Skip to main content

Majalah Bali Post Edisi 123 | balipost.com

Page 1

123 |25 - 31 Januari 2016

Lawan Kapitalis dengan Ekonomi Berbasis Adat

RP 20.000


DAFTAR ISI OPINI z Koperasi Indonesia Menuju Masa Depan 6 BALI SEPEKAN zPasar Loak Gunung Agung Dipindah 7 LAPORAN UTAMA zLawan Kapitalis dengan Ekonomi Berbasis Adat 8 zAkademisi Jangan Berdiam Diri 9

zGenerasi Muda Bali Harus Asah Diri 11 POLITIK zPendekatan Ekonomi Masif Harus Dikoreksi 16 zSanur Memproteksi Wilayah Secara Mandiri 17 PENDIDIKAN z Gianyar Siap Operasikan Bus Sekolah 18 MANCANEGARA z Melegalkan Profesi Tabu 20

LENSA z Lontar 28

OLAHRAGA z Kisruh Berlanjut 29 TRADISI z Badung Kejar Target 3,8 Juta

Wisman Tahun 2016 48

KESEHATAN z Memilih Kontrasepsi

yang Sesuai 24

25 - 31 Januari 2016

3


DARI PEMBACA

Mengantisipasi Teror Teroris B

ali menjadi salah satu target ancaman teror. Kondisi ini harusnya menjadi perhatian serius semua pihak dan menjadi tantangan bagi aparat keamanan untuk bertindak lebih profesional. Polisi sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas Bali harus merangkul semua elemen masyarakat dan benar-benar menjadi pengayom semua golongan. Sebagai krama Bali, ke depan saya berharap polisi mengotimalkan penggunaan alat detekasi yang ada di pelabuhan baik di Padangabi maupun di Gilimanuk. Jalur-jalur tikus juga harus dipantau. Saya juga sempat mendengar di Gilimanuk ada alat deteksi canggih. Apa alat itu sudah difungsikan. Jangan sampai alat yang dibeli mahal-mahal malah tak dioperasikan. Sebagai warga Bali saya juga berharap desa pakraman di Bali mulai melakukan kontrol dan selektif dalam menerima pendatang. Jangan hanya untuk kepentingan ekonomi dan kontrak lahan, kos-kosan desa pakraman kedododran mengawasi wilayanya. Mari tanggap lingkungan dan dukung langkah polisi dan TNI menjaga Bali. Partisipasi ini menjadi penting dijabarkan agar kita hidup di Bali tak dihantui aksi teror. Gede Suwirat Karangasem

Peduli Nasib Perajin P

emerintah kini gencar mengkampanyekan industri kreatif. Fasilitas kredit untuk pengembangan usaha ini pun terus diwacanakan. Namun, dalam praktiknya untuk mengebangkan industri kreatif tidaklah gampang. Kepedulian pemerintah terhadap nasib perajin juga tak terbangun. Ketika perajin megap-megap dan menghadapi krisis, pemerintah nyaris tidak mencari solusi untuk menyelamatkannya. Saya berharap kebijakan pemerintah dibarengi dengan langkah-langkah implementasi. Jangan sampai rakyat hanya diajak berpikir tanpa pernah dilakukan pendampingan untuk bisa mendiri dalam menghadapi persaingan merebut peluang usaha. Made Giriyasa Sukawati, Gianyar

Bagi Anda yang ingin mengirimkan artikel/opini atau pikiran pembaca silakan kirimkan ke balipost@ indo.net.id atau redaksibalipost@yahoo.com. Panjang artikel maksimal 2.500 karakter, sertakan foto, pikiran pembaca maksimal 1.000 karakter.

4

Perintis K Nadha Pemimpin Umum ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Wirata Sekretaris Redaksi Sugiartha Redaksi Dira Arsana, Mawa, Sueca, Daniel Fajry, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto, Diah Dewi, Subrata, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana. Anggota Redaksi Denpasar Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Agung Dharmada, Agus Toni. Bangli: Ida Ayu Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta, Gianyar: Manik Astajaya, Karangasem: Budana, Bagiarta Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, Wira Sanjiwani. Jakarta Nikson, Hardianto, Ade Irawan NTB Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani Surabaya Bambang Wiliarto Kantor Redaksi Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon : (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257 Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 0403070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Dicetak di Percetakan BP

25 - 31 Januari 2016

4


Optimalkan Penguasaan Bahasa Inggris bagi Pelajar PEMERINTAH kabuapten/kota harus mengambil terobosan cepat dalam membangun SDM krama Bali. Komitmen ini harus segera dibuatkan rencana aksi dan dijabarkan. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan dengan cepat dan memiliki potensi menguatkan daya saing SDM adalah memberikan bobot yang lebih pada penguasaan bahasa Inggris di kalangan pelajar. Caranya bisa lewat pengajaran formal maupun nonformal. Pandangan ini mengemuka saat Pusat Data Bali Post melakukan jajak pendapat terkait dengan perlukah pemerintah menggalakkan pengajaran bahasa Inggris untuk SDM krama Bali? Pada jajak yang dilakukan selama sepekan terakhir lewat kuisioner dan wawancara via telepon ini, 80,25 persen responden menilai gagasan ini sangat ideal untuk diaktualisasikan. Dalam konteks pembangunan SDM berkarakter dan berbudaya, responden menilai minimal ada dua unsur penting yang harus dikuasai. Pertama, SDM Bali harus memiliki daya saing. Kedua, tetap berbudaya. Dalam konteks ini, selain menguasai bahasa Bali sebagai identitas budaya, penguasaan bahasa Inggris harus diposisikan sebagai kebutuhan wajib bagi generasi Bali. Sistem dan pola pengajaran tambahan penguasaan bahasa Inggris bagi generasi muda Bali bisa didukung lewat APBD oleh

pemerintah daerah. Bahkan, sejumlah responden menegaskan penguasaan bahasa Inggris akan memudahkan generasi muda Bali mengakses perkembangan teknologi informasi yang umumnya menggunakan bahasa Inggris. Pemerintah harus memiliki tanggung jawab moral menyiapkan SDM yang siap merebut peluang kerja dan peluang ekonomi dalam era kesejagatan. Sementara itu, 18,36 persen responden mengaku pengajaran bahasa Inggris lewat mata pelajaran formal di sekolah sebenarnya bisa diefektifkan. Pemerintah tak perlu menambah jam pelajaran bahasa Inggris jika orientasinya untuk menambah keterampilan penguasaan bahasa di kalangan siswa. Yang mestinya didorong melakukan langkah cepat dalam hal ini adalah swasta. Swasta atau bimbingan belajar mestinya menambah kursus-kursus bahasa Inggris. Jadi di sini ada sinergi. Di sekolah pengajaran bahasa Inggris khusus untuk penguasaan tata bahasa sedangkan di luar itu untuk pengusaan bahasa Inggris aktif. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menambah fasilitas lab-lab bahasa di setiap sekolah. Sedangkan 1,30 persen responden tak memberikan jawaban pasti atas pertanyaan ini. Mereka hanya berharap pemerintah bertanggung jawab secara moral meningkatkan

SDM krama Bali. Tidak hanya bahasa Inggris yang harus dikuasai, keterampilan profesi lainnya juga harus dioptimalkan. Mestinya untuk kepentingan peningkatan kualitas SDM dari jalur pendidikan, kurikulumnya harus berorientasi pasar kerja, bukan pada penguasaan teori. z Dira Arsana

25 - 31 Januari 2016

5

5


OPINI

Koperasi Indonesia Menuju Masa Depan

B

angun usaha koperasi dan jiwa kooperatif mempunyai kedudukan yang sangat strategis dan sentral dalam perekonomian Indonesia. Kedudukan yang demikian strategis dan sentral tersebut tercermin dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. Berdasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, sistem ekonomi Indonesia bukanlah sistem liberalistis, bukan kapitalis, dan bukan pula komunis. Founding fathers bangsa Indonesia menyebutnya sistem ekonomi kita adalah “sistem ekonomi koperasi�. Mengingat bahwa koperasi harus menangani kegiatan ekonomi rakyat banyak dengan tujuan masyarakat adil dan makmur. Dipandang dari sudut ekonomi yang paling sesuai adalah masyarakat koperasi, yaitu masyarakat dimana sebagian besar kegiatan ekonominya disusun dengan memanfaatkan bangun usaha koperasi tanpa mengurangi peranan usaha milik negara dan usaha milik swasta. Pengembangan koperasi bukan saja merupakan suatu kewajiban konstitusional, melainkan juga harus merupakan komitmen politik serta kebijakan dasar ekonomi. Usaha dalam bentuk koperasi dipilih oleh founding fathers bangsa Indonesia setelah melihat kondisi buruk yang diciptakan oleh penjajah. Koperasi sebagai perwujudan dari usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, harmonisasi kepentingan orang-seorang dengan kepentingan umum, memupuk semangat toleransi saling mengakui pendapat masing-masing dalam tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, koperasi mendidik dan memperkuat demokrasi ekonomi sebagai cita-cita perekonomian Indonesia. Koperasi tumbuh dari masa ke masa dengan dinamikanya masing-masing sesuai perkembangan jaman. Koperasi sangat berperan dalam upaya membantu ekonomi Indonesia untuk swasembada pangan, menumbuhkan perekonomian pedesaan, melayani danmenyediakan sarana dan prasarana ekonomi lainnya. Kinerja koperasi selama 68 tahun yang menunjukkan trand teras berkembang dan secara kuantitatif pertumbuhan koperasi telah mencapai 209 ribu koperasi dan yang sudah mendapat Nomor Induk Koperasi (NIK) sebanyak 147 ribu koperasi (Suluh Indonesia, Rabu 23 Denpasar 2015). Namun secara kualitatif masih banyak yang

6

Oleh Bambang Gede Kiswardi

harus dibenahi. Dengan demikian, langkahlangkah yang diupayakan koperasi menuju masa depan seperti Pengembangan aktivitas ekonomi memang dapat dilakukan dengan berbagai alternatif kelembagaan. Namun pengembangan aktivitas ekonomi yang berbasis kerakyatan memerlukan pendekatan yang memungkinkan keterlibatan masyarakat secara luas dalam menjamin terjadinya pemerataan. Dalam hal ini, salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah melalui wadah koperasi serta melibatkannya dalam sistem kerja sama dengan berbagai pelaku ekonomi. Koperasi berbeda dengan grup atau kelompok komunitas pada umumnya, adalah organisasi yang lebih dekat dengan gross root, di samping itu juga sesuai dengan ekonomi pasar. Meskipun koperasi memiliki berbagai kelebihan, namun pengembangannya bagi negara sedang berkembang memang masih memerlukan peran serta dari pihak luar, baik pemerintah maupun oleh lembaga masyarakat. Meskipun pendekatan pengembangan koperasi melalui prakarsa pemerintah memiliki beberapa kelemahan sebagai konsekuensi dari top down approach, namun juga terdapat banyak manfaat yang terkandung di dalamnya yang dapat mendorong perkembangan koperasi sebagai badan usaha secara lebih strategis seperti: melalui kebijaksanaan pemerintah, pengintegtrasian pengembangan koperasi dengan program pembangunan ekonomi secara keseluruhan dapat dimungkinkan. Dalam kaitan ini koperasi akan memperoleh banyak kesempatan untuk berpartisipasi khususnya dalam bidang pembangunan ekonomi. Alokasi sumber daya manusia dari luar kepada koperasi menjadi sangat mungkin baik berupa modal maupun sumber daya manusia yang trampil. Pengembangan koperasi dapat dilakukan secara terencana dan berkesinambungan serta meluas di berbagai sektor dan di seluruh wilayah. Dalam hal kondisi koperasi pada tahap awal masih lemah, maka pemerintah dapat mengambil prakarsa melindungi koperasi dari kehancuran. Pengembangan koperasi juga merupakan mandat konstitusi yang harus dilaksanakan secara murni dan konsekuen oleh semua pihak termasuk pemerintah.

Pemahaman tentang pentingnya pengembangan koperasi sebagai badan usaha yang tangguh yang secara nyata mampu dalam ikut serta mengembangkan aktivitas ekonomi bagi masyarakat dapat dilihat dari dua sisi yang saling terkait yaitu pengembangan bidang ekonomi itu sendiri serta arah pengembangan koperasi. Pengembangan bidang ekonomi secara tegas sangat menginginkan terwujudnya demokrasi ekonomi untuk kemakmuran seluruh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menghindari terjadinya ketimpangan. Dalam rangka itu diperlukan perhatian yang lebih besar bagi pengembangan ekonomi rakyat. Selaras dengan arahan pembangunan ekonomi seperti yang dikehendaki adalah koperasi yang diarahkan agar dapat berperan sebagai wadah ekonomi rakyat. Koperasi diarahkan agar dapat berkembang sebagai badan usaha yang sehat sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat. Khusus mengenai arah pengembangan koperasi di pedesaan kiranya sangat relevan untuk dibahas karena sebagian aktivitas ekonomi masyarakat lapisan bawah masih berada di pedesaan. Di sini terlihat jelas bahwa pengembangan koperasi di pedesaan sebagai badan usaha sangat erat kaitannya dengan konsepsi dan orientasi pengembangan agribisnis yang memerlukan sentuhan profesionalisme dalam rangka menghadapi perubahan tatanan perekonomian global. Harapan idiologi terhadap koperasi yaitu agar Koperasi menjadi “Soko Guru Perekonomian Indonesia� dalam hal ini banyak pihak yang memulai berpikir bahwa beban politik tersebut yang diberikan kepada Koperasi Indonesia sangat berat dibandingkan denganhendaknya ditinggalkan dan melihat Koperasi sebagai salah satu pilihan institusi ekonomi saja, khususnya bagi mereka yang memerlukan dan memilih koperasi sebagai alternatif bentuk badan usaha. Pihak lain (mungkin mayoritas) menganggap bahwa memberi peranan yang lebih penting kepada koperasi adalah suatu yang sudah pantas. Secara idiologis dan konstitusional dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian koperasi Indonesia jangan diberikan beban yang begitu berat dalam mengemban amanat dan cita-cita Pasal 33 UUD 1945, sehingga gerak dan langkahnya menuju masa depan menjadi semakin nyata dan profesional.

25 - 31 Januari 2016

6


BALI SEPEKAN

Pasar Loak Gunung Agung Dipindah PASAR Loak dan Pasar Inpres di Jalan Gunung Agung akhirnya dipindahkan ke lantai III Pasar Kereneng. PD Pasar Denpasar, Selasa (12/1) telah melakukan pengundian nomor kios untuk mereka. Setelah pengundian berlangsung, pedagang sudah bisa menempati kios di tempat yang baru tersebut. Sedikitnya 143 pedagang akan direlokasi untuk mengurangi kemacetan arus lalin di kawasan itu. Sedangkan untuk pedagang di Pasar Inpres (pasar tradisional) dipindah ke Pasar Gunung Agung (bekas terminal barang). Lahan bekas Pasar Loak dan Pasar Inpres tersebut, untuk sementara akan

dijadikan lahan parkir. “Peruntukan secara permanen lahan tersebut harus dikonsultasikan dulu dengan Pemkot Denpasar. Setelah dikosongkan, sementara ini akan kita jadikan lahan parkir dulu,� ujar Dirut PD Pasar Denpasar I Made Westra. Dikatakannya, lahan seluas 27 are tersebut merupakan aset Pemkot Denpasar. Setelah semua pedagang di dua pasar itu pindah, maka secara administratif akan diserahkan kembali kepada Pemkot. Sebab, untuk pemanfaatannya pihak Pemkotlah yang memiliki kewenangan. z Asmara Putera

Operasional Proyek Telaga Waja Belum Jelas KRISIS air bersih lantaran macetnya layanan air PDAM Karangasem membuat masalah ini makin serius. Di sisi lain, operasional proyek Telaga Waja yang digadang-gadang mampu mendongkrak layanan air bersih PDAM nasibnya tak kunjung ada kejelasan. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi menegaskan, Pemkab Karangasem perlu segera duduk bersama dengan unsur terkait di Pemprov Bali agar operasional proyek Telaga Waja ini segera ada kejelasan. “Kami sudah meminta pihak terkait di Karangasem untuk segera menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait di Pem-

prov Bali. Seperti dari Satuan Kerja PKPAM (Pembangunan Kinerja Pengelolaan Air Minum) Provinsi Bali, UPT Telaga Waja, maupun Dinas PU Provinsi Bali,� kata Adnya Mulyadi, belum lama ini. Perintah serupa, kata dia, juga sering dilontarkan Penjabat Bupati Karangasem Ida Bagus Ngurah Arda. Namun, kapan pertemuan itu bisa digelar, Sekda Adnya juga belum bisa menentukan karena menunggu kepastian jadwal dari Provinsi Bali. “Pertemuan ini harus segera dilakukan karena masalah air bersih di Karangasem makin serius,� ujarnya. z Bagiarta

Alat Berat Diduga Dibakar SEBUAH alat berat yang digunakan untuk meratakan tanah di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Senin (11/1) terbakar. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya alat berat di lahan kaplingan pinggir sungai itu. Ada dugaan alat berat tersebut sengaja dibakar orang tak dikenal. Bahkan sempat terjadi ledakan saat alat berat itu terbakar. Dari pengamatan Selasa (12/1), posisi alat berat yang terbakar itu berada di atas tebing yang sedang dikeruk. Tanah paras tersebut sedang diratakan untuk

selanjutnya dikapling. Warga yang tinggal dekat lokasi mengaku tidak mengetahui pasti penyebab terbakarnya alat berat berukuran sedang itu. Kepala Lingkungan Pancardawa I Putu Sagung Suparwayasa juga mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Saat terjadi kebakaran, ia masih berada di rumah dan ketika datang ke lokasi api sudah membesar. Bilapun benar itu dibakar, kemungkinan karena adanya kecemburuan. z Surya Dharma

MBP/ara

33 Lahan SD Dinyatakan Bermasalah SDN 1 Melinggih, Desa Melinggih Kelod, Payangan dipastikan bukan satusatunya sekolah yang mengalami kasus sengketa lahan. Bahkan, data di Bagian Pertanahan Setda Gianyar menyebutkan, terdapat 33 SD yang dinyatakan mengalami permasalahan kompleks. Berdasarkan data, di Gianyar terdapat 292 SD. Selain 33 SD yang dinyatakan bermasalah, tercatat EDUX VHNRODK \DQJ EHUVHUWLÂżNDW DWDV nama Pemkab Gianyar. Sedangkan ratusan sekolah lainnya kini tengah dalam proses SHQ\HOHVDLDQ VHUWLÂżNDW ODKDQ ‘’Baru 78 sekolah yang saat ini lahannya benar-benar sudah bersertifikat atas nama Pemkab Gianyar. Sedangkan ratusan bidang lainnya masih dalam pengurusan, seperti pengukuran dan proses untuk bisa mendapatkan peta bidang tanah,’’ kata Kabag Pertanahan Setda Gianyar Bambang Irawan, Selasa (12/1). Dijelaskannya, 33 sekolah masih mengalami permasalahan terkait lahan yang sangat rumit. Bahkan beberapa di antaranya sangat rawan menimbulkan NRQĂ€LN VHSHUWL \DQJ WHUMDGL GL 6'1 0Hlinggih. Bambang Irawan menjelaskan, semua sekolah yang lahannya bermasalah atau pun bersengketa itu dibangun antara tahun 1950-an hingga 1960-an. z Manik Astajaya 25 - 31 Januari 2016

