilakukan di akhir-akhir, yang sangat kental dengan kongkalikong, dengan proses yang tertutup,” tegasnya. Sementara itu akademisi Gede Wirata, SSos, SH,MAP, berharap Jokowi satya wecana sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan waktu kampanye. Saat inilah, Jokowi harus mampu membuktikan bahwa di bawah kepemimpinannya mampu membawa Indonesia hebat. “Hebat yang dimaksud adalah hebat dalam segala hal, diantarnya mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya. Yang paling penting, Jokowi harus berani merevisi atau menggugurkan aturan-aturan yang ditentang oleh masyarakat. “Contohnya perpres terkait reklamasi Teluk Benua,” tandas Wirata. Berkaitan revolusi mental, harus dilakukan di semua lini, dari atas sampai ke bawah. Namun yang pertama memberikan contoh adalah pimpinan atas sehinga akan merembet ke bawah. Tujuannya agar mental semua komponen yang ada di Indonesia menjadi tidak mudah menyerah dan siap bersaing. Selain itu, tidak menjadi mental koruptor akibat keinginan yang berlebihan. Widana/Rindra
3 - 9 November 2014
10
Sepakat dengan Jokowi KEHADIRAN mantan calon presiden Prabowo Subianto dan mantan calon wakil presiden Hatta Rajasa menjadi daya tarik sendiri pada pelantikan Jokowi, Senin lalu. Pasalnya, kehadiran Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dinilai makin memberi legitimasi kuat atas pemerintahan Joko Widodo. Apalagi Prabowo secara terang-terangan mendukung Presiden Joko Widodo untuk menjalankan Trisakti Bung Karno. “Berdaulat di bidang politik. Berdikari di bidang ekonomi. Berkepribadian di bidang budaya. Saya kira ini sangat baik. Kalau itu kita dukung,” katanya. Prabowo mengatakan, kita harus berpikir positif dan memberikan kesempatan kepada pemerintahan yang baru untuk bekerja dengan baik. Dia juga mengaku sangat menyukai apa yang disampaikan Jokowi itu, karena penegasan itu merupakan program pro rakyat yang diyakini menjadi kunci suksesnya pemerintahan Jokowi. “Yang saya suka dari pidatonya Jokowi, berdiri di atas kaki kita sendiri, kita harus menjaga kekayaan bangsa Indonesia tidak hanya untuk segelintir orang. Sekarang pertumbuhan pembangunan memang bagus. Tetapi, yang nikmati hanya segelintir orang. Kita mau rakyat yang nikmati,” ujarnya. Tak Hanya Prabowo, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga mengaku puas dengan pidato kenegaraan yang untuk pertama kalinya disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung MPR/ DPR Senayan Jakarta. “Itu sebuah statement yang betul-betul bagus sekali karena bagaimana pun realitanya kan Indonesia negara maritim sejak lama sekali, (tapi) kita selalu melihat sebagai sebuah daratan,” kata Megawati menanggapi pidato Jokowi soal mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim yang jaya. Menurut Megawati, masalah kemaritiman kurang mendapat perhatian dari pemerintah sebelumnya. “Sangat disayangkan sekali bahwa selama ini kekuatan maritim kita dan hal-hal yang ada
Bali Post/ade
Prabowo dan Jokowi saat bertemu di kediaman Soemitro (alm), ayahnda Prabowo, dua hari menjelang pelantikan Jokowi sebagai presiden.
hubungannya dengan kelautan itu tidak begitu diangkat menjadi maksimal,” katanya. Dia juga menyebut ajakan Presiden Jokowi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja keras dan gotong royong sebagai pernyataan yang baik. “Itu satu statement yang juga bagus karena sebetulnya budaya kita ini gotong royong, jangan sampai melupakan ajaran itu,” katanya. Dalam pidato kenegaraannya yang pertama, Presiden Joko Widodo meminta seluruh elemen bangsa turut bekerja bersamanya membangun bangsa. “Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden atau pun jajaran pemerintahannya. Tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa,” kata Presiden. Dia juga ingin mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia di wilayah kelautan. “Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, memunggungi selat dan teluk. Kini saatnya kita mengembalikan semuanya, sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu bisa kembali membahana,” ujar Presiden. Oleh karena itu, semboyan “Jalesveva Jayamahe” atau “Di Laut Kita Jaya” harus digaungkan kembali dalam ingatan bangsa Indonesia. “Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita,” kata Jokowi disambut meriah tepuk hadirin. Indonesia, menurut Jokowi, ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. “Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global,” kata Jokowi. Oleh karena itu, sudah saatnya semboyan
nenek moyang bangsa Indonesia, yang berjaya di laut, disegarkan kembali dalam ingatan bangsa Indonesia. “Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana,” tegasnya. Jokowi juga mengutip kalimat yang pernah disampaikan Presiden Pertama RI Sukarno (Bung Karno), bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, maka harus memiliki jiwa cakrawarti samudera. “Kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera, jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung,” ujarnya. Lebih jauh, Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak untuk bekerja sama, sumpah yang baru diucapkannya, menurut Jokowi memiliki makna spiritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras untuk mencapai kehendak bersama sebagai bangsa yang besar. “Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” pintanya. Kepada dunia internasional, Jokowi juga menegaskan di bawah pemerintahannya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, dengan mendasarkan pada kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hardianto 3 - 9 November 2014
11
OPINI
Era Baru Pemerintahan
I
ndonesia telah memasuki langkah baru dalam perjalanan demokrasinya, di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), bangsa ini memiliki harapan untuk menguatkan kembali sendi-sendi Pancasila yang telah diterjemahkan dalam konsep Trisakti. Tentunya bukan tanpa alasan, mengapa kemudian Jokowi mengedepankan konsep Trisakti dalam menjalankan roda pemerintahannya, karena secara substansi realisasi atas konsep inilah yang selama ini tidak pernah dilakukan. Pun, seturut dengan hal tersebut, kehadiran sosok-sosok profesional dalam “Kabinet Trisakti� mampu mewujudkan cita-cita besar bangsa ini untuk berdaulat secara politik, berdaulat secara ekonomi, dan memegang teguh kebudayaan yang berkepribadian. Era baru pemerintahan telah dimulai, dan ini menjadi titik tolak bagi negara ini untuk menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar, memiliki penduduk yang padat, dan sarat dengan potensi alam serta kebudayaan. Potensi inilah yang saat ini menjadi incaran bagi negara-negara luar sehingga tidaklah mengherankan jika Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar terbesar di dunia. Pada konteks inilah eksistensi ideologi negara dipertaruhkan dan dipertarungkan dengan pusaran ideologi global, dan menjadi tugas pemerintahan baru untuk menjaga dan melindungi hak-hak setiap warga negara agar terselamatkan dari cengkraman kapitalisme dan liberalisme pasar global. Visi Kebangsaan Sangat menarik mencermati isi pidato pelantikan Jokowi tanggal 20 Oktober kemarin, secara tegas Jokowi menekankan kembali pesan penting dari Soekarno yakni seluruh rakyat Indonesia harus membangun Indonesia menjadi negara yang besar, kuat, makmur dan damai. Indonesia harus memiliki jiwa “Cakrawati Samudera� yaitu jiwa pelaut yang berani menghadapi samudra dan ombak yang menggulung. Hal ini tentunya dapat
12
3 - 9 November 2014
Oleh Agung SS Widodo, M.A.
kita maknai sebagai suatu visi kebangsaan bagi negara untuk menjalankan roda pemerintahannya dan mengarungi pergaulan di dunia internasional. Bahwa pada intinya bangsa Indonesia harus peka terhadap segala bentuk perubahan zaman, akan tetapi tetap memegang teguh jati diri sebagai bangsa yang berideologikan Pancasila. Saat ini seluruh rakyat sedang merayakan kegembiraan dan suka citanya, setidaknya mereka telah menggunakan hak-hak politiknya dengan baik. Rakyat telah menunjukkan kedaulatannya dalam berdemokrasi dan kini saatnya pemerintahan baru Jokowi membuktikan semua janji-janjinya untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berperadaban tinggi dan mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945 yakni mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Ke depan, tantangan dan rintangan akan menjadi bagian dari perjalanan demokrasi yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itulah, keteguhan untuk berpegang pada visi kebangsaan men-
jadi kompas bagi pemerintahan baru agar tidak melenceng dari arah yang seharusnya. Pada kontkes ini, partisipasi atau peran serta dari seluruh elemen masyarakat menjadi keniscayaan yang sangat dibutuhkan oleh Jokowi. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, untuk itulah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membangun dan memajukannya. Pun, selain itu, rakyat harus menjadi bandul penyeimbang yang bertugas untuk mengawal dan mengkritisi setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, sehingga pemerintahan yang baru akan selalu ingat akan tugas dan tanggung jawabnya untuk mensejahterakan rakyat. Adapun yang perlu diperhatikan oleh Jokowi beserta jajaran kabinetnya ialah agar terus membawa semangat kebangsaan (Pancasila) dalam setiap pengambilan kebijakan. Perhelatan demokrasi yang baru saja berlangsung yakni Pemilihan Presiden pada satu sisi telah membangkitkan kembali nilainilai kebangsaan yang selama ini telah terkubur. Pancasila sebagai staatfundamentalnorm dan Philosophisce Grondslag telah diangkat kembali sebagai solusi kebangsaan dan menjadi pegangan dalam dinamika politik kenegaraan. Sekali lagi ini merupakan awal yang baik dan menjadi harapan kita semua bahwa Joko Widodo dan Jusuf Kalla beserta pemerintahannya mampu menorehkan tinta emas dalam mewujudkan kemakmuran, kejayaan, dan kesejahteraan bagi negara Indonesia. Epilog Sebagai bangsa, kita patut berbangga karena memiliki rakyat yang mampu menggunakan hak-hak politiknya dengan sangat baik, inilah yang disebut dengan kematangan (kedewasaan) dalam demokrasi. Dan progresivitas demokrasi ini telah dibayar dengan lahirnya sosok pemimpin pilihan rakyat: Joko Widodo. Penulis, peneliti sosial politik Pusat Studi Pancasila UGM
J A J A K P E N DA PAT
Biarkan Desa Adat Otonom PILIHAN sikap dalam menjabaran UU desa menyulut polemik. Setidaknya ada tiga pemikiran yang muncul yakni mendaftarkan desa adat, mendaftarkan desa dinas dan opsi lainnya tidak memilih. Banyak kalangan berharap Bali harus tetap harmonis dan memberikan ruang kepada desa adat untuk tetap otonom mengatur adat dan budaya Bali. Namun, krama Bali berharap apapun keputusan ďŹ nal yang diambil memberikan jaminan kepada Bali tetap harmonis baik dalam hal menjalankan kegiatan adat budaya dan urusan kedinasan. Jangan sampai ada pihak-pihak memaksakan kehendak dengan melakukan manuver politik termasuk dengan intervensi kekuasaan. Demikian terungkap ketika Pusat Data majalah Bali Post menggelar jajak pendapat terkait dengan pro-kontra penyikapan terhadap UU Desa. Jajak pendapat dilakukan dengan mengajukan kuisioner dan wawancara via telepon di seluruh Bali dengan pemilihan responden dilakukan secara acak. Terkait dengan sikap publik terkait dengan otonomi desa adat dalam UU Desa ini, dominan responden berharap agar Bali tak perlu memilih. Ada 62,71 persen responden berharap agar pemerintah dan pejabat menjamin agar desa adat tetap otonom dalam mengatur adat, budaya dan alam Bali. Pejabat harus mensosialisasikan UU Desa secara gamblang kepada masyarakat Bali agar sikap yang diputuskan benarbenar berdasarkan kajian matang dan menguntungkan Bali. Jika dengan menjadi bagian UU Desa, keberdaan desa adat bisa dikendalikan pusat, responden mengingatkan pejabat di Bali tak perlu memilih. Biarkan desa adat dan desa dinas berjalan berdampingan. Bali harus tetap mengedepankan harmonisasi bukan terjebak pada kontribusi Rp 1 miliar dalam mengambil sikap. Selebihnya, ada 34,53 persen responden setuju desa adat didaftarkan namun dengan catatan khusus. Poin-poin kekhususan Bali inilah yang perlu dibahas bersama dengan
tetap menjaga eksistensi desa dinas. Jangan sampai karena kontribusi, politisi dan pejabat di Bali memaksakan kehendak mendaftarkan salah satu desa. Langkah ini, akan menimbulkan persoalan baru baik dalam administrasi kependudukan, investasi, dan pengaturan fungsi-fungsi desa adat dalam kehidupan berbudaya dan beragama. Sedangkan 2,74 persen responden tak memberikan komentar terkait hal ini. Mereka mengaku belum tahu betul isi UU Desa dan dampaknya bagi Bali yang memiliki dua lembaga di tingkat desa. Lalu, terkait dengan pendanaan bagi desa adat, 61,00 persen responden berharap Pemerintah Daerah (Pemda) membantu pendanaan desa adat dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan hukum. Bali harus segera merumuskan Perda yang mengatur tanggung jawab daerah terhadap desa adat pasca UU Desa diberlakukan. Ini penting
dilakukan agar desa adat sebagai spirit Bali tetap ajeg dan mampu menjawab dinamika zaman. Selebihnya, 30 persen responden tak setuju jika pendanaan desa adat ditanggung Pemda. Desa adat sebagai lembaga otonom jelas memiliki aset dan potensi. Di sinilah perlunya pengurus atau prajuru desa adat memahami budaya dan memiliki komitmen. Dalam hal ini, kata responden, desa adat harus betul-betul mampu membuktikan diri memiliki otonomi dalam urusan adat- budaya, dan otonom dalam bidang pembiayaan organisasi termasuk berdaya saing dalam hal perekonomian. Sedangkan 9 persen responden mengku ragu-ragu terkait hal ini. Mereka mengaku walaupun tak membiayai sepenuhnya operasional desa adat, Pemda harus menyisihkan APBDnya untuk menjaga desa adat. Dira Arsana
3 - 9 November 2014
13
PEMERINTAHAN
Rapat pekaseh dan klian subak se-Badung belum lama ini. Pada rapat tersebut, mereka menyatakan sikap mendukung program penataan Pura Taman Ayun.