7

7


LAPORAN UTAMA

Lawan Kapitalis dengan Ekonomi Berbasis Adat

M

enguatnya ekonomi global merupakan tantangan bagi Bali. Bali jangan sampai terjerumus dalam sistem kapitalis. Sebab hal itu akan semakin meminggirkan ekonomi kerakyatan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah pemberdayaan ekonomi berbasis adat. Dengan cara ini Bali bisa memiliki sistem ekonomi tersendiri. Untuk itu Bali jangan sampai kehilangan momentum mengelola diri. Terobosan dalam berbagai bidang harus segera dikaji dan dimatangkan agar Bali benar-benar bisa mandiri dalam mengelola ketahanan ekonominya. Salah satu peluang yang bisa digarap di tengah Pandangan itu dilontarkan tokoh peduli Bali yang juga akademisi Universitas Indonesia Dr. Nyoman Suwijana, pekan lalu. Ia mengingatkan tokoh Bali harus bersatu dan merumuskan ide kreatif mengelola peluang yang ada. Saat ini, salah satu peluang yang masih bisa dioptimalkan dan bisa dijadikan napas pembangunan ekonomi kerakyatan di Bali adalah perekonomin berbasis adat. Ia mengatakan keberadaan adat saat ini masih lepas dari ketentuan hukum nasional. Adat masih mandiri dengan pengaturan internalnya masing-masing. Kondisi ini harus segera dikelola dengan merumuskan aturan main pengelolaan ekonomi Bali. ‘’Dengan berbasiskan adat, Bali bisa membentuk sistem ekonomi tersendiri. Sistem ini bisa menjadi kuat ketika lembaga adat yang ada saat ini benar-benar memiliki legalitas hukum. Perda tentang keberadaan adat ini pun harus mencakup semua kepentingan komunitas adat di semua bidang,’’ sarannya. Ia mengakui saat ini sejumlah tokoh Bali sedang mematangkan strategi untuk membentuk dan merumuskan sistem ketahanan ekonomi berbasis adat. Perdebatan terkait peran Lembaga Perkreditan Desa (LPD) sebagai lembaga yang akan men-

8

jabarkan sistem ekonomi mandiri berbasis adat ini masih terjadi. Namun, ia meyakini perbedaan ini akan terakumulasi dalam satu kepentingan strategis demi Bali. Saat ini sedang diperdebatkan terkait pemikiran menjadikan LPD sebagai otoritas keuangan yang berbentuk PT. Dengan wadah PT ini diharapkan hak kolektivitas warga adat atas LPD tak akan terkebiri. ‘’Sistemnya sedang kita susun, nanti akan dijabarkan secara detail pemikiran pembangunan sistem ekonomi Bali berbasis adat tersebut,’’ ujar Suwijana. Ia mengatakan perekonomian berbasis adat ini tetap akan mengadopsi sistem keuangan nasional, namun dalam aktualisasinya akan merujuk lembaga adat sebagai bagian dari otoritas. Aktivis Forum Pemberdayaan Desa Adat (Pakraman) Supartha Djelantik mengatakan, Bali memang sangat memungkinkan melakukan langkah khusus dalam menata diri, termasuk menata perekonomiannya. Desa adat di Bali adalah rumah masyarakat adat Bali dengan adat-istiadat dan budaya Bali yang dilandasi ajaran agama Hindu. Fakta ini akan menjadi kekuatan dalam menata perekonomin Bali berbasis adat. Selain itu, pengajar Pascasarjana Universitas Ngurah Rai ini menegaskan rekognisi yakni negara wajib memberi pengakuan dan penghormatan kepada satuan masyarakat hukum adat dengan tulus, sangat memungkinkan Bali mandiri dalam perumusan sistem perekonomin berbasis adat. ‘’Desa adat sangat memungkinkan menjadi titik kuat pertumbuhan pembangunan perekonomian untuk menyejahterakan rakyat berdasarkan nilai-nilai budaya Bali. Langkah ini juga akan mewujudkan peradaban, cita-cita kemerdekaan, dan pemberdayaan masyarakat adat yang dilaksanakan dengan kearifan lokal,’’ ujarnya.

Akademisi jangan diam ketika Bali di persimpangan. Mari bangun komitmen menjaga Bali jika kita ingin generasi mendatang bisa hidup nyaman di Bali. Dr. Gde Made Sadguna

z Dira

25 - 31 Januari 2016

8


Akademisi Jangan Berdiam Diri Kita tak bisa lagi mempercayakan nasib generasi muda dan nasib Bali kepada kekuasaan politik. Ketidakjelasan program kerja dan agenda penyelamatan Bali oleh pemerintah hanya akan menjadi hambatan dalam mewujudkan langkah luar biasa membangun Bali. Untuk itu, Bali harus b e rg e r a k c e p a t dan menjadikan generasi muda Bali sebagai pilar utama pengawalan terhadap Bali. Pandangan itu diutarakan Ketua Forum Peduli Ekonomi Adat Bali Dr. Gde

Made Sadguna, pekan lalu. Terkait tentangan mengelola Bali ke depan, Sadguna yang juga aktif di Love Bali Forum (LBF) mengingatkan agar semua elemen di Bali segera bersatu dan membimbing generasi muda Bali menjadi kekuatan pengawalan terhadap Bali. “Kekuatan generasi muda Bali saat ini masih terpecah belah. Tidak ada otoritas kuat yang memayungi komitmen mereka menjaga Bali,’’ ujarnya. Melihat hal ini, kini sejumlah tokoh Bali yang peduli nasib Bali, kata dia, sedang bergerak membangun kekuatan luar biasa untuk mengawal Bali. Dr. Sadguna yang juga lama berkecimpung dalam dunia perbankan ini mengingatkan agar penguasa dan pemerintah di Bali segera melakukan pendekatan budaya dalam mengawal Bali. Pendekatan ekonomi global yang ternyata dampaknya menimbulkan banyak kehancuran ekosistem kehidupan harus dievelausi. ‘’Bali perlu terobosan luar biasa. Saya mendukung penuh gagasan ini. Mari bersatu dan buatkan agenda jelas membangun SDM Bali,’’ ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa di Bali saat ini ada ratusan profesor. Mereka harus diajak berbuat untuk membangun Bali. Dunia pendidikan dan kalangan akademisi bisa menjadi inisiator dan motor penggerak agenda menjadikan generasi muda Bali siap bersaing. ‘’Akademisi jangan diam ketika Bali di persimpangan. Mari bangun komitmen menjaga Bali jika kita ingin generasi mendatang bisa hidup nyaman di Bali,’’ sarannya. Dalam kontek pemberdayaan generasi muda Bali, ia mengingatkan agar generasi muda Bali membangun karakter diri dan membangun kompetensi diri. Dua hal ini mutlak dikuasai dalam era glo-

balisasi. Anggota DPRD Bali Ir. IB Udiyana dan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan generasi muda Bali memang harus dijadikan kekuatan utama dalam mengawal Bali. Bali harus memiliki generasi penerus yang berkarakter dan siap menghadapi era globalisasi. ‘’Generasi muda Bali harus menguasai IT dan Bahasa Inggris jika ingin memenangkan persaingan di Bali. Jangan terjebak pada propaganda percepatan ekonomi yang nyatanya merusak alam Bali dan generasi muda Bali,’’ saran IB Udiyana. Ia mengingatkan dalam MEA pasti akan ada banyak perjanjian yang menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang mampu memahami terutama yang menyangkut perjanjian dengan bahasabahasa hukum. Ia memandang perlu Pemerintah Bali memberi apresiasi kepada para pengajar bahasa Inggris. Seperti halnya yang sudah dilakukan untuk tenaga penutur bahasa Bali. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda yang berkualitas, pendidikan merupakan hal utama yang harus ditempuh oleh generasi muda dalam mempertahankan kualitas dan ketahanan SDM dalam persaingan global. Dari segi pendidikan, generasi muda akan mampu melihat dan mencermati semua sisi pembangunan melalui ilmu pengetahuan (soft skill). Selain pendidikan dan ilmu pengetahuan, beroganisasi juga sangat penting bagi generasi muda sekarang. Karena melalui suatu organisasi akan melahirkan ide-ide dan pemikiran yang cemerlang dari generasi pemuda untuk melahirkan suatu pemimpin bangsa ke depannya (hard skill). Selain itu, melalui organisasi juga akan menciptakan suatu karya-karya (keterampilan) yang bermanfaat bagi organisasi tersebut, masyarakat, bangsa dan negara. z Rindra 25 - 31 Januari 2016

9

9


LAPORAN UTAMA

Aktivitas pedagang di Pasar Badung. Kini aktivitas mereka tersaingi dengan makin merambahnya swalayan dan toko modern berjaringan.

MBP/eka

10


Generasi Muda Bali Harus Asah Diri

G

enerasi muda Bali kini ditantang untuk berinovasi. Sebab merekalah yang nanti mewarisi Bali, dengan segala akibat kemajuan dan kerusakan lingkungan dan budaya yang masif terjadi saat ini. Presiden BEM Umud I Ketut Agus Mahendra, generasi Muda Bali harus ikut memikirkan Bali. Peningkatan kualitas harus terus dilakukan. Berorganisasi adalah salah satu caranya. Organisasi sangat penting khususnya bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas SDM generasi muda Bali. Karena dari organisasi akan lahir ide-ide atau pemikiran baru dari kaum pemuda yang diwakilkan oleh mahasiswa. Sehingga dengan ide-ide tersebut akan lahir sebuah karya-karya yang bermanfaat bagi generasi pemuda sebagai tonggak terdepan pembangunan bangsa ini,� ungkapnya. Melihat perkembangan saat ini, ia mengatakan, generasi muda merupakan agen perubahan dari satu bangsa. Oleh karena, dengan adanya organisasi yang mewadahi aspirasi para pemuda untuk bertemu, berdiskusi, dan menyalurkan ide-ide untuk melahirkan suatu karya melalui kegiatan-kegiatan atau eventevent, tentu akan berbanding lurus dengan kualitas SDM generasi muda yang dilahirkan. Dengan ide-ide dan pemikiran yang dilahirkan dalam suatu organisasi akan melatih soft skill dari generasi pemuda, sehingga pemuda akan lebih siap ketika menghadapi masalah yang dihadapi di masyarakat. Dengan berorganisasi, generasi muda mampu memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan tentang pandangannya terhadap opini yang ada kepada masyarakat dan mampu bersaing dengan kualitas yang memadai. Hal senada juga diungkap oleh mantan pengurus BEM Unud Ida Bagus Anggapurana Pidada. Ia mengatakan dalam meningkatkan SDM generasi muda Bali, selain kecerdasan intelek-

tual yang harus dimiliki, kecerdasan sosial juga sangat diperlukan. Kecerdasan intelektual bisa didapatkan di bangku sekolah, sedangkan kecerdasan sosial lebih banyak bisa didapatkan dalam suatu organisasi. “Di organisasi kita lebih banyak mendapatkan kecerdasan sosial. Ketika kita mendapatkan kecerdasan sosial, inilah yang menjadi penentu generasi muda untuk bisa meraih kesuksesan. Banyak orang di luaran sana pintar tetapi kalah sama orang yang memiliki kecerdasan sosial yang bagus, apalagi di dunia kerja. Di dalam dunia kerja, cerdas secara intelektual tidak banyak dibutuhkan, tetapi lebih mengutamakan kecerdasan sosial,� ucapnya. Sementara itu, Dr. IB. Radendra Suastama, S.H., M.H., mengatakan, untuk memperluas wawasan dan memperkuat mental dalam persaingan global, generasi muda diharapkan mampu berorganisasi, baik di lingkungan sekolah, pemuda, maupun di pedesaan. Organisasi yang diharapkan adalah organisasi yang baik dan mampu melahirkan pemikiran-pemikiran yang kritis untuk membangunan kualitas SDM dan ketahanan pembangunan ekonomi Bali. “Berorganisasi itu baik, tapi harus dipilih yang budaya organisasinya menonjolkan dan menumbuhkan kualitas otak. Jika masuk ke organisasi yang memiliki budaya organisasi yang kontraproduktif, maka justru akan mengurangi kualitas SDM generasi muda. Masyarakat dan dunia usaha akan menilai dan mengetahui mana organisasi yang baik dan mana organisasi yang kurang baik. Dan mungkin saja suatu saat ada persyaratan bahwa calon pegawai adalah bukan eks organisasi tertentu yang dianggap SDM kurang berkualitas. Oleh karena itu, anak-anak generasi muda Bali harus cermat dan berhati-hati memilih organisasi sebagai wahana untuk berorganisasi,� ujarnya.

Berorganisasi itu baik, tapi harus dipilih yang budaya organisasinya menonjolkan dan menumbuhkan kualitas otak. Jika masuk ke organisasi yang memiliki budaya organisasi yang kontraproduktif, maka justru akan mengurangi kualitas SDM generasi muda.

Dr. IB. Radendra Suastama, S.H., M.H.

z Winata 25 - 31 Januari 2016

11


AKTIVITAS

MBP/ist

TERISI - Posisi jabatan Wakil Rektor (WR) II Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, yang sempat lowong sekitar dua bulan kini telah terisi. Prof. Dr. Ida Ayu Yadnyawati, M.Pd. dipercaya menempati posisi tersebut. Upacara pelantikan Wakil Rektor II Unhi masa bakti 2016-2018 itu dilangsungkan di aula Gedung Rektorat Unhi, Selasa (12/1). Yadnyawati yang mantan Kaprodi S-3 Pendidikan Agama Hindu Pascasarjana Unhi menggantikan pejabat sebelumnya Dr. A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M. yang telah dilantik sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi (Badan Penyelenggara Unhi) pada 7 Oktober 2015 lalu. Nampak dalam foto dari kiri ke kanan: Sujianto, I Ketut Winantra, Ketua Yayasan Widya Kerthi Dr. A.A. Sadiartha, Rektor Unhi IB Dharmika, Prof. Suka Yasa dan Prof. Yadnyawati foto bersama usai pelantikan WR II. DOKTOR - Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, kembali melahirkan doktor. Kali ini doktor yang dicetak adalah Dr. Drs. I Made Nada Atmaja, M.Si. Mantan Wakil Dekan III Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS) Unhi itu mempertahankan disertasi berjudul “Pendidikan Karakter pada Komunitas Griya di Banjar Anggarkasih Desa Sanur Kaja Kota Denpasar� pada rapat senat terbuka promosi doktor yang dipimpin Rektor Unhi Dr. IB Dharmika, M.A. di aula Gedung Rektorat Unhi, Senin (11/1). Promotornya Prof. Dewa Komang Tantra dan kopromotor Dr. Ni Putu Suwardani. Sedangkan tim pengujinya Dr. IB Dharmika, Prof. Putu Gelgel, Prof. Ketut Suda, Prof. IA Yadnyawati, Prof. Suka Yasa, Dr. Budi Utama, Dr. Paramartha, Dr. Suija, Dr. Winaja dan Dr. Suwendra.

MBP/ist

SIWARATRI - Sudah menjadi tradisi tiap tahun keluarga besar Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, merayakan hari raya Siwaratri, Jumat (8/1) malam. Perayaan hari suci itu dilaksanakan di Pura Mahawidya Mandira Kampus Unhi. Ida Pedanda Wayahan Keniten dan Ida Resi muput upacara ini pukul 18.00 Wita, dilanjutkan dengan persembahyangan pertama. Persembahyangan kedua dilaksanakan pukul 24.00 atau tengah malam. Hadir pada upacara ini Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A., Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Dr. A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M., WR I Prof. Dr. Ketut Suda, M.Si., WR III Dr. Ir. E. Dewi Yuliana, M.Si., Direktur Pascasarjana Unhi Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. beserta jajarannya , seluruh Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, dosen, pegawai, dan mahasiswa.

MBP/ist

BEDAH TULANG - Rumah Sakit (RS) BaliMed di Karangasem merupakan rumah sakit pertama di Karangasem yang melayani bedah tulang. RSUD Karangasem belum melayani bedah tulang. Hal itu disampaikan Direktur PT Sekar Tunjung Biru yang mengelola RS BaliMed Karangasem dr. IG Parwata Yasa, Sp.OG. saat menyampaikan sambutannya pada HUT ke-1 RS itu, Minggu (10/1). Parwata Yasa mengatakan, RS yang dipimpin Direktur dr. I Nengah Suranten itu nantinya akan terus mengembangkan pelayanan. Baru setahun perkembangan RS itu sudah sangat baik dan dinilainya berkembang dengan cepat. Direktur Suranten mengatakan, BaliMed Karangasem sudah memiliki fasilitas 64 bed rawat inap, terdiri dari ruang ICU dengan dua bed.

12

25 - 31 Januari 2016


MBP/ist

KULIAH - Kolaborasi antara The Asia Institute of Melbourne University dan Universitas Udayana (Unud) menyelenggarakan kuliah semester pendek “Analysing Indonesiaâ€? di Aula Widya Sabha Mandala, Fakultas Sastra dan Budaya Unud. Kuliah yang berlangsung dari tanggal 11-28 Januari diikuti 20 mahasiswa, 11 orang di antaranya adalah mahasiswa dari University of Melbourne, dan 9 lainnya dari Unud. Kuliah perdana tersebut dibuka oleh Rektor Unud, Senin (11/1) dengan pemukulan gong sekaligus dilakukan penandatanganan MoU antara Unud dan University of Melbourne. Selama 18 hari, mahasiswa tersebut diberikan kuliah yang dibawakan beberapa dosen. Topik yang dibahas PXODL GDUL SROLWLN DJDPD VLVWHP GHPRNUDVL ÂżOP SHQHOLWLDQ sosial, media, Sastra Indonesia, seni pertunjukan Indonesia, termasuk juga tentang hukum dan bahasa.

MBP/ist

VISI - Kemajuan luar biasa yang dialami Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali membuat civitas akademikanya menyusun visi dan misi yang baru. Senin (11/1) lalu, YP3LPK Bali yang mengelola Stikes Bali mengundang berbagai komponen untuk merumuskan dan memberi masukan soal visi dan misi baru Stikes sesuai dengan kondisi dan tantangan kekinian. Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengungkapkan, visi dan misi Stikes Bali wajib diperbarui karena lulusan Stikes Bali akan dimanfaatkan oleh berbagai komponen, baik saat terjun ke masyarakat, saat praktik perorangan atau kelompok maupun digunakan untuk kepentingan institusi seperti rumah sakit dan puskesmas. Nampak dalam foto Koordinator Kopertis VIII Dasi Astawa didampingi Ida Bagus Arka dan Ketut Widia saat diksusi merumuskan visi dan misi Stikes Bali.

MBP/ist

BRONET - PT XL Axiata Tbk (XL) melalui AXIS menghadirkan produk terbaru yaitu Paket BRONET (browsing dan internet). Paket ini hadir selain memberi solusi, juga memberikan kenyamanan kepada pelanggannya. “Hadir dengan paket data yang relatif besar dengan harga irit, BRONET 1GB untuk 30 hari hanya seharga Rp 14.900,â€? katanya, Rabu (13/1). Ia mengutarakan, untuk memberikan pengalaman yang berkesan pada saat menggunakan paket BRONET, AXIS mengadakan kompetisi dengan tema #CekrekUpload, yang sesuai dengan tema dari campaign BRONET. Tema Cekrek Upload ini diangkat dari kebiasaan masyarakat sekarang yang VHQDQJ PHODNXNDQ DNWLYLWDV VHOÂżH GDQ PHQJXQJJDKQ\D NH sosial media, yang pastinya memerlukan data internet yang besar, juga aktivitas lain yang berhubungan dengan internet namun memerlukan data yang relatif besar. 25 - 31 Januari 2016

13


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

PELATIHAN - Badan Penjelajahan Antariksa Jepang atau JAXA bekerja sama dengan CReSOS Universitas Udayana menggelar pelatihan persiapan penggunaan data satelit ALOS-2 di Gedung Pascasarjana Unud, Sudirman, Rabu (13/1). Pelatihan diikuti puluhan peserta, perwakilan dari Unud, ITB, IPB, Universitas Padjajaran, Lapan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta Concervation International (CI) Bali. Nampak dalam foto Rektor Unud memberikan opening speech dalam JAXA/CReSOS Udayana University SAR-Data Training Preparing for ALOS-2 Satellite Data Use “Data Application for JAXA Ocean Mini-Project� yang berlangsung selama tiga hari.

MELASPAS - Warga Desa Adat Legian, Kuta, Badung menggelar puncak karya pamelaspas Pura Dalem Kahyangan dan Pura Prajapati desa setempat, Sabtu (9/1) lalu. Puncak karya juga diisi tari wali seperti Rejang, Topeng Sidakarya dan Baris Punia serta wayang. Rangkaian upacara selanjutnya, Ida Batara nyejer tiga hari hingga Selasa (12/1). Warga desa yang terdiri dari tiga banjar melakukan bhakti panganyar secara bergantian. Diawali oleh warga Banjar Legian Kelod, Banjar Legian Kaja dan Banjar Pekandelan Legian Tengah. Klian Desa Adat Legian I Gusti Ngurah Sudiarsa, S.H. mengatakan warga Desa Adat Legian selaku pangempon pura jumlahnya 650 KK atau sekitar 4.500 jiwa.

MBP/ist

DEKLARASI - Revolusi mental sebagai gerakan nasional yang digaungkan Presiden Jokowi hingga di tingkat daerah dan desa di seluruh Indonesia, mendapat tanggapan positif seluruh masyarakat Indonesia. Gerakan Revolusi Mental terus dilanjutkan dengan nyata di tingkat daerah, salah satunya di Kota Denpasar. Deklarasi Gerakan Nasional Revolusi Mental dilakukan Pemkot Denpasar, Kamis (7/1), lewat pendeklarasian 7 butir Revolusi Mental oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota A.A. Gede Geriya dengan melibatkan seluruh tokoh masyarakat Kota Denpasar. Deklarasi juga dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Sabha Upadesa serta unsur akademisi Kota Denpasar.

14

25 - 31 Januari 2016

MBP/ist

LOMBA - OSIS SMAN 7 Denpasar (Sisma) mendapat acungan jempol setelah sukses mengadakan Gelar Lomba Sisma (Glasis) ke-2 dan Pentas Seni (Pensi). Pogram rutin OSIS ini digelar 28-31 Desember lalu. Ketua OSIS Sisma Ida Bagus Putu Mahendra yang juga Ketua Forkom SMA-SMK Kota Denpasar didampingi Ketua Panitia Putu Agus Erik Mahendra menjelaskan, Glasis diisi dengan berbagai lomba melibatkan siswa SMP se-Bali. Lomba akademik meliputi Olimpiade Fisika, Kimia, Biologi, Matemetika dan Ekonomi. Lomba nonakademis meliputi lomba Tari Jauk Manis, Geguritan, Pidarta, Baca Puisi, Lagu Pop solo dan Manyurat Aksara Bali di lontar. Sebanyak 312 peserta terlibat di ajang ini. Juara umum Glasis 2016 diraih SMPN 3 Denpasar.


MBP/edi

MBP/ist

PAMERAN - Felice Jewellery masih melanjutkan pameran perhiasan emas dan berlian di Business Center Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Pameran digelar mulai, Sabtu (9/1) hingga Rabu (13/1). Kali ini Felice menawarkan beragam batu mulia keluaran terbaru dengan desain limited edition. “Keaslian batu terjamin karena kami juga memberiNDQ VHUWLÂżNDW 6HWLDS SDPHUDQ NDPL VHODOX PHQJHOXDUNDQ desain baru agar customer tidak bosan. Jadi, satu desain untuk satu model,â€? ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek :LGQ\DQL GLNRQÂżUPDVL -XPDW ODOX )HOLFH -HZHOOHU\ menyediakan cincin bertahtakan batu mulia yang elegan dan berkelas serta dijamin keasliannya, bahkan sudah berVHUWLÂżNDW ,QWHUQDVLRQDO /DERUDWRULXP

PESTA - Komunitas bisnis Tangan Di Atas (TDA) kembali menggelar Pesta Wirausaha (PW) di Bali, Minggu (10/1). Acara yang merupakan kerja sama dengan Inkubator Bisnis Universitas Udayana ini digelar di Gedung Agrokomplek Unud. Menurut Presiden Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Mustofa Romdloni, pelaksanaan acara ini merupakan bagian dari tujuan utama dari keberadaan komunitas bisnis TDA. Ia mengungkapkan ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dengan pembentukan TDA, yakni wirausaha bisa belajar dari anggota yang lain tentang wirausaha (lesson), wirausaha bisa melakukan tindakan setelah belajar dan berbagi dengan anggota yang lain (action) dan wirausaha bisa memperoleh pengakuan terkait usahanya (recognition). Tampak (kiri ke kanan) Presiden Komunitas Binis Tangan Di Atas (TDA) Nasional Mustofa Romdloni, CEO & Founder Pandawa Group Witjaksono, Member TDA Bali Putu Prita dan CEO Pendekar Digital Rawi Wahyudiono di sela-sela kegiatan PW Bali.

MBP/ist

AKLAMASI - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Provinsi Bali dalam acara Raker Komisariat Forsesdasi Wilayah Bali yang digelar selama dua hari, 9-10 Januari di Hotel Puri Saron Singaraja. Raker yang digelar untuk menyusun dan memantapkan program kerja dan pemilihan pengurus masa bakti empat tahun ke depan yakni 2016-2020, para peserta dari Sekda seluruh Bali yang hadir, Minggu (10/1), menyepakati memilih secara aklamasi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara untuk memimpin Forsesdasi Bali. Nampak dalam foto Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara (paling kanan pegang mikropon) bersama Sekda Provinsi Bali Cok Ngurah Pemayun (tengah) dan Sekda Buleleng Dewa Puspaka (kiri).

MBP/ist

JALAN SEHAT - Jalan sehat dalam rangka Dies Natalis XXIII Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja membeludak. Ribuan peserta dilepas di lapangan tengah kampus, kemudian menyusuri Jalan Udayana Timur, Pramuka, Ahmad Yani, Kartini, melintasi Udayana Barat, GDQ NHPEDOL ÂżQLVK GL NDPSXV 8QGLNVKD %DQ\DN NDODQgan terlibat dalam acara ini, bukan saja mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai fakultas, juga para dosen, segenap pegawai dan juga masyarakat termasuk para pejabat teras. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., Wabup dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Gede Supriatna, S.H., dan Rektor Undiksha Singaraja Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., mengikuti jalan sehat serangkaian Dies Natalis XXIII, Kamis (7/1). 25 - 31 Januari 2016

15


POLITIK

Pendekatan Ekonomi Masif Harus Dikoreksi

B

ali harus mengendalikan laju kehancuran alam dan budayanya. Konsep pembangunan berbasis ekonomi yang dikelola secara masif harus segara dikoreksi. Mengelola Bali dengan keserakahan pada gilirannya akan menggiring Bali menuju kehancuran. Untuk itu, perjuangan krama Bali untuk bisa mengelola Bali secara luar biasa harus diimbangi dengan berbagai terobosan. Salah satunya melakukan perombakan UU tentang Pemerintahan Bali. Krama Bali harus berjuang menjadikan Bali daerah khusus mengingat Bali memiliki potensi untuk itu. Pandangan itu diutarakan rohaniawan yang juga mantan Rektor Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Ida Pedanda Gede Rai Manuaba. Ida Pedanda menegaskan saat ini akar permasalahan Bali jarang diuraikan dan dipetakan secara jelas. Krama Bali dibiarkan larut dalam obsesinya masing--masing di tengah menguatnya paham membangun Bali dengan pendekatan ekonomi. ‘’Bali harus meninggalkan pendekatan ekonomi yang dikelola secara masif. Kembali kepada jati diri yakni membangun Bali berdasarkan ajaran Hindu dan melakukan penguatan pendekatan budaya,’’ saran Ida Pedanda yang semasa walaka bernama Prof. IB Gunadha. Ia menegaskan kekhususan Bali yang dapat diakomodasi tidak hanya berdasarkan pada pendekatan agama. Bali sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki kearifan lokal yang bisa menjadi modal menata kehidupan di Bali. Nilai-nilai sosial budaya dan kebijakan politik yang termuat dalam berbagai ajaran Hindu bisa dijadikan rujukan dalam pengelolaan kekuasaan politik. ‘’Tokoh Bali saya harapkan berjuang lewat jalur diplomasi dan merangkul semua komponen untuk bisa mengelola Bali dengan lebih arif,’’ ujarnya. Ida Pedanda juga mengajak semua elemen kembali mengingat komitmen Gubernur Bali Ida Bagus Mantra, yang

16

meletakan pondansi pembangunan Bali berlandaskan budaya. Pondasi ini masih up to date diterapkan saat ini. Penegasan bahwa Bali jangan dijual untuk kepentingan pariwisata mestinya tetap menjadi pegangan dalam mengelola kekuasaan. ‘’Jangan mempercepat kehancuran Bali dengan menjual semua ruang yang ada. Sekarang jurang dijual, laut dijaul, gunung dikomersilkan bahkan kawasan pura dianggap layak untuk menjadi lahan bisnis. Ini sangat menyesatkan. Bali harus kembali kepada jati dirinya,’’ ujarnya. Ketua Yayasan Widya Kerthi A.A. Ngurah Gde Sadiartha, S.E., M.M. bahkan mengingatkan agar Bali jangan dikelola dengan pendekatan ambisi. Bali harus dibangun dengan spirit ngayah sehingga tergerak jiwa dan raganya untuk mengawal peradaban Bali. Untuk itu, lembaga pendidikan tinggi harus bergerak dan menjadikan krama Bali memiliki etos kerja yang memadai dan memiliki ketahanan intelektual dan ÂżVLN ¾œ8QWXN PHQJDZDO %DOL VD\D SLNLU perguruan tinggi masih bisa menjadikan generasi muda Bali memilki kemampuan intelektual yang bisa djadikan kekuatan membangun Bali. ‘’Saya hanya berharap krama Bali jangan jadi orang yang mudah menyerah dan cepat putus asa. Generasi muda Bali harus digerakan untuk menjadi pengawasan pewarisan peradaban Hindu,’’ tegasnya. Salah satu caranya bisa dengan yoga. Dengan yoga krama Bali akan bisa PHPLOLNL NHNXDWDQ ÂżVLN \DQJ WDQJJXK dan memiliki intuisi dan kekuatan olah budi dan manah untuk memikirkan nasib Bali. Dalam konteks inilah, kata dia, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) tetap bergerak dan mendukung langkahlangkah yang bermuara pada kepentingan Bali. ‘’Krama Bali harus diingatkan pada swadharma-nya masing-masing. Jangan larut pada kepentingan–kepentingan ekonomis yang hanya menguntungkan diri sendiri dan golongan,’’ sarannya.

Jangan mempercepat kehancuran Bali dengan menjual semua ruang yang ada. Sekarang jurang dijual, laut dijaul, gunung dikomersilkan bahkan kawasan pura dianggap layak untuk menjadi lahan bisnis. Ini sangat menyesatkan. Bali harus kembali kepada jati dirinya.

Ida Pedanda Gede Rai Manuaba Mantan Rektor Unhi

z Dira Arsana

25 - 31 Januari 2016

16


Sanur Memproteksi Wilayah Secara Mandiri SEBAGAI destinasi wisata yang cukup terkenal, keamanan dan kodusivitas wilayah menjadi sangat penting. Kenyamanan wisatawan yang datang dan menginap di daerah pariwisata akan terganggu ketika kondusivitas wilayah tidak terjamin. Hal ini disadari betul oleh warga Sanur yang daerahnya telah menjadi objek wisata terkenal sejak lama. Bercermin dari kebutuhan ini, para founding father Sanur bersama-sama mencetuskan pendirian sebuah yayasan. Setelah disepakati, dibentuklah Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) pada tahun 1964 silam. Pembina YPS Ir. I.B. Gede Udiyana mengatakan pendirian YPS ini berkomitmen bergerak dalam bidang sosial serta kesejahteraan masyarakat. YPS ini juga mengakomodir semua wilayah dinas yang ada di Sanur, yakni Desa Sanur Kaja dan Desa Sanur Kauh, serta Kelurahan Sanur. Dalam mewujudkan sebuah harapan untuk menyejahterakan warganya, maka dibentuklah unit-unit usaha, seperti Bank Sanur serta PT Bakti. Bank Sanur secara khusus bergerak dalam bidang simpanpinjam keuangan, sedangkan PT Bakti memiliki unit usaha yang lebih beragam, mulai dari bengkel, restoran, usaha sedot WC, serta unit usaha lainnya. Dalam pelaksanaan, pemegang sahamsahamnya semua banjar yang ada. Sedangkan untuk devidennya dikelola YPS. Selain itu, dalam yayasan tersebut juga dibentuk berbagai biro atau bidangbidang, seperti olahraga, pemuda, serta hankamdes. Bahkan, dari unsur pemuda akhirnya membentuk suatu organ-

MBP/wan

BEBAS BALIHO ORMAS - :LVDWDZDQ PHOLQWDV GL ]HEUD FURVV WUDIÂżF OLJKW GL SHUHPSDWDQ -DODQ %\ SDVV 1JXUDK 5DL 6DQXU Âą 3DQWDL 6DQXU .DZDVDQ 6DQXU LQL EHEDV GDUL DWULEXW GDQ EDOLKR RUPDV

isasi yang disebutnya Sanur Bersatu. Organisasi ini bertujuan untuk memberikan proteksi keamanan wilayah Sanur secara keseluruhan. Mengingat, Sanur memiliki luas wilayah yang sangat besar dengan penduduk yang juga banyak. “Tentu saja di antara pemuda ini banyak yang tidak kenal. Karena itu, melalui organisasi ini mereka bisa saling menukar informasi dan juga bertemu ketika menggelar sebuah kegiatan,� kata anggota DPRD Bali ini. Menghindari adanya gesekan di lapangan, semua kegiatan yang dilakukan organisasi yang berada di bawah naungan YPS, tetap melakukan koordinasi dengan para sesepuh atau tetua desa. Sehingga apa yang dilakukan tetap terpantau dan menghindari terjadinya

bibit-bibit perselisihan antarpemuda. Dengan Sanur Bersatu ini pula wilayah ini jadi cukup disegani. Sanur Bersatu di bawah naungan YPS ini terbukti ampuh memproteksi keamanan wilayah Sanur secara mandiri. Salah satu contoh, ketika wilayah atau daerah lain marak oleh baliho ormas, wilayah Sanur bebas dari baliho ormas. Maklum, baliho ormas yang dipasang besar-besaran di berbagai sudut Kota Denpasar, dikhawatirkan bisa PHPLFX NRQĂ€LN KRUL]RQWDO 3DOLQJ WLGDN keberadaan baliho yang berseliweran tersebut sedikit mengganggu artistik wilayah. Apalagi, jika wilayah tersebut merupakan objek wisata terkenal seperti Sanur ini. z Asmara Putra

Dengan Sanur Bersatu ini pula wilayah ini jadi cukup disegani. Sanur Bersatu di bawah naungan YPS ini terbukti ampuh memproteksi keamanan wilayah Sanur secara mandiri. IB Udiyana 25 - 31 Januari 2016

17

17


PENDIDIKAN Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata saat menunjukan salah satu bus sekolah yang siap dioperasikan tahun 2016 ini.

Gianyar Siap Operasikan Bus Sekolah Bali Post/manik astajaya

M

ulai 2016 ini, Pemkab Gianyar akan mengoperasikan bus sekolah yang diprioritaskan menjadi moda transportasi pelajar. Operasional tujuh unit bus inipun sudah ditanggung pemerintah, sehingga pelajar yang menggunakan bus ini dipastikan bebas biaya. Selain itu, Pemkab Gianyar juga menyiapkan dua unit bus kesehatan yang akan memberikan pelayanan ke desa-desa.. Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata mengatakan, program Bus Sekolah dan Bus Desa Sehat Gianyar merupakan upaya dalam mewujudkan Gianyar sebagai Kota Layak Anak (KLA). Saat ini terdapat tujuh unit bus Sekolah yang nantinya akan beroperasi di tujuh kecamatan. ”Untuk insfrastruktur pendukungnya seperti halte, saat ini sudah rampung sehingga 2016 nanti sudah pasti bisa beroperasi dengan baik,” kata Agung Bharata, belum lama ini. Terkait rencana penambahan bus sekolah dengan kapasitas 25 orang itu, Agung Bharata mengaku akan terlebih dahulu melihat animo masyarakat. Sebab, tujuh

18

25 - 31 Januari 2016

bus yang ada saat ini masih dalam tahap uji coba. ”Ini masih tahap uji coba, kita lihat animo masyarakat dulu. Mudah-mudahan, masyarakat sadar kalau naik bus itu lebih aman dan nyaman. Khususnya buat para pelajar,” tegasnya. Agung Baharata menambahkan, terkait pengoperasionalan bus sekolah ini, Pemkab Gianyar sudah melakukan kordinasi dengan Organda selaku organisasi yang membawahi angkutan umum. Saat beroperasi nanti, bus Trans Harmoni tetap akan didukung dan bersinergi dengan angkutan pedesaan yang ada di Gianyar. Untuk itu, Pemkab Gianyar juga tengah melaksanakan revitalisasi angkutan desa dalam mendukung sistem angkutan pelajar yang masih tahap sosialisasi. Sementara itu, Kadis Perhubungan dan Infokom Kabupaten Gianyar Tjokorda Agusnawa mengatakan, pengoperasian bus sekolah di seluruh kecamatan ini sudah siap. Tinggal menunggu intruksi Bupati Gianyar kapan mulai dioperasikan. ”Semua sudah siap, halte juga sudah siap semua. Namun, ada permintaan dari sejumlah masyarakat agar halte digeser

dari hasil kajian semula. Itu sudah kami penuhi agar masyarakat nyaman dalam menggunakan bus ini nanti,” ujarnya. Ia menambahkan, biaya operasional ke tujuh bus tersebut seluruhnya sudah ditanggung pemerintah. Dengan begitu, setiap penumpang dipastikan gratis untuk menggunakan fasilitas bus dengan kapasitas 25 orang itu. ”Biaya operasional sudah ditanggung pemerintah, sehingga pelajar yang mengunakan bus ini tidak dipungut biaya. Kami hanya meminta agar masyarakat mau merawat bus ini,” katanya penuh harap. Selain merintis operasional bus sekolah, Pemkab Gianyar juga me-launching bus Puskesmas Keliling atau Bus Desa Sehat Gianyar yang saat ini tersedia dua unit. Tahun 2016 ini direncanakan ada penambahan empat unit bus lagi. Bus ini akan diprioritaskan masuk ke desa-desa untuk memberikan pelayanan kesehatan umum, internis, pemeriksaan gigi satu tempat, kesehatan bayi dan anak hingga bedah minor. z Manik Astajaya