Pekaseh dan Klian Subak Se-Badung
Dukung Penataan Kawasan Taman Ayun PEKASEH dan klian subak se-Badung menyatakan dukungan atas penataan kawasan Pura Taman Ayun, Mengwi. Pernyataan tersebut terungkap saat ratusan pekaseh dan klian subak se-Badung menggelar rapat pada 19 Oktober 2014. Rapat dilaksanakan di Balai Subak Blahkiuh dan dipimpin langsung Ketua Forum Pekaseh dan Klian Subak se-Badung I Nyoman Renda. Menurut Renda, para pekaseh dan klian subak menyadari keberadaan Pura Taman Ayun memiliki hubungan historis dan emosional yang amat sangat erat dengan krama subak se-Kabupaten Badung. Pasalnya, di kawasan Pura Taman Ayun selain terdapat Pura Ulun Suwi juga terdapat palinggih Ida Batara/Batari Ulun Danu Batur yang sangat disucikan
14
3 - 9 November 2014
oleh umat Hindu termasuk seluruh krama subak di Badung. Renda menegaskan, Forum Pekaseh dan Klian Subak se-Badung sangat mendukung program penataan saluran irigasi di Batan Badung yang airnya bersumber dari kolam Taman Ayun, Menurut Renda, petani akan sejahtera jika kebutuhan utama petani untuk berproduksi yaitu air dapat terpenuhi sesuai musim tanam. “Bahwa untuk dapat berproduksi, petani sangat ketergantungan akan ketersediaan air,” katanya. Untuk itu, dengan keberadaan waduk atau kolam tempat penampungan air bagi kebutuhan irigasi pertanian, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah melakukan penataan Pura Taman Ayun dengan pura pengulun subak yang menjadi sungsungan atau tempat
bagi petani menghaturkan bakti atas kesejahteraan telah diberikan Tuhan. Selain itu Renda juga menambahkan, pekaseh dan klian subak se-Badung sangat berterima kasih serta memberikan apresiasi terhadap Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Bupati Gde Agung yang sangat memperhatikan kebutuhan petani. Dikatakannya, keberadaan subak dan saluran irigasi di Badung saat ini memang masih terus membutuhkan bantuan pemerintah. Lebih lanjut Renda mengatakan, suksesnya proyek penataan Taman Ayun akan sangat bermanfaat bagi petani khususnya di wilayah Mengwi. “Proyek tersebut perlu dilanjutkan karena sangat dibutuhkan petani,” jelasnya. Dedy
A KT I V I TA S
MBP/ist
PEMBINAAN - Ketua PC FSP Pariwisata KSPSI Ketut Tinggal dan Ketua PD Nyoman Nadayana saat memberikan pembinaan di kota Amlapura, Selasa (21/10). Tujuan pembinaan, kata Nadayana, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM yang tergabung dalam FSP Par yang dipimpinnya. Selain itu juga mensosialisasikan cara mengatasi masalah atau mencari solusi bila di antara anggota menemukan perselisihan atau mengalami perselisihan dengan pengusaha atau sesama pekerja yang lain.
MBP/ist
JUARA - SMAN 6 Denpasar menunjukkan jati dirinya sebagai sekolah Adiwiyata dan unggul dalam bidang akademis. Belum lama ini siswa SMA 6 Denpasar sukses meraih juara I nasional lomba karya tulis ilmiah ‘’Green Innovation Institut Pertanian Bogor.’’ Nampak Kasek Nyoman Mudhita bersama Wakasek dan Pembina bergambar dengan siswa yang meraih juara nasional.
MBP/bit
WAJIB - Polres Tabanan bakal mewajibkan para pencari SIM untuk menonton tayangan mengenai tertib lalu lintas dan kasus kecelakaan lalu lintas. Polres menyediakan ruangan khusus layaknya gedung bioskop lengkap dengan poster film dan layar besar. Bioskop mini yang dikenal dengan istilah Traffic Behavior Studio (TBS) itu diresmikan langsung Kapolda Bali Irjen Polisi Albertus Julius Benny Mokalu, Rabu (22/10).
MBP/ist
KARYA - Suasana rangkaian Karya Memungkah, Tawur Pancawali Krama, Penyegjeg Jagat, Tawur Pedanan Ngenteh Linggih dan Pedudusan Agung di Parhyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah. Pura yang berlokasi di pertemuan dua aliran sungai ini telah menyelesaikan rangkaian Karya Mamungkah, Tawur Pancawali Krama, Penyegjeg Jagat, Tawur Pedanan Ngenteh Linggih dan Pedudusan Agung di Parhyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah. Puncak karya sudah diselenggarakan pada Buda Kliwon, Sinta, (8/10) lalu.
3 - 9 November 2014
15
POLITIK
Bali Menuntut Janji
H
arapan baru mengispirasi Bali menyuarakan tuntutan. Perpres 51/2014 diterbitkan Presiden SBY di ujung pemerintahannya diharapkan segera dibatalkan. Jokowi, sebagai presiden diharapkan menepati janjinya memenuhi aspirasi krama Bali. Krama Bali berpandangan reklamasi akan menghacurkan lingkungan dan budaya Bali. Harapan Bali ini kini dibebankan kepada Presiden RI ketujuh Joko Widodo. Langkahnya diharapkan bisa mengayomi dan melindungi budaya Bali. Setidaknya menurut Koordinator ForBALI Wayan “Gendo” Suardana kebijakan Jokowi bisa menjadi antitesis dari Presiden RI sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sosok SBY bagi ForBALI lebih mementingkan investasi daripada kepentingan lingkungan hidup. Ia mengatakan terbitnya Perpres MP3EI dan menjalankan agenda itu secara masif membuat kami berpandangan seperti itu terhadap SBY. ‘’MP3EI
16
itulah salah satu produk warisan SBY yang menjadi karpet merah buat investasi dan kemudian mengabaikan lingkungan hidup, termasuk bagaimana kemudian dia menjalankan reklamasi Teluk Benoa menggunakan mekanisme MP3EI untuk merubah peraturan perundang-undangan termasuk Perpres 51 tahun 2014 yang dikenal dengan Perpres Reklamasi,” ujar Gendo. Ia berharap Presiden Jokowi berani menghentikan program MP3EI. Langkah ini artinya menghentikan praktik-praktik rezim yang kapitalistik. Caranya dengan menghentikan Perpres MP3EI dan turunannya. Dalam konteks Teluk Benoa, menghentikan seluruh proses perizinan reklamasi Teluk Benoa, mencabut Perpres No. 51 Tahun 2014 karena produk ini mengangkangi hukum, mengangkangi lingkungan hidup dan dilakukan dengan proses yang tertutup, tegasnya. Sebelumnya dalam beberapa kesempatan Presiden SBY meminta agar MP3EI dilanjutkan karena terbukti memberi manfaat kepada bangsa In-
donesia. Menanggapi harapan itu Jokowi tidak langsung mengiyakan. kan. Mantan Gubernur DKI tersebut malah alah menyatakan akan melakukan evaluasi uasi terhadap proyek yang ditentang di sejumlah daerah. Di lain pihak, akademisi Gede de Wirata, S.Sos., S.H., MAP, berharap ap Jokowi satya wacana sesuai dengan an visi dan misi yang disampaikan an waktu kampanye. Saat inilah, Jokowi owi harus mampu membuktikan bahwa hwa di bawah kepemimpinannya mampu mpu membawa Indonesia hebat. “Hebat bat yang dimaksud adalah hebat dalam am segala hal, diantaranya mengurangii kemiskinan, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan kesejahter-aan rakyat,” tegasnya. Yang paling ng penting, Jokowi harus berani merevisi evisi atau menggugurkan aturan-aturan yang ditentang oleh masyarakat. “Contohnya hnya Perpres 51/2014 dan KSPN Besakih,” kih,” tandas Wirata. Rindra ndra
3 - 9 November 2014
16
Berdiri di Bawah Kehendak Rakyat INDONESIA menuju harapan baru. g Presiden Republik p Jokowi sebagai Indonesia pilihan rakyat diyakini mampu mengantarakan Indonesai menuju kejayaan. Harapan baru ini pun tak akan tercapai tanpa kerja keras seluruh elemen bangsa dan pemimpin yang siap berdiri di bawah kehendak rakyat dan konsitusi. Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan
mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berd berdikari di bidang ekonomi dan berkeprib pribadian dalam kebudayaan. P Pidato perdana Presiden Joko Widodo di hhadapan parlemen ini menginspirasi bang bangsa ini menatap harapan baru. Harapann pannya menjadi bangsa yang maju dan berd berdaulat. ‘’Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersam sama dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royo royong adalah syarat bagi kita untuk men menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pern pernah besar jika terjebak dalam keterbela belahan dan keterpecahan,’’ ujarnya. Ia mengatakan bangsa ini tidak akan pern pernah betul-betul merdeka tanpa kerja kera keras. Pemerintahan yang saya pimpin aka akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pem pemerintahan. Saya juga mengajak selu seluruh lembaga negara untuk bekerja den dengan semangat yang sama dalam me menjalankan tugas dan fungsinya ma masing-masing. Saya yakin, negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jik jika semua lembaga negara bekerja m memanggul mandat yang telah diberikkan oleh Konstitusi. Kepada para nelayan, buruh, pe petani, pedagang bakso, pedagang as asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, Polr Polri, pengusaha dan kalangan profesion sional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong royo royong. Inilah, momen sejarah bagi kita sem semua untuk bergerak bersama untuk bek bekerja, bekerja dan bekerja. JJokowi juga ingin hadir di antara ban bangsa-bangsa dengan kehormatan, den dengan martabat, dengan harga diri. ‘’K ‘’Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Ban Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi pera peradaban global,’’ tegasnya. K Kita harus bekerja dengan sekeraskera kerasnya untuk mengembalikan Indonesi nesia sebagai negara maritim. Samudra, laut laut, selat dan teluk adalah masa depan pera peradaban kita. Kita telah terlalu lama mem memunggungi laut, memunggungi sam-
udra, memunggungi selat dan teluk. Jokowi juga menegaskan lima tahun ke depan akan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Jokowi juga menegaskan bahwa di bawah pemerintahannya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Di bagian akhir pidatonya, Jokowi mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung. ‘’Sebagai nakhoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama,’’ tegasnya. Hardianto/diolah dari pidato Joko Widodo
3 - 9 November 2014
17
Presiden Joko Widodo
17
PENDIDIKAN
Sekolah Satu Atap, Tekan Siswa Putus Sekolah
MBP/swasrina
Jarak sekolah yang jauh membuat tingginya angka siswa putus sekolah di Desa Subaya, Kintamani.
P
emkab Bangli dibantu pemerintah Provinsi Bali berencana membangun sekolah SD-SMP satu atap di Desa Subaya, Kintamani. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan tingginya angka putus sekolah di desa setempat yang terjadi dari tahun ke tahun. Rencananya pembangunan sekolah satu atap itu akan dilakukan pada 2015 mendatang. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan pihaknya bersama Disdikpora Provinsi Bali terhadap kondisi dan potensi siswa dan guru di Subaya belum lama ini, pemerintah berupaya akan membangun sekolah satu atap di desa setempat. Rancangan pembuatan sekolah satu atap dilakukan mengingat kondisi lahan yang ada di desa tersebut cukup terbatas. Rencananya, di SDN Subaya nantinya akan dibangun beberapa ruangan ber-
18
3 - 9 November 2014
tingkat untuk ruang kelas SMP. Adapun ruangan kelas itu berada di atas ruangan kelas SD saat ini yang posisinya memanjang dari barat ke timur. �Nanti diarahkan arahkan enam ruangan untuk SD. Untuk SMP minimal akan dibangun tiga ruangan di atas bangunan sekolah yang ada saat ini,� kata Sumantra kepada Majalah Bali Post, beberapa waktu lalu. Sebagai permulaan, kata Sumantra, pembangunan tiga unit ruang kelas tersebut sudah cukup untuk menampung anak-anak yang lulus dari SD tersebut. Nantinya, hal itu akan disusul dengan pembangunan kelengkapan sarana dan prasarana lainnya seperti perpustakaan maupun ruang lainnya. �Sasaran pertama pembangunan ruang kelasnya dulu, berikutnya baru kelengkapan yang lainnya,� ujarnya. Sebagaimana yang diberitakan selama ini, persoalan siswa putus sekolah masih banyak terjadi di belahan desa terpencil di Kabupaten Bangli. Di Desa Subaya misalnya, dari 17 siswa yang lulus SD pada
tahun 2014 ini, hanya ada Sembilan orang siswa yang melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP. Persoalan siswa putus sekolah seperti itu terus terjadi di desa setempat dari tahun ke tahun. Menurut Perbekel Subaya Nyoman Diantara, tingginya angka putus sekolah di Desa Subaya selama ini terjadi akibat beberapa faktor. Selain karena kemiskinan dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, hal yang menjadi persoalan utama warga setempat adalah jauhnya jarak yang harus ditempuh untuk mencapai SMP yang ada. Sekolah SMP terdekat dari desa Subaya adalah SMPN 7 Kintamani yang terletak di Desa Sukawana. Untuk menempuh sekolah tersebut warga harus menempuh jarak kurang lebih delapan kilometer. Selama ini, jauhnya jarak tersebut juga belum didukung infrastruktur jalan yang memadai termasuk transportasi di desa setempat yang masih sangat minim. Swasrina
Sikapi Kisruh Mutasi Guru, Dewan Pendidikan Sebar Kuesioner
Ketua Dewan Pendidikan Klungkung Ketut Sukma Sucita
DEWAN Pendidikan Kabupaten Klungkung turun ke sekolah-sekolah untuk mengecek dampak dari mutasi guru yang digelar Pemkab Klungkung beberapa waktu lalu. Hasilnya, Dewan Pendidikan melihat masih banyak permasalahan dan menerima berbagai keluhan dari para guru dan murid. Untuk mendapatkan fakta riil, Dewan Pendidikan juga menyebar kuesioner ke sekolahsekolah agar diisi oleh para dewan guru dan muridnya, terkait polemik mutasi ini. Menurut Ketua Dewan Pendidikan Klungkung Ketut Sukma Sucita, pihaknya telah turun ke sejumlah sekolah di antaranya SMAN 1 Semarapura, SMAN 1 Banjarangkan, SMAN 1 Dawan dan SMKN Klungkung. Hasilnya, kalangan guru di setiap sekolah yang dikunjungi masih mengeluhkan kekurangan jam mengajar. Sehingga memaksa mereka, untuk mengajar lintas kecamatan, demi memenuhi kebutuhan mengajar 24 jam dalam sepekan, agar tetap mendapat hak tunjangan sertifikasi. Dewan Pendidikan juga sempat bertanya kepada para siswa. Mereka sangat berharap mutasi ini tidak berdampak buruk terhadap kegiatan belajar mengajar mereka di sekolah dan mengganggu bersiapan ulangan umum dan Ujian Nasional (UN). Sehingga, tidak terjadi kemerosotan prestasi siswa dan sekolah. Dengan upaya menyebar kuesioner ini, Dewan Pendidikan ingin mengetahui persoalan apa saja yang
dihadapi para guru dan murid serta harapan mereka, pascamutasi ini. Dewan Pendidikan juga khawatir, persiapan siswa untuk ulangan umum dan UN pascaditinggal guru-gurunya, menjadi terganggu. Apalagi, ada dalam satu sekolah ditinggal 28 guru dan kepala sekolah. Sementara, guru baru tentu butuh penyesuaian dengan lingkungan barunya dan siswanya. Disinggung apakah dalam pengambilan keputusan mutasi ini, Dewan Pendidikan selama ini diajak berkoordinasi, Sukma Sucita menegaskan, kebijakan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bersama Disdikpora ini sama sekali tidak melibatkan Dewan Pendidikan. Ia berharap ke depan eksekutif menggandeng Dewan Pendidikan. Minimal, Dewan Pendidikan bisa memberikan usul dan saran yang terbaik sebelum mengambil kebijakan mutasi agar tidak amburadul dan menimbulkan polemik. Hasil dari pemantauan Dewan Pendidikan ini, akan disampaikan kembali kepada Bupati dan Kadisdikpora. “Kami ingin bersama-sama mencari solusi yang terbaik bagi pendidikan di Klungkung,” jelasnya. Hasil dari fakta persoalan yang ditemukan di lapangan dan hasil kuisioner, kata Sukma Sucita, akan dijadikan bahan utama dalam penyusunan rekomendasi Dewan Pendidikan. Sehingga, laporan Dewan Pendidikan ini, akan dibuat rinci, valid dan sesuai fakta di lapangan. Sukma Sucita menegaskan, sementara hanya turun ke sekolah-sekolah yang selama ini paling parah mengalami dampak negatif dari mutasi. Namun, tidak menutup kemungkinan Dewan Pendidikan akan turun kembali melakukan pendataan ke sekolahsekolah lainnya. ”Kami sangat mengapresiasi sikap Kadisdikpora Klungkung Nyoman Mudarta yang mau mengakui kesalahannya serta berjanji akan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap SK mutasi yang sebelumnya sudah ditandatangani Bupati. Sikap Kadisdikpora dalam rapat kerja dengan DPRD Klungkung beberapa waktu lalu, sudah sesuai dengan rekomendasi Dewan Pendidikan sebelumnya, setelah menggelar rapat dengan Kadisdikpora,” katanya dan menambahkan, pihaknya sudah menggelar rapat dengan Kadisdikpora Klungkung beberapa hari setelah polemik mutasi 349 guru ini mencuat di Klungkung. Bagiarta 3 - 9 November 2014
19
MANCANEGARA
Misteri Kematian Elisa Lam
D
i sebuah hotel yang memiliki sejarah kelam di pusat kota Los Angeles, mayat seorang perempuan ditemukan di dalam tangki air di atap hotel dan akses menuju atap hanya bisa dilakukan lewat tangga darurat dan sebuah pintu yang terkunci rapat. Ini bukan bagian dari naskah buku detektif. Peristiwa ini benar-benar terjadi dan telah memicu perbincangan hangat di seluruh dunia. Para penggemar misteri hingga pengguna internet menjadi detektif dunia maya. Semuanya dilakukan dalam usaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Elisa Lam. Peristiwanya dimulai pada tanggal 19 Februari 2013 ketika para penghuni Hotel Cecil di pusat kota Los Angeles mengajukan komplain kepada pengurus hotel mengenai aliran air yang terlalu kecil. Jadi seorang petugas pemeliharaan segera mengambil kunci pintu menuju atap hotel dimana tangki penampungan air berada. Apa yang ditemukannya ternyata sangat mengejutkan. Di dalam salah satu dari empat tangki yang ada di atap itu, ditemukan sesosok mayat yang diidentiďŹ kasi sebagai Elisa Lam, salah satu penghuni hotel yang telah dinyatakan hilang selama lebih kurang 19 hari. Elisa Lam adalah seorang mahasiswi di University of British Columbia, Kanada. Usianya 21 tahun dan pada tanggal 26 Januari 2013 pergi ke Los Angeles
20
3 - 9 November 2014
seorang diri dan check in ke hotel Cecil. Ia terlihat terakhir kali oleh staf hotel pada tanggal 31 Januari. Pada tanggal 13 Februari, kepolisian Los Angeles merilis sebuah rekaman CCTV lift hotel untuk meminta bantuan masyarakat yang mungkin melihat Elisa, dan pada tanggal 19 Februari, mayat Elisa Lam ditemukan di dalam tangki air. Ada dua hal yang menjadi misteri utama dalam kasus ini.Yang pertama adalah apa yang sedang dilakukan Elisa di dalam lift yang terekam oleh CCTV dan yang kedua adalah bagaimana Elisa bisa naik ke atap dan masuk ke dalam tangki. Dalam rekaman CCTV yang dirilis pihak kepolisian, terlihat kalau Elisa Lam bertingkah cukup aneh. Ia masuk ke lift di lantai 14, kemudian menekan beberapa tombol sekaligus sambil mendekatkan kepalanya. Lalu ia menunggu pintu lift tertutup. Pintu Lift tidak kunjung tertutup. Jadi Elisa memeriksa keluar dengan cara yang tidak biasa. Setelah memastikan tidak ada yang aneh, ia kembali masuk ke lift, berdiri sebentar, lalu merapat ke sudut lift seakan-akan sedang bersembunyi dari seseorang. Lalu ia keluar lift lagi, melihat ke kiri kanan dan masuk kembali ke dalam lift sambil menekan-nekan ulang tombol lift. Setelah itu ia kembali keluar. Di sebelah kiri lift, ia menggerak-gerakkan tangan seperti sedang menari atau berenang. Lalu ia pergi dan pintu lift tertutup.
Apa yang sedang terjadi pada Elisa Lam di dalam lift tersebut? Mengapa ia bertindak begitu aneh? Lalu, bagaimana ia bisa berada di dalam tangki? Bagaimana caranya naik ke atap yang terkunci? Jika Elisa Lam dibunuh, maka lokasi dan kondisi yang menyertai penemuan mayatnya menunjukkan kalau pembunuhan ini adalah sebuah kejahatan yang sempurna. Menurut pihak kepolisian, mereka memiliki lebih dari 100 jam rekaman CCTV di dalam hotel Cecil, namun memutuskan hanya merilis rekaman di dalam lift tersebut untuk mempermudah warga yang mengenalinya karena Elisa Lam yang terlihat di rekaman tersebut agak berbeda dengan foto-foto di facebooknya. Pada tanggal 21 Juni 2013, seluruh pemeriksaan selesai dan pihak kepolisian mengumumkan bahwa kematian Elisa Lam terjadi akibat “Accidental Drowning� atau tenggelam karena kecelakaan. Pemeriksaan ini juga menemukan kalau Elisa menderita Bipolar Disorder (Penyakit mental yang berhubungan dengan perubahan mood yang drastis) yang yang bisa jadi berkontribusi terhadap kecelakaan ini. Pihak kepolisian tidak menjelaskan lebih lanjut. Pengumuman ini membuat keluarga Elisa cukup kecewa karena tidak ada keterangan bagaimana Elisa bisa sampai ke atap. Gugiek Savindra
Aturan Baru Mendaki Everest NEPAL mengalami bencana terburuk dalam sejarah. Pejabat di sana berencana memperkenalkan peraturan baru guna meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca dan lebih baik dalam memantau pergerakan pendaki ke Pegunungan Himalaya. Pejabat Dinas Pariwisata Tulasi Gautam mengatakan, pendaki yang ingin menjelajah ke jalur gunung diminta menggunakan jasa pemandu lokal yang terlatih dan harus menyewa unit pelacakan GPS. Hal itu untuk membantu pihak berwenang melacak mereka apabila dalam keadaan darurat. Gautam melanjutkan, Pemerintah Nepal berencana mengumumkan peraturan baru tersebut pada masa pendakian selanjutnya di musim semi mendatang. Pejabat setempat menyatakan, sedikitnya ada 41 orang yang tewas, termasuk sejumlah turis asing dan pendamping lokal yang terbunuh ketika terjadi badai salju. Bencana tersebut menyapu bersih semua yang ada di pegunungan bagian utara Nepal. Sementara itu, tercatat ada
500 pendaki yang terjebak badai salju berhasil diselamatkan oleh petugas. Sisa-sisa topan besar Hudhud di India, tetangga Nepal, memicu hujan dan salju di kawasan utara pegunungan Nepal pada puncak musim orang mendaki. Sehingga memicu longsor salju di Gunung Himalaya. Enam bulan lalu, 16 pemandu wisata atau Sherpa tewas akibat longsoran salju di Gunung Everest, bencana terburuk yang pernah terjadi di puncak tertinggi dunia itu. Insiden itu menimbulkan kecemasan para Sherpa, sebutan untuk pemandu lokal, yang penghidupannya bergantung pada wisata yang digerakkan para pendaki asing. Pendakian di Everest dilakukan berdasarkan musim. Umumnya hanya dilakukan pada musim panas antara bulan Mei, selebihnya gunung ini sangat dingin dan berbahaya. 2 pendaki dari Polandia, keduanya ada orang yang berani naik ke puncak Everest pada musim dingin. Dilakukan bulan Februari 1980. Mengapa pendakian memilih antara
waktu pada bulan Mei. Di puncak Everest ada waktu yang paling menakutkan yaitu sesuatu yang disebut Jet atau angin dengan suhu sangat dingin. Jet kembali muncul pada bulan September dan Oktober dan cuaca kembali tidak stabil. Ketika musim pendakian, banyak pendaki menuju puncak secara bersamaan. Dalam kondisi tersebut jalur menjadi macet atau trafďŹ c jam. Dalam musim pendakian, seratus orang lebih bisa mencapai puncak. Ada 2 rute pendakian paling umum digunakan pendaki yaitu dari Nepal dan Tibet dari arah selatan. Rute utara dari China sudah ditutup, kecuali tahun 2008 ketika pembawa obor Olimpiade tahun 2008. Dan kembali ditutup pada tahun 2009. Gunung everest memang mengundang keinginan para pendaki untuk menaklukanya. Gunung dengan puncak tertinggi di dunia ini dianggap tantangan utama yang harus ditaklukan. Gugiek Savindra
DAERAH
Perairan Nusa Penida kini sudah ditetapkan menjadi KKP. Namun, sayangnya belum diimbangi dengan pengawasan yang memadai.
Retribusi KKP Nusa Penida Meroket
Pelaku Pariwisata
R
ealisasi program konservasi perairan Nusa Penida melalui penetapan Kawasan Konservasi Perairan (KKP), nampaknya masih jauh dari harapan pemerintah pusat. Pascadiresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo, 9 Juni lalu 2014, Pemkab Klungkung ternyata masih belum siap melakukan pengelolaan. Pengawasan yang dilakukan di sekitar KKP terhadap ancaman kelestarian biota laut KKP juga masih lemah. Lemahnya pengawasan, setidaknya nampak saat Tim Patroli pengawasan KKP berkeliling memantau perairan Nusa Penida dan menemukan ada perahu yang melepas jangkar dan dikhawatirkan akan merusak kelestarian terumbu karang, pertengahan Oktober lalu. Ternyata Tim Patroli KKP hanya mampu melakukan patroli sebulan sekali. Maklum, Tim Patroli masih terkendala anggaran. Kondisi ini terkesan cukup ironis. Padahal, pihak kementerian saat meresmikan KKP ini, berharap pemerintah daerah sudah siap mengelola, sesuai dengan standar pengelolaan KKP nasional. Lemahnya pengawasan, diakui Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, usai turun
22
3 - 9 November 2014
langsung melakukan pengawasan. “Patroli di sekitar KKP baru bisa dilakukan sebulan sekali. Seharusnya, upaya ini dilakukan setiap hari,� ujar Bupati Suwirta. Bupati beralasan, situasi ini tidak terlepas dari retribusi untuk wisatawan yang masuk KKP, masih sangat minim, pasca-KKP dicanangkan hingga diresmikan Juni lalu. Oleh karena itu, Bupati Suwirta menegaskan akan kembali mematangkan rencana menaikkan retribusi seribu persen lebih ini, dari Rp 7 ribu menjadi Rp 75 ribu per orang. Bupati optimis, jika upaya ini dapat direalisasikan, maka akan dapat memenuhi kebutuhan patroli di sekitar KKP, sebagai bagian dari standar pengelolaan KKP yang diharapkan pemerintah pusat. Setelah KKP diresmikan, sebelumnya niat untuk menaikkan tarif retribusi sudah mencuat saat itu. Bahkan, sudah sempat dibicarakan dengan para pelaku pariwisata di Bali. Tapi, saat itu Bupati Suwirta mengatakan para pelaku pariwisata khawatir, jika retribusi dinaikkan sebesar itu, maka para wisatawan bisa kabur. Meski demikian, pihaknya menegaskan akan kembali merancang pertemuan dengan pelaku pariwisata, pihak pengelola KKP dan pemerintah daerah,
untuk menyepakati besaran retribusi yang cocok dipungut dari wisatawan. Sehingga, nantinya bisa digunakan untuk membiayai operasional patroli yang mestinya dilakukan setiap hari. Dari pertemuan pertama, kenaikan retribusi menjadi Rp 75 ribu itu, dengan pertimbangan nanti pihak desa tidak lagi melakukan pungutan, sehingga dirancang satu pintu. Angka itu juga sudah melalui survei di setiap pengelolaan KKP di Indonesia. Bupati menilai selama ini, masih terjadi pungutan di tingkat desa. Bahkan, besarannya bisa bervariasi, mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 75 ribu per boat. Beda dengan rancangan pemerintah daerah yang akan melakukan pungutan retribusi Rp 75 ribu per orang. Meski saat ini anggaran menjadi kendala, Bupati Suwirta menegaskan pemerintah daerah tidak akan melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal di areal KKP yang bersifat merusak kelestarian KKP. Upaya untuk melakukan pengawasan secara maksimal tetap diupayakan, untuk menghindari kekhawatiran itu terjadi. Kadisbudpar Klungkung Wayan Sujana menambahkan, besaran pungutan retribusi saat ini dipungut sesuai dengan Perda Nomor 1 tahun 2013.
Sebaiknya Dikelola Badan Otorita
Sebelumnya retribusi dipungut hanya Rp 2 ribu per orang. Pihaknya menegaskan, rancangan pungutan retribusi satu pintu dengan besaran Rp 75 ribu masih dianalisis. Pengaplikasiannya juga membutuhkan perda baru. Rancangan awal, teknis pemungutan akan dilakukan setelah wisatawan sampai ke daratan Nusa Penida. Pihaknya beralasan, tempat wisatawan melakukan penyeberangan dari luar KKP cukup banyak. Selain itu, lokasi penyelaman favorit wisatawan juga di banyak tempat. Sementara, dalam pengelolaan KKP, masih kekurangan personil di lapangan. Sehingga, pihaknya berencana bekerja sama dengan pihak asosiasi wisata laut Indonesia, pihak hotel maupun dengan desa dinas, untuk nantinya merancang sistem pungutan ini. KKP Nusa Penida telah diresmikan oleh Menteri Keluatan dan Perikanan RI Sharif C Sutardjo, 9 Juni lalu 2014. KKP Nusa Penida memiliki luas 20.057 hektar dengan ekosistim pesisir dan laut yang cukup lengkap seperti terumbu karang, hutan bakau dan padang lamun. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Coral Triangle Center (CTC), di perairan Nusa Penida terdapat sekitar 296 jenis karang dan 576 jenis ikan. Luas terumbu karang di perairan Nusa Penida adalah 1.419 hektar, hutan bakau 230 hektar (13 jenis) dan padang lamun 108 hektar ( 8 jenis). Di perairan Nusa Penida juga terdapat fauna laut besar atau marine mega fauna seperti ikan pari manta, paus, lumba-lumba, penyu dan hiu. Bahkan di perairan Nusa Penida merupakan rumah bagi ikan mola mola ( sunfish) yang unik dan langka dengan ukuran yang cukup besar sekitar 2 – 3 meter. Biasanya, ikan ikon KKP Nusa Penida ini muncul kepermukaan pada bulan Juli-September.