Lama Tak Ditempati, Mes Sekolah Hancur KONDISI dua unit mes SDN 4 Tamanbali, Bangli di Dusun Jelekungkang sangat memprihatinkan. Disamping lingkungannya yang tak terawat, bangunannya juga keropos dan hancur. Menyikapi hal ini, Desa Pakraman Jelekungkang mengusulkan agar bangunan itu dihapus dan lahannya dialihkan menjadi Taman Kanak-kanak (TK). Berdasarkan pantauan, belum lama ini, mes tersebut tepat berada di depan SDN 4 Tamanbali. Atap dan kayu penyangganya sudah keropos dan berjatuhan. Tembok bangunan juga sudah mulai mengelupas dan pintunya juga ada yang lepas. Saat ditelusuri lebih jauh, halamannya juga dipenuhi dengan semak belukar dan tumpukan sampah. Sangat terlihat bangunan itu minim perawatan. Bendesa Adat Jelekungkang I Wayan Wirya mengatakan, mes itu sudah lama tidak ada yang menempati. Dari tahun ke tahun, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia juga tidak menampik bangunan itu sudah tak layak pakai. ”Bangunan itu sudah lama tidak ada yang menempati. Kayunya keropos dan berjatuhan,” jelasnya. Lantaran bangunan itu berdiri di tanah pelaba Pura Desa Pakraman Jelekungkang dan kondisnya juga tak layak pakai,

masyarakat mengusulkan agar lahan tersebut dijadikan TK. Hanya saja hal tersebut tidak bisa terwujud dalam waktu cepat. Saat usulan disampaikan ke Disdikpora Bangli, Desa Pakraman Jelekungkang diminta untuk mengusulkan penghapusan aset dari mes menjadi bangunan lain ke pihak sekolah. ”Karena itu tanah pelaba pura dan kondisi bangunannya seperti itu, kami berniat menjadikan itu sebagai sekolah TK. Tapi lebih dulu diminta mengusulkan ke sekolah agar fungsinya sebagai mes dihapus,” ujarnya. Wirya yang sudah menjabat sebagai Bendesa Pakraman Jelekungkang selama lima tahun ini juga menyatakan usulan itu sudah disampaikan kepada kepala sekolah setahun lalu. Namun, hingga memasuki akhir 2015 belum mendapatkan jawaban. ”Usulan sudah disampaikan setahun lalu. Tapi sampai sekarang belum mendapat jawaban. Mudah-mudahan, tidak ada masalah,” katanya. Dia menambahkan, warga juga sempat ingin melakukan pembongkaran. Tetapi keinginan itu ditahan karena bangunan itu milik pemerintah. “Biar tidak jadi masalah, pembongkaran bangunan itu kami tahan,” ungkapnya. Mengingat belum ada bangunan khusus TK, kata Wirya, proses belajar

mengajar masih dilakukan di Balai Banjar Jelekungkang. Saat ada upacara adat, terpaksa TK dipindahkan sementara ke SDN 4 Tamanbali atau Puskesmas Pembantu yang berlokasi di belakang mes. ”Jika mes itu bisa dijadikan TK, proses belajar mengajar pasti akan makin nyaman. Masyarakat luar dusun juga akan berminat menyekolahkan anaknya di sini,” katanya dan menambahkan, anak TK di dusunnya mencapai 30 orang. Sementara itu, Kepala SDN 4 Tamanbali I Nengah Genah tak menampik kondisi mes yang memprihatinkan. Dibenarkan pula ada usulan dari Desa Pakraman Jelekungkang agar lahan itu bisa dijadikan TK. Hanya saja, saat pengusulan ke Disdikpora Bangli, pihaknya diminta melakukan inventarisasi bangunan itu. ”Saat inventarisasi, kami tidak menemukan data mes itu. Tahun berapa dibuat, anggarannya berapa, kami tidak tahu. Itu yang jadi kendala saat mengusulkan,” jelasnya. Untuk bisa menjawab keinginan desa pakraman, awal 2016 ini penghapusan bangunan itu akan kembali diusulkan. ”Desa Pakraman juga mendesak agar bangunan itu segera ada kepastian. Awal 2016 ini akan kami usulkan lagi,” tegasnya. z Sosiawan

Kondisi mes SDN 4 Tamanbali sangat memprihatinkan. Kondisi ini telah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

25 - 31 Januari 2016

19


MANCANEGARA

Melegalkan Profesi Tabu

L

ain ladang, lain belalang. Mungkin inilah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan sistem prostitusi di berbagai negara di dunia. Ada yang melarang keras, ada juga yang membiarkan bahkan melegalkan warganya hidup dari profesi tersebut. Berbeda dengan negara-negara lain yang pekerja seks komersial (PSK)-nya bekerja dalam bayangan, tersembunyi dan rahasia. Australia membiarkan para pekerja seksualnya hidup bebas di bawah terangnya sinar mentari. Mereka bebas mengatakan kepada dunia bahwa inilah saya, pekerjaan saya dan bangga akannya. Di Negeri Kangguru, penjaja seks bukan pekerjaan yang tabu, keluarga dan kerabat pun mendukung mereka. Meski begitu, jumlah PSK di benua terkecil di dunia ini ternyata paling sedikit di dunia, yakni hanya sekitar 1.000 orang. “Mahasiswi, pengacara bercita-cita tinggi, aktivis, anak perempuan, saudara perempuan, PSK. Itulah saya. Saya tidak perlu diselamatkan,” seru Tilly Lawless (21), pekerja tuna susila yang hendak menunjukkan sisi lain kehidupan para pelaku prostitusi. Pernyataan di atas dikeluarkan Lawless sebagai bentuk protes atas artikel majalah perempuan di Australia, Mamamia, yang menyatakan bahwa kehidupan PSK dalam dunia nyata jauh lebih buruk dari yang DGD GDODP ¿OP ¿OP 0DMDODK LWX PHQJXtarakan, pekerja tuna susila di manapun di dunia mendapat berbagai diskriminasi dan terancam kekerasan. Legalisasi industri ini di Persemakmuran Australia terinspirasi dari film Pretty Woman karya sutradara Garry Marshal pada tahun 1990. Film yang dibintangi selebritis papan atas di Hollywood Richard Gere dan Julia Roberts ini berkisah tentang romantika komedi yang dimaksudkan untuk menjadi kisah tentang pekerja seks di Los Angeles. Lawless mengaku marah dengan semua pernyataan yang mengeneralisasikan kaum PSK. Ia sendiri sudah bekerja dalam bisnis ‘esek-esek’ ini selama tiga tahun dan mengumumkanya ke publik sejak Februari 2015. Ia berdomisili di Sydney, negara bagian di Australia yang sudah

20

25 - 31 Januari 2016

melegalkan prostitusi. Sebagai upaya melegalkan bisnis ‘kepuasan’ ini di seluruh negara bagian, aktivis perempuan yang satu ini juga mengajak orang-orang untuk aktif mengampanyekan hak-hak kaum wanita panggilan. Caranya dengan mengungkap jati diri mereka ke publik melalui media sosial. “Saya memutuskan untuk mengunggah foto saya ke Instagram untuk menunjukkan sisi lain kehidupan seorang penjaja seks, yaitu wajah perempuan muda yang secara sukarela memilih menjalani profesi ini,” ujarnya. Berangkat dari satu keberanian inilah, ratusan PSK lainnya mulai menikmati rasanya berjalan di bawah matahari tanpa jadi bayang-bayang lagi. Sama halnya dengan Lawless, mereka menampilkan betapa bahagia hidup mereka sebagai seorang PSK. “Pernyataan dalam majalah Mamamia bukan wajah kami, bukan pengalaman kami yang sebenarnya. Media massa itu hanya bersifat menyerang karena mereka menggunakan argumen perdagangan seks untuk membungkam suara kami, sementara secara bersamaan mereka juga membungkam suara korban yang benar-benar diperdagangkan,” kata Madison Missina, PSK sekaligus aktris Australia. Di samping semua kebebasan yang diberikan pemerintah dengan melegalkan

profesi tabu ini, guna melindungi hak-hak mereka sebagai pekerja. Ternyata tidak semua negara bagian di Australia sudah memperoleh pengakuan yang sama. Undang-undang prostitusi adalah tanggung jawab negara dan wilayah, kebijakannya bersifat luas dan bisa berbeda-beda. Ini semacam otonomi daerah yang dimandatkan pemerintah pusat kepada para pemimpin di negara bagiannya. Hanya satu dari enam negara bagian di negeri tetangga sebelah selatan Indonesia ini yang bersikukuh tidak mengharamkan bisnis tersebut. Sementara wilayah lain, seperti Victoria, New South Wales, Queensland, Australia Barat dan Pulau Tasmania, serta dua territorial daratan utama, Teritorial Utara dan Teritorial Ibu Kota Australia (ACT) telah berkomitmen melindungi profesi PSK. Menariknya, tiap negara bagian dan teritorial ini masih terbagi lagi dalam payung hukum yang berbeda. Di Victoria yang beribukotakan Melbourne, hukumnya diatur dalam UU PSK 1994, yang isinya melegalkan rumah-rumah bordil, namun melarang penjajaan seks jalanan dan perdagangan seks di bawah umur. Nah, bagaimana dengan negara kita? z Gugiek Savindra


Bom Berujung Sanksi SANKSI baru yang akan dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara (Korut) sebagai respons atas klaim uji coba senjata nuklir jenis bom hidrogen, dinilai tidak akan mempan. Sebab, Rezim Kim Jong-un benar-benar sudah mengisolasi diri dari masyarakat internasional. Penilaian itu disampaikan Anggota Kelompok Penasihat Pertahanan dan Perdagangan AS, Lawrence Ward. Parlemen AS menyetujui RUU sebagai payung hukum untuk menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Korut menyusul uji coba senjata nuklir pada 6 Januari lalu. ”Sulit untuk melihat bagaimana AS memperketat sanksi yang lebih lanjut dengan membatasi tindakan seseorang untuk Korut atau yang terkait orang asing dalam lingkup yurisdiksi,” kata Ward. Ward mencatat, bahwa AS telah kesulitan untuk menentukan apakah sanksi yang dijatuhkan terhadap Korut di masa lalu telah efektif atau tidak, mengingat Pyongyang sudah terisolasi. ”Hampir seluruh dunia telah memperlakukan Korut sama dengan bagaimana AS memperlakukannya, Korut telah

terus mengambil langkah-langkah untuk mengisolasi diri dari setiap dan semua sekutunya,” ujar Ward. Menurut Ward, fakta bahwa Pemerintah China mengungkapkan kemarahannya pada Korut dan tindakannya baru-baru ini mungkin menjadi pertanda baik. Sebab, Beijing adalah satu-satunya aktor yang dapat mempengaruhi Pyongyang. ”Setiap tanggapan resmi China mungkin berdampak pada Korut, karena China merupakan salah satu dari sedikit yang sekutu Korut yang tersisa,” kata Ward. Sebelumnya, Korea Selatan telah memperingatkan Korea Utara bahwa Amerika Serikat dan sekutunya akan memberikan sanksi, usai percobaan nuklir terakhir Korut. Korsel juga meminta China, untuk ikut ambil bagian mengendalikan tetangganya yang sudah terisolasi tersebut. Wilayah perbatasan di Asia Timur, memang mengalami tensi yang tinggi usai Korut melakukan percobaan nuklirnya minggu lalu. Korsel pun memberikan tembakan pada drone yang dicurigai milik Korut. Pejabat militer Korsel mengatakan,

percobaan nuklir tersebut telah membuat China dan Amerika marah. Tindakan Korut juga menimbulkan pertanyaan soal apa yang harus diperbuat, agar Korut menghentikan pengembangan senjata nuklirnya. Presiden Korea Selatan Park Geun Hye mengatakan langkah provokasi, sekaligus persoalan terorisme cyber yang dilakukan Korut memungkinkan negara itu akan mendapatkan sanksi baru yang lebih kuat dari sebelumnya. “Kami bekerja sama secara erat dengan Amerika Serikat dan sekutunya untuk memberikan sanksi yang efektif yang akan membuat Korea Utara ‘nyeri tulang yang mematikan’. Tidak hanya dalam lingkup Dewan Keamanan, tetapi juga secara bilateral dan multilateral,” kata Park. Park mengatakan Korsel dan China sedang mendiskusikan Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Korut. Terkait hal ini, menurutnya, China telah mencatat dan memberikan pernyataan berulang kali bahwa tak menoleransi program nuklir Korut. z Gugiek Savindra 25 - 31 Januari 2016

21


DAERAH

Di Besakih, Banyak Tanah Pemprov Disalahgunakan

A

set Provinsi Bali berupa tanah di kawasan Besakih, banyak disalahgunakan. Hal itu marak terjadi, ketika berlangsung ritual keagamaan di Pura Agung Besakih. Lahan provinsi saat itu banyak digunakan oknum warga setempat untuk tempat parkir, tempat berdagang dan melakukan pemungutan secara ilegal. “Bila BPK Provinsi Bali jeli, seharusnya masalah ini bisa jadi temuan,� kata Anggota Komite III DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, saat melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) soal pembentukan Badan Pengelola Kawasan Pura Besakih, di Wantilan Pemkab Karangasem, belum lama ini. Menurutnya, masalah ini hanya sebagian kecil sebagai dampak dari buruknya pengelolaan kawasan Besakih. Seharusnya Pemprov Bali jeli melihat

22

25 - 31 Januari 2016

persoalan tersebut, karena bisa menjadi salah satu kebocoran pendapatan yang cukup besar. Apalagi kalau dilakukan selama bertahun-tahun oleh oknum warga, masalah ini bisa berimplikasi hukum. Terlebih banyak keluhan masyarakat, karena tarif parkir yang dikenakan sangat melambung tinggi, dari Rp 10 ribu sampai 25 ribu per kendaraan. Pihaknya mendesak, agar masalah ini bisa diatasi. Artinya, Pemprov Bali juga harus mendorong bersama-sama agar kawasan Pura Besakih dan lingkungannya dikelola oleh suatu badan yang dapat mengelola secara profesional. Wedakarna yakin, kalau kawasan Pura Besakih dan lingkungannya dikelola dengan sistem yang baik dan jujur, kunjungan dan pendapatannya per tahun bisa melampuai Tanah Lot Tabanan. Sekda Karangasem

I Gede Adnya Mulyadi yang menanggapi persoalan ini saat RDP berlangsung juga merasakan hal serupa. Ia menyebut masalah pengelolaan kawasan Pura Besakih dan lingkungan sebagai objek dan daya tarik wisata sudah amat pelik. Ada tiga masalah pelik yang belum bisa diselesaikan. Selain masalah pungutan bodong areal parkir, masalah lain seperti sampah, dagang dan pemerasan wisatawan oleh oknum pramuwisata juga harus segera diatasi. Sehingga, Sekda Adnya Mulyadi juga menegaskan perlunya Badan Pengelola ini segera dibentuk, untuk mengatasi masalah ini secepatnya, agar tidak semakin menciptakan citra buruk dari keagungan Pura Besakih, sebagai pura terbesar di Bali. z Bagiarta


El Nino, Ancaman bagi Program Swasembada Pangan di Bangli FENOMENA El Nino menjadi ancaman serius program swasembada pangan di Kabupaten Bangli. Debit air di saluran irigasi turun drastis, hingga menyebabkan penanaman padi di sejumlah lahan persawahan tertunda. Bahkan kondisi ini juga berpotensi mengakibatkan gagal panen. Kabid Pengolahan, Pemasaran dan Sarana Prasarana Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (P3) Bangli Dewa Putu Sugiarta menjelaskan sesuai instruksi pemerintah pusat, penanaman padi direalisasikan pada periode Oktober 2015 hingga Maret 2016. Alasannya, periode tersebut bertepatan dengan musim hujan. Untuk Bangli sendiri penanamannya ditargetkan mencapai 2.729 hektar. Akan tetapi, melihat kondisi cuaca yang belakangan ini sangat ekstrem, penanaman padi di sejumlah lahan terpaksa ditunda. “El nino itu menyebabkan musim kemarau jadi berkepanjangan. Debit air secara otomatis mengecil. Jadinya ini sangat mengancam swasembada pangan,” ujarnya. Disampaikan dia, mengatasi debit air yang turun, sejumlah upaya pun sudah dilakukan, yakni memperbaiki saluran irigasi dan penanaman padi secara bergilir. “Kami sudah upayakan untuk mensukseskan swasembada pangan ini. Rasanya memang cukup berat mengahadapi musim ini,” katanya. Ditambahkan Sugiarta, jika lahan persawahan yang belum bisa digarap akibat

pengaruh musim, petani diharapkan bisa menanam palawija lain seperti jagung dan kedelai. Pasalnya, komoditi itu juga masuk dalam program swasembada pangan. “Harapan kami jangan sampai ada lahan yang ditelantarkan,” imbuhnya. Hal senada juga diungkapkan Plt. Kepala Dinas P3 Bangli Ni Wayan Manik. Di tengah musim yang tak menentu ini, petani diharapkan lebih kreatif dalam pola penanaman. Ia pun menegaskan persoalan pertanian tidak hanya melanda Bangli saja. “Hal ini tak hanya terjadi di Bangli saja. Agar petani tetap dapat penghasilan, bisa menanam palawija lain di luar padi,” katanya. Di sisi lain, mengecilnya debit air menyebabkan petani kelimpungan. Seperti halnya Nyoman Setiawan, petani di Subak Bangkiang Sidem, Desa Bangbang, Tembuku. Sejak dua tahun lalu ia tidak bisa menanam padi lantaran lahannya kekurangan air. Kondisi ini juga melanda puluhan hektar sawah yang ada di sekitarnya. Alhasil untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, beras yang dikonsumsinya didapatkan dari membeli. “Saya sudah dua tahun tak bisa tanam padi. Debit air bertambah kecil. Jadi bingung. Biasanya menghasilkan beras, sekarang malah beli beras,” keluhnya. Mengatasi kecilnya debit air ini, petani yang bergabung di Kelompok Simantri ini mengatakan penanaman padi sudah

menggunakan sistem sorong atau gilir. Sayangnya hal itu tidak banyak membantu. “Penanaman dengan sistem sorong sudah dilakukan. Tapi masih saja kesulitan air,” katanya. Supaya tetap mendapat penghasilan, petani terpaksa beralih menanam cabai, kacang tanah, kedelai, dan sayuran lainnya. Selain di Bangbang, penurunan debit air irigasi juga terjadi di Desa Tembuku. Penanaman padi yang biasanya bisa dilakukan secara serempak di empat lokasi, sejak dua tahun belakangan hanya bisa menyasar satu lokasi. “Debit air mulai mengecil. Tanam padi tak bisa lagi serempak. Harus giliran,” kata Kepala Desa Tembuku I Ketut Mudiarsa. Kades yang juga seorang pelukis ini, menyebutkan kecilnya debit air ini terjadi dari hulu. Sementara untuk kebocoran saluran irigasi dikatakan tidak ada. “Perbaikan saluran irigasi sangat sering dilakukan. Ini memang dari hulu sudah kecil,” ucapnya. Petani di Subak Pengiangan Kangin, Desa Pengiangan, Susut pun mengalami hal serupa. Bahkan sejak sepuluh tahun terakhir, mereka terpaksa melakukan penanaman secara bergilir. “Petani tak bisa ngomong apa. Musim yang tak menentu ini sungguh menggangu,” kata petani I Wayan Keber. z Sosiawan

Sejumlah petani perempuan sedang melakukan panen padi di daerah Susut. Kondisi cuaca tak menentu dikhawatirkan mengancam program swasembada pangan di Bangli. MBP/sos