SETELAH diresmikan Juni lalu, Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida hingga kini belum jelas bagaimana pengelolaannya. Sebab, siapa yang akan mengelola juga belum ditetapkan pemerintah daerah. Namun, Sekda Klungkung Ketut Janapria, lebih menyarankan agar KKP Nusa Penida dikelola badan otorita. Agar lebih mandiri dan profesional. Sekda mengatakan, pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan langkah-langkah untuk mengelolaan KKP ini. Tim penyusunan produk hukumnya, sedang membahas pengelolaan KKP Nusa Penida dalam bentuk UPTD tersendiri, di bawah Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan. Tetapi, pembahasannya masih belum final. Sebab, opsi ini masih dipertimbangkan dengan opsi lain yang dinilai lebih tepat. Misalnya, secara pribadi, Sekda menilai pengelolaannya lebih tepat dilakukan dalam bentuk badan otorita. Contohnya, dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU) ataupun Perusda. Dengan demikian, maka lembaga yang mengelola KKP Nusa Penida lebih profesional. “Opsi pengelolaan melalui badan otorita sedang dipikirkan, dibandingkan dengan opsi membuat UPTD tersendiri untuk membidangi KKP. Agar nanti pengelolaannya tidak terkesan disusui oleh dinas,” jelas Sekda Janapria, seraya menegaskan UPTD itu terkesan lembaga kurang profesional. Dengan badan otorita, keberadaannya nanti tidak tergantung pemerintah. Dimana, anggarannya juga terpisah dari APBD. Namun, memiliki kewenangan sesuai tupoksinya. Baik melakukan pemungutan retribusi, pengelolaan dan pengawasannya. Tidak hanya itu, kalau badan otorita, pengelola atau karyawannya nanti, bukan dari kalangan PNS, melainkan dari kalangan profesional. Sementara, jika UPTD jelas akan menggunakan tenaga PNS lagi. Namun, opsi-opsi ini kini sedang digodok untuk mendapatkan pilihan yang paling tepat. Dalam waktu dekat, pihaknya bersama tim akan kembali membicarakan ini, untuk menyamakan persepsi, kemudian segera disampaikan kepada Bupati. Ia mengakui, hal cukup mendesak agar segera diambil keputusan. Namun, pihaknya memilih bersifat hati-hati untuk mengambil keputusan, agar ke depannya tidak menimbulkan masalah baru. Sementara, meski pengelolanya belum ditentukan, namun kantor pengelolaan KKP sudah dibangun di Nusa Penida. “Jika kantornya sudah selesai, dan opsi yang dipilih badan otorita, maka kantornya nanti tinggal kami hibahkan,” tegasnya.
Bagiarta
Bagiarta
Ketar-ketir
3 - 9 November 2014
23
K E S E H ATA N
Grafis : Wawan
Hapus Stigma
H
dr. Mangku Karmaya (kiri) bersama dr. Oka Negara
24
3 - 9 November 2014
IV/AIDS, dewasa ini gencar terus menyerang dan membuat layu sebelum berkembang ‘bunga’ pemuda-pemudi, di pulau seribu pura ini. Generasi muda Bali mendapat ancaman sangat serius, terputusnya tongkat estafet kepemimpinan di Pulau Dewata ini. Apalagi, sebaran HIV/AIDS tidak terkosentrasi di kota saja, desa-desa malah sudah mulai dirambah oleh virus mematikan, akibat orang-orang itu, melakukan pergaulan bebas. Kondisi dan situasi ini sudah merupakan lampu merah. Karena itu, semua pihak harus memberi atensi dan perhatian ekstra. Ini sangat krusial, agar generasi muda Bali yang mendapat tugas berat memikul beban keberlangsungan bangsa dan negara, kuat dan sehat serta mereka tidak terjerumus ke kehidupan sangat kelam, mematikan seperti itu. Faktor pemicu sebaran penyakit ini pada kasus-kasus tahun 2014, di antarannya disebabkan perilaku heteroseksual menjadi pendorong utama terjadinya kasus HIV/AIDS di Bali. Tercatat hingga Juli 2014, ada 3.579 kasus AIDS di Provinsi Bali sedangkan kasus HIV tercatat 3.901. Munculnya angka ini di Bali masih terkonsentrasi pada suatu tempat, misalnya tempat lokalisasi. Pada perspektif ini, maka PSK dan pelanggannya merupakan orang yang berisiko terhadap HIV/AIDS. Kasi Penanggulangan Penyakit I Nyoman Sudiyasa, SKM. M.Kes. didampingi pengelola program dr. Agus Suryadinata, menjelaskan upaya pengendalian penularan HIV/AIDS atau menekan kasus baru, disadari instansinya tidak hanya bisa dikerjakan dari dinas kesehatan.
Tak Perlu Takut Mandikan Jenazah ODHA SALAH satu cara menghapus stigma dan diskriminasi ODHA di masyarakat itu telah dilakukan Komisi Penanggulangan Aids, (KPA) Provinsi Bali. Salah satunya, menerbitkan buku berjudul “Nyiramang Layon” pada tahun 2011. “Stigma dan diskriminasi pada kaum ODHA ini berupaya kami hilangkan keangkerannya di masyarakat. Perlahan tapi pasti sudah ada pemahaman warga sangat signifikan. Masyarakat tidak lagi mencibir dan mengkambinghitamkan mereka para ODHA,’’ demikian diungkapkan Koordinator Pokja P2HM (Promosi, Pencegahan dan Hubungan Masyarakat), Prof. Dr. dr. N. Mangku Karmaya, di Denpasar beberapa hari lalu. Dengan dikeluarkannya buku ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tata cara memandikan jenazah ODHA. “Dulunya banyak teman-teman di desa takut memandikan jenazah ODHA. Alasannya sangat rasional. Mereka takut
tertular,” namun dengan digencarkannya sosialisasi HIV/AIDS di masyarakat ditambah pembekalan buku “Nyiramang Layon” di setiap desa pakraman, maka sosialisasi tersebut dapat membuat masyarakat paham akan HIV/AIDS. Hasilnya, stigma dan diskriminasi dapat dikurangi. Pada buku, itu dijelaskan tentang tata cara memandikan jenazah ODHA. Pada prinsipnya sama dengan memandikan jenazah lain (yang bukan ODHA-red). Memandikan jenazah ODHA, hendaknya dengan penggunaan sarung tangan. ODHA yang telah meninggal dibiarkan jenazahnya selama 4 jam untuk memastikan sel-sel tubuhnya mati. Hal itu ditandai adanya lebam mayat (biasanya ada darah menggumpal di bagian punggung). Dengan matinya sel tubuh, virus HIV/AIDS pun mati. Alasannya, virus HIV/AIDS hanya bisa hidup dalam sel hidup. Setelah itu baru jenazah dibersihkan dengan cairan
klorin. Bila terdapat luka pada tubuh ODHA, ditutup plester saja. Setelah, itu baru disuntikkan cairan formalin. Suntikkan formalin ini juga dapat membunuh virus HIV/AIDS. “Jadi tidak perlu takut memandikan jenazah sepanjang tidak ada luka pada tangan krama yang memandikan,” tambahnya. Setelah memandikan jenazah disarankan mencuci tangan dengan cairan antiseptik atau sabun. Hal yang terus dilakukan KPA Provinsi Bali, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS (sosial vaksin). Dikatakan, penularan HIV/AIDS hanya melalui cairan mani, vagina, darah, dan ASI. Dengan demikian tidak perlu takut tertular. Penularan terbanyak tahun ini melalui hubungan seksual. Karena itu, sangat penting menghindari hubungan seksual sembarangan. Hal itu sangat berisiko terjadi ODHA. Cittayama
dan Diskriminasi ODHA Hematnya, semua pihak termasuk masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif. Harus ada kerja sama inter individu, inter instansi yang melakukan aksi gencar dalam proses mencegah, pengendalian HIV/ AIDS ini. Dikatakan, orang dengan HIV/Aids istilahnya ODHA, diharapkan memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan. Kepada ODHA, diberikan terapi ARV bertujuan untuk memperpanjang kualitas hidup mereka. Terapi ini terbukti berhasil menekan penularan HIV dari ibu ke anak 96%. Sehingga sangat penting untuk masyarakat memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan pemerintah. Upaya ini harus menjadi kesadaran mereka, agar ODHA itu dapat ditanggulangi dengan cepat. Di samping itu,penularan bisa lebih dikendalikan dalam upaya memperpanjang kualitas hidupnya. Tetapi, persoalan yang dihadapi saat, ini adalah adanya stigma dan diskriminasi dari masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS. Akibatnya, para ODHA itu enggan memeriksakan dirinya dan mengobati dirinya ke pelayanan kesehatan. Mereka takut mendapat perlakuan diskriminasi dari masyarakat. Masyarakat diharapkan memberi apresiasi kepada kaum ODHA itu. Dengan adanya stigma yang apresiatif dari masyarakat terhadap kaum ODHA, diyakini dapat memudahkan pemerintah mengendalikan kasus HIV/AIDS. Cittamaya
Situasi Temuan Kasus HIV/AIDS Menurut Kabupaten di Provinsi Bali Kumulatif dari tahun 1987 s/d Juli 2014 Kabupaten
HIV
AIDS
Badung
675
703
Bangli
117
55
Buleleng
1066
636
Denpasar
1941
1870
Gianyar
437
270
Jembrana
173
338
Karangasem
159
142
Klungkung
110
112
Tabanan
270
291
3 - 9 November 2014
25
LENSA
PERANGKAT DIGITAL
Sejumlah seniman tari asyik dengan perangkat digital untuk berkirim kabar kepada keluarga dan kerabat sesaat menjelang tampil pada pentas seni beberapa waktu lalu. Dengan berbagai paket data menarik yang ditawarkan operator selular, seperti Telkomsel, dunia digital telah menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan modern. Melalui paket Halo, SimPATI, Kartu AS, dan Loop, e-mail dari rekan bisnis, obrolan via chatting, hingga konten-konten viral yang dibagikan di social media bisa didapat dalam genggaman. Itu yang membuat masyarakat modern seakan tidak sanggup berpisah terlalu lama dengan smartphone, karena di dalam perangkat tersebut “kehidupan� mereka berlangsung. MBP/Edi
OLAHRAGA
MBP/ap
Paus Fransiskus (kanan) menerima kenang-kenangan bola dari CEO Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge (kiri) yang didampingi Presiden klub itu Karl Hopfner (tengah) di Vatikan.
Karl Heinz Rummenigge
Kejutan
L
awatan Bayern Munich ke Italia pada pertandingan Liga Champions, menghasilkan kemenangan mengejutkan 7-1 atas AS Roma. Kurang dari 11 jam setelah kemenangan yang bersejarah itu, skuad Bayern mengadakan audiensi dengan pemimpin Vatikan Paus Fransiskus. Tanpa mengurangi rasa hormat pada tim AS Roma, Paus memuji pemainpemain Bayern berhasil menampilkan permainan yang mengesankan. Namun pertandingan dengan skor seperti itu dini-
28
3 - 9 November 2014
lai sangat mengejutkan mengingat kedua tim sama-sama baiknya. “Sepak bola adalah kegiatan yang baik dan menyehatkan, aktifitas ini merupakan contoh baik bagi anak-anak dalam kegiatan olahraga beregu,” kata Paus yang asal Argentina dan penggemar sepak bola. Pada kesempatan BOS Bayern Karl Heinz Rummenigge memberikan kenangkenangan sebuah bola dan kaus tim bertuliskan “Franziskus” serta mendonasikan cek senilai 1 juta euro untuk digunakan bagi “warga kurang mampu dimana saja di dunia tanpa memandang keyakinannya,” laporan Associated Press. Bayern boleh saja mengejutkan Roma dengan kemenangan itu, namun skuad pimpinan pelatih Pep Guardiola itu juga terkejut saat Paus mengungkapkan bahwa dia menyaksikan Rummenigge tampil di
final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Kala itu Rummenigge yang menjadi kapten timnas Jerman, harus menghadapi Argentina yang diperkuat legendanya Diego Maradona, pada pertandingan di Estadio Azteca, Mexico City. Jose Brown dan Jorge Valdano membawa Argentina memimpin 2-0. Namun, Rummenigge berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-74 yang membangkitkan semangat timnya. Rudi Voller menyamakan kedudukan 2-2 enam menit kemudian. Tujuh menit jelang bubaran Maradona memberikan assist matang pada Jorge Burruchaga dan menghasilkan gol kemenangan Tim Tango. Argentina mengalahkan Jerman 3-2 dan untuk kedua kalinya menjadi juara dunia setelah 1978. Yudi Winanto
Chloe McCardel
Rekor Dunia KEGAGALAN menaklukan rute Kuba menuju Florida, tak mengurangi minat Chloe McCardel menaklukan jarak terjauh yang dilakukan manusia dengan cara berenang.
Perenang perairan terbuka asal Australia itu sukses menempuh jarak 129 km, tanpa bantuan apapun. Ia menyelesaikan rute dari kepulauan Eleuthera menuju Nassau di Bahama dalam waktu 42,5 jam. Jika diratifikasi, perenang berusia 29 tahun itu akan tercatat sebagai perenang solo terjauh di perairan terbuka dalam sejarah maraton renang, isi pernyataan timnya..
MBP/ap
McCardel telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Marathon Swimmers Federation saat melakukan pemecahan rekor itu. Ia berenang sesuai regulasi yakni menggunakan seragam renang, kacamata dan penutup kepala. Ia disambut warga dan keluarganya di Nassau setelah mencapai garis akhir. “Saya tahu dia perlu waktu untuk memulihkan diri setelah meraih pencapaian yang luar biasa ini. Dia menghabiskan seluruh kariernya renangnya untuk menyiapkan rekor-rekor terbaik ini,” jelas suaminya Paul McQueeney seperti dikutip Reuters. “Kesuksesan ini membanggakan Australia.” Sebelumnya McCardel sukses menyeberangi selat Channel Inggris tujuh kali dan dua diantaranya dilakukan secara nonstop dan sendirian. Juni tahun lalu misinya berenang dari Kuba menuju Florida tnpa pengaman apa pun gagal terwujud karena serangan ubur-ubur. Dia terpaksa diangkat dari air setelah berenang selama 11 jam. Sebulan setelah kejadian itu, perenang AS Diana Nyad sukses menaklukan rute Kuba -Florida dalam waktu 53 jam. Namun Nyad yang berusia 64 tahun, menggunakan masker pelindung dari silikon serta baju renang penahan serangan ubur-ubur. Tim pendukung yang menggunakan kayak dan tim penyelam, menggunakan pirantik elektronik untuk mengamankan rute itu dari kemungkinan serangan ikan hiu.
Perenang perairan terbuka Chloe McCardel dari Australia.
Yudi Winanto
Menghadapi lomba Tour de France 2015 yang menuntut kerja amat keras karena lebih banyak menempuh rute pegunungan, dia mengaku tidak cocok dengan model seperti itu. “Giro dengan TT (time trial) sejauh 60 km dan tanjakan yang cukup merupakan lomba yang bagus komposisinya dan itu cocok untuk saya,” katanya yang ingin tampil pada lomba di Italia. “Jika saya mengikuti Giro, saya mungkin dalam kondisi bugar di Vuelta (a Espana) dan dengan target realistis : juara,” tambahnya yang mulai tahun depan akan menargetkan akan mengikuti lebih dari satu Tour. Kalaupun Froome, juara Tour de France 2013, absen, itu tidak membuat lomba itu kehabisan pembalap hebat. Juara bertahan Vicenzo Nibali mengakui dia ingin bersaing dengan Froome pada lomba tahun depan. Kalaupun tidak ada, lomba ini masih diminati juara Vuelta Alberto Contador dari Spanyol dan pembalap Kolombia juara Giro Nairo Quintana. “Saya tidak
berfikir Tour de France akan menjadi lebih mudah tanpa dia,” kata Nibali.
Chris Froome
Rute Tanjakan RUTE tanjakan yang mendominasi lomba balap sepeda Tour de France, ternyata tidak menarik perhatian Chris Froome. Pembalap Ingris kelahiran Kenya itu, mengaku tidak cocok dengan rute model seperti itu dan memilih tidak ambil bagian. Panitia Tour de France merilis lomba edisi 2015 yang dimulai dari Utrecht, Belanda pada 4 Juli itu akan menempuh jalan berbatu, banyak rute tanjakan di pegunungan dan terlalu sedikit jalan datar untuk ‘time trial’. Lomba seperti tradisinya berakhir di Champs Elysees, Paris 26 Juli. “Tim (Team Sky) dan saya akan membuat pertimbangan yang hati-hati sebelum kami membuat komitmen pada lombalomba besar (Grand Tour) yang akan saya ikuti,” jelas pembalap berusia 29 tahun itu website pribadinya chris-froome.com.
Yudi Winanto
MBP/net
Pembalap sepeda Inggris Chris Froome 3 - 9 November 2014
29
OLAHRAGA
Putu Gede Juni Antara
Bangga Gabung Persebaya TIM nasional sepak bola Indonesia usia 19 tahun (U-19) besutan Indra Sjafri memang gagal merebut tiket ke Piala Dunia U-20 yang bakal dihelat di Selandia Baru pada 2015 mendatang. Namun, imbas dari kekalahan beruntun pada Piala Asia 2014 di Myanmar itu tidak mengurangi minat klub-klub di Tanah Air untuk merekrut para pemain tim Garuda Jaya. Salah satunya bek kanan asal Bali, I Putu Gede Juni Antara, yang bakal bergabung dengan Persebaya Surabaya mulai awal tahun depan. Pemain kelahiran Batubulan, Gianyar, ini sudah menandatangani kontrak yang dilayangkan manajemen tim yang berlaga di kompetisi Indonesia Super League itu. Ikatan kontrak bahkan sudah ditekennya cukup lama, sampai-sampai Putu Gede tidak ingat lagi waktunya. ”Saya sudah lama menandatangani kontrak dengan Persebaya. Saya lupa tanggal dan bulannya. Kontrak saya berlaku selama empat musim. Sekarang masih tersisa tiga musim,” kata putra tunggal pasangan Made Raka dan Ni Nyoman Suji ini di Denpasar pekan lalu. Putu Gede yang ikut mengantarkan Timnas U-19 merebut gelar juara Piala AFF 2013, mengaku sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan tim besar sekelas Persebaya. Ini akan menjadi pengalaman pertamanya bermain di liga tertinggi di Indonesia. ‘’Semoga bersama Persebaya karier sepak bola saya bisa lebih maju dan berkembang lagi ke depannya,” imbuhnya. Pemuda kelahiran 7 Juni 1995 ini bakal bermain bersama sejumlah pemain Timnas U-23 dan Timnas Senior yang sudah lebih dulu bergabung dengan tim Bajul Ijo asuhan pelatih Rahmad Darmawan. Dengan demikian, ia bisa belajar langsung dari mereka baik saat berlatih maupun dalam pertandingan nanti. ”Saya berharap skillball saya bisa jauh lebih baik agar dipanggil memperkuat timnas senior,” ungkapnya. Putu Gede tengah menghabiskan hari-harinya bersama keluarga besarnya di Batubulan setelah hampir satu tahun disibukkan dengan jadwal latihan, uji coba, dan pertandingan yang dilakoni Timnas U-19 menjelang Piala Asia 2014. Meski begitu, ia tetap disiplin menjaga kondisi fisik dan teknik bolanya bersama klub Putra Tresna Denpasar yang membinanya sejak kecil. Made Raka mendukung putranya berkecimpung di dunia sepak bola. Dia dan keluarga besarnya selalu mensuport di klub mana pun anaknya bermain. Semua itu demi kemajuan prestasi dan memenuhi cita-cita Putu Gede di lapangan hijau. Eka Parananda
30
3 - 9 November 2014
MBP/ist
Masuk TC Jelang PON Remaja PEKAN Olahraga Nasional (PON) Remaja I/2014 sudah di depan mata. Ajang untuk atlet muda terbaik di seluruh Tanah Air itu akan berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, 6-12 Desember mendatang. Makin dekatnya event tersebut berimbas pada persiapan atlet Bali. Sebanyak 138 atlet putra dan putri Bali dari 13 cabang olahraga (cabor) yang akan mengikuti PON Remaja, Senin (20/10) lalu mulai menjalani training center (TC) Sentralisasi yang digelar KONI Bali di Hotel Batukaru, Ubung, Denpasar. TC direncanakan berjalan selama 45 hari. Cabang olahraga (cabor) judo menyertakan enam atlet didampingi dua pelatih, disusul tembak (4-2), panahan (4-2), renang (16-3), pencak silat (5-3), sepak bola (18-4), bola voli pantai (4-2), bulu tangkis (2-2), tenis lapangan (2-2), atletik (6-3), anggar (3-2), bola basket (20-4), dan tenis meja (2-2) dalam TC. Sebelum masuk pelatda, para atlet itu menjalani tes fisik di Stadion Ngurah Rai dan GOR Lila Bhuana, Denpasar, pada 17 Oktober lalu. Tes diawali dengan berlari empat kali mengelilingi Stadion Ngurah Rai dilanjutkan dengan tes kompoten biomotorik di GOR Lila Buana. Komponen biomotorik yang dites meliputi kekuatan, kelincahan, kecepatan, reaksi, daya ledak, daya tahan, kelentukan, dan ketepatan. Menurut Litbang KONI Bali AA Gede Ardana, sebelum terjun di PON Remaja nanti, mereka bakal kembali menjalani tes guna mengetahui kondisi fisik terakhir para atlet setelah ditempa dalam TC Sentralisasi. Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi berharap para pelatih mengetahui kondisi atletnya serta mempunyai program latihan yang mampu meningkatkan prestasi. Jangan sampai para pelatih tidak mempunyai program yang jelas, sehingga atlet jadi asal-asalan mengikuti TC. Sementara para atlet diminta mengikuti semua aturan pelatih dengan baik serta disiplin di dalam dan di luar lapangan. Karena bagaimana pun hebatnya atlet jika tidak disiplin, akan sulit meraih prestasi puncak. KONI Bali mendapat anggaran lebih dari Rp 6 miliar dari Pemerintah
Provinsi Bali untuk mempersiapkan dan mengirim atlet bertanding di PON Remaja. Sebagai imbalannya, atlet Pulau Dewata ditarget membawa pulang 9 medali emas utamanya dari cabor unggulan renang, silat, judo, atletik, tembak, dan panahan. Di sela-sela TC, tiga atlet anggar, yaitu Putra Adi Selamat yang turun di nomor floret putra), I Gusti Ayu Intan (floret putri), dan I
Kadek Suryanta (sabel putra) didampingi pelatih Izzudin Don dan Helen Purnama Sari, mengikuti kejuaraan di Palembang pada 2631 Oktober. Kejuaraan ini melibatkan atlet dari seluruh provinsi yang lolos ke PON Remaja. Pada saat bersamaan, 14 atlet sepak bola pantai Bali membela tim nasional Indonesia berlaga pada Piala AFF Felda Beach Soccer Championship di Kuatan, Malaysia, 23-31 Oktober. Mereka dipoles duet pelatih yang juga asal Bali, Ida Bagus Mahayasa dan Kadek Swartama. Mawa
A KT I V I TA S
MBP/ist
AUDIENSI - Ketua DPP REI Bali I Gusti Made Aryawan audiensi dengan Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata di ruang Kerja Bupati Gianyar, Selasa (21/10). Aryawan mengungkapkan sebagai destinasi wisata dunia, beberapa tahun belakangan ini penduduk Pulau Bali semakin bertambah. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan tempat tinggal semakin tinggi. Hal ini menjadi perhatian penting bagi REI Bali khususnya di wilayah Gianyar, dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
MBP/ist
KULIAH UMUM - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali dengan pendidikan 7 karakternya, Sabtu (18/10) menggelar kuliah umum yang bertemakan ‘’Membangun percaya diri dan integritas mahasiswa dalam mewujudkan sumber daya manusia yang ilmiah dan profesional.’’ Hadir dalam seminar ini Wakil Rektor I Undhira I Gusti Bagus Rai Utama, Kepala Lembaga Pembentukan Karakter, Rahmadi Prasetyo, S.T., M.T., dan kurang lebih seratus orang mahasiswa dan juga dosen di lingkungan civitas akademika Universitas Dhyana Pura.
MBP/ist
PRODUK BARU - Dua produk terbaru Suzuki roda empat diluncurkan dalam waktu bersamaan, Sabtu (18/10) MBP/ist
WISUDA - Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Denpasar, Selasa (21/10) menggelar acara wisuda di Restoran Hongkong Garden Jalan By-pass Ngurah Rai, Padanggalak, Denpasar Timur. Tahun ini, UPBJJ-UT Denpasar mewisuda 670 wisudawan dari program diploma dan S-1. Kepala UPBJJ-UT Denpasar Dra. Hendrin H. Sawitri, M.Si. mengatakan UT sedang mengembangkan program-program pendidikan mulai dari diploma, S-1, dan S-2 serta program berkelanjutan.
lalu. Untuk merayakan peluncuran dua produk yang merupakan varian termewah di kategorinya tersebut, Suzuki menggelar joint exhibition di 35 kota. Khususnya di Bali, peluncuran ini dilakukan di Kuta. Dua produk terbaru yang dilempar ke pasaran ini adalah Karimun Wagon R GS dan APV New Luxury.
3 - 9 November 2014
33
A KT I V I TA S
MBP/ist
FOTO BERSAMA - Direktur Utama Angkasa Pura I, Tommy Soetomo foto bersama dengan Regional Director ACI Asia-Pasific, Patti Chau dan President ACI Asia-Pacific and Managing Director Queenland Airports Limited, Dannis Chant. Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airports Council International (ACI) Asia-Pasific menyelenggarakan seminar ACI Small and Emerging Airports 2014. Acara yang berlangsung pada 20 hingga 22 Oktobber ini berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali.
MBP/ist
PRESIDEN - Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry (istri tokoh besar PNI Bali Shri Wedastera Suyasa/Panglingsir Puri Tegeh Kori) menyematkan Udeng Bali kepada Presiden RI Joko Widodo disaksikan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Ditemui di sela-sela syukuran Jokowi di Jakarta, Gusti Ayu Suwitry bersama keluarga Presiden Proklamator Bung Karno menyatakan kebahagiaannya atas kelancaran prosesi upacara pelantikan.
MBP/ist MBP/ist
BERSAMA - Bupati Gianyar A.A. Gede Agung Baratha berfoto bersama dengan Gede Ardika dan sejumlah profesor pengarah Gianyar sebagai kota pusaka internasional. Pusat Kajian Bali Unud bekerja sama dengan Pemkab Gianyar menggelar Jelajah Pusaka Budaya Kabupaten Gianyar. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Gianyar sebagai Kota Pusaka Internasional dan masuk lembaga The Organization of Word Hertage City (OWHC) di bawah UNESCO.
34
3 - 9 November 2014
KEMBALIKAN FORMULIR - I Gusti Ayu Mas Sumatri menjadi orang pertama yang mengembalikan formulir ke DPC PDI-P Karangasem. Anggota DPRD Karangasem periode 2014/2019 ini menjadi bakal calon bupati (bacabup) pertama yang mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Bupati Karangasem dari PDI Perjuangan. Bersama sejumlah politisi senior seperti mantan Bupati Karangasem I Gede Sumantara Adi Prenata dan ratusan massa pendukungnya, Sumatri mengembalikan formulir pada Selasa (21/10).
A KT I V I TA S
MBP/ist
PELANTIKAN – Senator DPD RI Dr. Shri I Gst. Ngrh. MBP/ist
Arya Wedakarna MWS III mendampingi Presiden RI Joko Widodo pada resepsi tamu negara di Gedung MPR RI. Gusti Wedakarna yang juga Ketua DPD PNI Marhaenisme Bali ini menyatakan kebahagiaannya bahwa akhirnya ada sosok nasionalis Sukarnois yang berhasil menjadi pemimpin kaum Marhaen Indonesia.
KEBERHASILAN - Salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan adalah terwujudnya keseimbangan antara manfaat ekonomi, perlindungan sumber daya alam dan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Bakal calon Bupati Badung Ir. Putu Gde Rasjmawan, Senin (20/10) mengatakan, saat ini masyarakat telah merasakan manfaat pariwisata dalam segala sendi perekonomian masyarakat di Kabupaten Badung.
MBP/iah
KONVOI - Kepala Cabang PT Astra International Daihatsu Tbk Denpasar Region, Tulus Pambudi mengibaskan bendera tanda dimulainya konvoi “Rute Riang Xenia” yang berlangsung Minggu (19/10). Puncak perayaan 10 tahun Xenia diwarnai dengan event nasional yang bertajuk “Rute Riang Xenia” pada Minggu (19/10). Acara konvoi Xenia dengan jumlah 3.000 unit kendaraan ini digelar serentak di 14 kota besar, termasuk di Denpasar. Acara ini juga merupakan upaya Xenia untuk dicatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).