25 - 31 Januari 2016

23


K E S E H ATA N

Memilih Kontrasepsi yang Sesuai

S

aat ini masyarakat diharapkan untuk turut berperan serta dalam program KB dan kependudukan dengan memilih metode kontrasepsi seperti yang Anda inginkan. Pertumbuhan jumlah penduduk ini harus dikendalikan karena bukan hanya menyangkut masalah kuantitas namun berkaitan dengan masalah kualitas. Sehingga dampak negatif seperti bertambahnya jumlah pengangguran dan keterbatasan lahan dapat dicegah. Tiga pesan kunci untuk waktu dan jarak kehamilan yang sehat, yaitu: Setelah melahirkan anak, seorang wanita sebaiknya menunggu 24 bulan sebelum hamil kembali. Setelah keguguran, seorang wanita sebaiknya menunggu enam bulan sebelum kehamilan berikutnya. Seorang wanita sebaiknya menunggu hingga minimal berusia 18 tahun untuk hamil. Berikut ini adalah tiga fase dalam perencanaan keluarga untuk memandu pemilihan kontrasepsi yang tepat. Efektivitas metode kontrasepsi yang Anda pilih sangat tergantung dari mekanisme kerja untuk mencegah terjadinya kehamilan, ketepatan cara penggunaan, konsistensi dalam menggunakan, dan tingkat ketergantungan terhadap kepatuhan Anda dalam menggunakan secara benar. 1. KB Alamiah dengan tidak melakukan senggama pada masa subur. 2. KB Hormonal. a. Suntikan tiga bulanan, keuntungan metode ini adalah Anda tidak mudah lupa seperti pada pengguna pil, dapat menurunkan insidens endometriosis, mencegah moma uteri, dan mengurangi nyeri haid. Keterbatasannya adalah gangguan haid dalam enam bulan pertama dan penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis. b. Suntikan bulanan, keuntungan metode ini adalah pemberian hanya sekali sebulan, kontrol siklus menstruasi yang baik, dan kesuburan kembali segera

24

25 - 31 Januari 2016

setelah penghentian penggunaan. Keterbatasan metode ini adalah kunjungan bulanan ke klinik KB. c. Pil kombinasi, keuntungannya menstruasi menjadi teratur, hipomenore, kulit halus dan bersih, dismenore berkurang, dan juga pebaikan pada penderita anePLD GHÂżVLQVL EHVL %LOD DQGD PHPLOLNL gangguan fungsi hati, diabetes melitus, hipertensi, perdarahan rahim yang belum jelas penyebabnya, migrain yang tidak tergantung siklus, usia lebih dari 45 tahun atau merokok, tidak disarankan untuk menggunakan metode ini. d. Minipil, efektif bila anda meminum pil pada waktu yang sama setiap hari, dan kesuburan anda akan segera pulih bila penggunaan dihentikan. Keterbatasan metode ini adalah dapat menyebabkan perubahan pola (siklus) haid dan terjadi pertambahan ataupun pengurangan berat badan. e. Implan, berupa batang berisi homon yang dimasukkan ke bawah kulit lengan, yang memberikan efek kontrasepsi selama 3 tahun.pemasangan implan, dengan efek samping gangguan menstruasi dan

peningkatan berat badan. 3. Alat kontrasepsi dalam rahim, dapat segera efektif begitu dipasang dan efek sampingnya sedikit. Metode ini dapat digunakan untuk jangka-panjang, namun bila anda menginginkannya dapat dibuka kapan saja dan kesuburan cepat pulih begitu alat dilepas. 4. Kontrasepsi mantap, dilakukan secara sukarela dan mendapat persetujuan dari pasangan Anda karena bersifat permanen. Pada wanita dilakukan tubektomi, dengan menutup saluran telur. Pada pria dilakukan vasektomi sehingga tidak ada di dalam cairan ejakulat saat terjadi emisi ke dalam vagina. Bila Anda masih bingung dalam menentukan pilihan Anda, datanglah ke petugas kesehatan terdekat untuk mendapat penjelasan lebih lanjut. Ungkapkan metode seperti apa yang Anda inginkan, juga masalah yang Anda miliki agar petugas dapat membantu Anda memilih kontrasepsi yang sesuai. z dr. Putu Heri Darmawan


Chiropractic Tak Masuk Kurikulum Kedokteran Indonesia CHIROPRACTIC terapi tidak masuk dalam kurikulum kedokteran Indonesia. Sebuah pengobatan alternatif yang dilakukan chiropractor, mengoreksi titik-titik tertentu pada tulang belakang tersebut bukanlah pengobatan yang ilmiah dan legal. “Chiropractic tidak ada di kurikulum kedokteran termasuk pada kurikulum ortopedi,� ujar Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI) Bali Nusa Tenggara, Prof. Dr.dr. I Ketut Siki Wiyana, Sp.B, Sp.OT (K)., Senin (11/1). Ia pun menyangsikan izin praktik tersebut karena ia tidak tahu izinnya dari mana. Sebelumnya chiropractic belum baku diterima oleh Depkes. “Tapi saya tidak tahu Kemenkes sekarang, kira-kira tentang izin praktik chiropractic,� ujarnya. Ia menilai chiropractic adalah terapi yang penuh risiko kerusakan jaringan, tulang dapat lepas, patah, pembuluh darah dan saraf pun dapat putus sehingga dapat menyebabkan kematian.

“Yang paling berbahaya itu pada leher,â€? imbuhnya. Di negara barat, chiropractic termasuk ortotic medicine dengan lama pendidikan 2 tahun setelah sarjana kedokteran. “Jadi setingkat dokter, mereka tahu ilmu dasar kedokteran,â€? jelasnya. Sedangkan, di Belanda, pendidikan chiropractic tidak setingkat dokter, dan di Indonesia, chiropractic tidak masuk dalam kurikulum kedokteran termasuk ortopedi. Dalam dunia kedokteran, ada 4 terapi yang legal dilakukan yaitu terapi obatobatan yang diinjeksi, terapi obat-obatan yang diminum, terapi lokal (oles, salep), obat kata-kata (psikoterapi). Pengobatan yang tanpa menggunakan obat-obatan SDGD ELGDQJ RUWRSHGL \DLWX ÂżVLRWHUDSL misalnya latihan tangan untuk mencapai fungsi yang baik dengan cara menghangatkan, dilatih ototnya, didinginkan, berendam pada air. “Selain obat-obatan, penyembuhan gangguan tulang dengan ÂżVLRWHUDSL GDQ RSHUDVL ´ XMDUQ\D 6HPXD

Chiropractic adalah terapi yang penuh risiko kerusakan jaringan, tulang dapat lepas, patah, pembuluh darah dan saraf pun dapat putus sehingga dapat menyebabkan kematian. Yang paling berbahaya itu pada leher. tindakan fisioterapi tersebut termasuk dalam rehabilitasi medik. Pada intinya pengobatan ortopedi yaitu reposisi (menyambung tulang yang patah), setelah LWX ÂżNDVDVL EDLN GHQJDQ JLS DWDX SHQ yang bertujuan untuk mengembalikan fungsinya, baru kemudian dilakukan rehabilitasi dengan latihan-latihan. z Cita Maya

25 - 31 Januari 2016

25


LENSA

LONTAR Barisan pohon lontar di Desa Labasari seperti di Banjar Peselatan dan Bebayu menambah eksotis pemandangan alam desa setempat yang nyegara gunung. Pohon lontar selain disadap untuk produksi tuak, daunnya juga banyak dimanfaatkan untuk sarana upacara keagamaan.

MBP/bud

26

25 - 31 Januari 2016


OLAHRAGA

Kisruh Berlanjut

K

ontroversi stadion untuk Olimpiade Tokyo 2020, berlanjut. Setelah Jepang membatalkan stadion rancangan Zaha Hadid karena terlalu mahal, persoalan lain pun muncul setelah Dewan Olahraga Jepang (JSC) menetapkan karya Kengo Kuma sebagai penggantinya. Hadid menolak permintaan JSC untuk menyerahkan karya ciptanya dengan imbalan pembayaran tahap akhir yang telah melewati batas. JSC diklaim menahan uang sisa pembayaran untuk hak cipta karyanya yakni stadion yang tak jadi dibangun itu. JSC berjanji akan menyelesaikan permasalahan itu namun tidak akan memELFDUDNDQ VHFDUD VSHVLÂżN NRQWUDN GHQJDQ ZHA, perusahaan Hadid yang bermarkas di London itu. Setelah karya batal dibangun karena menghabiskan banyak biaya, Hadid mengeluhkan pilihan baru JSC yakni stadion karya arsitek Jepang Kengo Kuma yang disebut banyak mengambil inspirasi dari miliknya. ZHA kemudian melayangkan laporan ke JSC yang memaparkan banyaknya kesamaan antara karya Hadid itu dengan milik Kuma baik struktur, tata ruang dan elemen-elemen lain. Oleh karena itu diminta negosiasi atas karya cipta itu. “Kami berharap dengan segera untuk melanjutkan diskusi dengan JSC untuk menyelesaikan isu penting seputar penggunaan karya design yang menjadi hak dari ZHA dan tim perancang yang asli,â€? isi dokumen yang diajukan ke JSC. Perusahaan Hadid menyatakan sejak Oktober tahun lalu pihaknya berusaha untuk mendapatkan pembayaran dari JSC namun kemudian yang terjadi adalah datangnya permintaan tertulis itu. ZHA juga menolak untuk menandatangani klausa terbaru dari kontrak itu sebagai pertukaran dari pembayaran itu. Konsorsium yang mengerjakan stadion tersebut terdari dari dua perusahaan Jepang yang sebelumnya bekerjasama dengan Hadid. Ditilik dari rancangannya, bentuk luar stadion karya Kuma lebih kecil dan bersahaja dibandingkan milik Hadid. Karya Hadid mendapat kritik keras karena rancangannya mirip helm sepeda

atau pesawat angkasa luar. Bangunan futuristik itu pun dinilai tidak selaras dengan lingkungan di sekitarnya, laporan Associated Press. Di sisi lain, Jepang akan menanggung banyak biaya jika harus membangun Stadion karya Hadid yang diperkirakan mencapai 2,1 milyar dolar AS. Sementara stadion milik Kuma hanya menghabiskan 1,27 miliar dolar saja, laporan Associated Press. Pembangunan stadion ini diharapkan bisa tuntas pada November 1919, dua bulan jelang batas akhir yang disyaratkan

Komite Olimpiade Internasional. Stadion tersebut selanjutnya akan diuji coba termasuk digunakan untuk Piala Dunia Rugby 2019. Stadion Nasional Jepang ini rencananya akan dipakai untuk upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade 2020. Namun dengan kekisruhan ini, menyebabkan keterlambatanan dan rencananya venue Olimpiade akan dipindahkan ke stadion Yokohama yang sebelumnya dipakai untuk Piala Dunia 2002. z Yudi Winanto

MBP/ap

Dewan Olahraga Jepang merilis foto stadion yang akan digunakan untuk Olimpiade 2020. Foto bawah stadion rancangan arsitek Zaha Hadid yang tidak jadi digunakan karena terlalu mahal ongkos pembangunannya. Foto atas stadion karya Kengo Kuma yang ditetapkan Desember 2015 sebagai penggantinya. 25 - 31 Januari 2016

27


OLAHRAGA

MBP/ap

Wali Kota Duesseldorf Thomas Geisel (kanan) dan Direktur Tour de France Christian Prudhomme berfoto bersama usai presentasi start lomba balap sepeda Tour de France 2017.

Jaket Kuning MUNGKINKAH pembalap Jerman akan mengenakan jaket kuning di lomba balap sepeda paling bergengsi Tour de France? Jawabnya, mungkin saja dan tahun depan menjadi peluang terbaik. Ini dikarenakan panitia Tour mencapai kesepakatan dengan pemerintah Kota Duesseldorf sebagai lokasi start pada lomba 2017. Kota di Jerman itu untuk keempat kalinya dalam sejarah terpilih sebagai lokasi Grand Depart.

28

25 - 31 Januari 2016

Untuk etape pembuka rute cukup singkat, yakni 13 km yang akan dihadapi para pembalap di nomor time trial. Ini menjadi peluang bagi juara dunia time trial Tony Martin untuk unjuk gigi. Pembalap Jerman yang tiga kali menjadi juara dunia itu, perlu melewati bantaran sungai Rhine pada 1 Juli nanti sebelum mengenakan jaket kuning, lambang pemimpin klasemen keseluruhan. Namun panitia belum bisa menjelaskan rute lanjut setelah time trial di Duesseldorf itu. Oktober mendatang detil-detil lomba baru dipublikasian. Sepanjang sejarah balapan Tour de France, Jerman terakhir kali menjadi kota Grand Depart lomba yag memakan waktu tiga pekan itu pada 1987, laporan Associated Press. z Yudi Winanto


Ke Olimpiade Lagi USIA tak menghalangi bagi atlet Jepang Hiroshi Hoketsu untuk berprestasi. Atlet berkuda dari Jepang itu membidik tiket ke Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil meski usianya telah 74 tahun. Hoketsu pertama kali memperkuat tim Sakura di pesta olahraga multievent itu pada Olimpiade 1964 di Tokyo. Keinginannya untuk terus membela tim Equestrian itu tak pernah berhenti hingga kini. Federasi Equestrian Jepang menyatakan Hoketsu juga telah mendaftarkan diri

XQWXN PHQJLNXWL EDEDN NXDOL多NDVL XQWXN Olimpiade Rio. Di Olimpiade London 201, Hoketsu telah dinobatkan sebagai atlet tertua yang mengikuti event empat tahunan itu dengan umur 71. Jika dia lolos ke Rio mendatang, maka dia untuk keempatkalinya berhasil tampil di Olimpiade. Untuk itu, Hoketsu perlu bersaing dengan 11 atlet yang juga berharap tampil di Olimpiade. Hoketsu perlu memenangkan salah satu dari empat nomor yang diper-

ORPEDNDQ GL NXDOL多NDVL SDGD 0HL GDQ -XQL mendatang. Selain itu, Hoketsu perlu meraih skor tertentu di dua turnamen yang memenuhi persyaratan Federasi Equestrian Internasional bila ingin memperoleh tiket ke Rio. Pendek kata, persyaratan yang dihadapi atlet veteran itu tak berbeda dengan rivalrivalnya yang jauh lebih muda, laporan Associated Press. z Yudi Winanto

MBP/net

Atlet berkuda Jepang Hiroshi Hoketsu. 25 - 31 Januari 2016

29


OLAHRAGA

Tiovillo Kharisma Bahari

Obsesi Tampil di Asian Games DINASTI keluarga Bahari masih menyisakan seorang petinju. Dialah Tiovillo Kharisma Bahari yang mendulang medali emas kelas menengah (75 kg) pada kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) di GOR Tegar Beriman, Bogor, Jabar, 14-17 Desember 2015. Villo menaklukkan SHWLQMX WXDQ UXPDK 0DU¿Q %DWXZDHO GL ¿QDO Sebelumnya, Villo turun pada ajang Pra-PON di NTT, Oktober 2015. Ia mendapat medali perak setelah ditundukkan Agus Firmansyah (Kalbar) di partai puncak. Selanjutnya, petinju kelahiran Denpasar, 25 Agustus 1991, ini bertekad mempersembahkan emas bagi Bali pada PON ke-19 di Jabar, September mendatang. ¾œ-LND VXNVHV PHZXMXGNDQ HPDV di PON, saya punya obsesai tampil pada SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games (AG) 2018 di Indonesia,’’ tuturnya di Denpasar pekan lalu. Villo ingin mengikuti jejaknya sang kakak Pino Bahari yang sukses mendulang emas pada Asian Games 1990 di Beijing, Tiongkok. Villo merupakan putra kesembilan sekaligus bungsu dari pasangan Daniel Bahari dan Agustina Rundengan. Ia adalah dinasti Bahari kelima yang menggeluti olahraga adu jotos setelah Pino, Nemo, Cham (alm), dan Daudysyah. Ia menganggap hobi tinjunya sebagai pekerjaan tukang gebuk yang mendatangkan uang. PasalQ\D 9LOOR PHPXNXO ODZDQ VHSHUWL seorang drumer menggebuk drum MPB/wan

Tiovillo Kharisma Bahari

30

25 - 31 Januari 2016

menggunakan stik. Pada malam Tahun Baru 2016 lalu, Villo tampil GXD NDOL GL +RWHO 3DQ 3DFLÂżF 7Dnah Lot, Tabanan, masing-masing pukul 19.00-21.30 dan pukul ZLWD 'DODP ZDNWX sesingkat itu isi koceknya bertambah Rp 6 juta. Villo adalah sarjana jurusan musik Fakultas Seni Universitas 3HOLWD +DUDSDQ 83+ .DUDZDFL Tangerang. Sambil kuliah sejak 2009, ia tetap berlatih tinju. Hasilnya, medali emas rutin disumbangkannya untuk Badung pada Porprov Bali 2009 di Badung, Porprov 2011 di Jembrana, Porprov 2013 di Denpasar, dan Porprov 2015 di Buleleng. Dalam persiapan menghadapi PON 2016, Villo digembleng Pino pagi dan sore. Sayangnya, ia masih mengalami cedera pada siku dan bahu kiri, sehingga harus menjalani ÂżVLRWHUDSL /DZDQ EHUDWQ\D QDQWL diperkirakan Markus (Papua Barat) yang mengalahkannya pada PraPON 2011. Villo mulai mengenal tinju sejak usia 4 tahun. Ia pertama kali naik ring pada Kejurnas 2007 di Kerinci, Jambi dan Kejurnas 2008 di Bitung dengan hasil dua emas. Sementara drum digelutinya semenjak usia 8 tahun. ‘’Di Jakarta saya menjadi personel King’s Band. Oleh karena sibuk berlatih tinju, posisi saya digantikan orang lain,’’ ujarnya. Petinju bergelar Sarjana Seni (SSn) ini MXJD PHQRODN WDZDUDQ PDQJJXQJ z Daniel Fajry


I Nyoman Putrawan

Utamakan Pembinaan Atlet Usia Dini GEBRAKAN Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar I Nyoman Putrawan pantas ditiru oleh ketum KONI kabupaten di Bali. Meski pengalamannya di dunia olahraga baru seumur jagung, semangatnya untuk mencetak atlet berprestasi tidak perlu diragukan lagi. Ia memprioritaskan pembinaan atlet usia dini dalam kepemimpinannya. Putrawan mempunyai moto sendiri dalam menjalankan tugasnya, yaitu membudayakan prestasi atlet. Ia berharap programnya ini mampu meningkatkan prestasi atlet Denpasar di sisa waktu kepemimpinannya. “Tugas saya sebagai Ketum KONI Kota Denpasar tinggal satu tahun lagi. Saya ingin harapan untuk membudayakan pembinaan atlet usia dini demi meraih prestasi bisa tetap dijalankan. Semoga impian saya dan pengurus lainnya ini terwujud,â€? ungkapnya di Denpasar pekan lalu. Menurutnya, melatih atlet usia dini sangat penting. Pasalnya, karakter, menWDO GDQ ÂżVLN KDUXV GLEHQWXN VHMDN DZDO pembinaan. Untuk menjalankan program ini, jalinan komunikasi antara pengurus, pelatih dan atlet mesti terus terjaga. Tanpa adaya komunikasi yang baik maka akan sulit mencetak atlet berprestasi. Membudayakan atlet menjadi pijakan Putrawan dalam melakanakan tugas. Lewat pembinaan maka dari dalam diri atlet akan muncul sikap idealisme dan jiwa patriot. ‘’Ini harus selalu ditanamkan, sehingga atlet yang dihasilkan berkualitas,â€? kata pria yang juga Ketum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Denpasar itu. Selama tiga tahun menahkodai KONI Kota Denpasar, Putrawan mendapatkan banyak pengalaman dalam membina olahraga dan menemukan kawan-kawan baru. Terpenting lagi, menyadari betapa perlunya dan tidak bisa dilepaskannya kebersamaan dalam menjalankan organisasi. Tidak ketinggalan membuat terobosan-terobosan dalam upaya menjawab persoalan klasik olahraga menyangkut anggaran. Program-program yang menyentuh atlet mesti terus berjalan. Contohnya mem-

berikan beasiswa kepada atlet berprestasi yang disesuaikan dengan anggaran yang ada. Tidak hanya itu, ia juga bertekad menambah fasilitas olahraga di Denpasar. Pasalnya, ibu kota Provinsi Bali ini masih kalah dengan daerah lainnya dalam hal fasilitas olahraga berstandar nasional, salah satunya kolam renang. Padahal cabang olahraga air ini menyediakan banyak medali dalam setiap event.

Harus ada sarana dan prasarana olahraga yang memadai untuk menunjang prestasi atlet Denpasar di masa mendatang. “Saya ingin Denpasar mempunyai sport center. Mudah-mudahan terealisasi. Kalau bukan KONI Denpasar, siapa lagi yang akan mengupayakan,’’ tutur Putrawan. z Eka Parananda

MBP/nan

I Nyoman Putrawan 25 - 31 Januari 2016

31


A KT I V I TA S

MBP/ist MBP/ist

JUARA - Mahasiswa Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali kembali membuktikan bahwa karya-karya yang mereka hasilkan mampu bersaing dengan desainer profesional. Hal ini dibuktikan oleh I Gede Yuda Nopariawan yang berhasil meraih juara I Desain Kemasan Jajanan Tradisional, di Cipta Karya Kreatif 2015. Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual ini mengulang kembali kemenangan mahasiswa STD Bali lainnya pada ajang yang sama tahun lalu. Nampak dalam foto I Gede Yuda Nopariawan (tengah) saat menerima penghargaan Cipta Karya Kreatif.

PRESTASI - STIKOM Bali kembali menunjukkan prestasinya melalui karya teknologi informasi kreatifnya. Dua alumni STIKOM Bali I Komang Try Adi Stanaya, S.Kom. dan I Made Suandana Astika Pande, S.Kom. mengukir prestasi gemilang. Keduanya keluar sebagai juara dua katagori Cipta Aplikasi Konten Mobile dalam ajang lomba Denpasar Creative Festival yang diselenggarakan Disperindag Kota Denpasar pada 28-31 Desember 2015. Materi yang dilombakan adalah “Aplikasi Augmented Reality Book and Stick Wayang Kulit Panca Pandawa Berbasis Mobileâ€?. I 0DGH $VWLND 6XDQGDQD 3DQGH 6 .RP PHPHJDQJ VHUWLÂżNDW Lomba Cipta Karya Kreatif 2015 (kiri) dan I Komang Try Stanaya, S.Kom. (kanan) bersama Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan.

MBP/ist

DILANTIK - Para pimpinan dan pejabat struktural STIMI Handayani Denpasar periode 2015-2019 resmi dilantik dan diambil sumpahnya di aula kampus setempat, Selasa (12/1). Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., disaksikan rohaniwan. Para pimpinan dan pejabat struktural yang dilantik yakni Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak. sebagai Ketua STIMI Handayani, Dra. Ni Ketut Karwini, M.M. sebagai Wakil Ketua I, Drs. Anak Agung Ngurah Gede Suindrawan, M.M. sebagai Wakil Ketua II, Ida Bagus Swaputra, S.E., M.M. sebagai Ketua LPM, Drs. I Wayan Wardita, M.M. sebagai Sekretaris LPM, Dra. Ni Made Gunastri, M.M. sebagai Anggota LPM dan Dra. I Gusti Ayu Alit Widiasih, M.M. sebagai Staf LPM.

32

25 - 31 Januari 2016

MBP/ist

PERTANDINGAN - Serangkaian Dies Natalis-nya XXIII, Undiksha Singaraja menggelar pertandingan ekshibisi tenis lapangan. Dalam pertandingan itu Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. menang dengan skor 8-6 satu set melawan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD.KEMD. Kebersamaan dalam pertandingan itu menjadi momentum kedua universitas besar di Bali ini saling bergandengan tangan mendukung program akademik dan nonakademik. Menurut Jampel, jalinan persahabatan dilakukan Undiksha dan Unud, mendukung kemajuan pendidikan di Bali. Pertandingan ekshibisi tenis lapangan rutin digelar setiap dies natalis. Undiksha sendiri masih membutuhkan pembinaan akademik maupun nonakademik dari Unud.


KRIMINAL

Narkoba, di Balik Gegap Gempita Pariwisata Pulau Dewata

P

eredaran narkoba di Bali bukanlah cerita baru. Ini cerita lama yang kondisinya semakin mengkhawatirkan. Bahkan, destinasi internasional ini kini telah berubah sebagai “surga” para penikmat narkoba. Bukan hanya turis asing, wisatawan nusantara, termasuk masyarakat menjadikan tempat ini sebagai persembunyian aman untuk berpesta narkoba. Peredaran barang terlarang ini akan mengalami peningkatan. Salah satu faktor penyebabnya adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing dan domestik. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat harus mawas diri terutama pelaku pariwisata supaya mengimbau dan mengawasi turisnya. “Pelaku pariwisata harus andil menjaga Bali dari peredaran gelap dan penyalah guna narkoba. Imbau turisnya agar tidak pakai narkoba dan sampaikan di Bali sedang gencar-gencarnya melakukan upaya antisipasi dan penindakan terhadap pelaku narkoba,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa. Suastawa menegaskan tahun ini pihaknya akan berusaha mengejar dan menungkap sindikat barang terlarang tersebut. Menurutnya dengan hasil pengungkapan yang tinggi tahun 2015, itu berarti peredaran narkoba semakin meningkat. “Gaya hidup turis di tempat tinggal atau negaranya, dibawa ke Bali dan itu adalah fenomena. Kebiasaankebiasaan di kota besar di Jawa dibawa ke Bali. Jadi kita harus gencar melakukan pencegahan dan penindakan. Pariwisata besar pengaruhnya (peredaran narkobared), apalagi tidak hanya wisatawan luar negeri, domestik juga tinggi ke Bali,” ujarnya. Mantan Dir. Binmas Polda Bali ini mengingatkan jika sekarang ini sasaran ke Bali, narkobanya dipasok sindikat jalur Jakarta, Jawa Tengah dan Surabaya. Ia memprediksi jalur darat dan laut paling rawan. “Selama ini proteknya ada kelemahan. Seperti di pelabuhan, begitu banyaknya harus diperiksa tidak

memungkinan dengan alat manual,” ungkapnya. Menurut jenderal bintang satu asal Gulingan, Mengwi ini, pihaknya sudah mengusulkan alat detektor sabu-sabu (SS) ke BNN RI. Alat tersebut mempermudah saat pemeriksaan. “Kalau alat itu mendeteksi ada sabu-sabu baru kita geledah. Jadi tidak asal geledah dan alat itu sangat memudahkan anggota di lapangan. Kalau tidak disetujui usulan itu, kami akan coba sampaikan kepada Gubernur Bali,” ungkapnya. Ia tidak ingin penyelidikan dengan cara-cara atau gaya lama terus dipakai. Sindikat saja terus berinovasi dan aparat penegak hukum harus lebih maju, paling tidak mampu mengimbanginya. “Saya berharap semua Kepala BNNP dan BNNK punya alat itu,” tegas Suastawa. Selama 2015, upaya pencegahan narkoba dinilai belum optimal. Hal itu dibuktikan dengan tingginya jumlah pengungkapan. Jika upaya pencegahan berhasil maka pengungkapan kasus itu mestinya turun. “BNN RI sudah memberikan anggran khusus ke BNNP Bali untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan bekerja sama dengan Desa Pakraman. Jadi Desa Pakraman dikedepankan dalam mencegah narkoba di wilayahnya masingmasing,” tegasnya. Sementara mantan Kepala BNNK Badung Kombes Pol.(purn) Ni Made Asmiriwati mengatakan, selama dua tahun menjabat Kepala BNNK Badung, tidak mudah merehabilitasi pecandu karena menyangkut kemauan orang lain. Kecil kemungkinan pecandu sadar dan datang sendiri untuk direhabilitasi. Oleh karena itu, perlu gaya-gaya sendiri supaya mereka datang ke BNN. “Bagaimana caranya keluarga apalagi pecandu datang ke kita. Dari 65 orang direhabilitasi di BNNK Badung, cuma tiga orang datang sendiri. Oleh karena itu, harus terus dilakukan sosialisasi dan pencegahan,” tegasnya. Ia mengaku miris karena ada anak usia 13 tahun yang direhabilitasi di BNNK

Badung. Sekarang anak di bawah umur tersebut sedang proses konseling, padahal sering pakai narkoba. “Kalau dirawat inap kasihan dia tidak bisa sekolah. Jadi kita harus mampu menyentuh hati setiap orang supaya care dengan lembaga ini, mau datang dalam penderitaan yang dialami,” kata Asmiriwati. z Kerta Negara

TERSANGKA NARKOBA TAHUN 2015 ---------------------------------------z Jumlah tersangka=1.062 orang z Tersangka WNI: -Laki-laki=920 orang -Perempuan=132 orang z Tersangka WNA: -Laki-laki=7 orang -Perempuan=1 orang Tersangka Narkoba Tahun 2014 -----------------------------------------z Jumlah tersangka=780 orang z Tersangka WNI: -Laki-laki=691 orang -Perempuan=79 orang z Tersangka WNA: -Laki-laki=8 orang -Perempuan=2 orang 25 - 31 Januari 2016

33


TEROR BOM

Bom Bali I Bom Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I)adalah peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali.

34

25 - 31 Januari 2016


Bom JW Marriott Pengeboman di Jakarta 2003 (disebut juga Pengeboman JW Marriott ) adalah peristiwa ledakan bom di hotel JW Mariott di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Indonesia, Selasa, 5 Agustus 2003. Ledakan itu berasal dari bom mobil bunuh diri

Bom Kuningan Pengeboman Kedubes Australia 2004 atau yang biasanya disebut Bom Kuningan terjadi pada tanggal 9 September 2004 di Jakarta.

25 - 31 Januari 2016

35


Bom Bali II

Terjadi lagi bom di Bali pada 1 Oktober 2005. Tragedi yang dikenal Bom Bali II itu terjadi di tiga tempat , satu di Kuta dan dua di Jimbaran.

36

25 - 31 Januari 2016


Bom Jakarta

Bom di kawasan Sarinah terjadi 14 Januari 2015. Insiden yang terjadi di perempatan Plaza Sarinah itu menimbulkan 34 orang korban, tujuh di antaranya tewas. Dari jumlah korban tewas itu, lima di antaranya pelaku teror. 25 - 31 Januari 2016

37


PARIWISATA

Badung Kejar Target 3,8 Juta Wisman Tahun 2016

P

ariwisata merupakan salah satu sektor yang penting bagi perekonomian Indonesia, khususnya Bali. Terlebih, sektor pariwisata adalah penyumbang devisa terbesar ketiga setalah Migas dan minyak kelapa sawit. Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia menjadi komponen penting dalam sektor pariwisata di Indonesia. Tak hayal, sektor ini menjadi primadona di semua daerah, termasuk di Kabupaten Badung. Bahan, menatap tahun 2016, Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Badung memasang target 5-10 persen peningkatan kunjungan wisatawan mancanagera daripada tahun 2015 atau mencapai 3,8 juta. Target tersebut dianggap realistis, sebab pada tahun 2015 tingkat kunjungan wisawatan melampui tingkat kunjungan tahun sebelumnya. “Setiap tahun kami menargetkan kunjungan wisatawan ke Badung meningkat. Angka kunjungan selama tahun 2015 memang baru seminggu lagi keluar. Tapi kami yakin target 3,6 juta dapat terlampui. Karena sampai bulan November itu sudah 3,3 juta,” kata Kepala Disparda Badung Cokorda Raka Darmawan. Dengan total 3,3 juta kunjungan wisatawan ke Badung sampai bulan November itu berarti sudah ada kenaikan 7 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2014. “Kami sangat optimis pada bulan Desember target dapat terpenuhi. Apalagi ditunjang dengan libur natal dan tahun baru. Bila bulan Desember terjadi peningkatan lebih dari 7 persen (naik daripada tahun 2014 di bulan yang sama -red) maka itu sudah melampui target. Tapi saya yakin diatas 8 persen,” tegasnya. Pejabat asal Gianyar tersebut menyatakan akan menerapkan pola promosi yang sama seperti tahun 2015, mengikuti Internationale Tourismus-Bourse (ITB) di Berlin, Jerman. Sekaligus promosi ke tiga kota besar di Australia, seperti Perth, Melbourne dan Sydney. Sebagaimana diketahui Australia adalah salah satu pe-

38

25 - 31 Januari 2016

nyumbang wisatawan terbesar ke Pulau Dewata, begitu juga ke Badung. “Agenda promosi di Eropa dengan mengikuti ITB Berlin rutin kami lakukan. Dan tahun ini kami bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) juga akan melanjutkan promosi di sana. Ajang ITB Berlin itu adalah kesempatan kita, karena disana tempat berkumpulnya negara-negara di dunia,” kata Raka Darmawan. Strategi promosi lain juga dipersiapkan adalah mengikuti sejumlah agenda penting di negara yang mejadi pesaing berat Indonesia dan Bali khususnya. “Kami juga akan lakukan kegiatan promosi di Singapura. Karena Singapura juga termasuk salah satu kompetitor (pesaing, red), selain Malaysia, dan Thailand,” kata pria berkacamata itu. “Kami berharap di sana (Singapura) dapat berebut mnawarkan destinasi pariwisata kepada travel agent,” tandasnya. Selain promosi ke Eropa, Australia, dan tingkat Asean, pemerintah dengan anggaran yang dipersiapkan Rp 3 miliar untuk tahun 2016, juga berencana membuka pangsa pasar ke China dan Jepang. Menurut Raka Darmawan, untuk di Jepang pihaknya mengagendakan promosi kesenian lewat sebuah pagelaran seni yan akan dilaksanakan di Osaka, Jepang. “Ini baru program kami. Tapi kami akan matangkan lagi dengan menggandeng BPPD Badung, sehingga program promosi sepanjang tahun ini dapat hasil baik seperti diharapkan,” harapnya seraya menambahkan mengenai target kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2016, Raka Darmawan mengatakan, tidak akan muluk-muluk. Daya Dukung Tentukan Keberhasilan Pariwisata Pemerintah daerah tak bisa terlalu terpaku pada target kunjungan wisatawan. Para pemangku kebijakan ini juga harus mengacu pada daya dukung dalam menentukan target. Carrying capacity (daya dukung) akan menentukan keberhasilan perencanaan pari-

wisata Bali sampai tahun 2025 ke depan. Akademisi Pariwisata Universitas Udayana Putu Anom mengatakan, untuk memperhitungkan carrying capacity data pertama pertama yang perlu diketahui data jumlah penduduk Bali. Data jumlah penduduk Bali mesti diprediksi untuk kajian selama 5-10 tahun ke depan. “Pemerintah harus berusaha memenuhi kebutuhan domestik/kebutuhan masyarakat Bali. Ini meliputi kebutuhan dasar, seperti lahan tempat tinggal, makan, kesehatan, dan pendidikan selebihnya baru untuk pariwisata,” terangnya. Ditegaskannya, untuk menyusun carrying capacity perlu data akurat. Sampai saat ini, data statistik pariwisata yang dimiliki Bali terbatas dan belum lengkap. Bali sebenarnya sebagai pulau kecil sangat mudah memperhitungkan carrying capacity secara detail untuk tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Ini terutama jumlah lahan, dan jumah penduduk masih bisa dihitung. Dibandingkan seperti Pulau Jawa yang luas termasuk Kalimantan Timur yang berbatasan negara lain sangat susah mencari data lengkap. Putu Anom menambahkan semakin baiknya data statistik Bali maka kajian daya dukung Bali, dan pembuatan perencanaan pembangunan Bali akan semakin baik. “Data lengkap dan akurat bisa menyusun perencanaan dengan hasil terbaik,” tuturnya.


K o o r d i n a t o r F o r B A L I Wa y a n “Gendo” Suardana, juga mengatakan tidak ingin target tersebut dijadikan alasan pembenar untuk mengeksploitasi Bali atas nama pembangunan pariwisata. “Tapi sekarang kan madzhabnya atau aliran yang disampaikan Gubernur maupun pemerintah pusat kan hanya menambah wisatawan datang. Kemudian Bali misalkan, dieksploitasi untuk kepentingan turisme dan setelah itu tidak ada upaya untuk mengembalikan ke wisata budaya yang menghidupkan Bali,” ujarnya.

Gendo menambahkan, target ini juga jangan dijadikan kedok untuk membuat destinasi wisata baru. Salah satunya membuat objek wisata buatan dengan cara mereklamasi Teluk Benoa. Apalagi Gendo melihat Gubernur sangat ngotot, seolah-olah tidak percaya lagi pariwisata budaya. Padahal, kalau tetap ingin menargetkan 30 juta wisatawan, Gubernur cukup memaksimalkan potensi objek wisata dan akomodasi yang sudah ada, serta memberi perhatian lebih pada masyarakat adat. “Kalau modelnya seperti sekarang,

seperti prediksi Walhi dalam 10-20 tahun kedepan, pariwisata Bali akan mengalami kebangkrutan. Bali itu hidup dari pariwisata budaya, sebelum ada objek wisata buatan sudah terkenal koq. Dan ingat, objek wisata buatan itu nggak ada yang hidup di Bali. Mana ada yang maksimal. GWK misalnya, nggak maksimal. Yang maksimal di Bali justru adalah objek wisata yang organik, bukan buatan, bukan artificial,” tegasnya. zParwata/Rindra

25 - 31 Januari 2016

39


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

SIMPOSIUM - Penjabat (Pj.) Bupati Karangasem IB Ngurah Arda saat membuka Simposium Internasional Pelestarian Warisan Pusaka di Gedung UKM Center, Minggu (10/1) mengatakan pemerintah memiliki berbagai keterbasan dalam rangka pemugaran atau merevitalisasi dan merestorasi peninggalan warisan pusaka. Karena itu, masyarakat dan pemilik warisan pusaka itu lebih peduli ikut menjaga dan merawatnya. Kepedulian masyarakat dan pemilik penting, lanjut Pj. Bupati asal Banjar Siladan, Tamanbali, Bangli ini, pelestarian warisan budaya berpotensi besar memberikan dampak peningkatan ekonomi baik langsung maupun tak langsung. Nampak dalam foto Pj. Bupati Ngurah Arda dan delegasi 13 negara foto bersama di depan bendera negara mereka pada Simposium Internasional Pelestarian Pusaka 2016.

BANSOS - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali secara rutin menyerahkan dana bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang memerlukan. Pada Selasa (12/1), Ketua YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mewakili Stikes Bali menyerahkan bantuan sosial kepada Banjar Selemedeg Kelod. Bantuan diterima Bendahara Banjar Selemadeg Kelod, Desa Selemadeg, Tabanan, Made Sumaja, didampingi Perbekel Selemadeg Drs. I Wayan Arsa Wikanta dan Kadus Selemadeg Kelod I Ketut Mustika. Acara juga disaksikan Sekretaris Stikes Bali Drs. Wayan Sandiyasa, Ketua Badan Pengawas YP3LPK Bali Bagus Wayan Oka, bersama anggota Made Sudika dan Sekretaris I Nyoman Murdana. Bantuan senilai Rp 5 juta ini, menurut Made Sumaja, akan dipakai untuk memperbaiki panyengker banjar.

MBP/ist

MBP/ist

PERESMIAN - Anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga bagian dari Komite III Bidang Pemuda dan Olahraga menghadiri peresmian Sekolah Sepak Bola di Rendang, Karangasem. Kehadiran Shri Gusti Wedakarna disambut oleh pejabat Pemkab Karangasem, jajaran KONI Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem dan tokoh olahraga di Bali termasuk Indra Sjafri (pelatih Klub Sepak Bola Bali United). Tampak juga hadir I Wayan Widana (tokoh muda Rendang dan pemilik Lapangan Futsal Banjar Kunyit). Dalam kesempatan itu, dilakukan inagurasi dari sekolah sepak bola yang didukung oleh klub sepak bola kebanggaan Bali yakni Bali United.