MBP/ist
MENGABDIKAN DIRI - Putra Jembrana asal Desa Berangbang, Negara I Ketut Wirawan, S.H. Puluhan tahun malang melintang di usaha properti, cucu pejuang veteran itu kini bertekad untuk mengabdikan dirinya ke tanah kelahirannya, Kabupaten Jembrana. Satu yang mendasari dirinya menjalani apa yang dilakoninya saat ini, yakni kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
3 - 9 November 2014
35
LINGKUNGAN
Menjangan Tak Terawat
H
utan di Pekan Penghijauan Nasional (PPN) Pura Sana, Desa Nawa Kerti, Kecamatan Abang, Karangasem, kini sudah lebat. Hawanya sejuk mesti tak sesejuk Bedugul. Di barat menjulang Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali. Di tenggara dan timur hamparan biru samudra. Hutan ditumbuhi berbagai jenis tanaman. Salah satunya pohon singapur. Hutan yang diresmikan dan ditanami pada zaman orba saat Presiden Soeharto dengan Wakil Presiden Umar Wira Hadikusumah itu, sebenarnya lokasinya cukup indah. Pada 1984, pencanangan dan penanaman bibit pohon melalui PPN ke 23 tahun anggaran 19983/1984 itu dihadiri Wapres Umar Wira Hadikusumah. Saat itu Wapres datang dan pergi dengan helikopter. Zaman itu, helikopter baru pertamakali turun di kaki timur Gunung Agung. Jadinya, warga di sebelah lokasi tugu pertempuran Tanah Aron itu, ramai menonton. Jalan ke lokasi itu dibuka, lalu langsung diaspal lapen. Kini jalan aspal sudah hancur. Usia pengaspalan sudah 31 tahun. Sejak beberapa tahun lalu, hutan PPN itu dicanangkan menjadi objek wisata wana wisata Pura Sana, dengan daya tarik menjangan. Sayang objeknya tampak kurang terawat. Jalan masuk lokasi sekitar 1 km sudah rusak berat. Menurut Klian Banjar Dinas Banjar Bau Kauhan Putu Bagor, jalan itu diaspal pada 1983, sebelum Wapres Umar datang. ‘’Namun sampai kini jalan hancur itu belum pernah diperbaiki. Usia jalan sudah 31 tahun pantas aspal geladag sudah hancur,’’ ujar Putu Bagor yang rumahnya berbatasan dengan hutan PPN itu. Bagor, Karta serta sejumlah warga yang suka mengunjungi wana wisata itu. Sebenarnya objek wisata itu potensial berkembang. Hawa sejuk, meski tak sesejuk wana wisata Bedugul. Panoramanya indah. Di selatan layak dikembangkan paket trekking naik Bukit Pawon. Sayangnya bukit yang indah itu tinggal sedikit pohon pinusnya. Dulu cukup lebat. Namun sudah banyak yang mati. Di dekat bukit itu, terutama di bagian selatan dan tenggara juga terancam dikeruk untuk galian C. Pemkab Karangasem rupanya
36
3 - 9 November 2014
MBP/bud
Menjangan di kandang objek wisata Purasana, tampak kudisan karena kurang terawat.
tak kuasa menertibkan atau pun mengawasi galian C yang mengancam hutan pinus dan lahan pertanian produktif nan sejuk. Hanya, tampak kekurangseriusan pengelolaannya. Menjangan mencapai 30 ekor, induk dan anaknya. Namun saat dipantau minggu lalu, ketika hutan di sekitarnya terbakar, menjangan hanya tampak makan sedikit daun singapur. Air yang tersedia di bak kecil juga sedikit, dibandingkan populasinya mencapai 30 ekor. Sejumlah menjangan itu tampak kena penyakit gudig. Diserang hama kutu, sehingga bulunya rontok. Sementara, bangunan gedung PPN juga sudah rusak berat. Atap genteng sudah sebagian besar jatuh. Soalnya, rengnya sudah hancur. Pjs. Perbekel Desa Nawa Kerti, Nyoman Karta Rieg mengatakan beberapa tahun lalu gedung itu sempat diberikan pemugaran ringan. Kini kondisinya sudah hancur, sudah tak layak pakai. Namun, sekeha kelompok yang ditugasi memelihara menjangan objek wisata itu menggunakannya sebagai tempat sangkep (pertemuan) tiap bulan. Putu Bagor berharap objek wisata itu benar-benar dikelola dan ditatap serius. Pasalnya, sangat potensial dikembangkan untuk wana wisata. Tentu kalau sudah
ramai pengunjung bisa membuka lapangan kerja dan diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Harapan itu tentu tak berlebihan. Pasalnya warga di sekitarnya sampai kini masih banyak yang hidup sederhana alias miskin. Air bersih juga sulit diperoleh, apalagi pada saat musim kemarau seperti belakangan ini. Ladang penduduk tandus. Kini ladang penduduk berisi tanaman ketela rambat, ketela pohon atau jagung. Namun minggu lalu, tanaman jagung tampak merana. Daunnya menguning dan layu. Soalnya, sudah lebih empat bulan tak turun hujan. Tanaman jagung dipastikan gagal panen karena tak mendapatkan air. ‘’Sudah ada bak besar untuk penampung air proyek pipanisasi Telaga Waja. Namun sampai kini belum ada airnya,’’ ujar Karta. Di objek wana wisata itu, juga sudah dibangunkan sejumlah balai bengong sekitar dua tahun lalu. Jalan setapak melingkar juga sudah ada. Namun pengelolaan dan penataan lebih lanjut belum ada. Ada informasi balai bengong justru kerap dijadikan tempat memadu kasih bahkan tempat mesum pasangan yang tengah dimabuk cinta. Budana
A KT I V I TA S
MBP/ist
SYUKURAN - Luapan kegembiraan dan rasa haru atas dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) juga diekspresikan di Puri Peguyangan, Denpasar, Senin (20/10). Sebagai wujud rasa syukur atas pelantikan pemimpin ketujuh Indonesia ini, berbagai komponen masyarakat berkumpul memanjatkan doa bersama, agar Jokowi-JK mampu membawa Indonesia lebih hebat ke depan.
MBP/ist
LOMBA - Ketua Komite Budi Adnyana didampingi Kepala SMAN 4 Denpasar Wayan Rika dan ketua panitia saat membuka secara resmi lomba ekstern, Senin (20/10). Serangkaian perayaan HUT-nya ke-32, SMAN 4 Denpasar (Foursma) menggelar lomba ekstern se-Bali, Jawa Timur dan Nusa Tenggara. Lomba tersebut dibuka Ketua Komite SMAN 4 Denpasar Nyoman Budi Adnyana, S.H. didampingi Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. Wayan Rika, M.Pd. ditandai dengan pemukulan gong.
MBP/ist
MBP/ist
ROYALTI - Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) melaksanakan distribusi royalti pencipta lagu untuk wilayah Bali, Sabtu (18/10), bertempat di kantor KCI, Jalan Gunung Lumut No. 65, Denpasar. Acara ini dihadiri sejumlah pencipta lagu yang masih aktif menciptakan serta ahli waris dari pencipta lagu tersebut. Sejumlah pencipta lagu yang masih aktif dan ahli waris pencipta lagu berfoto bersama dengan General Manager KCI Cristiena Sopacua.
PTK - Dengan cara swadaya 65 guru dari TK, SD, SMP, SMA/SMK di Kota Denpasar menggelar seminar Penilaian Tindakan Kelas (PTK) sejak Senin (21/10) hingga Kamis (24/10) di aula SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Nampak Kadisdikpora Denpasar, IGN Eddy Mulya memberi ucapan selamat kepada IGN Suardika, Prof. Wayan Maba dan I Made Wibawa usai membuka seminar PTK guru di Denpasar. 3 - 9 November 2014
37
PARIWISATA
Pariwisata Kota Kanaya
Mengemas Bekas Tambang Jadi Objek Wisata
B
erlibur ke Kota Kanaya, Prefekture Chiba, Jepang, belum lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi tempat-tempat bersejarah peninggalan masa lalu. Kota Kanaya terletak di Chiba yaitu di sebelah selatan Tokyo yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah. Sejumlah Kuil dari masa lalu masih terjaga sampai sekarang. Kanaya yang disebut sebagai Kota Nelayan memiliki tempat wisata yang sangat menakjubkan yang terletak di puncak Gunung Nokogiri. Disebut Nokogiri atau dalam bahasa Indonesia adalah gergaji karena bentuk permukaannya menyerupai gergaji. Gunung ini dahulu oleh masyarakat setempat dijadikan tempat penambangan batu karena kualitas batu dari Gunung Nokogiri sangat bagus. Setelah penambangan ditutup, bekas galian yang tertata rapi kini menjadi objek wisata yang sangat bagus. Bahkan sisa-sisa bekas penambangan batu masih terlihat di sana seperti tempat duduk untuk pekerja dan juga tumpukan batu bekas pekerja. Untuk menuju ke puncak Gunung Nokogiri, kita bisa mengendarai mobil menuju ke tempat parkir di bawah area Kuil Nihon-Ji. Selain itu juga bisa menggunakan transportasi kereta gantung atau Ropeway dengan biasa sekitar 짜900. Sedangkan untuk tiket masuk ke kawasan wisata Nokogiri, harga tiket untuk dewasa adalah 짜600 dan anakanak 짜400. Di sekitar Gunung Nokogiri terdapat komplek Kuil yang disebut dengan nama Kenkon-Zan Nihon-Ji. Kuil ini merupakan kuil tertua yang dibangun pada 725M dan merupakan kuil tertua di Jepang. Saat ini kuil Nihon-Ji digunakan sebagai pusat ritual bagi Sekte Soto Zen. Di komplek kuil ini terdapat sebuah patung Buddha berukuran besar yang disebut dengan Daibutsu yang telah berdiri sejak tahun 1783. Patung ini memiliki tinggi 31m yang dipahat langsung pada dinding batu Gunung Nokogiri. Patung ini sudah pernah diperbaiki sejak mengalami kerusakan
38
3 - 9 November 2014
akibat gempa bumi pada tahun 1969 dengan lama pengerjaan selama 4 tahun. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kunjungan wisatawan setiap harinya pada hari libur bisa mencapai 1.000 orang, sedangkan pada hari biasa bisa mencapai 300-500 orang per hari. Selain berwisata, banyak pengunjung melakukan persembahyangan di Kuil tersebut. Bahkan banyak pula yang melakukan doa untuk permohonan dengan meletakkan patung kecil di sekitar area sebagai simbol. Pemandangan di sekitar Gunung Nokogiri memang sangat bagus, apalagi sepanjang perjalanan di kanan dan kiri selama menyusuri kawasan tersebut, pengunjung disuguhi dengan warna-warni daun pohon Momiji. Untuk bisa mencapai tempat yang lain, kita harus menaiki ribuan anak tangga. Selain Daibutsu, ada satu patung besar yang bernama Hyakushaku Kannondama yang berada di celah gunung. Patung ini
dipahat di lereng Gunung yang kini sudah berumur 44 tahun. Sesuai namanya setinggi hyakushaku shaku sama dengan 0.33 m, jadi 100 x 0.33 = 33 meter. Sedangkan Kannon adalah Kwanyin. Dua patung besar ini memang sangat menakjubkan, karena kalau kita bayangkan proses pengerjaannya pada zaman dahulu tentu sangat berbeda dengan zaman modern. Tetapi hasil karya yang dihasilkan sangatlah menakjubkan. Selain itu, di bekas tambang ini, terdapat bekas jembatan batu yang sudah patah. Pada bekas jembatan tersebut kini menjadi tempat yang disebut Jigoku Nozoki atau mengintip neraka. Disebut demikian karena saat pengunjung berada di bekas jembatan tersebut, saat menoleh ke bawah, seakan sedang melihat neraka. Dari puncak Gunung Nokogiri, kita bisa melihat pemandangan teluk Tokyo dengan lalulintas kapal yang sangat indah. Yudi
MBP/edi
Patung Buddha berukuran besar yang disebut dengan Daibutsu dibangun di sekitar Gunung Nokogiri yang disebut dengan nama Kenkon-Zan Nihon-Ji. Patung ini berada di kawasan bekas tambang yang dipermak menjadi sebuah destinasi wisata.
Kapal pesiar saat berlabuh di perairan Nusa Penida untuk menurunkan para wisatawan asing di Nusa Penida.
Era Baru Pariwisata Nusa Penida Memikat Kapal Pesiar MV Nasional Geographic Orion KESERIUSAN Bupati Klungkung Nyoman Suwirta membangun pariwisata Nusa Penida, mulai memperlihatkan hasil. Bupati kelahiran Ceningan ini, membuat langkah besar, dengan mendatangkan turis asing dalam jumlah besar melalui Kapal Pesiar Nasional Geographic Orion. Langkah besar yang diwujudkan Bupati Suwirta ini, menjadi pertama kali dalam dunia pariwisata Nusa Penida. Sehingga, berbagai kalangan menilai, Inilah momentum untuk mewujudkan era baru pariwisata Nusa penida. Tidak cukup dengan merencanakan, Bupati Suwirta turun langsung menerima kedatangan Kapal Pesiar MV Natonal Geographic Orion ini di Nusa Penida, Oktober lalu. Kapal pesiar ekspedisi yang membawa pendonor dana kegiatan sosial, pelestarian dan konservasi ini, berlabuh disebelah utara perairan Nusa Penida dan diturunkan di Pelabuhan Semaya One, Desa Kutampi Kaler. Ratusan wisatawan asing dari kalangan pecinta lingkungan ini, selanjutnya diajak menuju tempat penangkaran Jalak Bali yang dikelola Yayasan Pecinta Taman Nasional di Desa Ped. Di tempat ini, mereka berdialog langsung dengan pihak pengelola, terkait tempat penangkaran Jalak Bali dan kondisi habitatnya di Nusa Penida. Tidak puas dengan hanya mengunjungi tempat konservasi, rombongan wisatawan didampingi Bupati Suwirta, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Wayan Baru dan Camat Nusa Penida, Ketut Sukla, melanjutkan perjalanan ke Pura Penataran Ped. Di sini, rombongan selanjutnya melepas empat ekor burung Jalak Bali hasil penangkaran itu. Bupati Suwirta menyambut baik, kedatangan para wisatawan ini. Dihadapan para wisatawan, Bupati Suwirta menerangkan secara singkat tentang pulau Nusa Penida yang dijuluki pulau surga terbaru karena keindah-
annya. Kepada wisatawan ini, Bupati Suwirta berharap Nusa Penida dapat memberikan kesan positif bagi wisatawan asing ini. Kemudian, selanjutnya dapat menceritakan kepada rekan-rekannya, tentang keberadaan Nusa Penida sebagai suatu daerah wisatayang indah di Bali. Sehingga kedepannya, kedatangan tamu atau wisatawan semakin meningkat. �Ini adalah momentum, untuk membuka seluas-luasnya era baru pariwisata di Nusa Penida,� ujarnya. Kedatangan para turis asing ini, semakin berkesan, tatkala melihat hasil cipta, rasa dan karsa masyarakat setempat, berupa kain rangrang yang sudah sangat populer di Bali. Bahkan, mereka merasa tambah berkesan, dengan penampilan kesenian khas Nusa Penida yakni tari baris jangkang, yang dikenal sangat sakral dan masih tetap dilestarikan
masyarakat Nusa Penida. Seorang wisatawan asal Inggris, Ester terkesan dengan pulau Nusa Penida. Ia menilai Nusa Penida sebagai pulau yang indah dan khas. Ia berjanji akan datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak bersama teman-temannya di Eropa. Warga Nusa Penida Wayan Turun, berharap kunjungan pesiar ini membawa dampak positif bagi Nusa Penida, yang sejak dulu mendambakan pemerataan pembangunan dan kue pariwisata di Bali. Kapal Pesiar ini, memiliki panjang 102,7 meter dan lebar 14,25 meter. Sebelumnya, kapal pesiar ini sempat singgah di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dari Banjarmasin, kapal pesiar buatan Jerman tahun 2003 itu, kemudian menuju Nusa Penida. Bagiarta
Bupati Suwirta saat menyambut kedatangan wisatawan asing dan memberikan kain rangrang khas Nusa Penida. 3 - 9 November 2014
39
AKTIVITAS
MBP/bit
MBP/ist
MANDIRI EDUKASI - Bank Mandiri terus menunjukkan komitmennya mengembangkan pendidikan di Indonesia. Untuk merealisasikan hal tersebut, jajaran Direksi dan lebih dari 1.050 pegawai Bank Mandiri mengajar 31.950 pelajar SD hingga SMA serta 8.500 mahasiswa dari 213 sekolah dan 17 perguruan tinggi yang ada di 42 kota di berbagai wilayah tanah air termasuk Provinsi
PANTI HINDU – Senator DPD RI Dr. Arya Wedakarna (President The Hindu Center/Pendiri BDPHN) bersama I Wayan Nika (Ketua Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia) dan Ni Made Gunasih (Panti Asuhan Semaraputra) di Klungkung. Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya kepada ratusan anggota Panti Asuhan Hindu Indonesia. Rektor Universitas Mahendradatta itu membiayai program tirtayatra 355 anggota Panti Asuhan Hindu se-Bali. Adapun peserta tirtayatra ini berasal dari sejumlah panti asuhan Hindu di Bali, yakni PA Dharma Jati, PA Tat Twam Asi, PA Sunya Giri Denpasar, PA Welas Asih Bangli, PA Yasa Kerti Karangasem, PA Semaraputra Klungkung.
Bali. Jajaran Direksi Mandiri saat berfoto bersama siswa SMAN 1 Tabanan dalam sebuah kegiatan bertajuk Mandiri Edukasi. Kegiatan ini digelar serangkaian HUT ke-16 Bank Mandiri.
MBP/ist
PELANTIKAN - Pelantikan pengurus baru Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Daerah Bali periode 2014-2019 diketuai Kadek I Kadek Agus Ardika, S.E. S.H.,M.Si., berlangsung Kamis (16/10). Ketua Umum IKPI Pusat Drs. Mochamad Soebakir pada sambutannya menyatakan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia harus meningkatkan pelayanan prima kepada wajib pajak (WP). IKPI juga diharapkan dapat menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan undang-undang perpajakan.
TRENDING TOPIC - Benelli Zafferano digandrungi semua kalangan. Tampilannya begitu mewah dengan DNA sport Benelli. Benelli Zafferano, big scooter keluaran pabrikan motor asal Italia-Benelli, belakangan menjadi trending topic biker di Bali. Tampilan matik 250 cc itu terlihat bongsor dengan tempat duduk yang lapang. Big scooter ini di banderol dengan harga terjangkau Rp 45 juta on the road (OTR) Bali itu juga mendapat sentuhan seni khas Italia.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.
40
3 - 9 November 2014
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
LOMBA - Sekretaris Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Made Wenten, S.E. membuka lomba pidato dan bercerita bahasa Inggris tingkat SMP digelar SMK Pariwisata Mengwitani. SMK Pariwisata Mengwitani menggelar lomba pidato dan bercerita bahasa Inggris tingkat SMP, SMA/SMK se-Badung dan Tabanan. Acara tersebut berlangsung dari Kamis (16/10) hingga Jumat (17/10). Kegiatan tersebut diikuti puluhan sekolah yang ada di wilayah Badung dan Tabanan.
SAFETY RIDING - Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua I Gusti Ngurah Suartika saat memberikan sambutan dalam acara pelatihan Safety Riding di Gedung Kemala Hikmah Polda Bali, Kamis (16/10). Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bekerja sama dengan Polda Bali, menggelar pelatihan bertajuk “Dengan Pelatihan Safety Riding Mari Berkendara dengan Aman Menuju ke Tempat Kerja Sampai Pulang ke Rumah”.
MBP/ist
MBP/ist
WISUDA – Wisuda angkatan keempat STIKI Indonesia dilaksanakan Kamis (16/10). STIKI Indonesia mengedepankan pemahaman dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi global dan bersaing dalam dunia teknologi berbasis komputer. Melalui dua program studi yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer, STIKI Indonesia selalu berkomitmen untuk menyediakan tenaga profesional di bidang komputer yang profesional untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja.
BONUS - Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Pengawas Drs. Putu Gede Dirgha dan Sekretaris Drs. Dewa Sukanada, Kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, Dra. A.A.A. Adnyani, M.M., dan guru pembina menyerahkan bonus, Jumat (17/10) kepada siswa SLUB Saraswati yang meraih emas dan perunggu di LPIR nasional. SMP (SUB) Saraswati 1 Denpasar sudah menyumbang medali emas tiga kali berturut-turut di Lomba Penelitian Ilmiah Remaja ( LPIR) tingkat nasional. 3 - 9 November 2014
41
AKTIVITAS
MBP/bit
MBP/ist
BEDAH RUMAH – Ketua Panitia Muscab Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Tabanan Nyoman Yasa (kiri) didampingi Ketua Gapensi Tabanan I Wayan Yogantara disaksikan perwakilan Dinas Sosial dan Kepala Desa Sesandan saat penyerahan bantuan bedah rumah, Jumat (17/10). Dua warga yang beruntung mendapat bantuan bedah rumah itu, yakni I Gusti Ketut Suirta di Banjar Sandan Pondok, Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan dan Pan Molig di Banjar Laing, Pandak Bandung, Kecamatan Kediri Tabanan.
PRESTASI - Bagus Ketut Lodji, Putu Gede Dirgha, Dewa Sukanada, Ni Ketut Resmi dan Kasek I Nyoman Suasta bergambar dengan siswa berprestasi SD Saraswati 2 Denpasar. Marching Band (MB) Putra Ganesa SD Saraswati 2 Denpasar sukses meraih juara I lomba MB se-Bali dalam rangka Puputan Badung yang diadakan Pemkab Badung belum lama ini. MB Putra Ganesa berhak atas piala tetap dan hadiah pembinaan. Di ajang itu MB Putra Ganesa mengalahkan peserta dari Gianyar, Denpasar dan Badung.
MBP/ist
KEMITRAAN - PT AIA Financial (AIA) dan Citibank membentuk kemitraan jangka panjang di bidang bancassurance di Indonesia. Kemitraan ini merupakan tindak lanjut kemitraan global yang dilakukan AIA Group Limited dengan Citibank pada Desember 2013 yang mencakup wilayah Asia-PasiďŹ k. Mulai Oktober, nasabah Citi dapat mengakses produk asuransi kelas dunia dari AIA yang berfokus pada tiga tujuan pengelolaan keuangan yakni wealth protection, wealth accumulation, dan wealth distribution atau yang lebih dikenal sebagai warisan.
42
3 - 9 November 2014
MBP/ist
KONGRES - Made Arya Amitaba terpilih sebagai Ketua Umum DPN Ikatan Bankir Profesional (I-Pro) BPR yang baru. Kongres memberi amanat kepada Ketua Umum yang baru untuk melengkapi kepengurusannya dalam waktu sebulan ke depan. Arya Amitaba menjelaskan, akan segera melengkapi kepengurusan sehingga organisasi ini bisa berjalan secara optimal.
AKTIVITAS
MBP/Bud
BAKAL CALON - Ni Made Sumiati menemui ratusan masyarakat yang mengiringinya mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Bupati Karangasem. Kader perempuan PDI Perjuangan yang kini duduk di DPRD Bali Ni Made Sumiati mendatangi Sekretariat DPC Karangasem diiringi sekitar 400-an masyarakat dari delapan kecamatan di Karangasem. Kedatangan Sumiati ini karena adanya dorongan dari masyarakat yang menginginkan agar Karangasem memiliki pemimpin perempuan yang mampu mempercepat proses peningkatan kesejahteraan masyarakat.
MBP/ist
FOTO BERSAMA - Rombongan Senior Human Resources Management Carnival Cruise Lines (CCL) dalam kunjungan di Kampus Mediterranean Bali sempat berfoto bersama. CEO/President CTI Group Worlwide Services Inc. Robert Upchurch menyatakan hubungan kerja sama yang sudah berlangsung selama 25 tahun antara CTI Group dan Carnival Cruise Lines yang berfokus pada Asia Region akan terus berlanjut.
MBP/ist
MBP/ist
OPEN HOUSE - Universitas Ciputra menggelar open house di
DIRECT PROMOTION - Kemenparenkraf mendorong pengembangan potensi wisata Papua dan Papua Barat dengan menggelar acara Direct Promotion di Bali, 24 - 26 Oktober 2014. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif oleh Papua dan Papua Barat, sehingga dapat dikenal wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Nampak dalam foto sejumlah pengunjung berkomunikasi dengan penjaga stan Kabupaten Raja Ampat pada acara pameran Direct Promotion Papua dan Papua Barat di Bali, pada Juli 2013 lalu.
Aston Gatsu Denpasar, Minggu (19/10). Universitas yang didirikan Ir. Ciputra di Surabaya ini dengan tagline ‘’Creating World Class Enterpreneurs’’, tak hanya mengajak mahasiswa kuliah S-1, tetapi juga terjun langsung menekuni bisnis. Universitas ini menyediakan satu hari khusus untuk mahasiswa, yakni setiap Rabu belajar entrepreneur. Menariknya, dalam satu kelas entrepreneur diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di UC.
3 - 9 November 2014
43
Suasana perang tipat bantal di Desa Adat Kapal.
TRADISI
MBP/eka
Perang “Tipat Bantal”
Tradisi Unik Desa Adat Kapal pada Sasih Kapat
S
ejumlah tipat dan bantal ‘ ’ b e t e r b a n g a n ’’ d i u d a r a . Sesekali melesat di atas kepala dan bahkan mengenai tubuh seseorang. Demikian tradisi perang tipat bantal yang digelar krama Desa Adat Kapal setiap Sasih Kapat. Tradisi unik yang dilangsungkan di jaba Pura Desa lan Puseh itu menjadi salah satu ungkapan rasa syukur masyarakat atas karunia yang diberikan Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Perang tipat bantal di Desa Adat Kapal selalu menyedot perhatian masyarakat termasuk wisatawan asing lantaran keunikannya. Sore itu, sekitar pukul 15.00 wita, ratusan krama Desa Adat Kapal berhadapan dan “saling serang” dengan melempar tipat (ketupat) dan bantal (jajanan khas Bali berbahan utama ketan). Setidaknya belasan ribu tipat dan bantal berseliweran di udara saat perang terjadi. Ribuan orang yang memadati kawasan Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kapal, Mengwi. Mereka tampak antusias menyaksikan tradisi perang tipat bantal yang dilaksanakan krama desa adat setempat. Kena lemparan tipat dan bantal, sebenarnya menyakitkan. Namun saat itu, rasa sakit itu sepertinya tidak muncul. Krama desa seakan terlarut dalam semarak dan kegembiraan pelaksanaan perang tipat bantal. Peserta tampak
44
3 - 9 November 2014
Lontar “Tabuh Rah Pengangon”
sumringah dan bersemangat dalam melaksanakan tradisi tersebut. Bahkan, tidak sedikit di antara penonton dan wisatawan mancanegara yang akhirnya ikut terlibat dalam perang tipat bantal. Pelaksanaan perang tipat bantal diawali persembahyangan bersama di Pura Desa. Sebelum “perang besar” di jaba sisi atau tepatnya di Jalan Raya Kapal, “perang kecil” terjadi di jaba tengah pura. Menurut Bendesa Adat Kapal A.A. Gede Dharmayasa, perang tipat bantal dilaksanakan Desa Adat Kapal tiap sasih kapat. Dan kali ini, perang tipat bantal digelar bertepatan dengan upacara patirtan alit. Menurutnya, Desa Adat Kapal terdiri atas 18 banjar dengan total 2.475 KK. Masingmasing KK mengumpulkan minimal 3 tipat dan 3 bantal untuk digunakan dalam perang. Yang tak kalah menarik, usai perang, tipat bantal dikumpulkan kembali untuk dihanyutkan ke sungai atau diletakkan di areal persawahan. Tujuannya, untuk menambah kesuburan tanah. Dikatakannya, tradisi perang tipat bantal berkaitan dengan sektor pertanian masyarakat Kapal, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas karunia yang telah diberikan terutama melimpahnya hasil panen. Tradisi ini selalu digelar tiap tahunnya.
PERANG tipat bantal adalah ungkapan rasa syukur krama Desa Adat Kapal atas berkah Tuhan Yang Maha Esa terutama hasil panen yang melimpah. Tradisi ini dilaksanakan setiap sasih kapat. Menurut Bendesa Adat Kapal A.A. Gede Dharmayasa, tradisi perang tipat bantal tertulis di sejumlah literatur kuno. Salah satunya pada lontar Tabuh Rah Pengangon. Pada lontar tersebut diceritakan, pada tahun Içaka 1260 atau sekitar tahun 1338 Masehi, Raja Bali Asta Sura Ratna Bhumi Banten mengutus patihnya Ki Kebo Iwa untuk merestorasi Candi Kahyangan Purusada di Desa Kapal. Setibanya di Desa Kapal, Ki Kebo Iwa mendapati Desa Kapal tengah dilanda paceklik sehingga mengakibatkan kekacauan kehidupan masyarakat. Tergerak dengan kondisi tersebut, Ki Kebo Iwa berupaya memohon jalan keluar kepada Sang Pencipta dengan melakukan yoga semadi di Khayangan Bhatara Purusada. Pada saat itu, Ki Kebo Iwa mendapatkan sabda dari Sang Hyang Siwa Pasupati untuk melaksanakan Aci Rah Pengangon atau Aci Rare Angon dengan sarana menghaturkan tipat-bantal sebagai simbol Purusha dan Pradhana atau energi maskulin dan feminin di dunia sebagai sumber kehidupan. Dalam sabda itu pula disebutkan jika masyarakat Kapal tidak menjual tipat karena tipat merupakan simbol dari pradhana atau ibu pertiwi. Akhirnya setelah dilaksanakan Aci Rah Pengangon, Desa Kapal kembali makmur dan tenteram. Dari hal inilah kemudian berkembang tradisi perang tipat bantal di Desa Adat Kapal.