BERJAYA - Anak-anak SMP PGRI 1 Denpasar kembali berjaya dalam Smanela Cup di SMAN 5 Denpasar. Dari berbagai cabang yang dipertandingkan, siswa SMP PGRI 1 Denpasar sukses meraih juara umum I dan juara umum II di cabang silat. Juara I juga diraih oleh tim futsal dan dansa SMP PGRI 1 Denpasar. Akumulasi nilai ini yang menghantarkan sekolah ini meraih juara umum. Dengan demikian, SMP PGRI 1 Denpasar untuk kedua kalinya berturut-turut memboyong piala bergilir Smanela Cup Sport and Art 2016. Nampak dalam foto Kasek Nengah Sukama bersama Wakasek dan siswa berfoto dengan piala bergilir Smanela Cup.

40

25 - 31 Januari 2016


MBP/ist MBP/ist

DAMAI - Setelah cukup lama dimediasi Polres Gianyar, konflik tapal batas antara Banjar Perangsada, Desa Pering dengan Desa Saba, berakhir dengan tanda tangan perdamaian kedua belah pihak. Seluruh krama Banjar Perangsada pun memohon maaf atas tindakan perusakan tapal batas yang dilakukan beberapa waktu lalu. Bendesa Perangsada, I Nyoman Kamaryasa, Rabu (13/1) mengatakan kesepakatan damai antara Banjar Perangsada, Desa Pering dengan Desa Saba ini diperoleh setelah berulang kali melakukan diskusi, dengan pembahasan masalah tapal batas desa. Nampak dalam foto Bendesa Perangsada, I Nyoman Kamaryasa, menunjukkan tugu tapal batas Desa Saba yang sudah diperbaiki.

KKN - Undiknas University turut serta membangun dan membantu masyarakat untuk menciptakan kreativitas dalam mengelola sumber daya yang dihasilkan desa. Hasil sumber daya laut, rumput laut dan lainnya agar dapat diolah dan dikemas dengan baik, sehingga hasil olahan dapat dipasarkan dan memiliki keunggulan bersaing. Hal itu diungkapkan Rektor Undiknas University yang diwakili Direktur Akademik dan Sistem Informasi Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. ketika membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016 yang diselenggarakan di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Dalam kesempatan itu, Bupati Klungkung diwakili Camat Nusa Penida I Gusti Gede Agus Mahajaya, SSTP. Nampak dalam foto Direktur Akademik dan S-I Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa bersama camat dan mahasiswa yang KKN di Nusa Penida.

MBP/ist

MBP/ist

DILANTIK - Gerbong politik dari dinasti Shri Wedastera Suyasa terus bergerak dan ikut mewarnai kancah politik Bali. Setelah menempatkan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III sebagai pemenang Pemilu DPD-RI pada 2014, kini giliran putri kedua dari Shri Wedastera Suyasa (alm) dan IGA Suwitry Wedastera Suyasa yakni Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. dilantik sebagai Pengganti Antar-Waktu (PAW) di DPRD Provinsi Bali. Kehadiran sosok usia 33 tahun ini diharapkan lebih memberikan nuansa akademis di gedung DPRD Bali, terlebih Dr. Diah Werdhi pernah menjadi Rektor Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen). Nampak dalam foto Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali) mendapat ucapan selamat dari Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Gedung DPRD Bali.

KUNJUNGAN - Komite III DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang membidangi agama, pendidikan, budaya dan pariwisata menyambangi jajaran PT BTDC Nusa Dua yang baru. Dalam kunjungan itu, Shri Gusti Wedakarna disambut oleh Abdulbar M. Mansoer (Direktur Utama PT BTDC Nusa Dua) dan Ngurah Wirawan (Direktur Operasional PT BTDC Nusa Dua). Dalam silakrama itu Shri Gusti Wedakarna menyampaikan harapan kepada manajemen PT BTDC Nusa Dua yang baru agar dapat bekerja maksimal, terutama menjadikan Nusa Dua tetap sebagai ikon pariwisata di Bali, di sampaing juga membantu pemerintah pusat untuk menaikkan pendapatan negara mengingat BTDC adalah bagian dari BUMN milik rakyat Indonesia. 25 - 31 Januari 2016

41


DESA WISATA

Penduduk Desa Pakudui, Kecamatan Tegallalang, Gianyar membuat patung Garuda Wisnu kencana secara turun temurun.

Pakudui , ”Garuda Village” di Bali

D

esa Pakudui, Kecamatan Tegalalang Kabupaten Gianyar tak hanya indah dan sejuk tetapi juga menyimpan kearifan lokal yang kental. Masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai pematung, khusus patung jenis Garuda Wisnu kencana (GWK). Karena itu, Desa Pakudui sering dijuluki sebagai “Garuda Village” Bali. Lokasi Desa Pakudui, tidak jauh dari daya tarik wisata (DTW) teras padi Ceking yang terkenal akan keunikan sistem terasering persawahannya itu. Untuk mencapai lokasi diperlukan waktu sekitar 60 menit dengan jarak tempuh kira-kira 50 km perjalanan dari Kota Denpasar. Sebutan itu memang tak berlebihan, sebab desa asri dengan penduduk 116 KK itu mampu mengubah hidupnya menjadi lebih baik dari membuat patung. Di desa inilah otentisitas pembuatan patung-patung GWK yang dapat dinikmati secara langsung. Anak-anak, remaja, ibu-ibu ataupun para orang tua tampak asyik melakoni pekerjaannya itu. Melintas di jalan desa sejuk ini, kita tak pernah bosan dibuatnya. Masyarakatnya tampak ramah dan selalu optimis. Setiap rumah yang dilalui selalu ada disibukan dengan kegiatan membuat patung. Aneka patung mampu mereka ekpresikan lewat kayu dengan bantuan pahat. Salah Seorang perajin I Ketut Karma Wijaya mengatakan, sejak tahun 60-an

42

25 - 31 Januari 2016

masyarakat Pakudui sudah biasa membuat patung garuda. Dari 116 KK, hampir 90 persen berprofesi sebagai pematung. Selebihnya sebagai pegawai, pedagang dan pengusaha. “Membuat patung sudah menjadi tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang Pakudui,” katanya. Patung GWK menjadi andalannya, namun tetap juga juga berinovasi dengan mambuat jenis patung yang lain. “Ada tiga jenis patung yang biasa kami buat. Pertama patung GWK, kemudian singa dan wil seekor binatang yang berbadan manusia,” paparnya. Ukuran patung yang dibuatr bervariasi. Ada yang memiliki tinggi 2 meter, 1 meter, 60 cm, 50 cm dan 30 cm. Kayu yang dipakai khusus didatangkan dari berbagai daerah di Bali, bahkan didatangkan dari Jawa. “Sudah mendarah daging, jika orang Pakudui yang membuat pasti cepat bisa. Beda dengan orang dari daerah lain, mereka akan kesulitan membuatnya,” papar Karma Wijaya. Menariknya, patung-patung itu tak pernah mereka pasarkan ke luar daerah. Namun, pembeli yang datang langsung. Mereka kebanyakan berasal dari luar negeri, seperti dari Thailand, Jepang, Amerika dan paling banyak dari Eropah. “Desa kami biasa didatangi oleh wisatawan untuk membeli patung, bersepeda atau sekedar jalan-jalan menikmati suasana desa,” ungkapnya. Hal senada juga dikatakan I Made Ada. Pemilik Museum Made Ada yang ada di

desa tersebut mengatakan Pakudui dijuluki Garuda Village karena mampu menghasilkan patung-patung GWK dalam jumlah banyak. Aktivitas ini, yang dapat mengubah perekonomian masyarakat yang dulunya sebagai penggarap ternak dan sawah, kini sebagai pengusaha. “Pada tahun 60-an menjadi kebanyakan masyarakat kami sebagai petani penggarap, namun mulaui tahun 80-an nasib mereka sudah lebih baik,” ungkapnya. Terlebih pada tahun 1980-an, ketika patung-patung garuda itu diborong oleh Presiden Suharto untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri. Patung-patung tersebut ditaruh di kedyutaan-kedutaan Indonesia di luar negeri. “Sejak itu, kami melakukan mempromosikan Indonesia ke luar negeri lewat kegiatan patung ini,” kenangnya. Sejak 1986, jelasnya pihaknya sering berpromosi ke luar negeri termasuk pada jaman pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Banyak hasil karyanya, juga dari masyarakat setempat mendorong dirinya untuk membuat museum. “Atas dorongan dari Ibu Preseden Megawati, pada 2002 saya berhasil mendirikan Museum Made Ada di Desa Pakudui ini,” pungkasnya. z Budarsana LAPORAN


Tatag, Desa Wisata yang Unik KICAUAN burung tak henti-henti menyapa alam desa yang tenang. Terkadang bertengger di atas dahan yang hijau, lalu terbang bebas bersuka ria. Di bawahnya, tampak bebek (itik) yang asyik bermain di sawah. Akrab dengan petani, binatang berkaki dua itu terus menyusuri air sawah mencari makan. Uniknya, mereka tak terkejut ketika penduduk yang akan melakukan aktivitasnya datang melintas di sampingnya. Itulah gambaran suasana alam di Dusun Tatag, Desa Kukuh, Marga Tabanan. Dusun yang terletak sekitar 18 Km arah utara Denpasar itu memang alami dan unik. Lokasinya terisolir yang jauh dari keramaian kota. Di sebelah barat, timur, selatan dan utara merupakan persawahan yang hijau. Pohon-pohon besar memberikan keteduhan jiwa. Dan di setiap ujung desa terdapat mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk minum, mandi dan mencuci. Aktivitas budaya tradisional masih lestari. Membuat jaja begina, tumpeng nasi, majejahitan dan keperluan upacara lainnya masih dilakoni penduduk desa di sana. Ngukir, menggambar dan menari serta memainkan gamelan tradisional Bali juga juga biasa dilakoni mereka.

Memelihara itu, babi dan sapi merupakan kegiatan rutin dari penduduk setempat. Aktivitas inilah yang disukai wisatawan mancanegara,” kata, I Ketut Budiarta. Memang, dusun yang berpenduduk 389 jiwa itu sering dimanfaatkan wisatawan untuk trekking. Di samping alam yang indah, desa ini juga masih memiliki “meten” sebuah bangunan tradisional Bali yang tergolong kuno. Terdapat pula jineng (tempat menyimpan padi), bale Bali dan angkul-angkul (pintu masuk) yang tampak klasik. Dan yang sangat strategis, Dusun Tatag sangat dekat dengan Objek Wisata Alam Alas Kedaton.“Masyarakat di sini juga banyak yang memasak secara tradisional,” ungkapnya. Rute trekking, jelas Budiarta, mulai darai ujung utara dusun. Selanjutnya menuju arah barat mengikuti jalan setapak. Berbagai kegiatan sehari-hari penduduk dusun bisa disaksikan di jalan itu. Selanjutnya keluar dari goa pepohonanan menuju persawahan yaitu Subak Lebah. Berbagai budaya Bali sesungguhnya dapat disakasikan di sepanjang subak itu. Setelah melakukan perjalanan sekitar 1.200 meter, maka sudah sampai di Objek

Wisata Alas Kedaton. “Dalam setiap minggu ada saja wisatawan yang melakukan jalan-jalan di sisni. Mereka kebanyakan dari Eropa. Ada wisatawan yang khusus naik sepeda memanfaatkan areal dusun ini. Tak hanya orang asing, ada juga pengusaha-pengusaha dari Denpasar dan Kota Tabanan yang melakukan aktivitas tersebut,” ujar Klian Dusun Tatag I Ketut Jana. Jauh sebelum majunya pariwisata, jelasnya, Dusun Tatag sudah banyak wisatawan yang memanfaatkan keindahannya. Bahkan, pemerintah yang bermitra dengan akademis akan mengembangkan Tatag sebagai desa wisata. Namun, setelah meletusnya bom Bali I maka proyek itu mandek hingga saat ini. “Nah, kami dengan masyarakat Tatag berencana akan tetap mengembangkan desa ini sebagai tujuan wisata menarik. Khususnya untuk wisata trekking dan naik sepeda,” harapnya. z Budarsana

LAPORAN

“Meten” sebuah bangunan tradisional Bali yang tergolong kuno.

25 - 31 Januari 2016

43


HIBURAN

Album “Sahabat Sujati” Trisna

Terinspirasi dari Kisah Nyata

T

erinspirasi dari kisah nyata dengan sahabatnya bernama Farida alias Atek, biduanita rocker Bali Trisna “Sing Taen Enduk” (STE) menutup tahun 2015 lalu dengan merilis album keempat bertajuk “Sahabat Sujati” setelah “Gumine” (2004) yang diproduksi sendiri, “Sing Taen Enduk” (2007) dan “Si Sexy “(2013) yang dinaungi Jaya Giri Production. “Saya dan sahabat saya Farida sudah lebih dari 24 tahun bersahabat dari waktu sama-sama kuliah di Unwar. Ida selalu ada saat duka, selalu menemani dan memberikan tuntunan rohani supaya saya tetap tegar dan maju,” ungkap pemilik nama lengkap Ni Putu Sutrisnawati. Seperti judul albumnya, “Sahabat Sujati”, Trisna juga menunjukkan persahabatannya dengan banyak musisi dan penyanyi lagu pop Bali, dengan melibatkan sejumlah nama popular di album ini. Seperti Jun “Bintang” yang menciptakan lagu “Lipstik”, juga Mang Gita dengan lagu “Tresna Meme”. Trisna juga mengajak Rah Two [XXX] duet di lagu “Indonesia Damai” dan “Tuntunlah”. Lagu lain yang ditampilkan Trisna, ada “Pejalan Tresna”, “Sahabat Sujati”, “Keiko (versi Bali)”, “Terindah Untukmu”, “Jagalah”, dan “Anugerah”. Bagi Trisna yang selalu identik dengan penampilan yang sexy (Lady Rock) ini mengatakan, sahabat adalah anugrah terindah dalam hidupnya. Arti sahabat lebih daripada pacar, karena sahabat setianya sekokoh batu karang yang tak pernah terlekang oleh waktu. Dan sahabat selalu ada disetiap suka maupun duka. Selain untuk Farida, album yang diformat dalam bentuk DVD ini juga dipersembahkan untuk para sahabat Trisna lainnya, termasuk teman aktingnya Widya dan Nanda pada Film Jemari Jiwaku Menari yang diproduksi oleh K3S Kota Denpasar. Album yang merangkum 12 lagu berbahasa Indonesia dan bahasa Bali ini dikemas berbeda dari album-album yang sebelumnya. “Nuansanya tetap pop rock, tapi temanya beragam. Saya sendiri terlibat langsung dalam penggarapan album ini. Mulai dari penciptaan lagu hingga arransemen musik,” jelasnya. Sepanjang kariernya, penyanyi yang juga menggeluti dunia akting ini pernah meraih penghargaan sebagai Penyanyi Wanita Favorit di dan Lagu Terfavorit “Sing Taen Enduk” di ajang Gita Denpost Award 2007. Seluruh proses rekaman album ini dikerjakan di home recording milik Trisna sendiri yang diberi nama Keiko Studio. Khusus untuk lagu Terindah Untukmu di record take vokal dan arr di Kill Studio Noah di Bandung bersama Reza Noah. Yang tak kalah menarik, semua lagu dibuatkan video klip. Seluruhnya dibuat dengan storyboard yang digarap secara apik oleh Gung Oka dari Timeline Studio dan Keiko Studio. Menandai peluncuran albumnya, Trisna menggelar

44

25 - 31 Januari 2016

konser tunggal secara live selama 1 jam di Bali TV. “Saya ingin masyarakat dan penggemar gending Bali bisa menikmati secara langsung. Untuk itu saya tampil dengan format band,” ujarnya. z Winata


Triple X (XXX) Angkat Budaya Bali Melalui Lagu TRIPLE X (XXX) Bali, grup band Bali yang personelnya tiga pria bersaudara. Musik dan lagu bernuansa pop, rock, metal dan reggae dipadu dengan alat-alat musik tradisional Bali termasuk olah vokal trademark Bali “Cak” yang mendunia. Lirik lagu dominan Bahasa Bali yang bertemakan budaya Bali, namun ada juga lagu dalam Bahasa Indonesia dan bahkan dalam album “Welcome to Bali” dalam Bahasa Inggris. “Nama XXX dipilih begitu saja, terinspirasi oleh istilah Mr. X, orang tanpa identitas atau tak dikenal untuk menandai sebuah grup dan kebebasan berkarya untuk orang banyak. Awalnya juga iseng-iseng membuat sebuah lagu dan video clip “Sami Bagia” yang ditayangkan oleh Bali TV untuk merespons situasi saat Bali dikejutkan oleh peristiwa Bom Bali, 12 Oktober 2002, mengajak dan menggugah orang-orang untuk berkumpul dan bergembira,” ucap Rah Tut pendiri sekaligus vokalis XXX. Triple X (XXX) ditetapkan berdiri pada tanggal 10 Oktober 2003 di Denpasar bertepatan dengan launching album perdana XXX “Druwenang Sareng”. Personel XXX adalah tiga pria bersaudara kandung: I Gusti Ngurah Marianta “Rahtut” (Vocal); I Gusti Ngurah Adiartha “Rahmink” (Gitar) dan I Gusti Ngurah Budiartha

“Rahtwo” (Vocal). Mereka menetap di Denpasar, namun keluarga besar berbasis di Banjarangkan, Klungkung. Sejalan dengan perkembangannya, saat-saat manggung mereka dibantu oleh pemain tambahan seperti Rah Alit (Drum); Rah Angga (Bass) dan Sila (Gitar/Keyboard). Dalam karya-karya dan video klip, mereka kerap berkolaborasi dengan musisi tradisional Bali. Sejak berdiri di tahun 2003, XXX sudah menelorkan enam album. Album perdana adalah “Druwenang Sareng” (2003), dan selanjutnya “Jingkrak-Jingkrak” (2004); “Bikul Pisuh” (2006); “Sangut Delem” (2008); “Nak Bali” (2010); dan terkini “Welcome to Bali” (2014). Lagu-lagu Bali XXX telah menjadi tuan di rumah sendiri, merasuk ke sanubari orang-orang Bali, terlihat dari konser-konser mereka yang semarak merasuki penonton. Rah Tut (I Gusti Ngurah Marianta), motor dari grup band bersaudara ini, sebenarnya adalah seorang seniman Seni Rupa. Namun ia juga mempunyai rasa dan apresiasi terhadap musik yang tinggi. Melihat adik-adiknya yang bertalenta musik hanya manggung di sebatas bar dan kafé-kafé, terpanggil hatinya untuk mengajak mereka

berkiprah lebih serius menghasilkan karyakarya sendiri. Karya yang setidaknya bisa diwariskan ke anak-cucu. Dibantu software yang tersedia, Rah Tut mulai menciptakan aransemen musik dan lirik-lirik lagu pop modern dalam Bahasa Bali, yang selanjutnya mengerucut pada lagu-lagu bertema budaya Bali, peristiwa dan tokoh sejarah (seperti lagu Puputan Badung, Kebo Iwa), karakter-karakter cerita rakyat Bali (Cupak-Gerantang, Lutung Megambel, Sangut-Delem), dan juga situasi-situasi kekinian Bali akibat pengaruh pariwisata dan globalisasi. Lagu-lagu dimaksudkan tidak sekadar untuk menghibur tetapi juga sebagai sarana pendidikan, penyebaran informasi, dan pengenalan aspek-aspek tradisi Bali. Ke depan, XXX akan tetap pada misinya untuk terus berkarya mencipta lagu dan menelorkan album. Mengangkat lebih banyak lagi unsur-unsur budaya Bali, sejarah, cerita rakyat dari berbagai pelosok. Sebagai seniman, Rah Tut mengatakan, mereka punya tanggung jawab untuk terus mencipta dan berkarya. z Winata