Dedy
Dedy
AKTIVITAS
MBP/ist
PKTP - SMPN 3 Denpasar menjadi sekolah dengan predikat terlengkap. Selain menjadi sekolah unggul di akademis, sekolah ini juga menjadi sekolah sehat (juara UKS), pusat peneliti muda hingga menuju sekolah adi wiyata. Pada Sabtu (18/10) sekolah ini dinilai Tim Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) mewakili Camat Denpasar Utara (Denut). Nampak Ketua Tim Penilai PKTP dr. IGA Mas Widiastuti disambut Kasek Wayan Murdhana ketika menilai SMPN 3 Denpasar.
MBP/ist
PENGABDIAN - Prof. Made Sudiana Mahendra, Ph.D. mewakili Direktur PPs Unud (no. 2 dari kiri), didampingi Kades Sakti Agus Made Alep (paling kiri), Kaprodi S-2 Ilmu dan Teknologi Pangan Dr. Ir. I Nengah Kencana Putra, M.Si. (no 2 dari kanan) serta Sekretaris S-2 Lahan Kering Dr. Ir. I Gede Wijana, M.S. (paling kanan) pada saat membuka acara pengabdian.
MBP/ist
KARYA AGUNG - Ribuan umat Hindu di Desa Pakraman Be-
MBP/ist
lang Samu menyelengarakan Karya Agung yang meliputi Tawur,
SDC - Direktur Utama PT Sarana Dewata Courier (SDC), Drs. Ec
Mapedanan, Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa dan
I Gede Winten Sumerta bersama staf manajemen, relasi, pelanggan
Ngusabha Nini. Rangkaian karya di Pura Desa ini diselenggara-
di sela-sela peresmian Kantor Pusat SDC. Perusahaan Paket Kilat
kan dari 12 Juli hingga 18 Oktober 2014, dengan menghabiskan
PT Sarana Dewata Courier (SDC) menempati kantor dan gudang
anggaran kurang lebih mencapai Rp 1,9 miliar. Nampak bendesa
baru yang sangat representatif. Peresmian Kantor Pusat SDC
Adat Pakraman Belang Samu I Ketut Rata (kanan) didampingi
dirangkaikan kegiatan temu kangen guna mendekatkan manaje-
Drs. Nyoman Sukadana dan I Ketut Kardita, S.P.
men SDC dengan para pelanggan. 3 - 9 November 2014
45
ER TPRRAODPI S I TI
Spekulan Rusak Citra Pengusaha Properti
J
elang akhir tahun ini, dunia properti di Bali lesu dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai kendala dihadapi pebisnis property, mengakibatkan penjualan perumahan tidak secemerlang tahun lalu. Ditambah lagi, ulah spekulan khususnya pengapling tanah merusak citra developer karena kerap melabrak aturan tata ruang dan mencaplok lahan persawahan. Mereka (pengapling) kan hanya menargetkan untung besar, tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya. Belum ada tindakan tegas dari pihak terkait, membuat pengapling semakin subur. Pengaplingan lahan pertanian maupun persawahan sulit ditindak karena mereka memang bermain secara sembunyi-sembunyi. Pada umumnya, mereka langsung berkoordinasi dengan instansi terkait tanpa melalui prosedur resmi pengaplingan tanah yaitu mulai dari sosialisasi dengan warga sekitar, kelian dinas, kelian desa/bendesa, perbekel, camat sampai bupati. Menurut pengamat properti John
46
3 - 9 November 2014
Sadewa, instansi terkait diharapkan lebih intensif melakukan razia maupun pemantauan langsung ke lapangan. Di samping itu, instansi terbawah harus bekerja sama dengan masyarakat sekitarnya dalam hal penyampaian laporan atau informasi jika ada kegiatan atau proyek pematangan atau pembersihan dan pembongkaran lahan produktif yaitu pertanian atau sawah. Tidak kalah penting, kesadaran dan pemahaman masyarakat selaku konsumen agar selalu menanyakan kelengkapan surat-surat tanah yang hendak dibeli agar tidak menyesal. “Harus digarisbawahi, pengapling bukanlah pengembang atau developer. Mereka (pengapling-red) bisa dilakukan perorangan. Asal mereka dapat peluang, bisa bayar sana-sini untuk memuluskan usahanya, akan dilakukan,� tegasnya. Sementara akademisi I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D. berpendapat, keberpihakan pihak berwenang diduga lebih condong ke pengapling karena alasan komisi. “Sangat memprihatink-
an (alih fungsi-red), terutama alih fungsi lahan paling parah di Tabanan. Kondisi ini terjadi sebagai konsekuensi jumlah pendatang di kota meningkat, kebutuhan rumah tak terelakkan, di Badung dan Denpasar hampir penuh sesak sehingga lari ke Tabanan dan Gianyar,� tegasnya. Menurutnya, relugasi tentang peruntukan tanah untuk perumahan harus dipertegas. Jangan hanya karena komisi, izin peruntukan berubah dan itu yang terjadi saat ini. Di samping itu, desa adat perlu membuat aturan untuk menyaring siapa saja yang boleh memiliki lahan perumahan di lingkungannya. Kalau tidak dibuatkan aturan tegas, ia khawatir tanah Bali akan habis terjual. Kertanegara
“Tikus Berdasi” Gerogoti Lumbung Beras TABANAN memiliki julukan sebagai daerah lumbung beras. Julukan ini tentunya sangat beralasan, mengingat lahan-lahan persawahan Tabanan sangat subur dan mampu menghasilkan padi yang berlimpah. Namun beberapa tahun terakhir ini, lahan-lahan pertanian yang masih produktif mengalami alih fungsi sebagai kawasan perumahan. Kondisi ini bahkan terjadi hampir di seluruh kecamatan. Para investor pun gencar bergerilya menyasar sejumlah lahan. Jika ini terus dibiarkan dikhawatirkan 15 tahun kedepan Tabanan tidak lagi bisa mempertahankan predikat lumbung beras Bali melainkan menjadi lumbung beton. Tingginya alih fungsi lahan di Tabanan seakan melabrak aturan yang sudah ada seperti Perbup. Pasalnya, banyak ‘tikus berdasi’ yang justru ditenggarai ikut bermain sehingga alih fungsi lahan tidak terkendali hingga di sejumlah wilayah produktif pertanian. Sejumlah desa adat di Tabanan pun membuat aturan dalam bentuk perarem untuk mengerem atau meminimalisir derasnya
alih fungsi lahan di wilayah desa. Langkah yang diambil sejumlah desa adat dalam mempetahankan lahan produktif dari alih fungsi, mendapat dukungan penuh bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Bahkan, ia menyarankan agar seluruh desa di Tabanan membuat perarem serupa. “Harus ada komitmen semua pihak, pemerintah hanyalah sebagai fasilitator yang telah melahirkan kebijakan-kebijakan untuk mengerem masuknya investor dengan cepat. Salah satunya melalui Perbup,” ujarnya. Dikatakan Bupati Eka, meski kebijakan untuk meminimalisir tingginya alih fungsi lahan di daerah lumbung beras Bali ini gencar dilakukan, namun pihaknya tak memungkiri adanya tantangan berat yang masih dihadapi sampai saat ini. “Tantangan dari dalam juga sangat berat sekali, tidak gampang mempertahankan lahan pertanian, jika tidak ada satu kesatuan dalam pemikiran. Justru yang banyak bermunculan, orientasi yang berbeda. Mirisnya, masih ada yang keuntungan di tengah
upaya kita menjaga supaya Tabanan tetap dengan predikat sebagai lumbung beras Bali,” jelasnya. Tantangan berat lain yang dihadapi yakni pintarnya pihak investor dalam membujuk masyarakat petani untuk menjual lahannya. Padahal, Pemkab Tabanan telah membuat kebijakan yang bertujuan menguntungkan petani seperti program gerbang pangan serasi dan menyerap sekaligus membeli hasil pertanian melalui Bumdes dan BUMD. Semestinya, tidak hanya pemerintah saja yang memiliki andil untuk mempertahankan predikat lumbung beras Bali, karena selain pemerintah, peran petani pemilik lahan juga sangat penting dalam mempertahankan lahan pertanian. “Bagaimanapun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah jika tidak ada dukungan peran serta dari petani pemilik lahan, tidak artinya kebijakan tersebut. Apalagi, investor sangat pintar merayu agar petani mau melepas lahannya,” ujarnya. Dewi Puspa 3 - 9 November 2014
47
AKTIVITAS
SEMINAR - Bupati Gianyar A.A. Bharata saat membuka Seminar Nasional Jelajah Pusaka Budaya Kabupaten Gianyar, Rabu (22/10). Ketua Panitia Seminar Prof. Dr. I Ketut Ardhana, M.A. mengatakan seminar yang membahas tentang Pusaka Budaya, pelembagaan, basis ďŹ losoďŹ , orientasi nilai, ragam kearifan lokal, serta makna Pusaka Budaya bagi Gianyar berlangsung sehari.
MBP/ist
PRO-ADAT - Nyoman Partha (anggota DPRD Bali), Dr. Drs. Sura Adi Tanaya, M.Si. (Rektor Univ. Ngurah Rai), Dr. Wayan Koster, M.M. (DPR-RI) dan Senator RI Dr. Arya Wedakarna (Rektor Unmar/Sekretaris Aptisi Bali) dalam pertemuan di Kampus UNR Denpasar. Arya Wedakarna MWS III mendukung rencana penggabungan urusan pendidikan tinggi dan perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset dan Teknologi sebagaimana direncanakan oleh pemerintahan baru.
AKTIVITAS
MBP/ist
MBP/ist
KESENJANGAN - Selama ini, program penyeimbangan pembangunan di Badung Selatan dan Badung Utara, kerap hanya wacana. Sayangnya, hingga kini realisasi program tersebut belum terwujud. Hal ini terbukti dengan masih adanya kesenjangan pendapatan masyarakat Badung Utara dengan Badung Selatan. Bagi Made Sujana, B.A.E, Ketua Gapensi (Gabungan Pelaksana Jasa Konstruksi) Kabupaten Badung, sebetulnya potensi kedua wilayah tersebut masih bisa dikembangkan, dengan skala prioritas dalam hal pengembangan dan pembiayaan melalui APBD.
PELUNCURAN - Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali meluncurkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sabtu (18/10) di kampus setempat. Dalam acara ini dilakukan penandatanganan komitmen pelaksanaan SPMI Undhira yang dihadiri Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Ir. Illah Sailah, M.S.Penandatanganan komitmen ini juga disaksikan Pembina dan Pengurus Yayasan Dhyana Pura, Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro, para Pembantu Rektor.
MBP/ist
BSRU - Sebanyak 26 mahasiswa didampimgi dua dosen Ban Somdejchaopraya Rajabbat University (BSRU) Thailand melakukan program pertukaran bahasa dan budaya di Unmas Denpasar, Senin (20/10). Mereka diterima langsung Rektor Unmas, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., bersama Wakil Rektor Prof. IGN Alit Wistasta MP., Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg., dan Dr. Ir. I Ketut Arnawa M.P. serta para dekan di lingkungan Unmas. Nampak Rektor Unmas Made Sukamerta bersama mahasiswa dari BSRU Thailand.
MBP/ist
FORMULIR - Gede Dana (kiri) saat mengambil formulir Bacabup diantar ratusan simpatisan. Ketua DPC PDI-P Karangasem I Gede Dana, S.Pd. M.Si., Senin (20/10) mengambil formulir terkait pendaftarannya maju menjadi bakal calon bupati (Bacabup) Karangasem melalui partainya PDI-P. Anak petani asal desa tandus Datah, Karangasem itu, diantar ratusan simpatisan, kader dan pengurus PAC se-Karangasem. 3 - 9 November 2014 49
SENI
Desa Batubulan sebagai Destinasi Barong
M
endengar tarian barong, pikiran kita pasti tertuju pada Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar. Pasalnya, desa yang berada sekitar 6 Km dari Denpasar itu menjadi pusat pementasan Barong dan Calonarang. Pementasan kesenian tradisional Bali ini digelar setiap hari, mulai pagi hingga menjelang siang. Sebagai pendukung merupakan masyarakat desa yang kebanyakan sebagai seniman alam. Paginya sebagai seniman, sore dan hari-hari lainnya berprofesi sebagai petani ataupun pengrajin. Hal itu sudah dilakukannya sejak tahun 1930-an ketika Desa Batubulan menjadi perhatian turis dunia karena adanya pementasan barong di Banjar Tegaltamu, Denjalan dan Banjar Pagutan. Mementaskan barong dilakukan oleh masyarakat Batubulan hingga kini. Kesenian ini dipentaskan setiap hari mulai pagi hari pkl 9.30 wita. Tari Barong ini melukiskan tentang pertarungan kebajikan (kebaikan) dan keburukan (jahat) yang merupakan paduan
50
3 - 9 November 2014
diiringi gamelan Semar Pagulingan. Meski itu rutin digelar hari, namun wisatawan mancanegara ataupun domestik tak pernah bosan karena, selain cerita menarik dan tarinya unik. Tokoh masyarakat, I Nyoman Yudha mengatakan, di Desa Batubulan terdapat lima pementasan barong yaitu Sekaa Barong Silabudaya (di Banjar Tega), Barong Jambe (Banjar Kapal), Barong Sahadewa (dekat SMKI), Sekaa Barong Banjar Tegal Tamu dan Barong Pekamaksan Denjalan-Batur merupakan barong pertama kali. Semua barong itu melakukan pagelaran secara rutin. Barong Denjalan – Batur merupakan barong pertamakali. Barong ini sudah ada sejak penjajahan Belanda. Sebelumnya masih menarikan barong sacral dengan ceritera Banaspati Raja. Namun, sekitar 1959 membuat barong duplikat dengan memakai ceritera Sahadewa. Penari terdiri dari pamaksan 118 orang, namun masih aktif sekitar 70 orang dan sisanya sebagai bundagi seperti juru rias, juru stage, kebersihan dan urus toilet. Sebagai penari, kebanyakan berprofesi
sebagai petani dan pematung yang didasari dengan rasa senang dan rasa pelestarian. Paginya pentas kemudian siangnya bekerja di sawah atau mematung. Penghasilan dari barong itu untuk kebutuhan pembangunan desa dan upacara. “Kalau penghasilan untuk ke kantong itu tak ada. Kalau sangkep ada uang kehadiran itu biasa,â€? ucap Nyoman Yuda. Desa Batubulan juga menjadi desa budaya karena selain mempunyai berbagai kesenian, masyarakatnya juga banyak yang berprofesi sebagai pematung. Karena itulah, aktivitas berkesenian masyarakat Batubulan banyak dibukukan bahkan diďŹ lmkan oleh para penulis internasional sebagai tujuan wisata budaya dunia. Untuk menjaga kelestarian wisata budaya itu Desa Batubulan juga telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Budarsana www.bali-travelnews.com