25 - 31 Januari 2016

45


PROPERTI

Arsitek Harus Hadapi MEA MASYARAKAT Ekonomi Asean (MEA) kini mulai diberlakukan. Bali sebagai daerah internasional, juga mulai merasakannya. Termasuk, salah satunya di sektor properti. Lebih khusus lagi, untuk arsitekturnya maupun dari sisi SDM arsiteknya. Arsitek dari kawasan dipastikan juga akan menyerbu Bali yang telah menjadi daerah internasional ini. Sementara untuk merambah atau memasuki kawasan Asean, tenaga arsitek kita dipastikan akan menghadapi berbagai hambatan dan standar-standar yang ada. Harus diakui, kontraktor nasional belum cukup kuat bersaing dengan kontraktor luar karena masih terkendala modal usaha dan akses teknologi. Utamanya, untuk biaya modal belum kompetitif dari perbankan. Karenanya, beragam perusahaan kontraktor nasional termasuk lokal mesti meningkatkan kompetensi dan daya saing yang dimiliki. Terkait hal ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) telah menyiapkan tiga paket kebijakan untuk mempersiapkan pelaku usaha jasa konstruksi nasional dalam menghadapi MEA tahun 2015. Tiga paket kebijakan itu, menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Pupera Taufik Widjoyono, terkait dengan rantai pasok jasa konstruksi, kebijakan terkait segmentasi pasar usaha jasa konstruksi, dan pemaketan pekerjaan konstruksi. Bagimana dengan bidang arsitekturnya? Dalam menghadai MEA ini, sertifikasi bagi arsitek penting untuk meningkatkan daya saing arsitek nasional. “Lisensi atau sertifikat penting untuk arsitek, karena pada MEA nanti kita tidak bisa menghalangi arsitek asing masuk ke Indonesia,� kata Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Adjar Prajudi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Terkait hal itu pula, menurut Adjar, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Arsitek juga sedang dibuat dengan tujuan melindungi profesionalitas dan integritas arsitek. Selain itu, konsultan atau arsitek yang merancang

46

25 - 31 Januari 2016

juga agar tidak berhenti di perencanaan, tetapi juga sampai ke tahapan konstruksinya. Sebelumnya, Dirjen Cipta Karya Kemenpupera Andreas Suhono mengatakan, arsitek Indonesia jangan hanya jadi penonton tetapi harus benar-benar mempersiapkan diri menghadapi MEA ini. Karenanya, kata dia, RUU Arsitek yang saat ini sedang digodok juga penting untuk segera diselesaikan karena merupakan implementasi dari kebijakan ASEAN terkait jasa arsitektur. Pada praktiknya, sekarang terjadi beberapa ketidakadilan seperti banyak bangunan karya arsitek Indonesia yang tidak punya lisensi sehingga yang muncul adalah nama arsitek asingnya. “Jangan sampai nanti kita hanya jadi penonton. Pada saat ini sebetulnya telah dilakukan upaya guna

mendorong penyelamatan ataupun memberikan perlindungan kepada arsitek lokal, salah satunya dengan adanya asosiasi kota pusaka,� katanya. Ia berharap, dengan adanya UU Arsitek akan dapat melecut rasa percaya diri arsitek Indonesia untuk dapat bersaing dengan arsitek asing. Dekan Fakultas Teknik Unud Prof. NPG Suardana, Ph.D., sebelumnya telah mengakui akan ancaman yang akan menimpa arsitektur tradisional Bali. Dia juga mengaku prihatin dengan semakin pudarnya arsitektur Bali menghiasari bangunan-bangunan yang tumbuh bak jamur di musim hujan. Di luar itu, para arsitek dari kawasan Asean segera menyerbu dan menggusur arsitek lokal Bali. z Sugiarta/dari berbagai sumber


Pasar Properti Masih Stagnan HASIL riset, diprediksi pasar properti di Indonesia akan meningkat tahun 2016. Kenaikan rata-rata harga jual properti di kisaran 5 -10 persen. Kenaikan tersebut karena adanya dorongan dari pembangunan infrastruktur kian pesat oleh pemerintah sejak 2015 dan mulai dirasakan dampaknya pertengahan tahun ini. Dengan demikian cukup, merangsang pergerakan harga properti. Selain itu, pasar properti akan lebih sehat karena didominasi oleh pembeli yang benar-benar membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Namun, pengembang asli Karangasem Semadi Putra menyampaikan hal yang berbeda. Prediksinya, belum ada rencana kenaikan harga properti, menghingat kondisi pasar masih seperti pada tahun 2015. “Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih disekitaran 5,1 persen. Kalau kondisinya seperti itu nilai pertumbuhan ekonominya, sulit rasanya karena terlihat masih unpredictable,” tegasnya.

Semadi mengungkapkan, pasar properti yang masih baik hanya rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Rasanya, sulit mengejar angka kenaikan sebanyak itu (5 -10 persen) tahun ini, mengingat aturan LTV (loan to value) masih ketat sekali,” ujar pengurus DPD REI Bali ini. Terkecuali, lanjutnya, terjadi pelonggaran kebijakan perbankan. Contohnya, penurunan suku bunga akan membuka kembali aturan ltv. “Kalau saya sih optimis (meningkat) untuk rumah MBR. Tapi utk rumah menengah ke atas, mesti realistis, situasi pasar masih tidak stabil,” tegasnya. Terhadap kondisi ini, pemerintah harus kompak melindungi pengusaha lokal. Sebagai pengusaha kecil, pihaknya mendapat beban bunga dua digit sedangkan pengusaha besar tidak. “Apalagi di Bali harga lahan terus naik. Oleh karena itu, banyak pengembang Bali ekspansi ke Kupang, Bima dan Flores. Mereka mencari peluang yang lebih baik,” imbuhnya.

Sementara Ir. Made Suardana mengatakan, awal tahun ini pihaknya sudah menyusun harga untuk tahun 2016. Prediksinya, pasar properti tahun ini cenderung tetap alias masih stagnan seperti tahun 2015 semester pertama. Pasar property akan sedikit naik pada semester 2. “Lihat perkembangan tahun lalu, harga tanah condong turun. Oleh karena itu, awal tahun ini kami mesti memainkan sedikit harga properti,” ucap Suardana. Makanya, pihaknya wait and see dulu, tergantung permintaan. “Puji syukur dan astungkara di awal tahun ini sudah ada pembeli,” jelasnya. Ia menegaskan, hunian pavorit tahun ini masih rumah sederhana terjangkau untuk measyarakat menengah ke bawah. Kalau pasar menengah ke atas, masih lesu. “Sebagai orang bisnis, harus selalu optimis. Tahun ini harus optimis pasar properti membaik dan meningkat,” imbuh Suardana. z Kerta Negara

25 - 31 Januari 2016

47


TRADISI

“Usaba Muhu-muhu� di Desa Adat Timbrah

�Nyomia Bhuta Kala� agar Terwujud Keharmonisan

R

itual Usaba Muhu-muhu di Desa Adat Timbrah, Pertima, KaranJDVHP PHPLOLNL PDNQD ÂżORVRÂż yang tinggi yaitu untuk menjaga keutuhan dan kerukunan warganya. Usaba Muhu-muhu, Sabtu (9/1) lalu, yang dilaksanakan dalam bentuk caru desa, bertujuan untuk nyomia bhuta kala menjadi bhuta hita. Sehingga, warga senantiasa hidup KDUPRQLV GHPLNLDQ MXJD DODP VHPHVWD Pelaksanaan tradisi ini, diawali dari ritual nyaga. Tiga hari sebelum Usaba Muhu-muhu, warga melaksanakan ritual ini untuk nyomia bhuta kala dalam tingkatan yang lebih kecil, agar tidak mengganggu pekarangan warga. Ritual ini juga disebut dengan matuun buah. Pada saat Usaba Muhu-muhu, ritual nyomia dilakukan dalam tingkatan yang lebih tinggi ROHK GHVD DGDW GHQJDQ VDUDQD caru VHHNRU NHUEDX 3URVHVL XQGDJL VDDW PHQ\HPEHOLK sapi untuk sarana caru LQL VHODOX PHQ\HGRW perhatian warga sekitar. Sapi saat disembelih berlangsung menegangkan. 7RNRK PDV\DUDNDW VHWHPSDW 1HQJDK Sukada, menyampaikan tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sekali, tepatnya setiap tilem sasih kapitu. Krama empat banjar pangarep dan dua banjar sesabu desa, tedun ke desa melaksanakan tugas ayah-ayahan banjar masing-masing, untuk mempersiapkan sarana ritual Usaba Muhu-muhu. Mulai dari mebat, ngarah, ngikih, hingga murak sapi. Selain krama, desa adat juga menunjuk saya dan malun saya, tukang banten, tukang basa dan undagi untuk menuntaskan beberapa tugas-tugas adat, guna mempersiapkan sarana ritual ini. Jadi, sebelum sapi sarana caru disembelih, juga ada ritual khusus. Mulai dari nganteb banten di Pura Dalem Tengah (matur piuning), nganteb banten di depan sapi itu, kembali ke Pura Bale Agung untuk melengkapi daging klakat, nanding banten kemulan, hingga norek sapi tepat di dahinya. “Setelah seluruh ritual ini dilaksanakan, barulah sapinya katebekin (ditusuk),â€? tegasnya.

48

25 - 31 Januari 2016

1HQJDK 6XSDUWKD \DQJ MXJD WRNRK masyarakat setempat menambahkan VHWHODK SURVHVL LQL VHOHVDL PDV\DUDNDW melaksanakan persembahyangan di Pura Dalem Tengah. Ritual di pura ini, kapuput Buyut dan Dahyang. Buyut muput banten kemulan di atas tepas, sedangkan Dahyang nganteb banten kemulan di bawah tepas. 8QLNQ\D VHWHODK SURVHV SHUVHPEDK\DQJDQ EHUVDPD NUDPD VHWHPSDW PXODL GDUL RUDQJtua hingga anak-anak magibung bersama, GDUL RODKDQ GDJLQJ VDSL VLVD VHWHODK GLSDNDL sarana ritual. Selain bermakna ngelungsur merta Ida Batara, magibung ini menjadi sarana untuk merekatkan tali persaudaraan di antara krama desa. Sebab, saat itu seluruh krama yang tinggal di desa maupun warga perantauan ikut duduk bersama dalam tradisi khas Karangasem ini. “Tapi, perlu diingat, tujuan utama ritual ini bukan untuk magibung, tetapi adalah caru desa, untuk nyomia bhuta kala,� kata Supartha yang pernah menjadi Klian Desa Adat Timbrah tahun 2002 sampai 2007 ini. Beberapa sumber lain di desa setempat menyebutkan, tradisi aci Usaba Muhu-

Purana, yaitu ketika Dhurgha melawan raksasa Mahisasura berwujud sapi atau kerbau. “Pada zaman terkini diperingati sebagai bentuk pengendalian diri agar manusia terhindar dari sifat hewani,� ujar salah satu warga setempat, Luh Sri Suaryani. Bhuta kala selalu dibayangkan sebagai suatu makhluk berwajah seram. Imajinasi ROHK SDUD VHQLPDQ GDQ URKDQLDZDQ VHSHUWL itu memang dianggap wajar. Karena bila PDQXVLD WLGDN KDUPRQLV GHQJDQ bhuta kala PDND VRVRN PDXSXQ SHULVWLZD menyeramkan seperti itu bisa menjadi Q\DWD 1DPXQ SHUOX GLOXUXVNDQ EDKZD bhuta pada intinya dibangun dari lima elemen yang disebut panca maha bhuta, yaitu tanah, air, api, udara dan ether. Kelima unsur inilah yang membangun alam semesta (bhuana agung). Bahkan, jasmani manusia juga disebut alam kecil atau bhuana alit. Sehingga, dalam istilah macaru untuk nyomia bhuta kala, tujuan utamanya adalah mengubah bhuta kala menjadi bersifat lembut, sehingga tak mengganggu kehidupan manusia. z Bagiarta

MBP/gik

muhu ini juga dipandang sebagai penerapan dari Kitab Shiva

Sebelum sapi disembelih menjadi sarana caru, krama desa adat melakukan ritual khusus terhadap sapi tersebut.


AKTIVITAS

MBP/ist

MBP/ist

SEMINAR - Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati (FE Unmas) Denpasar secara kontinu menggelar event bernuansa internasional. Pada Rabu (13/1), FE Unmas menggelar seminar nasional soal �Targeting an International Journal and Analyzing Qualitative Data Using Nvivo 11�. Seminar menghadirkan pembicara Dr. Elvia R Shauki dari UI. Dekan FE Umas Dr. Wayan Sujana, M.M. mengungkapkan, seminar ini sangat penting artinya bagi dosen dalam menembus jurnal internasional. Seminar tidak saja diikuti dosen Unmas namun juga para dosen dari Unud dan PTS lainnya. Nampak dalam foto Rektor Made Sukamerta didampingi Dekan Wayan Sujana menyerahkan cenderamata kepada pembicara Elvia R. Shauki.

FKTP - Pada pengujung tahun 2015 tepatnya pada bulan November 2015, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan (Ditjen BUK) menetapkan penerima Penghargaan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Berprestasi yang terdiri dari Kategori Puskesmas Kawasan Perkotaan, Kategori Puskesmas Kawasan Pedesaan, Kategori Puskesmas Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil dan Kategori Klinik Pratama Berprestasi. Nampak penerima Penghargaan FKTP Berprestasi dari Kemenkes RI, Puskesmas Nusa Penida 1 (nomor empat dari kiri), Klinik Nurjaya (nomor dua dari kanan) didampingi Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur (paling kiri) dan dari Kemenkes, Ditjen BUK.

MBP/ist

MBP/ist

AKSI SOSIAL - Pacto Ltd. dan PT Baliprima Holidays melakukan charity day (hari aksi sosial) 2016, Sabtu (9/1). Pacto Ltd. dan PT Baliprima Holidays merupakan satu grup perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. Charity day yang bertemakan “Giving back to the community� dilakukan di beberapa tempat di Bali yaitu di Desa Adat Tenganan, Pegeringsingan, Karangasem, Tirta Empul, Tampaksiring, dan Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. Nampak Rika Larasati, General Manager PT Baliprima Holidays memberikan simbolis bantuan tempat sampah kepada Kepala Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Karangasem.

PENGHARGAAN - Di pengujung 2015 lalu, kerja keras Garuda Wisnu Kencana (GWK) dalam memperbaiki infrastruktur dan image sebagai daerah tujuan wisata yang bertaraf internasional membuahkan hasil manis dengan meraih dua penghargaan bergengsi. 3DGD 1RYHPEHU ODOX ¿OP DQLPDVL ¾œ*DUXGD &LOLNœœ PHQGDSDWNDQ penghargaan Film Animasi Terbaik Festival Film Indonesia 2015. Film anak-anak tersebut sudah ditayangkan sejak Juli lalu di Garuda Cinema yang merupakan fasilitas baru di GWK. Menurut Seno Andhikawanto, Director GWK, penghargaan ini sekaligus membukWLNDQ EDKZD ¿OP ¾œ*DUXGD &LOLNœœ GLEXDW GHQJDQ VHULXV VHKLQJJD PHQGDSDWNDQ SHQJDNXDQ GDUL GXQLD SHU¿OPDQ ,QGRQHVLD VHEDJDL Film Animasi Terbaik. Nampak dalam foto Direktur Garuda Wisnu Kencana (GWK) Seno Andhikawanto (kiri) menerima penghargaan Bali Best Brand Awards pada 20 Desember 2015.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan/usaha, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), peluncuran produk, dan promosi lainnya melalui rubrik Event dengan menghubungi bagian Iklan Bali Post - (0361) 225764. Penyampaian materi dilakukan dua minggu sebelum penerbitan.

25 - 31 Januari 2016

49


AKTIVITAS

MBP/ist

RAYAKAN - Rumah Sakit (RS) BaliMed merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-8 pada Minggu (10/1) di Desa BuMBP/ist

HCC - Waliman Bin Marto yang sedang berjualan di warung nasinya di wilayah Sanur mendapat telepon langsung dari I Putu Ary Widiartha, S.H. selaku Direktur Corporate Secretary, yang didampingi Presiden Direktur Grup Hardys Holdings Ir. I Gede Agus Hardiawan. Waliman berhak mendapatkan hadiah satu unit mobil Great New Xenia setelah nomor HCC (Hardys Club Card) yang dimilikinya terpilih pengundian poin HCC periode X tahun 2015. Nampak dalam foto Ir. I Gede Agus Hardiawan (President Director) GH Holdings didampingi Direksi dan Ketua Panitia menyerahkan hadiah utama pengundian poin HCC (Hardys Club Card) Periode X tahun 2015 satu unit Daihatsu Great New Xenia kepada pemenang.

daya Kertalangu, Kesiman. HUT BaliMed yang jatuh pada 8 Januari lalu bertemakan, melalui HUT Rumah Sakit BaliMed yang ke-8 kita tingkatkan semangat dan sinergitas antarelemen rumah sakit untuk terciptanya budaya dalam pelayanan yang berfokus pada keselamatan pasien - patient safety. Ketua Panitia Acara HUT dr. I Made Pradnyana Adiwiguna mengatakan, puncak perayaan HUT diawali dengan fun walk di area persawahan Kertalangu, senam bersama, sambutan dari pihak Rumah Sakit BaliMed dan Direktur Utama PT BaliMed, acara hiburan, pelepasan balon, dan undian doorprize.

MBP/ist MBP/ist

HUT - Keluarga besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unwar sejak Sabtu (5/12) lalu menggelar berbagai acara serangkaian HUT ke-7 FKIK Unwar. Pada Kamis (7/1) lalu, hingga Sabtu (9/1) digelar bazaar dipusatkan di Samani Restaurant di Penatih yang berjalan semarak. Bazaar berjalan semarak, karena para undangan dihibur dengan atraksi mahasiswa berupa band akustik, foto booth, tarot (ramalan) dan salam-salam dan pesan lagu. Ketua Panitia HUT Gung De Narayana didampingi Waka Bazaar Satria Dananjaya dan A.A. Gede Kesuma Yuda menjelaskan, panitia menyebarkan 1.450 kupon melibatkan civitas akademika Unwar dan keluarganya.

50

25 - 31 Januari 2016

REFLEKSI - Bertepatan dengan hari suci Siwaratri, Jumat (8/1), MDMDUDQ ,.,3 3*5, %DOL PHQJDGDNDQ DFDUD UHÀHNVL WDKXQ dan selamat Tahun Baru 2016. Malam harinya, di IKIP PGRI Bali digelar acara renungan sastra Siwaratri dengan menampilkan $UMD ,.,3 3*5, %DOL 5HÀHNVL \DQJ GLSXVDWNDQ GL $XGLWRULXP Redha Gunawan dihadiri Sekretaris YPLP PT IKIP PGI Bali Ngurah Oka, S.H., pengawas I Nyoman Dudy Gunarsa, S.T., PR I Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., PR II Drs. Dewa Nyoman Juana, M.Pd. dan PR III Dr. Wayan Citrawan serta para dekan, kepala biro, kabag, dosen dan BEM IKIP PGRI Bali. Nampak dalam foto Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta bersama Sekretaris <D\DVDQ 1JXUDK 2ND GDQ ZDNLO UHNWRU GDODP DFDUD UHÀHNVL WDKXQ 2015 dan selamat Tahun Baru 2016.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Bali Post Edisi 123 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu